Skip to main content

Edisi Senin 31 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

SEJAK 1948

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

SEHARI lagi kita memasuki babak baru dalam pertarungan hidup di berbagai sektor. Tahun 2019 yang merupakan tahun dengan shio Babi Tanah akan menjadi tahun penuh kejutan. Setidaknya bagi Bali. Nasib perekonomian Bali juga akan dipertaruhkan. Walaupun berbagai kalangan memasang target optimis dengan angka 6,00 – 6,40 persen tampaknya tantangan itu relatif berat. Bali juga berpotensi mengalamai tantangan serius. Tekanan politik, pergerakan dunia digital dan lemahnya penguatan ekonomi alternatif menjadi ancaman serius. Tahun 2019, sampai memasuki semester I, ekonomi Bali akan dihadapkan pada tantangan dan kerawanan bidang politik ekonomi. Kampanye politik yang cenderung bergerak pada pendekatan ekonomi pragmatis menimbulkan gesekan. Masyarakat ekonomi terbelah menjadi dua kubu. Kondisi ini berlangsung hingga April 2019. Kondisi itu membuat masyarakat ekonomi tidak fokus. Secara bisnis jelas sangat rawan. Laju pertumbuhan dunia digital juga membuat pelaku pasar masih beradaptasi. Hal tersebut menjadi hambatan karena akan menimbulkan perubahan cara berbisnis. Tantangan paling serius tentu perang dagang yang tak kunjung usai. Ini merupakan risiko global. Mencermati berbagai potensi ekonomi 2019 dan risikonya bagi Bali, Bali Post berdiskusi dengan praktisi dan ekonom di antaranya ada Viraguna Bagoes Oka, Dr. I Gde Made Sadguna serta Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali Azka Subhan. Pencermatan mereka terhadap perekonomian Bali 2019 umumnya positif. Namun, besarnya hambatan mengharuskan Bali mengelola tahun 2019 secara profesional. Tahun 2019 harus dikelola sebagai tahun produktivitas dan kualitas. Tahun ini jangan dibiarkan lewat sebagai tahun politik tanpa ada upaya melakukan recovery dan move on terhadap penguatan ekonomi Bali. Perekonomian dunia di tahun babi tanah agak mendung. Ini ditandai dengan pertumbuhan yang melamban dan diselimuti oleh ketidakpastian yang juga berimbas ke Bali. Pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan menurun dan berada pada kisaran 3,5 persen. Di tingkat nasional, Presiden Jokowi mematok angka pertumbuhan 5,3 persen untuk tahun 2019. Dampak positif pembangunan infrastruktur yang cukup masif di seluruh wilayah Indonesia mestinya mulai menampakkan hasilnya di tahun 2019. Pilpres dan pilkada serentak di seluruh Indonesia jelas akan mendorong permintaan agregat dari sisi konsumsi. Sepanjang tidak terjadi kegaduhan politik yang memicu kekhawatiran bisnis maka dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dapat kita harapkan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali memperkirakan pertumbuhan ekonomi Bali akan berada pada kisaran 6 6,40 persen. Optimisme ini terutama didukung oleh tren kegiatan sektor pariwisata yang masih terus meningkat. Beberapa kebijakan Gubernur Bali yang baru, tentu juga akan mempunyai dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Pergub No.79 dan 80 yang dikeluarkan barubaru ini akan mendorong pertumbuhan industri garmen lokal untuk memenuhi kenaikan permintaan akan pakaian adat Bali serta menstimulasi pula kegiatan sektor jasa yang terkait. Kebijakan yang mendorong penggunakan produk pertanian dan industri kerajinan lokal yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat bisa dipastikan akan lebih meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali. Meski demikian, para pelaku usaha dan perekonomian Bali harus tetap mengupayakan peningkatan produktivitas serta kualitas produk. Pelaku usaha Bali harus bersaing memenuhi permintaan pasar lokal maupun pasar ekspor. Peluang bisnis yang tercipta dari berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara optimal. Dunia usaha harus tetap melakukan investasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta terus-menerus melakukan investasi dalam human capital agar SDM Bali mampu bersaing dan memanfaatkan kemajuan teknologi itu dalam pengembangan produk dan bisnisnya. Untuk mendorong akselerasi ekonomi Bali, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali mendesak bidang pariwisata dapat dibenahi dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga diperoleh manfaat pada ekonomi Bali secara lebih nyata. Sumber pertumbuhan ekonomi lain pendukung pariwisata juga harus mendapat prioritas, misalnya sektor perkebunan/ pertanian seperti kopi dan kakao yang berorientasi ekspor serta pengembangan berbagai macam industri kreatif yang seiring dengan budaya dan kearifan lokal Bali. Dalam jangka pendek, Bali tentu harus mampu mewujudkan pemerintahan yang andal. Kepemimpinan Bali harus menjadi role model yang memiliki visi jangka panjang serta tangguh dalam implementasinya. Pemimpin juga harus memiliki kecakapan profesional dan menjadikan Bali mandiri dalam pengendalian inflasi. Pemimpin hendaknya tetap menginspirasi gerakan dunia usaha untuk berinvestasi serta melakukan terobosan nyata dalam menekan kepincangan kemiskinan. Pendekatan ekonomi di sektor pariwisata Bali hendaknya dilakukan dengan pendekatan kualitas dan produktivitas yang berdaya saing. Untuk itu, semua elemen Bali hendaknya berada dalam gerakan menuju kemandirian ekonomi Bali. l Dira Arsana

Tidak Terbit

Pada Selasa 1 Januari 2019 yang merupakan hari libur nasional, Bali Post tidak terbit. Bali Post terbit kembali pada Rabu (2/1). Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan, mohon maklum. Penerbit


DENPASAR

2

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

FIGUR Berdayakan Penyandang Disabilitas

PERMAINAN MASSAL –

DENPASAR Festival (Denfest) yang merupakan event rutin tahunan gelaran Pemkot Denpasar difungsikan untuk menampilkan dan mempromosikan hasil kreativitas segenap komponen masyarakat dan perajin Kota Denpasar. Pada Denfest 2018, misalnya, Pemkot juga menyediakan stan untuk menampilkan kreativitas para penyandang disabilitas dan rumah berdaya bagi orang dengan gangguan jiwa. Mereka sengaja diberikan tempat khusus agar karya kreativitas mereka dikenal masyarakat umum. Selain itu, mereka memiliki rasa percaya diri atas kekurangannya. Perhelatan Denfest 2018 juga mendapat apresiasi khusus dari istri Menteri Perhubungan RI, Endang Sri Hariyatie. Istri pejabat pusat ini mengunjungi sejumlah stan wirausaha bersama istri Menteri Koperasi dan UKM RI Ny. Bintang Puspayoga dan istri Derektur Utama Angkasa Pura I Septima Kurnianingsih. Menurutnya, Denfest yang diselenggarakan Pemkot Denpasar sangat menakjubkan. Selain kerajinannya yang memiliki berbagai ciri khas, harga produk kerajinan seperti songket tenun sutra juga sangat terjangkau. “Karena harganya langsung dari perajinnya sendiri, sehingga harganya terjangkau sekali. Jika dipromosikan secara nasional, maka akan lebih sukses lagi. Meskipun sekarang sudah sangat sukses,” ujarnya. Tidak hanya Denfest, ia juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Denpasar karena telah bisa memberdayakan para penyandang disabilitas maupun orang dengan gangguan jiwa. Sehingga mereka bisa menghasilkan karya-karya kreatif dan bisa hidup mandiri. “Ini merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan patut dipertahankan dan ditiru,” tegasnya. (ara)

Puputan Badung, I Gusti

Polisi Obok-obok Hiburan Malam Denpasar (Bali Post) Berdasarkan perintah petinggi Mabes Polri, Polda Bali dan Polresta Denpasar serentak menggelar sweeping di tempat hiburan malam, Sabtu (29/12). Setelah mengobokobok tempat hiburan malam, nihil ditemukan narkoba. Polisi hanya menjaring pengguna barang terlarang tersebut. Operasi yang digelar Polresta dipimpin Wakapolresta AKBP Nyoman Artana. Sasarannya karaoke, diskotek, kafe dan tempat yang dianggap rawan peredaran gelap narkoba. Dengan melibatkan 62 personel dari Polresta dan BNNK Badung, petugas menyasar Karaoke Platinum KTV di Jalan Suwung Batankendal, Denpasar Selatan dan memeriksa 15 room. Selanjutnya, New Star Karaoke di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, petugas menyisir enam room. “Jumlah pengunjung yang dites urine sebanyak 15 orang, terdiri dari 12 laki-laki dan tiga wanita. Satu pengunjung pria dinyatakan positif mengonsumsi narkoba dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, Minggu (30/12) kemarin. Sementara tim gabungan Direktorat Resnarkoba Polda Bali, Sabhara Polda Bali, Rumah Sakit Bhayangkara, Bidang Humas, Propam dan BNNP Bali merazia tiga tempat hiburan malam. Tujuannya untuk mencegah peredaran narkotika dan obat terlarang (narkoba) menjelang tahun baru. “Pemeriksaan dilaksanakan mulai pukul 23.00 Wita hingga pukul 02.30 Wita. Hasil pemeriksaan di tiga tempat hiburan malam, tidak ditemukan barang bukti narkoba,” kata Kabag Binops Ditresnarkoba Polda Bali, AKBP I Gede Sujana. Sasaran razia, lanjut Sujana, yaitu Kafe Delona, Denpasar Selatan, tidak ada indikasi penyalahgunaan narkoba. Selanjutnya sweeping dilakukan di Kafe Pandawa di Jalan By-pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan, juga nihil adanya indikasi penyalahgunaan narkoba maupun barang terlarang. Terakhir petugas merazia New Bahari Entertainment di Jalan Gurita, Denpasar Selatan, di mana seluruh pengunjung diperiksa dengan teliti. Bahkan karyawan New Bahari tidak luput dari pemeriksaan. “Selain menggeledah dan memeriksa barang bawaan, kami juga melakukan tes urine terhadap pengunjung yang dicurigai. Kami melakukan tes urine 10 pengunjung Kafe Delona dan 29 pengunjung New Bahari. Hasilnya tidak ada yang mengandung narkoba,” ungkap Sujana. Ia menjelaskan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan untuk mencegah masuk dan beredarnya narkoba di wilayah Bali, terutama menjelang tahun baru. Pasalnya, narkoba diduga marak digunakan pada saat merayakan malam pergantian tahun. (kmb36)

‘’Playground’’ atau areal bermain massal permainan tradisional di Lapangan

Ngurah Made Agung pada Denfest 2018, Minggu (30/12) kemarin diserbu pengunjung. Tampak sejumlah anak asyik bermain pada permainan Macagcag. Para pemain melewati rintangan berupa tongkat bambu dengan

’’Urban Playground’’ di Denfest 2018

mengikuti irama lagu.

Interaksi dan Pengenalan Permainan Tradisional bagi Anak Zaman ’’Now’’ DENPASAR Festival (Denfest) menjadi event seru bagi masyarakat Kota Denpasar di pengujung tahun. Menyajikan beragam sajian menarik seperti pameran kerajinan UMKM, kreativitas anak muda hingga kuliner. Sejalan dengan tema Denpasar Festival 2018 yaitu ‘’Urban Playground’’, Denfest tahun ini memberi porsi dan ekspos lebih kepada permainan tradisional Bali. Permainan-permainan tradisional dikemas melalui berbagai cara mulai dari menampilkannya pada pembukaan Denfest 2018, Jumat (28/12) lalu hingga berupa

ekshibisi yang tujuannya memberi interaksi kepada pengunjung khususnya anak terhadap permainan tradisional. Pada hari ketiga penyelenggaraan Denfest 2018, Minggu (30/12) kemarin, nampak keseruan di areal Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung. Para pengunjung yang mayoritas membawa anakanaknya dapat mengenalkan permainan tradisional yang mungkin saja di zaman sekarang susah ditemui. Dengan dibantu sejumlah instruktur dari Sanggar Hung Bali, anak-anak pen-

gunjung Denfest 2018 dengan asyiknya mencoba aneka jenis permainan tradisional Bali seperti Tengkleng, Matajog, Memobil–mobilan, Macagcag, dan Ular Tangga yang keseluruhan area permainannya dibentangkan di sisi barat Lapangan Puputan Badung. I Gede Arya Swastika dari Hung Bali menjelaskan, dengan dibangunnya Playground atau areal bermain massal di Denfest 2018 bertujuan mengenalkan kembali beraneka jenis permainan tradisional yang sudah sangat jarang dijumpai dan dimainkan oleh anak-anak di era sekarang.

‘’Selain juga penting dalam membentuk karakter anak seperti rasa saling menghargai dan tolong-menolong melalui interaksi saat memainkan permainan tradisional bersama rekannya,’’ paparnya. Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini berupa sosialisasi, lomba dengan hadiah buku cerita karya Made Taro dan interaksi langsung kepada pengunjung dengan memainkan permainan tradisional. Para instruktur yang membantu anak-anak bermain merupakan bimbingan langsung tim dari Made Taro sebanyak 15

orang dengan dibantu oleh Forum Anak Daerah Kota Denpasar. Salah seorang anak yang sedang bermain, Wikan, mengaku baru pertama kali memainkan permaianan Macagcag di mana memainkannya melewati rintangan berupa tongkat bambu dengan mengikuti irama lagu. ‘’Permainannya sangat seru, namun memainkannya sedikit susah, namun sudah dibantu oleh kakak–kakak instrukturnya. Mau dong kalau nanti diajak bermain permainan tradisional seperti ini lagi,’’ ujarnya. (ad874)

Miliki Komitmen dan Kepedulian Kesejahteraan Sosial

Kemensos RI Anugerahkan Penghargaan Kesetiakawanan Sosial untuk Ny. Selly KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) RI menganugerahkan penghargaan kesetiakawanan sosial kepada Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra di Jakarta, Rabu (19/12) lalu. Ny. Selly Dharmawijaya Mantra satu-satunya Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) di Bali yang meraih penghargaan kesetiakawanan sosial dari Kemensos RI yang bertepatan dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional. Penghargaan ini dipersembahkan karena Ny. Selly memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Denpasar. Penghargaan ini tak terlepas dari komitmen dalam mewujudkan kepedulian kesejahteraan sosial yang telah melekat dalam sosok Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra. Hal ini dibuktikan lewat berbagai program dan inovasi dari istri Wali Kota Rai Mantra ini dalam melakukan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, hingga lansia. Besutan inovasi Ny. Selly bersama K3S sebagai mitra Pemkot Denpasar dalam bidang sosial, seperti melakukan pemberdayaan dalam kreativitas disabilitas menyanyi, bermain musik hingga berwirausaha le-

wat bentukan Difablepreneur. Bunda Selly, sapaan akrab Ny. Selly, bagi penyandang disabilitas di Kota Denpasar sangat dikenal dekat dan familiar. Keterbatasan bukan menjadi halangan untuk berkreativitas. Hal itulah yang menjadi pegangan Ny. Selly dalam merangkul disabilitas untuk berdaya, dan berkarya. Tidak hanya sebatas dalam menyerahkan bantuan seperti kursi roda, tongkat ketiak, tongkat kaki empat, alat bantu dengar, tongkat tuna netra, pelatihan wirausaha, hingga bantuan sembako serta modal usaha, namun juga berkomitmen memberikan disabilitas ruang berkreativitas. “Penghargaan ini menjadi cambuk motivasi bersama untuk terus meningkatkan kepedulian kesejahteraan sosial bersama, serta penghargaan ini saya persembahkan kepada seluruh penyandang disabilitas,” ujar Ketua K3S Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang ditemui secara khusus, Minggu (30/12) kemarin, saat mengunjungi dan memotivasi disabilitas di stan Difabelpreneur Denpasar Festival 2018. Menurut Ny. Selly, langkah pemberdayaan bersama bagi disabilitas tentunya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, namun dibutuhkan siner-

gitas bersama seluruh elemen masyarakat. Pemberdayaan menjadi gereget K3S bersama Dinas Sosial dalam merangkul dan memberikan mereka ruang, serta kesempatan yang sama di setiap lini pembangunan Kota Denpasar. “Disabiltas Denpasar banyak yang telah bergelut untuk berwirausaha, seperti membuat kue, tata rias, melukis, penulis, entertaimen, hingga produk kerajinan,” ujarnya. Dari keberadaan difabelpreneur ini, pihaknya terus memberikan langkah pemberdayaan, seperti pelatihan, motivasi, yang tak terlepas juga memberikan ruang kreativitas. Karena menurutnya tanpa memberikan ruang dan kesempatan dalam menunjukkan kreativitasnya sehingga mereka terus bersemangat untuk berkarya dan berdaya bersama. Pemilihan Putra Putri Tuli salah satu dari ruang kreativitas yang secara bergulir terus diberikan kepada komunitas tuli, hingga merangkul disabilitas tuna netra dalam berkreativitas berkesenian hingga berwirausaha. Ny. Selly juga menjelaskan, keberadaan Rumah Berdaya Kota Denpasar sebagai wadah berkumpul penyandang skizofrenia di Kota Denpasar. Dalam wadah ini mereka telah mampu

PENGHARGAAN - Ketua K3S Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra mempersembahkan penghargaan Kesetiakawanan Sosial dari Kemensos RI kepada Disabilitas Denpasar di Stan Difabelpreneur Denpasar Festival 2018, Minggu (30/12) kemarin. berdaya dan berkreativitas bersama dengan tetap memperhatikan kesehatan berdaya dan berkarya bersama yang telah mampu menghasilkan manfaat tersendiri bagi kehidupan sehari-hari mereka. Seperti mengolah limbah sabun hotel untuk dijadikan sabun kembali telah dipasarkan dan didukung melalui beberapa hotel yang ada di Kota Denpasar. Mengolah kain perca sprai hotel yang dijadikan tas tangan yang

kreatif, hingga menghasilkan t-shirt lukis dari hasil karya para penyandang skizofrenia. “Semua karya-karya mereka ini juga dapat dilihat dan tentunya dapat dikoleksi pada kegiatan Denpasar Festival pada stan khusus Difabelpreneur yang berada di kawasan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung yang diharapkan dapat mendukung kreativitas mereka,” ujar Ny. Selly. (ad866)

Hari Ini Tinggalan Dalem Ngadeg Ratu Ring Istana Mancawarna

Shri Gusti Wedakarna Beri Keris ke Sejumlah Anak Bali yang Diberi Nama ”Wedakarna”

Bali Post/ist

RAZIA - Tim gabungan Polda Bali saat menggelar razia di tempat hiburan malam.

819446 / 081337032965

Topik : TAHUN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS

HARI ini Senin, 31 Desember 2018 (Kliwon, Sasih Kapitu, Wuku Kuningan, Isaka Warsa 1940), Istana Mancawarna Tampaksiring menggelar upacara Raja Yadnya dalam rangka memperingati tahun kesembilan malinggih-nya Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III sebagai Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX. Persiapan pun telah dilaksanakan, termasuk rencana menedunkan tari ‘‘Bedoyo Segoro Kidul” yang akan ditarikan di hadapan panglingsir dan tamu kehormatan di Istana Mancawarna Tampaksiring. Tari Bedoyo Segoro Kidul adalah tari sakral untuk menghormati Ibu Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan dan tari ini digagas oleh Shri Arya Wedakarna sejak tahun 2016 dan hanya dipentaskan tiga kali dalam setahun, yakni pada 23 Agustus (Sugeng Wiyosa), 11 November (Hari Kelahiran Majapahit), dan 31 Desember (Ngadeg Ratu). Demikian diungkapkan Jevon Sarmav (Karumga Istana Mancawarna) di sela-sela persiapan upacara. “Sesuai dengan pesan Shri Gusti bahwa upacara peringatan Ngadeg Ratu diadakan secara sederhana, mengingat kondisi bangsa yang masih dilanda bencana. Walau begitu, tentu tidak akan mengurangi

ISTANA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingi Ida Shri Bhagawan Dalem, Ratu Biang dan Shri Gusti Bhisma Vedanta IV saat memberi penghargaan kepada Sang Kt. Satria Wedakarna, I Gusti Agung Lanang Wisnu Wedakarna, I Nym. Guna Galang Wedakarna dan Kt. Guna Galih Wedakarna. makna kesakralan, karena intinya upacara ini ditujukan kepada leluhur Majapahit,” ungkap Sarmav. Adapun secara umum, upacara Raja Yadnya ini telah dilakukan sejumlah rangkaian upacara, di antaranya matur

piuning kehadapan leluhur di sejumlah titik tertinggi spiritual di Indonesia yakni Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat, Parang Tritis Yogyakarta serta Trowulan Jawa Timur yang dilaksanakan oleh para Adipati Majapahit di seluruh

tanah Jawa. Selain itu, bertempat di Istana Mancawarna Tampaksiring dilaksanakan sejumlah acara yakni Raja Yadnya yang di-puput oleh Ida Pedanda Istri Gede Anom Karang (Geria Tampakgangsul Denpasar), Upacara Agnihotra oleh ashram serta jamuan makan dan penyerahan penghargaan kepada sejumlah figur Hindu dari seluruh Indonesia. Uniknya, setiap tahun Istana Mancawarna Tampaksiring selalu memberikan penghargaan berupa Cihna Keris Pengijeng kepada sejumlah putra Bali yang memiliki nama “Wedakarna”. “Dalam catatan Istana, sampai sekarang sudah lebih dari sepuluh bayi yang dinamakan Wedakarna oleh orangtua mereka. Ini fenomena yang sangat baik, karena konsep Manunggaling Kawula Gusti akhirnya berjalan secara alamiah. Ini wujud bahwa masyarakat Bali tidak melihat sosok Shri Gusti sebagai pejabat, tapi lebih dari itu yakni sebagai simbol dan pengayom Bali Dwipa. Semoga lebih banyak lahir Wedakarna Wedakarna lain di tanah Bali,” ungkap Sarmav. Di tempat terpisah, Shri Arya Wedakarna menyampaikan bahwa kegiatan Raja Yadnya ini murni ia persembahkan kepada leluhur untuk kemuliaan nilai-nilai Majapa-

hit. “Setiap 31 Desember tiang selalu ingat akan jasa Sri Brahmaraja Wilatikta dari Puri Surya Majapahit Trowulan Jawa Timur yang telah memberikan amanat mengemban amanat leluhur Sabdo Palon. Raja itu memimpin sekala dan niskala, dan juga mengabdikan diri secara penuh pada tanah pertiwi. Di samping itu, tiang ingin memberikan upacara Yadnya kepada leluhur kami Raja Badung Pertama yakni I Gusti Tegeh Kori. Beliau sebagai keturunan dari Brahmana Majapahit Sri Aji Kresna Kepakisan memiliki jasa bagi sejarah Bali. Wajar jika ada warih bangga dengan kepahlawanan leluhurnya, ini wujud dari Tri Sakti Bung Karno, berkepribadian di bidang kebudayaan. Mohon doa restu, mangde karya berjalan lancar,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga pendiri Patung Dewi Danu tertinggi sebagai simbol Ibu di Danau Batur, Kintamani. Selain itu, upacara Raja Yadnya menjadi istimewa karena akan dirangkaikan dengan rencana Pamelaspasan Merajan Puri Ageng Tegeh Kori ring Badung, Pere-smian Istana Kaputren ring Denpasar dan juga rencana Pawiwahan Agung Shri Gusti Arya Wedakarna yang akan dilaksanakan pada 2019. (ad868)


BADUNG

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

3

Hambat Laju Investasi, Dewan Minta BPHTB Ditinjau Ulang Mangupura (Bali Post) -

Banyak investor mengalihkan investasinya ke luar Badung. Hal ini dipicu tingginya nilai Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Akibatnya, potensi pajak kian merosot yang berujung pada pendapatan Badung. Untuk itu, kalangan DPRD Badung meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan BPHTB. Seperti yang diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Badung Wayan Suyasa. Politisi asal Penarungan ini menyatakan BPHTB yang tinggi sangat bermanfaat untuk melestarikan lahan yang ada, khususnya pertanian. Namun

dari sisi investasi kebijakan ini sangat tidak menguntungkan, sehingga investor memilih mengalihkan investasinya ke wilayah lain. ‘’Sedangkan tanpa investor, pariwisata dipastikan tidak akan berkembang. Pariwisata

tak berkembang, pendapatan dari sektor pariwisata pun tak tumbuh,’’ ungkap Suyasa, Minggu (30/12) kemarin. Politisi Partai Golkar itu meminta Pemkab Badung meninjau kembali kebijakan soal BPHTB sehingga mampu di-

jangkau oleh investor. Selanjutnya, arus investasi kembali lancar seperti sebelumnya. Suyasa juga menyoroti defisitnya APBD Badung 2018 lantaran kekeliruan rancangan APBD sebelumnya. ‘’Untuk menghindari defisit seperti tahun ini, kami berharap Pemkab melakukan prognosis pendapatan secara riil,’’ katanya. Satu upaya yang bisa dilakukan untuk menggenjot pendapatan dari sektor

pariwisata, ujar Sekretaris Partai Golkar Badung tersebut adalah mendata kembali vila-vila yang ada. ‘’Saat ini sedikitnya ada 700 vila di Badung,’’ tegasnya. Ketua FSP Bali Kabupaten Badung itu menyebutkan, hanya sekitar 400 vila yang mengantongi izin. Untuk itu, dia berharap vila-vila di Badung mulai didata dan dibuatkan kebijakan, sehingga bisa dikenakan pajak seluruhnya. ‘’Karena itu, pendapatan pa-

jak dari vila lost hampir dari 300 unit. Nilainya pun cukup besar. Vila yang telah didata, jika memang memungkinkan tentu diberikan izin,’’ tegasnya. Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menyambut baik gagasan untuk meninjau kembali kebijakan mengenai BPHTB. Dia menyadari, BPHTB yang terlalu tinggi menghambat masuknya arus investasi khususnya ke Badung. ‘’Kami sepakat akan

meninjau ulang kebijakan mengenai BPHTB ini. Berapa nilai BPHTB yang ideal, ini yang akan kami bahas terlebih dahulu,’’ katanya. Seperti diketahui, melonjaknya BPHTB tak lepas dari meroketnya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) khususnya tanah. Kenaikan NJOP tanah ada yang hingga ratusan persen. Karena NJOP yang melambung, BPHTB pun menjadi sangat tinggi. (kmb27)

Batal di Laut, Pesta Kembang Api Digeser ke Pantai Mangupura (Bali Post) Rencana perayaan malam tahun baru di Kuta dengan kembang api spektakuler dari tengah laut dibatalkan. Pesta kembang api akan dilakukan dari pantai. Kepala Dinas Pariwisata Badung Made Badra mengatakan, hal tersebut diputuskan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah 3 Denpasar, Polda Bali dan Bupati Badung dengan mempertimbangkan berbagai factor, khususnya keselamatan. ‘’Pesta kembang api akan tetap kami laksanakan, namun akan diselenggarakan di darat di kawasan bibir Pantai Kuta dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Sebab sangat tidak memungkinkan untuk menembakkan kembang api dari tengah laut, sekalipun itu menggunakan kapal,’’ kata Badra, Minggu (30/12) kemarin. Meski digeser, kata Badra euforia pesta kembang api tidaklah berkurang. Sebab tidak ada agenda yang diubah, kecuali untuk lokasi peluncuran kembang api. Pesta kembang api akan diselenggarakan di pantai sekitar kawasan Hotel Citadines Kuta. Jumlah kembang api yang ditembakkan 5.000 shot dari berbagai macam tipe dengan berat total 350 kg. Durasinya selama 15 menit. ‘’Jadi, rencana pelontaran kembang api dari kapal ponton ini kita digeser ke darat. Tapi sebagian masih dilontarkan di laut, dengan jarak 50 meter dari pesisir pantai dengan menggunakan rigging scaffolding,’’ jelasnya. Sementara itu, menurut

keterangan Prakirawan BBMKG wilayah III Denpasar Eka Putra Raharja, cuaca sampai dengan 1 Januari 2019 masih berawan dan berpotensi hujan. Hujan bervariasi, antara ringan sampai sedang pada siang dan sore hari. Sedangkan untuk hujan lebat, potensinya kecil, begitu juga peluang terjadinya petir sangat kecil. Suhu udara berkisar 2332 derajat Celcius dengan kelembaban udara berkisar 65-95 persen. ‘’Pada malam hari potensi hujan terjadi di Bali bagian barat. Untuk pagi hari setelah pergantian tahun, potensi hujan terjadi di Bali bagian selatan, utamanya bagian pesisir. Variasi hujannya dari ringan sampai sedang. Tapi secara umum ringan dengan kondisi hujan sedang cuma beberapa saat,’’ ucapnya. Dia menyebutkan, yang perlu diwaspadai adalah gelombang laut di pesisir Bali selatan serta kondisi angin. Untuk tiga hari ke depan, gelombang di pesisir Bali selatan bisa mencapai 3 meter lebih dan pesisir Bali utara bisa mencapai 2 meter lebih. Sementara untuk angin, bertiup relatif kencang dengan kecepatan mencapai 40 km per jam atau 20 knot. Angin bertiup dari barat ke barat laut. ‘’Yang lebih perlu diwaspadai adalah aktivitas yang bersentuhan dengan pantai, sebab kondisinya bisa lebih intens karena wilayah pesisir. Kondisi ini belum termasuk puncak musim penghujan. Puncak penghujan itu kemungkinan terjadi di akhir Januari atau awal Februari 2019,’’ jelasnya. (kmb23)

Pergantian Tahun di Kuta, DLHK Siagakan 1.000 Personel

Mangupura (Bali Post) Malam pergantian tahun di Pantai Kuta hingga Seminyak tidak saja menjadi perhatian khusus kepolisian. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung pun mengantisipasi melonjaknya volume sampah dengan menyiagakan 1.000 personel. Hal itu diungkapkan Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan, Minggu (30/12) kemarin. Menurutnya, pihaknya sudah terus melakukan pembersihan pantai dari kawasan Kuta hingga Petitenget. Secara umum di Badung untuk malam pergantian tahun diperkirakan ada ratusan titik berkumpul dan berpotensi sampah. Ratusan titik tersebar dari Petang hingga Kuta Se-

latan. ‘’Kami pun siagakan 18 tim untuk pembersihan sampah-sampah di titik berkumpul yang berpotensi sampah tersebut,’’ ucapnya. Dia menegaskan, tidak hanya di kawasan kuta saja petugas disiagakan. Tim DLHK Badung melakukan pembersihan dari kawasan Petang hingga Kuta Selatan. Dijelaskannya, untuk di Kabupaten Badung, sampah reguler mencapai 286 ton per hari. Dari jumlah tersebut, 98 persennya sampah organik dan dua persen sampah plastik. Pada Natal dan Galungan serta menjelang tahun baru, penambahan sampah bisa mencapai 20 persen atau sekitar 50 ton per hari. Sehingga total volume sampah bisa mencapai 336 ton per hari. (kmb23)

Bali Post/edi

PETUGAS - Petugas DLHK Badung saat membersihkan pantai, belum lama ini.

Bali Post/ist

RAMP CHECK - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti didampingi Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara Herson saat melakukan ramp check, Minggu (30/12) kemarin di Bandara Ngurah Rai.

Dirjen Perhubungan Udara ”Ramp Check” Pesawat

Mangupura (Bali Post) Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti, Minggu (30/12) kemarin melakukan ramp check pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kegiatan ini untuk memastikan pesawat-pesawat yang dipakai maskapai penerbangan dalam keadaan laik terbang

dan memenuhi standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Dirjen Polana Banguningsih Pram est i m eny eb ut kan, pihaknya mengambil sample ramp check untuk pesawat Garuda jenis Boeing 737-800. Hasilnya, dari aspek mesin, asesoris, perlengkapan dan kru, semua memenuhi syarat sesuai

ketentuan berlaku. ‘’Dari catatan, pesawat ini sudah dilakukan sebanyak enam kali ramp check,’’ ucapnya. Menurutnya, dari 20 Desember hingga kemarin, ramp chek sudah dilakukan untuk 95 persen dari 540-an pesawat di seluruh Indonesia. Ini jauh melampaui target yang sebanyak 75 persen. Dari ramp check yang di-

lakukan, kata Polana ada beberapa yang perlu perbaikan kecil. Namun saat itu pula perbaikan sudah dilakukan. Sebelumnya sempat ada pesawat yang di-grounded atau dilarang terbang sementara. Namun saat ini sudah diizinkan terbang kembali. ‘’Untuk di Bali ok, tidak ada masalah. Semuanya memenuhi syarat, tidak ada

kerusakan,’’ ujarnya. Untuk memastikan keselamatan penerbangan, p ihaknya m enginga tkan kepada semua operator agar selalu memenuhi persyaratan safety. ‘’Yang penting adalah keselamatan, keamanan dan juga pelayanan kepada penumpang harus ditingkatkan,’’ tegasnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung, mengagendakan pelantikan tiga Perbekel terpilih tepat pada perayaan pergantian tahun 2018, Senin (31/12) hari ini. Pelantikan Perbekel terpilih I Ketut Tirtayasa (Desa Sobangan), I Wayan Rusih (Desa Baha) dan I

Ketut Darta (Desa Munggu) rencananya dilakukan langsung Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Kepala Dinas PMD Kabupaten Badung I Putu Gede Sridana, Minggu (30/12) kemarin mengatakan, sejatinya pelantikan tiga Perbekel terpilih dijadwalkan pada Sabtu (29/12) lalu. Namun lantaran Bupati ber-

halangan hadir, pelantikan terpaksa ditunda. Sridana menyampaikan, pelantikan tiga Perbekel sejatinya dapat diwakilkan. Namun Bupati Giri Prasta berkenan melantik langsung. ‘’Dengan berbagai pertimbangan, maka terpaksa pelantikan ditunda,’’ katanya. Kendati demikian, sesuai jadwal awal pelantikan tetap

akan diselenggarakan di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung. ‘’Kalau tanggal 31 Desember 2018 dilantik, berarti pas akhir tahun. Jadi, tanggal 1 Januari 2019 bisa langsung aktif bekerja,’’ ucap Sridana. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak awal diprediksi ketiga calon ini bakal unggul dari lawan-lawannya. I Ketut Tirtayasa se-

lain sebagai Ketua Ranting PDI-P Desa Sobangan, juga merupakan adik dari I Ketut Golak yang saat ini menjabat sebagai Dirut PDAM Tirta Mangutama. Begitu juga I Wayan Rusih, duduk sebagai Bendahara PAC Kecamatan Mengwi. Sementara I Ketut Darta juga sebagai Ketua Ranting PDI-P Desa Munggu. (kmb27)

Hari Ini, Tiga Perbekel Dilantik

Dua Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi Mangupura (Bali Post) Momen perayaan Tahun Baru 2019 dimanfaatkan oleh bandar narkoba. Beberapa hari menjelang berakhirnya tahun 2018, beberapa kilogram sabu-sabu (SS) masuk Bali. Hal ini terungkap setelah tim Satresnarkoba Polres Badung menangkap tersangka, Andi Hakim (37) di Jalan Dewata, Sidakarya, Denpasar Selatan, Sabtu (29/12) lalu. Pengakuan pelaku yang bekerja sebagai ojek online (ojol) ini, dia mendapatkan kiriman 4 kilogram SS dari Jakarta. Sedangkan untuk ekstasi, Andi mendapat kiriman 5 ribu butir sekali pengiriman. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatresnarkoba AKP Djoko Hariadi, Minggu (30/12) kemarin mengatakan, Andi ditangkap saat melintas di Jalan Dewata, Denpasar Selatan pada Sabtu pukul 20.00 Wita. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan di tas pinggangnya ditemukan 25 butir ekstasi. Kasus ini lalu dikembangkan ke tempat kos pelaku di Jalan Tukad Petanu, Gang Walet, Denpasar Selatan. Saat digeledah, ditemukan 102 butir ekstasi dan 11 paket SS seberat 283,2

Bali Post/rah

NARKOBA - Dua pengedar narkoba kelas kakap diamankan Satresnarkoba Polres Badung. gram bruto. ‘’Pengakuan- pernah menempel 1 kilogram kamar Ari, polisi menyita obokan,’’ tegas Yudith. nya, pelaku sudah tiga bulan dan mendapat bayaran Rp barang bukti empat paket Hasil evaluasi selama sebagai tukang tempel dan 10 juta. ‘’Mungkin bayaran SS seberat 97,37 gram bruto. 2018, Satresnarkoba Polsudah menerima sekitar 4 ki- ini yang membuat pelaku ‘’Total barang bukti yang res Badung mengungkap logram sabu-sabu. Setiap dua ketagihan,’’ ucap AKP Djoko. kami sita sebanyak 381,57 108 kasus, 49 pengguna, 55 minggu dikirim 1 kilogram,’’ Berselang satu jam setelah gram sabu-sabu dan 127 pengedar dan 4 bandar. Baujarnya. penangkapan Andi, tim dip- butir ekstasi. Kedua pelaku rang bukti yang disita yakni Paket SS tersebut dikirim impin AKP Djoko meringkus beda jaringan. Dari barang 879,936 gram SS, 1.808 butir dari Jakarta melalui agen bus Ari Susilo (33). Musisi ini di- bukti yang disita, dapat me- ineks, 22,49 gram tembakau dan disimpan dalam brankas tangkap di tempat kosnya di nyelamatkan 4 ribu orang gorila, 1.761,11 gram ganja, kecil. Setiap nempel, pelaku Jalan Dewata VI, Sidakarya. dari bahaya narkoba. Semua 6,46 gram kokain dan 12.360 dapat upah Rp 50 ribu. Dia Dari hasil penggeledahan dikendalikan dari Lapas Ker- butir pil koplo. (kmb36)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali PLTDG Pesanggaran

Raih Proper Emas 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, salah satu unit yang memiliki tiga unit pembangkit di Pulau Dewata ini, meraih kinerja dalam pengelolaan lingkungan (Proper) yang positif periode 20172018. Dengan memperoleh 1 Proper Emas untuk unit PLTD/G Pesanggaran, 1 Proper Hijau unit PLTG Gilimanuk dan 1 Proper Biru unit PLTG Pemaron dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI). Dalam acara ini dihadiri 174 perusahaan dalam Malam Anugerah Proper 2018 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/12). Proper merupakan program penilaian dari pemerintah kepada perusahaan tentang kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper-LH). Penghargaan Proper Emas ini diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar kepada Direktur Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani didampingi General Manager Unit Pembangkitan Bali IGAN Subawa Putra. Dalam sambutannya, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi apa yang sudah dicapai PT Indonesia Power yang tahun ini mengalami peningkatan prestasi dari Proper

Hijau ke Emas. Menurutnya, PT Indonesia Power telah sukses dalam pengelolaan lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Pemerintah berharap prestasi ini dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi dari tahun ke tahun. Sementara itu, Direktur Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani menjelaskan, keikutsertaan perusahaan dalam Proper berdampak pada adanya penghematan secara finansial. Melalui inovasiinovasi efisiensi biaya produksi dan inovasi pengelolaan lingkungan antara lain penggunaan energi, efisiensi dan penurunan pada beban pencemaran air, penurunan emisi, pengelolaan 3R, baik pada limbah B-3 maupun non B-3, serta pemeliharaan keanekaragaman hayati. Selain itu, manfaat Proper dari sisi community development (comdev) bagi PT Indonesia Power adalah terciptanya lingkungan yang harmoni dengan masyarakat sekitar maupun dengan stakeholder lainnya. Aspek ini mendorong terciptanya perilaku korporat yang selaras dengan budaya setempat, minimasi dampak negatif, berbagi manfaat dengan masyarakat. ‘’Perolehan Proper Emas untuk PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali PLTDG Pesanggaran dan Proper Hijau untuk PLTG Gilimanuk merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi kami.

PENGHARGAAN - Penghargaan Proper Emas diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar kepada Direktur Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani didampingi General Manager Unit Pembangkitan Bali IGAN Subawa Putra. Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung pencapaian ini,’’ ungkap IGAN Subawa Putra selaku General Manager Unit Pembangkitan Bali. Pelaksanaan evaluasi industri Proper periode 2017-2018 dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersamasama dengan provinsi. Mekanisme evaluasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu melalui verifikasi lapangan dan mekanisme penilaian mandiri.

Semarak HUT Ke-34 BKFH Unwar

Proper Emas merupakan penghargaan tertinggi dan terbaik yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI kepada perusahaan yang telah berhasil taat terhadap peraturan perundangan. Proper emas juga merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan program CSR yang berbasis pemberdayaan masyarakat yang telah diimplementasikan oleh PLTDG Pesanggaran. Keberhasilan program pemberdayaan tersebut dilakukan

dengan mengubah paradigma yang dahulu merupakan program bagibagi bantuan (charity) menjadi program terstruktur dan terukur untuk memberdayakan masyarakat. Melalui Proper Emas, PLTDG Pesanggaran telah menciptakan dan mengimplementasikan, baik pelaksanaan dokumen lingkungan/ studi lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian emisi udara dan pengelolaan limbah B-3 dan telah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang baik serta melakukan program inovasi yang menggunakan sumber daya energi secara efisien dan lainnya. Keberhasilan ini pula karena unit usaha PT Indonesia Power tersebut menerapkan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dicanangkan secara konsisten. Hal itu ditunjukkan lewat program CSR yang berbasis pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada peningkatan ekonomi, sosial, dan terwujudnya keberlanjutan serta masyarakat yang mandiri di sekitar wilayah PLTDG Pesanggaran. Beberapa program yang diimplementasikan antara lain pendampingan ibu-ibu membuat sarana upakara yang dijual ke masyarakat melalui program ‘’Sekehe Srati Yadnya Santhi’’ Banjar Ambengan. Selanjutnya bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bali dan yayasan terkait. Selain itu juga

melakukan program ekowisata tukik di Desa Saba dan lembu putih di Desa Taro Kabupaten Gianyar yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Kemudian program comdev yang menjadi primadona adalah desa bebas sampah dan mandiri energi di Desa Gunaksa Kabupaten Klungkung yang menerapkan program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat), sehingga sampah menjadi Zero Waste. Tak hanya itu, juga melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui Kelompok Werdhi Guna perihal metode pengolahan sampah menjadi pelet/briket sebagai subtitusi penggunaan kayu bakar dan dapat menjadi sumber listrik yang dijual ke PLN. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung dan Sekolah Tinggi Teknik PLN melakukan pelatihan metode TOSS ke Desa Gunaksa yang kini banyak direplikasi di berbagai desa dan kabupaten di Bali. Desa Binaan PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali tersebut telah menarik perhatian berbagai pihak, terbukti dengan banyaknya kunjungan dari pemerintah dan swasta, baik nasional maupun internasional selama kurun waktu 2018 ini. Pun Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah dan Tim Penilai Dewan Proper KLHK RI yang diketuai Prof. Soedarto juga pernah berkunjung. (ad872)

Dies Natalis Ke-10 AFS Denpasar

2019, FH Unwar Ditargetkan Terakreditasi Unggul Lahirkan Doktor Baru, 20 Terbaik Nasional Uji Kompetensi

BADAN Kekeluargaan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (BKFH Unwar) merayakan HUT ke34 di areal parkir kampus setempat, Sabtu (29/12). Semarak perayaan HUT diisi dengan berbagai kegiatan. Diawali dengan gerak jalan santai yang dibuka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan ditandai dengan pengibaran bendera serta pelepasan balon dan burung. Selain itu, HUT yang penuh kegembiraan tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Putri Suastini Koster serta berbagai jenis perlombaan lainnya yang melibatkan seluruh cibitas akademika FH Unwar. Selain itu, perayaan HUT juga ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FH Unwar Dr. Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. yang dihadiri Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. beserta Wakil Rektor I, II, dan III, jajaran Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III I Ketut Sukadana, S.H., M.H., Direktur Pasacasarjana beserta Sekretaris, Dekan beserta Wakil Dekan Fakultas di lingkungan Unwar, perwakilan Bank BPD Bali, serta seluruh civitas akademika FH Unwar. Putu Budiartha mengatakan perayaan HUT ke-34 FH Unwar ini merupakan acara puncak dari serangakaian acara yang diawali dengan pelatihan pembuatan buku dan buku ajar serta seminar nasional tentang LPD sebagai lembaga keuangan desa pakraman beberapa minggu lalu. Dikatakan, selama tiga tahun terakhir perkembangan FH Unwar terus mengalami peningkatan. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas kelembagaan. Saat ini FH Unwar memiliki 1.700 mahasiswa aktif. Peningkatan

HUT - Dekan FH Unwar Dr. Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. memotong tumpeng dan kue tar sebagai rasa syukur pada puncak perayaan semarak HUT ke-34 FH Unwar, Sabtu (29/12). jumlah ini dikarenakan FH Unwar selalu berbenah dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswanya. Baik dari segi sarana-parasarana maupun sistem tata kelolanya. Selain itu, jumlah alumni FH Unwar telah mencapai kurang lebih 1.500 orang alumni yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, sejumlah alumni FH Unwar telah mampu menduduki jabatan terpenting pada bidang kerja tertentu. Hal ini tentu menunjukkan FH Unwar sudah mampu menghasilkan alumni yang bisa bersaing dengan dunia global. ‘’Pada kesempatan ini kami juga melibatkan para alumni untuk memeriahkan perayaan HUT. Temu alumni ini bertujuan sebagai tempat berbagi informasi dan menerima masukan-masukan guna membangun FH Unwar lebih baik lagi ke depannya,’’ tandas Budiartha. Meskipun demikian, sampai saat ini FH Unwar masih terakreditas B. Namun, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, pihaknya optimis pada tahun 2019 mendatang, FH Unwar akan terakreditasi unggulan. Apalagi, saat ini FH Unwar telah didukung sebanyak 57 orang dosen, yang terdiri dari 3 orang

guru besar, 20 orang doktor (S-3), 12 orang sedang kuliah S-3 dan 22 orang bergelar Magister (S-2). Rektor Unwar Prof. Widjana mengucapkan selamat untuk FH Unwar yang telah merayaan HUT-nya yang ke-34. Diharapkan FH Unwar mampu melihat seberapa jauh perkembangannya dan segala sesuatu yang masih kurang agar dapat dipenuhi pada tahun depan, sehingga mutu dan kualitas FH Unwar semakin meningkat. Pihaknya mengakui bahwa selama dua tahun terakhir FH Unwar sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Di antaranya telah mampu meningkatkan jumlah jurnal bereputasi, melakukan penelitian dan pengabdian yang menunjukkan peningkatan secara kuantitas dan kualitas FH Unwar. Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat melepas jalan santai mengucapkan selamat untuk FH Unwar yang merayakan hari jadinya yang ke-34. Diharapkan FH Unwar agar terus jaya dan terus menghasilkan alumni yang berkualitas dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan bangsa Indonesia dan Bali pada khususnya, terutama dari segi produk hukum. (ad869)

Rai Mantra Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Joyful Denpasar

Dukung Terus Insan Kreatif Jadi Wahana Promosi dan Edukasi

LOMBA foto dan video bertajuk ‘’Joyful Denpasar’’ yang dirancang Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar berhasil menggali potensi insan muda kreatif di bidang fotografi dan videografi. Di mana terdapat 400 foto dan 35 karya video vlog turut berpartisipasi di tahun 2018 ini. Para juara pun telah ditentukan. Terdapat 18 juara yang terdiri atas juara I, II, III dan 10 juara harapan untuk lomba foto serta juara I, II, III dan 2 juara harapan untuk lomba video vlog. Hadir dalam kesempatan itu guna menyerahkan piala, piagam dan uang pembinaan kepada para pemenang, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Penyerahan hadiah serangkaian Denpasar Festival ini yang dilakukan di Stan Photography Pemkot Denpasar. Dalam kesempatan tersebut juga turut dilaksanakan softlaunching buku ‘’Denpasar From Heritage to Legeancy’’. Adapun yang keluar menjadi juara I untuk lomba foto yakni Rama Gerald Jade, juara II Hendra Setiawan, juara III K. Ade Surya Mahendra, juara harapan I Made Wirawan Putra, I Dewa Made Agus Budiantara, I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara, Kadek Dharmana Githa, A.A. gurah Gede Yudiantara, Kadek Indra Dwi Saputra, Ni Kadek Dwi Rismayani, Ratna Pradhipta Hadi, Hendri Suhandi dan IGA Bagus Jina Satyasa. Sedangkan untuk

PEMENANG – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba foto dan vlog Joyful Denpasar, Sabtu (29/12). juara I lomba vlog yakni I Wayan Eka Saputra, juara II Kadek Angga Pranata, juara III Dwi Adhitama Negara, dan juara harapan Dewa Made Widhya Nugraha dan Nyoman Banu Triyana. Plt. Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B. Mayun Suryawangsa mengatakan, serangkaian pelaksanaan Denfest Tahun 2018, pihaknya turut andil dalam beberapa kegiatan. Di antaranya pameran foto yang bekerja sama dengan Denpasar Photography Comunity dan Lomba Foto dan Vlog Joyful Denpasar. Terkait dengan buku, ia menjelaskan, buku

tersebut merupakan gambaran aktivitas di Kota Denpasaar. Hal ini meliputi aktivitas masyarakat tradisional, modern, tradisi, seni, budaya serta kearifan lokal. ‘’Event seperti ini tentunya harus dimanfaatkan sebagai ajang gali potensi dan mengasah kemampuan,’’ paparnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi pelaksanaan lomba ini. Melalui kegiatan ini insan muda kreatif khususnya di bidang fotografi dan videografi dapat terus tumbuh dan berkembang. (k100)

AKADEMI Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar kini sudah berusia 10 tahun. Puncak Dies Natalis ke10 AFS Denpasar digelar Sabtu (29/12) secara sederhana. Saat itu dosen bergelar doktor baru AFS, P. Santoso, memaparkan orasi ilmiahnya berjudul ‘’Peran Antisosi dan Buah Dewandaru dalam Mengatasi Stress Oksidatif’’. Puncak dies ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur AFS Denpasar Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt. bersama Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Acara juga dihadiri Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Direktur STIBA Saraswati Drs. I Ketut Sularta, M.Hum. Serangkaian dies diisi dengan pekan olahraga seni dan lomba karya tulis ilmiah dan poster siswa SMA seBali. Minggu (30/12) kemarin diisi dengan malam seni mahasiswa. Agus Sunadi Putra mengungkapkan, sekalipun baru berusia 10 tahun, namun lulusan AFS teruji di dunia kerja. Banyak mahasiswanya menjadi pengusaha muda dengan bisnis herbal dan online di kalangan remaja melinial Bali. Dia bertekad mengantarkan AFS menjadi lembaga bermutu dan berbudaya. Bermutu artinya memiliki kualitas menjalankan Tri Dharma PT, prodi unggul terakreditasi B. Akreditasi B ini, katanya, sangat dirasakan manfaatnya oleh alumni. Pada perekrutan CPNS 2018, 99 persen diterima dan diisi lulusan AFS. Pemerintah pusat juga mempercayakan AFS menyelenggarakan program rekognisi pembejalaran lampau (RPL) tenaga teknis kefarmasian. Tahun ini AFS menampung 150 tenaga teknis kefarmasian dari Bali dan NTB. Sementara itu, peminat tiap tahun ke AFS mencapai 391 orang, sedangkan yang diterima hanya 316 orang. Lulusannya 575 ahli madya

DIES NATALIS - Direktur Akademi Farmasi Saraswati Made Agus Sunadi Putra didampingi Bagus Ketut Lodji memotong tumpeng saat Dies Natalis ke-10 AFS. farmasi dengan masa tunggu nol bulan. Bahkan sebelum lulus mereka sudah dipegang oleh dunia industri. Dukungan AFS menjadi seperti sekarang berkat dukungan Yayasan PR Saraswati dan masyarajak yang dibuktikan makin banyaknya peminat kuliah di AFS. Dalam dunia pendidikan, AFS sudah merevisi kurikulum bersama stakeholder, serta mengangkat dosen muda berkualitas guna menjaga kualitas lulusan. Masih di akademik, 16 dosennya S-2, seorang guru besar dan melahirkan doktor baru P. Santoso. Dosennya meraih 8 dan hibah penelitian dana 9, dana pengabdian Dikti. Mahasiswanya memenangkan 3 lolos PKM dan juara LCC se-Bali. Bidang penelitian pengabdian masyarakat tetap digarap, bahkan AFS menambah anggaran untuk 10 program pengabdian. Yang luar biasa, dalam uji kompetensi TTK 2018 se-Indonesia, dari 100 PT Farmasi di Indonesia, AFS mampu meriah 20 besar nilai tertinggi dan 20 besar nilai rata-rata nasional. Sunadi Putra ingin menjadikan AFS kebangaaan masyarakat Bali. Makanya Sunadi

Putra yang didampingi para pudir, I Putu Era Sandhi Kusumayuda, S.Farm., M.Phil.Apt., Ni Nyoman Wahyu Udayani, S.Farm., M.Si. Apt., Biomed.Apt. dan Dr. P. Santoso, S.Si., M.Biomed.Apt. berharap jika masyarakat ingin anaknya tak menganggur setelah tamat, bisa memilih studi lanjut di AFS Denpasar. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. menyambut positif perkembangan selama 10 tahun yang ditunjukan AFS. Dia berterima kasih kepada Direktur AFS dan jajarannya atas prestasi tersebut. Namun, dia mengingatkan menjaga tiga konsep. Pertama, mendukung dan mewujukan kebersamaan. Kedua, harus wirang kepada Saraswati di jajaran mana pun berada. Ketiga, tetap yakin dengan etos kerja yang tinggi. Dia tetap mengingatkan AFS tiap dies melakukan evaluasi diri. Yayasan tetap berkomitmen menjadikan AFS yang berkualitas. AFS akan menjadi fakultas dengan membuka Prodi S-1 Farmasi. ‘’SK penyatuan AFS ke Unmas segera turun,’’ ujarnya. (ad873)

Pemkot Denpasar ”Launching’’ Co-Branding Wonderful Indonesia

Inovatif Dukung Pengembangan Pariwisata Berbasis ”Smart City’’ DENPASAR dengan keunikannya memberikan daya tarik tersendiri bagi keberlangsungan pariwisata. Ibu kota Provinsi Bali ini juga menjadi titik sentral pengembangan kepariwisataan dengan tetap berpegang teguh pada tradisi, seni dan kebudayaan Bali, namun peka terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Sejak 2010, melalui branding ‘’Denpasar The Heart of Bali’’, Denpasar sendiri memang sudah memosisikan diri sebagai jantung atau pusat dari Pulau Bali. Bukan hanya letaknya, hal ini juga lantaran Denpasar sebagai tempat bertemunya berbagai komunitas, pusat dari berbagai aktivitas, coworking space, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis smart city. Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar melakukan peluncuran CoBranding Wonderful Indonesia yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat Green Hotel. Pengukuhan unsur penentu kebijakan Badan Promosi dan Soft Launching Denpasar Bike yang diselenggarakan di Hotel Inna Bali Heritage, Sabtu (29/12). Secara khusus Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra hadir dan memberikan apresiasi atas inovasiinovasi yang dihadirkan Dinas Pariwisata, termasuk program Denpasar Bike yang akan segera hadir.

CO-BRANDING - Foto bersama setelah penyerahan co-branding, Sabtu (29/12) malam lalu. ‘’Sangat mengapresiasi dengan terobosan-terobosan positif yang dihadirkan. Terlebih itu mendukung program smart city yang selaras dengan Wonderful Indonesia memang menjadi acuan,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan, hari ini harus lebih banyak action dan kolaborasi serta harus paham betul dengan ekosistem. Maka programprogram pengembangan pariwisata akan berjalan dengan baik dengan dukungan masyarakat. ‘’Memang harus menggandeng banyak pihak yang bisa mendukung dan bersinergi dalam mewujudkan tujuan yang positif. Hadirnya scan barcode untuk dapat melihat story destinasi wisata di Denpasar dan program Denpasar Bike yang juga dilengkapi barcode, saya kira

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

merupakan inovasi positif di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang ini,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan logo branding kali ini merangkai lima warna sesuai dengan warna Wonderful Indonesia yaitu hijau, orange, biru, unggu, dan merah. Selain itu inovasi-inovasi terus dilakukan, termasuk pengukuhan unsur penentu kebijakan badan promosi yang senantiasa akan bersama bersinergi mewujudkan program-program positif kepariwisataan Denpasar. ‘’Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang selalu memberikan ideide segar untuk terus berinovasi dan tentunya semua pihak yang bersinergi bersama,’’ tambahnya. (ad871)


Senin Kliwon, 31 Desember 2018

daerah

5

Diduga Rem Bermasalah, Truk Tabrak Dua Bus Negara (Bali Post) – Kecelakaan beruntun dengan melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Pekutatan, Minggu (30/12) pagi kemarin. Dua unit bus yang sedang melaju di jalur DenpasarGilimanuk, tepatnya di Dauh Pangkung, Pekutatan terlibat tabrakan dengan truk yang melaju dari arah Gilimanuk. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun kondisi bus ringsek setelah ditabrak truk. Kuat dugaan, kecelakaan ini terjadi lantaran kondisi rem truk bermasalah. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko saat dikonfirmasi mengatakan dari hasil penyelidikan kecelakaan yang terjadi di jalan nasional kilometer 69-70 itu melibatkan satu unit truk, bus umum, bus pariwisata dan sepeda motor. Kecelakaan bermula dari truk dengan nomor polisi DR 8578 AB yang dikemudikan Soni Riyanto asal Selaparang, Lombok melaju dari arah barat

(Gilimanuk). Ketika melintas di TKP dengan situasi jalan lurus disertai turunan landai, diduga rem truk tidak maksimal. Dengan demikian saat sopir hendak melakukan pengereman, ia kesulitan sehingga mengakibatkan kecelakaan. Untuk menghindari kecelakaan lebih lanjut, kemudian sopir truk membanting setir ke kanan dan terjadi serempetan dengan bus pariwisata DK 7018 OI yang saat itu melaju dari arah berlawanan. Setelah menyerempet bus, sopir memutar setir ke kiri dan menabrak bagian belakang bus AKDP jurusan Denpasar-Gilimanuk dengan nomor polisi DK 8986 GK. Bus tersebut ditabrak hingga terdorong dan menubruk pagar warga atau keluar dari jalur jalan. Akibatnya bus tersebut mengalami ringsek di bagian belakang dan bagian depan. Selain dua bus, truk juga menabrak sepeda motor DK 3741 ZW. (kmb26)

Operasi Tempat Hiburan Malam

Kantongi KTP Luar Daerah, Belasan PL Dipulangkan Banyuwangi (Bali Post) Mendekati pengujung tahun, jajaran Polres Banyuwangi menggelar razia besar-besaran di sejumlah tempat hiburan malam, Minggu (30/12) dini hari. Hasilnya, 17 pemandu lagu (PL) berhasil terjaring. Mereka terpaksa dipulangkan lantaran berasal dari luar daerah. Para wanita penghibur ini berasal dari sejumlah kota di sekitar Banyuwangi. Mulai Situbondo, Bondowoso, Probolinggo hingga Surabaya. Selain memulangkan para PL dari luar daerah, razia gabungan TNI/Polri dan Satpol PP ini juga menggelar tes urine bagi para pengunjung tempat hiburan malam. Namun, hasilnya negatif. Tak ditemukan pengunjung menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara para PL yang dipulangkan terjaring dari kawasan remang-remang warung panjang, utara Pelabuhan Ketapang. Saat tiba di lokasi, pukul 00.00 WIB, para perempuan malam itu langsung semburat kabur. Awalnya, mereka asyik melayani tamu masing-masing. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan puluhan PL. Dari puluhan yang terjaring, hanya 17 orang yang memegang KTP luar kota. Sisanya, warga lokal Banyuwangi. ‘’Karena ber-KTP luar kota dan bekerja di tempat hiburan malam, mereka (para PL - red), kita minta pulang. Tidak bekerja lagi seperti itu di Banyuwangi,’’ kata Kabag Operasional Polres Banyuwangi Kompol Sumartono usai memimpin razia. Dari 17 PL yang dipulangkan, dua di antaranya terpaksa digiring ke Polres lantaran tak membawa identitas resmi. Ada juga lima lelaki hidung belang juga diangkut. Saat razia, para lelaki ini sedang pesta miras, ditemani sejumlah PL. ‘’Razia ini untuk cipta kondisi menjelang tahun baru. Targetnya, mengantisipasi penyakit masyarakat yang bisa mengganggu ketertiban,’’ jelas Sumartono. Selain pemandu lagu, polisi juga menyita tiga krat minuman beralkohol tanpa izin. Sumartono menambahkan, selain razia, pihaknya juga mendirikan 15 pos pelayanan untuk pengamanan tahun baru. Terbesar, pos di Pelabuhan Ketapang. Karena rawan macet dan disusupi teroris, pengamanan di Ketapang dibuat lebih ketat. Dua peleton personel Polres dikerahkan selama malam tahun tahun, ditambah satu pleton personel Brimob dan satu regu penjinak bom (jibom) dari Polda Jatim. (udi)

Bali Post/udi

RAZIA - Belasan pemandu lagu terjaring dalam razia penyakit masyarakat yang digelar TNI/Polri dan Satpol PP Banyuwangi, Minggu (30/12) dini hari.

Perda CSR Segera Diterapkan

Gianyar (Bali Post)Ranperda tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) akhirnya ditetapkan menjadi perda dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Gianyar, beberapa hari lalu. Perda ini akan mewajibkan keterlibatan pengusaha untuk memberikan CSR. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan peran dunia usaha dalam kesejahteraan masyarakat. Wakil ketua DPRD Kabupaten Gianyar Ketut Jata mengatakan, perda inisiatif tentang CSR ini dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peran serta dunia usaha. “Maka dari itu, perlu adanya suatu pengaturan tentang tanggung jawab sosial perusahaan untuk dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh pemangku kepentingan sehingga pada akhirnya dapat mendukung pemerataan pembangunan di daerah,” kata Jata, Minggu (30/12) kemarin. Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gianyar I Wayan Gede Sudarta menerangkan, konsep TJSP yang awalnya bersifat sukarela kini bergeser menjadi suatu kewajiban. Hal ini sudah tercantum dalam beberapa peraturan perundang-undangan. Seperti pasal 74 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Persero Terbatas (PT), Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT. “Begitu juga di lingkungan BUMN, penerapan TJSP atau CSR bersifat wajib karena telah diatur dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per/05/MBU/2007 tentang Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan,” katanya menjabarkan. Sudarta menambahkan, program CSR di Gianyar sudah dilaksanakan oleh beberapa perusahaan, namun sifatnya masih parsial ke masing-masing masyarakat dengan pola dan bentuk yang tidak seragam. “Makanya sekarang di Gianyar dibuatkan perda yang mengatur hal ini, sehingga dunia usaha dapat membantu kesejahteraan masyarakat dengan lebih terarah,” katanya. Sudarta menegaskan, perda ini sudah diselaraskan dengan program prioritas pemerintah yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, olahraga, seni, budaya, pariwisata, kesejahteraan sosial, usaha ekonomi rakyat, keagamaan, perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup dan lainnya. “Jadi, CSR tidak harus satu program. Ada banyak program yang bisa dipilih yang masuk dalam skala prioritas kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (kmb35)

RINGSEK – Bus yang ditabrak dari belakang mengalami ringsek dan terperosok di selokan.

Bali Post/olo

Songsong Tahun Baru di Kuta

Hari Ini, Polantas Polda Sterilkan Badan Jalan dari Parkir Mangupura (Bali Post) Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pantai Kuta akan disesaki pengunjung saat perayaan Tahun Baru 2019. Rekayasa lalu lintas (lalin) akan dilakukan kepolisian, di antaranya pengalihan arus lalin dan membersihkan beberapa badan jalan dari parkir kendaraan. Sterilisasi badan jalan dari parkir akan dilakukan mulai pukul 12.00-16.00 Wita pada Senin (31/12) ini. Seperti disampaikan Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana, belum lama ini, pihaknya menyadari akan penumpukan kendaraan di wilayah Kuta. Pasalnya turis, baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Bali menggunakan transportasi darat. ‘’Kalau kita perhatikan berapa (jumlah turis - red) yang datang ke Bali. Baik menggunakan moda transportasi darat maupun udara. Yang awalnya menggunakan moda transportasi udara, setibanya di Bali menggunakan transportasi darat lagi,’’ ujarnya. Artinya kapasitas jalan tidak sesuai dengan volume kendaraan. Seperti tahun baru dari sebelumnya, tujuannya sama yaitu ke Pantai

Kuta. Oleh karena itu, akan ada beberapa ruas jalan yang dialihkan, terutama menuju Pantai Kuta dan Monumen Ground Zero. ‘’Nanti kita akan lakukan pembersihan badan jalan dari kendaraan parkir dari pukul 12.00 sampai 16.00 Wita. Jadi badan jalan clear dari parkir kendaraan. Mudahan-mudahan masyarakat bisa memahami,’’ ucap mantan Kapolresta Denpasar ini. Begitu banyaknya orang menuju Kuta, tentu saja pihaknya lebih mengoptimalkan personel di lapangan. Kantong-kantong parkir akan dipersiapkan. Sedangkan informasi diperoleh di Polresta Denpasar, kantong parkir yang dipersiapkan yaitu Central Parkir di Jalan Raya Kuta, Pasar Seni di Jalan Melasti, Lapan-

gan Tri Sakti dan areal parkir hotel, restoran, serta mall. Sementara arus lalin dari Jalan Patih Jelantik menuju Ground Zero di Jalan Legian dialihkan ke Jalan Legian Kaja. Arus lalin dari Jalan Sri Wijaya dialihkan ke arah timur menuju Jalan Patih Jelantik lanjut ke Jalan Raya Kuta. Sementara arus lalin dari Jalan Dewi Sri dialihkan ke Jalan Raya Kuta dan dilarang memutar di sepanjang Jalan Dewi Sri. Arus lalin di simpang Bemo Corner yang menuju Pantai Kuta dialihkan ke Jalan Raya Kuta. Sedangkan arus lalin dari Jalan Kartika Plaza menuju Pantai Kuta dialihkan ke Jalan Ciung Wanara atau Jalan Singosari. Oleh karena itu arus lalin di Jalan Singosari yang semula dari timur ke barat, diubah menjadi dari barat ke timur. (kmb36)

Polisi Razia Petasan dan Kembang Api Negara (Bali Post) – Guna mengantisipasi beredarnya petasan dan kembang api saat malam Tahun Baru, Polres Jembrana menggelar operasi, Sabtu (29/12) malam. Operasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko ini menyasar pedagang-pedagang kembang api yang menjamur di pinggir jalan kota Negara. Dalam razia selama dua jam tersebut, polisi mengamankan puluhan petasan dan kembang api yang peredarannya dilarang. Selanjutnya puluhan petasan serta kembang api berbagai merek dan ukuran itu diamankan di Mapolres Jembrana setelah dibuatkan berita acara. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Didik Wiratmoko seizin Kapolres Jembrana mengatakan, dari razia yang dilakukan ada 80 buah petasan dan kembang

api yang diamankan. Petasan dan kembang api yang diamankan itu diketahui tidak memiliki izin, baik dari Polda Bali maupun Polres Jembrana. Menurutnya, razia ini dilakukan guna menciptakan kondisi aman dan kondusif saat perayaan malam pergantian tahun baru di Jembrana. ‘’Dari sekian yang disita, ada yang ukurannya besar dan panjang,’’ tandas Didik. Salah seorang pedagang petasan asal Banyuwangi, Jawa Timur mengaku tidak mengetahui kalau barang yang dijualnya itu dilarang. (kmb26) DIAMANKAN - Polres Jembrana mengamankan sejumlah petasan dan kembang api yang dijual tanpa izin.

Bali Post/olo

Liburan, Objek Wisata Petik Buah Naga Jadi Favorit Banyuwangi (Bali Post) Musim liburan membawa berkah bagi para petani buah naga di Kecamatan Pesanggaran, sekitar 40 kilometer arah selatan Kabupaten Banyuwangi. Tak hanya hasil panen, mereka menambah rezeki dengan membuka objek wisata petik buah naga. Hasilnya menggiurkan. Memetik buah naga di kebun ternyata menarik wisatawan. Menjadi objek wisata baru, petik naga cukup favorit. Terutama, wisatawan domestik dari luar kota. ‘’Setiap hari ada saja rombongan wisatawan. Rata-rata sekitar 50 hingga 100 orang,’’ kata Suryadi, salah satu petani buah naga yang juga Ketua Kelompok ‘’Karya Tani’’ di Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Minggu (30/12) kemarin. Pria ini mengisahkan, ide membuat wisata agro petik buah naga ini berawal dari geliat pariwisata di Banyuwangi. Lalu, keprihatinan petani ketika musim panen, harga buah naga selalu murah. ‘’Akhirnya kami mendapatkan pendampingan melalui CSR dari investor tambang emas di Pesanggaran. Terbentuklah agro wisata petik buah naga,’’ kisahnya. Luas lahan buah naga yang disediakan bagi wisatawan mencapai 20 hektar. Bisa panen sepanjang tahun, sehingga mereka tidak perlu

khawatir tak mendapat buah naga. Menurut Suryadi, objek wisata agro petik buah naga yang dikelolanya ini terbilang baru. Sekitar dua bulan dibuka. Panen raya buah naga biasanya jatuh mulai Agustus–September hingga Oktober. Di

luar musim, para petani tetap bisa merangsang pohon agar bisa panen. Yakni, menggunakan metode lampu, sehingga mulai Maret, Juni hingga Juli, panen raya kembali muncul. Meski jumlah buahnya tak sebanyak ketika panen normal.

Bali Post/udi

BUAH NAGA - Wisata agro petik buah naga di Dusun Ringinsari, Desa/ Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi yang diminati wisatawan.

Di objek wisata petik buah naga ini wisatawan bisa menikmati buah segar yang dipetik sendiri dari pohon. Lalu membawa pulang. ‘’Tiket masuk hanya kami tawarkan Rp 10.000, menikmati buah naga sepuasnya. Jika akan membawa pulang, bisa petik sendiri lalu harganya sesuai berat yang dipetik,’’ jelas Suryadi. Selama ini, wisatawan domestik banyak datang dari Bali, Surabaya dan Jakarta. Selain petik buah naga, wisatawan dimanjakan dengan aneka kuliner khas lokal. Sehingga setelah puas berkeliling kebun naga, wisatawan beristirahat sembari menyantap kuliner. Seperti sayur bunga pisang, sayur batang keladi, nasi jagung hingga nasi gaplek. ‘’Kami menyajikan kuliner pedesaan, ini sangat diminati,’’ jelasnya. Wisata petik buah naga cukup mendongkrak pendapatan petani. Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan sedikitnya lima kecamatan di Banyuwangi dijadikan sentra buah naga. Total lahannya sekitar 16.000 hektar. Dari jumlah ini, bisa dikembangkan menjadi wisata agro. ‘’Kami mendampingi dari sisi kualitas pertaniannya. Sehingga buah yang dihasilkan benar-benar alami, bebas kimia,’’ tegasnya. (udi)


OPINI

6

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Membela Petani Harus Nyata

PARIWISATA menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Atas kondisi itu timbul stigma, bahwa tanpa pariwisata Bali mati. Tentu ini sebuah peringatan. Karena kita tak bisa membantah. Fakta sudah menunjukkan, ketika terjadi erupsi Gunung Agung banyak wisatawan batal datang ke Bali. Akibatnya ekonomi lesu. Pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Pun demikian saat terjadi Bom Bali I dan II. PHK terjadi khususnya di sektor pariwisata. Banyak yang khawatir kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran. Kekhawatiran lainnya adalah anjloknya APBD mengingat kontribusi sektor ini sangat dominan. Mencermati hal ini tentu langkah-langkah penguatan sektor ini perlu dilakukan. Penguatan dalam konteks ini tentu bukan berarti kita harus melakukan optimalisasi tanpa kontrol. Optimalisasi juga bukan berarti kita harus menjual kawasan suci dan laut. Termasuk menyulap lahan pertanian menjadi hotel atau restoran. Bukan itu. Optimalisasi dilakukan selaras dengan peradaban Bali dan prinsip-prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan. Dalam konteks ini, optimalisasi bisa dilakukan dengan memberdayakan sektor pendukung pariwisata dalam hal ini pertanian dan pelestarian budaya. Optimalisasi sektor pertanian sangat penting bagi Bali. Selain sebagai bentuk pengembangan sumber ekonomi alternatif, juga sebagai fondasi pelestarian budaya Bali. Sudah sering kita dengar bahwa pertanian Bali adalah napas pewarisan budaya Bali. Dengan tetap mengawal pengembangan sektor pertanian, kita tetap miliki benteng pertahanan ekonomi jika pariwisata melambat. Menjaga pertanian dalam arti luas bagi Bali belum terlambat. Jumlah petani yang bertahan dan luasnya hamparan lahan yang ada, rasanya masih cukup menjadikan Bali mandiri dalam pangan. Untuk mewujudkan hal itu perlu kesamaan persepsi dan komitmen. Saatnya Bali berpikir dan melakukan evaluasi kebijakan yang orientasinya hanya pertumbuhan ekonomi. Bagi Bali, memastikan terjaganya pariwisata dan pertanian berkelanjutan menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Untuk itu pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan yang sifatnya lompatan besar. Sektor pertanian akan jalan di tempat, bahkan mundur apabila sang pemimpin tidak berani memngambil langkah tegas. Caranya mengintegrasikan kebijakan pertanian dan kebijakan anggaran secara jelas. Jangan bangun pertanian hanya dalam tataran wacana. Petani harus didampingi dari hulu hingga hilir. Artinya, petani jangan diajarkan mereka hanya beproduksi, tetapi diajarkan sampai pengemasan termasuk memastinya produknya terjual dengan harga yang menguntungkan. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu tidaklah mudah. Apalagi generasi muda Bali sudah tidak tertarik lagi pada sektor pertanian. Ini lebih mengkhawatirkan lagi dibanding alih fungsi lahan. Tanpa ada regenerasi petani, maka sangat membahayakan keberlangsungan sektor ini. Bila kondisi ini tidak bisa diatasi, dampaknya tidak hanya pada penyediaan pangan, sektor pariwisata pun akan terancam. Maka benar apa yang diwacanakan pemerintah Bali untuk membuat aturan tentang pertanian dan produk pertanian. Para petani Bali secara regulasi harus dilindungi. Jangan sampai mereka terpinggirkan. Sangat bahaya bagi Bali. Perlindungan terhadap pertanian harus nyata dan bisa diimplementasikan di lapangan. Bukan sekadar aturan di atas kertas yang sulit diwujudkan dan sulit dikontrol. Percuma karena hanya menghabiskan anggaran untuk rapat, sidang, kunjungan kerja dan sebagainya. Sebab, harapan petani Bali sangat sederhana. Bisa berproduksi dengan baik dan pasarnya terjamin dengan harga yang menguntungkan.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Ayo Bali Segera Bangun MRT Mass Rapid Transportation (MRT) wajib segera dibangun di Bali, sebelum terlambat. Panjang dan lebar jalanan di Bali sudah tidak dapat lagi menampung jumlah mobil, sepeda motor, truk, aktivitas pedagang kaki lima, kegiatan adat dan aktivitas masyarakat umum lainnya, bila semua kendaraan dan moda transportasi tersebut keluar secara bersamaan di jalanan di Bali. Kereta cepat ini dibutuhkan antara lain untuk: - Mengatasi pariwisata kita yang sering terhambat dengan kemacetan jalanan dan kurang tertibnya para pengendara kendaraan. MRT diharapkan lebih banyak menggunakan jalur bawah tanah dari pada surface area. - Kepastian waktu (time precisely) sangat dibutuhkan oleh setiap orang dan juga para turis, agar bisnis mereka dan kunjungan wisata ke setiap DTW dapat terjangkau dan terencana dengan baik. - Dapat mengangkut banyak orang dalam satu waktu, sehingga bus besar berukuran panjang tidak perlu lagi masuk ke daerah-daerah utama Bali. - Menghubungkan satu lokasi ke lokasi lainnya dengan cepat dan dengan waktu tempuh yang pasti. Kenyamanan dan kegiatan produktif lainnya (menggunakan cell phone, computer, dll.) dapat dilakukan di dalam cabin MRT. - Menghemat pengeluaran masyarakat saat bepergian dengan jarak yang jauh. Diharapkan rute MRT dapat berputar mengelilingi Bali, dimulai dari Airport Ngurah Rai, Badung lanjut ke Tabanan, Jembrana, Singaraja, Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar lanjut ke Denpasar dan kembali berakhir di Airport Ngurah Rai. Adrid Indaryanto Pemerhati Ketenagakerjaan

Bali dan Industri 4.0

Suatu angka yang sering muncul tahun 2018 pada semesta pembicaraan ruang publik dalam bentuk diskusi, seminar dan lain-lainnya adalah angka 4.0. Angka 4.0 mencerminkan adanya pergeseran dari 3.0 ke 4.0, atau yang sering disebut revolusi industri 4.0. Lahirnya revolusi industri 4.0 ditandai terjadinya digitalisasi yang merambah ke banyak bidang kehidupan, tidak bisa dicegah dan terjadi apa yang disebut ‘’keterkejutan budaya’’, sehingga tidaklah salah merupakan peradaban baru dengan tagline apiknya lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah.

Oleh

I Wayan Suartana ali sebagai daerah pariwisata dunia dengan didukung oleh budaya agraris yang masih kental, juga mengalami dampak yang kurang lebih sama. Industri 4.0 telah mengubah model bisnis dan perubahan bentuk dalam konsumsi masyarakat, produksi, pemasaran, sistem layanan dan perubahan gaya hidup. Sektor jasa juga mengalami perubahan dalam rantai nilai bisnisnya, contohnya layanan jasa online bertebaran di mana-mana. Produknya bermacam, dari membersihkan mobil sampai perbaikan rumah. Warung-warung tradisional pun sudah menggunakan platform teknologi informasi untuk menjajakan produknya. Warung nasi tradisional tidak ketinggalan dengan teknik penjualan yang langsung menusuk penetrasi pasar dengan menggunakan aplikasi tertentu. Ada saling sapa. Banyak pekerjaan yang digantikan oleh mesin digital. Tetapi ada pekerjaan baru muncul. Diyakini, pertumbuhan ekonomi digital pada masa depan akan memperkuat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Kurang tepat bila kita selalu mengaitkan teknologi informasi yang terbayang teknologi yang canggih mandraguna tanpa dukungan infrastruktur memadai. Karena itu, Schwab (2016) menyatakan ada tiga alasan dalam kaitan industri 4.0. Pertama, sisi velositas yaitu dengan persamaan eksponensial yang terbaru, dunia akan terkoneksi secara penuh. Tidak ada lagi istilah negara tirai apa pun. Kedua, kedalaman dan keluasan dalam artian teknologi digital

melahirkan teknologi dengan wajah bervariasi yang tidak hanya menyangkut pertanyaan ‘’apa’’, ‘’bagaimana’’ tetapi juga tentang ‘’siapa kita’’. Ketiga, dampak terhadap sistem secara keseluruhan baik intra maupun antarnegara, korporasi, industri maupun sosial kemasyarakatan. Dengan menjamurnya berbagai perusahaan rintisan (start up) menunjukkan adanya transformasi dari single fighter ke arah kolaboratif dengan bahasa kreativitas dan inovasi. Sektor Pariwisata Dampak pada industri pariwisata (contoh hotel) sangat jelas, khususnya dalam hal pemasaran, transaksi, pencatatan dan diseminasi informasi. Sekarang Travel Agent Online (TOA) sangat masif pergerakannya. Seberapa kue penjualan online hotel di Bali, sepengetahuan penulis belum ada riset yang mencoba memotret persoalan ini. Kelebihan menggunakan digital di samping soal kecepatan juga akuntabilitas kepada pelanggan. Kita tidak bisa berbohong dengan menampilkan kreasi fiktif di marketplace kita. Kalau itu dilakukan kita akan ‘’dihukum’’ oleh pasar. Penggunaan komputasi berbasis cloud cloud adalah salah satu sisi teknologi digital di samping jaringan, maha data, algoritma, eksponensial dan jaringan memudahkan berbisnis dan bertransaksi dari jarak jauh. Server manual yang biasanya memerlukan biaya tinggi untuk pengadaannya relatif tidak diperlukan lagi, selain itu dengan server cloud ini memudahkan dalam proses masukan dan review laporan dari mana saja

tanpa harus ke kantor. Komputasi cloud sudah menjadi hal yang tidak baru lagi. Skema pengakuan dan pengukuran pendapatan industri hotel memudahkan dalam melakukan pencatatan reservasi, di mana sistem sudah langsung mencatat transaksi dan reservasi. Selanjutnya, tinggal mengumpulkan deposit dari tamu saja dan melakukan validasi. Jika sudah diterima maka sistem akan secara otomatis memroses pencatatan deposit, pencatatan reservasi dan bloking kamar. Sistem akan memposting pendapatan (revenue), pajak, dan service untuk dialokasikan ke neraca atau laporan laba rugi. Meskipun serba otomatis, sistem pencatatan saat ini mengharuskan kita untuk paham proses bisnis hotel, sehingga sistem tidak sampai kehilangan data dan menampilkan informasi yang menyesatkan. Penting untuk mengetahui ‘’jeroan keuangan’’ ketika ada transaksi akan berpengaruh ke pos mana saja. Sebagai contoh untuk pencatatan biaya operasional tinggal dimasukkan pada form pengeluaran biaya, tinggal dipilih klasifikasi golongan biayanya dan sumber dana yang digunakan, apakah kas kecil atau melalui sumber lain, maka sistem membuatkan jurnal dan mengalokasikan ke neraca atau laporan laba-rugi. Begitu pula dengan pembelian persediaan, misalnya yang menggunakan dasar online yang tinggal divalidasi atau dicocokkan dengan spesifikasi dan ada dokumen nota, kemudian dilakukan proses posting maka secara otomatis sistem akan menambah pos kewajiban

dan menambah persediaan. Hanya perlu diwaspadai aplikasi pembayaran transaksi dan model baru yang belum diatur di Indonesia, karena teknologi finansial atau dikenal dengan tefkin sebagai alat pembayaran digital lagi tren saat ini di industri pariwisata. Diperlukan pengawasan umum dan pengawasan aplikasi terhadap keandalan, keamanan dan validitas sistem. Di balik gemerlapnya industri 4.0 dengan salah satu wujudnya kecerdasan buatan seperti robotik, satu hal yang tidak bisa digantikan dalam industri hotel adalah sentuhan dan impresi personal. Keramahtamahan dan sentuhan emosi hanya dimiliki oleh manusia dan tidak bisa digantikan oleh robot. Salah satu yang membedakan industri hotel dengan yang lainnya. Sisi humanis masih melekat manis pada hotel. Sisi lain, ketika kita bertanya mengapa wisatawan kemungkinan tidak banyak mengeluh manakala dalam perjalanan ke suatu objek wisata terjebak kemacetan di jalan, misalnya, jawaban yang mungkin muncul adalah sensasi. Perilaku sensasi terbawa juga ketika sudah tiba di objek wisata. Mereka ber-selfie ria dan langsung diposting ke media sosialnya. Karena itu, banyak objek atau destinasi wisata menyediakan tempat khusus untuk selfie ria. Diseminasi informasi dan viralisasi terhadap objek wisata, termasuk desa wisata juga terbantu dengan layanan aplikasi instagram misalnya. Viralisasi menangkap jutaan calon pengunjung dalam hitungan detik. Viralisasi objek wisata merupakan domain industri 4.0. Potensi Ekonomik UMKM dan LKM Potensi ekonomik dengan kehadiran industri 4.0 bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan LKM (Lembaga Keuangan Mikro) positif bagi Bali dari sisi rantai nilai, efisiensi dan pemasaran. Bali kaya dengan UMKM dan ekspektasinya sentuhan ekonomi digital akan meningkatkan nilai tambahnya. Manfaat potensial

Mengampanyekan Profil dan Peran KPPN

PENGALAMAN sedikit pahit pernah dialami rombongan KPPN Singaraja ketika melakukan perjalanan ke Banyuwangi dalam sebuah acara perpisahan pegawai purnatugas, tepatnya pada saat rombongan masuk ke Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Basabasi dengan beberapa petugas pemeriksa mobil dan ticketing berbuntut kekecewaan sekaligus penyadaran kepada kami. Alkisah, para petugas mohon izin memeriksa mobil kami seraya bertanya, ‘’Rombongan dari mana, pak?’’ Serentak kami pun menjawab, ‘’Dari KPPN, pak...!’’ Mereka pun balik membalas dengan komentar ringan, pede tapi bikin kami ngelus dada. ‘’Ooow KPPN... Koperasi Pensiunan Pegawai Negeri ya pak... ?’’, begitu komentar mereka. Gubrak...! Kami pun shocked. Ternyata KPPN yang mereka kenal bukanlah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Bahkan di belahan bumi Indonesia lainnya masih banyak pula yang masih gagal paham dalam mengartikan KPPN. Ada yang menyebutnya sebagai Kantor Pajak Pratama Nasional, Kantor Pelayanan Pemberdayaan Negara dan istilah-istilah lainnya yang secara substansi jauh dari hakikat KPPN sebagai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, unit yang memberikan layanan perbendaharaan dan penyaluran dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Patut diakui, di antara unit vertikal lingkup Kementerian Keuangan, KPPN memang kurang begitu populer di mata masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak semua lapisan masyarakat berurusan dengan KPPN. Hanya masyarakat tertentu yang bersentuhan dengan APBN sajalah yang mengenal KPPN sebagai unit layanan perbendaharaan. Mereka adalah satuan kerja, unit yang ada di Kementerian Negara/Lembaga yang mempunyai dokumen anggaran yang disebut dengan DIPA (Daftar

Oleh

Slamet Mulyono Isian Pelaksanaan Anggaran) sebagai dokumen untuk melakukan pengeluaran negara. Kurang dikenalnya KPPN (Perbendaharaan) oleh masyarakat bisa juga disebabkan karena seringnya pergantian nama unit penyalur dana APBN tersebut. Dalam sejarah perjalanannya, KPPN mengalami beberapa perubahan nama, mulai dari CKC (Central Kantoor voor de Comptabiliteit), Kantor Bendahara Negara atau yang akrab dikenal dengan KBN, Kantor Kas Negara, kemudian KPKN (Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara), dan terakhir KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). Inilah yang menjadi pekerjaan rumah dan tantangan bagi seluruh insan Perbendaharaan di seluruh Indonesia. Insan Perbendaharaan harus semakin sadar bahwa image branding sangatlah perlu. Public campaign yang sudah dan sedang dilaksanakan oleh seluruh insan Perbendaharaan pun harus terus lebih digalakkan lagi. Public campaign bahwa KPPN adalah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang tugasnya mengelola uang negara untuk pembangunan bangsa harus terus didengungkan melalui berbagai sarana dan media, serta dalam berbagai kesempatan. Strategi komunikasi harus disusun lebih baik lagi agar unit organisasi Direktorat Jenderal PerbendaharaanKementerian Keuangan dan KPPN sebagai unit vertikal di daerah lebih dikenal di masyarakat, baik profil maupun peran dan kontribusinya. Tagline Ditjen Perbendaharaan ‘’Mengawal APBN, Membangun Negeri’’ harus semakin dipopulerkan dan disosialisasikan kepada publik. Sebagai upaya nyata dalam mengampanyekan profil dan peran KPPN sebagai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, beberapa

kegiatan telah dan akan terus dilaksanakan sebagai sebuah strategi komunikasi. Berbagai kegiatan tersebut antara lain publikasi informasi melalui penyebaran berbagai brosur, pamflet dan leaflet; pemasangan banner dan spanduk di tempat-tempat strategis; publikasi melalui media massa baik koran, siaran radio maupun televisi lokal di masing-masing daerah. Strategi komunikasi lainnya dapat juga dilakukan melalui diseminasi ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, seperti kegiatan Trasury Goes to School dan Trasury Goes to Campus, lomba cerdas-cermat antarsekolah dan berbagai kegiatan sejenis lainnya. Public campaign profil dan peran KPPN juga sangat relevan dilakukan melalui kegiatan bakti sosial, kerja bakti, olahraga bersama pada saat peringatan hari-hari tertentu seperti Hari Bakti Perbendaharaan, Hari Oeang, Hari Kemerdekaan RI, dan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA). Singkat kata, kampanye kepada publik bisa dilakukan dengan berbagai cara yang relevan yang bisa semakin mendekatkan KPPN kepada masyarakat. Segmen audience-nya pun perlu diperluas hingga ke masyarakat awam pada umumnya. Kampanye publik tentang KPPN dan Perbendaharaan sangat penting dan perlu, tidak saja mengenalkan tentang profil kantornya, tetapi terlebih juga tentang peran dan kontribusinya bagi masyarakat, bangsa dan negara. Kita berharap agar masyarakat lebih mengenal KPPN sebagai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang merupakan unit vertikal di daerah yang berada di bawah unit organisasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI. Masyarakat mengenal KPPN yang juga turut menyukseskan pembangunan bangsa melalui pengelolaan dana APBN setiap tahunnya, dan melalui penyaluran dana APBN di daerah.

yang bisa diperoleh adalah efisiensi pada biaya persediaan, biaya logistik dan kemungkinan juga biaya pemeliharaan. Sentra UMKM dengan komoditas hasil pertanian dalam arti luas dan industri kecil bisa memanfaatkan platform teknologi informasi untuk memasarkan produknya. Tentu dengan keterbatasan yang ada baik SDM maupun pembiayaan mereka berkolaborasi dengan difasilitasi oleh pemerintah daerah (dalam hal peraturan dan iklim kondusif) maupun korporasi dengan judul besar ‘’CSR untuk Pemberdayaan UMKM Melalui Ekonomi Digital’’. Dana CSR digunakan untuk membangun sistem dan infrastruktur UMKM Bali berbasis digital. Barangkali inilah esensi pemberdayaan pada zaman now. Regulasi seharusnya ada sebelum dikalahkan kecepatannya oleh pelaku bisnis. Kecepatan dikendalikan oleh teknologi telepon seluler yang semakin canggih. Sungguh tepat, dikatakan teknologi telepon seluler adalah kreator utama pada era maha data saat ini. Kelebihan industri 4.0 harus dikapitalisasi oleh UMKM kita secara optimal. Pada sektor LKM dan sejenisnya seperti misalnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP), BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) tantangannya sangat berat. Persaingan dengan wajah lain industri 4.0 berupa teknologi finansial (tekfin) yang menjadi bagian dari blockchain sudah ada di depan mata kita. Tekfin sudah menyentuh lending (pinjaman). Masyarakat dengan telepon pintarnya sudah bisa meminjam uang dengan persyaratan yang mudah dari lembaga tekfin yang sah dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Katakanlah di suatu desa pakraman banyak krama-nya yang meminjam uang lewat teknologi keuangan. Pertanyaannya, apa ada pengaruhnya terhadap kinerja LPD baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ini suatu hipotesa yang menarik. Begitu juga dengan koperasi dan BUMDes (khususnya yang bergerak di simpan pinjam). Pertanyaan dan tantangan selanjutnya adalah bisakah LKM dan sejenisnya di Bali bertransformasi tidak sekadar interest based revenue (hanya mengandalkan pendapatan bunga) tetapi juga ke arah fee based revenue dan menyerupai tekfin dengan membuat platform teknologi informasi. Kita membayangkan ada koperasi membuat platform sendiri dalam model bisnisnya dengan bentuk koperasi sebagai badan hukumnya. Kreativitas dan inovasi semacam ini yang ditunggu dan tentu regulasi mendukungnya. Penulis, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

POJOK Selamat

Tahun Baru

2019

Penulis, berdinas di KPPN Singaraja.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Kliwon, 31 Desember 2018

7

TABANAN

Tanah Lot Diserbu Sampah Kiriman

Tabanan (Bali Post) -

Angin barat menyebabkan banyaknya sampah kiriman di kawasan pantai di Tabanan, tak terkecuali DTW Tanah Lot. Guna mengatasi sampah, pengelola DTW Tanah Lot mengerahkan seluruh petugas dan armadanya. Manajer DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Minggu (30/12) kemarin mengatakan, sampah kiriman berlangsung sejak pertengahan Desember. ‘’Selama dua minggu berturut-turut banyak ada sampah kiriman. Totalnya bisa mencapai empat pick-up,’’ ujarnya. Sampah kiriman ini sempat mereda selama sepekan seiring normalnya gelombang laut. Namun gelombang tinggi akibat angin barat kembali terjadi pada Sabtu (29/12) dan sampah kiriman pun kembali bermunculan. Kata Toya, dalam menangani sampah, pihaknya menyiagakan dua armada pengangkut sampah berupa pick-up dibantu DLH Tabanan dengan satu armada truk yang datang secara kontinyu. Sampah-sampah tersebut sebagian besar langsung dibuang ke

TPA Mandung. ‘’Untuk sampah plastik kita buang langsung ke TPA Mandung. Untuk organik terutama kayu, kita juga tawarkan pada warga yang mau dan antarkan sampai rumah,’’ ujar Toya. Selain itu, ada juga lahan pembuangan yang dikelola warga setempat dan terkadang pihak DTW akan membawa sampah kiriman ini ke lahan tersebut dengan membayar sewa pembuangan. Dikatakannya lebih lanjut, meski terjadi gelombang tinggi dan serbuan sampah kiriman, tidak menyurutkan minat wi-

satawan untuk mengunjungi DTW Tanah Lot. Pada bulan ini jumlah kunjungan berada pada limit teratasnya yaitu sekitar 13.000 hingga 14.000 orang per hari. Kunjungan wisatawan sudah melampaui target yang dipatok di angka 3 juta orang. ‘’Sisa tahun 2018 ini dengan jumlah kunjungan sekitar 13.000 hingga 14.000 per hari, setidaknya total kunjungan tahun 2018 mencapai 3,3 juta pengunjung. Ini sudah melampaui target,’’ ujarnya. Diakui Toya, pencapaian kunjungan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun

2017 yang mencapai angka 3,4 juta orang. Penurunan ini disebabkan banyak faktor mulai dari bencana alam sampai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali mengenai wisatawan Tiongkok. ‘’Karena kebijakan tersebut, di bulan November terjadi penurunan cukup drastis dari jumlah wisatawan asal Tiongkok yang biasanya mencapai 2000-an per hari menjadi sekitar 500 per hari. Sekarang sudah kembali naik, tetapi di kisaran 500 sampai 1.000 kunjungan,’’ jelas Toya. Manajemen tetap menaikkan target kunjungan di tahun 2019. Meski demikian, Toya merasa akan banyak tantangan ke depan, apalagi mengingat 2019 tahun politik. ‘’Tapi tetap kami naikkan target dan akan melakukan usaha-usaha menarik kunjungan sesuai program rutin,’’ ujarnya. (kmb24)

Bali Post/san

GELOMBANG - Gelombang tinggi tidak menyurutkan minat wisatawan untuk mengunjungi DTW Tanah Lot.

Nyoman Mando Lestarikan Budaya Bali Lewat Pesantian

Tabanan (Bali Post) Guna meningkatkan sradha bhakti umat Hindu dan merayakan Galungan, Kuningan serta Tahun Baru 2019, Pendiri sekaligus Pembina Shanti BPR Penebel I Nyoman Mando menggelar dharma shanti di kediamannya di Banjar Ubung Desa Penebel Kecamatan Penebel, Sabtu (29/12) sore. Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya pelestarian budaya Bali. Dharma shanti tersebut diikuti sejumlah perwakilan BPR. Mereka membawakan Sekar Agung, wirama ciri khas masing-masing Kabupaten seperti Klungkung, Buleleng dan Badung. Ada pula peserta yang menampilkan pesantian yang disesuaikan dengan desa kala patra. Di sela-sela kegiatan, I Nyoman Mando menjelaskan, kegiatan semacam ini rutin digelar untuk mengajegkan Bali. Generasi muda nantinya diharapkan bisa lebih memperkuat, mengukuhkan, memperdalam serta mengamalkan salah satu budaya Bali ini. ‘’Rutin kami gelar tiap tahun dan kali ini bertepatan dengan hari raya Galungan, Kuningan serta menjelang tahun baru,’’ ucapnya. Pada kesempatan yang baik tersebut, juga hadir Prof. Dr. I Wayan Suarjaya, M.Si. dan Dr. I Wayan Sugita, M.Si. sebagai narasumber dengan topik

dharma gita dalam rangka pembinaan SDM karyawan BPR. Dharma shanti kali ini menampilkan 19 murda atau judul. Murda dimaksud antara lain Pangaksama Pupuh Swandewi dengan pengwacen Ni Wayan Suarti dan Pangaksama Pupuh Dangdang dengan pengwacen I Nyoman Mando, dengan paneges Gusti Putu Darmayasa. Murda Putera Sulung pupuh Ginada dengan pengwacen Ni Ketut Suici dan paneges Prof. Dr. Wayan Suarjaya, M.Si. Murda Duka-Cita pupuh Semarandana dengan pengwacen Gusti Made Oka Wisnawa dan paneges Prof. Dr. Wayan Suarjaya, M.Si. Murda Pekayun, Bebawos Miwah Laksana (kaketus saking Cokli/ Djelantik) pupuh Durma dengan pengwacen I Wayan Sukanuada dan paneges Dr. Drs. Wayan Sugita, M.Si. Sejumlah murda lainnya seperti Kunang-kunang Nyandingin Hyang Sasi dengan pupuh Ginanti, Ni Balu lan I Duda dengan pupuh sinom, Ngenteg Linggih ring Pura Luhur Petali dengan pupuh Sinom, I Punguk Rindu Ring Bulan dengan pupuh Pucung, Ngenteg Linggih ring Pura Dalem Ubung-Kupang-Dukuh-Penebel dengan pupuh Ginada, Muspa/Mabhakti pupuh Sinom, Nyumpena pupuh Kumambang dan Pura Siwa pupuh Sinom dan penyineb pupuh Ginada. (kmb28)

Bali Post/bit

DHARMA SHANTI - I Nyoman Mando (baju putih) saat melantunkan pengaksama mengawali dharma santhi.

Polisi Sidak Kafe Remang-remang Tabanan (Bali Post) Empat kafe remangremang di Kecamatan Tabanan dan Kediri, Sabtu (29/12) malam diobok-obok petugas operasi gabungan Polres dan BNNK Tabanan. Sidak tersebut sebagai antisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba sekaligus pelaksanaan Operasi Lilin Agung. Pada sidak tersebut, para pengunjung kafe dan waitress dites urine.

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Made Surya Kusuma, Minggu (30/12) kemarin menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, diterjunkan 61 personel Polres Tabanan serta 4 petugas BNNK Tabanan. Mereka dipimpin Kasat Shabara AKP I Kadek Ardika, Kasatintelkam Polres Tabanan AKP Komang Sri Subakti dan Kasat Narkoba AKP I Ketut Tunas. Petugas menyasar tiga kafe di Kecamatan Tabanan

dan satu kafe di Kecamatan Kediri. Di Cafe Wulan Wungu, petugas memeriksa 20 waitress dan 4 pengunjung. Tes urine juga dilakukan. Hasilnya, tidak ditemukan waitress dan pengunjung membawa barang, bahan berbahaya serta narkoba. Begitu pula di Cafe Tho Hi Ho. Dari 15 waitress dan 7 pengunjung, juga nihil temuan. Kemudian di Cafe Joged, petugas memeriksa 33 waitress dan 16 pengun-

jung dan di Cafe Planet petugas memeriksa 14 waitress dan 11 pengunjung. Hasilnya juga sama nihil. Kata Surya Kusuma, kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba sekaligus menekan angka kriminalitas jelang tahun baru. Pihaknya pun berharap para pengunjung maupun waitress jangan sampai mengonsumsi obat terlarang karena itu akan

berdampak luas. Sementara itu, jajaran Polsek Kerambitan melaksanakan sidak miras dan kembang api yang dijual tanpa izin. Sejumlah toko dan warung didatangi petugas, namun tidak ditemukan kembang api yang dijual melebihi ketentuan. Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana menerangkan, operasi pada Sabtu malam itu melibatkan 20 petugas. (kmb28)

13 Bidan PTT Akhirnya Diangkat Jadi PNS

Bali Post/ist

SIMAKRAMA - Simakrama Pemkab Tabanan dengan para guru besar asal Tabanan, Sabtu (29/12) lalu.

Majukan Daerah, Pemkab Minta Referensi Guru Besar

Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan terus berupaya melakukan terobosan untuk dapat membangun daerah lebih baik lagi. Salah satunya dengan mengundang puluhan guru besar atau Profesor asal Tabanan pada Sabtu (29/12) di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Para guru besar tersebut diajak urun rembug guna memberikan input membangun Kabupaten Tabanan. Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. menyampaikan, kontribusi pemikiran berdasarkan fakta dan kajian ilmiah para guru besar ini nantinya akan dijadikan referensi dan acuan dalam pembangunan Kabupaten Tabanan ke depan. Apalagi daerah lumbung beras ini memiliki beragam potensi yang luar biasa, baik itu pertanian maupun pariwisata. Kegiatan ini merupakan

yang pertama kalinya dan rencananya dijadikan agenda rutin tiap enam bulan sekali. ‘’Semua potensi yang ada ini harus dijaga, dikelola dan dilestarikan dengan sebaikbaiknya oleh SDM yang andal,’’ ucapnya. Dari simakrama yang digelar kali ini, lanjut Sanjaya, ada dua item referensi yang akan digagas dan akan dilakukan secepatnya yakni di bidang pertanian dan desa wisata. Untuk pertanian, referensinya adalah bagaimana mengkonsep sistem pemasaran hasil pertanian sehingga saat panen harga tidak anjlok, tidak dipermainkan tengkulak. Selain itu harus dicarikan solusi agar ada kepastian harga sehingga petani tidak mengalami kerugian. Sementara untuk desa wisata, kata Sanjaya, Pemkab Tabanan sudah berkomitmen membangun desa wisata den-

gan tujuan hasil pariwisata dapat dinikmati masyarakat setempat. Dengan begitu, warga desa tergugah untuk ikut menjaga kearifan lokal serta budaya dan keasrian desanya. ‘’Ini yang memerlukan banyak referensi agar bisa ditingkatkan lebih baik lagi ke depan,’’ terang Sanjaya. Menurutnya, agar diskusi lebih terstruktur, para guru besar akan diundang per sub bidang. Misalnya dalam membahas pertanian, maka akan diundang guru besar dengan bidang ilmu tentang pertanian, begitu pula pada bidang lainnya. Selain mengundang sekitar 31 guru besar asal Tabanan, dalam simakrama kali ini juga hadir sejumlah warga perantau asal Tabanan yang juga diharapkan bisa memberikan kontribusi pemikirannya untuk membangun daerah. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki 100 bidan PTT. Namun karena aturan usia, sebanyak 13 bidan PTT sempat terancam tidak bisa diangkat menjadi PNS. Lewat perjuangan keras para bidan dibantu Dinas Kesehatan Tabanan, 13 bidan ini akhirnya berhasil diangkat menjadi PNS. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (30/12) kemarin menuturkan, awalnya Tabanan memiliki 100 bidan PTT yang tersebar merata di seluruh desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan orang lulus CPNS dan satu orang mengundurkan diri. Jadi sisanya ada 91 bidan PTT. ‘’Kemudian sisanya diusulkan beberapa waktu lalu untuk menjadi PNS. 78 bidan dinyatakan lulus dan sudah dilantik. Sementara 13 di antaranya tidak lulus karena terbentur usia,’’ jelas Suratmika. Dalam peraturan, bidan yang usianya lebih dari 40 tahun tidak bisa diangkat menjadi PNS. Namun kebijakan ini kemudian diperlunak dengan aturan baru yakni bidan yang saat pengajuan menjadi CPNS usianya belum lewat 40 tahun bisa diangkat menjadi PNS. ‘’Lewat aturan baru ini, 13 bidan ini masuk. Mereka saat didaftarkan dulu belum lewat 40 tahun,’’ ujar Suratmika. Jika tidak ada halangan, para bidan ini akan dilantik oleh Bupati pada April 2019. Dengan diangkatnya semua bidan PTT menjadi PNS, kata Suratmika akan mampu mengamankan kebutuhan bidan di Tabanan. ‘’Untuk sekarang aman dan sudah merata. Tetapi lain halnya jika bidan PTT ini nanti ada yang pensiun,’’ tuturnya. Saat ini kebutuhan tenaga kesehatan yang diperlukan dan masih kurang di Tabanan adalah dokter, perawat dan apoteker. (kmb24)

dr. Nyoman Suratmika

Bali Post/san


BULELENG

8

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

Pembayaran Ganti Rugi Tuntas

Proyek ”Shortcut” di Lokasi Lima dan Enam Mulai Digarap Singaraja (Bali Post) – Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas PUPR Buleleng telah menuntaskan pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan milik warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Lahan seluas 10,9 hektar itu pun sekarang sudah menjadi aset pemerintah. Tuntasnya pembayaran ganti rugi membuat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII mulai melaksanakan proyek pembangunan shortcut jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani di lokasi lima dan enam. Pelaksanaan proyek ini sudah berjalan 13 persen lebih. Pantauan di lapangan, Minggu (30/12) kemarin, sejumlah alat berat mulai dikerahkan pelaksana proyek itu. Alat berat ini mulai bekerja sejak 22 September 2018 lalu. Sejak diresmikannya, kontraktor mulai membuka badan jalan baru di atas tanah yang sudah dibebaskan. Kontraktor juga mulai menggali tanah yang akan dijadikan pondasi tiang pancang jembatan. Persisnya di sebelah selatan musola Desa Pegayaman, Sukasada. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII Ketut Payun mengatakan, setelah pembebasan lahan tuntas, proyek telah berjalan sesuai perencanaan. Bahkan tahap awal kontraktor sudah mulai mengerjakan desain konstruksi shortcut itu termasuk tanah yang sudah dibebaskan digali sesuai titik koordinat yang ditetapkan. Selama pembukaan badan jalan baru ini, pihak kontraktor belum menemukan hambatan baik teknis atau non-teknis. Tanah fondasi tiang pancang jembatan itu juga telah digali kontraktor. Penggalian fondasi ini sementara tidak ada hambatan. Pelaksanaan tahap awal ini dinilai on the progres. “Belum ada hambatan kami temukan. Pelaksanaan awal tetap pada perencanaan. Ini akan terus berproses, sehingga pengerjaan shortcut lima dan enam ini tuntas sesuai kontrak yang ditetapkan,” katanya. Salah seorang pemilik tanah Sang Ketut Oka di lokasi proyek menuturkan, sejak pemerintah membayar ganti rugi tanah miliknya seluas satu hektar lebih itu sudah sebagian digali untuk badan jalan baru. Sebelum alat berat mengeruk tanah yang berisi kopi arabika, bunga dan beberapa tanaman keras lain, dirinya sempat mengambil tanaman apa saja yang bisa dipanen. Seperti kayu atau sebagian tanaman yang bisa dicabut dan kemudian ditanam kembali di sisa tanahnya yang tidak terkena jalur proyek. “Sebelum mulai dikeruk, kami diperbolehkan mengambil tanaman yang bisa dipanen, tetapi hanya tanaman keras saja yang bisa kita tebang. Kalau kopi yang kebetulan bakal buahnya masih berumur muda, sehingga tidak bisa dipanen, kami biarkan saja dikeruk untuk badan jalan,” katanya. Meskipun sebagian tanah titipan orangtuanya itu sekarang menjadi badan jalan, Sang Ketut Oka tetap mendukung pemerintah membangun jalan baru apalagi untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara itu. Sisa tanah dan bangunan rumah yang ditempati bersama keluarganya itu nantinya persis berada di pinggir jalan. Kondisi ini membuatnya optimis kalau sisa tanahnya itu akan meningkat nilai jualnya karena lokasinya berada di pinggir jalan shortcut itu. Bersama anak-anaknya ia mulai memikirkan membuka usaha kecil-kecilan, sehingga bisa memberikan penghasilan tambahan selain hasil kopi dan bunga pecah seribu. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SUDAH KERJA – Setelah pembayaran ganti rugi tanah yang dilintasi jalan shortcut jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani di lokasi lima dan enam (Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada), kontraktor telah melaksanakan pekerjaan lebih dari 13 persen.

Bali Post/kmb38

TINJAU RENCANA BANDARA – Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI) Budi Karya Sumadi meninjau lahan proyek bandara internasional di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Minggu (30/12) kemarin.

Di Tanah Desa Adat

Menteri Anggap Layak Dibangun Bandara Internasional

Singaraja (Bali Post) –

Buleleng dipastikan akan memiliki bandara udara (bandara) internasional. Itu dibuktikan dari peninjauan lokasi yang menguatkan akan dibangun bandara di Desa Kubutambahan. Dengan lahan seluas 370,8 hektar milik Desa Pakraman Kubutambahan itu dipandang sudah memadai dibangun bandara di sana. Bahkan, direncanakan bandara itu dalam empat bulan ke depan segera dibangun. Dalam waktu dekat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) segera menerbitkan penetapan lokasi (penlok - red). Menhub Budi Karya Sumadi, Minggu (30/12) kemarin meninjau lokasi lahan proyek bandara itu dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS), Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Ketua DPRD Gede Supriatna. Menhub Budi Karya dengan serius mengamati lokasi tanah desa adat yang merupakan hamparan bukit itu. Menhub meminta penjelasan dari Gubernur Wayan Koster, Bupati Putu Agus Suradnyana, dan pejabat lain terkait keberadaan permukiman, tempat ibadah (pura) dan situs budaya di lokasi kepada aparat desa dan prajuru Desa

Pakraman Kubutambahan. Dari hasi kajian teknis tanah desa adat itu layak dibangun bandara. Alasannya tidak terjadi permasalahan sosial, spiritual, dan aspek lainnya. Di atas lahan milik desa adat itu tidak ada permukiman penduduk, sehingga dipastikan tidak ada relokasi penduduk. Tidak ada bangunan tempat ibadah atau situs budaya di atas tanah desa adat itu. Dengan pertimbangan itu, pemerintah pusat sekarang melakukan studi lanjutan terkait teknik pelaksanaan proyek itu. Pada proses ini juga dilakukan penyiapan penetapan lokasi (penlok) yang diperkirakan terbit antara tiga sampai empat bulan. Setelah tahapan tuntas,

maka Kemenhub melakukan tender terbuka untuk mencari pihak ketiga yang berkompeten membangun Bandara Internasional Bali Utara itu. ‘’Setelah saya melihat langsung di sini tidak ada permasalahan sosial, permukiman, tempat ibadah, dan aspek mengganggu lainnnya. Untuk itu, lahan di sini layak dibangun bandara internasional. Sambil jalan kita lakukan studi lanjutan dan penetapan lokasi,’’ katanya.

positif terindikasi mengandung narkoba jenis sabu-sabu. Ketiga oknum pelajar ini

kemudian dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi juga sudah mencatat identitas

dan alamat ketiga oknum pelajar itu. Kasat Narkoba AKP Ketut

Penyertaan Modal Usaha Terkait tidak lanjut pemanfaatan lahan itu, Menhub Budi Karya menjelaskan, teknis pemanfaatan lahan desa adat itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Pem-

kab Buleleng, dan Pemerintahan Desa Kubutambahan. Rencananya, pemanfaatan lahan desa adat itu dengan pola penyertaan modal usaha. Skema pembangunan bandara itu dinilai sejalan dengan cara bekerja sama dengan pemerintah dan badan usaha (KPBU - red). ‘’Soal lahan ini akan ada pembahasan secara detail dengan Gubernur, Bupati, dan desa. Pastinya pemerintah memanfaatkan tanah ini sebagai penyertaan modal,’’ tegasnya. Perencanaan awal runway yang akan dibangun, kata Menteri, sepanjang 3.000 meter. Dengan panjang runway 3 km itu diperkirakan mampu melayani aktivitas penerbangan kapasitas antara 25 sampai 32 juta per tahun. ‘’Setelah bandara di sini jadi, maka Bandara Ngurah Rai itu dijadikan bandara kelas premium,’’ tegasnya. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, menunggu studi dan penetapan lokasi,

pihaknya bersama pemkab dan pemerintahan desa akan membicarakan dengan intens terkait pemanfaatan lahan itu. Dengan pembahasan ini, pihaknya memastikan kalau pemilik tanah akan mendapat manfaat positif sebagai pemilik bandara itu sendiri. Klian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Warkadea mengatakan untuk pemanfaatan lahan itu dirinya menyerahkan kepada Gubernur dan Bupati. Tanah desa adat sekarang ini masih dikontrakkan kepada PT Pinang Propertindo sampai tahun 2090 nanti. Karena itu pihaknya berharap kalau nantinya tanah desa adat itu sudah dibangun bandara, maka pengontrak tanah itu diharapkan memberikan kompensasi karena tanah desa adat itu tidak lagi sebagai pertanian. Namun sudah menjadi bangunan bandara. Karena itu nilai ekonominya dipastikan lebih tinggi dibandingkan sebagai tanah kering seperti sekarang ini. (kmb38)

Suparta seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, ketiga pemilik sempel urine yang positif mengandung narkoba itu akan didalami. Ini untuk mendapatkan keterangan di mana ketiga oknum pelajar itu menggunakan narkoba. Selain itu, pihaknya ingin menggali keterangan dari mana ketiganya mendapatkan barang haram narkoba itu. Selain menggali keterangan itu, polisi akan menindaklanjuti penanganan pelajar menggunakan narkoba itu menjalani rehabilitasi, sehingga ketergantungan terhadap narkoba bisa dihentikan. “Kalau narkoba tidak kita temukan, namun dari tes urine yang kita lakukan itu ketiga oknum pelajar dan masih termasuk anak di bawah umur sampel urinenya mengandung sabu-sabu. Kami masih dalami di mana mereka dapat barang itu. Apakah menggunakan di rumah atau di tempat hiburan

malam,” katanya. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, penanganan lebih lanjut setelah ditemukan sampel urine tiga orang pelajar yang positif, pihaknya bersama kepolisian akan melakukan pendekatan dengan pihak orangtua. Ini dilakukan agar ketiga oknum pelajar itu berhenti memakai narkoba. Selain itu, BNNK akan melakukan rehabilitasi kepada ketiga oknum pelajar terebut. Siapa pun pengguna narkoba adalah korban, sehingga petugas mengutamakan rehabilitasi, sehingga para korban narkoba itu tidak lagi tergantung narkoba yang dapat merusak masa depan anak muda. “Kita bersama kepolisian akan panggil orangtua, dan kalau memang memakai kita akan rehab karena pemakai narkoba ini adalah korban, sehingga mereka bisa terbebas dari pengaruh buruk narkoba,” katanya. (kmb38)

Sampel Urine Tiga Pelajar Positif Kandung Sabu-sabu

Singaraja (Bali Post) – Satuan Narkoba (Satnarkoba) bersama TNI dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Buleleng melancarkan operasi menyasar peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan malam, Sabtu (29/12) malam lalu. Hasilnya, tiga orang oknum pelajar dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Hasil ini diketahui setelah petugas melakukan tes urine kepada pengunjung, pekerja kafe, dan pemilik usaha. Operasi peredaran penyalahgunaan narkoba itu dipimpin Kasat Narkoba AKP Ketut Suparta. Operasi itu didampingi Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa. Agenda itu mulai dilancarkan pukul 23.00 Wita dengan menyasar tempat hiburan malam yang bertebaran di Buleleng Timur. Di empat tempat hiburan malam itu, polisi bersama TNI memeriksa barang

bawaan pengunjung dan para wanita pemandu lagu. Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan narkoba atau barang berbahaya lain. Satu per satu pengunjung atau wanita pemandu lagu menjalani tes urine. Hasilnya, tidak ada sempel kencing terindikasi mengandung narkoba. Kemudian operasi dilanjutkan ke Buleleng Barat. Beberapa tempat hiburan malam di kawasan wisata Lovina ini disasar polisi. Barang bawaan kembali diperiksa secara teliti. Polisi kembali tidak menemukan narkoba atau bahan berbahaya lainnya. Gagal menemukan narkoba, polisi kembali melakukan tes urine pada pengunjung di salah satu tempat hiburan malam yang digandrungi pelajar. Polisi melakukan tes urine kepada puluhan orang pengunjung yang notabene adalah pelajar. Hasilnya, tiga sempel urine milik oknum pelajar itu

Bali Post/ist

POSITIF NARKOBA – Polisi bersama TNI dan BNNK Buleleng melancarkan operasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Sabtu (29/12) malam lalu. Sampel urine tiga orang oknum pelajar yang masih di bawah umur positif mengandung narkoba.

Mayoritas Warga Lokal Terlibat Kasus Narkoba

Desa Pakraman Susun ’’Pararem’’ Cegah Warga Terlibat PENYALAHGUNAAN narkoba sekarang ini ternyata sudah sangat masif. Bahkan pelakunya mayoritas warga lokal. Realitas itu mengisyarakatkan, narkoba yang membahayakan itu sudah masuk memengaruhi kehidupan anak muda. Jadi, sudah sangat mengkhawatirkan sekali. Nah, jika hal itu terus diberikan berkembang maka akan dipercaya ada loss generation (generasi yang hilang). Untuk mengatasinya sudah pasti tidak bisa mengandalkan tindakan represif dari kepolisian saja. Dipandang perlu keterlibatan semua komponen masyarakat, digelar edukasi bahaya narkoba yang sangat berarti, sehingga bisa dicegah secara dini. Lalu bagaimanakah solusi efektif untuk mengeliminasi perkembangan narkoba secara masif?

Faktanya tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Buleleng tergolong tinggi. Bukan saja jumlah kasus yang terungkap. Namun, parahnya mayoritas pelaku yang terlibat itu merupakan warga lokal. Karena itu, tidak heran, situasi itu memang sangat mengkhawatirkan semua pihak. Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengungkapkan, secara gamblang kondisi riil di lapangan. Akhir pekan lalu dikatakan selama tahun 2018 ini sudah terungkap 55 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari kasus itu polisi menangkap 63 orang tersangka. Angka itu naik 10 persen dibandingkan kasus yang pada 2017 lalu mencapai 50 kasus. Parahnya lagi, dari

63 orang tersangka, 58 orang pelaku warga asal dari Buleleng. Hanya tiga orang pelaku lainnya berasal dari Jawa Barat (Jabar), seorang dari Jawa Tengah, dan seorang lagi asal Denpasar. ‘’Yang memprihatinkan adalah kebanyakan pengguna narkoba itu orang Buleleng sendiri. Jadi memang sudah sangat mengkhawatirkan,’’ katanya. Pola peredaran narkoba itu, kata Kapolres Suratno, masih menggunakan sistem tempel. Sistem ini dalam dunia narkoba cukup menyulitkan polisi, utamanya dalam mengembangkan suatu kasus. Dari hasil penangkapan, pelaku kejahatan seringkali mengaku mendapatkan barang tersebut

melalui handphone. Untuk mencegah masifnya peredaran narkoba, pihaknya mendorong desa pakraman menyusun pararem. Awig-awig yang dibuat khusus untuk mengatur pencegahan dan penanggulangan narkotika sangat penting. Dengan diterapkan sanksi adat yang keras, maka diharapkan bisa mencegah warga melakukan penyalahgunaan narkoba di Bali Utara. Sejauh ini, Polres bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng berkoordinasi dengan intens kepada para prajuru. Para tokoh desa utamanya prajuru desa itu terus didorong membuat suatu awig-awig yang berisi sanksi keras mengikat warga terlibat kasus narkoba.

Bali Post/kmb38

KETERANGAN PERS – Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. (tengah) memberikan keterangan pers akhir pekan lalu. ‘’Kita mendorong peran desa pakraman agar lebih optimal. Mari narkoba itu kita perangi bersama-sama. Sudah sangat mengkhawatirkan, karena itu mau tidak mau

narkoba itu harus segera diberantas. Dari kajian dan fakta bahwa sanksi adat efektif dalam menindak suatu kejahatan penyalahgunaan narkoba itu,’’ tegasnya. (mud)


Senin Kliwon, 31 Desember 2018

GIANYAR

9

E-Parkir Diterapkan, Dishub Siapkan Alat Senilai Ratusan Juta Rupiah

E-PARKIR - Alat e-parkir yang sudah terpasang di Jalan Ngurah Rai Gianyar.

Sambut Tahun Baru, Sejumlah Jalur Ditutup Gianyar (Bali Post) Dalam rangka melepas tahun 2018 dan menyambut tahun 2019, Pemkab Gianyar menggelar beberapa hiburan dengan melibatkan seniman dan artis lokal Gianyar. Kegiatan tersebut akan mengambil lokasi di Lapangan Astina Gianyar. Guna mengamankan jalur menuju lokasi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar akan melakukan penutupan sejumlah arus menuju lokasi tersebut. Kabid Lalu Lintas Dishub Gianyar Nurwidyaswanto mengatakan, untuk melancarkan kegiatan menyambut tahun baru di Lapangan Astina, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas dari Senin (31/12) sore sekitar pukul 16.00 Wita. ‘’Arus lalu lintas menuju Denpasar dialihkan selektif menuju Jalan Ratna Tegal Tugu menuju selatan By-pass I.B. Mantra,’’ jelasnya. Sementara kendaraan dari barat dialihkan selektif mulai di simpang Kantor DPRD Gianyar. Dari arah utara Jalan Kalantaka ditutup dari simpang Beng serta jalur Abianbase ditutup secara selektif, sesuai eskalasi peningkatan arus lalu lintas. Sedangkan untuk parkir kendaraan akan dikonsentrasikan di Lapangan Banteng, Tegal Tugu. ‘’Prinsipnya, penutupan arus lalu lintas dilakukan secara selektif sesuai kebutuhan di lapangan berdasarkan eskalasi peningkatan arus lalu lintas dan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas,’’ kata Nurwidyaswanto. Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Gianyar A.A. Putri Ari mengatakan, konsep perayaan tahun baru dikemas sederhana dengan mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki Kabupaten Gianyar. Melibatkan artis dan grup band kenamaan asal Gianyar, serta didukung dengan band-band lokal lainnya, perayaan tahun baru kali ini tak akan kalah semarak dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, di pengujung acara tepatnya pukul 00.00 Wita, dilaksanakan peluncuran kembang api oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra. ‘’Kami melibatkan artis lokal Gianyar serta band lokal lainnya yang merupakan potensipotensi luar biasa yang dimiliki Kabupaten Gianyar. Itu merupakan kebanggaan kita, kebanggaan masyarakat Gianyar,’’ tegas Putri Ari. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Tahun depan, Pemkab Gianyar sudah mulai menerapkan sistem elektronik parkir atau e-parkir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar sudah menyiapkan lima unit alat yang total nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Kelima alat e-parkir ini sudah terpasang di Jalan Ngurah Rai Gianyar, namun baru akan difungsikan awal 2019 mendatang. Sekretaris Dishub Gianyar I Gde Rai Ridartha mengatakan, proses operasional e-parkir di Kabupaten Gianyar akan dimulai tahun depan. Pengoperasian ini tentunya akan ditunjang dengan berbagai persiapan. ‘’Misalnya, dari sisi operasional alat akan ada akurasi sistem dengan bank yang akan diajak kerja sama. Sudah barang tentu itu dengan bank yang mengeluarkan e-money atau kartu berbayar yang akan digunakan,’’ ujarnya. Rai Ridartha mengatakan, satu unit mesin e-parkir ini seharga Rp 123.900.000. Sehingga untuk pengadaan lima unit alat seharga Rp 619.500.000. Di-

Bali Post/kmb35

katakan, saat ini lima unit mesin e- parkir terpasang di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai Gianyar, tepatnya dari sebelah Patung Kuda, hingga Balai Banjar Teges, Kelurahan Gianyar. Disinggung terkait lokasi pemasangan dengan rencana pengerjaan megaproyek Pasar Gianyar, Rai Ridartha mengatakan, posisi alat ini dipastikan tidak akan mengganggu pengerjaan proyek yang juga dimulai pada tahun 2019 mendatang. ‘’Itu masih di sebelah timur pasar posisinya. Walaupun ada pembangunan pasar, itu masih cukup jauh posisinya,’’ katanya. Rai Ridartha menambahkan, lokasi yang saat ini terpasang alat merupakan lokasi on street parking yang ideal untuk dapat diterapkan. Dikatakan, lokasi ini sekaligus menjadi percontohan penggunaan eparkir di Kabupaten Gianyar. ‘’Tentu jika ini berjalan lancar akan diterapkan pada lokasilokasi lainnya. Harapannya, mesin parkir dapat diterapkan pada lokasi off street parking pilihan, seperti parkir objek wisata sehingga bisa dikenakan tarif yang progresif,’’

terangnya. Rai Ridartha menerangkan, penggunaan mesin parkir merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan retribusi parkir tanpa banyak melibatkan petugas. ‘’Untuk daerah yang sibuk dengan turn over-nya tinggi, tentu metode ini akan sangat efektif dan efisien. Apalagi jika menggunakan sistem pembayaran yang progresif sehingga dapat mengumpulkan pendapatan dengan lebih akurat, banyak dan menghindari kebocoran karena tidak bersentuhan dengan uang tunai,’’ jelasnya. Rai Ridartha mengakui, untuk mengawali penerapan alat ini tentu akan memiliki sejumlah kendala dan kelemahan. ‘’Seiring dengan penerapan yang relatif baru dan belum ada sebelumnya, tentu beberapa kendala diprediksi akan muncul. Seperti masyarakat yang belum terbiasa menggunakannya, tidak memiliki e-money, masih melibatkan petugas untuk menagih bayaran, selain itu juru parkir masih berfungsi sebagai pengatur lalu lintas,’’ katanya. (kmb35)

desa di Kecamatan Sukawati, meliputi Desa Ketewel, Desa Batubulan, dan Desa Sukawati. Dikonfirmasi terkait daftar rawan tsunami itu, Minggu (30/12) kemarin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Oka Digjaya mengatakan, pihaknya sudah sejak lama mewaspadai kerawanan tersebur. ‘’Penghuni pesisir sudah kami berikan edukasi,’’ ujarnya. Oka Digjaya menjabarkan, edukasi yang diberikan berupa sosialisasi tentang kebencanaan seperti simulasi bencana dan mitigasi bencana. Bahkan, BPBD Gianyar sudah beberapa kali menggelar simulasi bencana yang melibatkan warga pesisir pantai. Melalui simulasi ini, masyarakat paham akan mitigasi atau upaya pengurangan risiko bencana. ‘’Jadi ketika ada bahaya tsunami, masyarakat sudah paham harus lari ke mana,’’ jelasnya. Tidak hanya itu, di sepanjang pantai termasuk di desadesa terdampak tsunami juga telah dipasang jalur evakuasi, berupa rambu-

rambu evakuasi. Oka Digjaya mengakui sampai saat ini sepanjang pantai Gianyar tidak memiliki alat pendeteksi tanda bahaya tsunami. Pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kondisi ini, baik di provinsi hingga pusat, namun belum ada tindak lanjut. ‘’Sirene belum punya,’’ ujarnya. Meski belum dibekali peralatan pendeteksi tsunami, Oka Digjaya meminta masyarakat tidak khawatir. Selain itu, masyarakat harus mengetahui tanda-tanda akan terjadi tsunami, serta proses evakuasi yang sudah disiapkan. ‘’Tidak ada yang harus ditakuti, ikuti hukum alam,’’ pintanya. Sementara itu, mengenai adanya semburan abu vulkanik dan ancaman erupsi Gunung Agung, Oka Digjaya mengatakan, sampai Minggu siang kemarin debu vulkanik belum sampai di wilayah Gianyar. Namun, ia menyarankan masyarakat pesisir tetap tenang. ‘’Ancaman tsumami di Gianyar lebih condong akibat gempa dan pergeseran lempeng. Astungkara, semuanya baik-baik saja,’’ tegasnya. (kmb35)

Sepanjang Pantai Gianyar Tergolong Kerawanan Tinggi Tsunami

Gianyar (Bali Post) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis ruas pantai yang tergolong memiliki kerawanan bencana tsunami. Tercatat 10 desa di Kabupaten Gianyar masuk list rawan tsunami. Bahkan, sepanjang kawasan pantai itu masuk dalam kelas bahaya tinggi. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar sudah mewaspadai peringatan tersebut. Berdasarkan data BNPB, 10 desa itu berada di tepi pantai, yakni empat desa di Ke-

camatan Blahbatuh meliputi Desa Saba, Pering, Keramas, dan Medahan. Lalu tiga desa

di Kecamatan Gianyar meliputi Desa Lebih, Tulikup, dan Desa Temesi. Kemudian, tiga

Bali Post/kmb35

PANTAI - Sejumlah warga mengunjungi salah satu pantai di Kabupaten Gianyar, meski terpasang bendera peringatan.

12 Kafe Disidak

Polisi Dapati Pelayan di Bawah Umur

Gianyar (Bali Post) Tim gabungan yang dikomando aparat kepolisian menggelar sidak tempat hiburan malam di Kabupaten Gianyar, Sabtu (29/12) malam hingga Minggu (30/12) dini hari kemarin. Ada 12 kafe yang disasar petugas. Dari sidak tersebut, polisi tidak menemukan narkotika atau senjata tajam, hanya didapati cukup banyak pelayan kafe yang diduga masih di bawah umur. Kabag Ops. Polres Gianyar Kompol Dewa Gede Mahaputra mengatakan, sebanyak 48 anggota Polres Gianyar bersama 12 anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Gianyar menggelar razia di 12 kafe. Dalam operasi tersebut, petugas menyasar narkoba, senjata berbahaya dan minuman keras tanpa izin. Para petugas itu dibagi menjadi dua tim. Yakni, tim yang menyisir wilayah Gianyar Utara dan tim yang menyisir Gianyar Selatan. “Kami menyasar narkoba, minuman keras tanpa izin dan senjata tajam,” ujar Mahaputra. Selain memeriksa pengelola kafe, kata Mahaputra, pihaknya juga menggeledah pengunjung kafe. Termasuk menggeledah barang bawaan para pekerja kafe baik waitress maupun staf kafe tak luput dari pemeriksaan petugas. Saat pemeriksaan, petugas menemukan tiga orang waitress atau wanita pelayan kafe yang masih di bawah umur. Tiga orang waitress itu bekerja pada kafe yang berlokasi di Jalan Raya Siyut, Desa Siyut, Kecamatan Gianyar. Di kafe itu, ada enam waitress dan tiga staf yang bekerja. Saat petugas memeriksa identitas para pekerja, mereka pun ragu-ragu menyebutkan tahun

kelahiran. Petugas yang kesulitan memastikan validitas usia, akhirnya meminta pengelola kafe untuk memberikan laporan lengkap ke Polres Gianyar. “Kami tak ingin kecolongan. Ini sangat penting bagi perlindungaan anak di bawah umur. Karena itu, kami akan periksa administrasi kependudukan. Kalau perlu, kami akan panggil orangtuanya,” tegas Mahaputra. Pada kesempatan itu, pengelola kafe diminta untuk bersama–sama menjaga ketertiban dan keamanan di Gianyar. Termasuk dalam merekrut pelayan. Keberadaan pelayan kafe yang hingga kini terkesan miring, diminta untuk diseleksi

dengan serius. “Untuk identitas pelayan kafe ini, sudah sejak dulu kami wanti-wanti agar disikapi serius,” ujarnya. Beranjak ke lokasi lainnya, suasana tampak berbeda. Di sebuah kafe di perbatasan Desa Lebih dan Tulikup, kedatangan petugas disambut kegaduhan. Sejumlah pengunjung terlihat panik dan beberapa di antaranya terlihat membuang benda ke kolong kursi. Petugas yang melihat aksi itu langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan sejumlah lipatan kertas. Awalnya petugas menduga pengunjung membuang barang haram sejenis narkoba. Namun setelah diperiksa, ternyata rekapan togel yang dipasang

oleh pengunjung. “Sekecil apapun, sesuatu yang mencurigakan wajib kami periksa. Kami ingin mengantisipasi kamtibmas dari hal-hal kecil,” ucap Kasat Narkoba AKP I Nyoman Pawana Jaya Negara. Pawana Jaya Negara mengakui, jalur By-pass Ida Bagus Mantra menjadi fokus pengawasan karena rentan terjadi penyalahgunaan narkoba. Terlebih, dari puluhan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba, kawasan ini paling sering dijadikan tempat transaksi. Selain itu, ditenggarai sebagai lintasan distribusi miras lokal dari Karangasem ke kabupaten/ kota lainnya di Bali. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SIDAK - Suasana sidak kafe yang digelar aparat kepolisian, Minggu (30/12) dini hari.


JEMBRANA

10

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

Pascabanjir Bandang, Segera Perbaiki Infrastruktur Negara (Bali Post) -

Perbaikan infrastruktur perlu dilakukan pascabanjir bandang di Tukad Biluk Poh, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo yang terjadi pekan lalu. Selain jembatan desa yang jebol, sejumlah dampak seperti rumah warga yang hanyut, tanggul sungai hingga normalisasi sungai perlu segera dilakukan. Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Provinsi IGA Diah Werdhi Srikandi akhir pekan lalu di sela-sela meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang di Penyaringan dan Tegalcangkring. Dari pengamatannya banyak infrastruktur yang perlu dibenahi setelah diterjang banjir. Seperti senderan batu bronjong, normalisasi sungai, bantuan bedah rumah bagi warga yang rumahnya hanyut hingga pembangunan kembali jembatan yang putus. Dewan asal Penyaringan

ini mengungkapkan, pendataan infrastruktur yang terdampak perlu dilakukan dan agar desa/kelurahan mengusulkan ke pemerintah sesuai dengan kewenangan. “Kami menunggu surat usulan baik perbekel dan lurah terkait data-data terdampak, agar bisa kami kawal dan perjuangkan di provinsi dan pusat,” ujarnya. Saat terjun itu pihaknya juga menerima banyak laporan dan usulan-usulan lisan dari warga terkait normalisasi sungai di Jembrana. Mulai senderan sungai yang rusak, saluran irigasi yg

terhalang kayu, bahkan ada pipa di hutan yang rusak dan hanyut. Pihaknya mengaku prihatin melihat banyaknya kerusakan dan belum ada bantuan baik provinsi dan pusat. Selaku anggota Komisi III pihaknya akan segera mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Balai Jalan, Balai Sungai serta Dinas PU Provinsi dan pihak terkait mengenai persoalan ini. Sebelumnya, sehari pascabanjir bandang, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN)

Wilayah VIII untuk memastikan apakah jembatan di jalur nasional itu masih layak dilalui. “Dari pengecekan balai jalan, jembatan Biluk Poh yang dibangun tahun 1980 masih layak digunakan,” tandas dewan yang akrab disapa Gek Diah Srikandi ini. Sementara itu dari pengamatan seminggu pascabanjir, beberapa rumah warga memang masih belum bisa ditempati. Bahkan ada warga yang kehilangan rumah mereka lantaran ikut hanyut diterjang banjir bandang. Posko Penanggulangan Bencana yang sebelumnya ditempatkan di Balai Subak, Lingkungan Biluk Poh kini juga sudah digeser ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana. (kmb26)

TINJAU LOKASI – Anggota Komisi III DPRD Bali IGA Diah Srikandi saat meninjau salah satu lokasi dampak banjir bandang di bantaran Sungai (Tukad) Biluk Poh.


KARANGASEM

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

11

Gunung Agung Erupsi

Sejumlah Wilayah Terpapar Abu Vulkanik Amlapura (Bali Post) Gunung Agung kembali menunjukkan aktivitasnya. Gunung tertinggi di Bali itu sempat lama tenang, namun kembali erupsi, Minggu (30/12) kemarin. Erupsi itu mengakibatkan sejumlah wilayah di Karangasem terpapar hujan abu vulkanik. Namun aktivitas masyarakat di kaki gunung masih menjalankan kegiatan seperti biasa.

Bali Post/kmb41

ERUPSI - Kondisi visual Gunung Agung pascakembali mengalami erupsi, Minggu (30/12) kemarin.

Pergantian Tahun, Digelar ”Sweeping” di THM Amlapura (Bali Post) Menjelang pergantian tahun, Sat Resnarkoba bersama BNNK Karangasem melakukan kegiatan Operasi Cipta Kondisi. Strateginya, digelar sweeping di tempat-tempat hiburan malam (THM), Sabtu (29/12). Operasi ini dilakukan guna menciptakan siskamtibmas yang aman dan kondusif menyambut tahun baru. Kasat Resnarkoba Polres Karangasem AKP Agus Trisnadi mengungkapkan, sweeping dilakukan di tempat hiburan malam di kawasan wisata Candidasa dan kawasan pelabuhan Padangbai. Menurutnya, yang disasar pada program itu tempat yang mencurigakan, orang, termasuk barang bawaan. Kegiatan Operasi Cipta Kondisi dilaksanakan serentak seluruh Indonesia atas perintah langsung Kabareskrim Polri dalam rangka

antisipasi peredaran gelap narkoba, menjelang perayaan malam pergantian tahun, guna terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Karangasem. “Petugas juga memeriksa identitas secara intensif satu per satu untuk menekan peredaran gelap narkoba maupun kerawanan tindak pidana umum. Kami juga melakukan tes urine terhadap pengunjung untuk memastikan ada atau tidaknya pelaku penyalahgunaan narkoba,’’ tambahnya. Jika di lapangan ditemukan warga positif terindikasi narkoba, bukan saja mereka akan diamankan, juga dilakukan proses penyelidikan intensif. ‘’Jadi akan diproses serius, termasuk siapa pemasok barang haram itu akan diselidiki guna membongkar jaringan peredaran gelap narkoba,’’ tambahnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

RAZIA - Sat Resnarkoba bersama dengan BNNK Karangasem melakukan kegiatan Operasi Cipta Kondisi dengan menggelar sweeping ke tempat-tempat hiburan malam, Sabtu (29/12).

Kepala Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem I Dewa Made Mertayasa, Minggu (30/12) kemarin mengungkapkan, Gunung Agung kembali erupsi Minggu (30/12), pukul 04.09 Wita. Hanya secara visual tinggi kolom abu tidak teramati akibat tertutup kabut. “Erupsi ini terekam alat seismograf, Amplitudo 22 milimeter dengan durasi tiga menit. Memang ketinggian kolom abu tidak bisa dipastikan. Pasalnya, pas erupsi gunung tertutup awan atau kabut. Yang terlihat hanya sinar api keluar dari dasar kawah yang direkam kamera pemantau dari Bukit Asah,” ungkapnya. Erupsi yang kembali terjadi, kata Dewa Mertayasa, membuat sejumlah wilayah di Karangasem terpapar material. Material erupsi berupa abu vulkanik, terutama di bagian timur dan tenggara. Seperti di Desa Seraya Barat, Desa Seraya Tengah, dan Desa Tegallinggah. “Paparan abu vulkanik yang menimpa sejumlah wilayah itu intensitasnya tipis,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya,

jika sampai saat ini sistem Gunung Agung sudah terbuka. Artinya, tidak lagi butuh gempa-gempa vulkanik banyak seperti setahun lalu untuk erupsi. Pasalnya, sekarang ini sudah tidak ada lagi halangan magma untuk keluar ke permukan. Karena jalur magma sudah ada, sehingga bila tekanan energi dari bawah besar, maka magma tinggal keluar pada jalur yang sudah terbuka itu. “Karena itu, potensi terjadinya erupsi masih tetap ada. Karena aktivitas Gunung Agung masih terus terjadi. Sampai saat ini status Gunung Agung masih tetap di level III (Siaga). Dan kita tetap mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan pendakian. Terlebih Gunung Agung kembali erupsi lagi. Sebab, sangat berbahaya bila ada pendakian. Karena Gunung Agung sewaktu-waktu bisa saja erupsi lagi. Jadi, kita minta warga tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana, terutama pada radius 4 kilometer,” pinta Dewa Mertayasa. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi

Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menjelaskan, jika erupsi terjadi akibat adanya overpressure akibat akumulasi gas-gas vulkanik. Sebelum terjadinya erupsi, kata Devy, memang peningkatan intensitas kegempaan tidak teramati secara signifikan. Namun beberapa gempa vulkanik terekam, di antaranya gempa di lereng utara Gunung Agung pada 28 Desember 2018. Magma ke Permukaan Gempa-gempa itu mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan. Periode 27-29 Desember rekaman satelit MODIS juga tidak menunjukkan adanya anomali termal pada permukaan kawah Gunung Agung yang mengindikasikan tidak adanya material lava baru di permukaan kawah. “Adanya gempa Lombok beberapa hari lalu mempengaruhi aktivitas Gunung Agung. Goncangan-goncangannya berperan dalam pelepasan gas-gas vulkanik yang dapat dimanifestasikan di permukaan dalam

bentuk hembusan,’’ ujarnya. Berdasarkan analisis data secara menyeluruh, potensi terjadinya erupsi yang lebih besar masih relatif kecil. Apabila terjadi erupsi palingan hanya berupa lontaran material batu/ lava pijar, hujan abu maupun hembusan gas-gas vulkanik saja. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, akibat erupsi yang kembali , sejumlah wilayah di Karangasem telah terpapar abu vulkanik. Wilayah yang terkena paparan hujan vulkanik itu meliputi Banjar Dinas Uma Anyar Ababi bagian barat terpapar hujan abu ringan, wilayah Kota Amlapura terpapar hujan abu sedang, Desa Seraya Barat terpapar hujan abu ringan, Desa Seraya Tengah terpapar hujan abu ringan, Banjar Dinas Ujung Pesisi terpapar hujan abu ringan, Lingkungan Pesagi dan Lingkungan Pebukit hujan abu ringan, Desa Tegallinggah hujan abu ringan, Kantor BPBD terdapat hujan abu ringan. “Kita imbau kepada masyarakat supaya tidak panik. Namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Saat ini kondisi Gunung Agung belum normal. Jadi, potensi erupsi masih ada. Sejauh ini belum ada warga sampai mengungsi,” tegas Arimbawa. (kmb41)

Tabrak Pohon

Sopir Tewas, Dua Warga India Luka-luka Amlapura (Bali Post) Jalur utama Candidasa Karangasem kembali menelan korban jiwa, Sabtu (29/12) lalu. Mobil Daihatsu Xenia warna putih DK 1634 FL yang dikemudikan Kadek Suantara Limbung asal Banjar Dinas Karang Boma, Pecatu, Badung menabrak pohon perindang di kanan jalan. Akibatnya, Kadek Suantara Limbung meninggal di TKP. Berdasarkan informasi yang

dihimpun di lapangan, peristiwa lakalantas itu terjadi di jalan raya Amlapura km 5-6, tepatnya di depan kantor Notaris AA Ngurah Maha Putra, Dusun Perasi, Desa Pretima, Karangasem, Sabtu (29/12) pukul 14.45 Wita. Awalnya kendaraan yang dikemudikan korban melaju dari Candidasa menuju Amlapura. Diduga korban yang merupakan sopir Xenia itu dalam kondisi mengantuk. Tiba-tiba mobil melenceng ke kanan kemudian

menabrak pohon perindang di sisi kanan as jalan. Kerasnya benturan mengakibatkan bagian depan mobil ringsek. Sementara sang sopir tergencet di belakang kemudi. Korban mengalami luka-luka pada pinggang serta tangan kanan, dan kiri dada lebam. Sempat dilarikan ke RS BaliMed Karangasem, namun diduga korban sudah meninggal di TKP. Diperkirakan korban mengalami benturan keras

sehingga ada luka dalam yang menyebabkan korban meninggal dunia. Sedangkan dua penumpang yakni Neha Sharma (35) asal India mengalami luka bengkak pada tangan kiri, lecet pada bibir dan tangan kiri. Korban saat ini dirawat di BaliMed Karangasem. Korban lainnya Nupoor Nainanwatee (34) juga asal India. Dia luka lecet pada lengan kiri dalam kondisi sadar. Yang bersangkutan dirawat di Rumah Sakit

BaliMed. Kasat Lantas Polres Karangasem AKP NI Putu Annei Parwisti membenarkan lakalantas itu mengakibatkan sopir meningggal dunia. Dua penumpang mengalami luka-luka. “Lakalantas itu dididuga keteledoran sang sopir. Saat mengemudikan kendaraannya dalam kondisi ngantuk, sehingga mobil tanpa penguasaan alias out of control,” jelasnya. (kmb41)

Risiko Bencana Tinggi

BPBD Bentuk Sekolah Madrasah Aman Bencana BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melakukan langkah-langkah antisipasi dini dalam kaitan tindakan nyata penaggulangan kebencanaan di daerahnya. Strategi yang dianggap menjadi bagian penting itu adalah membentuk Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB). Pembentukan SMAB itu dengan alasan sangat masuk akal. Pasalnya, memang potensi bencana di wilayah kabupaten paling timur di Pulau Bali itu sangat tinggi. Lalu bagaimanakah wujud Sekolah Madrasah Aman Bencana itu? Di antara daerah-daerah kabupaten di Bali, ternyata Karangasem memiliki risiko kebencanaan paling tinggi. Karena itu memang mendesak di Karangasem itu harus dipersiapkan lebih baik dan sempurna dalam segala segi, terkait antisipasi dan tindakan kebencanaan dibandingkan kabupaten lainnya di Bali. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, pro-

gram SMAB itu terbentuk awal 2018. Tujuan dioptimalkan SMAB itu guna memberikan wawasan terkait menajeman kebencanaan kepada siswa, terutama siswa menengah ke atas. Menurutnya, ada sepuluh risiko bencana berpotensi terjadi di Karangasem, oleh karena posisi geografisnya yang kurang menguntungkan. Seperti bencana erupsi gunung api, bencana tsunami, bencana gempa,

tanah longsor, banjir, pohon tumbang, banjir bandang, angin topan, kekeringan, termasuk air pasang. Arimbawa berharap, dengan dibentuknya SMAB itu siswa bisa paham terkait manajemen kebencanaan. Yang termasuk dalam manajemen kebencanaan adalah penyelamatan saat ada bencana, mitigasi, dan pertolongan pertama saat siswa terkena dampak bencana itu sendiri. Siswa itu diharapkan membagi ilmu kebencanaan yang mereka telah dapatkan dengan sukarela kepada warga. ‘’Kegiatan ini menyisir satu sekolah dalam setahun. Tahun 2018 kita sudah gelar di SMA 1 Karangasem. Untuk 2019 masih dikoordinasikan dengan Disdikpora. Jadi nanti dipilih secara prioritas sekolah mana yang ancaman kebencanaan paling tinggi,’’ jelas Arimbawa. Lebih lanjut dikatakan, program SMAB itu melibatkan Basarnas, Palang Merah Indonesia, dan BPBD. Materi yang

diberikan terkait kebencanaan, mitigasi, dan pertolongan pertama saat terjadi bencana. Anggaran yang digunakan APBD, nilainya mencapai Rp 100 juta. ‘’Ini sebetulnya merupakan kegiatan rutin. Setiap

tahun kita sisir dan pilih satu sekolah. Semoga tahun-tahun yang akan datang anggarannya bisa ditambah. Harapan kami semua sekolah yang ada di Karangasem ini bisa jadi sekolah aman bencana,’’ harap Arimbawa. (eka)

Bali Post/kmb41

TANAH LONGSOR - Bencana tanah longsor yang menimpa Kabupaten Karangasem.


KLUNGKUNG

12

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

Saat Malam Tahun Baru

Bupati Suwirta Minta Penggunaan Mercon Dikendalikan

Semarapura (Bali Post) Menjelang malam pergantian tahun, penggunaan mercon dan sejenisnya diminta agar dikendalikan karena sangat riskan mengganggu ketertiban umum. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bahkan bersitegang dengan penjual mercon dan kembang api ketika melakukan pengawasan langsung. Selanjutnya Suwirta meminta Satpol PP untuk bergerak, sebelum mercon dan sejenisnya memakan korban. “Ini demi kenyamanan kita bersama, dalam merayakan bersama, malam pergantiam tahun dengan suka cita dan aman,” kata Bupati Suwirta saat mendatangi langsung pedagang keliling mercon, kembang api dan sejenisnya, di sekitar Lapangan Puputan Klungkung, Sabtu (29/12) malam. Bupati Suwirta pun sampai bersitegang dengan sejumlah pedagang mercon keliling di sekitar Lapangan Puputan Klungkung. Sebab, beberapa pedagang mercon ini mengaku sudah mengantongi izin. Ternyata setelah dicek, itu rupanya izin toko yang berjualan kembang api. Izinnya ini difotokopi dan dibawa keliling oleh pedagang eceran ini, yang menggunakan sepeda motor. Selain menyorot pedagang mercon, Bupati Suwirta juga menyoroti banyaknya pedagang asongan yang memenuhi Lapangan Puputan Klungkung. Apalagi, banyak yang

berjualan di area bermain anak-anak membuat tempat bermainnya menjadi sempit, terganggu dan kumuh. Situasi ini membuat Bupati Suwirta marah-marah dan meminta Satpol PP segera turun tangan. “Kalau berjualan keliling, masih bisa ditolelir. Tetapi ini malah sampai buka lapak di lapangan, tetapi tidak ditertibkan,” tegasnya. Melihat situasi pedagang seperti itu, Bupati Suwirta langsung mengambil tindakan tegas menginstruksikan untuk memindahkan dagangannya yang berjualan di sekitar area bermain anakanak. Tak hanya itu, Suwirta langsung menghubungi Kasatpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suartha, untuk turun menindaklanjuti persoalan tersebut. Dibantu Satpol PP yang bertugas, sejumlah pedagang langsung mengemasi barang dagangan, selanjutnya pindah berjualan, bahkan ada pula yang langsung dipulangkan. Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Klungkung Putu Suarta mengaku selanjutnya sudah memastikan melakukan pengawasan, bahkan sudah menegur dan melarang pedagang berjualan di Lapangan Puputan Klungkung, khususnya di area bermain anak-anak. “Sebelumnya, seringkali kami imbau, tetap saja ada pedagang asongan yang melanggar. Sebagaimana instruksikan Bupati, kami akan tingkatkan pengawasan,” ujar Suartha. (kmb31)

PEDAGANG MERCON - Bupati Suwirta saat menemui para pedagang mercon di sekitar Lapangan Puputan Klungkung. Bupati Suwirta sempat bersitegang dengan sejumlah pedagang mercon soal izin menjual barang berbahaya tersebut.

GELEDAH KAFE - Petugas gabungan saat melakukan penggeledahan terhadap karyawan kafe, waitress dan pengunjung. Hasilnya, nihil ditemukan penyalahgunaan narkoba.

Lokalisasi di Galian C akan Ditertibkan

Semarapura (Bali Post) Penyebaran HIV/AIDS menjadi perhatian Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Langkah pencegahan akan dilakukan lebih intensif melalui berbagai terobosan. Salah satunya adalah menutup lokalisasi di galian C. Demikian juga dengan kafe remang-remang yang menjadi tempat berkembang dengan meluasnya penyebaran HIV/AIDS. Hal tersebut disampaikan Suwirta saat mengundang para pemilik kafe remang- remang di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Sabtu (29/12) lalu. Dalam arahannya, Bupati Suwirta menyampaikan, HIV/ AIDS adalah momok yang sangat mengerikan bagi generasi penerus. Sehingga untuk di Kabupaten Klungkung itu, melalui Perda Ketertiban Umum, pihaknya akan melakukan langkah untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. Salah satunya dengan menutup tempat lokalisasi galian C dan kafe remang-remang yang disinyalir menjadi tempat berkembang dan meluasnya penyebaran HIV/AIDS. Melalui perda tersebut, Suwirta mengajak para pemi-

lik penginapan agar segera mengurus izin dan dijadikan penginapan yang sewajarnya. Untuk lokalisasi galian C itu, akan segera ditutup. Sedangkan para pemilik kafe remangremang diberikan solusi, yakni dengan mengubahnya menjadi tempat makan. Dalam mengurus izinnya pun akan dipermudah oleh pemerintah. Para pemilik kafe remang-remang dan penginapan diberikan waktu sampai dengan hari raya Kuningan nanti. “Tim Yustisi akan melakukan patroli setelah hari raya Kuningan. Apabila masih ada kafe yang buka dan penginapan yang belum mengurus izin, kami akan berikan surat peringatan. Apabila masih bandel, akan ditutup paksa,” katanya.

Sidak Kafe Sementara itu, mengantisipasi malam pergantian tahun, kafe remang-remang menjadi sasaran razia petugas gabungan BNNK Klungkung, Polres Klungkung, Kodim 1610/ Klungkung. Sidak gabungan ini dilakukan Sabtu (29/12) malam, dengan melakukan tes urine hingga penggeledahan. Upaya ini cukup mengagetkan pengelola kafe, karyawan hingga para pengunjungnya. Tim sidak mengerahkan 36 orang personel, terdiri dari 21 orang anggota Polres Klungkung, enam anggota Kodim 1610/Klungkung dan sembilan anggota BNNK Klungkung. Sidak dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP I Gusti Ngurah Yudistira dan Kasi Brantas BNNK

Klungkung AKP Wiastu Andre. Sasaran pertamanya, adalah Kafe Sekar Wangi, di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Di sana ada tiga orang staf, 13 orang waitress dan enam orang pengunjung. Petugas langsung melakukan penggeledahan badan, pemeriksaan bawaan pengunjung, pemeriksaan tempat yang dicurigai sebagai penyimpanan narkoba, hingga melakukan tes urine secara selektif, terhadap perangai orang yang dicurigai petugas. Namun, hasil akhirnya menunjukkan negatif. Sehingga petugas tidak melakukan tindakan lanjutan. “Ini sebagai langkah antisipasi terhadap upaya penyalahgunaan narkoba menjelang momen pergantian tahun,” kata AKP Wiastu Andre. Sidak berikutnya menyasar Dewi Kafe di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Lepang, Kecamatan Banjarangkan. Di sana, empat orang operator, 23 waitress dan delapan pengun-

jung, dilakukan upaya yang sama. Namun, hasilnya juga sama, petugas tak menemukan sasarannya. Demikian juga di DJ Kafe di Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra, Jumpai, terhadap tiga orang staf dan operator, sebelas waitress dan sepuluh pengunjung, yang dilakukan tes urine dan penggeledahan, hasilnya juga nihil. Dua kafe lainnya, yakni Kafe Nirmala di Jalan Gelgel, Jumpai dan Kafe Lompang, juga menjadi sasaran petugas. Dari belasan orang yang menjadi proses serupa, hasilnya juga nihil. Selain melakukan upaya penggeledahan hingga tes urine, petugas menyampaikan apresiasi karena kafe-kafe ini sementara bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Petugas sekaligus memberikan imbauan bahaya narkoba dan ancaman hukumannya, kepada pengedar dan penggunanya. Sekaligus melakukan pemasangan pamplet dan stiker stop narkoba. (kmb31)


Senin Kliwon, 31 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN !!Admin SMA/K-S1, CV: personalia.akt@gmail.com B.BP.001.12.18.0000749

Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta40,Kuta B.BP.001.12.18.0000864

Dibthkan SPA Therapis Max 35Th Gaji & Bonus Menarik di Ubud Monkey Forest HB:081916324552 B.BP.001.12.18.0000828

Dibthkn sgr karyawati u/Toko Hub.Krisna Mart Jl.Gn.Catur No.100X Dps Brt/082145521880

Dicari Drafter/Arsitek Junior T.081338146376 B.BP.001.12.18.0000867

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

B.BP.004.12.18.0000858

B.BP.001.12.18.0000826

B.BP.001.12.18.0000863

BIRO JASA

G.05

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com G.03

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept.Store, telp.756302, Hp.0818621818

B.BP.001.12.18.0000825

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

Email:arowanafoodstreet@gmail.com

G.02

G.06

B.BP.001.12.18.0000845

SERVICE

Email:arowanafoodstreet@gmail.com

KAP.BM Terdaftar Bth Auditor D3,S1,AK/M Bs.Comp,Bhs Ing,Gji Nego,Jl.Tkd Irawadi 18 A DPS KJA.T&N Terdaftar,Bth Peg.Pjak D3,S1,AK/M Bs.Comp,Brevet Pjak Bhs Inggris,Gaji Nego, Jl.Tukad Irawadi 18 A Dps

Dicari karyawati toko min SMA Gj 2jt hub hp / wa 082341168381

G.04

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store HP/WA 0818621818

Dibutuhkan Pembantu Rumah Tangga,Tinggal Dalam. Hub / WA: 085838399110

B.BP.004.12.18.0000834

Dicari Pembantu RT tidur dalam wnt blm nikah Hub.081236848899

Email:arowanafoodstreet@gmail.com

G.01

Dibutuhkan 2 Tenaga Watress Speak English Call 082247478200 / WA.08553716666 B.BP.004.12.18.0000810

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, WA/SMS 0818621818

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA Djl cpt aquarium+ikan lele putih 6 ekor hp/wa 082341168381 B.BP.001.12.18.0000844

KEHILANGAN Hlg Sertifikt Tnh M.2128-Benoa L.850m2 A.N Suryawan Anwar B.BP.004.12.18.0000418

HlgSrtfkt Hak Guna Pakai No.58 Luas 210m2 a/n I Putu Gunawan B.BP.154.12.18.0000865

PENGUMUMAN Pengumuman.Bahwa Telah Dilakukan Penurunan Modal Terhadap PT.Bali Bounty yang Berkedudukan di Kab.Badung, dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 39 Tanggal 18-12-2018 Dibuat Dihadapan Dewi Febriana,SH, Notaris di Kab.Badung untuk Dketahui oleh Pihak/Orang Lain B.BP.004.12.18.0000793

DIJUAL RUMAH

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


BANGLI

14

Senin Kliwon, 31 Desember 2018

Kasus Kriminalitas Menurun

Bangli (Bali Post) – Sepanjang 2018, kasus kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Bangli mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 lalu, jumlah kasus yang terjadi sebanyak 127 kasus, sementara tahun ini 100 kasus. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengklaim, penurunan kasus kriminalitas tahun ini berkat kerja keras jajarannya yang selama ini gencar melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif melalui sejumlah program seperti pagi menyapa, patroli gabungan, sambang ke desa-desa sambil menyampaikan penyuluhan pesan-pesan kamtibmas dan program lainnya. Dalam keterangan pers akhir tahun 2018 di Mapolres Bangli, Minggu (30/12) kemarin, AKBP Agus menjelaskan, jenis kasus yang mendominasi sepanjang tahun ini yakni kasus-kasus konvensional seperti pencurian pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penipuan, judi dan narkoba. Dari keseluruhan kasus kriminal yang terjadi tahun ini, sebanyak 86 kasus berhasil diselesaikan Satuan Reskrim Jajaran Polres Bangli. Sementara empat kasus curat dan delapan kasus curanmor belum terselesaikan. AKBP Agus mengaku dalam upaya menyelesaikan kasus itu pihaknya terkendala saksi yang minim. Untuk menekan terjadinya kasus kriminal terutama curanmor, pihaknya kembali mengimbau ke masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat memarkir kendaraannya. “Ini imbauan ke masyarakat, agar saat parkir kendaraan jangan menaruh kendaraan sembarangan dan kunci dalam keadaan nyantol. STNK juga jangan ditaruh di jok motor agar lebih aman,” katanya didampingi Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, para kasat dan pejabat Polres lainnya. Selain kasus kejahatan, Kapolres juga merilis kasus lakalantas yang terjadi sepanjang tahun 2018. Dia menyebutkan pada tahun ini jumlah kasus lakalantas yang terjadi sebanyak 67 kasus. Angka ini naik satu kasus dari tahun sebelumnya. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun ini, telah mengakibatkan 17 korban meninggal dunia. “Kasus lakalantas didominasi usia 16 - 45 tahun. Profesi korban kebanyakan pelajar, mahasiswa, swasta dan petani. Kejadian lakalantas banyak terjadi di jalan provinsi,” jelasnya. Sepanjang tahun ini, di wilayah hukum Polres Bangli juga terjadi gangguan kamtibmas sebanyak 60 kasus. Gangguan yang terjadi didominasi gantung diri, kebakaran dan tanah longsor. “Untuk kasus gantung diri kebanyakan disebabkan faktor sakit, depresi dan faktor ekonomi,” ungkapnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) -

Pengerjaan proyek pembangunan Pasar Loka Crana molor. Sesuai kontrak, proyek yang menelan anggaran Rp 12 miliar tersebut harusnya sudah rampung, Sabtu (29/12). Namun, hingga Minggu (30/12) kemarin, pihak rekanan masih nampak mengerjakan sejumlah bagian bangunan yang belum tuntas. Berdasarkan pantauan siang kemarin, salah satu bagian bangunan yang belum tuntas dikerjakan yakni pada lantai dasar. Beberapa material seperti pasir, semen, pipa, dan material lainnya terlihat masih menumpuk dan berserakan di lantai dasar yang rencananya akan difungsikan sebagai terminal. Sejumlah pekerja juga terlihat berativitas di sekitar lokasi. Selain lantai dasar, bagian bangunan yang masih nam-

pak dikerjakan, yakni bagian ornamen depan dan samping selatan. Dari pantauan kemarin, ornamen bangunan pasar yang menggunakan material sejenis batu paras berwarna putih masih dalam proses finishing. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya belum berhasil dikonfirmasi terkait pengerjaan proyek pembangunan Pasar Loka Crana

yang melewati batas waktu itu. Beberapa kali nomor handphone-nya dihubungi, tidak mendapat jawaban. Dalam wawancara sebelumnya, Kamis (20/12) lalu, Sudibya sempat mengungkapkan bahwa progres pengerjaan proyek pembangunan Pasar Loka Crana sudah mencapai 98,011 persen per tanggal 19 Desember. Dia mengatakan, sesuai kontrak batas waktu pengerjaan proyek pembangunan Pasar Loka Crana berakhir

Festival Penglipuran

Kunjungan Wisatawan 1.200 Per Hari

Bali Post/kmb40

KASUS - Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo saat merilis kasus yang terjadi sepanjang tahun 2018.

Bali Post/kmb40

Molor, Pengerjaan Proyek Pasar Loka Crana

MATERIAL - Sejumlah material terlihat menumpuk dan berserakan di lantai proyek Pasar Loka Crana.

FESTIVAL Penglipuran terbilang sukses menyedot minat wisatawan berkunjung ke desa wisata tersebut. Selama pelaksanaan festival, angka kunjungan wisatawan ke desa yang terkenal dengan rumah tradisional itu mencapai 1.200 orang per hari. Hal itu diakui Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran Nengah Moneng,

Minggu (30/12) kemarin. Dikatakan Moneng, tingkat kunjungan wisatawan selama pelaksanaan festival melonjak dengan rata-rata 1.200 per hari. Pada hari biasa, kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 500-an orang per hari. Kunjungan didominasi wisatawan domestik. “Saat Umanis Galungan kunjungan

wisatawan, tembus empat ribu orang,” terangnya. Menurut Moneng, tingginya minat wisatawan untuk berkunjung ke Penglipuran karena tertarik dengan kegiatan festival yang diselenggarakan sejak tanggal 17-30 Desember kemarin. Dalam pelaksanaan festival, panitia menggelar sejumlah atraksi

pada 29 Desember. Beberapa item pekerjaan yang kala itu belum selesai dikerjakan rekanan yakni berupa pemasangan keramik, finishing, dan pertamanan. Meski demikian, saat diwawancara, Sudibya mengaku optimis proyek yang menggunakan sumber dana dari APBD itu akan rampung sesuai target. “Masih ada waktu rekanan untuk menyelesaikannya. Dari hasil rapat tadi, rekanan juga optimis bisa menyelesaikannya,” ujarnya belum lama ini. Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan Pasar Loka Crana sudah dimulai sejak 2017 lalu. Pada tahun lalu, pengerjaannya hanya sebatas

strukturnya. Sementara kelanjutan pembangunannya hingga finishing-nya dilanjutkan pada tahun tahun ini. Berdasarkan papan proyek yang sempat terpasang di lokasi, proyek pembangunan Pasar Loka Crana tahap II dikerjakan PT Karya Nirmala, dengan konsultan pengawas PT Mintra Tri Sakti. Adapun total nilai kontrak proyek pembangunan pasar itu yakni sebesar Rp 12.494.596.059. Tidak seperti papan proyek umumnya, dalam papan proyek yang dipasang di depan lokasi, tidak tercantum tanggal dimulainya pengerjaan proyek. Yang dicantumkan hanya masa kontrak yakni selama 160 hari. (kmb40)

dan lomba seperti barong ngelawang, busana tempo dulu, lomba ngelawar, karaoke, masatua Bali dan lomba yang bernuansa budaya Bali lainnya. Di samping itu alasan lain wisatawan tertarik mengunjungi Penglipuran karena keberhasilannya menyandang predikat sebagai desa terbersih di dunia dan kesuksesan dalam meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional lainnya. “Saya sempat coba tanya beberapa wisatawan, alasannya tertarik mengunjungi Penglipuran. Salah satunya

karena menyandang predikat desa terbersih di dunia,” jelasnya. Moneng memprediksi, angka kunjungan akan tetap tinggi hingga libur tahun baru. “Kami prediksi, kunjungan pada tanggal 1 Januari nanti akan lebih dari empat ribu wisatawan,” ujarnya. Pihaknya berharap, erupsi yang kembali terjadi di Gunung Agung, Karangasem tak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Penglipuran maupun objek wisata di Bangli lainnya. (ina)


Senin Kliwon, 31 Desember 2018

OLAHRAGA

15

Unggul Sembilan Poin, Liverpool Tetap Fokus London – Liverpool menutup penampilannya tahun 2018 dengan memantapkan diri bercokol di puncak klasemen Liga Inggris berbekal raihan 54 poin dan catatan nihil kekalahan dalam 20 laga musim ini. Penampilan pamungkas Si Merah pada 2018 berakhir dengan kemenangan telak 5-1 atas Arsenal di Anfield, Minggu (30/12) dini hari kemarin. Hasil itu diwarnai catatan trigol perdana Roberto Firmino di Liga Inggris yang dilengkapi masing-masing satu gol dari Sadio Mane dan Mohamed Salah. Liverpool sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Ainsley Maitland-Niles. Kemenangan ini membuat Liverpool unggul sembilan poin dari pesaing terdekat Tottenham Hotspur (45), sedangkan Arsenal (38) tertahan di urutan kelimat. Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, bersikeras menganggap posisi timnya di puncak klasemen Liga Inggris saat ini dengan keunggulan sembilan poin dari pesaing terdekat Tottenham Hotspur (45) tidak berarti apa pun. Liverpool kini mengoleksi 54 poin usai mengalahkan Arsenal 5-1 dalam laga pekan ke-20 di Anfield, Minggu (30/12) dini hari kemarin. Menurut Klopp, keunggulan sembilan poin belum tentu bertahan lama. Manchester City (44) yang baru main Minggu malam bisa meraih kemenangan dan memangkas jarak menjadi 7 poin. ‘’Saya bukan orang terpintar di dunia, namun saya bukan seorang idiot. Jadi, keunggulan itu tidak berarti apa-apa. Tak penting berapa poin pun Anda unggul pada Desember, bahkan jika itu terjadi di pengujung bulan,’’ ujarnya usai pertandingan. Ia juga menegaskan bahwa ketika timnya mengetahui Tottenham kalah 1-3 melawan Wolverhampton di laga lain, para pemain dan staf kepelatihan Livepool tidak bersuka cita atas hal itu. ‘’Kami ingin fokus pada situasi, semuanya masih soal pertandingan sepak bola. Bermain sebaik mungkin, mencoba meraih poin sebanyak mungkin, itu saja,’’ tegas mantan pelatih Borussia Dortmund ini.

Di bagian lain, pelatih Arsenal Unai Emery mengemuka-

k a n kembali kebutuhan hadirnya teknologi video asisten wasit (VAR) di Liga Inggris. Pasalnya, dua dari lima gol Liverpool lahir dari eksekusi tendangan penalti yang diberikan wasit Michael Oliver atas pelanggaran-pelanggaran ringan para pemain Arsenal. ‘’Dua gol terakhir, dua penalti, saya pikir terlalu banyak bagi kami,’’ ungkapnya. Emery menemukan beberapa aspek positif dari penampilan Arsenal kontra Liverpool, yakni Ainsley Maitland-Niles yang bermain baik sebagai sayap kanan dan mencetak gol pembuka serta Alex Iwobi yang permainannya membaik setelah beberapa laga tak terlalu cemerlang. Namun, ia kini memiliki pekerjaan rumah untuk menebalkan barisan pertahanan sembari menguatkan barisan tengah sebagai penjaga keseimbangan. Sementara itu, pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino, menyebut penampilan timnya pada 15-20 menit akhir pertandingan mengecewakan sehingga menelan kekalahan 1-3 melawan Wolverhampton di Stadion Wembley. ‘’Kekalahan selalu mengecewakan, namun laga sep-

erti ini sering terjadi dalam satu musim,’’ katanya. Juventus Juventus kembali ke jalur berkat kemenangan 2-1 atas Sampdoria. Tambahan tiga poin yang membuat mereka kini memuncaki klasemen Liga Italia dengan 53 poin. Napoli berhasil menjaga selisih sembilan poin dengan Ju-

James Harden

Harden Bukukan 40 Poin Ketiga New Orleans – James Harden membukukan 40 poin ketiganya secara beruntun untuk memberi Houston Rockets kemenangan 108-104 atas tuanrumah New Orleans Pelicans pada lanjutan kompetisi NBA, Minggu (30/12) kemarin. Harden mencetak 41 poin dan 6 assist untuk menjadi pemain pertama sejak Oscar Robertson membuat setidaknya 35 poin dan 5 assist dalam tujuh pertandingan berturut-turut. Robertson melakukannya dua kali pada tahun 1965 dan 1967. ‘’Itulah yang saya mainkan. Jelas saya masih harus menempuh jalan panjang untuk disebut sebagai salah satu pemain bola basket terbaik yang pernah menyentuh bola basket,’’ kata Harden ketika dibandingkan dengan Robertson. Harden mendapat peluang mencetak 40 dalam empat pertandingan beruntun ketika Rockets menjamu Memphis pada Selasa besok. Anthony Davis yang mencetak 48 poin dalam kemenangan atas Dallas Mavericks, membuat 22 poin untuk Pelicans. Julius Randle memimpin dengan 23 poin dan 11 rebound. Di tempat lain, Giannis Antetokounmpo membukukan triple double ketiganya musim ini saat Milwaukee Bucks yang memimpin liga memenangi pertandingan ketiga beruntun dengan kemenangan 129-115 atas Brooklyn Nets. Antetokounmpo menghasilkan 31 poin, 10 rebound dan 10 assist untuk Bucks yang rekor menang-kalahnya meningkat menjadi 25-10 musim ini. ‘’Dia sangat fenomenal dalam lima menit terakhir,’’ ujar pelatih Milwaukee, Mike Budenholzer. Jamal Murray mencetak 46 poin untuk mengangkat Denver Nuggets menang 122-118 atas Phoenix Suns. Sebelumnya dia membuat 31 poin saat Nuggets mengalahkan San Antonio Spurs. Sementara di Portland, Klay Thompson mencetak 32 poin untuk Golden State Warriors guna mengatasi perlawanan Portland Trail Blazers 115-105. Hasil lainnya, LA Clippers dikalahkan San Antonio 111-122, Atlanta Hawks menundukkan Cleveland Cavaliers 111-108, Memphis dijungkalkan Boston Celtics 103112, Washington Wizzards menang atas Charlotte Hornets 130-126 dan Utah Jazz menundukkan New York Knicks 129-97. (afp/kmb)

ventus setelah pasukan Carlo Ancelotti mendulang kemenangan 3-2 atas Bologna. Tambahan tiga poin membawa klub peringkat kedua ini kini mengumpulkan 44 poin. Tim peringkat ketiga Inter Milan juga menang tipis 1-0 di markas Empoli, berkat gol semata wayang Keita Balde Diao. Inter membuntuti Juve dan Napoli dengan koleksi 39 poin. AC Milan lain juga mendulang kemenangan 2-1 atas SPAL yang dibantu keberhasilan Gonzalo Higuain mengakhiri puasa golnya. (ant/rtr) TIGA GOL – Roberto Firmino mencetak tiga gol untuk Liverpool ke gawang Arsenal pada laga Liga Inggris, Minggu (30/12) kemarin.

Lomba F1 2019 akan Kompetitif

Jakarta (Bali Post) – Pertarungan tim papan tengah pada lomba balap Formula 1 (F1) diprediksi akan sangat kompetitif dalam musim balapan 2019. Demikian kepala tim Racing Point, Otmar Szafnauer, dalam sebuah wawancara seperti dilansir oleh Formula1. com, Sabtu (29/12). Pada musim 2018 persaingan utama terjadi di antara tiga tim yaitu Mercedes, Ferrari dan Red Bull. Sementara enam tim lainnya, Renault, Haas, Sauber, McLaren, Toro Rosso dan Force India, yang kini berganti nama menjadi Racing Point, berebut peringkat empat di papan tengah, menyisakan Williams di posisi buncit klasemen konstruktor.

Tim Renault yang finis di peringkat empat pada 2018, menjadi penantang utama di papan tengah. Tim AngloPrancis ini menuai pujian dengan pencapaiannya tersebut yang diraih hanya dalam tiga tahun terakhir kembali membalap di F1. Renault dibayangi oleh Haas yang semakin menunjukkan kemajuan di tahun keempatnya. ‘’Kami melihat Haas sangat kompetitif tahun ini. Renault juga finis keempat. Toro Rosso saya yakin akan berbagi dengan Red Bull tahun depan, termasuk mesinnya, Honda akan semakin baik. Jadi, pertarungan papan tengah akan intens dan kami berharap kami bisa masuk dan menjadi yang

terbaik dengan kata lain di peringkat empat,’’ kata Szafnauer. Force India Sahara bisa saja meraih hasil yang lebih baik musim lalu jika tidak terganjal masalah finansial dan berubah kepemilikan serta nama menjadi Force India Mercedes yang menyebabkan akumulasi poin yang mereka dapatkan dari awal musim dihapus. Oleh karenanya, Force India hanya finis di tempat ketujuh setelah McLaren. Tim yang musim depan berganti nama menjadi Racing Point Force India itu telah dibeli oleh konsorsium yang dipimpin oleh Lawrence Stroll, ayah dari pebalap Lance Stroll yang akan membalap untuk Racing Point. Dukungan fi-

nansial dari j ut a wa n a s a l Kanada itu akan menjadi modal bagus untuk Racing Point yang akan diperkuat oleh Lance Stroll dan Sergio Perez. Dengan demikian akan ada Renault yang berlimpah dengan anggaran belanja, Haas yang model bisnisnya lebih efisien, serta Toro Rosso yang diuntungkan sebagai tim saudaranya Red Bull. Kemudian Kimi Raikkonen yang siap menyerang dengan mobil Sauber lalu McLaren yang diharapkan menampilkan performa yang konsisten tahun depan. (ant/rtr)

DEBES - Kejuaraan petanque terbuka akhir tahun di Lapangan Debes, Tabanan.

Bali Post/ist

Atlet Petanque DKI Juara di Tabanan Tabanan (Bali Post) Atlet DKI yakni Muhammad Andika Mahardhika Putra dan Amri A. Maliki/ Andri Irawan keluar sebagai juara nomor shooting dan double pada kejuaraan petanque terbuka akhir tahun bertajuk Year End Petanque Open Competition 2018 di Lapangan Debes, Tabanan, Sabtu (29/12) hingga Minggu (30/12) kemarin.

Juara II shooting direbut Rahardian Sukma Firmansyah (Jateng), sedangkan medali perunggu diraih Dr. Ramdan Pelana, M.Or. dan Andri Irawan (DKI). Sementara juara II nomor double diraih Muhammad Irfan/M. Ali Tahah (DKI), sedangkan juara III disabet Edgar Dany Dhiokto/Alvian Adha Kristanto (New Kampret 2) dan Putu Kurnia Shinta Pradnya Dewi/

Made Khrisna Dwipayana (Fortune). Ketua Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali Nyoman Yamadhiputra mengemukakan, ajang ini sangat cocok bagi atlet Pra-PON Bali serta kabupaten dan kota se-Bali untuk menambah jam terbang. ‘’Anggap saja pertandingan ini sebagai uji coba meladeni atlet luar Bali,’’ ujarnya.

Dijelaskannya, peserta dibatasi hingga 64 orang tiap nomor. Prancis, negara asal olahraga petanque, ikut berpartisipasi. Pertandingan berlangsung hingga larut malam bahkan dini hari. ‘’Kami berniat mengagendakan event ini secara rutin pada akhir tahun. Tahun depan akan digelar kejuaraan terbuka internasional di Debes,’’ ungkapnya. (022)

Mangupura (Bali Post) – Guna mengisi liburan sekolah dengan kegiatan positif, Desa Sibangkaja, Abiansemal, Badung, mengadakan kejuaraan sepak bola memperebutkan Piala LPD V/2018 di Lapangan I Gusti Ngurah Rai beberapa hari lalu. Ajang ini diikuti oleh 14 tim (7 SD dan 7 SMP). Kejuaraan ini dimak-

sudkan untuk memberikan kesempatan bermain yang lebih banyak kepada pemain sepak bola usia dini yang ada di Sibangkaja. Pertandingan berlangsung selama sepekan menggunakan sisitem setengah kompetisi. Tingkat SD dijuarai Bima Kroda Banjar Lambing, disusul Porsint Sintrig di posisi kedua dan Porbasi Sangging di tempat ketiga.

Sementara pada kelompok SMP tampil sebagai juara Porkhap Banjar Piakan diikuti Desty Saren di peringkat kedua dan Bima Kroda Lambing di urutan ketiga. Keluar sebagai top skor SD masing-masing Yoga dan Agus (Porsint), sedangkan top skor SMP adalah Wah Bendu (Desty). Piala, uang pembinaan dan piagam diserahkan

Jro Bendesa Desa Adat Sibangkaja Ketut Narayana didampingi Perbekel Desa Sibangkaja Nyoman Sudani, Bendesa Adat Lambing, Ketua LPD Desa Sibangkaja Made Sudana, Ketua Panitia dari PS Susila Putra I.B. Purnaya, tokoh puri I Gusti Ngurah Mambal Asak dan salah satu anggota DPRD Badung Nyoman Oka Widianta. (kmb)

Tim Bima dan Porkhap Juara

Bali Post/afp

KONI Bali Bahas Pembatasan Atlet PON Denpasar (Bali Post) KONI Bali akan menggelar rapat guna membahas pembatasan pengiriman atlet ke PON XX di Papua pada 2020 mendatang. Alasannya, Panitia Besar (PB) PON bakal membatasi kuota atlet berikut ofisial seluruh kontingen. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengagendakan rapat yang melibatkan KONI kota dan kabupaen seBali serta seluruh pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga (cabor) bertujuan memutuskan pengiriman atlet ke PON Papua. ‘’Yang jelas kami membatasi pengiriman atlet,

bahkan hanya menerjunkan atlet yang berpeluang mendulang medali,’’ sebutnya di Denpasar, Minggu (30/12) kemarin. Pihaknya juga mempertimbangkan dana yang akan dikucurkan Pemprov Bali untuk pelatihan atau persiapan, keberangkatan dan selama berada di Papua. ‘’Kami tegaskan, atlet yang dikirim harus benar-benar bertading dan orientasinya medali, bukan piknik,’’ tuturnya. Ia mencontohkan cabor bela diri yang berpeluang mendapatkan medali hanya peringkat pertama hingga keempat. Sang juara me-

nerima emas, urutan kedua mendulang perak dan dua ranking ketiga kebagian perunggu. ‘’Apakah atlet yang lolos peringkat delapan di Pra-PON dikirim, sedangkan peluangnya mendapatkan medali tertutup,’’ kilahnya. Ia jauh-jauh hari sudah mengingatkan bahwa bakal dilakukan perampingan pengiriman atlet ke PON. Apalagi cabor juga membatasi kontingen yang lolos. Untuk basket, hanya peringkat delapan besar putra dan putri yang berhak mengantongi tiket PON, sehingga laga Pra-PON tiap wilayah akan ketat.(022)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Pemerintah Naikkan Plafon KUR Tahun 2019 Jadi Rp 140 Triliun PEMERINTAH menetapkan kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi Rp 140 triliun tahun 2019 dari tahun 2018 sebesar Rp 123,801 triliun. Suku bunga KUR tahun 2019 tetap dipertahankan 7 persen. Rapat Koordinasi juga memutuskan meningkatkan KUR sektor produktif hingga 60 persen. Keputusan pemerintah menaikkan KUR disepakati dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, Kamis (27/12). Rapat dihadiri Menko Perekonomian Darmin

Nasution, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, dan para pejabat Tim Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM. Peningkatan plafon KUR 2019 dengan pertimbangan, antara lain pertumbuhan ekonomi sampai dengan semester I tahun 2018 mencapai 5,17 persen; pertumbuhan kredit UMKM sebesar 8,48 persen; tingkat inflasi sampai dengan September 2018 yang masih terjaga di tingkat 2,88 persen; serta Bank Indonesia sudah menetapkan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan pada

Lima ’’Brand’’ Bali Raih Penghargaan

Kreativitas yang Menasional TAHUN 2018, Kelompok Media Bali Post (KMB) kembali menganugerahkan ‘’Bali Brand’’ pada lima brand Bali yang telah menginspirasi. Kelima brand tersebut yaitu Ayam Betutu Gilimanuk, Krisna Oleh-Oleh, Matadewa66, Mangsi Coffee, dan Agung Roy Dekorasi. Kelima brand ini telah populer bertahun-tahun ini mengangkat nama Bali di kancah nasional bahkan internasional.

Ayam Betutu Gilimanuk Perintis Ayam Betutu Gilimanuk A.A. Alit Oka Suci mengapresiasi langkah Bali Post memberikan Bali Brand. Ia berharap langkah ini bisa membangkitkan UMKM dan menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ia juga mengatakan, daya inovasi dan daya saing pengusaha Bali cukup potensial untuk dikembangkan. Ia berharap agar ke depan Bali bisa bangkit dan bersaing merebut peluang usaha dengan brand-brand yang menasional bahkan mendunia. Oka Suci yang juga tokoh pariwisata sekaligus pemain drama gong ini merintis usaha Ayam Betutu Gilimanuk sejak 1998. Usaha itu dimulai sebagai usaha sampingan, saat bisnis travel agent, transportasi dan artshop terpengaruh karena krisis. Puncaknya saat bom Bali, membuat bisnis keluarga Oka Suci goyah.

PENGHARGAAN - Pemimpin Redaksi Bali Post menyerahkan penghargaan Bali Brand kepada perintis brand Ayam Betutu Gilimanuk didampingi anaknya.

Mangsi Grill & Coffee Brand milik anak muda Bali ini semula lahir dengan nama Mangsi pada 2013, bertepatan dengan munculnya tren nongkrong dan membesarnya ceruk millennials Denpasar. Dalam dua tahun Mangsi mampu menjadi Top of Mind bisnis kuliner di kalangan millennials Denpasar. Melihat perkembangan Mangsi ketika itu, tak sedikit anak muda Bali yang kemudian terinspirasi untuk berkiprah di industri yang sama. Windu Segara Senet adalah tokoh utama di balik berkembangnya Mangsi. ‘’Menjamurnya bisnis sejenis memantik kami untuk berinovasi dengan kejelian melihat pergeseran tren di kalangan millennials Denpasar sebagai modal utamanya. Realita saat itu mengantarkan Mangsi untuk menghadirkan sajian yang sesuai dengan kebutuhan pasarnya. Tak lagi sekadar nongkrong, tetapi juga dilengkapi makanan dengan harga terjangkau dan tempat yang nyaman,’’ ujar Windu. Lulusan Fakultas Kedokteran Udayana ini menambahkan, akselerasi bisnis terjadi setelah Mangsi pindah ke Jalan Merdeka tahun 2015. Segera setelah itu, Mangsi membuka cabang Kuta, Sanur dan Canggu. Tak semua kisah berjalan indah. Mangsi Canggu meninggalkan pesan mendalam bahwa Mangsi adalah brand lokal menengah perkotaan, bukan brand yang hidup di tengah wisatawan asing. Berbekal kesadaran itu, Mangsi kembali membuka satu gerainya di Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Raya Puputan Renon dengan nama Mangsi Tropical. ‘’Mangsi Grill & Coffee semakin optimis di 2019 karena akan membuka gerai di salah satu mall besar di Denpasar dan bergerak lagi ke beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Seluruh pengembangan Mangsi menggunakan sistem kemitraan tanpa meninggalkan millennials sebagai denyut bisnisnya,’’ tutup Windu. (kmb33)

Windu Segara Senet

2019 mencapai 10 - 12 persen. Selain itu, Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM juga mengusulkan adanya skema KUR untuk pensiunan dalam rangka memperluas penyaluran KUR. KUR tersebut akan diberikan kepada para pensiunan atau pegawai pada masa persiapan pensiun (MPP) yang mempunyai usaha produktif. Hasil evaluasi terhadap KUR tahun 2018, menunjukkan penyaluran yang sangat bagus mencapai 95,7 persen hingga periode 30 Novem-

ber 2018. Adapun tingkat NPL sangat kecil hanya 0,24 persen. Penyaluran KUR didominasi KUR mikro (65,8 persen) diikuti dengan KUR kecil (33,9 persen). Tercatat porsi penyaluran KUR sektor produksi (pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa-jasa) telah mencapai 45,6 persen. (kmb) BERSAMA - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Hokkaido Bunkyo University Ajak Bali Kembangkan Pertanian Organik BALI memiliki tradisi pertanian organik berbasis budaya terbaik di Indonesia. Bali pun sempat mendapatkan penghargaan dari pemerintah untuk menjadi daerah organik nomor satu di Indonesia. Namun, perkembangan pertanian organik di Bali belum berjalan secara maksimal. Terutama dari segi pemasarannya. Atas realitas itu, Hokkaido Bunkyo University Jepang ini mendorong perkembangan pertanian organik di Bali. Bahkan, mereka menggandeng pengusahan Jepang untuk menjalin hubungan kerja sama dengan perguruan tinggi di Bali, terutama yang memiliki fakultas pertanian. Penjajakan kerja sama ini dilakukan dengan tujuan ada pertukaran mahasiswa untuk belajar ke Hokkaido Bunkyo University Jepang terkait sistem pertanian organik. Tak hanya menyangkut kualitas produksinya juga bagaimana cara memasarkannya. Pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi sebagai pencetak SDM diharapkan berperan dalam upaya memajukan sistem pertanian organik di Bali. Sasarannya, Bali bisa menjadi pulau organik untuk keberlangsungan pariwisata agrikultur ke depannya. Mantan Wakil Rektor Hokkaido Bunkyo University Toshihiro Watanabe, Ph.D. mengatakan pihaknya telah mengembangkan ketahanan pangan pertanian organik yang telah terintegrasi dengan semua pihak. Baik dengan petani, pengusaha, pemerintah, serta masyarakat sebagai konsumen. Hal ini dilakukan agar semua pihak dapat diuntungkan dari hasil produksi pertanian organik ini. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, ia tidak hanya menjalin hubungan kerja

sama dengan kampus-kampus, juga menjalin hubungan dengan perusahaan. Hasil produk pertanian organik bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk didistribusikan ke konsumen, sehingga produk pertanian organik memiliki nilai jual. Pihaknya berharap agar perguruan tinggi di Bali mau belajar pertanian organik ke Jepang. Apalagi, pada bulan April mendatang ia akan menjadi rektor di Hokkaido Bunkyo University dan akan mengembangkan pengetahuan ketahanan pangan (food saint) ke seluruh Asia. Pengusahan Jepang (CEO Perfect Partner Co. Ltd.) Yoshinori Sueoka mengatakan, dalam upaya mengembangkan ketahan pangan organik yang berkualitas, pihaknya telah menciptakan agrikultur yang dipilah-pilah untuk bisa dijadikan tempat studi. Mulai dari pemilihan dan penanaman bibit, cara memetik, dan cara mengolah hasil produk pertanian organik, sehingga kualitas dan kesehatan produk tetap terjaga. ‘’Kami sangat concern terhadap ketahanan pangan yang berkualitas dan higienis,’’ ujar Sueoka di hadapan para akade misi pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Bali di Warung Kopi Bali, Minggu (30/12) kemarin. Pengusaha properti Okaida-Jepang Mr. Ito mengatakan meskipun perusahaannya bergerak di bidang properti, namun komitmen untuk mengembangkan agrikultur di Jepang juga dilakukannya. Salah satu caranya, mengajak karyawannya berkunjung ke lahan pertanian pada saat hari libur. ‘’Mulai di sana kami berpikir bagaimana cara mengembangkan agrikultur di Jepang, dan akan kami kembangkan cara ini untuk agrikultur di Bali,’’ imbuhnya. (win)

Bali Post/wan

JEPANG - Para peserta diskusi foto bersama usai menandatangani prasasti. Diskusi ini tekait penjajakan kerja sama Agriculture Tourism Bali Organic Island antara Bali dan Jepang, Minggu (30/12) kemarin.

Bali Organik Masih Wacana

Denpasar (Bali Post) Sejatinya Pulau Bali telah mengembangkan sistem pertanian organik berbasis budaya. Bahkan, pada tahun 2020 mendatang Pemerintah Provinsi Bali telah mencanangkan Bali Clean and Green. Untuk mewujudkan itu, perguruan tinggi telah melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tunggi lainnya. Baik di dalam maupun di luar negeri. Di samping itu juga mengembangkan berbagai program untuk menjadikan Bali sebagai pulau organik. Dosen Pertanian Universitas Udayana (Unud) Luh Kartini mengatakan bahwa sistem pertanian organik sudah dikembangkan sejak tahun 1990 oleh Fakultas Pertanian Unud dengan memasukkannya pada salah satu mata kuliah. Bahkan, deklarasi Bali menjadi pulau organik sudah dilakukannya pada tahun 2009 silam. Akademisi Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si. mengatakan pengembangan pertanian organik di Bali masih sekadar diwacanakan. Belum bisa dijalankan sesuai dengan pikiran para akademisi. Berbagai kerja sama telah

dilakukan dengan pemerintah, namun dengan pengusaha belum berjalan maksimal. Pasar untuk hasil produk pertanian organik belum ada, sehingga harga belum sesuai dengan harapan para petani. Di samping itu, faktor penyusutan produk pertanian organik pascapanen juga sering terjadi yang menyebabkan penghasilan petani semakin merosot. ‘’Kalau sistem pertanian organik, Bali siap. Tetapi petani sering mengeluh mau jual ke mana hasil pertaniannya. Kami juga siap untuk melakukan kerja sama ini (dengan Hokkaido Bunkyo University Jepang),’’ tegas Kaprodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unwar ini. Akademisi Pertanian Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar Ketut Arnawa mengatakan, Unmas sedang melakukan program kemitraan wilayah desa untuk mengembangkan pertanian organik di Bali melalui pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya agar desa bisa menjadi tujuan wisata agrikultur dan semua produk pertanian bisa dijajakan kepada para wisatawan, sehingga memiliki nilai jual. Permasalahan yang dihadapi, para petani tidak sepenuhnya menjadikan pertanian sebagai

pekerjaan utama, sehingga fokus untuk pengembangan pertanian organik masih lemah. Dekan Fakultas Kesehatan Ayur Weda Unhi Denpasar Ida Bagus Wiryanata mengatakan, Unhi merupakan satu-satunya universitas di Asia Tenggara yang mengembangkan pengobatan tradisional (Ayur Weda) dengan menggunakan bahan-bahan herbal (organik). ‘’Pertemuan ini sangat penting sekali, sehingga ke depan pengembangan bahan-bahan organik dari pertanian bisa dikembangkan di Bali dan bisa kami manfaatkan untuk bahanbahan pengobatan tradisional,’’ pungkasnya. Sementara itu, Raja Denpasar IX Tjokorda Ngurah Mayun Samirana mengatakan, di ranah kebudayaan pihaknya juga sedang membahas tentang Bali Agriculture Tourism dan Bali Organic Island. Namun, sistem pertanian organik yang dikembangkan di darat tidak boleh merugikan sistem pertanian di laut. Sebab, 80 persen lebih budaya di Indonesia adalah budaya maritim yang bersumber dari budaya pertanian. Sehingga budaya pertanian harus dikembangkan dengan tetap berfokus pada budaya maritim. (win)

OTT di Kementerian PUPR

Disita Satu CRV dan Rp 3,3 M

Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil dalam penyidikan kasus suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 20172018. ‘’Selain uang dalam rupiah dan valas, KPK juga telah menyita satu unit mobil CRV tahun 2018 berwarna hitam dari rumah salah satu tersangka. Diduga, mobil tersebut diberikan terkait salah satu proyek SPAM terhadap tersangka ARE,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Minggu (30/12) kemarin. KPK telah menetapkan delapan tersangka. Diduga sebagai pemberi antara lain Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL). Sedangkan diduga sebagai penerima antara lain Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare

(ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA). Melihat sebaran dugaan suap terkait proyek air minum ini dan proyek-proyek lain yang juga dipegang oleh PT WKE dan PT TSP, KPK menduga kasus SPAM di PUPR ini terjadi sistematis. ‘’Dapat sangat mengganggu kepentingan masyarakat karena ketersediaan air minum adalah kebutuhan dasar yang semestinya diperhatikan dan diawasi secara maksimal,’’ ucap Febri. Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa. Adapun total barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tangkap tangan kasus tersebut sejumlah Rp Bali Post/ade 3.369.531.000, sebanyak 23.100 dolar Singapura, dan 3.200 dolar BARANG BUKTI - Penyidik KPK menunjukkan barang bukti terkait OTT pejabat Kementerian PUPR, Minggu (30/12) dini hari. AS. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 31 Desember 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu