Skip to main content

Edisi Kamis 31 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 76 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Permukiman Kumuh

Mengadu ke Pusat

Stok Pupuk Habis

Penanganan permukiman kumuh di Denpasar telah ditangani sejak beberapa tahun lalu. Sayangnya masih terkendala, karena lahan itu milik pribadi. Jadinya, hingga kini Denpasar masih memiliki 82,6 hektar kawasan kumuh.

Larangan membuang sampah ke TPA Suwung, disikapi serius Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Ia menyatakan akan membawa permasalahan ini ke pemerintah pusat. Sebab, keberadaan TPA Suwung yang melayani sampah dari Sarbagita merupakan keputusan bersama. BADUNG | HAL. 3

Stok pupuk bersubsidi kini sudah habis. Sebab, pupuk Urea dan Phonska bantuan pemerintah pusat sampai kini tak kunjung turun. Padahal, pupuk tersebut sangat dibutuhkan petani pada musim tanam periode November.

DENPASAR | HAL. 2

Jokowi Ingatkan, 2020 Ada Ancaman Resesi

Idham Aziz Sampaikan Tujuh Program Prioritas Jakarta (Bali Post) – Seluruh fraksi di DPR-RI secara aklamasi menyetujui Komjen Polisi Idham Aziz sebagai Kapolri setelah menjalani rangkaian proses uji kelayakan dan kepatutan. ‘’Seluruh fraksi secara aklamasi menyetujui Komjen Pol. Idham Aziz menjadi Kapolri,’’ kata Ketua Komisi III DPR-RI Herman Hery, Rabu (30/10) kemarin. Hal itu dikatakannya setelah seluruh fraksi dan pimpinan Komisi III DPR melakukan rapat pleno untuk pengambilan keputusan terkait dengan calon Kapolri yang diajukan Presiden RI Joko Widodo. Setelah keputusan tingkat I itu disepakati maka pimpinan Komisi III DPR akan bersurat kepada pimpinan DPR untuk bisa diambil keputusan tingkat II di Rapat Paripurna DPR-RI, Kamis (31/10) ini. ‘’Apakah bisa disetujui,’’ kata Herman yang dijawab serempak seluruh anggota Komisi III DPR, ‘’Setuju.’’ Calon Kapolri Komjen Polisi Idham Aziz menyampaikan tujuh program prioritas ketika memimpin institusi kepolisian, salah satunya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. ‘’Ada tujuh program prioritas, pertama mewujudkan SDM unggul, kedua pemantapan harkamtibnas,’’ kata Idham dalam uji kelayakan di Ruang Rapat Komisi III DPR-RI, Jakarta, Rabu kemarin. Ketiga, menurutnya, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, keempat pemantapan media, kelima penguatan sinergi polisional, keenam penataan kelembagaan, dan ketujuh penguatan pengawasan. Idham akan melakukan penguatan Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) menuju Indonesia Maju. ‘’Dengan mempertimbangkan capaian programprogram prioritas Kapolri sebelumya dan memperhatikan sisa waktu masa pengabdian yang hanya 14 bulan, jika diberikan kepercayaan amanah sebagai Kapolri, saya akan melakukan program penguatan Polri yang Promoter menuju Indonesia maju,’’ ujarnya. (kmb4/ant)

Salah Paham di DPRD Bali

Purwa Arsana Lapor Koster Oka Antara Minta Maaf Denpasar (Bali Post) Baru saja DPRD Bali melaksanakan upacara pacaruan Durga Maya saat rahina tilem, Senin (28/19) lalu. Upacara ini untuk menetralisir kekuatan tidak baik yang terakumulasi di gedung dewan sejak pertama kali berdiri. Namun belum lama upacara itu berlalu, dua anggota dewan terlibat pertikaian jelang rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Bali, Rabu (30/10) kemarin. Persoalannya pun sepele, yakni gara-gara bercanda atau istilah zaman sekarang nge-prank. Anggota Komisi III Nyoman Purwa Ngurah Arsana awalnya mencoba nge-prank anggota Komisi I Nyoman Oka Antara. Keduanya merupakan anggota Fraksi PDI-P Dapil Karangasem. Oka Antara mengaku saat itu sedang menjawab SMS dari masyarakat terkait hibah. Dalam kondisi ‘’dipusingkan’’ dengan masalah hibah, Purwa yang duduk di sampingnya tibatiba berkata bahwa ia baru saja ditelepon oleh Ketua DPD PDI-P Bali yang juga Gubernur Bali Wayan Koster. ‘’Menurut Purwa, Koster bertanya siapa yang membuat rapat paripurna terlambat dari jadwal. Purwa kemudian menyebut Oka Antara yang menyebabkan terlambat. Mendengar hal itu tanpa sadar saya ambil gelas isi air, mengocokkan di sampingnya (di samping Purwa - red). Bukan menyiram,’’ ujar Oka Antara sambil memperagakan gerakan tangan mengocok gelas. Belakangan, Oka Antara kemudian menyadari jika Purwa hanya guyon alias bercanda. Ia pun sudah meminta maaf. Sebab, air yang dikocoknya itu membasahi bajunya dan juga bagian lengan kanan baju yang dikenakan Purwa. ‘’Karena baju saya basah, baju dia basah, dia tersinggung. Tapi sebetulnya tidak ada masalah, cuma miskomunikasi. Saya sudah minta maaf,’’ jelasnya. Sementara itu, Purwa Arsana langsung melaporkan kejadian tersebut ke Wayan Koster di Kantor Gubernur usai rapat paripurna. Dari pandangannya, seorang anggota dewan mestinya bisa memberikan contoh yang baik. Koster pun dikatakan marah. ‘’Masak saya diperlakukan seperti itu, ya enggak benar. Saya tidak terima sebenarnya. Tapi kan saya harus izin pimpinan partai. Jangan sampai nanti saya melakukan upaya hukum, tiba-tiba ada permintaan perdamaian kan percuma,’’ ujarnya. Hal. 15 Forum Resmi

Harian Bisnis Bali Perlu ‘’Diwaspadai’’ Pemerintah dan TPID Bali tetap melakukan pengawasan mengingat ada beberapa komoditas yang perlu diwaspadai karena penyumbang inflasi pada triwulan IV. Komoditas apa saja? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Jual Sapi Curian untuk Foya-foya Tersangka I Ketut Suwarka (51), warga Mengesta, Penebel, mencuri sapi betina. Hasil penjualan sapi curian itu dipakai foya-foya. www.denpostnews.com

TABANAN | HAL. 7

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan adanya ancaman kondisi perekonomian yang lebih sulit bahkan mengarah ke resesi ekonomi pada tahun 2020. ‘’Perkiraan dari lembaga-lembaga internasional, tahun depan akan menuju ke sebuah situasi yang lebih sulit. Dan bahkan ada yang menyampaikan menuju ke sebuah resesi,’’ kata Presiden Jokowi ketika membuka rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (30/10) kemarin. Rapat yang juga dihadiri Wapres Ma’ruf Amin itu beragenda penyampaian program dan kegiatan di bidang perekonomian. Sebelum Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan program dan kegiatan dimaksud, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian kabinet. ‘’Sebelum saya mempersilakan Pak Menko untuk menyampaikan fokus dan kerja dalam lingkup koordinasi, saya sampaikan beberapa hal,’’ kata Jokowi.

Pertama, lanjutnya, kondisi ekonomi global dalam lima tahun ini dan perkiraanperkiraan dari lembaga-lembaga internasional bahwa tahun 2020 akan menuju ke sebuah situasi yang lebih sulit. ‘’Dan bahkan ada yang menyampaikan menuju ke sebuah resesi,’’ tegas Jokowi. Hal. 15 Semua Pihak

Bali Post/ant

BERBINCANG - Presiden Jokowi berbincang dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menkeu Sri Mulyani sebelum rapat kabinet terbatas, Rabu (30/10) kemarin.

NILAI EKSPOR INDONESIA BERDASARKAN TUJUAN (JUTA US$) TAHUN 2014-2018 Nilai Ekspor Berdasarkan Negara Tujujan (Juta US$) 100,000.0 90,000.0

86,125.7 84,604.0

Prabowo Tidak Ambil Gaji Menteri

78,497.8

80,000.0 69,970.5

70,000.0

64,749.7

60,000.0 50,000.0 40,000.0 30,000.0 20,000.0 10,000.0 0.0 Thn 2014 ASEAN ASIA LAINNYA AFRIKA

Thn 2015

Thn 2016

Thn 2017

Thn 2018

AMERIKA/AMERICA UNI EROPA EROPA LAINNYA

AUSTRALIA & OCEANIA Sumber : Badan Pusat Statistik

Mendag akan Pangkas Regulasi Penghambat Ekspor Jakarta (Bali Post) – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan sedang mengevaluasi perjanjian perdagangan dan akan memangkas sejumlah regulasi yang menghambat laju ekspor Indonesia. ‘’Saya akan menyederhanakan segala regulasi menghambat ekspor jadi impor dibuat karena mengisi kekosongan, bukan mengimpor barang tanpa ada substitusi ke depan,’’ katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (30/10) kemarin. Agus menuturkan, setelah Kemendag selesai mengevaluasi regulasi yang merugikan kinerja ekspor, ia mengaku akan ada kemungkinan pembatalan terhadap beberapa perjanjian yang tidak menguntungkan Indonesia, termasuk perjanjian bilateral dengan negara lain. ‘’Sekarang akan evaluasi mana perjanjian yang tidak menguntungkan ekspor, sehingga kita revisi terutama perjanjian kepada internasional,’’ ujarnya. Ia mencontohkan salah satu aturan yang dievaluasi itu terkait perdagangan sawit. Menurutnya, terdapat beberapa beleid yang berpotensi memunculkan kebijakan diskriminatif. ‘’Terkait sawit yang sangat potensial terhadap disksriminatif. Ini gunanya negosiasi untuk kesempatan ke depan, terutama dalam acara roadshow dan tradeshow,’’ katanya. Agus pun memastikan bahwa dalam mengevaluasi beberapa regulasi tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian lain seperti Ke-

menterian Luar Negeri agar dapat semakin mendongkrak ekspor Indonesia. ‘’Kita lihat dari waktu ke waktu, kita negosiasi. Kemenlu berdiplomasi dengan luar karena sesuai arahan Bapak Presiden ini kerja tim,’’ ujarnya. Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sepanjang September 2019 yang sebesar 14,1 miliar dolar AS itu turun 1,29 persen dibandingkan capaian Agustus 2019 yaitu 14,28 miliar dolar AS. Hal yang sama juga berlaku untuk pencapaian ekspor pada Agustus 2019 yang turun sebesar 7,6 persen atau 14,28 miliar dolar AS dibanding Juli 2019 yaitu 15,45 miliar dolar AS. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI yang menjadi salah satu aktor utama diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika, fokus memastikan berbagai kesepakatan bisnis yang telah dicapai antara kedua pihak bisa terlaksana. Kesepakatan bisnis tersebut dihasilkan melalui kunjungan misi ekonomi Indonesia ke Afrika pada 2017 dan 2018, serta melalui penyelenggaraan Forum Indonesia-Afrika (IAF) 2018 yang dilanjutkan dengan Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika (IAID) 2019. ‘’Fokus kami tahun depan adalah memastikan agar seluruh kesepakatan bisnis langsung bisa dilaksanakan tanpa ada hambatan, termasuk memastikan studi kelayakan beres dan komitmen keuangan lancar,’’ kata Direktur Afrika Kemenlu RI Daniel Tumpal Simanjuntak saat berkunjung ke ruang redaksi Antara, Jakarta, akhir pekan lalu. (ant)

Jakarta (Bali Post) – Prabowo tidak akan mengambil gajinya sebagai Menteri Pertahanan, kata juru bicara pribadi Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. Hal itu disampaikan Dahnil melalui akun Twiiter-nya, Rabu (30/10) kemarin, sebagai penjelasan mengenai kabar tersebut. ‘’Saya ingin mengonfirmasikan kepada sobat semua khususnya sobat pewarta terkait dengan informasi yang menyatakan Pak Prabowo tidak akan mengambil gajinya sebagai menteri di Kemenhan RI adalah benar,’’ tulis Dahnil. Ditambahkan Dahnil, keputusan untuk tidak mengambil gaji sebagai menteri itu dipilih Prabowo sematamata karena komitmennya mengabdi kepada negara. ‘’Sejak awal beliau masuk politik, berkomitmen untuk mengabdi bagi kepentingan bangsa

dan negara,’’ tulis Dahnil. Sejak dilantik sebagai Menhan, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga masih setia menggunakan mobil pribadinya, Toyota Alphard, meski sudah disediakan mobil dinas menteri. Perkuat Alutsista Sementara itu, Rabu kemarin, Prabowo berkunjung ke Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Tiba di Mabes TNI, Menhan diterima dan disambut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang Sulaiman. Hal. 15 Kemampuan SDM

Prabowo Subianto

Bali Post/ant


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

FIGUR Ancam Ketahanan Nasional TANGGAL 28 Oktober setiap tahun diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Tahun ini, segenap komponen bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-91 dan BNNP Bali merayakannya dengan cara menggelar upacara bendera. Sebagai pembina upacara Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. ‘’Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Selama 91 tahun itulah berbagai peristiwa telah mewarnai kehidupan pemuda-pemudi Indonesia,’’ tegasnya, belum lama ini. Ia mengungkapkan, narkoba merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional. Pasalnya, dalam perkembangannya, penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. ‘’Pemuda merupakan generasi yang diharapkan menjadi penerus dan pemimpin bangsa, tapi semakin hari semakin rapuh karena digerogoti oleh zat-zat adiktif penghancur saraf otak. Hal ini akan berdampak hilangnya suatu generasi bangsa atau lost generation di masa depan,’’ katanya mengingatkan. Jenderal bintang satu asal Desa Gulingan, Mengwi ini mengharapkan seluruh komponen bangsa bersama-sama memerangi narkoba. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda dengan tegas menolak narkoba dan menjaga lingkungannya supaya bersih dari barang terlarang tersebut. (rah)

Keberadaan Ormas Dimonitoring Denpasar (BaliPost) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Denpasar melakukan monitoring keberadan dan aktivitas ormas di wilayah ini. Tim yang beranggotakan unsur Kejari, Pengadilan Negeri, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, Polresta Denpasar, Satpol PP dan unsur OPD terkait lainnya telah melakukan monitoring ke sejumlah alamat ormas yang telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Dari hasil monitoring ke lapangan, ditemukan ada surat tanda melapor ormas telah habis masa berlakunya alias kedaluwarsa. ‘’Kami melakukan monitoring ormas ini sesuai dengan Permendagri No. 56 Tahun 2017 tentang pengawasan organisasi masyarkat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah,’’ ujar Kepala Kesbangpol I Komang Sugiarta didampingi Kabid Ketahanan Ekososbud Ormas A.A. Gede Raka Wiadnyana dan Kasubid Ormas I.B. Andika Bangsa, Rabu (30/10) kemarin. Sugiarta menambahkan, monitoring ormas sangat penting dilakukan untuk menjaga keamanan di Kota Denpasar. Untuk pemantauan ke lapangan akan dilaksanakan hingga November mendatang. Raka Wiadnyana menambahkan juga akan menyosialisasikan bahwa ormas harus mengurus Surat Keterangan Terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar, meski telah berbadan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM. Melalui SKT yang telah dimiliki ormas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dapat mengetahui aktivitas kegiatan dari ormas tersebut. Termasuk juga untuk pengawasan kegiatan ormas akan dilakukan kepala lingkungan, di mana ormas tersebut berada. Sebab, dalam pengurusan SKT harus mendapatkan tanda tangan dari aparat terbawah. ‘’Kami harapkan semua ormas yang ada di Kota Denpasar mengurus SKT, meski telah memiliki badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM,’’ harapnya. Kasubid Ormas I.B. Andika menambahkan, pemantauan ini untuk menjaga Kota Denpasar agar tetap kondusif. Untuk itu, monitoring ormas terus dilakukan sehingga keberadaan ormas di Kota Denpasar benar-benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Saat ini jumlah ormas yang telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar sebanyak 299 ormas. ‘’Ormas-ormas yang telah terdaftar ini kami pantau ke lapangan. Namun hasil dari pantauan ditemuakan ormas mempunyai surat lapor kedaluwarsa,’’ ujarnya. (kmb12)

Topik : jokowi ingatkan ancaman resesi

KUMUH - Kondisi salah satu permukiman yang padat dan terlihat kumuh di Kota Denpasar.

Bali Post/kmb19

Denpasar Miliki 82,6 Hektar Kawasan Kumuh

Denpasar (Bali Post) –

Penanganan permukiman kumuh di Denpasar telah ditangani sejak beberapa tahun lalu. Sayangnya, penanganan permukiman kumuh terkendala, karena lahan itu milik pribadi. Bahkan, saat Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) periode 2016-2019 mencakup seluruh desa dan kelurahan, belum juga mampu menghapus kawasan kumuh. Buktinya, hingga kini Denpasar masih memiliki 82,6 hektar kawasan kumuh. Hal ini terungkap dalam Lokakarya Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Denpasar, Rabu (30/10) kemarin. Lokakarya ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kesajahteraan Rakyat dan SDM Dewa Nyoman Sudarsana, didampingi Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perkim Dewa Gede Anom Putra Adnyana yang juga Wakil Sekretaris Pokja PKP Kota Denpasar. Secara umum, kawasan kumuh yang menjadi pri-

oritas penanganan sesuai SK Wali Kota No. 188.45/844/ HK/2019 berada di 15 desa dan kelurahan dari 43 desa dan kelurahan yang ada di empat kecamatan. Hasilnya, sejak 2016 program Kotaku berjalan, luas kawasan kumuh di Kota Denpasar per tahun 2019, menyisakan 82,6 hektar dari total 184,4 hektar pada tahun 2016 lalu. Berdasarkan data wilayah kecamatan, luas kawasan kumuh terbanyak berada di

Kecamatan Denpasar Utara yaitu seluas 38,2 hektar. Sudarsana mengatakan, progran ini merupakan program yang dilaksanakan secara nasional dengan platform kolaborasi atau basis penanganan kumuh yang mengintegrasikan berbagai sumber daya dan sumber pendanaan. ‘’Termasuk dana dari pemerintah pusat, provinsi, kota/kabupaten, pihak swasta, dan masyarakat,’’ jelasnya.

Di kawasan Denpasar, kata Sudarsana, melibatkan peran aktif masyarakat untuk turut serta menjaga kawasan agar bebas dari kumuh. ‘’Prinsipnya, di manapun ada kawasan kumuh di Kota Denpasar, kita siap untuk menatanya. Meskipun ada beberapa kendala, termasuk pendanaan dan status lahan, tapi bagi kami di Pemerintah Kota tetap berupaya menata setiap titik kumuh sektoral yang masih perlu dibenahi dan mendapat perhatian penanganan,’’ tegasnya. Sementara itu, Dewa Gede Anom Putra Adnyana mengatakan, lokakarya ini merupakan upaya mensinergikan program Kotaku oleh pihak pemerintah, baik

provinsi, kota dan kabupaten dalam menata kawasan kumuh melibatkan partisipasi masyarakat, tokoh dan sebagainya. ‘’Harapannya, melalui program Kotaku yang dilaksanakan sesuai aturan yang ada, memperoleh manfaat dalam upaya mengatasi pemukiman kumuh, bisa membuat rancangan dengan jalan berkolaborasi dengan para tokoh masyarakat, terakhir mampu memetakan kawasan kumuh,’’ ujarnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

BI Apresiasi Responden

Hasil Survei Tentukan Masukan untuk Pemerintah di Bali Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali menggelar Malam Apresiasi dan Temu Responden Bank Indonesia 2019, Rabu (30/10) kemarin. Kegiatan ini bertemakan “Unlocking Success in Digital Era”. Hadir dalam acara tersebut stakeholder pariwisata di Bali, instansi pemerintah dan pelaku usaha. Malam apresiasi ini digelar untuk mengapresiasi peran aktif para responden dan stakeholder BI yang selama ini telah mendukung tugas Bank Indonesia dalam menjalankan mandat untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, data dan informasi yang disampaikan oleh responden merupakan bahan utama yang sangat penting bagi BI

dalam melakukan asesmen ekonomi Provinsi Bali, sekaligus sebagai leading indicator penyusunan perkiraan perkembangan perekonomian ke depan. Hal itu digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan ekonomi kepada Kantor Pusat Bank Indonesia maupun kepada pemerintah daerah. Selama ini, kata Trisno Nugroho, BI secara rutin melaksanakan setidaknya 10 survei di Provinsi Bali. Survei-survei ini diselenggarakan guna memperkuat masukan atau rekomendasi BI di daerah sebagai mitra strategis pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan ekonomi Provinsi Bali. Survei tersebut meliputi Survei Konsumen (SK), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), Survei Penjual Eceran (SPE), Survei Harga Properti Residensial (SHPR) baik primer maupun

sekunder, Survei Perilaku Wisatawan Mancanegara, Survei Pemantauan Harga (SPH) harian dan mingguan, Survei Properti Komersial, Survei Pedagang Besar, dan tentunya Liaison. Trisno Nugroho menambahkan, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2019 masih kuat, meskipun melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada triwulan II 2019, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,64% (yoy), lebih tinggi dibanding nasional yang sebesar 5,05% (yoy). Dari sisi permintaan, kata Trisno Nugroho, perlambatan pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh komponen. Dari sisi lapangan usaha, perlambatan pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2019 disebabkan oleh melambatnya kinerja hampir semua lapangan usaha utama kecuali pertanian dan perda-

gangan. Dikatakan, inflasi Bali September 2019 sebesar -0,58% (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya (0,44%, mtm). Menurut disagregasinya, peningkatan tersebut didorong oleh inflasi pada kelompok volatile food. Komoditas utama penyumbang inflasi September 2019 antara lain bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah. Pada Triwulan III (Juli) 2019, perbankan Bali masih menunjukkan kinerja yang baik. Penyaluran kredit mengalami akselerasi yang didorong oleh peningkatan kredit bank umum. Sementara itu, penghimpunan dana mengalami perlambatan. Trisno Nugroho menambahkan, kualitas kredit secara umum sedikit menurun. Penurunan kualitas kredit disebabkan oleh peningkatan NPL pada lapangan usaha industri pengolahan, kon-

struksi, perdagangan serta akomodasi dan makan minum. Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Triwulan II 2019 mengindikasikan perekonomian Bali pada Triwulan III 2019 tumbuh positif. Menurut Trisno Nugroho, hal ini tercermin dari perkiraan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Triwulan III 2019 yang sebesar 28,31%. Hasil Survei Penjualan Eceran pada Triwulan III 2019 menunjukkan kinerja Penjualan Eceran pada Triwulan III 2019 masih cukup kuat. Hal ini tercermin pada Indeks Penjualan Riil (IPR) yang berada di atas 100. Kuatnya pertumbuhan penjualan riil pada Triwulan III 2019 bersumber dari kelompok peralatan dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, dan barang budaya dan rekreasi. (kmb42)

Pasar Nyanggelan dan Pohgading Resmi Berstatus SNI

Wawali Jaya Negara Ajak Masyarakat Berbelanja di Pasar Rakyat PEMERINTAH Kota Denpasar melalui Dinas Perdagangan Kota Denpasar terus berkomitmen untuk meningkatkan jumlah pasar rakyat

yang berstandar Nasional Indonesia atau SNI. Hal ini dilakukan guna meningkatkan daya saing pasar rakyat tradisional. Standardisasi Nasional

pasar rakyat telah dilakukan di beberapa pasar yang ada di Kota Denpasar dan sekarang bertambah dua pasar di Denpasar sudah resmi berstandar

MENYERAHKAN - Kasi Pemberdayaan dan Aktivasi Pasar Rakyat Kemendag RI Irene Yasmine memberikan bantuan troli belanja sebanyak 100 troli yang diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Rabu (30/10) kemarin.

SNI yakni Pasar Nyanggelan dan Pasar Pohgading. Sebelumnya, Pasar Agung Peninjoan juga sudah menyandang status pasar yang ber-SNI. Atas keberhasilan tersebut, Kementerian Perdangangan RI memberikan apresiasi pasar rakyat Nyanggelan dan Pohgading dengan memberikan bantuan troli belanja sebanyak 100 troli dan masing-masing pasar mendapatkan 50 troli. Pada kesempatan itu, bantuan troli diserahkan oleh Kasi Pemberdayaan dan Aktivasi Pasar Rakyat Kemendag RI Irene Yasmine dan diterima langsung Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, kemudian diserahkan kepada Kepala Pasar Nyanggelan dan Pohgading secara simbolis di Wantilan Pasar Kerta Waringin Anggabaya, Rabu (30/10) kemarin. Selain penyerahan troli juga ada penyerahan bantuan dari CSR yang difasilitasi Bagian Kerja sama Kota Denpasar sebagai tanggung jawab lingkungan perusahaan. Adapun CSR tersebut yakni BPD Bali menyerahkan berupa dua tong sampah besar dan mesin ATM

di Pasar Kerta Waringin Sari, PT Taspen berupa 125 tong sampah kecil dan PT Pelindo berupa sarana pos pelayanaan kesehatan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima barang milik negara, berupa bangunan fisik Pasar Kerta Waringin Sari dari Disperindag Kota Denpasar kepada Jro Bendesa Adat Anggabaya yang disaksikan langsung Wakil Wali Kota Jaya Negara. Kasi Pemberdayaan dan Aktivasi Pasar Rakyat Kemendag RI Irene Yasmine mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar atas realisasinya mewujudkan revitalisasi pasar rakyat, baik dari segi pembangunan fisik maupun dari segi pengelolaan. “Untuk itu, pada kesempatan ini kami menyerahkan penghargaan kepada Pasar Nyanggelan dan Pasar Pohgading yang pada tahun lalu kami dampingi dan berasil memperoleh SNI pasar rakyat dengan kualitas mutu satu,” ujarnya. Dua hari lalu, kata dia, Ke-

mendag bersama tim editor sedang melakukan audit kesesuaian SNI di Pasar Kerta Waringin Sari. Ia berharap Pasar Kerta Waringin Sari bisa menyusul sebagai pasar berSNI. Ditegaskan, tujuan Pasar SNI ini sebagai pedoman untuk mengelola komunitas pasar rakyat yang nantinya diharapkan mempunyai kualitas dan fasilitas yang memadai dan bisa bersaing dengan pasar modern. “Besar harapan kami nantinya di Kota Denpasar sendiri, seluruh Pasar rakyat memperoleh SNI dan bersaing secara sehat dengan toko-toko modern yang ada di Denpasar,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada Kemendag RI. “Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepercayaan dari Kementerian Perdagangan RI karena sudah ikut serta mendampingi audit penilaian SNI selama ini dengan hasil Pasar Nyanggelan dan Pohgading sudah menjadi pasar berSNI dan memberikan apresiasi dengan memberi bantuan troli kepada pasar rakyat kami. Ini

semua berkat kerja sama masyarakat, pedagang, pemerintah dan stakeholder terkait sehingga pasar ber-SNI ini bisa terpenuhi,” ujarnya. Dengan menyandang status sebagai pasar SNI, Jaya Negara mengajak masyarakat untuk tidak ragu-ragu lagi berbelanja di pasar rakyat. “Mari kita ramai-ramai berbelanja di pasar rakyat,” ajaknya Sementara itu, Kadis Perindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, Pasar Kerta Waringin Sari dibangun pada tahun 2018 dengan dana APBN sebesar Rp 4.984.730.927 (empat miliar sembilan ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus tiga puluh ribu sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah). Pada tahun 2019 ini, pasar tersebut diajukan sebagai pasar SNI yang sudah dilakukan dua kali pendampingan oleh Kementerian Perdagangan RI pada tanggal 29-31 Oktober 2019 untuk audit SNI oleh Penilai Standar Nasional (PSN) Kemendag RI. “Mudahmudahan, bisa menjadi pasar SNI,” ujarnya. (ad899)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

Sukses Pertahankan Juara Umum Porprov

Kontingen Badung Diguyur Bonus KEBERHASILAN kontingen Kabupaten Badung d a la m m em p ert a ha nka n juara umum untuk kedelapan kalinya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIV tahun 2019 di Kabupaten Tabanan, mendapat apresiasi berupa bonus dari Pemkab Badung. Bonus diserahkan langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa di Puspem Badung, Rabu (30/10) kemarin. Acara pembagian bonus juga sekaligus dirangkaikan dengan pembubaran kontingen Kabupaten Badung. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Badung I Wayan Regep, Sekda I Wayan Adi Arnawa, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta serta para pejabat terkait di lingkungan Pemkab Badung. Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas keberhasilan kontingen Badung meraih juara umum pada Porprov Bali ta-

hun 2019. Ini menunjukkan bahwa atlet Badung mampu berprestasi di level daerah Bali dan diharapkan prestasi ini dapat dipertahankan demi nama baik Badung di kancah nasional maupun internasional, termasuk ajang PON di Papua nanti. Dikatakan, keberhasilan ini tidak terlepas dari pembinaan yang telah dilakukan mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, sebagai komitmen memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Selain itu, Bupati meminta kepada KONI harus mampu mempertahankan atlet yang telah meraih juara umum dan mengevaluasi cabor yang tidak pernah memperoleh medali sehingga pada Porprov di tahun 2021 yang Badung sebagai tuan rumah, juara umum dapat dipertahankan untuk kesembilan kalinya. ‘’Kalau dalam Porprov tahun 2021 kita berhasil mempertahankan juara umum, bonus akan ditingkatkan lagi,’’

tegas Bupati seraya mengharapkan setiap kecamatan wajib memiliki venues seperti lapangan sepak bola, voli, begitu pula lapangan basket, tenis lapangan dan tenis meja. Seperti diketahui, di awal Porprov, Badung sempat merasakan tekanan dari kompetitor Kota Denpasar. Namun dengan persiapan yang matang, Badung yakin mampu mempertahankan juara umum. Terbukti pada hari kedelapan Badung mulai menunjukkan kegarangan dalam merebut medali emas. Hari-hari berikutnya Badung kian tak terkejar sehingga keluar sebagai juara umum dengan total medali 156 emas, 108 perak dan 94 perunggu. Jika dibandingkan pada Porprov di Gianyar, Badung pada waktu itu meraih 137 emas, 115 perak dan 106 perunggu artinya telah terjadi peningkatan perolehan medali emas yang signifikan, yakni 19 mendali emas. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan cabang olahraga di Ba-

dung berjalan dengan baik. Untuk atlet yang meraih medali emas nomor perorangan mendapat bonus sebesar Rp 60 juta per orang. Nomor beregu 2-4 orang bonus Rp 30 juta, 5-8 orang bonus Rp 20 juta, 9-12 orang bonus Rp 15 juta serta 13 orang dan seterusnya mendapat bonus sebesar Rp 12 juta per orang. Untuk peraih medali perak nomor perorangan mendapat bonus Rp 25 juta per orang, nomor beregu 2-4 orang Rp 12 juta, 5-8 orang Rp 8,5 juta, 9-12 orang Rp 6,25 juta serta 13 orang dan seterusnya Rp 5 juta per orang. Peraih medali perunggu nomor perorangan mendapat bonus sebesar Rp 12,5 juta, nomor beregu 2-4 orang Rp 6,25 juta, 5-8 orang Rp 4,2 juta, 9-12 orang Rp 3,125 juta serta 13 orang dan seterusnya Rp 2,5 juta per orang. Sementara, penghargaan untuk pelatih, manajer dan official, peraih medali emas (juara umum) bagi pelatih mendapat bonus Rp 20 juta, manajer Rp 11 juta dan of-

Sikapi Larangan Buang Sampah ke TPA Suwung

Bupati Giri Prasta Segera Mengadu ke Pusat Mangupura (Bali Post) – Larangan membuang sampah ke TPA Suwung, disikapi serius Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Ditemui usai pembubaran Panitia Porprov 2019, Rabu (30/10) kemarin, Giri Prasta menyatakan akan membawa permasalahan ini ke pemerintah pusat. Sebab, keberadaan TPA Suwung yang melayani sampah dari Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita) merupakan keputusan bersama. ‘’Kalau memang ada pemikiran tidak membolehkan untuk itu (membuang sampah di TPA Suwung - red), kita akan komunikasi dengan pemerintah pusat, karena itu keputusan pemerintah pusat,’’ ujarnya. Pemkab Badung akan berupaya menyiapkan TPA di Ba-

dung. Namun, Bupati meminta tanah Pemprov Bali dapat dipergunakan sebagai TPA. ‘’Semestinya kalau logika berpikir, saya harus diberikan ya dua atau tiga bulan inilah untuk menyiapkan diri,’’ tegasnya. Dikatakannya lebih lanjut, dengan adanya kepastian lokasi tempat yang akan dijadikan TPA, pihaknya akan mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan. ‘’Masalah anggaran tidak masalah. Nanti tahun 2020 kita akan anggarkan,’’ ucapnya. Ditanya apakah masyarakat adat di sekitar lokasi yang akan dijadikan TPA menerima, politisi PDI-P ini optimis tidak ada penolakan masyarakat. ‘’Tidak ada alasan warga Badung untuk menolak. Yang kami lakukan ini untuk rakyat Ba-

dung, kok masyarakat Badung menolak, tidaklah,’’ ungkapnya Dihubungi terpisah, Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan menerangkan, Badung membuang sampah ke TPA Suwung atas dasar kesepakatan bersama tahun 2000. Awalnya, kawasan TPA Suwung adalah tanah milik negara atau pemerintah pusat yang merupakan hutan mangrove, kemudian diserahkan kepada pemerintah Sarbagita untuk dikelola jadi TPA regional. ‘’Atas kesepakatan itu kami membuang sampah ke sana. Dalam kesepakatan bersama itu ditetapkan untuk jangka waktu 20 tahun. Makanya, Bapak Bupati mencanangkan untuk membangun TPA mandiri tahun 2021,’’ jelasnya. Lahan mangrove yang

dimanfaatkan sebagai TPA mencapai 32 hektar. Pemkab Badung pun menempatkan alat berat dan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 1 miliar per tahun untuk operasional. Terkait opsi memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali untuk lahan TPA, pihaknya telah melakukan survei dengan Biro Aset Provinsi Bali. Berdasarkan hasil survei terdapat dua lokasi yakni di kawasan Balangan, Ungasan, Kuta Selatan seluas 8 hektar, dan di Sobangan, Mengwi, seluas 3 hektar. ‘’Kami bersama tim Biro Aset Provinsi Bali sudah meninjau lokasi kebetulan memang jauh dari rumah warga. Rencananya, kami menyediakan tiga tempat pembuangan di utara, tengah dan selatan,’’ terangnya. (kmb27)

SERAHKAN BONUS - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bonus kepada kontingen Badung di Puspem Badung, Rabu (30/10) kemarin. ficial Rp 10 juta per orang. Peraih medali emas (tidak juara umum), bagi pelatih menerima bonus Rp 15 juta, manajer Rp 9 juta dan official Rp 8 juta per orang.

Peraih medali perak, pelatih mendapat bonus Rp 10 juta, manajer Rp 7 juta dan official Rp 6 juta per orang. Peraih medali perunggu, pelatih mendapat bonus Rp

8 juta, manajer Rp 5 juta dan official Rp 4 juta per orang. Hanya saja bagi penerima bonus tidak menerima secara utuh tapi juga dikenakan pajak. (ad901)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

ISI Denpasar Gelar Rakorbang Program dan Penganggaran Tahun 2020 DALAM rangka menyamakan persepsi program dan penganggaran tahun 2020, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar Rapat Koordinasi dan Pengembangan (Rakorbang) di Ruang Vicon Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Rakorbang 2020 dibuka langsung oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum., Rabu (30/10) kemarin. Rapat rutin tahunan ini berlangsung selama dua hari hingga Kamis (31/10) ini. Peserta Rakorbang 2020 melibatkan 156 orang yang berasal dari seluruh pejabat struktural civitas akademika ISI Denpasar. Rakorbang diawali paparan kebijakan dari masing-masing Wakil Rektor ISI Denpasar, sosialisasi informasi berupa birokrasi, tata nilai, budaya kerja, dan kode etik pegawai dan sosialisasi penguatan sistem pengawasan. Ketua Panitia yang juga Wakil Rektor III Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI Denpasar I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn. mengatakan tujuan Rakorbang untuk meminimalisir revisi anggaran tahun 2020, menyamakan persepsi peraturan-peraturan yang berlaku antara perencanaan, pelaksana unit kerja, dan pengawasan. Rakorbang diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan, komitmen terhadap isu strategis, program kegiatan, dan anggaran tahunan, serta menentukan arah kebijakan kegiatan tahun 2020 yang mengacu pada ukuran Kemenristekdikti. Dengan demikian, maka akan muncul kualitas mutu yang lebih baik. Apalagi sejauh ini pihaknya tekah melakukan MoU dengan 5 perguruan tinggi luar negeri

RAKORBANG - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum. (2 dari kiri) didampingi para wakil rektor saat membuka Rakorbang Tahun 2020 di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Rabu (30/10) kemarin. dan 8 perguruan tinggi dalam negeri. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. memaparkan, pada program dan penganggaran tahun 2020 pihaknya lebih menekankan agar seluruh dosen mengisi data diri pada sistem dengan baik dan valid. Hal ini penting untuk penilaian akreditasi kelembagaan agar tidak menjadi kendala saat asesor mengecek data para dosen. Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Dr. Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum. mengatakan, untuk program dan penganggaran tahun 2020 pihaknya berharap agar kegiatan kepegawaian yang telah dianggarkan agar dikerjakan secara profesional. Sebab, dikatakan, masih banyak kegiatan yang tidak dikerjakan secara profesional yang

tidak sesuai dengan bidangnya secara fungsional. Hal ini disebabkan masih banyak pegawai yang ditempatkan tidak sesuai dengan bidangnya. ‘’Ini masih cross dan ini kan kita kerjakan ke depan, bagaimana kita mengatur supaya pegawai-pegawai kita lebih profesional sesuai dengan tufoksinya,’’ tandas Seramasara. Rektor ISI Denpasar Prof. Sugiartha mengatakan, untuk tahun 2020 ISI Denpasar mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 63 miliar lebih yang sebelumnya Rp 59 miliar. Anggaran tersebut akan dibagi untuk anggaran pelaksanaan dekan di masing-masing fakultas, akademik, dan UPT untuk membuat program kerja maupun program kegiatan. Dengan anggaran yang diberikan diharapkan semua stakeholder mampu melaksanakan programnya dengan baik untuk mencapai visi dan misi ISI Denpasar ke depan. (ad905)

Wisuda Sarjana Ke-56 dan Program Doktor Ke-15

Unhi Denpasar Kembangkan Manajemen Data Digital Terintegrasi UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar yang merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Hindu yang pertama didirikan di nusantara menggelar upacara Wisuda Sarjana (S-1) ke-56 dan Program Doktor (S-3) ke-15 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Rabu (30/10) kemarin. Kali ini, sebanyak 214 orang wisudawan dilepas Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. Jumlah tersebut terdiri dari 206 orang Sarjana dan 8 orang Doktor. Wisudawan lulusan terbaik untuk program sarjana diraih oleh Ni Kadek Manis Wiantari, S.Kes. dengan IPK 3.88 (cumlaude) dari Prodi Ayurweda Fakultas Kesehatan. Sementara itu wisudawan terbaik untuk program Doktor diraih Dr. dr. I Wayan Artana, S.H., M.Biomed. dengan IPK 3.86 (cumlaude) dari Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan. Hingga saat ini, Unhi Denpasar memiliki mahasiswa aktif sebanyak 4.004 orang, yang terdiri dari 3.366 orang S-1, 493 orang S-2, dan sebanyak 145 orang S-3. Rektor Unhi Denpasar Prof. Damriyasa mengatakan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan guna menghasilkan lulusan terbaik, Unhi Denpasar terus menyempurnakan dan meningkatkan mutu tata kelola universitas. Menurutnya, tata kelola universitas yang baik (good university governance) menjadi suatu keniscayaan bagi Unhi Denpasar untuk mampu bersaing di tingkat nasional, regional maupun global dan dalam upaya mencapai visi universitas. Sebab, perubahan universitas dunia sangat pesat, arus globalisasi serta era revolusi industri 4.0 yang dikenal

WISUDA - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. berfoto bersama wisudawan lulusan terbaik pada Wisuda Sarjana ke-56 dan Doktor ke-15 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Rabu (30/10) kemarin. dengan fenomena disruptive innovation menuntut perguruan tinggi untuk berubah. Oleh karena itu, universitas dituntut untuk melakukan perubahan program dan layanan yang lebih banyak menggunakan teknologi digital (online). ‘’Menghadapi hal tersebut, kami Unhi Denpasar sedang mengembangkan manajemen data digital yang terintegrasi dalam layanan akademik maupun tata kelola universitas,’’ ujar Prof. Damriyasa. Selain memperkuat tata kelola, Unhi Denpasar juga secara aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional. Semua hal ini dilakukan sesuai dengan komitmen Unhi Denpasar untuk membantu mewujudkan harapan pemerintah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan tinggi yang terjangkau oleh masyarakat. Apalagi, saat ini Unhi Denpasar telah memiliki Prodi Ilmu Hukum Adat dan Prodi Sistem

Informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat. Bahkan, Unhi Denpasar tengah mengusulkan membuka Prodi Magister Managemen dan Pengetahuan Warisan Budaya Bali. Ke depan, Unhi Denpasar akan merancang program pendidikan sarjana dan pascasarjana bagi para pengelola pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota termasuk pemerintahan desa dalam kerangka program open extended campuss, serta menerapkan pembelajaran daring. Pihaknya berharap agar para alumni ikut berperan positif dalam kehidupan di masyarakat. Upacara wisu d a d i h a d i r i Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Drs. Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D., Ketua Harian Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dasi Astawa, Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. beserta Sekretaris, pimpinan PTN dan PTS se-Bali, panglingsir Puri Kesiman Denpasar, dan stakeholder terkait. (ad896)

Ditahan, Mafia Tanah Juga Terlibat Narkoba Denpasar (Bali Post) Ditreskrimum Polda Bali kembali mengungkap kasus mafia tanah. Pelakunya yaitu Abriyanto Budi Setiono (54). Ia ditangkap dan ditahan di Mapolda Bali, Selasa (29/10) lalu. Pelaku terlibat kasus mafia tanah di wilayah Badung. Selain itu, pelaku juga terlibat kasus narkoba. ‘’Ya, pelaku ditahan di Polda. Pelaku menyuruh memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan sumpah palsu. Dia melanggar Pasal 266 KUHP dan Pasal 242 KUHP junto Pasal 55 KUHP, dengan modus mengajukan permohonan SHM pengganti,’’ tegas Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Rabu (30/10) kemarin. Terhadap perkara tersebut, sebelumnya penyidik telah menetapkan empat tersangka lain. Di antaranya Ni Ketut Nigeg dkk. serta sudah dilimpahkan

ke Kejati Bali. ‘’Dalam tindak pidana tersebut penyidik menetapkan kembali tersangka tambahan yaitu Abriyanto Budi Setiono,’’ ujarnya. Kombes Andi menjelaskan, I Made Ripeg menjual tanahnya seluas 30.000 m2 dari luas asal 81.850 m 2 dengan SHM No. 9469 tahun 2003. Tanah tersebut dibeli Pande Nyoman Gede Marutha (53), beralamat di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Selanjutnya dibuatkan PPJB No. 10 Akta Kuasa No. 11 tanggal 13 Oktober 2003. ‘’Tanah yang dibeli Pande Marutha telah dipecah atau dibagi menjadi SHM No.9469. Setelah pemecahan diterima dan disimpan oleh Pande Marutha atas dasar jual-beli,’’ ungkapnya. Sekitar Juli 2013, pelaku menemui Ni Ketut Nigeg, Putu Gede Semadi, Made Surasta dan Ketut Gede Arta (ahli waris dari almarhum I Made Ripeg selaku

pemilik tanah). Kepada ahli waris tersebut, pelaku mengatakan data di BPN Badung masih ada tanah tercatat atas nama I Made Ripeg. Sedangkan ahli waris tersebut mengaku tidak mengetahui masih memiliki tanah tersebut. Namun pelaku mendorong para ahli waris memohon SHM pengganti hilang. Tujuannya memancing pihak lain yang menguasai SHM No. 9649. Dalam kasus ini, tersangka Abriyanto berperan menginformasikan kepada ahli waris bahwa ada tanah tercatat atas nama I Made Ripeg di BPN Badung. Menyuruh para ahli waris memohon SHM pengganti, menyiapkan data dan biaya pengurusan SHM pengganti. Selanjutnya menyatakan akan pertanggung jawab secara perdata dan pidana bila timbul masalah dari terbitnya SHM pengganti. ‘’Kasus ini masih kami dalami,’’ ujar Andi. (kmb36)

Senator Hadiri ’’Pitra Yadnya Kinembulan’’ di Desa Adat Gembalan, Selat, Klungkung

Wedakarna Minta Penyewa Tanah Provinsi Dukung Penataan Area Pura dan Pantai Crystal Bay

ASPIRASI masyarakat terkait dengan masalah penataan tanah milik provinsi yang berlokasi di dekat Pura Sakti di Pulau Nusa Penida, Klungkung, akhirnya direspons Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bertempat di Kantor Bupati Klungkung dan menghadirkan pejabat di Kabupaten Klungkung dan Provinsi Bali, termasuk pihak Banjar Adat Penida, Desa Adat Sakti, Nusa Penida dan investor PT Empora Dana Laksmi, Senator Arya Wedakarna (AWK) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tujuan membantu menyelesaikan masalah yang ada. Awalnya, masyarakat adat merasa keberatan akan rencana dibongkarnya toilet yang dekat kawasan pura. Mengingat, menurut desa adat ada kewajiban dari pihak investor yang dinilai ‘’wan prestasi’’. Hal itulah yang ingin diklarifikasi pihak DPD-RI. Setelah mendengar aspirasi dari masyarakat, AWK juga meminta jawaban dari pihak investor, termasuk juga status izin yang dikantongi investor kepada Pemkab Klungkung. Maka dari itu, AWK memberikan sejumlah pandangan. ‘’Posisi DPD-RI adalah ingin meluruskan segala sesuatunya menurut peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal ini, semua pihak harus menahan diri. Kepada pihak adat harus memahami masalah bahwa tanah dimaksud, termasuk tanah pura yang ingin dikelola, ada dalam penguasaan pihak investor yang menyewa tanah dari Pemprov Bali di era gubernur lalu. Dan itu dimungkinkan secara UU, sehingga jika ada rencana kerja sama dan penataan sesuai dengan skenario 10 – 20 – 16 itu, harus tetap melibatkan investor. Sebab, secara hukum tanah disewakan kepada investor. Namun mengingat area tanah dimaksud adalah bersebelahan dengan pura, dan bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari penataan, maka investor juga tidak boleh kaku. Apalagi investor ini adalah krama Bali dan semua berjuang demi kesejahteraan Bali. Saya sayangkan sudah banyak sekali ada pertemuan, baik di tingkat kabupaten dan di lokasi, tapi belum tuntas saja. Ya sekarang DPD-RI Bali memberikan solusi dan rekomendasi yang saya harap bisa diikuti semua pihak dalam rapat ini,’’ kata AWK. Adapun rekomendasi dimaksud yakni AWK meminta Pemerintah Kabupaten Klungkung membuatkan addendum perjanjian tertulis yang mengikat sebagai lampiran sewa-menyewa. Kemudian AWK menyetujui area 16 dikelola desa

SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna saat mengadiri upacara Pitra Yadnya Kinembulan Desa Adat Gembalan, Kabupaten Klungkung. Senator juga bertemu dengan masyarakat terkait dengan masalah penataan tanah milik provinsi di dekat Pura Sakti di Nusa Penida. adat dengan memperhatikan tata ruang. Selanjutnya AWK meminta kepada investor untuk memberikan kewenangan kepada desa adat untuk menata area 10 – 20 dengan catatan tidak ada bangunan permanen. Selama peruntukan untuk kemudahan akses umat Hindu, maka dipersilakan. Begitu juga AWK menolak pembongkaran toilet dan fasum yang telah dibangun pihak adat yang rencananya dibongkar investor. Selama investor belum membangun fasum dimaksud sesuai dengan perjanjian awal, maka fasilitas dari adat perlu dihargai. Selanjutnya AWK menegur Pemkab Klungkung yang telah mengeluarkan izin IMB kepada investor sebelum sahnya perjanjian kesepakatan antara desa adat dan investor. Maka dari itu, AWK berpandangan pemerintah wajar menunda proses izin lanjutan (seperti izin usaha dan lainnya). Jika kesepakatan belum dituangkan secara resmi, termasuk penyanding yang kemungkinan tidak memberikan izin terkait dengan pembangunan apa pun. Berikutnya AWK meminta ke depan pihak investor mengadakan pendekatan secara persuasif dan kekeluargaan terhadap apa pun masukan dan kerja sama dengan investor, sehingga tidak terjadi ketegangan di lapangan. Apalagi

di Bali, keberadaan dan dukungan desa adat sangat penting untuk mendukung iklim usaha di Bali. Hal yang sama juga disampaikan Senator AWK saat hadir di Desa Adat Gembalan, Desa Selat, Kabupaten Klungkung. Dalam kesempatan itu, AWK meminta agar masyarakat Klungkung berkomitmen akan membangun Klungkung sesuai dengan kapasitas dan ciri dari Klungkung serta tidak terkesan meng-copy daerah lainnya. ‘’Suatu saat saya kira pariwisata Klungkung akan booming dan meledak dengan destinasi baru di Nusa Penida. Jadi saya minta warga Klungkung jangan berkecil hati jika sekarang dianggap kabupaten miskin atau PAD rendah. Kita tinggal menunggu pemimpin Bali yang tepat untuk wujudkan itu semua. Sebab, kadang leluhur juga menunggu waktu yang tepat untuk menunggu kepemimpinan yang mataksu, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan Bali secara umum. Sekarang jalankan dulu semua asal sesuai dengan kapasitas. Tiang selaku DPD-RI Bali pasti memprioritaskan Klungkung dalam sinergi dengan pusat,’’ terang Senator AWK yang tercatat dalam sejarah Bali sebagai peraih suara tertinggi di Pemilu 2019 yakni 742.781 suara. (ad904)

Kejaksaan Tinggi Bali Beri Kuliah Umum di FH UNR

Bentuk Karakter Mahasiswa Sadar Hukum dan Jadi Agen Perubahan FAKULTAS Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) mengadakan kuliah umum dengan pembicara dari Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali Eko Hening Wardono, Selasa (29/10) lalu. Kuliah umum ini bertemakan ‘’Mewujudkan Dunia Pendidikan yang Sadar Hukum Bersama Kejaksaan RI’’. Kuliah umum diikuti seluruh mahasiswa FH UNR. Hadir pula seluruh dekan FH dan Rektor Universitas Ngurah Rai Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tenaya, M.Si. Dekan FH UNR Dr. IWP Sucana Aryana, S.E., S.H., M.H. didampingi Wakil Dekan Cokorda Gede Swetasoma, S.H., M.H. dan Kaprodi I Made Artana, S.H., M.H. menjelaskan, topik yang disampaikan pada kuliah umum berkaitan dengan kesadaran hukum dan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung. Kerja sama ini perlu dilakukan, khususnya untuk kuliah umum bagi mahasiswa, baik dari semester I sampai semester VII, untuk menambah ilmu dan wawasan mahasiswa. Implementasi sadar hukum yang diharapkan setelah kuliah umum adalah kesadaran hukum mahasiswa menaati peraturan hukum yang b e rla ku d a n m e la ksa na ka n aturan hukum tersebut. Mahasiswa juga diharapkan menjadi agen perubahan dan suritauladan bagi masyarakat kaitannya dengan kesadaran hukum. ‘’Mahasiswa harus bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat berkaitan dengan kesadaran hukum. Jangan sampai mahasiswa memberi contoh yang kurang baik terhadap kesadaran hukum masyarakat. Artinya dengan diberinya kesadaran hukum, setelah bekerja diharapkan mahasiswa memahami pelaksanaan hukum khususnya hukum positif di negara kita Indonesia,’’ bebernya. Kesadaran hukum itu meliputi semua bidang ilmu hukum baik perdata, pidana, administrasi dan khususnya korupsi.

KENANG-KENANGAN - Rektor UNR menyerahkan kenangkenangan kepada Asintel Kejati Bali. Mengingat korupsi menjadi objek perang yang saat ini terus dilakukan di Indonesia. Sehingga secara tidak langsung, melalui kuliah umum juga membentuk karakter mahasiswa untuk memahami hukum dengan baik. Kuliah umum ini juga merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan akreditasi A yang baru diperoleh FH UNR ini. ‘’Mempertahankan lebih sulit daripada memperoleh tapi kita sudah berkomitmen untuk mempertahankan akreditasi A untuk lima tahun ke depan,’’ tandansya. Rektor UNR Dr. Sura Adi Tenaya mengatakan selalu menyambut apabila ada institusi-institusi yang ingin menyampaikan tugastugasnya di kalangan mahasiswa karena mahasiswa adalah caloncalon intelektual. Sehingga dia harus mengerti lebih dulu daripada masyarakat biasa. Ia berharap UNR khususnya FH terus membina kerja sama dengan semua institusi yang memerlukan dukungan-dukungan dan juga dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat, baik secara teori maupun praktis. Sehingga akan lengkap sarjana hukum yang dilahirkan UNR yang sudah terakreditasi A. Selain kerja sama dengan Kejaksaan Agung, di tingkat univer-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

sitas pun sudah ada kerja sama dengan institusi luar negeri. ‘’Kita sudah merencanakan FH melakukan suatu studi banding perkuliahan ke salah satu perguruan tinggi di Thailand tahun depan. Begitu juga dengan FE. Sebelumnya sudah dilakukan pascasarjana. Kita ingin mencari perbandingan di negara lain,’’ imbuhnya. Program studi banding ini akan dilakukan dan para dekan dan melibatkan mahasiswa, karena mahasiswa tidak cukup hanya berwawasan lokal atau nasional saja, tetapi juga perlu berwawasan internasional. Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali Eko Hening Wardono mengatakan, Kejaksaan Agung melalui Kejati Bali melakukan penerangan hukum di UNR. Sehingga perlu disampaikan bersama bahwa kesadaran hukum itu wajib diperoleh semua warga negara Indonesia, termasuk mahasiswa. ‘’Supaya warga negara Indonesia memahamai apa yang harus dilakukan dan dihindari,’’ ujarnya. Program penyuluhan penerangan hukum ini meliputi jaksa masuk sekolah, pesantren, kampus dan jaksa menyapa. ‘’Itulah program dari pusat yang harus dilaksanakan, baik Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri,’’ imbuhnya. (ad894)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

Jadwal Penertiban Duktang Diserahkan ke Desa Mangupura (Bali Post) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung akan melibatkan desa/kelurahan dan desa adat dalam menertibkan penduduk pendatang (duktang). Hal ini lantaran perbekel, lurah dan desa adat merupakan aparatur yang memahami wilayah yang akan menjadi target penertiban. Kepala Satpol PP Badung I GAK Suryanegara mengatakan, jadwal penertiban duktang akan ditentukan masing-masing kelurahan dan desa. Namun, tim yustitusi akan tetap terlibat dalam penertiban tersebut. ‘’Kami akan melibatkan kelurahan dan desa adat dalam melakukan penertiban. Terlebih, desa adat juga sudah rutin melakukan penertiban pendatang sehingga kita tinggal mendampingi saja,’’ ungkap Suryanegara, saat ditemui, Rabu (30/10) kemarin. Menyikapi Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 331.1/11039/Bid.II/Satpol PP/2019 tentang pelaksanaan penertiban penduduk pendatang di kabupaten/kota se-Bali, birokrat asal Denpasar ini mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait. ‘’Suratnya sudah kami terima, namun memang tidak bisa dilakukan secara serempak karena kami harus berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk itu, kami putuskan untuk jadwal penertiban diserahkan sepenuhnya ke desa,’’ ujarnya. Menurutnya, pihaknya akan menerapkan tindak pidana ringan (tipiring) apabila ditemukan adanya duktang yang tidak mengantongi dokumen kependudukan. ‘’Kami akan tipiring penduduk yang tidak memiliki identitas, kecuali ada penjamin dari masyarakat yang mengajak,’’ katanya. Berdasarkan surat yang ditandatangani Sekda Badung Wayan Adi Arnawa tersebut, camat, perbekel, lurah dan linmas se-Badung diminta melakukan upaya preventif guna terciptanya situasi dan kondisi yang tertib, aman, dan tentram terkendali. Upaya penertiban diharapkan melibatkan seluruh komponen dan stakeholder. Sekda Badung Adi Arnawa juga memerintahkan seluruh jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) untuk meningkatkan dan mengintegrasikan patroli di masing-masing wilayah. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta aparatur desa melaksanakan pemantauan pada lokasi yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum dengan kegiatan penertiban duktang yang tidak memiliki identitas dan pekerjaan yang jelas. Ia meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan dan diteksi dini dalam upaya pencegahan dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban umum. Apabila ditemukan hal yang mencurigakan agar segera melakukan koordinasi dengan TNI, Polri dan Satpol PP. (kmb27)

Operasi Zebra Agung Diawasi Wasops Provos dan Itwasda Denpasar (Bali Post) Jajaran Ditlantas Polda Bali di bawah pimpinan Kombes Pol. A.A. Made Sudana terus menggencarkan Operasi Zebra Agung 2019. Bahkan, dalam sehari, petugas gabungan yang diterjunkan bisa melaksanakan razia kendaraan bermotor sebanyak dua kali. Hal ini dilakukan guna menekan angka kecelakaan di jalan raya. Razia ranmor terbaru dilaksanakan di Jalan Gatot Subroto Timur, Rabu (30/10) kemarin. Kasi Langgar Subditgakkum Ditlantas Polda Bali selaku Kasatgasda III Ditlantas Polda Bali Kompol Ni Made Astuti, Rabu (30/10) kemarin menjelaskan, pihaknya menerjukan tim gabungan sebanyak 67

personel. Dari jumlah itu, 4 personel di antaranya merupakan petugas Wasops Itwasda dan Provos Polda Bali. ‘’Setiap kegiatan, kami selalu diawasi Wasops dari Itwasda dan Provos Polda Bali,’’ katanya. Sementara hasil operasi yang dilakukan itu, pihaknya menindak sedikitnya 32 pelanggaran. Rinciannya, tanpa STNK 9, tanpa SIM 19, tanpa SIM dan STNK 3 dan kelebihan muatan sebanyak 1. Sedangkan barang bukti yang disita yakni kendaraan roda dua sebanyak 2 unit, STNK 18 buah dan SIM 12 buah. ‘’Giat ini kami laksanakan m ul a i p u kul 1 0 . 0 0 W i t a hingga pukul 11.00 wita,’’ ucapnya. (kmb21)

DIPERIKSA - Sejumlah personel Wasops dari Provos dan Itwasda melakukan pengawasan ketika jajaran Ditlantas Polda Bali menggelar Operasi Zebra Agung 2019 di Jalan Gatot Subroto Timur, Rabu (30/10) kemarin.

Lahan Kosong di Tuban Jadi Tempat Penitipan Sampah Mangupura (Bali Post) -

Sejak Rabu (30/10) pagi, puluhan truk menitipkan sampah di sebuah lahan kosong dekat Pura Desa Adat Seni, Tuban, Kecamatan Kuta. Hal ini merupakan dampak dibatasinya pembuangan sampah ke TPA Suwung.

Bali Post/ist

DITAHAN - I Komang Budiasih alias Manuk (22) dan I Wayan Jangkep alias Rabies ditahan di Polres Badung karena menjambret WNA.

Polisi Tembak Komplotan Jambret Spesialis WNA Mangupura (Bali Post) Sindikat jambret yang selama ini beraksi di wilayah Kabupaten Badung dan menyasar warga negara asing (WNA), berhasil ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Badung, Senin (28/10) lalu. Pelakunya, I Made Laba (22), Dien Saputra (38), dan Muhamad Wilujeng alias Wili (21). Komplotan lain yang dibekuk, yakni I Komang Budiasih alias Manuk (22) dan I Wayan Jangkep alias Rabies (22), setelah mereka menjambret Steef Hendrik Ritzema (34) asal Thailand. Lantaran melakukan perlawanan, kaki Made Laba, Budiasih dan Jangkep terpaksa ditembak polisi. Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo didampingi KBO Reskrim Iptu Ketut Wiwin Wirahadi, Rabu (30/10) kemarin menyampaikan, Letchuman Vasantha Kumar (30) asal India dan menginap di Cara Cara Inn di Jalan Khayangan Suci, Kuta. ‘’Kejadiannya hari Senin tanggal 7 Oktober 2019 sekitar pukul 02.15 Wita di Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara,’’ ujarnya. Kronologinya, kata Iptu Wiwin, saat itu korban bersama Swetha Sridhar (29) asal India dan berprofesi sebagai pengacara datang dari Potatto Head dan hendak ke Mexicola. Sesampainya di TKP, tiba-tiba Made Laba dan Andik yang mengendarai sepeda motor memepet korban. Pelaku langsung merampas hp yang dibawa korban. ‘’Korban bersama saksi (Swetha - red) berusaha mengejar pelaku tapi kalah cepat. Selanjutnya korban melapor ke Satreskrim Polres Badung,’’ tegas AKP Laorens. Berdasarkan hasil penyelidikan, tim Opsnal dipimpin Kanit I Satreskrim Ipda Ferlanda Oktora menangkap Dien Saputra alias AA karena sebagai penadah HP curian. Setelah dicek, ternyata HP tersebut milik korban. Dien mengaku membeli HP itu dari Wili. Giliran Wili diburu dan berhasil dibekuk di Denpasar. ‘’Tersangka Wili mengaku mendapat HP itu dari Made Laba. Dialah eksekutornya. Perlu kami sampaikan jika Dien Saputra merupakan residivis kasus penggelapan juga dan ditangkap Polsek Kuta Selatan tahun 2017,’’ ungkapnya. Perburuan terhadap Made Laba dilakukan petugas. Akhirnya pelaku penjambretan asal Karangasem dan kos di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan ini berhasil ditangkap di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. Namun saat itu, Adik alias Sandi kabur dan jadi DPO. ‘’Para pelaku sudah ditahan di Polres Badung. Tinggal satu pelaku masih dalam pengejaran,’’ kata Kasatreskrim asal Papua ini. Sementara itu, tersangka Budiasih dan Jangkep melakukan aksinya pada Jumat (9/8) pukul 18.00 Wita. Awalnya, komplotan jambret asal Karangasem ini berniat main biliar di Seminyak. Mereka mengendarai sepada motor Yamaha NMax DK 6470 FAH. Dalam perjalanan di wilayah Canggu, mereka melihat korban yang mengendarai sepeda motor tengah mengecek Google Map di HP. Sesampainya di tempat sepi dan agak gelap, Budiasa langsung memepet motor korban. Selanjutnya Jangkep menjambret HP yang dipegang korban. ‘’Setelah kasus ini dilaporkan oleh korban, hari Sabtu tanggal 5 Oktober 2019 pelaku kami tangkap di wilayah Werdi Bhuwana, Mengwi dan wilayah Pemogan, Denpasar,’’ ungkapnya. (kmb36)

Menurut Siti, warga Situbondo yang memulung di kawasan tersebut, sejak pagi truk dari beberapa tempat di Badung membuang sampah di lahan kosong tersebut. Truktruk sampah itu tidak saja berasal dari wilayah Kuta dan Kuta Selatan, namun juga dari Mengwi. Sejatinya penitipan sampah tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Bendesa Adat Tuban Wayan Mendra membenarkan bahwa lahan negara itu memang sedang dipergunakan sebagai lokasi alternatif penitipan sampah akibat penutupan TPA

Suwung. Hal ini sesuai surat tembusan Nomor 001/2817/ DLHK/2019 perihal opsi penitipan sampah yang dilayangkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. ‘’Surat tertanggal 28 Oktober 2019 itu kami terima tanggal 30 Oktober,’’ ucapnya. Sebagai Bendesa Adat yang mewilayahi lokasi tersebut, Mendra mengaku sangat memahami kondisi darurat sampah saat ini. Dirinya juga memandang penting adanya solusi cepat dalam menangani permasalahan sampah. ‘’Sesungguhnya ada banyak warga

yang mempertanyakan itu kepada saya karena lokasinya itu berjarak hanya beberapa meter dari Pura Padang Seni, Tuban. Mereka protes, karena kini Tuban sesungguhnya sudah memiliki sebuah pararem yang menegaskan soal penyingkiran aktivitas semacam itu dari area sekitar Pura Padang Seni,’’ sebutnya. Karena itulah, masalah tersebut akan dibahas dalam rapat adat yang rencananya dilaksanakan Kamis (31/10) hari ini. ‘’Adanya sampah di sekitar area tempat suci, tentunya memengaruhi kesucian

SAMPAH - Tumpukan sampah di lahan kosong dekat Pura Desa Adat Seni, Tuban, Rabu (30/10) kemarin. pura itu sendiri. Apalagi kita kan tidak tahu jenis sampah apa saja yang menggunung di sana. Bisa saja ada pembalut, dan lain sebagainya,’’ ucapnya. Namun lantaran ini adalah

kondisi emergency, secara pribadi Mendra mengaku cukup menoleransi. Dengan catatan, itu tidak berlangsung berlarutlarut dan sampah yang sudah menggunung bisa segera diangkut ke TPA Suwung. (kmb23)

Denpasar (Bali Post) Pemangkasan hibah yang difasilitasi DPRD Bali rupanya belum sepenuhnya beres. Sejumlah anggota dewan yang baru beberapa bulan lalu dilantik bahkan mengeluh tak kebagian jatah hibah pada APBD Induk 2020. Hal itu dibahas cukup lama dalam rapat internal DPRD Bali yang berlangsung tertutup di Ruang Rapat Gabungan, Gedung Dewan, Rabu (30/10) kemarin. Sampai-sampai muncul spekulasi penandatanganan KUA-PPAS 2020 dan Rapat Paripurna yang juga diagendakan kemarin bisa batal digelar. Meski akhirnya, dua agenda penting itu tetap berjalan walau molor dari jadwal. “Karena

aturan, kita itu sudah sepakat dengan e-planning. Jadi, hibah tahun 2020 sudah dimasukkan awal tahun 2019. Kalau kita memasukkan sekarang juga tidak ada gunanya, dikasih pun tidak bisa cair karena sudah masuk dalam katagori e-planning. Kita melanggar aturan nanti,” ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama usai rapat tertutup. Wiryatama mengatakan, anggota dewan baru yang belum mendapat alokasi hibah di APBD Induk 2020 tetap diupayakan dalam APBD Perubahan 2020. Namun, tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pasalnya, hibah merupakan hak dari eksekutif. Sedangkan

dewan hanya bertindak sebagai fasilitator. Itu sebabnya, hibah yang dulu diajukan oleh anggota dewan periode 2014-2019 yang gagal lolos juga diserahkan kepada eksekutif. “Itu nanti kita serahkan kepada eksekutif karena yang ngawal siapa, di mana berjanji, kan kita tidak tahu. Mungkin dimasukkan juga ke kelompok hibah masyarakat dari eksekutif,” jelas incumbent dari PDI-P ini. Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana mengatakan, proposal hibah memang harus diajukan satu tahun sebelumnya sesuai dengan pergub yang mengatur secara teknis. Yakni pada Maret 2019 untuk bisa masuk di APBD Induk 2020. Oleh karena itu,

proposal hibah masih diajukan oleh DPRD Bali periode 2014-2019. Meskipun di antara mereka akhirnya ada yang tidak bisa kembali lolos pada periode 2019-2024. “Proposal hibah harus diajukan satu tahun sebelumnya karena Bali menjadi pilot project e-planning yang dipantau oleh BPK RI dan KPK RI,” ujarnya. Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Bali I Wayan Disel Astawa mengatakan, para new comer sebetulnya tidak meributkan masalah diberi atau tidak diberi hibah. Namun, pihaknya berbicara soal dewan yang kolektif kolegial. Untuk keadilan, seluruh pimpinan dan anggota mestinya kompak tidak memfasilitasi hibah di 2020.

Selanjutnya, anggaran itu bisa dialokasikan untuk program prioritas dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Diwawancara terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pengajuan hibah memiliki aturan dan mekanisme. Yakni proposal harus masuk paling lambat 31 Maret 2019 untuk 2020. Lantaran baru dilantik Agustus lalu, berarti anggota dewan baru memang sudah tidak memiliki kesempatan untuk mengajukan hibah pada APBD Induk 2020. Untuk usulan hibah anggota dewan 2014-2019 yang tidak lolos lagi, menurut Koster, tetap diproses sepanjang memenuhi syarat. (kmb32)

alisasikan perehaban pada tahun 2020 mendatang. Kasad dan Ny. Hetty mewanti-wanti seluruh peserta pengarahan dan keluarga besar TNI-AD juga harus mementingkan kesehatan. Karena hal itu sangat berharga bagi kehidupan prajurit dan keluarganya. Hal lainnya

harus memperhatikan keluarga. Di akhir kegiatan, Ketua Umum Persit KCK menyerahkan berbagai bantuan untuk memberdayakan kehidupan organisasi Persit, baik untuk pengurus daerah, koordinator cabang dan juga di tingkat cabang serta ranting. (kmb36)

Bali Post/edi

Anggota Dewan Baru Keluhkan Tak Dapat Hibah

Kasad Janji Rehab Perumahan Prajurit Tak Layak Huni

Denpasar (Bali Post) Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa tiba di Bali dalam rangka melakukan serangkaian kunjungan kerja (kunker), Rabu (30/10) kemarin. Kasad didampingi istri Ny. Hetty mewanti-wanti seluruh peserta pengarahan dan keluarga besar TNI-AD agar mengutamakan kesehatan karena hal itu sangat berharga. Selain itu, ia juga berjanji akan merehab perumahan prajurit tak layak huni. Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung sekitar pukul 11.00 Wita, Kasad disambut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, para Danrem jajaran Kodam dan pejabat lainnya. Sejumlah agenda akan dilakukan Kasad didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny. Hetty Andika Perkasa selama kunker di Pulau Bali. Mengawali kunkernya, Jenderal Andika bertatap muka dengan prajurit, PNS dan anggota Persit KCK jajaran Kodam IX/Udayana yang ada di wilayah Garnisun Denpasar di Lapangan Tenis Indoor Praja

Bali Post/ist

DISAMBUT - Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa disambut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Bandada Ngurah Rai, Tuban, Badung. Raksaka Kepaon, Denpasar Selatan. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menjelaskan kondisi terkini wilayah Kodam meliputi Korem 161/Wira Sakti di NTT, Korem 162/Wira Bhakti di NTB dan Korem 163/Wira Satya di Bali. Secara spesifik, Pangdam melaporkan kepada Kasad tentang kondisi kesejahteraan terkait perumahan prajurit yang ada di wilayah NTT yang sangat membutuhkan perhatian dari TNI-AD. ‘’Terkait tugas pokok tidak ada permasalahan bagi prajurit, tetapi sepantasnya mereka untuk mendapatkan hunian perumahan yang layak,’’ ujarnya. Mayjen Benny Susianto sangat berharap hal ini menjadi

perhatian dan segera untuk didukung TNI-AD. Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap perhatian serta bantuan Kasad dalam penyediaan sarana kebugaran bagi prajurit berupa alat-alat fitness modern yang sudah diberikan kepada satuan bawah. Menanggapi laporan dari Pangdam IX/Udayana, Kasad sangat mengapresiasi cara kreatif yang dilakukan Pangdam dalam melaporkan kondisi yang ada di wilayah Kodam IX/Udayana. Terkait kondisi perumahan prajurit, dari gambaran paparan yang ditayangkan kelihatannya tak layak huni dan selayaknya untuk dilakukan rehab. Kasad pun berjanji akan mere-


Kamis Wage, 31 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Membangun Kesadaran dan Tanggung Jawab Menjaga Bali SAMPAI sejauh ini, sudah jamak sekali kita dengar pernyataan maupun harapan tentang kebaikan yang didoakan dari Bali. Dari pulau yang kecil yang kaya budaya ini, dimohonkan perdamaian ke seluruh dunia. Dari destinasi ini pula diharapkan kesejahteraan melingkupi masyarakat global. Dari Bali untuk Indonesia, dari Bali untuk dunia. Begitulah seterusnya yang kita sering dengar, baca, serta lihat di berbagai media. Kita sebagai orang Bali, tentu saja bangga. Rasanya, merinding bulu kuduk ketika ujaran-ujaran serta harapan-harapan mulia itu dikumandangkan dari Bali. Kita merasa begitu istimewa. Begitu dihargai dan posisi Bali seolah-olah berada ‘’di atas’’ yang lainnya. Bangga, terharu bercampur menjadi satu. Masyarakat Bali yang terkenal dengan toleransinya yang tinggi menjadi contoh dunia. Masyarakat Bali yang sangat kooperatif dijadikan sumber belajar bagi masyarakat lainnya. Masyarakat Bali yang kaya budaya menjadi pujaan masyarakat global. Begitu banyak puja dan puji membuat kita sering kali mabuk, bangga yang berlebihan dan sering kali pula terlena, terbuai, termanjakan, bermimpi, dan merasa di awang-awang. Baik, segala penghargaan itu patut diapresiasi. Kita mengucapkan terima kasih. Tetapi di lain pihak, jangan terlalu lama terlena, jangan mabuk berkepanjangan. Jangan terlalu terbuai kesenangan sehingga lupa daratan. Banyak perkerjaan menanti. Kita mesti bangun dari mimpi, bekerja keras, cerdas, dan berkelanjutan. Banyak persoalan berat di pundak kita. Masalah lingkungan, adat, budaya, dan seabrek permasalahan lainnya yang menunggu diselesaikan. Kita mesti kerja, kerja, kerja, dan kerja. Kalau tidak, kita akan tertinggal terlalu jauh. Jangan bandingkan negara lain, bandingkanlah dengan saudara kita yang justru mencari rezeki di kampung halaman kita sendiri. Banyak peluang yang terlepas dan dibiarkan. Mari ambil kembali dan tegapkan langkah ke masa depan. Persoalan bangsa memang menjadi persoalan kita juga. Negeri ini memerlukan banyak uluran tangan. Dengan membenahi diri sendiri, itu juga merupakan bagian dari kita membangun bangsa dan negara. Bali memang menjadi sesuatu yang spesial, istimewa di mata banyak orang. Bagi orang Bali sendiri, jangan terlena. Tatap masa depan dengan bekerja sungguhsungguh, tepat sasaran, dan optimal. Untuk itulah, mari kita bangun kesadaran menjaga Bali. Kesadaran bukan semata menjadikan Bali sebagai ikon pariwisata dan pengawal peradaban yang setia, tetapi kesadaran membangun generasi mudanya sebagi penyangga budaya yang mandiri, kokoh, dan memiliki kepekaan merespons dinamika zaman. Generasi muda Bali haruslah memiliki daya saing dan profesional. Untuk itulah, kepedulian terhadap Bali sebagai vibrasi toleransi hendaknya juga menjadi perhatian pusat. Terlalu berat beban orang Bali jika setumpuk permasalahan sosial kependudukan, ekonomi dan beban investasi dibebankan kepada krama Bali.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Model PPDB Tahun Depan Kabinet baru dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikud) juga baru. Biasanya kita berasumsi, menteri baru program juga baru. Tetapi untuk urusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mudah-mudahan perubahannya ke arah yang lebih jelas dan terukur. Jangan lagi PPDB membuat semua keluarga resah dan sibuk mengurus sekolah anaknya. Jika sistem PPDB jelas dan terukur maka peluang protes akan kecil. Namun, yang namanya di Indonesia dan di desa-desa PPDB dengan jalur lingkungan saya nilai tetap penting. Mengingat sekolah tak bisa berdiri sendiri tanpa daya dukung lingkungan yang jelas. Artinya, formasi penerimaan PPDB tetap memerhatikan kecerdasan, keterampilan, status miskin, dan mengakomodasi lingkungan. Jadi, bukan zonasi yang jadi tolok ukur utama. Saya juga mengusulkan sekolah juga diberikan kewenangan melakukan seleksi penerimaan peserta didiknya. Jadi, sekolah tahu kualitas anak didik yang akan diterimanya atau yang akan menjadi peserta pembelajaran pada tahun tersebut. Yang jelas, saya hanya berharap PPDB jangan sampai menimbulkan keresahan apalagi berujung pada demo orangtua siswa. Mudah-mudahan dengan pendekatan teknologi, PPDB tahun depan bisa meminimalkan potensi konflik. Jika memungkinkan formatnya diumumkan lebih awal, agar jangan sebulan menjelang PPDB ataurannya baru disampaikan. I Kadek Diantarayana Denpasar, Bali

Bali, Pariwisata dan Kebangsaan Dalam usia hampir mencapai 78 tahun, Tuhan telah memberi saya kesempatan untuk berkeliling hampir ke seluruh daerah di Indonesia, baik dalam rangka menjalankan tugas pekerjaan maupun berwisata. Demikian pula, saya telah mendatangi berbagai tempat di berbagai belahan di dunia, baik di Amerika, Eropa, Australia, dan Asia. Di daerah dan negara yang saya kunjungi, saya menyaksikan lembah, gunung, pantai, panorama, dan tempat pariwisata yang sangat indah dan menakjubkan. Bahkan di beberapa tempat, saya bisa katakan kalau terdapat objek-objek yang tak kalah menarik dari apa yang terdapat di Bali.

Oleh

IGK Manila aya kemudian bertanya-tanya dalam hati, apakah kiranya yang menyebabkan orang-orang dari seluruh dunia tetap ingin datang untuk berwisata ke Bali? Dalam berbagai kesempatan, saya kemudian mencoba mencari dan menguji berbagai jawaban. Salah satu jawaban yang saya temukan adalah perkara kebudayaan. Seumpama sebuah cawan yang indah, keindahannya akan kurang bernyawa jika tanpa isi yang sesuai. Bali adalah cawan yang indah. Tetapi, lebih dari itu, dia berisi minuman yang tak hanya melepaskan dahaga tetapi membuat orang berhasrat untuk mereguknya kembali. Sebagai orang Bali yang lahir dan bertumbuh di Bali, dan kemudian melanglang buana

ke mana-mana, budaya dan kebudayaan adalah hal utama yang ingin dinikmati orang di Bali. Secara sederhana, budaya itu bisa berbentuk kegiatan adat, ritual, pakaian, atau halhal yang kasatmata lainnya. Tetapi lebih mendasar, budaya terkait dengan manusia dan bagaimana manusia mewujudkan cipta, rasa, dan karsanya secara harmoni atau dialektis dengan alam. Bali, oleh karena itu adalah paket yang lebih lengkap. Alam Bali yang indah bersatu padu dengan budaya yang unik untuk memanjakan wisatawan dan membuat mereka ingin tetap kembali ke Bali. Dalam kaitan dengan itu, dalam momentum Sumpah Pemuda di tengah dinamika politik yang sempat memanas belakangan ini, saya

WARUNG GLOBAL

Badung Darurat Sampah PASCAPENUTUPAN TPA Suwung, masalah makin pelik melilit beberapa kabupaten di Bali. TPA yang dulunya menjadi lokasi akhir bagi sampah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), kini hanya bisa dimanfaatkan oleh Denpasar. Bagi yang sudah memiliki TPA sendiri tentu tidak masalah, namun bagi Badung, kondisi ini membuat sampah tidak terangkut. Badung pun mengalami darurat sampah. Kawan Global yang menjadi pendengar setia Radio Global juga mengomentari hal ini dalam acara dialog interaktif Warung Global, Rabu (30/10) kemarin. Berikut selengkapnya. Kawan Global Budiada di Tabanan menyatakan untuk penyelesaian masalah sampah tidak boleh saklek karena berdampak pada Bali dan sektor pariwisata. Menurut dia, Gubernur sudah memberikan solusi, selanjutnya apakah bisa dilaksanakan dengan baik. “Proses pengelolaan dan penghancuran sampah memerlukan dana. Semua daerah, bukan Badung saja harus mengurai dan mengatasi permasalahan sampahnya,” tutupnya. Sementara itu, Gama di Singaraja juga mengungkapkan hal yang nyaris sendana. Gama menyatakan dengan dana yang ada, Badung bisa mempergunakan teknologi pengolahan sampah untuk mengurangi sampah, di tiap kecamatan bisa dibuatkan Bank sampah. “Kalau ada kemauan dari pejabat, permasalahan sampah tidak terlalu berat kalau ditangani dengan serius. Sampah bisa dikelola, diolah dan dimanfaatkan,” katanya. “Badung kabupaten kaya dan wilayahnya luas. Untuk pembuangan sampah, solusinya dengan mencari tempat yang tak produktif dan jauh dari permukiman, misalnya jurang yang ada di daerah Petang,” kata Febri di Denpasar. Dia menambahkan jika tidak dibarengi dengan fasilitas pengolahan sampah atau tempat pembuangan sampah yang memadai maka akan menyebabkan penumpukan sampah. Kawan lain, Werda, di Tegalalang mendukung warga menutup TPA Suwung agar pengambil kebi-

jakan kebersihan tergerak hatinya dan berpikir serius menangani sampah. Menurut dia, bukan Badung saja namun semua pemakai TPA Suwung mengalami darurat sampah. Werda mengungkapkan bahwa masalah sampah sangat urgen, jadikan TPA tempat pengolahan akhir, bukan tempat pembuangan akhir. Sampah bisa dimanfaatkan sebagai energi listrik. Dia juga menjelaskan betapa pentingnya tata kelola sampah di Bali. Sampah kalau salah kelola akan menjadi musibah. Bila benar pengelolaannya akan menjadi berkah. Beratayasa di Sangeh menjelaskan, bahwa masing-masing desa harus berani melakukan investasi untuk membuat TPA sekaligus pengolahan sampah. “Angkat tenaga-tenaga pekerja sampah yang cekatan dan gajinya harus setara, bahkan lebih tinggi daripada pegawai kantoran sehingga kesan pekerjaan ngurus sampah sebagai tenaga kasar dan kumal berubah menjadi tenaga yang profesional dan menggiurkan,” jelasnya Sedangkan menurut Winaja di Ubung, memang sampah adalah masalah yang sangat krusial, butuh penanganan yang cepat dan tepat. Menurutnya, sebaiknya pengelolaan sampah secara swakelola agar meningkatkan kualitas lingkungan dan juga kualitas hidup masyarakat serta kesehatan warga lebih terjamin karena kebersihan lingkungan lebih terjaga dan terhindar dari pencemaran sampah. (dika)

melihat beberapa hal. Mudahmudahan ini akan menjadi pengingat bagi kita untuk merawat pariwisata di Bali. Pertama, Bali adalah paramater demokrasi Indonesia. Apa pasal? Pertama-tama, kita harus mengakui soal toleransi beragama. Saat ini, penduduk Bali adalah sekitar 4 juta jiwa lebih, dengan mayoritas (83,5%) menganut agama Hindu. Pemeluk agama lainnya adalah Buddha (0,54%), Islam (13,37%), Kristen Protestan (1,66%), Katolik (0,88%), Konghucu (0,01%), dan Aliran Kepercayaan (0,01%). Sebagai warga mayoritas, pemeluk Hindu bisa saja bertindak semena-mena. Tetapi tidak itu yang terjadi. Siapa pun yang hidup atau datang ke Bali bebas menjalankan agamanya. Bagi umat Muslim, umpamanya, ada pilihan masjid atau mushala di berbagai gedung atau tempat wisata untuk beribadah. Demikian juga, di setiap penjuru Bali ada makanan halal seperti yang dijual di rumah makan Padang. Toleransi adalah modal utama pariwisata Bali. Pertamatama, kita bisa bilang bahwa toleransi menjamin kenyamanan dan keleluasaan. Dengan kata lain, toleransi menjadi prasyarat supaya para wisatawan bisa menikmati waktu, alam, dan kekayaan budaya Bali. Tetapi, lebih mendasar daripada itu, budaya toleransi di Bali adalah objek wisata tersendiri. Sebab, makna pariwisata adalah kegiatan menyegarkan pikiran, mencoba atau menemukan hal-

hal baru, bertemu orang-orang baru, atau berada dalam satu lingkungan atau suasana yang baru. Dalam bahasa Inggris, itu pula sebabnya pariwisata disebut sebagai recreation, kegiatan memperbarui diri dengan cara bersenang-senang. Jika kita renungkan lebih jauh, toleransi bukanlah sesuatu yang diada-adakan atau sekadar kepura-puraan di Bali. Toleransi adalah budaya. Toleransi bertumbuh dari interaksi rakyat Bali dengan harmoni yang diajarkan alam dan dilembagakan dalam ajaran-ajaran agama. Selama orang Bali berpegang teguh pada budaya ini, Bali akan tetap aman, damai, dan dicintai semua orang. Kedua, dalam momentum Sumpah Pemuda ini, kita harus mengingatkan diri bahwa Bali adalah tanah Indonesia. Di saat bersamaan, tidak ada salahnya juga kalau kita berbangga jika banyak orang dari berbagai penjuru dunia mengatakan, Indonesia adalah Bali. Adalah rugi sekali jika ada yang terjebak dalam ego-sektoral Bali atau kebalian. Sebab, bersaudara dengan ratusan juta orang yang berasal dari ribuan pulau dan budaya yang berbedabeda adalah nikmat kekayaan yang tiada terkira. Secara pribadi, sebagai putra Bali yang lahir di Bali namun lebih lama hidup di luar Bali, menjadi Indonesia telah membuat hidup saya kaya makna. Itu juga yang terjadi, saya yakin, dengan putra-putri Bali yang hidup di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya. Namun, meskipun menjadi Indonesia, nilai-nilai dan budaya Bali tetap menjadi bagian dari hidup saya sampai kini. Sebagai bagian dari tanah air Indonesia, kita boleh pula berbangga bahwa Bali telah terus-menerus berkontribusi bagi keberadaan dan kemajuan bangsa dan negara ini. Pada zaman perjuangan merebut kemerdekaan, kita tahu, pahla-

Info Singaraja FM infosingarajafm

081933004217

Pemangkasan Pohon Perindang Diperlukan Jelang Musim Hujan MUSIM hujan diperkirakan akan segera tiba. Hujan deras dengan intensitas tinggi serta angin kencang pun kemungkinan akan terjadi. Hal ini menuntut kesiapan semua pihak guna menghindari kejadiankejadian yang tidak diinginkan. Salah satu yang menjadi sorotan pada acara Suara Buleleng, Rabu (30/10) kemarin adalah pemangkasan pohon perindang di pinggir jalan. Berikut rangkumannya. Putu Gamaarta di Dusun Pemaron, Patemon menyoroti tentang perlunya pemangkasan pohon di pinggir jalan. Dia berharap kepada petugas terkait agar melakukan pemangkasan pohon agar jangan sampai pada musin hujan yang akan datang tidak ada ranting atau pohon tumbang yang dapat mengganggu kabel listrik tegangan tinggi serta menimpa rumah warga. Dia juga mengingatkan aparat keamanan agar berupaya mengantisipasi pelaksanaan pilkel serentak 2019 agar bisa berjalan aman dan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara itu, Bunda Dewi di Jalan Kamboja berharap

agar penertiban anjing liar lebih digiatkan. Dia berharap kepada pihak terkait agar bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya terkait anjing liar. Hal ini ditekankan mengingat dirinya sudah dua kali digigit anjing. Bunda Dewi juga berharap agar dilakukan eliminasi anjing liar yang berkeliaran. Di sisi lain, dia juga ingin menyoroti tentang pilkel serentak nantinya. Dia juga sangat berharap kepada calon perbekel agar tidak tepuk dada bila menang dan tepuk tangan mengejek bagi yang kalah. ‘’Mari kita jaga kondusivitas di wilayah masing-masing,’’ ujarnya. (kmb)

wan-pahlawan Bali memberikan andil yang besar. Pada zaman pasca-kemerdekaan, terutama ketika pariwisata menjadi salah satu sektor utama penerimaan negara, Bali menjadi penyumbang devisa yang tidak kecil. Ketiga, di samping toleransi dan perasaan sebangsa setanah air, hal berikutnya yang membuat kehidupan berlangsung dinamis di Bali tentulah faktor bahasa Indonesia. Meskipun bahasa Bali dipakai sebagai bahasa sehari-hari oleh kebanyakan warga bersuku bangsa Bali, bahasa Indonesia menjadi bahasa paling luas pemakaiannya di Bali. Bahasa Indonesia telah menjadi lingua franca, bahasa penghubung yang memungkinkan ragam kegiatan sehari-hari berjalan lancar di tengah berbagai perbedaan latar belakang. Demikian juga, bahasa Indonesia telah menjadi pintu masuk bagi orang-orang Bali untuk terhubung dengan dunia di luar Bali, ilmu pengetahuan, dan orang-orang yang berasal dari budaya berbeda. Terkait dengan pencegahan konflik, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa persatuan di Bali. Bahasa yang paling mudah dan bisa digunakan oleh orang dari berbagai latar belakang ini lebih memungkinkan tercapainya sudut pandang dan pemahaman yang sama dalam komunikasi, sehingga konflik lebih mudah untuk dihindarkan. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa identitas, yakni sebagai salah satu alat untuk mengidentifikasi diri sebagai ‘’Indonesia’’, sehingga setiap orang merasa berada dlam satu kapal yang sama. Oleh karena itu, meskipun terdapat kebanggaan dalam berbahasa Bali serta penggunaan bahasa Inggris yang semakin luas dalam sektor pariwisata, bahasa Indonesia tetap wajib mendapat tempat. Semoga pariwisata Bali tetap Berjaya. Penulis, Gubernur Akademi Bela Negara (ABN)

POJOK Presiden Jokowi ingatkan tahun 2020 ada ancaman resesi ekonomi. - Kembali kencangkan ikat pinggang. *** Menhan Prabowo tak ambil gaji menteri, mobil juga milik pribadi. - Kerja untuk rakyat. *** Mendag akan pangkas regulasi yang menghambat ekspor. - Yang jelas impor harus dihambat.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

BBPOM Gelar Monev Gerakan Keamanan Pangan Desa BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) di Kabupaten Tabanan, Rabu (30/10) kemarin, di ruang rapat Kantor Bupati Tabanan. Selain dihadiri Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana dan OPD lintas terkait, monev GKPD juga diikuti tim dan kader keamanan pangan dari tiga desa yang telah diintervensi yaitu Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Desa Kukuh, Kecamatan Marga dan Desa Luwus, Kecamatan Baturiti. Kepala BPPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, kegiatan ini untuk menilai sejauh mana keberhasilan GKPD yang telah dilaksanakan di tiga desa di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini melibatkan kad-

er-kader yang telah dilatih untuk bisa turut serta dalam menilai komunitas-komunitas yang telah diberdayakan. Diharapkan, kader atau tim yang telah diberikan bimbingan teknis dapat mengkaderisasi warga desa setempat mengenai keamanan pangan dan gerakan ini dapat tetap berlangsung secara mandiri di Kabupaten Tabanan. ‘’Kami ingin tahu seberapa efektif program ini melalui pengisian kuisioner khususnya pemahaman masyarakat di tiga desa GKPD Tabanan,’’ terangnya. Realisasi GKPD dimulai pada Maret dengan agenda pertemuan advokasi dilanjutkan Gap Assesment pada Juni, bimtek kader keamanan pangan pada Mei, bimbingan teknis komunitas di Agustus dengan peserta 300 orang dari komunitas masyarakat di tiga

desa dan fasilitasi GKPD. Masyarakat didampingi petugas BPPOM di Denpasar melakukan kunjungan, pengamatan, dan pembinaan keamanan pangan. ‘’Sebagai perpanjangan tangan, para kader ini diharapkan bisa berperan aktif dan mandiri untuk terus menggencarkan pemahaman tentang penggunaan bahan pewarna makanan yang tidak berbahaya,’’ terangnya. Menurutnya, penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan masih banyak ditemui pada industri rumah tangga seperti rhodamin B (kesumba merah) yang merupakan pewarna tekstil, methanil yellow, formalin, dan boraks. ‘’Dari pengawasan kami, sebelum ada program GKPD sebagai inisiatif Badan POM, dari 36 sampel yang dicek di Desa Tunjuk dan Desa Kukuh sebelumnya 100 persen meng-

gunakan boraks atau bleng untuk pembuatan kerupuk dan di Desa Luwus 45,16 persen menggunakan rhodamin B untuk pembuatan jaja uli dan begina,’’ terangnya. Terkait kegiatan yang dilaksanakan BPPOM Denpasar, Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, proyek ini sangat baik dan harus dilanjutkan karena Tabanan saat ini sedang menggenjot produk olahan pertanian yang tentunya harus didukung oleh pengawasan dan pengendalian terhadap pengguna bahan pengawet atau pewarna yang berbahaya bagi kesehatan. ‘’Ini harus diawasi ketat sehingga kesehatan konsumen bisa terjaga terlebih anak sekolah sehingga generasi ke depan sehat dan cerdas sesuai visi misi Tabanan Serasi,’’ ucapnya. (ad900)

MONEV - Kepala BPPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menunjukkan bahan pangan kepada Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana pada monev GKPD, Rabu (30/10) kemarin.

Penghentian Pembuangan Sampah ke TPA Suwung

Tak Pengaruhi Pengelolaan Sampah di Tabanan

Tabanan (Bali Post) -

Penghentian sementara pembuangan sampah ke TPA Suwung, Denpasar, tidak berpengaruh banyak pada pengelolaan sampah di Kabupaten Tabanan. Sebab, Tabanan sejak dua tahun lalu sudah tidak lagi membawa sampah ke TPA Suwung karena sudah memiliki TPA Mandung. Apalagi kini Tabanan tengah berproses menyiapkan program inovasi Garbage Startup Online (GS Online) untuk penanganan sampah secara menyeluruh di tingkat kabupaten. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyatakan, inovasi GS Online tengah dimatangkan dan disosialisasikan. Diharapkan tahun 2020, inovasi ini bisa digulirkan. ‘’Sedang disiapkan perda dan kebijakan. Jadi, tidak masalah, apalagi sampai ngangkut sampah ke Denpasar juga susah dan di sana (TPA Suwung - red) juga sampahnya sudah melebihi kapasitas. Lebih baik rakyat diajarkan memilah sampah,’’ ucapnya, Rabu (30/10) kemarin. Inovasi ini memadukan desain mirip Gojek. Masyarakat mePERTANIAN - Petani di Tabanan tengah menggarap lahan pertanian.

Bali Post/bit

Habis, Stok Pupuk Urea dan Phonska Bersubsidi

Tabanan (Bali Post) Bantuan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska dari pemerintah pusat tak kunjung turun. Padahal, pupuk tersebut sangat dibutuhkan petani pada musim tanam periode November. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana mengatakan, untuk kuota pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska sudah habis sejak awal Oktober 2019. Sebelum memasuki masa tanam, instansi terkait sudah mengajukan usulan pengadaan kedua pupuk bersubsidi tersebut kepada pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian Provinsi Bali. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat. ‘’Tiap tahun untuk Urea dan Phonska, provinsi dan kabupaten rutin dapat alokasi kuota kurang dan di bulan September ataupun Oktober minta kuota ke pusat dan biasanya segera terpenuhi. Bahkan tahun ini, kami sengaja mengajukan lebih awal dengan prediksi potensi akan habis. Na-

mun rupanya sampai sekarang belum turun,’’ terangnya, Rabu (30/10) kemarin. Kondisi ini, kata Wiadnyana, dialami oleh seluruh petani di Bali. Untuk menghadapi permasalahan ini, Pemprov Bali telah mengambil langkah meminta pemkab memberlakukan pengalihan penggunaan pupuk bersubsidi yang saat ini kuotanya masih ada, tentunya dengan berbagai kekurangan. Seperti pupuk urea dialihkan ke pupuk bersubsidi jenis ZA dan pupuk Phonska dialihkan ke pupuk jenis SP36. Stok pupuk ZA masih ada 45 ton, dan pupuk SP36 sebanyak 100 ton. ‘’Untuk pupuk jenis ZA dan SP36 ini sebenarnya sama bersubsidi hanya kebutuhannya tidak begitu banyak karena ZA lebih banyak digunakan untuk hortikultura. Dibandingkan dengan Urea, ZA ini sifatnya berbeda salah satunya sifat pertumbuhan padi lebih lambat,’’ terangnya. Selain potensi pertumbuhan tanaman melambat, dampak lain dari pengalihan penggunaan pu-

puk khususnya pada padi yakni ketahanan tanaman terhadap serangan hama menjadi berkurang dan varietas padi yang memiliki pertumbuhan batang yang tinggi akan menjadi sangat mudah untuk rebah. Terkait imbauan pengalihan sementara penggunaan pupuk bersubsidi akibat kuota pupuk Urea dan Phonska habis, juga telah disampaikan kepada para Pekaseh. ‘’Saya juga sudah rapatkan Pekaseh agar mereka tahu kondisi yang ada, sekaligus mengarahkan pengalihan ementara penggunaan pupuk pada musim tanam mendatang,’’ tuturnya. Sementara untuk luas lahan tanam padi pada musim tanam akhir tahun ini diprediksi hanya 2.000 hektar. Angka ini menurun dari prediksi luasan tanam sebelumnya yang diperkirakan mencapai 3.500 hektar. Hal itu disebabkan kemarau panjang sehingga sejumlah potensi luas tanam kurang maksimal dan ada potensi penanaman padi yang bergeser ke Januari 2020. (kmb28)

ngantarkan sampah yang sudah dipilah untuk dibawa ke Perusda. Perusda yang akan membeli sampah yang sudah dipilah tersebut. ‘’Untuk subsidi program ini sudah disiapkan anggaran Rp 12 miliar di APBD Induk dan Perusda akan menyediakan valet atau pabrik kecil untuk bisa mengolah sampah dan dijual,’’ terangnya. Ditegaskannya, program ini murni dirancang oleh Pemkab Tabanan tanpa melibatkan pihak ketiga. ‘’Rancangan program ini adalah terintegrasi dan terpadu,

tidak hanya penanganan satu sampah. Bahkan, dalam menjalankan program ini, seluruh instansi terlibat,’’ katanya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia. Dikatakannya, TPA Mandung masih bisa menampung sampah untuk wilayah Tabanan. ‘’Sejak dua tahun lalu tidak pernah buang sampah ke TPA Suwung. Jadi, saat ini tidak ada pengaruhnya. Tapi kita juga tidak bersedia menerima sampah dari Kabupaten Badung,’’ ucapnya. (kmb28)

Petani Asal Mengesta Curi Sapi

Tabanan (Bali Post) I Ketut Suwarka alias Pan Dina (51), warga Banjar Mengesta, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, nekat mencuri seekor sapi. Dari informasi yang dihimpun, kasus pencurian ini terjadi Selasa (22/10) di tegalan yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kawan, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel. Sebelum kejadian, pemilik sapi, I Wayan Kajin (51), sekitar pukul 12.00 Wita memberi pakan induk sapi. Setelah selesai memberi pakan ternak, ia pulang ke rumah. Ia meninggalkan sapinya dalam keadaan terikat di kandang. Keesokan harinya atau Rabu (23/10), sekitar pukul 09.00 Wita, Kajin kembali ke kandang sapi untuk mengambil sabit yang akan digunakannya mencari pakan sapi. Saat itulah dilihat induk sapi betina miliknya sudah tidak ada di kandang. Tali pengikat sapi sudah dalam keadaan terpotong. Ia melakukan pencarian di sekitar kandang dan tempat lainnya namun hasilnya nihil. Ia lantas melaporkan kasus ini ke polisi. Dari laporan tersebut, tim Reskrim Polsek Penebel yang dipimpin Kanitreskrim melaksanakan penyelidikan. Petugas akhirnya mendapatkan informasi bahwa ada seseorang dari Mengesta disuruh mengangkut sapi yang diambil

Bali Post/ist

PENCURIAN - Pelaku pencurian sapi saat diinterogasi polisi. dari tegalan yang berlokasi di Banjar Keasambahan Kaja, Desa Jatiluwih. Dari keterangan tersebut, tim Reskrim mendapatkan nama seseorang yang dikenal dengan nama Pan Dina yang berprofesi sebagai petani. Berbekal informasi tersebut, tim melakukan pengejaran dan menangkap pelaku. Kapolsek Penebel AKP Bambang I Gede Artha mengatakan, dari hasil interogasi, pelaku mengaku nekat melakukan aksinya agar bisa

mendapatkan uang dengan cepat. Sapi curian tersebut dijual kepada calo di Pasar Beringkit, Mengwi, Badung senilai Rp 7,3 juta pada 23 Oktober 2019. ‘’Selain pelaku, barang bukti uang sisa hasil jual sapi sebanyak Rp 4 juta dan kendaraan pick-up berikut sopir juga sudah diamankan,’’ ucapnya. Hasil penjualan sapi tersebut, lanjut AKP Bambang, sebagian telah digunakan oleh pelaku untuk membeli celana panjang dan pakan babi. (kmb28)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

Warung Penjual Perlengkapan ’’Upakara’’ Terbakar

Bali Post/kmb38

TERBAKAR - Warung milik Gusti Ngurah Darmanta di Banjar Dinas Dangin Pura, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, terbakar pada Rabu (30/10) dini hari kemarin. Singaraja (Bali Post) – Warung milik Gusti Ngurah Darmanta (44), warga Banjar Dinas Dangin Pura, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, terbakar pada Rabu (30/10) dini hari kemarin. Api membakar perlengkapan upakara yang dijual oleh korban hingga meninggalkan puing-puing. Si jago merah nyaris merembet ke bagian dalam warung, namun beruntung cepat diketahui korban bersama tetangganya yang berhasil memadamkan api. Tetangga korban, Gusti Ngurah Rega (64), menceritakan, api tiba-tiba muncul di emper warung sekitar pukul 03.00 Wita dan dengan cepat membakar ba-

rang dagangan yang dibuat dari bahan-bahan kering. Saksi bersama pemilik warung kemudian menyiram api dengan air PAM Desa Panji. Upaya itu berhasil, sehingga api tidak sampai membakar bagian dalam warung. “Maunya hubungi pemadam, tapi api semakin besar, sehingga saya bersama warga lain menyiram dengan air keran dan sekitar 30 menit bisa dipadamkan. Kalau tidak cepat diketahui mungkin api membakar bagian dalam warung,” katanya. Ngurah Darmanta ketika dimintai keterangan oleh polisi menjelaskan, sebelum kejadian dia sudah menutup warung. Lampu

di emper warung dibiarkan menyala. Ia beristirahat di dalam rumah bersama istri dan seorang anaknya. Sebelum kejadian, istrinya mendengar sepeda motor berhenti tepat di depan warung. Ketika ditengok, istrinya terkejut menemukan bagian depan warung sudah terbakar. Korban kemudian menyusul keluar dan langsung berusaha memadamkan api. Berkat bantuan tetangga, api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai merembet ke bagian dalam warung. “Barang di emper toko tidak bisa diselamatkan. Barang di dalam nyaris ikut terbakar kalau api tidak cepat dipadamkan,” ujarnya. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. menyatakan, setelah menerima laporan kejadian, anggotanya melakukan penyelidikan lebih lanjut. Korban dan saksi yang diduga mengetahui kejadian sudah dimintai keterangan. Hanya, penyebab warung tersebut terbakar belum dipastikan. “TKP sudah diamankan. Kami masih menyelidiki karena korban melaporkan sebelum kejadian ada sepeda motor berhenti di depan warung. Kami akan dalami terkait penyebab apakah karena hubungan arus pendek atau ada sebab lain,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/KMB38

LAKALANTAS – Dua korban tewas setelah terlibat lakalantas di jalan Singaraja– Amlapura, wilayah Banjar Dinas Dalem, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.

Tabrak Truk, Ayah dan Anak Tewas

Singaraja (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di jalan Singaraja-Amlapura Km 6.700 wilayah Banjar Dinas Dalem, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Rabu (30/10) kemarin. Kejadian ini menyebabkan dua orang tewas dan satu korban mengalami luka serius. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, korban tewas salah satunya Made Ngurah Arta Wiguna (4). Balita ini mengalami luka di kaki kanan dan bengkak pada kepala serta meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Satu korban lagi adalah sang ayah Made Muliasa (49) yang juga meninggal setelah dirawat di rumah sakit. Sementara korban lainnya, Ni Ketut Mertini (38), menderita luka parah sehingga harus dirawat di rumah sakit. Kepala Bagian (Kabag)

Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas ini berawal ketika pasangan suami-istri (pasutri) asal Desa Tejakula Kecamatan Tejakula mengendarai sepeda motor DK 6386 UAQ melintas dari Singaraja menuju Tejakula. Di lokasi kejadian, Muliasa berusaha mendahului kendaraan di depannya, namun kendaraannya terlalu ke kanan. Saat bersamaan dari arah berlawanan datang truk N 9832 UC yang dikemudikan Edi Prayitno (50) asal Jombang, Jawa Timur. Karena situasi lalu lintas ramai, motor dan truk tidak bisa menghindar. Motor membentur bagian depan sebelah kanan truk. Pengendara dan penumpang yang dibonceng terjatuh. Muliasa dan Mertini yang

terluka parah ditolong warga untuk diantar ke rumah sakit. Arta Wiguna yang juga terjatuh tidak sadarkan diri akibat luka parah. Setelah diantar ke rumah sakit, balita malang ini dinyatakan meninggal dunia. “Benar ada kejadian lakalantas. Saksi korban belum bisa diperiksa karena masih dirawat di rumah sakit,” katanya. Dari hasil pemeriksaan sementara, Sumarjaya menyebut lakalantas ini karena kurang hati-hatinya mengendara motor. Saat mendahului dia kurang memerhatikan arus kendaraan, sehingga terjadi lakalantas. “Kasusnya masih dikembangkan. Hasil pemeriksaan awal, sepertinya ada kelalaian pengendara motor yang kurang awas saat mendahului dan datang truk sehingga terjadi lakalantas,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PATUNG – Dinas Perkimta Buleleng akan melanjutkan proyek RTH Taman Bung Karno di Lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada. Pembuatan Patung Bung Karno di RTH ini gagal dikerjakan tahun 2019.

DPRD Dukung Penuntasan Proyek RTH Taman Bung Karno

Singaraja (Bali Post) –

Menyusul kegagalan tahun ini, Pemkab Buleleng akan berupaya menuntaskan pembangunan RTH pada tahun 2020 mendatang. Target ini telah mendapat dukungan penuh pihak Komisi II DPRD Buleleng. Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa mengatakan, dari perencanaan yang disusun oleh Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), pihaknya meyakini pelaksanaan lanjutan proyek tahun 2019 ini bisa direalisasikan sesuai perencanaan. Akan tetapi, faktanya paket pekerjaan yang sudah dianggarkan dalam APBD termasuk pembuatan Patung Bung Karno yang akan dijadikan kebanggaan justru gagal dikerjakan. “Perencanaan sudah baik sehingga kami optimis tahun ini, patung yang dijadikan ikon dalam RTH itu bisa dipasang. Namun, ternyata meleset. Kami sangat sayang-

kan gagal dilaksanakan tahun ini,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/10) kemarin. Menurutnya, Dinas Perkimta yang menunjuk langsung seniman melanjutkan pembuatan patung dalam APBD Perubahan 2019 sudah sesuai regulasi. Hanya, sebelum memutuskan penunjukan itu, seharusnya pematung menyetujui pembayaran nilai jaminan pelaksanaan yang diwajibkan. Namun, ini tidak diantisipasi, sehingga ketika akan dilakukan penandatanganan kontrak, pematung baru menyampaikan ketidakmampuannya melunasi jaminan pelaksanaan. “Ini pengalaman dalam penunjukan langsung. Seharusnya, masalah jaminan diselesaikan lebih awal, sehingga begitu diputuskan akan ditunjuk sudah bisa tanda tangan kontrak. Dengan begitu, kegagalan ini dapat dihindari,” jelasnya. Atas pengalaman ini, Bu-

diasa meminta agar tahun depan, pembuatan patung dan paket pekerjaan yang tertunda dituntaskan. Bukti dukungan itu, dewan menyetujui alokasi anggaran dalam APBD 2020. Selain mendorong penyiapan anggaran, pihaknya mengingatkan Dinas Perkimta lebih jeli dalam melaksanakan proyek lanjutan RTH Taman Bung Karno. “Kami mendukung penyiapan anggarannya. Seharusnya tidak ada gagal lagi agar pembuatan Patung Bung Karno yang menjadi kebanggaan dalam RTH ini bisa diwujudkan,” katanya. Sokongan Dana Sementara itu, Kepala Dinas Perkimta Ni Komang Surattini menyatakan, sesuai petunjuk pimpinan, pihaknya akan melanjutkan pekerjaan yang tertunda tahun ini pada 2020. Tahun depan, pembuatan Patung Bung Karno dialokasikan anggaran Rp

1,4 miliar. Nilai anggaran ini sama dengan alokasi anggaran tahun 2019. Sementara untuk pembuatan taman, stage pementasan dan penataan lingkungan penunjang dialokasikan Rp 4,5 miliar. Terkait pelaksanaan pembuatan patung, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta petunjuk Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta. Ini untuk memastikan pembuatan patung memungkinkan dengan penunjukan langsung (PL - red) atau skema pelaksanaan lain. Sebab, pembuatan patung tinggal melanjutkan beberapa bagian dan pertimbangan pekerjaan ini memerlukan keahlian khusus. Surattini menambahkan, target menuntaskan RTH Taman Bung Karno tahun 2020 memerlukan sokongan dana yang memadai. Untuk menambah alokasi dana yang sudah diplot dalam APBD, pemkab mengajukan proposal Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Pemerintah Provinsi Bali. Proposal senilai Rp 19 miliar itu masih menunggu persetujuan Gubernur Bali Wayan Koster. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Desa Pedawa yang menjadi bagian Desa Bali Aga, Kecamatan Banjar, sejak beberapa tahun terakhir ini, mulai mengembangkan potensi desa wisata. Andalan potensi ini terletak pada warisan kebudayaan unik salah satunya rumah Adat Pedawa yang tidak dimiliki desa lain di Bali. Sistem budi daya pertanian dan resep kuliner tradisional menambah keunggulan potensi Desa Wisata Pedawa. Sejalan dengan perkembangan itu, tokoh masyarakat mulai mengemas daya tarik wisata seperti tempat berfoto, aktivitas peduli lingkungan dan aktivitas trekking menikmati suasana desa yang penuh keramahan. Perkembangan ini diikuti pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bali Pulina Desa Pedawa. Organsiasi ini bersama perangkat desa dan dukungan pihak lain mengembangkan Desa Wisata Pedawa. Kesadaran dan kemauan warga mengelola potensi wi-

sata desa mulai mendapat perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali. Salah satu dukungan yang diberikan dengan memperkuat kemampuan sumber daya pariwisata melalui pembinaan melibatkan akademisi dan praktisi pariwisata. Pembinaan dipusatkan di Kantor Perbekel Desa Pedawa, Rabu (30/10) kemarin. Anggota Pokdarwis dan tokoh masyarakat antusias mengikuti pembinaan kali ini. Selain menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi, pembinaan juga mendatangkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng Nyoman Sutrisna dan Perbekel Desa Pedawa Putu Sudarmaja. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Pariwisata Dispar Bali Ida Dayu Indah Yustikarini mengatakan, Desa Pedawa memiliki peluang besar menjadi desa wisata yang layak dikunjungi wisatawan. Ini karena adanya atraksi berupa warisan budaya Desa Bali Aga yang tetap lestari. Keberadaan rumah adat menambah modal

untuk menjadikan Pedawa sebagai desa wisata. Resep kuliner seperti kopi, aneka kue tradisional dan gula aren (gula Bali -red) ikut menambah ragam potensi wisata yang dapat memberikan pengalaman menarik ketika berkunjung ke Desa Pedawa. Untuk menguatkan kemampuan sumber daya pariwisata, Dispas Bali bersama Dispar Buleleng, praktisi dan akademisi memperkuat kemampuan sumber daya manusia pengelola desa wisata. Saat ini sudah ditetapkan 100 desa wisata di Bali dan 31 desa di antaranya berkembang di Buleleng. Terkait materi, pihaknya menekankan kebijakan pemerintah untuk mendukung pengembangan desa wisata di Bali. Potensi yang sudah ada harus dikelola dengan cara yang benar sesuai kaidah pengelolaan pariwisata. Penguatan ini melibatkan praktisi pariwisata, sehingga pengelola baik itu Pokdarwis maupun tokoh masyarakat paham tentang perlakuan dalam menerima

tamu mancanegara yang menikmati wisata desa. Untuk pemasaran, pihaknya melibatkan akademisi termasuk organisasi pariwisata, sehingga ada gambaran terkait tren atau kesukaan wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah. Anggota Pokdarwis sekaligus tokoh masyarakat Desa Pedawa, Gucci Adnyana, mengungkapkan, kendala yang dialami sekarang ini adalah kemampuan penguasaan bahasa asing dan pelayanan tamu mancanegara yang belum dipahami secara optimal. Untuk itu, pembinaan oleh Dispar Bali, Kabupaten Buleleng, praktisi dan akademisi penting dilakukan. Menurut Perbekel Desa Pedawa Putu Sudarmaja, penguatan sumber daya ini telah dilakukan bekerja sama dengan desa tetangga seperti Desa Sidatapa yang juga masuk Desa Bali Aga. Selain itu, penyadaran dan edukasi menjaga lingkungan bersih termasuk air bersih terus diupayakan. (kmb38)

Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan melanjutkan pembangunan proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno di Lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada tahun ini. Akan tetapi, rencana itu gagal menjadi kenyataan. Persoalannya, seniman yang ditunjuk membuat Patung Bung Karno tidak mampu memberikan jaminan pelaksanaan, sehingga paket pekerjaan tidak bisa dilanjutkan dalam penandatanganan kontrak.

Dispar Bali Bina SDM Pokdarwis Pulina Pedawa


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

25 Pengelola Salon Desa Ikuti Uji Kompetensi

UJI KOMPETENSI - Suasana uji kompetensi yang diikuti 25 orang kader salon desa di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Selasa (29/10). SETELAH sebelumnya mengikuti pelatihan tata rias pengantin Bali Agung selama lima hari (21 - 25 Oktober 2019) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Gianyar, sebanyak 25 orang kader salon desa kini mengikuti uji kompetensi di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Selasa (29/10). Mendatangkan tim penguji dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Tata Rias Pengantin Pusat yakni Dra. Hj. Suyadmi Anun dan Hj. Titik Suharto, uji kompetensi dilaksanakan untuk memberikan pengakuan dan legalitas terhadap keahlian yang dimiliki oleh pengelola salon desa sehingga bisa bersaing di masyarakat. Selain ujian tertulis, peserta juga diuji berupa praktik langsung merias model, menerapkan yang didapat selama pelatihan. Salah satu peserta, Wayan Sutri Artini, dari Salon Desa Kendran, Tegallalang

mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan dan uji kompetensi yang dilaksanakan Dinas Pendidikan bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Gianyar. Karena selama ini, dirinya merasa belum percaya diri untuk merias payas agung. Selama ini hanya melayani merias untuk tari Rejang Renteng setiap ada piodalan di desanya. Sehingga setelah mendapat pelatihan selama lima hari, kini dirinya mengaku lebih mengerti dan percaya diri untuk merias pengantin Bali Agung. “Selama ini, belum pernah merias pengantin Bali Agung. Setelah mendapat pelatihan, saya menjadi mengerti dan lebih percaya diri,” katanya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra mengatakan, program ini terlaksana sebagai bentuk dukungan terhadap program TP PKK Kabupaten Gianyar melalui program Pendidikan Kecakapan Hidup untuk membantu serta memberdayakan masyarakat di

desa utamanya kaum ibu-ibu dalam rangka meningkatkan penghasilan keluarga melalui Salon Desa. Pada era globalisasi ini, uji kompetensi sangat penting, karena sertifikasi kompetensi menunjukkan pengakuan kepada para peserta atas kemampuan dan kompetensi yang dimiliki berdasarkan standar-standar yang telah dibakukan. “Mungkin ibu-ibu merasa sudah menguasai keterampilan ini, tetapi belum memiliki sertifikat. Sertifikat kompetensi ini sangat penting, karena ke depannya semua profesi akan disertifikasi,” ujarnya. Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, uji kompetensi ini dilaksanakan setelah sebelumnya kader pengelola juga mendapatkan pelatihan tata rias utamanya tata rias pengantin Bali Agung selama lima hari. Pelatihan-pelatihan serupa juga sebelumnya sering diberikan kepada pengelola salon desa seperti pelatihan perawatan wajah, kulit, rambut, hingga tata rias pengantin. Menurut Ny. Surya Adnyani Mahayastra, uji kompetensi ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan kerja keras pengelola dalam hal pengembangan dan keterampilan diri sehingga keberadaan salon desa tetap eksis dan berkembang pesat dan manghadapi persaingan dengan lembaga kecantikan lainnya. “Dengan memiliki sertifikasi kompetensi, pengelola akan lebih percaya diri dalam menjalankan usahanya. Di samping itu, sertifikat kompetensi ini sangat penting untuk menjawab tantangan persaingan ke depan. Artinya, dengan memiliki sertifikasi kompetensi sudah ada pengakuan publik terhadap

kelembagaan maupun pengelola salon desa,” tegasnya. Surya Adnyani Mahyastra menambahkan, dengan memiliki sertifikasi kompetensi juga dapat meningkatkan kualifikasi peserta pelatihan dalam upaya memberikan legitimasi keprofesionalannya di bidang salon. Di samping dapat memperluas akses kelembagaan pengelola salon desa dalam upaya meningkatkan usaha salon dan kapasitas kelembagaan. Salah satu tim penguji dari LSK Pusat, Hj. Suyadmi Anun, mengatakan kesan positif sudah dimiliki oleh tim penguji dari etika yang ditunjukkan oleh para peserta. Dilihat dari unjuk kerjanya, hasil yang ditunjukkan oleh peserta sudah bisa dibilang bagus melebihi standar. Begitu pula dari nilai uji teori yang diberikan, dikatakan semua peserta menunjukkan hasil yang bagus. Peserta juga dinilai melakukan pekerjaannya dengan rapi, tidak grasa-grusu dan tidak berantakan serta sesuai pakem yang ada. “Tidak ada yang menyalahi pakem, karena uji kompetensi adalah uji kompetensi tata rias pengantin tradisional yang sesuai pakem,” terangnya. Hj. Suyadmi Anun juga berharap dengan adanya pelatihan salon desa ini bisa betul-betul membawa manfaat, sehingga semua peserta yang sudah dinyatakan kompeten tidak menjadi pengangguran dan diterima oleh masyarakat pengguna jasa sehingga mendapat penghidupan yang lebih baik. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat pelatihan kepada peserta oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, pelepasan tanda peserta serta pengundian doorprize. (ad898)

Pemkab Gianyar Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-turut

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Gianyar meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018. Ini berarti, Pemkab Gianyar berhasil meraih Opini WTP lima kali berturut-turut. Penghargaaan Pemerintah RI kepada pemerintah daerah yang meraih Opini WTP atas LKPD Tahun 2018 diserahkan oleh Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Kanwil DJPb Provinsi Bali Tri Budianto dan diterima oleh Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun didampingi Sekda Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya di Ruang Rapat Kantor Bappeda dan Litbang Gianyar, Rabu (30/10) kemarin. Tri Budianto pada kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya pada Pemkab Gianyar karena telah berhasil mempertahankan Opini WTP dari BPK selama lima kali berturut-turut. Hal ini tentu tidak mudah, apalagi dari tahun ke tahun tantangan dari WTP

itu semakin berat. Apalagi sekarang pemeriksaan BPK tidak hanya fokus pada laporan keuangan, tetapi sudah merambah ke kinerja. “Jadi, kami sungguh menyadari perjuangan rekan-rekan di daerah untuk mempertahankan WTP ini, karena memerlukan sinergi, koordinasi yang baik di antara seluruh unsur yang ada di Kabupaten Gianyar,” tegasnya. Pada kesempatan itu, menurut Tri Budianto, juga diadakan sharing session pelaksanaan anggaran daerah yang bersumber dari APBN. Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan Pemkab Gianyar mempertahankan Opini WTP atas LKPD lima kali berturut-turut. Hal ini tentu tidak terlepas dari arahan dan pendampingan Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Kanwil DJPb Provinsi Bali sehingga penyaluran dana perimbangan dapat disalurkan

tepat waktu dan tepat sasaran. “Kami menyadari banyak kekurangan dalam pengelolaan keuangan, sehingga kami berharap selalu kerja samanya sehingga apa yang menjadi tujuan kami yaitu peningkatan kinerja pengeloaan keuangan daerah yang menganut asas kepatuhan terhadap perundang-undangan, transparan dan akuntabel bisa terwujud dan Opini WTP dapat terus dipertahankan,” tegasnya. Wabup Agung Mayun menambahkan, Pemkab Gianyar sangat mendukung program sharing session pelaksanaan anggaran daerah yang bersumber dari APBN, di mana program tersebut dapat memberikan motivasi untuk dapat mempertahankan Opini WTP, perbaikan serta peningkatan kinerja dalam melaksanakan pengelolaan keuangan yang menganut asas kepatuhan terhadap perundang-undangan, transparan dan akuntabel yang bermuara pada LKPD. (ad893)

PENGHARGAAN - Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018.

Pengepul Meteran Listrik Digerebek Polisi Gianyar (Bali Post) -

Pengepul meteran milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) digerebek aparat kepolisian. Penggerebekan itu berlangsung di Jalan Bukit Jati, Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar, Minggu (27/10). Penjualan meteran listrik itu seharusnya melalui proses tender, namun pelaku langsung melakukan penjualan ke pengepul barang bekas. Informasi yang dihimpun, penggerebekan ini bermula dari adanya laporan masyarakat. Polisi yang menerima laporan ini langsung meluncur ke lokasi di Jalan

Bukit Jati. Di lokasi itu, polisi menemukan cukup banyak barang bukti berupa meteran listrik. Barang bukti itu langsung diamankan, termasuk pengepul barang

bekas. Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan beberapa pihak terkait meteran listrik yang semestinya tidak bisa dijual bebas. Pengepul barang bekas dimintai keterangan,

termasuk tukang listrik ikut dimintai keterangan. Dikonfirmasi Rabu (30/10) kemarin, Humas PLN Bali Timur Donald membenarkan adanya kasus tersebut. Pria yang akrab disapa Doni ini mengakui ada tukang listrik yang menjadi mitra PLN. Dikatakan, oknum tukang listrik itu bertugas mengganti meteran listrik di wilayah Karangasem. “Semestinya setelah ganti langsung dikem-

balikan (ke PLN - red). Tapi, diambil oleh pelaku,” ujarnya. Doni menambahkan, oknum tukang listrik itu tidak menyangka jika jumlah meteran listrik itu akan dicatat oleh pihak PLN. Namun, Doni mengaku tidak tahu bagian apa yang akan diperlukan oleh pengepul, apakah tembaga di dalam meteran atau mesin secara keseluruhan. “Kami tidak tahu itu, karena memang tidak boleh diper-

jualbelikan sembarangan. Ada prosesnya,” jelasnya. Pascapenggerebekan oleh aparat kepolisian, kata Doni, pihaknya langsung turut serta menangani permasalahan tersebut. Ditegaskan, oknum tukang listrik tersebut juga sudah di-blacklist sebagai mitra PLN. “Sudah ditangani dan kami tidak pakai lagi itu,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gianyar AKBP Pri-

yanto Priyo Hutomo mengaku belum menerima laporan terkait kasus tersebut. Ia mengarahkan untuk melakukan konfirmasi ke Kasat Reskrim. “Saya belum terima laporan itu, coba ke Kasat Reskrim,” ujarnya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan yang berulang dihubungi nomor telepon selulernya tidak menjawab panggilan. (kmb35)

Veteran I Wayan Tedja Berpulang pada Usia 92 Tahun

Bali Post/nik

FOTO - Jro Mangku Made Swikara menunjukkan foto almarhum di rumah duka, Rabu (30/10) kemarin.

SUASANA duka menyelimuti kediaman veteran I Wayan Tedja di Lingkungan Teges Kelod, Kelurahan Gianyar, Rabu (30/10) kemarin. Pasalnya, veteran yang dulu mendampingi perjuangan Kapten I Wayan Dipta ini telah berpulang seminggu lalu. Veteran yang meninggal dunia pada usia 92 tahun ini ternyata memiliki banyak cerita di akhir perjuangan Kapten I Wayan Dipta. Bahkan, almarhum sempat memberikan baju sembahyang, sebelum Kapten I Wayan Dipta dieksekusi. Putra keenam almarhum, Jro Mangku Made Swikara, menuturkan I Wayan Tedja meninggal 23 Oktober 2019 pukul 00.35 Wita di rumahnya di Lingkungan Teges

Kelod. Diakui, almarhum hampir sepuluh tahun menderita sakit, bahkan sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur. “Bapak sakit sudah lama memang karena usia, terakhir sekitar tiga minggu lalu sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, setelah itu dibolehkan pulang, hingga akhirnya meninggal di rumah,” ujarnya. Dikatakan, almarhum meninggalkan tiga anak dari istri pertama Ni Made Sudangsih dan delapan orang anak dari istri kedua Ni Nyoman Rsi. Selain itu, almarhum juga meninggalkan sekitar 16 orang cucu. “Rangkaian upacara nanti akan dilakukan prosesi Nyiraman pada 7 November diikuti dengan Ngaskara. Sementara Pale-

bon diagendakan pada 9 November mendatang di Setra Beng, Gianyar,” katanya. Ia menuturkan, semasa hidup almarhum sering menceritakan tentang kisah perjuangan yang sudah dilewatinya. Veteran kelahiran tahun 1927 ini memang memiliki banyak cerita perjuangan dengan Kapten I Wayan Dipta. Dikatakan, perjuangan itu banyak dilakukan di seputaran Kecamatan Gianyar, Blahbatuh, Sukawati hingga tertangkap bersama Kapten I Wayan Dipta di Denpasar. Saat di Denpasar itu, kata Jro Mangku Made Swikara, almarhum sesungguhnya hendak bertemu dengan I Gusti Ngurah Rai. Namun, ada seorang pengkhianat

yang justru mengarahkan Kapten I Wayan Dipta bersama I Wayan Tedja dan prajurit lainnya ke markas Nederlandsch Indië Civiele Administratie (NICA) di Denpasar. “Di sanalah almarhum bersama Kapten I Wayan Dipta tertangkap,” katanya. Usai ditangkap, Kapten I Wayan Dipta bersama sejumlah rekan seperjuangannya, termasuk I Wayan Tedja, mengalami penyiksaan. Usai disiksa, mereka lantas dibawa kembali ke Gianyar. “Di Gianyar, almarhum bersama prajurit lainnya dilepaskan. Hanya pimpinannya, Kapten I Wayan Dipta, yang ditahan,” kata Jro Mangku Made Swikara menuturkan. Jro Mangku Made Swikara

menambahkan, ada cerita yang paling sering dikenang oleh almarhum. Yakni, usai Kapten I Wayan Dipta menjalani penyiksaan di Gianyar, almarhum melihat pentolan pejuang itu diangkut menggunakan mobil. “Dari mobil itu, Kapten I Wayan Dipta sempat memanggil almarhum untuk meminta baju putih. Almarhum pun langsung memberikan baju sembahyang,” ujarnya. Usai pertemuan itu, Kapten I Wayan Dipta menjalani prosesi malukat, hingga akhirnya dieksekusi di seputaran Kecamatan Sukawati. “Hingga kini, di Sukawati masih ada palinggih, tempat I Wayan Dipta dimakamkan,” ujar Jro Mangku Made Swikara. (nik)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

Penyu Langka Mengidap Tumor Diduga karena Makan Plastik Negara (Bali Post) – Penyu hijau yang diamankan Polres Jembrana dari salah satu rumah di Banjar Klatakan, Desa Melaya, dilepasliarkan ke habitatnya di Pantai Perancak, Rabu (30/10) kemarin. Dari 13 ekor penyu langka dan dilindungi ini, baru 11 ekor dilepasliarkan dengan kondisi sudah sehat. Sedangkan dua ekor lainnya masih dilakukan penyembuhan karena tidak mau bergerak akibat stres dan mengidap tumor diduga karena makan sampah plastik. Pelepasliaran penyu tersebut disaksikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan, para relawan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dan masyarakat. Sebelum dilepas, penyu-penyu yang sempat diikat dengan melubangi sirip itu dirawat sementara di kolam penangkaran Penyu Kurma Asih. Bupati Artha berharap tertangkapnya warga yang menjual penyu tersebut tidak terulang lagi, khususnya di Jembrana. Penyu–penyu selundupan yang ditemukan

mayoritas didatangkan dari luar Bali, apalagi Jembrana sebagai gerbang masuk Bali. Bupati juga mengapresiasi Polres Jembrana yang berhasil mengungkap penyelundupan hewan dilindungi ini. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono mengatakan, dari total 13 penyu hijau yang diamankan polisi, 11 ekor di antaranya sudah bisa dilepasliarkan. “Satu ekor stres, satu ekor lagi tumor dan rencananya kita treatment di Nusa Penida,” ujarnya. Sumarsono menyampaikan, tumor itu bisa disebabkan karena penyu tersebut memakan makanan yang

Tak Berizin, Pabrik dan Vila Disegel

tidak semestinya dimakan, seperti plastik atau bahan pabrik lainnya. Disinyalir penyu-penyu ini masih satu jaringan pengiriman yang terungkap di Denpasar beberapa waktu lalu. “Dari pola tulisan angka sama dengan yang di Denpasar lalu,” tambahnya. Kapolres Jembrana I Ketut Gede Adi Wibawa menegaskan, pihaknya berkomitmen mengamankan penyu yang merupakan hewan dilindungi sehingga hewan langka tersebut dapat dilestarikan. Apalagi di wilayah Jembrana sudah sering menjadi lalu lintas penyelundupan penyu, khususnya di perairan Melaya. (kmb26)

Bali Post/olo

Pelepasliaran Penyu – Penyu hijau yang sebelumnya diamankan anggota Polres Jembrana akhirnya dilepasliarkan di Pantai Perancak, Rabu (30/10) kemarin.

ORI Bali Monitoring Pelayanan Publik

Negara (Bali Post) – Sejumlah pelayanan publik di Jembrana dimonitoring Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali sejak beberapa hari lalu. ORI Bali turun ke sejumlah kantor pelayanan seperti di Dinas Perizinan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial hingga Desa Tuwed di Kecamatan Melaya. Kepala ORI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Rabu (30/10) kemarin mengatakan, hasil pengawasan selama dua hari tersebut, Jembrana masih mempertahankan zona hijau. Artinya pelayanan sudah baik dan bisa mempertahankan kepatuhan seperti tahun lalu. Termasuk proses pelayanan di Dinas PMPTSPTK atau Perizinan sudah ada perbaikan infrastruktur. Dengan demikian masyarakat yang hendak mengurus perizinan ataupun keperluan lain di Pelayanan Satu Pintu ini, merasa nyaman. Selain itu proses pelayanan semakin cepat dan gampang diakses. Sejumlah pelayanan umum lainnya juga mendapat penilaian sama. Pengecekan ini, menurut Umar, untuk memastikan pelayanan publik sudah sesuai standar dan pengawasan ini merupakan monitoring rutin. “Jembrana masih layak masuk zona hijau kepatuhan seperti tahun lalu. Kendatipun belum masuk tertinggi di Indonesia, tetapi di Bali (Jembrana - red) sudah tinggi,” tegasnya. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Pabrik pengolahan serbuk serabut kelapa dan dua unit bangunan vila disegel Satpol PP Jembrana, Rabu (30/10) kemarin. Disegelnya pabrik serbuk serabut kelapa yang berlokasi di Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo tersebut karena tidak mengantongi izin usaha. Sementara di bangunan vila di Perancak disegal karena belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Penyegelan tersebut juga melibatkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) dan aparat desa setempat. Sebelumnya, penyegelan dilakukan, petugas menerima informasi dari masyarakat jika beroperasinya pabrik serbuk serabut kelapa yang sering dikeluhkan. Setelah dilakukan pengecekan izin operasional, ternyata diketahui pabrik yang sudah beroperasi tiga tahun ini memiliki izin pengolahan beras. Padahal faktanya yang dioperasikan adalah pabrik serbuk serabut kelapa. Sehingga petugas melakukan tindakan tegas dengan menyegel pabrik tersebut. Tim yang dipimpin Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, I Made Tarma, langsung menempel stiker segel di pintu masuk pabrik dan bangunan pabrik. Selain di Tembles, petugas juga menyegel dua unit bangunan vila di pinggir sungai Perancak. Sejatinya sejak pembuatan pondasi, petugas sudah menegur pemilik bangunan supaya mengurus izin. Tetapi hingga bangunan vila berdiri, IMB belum dikantongi. “Kita segel sementara hingga mereka bisa menunjukkan izin. Dengan demikian aktivitas apapun tidak diperbolehkan,” ujar Kepala Satpol PP Jembrana, I Gusti Ngurah Rai Budhi, seusai penyegelan. Dari pengecekan Dinas PMPTSPTK Jembrana, kedua tempat usaha tersebut belum memiliki izin. Untuk pabrik pengolahan serbuk serabut kelapa belum mengantongi izin usaha industri sebagaimana Peraturan Bupati No. 34 Tahun 2008 tentang izin industri. Sedangkan untuk bangunan vila di Perancak, melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang bangunan dan gedung. Sebelumnya, Tim Satpol PP juga pernah mengecek dan saat itu pengembang mengaku sedang dalam proses mengajukan perizinan. Tetapi faktanya hingga bangunan tersebut berdiri, bangunan vila itu belum memiliki IMB. (kmb26)

Bali Post/olo

Pelayanan – Pelayanan Perizinan Terpadu (PMPTPSP) Jembrana dinilai semakin nyaman oleh ORI Perwakilan Bali setelah adanya perbaikan infrastruktur di gedung tersebut.

Dikebut, Pembangunan Kebun Raya Jagatnatha

Bali Post/olo

PEMBANGUNAN – KR Jagatnatha saat ini masih dalam tahap pembangunan akhir dan ditargetkan secepatnya di-launching.

Negara (Bali Post) – Pembangunan Kebun Raya (KR) Jagatnatha dikebut karena ditargetkan bulan November ini bisa dibuka untuk umum. Apalagi sejumlah bangunan dan infrastruktur yang menunjang areal kebun raya tersebut sudah rampung. Saat ini masih pengerjaan pagar di sisi utara dan timur. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana I Wayan Sudiarta, Rabu (30/10) kemarin mengungkapkan, secara umum pengerjaan lanjutan KR Jagatnatha sudah hampir selesai. Bangunan-bangunan inti seperti gedung kompos dan tiga kolam yang berada di lokasi juga sudah selesai. “Tinggal mengisi air di embung dan

kolam di utara. Rencananya November ini soft launching-nya sehingga bisa dibuka untuk umum, meskipun pengerjaan masih dilakukan,” ujar Sudiarta. Pejabat asal Kuta, Badung ini mengatakan, meskipun batas pengerjaan sampai akhir Desember, tetapi sejumlah bangunan inti sudah selesai. Hanya tersisa pembangunan pagar batu dan pagar pembatas di belakang (utara) KR. Begitu juga dengan kolam yang berada di dalam KR, menurutnya tinggal diuji coba untuk diisi air. Diakui, untuk mengisi air agak kesulitan karena selain belum memasuki musim hujan, juga dikarenakan pompa lama tidak bisa

menjangkau air. “Perlu diperdalam lagi pipa pompa air, tapi kita yakin bisa terpenuhi (air - red),” tegasnya. Sementara masih dalam tahap perbaikan adalah wantilan yang berada di dekat pintu masuk sisi barat. Wantilan tersebut saat ini masih dalam perbaikan atapnya. Kebun Raya ini sesuai perencanaan awal mengusung konsep tematik dengan koleksi tanaman obatobatan (usadha) dan sarana upakara. Secara umum, baik infrastruktur maupun koleksi tanaman bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Namun, tidak mengesampingkan kesucian Pura Jagatnatha yang berada di dalam areal. (kmb26)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

PANTAI YEH MALET - Penataan tahap kedua objek wisata Pantai Yeh Malet di perbatasan Karangasem-Klungkung dilanjutkan tahun ini.

Penataan Tahap II Pantai Yeh Malet Dianggarkan Rp 2,3 Miliar Amlapura (Bali Post) -

Penataan objek wisata Pantai Yeh Malet di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, bakal dilanjutkan tahun ini. Penataan objek wisata yang berada di perbatasan wilayah Kabupaten Karangasem dan Klungkung itu diteruskan menyusul telah cairnya bantuan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dari Kabupaten Badung. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Karangasem Nyoman Siki Ngurah me-

ngatakan, bantuan dana untuk penataan tahap kedua Pantai Yeh Malet sekitar Rp 2,3 miliar. Penataan objek wisata itu meliputi area parkir, lapak

pedagang yang belum tuntas dan rencana pembangunan rumah petani garam. “Kemungkinan sudah ditenderkan oleh Dinas Pariwisata sebagai

leading sektor. Proyek ini dirancang sejak dulu, termasuk dokumen tendernya,” ujarnya saat dimintai konfirmasinya, Rabu (30/10) kemarin. Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta membenarkan penataan objek wisata Yeh Malet dilanjutkan kembali tahun ini. “Ya, penataannya akan

dilanjutkan. Saat ini, proses pengerjaan sedang berlangsung,” katanya. Menurut Kabid Destinasi Dinas Pariwisata I Wayan Swindia, penataan yang dilakukan di antaranya pembuatan patung Surya Candra setinggi 11 meter, area istirahat, rumah penggaraman di dekat pantai tiga unit, toilet

internasional dua unit, padmasana dan gazebo. Sementara penataan lapak pedagag diambil oleh CSR. “Untuk CSR masih dalam proses. Penataannya sudah dilaksanakan sejak 23 Septermber lalu,” ucapnya. Swindia menambahkan, pengerjaan patung, padmasana dan gazebo dilakukan

di rumah. Hal itu dilakukan supaya proses pengerjaannya lebih cepat. Sebab, pihaknya mengejar waktu yaitu sampai akhir Desember mendatang. ”Nantinya, patung, padmasana dan gazebo yang dibuat di rumah tinggal dirakit di lokasi. Dengan begitu, pengerjaannya bisa selesai sesuai target waktu,’’ jelasnya. (kmb41)

Terkait Kenaikan Tarif Penyeberangan ASDP Belum Terima Arahan dari Kemenhub

Amlapura (Bali Post) Tarif penyeberangan antarprovinsi rencananya dinaikkan 28 persen. Hanya, sampai saat ini Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem, belum menerima arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terkait rencana kenaikan tarif tersebut.

Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Padangbai Windra Soelistiawan menyampaikan, saat ini tarif penyeberangan dari Padangbai menuju Lombok (NTB) masih normal. Sejuah ini, pihaknya belum mendapat arahan dari Kementerian Perhubungan soal rencana kenaikan tarif angkutan penyeberangan lintas provinsi.

“Semua kebijakan tersebut domainnya ada di pemerintah pusat. Jika ada kenaikan, pasti dilakukan sosialisasi sebelumnya. Prosesnya, ada instruksi dari kementerian. Tetapi sampai sekarang, rencana kenaikan belum kami dapatkan,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (30/10) kemarin. Frans, salah seorang sopir, mengaku keberatan

kalau tarif penyeberangan benar-benar dinaikkan hingga 28 persen. Kenaikan itu bakal merugikan dirinya sebagai penyedia jasa angkutan barang. “Tarif penyeberangan bagi kendaaraan golongan VI B sebesar Rp 2,3 juta dari Bali ke Lombok. Jika naik 28 persen, saya harus membayar Rp 2,9 juta,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

OPERASI ZEBRA - Satlantas Polres Karangasem bersama Dinas Perhubungan dan UPTD Samsat Karangasem melaksanakan Operasi Zebra Agung 2019 di perbatasan wilayah Kabupaten Karangasem-Klungkung, Rabu (30/10) kemarin.

Operasi Zebra Agung

Banyak Pengendara Tak Pakai Helm SNI Amlapura (Bali Post) Satlantas Polres Karangasem bersama Dinas Perhubungan dan UPTD Samsat Karangasem melaksanakan Operasi Zebra Agung 2019 di perbatasan wilayah Kabupaten Karangasem-Klungkung tepatnya di Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Klod, Kecamatan Manggis, Rabu (30/10) kemarin. Dalam giat tersebut, petugas menindak puluhan pelanggar lalu lintas. Kasi Patroli dan Pengawasan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten

Karangasem I Gusti Ngurah Suastika menjelaskan, cukup banyak pegendara yang melanggar, termasuk kendaraan pengangkut wisatawan, sehingga diambil tindakan tegas oleh petugas. “Kami mengimbau agar pengusaha mengajukan perizinan. Kami juga minta angkutan sewa khusus untuk melakukan uji berkala dan kir pada kendaraannya. Sementara pelanggar lainnya hendaknya selalu membawa SIM, STNK, dan kelengkapan berkendara,” ujarnya.

Menurut Kasatlantas Polres Karangasem AKP Ida Ayu Kalpika Sari pihaknya masih menemukan banyak pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara pengendara yang kedapatan tak menggunakan pengaman kepala itu, diberikan helm gratis oleh petugas. “Kesadaran masyarakat dalam berkendara sudah mulai terlihat. Hanya, banyak yang lupa mengklik helm SNI yang dipakainya,” tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TRUK - Truk pengangkut barang di Pelabuhan Padangbai yang hendak menyeberang ke Lombok. Kementerian Perhubungan akan menaikkan tarif penyeberangan antarprovinsi.

Pengusaha ’’Rafting’’ Minta Bantuan Fasilitas Pendukung

Bali Post/kmb41

RAFTING - Wisatawan melakukan aktivitas rafting di Telaga Waja. Pengusaha arung jeram di Karangasem berharap bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah.

Amlapura (Bali Post) Selama ini, perhatian Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk membangun sarana dan prasarana bagi kegiatan arung jeram dinilai masih minim. Untuk itu, pengusaha rafting minta pemkab menyediakan atau membantu pembangunan fasilitas pendukung guna memajukan usaha mereka. Pemilik usaha rafting BMW di Telaga Waja, Rendang, I Made Agus Kertiana, Rabu (30/1) kemarin mengungkapkan, selama ini, usaha miliknya rutin menyumbangkan PAD untuk Karangasem dari sektor pariwisata. Hanya, bantuan infrastruktur pendukung yang diberikan oleh pemerintah masih minim. Menurutnya, sebelum erupsi Gunung Agung, pengusaha rafting di Telaga Waja berjumlah 14. Pascaerupsi Gunung Agung, jumlahnya berkurang menjadi tujuh orang. Melihat kondisi ini, ia meminta pemerintah membantu sarana dan prasarana pendukung agar usaha arung jeram lebih berkembang ke depannya. “Usaha yang saya bangun ibaratnya melihat sebuah

gunung. Dari jauh kelihatan bagus, tapi saat dilihat dari jarak dekat tidak bagus. Artinya, pemerintah jangan hanya menuntut retribusi. Pemerintah juga harus membangun infrastruktur penunjang. Jujur saja, selama ini minim sekali bantuan sarana dan prasarana pendukung untuk mengembangkan usaha yang kami jalani. Kami sudah mengajukan, tapi sampai saat ini belum terealisasi,” kata Agus Kertiana. Anggota DPRD Karangasem I Nyoman Musna Antara saat rapat banggar, Selasa (29/10) lalu, mengatakan pihaknya mendukung kemajuan usaha arung jeram. Untuk itu, pemerintah harus memberikan bantuan sarana dan prasarana, salah satunya membangun tangga bagi pengusaha rafting di Karangasem. ”Saya setuju kalau pengusaha rafting dibantu sarana pendukungnya. Toh mereka pembayar retribusi ke daerah berupa PAD. Jadi, pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk perkembangan usaha ini,” tegas Musna Antara. (kmb41)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

Kasus Mantan Bupati Candra Berlanjut

SOSOK Utamakan Pencegahan KEJAKSAAN kini memasuki paradigma baru. Lembaga korps adhyaksa ini tak lagi berlomba-lomba mengungkap kasus pidana khusus maupun pidana umum atau pun mengejar target setiap tahun. Tetapi, lembaga penegak hukum ini belakangan tampil lebih humanis dengan pendekatan pelayanan kepada objek lembaga pemerintah hingga desa dan mengutamakan pencegahan. Ini diungkapkan Kajari Klungkung Otto Sompotan, Rabu (30/10) kemarin. Menurutnya, peran yang sedikit berubah dari penindakan dan sekarang lebih didominasi pada pencegahan, dinilai lebih efektif serta jauh memberi manfaat lebih besar terhadap dampak pembangunan daerah. Peran kejaksaan sangat dirasakan dalam tugas barunya ini, seperti yang dilakukan TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah). Tim ini melayani setiap permintaan konsultasi hukum, dari pemerintah daerah hingga desa, dimana desa saat ini

mengelola anggaran miliaran rupiah. Dengan pembinaan TP4D, sangat membantu pemerintah daerah maupun desa, untuk mendapatkan kepastian hukum. Bahkan, kejaksaan juga siap dengan bantuan hukum kepada pemerintah daerah ketika menghadapi gugatan pihak lain dalam urusan perdata dan tata usaha negara. Sehingga, dalam bertugas bisa dijauhkan dari konsekuensi hukum. “Pencegahan, itu jauh memberi manfaat. Harus disadari bahwa kejaksaan adalah satu kesatuan dengan pemerintah. Jadi, dengan begini benar-benar memberi manfaat pembangunan,” tegasnya. Selain TP4D, kejaksaan juga memiliki program lainnya. Seperti Jaksa Jaga Desa hasil kerja sama dengan Kementrian Desa, Jaksa Masuk Sekolah untuk menghindarkan generasi muda dari hal-hal negatif, Penyuluhan Hukum hingga Jaksa Menyapa untuk memperkenalkan kejaksaan yang sekarang mengutamakan pelayanan. Bahkan, saking seriusnya mengutamakan pelayanan, kejaksaan juga menyediakan kain bagi warga yang datang ke kantornya dengan celana pendek yang diberi nama program Kali Unda (Kain Bali untuk Dipakai). Dengan demikian terlihat lebih sopan saat berada di kantor. (gik)

Kejaksaan Segera Umumkan Tersangka Baru Semarapura (Bali Post) Penanganan kasus korupsi, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terpidana mantan Bupati Klungkung Wayan Candra memasuki babak baru. Kejari Klungkung terus mengembangkan kasus ini karena ada sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam pusaran kasus mantan politisi PDI-P tersebut. Bahkan, Kejari Klungkung menyatakan siap mengumumkan tersangka baru. Namun, pihak Korps Adhyaksa ini belum berkenan mengumumkan namanya karena masih menunggu momen yang tepat.

Kajari Klungkung Otto Sompotan, Rabu (30/10) kemarin mengatakan, usai hukuman untuk mantan Bupati Candra berkekuatan hukum tetap, kejaksaan meneliti lebih lanjut pihak lain yang diduga memuluskan langkah Candra untuk melakukan korupsi. Dalam proses penyelidikan, pihaknya menegaskan menemukan sejumlah bukti baru. Dengan dua alat bukti yang cukup membuatnya bisa menggeber kembali kasus ini dan akan menjerat pihakpihak lain. Otto Sompotan menolak menjelaskan lebih jauh apa saja novum atau alat bukti baru yang menjadi temuan kejaksaan. Demikian pula tersangka baru yang disebut-sebut bakal segera diumumkan dalam waktu dekat. Apakah dari kalangan ASN, tuan tanah, pengusaha atau oknum keluarga mantan Bupati Candra? Dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal itu. “Alat buktinya sangat me-

menuhi unsur yang disangkakan. Bisa TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang), bisa korupsi, bisa juga gratifikasi. Dalam waktu dekat, kami akan umumkan sebagai tersangka. Sisa dua bulan tahun ini, akan kami maksimalkan untuk menuntaskan kasus ini,” ujar Otto Sompotan. Terkait tersangka baru ini, pihaknya sudah memeriksa banyak saksi. Mulai dari pejabat pemerintah terkait, pihak swasta dan orang-orang dekat terpidana mantan Bupati Klungkung dua periode tersebut. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi itu, semakin menguatkan bahwa ada pihak lain yang membantu Candra melakukan perbuatan melawan hukum, khususnya dalam melakukan pencucian uang. Kajari Otto Sompotan menyampaikan membidik pihak yang membantu terpidana Candra saat melakukan pencucian uang. “Pihak-pihak turut serta yang terlibat dalam kasus ini

Bali Post/gik

EKSEKUSI - Petugas saat memasang papan tanda eksekusi lahan milik mantan Bupati Candra di eks galian C yang berlokasi di Desa Tangkas. harus dipertanggungjawabkannya secara pidana,” tegas Otto Sompotan. Sementara proses eksekusi aset milik terpidana Candra berlangsung 19 September lalu. Kasi Pidsus Kejari Klungkung Kadek Wira Atmaja menegaskan, dari total 53 bidang tanah dan bangunan, sudah berhasil dieksekusi sebanyak 23 bi-

dang tanah seluas 3,5 hektar. Dia mengakui proses eksekusi berlangsung lama. Ini disebabkan pascabencana alam meletusnya Gunung Agung, pihak kejaksaan sulit menentukan batas-batas tanah aset Candra di lokasi eks galian C. Sehingga pihaknya harus koordinasi dengan BPN. Kejaksaan menargetkan seluruh aset Candra yang masuk

daftar eksekusi setelah turunnya putusan inkrah, sudah dieksekusi tahun ini. Sedangkan aset yang sudah dieksekusi, selanjutnya diserahkan ke Bidang Pembinaan sehingga langsung bisa dilelang untuk negara. Dari proses perampasan aset Candra, sementara Kejari Klungkung telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 800 juta. (kmb31)

Bupati Suwirta Terpilih Ikuti Program Lapangan Basket ”Economic Leadership for Regional Government Leader” GOR Swecapura Rusak

KEPEMIMPINAN Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, telah begitu dikenal di lingkungan pemerintah pusat. Namanya akrab di telinga para pejabat pusat lantaran gencar melakukan komunikasi di level kementerian. Popularitasnya itu membuatnya mendapat kesempatan berharga untuk mengikuti program unggulan Economic Leadership for Regional Government Leader di Kampus Utama Bank Indonesia Institute, Jakarta, Rabu (30/10) kemarin. Economic Leadership for Regional Government Leaders adalah salah satu Flagship Program atau program unggulan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Institute. Pada tahun ini, pelaksanaannya sudah memasuki Angkatan V dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Dalam laporannya, Kepala Bank Indonesia Institute Dr. Solikin M. Juhro mengatakan, pembelajaran bagi eksekutif pemerintah dan legislatif daerah ini disusun dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu terkini, tantangan nasional dan global. Selain itu, juga menjadi kesempatan agar saling berbagi pengalaman antarpeserta, terkait formulasi kebijakan yang telah diimplementasikan. Bupati Suwirta dinilai

sangat cocok dengan tujuan agenda ini karena buah pemikiran dan terobosannya yang selalu mampu menjawab tantangan global. Proses pembelajarannya berlangsung selama tiga hari dari 30 Oktober hingga 1 November. Di sana, mereka akan mendorong pertukaran gagasan dan koordinasi antarpeserta. Topik yang dibahas nantinya seputar isu strategis nasional, bauran kebijakan, interlink, reformasi struktural/transformasi, ekonomi regional, economic leadership dan isu-isu terkini lainnya. Dengan program ini, peserta diharapkan dapat lebih memahami isu-isu ekonomi terkini dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Sekaligus bertukar gagasan untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari wali kota dan wakil wali kota, bupati dan wakil bupati, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Terkait keikutsertaanya dalam Economic Leadership for Regional Government Leaders ini, Bupati Suwirta menyampaikan selaku pimpinan, maka pihaknya dituntut peka terhadap ragam perubahan yang akan terjadi ke depan. Oleh karena itu, pimpinan

PROGRAM UNGGULAN - Bupati Suwirta saat hadir mengikuti program unggulan Economic Leadership for Regional Government Leader, di Kampus Utama Bank Indonesia Institute, Jakarta, Rabu (30/10) kemarin. harus mampu membuat pemetaan. Pemetaan ekonomi, menurutnya tidak bertumpu pada satu sektor saja. Namun, harus bisa membaca berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Maka dari itu, Pemkab Klungkung selama ini sudah membuat perwacanaan terkait perencanaan, apa yang mesti dilakukan ke depan, dalam

menghadapi tantangan global. Contohnya seperti di Nusa Penida, perencanaannya, tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata saja. Namun juga mengembangkan sektor lain, seperti pertanian, pertenakan dan UMKM. Sehingga daerah memiliki fundamental yang kuat, menuju daya saing global. Kesempa-

tan ini sangat dimanfaatkan Bupati Suwirta untuk mematangkan keilmuannya dalam memimpin daerah, khususnya di bidang ekonomi. Sehingga ke depan mampu memberikan kemajuan yang lebih besar bagi Klungkung dalam pembangunan ekonomi daerah dalam menatap daya saing global. (ad907)

Semarapura (Bali Post) Kerusakan pada lapangan basket dikeluhkan warga yang biasa memanfaatkannya untuk berolahraga, Rabu (30/10) kemarin. Padahal sebelumnya kondisi lapangan tersebut bagus. Menurut warga sekitar, kerusakan itu disebabkan tangan usil sekelompok pemuda yang datang ke lapangan itu saat malam hari. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan tersebut. Dia juga mendapat laporan sejumlah warga dan pengurus jika lapangan basket tersebut rusak. Kerusakan terjadi pada ring basket dan papan pantulnya. Padahal lapangan tersebut baru digunakan sejak awal tahun lalu, sehingga dianggap tidak mungkin rusak karena faktor usia. Kerusakan terjadi pada bagian utara lapangan. Bagian ringnya terlepas bersama dengan beberapa papan pantulnya. Subamia juga menerima laporan kalau tempat itu dirusak tiga remaja yang masuk ke lapangan, kemudian berkeliaran di dekat ring basket itu. Tetapi, Subamia mengaku tidak mau berpikiran negatif menuduh orang lain. Dia memilih tetap berpikir positif terhadap warga sekitar, bahwa tidak mungkin ada yang sengaja punya niat merusak. Dilihat dari kerusakannya, ia memperkirakan ring basket tersebut murni rusak karena digunakan untuk latihan oleh masyarakat. “Kalau dilihat kerusakannya, kecil kemungkinan karena ulah tangan-tangan usil remaja. Saya kurang percaya itu. Mungkin saja rusak karena warga lain saat latihan,” tegasnya. Dia menegaskan tidak akan mempermasalahkannya. Menurutnya, kerusakan fasilitas olahraga itu hal biasa. Sebab, ketika terjadi kerusakan, berarti ada aktivitas olahraga. Artinya keberadaan lapangan telah memberi manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya pada lapangan basket, pandangan yang sama juga berlaku bagi fasilitas olahraga lainnya. Subamia menambahkan, pihak KONI Klungkung segera melakukan pembenahan terhadap lapangan basket tersebut supaya dapat dimanfaatkan lagi untuk pembinaan para atlet. Sebelumnya, penataan lapangan basket di GOR Swecapura sudah dilakukan sejak akhir tahun 2018 dan rampung awal tahun 2019. Lapangan tersebut, sempat digunakan untuk persiapan Porprov Bali 2019 lalu. Dia juga berencana akan melakukan penataan pada fasilitas olahraga lainnya, seperti lapangan voli. Bahkan sudah berencana bikin gedung tempat latihan bela diri lengkap dengan sarananya. Dengan demikian semakin layak digunakan untuk tempat training center (TC). Selain itu, juga butuh lintasan lari, tempat cricket dan softbol agar lebih representatif. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Wage, 31 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Satpam U/Travel,Min SMA/ Sdrajat Hub.0361-729196/729197

1.Guru TK Min S1 Pend/Psikolog 2.Asisten Guru Min.SMA 3.Administrasi Min SMK Akuntan 4.Pengasuh TPA Min.SMA 5.Satpam Pengalaman Min.2th Gaji Pokok,Tunjangan Kesehatan Tunjangan Prestasi. Email CV ke: dina.christya09@gmail.com

Dcr Cleaning Service Laki-laki Serius Hub:08123630304

Pembantu untuk Rumah Kerobokan Tinggal Dalam WA:081916468911

DIJUAL MOBIL

SERVICE

B.BP.001.10.19.0000888

B.BP.001.10.19.0000886

B.BP.001.10.19.0000903

Dcr Tk.Jarit&Tk.Patrun Berpglmn Hub.Pak Ketut 0818566106 B.BP.001.10.19.0000855

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

G.01

Dcr staf Patrun/Pola u/Garment Canggu,Gj.mmuaskn.087727777767 B.BP.001.10.19.0000867

Dcr tenaga bersih2 Jln.Sehati No.9 Dps Selatan T.0361-723777 B.BP.001.10.19.0000887

Dcr PRT Wnt tgl dlm Gj.2jt Serius kerja. telp.087734684240

B.BP.004.10.19.0000890

B.BP.004.10.19.0000909

Free

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

KEHILANGAN

TOYOTA

HONDA

DIJUAL RUMAH

Honda CRV 2.0-AT 2008 Coklat Tua Metalik. 0811.229.0099

Dijual/dikon.Rumah elit LT5,4A LB 2,8A, 2FL,Swimming pool di Sekar Tunjung 6 Gatsu Timur Hub.Mr.Chang HP.08123830201

Hlg BPKB No.K-06778528-O A/N

3 Unit Mobil eks PT.BPR Legian Total harga Rp.619.583.334,bagi yg brminat daftar di Email ptbprlegiandl.jual@gmail.com / HP.081916225440 penawaran dibuka mulai tgl 31/10/19 & berakhir tgl 02/11/19 *Syarat dan ketentuan berlaku B.BP.001.10.19.0000897

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.004.10.19.0000902

PROPERTY

B.BP.001.10.19.0000602

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN RUMAH

Dijual Rumah 3 unit baru dan Tanah 3are Dalung.082147454248

Over Kntrk Rmh Kos 20Kmr/25Th 14Kmr/41th-TubanH.08123806363

B.BP.001.10.19.0000892

B.BP.001.10.19.0000881

Ni Nyoman Wiryanti Yasa,SE B.BP.001.10.19.0000882

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.10.19.0000082


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

Sejumlah Sekolah Belum Punya Perpustakaan Representatif Bangli (Bali Post) –

Sejumlah sekolah di Bangli belum punya ruang perpustakaan yang representatif. Beberapa sekolah masih memanfaatkan ruang kosong seperti mes guru yang sudah tidak terpakai, dan ada juga yang menggunakan ruang yang disekat. Hal itu diakui Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Rabu (30/10) kemarin. Dijelaskan Suteja, secara umum semua satuan pendidikan di Bangli, baik TK, SD dan SMP sudah memiliki perpustakaan. Namun perpustakaan yang ada di masing-masing satuan pendidikan, tidak semuanya menempati ruangan khusus. “Masih ada beberapa sekolah yang perpustakaannya

Terkadang teman-teman guru kita kalau sudah urusan dapodik rembetannya bukan hanya fisik, bisa ke SDM dan pelayanan. Kalau dapodik tidak beres yang paling bermasalah adalah sertifikasi mereka. Sehingga kemarin daripada jadi problem, dan di lapangan sudah berupaya menggunakan gedung yang ada, akhirnya di dapodik, perpustakaan ditulis ada.

Salurkan Produk Pertanian

Bupati Minta BI Fasilitasi Kerja Sama Perusda Bangli (Bali Post) – Bangli salah satu daerah produsen pangan, khususnya tanaman hortikultura. Agar hasil produksi petani bisa terserap maksimal, Bupati Bangli I Made Gianyar meminta Bank Indonesia (BI) memfasilitasi kerja sama antara Perusda Pertanian Pemkab Bangli dengan Perusda Konsumen yang ada di Jakarta. “Saya minta bantuan BI, agar bisa memfasilitasi Direktur Perusda Bangli dengan Direktur Perusda Konsumen di Jakarta agar bisa menjalin kerja sama. Kalau sudah dibangun kerja sama, tentu saat di sini ada produksi, bisa disalurkan langsung melalu Perusda. Ini akan jauh lebih efektif,’’ kata I Made Gianyar saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli di ruang Krisna, Kantor Bupati Bangli, Rabu (30/10) kemarin. Dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali Trisno Nugroho, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangli I Made Antara Yasa dan tim TPID Kabupaten Bangli itu, Made Gianyar mengatakan jika kerja sama antar-Perusda ini sudah bisa terjalin dengan baik, ia ingin berfokus untuk pemasaran hasil pertanian hortikultura. “Kalau kerja

sama sudah terjalin, kita ingin masuk di hortikultura, seperti sayur, bawang, tomat dan sebagainya, sesuai dengan potensi kita,” terangnya. Dalam kesempatan itu, Made Gianyar juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bangli selama ini sangat komitmen menjaga inflasi di Provinsi Bali. Inflasi jelas dia merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Ketika inflasi terjadi, tugas

pemerintah adalah menstabilkan harga antara produsen dan konsumen. “Kalau boleh jujur, sebagai daerah produsen, kita ingin harga pangan tinggi. Namun, Pemkab Bangli memiliki komitmen untuk menjaga inflasi. Harga tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah, tetapi petani tetap bisa untung,” terangnya. Jika petani untung, tentu mereka bisa menyisihkan keuntungannya untuk ditabung. Setelah punya tabungan, mereka bisa membuat bisnis dan bisa berinvestasi. Mengenai usulan membangun Controlled Atmosphere

Bali Post/kmb40

HLM - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memimpin HLM Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Bangli, Rabu (30/10) kemarin.

Storage (CAS) atau teknologi pengkondisian atmosfer pada ruang penyimpanan komoditas hortikultura (buah dan sayuran), Bupati Made Gianyar mengaku ingin segera mewujudkan hal ini. Menurutnya, keberadaan CAS sangat penting bagi Bangli, terutama saat over produksi atau panen raya. “Kita ingin CAS ini menjadi salah satu bentuk bisnis dari Perusahaan Daerah (Perusda) Pertanian yang kita miliki,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengatakan, sebagai daerah yang sudah memiliki prestasi dalam mengatasi inflasi, ia ingin ke depan Bangli tetap menjadi kabupaten berprestasi dalam penanganan inflasi. Tidak saja menjadi finalis tetapi bisa menjadi yang terbaik. Menurutnya, selama ini secara umum penanganan inflasi di Bali sudah sangat baik. Output dan outcomenya baik, hanya saja yang masih kurang adalah proses terutama action plane. Oleh karenanya, ia mengingatkan agar ke depan administrasi atau prosesnya bisa lebih diperbaiki lagi. Dengan begitu, sangat besar peluang TPID di wilayah Bali menjadi berprestasi bahkan menjadi yang terbaik di kawasan JawaBali. (kmb40)

Terpidana Penyalahgunaan Dana UEP Bayar Denda Bangli (Bali Post) – Kejaksaan Negeri Bangli menerima pembayaran denda dari Ni Luh Natariyantini, terpidana penyalahgunaan dana usaha ekonomi produktif (UEP) LPD Desa Adat Selat, Susut. Denda tersebut dibayarkan Natariyantini melalui suaminya di Bank BRI Bangli, Rabu (30/10) kemarin. Kasi Pidana Khusus Kejari Bangli I Dewa Mahendra mengatakan, dari Rp 50 juta nilai denda yang harus dibayarkan sesuai putusan, Natariyantini sementara baru membayar Rp 30 juta. Sisanya akan dibayar segera. Pembayaran denda dengan cara diangsur, katanya, dibolehkan. “Dia

sudah ada upaya. Iktikad baiknya seperti itu, bayar dengan mengangsur. Boleh (diangsur), yang terpenting angsurannya tidak lewat dari sebulan setelah kasusnya inkracht,” ujarnya. Jelas Dewa Mahendra, pembayaran denda dilakukan di bank karena pihaknya tidak berani menerima uang di kantor. Semua transaksi dilakukan di bank. Uang denda yang sudah dibayarkan itu langsung diserahkan ke rekening negara. Dikatakannya, dalam kasus penyalahgunaan dana UEP, Natariyantini oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

(Tipikor) Denpasar dijatuhi hukuman pidana penjara 1 tahun 1 bulan. Ia juga dikenai denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. “Dia (Natariyantini) menerima dan kami juga menerima (putusan hakim),” imbuhnya. Sebagaimana diketahui, kasus penyalahgunaan dana UEP LPD Selat ini terjadi pada tahun 2013 lalu. Namun, Kejari Bangli baru mulai melakukan proses penyidikan tahun 2018. Selama proses penyidikan Kejari telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari dua puluh orang saksi sebelum kemudian menetapkan Ketua LPD Natariyantini dan

DENDA - Terpidana diwakili suaminya membayar denda ke bank.

Bali Post/kmb40

Bendesa Selat I Made Rijasa sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan tersangka karena diduga telah menyalahgunakan dana UEP. Dana UEP yang seharusnya disalurkan untuk usaha mikro, digunakan untuk membayar penarikan uang nasabah baik tabungan maupun deposito. Untuk mencairkan dana UEP itu, Natariyantini bersama Rijasa mengajukan proposal fiktif. Berdasarkan hasil audit, kerugian negara yang ditimbulkan Rp 225 juta. (kmb40)

menggunakan ruang mes yang tidak terpakai ataupun bangunan yang disekat,” jelasnya. Dia tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa jumlah sekolah yang perpustakaannya memanfaatkan ruang mes atau ruang kelas yang disekat. Sebab semua sekolah dalam data pokok pendidikannya (dapodik) menyatakan sudah punya perpustakaan. “Terkadang teman-teman guru kita kalau sudah urusan dapodik rembetannya bukan hanya fisik, bisa ke SDM dan pelayanan. Kalau dapodik tidak beres yang paling bermasalah adalah sertifikasi mereka. Sehingga kemarin daripada jadi problem, dan di lapangan sudah berupaya menggunakan gedung yang ada, akhirnya di dapodik, perpustakaan ditulis ada,”

terangnya. Agar bisa diketahui data pasti berapa sekolah yang perpustakaannya menggunakan ruang mes atau ruangan disekat, pihaknya sudah meminta sekolah agar menyesuaikannya lagi. “Kalau memang belum ada, ditulis belum. Atau bisa tetap ditulis ada, tapi nanti diisi keterangan memanfaatkan ruang apa,” terangnya. Namun demikian dari pantauannya selama ini, beberapa sekolah yang perpustakaanya menggunakan ruang mes guru, yakni SD 2 Belantih di Kintamani dan SD 2 Pengiangan di Susut. Di SD 2 Pengiangan, pemerintah belum membangunkan ruang khusus untuk perpustakaan karena terkendala lahan. Suteja mengatakan, untuk membangun gedung perpustakaan di setiap satuan

pendidikan pihaknya selama ini memanfaatkan dana bantuan dari pemerintah pusat. Terakhir kali pembangunan ruang perpustakaan dilakukan tahun 2018 di beberapa sekolah. Sementara tahun 2019 ini, pihaknya mengaku tidak ada pembangunan ruang perpustakaan. “Tahun 2020 kemungkinan besar juga tidak ada. Ini mengingat dana yang diberikan pusat, hanya 35 persen yang dialokasikan untuk pembangunan fisik, sementara sisanya untuk peningkatan SDM,” jelasnya. Ditambahkannya, dari semua ruang perpustakaan yang selama ini sudah dibangun, beberapa masih ada yang belum selesai sempurna. Beberapa belum dipasangi plafon, dan ada juga yang belum diplester temboknya. Suteja mengatakan, sesuai proposal pembangunannya hanya memang segitu saja. Tidak ada yang dikurangi. Untuk proses finishing pihaknya sudah mendorong agar sekolah memanfaatkan dana BOS. (kmb40)

Stok Berlebih Dinas PKP Bantu Jual Ikan Bangli (Bali Post) – Banyaknya pasokan ikan nila dari wilayah Jawa yang masuk ke Bali dalam dua bulan terakhir, berpengaruh terhadap harga jual ikan. Akibat stok di pasaran melimpah, ikan hasil produksi pembudidaya ikan di Desa Terunyan, Kintamani dihargai murah oleh pengepul. Untuk membantu mengatasi persoalan yang dihadapi pembudidaya ikan, Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli berencana turun tangan menjualkan ikan ke seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bangli. Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli I Nyoman Widiada, Rabu (30/10) kemarin mengatakan, saat ini pembudidaya ikan di Desa Terunyan sedang mengalami kelebihan stok ikan. Kondisi itu terjadi akibat banyaknya pasokan ikan nila dari wilayah Jawa yang masuk ke Bali serta tidak adanya kecocokan antara harga jual petani dengan harga yang diminta pengepul. “Masa panen raya ikan di Jawa bersamaan dengan di sini. Ikan dari Jawa sejak dua bulan lalu banyak masuk ke Bali sehingga stok ikan di petani kita banyak dan harganya menjadi murah,” terangnya. Ikan produksi pembudidaya ikan di Terunyan, kata Widiada saat ini hanya ditawar pengepul Rp 25-26 ribu per kilogram. Turun dari harga biasanya Rp 30 ribu per kilogram. Terkait hal tersebut, pihaknya berencana membantu memasarkan ikan produksi pembudidaya di Terunyan di kalangan pegawai di seluruh OPD di lingkungan Pemkab Bangli. Sama seperti yang pernah dilaksanakan beberapa tah u n l a l u , s e l u r u h p e g awai diajak berpartisipasi membeli ikan nila. “Tadi kami sudah laksanakan pertemuan dengan ASN

perwakilan masing-masing OPD serta pembudidaya ikan, mengenai rencana itu,” ujarnya. Dinas PKP akan membantu menjualkan ikan di kalangan pegawai mulai Senin depan. Harganya Rp 30 ribu per kilogram, dengan kondisi ikan sudah bersih dan siap dimasak. Widiada mengatakan, sesuai arahan Bupati, untuk pejabat-pejabat di lingkungan Pemkab sudah ditentukan jumlah ikan yang dibeli. Contohnya Bupati membeli 25 kg, Wakil Bupati 20 ki-

logram, sementara pejabat eselon II 10 kilogram. Setiap harinya, ikan yang akan dipasarkan di kalangan pegawai berkisar Rp 1,5 ton. Kegiatan ini akan dilakukan selama beberapa hari hingga stok ikan di KJA milik pembudidaya ikan di Desa Terunyan yang mencapai 10-15 ton habis. “Yang dibantu untuk saat ini pembudidaya ikan di Desa Terunyan saja atas permintaan mereka. Untuk desa lain tidak, karena mungkin sudah terjual,” terangnya. (kmb40)


OLAHRAGA

Kamis Wage, 31 Oktober 2019

15

Lawan Persela

Bali United akan Tampil Menyerang Gianyar (Bali Post) Tim Bali United (BU) ditekuk 0-2 atas tuan rumah Persela Lamongan pada putaran pertama lalu. Namun, kini Serdadu Tridatu berupaya membalas kekalahan itu terhadap tamunya, Persela Lamongan, dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Kamis (31/10) malam ini, pukul 19.30. Caranya, para punggawa Serdadu Tridatu tampil menyerang sejak menit awal. Pelatih BU Stefano ‘’Teco’’ Cugurra di Gianyar, Rabu (30/10) kemarin menjelaskan, sejak kick off, Fadil Sausu dan kawan-kawan diinstruksikan untuk mengobrak-abrik benteng Persela yang terkenal kokoh. ‘’Anak-anak, saya instruksikan untuk menggempur lini pertahanan Persela dari segala sector,’’ ungkap Teco. Bahkan, Teco selama sesi latihan sudah membekali asuhannya berbagai strategi untuk tampil ofensif. Materi latihan yang diberikan Teco, meliputi passing, crossing serta penyelesaian akhir ke gawang lawan. ‘’Pola serangan bisa muncul dari sayap kiri dan kanan, maupun sektor lapangan tengah,’’ tuturnya. Teco berjanji tak mau meremehkan lawan, meski-

pun timnya kokoh menghuni puncak klasmen. ‘’Saya hanya fokus dan konsentrasi, bagaimana BU sukses menaklukkan Persela,’’ ungkapnya. Ia pun tak mau menganggap timnya sebagai kandidat juara liga. ‘’Bagi kami, yang penting tiap pertandingan bisa merebut poin penuh,’’ kata mantan pelatih Persija itu. Pasalnya, tiap klub kontestan liga berupaya memburu poin demi mengamankan posisinya guna merangkak ke papan atas maupun menghindari zona degradasi. Khusus meladeni Persela, Teco telah mendapat bocoran kekuatan Laskar Joko Tingkir dari mantan skuad Persela yang kini berkostum BU Fahmi Al-Ayyubi. ‘’Saya

sering berdiskusi dengan Fahmi, khusus membicarakan bagaimana taktik dan strategi khusus untuk menjinakkan tim asal kota soto tersebut,’’ jelasnya. Defender BU yang masuk skuad Timnas Ricky Fajrin siap berjibaku menghalau tiap serangan Persela yang memasuki areal pertahanan BU. Apalagi, barisan penyerang Persela sangat tajam, ditopang strikernya haus goal. Pada bagian lain, pelatih Persela Nil Maizar mengakui BU sangat kuat di kandangnya. Kendati demikian, asuhannya siap mencuri poin. Sementara pemain Persela Arif Satria menerangkan, Persela tetap mengincar poin, baik 1 maupun 3 dalam laga nanti. (022)

Bali Post/wan

SERANG - Tim tuan rumah Bali United bakal menerapkan strategi menyerang saat menjamu tamunya Persela Lamongan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Kamis (31/10) malam ini.

Pascarusuh

Persebaya Siap Terima Sanksi

Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

Bali Post/ist

Kevin/Marcus Berpeluang Raih 10 Gelar Tahun Ini Paris – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon memenangkan French Open 2019. Itu adalah gelar ketujuh pasangan nomor satu dunia tersebut pada tahun ini. Pada final French Open 2019 di Stade Pierre de Coubertin, Minggu (27/10) lalu, Kevin/Marcus menaklukkan Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty 21–18, 21– 16. Sebelum memenangkan French Open 2019, Kevin/ Marcus memenangkan Malaysia Masters, Indonesia Masters, Indonesia Open, Japan Open, China Open, dan Denmark Open.

Usai berjaya di Negeri Anggur, kedua pemain makin bersemangat membawa pulang gelar pada sisa tahun ini. ‘’Masih ada beberapa turnamen lagi yang harus kami hadapi tahun ini. Semoga hasilnya bisa bagus. Yang pasti kami mau usaha terus,’’ ungkap Marcus, Rabu (30/10) kemarin. Menyamai torehan 2017 dan 2018 menjadi target minimum bagi Kevin/Marcus. Ketika itu mereka membawa pulang masing-masing sembilan titel. Pada 2017, Kevin/Marcus memenangkan All England, India Open, Malaysia Open,

Forum Resmi

Walaupun marah, lanjut Purwa, Koster memang telah memintanya untuk tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum. Ia pun mengikuti arahan itu asalkan Oka Antara tidak mengulangi lagi. Purwa mengaku berani melontarkan

candaan karena sebelumnya Oka Antara juga gemar mencandainya. Tetapi candaan Oka Antara kepadanya diakui tidak pernah dimasukkan ke dalam hati. ‘’Apa pun alasannya, tidak sepatutnya dia melakukan perbuatan seperti itu. Apalagi di forum resmi. Boleh kita panas, tapi tangan harus diam,’’ jelasnya.

Kemampuan SDM

Sebelum memberikan pengarahannya, Menhan terlebih dahulu menerima paparan dari Panglima TNI dan juga paparan dari Kepala Staf Angkatan terkait capaian program pembangunan kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) TNI. Menhan menyampaikan terima kasih atas penyam-

paian paparan dari pihak TNI yang menurutnya semua yang telah direncanakan oleh TNI ke depan sudah on the right track. Mantan Pangkostrad ini mengungkapkan rasa bangga bahwa sampai dengan saat ini TNI dapat secara konsisten memelihara kemampuan. Menurutnya, kemampuan TNI masih perlu terus ditingkatkan lagi terutama kemampuan SDM dan alutsistanya. Oleh karena itu, Prabowo

Korea Open, Japan Open, Denmark Open, China Open, Hong Kong Open, dan World Superseries Finals. Tahun 2018, keduanya berjaya di Indonesia Masters, India Open, All England, Indonesia Open, Japan Open, Denmark Open, French Open, Fuzhou China Open, dan Hong Kong Open. Kevin/ Marcus bahkan berpotensi melampaui capaian terbaik. Syaratnya, mereka menyapu bersih tiga turnamen yang diikuti. Keduanya dijadwalkan mengikuti Fuzhou China Open, Hong Kong Open, BWF World Tour Finals. (kmb33)

Rapat paripurna kemarin memang sedikit terlambat dari jadwal. Ini karena dewan terlebih dulu melakukan rapat internal, yang salah satunya membahas soal hibah. Menariknya, Oka Antara dan Purwa Arsana tetap duduk berdampingan di ruang sidang utama. Bahkan sampai rapat paripurna berakhir. (kmb32)

berjanji akan bekerja keras menyelesaikan tugas-tugas Kemenhan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista yang dibutuhkan TNI untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ‘’TNI harus kuat baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara. Untuk itu kami bersama Wamen ingin memperkuat jajaran operasional kekuatan tempur riil TNI, kita akan perkuat TNI,’’ kata Prabowo. (ant)

Kamis, 31 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pitra Yadnya (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sundara Kanda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Pertanian Buah Naga Dikembangkan dengan

Pupuk Organik 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pitra Yadnya (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:30 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Dunia Kita

17:00 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Karang Utama, Padangsambian (1) 17:30 Wita Kartun Yudha Kanda (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Dipertanyakan Kesiapsiagaan Bali Menghadapi Bencana 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Surabaya (Bali Post) – Manajemen Persebaya Surabaya siap menerima konsekuensi akibat insiden kerusuhan yang dilakukan sejumlah Bonek usai Bajul Ijo kalah 2-3 dari PSS Sleman pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (29/10). Media Officer Persebaya Nanang Priyanto mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil pengecekan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dispora Surabaya terkait sejumlah kerusakan di GBT. Pihak Persebaya siap bertanggung jawab untuk memperbaiki semua kerusakan yang terjadi. ‘’Kami masih menunggu hasil perhitungan dari Pemkot

dan Dispora soal kerusakan di GBT, kemungkinan besok atau lusa baru ketahuan. Setelah itu mereka akan melaporkan ke kami untuk kami perbaiki kerusakan-kerusakan tersebut. Kami tidak ganti rugi berupa uang, tapi kami betulkan lagi sesuai dengan standar yang sebelumnya ada di GBT,’’ kata Nanang, Rabu (30/10) kemarin. Tak hanya itu, Persebaya juga menunggu keputusan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi yang bakal dijatuhkan kepada Bajul Ijo. Ia berharap sanksi yang diberikan nantinya tidak terlalu banyak dan merugikan Persebaya. Meski begitu beberapa opsi sudah disiapkan manajemen

terkait stadion yang bakal digunakan jika Persebaya harus terusir dari Stadion GBT yang juga merupakan salah satu calon venue gelaran Piala Dunia U-20 tahun 2021. Namun, Nanang masih enggan menyebutkan opsi stadion yang dimaksud. ‘’Ya, semoga sanksinya tidak terlalu besar karena ini sudah mau akhir kompetisi. Kami berharap setelah ini masih bisa pakai GBT. Tapi semua masih menunggu keputusan dari PSSI, Pemkot, Dispora dan pihak kepolisian terkait izin penggunaan GBT,’’ ucap Nanang. Bonek masuk lapangan dan merusak sejumlah fasilitas yang ada di Stadion GBT usai Persebaya kalah 2-3 dari PSS

Valverde Bingung Cara Jelaskan Kehebatan Messi

Barcelona – Pelatih Barcelona Ernesto Valverde bingung atas kehebatan Lionel Messi. Ia mengaku kehabisan kata-kata untuk memuji atau menggambarkan bagaimana sosok dalam lanjutan LaLiga Spanyol. Pada pertandingan kandang di Camp Nou, Rabu (30/10) dini hari kemarin, Messi tak hanya mencetak dua gol. Ia menjadi aktor pula atas lahirnya dua gol lainnya yang salah satunya dibuat Arturo Vidal. ‘’Apa lagi yang bisa dikatakan tentang dia? Saya kehabisan kata-kata. Kami

selalu tahu bahwa dia akan tampil, apa pun pertandingannya,’’ kata Valverde. Valverde menambahkan, bintang asal Argentina itu akan kembali ke bentuk permainan terbaiknya usai mengalami cedera. ‘’Ketika Leo mendapatkan permainan terbaiknya, sesuatu yang buruk akan terjadi pada lawannya,’’ imbuhnya. ‘’Dia memiliki bakat yang tidak dimiliki siapa pun. Dia lolos dari siapa pun dan bukan hanya dia bisa bermain secara individu tetapi dia melakukan hal-hal yang tidak dilihat siapa pun,’’ kata Valverde lagi. Dengan kemenangan ini,

Barcelona menggeser posisi Granada dari puncak klasemen dengan poin 22 atau selisih dua angka. Masih Cetak Gol Di usia 32 tahun, Messi belum tampak belum melambat. Dia terus mencetak gol, khususnya pada laga-laga penting. Dua gol Messi itu menambah koleksinya jadi 608 gol di level klub, dua gol lebih banyak daripada saingan abadinya, Cristiano Ronaldo. 608 gol Messi untuk Barcelona sudah melahirkan banyak trofi. Inilah yang membuat Messi seperti tidak tergantikan di Barcelona. (kmb33)

dalam lanjutan Liga 1 2019. Mulai dari bangku pemain cadangan, papan iklan sponsor, lintasan atletik, jaring gawang, dan rumput stadion rusak terbakar akibat amukan Bonek. Bonek mengungkapkan kemarahan lantaran Persebaya belum meraih kemenangan di enam laga berturut-turut. Bajul Ijo hanya bisa meraih dua hasil imbang dan empat kali kalah beruntun dari enam laga. Hasil itu membuat posisi Persebaya masih tertahan di papan tengah Liga 1 2019 dengan mengoleksi 31 poin dari 25 pertandingan. Sementara itu PSS naik ke peringkat kelima dengan raihan 39 poin dari 25 laga. (kmb33)

Semua Pihak

Kepala Negara meminta semua pihak harus mengantisipasi kemungkinan tersebut. ‘’Ini bolak-balik saya sampaikan, kuncinya ada di pertama peningkatan ekspor dan substitusi barangbarang impor. Kedua, yang sangat penting adalah juga investasi,’’ katanya. Menurutnya, peningkatan ekspor dan investasi menjadi kunci dalam kegiatan di bidang ekonomi. ‘’Oleh sebab itu saya sudah sampaikan baik kepada Mendag dan Wamendag, Menlu dan Wamenlu, saya sampaikan secara khusus bahwa perjanjian perdagangan harus kita lakukan secara terusmenerus tanpa henti,’’ kata Jokowi. (ant)


Kamis Wage, 31 Oktober 2019

Tantangan Baru Politeknik sebagai Lembaga Pendidikan Vokasi KEBERADAAN Kementerian gung jawab atas suksesnya implemenPendidikan dan Kebudayaan, di tasi link and match dalam kenyataan. mana Dikti (Pendidikan Tinggi) Jika ketiga pilar tersebut memiliki dikembalikan ke kementerian komitmen yang sama padu dan kuattersebut -- yang dipimpin sosok nya, maka akan ada suatu jaminan muda, berwawasan luas, dan sarat keberhasilan mewujudkan ‘’SDM pengalaman bisnis bernama NaUnggul Indonesia Maju’’. Pemerindiem Makarim -- sungguh memtah sendiri, dalam hal ini melalui beri harapan sekaligus tantangan Kemendikbud, wajib menunjukkan baru bagi lembaga pendidikan vopolitical will-nya dengan kebikasi seperti Politeknik. Lembaga jakan-kebijakannya yang pro-link pendidikan vokasi ini tergolong and match dalam pengertian yang berkembang di Indonesia di era Pressebenarnya. Kalau tidak, link and iden Joko Widodo. match hanya akan menjadi Dalam wawancara bahasa yang enak diwadengan media yang canakan tetapi tidak dilakukan setelah berpraksis. pelantikannya beDalam konteks berapa waktu lalu, itulah I Nyoman Menteri yang satu Abdi, S.E., Me.Com. ini menekankan sebagai Direktur Pokrusialnya upaya liteknik Negeri Bali penyiapan sumber (PNB) telah mengamdaya manusia (SDM) bil posisi lebih awal. Indonesia yang anBaginya, link and dal dan kompeten. match adalah kehaI Nyoman Abdi, S.E., Me.Com. Dalam rangka itu, rusan untuk terus untuk mewujudkan dikuatkan melalui harapan mulia tersebut, diperlukan suatu me- program-program strategis dari visi lembaga kanisme serta desain perencanaan yang rinci yang dipimpinnya yakni ‘’Terdepan, Profesional serta action yang tentu saja harus nyata. Di dan Berdaya Saing Internasional pada Tahun sinilah link and match, suatu kosa kata lama 2025’’. Terbukti bahwa sambutan dunia usaha yang populer di era Mendikbud Wardiman Djo- dan dunia industri, baik yang bersifat lokal, jonegoro (periode 1993-1998) dimunculkannya nasional, dan internasional, selama ini kepada sebagai sesuatu yang baru. Link and match PNB sangatlah besar. Hilton Worldwide (jarinsebagai keterpaduan proses pembelajaran gan manajemen Hotel Hilton sedunia) misalnya dengan kebutuhan kerja di industri diakui menunjuk PNB sebagai satu-satunya partner atau tidak, adalah paradigma khas Politeknik, di Indonesia untuk bersama-sama mengambil bahkan sejak jenis pendidikan ini muncul peran penyiapan SDM bidang perhotelan. Supdi Indonesia di awal 1980-an. Dikatakan port juga diberikan oleh hotel global lainnya khas karena pendidikan vokasi yang satu ini seperti The Apurva Kempinski. Dengan hotel senantiasa tersambung dan selaras dengan ini, PNB telah menginisiasi dan merealisasikepentingan-kepentingan industri terkait. kan link and match yang dimaksud melalui Karenanya, perlu disambut dengan antusias, kerja sama pendidikan yang dilakukan di semangat link and match menjadi andalan Ke- PNB dengan praktik langsung di hotel tersementerian ini dalam menata arah penyiapan but di mana lulusannya akan tertampung di SDM yang benar-benar unggul dan memiliki hotel yang sama. Sementara asosiasi seperti daya saing tinggi menghadapi era pasar global ACE juga telah mengambil peran bersama dengan industri 4.0-nya. Pesan yang dapat dengan PNB untuk berkontribusi penyiapan ditangkap adalah link and match seyogianya ‘’SDM Unggul Indonesia Maju’’. Itulah sedigarap serius dan di-manage dengan baik, babnya, sistem pendidikan tinggi di bawah setidaknya oleh tiga pilar stakeholder-nya. Kemendikbud era Makarim, tidak hanya pilar Triple helix academia-business-government institusi pendidikan seperti Politeknik, tetapi (ABG), dalam hal ini institusi pendidikan juga pilar dunia usaha dan dunia industri, dan (baca: pendidikan vokasi, yakni Politeknik), lebih-lebih pilar pemerintah semakin dituntut dunia usaha dan dunia industri (dudi), serta kerja sama sistematisnya untuk bersamapemerintah seharusnya berada di barisan sama merealisasikan link and match tersebut. terdepan untuk mengambil peran dan bertang- Semoga! (ad884)

Bali Post/dar

KARYA - Panitia Karya Ngusaba di Pura Agung Kentel Gumi saat ‘’masimakrama’’ ke Bali Post, Rabu (30/10) kemarin.

12 November, ’’Ngusaba Jagat’’ di Pura Agung Kentel Gumi

PURA Agung Kentel Gumi di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung berstatus Triguna Pura atau Kahyangan Tiga Bali. Dalam status Triguna Pura, Pura Agung Kentel Gumi merupakan Pura Puseh-nya jagat Bali, guna memohon kerahayuan jagat. Sedangkan Pura Batur sebagai Pura Desa, sebagai tempat mohon kesuburan, dan Pura Agung Besakih sebagai Pura Dalem, sebagai tempat memohon kesucian sekala-niskala. Bertepatan Anggara Umanis Wayang, 12 November 2019, akan diselenggarakan

Karya Pangusaban Jagat di Pura Agung Kentel Gumi sebagai unsur untuk membangun potensi, membenahi sumber-sumber kehidupan yang diciptakan Tuhan. Sebagai pura sungsungan masyarakat Hindu Bali, umat diharapkan pedek tangkil, menghaturkan bakti, bersama-sama memohon keselamatan dan kerahayuan. Hal tersebut diungkapkan Panitia Karya Ngusaba Jagat Pura Agung Kentel Gumi saat masimakrama ke Bali Post, Rabu (30/10) kemarin. Perwakilan panitia terdiri atas Bendesa Pura Made Dresta,

KELUARGA besar SMAN 3 Denpasar alias Trisma tampil penuh percaya diri saat dinilai pada lomba Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) SMA se-Provinsi Bali, Rabu (30/10) kemarin. Tim penilai yang dipimpin Dana T. disambut meriah oleh Wakil Wali Kota Denpasar yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kadiskes dr. Luh Putu Sri Armini, Kasek Drs. Ida Bagus Gede Sudirga, M.Pd.H., Ketua Komite Ida Bagus Putu Bintana, M.T., dan Teruna-teruni KSPAN Trisma. Begitu tiba di depan sekolah, tim disambut atraksi Paskibra Trisma dan yel-yel KSPAN Trisma, dilanjutkan tari Pendet oleh Sekaa Gong Wanita Trisma. Juga ditampilkan sejumlah atraksi seni yang mengandung pesan bebas narkoba, HIV dan AIDS. Tim juga diajak meninjau stan pameran poster, prakarya dan seni lukis siswa setempat. Kepala SMAN 3 Denpasar Ida Bagus Gede Sudirga mengungkapan rasa terima kasih sejak sekolah ini dibina menjadi sekolah KSPAN mulai dari tingkat kecamatan, kota hingga provinsi banyak manfaat yang dirasakan warga

sekolah. Mereka kini memiliki komitmen kuat untuk bebas dari narkoba, seks bebas, HIV dan AIDS. Mereka ini akan menjadi corong dan panutan di masyarakat untuk mengajak remaja Bali menghindari HIV dan AIDS dengan model pendekatan tutor sebaya. Bahkan Trisma memiliki Teruna-teruni KSPAN, guru paguyuban KSPAN yang banyak mengukir prestasi sejak berdiri 2005. Ekstra KSPAN ini juga didukung oleh ekstra PMR. Keberadaan KSPAN Trisma, katanya, banyak memberi manfaat bagi remaja sehingga Trisma nol kasus narkoba dan AIDS. Hal ini dibenarkan Ketua Komite IB Bintana karena KSPAN Trisma sangat efektif melakukan pendekatan tutor sebaya. Apalagi narkoba saat ini menyasar remaja. Mereka juga membiaskan ke sekolah lain. Yang luar biasa, prestasi anak-anak Trisma di bidang akademik dan nonakademik hingga go international. Di antaranya meraih medali perak di Makao dan Special Award dari Hongkong. Bahkan siswanya dikirim ke AS untuk memaparkan hasil penelitiannya. Siswa lainnya meraih juara I di LKTI tingkat Nasional dan

memborong juara di ajang inovasi siswa. Siswa dan guru Trisma juga meraih juara I, II dan III Siswa dan Guru Ajeg Bali 2019. Ketua KPA Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengungkapkan hasil survei 2015 menunjukkan remaja Denpasar baru 19,75 persen mengetahui bahaya AIDS, sedangkan target nasional wajib 90 persen. Di Bali ditemukan 21.500 kasus AIDS, 38 persen atau 8.000 lebih kasus ditemukan di Denpasar. Yang dia khawatirkan, pengaruh pergaulan akibat seks bebas mencapai 96 persen. Penderita AIDS usia produktif (20-30 tahun) mencapai 38 persen. Untuk itu, IGN Jaya Negara menegaskan, diperlukan perhatian dan tindakan nyata lewat lomba KSPAN untuk melahirkan generasi yang sehat jasmani dan rohani. Wagub Bali selaku Pembina KSPAN Bali dalam sambutan yang dibacakan Ketua Tim Dana T. menegaskan peran sekolah sangat besar untuk menekan angka kasus AIDS di Bali yang meningkat 100-130 kasus tiap bulan. Dari 21.559 AIDS di Bali, 50 persen menyerang usia sekolah dan remaja. Untuk itu program KSPAN perlu berkelanjutan di sekolah. (ad906)

SALAM KSPAN - Ketua Tim Penilai Dana T. bersama IGN Jaya Negara dan Kasek IB Gede Sudirga menunjukkan salam KSPAN saat menilai SMAN 3 Denpasar dalam lomba KSPAN se-Bali.

Upacara mapada akan dilaksanakan 11 November. Kemudian puncak karya pada 12 November, yang akan di-puput enam sulinggih. Selanjutnya dilaksanakan upacara ngayarin selama sepuluh hari, dan prosesi panyineban 23 November. Didampingi Bendesa Pura Kentel Gumi Made Deresta dan Prajuru Anak Agung Indrawan Putra, Agung Darmaputra mengatakan, ngusaba jagat di Pura Agung Kentel Gumi merupakan prosesi tahunan. Sedangkan untuk piodalan dilakukan setiap enam bulan sekali. (dar)

Gula Semut Dilirik Jerman

SMAN 3 Denpasar Duta Denpasar Lomba KSPAN Se-Bali

Nol Kasus AIDS dan Narkoba, Raih Perak di Makao

Penyarikan Karya Anak Agung Gede Darmaputra dan Prajuru Anak Agung Indrawan Putra, diterima Pemred Bali Post Wayan Dira Arsana. Anak Agung Gede Darmaputra mengatakan, aedan karya sudah dimulai sejak 13 Oktober 2019 dengan prosesi matur piuning, nanceb dan nyuci. Pada 7 November dilakukan upacara nuwur tirta ke sembilan pura di Bali. Nedunang Ida Batara dilaksanakan 9 November, dilanjutkan keesokan harinya, 10 November, diselenggarakan upacara Melasti ke Pantai Tegal Besar.

Bali Post/win

Musikalisasi puisi bertema alam, manusia, dan spiritual pada FSBJ 2019, Senin (28/10).

Alam, Manusia, dan Spiritual Dalam Musikalisasi Puisi

KETIKA gitar mulai dipetik dan syair-syair puitis dilantunkan dengan melodi, sontak pengunjung Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2019 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, terdiam. Puisipuisi yang bertemakan alam, manusia dan spiritual diekspresikan dengan gaya yang sangat khas, indah dan penuh penjiwaan. Apalagi, semua itu disajikan dengan apik dan dikemas sebagai pertunjukan seni sarat edukasi, sangatlah menarik. Itulah penampilan Komunitas Mahima dalam ajang seni modern yang digelar Pemerintah Provinsi Bali di Taman Budaya selama dua minggu -- 26 Oktober – 8 November. Komunitas yang didukung anak-anak muda kreatif itu sanggup menerjemankan tema FSBJ 2019 yaitu ‘’Hulu-Teben: Dialektika Lokal-Global’’ lewat pertunjukan musikalisasi puisi yang inovatif. Musikalisasi puisi yang ditampilkan bertajuk ‘’Interior Danau’’ untuk mewadahi ekspresi dan apresiasi terhadap alam, manusia dan halhal spiritual yang terbentang di antaranya. Sebanyak tujuh puisi dibawakan dengan tema yang hampir sama, yaitu persoalan alam, manusia dan spiritualitasnya. Semua puisi terpilih berdasarkan tema FSBJ 2019. Hulunya adalah unsur spiritualitas alamnya, dan teben-nya adalah bagaimana manusia meresponsnya. Sebut saja pada puisi ‘’Dewi Padi’’, hulunya adalah unsur spiritualitas padi, lalu bagaimana manusia meresponsnya adalah tebennya. ‘’Demikian dengan puisi ‘Margarana’, semangat heroisme itu adalah hulunya dan cara kita merespons hari ini adalah teben-nya. Puisi ‘My Hair My Hair’ juga bercerita spiritualitas rambut lalu

bagaimana manusia meresponsnya,’’ ujar Kadek Sonia Piscayanti selaku pengarah produksi di sela-sela pementasan, Senin (28/10) lalu. Menurutnya, puisi tidak bisa dipisahkan dari unsur instrinsik dan ekstrinsik yang membangunnya. Instrinsik adalah pola struktur bangunan puisinya dan ekstrinsik adalah tema sosial yang lahir di masyarakat yang membangun pola itu, lalu meresponsnya. ‘’Kami memang benar-benar menyiapkan musik puisi, sehingga ada yang baru dari pentas-pentas sebelumnya,’’ imbuhnya. AAN Anggara Surya selaku Pimpinan Produksi mengatakan, sebagai keseriusan mendukung ajang seni kekinian itu, pihaknya menghadirkan pendukung yang telah memiliki pengalaman dalam urusan seni pentas ataupun sastra. Pentas dalam ajang FSBJ 2019 ini sebagai ajang kreativitas untuk mengekspresikan bakat seni khususnya dalam seni modern. (win)

GULA semut, demikian nama produk gula aren yang dihasilkan petani di Karangasem. Gula ini mulai dilirik pasar luar negeri yaitu Jerman. Permintaannya juga tidak sedikit, sekitar 2,5 ton per bulan. Namun, permintaan ini belum bisa dipenuhi karena masih sedikit petani yang memproduksinya. Komang Arnawa, pembuat gula semut Ambhu di Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat, Karangasem, mengatakan pihaknya mendapatkan tawaran ekspor gula semut dari Jerman. ‘’Lewat promosi media dan media sosial, produk gula semut kami dikenal oleh investor Jerman yang langsung menghubungi lewat telepon dan menyampaikan minatnya terhadap gula semut,’’ ujar Arnawa saat

mengikuti pameran di Denpasar, beberapa waktu lalu. Permintaan ini tentunya menjadi peluang besar dalam meningkatkan pendapatan petani. Namun sayang, pihaknya belum mampu memenuhi permintaan tersebut. Sebab, gula yang dihasilkan saat ini hanya 300 kg per bulan. Petani aren masih belum banyak yang tertarik memproduksi gula semut. ‘’Karena itu dengan adanya permintaan ekspor ini, para petani gula aren khususnya di Desa Amerta Buana bersama-sama memproduksi gula semut karena pasarnya sangat terbuka,’’ tandasnya. Untuk itu, Arnawa berencana merangkul petani aren di desanya untuk mengisi peluang ini. Jika semua petani aren memproduksi gula semut, ia yakin permintaan sebanyak 2,5 ton per bulan bisa terpenuhi. Lebih lanjut dikatakan Arnawa, investor asal Jerman tersebut rencananya akan datang ke Bali melihat peluang produksi gula semut di Karangasem. ‘’Kedatangannya untuk melihat seberapa banyak ada pohon aren di Desa Amerta Buana, kemudian diestimasikan setiap pohon bisa menghasilkan berapa liter aren setiap kali sadapan. Dengan demikian dapat diketahui setiap bulan berapa kilogram dapat memproduksi gula semut,’’ terangnya. (san)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 31 Oktober 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu