terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 164 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Sudikerta Minta Bebas
Belasan Duktang Dipulangkan
Bangkai Babi dan Air PDAM
Pascadivonis 12 tahun penjara, Drs. I Ketut Sudikerta resmi mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Negeri Denpasar. Mantan Wakil Gubernur Bali itu minta dibebaskan dari jeratan hukum.
Belasan penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas di Kabupaten Badung dipulangkan. Mereka terjaring sidak yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat selama Januari 2020. Badung | HAL. 3
Bangkai babi nyangkut di Bendungan Telaga Tunjung, Timpag. Dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas air yang ada, karena bendungan Telaga Tunjung sumber mata air baku yang diolah oleh PDAM Tabanan.
Denpasar | HAL. 2
Tabanan | HAL. 5
Bali Post/edi
TANAH LOT - Pangiring sedang menerobos air laut saat Karya Agung Pangurip Gumi di Tanah Lot, Kamis (30/1) kemarin.
Canang Sari Termasuk Pengeluaran Terbesar DATA menarik disajikan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Bali terkait masuknya canang sari sebagai 10 komoditas baru dengan pengeluaran terbesar sejak 2018. Canang sari masuk diagram timbang terbaru 2018 karena sumbangannya memengaruhi pola konsumsi masyarakat Bali. Hal. 11 Semakin Tinggi
’’Pamelastian’’ Karya Agung Pangurip Gumi
Lautan Manusia di Segara Tanah Lot
Tabanan (Bali Post) Hujan deras yang mengguyur kawasan Tanah Lot tak menyurutkan krama ngaturang ayah pada upacara Pamelastian serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi, Kamis (30/1) kemarin. Puluhan ribu krama memadati kawasan tersebut sehingga Segara Tanah Lot menjadi lautan manusia. Suasana magis upacara pamelastian kian terasa saat Bedug ditepak pertanda dimulainya prosesi. Ketika itu pula hujan mengguyur deras. Demikian pula puluhan pangiring karauhan. Suara teriakan, tangisan dan ger-
Bali Post/eka
Canang sari - Pedagang canang sari di pasar.
Presiden Teken Perpres Pendirian Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa UNIVERSITAS Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa resmi terbentuk. Perpres 20/2020 tentang Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar telah ditandatangani Presiden Jokowi, Jumat (24/1) lalu. AAGN Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden RI, kepada Bali Post Kamis (30/1) kemarin menyampaikan, 23 Januari 2020, Presiden Jokowi telah menandatangani dua perpres terkait peningkatan status perguruan tinggi Hindu Negeri: Pertama, AAGN Ari Dwipayana Perpres No. 20 Tahun 2020 tentang Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Yang kedua adalah Perpres No. 21 Tahun 2020 tentang Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja, Mataram. Dijelaskannya, perpres ini menjadi momen bersejarah bagi umat Hindu di Indonesia. Karena dengan peningkatan status IHDN Denpasar menjadi Universitas Hindu Negeri maka umat Hindu memiliki sebuah Universitas Hindu Negeri yang pertama. Hal. 11 Umat Hindu
akan tarian terus muncul ketika iring-iringan Ida Batara ini satu per satu mamargi ke Pura Luhur Tanah Lot. Tak hanya krama istri, krama lanang pun banyak yang mengalami hal serupa. Iring-iringan pamelastian
tiba di Pura Luhur Tanah Lot sekitar pukul 15.30 Wita. Sebelumnya iring-iringan mamargi dari Pura Puseh Kota Tabanan pukul 05.00 Wita. Perjalanan dari Pura Puseh Kota Tabanan iringiringan melintas ke Jalan
Melati. Bahkan untuk memberikan kesempatan iring-iringan pamelastian mamargi di jalur by-pass Denpasar-Gilimanuk tepatnya di simpang Desa Gerokgak, Tabanan ditutup sekitar satu jam. Setelah melintas iring-iringan mamargi di utara GOR Debes dan menuju ke timur, tiba di wilayah Banjar Demung, Desa/Kecamatan Kediri. Di jalur ini kembali melewati
Sungai Yeh Panahan, kemudian naik singgah lagi ke Pura Puseh Demung. Perjalanan kembali dilanjutkan melintasi Desa Nyitdah, di perempatan Nyitdah menuju selatan dan tiba di Ulun Desa Beraban. Dari sana barulah menuju Tanah Lot, namun simpang di Pura Dangin Bingin. Setelah itu baru menuju ke Tanah Lot. Hal. 11 Korban Meninggal
Tindak Tegas SPBU Curang Denpasar (Bali Post) Dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu SPBU di Gianyar, merupakan deretan panjang praktik curang dilakukan SPBU. Kasus di SPBU ini merupakan salah satu dari kasus–kasus yang terungkap ke khalayak. Diduga ada banyak kasus yang tidak dilaporkan atau terblow up ke publik. Lemahnya sanksi mengakibatkan praktik curang terus beru-
lang. Pihak terkait diminta bertindak tegas agar ada efek jera. Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali Putu Armaya, S.H. menyayangkan kembali adanya kecurangan yang dilakukan oknum petugas SPBU di Gianyar. Menurutnya, kejadian itu sudah melanggar hak–hak konsumen. Hal. 11 Kerugian Konsumen
Masih Proses Penyelidikan
Bali Post/nik
INTEROGASI - Anggota Polsek Ubud menginterogasi karyawan SPBU.
APARAT Polsek Ubud kini masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu oknum petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seputaran Kecamatan Ubud. Bahkan salah satu petugas SPBU yang viral di media sosial itu sudah dipanggil ke Polsek Ubud, Kamis (30/1) kemarin. Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus dugaan oknum petugas
SPBU yang diduga melakukan kecurangan dalam penjualan bahan bakar minyak (BBM). Oknum yang diduga melakukan kecurangan itu bahkan sudah dipanggil ke Mapolsek Ubud. ‘’Ya, Kamis pagi tadi dia dipanggil untuk dimintai keterangan di Polsek,’’ katanya. Dikatakan, selain memeriksa oknum yang viral di media sosial itu, polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi terkait. Bahkan, polisi juga berencana akan memanggil pemilik SPBU itu selaku penaggung jawab. ‘’Selaku
penanggung jawab tentu pemiliknya juga mau kita panggil nanti untuk dimintai keterangan,’’ tegasnya. Namun, kini aparat kepolisian juga masih mencari korban, yang merekam dugaan kecurangan yang dilakukan oleh oknum petugas SPBU tersebut. ‘’Jadi pemeriksaan ini harus lengkap, oknum yang diduga, para saksi termasuk pemeriksaan terhadap korban, jadi berkas harus lengkap,’’ ujar Kompol Nuryana. Hal. 11 Minim Pengawas
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
Pascavonis 12 Tahun Penjara
Sudikerta Minta Bebas, Jaksa Jawab dengan Kontra Memori Denpasar (Bali Post)-
Pascavonis 12 tahun penjara, Drs. I Ketut Sudikerta resmi mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Negeri Denpasar. Memori banding tersebut sudah disampaikan tim kuasa hukumnya, Suryatin Lijaya, Nyoman Putra dan Wayan Warsa T Bhuana. ‘’Ya, memori banding sudah diajukan oleh Pak Nyoman Putra,’’ ujar Warsa T Bhuana, Kamis (30/1) kemarin. Bali Post/eka
PEMUSNAHAN - Petugas menunjukkan barang bukti yang dimusnahkan di kantor Oditurat Militer III-13 Denpasar, Kamis (30/1) kemarin.
Odmil Denpasar Musnahkan BB Senpi Ilegal
Denpasar (Bali Post) Jajaran Oditurat Militer (Odmil) III-13 Denpasar memusnahkan barang bukti (BB) delapan perkara prajurit Kodam IX/Udayana. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas Oditurat Militer III-13 Denpasar, atau Pengadilan Militer Denpasar, Kamis (30/1) kemarin. Ada sejumlah BB dimusnahkan dari delapan perkara hukum yang dilakukan prajurit Kodam. Di antaranya, senpi rakitan, air soft gun, flasdisc, bong, sejumlah peluru dan sejumlah pakaian. Kepala Oditurat Militer III13 Denpasar, Kolonel Tarmizi, S.H., mengatakan pemusnahan BB ini dilakukan setelah kasus para pelaku sudah berkekuatan hukum tetap. Ada tujuh prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, mulai dari
kasus perzinahan atau asusila, penganiayaan, hingga kepemilikan senjata api dan air soft gun ilegal. Mereka masing-masing berinisial Sertu TSP (kasus kepemilikan peluru), Praka I Gusti PAE (senpi rakitan), Lettu Inf. RM (kasus asusila), Serda MU (perzinahan), Serma ER dan Kopda TR (penganiayaan). ‘’Kasus mereka ini pada periode tahun 2017 hingga 2020. Pelakunya masih ada yang menjalani hukuman dan ada juga yang sudah bebas,’’ jelasnya. Ia menegaskan, dari delapan kasus dengan tujuh pelaku ini, hukuman terberat yang diterimanya yakni dua tahun dua bulan dan terendah empat bulan. ‘’Para pelaku ini semuanya diberikan hukuman fisik. Belum ada sampai dipecat. Temuan bong yang masih ada sisa narko-
banya itu, hanya urinenya yang positif sehingga yang bersangkutan dilakukan rehabilitasi oleh pihak BNN,’’ ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, dengan pelaksanaan pemusnahan BB ini diharapkan bisa berdampak pada prajurit Kodam IX/ Udayana lainnya untuk lebih baik. Ke depannya kasus tindak pidana bisa dikurangi, bahkan jangan sampai ada lagi prajurit yang melakukan pelanggaran hukum. Sebab, dengan adanya pelanggaran ini bisa mencoreng nama TNI. ‘’Harapan pimpinan TNI tentu para prajurit supaya lebih tertib, taat hukum dan menjalankan tugas dengan baik. Jangan sampai ada yang melanggar hukum lagi. Sebab, selain merugikan diri sendiri, juga orang lain seperti keluarga, sahabat dan lainnya,’’ terangnya. (kmb21)
Disnaker Siapkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan Denpasar (Bali Post)Data tentang penempatan tenaga kerja di luar negeri masih menjadi masalah di Bali. Pasalnya, di tingkat pusat ada dualisme regulasi khusus untuk pekerjaan pelaut. Termasuk di dalamnya para pekerja di kapal pesiar. Sebagian data pelaut memang ada di Kementerian Tenaga Kerja, tetapi data lain juga ada di Kementerian Perhubungan. Perbedaan data pun menjadi tak terelakkan. ‘’Melalui Undang-undang No.18 Tahun 2017, pekerja migran Indonesia (PMI) di antaranya itu, salah satunya adalah pelaut, awak kapal, dan perikanan. Sudah digandeng di Undang-undang Ketenagakerjaan, tapi PP-nya sampai sekarang belum turun sehingga masih saja dualisme,’’ ujar Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Mandiri, Manila Ayu Wijaya, di Denpasar, Rabu (29/1). Menurut Manila, hal ini menyulitkan Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali untuk mendapatkan data yang valid. Tahun 2019, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia (BP3TKI) Denpasar sebagai kepanjangan tangan Kemenaker mencatat 3.352 tenaga kerja dari Bali di luar negeri. Dari jumlah itu, 893 orang bekerja di kapal pesiar dan 41 orang di kapal ikan. Sedangkan data pemberangkatan awak kapal dari manning agency sesuai regulasi Perhubungan justru mencapai 8.574 orang. ‘’Kemungkinan lebih dari itu karena orang Bali juga ada yang diberangkatkan oleh manning di Jakarta yang kita tidak tahu,’’ imbuhnya. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda, mengaku tidak menyalahkan dualisme regulasi yang ada. Pihaknya justru tengah mengupayakan agar semua pencari kerja ke luar negeri bisa melapor ke dinas. Dengan demikian, data orang Bali yang bekerja di luar negeri menjadi satu pintu. Berapapun yang menjadi pekerja migran, maka Pemprov Bali akan mengetahuinya. Termasuk perusahaan apa yang memberangkatkan dan di mana bekerja sehingga akan tertib. Hal ini juga akan memudahkan pemerintah
melakukan perlindungan terhadap tenaga kerja. ‘’Perda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan baru saja diundangkan. Jadi kami masih mempersiapkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan itu. Di dalamnya nanti, setiap perusahaan awak kapal yang memberangkatkan pelaut harus melaporkan ke dinas. Jadi, ada sanksinya manakala tidak melapor,’’ tegasnya. (kmb32)
Januari 2020. Usia alatnya sudah cukup lama, kondisi dekat pantai yang menimbulkan efek korosi adalah beberapa penyebab komponen cepat rusak. Khususnya saat ini terjadi pada komponen controller pada ebox sehingga sirene tidak dapat menghasilkan suara. Kepala UPTD Nyoman Petrus Surianta mewakili Kepala
Bali Post/dar
PERTEMUAN - BPBD Provinsi Bali melakukan pertemuan dengan instansi terkait menyikapi sirene peringatan tsunami yang tidak berfungsi, Rabu (29/1).
Topik : tindak tegas spbu curang
dikomando Kasipidum Kejari Denpasar Wayan Eka Widanta, Kamis siang juga mengajukan kontra memori. ‘’Intinya kami menjawab satu per satu dalil memori banding yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya. Yang jelas, kami sangat sependapat dengan putusan yang sudah disampaikan oleh majelis hakim PN Denpasar,’’ ujar Eka Widanta singkat.
Sebelumnya dalam sidang di PN Denpasar, majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi dengan hakim anggota Konny Hartanto dan Heriyanti menyebut terdakwa Sudikerta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Yakni melakukan dan yang turut serta
Bali Post/kmb37
KONTRA MEMORI - Kasipidum Eka Widanta saat menunjukkan kontra memori atas memori banding yang diajukan Sudikerta.
37 Warga Bali Bekerja di Tiongkok
Denpasar (Bali Post) Nasib pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Bali kini turut menjadi pertanyaan di tengah langkah isolasi yang diberlakukan pemerintah Tiongkok untuk mencegah penyebaran virus Corona. Kepala BP3TKI Denpasar, Soleh Hidayat, dikonfirmasi Kamis (30/1) kemarin mengatakan, ada 37 pekerja dari Bali di Tiongkok sesuai data 2019. Namun, pihaknya tidak memiliki data mendetail pada provinsi di Tiongkok mana saja mereka bekerja. ‘’Pekerja migran di Tiongkok antara lain bekerja
sebagai spa terapis, terapis, operations manager, spa trainer, sales manager, asisten manajer, dan bamboo worker,’’ ujarnya. Menurut Soleh, 37 orang yang terdaftar di BP3TKI Denpasar itu berasal dari 9 kabupaten/kota di Bali ditambah ada satu orang yang berasal dari Banyuwangi. Masing-masing 5 orang dari Badung, 4 orang dari Bangli, 5 orang dari Buleleng, 2 dari Denpasar, 12 dari Gianyar, 4 dari Jembrana, 2 dari Klungkung, dan masing-masing 1 orang dari Karangasem dan Tabanan. Terkait adanya isolasi di Tiongkok akibat wabah
virus Corona, dikatakan, kewenangan untuk menyikapi ada pada pemerintah pusat. ‘’Jadi, tidak sendiri-sendiri karena nanti bisa salah informasi,’’ jelasnya. Soleh menambahkan, pekerja migran dari Bali lebih banyak bekerja di sektor pariwisata, khususnya spa. Dari total 3.352 penempatan pekerja migran di luar negeri, sekitar 2.400 ada di kawasan Eropa. Meliputi Italia, Turki, Maldives, Kuwait dan New Zealand. Sisanya, pekerja migran tersebar di kawasan Amerika, Asia Pasifik dan Afrika. Pihaknya mengingatkan
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
TKI dari Bali Bekerja di Tiongkok Terdaftar di BP3TKI Denpasar 2019 Badung Bangli Buleleng Denpasar Gianyar Jembrana Klungkung Karangasem Tabanan
5 orang 4 orang 5 orang 2 orang 12 orang 4 orang 2 orang 1 orang 1 orang
calon pekerja migran agar menjadi pekerja legal dengan berproses di BP3TKI, sehingga ketika terjadi sesuatu atau masalah bisa cepat ditangani. ‘’Pekerja yang tidak mengikuti prosedural ketika ada masalah tetap ditangani tapi komunikasi dan koordinasinya agak lama,’’ tandasnya. (kmb32)
Demi Keselamatan BNN Gandeng Maskapai Penerbangan Bali Post/kmb32
Ida Bagus Ngurah Arda
Sirene Peringatan Tsunami Tak Berfungsi Denpasar (Bali Post) Sirene peringatan tsunami ada yang tidak berfungsi. Petugas BPBD pun waspada. BPBD Provinsi Bali melakukan pertemuan dengan instansi terkait menyikapi hal itu, Rabu (29/1). Sirene tsunami diidentifikasi rusak, yang ada di Tanjung Benoa. Sirene ini tidak berfungsi pada saat testing tanggal 26
Informasi yang diterima Bali Post, ada beberapa poin yang menjadi pertimbangan dalam upaya hukum banding, di antaranya bahwa Ketut Sudikerta dinilai tidak bersalah dalam kasus ini. Sehingga mantan Wakil Gubernur Bali dan mantan Wakil Bupati Badung itu minta dibebaskan dari jeratan hukum. Pasalnya, sebagaimana memori banding yang disampaikan tim kuasa hukum terdakwa, bahwa terdakwa Sudikerta tidak terbukti melakukan tindak pidana, turut serta melakukan pidana penipuan dan tindak pidana pencucian uang. Sehingga pihak Sudikerta meminta hakim Pengadilan Tinggi yang mengadili perkara banding itu mengabulkan permohonan banding terdakwa, membatalkan putusan PN Denpasar, menyatakan terdakwa Sudikerta tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan TPPU, membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa, memulihkan harkat dan martabat terdakwa dan melepaskan terdakwa dari tahanan. Menyikapi memori banding itu, JPU Ketut Sujaya, Eddy Arta Wijaya, Martinus
melakukan perbuatan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri, atau orang lain secara melawan hukum. Terdakwa juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Oleh majelis hakim PN Denpasar, terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp5 miliar, subsider empat bulan kurungan. Sebelum pada pembacaan kesimpulan dalam amar putusannya, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, pernah menjabat Wakil Bupati Badung, pernah menjabat Wakil Gubernur Bali. Sedangkan yang memberatkan perbuatan terdakwa merugikan saksi korban Alim Markus. Atas putusan itu, terdakwa Sudikerta langsung menyatakan banding. Dengan membawa secarik kertas, dia menyatakan sediri bahwa atas putusan itu pihaknya mengajukan upaya hukum banding. JPU I Ketut Sujaya dkk. sebelumnya menuntut supaya Sudikerta dihukum selama 15 tahun penjara, denda Rp5 miliar, subsider enam bulan kurungan. (kmb37)
BPBD Provinsi Bali Made Rentin menyatakan bahwa sejak tahun 2008, Bali telah memiliki 9 unit sirene Ina TEWS sebagai sistem peringatan dini tsunami. Sirene dibangun oleh BMKG dan dihibahkan ke Pemerintah Provinsi Bali berlokasi di pesisir pantai, di antaranya Kedonganan, Kuta, Sanur, Serangan, Seminyak, Tanah Lot, Seririt, ITDC dan Tanjung Benoa. Setiap tanggal 26 dicek oleh BPBD Provinsi Bali bersama BMKG sebagai bentuk kesiapan alat. Meski demikian, semua alat yang dipasang tersebut memiliki potensi tidak berfungsi karena permasalahan alat, dan salah satunya saat ini yang sudah terjadi di Tanjung Benoa. Berbagai langkah ditempuh, dari pemeliharaan yang terus dilakukan di sirene lainnya, menurunkan komponen di sirene Tanjung Benoa hingga mengajukan sirene baru melalui APBD Provinsi Bali. Keselamatan warga masyarakat adalah prioritas utama, terlebih mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan di daerah wisata. Dukungan sarana dan prasarana dan penguatan sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana merupakan hal yang mendesak dan harus diperhatikan demi mengurangi risiko bencana serta mampu mewujudkan pariwisata aman bencana di Provinsi Bali. (dar)
Denpasar (Bali Post) Peredaran narkoba saat ini sudah merambah ke semua lini kehidupan masyarakat, termasuk pegawai maskapai penerbangan. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan demi keselamatan penumpang, BNN menggandeng maskapai penerbangan. Tujuannya mencegah penyalahgunaan narkoba oleh pegawai maskapai penerbangan, terutama awak kabin dan pilot. “Kami sudah beberapa tahun melaksanakan MoU dengan Citilink. Jari hari ini perpanjangan pelaksanaan MoU tersebut dengan Citilink,” ujar Kepala BNN Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. usai menandatangani MoU dengan Juliandra selaku Direktur Utama (Dirut) PT Citilink Indonesia, Rabu (29/1) lalu di Hotel Aston, Denpasar. Menurut Komjen Heru, MoU ini sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak, khususnya untuk sosialisasi maupun pelatihan-pelatihan. Termasuk tes urine untuk awak kabin dan ini penting untuk keselamatan penerbangan. Untuk BNN ada beberapa hal dibantu, terutama terkait penyebarluasan informasi dan edukasi tentang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), pemanfaatan sarana publikasi milik Citilink, dan pembentukan relawan antinarkoba pihak Citilink. Selain itu pengawasan terhadap lalu lintas orang dan barang yang masuk atau keluar wilayah, baik dalam maupun luar negeri melalui penerbangan domestik dan internasional untuk kepentingan penyelidikan serta penyidikan terkait
penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika termasuk daftar pencarian orang (DPO), pertukaran data informasi pada sistem analisis atau manifest data penumpang terkait P4GN, pemberian coorporate rate kepada BNN, pemberian kemudahan akses kepada BNN dalam melakukan tindakan hukum terkait tindak pidana narkotika, pelaksanaan tes uji narkoba, memberikan fasilitas dan kemudahan terkait pembawaan alat direction finder operasional pendukung guna penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika oleh BNN. “Kami dibantu misalnya saat membawa tersangka, barang bukti dan pemeriksan barang. Itu yang kami per-
lukan. Terutama terkait kecepatan-kecepatan misalnya kami harus berangkat, bisa segera diberangkatkan. Jadi kerja sama saling menguntungkan. Termasuk pemeriksaan barang,” kata Heru. Dia juga menyampaikan kepada Dirut Citilink selain Rapim, pihaknya di Bali juga melihat dibangun IT di beberapa pos termasuk di Bandara Ngurah Rai, agar bisa konek terutama terkait manifes-manifes perbangan. Hal ini diperlukan sekali BNN, sehingga kalau ada informasi narkoba dari luar negeri akan masuk ke Indonesia, pihaknya bisa tahu siapa bawa dan kapan datang. “Inilah pentingnya kerja sama dengan pihak penerbangan terutama dengan Citilink,”
kata jenderal bintang tiga di pundak ini. Sementara itu, Dirut PT Citilink Indonesia Juliandra mengakui memang benar MoU ini sangat penting. Bagi Citilink, perpanjangan kerja sama dimulai tahun 2017 lalu mencakup beberapa hal, yaitu edukasi pencegahan peredarann narkotika, baik bagi karyawan dan penumpang Citilink. Selain itu pihaknya dididik dan dilatih oleh BNN menjadi relawan antinarkoba. “Karena kami bekerja di koridor safety, maka seluruh petugas dan karyawan Citilink dijamin bersih dari penggunaan narkotika. Sehingga kita juga sering lakukan random tes urine,” ujarnya. (kmb36)
Bali Post/rah
MoU - Kepala BNN Komjen Pol. Heru Winarko usai menandatangani MoU dengan Dirut PT Citilink Indonesia, Juliandra.
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
Bupati Giri Prasta Hadiri ”Karya Mamungkah” Pura Pasek Tohjiwa Desa Tanguntiti Selemadeg
Bali Post/ist
PENCARIAN - Petugas Basarnas Bali melakukan pencarian nelayan pencari gurita yang dilaporkan hilang di perairan Nusa Dua, Kamis (30/1) kemarin.
Nelayan Hilang di Perairan Nusa Dua
Mangupura (Bali Post) Basarnas Bali menerima laporan seorang nelayan hilang saat memburu gurita di perairan Nusa Dua, Kamis (30/1) kemarin. Nelayan yang hilang tersebut yakni Mohdar (26) yang tinggal di Desa Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung. Hingga kini, belum diketahui keberadaan korban dan Tim Basarnas masih terus melakukan pencarian. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, korban diketahui melaut pada Rabu (29/1) sekitar pukul 08.00 Wita. Ia menggunakan sampan warna putih biru menuju perairan
Nusa Dua. “Kami mendapat laporan dari keluarga bersangkutan. Mereka bilang, korban tidak kunjung pulang hingga hari ini (Kamis - red). Biasanya korban melaut dan pulang sore harinya,” katanya. Meski belum bisa dipastikan apakah Mohdar tenggelam atau tidak, kata Darmada, pihaknya wajib menindaklanjuti laporan tersebut. Korban diprediksi melakukan pencarian gurita di koordinat 8° 48’41.38”S 115°15’39.58”E. Tak hanya Tim Basarnas, pencarian korban juga dilakukan oleh kelompok nelayan lainnya sejak pukul 10.00 Wita, dengan menggunakan enam jukung dan kapal nelayan Napoleon
Mangupura (Bali Post) – Kasus kecurangan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi perhatian serius Pemkab Badung. Melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan setempat, Pemkab Badung akan melakukan pengawasan berkala terhadap tera ulang pompa ukur BBM. Kadiskop UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tenaga yang nantinya bertugas mengawasi 37 SPBU yang tersebar di wilayahnya. Upaya ini dalam rangka penegakan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan kepentingan umum dalam kebenaran hasil pengukuran. “Kami sudah membentuk petugas pengawas yang nantinya akan dididik sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) metrologi. Karena lembaganya baru terbentuk Januari, jadi kami baru memiliki satu orang PPNS metrologi,” ungkap Widiana, Kamis (30/1) kemarin. Mantan Camat Kuta Selatan ini mengingatkan semua pemilik perizinan alat-alat
ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) di Kabupaten Badung seperti pemilik timbangan (semua jenis), pemilik takaran (kering dan basah), pemilik pompa ukur BBM, pemilik ukuran panjang, pemilik taksi, pemilik bejana ukur, distributor meter air, distributor meter listrik, pengguna meter air untuk air bawah tanah (ABT), pengguna meter gas industri dan pemilik UTTP lainnya untuk memastikan UTTP miliknya telah ditera ulang. “Mari bersama wujudkan Badung menjadi daerah tertib ukur. Pastikan timbangan dan alat ukur, takar dan timbang Anda telah ditera ulang,” tegasnya. Menurut Widiana, kasus disegelnya tiga pompa SPBU lantaran tertangkap tangan melakukan kecurangan telah ditindaklanjuti Kementerian Perdagangan (Kemendag). Karena itu, pengusaha SPBU wajib mengajukan tera ulang setiap enam bulan sekali. “Wajib hukumnya mereka (pemilik SPBU - red) mengajukan tera ulang. Jika tidak, kami akan memberikan peringatan,” tegasnya.(kmb27)
Pemkab Awasi Tera Ulang SPBU
Retribusi Naik 100 Persen Lebih
Pedagang Pasar Tradisional Protes Mangupura (Bali Post) Kalangan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Badung mengeluhkan adanya kenaikan retribusi pasar. Mereka protes kenaikan retribusi hingga 100 persen lebih tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Pedagang kelontong di Pasar Petang, Ketut Durminta, mengatakan biasanya dirinya hanya dikenakan iuran Rp7.000 per hari. Namun, kini dikenakan Rp14.500 per hari. “Iuran ini sangat membebani kami karena kenaikannya yang fantastis di tengah situasi pasar yang mati suri,” ujar Durminta, Kamis (30/1) kemarin. Menurutnya, iuran yang dikenakan kini mencapai Rp450.000 setiap bulan. Dengan besaran ini, setiap pedagang terbebani Rp14.500 per harinya. “Dari Rp7.000 menjadi Rp14.500, kenaikannya jelas di atas 100 persen. Kenaikan ini tak pernah disosialisasi sebelumnya,” ungkapnya. Keluhan serupa juga disampaikan pedagang tradisional di Pasar Kuta 1. Pedagang yang biasanya dikenakan retribusi Rp10 ribu per hari kini dikenakan Rp20 ribu per hari. Kebijakan ini diterapkan begitu saja tanpa aturan yang jelas. Kondisi tersebut mendapat perhatian anggota DPRD Badung Dapil Petang, Nyoman Suka. Menurut politisi Partai Golkar ini, lonjakan iuran ini sangat tidak masuk akal di tengah lesunya situasi pasar. Kebijakannya ini dipertanyakan karena keberpihakan PD Pasar terhadap masyara-
kat, khususnya pelaku UMKM tak jelas. “Kami tidak mengerti, kenapa direksi mengambil kebijakan ini di tengah lesunya Pasar Petang saat ini,” tegasnya. Menurut Suka, saat ini Direksi PD Pasar belum saatnya menaikkan iuran. PD Pasar harusnya melakukan kreativitas serta kegiatan-kegiatan yang mampu mendatangkan pembeli ke Pasar Petang. “Jika pasar sudah ramai, pedagang dapat hasil berjualan lebih, barulah menaikkan iuran atau retribusi,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Dirut Perumda Pasar Made Sukantra menampik adanya kenaikan retribusi hingga 100 persen. “Tidak ada kenaikan 100 persen lebih. Hanya ada penambahan pembiayaan toilet Rp2.000 dan pembiayaan air Rp1.000. Jadi, total Rp3.000 yang ditambahkan dari pungutan sebelumnya,” tegasnya. Dikatakan, pengenaan biaya tambahan sebesar Rp3.000 ini berlaku di seluruh pasar tradisional di Badung. Ditegaskan, pihaknya telah bertemu dengan pedagang di Pasar Petang dan Pasar Kuta 1 guna menyelesaikan masalah tersebut. “Itu ada SK-nya, kalau tidak salah akhir Desember atau Januari keluar. Saya sudah turun (ke lapangan – red). Untuk di Petang sudah selesai, sudah sama-sama jalan. Di Kuta juga sudah itu karena ada pembangunanya itu perlu ditingkatkan sebagian sarana diambil kebijakan khusus, tapi sudah kami selesaikan,” pungkasnya. (kmb27)
bertolak dari Tanjung Benoa, menuju perairan Nusa Dua. Hanya saja, hasilnya nihil. Dalam proses pencarian bersama nelayan lainnya, kata Darmada, pihaknya mengerahkan sedikitnya delapan personel. Dengan menerjunkan Rigid Inflatable Boat (RIB), tim bergerak dari Pelabuhan Benoa pada pukul 13.00 Wita. Penyisiran dilakukan di seputaran korban melakukan perburuan gurita. Selain Basarnas dan nelayan lain, SRU darat melakukan koordinasi dengan kelompok nelayan Tanjung Benoa serta KSOP dan Polair setempat. Kemudian tim gabungan ini fokus melakukan pencarian di seputaran lokasi korban mencari gurita. (kmb21)
SERANGKAIAN Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Padudusan Agung Menawa Ratna, Melaspas Ngenteg Linggih lan Mupuk Padagingan di Pura Dadia Agung Pasek Tohjiwa, Banjar Jaka Tebel, Desa Tanguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan yang puncaknya jatuh pada Anggara Kliwon Julungwangi, 4 Februari yang akan datang. Kamis (30/1) kemarin dilaksanakan upacara Melasti dan Pamendak Agung Nyambleh Kucit Butuan. Acara ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Kabag Kesra Setda Badung I Nyoman Sujendra yang disambut dan diterima oleh Staf Ahli Bupati I Ketut Suberata Suyasa mewakili Wakil Bupati Tabanan dan anggota DPRD Tabanan I Made Muskadana, serta para tokoh Pasemetonan Arya Tohjiwa setempat. Ketua Panitia I Nyoman Ardika mengatakan, pasemetonan warga Pasek Tohjiwa Desa Tanguntiti ini di-sungsung 600 KK sejebag Bali yang ada di lima kabupaten, yaitu Buleleng, Tabanan, Negara, Badung dan Denpasar. Lebih lanjut, I Nyoman Ardika yang akrab disapa Sengap (anggota Grup Celekontong Mas) ini mengatakan, selaku panitia mewakili pasemetonan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta sudah memberikan dana hibah kepada warga pasemetonan untuk dana aci sehingga upacara ini dapat terselenggara. “Atas nama pasemetonan, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung dan juga atas bantuan dana hibah sehingga kami bisa melaksanakan karya ini,” katanya. Ardika menambahkan, sumber dana untuk pelaksanaan karya ini bersumber dari dana hibah Bupati Badung sebesar Rp750 juta, dana punia dari pasemeto-
MENGHADIRI - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Pura Pasek Tohjiwa Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur, Kamis (30/1) kemarin. nan dan penggalian dana dengan jalan menyelenggarakan bazar. “Perlu diketahui bahwa kami menyelenggarakan yadnya ini sudah lewat tiga tahun, sebenarnya upacara ini dilaksanakan paling lambat 35 tahun, sedangkan saat ini sudah 38 tahun,” imbuhnya. Sementara itu, Bupati Giri Prasta pada kesempatan itu memberikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya yang dilaksanakan pangemong Pura Dadia Agung Pasek Tohjiwa. Hal ini sejalan dengan komitmen dalam gerakan membangun sistem gotong royong (gerbangsigot) menuju gerakan membangun sistem kemasyarakatan (gerbangmas). Bupati Giri Prasta juga sangat mendukung terkait dengan adanya keinginan sameton warga Pasek Tohjiwa untuk membentuk koperasi, namun diingatkan untuk memperhatikan tiga pilar koperasi
di antaranya SDM, manajemen dan spiritual di mana ketiga hal ini harus kokoh dalam menjaga kelangsungan koperasi. Bupati Giri Prasta sangat menyadari kebanyakan waktu masyarakat habis untuk melaksanakan adat dan yadnya. Untuk itu, pemerintah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat meringankan beban masyarakat, baik itu membantu perbaikan pura maupun dana upakara sehingga masyarakat tidak lagi mengeluarkan dana (maturun). “Ini sebagai komitmen kami dalam melestarikan seni, adat, agama, tradisi, dan budaya,” ujarnya seraya mengingatkan sameton Pasek Tohjiwa untuk bersatu padu, membangun Bali ini. Karena untuk mencapai keberhasilan maka masyarakat diharapkan untuk bersatu agar sagilik, saguluk, saluwung- luwung, sabayantaka nyujur gemah, ripah, loh jinawi. (ad798)
Belasan Duktang Tanpa Identitas Dipulangkan
Mangupura (Bali Post) –
Belasan penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas di Kabupaten Badung dipulangkan. Mereka terjaring sidak yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat selama Januari 2020. Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara, mengatakan pihaknya berhasil menjaring puluhan penduduk pendatang tanpa identitas. Dari puluhan yang terjaring, 17 orang di antaranya dipulangkan. “Per Januari ini, kami memulangkan 17 penduduk pendatang yang tanpa identitas. Mereka rata-rata berasal dari Jawa dan Sumba. Kami juga menemukan gepeng sebanyak 26 orang,” ujar Suryanegara, Kamis (30/1) kemarin. Menurut Suryanegara, pihaknya telah melakukan penertiban duktang di wilayah Kecamatan Mengwi, Kuta, Abiansemal, dan Kuta Selatan. Sedangkan di wilayah Kecamatan Kuta Utara dan Petang belum dilaksanakan. “Sidak tergantung anggaran yang ada
di setiap desa, termasuk di kelurahan juga. Jadi, semuanya tidak berbarengan,” katanya. Suryanegara menjelaskan, sidak duktang langsung dilakukan oleh aparat desa setempat dengan menggandeng Tim Yustitusi Badung dari Satpol PP Badung. Hanya, sidak belum menjamah wilayah Kecamatan Kuta Utara dan Petang. “Dua wilayah itu saja yang belum dilakukan sidak duktang. Pelaksanaan sidak ini dilaksanakan untuk kewaspadaan dan deteksi dini dalam upaya pencegahan dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban umum,” terangnya. Terkait duktang tanpa identitas yang tidak dipulangkan, birokrat asal Denpasar ini mengatakan, lantaran mereka
Bali Post/kmb37
PENDATANG - Satpol PP Badung dalam sidak penduduk pendatang selama Januari 2020 berhasil menjaring puluhan pendatang tanpa identitas. ada penjaminnya yang merupakan orang setempat untuk dijadikan pekerjanya. Kendati demikian, tetap dibuatkan surat pernyataan dan surat jaminan kepada pekerjanya dengan melapor ke klian atau aparat desa setempat. “Mengenai beberapa desa di Kecamatan Kuta Utara dan Petang yang
Jelang Diluncurkan Awal Februari
Tiket Elektronik di Uluwatu Diuji Coba
UJI COBA - Suasana uji coba tiket elektronik di Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu. PENGELOLA Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu bersama Desa Adat Pecatu dan Pemkab Badung mematangkan penerapan tiket elektronik (e-ticketing) di objek tersebut sejak Senin (27/1) lalu. Rencananya, uji coba dilakukan selama seminggu sebelum dilaksanakan peluncuran. Menurut Manajer OWKL Pura Uluwatu, Wayan Wijana, uji coba pemanfaatan sistem teknologi ini didukung Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Pihaknya menargetkan sistem ini di-launching pada awal Februari. Sehingga, semuanya yang berhubungan dengan sistem ini siap dan betul-betul matang. Wijana menjelaskan, tujuan diterapkannya tiket elektronik ini supaya pihaknya mempunyai suatu hasil yang tercatat secara transparan dan akuntabel. Selain itu, langkah ini juga mengikuti perkembangan
zaman digital dengan sistem 4.0. “Kami tidak boleh tertinggal dan harus ikuti teknologi,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (30/1) kemarin. Wijana berharap, dengan diterapkannya sistem tiket elektronik ini, akan menjadikan sistem yang sudah baik akan menjadi lebih baik lagi. Dengan harapan akan mendapatkan multidimensi keuntungan baik menyangkut service maupun pendapatan. “Memang sebelumnya sistem sudah bagus, namun masih konvensional. Kini kami tingkatkan ke eticketing dengan support dari BPD Bali dan Februari ini kami akan launching seusai ujicoba,” ujarnya. Hal ini nantinya seiring dengan rencana pembangunan gate sistem dan barcode oleh prajuru desa adat bersama pemerintah. Tujuannya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke pengunjung.
Hal senada disampaikan Bendesa Adat Pecatu Made Sumertha. Pihaknya ingin mematangkan semua persiapan sistem baru ini sebelum dilakukan peluncuran. Dengan harapan memperkecil kemungkinan terjadi kesalahan setelah sistem berjalan. “Kami kira seminggu untuk uji coba sudah cukup agar lebih matang lagi,” ujarnya. Sumertha yang juga anggota DPRD Badung ini menambahkan, selama uji coba akan diketahui seberapa lajur atau gate sistem yang dibutuhkan dalam penerapan teknologi ini. Dengan begitu, pihaknya bersama pemerintah bisa menyiapkan gate yang representatif menunjang model ini. Termasuk sharing anggaran yang dibutuhkan dan pendapatan dengan pemerintah untuk persiapan gate tersebut. “Dari kunjungan kami ke Waterblow dibutuhkan anggaran sekitar Rp800 juta untuk itu. Walaupun nantinya kalau Pemkab Badung tidak menyiapkan anggarannya, kami di desa adat akan berupaya untuk itu,” ujar pungkasnya. Sekretaris Dinas Pariwisata Badung, A.A. Yuyun Hanura Eny, yang memantau uji coba tersebut mengatakan, secara umum persiapan yang dilakukan sudah bagus. Hanya saja karena ini berkaitan dengan jaringan memang perlu ada pematangan. Diakuinya, uji coba penerapan tiket elektronik di Uluwatu ini yang pertama untuk DTW di Badung. Hal ini rencananya sebabai pilot project untuk DTW lainnya di Badung. (k150)
belum melakukan sidak, karena permasalahan anggaran,” katanya. Ia menambahkan, penertiban duktang biasanya dilakukan pihak desa maupun kelurahan pada malam hingga subuh. Aparat desa yang turun meliputi perbekel, lurah, Linmas, pecalang, prajuru
desa adat dan klian banjar. “Duktang yang ditertibkan adalah duktang yang tidak memiliki identitas dan pekerjaan yang tidak jelas. Nanti yang menertibkan adalah Tim Yustitusi Badung. Selanjutnya hasil penjaringan ditindaklanjuti dengan tipiring,” tegasnya. (kmb27)
Jumat Umanis, 31 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mengelola Kebebasan Demokrasi Medsos SEBELUM zaman digital merebak, aksi mengeluarkan pendapat, unek-unek, masukan, kritik atau apa pun namanya lebih sering dilakukan di jalanan. Bisa oleh kelompok mahasiswa, buruh, pelajar, kalangan profesional atau siapa pun. Mereka-mereka ini seringkali diberi nama ‘’parlemen jalanan’’. Entah mengapa istilah ini muncul dan ‘’disosialisasikan’’ oleh media massa, terutama koran. Boleh jadi karena kanal komunikasi politik yang sejatinya dijalin oleh para anggota parlemen dengan pemerintah tidak jalan, atau tersendat-sendat. Bisa jadi begitu. Atau komunikasi rakyat dengan wakilnya di lembaga legislatif yang tidak begitu nyambung. Alhasil, saat itu ‘’parlemen jalanan’’ begitu sangat populer. Saat ini perkembangan teknologi komunikasi massa berkembang begitu hebatnya, area jalanan pun berpindah ke dunia maya. Berbagai aksi yang dulunya dilakukan di jalan, pindah ke ruang-ruang media sosial. Mengikuti perkembangan teknologi, audiovisual kini menjadi pilihan dengan berbagai tekniknya. Pesan serta kritik, masukan, opini menjadi begitu berseliweran di dunia maya. Orang mengemukakan pendapat kini begitu bebas. Begitu realtime sehingga tidak lagi mesti menunggu esok harinya kalau dimuat di koran, sebagai media konvensional. Media milenial pun kini bertebaran sehingga setiap detik berita atau peristiwa bisa diperbarui. Begitulah canggih dan luar biasanya perkembangan media massa saat ini. Walau begitu, ‘’parlemen jalanan’’ tetap saja ada dan dilakukan sekali-sekali. Tetapi yang jelas, migrasi dari jalanan ke media sosial ini memang sangat tidak terelakkan. Sangat masif dan berdampak luas. Itulah makanya, sebagai netizen atau warganet atau masyarakat pengguna jaringan internet, pemerintah kemudian membuat rambu-rambu berupa Uandangundang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Walaupun tidak sempurna, ini memberikan batasan-batasan, rambu-rambu, serta warning kepada warga negara pengguna internet agar berlaku adab di media sosial. Semua ada aturannya, sehingga tidak serta merta menebar fitnah, berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, hal-hal yang megandung SARA dan sebagainya. Semuanya mesti dilakukan sesuai dengan undangundang tersebut. Demokrasi yang dibangun mestilah punya batasan-batasan. Bukan pada substansinya tetapi pada cara-caranya. Demokrasi kerakyatan yang dikembangkan mengenal cara-cara elegan. Tidak saja melalui mekanisme lewat wakil rakyat tetapi juga -- tidak bisa dimungkiri -- lewat media sosial dengan cara yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena memang, sebenarnya kolaborasi lewat media konvensional, media milenial serta lewat legislasi para wakil rakyat, setidaknya merupakan sebuah jurus cukup ampuh untuk membuka ruang komunikasi, terutama dengan pemerintah agar lebih fair, transparan dan terang benderang.
POJOK Pedagang di Tabanan dilatih manajemen dan dibantu permodalan. - Pemasaran jadi kendala. ***
Beri Efek Jera SPBU Nakal DUGAAN kecurangan oknum petugas SPBU di Ubud saat melayani pembelian BBM bukanlah kasus luar biasa. Masalah seperti ini sudah lazim di berbagai daerah. Ironisnya, belum juga ada efek jera sehingga kecurangan terulang. Banyak konsumen yang telah dirugikan terpaksa diam. Mereka sudah menganggap slogan pelayanan Pertamina ‘’mulai dari nol’’ hanya lip service, manis diucapkan tetapi implementasinya dipertanyakan. Sungguh sangat disayangkan, akibat kecurangan petugas di satu SPBU, nama baik penyedia layanan bahkan Pertamina tercoreng. Dari sisi bisnis sebenarnya ini sangat merugikan. Maka dari itu, sebagian besar netizen di akun Facebook @balipost menunggu adanya sanksi tegas bagi oknum petugas maupun SPBU nakal. Sekali lagi, demi memberikan efek jera pada pelaku. Netizen berharap pembenahan demi peningkatan kualitas pelayanan konsumen dilakukan di semua aspek. Tidak saja oleh pengelola layanan, tetapi juga oleh pemerintah beserta instansi penegak hukum. I Nyoman Susila Pemilik mestinya bertanggung jawab. Memang ada SPBU oknumnya curang. Cepat atau lambat pasti akan sepi. Owner mestinya bisa membaca hal ini kecuali memang terjadi pembiaran. Printer rusaklah, disuruh terlalu maju kalau pakai mobil, diajak ngobrol, itu sudah biasa. Owner harus peduli dengan hal seperti ini. Dewa Sadia Tidak hanya di sana, rata-rata seperti itu. Selisih kekurangan kalau beli Rp30 ribu ke atas antara Rp3 ribu sampai Rp7 ribu. Tapi banyak orang tidak mempermasalahkan. Ikhlas, tapi tetap percaya dengan hukum karma. Namun yang lagi apes, tetap proses hukum buat pembelajaran bagi yang lain.
Wayan Astina Baguslah ini polisi yang bertindak karena sudah merupakan kasus nyeleneh. Mungkin bukan ini saja yang sudah dirugikan. Semoga jadi pelajaran untuk pegawai SPBU lainnya agar tidak meniru yang seperti ini. Anggara Giri Hanya saran, seharusnya semua Pertamina ada khusus pengisian self service, meskipun ribet mengisi sendiri tapi meminimalisir kecurangan dari si pegawai SPBU. Ini juga bisa mengirit jumlah staf. Ketut Dirga Kasihan juga. Mungkin karena gaji yang kurang mendukung untuk uang dapur, akh-
irnya sedikit curang. Semoga badai cepat berlalu. Cika Riska Kalau tidak kepepet banget, tidak akan beli di situ. Sebenarnya sudah tahu dari lama, tapi malas bersuara. Baguslah kalau sudah diproses. Darma Cenixs Pembohongan masyarakat ini harus ditindak tegas biar ada efek jera. Kalau semua SPBU begini kasihan masyarakatnya. Kalau tidak diproses, sama dong dengan melindungi penipu masyarakat. Yus Arimbawa Harus ada pengawasan dan penindakan yang tegas dari pihak berwenang. Banyak oknum SPBU yang ‘’bermain’’. Katsu Yama Yang saya herankan, kok bisa tidak kena pasal, itu kan sudah termasuk penipuan. Kalau tidak kena pasal, pasti akan berulang kali ada yang seperti ini, karena merasa toh juga kalau ketahuan tidak bakal dipenjara.
Ketut Santosa Bagi pemilik pom bensin, tolong cek pegawainya tiap hari bagaimana mereka melayani pelanggan. Dewa Juli Purwanta Lapor saja di call center. Masak pemilik tidak mau tanggap. Kalau sudah ketahuan akan jadi sepi. Mari kasih pelajaran. Ady Jaya Kusuma Pasti sudah lama dilakukan. Proses hukum! Ini penipuan. Sudah banyak pasti yang kena tapi tidak sadar. Ini ada bukti dan saksi, harus dituntut ini. Tut Fickar Angin yang keluar bukan bensin. Shvetaketu Tangkap dan sanksi buat pompa bensin yang bersangkutan. Krisna Ananta Makanya bilang full tank. Setelah penuh bareng lihat meteran dan total harga, bayar deh.
Pendidikan Hari Ini, Unwar Gelar Wisuda Ke-62
Lepas 217 Orang Sarjana MELEPAS sebanyak 217 orang sarjana, Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar upacara Wisuda Sarjana ke-62 Periode I Tahun 2020 di lingkungan kampus Unwar, Jumat (31/1) pagi ini. Jumlah wisudawan ini berasal dari Fakultas Hukum sebanyak 27 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 10 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 143 orang, Fakultas Sastra 11 orang, Fakultas Pertanian 17 orang, Fakultas Teknik dan Perencanaan 6 orang, dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 3 orang. Menariknya, dari jumlah ini, sebanyak 93,09% wisudawan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3.00, lulus tepat waktu 76,04%, serta menyelesaikan tugas akhir kurang dari enam bulan sebanyak 63,5%. Dengan demikian, jumlah alumnus Unwar keseluruhan menembus angka 31.546 orang. ‘’Catatancatatan penting ini menggambarkan bagaimana kualitas output kami pada wisuda di awal tahun 2020 ini. Dari segi IPK sudah sangat baik, hanya persentase lulus tepat waktu perlu digenjot lagi,’’ ujar Rektor Unwar Prof. dr.
I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. didampingi para wakil rektor dan Kepala BAPPSIK Unwar di sela konferensi pers, Kamis (30/1) kemarin. Menyikapi persaingan yang kian kompleks dan kompetitif, menurut Prof. Widjana, pihaknya secara terus-menerus dan berkelanjutan berbenah diri. Perbaikan ini dilakukan secara menyeluruh, baik di internal maupun eksternal membuka jaringan dengan berbagai pihak. Usaha yang dilakukan mulai dari penerimaan mahasiswa baru yang menerapkan layanan sistem online secara penuh. Dengan penerapan sistem ini calon mahasiswa hanya datang pada saat pelaksanaan testing Penmaru (Penerimaan Mahasiswa Baru) dengan petunjuk yang jelas untuk tempat duduk dan ruangan yang harus dimasuki. Terkait Penmaru tahun akademik 2019/2020 jumlah yang teregistrasi 3.388 orang. Dengan demikian jumlah mahasiswa yang aktif 11.957 orang. Selain itu, pada tahun 2019 Unwar juga menerima 60 mahasiswa asing angkatan ke-6 yang mulai kuliah
pada tanggal 1 September 2019 dan telah dilepas pada tanggal 20 Desember 2019 yang lalu. Selanjutnya untuk angkatan yang ke-7 akan mulai kuliah mulai tanggal 1 April 2020 dan mereka akan belajar selama empat bulan. Ini membuktikan sebagai langkah awal Universitas Warmadewa ingin mencapai visi untuk go global pada tahun 2034. Sementara itu, guna meningkatkan kompetensi lulusan telah diterapkan Kurikulum Pendidikan Tinggi sejak tahun 2016, dengan berbagai istrumen input sebagai pendukung utama, seperti perpustakaan yang berbasis e-Library, e-Repository dan penerapan pembelajaran yang berbasis e-Learning. E-Learning yang diimplementasikan berbasis model kombinasi dengan sumber belajar/penerbit E-Wiley yang bisa diakses oleh dosen, mahasiswa dan setiap saat e-book yang ada pada sistem diperbarui. Dengan penerapan e-Learning akan meningkatkan akses belajar mahasiswa, karena bisa mengikuti pembelajaran dari mana pun dan kapan pun, sehingga akan memberikan peluang bagi maha-
GELADI BERSIH - Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. (2 dari kiri) didampingi Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. (kiri), Wakil Rektor II Ni Putu Partamawati, S.E., M.M. dan Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. (2 dari kanan) berfoto bersama pada acara geladi bersih wisuda ke-62, Kamis (30/1) kemarin. siswa yang terhalang oleh waktu, apalagi yang sudah bekerja. Di samping itu, instrumen penunjang pembelajaran terus ditingkatkan seperti fasilitas laboratorium yang akan terakreditasi agar menjadi sumber income generating. Dalam penguatan bidang
kelembagaan telah turun izin operasional vokasi sebanyak dua program studi, yaitu Sarjana Terapan (D-4), Akuntansi Perpajakan dan D-3 Sistem Informasi Akuntansi. Program vokasi ini dirancang agar lulusannya siap kerja dan sangat dibutuhkan oleh dunia usaha. (ad772)
Senator Mediasi Pemekaran Banjar Adat di Desa Adat Kubu Juntal Karangasem
Hadir di Bunutan, Wedakarna Ingatkan Investor Hargai Peternakan Babi Masyarakat Adat
Jokowi teken Perpres perubahan IHDN menjadi Universitas Hindu Negeri. - Selamat. *** Tanpa identitas, belasan penduduk pendatang di Badung dipulangkan. - Untuk tertib administrasi.
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Arya Wedakarna bersama Bupati Karangasem I Gusti Mas Sumatri saat mediasi di Kantor Bupati dan bersama warga Bunutan Karangasem.
SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir di Karangasem untuk membantu menyelesaikan sejumlah isu di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kepastian hukum kaum marhaen. Hal ini ditunjukkan langsung Senator Arya Wedakarna (AWK) saat hadir di Kantor Bupati Karangasem menindaklanjuti aspirasi pemekaran banjar adat di Desa Adat Kubu Juntal, Karangasem. DPDRI Provinsi Bali menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil sejumlah pejabat terkait seperti Bupati Karangasem, Dinas Kebudayaan, Kesbanglinmas, Camat, Perbekel, Ida Bendesa Adat dan pihak yang bertikai yakni Banjar Adat Kubu dan banjar adat yang dimekarkan. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyampaikan aspirasi dan argumentasinya dan meminta keadilan atas masalah yang mereka alami. Pihak banjar induk tidak berkenan pemekaran dengan landasan Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, di satu sisi Banjar Adat Graha Canthi menyampaikan alasan pemekaran telah mendapat
rekomendasi resmi dari Majelis Madya Desa Adat di Karangasem dan untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat. Terkait itu, AWK menyampaikan pandangannya bahwa pemekaran setiap wilayah haruslah mengikuti kaidah dan prosedur yang baik, dan pemekaran wilayah itu merupakan hak dari setiap warga negara. ‘’Jangankan urusan banjar adat, jika ada provinsi mau mekar saja negara wajib mengakomodir asal sesuai aturan. Saya melihat dasar hukum pemekaran Banjar Graha Canthi sudah kuat, bahkan pernah teregister di Pemkab Karangasem. Di satu sisi kita perlu periksa argumentasi dari pihak Desa Adat Kubu dengan menggunakan Perda Desa Adat 2019. Sekarang tinggal Majelis Desa Adat (MDA) di tingkat provinsi bisa memutuskan melalui banding yang ada,’’ ungkap AWK. Dan fungsi DPD-RI adalah untuk mengikat keputusan pertemuan di Kantor Bupati agar diikuti oleh seluruh pihak. ‘’Setiap masalah yang ditangani oleh DPD-RI kan punya kekuatan hukum. Jadi dengan adanya berita acara ini, semua pihak baik Banjar Kubu dan Banjar Graha
Canthi harus mengikuti dan menghormati apa pun keputusan dari MDA Provinsi. Intinya ngiring damai, ngiring pasikian dan bersatu membangun Karangasem,’’ ungkap AWK. Hal senada juga diungkapkan Senator AWK saat hadir di Desa Bunutan, Karangasem di kawasan wisata Amed, terkait keberatan investor terhadap kandang babi milik kaum marhaen. Pihak investor sempat mensomasi peternak babi namun telah ditemui jalan win–win solution. ‘’Saya meminta investor jangan sedikit–sedikit main lapor. Tidak baik jika warga adat di Bali diperlakukan tidak pada tempatnya. Utamakan dialog Pancasilais, musyawarah mufakat. Ini lebih baik dibanding hanya melapor dan mensomasi. Dan saya minta investor segera bantu biaya pembangunan septic tank sesuai kesepakatan dengan peternak. Di satu sisi, jadikan ini mulat sarira agar seluruh peternak babi di Bali juga menjaga kondisi peternakan dan kebersihan dari kawasan. Sudah saatnya Bali memiliki kandang yang modern, bersih dan juga tidak mengganggu pariwisata. Semua mulat sarira,’’ ungkap Gusti Wedakarna. (ad787)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
Pedagang Dilatih Manajemen, Dibantu Permodalan PT SUMBER Alfaria Trijaya Tbk. selaku pengelola jaringan Alfamart membantu usaha mikro masyarakat melalui bantuan permodalan. Kucuran modal ini disupport Toko Modal (PT Toko Modal Mitra Usaha) bekerja sama dengan pemilik warung kecil yang sudah menjadi mitra Alfa Mikro, program pemberdayaan warung milik Alfamart. Program ini juga sekaligus mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) untuk memanfaatkan teknologi digital. Caranya dengan mengunduh di Play Store sehingga para pemilik warung mendapatkan kemudahan memesan barang yang diinginkan. “Aplikasi Alfa Mikro sederhana dan sudah sangat mempermudah pemilik warung yang jadi member kami. Kini semakin dipermudah dengan support pinjaman modal dari Toko Modal. Pesan dulu semua barangnya, bayar belakangan,” tutur Imam Safii selaku Store Sales Point (SSP) Coordinator Alfamart di sela-sela pelatihan manajemen ritel bagi pedagang eceran UMKM dari wilayah Kabupaten Tabanan di Kantor Desa Kaba-Kaba, Kamis (30/1) kemarin. Mengusung tagline “Sahabat Usaha Mikro untuk Rakyat”, Alfa Mikro dan Toko Modal memastikan banyak keuntungan bagi pemilik warung yang bergabung menjadi mitra. “Artinya, ada jeda waktu untuk memutarkan barang dagangan. Sangat cocok membantu
PELATIHAN MANAJEMEN - Suasana pelatihan manajemen pemilik warung kecil yang sudah menjadi mitra Alfa Mikro, program pemberdayaan warung milik Alfamart, digelar Kamis (30/1) kemarin di Tabanan. usaha mereka,” ucap Imam menambahkan. Syarat bagi pemilik warung yang ingin bergabung menjadi member itu sangat mudah. Keuntungannya, memesan barang mudah dan cepat, pendanaan eksklusif dengan biaya terjangkau dan pembayaran tagihan mudah di toko Alfamart. Dia mengatakan, dalam sesi pelatihan manajemen ritel tersebut, peserta umumnya adalah pedagang eceran. Mereka mendapatkan pengetahuan materi terkait teknik menata barang, pengetahuan produk, cash flow, hingga melayani konsumen. Branch Manager Alfamart Bali Yulyanto mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah guna mendukung program meningkatkan keberlangsungan UMKM supaya terus tumbuh dan berkembang. Ia me-
nambahkan, pelatihan yang melibatkan para pedagang warung itu digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko. “Tujuannya, mengajak para pelaku UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Pelaku UMKM sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil,” ujarnya. Ia mengatakan pelaku UMKM perlu dibekali ilmu manajemen agar memiliki daya saing. “Terutama pelatihan hari ini lebih lengkap dari biasanya, karena kami menambahkan materi bisnis online di dalamnya,” ucapnya. (ad786)
Sembilan Calon PPK Gugur Tes Tulis
Tabanan (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan menggelar tes tulis calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Tahun 2020. Tes tulis itu dilaksanakan di Kampus Universitas Tabanan (Untab), Kamis (30/1) kemarin. Hanya dari 122 orang calon PPK yang lulus seleksi administrasi itu, 9 orang tidak hadir mengikuti tes tulis. Mereka pun akhirnya langsung dianggap gugur. Dari data yang dihimpun, 9 orang itu berasal dari Kecamatan Pupuan 1 orang, Selemadeg 2 orang, Selemadeg Barat 2 orang, Baturiti 1 orang, Tabanan 1 orang, dan dari Kecamatan Penebel 2 orang. Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, yang ikut membantu sekaligus memantau langsung kegiatan itu mengatakan, sebelum dilaksanakan ujian tes tulis PPK, petugas KPU telah mensterilkan ruangan.
TES TULIS - Para peserta calon PPK Pilkada Tabanan 2020 sedang mengikuti tes tulis, Kamis (30/1) kemarin. Tes tulis dimulai pukul 14.00 Wita diawali pembacaan tata tertib oleh I Wayan Sutama yang merupakan Komisioner KPU Tabanan. Dalam tes tulis itu tampak hadir Komisioner KPU Bali Anak Agung Raka Nakula yang merupakan Koordinator Wilayah Kabupaten Tabanan, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan bersama beberapa orang staf. ”KPU Tabanan sudah menjalankan perekrutan
Badan Ad Hoc (PPK) sesuai tahapan,” ujar I Ketut Narta, salah satu anggota Bawaslu Tabanan. Hasil tes tulis itu akan diumumkan tanggal 3 - 5 Februari 2020. “Pengumuman resmi hasil tes tulis bisa dilihat pada website KPU Tabanan, Papan Pengumuman KPU Tabanan, dan yang bersangkutan akan dihubungi melalui telepon,” kata komisioner KPU Tabanan Ni Putu Suaryani. (kmb28)
Kondisi Atap Rapuh
Desa Penarukan Ajukan Perbaikan Wantilan KONDISI gedung wantilan Desa Adat Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan sepintas terlihat masih kokoh. Namun jika secara seksama diamati dari dekat, bangunan yang didirikan secara swadaya krama setempat tahun 1995 itu sudah tidak representatif lagi. Salah satunya pada bagian atapnya tampak melengkung. Karenanya sangat dikhawatirkan atap itu terjatuh. Lalu berapa alokasi dana diperlukan untuk keperluan renovasi wantilan itu? Perbekel Desa Penarukan, I Putu Rai Suteja, mengatakan kondisi bangunan di bawahnya memang masih kuat. Hanya di bagian atas khususnya atap sudah mulai rapuh. Menurutnya, wantilan ini tidak hanya digunakan rapat atau paum krama saja, juga sebagai penunjang aktivitas keagamaan lainnya. Keberadaan wantilan menghidupkan potensi krama desa lainnya. Sebagai contoh wantilan itu sebagai tempat latihan berkesenian. Tempat penyelenggaraan hiburan juga sosialisasi program adat maupun fungsi ekonomi lainnya. Bisa juga digunakan pelatihan menari, magambel dan masih banyak kegiatan lainnya. ‘’Bagian atap memang perlu direnovasi. Begitupun saka (pilar) rencananya ditempel menggunakan style Bali. Sudah
pernah perbaikannya disampaikan ke provinsi dan kabupaten namun sebatas lisan saja. Kami sudah rancang pengajuan proposal. Dalam waktu dekat proposal itu kami serahkan,’’ terangnya, Kamis (30/1) kemarin. Ia pun menghitung asumsi total anggaran yang diperlukan untuk perbaikan wantilan itu sebesar Rp1,5 miliar. Diharapkan bisa segera terealisasi. Alasannya, banyak kegiatan dilaksanakan di wantilan tersebut. Seperti olahraga, senam lansia, dan olahraga hidup baru. ‘’Banyak aktivitas warga di sini. Dikhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Apalagi di sini juga ada TK/ PAUD. Jadi banyak anakanak bermain di wantilan ini. Semoga tidak terjadi yang tak diinginkan, sebab atapnya su-
ATAP RAPUH - Wantilan Desa Adat Penarukan, Kerambitan, tampak terlihat kokoh, namun kondisi atap mulai rapuh dan perlu dilakukan perbaikan.
dah rapuh,’’ terangnya. Harapannya bisa terealisasi di tahun 2020. Karena Desa Penarukan terus berbenah seperti dilakukan pavingisasi jalan desa dari luas jalan 1,2 kilometer sudah terealisasi hampir 70 persen. ‘’Target pavingisasi selesei tahun 2020. Hanya tersisa sekitar 800 meter lagi,’’ pungkasnya. (bit)
DIKUBUR - Bangkai babi yang nyangkut di Bendungan Telaga Tunjung belum lama ini, sudah dikubur warga guna menghindari pencemaran lingkungan.
Pasca-Ada Bangkai Babi
Perumda TAB Pastikan Kualitas Layanan Air Tak Terdampak Tabanan (Bali Post) –
Pascatemuan bangkai babi di Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan belum lama ini banyak pihak yang mengkhawatirkan hal itu berdampak terhadap kualitas air yang ada. Apalagi, Bendungan Telaga Tunjung itu merupakan salah satu dari sekian banyak sumber mata air baku yang diolah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan, untuk memenuhi kebutuhan air minum warga. Namun, hal itu dibantah Kepala Bagian (Kabag) Hubungan dan Langganan Perumda TAB, Bambang Gunawan, Rabu (29/1) lalu. Menurutnya, pihaknya menjamin kualitas air yang bersumber dari Bendungan Telaga Tunjung, yang didistribusikan kepada pelanggan itu aman-aman saja dikonsumsi. “Kualitas air ke pelanggan masih aman kok. Karena sebelum air itu didistribusikan ke konsumen, telah dilakukan pengolahan. Salah satunya, pengolahan air itu menggunakan bahan kimia (kaporit). Memang prosedurnya seperti itu. Tujuannya menetralisir kuman-kuman yang dimungkink-
an terbawa,” terang Bambang Gunawan disetujui Kasubag Humas Perumda TAB, Wayan Agus Suanjaya. Setiap bulan secara rutin tambah Bambang Gunawan, selalu dilakukan uji laboratorium. Bercermin dari itu, air yang didistribusikan atau diterima pelanggan dipastikan aman dan sudah layak. Uji laboratorium itu, kata Gunawan, dengan mengambil sampel di setiap sumber air yang digunakan, untuk kemudian dibawa Dinas Kesehatan
Provinsi Bali. Distribusi air yang dimanfaatkan dari Bendungan Telaga Tunjung itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Kerambitan dan Selemadeg Timur. Total konsumennya mencapai sekitar 3.000-an. Terkait layanan air bersih ke pelanggan itu sudah mulai maksimal. Terbukti keluhan khususnya terkait layanan itu sudah mulai menurun sebulan terakhir ini. Hal itu sejalan dengan layanan air bersih yang sempat diberlakukan
penggiliran di sejumlah tempat. Namun, sejak awal Januari ini hal itu sudah kembali normal. Di tempat terpisah, warga Desa Cepaka, Kecamatan Kediri kembali menerima bangkai babi ‘kiriman’ dari daerah hulu yang dialirkan ke sungai Yeh Penet, Badung. Perbekel Desa Cepaka, I Ketut Tedja, mengatakan tidak bisa berbuat banyak. Apalagi harus geram akan kelakuan oknum yang membuang bangkai babi ke sungai itu. “Ini datang lagi bangkai kiriman dari hulu. Infonya dari Klian Dinas Cepaka sore ini, lalu apa yang harus saya lakukan. Bahkan, kemarin warga kami sudah mengubur lima bangkai yang nyangkut, dua yang di rumah penduduk. Sepertinya tidak ada respons apapun yang diintruksikan oleh pemerintah,” ucapnya. (kmb28)
Puluhan ”Pangiring” Diperiksa Tim Kesehatan
Mayoritas Kelelahan dan Kaki Terluka Tabanan (Bali Post) Hingga hari kedua kegiatan pamelastian serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya, Kecamatan Penebel, Kamis (30/1) kemarin, ribuan krama masih tetap antusias mengikuti iring-iringan mengantarkan Ida Batara ke Segara Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Namun, hanya beberapa krama yang ngiring melasti memanfaatkan perawatan dari tim kesehatan, khususnya di posko yang telah disediakan Dinas Kesehatan Tabanan. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, mengatakan krama yang datang ke posko kesehatan mayoritas karena kelelahan dan juga tersandung hingga terkelupas kukunya. Tidak sedikit yang pusing, termasuk keram. ’’Ada puluhan,
tapi data pastinya saya tidak bawa. Yang banyak pasien mengalami kelelahan. Ada juga yang pingsan,’’ ujarnya, Kamis kemarin. Dari dua puluhan pasien hanya dua di antaranya, kata Suratmika, harus dirujuk. ‘’Tapi mereka hanya sebatas dirujuk ke Puskesmas Rawat Inap Penebel. Kemudian sudah bisa pulang,’’ katanya. Tercatat pos kesehatan yang disiapkan di Gedung Kesenian Ketut Maria yang paling banyak merawat pasien. Meski demikian, Suratmika menyebutkan, sejauh ini pelaksanaan pamelastian berjalan lancar. Pihaknya masih bisa menangani keluhan yang berkaitan dengan pangiring. ‘’Ini baru hari kedua, masih ada dua hari lagi. Sampai hari ini aman-aman saja. Kita bisa cover semuanya. Mudah-mudahan tidak ada masalah be-
PERIKSA PANGIRING - Tim kesehatan saat melakukan pemeriksaan terhadap krama pangiring Pamelastian Karya Agung Pangurip Gumi. sar hingga rangkaian melasti ing-masing pos terdiri atas ini berakhir,’’ harapnya. 5 orang tenaga medis dan Menurutnya, tim kese- paramedis. Bahkan ada petuhatan siaga penuh menyuk- gas yang ikut berjalan kaki seskan proses pamelastian guna memastikan kondisi Karya Agung Pangurip Gumi kesehatan umat. di Pura Luhur Batukau. Seti‘’Kita juga siapkan mobil daknya, ada 15 pos kesehatan ambulans. Kita ingin pasyang disiapkan sepanjang tikan seluruh rangkaian jalur melasti khususnya di upacara ini berjalan dengan lokasi pasimpangan. Mas- lancar,’’ katanya. (kmb28)
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
Anjlok, Kunjungan Wisatawan ke Pura Desa Batuan
Bali Post/kmb35
WISATAWAN - Pecalang membantu menyeberangkan wisatawan yang berkunjung ke Pura Desa Batuan, Kamis (30/1) kemarin.
In Memoriam Mayjen TNI (Purn) Ir. I Wayan Gunawan
Upacara Pengabenan Almarhum akan Digelar di Bali
MANTAN Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Mayjen TNI (Purn) Ir. I Wayan Gunawan, yang berpulang tanggal 27 Januari lalu, selain dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, rencananya juga akan dilangsungkan upacara pengabenan secara adat dan agama Hindu di Bali. ‘’Untuk pelaksanaan upacaranya masih menunggu hari baik dan keputusan keluarga di Bandung,’’ ujar salah seorang keponakan almarhum, I Wayan Geria, Kamis (30/1) kemarin. Geria menjelaskan, selama ini almarhum tinggal di Jalan Sukahaji Indah Nomor 8 Bandung. Di masa karier militernya, putra Bali ini pernah ikut dalam operasi militer ke Malaysia. Ayahanda Dody Irawan ini meninggal
di usia 75 tahun di Rumah Sakit Salamun Cimbuleuit, pukul 06.47 WIB. Pihak keluarga meluruskan bahwa almarhum yang meninggalkan satu istri dan tiga orang anak ini meninggal karena faktor usia, bukan akibat
stroke maupun sakit jantung. ‘’Mewakili keluarga, kami menyampaikan terima kasih atas ucapan belasungkawa dari masyarakat Hindu kepada alamarhum, sekaligus meminta maaf apabila selama hidup almarhum ada berbuat salah,’’ katanya. Di luar dunia militer, almarhum pernah menjabat Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI pada periode 1997-2000. Almarhum dilantik menjadi Dirjen Bimas Hindu dan Buddha yang kelima. Pada masa jabatannya, berdirilah Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Denpasar, berdasarkan atas Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 1999 tertanggal 3 Maret 1999 tentang pendirian STAHN Denpasar yang ditandatangani oleh Presiden RI (Prof. Dr. BJ Habibie). (dar)
Gianyar (Bali Post) Eksistensi subak saat ini makin terancam akibat derasnya laju alih fungsi lahan. Apalagi, sektor pertanian kini krisis generasi penerus karena minimnya jumlah generasi muda yang mau turun bertani. Oleh karena itu, perlu ada langkah serius untuk memastikan eksistensi subak ke depan. Ketua Yayasan Mandhara Research Indonesia (MRI) Ir. Ida Bagus Sukarya didampingi Pekaseh Subak Gede Masceti I Ketut Sugata menegaskan hal itu, Kamis (30/1) kemarin. Sukarya mengatakan, eksistensi subak wajib dijaga karena keberadaan organisasi tradisional subak itu tumbuh sejak ribuan tahun lalu dan jauh lebih tua dari desa adat. Namun, kini eksistensinya justru
terancam. ‘’Kini subak makin terancam akibat tingginya alih fungsi lahan. Apalagi, kondisi SDM petani yang sangat lemah dan generasi milenial yang seharusnya akan melanjutkannya kurang berminat terjun langsung di sektor pertanian,’’ ujarnya. Mempertimbangkan persoalan itu, katanya, keberadaan subak sangat urgen untuk diberdayakan kembali sebagai organisasi sosial religius, dalam peran dan fungsinya sebagai mata pencaharian hidup masyarakat. ‘’Untuk menjaga, memelihara, dan meningkatkan posisi tawar subak, sudah seharusnya memberi peran yang lebih besar kepada subak agar dapat mengemban fungsinya secara lebih maksimal,’’ tegasnya.
Menurut Sukarya, salah satu langkah yang perlu dilakukan dengan mengembangkan forum subak di setiap desa dalam wadah Tri Baga Upadesa. ‘’Dengan demikian, diharapkan peran kepala desa dapat mensinergikan desa adat dan forum subak di desa untuk membantu memberikan solusi terhadap permasalahan alih fungsi lahan,’’ jelasnya. Ia menambahkan, subak yang bersifat sosiokultural mesti dikembangkan sebagai lembaga ekonomi, dengan mengembangkan koperasi tani pada setiap subak atau subak gede di Bali. ‘’Sebagaimana halnya pada setiap desa adat dikembangkan LPD. Perda subak agar direvisi dan ditambahkan dukungan pendanaan kepada subak,’’ pintanya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Satpol PP Gianyar mengintensifkan gelaran sidak untuk menertibkan vila yang tidak berizin di wilayah Kecamatan Ubud. Ada tiga vila bodong alias belum mengantongi izin yang menjadi sasaran petugas. Para pengelola vila bodong ini langsung diberikan surat peringatan (SP) I. Yang bersangkutan juga dipanggil ke Kantor Satpol PP Gianyar. Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha, mengatakan sidak ini bermula dari jajarannya yang melakukan patroli lapangan beberapa waktu lalu. Hasilnya, ditemukan
sejumlah vila sedang dalam tahap pengerjaan di wilayah Kecamatan Ubud. ‘’Kami rutin melakukan patroli. Salah satunya untuk mengecek pembangunan akomodasi yang sedang dikerjakan,’’ kata Watha, Kamis (30/1) kemarin. Menurut Watha, tiga vila di lokasi yang berbeda ini sudah pernah didatangi petugas dan diberikan pembinaan untuk mengurus izin. Namun saat kembali didatangi Kamis kemarin, petugas yang ada di proyek vila tersebut tetap tidak bisa menunjukkan izin. ‘’Ketiga pengelola vila ini tetap tidak bisa
menunjukkan izin,’’ katanya. Mendapati temuan itu, katanya, pihaknya langsung menjatuhkan SP I untuk ketiga vila yang ada di lokasi berbeda tersebut. Pengelola vila selanjutnya diminta datang ke Kantor Satpol PP Gianyar. ‘’Ketiga pengelola vila itu dipanggil untuk dimintai keterangan, Senin mendatang,’’ katanya. Apabila pengelola ketiga vila tersebut tetap membandel, kaya Watha, pihaknya akan melanjutkan proses dengan menjatuhkan SP II hingga SP III. ‘’Kalau tetap membandel, maka vila tersebut bisa ditutup,’’ tegasnya. (kmb35)
Eksistensi Terancam Subak Wajib Diberdayakan
Pengelola Vila Bodong Diberikan SP I
Bali Post/kmb35
SIDAK - Petugas Satpol PP Gianyar saat melakukan sidak ke vila yang sedang dalam tahap pengerjaan di wilayah Kecamatan Ubud, Kamis (30/1) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Pelarangan warga Tiongkok bepergian ke luar negeri akibat mewabahnya virus Corona tidak hanya berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Ubud. Pura Puseh Desa Batuan, Desa Batuan Kecamatan Sukawati yang selama ini menjadi objek favorit yang dikunjungi wisatawan Tiongkok juga mengalami penurunan kunjungan. Pantauan Bali Post, Kamis (30/1) kemarin, anjloknya kunjungan wisatawan sudah terlihat dari berkurangnya bus-bus besar yang parkir di depan areal pura. Kendaraan yang terlihat parkir di areal pura tersebut hanya sejumlah mobil guide. Di areal Wantilan Pura Puseh Desa Batuan itu tampak sepi, hanya ada beberapa wisatawan yang terlihat meminjam kamen dan selendang. Pecalang Pura Puseh Desa Batuan, I Ketut Ariana, mengatakan jam-jam puncak kunjungan terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 Wita. Namun dalam sepekan terakhir,
jam-jam tersebut tidak terlalu padat. ‘’Biasanya siang sudah ada tiga sampai lima bus yang parkir. Siang ini sama sekali tidak ada,’’ ujarnya. Untungnya masih ada sejumlah wisatawan mancanegara di luar wisatawan Tiongkok yang datang berkunjung. Khususnya wisatawan dari Eropa dan Australia. ‘’Sejak adanya info wabah virus Corona itu, kunjungan wisatawan ke sini sangat sepi. Pasalnya, 80 persen tamu yang ke sini merupakan wisatawan Tiongkok dan 20 persen lagi merupakan wisatawan campuran dari berbagai negara,’’ jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Batuan I Made Djabur mengakui terjadinya penurunan kunjungan wisatawan ke Pura Puseh Desa Batuan. Dikatakan, selama ini wisatawan Tiongkok memang mendominasi kunjungan ke pura tersebut. ‘’Ya, memang turun drastis,’’ ujarnya. Menurut Djabur, merebaknya wabah virus Corona di Wuhan, Tiongkok memang
berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Pura Desa Batuan dan Cagar Budaya Pura Puseh Batuan. ‘’Karena warga negara Tiongkok memang dilarang untuk bepergian ke luar negeri, jadi otomatis kunjungan ke sini turun drastis,’’ katanya. Djabur menambahkan, pihaknya mendata penurunan kunjungan wisatawan mencapai 50 persen dari kunjungan sebelumnya yang mencapai sekitar 1.000 orang per hari. Kendati begitu, pihaknya tidak sampai meliburkan pecalang maupun petugas pasang kain. ‘’Semua bertugas seperti biasa, tidak ada yang diliburkan. Hanya pendapatan menjadi turun,’’ jelasnya. Djabur berharap wabah virus Corona secepatnya bisa diatasi, sehingga kondisi pariwisata di Gianyar khususnya kunjungan ke Pura Desa Batuan kembali normal. ‘’Kami berharap kondisi ini bisa segera diatasi, supaya kunjungan wisatawan kembali pulih,’’ ujarnya. (kmb35)
Puluhan Babi Mati Mendadak di Banjar Abasan
Gianyar (Bali Post) -
Puluhan ekor babi mati secara misterius di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati sejak sepekan lalu. Uniknya, puluhan babi itu mati dengan gejala berbeda. Dinas Pertanian Gianyar yang juga membawahi bidang peternakan berupaya melakukan pencegahan bertambahnya babi yang mati. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Gianyar, Made Santiarka, membenarkan terjadinya kematian puluhan ekor babi secara mendadak di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah. Menerima laporan itu, pihaknya langsung datang ke lokasi tersebut. ‘’Saat kami ke Banjar Abasan, masyarakat menyampaikan ada puluhan ternak babi yang mati,’’ kata Santiarka, Kamis (30/1) kemarin. Menurut Santiarka, pihaknya mendatangi satu per satu peternak babi guna memastikan ciri-ciri saat babi sebelum mati mendadak. Dari pengecekan itu, pihaknya mendata ada sektiar 36 babi yang mati di Banjar Abasan. ‘’Petugas kami juga melakukan pendataan. Dari pendataan kami mencatat ada 36 ekor babi yang mati sejak awal Januari 2020 ini,’’ ujarnya. Disinggung apakah kema-
tian puluhan ekor babi itu akibat virus African Swine Fever (ASF), Santiarka mengaku belum berani memastikan penyebab kematian puluhan ekor babi tersebut. Apakah jenis penyakit yang sama dengan penyebab kematian babi secara massal di di Tabanan dan Badung, pihaknya juga belum berani memastikan. Diungkapkan, gejala penyakit yang menyebabkan kematian babi itu berbeda-beda. Ada yang mencret darah, nafsu makan berkurang dan gejala lainnya. ‘’Kami masih menunggu hasil tes di labolatorium. Sampel sudah kami kirim ke lab, tetapi hasilnya belum keluar,’’ katanya. Ia mengungkapkan, ciri penyakit penyebab kematian babi secara massal di Tabanan dan Badung adalah nafsu makan berkurang, lumpuh, dan ada bintik merah pada kulitnya. Dalam hitungan lima hari, babi akan mati. Bahkan, tanpa gejala ada yang mati mendadak.
Ia menegaskan, pihaknya berupaya melakukan upaya pencegahan agar wilayah Gianyar tidak terpapar virus ASF. Pencegahan ini dilakukan dengan melaksanakan sosialisasi. ‘’Seperti di Lodtunduh, kami menerima laporan satu ekor babi mati mendadak dan kami langsung ke sana melakukan sosialisasi,’’ katanya. Santiarka mengimbau para peternak menjaga kebersihan dan keamanan kandang. Jangan berikan orang lain lalulalang di dalam kandang. Kalau masuk kandang harus bersih dan ganti pakaian. Jika menjual babi, mobil harus steril. Dikatakan, hal ini penting lantaran virus bisa saja menyebar melalui alat transportasi dan alat yang dimasukkan ke kandang. ‘’Sekarang peternak terbalik. Mandi dan ganti pakaian sebelum ke kandang. Sebelumnya, ganti pakaian setelah usai beraktivitas di kandang,’’ jelasnya.
Bali Post/kmb35
SOSIALISASI - Suasana sosialisasi yang dilakukan petugas Dinas Pertanian Gianyar kepada peternak babi di Banjar Abasan, Desa Singaadu Tengah, Kecamatan Sukawati.
Ia juga mengingatkan para peternak agar secepatnya mengubur babi yang mati. Jangan dibuang ke saluran air atau jurang. Peternak juga diminta tidak menjual babi sakit. Hal ini selain melanggar UU Kesehatan juga akan mempercepat meluasnya paparan wabah ini. ‘’Meskipun jenis virus ini tidak menular ke manusia, sebaiknya membeli daging yang sehat. Jika ketahuan menjual babi sakit akan berurusan dengan hukum,’’ katanya mengingatkan. Berdasarkan data, populasi ternak babi di Kabupaten Gianyar mencapai 150 ribu ekor. Ternak babi itu berasal dari peternak besar yang memelihara babi ratusan ekor, serta peternak masyarakat yang memelihara babi paling banyak 10 ekor. Salah seorang peternak asal Banjar Tangkup, Desa Bukian, Payangan, Made Wirawan, mengatakan paparan virus ASF ini membuat khawatir para peternak babi. Apalagi, di Gianyar sudah terjadi kasus babi mati mendadak. Menurutnya, jenis penyakit yang menyebabkan kematian babi di Gianyar perlu segera diketahui, sehingga peternak lebih serius lagi menanggulanginya. ‘’Sebagai peternak, kami ingin segera tahu jenis wabah yang menyerang babi yang mati mendadak di Gianyar,’’ ujarnya. Menurut Wirawan, berjangkitnya penyakit babi terkadang dimanfaatkan oleh saudagar babi untuk meraup keuntungan yang tinggi. Mereka membeli babi masyarakat dengan harga murah. Apalagi, saat ini menjelang hari raya Galungan. ‘’Syukur, kali ini belum terjadi. Harga babi masih stabil. Mudah-mudahan tetap stabil,’’ harapnya. (kmb35)
Politik
AMD Diusung Kaum Milenial dan Pasemetonan Puri Denpasar Ribuan Massa Berkumpul di DPD Golkar
DR. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn. atau akrab dipanggil Agung Manik Danendra alias AMD yang digadang-gadang maju Pilwali Kota lewat Koalisi besar Partai Golkar, terjawab sudah dengan diterimanya ribuan massa AMD saat pendaftaran di Sekretariat Partai Golkar Bali, Kamis (30/1) kemarin. Diterima langsung oleh Ketua DPD II Golkar Denpasar beserta jajaran pengurus yang disaksikan oleh DPD Provinsi Bali dan DPP Golkar. Pergerakan massa milenial dengan pagar ayu dan pecalang serta Pasemetonan Puri SeDenpasar diiringi gamelan Bedug dan Barong Puri dari seputaran depan Kantor Wali Kota Denpasar melewati Catur Muka dan berhenti di depan Kantor DPD Golkar. Pemandangan yang sangat berbeda terjadi saat pendaftaran Cawali Kota AMD, karena yang melakukan orasi Anak Millenial Denpasar yang mengharapkan Perubahan Denpasar Creatif dan Smart City agar bisa sejajar dengan kota-kota internasional lainnya. Sebelumnya AMD sempat diundang KPU Denpasar pada pertengahan Januari saat Sosialisasi Calon Perseorangan,
PENDAFTARAN - Gung Manik Danendra AMD resmi memakai Parpol Golkar untuk Cawali Kota, didampingi perwakilan Anak Millenial Denpasar AMD saat mengembalikan berkas pendaftaran ke Partai Golkar diterima langsung Ketua DPD Golkar Denpasar beserta ajarannya disaksikan Pengurus DPD Golkar Bali, Kamis (30/1) kemarin. diketahui AMD yang mengantongi 173.500 dukungan riil ini sudah memenuhi syarat maju lewat perseorangan karena minimal dukungan 39.500. Dengan mendaftarnya AMD melalui Partai Golkar dipastikan AMD tidak melalui jalur perseorangan/independen. AMD yang pada kesempatan pendaftaran juga menyampaikan visi-misi Asri Mandiri Damai AMD dan Misi Asta Brata, dengan Program Kerja
Millenial 4.0 dan Keterampilan Millenial 4.C akan mampu mengantarkan Kota Denpasar lebih maju. “Astungkara, semua komponen masyarakat yang hadir memberi dukungan positif untuk Perubahan Kota Denpasar lebih Maju, menjadikan saya lebih bersemangat untuk ngayah mendedikasikan ilmu dan pengalaman untuk tanah kelahiran Kota Denpasar,” tegas AMD yang seorang notaris senior dan track record
serta kiprah nyatanya dalam masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Doktor Ilmu Pemerintahan dengan predikat sangat memuaskan ini diyakini mampu mengadakan perubahan dalam memimpin Kota Denpasar, yang elektabilitasnya terus meroket melebihi tokoh-tokoh lainnya. Salah satu Penglingsir Puri Denpasar yang juga Kepala Adat Banjar Puri membenarkan dukungan 100% untuk Turah AMD. (ad801)
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
Aset Tak Diserahkan PDNKK Pemilik Tanah Ancam Lapor Polisi Semarapura (Bali Post) Pemilik tanah seluas 3.800 meter persegi, yang sertifikat tanahnya sempat dikuasai PDNKK, nampaknya mulai kehilangan kesabaran. Sebab, segala upaya formal yang sudah ditempuh, tak membuat ia memperoleh haknya. Terlebih, sudah ada putusan Pengadilan Negeri Semarapura yang sudah berkekuatan hukum tetap. Lantaran tak ada respons, pihak pengacara pemilik tanah sudah merencanakan bakal menempuh upaya hukum, dengan mempidanakan tergugat, turut tergugat dan turut tergugat I, maupun pihak yang sedang menguasai sertifikat tanah itu, dengan tuduhan penggelapan. Pihak pengacara pemilik tanah, Nyoman Suastika, Kamis (30/1) kemarin mengatakan upaya formal sudah dilakukan sejak adanya putusan Pengadilan Negeri Semarapura tertanggal 28 Mei 2019. Kemudian, dia mengaku sudah bersurat secara resmi kepada turut tergugat I yakni Direktur Utama/Pelaksana Tugas Direktur Utama PDNKK sejak 16 Juli 2019. Namun, surat resmi dengan nomor 14/A.SK/VII/2019, yang isinya memohon agar sertifikat hak milik nomor 516 dikembalikan, tidak pernah memperoleh balasan atau pun tanggapan. Padahal saat itu dikatakan PDNKK belum dibekukan. Ini juga dapat dibuktikan dari dokumen berita acara serah terima aset PDNKK dari Direktur Utama Wayan Sukadana kepada Pelaksana Tugas Direktur Utama I Wayan Ardiasa yang baru dilakukan 19 Juli 2019. ‘’Kami sudah cukup bersabar menunggu proses yang dilakukan di internal PDNKK, sampai kemudian Perusda ini dibekukan. Kami tetap mencoba menunggu iktikad baik pihak yang sedang menguasai aset tanah itu (Bagian Perekonomian) untuk mengembalikan. Tetapi, kenyataannya sampai tahun 2020, belum juga dikembalikan,’’ katanya. Pihaknya tak mungkin harus menunggu PDNKK bisa bangkit lagi, baru aset sertifikatnya dikembalikan. Sebab, kapan PDNKK akan bangkit dan beroperasi kembali juga tidak ada tanda-tandanya. Dari sudut pandang hukum, pembekuan sebuah Perusda itu, bukan berarti asetnya juga harus ikut dibekukan. Terlebih, sudah ada perintah amar putusan pengadilan, agar tergugat, turut tergugat dan tergugat I, segera mengembalikan sertifikat aset tanah tersebut. Jadi, barang siapa yang tidak patuh terhadap amar putusan itu, maka dia sedang melakukan perbuatan melawan hukum. ‘’Jika dipidanakan, ini bisa dikategorikan penggelapan. Kalau tidak segera dikembalikan, kami akan tempuh upaya hukum ini,’’ tegasnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat dihubungi, Kamis (30/1) kemarin, mengatakan proses penyerahan sertifikat aset tanah dari PDNKK kepada pemiliknya, I Nyoman Embon, tentu akan dilakukan melalui panitera/ pengadilan. Bukan diserahkan dari PDNKK langsung kepada pemiliknya atau pengacaranya yang sudah diberi kuasa. Seperti diketahui, PDNKK kini masih dalam kondisi dibekukan pemerintah daerah. Alasannya, PDNKK itu terbelit banyak masalah dan adanya perubahan dasar regulasi yang harus sesuai PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Sebagai tindak lanjut PP tersebut, pihaknya sudah memerintahkan Bagian Perekonomian menyusun ranperda, yang rencananya ditargetkan dibahas lembaga dewan pada pertengahan Februari nanti. Jadi, sebelum proses penyerahan sertifikat aset tanah itu dilakukan, maka syaratnya PDNKK harus benar-benar sudah pulih kembali dari proses pembekuan. (kmb31)
Baperlitbang Susun RAD-AMPL Semarapura (Bali Post) Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung terus menyempurnakan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL). Sebelum disepakati dan disahkan, diskusi terus dilakukan untuk memperoleh koreksi dan masukan. Sebab, RAD-AMPL itu disusun sebagai acuan pelaksanaan penyediaan dan pengelolaan air minum. Demikian terungkap dalam ekspos yang digelar Baperlitbang. Ekspos itu menghadirkan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di Ruang Rapat Praja Madala, Kamis (30/1) kemarin. Kepala Baperlitbang Klungkung I Wayan Wasta mengatakan ekspos ini sebagai wadah pengembangan kesepahaman dan kesepakatan daerah tentang substansi rencangan akhir RAD-AMPL. Setiap daerah harus menyampaikan paparan program dan kegiatan yang diprioritaskan. ‘’Kami ingin terus memperoleh penyempurnaan RAD-AMPL yang telah disusun para stakeholders penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan,’’ katanya. Ini sebagai salah satu upaya memperkuat kapasitas dalam pengelolaan air minum, dan sanitasi di tingkat kabupaten. Menuju 100 persen akses aman air minun, 0 persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen sanitasi layak. Sehingga pemerintah kabupaten perlu memiliki kebijakan yang jelas, terukur dan dapat dilaksanakan. Pencapaian Universal Access itu harus terinternalisasi dalam kebijakan penyelenggaraan pembangunan daerah. Mulai kebijakan perencanaan sampai pengendalian dan evaluasi. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, mewujudkan program 100-0-100 pada dasarnya perlu didukung data, perencanaan dan anggaran. Bupati Suwirta pun meminta kepada semua pihak terkait terlebih dahulu menginventarisir data, masalah maupun potensi yang dimiliki sebelum menyusun dan menyempurnakan RAD-AMPL ini. ‘’Masalah dan potensi harus diinventarisir terlebih dahulu. Kalau semua itu tidak didukung, program 100-0-100 tidak akan pernah selesai-selesai,’’ kata Bupati Suwirta. Selain itu, Bupati Suwirta meminta semua pihak yang dilibatkan dalam ekspos RAD-AMPL ini harus dikomunikasikan dengan para pengambil keputusan perencanaan dan penganggaran. Sehingga program/ kegiatan dalam RAD-AMPL itu mendapat dukungan dan disepakati sebagai program prioritas.(kmb31)
EKSPOS - Bupati Suwirta saat hadir dalam ekspos RAD-AMPL.
JADI PESAKITAN - Kedua warga yang menjadi kesakitan saat menjalani persidangan di PN Semarapura.
Buang Limbah ke Sungai, Dua Pengusaha Divonis Denda Rp500 Ribu
Semarapura (Bali Post) -
Dua pemilik usaha yang sempat kena sidak Tim Yustisi Pemkab Klungkung, akhirnya langsung menjalani sidang tipiring (tindak pidana ringan) di Pengadilan Negeri Semarapura, Kamis (30/1) kemarin. Dari proses sidang tersebut, pemilik usaha cincau dan peternak babi yang membuang limbah ke sungai dikenakan vonis berupa denda sebesar Rp500 ribu. Kedua pemilik usaha masing-masing Siafrianta Ginting dan Wayan Subagiana nampak sangat menyesali tindakannya itu. Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan pihaknya dalam persidangan menyampaikan kepada hakim tunggal Pengadilan Negeri Semarapura bahwa ulah keduanya telah mengakibatkan pencemaran lingkungan. Limbah yang dibuang ke Sungai Hee untuk usaha pembuatan cincau dianggap sangat berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Demikian juga usaha ternak babi itu, sehingga
mengundang protes dari warga sekitarnya. ‘’Dalam persidangan juga kami sertakan rekaman video, sebagai gambaran dampak yang ditimbulkan dari limbah itu,’’ kata Suarta. Vonis yang disampaikan hakim, dikatakan Suarta, menjadi sepenuhnya kewenangan hakim. Sehingga denda Rp500 ribu tersebut harus dipatuhi sebagai konsekuensi pelanggaran yang dilakukan pemilik usaha. Sesungguhnya vonis itu jauh
lebih rendah dari ancaman hukuman pada Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum yang dilanggar, dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara atau denda Rp5 juta. Atas vonis itu, kedua pemilik usaha yang menjadi pesakitan itu menerima vonis tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sebelumnya, usaha pembuatan cincau milik Siafrianta Ginting di Jalan Subali, Kelurahan Semarapura Kangin itu diprotes warga,
karena cairan limbahnya dibuang ke Sungai Hee. Sedangkan bagian cerobong asapnya juga dianggap mencemari lingkungan dan mengganggu pernapasan warga sekitar. Tim Yustisi lengkap dengan 25 orang di dalamnya, baik Satpol PP dan Damkar, Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, turun ke TKP, Rabu (29/1) untuk mengecek langsung laporan warga. Rupanya, kondisinya memang demikian dan dianggap mencemari sungai, sehingga langsung ditindak dan dijerat dengan tindak pidana ringan. ‘’Home industry ini sudah ada septic tank-nya, tetapi anehnya
tidak dipakai. Limbahnya justru dibuang ke sungai,’’ kata Suarta. Kemudian Tim Yustisi melanjutkan sidak menuju Sampalan Tengah menyasar peternakan babi milik Wayan Subagiana. Tempat ini juga dikeluhkan lantaran limbahnya dibuang ke sungai kecil yang ada di Sampalan. Tim Yustisi memergoki langsung limbah peternakan babi ini dibuang ke sungai, walaupun usaha ini sudah memiliki septic tank. ‘’Jika mereka kembali m e l a ng g a r unt uk ke d ua kalinya, bisa dijerat dengan UU Lingkungan Hidup. Hukumannya bisa didenda maksimal Rp50 juta dan hukuman penjara 5 tahun,’’ tegas Suarta. (kmb31)
Bupati Suwirta Minta Kadisdik Tinjau Tunjangan Kasek dan Pengawas BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta kembali memberikan motivasi kepada para guru PNS tingkat PAUD, TK dan SMP di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (30/1) kemarin. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas SDM serta memompa semangat para insan pendidikan dalam menciptakan generasi cerdas dan berkarakter. Lalu bagaimanakah cara efektif yang diyakini Bupati Klungkung untuk meningkatkan SDM itu?
Dalam amanatnya, Bupati Suwirta menyampaikan keputusan Menteri Pendidikan saat ini, para guru diberikan beban yang lebih berat dari yang sebelumnya. Kata ‘’Merdeka Mengajar’’ yang didengungkan Menteri Pendidikan itu, sejatinya memiliki makna otonomi dalam dunia pendidikan. Artinya, pengelolaan cara belajar diberikan pada masing-masing guru. Selain itu para guru diwajibkan membuat inovasi dan terobosan. Hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban kata ‘’Merdeka Mengajar’’. Dengan metode baru itu, pemerintah daerah akan lebih mudah menilai dan mengevaluasi para guru. Guru mana yang layak diberikan reward/penghargaan dan mana yang pantas diberikan punishment/sanksi. Bupati Suwirta lebih lanjut menjelaskan, dalam membangun sebuah daerah itu, kekuatan yang paling besar dibutuhkan adalah SDM. Untuk itu,
dirinya mengingatkan jangan pernah lelah mengisi, mengajar dan saling mengingatkan, sehingga SDM yang lahir akan memberikan kontribusi pembangunan daerah. Untuk menciptakan SDM berkualitas dan berkarakter, Bupati Suwirta menekankan religiusitas, yakni meningkatkan kepercayaan kepada Tuhan, dengan cara berdoa di setiap kali mengawali kegiatan. Selain meningkatkan rasa memiliki itu, Bupati Suwirta juga kembali menekankan untuk mengamalkan makna kata ‘’Pesaja’’. Pesaja yang berarti kesungguhan atau wujud keseriusan dalam menekuni sebuah pekerjaan. Pesaja itu patut ditanamkan di dalam setiap melakukan sebuah usaha dan kewajiban. Para guru juga diingatkan supaya sopan dalam berpenampilan selain berpakaian. Karena penampilan sangat berpengaruh dalam upaya menarik perhatian pendengar
PENGARAHAN - Bupati Suwirta saat memberikan pengarahan kepada para guru. atau lawan bicara utamanya para siswa. Kepada Kepala Dinas Pendidikan Dewa Gede Darmawan, Bupati Suwirta meminta untuk mengkaji ulang tunjangan para
kepala sekolah (kasek) dan pengawas, serta mengkaji sistem pengupahan dan penggajiannya, supaya diganti dengan sistem yang lebih proporsional dan profesional. Namun tetap
menyesuaikan dengan PAD Klungkung. Dirinya berjanji jika PAD Klungkung meningkat, akan ada peningkatan tunjangan bagi para insan di dunia pendidikan. (gik)
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
DPRD Karangasem Studi Banding ke DPRD Sidoarjo
Bali Post/kmb41
CENDERAMATA - Wakil Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menyerahkan cenderamata kepada Kabag Program dan Keuangan DPRD Sidoarjo Muhammad Taufik, Kamis (30/1) kemarin.
DPRD Karangasem dengan Bagian Humas dan Protokol melakukan kegiatan studi banding ke DPRD Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/1) kemarin. Rombongan yang dipimpin langsung Wakil Ketua Dewan I Nengah Sumardi, I Wayan Parka dan Sekwan I Wayan Ardika itu diterima oleh Kabag Program dan Keuangan Muhammad Taufik beserta jajarannya. Wakil Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mengatakan, kehadiran dirinya beserta jajaran yang lainnya untuk saling bertukar informasi terkait kehumasan. Yakni menyangkut kerja sama dengan awak media, karena selama ini peran serta media sangat membantu lembaga dewan dalam penyebaran informasi terkait keg-
iatan yang dilakukan dewan selama ini. ‘’Selama ini, kita sudah sering melakukan studi banding ke DPRD yang ada daerah-daerah yang lainnya lewat kegiatan yang sama. Kita harap lewat kegiatan ini, kita bisa saling bertukar pikiran antara DPRD Sidoarjo dengan DPRD Karangasem di dalam pemberitaan lewat kerja sama dengan media,’’ ujarnya. Sumardi menambahkan, pihaknya juga ingin mengetahui seberapa besar anggaran yang digelontorkan untuk DPRD Sidoarjo di dalam menjalin kerja sama terkait pemberitaan setiap kegiatan yang dilakukan oleh lembaga dengan media yang ada di Sidoarjo ini. Sekwan I Wayan Ardika menambahkan, studi banding seperti ini sangat bagus un-
tuk saling berbagi informasi untuk membangun hubungan dengan media agar lebih baik lagi. Karena hubungan dengan media perlu dilakukan, guna menjalin sinergitas di dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait kegiatan kelembagaan. ‘’Dalam mengelola konflik kepentingan harus dijalin lewat kerja sama media. Jadi, lewat pertemuan ini, kita harap ada ilmu tambahan di dalam menjalin kerja sama dengan media yang lebih baik ke depannya,’’ katanya. Sementara itu, Kabag Program dan Keuangan DPRD Sidoarjo Muhammad Taufik menjelaskan, pihaknya melakukan kegiatan dalam menjalin kerja sama dengan media di dalam pemberitaan lembaga DPRD Sidoarjo. Dikatakan, pihaknya rutin melakukan bin-
tek kepada rekan-rekan media, selain melakukan studi banding ke luar daerah. ‘’Kita juga rutin melakukan jumpa pers tiga kali dalam setahun dengan temanteman media. Termasuk OPDOPD juga menggelar jumpa pers dengan media,’’ katanya. Taufik menambahkan, untuk anggaran pemberitaan memang masih minim yakni hanya Rp500 juta dalam setahun. Dengan anggaran itu, pihaknya tetap secara profesional memberikan jatah advertorial kepada media yang ngepos di DPRD Sidoarjo. ‘’Jumlah media di sini cukup banyak mencapai 150 media. Tapi, kita tetap bagi-bagi anggaran untuk pemasangan advertorial agar semuanya dapat. Bagi yang ngepos di DPRD, jatahnya lebih banyak ketimbang yang tak ngepos di DPRD,’’ jelasnya. (ad799)
Perekrutan Anggota PPK
Tak Ikuti Tes Tulis, Tiga Peserta Gugur
Bali Post/kmb41
TES – Sejumlah peserta mengikuti tes tertulis perekrutan anggota PPK, di SDN 5 Karangasem, Kamis (30/1) kemarin. Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem melaksanakan tes tertulis terhadap peserta yang melamar menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pilkada Karangasem, di SDN 5 Karangasem, Kamis (30/1) kemarin. Dari ratusan peserta yang melamar, tiga di antaranya dinyatakan gagal alias gugur lantaran tidak mengikuti tes tertulis.
Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Karangasem Ni Putu Deasy Natalia mengatakan, ada 84 orang yang dinyatakan lolos administrasi dan semestinya mengikuti tes tertulis. Tiga orang tak hadir, sehingga peserta yang mengikuti tes tertulis 81 orang. ‘’Tiga orang yang tidak hadir dengan alasan beragam. Satu orang karena sedang hamil, satu ada kematian dan satu orang tan-
pa keterangan. Tiga orang yang tidak ikut tes itu dari Kecamatan Rendang, Selat dan Sidemen,’’ katanya. Sebelum tes dilaksanakan, kata Deasy Natalia, pihaknya sudah menghubungi setiap peserta melalui telepon. Selain itu, pihaknya juga sudah menempel pengumuman untuk jadwal tes tertulis ini di setiap kecamatan, website serta media sosial. ‘’Kalau tidak hadir, maka kami nyatakan gugur,’’ jelasnya. Sebelum masuk ke dalam ruangan, para peserta terlebih dahulu dikumpulkan untuk diberikan pengarahan serta tata tertib pelaksanaan tes. Deasy Natalia memastikan tidak ada kebocoran soal, karena semua soal masih dalam keadaan tersegel. ‘’Kami jamin tidak ada kecurangan maupun kebocoran soal,’’ tegasnya. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menjelaskan, hasil tes tulis akan diperiksa dengan diawasi Bawaslu. ‘’Sesuai tahapan, hasilnya diumumkan Senin mendatang,’’ katanya. (kmb41)
ASAP - Asap masih terlihat keluar dari tepian kawah Gunung Agung.
Kawah Gunung Agung Masih Intensif Keluarkan Asap
Amlapura (Bali Post) -
Kendati sudah lama tak mengalami erupsi lagi, namun sampai saat ini aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi. Itu dibuktikan dari masih intensifnya asap yang keluar dari tepian kawah di sejumlah titik yang berhasil direkam oleh CCTV yang dipasang oleh petugas Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Bali Post/kmb41
MEMBERSIHKAN - Guru-guru SDN 6 Karangasem saat membersihkan genangan air di ruang guru, Kamis (30/1) kemarin.
Hujan Lebat, Tiga Ruangan di SDN 6 Karangasem Tergenang Air
Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem, Kamis (30/1) kemarin, mengakibatkan kota Amlapura dikepung banjir. Genangan air yang cukup tinggi terlihat di areal SDN 6 Karangasem yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai. Setidaknya tiga ruangan di sekolah ini tergenang air. Salah seorang guru di SDN 6 Karangasem, I Made Siman Swardiyasa, mengatakan hujan lebat yang melanda wilayah Karangasem terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Hujan lebat itu mengakibatkan air yang mengalir ke sawah warga di sebelah barat sekolah masuk ke halaman sekolah. Kondisi itu mengakibatkan tiga ruangan yang ada di sekolah tersebut, yakni ruang guru, ruang perpustakaan dan ruang kelas IV tergenang air hujan. ‘’Air cukup besar sehingga masuk ke dalam dan menggenangi ruangan,’’ ujarnya. Siman Swardiyasa menambahkan, air sampai masuk ke halaman sekolah karena air kiriman yang datang dari arah barat cukup besar, sedangkan lubang pembuangan di sekolah hanya satu. Itu pun lubangnya kecil, sehingga tidak mampu menampung besarnya air yang datang. ‘’Hanya tiga ruangan itu yang lantainya tidak tinggi. Ruangan lain-
nya aman karena fondasinya cukup tinggi,’’ katanya. Siman Swardiyasa mengatakan, kondisi itu membuat proses belajar mengajar siswa di kelas IV terganggu. Untungnya, saat ruangan kebanjiran sudah memasuki jam pulang sekolah, sehingga siswa hanya menaikkan bangku ke atas meja agar tidak basah. Begitu juga dengan ruang guru dan perpustakaan, semuanya sudah diamankan dibawa ke atas meja agar tidak terkena air. ‘’Air yang tergenang di dalam ruangan dibersihkan oleh guru-guru yang ada di sekolah,’’ katanya. Menurut Siman Swardiyasa, sebelumnya sekolahnya juga sempat kebanjiran. Bahkan, saat itu kejadiannya malam hari, sehingga air bercampur dengan lumpur masuk ke d a l a m ruangan. Akibat -
nya, buku-buku yang basah akhirnya dibuang karena rusak. ‘’Saya khawatir, jika hujan lebat kembali turun dan kiriman air kembali besar, maka ruangan pasti akan terendam banjir lagi,’’ keluhnya. Kepala SDN 6 Karangasem A.A. Alit Ratnadi membenarkan jika halaman sekolah yang dipimpinnya sempat digenangi air dan masuk hingga ke dalam ruangan. Dikatakan, air masuk ke halaman sekolah karena volume air dari irigasi sawah di bagian barat sekolah cukup besar. Air itu masuk melalui tembok yang berlubang. ‘’Apabila dam air yang menuju ke sawah ditutup, air tidak akan masuk ke halaman sekolah. Tapi kalau tidak ditutup, jika turun hujan lebat lagi, pasti air kembali masuk,’’ katanya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Petugas Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang Wahyu Adi Setiawan mengatakan, berdasarkan pemantauan CCTV yang telah dipasang di puncak, sampai saat ini di dasar kawah Gunung Agung masih terlihat asap yang masih keluar di sejumlah titik di tepian kawah.
‘’Asap yang keluar masih dominan dengan warna putih dengan tekanan lemah dan intensitas tipis. Ketinggian asap mencapai 50 meter di puncak,’’ ujar Wahyu Adi Setiawan, Kamis (30/1) kemarin. Selain masih keluar asap, katanya, Gunung Agung sesekali juga masih terekam
gempa embusan. Kondisi itu menandakan aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Untuk itu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di radius 4 kilometer. Termasuk, tidak diperkenankan melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung
Agung. Sementara itu, Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan evaluasi terhadap aktivitas Gunung Agung. ‘’Kita lihat saja perkembangan aktivitas gunungnya seperti apa. Kalau memang kondisinya sudah tepat untuk diturunkan, maka level pasti akan diturunkan. Tetapi sampai saat ini level Gunung Agung masih Level III (Siaga - red),’’ katanya. (kmb41)
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
SOSOK Tempat Transaksi Narkoba POLRES Bangli akhir-akhir ini cukup gencar menangkap penya-lahgunaan dan pengedar narkoba. Selama sebulan terakhir, setidaknya sudah ada delapan tersangka berhasil diamankan dari sejumlah TKP di Bangli. Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, mengatakan pihaknya melalui tim Satresnarkoba terus bekerja keras memberantas kasus penyalahgunaan narkoba. Hal itu dilakukan lantaran Bangli akhirakhir ini banyak dijadikan tempat transaksi barang terlarang itu. Maraknya peredaran narkoba di Bangli kata Dhana Aryawan, terjadi karena Bangli merupakan daerah tujuan pariwisata. Selain itu sebagai daerah penyokong wilayah kota. Banyaknya pelaku yang menjadikan Bangli sebagai tempat transaksi narkoba itu, dikarenakan pengungkapan kasus narkoba di daerah relatif kurang gencar, seperti halnya di Denpasar. ‘’Sehingga sekarang ini wilayah Bangli ini dijadikan salah satu daerah transit atau tempat alternatif melakukan transaksi narkoba,’’ terangnya. Atas kondisi itu, mantan Kapolres Mappi, Papua itu pun mengimbau seluruh masyarakat Bangli agar bersama-sama waspada. Untuk menekan semakin meluasnya kasus penyalahgunaan narkoba itu di masyarakat, pihaknya terus melakukan berbagai upaya efektif mengeliminirnya. Salah satunya sosialisasi ke masyarakat melalui Bhabinkamtibmas. Melalui jajarannya di Binmas dan Satresnarkoba, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke perkantoran dan sekolah-sekolah. ‘’Upaya preentif, preventif dan represif terus kita tingkatkan,’’ pungkasnya. (ina)
Hujan Lebat
Pemkab Bangli akan Gelar Bimtek Keprotokolan bagi OPD dan Camat
PEMERINTAH Kabupaten Bangli berencana mengadakan bimbingan teknis (bimtek) keprotokolan bagi seluruh OPD dan kecamatan di lingkungan Pemkab Bangli. Hal itu sebagai upaya menyiasati keterbatasan jumlah SDM dalam menghandle kegiatan pimpinan daerah. Rencana bimtek itu muncul setelah Bagian Protokol, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setda Bangli melakukan studi tiru ke Pemerintah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (30/1) kemarin. Kegiatan studi tiru itu dipimpin Asisten III Sekda Bangli Bidang Administrasi Umum, Made Alit Parwata. Kedatangan rombongan Pemkab Bangli di Kabupaten Sleman itu diterima Asisten Bidang Administrasi Umum Arif Haryono didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Shavirti Nurmala Dewi dan Kabid Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman Nur Idayati. Alit Parwata mengatakan tujuan kedatangannya ke Kabupaten Sleman untuk belajar sekaligus sharing tentang keprotokolan dan
kehumasan. Dengan harapan nantinya hal-hal yang sudah sukses diterapkan Pemkab Sleman selama ini bisa diimplementasikan di Kabupaten Bangli. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Shavirti Nurmala Dewi menerangkan, di bidang keprotokolan, Pemkab Sleman rutin mengadakan bimtek bagi masing-masing OPD dan kecamatan. Ini dilakukan untuk memberikan bekal dasar mengenai keprotokolan. “Yang menjadi kendala kami soal kurangnya jumlah personel. Di sisi lain banyak acara pimpinan yang harus difasilitasi. Bimtek ini tujuannya agar temanteman di OPD dan Kecamatan memperoleh bekal keprotokolan secara dasar. Jadi apabila ada kegiatan pimpinan harus ke OPD atau kecamatan, secara basic mereka sudah tahu tugas keprotokolan dan bagaimana SOP-nya,” terangnya. Ditambahkannya tahun ini, pihaknya juga telah merancang mengadakan bimtek keprotokolan bagi sekolah-sekolah. Sebab, sekolah sering menerima tamu secara resmi, serta
didatangi pimpinan daerah baik bupati, maupun wakil bupati. Sementara itu, Kabid Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman Nur Idayati dalam pertemuan tersebut banyak sharing mengenai pengelolaan kehumasan. Disampaikannya selain melalui media massa, informasi mengenai kebijakan pemerintah selama ini juga dibagikan ke masyarakat melalui media sosial. Pemkab Sleman menyediakan kanal pengaduan publik yang bisa diakses masyarakat melalui medsos. Ini sebagai upaya Pemkab untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Kepala Bagian Humas Protokol, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setda Bangli Putu Maha Edi usai studi tiru kemarin mengatakan, bimtek protokol yang diadakan Pemkab Sleman bagi OPD hingga tingkat kecamatan ini perlu ditiru di Kabupaten Bangli. Mengingat jumlah SDM yang ada di bagian protokol Bangli terbatas. “Tupoksi kami salah satunya meng-handle pimpinan daerah. Kegiatan beliau kan banyak. Sementara SDM yang
CENDERAMATA - Asisten III Sekda Bangli Bidang Administrasi Umum Made Alit Parwata menyerahkan cenderamata kepada Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Sleman Arif Haryono, Kamis (30/1) kemarin. kami miliki terbatas. Tentu- memiliki kegiatan yang dinya ada saat-saat kita tidak hadiri pimpinan. Sementara bisa meng-handle semua kami tidak sempat mengkegiatan pimpinan. Untuk handle, bisa kami alihkan itu dibutuhkan peran serta kepada mereka,” kata Maha OPD. Misalnya, saat OPD Edi. (ad806)
Lantai RSUD Bangli Becek dan Licin
Bangli (Bali Post) Hujan lebat sempat mengguyur kota Bangli, Rabu (29/1) lalu. Hanya beberapa menit turun hujan, areal parkir RSUD Bangli tergenang air. Namun untungnya tidak terlalu tinggi. Tetapi, air itu sempat masuk hingga ke jalur pengunjung, sehingga lantainya becek dan licin. Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan pengujung. Bahkan ada sampai terpeset dan nyaris jatuh. Salah seorang pengunjung RSUD Bangli, Ketut Suardiana, mengaku sangat menyayangkan kondisi rumah sakit seperti itu. Air yang masuk ke jalur pengunjung membuat lantai becek dan licin. Sudah pasti hal itu sangat membahayakan. ‘’Tidak sampai setengah jam turun hujan. Memang sedikit lebat, tetapi airnya sampai masuk ke jalur pengunjung. Malah tadi ada yang terpeleset. Untungnya tidak terjatuh,’’ katanya. Ia menilai masuknya air ke jalur pengunjung lantaran kondisi areal garasi mobil ambulans lebih tinggi daripada pintu masuk menuju ruangan pasien. Untuk itu, air yang mengalir deras dari sana, terhempas ke lantai jalur pengunjung. ‘’Karena kondisi parkir juga tergenang air, secara otomatis kaki dan sandal pengunjung juga basah. Ketika berjalan di jalur pengunjung, airnya lebih banyak sehingga kondisinya semakin becek dan licin,’’ tambah pria yang mengaku punya keluarga sedang menjalani perawatan di ruangan Mawar. Sementara pengunjung lainnya, Kadek Warsana, juga mengaku hal serupa. Ia merasa sangat terganggu dengan kondisi lantai yang becek dan lincin tersebut. ‘’Harus hati-hati kalau berjalan di lantai tersebut. Jika tidak, bisa terpeleset dan jatuh,’’ jawabnya singkat. (jay)
RUSAK - Kondisi jalan paving di depan Dermaga Kedisan, Kintamani sudah mulai rusak.
Rusak dan Berlubang
Jalan Paving Depan Dermaga Kedisan Diusulkan Diaspal Bangli (Bali Post) -
Jalan di depan Dermaga Kedisan, Kintamani tidak nyaman dilalui pengendara. Penyebabnya, jalan berpaving itu kondisinya rusak dan berlubang. Karena kerap dikeluhkan warga, pemerintah desa setempat telah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Bali agar mengganti jalan paving itu dengan aspal.
BECEK- Tampak pembesuk sedang melintas di jalur pengunjung yang becek dan licin.
Pantauan Bali Post, kerusakan jalan berpaving itu sudah terjadi cukup lama. Bahkan kerusakannya terlihat di beberapa titik. Tak hanya retak, paving yang terpasang banyak yang copot, sehingga menyebabkan jalan menjadi berlubang. Untuk menghindari jalan berlubang itu, sejumlah pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Beberapa pengendara malah terpaksa men-
gambil jalur berlawanan untuk menghindari jalan paving yang rusak itu. Perbekel Desa Kedisan Nyoman Gamayana dikonfirmasi, Kamis (30/1) kemarin, tak menampik kondisi tersebut. Dia mengatakan perbaikan jalan berpaving di depan Dermaga Kedisan merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Bali. Pihaknya mengaku sudah rutin sejak beberapa tahun mengusulkan perbaikan jalan
itu ke Pemprov melalui Kecamatan yang diteruskan oleh kabupaten. “Saya usulkan biar tidak dipaving. Agar diaspal kembali. Karena pavingisasi itu membuat jalannya tidak bagus. Paving itu kurang lebih umurnya dua tahun sudah rusak,” ungkapnya. Dijelaskan Gamayana, jalan di depan dermaga itu dipaving sekitar tahun 2014 lalu. Pavingisasi bertujuan mempercantik titik-titik yang
menjadi obyek wisata. Sekitar tiga tahun terakhir, jalan berpaving itu sudah mulai rusak. Kerusakan disebabkan jalan itu banyak dilintasi kendaraan. Sebab sebagaimana diketahui jalan di Desa Kedisan itu merupakan akses umum menuju beberapa desa yakni Buahan, Abang Batu Dinding dan Terunyan. “Itu kan merupakan jalan umum. Ada truk banyak lewat. Jadi tidak kuat pavingnya. Beda dengan jalan lingkungan, mungkin selamanya bisa dipakai karena tidak ada warga yang lewat,” terangnya. Meski belum pernah ada warga yang menjadi korban
akibat kerusakan jalan itu, namun diakuinya jalan paving berlubang itu kerap dikeluhkan warga. Apalagi saat musim hujan. Lubang jalan jadi tergenang air. “Belum ada yang jadi korban. Cuma bikin terkejut saja, karena lubang jalan itu sering digenangi air saat hujan,” terangnya. Gamayana menambahkan menurut informasi terakhir yang diterimanya dari petugas PU Provinsi Bali, kerusakan jalan berpaving itu rencananya akan ditangani tahun ini. Penanganan dilakukan menyambung perbaikan drainase dari wilayah barat dermaga Kedisan. (kmb40)
Dipertanyakan, Keseriusan Bupati Kejar Pendapatan dari Sumber Air Made Gianyar juga menyampaikan kekecewaannya karena selama ini Pemkab Bangli belum mendapat keadilan dari pemerintah pusat maupun Provinsi Bali. Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali, Kabupaten Bangli ditetapkan
KESERIUSAN Bupati Bangli I Made Gianyar mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari daerah lain yang memanfaatkan sumber mata air di Bangli, dipertanyakan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Masalahnya sampai sekarang, Carles melihat tidak ada perkembangan lebih lanjut dari wacana Bupati itu. Lalu bagaimanakah ekspektasi Bupati terkait daerah lain yang memanfaatkan air bersih yang datang dari hulu yang berpusat di Bangli? Ditemui di DPRD Bangli, Senin (27/1) lalu, Carles mengatakan Bupati beberapa waktu lalu sempat menggebu-gebu berwacana mengejar pendapatan dari daerah lain dengan memanfaatkan sumber air di Bangli. Bahkan bersama sejumlah pimpinan OPD terkait, Bupati sempat turun langsung ke sungai mengecek sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan kabupaten tetangga. Tak itu saja, untuk mempelajari pola kerja sama yang diterapkan dalam hal pemanfaatan sumber air, Pemkab telah melaksanakan studi tiru ke dua daerah sekaligus, yakni ke Cirebon dan Kuningan. ‘’Nah, sekarang bagaimana tindak lanjutnya?’’ tanyanya serius. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, kata Carles, Gubernur Bali su-
dah merespons positif rencana Bupati Bangli itu. Pemkab Gianyar kabarnya sudah mau membayar imbal jasa pemanfaatan air itu. Hanya, Carles melihat belum ada tindak lanjut Pemkab Bangli terkait kabar baik tersebut. Politisi Demokrat itu mendorong Pemkab Bangli menunjukkan keseriusan menggarap potensi pendapatan dari sumber air tersebut. Salah satunya membentuk tim khusus lintas OPD yang ditugaskan mengejar pendapatan dari sumber air itu, sehingga tidak ada saling lempar tanggung jawab dari OPD. Kalau perlu regulasi, berupa peraturan daerah, pihaknya siap menjadikan prioritas. ‘’Jadi saya mendorong Bu pati segera bentuk tim dan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan. Rencana ini
Komang Carles jangan diwacanakan saja. Apalagi sekarang sudah banyak yang baru. Tidak ada alasan lagi,’’ tegasnya. Sebagaimana diketahui, Bupati I Made Gianyar berkeinginan mengejar pendapatan daerah dari kabupaten lain atas pemanfaatan sumber air di Bangli. Beberapa waktu lalu Bupati Made Gianyar mengungkapkan Kabupaten Bangli sebagai daerah penyangga dan penghasil air bersih di Provinsi Bali, selama ini belum mendapat perhatian cukup dari Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten/kota yang memanfaatkan jasa lingkungan dari Bangli.
sebagai daerah penyangga dan daerah konservasi. Atas penetapan itu, Bangli hanya dapat tugas dan kewajiban menjaga hutan. Namun di sisi lain, sebagai daerah konservasi perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten lainnya di Bali sangat kurang.
Untuk memperjuangkan hak-hak Bangli sebagai daerah konservasi, di salah satu pasal RTWR Provinsi Bali, Made Gianyar mengaku sudah mengajukan satu pasal agar imbal jasa lingkungan yang diatur dalam PP 46 Tahun 2017 diadopsi secara utuh dalam Perda RTRW.
Kabupaten lain yang selama ini memanfaatkan udara dan air bersih yang dihasilkan Kabupaten Bangli diharapkan dapat memberikan kontribusi/imbal jasa yang wajar. Tidak hanya Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, tetapi juga kabupaten lain yang ikut menikmati. (ina)
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
Labfor Identifikasi Tengkorak
Dipastikan Kerangka Manusia Singaraja (Bali Post) -
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri bersama dokter forensik RSUD Buleleng Kamis (30/1) kemarin melakukan identifikasi terhadap temuan tengkorak dan tulang belulang di hutan produksi terbatas Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Dari identifikasi ini, tengkorak dan tulang belulang itu dipastikan kerangka tubuh manusia yang diperkirakan meninggal lebih dari satu tahun. Identifikasi ini dipimpin Kasubid Kimbio Bidlabfor Polda Bali AKBP Ngurah Wijaya Putra didampingi Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicki Tri Hardianto, Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana, Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya dan dokter Forensik RSUD dr. Clarisa
Salim. Sejumlah sampel dari tengkorak dan tulang belulang itu diambil untuk dilakukan uji secara laboratorium, sehingga dapat dipastikan jenis kelamin, usia, tinggi badan, dan ras dari kerangka manusia tersebut. Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana seizin Ka-
Bali Post/kmb38
IDENTIFIKASI - Tim Labfor Polri bersama dokter instalasi forensik RSUD Buleleng, Kamis (30/1) kemarin melakukan identifikasi tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan di hutan produksi terbatas Desa Pejarakan.
polres Buleleng AKBP Made SInar Subawa mengatakan, identifikasi ini dilakukan setelah penyelidikan dan olah TKP. Polisi menemukan tengkorak utuh yang lengkap dengan tulang rahang. Selain itu, tulang lengan bawah dan atas, serta tulang pada bagian paha. Tengkorak dan tulang belulang itu kemudian diidentifikasi dengan meminta bantuan Tim Labfor Polri dan Instalasi Forensik RSUD Buleleng. Dari pemeriksaan dan pengambilan sampel dipastikan tengkorak dan tulang belulang tersebut adalah kerangka manusia. Sementara untuk identitas detail, Widana menyebut pihaknya masih menunggu hasil uji forensik lanjutan, sehingga terungkap kerangka tubuh menusia tersebut. Menurut Made Widana, hasil identifikasi forensik ini diperlukan untuk mendukung pemeriksaan lebih lanjut. Nantinya, identitas resmi kerangka tubuh manusia itu akan disebarkan ke setiap jajaran Polres Buleleng dan pihak terkait lain untuk memudahkan polisi melacak siapa keluarga dari kerangka tubuh manusia
DPRD Dorong Pencapaian KLA
Singaraja (Bali Post) DPRD Buleleng mendukung penuh program pemerintah daerah mengejar predikat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Ini terbukti, dewan bersama pemerintah mulai membahas Ranperda tentang KLA. Dewan juga mendorong alokasi anggaran untuk melengkapi infrastruktur penunjang. Hal itu terungkap dalam sidang paripurna dengan agenda
penyampaian nota pengantar Bupati Buleleng terhadap tiga ranperda, Kamis (30/1) kemarin. Sidang dipimpin Ketua DPRD Gede Supriatna, dihadiri Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Selain ranperda tentang KLA, ada dua ranperda lain dibahas, yakni Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan Ranperda Perusahaan Umum Daerah Pasar Argha Nayottama.
Gede Supriatna mengatakan, Ranperda KLA urgen untuk disusun bukan sematamata untuk mengejar predikat menjadi KLA. Namun, belakangan ini pihaknya menemukan fasilitas penunjang yang ramah anak masih perlu ditingkatkan. Selain itu, kasus kekerasan pada anak dan perempuan masih kerap terjadi. Hal ini mesti mendapat perhatian serius, salah satunya dengan
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Bag.Inventory Umur 30-40, min D3 Akuntansi Pglmn min 2th dibid Inventory, speak English,bs kerja team.Lam/CV ke:Jl.Tukad Batanghari VII/6A, 082145241706
Butuh Accounting/Finance, Pengalaman untuk Pabrik di Tabanan,Lmrn info@tsbali.com Dicari Kary Laundry utk di Kerobokan Kuta utara,082147086628
Bth Staf Proyek Llsan Arsitek pglmn , Dom Tabanan Lmrn ke versaindustries@gmail.com
Butuh Staff Produksi, Lulusan Teknologi Pangan/Kimia/Pertanian. Lmrn ke info@tsbali.com
Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA/SMK.CVLngkapPuriCendana SeminyakH.081212886674/732947
B.BP.001.01.20.0000741
Cr Drafter/Arsitek,SMK, Diploma S1: gentaproperty108@gmail.com B.BP.001.01.20.0000732
LOKER
SERVICE
SERVICE
SERVICE
B.BP.001.01.20.0000778
B.BP.031.01.20.0000796
BIRO JASA
B.BP.031.01.20.0000797
B.BP.166.01.20.0000802
B.BP.031.01.20.0000795
itu. Sementara keterangan yang sudah dikumpulkan belum memberikan petunjuk berarti. Bahkan, pihaknya sejauh ini belum menerima adanya laporan atau informasi kehilangan anggota keluarga. Demikian juga keberadaan gundukan tanah yang sempat dicurigai menjadi kuburan, sudah dibongkar oleh penyidik. Setelah menggali sekitar 1 meter, polisi tidak menemukan adanya kerangka tubuh lain. Dengan hasil itu, pihaknya menyimpulkan kalau gundukan tanah itu adalah lubang bekas menanam pohon. “Kurang lebih lima saksi sudah kita periksa. Mudahmudahan setelah hasil identifikasi ini kita bisa ungkap siapa korban ini,” jelasnya. Sementara itu, dokter Forensik RSUD Buleleng dr. Clarisa Salim mengatakan hasil penelitian ini akan difinalisasi setelah pihak Labfor Polri mengeluarkan hasil identifikasinya. Namun demikian, dari pengumpulan data dan pemeriksaan lanjutan, menunjukan kematian hingga ditemukan menjadi kerangka tubuh manusia itu lebih dari satu tahun. Kerangka ini sendiri sudah hancur dan tidak lagi utuh seluruh tubuh. Sementara identitas detail, pihaknya belum bisa menginformasikan karena tim Labfor Polri sendiri masih melakukan uji lanjutan sehingga diketahui identitasnya. (kmb38) menyiapkan regulasi. Sementara itu, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, pemerintah serius menyiapkan infrastruktur yang ramah anak di seluruh kecamatan. Ini dilakukan untuk mencapai peningkatan status dari sekarang Kota Layak Anak menjadi Kabupaten Layak Anak. Penyiapan dilakukan dengan melibatkan lintas sektor dan stakeholders termasuk DPRD perannya diperlukan untuk mewujudkan target tersebut. (kmb38)
Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445 B.BP.001.01.20.0000662
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam utk Rumah,Gj. 2,5juta SMS WA.0816571027 B.BP.004.01.20.0000720
Dicr Krywn Catering Utk Jaga di Hotel Hub.081999384996 B.BP.001.01.20.0000780
Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan
PT Indonesia Power Raih Proper Hijau Tahun 2020
PT Indoensia Power (IP) mempersembahkan “kado manis” di awal tahun 2020 ini. Perusahaan yang membawahi dua pembangkit listrik, yakni unit PLTGU di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng dan PLTG Gilimanuk, Jembrana ini menerima penghargaan Proper Hijau. Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI). Atas penghargaan ini, manajemen PT IP tetap berkomitmen menjaga lingkungan di sekitar pembangkit dengan sinergitas semua stakeholders terkait. Manager Unit PLTGU Pemaron, I Nyoman Purwakanta, S.T., Kamis (30/1) kemarin mengatakan, penghargaan yang diserahkan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin ini setelah melalui tahapan penilaian dari tahun 2018 dan tahun 2019 yang lalu. Sebelum menerima penghargaan ini, PT IP sendiri secara berturut-turut selama 6 tahun meraih penghargaan Proper untuk kategori Biru. “Pencapaian ini kami persembahkan sebagai kado manis di tahun 2020,” katanya. Menurut Nyoman Purwakanta, Proper untuk kategori hijau merupakan peringkat yang dianugerahkan bagi perusahaan yang dinilai ber-
PENGHARGAAN - PT Indonesia Power (IP) menerima penghargaan Proper Hijau Tahun 2020 dari KHLK RI. hasil meningkatkan pengelolaan lingkungan, lebih dari yang dipersyaratkan. Selain itu, indikator penilaiannya adalah komitmen perusahaan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan. Selama ini, beberapa program pengembangan masyarakat yang telah dilaksanakan PLTGU Pemaron tahun 2018 dan 2019 adalah membentuk kelompok masyarakat Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan bekerja sama Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan Program Banana Smart Village dengan metode kultur jari-
ngan yang berbasis organik dan zero waste. PLTGU Pemaron juga tetap fokus dalam pengembangan dan pelestarian keanekaragaman hayati melalui konservasi swadaya tukik di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Program ini tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga pada perekonomian masyarakat sekitar. “Pencapaian ini merupakan bentuk komitmen insan PT IP Bali PGU Unit PLTGU Pemaron untuk menjadi perusahaan energi berkelas dunia yang memberikan dampak positif bagi lingkungan,” jelasnya. (ad800)
Bali Post/kmb38
PARIPURNA - DPRD Buleleng mendukung pembahasan Ranperda tentang Kabupaten Layak Anak.
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh Kav aspek Perum.Dentim dkt dr Jl.Induk 081337141817 B.BP.001.01.20.0000635
Tanah 8 Are Goa Gong&disewakan 7 Are di Jimbaran.081236778899 B.BP.001.01.20.0000745
DIJUAL VILLA
Jual Villa Terrace Pavilion Jimbaran Bali, S.Pool, 3KT,3KM, Garasi. Rp.1,9M.Hp.08128888867
B.BP.031.01.20.0000765
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.01.20.0000807
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.01.20.0000654
KEHILANGAN Hlg BPKB No.L.10218129-O, DK 918 BM, an I Made Suarjana B.BP.001.01.20.0000779
Jumat Umanis, 31 Januari 2020
Tata Ruang Dinilai Baik, Jembrana Raih Penghargaan PEMKAB Jembrana meraih penghargaan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang atas Penyelenggaraan Tata Ruang Kabupaten/Kota Tahun 2019. Penghargaan diberikan sebagai kabupaten yang dinilai baik dalam mengelola tata ruang secara optimal yang seyogianya dilaksanakan untuk kemakmuran rakyat. Penghargaan diterima Bupati Jembrana I Putu Artha dari Kepala Dinas Peker-
jaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Jembrana I Wayan Darwin di Ruang VIP Bupati Jembrana, Kamis (30/1) kemarin. Sebelumnya, Wayan Darwin mewakili Bupati menerima penghargaan tersebut di pusat. Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, salah satu bentuk pengawasan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Semakin Tinggi
Dari Hal. 1 Berdasarkan pemaparan data tersebut, sebelum 2018 belanja masyarakat Bali untuk kebutuhan canang sari belum begitu besar. Masuknya canang sari dalam diagram timbang menunjukkan ada perubahan pola pemenuhan canang sari dari membuat sendiri menjadi membeli. Selain itu pembeliannya juga semakin tinggi. Menurut Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., meningkatnya konsumsi masyarakat Bali menggunakan canang sari disebabkan semakin meningkatknya Nitya Karma. Di sisi lain, waktu membuat canang sari
atau ceper bagi umat Hindu sangat terbatas, karena kebanyakan umat, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung bekerja sebagai pegawai. Pihaknya menyarankan agar umat membeli bahan dan membuat sendiri, bahkan kalau bisa menanam sendiri bahan-bahan upakara pembuatan canang sari dan banten lainnya, sehingga kebutuhan secara ekonomi bisa dikurangi. ‘’Tidak kalah penting juga jangan lupa mengajarkan anakanak untuk belajar membuat canang sari atau ceper sejak dini, sehingga mereka terlatih dan terbiasa membuat canang
pada pembangunan SDM unggul untuk Indonesia Maju. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. menyatakan bersyukur atas peningkatan IHDN Denpasar menjadi Universitas Hindu Negeri. Sebab, usulan peningkatan status lembaga pendidikan tinggi ini didasari keinginan umat Hindu dan para tokoh di Bali dan di Indonesia yang mendambakan IHDN Denpasar berubah menjadi Universitas Hindu Negeri. Sebab, kampus yang berpusat di Jalan Ratna No. 51, Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar ini merupakan salah satu lembaga pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu kehinduan yang tidak dapat
terpisahkan dalam kerangka sistem pendidikan nasional untuk ikut berperan memajukan kehidupan masyarakat Indonesia. ‘’Perpres Nomor 20/2020 yang ditandatangi oleh Presiden Jokowi ini menjadi momen bersejarah bagi umat Hindu untuk memiliki Universitas Hindu Negeri pertama di Bali. Tentu ini menandakan bahwa Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus kepada lembaga pendidikan Hindu di Bali untuk meningkatkan kualitas SDM-nya. Oleh karena itu, momen ini harus kita maknai bersama sebagai vibrasi menuju SDM Bali unggul ke depannya,’’ ujar Prof. Sudiana. (dir/win)
SPBU diminta jangan hanya mengeruk keuntungan semata tetapi mengabaikan hak-hak masyarakat. Jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap konsumen, menurutnya, akan kena pasal UU Perlindungan Konsumen, maksimum lima tahun penjara dan denda bisa sampai Rp2 miliar. Pengelola SPBU harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Sementara itu, mendengar dugaan kecurangan petugas SPBU di daerah Ubud, Pertamina akan memberikan teguran
dan surat peringatan sekaligus melakukan pembinaan. Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina MOR V Rustam Aji mengaku sudah mengingatkan ke pihak SPBU tersebut dan SPBUSPBU lainnya agar mereka menjalankan prosedur layanan ke konsumen sesuai SOP yang ada. Ia mengimbau konsumen apabila memiliki keluhan terhadap produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135. (kmb42)
Kerugian Konsumen
Dari Hal. 1 ‘’Bayangkan saja, kalau banyak petugas SPBU di Bali berapa kerugian konsumen, tidak sedikit dan sangat merugikan konsumen. Kalau kita mengacu Pasal 4 UU No. 88 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, konsumen memiliki hak atas informasi yang benar jelas dan jujur,’’ tegasnya. Ia mengimbau aparat penegak hukum, apabila dugaan kecurangan itu sudah menjadi laporan polisi, agar ditindak secara tegas karena sangat merugikan konsumen.
Korban Meninggal
Dari Hal. 1 Di Tanah Lot sebelum pamelastian juga dilakukan prosesi ngaturang Pakelem dengan sarana seperti kerbau, itik, kambing dan lainnya. Setelah itu, Ida Batara munggah ke Pura Luhur Tanah Lot. Setelah prosesi di Tanah Lot selesai pukul 18.30 Wita, iring-iringan kembali mamargi ke jalur sebelumnya dan marerepan di Pura Puseh Kota Tabanan. Jumat (31/1) ini barulah dilanjutkan perjalanan menuju Pura Luhur Batukau. Sebelum tiba di sana akan simpang di Pura Puseh Penatahan, baru menuju Desa Tengkudak dan marerepan di Pura Puseh Tengkudak. Pada Sabtu (1/2) baru dilanjutkan ke Pura Luhur Batukau. Karya Agung Pangurip Gumi Pura Sad Kahyangan Jagat Bali Luhur Batukau memiliki lingkup yang cukup
luas. Di antaranya konsep Pura Sad Kahyangan Jagat Bali, konsep Segara-Gunung, konsep Purusa Predana, konsep Penyucian Alam Semesta, konsep Tri Kono, konsep Bhakti Yoga, konsep dunia pertanian, konsep Sad Kertih dan konsep Karma Yoga. Tempat melasti adalah di Pura Luhur Tanah Lot. Tempat ini dipilih sebagai tempat melasti karena Pura Luhur Tanah Lot adalah merupakan Pura Beji Agung Pura Luhur Batukau di Tengahing Segara. Seorang Meninggal Sementara itu, seorang petugas meninggal pada upacara pamelastian, Kamis kemarin. Selain korban meninggal, juga ada salah seorang krama yang jatuh dari tebing di Tanah Lot. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, sebelumnya
yang bersangkutan (korban meninggal) ikut membantu korban yang jatuh dari tebing. Namun tak lama kemudian korban menyatakan nyeri pada hulu hati dan langsung pingsan. Petugas kesehatan yang stand by di Tanah Lot pun telah melakukan upaya untuk memberi pertolongan. Korban sempat dibawa ke BRUD Tabanan. Namun Tuhan berkehendak lain. Nyawanya tidak tertolong. Diperkirakan korban sakit jantung. Selain itu, ada seorang pamedek mengalami patah tulang. Ia terjatuh di tebing Tanah Lot. Korban bernama Wayan Sugandi (55) asal Br. Piling, Penebel. Sugandi alami patah pergelangan tangan kiri dan tulang paha kiri. Korban dirujuk ke BRSUD Tabanan. Kondisi korban sudah membaik. (kmb28/019)
Minim Pengawas
Dari Hal. 1 Kecurangan SPBU selain karena sanksi yang lemah juga akibat minimnya pengawasan. Masalahanya, jumlah tenaga pengawas masih minim. Di Kabupaten Badung, misalnya, sampai awal tahun 2020 hanya memiliki satu tenaga pengawas. Kepala Dinas Koperasi,
sari sendiri untuk kebutuhan upacara sehari-hari,’’ tandas Prof. Sudiana, Kamis (30/1) kemarin. Sementara itu, Sulinggih Ida Rsi Acharya Waisnawa Agni Budha Wisesanatha menilai terjadi shifting dari membuat sendiri menjadi membeli, bisa juga karena tren ngaturang banten setiap hari meningkat. Tidak hanya pada rerainan besar saja, namun juga karena generasi sekarang lebih rajin sembahyang ke Pura-pura dibandingkan generasi yang dulu. Sehingga dibutuhkan canang sari yang lebih banyak. (may/win)
Umat Hindu
Dari Hal. 1 Demikian pula peningkatan status STAH Gde Pudja Mataram menjadi Institut Negeri maka umat Hindu akan memiliki dua institut agama Hindu negeri yakni di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan Mataram, NTB. Ari Dwipayana berharap dengan peningkatan status dua perguruan tinggi Hindu negeri ini diharapkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas SDM umat Hindu. Sehingga dengan SDM yang unggul maka umat Hindu dapat meningkatkan kualitas diri dan keluarganya serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negera. Ini sesuai dengan visi besar Presiden Jokowi yang menekankan
BPN adalah pengawasan teknis kinerja penyelenggaraan penataan ruang kabupaten/ kota. ‘’Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kinerja penataan ruang yang baik di kabupaten di bawah pengawasan Kementerian Agraria dan Tata Ruang,’’ ucap Darwin. Lebih lanjut diutarakannya, penilaian dilaksanakan menilik dari lima aspek di antaranya perencanaan, pengaturan, pembinaan,
UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana mengaku telah menyiapkan petugas untuk melakukan pengawasan terhadap 37 SPBU di Badung. Tujuannya, mengantisipasi kecurangan penggunaan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) khususnya SPBU.
‘’Kami sudah membentuk petugas pengawas yang nantinya akan dididik sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) metrologi. Karena lembaganya baru terbentuk Januari, jadi kami baru memiliki satu orang PPNS metrologi,’’ kata Widiana, Kamis kemarin. (nik/par)
Jumat, 31 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Eksistensi Upacara Yadnya di Tengah Dinamika Budaya (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV
10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita
Bali TV Shop Lutut Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Klip Bali Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Reiki Ling Chi Ocydia Home Shopping
17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Dialog Gaptek Profit Bali Now Sugilanus, Penggiat Lontar Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel
pemanfaatan dan pengendalian. ‘’Secara global Jembrana mendapat nilai rata-rata 84, sehingga masuk kategori baik,’’ lanjutnya. Bupati Artha mengungkapkan bahwasanya tidak semua daerah mampu meyelenggarakan penataan ruang secara optimal yang seyogianya dilaksanakan untuk kemakmuran rakyat. Dalam hal ini, penghargaan bagi Jembrana karena mampu menunjukkan kinerja yang
baik dan mendapat apresiasi. Secara nasional, terdapat 66 kabupaten/kota yang dinilai memiliki kinerja baik. ‘’Di Provinsi Bali, Jembrana adalah salah satu dari tiga kabupaten/kota yang dinilai memiliki kinerja baik dalam penyelenggaraan penataan ruang. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja sama semua pihak yang mewujudkan prestasi ini,’’ ucap Artha. (ad805)
TATA RUANG - Bupati Artha menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang terkait dinilai baik dalam mengelola tata ruang secara optimal untuk kemakmuran rakyat.
Dinas Pertanian Antisipasi Merebaknya Babi Mati Negara (Bali Post) Merebaknya kasus ternak babi mati di sejumlah daerah di Bali, diantisipasi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana. Melalui Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas mengintensifkankan tugas dokter hewan dan paramedis hewan di masing-masing kecamatan untuk terus mobile (berkeliling) ke peternak babi. Kunjungan ke para peternak babi ini guna memantau dan memastikan upaya menjaga kebersihan kandang (biosecurity) agar terhindar dari berbagai penyakit. Dari pendataan, untuk peternakan ada 37 peternakan babi dengan skala antara 10 ekor hingga 1.500 ekor babi yang tersebar di lima kecamatan di Jembrana. Kabid Keswan Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jembrana drh. I Wayan Widarsa, Kamis (30/1) kemarin, mengatakan upaya antisipasi terutama setelah merebaknya virus ASF pada babi, sejatinya sudah
dilakukan sejak Desember lalu. Dan sampai kemarin di Jembrana belum ada kejadian babi mati seperti di daerah lain. Tetapi dengan kejadian babi mati di Tabanan dan daerah lain di Bali, Dinas semakin mengintensifkan paramedis dan dokter hewan di masingmasing kecamatan. ‘’Yang harus digarisbawahi, kejadian babi mati di beberapa daerah di Bali belakangan ini masih dalam pengecekan di laboratorium yang kompeten. Tetapi dengan merebaknya kasus babi mati itu kami dari Keswan Kesmavet melakukan upaya antisipasi di wilayah
kami,’’ ujar Widarsa. Meskipun di Jembrana belum ada kejadian serupa, tetapi hal ini tetap menjadi perhatian. Karena itu dilakukan upayaupaya antisipasi. Sebelumnya Dinas juga telah mengumpulkan para peternak di masing-masing kecamatan dan memberikan imbauan langkah antisipasi. Mulai dari menjaga kebersihan kandang, penyemprotan disinfektan hingga menjaga agar kandang dan sekitarnya tetap kering menghindari binatang lain untuk berkembang biak. Dokter hewan dan tenaga medis yang ber-
tugas di masing-masing kecamatan juga diminta untuk rutin berkeliling khususnya ke peternak-peternak babi di wilayah binaannya. Dengan adanya sejumlah kejadian kematian babi belakangan ini di Tabanan dan Badung, Keswan Kesmavet akan melakukan sosialisasi secara lebih luas di masingmasing kecamatan menyasar para peternak skala kecil (rumahan). Rencananya sosialisasi akan dimulai Jumat (31/1) hingga pekan depan. Pihak yang mengikuti sosialisasi ini bukan hanya peternak, melainkan juga pengusaha yang berkaitan dengan mata rantai ternak babi tersebut seperti penjual bibit babi keliling, jagal (tukang potong) babi dan masyarakat penerima bantuan bibit babi serta tokoh masyarakat. (kmb26)
Ekonomi
Taspen, Asabri dan BPJS-TK Itu Sangat Berbeda DIREKTUR Utama Taspen ANS Kosasih dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR-RI menyatakan bahwa dalam mengelola program jaminan sosial ASN dan pejabat negara, Taspen mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku yaitu UU SJSN No. 40 Ttahun 2004, UU ASN No.5 Tahun 2015, dan UU RPJP No.17 Tahun 2007 termasuk seluruh peraturan pemerintah dan peraturan kementerian yang mendasari operasional Taspen. Di mana tidak satu pun dari peraturan perundang-undangan tersebut menyebut adanya peleburan antarlembaga. ‘’Sepengetahuan saya Taspen itu menginduk secara teknis kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PAN-RB, serta secara kepemilikan berada di bawah Kementerian BUMN. Asabri sedikit berbeda, yaitu secara teknis di bawah Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertahanan serta secara kepemilikan pada Kementerian BUMN. Sedangkan untuk BPJS itu koordinasi teknisnya di bawah Kementerian Tenaga Kerja,’’ ujar Kosasih. Menurtnya, seluruh aturan, perundang-undangan dan model bisnisnya berbeda. Pesertanya pun sama sekali berbeda dan sumber pendanaannya juga sangat berbeda. Ada yang berasal dari APBN,
ada yang dari dana ASN maupun TNI/Polri, ada yang dari pekerja swasta dan pemberi kerja. ‘’Jadi, saya rasa, untuk membahas soal Taspen, Asabri dan BPJS-TK, hanya para stakeholders terkait yang berwenang memberikan komentar, bukan Taspen, Asabri maupun BPJS-TK, karena kami ini sama-sama pengelola dana pensiun, bukan regulator,’’ imbuhnya. Menurut narasumber yang memahami masalah perundang-undangan, terkait UU BPJS No.24 Tahun 2011 pasal 65 dan 66 yang digunakan sebagai acuan banyak pihak terkait hal ini, dalam penjelasan pasal 66 dapat jelas dilihat bahwa tidak disebutkan sama sekali peleburan maupun penggabungan kelembagaan apa pun. Yang ada tertulis secara jelas adalah ‘’Program Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan program pembayaran pensiun yang dialihkan dari PT Asabri (Persero) dan program tabungan hari tua dan program pembayaran pensiun yang dialihkan dari PT Taspen (Persero) adalah bagian program yang sesuai dengan Undang-undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional’’. Dalam Undang-undang ASN, Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua PNS diberikan sebagai perlindungan kesinambungan penghasilan
hari tua sebagai hak dan penghargaan atas pengabdian PNS serta mencakup jaminan pensiun dan jaminan hari tua yang diberikan dalam program jaminan sosial nasional yang selanjutnya diatur dalam PP tersendiri. Salah satu kelebihan Taspen adalah memiliki anakanak perusahaan yang profitabel dan di masa depan seluruh overhead pengelolaan dan pembayaran serta pelayan ASN dan pensiunan dapat ditutup dari laba anak-anak perusahaan semata. Sehingga seluruh hasil pengelolaan investasi sepenuhnya dikembalikan ke peserta agar kesejahteraan PNS dapat ditingkatkan lebih baik lagi di masa-masa mendatang. Taspen juga telah mengembangkan sistem pembayaran
pensiun dari manual menjadi digital seperti otentikasi melalui smartphone, yang merupakan wujud pengamanan dan pertanggungjawaban keuangan kepada negara, sehingga tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan bayar pensiun. ‘’Yang pasti, jika ditanya apakah kami mampu dan sanggup secara mandiri untuk mengelola dana tabungan pensiun dan asuransi sosial ASN serta para pejabat negara dan seluruh pihak terkait, jawabannya hanya satu amat sangat sanggup. Kami sudah menyiapkan teknologi dan data center yang mutakhir untuk memenuhi kebutuhan apabila data dan alokasi dana tabungan pensiun serta hak pensiun harus dibuat per individu,’’ demikian Kosasih menegaskan. (ad788)
TASPEN - Direktur Utama PT Taspen (Persero) ANS Kosasih dan jajaran direksi berfoto bersama dengan Komisi XI DPR-RI.
JUMAT UMANIS, 31 Januari 2020
Pawai Jadi ’’Highlight’’ PKB XLII
Disebut Peed Agung, Anggarannya Rp2 Miliar DINAS Kebudayaan Provinsi Bali menyadari pentingnya tata kelola pawai sebagai highlight atau pusat perhatian dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Apalagi, keseluruhan pelaksanaan PKB dalam sebulan juga tergambar dalam pawai yang kini diberi nama peed agung itu. Sayangnya, kabupaten/kota selama ini belum maksimal mendanai kontingen pawainya.
Gede Arya Sugiartha
‘’Padahal, ruang dan event pawai itu menjadi perhatian seluruh dunia. Ada tamu penting termasuk Presiden RI, duta besar, konsulat hadir. Perhatian media juga ada di sana, dan ribuan masyarakat Bali juga menyaksikan itu,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana saat membuka Workshop Aplikasi Tema PKB XLII Tahun 2020 ‘’Atma Kerthi: Penyucian Jiwa Paripurna’’ Dalam Karya Seni di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Kamis (30/1) kemarin. Mulai PKB XLII tahun ini, Kun memastikan pawai tidak hanya berjalan akurat dari sisi waktu dan disiplin menerjemahkan tema, tetapi juga disokong pendanaan dengan skema penciptaan seni. Dalam hal ini, Pemprov Bali berkontribusi mendanai kabupaten/ kota melalui hadiah uang tunai senilai total Rp225 juta. Secara keseluruhan, untuk pelaksa-
Wayan ’’Kun’’ Adnyana
Merpati Bali Siap Berlaga di Liga Srikandi
Denpasar (Bali Post) Tim basket putri Merpati Bali selaku juara tahun lalu siap berlaga pada Liga Srikandi 2020 seri I di Cirebon, 3 - 8 Februari mendatang. Tim Merpati Bali pada pramusim di Pekanbaru, Riau, sempat dikalahkan Sahabat Semarang dan GMC Cirebon. Kendati demikian, pelatih Merpati Bambang Asdianto Pribadi tak mempermasalahkan ajang pemanasan tersebut, namun lebih fokus pada liga tertinggi basket putri Indonesia yang sudah di depan mata. Bambang Asdianto, Kamis (30/1) kemarin berpendapat, pada pramusim lalu dirinya
sengaja menyimpan sembilan asuhannya. Tujuannya, dirinya ingin mengetahui skill dan kemampuan pebasket putri junior yang didampingi sederet pebasket senior. ‘’Kami tetap mematok targer mempertahankan gelar juara,’’ ujar Bambang Asdianto. Ia menilai persiapan seluruh kontestan mulai pelatih, manajemen dan pemain berupaya tampil maksimal untuk menjadikan event ini lebih bergengsi. Diakuinya, musim ini kapten Merpati Helena Tumbelaka menyatakan pensiun, tetapi skuad Merpati masih tetap solid dan tajam di semua lini. Bahkan kuartet pebasket
BOLA - Pebasket Merpati Bali (kanan) mendribel bola.
Timnas pada SEA Games Filipina yakni Kadek Pratita Citta Dewi, Agustin Gradita Retong, Husna Aulia Latifah dan Dora Lovita siap berjibaku membela Merpati Bali. Selain keempat pemain andalan, Merpati Bali juga diperkuat Lamia Rasidi, Mita Istinawati, Tirsa Cecilia Londa, Tania Rasidi, Putu Tiana Widiastari, Dita Pramesti, Dewa Ayu Made Sriatha Kusuma Dewi, Fitria Ramadhani Madjid, Kadek Sanis Jisanceghi, Ni Putu Eka Febiananda, Arynna Dwi Prabayanti, Millania Angela, Pande Ketut Natalia Deshinta dan Thoe Audy Natalia Louis. (022)
Bali Post/ist
naan pawai saja dianggarkan hingga Rp2 miliar lebih. Harapannya, pawai dapat dikelola secara baik dan rapi serta digarap dengan serius. Setiap kontingen harus dipastikan tampil dalam kondisi prima dari segi kualitas artistiknya. ‘’Kami memiliki platform skema pendanaan dengan hadiah uang tunai untuk kompetisi penciptaan seni atas tiga kategori materi peed agung yakni garapan lambang daerah kabupaten/kota, koreografi tema ‘Atma Kerthi’, dan koreografi tematik khas kabupaten/ kota,’’ jelasnya. Terkait koreografi tema ‘’Atma Kerthi’’, lanjut Kun, di dalamnya ada ogoh-ogoh sesuai tema. Seperti ogoh-ogoh berwujud Dharmawangsa dengan anjingnya, ogoh-ogoh Lubdaka, ogoh-ogoh Bhima Swarga, ogoh-ogoh Manuk Dewata dan lainnya. Sedangkan koreografi khas kabupaten/kota berkaitan dengan potensi keunikan seni
budaya masing-masing kabupaten/kota. ‘’Tiap materi ini akan dipilih 9 terbaik yang kemudian berkewajiban untuk menjadi kontingen masing-masing kabupaten/kota, sehingga akan memicu kreativitas karena platform-nya kompetisi, terus gagasan-gagasan baru namun tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dan juga tradisi seni budaya Bali,’’ paparnya. Menurut Kun, kabupaten/ kota hanya bertugas mengumpulkan minimal tiga proposal untuk masing-masing kategori peed agung. Setelah itu, tim kurator di provinsi akan menyeleksi yang terbaik. Setelah ditentukan pemenang, panitia pawai akan mengambil alih untuk melakukan pembinaan ke lapangan. ‘’Di lapangan juga kita arahkan, terus diskusikan bersama untuk memunculkan peluangpeluang realisasi artistik yang bagus dan kemudian tidak
overlapping antarkabupaten/ kota. Jadi semua memiliki kekhasan masing-masing,’’ tandasnya. Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha mengatakan, tema ‘’Atma Kerthi’’ dalam pawai PKB dapat diaktualisasikan lewat dekorasi areal Bajra Sandi dan panggung kehormatan dominan berwarna putih, merah, dan hitam. Kemudian ada penjor sad kertih, serta memainkan tiga gamelan yakni Gong Gede, Semara Pagulingan dan Jegog secara bergiliran. Gamelan ini untuk memberi nuansa keagungan, kelembutan, dan keceriaan dalam menyambut PKB XLII. Sebagai pembuka pawai, dapat ditampilkan hasil rekonstruksi Legong Sad Kertih. Tak ketinggalan, koreografi tema ‘’Atma Kerthi’’ dan garapan tematik menggunakan properti ritual pengabenan yang dibawakan duta kabupaten/kota se-Bali. ‘’Kalau tema itu bisa dilihat misalnya dari cerita, gerakgerak tari, alunan musik, komposisi musikal dan dari warna juga bisa mengesankan tema,’’ ujarnya. (rin)
Marco Punx Bali Hadirkan Single Terbaru SEBUAH band indie Bali, Marco Punx Bali, kerap menciptakan dan menyenandungkan lagu-lagu dalam bahasa Bali. Mengusung genre alternatif punk, band ini kembali merilis single terbaru. Bahkan, single yang diberi judul ‘’Punx Ci Nawang’’ diluncurkan lengkap dengan video klipnya. Single keempat ini digadang-gadang mampu mengguncang panggung musik Bali melebihi single sebelumnya. Single yang pertama kali dirilis tahun 2015 bertajuk ‘’Tresna Setonden Mati’’, selanjutnya ‘’De Ngutang Lulu NgawagNgawang’’ (2016) dan ‘’Jelema Serakah’’ (2017). ‘’Punx Ci Nawang merupakan sebuah lagu yang sangat berarti bagi saya. Lagu ini adalah cerminan dari kehidupan saya di mana saya bisa menjadi figur ayah, suami, dan juga penulis lagu serta vokalis band seperti saat ini dalam sekali waktu. Saya menyadari pilihan saya untuk menjalani itu semua dengan sangat sederhana,’’ ujar Comar, pentolan Marco Punx Bali di Denpasar, Selasa (28/1). Band yang terbentuk pada tahun 2008 ini awalnya merupakan sebuah site project dari Comar, bersama gitaris Lolot Band Doni Lesmana, dan juga Lelut (Bass), serta Hendra (drum). Seiring waktu, disebabkan oleh kesibukan masing-masing, akhirnya Doni Lesmana mengundurkan diri sebagai gitaris dan hanya ingin fokus memproduseri Marco Punx Bali. Hal ini juga diikuti
oleh Lelut dan Hendra. Tak lama, formasi baru pun dibentuk. Marco Punx Bali aktif menciptakan lagu-lagu dengan formasi baru ini yang terdiri dari Comar yang bernama lengkap I Komang Eka Darma Usadha (37) pada vokal; Adi yang bernama lengkap I Made Gede Adi Kusuma (30) pada gitar; Marlyn yang bernama lengkap I Komang Dedy Suryawan (33) pada bass; dan pada drum adalah Ade yang bernama lengkap I Made Ade Ananta Saputra (30). Penggarapan single ini
menghabiskan sekitar setahun lamanya. Oleh karena itu, saat launching nanti akan dilakukan dengan meriah di Antida Sound Garden yang akan dihiasi
oleh video klip yang diambil dari lagu ‘’Punx Ci Nawang’’ tersebut. Ayyiek Falgunadi, sutradara yang mengonsepkan dan membuat video klip ini, men-
gatakan bahwa video klip lagu ini sangat sederhana dibuat dengan waktu yang tidak lama, yaitu tiga hari dengan berdurasi kurang dari tiga menit. (win)