Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Soal Ketinggian Bangunan
Pansus Masih Pertimbangkan Perubahan di Kawasan Tertentu Denpasar (Bali Post) Pembahasan Ranperda tentang RTRWP sejatinya membuka ruang aspirasi yang nantinya menjadi pedoman dalam membangun Bali ke depan. Mengingat, tata ruang memiliki dampak terhadap lingkungan, ekonomi, sosial budaya, hingga kependudukan. Itu sebabnya, Pansus DPRD Bali yang membahas revisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP sampai melakukan roadshow ke sembilan kabupaten/kota. ‘’Kita sangat aspiratif sekali, sehingga tata ruang ini tidak memberatkan masyarakat dan tidak merusak Bali. Apalagi dengan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ ini, sangat idealis sekali visi dan misi Gubernur untuk menyelamatkan laut, udara, pantai, danau, hutan, dan lainnya,’’ ujar Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP di DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana, Rabu (30/1) kemarin. Kariyasa menyebut isu-isu krusial seperti masalah ketinggian bangunan memang membutuhkan banyak masukan dari seluruh komponen masyarakat. Termasuk melihat secara historis mengapa ketinggian bangunan dibatasi
I Gusti Ngurah Sudiana DPRD Bali tengah menggodok revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali. Salah satu usulan materi yang akan diubah adalah ketinggian bangunan pada kawasan tertentu, seperti rumah sakit, kantor pemerintahan dan sekolah. Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. menilai ketinggian maksimal bangunan di Bali yakni 15 meter sudah tepat dan didukung oleh Bhisama PHDI. Sebab, Bali tersohor ke seluruh dunia karena adat dan budaya yang bernapaskan Hindu. Sehingga jika ketinggian bangunan, apalagi akomodasi pariwisata diizinkan lebih dari 15 meter, maka taksu Bali akan pudar. ‘’Taksu Bali lahir dari pura dan aktivitas penunjang seperti upacara. Pura pasti lokasinya di bawah, tidak mungkin di atas bangunan berlantai 15 meter. Jika hotel-hotel menjulang, itu jelas menghilangkan taksu Bali,’’ ujar Prof. Sudiana, Rabu (30/1) kemarin. Di samping itu, lanjut Sudiana, jika ketinggian bangunan maksimal 15 meter tidak dipertahankan, maka Bali juga
maksimal 15 meter atau setinggi pohon kelapa. Ini kan harus dipilah-pilah, kalau umpama ketinggian bangunan itu diubah, apa positif dan negatifnya. Hal. 15 Masih Menunggu
Bali Post/ist
SERAP ASPIRASI - Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali I Ketut Kariyasa Adnyana (kiri) saat menyerap aspirasi terkait revisi Perda RTRWP di Kabupaten Badung.
Dadab Tutup Usia PELAWAK Bali asal Desa Sukawati I Nyoman Pidada alias Dadab mengembuskan napas terakhirnya, Rabu (30/1) kemarin. Seniman drama gong ini meninggal pada usia 77 tahun. Menantu almarhum, Ketut Sudiarta, mengatakan beberapa hari lalu mertuanya tidak ada menunjukkan gejala sakit. Bahkan, bisa beraktivitas seperti biasa di pertunjukan barong dance Denpasar. ‘’Bapak biasa mengecek ke pementasan barong yang ada di Kesiman, Denpasar,’’ ujar Sudiarta saat ditemui di rumah duka di Desa Sukawati. Menurut Sudiarta, I Nyoman Pidada terserang stroke sekitar empat hari lalu. Pihak keluarga langsung membawa bapak empat anak itu ke rumah sakit swasta di Desa Celuk. ‘’Menurut dokter, bapak terkena stroke ringan. Jadi, harus menjalani perawatan dulu,’’ terangnya. Beberapa hari menjalani perawatan, tiba-tiba pelawak yang beken dengan nama panggung Dadab ini kondisinya terus melemah dan semakin kritis. ‘’Akhirnya, bapak meninggal pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita,’’ katanya. Pihak keluarga merasa sangat terpukul dengan kepergian seniman kelahiran tahun 1942 itu. I Nyoman Pidada meninggalkan seorang istri Ni Made Ariani, dengan empat orang anak. Hal. 15 Sejak Setahun
Taksu Bali Harus Tetap Diajegkan
Mariyana Wandhira kehilangan identitas atau ciri khas karena tidak ada bedanya dengan daerah lain. Kendati demikian, terkait bangunan pelayanan publik, seperti sekolah, gedung pemerintahan dan rumah sakit, ia mengaku memberikan toleransi dengan ketinggian bangunan maksimal 20 meter. Ketua DPRD Badung Putu Parwata juga berpendapat yang sama. Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini mengajak semua pihak untuk berpikir jernih memikirkan Bali, khususnya Badung ke depan. ‘’Mari kita tetap melestarikan adat, seni dan budaya. Jangan sampai Bali ini khususnya Badung rusak karena kita sendiri,’’ ungkap Putu Parwata, Rabu kemarin. Menurutnya, Badung tetap berkomitmen pada Bhisama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang menyatakan ketinggian bangunan maksimal 15 meter. ‘’Jangan membuat aturan yang akhirnya ikutikutan, jadi untuk sementara 15 meter tetap dikunci,’’ tegasnya. Hal. 15 Zona Tertentu
Vanessa Angel Ditahan Surabaya (Bali Post) – Artis Vanessa Angel (VA) ditahan di Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terkait dugaan kasus prostitusi online atau dalam jaringan (daring). Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, Rabu (30/1) sore, memastikan surat perintah penahanannya sudah ditandatangani oleh Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan. ‘’Dengan begitu artis VA yang hari ini kami panggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka resmi dilakukan penahanan,’’ katanya. Dalam perkara ini, pemeran Sandra dalam sinetron ‘’Cinta Intan’’ itu dijerat Pasal 27 ayat 1 Undangundang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang ancaman hukuman pidananya maksimal enam tahun penjara. Artis kelahiran Jakar-
ta, 21 Desember 1991 itu sebelumnya sempat tidak datang memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dengan alasan sakit, serta sekali tidak menjalani wajib lapor setelah terciduk polisi di sebuah hotel di Surabaya dalam kasus prostitusi pada 5 Januari lalu. Dalam perkara ini, Polda Jatim sebelumnya juga telah menetapkan dan menahan empat orang tersangka yang bertindak sebagai muncikari, masing-masing berinisial ES, TN, F, dan W. Barung menjelaskan, artis VA menyusul ditetapkan sebagai tersangka karena menurut penyelidikan, berdasarkan bukti-bukti forensik digital, terbukti aktif mengeksploitasi dirinya secara daring di media sosial, yaitu melakukan percakapan atau chatting dan mengunggah foto-foto yang tidak sesuai dengan etika kesusilaan. (ant)
Jumat Besok, Buni Yani Masuk Penjara I Nyoman Pidada (alm)
TNI/Polri Jangan Kalah Sama Preman Puluhan Bhabinkamtibmas Polresta Denpasar dan Babinsa Kodim 1611/ Badung dikumpulkan di Ruang Aula Pesat Gatra, Mapolresta Denpasar, Rabu (30/1) kemarin. Kapolresta Ruddi Setiawan berharap anggota Polri dan TNI jangan kalah sama preman.
Halaman 2
Ngerebeg di Tegallalang Ritual Ngerebeg kembali digelar krama dari tujuh banjar di Desa Pakraman Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Rabu (30/1) kemarin. Ritual ini digelar setiap Buda Kliwon Pahang. Krama wajib turun ke jalan dengan menghias badan mereka menyerupai makhluk halus. Tujuannya untuk menetralisir pengaruh negatif. Halaman 9 Baru Bebas, Pentolan Ormas Dipolisikan Lagi Baru beberapa hari lalu bebas dari Lapas Kerobokan, pentolan ormas berinisial Ketut Is (40) kembali dilaporkan ke Polresta Denpasar, Rabu (30/1) kemarin. Dia dilaporkan oleh istrinya, YY (32), terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan membenarkan menerima laporan itu. Halaman 15
Jakarta (Bali Post) – Terdakwa kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani, mengaku dirinya akan dieksekusi pada Jumat (1/2) oleh Kejaksaan Negeri Depok. ‘’Dua hari yang lalu saya sudah mendapatkan panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok, akan dilakukan eksekusi. Saya masuk penjara tanggal 1 Februari, hari Jumat,’’ kata Buni Yani saat acara ‘’Aksi Solidaritas Ahmad Dhani’’ di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (30/1) kemarin. Ia juga mengaku sudah menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). ‘’(Kasus saya) sudah inkracht. Hari ini saya mendapatkan salinan dari Mahkamah Agung yang mengatakan ada dua keputusannya bahwa satu kasasi saya ditolak dan kasasi jaksa penuntut umum ditolak. Jadi dua-duanya ditolak,’’ jelas-
nya. Ia juga belum mengetahui akan dieksekusi ke lapas mana, tetapi dirinya menilai eksekusi tersebut merupakan pelampauan wewenang dari kejaksaan. ‘’Kita anggap jaksa sudah melampaui wewenangnya jika mengeksekusi saya,’’ ucap Buni Yani. Ia berpendapat, langkah kejaksaan itu tak sesuai dengan putusan kasasi MA karena dalam putusan kasasi tersebut tidak ada perintah hakim kepada jaksa agar menahan dirinya. ‘’Sebetulnya sih kasasi dari MA itu sudah inkracht, berkekuatan hukum tetap. Cuma yang ditulis di putusan kasasi itu, tidak ada menyebutkan apa pun. Apakah jaksa boleh menahan saya atau tidak. Kita akan melawan karena jaksa kita anggap melampaui wewenangnya,’’ paparnya. Kendati demikian, dia akan memenuhi panggilan sebagai warga negara yang baik.
Buni Yani divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung. Buni Yani dinyatakan bersalah melanggar Pasal 32 ayat Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kasus yang menjerat Buni Yani bermula saat dia mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ketika masih menjabat Gubernur DKI menjadi 30 detik pada 6 Oktober 2016. Padahal video asli pidato Ahok berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik. Ahmad Dhani Sementara itu, Mulan Jameela menyambangi Rutan Klas 1 Cipinang di Jakarta Timur untuk menjenguk suaminya, Ahmad Dhani Prasetyo, yang telah divonis 1,5 tahun karena kasus ujaran kebencian.
Mulan yang tiba di Rutan Cipinang pada Rabu kemarin sekitar pukul 10.20 WIB dengan mobil Toyota Alphard hitam langsung masuk ke rutan tanpa memberikan komentar. Mulan meninggalkan rutan sekitar pukul 15.45, namun tetap enggan berkomentar. Awak media sempat menanyakan tentang kondisi Dhani, namun
Mul a n h a n y a menjawab singkat dengan mengatakan bahwa suaminya sehat. ‘’Sehat,’’ kata Mulan singkat sambil berjalan menuju mobil tanpa
memberikan komentar lebih lanjut. Ahmad Dhani resmi ditahan di Rutan Cipinang setelah divonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (28/1). Ia dinyatakan bersalah dalam k a s u s ujaran kebencian. (ant)
DENPASAR
2
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
FIGUR Sudah Realistis GUBERNUR Bali Wayan Koster sejatinya sudah memberikan jawaban terkait target kemiskinan yang dikoreksi menjadi 1 persen sampai 1,5 persen dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (28/1) lalu. Ini terkait pandangan umum fraksi terhadap Ranperda RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025 dan Ranperda RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. Dalam jawaban Gubernur yang dibacakan Wakil Gubernur, target itu disebut sudah realistis kendati dibarengi pula dengan penurunan target pertumbuhan ekonomi. ‘’Sesuai data BPS, angka kemiskinan di Bali tahun 2018 sudah mencapai 3,95 persen, jauh melampaui target 2025 yang dipasang 4,2 persen. Untuk itu saya melakukan revisi target kemiskinan menjadi 1 - 1,5 persen dengan mengikis kerak-kerak kemiskinan yang ada,’’ ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati membacakan jawaban Gubernur Bali. Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini melanjutkan, strategi dan program yang diterapkan adalah berskala mikro dan langsung menyentuh sasaran masyarakat miskin. Salah satunya adalah menetapkan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Kebijakan ini memberikan perhatian serius pada pemasaran produk lokal dan hasil pertanian. ‘’Kebijakan ini akan saya ikuti dengan menetapkan kebijakan lainnya yang bersifat mikro, sehingga langsung menyentuh kebutuhan masyarakat miskin,’’ jelasnya. Untuk target pertumbuhan ekonomi, pejabat asal Puri Agung Ubud ini menyebut dikoreksi menjadi 7 - 8 persen dari target awal 8,2 - 9,4 persen pada 2025. Mengingat, capaian pertumbuhan ekonomi dalam empat tahun terakhir adalah dalam kisaran 6 persen. ‘’Jadi, saya mengubah target menjadi lebih realistis dan tetap optimis, dengan tumbuh 1 sampai 2 persen dari kondisi saat ini,’’ tandasnya. (rin)
PERTANIAN - Seorang petani memanen tanaman serai di kawasan pertanian Kertalangu, Denpasar.
Bahas Ranperda RDTR
Pansus Sepakat Tunggu Peta Wilayah
Pada rapat pembahasan ranperda ini yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira ini disepakati untuk kembali membahas pasal per pasal secara jelas, agar produk hukum yang dikeluarkan tersebut benar-benar bisa mengakomodir kondisi yang sebenarnya. Karena itu, Pansus sepakat untuk meminta kepada eksekutif untuk mem-
bawa peta wilayah yang ada untuk menjadi acuan dalam pembahasan nanti. Usulan dari sejumlah anggota Pansus, seperi Eko Supriadi, A.A. Susruta Ngurah Putra, I.B. Kiana, serta A.A. Mahendra mengharapkan agar ranperda ini bisa menjadi acuan yang mendasar dalam pemanfaatan tata ruang di Denpasar. Meskipun saat ini juga sedang dilaku-
kan revisi terhadap Perda RTRW Provinsi maupun Perda RTRW Denpasar. ‘’Kami sepakat untuk lebih mendalami lagi pasal per pasal dalam ranperda ini,’’ kata Ketua Pansus XIX Wayan Suadi Putra. Dalam rapat kemarin terungkap pentingnya menunjukkan peta dalam pembahasan Ranperda RDTR ini. mengingtat, peta yang dimil-
iki Denpasar dengan penetapan peta di provinsi terjadi perbedaan. Pada rapat kerja sebelumnya, dengan Tim Penyusun Ranperda RDTR, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Tim Ahli Hukum Pemkot Denpasar, Pansus XIX menekankan tiga masalah utama yang mendesak diselesaikan. Salah satunya, perlunya koordinasi dengan Pemprov Bali terkait sinkronisasi peta perbatasan Denpasar–Badung yang masih ada kendala di wilayah Ubung dan wilayah Padangsambian Kaja. Suadi Putra mengatakan, selain masalah peta perba-
Denpasar (Bali Post)Gelombang tinggi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu diyakini berpengaruh terhadap pasokan ikan. Terlebih sesuai pengalaman, gelombang tinggi biasanya masih akan terjadi sampai Maret mendatang. Apalagi, saat ini ada ratusan kapal di Pelabuhan Benoa yang tidak bisa melaut lantaran belum mendapatkan perpanjangan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. “Pengurangan pasokan memang belum ada laporan di lapangan. Tapi, saya yakin pasti akan berpengaruh.
Berapa persen pengurangannya, ini belum ada datanya. Biasanya triwulan,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja, belum lama ini. Menurut Gunaja, kapalkapal yang perpanjangan SIPI-nya belum keluar adalah kapal-kapal di atas 30 GT. Jumlahnya mencapai kurang lebih 235 kapal, dari sekitar 600-an kapal yang ada di Benoa. Hal ini tentu berpotensi mengurangi kegiatan perikanan tangkap yang akan berpengaruh pada pasokan ikan, baik untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun kebutuhan ekspor. “Kami sudah
berusaha berkomunikasi juga dengan para pelaku usaha di perikanan tangkap. Kurang lebih ada 235 kapal itu yang ada di Benoa yang belum mendapatkan perpanjangan izin. Baik yang sedang berproses maupun yang sudah membayar PNBP dari perikanan tangkap,” jelasnya. Gunaja menambahkan, ada 96 kapal yang sudah membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk perpanjangan SIPI. Namun, perpanjangan SIPInya masih belum keluar. Selain dengan para pelaku usaha perikanan tangkap, pihaknya juga sudah menjalin
komunikasi dengan Pol Air dan Angkatan Laut untuk mencari solusi. Sebab, perpanjangan SIPI merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Mungkin ini karena ada transisi proses, kan ada OSS (Sistem Perizinan Terpadu Online Single Submission-red). Cuma karena belum sempurna, akhirnya Ibu Menteri mengeluarkan surat untuk dikelola di Kementerian Kelautan. Secara teknis, mungkin ada perlu perbaikan yang harus disempurnakan oleh pemohon,” jelasnya. Gunaja menyebut regulasi ini tidak jelas. Sebab, kapal
Denpasar (Bali Post) Puluhan Bhabinkamtibmas Polresta Denpasar dan Babinsa Kodim 1611/Badung dikumpulkan di Ruang Aula Pesat Gatra, Mapolresta Denpasar, Rabu (30/1) kemarin. Mereka dikumpulkan untuk diberi arahan oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan dan Dandim 1611/ Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo guna memperkuat sinergitas Polri dan TNI menjelang pengamanan Pileg dan Pilpres 2019. Kapolresta Ruddi Setiawan berharap anggota Polri dan TNI jangan kalah dengan preman. Seperti yang digaungkan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, yaitu memberantas preman dan narkoba. Oleh karena itu, harus selalu saling menjaga kekompakan di lingkungan Polri dan TNI. ‘’Kami bersama Bapak Dandim (Badung) mengajak Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Danramil serta Kapolsek wilayah Denpasar dan Badung bersama-sama menjaga keamanan saat Pilpres dan Pileg 2019. Kita ingin pelaksanaan pemilu ini berlangsung aman, damai dan sejuk,’’ ujarnya. Ruddi Setiawan menegaskan, TNI dan Polri netral. Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa diperintahkan jangan sampai ikut salah satu parpol. ‘’Mereka
kami harapkan menyampaikan netralitas TNI dan Polri ini kepada masyarakat di desanya. Kalau ada yang tidak netral, kita akan tindak. Kita ingin mengamankan wilayah Bali bersama-sama,’’ tegasnya. Dalam sambutannya, mantan Kapolres Badung ini meminta dukungan kepada seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar dalam pelaksanaan pemilu nanti berlangsung lancar dan aman. Babinsa dan Bhabinkamtibmas diimbau agar di lapangan selalu berpasangan sehingga sinergitas dan kekompakan dilihat masyarakat. Sebagai ujung tombak Polri dan TNI, Bhabinkamtibas dan Babinsa selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka harkamtibmas. ‘’Dampak kasus Bom Bali I dan II menghancurkan semua aspek kehidupan masyarakat yang perekonomiannya tergantung pariwisata, jangan sampai terjadi lagi. Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas terdepan. Kapolresta dan Dandim tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan serta dukungan saudara-saudara,’’ imbuhnya. Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo menegaskan, pihaknya siap mem-back-up kepolisian bila memerlukan bantuan saat pelaksaan pengamanan di
Denpasar (Bali Post) – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Denpasar telah dilakukan beberapa kali. Rabu (30/1) kemarin, Pansus XIX kembali menggelar rapat kerja dengan pihak eksekutif yang juga diikuti tim konsultan. Namun, pembahasan kemarin tidak bisa berlanjut, karena belum ada peta wilayah yang akan menjadi dasar pembahasan pasal per pasal.
Menghilang, Penampar Petugas Imigrasi Gagal Divonis Denpasar (Bali Post) Auj-E Taqaddas (43), wanita asal Inggris yang diadili karena kasus penamparan terhadap petugas imigrasi, Rabu (30/1) kemarin kembali mangkir dari panggilan jaksa. Sedianya, terdakwa yang dituntut selama setahun penjara itu menjalani sidang dengan agenda vonis atau putusan dari majelis hakim. Namun, terdakwa yang dikenal selalu berbicara keras ini untuk ketiga kalinya tidak datang ke pengadilan. Walau sudah tiga kali batal divonis, namun majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi belum mengeluarkan upaya jemput paksa. Hakim masih menunggu dan memberi kesempatan JPU dari Kejari Badung untuk menghadirkan terdakwa. JPU Nyoman Triarta Kurniawan membenarkan bahwa pihaknya belum bisa menghadirkan terdakwa yang tidak ditahan itu. “Saudari Taqaddas tidak datang kembali. Padahal, kami sudah layangkan surat panggilan ketiga kalinya. Kami sudah mengabari dia sejak dua hari lalu,” tandas Triarta. Namun, katanya, pesan yang dikirim termasuk via WhatsApp juga tidak direspons, walau dibaca oleh terdakwa. “Dia tidak ada iktikad untuk membalas WhatsApp kami,” jelasnya. Majelis hakim kemudian memberikan waktu pada jaksa untuk menghadirkan terdakwa 11 Februari mendatang. Atas kesempatan itu, jaksa akan berusaha mencari terdakwa Taqaddas yang kemungkinan masih berada di Bali. Sebelumnya, wanita asal Inggris itu menginap di salah satu hotel di Kuta. Namun saat dicek ke sana, pihak hotel menyebut Taqaddas sudah check out. Pihak jaksa akan melakukan upaya paksa dan mengejar terdakwa. Bahkan, jaksa mengancam jika Taqaddas sudah ditemukan, pihaknya langsung bakal melakukan penahanan. “Begitu kita temukan, langsung kita akan tahan,” ancam jaksa. Taqaddas diadili atas kasus melawan pejabat negara, yakni melakukan penamparan terhadap petugas imigrasi. Ia dituntut setahun penjara. Terdakwa melakukan pembelaan. Dalam pledoinya, wanita ini masih bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah ketika melakukan penamparan terhadap petugas imigrasi. Bahkan, penamparan itu dikatakan patut didapat karena tidak mau memberikan penjelasan pada terdakwa soal overstay maupun soal paspor yang diambilnya. Di samping itu, terdakwa di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi juga mengaku tidak bersalah dalam kasus ini. Selama sekitar satu setengah jam menyampaikan pembelaan, terdakwa yang tidak menjalani penahanan itu mengaku perbuatannya menampar petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai karena petugas tidak becus dalam memberikan informasi terkait overstay atau kelebihan masa tinggal. (kmb37)
Topik :
tasan dengan Badung, juga perlu koordinasi dengan Pemprov Bali terkait sinkronisasi peta RDTR yang sudah disepakati Pansus XIX, terhadap peta revisi RTRW Provinsi yang saat ini juga sedang digodok pansus. ‘’Terakhir agar tim penyusun segera merealisasikan hasil evaluasi yang diberikan Pemprov ke dalam ranperda, sehingga pansus bisa melanjutkan pembahasan pasal per pasal,’’ kata Suadi Putra. (kmb12)
di atas 30 GT sampai 60 GT dulu bisa dilimpahkan ke daerah. Tapi sekarang perizinannya justru ditarik lagi ke pusat. Di sisi lain, pihaknya juga dihadapkan pada persoalan kapal-kapal nelayan kecil yang tertimpa musibah akibat gelombang tinggi. Pemerintah kabupaten/kota sudah diminta untuk mengidentifikasi kerugian yang ditimbulkan. Kalau kondisi paceklik berkepanjangan, Dinas Perikanan dan Kelautan di kabupaten/ kota bisa membuat surat pernyataan agar nelayan mendapatkan bantuan beras dari Bulog. (kmb32)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Ratusan Kapal di Benoa Belum Dapat Perpanjangan SIPI
Anggota TNI/Polri Jangan Kalah dengan Preman
Bali Post/kmb35
PENYERAHAN HELM - Penyerahan helm kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan dan Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo. wilayah. ‘’Tentunya mengerahan pasukan di tiap-tiap daerah atau spot-spot yang dianggap rawan. Termasuk pemantauan di TPS saat Pilpres dan Pileg pada 17 Arpil 2019 mendatang,’’ tegasnya. Sebagai komando kewilayahan, Handoko Yudho Wibowo berharap pelaksanaan pemilu mendatang berjalan aman dan sejuk. ‘’Kami tidak menginginkan adanya konflik atau
kekacauan di wilayah kami. Pengawasan dan pelaksaaan pemilu diserahkan kepada Bawaslu dan Panwaslu supaya transparan dan betul-betul sesuai aturan yang ada,’’ tandasnya. Menurut Handoko Yudho Wibowo, sinergi itu adalah saling mendukung, membantu dan memperkuat. ‘’Samasama menjalankan misi dan visi, menjaga komitmen dalam
sinergitas Polri dan TNI,’’ ujarnya. Kegiatan kemarin juga diisi penyerahan tali kasih berupa helm secara simbolis oleh Kapolresta kepada Babinsa dan Dandim kepada Bhabinkamtibmas. Puluhan Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta undangan yang lain juga diajak menyanyikan lagu ‘’Maju Tak Gentar’’ dan ‘’Indonesia Pusaka’’. (kmb36)
BADUNG
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
3
Empat Warisan Budaya Diusulkan Jadi WBTB
Bali Post/eka
MEKOTEK - Krama Desa Adat Munggu menggelar tradisi Ngerebeg atau lebih dikenal Makotek. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya di Badung yang telah diakui sebagai WBTB.
’’Palinggih’’ di Pura Pucak Mangu Tertimpa Pohon
Mangupura (Bali Post) -
Sejumlah palinggih di Pura Pucak Mangu yang terletak di Desa Pelaga Kecamatan Petang tertimpa pohon. Pohon jenis cemara berdiameter 30 cm dengan panjang 15 meter menimpa Palinggih Yoni, atap palinggih Meru Tumpang Lima, dan atap palinggih Meru Teratai Bang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Nyoman Ermy Setiari, Rabu (30/1) kemarin, mengaku telah melakukan penanganan dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Pihaknya memperkirakan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. ‘’Pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang. Tapi baru hari ini (kemarin-
red) tim ke lokasi untuk melakukan pembersihan,’’ ungkapnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sejauh ini, kerugian material belum diketahui secara pasti. ‘’Kerugian kami belum bisa hitung, namun tim kami telah membersihkan pohon yang tumbang,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, panglingsir Puri Ageng
Mengwi A.A. Gde Agung sebagai salah satu pangempon Pura Pucak Mangu mengungkapkan, pohon tumbang di Pura Pucak Mangu diketahui oleh salah satu sameton puri yang datang ke Pura Pucak Mangu. Petugas BPBD Badung juga telah ke lokasi didampingi pangempon pura, pemangku, serta masyarakat setempat. ‘’Kalau tidak salah, dua
hari lalu (Senin), siang hari. Setelah mengetahui ada pohon yang tumbang, langsung mengabari saya,’’ sebutnya. Terkait bencana ini, pihaknya akan melakukan serangkaian upacara. Sesuai petunjuk Bhagawanta dan panglingsir puri, upacara yang digelar yakni durmanggala serta ngaturang guru piduka dan bendu piduka. ‘’Total kerugian belum bisa dipastikan. Namun, saya sudah laporkan kepada Bapak Bupati. Akan kita perbaiki semuanya,’’ pungkasnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) – Empat warisan budaya tak benda yang berkembang di Kabupaten Badung didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Empat warisan budaya tersebut, yakni tari Baris Sumbu di Desa Adat Semanik, Petang, tari Gambuh Tumbak Bayuh di Desa Tumbak Bayu, Mengwi, tradisi Mabuug-buugan di Desa Adat Kedonganan, Kuta dan kerajinan gerabah di Banjar Basang Tamiang Desa Adat Kapal, Badung. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung Ida Bagus Bhasma mengungkapkan, pendaft a ra n sejum la h wa risa n budaya menjadi WBTB ke pemerintah pusat ini dalam rangka menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut. ‘’Ada empat budaya yang diusulkan. Sesungguhnya banyak budaya yang bisa kita ajukan,’’ ujar I.B. Bhasma, Rabu (29/1) kemarin.
Menurutnya, tidak mudah mendaftarkan WBTB karena harus memenuhi sejumlah kriteria. Salah satunya, wajib memiliki kajian akademiknya. ‘’Masih ada sekitar 15 budaya selanjutnya bisa diajukan, jadi kami bertahap dulu,’’ katanya. Disebutkan, empat warisan budaya yang didaftarkan akan disidangkan pada Oktober mendatang. Keempat usulan ini akan dipresentasikan dalam sidang tersebut. Jika lolos verifikasi, akan dikukuhkan sebagai WBTB. Seperti diketahui, Badung resmi memiliki 10 budaya yang telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda. Sebelumnya sudah 6 budaya yang sudah menjadi warisan budaya tak benda. Seperti tradisi Makotek Desa Munggu, Tabuh Rah Pangangon, Desa Kapal, tari Leko dan lainnya. Usulan WBTB akan diajukan setiap tahun hingga semua warisan budaya yang berkembang di Badung mendapat pengakuan WBTB oleh pemerintah pusat. (kmb27)
SOSOK Menjaring Aspirasi RENCANA Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Badung tahun 2020 memerlukan masukan dari para pemangku kepentingan. Hal ini diwujudkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Badung dengan menggelar forum konsultasi publik. Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya mengatakan, forum konsultasi publik ini guna menjaring aspirasi terhadap rumusan tema RKPD tahun 2020. ‘’Kami menghimpun aspirasi atau harapan para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan,’’ katanya. Forum konsultasi publik juga diharapkan menghasilkan pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah tahun 2020. ‘’Setelah forum ini, akan dilanjutkan dengan kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di masing-masing kecamatan yang dimulai tanggal 6-15 Februari
mendatang,’’ jelasnya. Musrenbang kecamatan, kata birokrat asal Sembung, Mengwi ini, adalah untuk menyerap usulan masyarakat yang telah melalui musrenbang desa/kelurahan yang dapat diangkat menjadi program prioritas di tingkat kabupaten. ‘’Forum Perangkat Daerah akan digelar pada 26 Februari nanti yang merupakan forum yang lebih luas dari forum konsultasi publik ini,’’ pungkasnya. (par)
Pemkab Diharapkan Lanjutkan Proyek Utilitas Terpadu
PETUGAS - Petugas BPBD memotong batang pohon yang tumbang di Pura Pucak Mangu.
Bali Post/ist
Serangkaian Karya di Pura Er Jeruk
Mangupura (Bali Post) Semrawutnya utilitas kabel yang terpasang di Kecamatan Kuta, khususnya wilayah Kelurahan Legian, terus menjadi sorotan masyarakat. Kabel-kabel yang menyilang dan kurang rapi, tidak saja terkesan kumuh, namun juga menyulitkan saat ada aktivitas keagamaan. Untuk itu Pemkab Badung diharapkan melanjutkan proyek utilitas terpadu agar mencakup kawasan Legian. Menurut Lurah Legian Made Madia Surya Natha, Rabu (30/1) kemarin, masalah yang ditimbulkan oleh kesemrawutan utilitas tersebut bisa ditemukan tiap hari. Sebagian besar masyarakat juga menilai, kondisi itu telah merusak estetika Legian yang notabene kawasan pariwisata. ‘’Kami sudah menyampaikan hal tersebut kepada
Bali Post/edi
Made Madia Surya Natha
instansi terkait, agar bisa ditindaklanjuti,’’ ucapnya. Pihaknya berharap kabelkabel bergelantungan yang membuat kesan kawasan Legian semrawut itu bisa ditata dan dimasukkan dalam utilitas terpadu yang ditanam di bawah tanah. ‘’Penu-
runan kabel tersebut bahkan sudah pernah disampaikan langsung oleh Bendesa dan prajuru Desa Adat Legian saat menghadap Bupati Badung. Di mana kabel tersebut diminta dimasukkan ke dalam utilitas terpadu bawah tanah yang dibuat Pemkab Badung,’’ terangnya. Sejauh ini, realisasi utilitas di dalam tanah baru sampai di wilayah Kuta saja. Untuk itu masyarakat kembali mengusulkan agar proyek utilitas terpadu tersebut dilanjutkan. Hal ini diusulkan dalam musrenbang Kelurahan Legian. ‘’Katanya utilitas terpadu untuk tahun ini dilanjutkan, itu sepintas informasi yang saya dapat. Pengerjaan tahun ini katanya dimulai dari wilayah Seminyak sampai Bemo Corner,’’ jelasnya. (kmb23)
Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Hibah Rp 1 Miliar
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, Rabu (30/1) kemarin, menghadiri Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung Miwah Mupuk Padagingan di Pura Khayangan Jagat Er Jeruk, Sukawati, Gianyar. Selain melaksanakan persembhyangan, pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana hibah senilai Rp 1 miliar kepada pangempon pura. Kehadiran Bupati Giri Prasta yang didampingi Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta tersebut disambut Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan sejumlah tokoh masyarakat Gianyar. Di hadapan ribuan masyarakat yang menghadiri karya tersebut, Bupati Mahayastra menyatakan terima kasih atas kehadiran serta bantuan
yang telah diberikan oleh Bupati Badung serangkaian karya di Pura Er Jeruk. ‘’Saya Bupati Gianyar, mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung atas kehadiran serta partisipasinya dalam kegiatan upacara ini khususnya, serta dukungan yang selama ini telah diberikan kepada Kabupaten Gianyar pada umumnya,’’ katanya. Ditambahkannya, antara Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung telah terjalin kerja sama dalam berbagai sektor bertujuan mengembangkan potensi masingmasing kabupaten yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur bisa hadir bersama masyarakat untuk ngaturang bhakti
kepada sesuhunan di Pura Khayangan Jagat Er Jeruk. Dikatakannya, upacara ini merupakan bentuk bhakti dan yadnya tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi. ‘’Kami hadir di sini selain sebagai wujud bhakti kepada Ida Sesuhunan, juga untuk meringankan beban masyarakat khususnya pangempon pura dengan memberikan bantuan sebesar Rp 1 miliar,’’ kata Giri Prasta. Bupati Giri Prasta berharap Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung Miwah Mupuk Padagingan di Pura Khayangan Jagat Er Jeruk ini dapat berlangsung lancar sesuai dengan harapan, dan masyarakat diberikan kerahayuan dan kerahajengan oleh Ida Sesuhunan. Setelah melakukan persembahyangan, Bupati Giri Prasta bersama Bupati Mahayastra serta anggota
DPRD Bali asal Gianyar I Nyoman Parta dan Kadek Diana sempat mengikuti prosesi pasaran. Prosesi pasaran merupakan bagian dari karya di pura tersebut. Yang menarik, sebelum meninggalkan tempat karya Bupati Giri Prasta memberikan dana motivasi sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gong yang ngaturang ayah di pura tersebut. (ad1202) HADIRI KARYA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Bupati Gianyar Made Mahayastra menghadiri Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung Miwah Mupuk Padagingan, di Pura Khayangan Jagat Er Jeruk, Sukawati, Gianyar, Rabu (30/1) kemarin.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L
HUT Ke-51 SMP PGRI 6 Denpasar
Bertaburan Prestasi, Unggul di Bahasa Asing KELUARGA besar SMP PGRI 6 Denpasar, Rabu (30/1) kemarin merayakan HUT ke-51 secara sederhana lewat apel bendera. Tampil sebagai pembina upacara Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. I Ketut Antara, M.Ag. Puncak HUT ditandai pelepasan balon dan pemotongan kue ultah oleh Kepala SMP PGRI 6 Denpasar bersama Ketua Komite Drs. I Ketut Garga dan Pengawas Dra. Ni Made Warsi Astiti. Yang istimewa, para siswa memberi selamat dan kue tar karena saat itu Ketut Antara juga merayakan HUT ke-66 tahun. Serangkaian HUT OSIS SMP PGRI 6 Denpasar menggelar pengabdian masyarakat berupa aksi kebersihan, jalan sehat diikuti ribuan warga sekolah, keluarga dan alumni serta berbargai lomba tradisional seperti lomba bakiak dan tarik tambang. Gurunya terlibat lomba nyuun botol sambil berjoged. Sebagai kado istimewa HUT tahun ini siswanya bertaburan prestasi. Prestasi pemuncak, 13 siswanya meraih juara I, II dan III di Kejurnas Silat Satria Muda Indonesia. Ketut Antara menjelaskan, SMP PGRI 6 Denpasar didirikan 1968. Awalnya bernama SMP PGRI Badung, kemudian berubah menjadi SMP PGRI 1 Badung dan kini menjadi SMP PGRI 6 Denpasar. HUT kali ini bertemakan ‘’Membentuk Generasi Muda Bekarakter’’. Konsepnya menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, siswa diajarkan sopan santun, jujur, bertanggung jawab, belajar, disiplin dan bekerja keras. Makanya semua komponen sekolah PGRI di Denpasar terlibat dalam HUT kali ini. Ketut Antara
HUT - Kepala SMP PGRI 6 Denpasar I Ketut Antara menyerahkan kue kepada Ketut Garga saat HUT ke-51 SMP PGRI 6 Denpasar. didampingi Wakasek Ni Nyoman Erawati, S.Pd., Kaur Kurikulum I Made Sudiarta, S.Pd., Kaur Humas Cok. Tismayanti, S.H., Kaur Kesiswaan Gede Ari Parwata, S.Pd., Kaur Sarana Ni Luh Komang Ayu Sri Melawati, S.Pd. dan Katas Ni Nyoman Pulasari, S.Pd. mengajak masyarakat di Denpasar bergabung di SMP PGRI 6 Denpasar. Mereka dibebaskan dari uang pendaftaran, tahun ini hanya menerima empat kelas siswa baru dengan biaya pendidikan paling terjangkau. Sebab, sekolah ini juga menampung sejumlah siswa menyandang disabilitas kategori ringan. Sekolah mempersiapkan berbagai fasilitas seperti gambelan, gender wayang, musik, pramuka, paskibra dan lainnya. Siswa yang berprestasi diberikan bebas SPP secara bervariasi. Kemudian sekolah ini memiliki keunggulan dalam bahasa asing yakni Inggris dan rutin mengajak siswanya praktik kerja di hotel dan restoran. Ketua Komite SMP PGRI 6 Denpasar Drs. I Ketut Garga me-
muji keunggulan bahasa asing anak-anak SMP PGRI 6 Denpasar. Mereka tampil luar biasa, baik dalam penanaman jiwa nasionalisme, NKRI, pendidikan karakter dan disiplin diri. Makanya dia terharu mengikuti HUT karena semua siswa tampil luar biasa. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. memberi apresiasi positif di HUT emas SMP PGRI 6 Denpasar tampil makin dewasa, berkualitas dan maju. Dia ikut memuji sekolah berusia 51 tahun ini alumninya banyak berkiprah di tingkat nasional dan internasional. Fasilitas sekolahnya sangat lengkap, sehingga warga Denpasar menjatuhkan pilihannya ke SMP PGRI 6 Denpasar. Apalagi sekolah ini banyak berperan dalam menyediakan pendidikan inklusi bagi anak-anak disabilitas. Di usia yang 51 tahun ini, dia minta komponen sekolah mengintrospeksi diri untuk terus memberi pelayanan terbaik ke depan. (ad1199)
Berantas Narkoba di Kalangan Pelajar
P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Dua Mahasiswa Jerman Magang di Undiknas University NAMA kampus Undiknas University sebagai kampus terbaik di Bali dan kampus go international semakin bergaung di dunia. Dengan prestasi meraih akreditasi A untuk Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi dan Prodi Ilmu Hukum, Undiknas membuat mahasiswa Eropa sebagai tempat magang selama tiga bulan. Dua mahasiswa universitas di Eropa yakni University of Applied Science, Ludwigsburg, Jerman melakukan praktik kerja lapangan alias magang di Undiknas University sejak 21 Januari lalu. Mereka adalah Aileen Dimaggio (23) dan Kira Zoller (23). Mereka dari jurusan Public Management dan diterima dengan penuh kekeluargaan oleh warga Undiknas yang dipimpin langsung Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. Menurut Sri Darma, mahasiswa Jerman ini melakukan program internship dan training di Undiknas University hingga April 2019. Keduanya memilih Undiknas karena kampus ternama ini di Eropa mewajibkan mahasiswanya untuk magang di negara berkembang. Aileen dan Kira memilih Indonesia kemudian fokus di Bali dan Undiknas University. Aileen dan Kira mengaku sengaja memilih Undiknas untuk program internship di Undiknas karena kampus ini sejak lama dikenal sebagai kampus terbaik dan go international. Mereka mengetahui Undiknas karena informasi yang disajikan dalam website begitu jelas dan menarik. Dan Undiknas sudah memiliki berbagai program internasional serta berbagai program studi. Di Bali dia selain bekerja dan belajar juga getol ingin mempelajari budaya Bali. ‘’Yah, siapa tahu saya bisa menari Bali,’’ ujar Ailleen, Selasa (29/1). Hal ini dibenarkan Rektor Un-
JERMAN - Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma ketika menerima mahasiswa Jerman, Aileen dan Kira. diknas Prof. Sri Darma bahwa keduanya boleh belajar dan langsung membantu pekerjaan di semua unit di Undiknas. Dia sehari-hari membantu pekerjaan di rektorat, kemudian di kelas internasional, semua pekerjaan di direktorat hingga bergaul dengan mahasiswa dan dosen Undiknas mentransferkan ilmu manajemennya. Intinya, katanya, warga Undiknas harus mengambil nilai manfaat dari kehadiran dua mahasiswa asal Jerman ini guna mempraktikkan bahasa asing dan pekerjaan yang berkaitan dengan dunia internasional. Juga pelajari budaya dan etos kerjanya. ‘’Pokoknya Undiknas mengambil dan banyak belajar dari mereka, bukan lebih banyak memberi,’’ tegasnya. Kira dan Aileen sengaja ditempatkan di setiap unit secara bergantian untuk memunculkan aura global dan memotivasi setiap insan Undiknas. Juga untuk mematangkan SDM Undiknas berwawasan global. Kehadiran mahasiswa asing ini, menurut Gede Sri Darma yang Maret ini akan mengakhiri masa jabatannya sebagai rektor, untuk
memperkuat iklim akademik internasional di Undiknas. Setelah memiliki sejumlah dosen asing, disusul mahasiswa asing di kelas internasional juga kini dijadikan praktik magang oleh mahasiswa Eropa. Ini pas dengan platform Undiknas yakni ‘’Global, Smart, and Digital’’ (GSD). Dia menyadari Bali yang telah menjadi destinasi wisata dunia, banyak dikunjungi orang asing, tidak hanya untuk berlibur tetapi juga untuk belajar tentang Balinese culture, consumer behavior (perilaku konsumen Indonesia). Pada bagian lain Undiknas sudah mulai menerima pendaftaran calon mahasiswa baru mulai 1 Februari. Disediakan Prodi Manajemen (akreditasi A), Akuntansi (A), Imu Hukum (A), Ilmu Komunikasi (B), Ilmu Administrasi Negara (B), Teknik Sipil (B), Teknik Elektro (B) dan Teknologi Informatika. Juga dibuka kelas internasional untuk Manajemen dan Akuntansi. Jalur pendaftaran melalui seleksi bersama, jalur prestasi, jalur tanpa tes (hasil try out UN dan MoU sekolah). (ad1198)
Unwar Gelar Wisuda Tiga Kali Setahun Dewan Badung Sosialisasikan Bahaya Narkoba Pertama KaliHari Ini, 97 Orang Diwisuda
DPRD Badung mengundang kepala sekolah dan pengurus OSIS SMP, SMA dan SMK di Badung untuk diberikan pemahaman terkait bahaya narkoba. Acara yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Badung tersebut dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata. Hadir Kepala BNN Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Ketut Widia Astika, Komisi IV DPRD Badung seperti Made Retha Nyoman Gede Wiradana, Luh Gede Sri Mediastuti serta dari Polres Badung. Kadisdik Badung Ketut Widia Astika mengatakan saat ini masalah narkoba sangat memprihatinkan karena sudah melibatkan pelajar. Maka dari itu, pemerintah perlu mengambil langkah terbaik yang bisa dilakukan melindungi anakanak agar tidak terjebak dalam jerat narkoba. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengungkapkan, pihaknya mengundang kepala sekolah dan pengurus OSIS SMP, SMA dan SMK di Badung sebagai bentuk kepedulian pihak dewan, mengingat dampak narkoba sangat berbahaya bagi generasi muda. ‘’Sebagai bentuk rasa tanggung jawab pemerintah terhadap generasi muda. Untuk membangun generasi muda berintelektual dan berbudaya. Kami miris melihat di media banyak pelajar yang terjerat narkoba. Ini yang membuat kita sangat prihatin,’’ ungkapnya. Parwata mengungkapkan pihaknya ingin Badung memiliki generasi muda yang berkualitas dengan penuh prestasi. Ke depan, agar bisa membangun daerah. Berinisiatif memanggil komponen yang bersangkutan untuk menyamakan persepsi bahwa narkoba tanggung jawab semua. ‘’Jika sejak dini sudah mengenal narkoba bagaimana nasib generasi muda kita nanti? Anak-anak semuanya kami imbau
SOSIALISASI - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat mengundang kepala sekolah dan pengurus OSIS SMP, SMA dan SMK untuk menyosialisasikan bahaya narkoba bagi generasi muda. menjauhi narkoba, karena sangat berbahaya,’’ tegasnya. Lanjut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini, pihaknya di Dewan Badung akan membuatkan payung hukum berupa peraturan daerah (perda). Perda tersebut akan berisi pengawasan narkoba termasuk pembinaan tiap-tiap sekolah dan tes urine. ‘’Payung hukum melalui perda harus dipertegas. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memberantas narkoba. Dinas Pendidikan juga harus ikut mengawasi termasuk dari segi penganggaran ketika ada pembinaan di sekolah. Setiap akhir pembelajaran guru harus menyampaikan stop narkoba kepada siswa,’’ tegasnya. Kepala BNN Badung AKBP Ni Ketut Masmini mengatakan BNN sudah bersinergi dengan Disdikpora diawali peluncuran integrasi kurikulum pendidikan antinarkoba. Pihaknya pun sudah sering terjun ke sekolah-sekolah menyosialisasikan bahaya narkoba kepada siswa. ‘’Kami sudah bekerja sama dengan
guru memanfaatkan waktu-waktu kosong,’’ ujarnya. Selama ini, pihaknya belum melaksanakan tes urine karena keterbatasan anggaran dan sekolah tidak berani menggunakan dana BOS. Dirinya pun mengingatkan seluruh pihak waspada karena saat ini sudah dijajah oleh narkoba secara mental. ‘’Narkoba tidak mengenal batasan usia. Jangan sampai permasalahan narkoba di Kabupaten Badung semakin luas,’’ imbaunya. Made Retha menambahkan, pemberantasan narkoba merupakan salah satu program pemerintah yang harus segera dituntaskan. Maka sangat perlu dilakukan pengawasan oleh berbagai pihak terutama di lingkungan sekolah. ‘’Dinas Pendidikan juga harus turut andil dalam melakukan pengawasan. Jika penyuluhan ke sekolah-sekolah ada keterbatasan anggaran, Dinas Pendidikan harus mendukung melalui anggaran pendidikan,’’ imbuhnya. (ad1197)
UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) menggelar wisuda ke-59 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Kamis (31/1) pagi ini. Wisuda diikuti sebanyak 97 orang wisudawan yang terdiri dari Fakultas Hukum 15 orang, Fakultas Ekonomi 70 orang, Fakultas Pertanian 3 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 1 orang, dan Program Pascasarjana sebanyak 8 orang. Dengan dilepasnya para wisudawan, Unwar kini telah mempunyai alumni sebanyak 29.075 orang. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Ketua Panitia Wisuda I Made Artawan, S.E., M.M. mengatakan, wisuda kali ini merupakan pertama kali dilaksanakan pada Januari dengan tujuan membantu mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Sebab, sesuai pangkalan data pendidikan tinggi jumlah mahasiswa di Unwar saat ini sebanyak 14.328 orang. Sehingga perlu pelaksanaan wisuda ditambah dari sebelumnya dua kali setahun menjadi tiga kali. Dengan harapan terjadi keseimbangan antara yang masuk sebagai mahasiswa baru dan yang keluar sebagai alumni. ‘’Kita telah putuskan frekuensi wisuda kita perbanyak, dari dua kali menjadi tiga kali setahun. Karena kita ingin memberikan kesempatan kepada calon lulusan untuk tidak harus menunggu terlalu lama setelah dia dinyatakan lulus. Kadang-kadang mahasiswa yang telah dinyatakan lulus harus menunggu tiga sampai empat bulan hanya untuk diwisuda. Sebab, tanpa diwisuda mereka tidak bisa mengerjakan apa-apa nantinya. Padahal mereka sudah siap menjadi pengusaha dan pekerja,’’ ujar Prof. Widjana, Rabu (30/1) kemarin. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk memaksimalkan jumlah wisudawan agar tidak membe-
WISUDA - Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. (tengah) didampingi Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. (dua dari kiri), Wakil Rektor II Ni Putu Partamawati, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. (kiri), dan Ketua Panitia Wisuda I Made Artawan, S.E., M.M. (kanan) siap menggelar wisuda ke-59, Kamis (31/1) pagi ini. ludak. Sebab, upacara Wisuda Unwar digelar di areal kampus, sehingga dibutuhkan ruang yang luas. Terutama area parkir untuk para wisudawan beserta keluarganya. Di samping juga mengoptimalkan efisiensi waktu upacara wisuda agar tidak terlalu lama. ‘’Wisuda tahun lalu saja yang jumlahnya 1.022 orang semua areal kampus dan wilayah Tangjung Bungkak penuh dengan parkir wisudawan. Kan kita juga malu. Apalagi saat ini masalah parkir menjadi problem yang krusial,’’ tandasnya. Terkait dengan kualitas lulusan, dikatakan, Unwar saat ini terus berbenah guna menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing yang kompetitif di masa kini dan akan datang dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Pembenahan dimulai dari peninjauan kurikulum dengan menerapkan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) dengan bahan kajian terbaru yang sesuai dengan pasar saat ini. Bahkan, untuk menunjang implementasi kurikulum ini Unwar telah menyediakan layanan perpustakaan ber-
basis e-Library (e-Book, e-Journal, e-Repository, sehingga akses kepada sumber belajar dari mahasiswa dan dosen semakin luas. Selain itu, di bidang tata kelola untuk mewujudkan Good University Governance (GUG), Unwar telah mempunyai sistem SIM-T (Sistem Informasi Manajemen-Terpadu), ditunjang dengan sumber daya dosen dengan kualifikasi jenjang S-3 (Doktor), dan menjalin kerja sama dengan berbagai universitas luar negeri guna meningkatkan kerja sama tingkat internasional. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. berkomitmen untuk terus mengembangkan lembaga Unwar sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam menghadapi tantangan global sesuai visi ‘’Bermutu, Berwawasan Ekowisata dan Berdaya Saing Global pada Tahun 2034’’. Dengan berlandaskan Sapta Bayu sebagai spirit Sri Ksari Warmadewa, pihaknya akan terus proaktif dalam pengelolaan sumber daya secara sistematis dan terencana. (ad1182)
Senator Resmikan Taksi Bali Transport di Legian Kuta
Dr. Wedakarna Terima Ratusan ’’Driver Online’’ di Istana Mancawarna Tampaksiring KURANG lebih 300 profesional driver transportasi konvensional hadir menemui Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Mereka diberi kehormatan dan diterima di Istana Mancawarna Tampaksiring untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan permasalahan yang dialami para driver. Turut mendampingi Senator DPD-RI yakni Gunawan (Dinas Perhubungan Provinsi Bali) dan Dewa Rustina (Dinas Informasi Provinsi Bali). Tampak hadir sejumlah pentolan driver online yakni Nyoman Suwendra, Ketua Bali Transport Bersatu (Induk Organisasi semua), Ida Bagus Putra (Ketua Semeton Driver Kuta Bersatu), Putu Alit Sandi (Wenara Petak Trans Ubud), Yoga Mercy (Ketua CBD), Nyoman Mandra (Padang Sumbu Trans), Mangku Karma (Ketua PTKN Persatuan Taxi Konvensional Nusa Dua) dan Ketut Sumantra (Ketua Pratama Transport), dan sejumlah organisasi lainnya. Dalam kesempatan itu, para driver menyampaikan aspirasinya yakni terkait dengan terancamnya penghidupan mereka pascamerajalelanya bisnis transpor-
tasi online di Bali. Selain keberadaan taksi online dianggap tidak mewakili representasi semeton Bali karena tidak banyak mengakomodir pekerja Bali, di samping banyak sopir online tidak memahami nilai-nilai budaya Bali dalam menjalankan pekerjaannya. Terhadap hal ini, Senator Arya Wedakarna (AWK) memberikan tanggapan yang tegas bahwa secara regulasi seharusnya semua pihak mengacu pada peraturan dan perundang-undangan. ‘’Tiang ingin menjelaskan kepada semeton sopir konvensional bahwa di republik ini hanya pengadilan yang berhak menentukan sebuah perusahaan nike boleh beroperasi atau tidak dan permintaan untuk menolak taksi online nike bisa dimasalahkan secara UU. Mari kita tata transportasi di Bali dengan menegakkan aturan hukum. Tiang paham, sejak tahun 2014 tiang sudah terus menemani perjuangan semeton untuk menolak keberadaan transportasi online. Bahkan DPRD Bali dan Gubernur Bali di tahun 2016 sudah mengeluarkan surat resmi yang intinya menyikapi tentang keberadaan taksi online. Nah,
sekarang kita tinggal menunggu aksi dari pemerintah di Bali, apakah beliau-beliau mau membela semeton Bali yang konvensional atau sebaliknya. Dan nike tugas DPD-RI untuk menjembatani,’’ kata Gusti Wedakarna. Selain itu, AWK juga memberikan informasi bahwa nanti pada Juni 2019, Peraturan Menteri Perhubungan No. 118/2018 akan mulai berlaku termasuk pengaturan tentang tarif atas dan bawah. ‘’Akar masalah sebenarnya terletak pada kesenjangan dan disparitas tarif. Memang tidak adil rasanya, dan jika ini dipertahankan maka taksi tradisional akan mati. Kita juga tidak boleh lupa dengan sejarah (Jas Merah) bahwa para driver konvensional ini sangat berjasa saat membangun pariwisata Bali di zaman sulit. Teknologi boleh saja, tapi jika teknologi itu menghilangkan nilai-nilai budaya, maka kita wajar menolak. Ini yang harus diperhatikan pemerintah sebagai regulator,’’ ucap Gusti Wedakarna. Adapun sejumlah hal yang diperhatikan dalam pertemuan di Istana Mancawarna yakni AWK mendukung eksistensi Bali Transport
Bersatu (BTB) sebagai organisasi pengayom dan memberikan dukungan resmi pada BTB. Kemudian AWK mendukung pertemuan segera antara BTB dengan Gubernur Bali dan mendesak mengeluarkan kebijakan pro-taksi konvensional selama tidak melanggar aturan dan UU termasuk memperbarui surat Gubernur 2016. Selain itu, AWK mendukung adanya tindakan hukum jika ada oknum driver online yang menghina awig-awig adat terkait dukungan desa adat di kawasan bebas online. AWK juga meminta agar jajaran pemerintah tegas melaksanakan PP 118 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus dan Penertiban Taksi Online. Selanjutnya AWK meminta kepada PHRI se-Bali agar memberikan prioritas terhadap pangkalan driver konvensional. Sebab, hampir seluruh driver konvensional adalah krama adat Bali. Terakhir, meminta kepada aparat untuk menertibkan sejumlah perusahaan PT yang diduga sebagai agen untuk pendaftaran driver online yang diduga melanggar aturan termasuk juga maraknya peredaran taksi online dengan pelat luar Bali. (ad1200)
MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat peresmian BTB di Kuta dan menerima organisasi asosiasi driver konvensional di Istana Mancawarna Tampaksiring.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Indo Build Tech Expo Kembali Digelar
Pamerkan Berbagai Produk Bahan Bangunan Terbaru Denpasar (Bali Post) – PT Debindo Mitra Tama kembali menyelenggarakan pameran bahan bangunan terbesar di Bali. Pameran yang bertajuk ‘’Indonesia Building Technologi (Indo Build Tech) Expo Bali’’ ini menghadirkan aneka produk pabrikan berbagai bahan bangunan, interior, serta karya arsitektur terkini. Kegiatan yang akan digelar hingga Minggu (3/2) ini secara resmi dibuka Kepala Dinas PUPR Bali yang diwakili Kabid Bina Kontruksi I Nengah Riba yang ditandai dengan pemukulan gong di Sanur Prime Plaza Hotel. Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama, Dadan M. Kushendarman, yang ditemui di sela-sela pembukaan pameran, Rabu (30/1) kemarin, mengatakan kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan. Buktinya, sampai saat ini sudah yang kesepuluh kalinya digelar. Bukan saja di Bali, tetapi juga di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. ‘’Respons masyarakat yang cukup baik pada setiap penyelenggaraan pameran, sehingga kita terus lakukan secara berkesinambungan,’’ katanya. Pameran ini juga menjadi ajang pertemuan para pelaku industri bahan bangunan di Bali dan sekitarnya. Mereka para kelangan pabrikan, distributor, toko bahan bangunan arsitek, konsultan, bisa melihat produk-produk terbaru yang akan menunjang pembuatan bangunan gedung atau interior. Terlebih, pameran ini diikuti oleh sedikitnya 40 perusahaan pabrikan dan distributor ba-
Bali Post/ara
EXPO - Suasana pembukaan Indonesia Building Technologi (Indo Build Tech) Expo Bali 2019 yang ditandai dengan pemukulan gong. han bangunan dengan branch terkemuka. ‘’Indo Build Tech Expo Bali 2019 ini merupakan pengembangan pameran bahan bangunan yang telah diselenggarakan secara reguler oleh PT Debindo International Trade and Exhibitions di Jakarta,’’ kata Dadan. Sementara itu, Kabid Bina Kontruksi PUPR Bali I Nengah Riba menyambut baik penyelenggaraan pameran seperti ini. Terlebih, Bali sebagai destinasi wisata internasional sangat strategis untuk memberikan informasi yang terkini dalam hal penunjang kemajuan infrastruktur. ‘’Saya sangat
senang penyelenggara kembali menggelar kegiatan yang positif ini bagi kemajuan infrastruktur di Bali,’’ katanya. Di sisi lain, sejumlah peserta telah menampilkan berbagai produk unggulannya untuk menjaring konsumen lebih banyak. Bukan saja bahan bangunan, tetapi tidak sedikit perlengkapan rumah tangga ikut dipamerkan pada kegiatan ini. Seperti berbagai bentuk meja dan kursi dari kayu, demikian juga gelas, serta perlengkapan lainnya yang terbuat dari kayu dipamerkan oleh masing-masing produsennya. (bns1)
5
Panudiana Kuhn, Pengusaha ’’From Zero to Hero’’ PANUDIANA KUHN memang patut dijadikan salah satu sosok pengusaha inspiratif di Bali. Bagaimana tidak, dengan modal kerja keras, disiplin dan kejujuran, ia berhasil membangun usaha kecil yang dirintisnya hingga berkembang menjadi berbagai jenis usaha. Atas berbagai prestasinya, Panudiana Kuhn bahkan berhasil meraih penghargaan dari tiga Presiden RI. Sosok Panudiana Kuhn sangat tepat dijuluki sebagai pengusaha from zero to hero. Karena hanya berbekal modal nekat dan keberanian, ia merantau ke Bali tahun 1981 dengan mendirikan sebuah usaha kecil yang bergerak di bidang konveksi di Jalan Bunisari Kuta. Seiring perkembangan pariwisata Bali yang sedang booming kala itu, usahanya pun terus mengalami perkembangan baik dari segi volume produksi dan jumlah karyawan. Menurut penuturannya, dirinya merintis usaha dari sebuah toko kecil. Usaha tersebut berkembang menjadi garmen berskala besar dengan nama PT Dian Tina Ayu dan sempat mengalami
kejayaan pada tahun 80-an hingga tahun 2000-an. Bahkan, jumlah karyawannya pun kala itu mencapai 1.000 orang dengan menempati gedung baru yang luas, berlokasi di Jalan Griya Anyar Simpang Siur Kuta. Produk-produk yang dihasilkan garmen ini, katanya, berorientasi ekspor dan sempat menjadi primadona ekspor Bali. Atas kerja keras dan prestasinya itu, Panudiana Kuhn mendapat penghargaan dari tiga Presiden RI yakni Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. ‘’Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap usaha kecil terbaik dan pengusaha yang taat membayar pajak,’’ katanya, Rabu (30/1) kemarin. Meski sempat mengalami kejayaan, namun usaha garmen tersebut tidak terus berjalan mulus. Kini kinerjanya agak menurun karena serbuan produk dari Cina dan Vietnam yang membanjiri pasar dengan harga yang lebih murah. Di lain sisi mahalnya biaya buruh turut berkontribusi terhadap meredupnya usaha garmen. Meski masa keemasan di bidang usaha garmen telah
INSPIRATIF - Panudiana Kuhn, pengusaha inspiratif yang memulai usaha konveksi dari sebuah toko kecil sejak tahun 1981. berlalu, kegigihan dan kerja kerasnya menyebabkan ia bisa terus bertahan. Bahkan bisa terus berkembang mengikuti tren pariwisata Bali. Kini ia fokus berbisnis di bidang properti dengan mengelola hotel, restoran dan vila di berbagai tempat. Meredupnya usaha garmen tersebut disikapi positif sebagai pemantik semangat untuk lebih maju. Selain sehari-hari sebagai pengusaha, Panudiana Kuhn memiliki segudang kesibukan
lainnya yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Selain sebagai dosen dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S-3 dan menjadi mentor bagi sejumlah usaha kecil. Dengan berbagai kesibukan, membuat dirinya tetap bugar dan awet muda. Untuk itu, dirinya mengimbau generasi muda untuk aktif, kreatif dan inovatif menyambut era globalisasi ini. Tentunya, dengan semangat, kerja keras, disiplin dan berkarakter positif. (kmb)
Bidik Wisatawan Milenial
Banyuwangi Tawarkan 99 Festival Banyuwangi (Bali Post) Pariwisata tetap menjadi andalan Kabupaten Banyuwangi menawarkan potensi daerah. Tahun 2019, sebanyak 99 festival ditawarkan. Dari jumlah ini, 30 persen di antaranya membidik wisatawan milenial. Seperti kaum milenial penggemar olahraga, musik dan seni budaya lokal. Ada juga wisata khusus kaum perempuan dan wisata religi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan atraksi-atraksi di Banyuwangi Festival memang didesain sesuai segmentasi pasar. ‘’Ada untuk wisatawan milenial, ya… kira-kira 30 persen dari total 99 event untuk segmen milenial. Itu pun dipilah, milenial penggemar sport, musik, seni-budaya lokal. Semuanya ada. Lalu ada untuk wisatawan perempuan,
penggemar wisata religi, dan bahkan segmen wisatawan dari kalangan birokrasi kita bikin. Jadi saling mengisi, tapi fokus kita ke milenial sebagai pasar terbesar,’’ kata Anas, Rabu (30/1) kemarin. Dijelaskan, sejumlah atraksi wisata di Banyuwangi Festival 2019, antara lain Jazz Pantai Banyuwangi, Jazz Gunung Ijen, Festival Gandrung Sewu, Alas Purwo Geopark Run, Banyuwangi Ijen Green Run, Blue Fire Ijen Cycling, Banyuwangi Ethno Carnival, Chocolate Glenmore Run, Festival Arsitektur Nusantara, dan Festival Santripreneur. Gelaran Banyuwangi Festival ini diluncurkan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Selasa (29/1) malam. Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Banyuwangi terus konsisten mengembangkan atraksi wisa-
ta. ‘’Kunci mau menjadi destinasi unggulan, salah satunya harus punya atraksi unggulan. Dan, Banyuwangi konsisten menghadirkan itu,’’ ujar pria asli Banyuwangi tersebut. Bahkan, lanjut Arief, tiga atraksi di Banyuwangi telah masuk jajaran kalender wisata nasional. Masing-masing Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Festival Gandrung Sewu, dan International Banyuwangi Tour de Ijen. ‘’Banyuwangi terbaik. Untuk ukuran daerah kecil, ada tiga atraksi masuk kalender wisata nasional, itu capaian luar biasa,’’ ujar Arief. Terkait membidik wisatawan milenial, lanjut Arief, 50 persen lebih wisatawan itu datang dari kelompok milenial. Menurutnya, kaum milenial menjadi potensi dalam menggarap konsumen pasar pariwisata. (udi)
PADAMKAN API - Sejumlah petugas gabungan saat membantu proses pemadaman api.
Bali Post/nik
Gudang Sampah Kayu Terbakar
Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan insiden kebakaran yang menghanguskan gudang sampah kayu di Lingkungan Sampiang, Kecamatan Gianyar, Rabu (30/1) kemarin. Dugaan sementara kebakaran ini terjadi karena pemilik gudang, Wayan Sudiartana, lupa mematikan dupa usai sembahyang. Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Disebutkan, gudang itu memang me-
nampung sampah sisa pemotongan kayu untuk handicraft. ‘’Menurut keterangan pemilik gudang, memang terakhir dia sendiri yang ngaturang sesajen di pelangkiran gudang itu. Kemudian lupa mematikan dupa yang masih menyala,’’ ucap Kompol Suastika. Perwira melati satu di pundak ini memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran itu. Hanya kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Kerugian mencapai Rp 50 juta. Kita imbau masyarakat lebih berhati-
hati. Jangan lupa mematikan dupa usai sembahyang agar tidak terulang kejadian serupa,’’ katanya. Insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. Sebelumnya pria 44 tahun yang juga pemilik gudang ini sempat sembahyang di gudang. Kebakaran tersebut pertama kali diketahui Siswanto (27). Buruh ini melihat ada asap mengepul dari dalam gudang. Melihat hal itu, saksi mendekati dan bermaksud membuka pintu gudang, namun dalam keadaan
terkunci. Selanjutnya buruh asal Jatim itu berteriak minta tolong. Warga setempat pun berdatangan ke TKP dan sempat melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya. Namun karena gudang itu menampung sampah kayu yang mudah terbakar, sehingga si jago merah semakin membesar. Tidak berselang lama armada pemadam kebakaran tiba di lokasi tersebut. Api baru bisa dipadamkan setelah satu jam kemudian. (kmb35)
Denpasar (Bali Post) Terjadi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bali. Di Puskesmas 2 Denpasar Timur (Dentim) dilaporkan ada tujuh kasus DB dalam tiga minggu terakhir. Sedangkan dibandingkan tahun lalu, dalam setahun hanya ada tujuh kasus. Demikian disampaikan Kepala Puskesmas 2 Denpasar Timur dr. I Made Buda Wisnawa, M.Kes., Rabu (30/1) kemarin. Tahun 2018, kasusnya paling rendah. Di Denpasar juga paling rendah. ‘’Tahun 2018 kasusnya hanya tujuh. Sedangkan tahun 2019, baru tiga minggu terakhir sudah tujuh kasus. Jadi kemungkinan kasus DBD akan bertambah dengan cuaca yang tidak bersahabat,’’ bebernya. Mengingat di Denpasar hanya ada tiga puskesmas
rawat inap, maka setiap ada kasus DBD akan dirujuk ke rumah sakit untuk rawat inap. ‘’Tidak berani kita rawat jalan. Kalau sudah DBD harus rawat inap, enggak berani rawat jalan karena pemeriksaan lab 24 jam,’’ ungkapnya. Upaya preventif di puskesmas telah dilakukan. Puskesmas di Denpasar memiliki jumantik yang setiap hari ke rumah-rumah penduduk. ‘’Di Denpasar sudah semua punya jumantik di desanya. Kita punya 60 jumantik di sini,’’ ungkapnya. Jumantik sudah memiliki jadwal ke masyarakat. Bahkan jumantik dikatakan selalu membawa abate ke rumah-rumah penduduk. ‘’Mereka selalu membawa abate untuk mengisi tempattempat penampungan air. Yang memang susah dikuras
diisi abate, di samping memang penyuluhan di banjar, di posyandu, sekolah dan puskesmas sendiri ada kunjungannya itu,’’ ujarnya. Dari hasil pantauan jumantik, masih ditemukan ada jentik di lapangan. ‘’Dengan situasi begini, hujan, populasi jentiknya naik,’’ ujarnya. Dikatakan, setiap tahun ada saja jentik saat musim hujan. Masih ada tempat-tempat penampungan air yang berisi jentik. ‘’Jika seminggu saja lengah, pasti jentik hidup. Seminggu saja tempat penampungan air dibiarkan pasti ada jentik,’’ pungkasnya. Maka dari itu perlu memberdayakan masyarakat untuk membentuk jumantik mandiri di setiap rumah tangga. Agar kasusnya tidak cepat menyebar ke lingkungan masyarakat. Dengan demikian, selain menghindarkan masyarakat dari penyakit DBD
juga mendidik dan membiasakan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Sementara upaya promotif yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pencegahan. Dalam setiap kesempatan diberikan informasi tentang DBD. Apalagi situasi saat ini memang sudah meningkat tajam. Selain melakukan upaya promotif, ia juga melakukan fogging jika beberapa kasus memenuhui syarat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan memang ada peningkatan kasus pada Januari karena curah hujan meningkat. Namun tidak sampai KLB (kejadian luar biasa). Peningkatan kasus DBD ini karena masih ada jentik di lapangan atau rumah penduduk. ‘’Semasih ada jentik berarti masih ada nyamuk yang membawa virus,’’ tandasnya. (kmb42)
Tiga Minggu, Tujuh Kasus DBD di Denpasar Timur
Bali Post/udi
BEC - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), salah satu festival yang membidik wisatawan milenial di Banyuwangi.
OPINI
6
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Digitalisasi Pengembangan Potensi Usaha KETIKA pada awal berkuasa lalu, Presiden Joko Widodo mencanangkan bahwa pembangunan diawali dari desa. Nah, ketika periode pemerintahannya segera akan berakhir, maka tentu hal itu perlu diingatkan lagi. Apakah nanti Jokowi akan melanjutkan periode kedua atau tidak, hal itu tetap menjadi acuan. Apakah nanti kalau kemudian akan muncul pergantian pemimpin, hal itu tentu juga masih sangat relevan. Apalagi kalau melihat kondisi geografis Indonesia, sebagai negeri kepulauan. Kebinekaan ini akan menjadi sebuah potensi besar untuk pembangunan. Bagi Bali sendiri, hal ini tentu bukan hal baru. Tinggal penguatan saja. Penguatan dalam hal teknis serta nonteknis. Secara teknis, tentu sudah merupakan kewajiban pemerintah serta stakeholder lainnya untuk menggarap hal ini. Pada era milenial saat ini, peran anak-anak muda untuk melakukan start-up di dunia ekonomi kreatif sangatlah penting. Ini perlu bimbingan teknis. Tentang cara-cara, memanfaatkan potensi serta dengan segala rintangannya. Nonteknis, peran instrumen desa juga penting. bagaimana mereka mampu memotivasi anak-anak muda ini agar mereka sadar. Sadar bahwa mereka dan lingkungan mereka itu punya kekayaan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Mesti ada semacam sinergi antara lembaga desa dengan segala perangkatnya untuk mendorong kalangan milenial ini agar bisa menjadi penggerak pembangunan di wilayahnya. Di era global serta digital ini, anak-anak muda yang melek teknologi informasi ini sudah sangat jauh melesat dibandingkan dengan para orangtuanya. Mereka sudah jauh di depan. Maka perlu arahan agar mereka menempuh jalan yang tepat dan benar. Dalam hal ekonomi, sudah sangat banyak contoh yang bisa dilihat serta dirasakan. Bagaimana ada semacam kolaborasi antara potensi serta proses digitalisasi dalam mamajukan sebuah usaha. Mereka sudah mengerti, tinggal bagaimana menyemangati secara positif. Sinergisitas antara para stakeholder sangat perlu. Pemerintah bersama perangkat desa angat berperan. Kalau sudah di desa, tentu peran agama Hindu dan budayanya sendiri, sudat sangat erat, tidak bisa dipisahkan. Mereka bisa bermain di ranah ekonomi kreatif yang sifatnya milenial atau pun bisa bertahan di tataran tradisional informal. Tinggal bagaimana pengemasannya. Ini sangat perting. Jika generasi muda kita sudah kuat benteng ekonominya, maka garda agama serta budayanya pun akan bertambah kokoh pula. Mereka akan meresapi, bagaimana tentang ekonomi kerakyatan, ekonomi pedesaan yang dijiwai oleh agama Hindu serta budaya Bali. Ini sebuah talitemali yang sangat erat. Inilah semacam fondasi di mana mereka akan bertumbuh secara sehat.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Libatkan Generasi Muda Saya sempat membaca di harian Bali Post, kini banyak generasi muda tertarik ikut gerakan tangani sampah. Ini dinamika baru yang lebih mengarah pada bangkitnya kesadaran menjaga lingkungan. Sebagai orang tua, saya sangat mendukung gerakan ini. Pelibatan generasi muda dalam gerakan menangani sampah plastik ataupun sampah lainnya hendaknya terus dikondisikan. Lakukan program ini secara rutin dan berkelanjutan. Yang saya dengar, nanti juga akan ada gerakan Ketog Semprong di kawasan Pura Besakih, Karangasem. Inisiatornya Pemuda Besakih. Ini juga membuktikan bangkitnya kepedulian pemuda menjaga kesucian pura. Saya berharap, gerakan ini bisa ditiru oleh generasi muda di lingkungan desa adat dengan melakukan gerakan serupa. Setiap odalan atau hari libur mesti ada pihak yang menggerakkan mereka. Ini tentu bukan semata-mata untuk menunjukkan bahwa Bali memiliki gerakan bersih sampah, melainkan untuk menjaga dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Jika memungkinkan, pihak hotel atau restoran yang ada di wilayah pedesaan diminta dukungannya untuk menjadi donatur kegiatan ini. Jangan hanya mencari keuntungan di wilayah investasinya. Mereka harus dilibatkan untuk ini. Untuk menjabarkan ini tentu menjadi tugas kepala daerah untuk mengumpulkan mereka dan diberikan arahan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Dalam hal ini membudayakan gerakan peduli sampah dengan menggandeng generasi muda. Ni Nyoman Ayu Sumariani Denpasar, Bali
Mengajegkan Budaya dan Ekonomi Hindu Bali sudah saatnya mengembangkan budaya dan ekonomi berbasis Tri Hita Karana yang dijiwai oleh agama Hindu. Pengembangan ekonomi Hindu sudah menjadi inspirasi masyarakat krama Bali yang diharapkan dapat didukung oleh pemerintah dan para stakeholder yang peduli terhadap ajeg Bali. Saat ini, tiga pilar ekonomi Bali tidak dikembangkan secara seimbang, yaitu pariwisata yang sebelumnya merupakan sektor pendukung dikembangkan secara membabi buta, sedangkan pertanian yang merupakan sektor andalan malah dikucilkan bahkan dikorbankan demi pariwisata, sementara sektor industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap dijadikan pelengkap dalam memajukan pariwisata.
Oleh Bambang Gede Kiswardi
W
alaupun pariwisata telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan masyarakat Bali, namun masih diperlukan adanya penataan pariwisata Bali ke depan haruslah terlebih dahulu memperkuat jati diri krama Bali yang hidup dalam suatu komunitas desa pakraman. Karena desa pakraman merupakan pusat pengembangan nilai–nilai budaya yang dilandasi oleh agama Hindu, juga dalam berbagai bidang kehidupan termasuk bidang kesenian, globalisme, modernisme, dan materialisme telah merupakan ancaman, karena besarnya tantangan lebih kasatmata dibandingkan dengan peluang yang mampu direspons oleh masyarakat Bali khususnya masyarakat dunia ketiga dan komunitas pedesaan. Adapun potensi Bali yang memiliki luas wilayah 5.636,06 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 4.125.800 jiwa, di samping itu Bali memiliki Lembaga Perkreditan Desa 1.433 unit dengan aset Rp 19,5 triliun, dan koperasi 4.934 unit dengan aset Rp 12,04 triliun, juga Badan Usaha Milik Desa 455 unit dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) 313.822 unit, belum termasuk sumber daya alam dan
sumber daya budaya yang menjadi fondasi dan pilar pariwisata Bali. Dampak dari adanya potensi tersebut memberikan korelasi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali diproyeksi 6 persen sampai 6,40 persen dan pada tahun 2018 mencapai 6,54 persen di atas rata–rata pertumbuhan ekonomi nasional kurang lebih 5,3 persen (Bali Post, Agustus 2018). Sejalan dengan potensi dan pertumbuhan ekonomi Bali, untuk itu Bali yang identik dengan desa pakraman sangat potensial mengembangkan nilai–nilai budaya yang berjiwakan agama Hindu, dengan demikian sudah saatnya Bali memiliki sistem ekonomi Hindu yang bercirikan: Pertama, roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial, dan moral. Oleh karena itu, sistem ekonomi Hindu seyogianya dilandasi oleh konsep Tri Warga (dharma, artha, kama). Konsepsi ini telah mencakup rangsangan ekonomi sosial dan moral. Kedua, perwujudan pemerataan sosial ekonomi dan keadilan ekonomi untuk tujuan hidup yang berupa Moksaartham Jagadhita yang merupakan tujuan sekaligus landasan dari sistem ekonomi Hindu. Ketiga, jiwa nasionalisme yang melandasi kebijaksanaan ekonomi, dalam hal ini makna sistem ekonomi Hindu adalah sistem di mana kebijaksanaan ekonomi yang dilahirkan-
nya untuk menjaga keselarasan hubungan dengan masyarakat dan lingkungan di mana sistem ekonomi Hindu berada, yang dapat memberikan multiplier effect terhadap segi pawongan dan palemahan dari konsep Tri Hita Karana yang mempunyai peranan sangat strategis. Keempat, Badan Usaha Milik Adat adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa pakraman atau desa adat melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa pakraman yang dipisahkan guna mengelola potensi ekonomi untuk sebesar–besarnya kesejahteraan krama adat. Model lembaga ekonomi milik adat ini dapat dijadikan gerakan ekonomi Hindu yang sekaligus dapat berperan sebagai pusat pengembangan ekonomi desa pakraman. Sebagaimana diketahui bahwa peran strategis Badan Usaha Milik Adat yaitu lembaga ekonomi yang memiliki karakteristik saling asah, saling asih, dan saling asuh, gilik seguluk dan selunglung sabayantaka yang juga merupakan konsep kekeluargaan, tolong menolong dan gotong royong dalam pengelolaan ekonomi dengan sistem ekonomi Hindu. Kelima, menyangkut perumusan kebijaksanaan ekonomi dalam rangka pencapaian keadilan ekonomi dan keadilan sosial, diperlukan kepemimpinan
model asta brata, sebagaimana termuat dalam buku Ramayana yang merupakan kelompok Smerti, akan dapat memberikan visi Moksaarthem Jagadhita kepada pimpinan di bidang ekonomi untuk merumuskan kebijaksanaan yang mengarah kepada pencapaian cita–cita keadilan ekonomi dan keadilan sosial yang sesuai dengan amanat dan cita–cita pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Berdasarkan ciri–ciri dari sistem ekonomi Hindu dalam pengelolaan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam Bali yang berbasiskan kearifan lokal yang dijiwai oleh agama Hindu, diharapkan ada kolaborasi baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun para stakeholder dan para pelaku usaha krama adat (pelaku UMKM) dalam akses pembiayaan, akses pemasaran, akses jaringan usaha, dan akses teknologi. Secara struktural kolaborasi tersebut dapat merumuskan master plan ekonomi Hindu. Sejalan dengan adanya master plan ekonomi Hindu tersebut, diharapkan ke depan muncul kebijakan–kebijakan yang memberikan perkuatan, memberikan perlindungan, dan memberikan kemudahan terhadap pelaku ekonomi Hindu. Dengan kebijaksanaan ekonomi tersebut, diharapkan ke depan, ekonomi Hindu mampu berkembang dan profesional untuk sebesar–besarnya kesejahteraan krama adat Bali. Mengingat Bali yang penduduknya mayoritas Hindu memungkinkan diterapkannya sistem ekonomi Hindu, sehingga semua potensi ekonomi, potensi sosial, dan potensi budaya dapat dikelola dengan kekuatan ekonomi Hindu. Dengan demikian, sistem ekonomi Hindu adalah sistem ekonomi yang landasan falsafahnya yaitu rangkuman nilai–nilai yang terdiri dari kesejahteraan bersama, keharmonisan, persatuan dan perdamaian, dan nilai–nilai lain
HAM, Keadilan, dan Kasih Sayang DEBAT pertama capres dan cawapers tentang hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Tema ini adalah masalah yang tak pernah selesai di Indonesia. Hukum yang terasa seperti paku, tajam ke bawah tumpul ke atas. HAM, tuntutan akan keadilan karena telah direnggutnya hak hidup banyak orang. Korupsi yang menggurita dengan segala macam upaya pelemahan KPK. Hingga isu yang terbaru ancaman bom di rumah Ketua dan Wakil Ketua KPK. Terorisme, parasit yang menjangkit dan laten membahayakan keutuhan NKRI. Tidak hanya Indonesia, tetapi juga dunia internasional. Bagaimana upaya kedua caprescawapres akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini? Terutama HAM, yang artinya mengungkit kembali peristiwa masa lalu. Yang artinya mengingat kejadian terdahulu tentang perenggutan hak hidup atau hak sipil banyak orang, perampasan hak sosial-ekonomi orang yang berhubungan dengan orang terebut HAM-nya. Membicarakan HAM adalah topik yang selalu ada dalam setiap debat caprescawapres beberapa kali belakangan ini. Mengapa? Karena topik ini tidak pernah terselesaikan. Masyarakat menuntut penyelesaian yang adil. Masyarakat intinya hanya ingin tahu pelakunya. Tidak jelas-
Oleh Adi Soekariawan nya kasus ini membuat rasa aman bergeser menuju posisi mendekati negatif. Dan tentu saja, masyarakat ingin negara dan pemerintah memberikan hukum yang setimpal kepada pelaku. Lebih dari itu, HAM adalah permasalahan yang paling mendasar tentang sebuah kemerdekaan. Ketika HAM terusik, bermakna bahwa kemerdekaan yang ada di sebuah negara belumlah benar-benar merdeka. Pengusutan kasus pelanggaran HAM selama ini tak pernah selesai. Jelaslah rasa keadilan bagi masyarakat yang terenggut tidak ada. Negara tidak hadir bagi mereka. Bahkan, rasa tidak peduli negara terhadap mereka lebih terasa saat ada pengungkapan Kejaksaan Agung mengembalikan berkas kasus HAM, dengan alasan kesulitan mengungkap peristiwa-peristiwa yang telah lama karena beberapa orang yang terduga telah meninggal. Negara benar-benar terasa tidak membela masyarakat. Di mana keadilan? Jeritan hati masyarakat yang menuntut keadilan. Pengusutan kasus pelanggaran HAM selalu menemui
jalan buntu. Atau memang sengaja dibuntukan? Penulis yakin, banyak yang berpikiran sama. Mengapa tidak pernah ada titik terang? Mengapa susah untuk mengungkap pelaku pelanggaran HAM. Apakah ada invincible hand? Siapakah invincible hand ini? Bagi masyarakat yang terdampak kasus pelanggaran HAM tentu akan berpikiran seperti ini. Dalam penyelidikan kasus pelanggaran HAM, beberapa telah dibentuk tim pencari fakta. Mereka bertujuan untuk mengungkap kasus ini secara gamblang. Namun, ujung-ujungnya menemui lorong gelap yang tak berujung. Jika berpikir dari segi biaya dan waktu, maka telah banyak yang dihabiskan untuk mengungkap kasus ini. Entah berapa energi yang habis untuk permasalahan ini. Entahlah. Dan ini masih tetap berlanjut, dengan kemungkinan kasus pelanggaran HAM akan tetap muncul jika tidak ada kepastian dalam penyelesaian setiap kasus yang pernah ada. Namun, jika berpikir lebih dalam lagi, penyelesaian kasus pelanggaran HAM, layaknya untuk pembalasan dendam. Mengapa demikian? Karena
pelanggaran HAM berhubungan dengan kasus pembunuhan dan peniadaan orang atau sekelompok orang. Orang-orang yang terdampak menuntut keadilan. Sedikit tidaknya ada rasa amarah dan dendam yang menjangkiti hatinya, agar yang melakukan mendapat hukuman. Dendam tidak akan putus jika tidak ada maaf. Maaf tidak akan keluar jika belum ada rasa kasih sayang. Seperti itulah yang pernah diungkapkan Gede Prama dalam beberapa bukunya. Terjadinya kasus pelanggaran HAM, jika dilihat dari sudut pandang yang sebaliknya juga bisa menjadi kasus pelanggaran HAM juga. Seperti hukum aksireaksi. Apa yang kita lakukan, maka itulah yang akan kita dapatkan kembali. Dan hukum karma tetap berjalan. Pelaku akan mendapatkan kembali hasil perbuatannya. Jika dibalik, korban telah mendapatkan hasil perbuatan yang telah dilakukan kepada pelaku. Hanya, korban menjadi hilang atau terbunuh. Maka, bagi yang terdampak, harus tetap bersabar. Namun, tetap mengawal dan memastikan komitmen politik capres-cawapres dalam penegakan HAM serta pencegahan pelanggaran HAM.
seperti yang telah dikemukakan di atas. Dalam sistem ini, setiap masyarakat krama Bali sebagai pelaku ekonomi mempunyai keterikatan untuk menjalankan disiplin catur purusa artha, catur warna, dan catur asrama dalam perilaku hidupnya. Masalahnya, tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat krama Bali adalah bagaimana rangkuman nilai– nilai Hindu ini dapat menjadi landasan moral dan etika dalam setiap perilaku ekonomi Hindu, dalam zaman yang diyakini sebagai zaman kaliyuga, dengan ciri pokoknya; setiap insan manusia sukar untuk memusatkan pikiran, dan ukuran kemanusian terjebak dan jatuh sekadar pada tingkat material dan kekuasaan. Masyarakat krama Hindu yang minoritas di negara Indonesia yang landasan falsafahnya juga adalah Pancasila. Secara normatif, sudah tentu dengan mudah krama Bali menyatakan bahwa sistem ekonomi yang sekarang sedang berlangsung adalah sistem ekonomi kerakyatan yang identik dengan sistem ekonomi Hindu. Dengan melihat realitas ekonomi yang berlangsung saat ini, diperlukan kajian pemikiran yang panjang untuk dapat menerima dan menyetujui pemikiran normatif tersebut di atas. Sebagaimana disepakati bahwa ekonomi kerakyatan adalah ideologi ekonomi terbuka, maka sejalan dengan ideologi ekonomi tersebut, kemungkinan bagi masyarakat krama Hindu untuk melakukan penafsiran, interpretasi terhadap sistem ekonomi kerakyatan dengan kerangka berpikir, keyakinan agama Hindu. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan
POJOK Kata Ketua PHDI, ubah ketinggian bangunan berarti memudarkan taksu Bali. - Lonceng kematian manusia Bali. *** Pansus DPRD keliling Bali meminta masukan terkait revisi Perda RTRWP Bali. - Terakhir tanya hati nurani. *** Kapolresta dan Dandim minta polisi dan TNI jangan takut dengan preman. - Eling jati diri aparat keamanan.
Penulis, pendidik di SMAN 3 Denpasar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Baturiti dan Penebel Rawan Narkoba
Tabanan (Bali Post) -
Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemetaan kawasan rawan narkoba di seluruh Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Di Kabupaten Tabanan, ada dua lokasi yang masuk kategori rawan narkoba sesuai dengan indikator penilaian yang dilaksanakan secara sistematik. Lokasi tersebut yakni Kecamatan Baturiti dan Kecamatan Penebel.
Bali Post/bit
CURANMOR - Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail saat menjelaskan mengenai kasus curanmor di Tabanan.
Dua Pelaku Curanmor Dihadiahi Timah Panas
Tabanan (Bali Post) Dua pelaku curanmor terpaksa ditembak pada bagian kakinya. Ini dilakukan Polres Tabanan lantaran dua pelaku yang bernama Sugeng P (32), warga Samarinda Kalimantan Timur dan Rizal AM (20) yang merupakan warga Jember, Jawa Timur, melakukan perlawanan saat hendak diringkus. Keduanya mencuri sepeda motor yang dititipkan di areal parkir salah satu toko modern di simpang empat Jalan By-pass Ir. Soekarno, Banjar Grokgak Gede Desa Delod Peken, Tabanan, pada
Senin (28/1) lalu. Dua pria ini ternyata telah merencanakan aksi tersebut. Saat beraksi, mereka menggunakan kunci palsu hingga merusak kunci kontak motor tersebut. Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail dalam rilis pengungkapan kasus, Rabu (30/1) kemarin, menerangkan, dua pelaku diamankan di tempat berbeda di Kabupaten Gianyar. Sugeng Priyanto diamankan di tempat kerjanya di Singakerta, Ubud, Gianyar. Sedangkan Rizal Andik diringkus di Jukut Paku, Ubud. Namun, karena sempat
melawan dan mencoba kabur, dua pelaku ditembak oleh petugas. ‘’Kedua pelaku ingin memiliki kendaraan sendiri dan menargetkan mencari sasaran di Tabanan,’’ ucapnya. Modus yang digunakan dua pelaku ini dengan memaksa kunci kontak motor korban. Selanjutnya, pelaku merusak bagian kunci kontak. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (kmb28)
Bali Post/ist
SINERGI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. (tengah) didampingi Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa di sela-sela rapat kerja sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder di kantor Desa Beraban.
Populasi Babi Meningkat 4,3 Persen Tabanan (Bali Post) Populasi babi di Tabanan mengalami peningkatan. Hingga akhir Desember 2018, tercatat 94.348 ekor babi diternakkan oleh masyarakat Tabanan, baik secara perorangan maupun kelompok. Angka ini mengalami peningkatan 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Pertanian Tabanan, sepanjang lima tahun terakhir populasi babi di Tabanan mengalami pasang surut. Pada tahun 2014, populasi mencapai 94.357 ekor dan tahun 2015 meningkat menjadi 99.378 ekor. Sedangkan
tahun berikutnya justru menurun menjadi 96.836 ekor. Populasi kembali turun pada tahun 2017 menjadi 90.461 ekor. Sekretaris Dinas Pertanian Tabanan Putu Ariana didampingi Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmasvet), Pengolahan dan Pemasaran Ni Nengah Pipin Windari, Rabu (30/1) kemarin, mengatakan populasi babi sangat tergantung dari harga jual babi dan pakan ternak. Jika harga jual daging babi naik dan pakan ternak murah, maka populasi babi yang diternakkan juga meningkat. Menurut Ariana, ternak
babi menjadi salah satu peternakan yang paling banyak dilakoni masyarakat Tabanan. Hal ini dikarenakan daging babi paling banyak dikonsumsi masyarakat Bali yaitu hampir 90 persen lebih. ‘’Selain itu, babi juga merupakan bagian penting dari ritual di Bali. Hampir setiap upacara, seperti pesta pernikahan menggunakan sarana babi. Bahkan, warung babi guling banyak tersebar di tujuan wisata favorit ini Bali,’’ ujarnya. Meningkatnya populasi babi tahun 2018 tidak terlepas dari animo masyarakat berternak babi
yang semakin tinggi karena pakan ternak yang tersedia serta harga babi yang tidak mengalami penurunan. Selain itu, jumlah permintaan babi terus meningkat. ‘’Faktor lainnya yakni tidak ada wabah penyakit pada babi,’’ terang Ariana. Dijelaskan Ariana, babi yang diternak di Tabanan dengan jenis babi Bali, babi saddle back (peranakan) dan babi landrace (persilangan). ‘’Terbanyak pop-
Pemkab Susun Perbup Pembatasan Plastik Tabanan (Bali Post) Dalam upaya mendukung Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Plastik Sekali Pakai, Pemkab Tabanan akan menyusun peraturan bupati (perbup). Penyusunan perbup ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan. Hal ini dipaparkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan A.A. Raka Icwara, Rabu (30/1) kemarin. Sebelum menyusun perbup, DLH sudah sempat turun ke lapangan menyasar toko-toko modern dan berjaringan di Tabanan. Dalam pemantauan awal tersebut beberapa toko sudah tidak memberikan kantong plastik
kepada konsumen. ‘’Terakhir kami pantau kembali, beberapa toko modern yang pada pemantauan awal masih memberikan kantong plastik, sekarang sudah tidak lagi,’’ ujarnya. Dijelaskannya, dalam penyusunan perbup, masukan masyarakat menjadi bahan pertimbangan. ‘’Namun secara umum, terutama para pelaku dalam hal ini pemilik toko modern dan toko berjaringan, sudah menyanggupi akan mengikuti aturan yang ada,’’ jelasnya. Setelah rampung, perbup akan disosialisasikan ke masyarakat. Untuk hal ini, pihaknya berencana menggandeng desa adat. ‘’Seka-
ligus juga mendorong pembuatan pararem mengenai pengelolaan sampah di desa adat,’’ katanya. Mengenai pabrik pengolahan sampah plastik di Tabanan, Raka Icwara menyebutkan, saat ini pabrik tersebut belum beroperasi. Padahal jika sudah beroperasi, sampah-sampah plastik yang ditolak di pengepul bisa disalurkan dan diolah di pabrik ini. ‘’Diharapkan jika sudah berjalan, harga bisa bersaing dengan pengepul dan tentunya sampah yang di-reject di pengepul masih bisa diterima.
Ini akan membuat volume sampah yang terbuang ke TPA bisa dikurangi,’’ harapnya. (kmb24)
ulasi ternak babi berada di Kecamatan Selemadeg Timur 23.744 ekor dan terendah berada di Kecamatan Pupuan sebanyak 2.236 ekor,’’ tegasnya. (kmb24)
Hal itu terungkap dalam rapat kerja sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder di kantor Desa Beraban Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (30/1) kemarin, yang menghadirkan narasumber Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa serta Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bali AKBP Ketut Suandika. Dalam rapat kerja tersebut, Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa menyampaikan, Bali sebagai sentral pariwisata sangat menarik perhatian pengedar narkoba. Tak terkecuali di Kabupaten Tabanan, yang sektor pariwisatanya tumbuh cukup pesat. Setiap tahun, angka kasus narkoba di Tabanan mengalami peningkatan. Modus operandi penyalah guna narkoba pun terus berkembang dan semakin canggih. Untuk diketahui, tahun 2018 terdapat 20 kasus narkoba di Tabanan. Menurutnya, rapat kerja ini dalam rangka memetakan kawasan rawan dan rentan narkoba. Dari pemetaan ini, kemudian akan dicarikan solusi untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di suatu wilayah. Dia pun menekankan pentingnya upaya menekan kasus narkoba melalui peran aktif masyarakat dan kerja sama pemerintah daerah dengan aparat terkait. Secara khusus Suastawa menyoroti kawasan Desa
Beraban Kecamatan Kediri yang menjadi lokasi rapat kerja. Menurutnya, Tanah Lot yang berada di desa ini harus menjadi perhatian khusus. Sebagai kawasan pariwisata, Tanah Lot juga rentan peredaran narkoba. Maka, diperlukan langkah strategis dalam upaya pencegahan. Menjadi tugas berat Perbekel pula untuk melaksanakan pengawasan terhadap jalannya kurikulum terintegrasi antinarkoba di sekolah-sekolah di Desa Beraban. Lebih lanjut, dia menegaskan, Pemkab Tabanan memiliki peran besar dalam pencegahan narkoba. Otimalisasi, sinergitas program dan anggaran, kerja keras serta komitmen untuk pelaksanaan pemberdayaan alternatif untuk pencegahan narkoba sangatlah diperlukan. ‘’Kerja keras kita dalam pemberdayaan alternatif ini adalah membangun kekuatan agar keinginan masyarakat untuk coba-coba itu (narkoba -red) tidak ada,’’ tegasnya. Untuk diketahui, kegiatan pemberdayaan alternatif bertujuan mendekatkan layanan P4GN ke masyarakat, menyiapkan masyarakat menghadapi masalah narkoba melalui penyusunan pararem, pembentukan relawan, memandirikan masyarakat melalui pelatihan keterampilan kerja agar produktif dan tidak menyalahgunakan narkoba serta mengembangkan perilaku hidup sehat tanpa narkoba. (kmb28)
Isu Mutasi Pejabat Berembus
Tabanan (Bali Post) Posisi Sekda Tabanan akan mulai kosong pada Jumat (1/2) besok, lantaran I Nyoman Wirna Ariwangsa memasuki masa pensiun. Meski demikian, Bupati Tabanan belum ada tanda-tanda menetapkan satu nama dari tiga kandidat Sekda Tabanan hasil seleksi belum lama ini. Di luar itu, justru yang muncul isu mutasi sejumlah pejabat yang akan dilangsungkan 4 Februari. Isu tersebut sudah menjadi buah bibir di kalangan pegawai maupun pejabat Pemkab Tabanan. Dari informasi yang beredar, mutasi dilakukan untuk melantik Sekda baru serta pengisian beberapa jabatan yang lowong khususnya tiga kursi eselon IIB yang ditinggal pensiun ataupun menjadi Sekda dari tiga kandidat. Dua jabatan eselon II yang kosong yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra yang ditinggal pensiun pejabat lama, I Wayan Yatnanadi. Jabatan Asisten I sementara dirangkap Asisten II, I Wayan Miarsana. Selain itu, satu posisi Staf Ahli Bupati juga
lowong dengan pensiunnya I Made Riawan. Satu jabatan eselon IIB dipastikan akan lowong. Pasalnya, kandidat Sekda merupakan penjabat eselon IIB aktif yakni I Gede Susila sebagai Kadis Pendidikan, I Gusti Agung Rai Dwipayana sebagai Kadisdukcapil dan I Wayan Kotio sebagai Kadis Persip. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan I Wayan Sugatra ketika dimintai konfirmasi terkait isu mutasi mengaku masih menunggu perintah pimpinan. Begitu pun soal penetapan Plt. Sekda yang dipastikan kosong mulai besok. ‘’Belum ada perintah dari pimpinan (Bupati),’’ kata Sugatra, Rabu (30/1) kemarin. Begitu pun ketika disebutkan tanggal 4 Februari atau Senin depan yang bertepatan dengan Tilem Kawulu sebagai waktu yang baik untuk pelantikan pejabat, Sugatra tidak memberikan jawaban pasti. Dia kembali hanya menyebutkan, belum ada perintah dari Bupati. Meski demikian, dia mengungkapkan, ada rencana pertemuan para pejabat yang akan dan sudah pensiun. Wirna Ariwangsa, I Wayan Yatnanadi, Riawan, serta pejabat yang sudah pensiun sebelumnya termasuk mantan Kadis PU I Gusti Ngurah Anom Anthara dan lainnya, dikabarkan akan hadir. Pertemuan akan digelar di Warung Subak, areal DTW Tanah Lot, besok. (kmb28)
BULELENG
8
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Kerugian Kebakaran Ruko Lebih dari Rp 2 Miliar Singaraja (Bali Post) – Kebakaran rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Anyar Singaraja, Selasa (29/1) malam, mengakibatkan kerugian lebih dari Rp 2 miliar. Dari delapan ruko yang terbakar itu nilai kerugiannya memang bervariasi. Seperti Toko Bata, mengalami kerugian Rp 1,2 miliar. Sedangkan Toko Busana Permai diperkirakan rugi hingga Rp 1 miliar. Itu baru kerugian materiil yang dihitung dari harga barang dan dagangan saja. Sejauh ini belum dikalkulasi kerugian bangunan ruko itu sendiri. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Made Sugiartha Widiada, Rabu (30/1) kemarin, mengatakan pascakejadian itu pihaknya sudah melakukan assessment di lokasi kejadian. Hasilnya, bara api dipastikan sudah padam seratus persen. Dampak pemadaman bangunan delapan ruko yang mengalami kerusakan parah itu membuat lapak pedagang di sebelah ruko dan los di Blok B juga rusak berat. Lapaklapak itu jadi rusak berat, akibat terkena semprotan air saat dilangsungkan pemadaman. Selain dilakukan assessment, Sugiartha berusaha menelusuri pemilik ruko. Setelah ditelusuri, ditemukan pengelola Toko Bata Made Widyaningsih, yang memperkirakan kerugian rukonya mencapai Rp 1,2 miliar. Pemilik toko Busana Permai, Iwan Ananta Wijaya, juga menyebut ada kerugian Rp 1 miliar. “Kami sudah assessment lokasi. Bara api sejauh ini su-
dah padam. Kerugian ini baru dihitung dari nilai harga barang dagangannya saja. Karena itu belum dihitung kerusakan bangunannya,” katanya. Los Pasar Anyar Akibat kebakaran itu sebanyak delapan unit ruko di kawasan Pasar Anyar di Jalan Diponegoro itu sempat membuat panik Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng. Pasalnya, posisi kebakaran dengan los pasar yang menampung 1.355 pedagang itu lokasinya berhimpitan. Beruntung, kerja keras petugas pemadam, kepolisian, karyawan, dan dibantu masyarakat, membuat kebakaran itu tidak sampai merembet ke los pasar terbesar di Bali Utara tersebut. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana mengatakan, saat kejadian itu dirinya sangat waswas kalau api itu merembet ke los pasar. Karena itu, ia memerintahkan karyawan di
pasar setempat untuk membantu pedagang mengevakuasi barang-barang dagangan itu guna menghindari rembetan api. Beruntung, penyelamatan itu berhasil dilakukan dengan baik. Sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan los pasar.
Kembali Berjualan Pascakejadian, para pedagang Pasar Anyar itu sudah kembali berjualan seperti biasa. Demikian juga pengunjung pasar tidak terganggu oleh kejadian itu. Para pedagang tetap melakukan transaksi jual-beli seperti biasanya. “Kami juga sempat panik. Semua karyawan kami kerahkan untuk menyelamatkan aset pasar. Kami berterima kasih kepada pemadam, polisi, dan masyarakat yang membantu pemadaman, sehingga aset pasar selamat. Para pedagang bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya. Pihaknya berusaha menghubungi pemilik ruko yang terdampak kebakaran. Untuk memastikan kondisi ruko, ada kesulitan. Sejauh ini, di lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi. “Kalau tanah ruko milik pemkab dikelola PD Pasar. Pemiliknya juga mendapatkan izin Hak Guna Bangunan (HGB), sehingga statusnya itu di luar aset Pasar Anyar. Kami
mengelola sewa tanah dan retribusi harian. Saat ini, kami masih kumpulkan data-data. Pemiliknya masih belum bisa dihubungi,” jelasnya. Salah satu pedagang di los pasar Blok B Pasar Anyar Agus Suyono mengaku belum mulai berjualan. Alasannya, perhiasan perak, yang merupakan barang dagangannya itu diungsikan saat kejadian. Banyak pedagang tidak jualan. Pasalnya, lokasi jualannya masih basah karena disemprot saat pemadaan. Banyak lapak rusak setelah selesai pemadaman. “Hari ini tidak jualan. Sebab, barang-barang kami ungsikan. Tempat jualannya juga rusak. Mungkin besok (Kamis, 31/1 red) baru bisa jualan,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (29/1) sekitar pukul 18.00 Wita, delapan unit ruko di Jalan Diponegoro terbakar. Dua unit ruko masing-masing Toko Sepatu Bata dan Toko Busana Permai, ludes terbakar dengan seluruh isi barang dagangannya. Enam ruko lainnya mengalami kerusakan sedang. Sebagian barang dagangan mereka masih bisa diselamatkan. Api baru bisa dipadamkan sekitar 2,5 jam setelah kejadian dengan mengerahkan delapan unit mobil pemadam. Proses pemadaman itu juga dibantu satu unit mobil Water Cannon Polres Buleleng yang turut dikerahkan. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PUING-PUING – Ruko di Jalan Diponegoro, Singaraja masih menyisakan puing-puing kebakaran. Diperkirakan kerugian materiil pemilik ruko lebih dari Rp 2 miliar.
Satu Keluarga Korban Tanah Longsor Dikubur Made Sutana Dikubur di Setra Alit
Setelah sempat disemayamkan di rumah duka di Dusun Sangker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, empat orang korban bencana tanah longsor dikuburkan di Kuburan (Setra) Desa Pakraman Mengening, Rabu (30/1) kemarin. Penguburan ini menjadi perhatian warga karena dalam satu kali menguburkan empat jenazah sekaligus. Apalagi, iring-iringan dari rumah duka, warga menggotong empat peti jenazah sekaligus menuju setra yang jaraknya sekitar lima kilometer dari rumah duka. Bagaimanakah prosesi ritual penguburan korban satu keluarga yang meninggal bersamaan itu? Bali Post/kmb38
DIAMANKAN – Unit Reskrim Polres Buleleng mengamankan empat pemuda yang diduga melakukan aksi pencabulan hingga berujung dugaan pemerkosaan salah satu siswi SMP terkenal di Buleleng.
Lakukan Pelecehan, Empat Pemuda Diamankan Singaraja (Bali Post) – Empat orang pemuda terpaksa diamankan Unit Reskrim Polres Buleleng. Pasalnya, mereka diduga melakukan pencabulan hingga dugaan pemerkosaan kepada korban yang statusnya masih anak di bawah umur. Terungkapnya kasus korban yang berasal dari Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada sempat membuat warga heboh. Wakapolres Kompol Ronny Riantoko didampingi Kasat Reskrim AKP Mikael Hutabarat seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (30/1) kemarin, mengatakan kasus dugaan asusila itu terjadi Selasa (22/1) lalu sekitar pukul 12.00 Wita di sebuah rumah kos di Jalan Srikandi, Gang Asem, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Kasus itu berawal ketika korban yang baru berusia 14 tahun itu datang ke kos menemui temannya, Eka. Kebetulan Eka kos bersama salah satu terduga pelaku. Korban yang saat itu masih mengenakan salah satu seragam SMP terkenal di Buleleng itu datang ke lokasi kejadian sedikit pun tidak menaruh curiga. Saat di dalam kamar kos itu, korban bertemu empat terduga pelaku, masing-masing Ketut DAP (19), Komang AMP (19), keduanya warga Desa Sambangan, Sukasada. Sedangkan Ida Bagus KAK (20) dan Dewa GW (19), warga Desa Panji, Sukasada. Saat bertemu para terduga pelaku itu, teman korban Eka waktu itu keluar rumah kos dengan alasan mencari sesuatu keperluan. Sebelum melakukan aksi pencabulan, pelaku sempat berbincang-bincang dengan korban sebab baru memperkenalkan diri. Entah mengapa, setelah berkenalan pelaku tiba-tiba berusaha membujuk dan merayu korban. Korban tidak bisa berbuat banyak saat dirayu dan juga dipaksa. Tiga orang terduga pelaku langsung melakukan
dugaan perbuatan cabul terhadap korban. Puncaknya, satu pelaku nekat menyetubuhi korban yang sudah tidak berdaya. Setelah diperlakukan tidak baik, korban kembali ke rumahnya. Kepada orangtuanya, Gede AW, korban mengaku telah dilecehkan oleh terduga pelaku. Tidak terima hal itu, orangtua korban melaporkan kejadian itu ke polisi. “Jadi benar, kami mengamankan keempat terduga pelaku itu atas laporan dugaan pencabulan dan aksi pemerkosaan. Hasil penyelidikan kami memang kasus ini berawal korban datang ke tempat kos itu. Pelaku yang sudah menunggu langsung melakukan aksi pencabulan dan satu orang mengakui telah menyetubuhi korban,” katanya. Menurut AKP Hutabarat, dari keterangan korban dan hasil visum di rumah sakit, akibat perbuatan cabul itu korban telah kehilangan tanda kegadisannya. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban. Dengan fakta dan barang bukti itu, keempat pemuda itu diancam Pasal 81 UU No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka diancam hukuman penjara paling singkat lima tahun, paling lama 15 tahun, denda Rp 5 miliar. “Bukti dan hasil visum menunjukkan korban sudah kehilangan kegadisannya akibat hubungan badan. Kasus itu masih kami kembangkan guna menambah keterangan saksi-saksi yang diduga mengetahui kejadian itu,” katanya. Keempat pelaku di hadapan polisi hanya bisa tertunduk sembari menutup wajah dengan seragam tahanan polisi berwarna oranye. Ketiga pelaku mengaku hanya mencium korban. Sedangkan, satu pelaku lain mengakui telah menyetubuhi korban. (kmb38)
JENAZAH korban Ketut Budi Kaca (33), istrinya Luh Sentiani (27) dan anak pertamanya Luh Putu Rikasih (9) dikuburkan dalam satu deret liang kubur. Sedangkan jenazah anak keduanya Made Sutana (5) dikuburkan di setra alit. Pemisahan lokasi liang kubur itu karena anak kecil kedua korban itu dipercaya meninggal dunia sebelum memasuki masa gigi tanggal. Upacara penguburan di-puput Mangku Prajapati Jro Ketut Sukarda. Menunggu puncak prosesi penguburan, kerabat dan warga yang ikut mengantarkan keempat korban ke tempat peristirahatan terakhir itu masih memperbincangkan kematian korban sekeluarga yang tragis itu. Sesekali, teman-teman korban memperbincangkan pengalaman setelah mengenal korban semasa hidupnya. Seperti diungkapkan salah satu keluarga korban, Wayan Sanggara. Lelaki yang berprofesi sebagai pencari lebah madu itu, mengenal korban sebagai kerabatnya yang suka bergaul. Almarhum tidak pernah membuat masalah. Korban juga dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang tabah dan sabar melakoni bahtera rumah tangganya. Dia menceritakan semasa hidupnya korban sering ikut mencari lebah madu di hutan di sekitar Desa Mengening. Bahkan, setiap berburu lebah madu, korban selalu menunjukkan kerja kerasnya untuk mendapatkan lebah. Kemudian
lebah madu itu dijual. Uangnya untuk menambah penghasilan keluarganya. “Dia (korban) orangnya sangat penyabar. Kalau libur kerja sering sama saya mencari lebah madu. Saat mencari lebah madu ini, saya melihat kalau korban ini sosok pekerja keras. Bahkan, banyak madu yang diperoleh, belum terjual sudah ditinggal untuk selama-lamanya,” katanya. Jero Mangku Praja Pati, Jro Ketut Sukrada, mengatakan prosesi penguburan jenazah itu mengikuti tradisi yang sudah diwarisi leluhurnya. Setelah jenazah dikuburkan, keluarga dan kerabat yang simpati men-
doakan agar korban mendapatkan tempat yang sangat layak amor ring Acintya, bersatu dengan Shiva. Masing-masing anggota keluarga menghaturkan sesajen punjung di atas liang kubur. Sehari setelah prosesi penguburan, keluarga kembali membawakan sesajen ke kuburan. Dari proses kedua ini, tanah liang kubur sebagai simbol atma korban itu diambil. Kemudian ditempatkan di Tegal Suci. Keesokan harinya, keluarga kembali menghaturkan sesajen ke Tegal Suci. Setelah prosesi seperti itu, tanah bekas liang kubur itu dibawa pulang ke rumah yang meninggal. Itu merupakan simbol jiwa atma yang dihaturkan sesajen selama 12 atau 11 hari setelah penguburan. Menginjak hari ke-12 atau hari ke-11, keluarga baru menggelar upacara yang sering disebut istilah Melas Atma. “Ini sudah dresta (kebiasaan) yang kami warisi. Karena bersamaan meninggal ya jenazah dikuburkan berderet. Hanya anak korban
paling kecil dipisah. Pasalnya, belum memasuki masa gigi tanggal itu dikuburkan di setra alit,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor itu merenggut empat korban jiwa Selasa (22/1) pagi sekitar pukul 05.00 Wita. Korban pasangan suami istri (pasutri) Ketut Budi Kaca (33) dan istrinya Luh Sentiani (27), serta dua anaknya Luh Putu Rikasih (9) dan Made Sutana (5) ditemukan tertimbun tanah longsor di rumahnya. Rumah semipermanen yang baru dibangun sekitar dua tahun lalu itu tertimbun setelah tanah terjal bekas perkebunan cengkeh dengan tinggi sekitar tujuh meter longsor. Keempat korban diduga gagal menyelamatkan diri karena sedang beristirahat di dalam rumah. Saudara kandung dibantu kerabat, polisi, TNI, dan relawan bencana Desa Mengening mengevakuasi korban menggunakan alat manual. Korban ini ditemukan tertimbun di kedalaman sekitar dua meter dengan posisi berpelukan. (mud)
Bali Post/mud
DIKUBURKAN – Satu keluarga korban bencana tanah longsor di Dusun Sangker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Rabu (30/1) kemarin, dikuburkan di kuburan (setra) desa setempat.
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
9 GIANYAR Puncak Karya di Pura Er Jeruk Di-’’puput” Lima Sulinggih
Bali Post/kmb35
PUNCAK KARYA - Pementasan tari Topeng pada puncak karya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Rabu (30/1) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Puncak Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung, Mupuk Padagingan di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk dilaksanakan pada Buda Kliwon Paang, Rabu (30/1) kemarin. Serangkaian puncak karya digelar sejumlah upacara di areal Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk hingga di Pura Beji setempat. Manggala I Karya di Pura Er Jeruk, Nyoman Oka, mengatakan total ada 12 sulinggih yang muput upacara di Pura Er Jeruk, Rabu
Mahayastra Sidak Trotoar di Blahbatuh Gianyar (Bali Post) Kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Rabu (30/1) pagi kemarin, ketika hendak menuju kantor, kendaraan orang nomor satu di Gianyar tersebut berhenti di Jalan Raya Antugan, Blahbatuh. Pasalnya, ia melihat trotoar yang berada di sebelah kiri jalan tidak terawat dengan baik. Tampak pohon bambu menjulur ke jalan dan menghalangi akses pejalan kaki. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya daun bambu yang jatuh hingga menumpuk, sehingga menimbulkan kesan kumuh.
Melihat hal tersebut, Mahayastra memerintahkan jajarannya yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR untuk melakukan pembersihan serta pemangkasan bambu yang menghalangi akses bagi pejalan kaki tersebut. Selain mengganggu kenyamanan pejalan kaki, pohon bambu tersebut mengakibatkan fungsi trotoar tidak sebagaimana mestinya. Pejalan kaki lebih memilih turun ke badan jalan ketika melintas sehingga hal tersebut dapat membahayakan masyarakat. Sebelum melakukan pemangkasan, ia juga telah berkoordinasi langsung dengan pemilik pohon bambu untuk dilakukan pemangkasan. “Trotoar di sepanjang jalan Pasar Blahbatuh hingga Desa Buruan kurang terawat. Saya perintahkan dinas terkait hari ini untuk menindaklanjuti dan membersihkan trotoar tersebut,” ujarnya seraya meminta masyarakat turut menjaga fasilitas umum yang disediakan pemerintah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Berdasarkan pantauan Bali Post, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar dalam hitungan menit sudah sampai di lokasi dan selanjutnya melakukan pembersihan. Petugas DLH nampak melakukan pemangkasan ringan dengan alat seadanya serta membersihkan daun-daun bambu yang menumpuk di trotoar. Mengerahkan dua armada truk, petugas dengan sigap melakukan pembersihan sehingga akses pejalan kaki kembali terbuka. Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Wayan Ku-
jus Pawitra membenarkan hal tersebut. Begitu mendapat perintah pukul 06.15 Wita, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pembersihan serta pemangkasan bambu yang menghalangi akses jalan bagi pejalan kaki. “Dalam hitungan 10 menit, petugas kami sudah sampai di lokasi. Kami lakukan pembersihan dan pemangkasan ringan,” ujarnya. Kepala Seksi Penataan dan Pemeliharaan Taman Ruang Terbuka Hijau Dinas PUPR Kabupaten Gianyar Ida Bagus Putu Gde Mayun mengatakan, selain melakukan pemangkasan pada bambu yang mengganggu akses bagi pejalan kaki, pihaknya juga melakukan penataan pohon perindang dari Jalan Udayana menuju simpang tiga Semebaung. Untuk penataan pohon yang merupakan milik warga, pihaknya melakukan koordinasi dengan pemiliknya. “Jika sudah mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kami akan melakukan penataan berupa pemangkasan. Tentunya terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemilik,” terangnya. Pemilik pohon bambu, I Wayan Dipta, mengaku pihaknya selama ini melakukan pemangkasan sendiri menggunakan alat seadanya. Karena jalur lalu lintas yang relatif padat, pemangkasan dilakukannya seadanya. “Saya sangat setuju dengan pemangkasan ini, karena memang sudah mengganggu. Selama ini, saya lakukan pemangkasan sendiri. Tapi karena lalu lintas padat, saya takut sehingga pemangkasan dilakukan seadanya,” ujarnya. (kmb35)
kemarin. Namun khusus untuk puncak karya di-puput oleh lima orang sulinggih, yakni Ida Pedanda Jelantik Lila Arsa dari Geria Taman Buda Sukawati, Ida Pedanda Gede Putra Jenaka dari Geria Tenten Sukawati, Ida Pedanda Gede Putu Mas dari Geria Pakuwudan Banjar Bedil Sukawati, I d a Ped and a Manubawa Kencana Peling dari Geria Mas Manuaba Sukawati, dan Ida Pedanda Putra Wanasari dari Geria Wanasari Kemenuh. “Untuk ritual puncak karya di-puput
lima sulinggih, dari total 12 sulinggih yang muput hari ini,” katanya. Serangkaian puncak karya, kata Nyoman Oka, juga dipentaskan tari topeng yang dipersembahkan oleh sejumlah pragina. Salah satu penarinya adalah Wakil Gubenur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Nyoman Oka menambahkan, usai puncak karya dilangsungkan ritual mamasar. Dalam upacara ini, Ida Batara Sesuhunan di Pura Er Jeruk akan turun dari utama mandala pura
ke jaba tengah hingga jaba sisi pura. Selama proses itu, para pangayah membagikan 45 jenis paica Ida Batara Sesuhunan di Pura Er Jeruk. “Ada 45 bungkus y a ng isiny a b e ra s, sem bako dan sejenisnya. Krama bisa mengambil bungkusan tersebut dengan aturan seikhlasnya,” ujarnya. Setelah puncak karya tersebut, kata Nyoman Oka, akan dilaksanakan upacara Nganyarin dari Wrespati Umanis Paang, Kamis (31/1) hingga Sukra Wage Krulut, Jumat (8/2) mendatang. (kmb35)
Ritual Ngerebeg, Menetralisasi Pengaruh Negatif RITUAL Ngerebeg kembali digelar krama dari tujuh banjar di Desa Pakraman Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Rabu (30/1) kemarin. Ritual ini digelar setiap Buda Kliwon Pahang. Krama wajib turun ke jalan dengan menghias badan mereka menyerupai makhluk halus. Tujuannya untuk menetralisasi pengaruh negatif. Sejak Rabu siang sekitar pukul 11.00 Wita, satu per satu anak laki-laki dengan berbagai hiasan sudah memadati Pura Luhur Duur Bingin. Hal ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan Ngerebeg. Hingga pukul 12.00 Wita sesaat setelah anak-anak tersebut berkumpul di Utamaning Mandala Pura, rangkaian upacara persiapan Ngerebeg pun dilaksanakan. Seperti persembahyangan, hingga nunas pica (nasi dan lawar) yang dilakukan dengan cara magibung (makan bersama). Anak-anak dengan beragam hiasan itu lantas membawa berbagai hiasan dari pelepah busung (janur) dan pelepah daun jaka, juga lelontek, kober, dan penjor. Bahkan, ada pula penjor yang terbuat dari batang pohon salak ikut diarak. Selanjutnya, mereka berjalan kaki sejauh 10 kilometer mengelilingi wilayah Desa Tegallalang. Yang menarik, salah satu peserta, Erwin, menuliskan kalimat “Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis’’ di badannya. “Kami menyayangkan adanya remisi. Dengan begini, sama halnya dengan makhluk halus ini. Wartawan yang akan menulis berita jadi takut,” ujarnya. Dengan menuliskan kalimat tersebut, kata Erwin, diharapkan kasusnya bisa dinetralisasi. Sehingga, terjadi keseimbangan alam. Diakui, saat tradisi ini, para peserta juga melukiskan bentuk makhluk halus sesuai perkembangan zaman. Dulu saat kasus PSSI ramai, ada peserta yang melukisi tubuhnya dengan kalimat yang berkaitan dengan kasus tersebut. Sementara itu, Bendesa Adat Tegal-
Bali Post/nik
NGEREBEG - Puluhan krama Desa Adat Tegallalang mengikuti ritual Ngerebeg, Rabu (30/1) kemarin. lalang I Made Jaya Kusuma menjelaskan, ritual ini dilaksanakan sehari menjelang piodalan di Pura Duur Bingin yang berlangsung setiap 210 hari sekali. Ritual ini selalu dilaksanakan saat Rahina Pegat Uwakan pada Buda Kliwon Pahang. “Kegiatan ini untuk menetralisasi segala pengaruh negatif yang ada di lingkungan Desa Pakraman Tegallalang. Wujud ritual ini, para pengayah mulai dari anak-anak hingga dewasa dihiasi seluruh tubuhnya agar terlihat seram,” jelasnya. Saat ritual Ngerebeg berlangsung, seluruh krama dari tujuh banjar adat di Desa Pakraman Tegallalang ikut terlibat. Yakni, Banjar Gagah, Banjar Pejeng Aji, Banjar Tegallalang, Banjar Tegal, Banjar Tengah, Banjar Penusuan, dan Banjar Tri Wangsa. Ritual Ngerebeg didahului dengan pacaruan di Pura Duur Bingin. Setelah pacaruan, dilanjutkan menghaturkan paica alit, yakni krama nunas ajengan (mohon makanan) berupa nasi berisi lawar
yang langsung dinikmati bersama di halaman Pura Duur Bingin. Selanjutnya dilaksanakan ritual Ngamedalang Ida Sasuhunan Pura Duur Bingin. “Barulah kemudian peserta Ngerebeg yang didominasi anak-anak dan remaja putra ini melakukan ritual jalan kaki keliling desa dengan payas aeng (hiasan tubuh menyeramkan),” kata Jaya Kusuma. Di tengah prosesi itu, krama dewasa menghaturkan sesaji di setiap pura dan setra (kuburan) yang dilewati dalam prosesi Ngerebeg. Usai mengeliling desa dengan melewati setiap pura dan setra, ratusan peserta Ngerebeg kembali ke areal Pura Duur Bingin. Pelaksanaan ritual ini mengundang sejumlah wisatawan yang kebetulan atau sengaja ingin menyaksikan ritual itu. Bahkan, masyarakat setempat juga terlihat kompak duduk-duduk di depan rumah maupun artshop mereka untuk menyaksikan ritual yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut. (nik)
JEMBRANA
10
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Tutup Saluran Air Daerah Langganan Banjir
Warga Pengambengan Pertanyakan Pembangunan Fondasi oleh Pengembang Negara (Bali Post) Sejumlah warga Pengambengan, Negara mempertanyakan adanya pembangunan fondasi di areal lahan di Banjar Munduk Desa Pengambengan, Negara yang kerap menjadi langganan banjir. Bahkan warga tersebut ada yang mengirim video ke awak media. Menurut seorang warga yang ditemui Rabu (30/1) kemarin, areal di Banjar Munduk itu sudah menjadi langganan banjir sejak beberapa tahun lalu akibat penyempitan saluran air karena makin banyaknya bangunan. Apalagi sejak dibangunnya perumahan di wilayah Banjar Munduk. “Perumahan yang sudah dibangun saja sering banjir apalagi jika sekarang kembali dibangun puluhan perumahan baru lagi. Apa tidak semakin parah nanti banjirnya,” kata warga tersebut. Dari pengamatan di lokasi pembangunan, fondasi yang rencananya dibangun perumahan di Banjar Munduk, Rabu kemarin, tampak air masih tergenang di areal yang sudah sering jadi langganan banjir itu. “Itu genangan air hujan,” kata seorang pekerja. Rofiq, seorang pekerja, mengatakan rencana di areal lahan milik beberapa orang itu akan dibangun 58 unit rumah. Sekarang baru dibangun pondasi dan senderan. “Senderan/fondasi dibangun agar ada batas lahan dan mengamankan
tanah urukan agar tidak lari. Karena di sebelah senderan ini merupakan saluran air sehingga nanti tanah tidak hanyut,” jelasnya. Terkait izin dia tidak tahu demikian juga investornya. “Yang tahu kakak saya, Misran,” katanya. Sementara itu, Misran yang mengaku di sana sebagai pengawas mengatakan, rencana pembangunan di lahan seluas 70 are itu sudah ada sejak 2016. Namun, karena terkendala dana baru sekarang mulai dibangun. Pihaknya katanya sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan warga sekitar. “Malah warga penyanding setuju karena nanti senderan kami buat lebih tinggi dan saluran airnya kami perbaiki. Sehingga bisa menanggulangi banjir,” jelas Misran. Biaya pembangunan senderan untuk saluran air itu katanya juga dari pemilik lahan. “Kalau yang penyanding di belakang lahan mereka mau menyediakan lahannya beberapa meter untuk saluran air, sehingga nanti tidak seperti sebelumnya sering kena banjir,” katanya. Terkait rencana pembangunan perumahan, katanya, pihaknya belum bisa menjelaskan karena yang diutamakan pembuatan selokan atau saluran air dulu. “Jika nanti selokan air sudah aman dan banjir sudah tidak ada lagi, baru melangkah lagi ke yang lainnya,” katanya. Namun, Misran tidak membantah kalau lahan seluas 70 are yang lokasinya
sangat rendah itu akan diuruk penuh. Ketika disinggung terkait izin, Misran tidak menanggapinya. Sementara itu, Perbekel Pengambengan Samsul Anam dikonfirmasi membenarkan ada warga yang mempertanyakan adanya pembangunan pondasi bangunan di Banjar Munduk Desa Pengambengan itu. “Kami sudah mediasi. Dan sudah ada titik terang. Pemilik lahan mau menyediakan lahannya 47 meter untuk saluran air. Sehingga air lebih lancar nantinya,” katanya. Warga katanya juga mempertanyakan terkait saluran air yang ditutup namun dari pihak perwakilan pengembang (Misran) mengatakan itu sementara karena dipakai jalan untuk truk yang melintas membawa material dan tanah uruk nantinya. “Janjinya cuma 15 hari selesai dan akan dibuka saluran airnya. Katanya nanti juga dibuat gorong-gorong air. Kata Pak Misran nanti saluran air dibuat sampai tembus saluran air milik desa,” jelasnya. Samsul Anam mengakui pembangunan itu belum ada izin dan pihak pengembang belum datang ke desa. “Pertemuan mediasi baru sekali. Belum ada pertemuan lagi. Katanya hanya buat saluran air saja dulu. Kalau pembangunan perumahan baru wacana. Belum ada kejelasan. Nanti kami tetap pantau,” tandasnya.(kmb)
Belum Ada Putusan
Diduga Akibat Percikan Api Dupa
Gudang Kayu Milik Putu Ariawan Terbakar
Negara (Bali Post) – Kebakaran kembali terjadi di Jembrana, Selasa (29/1) malam. Sebuah gudang kayu di Desa Yehembang nyaris ludes terbakar. Beruntung warga bertindak cepat hingga api tidak meluas. Dari informasi yang dihimpun, api mulai muncul di gudang seluas 10 x 12 meter persegi milik Putu Ariawan (43) sekitar pukul 22.00 Wita. Di lokasi kebakaran gudang kayu di Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo itu sebelumnya dilakukan persembahyangan. Diduga api bersumber dari sisa api dupa yang masih hidup. Sebab, api muncul beberapa saat setelah persembahyangan selesai. Lantaran kondisi bangunan yang penuh dengan bahan yang mudah terbakar, api cepat membesar. Beruntung,
saat itu sejumlah warga melihat munculnya api itu dan ikut membantu untuk memadamkan api secara bergotong royong agar tidak sampai merembet ke bagian lain. Kejadian tersebut sempat dilaporkan ke pemadam kebakaran Jembrana. Sekira pukul 22.50 Wita, tiga unit armada damkar datang dan membantu memastikan api agar tidak muncul kembali. Kasi Pemadam Pemkab Jembrana I Kade Bagus Darmawan mengatakan, api berhasil dipadamkan setelah beberapa menit kemudian dengan 3 tanki air mobil damkar. Beruntung api tidak sampai meluas hingga membakar seluruh gudang kayu tersebut. Diperkirakan, kerugian akibat kebakaran gudang kayu itu sekitar Rp 10 juta. (kmb26)
Balio Post/ kmb
TUTUP SALURAN - Pembangunan fondasi rencana perumahan dan saluran air yang ditutup pihak pengembang dipertanyakan warga. Apalagi di wilayah Banjar Munduk Desa Pengambengan ini kerap menjadi langganan banjir tiap hujan lebat.
Dua Oknum Satpol PP Pelaku Pungli Tetap Bekerja Negara (Bali Post) – Dua oknum PNS Satpol PP yang diduga terlibat pungutan liar (pungli) penduduk pendatang (duktang) hingga kini tetap bekerja seperti biasa. Pascadilimpahkan dari Polres Jembrana ke Inspektorat Jembrana, kasus ini masih dalam proses pemeriksaan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Belum ada putusan sanksi. Sekretaris Satpol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya kepada wartawan, Rabu (30/1) kemarin, membenarkan dua oknum Satpol PP yang sempat diamankan tersebut masih bekerja seperti biasa. Selaku pimpinan OPD yang membawahi mereka, belum menerima keputusan
dari Inspektorat. Hal itulah yang mendasari OPD juga tidak bisa memberikan tindakan. Karena itulah, pihaknya meminta mereka untuk bekerja seperti biasa. Setelah ditindaklanjuti inspektorat dengan pemeriksaan akan ada rekomendasi apakah yang bersangkutan
terbukti bersalah. Dari sana akan keluar surat dari Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia (BKSDM) Jembrana keputusan untuk dua PNS tersebut. Sementara itu, Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma, yang juga atasan langsung dari salah satu oknum ND, sejatinya sudah sering memberikan peringatan. Pasalnya, pihaknya pernah menerima informasi dari masyarakat terkait pungli yang dilakukan pelaku ini. Bahkan pernah diberikan pembinaan. Dugaan pungli ini menurutnya berawal dari rencana
Satpol PP yang akan menggelar operasi penduduk pendatang. Setelah dilakukan rapat melibatkan deteksi dini, dilakukan pendataan kos-kosan serta orang yang menempatinya. Diduga, oknum ini membocorkan rencana operasi serta meminta imbalan agar tidak dipulangkan. Diberitakan sebelumnya, dua oknum PNS di Satpol PP Jembrana, yakni ND dan IKPA diamankan Saber Pungli Polres Jembrana karena melakukan pungli pada penghuni kos. Setelah sempat diamankan, keduanya diserahkan ke Inspektorat Jembrana untuk ditindaklanjuti. (kmb26)
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Karangasem
11
Kejar Pemerataan Kesejahteraan Pembangunan
Digelar ”Gathering Secret Soul of Karangasem Spirit of Bali’’
PEMKAB Karangasem menggelar acara gathering Percepatan Pembangunan Karangasem dengan tema ‘’Secret Soul of Karangasem Spirit of Bali’’ di Jakarta, Selasa (29/1) lalu. Kegiatan itu dilakukan dalam upaya pemerataan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat di Gumi Lahar itu. Acara yang dikemas dalam talkshow dan sharing sesion itu dihadiri Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Tim Komunikasi Presiden AAGN Ari Dwipayana, Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dan sejumlah tokoh asal Bali. Menteri Puspayoga pada kegiatan itu mengatakan, fokus program pemerintah tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga membuat pemerataan ekonomi yang lebih baik. “Salah satu tugas pemerintah adalah memeratakan kesejahteraan masyarakat. Karena itu bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ujar Puspayoga.
Puspayoga menambahkan, untuk itu, pemerintahan Jokowi-JK fokus mengembangkan infrastruktur sebagai instrumen memeratakan kesejahteraan. Dengan infrastruktur yang memadai, dipercaya ekonomi berbiaya tinggi itu bisa ditekan. Sehingga kesejahteraan masyarakat pun diyakini akan semakin merata di seluruh Tanah Air. Di samping itu, pemerintah juga mengucurkan dana desa ke desadesa seluruh Indonesia. Hal itu sebagai upaya konkret dan bentuk pemerataan kesejahteraan. “Infrastruktur menjadi fokus Presiden Jokowi. Aspek itu sangat membantu perputaran ekonomi lebih baik,” katanya. Bahkan dari Kementerian Koperasi dan UKM, kata Puspayoga, ada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dulu bunganya 22 persen per tahun. Namun pada masa pemerintahan saat ini bunganya dipangkas menjadi 9 persen. Belakangan ini, malah turun lagi jadi 7 persen per tahun. Selain itu juga pajak UMKM yang sebelumnya 1 persen pun di-
TANDA TANGANI MOU - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melakukan penandatanganan MoU dengan Garuda Indonesia yang diwakili Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena terkait pemberian beasiswa kepada siswa kurang mampu dari Karangasem. pangkas menjadi hanya 0,5 persen. Program UMKM dinilai sinkAtensi dalam bentuk penurunan ron dengan program Percepatan bunga itu, sebagai wujud keber- Pembangunan Karangasem, Bali. pihakan pemerintah kepada para Pihaknya menyarankan pembangupelaku UMKM di Tanah Air. nan di wilayah Karangasem sangat
bagus jika dititikberatkan pada pemerataan kesejahteraan. “Ada tiga jalan yang dapat ditempuh di antaranya percepatan pembangunan melalui dana APBN, sinergi dengan BUMN, selain itu menarik investor agar mau masuk berinvestasi ke Karangasem,” katanya. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan, kerja sama tersebut melingkupi pendampingan para pelaku UMKM serta pengusaha pemula penggerak perekonomian yang menopang pariwisata Bali. Dikatakan, pihak Garuda Indonesia juga akan memberikan dukungan terkait mobilitas dan konektivitas pelayanan jasa penerbangan. “Kita berharap, kegiatan ini mampu memberikan dampak perekonomian khususnya untuk Karangasem,” ujarnya. Mas Sumatri menambahkan, memang bencana erupsi Gunung Agung itu sempat menurunkan perekonomian masyarakat. Dengan ditandatangani MoU antara Bupati Karangasem dengan Garuda Indo-
nesia, terkait pemberian beasiswa kepada siswa kurang mampu dari Karangasem, dipercaya banyak manfaat akan diperoleh khususnya bagi warga Karangasem. Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Pemkab Karangasem dengan Maskapai Garuda Indonesia itu dalam upaya sinergi percepatan pembangunan. Penandatanganan dilakukan Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena dengan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Dalam kerja sama itu, melingkupi pendampingan para pelaku UMKM serta pengusaha pemula penggerak perekonomian yang menopang pariwisata Bali. Selain itu, Garuda Indonesia juga akan memberikan dukungan terkait mobilitas dan konektivitas pelayanan jasa penerbangan. Pada kesempatan itu, Bupati Karangasem dengan pihak Garuda juga menandatangani MoU terkait pemberian beasiswa kepada siswa kurang mampu dari Karangasem. (ad1203)
KLUNGKUNG
12 Agar Berkembang Lebih Cepat
Desa Wisata Diminta Segera Bentuk Pokdarwis
Semarapura (Bali Post) Desa wisata menjadi salah satu modal pemerintah daerah membangun era baru pariwisata. Di Bali, desa pun berlomba-lomba mengemas potensi desanya sebagai daya dukung desa wisatanya. Namun, motor penggeraknya yakni Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) lambat dibentuk, sehingga membuat pengembangan desa wisata terkesan jalan di tempat. Untuk itu setiap desa wisata diminta segera membentuk Pokdarwis. Hal tersebut mengemuka ketika Wakil Bupati Klungkung Made Kasta mendatangi langsung Kantor Dinas Pariwisata Klungkung, Rabu (30/1) kemarin. Kabid Sumber Daya Pariwisata, Tjokorda Gde Romy Tanaya, S.Sos. mengatakan, sesuai Perbup Nomor 2 Tahun 2019, di Klungkung telah ditetapkan sebanyak 18 desa wisata. Sembilan desa wisata berada di Klungkung Daratan dan sembilan lainnya berada di kepulauan Nusa Penida. Dari 18 desa wisata tersebut saat ini baru terbentuk sembilan kelompok pokdarwis. Sejumlah desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata pun diakui belum mengalami perkembangan. Menurutnya, hal ini disebabkan minimnya pengetahuan warga tentang pariwisata serta belum terbentuknya Pokdarwis yang merupakan ujung tombak pengolaan desa wisata. Kepada desa wisata yang belum membentuk Pokdarwis, pihaknya akan segera mendorong desa wisata untuk membentuk Pokdarwis itu. Wabup Kasta mengingatkan Dinas Pariwisata untuk senantiasa mengevaluasi keberadaan desa wisata di Klungkung, baik di daratan maupun di Nusa Penida supaya tidak mati suri. Semua desa wisata supaya didorong untuk segera membentuk Pokdarwis sebagai ujung tombak pengelolaan desa wisata. Selain Dinas Pariwisata, desa terkait juga diminta proaktif menyusun Pokdarwisnya, sehingga potensi desa itu tergarap sesuai dengan semangat desa
itu sendiri dalam mengembangkannya. “Desa yang sudah bersemangat bentuk Pokdarwis, tolong agar difasilitasi,” kata Wabup Kasta. Jadi Desa Wisata Desa lainnya di Klungkung, saat ini sedang berupaya menjadi desa wisata. Seperti Desa Akah, Kecamatan Klungkung, sudah menargetkan siap menjadi d e s a w isata tahun 2020 nanti. Desa Akah dengan sejumlah objeknya diharapkan dapat mengikuti jejak desa wisata lain yang sudah mampu berkembang. Perbekel Desa Akah Nyoman Sujati saat dikonfirmasi, membenarkan pihaknya sedang merancang desa wisata. Desa Akah memiliki sejumlah objek yang potensial untuk dikembangkan sebagai wisata spiritual. Objek tersebut di antaranya Goa Panji Landung, Pura Beji sebagai tempat panglukatan, histori Makam kuno Dadong Guliang, serta jalur bersepeda dan trekking menyusuri tepi sungai dan pelosok desa. Wabup Made Kasta yang juga merupakan warga dan sekaligus tokoh di desa tersebut, berharap Desa Wisata Akah akan dapat terwujud di tahun 2020 nanti. Untuk mendukung program ini, Wabup Kasta telah membentuk Komunitas Peduli Desa Akah (Kompak). Komunitas yang m e l i b a t ka n seka a t runa ini, nantinya akan terus bergerak menggali potensi desa wisata. (kmb31)
Made Kasta
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Petugas Kesehatan di Nusa Penida Disediakan Fasilitas Khusus
masa perawatan selama enam bulan, sampai 28 Juni nanti. Pihaknya meminta waktu antara serah terima pemanfaatan sampai kepada acara serah terima aset nanti, rusun ini sudah ditempati oleh petugas kesehatan. Sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Selain kamar untuk petugas kesehatan dan dokter, di dalamnya juga sudah dilengkapi ruang pengelola, rapat, serbaguna, ruang minimarket/koperasi hingga ruang beribadah. Sebelum rusun ini dimanfaatkan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta
Kepala Dinas Kesehatan untuk mendata petugas Kesehatan yang berhak menempati rumah susun tersebut. Selain itu, Bupati Suwirta juga meminta kepada Perbekel Desa Ped I Ketut Karya, untuk menyiapkan tenaga kebersihan di rusun dengan masyarakat sekitar yang berstatus KK Miskin. Dengan seluruh fasilitas yang ada sekarang, baik di rusun maupun Rumah Sakit Pratama Gema Santi bisa ditambah fasilitas Costumer Service. “Rusun ini akan diterapkan dengan sistem sewa yang murah,” tegasnya. Mengenai pembayaran listrik dan air ke depan, Bupati Suwirta meminta kepada Dinas Kesehatan agar dibuatkan payung hukum yang jelas. Supaya petugas kesehatan yang menempati rusun Nusa Penida dapat membayar air dan listrik sesuai dengan keperluan dari masing-masing penghuni rusun tersebut, serta membayar sewa kamar dengan harga yang murah. Dengan adanya rusun ini, diharapkan dapat memberi rasa nyaman petugas kesehatan selama bertugas di wilayah kepulauan Nusa Penida. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Klungkung kini mulai bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya menekan peredaran gelap narkoba. Titik rawan peredaran gelap narkoba ada di seluruh kecamatan. Namun, Kecamatan Nusa Penida, khususnya kepulauan Nusa Lembongan, dianggap sebagai titik paling rawan yang harus disoroti bersama. Hal ini tidak lepas dari kondisi Nusa Lembongan yang telah menjadi destinsai pariwisata.
kung penuh BNNK. Kalau pun bersinergi dia mengaku siap. Bahkan, tindakan tegas dengan melakukan penutupan seluruh kafe remangremang, belum lama ini merupakan salah satu bentuk sinergi untuk memperkecil ruang gerak peredaran gelap narkoba di Klungkung. Kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Klungkung meningkat dari tahun lalu, sehingga ini menjadi keprihatinan bersama untuk segera ditangani lebih masif. Bupati Suwirta berharap kerja sama BNNK dengan pemerintah daerah mulai terjalin lebih masif, sehingga penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Klungkung bisa terberantas bersamasama. “Pemkab Klungkung sudah berupaya melakukan
pencegahan peredaran narkoba dengan penutupan kafe remang-remang. Selama ini, kafe diduga menjadi salah satu tempat yang sering dimanfaatkan untuk transaksi,” katanya. Bupati Suwirta juga mengimbau agar seluruh masyarakat berperan aktif untuk melaporkan kegiatan atau transaksi narkoba di lingkungannya kepada pihak berwajib, yakni kepolisian maupun lembaga khusus seperti BNNK. Sehingga bisa meminimalisir peredaran narkoba di Klungkung. Bila Nusa Lembongan menjadi titik fokus BNNK Klungkung, pihaknya siap turut serta menutup seluruh ruang gerak barang haram itu dari tempat wisata andalan Bumi Serombotan itu. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Dinas Kesehatan Klungkung memberikan fasilitas khusus bagi petugas kesehatan yang bertugas di Kecamatan Nusa Penida. Mereka akan segera menempati rumah susun (rusun) setelah dilakukan serah terima pemanfaatannya, Rabu (30/1) kemarin. Ini akan memberi kenyamanan para petugas kesehatan, termasuk dokter saat bertugas di Nusa Penida. Serah terima pemanfaatan, dilakukan Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bali I Wayan Suardana di kantor Bupati Klungkung dengan proses penandatanganan berita acara serah terima dengan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Ni Made Adi Swapatni menyampaikan, pembangunan rusun ini terdiri dari 42 kamar. Tiap kamar terdiri dari dua tempat tidur, dengan fasilitas kamar mandi dalam, listrik dan air, serta dapur, dan furniture pendukung. Dari 42 kamar, 27 kamar di antaranya, sudah diinventaris agar bisa langsung ditempati. Sementara sisanya
PENANDATANGANAN - Proses penandatanganan berita acara serah terima pemanfaatan rusun di Nusa Penida. dipersiapkan untuk dokter spesialis. “Untuk sementara, fasilitas listrik dan air ditanggung oleh Rumah Sakit Pratama,” kata Adi Swapatni. Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Bali I Wayan Suardana menyampaikan, rusun ini masih dalam
Nusa Lembongan Paling Rawan Penyalahgunaan Narkotika
Hal ini diungkapkan Kepala BNNK Klungkung AKBP Dewa Made Alit Arta saat menerima kedatangan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di kantornya, di Desa Tojan, Rabu (30/1) kemarin. Dia menegaskan, setelah adanya BNNK Klungkung, untuk penanganan penyalahgunaan narkotika, pihaknya sedang melakukan sinkronisasikan dengan kebijakan Pemkab Klungkung. Sebab, BNNK menyadari penanganan penyalahgunaan narkoba, tidak bisa dilakukan sendirian.
Pihaknya menambahkan, untuk daerah yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkotika, hampir ada di seluruh kecamatan. Tetapi dalam proses pemetaan, indikasi paling kuat terjadi di Nusa Lembongan. Sebab, sebagai destinasi pariwisata, daerah ini dicurigai banyak terjadi transaksi barang terlarang tersebut. Terlebih, sebagai daerah kepulauan yang jauh dari hiruk-pikuk aktivitas pemerintahan. Sehingga, untuk bersama-sama memberantas itu, dia ber-
harap pemerintah daerah bisa berkolaborasi untuk mendukung mewujudkan Lembongan bebas dari peredaran narkoba. “Selain upaya penindakan, kami juga terus melakukan edukasi ke tengah masyarakat, hingga ke kalangan pelajar. Tugas kami memberantas keberadaan barang terlarang itu di Klungkung,” kata Alit Arta. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengaku sengaja datang ke Kantor BNNK Klungkung, untuk mendu-
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN !Interview February Nstyle Spa Dubai.USD550++Makan,Akomodasi 08193620063 www.spabali.com
B.BP.821.01.19.0001161
*Dcr Receptionist,Therapist,OB REBOR Nspa, Jl.Sunset A1 P:766744
B.BP.001.01.19.0000897
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.01.19.0000966
Bth Karywati Toko Sunset Road SMS:081239995037 B.BP.001.01.19.0001148
Butuh Marketing menarik,cantik utk Oleh2&Otomotif,08113867250 B.BP.001.01.19.0001158
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.01
Dcr, tukang poles max 22 th, pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049. Segera
Dcr tukang perak,max 35 th. Hub 085100480049
Lembaga Keu.CariTenagaEx.Ass Koperasi,Bank.HP.087761536716
Butuh Tukang Sablon kerja di dalam Hub.08113867250
DibutuhkanAdminBerpengalaman u/Travel HP:081338561056-Maria Krm CV: balilobitour@gmail.com
Programmer Computer SMK/D3/S1 Lamaran+CV+Gaji WA/Email ke 085100909990/hari@esolindo.com
Dcr Adm Bag.Gudang wnt Max30th CV.SIP Gatsu I/5, 081936550777
Dibutuhkan PRTCewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799
Dcr Admin,Sopir,Helper,Sunset Road KutaHub.WA:082144877778
Dibutuhkan Staf Admin,Laki/ Perempuan Pend S1, Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt,Penempatan Jimbaran 0361-4465228
Cari sales man cat Arjuna 12 Dm Saba dan serabutan bs tdr dlm 081217800900
B.BP.004.01.19.0000981
B.BP.001.01.19.0001157
B.BP.001.01.19.0001194
B.BP.001.01.19.0001154
Dcr Karyawati Laundry Jl.Kayu Aya 7A Oberoi T.081933110424
B.BP.001.01.19.0001195
Dcr Pembantu RT,Tidur Dalam Gaji 1,5Jt Hub:087862515998 B.BP.001.01.19.0001184
Dcr Tugas Keluar/Srbutn Garmen Jl.Patih Nambi 7A.085100061049 B.BP.001.01.19.0001155
Dcr Waitres,Cook Helper pglmn tdk dutmkn min SMA max 27th Gj 2,1Jt Seminyak / 087855522152 B.BP.154.01.19.0001191
BENGKEL LAS Free
B.BP.004.01.19.0000979
B.BP.001.01.19.0001150
B.BP.001.01.19.0001169
B.BP.001.01.19.0000702
Dibutuhkan pengawas sipil yg ngerti MEP. Untuk Proyek villa. Hub: 08113809949
B.BP.004.01.19.0001188
Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak.Hubungi:0361-8446108
B.BP.001.01.19.0001113
Karco Cr Admin MinSMA bs Cmptr B.Ing & Sopir Hub/WA 08123803706 B.BP.004.01.19.0001186
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.01.19.0001066
B.BP.001.01.19.0001152
B.BP.004.01.19.0001187
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.05
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02
DIJUAL RUMAH
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
BIRO JASA DIJUAL RUMAH
SERVICE
SERVICE
DIJUAL RUMAH
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06
Dibutuhkan cepat: Marketing, PR, Manager. Syarat: D3/S1, perempuan, percaya diri, goal oriented, usia max.45th, bisa nego gaji. Kirim CV ke Info@RakaDewiBali.com atau WA 081353976118
G.08
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.03
Dicari unt. Staf Pembukuan syrt : Pddk Sarjana Akuntansi, umur maks 25 th, belum berkeluarga. Lam lengkap sgr dikirim ke Jalan Kepundung 67A Dps (isi kode Pembukuan) G.09
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818 G.07
Dicari Sopir syrt : Pddk min SMA/ SMK, laki2, Punya SIM A, Umur Maks 25 tahun, Belum Berkeluarga Lam lengkap sgr dibawa ke Jalan Kepundung 67A Dps (isi kode Sopir) G.10
DIJUAL RUMAH Dijual Rmh/Tnh Antosari Tbn DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.01.19.0000841
DISEWAKAN SALON Over Kont Salon&Butik Beserta Isinya di Singapadu hrg 85jt nego Hub.087781875210 Segera B.BP.001.01.19.0001156
DISEWAKAN TOKO OverKntrak Toko Psr Lokitasari /Wisata Lt2.HB:085792323523 B.BP.001.01.19.0001185
KEHILANGAN Hilang BPKB No.H07403056-O DK 3373 AG An. I Wayan Laci B.BP.001.01.19.0001160
Hlg Buku Keur Daihatsu’2011 DK9829DD An.Suroso. Denpasar B.BP.001.01.19.0001149
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan Bulanan SIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.01.19.0001032
PENGUMUMAN PT.Puri Tempo Doeloe,telah menyetujui memasukan SHM No.1711 /Sanur,1667/Sanur, 1666/Sanur, 2016/Sanur, 2264/Sanur, atas nama Liliek Herawaty, dan 2281/Sanur, atas nama Liliek Herawati, menjadi Modal Dasar Perseroan. B.BP.001.01.19.0001196
BANGLI
14
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Tak Ada Anggaran, Alasan Disparbud Tak Pernah Libatkan Listibya
Bangli (Bali Post) –
Tidak adanya anggaran menjadi alasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli selama ini tak pernah melibatkan Listibya dalam pelaksanaan kegiatan yang menyangkut kesenian dan kebudayaan. Kenyataan itu diakui Kabid Kesenian Disparbud Bangli Nyoman Wiradana, Rabu (30/1) kemarin. Wiradana mengakui bahwa sejak Listibya dihidupkan kembali 2017 lalu, pihaknya tidak pernah melibatkan Listibya untuk dimintai pertimbangan maupun dilibatkan dalam kegiatan pembinaan seni dan budaya di Bangli. Meski demikian pihaknya selama ini tetap selalu menjalin komunikasi dengan
Listibya untuk urusan lainnya, seperti saat ada undangan dari Listibya Provinsi Bali. “Kemarin (tahun lalu - red) kita belum ada anggaran, sehingga tidak berani melibatkan Listibya. Kita tidak enak melibatkan mereka tanpa kita siapkan anggaran, paling tidak untuk honor saat turun melakukan
pembinaan,” ungkapnya. Mulai tahun ini, Disparbud Bangli akan mulai melibatkan Listibya dalam pelaksanaan kegiatan seni dan budaya salah satunya PKB. Wiradana mengatakan, pada tahun 2019 ini pihaknya telah menyiapkan anggaran serta telah merancang dan memproses
regulasinya. Dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa ujug-ujug mengajak Listibya turun tanpa ada dasar hukum untuk melibatkan lembaga tersebut. Dalam pelaksanaan PKB tahun ini, Listibya rencananya akan mulai dilibatkan untuk membina seniman. Tak hanya itu Listibya juga akan dilibatkan sebagai narasumber. Sebelumnya, Ketua Umum Listibya Kabupaten Bangli Nyoman Puja mempertanyakan komitmen Pemkab Bangli menghidupkan kembali List-
ibya. Pasalnya, pascadikukuhkan beberapa tahun lalu setelah sempat mengalami mati suri, keberadaan Listibya tak pernah dilibatkan dalam setiap kegiatan yang menyangkut kesenian dan kebudayaan yang akan dilaksanakan. “Tujuan awal dibangkitkannya Listibya katanya untuk diajak kerja sama. Setelah ada, kok tidak pernah dilibatkan. Kita tidak pernah disurati,” ungkap Nyoman Puja, Selasa (29/1). Dalam pelaksanaan PKB misalnya, Puja mengaku Listibya tak pernah sekalipun diun-
dang Pemkab untuk dimintai pertimbangan maupun diajak membahas terkait persiapan kesenian yang akan diikuti dalam event tersebut. Listibya hanya pernah disurati sekali pada tahun lalu untuk diundang menghadiri dan menyaksikan kesenian yang ditampilkan duta Bangli di ajang PKB. “Prosesnya kita tidak pernah dilibatkan. Mestinya mulai persiapannya kita diundang untuk membahas kesenian apa yang diangkat dalam PKB,” terangnya. Puja mengaku, selama ini
pihaknya sudah berupaya untuk bisa ikut berperan aktif memberikan pertimbangan dan pembinaan kebudayaan. Dirinya mengaku sudah sempat menemui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Kabid Kesenian di dinas tersebut. Dalam pertemuan itu pihaknya mengharapkan dinas terkait dapat mengundang Listibya dalam memberikan pertimbangan dan pembinaan kebudayaan, lebih-lebih dalam membawa misi kesenian dan kebudayaan ke luar daerah. (kmb40)
Harapkan Punya Kawasan Pariwisata
Dewan Minta Eksekutif Bersurat ke Pansus DPRD Bali
Bali Post/ina
PEDAGANG - Pedagang acung sedang menawarkan barang dagangannya kepada wisatawan di Objek Wisata Penelokan, Kintamani. Pemkab Bangli telah melarang pedagang acung berjualan di areal tersebut.
Pajang Foto Pakai Kalung Curian, Maling Dibekuk Polisi Bangli (Bali Post) – Seorang pria berinisial KW (26), warga Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli diamankan aparat kepolisian lantaran diduga menjadi pelaku pencurian perhiasan milik korban I Nyoman Sumantra, warga setempat. Pelaku dibekuk polisi setelah sebelumnya sempat memajang foto dengan mengenakan barang curian (dipakai DP WA-nya). Kapolsek Bangli Kompol Dewa Raka saat dikonfirmasi, Rabu (30/1) kemarin, menjelaskan penangkapan terhadap pelaku berawal dari adanya laporan korban pada Selasa (29/1). Korban mengaku kehilangan perhiasan dan uang yang disimpan di dalam lemari. “Kejadian pencurian diketahui pada hari Minggu (27/1) sekitar pukul 16.00. Pada saat itu istri pelapor akan mengambil perhiasan di dalam lemari dan hendak dipakai korban sembahyang ke pura. Namun, perhiasan dan uang yang ditaruh di lemarinya ternyata sudah tidak ada di tempatnya,” jelasnya.
Perhiasan yang disimpan di dalam lemari, berupa satu buah kalung emas berisi mainan, dan dua buah antinganting emas. Namun, saat hendak diambil ternyata perhiasan yang tersisa hanya satu pasang anting dan mainan kalung. Kompol Raka mengatakan, menindaklanjuti laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mencatat keterangan saksi-saksi. Berdasarkan keterangan saksi dan korban, polisi mendapatkan informasi bahwa KW yang selama ini sering berkunjung ke rumah korban, tak pernah lagi datang berkunjung pascakasus pencurian terjadi. Polisi juga mendapat informasi dari anak korban yang sempat melihat foto pelaku mengenakan kalung yang mirip dengan kalung korban yang hilang. “Dari hasil penyelidikan tersebut tim langsung mencari keberadaan terduga pelaku dan kemudian berhasil diamankan,” terangnya. Saat diamankan petugas, pelaku mengakui perbuatan-
Bangli (Bali Post) – Kalangan DPRD Bangli mengharapkan Kabupaten Bangli bisa memiliki kawasan pariwisata seperti kabupaten lainnya. Terkait harapan itu, DPRD Bangli meminta Pemkab Bangli segera bersurat secara resmi kepada Pansus di DPRD Bali yang saat ini tengah menggodok Ranperda Perubahan RTRW Provinsi Bali. “Kita sudah minta agar OPD terkait mengusulkan secara resmi ke pansus di DPRD Bali berkaitan tentang kawasan pariwisata di Bangli. Usulannya jangan dalam bentuk wacana. Usulannya harus bersurat resmi sehingga betulbetul dikawal oleh Pansus DPRD Provinsi,” kata Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles usai mengikuti rapat Forkompinda di Hotel Segara, Kintamani, Rabu (30/1) kemarin. Dikatakan Carles, selama ini Bangli tidak memiliki kawasan pariwisata. Bangli hanya menjadi daerah penyangga. Pihaknya mengharapkan beberapa wilayah yang selama ini telah berkembang menjadi objek wisata di Bangli bisa ditetapkan sebagai satu kawasan pariwisata. Dengan adanya kawasan pariwisata diyakini pariwisata di Bangli bisa berkembang. Dengan penetapan kawasan pariwisata, pemerintah kabupaten bisa memberikan izin sehingga pengusaha bisa mendapat jaminan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi di Bangli.
Bali Post/kmb40
RAPAT - Suasana rapat Forkompinda di Hotel Segara, Kintamani Rabu (30/1) kemarin. Namun, dalam penetapan kawasan pariwisata, agar dibuatkan batasannya. Sehingga tidak sampai merusak hutan. Salah satunya dengan mematok luasan hutan yang ada. Sehingga di luar kawasan hutan tersebut, bisa dikembangkan sebagai sebuah kawasan wisata tanpa harus merusak hutan itu sendiri. Dalam pengusulan ke kawasan pariwisata, Pemkab Bangli diharapkan menyampaikan fakta-fakta real di lapangan. Carles mengatakan dalam perda RTRW saat ini, mungkin saja ada yang masih ditetapkan sebagai jalur hijau atau lahan pertanian. Padahal kenyataannya sudah beralih fungsi. Sementara itu, Wabup Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, saat ini adalah momen yang bagus untuk membenahi tata ruang di Kabupaten Bangli dengan kenyataan di lapangan. Kalau OPD tidak
serius menyikapi hal ini, sudah tentu dokumentasi yang dimiliki tidak pernah valid sesuai dengan kenyataan di lapangan. Oleh karena itu, Wabup Sedana Arta meminta Kadis Pekerjaan Umum (PU), agar segera bersurat ke Pansus RTRW Pemvrov Bali. Dalam Surat itu, Dinas PU diminta menyampaikan agar Pemprov melakukan perubahan disesuaikan dengan kenyataan di lapangan. Contohnya soal Kawasan Penelokan, khususnya yang di kanan jalan agar diubah sehingga tidak ada ketentuan sepadan jurangnya. Selain itu, agar diusulkan kawasan pariwisata, diperluas mencapai 2.000 hektar. Terkait hal itu, Wabup Sedana Arta juga meminta pimpinan DPRD juga agar ikut bersurat. Apalagi di Pansus RTRW ada dua wakil rakyat asal Bangli yakni I Nyoman Adnyana dan I Wayan Gunawan. (kmb40)
Belasan Orang Terkena DB
Dinkes Imbau Warga Lakukan Pencegahan Bali Post/ist
DIINTEROGASI - Pelaku saat diinterogasi polisi. nya telah mengambil perhiasan milik korban. Pelaku juga mengaku menitipkan barang curiannya kepada kakaknya yang tinggal di wilayah Tanggahan, Susut. Berdasarkan pengakuan pelaku, petugas kemudian langsung mencari perhiasan
tersebut dan menyitanya. Adapun barang yang berhasil disita berupa satu buah kalung emas. “Saat ini pelaku dan barang bukti masih diamankan di Mapolsek Bangli untuk kepentingan penyidikan,” kata Kompol Raka. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Penyakit demam berdarah kembali menghantui Bangli. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangli mencatat, sejak awal Januari lalu, sudah ada belasan warga Bangli yang dirawat di rumah sakit lantaran terjangkit penyakit yang disebabkan nyamuk aides aygepti itu. Untuk mencegah merebaknya kasus DB, Dinkes mengimbau masyarakat untuk ikut berperan melakukan langkah pencegahan, yakni dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi melalui Kasi P2PM Nyoman Sudarma mengatakan, sejak awal Januari hingga Selasa (29/1) tercatat sudah ada 12 kasus DB di Bangli, dengan sebaran merata di Kecamatan Bangli, Susut dan Tembuku. Keduabelas warga yang terjangkit DB tersebut sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit. “Untuk sementara masih ada satu orang yang dirawat di RS BMC,” kata Sudarma. Dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, angka kasus
DB saat ini mengalami sedikit peningkatan. Untuk mencegah merebaknya kasus DB di Bangli, Dinas Kesehatan sudah melakukan upaya atau langkah pencegahan. Di antaranya dengan melakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. Selain itu, untuk memutus perkembangbiakan nyamuk, Dinas Kesehatan melalui puskesmas-puskesmas sudah menyebarkan bubuk abate ke masyarakat. Bubuk abate digunakan dengan cara ditaburkan pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras. (kmb40)
15
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Balingkang Kintamani Festival Digelar 6 Februari
Tergetkan 3.000 Kunjungan Wisatawan Denpasar (Bali Post) Memeratakan kunjungan wisatawan ke Bali, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata akan menggelar Balingkang Kintamani Festival (BKF) 2019 pada Februari mendatang. Hal ini dilakukan karena kunjungan wisatawan selama ini hanya berkutat di Bali Selatan, sehingga terlihat monoton yang jauh dari kesan budaya. Sebab, kunjungan tersebut hanya berbasis bisnis semata. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Balingkang Kintamani Festival 2019 I.B. Agung Partha Adnyana dalam seminar akhir di Hotel Griya Santrian Sanur, Rabu (30/1) kemarin. Menurut Partha, revitalisasi terkait kunjungan pariwisata di Bali Barat penting dilakukan sebagai strategi meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan Tiongkok. Sebab, kunjungan wisatawan selama ini hanya berpusat di Bali Selatan dan Ubud. ‘’Kenapa di Batur, kenapa tidak di Denpasar saja? Ini upaya menyebarkan wisatawan, terutama market Tiongkok yang potensinya besar. Selama ini kunjungan wisatawan cuma sampai Ubud. Harus berani bawa naik ke daerah Batur, turun ke Bali Utara atau Timur. Kita harus benar-benar memperlihatkan budaya,’’ ujarnya.
Bali Post/win
SEMINAR - Suasana Seminar Balingkang Kintamani Festival 2019 di Hotel Griya Santrian Sanur, Rabu (30/1) kemarin. Terkait teknis festival, Par- yang dalam kegiatan tersebut tha mengatakan Bali lebih diwakili Kepala Dinas Pariwidikenal sebagai wisata bulan sata Provinsi Bali Agung Yunimadu dan pernikahan, se- artha. Gubernur mengatakan, hingga diangkatnya kisah cinta BKF 2019 merupakan gagasan segitiga dalam kisah Baling- dari industri pariwisata bersakang menjadi pemilihan yang ma Pemprov Bali untuk memtepat. Dalam festival tersebut bangkitkan wisatawan Cina. akan dijelaskan kisah sebena- Apalagi, akulturasi budaya rnya yang konon menceritakan antara Bali dan Cina terjalin pertemuan raja Bali dengan sejak lama, dengan banyak gadis lain bangsa. ‘’Pada saat pembuktian, salah satunya keparade budaya, kami libat- beradaan uang kepeng di Bali. kan masyarakat Batur dan ‘’Interaksi akulturasi budaya sejumlah seniman hingga 60 sudah berjalan intens sejak persen. Target awal kami 3.000 zaman Bali kuno,’’ ujar Yuwisatawan, hingga hari ini niartha. Pihaknya berharap baru tercatat 800 wisatawan,’’ BKF dapat berlangsung rutin ungkapnya. dan terus dievaluasi, sehingga Apresiasi turut dilontarkan ke depan kegiatan lebih semGubernur Bali I Wayan Koster purna. (win)
Baru Bebas, Pentolan Ormas Dipolisikan Lagi Denpasar (Bali Post) Baru beberapa hari lalu bebas dari Lapas Kerobokan, pentolan ormas berinisial Ketut Is (40) kembali dilaporkan ke Polresta Denpasar, Rabu (30/1) kemarin. Dia dilaporkan oleh istrinya, YY (32), terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Informasi di lapangan, kasus KDRT ini terjadi di rumahnya di Jalan Seroja, Denpasar Timur sekitar pukul 13.00 Wita.
Belum jelas motif kasus ini. Saat melapor, korban menjelaskan Is tiba-tiba marah dan langsung menganiayanya. Rambut korban dijambak, perutnya ditendang dan dipukul bagian mata sebelah kanan sebanyak satu kali. Akibatnya, korban mengalami luka robek pada mata kanan dan kepala sakit. ‘’Korban tidak terima lalu melaporkan suaminya itu ke Polresta Denpasar sekitar pukul 15.00 Wita,’’ ucap sumber.
Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan memenarkan menerima laporan kasus itu. Kata dia, laporan ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidik akan memanggil saksi-saksi. ‘’Ya benar (Ketut Is) dilaporkan kasus KDRT. Kami selidiki dulu. Korban sudah divisum dan kami masih menunggu hasilnya,’’ tegas mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)
Masih Menunggu ‘’Kemudian tentu juga harus ada pertimbangan kajian yang matang,’’ jelasnya. Sejauh ini, Pansus sudah mendatangi delapan kabupaten/kota selain Gianyar yang masih menunggu jadwal dan menerima berbagai masukan. Pasalnya, pemerintah kabupaten/kota merupakan pelaksana otonomi di daerah karena pemerintah provinsi tidak memiliki wilayah. ‘’Ada beragam usulannya, ada yang setuju (mengubah ketinggian bangunan - red). Ada juga yang tidak setuju. Badung sama sekali tidak setuju untuk ketinggian bangunan, termasuk untuk kawasan tertentu juga tidak setuju,’’ jelas politisi PDI-P asal Buleleng ini. Sementara di Denpasar, lanjut Kariyasa, organisasi REI meminta ada penambahan ketinggian bangunan untuk permukiman pada kawasan tertentu guna mengatasi masalah keterbatasan lahan. Begitu juga aspirasi di daerah pinggiran seperti Klungkung, ingin pula ada revisi ketinggian bangunan. Sepanjang ketinggiannya tidak mengganggu dan bangunannya memakai arsitektur khas Bali. Kabupaten di luar itu cenderung lebih mementingkan agar terjadi pemerataan pemban-
gunan. Untuk keputusannya, kabupaten/kota sudah menyerahkan kepada Pansus. Pada prinsipnya, keputusan yang diambil nanti jangan sampai merusak Bali. Menurut Kariyasa, yang masih menjadi pertimbangan Pansus adalah mengenai perubahan ketinggian bangunan di kawasan tertentu seperti rumah sakit, kantor pemerintah, dan sekolah. Hal ini terkait dengan pelayanan, melihat situasi rumah sakit yang begitu krodit, sulit mencari parkir, dan tidak bisa lagi dikembangkan ke samping. Untuk sekolah, termasuk kampus, suatu saat juga membutuhkan tempattempat untuk meningkatkan kualitasnya. ‘’Itu kan tidak mungkin juga akan membangun ke samping,’’ imbuhnya. Mengenai isu lain seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Kariyasa mengatakan nantinya disesuaikan dengan kondisi daerah. Sebagai contoh KDB di KDTWK, tidak semuanya akan diberikan maksimal 40 persen. Kalau memang merupakan daerah resapan atau memiliki kemiringan tertentu, maka KDB-nya harus nol persen. Beberapa pengaturan juga akan diserahkan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kabupaten/kota. ‘’Isu lain ada menyangkut sempadan, kawasan suci, ada
di beberapa daerah itu agar dibuat kawasan pariwisata. Kemudian kabupaten yang selama ini identik untuk menyelamatkan hulu, seperti Tabanan, Buleleng, Bangli, kan harus mengeluarkan APBD untuk memelihara. Ini harus ada kontribusi dari provinsi dan kabupaten kaya seperti Badung,’’ paparnya. Kepala Bapelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Rabu kemarin mengatakan, mengenai ketinggian bangunan masih mengikuti aturan lama dalam hal ini Perda RTRWP yang lama. ‘’Jadi revisi RTRW Tabanan sekarang tidak spesifik mengatur tinggi bangunan karena masih mengikuti aturan yang lama,’’ ujarnya. Namun jika nantinya revisi Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP mengenai aturan ketinggian bangunan terjadi, maka tentu pihak pemkab akan menyesuaikan. Secara umum mengenai revisi ketinggian bangunan, lanjut Wiratmaja, pihaknya sepakat mengingat perkembangan Bali secara umum dan keterbatasan lahan yang ada. Ia melanjutkan, bangunan yang berpotensi untuk direvisi ketinggiannya di Tabanan adalah pasar, rumah sakit, kantor pelayanan publik dan kantor pelayanan pemerintahan. (kmb32/kmb24)
Zona Tertentu Terkait usulan merevisi batas ketinggian bangunan pada zona-zona tertentu. Seperti bangunan instansi pemerintah, fasilitas kesehatan, Sekretari DPC PDI Perjuangan Badung ini mengatakan tetap mengaku pada kajian jangka pangjang. ‘’Kalau ada yang mau mengubah 15 meter ke 20 meter pada zona-zona tertentu ya… kami mau lihat dulu kajiannya, tapi sementara kami di Badung tetap berkomitmen 15 meter (ketinggian maksimal),’’
tegasnya lagi. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, S.T. menilai perlu kajian yang mendalam bila ingin mengubah aturan yang sudah berjalan dengan baik selama ini. Mengingat, batas ketinggian bangunan yang sudah ditetapkan dalam perda sebelumnya menjadi kekuatan bagi Bali dalam menjaga budayanya. Menurut Wandhira, ketentuan seperti ini tidak dimiliki daerah lain. Karena itu, menjadi identitas yang menguatkan budaya Bali yang terjaga
dengan baik selama ini. Bila aturan ini akan diubah, wajah Bali tidak akan lagi memiliki keistimewaan. ‘’Bali akan sama dengan daerah lain yang banyak berdiri beton menjulang tinggi. Ini akan menggerus budaya Bali yang sudah kokoh berdiri,’’ ujar politisi Golkar ini. Menurutnya, Denpasar tidak akan mengutak-atik ketentuan tersebut. Pihaknya ingin bangunan yang ada di Denpasar tetap bisa terjaga dan tetap menggunakan atap limas. ‘’Ini identitas yang tidak ada di daerah lain,’’ katanya. (ara/win/dok)
Kamis, 31 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mupuk Pedagingan Lan Penilepatian (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Sabha Parwa (3) Bali Channel Tourist TV Agrobisnis Meraih Keuntungan dari sayur Gondo Healty Life Usia Produktif Rentan Terjangkit Penyakit Auto
10:30 Wita 11:00: Wita 12:00 Wita 12:05 Wita
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 15:00 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita
Imun & Skringing Solusi Dini Cegah Kanker Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Soman Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mupuk Pedagingan Lan Penilepatian (4) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Kidung Interaktif Bali Channel Tourist TV Dunia Kita Lila Cita Sanggar Tari Dukuh Sakti Denbar 1
17:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 17:05 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Nangun Yadnya Karya Agung Mamungkah, Mupuk Pedagingan Lan Ngusaba Nini Pura Desa Lan Puseh Abianseka-Ubud-Gianyar 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:05 Wita Wawancara Khusus Putu Supadma Rudana 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Profit Indonesia 21:00 Wita Talkshow Merah Putih Nasib Buah Lokal 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel
Gojek Ikut Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai Denpasar (Bali Post) Penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, Gojek, turut mendukung kebijakan Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar dalam mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai. Gojek di Bali memulai dengan gerakan 3R yakni Reduce, Recycle, dan Re-invest. ‘’Apa yang kita kerjakan di Gojek Bali itu ada tiga hal. Pertama, kita mulai dari reduce sampah,’’ ujar District Head Gojek Bali Nusra Leo Ariffin saat masimakrama ke Bali Post, Rabu (30/1) kemarin. Leo yang datang bersama VP Corporate Affairs Gojek Indonesia Rosel Lavina, Head of Regional Corporate Affairs Alfianto Domy Aji, dan Head Regional Goverment Relations East Java & Bali Nusra Boy Arno diterima Pemred Bali Post Dira Arsana dan Pemred Bali Travel News Palgunadi. Menurut Leo, layanan pesan-antar makanan GoFood selama ini yang paling banyak memakai plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan, dan sendok plastik. Pihaknya kini gencar mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai pada layanan itu. Merchant yang mau berubah dan mengurangi penggunaan plastik akan diberikan insentif berupa promosi gratis dan lainnya. ‘’Memang butuh waktu, karena itu kan pendidikan. Harapannya, ke depan semakin banyak yang ikut berpartisipasi sehingga pengurangan plastik itu benar-benar terlihat,’’ imbuhnya. Selain reduce, lanjut Leo, juga dilakukan upaya recycle. Lantaran turut menghasilkan plastik, Gojek kini menye-
GOJEK - District Head Gojek Bali Nusra Leo Ariffin saat ‘’masimakrama’’ ke Bali Post, Rabu (30/1) kemarin. Leo yang datang bersama VP Corporate Affairs Gojek Indonesia Rosel Lavina, Head of Regional Corporate Affairs Alfianto Domy Aji, dan Head Regional Goverment Relations East Java & Bali Nusra Boy Arno diterima Pemred Bali Post Dira Arsana dan Pemred Bali Travel News Palgunadi. diakan plastik dari bahanbahan daur ulang. Salah satunya dari bahan spanduk yang sudah tidak dipakai lagi. Sebab, dengan hanya melarang menggunakan plastik tidak memberikan solusi apa-apa. ‘’Menurut kita, reduce dan recycle masih belum cukup juga. Kita mesti ‘re’ yang lain, namanya re-invest. Kita invest kembali resources kita ke masyarakat,’’ jelasnya. Leo menambahkan, upaya ini disambut baik oleh para driver Gojek yang ikut berkon-
tribusi membersihkan pantai dan menanam mangrove. Masyarakat pun diharapkan bisa merasakan apa yang dilakukan Gojek dan lebih mencintai keberadaan Gojek di Bali. Per Desember 2018, aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 125 juta kali oleh pengguna dan sekarang memproses lebih dari 100 juta transaksi per bulan. Gojek beroperasi di 178 kota dan kabupaten di Indonesia, dan telah mengumumkan eks-
pansi internasional ke empat negara yakni Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina. Sejak aplikasinya diluncurkan pada tahun 2015, Gojek terus memberdayakan sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui teknologi. Di Bali khususnya, Gojek juga mendorong kemajuan UMKM kuliner lokal Bali dengan meresmikan Go-Food Festival di Level 21 Mall, Denpasar, Kamis (31/1) ini. (kmb32)
KPU Validasi Nama-nama Caleg Mantan Napi Korupsi Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI masih melakukan validasi nama-nama calon anggota legislatif (caleg) yang pernah menjadi narapidana korupsi sebelum mengumumkannya kepada publik.
‘’KPU dalam waktu dekat segera merilis daftar nama caleg di provinsi, kabupaten/ kota maupun DPD yang berstatus mantan narapidana korupsi. KPU ingin memastikan nama-nama itu betulbetul valid, sehingga hingga saat ini kami masih periksa betul nama-namanya,’’ ujar Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (30/1) kemarin. KPU ingin memastikan nama yang diumumkan nantinya benar merupakan mantan narapidana korupsi agar tidak muncul gugatan kepada KPU RI. ‘’Jika ternyata dia bukan mantan napi korupsi, misalnya,
itu kan tentu akan ada gugatan ke KPU dan itu malah akan merepotkan,’’ jelasnya. Dalam proses validasi nama ini, KPU mengajak koalisi masyarakat sipil ikut serta menyandingkan data yang dimiliki. KPU RI melakukan proses pengecekan secara mendetail dengan dokumen verifikasi faktual yang dimiliki KPU Daerah. Saat verifikasi faktual, KPUD telah melakukan pengecekan seluruh daftar nama caleg ke pengadilan setempat, apakah ada di antaranya yang merupakan mantan narapidana korupsi. KPU tidak hanya akan mengumumkan caleg mantan
Bali Post/ant
KPU - Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi dalam wawancara dengan pers di Gedung KPU RI di Jakarta, Rabu (30/1) kemarin. narapidana korupsi, melainkan juga mantan narapidana lain seperti kasus narkoba, kejahatan seksual dan lain sebagainya. Dalam Pasal 182 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Pemilu diatur bahwa seorang caleg tidak boleh merupakan mantan terpidana dengan ancaman lima tahun penjara, kecuali sudah mengumumkan statusnya itu ke publik. (ant)
Sejak Setahun Almarhum sejak setahun lalu mundur dari dunia seni pertunjukan drama gong. Sejak era 1980-an dia terkenal membawakan peran
sebagai Dadab, dan selalu mengundang gelak tawa para penontonnya. ‘’Sudah setahun bapak berhenti, tapi tawaran untuk tampil masih tetap ada. Bahkan, saat perawatan beberapa hari lalu juga ada yang menelepon
menawarkan agar bapak tampil, tetapi tidak bisa dipenuhi,’’ imbuh Ni Nyoman Sari Rahayu, putri ketiganya. Terkait upacara, Sari Rahayu menyatakan masih akan rapat dengan keluarga
besar. Untuk sementara jenazah Dadab masih dititipkan di RSUD Sanjiwani Gianyar. ‘’Untuk upacara, kami menunggu saudara yang lain, karena ada yang bekerja di luar daerah,’’ ujarnya. (nik)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kamis Umanis, 31 Januari 2019
Guardiola Tak Menyerah Newcsatle – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan harapan timnya mempertahankan juara Liga Utama Inggris masih utuh meskipun mengakui Liverpool berada lebih di depan. Hal itu dikatakannya usai City ditaklukkan tuan rumah Newcastle United dengan skor 1-2 pada laga pekan ke-24 di St James Park, Rabu (30/1) kemarin.
Bali Post/dok
KEMPO – Salah satu pertandingan kempo di Bali beberapa waktu lalu.
Perkemi Bali Fokus Bentuk Tim Pra-PON
Denpasar (Bali Post) – Pengurus Besar (PB) Perkemi dan beberapa pengprov di Indonesia menyarankan Bali sebagai tuan rumah Pra-PON kempo saat berlangsungnya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Mangupura di Badung beberapa waktu lalu. Tawaran itu ditolak oleh Perkemi Bali karena ingin fokus dalam pembentukan tim Pra-PON. Penolakan tersebut dilontarkan secara lisan kepada PB Perkemi beberapa hari lalu. Namun, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB Perkemi yang dihelat di Jakarta, Kamis (31/1) ini, bisa saja tetap memilih Bali sebagai tuan rumah PraPON. Meski begitu, Perkemi Bali akan tetap pada pendirian semula yaitu tidak bersedia menjadi tempat pertandingan kualifikasi PON. Menurut Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy, ketua umum minta pihaknya mempersiapkan atlet secara matang dan konsentrasi tidak dipengaruhi oleh hal-hal lainnya. ‘’Kendati banyak yang menilai jika menjadi tuan rumah merupakan satu keuntungan, kami menganggap itu tak jaminan dari sisi teknis dan nonteknis,’’ ujarnya, Rabu (30/1) kemarin. Dijelaskannya, kenshi yang disiapkan terjun di Pra-PON telah digenjot dalam Pelatda Perkemi Bali. Sebanyak 16 atlet terbaik akan ditampilkan di Pra-PON. Saat ini baru empat kenshi dipastikan masuk tim inti yaitu Faris, Naris, Nadya Billy dan Ratih Saraswati. Mereka adalah kenshi nomor randori dan embu yang berlaga di PON 2016 silam. Atlet lainnya merupakan hasil pantauan pada Porprov Bali 2017, Piala Mangupura dan ajang Piala Bupati yang diadakan Perkemi Gianyar pada 23-24 Maret mendatang. Kejuaraan ini akan melibatkan kenshi senior yang diproyeksikan turun pada Porprov Bali 2019 di Tabanan oleh pengkab/pengkot di seluruh Pulau Dewata. (kmb)
Tak Kebobolan, Modal Qatar Lawan Jepang Abu Dhabi – Pelatih Timnas Qatar Felix Sanchez mengatakan, rekor enam pertandingan tanpa kebobolan (clean sheet) menjadi modal utama timnya menghadapi Jepang pada babak final Piala Asia 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (1/2) besok. Qatar mengalahkan tim tuan rumah UEA dengan skor 4-0 pada laga semifinal, Selasa (29/1) malam. Jepang lebih dulu menapak ke partai puncak usai memukul Iran 3-0 dalam partai empat besar lainnya. Walaupun diwarnai insiden pelemparan dari penonton, pelatih asal Spanyol itu lebih memilih fokus ke hal positif. Menjadi tim yang produktif seperti itu akan menjadi modal bagus bagi Qatar yang akan menggelar Piala Dunia 2022. Sanchez telah membangun sebuah tim yang mampu melaju jauh dibanding tim Qatar yang terdahulu di level Asia. ‘’Saya sangat senang untuk negara ini karena mereka telah bekerja sangat keras untuk membuat tim yang kompetitif. Semua negara mengikuti target yang sama dan tentu saja hasilnya bisa dilihat di turnamen ini. Dengan kerja keras dan organisasi yang bagus kami bisa mendapatkan hasil yang bagus. Kami sangat bangga mengetahui apa yang kami butuhkan untuk mulai mempersiapkan pertandingan terakhir,’’ kata Sanchez seperti dikutip Reuters. Jepang, juara empat kali Piala Asia, kemungkinan menjadi ujian terberat bagi rekor pertahanan Qatar di turnamen ini. ‘’Jepang adalah tim hebat. Kami tahu harus bermain bagus melawan mereka,’’ tegas mantan pelatih tim muda Barcelona itu. (ant/rtr)
Pada pertandingan liga ke-100 manajer asal Spanyol itu, Sergio Aguero membuat City unggul hanya dalam waktu 24 detik melalui gol tercepat Liga Primer musim ini. Newcastle setelah Salomon Rondon menyamakan kedudukan di pertengahan babak kedua dan penalti Matt Ritchie 10 menit menjelang laga berakhir. Hasil ini menghentikan tujuh kemenangan beruntun City sebelumnya. Kekalahan ini membuat City gagal memperpendek jarak dengan Liverpool di puncak klasemen. Si Merah mendulang 60 poin hasil 23 kali turun, diikuti City (56), Tottenham Hotspur (51), Chelsea (47), Arsenal (47) dan Manchester United (45). Liverpool menjamu Leicester City pada Kamis (31/1) dini hari. Jika menang, mereka akan memperlebar selisih jarak menjadi 7 poin dengan City. Guardiola masih jauh dari siap menyerah dengan memperkirakan lebih banyak tikungan dan belokan akan dihadapi Liverpool untuk mengakhiri penantian 29 tahun menjadi juara
Inggris. ‘’Kami masih di bulan Januari. Ada banyak pertandingan untuk dimainkan. Keunggulan tujuh poin banyak tetapi kami tidak ada pada bulan April atau Mei. Masih ada banyak pertandingan tersisa dan apa pun bisa terjadi,’’ ujarnya. Arsenal Sementara itu, manajer Arsenal Unai
Emery mengaku puas dan memberikan apresiasi atas hasil positif dan kerja keras anak asuhnya dalam pertandingan melawan Cardiff City di Emirates Stadium yang berakhir 2-1. ‘’Kami senang. Perbedaan dalam pertandingan adalah detail kecil. Di babak kedua kami menciptakan momen dengan bola dan memiliki peluang,’’ kata Emery. Setelah bermain tanpa gol di paruh pertama, Arsenal membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Pierre-Emerick Aubameyang. Keunggulan tuan rumah bertambah menjadi 2-0 saat Alexandre Lacazette menyambut umpan matang hasil kreasi Aubameyang tujuh menit sebelum laga usai. Cardiff mendapat gol hiburan di saat injury-time melalui kaki Nathaniel Mendez Laing. Pada laga lain, rentetan kemenangan yang dipersembahkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer sementara Manchester United berakhir setelah hasil
telat Paul Pogba dan Victor Lindelof menyelamatkan MU dari kekalahan di kandang sendiri. ‘’Kembali dari ketertinggalan ini adalah brilian. Comeback itu fantastis. Kami memiliki banyak peluang, banyak menguasai bola, kami tidak pantas kalah. Kami mengecewakan diri kami sendiri dan penonton hari ini,’’ sebut Solskjaer. (afp/kmb/ant/rtr)
imbang 2-2 melawan Burnley. Ini berarti United kehilangan kesempatan menyamakan poin Chelsea yang berada di posisi keempat. Bermain di Old Trafford, United nyaris menelan kekalahan perdana setelah delapan kali beruntun menang, ketika pada menit ke-51 Ashley Barnes membawa Burley memimpin dan gol Chris Wood pada menit ke-81 menggandakan keunggulan tim tamu. Gol
Didera Cedera, Pelicans Menang Houston – New Orleans Pelicans mengabaikan cedera yang didera pemainnya dan ketidakpastian seputar Anthony Davis untuk meraih kemenangan 121-116 atas Houston Rockets dalam lanjutan kompetisi NBA, Rabu (30/1) kemarin. Pelicans unggul meski bintang Rockets, James Harden, berhasil mencetak 37 poin. Jahlil Okafor membuat 27 poin, Jrue Holiday menambahkan 19 dan Ian Clark menyumbang 15 dari bangku cadangan untuk Pelicanc yang menurunkan susunan pemain awal yang berbeda ke-20 musim ini akibat cederanya Davis, Nikola Mirotic, Julius Randle, dan Elfrid Payton. Tim tamu memimpin pertama kalinya di akhir kuartal ketiga dan tidak pernah tertinggal lagi. Harden mencetak lebih dari 30 poin untuk ke-24 kalinya secara beruntun, tetapi 17 poinnya di kuarter keempat tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Kandidat MVP Milwaukee Bucks, Giannis Antetokounmpo, mencetak 21 poin dan 11 assist untuk memimpin timnya meraih kemenangan 115-105 atas tuan rumah Detroit Pistons. Bucks adalah satu-satunya tim NBA yang tidak pernah kalah dua kali berturut-turut musim ini. Rekor menang-kalah mereka selaku pemimpin klasemen NBA kini menjadi 36-13. Di Brooklyn, Nets menghasilkan kemenangan 122-117 atas Chicago Bulls. Nets mengatasi defisit 9 poin di babak kedua berkat kinerja babak kedua yang kuat dari D’Angelo Russell dan Shabazz Napier. Napier mencetak 17 dari 24 poinnya di babak kedua, sedangkan Russell memimpin dengan 30 poin. Gebrakan Rudy Gay mengangkat San Antonio Spurs menjadi pemenang saat mengatasi Phoenix Suns 126-124. Di Orlando, Paul George dan Dennis Schroder memimpin Oklahoma City Thun-
Bali Post/afp
27 POIN - Jahlil Okafor (tengah) mencetak 27 poin untuk New Orleans Pelicans. der menang 126-117 atas Magic. George mencetak 31 dari 37 poinnya di babak pertama dan Schroder membuat 18 dari 21 poinnya di kuarter keempat saat Thunder memberikan Magic kekalahan keempat beruntun. Hasil lengkap: LA Lakers vs Philadelphia 76ers 105-121, San
Antonio Spurs vs Phoenix Suns 126-124, Brooklyn Nets vs Chicago Bulls 122-117, Houston Rockets vs New Orleans Pelican 116-121, Cleveland Cavaliers vs Washington Wizzards 116-113, Detroit Pistons vs Milwaukee Bucks 105-115, Orlando Magic vs Oklahoma City Thunder 117-126. (afp/kmb)
Pelatih BU Evaluasi Penyelesaian Akhir Permainan Bali United U-17 cukup terorganisir di babak pertama. Dua peluang emas diperoleh, namun bola membentur mistar. Paruh pertama pun berakhir tanpa gol. Di babak kedua, PSKT berhasil mencuri gol pada menit ke-63. Ilyas Pancasakti membobol gawang Bali United U-17 yang dikawal Damar Gozali. Tertinggal satu gol
Jakarta (Bali Post) – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, tim Satgas Antimafia Bola menyita data transaksi keuangan PSSI periode 2017-2018 usai menggeledah kantor PSSI di Jalan Kemang Timur V Kavling 5, Jakarta Selatan, Rabu (30/1) kemarin. ‘’Disita dua dus besar dan tiga dus kecil berisi data transaksi keuangan PSSI periode 20172018 dan 53 jenis dokumen terkait kegiatan Liga 1, Liga 2 dan Liga 3,’’ kata Brigjen Dedi. Dalam penggeledahan yang berlangsung sekitar empat jam 20 menit itu, satgas juga menyita dokumen berisi data wasit serta asisten wasit di PSSI dan
paspor. Tim satgas juga menggeledah Kantor PSSI di FX Sudirman, Jakarta Selatan. Sejauh ini penyidik telah menetapkan sejumlah tersangka yang terindikasi terlibat pengaturan skor pertandingan Liga 2 musim kompetisi 2018. Para tersangka itu yakni anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika dan ayahnya yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto. Selain itu, pegiat sepak bola Indonesia Vigit Waluyo, wasit Nurul Safarid dan staf Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu. (ant)
Gianyar (Bali Post) – Sepak bola Bali kehilangan salah satu putra terbaiknya. I Made Kawiarda meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Pondok Batu Asri, Jalan Pasekan, Batubulan, Gianyar, Rabu (30/1) kemarin. Menurut Yan Daulaka, anggota Siwo PWI Bali yang dekat dengan almarhum, Kawiarda terjatuh di depan meja makan di rumahnya siang kemarin. Saat kejadian, pria yang akrab dipanggil Sony ini berada di kediamannya seorang diri. Beberapa saat kemudian barulah keluarganya datang. Jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Desa Tumbu, Karangasem, malam kemarin, diantar keluarganya, rekanrekan pemain dan pelatih sepak bola, keluarga besar klub Mitra Devata dan sejumlah wartawan olahraga. Jenazahnya akan dikubur Kamis (31/1) malam ini pukul 19.00 Wita. Anak tunggal almarhum, Randy Perdana, menyatakan ayahnya tidak ada riwayat sakit serius termasuk jantung. Akan tetapi akhir-akhir ini bapaknya sering mengeluh sakit di bagian belakang kepala. Kawiarda adalah mantan pemain tim nasional Indonesia. Ia berhasil masuk timnas berkat penampilan gemilangnya di klub Perkesa 78 Sidoarjo. Lama malangmelintang di Jawa khususnya Jawa Timur, ia baru balik ke Bali setelah pensiun dari lapangan hijau. Saat menjadi pelatih, Sony pernah memoles
Persegi Gianyar dan Bali Devata. Terakhir, ia menjadi pemain sekaligus pelatih Mitra Devata. Klub ini diperkuat sejumlah pemain Bali yang pernah membela klub-klub Liga Indonesia. Di luar itu, Kawiarda sering memperkuat tim sepak bola PWI Bali dalam mengikuti pertandingan dan laga persahabatan melawan klub-klub duur sasur (35 tahun ke atas). Almarhum berasal dari keluarga bola. Ayahnya adalah mantan pemain Perseden, salah satu adiknya I Made Pasek Wijaya lama membela timnas dan klub Pelita Jaya, sedangkan keponakannya I Made Andhika Wijaya kini membela Bali United. (kmb)
Sony Kawiarda Meninggal
Piala Soeratin
Malang (Bali Post) – Bali United (BU) U-17 ditahan PSKT Sumbawa Barat dengan skor 1-1 dalam laga kedua babak penyisihan Grup C Piala Soeratin putaran nasional di Stadion Agro Wisata, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Selasa (29/1) sore. Satu-satunya gol tim Serdadu Tridatu Muda dicetak kapten tim Made Tri Somanada.
Satgas Antimafia Bola Sita Data Transaksi Keuangan PSSI
membuat para pemain Bali United U-17 bermain lebih menyerang. Beberapa serangan membahayakan lini pertahanan PSKT. Puncaknya pada menit ke83, tim Serdadu Tridatu mendapat hadiah penalti yang sukses dieksekusi oleh Made Tri Somanada. Pelatih Kepala Bali United U-17 Sandhika Pratama tetap bersyukur atas satu
poin yang diraih anak asuhannya. ‘’Para pemain sudah berjuang maksimal walaupun banyak peluang terbuang. Total kami mendapat tiga peluang emas tapi semuanya mengenai mistar. Penyelesaian akhir jadi bahan evaluasi kami mengadapi pertandingan berikutnya,’’ katanya. Pada laga pertama, Minggu (27/1) lalu, Bali United
U-17 melibas Persimer Marauke dengan skor 2-0 berkat dua gol yang diborong Made Rai Sila Harta. Selanjutnya, tim Serdadu Tridatu Muda menjalani laga ketiga menghadapi Persigo Gowa, Kamis (31/1) sore ini. Piala Soeratin diputar di empat stadion di Malang. Babak final digelar 9 Februari di Stadion Gelora Brantas. (kmb)
Bali Post/ist
Made Sony Kawiarda (alm)