Skip to main content

Edisi Sabtu 31 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Aliran Air ke Subak Terganggu

Pedagang Bermobil Direlokasi

Sopir Angkutan Pariwisata Dikumpulkan

Sampah yang menumpuk di aliran irigasi Subak Kerdung, Pedungan berdampak pada aliran air ke sawah. Sejumlah petani pun mulai mengeluhkan kondisi tersebut.

Puluhan pedagang bermobil depan Terminal Banyuasri dipastikan segera direlokasi. Demikian juga pedagang ikan dan daging ikut direlokasi. Mengapa?

Dinas Pariwisata Klungkung berinisiatif mengumpulkan sopir angkutan pariwisata di Balai Desa Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (30/8) kemarin. Ada apa?

BULELENG | HAL. 8

DENPASAR | HAL. 2

KLUNGKUNG | HAL. 12

Redam Amarah Rakyat Papua Jakarta (Bali Post) – Tindakan anarkis saat aksi massa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8) lalu, disesalkan banyak pihak. Semua pihak diminta untuk melakukan cooling down, dan mengedepankan pendekatan dialog. Pemerintah dan rakyat Papua bersama-sama mencari solusi terbaik atas permasalahan sehingga tidak memicu kemarahan. Amarah rakyat Papua hendaknya cepat diredam dengan sikap responsif pemerintah di Jakarta. Harapan agar rakyat Papua terutama generasi muda meredam amarah disampaikan tokoh muda Papua Samuel Tabuni saat jumpa pers usai bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (30/8) kemarin. Samuel meminta kepada generasi muda di Papua untuk meredam amarahnya dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan Papua. ‘’Saya sepakat dengan Bapak Menteri (Wiranto red), saat ini kita cooling down (pendinginan), saya minta teman-teman di Papua terutama generasi muda di Papua cooling down. Beri ruang pemerintah hadirkan semua tokoh kita, kitalah yang menentukan nasib kita, di atas tanah Papua dalam negara ini,’’ kata Samuel. Dalam kesempatan itu, Samuel menyoroti tentang sulitnya masyarakat Papua untuk dilibatkan dalam kegiatan PT Freeport. Namun, setelah terjadi demo besar, baru masyarakat Papua dilibatkan

dalam kegiatan PT Freeport. Ia pun menyayangkan tindakan pemerintah yang kurang responsif. ‘’Mengapa demo dulu baru ada solusi,’’ ujarnya. Samuel juga menyebutkan, proses hukum terhadap pelaku rasisme di asrama mahasiswa Papua di Surabaya baru berjalan, setelah ada demonstrasi di Papua. ‘’Padahal rasisme ini terjadi sejak lama. Itu menjadi amarah bagi orang Papua,’’ ujarnya. Menanggapi hal itu, Menko Polhukam Wiranto mengatakan, pemerintah akan berupaya lebih cepat merespons segala aspirasi dari Papua manakala masyarakat Papua cooling down. ‘’Unekunek itu tidak bisa selesai dengan demonstrasi, harapan itu tidak bisa selesai dengan membuat anarki. Harapan itu bisa selesai dengan dialog, dialog yang konstruktif ya… bukan dialog tegang-tegangan urat leher. Itu bisa terjadi kalau kita sudah cooling down,’’ kata Wiranto. Sepakat Damai Terkait pertemuan Wi-

Ni Putu Putri Suastini Koster

Ciptakan Puisi ’’Merah Putih’’ dalam Dua Malam

ranto dan para tokoh Papua, disepakati untuk mengakhiri ketegangan yang terjadi di Papua dan Papua Barat. ‘’Dalam akhir perbincangan tadi kita sepakat yang utama adalah bagaimana kita segera mengakhiri suasana yang tegang, suasana yang panas, demo anarkis ini menjadi kembali tenang, kembali pulih, kembali stabil,’’ kata Wiranto. Dengan kondisi Papua yang stabil, kata Wiranto, ke depan pemerintah akan terus membangun pemikiran-pemikiran baru dan mengoreksi hal-hal yang salah yang selama ini terjadi agar ke depan pembangunan Papua dan Papua Barat akan lebih maju dan terintegrasi. Dalam pertemuan itu hadir sejumlah tokoh Papua, antara lain mantan Menteri KKP Freddy Numberi, Yorrys Raweyai, tokoh muda Papua Samuel Tabuni, Alfred Papare, Frans Ansanay, Willem Frans Ansanay, Victor Abraham, Victor Abraham Abaidata, Yan Mandenas dan Airis Waimuri. (ant)

Bali Post/ant

AKIBAT KERUSUHAN - Seorang warga Papua mengamati Kantor Bea dan Cukai Papua serta sejumlah mobil yang terbakar saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura. Diharapkan amarah rakyat Papua diredam dan semua pihak mengedepankan dialog.

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Jadikan Opsi Terakhir

’’....karena aku masih tegak di sini di bawah tiang dua warna menjaga darah sejarah dari Paregreg kedua menjaga tanah dan langit nusantara dari lidah-lidah berbisa menjaga senyum-senyum laknat di belakang meja kerja karena akulah anak kesatria Dwiwarna: Merah Putih!’’ SENYUM merekah terpancar dari wajah Ni Putu Putri Suastini saat menuntaskan bagian akhir puisi ‘’Merah Putih’’ dalam geladi Drama Kolosal Gajah Mada Reborn di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Kamis (29/8) malam. Perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini tampak puas dengan iringan tabuh dari Sanggar Pancer Langiit. Walaupun geladi tersebut adalah kali pertama mereka bertemu sebelum nanti tampil dalam satu panggung. Bunda Putri yang juga istri Gubernur Bali Wayan Koster itu tak sungkan duduk lesehan bersama panitia dan pendukung acara lainnya. Hal. 15 Di Jayasabha

Tidak Terbit Terkait Tahun Baru 1441 Hijriah yang merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada hari Minggu (1/9) tidak terbit. Bali Post kembali hadir seperti biasa pada Senin (2/9) lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

Harian Bisnis Bali Terkendala ’’Gayas’’ Membudidayakan pepaya, terutama jenis pepaya kalian, diakui petani di Karangasem sangat menguntungkan. Namun sayangnya, penyebaran hama gayas cukup cepat dan menghancurkan harapan petani.

www.bisnisbali.com

Jakarta (Bali Post) – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan nampaknya akan benar-benar terjadi. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan (PMK) Puan Maharani mengatakan Presiden Joko Widodo akan menandatangani peraturan presiden (perpres) terkait kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan pada pekan ini. Perpres tersebut direncanakan mulai berlaku awal September 2019. ‘’Akhir Agustus ini (perpres diteken). Awal September sudah berlaku,’’ ujar Puan di Jakarta, Kamis (29/8). Kenaikan iuran yang disebutkan hampir mencapai 100 persen membuat sejumlah pihak menyampaikan nada protes. Terlebih dengan situasi perekonomian rakyat yang sedang tidak menggembirakan. Seharusnya kenaikan iuran menjadi opsi terakhir karena pemerintahlah yang menalangi defisit yang dialami BPJS Kesehatan dalam situasi seperti saat ini. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan rencana pemerintah menaikkan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan seharusnya menjadi skenario terakhir. ‘’Pemerintah seharusnya bisa menambah suntikan subsidi untuk BPJS Kesehatan. Kalau

untuk subsidi energi saja pemerintah mau menambah, mengapa untuk subsidi BPJS Kesehatan tidak mau,’’ kata Tulus. Tulus mengatakan keberlangsungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan tanggung jawab pemerintah. Defisit keuangan BPJS Kesehatan seharusnya tidak serta merta dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan tarif iuran. ‘’Pemerintah bisa saja melakukan relokasi subsidi energi dan atau menaikkan cukai rokok. Skema seperti itu tidak akan membebani masyarakat,’’ tuturnya. Perbaikan Manajemen Namun jika memang harus dinaikkan, BPJS diminta untuk melakukan perbaikan dan reformasi dalam manajemen pengelolaan. ‘’Reformasi yang pertama adalah menghilangkan kelas layanan dan iuran yang berkeadilan. Yang mampu harus membayar lebih tinggi,’’ kata Tulus. Tulus mengatakan daftar peserta penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan juga perlu diverifikasi ulang. Agar lebih baik, transparan dan akuntabel, nama penerima bantuan iuran harus bisa diakses publik. Hal. 15 Bereskan Tunggakan

Soal Capim KPK

Cicak Vs Buaya 4.0 dan Kucing Kurap LOLOSNYA calon pimpinan (capim) KPK 2019-2023 yang dinilai dapat membahayakan masa depan lembaga antirasuah itu benar-benar mengkhawatirkan aktivis dan organisasi antikorupsi. Muncul tagar cicak vs buaya 4.0 yang mengingatkan kembali publik perseteruan KPK dengan Polri yang melibatkan Susno Duadji. Selain itu, capim yang bermasalah juga diberi cap kucing kurap. Presiden diminta tegas mencoret nama-nama capim bermasalah. Istilah kucing kurap dilontarkan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 20172021 Mohammad Tsani Annafari saat berorasi di acara ‘’Koalisi Masyarakat Sipil Darurat KPK #CicakvsBuaya4.0’’ di gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8) kemarin. ‘’Capim bermasalah itu ibarat kucing yang banyak kurapnya, kira-kira mau tidak KPK dipimpin oleh kucing yang banyak kurapnya?’’ kata Tsani. Ucapan Tsani tersebut seperti mengulang ucapan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada Rabu (28/8) pada saat acara ‘’Menjaga KPK, Mengawal Seleksi Pimpinan KPK’’ di gedung KPK, Jakarta.

‘’Karena tiga hari yang lalu Pak Saut cerita, sebenarnya pengalaman empat tahun di sini beliau membayangkan tugas KPK itu seperti kucing yang menangkap tikus-tikus koruptor tetapi hanya kucing yang sehat yang bisa selesaikan tugasnya menangkap tikus tetapi kalau kucingnya penuh kurap, dia hanya akan sibuk garuk-garuk tidak pernah nangkep tikusnya, kabur semua,’’ tuturnya. Lebih lanjut, Tsani menyatakan jika KPK nantinya dipimpin kucing yang banyak kurapnya dikhawatirkan pegawainya juga akan tertular. Hal. 15 Bisa Ketularan

Bali Post/ant

DUKUNG KPK - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (tengah) memberikan sambutan saat aksi solidaritas Selamatkan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8) kemarin. Aksi tersebut merupakan bentuk protes pada keputusan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang tetap meloloskan sejumlah nama bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir.


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Puluhan Pengguna dan Kurir Narkoba Ditangkap Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar merilis pengungkapan kasus narkoba selama Agustus 2019. Dari 32 tersangka yang ditangkap, satu orang pelaku berstatus anggota ormas yaitu Wirama (40) dan David Luding (51) asal Jerman. Dari pengungkapan ini disita barang bukti sabu-sabu (SS) 170,53 gram, 11 butir ekstasi dan 38,10 gram ganja. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Jumat (30/8) kemarin mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan tim gabungan Satresnarkoba Polresta bersama Satgas CTOC Polda Bali. “Polresta berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika sebanyak tiga ribu jiwa,” tegasnya. Dari puluhan pelaku tersebut, sembilan berperan sebagai bandar dan kurir, yaitu Nisa (27) dibekuk di Jalan Gelogor Carik, Densel, Ella (24) di Jalan Gatot Subroto Timur, Adi (40) di Jalan Jaya Giri, Dentim, Kholiq (30) di Jalan Raya Kuta, Ihsan (24) di Jalan Raya Dalung, Ningsih (26) di Jalan Kerobokan, Lilik (40) di Jalan Raya Kerobokan, Widi (39) di Jalan Mahendradatta, dan Rambu (35) di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Sementara 23 tersangka tergolong pemakai, yakni Tieh (40), Anita (32), Fais (23), Feri (19), Vidi (21), Ahmad (21), Selamat (21) Riyan (24), Marwan (25), Ayu (30), Endah (44), Vical (31), Shat (30), Selamat (24), Dwi (29), Huda (29), Ikbal (34), Davids Luding (51) asal Jerman, Wirama (40), Reza (23), Edy (30), Restu (23), dan Rita (51). “Kalau berdasarkan daerah asal tersangka yang jadi bandar atau kurir dapat dikelompokkan menjadi 3, dari Jawa enam orang, Bali sebanyak dua orang, dan Sumba satu orang,” ucap Kapolresta Ruddi. Sementara asal pengguna narkoba yang ditangkap, yakni dari Jawa 20 orang, Bali satu orang, Tiongkok satu orang dan Jerman satu orang. “Motifnya sebagian dari pelaku ini merupakan bagian dari sindikat narkotika, ada juga karena faktor ekonomi dan kecanduan. Ada satu orang bertatus residivis yaitu tersangka Rambu,” ungkap mantan Kapolres Badung ini, didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat. Tersangka David Luding (51) di Jalan Padma, Kuta, Badung, beberapa waktu lalu. Terkait kasus ini disita satu botol berisi ganja cair seberat 37,89 gram dan satu botol pave yang ujungnya berisi ganja cair seberat 0,21 gram. Kapolresta Ruddi menyampaikan, awalnya ada informasi dari masyarakat jika di Jalan Padma kerap terjadi transaksi narkoba. “Anggota kami langsung menindaklanjuti informasi itu dengan melakukan penyelidikan,” ujarnya. Tim Satresnarkoba dipimpin Kanit I Iptu Putu Budi Artama melakukan penyelidikan di Jalan Padma. Akhirnya petugas dapat identitas orang yang sering transakai narkoba yaitu David. Polisi langsung menggerebek tempat tinggal pelaku. Saat ditangkap, pelaku kepala pelontos ini nihil ditemukan barang bukti. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamarnya dan ditemukan satu botol berisi ganja cair seberat 37,89 gram dan satu botol pave yang ujungnya berisi ganja cair seberat 0,21 gram. Saat diinterogasi, pelaku berdalih barang terlarang tersebut dibeli dari seseorang tidak diketahui alamatnya. Padahal dia mengaku transaksi dilakukan langsung dengan pengedarnya. “Tersangka mengaku mengonsumsi ganja cair itu sejak tiga bulan lalu. Alasannya karena mengidap sakit sesak napas,” ujar Kombes Ruddi. (kmb36)

Tersumbat Sampah

Aliran Air ke Subak Kerdung Terganggu

Denpasar (Bali Post) Sampah yang menumpuk di aliran irigasi Subak Kerdung, Pedungan, berdampak pada aliran air ke sawah. Sejumlah petani pun mulai mengeluhkan kondisi tersebut. Mengurai keberadaan sampah di saluaran irigasi, sejumlah petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun tanggan membersihkan sampah di saluran irigasi tersebut.

Bali Post/rah

KASUS NARKOBA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan merilis pengungkapan kasus narkoba pada Agustus 2019.

Mia dan Arbi Dituntut Lima Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Mia Ayu Appriyanti (21) asal Bandung dan Arbi Aris Munandar (25) asal Sukabumi, Kamis (29/8) masing-masing dituntut pidana penjara selama lima tahun. JPU Mia Fida di hadapan majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami, menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana. Yakni melakukan pemupakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika golongan I bukan tanaman. Sehingga kedua terdakwa masing-masing dituntut pidana penjara selama lima tahun. Mereka dinyatakan bersalah melanggar Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI. No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain hukuman fisik, terdakwa oleh penuntut umum juga dituntut membayar denda Rp 800 juta, subsider tiga bulan penjara. Atas tuntutan itu, terdakwa Mia Ayu Appriyanti yang cukuran rambutnya menyerupai lelaki dan terdakwa Arbi, diberikan kesempatan untuk berkoordinasi dengan kuasa hukumnya Aji Silaban dari Posbakum Denpasar. “Setelah berkoordinasi kami mengajukan pembelaan secara lisan. Karena kedua terdakwa sudah mengakui perbuatannya, dan mereka masih muda-muda, kami mohon hukuman yang seringan-ringannya,” tandas penasehat hukum terdakwa. Sementra jaksa tetap pada tuntutan. Dalam perkara ini, terdakwa ditangkap polisi setelah aparat mendengar informasi ada peredaran narkoba di Padangsambian. Pada 2 Maret 2019, polisi mendapat data nama pengedar itu adalah Key yang belakangan diketahui bernama Mia Ayu Appriyanti. Dan saat itu Mia alias Key berboncengan dengan Arbi di Jalan Padang Gajang Gang Padang Kresna, Padangsambian. Dan saat digeledah ditemukan barang bukti 0,17 gram bruto sabu-sabu. Sabu itu didapat dari seseorang yang bernama Bayu. (Kmb37)

Bali Post/asa

DITUNTUT - Mia Ayu Appriyanti (21) asal Bandung dan Arbi Aris Munandar (25) asal Sukabumi, berkoordinasi dengan penasehat hukumnya usai dituntut lima tahun penjara.

Topik : RENCANA KENAIKAN IURAN BPJS

Bali Post/ist

SUBAK - Petugas PUPR sedang membersihkan saluran irigasi di Subak Kerdung, Kamis (29/8).

Pekaseh Subak Kerdung I Wayan Tama, Jumat (30/8) kemarin mengatakan, meski berada di daerah hilir dari Pulau Bali, namun subak dengan luas lahan 200 ha tidak mengalami kesulitan air. Justru yang menjadi masalah mereka adalah sampah yang kerap menutupi saluran air mereka. “Masalah air syukur kita bisa mengatur untuk irigasi.

Untuk petani cukup karena kita pintar–pintar mengatur. Sehingga kita bisa tanami areal ini dengan komoditi pertanian,” ungkapnya. Subak Kerdung juga dikenal dengan jogging track dan ekowisatanya. Sehingga dengan adanya sampah dapat mengganggu pemandangan dan kebersihan Kota Denpasar. “Kita minta tolong kepada pemerintah utamanya atau

melalui DPR untuk menindaklanjuti kebersihan yang ada di jogging track, ekowisata kita di Subak Kerdung untuk mengindahkan kebersihan ini,” ungkapnya. Diakui, pengurus subak merasa kewalahan dengan masalah sampah. Petani banyak yang mengeluh, ketika mencari air tersumbat dengan sampah. Hal itu pun hampir terjadi setiap hari. “Entah sampah itu kiriman dari mana. Sungai kita setiap hari dialiri sampah,” tuturnya. Sumber air Subak Kerdung berasal dari Bendungan Batan Nyuh. Muara dari aliran air bendungan ini sudah dilengkapi jaring untuk menahan sampah agar tidak

masuk areal sawah Subak Kerdung. Aliran air dari Tukad Badung juga sudah dibentengi dengan jaring untuk menahan sampah. “Tapi kenapa subak kita masih dipenuhi dengan sampah? Itu yang kita pertanyakan, dari mana sampah itu?” selorohnya. Ia meyakini sampah itu hasil dari pembuangan masyarakat. Bukan sampah kiriman, melainkan sampah dari masyarakat yang ada di sepanjang aliran irigasi tersebut. Kondisi ini cukup menyulitkan petani yang berada di hilir, Ia pun berharap masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Pemilik Bank Sampah Bina Lulu Sejahtera Made Yogi Arya Dwiputra mengakui masyarakat belum sadar akan masalah sampah. Sehingga perilaku membuang sampah sembarangan masih kerap terjadi. Yang diperlukan saat ini adalah menggugah hati masyarakat untuk peduli menangani masalah sampah. “Saya berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” kata pria asal Pedungan ini. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Lindungi Keoriginalan Produk, UKM Didorong Miliki HAKI Denpasar (Bali Post) Bali memiliki banyak UKM yang menghasilkan produk unik dan tidak dimiliki oleh yang lain. Karena itu, untuk melindungi keoriginalan produk agar tidak dijiplak, UKM didorong untuk memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Dengan memiliki HAKI, selain melindungi keoriginalan produk, juga menjadi kunci Usaha Kecil dan Menengah (UKM) naik kelas menjadi usaha berskala besar. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. mengatakan, dalam mengurus pembuatan HAKI di kalangan UKM

ini, telah difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM. ‘’HAKI ini penting agar produk UKM tidak ditiru atau dijiplak. Dengan mendaftarkan HAKI berarti hak cipta mereka diakui negara,’’ ujarnya. Pemerintah Provinsi Bali memberi perhatian besar dalam hal pendaftaran HAKI ini, dimana Dinas Koperasi sudah sosialisasi ke kabupaten/ kota mengenai pentingnya HAKI dimiliki dan cara pendaftarannya. Para pelaku UKM, lanjut Gede Indra, tidak usah khawatir mengenai biaya, sebab pendaftaran HAKI melalui Kementerian Koperasi dan UKM gratis.

‘’Hanya pendaftaran melalui online dan Kementerian Hukum dan HAM dikenakan biaya. Untuk pendaftaran HAKI melalui Kementerian Koperasi dan UKM gratis,’’ ujarnya. Kabid Pemberdayaan UKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali A.A. Raka Sunetri, S.E., M.Si. memaparkan, pendaftaran HAKI dapat difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM di Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota, sesuai dengan binaan masing-masing. Tahun ini Diskop dan UKM Bali sudah mengirim 82 permohonan HAKI. “Nanti kita akan cek dari 82 itu, berapa yang sudah dikirim ke Kementerian

Hukum dan HAM. Karena semua itu tergantung pada kuota yang disediakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM,” tuturnya. Dari 82 pengajuan HAKI tersebut, jenisnya kebanyakan hardware yaitu merk. Adapun tahap pengajuan HAKI dijelaskan Raka Sunetri adalah pertama UKM harus mengisi formulir dari Kementerian Koperasi, dilengkapi dengan syarat, di antaranya NPWP dan izinizin usaha. Selain itu pihak UKM juga mengusulkan produk atau merk apa yang mau dipatenkan. Jika merk harus disertakan logo dan merk yang akan dipatenkan dalam berbagai ukuran. (san)

Rai Mantra Buka Pameran Kebersihan ”Gara-gara Sampah Jilid II”

PEMERINTAH Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melaksanakan kegiatan pameran kebersihan ‘‘Gara-gara Sampah Jilid II’’. Acara ini dihadiri dan dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di timur Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (30/8) kemarin. Turut hadir Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kadis Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan I Ketut Wisada, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, komunitas lingkungan serta instansi terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra mengatakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memperhatikan lingkungan bersinergi dengan Komunitas Hijau untuk memperlihatkan progres pemerintah kepada masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan juga bisa dimulai dari lingkungan dan rumah tangga. Menyosialisasikan program Sistem Informasi Sadar Lingkungan (Sidarling) dengan menyertakan peran serta masyarakat mulai dari lingkungan keluarga. “Dengan program Sidarling dapat mengikutsertakan anggota keluarga mulai dari anak usia sekolah dan seluruh anggota keluarga. Dengan Sidarling ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan, disamping poin dalam bentuk uang tabungan juga bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah sesuai poin yang dikumpulkan. Semakin banyak poin yang dikumpulkan semakin beragam pelayanan yang bisa didapatkan, mulai dari discount belanja hingga kemudahan pelayanan di lingkungan

Pemkot Denpasar,” kata Rai Mantra. Program ini bekerja sama dengan bank sampah memanfaatkan sampah-sampah rumah tangga di tabung di bank sampah. “Tabungan ini berkoneksi dengan aplikasi Sidarling, selain mendapat nilai formal masalah lingkungan di sekolah, anak juga mendapatkan manfaat ekonomis di tabungan bank sampah sehingga keluarga bisa mendapatkan pelayananpelayanan dan penghargaan tertentu, seperti pelayanan pembuatan KTP secara prioritas dan tiket nonton gratis, serta kemudahan lainnya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Catur Yudha Hariani mengatakan dalam kegiatan ini, DLHK juga melibatkan komunitas lingkungan yang bergerak dalam bidang persampahan di pulau Bali dan khususnya di Kota Denpasar. Kegiatan ini untuk memperlihatkan kontribusi komunitas dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan dan pengurangan sampah di Kota Denpasar. “Pameran kebersihan Kota Denpasar tahun 2019 kali ini lain dari biasanya, karena tahun ini DLHK Denpasar menggandeng LSM dan komunitas peduli lingkungan seluruh Kota Denpasar, bahkan ada yang dari luar Denpasar. Bidang kerja para LSM dan komunitas menangani isu sampah tetapi lokasi kerjanya di daratan, laut, dan sungai,” ujar Catur Yudha. Kolaborasi para komunitas dan LSM sendiri sebenarnya bukan kali pertama, karena tahun 2018 sudah terbentuk kolaborasi Gara-gara Sampah, maka di tahun ini dilanjutkan menjadi Garagara Sampah Jilid II. Bagi masyara-

SAMPAH - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda AAN Rai Iswara foto bersama para pemenang bank sampah Kota Denpasar. kat Bali sangatlah penting menjaga hubungan yang harmonis dengan alam melalui falsafah hidup Tri Hita Karana. Kegiatan ini juga guna mempromosikan aplikasi Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Sidarling). Aplikasi ini merupakan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi terkait pengelolaan sampah di Kota Denpasar. Keterlibatan sekitar 30 komunitas dalam pameran akan dibagi berdasarkan tema 5R (rethink, refuse, reduce, reuse, recycle). Diketahui, Selain pameran ada enam lomba untuk sekolah dan masyarakat umum yaitu lomba menggambar, mebanyolan, upcycle busana, yel-yel lingkungan, fashion show dan fotografi. Selain lomba, ada juga berbagai workshop yang bisa diikuti oleh masyarakat umum. Sedangkan acara

utama akan ada pemutaran film ‘‘Pulau Plastik’’, talkshow bersama Wali Kota Denpasar, Robi Navicula (vokalis Navicula), Sri Novi (Warung Kecil), I Gede Hendrawan (akademisi FKD Unud), dan I Gusti Lanang (pemuka agama) dan ditutup oleh penampilan musik akustik oleh Robi Navicula. Sementara salah satu peserta, I Wayan Gunayasa, mengatakan acara ini sangat bagus dan bisa mengedukasi masyarakat tentang penanganan sampah agar tanah tidak tercemar dari sampah plastik. Pihaknya berharap agar masyarakat semakin peduli dengan lingkungan. Dalam kesempatan ini juga diisi penyerahan penghargaan bagi bank sampah berprestasi, salah satu yang menerima hadiah adalah Bank Sampah Tegeh Sari Lestari kelurahan Tonja Denpasar. (ad984)


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 700 Juta di Desa Adat Mambal BUPATI Badung menghadiri Karya Atma Wedana, Matatah dan Metigang Sasih, serta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 700 juta di Desa Adat Mambal, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kamis (29/8). Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali terpilih, I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung dapil Abiansemal Made Ponda Wirawan, Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Surya Jaya beserta unsur tripika, Perbekel Desa

Mambal Nyoman Sugiarta, Bendesa Adat Mambal Ida Bagus Anom Darmawan, serta tokoh masyarakat Desa Adat Mambal. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta mengatakan, tujuan penyerahan hibah di Desa Adat Mambal adalah untuk meringankan beban umat Hindu khususnya di Desa Adat Mambal. Hal ini sekaligus sebagai bentuk komitmen dari Pemerintah Kabupaten Badung untuk membantu masyarakat serta melestarikan

adat dan budaya Bali. ‘’Hibah ini merupakan komitmen dari pemerintah. Saya berikan bantuan sebesar Rp 700 juta. Saya kira itu cukup sekali, sehingga masyarakat kami tidak perlu lagi dibebankan untuk mengeluarkan urunan. Di sini letak kita memberikan bantuan kepada masyarakat Hindu terkait dengan kegiatan adat yang ada di Kabupaten Badung,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Made Cana me-

nyambut hangat kedatangan Bupati Badung. ‘’Saya sebagai ketua panitia karya atma wedana, matatah, dan metigang sasih, di Desa Adat Mambal ini menyampaikan terima kasih atas kedatangan bapak Bupati Badung dan telah memberikan kami bantuan untuk upacara ini. Kami berharap kedatangan Bapak Bupati di upacara atma wedana, matatah, dan metigang sasih ini bisa memberi kami motivasi agar bisa melaksanakan lebih baik lagi,’’ ungkapnya. (ad982)

HADIRI KARYA - Bupati Badung menghadiri Karya Atma Wedana, Matatah, dan Metigang Sasih, serta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 700 juta di Desa Adat Mambal, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kamis (29/8).

Pembangunan BBI Diklaim Mampu Tingkatkan Produksi Ikan Mangupura (Bali Post) –

Dinas Perikanan Badung mengklaim produksi perikanan budi daya akan meningkat setelah pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, rampung. Pembangunan BBI di Desa Baha ditargetkan tuntas tahun ini. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Made Badra mengungkapkan, produksi perikanan budi daya di Kabupaten Badung menunjukkan tren peningkatan. Pada triwulan II tahun 2019, tercatat produksi perikanan budi daya mencapai 127,87 ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2019 yang mencapai 123,91 ton.

BBI - Pemantauan proyek BBI oleh sejumlah pejabat terkait belum lama ini.

Bali Post/ist

‘’Produksi perikanan budi daya diprediksi meningkat drastis dengan selesainya pembangunan BBI di Desa Baha, karena kapasitas produksi naik,’’ ujar Badra, Jumat (30/8) kemarin. Menurutnya, produksi ikan di Kecamatan Kuta Utara mengalami peningkatan drastis. Lonjakan ini mendongkrak secara total keseluruhan produksi pada triwulan II tahun 2019. ‘’Di Kecamatan Kuta Utara total produksi perikanan budi daya dari 19,78 ton di triwulan I menjadi 30,09 ton pada triwulan II,’’ ujarnya. Birokrat asal Kuta ini mengakui produksi di tiga kecamatan ada penurunan. Dari data Dinas Perikanan, produksi perikanan budi daya yang mengalami penurunan terjadi di Ke-

Gelombang Tinggi Wisatawan Dilarang Dekati ”Waterblow”

Realisasi Pajak 54,78 Persen

Mangupura (Bali Post) – Realisasi pajak tahun 2019 baru mencapai Rp 2,5 triliun lebih dari target Rp 4,6 triliun lebih. Meski baru 50 persen lebih dari target, Pemkab Badung optimistis realisasi pajak tahun ini bisa mencapai target. Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung I Made Sutama mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah khususnya dari pajak. Salah satunya dengan memasang 1.640 sistem perekam transaksi yang terdiri dari tapping box, web service, dan cash register di wajib pajak. ‘’Untuk target pajak sampai saat ini sudah 54,78 persen dari target pendapatan pajak daerah,’’ ujar Made Sutama, Jumat (30/8) kemarin. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini menjelaskan, pemasangan alat monitoring sudah dilakukannya sejak tahun 2013 hingga 2018, yakni tapping box sebanyak 400 unit, web service sebanyak 530 unit, dan cash register sebanyak 710 unit. Setelah pemasangan alat-alat tersebut, ada peningkatan pendapatan dari pajak sebanyak 21 persen, tepatnya dari Rp 492.183.897.838,92 menjadi Rp 594.431.263.318,18. ‘’Ini nantinya bisa terus mendongkrak pendapatan daerah. Kami tetap optimistis realisasi pajak bisa mencapai target,’’ kata Sutama. Ia pun mengakui telah memiliki sistem pengaduan pajak. Sistem ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaporkan berbagai permasalahan terkait perpajakan. Masyarakat juga bisa langsung mengadukan persoalannya

secara manual ke Pemkab Badung. Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata mengungkapkan, potensi pendapatan asli daerah harus terus digali. Instansi terkait dimintanya berinovasi agar pendapatan daerah tak sampai menguap, salah satunya dengan melibatkan aparat pemerintahan dari tingkat terbawah. ‘’Jika aparat terbawah dilibatkan, kami yakin takkan ada istilah defisit,’’ tegas politisi PDI-P asal Abiansemal tersebut. Menurutnya, peran aktif aparat terbawah sangat vital. Ibarat pepatah, jarum jatuh pun, seorang kepala dusun atau kepala lingkungan pasti tahu, apalagi lembaga bisnis atau perusahaan yang ada di wilayahnya. Selain itu, untuk mengurus izin usaha, seorang pengusaha harus memperoleh tanda tangan atau persetujuan dari kepala lingkungan atau kadus di wilayah tempat usahanya. Dari persetujuan atau tanda tangan inilah, pengusaha melanjutkan pengurusan izin berikut seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau izin usaha lainnya. Jika sampai tak tahu, tegas Alit Yandinata, dipastikan telah terjadi pembiaran atau aparat terbawah tak mau melaporkan potensi usaha yang ada di wilayahnya. Karena banyak pembiaran inilah peluang pendapatan daerah menjadi lost atau hilang dan target pendapatan tak tercapai. ‘’Tugas pelaporan ini harus dimasukkan dalam tugas pokok dan fungsi seorang kepala lingkungan atau kepala dusun, termasuk kepada desa dan lurah. Jika tidak masuk dalam tupoksi, mereka akan tetap apatis dan tak mau melaporkan potensi-potensi tersebut,’’ ungkapnya. (kmb27)

camatan Petang, dari semula 29,97 ton pada triwulan I menjadi 28,6 pada triwulan II. Kemudian di Kecamatan Mengwi dari 27,28 ton pada triwulan I menjadi 25,89 ton pada triwulan II, dan Kecamatan Abiansemal dari 46,89 ton pada triwulan I menjadi 43,29 ton pada triwulan II. ‘’Penurunan ini disebabkan produksi di Unit Pembinaan Rakyat (UPR) turun. Ini akibat dari menurunnya debit air juga,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung ini. Badra menambahkan, dari data yang ada, produksi perikanan tangkap juga mengalami peningkatan. Pada triwulan II tahun 2019 total produksi perikanan tangkap mencapai 2.101,59 ton. Sedangkan pada triwulan I tahun 2019 mencapai 617,5 ton. (kmb27)

Bali Post/edi

WATERBLOW - Gelombang laut di kawasan Waterblow cukup tinggi. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ITDC melarang wisatawan mendekati kawasan wisata dengan daya tarik hempasan ombak yang menerjang batu karang tersebut.

Mangupura (Bali Post) Kondisi gelombang laut di kawasan Objek Wisata Waterblow Nusa Dua sejak beberapa hari lalu cukup tinggi. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ITDC selaku pengelola melarang wisatawan mendekat ke arah hempasan ombak yang menerjang batu karang tersebut. Larangan ini ditandai dengan pemasangan barier dan papan larangan. Selain itu, beberapa petugas juga berjagajaga di lokasi untuk mengingatkan dan memberikan pemahaman kepada pengunjung. Meski dilarang mendekat, pengunjung masih bisa melihat hempasan ombak yang cukup tinggi dari panggung terbuat dari beton yang terletak agak jauh dari lokasi. Sebab panggung terdekat sangat berbahaya bagi pengunjung ketika terjangan gelombang cukup tinggi. Menurut salah seorang petugas setempat, meski wisatawan dilarang mendekat, secara umum kawasan ini tidak ditutup. Tingginya hempasan ombak juga membuat

petugas kesulitan menempatkan pelampung di panggung terdekat yang biasa dijadikan wisatawan untuk mengambil moment saat hempasan gelombang naik usai membentur karang. Larangan mendekat ke kawasan Waterblow ini dibenarkan Kepala Divisi Operasi ITDC I Made Pariwijaya saat dikonfirmasi Jumat (30/8) kemarin. Menurutnya, gelombang tinggi tersebut sudah terjadi sejak Kamis (29/8) lalu. Meski ada larangan untuk mendekat, sambung Pariwijaya, wisatawan masih bisa menyaksikan hempasan Waterblow dari titik pemantauan atau panggung yang lokasinya agak jauh dan aman. Penutupan ini, sebut dia, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat hempasan gelombang. ‘’Hal ini juga mengacu pada imbauan BMKG yang mengatakan kalau gelombang cukup tinggi mencapai dua meter ke atas. Ini akan terus kami pantau dan kalau sudah normal baru akan dibuka kembali,’’ tegasnya. (kmb23)

Suksma Bali Angkat Tema Memuliakan Air Mangupura (Bali Post) Gerakan Suksma Bali tahun ini akan kembali dilaksanakan dengan mengambil tema, ‘’Memuliakan Air’’, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali. Kegiatan Suksma Bali akan dikolaborasikan dengan program-program pemerintah yang tujuannya bersamasama berterima kasih kepada Bali dalam bentuk Suksma Parahyangan, Suksma Pawongan dan Suksma Palemahan. Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Ramia Adnyana di sela press conference, Jumat (30/8) kemarin mengatakan, IHGMA sangat mendukung kegiatan Suksma Bali. Untuk tahun ini pihaknya akan melibatkan lebih banyak anggota IHGMA. Sesuai tema tahun ini, Bali

sebagai destinasi wisata kualitasnya harus terjaga. Dengan begitu, Bali bisa menunjukkan kelas dan kualitasnya sebagai destinasi wisata dunia. ‘’Bali yang sekarang menduduki ranking 4 dunia diharapkan bisa kembali menjadi rangking 1,’’ ujarnya. Tiga kegiatan utama dilangsungkan tahun ini. Pertama, berpartisipasi dalam World Cleanup Day pada 21 September mendatang sebagai wujud berterima kasih kepada alam atau suksma palemahan. ‘’Bekerja sama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM, masyarakat lokal, kita akan bersama-sama melakukan bersih-bersih di sembilan kabupaten/kota di Bali,’’ katanya. Kedua, akan diadakan simposium yang mengambil tema menjaga dan menyelamatkan

keberlangsungan air Bali. Masalah air, menjadi perhatian baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Sedangkan kegiatan ketiga, di penghujung tahun akan diadakan social dan charity dinner. Saat itu akan ada award kepada tokohtokoh yang memberikan kontribusi besar kepada Pulau Bali. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, dengan memperoleh banyak keuntungan dari pariwisata, tentu wajib bagi seluruh komponen masyarakat Bali untuk berterima kasih kepada Bali. Filosofi Suksma Bali, kata dia adalah mengucapkan rasa syukur atas kenikmatan yang selama ini diperoleh. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah yang ingin mensucikan alam, sumber daya air maupun budaya yang

Bali Post/edi

SUKSMA BALI - Press conference terkait pelaksanaan kegiatan Suksma Bali yang digelar,Jumat (30/8) kemarin. sesuai visi Gubernur Bali. ‘’Sejalan dengan program itulah kami sangat mengapresiasi komponen pariwisata sudah mengemas Suksma Bali dengan tema memuliakan air ini,’’ katanya. Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra sebagai perwakilan Pemkab Badung memberikan apresiasi atas keegiatan ini. Menurutnya, untuk menjaga lingkungan, Kabupaten Badung sudah mempunyai program, seperti setiap minggu pertama setiap bulannya melaksanakan Ger-

akan Serentak (Gertak) Badung Bersih. Untuk masalah air, Badra menyebutkan hal ini akan menjadi persoalan rumit ke depannya. Mengingat kebutuhan air untuk industri pariwisata cukup tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan penghijauan untuk menjaga cadangan air tanah. ‘’Untuk itu imbauan untuk melestarikan Sumber daya air ini harus terus digaungkan,’’ ujarnya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani.

Pihaknya juga sangat mendukung gerakan Suksma Bali karena tujuannya menyampaikan terima kasih kepada alam. Kegiatan semacam ini perlu terus dilakukan demi pariwisata ke depan. Dijelaskannya, sejak 17 Agustus 2019 Pemkot Denpasar melakukan gerakan 1.000 tumbler. Dalam hal ini, Seluruh stakeholder diajak membawa tumbler sendiri untuk membawa minuman. Suksma Bali diharapkan menjadi event tahunan Bali untuk menyampaikan terima

kasih dan penghargaan kepada Pulau Bali. Kata Suksma, Bali ini memiliki taksu yang amat kuat sehingga patut didukung oleh semua stakeholder. Berterima kasih atau ber-suksma parahyangan, suksma palemahan dan suksma palemahan merupakan bentuk implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan karma dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia. (kmb23)


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Bebaskan Laut dari Sampah Plastik

Peserta Pimnas 32 Dilibatkan dalam Aksi Peduli Lingkungan SERANGKAIAN dengan kegiatan Pimnas 32 yang digelar di Universitas Udayana (Unud), Jumat (30/8) kemarin seluruh peserta Pimnas diajak untuk ikut peduli lingkungan melalui kegiatan social gathering. Bertempat di Pantai Kelan, Tuban, Kuta, kegiatan ini mengambil tema Laut Bebas Sampah Plastik ‘’Beach Clean-up and Save Ocean’’. Kegiatan yang diikuti seluruh peserta Pimnas yakni mahasiswa Indonesia melakukan deklarasi dan kampanye ‘’Laut Bebas Sampah Plastik’’. Selain aksi bersih sampah plastik, juga diisi dengan pelepasan 200 ekor tukik ke laut oleh para tim juri dan para undangan. Ditemui di sela kegiatan, Kepala Biro Kemahasiswaan Unud I Dewa Gede Oka, S.E. menyampaikan kegiatan ini merupakan acara keakraban dan aksi peduli lingkungan yang diselenggarakan panitia Pimnas 32. Seperti ketahui, sejak 27 Agustus sampai 30 Agustus, para kontingen Pimnas 32 telah melaksanakan tugasnya dengan penuh kompetisi. ‘’Di pagi hari (Jumat - red) panitia mengajak semua untuk kembali merajut kebersamaan dan kekeluargaan, melalui agenda keakraban dan aksi peduli lingkungan,’’ pungkasnya. Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, para kontingen yang awalnya berkompetisi akan dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan

dan kebersamaan. Sebagai mahasiswa Indonesia yang hadir pada kegiatan yang merupakan agenda Pimnas, selain untuk mendukung program pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yaitu untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. ‘’Sehingga dengan demikian apa yang diharapkan pemerintah daerah, khususnya kita sebagai bagian dari masyarakat Bali dan juga masyarakat Indonesia pada umumnya dapat melakukan tindakan nyata tersebut,’’ ucapnya. Salah seorang perwakilan peserta Pimnas dari mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Sakina Malia Pratiwi, sangat menyambut baik kegiatan seperti ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini mengesankan dan menarik.

Karena, katanya, dari sini bisa belajar terkait lingkungan dan juga bagaimana membersihkannya dari sampah plastik. Termasuk juga melindungi satwa melalui kegiatan pelepasan tukik ke laut. ‘’Ini bisa menjadi salah satu gerakan dari mahasiswa yang bisa dicontoh di daerah lain di luar Bali,’’ ujarnya. Untuk tahun ini, peserta Pimnas 32 yang digelar di Unud merupakan jumlah peserta terbesar dari tahun-tahun sebelumnya. Yaitu sebanyak 1.614 mahasiswa dan 460 dosen pendamping dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia. Mereka terbagi dalam 460 tim terpilih dari Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai tahun 2019 sebanyak 3.621 proposal. (ad988)

FKIP Unmas Denpasar

Perkuat Lulusan dengan Bahasa Asing Standar Cambridge SETELAH meraih ISO 90012005, kini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar maju selangkah dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing internasional. FKIP Unmas memperkuat lulusannya dengan bahasa asing berstandar Cambridge. Hal itu diungkapkan Dekan FKIP Unmas Dr. Drs. I Nyoman Suparsa, M.S. saat melepas 161 sarjana masing-masing Prodi Pendidikan Sejarah 11 orang, Pendidikan Biologi (27), Pendidikan Matematika (29), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (31) dan Pendidikan Bahasa Inggris (63). Lulusan terbaik diraih Eufronius Herianto Jolo (Sejarah dengan IPK 3,84), Biologi oleh Gradiana H. Mbasur (IPK 3,92), Matematika oleh I Komang John Angga Putera (IPK 3,81), Bahasa dan Sastra Indonesia oleh Laurensius E. Janggo (IPK 3,85) dan Bahasa Inggris atas nama Ni Putu Wina Feronika (IPK 3.71). Dekan Nyoman Suparsa didampingi Wakil Dekan I Dr. Drs. Cornelius Sri Murdo Yuwono, M.Si., WD II I Komang Budiarta, S.Pd., M.Pd., M.Hum. dan WD III Drs. I Nyoman Diarta, M.Pd. serta Ketua Panitia Yudisium Drs. I Ketut Laba Sumarjiana, M.Pd. menambahkan, 22,83 persen lulusannya meraih cumlaude, sisanya sangat memuaskan. Hingga kini FKIP Unmas melepas 9.225 sarjana. Dikatakan penguatan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dilakukan melalui kerja sama Unmas Denpasar dengan Cambridge yang diinisiasi Pemkot Denpasar. Unmas termasuk salah satu ditunjuk Pemkot menjalankan kerja sama tersebut lewat penguatan bahasa Inggris. Untuk tahun pertama akan menyasar mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, di mana tiap mahasiswa setiap semester diberikan 2 SKS Bahasa Inggris. Kemudian dikembangkan untuk

LEPAS SARJANA - Dekan FKIP Unmas Nyoman Suparsa didampingi wakil dekan saat melepas sarjana baru. semua mahasiswa semua program studi. Dengan standar Bahasa Inggris Cambridge, kata Suparsa, lulusannya akan diterima di negara mana saja, termasuk dalam melanjutkan studi di luar negeri. Inilah yang dia katakan sebagai bentuk penguatan kualitas akademik di FKIP Unmas. Apalagi FKIP Unmas kini memiliki tiga mahasiswa asing di Prodi Bahasa Inggris. Kebanggaan lainnya, kini dua Prodi FKIP Unmas meraih akreditasi A yakni Biologi dan Sastra Indonesia. Dalam waktu dekat, dia yakin Prodi Bahasa Inggris akan meraih A sebagai bukti bahwa budaya mutu sudah berjalan dengan baik, dan terus ditingkatkan. Bahkan sejak 2019 ini, kelima prodi di FKIP Unmas Denpasar sudah mendapat sertifikat SNI ISO 9001-2015 dari Garuda Sertifikasi Indonesia dalam menjalankan Tri Dharma PT. Dalam rangka meningkatkan kualifikasi dosen, FKIP Unmas Denpasar memprogramkan dosen studi lanjut S-3. Pada 2019 ini, lima dosennya sudah diterima S-3. Hingga sekarang FKIP Unmas didukung

70 dosen, seorang guru besar, 11 doktor dan 7 sedang studi S-3. FKIP Unmas juga dikenal padat memiliki program Tri Dharma PT. Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional 2019, FKIP Unmas menyelenggarakan kuliah umum dan seminar nasional BEM dan jalan sehat. Pada 27 Maret, pengabdian di Pura Samuan Tiga, Gianyar. Mahasiswa FKIP Unmas Dewi Arum Parwati dan I Komang Putra Adnyana mengikuti The First International Art and Culture Festival di Thailand. FKIP Unmas juga menerima mahasiswa dari BSRU Thailand untuk belajar bahasa Indonesia dan budaya Bali. Di samping itu, mahasiswa FKIP Unmas Denpasar berhasil meraih juara II lomba PCTA se-Provinsi Bali dan berhak ikut lomba di tingkat nasional. Kegiatan kemahasiswaan di prodi juga padat. Di antaranya menggelar English King and Queen Contest, English Drama Fiesta, Pentas Sastra, Bali Biology Olympiad dan Unmas Mathematics Competition. (ad986)

Unhi Gelar Seminar Internasional

Religions and Beliefs in The Modern World: Harmony and Conflict in Asia and Europe SEBAGAI lembaga pendidikan tinggi berbasis agama dan kebudayaan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar bekerja sama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Bali menggelar 3rd International Conference on Interreligious and Intercultural Studies (ICIIS) dengan tema ‘’Religions and Beliefs in The Modern World: Harmony and Conflict in Asia and Europe’’ di Aula Indraprasta Gedung Rektorat Unhi Denpasar, Jumat (30/8) kemarin. Seminar internasional yang diikuti sebanyak 80 orang peserta ini menghadirkan sejumlah keynote speaker. Di antaranya Prof. Nestor T. Castro, Ph.D. (University of Philippine Diliman Philippines), Dr. Agus Mulyana (Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung), Dr. Janine Joyce (Charles Darwin University Australia), dan Shopia Marek (Goethe-University Frankfurt Germany). Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan konflik yang terjadi di Asia dan Eropa bukanlah konflik antaragama, namun konflik antaragama dan politik. Sebab, banyak negara yang menjadikan agama sebagai instrumen kepentingan politik. Oleh karena itu, Unhi sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis agama dan kebudayaan Bali mampu menjadi role model dalam mengharmoniskan konflik yang menginstrumenkan agama sebagai kepentingan politik. ‘’Dalam diskusi ini saya mengharapkan bagaimana harmonisasi antara agama dan politik bisa terjadi, sehingga tidak ada lagi konflik yang menjadikan agama sebagai instrumen kepentingan politik semata,’’ ujar Prof. Damriyasa. Sementra itu, Indonesia yang terdiri dari beragam agama, di-

SEMINAR - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. berfoto bersama para narasumber dan peserta seminar internasional, Jumat (30/8) kemarin. harapkan mampu menguatkan agama dan kebangsaan untuk membentengi NKRI. Jangan sampai negara yang kaya akan keberagaman ini, menjadikan agama sebagai alat pemecah belah persatuan dan kesatuan demi kepentingan politik semata. ‘’Inilah yang ingin saya tekankan sebagai Rektor Unhi Denpasar yang berbasis agama dan kebudayaan. Bagaimana politik bisa memperkuat agama dan kebudayaan. Jadi jangan dibalik, bagaimana memanfaatkan agama untuk tujuan politik,’’ tegasnya. Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. mengatakan seminar internasional ini akan rutin diselenggarakan. Sebab, Unhi Denpasar memiliki jurnal internasional mengenai Interreligious and Intercultural Studies. Seminar interna-

sional ini bertujuan untuk memahami agama Hindu yang berkembang di Bali terhadap perkembangan yang terjadi di sekitar, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional. Sehingga kita mempunyai persepsi baru dan wawasan mengenai keberadaan agama Hindu di dunia. Apalagi, perkembangan agama Hindu di dunia sangat erat hubungannya dengan dinamika masyarakat lokal yang sangat eseleratif dan memperkuat identitas budaya mereka masing-masing. ‘’Seperti apa yang terjadi di Filipina, di Jerman, dan di negara lain, jadi kita bisa belajar dari mereka bagaimana kebudayaan lokal itu bisa memperkuat dan agama juga bisa memperkaya identitas sebuah bangsa,’’ tegas dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya Unud ini. (ad983)

Itekes Bali Lantik 233 Ners, Diperkuat Bahasa Asing INSTITUT Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali kembali melahirkan human capital berupa SDM kesehatan berkualitas bagi Bali. Jumat (30/8) kemarin, Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. melepas dan melantik 233 lulusan ners. Yang membanggakan, 91,42 persen lulusan ners ini lulus dengan pujian, sisanya lulus dengan sangat memuaskan. Ini artinya mahasiswa Program Ners mampu menyerap ilmu dan keterampilan dengan sangat baik dan menjadi output dan outcome berkualitas yang menguasai bahasa asing. Pelantikan lulusan ners juga dihadiri Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka. Saat itu, Darma Suyasa juga menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik masing-masing diraih I Gusti Ayu Utari Harmoni, Tahani Susrya Katerane dan Winda Pratiwi. Semuanya dengan IPK 4.0. Dia menegaskan, lulusan ners yang dilantik sudah terbukti memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional. Sukses ini diraih berkat kerja keras, disiplin, semangat pantang menyerah, serta dukungan para orangtua. Terakhir mereka mengikuti PKL di Desa Kesiman Petilan yang mendapat respons sangat positif dari kades dan camat serta Puskesmas Dentim II. Mereka berperan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti penting kesehatan dan hidup sehat. Kini waktu satu tahun perjuangan mereka dalam mengikuti praktik klinik telah membuahkan hasil yang gemilang. Perjuangan mereka untuk menjadi perawat profesional belum usai karena para lulusan ini harus mengikuti Uji Kompetensi Nasional (UKN)

NERS - Rektor Itekes Bali Putu Darma Suyasa saat melantik lulusan Program Ners. seperti yang telah diamanatkan UU No. 38 Tahun 2014. Sebagai informasi, tahun lalu pada Ukom periode III tahun 2018, angka kelulusan first taker Itekes Bali adalah 88,23%. Dia berharap tahun ini bisa mencapai 100%. Untuk itu, berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya mengadakan TO dari pusat yang diselenggarakan AIPNI sebanyak tiga kali dan mendatangkan pakar pusat untuk Ukom dua kali dan akan menyusul sekali lagi dalam waktu dekat. Upaya lainnya yaitu bedah kasus dengan pendekatan Ukom setiap akhir rotasi dan ada TO internal. Di acara itu, Rektor Darma Suyasa juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan RS swasta di Bali, RS BIMC, RS Ganesha Gianyar dan RS Ari Canti yang saat pelantikan ners kemarin meneken MoU kerja sama dengan Itekes Bali. Sebagian mahasiswanya bahkan telah melakukan praktik peminatan di ketiga RS tersebut. Dari laporan, baik pembimbing maupun mahasiswa, mereka

mendapatkan pengalaman yang sangat baik di ketiga RS tersebut. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka juga menegaskan lulusan ners kali ini adalah yang perdana sejak Stikes Bali meningkat status menjadi Itekes Bali. Makanya dia minta lulusannya tampil percaya diri. Tak ada alasan lulusan tak mampu lulus 100 persen di Ukom. Sebab, secara akademik mereka sudah digembleng dengan berbagai keilmuan dan keterampilan dengan lab modern. Ini juga yang menyebabkan pada perekrutan RS baru, lulusan Itekes Bali selalu diterima karena meraih nilai tinggi karena SDM perawatnya memiliki keunggulan dalam bahasa Inggris. Dengan penguatan bahasa asing, Ida Bagus Arka juga mengajak lulusan ners bekerja di luar negeri. Buktinya banyak negara asing percaya dengan kualitas lulusan Itekes Bali, sementara kita belum maksimal memanfaatkan kesempatan tersebut. (ad987)

Identifikasi Topeng, UPTD Museum Bali Gelar Diskusi Terpumpun UNIT Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Bali menggelar diskusi terpumpun identifikasi koleksi topeng UPTD Museum Bali di Museum Bali, Jumat (30/8) kemarin. Diskusi yang mengusung tema ‘’Penguatan Identifikasi Ikonografi Topeng Koleksi Museum Bali’’ ini dihadiri beberapa kepala Dinas Kebudayaan kota dan kabupaten se-Provinsi Bali, seniman, pengamat, akademisi, dan lainnya. Kegiatan yang dilangsungkan di halaman bangunan Karangasem Museum Bali tersebut dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Provensi Bali Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. Kepala UPTD Museum Bali I Wayan Andra Septawan. S.SKar., M Si. menyampaikan koleksi topeng yang dimiliki Museum Bali mencapai sekitar 411 buah. Di mana secara keseluruhan koleksi tersebut belum teridentifikasi. Jadi, diskusi ini dimaksudkan untuk mencari, menemukan, dan membahas, sekaligus mendiskusikan keberadaan topeng koleksi Mu-

seum Bali. Selain itu juga untuk mengidentifikasi, melengkapi data diskripsi topeng, dan tentunya menginformasikan ke masyarakat tentang jenis-jenis koleksi topeng Museum Bali. ‘’Hasil diskusi terpumpun ini nantinya akan digunakan sebagai bahan kajian untuk dijadikan buku yang berkaitan dengan keberadaan topeng koleksi museum,’’ terangnya. Diskusi menghadirkan tiga narasumber yakni Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.ST., M.A. yang membawakan ‘’Perspektif Topeng Koleksi Museum Bali dari Segi Pertunjukan dan Pameran’’. Kemudian I Ketut Kodi, S.SP., M.Si. membahas ‘’Topeng Koleksi Museum Bali sebagai Sumber Inspirasi Pembuatan Tapel’’ dan Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. yang memaparkan ‘’Identifikasi Ikonografi Topeng Koleksi Museum Bali’’. Kasi Koleksi dan Konservasi UPTD Museum Bali I Putu Sedana mengatakan diskusi terpumpun saat ini sudah memberikan referensi bagi Museum

Bali untuk kembali melakukan identifikasi. Dengan diskusi ini, pihaknya mengaku sudah mendapatkan berbagai masukan baik dari narasumber maupun dari peserta terkait keberadaan topeng baik tahun, sejarah, dan tempat pembuatannya. Dengan hasil tersebut, ke depannya pihaknya akan menjadikan hasil diskusi sebagai referensi data base yang mereka miliki untuk memberikan secara jelas kepada pengunjung museum. ‘’Hasil diskusi terpumpun ini akan kami rangkum untuk melengkapi data base kami, sehingga informasi sejarah topeng maupun keberadaannya bisa diketahui dengan jelas oleh masyarakat khususnya yang berkunjung ke Museum Bali,’’ jelasnya. Putu Sedana mengatakan diskusi ini tidak hanya akan dilakukan saat ini saja, namun akan dilakukan setiap tahunnya untuk membahas koleksi lainnya yang ada di Museum Bali, seperti patung, lukisan maupun koleksi lainnya yang perlu di-

lakukan identifikasi dari cerita dan riwayat koleksi museum. Kegiatan diskusi terpumpun ini untuk mendapatkan informasi yang solid, tepat dan memang memiliki referensi yang di dalamnya tersirat pengalaman-pengalaman dari para tokoh, praktisi, seniman topeng dan juga sejarawan. Hal tersebut diterangkan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. Menurutnya, diskusi ini merupakan upaya untuk menguatkan indentifikasi topeng. Ini terkait hal-hal narasi deskritif dari objek tersebut. Jadi ini penting untuk generasi muda dan masyarakat untuk mengetahui cerita tentang topeng itu. Identifikasi bisa juga terkait jenis topeng, bahan pembuatnya, tahun pembuatan, dan fungsi topeng tersebut. ‘’Keinginan kami, itu ingin mengidentifikasi apa sih narasi dan juga cerita-cerita yang berkaitan dengan keberadaan topeng ini. Cerita tentang topeng itu sendiri maupun riwayat benda ini bisa

DISKUSI - Kadis Kebudayaan Provinsi Bali membuka diskusi terpumpun di UPTD Museum Bali, Denpasar, Jumat (30/8) kemarin. kemudian menjadi koleksi Museum Bali,’’ harapnya. Adnyana menambahkan, ini merupakan sebuah langkah yang bagus dari Museum Bali. Jadi diharapkan di tahun berikutnya dibahas tentang lainnya. Seperti tentang patung, wastra Bali maupun lukisan-lukisan dari era Pita

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Maha. Sehingga tidak hanya diidentifikasi dan dituliskan, tetapi juga diterbitkan buku-buku untuk memuat koleksi Museum Bali. Museum Bali sendiri memiliki sekitar empat belas ribuan koleksi yang berupa topeng, wastra, lukisan, patung maupun artefak cagar budaya. (ad834)


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Wisuda Ke-36 STIMI Handayani Denpasar

Menuju Peningkatan Status Menjadi Institut

Stikes Wira Medika Bali Tingkatkan SDM Keperawatan Komplementer STIKES Wira Medika Bali memiliki Program Studi (Prodi) yang unggul di bidangnya. Salah satunya adalah Prodi S-1 Keperawatan yang sudah meluluskan sarjana profesional. Di mana keunggulan prodi ini adalah Keperawatan Komplementer yang tertuang dalam visi-misi prodi keperawatan itu sendiri. Keunggulan ini ditunjang dari berbagai aspek seperti laboratorium yang sangat lengkap, khususnya laboratorium Keperawatan Komplementer. Begitu juga sudah melakukan pelatihan dan penelitian yang berkaitan dengan Keperawatan Komplementer, salah satunya pelatihan yang sudah dilakukan selama tiga hari. Pelatihan ini diikuti seluruh dosen keperawatan dan dilaksanakan di Aula Stikes Wira Medika Bali bekerja sama dengan Himpunan Perawat Holistik Indonesia (HPHI). Pemateri merupakan orang-orang yang ahli dan berpengalaman dalam bidang Keperawatan Komplementer. Pelatihan dilakukan mulai 12 sampai 14 Agustus 2019. Hari

pertama pada 12 Agustus, materi yang diberikan adalah konsep Keperawatan Komplementer, akupoint berbasis android serta terapi bekam dengan narasumber Ns. I Wayan Suardana, M.Kep. dan Ns. I Made Mahardika. Hari kedua pada 13 Agustus 2019 materi dipaparkan I Wayan Sukeria, S.KM. dengan topik ‘’Keperawatan Komplementer Berbasis body Manipulasi Akupresur dan Obat-obatan Herbal’’. Kemudian hari terakhir yakni pada 14 Agustus 2019, materi diberikan Dr. Joni, S.Kp., M.Si. tentang ..Keperawatan Komplementer Berbasis Mmind & Body Terapi Hypnocaring’’. Materi hypnocaring ini sangat menarik. Jadi bisa memberikan penguatan kepada pasien untuk proses penyembuhan ataupun menanamkan hal-hal positif kepada pasien serta membantu memberikan relaksasi. Drs. I Dewa Agung K Sudarsana, M.M. selaku Ketua Stikes Wira Medika Bali mengatakan keperawatan memiliki visi ‘’Pusat Pendidikan Ners yang Profesional dan Berbudaya dengan Keunggu-

Pemda akan Berat Bayar Iuran Denpasar (Bali Post) Rencana kenaikan iuran premi BPJS Kesehatan jika benar-benar diterapkan khususnya di Bali, akan memberatkan APBD Provinsi Bali dan kabupaten/ kota. Apalagi 99 persen penduduk Bali sudah ter-cover JKN–KBS, program dari Gubernur Bali. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, rencana kenaikan iuran premi baru sebatas wacana, sedangkan pihaknya hanya menunggu arahan dari pemerintah pusat. ‘’Karena menyangkut iuran PBI, berapa besaran naiknya sehingga nanti harus kita hitung lagi untuk anggaran 2020,’’ ujarnya, Jumat (30/8) kemarin. Kenaikan iuran tentu akan memengaruhi anggaran pemda dan cenderung memberatkan. Karena PBI daerah iurannya dibayar oleh pemda, baik provinsi maupun kabupaten/ kota. Dengan naiknya iuran premi ditambah jumlah kepesertaan yang juga naik, tentu anggaran yang dikeluarkan untuk membayar iuran PBI juga pasti naik. Apalagi saat ini masyarakat Bali 99 persen sudah ter-cover JKN-KBS. Pada semester II 2018, jumlah PBI (Penerima Bantuan Iuran) daerah yang ditanggung pemda sebanyak 1.568.299 orang dan PBI APBN sebanyak 931.360 orang. Karena Bali menuju Universal Health Coverage (UHC), maka pemda meng-cover semua penduduknya yang belum mendaftar sebagai peserta JKN dengan mendaftarkannya sebagai PBI daerah. Sementara jumlah PBI APBN yang dibayarkan dengan anggaran pemerintah pusat jumlahnya 931.360, Pekerja Penerima Upah (PPU) sebesar 1.102.923, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebesar 556.763, Bukan Penerima Upah (BP) sebesar 91.741. Menurutnya, jika iuran premi naik idealnya paket tarif INACBG’s juga naik. ‘’Jangan sampai menaikkan tarif ini hanya untuk menutup defisit, tapi benar benar untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu indikator peningkatan pelayanan adalah adanya kepuasan penerima pelayanan dan komitmen dari pemberi pelayanan. Dengan tarif INACBG’s naik juga akan diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan. (kmb42)

Kertiasa Dituntut 13 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram, I Nengah Kertiasa (28) dituntut pidana penjara selama 13 tahun. JPU Ni Wayan Erawati Susina di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada menjerat Kertiasa denga Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dakwaan alternatif kesatu. Mendengar tuntutan itu, terdakwa I Nengah Kertiasa (28) melalui tim penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis. Dalam kasus ini Kertiasa dituntut atas kepemilikan 29 paket sabu-sabu seberat 30,70 gram. Ia ditangkap petugas kepolisian saat akan menempel paket sabu-sabu itu. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan

mengajukan pembelaan secara tertulis. Selain dipidana penjara selama 13 tahun, dikurangi sepenuhnya selama menjalani penahanan, terdakwa juga didenda Rp 1 miliar subsidair empat bulan kurungan. Terdakwa dibekuk Selasa, 14 Mei 2019 sekitar pukul 20.10 Wita. Hasil penggeledahan ditemukan 29 paket plastik klip berisi sabu-sabu, 28 potongan pipet serta barang bukti terkait lainnya. Terdakwa mengaku sabu-sabu itu milik Lilo (DPO). Terdakwa mengambil sabu-sabu di Jalan Gatot Subroto. Keesokan harinya terdakwa kembali dihubungi oleh Lilo diperintah menyisihkan lima paket sabu-sabu untuk ditempel di seputaran Jalan Batanta. Sedangkan 24 paket lagi ditempel di Jalan Teuku Umar. Besoknya saat akan menempel terdakwa keburu ditangkap petugas kepolisian. ‘’Dari 29 paket sabu-sabu itu dilakukan penimbangan dan diperoleh berat keseluruhan 30,70 gram,’’ ungkap jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar itu. (kmb37)

lan Keperawatan Komplementer di Tingkat Regional, Nasional 2020 dan Internasional 2025 Sangat Mendukung Program Sat Kerti Loka Bali, Pemerintah Bali yang Memiliki Kemampuan dalam Keperawatan Komplementer’’. Lulusan Stikes Wira Medika Bali nantinya dipastikan memiliki kompetensi untuk praktik mandiri dalam bidang terapi komplementer yang memiliki peluang serta pangsa pasarnya sangat terbuka lebar. ‘’Inilah mengapa Keperawatan Stikes Wira Medika Bali berbeda dibandingkan dengan lainnya. Karena kami konsisten menghasilkan tenaga keperawatan profesional dengan keunggulan komplementer yang siap di dunia kerja dan siap praktik mandiri,’’ kata Sudarsana. Ia berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan skill dosen dalam Keperawatan Komplementer sesuai dengan visi-misi Program Studi Ilmu Keperawatan, sehingga dosen semakin profesional dalam membimbing mahasiswa. (ad989)

STIMI Handayani Denpasar, Jumat (30/8) kemarin menggelar acara Wisuda ke-36 sekaligus perayaan Dies Natalis ke-40. Di usianya yang ke-40 ini menunjukkan STIMI Handayani Denpasar tetap menjadi kepercayaan masyarakat. Karenanya, untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan dan kepercayaan masyarakat, STIMI Handayani Denpasar berencana dalam waktu dekat akan menjadi institut. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. mengatakan dalam era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi harus semakin inovatif dan kreatif. Ada empat kriteria yang menjadi acuan kualitas perguruan tinggi yaitu input, process, output dan outcome. ‘’Outcome itu adalah terkait invasi bagaimana serapan mahasiswa di dunia kerja,’’ ujarnya. Karenanya, ia mendorong setiap perguruan tinggi swasta di Wilayah VIII meningkatkan mutu perguruan tingginya dan untuk STIMI Handayani Denpasar diharapkan dalam waktu dekat bisa meningkatkan statusnya menjadi institut. ‘’Kami pemerintah memberikan kemudahan dan selalu siap membantu. Sekarang tinggal perguruan tingginya yang bergerak,’’ ujar Dasi Astawa. Ia juga menekankan perguruan tinggi saat ini tidak hanya meluluskan lulusan yang siap kerja, tetapi juga lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak. mengatakan usia STIMI Handayani Denpasar sudah mencapai 40 tahun dan ini menjadi indikator bahwa STIMI Handayani Denpasar tetap dipercaya masyarakat. ‘’Indikator kualitas perguruan tinggi adalah output lulusan dan sekarang ini juga dilihat bagaimana kualitas outcomenya. Sehingga ke depan kita harus mengambil langkah untuk meningkatkan outcome ini sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat,’’ ucapnya.

TERBAIK - Mahasiswa lulusan terbaik pada Wisuda ke-36 STIMI Handayani Denpasar yang digelar Jumat (30/8) kemarin. Untuk STIMI Handayani Denpasar, lanjut Bagus Gede Udiyana, dari segi outcome, hampir 90 persen lulusannya sudah terserap tenaga kerja. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, STIMI Handayani Denpasar saat ini hendak berkembang menjadi institut. Di mana prosesnya sedang berjalan dan diharapkan bisa tercapai tahun depan. ‘’Ini adalah salah satu wujud upaya dalam meningkatkan peran STIMI Handayani Denpasar terhadap perkembangan pendidikan Indonesia khususnya di Bali terkait peningkatkan kualitas lulusan dan jumlah kewirausahaan yang ada,’’ terangnya. Ia juga berharap para lulusan ke depan akan bisa mengembangkan kewirausahaan dan bisa menciptakan lapangan kerja, sehingga bisa mengurangi pengangguran. Mengenai peningkatan status STIMI Handayani Denpasar menjadi institut didukung penuh badan penyelenggara, dalam hal ini Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar.

Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan pihaknya mendorong jajaran di satuan pendidikan untuk bergerak cepat meningkatkan status STIMI Handayani menjadi institut. ‘’Kalau dilihat dari regulasi untuk menjadi institut, kita hanya perlu menambah minimal satu prodi lagi. Saat ini kita sedang siapkan sumber dayanya,’’ ujarnya. Target menjadi institut ini diharapkan secepatnya terwujud. Paling cepat tahun ini atau awal tahun depan. Sementara itu, pada wisuda ke-36, diluluskan sebanyak 181 wisudawan yang terdiri dari Konsentrasi Manajemen Keuangan sebanyak 39 orang, Konsentrasi Manajemen Pemasaran 16 orang, Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia 28 orang, Konsentrasi Manajemen Perkantoran 31 orang, Konsentrasi Manajemen Bisnis Pariwisata 60 orang dan Diploma 3 Sekretaris sebanyak 7 orang. (ad985)

Diversifikasi Pangan Bisa Dimulai dari Kantin Sekolah Denpasar (Bali Post) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak masyarakat Bali untuk kembali ke gaya hidup sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat dari bahan yang tidak terkontaminasi pestisida ataupun zat-zat kimia lain. Instansi terkait yakni Dinas Ketahanan Pangan juga bisa mengajak para praktisi pangan dan pencinta kuliner untuk berlomba-lomba menemukan serta menyediakan makanan sehat. Istri Gubernur Bali yang akrab disapa Bunda Putri menyampaikan hal tersebut dalam acara Kampanye Diversifikasi Pangan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (30/8) kemarin. Gerakan ini digelar untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai sumber pangan masyarakat, menuju kemandirian dan kedaulatan pangan guna mewujudkan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Kegiatan ini jangan berhenti sampai di sini. Mesti sampai pada tujuannya. Tujuan kita menyediakan panganan yang sehat untuk anak warga bangsa ini. Ya… harus sampai,’’ ujarnya. Bunda Putri menambahkan, penyediaan makanan sehat bisa dimulai dari sekolah. Dinas Ketahanan Pangan disarankan agar menjalin MoU dengan Dinas Pendidikan agar kantin-kantin sekolah menyediakan makanan sehat. Hal ini baru bisa berjalan kalau memakai sistem dan kerja sama antarinstansi. Dengan kata lain, tidak bisa kalau sekadar menganjurkan. ‘’Kantin-kantin itu menyediakan

makanan yang sehat untuk anakanak kita, di situ penjagaannya. Kalau di situ sampai lolos, malah bahan-bahan yang berbahaya masuk ke kantin, itu bisa hancur anak-anak kita,’’ jelasnya. Dari kantin pula, lanjut Bunda Putri, anak-anak bisa belajar mencicipi dan mencintai masakan-masakan yang memang sehat untuk mereka. Tentunya ditambah dengan edukasi dari pihak sekolah. Berikutnya, asupan makanan sehat untuk anakanak tetap harus dijaga saat berada di rumah. Baik dengan membeli maupun memasak sendiri. ‘’Terutama sekarang kan ketahanan pangan kita ingin itu makanan tidak hanya dari beras saja. Dari bahan-bahan lain juga banyak sekali yang bermanfaat untuk kesehatan kita. Jadi aneka ragam dia, tidak hanya beras,’’ imbuhnya. Menurut Bunda Putri, diversifikasi pangan agar bisa populer memang harus masuk ke kantong-kantong di mana orang bisa mencicipi itu. Terpenting adalah bukan apa yang dimakan, tetapi rasa lapar bisa tertutupi dengan memakan makanan tersebut. Sebagai contoh, memakan satu kue singkong memiliki gizi yang sama dengan 3-4 sendok nasi. ‘’Ya sudah kan tergantikan, kita sudah kenyang. Latih anak-anak seperti itu. Bukan sudah makan nasi pertanyaannya, tapi masih laparkah? Kalau tidak, berarti sudah terpenuhi makanan di dalam perut,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Jarta mengatakan, Kampa-

PANGAN - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri Kampanye Diversifikasi Pangan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (30/8) kemarin. nye Diversifikasi Pangan merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak tergantung pada satu sumber pangan saja. Sebagai contoh beras, karena ketika kesulitan bahan pokok tersebut bisa terjadi kolaps. Oleh karena itu, perlu dicoba untuk mengkonsumsi bahan pangan lain yang ada di sekitar. ‘’Di sekitar kita ada pekarangan yang sesungguhnya potensi sumber pangan luar biasa bagi keluarga kita, itu harus dioptimalkan. Kalau PKK punya program Hatinya PKK, kami punya KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Di kantor-kantor juga mengoptimalkan lahannya,’’ ujarnya. Terkait saran MoU dengan Dinas Pendidikan, Jarta mengaku akan

menindaklanjuti sesuai dengan batas kewenangannya. Pihaknya berharap pemerintah kabupaten/ kota turut menyambut baik saran itu. Terlebih dulu harus ada payung hukum yang mendasari kesepakatan tersebut. ‘’Kami akan bicarakan intensif hal ini dengan Dinas Pendidikan untuk minimal sasarannya adalah kantin. Edukasi makanan sehat itu kita akan mulai dari kantin sekolah. Kalau di rumah mungkin agak sulit, kalau di sekolah lebih gampang,’’ jelasnya. Kampanye Diversifikasi Pangan juga diisi dengan lomba produk olahan nonberas dan lomba menciptakan menu B2SA (beragam, bergizi seimbang dan aman) melibatkan PKK. (kmb32)

Turunkan Biaya Kliring

BI Harapkan UMKM Bisa Tumbuh Denpasar (Bali Post) Untuk mewujudkan visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) pada 2025, Bank Indonesia (BI) menurunkan biaya transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) atau kliring. Dengan adanya penurunan biaya transaksi ini, diharapkan pelaku usaha, khususnya UMKM, dapat melakukan efisiensi terkait kegiatan usahanya sehingga ekonomi secara umum pun akan tumbuh. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Bali Trisno Nugroho didampingi Deputi Direktur BI KPw Bali Agus mengatakan kebijakan BI yang baru yaitu biaya transaksi kliring maksimal hanya Rp 3.500 per transaksi, yang sebelumnya Rp 5.000 per transaksi. ‘’Turunnya biaya kliring tersebut, bank dapat mengenakan biaya pada nasabahnya gratis atau sampai Rp 3.500, namun tidak boleh lebih dari Rp 3.500 per transaksi,’’ ungkapnya saat Obrolan Santai Bank Indonesia (OSBIM), Jumat (30/8) kemarin. Data juga menunjukkan jenis transaksi menggunakan kliring terus meningkat dari tahun 2015 sampai 2018. Transaksi kliring jenis transfer dana pada 2015 sebesar Rp 1,6 miliar, pada 2018 meningkat menjadi Rp 2,7 miliar. Dari sisi

frekuensi transaksi juga meningkat dari 76 ribu menjadi 118 ribu. Trisno menjelaskan, masyarakat memiliki tiga pilihan sistem pembayaran yaitu pembayaran melalui ATM, RTGS, dan kliring (SKNBI). SKNBI adalah salah satu infrastruktur yang dikembangkan BI untuk memberikan layanan transfer dana antarlembaga penyelenggara transfer dana (perbankan). ‘’Kalau transfernya tidak antarbank itu, cukup diselesaikan di banknya sendiri. Tapi kalau transfernya antarbank, misalnya dari Mandiri ke BCA, itu ada tiga pilihan yaitu ATM, RTGS, dan Kliring,’’ imbuhnya. Perbedaan ketiga pilihan pembayaran itu terletak pada segmented nominal. Pembayaran transfer melalui ATM biasanya dilakukan oleh segmen retail. Pilihan kliring digunakan oleh segmen dengan nominal transaksi middle up, RTGS biasanya digunakan oleh segmen dengan nominal besar (high value). Pengguna SKNBI bisa dilakukan pemerintah dalam hal membayar vendor, pegawai, dll. SKNBI juga bisa digunakan bank membayar pajak ke pemerintah. Perusahaan bisa melakukan pembayaran gaji, vendor, menerima tagihan juga dengan SKNBI. SKNBI juga bisa digunakan masyarakat dalam aktivitas

Bali Post/ist

kebijakan baru - Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho menunjukkan leaflet kebijakan baru SKNBI. sehari-harinya, misalnya melakukan pembayaran uang sekolah dan pembayaran arisan. Dengan perkembangan digitalisasi yang pesat, Bank Indonesia melihat ke depan perlu kecepatan transaksi dan efisien. SKNBI dinilai dapat menjawab tantangan tersebut. Selain biaya transfer yang lebih murah, SKNBI juga lebih cepat, yang sebelumnya 2 jam, menjadi hanya 1 jam. Nominal transaksi kliring juga lebih besar yaitu dari maksimal Rp 500 juta, dengan kebijakan baru menjadi Rp 1 miliar. Kebijakan ini mulai berlaku 1 September 2019. Transaksi UMKM saat ini dikatakan mulai meningkat. ‘’Kalau lewat

ATM, UMKM membayar antarperusahaan dengan transaksi Rp 100 juta. Kalau lewat ATM, dia harus melakukan 10 kali transaksi karena transaksi lewat ATM maksimal Rp 10 juta. Berarti biaya transfer Rp 6.500 kali 10 menjadi Rp 65.000. Kan itu menjadi tidak efisien, harganya juga menjadi semakin meningkat karena biaya yang kecil-kecil seperti ini,’’ bebernya. Untuk itu, transaksi di atas Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar, UMKM tersebut cukup membayar Rp 3.500. Dengan biaya yang semakin murah, otomatis tidak ada biaya-biaya lainnya, sehingga bisa menekan cost atau biaya produksi UMKM. (kmb42)


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Konsisten Menjaga Identitas Pariwisata Bali ERA teknologi membuat berbagai sektor terdampak. Tak terkecuali sektor pariwisata. Sistem transaksi yang bergeser, pola hidup yang bergeser, dan bergesernya seni mengelola kehidupan juga membuat perilaku dan peradaban manusia mencari bentuk baru. Dalam dunia pariwisata, kini sistem pemasaran dan promosi juga menggunakan teknologi. Layanan digital dan memiliki daya jelajah yang sangat luas telah memicu pergerakan dari pola-pola tradisi ke modern. Digitalisasi kini juga menjadi istilah yang amat populer untuk merujuk perilaku kita. Dalam konteks pariwisata, Bali juga harus tetap beradaptasi dengan teknologi. Namun, identitas pariwisata Bali jangan sampai ikut tergerus. Bali harus tetap dalam bingkai pariwisata budaya namun seni pemasarannya yang diselaraskan dengan teknologi. Kita tentu bisa melakukan adaptasi secara frontal dengan meninggalkan budaya dan tradisi yang kental dengan akses tradisional hanya untuk mengejar target-target pariwisata. Bali haruslah tetap memiliki identitas dan keunikan dalam mengelola pariwisata. Kita sadari juga kini internet merupakan perwujudan teknologi komunikasi masa kini yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi dan komunikasi. Internet menjadi kebutuhan dalam pencarian informasi terkait perencanaan, pengambilan keputusan wisata dan segala kebutuhan pembelinya. Hal ini disebabkan karena internet menjadi sumber informasi utama yang memiliki tingkat interaktivitas dan kustomisasi tinggi sehingga dapat memberikan pengalaman sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Internet berkembang pesat berkat penetrasinya yang tinggi, sehingga diminati untuk kegiatan penjualan dan pemasaran. Kekuatan internet dalam menyebarkan pesan secara luas dan interaktivitasnya memudahkan penyampaian pesan secara real time. Kemunculan internet yang masif mendorong perusahaan mengimplementasikan e-business untuk memperoleh efisiensi proses bisnis yang dilakukan perusahaan. Menurut World Tourism Organization (WTO), internet telah mengubah sistem distribusi informasi dan penjualan layanan pariwisata secara revolusioner. Untuk itu, dalam menghadapi era digital ini, sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci. Profesionalisme SDM harus menjadi rujukan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pada era revolusi industri 4.0, mengharuskan kita masyarakat Bali untuk mempersiapkan terbangunnya sumber daya manusia yang andal. Kolaborasi dan si-nergitas antara stakeholders (pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dukungan ICT) sangat dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata Bali berbasis budaya, sepakat bahwa ancaman dunia kerja yang akan digantikan oleh mesin dan tekonologi menjadi tidak berarti jika pemerintah pusat maupun daerah khususnya Bali, mampu membangun SDM yang berkualitas. Artinya, dalam konteks tetap bisa eksis dalam menjaga dan memenangkan persaingan pada era digital ini, Bali haruslah melakukan adaptasi namun jangan sampai meng-abaikan kearifan lokal. Budaya haruslah tetap menjadi ciri pengembangan pariwisata Bali. Terjebak dalam era digital dan ikut-ikutan melakukan modernisasi hanya akan me-ngaburkan posisi Bali sebagai destinasi pariwisata budaya. Kita harus konsisten dengan identitas pariwisata budaya. Menjauh dari identitas pariwisata budaya hanya akan mempercepat kehancuran pariwisata Bali pada era digitalisasi.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Permohonan ”Dana Punia’’ Pura Giri Natha Candi Airlangga Kami panitia pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat momohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilia luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya, kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha. Saat ini untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana Punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha

Tantangan Pariwisata Bali pada Era Revolusi Industri 4.0 ICT menjadi core dari revolusi industri 4.0 telah mengubah cara wisatawan yang akan melakukan perjalanan, mulai dari mencari dan melihat informasi (look), memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay). Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung dengan internet, menyebabkan model promosi digital, kini sangat relevan diaplikasikan demi menumbuhkan citra yang baik. Pulau Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia, dikenal dengan berbagai julukan seperti. 1) Pulau Seribu Pura (The Island of Thousand Temples), karena hampir tiap pekarangan rumah penduduk yang beragama Hindu terdapat sebuah pura. Ketika kita pergi ke suatu tempat di Bali pasti terlihat bangunan pura juga. 2) Pulau Dewata (The Island of Gods), karena kentalnya budaya Hindu, seperti banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk dewata penjaga di berbagai tempat di Bali. 3) Pulau Surga (The Island of Paradise) Bali memang cocok diberikan kepada Pulau Bali karena memiliki keindahan alam yang tidak akan ditemui di tempat lain. Keindahannya seperti layaknya sebuah surga.

Oleh

I Putu Putra Astawa egitu banyak julukan Pulau Bali yang terkenal, masih banyak julukan lainnya yang patut disandang oleh pulau yang berada di timur Pulau Jawa ini, seperti Pulau Damai yang Menarik (The Intresting Peacefull Island ) karena keramahtamahan penduduknya, museum hidup karena tiap sudut Pulau Bali menawarkan keindahan dan ciri khas tersendiri serta layak untuk dinikmati, dan julukan yang lainnya. Perkembangan pariwisata ini memang banyak memengaruhi tata kehidupan orang Bali, berbagai pengaruh luar banyak masuk, dengan dibentengi oleh ajaran agama dan aturan adat yang kuat, diharapkan pengaruh negatif yang ditimbulkan bisa diminimalisasi, banyaknya penduduk pendatang dari luar pulau yang tidak terkontrol dengan baik, tentu akan membawa pengaruh yang kurang baik juga. Namun, melajunya wisata Bali lebih banyak membawa imbas yang lebih baik. Sebagai daerah pariwisata, tentunya karena Bali memiliki banyak objek wisata menarik, begitu juga dengan hasil kreasi budayanya mempunyai nilai seni tinggi, adat istiadat, tradisi unik juga keramahtamahan penduduk setempat sehingga menambah minat wisatawan untuk mengunjungi pulau kecil

ini. Pariwisata Bali berkembang dengan baik tidak hanya karena pemandangan alam yang indah, tetapi juga dengan keragaman budaya, tradisi, seni, keyakinan beragama, dan keramahtamahan penduduknya. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali, konsep kepariwisataan di Provinsi Bali adalah kepariwisataan Bali yang berlandaskan kepada kebudayaan Bali yang dijiwai oleh ajaran agama Hindu dan falsafah Tri Hita Karana sebagai potensi utama dengan menggunakan kepariwisataan sebagai wahana aktualisasinya, sehingga terwujud hubungan timbale balik yang dinamis antara kepariwisataan dan kebudayaan yang membuat keduanya berkembang secara sinergis, harmonis, dan berkelanjutan untuk dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, kelestarian budaya dan lingkungan. Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup masyarakat Bali yang memuat tiga unsur yang membangun keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya yang menjadi sumber kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi kehidupan manusia.

Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali dilaksanakan berdasarkan pada asas manfaat, kekeluargaan, kemandirian, keseimbangan, kelestarian, partisipatif, berkelanjutan, adil, dan merata, demokratis, kesetaraan dan kesatuan yang dijiwai oleh nilai-nilai agama Hindu dengan menerapkan falsafah Tri Hita Karana. Bagaimana menjaga budaya Bali yang merupakan akar dari pariwisata di Provinsi Bali pada era Revolusi Industri 4.0? Hal ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama, mencari solusi yang tepat dalam mempertahankan eksistensi dan kelestarian budaya Bali untuk generasi sekarang maupun generasi masa depan, dengan tetap mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat. Dalam menjaga eksistensi pariwisata Bali berbasis budaya, diperlukan dukungan dan peran berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dukungan ICT. Dalam pengembangan pariwisata, pertama peran dan fungsi pemerintah daerah dalam hal ini pemerintahan provinsi maupun kabupaten yaitu, melaksanakan pendampingan, pemberdayaan dan regulasi untuk mengatur dan mengendalikan dampak atas kehadiran wisatawan domestik maupun

mancanegara, serta fungsi pemerintahan dalam mengembangkan akses wisata, infrastruktur dan mengembangkan sistem manajemen pariwisata terpadu yang memiliki kelengkapan sebagai sebuah sistem dengan dukungan ICT. Pembangunan dan pengembangan pariwisata harus didasarkan pada kearifan lokal yang mencerminkan keunikan warisan budaya dan lingkungan, pelestarian, perlindungan dan peningkatan kualitas sumber daya sebagai dasar pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ketersediaan sumber daya alam dan sosial budaya lokal yang memiliki keunikan tersendiri sebagai tujuan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Terdapat tiga hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, yaitu (1) keberlanjutan ekologi; (2) keberlanjutan sosial budaya, dan (3) keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal, tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga generasi pada masa depan. Kedua adalah peran community atau tourism society yaitu masyarakat selaku objek dan pelaku pariwisata yang terlibat langsung dalam keseharian bertransaksi melaksanakan fungsi pelayanan, membangun komunikasi. Keberhasilan pengembangan pariwisata khususnya ecotourism tergantung pada tingkat penerimaan dan partisipasi masyarakat lokal. Pengembangan pariwisata berbasis partisipasi masyarakat dimulai dengan pelibatan masyarakat setempat dalam pemilihan, perancangan, perencanaan, dan pelaksanaan program atau aktivitas pariwisata yang akan mewarnai hidup masyarakat, sehingga dengan demikian dapatlah dijamin bahwa persepsi setempat, pola sikap, pola pikir, serta nilainilai dan pengetahuannya ikut dipertimbangkan secara penuh. Selanjutnya, setiap stakeholder harus mendapat manfaat dari aktivitas pariwisata yang dilakukan.

WARUNG GLOBAL

Operasi Patuh Agung agar Hormati Kearifan Lokal Operasi Patuh 2019 sudah dimulai 29 Agustus 2019 dan berakhir 11 September nanti. Razia ini bertujuan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, lancar, dan tertib. Selain itu, Operasi Patuh juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Kapolda Bali pun menyoroti pengendara motor yang memakai udeng. Bagaimana tanggapan Kawan Global atas hal ini? Berikut rangkuman opini pendengar setia Radio Global 96,5 FM melalui line telepon interaktif, facebook dan WA. Berikut rangkuman selengkapnya yang disusun Sikha Purnama. Ketut Mursi di Denpasar mengatakan, kegunaan helm perlu disosialisasikan dulu ke masyarakat, apa sih kegunaan helm, karena jarak dekat, dan ketika tak ada polisi, helm tak dipakai. Harus ada sanksi. Ini untuk keselamatan jangan ada toleransi, karena ini tujuannya bagus. Meskipun ke pura, pakai motor, lepas dulu udeng-nya, pakai helm, agar selamat. Buatkan sanksi dulu. Fera di Tabanan menyarankan agar seluruh masyarakat bukan hanya yang pakai udeng, semua pakai helm, meskipun pakai peci, kerudung, pakai helmnya. ”Kalau pakai sanggul, perempuan Bali/ ibu-ibu susah pakai helmnya, bagaimana solusinya,” demikian tambahnya. Sepertinya Bapak Kapolda sangat perhatian dengan warga Bali khususnya warga Hindu. Demikian Yuli di Tabanan, tapi

soal keselamatan, menurutnya, tidak milih-milih apa agama dan sukunya. Helm wajib digunakan tapi kalau ibu-ibu pakai sanggul/ hiasan kepala, pesan saya hatihati di jalan saja. Jero Ratna di Bangli menyampaikan bahwa pendapat Fera itu benar, kalau bapak-bapak kan gampang, pakai udeng, bisa dilepas dan bisa dikenakan kembali. Ayu di Petang juga menyampaikan keluhan yang sama, sebagai seorang perempuan jika ke pura, kundangan memakai sanggul, jangan ditilang, ditoleransilah. Yang pakai sanggul pengecualian. Perspektif lain Budiada di Tabanan, kalau pakai udeng mau sembahyang, kemudian pakai helm, tapi kecelakaan, bagaimana itu? Ada yang pakai helm, tapi kebut-kebutan, bagaimana? Kalau sudah ritual jangan dicampur aduk. Mau disiplin yang wajar

saja, jangan terlalu ketat. Sementara Ari Wijaya di Tabanan mengatakan, semestinya sama perlakuannya. Semua pengendara motor wajib pakai helm. Tidak hanya menyorot yang pakai udeng saja. Gede Biasa di Denpasar mengatakan ini sulit cari jalan tengahnya, sudah lama polemik ini, pengendara motor tak pakai helm. Fatal akibatnya. Tapi di sisi lain, umat Hindu pakai udeng, pakai helm ketika jarak agak jauh. Atau diciptakan helm mirip udeng, atau udeng mirip helm. Membuat udeng berfungsi sebagai helm, dari segi keamanan berlalu lintas, rasanya tak mungkin, demikian Ketut Dawi di Abiansemal, tergantung jarak, jauh dekat, pakai helmnya. Werdha di Tegallalang menyampaikan jangan sampai ada pelarangan yang bersifat permanen. Silakan disoroti saja/ imbauan. Pro-kontra itu pasti, jadi cukup dengan imbauan, kearifan lokal harus dihormati juga. Jangan sampai masalah ketertiban ini musiman, baru ada operasi ini, baru patuh ketika hari biasa, pelanggaran dibiarkan. Yang terpenting tertib lalin rutin. Wayan Darmini di Tabanan juga menyoroti maraknya pelang-

garan lalin saat Operasi Patuh ini yang dilakukan oleh pelajar. Dewa Nyoman Sarjana menyampaikan Kapolda hanya menyoroti yang pakai udeng yang lainlain tak mau tahu urusan. Mangs Volutions berpendapat bahwa ini soal kesadaran diri sendiri. Pakai helm meskipun pakai udeng itu lebih baik, ia juga meminta agar ini berlaku untuk semua agama jangan yang pakai udeng saja agar tak terjadi selisih paham. Lilis di Tabanan kembali menyoroti tujuan digelar Operasi Patuh ini, soal kelengkapan surat kendaraan dan ketertiban berlalu lintas, bukan malah menyoroti pakai udeng. Sementara Sugi Pastika mengatakan bahwa peraturan terlalu banyak, soal mati sudah takdir. Ketut Darmayasa di Singaraja juga menanyakan bagaimana dengan yang pakai perlengkapan upacara lainnya. Jangan yang pakai udeng saja disoroti. Windhu Aditya juga turut berkomentar agar peraturan ini jangan diberlakukan bagi yang pakai pakaian adat Bali saja. “Harus dibahas dari segala aspek,“ kata Surya Abadi. Ia pun mengajak semua stakeholders berdiskusi, supaya nyambung antara religi dan keselamatan. (*)

Ketiga adalah peran akademisi, melalui berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat berkaitan pengembangan pariwisata, analisis, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) dapat memajukan industri pariwisata. Peran akademisi amat penting terutama dalam mengembangkan SDM pariwisata yang secara eksplisit, peran pendidikan tinggi pariwisata saat ini dibutuhkan untuk menjadi mitra pemerintah untuk menindaklanjuti ASEAN Mutual Recognition Agreement (MRA) sebagai kesepakatan bersama tentang diterimanya standar kualifikasi bagi tenaga profesionalisme pariwisata di antara negara ASEAN. Keempat adalah dukungan Information, Communication and Technology (ICT) memiliki peran penting dalam membangun sistem manajemen pariwisata terpadu. ICT menjadi penentu utama daya saing organisasi dan berbagai perkembangan teknologi mendorong perubahan dalam manajemen pariwisata. Penerapan ICT yang sukses membutuhkan manajemen yang inovatif untuk secara konstan meninjau perkembangan dan mengadopsi solusi teknologi yang sesuai untuk memaksimalkan daya saing organisasi. Industri pariwisata merupakan industri yang sarat dengan informasi dan para pelakunya sangat bergantung untuk berkomunikasi dengan konsumennya (turis) melalui berbagai kanal informasi untuk memasarkan produk dan membangun hubungan dengan konsumen. Informasi mempunyai peran yang sangat penting dalam melakukan perencanaan wisata karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan destinasi tujuan wisata dan perencanaan pembelian seperti akomodasi; transportasi; aktivitas; atraksi; makanan; dan lainnya. Penulis, kandidat Doktor Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana dan Staf Dosen STIMIK Denpasar

POJOK Ribuan pelanggan menunggak, PDAM Gianyar gandeng Kejari. - Ribuan rakyat menunggak kenapa? *** Harga gabah di Tabanan berpeluang capai harga tertinggi Rp 5.000 per kg. - Nasib baik petani Tabanan. *** Pembangunan balai benih di Tabanan diklaim mampu tingkatkan produksi ikan. - Tunggu hasil akhir.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Puluhan Warga Yeh Gangga Antar ”Incumbent” Daftar Pilkel

Bali Post/bit

WARGA - Puluhan warga Yeh Gangga mendatangi kantor Desa Sudimara untuk mengantarkan calon perbekel incumbent mendaftar pilkel.

Harga Gabah Berpeluang Tembus Rp 5 Ribu Per Kg

Tabanan (Bali Post) –

Kemarau panjang menyebabkan berkurangnya hasil panen padi di Tabanan. Alhasil, harga jual gabah di tingkat petani di Kabupaten Tabanan untuk kualitas gabah kering panen (GKP) berpeluang tembus Rp 5.000 per kg. Ketua DPD Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Bali A.A. Made Sukawetan, di Tabanan, belum lama ini mengatakan, harga gabah kualitas GKP di tingkat petani saat ini mengalami lonjakan. Setelah sebelumnya berada di level Rp 4.600 per kg, sejak beberapa waktu terakhir, telah kembali bergerak naik dengan kisaran Rp 4.800 hingga Rp 4.900 per kg. ‘’Besar kemungkinan harga tersebut akan terus kembali

naik hingga menembus Rp 5.000 per kg pada September nanti,’’ ucapnya. Lonjakan harga ini sebagai dampak menipisnya panen di tingkat petani pada musim kemarau. Dikatakannya, kisaran Rp 4.900 per kg di tingkat petani untuk kualitas GKP ini sekaligus merupakan rekor tertinggi yang pernah terjadi selama tahun ini dan jauh melampaui patokan Harga Pembelian

Pemerintah (HPP) yang dipatok di tingkat petani Rp 3.700 per kg dan di tingkat penggilingan Rp 3.750 per kg. Sayangnya harga gabah di tingkat petani tersebut tidak diimbangi dengan kualitas panen. Di musim kemarau, sebagian besar kualitas panen dari sejumlah produksi gabah di Tabanan seperti terjadi di Pasut dan Blumbang, tingkat kehampaannya cukup

nama calon pimpinan definitif DPRD Tabanan periode 20192024. Nama-nama tersebut akan diserahkan ke Gubernur Bali untuk mendapatkan surat keputusan (SK) definitifnya. Setelah calon pimpinan definitif tersebut resmi ditetapkan barulah dilanjutkan dengan menetapkan perangkat lainnya, seperti Ketua Fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). ‘’Ya semoga cepat, karena banyak agenda yang akan dilakukan oleh para anggota dewan, seperti pembahasan ranperda,’’ terangnya. Meski belum diumumkan secara resmi, namun PDI-P sebagai partai pemenang dengan raihan 28 kursi dari 40 kursi dewan, telah mempercayakan sejumlah jajarannya untuk mengisi pimpinan AKD. Seperti disampaikan Wakil Sekretaris DPC PDI-P Tabanan I Wayan Lara belum lama ini, posisi Ketua Komisi I akan tetap dijabat I Putu Eka Putra Nurcahyadi yang saat ini juga menjadi Ketua

lima orang penumpang terlempar ke jalan. Mereka yang terpental yakni Asfuria Yunaeny (45), Andiana Oktari (27), Ari Restiana (52), Rospita Agustini (46) dan Sarjono (39). Sementara sopirnya mengalami luka lecet. Penumpang yang tak mengalami luka langsung dijemput bus pengganti setelah sopir menghubungi perusahaan tempatnya bekerja. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengatakan, bus travel yang membawa penumpang sekitar 10 orang tersebut rencananya hendak ke Denpasar. Hanya saja saat di lokasi kejadian, sopir diduga mengantuk dan bus yang dikemudikannya oleng. Penumpang yang lukaluka mendapatkan perawatan di BRSUD Tabanan. Sementara bus yang ringsek bagian depan sudah dievakuasi. ‘’Kerugian ditaksir Rp 5 juta,’’ ucap Iptu Budiarta. (kmb28)

Ular Berkepala Dua Gegerkan Warga Kukuh

Bali Post/bit

Sedangkan I Made Suarta akan menjabat sebagai Ketua Komisi IV setelah ditinggalkan oleh Made Dirga yang saat ini akan menjabat Ketua DPRD Tabanan. (kmb28)

Bus Tabrak Jembatan, Lima Penumpang Terpental

Tabanan (Bali Post) Bus travel berisi sepuluh penumpang yang hendak menuju wilayah Denpasar, mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalur Denpasar - Gilimanuk, Banjar Gerokgak Gede, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Jumat (30/8) kemarin. Diduga kecelakaan terjadi lantaran sopir bus, Nurcahyo Rudi Hartanto (50) mengantuk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun lima penumpang harus dilarikan ke rumah sakit karena terpental ke jalan. Dari informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Sebelum kejadian, bus travel Microbus Isuzu Ladju nopol N 7549 UW melaju dari dari arah barat menuju timur. Namun saat tiba di lokasi kejadian, tepatnya di depan Klinik Cahaya Bunda, sopir mengantuk. Kendaraan oleng ke kanan dan menabrak pembatas jembatan. Tabrakan itu membuat

Bali Post/ist

ULAR - Ular kecil berkepala dua yang membuat geger warga Kukuh.

PIMPINAN DEWAN - Suasana rapat paripurna internal pengumuman dan penetapan calon unsur pimpinan definitif DPRD Tabanan periode 2019-2024. PAC PDI-P Kecamatan Marga. Kemudian, Ketua Komisi II dijabat dirinya sendiri, yang sebelumnya menjadi Ketua Komisi III. Selanjutnya Komisi III dijabat oleh A.A. Nyoman Darma.

gat, bersama-sama ngayah membangun Desa Sudimara,’’ ucapnya. Sebagai calon incumbent, Ariadi melihat masih banyak tugas yang belum bisa diselesaikan hingga akhir masa jabatan sebelumnya, seperti pembangunan pasar desa, PAUD, pengembangan potensi desa dan desa wisata. ‘’Siapapun nanti yang dipilih, paling tidak tujuannya sama, bagaimana membangun desa lebih lagi ke depan,’’ terangnya. Sementara itu, Pj. Perbekel Desa Sudimara Made Sadia mengatakan, hingga hari terakhir pendaftaran calon Perbekel Desa Sudimara, ada tiga calon yang mendaftar yakni I Made Maria dari Banjar Kalang Anyar, drh. Nyoman Ariadi dari Banjar Yeh Gangga dan dirinya sendiri dari Banjar Kalang Anyar. ‘’Selanjutnya akan ada tahapan seleksi administrasi sampai dengan tanggal 29 September, barulah dilanjutkan masa kampanye,’’ terangnya. Pria yang menjabat sebagai Kabid Pembangunan dan Ekonomi Masyarakat DPMD Tabanan ini menambahkan, Pilkel 2019 serentak di Kabupaten Tabanan akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Ada 98 desa yang akan menggelar kegiatan pemilihan tersebut. (kmb28)

besar. ‘’Rata-rata rendamen gabah yang dihasilkan petani hanya mencapai 45-53 persen,’’ ujarnya. Dijelaskannya, selama musim kemarau, pasokan bahan baku gabah untuk proses penggilingan tidak mengalami kendala. Rata-rata per pekan mengantongi pasokan gabah hingga 20 ton, hasil dari panen petani di tingkat lokal Tabanan. Lonjakan harga gabah tersebut juga berdampak pada harga beras di tingkat penggilingan. Saat ini harga beras di tingkat usaha penggilingan berkisar Rp 8.900 sampai Rp 9.000 per kg untuk beras kualitas super C4. (kmb28)

Penetapan Pimpinan Dewan Definitif Tunggu SK Gubernur Tabanan (Bali Post) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan menggelar rapat paripurna internal pengumuman dan penetapan calon unsur pimpinan definitif DPRD Tabanan periode 2019-2024, Jumat (30/8) kemarin di gedung dewan. Penetapan unsur pimpinan definitif itu mulai dari Ketua DPRD, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua II. Kursi Ketua DPRD diduduki I Made Dirga dari PDI-P. Sementara untuk Kursi Wakil Ketua DPRD diisi Ni Made Meliani dari Partai Golkar dan Nengah Sri Labantari dari Gerindra. Sekretaris DPRD Tabanan I Made Sugiarta mengatakan, rapat paripurna internal dewan dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Kegiatn tersebut dihadiri 36 anggota dewan. ‘’Enam orang tidak hadir dengan alasan izin,’’ ucapnya. Dalam rapat yang berlangsung singkat tersebut, diisi agenda pengumuman nama-

Tabanan (Bali Post) Ada yang menarik di hari terakhir masa pendaftaran calon perbekel di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Jumat (30/8) kemarin. Kedatangan calon incumbent Nyoman Ariadi untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor desa setempat, diantar sekitar 50 warga Banjar Yeh Gangga. Sontak pemandangan ini menjadi pusat perhatian sejumlah warga yang melintas. Komunitas warga yang menamakan diri Semar (Semeton Ariadi) tersebut menggunakan kaos hitam dan berbusana adat madya memenuhi areal halaman depan kantor desa. Mereka pun mengakui aksi ini hanya untuk memberikan dukungan bagi calon incumbent yang telah mampu menunjukkan kinerja yang baik untuk pembangunan Desa Sudimara. Terkait aksi dukungan tersebut, Ariadi ditemui usai mendaftar mengaku sebelumnya sempat melarang warga mengantarkan dirinya untuk mendaftar ikut pemilihan perbekel (pilkel). Ini disampaikannya saat rapat banjar sepekan lalu. ‘’Tetapi keinginan warga tidak bisa distop. Mereka tetap ingin mengantar, mau bagaimana lagi. Ini membuat saya lebih seman-

Bali Post/ist

BUS - Kondisi bus yang menabrak jembatan, Jumat (30/8) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Gang Arjuna yang berlokasi di Dusun Tengah Desa Kukuh Kecamatan Marga, Jumat (30/8) kemarin ramai didatangi warga. Warga silih berganti mengecek kebenaran informasi dan melihat lebih dekat ular berkepala dua. Meski berukuran kecil dengan panjang sekitar 40 centimeter, ular berkepala dua ini sempat membuat heboh warga desa setempat. Dari pantauan di lapangan, ular berkepala dua tersebut berwarna kecokelatan. Ular ini pertama kali dilihat Gusti Bagus Eka Budaya (42), yang hendak memarkirkan kendaraannya usai pulang kerja sekitar pukul 12.00 Wita. Awalnya ia mengira ular berukuran kecil itu tengah memakan katak. Namun setelah diperhatikan lebih seksama, ternyata ular tersebut justru memiliki dua kepala. Sontak ia kaget dan menginformasikan hal tersebut ke aparat desa. Lantaran lokasi penemuan ular tersebut dikenal angker karena merupakan jalan menuju setra

anak alit atau sema bajang, ia pun menghaturkan canang di dekat ular tersebut. ‘’Saya lihat pas pukul 12.00 Wita. Kebetulan hari ini (kemarin-red) Tilem dan jalan menuju setra dikenal angker dan tidak boleh leteh atau kotor. Saya haturkan canang di sana,’’ ujarnya Eka Budaya. Ia mengaku sudah menghubungi orang pintar dan Jro Mangku Dalem untuk menanyakan apa yang harus dilakukan pada ular tersebut. ‘’Mau ditanyakan dulu, apa solusinya apakah bisa diusir secara niskala atau bagaimana,’’ terangnya. Sementara itu, Jro Mangku Dalem saat itu juga menghaturkan upakara berupa segehan lelipi dan memohon agar memberikan kemakmuran. Tetapi apabila itu pertanda kurang baik, agar menjauh dan pergi. ‘’Ini memang aneh dan langka. Namun kami tidak tahu apakah ini pertanda baik atau buruk, dan petunjuk Jro Mangku agar dibiarkan, biar menghilang sendiri,’’ jelasnya. (kmb28)


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Penilaian Pengelolaan Lingkungan Disiapkan Penyelamatan secara Terpadu Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng jadi peserta penilaian pengelolaan lingkungan hidup tahun 2019. Kompetisi ini mencari siapa melakukan kinerja terbaik, baik itu kepala eksekutif maupun DPRD. Kompetisi itu fokus pada pengaplikasian riil kebijakan di bidang lingkungan hidup di daerahnya. Buleleng sebagai kontestan pada lomba itu telah menyiapkan kebijakannya. Konsepnya adalah penyelamatan lingkungan terpadu demi kesejahteraan masyarakat. Mengawali kompetisi ini, Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu, Jumat (30/8) kemarin. Menurutnya, tahapan penilaian sepenuhnya wewenang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI). Sejak menjabat kepala pemerintahan di Buleleng, kata Bupati, beberapa item program kebijakannya menyangkut sektor lingkungan hidup. Salah satunya pemeliharaan lingkungan hidup secara berkesinambungan. Solusinya, dilakukan pemeliharaan sumber daya air (SDA), menjaga kebersihan sanitasi di permukiman perkotaan. Selain itu, menyalurkan bantuan kendaraan pengangkut sampah di setiap desa/kelurahan. Ada juga penanaman pohon di kawasan permuki-

man. Program penanaman pohon di kawasan hutan lindung itu bahkan terus digenjot. Agenda itu sebagai upaya penyelamatan ekosistem dan menambah vegetasi tanaman sebagai daerah resapan air. “Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup itu kami terapkan karena ketika menyangkut lingkungan itu, sejatinya bukan hanya alamnya. Tetapi ada desain memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Sebab keseimbangan itu penting. Artinya, alam itu harus dikelola agar memberikan sesuatu, baik itu kesejahteraan maupun kesehatan terhadap masyarakat,” kata Bupati yang didampingi Ketua DPRD sementara Gede Supriatna dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariadi Pribadi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, kebijakan dan inovasi menangani permasalahan lingkungan seperti sampah, air bersih dan pemeliharaan sanitasi di permukiman masyarakat itu selama ini telah berjalan. Salah satunya program menjaga SDA di Sungai (Tukad - red) Banyumala terutama menjaga kualitas air. Sedangkan, pengelolaan limbah rumah tangganya diselesaikan secara bersama-sama dengan sistem komunal. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PENGELOLAAN LINGKUNGAN – Bupati Putu Agus Suradnyana mempresentasikan kebijakan pengelolaan lingkungan, Jumat (30/8) kemarin.

Bali Post/kmb38

DIKEBUT – Penataan sisa lahan Kolam Nirmala Asri Kelurahan Banyuasri dikebut. Di atas lahan ini nantinya menampung pedagang bermobil, pedagang ikan dan daging.

Pemadatan Lahan Mendekati Rampung

PD Pasar Segera Relokasi Pedagang Bermobil Singaraja (Bali Post) – Pemadatan yang diupayakan di sisa lahan pembangunan kolam Nirmala Asri Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng sudah mendekati rampung. Dengan hasil ini, puluhan pedagang bermobil yang sekarang berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani di depan Terminal Banyuasri dipastikan segera direlokasi. Demikian juga pedagang ikan dan daging juga direlokasi. Pantauan Bali Post di lokasi penampungan pedagang bermobil Jumat (30/8) kemarin, penimbunan sisa lahan yang berhimpitan dengan daerah aliran sungai (DAS) Banyumala sudah tuntas. Areal yang semula posisinya rendah dan ditumbuhi rumput plus semaksemak liar, sekarang sudah ditimbun tanah uruk. Kemudian dipadatkan dan juga diratakan. Selain itu, dinding DAS Banyumala yang semula ambruk sudah diperkuat dengan senderan beton permanen. Tepat di atas bantaran DAS itu dilapisi rabat beton. Pasalnya, akan ditempati pedagang ikan dan daging. Memang ada lokasi lainnya yang tidak dirabat beton, se-

Pascaditahan Penyidik

Tersangka M. Ashari Jalani Mapenaling Singaraja (Bali Post) – Pascaditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, tersangka M. Ashari mulai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling). Masa ini harus dijalani tersangka maksimal sebulan. Setelah dinyatakan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, kesehatan dan mentalnya stabil, baru M. Ashari menempati ruang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja. Kasus yang menyeret Mantan Kepala Desa Celukan Bawang itu, karena diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan gedung kantor perbekel di desa setempat. Kepala Lapas Kelas II-B Singaraja Risman Soemantri menegaskan hal itu, Jumat (30/8) kemarin. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) kata Risman Soemantri, setiap tahanan baru tidak akan langsung menempati ruang tahanan yang ada. Melainkan, tahanan baru itu terlebih dahulu tinggal di ruang tahanan khusus mapenaling. Ini untuk mengobservasi terkait kondisi kesehatan dan mental yang bersangkutan sejak ditahan penyidik Kejari. Selain itu, petugas sipir akan memberikan kesempatan kepada tersangka agar bisa menyesuaikan dengan lingkungan di dalam Lapas Kelas II-B. Penyesuaian baik dengan lingkungan maupun interaksi sosial dalam lapas ini penting, agar tahanan itu berinteraksi maksimal di lingkungannya yang baru. “Sesuai SOP, yang bersangkutan sementara menempati ruang mapenaling maksimal sebulan. Perkembangannya terus kami pantau dan kalau sudah menyesuaikan dengan lingkungan dan interaksi sosial di lapas, baru kita akan tempatkan ke ruang tahanan. Dia nantinya bergabung dengan tahanan yang lebih awal tinggal di dalam lapas,” katanya. Terkait program pem-

binaan, Risman menyebut siapa pun tahanan baik yang baru masuk dan yang sudah menjalani hukuman mendapat pelayanan sama. Tidak dibedakan antara tahanan satu dengan lainnya. Demikian juga terkait hak seperti menerima kunjungan dari keluarga, kerabat, dan pihak terkait tetap diberikan. “Tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua warga binaan baik yang baru masuk maupun yang sudah lama, samasama mendapat pelayanan. Haknya juga diberikan. Dengan catatan mengikuti SOP yang ada,” tegasnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Made Subur mengatakan, menyusul ditahannya M. Ashari oleh penyidik, pihaknya sudah mengirim surat kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Surat itu diajukan agar Bupati menerbitkan keputusan pemberhentian sementara terhadap M. Ashari dari jabatan Perbekel Desa Celukan Bawang non-aktif. Alasannya, ia kembali dicalonkan pada pilkel serentak itu. Pemberhentian sementara itu untuk menghentikan penerimaan nafkah bulanan yang sebelumnya masih diterima yang bersangkutan. “Beliau (M. Ashari) nonaktif ikut pilkel. Selama ini nafkahnya dibayar. Namun, karena sudah ditahan akibat kasus hokum, maka kami sudah ajukan surat pemberhentian sementara ke Bupati. Sehingga kalau surat itu sudah terbit, maka secara langsung nafkah dan tunjangannya otomatis disetop,” katanya. Terkait proses pilkel yang diikuti, birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan, M. Ashari tetap dapat mengikuti proses pencalonan pilkel serentak yang diikutinya. Ini karena panitia pilkel di desa itu sudah menetapkan dia sebagai kontestan pilkel serentak. Kalau nantinya hasil pilkel

serentak itu yang bersangkutan terpilih kembali, maka nasibnya tergantung vonis hukuman dari pengadilan yang menyidangkan kasusnya. Artinya, kalau terbukti bersalah secara hukum, maka dia akan diberhentikan dan diganti calon perbekel peraih suara terbanyak kedua. “Untuk proses pilkel tetap jalan. Hasilnya tergantung pencoblosan. Kalau terpilih dan keputusan pengadilan menyatakan dia bersalah, maka akan diganti calon yang meraih suara terbanyak kedua. Kami akan koordinasikan kembali dengan panitia pilkel di desa, sehingga penahanan ini tidak mengganggu tahapan pilkel,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, M. Ashari resmi ditahan penyidik Kejari Buleleng Rabu (29/8) lalu. Selama 20 hari ke depan, Perbekel Desa Celukan Bawang nonaktif itu, menjalani penahanannya, hingga kasusnya mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor di Denpasar. Tersangka yang kembali mencalonkan diri pada pemilihan perbekel (pilkel) serentak tahun 2019 ini, tersangkut kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang. Dalam kasus ini, tersangka melaksanakan proyek pembangunan gedung kantor dari dana ganti rugi dari PT General Energy Bali (GEB). Ada selisih anggaran senilai Rp 200 juta. Dari dana ganti rugi sekitar Rp 1,1 miliar, namun setelah penyidik bekerja sama dengan tim independen menghitung realisasi pelaksanaan proyek menghabiskan anggaran Rp 704,5 juta. Dana ganti rugi itu diduga tidak masuk Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dan penunjukan rekanan proyek itu dilakukan dengan penunjukan langsung. Atas perbuatan itu, M. Ashari ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik 3 Januari 2019. Akhirnya, dia resmi ditahan Kamis (29/8) lalu. (kmb38)

bab hanya ditempati parkir pedagang bermobil. Di sebelah utara dan di barat tampak belum ditimbun. Rencananya, sisa lahan itu kembali diuruk material bongkaran bangunan gedung Pasar Banyuasri yang sekarang sudah dikosongkan. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudiarsana mengatakan, sembari menunggu pemadatan lahan, pihaknya sudah menggelar sosialisasi terkait relokasi pedagang bermobil dan pedagang ikan serta daging. Ini dilakukan agar pedagang dapat memahami kondisi di lapangan. Pemindahan itu agar aktivitas pedagang bermobil di Jalan Ahmad Yani dari depan Terminal

Banyuasri sampai di Jalan Pantai Lingga itu tidak mengganggu arus lalu lintas (lalin). Sehingga kondisi itu tidak menjadi semakin semrawut. Relokasi itu tidak sembarangan, melainkan disiapkan tempat berjualan yang representatif. Dari sosialisasi itu, pada intinya pedagang menerima kalau lokasi berjualan mereka sementara dipindah. Pedagang bersedia menerima ke mana pun mereka dipindah. Dengan catatan diberikan tempat berdagang yang nyaman dan tidak menimbulkan gangguan arus lalin. “Sebagai pengguna, kami menunggu Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) selesai memadatkan areal di sebelah barat Jem-

batan Banyumala. Kalau sudah ada perintah bisa dipakai, baik pedagang bermobil, ikan, dan daging akan dipindah ke pasar darurat,” katanya. Agus Yudiarsana menambahkan, untuk pedagang ikan dan daging lokasinya berdekatan dengan bantaran sungai. Pertimbangannya, untuk memudahkan membersihkan limbah ikan laut dan daging. Sejauh ini, pihak PUPR telah melakukan rabat beton di atas bantaran sungai itu. Sedangkan, untuk areal tempat pedagang bermobil, sementara tidak dilapisi rabat beton. Ini selain karena waktunya mepet. Masalah itu sepenuhnya diserahkan kepada PUPR yag ditugaskan menyiapkan tempat berjualan bagi puluhan orang pedagang bermobil. “Mudah-mudahan tempatnya representatif. Semuanya itu tergantung PUPR yang ditugaskan menata tempat itu. Kami pastikan tempat

pedagang ikan dan daging sudah dirabat beton, sehingga memudahkan pembersihkan limbahnya,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, mulai tahun ini, pemerintah melaksanakan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri. Pasar lama sekarang sudah dikosongkan. Seluruh pedagang telah direlokasi ke pasar darurat di Terminal Banyuasri. Pedagang bermobil yang semua berjualan di pasar tumpah di terminal sekarang memadati pinggir Jalan Ahmad Yani Singaraja. Pedagang itu tidak tertampung di pasar darurat, karena lahannya sempit. Mulai siang hingga malam hari, ruas jalan ini terkesan semrawut dan terjadi kemacetan. Tidak ingin situasi bertambah semrawut, pemerintah daerah kemudian merelokasi pedagang bermobil dengan memanfaatkan sisa lahan yang telah dibangun Kolam Nirmala Asri itu. (kmb38)

Masyarakat Antusias Menawar

Lelang ’’Online’’ Hasilkan Ratusan Juta Pemerintah daerah Buleleng belakangan ini gencar menghapuskan aset-asetnya. Bukan saja aset-aset yang sudah dalam kondisi rusak, juga ada aset yang sudah menjadi barang rongsokan. Penghapusan dengan cara lelang menggunakan sistem online itu, ternyata membuat banyak peminat dari kalangan masyarakat umum tertarik ambil bagian. Lalu, seperti apakah metode penghapusan aset melalui lelang dengan cara online itu? LELANG kendaraan, alat kantor, peralatan medis di RSUD Buleleng, dan sisa bongkaran material bangunan secara keseluruhan, ternyata laris manis terjual. Banyak warga menginginkan barang itu. Karena itu, tidak tanggung-tanggung di luar prediksi, nilai lelangnya mencapai Rp 352.623.346. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Gede Sugiartha Widiada mengatakan, Jumat

(30/8) kemarin, hasil lelang ini merupakan yang paling tinggi dari lelang terbuka sebelumnya. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang berminat mengikuti lelang itu. Dari pemantauan yang dilakukan, banyak warga yang menawar. Seperti lelang kendaraan roda dua tipe sepeda motor Honda Win sangat diminati. Demikian juga kendaraan roda empat yakni jenis dump truck. Peserta lelang itu

lebih dari satu orang. “Terutama lelang sepeda motor Honda Win dan dump truck, banyak masyarakat yang menawar. Karena itu, harus dilakukan tiga kali lipat dari harga limit. Sehingga lelang itu justru menguntungkan sebagai sumber pendapatan daerah,” kata Gede Sugiartha Widiada yang didampingi Kepala Bidang Aset Made Pasda Gunawan. Secara umum, kata Sugiarta, hasil penjualan aset dengan sistem lelang ini meningkat setiap hajatan lelang dilaksanakan. Lelang itu sesungguhnya merupakan salah satu upaya mereduksi barang rusak berat di lingkungan pemerintah. Selain itu, langkah ini dapat menyeimbangkan neraca aset di pemkab. ‘’Penataan aset itu harus dilakukan dengan bagus, baik itu secara fisik maupun catatan. Tetapi karena terdapat

nilai jual, tentu keputusan untuk lelang merupakan salah satu masukan sektor PAD di daerah kita,” jelasnya. Sugiartha menambahkan, BKD secara konsisten melakukan penjualan barang milik daerah dengan cara lelang online. Ini untuk menjaga transparansi pengelolaan barang milik daerah. Mulai 2019 ini, BKD memprogramkan lelang yang digulirkan setiap tiga bulan sekali. “Kita programkan agar dapat konsisten lelang itu dilakukan secara periodik. Tahun ini, kita sudah lakukan tiga kali lelang yang menghasilkan pemasukan senilai Rp 460 juta. Kami programkan hal serupa. Kami optimis hasilnya meningkat dari yang sudah dilakukan,” jelas Sugiarta sembari diiyakan Kabid Aset Made Pasda Gunawan. (mud)

Bali Post/kmb38

PENGHAPUSAN ASET – BKD Buleleng gencar melakukan penghapusan aset dalam kondisi rusak dengan cara lelang online. Metode itu justru bisa sebagai sumber PAD.


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Hari Kedua Operasi Patuh

Polisi Jaring 120 Pelanggar

LALIN - Terlihat polisi melakukan penindakan terhadap pelanggar lalin Jumat (30/8) kemarin.

Bayi Baru Lahir Diduga Dibunuh Ibu Kandungnya Gianyar (Bali Post) -

Warga digegerkan dengan temuan jasad bayi terbungkus kain hitam dalam ember di kamar mandi sebuah rumah kos di Desa Sukawati pada Jumat (30/8) kemarin. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat diperkirakan 3 kg itu diduga dibunuh oleh ibunya sendiri, Luh GW (19) asal Buleleng. Informasi dihimpun, aksi keji pembunuhan bayi baru lahir itu dilakukan ibu bayi pada Kamis (29/8) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Namun baru diketahui pada Jumat (30/8) sekitar pukul 12.00 Wita, setelah pelaku didesak untuk mengakui perbuatannya. Luh GW me-

Bali Post/nik

EMBER - Terlihat polisi mengamankan ember yang di dalamnya berisi jasad bayi.

nyebut bayinya telah meninggal dan jasadnya di taruh dalam ember dalam kondisi terbungkus kain hitam. Mendapat informasi itu, Polsek Sukawati langsung ke TKP dan membawa jasad bayi ke RSUP Sanglah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut pemilik kos, I Wayan Karyana, yang tinggal di sebelah utara TKP, saat kejadian tidak mendengar ada suara bayi baru lahir. Hanya saja, sebelum kejadian pihaknya sempat dimintai bantuan oleh ibu dari Luh W Kamis malam sekitar pukul 21.00 Wita. “Ibunya datang ke sini, bilang kalau anaknya menderita tumor perut dan perlu dibawa ke rumah sakit,” jelasnya Jumat kemarin. Nah setelah berembuk, dengan maksud membawa ke rumah sakit, maka dipinjamkanlah mobil. Namun, ketika mobil sudah siap di depan rumah, pelaku Luh GW justru sembunyi di kamar mandi. “Ada sekitar 1 jam dia mengulur-ulur waktu. Disuruh keluar sama ibunya selalu menolak. Bilangnya masih BAB, sehingga kami menunggu diluar,” jelasnya. Berselang sejam, akhirnya pelaku keluar dari

kamar mandi dalam kondisi lemas. Perutnya yang awalnya besar disebut tumor, saat keluar dari kamar mandi tiba-tiba kempes. “Ibunya sudah nanya, ngapain di kamar mandi lama. Kenapa perutnya tiba-tiba kempes. Dia jawab alami pendarahan, ada gumpalan tumor jatuh ke kloset saat dia BAB,” jelas Karyana. Setelah kejadian itu, Luh GW menolak diajak ke rumah sakit. Sehingga pemilik kos I Wayan Karyana kembali ke rumah. “Saya tahunya cuma itu,” ucapnya. Secara terpisah Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun mengaku setelah menerima laporan langsung meluncur ke TKP. Dalam pemeriksaan itu polisi menemukan jasad bayi disembunyikan di dalam ember. “Sekarang bayinya dititip di Sanglah,” ucapnya. Terkait status Luh GW, Iptu Winangun mengaku belum melakukan penetapan tersangka. Karena sampai Jumat malam kemarin wanita 19 tahun itu masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Dia masih di rumah sakit, belum bisa dimintai keterangan,” katanya. Tidak hanya menunggu kesembuhan Luh GW, polisi kini juga memburu pacar dari ibu bayi tersebut. Terkait pemburuan itu, polisi sudah meminta keterangan pihak keluarga. “Pacarnya juga masih dicari,” tandas Iptu Winangun. (kmb35)

Satpol PP Petakan Kerawanan di Kafe Remang-remang Gianyar (Bali Post) Pascakasus pembunuhan oleh pelajar di Badung, Satpol PP Gianyar turut serta menyorot keberadaan sejumlah kafe remang-remang yang ada di kawasan seni ini. Namun petugas tidak bisa langsung

melakukan penutupan, meski dipastikan seluruh kafe remang-remang di Kabupaten Gianyar tidak ada yang mengantongi izin. Hal ini diterangkan Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha pada Jumat (30/8) kemarin. Watha mengakui pemerintah dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terp a d u

Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gianyar me mang tidak pernah mengeluarkan izin untuk operasi kafe remang-remang. Meski tanpa izin, pihaknya tidak serta merta bisa melakukan penertiban. “Kalau terkait izin, itu sudah tidak ada, karena warung biasa. Kalau ada indikasi plus, misal esek-esek dan minuman beralkohol, itu yang kita tertibkan,” katanya. Ditambahkan, untuk penertiban seluruh kafe remang di Kabupaten Gianyar, Watha mengaku masih akan membuat pemetaan terlebih dahulu terkait tingkat kerawanan atau tidak. Termasuk informasi di kafe tersebut pernah ada keributan yang berujung kriminalitas atau tidak. “Makanya kita ingin pemetaan dulu tingkat kerawanannya sejauh mana,” katanya. Selain itu, pihaknya akan melakukan penertiban bila cafe remang tersebut keberadaannya mendapat keluhan masyarakat. Watha mencontohkan salah satu kafe yang ada di Jalan Mulawarman. “Alasan menyasar kafe itu karena laporan masyarakat, dengan suara keras bikin tidak nyaman, disamping itu dekat rumah penduduk, selain itu izin kan tidak ada, “ katanya. Menyikapi laporan ini, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan LuI Made Watha

rah serta babin Gianyar. Bahkan petugas juga sudah mendatangi kafe remang tersebut. “Saya juga sudah rapat lagi dengan lurah di Gianyar, termasuk dengan babin terkait kafe di jalan Mulawarman, hasilnya pak lurah akan komunikasi dengan pemilik untuk menyarankan agar cari tempat lain sehingga tidak mengganggu,” katanya. Watha menambahkan, untuk membersihkan suatu wilayah dari keberadaan kafe remang memang butuh komitmen bersama. Kasatpol PP mencontohkan Desa Tulikup, kini perbekel dan bendesa adat setempat menyiapkan komitmen untuk membersihkan wilayah dari keberadaan kafe remang. “Tulikup sudah ada komitmen antara perbekel dan bendesa untuk tidak ada kafe remang di wilayahnya,” ucapnya. Diungkapkan sampai saat ini ada sekitar tiga kafe remang di seputaran desa tersebut. Nah bila kafe remang ini tidak mengindahkan komitmen di Desa Tulikup, maka personel Satpol PP Gianyar yang akan turun melakukan penertiban. “Kalau misal komitmen sudah tegas, tetapi mereka (kafe remang - red) masih jalan, ya kita yang akan turun menertibkan. Satpol PP yang akan tegas turun,” katanya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Jajaran Satlantas Polres Gianyar kini gencar melakukan penindakan serangkaian Operasi Patuh Agung 2019. Seperti dalam penindakan yang dilakukan Jumat (30/8) kemarin, petugas berhasil menjaring seratus lebih pelanggar. Mereka yang dipastikan melanggar ini langsung dikenakan tilang. Pemeriksaan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat serta kendaraan pengangkut barang ini dilakukan oleh polisi, dengan mengambil lokasi di parkir objek pariwisata Goa Gajah dan di Jalan Astina Selatan Gianyar. Dalam giat tersebut polisi menjaring 120 pelanggar. Pelanggaran itu seperti tanpa STNK 11, tanpa SIM 29, tanpa helm 35, tanpa sabuk pengaman enam, pelanggaran komponen enam, pelanggar rambu 12, lawan arus 21. Nah dari seluruh pelanggaran itu,

polisi juga melakukan penyitaan barang bukti berupa 24 SIM, 91 STNK dan lima unit kendaraan roda dua. “Hasil dari kegiatan hari ini, jajaran Polres Gianyar telah menindak para pelangar dengan memberikan surat tilang dan menahan kendaraan yang tidak bisa menunjukkan surat-surat identitas kendaraan tersebut,” ucap KBO Lantas Gianyar Iptu Anton Suherman. Iptu Anton mengingatkan pengguna jalan tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, dengan tetap menggunakan helm serta kelengkapan lainnya, serta melengkapi diri dengan suratsurat kendaraan. “Tetap mengunakan helm SNI dan sabuk pengaman bagi pengendara roda empat, serta tidak mengangkut orang dengan menggunakan kendaraan khusus barang, serta batas ambang maksimal pengangkut beban atau angkutan barang, “ im-

baunya. Sementara itu, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menjelaskan, Polres Gianyar mengerahkan 90 personel dalam Operasi Patuh Agung 2019 yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini akan dilaksanakan selama dua minggu mulai dari 28 Agustus hingga 11 September. “Operasi ini dilaksanakan dalam dua Minggu ke depan, “ ucap Kapolres Gianyar. Kapolres berharap, dengan jumlah anggota Polres Gianyar yang all out selama Operasi Patuh Agung 2019, angka kecelakaan di wilayah Gianyar bisa menurun. Baik menurun kuantitas kecelakaan maupun yang meninggal dunia akibat kecelakaan. “Operasi dikatakan berhasil jika jumlah kejadian menurun, di Indonesia orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas cukup tinggi,” katanya. (kmb35)

Bali Post/nik

PELAKU - Terlihat Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika saat menunjukkan dua pelaku pencurian, Jumat (30/8) kemarin.

Dua Pencuri Besi Dibekuk Polisi

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Gianyar mengamankan dua pelaku pencurian, yakni Taufan Ahmad (25) dan Deni Arya Saputra (19). Kedua pelaku ditangkap karena mencuri potongan besi pada proyek perumahan di seputaran Desa Abianbase, Kecamatan Gianyar. Kini kedua pelaku sudah mendekam di sel tahanan. Informasi dihimpun, awalnya polisi menerima laporan dari masyarakat tentang pencurian di proyek kavling perumahan Tedung Gianyar pada Rabu (28/8). Berdasarkan laporan itu, polisi yang dikomando Kanit Reskrim, Iptu Ketut Budiarsana, lang-

sung melakukan penyelidikan. Polisi pun akhirnya berhasil mengantongi identitas pelaku. Tanpa buang waktu, polisi langsung melakukan perburuan serta penangkapan di dua lokasi berbeda. Pelaku Taufan Ahmad yang berasal dari Banyuwangi ditangkap di Jalan Pantai Purnama, Desa Ketewel Kecamatan Sukawati. Kemudian pelaku Deni yang berasal dari Lampung ditangkap di lingkungan Sema, Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar pada Kamis (29/8) lalu. Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika dikonfirmasi Jumat (30/8) kemarin

membenarkan jajarannya melakukan penangkapan dua pelaku pencurian. Diungkapkan berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku melakukan pencurian dengan cara menggunakan tiang katrol dan alat angkut pik up. “Pencurian itu dilakukan kedua pelaku pada sore hari,” ujarnya. Sejumlah barang bukti pun diamankan polisi. Yakni sebuah mesin molen merek Aeron dan enam batang besi ukuran 60 cm-118 cm. Polisi juga mengamankan dua unit mobil pik up yang digunakan melancarkan aksi mereka. “Kini pelaku kita tahan di Mapolsek, “ tandasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Tunggakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar sampai saat ini masih membludak, bahkan sampai seribu lebih. Melihat kondisi ini, PDAM Gianyar akhirnya memilih untuk menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar. Melalui kerja sama itu, pelanggan yang menunggak akan mendapat surat langsung dari jaksa yang berkantor di Jalan Ciung Wanara Gianyar itu. Berdasarkan data PDAM Gianyar, tercatat ada 1.525 pelanggan yang menunggak pembayaran sejak 2017. Ironisnya, nilai tunggakan per orang rata-rata di atas Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta. PDAM Gianyar pun akhirnya mengkalkulasikan, dari ribuan yang belum membayar itu, totalnya mencapai Rp 1,1 miliar. “Total tunggakan san-

gat besar. Bagi yang membayar tunggakan nantinya akan kami alokasikan untuk operasional,” jelas Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana, Jumat (30/8) kemarin. Sementara terkait sinergitas dengan penegak hukum, PDAM Gianyar telah memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejari. Diungkapkan, dari ribuan pelanggan itu akan diambil sampel 20 pelanggan untuk diberi surat dari Kejari Gianyar. “Mereka dipilih oleh Kejari yang tunggakannya paling banyak di antara penunggak lainnya,” jelasnya. Surat yang dikirim Kejari kepada penunggak air untuk memanggil para penunggak. Usai dipanggil, mereka akan dimintai keterangan. “Mereka diingatkan dan diberi waktu 5 bulan. Mereka tetap ditagih,”

jelasnya. Sementara itu, Direktur Umum Nyoman Darmadiasa menambahkan, pelanggan yang menunggak itu terbagi menjadi beberapa pelanggan. Yakni pelanggan rumah tangga dan pelanggan niaga. Dikatakan, permasalahan yang kerap muncul saat pelanggan rumahan mulai membuat sumur di rumahnya. “ Mereka buat sumur sendiri, jadi tidak pakai PDAM lagi. Ada juga pelanggan PDAM yang beralih ke PAM desa,” jelasnya. Sementara terkait pelanggan niaga, pihaknya memperkirakan perekonomian mereka sedang seret. “Dulu ketika usahanya maju mencari sambungan sampai tiga. Sekarang mungkin karena sepi, jadi yang dua diputus. Mereka pakai satu saja. Nah ini yang masalah biasanya,” tandasnya. (kmb35)

Tangani Ribuan Penunggak PDAM Gandeng Kejari

Bali Post/nik

PDAM - Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana didampingi Dirum I Nyoman Darmadiasa pada Jumat (30/8) kemarin.


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Bunut Bolong, Tak Boleh Dilalui Rombongan Pengantin

BUNUT BOLONG - Pesona objek wisata Bunut Bolong di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan. Di objek ini menyuguhkan keunikan pohon bunut berlubang yang dilintasi jalan.

Parpol Soroti Silon KPU Negara (Bali Post) Pascapelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 di Jembrana, sejumlah persoalan disoroti para peserta pemilu. Salah satunya Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang diterapkan pada pemilu lalu. Penyelenggara khususnya KPU diminta membenahi sistem online ini agar tidak terjadi permasalahan dalam tahapan pencalonan pada pemilihan umum ke depan. Hal tersebut disampaikan sejumlah perwakilan parpol saat Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD Jembrana pada Pemilu 2019, Jumat (30/8) kemarin. Silon KPU dinilai menuai kesulitan dan permasalahan. Seperti gangguan sistem, sehingga menghambat proses dan rumit. Leason Officer (LO) Partai Berkarya Made Wisnu menyebutkan, Silon KPU dinilai terlalu rumit dan dampaknya menghambat pendaftaran calon. Sebab, pendaftaran manual dengan menyerahkan berkas asli dilakukan ketika pendaftaran sudah dilakukan melalui Silon. Meskipun sampai seharian bahkan hingga dinihari memasukan data, tidak bisa terakses. Kondisi ini yang menghambat pendaftaran lainnya. LO PPP Ahmad Ariadi juga memaparkan hal serupa terkait Silon. Bahkan sampai berhari-hari memasukkan data, sistem gagal. Kendatipun semua syarat untuk pencalonan sudah lengkap. Hanya karena belum memasukkan ke Silon, terhambat mendaftar. Diharapkan ke depan, bila masih menerapkan Silon ini, agar sistemnya diperbaiki. Di sisi lain, Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana Pande Made Adi Mulyawan terkait Silon KPU juga memantau masih ada masalah. Sejumlah pihak, utamanya para peserta pemilu terkendala karena gangguan sistem. Pande mengapresiasi diterapkannya Silon ini karena tujuannya yang bagus. Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan banyak yang kesulitan karena sistemnya lambat. Terkait hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara mengatakan, akan menyampaikan apa yang menjadi masukan dan sorotan dalam evaluasi ini. Termasuk salah satunya berkaitan dengan Silon. “Kita telah mencatat masukan baik dari peserta pemilu, Bawaslu dan Penggiat Demokrasi. Salah satu masukan terkait Silon ini,” terang Tangkas. Seluruh masukan ini akan diakomodir ke KPU Pusat. (kmb26)

Wisata Bunut Bolong di Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana bukan hanya menarik dari sisi keindahan alam di dataran tinggi. Melainkan juga sisi kearifan lokal di objek wisata tersebut. Jalan yang melintas di tengah pohon bunut (berlubang) ini, tidak boleh dilewati sembarangan. Konon bila ada orang atau kendaraan yang melewati ‘’lubang’’ bunut ini, harus permisi. Bilamana ada rombongan pengantin atau kematian (pitra yadnya) tidak boleh melewati jalan bunut berlubang. Karena itu, terdapat rambu informasi bagi rombongan pawiwahan baik dari arah Manggissari maupun Asahduren untuk melintas di jalur sebelah bunut. Ketut Naba, warga sekitar, belum lama ini mengungkapkan, selain indah, pohon ini juga memiliki nilai sakral. Sehingga ada kearifan lokal yang tidak memperbolehkan rombongan pawiwahan melintas bunut bolong tersebut. Dipaparkannya. sebelumnya pohon bunut bolong yang dilalui jalan aspal untuk satu arah itu konon sejatinya tidak berlubang. Baru pada masa penjajahan Belanda pohon bunut yang tinggi menjulang dan lebar ini dilubangi. Keperluannya untuk memperlancar arus transportasi perkebunan. Selain itu juga menjadi akses jalan dengan semakin banyaknya penduduk yang mulai tinggal di sekitar Manggisari saat masa penjajahan Belanda. Saat itu para pekerja pribumi yang dikerjakan oleh

VOC membuka akses jalan dari perkebunan hingga ke pelabuhan. Tetapi sampai di sekitar lokasi Pura, terhalang bunut yang lebar dan berukuran besar. Mereka tidak bisa melintas karena di sisi kiri terdapat jurang, dan di sisi utara terdapat Pura. Akhirnya diputuskan untuk melubangi pohon bunut itu. Sepintas terlihat lubang di bunut itu terlihat kecil, tetapi sejatinya bisa dilintasi truk besar. Bunut Bolong memiliki pesona wisata yang unik dan dijadikan salah satu objek wisata yang diunggulkan di Jembrana. Keunikan jalan di tengah pohon bunut (berlubang), juga suasana perdesaan di pegunungan dengan udara yang sejuk. Selain pemandangan Bunut Bolong, di sekitar lokasi objek juga banyak menyuguhkan wisata alam. Wisatawan juga bisa melakukan tracking forest ataupun bersepeda. Di sepanjang rute trekking yang dimulai dari Bunut Bolong itu, para wisatawan melintasi jalan setapak permukiman warga dan perkebunan. Selain Bunut Bolong, di jurang sekitar lokasi juga dapat ditemui batu palungan atau sarkofagus yang oleh warga sekitar dikenal berkhaziat. Air di tempat tersebut konon bisa untuk tamba atau obat. Di sepanjang track forest itu para pengunjung dapat menikmati pemandangan tebing dan pepohonan yang rimbun. Jalur tersebut kini dikembangkan menjadi tujuan wisata. (olo)

Banyak Lampu Jalan di Delodberawah Mati

Negara (Bali Post) Penataan objek wisata di Pantai Delodberawah belum sepenuhnya terwujud. Salah satunya terkait fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) banyak yang mati. Kondisi ini menuai keluhan dari pengelola usaha maupun warga yang melintas. PJU yang sudah terpasang lama di sekitar Pantai Delodberawah itu sudah padam sejak hampir setahun terakhir. Sehingga menjadikan kawasan tersebut terlihat gelap saat malam hari. Menurut warga, hampir setahun ini lampu penerang jalan itu padam. Mulai dari selatan Kantor Desa sampai ke kawasan pantai Delodberawah. Termasuk jalan menuju kolam renang yang terlihat sangat gelap. Sejatinya hal ini sudah sering disampaikan ke

pihak desa. Tetapi sampai saat ini belum ada perbaikan. “Kalau malam gelap sekali. Kalau ini ditata lebih baik, akan sangat menarik,” terang seorang warga. Ketika situasi terang, maka objek wisata ini juga akan berdampak

lebih baik lagi. Lampu penerangan jalan juga sejatinya menjadi prasarana yang penting meskipun bukan di tempat objek wisata. “Namanya juga lampu umum. Untuk kepentingan umum. Sudah seharusnya menyala,” tandas warga lainnya. Pelaksana Harian (Plh.) Perbekel Delodberawah I Ketut Virgo Yasa, Jumat (30/8) kemarin mengungkapkan, memang ada masukan terkait lampu PJU di kawasan pantai Delodberawah itu. Pihak desa sudah berkoordinasi ke Pemkab selaku pemilik aset lampu PJU itu agar segera diperbaiki. Dari koordinasi terakhir disebutkan ada

alat yang rusak. Dan masih menunggu perbaikan dari Pemkab. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, sejatinya di masing-masing desa sudah dipasang anggaran Rp 10 juta yang dimanfaatkan untuk pemeliharaan lampu PJU. Pihaknya belum mendengar adanya PJU mati itu, namun tetap akan mengecek apa kendalanya. Apakah ada kerusakan teknis yang tidak bisa ditangani desa. Bila nantinya harus ditindaklanjuti perbaikan, Dinas siap memperbaikinya. (kmb26)

Pekan Depan Kepastian Pimpinan Dewan Definitif Negara (Bali Post) Lebih dari setengah bulan, DPRD Jembrana masih belum memiliki pimpinan definitif. Sehingga sampai akhir bulan Agustus ini, pimpinan DPRD Sementara masih dijabat Ni Made Sri Sutharmi dari PDI Perjuangan dan Wayan Suardika dari Golkar. Belum ditetapkannya pimpinan definitif ini, juga berdampak pada struktur organisasi di DPRD Jembrana lainnya. Seperti pimpinan fraksi, komisi dan alat kelengkapan DPRD lainnya belum jalan. Dari informasi, Jumat (30/8) kemarin, penetapan tiga orang pimpinan DPRD Jembrana definitif akan dilakukan pekan depan atau sudah memasuki bulan September. Pembahasan-pembahasan melalui rapat paripurna internal terkait susunan struktur ini juga sudah dilakukan meskipun di antaranya berlangsung alot. Khususnya untuk penetapan Ketua Fraksi dan Ketua Komisi. Dua parpol sudah memastikan nama pimpinan DPRD, yakni PDI-P dan Golkar. Sedangkan satu pimpinan lagi (wakil ketua) masih menunggu nama rekomendasi dari Gerindra. Sementara untuk di struktur Fraksi, dari rapat-rapat internal ditelurkan lima Fraksi dengan dua di antaranya merupakan gabungan partai. Dalam rapat tersebut juga sudah diajukan nama-nama Ketua Fraksi. Sekretaris DPRD (Sekwan) Jembrana Made Sudantra dikonfirmasi membenarkan dipastikan akan ada penetapan pimpinan dewan definitif serta ketua-ketua fraksi pada pekan depan. Tetapi untuk nama-nama pimpinan menurutnya ada yang belum menelurkan. Dua yang dipastikan yakni, Ni Made Sri Sutharmi dan Wayan Suardika. “Yang belum Gerindra. Kami sudah bersurat sampai dua kali,” ujar Sudantra. Sedangkan untuk fraksi menurutnya juga telah dibahas dan mengerucut lima fraksi. Tetapi untuk nama ketua dan struktur dalam fraksi pihaknya juga belum mengetahui. “Kita harapkan minggu depan sudah bisa ditetapkan,” terang Sudantra. Untuk penetapan Pimpinan Dewan, dipastikan akan ditetapkan melalui sidang paripurna penetapan pimpinan definitif. Baru setelah ditetapkan, berlanjut dengan fraksi dan pimpinan fraksi. Untuk fraksi menurutnya ada dua fraksi gabungan. Yakni Fraksi Demokrat dan Hanura serta gabungan Fraksi PKB dan PPP. (kmb26)

Bali Post/olo

kAWASAN - Pantai Delodberawah kini dikembangkan sebagai kawasan wisata di Jembrana.

Dikejar, Pengembalian Dana Dua Terpidana Korupsi Santunan Kematian

Negara (Bali Post) – Setelah pembayaran uang denda dan uang pengganti dari terpidana Indah Suryaningsih, Kejari Jembrana juga meminta pengembalian kepada dua terpidana kasus korupsi santunan kematian lainnya. Dua terpidana yang merupakan mantan Klian Banjar itu yakni I Gede Astawa dan I Dewa Ketut Artawan yang juga dibebani denda dan uang pengganti. Kasipidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra, Jumat (30/8) kemarin mengatakan, untuk dua terpidana yang sama-sama dikenai hukuman 4 tahun itu belum melakukan pembayaran denda maupun pengganti. Rencananya Jaksa menanyakan kepada dua terpidana itu terkait pengembalian denda dan pengganti.

Disebutkan Kasipidsus, kedua terpidana yakni I Gede Astawa dan I Dewa Ketut Artawan divonis 4 tahun pidana penjara dengan denda masing-masing Rp 200 juta. Subsider 1 bulan kurungan. Artinya bila tidak mengembalikan, akan dikenai kurungan satu bulan. Selain denda, keduanya juga dibebani uang pengganti yang nilainya berbeda. I Gede Astawa, yang merupakan mantan Klian Banjar Munduk Ranti, Tukadaya dipidana uang pengganti Rp 32.700.000 subsider 3 bulan. Sementara I Dewa Ketut Artawan yang merupakan mantan Klian Banjar Sarikuning Tulungagung Tukadaya dibebani uang pengganti Rp 70.400.000 subsidair 6 bulan kurungan. “Kita akan tanyakan

lagi minggu depan. Putusan mereka sudah berkekuatan hukum tetap. Tidak mengajukan banding,” tandas Ivan. Sebelumnya, pada Kamis (29/8) lalu, Kejari Jembrana menerima denda dan uang pengganti terkait kasus Korupsi Dana Santunan Kematian dengan terpidana Indah Suryaningsih. Nilai yang dibayarkan sesuai putusan Pengadilan Negeri Tipikor dengan total Rp 371 juta, terdiri dari denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 171 juta. Dengan sudah adanya pembayaran ini, maka terpidana menjalani 4 tahun penjara dikurangi selama berada di dalam tahanan. Selain itu, terpidana juga berhak menerima remisi dan hak lainnya di Rutan Kelas II B Negara. (kmb26)

Ivan Praditya Putra


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Pencarian Merta Lewat Laut dan Udara

Amlapura (Bali Post) Tim SAR gabungan antara Basarnas Karangasem, Balawista BPBD, Bakamla, dan Satpolair Polres Karangasem terus berjibaku melakukan proses pencarian terhadap nelayan yang hilang Kamis lalu. Kendati sudah dicari melalui udara dengan helikopter dan juga lewat laut Jumat (30/8) kemarin, namun sampai saat ini, I Wayan Merta (40) masih belum juga ditemukan. Koordinator Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka menjelaskan, proses pencarian Merta pada hari kedua dimulai dari Pelabuhan Padangbai, Manggis. Seperti sebelumnya, memang titik pencarian masih difokuskan pada lokasi tempat perahu Merta itu ditemukan Kamis (29/8). “Pencariannya memang masih di titik tempat perahu Merta itu ditemukan. Usaha pencarian pertama masih nihil kemudian dilanjutkan pencarian hari kedua memakai boat sedang berlangsung. Semoga pencarian membuahkan hasil,” ujarnya. Selain penyusuran itu dilakukan dengan cara proses menyusuri laut, pencarian dari udara menggunakan helly rescue juga menjadi bagian agenda tugas

Tim SAR. Karena dengan helly, pencarian dari udara bisa menjangkau lebih jauh. Rutenya menyisir perairan di Seraya sampai perairan laut Nusa Penida. Hasilnya pun sama, belum ditemukan ada tanda-tanda keberadaan Merta. “Hasilnya masih sama dengan sebelumnya, nihil,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, pencarian akan terus dilakukan oleh SAR gabungan sampai beberapa hari ke depan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Pencarian tetap kita lakukan sesuai SOP. Bila sekarang korban tidak ditemukan, maka pasti pencarian akan dilanjutkan besok (Sabtu - red),” tegas Ngurah Eka. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nelayan atas nama I Wayan Merta (40) asal Banjar Kangin, Desa Seraya Timur hilang saat melaut mencari ikan di perairan Lombok. Pencarian sudah dilakukan sejak Kamis dua hari lalu. Namun, tandatanda di mana keberadaan Merta masih misteri. Hanya ditemukan perahunya. ‘’Petugas hanya menemukan jukungnya yang dipergunakan saat melaut. Sementara keberadaan nelayan Wayan Merta belum ada titik terang hingga kemarin. (kmb41)

HARI KEDUA - Proses pencarian nelaya hilang saat melaut pada hari kedua oleh Tim SAR gabungan.

Hilangkan Potensi Kebakaran

Warga Jangan Lakukan Pembakaranpada Siang Hari Amlapura (Bali Post) dirapikan,’’ harap Arimbawa. Menghindari kebakaran, masyarakat buI.B. Arimbawa meminta pengertian sekan saja harus hati-hati juga wajib mengu- genap lapisan masyarakat, agar melakukan payakan antisipasi. Warga diingatkan agar upaya-upaya antisipasi menghadapi ancatidak melakukan pembakaran saat terik ma- man pohon tumbang dan kebakaran itu. tahari. Pasalnya, angin kencang Arimbawa menjelaskan, pihaknya medan suasana panas memicu minta supaya dilakukan pemantauan terjadinya kebakaran. ke lokasi-lokasi yang memiliki potensi Kalak BPBD Karanterjadinya pohon tumbang dan juga gasem Ida Bagus Ketut kebakaran. Tindakan pemangkasan Arimbawa mengungsecara mandiri pada pohon-pohon kapkan hal itu, Jumat yang sudah lapuk dan tua itu mau (30/8) kemarin. Menutidak mau harus dilakukan. Apalagi rutnya, segala hal harus pohon tua itu memiliki risiko tinggi dilakukan dengan hatibencana,’’ tambahnya. hati, lebih-lebih mem“Kami minta warga selalu mebakar sampah. Aktivitas mastikan api sudah mati bila sudah itu harus benar-benar selesai memasak. Selain itu, apabila diawasi. Jika tidak, maka meninggalkan rumah dupa dan barang berpeluang memicu kebamenyala lainnya harus sudah mati,’’ karan. Selain kebakaran, di harapnya. lokasi yang berpotensi terjadi Selain itu, pihaknya juga pohon tumbang dan kebaberharap dilakukan karan wajib dilakukan pengecekan kabel listrik pemangkasan secara yang sudah sepuluh mandiri. tahun. Alasannya, ‘’Pohon-pohon kabel-kabel yang yang sudah lapuk sudah berumur dan tua yang puitu mudah terbanya risiko tinggi kar. ‘’Karena itu, bencana perlu diperlu secepatnya pangkas. Lebihdilakukan perlebih yang mengagantian kabel,” Bali Post/kmb41 rah ke jalan raya, ujar Arimbawa. Ida Bagus Ketut Arimbawa maka harus segera (kmb41)

Bali Post/ist

Kebakaran Lereng Gunung Agung Capai Empat Hektar Cegah Api Meluas, Tim Buat Sekat Bakar Amlapura (Bali Post) Kebakaran lahan hutan di Lereng Gunung Agung kian meluas saja. Bahkan kini kebakaran di kawasan itu sudah mencapai empat hektar. Guna mencegah kebakaran semakin meluas, kemudian tim gabungan dari BPBD, Polres Karangasem, KPH Bali Timur, Dishut Provinsi Bali dan masyarakat membuat sekat bakar. Sekat bakar itu berupa parit pembatas area terbakar.

Bali Post/kmb41

BUAT SEKAT - Tim gabungan saat membuat sekat guna mencegah kebakaran hutan di lereng Gunung Agung semakin meluas.

Dalam pembuatan sekat, puluhan personel gabungan harus berjalan kaki relatif jauh. Para petugas beberapa kilometer harus naik ke lerang Gunung Agung. Hal itu dilakukan dalam upaya proses pemadaman api dan juga mencegah meluasnya api. Namun, dalam pemadaman petugas hanya bisa mempergunakan alat seadanya saja. Alatalat yang digunakan mencegah titik api meluas seperti cangkul termasuk sabit. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, pembuatan sekat diyakini sangat efektif mencegah kebakaran meluas di lereng Gunung Agung. “Pembuatan sekat ini tujuannya agar kebakaran hutan tidak semakin melebar,” tegas Arimbawa.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Bali I Made Natia mengungkapkan, kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung cukup luas. Sejauh ini sudah mencapai empat hektar. Kebakaran cepat meluas ke lahan lainnya lantaran dipicu dahan pohon kering, ditambah tiupan angin yang cukup kencang di puncak. Untuk itu, sekat yang dibuat sebagai upaya memutus jalannya lidah api. Tujuannya agar api tidak meluas. “Pembuatan sekat kita lakukan karena jarak titik api terdapat pura. Kami berupaya optimal mengamankan pura itu. Sekat itu untuk mencegah api merambat ke pura,’’ ujar Made Nitia. Terkait ancaman api ke pemukiman warga, dikatakan letak titik api masih cukup jauh. (kmb41)

Beri Efek Jera

Desa Pakraman Didorong Buat ”Awig-awig” Narkoba Amlapura (Bali Post) Penyalahgunaan narkoba di wilayah Karangasem semakin mengkhawatirkan saja. Hal itu bisa disimak dari hasil tangkapan kasus narkoba dari kepolisian. Karena itu mendesak, perlu diatensi oleh semua pihak. Mau tidak mau warga harus aktif ikut meminimalisir kasus tersebut, sehingga tidak ada masyarakat yang terjerat kasus narkoba.

Pihak kepolisian sendiri mendorong setiap desa pakraman membuat awig-awig tentang narkoba. Kasat Narkoba Polres Karangasem AKP I Nyoman Merta Kariana mengungkapkan, kasus penyalahgunaan narkoba memang menjadi atensi serius pihak kepolisian. Upaya itu dilakukan untuk memberantas peredaran gelap narkoba di Bali, khusus-

nya di wilayah hukum Polres Karangasem. “Pemberantasan narkoba memang tidak ada toleransinya. Ini kami lakukan untuk melindungi generasi muda dan masyarakat agar tidak terjerumus mengonsumsi barang haram itu,” ucapnya, baru-baru ini. Pemberantasan peredaran gelap narkoba, tambah Kariana tidak bisa hanya dilaku-

kan petugas kepolisian saja. Tetapi harus dilakukan semua pihak. Sehingga dipercaya lebih cepat peredaran dan juga penyalahgunaan narkoba bisa diminimalisir. “Kami minta semua masyarakat maupun tokohtokoh adat supaya ikut bersama-sama, berperan aktif mencegah peredaran gelap narkoba di wilayahnya masing-masing. Hal itu sangat

penting agar masyarakat tidak terjerumus bisnis dan juga mengonsumsi barang haram itu,” katanya. Guna mencegah warga masyarakat terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, maka pihaknya meminta agar desa pakraman memb ua t a wi g -a wig t ent a ng narkoba. Apabila ada warga yang terlibat kasus narkoba, maka yang bersangku-

tan bisa diberikan sanksi adat sesuai awig-awig yang dibuat. “Salah satu sanksi yang diberikan, misalnya menggelar upacara macaru besar di adat itu. Kami sangat yakin hal itu dapat memberikan efek jera kepada warga. Sehingga kasus seperti itu nantinya tidak menimpa warga lain sebagai penyalahguna,” tegas Kariana. (kmb41)

Bali Post/kmb41

I Nyoman Merta Kariana

Operasi Patuh Agung 2019

Gunakan Pakaian Adat Tanpa Helm Tetap Ditilang Operasi Patuh Agung 2019 memasuki hari kedua, Jumat (30/8) kemarin, Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Karangasem berhasil menindak puluhan pengendara yang melakukan berbagai jenis pelanggaran saat berkendara di jalan raya. Bahkan, sekarang ini pengendara yang menggunakan pakaian adat wajib menggunakan helm. Jika tidak menggunakan helm, pasti akan mendapat sanksi tilang. Dalam Operasi Patuh Agung itu, jenis pelanggaran apa yang mendominasi?

OPERASI - Satlantas Polres Karangasem saat melaksanakan Operasi Patuh Agung 2019.

Bali Post/kmb41

KANIT Lakalantas Polres Karangasem Ipda I Nyoman Sucipta mengungkapkan, Operasi Patuh Agung pada hari pertama Kamis (29/8), dilakukan di Jalan A. Yani Amlapura, tepatnya di simpang tiga Patung Salak. Pada operasi itu, petugas berhasil menindak 61 pelanggar. Selain itu, operasi juga berlangsung di Jalan Nenas Amlapura, tepatnya di pintu masuk Terminal Subagan. Di sana, petugas menindak 41 pelanggar. “Jadi, pada hari pertama secara total kita menindak 102 pelanggar. Pelanggaran paling banyak adalah pengendara yang tidak mempergunakan kelengkapan helm. Jumlahnya mencapai 55 orang. Sementara sisanya jenis pelang-

garan lain seperti tanpa SIM dan tanpa STNK,” ujarnya. Sucipta menambahkan, operasi pada hari kedua dilakukan di Jalan Raya Ahmad Yani, Amlapura dan di Jalan Raya Candidasa. Di sana, pihaknya menindak puluhan pelanggar. “Di Candidasa ditindak 63 orang pelanggar. Sedangkan pada operasi yang digelar di Jalan A. Yani Amlapura, petugas berhasil menindak 34 orang. Jenis pelanggaran tetap didominasi pengendara yang tidak memakai helm,” tegasnya. Melihat masih tingginya pelanggaran yang dilakukan masyarakat, maka pihaknya mengimbau kepada pengendara supaya bisa membawa segala kelengkapan saat berk-

endara. Mulai dari SIM, helm, dan persyaratan berkendara lainnya. ‘’Sebab, Operasi Patuh Agung 2019 ini akan berlangsung sampai 11 September mendatang,’’ ujarnya. Masyarakat harus tertib berlalu lintas di jalan raya. Apalagi jenis pelanggaran yang dilakukan didominasi pengendara tanpa menggunakan helm. Dengan ini, pihaknya mengimbau kepada warga setiap bepergian agar melindungi kepalanya menggunakan helm. ‘’Meskipun menggunakan pakaian adat, tetap harus memakai helm. Saat ini, pengendara yang memakai pakaian adat namun tidak memakai helm tetap ditindak alias terkena tilang,” tegas Sucipta. (nan)


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

”Caru Majaga-jaga” untuk Jaga Keharmonisan Alam M as y a r a k a t D e s a Pakraman Besang Kawan Tohjiwa, Semarapura Kaja, Klungkung masih berupaya menjaga harmonisasi alam dengan pelaksanaaan tradisi. Tradisi yang dimaksud berupa prosesi caru majaga-jaga, yang rutin dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan Tilem Sasih Karo. Caru manjaga-jaga punya keunikan tersendiri. Ritual yang dilaksanakan secara turun temurun ini, selain langka, juga menggunakan sarana berupa seekor sapi, yang harus memenuhi beberapa kriteria. Bendesa Pakraman Besang Kawan Tohjiwa Wayan Sulendra usai pelaksanaan tradisi, Jumat (30/8) kemarin, mengatakan caru manjaga-jaga ini mempergunakan sarana berupa seekor sapi cula atau sapi jantan yang sudah dikebiri. Selain itu, sapi juga tidak boleh ada manggar di punggung, tidak boleh ada suku bang (kuku kaki berwarna merah), lidah sapi tidak boleh berwarna poleng serta tidak boleh ada panjut (ekor sapi berwarna putih). Jika pantangan itu diterobos dipastikan prosesi caru manjaga-jaga akan ada kendala. Sehingga, pencarian sapi cula tidak sebatas di wilayah Klungkung bahkan pernah sampai ke Kabupaten

Jembrana. Mencari sapi cula yang memenuhi semua persyaratan untuk sarana caru manjaga-jaga bisa dikatakan teramat sulit. Namun, warga Besang Kawan Tohjiwa tidak pernah gagal mendapatkannya. Kendati harus mengeluarkan uang lebih banyak, namun warga Besang Kawan Tohjiwa ikhlas untuk kepentingan ritual suci. Prosesi caru manjaga-jaga ini diawali dengan mengarak sapi cula nyatur desa atau empat arah mata angin. Ratusan warga silih berganti mengarak sapi cula tersebut, diiringi tetabuhan baleganjur. Diawali iring-iringan kober yang dibawa oleh anak-anak. Uniknya, kober itu bukan terbuat dari kain seperti umbul-umbul pada umumnya, melainkan kober itu terbuat dari dahan pohon enau dihiasi bunga beludru, tidak boleh diganti dengan jenis bunga yang lain. Bunga beludru yang memiliki warna merah dan putih melambangkan purusa-perdana. Ritual ini diawali dari Jaba Pura Puseh. Di setiap lokasi juga dihaturkan sarana berupa banten pejati. Di setiap lokasi sapi cula itu disempal dengan parang. Parang yang digunakan untuk menyempal tubuh sapi cula itu pun bukan sembarang parang, melainkan yang dikeramatkan

oleh Warga Besang Kawan Tohjiwa. Senjata sakral itu sendiri selama ini disimpan di gedong panyimpenan. Selain harus menggunakan parang keramat, orang yang menyempal sapi cula itu juga tidak boleh sembarangan. Seorang jero mangku ditunjuk khusus untuk melakukan itu. Pemangku itu bernama Mangku Kubayan atau disering sebut Mangku Pula Pati. Mangku Kubayan ini harus dari warih turun-temurun. Setiap punggung sapi disempal, warga yang bertugas memegang tali sapi harus bersiap-siap menarik kencang tali tersebut, untuk menghindari sapi terlepas. Begitu disempal darah pun tercecer di sepanjang jalan. Ceceran darah sapi cula diyakini sarana untuk membersihkan atau mengharmonisasi alam. Percikan darah itu juga diyakini warga bisa menyembuhkan segala macam jenis penyakit kulit. Karena itulah di setiap ceceran darah, ada saja warga yang menengadahkan tangan, lalu percikan darah itu langsung diusapkan ke kening maupun wajah. Setelah diupacarai, sapi cula itu lalu dipotong menggunakan bambu rucing. Daging sapi cula lantas diolah untuk keperluan sarana caru, sebagian dibagikan kepada warga. (kmb31)

Tjok. Gde Agung Ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Semarapura (Bali Post)Partai Golkar akhirnya menunjuk Tjokorda Gde Agung menjadi unsur pimpinan di DPRD Klungkung. Pendatang baru yang dipercaya induk partainya mengantongi SK DPP Golkar Pusat menjabat Wakil Ketua DPRD Klungkung periode 2019-2024. Ditemui di kediamannnya, Jalan Raya Batu Tabih, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (30/8) kemarin, dia mengaku sudah mengantongi salinan berupa foto surat rekomendasi DPP Golkar yang sudah diterima, Rabu (29/8) lalu. Dia memenangkan persaingan, setelah sempat terjadi perebutan posisi Wakil Ketua DPRD Klungkung tersebut. Tjok. Agung merupakan peraih suara terbanyak di internal Fraksi Golkar Klungkung dengan 2.439 suara. Bersaing melawan incumbent I Wayan Mardana (1.791 suara) dan pendatang baru I Kadek Widya Sumartika (1.701 suara). Dipilihnya Tjok. Agung sebagai Wakil Ketua Dewan, karena beberapa pertimbangan. Selain duduk di struktur kepengurusan sebagai Sekretaris DPD II Golkar Klungkung, peraih suara terbanyak dan memiliki dedikasi serta loyalitas terhadap partai.

Sesuai mekanisme, ketiga kader Golkar tersebut awalnya tetap diusulkan lewat pengurus DPD II Golkar Klungkung ke DPD I Golkar Bali, kemudian diteruskan ke DPP Golkar Pusat. Ketiganya sama-sama duduk sebagai pengurus partai, antara lain Wayan Mardana sebagai Pimpinan Kecamatan (PK) Dawan, Sumartika menjabat Wakil Bendahara Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPD II Golkar Klungkung, dan Tjokorda Gede Agung memegang posisi Sekretaris DPD II Golkar Klungkung. “Saya tentu siap. Karena saya pendatang baru, saya tetap akan banyak belajar terutama dari incumbent untuk menjalankan tugas ini,” ujarnya. Tjok. Agung secara historis memang punya rekam jejak politik. Ayahnya, Tjokorda Gde Dharma Putra, pernah duduk sebagai Bendahara DPD II Golkar Klungkung. Sementara ibunya, Tjokorda Istri Raka (71), sebagai Ketua Perempuan Partai Golkar Klungkung. Dia pun merintis karier politik sejak tahun 1994. Setelah matang, dia akhirnya ikut tarung dalam Pileg merebut kursi DPRD Klungkung 2019. Tantangan yang dihadapi pun tidak mudah, karena harus melawan 7 incumbent di Dapil Banjarangkan. Namun, dia akhirnya memenangkan persaingan. Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Dewa Made Widiyasa Nida, Jumat (30/8) juga membenarkan, hasil rapat pleno DPP sudah diputuskan Tjok. Agung selaku Wakil Ketua Dewan Klungkung dari Fraksi Golkar. Pertimbangannya jelas, dia duduk sebagai Sekretaris DPD II Golkar Klungkung, perolehan suara terbanyak, dan loyal terhadap partai. “Setelah diberikan kepercayaan DPP, dia harus melakukan tugas dengan baik sebagai unsur pimpinan,” tegas Dewa Nida. (gik)

Badan Publik Wajib Sampaikan Informasi Lahirnya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, membawa konsekuensi, bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi yang seluas-luasnya dari Badan Publik. Badan Publik wajib memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat, kecuali informasi yang dikecualikan. Mengingat hak untuk memperoleh Informasi merupakan hak asasi manusia sebagai salah satu wujud dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Demikian disampaikan Kadis Kominfo Klungkung I Wayan Parna ketika menjadi narasumber dalam rapat Pengelolaan Media Informasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Klungkung, Kamis (29/8) lalu. Dikatakan, salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hak atas informasi menjadi sangat penting, karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk diawasi publik, penyelenggaraan negara tersebut makin dapat dipertanggungjawabkan. Hak setiap orang untuk memperoleh informasi juga relevan untuk

meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti tanpa jaminan adanya Keterbukaan Informasi Publik. “Dengan membuka akses publik terhadap informasi, diharapkan Badan Publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaikbaiknya. Dengan demikian, hal itu dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka yang merupakan upaya strategis mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dan terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance),” katanya. Terkait pengelolaan media informasi, Parna mengatakan, berkembangnya teknologi informasi merubah paradigma dari masyarakat industri ke masyarakat digital. Informasi berkembang dengan sangat cepat, tanpa ruang dan batas, harus disikapi dengan bijak, terlebih pada media sosial. “Setiap orang dengan mudah menerima dan menyampaikan informasi, jangan sampai sebagai penyelenggara negara, terjebak pada informasi yang tidak benar atau dikenal dengan hoax,” tegasnya. (gik)

CARU - Warga saat melaksanakan tradisi caru manjaga-jaga.

Bali Post/gik

Timbulkan Kemacetan Dispar Kumpulkan Sopir Angkutan Pariwisata Semarapura (Bali Post) -

Dinas Pariwisata (Dispar) Klungkung berinisiatif menemui para sopir angkutan pariwisata di Balai Desa Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (30/8) kemarin. Sopir angkutan pariwisata ini dianggap kerap tidak mematuhi aturan berlalu lintas, sehingga sering menimbulkan kemacetan. Kesempatan ini juga sekaligus dimanfaatkan eksekutif untuk memberikan penjelasan kepada para sopir, terkait kerusakan sejumlah akses jalan menuju objek wisata Nusa Penida.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta meminta para sopir bersama-sama menjaga suasana positif yang sudah terbangun di Nusa Penida dalam beberapa tahun terakhir. Citra positif yang sudah terbangun agar dijaga dan disebarluaskan kepada kalangan wisatawan. Kalaupun ada pertanyaan seputar infrakstruktur, agar sopir bisa memberikan penjelasan bahwa pemerintah daerah sudah merencanakan untuk melakukan proses perbaikan secara bertahap. “Pemerintah sudah melakukan penganggaran perbaikan jalan yang dikeluhkan para driver. Kami ingin mereka memahami bahwa perbaikan itu ada prosedurnya. Semua ada prosesnya. Jangan terburu-buru memposting kampanye negatif terhadap Nusa Penida,” katanya.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat hadir dalam kesempatan itu bersama Camat Nusa Penida Komang Widyasa Putra menyarankan para driver dan pengusaha angkutan pariwisata untuk mendirikan koperasi. Wadah koperasi ini akan memberi manfaat cukup banyak bagi jasa angkutan pariwisata. Baik terkait pengelolaan jasa angkutan maupun perkembangan moda transportasi ke depan, melihat kunjungan wisatawan tiap tahunnya yang terus meningkat. “Kita sepakat sedang mengembangkan Nusa Penida. Kita pula sepakat Nusa Penida harus maju. Maka, tolong jaga bersama Nusa Penida ini. Bantu pula pemerintah untuk melakukan pemungutan retribusi,” pinta Bupati Suwirta. Pada kesempatan itu, sejumlah driver juga memanfaatkannya un-

Bali Post /gik

PARIWISATA - Para sopir pariwisata saat dikumpulkan di Balai Desa Sampalan, Nusa Penida. tuk memberikan masukan tentang arus lalu lintas, agar tidak terjadi kemacetan. Seperti dari Driver Nusa Penida Island, Ketut Mudiarta, meminta agar jalan dari Kebon Tingkih menuju Broken Beach dijadikan satu jalur. Sementara untuk keluar dari Broken Beach disarankan untuk melalui jalan Pikat. Jika disepakati, maka pihaknya segera meminta dipasang-

kan rambu pemberitahuan satu jalur. Karena jika jalan tersebut dipaksakan dijadikan dua jalur, maka setiap harinya akan terjadi kemacetan. Bupati Suwirta merespons usulan itu dan menyatakan segera meninjau lokasi jalan yang dimaksud dengan instansi terkait, untuk melihat keadaan riil di lapangan. (kmb31)

OPD agar Tingkatkan Kualitas Pelayanan Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta seluruh OPD jangan puas dan terlena dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang sudah diperoleh empat kali berturut-turut. Setiap OPD harus terus meningkatkan kualitas pelayanannya, mengingat tuntutan publik terhadap pemerintah daerah semakin beragam. Meningkatnya kualitas pelayanan, tentu akan membuat pelayanan lebih terintegrasi dan

memberi dampak positif kepada masyarakat. Pemerintah pun terus berupaya melakukan inovasi-inovasi di bidang pengawasan, perencanaan serta di bidang pelaksanaan. Sehingga nantinya anggaran itu bisa semaksimal mungkin seratus persen, output-nya pasti dan bila perlu sampai ke outcomenya. Seluruh Kepala OPD, agar saat merencanakan dan melaksanakan program kegiatannya, tetap mengacu pada visi dan misi

pemerintah daerah yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Pelayanan prima akan meningkatkan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2019. Sebab, sebelumnya Pemkab Klungkung pada 2018 mendapat nilai B,” tegas Bupati Suwirta, saat menerima kedatangan Tim Evaluasi SAKIP dari Inspektorat Provinsi Bali, di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung,

Bali Post/gik

ASN - Aparatur Sipil Negara (ASN) saat menghadiri acara dengan tim evaluasi SAKIP di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung.

Jumat (30/8) kemarin. Sementara itu, Inspektur Daerah Provinsi Bali I Wayan Sugiada menjelaskan, Inspektorat Provinsi Bali mendapatkan pelimpahan tugas dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk melakukan evaluasi SAKIP kepada Klungkung. Sesuai Perpres Nomor 29 Tahun 2014, menurutnya, ada dua hal pokok yang menjadi kata kunci dalam evaluasi, yaitu kinerja dan kerja. Kinerja berkaitan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sedangkan kerja berkaitan dengan strategi atau cara untuk mewujudkan tujuan dan sasaran melalui program atau kegiatan. Sugiada menambahkan, penilaian terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diharapkan mampu mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pelayanan secara adil dan bijaksana melalui sejumlah perubahan mendasar, seperti transformasi budaya birokrasi, peningkatan kinerja instansi, transparansi, membangun pemerintahan yang akuntabel dan terukur serta mampu mempertanggungjawabkan hasil atau manfaat kepada masyarakat atas penggunaan anggaran. Evaluasi SAKIP ini, pada intinya untuk memetakan perkembangan atau kemajuan pelaksanaan akuntabilitas kerja. Selain itu, juga memberikan saran dalam rangka perbaikan dan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah. Berpengalaman. Gaji 2,5 juta SMS WA 0816571027 B.BP.004.08.19.0000938

Dicari Surveyor,S1,diutamakan S1-Sipil / Ekonomi, L/P, KTP Bali, Gaji UMK + Bonus, Hub.kjpp.shr.bali@gmail.com B.BP.004.08.19.0000932

Bth Kywti Admin wnta 24-30th bisa MS Excel,Bhs Inggris Travel.Gj .2,6jt/bln Hub.081222108833 B.BP.004.08.19.0000936

Dcr : Sopir B1, Salesman/Girl Income ±10Jt,Bedahulu 4 No.12 Dps,Email:erfintricahyo@gmail. com, Telp.081939800617 B.BP.004.08.19.0000974

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

Bth: Staf Produksi,llsn.min SMK,Pglmn,utk pabrik Tabanan; lamaran WA ke 087880497389

Dcr Sales Sparepart Min SMA, mtr sdri, SIM C pglmn. WA:085850300056

Cari Krywti u/Toko di Seminyak WA:081239995037/081238869961

Dcr u/Staff(Semua Posisi) bawa Lam.Ke Rustica Restrn Jl.Batu Belig No.1 Krbkn (0361)4737812

B.BP.031.08.19.0000979

B.BP.001.08.19.0000955

Cr 2 Admin,Purchasing,Waitress Pnglmn u/Resto-Kuta.0817556266

B.BP.001.08.19.0000923

Cr Cleaning Service & Pengajar S1 Bhs Inggris dan Matematika WA/Telp:08179752136 B.BP.014.08.19.0000972

Dbthkn Admin&Sales brpglmn Krm lam ke PT.Berkat Perkasa Jl.Ry Sempidi 18A Br.Kangin-8450682 B.BP.001.08.19.0000976

Dbthkn Tng Admin,Bisa Komputer Lok.Gianyar Hub:081999846117 B.BP.001.08.19.0000952

Dcr SPG,Barista,Driver, untuk Kopi Luwak Hub.085100619419 B.BP.001.08.19.0000975

B.BP.031.08.19.0000970

B.BP.004.08.19.0000903

Dibutuhkan Tenaga Mekanik Hub.Pak Surono HP:081237384100 B.BP.001.08.19.0000961

Dicari 2 Sopir,1 Suster(Rawat Lansia)Wanita,1 Pembantu Rumah Tangga,1 Tukang Kebun.Lam ke: hrd@hideawaydevelopment.com Hp:081246796469 B.BP.001.08.19.0000880

Guru TK:Lulusan S1,Pengalaman Mengajar Min.2 Tahun,Sabar, Wanita Usia 25-35 Tahun. CV,KTP dan Ijasah Dikirimkan ke: kadek.n@sisbali.sch.id B.BP.001.08.19.0000926

Dicari Diploma II Akuntansi 2 org(L/P),Diploma II Management 2 Org, Sgr hub.081339344442

B.BP.004.08.19.0000977

Dicari cook untuk Food Court Hub.08124616685 B.BP.154.08.19.0000980

Villa in Canggu is looking for Maid who know to Cook food and driver who can do little garde ning & pool. Good English. No calls only write on WhatsApp 08123809593

B.BP.001.08.19.0000902

Dicari Manager kerja full time area Kuta, sayang anjing, Bhs Inggris aktif. WA 089517608000 B.BP.004.08.19.0000971

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Kuta;SpvBar,Waiter/s(3Jt)DJ,Kasir,Tk.Masak,Salon-08123807241

DIJUAL MOTOR HONDA

DIJUAL TANAH

Sgra Urgnt Adm lancar Excel, P.Kawe 58,081238226287

Mtr Honda Supra X-125 Th 2012 Jl.Pulau Batam No.10,0811393313

Urgent:Akuntansi SMK/D/S1, CV: send to info.bcr2001@gmail.com

Tanah SHM luas 225 m di Teuku Umar Barat Jl.Pura Demak Gg.1 Hub.Lala 081213282323

PROPERTY

Djl Kebun 1.6Ha, aspal Jembrana, 8jt/are, 087760456844

B.BP.001.08.19.0000981

B.BP.004.08.19.0000823

B.BP.001.08.19.0000846

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.08.19.0000942

Mature Driver for Private Vila Seminyak area, speaks English, have motorbike,HP.10AM-5PM, Mon-Sat.No taxi drivers.Have a re ferences.Call/WA:0812-388-3960

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.08.19.0000973

DIJUAL RUMAH

Dijual cpt rmh di Tunjung Sari Permai LT200/100, 087860121216 B.BP.004.08.19.0000939

PROPERTY DIJUAL TANAH

DIJUAL MOBIL HONDA

Freed PSD 2009,Putih,Ex Dokter Velg Racing,Kordn 081237873200

B.BP.001.08.19.0000919

SUZUKI

Jimmy GX 96,Mrh Orcat,Jl P.Adi I No.12.WA:081232715398 BUC

B.BP.001.08.19.0000965

Dijual Tanah 2 Kavling Jln.Ciung Wanara VI/1 Renon. Hubungi:08118888810 (Owner) B.BP.001.08.19.0000884

Jual Kav SHM 480M2 3,6M(Nego) Jimbaran Tmn.Griya-08119707272 B.BP.004.08.19.0000041

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon ±35A Ubud-Tegallalang.HP:0811394712 B.BP.001.08.19.0000496

PROPERTY

B.BP.031.08.19.0000969

B.BP.004.08.19.0000990

RUPA-RUPA Dijual Genzet Body Silent Caterpilar 80Kva Kondisi Prima & Bersih Minat HP.081338528811 B.BP.001.08.19.0000659

KEHILANGAN Hlg BPKB L02364886-O DK491JK An.Dr.I Gst Ayu Mirah Herawati B.BP.004.08.19.0000978

Hlg BPKB No.K06780643-O DK 1992 FM,A/N Arief Wibawa B.BP.001.08.19.0000960


Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

Waktu Mepet, Danau Buatan Batal Dibangun Tahun Ini

Bangli (Bali Post) – Rencana pembangunan danau buatan untuk memenuhi kebutuhan air di tiga desa di Kintamani, yakni Desa Suter, Abang Batudindingn dan Abang Songan, batal dilaksanakan tahun ini. Mepetnya waktu yang tersisa, menjadi alasan Pemkab Bangli tidak bisa mengerjakan kegiatan yang telah dianggarkan Rp 15 miliar tersebut. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli I Made Soma dikonfirmasi, Jumat (30/8) kemarin, mengatakan, pihaknya terpaksa menunda pembangunan danau buatan tahun ini, lantaran waktu yang tersisa sangat terbatas. Sesuai kajian dari konsultan, pembangunan danau buatan membutuhkan waktu minimal 5 bulan. “Sekarang sudah mau bulan September. Sementara saat ini baru selesai proses DED-nya. Belum lagi setelah ini masuk ke ULP memakan waktu sebulanan. Jadi tidak bisa, habis waktunya,” kata Soma. Dijelaskannya, alasan pihaknya tidak bisa mengerjakan pembangunan danau buatan dari awal tahun lantaran DED yang sudah dibuat, sempat direview kembali. Proses review

DED memakan waktu beberapa bulan dan baru selesai barubaru ini. Di samping karena waktu yang mepet, diakui Soma, berkurangnya dana PHR Badung untuk Bangli pada tahun ini menjadi alasan lain ditundanya pembangunan proyek tersebut. Dikatakan Soma, sesuai judul kegiatan, sejatinya yang akan dibangun dengan anggaran Rp 15 miliar tersebut adalah embung. Bentuknya berupa kolam terbuka yang berfungsi sebagai bak penampungan air. Sesuai perencanaan, air yang akan ditampung di sana adalah air Danau Batur yang diangkat dari bawah menggunakan teknologi mesin. “Jadi bukan danau. Kalau saya lihat gambarnya kayak kolam penampungan air yang terbuka,” jelasnya. Mengenai berapa ukurannya, Soma mengaku tidak tahu secara pasti. Demikian juga terkait lokasi pembangunan yang sudah disepakati, dirinya mengaku belum tahu. Ia beralasan tidak sempat ikut rapat mengenai pembangunan embung yang sempat dilaksanakan dinasnya bersama masyarakat di tiga desa tersebut. “Yang ke sana rapat Pak Kadis. Tapi yang jelas saya tahu pembangunannya untuk tahun ini ditunda,” imbunya.

Sementara itu, kabar batalnya pembangunan embung tersebut mendapat tanggapan dari anggota DPRD Bangli Nyoman Basma. Wakil rakyat asal Desa Suter ini mengaku sangat kecewa dengan keputusan Pemkab Bangli yang membatalkan pembangunan embung dengan alasan waktu mepet. “Kalau tidak di-planing dan dieksekusi, jangankan waktu enam bulan, bertahuntahun pun dikasi waktu juga tidak akan selesai,” katanya. Basma menuding Pemkab Bangli selama ini tidak pernah konsisten dengan janjinya. Rencana pengangkatan air Danau Batur untuk mengatasi kesulitan air di tiga desa, selalu diwacanakan terus dari tahun ke tahun namun tak pernah ada realisasi. “Jangan kira masyarakat tidak bisa marah,” ujarnya. Dengan adanya pembatalan pembangunan embung tahun ini, politisi Golkar ini pun meminta pemerintah untuk menjelaskan secara langsung alasannya ke masyarakat. “Karena sebelumnya Bupati sudah jelas kemarin menyampaikan anggaran Rp 15 miliar untuk pembangunan itu sudah tersedia. Sekarang dibatalkan, harus dijelaskan ke tengah masyarakat,” kata Basma. (kmb40)

Bali Post/ina

DANAU BATUR - Kondisi Danau Batur yang meluap. Untuk mengatasi luapan, Pemkab rencananya mengangkat air danau Batur dan menampungnya di danau buatan. Namun tahun ini, rencana pembangunan danau buatan/embung batal direalisasikan Pemkab Bangli.

Pemkab akan Tanggung Peserta BPJS PBI Nonaktif

Bangli (Bali Post) -

Bali Post/ina

KEGIATAN SOSIAL - Divisi Hukum KPU se-Bali melaksanakan kegiatan sosial dengan mengunjungi dan memberikan bantuan kepada tiga anak kurang beruntung di Bangli.

Divisi Hukum KPU Se-Bali Kunjungi Anak Kurang Mampu

Bangli (Bali Post) Perhatian dan bantuan dari donatur terus mengalir untuk Wayan Sudiasa, bocah kurang mampu di Banjar Dinas Penida Kelod, Desa Tembuku. Setelah sebelumnya dikunjungi dan dibawakan bantuan oleh Dinas Sosial Provinsi Bali, Jumat (30/8) kemarin, perhatian untuk Sudiasa datang dari Divisi Hukum KPU se-Bali. Bocah yang selama ini hanya diasuh kakek dan neneknya itu diberi bantuan sembako dan keperluan sekolah. Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Bali A.A. Gede Raka Nakula mengatakan, pemberian bantuan ini serangkaian peringatan hari Kemerdekaan RI ke -74 tahun. Selain kepada I Wayan Sudiasa, pihaknya juga memberi bantuan kepada Ni Nyoman Ratih Sumiantari dan Ni Nengah Cinta Kasih, anak kurang mampu di Banjar Metra Tengah, Desa Yangapi, Tembuku. Kegiatan pemberian bantuan yang dilaksanakan Divisi Hukum KPU se-Bali, bukan

kali pertama. Sebelumnya, pihaknya sudah sempat melaksanakan kegiatan serupa ke dua yayasan sosial di Tabanan. “Kegiatan ini spontanitas untuk merayakan hari Kemerdekaan RI,” jelasnya. Melalui kegiatan yang dipimpin langsung Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Agung Lidartawan kemarin, diharapkan ke depannya semakin menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta mempererat kekompakan. “Dengan melakukan kegiatan ini bagaimana kita memupuk rasa kolektif kolegial tidak saja dalam melaksanakan tugas kepemiluan tapi juga melaksanakan kegiatan lainnya karena dengan kebersamaan ini semua akan mudah kita jalankan,” kata Agung Nakula. Pihaknya mengaku senang bisa melaksanakan ini bersama-sama. Ke depan kegiatan sosial yang sekaligus dirangkaikan dengan touring ke daerah wisata ini diharapkan bisa terselenggara secara rutin. “Sesuai dengan moto kita berbagi bersama dan bergembira,” imbuhnya. (kmb40)

Pemkab Bangli berkomitmen menangani seluruh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang telah dinonaktifkan pusat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Pemkab akan memanfaatkan sisa kuota sebesar 3 persen, dari JKN KIS yang dibiayai oleh pemerintah kabupaten. Kepala Dinas Sosial Bangli I Nengah Sukarta, Jumat (30/8) kemarin menyebutkan, ada sebanyak 3.624 warga peserta BPJS Kesehatan di Bangli yang telah dinonaktifkan pusat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) per 1 Agustus lalu. Penonaktifan dilakukan lantaran adanya ketidaksesuaian data by name by address dan tidak memiliki KTP elektronik,

pemahaman mengenai syarat pencalonan,” ungkapnya. Dikatakan, alasan pihaknya selama ini hanya mengundang LO dari parpol karena secara aturan memang begitu. Parpol sebagai perpanjangan tangan diminta membantu mensosialisasikan ke calonnya yang akan diusung. Keterbatasan anggaran juga menjadi alasan KPU tidak bisa mengundang semua calon. “Kalau misalnya diundang semua berapa ratus orang yang harus kita undang. Sementara kalau kita undang parpolnya saja kan hanya belasan,” terangnya. Pujawan lanjut mengatakan, dalam rapat kemarin, pihaknya juga mendapat masukan dari parpol dan bawaslu mengenai aplikasi

nonaktifan tersebut. Jadi dia pegang kartu JKN PBI, tapi karena dibilang sudah off, disuruh bayar berobat,” ungkapya. Sejatinya, lanjut Sukarta, pihaknya di Dinas Sosial sudah menyampaikan informasi penonaktifan ini ke masyarakat melalui apparat desa. Namun, ia mengakui belum semua masyarakat mengetahui informasi tersebut.

JKN KIS yang sudah non aktif, bisa diaktifasi lagi ketika warga yang bersangkutan melapor ke Dinas Sosial. Sejauh ini baru 70 orang yang sudah melakukan aktifasi dengan mendatangi Dinsos. Sukarta mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mendapat data nama peserta BPJS PBI yang telah dinonaktifkan oleh pusat. Karenanya pihaknya belum bisa melakukan verifikasi ke lapangan untuk kemudian diaktifkan. Rencananya pihaknya akan segera minta data tersebut ke Kemensos. (kmb40)

Seratus Pengendara Terjaring Operasi Patuh Bangli (Bali Post) Tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas masih cukup rendah. Buktinya, sejak dilaksanakannya Operasi Patuh Agung dua hari terakhir, sudah ada 100 orang pengendara kendaraan bermotor yang dijaring petugas karena terbukti melanggar. Pelanggaran didominasi pengendara yang tidak melengkapi diri dengan surat izin mengemudi (SIM). Berdasarkan data Polres Bangli, adapun rincian jenis pelanggaran di antaranya tanpa helm 14 kasus, tidak menggunakan sabuk keselamatan 22, tanpa SIM 40, dan tanpa STNK 24 kasus. Seluruh pengendara yang terjaring operasi petugas Sat-

KPU Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli, Jumat (30/8) kemarin melaksanakan rapat evaluasi pencalonan anggota DPRD Bangli. Beberapa masukan disampaikan dalam rapat itu. Salah satunya, masukan dari parpol yang meminta KPU ke depannya untuk mengundang dan memberikan pemahaman secara langsung terkait syarat pencalonan kepada anggota partai yang akan diusung menjadi calon legislatif. Ini diharapkan agar mereka yang akan maju menjadi calon bisa memahami dan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan ditemui usai rapat kemarin mengatakan, untuk mensosialisasikan tahapan selama ini pihaknya mengundang liaison officer (LO) yang ditunjuk oleh masing-masing parpol. Namun, rupanya apa yang sudah dijelaskan KPU tidak menimbulkan kepuasan dari partai. Sebab informasi yang disampaikan, misalnya soal pencalonan masih banyak yang tidak dipahami oleh para calonnya yang akan diusung. “Karena itu partai menginginkan seluruh orang yang akan diusung menjadi calon agar diundang, dihadirkan untuk diberikan

sehingga dikeluarkan dari basis data terpadu. Penonaktifan ini bertujuan untuk pembersihan data. Sejak adanya penonaktifan tersebut, Sukarta mengakui banyak warga yang merasa bingung serta kaget. Terutama ketika melakukan pemeriksaan kesehatan. “Banyak yang bingung karena masih banyak yang belum tahu adanya pe-

Kini pascaadanya penonaktifan, ribuan peserta BPJS PBI tersebut, pihaknya akan menanggungnya dengan memanfaaatkan sisa kuota JKN KIS yang dibiayai oleh pemerintah kabupaten. Dikatakannya, saat ini Pemkab Bangli sudah 100 persen UHC. Meski demikian capaiannya baru sebatas 97 persen. “Nah sisa 3 persen inilah yang akan kita gunakan untuk untuk mengcover jaminan kesehatan bagi 3.624 warga yang telah dinonaktifkan pusat tersebut,” ujarnya. Sukarta mengatakan, kartu

pencalonan yang sering error. Selain itu soal masalah perubahan status pada KTP yang dimiliki beberapa caleg. Meski statusnya sudah pensiun, namun pada KTP yang bersangkutan masih tertulis sebagai PNS. “Jadi tujuan rapat ini untuk meminta masukan dan saran dari peserta pemilu kemarin di Pileg. Agar bagaimana kami bisa melakukan perbaikan ke depannya,” jelasnya. Evaluasi pencalonan ini juga dilakukan untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi pada perhelatan demokrasi mendatang. Sebagaimana yang diketahui pada tahun 2020 nanti, akan dilaksanakan hajatan pemilihan kepala daerah di Bangli. (kmb40)

Bali Post/ina

EVALUASI - Rapat evaluasi pencalonan di KPU Bangli.

lantas dikenai sanksi tegas berupa tilang. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (30/8) kemarin mengatakan, 100 pengendara tersebut terjaring Operasi Patuh Agung di beberapa titik yakni di Kecamatan Susut, Bangli dan Kintamani. Dijelaskannya, ada beberapa sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Agung 2019. Di antaranya pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi roda empat atau lebih tidak menggunakan sabuk keselamatan, pengemudi yang melebihi batas kecepatan maksimal, pengendara ranmor yang melawan arus, pengendara mabuk saat mengemudikan ranmor, pengendara

ranmor yang masih di bawah umur, dan menggunakan HP saat mengemudikan ranmor. “Ranmor yang menggunakan lampu strobo/rotator/sirene juga menjadi sasaran dalam Operasi Patuh,” jelasnya. Sebagaimana yang diketahui Operasi Patuh Agung dijadwalkan berlangsung selama dua minggu ke depan mulai 29 Agustus sampai dengan 11 September mendatang. Operasi Patuh Agung merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Polres Bangli setiap tahun. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sehingga keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamsebtiblancar) bisa tercapai. (kmb40)

Bali Post/ina

MELANGGAR - Polisi menindak pengendara yang melanggar.


OLAHRAGA

Sabtu Pon, 31 Agustus 2019

15

Bali Post/022

LEPAS - Bupati Gianyar Made Mahayastra (kiri) melepas kontingen Porprov di Balai Budaya Gianyar.

Gianyar Incar Juara III Porprov

Gianyar (Bali Post) Kontingen Gianyar menyadari sulit mengalahkan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar pada Porprov Bali XIV di Tabanan, 9-19 September mendatang. Oleh sebab itu, Gianyar hanya mengincar peringkat III bersaing dengan kontingen Buleleng. ‘’Astungkara kami bisa mempertahankan juara umum III pada Porprov di Tabanan,’’ ungkap Bupati Gianyar Made Mahayastra di sela–sela pelepasan kontingen di Balai Budaya Gianyar, Jumat (30/8) kemarin. Ia siap mengucurkan bonus Rp 50 juta bagi peraih medali emas. Bupati Mahayastra optimis lima tahun ke depan Gianyar mampu bersaing dengan juara umum dan peringkat II Porprov Bali. Untuk itu, pihaknya akan membangun infrastruktur olahraga yang tersebar di kecamatan. Tahun depan mulai dibangun kolam renang di Kebalian, Sukawati, dan lapangan tembak di Bukit Jati. Sementara itu, Ketua Umum KONI Gianyar Pande Made Purwata menyampaikan, kontingen Gianyar berkekuatan 645 atlet dan 167 ofisial atau 812 personel di Tabanan. Gianyar menduduki peringkat III ketika menjadi tuan rumah Porprov Bali XIII/2017 dengan mendulang 53 emas. Namun, beberapa nomor andalan Gianyar pada cabang olahraga (cabor) pencak silat, judo, dan kempo dicoret dari pertandingan Porprov Bali 2019. Ia berharap cabor yongmoodo dan binaraga mampu mendulang emas untuk menutupi kehilangan itu. Pihaknya ingin mengajukan diri menjadi tuan rumah lagi pada Porprov Bali 2023 mendatang, seiring rampungnya pembangunan sejumlah fasilitas olahraga di Gianyar. (022)

Gauff Uji Osaka di Putaran Ketiga New York – Sensasi remaja AS Coco Gauff dan juara bertahan Naomi Osaka (Jepang) akan bertemu pada pertandingan putaran ketiga tunggal putri turnamen tenis AS Terbuka, Sabtu (31/8) ini. Kedua pemain ingin menguji permainan lawan. Osaka yang berusia 21 tahun menyingkirkan Magda Linette (Polandia) 6-2, 6-4, sedangkan Gauff yang berusia 15 tahun mengalahkan pemain kualifikasi Timea Babos (Hungaria) 6-2, 4-6, 6-4 pada babak kedua, Jumat (30/8) kemarin. ‘’Kami berdua cukup muda tapi saya sedikit lebih baru dalam permainan. Jadi, saya hanya ingin tahu bagaimana pertandingan saya melawannya. Jelas aku ingin menang. Aku hanya ingin menikmatinya, bersenang-senang, menikmati

pertempuran. Kita akan lihat bagaimana hasilnya,’’ kata Gauff. Osaka ingin melihat langsung sensasi Gauff yang mengalahkan Venus Williams dalam perjalanannya ke putaran keempat Wimbledon empat bulan lalu sebelum ditundukkan Simona Halep yang akhirnya menjadi juara. ‘’Ketika saya mendengar orang berbicara tentang seseorang, saya ingin memiliki kesempatan untuk memerankan mereka hanya untuk menilai sendiri,’’ ujar Osaka. Gauff merupakan petenis putri termuda yang mampu menembus 32 besar AS Terbuka sejak Anna Kournikova (Rusia) pada 1996. Pertandingan gandanya berpasangan dengan Caty McNally akan membantunya bersiap menghadapi Osaka. (afp/kmb)

Bali Post/bu

BATAL – Rombongan Bali United yang sudah berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai batal bertolak ke Jayapura setelah laga kontra Persipura ditunda oleh pihak LIB.

Batal ke Jayapura

Bali United Tunggu Jadwal dari LIB

Mangupura (Bali Post) – Laga Bali United kontra tuan rumah Persipura yang rencananya digelar di Stadion Mandala, Jayapura pada Minggu (1/9) besok resmi ditunda. Kepastian tersebut diperoleh setelah manajemen tim Serdadu Tridatu mendapat pemberitahuan dari pihak Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Shopee Liga 1 2019. Rombongan tim Bali United yang terdiri atas pemain, pelatih, dan ofisial sebenarnya sudah berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak Kamis (28/8) malam. Namun, setelah mendapat konfirmasi dari pihak LIB, rombongan pun memutuskan membatalkan keberangkatan ke Jayapura dan kembali ke mes pemain serta rumah

‘’Karena kalau dipimpin kucing yang banyak kurapnya, bukan hanya lembaga ini yang bubar, kita bisa ketularan. Kalau capimnya tadi kurapnya namanya tidak patuh LHKPN, nanti semua pegawai KPK ketularan tidak patuh LHKPN. Kalau kurapnya tadi itu namanya pelanggaran etik, nanti semua pegawai KPK akan ketularan melanggar etik. Karena itu tolak kucing kurap, setuju?’’ ucap Tsani. Ia pun mengharapkan aspirasi-aspirasi yang disampaikan dalam acara ini dapat didengar oleh Presiden Joko

Bahkan meski angin malam berembus dingin. Bunda Putri tetap anggun dalam balutan kebaya merah yang menjadi ciri khasnya. Puisi ‘’Merah Putih’’ yang diciptakannya sendiri di Jayasabha, baru saja rampung pada 25 Agustus lalu. Puisi ini dibuat secara khusus untuk merayakan Puncak HUT Ke-71 Bali Post lewat pentas drama kolosal, malam nanti. ‘’Kadang kan kalau sudah inspirasi, dia bisa mengalir, muncul saja kalimat berikutnya. Nanti tinggal dibaca lagi, o...di sini kurang enak, diedit lagi. Dua malam itu jadi dia,’’ tuturnya. Padahal, Bunda Putri mengaku sudah setahun vakum menulis puisi. Kesibukan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali membuat konsentrasinya terbagi untuk tugas-tugas itu. Jangankan

Indonesia Corruption Watch (ICW) itu, diharapkan Presiden betul-betul memilih capin KPK yang berintegritas untuk diajukan ke DPR-RI. Namun, katanya, sampai pada tahap pemilihan 20 capim KPK masih hadir calon yang memiliki rekam jejak yang menghambat penegakan hukum, misalnya tidak patuh menyampaikan LHKPN dan dugaan pelanggaran kode etik di KPK. ‘’Tahapan-tahapan seleksi selama ini menunjukkan masukan masyarakat tidak didengar. Padahal UU KPK dan keppres pembentukan pansel mensyaratkan pansel untuk mendengar suara masyarakat,’’ ujar Kurnia. (ant/kmb14)

Bereskan Tunggakan Manajemen BPJS Kesehatan juga harus membereskan tunggakan iuran dari peserta mandiri dan pekerja bukan penerima upah yang

mencapai 54 persen. ‘’Bila dibiarkan, tunggakan itu akan menjadi benalu bagi BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran juga akan memicu tunggakan semakin tinggi,’’ tuturnya. Tulus juga mengusulkan

agar fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menjadi mitra BPJS Kesehatan seperti puskesmas dan klinik juga diverifikasi, terutama tentang ketersediaan dan jumlah dokter yang ada. (ant)

Sabtu, 31 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Lansia 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop

09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Keluarga 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Bali TV Shop 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (4) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Ocydia Home Shopping 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz

ujar pelatih kepala Stefano ‘’Teco’’ Cugurra dikutip dari situs Bali United, Jumat (30/8) kemarin. Teco mengakui sudah sempat menjalin komunikasi dengan pelatih kepala Persipura yang juga berasal dari Brazil, Jacksen Tiago, perihal situasi terkini di Jayapura dan sekitarnya. ‘’Saya sudah berkomunikasi dengan

melawan Persipura. Apakah nantinya main di tempat netral atau seperti apa. Yang pasti setelah semuanya jelas baru kami bisa bicara tentang persiapan selanjutnya,’’ tutur Teco. ‘’Penundaan ini murni dikarenakan situasi yang kurang ideal. Hal ini sudah kami koordinasikan langsung dengan pihak Persipura,’’ jelas Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra dalam rilis resmi LIB. PT LIB segera mengatur jadwal laga tunda tersebut menyesuaikan dengan agenda pertandingan yang dilakoni kedua tim di Shopee Liga 1 2019. (kmb)

meninggalkan sejarah tentang kejayaan Majapahit yang begitu berdarah-darah menyatukan nusantara. Dari Sumpah Palapa yang dicetuskan Gajah Mada, mahapatih di Majapahit tersebut pantang mengenyam nikmat sebelum cita-cita itu tercapai. Oleh karena itu, jangan sampai ada niatan dari anak-cucu atau keturunan nusantara yang ingin memporakporandakan NKRI. Sementara pemimpin dalam mewujudkan tujuan dari kepemimpinannya mesti fokus, tulus, dan lurus. Hal itulah yang didengungkannya lewat puisi. ‘’Lewat kesenian juga bisa kita tanamkan nilai-nilai luhur para pendahulu kita. Nilai-nilai nasionalisme di setiap dada anak bangsa,’’ imbuhnya. Drama kolosal Gajah Mada Reborn bukanlah kali pertama Bunda Putri ikut terlibat sebagai pengisi acara yang digelar Kelompok Media Bali Post. Ia mengaku senang karena Bali Post ketika merayakan ulang tahunnya, sengaja atau

tidak, membuka ruang-ruang untuk seniman. Sesedikit apa pun waktu yang disediakan, seniman tetap bisa berkreasi di sini. Termasuk ia sendiri yang diberi panggung sehingga bisa melepas rindu untuk membaca puisi. Meski dalam kesehariannya menjalankan tugas sebagai istri gubernur, Bunda Putri juga kerap diminta oleh masyarakat untuk membaca puisi. ‘’Rasanya tidak tega kalau nolak karena masyarakat yang meminta. Jadi bukan ibu yang memaksa mencari panggung. Bagi ibu sesungguhnya sudah selesai. Ibu tinggal mendukung, mendorong anak-anak ibu untuk berkesenian, karena dari situ mereka mengolah estetika dan etika, jati dirinya sebagai anak Indonesia, terutama sebagai anak-anak yang ada di Bali yang mesti mengasah talentanya, menyuburkan hal-hal yang positif dalam dirinya lewat berkesenian,’’ pungkasnya. (rin)

Di Jayasabha

Bisa Ketularan Widodo dan juga Komisi III DPR-RI yang nantinya menentukan pimpinan KPK mendatang. ‘’Kami meminta Presiden tidak meloloskan atau menerima capim KPK yang terbukti tidak berkualitas maupun berintegritas,’’ kata salah satu perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Darurat KPK Kurnia Ramadhana. Lebih lanjut, ia meminta Presiden mencoret capim KPK yang tidak melaporkan harta kekayaannya, mempunyai konflik kepentingan, diduga terlibat pelanggaran etik, mengancam pemberantasan korupsi, dan rekam jejak buruk di masa lalu. Oleh karena itu, kata Kurnia yang juga Peneliti

masing-masing. ‘’Ya, kami sudah di bandara dan sebentar lagi akan boarding. Tapi mengingat situasi di Jayapura saat ini dan juga koordinasi dengan LIB, kami tidak jadi berangkat. Kami hanya bisa berdoa semoga situasi di sana cepat membaik serta teman-teman di Jayapura dan sekitarnya tetap dalam keadaan sehat,’’

Coach Jacksen Tiago sejak seminggu lalu saat pertama kali lihat kejadian tersebut di TV. Tapi Jacksen saat itu ada di Banjarmasin karena Persipura bermain di sana. Sekarang dia sudah ada di Jayapura dan bilang situasi di sana tidak begitu bagus,’’ katanya. Setelah penundaan laga kontra tuan rumah Persipura, pihaknya memilih menunggu jadwal baru sebelum menentukan program latihan untuk punggawa tim Serdadu Tridatu. ‘’Kami harus tunggu surat dari LIB dulu untuk tahu kapan dan di mana kami akan bermain

Tim Jurnalistik SMAN 8 Denpasar,Raih Juara Internasional 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Dunia Kita 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Orti Bali 19:30 Wita Siaran Langsung HUT Ke-71 Bali Post

menulis puisi, waktu untuk tidur saja dirasa kurang. ‘’Tapi ketika ada waktu lowong, dia seperti mata air yang tiba-tiba saja basah oleh inspirasi di pikiran. Ambil HP, buka FB (facebook), lalu nulis, jadilah dia,’’ katanya. Seperti yang menjadi ciri khasnya, puisi ‘’Merah Putih’’ juga diawali dengan kalimatkalimat doa. Seperti ‘’Om Awighnam Astu’’, ‘’Om Pangaksama Ninghulun’’, ‘’Om Rang Ring Sah Parama Siwa Raditya Ya Namo Swaha’’. Di tengah-tengah pembacaan puisi, Bunda Putri juga menyelipkan kata-kata yang sering diucapkan dalang wayang kulit Bali. Alhasil, Bunda Putri selalu berhasil memukau dan menyentuh batin penonton karena nada suaranya selalu tepat menyuarakan kalimat sedih, ceria, bahkan marah. ‘’Di awal itu adalah doa sebagai pembaca puisi agar apa yang disampaikan membuat bahagia para penonton,’’ ungkapnya.

Yang menarik, puisi untuk drama kolosal Gajah Mada Reborn ini rupanya akan dijadikan sebagai puisi andalan sekaligus judul antologi puisi Bunda Putri dari trilogi ‘’Bunga Merah’’, ‘’Rumah Merah’’ dan ‘’Merah Putih’’. Secara substansi, puisi ‘’Merah Putih’’ masih terkait dengan cerita tentang Mahapatih Gajah Mada, Majapahit, dan sekelumit peristiwa yang terjadi kala itu. Namun, ada pula sentuhan masa kini. Pesan dalam setiap lariknya jelas untuk menjaga NKRI tetap satu di bawah Merah Putih. ‘’Dulu leluhur kami berjaya, kita punya kerajaan yang menyatukan nusantara. Saat itu juga terjadi pemberontakan, sekarang bukan tidak mungkin bibit-bibit seperti itu ada. Tetapi bagaimana kita belajar dari masa lalu, belajar dari sejarah itu, sehingga tidak ada paregreg yang kedua,’’ jelasnya. Bunda Putri mengajak semua komponen masyarakat untuk selalu ingat dengan jas merah. Jangan sekali-sekali


SABTU PON, 31 Agustus 2019

Bali Post/ian

SAMPIAN EMAS - Tari Sampian Emas yang akan mengiringi Ni Putu Putri Suastini membacakan puisi ‘’Merah Putih’’ di Panggung Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Sabtu (31/8) malam ini.

Malam Ini, ’’Gajah Mada Reborn’’ Semarakkan Ardha Candra Padukan Seni Tari, Puisi, Komedi, dan Musik

SABTU (31/8) malam ini, penikmat seni di Bali berkesempatan menikmati persembahan seni kolosal yang sangat memukau. Sekitar 200 orang seniman Bali siap menyemarakkan Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali lewat pergelaran drama kolosal bertajuk ‘’Gajah Mada Reborn’’. Pergelaran serangkaian peringatan HUT ke-71 Bali Post yang juga ditayangkan secara live di Bali TV ini akan dimulai pukul 19.00 Wita. Menurut Koordinator Pergelaran I.B. Eka Harista, pergelaran yang memadukan keindahan gerak tari, puisi, komedi dan musik serta mengeksplorasi keindahan kostum karnaval ini akan dibuka dengan penampilan energik seniman teater yang juga dikenal sebagai penyair mantra, Ni Putu Putri Suastini. Istri Gubernur Bali Wayan Koster ini akan membacakan puisi cip-

taannya sendiri yang berjudul ‘’Merah Putri’’. ‘’Penampilan Bunda Putri (panggilan Ni Putu Putri Suastini - red) dengan puisi ‘Merah Putih’ ini merupakan prolog atau semacam pintu gerbang yang akan mengantarkan penonton untuk mengapresiasi babak demi babak yang tersaji dalam pergelaran drama kolosal Gajah Mada Reborn ini. ‘’Beliau memang sengaja menciptakan puisi yang menceritakan perjuangan Mahapatih Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara ini untuk mendukung pergelaran malam ini,’’ ujar sarjana pendidikan jebolan IKIP PGRI Bali ini, Jumat (30/8) kemarin. Eka Harista mengatakan, drama kolosal ‘’Gajah Mada Reborn’’ ini mengisahkan tentang semangat dan tekad baja Gajah Mada, sang Mahapatih Majapahit, untuk mempersatukan Nusantara. Berbagai

ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan senantiasa menyertai perjuangan aang Mahapatih dalam mewujudkan cita-citanya mempersatukan Bumi Nusantara di bawah panji-panji kebesaran Majapahit. Ironisnya, cobaan terberat justru datang dari internal yang meletup dalam wujud pemberontakan. Namun, Gajah Mada pantang surut langkah dan berhasil melumpuhkan pemberontakan demi pemberontakan tersebut. Berkat kebulatan tekad dan kerja keras Gajah Mada dan para prajuritnya, akhirnya satu per satu kerajaan di Nusantara berhasil dipersatukan di bawah Majapahit. ‘’Lewat pergelaran ini, kami berharap segenap komponen anak bangsa terinspirasi dan meneladani spirit Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya

Dimeriahkan Sejumlah Penyanyi Bali

’’Busur Hujan’’ Jadi Andalan Navicula

MALAM ini, Pesta Hiburan Rakyat dalam rangka HUT ke-71 Bali Post digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar. Selain menampilkan drama kolosal ‘’Gajah Mada Reborn’’ persembahan Sanggar Pancer Langiit, yang didukung oleh pelawak Celekontong Mas dan Cedil, serta diisi puisi dari Putri Suastini Koster. Sejumlah penyanyi Bali juga turut memeriahkan Pesta Hiburan Rakyat dalam mendukung visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sejumlah penyanyi kenamaan yang akan tampil memiliki fans fanatik tersendiri. Seperti A.A. Raka Sidan yang akan berduet bersama sang istri Ocha, Ayu Saraswati yang akan tampil menggunakan pakaian ‘’Dewi Tara’ yang didesain khusus oleh Sanggar Pancer Langiit, dan penyanyi Bali legenda yang akan tampil dengan ciri khasnya yang ‘’nyentrik’’. Selain itu, penyanyi pendatang baru di belantika musik Bali, Lebri Partami, juga turut tampil menghibur para kawula muda dengan single andalannya. Sebagai guest star, Navicula Band akan mempersembahkan tujuh lagu yang sarat dengan kritik sosial dan lingkungan. Di antara ketujuh lagu tersebut, lagu ‘’Busur Hujan’’ akan menjadi andalan band yang terbentuk sejak 1996 ini. Single ‘’Busur Hujan’’ diciptakan pada tahun 2013 silam yang terinspirasi dari

keanekaragaman (plurality) dalam Bhinneka Tunggal Ika. Keanekaragaman tersebut menjadi kekayaan dan kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia. Single ini diciptakan dalam upaya mendukung kempanye pelestarian keanekaragaman hayati di hutan dan laut Indonesia. Bahkan, pembuatan video klip lagu ini dibuat di atas kapal legendaris Geeenpeace, yaitu Kapal Rainbow Warrior. ‘’Syuting full band waktu Rainbow Warrior datang ke Bali. Tapi fotage-fotage lainnya dari Rainbow Warrior waktu mereka keliling dunia. Aku sendiri pernah ikut jadi crew Rainbow Warrior di perairan Papua dan Raja Ampat,’’ ujar Robi, vokalis Navicula, Jumat (30/8) kemarin. Meskipun lagu ini terbilang lama, namun aktivis lingkungan menjadikan lagu ini sebuah amanat untuk terus menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di hutan maupun laut Indonesia. Bahkan, lagu ini mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian keanekaragaman hayati tersebut. Sebab, bagi band yang diperkuat oleh Robi di vokal dan gitar, Dankie di gitar, Palel di drum dan Khrisna pada bass percaya bahwa seni dapat memberi inspirasi dan pengaruh kepada publik yang lebih luas, terutama bagi anak-anak muda sebagai agen perubahan di masa kini dan masa depan. ‘’Kami percaya, lewat kegiatan berkesenian kami bisa menebar benih per u b a - han. Kita perlu

berubah, dan Navicula ingin menjadi bagian dari perubahan ini,’’ tegas Robi. Selain ‘’Busur Hujan’’, band yang mengusung genre musik grunge ini akan membawakan enam lagu lainnya. Di antaranya ‘’Di Balik Layar’’, ‘’Biarlah Malaikat’’, ‘’Ibu’’, ‘’Mafia Hukum’’, ‘’Bali Berani Berhenti’’ dan ‘’Metropolutan’’. Semua lagu ini sarat dengan isu sosial, serta perubahan ekologi yang terjadi di Bali dan dunia saat ini. Musik Navicula kuat dipengaruhi oleh genre Alternatif Rock era 90-an, yang dipopulerkan oleh bandband seperti Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden, dan Alice in Chains. Namun, Navicula dengan kreatif juga menggabungkannya dengan warna lain, seperti psikedelia, progresif, balada, funk, dan musik etnik-tradisional (world music). Selama 23 tahun berkarya, Navicula pernah bergabung dengan major label Sony/ BMG tahun 2004 dan sempat merilis satu album bersama label ini. Namun, tahun 2006, Navicula kembali menyuarakan karya-karya mereka di jalur independen. Hingga saat ini, Navicula telah merilis 8 full album, lusinan proyek album kompilasi, beberapa video musik dan dokumenter, dan sejumlah kolaborasi dengan artis, organisasi, serta jaringan kerja lokal dan internasional. Album terbaru mereka, ‘’Earthship’’, b a r u saja dirilis tahun 2018. (win)

ini untuk menjaga tetap tegaknya Nusantara. Jadi, kisah heroisme Gajah Mada ini akan selalu kontekstual sampai kapan pun karena di dalamnya terkandung semangat persatuan yang kental,’’ tegasnya. Di samping menampilkan karyakarya kreatif Pancer Langiit yang dikemas dalam gerak tari nan atraktif, kata Eka Harista, pergelaran ‘’Gajah Mada Reborn’’ juga disemarakkan dengan penampilan komedian papan atas Bali, Cedil dan Celokontong Mas. Meskipun diberikan ruang yang lapang untuk bereksplorasi, materi lawakan mereka guna mengocok perut penonton dipastikan tetap sejalan dengan tema sentral pergelaran. ‘’Dalam pergelaran ini, Pancer Langiit juga berkolaborasi dengan Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana yang akan tampil di sesi parade Tari Nusantara sekaligus merupakan

babak penutup,’’ kata seniman tari yang juga Ketua Komunitas Pancer Langiit ini. Selain itu, juga tampil sejumlah penyanyi pop Bali seperti Raka Sidan, Ocha, Ayu Saraswati, Lebri Partami, Bayu KW dan grup band ternama Navicula yang tampil di sesi pamungkas. ‘’Kolaborasi ini memang melibatkan ratusan seniman Bali dari genre yang berbeda. Kami sudah melewati serangkaian latihan dan geladi untuk mematangkan kesiapan kami di atas panggung guna menghibur penikmat seni di Bali,’’ tegas Eka Harista. (ian)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook