terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 134 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
senin wage, 30 DESEMBER 2019 Badung Selatan Mulai Padat Kepadatan arus lalu lintas mulai dirasakan masyarakat Bali, khususnya di Denpasar dan Badung. Salah satu penyebabnya adalah kendaraan bermotor dari luar sudah mulai masuk Bali. Puluhan ribu ranmor diprediksi akan masuk Bali saat liburan akhir tahun.
BADUNG | HAL. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Sasar Penjual Kembang Api
Pasang CCTV di Gunung Agung
Polres Gianyar melakukan razia ke sejumlah tempat yang menjual kembang api, Minggu (29/12) kemarin. Polisi mengecek tiga penjual kembang api di Gianyar dan hasilnya semua telah mengantongi izin. GIANYAR | HAL. 6
PVMBG memasang CCTV di puncak Gunung Agung. Pemasangan kamera pengintai itu sebagai upaya untuk lebih memudahkan pemantauan terhadap kondisi kawah Gunung Agung secara kontinu. KARANGASEM | HAL. 8
Pariwisata Bali diterpa sejumlah tantangan sepanjang tahun ini. Di kuartal pertama 2019, Bali dihadapkan pada penurunan angka kunjungan wisatawan Tiongkok sebesar 29 persen sebagai imbas penutupan toko-toko jaringan mafia Tiongkok di Bali. Setelah itu kembali muncul kasus pelecehan pura oleh wisatawan mancanegara. Teranyar, website pariwisata asal Inggris, Fodor’s Travel, yang menyebut Bali tidak layak dikunjungi wisatawan atau masuk daftar no list pada tahun 2020. Masalah pariwisata Bali ibarat buih dalam lautan. Artinya, hal yang terungkap itu merupakan masalah kecil, masih ada masalah lebih penting lagi yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan pariwisata budaya.
P
ariwisata memiliki banyak ragam dan sangat universal. Ada banyak kemauan wisatawan yang mesti dipenuhi. Selain menyajikan budaya dan alam yang masih original, tak sedikit pula wisata buatan hadir di Pulau Dewata terutama yang digagas investor dari luar Bali. ‘’Tentu harus simetris yang baru itu dengan apa yang kita punya di Bali. Tidak boleh juga terlalu jauh. Saya tidak setuju kalau dibuat terlalu modern, tidak cocok,’’ terang Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama. Ia berharap pengusaha
pariwisata lokal lebih aktif membuat destinasi pariwisata kekinian tanpa harus tercerabut dari akar budaya. Dengan harapan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menambah masa tinggal mereka. ‘’Pariwisata itu kan sesuatu yang modern, pasti ada dampak. Itulah bagaimana kita ke depan berusaha mengembalikan atau meminimalisir dampak itu,’’ ujarnya. Hal. 11 Destinasi Terbaik
Merugikan Bali KETUA Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali I Nyoman Nuarta mengatakan, dampak pariwisata terhadap orang Bali cukup besar. HPI dengan anggota 6.000 orang, hampir 85 persen adalah orang Bali yang bekerja sebagai pemandu wisata, sisanya dari luar Bali. Agar kue pariwisata dinikmati orang Bali, menurutnya, perlu pemberdayaan orang Bali seperti menjadi pemandu pariwisata yang bisa berbahasa Mandarin, karena 90 persen pemandu wisata berbahasa Mandarin berasal dari luar Bali. Pariwisata juga berdampak pada ajegnya budaya Bali. Melalui pemandu wisata asli Bali yang mengerti budaya Bali, maka penjelasan tentang budaya Bali akan lebih tepat. Artinya, secara tidak langsung ada pelestarian budaya di dalamnya. Ia berharap investasi yang dilakukan oleh investor luar agar tetap memperhatikan lingkungan Bali dan menaati aturan yang ada. Pembangunan tempat pariwisata dan akomodasi hendaknya berbasis local genius. Pengembangan bisnis di Bali juga diharapkan tidak merugikan orang Bali. Seperti tren saat ini wisatawan India banyak mengundang investor dari negara asalnya untuk berinvestasi di Bali. Mereka bisa saja menjual murah Bali dengan meniadakan penggunaan jasa guide berlisensi. ‘’Bali hanya sebagai objek membuat paket wisata. Tapi setelah ke Bali, yang menerimanya bukan orang Bali,’’ selorohnya. (kmb42)
Ekonomi Terangkat Lingkungan Terancam TIDAK dapat dielakkan, pariwisata bagi Bali memberi dampak secara ekonomi dan bagi kehidupan masyarakat. Dilihat dari data statistik, sangatlah jelas pengaruh pariwisata terhadap perekonomian Bali. Hampir seperempat atau tepatnya 23,21 persen PDRB Bali disumbang dari akomodasi makan dan minum (akmamin) yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata. Kepala Badan Pusat Statistik Adi Nugroho
menjelaskan, dua peristiwa besar yang menegaskan peran penting pariwisata Bali adalah erupsi Gunung Agung dan Bom Bali. Dua peristiwa itu sontak membuat pariwisata lesu, sehingga berpengaruh pada ekonomi Bali. Saat erupsi Gunung Agung yang terjadi pada akhir 2017, pertumbuhan ekonomi Bali melambat dari 6,18 persen menjadi 4,01 persen. Sementara saat pertemuan IMF–WB yang digelar di Bali, yang mana Bali kedatangan tamu lebih dari 36 ribu, membuat ekonomi Bali triwulan IV 2018 tumbuh signifikan dari 6,15 persen menjadi 7,59 persen. ‘’Syarat itu menegaskan bahwa perekonomian Bali, volume maupun pertumbuhannya sangat kuat dipengaruhi pariwisata,’’ ungkapnya.
Saat perekonomian Bali tumbuh baik, langsung atau tidak langsung, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Bali juga ikut terpengaruh. Pada dua amatan yang terkait dengan ekonomi yaitu kemiskinan dan pengangguran, ada isyarat membaik. Pengangguran di Bali tercatat terendah seIndonesia yaitu 1,19 persen dan kemiskinan terendah setelah DKI yaitu 3,79 persen. Berbanding terbalik terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali, kemajuan sektor pariwisata justru membuat lingkungan terancam. Lingkungan Bali berkurang kualitasnya. Lahan yang dulunya digunakan untuk pertanian, kini beralih fungsi untuk vila. Hal. 11 Sektor Pertanian
’’Jumlah tamu per hari separuh dari penduduk Bali. Tamu mancanegara sekitar 600 ribu dan tamu domestik lebih dari 1 juta.’’ Urai Skandal Jiwasraya
Harian Bisnis Bali Investor Diundang UMKM Digenjot Selama beberapa tahun ini di Karangasem, tidak ada investor yang berinvestasi dalam skala cukup besar. Apa yang harus dilakukan dalam rangka menggerakkan pertumbuhan ekonomi di bumi lahar? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Premanisme di Pelabuhan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menindaklanjuti dugaan aksi premanisme di pelabuhan kapal roro di Sampalan, Nusa Penida.
www.denpostnews.com
DPR akan Bentuk Pansus
ANGGOTA Komisi VI DPRRI Marwan Jafar meminta pemerintah untuk lebih serius menyelesaikan kasus skandal yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), mengingat permasalahannya sudah berlangsung lama dan cukup kompleks. ‘’Kami memperkirakan permasalahan yang terjadi bisa mencapai puluhan masalah yang membelit asuransi pelat merah itu,’’ ujarnya di Pati, Minggu (29/12) kemarin. Ia mengatakan, untuk menuntaskan permasalahan tersebut DPR akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk membedah persoalan di Jiwasraya satu per satu. Keberadaan
pansus tidak perlu ditakutkan karena DPR justru ingin membantu mengurai persoalan dengan terlebih dahulu membedahnya secara menyeluruh. ‘’Membedah Jiwasraya mulai soal manajemen risiko, salah investasi atau tidak, hingga ada atau tidaknya window dressing. Window dressing itu mempercantik laporan keuangan untuk menyenangkan pemegang saham,’’ ujarnya. Terkait dengan rencana pemerintah mengambil langkah penggabungan berbagai perusahaan di bawah satu perusahaan induk (holdingisasi) BUMN asuransi, politikus dari PKB itu mengatakan perlu
didukung. Namun, sebelum melangkah ke arah tersebut perlu menyelesaikan persoalan di Jiwasraya terlebih dahulu. ‘’Kasus yang terjadi di perusahaan asuransi tersebut termasuk megaskandal setelah Bank Century. Kalau Century nilai kerugian negara sekitar Rp7,2 triliun, sedangkan di Jiwasraya jauh lebih besar karena mencapai Rp13,7 triliun. Ini harus diperhatikan secara serius dan diselesaikan segera, terutama yang menyangkut nasabah,’’ katanya. Ia berharap kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir bisa menyelesaikan persoalan tersebut karena mempunyai pen-
galaman di bidang usaha. ‘’Saya termasuk orang yang optimistis terhadap dirinya bahwa nanti mampu menyelesaikan persoalan Jiwasraya dengan berbagai upaya dan cara, salah satunya melalui restrukturisasi utang,’’ ujarnya.
Dicegah Sebelumnya, Kasubag Hubungan Masyarakat Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM Sam Fernando membenarkan telah menerima permintaan cegah Kejaksaan Agung terhadap 10 orang nama terkait dengan kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). ‘’Benar ada permintaan
cegah untuk 10 orang,’’ kata Sam Fernando saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Jumat (27/12). Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan pihaknya sudah meminta pencegahan ke luar negeri untuk 10 orang karena ada indikasi kuat dugaan korupsi. Kesepuluh orang yang telah dilakukan upaya pencegahan tersebut berinisial HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT, AS. ‘’Apakah mereka masih berada di Indonesia atau tidak perlu kami cek dulu di data perlintasan,’’ tambah Sam. Hal. 11 89 Saksi
Senin Wage, 30 Desember 2019
Ida Pandita Mpu Istri Daryatri ’’Lebar’’ IDA Pandita Mpu Istri Daryatri dari Geria Asitha Sari Mengwi lebar atau berpulang, Sabtu (28/12) di RSUP Sanglah. Beliau adalah ibunda mantan Wakil Kapolda Bali Irjen Pol. (Purn) Ketut Untung Yoga. Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka di Jalan I Gusti Ketut Jelantik No. 15 Banjar Lebah Pangkung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung. Acara palebon akan berlangsung pada Senin (6/1) mendatang. Dihubungi Minggu (29/12) kemarin, Untung Yoga menuturkan, ibundanya masuk RSUP Sanglah sejak Jumat (20/12). Semasa hidupnya, ibunda sebagai panutan dan tempat untuk mendapatkan nasihat dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan. ‘’Beliau seorang ibu yang tegar dan penyabar. Sangat berdedikasi dan bekerja keras serta berkorban dalam membesarkan kami anak-anaknya,’’ ujar Untung Yoga. Dikatakan, ibunda selalu hadir setiap anak-anaknya memerlukan petuah atau nasihat serta selalu menekankan pentingnya rukun dalam bersaudara. Di usia yang sudah lanjut, mendampingi Ida Sri Empu Lanang, ibunda ngiring dengan gelar Ida Pandita Shri Mpu Istri Daryatri untuk melayani umat Hindu. Untung Yoga yang juga sempat mengabdi menjadi Kapolda NTT pada tahun 2013-2014 ini mengatakan, Ida Pandita Mpu Istri Daryatri meninggal di usia 86 tahun dan meninggalkan 12 anak, tujuh putra dan lima putri serta cucu dan cicit. Upacara pemandian jenazah akan dilangsungkan Minggu (5/1), dilanjutkan dengan upacara palebon Senin (6/1) mendatang. (san)
Dialog Interaktif Bali TV BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute menggelar Dialog Interaktif pada Senin, 30 Desember 2019 pukul 16-17 Wita dengan menghadirkan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Direktur Marhaenisme Institute dan Senator DPD/ MPR RI). Dialog interaktif kali ini mengambil tema: Evaluasi Pembangunan Bali 2019 dan Resolusi Bali 2020. Adapun selama tahun 2019 banyak hal yang telah terjadi di Bali, termasuk sejumlah keberhasilan pembangunan Bali baik secara politik kebijakan dan juga pencapaian-pencapaian positif. Namun tahun 2019 juga menyisakan sejumlah masalah, termasuk tata kelola keuangan daerah yang masih dianggap amburadul dan juga isu lingkungan hidup yang selama ini mengemuka. Di tahun politik 2019 ini juga muncul tokoh-tokoh muda politik Bali yang terbukti mencuri perhatian publik dalam konstelasi politik Bali. Sejumlah persoalan adat, isu radikalsime yang masih menghantui Bali serta sejumlah janji-janji infrastruktur yang disampaikan oleh Presiden Jokowi yang menang telak di Bali. Lalu bagaimana Bali menyongsong tahun 2020? Termasuk Bali akan menghadapi sejumlah perhelatan politik di Pilkada 2020. Di bidang pariwisata apakah trend penurunan angka di sejumlah parameter masih terjadi? Termasuk munculnya wisatawan tidak berkualitas di Bali? Dalam bidang legislasi bagaimana nasib RUU Bali yang diharapkan gol di tahun 2020? Semua akan dibahas dalam perspekftif marhaenisme. (r)
Rilis Akhir Tahun 2019
Polresta Ungkap 1 Kg Tembakau Gorila
Denpasar (Bali Post) Penangkapan pengedar tembakau gorila dengan tersangka M. Viki Alhamzah (21), dirilis Polresta Denpasar di akhir tahun 2019. Tersangka Viki dibekuk di Jalan Danau Poso, Denpasar Selatan dengan barang bukti 10 plastik klip tembakau gorila berat bersih 1.003 gram. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menyampaikan, terungkapnya kasus tersebut berkat kerja keras tim gabungan Satresnarkoba Polresta dan Satgas CTOC Polda Bali. ‘’Awalnya informasi dari masyarakat tentang adanya pengiriman paket tembakau mengandung narkotika di Expedisi JNE beralamat di Jalan Danau Poso, Denpasar Selatan,’’ ungkapnya saat merilis kasus, Minggu (29/12) kemarin. Selama beberapa hari petugas melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Pada Kamis (12/12) pukul 15.00 Wita, petugas melihat pelaku berada di parkir Expedisi JNE di Jalan Danau Poso, Denpasar Selatan. Polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka. Saat dilakukan penggeledahan badan petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu dus yang dibungkus plastik hitam berisi enam plastik klip berisi tembakau gorila. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di kamar pelaku di Jalan Resimuka Barat, Denpasar Barat. Di lemari pakaian pelaku ditemukan lima plastik klip berisi tembakau gorila. Saat diinterogasi, pelaku mengaku bahwa tembakau tersebut dibeli melalui media sosial instagram dengan cara uang ditransfer, kemudian tersangka menunggu tembakau gorila dikirim melalui paket Expedisi JNE. Dia mengaku memesan barang terlarang itu dari Bandung, Jawa Barat. Hasil penyidikan kasus tersebut, lanjut mantan Kapolres Badung ini, pelaku berperan sebagai pengedar dan mendapat keuntungan sebesar Rp 11 juta rupiah. Tersangka juga menerangkan alasanya mau menjadi pengedar karena faktor ekonomi. Dia mengaku menjadi pengedar tembakau gorila sejak November hingga Desember. Selain itu, pelaku menerangkan baru dua kali membeli tembakau gorila lewat media sosial instagram, pertama pada November 2019 membeli 500 gram seharga Rp 11 juta dan kedua awal Desember lalu membeli 1.000 gram seharga Rp25 juta. Tersangka menjual tembakau gorila melalui aplikasi line sekitar 200 paket seberat 485 gram seharga Rp 22 juta. ‘’Kami berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika sebanyak 10.000 jiwa,’’ ucap mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. Sementara data kasus menonjol tahun 2019, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat) 77 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 20 kasus, curanmor 173 kasus, narkoba 409 kasus, dan pembunuhan 3 kasus. Untuk kasus lakalantas ada 510 kejadian, korban meninggal dunia 101 orang, luka berat 203 orang, luka ringan 466 orang, dan kerugian materiil Rp1.073.900.000. Selama 2019, Polresta mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu 13.913,13 gram, heroin 77,70 gram, hasish 548,16 gram, kokain 45,89 gram, ganja 10.694,39 gram, ekstasi 4.893 butir, tembakau gorila 1.472 gram ,dan H. five 15 butir. ‘’Pada tahun ini Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali menangkap pelaku curas money changer sebanyak tiga orang dan satu orang ditembak mati,’’ ungkap Ruddi. Untuk kasus narkoba, katanya, Satresnarkoba dan Satgas CTOC Polda Bali mengamankan mantan Sekjen ormas, Ismaya (40). Polisi juga meringkus bandar narkoba Willy (31) asal Medan dengan barang bukti 1,3 kilogram sabu-sabu. (kmb36)
Topik : PARIWISATA BALI AGAR BERPIHAK PADA RAKYAT
Senin Ini, ”Shortcut” 3-4 dan 5-6 Di-’’pelaspas’’ Denpasar (Bali Post) –
Upacara macaru manca kelud lan melaspas akan digelar pada shortcut MengwitaniSingaraja titik 3-4 dan 5-6. Namun acara seremonialnya dipusatkan pada shortcut 5-6 di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng. Macaru manca kelud sesuai rencana digelar serempak di tiga tempat, yakni jalan, jembatan dan di bawah jembatan pada shortcut dimaksud. Upacara akan di-puput Ida Pandita Empu Dwija Wita Dharma Sandyasa. “Besok setelah acara seremonial selesai, seluruh shortcut akan dibuka,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali A.A. Ngr. Oka Sutha Diana dikonfirmasi, Minggu (29/12) kemarin. Menurut Sutha Diana, upacara macaru dan melaspas serta peresmian shortcut tersebut akan dihadiri Gu-
bernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan, dan Bupati Buleleng, beserta jajaran masing-masing. Pada saat menyampaikan pidato akhir tahun di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali belum lama ini, Gubernur Bali Wayan Koster berharap keberadaan shortcut dapat mengatasi masalah kemacetan, khususnya di kawasan Bedugul. “Supaya tidak lagi macet tahun baru menuju Bedugul. Keren jalannya,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, tahun 2020 akan dilanjutkan pembangunan shortcut titik 7, 8, 9, dan 10. “Saya sudah bicara dengan Balai Jalan, dengan Pak Dirjen Bina Marga, program ini harus selesai 2020,” imbuhnya. Kemudian, lanjut Koster, akan dibangun shortcut titik 11 di tahun 2021. Pembebasan
lahan memakai dana dari APBD. Sedangkan pembangunan jalan menggunakan dana APBN di Kementerian PUPR. Sebelumnya, pemban gunan 10 titik shortcut dikatakan butuh anggaran Rp 1,3 triliun. Sedangkan anggaran untuk pembebasan lahannya mencapai sekitar Rp 230 miliar. Untuk shortcut titik 3 dianggarkan Rp 12 miliar lebih. Pembangunan jalan baru sepanjang 480 meter dilaksanakan sejak Maret hingga Oktober 2019. Dengan adanya shortcut titik 3 dapat mengurangi waktu tempuh hingga 1,23 menit dari 1,95 menit pada jalan eksisting menjadi 0,72 menit saja lewat shortcut. Geometrik jalan juga diperbaiki dari semula terdapat 4 tikungan menjadi 1 tikungan saja. Berbeda dengan titik 3,
shortcut titik 4 terdiri dari jalan baru sepanjang 611 meter serta dua jembatan masingmasing 198 meter dan 287 meter. Pelaksanaan proyek selama sekitar enam bulan itu menelan anggaran Rp 116 miliar lebih. Sebelumnya ada 13 titik tikungan di jalan eksisting yang kini diperbaiki menjadi 5 titik tikungan saja. Waktu tempuh dari semula 5,25 menit pada jalan eksisting nantinya berkurang menjadi 1,64 menit. Sementara untuk shortcut titik 5-6 panjangnya mencapai 1.950 meter yang terdiri dari jembatan sepanjang 210 meter dan jalan baru sepanjang 1.740 meter. Anggaran kedua shortcut yang dikerjakan selama 14 bulan itu sebesar Rp 140 miliar. Sementara dari segi waktu tempuh akan berkurang dari 7 menit menjadi 3 menit. Kendati pembangunan shortcut 5-6 utamanya untuk keselamatan pengguna jalan dengan memperbaiki alinyemen jalan. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) Menjelang akhir tahun 2019, capaian pungutan pajak daerah yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali melampaui target. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 27 Desember 2019 sebesar 105,54 persen atau Rp 3.972.000.000.000. Di sela-sela perayaan hari jadi UPTD Samsat Kabu-
paten Badung, Minggu (29/12) kemarin, Kepala Bapenda I Made Santha mengatakan, capaian tersebut berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Secara umum seluruh pendapatan UPTD Samsat telah melampaui target. Capaian tertinggi adalah UPTD Samsat Kabupaten
Karangasem, yakni 109 persen. “Tertinggi Karangasem, kemudian Bangli karena kami melihat dari persentase kinerja. Tapi kalau sisi rupiah, Kota Denpasar yang tertinggi. Karena memang populasi kendaraan terpusat di Kota Denpasar,” ungkapnya didampingi Kepala UPTD Samsat Denpasar, Putu Sudiana. Tahun 2020, Santha men-
gatakan akan memantau kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, terutama pembayaran tepat waktu, mengingat pihaknya lebih banyak menuntaskan persoalan piutang pajak. Untuk itu pihaknya mengajak jajaran UPTD memaksimalkan kinerja, dengan menggerakkan program seperti samsat keliling maupun inovasi baru. “Salah satu inovasi UPTD
Pengguna jalan dari arah Mengwitani ke Singaraja atau sebaliknya, dipastikan akan menempuh waktu perjalanan lebih pendek dari biasanya. Hal ini menyusul shortcut titik 3-4 dan titik 5-6 di-pelaspas dan diresmikan, Senin (30/12) hari ini.
Biaya Pembangunan Shortcut Titik 3-4 dan 4-6 n Shortcut titik 3 dengan pembangunan jalan baru 480 meter. n Dianggarkan Rp12 miliar lebih. n Shortcut titik 4 terdiri atas jalan baru sepanjang 611 meter dengan dua jembatan sepanjang 198 meter dan 287 meter. Anggarannya Rp116 miliar lebih. n Shortcut titik 5-6 panjangnya mencapai 1.950 meter Terdiri atas jembatan sepanjang 210 meter dan jalan baru sepanjang 1.740 meter. Anggarannya Rp140 miliar. Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
itu program “Tedun Ring Banjar”. Yakni mengoptimalkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dengan melibatkan unsur desa adat,” bebernya. Sementara itu, capaian atas target tersebut meliputi BBNKB, PKB, Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan penyertaan modal. (kmb16)
Pungutan Pajak Lampaui Target
1.477 Peserta Meriahkan ’’Denfest Color Run 5K’’
Dilepas Rai Mantra dan Jaya Negara, Diikuti Pelari Mancanegara DENPASAR Festival (Denfest) Color Run 5K memeriahkan pagi di hari kedua pelaksanaan Denfest ke-12 tahun 2019, Minggu (29/12) kemarin. Kegiatan ini mengambil start di titik nol kilometer Denpasar yang dilepas secara resmi Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, ditandai dengan kibasan bendera start. Pelemparan bubuk alami warna-warni semakin memeriahkan kegiatan yang mencatat jumlah peserta mencapai 1.477 orang. Di antara para runners tersebut tampak juga Ketua TP PKK Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua DWP Ny. Kerti Rai Iswara ikut berlari mengikuti rute yang telah ditetapkan bersama dengan Rai Mantra dan Jaya Negara. Suguhan kesenian turut memeriahkan menambah sukacita kegiatan yang mengambil rute start dari patung Catur Muka mengarah ke SMPN 1 Denpasar, Jalan Sudirman,
Dewi Sartika, menuju Jl. Diponegoro, Jl. Hasanudin, Jl. Thamrin, Jl. Gajah Mada, serta finis di patung Catur Muka. Wali Kota Rai Mantra mengatakan kegiatan ini juga berkaitan dengan promosi kawasan Denpasar di samping juga dikemas dengan memberikan rasa kebersamaan dan fun . Terlebih kegiatan ini diikuti para pelari mancanegara. Tercatat puluhan pelari asing dari 7 negara yang tergabung dalam sister city Denpasar ikut memeriahkan Denfest Color Run 2019. Selain itu, ada juga pelari nasional. Tercatat ada 1.477 mengikuti kegiatan ini. ‘’Ke depan kita dapat lebih memperluas lagi promosi kegiatan Denfest yang dilaksanakan setiap tahun di Kota Denpasar,’’ ujar Rai Mantra. Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara juga memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana Denfest Color Run 5K yang memberikan warna tersendiri dalam pelaksanan Denfest. ‘’Kami melihat masyarakat sangat senang dan bahagia dalam pelaksanaan
Color Run, serta memberikan perpaduan kegiatan antara seni dan olahraga,’’ ujar Jaya Negara. Sementara itu, Panitia Kegiatan dr. Budawijaya didampingi Made Karyawan saat diwawancarai mengatakan pelaksanaan pendaftaran kegiatan Denfest Color Run 5K ini telah ditutup pada 10 Desember lalu, yang diikuti oleh kalangan peserta masyarakat umum dan 28 komunitas runners. Di samping itu kegiatan ini juga diramaikan dengan keikutsertaan pelari mancanegara. Seperti halnya pelari dari Republik Kenya, Australia, Belanda, Vietnam, dll. Lebih lanjut Budawijaya menjelaskan, Denfest Color Run 5K 2019 juga menyediakan podium bagi 5 finisher putra dan 5 finisher putri yang tercepat dengan hadiah uang di samping medali khusus yang ditandatangani oleh Wali Kota Denpasar. Adapun finisher berhak atas hadiah uang tunai. Juara I sebesar Rp3.000.000, juara II Rp2.000.000, juara III sebesar Rp1.000.000,
COLOR RUN – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara saat melepas Denfest Color Run 5K ditandai dengan kibasan bendera start, Minggu (29/12) kemarin. juara IV Rp750.000, juara V Rp500.000. Pihaknya menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pemkot Denpasar bersama Komunitas Sehat Bersama Menua Bersama (SBMB). Di mana Color Run merupakan sebuah kegiatan yang menjadi tren masa kini. ‘’Saat ini
Color Run menjadi tren masa kini bagi kaum milenial dan memiliki peminat yang banyak,’’ ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini menyediakan beragam hadiah menarik. Mulai dari Doorprize motor ADV hingga tiket liburan ke Vietnam serta hadiah menarik lainnya. (ad496)
Senin Wage, 30 Desember 2019
Magister Terapan Perencanaan Perbankan untuk Memperkuat Pariwisata PNB Peringati HUT Ke-1 ”Green Tourism” Dijadikan Paradigma Pendidikan Perekonomian Masyarakat Bupati Giri Prasta Lepas Jalan Santai Parasari Grup
PARASARI Grup menggelar jalan santai serangkaian hari jadi BPR Parasari Lukluk yang ke-50 dan BPR Parasari Sibang yang ke-29, bertempat di kawasan Puspem Badung, Minggu (29/12) kemarin. Jalan santai dilepas Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, dengan ditandai pelepasan balon. Turut hadir anggota DPRD Badung, Ni Luh Gede Rara Hita Sukmadewi, perwakilan Pimpinan OJK Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara, Dirut BPR Parasari Sibang Wayan Eka Sudirta dan Dirut BPR Parasari Lukluk I.B. Ketut Wijaya. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan selamat datang di Puspem Badung serangkaian HUT BPR Parasari Lukluk yang ke-50 tahun dan BPR Parasari Sibang yang ke-29 tahun. “Semoga Parasari Grup tambah kuat dan jaya selalu,” ungkap Giri Prasta. Sebagai hadiah di tahun baru 2020, pihaknya meminta pengurus perbankan supaya menyiapkan yang pertama man atau orang. Kedua manajemen dan yang ketiga spiritual untuk memajukan Bank Parasari ini. Bila ketiga pilar ini telah dipegang, maka akan dikembangkan lagi menjadi situasi globalisasi saat ini, yakni bagaimana bisa memberikan pelayanan ke-
JALAN SANTAI - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melepas jalan santai serangkaian hari jadi BPR Parasari Lukluk yang ke-50 dan BPR Parasari Sibang yang ke-29, bertempat di kawasan Puspem Badung, Minggu (29/12) kemarin. pada nasabah secara cepat, pasti dan murah. Bupati juga berharap sistem IT di Bank Parasari ini diperkuat dan dipermudah. “Setelah tahun 2020 ini Pemerintah Kabupaten Badung akan mengundang para pengurus BPR Parasari untuk diajak duduk bersama bagaimana bisa Pemkab Badung untuk ikut membesarkan BPR Parasasri,” katanya. Kemudian berkenaan dengan jalan santai, Bupati Giri Prasta berterima kasih karena Parasari Grup ikut membantu mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. “Kegiatan yang positif ini amat sangat perlu kita
dukung. Keberadaan perbankan ini tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dimana beberapa UMKM sudah menjadi binaan Parasari,” tegas Giri Prasta. Sementara itu, Dirut BPR Parasari Sibang I Wayan Eka Sudirta melaporkan, kegiatan dalam rangka HUT Parasari mengambil tema “Anagata Masa Prasama Nangun Sukerta” atau era baru bersama meraih sukses. Artinya Parasari Group siap bersaing di era 4.0 ini dengan merekrut SDM yang muda dan milenial serta memiliki skill dan kompetensi di bidang teknologi dan perbankan. (ad700)
PROGRAM Magister (S2) Perencanaan Pariwisata (Tourism Business Planning), jurusan pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB), Sabtu (28/12) lalu memperingati hari jadinya yang pertama. Momen tersebut terhitung sejak keluarnya SK Menristekdikti 1246/ KPT/I/2018 pada 28 Desember 2018, sehingga berdasarkan nomenkaltur yang ada program studi ini merupakan terapan perencanaan pariwisata pertama dan hingga kini satusatunya di Indonesia. Selama ini banyak bermunculan Program Studi (Prodi) Pariwisata, Prodi Kajian Pariwisata atau Program Magister Manajemen berkonsentrasi pariwisata sebagaimana terdapat di banyak universitas, institut, dan sekolah tinggi. Hari ulang tahun yang cukup spesial ini dilaksanakan di Gedung MICE PNB di Kampus Bukit Jimbaran, Badung. Dihadiri para pejabat jurusan pariwisata, seperti Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, para Ketua Prodi, Ketua Kurikulum, dan seluruh dosen Prodi Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB serta para mahasiswa angkatan pertama. Ketua Jurusan Pariwisata,I Ketut Suarta, S.E., M.Si. menyatakan pihaknya bersyukur dalam semester pembelajaran yang sudah berjalan, prodi kebanggaan jurusan pariwisata maupun PNB ini sudah berlangsung on the track. Suarta mengakui keunggulan
penting yang dimiliki prodi ini adalah keberadaan green tourism sebagai paradigma kampus yang diimplementasikan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Green tourism sebagaimana marwahnya menjaga keselarasan dan sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali yang mengedepankan “Nangun Sad Kertih Loka Bali”. Menurut Suarta, konsekuensi logisnya bagi Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata adalah konten kurikulum dan proses pembelajaran, kegiatan penelitian dan penulisan artikel, serta praktik pengabdian kepada masyarakat. Semuanya berbasis atau setidaknya bernuansakan konsep-konsep green living. Artinya, apapun realitas yang terjadi di dunia industri pariwisata langsung menjadi subject-matter pembelajaran di kelas. Tidak mengherankan napas pembelajaran di kampus berbranding The School of Managers in Tourism ini adalah link and match, yakni kepaduan antara apa yang terjadi di industri pariwisata dan apa yang ditekuni di kampus. Apalagi profil lulusan kampus ini adalah pemimpin dan manajer industri pariwisata, akademisi dan peneliti ilmu terapan pariwisata, serta entrepreneur dan birokrat kepariwisataan. Ketua Prodi Magister Perencanaan Pariwisata PNB Dr. I Gede Mudana, M.Si.
HARI JADI - Program Magister (S-2) Perencanaan Pariwisata (Tourism Business Planning), jurusan pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB), Sabtu (28/12) lalu memperingati hari jadinya yang pertama. mengingatkan, mulai tahun mendatang prodinya akan menjalani proses akreditasi nasional (Akreditasi Program Studi 4.0). Selain akreditasi internasional karena proses pembelajarannya sudah menggunakan modul internasional, melaksanakan seminar internasional, merealisasikan program double-degree dengan sebuah universitas di Eropa, menerbitkan buku dan semakin mengglobalkan jurnal-jurnal internasional ilmu terapan pariwisata yang dikelola secara internal. Seperti International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events (IJASTE), Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality (JASTH), dan International Journal of Green Tourism Research and
Applications (IJOGTRA). Demi menjaga kualitas pendidikan prodinya, tahun depan pihaknya konsisten mencari satu kelas atau tidak lebih dari 35 mahasiswa saja. Namun kini sudah lebih dari 10 calon mahasiswa baru siap mendaftar. Padahal pendaftaran online di sion.pnb.ac.id baru dibuka 6 Januari. Dikatakannya, informasi pendaftaran selengkapnya dapat diperoleh di s2pariwisata.pnb.ac.id. Seperti biasa, sebelum diterima menjadi mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, para pelamar akan menghadapi seleksi administrasi, tes tulis, Toefl, tes wawancara, dan tes kepribadian yang diadakan sekitar Mei 2020. Perkuliahannya sendiri dimulai awal September. (ad699)
Puluhan Ribu Ranmor Diprediksi Masuk Bali Badung Selatan Mulai Padat Kendaraan
Mangupura (Bali Post) Kepadatan arus lalu lintas mulai dirasakan masyarakat Bali, khususnya di Denpasar dan Badung. Salah satu penyebabnya adalah kendaraan bermotor (ranmor) dari luar sudah mulai masuk Bali. Puluhan ribu ranmor diprediksi akan masuk Bali saat liburan akhir tahun. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatlantas AKP Adi Sulistyo, Minggu (29/12) kemarin mengatakan, penutupan sejumlah jalur di Kuta dimulai pada Selasa (31/12) pukul 16.00 Wita. Sedangkan jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan sebanyak 2.277 orang, terdiri dari Polresta Denpasar 1.275 orang, Polda Bali (Sabhara, Brimob, dan Raimas) 220 orang, TNI 54 orang, Dishub 62 orang, Satpol PP 50 orang, pecalang 104 orang, Pam Internal 500 orang, dan Senkom 12 orang. Sementara lokasi parkir yaitu di Lapangan Tri Sakti
di Jalan Patih Jelantik, Central Parkir, Jalan Raya Kuta, areal parkir mall dan hotel, Bali Anggrek dan parkir umum Desa Adat Legian. “Saat mengendarai motor pakailah helm. Naik motor jangan ugal-ugalan,” tegas Kombes Ruddi. Sementara itu, Kasatlantas AKP Adi mengatakan, 20 ribu kendaraan masuk Bali dan kemungkinan lebih banyak lagi. Kendaraan luar Bali tersebut mengarah ke Kuta. “Di Bandara Ngurah Rai juga meningkat karena banyak penjemputan. Kepadatan terjadi kira-kira sore sampai malam hari. Mobil tersebut menjemput wisatawan dan
juga ada yang mengantar,” ungkapnya. Kendaraan luar Bali tersebut didominasi roda empat. Kalau kendaraan roda dua berasal dari Banyuwangi dan daerah yang dekat Bali. Sedangkan untuk kendaraan roda empat masuk Bali, bahkan dari Jakarta dan Badung. Untuk pengamanan malam tahun baru, menurut Adi, pihaknya mengerahkan 190 personel. Mengingat libur Nataru sampai 5 Januari. Untuk itu, pengerahan personel hingga 6 Januari 2020. “Di Kuta akan diberlakukan car free night. Hanya ada pejalan kaki saja di sana,” ungkapnya.
Mulai Meningkat Dibandingkan hari biasa, arus lalu lintas (lalin) di sejumlah ruas jalan menuju kawasan Badung Selatan juga mulai meningkat. Untuk jalur menuju Kuta, Kuta Selatan, dan Kuta Utara mulai padat kendaraan. Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, Tofan Priyanto, kondisi kepadatan lalu lintas ini melonjak cukup drastis. Hal ini karena bertepatan dengan libur sekolah. Peningkatan volume arus lalu lintas tersebut terjadi sejak 22 Desember 2019. Kondisi yang paling terlihat yakni di ruas jalan seperti Kuta dan Kuta Utara. Dimana fokus kepadatan lalin terjadi di jalan menuju kawasan pantai, seperti Jalan Pantai Kuta, Jalan
Bali Post/edi
Legian, Seminyak, Canggu dan Petitenget. Sementara untuk wilayah Kuta Selatan, menurutnya relatif masih bisa dikendalikan walaupun juga terjadi peningkatan volume kendaraan di wilayah tersebut. Untuk mengatensi hal tersebut, pihaknya telah mengerahkan 165 personel ke lapangan. Dimana 140 personel di antaranya difokuskan untuk mengatensi wilayah Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait dengan pemantauan dan pengamanan wilayah. Peningkatan tersebut diprediksi akan terjadi hingga awal tahun 2020. Hal itu itu sejalan dengan masa libur sekolah yang diketahui berlangsung hingga awal tahun. (kmb36/kmb23)
Bali post/edi
PADAT - Arus lalu lintas di underpass Simpang Dewa Ruci mulai terlihat padat kendaraan. Hal ini disebabkan banyak kendaraan luar Bali masuk untuk menikmati liburan akhir tahun di Bali.
Okupansi Hotel Sentuh 80 Persen Lebih Mangupura (Bali Post) Kedatangan wisatawan ke Bali, khususnya ke Kabupaten Badung terus mengalami peningkatan. Lonjakan menjelang perayaan Tahun Baru 2020 tercermin dari tingkat okupansi hotel yang mencapai angka 80 persen lebih. Lonjakan tingkat hunian hotel ini terjadi mulai November 2019.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra saat dikonfirmasi perihal tersebut, Minggu (29/12) kemarin, meyakini tingkat kunjungan akan terus meningkat. Pejabat asal Kuta ini optimis kedatangan wisman akan mencapai angka 6,2 juta. “Hingga November 2019, kujungan wisatawan yang datang ke Badung sudah
mencapai 5,719,337 orang. Sedangkan target kami 6 juta wisatawan. Jadi kami prediksi hingga akhir Desember 2019 ini mencapai 6,2 juta,” ujarnya. Plt. Dinas Perikanan Badung itu membandingkan kunjungan wisatawan ke Gumi Keris dari tahun sebelumnya juga mengalami peningkatan. Sesuai data
dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, kunjungan wisatawan di tahun 2018 hingga November mencapai 5,571,654. “Tahun ini kunjungan wisatawan meningkat sebanyak 147,683 orang. Kami tetap optimis kunjungan mencapai target. Kini wisatawan yang banyak datang ke Bali adalah wisatawan Eropa dan Australia,” katanya.
Berdasarkan data dari Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA), tingkat hunian hotel sudah terlihat meningkat pada 28 Desember 2019 dengan capaian 89,34 persen. Begitu juga mengalami peningkatan pada keesokan harinya mencapai 90,23 persen. Termasuk pada 30 Desember 2019 mencapai 95,96 persen. (kmb27)
BERSIHKAN - Salah satu petugas kebersihan saat sedang membersihkan sampah kiriman berupa rumput laut, Minggu (29/12) kemarin.
Sampah Rumput Laut Mulai Menepi di Pantai Jimbaran
Mangupura (Bali Post) Sampah kiriman berupa rumput laut, mulai menepi di Pantai Jimbaran. Kondisi ini sudah terlihat sejak sebulan lalu. Bahkan sampah rumput laut tersebut sudah diangkut petugas dengan menggunakan lima truk. Menurut salah seorang tenaga kebersihan hotel di Jimbaran, Wayan, mengatakan munculnya sampah rumput laut ini menandakan awal datangnya sampah kiriman. “Kalau rumput laut sudah menepi, artinya musim sampah kiriman sudah mulai datang,” katanya. Ia mengatakan sampah rumput laut tersebut biasanya datang pada malam hari. Untuk itu, pada pagi harinya harus segera dibersihkan. Karena bila tidak cepat ditangani,
biasanya pada saat siang hari sampah tersebut kembali dibawa ombak ke tengah laut. “Biasanya sampah kiriman datang saat November, berbarengan dengan musim hujan,” pungkasnya. Sementara itu, Lurah Jimbaran, Ketut Rimbawan, saat dikonfirmasi Minggu (29/12) kemarin tidak menampik adanya kondisi tersebut. Kata dia, sampah kiriman yang mulai menepi di sepanjang Pantai Jimbaran berupa sampah rumput laut. Namun volume sampah tersebut diakuinya belum terlalu banyak. Untuk membersihkan sampah tersebut pihaknya sudah mengimbau pihak hotel dan usaha yang berada di sepanjang pantai untuk bisa membersihkan bersama-sama dengan DLHK Badung. (kmb23)
Senin Wage, 30 Desember 2019
Kaleidoskop Kekerasan Perempuan 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Pemberdayaan Perempuan
TIDAK bisa dimungkiri perbedaan perlakuan antara lelaki dan perempuan masih terlihat jelas. Tak hanya dalam politik juga dalam keseharian di masyarakat. Tak jarang pula memunculkan diskriminatif terhadap kaum perempuan. Bahkan kerap terjadi kekerasan terhadap perempuan. Fenomena seperti itu tentu tak bisa dibiarkan. Persamaan gender mesti diwujudkan. Hal ini harus mulai dibangkitkan. Tidak saja terhadap kesadaran kaum adam, juga edukasi untuk membuat persepsi yang sama terhadap kaum perempuan. Apalagi selama ini kaum perempuan kerap dianggap menjadi ‘’korban’’. Berdasarkan hasil survei Demografi dan Kesehatan, masih kerap terjadi kekerasan terhadap perempuan dengan berbagai alasan. Perdagangan perempuan dan prostitusi juga merupakan ancaman serius bagi perempuan Indonesia, terutama mereka yang miskin dan kurang berpendidikan. Sebenarnya pemberdayaan perempuan telah lama didengungkan. Bahkan pada konferensi Wanita Internasional di Nusa Dua, Bali, beberapa tahun silam, hal tersebut juga menjadi topik bahasan. Tujuan dari konferensi ini adalah tercapainya pemberdayaan perempuan di berbagai bidang, seperti politik, pemerintahan, media hingga pendidikan. Selain itu, akan terbangun kesadaran perempuan untuk menjadi seorang pemimpin. Jadi tidak ada lagi bias gender dan tidak ada lagi pemisahan antara laki-laki dengan perempuan. Perempuan juga bisa menduduki posisi-posisi strategis dan tidak ada lagi pembatasan terhadap hak-hak perempuan. Itu barangkali yang menjadi sasarannya. Sebelum diadakan konferensi, Indonesia telah menetapkan berbagai undang-undang untuk melindungi perempuan. Utamanya dari kekerasan fisik. Namun hal tersebut tidak serta merta menghilangkan kekerasan terhadap perempuan. Harus pula diakui, kampanye keadilan dan kesetaraan gender mulai mengemuka dalam kehidupan masyarakat adat Bali. Ini tentu keharusan atas dinamika perkembangan global yang mendesakkan penguatan arus utama gender. Desakan global ini menekankan pentingnya penguatan kesetaraan dan keadilan gender. Akses kaum perempuan untuk memainkan peran produktif dan sosial politik otomatis menjadi bagian dari desakan itu. Dalam konteks kehidupan masyarakat adat Bali pun tentu peran perempuan ini mustahil diabaikan. Tetapi, perempuan Bali diharapkan tidak sampai melupakan peran reproduktifnya ketika keran peran produktif maupun sosial politik kian terbuka lebar. Contoh, ketika karier politik seorang perempuan Bali mulai bersinar tentu peran reproduktifnya sebagai perawat tradisi jangan sampai hanya menjadi kenangan masa silam. Apalagi di Bali era baru ini. Perempuan Bali harus bisa mengabdi pada ‘’dua dunia’’. Pertama harus tetap melakoni pekerjaan sebagai seorang ibu dan istri. Kedua harus mampu pula mengisi ruang public, baik yang bersifat ekonomi maupun sosial. Keduanya harus bisa berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan.
Tahun 2019 segera berlalu dan tergantikan tahun 2020. Momentum akhir tahun ini penting dilakukan refleksi kritis atas semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya terkait kekerasan terhadap perempuan. Kasus kekerasan terhadap perempuan yang kerap terjadi adalah kekerasan seksual. Semua pihak mesti terus bergandengan tangan guna melawan kekerasan seksual terhadap perempuan. Faktanya, kasus terus bermunculan dan keadilan belum memihak kepada korban perempuan.
Oleh Ribut Lupiyanto emanusiaan publik tersentak dengan hukum yang tidak berpihak pada keadilan. Sudah jatuh tertimpa tangga. Alih-alih korban perempuan mendapatkan perhatian justru sebaliknya terkena risiko menjadi pesakitan. Perhatian nasional dan alarm harus dinyalakan terkait kian meningkatnya kasus seksual serta penyakit sosial lainnya. Kasuskasus yang menyertai kekerasan, konflik, dan radikalisme semakin kompleks dan tidak bisa disikapi hanya pada wilayah hilir. Indonesia mesti terus menyupayakan solusi di semua lini. Pemerintah dan pihak lain penting menyikapi dan mencari solusi setiap potensi penyakit sosial secara komprehensif dan sistematis mulai dari identifikasi hulu masalah dan menyentuh seluruh aspek. Literasi mesti sampai kepada semua komponen bangsa. Penyakit sosial mesti diruwat dan kondusivitas sosial harus dirawat. Kekerasan seksual termasuk ranah kriminalitas. Kriminalitas adalah bentuk penyakit sosial kronis. Kartasaputra (2011) mengung-
kapkan penyakit sosial timbul karena berbagai penyimpangan terhadap norma masyarakat. Ditambahkan bahwa penyimpangan tersebut terjadi karena beberapa faktor. Pertama, karena tidak adanya figur yang bisa dijadikan teladan dalam memahami dan menerapkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kedua, pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik. Ketiga, proses sosialisasi yang negatif. Terakhir, karena merasakan adanya ketidakadilan. Fenomena penyakit sosial dapat mengarah pada frustrasi sosial. Indonesia pada tahun 2017 dihadang masalah frustrasi sosial. Beberapa faktor yang memengaruhi frustrasi sosial, antara lain faktor kemiskinan struktural, lonjakan pengangguran akibat sempitnya lapangan kerja, dan ketimpangan sistem pendidikan (Sasongko, 2016). Selama sepuluh tahun terakhir, jumlah pelaporan dari kekerasan terhadap perempuan cenderung meningkat. Hanya pada 2010 dan 2016 angka pelaporan menurun (Komnas Perempuan, 2019). Kekerasan terhadap perempuan yang di-
S URAT PEMBACA Bebaskan Lahan Pertanian di Gianyar dari Pajak Kapan Pemkab Gianyar bisa membebaskan lahan pertanian dari PBB-P2? Petani sudah sangat kesulitan akibat tingginya biaya produksi seperti pupuk dan jasa pertanian lainnya. Hasil panen terutama padi juga tidak seberapa. Belum lagi faktor musim yang seringkali membuat petani mengalami gagal panen dan gagal tanam.
laporkan pada 2018 mencapai 406.178 kasus, meningkat 16,6% dibandingkan 2017 yang sebanyak 348.446 kasus. Kekerasan yang dialami perempuan paling banyak berupa kekerasan seksual. Data KRPA menunjukkan bahwa tiga dari lima perempuan pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik sepanjang tahun 2019 ini. Refleksi Kritis Perlawanan mesti diupayakan melalui tanggap daurat dan peta jalan dalam mengantisipasi kekerasan dan penyakit sosial agar tidak terulang. Beberapa pendekatan dan strategi penting diperhatikan. Pertama adalah membudayakan laku nirkekerasan. Budaya ketimuran kita mengajarkan adanya musyawarah dan penghargaan atas rasa kemanusiaan. Laku nirkekerasan menjadi penciri budaya tersebut. Pendidikan sejak dini penting menguatkan budaya nirkekerasan. Pendekatan keagamaan mesti menjadi strategi fundamental bahwa agama melarang aksi kekerasan yang tidak manusiawi. Kedua adalah menunjukkan keteladanan pemimpin. Perangai
pemimpin di setiap level akan senantiasa diamati hingga diikuti secara tidak sadar oleh publik. Elite-elite yang gemar mempertontonkan kebencian, emosi kasar, hingga perilaku mengarah kekerasan penting mengurangi hingga menghindarinya. Pemimpin mesti menjadi teladan yang tegas, taat hukum, dan berjiwa sosial tinggi. Ketiga adalah membuktikan keadilan pemerintah. Ketidakadilan yang dirasakan masyarakat menjadi faktor penting dalam memicu frustrasi sosial hingga penghakiman massal. Pemerintah mesti membuktikan adanya ketegasan penegakan hukum serta minimalisasi ketimpangan sosial ekonomi. Alih-alih menyikapi kritik, pemerintah jangan sampai justru terjebak dengan frustrasi diri. Balasan pembungkaman kebebasan menjadi alarm yang mesti dihindari. Keempat adalah sosialisasi gerakan sadar hukum secara masif. Aparat hukum mesti menjadi pihak yang benar-benar terpercaya dan tidak justru menjadi bagian yang bermasalah. Gerakan sadar hukum mesti digencarkan. Tidak hanya sebatas sosialisasi regulasi, namun sistematika penindakan hukum mesti diberikan. Alur pelaporan mesti dipermudah melalui berbagai media berbasis IT. Penegak hukum mesti memberikan jaminan sigap dan profesional dalam setiap penanganan pelaporan. Praktik-praktik di depan mata dan menjadi rahasia umum mesti tetap ditindak tanpa menunggu ledakan masalah atau laporan publik. Patroli keamanan
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Pertanian sering digembargemborkan sebagai sektor yang harus dijaga. Selain untuk menjaga pasokan pangan, pertanian juga sangat berkaitan dengan pelestarian budaya Bali. Tetapi kalau petani tetap dibebani pajak lahan pertanian, tentu tujuan luhur itu tidak akan bisa terwujud. Pajak dari sisi persentase memang kecil. Tetapi bayangkan jika lahan pertanian yang dimiliki petani cukup luas, tentu pajaknya juga tinggi. Padahal sekali lagi, hasil pertanian tidaklah seberapa.
Maka jangan salahkan petani kalau akhirnya tergiur untuk menjual lahannya apakah untuk perumahan atau akomodasi pariwisata. Sebab, petani perlu biaya hidup sehari-hari. Di kabupaten lain sudah ada program subsidi pajak untuk lahan pertanian. Sementara Gianyar yang bukan kabupaten miskin, belum bisa menerapkannya. Memang sudah ada program pemutihan denda pajak lahan pertanian. Instansi terkait turun langsung untuk itu. Namun di balik manfaat program tersebut, juga ada kekurangannya yaitu
tidak memperhatikan kondisi riil di lapangan. Masalahnya, petani tetap harus bayar pajak meskipun sedang mengalami gagal panen. Saya berharap Pemkab Gianyar bisa mensubsidi sepenuhnya PBB-P2 untuk lahan pertanian. Tujuannya selain melindungi petani, tentu saja dalam rangka melestarikan pertanian itu sendiri. Hal ini mengingat daya tarik pariwisata Gianyar tak terlepas dari asrinya lahan-lahan pertanian. Semoga pertanian tetap terjaga.
mesti terus dilakukan aparat bagaimanapun kondisi suatu wilayah. Teknologi pemantau seperti CCTV dapat diperbanyak guna mengantisipasi minimnya SDM aparat. Kelima adalah meminimalisasi pengaruh media-media yang menampilkan kekerasan terhadap perempuan, meskipun dikemas dalam hiburan. Media televisi, media sosial, dan lainnya yang memuat konten kekerasan mesti dilarang penayangannya. Seluruh sektor dan institusi mesti bersinergi guna mengantisipasi dan meminimalisasi kekerasan terhadap perempuan. Perempuan adalah pilar utama yang menjamin kualitas generasi penerus bangsa. Kondusivitas sosial menjadi penciri pencapaian tingkat keadilan, penegakan hukum, dan memicu peningkatan investasi. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
POJOK
Pengembangan pariwisata Bali agar berpihak pada rakyat. - Bukan investor. ***
Pertanian menyerap paling banyak tenaga kerja di Bali. - Bukan basa-basi. *** Hadapi Pilkada 2020, sejumlah partai di Bali galang koalisi. - Bersatu rebut kekuasaan.
Komang Putra, Gianyar
Kesehatan
CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana
Bali Resik Sampah Plastik dan Tirtayatra di Pura Ulun Danu Batur dan Pura Besakih HardysCorp yang didirikan oleh putra Bali, Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy, pada 11 Juli 1997, yang saat ini telah melepaskan seluruh aset unit bisnisnya guna menyelesaikan kewajiban kepada seluruh krediturnya. Akan tetapi HardysCorp tetap melakukan CSR HardysPeduli yang dilaksanakan melalui HardysFoundation dengan mendukung program Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan citacita dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali yang terkonsep dalam visi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Implementasi dari konsep Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda ini juga tercantum dalam 9 Pilar HardysCorp. HardysCorp bersama seluruh unit bisnisnya rutin melakukan kegiatan tirtayatra ke pura yang ada di Bali sampai dengan di luar Bali guna mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana terhadap keseimbangan alam. Kegiatan tirtayatra ini juga dibarengi dengan kegiatan CSR HardysPeduli yaitu ikut melaksanakan secara nyata program Pemerintah Provinsi Bali yaitu Gerakan Semesta Berencana: Bali Resik Sampah Plastik. CSR HardysPeduli kali ini melaksanakan kegiatan di kawasan Pura Ulun Danu Ba-
HardysPeduli - Pelaksanaan kegiatan CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik di kawasan Pura Besakih, Karangasem- Bali, Sabtu (28/12). tur, Bangli dan Pura Besakih, Karangasem pada hari Sabtu, 28 Desember 2019. Kegiatan CSR HardysPeduli ini dilaksanakan dan dihadiri oleh perwakilan keluarga HardysCorp, rekanan bisnis, masyarakat setempat dengan mengajak anak-anak karyawan, generasi muda HardysCorp, Hillary Angelina Gardenia Hardy (Hillary Hardy yang saat ini sedang bersekolah di Grade 11 UWC SEA Singapore), Lilly Harmony
Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy yang saat ini keduanya bersekolah di GMIS Bali, untuk mendapatkan edukasi secara nyata di lapangan. Konsep CSR HardysPeduli adalah mengutamakan pemberian bantuan dalam bentuk Jnana Yadnya melalui proses edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya dilaksanakan di publik area atau kawasan wisata, HardysCorp juga melaksanakan CSR di tempat ibadah. Melalui
CSR HardysPeduli diharapkan mampu membangun partisipasi masyarakat terutama generasi muda untuk berperan aktif dalam perlindungan lingkungan hidup dan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam ajaran Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda yaitu ketika kita memberi pelayanan kepada alam semesta, maka alam semesta akan memberi pelayanan terbaiknya kepada kita. (ad697)
UTD PMI Badung Jalin Kerja Sama dengan BPOM
Menuju Sertifikasi CPOB UNTUK menghasilkan produk biologi darah yang aman dan berkualitas, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Badung selama ini menjalin kerja sama dengan BPOM. Kerja sama ini kemudian diperpanjang lewat penandatanganan kembali MoU pada Jumat (27/12). Dengan perpanjangan kerja sama ini diharapkan selain mengawasi kualitas produk biologi darah yang dihasilkan UTD PMI Badung, pihak BPOM juga membina pihak UTD PMI Badung untuk bisa tersertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB). Ketua PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika mengatakan, perpanjangan kerja sama ini menandakan adanya koordinasi dan sinergitas antara UTD PMI Badung dengan BPOM. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan meningkatkan layanan kinerja UTD PMI Badung dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat Badung yang membutuhkan produk biologi darah yang bermutu, sehat dan kualitas. ‘’Kami diberikan bimbingan teknis, pendampingan serta saran dan rekomendasi. Selama ini semua sudah dijalankan dan ditindaklanjuti dengan baik oleh pihak UTD PMI Badung dan saat ini kami sedang mengarah ke sertifikasi CPOB,’’ ujarnya. Dengan dukungan penuh Bupati Badung, pihak UTD PMI Badung saat ini sedang bersiap memenuhi syarat sertifikasi CPOB, salah satunya pengadaan gedung. Ia berharap
dengan adanya gedung baru nanti pihak UTD PMI Badung bisa semakin memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat Badung. ‘’Tahun 2019 ini pihak UTD PMI Badung sendiri sudah memenuhi target di mana dari 6.000 kantong darah yang ditargetkan sudah tercapai 6.909. Dengan adanya gedung baru dan sertifikat CPOB, ke depan tentu diharapkan semakin meningkatkan layanan UTD PMI Badung, sehingga bisa mencapai salah satu misi dan visi Badung yaitu menuju Badung yang sehat dan sejahtera,’’ papar Kompyang. Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, kerja sama yang ditandatangani Jumat (27/12) adalah bentuk perpanjangan kerja sama yang sudah dijalin antara UTD PMI Badung dengan pihak BPOM. ‘’BPOM sebagai pengawas telah melak-
sanakan tugasnya dan saat ini akan semakin mendorong pihak UTD PMI Badung untuk bisa memproduksi produk biologi darah yang lebih berkualitas, aman dan bisa segera mendapatkan sertifikat CPOB,’’ ujarnya. Meski selama ini produksi biologi darah yang dihasilkan UTD PMI Badung selalu terjaga keamanan dan kualitasnya, menurut Aryapatni, dengan memiliki sertifikat CPOB artinya akan semakin meningkatkan kualitas dan keamanan produk biologi darah yang dihasilkan. ‘’Dengan sertifikat CPOB maka akan ada jaminan mutu dari produk yang dihasilkan. Ada sistem mutu dan personel yang terlatih. Prosesnya baku dan memiliki SOP sehingga terjadi konsistensi terhadap kualitas mutu produk,’’ jelas Aryapatni. (ad495)
MoU - Penandatanganan MoU antara UTD PMI Badung dengan BPOM, Jumat (27/12).
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Wage, 30 Desember 2019
Aplikasi Pasar Virtual Rancangan Kominfo Masih Tahap Penyempurnaan APLIKASI virtual menjadi pilihan mempromosikan beragam potensi di Kabupaten Tabanan di era kekinian. Untuk itu, Diskominfo Tabanan telah merancang aplikasi virtual yang bisa diakses masyarakat luas. Cukup menggunakan handphone android. Hanya program itu masih dipandang sebelah mata. Alasannya, karena kesadaran masyarakat memanfaatkan pasar virtual justru masih minim. Lalu bagaimanakah upaya-upaya penyempurnaan untuk aplikasi virtual itu?
Walau sudah ada aplikasi virtual, namun proses penyempurnaan terus dilakukan, khususnya kelengkapan datanya. Apalagi tahun 2020 aplikasi ini mendapatkan anggaran (DPA) sebesar Rp180 juta. Kasi Pengembangan Ekosistem E-Government I Gusti Putu Winiantara seizin Kepala Diskominfo Tabanan I Putu Dian Setiawan, Minggu (29/12) kemarin menjelaskan, perkembangan teknologi yang cukup pesat di era sekarang ini menyebabkan bermunculan berbagai media sosial. Dengan teknologi aplikasi virtual, tentu saja menjadi salah satu pendukung mempermudah mempromosikan beragam potensi Kabupaten Tabanan. ‘’Lewat aplikasi ini nantinya akan memudahkan setiap orang mengenal, mengeksplorasi tentang
FISIP UNR Gelar Kuliah Umum
Bahas Kebijakan Ekonomi Kreatif Dalam Perencanaan Pembangunan PROGRAM Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai (FISIP UNR) menggelar kuliah umum ‘’Kebijakan Ekonomi Kreatif Dalam Perencanaan Pembangunan Kota/Desa Melalui City Branding’’ di Audiitorium UNR, Sabtu (28/12). Kuliah umum yang diisi narasumber dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Komang Wena Wahyudi diikuti ratusan mahasiswa UNR. Wena adalah founder event creator dan creative juggler. Kuliah umum itu bertujuan menambah wawasan atau pengetahuan mahasiswa tentang ekonomi kreatif dalam perencanaan pembangunan kota/desa. Dekan FISIP UNR Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP. menjelaskan, di era globalisasi saat ini persaingan citra dalam konteks city branding semakin ketat. City branding bukan hanya sekadar strategi komunikasi, tagline, identitas visual ataupun berupa logo. City branding merupakan proses strategis mengembangkan visi jangka panjang sebuah daerah atau kota yang relevan dengan sasaran publiknya. City branding direncanakan dengan tujuan khusus yang diarahkan pada keunggulan citra kota hingga ekonomi. ‘’Beberapa kota melakukan strategi dengan menerapkan city branding. Hal itu dianggap menguntungkan bagi para pemangku kepentingan,’’ ujarnya. Dr. Gede Wirata menambahkan, city branding adalah proses atau usaha membentuk merek dari suatu kota untuk mem-
Sebenarnya, kata Winiantara, progres aplikasi ini sudah ‘’dilempar’’ ke publik. Bahkan respons masyarakat sejauh ini sudah lebih dari tiga ribu user yang menggunakan aplikasi ini. Hanya memang diakui pendataannya belum lengkap sepenuhnya. Alasannya, karena ini konsepnya comunity based. Artinya, bagaimana datanya tergantung masyarakat yang meng-upload. (bit)
Bus Tabrak Pejalan Kaki dan Pengendara Motor Tabanan (Bali Post) -
Bus pariwisata Bali Radiance kehilangan kendali, kemudian menabrak tiga pejalan kaki, pengendara motor, dan empat sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan Banjar Sekargula, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Jumat (27/12) lalu. Beruntung lakalantas itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya seorang ibu pejalan kaki dan dua anak balitanya serta dua pengendara motor mengalami luka-luka. Mereka harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
KULIAH UMUM - FISIP UNR menggelar kuliah umum dengan mengundang pembicara dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Komang Wena Wahyudi. permudah kota tersebut memperkenalkan kotanya dengan target pasar. Baik investor, turis, talent, dan event dengan menggunakan kalimat positioning, slogan, ikon, dan berbagai media lainnya. Sebuah city branding bukan hanya sebuah slogan atau kampanye promosi. Akan tetapi suatu gambaran dari pikiran, perasaan, asosiasi dan ekspektasi yang datang dari seseorang, ketika orang tersebut melihat atau mendengar sebuah nama, logo, produk, layanan, event ataupun berbagai simbol dan rancangan yang menggambarkannya. City branding itu merupakan strategi suatu negara atau daerah untuk membuat positioning yang kuat di dalam target pasar mereka. Seperti layaknya positioning sebuah produk atau jasa, sehingga negara dan daerah dapat dikenal secara luas di seluruh dunia. Strategi itu di antaranya memperkenalkan kota atau daerah lebih dalam ketika
menerapkan city branding itu dipercaya dapat memperbaiki citra positif, menarik wisatawan asing dan domestik, menarik minat investor berinvestasi dan juga meningkatkan perdagangan Rektor UNR Dr. Drs. N. Sura Adi Tanaya, M.Si. mengapresiasi tema yang diangkat FISIP UNR. Tema itu sesungguhnya merupakan tema baru. Tema itu menantang bagaimana menciptakan kebijakan ekonomi kreatif di Bali itu sendiri. Sebab, Bali sendiri tidak memiliki sumber daya alam (SDA). Karena itu, menurutnya tema itu harus dipikirkan, didalami bagi seorang calon pemimpin. Disadari modal SDA itu bisa habis. Sebaliknya, sumber ekonomi kreatif tidak pernah habis selama manusia itu masih hidup. Karena itu, tema itu sangat tepat untuk calon pemimpin masa depan. Bisa saja pemimpin kelak dalah salah satu dari mahasiswa yang hadir di sini. Potensi masyarakat mendukung city branding juga sangat penting. (ad651)
Mulai Berbenah di Tahun 2020
Objek Wisata Uluwatu dan Labuansait Terapkan ’’E-Ticketing’’ DALAM meningkatkan pendapatan, kinerja ebih baik, terukur secara transparan dan akuntabel, pihak pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu dan Labuansait awal tahun 2020 mulai berbenah. Pembenahan secara dinamis itu dilakukan dengan cara menerapkan inovasi sistem e-ticketing. Dengan diterapkannya e-ticketing ini, khusus di Uluwatu akan ada dua entrance gate representative. Sehingga ada pemisahan akses menuju pura antara pamedek yang akan melakukan persembahyangan dengan wisatawan yang berkunjung. Untuk memperkenalkan penerapan sistem e-ticketing ini, Desa Adat Pecatu bersama Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu menggandeng pihak Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD) mengadakan sosialisasi pelaksanaan eticketing untuk retribusi masuk ke Objek Uluwatu dan Labuansait Pecatu, Sabtu (28/12). Hadir dalam sosialisasi itu Klian Desa Adat Pecatu I Made Sumerta, S.H. beserta prajuru Adat Pecatu, Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Drs. I Wayan Wijana, S.H. beserta jajaran manajemen dari pihak BPD Bali. Melalui sosialisasi itu, Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Drs. I Wayan Wijana, S.H. mengharapkan pelaksanaan e-ticketing yang di-support pihak BPD Bali itu dapat terlaksana dengan baik. Proses percobaan penerapan e-ticketing ini dimulai awal tahun 2020. ‘’Pelaksanaan ini diharapkan kian meningkat dan kiner-
potensi Tabanan. Karena segala informasi potensi Tabanan ada di aplikasi itu,’’ ucapnya. Pada aplikasi virtual masyarakat nantinya bisa mengakses informasi mulai dari kuliner, pertanian, UKM, hotel, rumah sakit, apotik, pelayanan publik, dan semuanya. ‘’Jadi semacam pasar virtual untuk mempromosikan seluruh potensi di Tabanan. Kalau ingin tahu tentang informasi apa saja, cukup dilihat di aplikasi tersebut,’’ terangnya lagi. Guna penyempurnaan aplikasi itu, anggaran yang didapat tahun 2020 akan diperuntukkan sewa hosting, biaya pemeliharaan dan update aplikasi. Pasalnya, saat ini masih kerja sama dengan pihak ketiga. Selain itu, ditambah pelatihan bagi operator di Kominfo.
SOSIALISASI - Klian Desa Adat Pecatu I Made Sumerta, S.H. (dua kanan) bersama Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Drs. I Wayan Wijana, S.H. (tiga kanan) saat sosialisasi eticketing kawasan Uluwatu, Sabtu (28/12). janya lebih baik, terukur, transparan dan akuntabel. Saat ini telah terlaksana sistem manajemen yang lebih profesional dari sebelumnya,’’ tegas Wijana. Sistem e-ticketing ini, lanjut Wijana, diharapkan dapat mendata secara akurat, tepat dan terukur klasifikasi wisatawan. Selain itu, keunggulan lainnya dapat meningkatkan pelayanan prima terhadap wisatawan, sistem pelaporan, pembayaran yang terintegrasi baik dengan bank serta kemudahan yang didapat wisatawan. Klian Desa Adat Pecatu I Made Sumerta, S.H. mengatakan, sangat mendukung program ini untuk meningkatkan pelayanan. Sistem e-ticketing, kata Sumerta merupakan program yang sudah diusulkan sejak lama. Dengan adanya support dari pihak bank BPD, penerapan e-ticketing ini diharapkan terlaksana di tahun 2020. Meski demikian, pihaknya mengaku akan mengomunikasikan kembali dengan dinas terkait di pemerintah Kabupaten Badung. Mengingat
peralatan yang rencananya menggunakan autogate ini, tentu perlu penempatan bangunan. ‘’Kita perlu infrastruktur tempat peralatan autogate ini mengingat autogate rentan rusak kalau kena hujan. Kita akan informasikan kepada pemerintah Badung,’’ katanya Kadis Pariwisata Badung Made Badra mengatakan, untuk e-ticketing ini akan menggunakan sejenis barcode yang bisa diakses semua jenis pelayanan pembayaran online. Di Badung pihaknya sudah mengumpulkan enam destinasi. Seperti pantai Pandawa, Labuansait, Taman Ayun, Nung-nung, Sangeh termasuk Uluwatu. Penerapan e-ticketing itu sangat bagus mendapatkan data lebih akurat. Data-data demografi dengan mudah didapat pemerintah. Seperti umur wisatawan, negara asal, dan sebagainya. ‘’Ini sangat bermanfaat. Jadi bukan hanya sekadar online. Namun ada kegunaan lain yang bisa dimanfaatkan pemerintah terkait pengembangan pariwisata di Badung ke depannya,’’ bebernya. (kmb/k150)
Dari informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi pukul 20.15 Wita. Bus pariwisata nopol DK 7485 FY yang dikemudikan I Putu Sudita (42) asal Banyuning, Singaraja itu datang dari arah Singaraja dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di depan sebuah minimarket, pengemudi bus terkejut melihat ada warga menyeberang jalan. Meski telah
berusaha mengerem dan menghindar, karena jarak terlalu dekat bus lalu menabrak pejalan kaki yang menyeberang atas nama Ni Putu Mega Perantini (30) bersama dua balitanya, I Putu Devika Kanaya Kumani (2,5) dan I Made Depano (3 bulan). Mereka berasal dari Banjar Sekargula, Desa Mekarsari, Baturiti.
Bus yang dalam kondisi oleng ke kiri kemudian menabrak sepeda motor Honda Beat DK 4167 GAE yang dikendarai Ni Made Dian Purnami (21) asal Banjar Belah, Desa Luwus. Saat dia itu membonceng Ni Komang Nina Dewi (20) asal Banjar Beluangan, Perean Kangin. Keduanya pun terpental. Tidak berhenti sampai di
DITABRAK - Sejumlah sepeda motor termasuk pejalan kaki ditabrak bus pariwisata di wilayah Baturiti.
situ, bus selanjutnya menabrak empat sepeda motor yang parkir di pinggir jalan. Kemudian menyeruduk warung milik Ni Made Gandi hingga di bagian depannya rusak. Sopir bus selamat. Namun pejalan kaki Ni Putu Mega Perantini sakit pada dada tetapi tetap sadar. Saat ini dirawat di RSU Semara Ratih. Anaknya, Putu Devika, benjol di kepala atas, sadar lalu dirujuk ke BRSUD Tabanan. Anak kedunya, Made Depano, luka lecet pada hidung, sadar, dirawat di RSU Semara Ratih Luwus. Kedua pengendara motor Honda Beat DK 4167 GAE Ni Made Dian Purnami mengalami luka lecet pada telapak kaki kanan, sadar, dirawat di RSU Semara Ratih bersama Ni Komang Nina Dewi luka lecet pada lutut kaki kiri dan sadar. Empat sepeda motor yang ditabrak yakni Honda Vario DK 5146 GAA, Yamaha Jupiter DK 4958 GAT, Honda Scopy DK 4517 GAR, dan Yamaha N MAX DK 5016 GAB. Bus Bali Radiance itu selanjutnya diamankan di Mapolsek Baturiti. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp10 juta lebih. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan, kecelakaan terjadi karena pengemudi bus kurang hati-hati. (kmb28)
Senin Wage, 30 Desember 2019
Polisi Sasar Penjual Videotron Mulai Dilirik Sejumlah Perusahaan Kembang Api Tanpa Izin Jadi Sumber Pendapatan
Gianyar (Bali Post) Menjelang pergantian tahun, jajaran Polres Gianyar melakukan razia ke sejumlah tempat yang menjual kembang api, Minggu (29/12) kemarin. Polisi mengecek tiga penjual kembang api di Gianyar dan hasilnya semua diketahui telah mengantongi izin. Meski demikian, polisi akan terus menggencarkan razia dengan menyasar penjual kembang api tanpa izin. Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu I Ketut Suarnata mengatakan, dalam pengecekan kemarin pihaknya menyasar toko di Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar. Saat didatangi petugas, pemilik took, Ni Wayan Budiartini langsung menunjukan surat keterangan penjualan Nomor: SKET/03/X/YAN.2.4/2019/DIT INTELKAM, 15 Oktober 2019 dengan menjual kembang api merk Pegasus. Tidak berhenti sampai di situ, polisi lantas mendatangi toko mainan yang menjual kembang api di Jalan Wisma Gajah Mada Blahbatuh. Pemilik toko Risdianto juga menunjukan surat keterangan penjualan. Terakhir polisi mendatangi toko kembang api di Pasar Gianyar. Alhasil pemilik toko tersebut juga sudah mengantongi surat keterangan penjualan. “Dua toko ini menunjukan surat keterangan penjualan Nomor : SKET/114/XI/YAN.2.4/2019/Polres Gianyar tanggal 30 November 2019,” kata Iptu Suarnata. Ia menjelaskan, seluruh izin penjualan kembang api tersebut dikeluarkan Polda Bali. Jajaran Polres Gianyar hanya melakukan pemantauan. “Kita hanya melakukan pengecekan, sementara ketiganya sudah menunjukkan surat keterangan penjualan,” imbuhnya. Kini pihaknya masih memburu penjualan kembang api yang belum mengantongi surat keterangan penjualan tersebut. Bila ditemukan ada penjualan yang belum memenuhi ketentuan, maka pihaknya akan langsung mengambil tindakan. (kmb35)
Bali Post/nik
KEMBANG API - Sejumlah aparat kepolisian ketika melakukan pengecekan penjualan kembang api di salah satu toko, Minggu (29/12) kemarin.
Gianyar (Bali post) Videotron senilai Rp1,6 miliar yang terletak di jantung Kota Gianyar mulai dilirik sejumlah perusahaan. Bahkan ada yang sudah mengajukan proposal untuk mengontrak layar berukuran 12 x 6 meter tersebut. Bila kerja sama dijalankan, diyakini akan menjadi sumber pendapatan baru. Bahkan dalam waktu dekat Pemkab Gianyar bisa menambah videotron dengan ukuran kecil. Videotron yang menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar sebesar Rp1,6 miliar sudah menayangkan hasil kinerja pemerintah. Selain itu, proposal dari beberapa bank dan hotel pun telah masuk agar bisa ditayangkan di sana dengan sistem kontrak. Sehingga biaya pembangunan dalam setahun bisa kembali dan videotron yang lebih kecil akan dibangun kembali di beberapa titik. Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Minggu (29/12) kemarin mengungkapkan, sejumlah perusahaan yang mengajukan proposal agar program di perusahaannya bisa ditayangkan di sana. Proposal itu datang dari sejumlah bank, hingga akomodasi pariwisata. “Videotron dengan ukuran yang lebih kecil dikontrak ratusan juta per tahun. Kalau yang di Gianyar ini masuk lima perusahaan saja mengon-
trak hanya menayangkan programnya di sana dalam setahun anggaran pembangunan itu Rp 1,6 miliar sudah kembali,” ujarnya. Bupati Mahayastra menambahkan, bila pendapatan bisa konsisten, maka ke depan bisa digunakan untuk videotron tambahan. Khusus untuk videotron tambahan nanti akan dicarikan lokasi strategis, mulai dari daerah Ubud, di kawasan Jalan By-Pass Ida Bagus Mantra, termasuk nantinya akan dibangun di depan Pasar Umum Gianyar. “Nanti videotron ini bisa saja beranak, ditaruh pada tempat yang strategis,” paparnya. Dalam kesempatan tersebut, pria asal Payangan ini menyampaikan keberadaan videotron sudah membuat Kota Gianyar lebih milenial. Terutama dalam menyampaikan informasi terkait program di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, kemunculan layar lebar di tengah kota membuat suasana Kota Gianyar menjadi lebih hidup di malam hari. “Selain berbudaya, jadi Gianyar bisa dikenal dengan milenial. Bahkan masyarakat puas, kota menjadi lebih hidup. Biasanya jam 9 sampai jam 10 malam sudah seperti kota mati, kini sampai jam 11 malam pun masih ada bertahan. Kaum milenial menonton tayangan sambil beli nasi jinggo di sana,” imbuhnya. (kmb35)
Pemkab Konsisten Terapkan BK Gianyar (Bali Post) Memasuki tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar memastikan untuk tetap tidak menerapkan UHC (Universal Health Coverage) BPJS Kesehatan. Sikap ini sudah didasarkan pada Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 007/PUU-III/2005. Berdasarkan hal itu, Pemkab Gianyar akan konsisten menjalankan program Bantuan Kesehatan (BK). Hal ini diungkapkan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, belum lama ini. Bupati Mahayastra mengatakan, selama ini pelayanan BPJS kesehatan banyak menuai keluhan dari masyarakat. Selain itu, dana yang sudah dibayarkan untuk program BPJS hangus. Ter-
lebih memasuki tahun 2020 akan ada kenaikan iuran peserta BPJS yang hampir mencapai 100 persen. “Kita bayar (BPJS-red) uang hangus. Komplin masih banyak, mulai masalah rujukan dan sebagainya. Maka kami putuskan khusus untuk masyarakat Gianyar program BK itu,” jelasnya. Politisi PDI-P ini menerangkan sebelum diterapkannya program BK di Gianyar, selama tujuh bulan tidak ada pembayaran ke RS Sanjiwani oleh pihak BPJS Kesehatan. Hal itulah yang salah satu penyebab dari terganggunya pelayanan di RS. “Tujuh bulan tidak dibayar, kalau terus begini bagaimana rumah sakit kami tidak kolaps?” katanya.
Bila dibandingkan mengalokasikan anggaran pada APBD untuk membayar BPJS Kesehatan, pihaknya jauh lebih hemat menggunakan program BK. Bahkan dianggap lebih tepat sasaran karena tidak ada anggaran yang hangus. “Tidak bekerja sama dengan BPJS, saya efisiensi Rp 38 miliar. Kalau itu dipakai membangun jalan, 40 kilometer bisa saya buat. Kalau dana itu untuk beasiswa, berapa sumber daya manusia itu bisa kami cerdaskan,” imbuhnya. Pemkab Gianyar membuat program BK itu sudah didasarkan pada Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 007/PUU-III/2005 tentang Jaminan Sosial memberi jalan bagi pemerintah daerah un-
tuk mengembangkan program jaminan kesehatan sebagai sub sistem jaminan sosial di daerahnya. “Jadi sesuai keputusan MK, program BK ini sifatnya melengkapi. Jadi tidak tumpang tindih dengan program BPJS karena yang dilayani lewat program BK ialah masyarakat yang belum memiliki jaminan sosial,” jelasnya. Program ini meng-cover seluruh masyarakat Gianyar yang mau dirawat di kelas III RSUD Sanjiwani Gianyar. Ia menjelaskan, program BK sengaja tidak diisi nama khusus supaya tidak mengundang kontroversi di masyarakat. “Sengaja saya tidak isi nama yang khusus agar tidak mengundang kontroversi,” tandasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
MONITORING - Anggota DPRD Gianyar saat monitoring dan evaluasi terkait pelayanan Bantuan Kesehatan (BK) di RSUD Sanjiwani Gianyar, beberapa waktu lalu.
Senin Wage, 30 Desember 2019
PT Indo Bali Gas Grup Gelar Sunat Massal Gratis UNTUK keempat kalinya, PT Indo Bali Gas Grup menggelar kegiatan sosial berupa sunat massal secara gratis. Kegiatan sosial tahunan ini melibatkan peserta anak-anak sekolah hingga remaja. Sebanyak 50 orang lebih, dari usia 6 - 18 tahun menjadi peserta sunat massal yang digelar di Musholaa Bunda Anik, Jalan Surya Bhuana, Dalung Permai, Minggu (29/12) kemarin. Peserta sunat massal itu tidak hanya diikuti anak-anak
muslim. Namun juga diikuti sebanyak 13 orang anak-anak non-muslim. Sebab, terlepas dari kewajiban anak laki-laki muslim itu, sunat juga bermanfaat bagi kesehatan organ intim laki-laki. Sehingga siapa pun dan dari agama manapun boleh–boleh saja melakukan sunat. Sebelum disunat, para peserta secara berkelompok diajak menaiki dokar keliling di sekitaran Perum Permai. Tujuannya memberikan relaksasi kepada anak-anak,
SUNAT MASSAL - Owner PT Indo Bali Gas Grup Dewi Supriani, S.H. (2 dari kiri) bersama suami, H. Yahya Ali Alzubaidi (kiri), dan putra beserta menantu berfoto bersama sejumlah anak peserta sunat massal, ‘’Sunat Itu Menyehatkan’’.
sehingga anak-anak itu tidak tegang saat disunat yang melibatkan 4 orang dokter. Setelah disunat, peserta diberikan bingkisan berupa tas sekolah, sarung, celana sunat, dan obat-obatan. Owner PT Indo Bali Gas Grup Dewi Supriyani, S.H. didampingi suami, H. Yahya Ali Alzubaidi, mengatakan kegiatan sosial sunat massal gratis itu merupakan agenda rutinitas yang diselenggarakan PT Indo Bali Gas Grup pada liburan panjang anakanak sekolah. Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur PT Indo Bali Gas Grup kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang diberikan selama setahun terakhir ini. Sehingga, anugerah yang diberikan itu harus dibagi kepada orang-orang yang membutuhkan. ‘’Terlepas dari kewajiban yang harus dilakukan anak laki-laki muslim, kegiatan sunat massal ini kami buka tidak hanya untuk anak-anak muslim, tetapi juga kepada anakanak non-muslim. Sebab, sunat itu menyehatkan,’’ tandas wanita yang akrab disapa Anik Yahya ini. Selain sunat massal, PT Indo Bali Gas Grup juga secara rutin menggelar kegiatan sosial lainnya. Seperti, buka puasa bersama pada saat lebaran dan kegiatan tali kasih lainnya. Acara itu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Kegiatan sosial itu juga sebagai ucapan terima kasih kepada para pelanggan setia PT Indo Bali Gas Grup. Bahkan, tahun 2020 mendatang pihaknya berencana menggelar aksi sosial berupa penanaman pohon untuk pelestarian lingkungan. (ad698)
DERMAGA - Bupati Suwirta saat mengecek sendiri aplikasi layanan di Dermaga Kapal Roro Sampalan.
Bupati Suwirta Soroti Dermaga Kapal Roro Sampalan
Semarapura (Bali Post) -
Mewujudkan kenyamanan penumpang di Dermaga Kapal Roro Sampalan, Nusa Penida, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta khusus mendatangi tempat tersebut, Sabtu (28/12) lalu. Bupati Suwirta ingin memastikan apakah seluruh instruksi yang disampaikan sebelumnya, yakni meningkatkan kualitas pelayanan telah berjalan atau tidak. Hasilnya, kondisi dermaga kapal roro masih menjadi sorotan. Pasalnya, masih saja ditemukan persoalan yang tidak membuat nyaman penumpang. Dalam tinjauannya, Bupati Suwirta langsung melihat fasilitas ruang tunggu penumpang. Dirinya sudah lama mengintruksikan agar ‘’penampilan’’ dermaga itu ditata dengan baik. Sebab, atapnya sudah banyak ada yang bocor bahkan AC portable-nya semua mati. Hal itu membuat penumpang tidak nyaman, sehingga sering menimbulkan keluhan. Selain itu, pihaknya juga melihat
aplikasi sistem penjualan tiket elektrik masih belum berfungsi maksimal. ‘’Aplikasinya sih sudah bagus, tetapi belum menunjukkan sistem yang simpel. Salah satunya belum bisa melihat rekapan dari hasil penjualan tiket,’’ keluar Bupati Suwirta. Para petugasnya juga masih menggunakan cara manual dalam perekapan hasil penjualan tiket itu. Kalau
miskin, Dewa Gde Darmawan melaporkan penyerahan bantuan yang dilaksanakan hari ini merupakan upaya Pemkab melakukan pemerataan kesempatan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan serta menekan angka putus sekolah. Bupati Suwirta meminta kepada perbekel agar berperan aktif memantau bidang pendidikan, dan kesehatan di wilayahnya masing-masing. Dia juga memerintahkan Dinas Pendidikan mendata siswa yang perlu beasiswa dan perbekel membantu Dinas Pendidikan melakukan verifikasi data. ‘’Dinas Pendidikan harus terus punya
gagasan dan ide dalam merealisasikan pendidikan yang merata bagi semua masyarakat,’’ pinta Suwirta. Bupati Suwirta juga melakukan penyerahan BSM secara simbolis kepada siswa SD dan SMP yang kurang mampu se-Kabupaten Klungkung. BSM ini untuk mendukung pencapaian program rintisan wajib belajar 12 tahun yang bermutu. Penerima BSM antara lain untuk jenjang SD berjumlah 2.690 orang. Masing-masing menerima Rp500 ribu. Total menyerap dana Rp1.345.000.000. Sedangkan jenjang SMP berjumlah 926 orang dengan besaran dana masing-masing Rp600 ribu.
2020, Disdik Targetkan 13 TK Jadi Negeri PEMKAB Klungkung terus berupaya ekstra merealisasikan inovasi dalam desain satu TK satu SD dalam satu desa. Memasuki akhir tahun 2019, Dinas Pendidikan Klungkung kembali menegerikan dua TK, masing-masing di Desa Satra, Kecamatan Klungkung dan Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida. Lalu bagaimanakah langkah-langkah strategis harus dilakukan kemudian untuk mewujudkan target menjadikan 13 TK itu negeri? Sepanjang tahun 2019, Disdik sudah mengelola 18 TK negeri. Sementara tahun 2020, Disdik menargetkan menegerikan 13 TK lagi. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Sabtu (28/12) lalu, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Dar-
mawan menyerahkan dua SK Penegerian TK sekaligus Pemberian BSM bagi siswa SD dan SMP Se-Kabupaten Klungkung di SD Negeri Satra. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, Dewa Gde Darmawan, menyatakan dengan menjadi TK Negeri, maka
semua biaya pendidikan baik operasional lembaga, gaji tenaga pendidik, dan sarana prasarana dapat ditanggung APBD. Sehingga layanan publik di bidang pendidikan dalam bentuk layanan pendidikan gratis di jenjang TK itu dapat diwujudkan. Darmawan menambahkan, dengan berstatus TK Negeri, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat memasukkan anaknya di jenjang pendidikan TK terdekat, yakni di desa sendiri. ‘’Program inovasi 1 Desa 1 TK Negeri itu ditargetkan dapat terwujud secara tuntas di tahun 2021,’’ tegasnya. Terkait bantuan siswa
seperti ini, justru semakin repot. Sudah ada aplikasi, tetapi malah kerja manual. Padahal, mengunakan teknologi itu tujuannya untuk mempercepat proses kerja. Bupati pada sidak meninjau dermaga di Pelabuhan Sampalan itu didampingi Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra, Kepala UPT Pengeloloan Prasarana Teknis Perhubungan Nusa Penida I
Wayan Sudiana. Bupati Suwirta langsung menugaskan pihak yang membuat aplikasi untuk memperbarui kemampuannya. Hal itu penting, mendukung proses kerja di lapangan. ‘’Dinas yang menangani belum paham semuannya tentang aplikasi tersebut. Sehingga saya turun tangan langsung,’’ tambah Bupati. Tujuannya agar bisa memenuhi keinginan dan kenyamanan masyarakat Nusa Penida maupun wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida. Selain itu juga, kata Bupati, sekaligus memastikan ada dugaan premanisme di dalam dermaga ini. (kmb31)
BANTUAN - Bupati Suwirta saat menyerahkan bantuan siswa miskin kepada siswa. Total anggarannya mencapai Rp555.600.000. Dana BSM itu telah disalurkan ke rekening sekolah masing-masing. Selanjutnya sekolah secara
teknis melakukan pencairan dana untuk diserahkan kepada siswa. Acara itu disaksikan orang tua siswa masingmasing. (gik)
Senin Wage, 30 Desember 2019
PVMBG Pasang CCTV di Puncak Gunung Agung
Amlapura (Bali Post) Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memasang CCTV di puncak Gunung Agung. Pemasangan kamera pengintai itu sebagai upaya untuk lebih memudahkan pemantauan terhadap kondisi kawah Gunung Agung secara kontinu.
PASANG CCTV - Petugas dari PVMBG saat memasang CCTV di puncak Gunung Agung, Sabtu (28/12) lalu.
Kemarau Panjang Produksi Salak Menurun Amlapura (Bali Post) Hasil produksi salak di Karangasem belakangan ini mengalami penurunan. Hal itu disebabkan akibat musim kemarau panjang. Kondisi itu membuat harga salak di pasaran sedikit meningkat. Salah seorang petani salak di Sibetan, I Wayan Sudiarta, Minggu (29/12) kemarin mengungkapkan, belakangan ini hasil produksi biasa maupun salak gula pasir memang mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan akibat hujan sempat tak kunjung turun. Kendati kini turun hujan, tetapi itu tidak berpengaruh signifikan. “Produksi salak mulai menurun sekitar dua bulan. Bahkan salak gula pasir sudah tak ada sehingga sekarang ini tidak menjual. Salak memang sudah berbuah, tapi belum memasuki masa panen. Termasuk produksi salak biasa juga ikut turun. Ini sudah biasa seperti ini kalau tak ada hujan,” ucapnya. Sudiarta mengatakan, kalau untuk saat ini harga salak gula pasir terbilang bagus di pasaran. Untuk saat ini, harga salak gula pasir di pasaran mencapai Rp30-40 ribu per kilogramnya. Sementara untuk harga salak biasa harganya mencapai Rp15-20 per kilogramnya. “Untuk harga salak sekarang terbilang cukup bagus. Tapi di tengah harga salak gula pasir bagus, malah produksi belum ada. Begitu juga salak biasa, juga saat ini produksinya menurun. Andaikan salak ada, petani bisa sedikit lega,” kata Sudiarta. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SALAK - Hasil produksi salak mengalami penurunan akibat kemarau panjang.
Bali Post/ist
Kasubbid Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, Minggu (29/12) kemarin mengatakan, CCTV telah dipasang dan hanya satu unit. “Sabtu lalu dipasang. CCTV itu sudah mulai berfungsi untuk memantua kondisi di kawah Gunung Agung,” ucapnya. Devy Kamil menambahkan, tujuan dari pemasangan CCTV itu agar petugas PVMBG semakin mudah memonitor kondisi kawah Gunung Agung secara kontinu dari waktu ke waktu. Selain itu, pihaknya juga ingin memberikan informasi yang benar kepada seluruh masyarakat terkait kondisi kawah Gunung Agung. “Dengan pemasangan CCTV itu, petugas juga dapat memonitor tipis tebalnya asap. Termasuk men-
getahui adanya perubahanperubahan yang terjadi di Gunung Agung. Karena data itu sangat penting untuk diketahui oleh petugas PVMBG yang dapat dijadikan acuan mitigasi,” paparnya. Dia menambahkan, memang banyak dampak positif dengan pemasangan CCTV ini. Selain mencari data perkembangan Gunung Agung, juga dapat memberikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi kawah Gunung Agung. “Selama ini, banyak masyarakat yang nekat naik ke puncak Gunung Agung hanya untuk mengetahui kondisi kawah Gunung Agung. Jadi, saat ini masyarakat tak perlu lagi sampai naik karena sudah ada CCTV,” imbuh Devy Syahbana. (kmb41)
Desa Pesedahan Gelar Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana Massal
Amlapura (Bali Post) Desa Adat Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem, menggelar upacara Kinembulan Pitra Yadnya Atma Wedana/ngeroras natak tiyis nuntun lan ngenteg linggih. Upacara tersebut, diikuti 113 puspa atau sawa. Selain itu, juga digelar matatah massal yang diikuti delapan klan di Desa Adat Pesedahan. Upacara dihadiri Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana. Manggala Karya I Ketut Artana didampingi Panitia I Wayan Ardika mengatakan, puncak karya Kinembulan Pitra Yadnya Atma Wedana/ ngeroras natak tiyis nuntun lan ngenteg linggih digelar, Jumat (27/12) lalu. Kata dia, ada ribuan krama Desa Adat Pesedahan tumpah ruah ke lokasi upacara di halaman Paibon Pasek Gegel Pasek Kori Agung, Desa Pasedahan, Manggis, Karangasem untuk mengikuti rangkaian upacara tersebut. “Upacara Kinembulan Pitra Yadnya Atma Wedana/ngero-
ras diikuti 113 sawa atau puspa lingga,” ucapnya. Artana menambahkan, untuk upacara natak tiyis sendiri diikuti 50 peserta maotonan dan untuk peserta matatah massal diikuti 52 peserta. Sedangkan untuk upacara ngepok diikuti 48 pasang se-Desa Pasedahan. Selain mareresik juga dilaksanakan upacara ngarsigana, maparisuda, nebus, ngulapin dan mapepada. Rangkaian acara selanjutnya akan dilaksanakan upacara prosesi nganyud yang didahului prosesi ngeseng pitra. “Puncak karya di-puput tiga sulinggih, baik dari Siwa dan Budha. Persiapan untuk melakukan upacara ini sudah dipersiapkan sejak enam bulan lalu,” jelasnya. Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, sangat mengapresiasi masyarakat bisa bersama-sama mengadakan upacara Atma Wedana ini. Hal ini, katanya, sebagai wujud kegotongroyongan sehingga bisa menekan biaya upacara.
Bali Post/kmb41
HADIRI - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat menghadiri upacara Kinembulan Pitra Yadnya Atma Wedana/ngeroras natak tiyis nuntun lan ngenteg linggih di Desa Adat Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem. “Upacara massal ini sangat bagus memupuk kegotongroyongan. Ini juga sangat bagus jika masing-masing desa adat bisa menggelar upacara Pitra Yadnya massal,” ujarnya. Menurut Gede Dana, upacara Pitra Yadnya secara massal jauh lebih meringankan beban ma-
syarakat. Pihaknya berharap masyarakat adat bisa memotivasi warga setiap upacara besar sebaik mungkin bisa secara gotong royong. Sedangkan dari pemerintah bisa mengalokasikan dana dengan membantu dan mensuport masyarakat sebagai motivasi. (kmb41)
Senin Wage, 30 Desember 2019
Nyepi Adat di Kutuh, Pantang Petik Daun Bangli (Bali Post) -
Desa Adat Kutuh, Kintamani, Minggu (29/12) kemarin melaksanakan Nyepi Adat. Sama seperti pelaksanaan Nyepi Tahun Çaka, krama Desa Adat Kutuh wajib menjalani catur brata panyepian selama satu hari penuh. Ada hal lain harus dipatuhi semua krama, yakni tidak boleh memetik dedaunan. Perbekel Desa Kutuh, Wayan Pasek, mengatakan Nyepi Adat dilaksanakan serangkaian upacara wali di Pura Dalem Kangin, Desa Kutuh yang puncaknya berlangsung saat Tilem Sasih Kaenem. Nyepi Adat itu dilaksanakan selama satu hari mulai pukul 06.00 sampai 06.00 Wita keesokan harinya. Secara umum, pelaksanaan Nyepi Adat di Desa Adat Kutuh itu memiliki tujuan dan makna sama dengan Nyepi Tahun Çaka, yaitu menyucikan alam dan juga memohon kedamaian. Pada Nyepi Adat ini, krama
adat Kutuh tidak boleh melakukan aktivitas seperti biasanya. Krama harus mengikuti catur brata panyepian, yakni amati geni (tidak menghidupkan api), amati lelungaan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan) dan amati karya (tidak bekerja). ‘’Sama seperti Nyepi biasanya digelar setiap satu tahun sekali. Saat Nyepi, warga tidak boleh keluar wilayah desa. Warga lain yang masuk ke Desa Kutuh juga tidak boleh. Kalau melanggar kena denda,’’ terangnya. Untuk menghindari adanya tamu masuk ke wilayah Desa
Kutuh, jalan masuk menuju desa telah dijaga pecalang. Pihak adat juga memasangi pelang/rambu pemberitahuan pelaksanaan Nyepi Adat di perbatasan desa. Wayan Pasek menambahkan, hal unik dari pelasanaan Nyepi Adat di Desa Kutuh itu dilarang memetik dedaunan kendati di rumah sendiri sekalipun. Kalau ketahuan akan didenda. Dendanya berupa pajegan. Kalau diuangkan nilainya Rp200-250 ribu. ‘’Sekarang sudah bisa diuangkan. Namun yang melanggar itu harus mapiuning mohon maaf di Pura Desa,’’ jelasnya. (kmb40)
NYEPI ADAT - Suasana Nyepi Adat di Desa Kutuh, Kintamani.
Senin Wage, 30 Desember 2019
Penerapan Perda Hendaknya Dievaluasi
Singaraja (Bali Post) -
DPRD Buleleng memberikan atensi serius terhadap produk hukum daerah yang sudah diundangkan. Ini karena dari sekian banyak produk hukum yang disahkan, dewan menilai penerapannya belum optimal. Untuk itu, pemerintah daerah diminta mengevaluasi kembali penerapan produk daerah tersebut. Bahkan, perda yang tidak efektif dan bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, agar segera dicabut. Hal itu terungkap dalam ramah tamah akhir tahun Pimpinan DPRD dengan awak media di rumah dinas Ketua Dewan Jalan Ngurah Rai, Singaraja, Minggu (29/12) kemarin. Ramah tamah ini dihadiri Ketua Dewan, Gede Supriatna, bersama Wakilnya, Ketut Susila Umbara, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan Kabag Humas dan Pengawasan Setwan, Made Supartawan. Gede Supriatna mengatakan, selama ini pembahasan perda oleh dewan bersama pemerintah daerah sudah berjalan baik. Dalam tahun ini dewan dan pemer-
intah daerah mengesahkan 10 perda. Menginjak ke tahun 2020 nanti, pihaknya memasang target mengesahkan 12 perda. Selain meningkatkan target pengesahan perda, pihaknya mengusulkan agar ada evaluasi penerapan perda yang sudah diundangkan. Ini penting karena belakangan ini ada penerapan beberapa perda yang dinilai masih belum efektif. Penyebabnya kebanyakan karena pelaksana di lapangan tidak mampu menjalankan amanat perda karena keterbatasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Selain itu, ketika dewan bersama pemerintah
membahas sebuah perda tidak bisa dituntaskan, karena bertentangan dengan regulasi di atasnya. “Kami tidak saja fokus membuat perda baru, tetapi harus ada evaluasi terhadap eksekusi perda-perda yang sudah diundangkan. Ini untuk mengetahui apakah karena kendala pihak pelaksana di lapangan atau ada penyebab lain,” jelasnya. Supriatna menambahkan, dari evaluasi perda itu kalau memang ditemukan perda yang tidak bisa diterapkan, pihaknya menawarkan kepada pemerintah agar produk hukum terkait diusulkan untuk dicabut. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PERDA - DPRD Buleleng mengusulkan pemerintah daerah melakukan evaluasi penerapan perda yang diundangkan.
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cr PRT wnt bs naik motor tgldlm + Sopir bs Matik 085238127777
B.BP.004.12.19.0000693
Dcr Chef 3-5jt+Uang Besin+1x makan siang, berpengalaman, memiliki kendaraan sendiri.Dan Dapur(Serabutan) 1,8-2Jt+uang bensin+1x makan siang,memiliki kendaraan sendiri, penempatan Uluwatu,Hub.Putri 082144355655
B.BP.001.12.19.0000513
!!!2Karyawati, 2Checker Pria Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU)
Sopir Serabutan,Adm Penagihan marketing,Tkg Las:085103167222 B.BP.001.12.19.0000667
B.BP.004.12.19.0000679
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dicari Sales,Bisa Mandarin Gaji 7,5-8,5 Juta.9 jam kerja fasilitas Kos.Hub/WA: Putri 082144355655 B.BP.001.12.19.0000514
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual Rmh Tegalharum Dps DP 10% Krd 0.83% per bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.11.19.0000747
Gebyar Rmh Hrg 300Jt.C/K Perum Medahan dkt Bypas.085934331615 B.BP.004.12.19.0000682
Pembebasan Lahan ”Shortcut” 7-10
Pemilik Keberatan Harga Tanah Singaraja (Bali Post) Tim pengadaan lahan untuk proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani atau shortcut di lokasi 7 sampai 10, telah menyelesaikan penghitungan nilai tanah, bangunan dan tanaman perkebunan milik warga. Tahapan berikutnya, Minggu (29/12) kemarin, pemilik tanah mengiku ti musyawarah ganti rugi di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja. Pemilik sepakat bentuk ganti rugi dalam bentuk uang. Meski demikian, masih ada pemilik tanah yang belum menandatangani berita acara pembebasan tanah, karena keberatan dengan nilai tanah atau nilai tanaman perkebunan yang dianggap murah. Musyawarah ganti rugi dipimpin Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Tanah Shortcut, Komang Wedana, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) I Nyoman Astawa Riadi dan Camat Sukasada Made Dwi Adnyana. Pemilik tanah asal Desa Pegayaman, Imam Muhajir, menuturkan, harga tanah berdasarkan perhitungan tim pengadaan tanah untuk proyek shortcut, di bawah harga pasaran tanah yang berkembang sekarang. Harganya rata-rata Rp100 juta per satu are. Namun, setelah mendapat perhitungan tanah yang akan dibebaskan oleh pemerintah harga tanahnya dibeli Rp30 juta per are. Selain itu, Muhajir menyebut, untuk tanaman cengkeh harganya juga dinilai murah karena hanya dihitung pohonnya saja. Sementara, prediksi tanaman itu akan panen dalam tahun berikutnya tidak dihitung. Harga satu pohon cengkeh yang produktif dihargai Rp1,2 juta per pohon. “Kalau bisa dinaikkan sesuai pasaran harga tanah di sana. Kalau yang punya banyak tidak masalah, tapi yang punya sedikit kalau harganya murah, mungkin tidak bisa membeli
Bali Post/kmb38
MUSYAWARAH - Pemilik tanah yang terkena jalur proyek shortcut titik 7 sampai 10 mengikuti musyawarah ganti rugi tanah di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Minggu (29/12) kemarin. tanah karena pasaran tanah di sana sudah Rp100 juta per are,” katanya. Meski keberatan, Muhajir mengaku tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, perhitungan harga yang sudah ditetapkan tim pembebasan lahan ini kalau tidak diterima, maka tim akan memproses keberatannya di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Senada diungkapkan pemilik tanah, Kadek Sumadana, asal Dusun Gitgit, Desa Gitgit. Dia mengatakan, tanah kebun seluas 89 are yang berisi cengkeh, kopi, pohon cempaka dan tanaman produktif lain dihitung Rp341 juta. Harga itu diakuinya masih murah karena perkembangan pasaran harga tanah sekarang terus merangkak. Dia mencontohkan, ketika tanahnya dijadikan jaminan kredit bank, per are dihitung Rp60 juta, sehingga dirinya mendapat kredit Rp300 juta. Atas kondisi itu, Sumadana pasrah karena kalau mengajukan keberatan akan mengikuti proses panjang di pengadilan. Namun pemilik tanah Nyoman Panca Ariya menyatakan sepakat
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza G AT th 2014 putih original DK Denpsar Hb.08123605780
B.BP.001.12.19.0000702
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.12.19.0000692
Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346 B.BP.001.12.19.0000694
BENGKEL LAS
LOKER Free
n
Desig
Money Back Guarantee
PATEN MEREK
RUMAH MAKAN
dengan nilai ganti rugi oleh tim appraissal. Dia menilai harga tanahnya sudah ideal dan berkeadilan. Namun demikian, Panca Ariya mengusulkan, sisa tanah agar ikut dibebaskan. Alasannya karena pemanfaatan baik untuk bangunan atau ditanamai tanaman perkebunan, sisa tanah itu tidak akan menghasilkan dengan optimal. Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Lahan, Komang Wedana, mengatakan musyawarah ini tidak ada tawarmenawar harga tanah maupun tanaman dan bangunan. Sebaliknya, tahapan ini untuk menyepakati bentuk ganti rugi yang disepakati pemilik tanah. Ada 928 bidang tanah dengan rincian 175 bidang tanah di Desa Pegayaman, 115 di Desa Gitgit, dan sisanya 8 bidang tanah terletak di Desa Wanagiri. Setelah dilakukan musyawarah, masih ada pemilik yang keberatan terhadap harga tanah dan tanaman perkebunan. Sementara perhitungan nilai tanaman produktif, Wedana menyebut yang dipermasalahkan pemilik tanah adalah tim ap-
praissal menghitung hanya pohonnya saja. Sedangkan, produktivitas tanaman tidak dihitung. Sesuai mekanisme, tim akan menindaklanjuti keberatan pemilik tanah melalui proses konsinyasi di PN Singaraja. Nantinya, berkas penilaian dan nilai ganti rugi akan dititipkan ke PN dan diproses sebelum diputuskan berapa nilai yang wajar. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR I Nyoman Astawa Riadi mengatakan, untuk pembebasan lahan shortcut titik 7 sampai 10 ini Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan anggaran Rp190 miliar dari APBD Bali 2019. Setelah musyawarah ini, PUPR Bali akan membayar ganti rugi warga mulai Senin (30/12) hari ini sampai Selasa (31/12) besok. Jika pemilik tanah keberatan, maka PUPR akan menitipkan dana ganti rugi itu ke PN Singaraja. Sementara setelah pembebasan tanah ini tuntas, maka lahan itu diserahkan kepada Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Delapan untuk persiapan pembangunan fisik. (kmb38)
Senin Wage, 30 Desember 2019
Pilkada Jembrana
PDI-P Gandeng Hanura
Negara (Bali Post) – PDI Perjuangan mulai melakukan upaya menguatkan mesin politik untuk Pilkada Jembrana 2020. Akhir pekan lalu, PDI Perjuangan merangkul Partai Hanura Jembrana yang memiliki satu kursi di DPRD Jembrana. Koalisi dua parpol ini semakin memperkuat kekuatan PDI Perjuangan yang telah mengantongi 18 kursi dari total 35 kursi di DPRD Jembrana. Dicetuskannya koalisi dua parpol ini dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan bersama struktur DPC dan PAC se-Jembrana. Sementara dari Partai Hanura dihadiri langsung Ketua DPD Hanura Bali Kadek ‘’Lolak’’ Arimbawa bersama Wakil Ketua DPD Partai Hanura Bali I Wayan Pinta Yadya, Sekretaris DPD Partai Hanura Bali I Putu Panca serta Ketua DPC Partai Hanura Jembrana I Gede Agus Sanjaya. Ketua DPC PDI-P Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan koalisi yang terbentuk ini sekaligus membantah bahwa PDI Perjuangan Jembrana dikeroyok parpol di luar PDI-P. Komunikasi politik dengan parpol juga akan terus dilakukan dalam menghadapi Pilkada 2020. ‘’Selain kami
berkoalisi dengan rakyat, kami juga menjalin komunikasi politik dengan parpol dan hari ini kami menjalin koalisi dengan Hanura. Jadi ini membuktikan kalau PDI Perjuangan tidak berjalan sendiri,’’ tegas Kembang Hartawan. Sementara itu, I Kadek Arimbawa menegaskan bahwa Partai Hanura mendukung dan berkoalisi secara politik dengan PDI-P Jembrana. ‘’Siapa pun yang diusung nanti dari PDI Perjuangan kami mendukung. Kami selaku pimpinan partai, secara resmi mengadakan koalisi politik dan akan turun memenangkan,’’ ujar Arimbawa. Kendati nantinya ada riakriak, menurutnya, itu biasa di politik. Tetapi Hanura bersamasama dengan PDI-P Jembrana maupun partai lain yang akan
ikut berkoalisi berkomitmen akan memenangkan koalisi ini. Sementara itu, koalisi ‘’Jembrana Maju’’ yang diinisiasi Golkar Jembrana yakni gabungan tujuh parpol bersama Gerindra, Demokrat, PPP, PKS, NasDem dan Perindo juga sudah menjalin koalisi untuk membendung PDI Perjuangan. Meskipun belum deklarasi, namun sejumlah parpol koalisi sudah sepakat dan melakukan pendaftaran calon kepala daerah. Plt. Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana, Minggu (29/12) kemarin di sela-sela pendidikan politik di Kecamatan Negara mengatakan untuk koalisi Jembrana Maju yang sebelumnya sudah terbentuk akan dilanjutkan pada Januari mendatang. ‘’Minggu pertama
(setelah) tahun baru, pleno dan memanggil semua kandidat serta deklarasi (koalisi),’’ terang Suardana. Saat ini Golkar masih melaksanakan pendidikan politik yang dilakukan ke masing-masing kecamatan. Salah satu tujuannya, memberikan semangat kepada kader untuk bersatu, mempersiapkan dan memenangkan Pilkada 2020. ‘’Sekaligus sosialisasi tahapan dan proses pilkada serta bakal calon dari Partai Golkar,’’ tambahnya. Di atas kertas, dengan koalisi tujuh parpol ini memiliki 14 kursi di DPRD Jembrana dari total 35 kursi. Bila dilihat dari persentase suara dalam Pileg 2019 lalu, koalisi tujuh parpol ini mengumpulkan 41,04 suara. (kmb26)
Suguhkan Suasana Alami
BISNIS kuliner kini berkembang di Jembrana. Tak hanya swasta, pemerintah pun getol mempersiapkan lahan untuk bisnis kuliner. Salah satunya di Gilimanuk. Kini disiapkan satu lahan yang akan menjadi pusat rumah makan dengan menu khas ayam betutu. Kalangan swasta juga tak mau kalah dalam pengembangan kuliner khas Jembrana. Warung Tegal Dadong, salah satunya. Warung ini didirikan dengan konsep alami sekaligus tempat rekreasi keluarga. Warung ini berada di Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Warung yang dibangun tahun 2017 ini menyediakan berbagai menu ikan laut, ayam dan say-
89 Saksi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus M. Adi Toegarisman menjelaskan, kejaksaan sudah memeriksa setidaknya 89 saksi yang dianggap mumpuni dalam mendalami kasus salah investasi Jiwasraya ini. PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar high grade atau keuntungan tinggi. Di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial. Sejumlah 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun. (ant)
Senin, 30 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 3:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:00 Wita
18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Yudha Kanda(2) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Punggung Bali TV Shop Kalung Ongkara Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Serati Banten (4) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Yang Berprestasi Dari SMP PGRI 5 Denpasar Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Dialog Interaktif Arya Weda Ocydia Home Shopping Nangun Yadnya Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih Mapadagingan, Tawur Agung lan Ngusaba Dalem Pura Dalem, Desa Adat Celuk, Sukawati Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Lipsus Kab. Klungkung Bali TV Shop Kalung Ongkara Taksu Ida Bagus Komang Kusa, Komit Ngayah Lestarikan Seni Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Ongkara Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Kalung Ongkara
uran dengan bumbu khas Bali. ‘’Warung ini kita dirikan dengan konsep alami, dengan gazebo-gazebo yang mengelilingi kolam pemancingan ikan. Di sini pengunjung sambil menunggu makanan bisa menikmati fasilitas kolam ikan dan adventure,’’ ujar owner Warung Tegal Dadong, Gede Suindiana, S.E. Dengan nuansa yang nyaman dan suasana alami menjadi tempat yang pas bagi pengunjung di samping menikmati menu khas Jembrana. Selain itu, Warung Tegal Dadong juga menyediakan fasilitas permainan anak-anak dan offroad adventure. Pada hari-hari tertentu, Warung Tegal Dadong juga menya-
Padahal berdasarkan data Agustus 2019, penyerapan tenaga kerja tertinggi kedua adalah pertanian yang menyerap 18,88 persen setelah perdagangan yang 19,43 persen. Sementara lapangan usaha akmamin yang identik dengan pariwisata hanya menyerap tenaga kerja 13,12 persen, berada di urutan keempat setelah industri yang
Puncak HUT Ke-35 FH Unwar
Segera Wujudkan Prodi S-3 Ilmu Hukum, S-1 Hukum Bisnis, dan Profesi Advokat
Bali Post/olo
ALAMI – Warung Tegal Dadong di Negara yang bernuansa alami dengan kolam pemancingan dan adventure. jikan live music dari band-band lokal asal Negara. ‘’Bagi yang ingin merayakan ulang tahun, kami juga menyediakan paket
dengan harga terjangkau dari berbagai kalangan masyarakat,’’ pungkas Dede. (olo)
Sektor Pertanian menyerap 15 persen. Tenaga kerja tersebut adalah yang ada di Bali, baik yang berKTP Bali atau bukan. Soal penggunaan lahan, Adi memiliki logika sederhana bahwasanya sumber daya alam adalah hal yang selalu diambil manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik penduduk maupun tamu. Bayangkan saja, sumber daya alam yang kian menyusut harus menanggung penduduk Bali ditambah wi-
satawan. ‘’Jumlah tamu per hari separuh dari penduduk Bali. Tamu mancanegara sekitar 600 ribu dan tamu domestik lebih dari 1 juta,’’ ujarnya. Sumber daya alam yang pasti digunakan oleh orang yang ada di Bali adalah air bersih dan tempat tinggal. Semua orang juga menghasilkan sampah, sehingga Bali juga dibebani persoalan sampah tambahan dari wisatawan. (may)
Destinasi Terbaik Anggota Komisi II DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya mengatakan, Bali telah menerima penghargaan dunia sebagai destinasi terbaik dunia. Prestasi ini perlu dipertahankan lewat eksistensi pariwisata budaya yang timbul dari tradisi dan agama Hindu. Paling tidak, Gubernur Bali sudah menunjukkan komitmennya lewat visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang berlandaskan kearifan lokal Sad Kerthi. ‘’Di situ ada Danu Kerthi, Jana Kerthi, Atma Kerthi, Samudra Kerthi, Jagat Kerthi, Wana Kerthi. Artinya pengelolaan alam beserta isinya di Bali ini sangat penting untuk kelangsungan pariwisata,’’ ujarnya.
Sebagai masyarakat Bali, lanjut Mahayadnya, tentu harus bisa memelihara dengan sebaik-baiknya karena pulau ini sudah memberikan begitu banyak hal. Terutama kehidupan yang layak dan nyaman sebagai salah satu dampak positif pariwisata. Guna mendorong upaya pemeliharaan tersebut, perlu ada anggaran yang digelontorkan pemerintah. Sebab, pariwisata juga membawa dampak lain seperti kemacetan dan sampah. Walaupun Gubernur sudah menyiapkan beberapa solusi seperti pembangunan shortcut untuk mengatasi macet, dan penanganan sampah di sumber yang anggarannya sudah dialokasikan di 2020. Gubernur Bali Wayan Koster telah memaparkan sejumlah capaian pembangunan di bidang pariwisata
Bali Post/olo
KOALISI – Ketua DPC PDI-P Jembrana Made Kembang Hartawan bersama Ketua DPD Hanura Bali Kade Arimbawa dan jajaran kedua parpol seusai pertemuan terkait koalisi menghadapi Pilkada Jembrana 2020.
dalam pidato akhir tahunnya. Di antaranya, telah melaksanakan penertiban tata niaga pariwisata serta wisatawan yang melanggar aturan seperti praktik jual-beli kepala, bisnis wisata ilegal, bisnis wisata murahan yang dapat merusak citra dan pasar pariwisata Bali. Selain itu, meningkatkan citra dan memperkokoh pariwisata berbasis budaya, serta menyiapkan rencana penataan kualitas penyelenggaraan kepariwisataan secara komprehensif. Koster juga menambahkan, tahun depan akan disusun kebijakan penataan tata niaga kepariwisataan. Begitu pula, kebijakan untuk menata jalur wisata menuju destinasi wisata yang berpihak kepada masyarakat secara lebih adil dan merata akan disusun di 2020. (kmb32)
FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) merupakan salah satu fakultas unggulan yang dimiliki Unwar. Kini, fakultas yang identik dengan warna merah ini telah menginjak usia 35 tahun. Untuk merayakan HUT ke-35 FH Unwar, berbagai kegiatan ilmiah maupun nonilmiah dilaksanakan sebagai rasa syukur atas pencapaian yang diraih selama setahun terakhir. Diawali dengan kegiatan Sarasehan Temu Ilmiah pada 23 Desember lalu. Sementara puncak HUT yang mengusung tema ‘’Melalui Kerja Ikhlas dengan Persatuan dan Kesatuan Kita Peringati HUT Ke-35 FH Unwar’’ dirayakan sangat meriah, Sabtu (28/12). Berbagai kegiatan dilaksanakan. Diawali dengan jalan santai yang dilepas Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, Bupati Bangli, Ketua Yayasan Kesejanteraan Korpri Propinsi Bali, serta diikuti oleh seluruh civitas dan alumni FH Unwar. Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. didampingi para Wakil Dekan mengaku bersyukur dan berbahagia bisa merayakan HUT ke-35 FH Unwar dengan meriah. Pasalnya, selain meningkatkan minat mahasiswa baru untuk mengenyam pendidikan Ilmu Hukum di FH Unwar, dalam setahun terakhir ini berbagai torehan prestasi mampu diraih FH Unwar. Salah satunya, Prodi Ilmu Hukum FH Unwar telah mampu meraih akreditasi A (unggul). Prestasi ini menunjukkan bahwa proses akademik FH Unwar telah berjalan efektif dan baik. Tentu raihan prestasi ini didukung oleh
PUNCAK HUT - Civitas akademika FH Unwar dengan penuh rasa bahagia merayakan puncak HUT ke-35 FH Unwar, Sabtu (28/12). stakeholder terkait. Saat ini, dikatakan, bahwa dalam proses pembelajaran, FH Unwar didukung 61 orang dosen, yang terdiri dari 4 oran guru besar, 32 orang bergelar doktor, dan sisanya sedang menempuh pendidikan doktor. FH Unwar saat ini mendidik sebanyak 572 orang mahasiswa aktif. Selain itu, dalam proses pendidikan FH Unwar telah melaksanakan sistem pembelajaran e-learning dan SCL (Student Centered Learning). Sistem ini menjadikan proses belajar lebih efektif dan pengetahuan mampu diserap lebih baik oleh mahasiswa. Dalam bidang kerja sama, pada tahun 2019 ini FH Unwar terus meningkatkan kerja samanya dengan berbagai universitas ternama di Indonesia. ‘’Target kami di tahun 2020 adalah mewujudkan Prodi S-3 Ilmu Hukum, S-1 Hukum Bisnis, dan Profesi Advokat. Ini semua membutuhkan kontribusi seluruh civitas FH Unwar, peran para alumni dan stakeholder terkait,’’ tegas Prof. Budiartha, Sabtu (28/12). Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Ir. I Ketut Sugihan-
tara, M.SA. mengaku bangga atas capaian yang berhasil diraih FH Unwar selama setahun terakhir. Apalagi, selain memperoleh akreditasi A, Dekan FH Unwar juga memperoleh gelar Guru Besar. Diharapkan pada tahun berikutnya banyak prestasi lagi yang diraih FH Unwar, sehingga mampu menjaga dan mengembangkan kualitasnya untuk selalu unggul dalam persaingan global. Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. memberikan selamat atas pencapaian yang diraih FH Unwar dalam setahun terakhir. Ia berharap FH Unwar semakin jaya ke depan, dan terus melahirkan dosen dengan gelar profesor, sehingga kualitas lulusan yang dicetak semakin memiliki daya saing yang kompetitif di era globalisasi saat ini. Acara HUT ke-35 FH Unwar juga diisi dengan Kuliah Umum tentang Hukum Lingkungan dan Sumber Daya Alam oleh Prof. Dr. Edy Lisdiyana, S.H., M.Hum., Dekan dan Guru Besar FH Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang. (bns1)
Senin Wage, 30 Desember 2019
A.A. Sagung Ratih Amelia
Tentukan Target Market DI AWAL, memulai usaha, karena hobi dan mengisi waktu luang. Namun akhirnya ada permintaan dan kesempatan yang datang sehingga usahanya dikembangkan. Di saat sudah berkembang, ternyata berwirausaha tidak sesimpel yang dibayangkan. Apalagi ketika ada orderan cukup besar datang. ‘’Kita hanya tahu menerima pesanan itu tanpa memperhitungkan waktu pengerjaan d a r i
pesanan itu sendiri. Apakah kita mampu mengerjakan atau tidak,’’ demikian antara lain dikatakan Owner Jegeg Design, Boutique and Craft A.A. Sagung Ratih Amelia, S.E.Ak. saat membagikan pengalaman ketika memulai usaha pada acara peluncuran ‘’Gerakan Entrepreneur Bali’’ di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (27/12) lalu. Dengan berjalannya waktu, ia mengerti bahwa selain mempunyai komitmen terhadap barang, pengusaha juga perlu bersinergi dengan banyak orang untuk dapat menyelesaikan permintaan yang sudah diterima. ‘’Saya lebih menyarankan agar berkolaborasi dengan rekan UMKM yang lain,’’ imbuhnya. Dalam memanajemen keuangan harus tahu kebutuhan yang utama ketika memutuskan usaha ini sebagai penghasilan utama. Kemudian membuat perencanaan produk. Yang paling penting adalah mengerti harga dari suatu produk. Selama ini banyak UMKM menjual barang berdasarkan harga market, tanpa pernah menghitung secara benar biaya produksi. Sehingga di perjalanan baru sadar begitu diajarkan menghitung HPP bahwa selama ini mereka mendapat untung sangat tipis. ‘’Maka di situ kita bisa melihat banyak UMKM yang rasanya penjualannya banyak, ramai tapi ternyata uangnya tidak ada yang beredar. Jadi uang datang dan pergi tidak ada yang disimpan,’’ jelasnya. Setelah membuat produk dan menentukan harga jual, selanjutnya adalah proses pemasaran. Dengan mempertimbangkan produk yang dijual lalu tentukan target market. (may)
Hiburan
Parade Band Meriahkan 2nd Anniversary Brother Rock Community
BROTHER Rock Community (BRC) merayakan 2nd anniversary di Wantilan DPRD Badung, Sabtu (28/12). Perayaan dimeriahkan dengan parade band BRC, dengan penampilan spesial Mangupura Band. Selain itu, ada pula food stand di area depan wantilan serta coaching clinic gitar dan drum. Puncak acara yang berlangsung sejak pagi tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng di malam hari. Tampak hadir Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, anggota DPDRI Dapil Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, serta anggota DPRD Badung dan DPRD Tabanan. Ketua Panitia Acara I Gusti Gede Arya Teja mengatakan, perayaan 2nd anniversary BRC mengangkat tema ‘’Together in Brotherhood’’. Di mana tujuan utamanya adalah untuk memperkuat persaudaraan di antara anggota komunitas yang terdiri dari pemusik dan penggemar musik genre heavy metal, classic rock, dan punk. Selain berkutat pada musik, BRC juga aktif melakukan upaya pelestarian lingkungan. ‘’Dalam hal ini kita berharap penguatan ke dalam dulu dari sisi komunitas,’’ ujarnya. Menurut Arya Teja, hal itu utamanya tampak dalam
PEMOTONGAN TUMPENG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa tampak hadir dalam perayaan 2nd anniversary Brother Rock Community yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. acara parade band yang melibatkan anggota komunitas di seluruh Bali. Kendati dari 39 band yang menjadi anggota, hanya 32 band yang ikut terlibat mengisi acara. Di sisi lain, perayaan anniversary juga mendapat support dari Pemkab dan DPRD Badung. ‘’Jujur saja kita bermarkas di Badung, di sini sangat berterima kasih kepada Kabupaten Badung, utamanya bupati dan wakil bupati, juga beberapa anggota dewan,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum BRC Urip Sanjaya
mengatakan, BRC merupakan ‘’nama panggung’’ dari Yayasan Musik Dewata. Komunitas ini berawal dari sebuah acara bakti sosial dengan hiburan musik di Abiansemal. Dalam perjalanannya, para inisiator yang bertemu di acara itu rupanya memiliki visi dan misi serta persepsi yang sama. Di samping bermain musik, mereka juga ingin memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungan sekitar. ‘’Kita menginisiasi perubahan-perubahan positif. Ketika kita sudah berkon-
tribusi yang baik, inisiasi positif, itu merupakan salah satu bentuk bela negara. Kami melakukan dari jalur musik,’’ ujarnya. Oleh karena itu, lanjut Urip, setiap kali BRC mengadakan kegiatan sosial termasuk upaya pelestarian lingkungan, kerap melibatkan instansi lain untuk bersinergi bersama. Salah satunya mengundang Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan penyuluhan terkait P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). ‘’Harapan ke depannya semoga komunitas ini lebih besar lagi. Kebetulan kita sudah ada akta pendirian notaris, kemudian izin dari Menkum HAM RI,’’ imbuhnya. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengaku turut merasakan kebahagiaan dalam perayaan ulang tahun ke-2 BSC. Ia sekaligus memberikan apresiasi yang luar biasa kepada BSC, dan berharap acara tersebut dapat meningkatkan tali silaturahmi antaranggota komunitas. ‘’Semoga BRC semakin erat, rekat, dan semakin kuat ke depannya, bersama masyarakat sebagai mitra pemerintah untuk melestarikan budaya kita,’’ ujarnya. (ad701)
Tekun Latihan Olah Vokal MASIH belia, Ni Putu Indhira Laksmi Putri Suarman (8) sudah mampu menunjukkan kualitasnya dalam bernyanyi. Indhira -- sapaan akrabnya -- sudah berani tampil di berbagai event dan perlombaan. Bahkan sudah memiliki sebuah single yang tergabung dalam produksi musik Bali Kumara generasi 7. Di Bali Kunara 7, siswi SDN 2 Peliatan, Ubud ini spesial membawakan lagu ‘’Redite’’ yang diciptakan langsung Komang Raka yang terkenal memproduksi lagu Bali anak-anak. Lagu ‘’Redite’’ ini khusus diciptakan untuk Indhira, karena sesuai dengan karakter dan kemampuannya. Apalagi, Redite merupakan hari yang ditunggu oleh anak-anak, karena mereka tidak ke sekolah. Mereka bisa bermain-main bersama temanteman seusianya, terutama permainan tradisional. Penggagas Bali Kumara,
I Komang Darmayuda, mengatakan Indhira memiliki semangat yang tinggi untuk ikut dalam Bali Kumara. Hal ini dibuktikan dengan ketekunan dalam berlatih olah vokal di Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’ bersama teman-temannya. ‘’Walaupun Indhira termasuk anak sanggar yang belia, tapi sudah sering mengikuti lomba, sehingga dapat menambah kepercayaan diri dalam menyanyi,’’ ujar pendiri Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’, Sabtu (28/12). Selain itu, putri pasangan Ketut Ery Suarman, S.Com. dan Ni Kadek Risma Dwindayanti, S.Pd. ini juga memiliki kualitas vokal yang sudah terbentuk cukup baik. ‘’Sesuai usianya tinggal mematangkan lagi seiring bertambahnya usia. Kalau mood-nya lagi bagus, Indhira dapat menyanyi dengan ekspresif,’’ pungkasnya.(win)
Bali Brand
Tenun Patra
Tampilkan Motif Flora dan Fauna
KERAJINAN tenun di Bali sejatinya sudah berkembang sejak lama. Sejalan dengan perkembangan zaman, inovasi pun terus bermunculan. Salah satunya Tenun Patra yang digagas I Gusti Made Arsawan. Tenun Patra sebagai kain yang dinamis merupakan kreasi ulang dari khazanah tenun tradisional dengan beberapa sentuhan hasil eksplorasi dan eksperimentasi. Salah satu keunggulannya adalah mampu dikembangkan sebagai tenun kontemporer yang memiliki ciri ketidakterbatasan dalam motif dan warna. Pengembangan ini memungkinkan penggunaan Tenun Patra sebagai kain koleksi yang eksklusif atau mentransformasi kebutuhan khusus bagi desainer dalam aplikasinya, baik untuk fashion maupun produk. Ditemui di kediamannya belum lama ini, Arsawan mengatakan, ia sangat tertarik dengan motif yang berbeda dengan kain yang ada di pasaran selama ini. Pihaknya mencoba menampilkan motif flora dan fauna di kain tenunannya. Ide kreatifnya ini mampu membuat kain tradisional motif baru dengan kemasan bagus dan kualitas terbaik. ‘’Selama ini karakter endek motifnya berbentuk geometeri. Saya ingin endek tampil beda, sehingga perlu mengubah pakem agar fresh dan baru,’’ ujar alumnus ITB ini. Berkat produk kain tenun yang dihasilkan itu, I Gusti Made Arsawan diberikan Anugerah Bali Brand oleh Kelompok Media Bali Post. Ia salah satu dari tujuh penerima anugerah itu yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster serangkaian acara pidato akhir tahun 2019 di Taman Budaya Bali, Jumat (20/12) lalu. (ara)
Sp
Bali Post/ara
I Gusti Made Arsawan
Bali Post/ist
YEAR END - Suasana pertandingan petanque bertajuk ‘’Year End II Open Petanque Competition’’ di Lapangan Petanque Debes, Tabanan, yang berakhir Minggu (29/12) kemarin.
M. Kurniawan/Alvian Juara ’’Double Open’’
Tabanan (Bali Post) Pasangan M. Kurniawan Asa Putra dan Alvian Adha Kristanto dari klub New Kampret 2 (Jatim) keluar sebagai juara di nomor double open pada turnamen akhir tahun bertajuk ‘’Year End II Open Petanque Competition’’ di Lapangan Petanque Debes, Tabanan, yang berakhir Minggu (29/12) kemarin. Juara II direbut Zakiyatul Husniah/ Irpan Riad dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma 2), Mataram, NTB. Sementara juara III bersama diraih Yogiswara Anugrah Pamungkas/Anjani Dwi Apriliah (New Kampret 3 Jatim) dan Ni Wayan Tisna Dianti/I Made Putra Sedana (Tabanan). Untuk nomor shooting pu-
tra juaranya Abriyano Nabil Kusuma (Muna Jateng), disusul Taufik Ardhi Wirawan (BM 1 Jateng) serta juara III Rahardian Sukma Firmansyah (Muna 3 Jateng) dan Aris Maulana (New Kampret 2 Jatim). Nomor shooting putri juaranya Kadek Alpida Arta Dwi Cahyani (Tabanan 1), kemudian Ni Kadek Nandinia Apsari (Tabanan 2), serta juara III Enjelita Ferlina Sari (New Kampret 2 Jatim) dan Cindy Margaretha (Kuaci Jakarta). Ketua Panpel Dewa Tomi Sanjaya mengemukakan, kejuaraan akhir tahun bertajuk ‘’Year End II Open Petanque Competition’’ sebelumnya pernah digelar tahun 2018 lalu, dan kini kembali digelar
di Tabanan. Menurut Dewa Tomi, event ini bertujuan sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antarinsan petanque dari seluruh Indonesia, hingga kejuaraan terbuka ini berlevel nasional. Dijelaskannya, kejuaraan ini juga bertujuan untuk mengukur kemampuan para atlet, seraya diharapkan melalui ajang ini melahirkan atlet berprestasi dalam berbagai event baik berskala daerah, nasional maupun internasional. Ia menerangkan, turnamen ini melibatkan 250 atlet yang berdatangan dari kabupaten dan kota se-Bali, ditambah kontestan dari NTB, Kalimantan Utara, Jatim, Jateng, Jabar, Banten dan DKI. (022)