Skip to main content

Edisi Rabu 31 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Wujudkan ’’Sustainable Tourism’’ Bali (1)

Perlu Kebijakan Revolusioner ISU sustainable tourism (pariwisat berkelanjutan) sudah sejak 20 tahun lalu dibicarakan. Namun hingga saat ini, Bali bahkan belum beranjak menuju apa yang disebut pariwisata berkelanjutan. Untuk itu diperlukan kebijakan-kebijakan revolusioner dari Pemerintah Daerah Bali untuk benar-benar mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Bali. Termasuk dalam hal kebijakan penyelamatan lingkungan dari kerusakan dan pencemaran.

’’Mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat dan pemerintah Bali harus melaksanakan sustainable tourism agar pariwisata memberi dampak pada ekonomi, pelestarian adat budaya, serta pelestarian lingkungan.’’ Made Ramya Adnyana Wakil Ketua I DPP IHGMA

Akademisi pariwisata I Nyoman Sunarta mengatakan, ketika berbicara soal dampak negatif pariwisata, maka antara isu lingkungan dan ekonomilah yang selalu diperdebatkan. Padahal pariwisata tidak hanya hotel, tetapi juga petani, pedagang acung dan developer. Semuanya merupakan komponen pariwisata. Sehingga tidak tepat jika lingkungan dan pariwisata selalu menjadi dualisme. ‘’Saya sebagai akademisi sulit mencari apa ada kegiatan di Bali yang tidak terkait dengan pariwisata,’’ selorohnya. Untuk mewujudkan sustainable tourism, harus disesuaikan dengan daya dukung. Tahun 2000 dilakukan upaya pengelolaan produk sampah. Menurutnya, yang harus di-

Untuk Kemanusiaan

Dokter Asal Bali Jelajahi Kalimantan dan Sulawesi FASILITAS kesehatan yang jaraknya jauh dari rumah penduduk, pusat rujukan kesehatan yang juga jauh, membuat dr. Kadek Dian Lestari, M.Biomed., Sp.PD. asal Bali terketuk hatinya untuk merantau ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Ditemui Selasa (30/7) kemarin di Sanur, Dian baru saja datang dari Buton Utara untuk libur hari raya. Sehabis hari raya ia kembali bertugas. Dian menuturkan pengalamannya bertugas di pulau-pulau yang masih minim pelayanan kesehatan itu. Saat ini ia bertugas di RSUD Buton Utara. Ia mengikuti program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yaitu Wajib Kerja Dokter Spesialis. ‘’Jadi saya dapat penempatan di Buton Utara,’’ ungkap wanita yang besar di Sanur, Denpasar ini. Wanita berambut pendek ini bukanlah dokter PNS melainkan dari swasta. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Utama RS BaliMed Negara. Namun sejak 1,5 tahun lalu ia memutuskan untuk berkeliling Indonesia. Selain suka travelling, Dian juga memiliki passion membantu masyarakat yang tidak tersentuh pelayanan dengan ilmu kedokteran spesialis penyakit dalam yang ia miliki. ‘’Dokter ahli di daerah terpencil itu sedikit bahkan tidak ada. Yang ada hanya dokter umum lokal. Ada rumah sakit tapi tidak ada dokter ahlinya. Sehingga ada beberapa penyakit yang berat tidak bisa ditangani dokter umum, karena dokter umum tidak sampai ke sana ilmunya,’’ ungkapnya. Sebelumnya ia pernah bertugas di Kalimantan Tengah dan kini di Buton Utara. Selanjutnya ia berencana mengabdi ke Papua. Namun, kata Dian, jika ada jalan, pergi ke Papua adalah keniscayaan. Hal. 15 Demi Kemanusiaan

lakukan adalah meminimalkan produk sampah. Kebijakan terkait meminimalkan produk sampah harus dikeluarkan policy maker (pemerintah). ‘’Bali harus berani melakukan kebijakan-kebijakan yang revolusioner guna mewujudkan sustainable tourism,’’ kata Sunarta. Apalagi saat ini, dari 136 negara, Indonesia menempati posisi ke-131 yang lingkungannya tidak sustainable. Maka, kebijakan revolusioner sangat dibutuhkan. Salah satu kebijakan revolusioner adalah dalam hal menegakkan jati diri budaya dan lingkungan Bali. ‘’Misalnya kita ngomong quality tourism tapi kita enggak berani menjual apa yang kita punya. Kita selalu menjual apa yang wisatawan mau,’’ pungkasnya

sembari mengatakan, bukan kemudahan-kemudahan yang dicari wisatawan ke daerah tujuan wisata. Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) Gusti Kade Sutawa mengatakan, pariwisata tidak akan pernah bisa dilepaskan dari soal kelestarian lingkungan hidup. Isu lingkungan bahkan menentukan pula pilihan wisatawan berkunjung ke suatu daerah. Karena itulah, tujuan utama pariwisata juga concern terhadap lingkungan, pelestarian budaya. ‘’Kami concern membangun pariwisata yang sustainable dan berkualitas,’’ ungkap Kade Sutawa. Pemerintah daerah perlu menegaskan soal regulasi atau kebijakan yang lebih tegas dalam soal menjaga lingkungan dan alam Bali. Misalnya dalam kebijakan penanganan sampah dan polusi udara. ‘’Masalah sampah di TPA Suwung, meskipun sudah ada penanganan, tetapi belum jelas kapan akan dituntaskan. Soalnya bau sampah masih tercium kuat di kawasan Suwung,’’ kata Kade Sutawa. Pun demikian soal polusi udara perlu dilakukan

kajian yang lebih mendalam, apa yang menjadi penyebabnya. Setelah diketahui barulah kebijakan pencegahan dapat dilakukan. Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua I DPP IHGMA Made Ramya Adnyana. Ia menambahkan, lingkungan merupakan salah satu faktor penentu wisatawan datang ke suatu daerah untuk berwisata. Sebesar 80 persen PAD Bali dari pariwisata, maka dari itu masyarakat Bali juga sebaiknya memberikan yang terbaik untuk wisatawan. ‘’Kita sudah komitmen bahwa dasar pariwisata Bali adalah culture tourism. Ini harus menjadi kebanggaan kita dan dikembangkan,’’ pungkasnya. Sustainable tourism development adalah salah satu program yang dikembangkan UNWTO. ‘’Mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat dan pemerintah Bali harus melaksanakan sustainable tourism agar pariwisata memberi dampak pada ekonomi, pelestarian adat budaya, serta pelestarian lingkungan,’’ ungkapnya. (kmb42)

’’Bali harus berani melakukan kebijakan-kebijakan yang revolusioner, guna mewujudkan sustainable tourism.’’ Dr. I Nyoman Sunarta Dekan Fakultas Pariwisata Unud

’’Kami concern membangun pariwisata yang sustainable dan berkualitas.’’ Gusti Kade Sutawa Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali

Hati-hati Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo berjanji akan mengumumkan kepastian lokasi ibu kota negara yang baru, pada Agustus ini. Namun Jokowi mengatakan kemungkinan terbesar lokasinya ada di Pulau Kalimantan. Pemilihan Kalimantan tersebut diminta benar-benar dikaji dengan hati-hati karena adanya sejumlah masalah. Lahan gambut menjadikan daerah di Kalimantan rawan bencana asap. Selain itu, ada pula lubang-lubang bekas tambang yang membahayakan. Pemerintah tidak akan terburu-buru menetapkan daerah yang dipilih karena kajian mendalam harus benar-benar dilakukan. Soal Kalimantan masih dalam kajian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (30/7) kemarin. Wapres JK menegaskan bahwa pemilihan Kalimantan sebagai calon ibu kota pemerintahan baru masih dalam tahap studi dan kajian, sehingga belum masuk ke tahap perencanaan. Sejumlah hal harus mendapat pertimbangan mendalam khususnya terkait potensi kebakaran lahan dan banyaknya lubang bekas galian tambang. ‘’Harus hatihati juga kalau di Kalimantan, contohnya lahan gambut banyak, bisa terbakar. Kalau di Kalimantan Timur juga banyak bekas lubang tambang,’’ kata Wapres JK. Proses memilih calon ibu kota pemerintahan baru tidaklah mudah karena harus mempertimbangkan syaratsyarat yang dinilai tepat menggantikan DKI Jakarta. Oleh karena itu, Wapres mengingatkan agar keputusan calon ibu kota pemerintahan baru tidak terburuburu. ‘’Jadi semua juga harus dipilih dengan betul. Ini memakan tempo yang panjang,’’ tambahnya. Wapres pernah mengatakan syarat ibu kota pemerintahan baru antara lain harus berada di tengah geografi Indonesia, penduduknya harus mempunyai

tingkat toleransi baik, memiliki risiko kecil terhadap bencana alam dan daerah tersebut harus memiliki sedikitnya 60.000 hektar lahan kosong. ‘’Kalimantan memang memenuhi beberapa syarat sebagai calon ibu kota baru, yakni ketersediaan lahan yang luas untuk dijadikan kota baru. Namun, posisi Kalimantan tidaklah persis di tengah Indonesia secara geografis,’’ kata Wapres. ‘’Ya… pertama kan Kalimantan lahannya luas, kalau di Jawa kan (untuk) mendapatkan lahan besar tidak ada lagi, sulit. Tanahnya luas dan berada agak di tengah, agak ya, karena kalau persis di tengah itu Mamuju,’’ ujarnya. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) masih membahas konsep pembangunan infrastruktur

pemerintahan dan fasilitas umum untuk calon ibu kota pemerintahan baru tersebut. Sarana

utilitas yang perlu dibangun untuk calon ibu kota pemerintah yang baru tersebut antara lain sal-

uran multifungsi, sarana penerangan, air bersih dan minum, listrik, jalan, dan gedung perkantoran pemerintahan. (ata/ant)

Koster Berkomitmen Berantas Praktik Jual-Beli Jabatan Indikasi praktik jual-beli jabatan di lingkungan Pemprov Bali sepertinya bukan isapan jempol. Setidaknya itu bisa ditangkap dari cerita yang disampaikan Wayan Koster saat menyampaikan sambutan pada acara Workshop Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, di Denpasar, Selasa (30/7) kemarin. Bahkan nilai sebuah jabatan seharga ratusan juta rupiah. Bagaimana cerita Koster soal praktik jual-beli jabatan tersebut? KOSTER mendapatkan informasi bahwa sebelumnya untuk menjadi pejabat setingkat eselon II di lingkungan Pemprov Bali, para calon harus membayar hingga ratusan juta rupiah. Setengahnya harus dibayarkan sebelum pelantikan,

dan pelunasannya setelah pelantikan. Dan celakanya, menurut Koster, sudah ada oknum calon pejabat eselon II yang membayar setengahnya dengan cara meminjam uang di bank dan kepada salah satu kepala dinas. Sebelum Koster menjadi Gubernur Bali, oknum calon pejabat itu sudah mengikuti seleksi dan kala itu meraih peringkat pertama. Namun, karena terkait proses Pilgub Bali kala itu akhirnya belum dilantik.

Setelah Koster dilantik menjadi Gubernur Bali, oknum pejabat tersebut kembali mengikuti seleksi pejabat eselon II, namun tidak berhasil meraih peringkat tiga besar dan sudah tentu tidak bisa dilantik. Oleh karena oknum ASN yang gagal menjadi pejabat eselon II itu sudah telanjur membayar uang sogokan, akhirnya harus membayar uang pinjaman dengan penghasilan yang ada. ‘’Karena harus mencicil pinjaman, akibatnya yang bersangkutan membuat

perjalanan dinas sering-sering untuk mendapat tambahan penghasilan,’’ ucap Koster. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk memangkas modus dan praktik jual-beli jabatan yang diduga sempat terjadi di lingkungan pemprov setempat pada era sebelum kepemimpinannya. ‘’Pengisian jabatan, promosi dan mutasi harus profesional, basisnya kompetensi orang yang akan menjalankan tugas itu, untuk menjalankan tupoksi organisasi agar berjalan baik,’’ kata Koster. Orang nomor satu di Bali itu menyatakan melarang keras adanya praktik jualbeli jabatan. ‘’Sekarang saya mengisi pejabat eselon II, III, dan IV enggak ada bayaran,’’ ucapnya. Untuk mengisi pejabat es-

elon II, lanjut Koster, sebelumnya dibentuk panitia seleksi yang unsurnya tiga orang dari jajaran Pemprov Bali (Sekda, Kepala BKD dan Inspektur Provinsi Bali) dan empat orang dari pihak perguruan tinggi. Dalam proses seleksi juga sudah jelas parameter yang digunakan menyangkut kompetensi dan penempatan pejabat yang dibutuhkan. Untuk proses penentuan sejumlah pimpinan OPD beberapa waktu lalu yang telah dilantik, Koster bersama Wagub dan Sekda Bali juga sepakat menentukan pilihan bahwa yang meraih nilai tertinggi dari hasil seleksi yang dilantik. Meskipun dari aturan, Gubernur berwenang juga untuk memilih kandidat salah satu dari tiga besar peraih nilai terbaik hasil seleksi. (dar/ant)


DENPASAR

2

Rabu Paing, 31 Juli 2019

Gubernur Koster Targetkan Bali Menuju Pelayan Publik Modern ”Zero Complain” Segera Terbitkan Pergub Standardisasi Perizinan

MERAIH predikat cukup memuaskan serta sebagai provinsi peringkat kedua terbaik nasional terkait keberhasilan menanggapi keluhan publik, belum dirasa cukup oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Justru ia menargetkan Provinsi Bali harus mampu menuju sebagai kawasan dengan pelayan publik modern yang zero complain. Demikian terungkap saat Gubernur Koster membuka Workshop dan Penandatanganan Penguatan Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Selasa (30/7) kemarin. “Saya sudah gariskan kepada jajaran di Pemprov Bali untuk memperbaiki pelayanan menuju zero complain. Semua (pelayanan publik - red) harus riil, penuh tanggung jawab, dan berjalan untuk mengayomi dan melayani masyarakat,” tegas Gubernur Koster.

Dalam acara yang diprakarsai Ombudsman RI Perwakilan Bali itu, Gubernur Koster mengatakan bahwa pelayanan publik adalah hak dasar dari masyarakat yang secara tegas memiliki dasar hukum dalam undangundang. Kemudian diatur dalam bentuk sejumlah regulasi sebagai payung hukumnya. “Semua orang butuh pelayanan publik, untuk itu harus dijalankan dengan komitmen dan kebijakan yang nyata, dan pemerintah daerah punya kewajiban untuk membuat sistem yang baik secara efektif dan efisien,” kata pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini. Maka untuk Bali yang terbilang wilayah kecil hanya dengan sembilan kabupaten/ kota sesungguhnya, menurut dia, sangat memungkin dikelola dalam satu sistem terintegrasi. “Kalau untuk menjalankan fungsi manajemen membangun Bali, kita

“Sehingga pelayanan publik kita di Bali ada standar dengan kualitas yang baik, cepat. Dan yang paling utama, bersih. Jangan ada KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Sogok ini, sogok itu, kasihan masyarakat kita,” tegasnya. Mendengar komitmen Gubernur Koster tersebut, Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty langsung menyatakan dukungannya. Sebab, menurutnya, hal ini sesuai dengan tujuan utama lembaga Ombudsman. “Karena pelayanan publik itu sangat vital perannya. Dari lahir sampai kita mati membutuhkan pelayanan publik yang baik dan prima, sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang,” katanya. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi pencapaian Provinsi Bali yang berpredikat cukup memuaskan dalam hal menanggapi keluhan publik. “Berdasarkan data terakhir

yang masuk 28 Juni 2019, Provinsi Bali dari tahun 2014 mendapatkan 965 laporan. Baik keluhan untuk pelayanan publik, tanah hingga kepolisian. Dari angka itu yang ditindaklanjuti mencapai 918 laporan alias persentase penyelesaiannya 95,13 persen. Angka ini tertinggi kedua di Indonesia di bawah Provinsi Riau. Responsivitas di Bali sudah sangat baik, kinerja perwakilan juga sangat baik. Target kami 90 persen, dan di Bali bisa melewati target kita,” imbuhnya. Sebetulnya, kata Lely Pelitasari, Ombudsman saat ini lebih cenderung berperan sebagai rekan atau teman curhat yang mendorong pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait pelayanan publik di wilayahnya. “Peran mediasi antarpenyelenggara sekarang juga jadi konsen kita, dan saya kira akan lebih mudah dengan komitmen seperti

yang diungkapkan Bapak Gubernur,” kata Lely. Hadir pula dalam kegiatan itu, Perwakilan Kantor Sekretariat Presiden Marcelina Laurencia, Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Sekda Provinsi Bali Dewa Made

Indra, Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara, Sekda Tabanan I Gede Susila, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, dan Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka. (kmb)

WORKSHOP - Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Workshop dan Penandatanganan Penguatan Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, Selasa (30/7) kemarin.

Setelah Dermaga

FIGUR Wisata ’’Swing’’ WISATA swing kini banyak dibuat sebagai wahana baru untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan. Tak sedikit pelaku pariwisata yang sengaja membuat wisata swing berdekatan dengan tebing. Alasannya, untuk mempermudah wisa- tawan menikmati keindahan alam. ‘’Pelaku usaha wisata swing sebaiknya melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten terkait syarat dan ketentuan sebuah pengembangan usaha wisata swing,’’ ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima audiensi dari anggota Bali Hotel Association (BHA) di ruang kerjanya, Selasa (30/7) kemarin. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini mengatakan, berkaitan dengan keamanan fasilitas, kenyamanan pengunjung dan wilayah lain yang juga menyediakan usaha yang sama serta batas pelaksanaan kegiatan agar jauh dari malapetaka dan hal buruk. Terlebih seperti yang disampaikan perwakilan BHA, ada wisata swing yang kini dilengkapi dengan house music. Namun, suaranya yang terlalu keras justru dianggap mengganggu wisatawan yang sedang berlibur di daerah sekitarnya. Menurut Cok Ace, pelayanan jasa pariwisata mestinya didukung dengan fasilitas yang memadai, aman dan nyaman. Hal itulah yang akan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan. Dengan demikian, Bali tetap bisa bersaing di tengah pengembangan destinasi di wilayah Lombok dan Banyuwangi yang sedang gencar-gencarnya dilakukan. (rin)

Utsawa Dharma Gita Sebarkan Nilai Kearifan Lokal Denpasar (Bali Post) Susastra Bali sejatinya mengandung banyak nilai kearifan lokal. Sosialisasi tentang nilai-nilai tersebut mesti terus dilakukan pada setiap generasi. Salah satunya lewat ajang Utsawa Dharma Gita yang tahun ini kembali digelar untuk ke-29 kalinya. Utsawa Dharma Gita Tahun 2019 dibuka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Selasa (30/7) dan berlangsung hingga Kamis (1/8) mendatang. “Sastra agama Hindu merupakan warisan leluhur yang mengandung kebijaksanaan dan ajaran kebenaran,” ujar Wakil Gubernur yang akrab disapa Cok Ace ini. Lebih lanjut dikatakan, visi-misi dan program pembangunan Bali yakni ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru salah satunya adalah menjaga dan melestarikan budaya. Termasuk di dalamnya sastra seperti kakawin, parwa, kidung, dan geguritan yang merupakan akar budaya Bali. Dari sast r a terseb u t kemud i a n melahirkan berb-

bisa membuat satu pola untuk mengintegrasikan pola yang ada di Bali. Membangun Bali secara terintegrasi dalam satu pola. Saya merancangrancang sistem pengaduan masyarakat yang bisa mengakomodasi komplain warga terhadap pelayanan yang dilaksanakan secara online jadi lebih modern,” imbuhnya. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini kemudian mencontohkan terkait masalah lama waktu proses perizinan yang belum seragam antarkabupaten/kota. “Ada yang lama, ada pula yang cepat. Ada yang gratis, ada pula yang tidak. Untuk itu, kami sedang menyiapkan pergub (peraturan gubernur) untuk standardisasi perizinan, semua kabupaten/kota di Bali akan punya standar teknis yang sama. Jadi ke depannya, jangan beda-beda praktiknya dan jangan dibiarkan terus-menerus seperti itu,” bebernya.

agai kesenian. Di antaranya, seni pewayangan, ukiran, pertunjukan, dan lainnya. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan “Kun” Adnyana mengatakan, pelaksanaan Utsawa Dharma Gita tidak hanya sekadar mencari wakil Provinsi Bali untuk ajang yang sama di tingkat nasional tahun depan. Tapi juga menggali serta mensosialisasikan konsep dan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam susastra Bali. Apalagi Utsawa Dharma Gita turut melibatkan peserta anak-anak usia dini. “Anakanak usia 7-8 tahun sudah begitu piawai dalam matembang, membacakan sloka, jadi otomatis keluhuran budinya sudah tertanam dan digali sejak dini. Itu sebuah investasi luar biasa bagaimana kekuatan susastra menjadi pondasi bangunan generasi Bali unggul ke depan,” jelasnya. Ke depan, lanjut Kun, pelaksanaan Utsawa Dharma Gita akan lebih dikuatkan lagi. Salah satunya dengan menentukan tema khusus yang diusung setiap tahun agar lebih fokus. Misalnya tentang kepahlawanan yang digali dalam sloka atau geguritan. “Tiap generasi harus diberi sosialisasi lewat wahana Utsawa Dharma Gita ini, selain kompetisi sebenarnya penyebaran nilai-nilai etik, kepahlawanan, dan kearifan lokal yang lain, itu yang penting,” imbuh mantan Ketua LP2MPP di ISI Denpasar ini. Menurut Kun, total ada 502 peserta dari sembilan kabupaten/kota mengikuti sembilan jenis lomba yang terbagi dalam 37 kategori. Yakni pembacaan sloka, palawakya, kekawin, kidung, geguritan, dharma wacana berbahasa Bali, dharma wacana berbahasa Inggris, dharma widya, dan menghafal sloka. Sebelum dilakukan lomba di tingkat provinsi, telah dilakukan pembinaan di tingkat kabupaten/kota untuk lebih mengoptimalkan konten. (kmb32)

Kini Muncul Usulan Bangun Patung Baruna Denpasar (Bali Post) –

Upaya pengembangan sektor pariwisata di Kota Denpasar tidak hanya mengandalkan yang sudah ada. Harus ada terobosan baru dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kota ini. Salah satunya, yakni membangun ikon-ikon baru bagi Kota Denpasar. Seperti rencana membangun Patung Baruna di Pantai Sanur. Ketua Fraksi Hanura DPRD Denpasar I.B. Ketut Kiana mengungkapkan agar Pemkot bisa mengembangkan objek wisata yang sudah ada dengan fasilitas tambahan. Dikatakan, Sanur sebagai objek wisata yang sudah terkenal di dunia internasional perlu dipoles lagi dengan fasilitas baru. Dikatakan, Pemkot Denpasar sejak lama sudah berencana untuk mem-

bangun patung kapal bersejarah yang berlabuh pertama kali di Sanur. Selain membangun patung kapal, pihaknya juga berharap agar ada Patung Baruna sebagai pelengkap. Ikon baru ini akan menjadi daya tarik tersendiri, selain keindahan pantai yang sudah dikenal sejak lama. ‘’Kami berharap Pemkot Denpasar bisa berinovasi dalam pengembangan pariwisata.

(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5

Topik : PEMBERIAN PHR BADUNG TAK SESUAI JANJI Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/eka

SANUR - Sejumlah wisatawan menunggu giliran untuk naik kapal penyeberangan di Pantai Sanur, Denpasar. DPRD Kota Denpasar mengusulkan pembangunan Patung Baruna di pantai ini. Jangan hanya mengandalkan yang sudah ada. Kenyamanan wisatawan harus menjadi yang utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota ini,’’ ujar Kiana yang juga warga Sanur Kaja ini, Selasa (30/7) kemarin. Kiana juga mengapresiasi penataan bantaran Tukad Badung serta Tukad Bindu yang mampu memberikan suasana berbeda bagi wisatawan serta masyarakat Denpasar. Ini merupakan inovasi yang

positif bagi pengembangan pariwisata di Denpasar. Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi sangat mendukung usulan dari Fraksi Hanura tersebut. Pihaknya melihat pembangunan Patung Baruna bisa menjadi ikon baru di Pantai Sanur. Bahkan, untuk pembangunannya bisa dilakukan di bibir pantai yang sejajar dengan jalan menuju pantai. Bila lokasi ini digunakan, wisatawan akan

melihat patung ini sejak mereka mulai memasuki kawasan pantai. ‘’Lokasinya harus strategis dan bisa menjadi fokus bagi kalangan wisatawan yang datang ke Pantai Sanur,’’ ujar politisi PDI-P ini. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446

Ismaya Dijebloskan ke Lapas Kerobokan

Bali Post/ist

DILIMPAHKAN - I Ketut Putra Ismaya Jaya, Selasa (30/7) kemarin dilimpahkan polisi ke Kejari Denpasar.

Denpasar (Bali Post) Berkas perkara dalam kasus narkoba dengan tersangka mantan sekjen sebuah ormas di Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya (40), Selasa (30/7) kemarin dilimpahkan polisi ke Kejari Denpasar. Begitu tiba di Kejari Denpasar di Jalan PB Jenderal Sudirman Denpasar, tersangka Ismaya langsung masuk ruangan jaksa dan menjalani pemeriksaan administrasi. Usai menjalani pemeriksaan, tersangka yang sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPD-RI wakil daerah Bali itu langsung digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. Saat digelandang ke lapas terbesar di Bali itu, Ismaya dikawal langsung Kasipidum Kejari Denpasar Eka Widanta. ‘’Tersangka kami tahan di Lapas Kerobokan. Penahanan di-

lakukan selama 20 hari ke depan,’’ tandas Eka Widanta. Ia menambahkan, pihaknya akan segera menyidangkan kasus Ismaya Putra ini. ‘’Secepatnya kita sidangkan,’’ tandas Eka Widanta. Sementara dalam sampul berkas perkara, disebutkan bahwa Ismaya Putra yang akrab disapa Keris itu ditangkap di pinggir Jalan Seroja, tepatnya di depan Kantor Pos Banjar Tegeh Kuri, Desa/ Kelurahan Tonja, Denpasar Utara. Saat ditangkap, terdakwa disebut menyimpan, menguasai, memiliki, membawa atau menyalahgunakan narkoba untuk dirinya sendiri, yakni narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman. Yakni satu plastik klip berisikan kristal bening yang diduga mengandung sediaan narkotika berupa metamfetamina atau sabu-sabu seberat

0,73 gram. Tersangka yang kemarin ditemani dan diberi dukungan moral oleh ibu dan istrinya itu, disebut dalam berkas bahwa dia ditangkap pada 15 Mei 2019 sekitar pukul 04.00 Wita. Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1, Pasal 115 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk membuktikan pasal yang disangkakan, Kasipidum Eka Widanta sudah menunjuk dua jaksa, yakni Made Lovi Pusnawan dan Gusti Lanang Suyadnyana. Sebelumnya disebutkan, Putra Ismaya Jaya diciduk Satres Narkoba Polresta Denpasar bersama sopirnya, I Gede Wardana. Penangkapan dilakukan dini hari, setelah polisi melakukan pengintaian atas informasi yang didapat. (kmb37)

Radikalisme Embrio Lahirnya Terorisme Denpasar (Bali Post) Upaya cegah dini berkembangnya radikalisme di masyarakat gencar dilakukan, terutama oleh pihak TNI-AD melalui program komunikasi sosial (komsos). Tujuannya memangkas berkembangnya radikalisme karena merupakan embrio lahirnya terorisme yang akan merugikan NKRI. Hal itu disampaikan Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Ariyanto, S.Ag. mewakili Dandim saat acara Komsos Cegah dan Tangkal Radikalisme serta Separatisme, di Makodim, Denpasar, Selasa (30/7) kemarin. Saat membacakan sambutan Dandim, Mayor Ariyanto menyampaikan, komsos merupakan sarana efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan. Membangun komunikasi dialogis sehingga terpelihara

keharmonisan dan sinergitas. ‘’Kita bisa belajar dari pengalaman sudah ada dari para pejuang. Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran bagi kita semua tentang kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan sehingga akhirnya mendapatkan konsep komprehensif dalam rangka memperkuat pembangunan dan pertahanan negara,’’ tegasnya. TNI mempunyai peranan penting dalam menjaga pertahanan negara. Dengan demikian, perlu membangun karakter masyarakat sesuai dengan kepribadian bangsa dan memiliki rasa nasionalisme yang kuat. ‘’Kalau berpikir sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, tentu saja kita akan bicara sebagai warga Indonesia. Tidak ada suku minoritas atau mayoritas, tidak ada agama

mayoritas dan minoritas. Saat kita berkumpul adalah semua warga NKRI,’’ ujar Ariyanto. Ariyanto mengajak seluruh komponen bangsa bersatupadu memperkuat situasi dan kondisi wilayah tetap kondusif. Dibutuhkan kebersamaan dan sinergitas untuk memerangi radikalisme dan saparatisme yang menginginkan situasi tidak aman. ‘’Dengan luasnya wilayah NKRI, TNI dengan keterbatasannya dan kepolisian dengan keterbatasannya, sehingga sangat membutuhkan bantuan masyarakat terutama untuk deteksi dini dan lapor cepat,’’ ungkapnya. Melalui sinergitas dan koordinasi yang baik antara aparat pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, agama, pelajar dan mahasiswa, wujudkan keamanan khususnya

di wilayah Denpasar dan Badung. Dengan demikian, menjaga pertahanan dan keamanan bangsa, masyarakat

harus ikut andil dan mencegah masuknya pengaruh kelompok radikalisme serta saparatisme. (kmb36)

Bali Post/rah

KOMSOS - Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Ariyanto memberikan sambutan acara komsos cegah dan tangkal radikalisme serta separatisme.


Rabu Paing, 31 Juli 2019

BADUNG

3

Badung Masuk Nominasi Peraih Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional 2019

Wabup Suiasa dan Kepala Balitbang Paparkan Indeks Daya Saing Daerah KABUPATEN Badung masuk nominasi peraih Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional tahun 2019, kategori Budhipraja dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. Dengan masuk Badung dalam nominasi, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didamPEMAPARAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara memberikan pemaparan tentang Indeks Daya Saing Daerah di depan Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Selasa (30/7) kemarin.

Gerindra-Demokrat Berkoalisi di Parlemen

Mangupura (Bali Post) –

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung telah resmi mengumumkan anggota DPRD Kabupaten Badung terpilih. Kendati baru akan dilantik pada 5 Agustus mendatang, wakil rakyat periode 2019-2024 ini mulai merancang strategi guna mengimbangi partai peraih kursi terbanyak di parlemen yakni PDI-P dan Golkar. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Selasa (30/7) kemarin, Gerindra dan Demokrat dipastikan akan berkoalisi. Kedua partai ini akan bergabung menjadi Fraksi Badung Gede (Gerindra-Demokrat). Bahkan pentolan parpol ini sudah menjalin komunikasi untuk pembentukan fraksi yang bertujuan mengimbangi kekuatan PDI-P dan Golkar. Fraksi baru ini akan beranggotakan empat orang, masing-masing dua orang dari Gerindra dan Demokrat. Ketua DPC Partai Demokrat Made Sunarta mengakui telah menjalin komunikasi dengan Gerindra. Politisi asal Abianbase ini mengatakan, pihaknya telah sepakat dengan Gerindra

membangun koalisi membentuk fraksi gabungan. ‘’Kami sepakat buat fraksi gabungan. Nanti namanya Fraksi Badung Gede, Gerindra dan Demokrat,’’ katanya. Berdasarkan komunikasi dengan Gerindra, politisi asal Abianbase yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Badung ini juga menyepakati bahwa Gerindra tidak akan mengutakatik posisi Demokrat yang kembali mendapat jatah kursi Wakil Ketua DPRD Badung untuk ketiga kalinya. ‘’Posisi Wakil Ketua DPRD tetap milik Demokrat. Karena itu kan tidak ada hubungannya dengan pembentukan fraksi. Posisi Wakil Ketua dewan ini ditentukan berdasarkan hasil

pemilu,’’ terangnya. Dikatakannya, dalam keanggotaan fraksi, Gerindra dan Demokrat sama-sama memiliki dua anggota. Namun perolehan suara Demokrat lebih besar dari Gerindra, sehingga posisi Wakil Ketua DPRD menjadi jatah Demokrat. ‘’Nanti kalau soal posisi struktur pimpinan di fraksi akan dibahas lagi. Yang jelas Wakil Ketua dewan tetap (Demokrat). Kalau Ketua Fraksi bisa bergantian,’’ papar Sunarta. I Gede Aryantha dari pihak Gerindra juga membenarkan bahwa akan muncul fraksi baru di DPRD Badung dengan gabungan Gerindra dan Demokrat. Menurut politisi asal Canggu ini, sudah seyog-

Bobol Vila, Wanita Transgender Diringkus Polisi

Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Kuta Utara memburu pelaku spesialis bobol vila hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. Pelakunya seorang wanita transgender, Alda Intan alias Alda (38). Dia ditangkap beberapa waktu lalu. Dari aksinya tersebut, tersangka Alda membawa kabur barang senilai ratusan juta rupiah. Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya, didampingi Kanitreskrim Iptu Androyuan Elim, Selasa (30/7) kemarin menjelaskan, korbannya yaitu Alvin Octavian (36) asal Bandung, Jawa Barat. Korban menginap di Villa Lotus di Jalan Bumbak Gang Pulau Karimata, Kerobokan, Kuta Utara. Korban lainnya, I Wayan Drestha (67) yang beralamat di Jalan Drupadi I No. 21, Kelurahan Seminyak, Kuta. Alvin kehilangan uang tunai 6.000 Dolar AS atau senilai Rp 84 juta, tiga buah gelang emas dan beberapa kalung emas, satu HP, deposit box kunci, tas credit card, dan beberapa kartu kredit serta ATM. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 100 juta. Sedangkan di rumah Drestha, pelaku membawa kabur tujuh buah cincin emas, empat cincin batu akik, dua subeng emas, tiga peniti emas, satu

Bali Post/ist

UNGKAP KASUS - Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Anom Danujaya menjelaskan prihal pengungkapan kasus pembobolan vila. set perhiasan bayi, terdiri dari kalung liontin, gelang emas dan penutup ubun-ubun serta dua jam tangan. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 60 juta. ‘’Modusnya, pelaku masuk ke TKP dengan cara merusak jendela,’’ ujarnya. Setelah menerima laporan kasus tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta Utara dipimpin Panit 1 Ipda I Made Galih Arta Wiguna melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, pelakunya mengarah kepada residivis kasus pencurian dengan pemberatan, yaitu Alda. Pelaku pernah ditangkap anggota Polsek Kuta Utara sebanyak empat kali. Selain itu dia juga pernah

divonis terlibat kasus yang sama di PN Gianyar dan PN Denpasar. ‘’Anggota kami kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku ke Makassar, karena dia ada di sana. Pelaku ditangkap hari Jumat tanggal 19 Juli 2019 oleh anggota kami, di-back up anggota Resmob Polda Makassar di Kota Makassar. Selanjutnya pelaku dibawa ke Bali,’’ ungkap Dewa Anom. Dari kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Polisi juga menyita tiga sepeda motor, lims HP dan tas. ‘’Kasus ini masih kami kembangkan,’’ ucap mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara ini. (kmb36)

yanya Gerindra dan Demokrat yang sebelumnya berdiri menjadi fraksi sendiri bergabung karena raihan kursinya minim setelah disikat PDI-P pada Pileg 2019. ‘’Yang penting bangun fraksi dulu. Nanti soal siapa ketua fraksinya, kan dibahas lagi. Karena saya sendiri tidak begitu ambisi jadi ketua. Saya lebih suka santai,’’ jelasnya. Demokrat dan Gerindra pada periode 2019-2024 bisa membangun fraksi sendiri dengan nama Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra. Fraksi Demokrat beranggotakan tujuh orang dan Fraksi Gerindra beranggotakan enam orang, meliputi empat kader Gerindra dan dua kader Hanura. Sementara untuk jumlah fraksi total sebanyak empat fraksi. Bila Gerindra dan Demokrat benar-benar bersatu, maka jumlah fraksi berkurang hanya menjadi tiga fraksi. (kmb27)

pingi Kepala Badan Litbang Badung I Wayan Suambara melakukan pemaparkan tentang Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) di depan Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Selasa (30/7) kemarin di gedung BPPT Il Lt. 24 dan 23 Jalan M.H. Thamrin no. 8, Jakarta Pusat. Dalam pemaparannya, Wabup Suiasa mengatakan, inovasi dan peningkatan daya saing daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. ‘’Berbagai upaya telah kami lakukan di Pemkab Badung untuk memperbaiki kualitas kebijakan publik melalui pembangunan yang berbasis perencanaan serta perencanaan yang berba-

sis riset,’’ terangnya. Lebih lanjut ia menyampaikan, sinergi dan konektivitas antarberbagai pihak sebagai implementasi dari konsep Tri Hita Karana, yakni keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya, terus dilakukan sehingga peningkatan daya saing dan inovasi dapat semakin melaju kencang menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat Badung ke depan yang maju. Pada Anugerah Iptek dan Inovasi 2019, terdapat tiga kategori penghargaan yaitu Anugerah Budhipura untuk Pemerintah Provinsi, Anugerah Budhipraja untuk kategori Pemerintah Kabu-

paten dan Kota. Seleksi ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 29 sampai dengan 31 Juli 2019 di Jakarta. Anugerah ini diberikan untuk memberikan apresiasi atas prestasi pemerintah daerah terkait kinerjanya untuk memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya. Apresiasi Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional diberikan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, yang dipusatkan di Bali pada 28 Agustus 2019. Hakteknas tahun ini mengangkat tema ‘’Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0’’ dan sub tema ‘’Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa.’’ (ad952)

Dikejar ”Deadline”

500 Pekerja Dilibatkan di Proyek Balai Budaya Mangupura (Bali Post) Batas akhir atau deadline pengerjaan Gedung Pemuda Budaya Giri Natha Mandala sudah di depan mata. Proyek prestisius yang digarap PT Tunas Jaya Sanur ini harus menyelesaikan sisa pekerjaan hingga akhir Agustus mendatang. Sisa waktu yang terbilang singkat mengharuskan rekanan mengerahkan 500 pekerja untuk menyelesaikan tahapan finishing bangunan yang berada di kompleks Puspem Badung itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba membenarkan rekanan yang menggarap gedung balai budaya harus lembur untuk menyelesaikan proyek bernilai Rp 300 miliar lebih tersebut. ‘’Proyek yang dimulai tahun 2018 ini akan berakhir Agustus tahun ini. Jadi, harus tuntas akhir Agustus ini, atau masih ada waktu 30 hari dari sekarang (kemarin-red),’’ ujar

Bali Post/par

BALAI BUDAYA - Gedung Pemuda Budaya Giri Natha Mandala yang dibangun di areal Puspem Badung hampir rampung. Rekanan mengerahkan 500 pekerja agar balai budaya senilai Rp 300 miliar lebih ini rampung tepat waktu. Surya Suamba, Selasa (30/7) kemarin. Didampingi Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Badung I G.A. Arinda Trisnawati, Surya Suamba mengungkapkan, progress proyek tersebut sudah mencapai 89 persen. Dari pengamatan di lapangan, pekerja masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Kekurangan pekerjaan 11 persen pekerjaan di

antaranya ringing lighting dan curtain (4 persen), lighting dan sound system (4 persen), interior kursi akustik dan plafon (3 persen). ‘’Semua alat ini sudah ada di lokasi, tinggal pasang saja. Untuk instalasi sudah terpasang semua. Rekanan mengerahkan sekitar 500 pekerja, ini jumlah maksimal. Kerjanya juga lembur dan simultan,’’ ungkapnya. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Shri Gusti Wedakarna Jadi Narasumber di HUT Ke-169 Desa Penyaringan

Segera Bangun Istana Jimbarwana, Museum PNI dan Pasraman Hindu ’’I Gusti Ayu Suwitry’’ di Jembrana DESA Penyaringan, Mendoyo, Jembrana harus berbangga memiliki sejarah hebat, termasuk salah satu desa tua di Bali. Di tahun 2019 ini, Desa Penyaringan sudah menginjak usia ke-169 dan telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar Bali sejak zaman kerajaan, revolusi fisik Indonesia hingga di zaman reformasi ini. Demikian diungkapkan salah satu putra terbaik Penyaringan, yang kini telah sukses menjadi tokoh Hindu Nasional yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yang didaulat menjadi pembicara dalam rangkaian kegiatan HUT Desa Penyaringan di Balai Desa. Dalam pemaparannya, Shri Arya Wedakarna menyampaikan dukungannya akan ide dan rencana revitalisasi Desa Penyaringan menjadi desa wisata berbasis ekonomi kreatif. Mengingat selain keunggulan dalam bidang SDM, Desa Penyaringan juga memiliki sejarah hebat yang perlu diketahui masyarakat umum, khususnya generasi milenial. ‘’Desa Penyaringan adalah desa tua di Jembrana yang dalam sejarahnya adalah desa yang memiliki kekuatan ekonomi sejak zaman kerajaan. Sawah, kelapa (kopra) dan hasil taninya terbaik di Jembrana. Di zaman revolusi 1965, Penyaringan menjadi episentrum pergulatan politik PNI dan PKI, nasionalis melawan komunisme yang saat itu marak. Penyaringan adalah pendukung setia gerakan PNI Shri Wedastera Suyasa. Pada tahun 1959, Penyaringan juga melahirkan salah satu pendiri Parisada Hindu Dharma. Lainnya di zaman pembangunan telah banyak tokoh besar di Bali, dari bupati, wakil rakyat, triliuner Bali yang bangkit dari Desa Penyaringan dan membawa inspirasi, tidak saja untuk Bali, tapi juga untuk Nusantara,’’ kata Wedakarna yang juga cucu dari tokoh pendiri wadah Tegeh Kori, Ratu Kakiang I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa ini. Terkait dengan potensi pariwisata Jembrana, pihaknya mendukung

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Wakil Bupati Jembrana saat menjadi narasumber di Festival Desa Penyaringan. pemerintah Joko Widodo, termasuk pemerintahan satu jalur di Bali dan Jembrana untuk bisa membantu Desa Penyaringan dalam berjuang membangun infrastruktur ekonomi kreatif. ‘’Sebelum itu dilakukan, ngiring perkuat dulu branding Festival Penyaringan ini. Misalnya agar konsisten dengan logo ‘Kuda’ yang menjadi ikon dari desa ini. Selain itu, saya sarankan agar ke depan ada tim kajian tentang sejarah (purana) tentang makna dari logo desa dan juga situs-situs bersejarah, baik situs sejarah Hindu maupun sejarah kepahlawanan. Saya minta segera bukukan, nanti saya minta Universitas Mahendradatta untuk membantu mencetakkan buku dimaksud agar bisa menjadi sejarah yang membanggakan. Ini tugas dari Perbekel Desa Penyaringan yang terpilih nantinya. Kami siap sinergi agar Festival Desa Penyaringan semakin sukses ke depannya,’’ jelas Shri Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) ini. Selain AWK, juga hadir sejumlah narasumber yang merupakan putra terbaik Penyaringan yakni

Ida Bagus DS Putra (moderator), Ketut Wiratama (motivator Bali), I Made Hasil (penggiat pariwisata parahita) yang menyampaikan materinya secara menggugah. Dalam kesempatan itu, Shri Arya Wedakarna juga menyampaikan langsung sejumlah program penunjang pariwisata di Desa Penyaringan yang akan dilaksanakan olehnya yakni pendirian Istana Jimbarwana, Museum PNI dan Pasraman Hindu Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry. ‘’Kami mohon doa restunya. Pada awal 2020, Museum PNI dan sejarah Bung Karno – Shri Wedastera Suyasa akan diresmikan. Saat ini proyek mencapai 50 persen. Begitu juga Istana Jimbarwana bernuansa Romawi (replika Istana Bogor) yang dibangun di atas lahan duwe tengah milik Puri Tegeh Kori dan Pasraman Hindu Ratu Niang Ayu yang akan dibangun segera. Semua proyek ini, astungkara 2022 sudah tuntas. Ini persembahan kami untuk Penyaringan, tanah leluhur kami,’’ imbuh Shri Arya Wedakarna yang juga senator terpilih dengan suara tertinggi di Bali periode 2019-2024 ini. (ad953)

Dinas Pariwisata Denpasar Gandeng ISI

Gelar Pameran di Denpasar Art Space KEBERADAAN Denpasar Art Space di Jalan Surapati, Denpasar kini semakin berdenyut dengan beragam pameran seni. Kali ini, Denpasar Art Space yang dikelola Dinas Pariwisata Denpasar kembali menggeliat dengan hadirnya pameran seni lukis dan patung yang dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar. Kegiatan pameran tugas akhir semester genap ini dibuka Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar I.B. Gede Sidharta Putra didampingi Ketua Program Studi Seni Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Drs. Wayan Gunawan, M.Sn., Senin (29/7) malam. Kepala BPPD Denpasar I.B. Gede Sidharta Putra mewakili Kepala Dinas Pariwisata dalam kesempatan tersebut menyampaikan melalui kegiatan ini, jalinan kerja sama antara Dinas Pariwisata dan ISI semakin baik. Kedua lembaga ini memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan pendidikan serta informasi kepada masyarakat. Hubungan kedua lembaga ini merupakan dwitunggal dalam pengembangan misi seni untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif. Selain itu, kerja sama ini juga mampu menguatkan Denpasar sebagai kota budaya. Dinas Pariwisata dan BPPD selalu membuka pintu untuk para mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan pameran di Denpasar Art Space ini. Ruangan ini sebagai ajang kreativitas dan sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata Kota Denpasar.

PAMERAN - Suasana pembukaan pameran seni rupa dan desain di Denpasar Arts Space. Terlebih, di era revolusi industri 4.0 ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kreativitas melalui penggunaan teknologi yang semakin maju. ‘’Jangan alergi terhadap teknologi. Kita berharap melalui teknologi ini, kualitas seni dapat semakin meningkat,’’ ujar Gusde, sapaan akrab Sidharta Putra. Sementara itu, Wayan Gunawan mengatakan kegiatan pameran ini mengambil tema ‘’Tradisi dalam Kreativitas Revolusi Industri 4.0’’. Pameran ini akan berlangsung hingga Rabu (31/7) ini. Peserta merupakan mahasiswa ISI sebanyak 27 orang, yang terdiri dari 21 orang

dari seni lukis dan 6 orang dari seni patung. erkait dipilihnya tempat Denpasar Art Space untuk pemaran, Gunawan mengatakan, selama ini ISI sudah menjalin kerja sama dengan Pemkort Denpasar, khususnya Dinas Pariwisata dalam menyelenggarakan pameran di tempat ini. ISI sangat mendukung Denpasar sebagai kota budaya. Sementara bagi ISI, akan sangat terbantu karena Dinas Pariwisata bisa menyampaikan atau menginformasikan hasil karya ISI kepada masyarakat serta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Denpasar. (ad956)

Rabu Paing, 31 Juli 2019

Prodi MKn dan MM PPs Unwar Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Pemogan PROGRAM Studi Magister Kenotariatan (Prodi MKn) berkolaborasi dengan Prodi Magister Manajemen (MM) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar pengabdian kepada masyarakat di Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Selasa (30/7) kemarin. Bertempat di Kantor Perbekel Desa Pemogan, pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema ‘’Pemberdayaan LPD dan Badan Hukum Koperasi dalam Menunjang Ketahanan Perekonomian Rakyat’’. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan dana punia oleh Prodi MKn yang diterima Perbekel Desa Pemogan. Kaprodi MKn PPs Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pemogan dilatarbelakangi adanya permintaan dari desa untuk memberikan pembinaan kepada pengurus Lembaga Prekreditan Desa (LPD) dan pengetahuan tentang badan hukum koperasi yang ada di desa setempat. Tujuannya agar tidak ada permasalahan, terutama masalah kredit macet seperti dialami LPD-LPD di desa lainnya yang menyebabkan pengurusnya berhadapan dengan hukum. Oleh karena itu, dalam mengelola keuangan pengurus LPD maupun koperasi harus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit yang bersumber dari tabungan deposito masyarakat, tanpa melupakan prinsip bisnisnya. ‘’Solusi yang diberikan, kami akan memberikan pembinaan secara berkelanjutan dan mengkaji perjanjian kredit yang telah dituangkan di LPD yang dikelola desa adat. Sebab, desa adat sangat bergantung pada LPD. Apabila LPD-nya maju maka segala

PENGABDIAN MASYARAKAT - Prodi MKn dan Prodi MM melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Selasa (30/7) kemarin. kegiatan upacara akan sangat terbantu,’’ ujar Nyoman Sujana. Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. Gede Suranaya Pandit, M.P. mengatakan keberadaan LPD dan koperasi sebagai soko guru perekonomian yang ada di desa sangat perlu diberikan pembinaan, sehingga fungsinya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan dan perjanjian kontrak yang telah dibuat. Apabila LPD maupun koperasi berjalan sesuai dengan fungsinya, maka akan dapat membesarkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat desa. ‘’Pengabdian kali ini kita membawa beberapa narasumber terkait dengan manajemen, ekonomi, dan pakar hukum yang terkait dengan bidang kenotariatan dan perjanjian-perjanjian, termasuk juga melibatkan 40 orang mahasiswa agar mereka belajar bagaimana menyosialisasikan apa yang mereka dapatkan di desa masing-masing,’’ tandas Prof. Surayana Pandit. Perbekel Desa Pemogan I Nyoman Gede Wiryanata, S.E. mengucapkan terima kasih kepada PPs Unwar yang telah memberikan pembinaan kepada UMKM,

terutama kepada pengurus LPD dan koperasi yang ada di Desa Pemogan. Dengan pembinaan ini nantinya akan dapat menyatukan persepsi para pengelola keuangan, khususnya terkait dengan kreditkredit yang bermasalah. Ke depan pengelolaan manajemen LPD dan koperasi di Desa Pemogan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Sebab, di beberapa desa di Bali, manajemen LPD maupun koperasi banyak yang bermasalah, bahkan tersandung kasus. Kaprodi MM PPs Unwar Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si. yang menjadi salah satu narasumber mengatakan yang perlu dilakukan masyarakat, khususnya bagi para pengelola LPD maupun koperasi adalah meningkatkan kinerja dan harus peka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kredit macet, serta harus mampu mencarikan solusinya. ‘’Kita dari dunia akademis juga ingin berkontribusi berbagi dengan para pengurus LPD dan koperasi. Yang paling penting ke depan adalah bagaimana mereka siap untuk bersaing di pangsa pasarnya dengan lembaga-lembaga ekonomi lainnya,’’ pungkasnya. (ad955)

HUT Ke-35 Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali

Tiga Tokoh Bali Dianugerahi Wikan Award YAYASAN Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali (YKKPB) sebagai badan penyelenggara pendidikan tinggi Universitas Warmadewa (Unwar) merayakan HUT ke-35 di Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Selasa (30/7) malam. Pada perayaan ini, YKKPB menganugerahkan penghargaan Widya Karya Nugraha (Wikan) Award kepada tiga tokoh Bali. Wikan Award merupakan supremasi penghargaan YKKPB yang diberikan kepada tokoh masyarakat Bali yang memiliki komitmen dan kontribusi dalam meningkatkan kecerdasan sumber daya manusia dan pembangunan di wilayah Bali, serta memiliki kontribusi terhadap perkembangan Unwar. Tiga tokoh Bali yang menerima penghargaan Wikan Award, di antaranya Prof. Dr. Dewa Gede Atmaja, S.H., M.S. (dosen Unwar), I Dewa Nyoman Yudiana (dosen Unwar), dan Benyamin Thomas Sanger, S.H., M.H. (YKKPB). Pada hari yang berbahagia tersebut, YKKPB juga memberikan penghargaan Satya Karya Nugraha kepada karyawan yang telah mengabdi selama 15, 25, dan 30 tahun, serta memberikan penghargaan kepada dosen berprestasi di LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusara yaitu Dr. dr. Masyeni. Malam puncak penganugerahan Wikan Award HUT ke-35 YKKPB ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua YKKPB Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. didampingi Ketua Dewan Pembina YKKPB Drs. I Nyoman Yasa, M.Si., Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana, dan dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Asisten III Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana, S.E., M.T. serta seluruh jajaran pembina, pengawasan, dan anggota YKKPB dan seluruh civitas akademika Unwar. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Oka Wisnumurti mengaku bersyukur YKKPB sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Unwar, Warmadewa College, Klinik Warmadewa, dan Warmadewa Property bisa merayakan HUT ke-35. Ada dua langkah yang

POTONG TUMPENG - Ketua YKKPB Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. memotong tumpeng sebagai rasa syukur HUT ke-35 YKKPB tahun 2019 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar, Selasa (30/7) malam. dilakukan dalam perayaan HUT kali ini. Pertama, YKKPB selalu melakukan introspeksi diri ke dalam untuk melihat hal-hal apa yang telah dilakukan, dan bagaimana cara menghadapi tantangan yang dihadapi ke depan. Kedua, pada momen ini juga digunakan sebagai reintrospeksi diri untuk melihat peluang-peluang ke depan tentang apa yang harus dilakukan. Sebab, mengelola pendidikan tinggi tidak semudah yang dipikirkan, karena di dalamnya ada tanggung jawab moral untuk mendidik anak bangsa dalam rangka mewujudkan citacitanya guna mejawab tantangan ke depan. ‘’Sepuluh tahun lalu, tepatnya ketika Yayasan dan Universitas Warmadewa berusia 25 tahun, saya sudah mendeklarasikan diri untuk kebangkitan kedua Warmadewa dan kebangkitan kedua yayasan. Sebab, 25 tahun pertama kita sempat mengalami pasangsurut bersama yang luar biasa, sehingga pasang-surut ini kita jawab dengan langkah-langkah yang praktis dan strategis,’’ ujar Wisnumurti. Dalam mewujudkan kebangkitan tersebut, ada lima strategi yang telah dilakukan. Di antaranya menerapkan constitutional building, penguatan lembaga, membangun networking (jaringan), capacity building, dan kesejahteraan para karyawan dengan motto ‘’welfare for

all’’ kesejahteraan untuk bersama. ‘’Dengan 5 strategi ini, astungkara sampai saat ini hubungan kita ke dalam sangat kekeluargaan dan hubungan keluar tetap kita jalin dengan stakeholder terkait guna memajukan lembaga secara bersama-sama,’’ tandasnya. Selain itu, yang menjadi kado spesial pada HUT ke-35 ini, YKKPB telah membuka Klinik Warmadewa di Jalan Akasia. Bahkan, pihaknya telah mempersiapkan Rumah Sakit Warmadewa di Sidan, Gianyar yang nantinya bisa menunjang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar. Ketua Dewan Pembina YKKPB Nyoman Yasa mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai YKKPB tahun ini. Meskipun demikian, pihaknya berharap YKKPB agar tetap konsisten dalam mendukung kemajuan Unwar, baik dari segi sarana maupun prasarana. Sehingga Unwar mampu menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas, terutama dalam menciptakan SDM berdaya saing global. Dalam rangka HUT ke-35 YKKPB, berbagai rangkaian kegiatan sosial telah dilakukan. Seperti kegiatan tirtayatra, bantuan bedah rumah kepada warga miskin di Kabupaten Karangasem, kegiatan Sarasehan dan Workshop Keris dan Berbusana Adat Bali, serta kegiatan bakti sosial berupa bersih-bersih di Pantai Padanggalak. (ad959)

Kenali! Mulai Penyebab hingga Pencegahan Dermatitis Atopik KAUM milenial sempat dihebohkan sebuah berita mengenai seorang bayi terkena suatu penyakit kulit di area wajah disebut dermatitis atopik alias eksema. Berita tersebut dibagikan ayahnya di sosial media dan menyatakan anaknya menderita penyakit tersebut akibat sang bayi yang sering dipegang, dicubit atau dicium oleh orang sekitar. Hal tersebut pun seketika mengundang perhatian publik yang penasaran dengan dermatitis atopik. Adapun banyak pendapat dan pro-kontra hingga kekhawatiran yang terjadi di masyarakat mengenai penyakit tersebut. Namun, apakah sebenarnya eksema? Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal tersebut. Dermatitis atopik atau eksema adalah peradangan kulit kronis atau lama, mudah kambuh dengan gejala gatal yang dominan. Area terjadinya

eksema yaitu pada wajah, lipatan siku dan lipatan lutut. Terutama diderita bayi dan anak-anak. 50 persen akan menghilang saat remaja, bisa menetap ataupun baru muncul saat dewasa. Penyebab dermatitis atopik belum diketahui pasti. Biasanya terdapat faktor alergi turunan dalam keluarga atau pasien. Kelainan kulit juga dapat terjadi karena alergi, misalnya alergi terhadap makanan (susu sapi, telur ayam, ikan laut, kacang-kacangan, dan lain-lain) atau terhadap debu, serbuk sari, dan bulu binatang. Akhir-akhir ini faktor hygienedi duga menjadi penyebab eksema. Hal tersebut terjadi karena faktor hygienitas yang rendah dapat menyebabkan infeksi dan infeksi tersebut didapat akibat kontak dengan orang lain. Namun, faktor hygienitas ini masih dalam penelitian dan hasilnya masih kontroversial.

Gatal sebagai keluhan utama yang dirasakan sepanjang hari terutama di sore dan malam hari. Bintik kemerahan disertai pula bekas garukan pada area gatal. Tanda lain dermatitis atopik adalah riwayat perubahan kulit/ kering pada area kedua pipi, seputar leher dan lipatan tangan atau kaki, riwayat asma atau hay fever, riwayat kulit kering sepanjang akhir tahun dan muncul pada anak berusia dibawah usia 2 tahun. Terdapat banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya eksema. Penderita dermatitis atopik cenderung memiliki kulit yang kering, sensitif dengan bahan iritan, pakaian kasar, wol, cuaca panas atau dingin dan mudah gatal. Identifikasi dan singkirkan faktor memperberat yang dapat menimbulkan gejala gatal dan memicu siklus gatal-garuk. Pengo-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

batan dermatitis atopik utamanya dengan menghindari faktor pencetus, mengatasi rasa gatal, melembabkan kulit kering, menghindari bahan iritan dan mengatasi peradangan maupun infeksi sekunder. Pengobatan diberikan untuk mengurangi rasa gatal sehingga mencegah terjadinya infeksi akibat garukan. Kulit yang kering dapat dibantu dengan penggunaan lotion untuk melembabkan area kulit kering. Dermatitis atopik dapat menyebabkan rasa frustrasi bagi penderita hingga dokter yang menangani. Tiap penderita mempunyai pencetus yang berbeda-beda. Gejala yang timbul juga akan bervariasi. Meskipun demikian, dengan tata laksana yang tepat dan adekuat penyakit ini dapat diatasi dengan baik. l dr. Indah Permata


DAERAH

Rabu Paing, 31 Juli 2019

5

Tersetrum Listrik Tiga Buruh Kritis Denpasar (Bali Post) Kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan ruko di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar, Selasa (30/7) kemarin. Tiga buruh proyek, Nur Kamid (32), Suradi (40) dan Muhamad Maskur (30), luka-luka karena tersetrum listrik. Ketiga korban kritis dan kini dirawat di RSUP Sanglah. Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aji Yoga Sekar mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 09.00 Wita. Awalnya Nur Kamid dan Suradi naik ke atas scaffolding. Sedangkan Maskur di bawah memegang scaffolding. ‘’Mereka tidak mengecek dulu

kondisi di sana,’’ ujarnya. Saat Nur Kamid dan Suradi asal Grobokan, Jawa Tengah (Jateng) memegang pipa besi panjangnya 6 meter. Tanpa mereka sadari, pipa tersebut menyentuh kabel listrik. Akibatnya kedua korban langsung jatuh dan terempas di paving. Maskur juga kena setrum listrik dan langsung terkapar. ‘’Masih diselediki apakah ada dugaan tindak pidana atau tidak? Korban belum bisa dimintai keterangan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis,’’ kata mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Timur. (kmb36)

Terlibat Narkoba, Sandika Putra Dituntut 15 Tahun

Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah menjadi pembeli narkoba jenis sabu-sabu, pria yang hanya tamatan SMP, terdakwa I Putu Sandika Putra (26), Selasa (30/7) kemarin dituntut pidana penjara selama 15 tahun. JPU Megawati dan Dewa Anom di hadapan majelis hakim pimpinan I.A. Adnya Dewi mengatakan perbuatan terdakwa sudah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 114 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni, terdakwa terbukti secara tanpa hak dan melawan hukum, bersalah membeli narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman. Sehingga terdakwa dituntut pidana penjara selama 15 tahun, denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan. Dalam perkara ini, barang bukti sabu sebanyak 4,6 gram netto dirampas untuk dimusnahkan. Masih dalam tuntutan jaksa, terdakwa Putu Sandika Putra yang beralamat di Jalan Majapahit, Gang

Bambu, Kuta, dibekuk pada 20 Februari 2019 di Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar. Awalnya, kata jaksa, terdakwa berkomunikasi dengan seseorang yang dipanggilnya dengan nama Gondrong yang sedang mendekam di penjara. Dalam perbincangan via WhatsApp, kemudian ditawari sabusabu. Malamnya terdakwa dengan orang yang di WhatsApp dipanggil Boskuh diminta transfer sesuai harga. Awalnya Rp 4,5 juta, namun diminta digenapin membeli Rp 5 juta. Terdakwa kemudian membeli dan menstranfer uang Rp 4,95 juta lewat ATM BCA. Setelah uang ditransfer, Boskuh chat sama terdakwa dan minta ngambil tempelan yang terbungkus rokok di dekat laundry di Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar. Setelah ditimbang beratnya 4,6 gram netto. Terdakwa disebut sudah sering membeli, hingga akhirnya dia ditangkap polisi. (kmb37)

Persiapan Idul Adha

Bali Datangkan 9.000 Kambing dari Jawa Denpasar (Bali Post) Menyambut Idul Adha yang jatuh pada Minggu (11/8) mendatang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali memastikan kecukupan stok hewan kurban baik sapi maupun kambing di Bali. Untuk kambing, karena populasi kambing jantan di Bali belum bisa memenuhi kebutuhan untuk hewan kurban, maka didatangkan dari luar Bali sebanyak 9.000 ekor. Dikonfirmasi Selasa (30/7) kemarin, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Wayan Mardiana mengatakan, dalam hal kesiapan hewan kurban, Pemprov Bali sudah melakukan persiapan untuk kecukupan hewan kurban berupa sapi dan kambing. Ternyata tidak hanya mencukupi kebutuhan sapi di Bali, pada Idul Adha tahun ini Bali juga memenuhi kebutuhan hewan kurban antarpulau seperti Pulau Jawa dan Sumatera. ‘’Kebutuhan antarpulau untuk sapi tahun ini sebanyak 31.600 ekor sapi,’’ ujar Mardiana. Berbeda dengan hewan kurban sapi, Bali justru belum bisa memenuhi kebutuhan hewan kurban jenis kambing secara mandiri, sehingga harus didatangkan dari luar dalam hal ini Pulau Jawa sebanyak 9.000 ekor. Mengenai banyaknya populasi sapi Bali untuk hewan kurban yang dikirim

antarpulau, lanjut Mardiana, kebutuhannya tersebut selain untuk hewan kurban juga untuk konsumsi seharihari. Di sisi lain, hari raya Idul Adha adalah momen di mana peternak menikmati hasil dari beternak sapi. Sebab, harga jual sapi menggiurkan yaitu Rp 42.000 hingga Rp 43.000 per berat hidup. Meski jumlah yang dikirim antarpulau cukup besar, Mardiana mengatakan populasi sapi Bali masih sebanyak 125.000 ekor. ‘’Yang dikirim ini adalah sapi jantan dengan usia tiga tahun ke atas. Sesuai syarat sapi potong dan hewan kurban,’’ ujar Mardiana. Sementara untuk kesehatan hewannya, kata Mardiana, pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali bekerja sama dengan kabupaten/kota untuk melakukan pemeriksaan kelayakan hewan kurban baik sebelum dipotong dan setelah dipotong. Untuk sebelum dipotong adapun yang diperiksa adalah kondisi fisik sapi atau kambing tidak ada yang cacat dan sehat. Setelah dipotong akan dilakukan pemeriksaan dagingnya apakah mengandung parasit atau tidak. ‘’Jadi, kegiatan pemeriksaan ini akan mulai digelar seminggu sebelum Idul Adha. Yang menjadi sasaran adalah mesjid-mesjid yang menerima hewan kurban di seluruh Bali,’’ ujar Mardiana. (kmb24)

Bali Post/jay

LATIHAN MOGE - Sejumlah personel Lalu Lintas Polres Buleleng melakukan latihan mengendarai motor gede (gede) di parkiran Terminal Penarukan, Buleleng, Senin (29/7) lalu. Di bawah bimbingan Aipda I Made Bagiarta alias Muring, personel yang berjumlah 11 orang (10 Polki dan 1 Polwan) ini dengan antusias mengikuti latihan. Mereka diberikan teknik dasar dengan posisi kemudi yang baik dan posisi duduk yang rileks. Kemudian mengendarai moge melalui jalur U-turn, cirkel, putaran angka 8 dan slalom.

2020, Diberlakukan Penghukuman Orangtua Pecandu Narkoba

Denpasar (Bali Post) -

Tahun 2020 akan diberlakukan Pasal 128 UU No. 35 Tahun 2009 tentang penghukuman wali atau orangtua pecandu yang belum cukup umur karena tidak memfasilitasi pelaporan diri pecandu di bawah umur tersebut. Hal tersebut disampaikan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Selasa (30/7) kemarin. Brigjen Suastawa menegaskan, BNN RI bersama Kejaksaan Agung, Kepolisian, Kemenkum HAM, MA, Kemensos dan Kemenkes menandatangani peraturan bersama tahun 2014 tentang rehabilitasi pecandu narkotika. Peraturan bersama ini lebih mengarah rehabilitasi dalam proses hukum ditangani tim assesment terpadu yang dibagi dalam dua tim, yaitu tim hukum (Polri, Kejaksaan, BNN) dan tim dokter. Melalui peraturan itu, jika seseorang ditangkap penyidik Polri atau BNN menggunakan atau memiliki narkotika akan tetap diproses secara hukum dengan dakwaan Pasal 127 UU Narkotika yang putusannya menjatuhkan perintah rehabilitasi. ‘’Pasal 127 Undangundang Narkotika mengatur ancaman hukumannya di bawah 5 tahun sehingga tidak perlu ditahan,’’ ujar Suastawa saat menjadi narasumber acara Refleksi 1 Dekade UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang diselenggarakan Yayasan Anargya Bali. Arah kebijakan BNN adalah seluruh aparat penegak hukum menyatukan persepsi

bahwa penyalah guna maupun korban penyalah guna harus diputus rehabilitasi sesuai Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009 dengan ketentuan barang bukti di bawah 1 gram. Fenomena saat ini, lanjut mantan Direktur Binmas Polda Bali ini, lembaga pemasyarakatan (lapas) mengalami kelebihan daya tampung. Data Dirjen Pemasyarakatan tahun 2018, yaitu sebanyak 112.045 orang dijebloskan ke lapas dan rutan. Sebanyak 23.501 orang adalah pecandu dan penyalah guna, 17.579 bandar narkoba, 68.669 pengedar narkoba serta 1.296 produsen narkoba. ‘’Data ini sangat mengejutkan di mana kelebihan daya tampung lapas memasuki level 300 persen dan 60 persen merupakan penghuni lapas terlibat narkotika,’’ tandasnya. Undang-undang No.35 Tahun 2009 menjelaskan rehabilitasi pecandu atau penyalah guna narkotika bagi yang berstatus tersangka diatur dalam beberapa pasal yang terkait rehabilitasi. Para pecandu narkoba dapat menjalani proses rehabilitasi tanpa harus menjalani proses

Bali Post/ist

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa ketika menjadi narasumber acara Refleksi 1 Dekade UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. hukum atas kesalahannya menggunakan narkoba. Namun syaratnya para pecandu menjalani rehabilitasi atas kesadaran dan kemauan diri sendiri. Pecandu dan korban penyalah guna narkoba berdasarkan Pasal 54 Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, diharuskan direhabilitasi melalui medis dan sosial. Untuk rehabilitasi medis

dapat dilakukan di rumah yang ditunjuk oleh menteri. Sedangkan rehabilitasi diadakan oleh instansi pemerintah ataupun masyarakat. Jika pecandu narkoba terjerat hukum maka hakim berhak memutuskan atau mengharuskan menjalani rehabilitasi baik itu terbukti bersalah atau tidak dalam tindak pidana narkotika. Pembina Yayasan Anar-

gya Bali Dr. Alex Pangkahila mengapresiasi kinerja BNN Bali dan jajaran. Menurutnya, apabila tidak ada BNN maka Bali ini akan hancur dan banyak orang yang dihukum masuk penjara. ‘’Tolong diinfokan ke masyarakat, BNN itu sangat dibutuhkan bahkan di seluruh dunia. Perhatian terhadap pecandu empati sekali,’’ ungkap Alex Pangkahila. (kmb36)

Warung Global

Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS agar Terus Digencarkan AWALNYA hanya tiga, kini ada 20.997 kasus HIV/ AIDS di Bali yang terdata. Ada pertanyaan dari Kawan Global yang bergabung dalam dialog interaktif Warung Global dan belum terdata pasti masih ada. Para pendengar Radio Global 96,5 FM juga menyampaikan beberapa usulan agar sosialisasi dilakukan secara kontinu. Menurut Fera di Tabanan dan Sugik di Mambal, saat ini usia remaja sudah mengidap HIV dikarenakan gaya hidup dan pergaulan bebas. Ia berharap para ahli menciptakan obat sehingga penderita bisa

disembuhkan. Dari dulu ada penyakit seperti ini, cuma belum terdeteksi. Demikian Beratayasa di Sangeh menambhakan. Ini ibarat fenomena gunung es, yang terdata 20 ribuan di

lapangan, tetapi bisa lebih dari itu. Sebab, kesadaran untuk memeriksakan diri masih rendah. Ia menilai penanganan HIV/AIDS dari pihak berwenang sudah berjalan bagus. Sekarang kembali ke masyarakat saja. Dengan kontinu memberikan edukasi ke masyarakat remaja pada khususnya. Tuhan menciptakan penyakit berikut dengan obatnya. Tetapi ini beda. Hal ini diungkapkan Werdha di Gianyar. Sampai saat ini penyakit HIV/

AIDS belum ada obatnya, bahkan belum ada yang menjamin penderitanya sembuh. Angka 20.997 yang sudah diketahui, bagaimana dengan yang belum diketahui? Untuk itu, ia sering menyarankan agar dilakukan tes wajib (bukan VCT/sukarela) untuk mengetahui seseorang terinfeksi atau tidak. Jika penanganannya masih seperti ini, tak salah jika tahun depan angka 20.997 kasus cenderung meningkat. Banyak penyakit dan virus yang belum terdeketsi. Untuk

itu, Budiada di Tabanan menyarankan para ilmuwan, orang pintar melakukan penelitian terus-menerus, sehingga bisa menciptakan obatnya selain gencar melakukan edukasi ke masyarakat. Masukan lain juga disampaikan Nengah Dharma. Pemerintah khususnya Dinas Pendidikan setiap saat memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah. SMP sampai ke perguruan tinggi dapat penyuluhan tentang bahaya AIDS dan narkoba. (sikha)


OPINI

6

Rabu Paing, 31 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Jangan Dipaksakan

DUNIA pendidikan nasional selalu dijadikan ajang uji coba. Sedikit-sedikit hasil studi banding di luar negeri sudah dijadikan acuan untuk mengubah sistem. Lihat saja soal sistem satuan kredit semester (SKS) yang umum digunakan mahasiswa. Sejak 2007 lalu, Kementerian Pendidikan Nasional menerapkan SKS pada tingkatan Sekolah Menengah Atas. Uji coba pun dilakukan di sejumlah daerah. Namun sampai sekarang tak jelas hasilnya. Di Bali belum ada sekolah model dan proyek SKS. Hanya SMAN 1 Mataram yang menjadi proyek percontohan. Akhirnya, kebijakan itu bubar tanpa penjelasan. Sebenarnya, hal serupa pernah dilakukan ketika kita menerapkan Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional alias SRBI. Belum berjalan optimal sudah dihapus lagi. Saat itu pada sekolah favorit diberikan program kelas percepatan. Siswa yang pintar bisa tamat dalam waktu dua tahun. Namun baru berjalan dua tahun riek alias hilang lagi. Postitifnya, kita menghargai siswa yang cerdas secara intelektual, namun sayang masalahnya ada pada proses perekrutan. Jarang siswa dari KK miskin atau yang ekonominya pas-pasan bisa masuk kelas ini jika tidak ditopang oleh ekonomi keluarga. Mereka yang diterima adalah dari kelompok pintar namun juga banyak duitnya. Pasalnya, siswa kelas percepatan dikenakan biaya lain-lain dengan guru pilihan. Nah, kalau kita sekarang menerapkan sistem SKS jangan-jangan nasibnya juga serupa. Pertama, akan menyesuaikan gaya mengajar guru dan kurikulum. Kedua, apakah semua sekolah pas dengan model ini, juga belun jaminan. SKS adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang membebaskan peserta didik untuk menentukan sendiri berapa banyak beban belajar yang akan diikuti pada tiap semester. Namun, karena di sekolah umumnya SKS yang diterapkan dikategorikan “rintisan”, beban belajar untuk setiap semester tak bisa sebebas mahasiswa. Prinsipnya, sistem SKS tak perlu dipaksakan. Sama saja dengan sistem PPDB dari seleksi UN menjadi zonasi, pasti akan menimbulkan gejolak dan masalah. Apalagi sistem PBM kita selama ini sifatnya klasikal. Di SMA Jakarta saja sistem ini menimbulkan penolakan, apalagi di daerah lain yang kondisinya jauh lebih jelek dari ibu kota. Sepertinya, masyarakat kita belum siap, tak usah dipaksakan. Jangan sampai siswa dan guru menjadi terbebani. Jadi, masih ada kekurangan yang dirasakan siswa meski sebenarnya SKS bertujuan mempercepat proses belajar. Contohnya, masalah beban belajar. Kalau biasanya pelajaran matematika di sekolah yang belum menggunakan SKS diajarkan di setiap semester dalam 3 tahun, di SMA SKS pelajaran ini (matematika biasanya diselesaikan dalam 6 semester) diwajibkan selesai dalam 4 semester. Penjurusan menuju kelas IPA atau IPS pun dilaksanakan pada semester II di kelas X. Ini berarti beban belajar dalam setahun masa kelas X diwajibkan tuntas hanya dalam enam bulan. Nah, ayo kita pikir lagi.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Apa Bali Masih Perlu Jalur Hijau? Pelanggaran tata ruang di Bali saya rasa sudah tidak terbatas lagi. Toleransi atas pelanggaran tata ruang juga terkesan terlalu tinggi. Padahal, di setiap daerah sudah ada Satpol PP yang tugasnya mengamankan pelanggaran-pelanggaran atas perda yang ada. Untuk itulah, ke depan pemerintah daerah agar lebih serius melakukan kontrol terhadap pelanggaran tata ruang. Sebagai masyarakat krama Bali, saya berharap Bali benar-benar menjaga keseimbangan alamnya, bukan terlalu berambisi mengejar pendapatan dari perizinan. Kini, saya juga tak melihat lagi papanpapan jalur hijau di sejumlah wilayah. Papanpapan jalur hijau sudah banyak dilanggar bahkan digusur. Apakah Bali memang sudah menghapus perda jalur hijau? Atau apakah Bali sudah tak perlu jalur hijau? Saya berharap ke depan perhatian terhadap tata ruang bagi Bali mendapat atensi yang jelas. Tata ruang jangan sampai diabaikan. Satu hal lagi, saya berharap pemerintah daerah kabupaten/kota dan provinsi jangan hanya berwacana soal menjaga keseimbangan lingkungan. Segera jaga kawasan hulu agar jangan sampai ada sumber-sumber mata air yang mengering. Rusaknya kawasan hulu mestinya juga menjadi perhatian bersama. Jangan sampai kita lalai dan baru menyesal jika satu saat terjadi masalah terhadap sumber mata air di Bali. I Putu Sudanayasa Denpasar, Bali

SKS di SMA, Kenapa Tidak Perkembangan pendidikan pada abad ke-21 ini sangatlah cepat. Era disrupsi yang merambah ke dunia pendidikan membuat kebutuhan akan pelayanan belajar menjadi tidak sama dan merata lagi seperti zaman dahulu. Pelayanan siswa yang sangat bervariasi di dalam kelas harus mampu diakomodasi oleh guru. Pelayanan yang maksimum ini tentu saja akan dapat memaksimalkan potensi siswa untuk belajar dan juga dapat melayani siswa sesuai dengan potensi dan kecepatannya dalam belajar.

S

Oleh I Kadek Darsika Aryanta

esuai dengan Permendikbud nomor 148 tahun 2014 tentang sistem Satuan Kredit Semester (SKS) mengamanatkan bahwa peserta didik sebagai individu yang unik di dalam kelas dan berhak atas pendidikan sesuai dengan kecepatan dan gaya belajarnya. Hal inilah yang mendorong kita untuk melayani siswa sesuai dengan kebutuhannya masingmasing. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa individu siswa merupakan pribadi yang unik. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Dalam satu kelas terdapat gaya belajar siswa yang visual, audio, kinestetika, ataupun audio-visual. Selain memiliki gaya belajar yang berbeda, siswa di dalam kelas juga dapat memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Ada siswa yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata, normal, dan di bawah rata-rata. Ada juga yang memiliki tipe kepribadian yang berbeda seperti sanguinis, korelis, melankolis, dan plegmatis. Variasi yang ada di dalam kelas ini sangatlah menarik. Penggunaan sistem SKS di satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki

beberapa keunggulan. Keunggulan yang pertama adalah pembelajaran yang terjadi di kelas bisa menjadi lebih fleksibel bagi siswa. Layanan ini tentu saja akan menyesuaikan dengan kecepatan belajar siswa untuk menempuh kompetensi dasar mereka di dalam pembelajaran. Selain itu, adalah penguatan kemandirian siswa juga menjadi fokus tersendiri dalam sistem SKS. Dengan sistem SKS, maka siswa akan dilatih kemandiriannya dalam menempuh kompetensi dasar yang harus diselesaikan oleh siswa. Keunggulan yang kedua adalah tidak adanya sistem tinggal kelas. Hal yang selama ini ditakutkan oleh orangtua dan siswa adalah tinggal kelas. Pada sistem SKS istilah ini sudah tidak dipakai lagi dalam pembelajaran. Jika siswa tersebut tidak dapat menuntaskan kompetensi dasar maka siswa tersebut harus menempuh remedial. Selain itu, pengelolaan kelas dalam sistem SKS menjadi lebih fleksibel dan dinamis. Penggunaan sistem moving class tentu akan memudahkan guru dalam memanajemen kelasnya masing-masing. Guru tidak harus berpindah-pindah mencari siswa dalam belajar namun siswalah yang mencari ruangan

untuk belajar bersama guru. Pemberian layanan siswa dengan diversifikasi kelas yang beraneka ragam tentu saja harus memerhatikan konsep pembelajaran secara utuh. Kelas yang terdiversifikasi ini dikelola dalam bentuk pembelajaran yang berdiferensiasi bagi masing-masing kelompok peserta didik yang berbeda kecepatan belajarnya dalam bentuk unit-unit belajar utuh. Pelaksanaan ini tentu saja dapat dilaksanakan oleh guru karena pada prinsipnya siswa yang belajar harus menuntaskan kompetensi dasar yang ada yang bisa ditempuh selama 2 tahun, 3 tahun, atapun 4 tahun. Layanan yang terdiversifikasi ini menganut prinsip bahwa layanan pendidikan massal untuk peserta didik secara individual bukan pendidikan individual bagi peserta didik massal. Pada prinsipnya, penyelenggaraan SKS di SMA dapat dilaksanakan dengan baik jika semua unsur sekolah bekerja sama dengan baik. Penyelenggaraan SKS di SMA memang menganut asas fleksibilitas pilihan mata pelajaran dan waktu penyelesaian masa belajar yang memungkinkan peserta didik menentukan dan mengatur

strategi belajar secara mandiri. Optimalisasi tingkat kemampuan belajar sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan/ atau kecepatan belajar juga diakomodasi oleh sistem SKS ini. Di samping itu, pelaksanaan sistem SKS di SMA memungkinkan peserta didik dapat langsung mengikuti muatan, mata pelajaran, atau program lebih lanjut tanpa terkendala oleh peserta didik lain. Berbagai alternatif perlakuan terhadap siswa yang terdiversifikasi juga dimungkinkan bagi peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya. Pada proses penyelenggaraan SKS di SMA, setiap individu harus diperlakukan dan dilayani sebagai individu yang unik. Pengembangan pembelajarannya dikembangkan sebagai proses yang interaktif. Selain itu, tugas guru akan menjadi lebih alamiah dan manusiawi dengan melayani siswa sesuai dengan kecepatan belajarnya siswa. Penilaian yang dilakukan juga menggunakan penilaian acuan patokan kompetensi dengan tidak menggunakan istilah naik kelas lagi. Banyak yang mengatakan bahwa menggunakan sistem SKS merupakan sistem yang kompetensinya dimampatkan. Hal ini tentu saja sangat keliru. Penggunaan sistem SKS di satuan pendidikan tetap menggunakan struktur Kurikulum 2013 dengan beban belajar sama dengan sekolah yang menggunakan sistem paket. Penggunaan sistem SKS di satuan pendidikan diharapkan mampu memfasilitasi, mengorganisasi siswa belajar menjadi lebih maksimal. Pada sistem pembelajaran menggunakan SKS, setiap

Literasi Keluarga pada Era 4.0 PENDIDIKAN keluarga yang dilaksanakan orangtua merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan anak saat ini dan pada masa depan, terlebih dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Orangtua harus dapat membekali anak dengan pengetahuan, sikap mental, dan skill yang unggul agar mempunyai eksistensi diri dalam kompetisi tingkat nasional maupun global. Jalan utama mempersiapkan pengetahuan, sikap mental, dan skill yang unggul paling mudah ditempuh dengan budaya literasi. Memperkuat budaya literasi keluarga merupakan katalisator pembangunan kualitas generasi muda untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 secara fundamental mengubah cara orangtua dalam mendidik anak, akibat semakin masifnya digitalisasi di berbagai sektor kehidupan sehingga mengubah pola pikir, interaksi sosial, dan gaya hidup generasi muda. Oleh karena itu, bersikap terbuka dan tekad untuk terus belajar adaptif terhadap perkembangan zaman menjadi sebuah keniscayaan bagi orangtua. Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan yang harus direspons dengan cepat dan tepat. Era ini akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia sehingga diperlukan kemampuan memanajemen diri sebagai pelaku perubahan, bukan objek perubahan, pengguna cerdas teknologi, bukan korban teknologi. Era

Oleh I Gede Eka Saputra disrupsi dapat dicermati antara lain dengan munculnya teknologi mobil tanpa sopir dan pesawat tanpa pilot (drone). Begitu pula terjadinya perpindahan bisnis retail ke dalam e-commerce. Adanya disrupsi ini membuka peluang tumbuhnya pekerjaan baru, sehingga dapat diprediksi bahwa anak-anak yang berada pada tingkat pendidikan dasar saat ini akan menghadapi jenis-jenis pekerjaan baru yang saat ini belum ada. Peran orangtua sangat penting dalam memfasilitasi anak untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian dengan memprioritaskan penguasaan terhadap enam literasi dasar, yaitu (1) literasi baca tulis, (2) literasi numerasi, (3) literasi sains, (4) literasi digital, (5) literasi finansial, dan (6) literasi budaya dan kewargaan. Literasi Baca Tulis Rendahnya minat baca masyarakat menjadi persoalan akut yang harus segera ditangani, karena semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Budaya membaca merupakan salah satu ciri peradaban masyarakat modern. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era revolusi industri 4.0, memberikan kemudahan

untuk mengakses bahan bacaan elektronik yang dikenal dengan buku digital. Buku digital yang dapat dibuka melalui komputer, laptop, maupun gawai dan bersifat praktis dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan minat baca setiap anggota keluarga. Melalui literasi baca tulis setiap anggota keluarga memiliki kemampuan untuk mengolah dan memahami informasi, menganalisis, dan menanggapi informasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Literasi numerasi berperan dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam keluarga berdasarkan data kuantitatif yang tersaji dalam bentuk angka (numerik), grafik, tabel, atau bagan. Kemampuan interpretasi data dan implementasi operasi hitung matematika dasar mampu memberikan solusi untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari. Kecakapan dalam menganalisis dan menginterpretasi data statistik, misalnya statistik kependudukan, ekonomi, perdagangan, pertanian, dan lain-lain yang dapat diakses dari internet membantu setiap anggota keluarga dalam membuat prediksi dan mengambil keputusan mengenai peluang usaha dan profesi yang menjanjikan pada masa depan.

Pesatnya perkembangan sains dan teknologi mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan manusia, namun kurangnya kesadarpahaman dalam penggunaan produk sains dan teknologi memunculkan risiko yang mengancam keberlangsungan hidup manusia di bumi, seperti pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Era revolusi industri 4.0 ditandai dengan pemanfaatan sains dan teknologi yang paling mutakhir dan futuristik, di antaranya penggunaan robotika dan kecerdasan buatan menjadikan proses produksi semakin efektif dan efisien. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga diharapkan lebih selektif untuk menggunakan produk sains dan teknologi yang selain murah juga ramah lingkungan. Kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan buktibukti, dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia merupakan definisi dari literasi sains (OECD, 2006). Literasi sains di dalam keluarga berperan untuk meningkatkan antusiasme setiap anggota keluarga dalam mengaplikasikan kecakapan sains dalam kehidupan sehari-hari.

peserta didik dapat menyelesaikan seluruh beban belajar pada rentang waktu antara 2 tahun sampai dengan 4 tahun. Peserta didik dapat memilih menyelesaikan program belajar kurang dari tiga tahun apabila memiliki prestasi belajar sangat baik pada jenjang pendidikan sebelumnya dan/atau pada semester sebelumnya atau tetap tiga tahun dengan memanfaatkan waktunya dalam pengayaan. Fleksibilitas ini tentu saja menjadi suatu keistimewaan bagi sekolah untuk melayani siswa yang unik. Pengembangan dengan menggunakan sistem SKS juga dapat dilakukan dengan menganut pembelajaran tuntas (mastery learning). Pembelajaran ini menggunakan prinsip ketuntasan secara individual yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh Kompetensi Inti (KI) maupun Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran. Pembelajaran tuntas ini sebagai dasar utama dalam menyelenggarakan SKS. Dengan menggunakan sistem mastery learning, tingkat hasil belajar bergantung pada waktu yang digunakan secara nyata oleh peserta didik untuk mempelajari sesuatu dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya. Evaluasi dilakukan secara kontinu pada awal, selama dan pada akhir proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan acuan kriteria, berupa evaluasi formatif (digunakan untuk umpan balik) dan evaluasi sumatif. Penulis, guru SMAN Bali Mandara, Singaraja, Bali

POJOK Bantuan hibah Badung Rp 57 miliar belum cair, semua program fisik pariwisata Karangasem mandek. - Badai pasti berlalu. *** Wujudkan ‘’sustainable tourism’’ Bali, perlu kebijakan revolusioner. - Revolusioner untuk kembalikan Bali. *** Telan ratusan miliar, penyelesaian Dermaga Gunaksa dikritisi Dewan Klungkung. - Kritis sebagai wakil rakyat.

Penulis, guru SMPN 1 Tegallalang, Gianyar, ASN di Pemkab Gianyar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Paing, 31 Juli 2019

Evaluasi Pemilu 2019

Banyak Tiang Bendera Parpol Belum Dibersihkan

Tabanan (Bali Post) -

Pemilu serentak tahun 2019 sudah rampung. Seluruh KPU di daerah pun diinstruksikan oleh KPU-RI menggelar Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu Serentak tahun 2019. Dari hasil evaluasi di Kabupaten Tabanan yang digelar Selasa (30/7) kemarin, terungkap bahwa sampai saat ini masih banyak alat peraga kampanye, khususnya tiang bendera parpol yang belum dibersihkan sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan. Pada evaluasi tersebut, KPU Tabanan mengundang pihak terkait seperti Bawaslu Tabanan, pimpinan partai politik, Satpol PP, Kesbangpol, Kasatintel Polres Tabanan, LSM, Peradah, KMHDI, dan Kunti Bakti Sekretaris Satpol PP Tabanan Putu Adi Supraja menyampaikan, dari hasil pengawasan di lapangan, masih banyak ditemukan kayu bekas tiang bendera yang belum dibersihkan. Tiang kayu tersebut ada yang diikat di pepohonan, tiang listrik ataupun tiang telepon di pinggir jalan. ‘’Ini sangat membahayakan bagi masyarakat yang melintas di lokasi tersebut,’’ jelasnya. Hal senada disampaikan Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada. ‘’Kami juga masih menemukan tiangtiang bendera yang besarbesar masih terpasang. Kami harap itu segera dibersihkan,’’ jelasnya. Dikatakanya, sepanjang

pelaksanaan Pemilu 2019, pihaknya telah mengamankan 2.500 baliho maupun spanduk yang diduga melanggar. Terkait kasus perobekan APK yang terjadi di Kecamatan Marga, Tabanan dan Pupuan, sudah ditindaklanjuti, namun karena beberapa unsur yang tidak terpenuhi maka laporan perusakan APK itu dinyatakan gugur. ‘’Kalau laporan dari masyarakat lengkap, ada saksi yang melihat perusakan tersebut, kami akan tindak lanjuti sampai tuntas. Sama halnya pada kasus di TPS 29 Pangkung, kami kawal sampai di pengadilan,’’ jelasnya. Ke depan, pihaknya juga meminta agar dibuatkan regulasi khusus pemasangan APK. Tujuannya tiada lain agar pemasangan APK bisa lebih tertib dan tidak sampai merusak estetika kawasan. Pada kesempatan itu, juga ada masukan agar KPU Tabanan bisa merancang aturan berkampanye di media sosial.

Karena berkaca dari Pemilu 2019, belum ada payung hukum yang jelas mengatur kampanye di media sosial. ‘’Kami harap KPU Tabanan bisa merancang regulasi mengenai kempanye di media sosial. Kampanye di mesia sosial sangatlah efektif, dan itu pasti nanti dipakai oleh para calon pada Pemilihan Bupati Tabanan pada bulan September 2020,’’ harap Donny Darmawan, perwakilan media. Sementara itu, Ketua KPU Tabanan Putu Weda Subawa menerangkan, evaluasi ini masih seputar pelaksanaan Pileg dan Pilpres pada April lalu. Sedangkan untuk Pilbup Tabanan 2020, tahapan baru akan dimulai November mendatang, diawali dengan sosialisasi dan pemutakhiran data pemilih yang mengacu hasil pemutakhiran data pemilih yang dilakukan beberapa hari terakhir. ‘’Jadi belum ke tahapan Pilkada. Anggaran saja belum disetujui,’’ ucapnya. (kmb28)

EVALUASI - Evaluasi Pemilu 2019 di ruang pertemuan KPU Tabanan.

Bali Post/bit

Istri Hilang Sejak 2012 Petani Baru Lapor Polisi

Bali Post/bit

PILKEL - Suasana pilkel di salah satu desa di Kecamatan Marga di tahun 2017 silam.

Sejumlah Desa Belum Setor RAB Pilkel Tabanan (Bali Post) Pemilihan Perbekel (Pilkel) 2019 serentak di Kabupaten Tabanan sesuai jadwal akan dilaksanakan Oktober mendatang. Ada 98 desa yang akan menggelar kegiatan tersebut. Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan selaku leading sector, saat ini desa penyelenggara seluruhnya sudah membentuk panitia pemilihan. Hanya saja ada sebagian desa yang belum menyetorkan SK kepanitiaan dan RAB Pilkel yang seharusnya sudah diserahkan ke Pemkab 30 hari setelah pembentukan panitia. Terkait hal itu, DPMD dalam waktu dekat akan bersurat ke desa yang belum menyetorkan RAB dan SK panitia Pilkel untuk segera bisa ditindaklanjuti. ‘’Rata-rata semua desa penyelenggara Pilkel sudah berproses baik RAB maupun pembentukan panitia pemilihan. Hanya saja ada sebagian yang belum disetorkan ke kami, dan kami masih menunggu sampai bulan Agustus,’’ terang Kasi Penataan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa DPMD Tabanan I Gusti Made Merta Putra, Selasa (30/7) kemarin. Terkait keterlambatan penyetoran RAB dan SK panitia Pilkel, Gusti Merta menyampaikan, kemungkinan dikarenakan faktor jarak serta masih adanya penyesuaian yang disebabkan perubahan penjabaran APBDes. Namun dia memastikan, penyesuaian tersebut tidak sampai mengubah pagu anggaran Pilkel di tiap desa penyelenggara. Penyusunan RAB Pilkel mengacu pada petunjuk teknis pelaksana penggunaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pilkel di Kabupaten Tabanan.

Pelaksanaan pilkel mendapatkan anggaran dari BKK Kabupaten Tabanan melalui formula sesuai jumlah pemilih dan jumlah banjar dinas. Jadi, anggaran tiap desa berbeda. ‘’Total untuk pelaksanaan Pilkel di 98 desa, anggaran BKK nilainya Rp 3,484 miliar,’’ ucapnya. Terkait tahapan Pilkel, sudah banyak desa penyelenggara telah melakukan sosialisasi tata tertib dan jadwal kegiatan ke masingmasing banjar. ‘’Tergantung desa penyelenggara, ada yang sosialisasi tatib saja sembari meminta masukan warga untuk disempurnakan, namun adapula sembari sosialisasi tatib lanjut mulai penjaringan bakal calon. Untuk bakal calon di tiap desa dibatasi maksimal lima orang dan minimal dua orang calon. Tidak boleh aklamasi. Seandainya hanya ada satu calon maka jabatan Pj. Perbekel akan diperpanjang sampai pemilihan tahun selanjutnya,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati menjelaskan, dari informasi sementara yang didapatkannya, dalam Pilkel 2019 banyak bermunculan calon incumbent. Soal kekhawatiran adanya calon yang kemungkinan enggan masuk dalam bursa pencalonan Perbekel karena takut mengelola dana desa, dikatakan Roemi, itu semua kembali pada pribadi masingmasing. Karena meskipun harus mengelola dana desa dengan nilai yang besar, jika dijalankan sesuai dengan aturan, tentu saja tidak akan terjadi penyelewengan.

‘’Jadi untuk apa ragu nyalon? Sepanjang bertugas sesuai dengan regulasi yang ada, saya yakin akan baik-baik saja,’’ ucapnya. Menurut data di DPMD Tabanan, Pilkel serentak 2019 digelar yakni di Kecamatan Tabanan sebanyak 12 desa, Kecamatan Selemadeg Timur sebanyak delapan desa, Kecamatan Selemadeg sebanyak enam desa, Kecamatan Selemadeg Barat sejumlah tujuh desa, Kecamatan Pupuan sebanyak enam desa, Kecamatan Kediri sejumlah 13 desa, Kecamatan Baturiti sebanyak sembilan desa, Kecamatan Penebel 11 desa, Kecamatan Marga sejumlah 12 desa dan Kecamatan Kerambitan sebanyak 14 desa. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Media sosial belakangan ini santer adanya informasi laporan orang hilang dari Banjar Tua Desa Tua, Kecamatan Marga bernama Ni Wayan Yuni Anggreni. Anehnya lagi, perempuan yang berusia 33 tahun tersebut sebenarnya sudah menghilang sejak tahun 2012 silam dan baru dilaporkan oleh suaminya yang seorang petani, I Made Budiarta ke Polsek Marga, Senin (29/7) lalu. Terkait kasus ini, polisi juga mendalami alasan sang suami yang baru melapor atas kehilangan istrinya tersebut. Dari informasi yang dihimpun, Yuni Anggreni menghilang sejak tahun 2012. Sekitar pukul 06.00 Wita kala itu, Anggreni berdalih akan berangkat kerja menjadi tukang angkut pasir di Banjar Jelantik Desa Apuan Kecamatan Baturiti. Namun setelah lima tahun berlalu, tidak kunjung ada kabar darinya. Anggreni dikarunia dua anak dari pernikahannya dengan Budiarta. Ia memiliki perawakan gemuk, dengan tinggi badan sekitar 160 cm, berat 60 kg, rambut lurus, kulit sawo matang dan

muka lonjong. Kapolsek Marga AKP I Gusti Made Sudarma membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Pihaknya pun masih berupaya mencari kejelasan dari pelapor, terutama soal mengapa setelah sekian tahun menghilang baru dilaporkan ke polisi. ‘’Biasanya jika menghilang setelah dua hari atau seminggu sudah dilaporkan, kenapa ini baru sekarang lapor? Kami masih minta penjelasan dari suami,’’ ujarnya, Selasa (30/7) kemarin. Pihaknya pun belum bisa menemukan motif dan alasan Anggreni meninggalkan rumah. ‘’Laporan lengkapnya belum ada. Setelah suaminya datang baru bisa berikan data lengkap. Kami tunggu suaminya, belum datang ke kantor,’’ jelasnya. Dihubungi terpisah, Bendesa Adat Tua I Nyoman Budiana Suartika membenarkan salah satu warganya tengah mencari keberadaan istrinya. Dikatakannya, Budiarta telah mencari ke rumah bajang Yuni Anggreni di Banjar Uma Poh Desa Bangli Kecamatan Baturiti, namun tidak ketemu. ‘’Empat tahun lalu suaminya ini

juga sempat melapor ke polisi, tetapi tidak ada tindak lanjut,’’ bebernya. Menurutnya, sesuai keterangan Budiarta, Anggreni meninggalkan rumah dengan alasan pergi bekerja menjadi tukang suun pasir. Saat itu tidak ada pertengkaran. Namun diakui bahwa Anggreni sempat dibawa kabur pria asal Panji Anom, Singaraja. Hanya saja tidak dilaporkan karena ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. ‘’Suaminya sempat juga mencari ke sana empat tahun yang lalu. Namun menurut keterangan keluarga, oleh pria yang diduga membawa kabur, katanya Anggreni ini hanya semalam tinggal di sana,’’ jelas Suartika yang juga Pj. Perbekel Tua. Lantaran persoalan ini berkaitan dengan adat, Budiarta pun melaporkan kasus tersebut ke Bendesa Adat Tua. ‘’Dia lapor ke saya, makanya saya ikut fasilitasi supaya istrinya cepat ketemu. Sebab kami sendiri tidak bisa melepas karena statusnya masih sah. Makanya kami cari istrinya untuk menanyakan kejelasan kasus,’’ tegasnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Pelantikan anggota DPRD Tabanan terpilih periode 2019-2024 dipastikan digelar 5 Agustus 2019. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, sesuai dengan ketentuan, pelantikan anggota DPRD Tabanan semestinya dilakukan 4 Agustus, seiring berakhirnya masa jabatan anggota DPRD periode sebelumnya. Namun lantaran itu hari Minggu, pelantikan diundur sehari setelahnya. ‘’Jadi diundur menjadi Senin, 5 Agustus. Kebetulan Badan Musyawarah DPRD Tabanan juga menetapkan tanggal itu,’’ jelasnya, Selasa (30/7) kemarin. Dikatakan, prihal pelantikan anggota DPRD Tabanan merupakan tugas dari Sekretaris Daerah (Sekda). Namun untuk anggarannya sudah dipos-

kan di anggaran DPRD tahun ini. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Sekretariat DPRD terkait rencana pelantikan tersebut. Sementara itu, ke-40 dewan terpilih baik incumbent maupun wajah baru, sudah mendapatkan surat penetapan calon terpilih dari KPU Tabanan. Staf KPU tabanan sudah membawa surat penetapan tersebut ke yang bersangkutan. Surat itu juga menjadi dasar untuk pelantikan mereka menjadi anggota DPRD Tabanan. ‘’Semua anggota dewan terpilih kami kirimi surat penetapan tersebut,’’ ungkap Sekretaris Umum KPU Tabanan I Made Suandika, belum lama ini di gedung dewan. Komposisi anggota DPRD Tabanan periode 2019-2024 tetap didominasi PDI-P. Partai ini mampu meraih 28 kursi. Partai Golkar meraih lima kursi, Gerindra dan Nasdem masing-masing tiga kursi. Sedangkan Demokrat

hanya mampu mendapatkan satu kursi. Jika dibandingkan Pileg 2014, Demokrat, Gerindra dan Golkar masing-masing kehilangan satu kursi. Di sisi lain, kursi PDI-P bertambah enam kursi dan Nasdem bertambah satu kursi. Pelantikan anggota DPRD Tabanan menelan anggaran Rp 259 juta lebih. Sekretaris DPRD Tabanan I Made Sugiarta belum lama ini menyebutkan, anggaran tersebut khusus untuk acara pelantikan yang di dalamnya untuk pembiayaan sewa tenda, sarana upacara, makan-minum, pembuatan papan nama dan kelengkapan pelantikan lainnya. Sama seperti pelantikan periode sebelumnya, jelang rapat paripurna istimewa dengan agenda pelantikan diawali dengan kegiatan majaya-jaya. ‘’Jadi tidak ada yang berbeda. Rapat paripurna istimewa masih dipimpin oleh pimpinan DPRD periode sebelumnya,’’ terangnya. (kmb28)

Anggota DPRD Dilantik 5 Agustus

Pemancing Gar Aligator akan Diberikan Penghargaan Tabanan (Bali Post) Seekor ikan Gar Aligator yang cukup meresahkan warga akhirnya berhasil ditangkap seorang pemancing pada Minggu (28/7) lalu. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Bahkan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan berencana memberikan penghargaan bagi pemancing tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi pelestari sumber daya perikanan. Sayangnya sam-

pai saat ini instansi terkait masih belum mendapatkan nama dan alamat pemancing tersebut. ‘’Kepala Bidang juga sudah turun mencari siapa sebenarnya yang dapat ikan itu, di mana alamatnya. Hanya saja datanya masih simpang siur. Semoga cepat kami dapatkan identitasnya,’’ ucap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan A.A. Raka Icwara, Selasa (30/7) kemarin. Dikatakannya, penghar-

gaan yang akan diberikan merupakan bentuk apresiasi terhadap keikutsertaan warga dalam menjaga ekosistem ikan. Hal ini mengingat Gar Aligator merupakan predator ikan jenis lain yang dikhawatirkan menghabisi ikan yang hidup di muara sungai dan mengganggu ekosistem sungai. ‘’Bersyukur ada yang berhasil memancingnya. Ya kalau bisa, semuanya bisa berhasil ditangkap,’’ terangnya. Terkait keberadaan ikan

Gar Aligator yang diperkirakan berjumlah tiga ekor di wilayah Nyanyi, Desa Beraban Kecamatan Kediri, Raka Icwara menyatakan, pihaknya hanya bisa memberikan dukungan dan imbauan kepada para pemancing agar tetap berhati-hati di kawasan tersebut. ‘’Kami hanya bisa mengandalkan bantuan para penghobi mancing, karena dinas tidak memiliki alat tangkap. Kalau menggunakan jaring pencar, susah dan cepat

robek. Kalaupun mengerahkan personel, tentu tidak akan efektif,’’ ucapnya. Meski demikian, pihaknya juga sudah meminta petugas PPL turun dan mendampingi masyarakat serta mengimbau masyarakat lebih hatihati. Bagi yang memelihara Gar Galigator pun diimbau tidak seenaknya melepasliarkan ikan ini. Seperti diberitakan sebelumnya, seekor ikan Gar Aligator dengan berat sekitar 6 kg berhasil ditangkap

seorang pemancing yang belum diketahui identitasnya. Salah satu warga yang sempat membantu menangkap ikan tersebut, I Gusti Alit Suriyawan mengatakan, saat pemancing itu menangkap ikan Gar Aligator, pancingnya patah karena perlawanan ikan. ‘’Pemancing itu tangannya tergigit. Karena itu ia minta bantuan. Sudah takut untuk megang lagi,’’ ujar Suriyawan. Ciri fisik ikan ini pada bagian mulutnya mirip buaya

dan berwarna gelap. Cukup lama para pemancing menaklukkan ikan ini. Bahkan meski sudah berhasil ditarik ke daratan, tenaganya masih kuat. ‘’Setelah lemas, baru berani diangkat dan kemudian didokumentasikan. Pemancing yang berhasil menangkap minta tolong saya upload ke medsos untuk memberitahu warga kalo ikannya sudah ditangkap. Setelah itu ikannya dibawa pulang olehnya,’’ ujar Suriyawan. (kmb28)


BULELENG

8

Rabu Paing, 31 Juli 2019

SOSOK Mutlak Penguasaan TI MEMASUKI era milenial seperti dewasa ini hampir semua lini kehidupan berhadapan dengan kecanggihan tekologi. Termasuk di bidang bisnis keuangan. Sebagian besar bisnis keuangan memanfaatkan canggihnya teknologi informasi (TI -red). Karena itu, model berbisnis dengan cara manual mulai ditinggalkan. Kalau ingin bisnis yang dikelola mampu unggul dengan kompetitor sejenis, maka penguasaan TI itu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Kesejahtraan Rakyat dan Layanan Pengadaan Setda Buleleng, Ni Made Rousmini, saat menghadiri puncak HUT ke-72 Koperasi di Gedung Laksmi Graha, Singaraja Senin (29/7) lalu. Birokrat asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada ini, mengatakan, perilaku masyarakat sekarang sangat ketergantungan dengan TI itu sendiri. Ini tidak lepas dari keinginan warga itu mendapatkan pelayanan cepat, praktis, dan aman. “Pada era 4.0 siapa pun diwajibkan mengelola koperasi menggunakan TI. Itu hal mendesak agar bisa bersaing dan juga usahanya bisa berkembang. Karena itu, mau tidak mau tuntutan menguasai TI mutlak adanya,” katanya. Mantan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng ini mengingatkan, koperasi harus bisa mengikuti perkembangan teknologi. Generasi masa kini sangat erat dan intens bermain-main dengan kecanggihan teknologi. Karena itu, jika koperasi dikelola dengan pendekatan yang cenderung konvensional, maka dikhawatirkan tidak akan lagi menjadi pusat perhatian generasi masa kini. ‘’Karena itu, inovasi dalam kehidupan berkoperasi di Buleleng sangat diperlukan. Apalagi saat ini telah lahir pinjaman berbasis online. Model pinjaman online itu sangat mudah dan cepat diakses oleh para nasabah. (mud)

Tangkal Berita ’’Hoax’’ Melalui Literasi Media Singaraja (Bali Post) – Gerakan literasi media digalakkan belakangan ini guna menangkal berita-berita sampah yang tidak jelas alias hoax. Strategi itu diupayakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Bali dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Buleleng sebagai upaya efektif menangkal merebaknya berita hoax yang beredar di jejering media sosial (medsos). Gerakan ini tidak saja menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), namun juga masyarakat umum perlu tahu bagaimana menguasai cara-cara menangkal berita yang tidak jelas sumber kebenarannya itu. Gerakan literasi media itu dilakukan Selasa (30/7) kemarin dengan tema ‘’Dampak Penggunaan Internet kepada Masyarakat’’. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Statistik Dinas Kominfos Bali, Dewa Ketut Rai Rustina, Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Kominfosandi Buleleng Made Suharta. Edukasi itu, kata Rai Rustina, penting agar publik mengetahui ciri-ciri dan mereka juga mengerti tentang berita hoax itu. Upaya agar masyarakat tidak mudah percaya berita-berita hoax seperti itu harus digalakkan. Apalagi, masyarakat mudah tertarik dan terpengaruh setelah membaca berita yang belum pasti kebenarannya itu. ‘’Literasi untuk menangkal hoax ini sangat penting. Yang saya takuti, masyarakat yang tidak mengerti media sosial. Mereka sangat mudah percaya berita hoax itu,’’ katanya. Literasi media sejauh ini sudah menyasar enam kabupaten termasuk di Buleleng. Selanjutnya, dilakukan di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Gianyar. Edukasi ini diharapkan dapat merata di seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Bali. Dirinya menilai, hingga saat ini pengaruh berita hoax di Bali masih tergolong aman. Namun, langkah pencegahan serta kewaspadaan harus tetap dilakukan. ‘’Di Bali masih minim. Hoax itu masih bisa kita kendalikan. Tetapi kita tidak boleh lengah agar tidak berdampak buruk nantinya,’’ jelasnya. Sekdis Komifo Buleleng Suharta mengatakan, pemerintah akan menindaklanjuti dengan mengumpulkan para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan PPID pembantu menggelar kegiatan yang sama, sehingga gerakan ini sampai ke tingkat pemerintahan terbawah. Satu-sastunya cara menangkal hoax itu adalah sebelum menyebarkan suatu informasi baiknya disaring terlebih dahulu. Hal itu penting agar berita yang disebar itu memiliki dan mengandung bukti-bukti kebenaran. ‘’Melalui literasi ini diharapkan agar informasi yang diterima, bukan saja dapat tersebar luas di di kalangan ASN, namun hingga ke seluruh masyarakat di Buleleng,’’ katanya. (kmb38)

Bali Post/ kmb38

TERNAK BABI – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bali memfasilitasi keberatan warga penyanding yang terdampak akibat dugaan pencemaran ternak babi di Desa Bila Kecamatan Kubutambahan.

Dugaan Pencemaran Peternakan Babi Difasilitasi Serius ORI Bali

Singaraja (Bali Post) –

Masih ingat dengan keberatan warga penyanding peternakan babi di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan. Warga terdampak akibat dugaan pencemaran dari peternakan babi itu mengadukan masalah itu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bali. Menyusul pengaduan itu, Selasa (30/7) kemarin ORI melakukan fasilitasi mempertemukan Pemkab Buleleng dengan warga yang terdampak dugaan pencemaran itu. Warga terdampak ini memberi kuasanya kepada salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Fasilitasi itu dihadiri Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng Putu Karuna bersama utusan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PMPPSP), dan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Dari fasilitasi itu terungkap, instansi yang memiliki kewenangan menangani dugaan pencemaran itu dituntut mengawasi pengelolaan limbah peternakan sesuai kewenangan yang dimiliki. Asisten ORI Bali Nanang Mubaroq mengatakan, pengaduan warga itu diterima sekitar akhir tahun 2018 lalu. Sejak menerima pengaduan itu, ORI melakukan tindak lanjut mulai menyerap aspirasi warga terdampak sampai melakukan pemantauan ke lokasi peternakan. Setelah tindak lanjut itu, pihaknya melakukan fasilitasi mempertemukan para pihak yang berkaitan dengan

masalah itu. ‘’Ini bagian dari tindak lanjut setelah kami menerima pengaduan warga. Sebelumnya, kami sudah mengumpulkan data termasuk melihat langsung ke lokasi peternakan. Tahapan ini adalah fasilitasi para pihak yang terkait masalah ini,’’ katanya. Dari fasilitasi itu, kata Nanang, Pemkab Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta menjalankan fungsi mengawasi dan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas peternakan babi tersebut. Tentunya, kewenangan ini dijalankan mengiktui regulasi yang ada. Kalau pihak perusahaan melakukan pelang-

garan maka ORI meminta pelanggaran itu ditindak sesuai amanat regulasi yang berlaku. ‘’Hasilnya konstruktif, di mana DLH Buleleng melakukan kewenangan mengawasi pengelolaan limbah peternakan itu. Kalau terjadi pelanggaran oleh perusahaan wajib ditindaklanjuti mengikuti amanat regulasi yang ada,’’ katanya. Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng Putu Karuna mengatakan, menyusul pengaduan warga penyanding yang dirugikan dengan dampak dugaan pencemaran itu, DLH Buleleng dituntut bekerja serius. Terutama DLH melakukan

fungsi pengawasan terhadap pengelolaan dampak lingkungan dari aktivitas peternakan itu. Kalau terbukti ditemukan pencemaran, DLH dapat memperingati perusahaan itu. Tidak cukup teguran. Dengan kewenangan yang ada, DLH bisa memberikan batas waktu (deadline). Kalau perusahaan tidak menindaklanjuti surat teguran yang sudah diterbitkan itu, DLH dapat memberi sanksi lebih berat sesuai ketentuan. Surat teguran ini dilakukan empat kali terdiri dari surat teguran, paksaan dari pemerintah, pembekuan izin sementara, dan terakhir pencabutan izin usaha. ‘’DLH harus serius menindaklanjuti ketika warga mengalami keberatan maka perusahaan ditegur. Kalau tetap tidak diindahkan, DLH bisa menjatuhkan sanksi lebih berat hingga mencabut izin usaha sepanjang unsur-unsur pelanggaran itu dipenuhi,’’ katanya. Salah satu Ketua LSM, Putu Suardika, mengatakan sesuai kuasa yang diberikan warga penyanding usaha pe-

ternakan itu, pihaknya ingin pemerintah daerah menyelesaikan masalah ini tanpa merugikan warga penyanding dan investasi bisa berjalan. Pihaknya meminta DLH yang diberi kewenangan mengatasi permasalahan lingkungan itu bekerja mengikuti regulasi yang ada. ‘’DLH akan menindaklanjuti keberatan warga penyanding dengan memberikan teguran tertulis. Kalau tidak diindahkan, diambil tindakan administrasi. Selanjutnya, pembekuan izin sementara. Bahkan sanksi terberat pencabutan izin,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, peternakan babi ini dikelola PT Anugrah Bersama Sukses (ABS). Setelah perusahaan beroperasi, warga penyanding keberatan karena kenyamanan mereka terganggu akibat polusi suara ternak babi, bau menyengat dari limbah peternakan itu. Ada dugaan bau limbah itu bisa memuculkan gangguan penyakit. Seperti lalat bisa menyebarkan virus dari limbah kotoran ternak babi itu. (kmb38)

Dipicu Pembakaran Sampah

Api Membesar Nyaris Merembet ke Gedung Sekolah Kebakaran di lokasi pembuangan sampah di Buleleng belakangan ini semakin marak terjadi. Ini tidak lepas akibat perilaku masyarakat yang kurang waspada terhadap dampak pembakaran sampah itu. Implikasinya hal itu dapat memicu kebakaran yang berdampak lebih luas. Seperti yang terjadi di areal pembuangan sampah di Lingkungan Bayuning Barat, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Selasa (30/7) kemarin. Bagaimanakah antisipasi serius dilakukan pihak warga yang secara kebetulan menemui peristiwa itu di lapangan ? Bali Post/mud

PEMBAKARAN SAMPAH – Gara-gara sisa api pembakaran sampah di kuburan Desa Pakraman Banyuning, Selasa (30/7) kemarin, memicu kebakaran dan api nyaris merembet ke gedung sekolah.

PADA musin kemarau saat itu mudah terjadi kebakaran. Karena dipicu pembakaran sampah di areal kuburan (setra) Desa Pakraman Banyun-

ing, nyaris saja kobaran api yang sudah membubung itu merembet ke bangunan SD No. 4 dan 7 Banyuning. Namun, beruntung, petugas pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan cepat tiba di lokasi kejadian, sehingga kebakaran tidak sampai meluas ke bangunan sekolah tersebut. Kepala Lingkungan (Kaling) Banyuning Barat Ketut Sumadi di lokasi kejadian menuturkan, api pertama kali diketahui oleh seorang tukang bangunan Gede Mustara bersama temannya Komang Agus. Ketika keduanya sedang bekerja di areal sekolah itu, sekitar pukul 12.30 Wita, saksi melihat api dengan cepat membesar. Khawatir api yang membakar sampah kering itu merembet ke bangunan sekolah yang jaraknya sangat dekat, keduanya berusaha menyiram api menggunakan air keran yang terpasang di sekolah itu. Upaya tersebut gagal, karena apinya terus membe-

sar. Mustara dan Komang Agus kemudian meminta bantuan pemadaman. Tidak berselang lama dua unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian. Sekitar 30 menit setelah kejadian, api berhasil dipadamkan. Api akhirnya tidak sampai merembet ke gedung SD dan bangunan lain di sebelah timur lokasi titik api. ‘’Tidak tahu siapa yang melalukan pembakaran itu. Kebetulan tukang yang memperbaiki gedung SD menemukan api sudah membesar. Sempat api itu disiram, namun gagal. Saya kemudian minta bantuan pemadaman. Kami takut, api itu merembet ke gedung sekolah di sebalah barat lokasi pembakaran sampah itu,’’ katanya. Kebakaran di TPS Selain di Banyuning Barat, kebakaran akibat membakar sampah juga terjadi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Sinabun, Kecamatan Sawan. Kejadiannya sekitar pukul 08.00 Wita.

Tidak diketahui siapa yang menyulut api di lokasi TPS itu yang memicu kobaran api. Kebakaran bisa ditangani setelah petugas pemadam dari Pos Pemadam di Kubutambahan diturunkan ke lokasi kejadian. Tidak berselang lama, api berhasil dipadamkan. Kepala Dinas Damkar Buleleng Nyoman Agus Jaya Sumpene mengatakan, memasuki kemarau panjang ini, warga diimbau waspada dengan terjadinya kebakaran. Terutama penyebab kebakaran dari api sisa pembakaran sampah di lingkungan permukiman atau TPS itu wajib diawasi dengan baik. Selain itu, aktivitas di areal perkebunan atau kawasan hutan juga perlu diawasi. Paling tidak, kalau membuat titik api, saat akan ditinggalkan harus dipastikan titik apinya itu benar-benar padam. Antisipasi seperti itu dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan atau lahan perkebunan. (mud)


GIANYAR

Rabu Paing, 31 Juli 2019

9

Wisata ”Swing Aloha” Ubud

Dikunjungi Ratusan Wisatawan Setiap Hari Gianyar (Bali Post)Wisata ayunan atau swing kini marak berkembang di Kabupaten Gianyar, khususnya di wilayah Kecamatan Tegallalang. Seperti wisata Aloha Ubud yang berlokasi di Banjar Sapat, Desa Tegallalang ini dikunjungi ratusan wisatawan setiap harinya. Hal ini diungkapkan CIO Aloha Ubud (Bali Swing Group) I Wayan Disna Eka Saputra, Selasa (30/7) kemarin. Disna Eka Saputra mengungkapkan, Aloha Ubud yang dikelolanya dominan dikunjungi 300 lebih wisatawan setiap harinya. Tingginya kunjungan ini paling terasa dari Juni, Juli dan diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus ini. Dominan wisatawan yang berkunjung itu dari Benua Eropa. “Kalau sekarang, justru yang booming itu wisatawan dari Turki, India dan Arab,” katanya. Di Aloha Ubud yang satu grup dengan Bali Swing, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung itu, kata Disna Eka Saputra, pihaknya memiliki sembilan swing dan tujuh spot foto berupa sarang burung. Khusus untuk swing, pihaknya memprioritaskan safety pengunjung dengan

berpatokan pada sejumlah pedoman. “Safety kita ada pedoman, satu apa media yang digunakan misal pohon ada pergeseran atau tidak, selain itu juga bisa menggunakan media tiang besi,” katanya. Kemudian pada tali swing pihaknya menggunakan tiga tali. Kemudian tali tersebut dilakukan penggantian sebulan sekali. Ditegaskan, tali tersebut sulit untuk putus, hanya bila sering digunakan tali itu bisa melar. “Kita sudah uji tarik tali. Tali ini tidak bisa putus, hanya bisa melar,” katanya. Di sana Eka Saputra menegaskan, pihaknya memastikan keamanan pengunjung yang mengenakan hernes. Dikatakan apabila ayunan jebol, pengunjung dipastikan masih tergantung pada tali. “Saya juga sudah coba loncat dari ayunan, tapi masih terikat sehingga pengunjung tidak bisa jatuh,” ujarnya. Di samping itu, pihaknya juga setiap hari memastikan petugas di Aloha Ubud melakukan briefing kepada pengunjung sebelum menaiki swing. “Setiap hari di sini ada safety briefing, bagaiman sefety harus diikuti, karena perusahaan ini bergantung pada safety,” tegasnya. Disna Eka Saputra me-

nambahkan, pihaknya tidak segan memecat karyawan yang tidak bisa memastikan safety dengan benar. “Di sini kita jarang keluarkan orang bekerja, kecuali dia benar-benar tidak bisa paham safety, misal sudah dikontrak beberapa bulan, tetapi bila safety salah dan fatal, ya kami keluarkan langsung, Karena kami tidak mau orang lain berbahaya, lebih baik kami keluarkan dia dari tim, karena setiap hari sudah diajarkan masak masih salah,” katanya. Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi terjadinya human error dari karyawannya, dengan menyiapkan jaring di bagian bawah swing. “Kita tetap antisipasi human error. Tapi, sampai saat ini belum pernah terjadi,” ujarnya. Menurut Disna Eka Saputra, SDM di Aloha Ubud hampir 78 persen merupakan warga asli Desa Tegallalang. Namun pihaknya juga meyertakan tenaga ahli yang sebelumnya merupakan personel Bali Swing di Desa Bongkasa. “SDM dominan warga lokal yang kami didik satu setengah bulan tentang safety dan tentang apa yang harus dilakukan terhadap tamu,” ujarnya. Tidak hanya swing yang

Geliatkan Desa Wisata

Warga Gelar ”Blahbatuh Full Moon Night Show” Gianyar (Bali Post) Seluruh komponen di Desa Blahbatuh kini gencar menggeliatkan desa wisata. Upaya ini diwujudkan melalui festival Blahbatuh Full Moon Night Show. Kegiatan yang digelar oleh Blahbatuh Torism Board (BTB) ini diselenggarakan setiap Purnama, dengan mengambil lokasi di areal Puri Ageng Blahbatuh. Festival perdana yang digelar Selasa (16/7) lalu, diikuti sangat antusias oleh masyarakat setempat serta puluhan wisatawan mancanegara. Perbekel Blahbatuh Gede Satya Kusuma, S.H. mengungkapkan, pariwisata di Desa Blahbatuh sempat menggeliat di era 1970-an. Kala itu banyak wisatawan yang sengaja datang ke Blahbatuh untuk menyaksikan tarian, serta berbagai peninggalan di kawasan tersebut. “Sempat waktu itu booming kunjungan pariwisata di Blahbatuh menyaksikan Cak dan tarian lainnya,“ kata Satya Kusuma, Selasa (30/7) kemarin. Satya Kusuma mengakui kondisi itu tidak berlangsung lama, bertahun-tahun pariwisata di Desa Blahbatuh

sempat meredup. Hingga keluar program nasional pemberdayaan masyarakat yang menetapkan Desa Blahbatuh sebagai desa wisata. Kini seluruh masyarakat Desa Blahbatuh berkomitmen membangkitkan kembali pariwisata di kawasan tersebut. “Saya sudah menggelar forum group diskusi dengan seluruh komponen masyarakat se-Desa Blahbatuh. Kami sepakat untuk bersama-sama kembali mengembangkan pariwisata di desa,” jalasnya. Mengoptimalkan pengembangan pariwisata, kata Satya Kusuma, melalui SK Perbekel Blahbatuh juga sudah dibentuk Blahbatuh Torism Board (BTB). BTB yang didominasi anak muda inilah yang pertama kali menggelar Blahbatuh Full Moon Night Show saat Purnama pertangahan Juli lalu. “60 persen dari keanggotaan BTB ini adalah anak muda se-Desa Blahbatuh. Mereka yang menggelar kegiatan pada Purnama Kasa lalu,” katanya. Menurut Satya Kusuma, Blahbatuh Full Moon ini akan dilakukan uji coba dalam tiga kali penyelenggaraan. Selan-

Bali Post/kmb35

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan turut serta dalam kegiatan Blahbatuh Full Moon yang digelar warga, beberapa waktu lalu.

jutnya akan digelar kegiatan serupa di areal Puri Ageng Blahbatuh pada Purnama Karo pada 15 Agustus mendatang. “Setelah tiga kali penyelenggaraan, kegiatan ini kita evaluasi secara keseluruhan. Tentu harapan kita kegiatan ini akan terus berlanjut demi menggeliatkan pariwisata di Desa Blahbatuh,” katanya. Satya Kusuma menjabarkan, Blahbatuh Full Moon yang pertama diramaikan dengan berbagai kegiatan. Mulai Siang hari menjelang sore diisi dengan kegiatan melukis, tari-tarian, memahat wayang, workshop hingga menikmati kuliner gratis berupa lawar dan tahu khas Blahbatuh. Kemudian malam hari diisi dengan kegiatan tari topeng, legong kraton, barong kolaborasi, hingga fashion show. ”Kegiatan ini diikuti antusias oleh krama Blahbatuh, serta dikunjungan cukup banyak wisatawan,“ katanya. Menurut Satya Kusuma, kegiatan perdana ini menggunakan dana oprasional perbekel sebesar Rp 5 juta. Selain itu, penyelenggaraan ini juga mendapat bantuan sejumlah donatur. Untuk kegiatan Blahbatuh Full Moon yang kedua, pihaknya akan mulai menggencarkan promosi untuk mendatangkan wisatawan. “Dalam tiga kali uji coba festival ini, kita adakan gratis untuk wisatawan, tidak dipungut biaya untuk mengikuti festival ini,” katanya. Usai tiga kali uji coba tersebut, kata Satya Kusuma, baru pihaknya akan mulai menyiapkan paket wisata untuk yang ingin berkunjung ke festival Blahbatuh Full Moon. “Setelah tiga kali, barulah kita akan lebih profesional. Kita siapkan paket khusus untuk wisatawan yang berkunjung, namun seperti apa detailnya masih kita rancang,“ katanya. (kmb35)

SWING - Sejumlah wisatawan menikmati wisata swing di Desa Tegallalang, Selasa (30/7) kemarin. memacu adrenalin, di areal wisata ini juga disediakan ayunan tradisional menyerupai kincir, yang meniru desain ayunan sakral yang kini masih dilestarikan pada beberapa daerah di Bali. “Kalau ayunan ini kan sebenarnya menggunakan bambu, biasanya dinaiki oleh warga yang naik ke

tingkat remaja atau dewasa. Tapi, di sini untuk wisatawan kita gunakan besi supaya lebih aman, kemudian ini dicat menyerupai bambu,” katanya. Areal wisata Aloha Ubud ini juga dihiasi dengan panorama terasering persawahan. Menurut Disna Eka Saputra, persawahan itu

didesainnya sendiri, dari sebelumnya cukup tidak beraturan. Kini wisatawan bisa menikmati proses bercocok tanam, bahkan pihaknya sudah menyiapkan kerbau untuk diturunkan bila ada permintaan. Menurut Disna Eka Saputra, menikmati wisata ini pengunjung cukup mem-

Bali Post/kmb35

bayar Rp 300 ribu. Harga tersebut sudah meliputi dewasa dan anak-anak. “Dewasa dan anak-anak kami samakan, karena kadang anak-anak lebih sulit diajarkan, mereka bisa bermain bebas lari-lari atau semacamnya. Jadi, tanggung jawab kami lebih besar,” tegasnya. (kmb35)

Satpol PP Sidak Gudang Besi dan Vila Tak Berizin

Gianyar (Bali Post) -

Petugas Satpol PP Gianyar melakukan sidak di wilayah Kecamatan Sukawati, Selasa (30/7) kemarin. Dalam sidak itu, polisi menyasar vila yang diduga tak berizin, dan gudang besi yang dikeluhkan warga. Hal ini diungkapkan Kasatpol PP Gianyar I Made Watha. Menurut I Made Watha, kedatangan petugas ke pengepul besi bekas milik Sudito di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati itu, karena pihaknya mendapat laporan warga setempat. Diketahui, gudang besi bekas menuju Pura Dalem meletakan material hingga meluber ke jalan. ”Ini mendapat keluhan warga

setempat, terlebih menjelang Hari Raya Kuningan, Pura Dalem setempat akan ada piodalan, sementara akses jalan terganggu besi bekas yang meluber ke jalan,” katanya. Turun ke lokasi tersebut, pemilik gudang pun langsung diminta untuk merapikan besi bekas tersebut, khususnya agar tidak meluber ke jalan.

Di hadapan petugas, pemilik gudang berjanji akan merapikan. ”Pemilik gudang sudah menandatangani surat pernyataan mau memindahkan barang-barang mereka yang meluber ke jalan,” katanya. Usai sidak gudang barang besi bekas, petugas Satpol PP Gianyar melanjutkan sidak ke vila di wilayah Sukawati.

Ada empat vila yang disidak petugas, namun dari jumlah itu hanya dua pemilik vila yang mampu menunjukkan izin, dan dua vila lainnya tidak bisa menunjukan izin. Petugas pun langsung melayangkan surat peringatan untuk dua vila yang tidak mampu menunjukkan izin. Pemiliknya diberikan surat peringatan untuk datang ke Kantor Satpol PP Gianyar untuk diberikan pembinaan. “Pemilik vila kita panggil agar datang ke Kantor Satpol PP,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SIDAK - Petugas Satpol PP Gianyar menggelar sidak terhadap gudang pengepul besi bekas milik Sudito di wilayah Ketewel, Sukawati, Selasa (30/7) kemarin.

Pasien Prostat Sesalkan Tindakan Bupati Genjot Pencontohan TPS 3R Operasi Diundur-undur

Gianyar (Bali Post) Warga Desa Sukawati, I Ketut Sartha, mengeluhkan pelayanan RSUP Sanglah Denpasar. Pria kelahiran 1 Desember 1959 ini mengaku diabaikan pihak rumah sakit terkait jadwal operasi. Keluhan ini lantas disampaikan ke anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Parta. Sartha saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/7) kemarin menerangkan, dirinya merupakan pasien rawat jalan RSUP Sanglah Denpasar. Pria asal Banjar Babakan, Desa Sukawati ini mengalami susah kencing sejak Februari 2019 hingga divonis mengalami gejala prostat. Awalnya ia merasa nyaman-nyaman saja karena telah menjadi peserta BPJS Kesehatan Kelas II sejak 2011. Selama delapan tahun rutin membayar iuran Rp 60.000 per bulan.Kini, Sartha baru per-

tama kali memanfaatkan untuk mengobati gejala prostatnya. Namun bukannya mendapat pelayanan prima, Ketut Sartha yang dalam kondisi sakit merasa diabaikan, lantaran jadwal operasi yang sudah ditentukan tanggal 17 Juli 2019 di RSUP Sanglah Denpasar ditunda tanpa alasan pasti. “Jadwal sudah jelas, katanya akan dihubungi per telepon untuk kepastian kapan harus ke rumah sakit. Tapi sampai tanggal 28 Juli kemarin sama sekali tidak ada kabar, apakah jadi operasi atau bagaimana. Sehingga saya pilih mengadu ke anggota dewan Nyoman Parta, siapa tahu ada solusi,” ungkapnya. Lansia ini menyampaikan keluhan bahwa sudah dapat beberapa kali jadwal di RS Sanglah untuk operasi agar bisa kencing secara normal. Tanggal 17 Juli yang lalu juga lagi dapat

jadwal bahkan sudah dapat ditawarkan kamar perawatan, Namun entah mengapa, tanpa ada alasan yang jelas, operasi ditunda lagi. Kejadian ini lantas diadukan ke DPRD Bali Nyoman Parta. “Setelah saya mengadu, baru ada respons. Dari Perbekel Sukawati koordinasi dengan BPJS Kesehatan. Dan dari pihak rumah sakit menjadwalkan kembali, Kamis (1/8) nanti. Mudah-mudahan, tidak diundur lagi,” harapnya. Sartha menegaskan, tidak ada menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini. Dirinya hanya menuntut hak-hak yang seharusnya ia dapat sebagai peserta BPJS Kesehatan yang memerlukan penanganan medis. Secara fisik, Sartha tampak sehat. Masih bisa beraktivitas, namun membatasi aktivitas di luar rumah termasuk tedun mebanjar. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Tempat Penampungan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada setiap desa di wilayah Gianyar akan segera terealisasi. Rencana ini akan dimulai dari desa percontohan pada setiap kecamatan, dengan konsep penanganan sampah dari sumbernya. Hal itu terungkap saat audiensi Yayasan Bumi Sasmaya dengan Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Selasa (30/7) kemarin. Relawan utama dari Yayasan Bumi Sasmaya, Sean Nino Lotze, menyampaikan komitmennya menanggulangi sampah dari pedesaan yang notabena dinilai lebih efektif. Langkah awal, pihak yayasan siap memfasilitasi pembangunan TPS untuk

20 desa. Termasuk pula pendampingan pelaksanaan manajemen hingga berproses secara mandiri. “Kami siap memfasilitasi sebagai apresiasi kami terhahadp komitmen Pemkab Gianyar dalam penanggulangan sampah terpadu di desa,” ujar pria yang akrab disapa Nino ini. Nino memaparkan, yayasan akan membangun fasilitas unit komposting dan pemisahan sampah organik- anorganik. Total anggaran yang dikeluarkan yayasan membangun fasilitas ini sekitar Rp 500 juta per unit. Yayasan juga akan memberikan edukasi, panduan, atau pendampingan tentang pengelolaan sam p a h seca ra t erp a d u. Output atau keluaran yang dihasilkan dari sistem olah sampah di TPS 3R ini yakni berupa pupuk organik, biogas, dan bentuk lain.

Bupati Mahayastra menyampaikan, adanya pihak lain seperti yayasan yang peduli terhadap lingkungan seperti ini, akan memberi kontribusi postif. “Ini sejalan dengan konsep penanganan sampah yang kami kembangkan, yakni pengelolaan sampah mulai dari desa. Sebab sekarang ini pola penanganan sampah di hilir yakni di TPA kurang efektif jika volume sampah terus bertambah. Jalan satu-satunya adalah penanganan sampah dari hulu atau sumbernya,” terang Bupati Mahayastra. Mewujudkan itu, kata Mahayastra, pihaknya sudah memetakan desa-desa yang memiliki komitmen untuk dipersiapkan menjadi desa percontohan. Bahkan pelaksanaannya diharapkan sudah dimulai paling lambat akhir tahun ini. “Kami sudah merancang

pembangunan TPS 3R di setiap desa dan ini harus segera terwujud. Syukurnya gayung bersambut, Yayasan Bumi Sasmaya siap berkontribusi dengan mamfasilitasi pembangunannya, temasuk bank sampah dan lainnya,” katanya. Usai pertemuan, Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Parwita menambahkan, beberapa desa sejatinya sudah siap melaksanakan program ini. Namun untuk percontohan di setiap kecamatan, akan dipilih desa yang benar-benar siap. Mulai dari ketersediaan lahan hingga regulasi pendukungnya. “Untuk lahan, desa wajib menyediakan lahan sekitar 5 sampai 15 are. Desa juga perlu membuat regulasi atau ketentuan lain tentang tata aturan pemisahan sampah organikanorganik mulai dari rumah tangga,” ujarnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Paing, 31 Juli 2019

Buka ”Job Fair” Jembrana 2019

Kembang Hartawan: Jangan Malu Jadi Karyawan Memfasilitasi penc ar i ke r j a m e n d a p a t ka n pekerjaan sesuai bakat dan minatnya, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) melaksanakan Job Fair (bursa kerja). Kegiatan yang juga membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan digelar selama 2 hari, dimulai tanggal 30 sampai dengan 31 Juli 2019 di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana. Job Fair dibuka Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di-

dampingi Kepala Dinas PMPTSPTK I Komang Suparta. Pelaksanaan Job Fair tahun ini diikuti 28 perusahaan lokal dan nasional, dengan total 3.674 lowongan kerja tersedia dari berbagai sektor usaha. Pada kesempatan tersebut, Wabup Kembang meminta agar generasi muda yang rata-rata masih fresh graduate ini mempersiapkan diri sebaik-baiknya di era industri yang serba digital. “Fresh graduat di era industri 3.0 yang serba digital ini juga harus mempersiapkan diri untuk menyongsong era industri 4.0 yang serba robotik, melalui pemanfaatan dan penguasaan teknologi

Kasus Santunan Kematian

Kadis Dukcapil Dimintai Keterangan Negara (Bali Post) – Setelah menetapkan satu tersangka kepala lingkungan (kaling) dalam kasus korupsi Dana Santunan Kematian, penyidik Tipidkor Polres Jembrana intens melakukan pemeriksaan untuk dua calon tersangka lainnya. Sejumlah saksi dimintai keterangan termasuk di antaranya sejumlah pejabat eselon II dan III. Dari informasi, Selasa (31/7) kemarin sejumlah saksi dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Jembrana berkaitan pengembangan kasus korupsi dana santunan kematian. Termasuk sejumlah pegawai di Dinas Dafdukcapil Jembrana. Dua orang yang dibidik menjadi tersangka juga menjabat sebagai kaling. Keterangan para saksi ini guna menguatkan alat bukti berupa puluhan dokumen pengajuan santunan kematian. Seperti modus yang diterapkan tersangka sebelumnya (Klian Dinas), dokumen yang digunakan sebagai syarat untuk pencairan, dipalsukan. Seperti akta kematian dan legalisir dari Dinas Dukcapil Jembrana. Modus yang diterapkan dengan pengajuan dokumen orang meninggal fiktif serta beberapa di antaranya diajukan berulangkali (satu orang meninggal diajukan dua hingga tiga kali). Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah Kepala Disdukcapil Jembrana I Ketut Wi-

aspada. Ditemui seusai pemeriksaan, ia membenarkan dipanggil menjadi saksi dalam kasus korupsi di Dinas Sosial saat itu. Salah satu yang ditanyakan terkait dokumen legalisir dari Disdukcapil. Dari tanda tangan legalisir diketahui ada keanehan dan dipastikannya palsu. Dari puluhan dokumen permohonan, ada berbagai macam kejanggalan untuk legalisir. Seperti NIK (nomor induk kependudukan) yang disinyalir dibuat sendiri oleh oknum pelaku. Serta tanda tangan pejabat yang berwenang mengeluarkan legalisir berbeda. Diberitakan sebelumnya, selain sudah menetapkan satu tersangka baru (kaling di Gilimanuk), penyidik Polres Jembrana juga mengembangkan kasus korupsi dana santunan kematian yang sebelumnya telah menjerat 3 orang hingga ke balik jeruji besi. Mereka di antaranya Indah Suryaningsih (vonis 4 tahun penjara), mantan Klian Banjar Sarikuning Tulungagung Tukadaya, I Dewa Ketut Artawan (4 tahun) dan Klian Banjar Munduk Ranti, Tukadaya I Gede Astawa (4 tahun). Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita membenarkan kasus santunan kematian fiktif ini jug a m enyeret t er sangka lain dan saat ini masih dikembangkan penyidik Polres Jembrana. (kmb26)

informasi dan digital,” ucap Kembang. Ditambahkan Wabup Kembang, kepada seluruh anak muda Jembrana yang tengah mencari kerja, untuk tidak merasa kecil atau rendah diri karena sedang mencari pekerjaan. Menurut Kembang, membuka usaha kecil tapi jadi bos ataupun menjadi karyawan di sebuah perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masingmasing. “Menjadi karyawan dapat memperkaya pengalaman, jaringan, dan teman untuk bertukar pikiran. Suatu saat pengalaman itu akan sangat berguna bila ingin

membuka usaha sendiri. Jadi jangan malu menjadi karyawan,” pesan Kembang Hartawan. Mengakhiri pengarahannya, Kembang Hartawan juga sempat membagikan beberapa tips kepada peserta job fair, bagaimana cara agar bisa diterima oleh perusahaan saat menghadapi interviu. Sementara itu, Kadis PMPTSPTK Jembrana I Komang Suparta mengatakan, job fair ini menyasar siswa-siswi yang baru lulus. “Harapannya dapat memberikan alternatif karier bagi masa depan mereka yang baru lulus,” Kata Suparta. (ad957)

Job Fair – Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan berinteraksi dengan para pencari kerja asal Jembrana seusai pembukaan Job Fair (bursa kerja) 2019 yang diselenggarakan Pemkab Jembrana, Selasa kemarin.

Cemara Laut untuk Penahan Abrasi

Negara (Bali Post) – Sejak 10 tahun terakhir, belasan titik pantai di Jembrana rawan abrasi. Beberapa di antaranya bersinggungan langsung dengan permukiman warga. Seperti di Gilimanuk, Pebuahan Desa Banyubiru dan Desa Pengambengan. Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk menahan deburan gelombang laut yang menyebabkan abrasi. Seperti memasang deretan bambu, karung pasir hingga ban bekas. Selain memasang benda berbahan keras yang berfungsi untuk menahan gempuran ombak, sejumlah warga juga berinisiatif menanam tanaman yang tahan dengan ombak.

Cemara – Sejumlah pohon cemara laut yang ditanam warga secara swadaya di Dusun Ketapang Lampu.

Salah satunya di Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Sejak dua tahun belakangan ini mereka menanam pohon cemara laut. Pohon yang biasa hidup di pantai ini, sekarang sudah mulai tinggi dan tahan terendam ketika air laut pasang. Sekitar 10 pohon cemara laut kini terlihat elok di pinggir pantai, bukan saja berfungsi pelindung dari terjangan ombak juga menjadi peneduh perahuperahu nelayan yang ditambatkan. “Sudah dua tahun ini kita galakkan agar ditanam secara swadaya. Tapi memang baru sebatas lokasi ini saja karena keterbatasan (bibit),” ujar Aan (40), warga Ketapang Lampu. Untuk diketahui, di kawasan pantai Ketapang Lampu ini terkena dampak abrasi yang paling parah di Pengambengan. Bahkan dalam kurun 5 tahun terakhir, lebih dari 4 bangunan rumah warga yang lenyap tergerus abrasi. Termasuk Pos TNI-AL yang sebelumnya masih utuh menjorok menghadap laut, juga ikut lenyap. Kini, pohon cemara laut itu sering dipakai untuk berteduh ataupun melakukan aktivitas nelayan. Seperti memperbaiki jaring dan jukung saat nelayan

tak melaut. Menurut Aan, cemara laut ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan mangrove atau bakau. Hanya saja, dari estetika terlihat lebih bagus. Dari beberapa jenis pohon yang habitatnya kuat dengan air laut, pernah ditanam di lokasi pantai tersebut. Tetapi tidak bisa bertahan lama seperti cemara laut ini. “Ini yang paling cocok ditanam di tanah berpasir, kami harapkan juga di sepanjang pantai ini bisa ditanam pohon ini, tetapi juga tetap memperhatikan areal nelayan untuk memarkirkan jukung mereka,” tambah warga lainnya. Upaya yang dilakukan secara swadaya ini diharapkan juga dapat diterapkan di titik-titik pantai abrasi lainnya seperti di Pebuahan ataupun Gilimanuk. Abrasi di dua lokasi itu semakin hari juga semakin parah. Selain rumah warga yang terkena, jalan penghubung antardusun/ lingkungan putus akibat tergerus air laut. Di Pebuahan, Desa Banyubiru misalnya, jalan beton yang baru dibangun juga hancur tersapu gelombang. Warga pun berinisiatif memasang ban-ban bekas berukuran besar dengan harapan mampu menahan gelombang. (kmb26)

Kerupuk Mengandung Boraks

Bali Post/wit

TAK TERAWAT - Rumah jabatan pimpinan DPRD Jembrana mendapat sorotan masyarakat. Selain rumahnya tak terawat, lingkungan sekitar juga terkesan kotor. Hal ini dikarenakan rumah jabatan tersebut jarang ditempati penghuninya. Hal inilah yang dikeluhkan para penyanding.

Negara (Bali Post) Menjelang hari raya Kuningan, Loka Pom Buleleng bersama Dinas Kesehatan Jembrana melakukan pengawasan pangan di sejumlah lokasi di Jembrana, Senin (30/7) sore kemarin. Tim yang juga melibatkan petugas dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana melakukan uji sampel makanan dan minuman yang diambil dari sejumlah warung di Negara. Dalam sidak yang dipimpin Kepala Loka Pom Buleleng Made Ery Bahari Hantana ini juga menerjunkan langsung mobil laboratorium keliling untuk menguji langsung sejumlah sampel makanan dan minuman yang dicurigai mengandung zat berbahaya. Dari hasil pengawasan di sejumlah warung di s ep a nja ng J a la n W ija y a Kusuma, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara petugas mengambil 10 sampel. Di warung-warung sekitar RSU Negara ini petugas mengambil sampel makanan yang sering dikonsumsi masyarakat seperti bakso, tahu, siomay, bijik, mie hingga kerupuk. Sampel itu selanjutnya langsung dilakukan uji lab guna memastikan ada tidaknya kandungan berbahaya. Berdasarkan hasil uji sampel (rapid test) makanan tersebut, dari 10 jenis makanan ada satu makanan yang positif mengandung boraks. Bahan berbahaya untuk pengawet ini didapati dari sampel yang diambil berupa kerupuk. Kepala Loka Pom Buleleng Made Ery Bahari Hantana mengatakan, dari ha-

sil rapid test, satu sampel makanan berupa kerupuk mengandung boraks. Dari hasil tersebut, petugas selanjutnya melakukan pembinaan dan edukasi kepada pedagang melibatkan Dinas terkait. “Untuk tindakan kita berikan pembinaan agar pedagang mengembalikan ke distributor. Kerupuk kita remukan. Dan kami minta agar tidak menjual makanan itu,” terang Made Ery. Menurutnya, dari pembinaan yang dilakukan pedagang kooperatif dan beberapa tidak mengetahui distributornya. Pedagang hanya menerima titipan

makanan saja. Hal ini juga menjadi perhatian. Pedagang diimbau juga aktif mengetahui dari mana sumber makanan yang dijual dengan meminta alamat atau nomor kontak distributor. Sehingga ketika terjadi permasalahan dapat ditelusuri dan pedagang tidak disalahkan. Loka Pom juga sedang mengumpulkan data pelaku usaha terutama distributor yang diketahui memasok makanan-makanan mengandung zat berbahaya. “Ke depan target kami para pelaku usaha. Kita juga berikan pembinaan,” ujarnya.

Secara umum, masyarakat maupun pelaku usaha sudah mulai memahami terkait larangan penggunaan bahan berbahaya pada makanan atau minuman. Tetapi yang perlu diedukasi lagi kepada pelaku usaha adalah pola perilaku keamanan pangan. “Misalnya, masih ada yang memakai alas koran dan lain-lain. Ini ke depan perlu kita edukasi langsung ke pelaku usaha,” terangnya. Loka Pom, menurutnya, selama beberapa hari ke depan akan melakukan intensifikasi pengawasan pangan ini ke sejumlah sentra kuliner atau jajanan di Jembrana. (kmb26)

Bali Post/olo

EDUKASI - Petugas dari Loka Pom Buleleng memberikan edukasi dan pembinaan kepada pedagang dalam pengawasan pangan kemarin di Jembrana.


Karangasem

Rabu Paing, 31 Juli 2019

11

Bantuan Hibah Badung Rp 57 Miliar Belum Cair

Semua Program Fisik Pariwisata Mandek Pemkab Karangasem sangat menanti bantuan hibah dari kabupaten terkaya di Bali, Badung. Sayangnya, bantuan dana hibah yang nilainya Rp 57 miliar itu sampai sekarang ini belum kunjung cair. Sudah pasti sejumlah kegiatan fisik di bidang pariwisata mandek, karena semua program dianggarkan lewat dana tersebut. Lalu, bagaimanakah Pemkab Karangasem mengatasi anggaran untuk proyek-proyek yang diagendakan dari alokasi dana hibah Pemkab Badung itu? PELAKSANA Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Karangasem I Nyoman Siki Ngurah, Selasa (30/7) kemarin, mengungkapkan dari Rp 57 miliar proposal yang diajukan itu, hampir sebagian besar untuk menunjang pembangunan pariwisata di Karangasem. ‘’Perencanaan anggaran ada di sejumlah OPD. Semua proyek fisik yang dibuat berhubungan dengan pariwisata. Karangasem memang merancang semua alokasi dana hibah itu memang untuk memajukan pariwisata di Karangasem,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala BPKAD I Made Sujana Erawan menambahkan, sejauh ini memang dana bantuan PHR itu belum ada kejelasannya kapan akan cair. Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan BKAD Badung dengan cara mempertanyakan bantuan hibah tersebut. ‘’Namun, jawabannya belum ada kepastian kapan dana hibah itu akan didistribusikan. Karena SK dan transferannya juga belum ada. Kita akan terus kejar dana hibah itu,’’ katanya.

Erawan menjelaskan, jika dana itu tidak cair, maka pihaknya akan melaksanakan rapat dengan TAPD. Rapat koordinasi itu untuk mencarikan solusi yang kiranya efektif. Namun, pihaknya tidak ingin berspekulasi. ‘’Pastinya, kami sangat berharap dana hibah PHR dari Badung itu bisa cepat dicairkan,’’ harapnya. Pihaknya tidak tahu apakah hibah itu dianggarkan melalui APBD Induk atau APBD Perubahan. ‘’Itu merupakan kewenangan Kabupaten Badung. Informasinya, Badung masih rapat terkait hibah ini. Jadi, kita masih menunggu saja,’’ katanya. Kadis PUPR Karangasem I Nyoman Sutirtayasa menjelaskan, karena bantuan PHR itu belum cair, maka kegiatan fisik yang alokasinya menggunakan dana hibah PHR Badung itu otomatis tidak bisa dijalankan. ‘’Kita belum bisa menjalankan program-program yang sudah disusun, baik itu program fisik maupun nonfisik terkait pariwisata. Terus terang, kami tidak punya dana. Kalau tidak cair, pastinya kegiatan fisik akan tertunda,’’ katanya. (nan)

Bali Post/kmb41

PURA TUNGGUL BESI - Pembangunan jembatan menuju Pura Tunggul Besi di Banjar Temukus, Desa Besakih masih belum jalan, karena dianggarkan lewat dana hibah PHR Kabupaten Badung.

DPRD Layangkan Surat Resmi ke Bupati

Pastikan Adnya Mulyadi Sekda atau Staf Ahli

OLAH TKP - Petugas kepolisian saat melakukan oleh TKP.

Amlapura (Bali Post) DPRD Karangasem terus melakukan upaya optimal agar bisa melakukan pembahasan KUA-PPAS. Usaha terbaru yang digelindingkan yakni pihak dewan melayangkan surat resmi ke Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Dewan mempertanyakan kepastian status secara legal Sekda I Gede Adnya Mulyadi, apakah sebagai sekda atau sudah jadi staf ahli bupati.

Bali Post/kmb41

Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mengatakan, surat resmi untuk menanyakan kepastian posisi Adnya Mulyadi sudah dilayangkan ke Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri beberapa hari lalu. Substansi isi surat itu, dewan menanyakan kejelasan status Sekda I Gede Adnya Mulyadi, apakah sudah resmi sebagai staf ahli bupati. Upaya itu dilakukan karena

’’Chat’’ dengan Pria Lain Diketahui Suami

Rina Andriyani Nekat Gantung Diri di Ruang Tamu Amlapura (Bali Post) Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Karangasem. Rina Andriyani, wanita asal Banjar Dinas Bukit Tabuan, Desa Bukit itu ditemukan tewas gantung diri di ruang tamu rumahnya, Selasa (30/7) kemarin. Saat ini korban disemayamkan di rumah duka. Sebab-sebab korban gantung diri belum jelas. Namun, pastinya, chat sang istri di handphone dengan pria lain diketahui sang suami sehari sebelumnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Senin (29/7), sekitar pukul 17.00 Wita, suami korban Sahirman Efendi sempat mengambil handphone korban. Setelah handphone dicek, suami

korban menemukan chat istrinya dengan laki-laki lain. Setelah itu, suami korban menanyakan kepada korban. Saat itu permasalahan bisa diselesaikan, namun setelah itu dirinya dan korban tidur terpisah. Suaminya tidur bersama anak keduanya yang berusia 1,5 bulan. Selasa (30/7) kemarin, pukul 01.30 Wita, anak keduanya menangis. Setelah itu, suaminya memanggil-manggil korban, tetapi tidak ada jawaban dari korban. Karena istrinya tidak menyahut, selanjutnya suaminya mencoba mencari istrinya di sekitar rumah, namun tidak ditemukan. Betapa kagetnya, setelah membuka kamar tamu, suaminya melihat korban gan-

tung diri di kamar itu. Setelah itu, suami korban memanggil tetangga untuk memberi tahu kejadian tersebut. Kapolsek Karangasem Kompol I Nengah Berata membenarkan adanya kasus bunuh diri dengan cara gantung diri tersebut. Pascamenerima laporan itu, petugas kepolisian langsung ke lokasi melakukan olah TKP bersama tim medis. ‘’Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban selama-lamanya,’’ ujar Berata. (kmb41)

I Nengah Sumardi

pihaknya tidak ingin saat menggelar pembahasan KUA-PPAS dengan Ketua TAPD yang diketua Sekda, justru sesuai SK mutasi Adnya Mulyadi statusnya sudah jadi staf ahli bupati per 19 Juli. Jika hal itu terjadi, pastinya akan menuai persoalan. ‘’Kami tidak ingin ada permasalahan. Karena itu, kami mempertanyakan dengan mengajukan surat secara resmi. Tetapi sampai saat ini, belum ada balasan resmi dari Bupati,’’ ujarnya. Atas kondisi itu, kata Sumardi, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan akan dilakukan pembahasan KUA-PPAS itu. ‘’Saat ini belum ada surat yang dapat memastikan sekda masih dijabat Adnya Mulyadi. Belum ada dasar kuat, Adnya Mulyadi itu posisinya sebagai sekda. Sebab, belum ada SK yang menyatakan Bali Post/kmb41 posisinya sebagai staf ahli bupati itu gugur.

Kalau memang sudah ada bukti resmi, baru kami berani melakukan pembahaan KUA-PPAS,’’ jelas Sumardi. Asisten I Setda Karangasem I Wayan Purna menjelaskan memang sudah ada surat yang diterima dari DPRD. Pada intinya, substansi isi surat itu mempertanyakan status sekda apakah masih dijabat I Gede Adnya Mulyadi atau sudah resmi menjadi staf ahli bupati. Surat itu sudah diajukan ke Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. ‘’Kita sudah ajukan ke bupati. Surat masuk Jumat setelah Galungan. Kita sudah memberikan masukan kepada Ibu Bupati supaya permasalahan krusial itu bisa diatensi dengan tim hukumnya,’’ tambahnya. Tetapi sampai saat ini, belum ada jawaban dalam format surat dari bupati. ‘’Kalau nanti suratnya sudah turun, baru akan kita berikan jawaban kepada DPRD,’’ jelas Purna. (kmb41)

Rumah Warga di Tianyar Ludes Terbakar Ditarget Rp 3,5 Miliar Retribusi dari 12 Pasar Tradisional

Amlapura (Bali Post) Retribusi yang diharapkan dari dua belas pasar tradisional di Karangasem tidak tanggung-tanggung. Kedua belas pasar yang tersebar di kecamatan itu ditargetkan bisa menyumbang retribusi Rp 3,5 miliar ke kas PAD. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membawahi dua belas pasar tradisional yang tersebar hampir di semua kecamatan di Karangasem. Sekretaris Disperindag Karangasem I Gede Loka Santika, Selasa (30/7) kemarin mengatakan, pihaknya menggenjot pendapataan dari sektor retribusi pasar tradisional lebih optimal lagi. “Kedua belas pasar tradisional itu sudah bek-

erja sama dengan Pemkab Karangasem yang tersebar di semua kecamatan,” ujarnya. Pendapatan retribusi dari pasar tradisional selama ini, kata Santika, paling tinggi disumbang oleh Pasar Amlapura Timur dan Amlapura Barat Karangsokong. Dari pasar hewan di sejumlah titik juga cukup lumayan. Pasar hewan itu bukan saja ada di kecamatan Kubu, juga di Kecamatan Bebandem. Sedangkan pasar tradisional itu tersebar. Seperti Pasar Menanga di Kecamatan Rendang, Pasar Pesangkan dan Pasar Selat, Kecamatan Selat, Pasar Telaga, Pasar Bebandem dan pasar hewan di Kecamatan Bebandem, Pasar Rubaya, pasar he-

wan, Pasar Tukad Ling, dan Pasar Tukad Belatung di Kecamatan Kubu, serta Pasar Amlapura di Kecamatan Karangasem,” katanya. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan kerja sama ke pasar-pasar milik desa adat itu. Tahun ini, kerja sama tengah dijajaki dengan Desa Aadat Culik untuk pengelolaan Pasar Culik. Potensi pasar tradisional masih cukup banyak yang belum digali. Sebagian besar merupakan pasar milik desa adat. Belum semua pasar milik desa adat itu diajak kerja sama. Baru beberapa pasar adat saja. “Harapan kami, pasar tradisional milik desa adat bisa kita ajak kerja sama yang lebih intens,” tandas Santika. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Peristiwa kebakaran rumah warga kembali terjadi di Karangasem. Kebakaran itu menimpa salah satu rumah warga di Banjar Dinas Eka Adnyana, Desa Tianyar, Kubu, Selasa (30/7) kemarin. Atas kejadian

itu, pemilik rumah mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari mengungkapkan, peristiwa kebarakan itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Pascamenerima laporan dari warga, pihaknya langsung menger-

ahkan petugas ke TKP untuk melakukan pemadaman api secepatnya. ‘’Untuk memadamkan api itu, kita menurunkan empat unit mobil Damkar. Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit,’’ ujarnya. Akibat kejadian itu, kata

Tari, hampir semua isi rumah warga itu ludes terbakar. Kerugian materil yang dialami pemilik rumah mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Kita belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran karena masih diselidiki,’’ katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PADAMKAN API - Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api yang melalap rumah milik warga di Tianyar, Kecamatan Kubu.


KLUNGKUNG

12

Rabu Paing, 31 Juli 2019

Hadiri Konreg, Bupati Suwirta Sarankan Pusat Bentuk ”Holding Company” Dukung Koperasi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri kegiatan Konsultasi Regional (Konreg) penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Hotel Shangri La, Surabaya, Selasa (30/7) kemarin. Konreg yang digelar Kementerian PPN/BAPPENAS ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari segenap pelaku pembangunan dan menyamakan persepsi antar stakeholders dengan melibatkan para pelaku utama pembangunan yang ada di daerah. Bupati Suwirta menjadi perwakilan pemimpin daerah yang hadir untuk menyampaikan masukan dan pemikiran secara langsung, terhadap sejumlah kebijakan dan program pemerintah pusat. Kehadiran Bupati Suwirta didampingi Kepala Bappeda Klungkung Wayan Wasta. Selaku pembicara pada pertemuan ini Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Ir. Bambang Prijambodo, M.A., Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan

Kebudayaan Bappenas Dr. Ir. Subandi, M.Sc., Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Ir. Slamet Soedarsono, MPP., QIA., CRMP., CGAP., Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ir. Kennedy Simanjuntak, M.A., Direktur Lingkungan Hidup, Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ., Ph.D. Dalam sesi dialog, Bupati Suwirta menyampaikan sejumlah hal, di antaranya yang pertama mengusulkan supaya Kota Semarapura, Klungkung menjadi kawasan Pusat Kegiatan Wilayah mengingat Klungkung dulunya merupakan pusat kerajaan, sehingga akan menjadi pengembangan ekonomi Bali Timur. Kedua, tentang kepulauan Nusa Penida dengan berbagai kelebihan dan telah menyandang 8 status dari kementerian, namun belum mendapat perhatian pemerintah pusat. Masukan lainnya tentang lembaga ekonomi desa supaya berkolaborasi

dengan koperasi, dan kalau bisa supaya fokus hanya pada koperasi yang akan mampu mengurangi inflasi. Pemerintah pusat juga disarankan supaya membuat holding company untuk mendukung koperasi sehingga dapat memperkuat koperasi. Terakhir yakni tentang hasil lomba program inovasi, dimana program yang sudah keluar sebagai pemenang dan diakui pemerintah pusat supaya diteruskan sehingga bisa bermanfaat secara nasional seperti sejumlah program inovasi milik Klungkung, yaitu TOSS, BIMA JUARA dan KRIS 118. Menanggapi usulan tersebut, Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Ir. Bambang Prijambodo, M.A. menjawab, masalah lembaga ekonomi desa merupakan masalah situasi politik kelembagaan yang tidak mudah untuk dikolaborasikan. Mengintegrasikan koperasi dengan lembaga ekonomi desa akan membawa proses politik pada tingkat institusi. Namun dirinya berharap semua lembaga ekonomi tidak saling menjatuhkan namun berkolaborasi

dalam mengurangi inflasi. Terkait status pulau terluar Nusa Penida, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Ir. Slamet Soedarsono, pihaknya akan berupaya menyampaikan dan mengkomunikasikan pertimbangan supaya penugasan aparat di daerah seperti Kepulauan Nusa Penida mendapat tunjangan kemahalan, agar penugasannya menjamin ketentramannya. Menurutnya manajemen konservasi kelautan memang harus lebih diperkuat lagi. Sementara itu, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ir. Kennedy Simanjuntak, M.A. mengatakan, tahun 2020 usulan terkait DAK fisik Nusa Penida sudah diterima dan sedang dalam penilaian dimana akan ditentukan berapa jumlah yang akan disetujui. Selain itu, Bali yang juga termasuk Nusa Penida yang pertumbuhannya masih tinggi maka menjadi salah satu sorotan ke depan sebagai sustainable tourism prestiges (pariwisata berkelanjutan). (ad958)

PEMIKIRAN - Bupati Suwirta saat memaparkan sejumlah masukan dan pemikiran terhadap sejumlah kebijakan dan program pemerintah pusat dalam kegiatan Konreg penyusunan rancangan RPJMN 2020-2024 di Hotel Shangri La, Surabaya, Selasa (30/7) kemarin.

Arus Barang di Pelabuhan Rakyat Meningkat

SOSOK

Semarapura (Bali Post) -

Rusaknya Dermaga II Pelabuhan Padangbai, membuat aktivitas penyeberangan, khususnya barang, beralih ke Pelabuhan Rakyat Kusamba, Kecamatan Dawan. Ini dikarenakan Kapal Roro yang sedianya menyeberang dari Padangbai ke Nusa Penida, aktivitasnya terganggu. Dampaknya mulai terjadi penumpukan barang di pelabuhan rakyat tersebut sejak Selasa (30/7) kemarin.

Dirasakan Masyarakat Program TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat) menjadi salah satu andalan Pemkab Klungkung dalam pengelolaan sampah. Setelah dinilai sukses mengubah sampah jadi pelet, yang bermanfaat untuk pembangkit listrik pengganti batu bara, maka sejumlah desa mulai menerapkannya untuk mengurangi produksi sampah. Namun, terlepas dari manfaat yang dihasilkan dalam pengolahan sampah, program TOSS ini tetap mendapat “warning” dari mitra pemerintah di legislatif. Menurut politisi Gerindra, A.A. Gde Sayang Suparta, program TOSS sebagaimana yang digaungkan eksekutif untuk solusi terhadap masalah sampah, perlu menjadi pertimbangan lebih matang terhadap pelaksanaan dan penganggarannya melalui APBDes. Sebab, menurutnya, ini sangat riskan sekali mengingat mesin yang akan dipergunakan belum berstandar SNI. Begitu juga mengingat TOSS itu merupakan program unggulan Bupati, maka harus dinyatakan terlebih dahulu bahwa TOSS adalah sebagai pilot project untuk beberapa desa dulu dari APBD. Sehingga jika gagal program tersebut dilaksanakan maka tidak ada risiko hukum. “Kalau seperti sekarang semua mesin TOSS itu dianggarkan melalui APBDes, jika pelaksanaan TOSS gagal, maka yang bertanggung jawab adalah kepala desa (perbekel) bukan bupati yang punya ide atau gagasan program TOSS,” sorot Sayang Suparta. Itulah sebabnya, Fraksi Gerindra ngotot agar TOSS ini direncanakan lebih matang, sehingga mampu terimplementasi dengan sempurna di setiap desa. “Pada prinsipnya Gerindra sangat mendukung inovasi daerah. Tetapi asas manfaatnya, biar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. (gik)

Aktivitas bongkar muat barang mulai meningkat di Kusamba, baik Pelabuhan Rakyat Tribuana, Banjar Bias maupun Kampung Kusamba dan Pelabuhan Monggalan. Menumpuknya barangbarang di Pelabuhan Monggalan membuat aktivitas buruh angkut di lokasi sekitar juga meningkat. Menurut Wayan Ana, petugas gudang Pelabuhan Monggalan, Kusamba, peningkatan aktivitas ini, membuat Pelabuhan Monggalan harus menyiapkan empat perahu, dari biasanya satu sampai dua perahu, agar seluruh barang kebutuhan pokok itu bisa terangkut. Menurutnya, biasanya untuk penyeberangan barang, hanya sekali saat pagi hari. Namun karena kondisi barang yang padat di pelabuhan, penyeberangan

saat pagi sampai dilakukan tiga kali sekaligus. “Kami maksimalkan pengangkutan saat pagi, agar tidak terjadi penumpukan barang,” kata Ana. Dalam satu perahu atau sampan, sekali trip bisa mengangkut 23 ton sampai 40 ton barang. Guna mempercepat proses pengangkutan, sebanyak 35 tenaga angkut dari gudang tersebut dimaksimalkan bersama 12 tenaga kurir, agar seluruh barang dapat terangkut tepat waktu. Sejauh ini, seluruh barang yang dialihkan ke pelabuhan setempat dapat terangkut. Namun, bila Dermaga II belum juga selesai diperbaiki, maka pengalihan penyeberangan barang ke pelabuhan rakyat Kusamba, diperkirakan akan terus naik. (kmb31)

Bali Post/gik

DIANGKUT - Berbagai barang kebutuhan pokok yang diangkut dari Pelabuhan Monggalan menuju sampan. Sejak terjadi kerusakan Dermaga II Padangbai, mulai terjadi penumpukan barang.

Cegah Konflik Sosial, Wabup Kasta Tekankan Musyawarah Mufakat Semarapura (Bali Post) Konflik sosial bisa masuk dari segala pintu. Ada beberapa unsur yang sangat berpengaruh terhadap munculnya konflik so-

sial di tengah masyarakat. Baik dari unsur adat, ketidaksepahaman dan ekonomi. Konflik sosial sejatinya dapat dicegah atau diminimalisir dengan melakukan

Bali Post/gik

TMMD - Wabup Kasta saat hadir bersama Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di lokasi TMMD di Desa Nyanglan.

musyawarah mufakat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat mengisi kegiatan non fisik TMMD, Kodim 1610/Klungkung, yang menggandeng Tim Terpadu PKS (Penanganan Konflik Sosial), Selasa (30/7) kemarin. Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-105 di Desa Nyanglan, Banjarangkan tidak hanya melaksanakan pembangunan fisik, juga disertai agenda non fisik dengan menyasar masyarakat setempat. Menurut Wabup Kasta, konflik sosial tidak muncul begitu saja tetapi ada sebab yang mempengaruhi. Untuk itu, pengendalian diri sangat diperlukan sebagai kunci untuk mencegah terjadinya konflik sosial ini. Penanganan konflik dapat diminimalisir dengan mengadakan

musyawarah. Kalau sudah mengadakan musyawarah, konflik itu bisa diminimalisir. “Ada beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya konflik, seperti adat, ekonomi dan ketidaksepahaman. Agar tidak terjadi konflik kuncinya adalah pengendalian diri,” kata Wabup Kasta. Kepala Badan Kesbangpol Klungkung Wayan Sujana mengatakan, upaya pencegahan konflik sosial dan wawasan kebangsaan ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan konflik sosial. Untuk pencegahan ini diharapkan adanya koordinasi dan keterpaduan tokoh masyarakat dengan pemerintah. Sehingga kegiatan yang berpotensi terjadinya konflik sosial bisa diminimalisir. “Paparan ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat untuk lebih mempererat rasa persaudaraan,”

ujarnya. Sujana menegaskan, ini penting karena terkandung di dalamnya pembentukan karakter dalam merubah pola pikir menjadi lebih baik. Upaya pencegahan konflik sosial dan penyuluhan wawasan kebangsaan ini, tentu dalam rangka mencegah radikalisme dan konflik sosial sebagai prioritas, sesuai dengan program pemerintah saat ini. Pencegahan konflik sosial dan penyuluhan wawasan kebangsaan, juga dihadiri Ditjen Pothan Kemenhan RI, Drs. Panca Mogi Priyatno, Dandim 1610/Klungkung, Letkol Czi Paulus Joni Simbolon, Perwakilan Polres Klungkung, Kejaksaan Klungkung, Pengadilan Negeri Klungkung, OPD terkait, Camat Banjarangkan, Perangkat Desa Nyanglan, Pecalang, Karang Taruna, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat. (kmb31)

Pertanggungjawaban APBD 2018

Penyelesaian Dermaga Gunaksa Dikritisi Dewan

Semarapura (Bali Post) Persoalan Dermaga Gunaksa menjadi catatan serius lembaga dewan, dalam menyikapi pertanggungjawaban APBD 2018. Meski seluruh fraksi menyatakan menerima pertanggungjawaban itu, tetapi persoalan Dermaga Gunaksa menjadi catatan kritis yang perlu mendapat kejelasan bagaimana nasib selanjutnya. Meski pemerintah pusat belum memberikan kejelasan, besar harapan dewan agar Dermaga Gunaksa tuntas dan dapat beroperasi. Mengingat ratusan miliar rupiah dana sudah terpakai untuk mewujudkan ambisi menuntaskan Dermaga Gunaksa. Fraksi Gerindra dalam pendapat akhir fraksinya, menuntut eksekutif melakukan konfirmasi ke Kementerian Perhubungan. Apakah akan dilakukan redesain atau dihentikan, misalnya karena pertimbangan teknis kondisi alam. Jika diredesain, kapan dilakukan agar tidak terkesan mangkrak. Apabila dihentikan maka Keputusan Menteri Perhubungan terkait

Penetapan Lokasi Pelabuhan Gunaksa haruslah dicabut, meskipun melalui proses yang lama dan panjang. Ketika dicabut, maka aset tanah yang telah dibebaskan dari sumber dana APBD 2007-2008 tetap harus disertifikatkan dengan status hak pakai atas nama Pemda Klungkung. Sehingga setelahnya, dapat dialihfungsikan untuk kepentingan publik. “Eksekutif pernah melaporkan kondisi terakhir Dermaga Gunaksa ke Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali sebagai institusi perpanjangan tangan Kementerian Perhubungan di daerah. Lalu, bagaimana hasilnya?” kata salah satu politisi Gerindra A.A. Gde Sayang Suparta, Senin (29/7) lalu. Sebagai Rencana Pembangunan Pase Kontruksi pada Hirarki Pelabuhan Kelas l, maka Pelabuhan Gunaksa akan dimanfaatkan untuk simpul jembatan bergerak, bersifat komersial, penghubung antarmode jalan arteri primer, jalan kolektor primer 1 dan jalan strategis nasional. Selain

itu, juga berada dalam sabuk penyeberangan nasional dan penghubung antarsabuk. Demikian strategisnya Pelabuhan Gunaksa sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan tersebut di atas, maka tentu mega proyek ini harus dituntaskan. Dewan perlu mempertanyakan kembali komitmen penyelesaian itu. Sebab eksekutif saat ini terkesan lebih memprioritaskan Pelabuhan Buyuk, Kusamba, Nusa Lembongan dan Mentigi, yang hanya berada pada Hirarki Pelabuhan Pengembangan Lokal (PL). Dalam beberapa kali kunjungan pusat ke dermaga, pembangunannya akan dikaji dengan dua opsi, melanjutkan dan mempercepat pembangunannya atau dialihfungsikan, dengan mempertimbangkan kemanfaatan ke depan sebagai solusi atas antrean panjang di Pelabuhan Padangbai maupun pertimbangan kondisi alam. Catatan kritis terhadap Dermaga Gunaksa, juga disampaikan Fraksi PDI-P. Salah satu politisi PDI-P Sang Nyoman Putraya-

sa meminta agar penyelesaian Dermaga Gunaksa ini dikawal sampai tuntas, agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra mengakui, Dermaga Gunaksa sudah beberapa kali uji coba, tetapi hasilnya gagal. Sebagai tindak lanjut dari hasil itu, Dirjen Kementerian Perhubungan dikatakan sudah sempat ke lokasi dan menyampaikan sebaiknya dilakukan redesain, karena Dermaga Gunaksa dianggap masih layak dikembangkan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian Dermaga Gunaksa. Komunikasi tetap dilakukan dengan Kementerian Perhubungan. Namun, sejauh ini pihaknya pun belum mendapat kejelasan dari pusat. Sebab, ketika aset Dermaga Gunaksa sudah menjadi tanggung jawab pusat, maka selanjutnya pemkab sifatnya menunggu bagaimana sikap pusat selanjutnya. (kmb31)

Bali Post/gik

BERKARAT - Kondisi Dermaga Gunaksa yang mulai berkarat, pascagagal dalam melakukan uji coba. Kini, kelanjutannya tinggal menunggu sikap pusat.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Paing, 31 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Admin, Supir, Teknisi Mbl Tk Bangunan, Hub:08123676218

Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA/SMK.CVLngkap PuriCendana Seminyak H.081212886674/732947

Dcr Terapist wanita pengalaman Canggu 08113804020

B.BP.001.07.19.0000907

Cr Kryti Srbutan max 30th u. R.Makan Tlp.081999564725

B.BP.004.07.19.0000842

B.BP.004.07.19.0000904

Dcr Tng bersih2 Salon Gj.1,7Jt Jaya Giri III/22, 089682828229 B.BP.001.07.19.0000940

Dcr Admin SMA/SMK bs Compt + Ingris Hub WA :081916672388

Dicari Segera 2 Staff Admin Oleh-oleh Khas Bali Jimbaran Hub:081238160167/08123643426

B.BP.154.07.19.0000949

B.BP.001.07.19.0000922

B.BP.004.07.19.0000942

RUPA-RUPA

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

Dicari Tukang Ceking u/ Garmen sebanyak banyaknya Jl.Gunung Guntur No.882,Hub.03618450511 B.BP.001.07.19.0000951

Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th BsKerjaTeam.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426

S1/Poltek/SMK Sipil,SM max35Th Pelaks Max30Th,Acc/Adm max30Th El:cvnusamandiribali@gmail.com B.BP.001.07.19.0000932

Pngawas Proyek SIM A,Sopir Jl.Tunjung Biru No.8 T.0361461080 B.BP.001.07.19.0000939

Dicari wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps. Gaji 2juta SMA/WA 0816571027 B.BP.004.07.19.0000944

Sgra Admin,Komp, L/P, P.Kawe 58. HP:081238226287 B.BP.004.07.19.0000947

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DIJUAL HOTEL

Tnh ladang kelapa manggis jln aspal Ls.32A lok.Mambang,Selemadeg - Tbn,50Jt/A. 082145504909

Dijual Hotel Kerobokan Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433

B.BP.001.07.19.0000873

Tnh stratgis Probolinggo Jatim dkt pntu tol, Jl.Utama Nasional 63are,SHM,cck u/inves,homestay kost elite,Gdg,dll. 160jt/Are survey & buktikan,081336849651 (t4 kost di Prob 1-2Jt) B.BP.004.07.19.0000946

B.BP.004.07.19.0000102

PROPERTY DIJUAL RUKO

BUC Jual / sewa Ruko 2Lt diCokroaminoto dkt McD H.087856227779 B.BP.033.07.19.0000941

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.07.19.0000497

KEHILANGAN Hilang BPKBNO.M01562215-ODK 7143 OV An.I Made Sukersena B.BP.001.07.19.0000931

Hlg STNK Spm Honda No.Pol AB 6750 PQ an.Muchtar Abbas B.BP.004.07.19.0000943


BANGLI

14

Rabu Paing, 31 Juli 2019

Sosialisasi Pilkada

KPU akan Dompleng Kegiatan Desa

Bali Post/kmb40

RAPAT KERJA - Suasana rapat kerja gabungan Komisi DPRD Bangli bersama Bupati Bangli dan BKPAD Bangli di Kantor DPRD Bangli, Selasa (30/7) kemarin.

Pemkab Batal Pinjam Uang untuk Bangun Pasar Singamandawa Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli batal melakukan pinjaman daerah untuk membangun dan merevitalisasi Pasar Singamandawa, Kintamani. Sesuai rencana terbaru, pemkab akan mengusulkan bantuan pembiayaan pembangunan pasar tersebut ke pemerintah pusat dengan nilai ratusan miliar rupiah. Bupati Bangli I Made Gianyar mengungkapkan, sesuai hasil koordinasinya dengan Gubernur Bali dan Balai Cipta Karya, pihaknya mengambil keputusan tidak jadi melakukan pinjaman daerah untuk pembangunan Pasar Singamandawa. Sebab, kalau jadi melakukan pinjaman nantinya akan kesulitan terkait pemilahan aset jika Pemkab

Bangli mendapat bantuan dana dari pusat. ‘’Saya selaku Bupati sudah ambil keputusan tidak jadi pinjam. Tidak masalah, toh juga rencana semula pembangunannya tidak selesai tahun ini,’’ katanya dalam rapat kerja bersama gabungan komisi DPRD Bangli, Selasa (30/7) kemarin. Sesuai perencanaan semula, Pasar Singamandawa akan dibangun dengan anggaran Rp 74 miliar. Pembangunannya dimulai tahun ini. Oleh karena rencana pinjaman daerah batal, pemkab selanjutnya akan membuat perencanaan pembangunan yang baru dengan anggaran Rp 108 miliar. ‘’Ada pembengkakan perencanaan. Mumpung ada angin segar, mudah-mudahan bisa segar terus, tidak PHP. In-

formasi teknis yang dilaporkan ke saya, (Bangli) diberikan ring dari Rp 108 miliar sampai Rp 180 miliar. Jadi, perencanannya berubah,’’ jelasnya. Made Gianyar melanjutkan, perencanaan pembangunan Pasar Singamandawa akan dibuat tahun ini. Untuk membuat perencanaan tersebut, pemkab menggunakan dana Rp 500 juta yang sebelumnya telah disiapkan untuk administrasi pinjaman daerah. Setelah rampung, perencanaan itu bakal dijadikan dasar untuk pengusulan bantuan dana ke pemerintah pusat. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu juga mengungkapkan, pembangunan Pasar Singamandawa menjadi satu

dari dua kegiatan yang telah diusulkan untuk bisa mendapat dana ke pemerintah pusat selain kegiatan pengangkatan jembatan di Pinggan-Belandingan. Gianyar mengaku sudah menerima surat balasan dari Sekretaris Negara bahwa surat usulannya telah diturunkan ke Menko Perekonomian. Pemkab Bangli juga mengusulkan peningkatan status jalan nasional dari Songan tembus ke Penulisan. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles minta Bupati mengawal dan memastikan betul usulan pembangunan Pasar Singamandawa ke pusat agar terealisasi. Sebab, selama ini pembangunan dan revitalisasi pasar tersebut sudah sangat ditunggu-tunggu

masyarakat. ‘’Mudah-mudahan tidak PHP,’’ ujarnya. Sembari menunggu realisasi bantuan dari pusat, Carles juga mengharapkan Bupati memerintahkan jajaran OPD terkait agar menata kembali pedagang di Pasar Singamandawa. Pasalnya, saat ini kondisi pasar tersebut sangat semrawut lantaran banyak pedagang yang berjualan di jalan yang baru selesai di-hotmix. ‘’Sekarang sing karo-karoan. Saya terus dapat komplin. Semestinya diatur dan dikelompokkan sesuai jenis barang dagangan. Penataannya jangan menunggu kegiatan pembangunan jalan tahun 2020,’’ tandas politisi Demokrat asal Kintamani ini. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli beberapa bulan ke depan akan mulai menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada 2020 ke masyarakat. Agar sosialisasi yang dilakukan bisa berjalan efektif, pihak KPU akan mendompleng kegiatan yang digelar desa atau banjar. Komisioner KPU Bangli I Wayan Sastra Puja ditemui belum lama ini mengatakan, dalam setiap hajatan pemilu pihaknya selalu menargetkan tingkat partisipasi masyarakat terus meningkat. Tidak terkecuali pada pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang. Pada Pemilu 2019 lalu, angka partisipasi pemilih di Kabupaten Bangli mencapai 86,46 persen. Melampaui target yang dipasang Provinsi Bali 80 persen. Bangli berhasil menempati urutan ketiga angka partisipasi pemilih, tertinggi setelah Gianyar dan Tabanan. Angka partisipasi pemilih agar meningkat saat Pilkada Bangli nanti, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat. Metode sosialisasi yang digunakan pada Pemilu 2019 akan diadopsi kembali untuk sosialisasi Pilkada 2020. Salah satunya dengan melakukan tatap muka langsung dengan masyarakat. Dalam kegiatan sosialisasi, pihaknya juga akan melibatkan jajaran penyelenggara PPK dan PPS. Demi efektifnya pelaksanaan sosialisasi, KPU akan lebih banyak mendompleng kegiatan yang dilaksanakan desa. ‘’Karena kalau kami kemas tersendiri terkadang susah sekali menghadirkan masyarakat. Oleh karena itu, kami bakal manfaatkan pertemuan seperti rapat di desa atau banjar,’’ jelasnya. Khusus untuk pemilih pemula, pihaknya melakukan sosialisasi dengan menyasar sekolah-sekolah. Pria asal Kintamani itu tak menampik bahwa ada sejumlah keluhan dan kritikan masyarakat yang ditujukan ke KPU Bangli terkait pelaksanaan sosialisasi Pemilu 2019 lalu. Sosialisasi yang dilakukan KPU dinilai kurang efektif, karena banyak masyarakat yang mengaku tak tahu informasi pemilu. ‘’Sesungguhnya kami sudah sangat maksimal melakukan sosialisasi. Kemungkinan yang saat itu ketinggalan informasi pemilu karena kurang aktif ikut sosialisasi,’’ pungkas Sastra Puja. (kmb40)

Realisasi Tak Sesuai Janji

Pemberian PHR Badung Dituding Kacaukan APBD

Bangli (Bali Post) -

Pemberian bantuan dana bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR) dari Kabupaten Badung dituding merecoki APBD Bangli. Sebab, realisasi dana yang diberikan oleh Badung tidak sesuai dengan komitmen awal. Kondisi itu mengakibatkan keuangan daerah Bangli menjadi terbebani. Anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana ditemui usai Rapat Gabungan Komisi DPRD Bangli bersama Bupati Bangli, Selasa (30/7) kemarin mengatakan, APBD Bangli dari awal sejatinya telah dirancang secara proporsional sesuai kebutuhan dan keinginan masyarakat serta kemampuan keuangan Pemkab Bangli. Namun, di pertengahan jalan muncul masalah lantaran realisasi bantuan Kabupaten Badung ke Bangli tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Politisi Golkar itu menjelaskan, pada APBD 2018, Kabupaten Badung berjanji memberikan bantuan dana PHR senilai Rp 50 miliar untuk Bangli. Jumlah tersebut akan ditambah Rp 30 miliar khusus untuk masyarakat. Kenyataannya, hingga akhir tahun, bantuan yang dicairkan hanya Rp 47 miliar. “Dari Rp 47 miliar yang cair, justru dipakai untuk mendanai yang katanya untuk tambahan ke masyarakat sebesar Rp 30 miliar. Jadi, dari Rp 50 miliar yang dijanjikan itu realisasinya masih kurang. Hanya dapat Rp 17 miliar,” jelasnya. Akibatnya, APBD Bangli menjadi terbebani. Sejumlah kegiatan yang sudah berjalan dan semula di-

rancang dibiayai dengan dana PHR Badung terpaksa dibayar menggunakan kas daerah. Sementara pada APBD 2019, Bangli kembali dijanjikan bantuan PHR dari Badung senilai Rp 50 miliar. Tetapi sampai sekarang bantuan tersebut belum cair. Malah di pertengahan muncul surat dari Bupati Badung ke Bupati Bangli yang meminta agar segera mencairkan Rp 12,5 miliar untuk kegiatan bedah rumah Kabupaten Badung bagi sejumlah warga Bangli. “Kegiatan itu belum masuk dalam APBD Induk 2019,” terangnya. Darsana menuding pemberian PHR dari Kabupaten Badung telah mengacaukan struktur APBD Bangli. “Seolaholah APBD kami mau diatur oleh Badung dengan PHRnya itu. Dengan surat yang disampaikan itu kami seakan diperintah-perintah daerah lain, padahal APBD ini milik kita,” tegasnya. Ke depan ia minta semua pihak lebih cermat. PHR Badung tidak perlu lagi melalui mekanisme dan masuk dalam APBD Bangli. “Kalau tanpa mekanisme APBD masuk ke Bangli mau berapa miliar pun silakan. Bahkan kami berterima kasih. Tapi kalau prosesnya

masuk APBD, kemudian bupatinya mau ini-itu, kami jadi diatur oleh PHR. Ini yang saya tidak terima,” tandas Darsana. Menurutnya, yang mempunyai kewenangan dalam proses APBD Bangli adalah Bupati dan DPRD Bangli, bukan Bupati Badung. Darsana juga minta kegiatan yang dirancang dengan dana PHR Badung termasuk yang bersumber dari lainnya agar tidak dilaksanakan sementara sebelum uangnya ada secara riil. “Kami takutkan akan terbebani lagi. Yang sekarang ini kan imbas 2018. Baru sekarang dirasakan dampaknya,” imbuhnya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam rapat kerja kemarin mengatakan, akan bersurat secara formal ke

Bali Post/ kmb40

I Nengah Darsana

Bupati Badung agar persoalan ini ke depan tidak terulang lagi. Pihaknya juga akan mengusulkan agar kegiatan yang akan dibuat Bupati Bandung untuk masyarakat Bangli disampaikan sebelum pembahasan APBD. “Sehingga kami tinggal laksanakan saja,” kata Gianyar. (kmb40)

Bali Post/kmb40

KOORDINASI - Polres Bangli berkoordinasi dengan Kadisos Bangli terkait penanganan mayat bayi yang ditemukan warga di wilayah Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut.

Dinsos Kremasi Mayat Bayi yang Ditemukan di Lumbuan Bangli (Bali Post) Mayat bayi yang ditemukan warga tergeletak di tengah jalan di wilayah Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, saat hari raya Galungan, Rabu lalu, telah selesai diotopsi di RSUP Sanglah, Denpasar. Oleh pihak kepolisian, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangli. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta diminta konfirmasinya, Selasa (30/7) siang kemarin mengatakan, pihaknya memiliki kewajiban menangani mayat bayi tersebut karena statusnya masuk jenazah telantar. Mayat dikremasi dengan prosesi Hindu di krematorium yang ada di wilayah Bebal-

ang, Bangli. ‘’Karena mayat bayi tersebut didapatkan di wilayah Bali, 90 persen kemungkinannya adalah orang Bali yang beragama Hindu,’’ terangnya. Untuk melaksanakan upacara kremasi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan yayasan yang ada di krematorium. Penyerahan mayat bayi dilakukan dari kepolisian ke Dinas Sosial di krematorium. Proses kremasi dilaksanakan sesuai hari baik pada Selasa (30/7) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Sukarta mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir pihaknya telah menangani beberapa jenazah telantar. ‘’Rata-rata tiap tahun ada. Tahun lalu satu jenazah,’’ ujarnya. Terakhir kali orang

telantar yang ditangani Dinsos Bangli meninggal akibat sakit HIV/AIDS. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi dikonfirmasi terpisah mengungkapkan, mayat bayi diserahkan ke Dinas Sosial karena proses autopsinya sudah selesai. Penyerahan dilakukan agar mayat bayi tidak telantar dan terkatungkatung. Mengenai hasil autopsi, Sulhadi tidak bisa memberikan penjelasan. Menurutnya, hasil autopsi hanya bisa dijelaskan oleh pihak dokter forensik. Sementara itu, hingga saat ini penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut masih terus dilakukan pihak kepolisian. (kmb40)


OLAHRAGA

Rabu Paing, 31 Juli 2019

15

Piala AFF U-15

Hadapi Timor Leste, Bima Sakti akan Rotasi Skuad Indonesia

Chonburi – Timnas Indonesia akan melawan Timor Leste di matchday ketiga Piala AFF U-15. Pelatih Bima Sakti tak menutup kemungkinan bakal rotasi pemain. Duel Indonesia vs Timor Leste akan berlangsung sore nanti. Kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi enam poin. Timor Leste ada di puncak klasemen Grup A karena unggul selisih gol dari Garuda Muda. Bima menyampaikan bahwa kemungkinan dirinya akan merotasi pemain. Hal

itu tak lepas dari jadwal yang padat lantaran cuma ada jeda satu hari dari pertandingan ke pertandingan. ‘’Kami akan recovery, tetap fight, dan memberikan yang terbaik,’’ kata Bima di Mixed Zzon Chonburi Campus Stadium 1, Chonburi, Selasa (30/7) kemarin. ‘’Kemungkinan ada sedikit

rotasi pemain, karena ada beberapa yang main dua kali dalam dua hari,’’ Bima menambahkan. Indonesia adalah juara bertahan di turnamen ini. Pada 2018 Garuda Muda besutan Fakhri Husaini juara di Sidoarjo usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti di final. (kmb33)

Brno – Setelah libur tiga pekan, MotoGP kembali digelar pada akhir pekan ini di Republik Ceko. Situasinya masih sama, siapa bisa hentikan Marc Marquez? Paruh pertama MotoGP musim 2019 ditutup dengan kemenangan Marc Marquez di MotoGP Jerman. Itulah kemenangan kelima dia musim ini dari sembilan balapan yang sudah dihelat. Statistik itu membuat Marquez berdiri kokoh di puncak klasemen MotoGP, keunggulannya atas Andrea Dovizioso pada posisi dua melebar hingga 48 angka. Karena selisih poin yang terlalu lebar itu, Cal Crutchlow mengungkapkan, Selasa (30/7) kemarin, kalau persaingan MotoGP musim 2019 sebenarnya sudah selesai.

musim ini, yang artinya ada 250 poin maksimal yang bisa diraih. Apa pun bisa terjadi. Tetapi untuk mematahkan prediksi Cruthlow juga tak mudah. Saat ini tak ada pembalap yang cukup konsisten demi bisa, paling tidak, membayangi Marquez. Dovizioso yang sejak awal musim digadang-gadang jadi penantang utama malah terus kedodoran. Ducati, sebagaimana dikeluhkan Dovizioso, kini sudah disaingi oleh Yamaha dan Suzuki dalam pengembangan motor. Adalah Yamaha yang kini menunjukkan potensi besar untuk bisa bersaing dengan Marquez dan Honda-nya. Finis posisi 1 dan 2 yang beturut-turut diraih Maverick Vinales sebelum jeda musim panas adalah indikasi paling jelas atau kebangkitan Yamaha. Kalau tidak bernasib nahas mengalami tiga crash di Argentina, Prancis, dan Catalunya, Vinales

akan bersaing ketat di papan atas. Jangan lupakan juga Fabio Quartararo. Debutan asal Prancis itu sudah dua kali naik podium plus tiga kali meraih pole position. Wonderkid berusia 20 tahun ini adalah salah satu alasan isu Valentino Rossi akan dipensiunkan Yamaha muncul pekan lalu. ‘’Tentu saja Ducati akan comeback dan mereka akan sangat cepat, tapi saat ini pembalap-pembalap yang harus dikalahkan adalah duo Yamaha, Vinales dan Quartararo. Saya pikir mereka akan sangat cepat di paruh kedua musim,’’ ucap Marquez. Masih ada 10 balapan tersisa musim ini, yang membuka peluang apa pun untuk terjadi di MotoGP. Marc Marquez diprediksi masih akan mendominasi, tetapi duo Vinales dan Quartararo tentu sangat layak diperhitungkan. (kmb33/afp)

Mangupura (Bali Post) Pengkab PASI Badung menerjunkan lima atletnya pada kejurnas atletik sekaligus ajang Prakualifikasi PON di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jabar pada 1-8 Agustus mendatang. Kelima atlet Badung yang diturunkan adalah Maria Natalia Londa (lompat jauh), Gede Antara dan Ni Made Eppi Wilantika (lompat tinggi), Made Sukariata (lompat jangkit) dan Ni Putu Ritnayanti (lari 400 m). Pelatih atletik Badung Made Warsa, Selasa (30/7) kemarin mengemukakan, tiga atlet Badung yakni Maria, Antara, dan Eppi sudah mengantongi tiket PON pada Jatim Open di Stadion Joko Samudro Gresik, April lalu. Sedangkan Sukariata dan Ritnayanti diharapkan bisa lolos PON pada event kejurnas ini. ‘’Kami harapkan Sukariata dan Ritnayanti bisa menunjukkan penampilan terbaiknya, hinga lolos menuju ke PON Papua 2020 mendatang,’’ ungkap Warsa. Sementara Ritnayanti yang dihubungi mengakui dirinya juga ingin lolos PON.

Ia menyebutkan, catatan waktu untuk lari 400 m putri mencapai 58 detik. Sedangkan catatan prestasi Ritnayanti selama ini waktunya 59 detik. ‘’Astungkara doakan saja saya bisa lolos ke PON melalui ajang kejurnas ini,’’ tuturnya. Di sisi lain, pelatih lompat tinggi Badung Ketut Gede Widiana menerangkan, dua atlet asuhannya, Antara dan Eppi, juga lolos PON. Bahkan, Antara merebut emas pada Jatim Open, yang mampu mengalahkan atlet pelatnas Rizky (DKI), serta mendulang emas pada event Jateng Open. Sementara Eppi Wilantika merebut emas pada Jatim Open sekaligus mengalahkan atlet Pelatnas Nadia (DKI). Menurut Widiana, dua atlet asuhannya prestasi terbaiknya selama ini Antara mampu melompat setinggi 210 cm, sedangkan Eppi 167 cm. ‘’Kami mematok target mereka ini kembali mendulang emas di ajang kejurnas, sehingga bisa mampu masuk skuad Timnas SEA Games,’’ jelasnya. (022)

Mencari Lawan bagi Marquez

Benarkah Begitu? Prediksi Crutchlow jelas terlalu dini. Masih ada 10 balapan di paruh kedua

Sukariata dan Ritnayanti Ditargetkan Lolos PON

Bali Post/ist

Ni Putu Ritnayanti

Demi Kemanusiaan ‘’Bayangkan kalau suatu daerah tidak ada dokter ahli, masyarakat dengan penyakit kronis kadang–kadang meningggal begitu saja tanpa dapat penanganan. Karena dokter ahli tidak ada, sarana terbatas, merujuk juga perlu 12 jam. Jalan rusak, harus melewati sungai, laut, kasihan,’’

tuturnya. Sementara di kota banyak pilihan. Kesempatan orang untuk hidup lebih besar. Ketika seseorang memiliki penyakit serangan jantung, dengan dokter ahli yang ada serta sarana yang ada, orang tersebut dapat tertolong. ‘’Jangankan dokter ahli, dokter umum pun masih terbatas di sana,’’ tandasnya. Menurutnya, dengan berada di jalur swasta, passion-

nya menjadi dokter ahli demi kemanusiaan dapat tersalurkan. Ia dapat bergerak melalui yayasan, NGO, LSM dan bergabung dengan berbagai pihak. Setelah menamatkan pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Unud, Dian mantap untuk merantau. ‘’Dengan kita punya keahlian yang lebih, kita bisa menolong orang,’’ tandasnya. (may)

Rabu, 31 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Matatah dan Mamukur (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Garuda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Ista Dewata Pura Bali Bang Telepud 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping

11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Matatah dan Mamukur (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Buah Naga Organik 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Taman Sari DCC

17:00 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Kartun Krishna Garuda (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Denkayu (Madri Pralaya) (2) 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

PENENTUAN Timnas Indonesia akan melawan Timor Leste di matchday ketiga Piala AFF U-15 sore nanti. Laga ini akan menentukan siapa yang menjadi juara Grup A

Vakum Tujuh Tahun Perseden Gelar Kompetisi Denpasar (Bali Post) Setelah vakum selama kurang lebih tujuh tahun, Perseden Denpasar kembali akan menggulirkan kompetisi internal pada 18 Agustus mendatang. Rencananya, kompetisi Perseden melibatkan 16 tim dan digelar selama 1,5 bulan. Kompetisi akan diawali dengan pertemuan teknik sekaligus pengundian (drawing) pada 10 Agustus nanti. Sekum Askot PSSI Kota Denpasar Gede Made Anom Prenatha di Denpasar, Selasa (30/7) kemarin menjelaskan, ke-16 kontestan adalah 15 tim anggota Perseden dan 1 tim pendatang baru. Ke-15 tim anggota Perseden yang ikut berpartisipasi yakni Kaswari FC, Kesiman Kertalangu FC, POR Sanur, POP Pegok, Damar Cakti FC, Wistra FC, Guntur FC, Guntur Generation, PS Poska, Panjer FC, Kundalini FC, Peka FC, Pespa Padangsambian FC, RBC FC, dan Putra Kesiman FC, sedangkan satu tim pendatang baru adalah Kupang FC. Anom Prenatha menyebutkan, untuk tim anggota Perseden tidak dipungut biaya. Bahkan, tiap tim mendapatkan bantuan bola, kostum, dan rompi. Sedan-

Kupang FC gkan tim pendatang baru dikenakan biaya Rp 5 juta, tanpa mendapatkan bantuan. ‘’Kompetisi internal Perseden ini diperkirakan menghabiskan dana Rp 4 juta,’’ ungkap Anom Prenatha. Untuk lapangan, pihaknya akan menggunakan Lapangan Kompyang Sujana, Pemecutan, Arga Coka Pegok, Sidakarya, dan Pica Sanur.

Menurutnya, tiap tim maksimal mendaftarkan 30 pemain, tetapi yang turun di lapangan hijau 5 pemain U-19 dan 5 pemain senior. Tujuan kompetisi, katanya, guna menyiapkan tim Porprov dua tahun mendatang serta pembentukan tim Perseden Liga III U-23. Selain menggelar kompetisi internal, Perseden juga memben-

Bali Post/ist

tuk tim Liga III yang dilatih Wayan Sukadana dan tim Piala Soeratin U-17 yang dipoles Komang Budiarta. ‘’Peserta kompetisi 16 tim, hasilnya akan diranking. Untuk posisi peringkat I - X tahun depan berkompetisi di level Divisi Utama. Sedangkan peringkat XI - XVI berkompetisi di Divisi Satu,’’ ujarnya. (022)


KULINER @balipostcom http://twitter.com/balipostcom balipost http://facebook.com/balipost

KESEHATAN

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

RABU PAING, 31 Juli 2019

KULINER Sambal Mantu

Awalnya untuk Keluarga KESEHATAN Kini Rambah Pasaran

TUNTUTAN zaman yang menginginkan serba praktis, membuat orang berlomba–lomba menawarkan berbagai produk dan jasa yang memudahkan pekerjaan rumah tangga. Salah satu produk rumah tangga yang sepele, namun cukup sulit dipenuhi setiap harinya adalah sambal embe. Apalagi dalam kehidupan masyarakat Bali, sambal embe digunakan untuk campuran berbagai makanan atau bahkan cuma sebagai teman makan nasi. Sejak tahun 2017, Made Ani Setia Wulan mulai memikirkan tentang hal itu. Ia sendiri cukup kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya akan embe setiap harinya. Hingga akhirnya ia mengomersialkan embe buatannya itu dengan nama Sambal Mantu. Awal mula ide usaha sambal embe ini, ketika ia harus menyediakan sambal goreng untuk keluarga. Dia cukup kerepotan saat menyediakan sajian sambel ini setiap harinya. Sehingga dia terpikir untuk membuat dalam jumlah banyak kemudian disimpan di dalam jar (toples kecil). Dari sanalah terbersit ide untuk menjualnya. Proses pembuatannya dicoba beberapa kali agar layak dijual. ‘’Pertama kali saya coba tawarkan ke tetangga. Ternyata banyak yang suka. Akhirnya berani untuk menjual,’’ ujarnya. Embe kemasan ini akhirnya dipasarkan Rp 30.000 per jar. Ada dua pilihan rasa yaitu original dan pedas. Embenya mampu bertahan hingga dua bulan dengan kemasan yang baik. ‘’Kalau dalam kemasan, bisa tahan lama, tapi ketika sudah dibuka dan tidak ditutup dengan baik, akan bertahan hingga 1-2 minggu,’’ ungkapnya, belum lama ini. Pemasarannya selain melalui online, Wulan juga kerap mengikuti pameran untuk mempromosikan produknya. Wanita lulusan S-1 Akuntansi ini mengaku pemasarannya telah merambah ke berbagai daerah di Bali dan luar Bali. ‘’Masyarakat lokal banyak yang suka. Terutama yang bekerja di luar negeri selalu mencari sambal ini saat mau berangkat. Sangat praktis dibawa ke mana-mana,’’ imbuhnya. Tidak sedikit orang yang memiliki rasa takut akan kegagalan saat memulai sebuah usaha. Ia pun demikian. ‘’Awal mulanya memang penuh rasa takut. Takut gagal, takut enggak ada yang beli, takut kena komplain dan sebagainya,’’ ungkap wanita kelahiran 24 Oktober 1992 ini. Namun, ketakutan tersebut berusaha dihilangkan, dengan tanpa pikir panjang lagi untuk mencoba ide membuat sambal kemasan ini. ‘’Saya berpikir kalau terus diam dengan rasa takut, enggak akan pernah maju. Sehingga saya pun beranikan diri untuk mencoba,’’ tuturnya. (may)

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

SENIMAN

Bali Post/may

SAMBAL - Wulan menunjukkan Sambal Mantu ketika pameran.

TOP IN VASI

Modus Tawarkan Interior Unik dan ’’Instagramable’’ WONDERFUL BALI INGAR-BINGAR hiburan malam di pusat Kota Denpasar kembali semarak dengan kehadiran Modus Bar, sebuah tempat nongkrong baru untuk menghabiskan waktu malam. Berkonsep lifestyle bar, menawarkan interior yang unik dan instagramable. Modus Bar ini digadanggadang sebagai city bar (bar lifestyle pertama di tengah kota). Buka setiap hari dari pukul 18.00 hingga 03.00 dini hari, para pengunjung akan dimanjakan dengan hiburan live music band performance maupun DJs yang tampil membawakan lagu-lagu pop, rock, RnB hingga musik Top40 masa kini yang dapat dinikmati dengan free entrance setiap harinya. ‘’Sebagai salah satu brand

BUDAYA

di bawah naungan Varuna Entertainment, sebuah entertainment management dari Semarang, Modus menawarkan sebuah sensasi tempat nongkrong berkonsep American Bar untuk semua kalangan di mana Anda bisa menghabiskan waktu setelah lelah seharian beraktivitas dengan menikmati signature cocktail, classic cocktail selection wine, softdrink, mocktail maupun choice of wine, beer hingga international spirit bottle dengan biaya yang terjangkau,’’ ujar Aris Mardani, Marketing Manager Modus Bar. Modus Bar juga menyajikan pilihan signature cocktail yang diambil dari beberapa Classic Cocktail yang dimodifikasi dengan flavor yang unik seperti menambahkan rasa pop corn, tiramisu, bubble gum dan lainnya. ‘’Beberapa signature cocktail yang disajikan di Modus antara lain Downs Julep merupakan twist dari Mint Julep yaitu whisky cocktail yang pertama kali dibuat pada tahun

PENDIDIKAN

SENIMAN

1784. Downs Julep disajikan menggunakan cooper mug (gelas besi seperti dari tembaga) agar tetap menampilkan karakter classic, serta mempunyai rasa yang unik karena menggunakan pop corn syrup,’’ imbuhnya.

Ada lagi Venom Margarita yang merupakan margarita dengan tampilan hitam karena menggunakan banana charcoal yogurt dan rasa yang berbeda berasal dari hazelnut sesame syrup. ‘’Saya yakin Modus akan

memberikan pengalaman berbeda bagi mereka yang datang ke sini. Konsep yang kami tawarkan sangat unik dan berbeda dari tempat lainnya,’’ pungkas Aris yang kerap disapa Pak Black ini. (gie)

lia, progresif, balada, funk, dan musik etnik-tradisional (world music). Selama 23 tahun berkarya, Navicula pernah bergabung dengan major label Sony/ BMG tahun 2004 dan sempat merilis satu album bersama label ini. Namun, tahun 2006, Navicula kem- bali menyu-

arakan karya-karya mereka di jalur independen. Hingga saat ini Navicula telah merilis 8 full album, lusinan proyek album kompilasi, beberapa video musik dan dokumenter, dan sejumlah kolaborasi dengan artis, organisasi, serta ja-

ringan kerja lokal dan internasional. Album terbaru mereka, Earthship, baru saja dirilis tahun 2018. ‘’Nama Navicula kami ambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil, karena dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil,’’ jelasnya. (win)

Karya Navicula Sarat Isu Sosial dan Lingkungan IDENTIK dengan lagulagu bertemakan kritik sosial dan lingkungan, Navicula, sebuah band dengan warna musik grunge dijuluki dengan sebutan ‘’The Green Grunge Gentlemen’’. Tumbuh dan berkembang di Bali, band yang berdiri sejak tahun 1996 ini menyerap banyak inspirasi dari beragam budaya dan informasi dari berbagai belahan dunia, seperti isu sosial, serta perubahan ekologi yang terjadi di Bali dan dunia secara global. Bagi Navicula yang saat ini diperkuat oleh Robi di vokal dan gitar, Dankie di gitar, Palel di drum dan Khrisna pada bass, isu lingkungan hidup merupakan masalah vital yang sangat memengaruhi semua kehidupan saat ini. Sehingga diperkukan tindakan untuk menyebarkan kesadaran dan pemahaman mengenai isu tersebut. ‘’Kami memiliki musik, memiliki media berpengaruh dan bahasa universal, dan dengan media inilah kami berjuang menyebarkan kesadaran positif, terutama bagi kaum muda sebagai agen perubahan. Kami percaya, lewat kegiatan ber-

kesenian, kami bisa menebar benih perubahan. Kita perlu berubah, dan Navicula ingin menjadi bagian dari perubahan ini,’’ ujar Roby Navicula, Selasa (30/7) kemarin. Navicula percaya bahwa seni dapat memberi inspirasi dan pengaruh kepada publik yang lebih luas, terutama bagi anak-anak muda, sebagai agen perubahan di masa kini dan masa depan. Di mana pun berada, baik skala lokal maupun global, Navicula senantiasa menanamkan benih-benih perubahan dan mendukung isu kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan. Melalui musik mereka, Navicula sadar dan bertanggung jawab, bahwa peran mereka sebagai seniman adalah tidak cuma membuat hidangan yang lezat, namun juga bernutrisi. Musik Navicula kuat dipengaruhi oleh genre Alternatif Rock era 90-an, yang dipopulerkan oleh band-band seperti Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden, dan Alice in Chains. Namun, Navicula dengan kreatif juga menggabungkannya dengan warna lain, seperti psikede-

Bali’s Big Eco Forum ’’Sustainability for Wonderful Indonesia’’

Sebuah Kolaborasi Amatil Indonesia, Gerakan Kemitraan Aksi Plastik Nasional dan Indonesia Bersih PLASTIK merupakan salah satu bahan yang serba guna dan mempunyai sifat yang ringan dan tahan lama, sehingga hampir semua bahan mempunyai unsur plastik dalam kandungannya. Namun sayangnya penggunaan material plastik ini tidak diimbangi dengan edukasi penanganan dan infrastruktur yang tepat, khususnya saat fungsi plastik telah usai dan menjadi benda buangan atau sampah, baik di darat maupun di laut. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Bank, sampah plastik yang dihasilkan per tahun kemungkinan bertambah dari 1,3 miliar ton menjadi 2,2 miliar ton pada tahun 2025 jika tidak dikelola dengan benar. Di Indonesia, beberapa upaya terus dilakukan guna menciptakan proses pengolahan sampah yang efektif, salah satunya melalui Gerakan ‘’Kemitraan Aksi Plastik Nasional’’ dan ‘’Indonesia Bersih’’. Sebagai wujud kepedulian dan dalam rangka mendukung upaya pemerintah tersebut, CocaCola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) menyelenggarakan Bali’s Big Eco Forum dengan tema ‘’Sustainability for Wonderful Indonesia’’. Forum ini bertujuan untuk mengembangkan solusi pengolahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan, dengan berkolaborasi bersama pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas dan industri. Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim, Bapak Safri Burhanuddin, DEA. membuka forum tersebut bersama dengan

Ibu Lucia Karina, Director of Public Affairs, Communications & Sustainability CocaCola Amatil Indonesia. Hadir juga sebagai panelis dalam sesi diskusi panel, Bapak Muhammad Hudori, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Bapak Abdul Rochim, Direktur Jenderal Industri Argo Kementerian Perindustrian, Ibu Mari Elka Pangestu, Chair Steering Board Indonesia National Plastic Action Partnership, Bapak Dodi Krispratmadi, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Bapak Medrilzam, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Bapak Ujang Solihin Sidik, Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengolahan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bapak Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (ApindoO), Bapak Imam Pituduh, Nahdathul Ulama Indonesia (NU), Bapak Saharuddin Ridwan, Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), serta Bapak Imam P. Prasodjo dari Universitas Indonesia selaku moderator forum, Ibu Andari Kristanto, Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Ibu IDAA Warmadewanthi, Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November, dan Ibu Emenda Sembiring, Departemen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung selaku fasilitator kegiatan focus group discussion (FGD) forum. FGD tersebut juga didiisi oleh para narasumber yang berasal dari berbagai pemangku jabatan baik dari

ECO FORUM - Diskusi Panel 2 Eco Forum membahas tentang Komitmen Pengelolaan Sampah Plastik. pemerintah pusat, pemerintah daerah, TPS 3 R, PT Pegadaian (Persero), industri–industri, dan lembaga swadaya masyarakat: Packaging & Recycling Alliance for Indonesia Sustainable (PRAISE), Eco Bali, ASOBSI dan APDUPI. ‘’Selama lebih dari dua dekade, Coca-Cola Amatil Indonesia telah berkomitmen untuk beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berupaya untuk memberikan kontribusi yang positif di semua bidang di setiap wilayah operasional dan melakukan bisnis dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang mudah,’’ ujar Ibu Lucia Karina. ‘’Dalam rangka mencapai Amatil Sustainability Goals, kami terus melakukan berbagai inisiatif berkelanjutan, salah satunya adalah berinvestasi dalam teknologi berkelanjutan yang mengurangi jumlah kandungan plastik dalam kemasan produk, efisiensi konsumsi

air, mengubah jutaan bahan bakar diesel menjadi tenaga LNG dan elpiji yang lebih bersih, dan saat ini Amatil Indonesia sedang membangun salah satu atap panel surya terbesar di Asia Tenggara untuk mengurangi jejak karbon dari proses operasional manufaktur.’’ Forum yang dijalankan selama dua hari ini (26-27 Juli 2019) merupakan bentuk perluasan dari gerakan Bali Beach Clean Up (BBCU) yang telah dijalankan oleh Amatil Indonesia selama lebih dari 12 tahun. Hingga bulan Juli 2019, program bersih-bersih pantai BBCU, yang dilakukan setiap hari sepanjang tahun, telah menyingkirkan lebih dari 39 juta kilogram sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer, termasuk Seminyak, Legian, Kuta, Kedonganan dan Jimbaran. Program ini didukung dengan 4 traktor pantai, 2 barber surf rakes, 3 truk sampah, 75 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat

sampah jenis tiga sistem baru tiap tahunnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah. Tiga topik utama yang dibahas dalam forum ‘’Sustainability for Wonderful Indonesia’’ adalah: Kebijakan yang Bersinergi dengan Perkembangan Teknologi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat; Infrastruktur dan Mekanisme yang Mendukung Pengelolaan Sampah Plastik secara Komprehensif; Menciptakan Circular Economy yang akan Memastikan Keberlangsungan Proses Daur Ulang yang Berkesinambungan. Bapak Safri Burhanuddin, DEA. di dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa salah satu dari prioritas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman adalah untuk meningkatkan kegiatan dan kerja sama antarpemangku jabatan melalui ‘’Gerakan Indonesia

Bersih’’ yang bertujuan untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menciptakan persepsi yang sama dalam pengelolaan sampah agar dapat memberikan dampak perubahan signifikan terhadap pola pikir masyarakat. Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan apresiasinya untuk CocaCola Amatil Indonesia yang telah mendukung upaya pemerintah dalam membangun solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, melalui pengadaan forum ‘’Sustainability for Wonderful Indonesia’’, kegiatan bersih-bersih dan kolaborasi Bali Beach Clean Up yang telah dijalankan lebih dari 10 tahun, kegiatan edukasi, pendampingan, dan bersihbersih yang dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. ‘’Semoga dengan kegiatan forum seperti ini dan program Bali Beach Clean Up, Coca-Cola Amatil Indonesia dapat mendorong pemangku kepentingan lainnya untuk berkontribusi secara optimal dalam mengadakan kegiatan bersih-bersih secara rutin dan solusi pengolahan sampah di Indonesia.’’ Forum ‘’Sustainability for Wonderful Indonesia’’ merupakan bagian dari rangkaian Bali’s Big Eco Weekend 2019, festival tahunan yang bertujuan mengapresiasi kontribusi komunitas dan pemangku kepentingan pada kegiatan Bali’s Beach Clean Up yang rutin dilaksanakan setiap hari sepanjang tahun sejak tahun 2007. ‘’Komitmen kami dalam menciptakan kontribusi yang positif dan signifikan di lingkungan tempat kita tinggal semakin kuat. Bali Beach Clean Up merupakan salah satu program yang selalu ditonjolkan

dalam laporan sustainability Coca-Cola Amatil tiap tahunnya. Kami bangga dengan konsistensi dan kontribusi program tersebut bagi masyarakat sekitar, Bali Beach Clean Up juga telah berhasil menciptakan berbagai bentuk kerja sama demi manfaat yang lebih baik lagi, seperti yang telah kita laksanakan dalam forum Sustainability for Wonderful Indonesia,’’ jelas Bapak Kadir Gunduz dalam pidatonya di puncak acara Festival Bali’s Big Eco Weekend 2019. Rangkaian kegiatan yang meramaikan Bali’s Big Eco Weekend 2019 meliputi pameran eco community; big beach clean-up; festival layangan; dan pelepasan anak penyu ke laut, yang merupakan salah satu hasil dari upaya bersih-bersih pantai selama ini melalui Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC). Miss Earth Indonesia 2018, Ratu Vashti Annisa, turut menghadiri kegiatan tersebut, sebagai wujud dukungannya terhadap kolaborasi Bali’s Big Eco Weekend tahun ini. ‘’Hari ini kita diingatkan bahwa tiap usaha sungguh berarti dan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan dampak yang positif. Saya harap, semua yang hadir hari ini, terutama generasi muda dapat terinspirasi untuk menjalankan peran masing-masing dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.’’ Bali’s Big Eco Weekend 2019 didukung oleh Dynapack Asia, Sugar Labinta, Diversey, Euroasiatic, Samora Group, Alpha Servis Solusi, FABS, LYS Energy Group, PGN, Swadaya Harapan Nusanta, Turkish Airlines dan United Can. (ad954)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 31 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu