Skip to main content

Edisi Selasa 31 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 135 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa kliwon, 31 DESEMBER 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Badung Pinjam VAR ke Bali

Warga Mengadu ke Kesbanglinmas

Kembali Bertani Rumput Laut

Permintaan VAR di Badung cukup tinggi. Guna memenuhi tingginya permintaan, Dinas Kesehatan (Diskes) setempat terpaksa harus meminjam dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Sejumlah warga Banjar Samu, Singapadu Kaler mendatangi kantor Kesbanglinmas Gianyar. Kedatangannya terkait jalur ATV yang melintas di depan rumah warga.

Sempat ditinggalkan hampir empat tahun, warga Desa Lembongan kembali terjun menjadi petani rumput laut. Mereka kembali ke profesi lama, setelah ragam persoalan yang menghambatnya mulai dapat diatasi pemerintah.

GIANYAR | HAL. 6

BADUNG | HAL. 3

KLUNGKUNG | HAL. 7

Shio Tikus Logam

Shio Tikus Logam menjadi ikon perjalanan manusia sepanjang tahun 2020. Tahun ini menjadi strategis mengingat peradaban dunia memasuki era baru, baik secara teknologi, etos kerja maupun dalam mengawal keharmonisan hidup di bumi.

D

i Bali, shio Tikus Logam pun diharapkan menjadi tahun penuh sinergi menuju harmoni dalam mengawal Bali Era Baru. Shio Tikus Logam yang mengisyaratkan tahun kemakmuran tentu harus dikelola dengan pendekatan seimbang antara sekala dan niskala. Kalangan astronomi mengidentifikasi tahun ini sebagai tahun energi yang luar biasa untuk terus berkembang. Kita mesti sadar bahwa kemakmuran hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan tetap memiliki identitas diri. Untuk itu, etos kerja dan perencanaan pun harus dibenahi. Kerja keras dan disiplin haruslah menjadi rujukan. Penjabaran spirit harmoni dan kemakmuran ini di tanah Bali telah digulirkan bertahun-tahun. Toleransi yang

tumbuh subur di Bali telah mengantarkan Bali menjadi pulau yang damai untuk menjalani berbagai aspek kehidupan. Bisnis, investasi, politik, budaya termasuk keragaman tumbuh subur di Bali. Untuk merawat hal ini satu hal yang mesti kita bangun adalah tetap menjaga keseimbangan ekosistem kehidupan. Kepekaan dan kesiapan kita berelaborasi mengelola dinamika zaman adalah hal penting yang harus dibudayakan. Kita mesti memaknai tahun ini sebagai tahun penguatan budaya kerja keras untuk menuju kemakmuran. Kepekaan mengelola aspirasi juga harus dibangun agar di tahun kemakmuran ini kita tak salah jalan. Perbincangan Bali Post dengan Guru Bambang Gde Wisma, penyusun kalender Bali, menegaskan bahwa

kearifan lokal manusia Bali telah mengantarkan kita memiliki peradaban yang adiluhung. Budaya ini telah menjadi sumber kemakmuran hidup bagi banyak pihak. Kesadaran untuk merawat dan memperkokoh kearifan lokal inilah yang mesti dibangun dan digulirkan. Warga Bali sudah dikenal bersahabat dengan alam sejak lama. Tri Hita Karana telah menjadi ikon harmonisasi kehidupan. Toleransi juga telah membuat Bali menjadi pulau harmoni bagi kehidupan. Konsep itu diaplikasikan masyarakat Bali dengan pendekatan ritual secara sekala dengan mengakses energi niskala. Selain itu juga ada Tattwa Sad Kerthi dengan jabaran Atma Kerthi, Samudra Kerthi, Jagat Kerthi, Wana Kerthi, Danu Kerthi dan Jana Kerthi. Kes-

eimbangan dalam konsep ini diyakini akan mengantarkan kita menuju Bali Era Baru dengan identitas peradaban yang adiluhung. Penjabaran dari konsep inilah yang kita harapkan mengantarkan kita mampu mengawal gerakan Bali Era Baru. Kita juga mesti sepakat tahun 2020 menjadi tahun kerja keras untuk mengawal peradaban Bali sebagai jaminan keberlangsungan peradaban Bali. Mengurai Tantangan Refleksi dan tantangan menuju kemakmuran di tahun shio Tikus Logam tentu harus diantisipasi sejak dini. Optimisme mestinya menjadi identitas diri. Pada tahun kemakmuran kita yakini Bali juga berpotensi mengalami tantangan serius. Tekanan politik, ekonomi, pergerakan dunia digital dan lemahnya

daya tahan ekonomi krama Bali bukanlah hal mustahil terjadi di tahun kemakmuran. Degradasi militansi generasi muda Bali terhadap budaya Bali juga harus dicatat sebagai tantangan. Ini bahkan masalah serius yang kita harus urai dengan kerja keras dan bersinergi. Komitmen harus dibangun, bahwa peradaban Bali harus tetap ajeg di tengah menguatnya modernisasi kehidupan. Dalam beberapa edisi, Bali Post juga telah mengingatkan bahwa memasuki semester I 2020, ekonomi Bali masih akan dihadapkan pada kerawanan bidang politik ekonomi. Belum padunya kekuatan ekonomi global dan fanatisme politik yang berlebihan akan menghambat sinergi mengawal Bali. Syukurnya, pada Bali Era Baru saat ini adalah banyak langkah positif yang telah dirintis dan digulirkan. Penguatan desa adat, dengan konsep pemajuan masyarakat adat, gerakan Bali Bersih, pembatasan sampah plastik serta digulirkannya RUU Bali di Senayan adalah kekuatan baru bagi Bali. Gerakan ini meyakinkan kita bahwa tahun kemakmuran bagi Bali bisa kita raih dengan komitmen bersinergi dalam mengurai tantangan. Saat ini laju pertumbuhan dunia digital juga membuat pelaku pasar masih beradaptasi. Hal tersebut menjadi hambatan karena akan menimbulkan perubahan cara berbisnis dan cara mengelola hidup. Tantangan paling

’’Shortcut’’ Titik 5 dan 6 Diresmikan

Harian Bisnis Bali Kuat, Pertumbuhan Ekonomi Bali Dalam era keterbukaan seperti saat ini, akuntabilitas wajib diberikan kepada masyarakat agar masyarakat tahu apa yang telah dan akan dilakukan pemerintah. Benarkah pertumbuhan ekonomi Bali cukup kuat? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Kakek Ditebas Pedang Aksi penganiayaan berat terjadi di Dusun Darma Winangun, Tianyar, Karangasem. I Kadek Budiarta menebas I Ketut Belongkoran (70) dengan pedang akibat diselimuti dendam lantaran tak diberi akses jalan masuk menuju rumahnya. www.denpostnews.com

serius tentu perang dagang yang tak kunjung usai. Ini merupakan risiko global yang kita yakini berimbas bagi Bali. Maka bukanlah hal mustahil jika pada tahun kemakmuran ancaman krisis ekonomi juga sangat kuat. Besarnya hambatan dan tantangan mengharuskan

Bali mengelola tahun 2020 secara profesional. Tahun 2020 harus dikelola sebagai tahun produktivitas dan kualitas. Tahun ini jangan dibiarkan lewat sebagai tahun politik tanpa ada upaya melakukan recovery dan move on terhadap penguatan ekonomi Bali. Hal. 11 Bidang Energi

Dibuka Sementara, Atasi Kemacetan Liburan Tahun Baru IMPIAN warga untuk mempersingkat jarak tempuh Denpasar - Buleleng akhirnya terwujud. Menyusul dibukanya jalan baru batas kota Singaraja - Mengwitani atau yang lebih dikenal dengan shortcut titik 3 dan 6 (wilayah Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada). Dengan beroperasinya jalan baru ini, kecepatan kendaraan meningkat, sehingga mempersingkat waktu tempuh dari kedua arah. Jalan baru ini diresmikan Senin (30/12) kemarin diawali dengan upacara pacaruan dan melaspas. Jalan baru ini diresmikan Gubernur

Bali Wayan Koster, disaksikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Delapan Ahmad Subki, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Hal. 11 Jalan Baru DIRESMIKAN - Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan pengoperasian jalan baru batas kota Singaraja - Mengwitani atau shortcut titik 3, 4 dan titik 5, 6, Senin (30/12) kemarin.


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Menteri PPPA Bintang Puspayoga Kunjungi Denfest Ke-12 DENPASAR Festival (Denfest) 2019 ini memasuki tahun ke-12, telah menjadi event bertaraf nasional dan mendapat perhatian internasional. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat serta wisatawan mancanegara setiap harinya hadir di arena Denfest. Bahkan mencicipi kuliner dan meninjau stan kerajinan UMKM Kota Denpasar. Di hari ketiga gelaran Denfest, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga tampak hadir dan mencicipi kuliner Denfest. Kehadiran Menteri PPPA

disambut istri Wakil Wali Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Senin (30/12) siang. Terik matahari tak menyurutkan niat masyarakat mengunjungi Denfest. Begitu juga Ny. Ayu Bintang Darmawati dan Ny. Antari Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara berkeliling serta mencicipi kuliner Denfest. Melihat kehadiran Ibu Menteri PPPA Bintang Darmawati, sontak masyarakat berbaur dan berebut untuk berswafoto. Wisatawan mancanegara yang sedang menikmati kuliner juga sempat disapa Ibu Menteri PPPA Bintang Dar-

Bali Post/asa

FOTO BERSAMA – Usai menjalani ujian sidang terbuka dalam promosi Doktor di UI, Kadek Dwita Apriani foto bersama Menteri PPPA RI Gusti Ayu Bintang Darmawati dan promotor serta penguji.

Peluang Perempuan di Wilayah Berkultur Patriarki

”TENTANG oligarki, apakah masuknya perempuan ke dunia politik melalui jalur pilkada, yang kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang merupakan kerabat dari elite politik atau elite ekonomi adalah gejala menurunnya kualitas demokrasi karena oligarki menguat di daerah tersebut?” Itulah salah satu pertanyaan tim penguji dalam sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Politik yang dialamatkan kepada Kadek Dwita Apriani. Dalam sidang terbuka di Universitas Indonesia (UI) beberapa hari lalu, Dwita Apriani mampu menjawab dengan lugas sesuai dengan disertasi yang dipaparkan di depan para penguji. Hasilnya, dalam ujian terbuka yang juga disaksikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Darmawati, Dwita Apriani mampu memuaskan penguji dan berhasil meraih kelulusan dengan predikat cumlaude, dengan indeks prestasi 3,81. Ditemui di rumahnya, Senin (30/12) kemarin, wanita kelahiran April 1988 itu pada pokoknya membahas soal peran politik perempun di wilayah berkultur patriarki. Sehingga dia melakukan riset di wilayah Bumi Lahar, Karangasem, yang mana pada tahun 2015 seorang wanita terpilih menjadi bupati dan mengalahkan kerabat incumbent dan pesaing lainnya. Tema yang diambil adalah “Perilaku Pemilih Masyarakat Dalam Pilkada Kabupaten Karangasem, Bali Tahun 2015, Studi Kasus Kemenangan Perempuan sebagai Bupati di Wilayah Berkultur Patriarki”. Peran perempuan dalam politik di Bali, katanya, memang saat ini belum terbuka lebar. Wanita Bali punya retreksi, tenaga terbatas dan SDM terbatas. Sehingga untuk raihan doktor di Ilmu Politik UI, wanita yang akrab disapa Dedek ini mengambil Karangasem sebagai studi kasus. “Di Karangasem, pilkada beberapa waktu lalu suatu anomali, karena ada beberapa catatan. Beberapa variabel tidak masuk dalam teori pemilih. Perempuan mengalahkan calon yang konfiden dan incumbent,” jelasnya. Sambung dia, selama ini kepemilihan perempuan selalu dikaitkan dengan dua hal. Yakni diusung partai besar dan juga punya kedekatan kekerabatan. “Ini berbeda dengan di Karangasem tahun 2015,” sebutnya. Perempuan secara posisi politik tidak menguntungkan. Pasalnya, kalau di Bali basis pemilih ada di banjar. Perempuan di Bali tidak terbiasa dalam mengambil keputusan di level adat. Dengan segala keterbatasan, seorang figur perempuan bisa memenangkan pilkada. Tentu hal itu perlu menjadi cambuk bagi perempuan Bali lainnya, untuk tidak tabu dalam urusan politik. “Politik jangan dianggap itu lakilaki,” tegas peraih gelar doktor perempuan ke-28 dengan studi Ilmu Politik di UI itu. (asa)

mawati dan menyampaikan selamat menikmati kuliner di Denfest. ‘’Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas berlangsungnya Denfest menjadi agenda akhir tahun serta puncakpuncak kreativitas dari masyarakat Denpasar. Saya lihat dari tahun ke tahun kegiatan Denpasar Festival ini terus mengembangkan kreativias dan inovasi generasi muda maupun masyarakat Denpasar, baik di bidang kuliner, sosial maupun produk-produk lokal. Saya harapkan ini bisa terus berlangsung setiap tahunnya, karena setiap tahun semakin baik saya

SEBAGAI upaya menggali inovasi guna mendukung kemajuan daerah, Pemerintah Kota Denpasar kembali melaksanakan penjajakan kerja sama internasional. Kali ini, Pemkot Denpasar menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Vietnam. Hal ini terungkap saat Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menerima kunjungan Dubes Vietnam Pham Vinh Quang di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Senin (30/12) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Dubes Vietnam Pham Vinh Quang berke-

sempatan bertukar buku dan cenderamata. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kadis Pariwisata Dezire Mulyani, Kadis Kebudayaan IGN Bagus Mataram, Kadis Koperasi dan UMKM Erwin Suryadarma Sena, Kadis Kominfo I Dewa Made Agung, Kabag Kerja Sama Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati. D u b e s Vietnam Pham Vinh Quang mengatakan bahwa kunjungan kali ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus penajajakan kerja sama Sister City dengan Kota Denpasar. Yang menjadi fokus kerja sama ke

akhir tahun di Denpasar. Telah menjadi agenda festival nasional, Denfest terus dikemas dengan tema yang memberikan refleksi terhadap kreativitas masyarakat Denpasar. (ad723) PPPA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga didampingi istri Wakil Wali Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat mengunjungi Denpasar Festival, Senin (30/12) siang.

Kapolda Jamin Perayaan Tahun Baru Aman

Denpasar (Bali Post) -

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menjamin perayaan Tahun Baru 2020 berlangsung aman. ‘’Kami sudah melaksanakan video conference dengan Bapak Kapolri dan jajarannya. Saya sebagai yang dituakan atau mengampu kepentingan masalah keamanan di wilayah hukum Polda Bali yakin dan percaya tahun baru akan dilewati dengan baik,’’ tegas Kapolda Golose saat menggelar jumpa pers akhir tahun 2019, Senin (30/12) kemarin. Dalam kesempatan itu, Kapolda juga membeberkan implementasi Commander Wish-nya dan pengungkapan kasus menonjol terutama berkaitan dengan premanisme. Menyongsong tahun 2020, menurut Golose, pihaknya akan benar-benar membantu seperti arahan Presiden yaitu terkait investasi, terutama di Palau Bali. Sedangkan arahan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis dan juga arahan pejabat utama, agar menjaga simpul-simpul, terutama mengantisipasi konflik sosial dan keagamaan. Pihaknya sudah melaksanakan hal tersebut di Bali. Selain itu, simpul-simpul pengamanan sudah disiapkan bekerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada. ‘’Saya yakin dan percaya atas kerja sama dengan TNI dan stakeholder yang lain termasuk pecalang, seluruh unsur organisasi di masyarakat, saya jamin keamanan Pulau Dewata yang kita cintai ini,’’ ungkapnya. Menurut lulusan Akpol 1988 ini, sampai sekarang tidak ada kejadian menonjol karena sudah diantisipasi terutama soal teror. ‘’Saya yakin dan percaya berkat kerja sama bisa diatasi. Sekali lagi saya sampaikan Polda Bali tidak bisa bekerja sendiri, tapi bersama-sama dengan seluruh stakeholder yang ada. Mudah-mudahan kita tetap membuat Bali aman dan siap dikunjungi wisatawan, baik internasional maupun lokal,’’ ungkapnya. Selama 2019, banyak prestasi diraih Polda Bali dan jajarannya merupakan implementasi Commander Wish Kapolda Bali. Prestasi tersebut di antaranya memperingati HUT ke-74 RI, Polda berhasil mem-

Pemkot Denpasar Jajaki Kerja Sama ’’Sister City’’ dengan Vietnam

CENDERAMATA – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Dubes Vietnam Pham Vinh Quang berkesempatan bertukar buku dan cenderamata saat kunjungan di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Senin (30/12) kemarin.

lihat,’’ ungkapnya. Istri Wakil Wali Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Ibu Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati di areal Denfest. Ny. Antari Jaya Negara tampak pula mendampingi Ibu Menteri PPPA mengunjungi satu per satu stan kuliner Denfest. Mencicipi soto balung Mr. Botak dan tipat sate Pak Becol sempat dilakukan bersama dalam kunjungan tersebut. Menurut Ny. Antari Jaya Negara, ajang Denfest telah mendapat tempat dan sambutan baik dari masyarakat dan wisatawan yang berkunjung dan menikmati

depanya adalah heritage and tourism yang segera ditindaklanjuti dengan action plan, co branding artist performance, co festival to festival dan co exhibition. ‘’Kehadiran kami di sini untuk menjajaki kerja sama sister city sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi kedua belah pihak. Gedung ini sangat bagus dan kreatif sebagai tempat pusat dari orange economy,’’ paparnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa Kota Denpasar dan Vietnam, khususnya Kota Hue, memiliki kemiripan dalam pengembangan heritage, tourism, dan pariwisata budaya. Karena itu dirasa tepat untuk menjalin kerja sama, sehingga dapat mendukung kemajuan kedua daerah. Komitmen ini pun sudah dijajaki sejak awal yang ditandai dengan dukungan Dubes Vietnam dalam gelaran Denpasar Festival 2019, Color Run Vietnam Airlines dan Vietjet. Selain itu, Co promotion Denpasar Festival juga turut dipromosikan Kedutaan Besar Vietnam. ‘’Tentunya kami menyetujui rencana sister city antara Hue City dan Kota Denpasar dengan ruang lingkup heritage and tourism. Hal ini dapat ditindaklanjuti dengan plan of action dalam waktu dekat,’’ ujar Rai Mantra. (ad715)

ecahkan rekor MURI atas pembentangan kain putih terpanjang yaitu 1.945 di hamparan sawah di Jati Luwih, Tabanan. Kegiatan tersebut melibatkan 1.700 personel Polri, delapan tokoh agama dan 45 anggota TNI. Selain itu menggelorakan Garuda Merah Putih di Savana Munduk Cinta Tulamben, Karangasem. Dalam menjaga, mengamankan dan menyukseskan pesta demokrasi yang nyaman dan sejuk, Kapolda melakukan safari terbang menggunakan helikopter mengunjungi semua kabupaten dalam satu hari. Alhasil terwujud pemilihan Gubernur Bali tanpa intervensi. Terkait kasus narkoba, pihaknya berhasil menekan. Kalau untuk menghilangkan sangat sulit. Namun berkat kerja kerasnya selama ini bisa ditekan dari tahun sebelumnya, tahun 2019 sebanyak 784 kasus narkoba dengan 924 tersangka.

Untuk penyalah guna asal Bali bisa ditekan menjadi 377, pelaku luar Bali 493 orang dan 54 orang asing. Irjen Golose juga menegaskan tetap konsisten untuk tidak memberi ruang bagi organized crime (premanisme) dalam bentuk apa pun. Upaya yang dilakukan melaksanakan mapping wilayah rawan premanisme. Selanjutnya mendata pelaku premanisme, bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Satpol PP dan pecalang. Melakukan penanganan dan penindakan. Selama 2019, Polda Bali dan jajaran menindak 65 preman dan membina 899 orang. Puncaknya, menurut Golose, diresmikannya Museum Penanggulangan Terorisme. Tujuannya mengenang yang telah dilakukan penegak hukum, Satgas Antiteror seperti Densus 88, BNPT, polda dan seluruh stakeholder lain yang telah bekerja keras memberantas dan menanggulangi terorisme di Indonesia. (kmb36)

Menkes Soal BPJS

Masyarakat Bebas Pilih Asuransi Kesehatan Denpasar (Bali Post) Saat ini pemerintah mewajibkan kepersertaan BPJS Kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sistem ini dipandang tidak tepat karena membatasi kemampuan orang mampu di Indonesia untuk membayar lebih. Karenanya ke depan, dalam hal kepersertaan BPJS Kesehatan masyarakat dipersilakan untuk bebas memilih dan menentukan asuransi kesehatan sesuai budget dan kemampuan membayarnya. Hal ini dipaparkan Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.(K) saat menghadiri acara perayaan puncak HUT ke-60 RSUP Sanglah, Senin (30/12) kemarin. Ia memaparkan, dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) bukan berarti semua masyarakat harus menjadi peserta BPJS, tetapi harusnya semua masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan. Dengan pengertian ini, menurut Terawan, sistem gotong royong BPJS Kesehatan harus lebih dipa-

Bali Post/san

Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.(K)

hami. ‘’Gotong royong dalam hal ini adalah yang mampu membiayai yang kurang atau tidak mampu. Tetapi saat ini kondisinya justru yang tidak mampu membiayai yang mampu,’’ ujarnya. Untuk itu, pihaknya ke depan membebaskan kepersertaan BPJS ini. Bagi yang mampu dipersilakan memilih asuransi kesehatan sesuai budget-nya. Jika ingin tetap menjadi peserta BPJS maka harus mau menerima layanan kesehatan sesuai budget yang ada. (san)

Topik : Kapolda Jamin Perayaan Tahun Baru Aman

Pemkot Denpasar Gelar ’’Denpasar Fashion Festival’’ Serangkaian Acara Denpasar Festival 2019

PENGEMBANGAN endek lewat inovasi perajin dan insan kreatif Denpasar mendapatkan tempat dan ruang ekspresi dari Pemkot Denpasar. Pada tahun 2019 ini Pemkot Denpasar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar acara bertajuk ‘’Denpasar Fashion Festival’’ (DFF) yang diadakan di area Taman Kumbasari, Minggu (29/12). Acara ini dihadiri Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra. Turut hadir juga Sekretaris Daerah Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua Dekranasda Ny. Antari Jaya Negara, Asisten I Sekda Kota Denpasar I Made Toya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Nyoman Sri Utari, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar Lili, dan beberapa pimpinan OPD Setda Kota Denpasar. Ketua Dekranasda Denpasar Ny. Selly Dhamawijaya Mantra mengatakan keindahan kain endek memiliki potensi unggulan tradisi lokal menjadi sebuah tren mode, yang tidak meninggalkan ciri khas sebagai kain adat budaya daerah. ‘’Endek salah satu warisan budaya Bali sebagai kain

tradisional yang masih dipergunakan hingga saat ini, serta inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan kecintaan dan kebanggaan generasi muda terhadap kain endek,’’ ujar Ny. Selly. Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan fashion show kali ini diharapkan dapat menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa fashion show bukan suatu hal yang glamor/ mewah, tetapi lebih pada berwawasan budaya yang mengangkat kain tenun ikat khas Bali. ‘’Melalui Denpasar Fashion Festival ini diharapkan agar masyarakat lebih senang memakai tenun ikat ini. Kami juga tetap mengadakan pelatihan-pelatihan untuk menunjang pelestarian kain endek itu sendiri,’’ pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Nyoman Sri Utari mengatakan, Denpasar Fashion Festival kali ini mengangkat konsep Fashion Street Show dengan tema ‘’Lila Cita’’ atau bersenang– senang. ‘’Fashion Show kali ini dilaksanakan di sungai agar mengenalkan masyarakat bahwa fashion itu tidak hanya di tempat–tempat yang mewah tetapi bisa di-

FASHION SHOW - Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua Dekranasda Ny. Antari Jaya Negara foto bersama model seusai pagelaran fashion show. lakukan di mana saja,’’ ujar Sri Utari. Acara Denpasar Fashion Festival tahun ini menggandeng 68 orang model yang memperagakan busana endek casual dari 10 desainer dari Asosiasi Bordir, Endek, dan Songket Kota Denpasar. Selain itu, fashion show ini juga dimeriahkan oleh pegawai dari Lapas Perempuan Kelas II A Kota Denpasar. ‘’Kami berharap dengan

berlangsungnya acara Denpasar Fashion Festival ini dapat memperkenalkan dan mempromosikan kain tradisional kepada masyarakat Kota Denpasar sebagai pusat fashion di Provinsi Bali. Selain itu, juga dapat mempromosikan Taman Kumbasari selain sebagai tempat rekreasi juga dapat dijadikan untuk melangsungkan event tertentu, termasuk event fashion show seperti saat ini,’’ pungkasnya. (ad713)


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Bupati Serahkan Pagu Anggaran kepada Desa Tahun 2020

Tiap Desa Terima Kisaran Rp10,2 Miliar hingga Rp18,7 Miliar

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa dan Kajari Badung Hari Wibowo menyerahkan pagu anggaran kepada desa tahun anggaran 2020 yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa kepada desa se-Kabupaten Badung bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (30/12) kemarin. Dana untuk desa tahun 2020, setiap desa menerima kisaran antara Rp10,2 miliar hingga Rp18,7 miliar dengan total anggaran Rp591 miliar lebih. Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Komang Budhi Argawa melaporkan, sejak tahun 2018 telah dilakukan perubahan kebijakan formula pengalokasian dana ke desa. Yakni melalui perubahan formula dengan penyesuaian bobot jumlah penduduk, jumlah banjar, jumlah penduduk miskin, luas wilayah dan Indeks Kesulitan Geografis (IKG), serta dengan memasukkan variabel desa berprestasi. Khusus untuk dana desa ada tambahan indikator desa sangat tertinggal dan desa tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi. Untuk tahun 2020, Badung menerima dana desa sebesar Rp56,2 miliar lebih. Tiap desa menerima dana terendah sekitar Rp900 juta dan tertinggi Rp2,2 miliar. Untuk ADD sebesar Rp43 miliar lebih tiap desa, di mana yang terendah menerima Rp750 juta, tertinggi Rp1,4 miliar. Pajak daerah dan retribusi daerah sebesar Rp492 miliar lebih, desa terendah menerima Rp8,7 miliar dan tertinggi Rp16 miliar. Sehingga total dana yang diserahkan ke desa tahun 2020 sebesar Rp591 miliar lebih. Di mana setiap

PAGU ANGGARAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa dan Kajari Badung Hari Wibowo menyerahkan pagu anggaran kepada desa tahun anggaran 2020 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (30/12) kemarin. desa menerima mulai terendah sekitar Rp10,2 miliar sampai paling tinggi sekitar Rp18,7 miliar. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya menekankan bahwa dana tersebut harus dikelola dengan baik demi kesejahteraan masyarakat di desa. Diharapkan pula, apa yang menjadi komitmen Presiden Jokowi yakni membangun desa harus dapat diwujudkan di Badung dengan program desa membangun. Artinya pembangunan di desa harus memanfaatkan potensi sumber daya yang ada, sehingga dapat mewujudkan desa yang mandiri dan berdikari. ‘’Kami sudah memetakan mana desa di Badung yang berkembang, maju dan berdikari. Dalam hal ini, desa harus piawai mengelola anggaran demi peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,’’ harap Bupati. Giri Prasta juga berharap semua

desa di Badung sudah memanfaatkan informasi teknologi yang berkembang sehingga terciptanya desa digital di Badung. Selain itu, diwajibkan desa memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R. ‘’Masalah sampah merupakan masalah kita bersama. Mengenai TPST 3R tolong diseriuskan,’’ tegas Bupati. Sementara itu, Kajari Badung Hari Wibowo menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung yang sangat luar biasa memberikan dukungan kepada desa. Diharapkan bantuan ini dapat terus bergulir guna membangkitkan perekonomian di masyarakat. Terkait dengan optimalisasi pembangunan di desa, pihak Kejari Badung telah menyiapkan program pendampingan kepada desa yaitu program ‘’Jaga Desa’’ (Jaksa Garda Desa), termasuk tim evaluasi APBDes. (ad717)

Bupati dan Wakil Bupati Badung Ucapkan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2020 Ajak Seluruh Komponen Terus Berinovasi

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi Wakil Bupati (Wabup) Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. mengucapkan selamat menyongsong Tahun Baru 2020 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung. Di momen jelang tahun baru ini, pemerintah dan rakyat Badung diharapkan senantiasa melaksanakan perayaan pergantian tahun dengan tertib dan damai. ‘’Kami berharap dalam perayaan pergantian tahun ini masyarakat tidak merayakan dengan menyalakan kembang api yang dapat membahayakan keselamatan, konvoi di jalan, mabuk-mabukan serta tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat, sehingga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum,’’ tegas Bupati Giri Prasta, Senin (30/12) kemarin. Tidak han-

ya itu, pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini juga mengimbau agar malam tahun baru diisi dengan berkumpul bersama keluarga di rumah dengan memanjatkan doa, renungan dan introspeksi diri hingga menentukan resolusi diri agar tahun yang akan datang lebih baik dari tahun sebelumnya. ‘’Kita mengetahui bersama Badung merupakan kawasan pariwisata dan sangat rentan dengan isu keamanan. Untuk itu, mari kita jaga keamanan di Badung bersama-sama,’’ ujarnya. Ketua DPC PDI Perjuangan Badung ini mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai tahun shio Tikus Logam dengan terus berinovasi. Salah satu inovasi ke depan yang harus dilakukan adalah bagaimana menyempurnakan yang sudah ada. ‘’Begitupun bagaimana membuat yang belum ada menjadi ada. Kalau

istilah Bali atita, wartamana, nagata, ini yang perlu kita lakukan dengan baik, sehingga betulbetul bermanfaat bagi masyarakat Badung,’’ tegasnya. Dikatakan, Badung telah berinovasi dengan meluncurkan wifi gratis satu kabupaten. Dimana Badung menjadi satu-satunya kabupaten yang menerapkan program tersebut. ‘’Di kabupaten lain belum ada. Ini adalah salah satu inovasi yang saya gerakkan. Inovasi yang harus saya lakukan masih banyak,’’ ungkapnya. Tak hanya wifi gratis di seluruh kecamatan, paket Giriasa ini juga memiliki inovasi di 2020, yakni mewujudkan mobil ambulan per kecamatan dan melengkapi rumah sakit dengan ruang penunggu jenazah. ‘’Salah satu contoh yang kita gerakkan mulai 2020 adalah mobil ambulan per kecamatan dan rumah sakit juga ada penunggu jenazah. Saya sudah persiapkan dengan baik akan ada tempat untuk magebagan, termasuk mobil jenazah,’’ pungkasnya. (ad719)

UCAPKAN SELAMAT Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi Wakil Bupati (Wabup) Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H.

Stok VAR Menipis, Terpaksa Pinjam ke Pemprov Bali Mangupura (Bali Post) – Permintaan Vaksin Anti-Rabies (VAR) di Kabupaten Badung 2019 cukup tinggi. Bahkan, guna memenuhi tingginya permintaan, Dinas Kesehatan (Diskes) setempat terpaksa harus meminjam dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Bali Post/ist

POTONG TUMPENG - Syukuran HUT ke-58 Kowad ditandai pemotongan tumpeng, Senin (30/12) kemarin di Aula Makodam, Denpasar.

Prajurit Kowad Harumkan Bangsa Lewat Prestasi Denpasar (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. mengungkapkan torehan prestasi yang telah dicapai oleh para anggota Kowad, baik di tingkat nasional maupun internasional. Berkat prestasi tersebut, prajurit Kowad telah mengharumkan nama bangsa Indonesia, khususnya di bidang olahraga. ‘’Prajurit Kowad juga berhasil mengemban tugas di luar negeri yang tergabung dalam Satgas Pasukan Perdamaian PBB. Berbagai keberhasilan yang diraih tersebut, tentunya tidak terlepas dari pengabdian prajurit Kowad yang selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, serta Kode Etik Kowad ‘Sad Satya Sri Sena’,’’ tegas Pangdam dalam sambutannya yang dibacakan Irdam Kolonel Kav. Taufik Budi Santoso pada acara syukuran HUT ke-58 Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Senin (30/12) kemarin di Aula Makodam, Denpasar. Menurut Pangdam, Kowad harus tampil sebagai sosok prajurit yang memiliki pola pikir, sikap dan tindakan sesuai nilai-nilai luhur budaya bangsa. Selain itu, menjunjung tinggi norma dan adat, harus terus berupaya meningkatkan kualitas kemampuan diri dengan belajar dan berlatih secara terus menerus, bertahap, bertingkat dan berlanjut. ‘’Prajurit Kowad juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi dihadapkan saat ini hampir semua pekerjaan berbasis teknologi informasi,’’ tegasnya. Sebagai ungkapan rasa syukur, dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Irdam Kolonel Taufik dan diberikan kepada Sertu (K) Ni Kadek Anny Pandini, anggota Kowad Kodam IX/ Udayana yang berprestasi pada cabang olahraga judo dan meraih medali emas serta perak di ajang SEA Games 2019. (kmb36)

Bali Post/ist

VAKSINASI - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung melakukan vaksinasi terhadap HPR.

Plt. Kadis Kesehatan Badung dr. I Nyoman Gunarta, Senin (30/12) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Sebab, persediaan VAR yang dianggarkan Rp 2 miliar tahun 2019 oleh Pemkab Badung belum mencukupi. “Dengan anggaran itu, kami memiliki 7.843 vial VAR. Tapi pada September sudah menipis, sehingga Oktober meminjam ke Pemprov sebanyak 5.000 vial VAR,” ujarnya. Menurutnya, pinjam-meminjam stok VAR selama ini untuk memenuhi kebutuhan antardaerah sudah biasa dilakukan. “Pengadaan VAR tidak hanya di kabupaten saja, tapi di provinsi dan pusat. Jadi kalau di tempat kita habis bisa meminjam ke provinsi. Ini istilahnya saja meminjam karena ketika tidak ada stok, kami bisa tidak mengembalikan,” ungkapnya. Disebutkan, tingginya kebutuhan VAR disebabkan beberapa faktor, salah satunya kekhawatiran masyarakat pascadigigit Hewan Penular Rabies (HPR). “Walaupun hewannya sudah tervaksin rabies, tapi terkadang ada masyarakat yang khawatir dan meminta tetap diberikan VAR. Ini kondisi kami di lapangan,” katanya. Dirut RSD Mangusada ini berharap dewan juga mendorong pengadaan VAR. Sebab, tahun 2020 di APBD Induk justru dianggarkan hanya

Rp1 miliar. “Ini yang perlu mendapat perhatian kita bersama. Sebab, selama ini Badung yang sering memberi pinjaman VAR ke daerah lain. Tapi sekarang meminjam,” katanya. Di sisi lain, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama menjelaskan, vaksinasi massal HPR di Badung tahun 2019 telah tuntas. Pihaknya telah melakukan penyisiran

dalam kurun waktu September-November guna memastikan tak ada HPR yang tercecer. Terkait estimasi jumlah HPR di Badung tahun ini, lanjut Asrama, mencapai 86.461 ekor. Jumlah tersebut menurun dari 2018 yang mencapai sekitar 92 ribu HPR. Namun populasi anjing masih berada pada urutan teratas, yakni sekitar 82 persen dari total 85 persen HPR yang berhasil divaksin. (kmb27)


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Transportasi Terintegrasi

KEMACETAN terutama pada jam-jam tertentu di Denpasar sering mendapat keluhan. Kemacetan yang membuat waktu tempuh ke objek wisata terutama dari dan ke Bandara Internasional Ngurah Rai menjadi lebih lama, membuat ketidaknyamanan wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Sementara moda transportasi yang ada kerap terjadi gesekan hingga menimbulkan kerawanan bahkan mengancam citra pariwisata daerah ini. Transportasi publik yang ada/tersedia masih sangat terbatas, baik dari sisi jumlah maupun rute yang dilayani. Salah satu moda transportasi publik yang ada di Bali saat ini baru Trans Sarbagita. Seperti disebutkan di atas, baik dari sisi jumlah maupun rute yang dilayani masih sangatlah terbatas. Karena itu, penyediaan transportasi publik semacam Trans Sarbagita ini harus dikembangkan di daerah-daerah. Misalnya ada Trans Klungkung, Trans Jembrana, Trans Buleleng, Trans Bangli atau entah apalah namanya. Yang jelas dan pasti, rute mereka harus jelas dan terintegrasi dengan transportasi publik yang lain. Masing-masing daerah dapat menyiapkan armada transportasi publik sendiri berdasarkan analisis luas daerah jangkauan dan penduduk yang dilayani. Pengadaan transportasi publik oleh daerah diharapkan menjadi solusi keterbatasan jumlah armada. Sementara untuk melayani rute-rute khusus, bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan transportasi swasta seperti minibus, taksi, baik yang telah menggunakan aplikasi online maupun yang masih konvensional. Terpenting, penataan dan rambu-rambu yang tegas dan jelas untuk menghindari terjadinya gesekan sosial antarpelaku bisnis transportasi tersebut. Kehadiran transportasi publik yang terintegrasi, juga bisa menghidupkan dan membangkitkan kembali angkutan perkotaan (angkot) dan angkutan perdesaan (angdes) yang telah mati suri oleh gempuran kepemilikan kendaraan pribadi. Tentu saja, pelayanannya harus ditingkatkan. Karena, aspek pelayanan inilah yang selama ini dikeluhkan konsumen hingga memilih menggunakan angkutan pribadi seperti sepeda motor dan sejenisya. Kehadiran transportasi publik massal yang terintegrasi dan nyaman dengan pelayanan prima, sedikit-sedikit dapat menekan minat kepemilikan kendaraan pribadi. Dengan begitu, kemacetan dapat dikurangi karena secara perlahan rasio jumlah kendaraan dengan ruas jalan dapat dioptimalkan bahkan mendekati ideal. Meningkatnya pemanfaatan transportasi publik juga memacu tumbuhnya kesetaraan sosial. Mengingat, layanan transportasi tidak membedakan strata sosial. Pengadaan transportasi publik ini juga dapat menjadi peluang baru dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Nataru dan Kereta Api Bali Libur Natal dan Tahun Baru di Bali adalah identik dengan kemacetan lalu lintas di kawasan objek tujuan wisata. Sudah jamak bahwa kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Denpasar, Ubud, Bedugul, dan berbagai kawasan yang menjadi tujuan favorit wisatawan, akan diwarnai dengan kemacetan yang cukup parah. Kondisi ini adalah akibat dominasi kendaraan pribadi para wisatawan, karena masih terbatasnya ketersediaan sarana transportasi massal publik di Bali. Meski Pemerintah Daerah Bali tetap menunjukkan keseriusannya dalam upaya pembenahan sistem angkutan umum/ publik pada moda transportasi massal, utamanya berbasis rel untuk infrastruktur pendukung bandara (Bali Post, 8/9).

Oleh Agung Kresna isa dikatakan bahwa semua bandara di kota wisata berkelas dunia selalu memiliki sarana transportasi publik nyaman –- utamanya moda kereta api -- bagi wisatawan yang berkunjung, guna membawa wisatawan menuju ke pusat kota. Transportasi publik memang menjadi kunci kenyamanan mobilitas wisatawan yang mendatangi suatu daerah tujuan wisata. Melalui sarana transportasi publik, para wisatawan memiliki mobilitas yang tinggi dalam menikmati objek wisata yang ada. Bagaimana dengan Bali yang memiliki citra pariwisata berkelas dunia. Berbagai keluhan transportasi publik di Bali memang selama ini masih sering dilontarkan para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali. Wisatawan yang datang ke Bali hanya bisa menggunakan transportasi

semipublik berupa kendaraan rental, taksi, atau angkutan daring/online. Masyarakat tidak memiliki banyak pilihan transportasi publik. Transportasi berdaya tampung lebih dari 10 orang, hanya berupa minibus AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi) dan bus Trans-Sarbagita sebagai angkutan aglomerasi Kota Denpasar. Transportasi publik bus Trans-Sarbagita sebenarnya merupakan langkah awal yang baik dalam upaya menata sistem transportasi massal di Bali. Namun tentunya harus diikuti dengan upaya penataan sarana transportasi massal lain dalam sistem AKDP serta moda transportasi lain secara terintegrasi, komprehensif dan berkelanjutan di seluruh Bali. Optimalisasi transportasi massal merupakan upaya mengurai simpul-simpul kemacetan yang disebabkan oleh terlalu dominannya moda trans-

S URAT PEMBACA

Integrasi Transportasi Publik Keberhasilan angkutan publik bus Trans-Jakarta maupun Trans-Jogja lebih disebabkan karena faktor ketepatan menentukan koridor jalur yang dilayani, jarak antarhalte yang tidak terlalu jauh, dan jumlah armada bus yang cukup untuk memangkas waktu tunggu calon penumpang. Selain itu juga ada konsistensi dan keberlanjutan kebijakan yang berkesinambungan karena koridor jalur layanan Trans-Jakarta maupun TransJogja dirintis secara bertahap dan bertahun-tahun. Setelah itu baru dilakukan integrasi dengan moda transportasi publik lain seperti KRL dan MRT pada Trans-Jakarta, serta kereta api dan pesawat udara pada TransJogja. Halte dan terminal/stasiun menjadi kata kunci dalam membangun sarana transportasi publik secara terintegrasi antarbeberapa moda transportasi. Halte adalah titik paling awal di mana penumpang naik dan sekaligus juga titik akhir di mana penumpang turun. Sementara terminal/stasiun selain ber-

fungsi sebagaimana halte, juga memiliki fungsi utama sebagai titik perpindahan antarmoda transportasi bagi penumpang pengguna transportasi publik. Kehadiran transportasi publik berbasis aplikasi online, serta kemudahan masyarakat memiliki kendaraan pribadi roda dua; tidak dapat kita dikotomikan dengan keberadaan transportasi publik. Karena pada dasarnya kehadiran angkutan tidak dalam trayek tersebut justru melengkapi aneka moda transportasi publik yang hanya beroperasi dalam trayek tertentu. Pemberlakuan transportasi publik yang terintegrasi antarmoda transportasi, menunjukkan visi jauh ke depan dari para penentu kebijakan. Dalam hal ini berarti bahwa para kepala daerah tersebut sudah menyiapkan kota yang nyaman di masa depan guna mobilitas penghuninya. Transportasi publik di banyak negara maju justru memiliki fungsi sosial sebagai sarana mengikis kesenjangan sosial di tengah masyarakat, karena transportasi publik sebagai angkutan massal tidak membedakan strata sosial para penumpangnya. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies Bali, tinggal di Denpasar

POJOK

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Permohonan Bantuan Pembangunan Pura Agung Blambangan

Dalam rangka melengkapi bangunan tempat suci kami, maka dengan ini kami sampaikan permohonan bantuan dana pembangunan pura. Perlu dimaklumi terlebih dahulu bahwa unit-unit bangunan sebelumnya yang kami rintis bangunan suci pokok seperti: 1) Candi, yang kami beri nama Candi Luhur Moksajati Dalem Puri Blambangan. 2) Pura, yang kami beri nama Pura Sendang Nusantara. 3) Patirtan, yang kami beri nama Patirtan Gajahmina. Yang ketiganya merupakan satu kelompok kesatuan dalam suatu areal. Di samping bangunan pokok tersebut kami juga telah sempat benah-benah membangun lingkungan dan

portasi pribadi. Barangkali Bali bisa belajar dari beroperasinya Moda Raya Terpadu (MRT) sebagai mass rapid transit di Kota Jakarta yang melengkapi transportasi massal KRL (Kereta Rel Listrik) dan bus Trans-Jakarta yang telah beroperasi terlebih dahulu. Jakarta juga telah mengoperasikan Lintas Raya Terpadu (LRT/ Light Rail Transit), menyusul Kota Palembang yang telah terlebih dahulu mengoperasikannya. Transportasi massal berbasis rel menjadi pilihan para pemimpin daerah dalam menata kesemrawutan transportasi di wilayahnya masing-masing. Diaktifkannya kembali jalur kereta api lama yang pernah ada di beberapa kota seperti Cianjur, Bogor, dan Pematang Siantar, bagai melengkapi kesadaran para pemangku kebijakan transportasi. Mereka sadar bahwa transportasi massal berbasis rel

merupakan sarana tepat dalam upaya mengurangi tingkat kemacetan di jalan raya sekaligus merupakan angkutan murah bagi masyarakat umum. Di banyak negara, transportasi massal berbasis rel justru sudah dioperasikan sejak puluhan tahun yang lalu.

yang terakhir pada tahun 2018 yang lalu kami telah sempat pula membangunan bale gede sebagai kelengkapan pura. Sebagai tradisi bangunan suci Hindu semacam itu diperlukan gapura masuk ke lokasi areal suci yang dinamai candi kurung. Inilah yang kami rencanakan untuk dibangun pada periode tahun 2019 sekarang ini. Mengingat keterbatasan kami dalam hal finansial maka mohon perkenannya untuk memberikan bantuan. Demikianlah permohonan kami dan atas perhatian serta kemurahannya kami sampaikan terima kasih. Dana punia bisa disalurkan ke Rekening 0680-01-004852-53-8 Bank BRI KCP Muncar Banyuwangi atas

nama Yayasan Pura Agung Blambangan. Atas bantuan dan dukungan para umat kami panitia menyampaikan terima kasih. Achmad Riyadi, S.Pd. Ketua Panitia Pembangunan

Terima Kasih Komisioner KPK Saya mungkin salah satu orang dari sekian banyak orang di negeri ini yang menaruh harapan baru pada pengelolaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca-adanya Dewan Pengawas KPK. Saya mendukung ada pengawas mengingat KPK memang bagian dari tata kelola negara dengan kewenangan yang tetap harus dikontrol. Kita harus membatasi terjadinya

kesalahan pengelolaan KPK jika tanpa kontrol. Namun demikian, integritas dari komisioner KPK dan figur Dewan Pengawas KPK tentu harus mendukung spirit pemberantasan korupsi. Namun, sebagai warga negara saya tetap mendukung gerakan KPK dalam beberapa tahun terakhir. Gerakan pemberantasan korupsi sudah sangat masif dan menjerat orang-orang hebat yang dulu mungkin tak pernah tersentuh. Komisioner KPK tentu layak mendapat apresiasi dan penghargaan dari rakyat di negeri ini. Mudahmudahan ke depan KPK makin konsisten dengan upaya penindakan korupsi dan melakukan pencegahan terhadap korupsi.

SELAMAT TAHUN BARU 2020 - Sukses 2020

I Gede Winata Putra Denpasar, Bali

Pendidikan

ITB Stikom Bali Meriahkan Pembukaan Denpasar Festival 2019 INSTITUT Teknologi dan Binsis (ITB) Stikom Bali tak hanya jago di bidang IT, tetapi juga seni dan budaya. Dalam gelaran festival akhir tahun bertajuk Denpasar Festival (Denfest) ke-12 yang dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di kawasan Catur Muka, Sabtu (28/12), para mahasiswa ITB Stikom Bali turut memeriahkan acara pembukaan tersebut. Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, kali ini Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tabuh Bramara Gita dan UKM Tari Pragina mendapat kehormatan untuk mengisi acara pembukan Denfest ke-

12 tahun 2019 berkolaborasi dengan musik Jhigu dari China yang dimainkan oleh penari Malaysia dalam Inagurasi Denpasar Festival 12: Symphony of Happiness ‘’Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota dan panitia yang telah memberi kepercayaan kepada ITB Stikom Bali mengisi acara spektakuler setiap akhir tahun ini,’’ kata Dadang Hermawan. Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti – induk ITB Stikom Bali – Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. menambahkan, keterlibatan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Tabuh Bramara Gita dan UKM Tari Pragina

MEMUKAU - Mahasiswa ITB Stikom Bali tempil memukau para undangan dan penonton pada acara pembukaan Denfest 2019.

dalam event ini maupun pada Pesta Kesenian Bali pada tahun 2010, 2013, dan tahun 2014 serta event budaya lainnya membuktikan bahwa pendidikan karakter di kampus ITB Stikom Bali telah berjalan dengan baik. Para mahasiswa tidak hanya jago dalam bidang IT, tetapi mereka juga tidak melupakan jati dirinya sebagai masyarakat Bali yang berbudaya. ‘’Mungkin kami ITB Stikom Bali satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengolaborasikan antara bidang IT dengan seni dan budaya,’’ terang Prof. Bandem, sambil memuji penampilan para mahasiswa ITB Stikom Bali dalam acara pembukaan tersebut. ‘’Mereka tampil luar biasa,’’ ujarnya. Seperti diketahui, Symphony of Happiness adalah ungkapan rasa syukur dan cinta kepada semua makhluk untuk menggapai kemuliaan, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Dihadirkan melalui kumandang simfoni angklung, rebana, suling, kendang belik, baleganjur, dengan dentum Jhigu China yang dimainkan ala Taiko Jepang, Symphony of Happiness memancarkan spirit multikultur yang berkelindan secara sinkron

dan dinamis. Bersatunya nada-nada metalik gamelan dengan ritme perkusif musik bangsabangsa, gubahan komposer Sudirana dan Eka Mardiana, mencerminkan karakter kolektif seni dan budaya Denpasar, yang tak ragu berinteraksi dan berkolaborasi dalam menghadirkan tradisi-tradisi baru yang menyenangkan dan mengesankan. Symphony of Happiness melibatkan kolaborasi 100 musisi dan penari dari Gamelan Yuganada (pimpinan Dr. I Wayan Sudirana), HANDS Percussion Malaysia (pimpinan Bernard Goh S.T.M.), beserta UKM Tabuh Bramara Gita dan UKM Tari Pragina dari Institut Teknologi dan Bisnis Stikom Bali, dengan komponis Pande Gde Eka Mardiana, M.Sn. Selama 12 tahun belakangan ini, Denfest terbukti sebagai wahana aktualisasi diri bagi masyarakat Denpasar untuk mengetengahkan ekspresi, kreasi dan kontribusinya. Denfest menjadi salah satu aktivasi dari Orange Economy yaitu membangun Denpasar sebagai mindfacture dan bukannya manufacture yaitu pembangunan Denpasar yang

SEBELUM TAMPIL - Para mahasiswa ITB Stikom Bali yang tergabung dalam UKM Tabuh Bramara Gita dan UKM Tari Pragina foto bersama Pembina Yayasan Widhya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. dan Ny. Swasti Widjaja Bandem sebelum tampil dalam acara pembukaan Denfest 2019. bersandar kepada kekayaan dan keunggulan kreativitas seni dan budaya dibandingkan dengan eksploitasi kekayaan alam dan pembangunan pabrik dan mesin raksasa. Menurut Wali Kota Denpasar Rai Mantra dan Pemkot Denpasar selaku tokoh dan pihak sentral dalam perumusan dan pelaksanaan Denfest selama ini, Denfest adalah upaya membangun masyarakat Denpasar yang berfokuskan dua hal. Pertama, pemimpin dan kota yang proaktif menyikapi isu-isu dan tantangan zaman, dari kepedulian terhadap isu-isu lingkungan

sampai komunitas kota yang inklusif, dari pelibatan generasi muda sampai pembangunan industri kreatif. Kedua, pemimpin dan kota yang mempunyai keberanian menjadi pembuka jalan untuk berinovasi dan memberi contoh. Dibandingkan menjadi pengikut atau membiarkan pengaruh dan kondisi eksternal mendikte arah-tujuannya, Denpasar terbukti mampu memetakan pembangunan dan menetapkan destinasinya sendiri. Kedua hal tersebut mengubah lanskap fisikal dan psikologis Denpasar. Ketika lanskap fisikal kota menjadi lebih green dan kian inklu-

sif - meningkatnya akses bagi masyarakat penyandang disabilitas, kota yang makin layak bagi anak dan lansia, keterpaduan pelayanan publik, program/festival kreatif yang dirancang dan dilaksanakan pemerintah, pelibatan komunitas dan generasi muda dalam pembangunan - mendorong juga perubahan lanskap pemikiran terutama peningkatan kesadaran akan isu-isu kota modern, dari revitalisasi ruang tak produktif, pengentasan sampah dan polusi sampai transportasi dan pelestarian dan pemajuan objek-objek pemajuan kebudayaan. (ad721)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Pendidikan

Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Tetap FH Unwar

DEKAN Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap bidang Ilmu Hukum FH Unwar, Senin (30/12) kemarin. Pengukuhan dilakukan langsung Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar. Pada upacara pengukuhan Guru Besar Tetap itu, Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. menyampaikan sekapur sirih pidato tentang ‘’Kepastian Hukum Visa sebagai Landasan Dalam Memberikan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing pada Perusahaan di Indonesia’’. Sejumlah kerabat hadir menyaksikan dan memberikan selamat kepada Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. Puluhan karangan bunga ucapan selamat pun terpampang di sekitar kampus Unwar. Bahkan, sejumlah guru besar dari berbagai universitas ternama di Indonesia turut hadir menyaksikan upacara pengukuhan yang berjalan khidmat tersebut. Pengukuhan

itu juga dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali beserta jajaran, Ketua LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra dan seluruh pejabat struktural di lingkungan Unwar. Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. telah meniti karier sebagai Dosen Tetap FH Unwar selama 34 tahun (sejak 1985). Dengan tidak mengenal lelah, meskipun penuh tantangan berliku dan berbagai hambatan, namun dengan semangat pantang menyerah, penuh kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas sembari bersabar, tekun, serta berserah diri kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, maka akhirnya pencapaian guru besar tetap yang dinantikan membuahkan hasil. Pria kelahiran Tianyar, 31 Desember 1959 ini ditetapkan menjadi Guru Besar Tetap berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dengan Nomor: 35162/M/KP/2019 tertanggal 14 Oktober 2019 Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober 2019. Rektor Unwar Prof. Widjana mengatakan pihaknya telah menahan ‘’dahaga’’ selama em-

PENGUKUHAN - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. (kanan) mengukuhkan Guru Besar Tetap Ilmu Hukum FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., Senin (30/12) kemarin.

pat tahun menantikan lahirnya seorang guru besar di Unwar. Sehingga dengan dikukuhkannya Guru Besar Tetap Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., pihaknya bersama seluruh civitas akademika Unwar merasa bangga. Rektor berharap pengukuhan ini bisa menjadi pemantik bagi para dosen di Unwar untuk bisa meningkatkan kualifikasinya meraih gelar guru besar dengan hasil karya-karya penelitian inovatif, tentunya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Sebab, saat ini Unwar baru memiliki 13 orang Guru Besar Tetap yang masih bertengger di bawah standar Dikti. ‘’Semoga dengan dikukuhkannya Prof. Budiartha menjadi Guru Besar Tetap di Fakultas Hukum Unwar, dapat memanfaatkan perannya dalam meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unwar, sehingga Unwar memiliki daya saing tinggi di tingkat lokal, regional maupun internasional sesuai visi Unwar bermutu, berwawasan ekowisata dan go global 2034,’’ ujar Prof. Widjana, Senin (30/12) kemarin. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Guru Besar Tetap Prof. Budiartha pada bidang Ilmu Hukum di FH Unwar. Diharapkan gelar yang disandang saat ini harus mampu menjadi vibrasi bagi masyarakat, khususnya memastikan hukum yang tidak pasti saat ini. Di samping itu juga harus mampu memberikan iklim positif terhadap dunia akademik, sehingga proses akademik di Unwar semakin hidup dan produktif dengan karya-karya inovatifnya, demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. ‘’Saya berharap kalau bisa setiap bulan hal semacam ini (pengukuhan guru besar tetap - red) bisa digelar di Unwar. Sebab, semakin banyak guru besar, maka akan memberikan iklim positif terhadap dunia akademik,’’ pungkasnya. (ad712)

KASUS LAKA LANTAS - Salah satu kasus lakalantas yang terjadi di Tabanan.

Sepanjang 2019 Lakalantas Capai 397 Kasus Terjadi Peningkatan 24 Persen

Tabanan (Bali Post) Sepanjang tahun 2019 ini kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tabanan mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski mengalami kenaikan, angka kejadian yang menyebabkan meninggal dunia relatif ada penurunan. Dari data yang didapatkan Satlantas Polres Tabanan, kasus lakalantas sepanjang tahun 2019 atau per tanggal 30 Desember sebanyak 397 kejadian. Angka ini meningkat 24,45 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 319 kejadian. Peningkatan angka lakalantas didominasi kecelakaan tunggal (Out of Control). Namun korban jiwa akibat lakalantas itu relatif menurun. Tahun 2018, dari 319 kejadian yang mengaki-

Habiskan Dana Rp1,6 Miliar Taman Kota Bung Karno Rampung Tabanan (Bali Post) Taman Kota Tabanan kini telah berubah lebih indah. Terlihat asri dengan penanaman rumput serta penambahan fasilitas pendukung lainnya demi untuk kenyamanan masyarakat. Pemkab Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup sedang menata taman kota agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Anggaran yang dibutuhkan untuk penataan ini mencapai Rp1,6 miliar. Dana itu bersumber dari BKK Badung. Dengan selesainya penataan ini, taman kota dinamai Taman Bung Karno. Bagian areal tengah taman yang dulunya gersang kini telah menghijau setelah ditanami rumput. Begitupun di sekeliling taman sudah mulai tertata lebih apik. Tampak pula pekerja masih menyelesaikan bagian toilet. Meski telah rampung, areal

taman itu masih dipasangi garis karena belum dibuka untuk umum. Yang menarik perhatian adalah ada tulisan Taman Bung Karno dibagian depan taman. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia mengatakan, pemberian nama Taman Bung Karno lebih pada bentuk penghargaan kepada pahlawan. Hanya saja untuk penjelasan secara spesifik pihaknya belum bisa, lantaran harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan. ‘’Hal itu (Taman Bung Karno) masih kami koordinasikan yang jelas nama kegiatannya adalah penataan taman kota tapi khusus areal itu dinamakan Taman Bung Karno,’’ tegasnya, Senin (30/12) kemarin. Pengerjaan Taman Kota itu, lanjut Subagia, sudah dimulai sejak bulan Oktober dan

berakhir 27 Desember 2019. Dan kini masih dalam masa pemeliharaan dari rekanan. ‘’Masa pemeliharaannya 180 kalender sampai bulan Juli 2020,’’ imbuh Subagia. Menurutnya, Taman Bung Karno ini mendukung keberadaan panggung GWS khususnya untuk menampilkan beragam pertunjukan seni budaya dan lain sebagainya. Termasuk fasilitas umum masyarakat Tabanan. Begitupun ke depan juga dilengkapi arena bermain anak-anak, jogging track agar masyarakat dapat berolahraga ringan. Serta disediakan tempat membaca khususnya di sebelah timur areal. ‘’Jika sudah bagus rumput yang di taman, nantinya boleh kita injak seperti taman di Puputan Badung, boleh kita duduk-duduk di sana,’’ bebernya. Dia menegaskan, anggaran

Rp1,6 miliar itu lebih banyak digunakan untuk penyediaan toilet, pembuatan saluran pembuangan yang ditutup gunakan paving, penyediaan sumur bor serta penyediaan tempat jogging track. ‘’Pekerjaan berat itu artinya volume (biaya) besar untuk pembuatan outlet,’’ terangnya. Terkait penataan, kata mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan DED nya terpasang Rp4,6 miliar, namun untuk penyaluran BKK dari pemerintah Kabupaten Badung dilakukan bertahap. ‘’Pokoknya akan ditata sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan indah, apalagi taman kota ini sudah menjadi ikon. Dengan sudah ditata maka Taman Kota menjadi tempat yang benar-benar nyaman dan juga sebagai tempat hiburan masyarakat,’’ pungkasnya.(kmb28)

batkan 72 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat dan 368 orang luka ringan. Dengan total kerugian material akibat peristiwa tahun 2018 senilai Rp496 juta lebih. Sementara tahun 2019, jumlah pengendara yang meninggal dunia hingga kemarin sebanyak 64 orang, luka berat enam orang, dan luka ringan sebanyak 468 orang. Total kerugian di tahun 2019 pun meningkat menjadi Rp690 juta lebih. ‘’Peningkatan lakalantas

itu didominasi kecelakaan tunggal akibat adanya pelanggaran. Kebanyakan pengendara berprofesi sebagai karyawan, pelajar serta masyarakat umum,’’ beber Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wila Indrayani, Senin (30/12) kemarin. Terkait kenaikan angka kejadian lakalantas itu, lanjut Wila Indrayani, upaya yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Tabanan adalah gencar sosialisasi

baik melalui media elektronik maupun konvensional, serta sosialisasi ke sekolah, terminal, perkantoran m a up un t e m p a t i b a d a h, serta tempat umum lainnya. Juga gencar dilakukan pengecekan kendaraan roda dua, roda empat maupun truk besar yang melintas di wilayah hukum Polres Tabanan. ‘’Kami harap masyarakat sadar pentingnya budaya tertib berlalu lintas. Tujuan aksi itu mengurangi angka kecelakaan, terutama yang berakibat korban fatal atau meninggal dunia. Penting Bali sebagai model tertib berlalu lintas di Indonesia,’’ harapnya. (kmb28)

6,7 Juta Wisatawan Berkunjung Sepanjang 2019 JUMLAH kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tabanan sepanjang tahun 2019 mencapai 6,7 juta lebih. Kunjungan itu masih didominasi wisatawan mancanegara. Dari data Dinas Pariwisata Tabanan, objek wisata Tanah Lot, Ulun Danu Beratan, dan Kebun Raya Bedugul merupakan tiga objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan sepanjang tahun 2019. Lalu, dari tiga objek andalan itu, objek wisata yang mana termasuk objek terfavorit dikunjungi di Tabanan? Objek Taman Kupu-kupu Lestari yang berlokasi di Desa Wanasari berada di posisi keempat. Jumlah kunjungannya mencapai 1.592 wisatawan. Meskipun Tanah Lot paling banyak dikunjungi wisatawan, namun jumlah kunjungan wisatawan yang menikmati laut, sunset dan pura itu ternyata tidak memenuhi target. Seperti disampaikan Manajer DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Senin (30/12) kemarin, ada beberapa faktor Tanah Lot tidak bisa memenuhi

target. Selain ada dampak erupsi Gunung Agung, juga penutupan pasar Tiongkok. Itu menjadi salah satu faktor penyebab penurunan wisatawan di awal tahun 2019. Fenomena ini terjadi hampir semua destinasi wisata di Bali. Jadi tidak hanya di Tanah Lot saja. ‘’Target kami 3.070.000 di tahun 2019. Namun sampai tanggal 29 Desember kemarin baru mencapai 2.769.176, dengan sisa waktu pergantian tahun tinggal dua hari, kemungkinan tidak bisa menembus target,’’ terangnya. Tidak tercapainya target kunjungan itu merupakan kali pertama terjadi. Sebab, tahun-tahun sebelumnya, targetnya selalu bisa tercapai, bahkan lebih. Permasalahan dengan wisatawan Tiongkok wisata murah di Bali sempat berdampak turunnya angka kunjungan wisatawan dari Negari Tirai Bambu. Apalagi kunjungan wisatawan Tiong-

kok memang selalu mendominasi ke DTW Tanah Lot. ‘’Target 2020 belum bisa kami tentukan. Kami harus evaluasi terlebih dahulu. Biasanya targetnya dipasang naik sekitar dua persen dari pencapaian angka kunjungan sebelumnya,’’ kilahnya. Meski demikian, pihaknya akan terus menggenjot pertumbuhan angka kunjungan wisatawan, apalagi tahun depan Tanah Lot serta objek wisata lainnya di Tabanan berencana menaikkan harga tiket masuk. Dan tentunya kenaikan harga tiket akan berdampak pada angka kunjungan wisatawan. ‘’Untuk meningkatkan kunjungan digelar open house selama tiga hari bagi guide dan travel jelang pergantian tahun. Mereka kami suguhkan makanan khas tradisional. Bahkan layanan pijit gratis para penyandang disabilitas yang dikoordinir Dinas Sosial,’’ terangnya. (bit)


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Terkait Kasus Jalur ATV

Warga Banjar Samu Surati Kesbanglinmas Gianyar (Bali Post) Sejumlah warga Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati mendatangi kantor Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Gianyar, Senin (30/12) kemarin. Kedatangan mereka itu terkait kasus jalur ATV yang dikeluhkan warga. Kini warga berharap pemerintah turut serta membantu penyelesaian kasus tersebut. Salah satu warga, Ketut Wiasa, menerangkan kedatangan warga ke Kantor Kesbanglinmas untuk mencari titik temu. Pihaknya sudah bersurat yang isinya kesepakatan krama. ‘’Kami mengantar prajuru membawa surat ke Kesbanglinmas. Harapannya supaya masalah kami bisa diselesaikan,’’ ujar Wiasa. Warga lainnya, Made Madya menambahkan, kedatangan mereka untuk memastikan apakah surat yang dikirimkan

warga sudah diterima atau belum oleh pihak Kesbanglinmas. Terkait sejumlah keluhan warga, dikatakan sudah dibahas bersama seluruh krama banjar. ‘’Banjar sudah ada keputusan bahwa tahun depan (2020 - red) tidak boleh lagi ada ATV lewat jalur kami,’’ jelasnya. Dijelaskan, usai melakukan pertemuan di kantor polisi, akhirnya diarahkan bahwa warga tidak berkewenangan menutup akses jalan umum. Akhirnya warga diarahkan untuk mengadu ke Pemkab Gianyar untuk menyelesaikan persoalan ini. Kedatangan warga ke Kesbanglinmas Gianyar pun karena ingin minta dukungan pemerintah. ‘’Katanya jalan di depan rumah warga itu milik pemerintah. Makanya kami ingin pemerintah mendukung keputusan warga banjar. Supaya ATV tidak lewat depan rumah kami,’’ ucapnya. Madya menambahkan, ATV yang melintas di jalan permu-

kiman dinilai sangat mengganggu. Terlebih sebelumnya wisatawan yang mengendarai ATV sering kali menabrak kendaraan dan bangunan milik warga setempat. ‘’Nabrak sudah sering. Memang diganti rugi. Tapi kami takut kalau nabrak anak-anak,’’ jelasnya. Perbekel Siangapadu Kaler I Made Karjana mengatakan, melalui surat itu disampaikan agar pemerintah cepat tanggap. Hal ini sudah menjadi keputusan warga untuk menyerahkan persoalan ini ke pemerintah. ‘’Kesepakatan akhir ini diserahkan ke pemerintah,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Kesbanglinmas Gianyar Dewa Gede Amarta mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari Perbekel Siangapadu Kaler. Selanjutnya pihaknya akan memanggil instansi terkait. ‘’Saya akan panggil dulu instansi terkait. Setelah itu baru kami adakan mediasi lanjutan,’’ pungkasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

DATANGI - Sejumlah warga Banjar Samu ketika mendatangi Kantor Kesbanglinmas Gianyar, Senin (30/12) kemarin.

Amankan Malam Tahun Baru

Polres Kerahkan 832 Personel Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar akan mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya pesta pergantian tahun baru di Gianyar. Sejumlah lokasi akan menjadi fokus pengamanan. Namun, malam pergantian tahun baru akan dipusatkan di Lapangan Astina, Gianyar. Tentunya petugas akan lebih banyak melakukan pengamanan di sekitar lapangan.

Bali Post/nik

PAPARKAN - Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana didampingi Wakapolres Kompol Adnan Pandibu saat memaparkan pola pengamanan malam tahun baru, Senin (30/12) kemarin.

Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana, Senin (30/12) kemarin mengatakan dalam pengamanan pergantian tahun ini pihaknya mengerahkan 832 personel. Jumlah itu terbagi dalam beberapa bagian. Sebanyak 228 personel stand-by di Mapolres Gianyar, 193 personel melakukan pengamanan kegiatan dan 412 personel melaksanakan pengamanan wilayah. ‘’Selain pengamanan, polisi juga melakukan antisipasi, terutama pada jalur rawan macet dan peningkatan arus lalu lintas. Begitu juga melaksanakan pengamanan di objek-objek wisata, tempat keramaian dan tempat ibadah,’’ katanya. Untuk malam

pergantian tahun baru yang dipusatkan di Lapangan Astina, tentunya konsentrasi keramaian ada di sana. Untuk itu, masalah pengaturan arus lalu lintas pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pekab Gianyar. Tren Kriminalitas Selain memetakan pengamanan dalam rangka pergantian tahun baru, Kapolres Gianyar juga memaparkan terkait situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Gianyar sepanjang 2019. AKBP Dewa Adnyana menerangkan, dibandingkan tahun sebelumnya, tren kriminalitas di 2019 disebutkan menurun. ‘’Dari 340 kasus tindak pidana pada 2018,

Warga Buleleng Tewas Gantung Diri

Profil Ubah Tradisi Birokrasi MEMASUKI tahun kedua masa kepemimpinan, Bupati Gianyar I Made Mahayastra terus berupaya menyiapkan loncatan besar demi percepatan pembangunan di Kabupaten Gianyar. Politisi asal Kecamatan Payangan ini juga menyiapkan langkah strategis demi mengoptimalkan pelayanan masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan mengubah tradisi birokrasi di lingkungan Pemkab Gianyar. Langkah awal dilakukan Bupati Mahayastra dengan mempercepat proses penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun 2020 pada 12 November 2019. Penetapan APBD Kabupaten Gianyar tercatat sebagai yang paling cepat. Sebab, pada tahun sebelumnya sering kali penetapan berlangsung pada pertengahan Desember. ‘’Dengan

ditetapkan lebih awal, Januari 2020 kita sudah bisa melakukan kegiatan. Jadi tidak ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan karena APBD belum ditetapkan. Ini bentuk pelayanan dan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat,’’ kata Mahayastra, Senin (30/12) kemarin. Pada pelaksanaan apel, Bupati Mahayastra juga menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daeah (OPD) di Kabupaten Gianyar. Ia mengatakan, dalam DPA tertuang seluruh kebijakan-kebijakan dan visi misi Bupati Gianyar dan Wakil Bupati Gianyar. Untuk itu, dengan diserahkan lebih awal DPA tersebut, memasuki 2020 seluruh OPD diminta langsung dapat mengeksekusi segala kebijakan. (nik)

Budaya Hari Ini, Peringatan Tinggalan Dalem Ngadeg Ratu Ke-10 di Istana Mancawarna

Shri Gusti Wedakarna Adakan Upacara Agnihotra untuk Ida Batara Raja Badung Tegeh Kori

ISTANA - Ratu Gusti Wedakarna dan Ratu Prameswari saat menerima Bupati Badung Giri Prasta, A.A. Gde Agung (Puri Ageng Mengwi), dan Ida Cokorda Pemecutan ring Istana Mancawarna Tampaksiring. HARI ini, Selasa 31 Desember 2019 (Kliwon, Sasih Kapitu, Wuku Kulantir, Isaka Warsa 1941), Istana Mancawarna Tampaksiring menggelar upacara Raja Yadnya dalam rangka memperingati tahun kesembilan malinggih-nya Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III sebagai Abhiseka

Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX. Persiapan pun telah dilaksanakan, termasuk rencana nedunang Tari Bedoyo Segoro Kidul yang akan ditarikan di hadapan panglingsir dan tamu kehormatan di Istana Mancawarna Tampaksiring. Tari Bedoyo Segoro Kidul adalah tari sakral untuk menghormati Ibu Kanjeng Ratu

Dewi Pantai Selatan dan tari ini digagas Shri Arya Wedakarna sejak tahun 2016, hanya dipentaskan tiga kali dalam setahun yakni pada 23 Agustus (Sugeng Wiyosa), 11 November (Hari Kelahiran Majapahit), dan 31 Desember (Ngadeg Ratu). Demikian diungkapkan Gusti Wastu Manggala (Karumga Istana Mancawarna) di selasela persiapan upacara. ‘’Sesuai dengan pesan Shri Gusti bahwa upacara peringatan Ngadeg Ratu diadakan secara sederhana. Mengingat kondisi bangsa yang masih dilanda bencana. Walau begitu, tentu tidak akan mengurangi makna kesakralan karena intinya upacara ini ditujukan kepada leluhur Majapahit,’’ kata Gusti Wastu Manggala. Adapun secara umum, upacara Raja Yadnya ini telah dilakukan sejumlah rangkaian upacara, di antaranya matur piuning ke hadapan leluhur di sejumlah titik tertinggi spiritual di Indonesia, yakni Pelabuhan Ratu Sukabumi, Jawa Barat, Parang Tritis, Yogyakarta, serta Trowulan Jawa Timur yang dilaksanakan para Adipati Majapahit di seluruh tanah Jawa. Selain itu, bertempat di Istana Mancawarna Tampaksiring dilaksanakan sejumlah acara, yakni Raja Yadnya yang di-puput Ida Pedanda Istri Gede Anom Karang (Geria Tampakgangsul Denpasar), upacara Agnihotra oleh

kini (tahun 2019 - red) menurun menjadi 239 kasus,’’ ujarnya didampingi Wakapolres Kompol Adnan Pandibu. Dari jumlah itu, tren kejadian yang menonjol adalah pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 44 kasus, curanmor 21 kasus dan narkotika 24 kasus. Menurut lokasi kejadian, kasus curat sering menyasar pemukiman penduduk dan tempat-tempat umum. ‘’Pola waktunya antara pukul 06.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita ketika rumah kosong ditinggal kerja dan antara pukul 22.00-06.00 Wita, ketika warga pada tidur,’’ terangnya. Melihat data itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Gianyar agar lebih waspada. Teru-

tama memastikan rumah dalam kondisi terkunci ketika ditinggal kerja. Begitu pula ketika malam hari, pastikan barang berharga tersimpan dengan baik serta pintu rumah terkunci. ‘’Modus operandinya, dominan pelaku memanfaatkan kelalaian atau kelengahan korban. Misalnya rumah kosong yang ternyata tidak dikunci,’’ ujarnya. Tidak hanya kasus pencurian, laka lantas juga mengalami penurunan. Dari 563 kejadian pada 2018, menjadi 550 kejadian di tahun 2019. Namun untuk korban meninggal terjadi peningkatan, dari 64 orang menjadi 72 orang. Sementara itu, pada 2019 tercatat korban luka berat 11 orang, luka ringan 742 orang. ‘’Pola lokasi yang masih mendominasi adalah jalan provinsi sebanyak 263 kejadian, jalan nasional 69 kejadian, dan jalan kabupaten sebanyak 218 kejadian,’’ paparnya. (kmb35)

Ashram serta jamuan makan dan penyerahan penghargaan kepada sejumlah figur Hindu dari seluruh Indonesia. Di tempat terpisah, Shri Arya Wedakarna menyampaikan kegiatan Raja Yadnya ini murni dipersembahkan kepada leluhur untuk kemuliaan nilainilai Majapahit. ‘’Setiap 31 Desember tiang selalu ingat akan jasa Sri Brahmaraja Wilatikta dari Puri Surya Majapahit Trowulan Jawa Timur yang telah memberikan amanat mengemban amanat leluhur Sabdo Palon. Raja itu memimpin sekala dan niskala, dan juga mengabdikan diri secara penuh pada tanah pertiwi. Di samping itu, tiang ingin memberikan upacara yadnya kepada leluhur kami, Raja Badung Pertama yakni I Gusti Tegeh Kori. Beliau sebagai keturunan dari Brahmana Majapahit Sri Aji Kresna Kepakisan memiliki jasa bagi sejarah Bali. Wajar jika ada warih bangga dengan kepahlawanan leluhurnya. Ini wujud dari Tri Sakti Bung Karno, berkepribadian di bidang kebudayaan. Mohon doa restu, mangda karya berjalan lancar,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga pendiri Patung Dewi Danu tertinggi sebagai simbol Ibu di Danau Batur, Kintamani, dan juga pemenang pemilu DPD-RI dengan raihan suara tertinggi dalam sejarah pemilu legislatif di Bali, yakni 742.781. (ad722)

Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan adanya aksi gantung diri yang dilakukan Gede Serengan di sebuah rumah kontrakan di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Senin (30/12) sore kemarin. Belum diketahui pasti penyebab kenapa korban yang berusia 47 tahun ini nekat melakukan aksi tersebut. Sementara pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kematian korban asal Buleleng itu. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, awalnya anak korban, I Made Yoga Juli, pulang dari kuliah sekitar pukul 15.00 Wita. Kala itu, pemuda 22 tahun ini sudah mendapati rumah dalam keadaan sepi. Saat membuka kamar orangtuanya, ia mendapati ayahnya sudah dalam keadaan gantung diri di kamar. Sontak putra kedua korban ini terkejut melihat kondisi itu. Ia sempat tidak berani mendekat karena tak kuat menahan sedih. Ia pun berteriak minta tolong. Sejumlah warga lantas berdatangan ke lokasi dan kemudian secara bersama mengecek kondisi korban yang sudah tidak bernyawa itu. Kejadian ini lantas dilaporkan ke aparat kepolisian. Kasubag Humas Polres Gianyar, Iptu Ketut Suarnata, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Dikatakan, polisi sudah melakukan olah TKP di rumah kontrakan korban. ‘’Ya benar, anggota tadi sudah ke lokasi,’’ ucapnya. Ia menambahkan, pihak keluarga sempat mengungkapkan bila korban sudah lama menderita sakit maag. ‘’Terkait kenapa korban melakukan aksi gantung diri, kami masih melakukan penyelidikan,’’ tandasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

GANTUNG DIRI - Sejumlah warga saat mengecek korban gantung diri, Senin (30/12) kemarin.


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

SOSOK Refleksi Akhir Tahun

SELAMA tahun 2019 banyak peristiwa yang menjadi catatan khusus pihak kepolisian, baik satuan reserse kriminal, narkoba maupun lalu lintas. Namun, sepanjang tahun 2019 sesuai data setiap satuan, tindak kriminal dan kasus-kasus menonjol di Polres Klungkung, nampak terjadi banyak penurunan. Sehingga, sepanjang tahun 2019, Klungkung termasuk sangat kondusif dan humanis dalam memberikan pelayanan. Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana, mengatakan hal itu pada agenda refleksi akhir tahun, menyongsong Tahun Baru 2020, di Mapolres Klungkung, Senin (30/12) kemarin. Tren gangguan kamtibmas di wilayah Polres Klungkung tahun 2019 tidak ada peningkatan signifikan, jika dibandingkan tahun 2018. Kapolres Sudana hanya sedikit menyoroti kasus lakalantas. Kasus ini justru terjadi sedikit peningkatan. Dari data Satlantas, jumlah laka lantas tahun 2018 sebanyak 105 kasus. Sementara tahun 2019 naik menjadi 128 kasus. Dari jumlah itu, jumlah korban meninggal dunia akibat lakalantas tahun 2018 19 orang, namun tahun 2019 naik jadi 23 orang. Luka berat tahun 2018 lebih tinggi sebanyak 26 orang. Jauh lebih rendah pada tahun 2019 sebanyak 10 orang. ‘’Ini tentunya tidak terlepas kurangnya kesadaran masyarakat berkendara dengan baik. Inilah perlu dimatangkan tahun depan. Buat berbagai program efektif yang menyentuh kesadaran masyarakat,’’ pinta Kapolres Sudana. Selain itu tentu upaya Personel Polres Klungkung selalu menjaga situasi Kamtibmas dan tertib berlalu lintas. Ia berharap ke depannya masyarakat, khususnya lembaga terkait dapat terus bersinergi dengan Polres Klungkung, sehingga Polri dapat melakukan kontrol sosial yang baik untuk seluruh kegiatan warga. Sebab, tugas Polri adalah agar dapat mewujudkan kamtibmas kondusif. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik mungkin. (gik)

Penyulingan SWRO Ceningan

PDAM Diminta Segera Lakukan Uji Coba Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama sejumlah kepala OPD melakukan finalisasi sejumlah lokasi yang akan menjadi proyek pemerintah tahun 2020 dan 2021 dan finalisasi persoalan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kecamatan Nusa Penida, Minggu (29/12) lalu. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah pemenuhan kebutuhan air bersih, melalui penyulingan SWRO Ceningan. Bupati Suwirta meminta kepada Dirut PDAM Tirta Mahottama Klungkung Nyoman Renin Suyasa untuk segera melakukan uji coba mengalirkan air produksi SWRO ke Desa Lembongan. Dengan dilakukan uji coba itu, maka akan diketahui titik kebocoran dan lanjut dilakukan revitalisasi jaringan yang mengalami bocor tersebut. “Jangan ada alasan lagi, air SWRO pada bulan Januari 2020 harus diujicobakan untuk dialirkan. Kita coba di Lembongan dulu untuk mengetahui kondisi jaringan pipa. Jika ditemukan kebocoran maka harus segera dilakukan revitalisasi jaringan. Setelah itu lanjut ke desa lainnya,” pinta Bupati Suwirta. Dirut PDAM Nyoman Renin Suyasa mengaku SWRO saat ini sedang mengalami perbaikan pompa. Jika pompa telah selesai diperbaiki pihaknya segera mencoba mengalirkan air ke jaringan pipa seperti perintah Bupati. Diakui, jaringan pipa di Desa Lembongan memang mengalami kebocoran di sejumlah titik. Dengan uji coba ini diharapkan segera diketahui kondisi jaringan pipa itu dan selanjutnya dilakukan revitalisasi. Selain menyorot SWRO Ceningan, Bupati Suwirta juga mengecek langsung lokasi area pembangunan Panggung Ceningan dan penataan area tebing Devil Tears. Tujuannya untuk finalisasi atau mematangkan

lokasi di sejumlah proyek yang akan digarap tahun depan. Setelah selesai dibangun, fasilitas yang dibangun itu, diharapkan dapat mendukung pariwisata di Nusa Penida. Terkait rencana pembangunan Panggung Terbuka Ceningan, proyek itu akan dimulai tahun 2020 dengan dana sebesar Rp2,1 miliar. Tempat itu nantinya dilengkapi penjualan UMKM dan kuliner. “Panggung terbuka ini ke depan supaya dimanfaatkan para kelompok kesenian, untuk bisa tampil menunjukkan bakatnya,” ujar Bupati Suwirta. Berdekatan dengan lokasi panggung terbuka, juga dibangun jembatan yang rencananya dilaksanakan tahun 2021. Dana yang digunakan untuk pembangunan jembatan itu sekitar Rp70 miliar. Sedangkan di area tebing Devil Tears, pekerjaannya juga dimulai tahun 2020. Dengan dana Rp1,5 miliar, Devil Tears akan ditata dengan pembangunan sejumlah fasilitas umum. Seperti spot selfie, joging track, stand kuliner serta area parkir. Selain ketiga lokasi di atas, mereka juga sempat meninjau beberapa proyek yang telah selesai. Di antaranya proyek pembangunan gedung kelas di SD N 1 Lembongan, lapangan futsal dan SWRO Ceningan. Di SDN 1 Lembongan, Bupati Suwirta tampak kecewa melihat hasil pembangunan gedung kelas itu, karena pada bagian atapnya tidak dipasangi plafon. Menurutnya, pembangunan gedung kelas ini dilakukan setengah-setengah. Padahal nilai pemasangan plafon itu tidak seberapa. Sementara untuk lapangan futsal yang terletak di Batu Belek, Bupati Suwirta memerintahkan Camat Nusa Penida supaya segera melakukan upacara pacaruan. Selanjutnya akan diserahkan kepada KONI Klungkung untuk segera digelar even pertandingan. (kmb31)

DISKUSI - Bupati Suwirta saat berdiskusi langsung dengan Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung.

BANGUNAN LIAR - Sidak gabungan saat turun ke salah satu bangunan liar di atas Sungai Hee, Desa Gelgel.

Desa Gelgel Keluarkan Larangan Membangun di Atas DAS Semarapura (Bali Post) Mengantisipasi maraknya pembangunan liar di atas DAS (Daerah Aliran Sungai), Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung akhirnya resmi mengeluarkan larangan aktivitas pembangunan seperti itu, Senin (30/12) kemarin. Larangan itu disampaikan melalui surat resmi salah satu desa di Klungkung, dan diteken Pj. Perbekel Gelgel Dewa Nyoman Cetra. Bangunan yang masih ada di atas DAS diminta segera dibongkar. Di dalam surat itu dibuat empat poin penting. Di sana kembali ditegaskan bahwa pemanfaatan DAS itu tidak boleh untuk kepentingan pribadi. Setiap pemanfaatannya harus memperoleh kajian dari subak, desa adat maupun pemerintah desa. Ketentuan itu tidak hanya berlaku untuk alur Sungai Hee, tetapi seluruh DAS di Desa Gelgel. Tujuannya untuk

mencegah pembangunan liar semakin marak di atas DAS. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah menjadi polemik warga sekitar, aparat desa, camat hingga Satpol PP akhirnya turun langsung mengecek bangunan yang berdiri di atas Sungai Hee, Banjar Pancoran Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Minggu (29/12) lalu. Hasilnya, ba-

ngunan itu dianggap melanggar aturan, sehingga harus segera dibongkar. Namun, sebagian bangunan diminta dipertahankan, untuk digunakan sebagai Siskamling setempat. Aparat desa seperti Sekdes Gelgel Kadek Dwi Adnyana Putra, Pj. Perbekel Desa Gelgel, Camat Klungkung Komang Wisnu Adi, Kepala Satpol PP Putu Suarta dan Babinsa, Bhabinka-

mtibmas, Linmas Desa Gelgel serta warga setempat, turun bersama-sama ke lokasi. Bangunan itu tampak sudah dibuat permanen oleh warga setempat dengan menutup sungai pakai beton. Ribut-ribut terkait bangunan di atas sungai ini muncul, setelah adanya kepentingan pribadi yang mempergunakan akses sungai. Ini yang dikhawatirkan warga sekitar, agar ke depan tidak semakin susah mengantisipasinya. Mereka tidak ingin kasus sebelumnya seperti adanya bangunan di atas sungai di Semarapura Klod Kangin, hingga ingin disertifikatkan. Tetapi, akhirnya proses

IMB-nya ditunda pemerintah daerah, karena jelas-jelas melanggar. “Dari sidak bersama ini, disepakati sebagian bangunan beton di atas Sungai Hee akan dibongkar. Sisa bangunannya akan difungsikan untuk fasilitas umum, seperti pos kamling,” katanya. Kasatpol PP Putu Suarta yang ikut sidak itu sepakat dengan opsi ini. Persoalan seperti ini, menurutnya harus cepat disikapi, agar tidak semakin marak terjadi di desa-desa. Di sinilah peran aparat desa sangat dibutuhkan agar peka dan sigap melihat perkembangan situasi sekitar. (kmb31)

Aktivitas Penyeberangan Padat

Sat Polair Pantau Pelabuhan Rakyat Kusamba Momen ini cukup unik. Kehadiran polisi seperti itu sangat dirasakan masyarakat setempat. Sebab, aparat cukup membantu warga yang kesulitan naik ke atas fast boat. Satu per satu penumpang diberikan pelayanan dengan diantar langsung ke atas fast boat oleh petugas polisi. Itu dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. KBO Iptu Gede Yasa, saat ditemui di lokasi mengatakan, pihaknya hanya ingin memastikan pelaksanaan pengamanan itu berjalan maksi-

mal. Tidak hanya memantau dan mengawasi, tetapi, juga bisa langsung turun tangan membantu warga yang benar-benar membutuhkan. Tidak hanya penumpang yang hendak naik ke atas fast boat, polisi juga membantu penumpang dengan kondisi serupa yang turun dari atas fast boat, setelah menyeberang dari Nusa Penida. ‘’Ini hanya sebagai bentuk pelayanan, di tengah-tengah kita melakukan pengawasan, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman,’’

kata Iptu Gede Yasa, Senin (30/12) kemarin. Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Rakyat Kusamba cukup padat dan lancar. Terlebih, menjelang perayaan malam pergantian tahun, yang biasa diisi berbagai kegiatan di Kepulauan Nusa Penida. Iptu Gede Yasa menegaskan, pengawasan di lokasi ini akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Selain memantau aktivitas penyeberangan, belakangan cuaca juga menjadi bahan pertimbangan, di mana

SETELAH sempat ditinggalkan selama hampir empat tahun, warga Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida yang didominasi orang tua kembali terjun menjadi petani rumput laut. Mereka memutuskan kembali ke profesi lama, setelah ragam persoalan yang ada di dalamnya mulai dapat diatasi pemerintah dengan baik. Sudah pasti hal itu menjadi perkembangan menggembirakan, bukan saja buat pemerintah daerah tetapi petani sendiri. Lalu bagaimanakah kira-kira prospek petani rumput laut ke depannya?

Bupati menambahkan, pihaknya akan terus menyosialisasikan budi daya rumput laut itu. Dia berjanji akan mencarikan pengepul yang bisa menjaga harga rumput laut tetap stabil. Perbekel Lembongan, Gede Arjaya, mengatakan dengan kembali bergeliatnya para petani rumput laut itu, maka diharapkan akan bisa berkolaborasi dengan sektor pariwisata, menjadi atraksi wisata. ‘’Lahan rumput laut akan ditata sedemikian rupa, sehingga menarik minat wisatawan mengunjungi dan mengamati,’’ ujar Arjaya. Kepada Pemkab Klungkung ia berharap agar turut membantu menjaga harga rumput laut tetap stabil. (gik)

RUMPUT LAUT - Para petani membudidayakan rumput laut Desa Lembongan saat melakukan panen.

Semarapura (Bali Post) Jajaran Sat Polair Polres Klungkung turun tangan ke pelabuhan rakyat di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, menjelang pergantian tahun 2019. Mereka memantau aktivitas masyarakat yang semakin padat melakukan aktivitas penyeberangan ke Nusa Penida. Di sana, sejumlah personel nampak membantu penumpang yang mengalami keterbatasan, baik yang sedang sakit maupun lansia yang dirawat di atas kursi roda.

angin laut juga bertiup cukup kencang. Tidak hanya aktivitas penumpang, polisi dari Sat Polair Polres Klungkung juga memantau penyeberangan barang yang didominasi material bangunan. Aktivitas buruh angkut menaikkan material bangunan cukup padat. Polisi memastikan agar barang yang diangkut itu tidak melebihi kapasitas dari sampan cepat itu, sehingga seluruh bahan bangunan ini sampai dengan selamat di Nusa Penida. (kmb31)

Sempat Ditinggalkan, Warga Lembongan Kembali Bertani Rumput Laut

Pemerintah berhasil memotivasi dan membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali menekuni sektor rumput laut yang sebelumnya banyak ditinggalkan warga lokal. Salah seorang petani rumput laut, Wayan Sulasni, Minggu (29/12) lalu mengatakan, sebelumnya selama empat tahun, pekerjaan membudidayakan rumput laut sempat ditinggalkan. Masyarakat beralih profesi, akibat anjloknya harga dan turunnya produksi akibat serangan hama. Selain itu ada pula isu yang menyebutkan rumput laut itu tidak berkembang akibat limbah hotel dan restoran. Selama berhenti bertani rumput laut, dirinya bersama rekan-rekannya beralih profesi ke sektor pariwisata sebagai pekerja informal. Tetapi bagi yang berusia tua dan tidak produktif, otomatis mereka hanya menganggur atau tidak bekerja sama sekali. Sejak sekitar sebulan lalu, dirinya bersama anggota kelompok tani rumput laut di Desa Lembongan kembali mencoba membudidayakan rumput laut itu. Ternyata uji coba budi daya rumput laut yang dilakukan itu berhasil hingga

panen. Selama sebulan ini dirinya bersama kelompoknya membudidayakan rumput laut untuk dijadikan bibit lebih dulu. Sejauh ini rumput laut itu masih belum dipasarkan. Ke depan, jika kebutuhan bibit rumput laut itu telah terpenuhi dan budi daya berhasil, selanjutnya baru hasil panen itu dijual dengan harga pasaran sekitar Rp18 ribu/kg kepada tengkulak. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sempat melakukan monitoring aktivitas para petani rumput laut di Desa Lembongan, Minggu (29/12) lalu. Bupati Suwirta mengatakan, dirinya sangat senang melihat sejumlah petani telah kembali membudidayakan rumput laut. Menurutnya, budi daya rumput laut itu adalah mata pencaharian yang sangat bagus dan menjanjikan. Sebab, modalnya tidak begitu besar. ‘’Saat pariwisata sepi, rumput laut itu kita bisa jadikan unggulan. Tidak hanya mengandalkan pariwisata saja. Hal itu penting, jika saat sektor pariwisata mengalami penurunan kita biasa saja, tidak merasa seperti kiamat,’’ ujar Bupati Suwirta.


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Pertamina Manggis Gandeng Yayasan Bali Kasih

Serahkan 1.500 Bibit Kelapa Hibrida untuk Warga Desa Antiga PERTAMINA Integrated Terminal Manggis bekerja sama dengan Yayasan Bali Kasih kembali menyalurkan bantuan untuk warga Karangasem. Jika sebelumnya telah memberikan bantuan perahu dan mesin tempel kepada nelayan di Tanah Ampo, Senin (30/12) kemarin bantuan diBIBIT KELAPA - Manager Integrated Terminal Pertamnina Manggis, Bambang Soeprijono, saat memberikan bantuan bibit kelapa hibrida kepada subak di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Senin (30/12) kemarin.

berikan kepada waga di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kecamatan Karangasem, berupa bibit kelapa hibrida. Manager Integrated Terminal Pertamnina Manggis, Bambang Soeprijono, mengatakan dengan adanya bantuan bibit kelapa ini, diharapkan mampu menyejahterakan perekonomian warga di Manggis. Karena tanaman kelapa sebagai tumpuan perekonomian keluarga. Kelapa ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. ‘’Kami harap terus bisa bersinergi dalam menyalurkan bantuan lewat CSR, sehingga bantuan yang diberikan bisa secara berkesinambungan,’’ katanya. Sementara itu, Ketua

Yayasan Bali Kasih, I Gede Suarta, mengatakan bibit kelapa yang dibantu jenis hibrida dengan jumlah 1.500 buah. Bantuan ini diberikan kepada tujuh subak yang ada di Desa Antiga. ‘’Untuk pemberian bibit kelapa ini, kami bekerja sama dengan Pertamina Manggis,’’ ujarnya. Suarta menambahkan, pemberian bibit kelapa ini merupakan salah satu upaya untuk swasembada kelapa. ‘’Kami ingin membantu masyarakat dalam pemenuhan kelapa daksina, sehingga masyarakat tidak kewalahan lagi mencari kelapa dalam pemenuhan upacara di Bali. Kelapa hibrida ini tiga tahun sudah berbuah,’’ katanya.

Setelah bantuan ini diberikan, dia diharapkan warga bisa senantiasa menjaga dan merawat bibit kelapa setelah ditanam agar bibit kelapa ini bisa hidup dan tumbuh dengan baik. ‘’Kalau sudah dirawat dengan baik, maka bibit pasti akan hidup. Kalau sudah hidup, maka kelapa akan dapat berbuah sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, selama ini pihaknya sudah beberapa kali menyalurkan bantuan lewat CSR untuk warga Karangasem. Dan pemberian bibit kelapa ini merupakan pemberian bantuan di pengujung tahun 2019, karena bantuan-bantuan di

daerah lainnya juga sudah diberikan sebelumnya. Di pihak lain, Klian Subak Abian Taman Seraya, Desa Dinas Antiga, I Nyoman Puger, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan bibit kelapa yang diberikan Pertamina Manggis bekerja sama dengan Yayasan Bali Kasih. Kata dia, bantuan bibit kelapa ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, kelapa daksina sangat dibutuhkan sebagai dasar sarana upacara di Bali. ‘’Nanti 1.500 bibit kelapa ini akan dibagi kepada warga di tujuh subak yang ada, sehingga semua KK bisa mendapatkan bibit kelapa untuk ditanam,’’ jelas Puger. (ad714)


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Masyarakat Diminta Tertib, Tak Buat Pos Perayaan Pergantian Tahun Bangli (Bali Post) – Masyarakat Bangli diimbau merayakan pergantian tahun dengan tertib. Untuk mencegah timbulnya kerawanan yang dapat memicu konflik sosial, masyarakat diimbau tidak membuat pos-pos perayaan malam tahun baru sendiri-sendiri. “Biasanya masyarakat merayakan malam tahun baru dengan membuat pos-pos sendiri. Sesuai kesepakatan kami dengan bedesa adat saat rapat koordinasi kemarin, kami imbau masyarakat agar tidak membuat pos-pos perayaan sendiri,’’ pinta Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Senin (30/12) kemarin. Tetapi, tambah Kapolres, malam perayaan pergantian tahun bisa dilaksanakan di masing-masing balai banjar. Namun, tetap diawasi pecalang. Selain mengimbau maminuman keras lokal yang syarakat agar tak membuat beredar tanpa izin. “Kami pos perayaan sendiri-sendjuga telah mengantisipasi iri, Kapolres juga meminta kerawanan penggunaan warga untuk tidak meraypetasan dan kembang api akan pergantian tahun seyang bisa menyebabkan kecara berlebihan. Misalnya, celakaan,” terangnya. mengonsumsi minuman Mantan Kapolres Mappi, keras. Papua itu menambahkan, Lebih baik malam peruntuk menjamin keamanan gantian tahun baru itu didan kelancaran malam perisi berdoa bersama. Seperti gantian tahun di Bangli, Pemkab Bangli sembahyang pihaknya sudah melakubersama di Pura Kehen. kan serangkaian persiapan. Untuk mencegah adanya Polres Bangli menerjunkan kerawanan akibat midua pertiga dari seluras, Kapolres menruh kekuatan yang gaku telah memerada. “Memang seintahkan jajarancara administrasi, nya menertibjumlah personel kan peredaran pengamanan miras. Selahanya 70 perma operasi sonel. Jumlah jelang Nasegitu yang tal dan Tadibiayai neghun baru ara,’’ tambah ini, piKapolres. haknya Tetapi, tam bah AKBP berhasil A g u n g menyita D h a n a sekitar Aryawan, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan 97 liter

pihaknya akan melakukan penebalan-penebalan. Polres sendiri kita tebalkan dengan 97 personel. Sementara polsek-polsek nanti anggota polres yang akan melakukan penebalan sebanyak 123 personel, sehingga khusus Polres Bangli total akan menerjunkan 297 personel. ‘’Mereka akan di-backup instansi terkait termasuk TNI, Satpol PP, Linmas, Kesehatan dan juga pramuka,’’ tambah Kapolres. Selain itu Kapolres menyiapkan personel secara memadai, pihaknya juga sudah memetakan titik-titik rawan di Bangli. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, salah satu yang masuk titik rawan, yakni di wilayah Penelokan. Diperkirakan, saat pergantian tahun baru nanti, Penelokan akan dipadati banyak pengunjung. Kerawanan yang diperkirakan timbul, yakni kemacetan lalu lintas, kecelakaan termasuk potensi konflik masyarakat yang mengadakan pergantian tahun. “Kami sudah antisipasi dengan cara mendirikan pos pelayanan. Nanti kekuatanya akan kami tebalkan dengan penambahan personel Polres saat malam tahun baru. Pos pelayanan itu sudah bekerja sejak 23 Desember,” imbuhnya. (kmb40)

Awal Tahun, Tiket Masuk ke Lima DTW Naik Pengelola Mengeluh Tak Diajak Koordinasi

PEMERINTAH Kabupaten Bangli akan segera memberlakukan kenaikan tiket masuk ke lima objek daya tarik wisata (DTW) per awal tahun depan. Lima objek DTW yang akan mengalami kenaikan tarif tiket itu, yakni Batur, Terunyan, Penglipuran, Kehen dan Penulisan. Sementara beberapa pengelola objek wisata terkesan pasrah menanggapi rencana kenaikan tarif tiket tersebut. Lalu bagaimanakah respons pengelola objek wisata yang tidak diajak berkoordinasi terkait kenaikan tiket itu? Ketua Badan Pengelola DTW Penglipuran, Nengah Moneng, mengungkapkan sesuai hasil pertemuan dengan Disparbud Bangli, Senin (30/12) kemarin, kenaikan tarif tiket masuk DTW diputuskan akan diberlakukan mulai 1 Januari 2020. Kenaikan tiket itu diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perbup Bangli Nomor 47 Tahun 2014 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Kabupaten Bangli. Sesuai perbup, besaran tarif tiket yang akan diberlakukan berbeda-beda. Un-

tuk wisatawan asing dewasa dikenakan Rp50 ribu. Nilai itu naik dari sebelumnya Rp30 ribu per orang, sedangkan wisatawan asing anakanak dikenakan Rp30 ribu per orang. Untuk wisatawan domestik, nantinya dikenakan tiket Rp25 ribu per orang, naik dari sebelumya Rp15 ribu, sedangkan anakanak Rp15 ribu per orang. Moneng mengungkapan, dalam pertemuan kemarin pihaknya sempat menyampaikan aspirasi dari Bendesa Adat Penglipuran. Pada intinya, bendesa atas nama masyarakat adat Penglipuran tidak setuju dengan

kenaikan tiket itu. Alasannya kenaikan tiket belum dibarengi perbaikan fasilitas dan sarana-prasarana di Penglipuran seperti toilet. “Katanya kurang enak sama tamu. Mestinya tiket naik, sarana-prasarana juga ditingkatkan,” pintanya. Meski demikian, pihak Disparbud, lanjut Moneng, tetap meminta agar kenaikan tiket itu dijalankan di Penglipuran. Dalam rapat itu, pihaknya juga menyampaikan masukan agar ke depannya ketika akan melakukan perubahan tarif tiket, Disparbud dapat mengundang dan melibatkan pihak pemilik/ pengelola untuk ikut menentukan besaran kenaikan tiket. “Selama ini kami tidak dilibatkan dalam perencanaan kenaikan tiket itu,” keluhnya. Sejauh ini Moneng belum bisa memprediksi dampak kenaikan tiket terhadap tingkat kunjungan ke depan. Kemungkinan akan menyebabkan wisatawan terkejut. “Tapi dari Disparbud katanya sudah sosialisasi ke travel agent dan wisatawan,” ujarnya. Ketua Pokdarwis DTW Pura Kehen, I Ketut Wahya, yang dimintai tanggapan-

nya terkait rencana kenaikan tarif tiket itu terkesan pasrah. Dia mengatakan, kalau kenaikan tarif tiket itu sudah menjadi keputusan Pemkab maka pihaknya hanya bisa menerima saja. Dengan kenaikan tiket itu, pihaknya berharap ke depan Pemkab dapat menggencarkan promosi Pura Kehen kepada wisatawan. “Harapan kami bagaiamana caranya bisa meningkatkan kunjungan tamu. Kami di lapangan hanya bisa menyiapkan pelayanan,” kata Wahya. Selama ini, kunjungan wisatawan ke Pura Kehen itu didominasi wisatawan asing. Angka kunjungan per hari rata-rata 50 orang dan meningkat di atas 100 orang saat high session, yakni pada bulan Juli-Agustus. Libur Nataru diakuinya tidak berpengaruh terhadap kenaikan kunjungan. Kadisparbud Bangli, Wayan Adnyana, belum dapat dikonfirmasi terkait rencana kenaikan tiket itu. Berulangkali ditelepon tidak dijawab. Sementara Kabid Bina Objek Disparbud Bangli, Wayan Bona, membenarkan kenaikan tarif tiket itu akan diberlakukan mulai awal Januari 2020.(ina)

Gedung Geriatri Graha Nisadha di RSJP Bali Diresmikan Kembangkan Layanan Kesehatan Jiwa Lansia

RUMAH Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa. Salah satunya dengan mendirikan gedung Geriatri yang diberi nama Graha Nisadha. Gedung berlantai dua yang dikhususkan untuk pelayanan kesehatan jiwa lansia itu, diresmikan Senin (30/12) kemarin. Acara peresmian itu diawali upacara pamelaspasan yang di-puput Ida Çri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun. Acara juga diisi dharma wacana. Tampak hadir Direktur RSJP Bali dr. I Dewa Gede Basudewa, Sp.KJ., Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adnyana, pejabat Pemprov Bali serta undangan lainnya. Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali Ni Made Wiratni menyampaikan, kaum lansia merupakan salah satu kelompok orang yang rentan mengalami depresi sepanjang hidupnya. Sekitar 1-5 persen populasi lansia mengalami gangguan depresi. Angka itu bertambah besar sampai 13,5 persen pada lansia yang mengalami gangguan medis. Mereka itu harus mendapatkan perawatan dengan cara rawat inap. ‘’Di sinilah pemerintah tampil memberikan perawatan khusus kepada lansia tersebut,’’ ujarnya. Hal ini sesuai budaya Bali dan filosofi agama Hindu. Di mana orangtua sebagai Guru Rupaka itu harus dihormati dan dilayani. Orangtua sudah menjaga dan memelihara dan menjadikan anak-anaknya suputra. Maka kewajiban

semua sebagai anak bagi orangtuanya menyiapkan sarana yang memadai. Terutama terkait menjaga dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraannya. Hal itu juga sebagai wujud terhubungnya kepedulian dan penghormatan antargenerasi. ‘’Melalui kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada jajaran UPTD RS Jiwa Provinsi Bali yang sudah mengembangkan pelayanan kesehatan jiwa lansia, dengan memberikan gedung perawatan khusus kepada lansia yang mengalami gangguan jiwa. Semoga dengan didirikannya gedung perawatan Geriatri ini, maka para lansia yang mengalami gangguan jiwa terlayani lebih optimal. Sehingga bisa meminimalisir gangguan psikologis yang lebih berat,’’ kata Gubernur dalam sambutannya. Sementara itu, Direktur RSJP Bali, dr. Dewa

Basudewa, mengatakan pendirian gedung geriatri terstandar itu untuk menindaklanjuti amanat peraturan Menteri Kesehatan. Di samping itu pendirian gedung geriatri itu bertujuan memenuhi persyaratan akdreditasi nasional. Sebelum didirikannya gedung Geriatri, perawatan pasien lansia digabung dengan pasien-pasien dewasa lainnya. Kini dengan adanya Gedung Geriatri Graha Nisadha itu, pasien lansia dilayani secara khusus dengan fasilitas yang mendukung kaum lansia. Gedung Geriatri Graha Nisadha itu memiliki kapasitas 40 tempat tidur. Jumlah itu masih bisa ditingkatkan. Untuk menunjang pelayanan, RSJP Bali itu telah disiapkan SDM terlatih. ‘’Yang bekerja di Geriatri ini tim interdisipliner. Ada dokter jiwa, dokter penyakit dalam, ahli gizi, psikolog termasuk farmasi,’’ terangnya. (ad711)

PERESMIAN - Acara peresmian gedung Geriatri Graha Nisadha di RSJP Bali yang dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali Ni Made Wiratni, Senin (30/12) kemarin.


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Soal Pembebasan Lahan ”Shortcut” 7-10

Gubernur Instruksikan Cari Jalan Keluar

Singaraja (Bali Post) -

Pembebasan lahan untuk pembangunan shortcut titik 7 sampai 10 di Desa Wanagiri, Pegayaman dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada diatensi serius Gubernur Bali Wayan Koster. Dengan tegas, Gubernur menginstruksikan tim pengadaan lahan dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Bali untuk segera mencari jalan keluar untuk menuntaskan persoalan yang terjadi. Ini penting karena dikhawatirkan masalah harga tanah itu akan menghambat pengerjaan pembangunan fisik empat titik shortcut di tahun 2020. Demikian ditegaskan Gubernur Koster di sela-sela meresmikan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani (shortcut) titik 5 dan 6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Senin (30/12) kemarin. Lebih jauh Gubernur mengatakan, tahapan pembebasan tanah ini sepenuhnya dilakukan oleh tim pengadaan dan pihak appraissal independen yang ditugaskan menghitung harga tanah, tanaman perkebunan, dan bangunan milik warga yang terkena jalur proyek. Dengan cara itu, pemerintah sendiri tidak turut campur dalam memberikan harga ganti rugi lahan milik warga. Meski demikian, munculnya keberatan dari beberapa pemilik tanah mengenai harga tanah, tanaman, dan bangunan dinilai murah, itu hal

yang wajar. “Tadi saya baca berita katanya masih ada keberatan warga yang menilai harga tanah belum klop. Soal nilai ganti rugi itu kami menyerahkan kepada tim pengadaan dan penghitungan oleh appraissal, berapa nilai itu yang kami sampaikan untuk disepakati dengan pemilik tanah,” katanya. Menurut Gubernur, persoalan nilai ganti rugi lahan shortcut ini masalah serius dan memerlukan penanganan cepat. Pasalnya, kalau masalah ini dibiarkan berlarutlarut, pihaknya khawatir akan menghambat pengerjaan struktur fisik pembangunan shortcut yang sudah dipastikan dimulai tahun 2020. Untuk itu, Gubernur menugaskan PUPR bersama tim pengadaan lahan untuk mencari jalan keluar agar nilai ganti rugi itu segera

disepakati. “Saya tugaskan PUPR dan tim pengadaan melakukan kompromi dengan pemilik tanah yang keberatan, sehingga masalah ini diselesaikan dengan cepat, dan yang jelas pengadaan tanah ini tidak sampai merugikan masyarakat kita,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bali, I Nyoman Astawa Riadi, mengatakan setelah musyawarah ganti rugi, Minggu (29/12) lalu, pemilik tanah yang sudah menandatangani berita acara ganti rugi telah ditindaklanjuti untuk proses pembayaran melalui transfer dana ke rekening bank. Meski demikian, Astawa mengakui masih ada yang keberatan dengan nilai ganti rugi yang ditetapkan tim pengadaan lahan. Sesuai mekanisme, keberatan pemilik tanah tersebut akan

diproses oleh Pengadilan Negeri (PN) Singaraja melalui skema konsinyasi (penitipan berkas dan uang ganti rugi - red). Nantinya, nilai ganti rugi yang layak sesuai keputusan PN akan dibayar oleh pemerintah. Mengantisipasi keputusan itu, PUPR memprogramkan pembayaran ganti rugi melalui APBD Perubahan Tahun 2020. “Masih berproses dan pemilik tanah yang sudah sepakat kami akan bayar. Kalau masih ada keberatan itu kami titip di PN dan keputusan itu akan kami jalani dengan membayar lewat APBD Perubahan 2020,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tim pengadaan lahan mengundang pemilik tanah yang terkena jalur proyek shortcut 7-10, Minggu (29/12) yang lalu. Ada 928 bidang tanah yang masuk jalur proyek. Rinciannya, 175 bidang tanah di Desa Pegayaman, 115 di Desa Gitgit, dan sisanya 8 bidang tanah terletak di Desa Wanagiri. Setelah dilakukan musyawarah, masih ada beberapa pemilik yang keberatan terhadap harga tanah dan tanaman

Bali Post/kmb38

PERESMIAN - Gubernur Wayan Koster didampingi Wagub, Ketua DPRD Bali, Bupati Buleleng saat peresmian shortcut titik 5 dan 6, Senin kemarin. perkebunan. Pemilik tanah ini keberatan karena harga tanah yang dihitung oleh tim

appraissal murah. Rata-rata harga tanah dihargai Rp37 juta per are. Sementara dari

perkembangan pasaran harga tanah sudah mencapai Rp100 juta setiap are. (kmb38)

2019, Curanmor dan KDRT Dominasi Kasus Kriminal Singaraja (Bali Post) Selama tahun 2019, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan kekerasan dalam rumah KDRT - Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, memaparkan catatan kasus kriminalitas selama setahun.

Dicari Mekanik Hub.Auto Bagus UtamaTelp:722222,082236182035 Cr Staf Apotk SMU/Prwat/Frmasi Kerja di Nusa Dua,081916181256

B.BP.001.12.19.0000610

Dcr Chef 3-5jt+Uang Besin+1x makan siang,berpengalaman, memiliki kendaraan sendiri.Dan Dapur(Serabutan) 1,8-2Jt+uang bensin+1x makan siang,memiliki kendaraan sendiri,penempatan Uluwatu,Hub.Putri 082144355655

B.BP.001.12.19.0000513

Dicari Admin & Desainer Grafis Hub: 087 861 340 445

B.BP.001.12.19.0000709

Dicari Sales,Bisa Mandarin Gaji 7,5-8,5 Juta.9 jam kerja fasilitas Kos.Hub/WA: Putri 082144355655

B.BP.001.12.19.0000514

tangga (KDRT) mendominasi terjadi di wilayah hukum Polres Buleleng. Curanmor dalam setahun ini terjadi 45 kasus dan berhasil ditangani tuntas 19 kasus, sedangkan KDRT 34 kasus. Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, didampingi Kaur Bin Op s Satreskrim, Iptu Dewa Sudiasa, belum lama ini mengatakan, modus operandi

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.12.19.0000708

Butuh staff produksi,lulusan Teknologi Pangan / Pertanian. krm CV ke: info@tsbali.com B.BP.031.12.19.0000720

PROPERTY

RUPA - RUPA

DISEWAKAN RUMAH

Over Kntrk Rmh Kos 14Kmr/40th Blk Ayunadi-Tuban 08123806363 B.BP.001.12.19.0000691

SERVICE

PROPERTY DIJUAL RUKO

Djl Ruko 3Lt Jl.Nangka Selatan No.81X Hub.0811398086/245460 B.BP.001.12.19.0000607

LOKER

SERVICE

KDRT kebanyakan karena salah paham antara suami dan istri. Karena emosi memicu aksi main pukul, menendang, hingga perlakuan tidak baik lain. Selain itu, masalah ekonomi juga memicu terjadinya KDRT di daerah ini. Menurut Kapolres, dari puluhan KDRT yang terjadi tidak semuanya berlanjut ke persidangan. Ini karena

kasus ini sifatnya pengaduan, sehingga kalau kedua belah pihak melakukan perdamaian, maka kasusnya bisa dihentikan alias pencabutan berkas laporan kepolisian. “Kita harapkan hubungan suami istri berjalan harmonis. Walaupun bisa berdamai dan kasusnya dicabut, jangan dianggap remeh, sehingga KDRT ini bisa kita tekan,”

jelasnya. Sementara terkait kasus curanmor, lebih banyak karena kelalaian pemilik saat memarkir kendaraan tanpa dikunci stang atau membiarkan kunci nyantol. Untuk itu, warga diingatkan agar hati-hati memarkir kendaraan dan memastikan kalau kunci tidak nyantol saat ditinggal. (kmb38)


Selasa Kliwon, 31 Desember 2019

Wujud Dukungan Energi Terbarukan

PLN Serahkan CSR Sepeda Motor Listrik untuk Pemkab Jembrana

SEBAGAI wujud tanggung jawab perusahaan, PT PLN (Persero) menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana. Bantuan berupa sepeda motor listrik, perlengkapan serta meja dan kursi batu untuk taman merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT PLN (Persero) khususnya ULP Negara. Penyerahan sepeda motor listrik dilakukan di Kantor Bupati Jembrana, Senin (30/12) kemarin. Bupati Jembrana I Putu Artha juga langsung mencoba kendaraan tersebut. Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Bali Utara Ketut Sudita mengatakan, sepeda motor listrik ini merupakan salah satu pemanfaatkan energi terbarukan yaitu bahan bakar listrik. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali menciptakan

Bali yang ramah lingkungan. ‘’Untuk motor listrik, kami di PLN sedang gencar-gencarnya promosi teknologi ke depan. Tidak dapat dimungkiri, teknologi akan terus berkembang. Sehingga ketika BBM sudah habis, ada solusi motor listrik,’’ terangnya. Sepeda motor listrik ini juga dilengkapi surat-surat dan bisa dipakai di jalan umum. Di lingkup PLN UP3 Bali Utara, sepeda motor listrik ini juga sudah diterapkan bagi seluruh manajer ULP. Bantuan ini juga sebagai bentuk apresiasi, karena selama ini koordinasi Kabupaten Jembrana sangat bagus terkait dengan pemenuhan rekening listrik maupun rekening PJU. ‘’Ke depan kontribusi dan sinergi kerja sama ini tetap berjalan,’’ terangnya. Manajer ULP Negara Made Agus Riadi menambahkan, sepeda motor listrik ini se-

lain bentuk apresiasi kepada Pemkab Jembrana yang sudah mendukung program-program PLN terutama pengembangan kelistrikan di Kabupaten Jembrana, juga saat ini Pemkab Jembrana merupakan pelanggan premium. PLN ULP Negara akan terus berusaha memberikan pelayanan yang maksimal. Dengan sepeda motor listrik ini juga sebagai upaya PLN mengenalkan energi terbarukan dimulai dari instansi, baik vertikal maupun horizontal. Di Jembrana, menurutnya, juga telah disediakan sejumlah titik Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di kota Negara hingga Gilimanuk. Sepeda motor listrik ini selain lebih efisien, juga ramah lingkungan karena tanpa polusi. ‘’PLN sangat mendukung dengan energi terbarukan ini, dan di jajaran PLN sudah menggunakan

(motor listrik),’’ terangnya. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha mengapresiasi bantuan sepeda motor listrik dari PLN tersebut. Bupati Artha juga sangat mendukung program PLN untuk menyosialisasikan energi terbarukan ini. Bahkan, Bupati Artha juga mengharapkan beberapa kendaraan operasional lingkup Pemkab menggunakan energi bahan bakar listrik ini. Bupati Artha juga langsung mencoba mengendarai sepeda motor listrik tersebut di areal Kantor Bupati. (ad716) CSR PLN - Jajaran PLN UP3 Bali Utara dan ULP Negara menyerahkan bantuan CSR untuk Pemkab Jembrana berupa sepeda motor listrik yang diterima Bupati Jembrana I Putu Artha.

Ratusan Liter Arak Diamankan Penjual Kembang Api Ditertibkan

Pengganti Panwascam Pekutatan Dilantik Negara (Bali Post) Pengganti anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pekutatan untuk Pilkada 2020 akhirnya dilantik, Senin (30/12) kemarin. Karena dalam pelantikan sebelumnya, Panwascam terpilih I Made Dwi Ari Sanjaya tidak hadir. Bawaslu Jembrana pun mengambil keputusan untuk mengganti anggota Panwascam tersebut. Ni Kadek Eka Windari Yanti, pengganti yang bersangkutan, diputuskan untuk diangkat dan dilantik.

Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan seusai pelantikan mengatakan, penggantian anggota Panwascam Pekutatan ini dilakukan setelah Bawaslu melakukan rapat pleno. Dari hasil rapat pleno itu menelurkan keputu san Nomor: 013/K.Bawaslu. BA-05/HK.01.01/XII/2019 sebagai dasar penggantian calon anggota terpilih sebelumnya. Selain tidak menghadiri pelantikan serentak pada 23 Desember 2019 lalu, yang bersangkutan juga belum melengkapi surat

keterangan bebas narkoba serta surat keterangan sehat rohani. Syarat itu semestinya dikumpulkan ketika terpilih, sehingga juga tidak memenuhi syarat administrasi. ‘’Kita tetapkan calon anggota yang (nilai skor) berada di bawah calon anggota sebelumnya. Akumulasi hasil tes CAT dan wawancara,’’ terang Pande. Ia juga menekankan agar dalam proses pengawasan Pilkada 2020 di tingkat kecamatan mengedepankan integritas dan profesionalitas. (kmb26)

Bali Post/olo

AMANKAN ARAK - Petugas Gabungan dari Polres dan Sat Pol PP mengamankan arak dari salah satu pedagang dalam operasi pengamanan Tahun Baru, Senin (30/12) kemarin.

Negara (Bali Post) Ratusan liter arak diamankan petugas saat operasi pengamanan jelang Tahun Baru, Senin (30/12) sore. Tim gabungan dari Polres Jembrana bersama Satpol PP Jembrana juga menyasar sejumlah pedagang kembang api yang belakangan menjamur di pinggir jalan. Total arak yang diamankan sebanyak 121,35 liter di dua pedagang. Dua penjual arak itu di antaranya berlokasi di Lingkungan Petukangan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, dan di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Keca-

matan Negara. Selain mengamankan arak, petugas juga menertibkan pedagang kembang api di pinggir badan jalan maupun trotoar Jalan Sudirman dan Jalan Ngurah Rai. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan

Sinaryasa didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundan-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma mengatakan, kembang api yang dijual sudah sesuai izin. Mereka hanya menjual kembang api berdiameter di

bawah 2 inci. Tetapi untuk tempat berjualan yang di antaranya menggunakan badan jalan dan trotoar ditertibkan oleh petugas Satpol PP. Mereka diminta pindah agar tidak mengganggu jalan dan trotoar. (kmb26)

Jalan Baru Hadir pula Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, dan utusan dari Pemkab Tabanan. Ahmad Subki dalam sambutannya mengatakan, jalan baru baik titik 3, 4 (wilayah Kabupaten Tabanan) dan titik 5-6 (wilayah Kabupaten Buleleng) diselesaikan tepat waktu. Dengan tuntasnya pembangunan tahap pertama ini, BBPJN akan membuka pemakaian ruas jalan baru ini untuk sepeda motor dan kendaraan kecil. Kesempatan ini dilakukan mulai Senin (30/12) sampai Kamis (2/1) pekan ini. Hal ini untuk mencegah kemacetan arus kendaraan saat libur Tahun Baru 2020. Setelah itu, jalan akan kembali ditutup untuk dilakukan uji kelayakan fungsi selama satu pekan dan kemudian baru kembali dibuka untuk beroperasi secara penuh.

Terkait dampak pembangunan jalan baru, Ahmad Subki menyebut sesuai tujuan awal pembangunan infrastruktur ini adalah untuk memperpendek jarak tempuh dari Denpasar menuju Buleleng. Dengan pembangunan jalan baru ini, jarak tempuh sekarang menjadi lebih singkat. Dia mencontohkan, kecepatan kendaraan yang melintas di jalan baru ini rata-rata 50 kilometer (km) per jam. Sementara kalau melinatsi jalan existing (jalan lama red) kecepatan kendaraan antara 20 km dan paling cepat 30 km per jam. Dengan demikian, jalan baru ini berhasil mempercepat waktu tempuh kendaraan baik dari arah Denpasar ke Buleleng dan sebaliknya. ‘’Selain memperpendek waktu tempuh juga nyaman. Karena turunan tidak terlalu curam dan tikungannya sedikit dan jalannya lebar dibandingkan yang lama,’’ jelasnya. Terkait kekuatan jem-

batan, BBPJN mengklaim dengan konstruksi yang sudah sesuai perencanaan, dapat dilintasi oleh kendaraan dengan bobot 10 ton. Kekuatan ini ditetapkan sesuai standar, sehingga dipastikan kekuatannya bertahan dengan optimal. Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengaku puas dan memuji BBPJN dan kontraktor yang melaksanakan proyek dengan baik. Bahkan, batas waktu pengerjaan proyeknya tepat waktu, sehingga semua tahapan dan mekanisme pelaksanaan proyek shortcut sudah dilalui dengan baik. Meski demikian, Gubernur berharap, setelah uji kelayakan selesai, pemanfaatan jalan bisa dilakukan dengan baik, sehingga pengguna jalan yang sudah menunggununggu pengoperasian jalan baru ini bisa segera menikmati waktu tempuh yang lebih singkat. ‘’Kualitasnya bagus dan selesai tepat

waktu. Saya harap, jalan baru ini bisa difungsikan dengan baik dan waktu uji kelayakan tidak perlu terlalu lama, biar warga lebih cepat memanfaatkan jalan ini, apalagi memasuki libur Tahun Baru 2020,’’ jelasnya. Di sisi lain, Gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula ini mengatakan, setelah menuntaskan shortcut 3, 4, 5, dan titik 6, tahun 2020 akan dilanjutkan membangun shortcut titik 7, 8, 9, dan 10. Empat titik shortcut ini sekarang sudah tahap pembebasan lahan dan dua titik yaitu 7 (zona A, B, dan dan zona C) dan 8 konstruksinya dibangun mulai tahun 2020. Tidak itu saja, di tahun yang sama, Gubernur telah berkoordinasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun shortcut titik 11 dan 12. Lokasi ini berada pada jalur curam dan sempit di wilayah Bangkiang Sidem, Kecamatan Sukasada. (kmb38)

Selasa, 31 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus And Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping

09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Bali TV Shop Punggung 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Serati Banten (5)

12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 13:30 Wita Bali TV Shop Lutut 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini

16:05 Wita Lila Cita Sanggar Siwa Surjana (1) 17:00 Wita Kaleidoskp Bali 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Ongkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Pidato Akhir Tahun Gubernur Bali 21:00 Wita Songsong Matahari 2020

Bali Post/olo

Pelantikan – Pelantikan anggota Panwascam Pekutatan yang merupakan pengganti calon anggota yang sebelumnya tidak hadir dalam pelantikan bersama

Bidang Energi Pemimpin juga harus memiliki kecakapan profesional dan menjadikan Bali mandiri dalam hal sandang dan pangan, termasuk mendiri dalam

bidang energi. Pemimpin hendaknya tetap menginspirasi bangkitnya rasa optimisme dan kerja keras dan serius menjaga Bali. Pendekatan mengawal peradaban dan harmoni di tanah Bali hendaknya dilakukan secara bijak

dengan mengedepankan kepentingan Bali, bukan ambisi personal. Untuk itu, semua elemen Bali hendaknya berada dalam gerakan menuju Bali Era Baru dengan menguatkan kemandirian Bali. (dir/ram)


SeLASA KLIWON, 31 Desember 2019

MENTERI PPPA BINTANG PUSPAYOGA MENTERI WANITA PERTAMA DARI BALI


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 31 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu