Skip to main content

cybertokoh-edisi-019

Page 1

6

PELESIR

Mencicipi Jamur di Kota Gudeg

Setelah berkeliling tempat-tempat wisata di Yogyakarta, jangan lupa mampir ke resto ‘jeJamuran’ yang terletak di Jl Magelang KM 11 No 53, Niron, Pandowoharjo, Tridadi, Sleman. Dari pusat kota sekitar setengah jam perjalanan ke arah utara. Resto ini salah satu yang paling direkomendasikan oleh situs-situs perjalanan, jika Anda kebetulan tengah berlibur ke Kota Gudeg.

K

alau kesana, apalagi di saat weekend atau hari libur, siap-siap lah antri, khususnya yang pergi rombongan. Meski resto ini relatif luas dan besar untuk ukuran restoran pada umumnya, namun karena pengunjung yang datang kerap kali membludak khususnya untuk rombongan maka tak tertampung. Maklum, karena kalau datang secara rombongan tentunya menginginkan tempat kumpul yang sama, tidak mungkin berpencar. Tapi kalau hanya datang 2-3 orang, sepertinya tidak harus mengantri terlalu lama. Untuk lahan parkiran pun demikian. Meski sebenarnya ‘jeJamuran’ memiliki lahan parkir yang lumayan luas, namun karena pengunjung yang datang kebanyakan membawa kendaraan, belum lagi bus-bus rombongan dari dalam dan luar-kota, sehingga itu pun membuat areal perparkiran tak bisa menampung. Untungnya,

pihak pengelola resto, karena kasus seperti ini kerap terjadi, sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan lahan perparkiran di tempat lain yang lumayan luas. Dengan begitu pengunjung tidak ‘keteteran’ harus memarkir kendaraan di pinggir jalan. Bagi pengunjung yang masuk ‘waiting list’ tak perlu khawatir karena di sana ada beragam fasilitas yang bisa dinikmati selagi menunggu. Apakah ingin duduk-duduk sambil menikmati musik live, atau sekadar jalan-jalan sambil mengunjungi sejumlah kios penjual aneka suvenir dan makanan oleh-oleh. Atau kalau iseng, bisa juga mengunjungi mini market ‘jeJamuran’ yang menjual aneka produk jamur olahan, bibit jamur, kue-kuean dari jamur, ice cream jamur, dll. Bahkan kalau masih ada waktu, bisa juga menikmati terapi ikan di kolam di taman samping resto. Fasilitas ini gratis bagi pengunjung. Bagi yang hobi foto-foto, disana tersedia sejumlah spot foto menarik. Agaknya pengelola resto sadar betul sekarang ini adalah eranya selfie dan wefie yang instagramable. Salah satu sudut yang paling digemari pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang aneka jamur warna-warni yang ditata dengan sangat menarik. Dari kejauhan kita mengira itu adalah suvenir-suvenir yang dijual. Padahal ketika didekati, barulah kita tahu bahwa itu adalah displai aneka jamur. Di sana ada petugas yang siap menjelaskan tentang jamur-jamur tersebut. “Ini jamur kancing dan merang untuk bahan membuat sate. Kalau ini jamur nameko untuk tumis kangkung. Nah yang ini jamur king oyster untuk menu lada hitam atau juga telur asin,” jelas Ayuk Susilastuti, staf jeJamuran, menjelaskan kepada pengunjung. Selain untuk makanan, kata Ayuk, beberapa jamur yang dipa-

jang ini juga bisa dijadikan berbagai suplemen kesehatan serta memperkuat stamina. “Kita juga punya wedang jamuran,” tambah Ayuk. BERAWAL DARI KEDAI ANGKRINGAN Menurut Ayuk, resto ‘jeJamuran’ awalnya adalah kedai angkringan biasa yang dibangun oleh ahli jamur Ratidjo Hardjo Soewarno pada tahun 1990-an. Kebetulan istri Ratidjo, pandai memasak. Maka karena Ratidjo yang telah mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memilih bergelut menjadi petani jamur, mulai merinis bisnis kuliner kecilkecilan. Selain memiliki kedai angkringan sederhana, Ratidjop dan istrinya juga memasarkan makanan serba jamur itu door to door, termasuk juga ke kantorkantor. Tak di sangka, banyak yang menyukainya. Padahal pada masa itu makanan jamur belum terlalu memasyarakat. Bisnis kuliner jamur terus meningkat, kebutuhan pasokan jamur ikut meningkat. Ratidjo pun mengajak para petani jamur di Sleman untuk bekerja sama menjadi pemasok produk kulinernya. Ratidjo sendiri sudah menekuni budidaya jamur sejak tahun 1968. Itu karena perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan jamur. Kemudian setelah keluar dari tempat kerjanya, ia pun memulai bisnis pembudidayaan jamur sendiri. Setelah dirasakan siap, warung angkringan pun diubahnya menjadi resto dengan nama ‘jeJamuran’ yang artinya menyediakan makanan serba jamur. Bukan hanya itu, ia juga melengkapi dengan membangun agrowisata jamur. “Kalau mau eksplor lebih jauh tentang jamur, kita ada kok agrowisatanya, ada paket-paketnya juga untuk budidaya, cooking class, kewirausahaan, dll,” tambah Ayuk. (Diana Runtu)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh


COVER

KULINER

2

Makanan Serba Jamur yang Menyehatkan Meski tempatnya besar dan terkesan mahal, namun tidak perlu khawatir tentang harga makanan di sana. Harganya cukup bersahabat dan tidak bakal menguras kantong Anda. Dengan modal Rp 50 ribu pun Anda bisa kenyang karena rata-rata harga per item menu hanya belasan ribu rupiah.

Sosialisasi dan Uji Kompetensi Seni Merangkai Bunga Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) DPD Bali bekerjasama dengan TUK Puri Bali dan LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi) Merangkai Bunga dan Desain Floral menyelenggarakan Sosialisasi dan Uji Kompetensi Seni Merangkai Bunga Level I”, di Danes Art Veranda, Denpasar, Jumat (29/3).

M

Y

ang harga lebih dari Rp 20 ribuan ada beberapa seperti king oyster lada hi­ tam dan tom yum jamur. Jika berkunjung ke sana lebih dari dua orang, lebih disarankan un­ tuk mengambil paket yang selain

variasi makanannya lebih banyak juga terasa lebih murah dibanding pesan per item. Untuk panduan makanan fa­ vorit pengunjung, bisa dicoba sate, tongseng, gulai, juga gulai jamur, rendang jamur serta jamur gore­

enurut Ketua Pani­ tia Pelaksana, Shinta Liu, “Sosialisasi Materi Uji Kompetensi Seni Merang­kai Bunga dan Desain Flora Se­ suai SKL Berbasis KKNI Level 1dan Uji Kompetensi Level 1 yang dilaksanakan selama dua hari tersebut merupakan ujian yang pertama kali di Bali. Pada hari pertama, menghadirkan instruktur Sindhunata Setiadharma, A.Md.Par,MDFD, yang menyampaikan sosialisasi dengan tujuan agar peserta mengetahui mengenai pedoman seni merangkai bunga dan materi uji kom­ petensi level 1 dan workshop membuat

ng. Bagi yang suka makanan pedas, ada be­ berapa menu di antaranya jamur bakar pedas. Sebe­ narnya, kalau boleh dibilang, hampir semua

menu-menu yang disajikan enak, tinggal memilih sesuai selera. “Rendang jamur ini enak banget lho, tekstur jamurnya terasa ber­ bumbu rendang. Yummy. Gulai jamur juga tak kalah enaknya, terutama kuahnya,” ungkap Sri yang datang bersama rombongan­

nya dari Jakarta. Selain ‘makanan berat’ ada juga berbagai camilan dan minuman unik yang bisa dicicipi. Seperti lumpia jamur, resoles jamur, dll. Untuk minuman, cobalah kesega­ ran wedang jejamuran, ice mint tea, es carica, dll. (Diana Runtu)

3

aksesoris dari materi flora (janur) serta aksesori dari materi non flora (bulu mercy). Acara sosialisasi diikuti oleh para pecinta bunga, perangkai bunga dan pemilik bisnis bunga di Bali. Tercatat 26 orang peserta yang ikut, sedangkan untuk ujian diikuti oleh 21 orang pe­ serta yang berasal dari Denpasar dan sekitarnya. Hari kedua, dilaksanakan Uji Kom­ petensi Seni Merangkai Bunga Level I dengan para penguji langsung dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Merangkai Bunga dan Desain Flo­ ral Jakarta, yakni Sindhunata Setia­

dharma, A.Md.Par,MDFD Andy Djati Utomo S.Sn.,AIFD, CFD dan Elviana G.Hayanto, BSc. Pada saat ujian berlangsung, selain dinilai oleh tiga orang penguji dari LSK Jakarta, juga diawasi oleh 1 (satu) orang dari Dinas Pendidikan Propinsi Bali dan 1 (satu) orang dari Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) DPD Bali. Proses pengujian dan penilaian yang dilakukan oleh penguji adalah untuk mengukur tingkat pencapaian kom­ petensi hasil belajar peserta didik pada suatu jenis dan tingkat pendidikan ter­ tentu. Berbentuk ujian teori dan prak­ tek yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketuntasan belajar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Selain tentunya memfasilitasi peserta mendapatkan Sertifikat Kompetensi’ di bidang merangkai bunga untuk ‘Level 1’. Sertifikat ini sangat diperlukan sebagai salah satu persyaratan mengajukan

izin perusahaan dalam bidang per­ bungaan. Terkait pelaksanaan ujian, panitia beserta seluruh tim yang terlibat, mengharapkan semua yang berkecim­ pung dalam bisnis bunga bisa segera memiliki Sertifikat Kompetensi’ bahwa mereka profesional di bidangnya, terutama dalam era bisnis yang serba kompetitif ini. Panitia juga berharap kiranya seluruh peserta yang telah mengikuti Uji Kom­ petensi Level 1 kali ini bisa lulus dengan baik. “Semoga sertifikasi ini berguna untuk pengembangan karier dan bisnis yang berkompeten untuk bersaing dalam era bisnia 4.0 ini. Salam bunga, pungkas Shintra Liu. (Sri Ardhini)


COVER

KULINER

2

Makanan Serba Jamur yang Menyehatkan Meski tempatnya besar dan terkesan mahal, namun tidak perlu khawatir tentang harga makanan di sana. Harganya cukup bersahabat dan tidak bakal menguras kantong Anda. Dengan modal Rp 50 ribu pun Anda bisa kenyang karena rata-rata harga per item menu hanya belasan ribu rupiah.

Sosialisasi dan Uji Kompetensi Seni Merangkai Bunga Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) DPD Bali bekerjasama dengan TUK Puri Bali dan LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi) Merangkai Bunga dan Desain Floral menyelenggarakan Sosialisasi dan Uji Kompetensi Seni Merangkai Bunga Level I”, di Danes Art Veranda, Denpasar, Jumat (29/3).

M

Y

ang harga lebih dari Rp 20 ribuan ada beberapa seperti king oyster lada hi­ tam dan tom yum jamur. Jika berkunjung ke sana lebih dari dua orang, lebih disarankan un­ tuk mengambil paket yang selain

variasi makanannya lebih banyak juga terasa lebih murah dibanding pesan per item. Untuk panduan makanan fa­ vorit pengunjung, bisa dicoba sate, tongseng, gulai, juga gulai jamur, rendang jamur serta jamur gore­

enurut Ketua Pani­ tia Pelaksana, Shinta Liu, “Sosialisasi Materi Uji Kompetensi Seni Merang­kai Bunga dan Desain Flora Se­ suai SKL Berbasis KKNI Level 1dan Uji Kompetensi Level 1 yang dilaksanakan selama dua hari tersebut merupakan ujian yang pertama kali di Bali. Pada hari pertama, menghadirkan instruktur Sindhunata Setiadharma, A.Md.Par,MDFD, yang menyampaikan sosialisasi dengan tujuan agar peserta mengetahui mengenai pedoman seni merangkai bunga dan materi uji kom­ petensi level 1 dan workshop membuat

ng. Bagi yang suka makanan pedas, ada be­ berapa menu di antaranya jamur bakar pedas. Sebe­ narnya, kalau boleh dibilang, hampir semua

menu-menu yang disajikan enak, tinggal memilih sesuai selera. “Rendang jamur ini enak banget lho, tekstur jamurnya terasa ber­ bumbu rendang. Yummy. Gulai jamur juga tak kalah enaknya, terutama kuahnya,” ungkap Sri yang datang bersama rombongan­

nya dari Jakarta. Selain ‘makanan berat’ ada juga berbagai camilan dan minuman unik yang bisa dicicipi. Seperti lumpia jamur, resoles jamur, dll. Untuk minuman, cobalah kesega­ ran wedang jejamuran, ice mint tea, es carica, dll. (Diana Runtu)

3

aksesoris dari materi flora (janur) serta aksesori dari materi non flora (bulu mercy). Acara sosialisasi diikuti oleh para pecinta bunga, perangkai bunga dan pemilik bisnis bunga di Bali. Tercatat 26 orang peserta yang ikut, sedangkan untuk ujian diikuti oleh 21 orang pe­ serta yang berasal dari Denpasar dan sekitarnya. Hari kedua, dilaksanakan Uji Kom­ petensi Seni Merangkai Bunga Level I dengan para penguji langsung dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Merangkai Bunga dan Desain Flo­ ral Jakarta, yakni Sindhunata Setia­

dharma, A.Md.Par,MDFD Andy Djati Utomo S.Sn.,AIFD, CFD dan Elviana G.Hayanto, BSc. Pada saat ujian berlangsung, selain dinilai oleh tiga orang penguji dari LSK Jakarta, juga diawasi oleh 1 (satu) orang dari Dinas Pendidikan Propinsi Bali dan 1 (satu) orang dari Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) DPD Bali. Proses pengujian dan penilaian yang dilakukan oleh penguji adalah untuk mengukur tingkat pencapaian kom­ petensi hasil belajar peserta didik pada suatu jenis dan tingkat pendidikan ter­ tentu. Berbentuk ujian teori dan prak­ tek yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketuntasan belajar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Selain tentunya memfasilitasi peserta mendapatkan Sertifikat Kompetensi’ di bidang merangkai bunga untuk ‘Level 1’. Sertifikat ini sangat diperlukan sebagai salah satu persyaratan mengajukan

izin perusahaan dalam bidang per­ bungaan. Terkait pelaksanaan ujian, panitia beserta seluruh tim yang terlibat, mengharapkan semua yang berkecim­ pung dalam bisnis bunga bisa segera memiliki Sertifikat Kompetensi’ bahwa mereka profesional di bidangnya, terutama dalam era bisnis yang serba kompetitif ini. Panitia juga berharap kiranya seluruh peserta yang telah mengikuti Uji Kom­ petensi Level 1 kali ini bisa lulus dengan baik. “Semoga sertifikasi ini berguna untuk pengembangan karier dan bisnis yang berkompeten untuk bersaing dalam era bisnia 4.0 ini. Salam bunga, pungkas Shintra Liu. (Sri Ardhini)


NTB

4

PROFIL

Tiga Infrastruktur Siap Dibangun untuk Moto GP 2021 Ketika berkunjung ke Nusa Tenggara Barat, untuk sekian kalinya beberapa waktu lalu, Presiden RI, Joko Widodo mengungkapkan akan membangun tiga infrastruktur untuk menyambut Moto GP yang akan digelar di Lombok, NTB tahun 2021 mendatang.

G

elaran balap bergengsi itu memang akan dihelat di Provinsi NTB yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan event internasional MotoGP pada tahun 2021 mendatang. Untuk menyambut event penuh gengsi tersebut, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo berkomitmen menyelesaikan tiga infrastruktur prioritas yang akan mendukung perhelatan besar MotorGP tersebut. Ini diungkapkan Presiden RI paling rajin berkunjung ke NTB tersebut, dalam wawancaranya didampingi Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, usai meninjau progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) korban gempa di Dusun Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Kota Mataram, pada tanggal 22 Maret Jum’at 2019.

Ketiga infrastruktur penunjang itu adalah, perbaikan fasilitas pelabuhan yang ada, pengembangan jalan by pass Bandara Internasional Lombok menuju Kuta dan perpanjangan run way Bandara Internasional Lombok. Ia berjanji akan menyelesaikan infrastruktur tersebut sampai tuntas, mulai tahun 2019 dan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. “Semua pekerjaan itu sudah saya perintahkan Menteri PU dan Menteri Perhubungan untuk mengerjakannya, mulai tahun ini dan Insya Allah tahun depan selesai,” ungkapnya. PENCAIRAN DANA BANTUAN Dalam kunjungan ke NTB Joko Widodo juga melakukan tatap muka dengan warga NTB. Ia sekaligus meninjau proses pencairan dana bantuan

S ri M ulyani I ndrawati

BAKAT MENGAJAR Bicara tentang keuangan negara dan pajak memang bisa menjadi menjadi panjang-lebar dan menarik jika dibawakan oleh Sri Mulyani. Apalagi Bu Menteri yang satu ini sangat tahu siapa audience yang ingin disasar sehingga ia pun menggunakan bahasa dan istilah-istilah yang mudah dipahami bahkan memberi contoh-contoh menarik sesuai dengan latar belakang pendengarnya.

dari bank ke masyarakat. Didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Presiden Jokowi yang hadir bersama Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah pusat sudah mentransfer sekitar Rp 5,1 triliun dana untuk rehabilitasi dan

Senanggalih Jadikan Anggur sebagai Ikon Desa

rekonstruksi di NTB. Dari jumlah itu, sekitar Rp 3,5 trilun sudah dicairkan ke masyarakat. “Jangan sampai ada berita-berita bohong yang datang kepada bapakibu sekalian. Uang sebetulnya sudah masuk sebelum Desember lalu, Rp 3,5 trilun. Kemarin sudah ditambah lagi Rp 1,6 triliun,” kata Jokowi di hadapan ribuan masyarakat yang hadir. Dengan uang sebesar menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB berjalan cepat, sehingga

masyarakat yang rumahnya menjadi korban gempa dapat hidup normal kembali. Presiden RI jugamengingatkan agar rumah yang dibangun itu benar-benar tahan gempa, sebab NTB ini berada di daerah rawan gempa atau ring of fire. “Kalau rumah tahan gempa ini bisa dibangun, maka masyarakat dapat hidup menyatu dengan alam. Seperti Jepang yang sering dilanda gempa, namun bisa hidup berdampingan dengan alam,” katanya. (Naniek I. Taufan)

B

isa jadi kefasihannya mengajar ini karena latar belakang dirinya sebelum berkarier di pemerintahan maupun lembaga keuangan dunia, adalah seorang dosen. Ia adalah staf pengajar di Fakultas Ekonomi Uni-

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta kepada masyarakat khususnya pokdarwis yang ada di Desa Senanggalih untuk serius menggarap potensi desa mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rohmi mengungkapkan hal tersebut meresmikan desa wisata anggur Desa Senanggalih Kecamatan Sambalie Lombok Timur, minggu lalu. “Kita jangan sampai terhenti hanya sampai seremonialnya saja. Yg lebih penting dari itu adalah bagaimana kita dapat memastikan keberlanjutan dari program yang kita lakukan itu,” ujarnya. Desa Senanggalih menjadikan anggur sebagai ikon desanya. Caranya adalah bukan dengan fokus mena-

5

nam di satu tempat saja melainkan dengan melibatkan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya supaya ditanami dengan tanaman anggur. Di Desa Senanggalih ini, terlihat masyarakatnya sudah banyak yang menanam anggur di pekarangan rumahnya. Bahkan, ada yang sudah berbuah dan siap panen. Rohmi yang didampingi Asisten 3 Provinsi NTB Ir. Hj. Hartina, MM, Kepala Bappeda NTB Ir. Ridwansyah, M.Sc, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, juga berkesempatan melakukan panen anggur di salah satu pekarangan rumah warga yang telah siap panen. (Naniek I. Taufan)

versitas Indonesia, juga Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jika diusut ke belakang, semakin tak mengherankan kenapa bakat mengajarnya bisa sangat kental. Bisa

jadi itu karena menurun dari kedua orangtuanya, Prof. Satmoko dan Prof. Dr Retno Sriningsih Satmoko, yang memang berkecimpung di bidang pendidikan. Keduanya adalah Guru Besar IKIP Semarang (sekarang Universitas Negeri Semarang). Sri Mulyani sendiri adalah anak ketujuh dari 10 bersaudara. Seperti halnya orangtuanya, maka mayoritas kakak-beradik itu memiliki gelar master dan doktor. Sri Mu-

lyani sendiri bergelar PhD ekonomi dari Univerity of Illinois Urban Champaign 1992. Dengan latar belakang yang dimilikinya maka tak heran kalau ia adalah guru yang asyik bagi muridnya. Lihat saja saat ia mengajar keuangan negara kepada siswa-siswa kelas VI SDN Kenari 07 Jakarta beberapa waktu lalu. Sri Mulyani mampu membawakan materi ‘berat’ itu menjadi ringan dan mudah dimengerti anakanak. Bahkan anak-anak terlihat antusias. “Saya secara sederhana menjelaskan pada mereka bahwa uang yang dikelola negara tersebut dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, pembangunan infrastruktur,

kesehatan, dana desa, dan subsidi rakyat miskin,“ jelas wanita kelahiran Lampung 1962, ini. “Ketika saya bertanya darimana uang negara didapatkan? Mereka dengan cerdasnya menjawab dari pajak. Alhamdulillah, banyak dari mereka sudah paham peran pajak bagi pembangunan negara ini. Saya juga menceritakan pada mereka bahwa selain pajak, negara juga mendapat penerimaan dari PNBP dan hibah,” ungkapnya. Sayangnya, tambah Sri Mulyani, ketika dirinya menanyakan soal cita-cita menjadi Menteri Keuangan tidak ada yang berminat. Alasannya karena pekerjaannya sulit dan bikin pusing. Sungguh polos dan lucu sekali anak-anak ini,” kata Ani pada suatu kesempatan. (Diana Runtu)


NTB

4

PROFIL

Tiga Infrastruktur Siap Dibangun untuk Moto GP 2021 Ketika berkunjung ke Nusa Tenggara Barat, untuk sekian kalinya beberapa waktu lalu, Presiden RI, Joko Widodo mengungkapkan akan membangun tiga infrastruktur untuk menyambut Moto GP yang akan digelar di Lombok, NTB tahun 2021 mendatang.

G

elaran balap bergengsi itu memang akan dihelat di Provinsi NTB yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan event internasional MotoGP pada tahun 2021 mendatang. Untuk menyambut event penuh gengsi tersebut, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo berkomitmen menyelesaikan tiga infrastruktur prioritas yang akan mendukung perhelatan besar MotorGP tersebut. Ini diungkapkan Presiden RI paling rajin berkunjung ke NTB tersebut, dalam wawancaranya didampingi Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, usai meninjau progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) korban gempa di Dusun Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Kota Mataram, pada tanggal 22 Maret Jum’at 2019.

Ketiga infrastruktur penunjang itu adalah, perbaikan fasilitas pelabuhan yang ada, pengembangan jalan by pass Bandara Internasional Lombok menuju Kuta dan perpanjangan run way Bandara Internasional Lombok. Ia berjanji akan menyelesaikan infrastruktur tersebut sampai tuntas, mulai tahun 2019 dan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. “Semua pekerjaan itu sudah saya perintahkan Menteri PU dan Menteri Perhubungan untuk mengerjakannya, mulai tahun ini dan Insya Allah tahun depan selesai,” ungkapnya. PENCAIRAN DANA BANTUAN Dalam kunjungan ke NTB Joko Widodo juga melakukan tatap muka dengan warga NTB. Ia sekaligus meninjau proses pencairan dana bantuan

S ri M ulyani I ndrawati

BAKAT MENGAJAR Bicara tentang keuangan negara dan pajak memang bisa menjadi menjadi panjang-lebar dan menarik jika dibawakan oleh Sri Mulyani. Apalagi Bu Menteri yang satu ini sangat tahu siapa audience yang ingin disasar sehingga ia pun menggunakan bahasa dan istilah-istilah yang mudah dipahami bahkan memberi contoh-contoh menarik sesuai dengan latar belakang pendengarnya.

dari bank ke masyarakat. Didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Presiden Jokowi yang hadir bersama Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah pusat sudah mentransfer sekitar Rp 5,1 triliun dana untuk rehabilitasi dan

Senanggalih Jadikan Anggur sebagai Ikon Desa

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta kepada masyarakat khususnya pokdarwis yang ada di Desa Senanggalih untuk serius menggarap potensi desa mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rohmi mengungkapkan hal tersebut meresmikan desa wisata anggur Desa Senanggalih Kecamatan Sambalie Lombok Timur, minggu lalu. “Kita jangan sampai terhenti hanya sampai seremonialnya saja. Yg lebih penting dari itu adalah bagaimana kita dapat memastikan keberlanjutan dari program yang kita lakukan itu,” ujarnya. Desa Senanggalih menjadikan anggur sebagai ikon desanya. Caranya adalah bukan dengan fokus mena-

5

nam di satu tempat saja melainkan dengan melibatkan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya supaya ditanami dengan tanaman anggur. Di Desa Senanggalih ini, terlihat masyarakatnya sudah banyak yang menanam anggur di pekarangan rumahnya. Bahkan, ada yang sudah berbuah dan siap panen. Rohmi yang didampingi Asisten 3 Provinsi NTB Ir. Hj. Hartina, MM, Kepala Bappeda NTB Ir. Ridwansyah, M.Sc, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, juga berkesempatan melakukan panen anggur di salah satu pekarangan rumah warga yang telah siap panen. (Naniek I. Taufan)

rekonstruksi di NTB. Dari jumlah itu, sekitar Rp 3,5 trilun sudah dicairkan ke masyarakat. “Jangan sampai ada berita-berita bohong yang datang kepada bapakibu sekalian. Uang sebetulnya sudah masuk sebelum Desember lalu, Rp 3,5 trilun. Kemarin sudah ditambah lagi Rp 1,6 triliun,” kata Jokowi di hadapan ribuan masyarakat yang hadir. Dengan uang sebesar menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB berjalan cepat, sehingga

masyarakat yang rumahnya menjadi korban gempa dapat hidup normal kembali. Presiden RI jugamengingatkan agar rumah yang dibangun itu benar-benar tahan gempa, sebab NTB ini berada di daerah rawan gempa atau ring of fire. “Kalau rumah tahan gempa ini bisa dibangun, maka masyarakat dapat hidup menyatu dengan alam. Seperti Jepang yang sering dilanda gempa, namun bisa hidup berdampingan dengan alam,” katanya.

dari Univerity of Illinois Urban Champaign 1992. Dengan latar belakang yang dimilikinya maka tak heran kalau ia adalah guru yang asyik bagi muridnya. Lihat saja saat ia mengajar keuangan negara kepada siswa-siswa kelas VI SDN Kenari 07 Jakarta beberapa waktu lalu. Sri Mulyani mampu membawakan materi ‘berat’ itu menjadi ringan dan mudah dimengerti anak-anak. Bahkan anak-anak terlihat antusias. “Saya secara sederhana men-

(Naniek I. Taufan)

B

isa jadi kefasihannya mengajar ini karena latar belakang dirinya sebelum berkarier di pemerintahan maupun lembaga keuangan dunia, adalah seorang dosen. Ia adalah staf pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, juga Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jika diusut ke belakang, semakin tak mengherankan kenapa bakat

mengajarnya bisa sangat kental. Bisa jadi itu karena menurun dari kedua orangtuanya, Prof. Satmoko dan Prof. Dr Retno Sriningsih Satmoko, yang memang berkecimpung di bidang pendidikan. Keduanya adalah Guru Besar IKIP Semarang (sekarang Universitas Negeri Semarang). Sri Mulyani sendiri adalah anak ketujuh dari 10 bersaudara. Seperti halnya orangtuanya, maka mayoritas kakak-beradik itu memiliki gelar master dan doktor. Sri Mulyani sendiri bergelar PhD ekonomi

jelaskan pada mereka bahwa uang yang dikelola negara tersebut dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, dana desa, dan subsidi rakyat miskin,“ jelas wanita kelahiran Lampung 1962, ini. “Ketika saya bertanya darimana uang negara didapatkan? Mereka dengan cerdasnya menjawab dari pajak. Alhamdulillah, banyak dari mereka sudah paham peran pajak bagi

pembangunan negara ini. Saya juga menceritakan pada mereka bahwa selain pajak, negara juga mendapat penerimaan dari PNBP dan hibah,” ungkapnya. Sayangnya, tambah Sri Mulyani, ketika dirinya menanyakan soal citacita menjadi Menteri Keuangan tidak ada yang berminat. Alasannya karena pekerjaannya sulit dan bikin pusing. Sungguh polos dan lucu sekali anakanak ini,” kata Ani pada suatu kesempatan. (Diana Runtu)


6

PELESIR

Mencicipi Jamur di Kota Gudeg

Setelah berkeliling tempat-tempat wisata di Yogyakarta, jangan lupa mampir ke resto ‘jeJamuran’ yang terletak di Jl Magelang KM 11 No 53, Niron, Pandowoharjo, Tridadi, Sleman. Dari pusat kota sekitar setengah jam perjalanan ke arah utara. Resto ini salah satu yang paling direkomendasikan oleh situs-situs perjalanan, jika Anda kebetulan tengah berlibur ke Kota Gudeg.

K

alau kesana, apalagi di saat weekend atau hari libur, siap-siap lah antri, khususnya yang pergi rombongan. Meski resto ini relatif luas dan besar untuk ukuran restoran pada umumnya, namun karena pengunjung yang datang kerap kali membludak khususnya untuk rombongan maka tak tertampung. Maklum, karena kalau datang secara rombongan tentunya menginginkan tempat kumpul yang sama, tidak mungkin berpencar. Tapi kalau hanya datang 2-3 orang, sepertinya tidak harus mengantri terlalu lama. Untuk lahan parkiran pun demikian. Meski sebenarnya ‘jeJamuran’ memiliki lahan parkir yang lumayan luas, namun karena pengunjung yang datang kebanyakan membawa kendaraan, belum lagi bus-bus rombongan dari dalam dan luar-kota, sehingga itu pun membuat areal perparkiran tak bisa menampung. Untungnya,

pihak pengelola resto, karena kasus seperti ini kerap terjadi, sudah mengantisipasinya dengan menyiapkan lahan perparkiran di tempat lain yang lumayan luas. Dengan begitu pengunjung tidak ‘keteteran’ harus memarkir kendaraan di pinggir jalan. Bagi pengunjung yang masuk ‘waiting list’ tak perlu khawatir karena di sana ada beragam fasilitas yang bisa dinikmati selagi menunggu. Apakah ingin duduk-duduk sambil menikmati musik live, atau sekadar jalan-jalan sambil mengunjungi sejumlah kios penjual aneka suvenir dan makanan oleh-oleh. Atau kalau iseng, bisa juga mengunjungi mini market ‘jeJamuran’ yang menjual aneka produk jamur olahan, bibit jamur, kue-kuean dari jamur, ice cream jamur, dll. Bahkan kalau masih ada waktu, bisa juga menikmati terapi ikan di kolam di taman samping resto. Fasilitas ini gratis bagi pengunjung. Bagi yang hobi foto-foto, disana tersedia sejumlah spot foto menarik. Agaknya pengelola resto sadar betul sekarang ini adalah eranya selfie dan wefie yang instagramable. Salah satu sudut yang paling digemari pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang aneka jamur warna-warni yang ditata dengan sangat menarik. Dari kejauhan kita mengira itu adalah suvenir-suvenir yang dijual. Padahal ketika didekati, barulah kita tahu bahwa itu adalah displai aneka jamur. Di sana ada petugas yang siap menjelaskan tentang jamur-jamur tersebut. “Ini jamur kancing dan merang untuk bahan membuat sate. Kalau ini jamur nameko untuk tumis kangkung. Nah yang ini jamur king oyster untuk menu lada hitam atau juga telur asin,” jelas Ayuk Susilastuti, staf jeJamuran, menjelaskan kepada pengunjung. Selain untuk makanan, kata Ayuk, beberapa jamur yang dipa-

jang ini juga bisa dijadikan berbagai suplemen kesehatan serta memperkuat stamina. “Kita juga punya wedang jamuran,” tambah Ayuk. BERAWAL DARI KEDAI ANGKRINGAN Menurut Ayuk, resto ‘jeJamuran’ awalnya adalah kedai angkringan biasa yang dibangun oleh ahli jamur Ratidjo Hardjo Soewarno pada tahun 1990-an. Kebetulan istri Ratidjo, pandai memasak. Maka karena Ratidjo yang telah mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memilih bergelut menjadi petani jamur, mulai merinis bisnis kuliner kecilkecilan. Selain memiliki kedai angkringan sederhana, Ratidjop dan istrinya juga memasarkan makanan serba jamur itu door to door, termasuk juga ke kantorkantor. Tak di sangka, banyak yang menyukainya. Padahal pada masa itu makanan jamur belum terlalu memasyarakat. Bisnis kuliner jamur terus meningkat, kebutuhan pasokan jamur ikut meningkat. Ratidjo pun mengajak para petani jamur di Sleman untuk bekerja sama menjadi pemasok produk kulinernya. Ratidjo sendiri sudah menekuni budidaya jamur sejak tahun 1968. Itu karena perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan jamur. Kemudian setelah keluar dari tempat kerjanya, ia pun memulai bisnis pembudidayaan jamur sendiri. Setelah dirasakan siap, warung angkringan pun diubahnya menjadi resto dengan nama ‘jeJamuran’ yang artinya menyediakan makanan serba jamur. Bukan hanya itu, ia juga melengkapi dengan membangun agrowisata jamur. “Kalau mau eksplor lebih jauh tentang jamur, kita ada kok agrowisatanya, ada paket-paketnya juga untuk budidaya, cooking class, kewirausahaan, dll,” tambah Ayuk. (Diana Runtu)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
cybertokoh-edisi-019 by e-Paper KMB - Issuu