Skip to main content

Edisi Minggu 30 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 129 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Wage, 30 desember 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Gubernur Koster Dapat Dukungan Politis Denpasar (Bali Post) Banyak kalangan menilai langkah Gubernur Wayan Koster dalam beberapa hal tergolong berani. Termasuk berani mengirim surat ke Presiden Jokowi agar mengubah Perpres No.51 tahun 2014. Terlebih, megaproyek tersebut telah menuai penolakan dari masyarakat Bali sejak 5 tahun terakhir. Gubernur Wayan Koster pun mendapat dukungan politis dari DPRD Bali. Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, menyatakan lembaga yang dipimpinnya “satu jalur” dengan gubernur terkait menolak reklamasi Teluk Benoa. Dengan kata lain, dewan mendukung penuh langkah gubernur yang bersurat ke Presiden RI. “Kita sudah satu langkah, satu jalur dengan gubernur. Kita dukung itu,” ujar Adi Wiryatama Sabtu (29/12) kemarin. Sementara ini, lanjut Wiryatama, pihaknya memang tidak lagi mengeluarkan rekomendasi atau sikap dewan terkait reklamasi. Terlebih, dewan sebelumnya sudah beberapa kali menyatakan sikap. Namun, bila surat dari gubernur dirasa kurang cukup untuk menggugah Presiden agar me-review Perpres 51,

pihaknya siap mengeluarkan rekomendasi untuk itu. “Kalau ini (surat gubernur, red) sudah ditanggapi Presiden, kan tidak perlu lagi kita (mengeluarkan rekomendasi, red),” jelas politisi asal Tabanan ini. Wiryatama menambahkan, DPRD Bali akan ikut mengawal surat gubernur sampai direspons oleh Presiden. Masyarakat diharapkan kembali tenang dan tidak lagi berpolemik. “Gubernur dan DPRD itu sudah satu kata dengan rakyat Bali urusan reklamasi,” tegasnya. Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, menyarankan agar DPRD Bali merumuskan suatu rekomendasi terkait reklamasi Teluk Benoa. Menyusul adanya izin

lokasi baru yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. Pihaknya tidak menginginkan situasi penolakan yang dilakukan oleh rakyat selama lima tahun terakhir kembali terulang. “Kalau boleh saran, kami minta kepada DPRD untuk merumuskan suatu rekomendasi apa yang sebenarnya dikehendaki oleh masyarakat kita di Bali ini. Seperti yang kita pahami, ada banyak kekeliruan sebenarnya dalam pengeluaran izin lokasi yang baru,” ujarnya dalam rapat terkait perpanjangan pembahasan revisi Perda RTRWP Bali, di gedung dewan, Jumat (28/12) lalu. Hal. 11 DPRD Harus Bersikap

ForBALI Nilai Sedikit Terlambat, Siap Turun ke Jalan Lagi Denpasar (Bali Post) Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster yang akhirnya bersurat ke Presiden RI. Salah satunya, agar Presiden mengubah Perpres No.51 tahun 2014. Kendati, langkah gubernur dinilai ForBali sejatinya terlambat lantaran sudah lebih dulu terbit izin lokasi baru dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. “Selain mengapresiasi, saya

perlu tekankan ke Gubernur Koster bahwa sejatinya tindakan bersurat ini terlambat karena lebih dulu terbit izin lokasi dari Menteri Susi. Andai saja (gubernur) dulu tidak banyak ngeles tentang pentingnya review Perpres No.51 tahun 2014, tentu saja usulan ini kan lebih baik karena setidaknya izin lokasi belum terbit,” ujar Koordinator ForBALI, I Wayan Gendo Suardana, saat dikonfirmasi Sabtu (29/12) kemarin. Menurut Gendo, konsekuensi hukum penerbitan izin

lokasi akan menjadi batu kerikil dalam upaya mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi lewat review Perpres 51. Pada titik ini, Gubernur Koster mesti meningkatkan intensitas komunikasi dengan istana negara. Tentunya untuk memastikan Presiden mengubah Perpres 51 sesuai isi surat gubernur, sehingga Teluk Benoa kembali menjadi kawasan konservasi. “Ini kan usulan. Presiden tidak wajib mengikuti usulan gubernur sehingga mengawal

proses usulan ini penting. Kalau tidak, nanti usulan akan tetap sebatas usulan. Kalau seperti itu, jangan sampai tindakan ini dianggap sebagai taktik buying time terkait Pilpres,” jelasnya. Gendo juga menuntut Gubernur Koster agar memperlihatkan surat yang dikirimnya ke Presiden kepada publik. Transparansi gubernur dinilai penting, sebab surat itu bukanlah surat rahasia. Hal. 11 Siap Turun

BPM/dok

Siap Turun - Masa ForBALI siap turun kembali membela tolak reklamasi.

Penyakit pada Musim Hujan

Jangan Remehkan Diare Musim hujan melanda wilayah Bali sejak beberapa bulan terakhir. Cuaca dingin dan lembab pada musim hujan sangat rentan menyebabkan kesehatan seseorang terganggu. Apalagi mereka yang daya tahan tubuhnya sedang lemah atau menurun.

Filipina dan Nias Diguncang Gempa Manado (Bali Post) Gempa bumi berkekuatan 7,1 skala richter mengguncang Pulau Mindanao, Filipina Selatan. Guncangan gempa ini turut dirasakan masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (29/12) kemarin, pukul 11.30 wita. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyebutkan bahwa gempa tersebut berpotensi

BATUK, pilek, dan suhu panas badan naik salah satu gejala penyakit pada musim hujan. Perubahan cuaca ini memerlukan kondisi tubuh yang sehat juga. Dokter RSU Bangli, dr. Ari Susanti, mengatakan, ada dua jenis penyakit yang sering mengintai saat musim hujan, yakni infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare. Dibanding dewasa, dua penyakit itu lebih banyak menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun. Menurut Ari Susanti, anakanak mudah terkena ISPA dan diare saat musim hujan karena secara umum mereka belum bisa menjaga kondisi tubuhnya sendiri. Di usianya, anak-anak

menimbulkan tsunami kecil di beberapa bagian pantai Filipina, Indonesia, dan Palau. Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa tersebut terjadi 193 kilometer di timur kota General Santos, Filipina, pada kedalaman 60 kilometer. Belum ada laporan langsung tentang korban atau kerusakan dari gempa bumi. Hal. 11 Akhirnya Dicabut

masih senang bermain di tanah dan sembarang tempat lainnya. Anakanak secara umum juga belum bisa melindungi tubuhnya dari cuaca hujan dan dingin. Hal inilah yang menyebabkan kondisi tubuh anak rentan menurun dan mudah terkena infeksi virus maupun bakteri. Makanya dia menyarankan jangan remehkan diare pada anak karena harus segera diobati agat tak menjadi diare akut. “Kalau orang dewasa, lebih bisa menjaga kesehatannya. Saat hujan bisa berteduh, bisa menjaga kebersihan diri,” ungkapnya Sabtu (29/12) kemarin. Untuk menghindari gangguan kesehatan saat musim hujan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, menjaga kebersihan lingkungan. Kedua, menjaga kebersihan tubuh. Hal. 11 Kebersihan Diri

Makanan, Ancaman Kesehatan Generasi Mendatang Virus ISPA Berkembang Cepat INFEKSI Saluran Pernapasan Atas (ISPA) mendominasi penyakit infeksi di Tabanan saat musim hujan dewasa ini. Penyakit yang disebabkan virus dan bakteri ini menyebar lewat droplet penderita melalui udara sehingga penyebaran penyakit ini mudah dan cepat berkembang. Namun, biasanya yang menderita ISPA adalah orang yang imun atau daya tahan tubuhnya sedang turun. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Su-

ratmika, mengatakan jika dilihat dari sepuluh besar penyakit di Tabanan, ISPA termasuk di dalamnya. Selain ISPA, penyakit yang mendominasi adalah hipertensi. “Cukup banyaknya kasus ISPA saat ini karena musim hujan disertai panas. Cuaca ini menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun dan rentan terkena virus ataupun bakteri penyebab ISPA,” ujarnya. Hal. 11 Bisa Menginfeksi

Makanan menjadi ancaman generasi mendatang. Perkembangan teknologi saat ini membuat pengolahan makanan hingga penyediaan makanan berubah menuju pola yang praktis dan efisien. Ini akan berdampak pada status gizi generasi penerus Bali ke depan. PENGAMAT kesehatan yang juga Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Cabang Bali, Made Kerta Duana, mengatakan, pendekatan keluarga dengan mengubah mindset terkait pola makanan dan jenis makanan yang harus dikonsumsi harus menjadi gerakan nyata. Peran sekolah bisa dimaksimalkan dengan pengelolaan kantin sehatnya, dan tantangan terhadap mesin pengolah makanan dan minuman, dan pengelolaan terhadap makanan di luar sekolah. “Pemerintah harus hadir di situ dalam wujud regulasi- regulasi. Dari dulu, masalah konsumsi pada anak ini belum teratasi. Sudah

banyak diperbincangkan namun belum ada aksi nyata,” ungkap Kertha Duana Sabtu (29/12)kemarin. Selama ini, masyarakat hanya fokus pada pencegahan penyakit yang sifatnya jangka pendek. Padahal, gaya hidup memengaruhi kesehatan jangka panjang yang membuat kualitas hidup tidak baik. Utamanya pola makan yang menyebabkan penyakit jangka panjang. Banyak situasi yang mendorong anak masa kini memperoleh asupan makanan yang instan, efisien namun belum tentu sehat. Mulai dari ketersediaan makanan di kantin, di luar kantin, rumah tangga, tersedianya counter-counter

makanan fast food yang mudah, dll. Sementara anak tidak mendapatkan informasi yang benar terkait makanan yang dikonsumsinya. Dengan kemudahan mendapatkan makanan itu menyebabkan pola makan anak terganggu. “Ada perubahan pola makan yang menginginkan efisiensi dan kepraktisan yang diinginkan oleh orang tua dalam pemenuhan gizi anak,” ungkapnya. Contohnya, orang tua menyiapkan makanan yang sifatnya cepat saji seperti sosis, nugget menjadi bekal sekolah. Pemenuhan gizi dipenuhi dengan pemberian suplemen dan vitamin. “Nah itu polanya bisa dilihat seolah-olah itu sudah memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Makanan cepat saji jadi pilihan orang tua karena tuntutan waktu, efisiensi dan praktis serta disukai anakanak,” ungkapnya. Hal. 11 Tidak Sehat


2

Minggu Wage, 30 Desember 2018

Bali Mesti ’’Zero’’ Narkoba

ANGKA penggunaan narkoba maupun prevalensi di Bali menunjukkan angka penurunan. Hal itu disampaikan langsung pihak BNNP Bali berdasarkan data yang dimilikinya. Kondisi menurunnya prevalensi itu patut diapresiasi, khususnya pada kinerja BNNP, kepolisian, masyarakat, serta penggiat antinarkoba lainnya. Namun, jelang tahun baru ini, pengamanan khususnya dalam hal penyelundupan narkoba, baik via laut, darat maupun udara mesti ditingkatkan. Sehingga Bali tidak lagi dijadikan sarang peredaran narkoba. “Menurunnya prevalensi penyalahgunaan narkoba di Bali sangat patut diapresiasi. Mari kita bantu petugas untuk terus menurunkan angka tersebut. Jangan sampai Bali yang kita cintai ini terkontaminasi dengan bandar narkoba yang tidak jelas juntrungannya,” tandas praktisi hukum, I Wayan Sumardika, S.H., CLA., Sabtu (29/12) kemarin. Ditambahkan, biasanya menjelang tahun baru, suplai narkoba meningkat yang disalurkan ke Bali. oleh karenanya, dia berharap pada aparat terkait, baik kepolisian, BNN, kepala lingkungan, hingga masyarakat terbawah ikut mengawasi wilayahnya sehingga terhindar dari praktik narkoba. “Bali harus dijadikan zero narkoba. Jika kita kompak, pasti bisa. Kuncinya semangat dan ada kemauaan. Jangan diberi ruang menjelang tahun baru ini pada bandar narkoba,” ajak pemilik Bali Privacy itu. (asa)

Karya Dalem Agung PSNKK

Kemenhub Berencana Tinjau Lokasi Bandara Internasional Kubutambahan

Singaraja (Bali Post) –

Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) Budi Karya Sumadi dijadwlakan berkunjung ke Buleleng, Minggu (30/12) ini. Agenda pentingnya adalah meninjau kesiapan lahan yang akan dibangun Bandar Udara (Bandara) Internasional di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.

Kunjungan ini memberi kepastian kalau tidak lama lagi Izin Penetapan Lokasi (Penlok) Bandara akan diterbitkan. Itu artinya, proyek yang sejak bertahun-tahun menjadi wacana dipastikan dapat diwujudkan. Kepastian kunjungan Menhub RI Budi Karya itu dibenarkan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Dikonfirmasi Sabtu (29/12) kemarin, Bupati Suradnyana mengatakan, Menhub Budi Karya rencananya juga akan ditemani Gubernur Bali Wayan Koster. Kunjungan ini sekaligus melihat dari dekat kondisi lahan yang akan dijadikan lokasi bandara. Menhub juga ingin bertatap muka dengan warga Desa kubutambahan. Hal ini penting karena dari kajian dan hasil diskusi publik beberapa waktu lalu menyebut bahwa bandara dibangun di darat memanfaatkan tanah yang tercatat menjadi aset Desa Pakraman Kubutambahan. Terpisah, Klian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea membenarkan telah diperintahkan untuk menyambut kujungan kerja Menhub Budi Karya. Pihaknya sudah berkordinasi dengan prajuru desa pakraman, pemerintahan desa, dan para tokoh Desa Linggih yang berjumlah 38 orang. “Kalau dari jadwal yang kita terima, rombongan Menhub akan tiba pukul 11.00 wita dan di depan Pura Madue Karang kemudian disambut untuk ke lokasi bandara yang tidak jauh dari lokasi SMA Bali Mandara Kubutambahan,” tegasnya. (kmb38)

BPM/kmb38

TUNJUKKAN PETA - Klian Desa Pakraman Jro Pasek Warkadea menunjukkan peta tanah milik desa adat yang konon akan dijadikan lokasi proyek pembangunan Bandara Internasional di Desa Kubutambahan.

Aksi Nekat Pelaku Nikah Siri

Gelar ’’Melasti’’ dan ’’Bhakti Hendak Racuni Suami, Justru Istri Tua Terperangkap Racun Serangga Pakelem’’ ke Segara Klotok Semaparura (Bali Post)Upacara melasti serangkaian karya mamungkah, mupuk pedagingan, mapadudusan agung, metawur balik sumpah di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan (PSNKK) di Banjar Dukuh, Nyuh Aya, Gelgel, Klungkung, diikuti ribuan pamedek seluruh Bali, Sabtu (29/12) kemarin. Selain pangayah yang mundut pralingga dan pretima Ida Batara Kawitan, ribuan pamedek juga tumpah mengiringi prosesi hingga ke Segara Klotok. Setidaknya, ada delapan ribu orang dengan berjalan kaki sepanjang Jalan By-pass I.B. Mantra dari simpang empat Banjar Dukuh, Gelgel hingga simpang empat Segara Klotok. Iring-iringan perjalanan melasti diawali tirta pamarisudha, gong beri dan gong baleganjur. Disusul iringan lelontekan, canang rebong, pemangku dengan bebajran dan iringan lan-

tunan mantra serta kidung menambah suasana begitu magis, mengantarkan jempana yang berisi pralingga dan pratima sepanjang jalan hingga Segara klotok. Menurut Manggala Karya, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, S.H., M.H., upacara melasti di-puput Ida Pedanda Griya Kediri Putra Keniten. Selain upacara melasti, juga dilakukan mapekelem di tengah Segara Klotok, dan upacara ngomed tirta. Prosesi pakelem ke tengah segara dilakukan melalui Dermaga Kusamba menuju Segara Klotok. Usai prosesi melasti, dilanjutkan dengan prosesi memasar di simpang empat I.B. Mantra Banjar Dukuh, Nyuh Aya, Desa Gelgel. Prosesi upacara memasar dipuput Ida Pedanda Tapini, yakni Ida Pedanda istri Suryati Keniten. Selanjutnya, dilangsungkan upacara mendak siwi, di-puput Ida Pedanda Pring Alot. Sementara itu, banyaknya pamedek yang ikut rangkaian upacara melasti hingga memasar serangkaian karya ini menyebabkan arus lalin Jalan By-pass I.B. Mantra dari simpang empat patung Ida Dewa Agung Istri Kanya Kusamba hingga simpang empat Klotok dilakukan buka tutup dengan satu jalur. (kmb16)

BPM/ist

PAMEDEK – Iring-iringan pamedek Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan saat melasti ke Segara Klotok, Sabtu (29/12) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Menjelang akhir tahun 2018, petugas Reskrim Polres Tabanan mampu mengungkap empat kasus kriminalitas menonjol. Salah satunya adalah percobaan pembunuhan yang dilatarbelakangi pernikahan secara siri. Mirisnya, pelaku yang mencoba meracuni suami malah istri tua yang terkena perangkap. Kini, polisi telah menetapkan Ni Kadek S (34) (istri muda) sebagai tersangka. Dia diduga menebar racun serangga di galon air mineral. Tersangka kesal lantaran selama tujuh tahun dinikahi secara siri, hanya diberikan janji palsu dan tak kunjung dinikahi secara sah oleh suaminya Wayan S asal Banjar Dinas Dangin Jelinjing, Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Tabanan. Atas puncak kekesalannya itulah, Ni Kadek S yang sudah dikarunia dua orang anak ini nekat melakukan percobaan pembunuhan terhadap Wayan S dengan cara mencampur racun serangga ke dalam minuman galon. Namun apes, justru yang meminum air berisi racun tersebut adalah Ni Nengah S (48) yang merupakan istri tua Wayan S. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra

Wijaya, Sabtu (29/12) kemarin, mengatakan bahwa kejadian itu berawal pada Kamis (27/12). Saat itu, Ni Nengah S pulang dari bertani sekitar pukul 17.30 wita, disusul suaminya yang bekerja sebagai tukang parkir. Namun, sial bagi Ni Nengah S, karena kehausan, tanpa pikir dia ambil air minum di galon yang biasa ia minum. Tak lama berselang setelah menenggak minuman tersebut, korban berteriak “panas” disertai bau menyengat dari minuman tersebut. Ni Nengah S selaku korban saat itu lang-

sung merasa pusing dan panas di tenggorokan. Saat itu juga, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tabanan. Merasa istrinya diracun, I Wayan S melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Pelaku yang ternyata istri siri Wayan S akhirnya diamankan dengan barang bukti satu botol racun serangga. Dari hasil interogasi petugas, pelaku mengaku sakit hati terhadap suami karena sering diperlakukan kasar dan tidak juga dinikahi secara sah sesudah tujuh tahun menikah siri. Tujuh tahun sebelumnya,

Bali Post/kmb28

KASUS KRIMINAL - Kapolres Tabanan, AKBP Made Sinar Subawa, saat merilis pengungkapan kasus kriminal selama satu bulan terakhir.

pelaku yang juga transmigran asal Sulawesi ini pulang kembali ke Bali dan memutuskan tinggal di rumah Wayan S lantaran masih ada hubungan saudara. Polisi menambahkan, selama tujuh tahun tersebut, tumbuh cinta antara pelaku dan Wayan S hingga akhirnya memutuskan menikah siri dan dikaruniai dua orang anak. Sementara dari istri tua, Wayan S hanya memiliki satu orang anak. “Tersangka beberapa tahun lalu juga pernah hendak bunuh diri namun gagal. Dan karena sudah terlalu kesal, dia hendak meracun suaminya. Hanya, yang kena justru istri tua suaminya,” tandas polisi. Atas perbuatannya, dalam perkara ini tersangka dikenakan pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Di samping mengungkap kasus rencana percobaan pembunuhan, polisi juga merilis beberapa kasus pencurian. Salah satunya adalah tertangkapnya pelaku pencurian sepeda motor RX-King di wilayah Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Rabu (28/11) lalu. Sebagai tersangka dalam perkara ini adalah Made BP. Sementara temannya Komang IPW masih buron. Selaim itu, polisi juga mengungkap pencurian mobil Toyota Innova dengan pelaku

Gusti NMA yang dilakukan Rabu (12/12) lalu. “Pelaku pencurian mobil ini sudah sangat familiar dengan korban karena pelaku bekerja dengan korban. Modus yang dilakukan dengan cara menggandakan kunci dan mengambil mobil dengan menggunakan kunci palsu,” ucap Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa. Terakhir, pengungkapan kasus pencurian di sebuah rumah dengan tersangka Wayan WJ. Dia berhasil menggasak perhiasan dan barang berharga lainnya milik I Made Buda asal Banjar Dinas Meliling Kangin, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. “Untuk tersangka Wayan WJ, selama ini memang cukup meresahkan warga Kerambitan, karena disinyalir banyak korban. Pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela saat pemilik rumah tidak ada di tempat,” terangnya. Terkait kriminalitas di Kabupaten Tabanan, Kapolres Tabanan mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan sehingga bisa mengurangi peluang atau kesempatan pelaku untuk melakukan tindak pidana. Apalagi pada tahun 2019 pengamanan juga terfokus pada perhelatan Pilpres. (kmb28)

’’Live Sketching’’ Ramaikan Denfest 2018

Bangkitkan Kepedulian Masyarakat Kenali Objek Sekitar GELARAN Denpasar Festival (Denfest) tahun 2018 memberikan ruang seluasluasnya bagi insan kreatif di Kota Denpasar. Setelah sebelumnya dilaksanakan live mural, kali ini live sketching juga turut meramaikan Denfest 2018. Sejak Sabtu (29/12) pagi, puluhan seniman sketching yang tergabung dalam Komunitas Kusara turut andil dalam mengisi setiap sudut arena Denfest. Beragam sudut sekitar diaplikasikan dalam goresan tinta, pensil, serta cat air yang nantinya memberikan nuansa artistik tersendiri bagi para pengunjung Denfest 2018. Pembina Komunitas Kusara, I Putu Udiyana Wasista, di selasela live sketching menjelaskan bahwa Komunitas Kusara merupakan sebuah komunitas yang mewadahi siapa pun untuk mengabadikan momen lingkungan sekitar melalui seketsa khususnya di Bali. Pada ajang Denfest tahun ini, sedikitnya terdapat 22 anggota yang terlibat dalam live sketching ini. “Kali ini, ada 22 orang yang terlibat dan merupakan mahasiswa ISI Denpasar dan STD Bali. Namun di lapangan, banyak masyarakat yang ikut

berpartisipasi secara langsung,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, live sketching saat ini sudah mengalami perkembangan. Tema-tema yang diangkat sudah urbanis. Namun, tetap berpedoman pada cerita yang ditangkap dengan melihat kejadian di sekitar. “Ya kunci dari live sketcher ini adalah kejadian di sekitar kita. Jadi, kita hanya mengabadikan momen di sekitar melalui sketsa, seperti jurnalis sketsa,” paparnya. Udiyana menambahkan, bahwa saat ini masyarakat cenderung sibuk dengan gadgetnya. Sehingga momen penting di sekitar justru terlewatkan dengan sia-sia. Hal inilah yang mencoba dibangkitkan dan merangsang masyarakat untuk kembali peduli dengan momen sekitar kita. “Seperti halnya melihat catur muka dari foto dan dari sketsa tentu sangat berbeda. Dari goresan tangan, kita dapat melihat detail dari patung catur muka itu sendiri,” ungkapnya. Udiyana berharap agar live sketching dapat terus tumbuh dan mengisi salah satu ruang seni di Bali. Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa

masyarakat harus mau meluangkan waktu untuk melihat keadaan sekitar. Hal ini lntaran live sketching ini dapat menjadi wahana terapi psikologi dan juga sebagai pembuka mata terhadap lingkungan sekitar sebagai upaya menumbuhkan kepedulian. “Sketsa ini dapat menjadi wahana terapi psikolo-

gi dan membangkitkan rasa kemanusiaan dengan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya. Sementara salah seorang anggota komunitas, Karunia Adji menyambut baik atas kesempatan dan ruang yang diberikan untuk mengenalkan komunitas ke pengunjung Den-

fest. Ditambah lagi, pemilihan tema urban playground yang sangat sesuai dengan komunitas kusara. “Semoga ke depannya, komunitas sketsa lainya dapat diberikan ruang dalam setiap event di Bali sebagai media komunikasi dan edukasi kepada masyarakat,” harapnya. (k400)

BPM/ist

LIVE - Suasana Live Sketching di kawasan Catur Muka, Kota Denpasas, Sabtu (29/12) kemarin.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Wage, 30 Desember 2018

Dengarkan Musik Sambil ”Ngecharge”, Petani Tewas Tersetrum

Negara (Bali Post)Diduga akibat mendengarkan musik lewat ponsel yang sedang di-charge, Wayan Suardana (35) asal Banjar Sarikuning Tulung Agung, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana ditemukan tewas, Jumat (28/12) petang lalu. Pria yang sehari-hari sebagai petani ini meregang nyawa diduga akibat tersetrum listrik. Informasi yang didapat, sebelum ditemukan meninggal dunia korban sedang asik mendengarkan musik lewat ponsel miliknya. Sementara Handphonenya dalam keadaan ter-charge. Dari keterangan saksi I Made Arya (30), sebelum ditemukan meninggal, dia melihat korban sedang bermain ponsel sambil mendengarkan musik. Sementara ponselnya sedang di-charge dan dilihat juga dihubungkan ke speaker aktif. Kemudian sekitar pukul 17.00 Wita saksi melihat korban sudah tergeletak di tanah dalam keadaan tidak sadarkan, selanjutnya korban dilarikan ke RSU Negara. Dalam perjalanan korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Dari hasil olah TKP tim identifikasi Polres Jembrana, disebutkan bahwa dari hasil pemeriksaan ditemukan tangan

kanan korban terdapat luka bakar, diperkiraan kena aliran lisrik. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Atas kejadian ini pihak keluarga sudah mengiklaskan korban dan tidak dilakukan otopsi. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana, dikonfirmasi Sabtu (29/12) menyatakan memang benar ada peristiwa tersebut. Yusak mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat menggunakan ponsel yang sedang di-charge. “Jangan main-main dengan listrik, apalagi jika ada kabel yang terkelupas, agar diamankan,!” pintanya. (kmb)

BPM/kmb

Barang bukti speaker dan kabel yang dibalut isolasi.

AQUA Raih Penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian LHK DANONE-AQUA kembali mendapatkan Anugerah PROPER Hijau untuk keenam pabriknya atas pencapaiannya dalam pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam Peraturan Pemerintah. Penghargaan PROPER Hijau tersebut diterima oleh perwakilan dari Pabrik AQUA Mekarsari, Pabrik AQUA Babakanpari, Pabrik AQUA Pandaan, Pabrik AQUA Mambal, Pabrik AQUA Klaten dan Pabrik AQUA Wonosobo yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Kamis (27/12) di Hotel Bidakara, Jakarta. PROPER merupakan upaya pemerintah untuk mendorong agar perusahaan-perusahaan di Indonesia memiliki ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan ini dikeluarkan oleh Kementerian LHK dengan mengukur kinerja keberlanjutan perusahaan melalui berbagai inisiatif yang telah dilakukan. Selain itu, PROPER juga bertujuan agar industri menerapkan prinsip ekonomi hijau dengan kriteria penilaian kinerja sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi dan air, penurunan beban air limbah, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat non B3, serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat. Tahun inisebanyak 155 perusahaan mendapatkan PROPER Hijau dari 1.906 perusahaan yang mengikuti evaluasi per-

ingkat kinerja periode 20172018. Danone-AQUA secara rutin menjalani audit kinerja lingkungan dan program keberlanjutan dalam penilaian PROPER ini sejak 2011. Secara konsisten, pabrik-pabrik yang terpilih mendapatkan peringkat PROPER Hijau, termasuk pada tahun ini. Vice President General Secretary Danone-Indonesia Vera Galuh Sugijanto, mengatakan bahwa tujuan perusahaan menjalani penilaian PROPER adalah untuk melakukan perbaikan kinerja lingkungan secara terus menerus. “Penilaian PROPER merupakan standar kami untuk melakukan perbaikan kinerja lingkungan setiap tahunnya. Sebagai bagian dari Danone, kami memiliki komitmen yang disebut dengan komitmen ganda, yaitu tidak hanya meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga sosial dan lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan yang diamanatkan pemerintah dalam PROPER,” Jelas Vera. Dalam menjalani bisnisnya, Danone-AQUA memegang standar kepatuhan terhadap peraturan pemerintah dalam lingkungan. “Karenanya, secara konsisten kami melihat PROPER sebagai ukuran kami dalam memenuhi standar kepatuhan terhadap lingkungan dan juga memberikan lebih daripada yang dipersyaratkan,” sambung dia. Selain itu, Vera menjelaskan bahwa melalui inisiatif sosial dan lingkungannya, DanoneAQUA juga berupaya mendukung target pemerintah dalam pencapaian Sustainable Devel-

opment Goals (SDG’s). “Kami mengembangkan program peningkatan akses air bersih/WASH yang telah memberikan manfaat bagi lebih dari 160 KK yang tersebar di Indonesia. Selain itu, pabrik-pabrik Danone-AQUA juga menerapkan operasional ramah lingkungan serta green office untuk membantu dalam mengurangi jejak karbon. Untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, Danone-AQUA melakukan pengelolaan sampah botol plastik melalui tiga pilar “BijakBerplastik”, yaitu peningkatan infrastruktur pengumpulan sampah botol plastik, edukasi 3R serta inovasi produk. Dalam memastikan keberlanjutan sumber daya air, pihaknya juga telah melakukan berbagai program konservasi di wilayah DAS tempat beroperasi. Penilaian PROPER diukur dari penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R (Reduce, Reuse, Recycle), efisiensi energi, konservasi sumber daya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat. Peringkat kinerja PROPER dibedakan menjadi lima warna yaitu Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam. Untuk aspek ketaatan adalah Biru, Merah dan Hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek yang masuk kategori lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) adalah Hijau dan Emas. (bns2)

MENJAWAB kebutuhan pecinta motor sport di wilayah Bali, Astra Motor Bali menghadirkan New Honda CBR150R dengan penambahan fitur terbaik, penyegaran tampilan desain dan warna baru. Motor sport full fairing ini kini semakin speedy, agresif, dan siap menyegarkan pasar sepeda motor sport di Tanah Air. New Honda CBR150R yang mengusung konsep “Total Control” kini hadir dengan tampilan baru pada warna Matte Black, Victory Black Red, Honda Racing Red dan MotoGP Edition. Karakter stripe yang agresif dengan desain garis tajam semakin menguatkan kesan agresif sesuai dengan konsep yang diusungnya. Region Head Astra Motor Bali, Ronaldo Widjaja, Sabtu (29/12) mengatakan New Honda CBR150R menjadi motor pilihan masyarakat, terutama para pecinta motor sport full fairing. Model ini terus diperbaharui agar sejalan dengan performa dan tren terkini yang menginspirasi AHM dalam melakukan pengembangan. “Penyegaran tampilan New Honda CBR150R merupakan upaya kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pecinta motor sport full fairing, di mana konsumen menginginkan motor yang sporti, kaya dengan fitur modern, performa tinggi dan memberikan kegembiraan pada pengendara serta kemudahan dalam mengendalikan motor dengan kecepatan dan kelincahan di berbagai lintasan,” ujar Ronaldo. Ditambahkan, model ini memberikan kenyamanan dan handling yang sempurna dalam bermanuver untuk penggunaan aktifitas harian baik di lintasan maupun di perkotaan. Penyematan disc brake yang bergelombang semakin menambah kesan sporty dan stylish. Desain baru pada cast wheel yang semakin modern memberikan kesan racing sesungguhnya.

New Honda CBR150R kini disematkan Anti-lock Braking System (khusus untuk tipe ABS) di mana pengendara akan lebih nyaman dan aman saat melakukan pengereman, serta penambahan fitur baru Emergency Stop Signal (ESS) pada tipe ABS yang menunjang keselamatan pada saat pengereman mendadak. ESS secara otomatis akan mengaktifkan lampu hazard saat rem dioperasikan, sehingga dapat memberikan peringatan ke pengendara di sekitarnya. Terutama pada posisi di belakang kendaraan untuk menghindari kemungkinan kecelakaan. New Honda CBR150R memiliki tampilan baru dengan visor yang lebih tinggi sehingga memberikan kenyamanan pada pengendara dan tampilan layaknya motor balap sejati serta pandangan visor lebih lapang sehingga pengendara merasa lebih dekat dengan jalanan. Tampilan warna baru digital panelmeter yang semakin canggih dan mudah dilihat serta All LED Lighting System yang menghadirkan kesan canggih dan modern. Untuk memberikan pilihan kenyamanan dan handling yang optimal di semua kondisi jalan, model ini juga memiliki pengaturan 5 level pada masing-masing suspensi depan dan

belakang, sehingga semakin lincah dan mudah untuk dikendarai. New Honda CBR150R mengusung mesin 150cc DOHC-6 kecepatan, 4-valve, berpendingin cairan (liquid-cooled). Performa tingginya menghasilkan tenaga 12,6 kW (17,1 PS) /9.000 rpm dan torsi 14,4 Nm (1,47 kgf.m)/7.000 rpm yang membuat pengendara nyaman bermanuver di jalanan. Model sport full fairing ini mampu menyuguhkan efisiensi dalam pemakaian bahan bakar yang mencapai 39,72 km/liter (EURO 3) melalui metode ECE R40 berdasarkan pengetesan internal New Honda CBR150R yang memiliki 4 varian warna untuk masing-masing tipe. Matte Black dan Victory Black Red dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Bali Rp 35.600.000,- untuk tipe STD dan Rp 39.600.000,- untuk tipe ABS. Sementara pilihan warna Honda Racing Red dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) Bali Rp 36.300.000,untuk tipe STD dan Rp 40.300.000,- untuk tipe ABS. Sedangkan warna MotoGP Edition dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) Bali Rp 36.500.000,- untuk tipe STD dan Rp 40.500.000 untuk tipe ABS. (bns1)

Terseret Arus, Dua Kapal Tabrakan di Ketapang New Honda CBR150R Hadir Semakin Sporti

Banyuwangi (Bali Post)- Arus kuat di Perairan Selat Bali memicu musibah. Garagara terseret arus, dua kapal terlibat tabrakan di Perairan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kedua kapal mengalami kerusakan. Dua kapal nahas itu adalah KMP Munic dan KMP

Dharma Lodra milik perusahaan Dharma Lautan Utama (DLU). Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Ketapang, Eka Cakrawala, Sabtu (29/12) mengatakan kejadian ini murni karena faktor alam. Dia menceritakan saat kejadian Jumat (28/12) sore, dua kapal itu sama-sama hendak

merapat di Dermaga LCM Ketapang. Kebetulan saat itu arus laut sangat kuat. Akibatnya KMP Dharma Lodra tak mampu mengimbangi kuatnya arus. Kontan saja moncong kapal ini menyodok moncong KMP Munic. Kerasnya benturan membuat kedua kapal rusak. Atap anjungan robek. Beruntung tak ada korban jiwa

BPM/ist

TABRAKAN - Dua kapal terlibat tabrakan di Perairan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (28/12).

dalam musibah ini. “Ini murni alam, arus laut yang kuat. Kedua kapal bersenggolan,” kata Eka Cakrawala, kemarin. Pa sca keja d ia n, ked ua manajemen kapal sama-sama berdamai. Namun kedua kapal terpaksa diistirahatkan sementara untuk perbaikan. Keduanya bersandar di Pelabuhan Ketapang. Eka menambahkan, beberapa hari terakhir arus laut memang cukup kuat. Karena itu pihaknya selalu memberikan imbauan waspada bagi seluruh operator kapal. Video tabrakan dua kapal jenis roro ini sempat viral di jejaring media sosial. Dalam rekaman tersebut, gelombang terlihat cukup tinggi. Ini terlihat dari kondisi goyangan badan kapal. Lalu, kedua kapal saling mendekat dan terjadilah tubrukan. Kerusakan juga tampak jelas dari video tersebut. Eka memastikan insiden senggolan kapal ini tak sampai menganggu aktivitas penyeberangan. Meski memasuki musim libur akhir tahun. Pihaknya menginstruksikan seluruh operator kapal memperhatikan standar keamanan pelayaran. Sehingga insiden bisa dicegah sejak dini. (udi)

Tabrak Tiang Listrik, Penumpang ” Pick-up” Tewas Amlapura (Bali Post)Kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Karangasem. Pengendara mobil pick -up Nopol DK 8242 SY diduga tak mampu mengendalikan kendaraannya hingga menabrak tiang listrik di Bebandem, persisnya di depan Toko Bintang, Banjar Dinas Kayu Putih, Desa Bebandem, Sabtu (29/12) dini hari. Atas peristiwa itu, seorang penumpang yang diketahui bernama Ni Wayan Wage meninggal dunia. Informasi yang dihimpun di lapangan, mobil pick-up bermuatan bunga pacah, kacang panjang, mentimun dan cabai itu dikemudikan oleh I Wayan Susana (39) asal Banjar Dinas Dangin Sema, Desa Komala, Bebandem, bersama penumpang Ni Wayan Wage. Sumber di lokasi mengatakan, mobil datang dari arah barat (Bebandem) menuju timur dengan kecepatan tinggi. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga tidak bisa menguasai laju kendaraannya karena diduga mengantuk. Tak hayal, kendaraannya keluar jalur hingga ke kanan dan menabrak tiang listrik. Benturan keras pun terjadi. Akibatnya, penumpang mengalami lukaluka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bali Med. Namun sayang, penumpang bernama Ni Wayan Wage dinyatakan meninggal dunia, diduga akibat kerasnya benturan yang dialaminya. Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu

Anne Parwisti mengungkapkan, sopir pick up hanya mengalami luka-luka. Sementara penumpang atas nama Ni Wayan Wage dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami luka di kepala bagian depan luka robek dan retak. Korban meninggal di Rumah Sakit Bali Med, Amlapura. “Kecelakaan tunggal ini diakibatkan kelalaian pengemudi. Karena saat kejadian sopir dalam kondisi mengantuk,” ujar AKP Anne Parwisti yang juga mantan Kasat Lantas Polres Badung itu. (kmb41)

BPM/ist

RINGSEK - Mobil pick-up ringsek di bagian depan setelah menabrak tiang listrik. Satu orang tewas dalam kecelakaan tunggal ini.

HONDA - Region Head Astra Motor Bali Ronaldo Widjaja (tengah) bersama jajaran manajemen saat memperkenalkan New Honda CBR150R, Sabtu (29/12).


4

Minggu Wage, 30 Desember 2018

”Ganjilnya” Kesucian Pura Keberadaan Pulau Bali sekarang ini nampaknya tak hanya sebagai pulau seribu pura melainkan juga sejuta hotel, vila, dan sejenisnya. Bertingkat-tingkatnya Meru sebagai tempat mengagungkan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa bersaing dengan bertingkatnya hotel yang merupakan tempat penyangga “sang jinah”. Tempat yang sakral dan disucikan seperti Pura seolaholah propan yakni menjadi kunjungan wisatawan yang tujuannya tentu tidak seperti umat sedharma untuk memohon kerahayuan. Sepintas hal itu memang tidak merugikan. Begitu pula nampaknya tidak masalah. Justru sebaliknya dari segi ekonomi menguntungkan, bahkan sangat menguntungkan. Namun, perlu disadari bahwa tujuan utama mendirikan Pura tersebut bukan untuk mendatangkan materi tetapi untuk menggapai kerahayuan. Dasar pembangunannya pun tidak menjadi objek kunjungan wisatawan tetapi merupakan tempat memuja, memuliakan, serta mengagungkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya. Atas dasar itu belakangan adanya semacam tambahan mengenai fungsi Pura menjadi kunjungan wisatawan, tentu menimbulkan suatu “keganjilan” terutama dari segi kesuciannya. Sebab bersih itu

belum tentu suci. Suci pun tidak selalu merujuk pada sesuatu yang bersih, apalagi bersihnya hanya sebatas jasmani (sekala). Artinya menjaga kesucian Pura itu tak hanya berpakaian bersih atau menggunakan kain (kamben) dan selendang sudah berarti suci dan boleh memasuki areal tersuci suatu Pura. Melainkan adanya etika semacam aturan yang bersifat sekala dan niskala. Kesucian Pura Keberadaan Pura sebagai tempat mengagungkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya, jelas bahwa kawasan Pura merupakan areal suci, sakral, bahkan pingit. Ini didasari atas yang berstana atau dipuja di tempat itu adalah beliau-beliau

yang suci atau telah disucikan dengan berbagai upacara. Kesucian ini menyebabkan umat sedharma maupun pangempon mempunyai etika memasuki areal Pura. Artinya sebagai krama atau pangempon yang bertanggung jawab atas Pura itu saja mempunyai larangan atau pantangan memasuki areal Pura. Ini dilihat di lingkungan masyarakat Hindu khususnya Hindu Bali adanya suatu “pararem” yang mengatur tatakrama umat sedharma maupun pangempon memasuki Pura. Seperti, bagi yang sebel karena kematian (keluarga / banjar) dilarang ke Pura. Yang datang bulan (haid) tidak diperkenankan memasuki areal Pura. Begitu pula bagi yang melahirkan belum kepus peser, belum upacara tutugambuan, dsb tidak diperbolehkan ke Pura. Bahkan bagi yang menyusui ketika menyusui anaknya disarankan di jaba sisi atau setidaknya di jaba tengah Pura. Semuanya ini menjadi suatu kepatutan atas dasar keyakinan Pura itu sebagai kawasan suci yang mesti dijaga kesuciannya sebagai stana Sang Maha Suci. Sehingga ketika umat sedharma maupun pangempon ngaturang bhakti dengan tulus dilandasi pikiran ning menghaturkan bebantenan untuk mohon kerahayuan sejalan dengan bunyi Genta Jro Mangku yang me-

suara ning...ning...ning....ning…. mencari keheningan. “Ganjilnya” Kesucian Pura Secara umum pararem-pararem tersebut masih bersifat lisan. Namun, umat sedharma maupun pangempon mempunyai kesadaran sendiri terhadap keadaan dirinya. Artinya bila ia merasa cuntaka, sebel, leteh dan sebagainya dengan sendirinya menyadari bahwa ia tidak boleh memasuki areal Pura. Krama, kelihan, pecalang pun tidak mesti ngecek setiap krama yang akan masuk areal Pura. Semuanya berjalan dengan kesadaran sendiri untuk sama-sama menjaga kesucian Pura. Semuanya saling percaya untuk menjaga keharmonisan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, lingkungan, maupun sesama umat sedharma. Begitu sadarnya baik krama maupun pangempon akan kesucian Pura.Tentu adanya suatu “keganjilan” apabila pararem lisan itu ditaati oleh krama atau pangempon seperti yang melahirkan belum upacara kepus puser, belum tutugambuan, dan sebagainya disarankan atau menyadari dirinya tidak boleh ke Pura. Sedangkan umat non-Hindu yang tidak mengenal dan tidak pernah melaksanakan upacara itu begitu saja masuk areal Pura hingga jepret sana-sini. Begitu pula larangan

bagi umat sedharma atau pangempon yang leteh karena kematian, sebel karena haid, dan sebagainya, sedangkan umat non -Hindu yang tidak diketahui keadaan sebenarnya hanya memakai kain dan anteng (selendang) leluasa masuk areal Pura hingga utamaning mandala. Fenomena ini nampak sederhana. Atau boleh dikatakan kekeliruan yang sepele. Namun, jika disadari dan dicermati mempunyai dampak yang memilukan. Sebab begitu semangat dan antusiasnya umat sedharma maupun pangempon menggelar upacara besar dan megah namun konflik sosial dan kasus-kasus asusila masih banyak yang terjadi. Seakan-akan segenap upacara itu tidak bermakna. Bahkan terjadinya kasus-kasus yang menggelikan, seperti pelecehan simbol Hindu bahkan Pratima dicuri, seolah-olah Pura itu pura dua (pura-pura) alias tidak mataksu. Tumpang Tindih yang Membingungkan Walaupun tidak semua, beberapa pangempon, adat, maupun pemerintah setempat sudah jeli hingga membuat pararem tentang wisatawan (non-Hindu) masuk areal Pura, terutama utamaning mandala. Keadaan ini tentu menimbulkan semacam tumpang tindih yang membingungkan. Sebab

statusnya sama sebagai Pura Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, Kahyangan Desa, Paibon, dsb tetapi tidak sama aturan mengenai wisatawan. Ketika ditanya, “kemarin saya diperbolehkan masuk di Pura A, kenapa di Pura ini (B) tidak? / Kemarin saya tidak dipebolehkan masuk di Pura B, kenapa di Pura ini (A) boleh? Apanya yang membedakan Pura A dan B, bukankah sama-sama sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu ? Bingungnya wisatawan yang bertanya, tentu juga dilengkapi kebingungan oleh yang memberikan tanggapan (jawaban). Dan sudah tentu tidak semuanya mampu memberi tanggapan sama dan tepat. Mestinya ada kepastian dan kesamaan pararem mengenai aturan wisatawan memasuki areal Pura khususnya utamaning mandala sebagai areal tersuci Pura tersebut. Hal ini bukan sebuah kemunafikan atau sebagainya, melainkan hanya sebagai batasan orang memasuki areal Pura, mengingat Pura itu sangat suci dan sakral. Hingga sudah menjadi kepatutan apabila sakral, suci, dan pingit itu dijaga eksistensinya. lI Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non-PNS Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung

Senam Poc o -Poco GWR (6)

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

2

4

Gb. IV : Setelah hitungan ke-8, buka kedua lengan ke atas dan membuka kedua kaki.

Di pagi yang cerah ini marilah kita berlatih senam Poco Poco GWR untuk sesi pendinginan, Gerakan yang sangat mudah dilakukan ini merupakan edisi terakhir Senam Poco Poco GWR, yang berdurasi 6 menit. Baiklah ikuti contoh peragaan di bawah ini bersama instruktur Elin dari Lala Studio.

Menyambut tahun baru 2019 dengan latihan yang ringan namun bermanfaat untuk pembentukan tubuh dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. II : Membuka kaki kanan dan kaki kiri menyusul dengan lengan kanan lurus ke atas dan lengan kiri di samping tubuh, ulangi ke arah kiri (hit 1-8).

Gb. I : Gerakkan kaki kanan dari depan lalu ke kanan seirama dengan lengan kanan disilangkan depan perut, lengan kanan di depan lengan kiri 2x lalu kiri juga 2x dan ulangi hingga total gerakkan 8 hitungan.

Gb. III : Gerakan lari di tempat dengan siku lengan kanan ditekuk depan dada kepalan di atas sedangkan siku lengan kiri ditekuk dengan kepalan di depan dada. Sambil memutar badan ke arah kanan (hit 1-8)

1 Kupon

Kisara

3

Mencegah ”Body Shaming”

Halo Kak, aku Ani. Beberapa waktu lalu aku mendengar di TV kalau sekarang kita tidak boleh mengejek bentuk tubuh teman karena bisa saja terjerat pasal dan masuk penjara. Apakah itu benar Kak? Kenapa Kak? Terima kasih, Kak Hai Ani, wah kamu kritis sekali ya! Jadi kenapa sih mengejek bentuk badan orang lain bisa terjerat pasal dan masuk penjara? Mencela atau mengejek orang lain karena penampilan fisik disebut dengan body shaming. Contohnya, mengejek orang lain karena gendut, kurus, pendek, berkulit hitam, atau berambut keriting. Body shaming itu berkaitan banget dengan citra tubuh dimana citra tubuh itu adalah anggapanmu terhadap tubuhmu sendiri. Body shaming atau mengomentari kekurangan dari fisik orang lain ini memang tanpa sadar sering kita lakukan. Dari mulai basa-basi karena tidak ada topik pembicaraan, bercanda hingga kelewatan

atau bahkan demi mencairkan suasana. Padahal, sebenarnya kebiasaan buruk ini gak baik dilakukan terus-terusan karena tanpa kita sadari, kita sudah menyakiti perasaan orang lain yang merasa minder atau rendah diri karena tidak sesuai dengan ‘standar’ yang seharusnya. . Kenapa sih gak baik melakukan body shaming? Nah, body shaming ini akan menimbulkan dampak negatif baik untuk diri kamu sebagai pelaku maupun korban. Berikut dampak yang dapat ditimbulkan dari body shaming : RDepresi Body shaming yang dilakukan terus-terusan bisa mengakibatkan stres atau depresi pada korban,

dimana korban akan merasa tidak dihargai, tidak berani beradaptasi dengan lingkungan karena merasa berbeda. Lebih parah lagi bisa sampai bunuh diri loh! Serem kan? RTidak menghargai dirimu sendiri Ketika kamu sebagai korban membiarkan orang lain melakukan body shaming terhadap dirimu itu artinya kamu tidak menghargai tubuhmu sendiri sehingga kamu membiarkan mereka melakukan hal tersebut. Cintailah dirimu sendiri karena setiap orang punya keunikannya masing-masing. RKamu tidak menghargai orang lain Nah, ketika kamu sebagai pelaku body shaming itu artinya kamu tidak mampu menghargai keunikan orang lain padahal seperti yang kita ketahui bahwa manusia itu diciptakan berbeda-beda bahkan anak yang kembar pun memiliki perbedaan.

RBisa kena sanksi atau hukum Nah, yang terakhir ini paling serem. Ketika kamu menjadi pelaku body shaming dan memberikan dampak yang sangat besar terhadap korban body shaming kamu bisa terkena sanksi baik yang bersifat sosial ataupun sanksi hukum. Jika body shaming dilakukan melalui media sosial maka pelaku bisa terjerat pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 19 tahun 2016. Sedangkan jika dilakukan secara langsung/verbal akan dijerat pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik. Ayo bersama-sama ciptakan lingkungan yang positif untuk membentuk individu yang positif. Ani harus beritahu teman-teman ya, bahwa body shaming itu tidak boleh dilakukan dan sangat berbahaya. Semoga berhasil!


5

Minggu Wage, 30 Desember 2018

Capricorn Selama masih ada napas sebaiknya jangan berhenti untuk terus selalu berusaha, tak perlu putus asa karena setiap permasalahan itu pasti ada titik temunya, tergantung bagaimana upaya dan keuletan diri Anda sendiri. Jangan cemas dengan segala rongrongan yang muncul dari orang di sekitar Anda. Asmara: Jangan menyesali hal yang sudah berlalu karena tak ada gunanya justru malah membikin sakit hati saja. Aquarius Sekalipun tantangan tampak berat, tetapi dengan motivasi yang tinggi dan tak mudah menyerah dengan keadaan maka tidak sulit untuk bisa menemukan keberhasilan yang gemilang di minggu ini. Optimislah bahwa ini saatnya bagi diri Anda untuk menunjukkan segala kemampuan Anda. Asmara: Sekalipun Anda sudah merasa benar, sebaiknya di dalam membuat keputusan dibicarakan dulu dengannya agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari. Pisces Di minggu ini jangan terlalu banyak berharap untuk dapat meraih hasil lebih seperti minggu-minggu kemarin karena selain kemujuran yagn mulai menjauh juga hawa malas yang menyerang badan Anda tampaknya sulit untuk dihindari, sehingga gairah kerja menurun sekali. Asmara: Sekali lagi, hindari negative thinking karena sikap tersebut akan membuat cinta menjadi luntur secara perlahan-lahan. Aries Karena suasana di sekitar Anda tampak belum stabil sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga statement, jangan asal omong tanpa pikir panjang karena hanya akan menimbulkan masalah yang merugikan saja. Asmara: Berusahalah untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat memperkeruh permasalahan saja, cobalah Anda berkaca pada pengalaman pahit di masa lalu. Taurus Peluang masih terbentang lebar sekalipun kondisi di sekitar masih belum menentu dan sulit untuk diprediksi secara tepat. Tetaplah jalan tak perlu berandai-andai yang belum tentu terjadi, yang penting jalan dulu dan jika ada masalah dipikir sambil jalan. Asmara: Jika si dia memang tak setuju sebaiknya tak perlu dipaksa untuk dilanjutkan sekalipun tujuan Anda itu ada benarnya juga. Gemini Jika tak ingin diremehkan orang sebaiknya jangan banyak bicara, karena dengan diam maka kewibawaan dan performance Anda akan lebih meningkat. Di minggu ini banyak orang yang simpati, juga cukup banyak yang antipati pada diri Anda sehingga cukuplah berimbang, tinggal tergantung bagaimana menjaga sikap Anda agar bisa diterima di kedua belah pihak. Asmara: Cobalah instrospeksi diri sendiri siapa tahu kesalahan bersumber dari diri Anda. Cancer Jangan ragu untuk terus melangkah maju, tak perlu mendengarkan omongan orang yang akhirnya hanya akan membuat rencana Anda menjadi terhambat. Yakinlah akan visi ke depan, percayalah bahwa Anda mampu melakukan yang terbaik bagi perjalanan hidup Anda. Asmara: Percaya dengan perkataannya akan membuat segalanya menjadi lebih enak dan tak akan timbul masalah yang memusingkan. Leo Di minggu ini Anda tak perlu cemas karena selalu diliputi pertolongan di kala ada kesulitan. Walau begitu bersikap tegas masih sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan yang ada. Hindari turut campur urusan orang lain yang hanya akan menimbulkan masalah baru saja. Asmara: Apa enaknya sih membikin hatinya selalu sakit karena perkataan Anda yang terkadang lepas kontrol dan sangat menyinggung hatinya itu. Virgo Jangan keburu nafsu tidak puas dengan hasil yang diraih selama ini, apalagi di minggu ini suasananya cukup ceria berkat adanya Bintang Penolong yang siap membantu dengan tidak Anda duga sebelumnya. Asmara: Bila ada keinginan yang belum terwujud apa salahnya dibicarakan minggu ini sebab peruntungan Anda sedang bagus. Libra Waspadalah di minggu ini karena masalah berat bisa muncul secara mengejutkan. Walau begitu tak usah terlalu cemas tetaplah berjiwa besar dan jangan berkecil hati sebab ini semua hanya merupakan pemanasan saja agar Anda bisa introspeksi dan lebih hati-hati serta tidak mudah percaya begitu saja dengan omongan orang. Asmara: Suasana minggu ini masih kurang menunjang kemesraan dan ketenangan, cobalah lebih bersabar diri. Scorpio Tak perlu begitu percaya dengan perkataan dan saran dari orang lain walau sekilas itu benar dan menguntungkan, cobalah Anda pertimbangkan dan pelajari dulu dengan lebih teliti sehingga tidak sampai timbul penyesalan di kemudian minggu. Di minggu ini keuangan cukup baik karena ada income yang tak terduga datangnya. Asmara: Anda harus ambil inisiatif untuk mengalah dan tidak perlu ngotot ingin menangnya sendiri. Sagitarius Sangat disayangkan kalau akhirnya memilih suatu keputusan setengah hati, tanpa dilandasi dengan pikiran yang benar-benar mantap. Karena dampaknya akan terasa di kemudian minggu, dan bayang-bayang itu akan selalu mengiringi setiap langkah Anda. Di minggu ini hilangkan segala kebimbangan yang tidak ada untungnya itu. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila bertemu dengannya, itu akan mengurangi sikap simpati darinya.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 30 Desember 2018 5 Januari 2019

Mencari Tuhan dalam ”Satyam Sivam Sundaram” Om, brahmavidapnoti param. Tad esa’bhyukta. Satyam jnanam anantam brahma. Yo veda nihitam guhayam parame vyoman. So’Snute sarvan kaman saha. Brahmana vipaSciteti. (Taittiriya Upanisad 2.1.1) “OM, dia yang mengetahui Brahman mencapai yang tertinggi. Hal tersebut mengacu pada yang dikatakan berikut ini, bahwa Yang Nyata, Yang Sadar, Yang Tak Terbatas adalah Brahman. Dia yang mengetahui bahwa Akasha Tertinggi yang ada tersembunyi di dalam hati menyadari semua keinginannya bersama dengan Brahman Yang Mahatahu.” Selain “Asti Bhati Priyam” dalam Drg DrSya Viveka yang untuk sementara tampak sebagai yang terdekat dengan kalimat agung Satyam Sivam Sundaram, pustaka Taittiriya Upanisad juga menunjukkan kesamaan jika bukan sebagai referensi “lahirnya” ucapan agung Satyam Sivam Sundaram. Asti menunjukkan Kebenaran Sejati sebagai satu-satunya yang Asti atau eksis, yaitu Satyam, sedangkan Bhati memperjelas kedudukan Sang Eksis Asti sebagai yang bersinar cemerlang penuh kasih dan segala kemuliaan (Sivam), dan Priyam sendiri menunjuk pada Tuhan yang Maha Menarik, Maha Indah dan Maha Memukau (Sundaram). Sumber lain yang juga menampakkan kedekatan “pesan agung” dengan Satyam Sivam Sundaram adalah ucapan agung “Sat Cit Ananda”. Ucapan Agung atau Mahavakya Sat Cit Ananda bersumber pada pustaka Sri Caitanya Caritamrta, Adi Lila 2. 107, pustaka suci Advaita Makaranda, selanjutnya juga dijumpai pada Sloka awal dari pustaka Sri Brahma Samhita. Pustaka Sri Caitanya Caritamrta berusia sangat muda, barangkali termuda diantara Drg DrSya Viveka, Advaita Makaranda terlebih dengan

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

Taittiriya Upanisad yang sulit dipastikan zamannya mengingat ia mengambil sumber dari Catur Veda langsung. Pustaka suci yang dikenal sebagai pegangan utama para penganut ajaran Vaisnava dari Gaudiya Sampradaya berjudul Sri Caitanya Caritamrta, Adi Lila dan Sri Brahma Samhita menyebutkan: ISvarah paramah krsnah Saccid-ananda-vigrahah Anadir adir govindah Sarva-karana-karanam “Krsna merupakan Pengendali Tertinggi. Beliau memiliki badan rohani yang bersifat kekal abadi, penuh pengetahuan dan penuh dengan kebahagiaan sejati. Beliau adalah asal muasal dari segala ciptaan, dan Krsna yang juga dinamakan Govinda tidak ada sumber lain sebab Beliau merupakan sebab utama dari segala sebab.” Pustaka suci lain yang juga menyebutkan Sat Cit Ananda adalah pustaka Advaita Makaranda: Aham asmi sada bhami Kadacin naham apriyah Brahmaivaham atah siddham saccidananda laksanam (Advaita Makaranda 2) Aku selalu ada dan senantiasa bersinar. Kapan pun Aku tidak pernah tidak manarik. Karena itulah Aku tegak hanya sebagai Brahman (Tuhan Yang Maha Ada) yang dipenuhi sifat Keberadaan, Penuh Pengetahuan, dan penuh Kebahagiaan. Tuhan Sang Maha Pengendali bersifat Sat Cit Ananda, yaitu Kebenaran Sejati yang Kekal Abadi. Ia adalah Satyam dalam Satyam Sivam Sundaram, Cit menunjukkan Kebenaran Sejati yang penuh pengetahuan, kasih dan segala kemuliaan, dan Ananda dalam

hidup di alam semesta material ini, alam jagat maya atau mayapada, Kebenaran Satyam cendrung “menyembunyikan” dirinya. Tattva (intisari Kebenaran Sejati) bersembunyi dalam kedalaman goa rahasia Kebenaran Satyam (nihita guhayam parame vyoman). Kebenaran Satyam dari Kebenaran sejati (Mahasatyam) bersembuyi sangat dalam di dalam goa Kebenaran (dharmasya tattva nihitam guhayam). Pengaruh Kaliyuga (zaman edan penuh kekalutan) orangorang memiliki kemampuan lahir batin yang sangat terbatas. Hal tersebut menyebabkan bertambah “tidak mungkin” untuk memahami Kebenaran Sejati yang maha sulit diketahui. Krisis ketundukan hati yang melanda para terpelajar zaman Kaliyuga juga menjadi “penghalang” pemahaman tentang Kebenaran Sejati Satyam. Alam material dipenuhi oleh bayangan-bayangan kesejatian sehingga orang-orang hanya memburu yang tidak sejati dengan mengabaikan yang sejati. Kesejatian dari “Sat” akan diterjemahkan ke dalam berbagai keterbatasan. Oleh karena itulah diperlukan pemahaman menyeluruh dalam kesejatian-Nya, bukan hanya kebenaran “satu muka”, dan juga bukan hanya Kebenaran Satyam melainkan Kebenaran Satyam Sivam Sundaram. Kecerdasan yang belum tersucikan akan memaksa orang keluar dari rel satyam. Hal tersebut secara pasti akan mengganggu dan bahkan menghalangi kebenaran sejati satyam dapat disentuhkan kepada insan-insan Tuhan. Hindu Dharma dikenal selalu membawakan dan menegakkan satyam. Karena itulah ia menjadi Sanatana Dharma, dan karena itulah ia tidak pernah musnah. Sanatana Dharma hadir karena satyam, eksis di dalam satyam, dan mengabadikan masa datang pun melalui satyam. Karena, Satyam hanya mempunyai Sat, yaitu Kebenaran Hakiki yang hanya Sat, Satu yang Langgeng. Selainnya hanyalah bayangan dari Sat, menjadi asatyam, yang mithya (tidak sejati). Inilah yang diabadikan oleh Sankara Acharya sebagai “Brahma Satyam Jagan

Mithya”, hanya Brahman yang kekal, selainnya hanyalah bayangan bersifat sementara. Sivam dalam Dewa Trimurti berarti yang mentransformasikan, yang memugar, yang mengubah menjadi baik, atau penjelasan secara sastranya “memrelina”. Berasal dari akar kata Sanskerta sarv, berarti yang melukai, yang membunuh. Siva berarti yang membunuh kegelapan dan mengantarkan bhaktaNya kepada jalan terang keinsyafan diri. Bukan hanya non-Hindu, terkadang umat Hindu Dharma pun masih ada yang menerjemahkan Siva sebagai penghancur. Kesalahan seperti ini seharusnya tidak terulang karena Siva tidak menghancurkan melainkan memugar, mengubah yang sudah bobrok menjadi baik kembali, yang merubuhkan bangunan tidak layak pakai lalu membangun kembali bangunan baru menjadi lebih indah dan lebih baik. Di antara sebutan Siva sebagai destroyer (penghancur), transformer (pengtransformasi), restorer (yang membangun kembali) barangkali sebutan annihilator (pemrelina) yang lebih tepat untuk menyebutkan “peran”-Nya dalam Guna Avatara bersama Brahma sebagai Pencipta, dan Visnu sebagai Pemelihara. Selanjutnya, kata Sivam dalam Satyam Sivam Sundaram tidak mengacu pada Siva sebagai Pelebur dalam Tri Murti melainkan menunjuk pada Sivam sebagai sifat Tuhan yang penuh welas asih, penuh karunia, pengetahuan, kedamaian dan kesejahteraan. Kata Sundaram dalam kamus Sanskrit berarti segalanya menarik, handsome (tampan, ganteng), beautiful (cantik), nice (bagus), lovely (menyenangkan), good (baik), beauty (cantik, indah). Sundaram merupakan sifat Tuhan yang indah menarik, menyenangkan dalam segala hal dan memberikan kebahagiaan sejati Anandam yang menjadi penyebab kemunculan segalanya. Menyelam dalam pengalaman spiritual pribadi hanyalah jawaban dari segalanya, karena dari sanalah segalanya akan datang bermunculan (anandat eva khalvimani bhutani jayante).

dalam kurun waktu setahun yang segera akan kita lewati ini? Kita mungkin pernah mendengar ungkapan “berani berbuat, berani bertanggung jawab”. Ungkapan ini hendak mengingatkan kepada kita bahwa apapun yang kita lakukan dalam hidup, maka kita harus berani untuk memberikan pertanggungjawaban atas perbuatan kita. Namun, pada kenyataannya, ada banyak orang yang justru berani melakukan sesuatu, tetapi tidak berani untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kita sering menjumpai saat seseorang dimintai pertanggungjawaban, mereka malah menuduh, atau menunjuk orang lain, menyalahkan keadaan, menyudutkan lingkungan disekitarnya . Hal ini dimaksudkan agar dia sendiri tidak dimintai pertanggungjawaban. Kapan kondisi semacam itu terjadi? Saat perbuatan yang dilakukannya itu adalah perbuatan yang salah, negatif, merusak, dan merugikan orang lain atau lingkungannya. Namun, saat perbuatan yang dilakukannya adalah perbuatan yang baik, benar dan terpuji. Dengan mudah orang akan beranin untuk mempertanggungjawabkan

apa yang telah dilakukannya. Karena itulah di penghujung sebelum mengakhiri, tahun 2018 ini, kita penting untuk merenungkan pertanyaan: Siapakah kita, jika ada orang yang meminta pertanggungjawaban atas segala perbuatan dan perkataan yang telah kita lakukan dalam hidup kita? Beranikah kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita jalani dalam kehidupan kita di sepanjang tahun 2018 ini? Melalui perenungan ini kita diajak untuk melakukan evaluasi dan berefleksi pada pengalaman Yesus yang natalnya baru saja kita peringati. Denga harapan, tumbuh kesadaran bahwa hidup yang kita jalani, cepat atau lambat harus kita pertanggungjawabkan. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk memperhatikan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup, sehingga kita siap mempertanggungjawabkannya kapanpun juga. Tuhan sudah memberikan kesempatan untuk kita menjalani hidup di tahun 2018. Sebagai umat Allah, kita menghayati bahwa hidup adalah kesempatan untuk bersaksi dan berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan. Pertanyaannya adalah apa yang sudah kita lakukan sepanjang tahun 2018 ini bagi kemuliaan nama Tuhan? Apakah kita sudah termasuk umat yang

bertanggungjawab atas hidup yang Allah anugrahkan? Apakah perilaku, perkataan dan sikap kita sudah menjadi kesaksian yang baik bagi orang di sekeliling kita? Jika ada pihak yang meminta pertanggungjawaban atas hidup kita, apakah kita siap mempertanggungjawabkannya? Sebagai murid-murid Yersus, kita pun dipanggil untuk berani memberikan pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan kita. Keberanian ini tentu tidak dapat dilepaskan dari cara kita menjalani hidup kita. Jika kita telah menjalani hidup dengan baik dan benar, maka tentu tidak sulit untuk kita mempertanggungjawabkannya di hadapan siapapun. Namun, jika kita menjalani hidup dengan sembarangan dan sembrono, maka sulit pula kita memberikan pertanggungjawaban atas hidup kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kebijaksanaan dalam menjalani hidup. Dengan hati yang bijak kita akan dimampukan untuk menjalani hidup dengan bertanggungjawab. Bagaimanakah selama ini kita menjalani hidup di tahun 2018 ini? Apakah kita termasuk orang-orang yang menjalani hidup dengan hati yang bijaksana, sehingga kita bertanggung jawab atas hidup kita?

yang diserukan Bung Karno. Memang untuk menjaga harga diri dan menutupi rasa malu Belanda, atas prakarsa Amerika Serikat dilakukan perundingan sebelum penyerahan wilayah tersebut. Tapi dalam politik kekuasaan, selalu ada ikatan tersurat atau tersirat, tidak ada makan siang gratis! Isu Freeport terus membahana!“ tutur Rubag. “Ya, embrio separatisme yang ditebar Van Mook memang sulit mati di negeri yang memiliki 17 ribu pulau, ratusan bahasa, suku, ras, kultur dan semua cabang agama dunia berkembang di sini. Syukur kita memiliki Pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, sebagai alat pemersatu. Berbagai rongrongan yang menggunakan subversi sebagai politik luar negeri, nyaris memporak-porandakan negeri Zamrud di Katulistiwa ini. Memang terkesan lucu dan konyol, bila mantan penjajah bersikukuh tidak mengakui tanggal kemerdekaan bekas negeri jajahannya. Kalau dianalogikan dengan otonan di Bali, seperti tetangga yang merasa berjasa terhadap kelahiran seorang bayi, lalu mengingkari hari dan wuku

yang diakui orang tua sang bayi. Akhirnya aku berpendapat, 17 Agustus 1945 tidak diakui sebagai tanggal kemerdekaan NKRI, karena Belanda melakukan agresi militer pada awal 1947 dan jelang akhir 1948 sampai permulaan 1949. Ribuan nyawa bangsa Indonesia terenggut akibat dua kali Aksi Polisionil itu. Mereka menyebut aksi polisionil karena menganggap yang mereka bantai adalah pemberontak, begal, rampok dan kriminal, bukan pejuang kemerdekaan. Karena khawtir terkena sanksi internasional dengan tuduhan melakukan kejahatan perang, sebab ribuan masyarakat sipil mereka bantai, maka tetap bersikukuh bahwa 27 Desember 1949 adalah hari kemerdekaan RI,” ulas Nyoman Sudiantara. “Ya, kejahatan manusia iblis paling brutal bernama Raymond Pierre Paul Westerling pun bisa ditutupi dengan pengakuan aneh itu. Komandan pasukan khusus Depot Speciale Troepen (DST) yang diberikan julukan De Turk, karena kelahiran Istambul, Turki, bukan hanya memberi perintah tapi langsung ikut membantai masyarakat Sulawesi Selatan dari Desember 1946 – Februari

1947. Setiap hari selama tiga bulan dalam operasi militer yang disebut Counter Insurgency atau penumpasan pemberontakan, tak kenal jeda melakukan pembantaian. Banyak penduduk sipil yang tidak tahu masalah, dikumpulkan dan ditembak secara membabi-buta. Kejahatan kemanusiaan yang lebih cocok disebut genosida karena merenggut 40 ribu nyawa rakyat Sulawesi Selatan, luput dari hukuman. Kendati Duta Besar Belanda, Tjeerd de Zwaan, mengatasnamakan pemerintahnya minta maaf atas pembantaian itu, pada 12 September 2013. Pemerintah Belanda lewat Menlu Bernard Rudolf Bot pada 16 Agustus 2005 mengakui kemerdekaan NKRI pada 17 Agustus 1945 dan menyatakan penyesalannya atas kekejaman serdadunya di Indonesia, pascaProklamasi Kemerdekaan. Minta maaf dan menyesal adalah kata lain dari mengaku bersalah, namun sayang Westerling sudah jadi serbuk tanah karena meninggal 26 November 1987. Mungkin saja arwahnya kini mendapat hukuman di akhirat, kita tidak perlu campur tangan lah!“ komentar Made Surjanegara.

Sat Cit Ananda dan Sundaram dalam Satyam Sivam Sundaram adalah Tuhan sebagai Kebenaran Sejati yang penuh dengan kebahagiaan, keceriaan, juga keriangan serta sifat menarik. Kami yakin, sumber-sumber lain dari Satyam Sivam Sundaram masih banyak bisa dijumpai dalam literatur Veda yang tidak terbatas. Paling tidak, untuk sementara inilah yang dapat kami jumpai; Taittiriya Upanisad, Drg DrSya Viveka, Advaita Makaranda, Sri Caitanya Caritamrta, dan Sri Brahma Samhita. Satyam berasal dari akar kata dalam bahasa Sanskerta sat, berarti yang benar, kebenaran hakiki. Agama karena datangnya dari sumber kebenaran sejati maka setiap agama harus membawakan pesan satyam. Kebenaran yang memang benar untuk semua dalam segala keadaan, waktu, ruang dan tempat. Satyam bukan kebenaran yang mewakili pihak, individu atau golongan dan/atau menolak pihak, individu atau golongan. Satya adalah satyam, dan ia pun tidak memihak. Satyam mampu berada di manamana, dilihat atau tidak dilihat, diakui atau pun tidak diakui, ia tetap eksis, alias ada ajeg tidak tergoyahkan. Agama sejati akan menabur kebenaran sejati. Ia sejati karena membawa pesan satyam. Kemasan-kemasan satyam tidak akan mampu mengubah satya. Ia membantu mempresentasikan satyam dalam dharma sehingga dharma mampu membawakan satyam dalam jalan langgeng sanatana. Dharma yang membawa dan menumbuhkembangkan satyam akan tetap tegak menjadi Sanatana Dharma karena ada satyam di dalamnya. Agama yang menjauh dari satyam hanya akan “mengganggu” agama itu sendiri. Sangat penting dan merupakan keharusan setiap agama menegakkan satyam. Misi-misi agama pun hendaknya membawakan dan menegakkan satyam. Kebenaran Sejati Satyam khususnya pada zaman Kali (yuga) atau zaman penuh kekalutan, kesemrawutan serta kekacauan ini sangat sulit didapat dan dipahami. Terlebih-lebih bagi makhluk yang

MIMBAR AGAMA

Pertanggungjawaban Hidup PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. (Sebuah Renungan di Akhir Tahun) “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir “(Pengkotbah 3:11) Ketika renungan ini dipersiapkan kita masih berada dalam suasana masa raya hari-hari besar keagamaan umat Hindu dan Kristen . Karena itu melalui ruangan mimbar agama ini perkenankanlah kiranya kami juga mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan serta selamat Hari Natal dan menyongsong Tahun Baru 2019. Bulan Desember adalah bulan terakhir dalam rentang waktu satu tahun. Dan saat ini kita berada di akhir bulan Desember, saat yang pas untuk merenungkan tentang makna waktu dalam perjalanan hidup seorang manusia. Perjalanan hidup ma-

Manusia Iblis! Mungkin tidak semua warga bangsa Indonesia tahu, kalau kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lama tidak diakui mantan penjajahnya. Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno - Hatta yang dilakukan 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta, diingkari, sedangkan Belanda hanya mengakui, 27 Desember 1949 sebagai tanggal dan tahun kemerdekaan negeri ini. Ironis memang! “Alasannya, karena sovereiniteitsoverdracht atau penyerahan kedaulatan dilakukan pada 27 Desember 1949, di Istana Dam, Amsterdam dihadiri Ratu Belanda, Juliana. Itu pun karena salah satu butir keputusan Konverensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag yang mengharuskan penyerahan kekuasaan tersebut. Anehnya, kekuasaan diserahkan pada Republik Indonesia Serikat (RIS) , negara boneka besutan Belanda yang hanya berumur jagung, bukan pada NKRI. Malah dalam butir lain ada keputusan bahwa penyerahan seluruh wilayah

nusia adalah persinggahan dari suatu waktu atau momen ke suatu waktu atau momen lainnya. Waktu selalu berganti. Waktu selalu bergerak, tidak tinggal tetap. Suka-duka, gagal-sukses, sehat- sakit, cinta-benci, konflik- rekonsiliasi, perang-damai adalah dinamika perjalanan hidup manusia. Tahun hanyalah durasi waktu. Waktu satu tahun terbagi dalam bulan. Bulan terbagi dalam minggu dan minggu ke dalam hari. Satu hari adalah durasi waktu yang dibutuhkan Bumi untuk berputar pada porosnya. Satu tahun adalah durasi waktu bagi Bumi untuk berotasi mengelilingi matahari. Bagi manusia perubahan durasi waktu ke durasi waktu bukanlah sekedar hitungan pergantian dari hari ke bulan, bulan ke tahun. Waktu satu tahun dalam hitungan usia hidup manusia adalah jangka waktu yang cukup lama. Pergantian tahun berarti bertambah satu tahun usia perjalanan hidup manusia di bumi dimana selama itu banyak peristiwa yang terjadi dan mewarnai perjalanan hidupnya. Bagaimana sebaiknya kita mempertanggungjawabkan hidup yang dikaruniakan Tuhan

brolan BALE BANJAR ARIDUS yang dijajah Hindia Belanda, kecuali Papua (Irian Barat), yang akan diserahkan kemudian lewat perundingan. Bukan menuduh, namun curiga, dikangkangi Papua Barat bisa jadi karena sumber daya alam yang berlimpah, juga untuk melakukan politik subersif. Sebab bentukan Negara Federal, RIS, terkait konsep Van Mook yang terkenal sebagai nabi politik devide et impera atau pecahbelah. Buktinya, Papua Barat kembali menjadi wilayah NKRI tahun 1962, bukan dari hasil perundingan namun direbut dengan darah, nyawa dan keringat lewat Tri Komando Rakyat (Trikora)


Bali

6

Redité Wagé, 30 Desember 2018

Pénjor Galungan

Katancebang ring Penampahan, Kawijayan Dharma ring Kahuripan

GALUNGAN wawu pisan kalintangin, sakéwanten kahanan raina patinget kawijayan Dharma ngasorang Adharma nénten kasinahang ical. Duaning tios saking krama Hindu utamanipun ring Bali kantun mataki-taki nyanggra rerainan Kuningan. Kahanan Galungan taler kantun karasayang sangkaning makudang-kudang parindikan. Minakadi antuk pangrauh sekaa-sekaa barong bangkung sané ngelawang ring soang-soang lebuh paumahan krama, wénten taler sarana sané kantun kawigunayang pinaka sinalih tunggil cihna Galungan marupa pénjor sané ketah katancebang ring lebuh. Pénjor boya manados pep-

ayasan lebuh pakarangan kémanten, nanging pinaka tetamian saking panglingsir sané sarat antuk tetuek. Kawéntenan pénjor ring rerainan Galungan satmaka nénten prasida kapasahang, punika raris manados jalaran utawi sarana nyinahang kawijayan Dharma ngasorang Adharma, pinaka sinalih tunggil tetuek utama saking Galungan. Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., Jro Mangku Dalang sané taler dosén ring IHDN Denpasar puniki maosang, pénjor sapatutné katancebang tatkala panampahan Galungan, duaning ring raina punika wantah raina nampah utawi ngasorang se-

Bencingah Nedunang Ambek ring Pikayunan PÉNJOR kadadosang sinalih tunggil sarana sané satmaka raket pisan ring rerainan Galungan. Sangkaning punika nénten akidik sané maosang yéning kirang jangkep karasayang tatkala ngamargiang rainan Galungan tan maménjor utawi makarya pénjor. Sakéwanten, punika nénten nugesang yéning sarana inucap wantah sarana sané kanggén ring Galungan kémanten, duaning pénjor jagi kapanggihin taler ring parikrama wiadin pidabdab karya sané tiosan minakadi ri kala piodalan wiadin ngrainan ring sanggah. Sakadi sané kabaosang Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., tatkala ngamargiang upacara utamanipun upacara ageng majanten jagi nancebang pénjor. Punika sujatiné nénten tios wantah cihna jadmané patut nedunang tur ngasorang ambek ring pikayunan soang-soang. Tios punika taler sekancan kaon miwah kapetengan ring raga mangda prasida kaicalang saha magentos dados becik. Lengkungan pénjor sané marep tuun satmaka cihna mangda kramané maparikrama ngasorang utawi nedunang ambek tatkala nangkil ring ajeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa malarapan antuk nangkil ka pura jagi ngaturang sembah pangubhakti utawi nangkil sajeroning upacara yadnya sané kamargiang. “Yéning selehin, ring wangun pénjor Galungan sareng pénjor piodalan utawi ngrainan, nénten wénten pabinayan. Asapunika taler tetueknyané pateh, ngicalang ambek ring raga sadurung nangkil ring Ida Hyang Paramakawi utawi tatkala ngamargiang pidabdab upacara yadnya. Sakéwanten, yéning pénjor ring rainan Galungan taler cihna saking kawijayan Dharma ngasorang Adharma,” dané nartayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

balik

1.

blik/,

2.

banat

2.

bnt/,

3.

banban

3.

bnãn/,

4.

bancel

4.

bzÇ)l/,

5.

bancih

5.

bzÇi;,

6.

bancut

6.

bzǡt/,

7.

banda

7.

bdÑ,

8.

bandar

8.

bnÑ(,

9.

baneh

9.

bn);,

10.

bangkal

10.

b\Ðl/,

kancan kaon ring angga sarira minakadi Sadripu, Sapta Timira miwah sané siosan. Punika kakaonang tur kapingetin antuk nancebang pénjor cihna kramané sampun prasida ngajegang Dharma. Punika taler pinaka sinalih tunggil daging pawisik saking Ida Bhatari Durga ring Ida Sang Prabu Sri Jayakasunu sakadi sané munggah ring lontar Sri Jayakasunu. Pénjor katancebang ring tengen lebuh utawi pamesuan yéning kacingak saking tengahing pakarangan umah duaning tengen wantah terminologi utawi cihna saking parindikan sané melah, pateh sakadi kiwa sané kabaosang cihna sané kaon manut tetuek

para panglingsiré. “Pénjor katancebang olih I Bapa pinaka manggalaning ring kulawarga pinaka cihna ngukuhang Dharma saha niyasa nyagra kahanan kulawargannyané,” baos dané. Dané malih maosang, pénjor sané ketah kawigunayang ring rerainan Galungan majanten kadagingin antuk sanggah pénjor pinaka genah ngunggahang banten. Wénten sané marupa sanggah cukcuk sané mabucu telu wiadin sakadi sané ketah kawigunayang mangkin sanggah sané nglengkung ring duurnyané utawi sané ketah kawastanin antuk sanggah Ardha Chandra pinaka panglimbak saking sanggah

cukcuk. Sanggah pénjor punika sané kabaosang dané dados paminayan utawi cihna saking pénjor inucap, napiké pénjor upakara utawi pénjor pepayasan kémanten. Duaning pénjor sané nénten kadagingin antuk sanggah sinah nénten prasida kabaosang sarana sakral. Ngeninin indik soroh pénjor, kabaosang olih Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua PHDI Bali Bidang Agama lan Kasulinggihan, wénten tetiga sorohipun, luiré; pénjor agama, pénjor pepayasan, miwah pénjor lomba. Ngeninin indik pénjor Galungan sané ngranjing ring pénjor agama, sinah wénten tetulad, tattwa

miwah sastra panuntunipun. Minakadi sané kabaosang Ida wantah kadasarin antuk daging sloka ring Bhagawadgita sané maosang indik patram puspam miwah phalam sané taler kamedalang ri kala makarya pénjor. Ngawigunayang patram utawi don minakadi plawa, busung miwah don-donan siosan pinaka pepayasannyané. Puspam sané tegesipun wantah bunga, prasida nganggén bunga jakti wiadin sampian utawi jejaitan tios sané satmaka bunga kanggén mayasin. Sané pinih untat phalam utawi woh-wohan miwah makudang-kudang phala gantung minakadi nyuh,

phala bungkah minakadi séla miwah sané siosan saha kadagingin taler antuk jaja. “Pénjor utawi pering selonjor wantah sarana sané marupa tiing makatihan saking bongkol ka muncuk raris kapayasin. Yéning dumun, pénjor sané kakaryanin antuk dresta sané nguni wantah ngawigunayang tiing sané kantun madaging antuk carangnyané. Punika raris kapayasin antuk makudangkudang pepayasan minakadi kolong-kolong, plawa, pala gantung miwah sané siosan cihna merta sané sampun kapaicayang saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” Ida nartayang. (was)

Wangun Pénjor

Jegjeg miwah Lengkung, Cihna Rwa Binedha PÉNJOR wantah sinalih tunggil sarana sané kawigunayang sajeroning rainan Galungan sané rauh nyabran 210 raina apisan. Kawéntenanipun ngawinang kahanan rerainané kasinahang ramia tur bungah satmaka nyinahang kalewihan Dharma tatkala prasida ngasorang Adharma. Krama sané seneng ring seni ketah ngawigunayang galah makarya pénjor pinaka galah ngamedalang saha nincapang pikayunan taler pidabdab kawagedan seni antuk makarya pénjor sané patut tur becik anggén rerainan. Pénjor wantah sarana sané makéh pisan madaging tetuek miwah daging tattwa. Manut pangandikan Ida

Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, sajeroning makarya pénjor sujatiné nénten dados ngawag. Minakadi yéning kaselehin ring pakraman daweg nguni, kramané ngawigunayang lakar makarya pepayasan pénjor saking kraras sané taler madaging tetuek. Kraras punika kanggén duaning warnanipun kantun becik saha nénten magentos ngawit saking pénjor punika katancebang kantos pénjor inucap kaabut. Tetueknyané wantah ajeg utawi pikayunan sané nénten magentos utawi kantun kukuh yadiastun nglintangan akéh galah. Wénten taler pepayasan sané kawastanin antuk kolong-kolong sané

Dura désa

bunter-bunter wangunipun tur kasambung-sambungang dados asiki. Punika wantah niyasa saking Windu utawi parindikan sané nénten madaging bongkol taler muncuk. Ida nartayang, nagingin pepayasan sané kawastanin gempong taler wénten tetueknyané, minakadi yéning akéh gempongipun solas sinah niyasa saking Dewata Nawa Sanga miwah Ang lan Ah. Wus punika sané madaging antuk gempong sia niyasa Dewata Nawa Sanga, yéning kadagingin pitung bungkul wantah niyasa kaja, kelod, kangin, kauh tengah miwah betén lan duur. Sané dagingipun lelima wantah lelima pangider bhuana tan padagingin antuk

betén-duur, sané tetiga wantah niyasa saking Ang Ung Mang yéning kekalih wantah Ang Ah tur sané asiki inggih punika nugesang Om. Ida malih ngwewehin, mawit saking pénjor sané kakaryanin antuk wangun jegjeg tur lengkung taler madaging tetuek sané becik. Inggih punika niyasa Rwa Binedha sané taler wénten ring jadma malarapan antuk becik kalawan kaon sané setata madampingan tur nagingin kahuripan jadma. Tatkala wénten krama sané nénten makarya pénjor ri kala nyanggra Galungan, punika kabaosang Ida nénten ja iwang. Duaning manut saking tetueknyané, pénjor taler wént-

en ring soang-soang krama inggih punika ring pikayunan taler hredaya sané kasinahang malarapan antuk parilaksana sané becik utawi jegjeg taler kaon utawi lengkung. “Dadosné sané jegjeg sajeroning pikayunan mangdané katancebang saha kaajegang kahananipun mangda setata becik kaanggén dasar ngamargiang kahuripan, nanging sané béngkot mangdané kabenahin, kabecikang utawi kapayasin malih mangda becikan kahuripanipun. Mayasin malarapan antuk makudang-kudang parindikan, minakadi conto malarapan antuk ngamargiang miasa utawi ngeret indria,” asapunika Ida nartayang. (was)

Festival Kuwung, Nyaritayang Sesolahan Jangér

NAMPEK sareng Pulo Bali, kawéntenan kasenian ring Banyuwangi kantun madampingan sareng kasenian ring Bali. Sinalih tunggilnyané, kasenian jangér. Kasenian jangér ring Banyuwangi “mengadaptasi” kasenian Arja ring bali miwah kasenian Andé-andé Lumut. Saking kalih sesolahan inucap, metu kasenian jangér sané kasub ring Kota Gandrung. Sejarah sesolahan jangér puniki kasolahang sajeroning sendratari ring Festival Kuwum mapaiketan ring Hari Jadi Banyuwangi daweg Saniscara (8/12) lintang. Sendratari puniki nyaritayang indik “Paseban Agung Kedhaton Manikjingga”. Fragmen puniki nyaritayang panglimbakan kasenian jangér Banyuwangi. Kasinahangnyané kebudayaan Bali sajeroning sesolahan punika mawit saking kreativitas Mbah Darji saking Banyuwangi. Mawinan, nglimbak manados seni janger kantos mangkin. Satios seni janger, wénten taler carita indik panglimbak seni jaranan (kuda lumping) ring Banyuwangi Selatan. Kasenian jaranan punika pangawit kasub sangkan-

ing sinalih tunggil krama sané mawasta Asnawi, krama saking Mataraman (Jawa Timur sisi kauh). Asilnyané, kasenian jaranan nglimbak antuk dasar seni Blambangan, pangawit kawéntenan Banyuwangi. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas maosang, pepadonan seni lan budaya ring Banyuwangi manados cihna keterbukaan para krama ring Bumi Blambangan. “Krama Banyuwangi nénten takut ring keanekaragaman, inggian suku, agama, wiadin budaya. Keanekaragaman punika prasida kadadosang modal nincapang saha nglimbakang seni lan budaya daerah,” baos Anas. Kreativitas miwah keterbukaan inucap, weweh Anas, nadosang pikayunan krama Banyuwangi sayan kreatif, inovatif. “Spirit inovasi puniki sané patut kalimbakang kanggén ngamecikang saha ngwangun Banyuwangi kapungkur wekas,” weweh dané. Kawewehin malih, kebudayaan Banyuwangi boya wantah kapolihang saking cipta karsa Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Taler sangkaning pepadonan

BPM/ist

sareng kasenian tiosan, rumasuk kasenian saking bali. Pepadonan inucap ngametuang utawi ngasilang tradisi budaya anyar sakadi sané kapéntasang ring Festival Kuwung. Sajeroning basa Using, kruna “kuwung” maartos yanglalah utawi pelangi.

Makudang-kudang soroh pamargin festival ring Banyuwangi kadadosang pinaka sinalih tunggil utsaha mikukuhang modal sosial krama Banyuwangi. “Festival sané nyikiang krama, inggian sané matiosan suku wiadin agama. Budayawan kasarengin pemkab, sané majant-

en kasokong krama nyayagayang makudang-kudang event sajeroning Banyuwangi Festival,” weweh Anas. Festival Kuwung taler karaménin olih duta kebudayaan wewidangan tiosan. Minakadi, Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri miwah Kabupaten Jembrana. (udi/uma)


Redité Wagé, 30 Desember 2018

TIANG kendel pesan, ulian matungkas nepukin melah. Melah kénkén? Ajakina tiang ka Sanur. Sanur ané mula kaloktah di gumi Nusantarané kéto masi torisé uli duranagara alah tegul kenehné tekén Sanur. Yén ka Bali, sinah apang maan dogén ka Sanur apang jangkep kenehné. Uli Sanur lakar ngawitin nepukin galang. Matan ainé ané mara endag ngédéngang kaluihanné uli Kangin. Liu anaké mautsaha apang maan nepukin galang. Ramé suba anaké mapoto masuter baan pasih ané katéjain baan surya mara endag. “Méh rahina semu bang hyang Aruna,” kéto Brathayuddhané maosang. Kéné tungkas tiangé dugasé nika: “Beli mai ja ka Sanur!” Somah tiangé seed pesan mapangidih. “Sinah suba Iluh inget dugasé matunangan?” “Tusing! Lakar ngujang ngingetang ané suba liwat.” Tiang nawang di tengah munyiné ento ada rasa gedeg kenehné krana ipidan ada anak muani ngéndahang pajalan idupné dugasé magaé di Sanur. Timpalné ngaku demen sakéwala tusing seken pamragat kanti mawak dadua. Tunangane tusing nyak ngakuin. Sambatanga ajak liu ané ngelah pagaéné. Jengah gati tepukin tiang ambis-tambis ané kaduta lakar ulunganga. Tiang nemalangin. Inget tekén tutur anaké wikan. Ngruronang ento lakar nepukin sengkala kawekas. Padalem pesan dugasé ento. Ia ngeling nyambat isin basangné. Tiang marasa dadi anak muani. Orahang tiang, lakar nyuang déwékné. Ia tusing ngugu lantas ajak tiang reraman tiangé mulihné ngidih, mara ia ngugu. Ia ngeling krana madalem tiang. Tiang miara sentanan anak lén. Ané kaduta di basangné tusing panak tiangé sujati sakéwala tiang tusing nyangetang. “Beli ampurayang tiang. Beli suba nguripang tiang ané suba jelek buka kéné.” “Tusing ada ané jelek Luh. Depang uripang ané di basang Luhé. Eda éndahanga. Ia tusing pelih. Jani, bareng-bareng ngawitin malajah matetikas dadi manusa.” Maseriat galang muan somah tiangé. Ia tusing lakar nandang jengah. Kanti lekad ané kaduta lantas adanin tiang Gedé Syahnur krana uli Sanur pangawit pajalan idup tiangé masomah. Ia masi tusing tungkas dugasé tiang ngadanin buka kéto. Kenehné misi krana suba ada anak muani buka tiang ané nylematang pajalan idupné. Tiang ka Pasisi Sanur. Pasisi Sanur nundunin keneh tiangé. Biasné putih sentak buka kepundungé kulitin. Torisé langah-langah tepukin tiang majemuh mirib baan biasé macampuh ajak mis. Tiang ngrengkeng di keneh, “Tusing ada mirib ané mersihin Pasisi Sanuré kanti masahsah misé? Sinah ombaké ngaba mis ka Pasisi Sanur sangkan pasléngkat punyan kayu, punyan nyuh nylémpang di pasisi. Tiang makita nyampatang sakéwala tusing ngaba sampat. Tiang kipak-kipek. “Ngujang dadi cara anak paling Beli?” “Ené tingalin, anyud-anyudan misé liu gati. Tusing ada anak rungu tekén Pasisi Sanuré. Kamelahan biasné tumpukina tekén mis.” “Sinah yéh pasihé ngaba mai. Sépanan mirib mersihin. Mani sinah lakar ada ané mersihin.” “Madak ja, Luh. Buina maciri suba iraga tusing resik tekén pasih. Segara pinaka linggih Sanghyang Amertha. Patut resikin pesan. Mirib di tengah segarané liu misé?” Torisé liunan nongosin balé ane saya-

Nyastra

Pasisi Sanur IBW Widiasa Keniten gaanga tekén hotélé sambilanga mamaca. Tiang lek gati jatiné. Torisé nyempang dogén mamaca kalingké tusing nyempang. Sinah suba mamacané ento dadi budaya di gumin iané. Jukungé mategul buka negul keneh tiangé tekén kawéntenan Sanuré. Tiang kaja kelod majalan. Suba kudang tiban kadén meled nawang Pasisi Sanur. Meledé di muncuk kenehé apang nawang angkihan Pasisi Sanuré. Anaké ada malaib-laiban buka tiang dugasé cenik. Dagang jagung matununé paakin tiang. Anak luh, mabok gimbal. Tingalin tiang limané lemuh ngempét jagung. Tiang mula demen tekén jagung matunu. “Lalahang Pak?” Dagang jagung matununé matakon. “Ten. Tiang ten bani tekén lalah,” sambilang tiang matakon, “Buk saking dija?” “Saking Nusa.” “Sampun sué madolan driki?” “Tiang milehan madagang. Driki wénten dasa tiban apang nyidaang nglanturang idup dogén.” “Okan Buk sampun makarya?” “Makuli ring hotél.” Ia nujuhang hotél tongos sentanné magaé. Anak uli Nusa mula seleg gati magaé. “Suksma Buk.” Tiang ngrimes jagung matunu sinambi ningalin ombak Sanuré. Yéh pasihé sedeng aad. But-buté ané lakar ka Nusa Penida mabaris tepukin tiang ngantiang panumpang lakar ka Nusa Panida. Tiang bengong, inget tekén satuan-satuan panglingsiré. Yén ka Sanur melahang, nunas lugra tekén Ratu Niang Sakti, nunas lugra tekén Dayu Biang Sanur, rajan léaké. Nunas lugra ring Ratu Pranda Madé Sidhemen sané sampun amor. Dugasé nika tiang dadi inget tekén Salampah Laku

pakardin Lugra Padanda Madé Sidhemen. Kéné taén kapaca: /ngelah panak raja putra/ gumanti ngadeg bhupati/ yan menék tuun masongsong/ lunghané marambat joli/ idhep beliné mangkin/ makinkin mayasa lacur/ tong ngelah karang sawah/ karang awaké tandurin/ guna dhusun/ né kanggo ring désa-désa//. Inget tiang uli Sanur ngruruh pamargin utama ka gria Mandara, Sidhemen, Karangasem kénkén ya utsaha Ratu Pranda mangda sidha molihang pamargin utama. Utsaha ta larapana,” keto Ramayané maosang. Inget masi uli sanur i Welanda ngranayang kanti ada puputan Badung. Tiang ngurik-ngurik bias putihé di pasisi Sanuré. Sagét ada anak nundikin tiang. “Ngujang dadi tiang gambar di biasé?” Makesiab tiang. Tusing ada anak di samping tiangé. Somah tiangé suba joh ngelodang ngajak I Gedé Syahnur suba tambis sandikala, saru mua. “Mai ka gria laku.” “Gria ring dija?” “Di gria Sunia.” “Gria Sunia?” Tiang matakon-takon di keneh. Sasukat tawangé tusing taén dingeh ada gria Sunia.” “Mai té!” Tiang buka sampi matlusuk. Iringang tiang munyiné ento. Tiang ajaka ka pandan arumé. Sedeng melaha pandané sedeng mabunga miik ngalub. Anginné riris ngampehang miikné. Tepukin tiang ngrédép griané. Pamrajanné melah pesan. Jajaranné, papalihané ngantutin Wiswakarma. Balé dajané maukir, maprada mileh. Balé danginé ngangobin. Kedis titiranné saling tembungin mamunyi. “Ratu, wantah dados sapasira Ratu puniki?”

“Manian lakar tawang. Negak malu ditu.” Tiang buka anak belog gati. Tusing bani tulak krana tuah munyi dogén ané dingeh tiang. Ané ngangganin tusing ada. Tiang bengong. “Dadi liu pesan anaké nangkil? Buina magenepan tepuk. Ada luh, ada muani, ada tua, ada bajang. Ané tangkil saru muané, ané katangkilin tusing ngenah sakéwala anaké ané nangkil dadi sregda bakti pesan. “Ratu Biang picaang pangléakanné sané pinih utamana,” kéto ada matur. “Ratu Biang? Apa ené Dayu Biang Sanur ané kaloktah rajan léaké ipidan?” “Lakar kapica sakéwala anutang di pajalan. Apang anut isin kenehé ajak pajalanné. Pangléakan méméné ené tusing dadi anggon nyengkalén. Tusing dadi ngéndah ngaba bikas. Yén tusing duunina, eda pesan nglawan. Mémé tusing bagia yén ada sisian méméné masolah tusing beneh. Ngelah panawang, patut anggon nyutindihin gumi Baliné. Utsahayang apang taksun gumin Baliné tetep ajeg twi rajeg. Eda pesan malajah ngléak anggon nyengkalén anak lén. Tusing beneh ento. Mémé nadiang sisia ajak makejang ené, apang ada anggon mémé sarana mapitulung nyejegang gumi Baliné.” “Inggih Ratu.” “Manian yén ada sisian mémé bani tungkas kala ento lakar cabut mémé panugrahan méméné. Mémé nunas panugrahan ring Sanghyang Aji Sastra, ring Sanghyang Aji Saraswati.“ Bulun cikut tiangé srieng-srieng. Tiang jani dong di griané Dayu Biang Sanur, rajan léaké. Malah pesan nuutin kenehé iluh malali ka Pasisi Sanur. Magenepang igel-igelanné tepukin tiang. Ada Lenda-Lendi, ada Weksirsa, ada Jaran Guyang, ada Blegodawa, ada Jaka Punggul. Ada Sampian Mas. Ada Pudak Sategal. Ada pitik bengil. Ada Bade Tumpang Selikur, ada Siwer Mas. Ada Garuda Mas. Magenepan pesan. “Melahang pabalih igel-igelan méméné?” “Inggih Ratu Biang.” Makejang nyerit sebarengan. “Leaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak! Hahahahahaha! Hihihihihihi! Huhuhuhuhuhu! Héhéhéhéhéhé! Hohohohohoho!” Ada gragah-grogoh. “Jani, suba tawang nyén mémé?” “Lugra sampun, Ratu. Punika sesolahané nyuaraang sané nuni.” “Nah yén suba tawang kénkén lantas?” “Manah titiangé mangda dados sisian Singgih Ratu.” “Nah melahang. Jani, incepang kenehé. Led-ledang layahé. Mémé lakar ngrajah layah Madéné.” Tiang ngléd-lédang layah. Napi kadén surata? Tiang ten nawang. Tusing sanget makelo. “Jani barengin sisian méméné ento ngigel. Apa ja kenehang igel-igelané, sinah aluh baan Madé.” Tiang bareng ngigel, muané magenepan warniné. Ada rakrik. Ada nelik, ada enggang, ada kedék ngakak mesuang api. “Kénkén suba bisa ngigel?” “Wau akidik Ratu.” “Manian buin.” “Inggih Ratu.” “Jani alih somahé malu. Mémé suba nawang pajalan Madéné. Bisa nulungin anak luh ané sedek nandang jengah. Manian urukang panaké ngigel buka ané urukang mémé.” Mara tiang lakar matur, sagét tiang suba negak di samping somah tiangé. -0-

I Ketut Resep

Satua

Gupuh Makarya

I Raré Angon (5) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) MARA kéto pangandikan Anaké Agung, ngembeng yéh paningalan I Raré Angon. Suba ngrasa tekén déwék kasengitang baan Anaké Agung. Mapamit lantas ia budal. Kacarita suba neked jumah, matakon lantas kurenanné, “Beli, kenapa sebeng beliné dadi masawang sedih. Kénkén sih tingkah beliné tangkil ka puri?” Masaut I Raré Angon, “Kené adi, sinah suba baan beli Anaké Agung sengit pesan teken beli. Suba beli nyidayang ngalih I Lubang Kuri, jani buin beli kapangandikayang ngalih macan.” Masaut ané luh, “Yan bantas akéto, eda beli sanget ngéwehang. Né tiang ngelah manik astagina, paican dané I Bapa. Jani tiang ngadakang macan manik astagina apang ada macan, lantas ada macan gedé pesan. Nah kema beli ka puri tegakin macané ené, aturang tekén Ida Anaké Agung!” Tegakina lantas macané ento ka puri. Teked di puri, sedek Anaké Agung katangkil serab koné anaké nangkil. Ida Anaké Agung jejeh mangetor nyingakin macan, buin sada ngengap macané ento gereng-gereng. “Gediang-gediang!” kéto pangandikan Anaké Agung sambilang Ida malaib ngapuriang. Gedianga koné lantas macané ento tekén I Raré Angon, tegakina abana mulih. Teked jumahné macané ento lantas pastuna tekén kurenanné apang dadi lesung. Dadi lantas macané ento lesung. Buin maniné buin kone I Raré Angon kasengan ka puri, ngandika Ida Anaké Agung tekén I Raré Angon, “Cai Raré Angon, kema alihang gelah naga. Yan cai tondén maan naga, da cai malipetan mulih!” (Masambung)

SANGKANING kahanan kahuripan sampun sayan nincap, majanten kramané sami pamekas ring Bali taler sayan gupuh ngamargiang pakaryan utawi ngrereh pangupa jiwa. Dadosné kramané sayan arang polih galah embang saraina, sakadi sané kajantenang I Ketut Resep, sinalih tunggil pangadol katikan saté taler piranti tiing ring Banjar Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Badung. Sangkaning akéhan krama sayan gupuh makarya, ngawinang dané nénten polih galah ngaryanin pirantipiranti sané patut setata kasiagayang, minakadi katikan saté. Ketut Resep maosang, ring rerainan sakadi Galungan miwah Kuningan sané majanten ngawigunayang saté

ring banten. Ring kahanan sakadi mangkin, kramané akéhan sané numbas katikan saté saihang ring ngarya katikan preragan. Asapunika taler ketah kapanggihin ri kala kramané ngwéntenang pakaryan yadnya ring raina-raina siosan. “Punika satmaka cihna yéning krama Baliné mangkin akéhan sané gupuh makarya utawi ngrereh pangupa jiwa ring widang tiosan. Sangkaning punika, tatkala jagi ngawigunayang katikan saté sinah dané gelisan numbas mangda prasida gelisan polih manut akéh sakadi sané kaaptiang,” baos Resep. Lanang sané embas ring Kedampal, 30 Desember 1953 puniki malih maosang, pangaptin krama ring katikan saté kantun degdeg duaning pinaka sarana upacara yadnya patut setata sadia. Kawewehin malih, ri kala nénten polih ngaryanin preragan majanten sampun kramané jagi numbas. Sakéwanten sangkaning pinaka “peluang ekonomi” sané becik sinah nénten arang kapanggihin krama sané maadolan katikan saté “musiman” utawi madolan tatkala nampek reraina Galungan miwah Kuningan kémanten. Punika taler prasida ngawinang kahanan madolan krama sané sampun saraina ngadol katikan saté kasinahang nedunang yadiastun sujatiné akéh krama sané ngrereh tatkala punika. Soroh-soroh katikan saté tiing sané kaaptiang ring pakraman minakadi katikan saté asem, nagasari utawi katikan saté panggul sané tanying muncuk ipun, katikan saté bina utawi katikan saté panggul biasa asapunika taler katikan saté lembat. Wénten taler katikan sate sané kanggén ring dangsil sakéwanten wangunipun wantah mabina-binayan nganutin saking sima miwah dresta ring genah wiadin desa. “Sios punika, ring soang-soang genah utawi désa, wangun utawi lantang katikan saténé mabinayan yadiastun sujatiné sorohnyané pateh. Minakadi katikan saté lembat ring wewidangan Sibang, lantangnyané kirang langkung kalih dasa cm, sakéwanten ring wewidangan Mengwi rauh ring Sembung akéhan wantah plekutus cm lantangnyané,” asapunika Resep nguningayang. (was)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 37.s(wewo;-ewohenmli;, Sarwa woh-wohané malih, elcic)eror&buluwn/, léci ceroring buluan, n\Ðduernßiw;sebo, nangka durén miwah sabo, tnãinkdihibukl/, tan bina kadi i bukal, tnÙn);w)\ilnuæiy*, tan waneh wengi lan siang, n\&s)gentnÐyun/, nanging segané tan kayun, npimli;s(whulm/.

napi malih sarwa ulam.

Saking Langit Bali Musuh tangkahé runtag getihé maluab lawar barak lalah makuah kamené kancutang jarané pecutang panak somah kutang musuhé mlagandang petengé galang suadarmané juang pangrasané pejang mapiteh pitehang Nilarwati

Unduk Manah Ipun makenyem Nyledét, dalem Mangati-ngati Misadiaké ngulah sepi Nundun bayu kadi simalu Nyuratang carita nunggalang rasa Ajerih manah Toyané tusing buin membah Alit Juliartha

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Wage, 30 Desember 2018 Pemanasan SARON 23 Des 2018 di JKP -109

Tetes (DK) Tetes...

RAKYAT Indonesia tidak ada matinya. Meskipun pemerintahnya sendiri bekerja sama dengan penjajah untuk merampok dan menyiksa mereka, tetap mereka tidak hancur seperti yang seharusnya. Karna mereka punya bekal dan sahabat, yang para penjajah tidak mengetahui dan tidak memperhitungkannya…. lEmha Ainun Nadjib

BPM/gps

Tatkala pemanasan SARON kumpulan puisi menyusul NOVASARON, menyusul SARONARON, menyusul SONASARON, menyusul LOKASARON,berpanaspanas mendidih menjelang 100 tahun Puisi Besar-SP1928 menyusul ZONASARON di JKP-109

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

Coming on Age in Balidwipamandala...

16 Agustus 2018

16 Agustus 2020

l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit

Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Desember-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Menciptakan Sudut Pandang Spektakuler dan Dramatis dengan ”Drone” Fotografi

Semangat 45 karya Anom Raditya Narendrasuta Ikhsan Dwiono

Bagong Soebardjo

Dhais. Us

P E N G G U N A A N drone dalam aerial photography (fotografi udara) kini sudah menjadi sebuah trend di kalangan fotografer di seluruh belahan dunia. Pengambilan gambar dari udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak ini biasanya ditujukan untuk menciptakan sudut pandang yang lebih spektakuler dan dramatis. Namun harus diingat, mengambil gambar dari udara dengan drone tidak sebatas untuk meng-capture gambar semata, tapi fotografer juga wajib memperhatikan faktor pencahayaan, sudut pandang (angle) maupun movement kamera agar hasil yang didapat tampak indah dan spektakuler. Salah satu fotografer Bali yang intensif menggunakan drone dalam berkarya adalah A.A. Ngurah Anom Raditya Narendrasuta. Menurut siswa Kelas XI Multi Media SMK TI Bali Global, Denpasar ini, drone terdiri dari komponen utama, yaitu main body dan radio

controller. Bagian-bagian drone di antaranya adalah baling-baling (chopter), radio receiver, motor (dinamo), baterai, flight controller board, electronic speed controller, kamera, dan ada juga yang menggunakan GPS, kompas, atau alat tambahan lainnya. Di bagian radio controller, terdapat radio transmitter, input control (biasanya menggunakan joystick atau yang lebih canggih menggunakan smartphone/ tablet), dan baterai. “Saat ini, di pasaran ada berbagai jenis drone. Tentunya dengan berbagai spesifikasi, harga dan keunggulannya masing-masing. Fotografer bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing,” ujarnya. Menurut Anom Raditya Narendrasuta, setidaknya ada tiga unsur utama yang perlu diperhatikan dalam penggunaan drone. Yakni, spesifikasi drone, kamera, dan insting fotografer dalam mengambil objek. Pada penggunaan

Water Dragon karya Anom Raditya Narendrasuta

Palebon Ida I Gusti Ngurah Djelantik XXIV karya Anom Raditya Narendrasuta drone, kata dia, yang ditonjolkan bukan soal ketinggian, tetapi fleksibilitas kamera untuk mengambil gambar dengan manuver atau angle yang berbeda, sehingga lebih luas serta kreatif dibanding-

tidak ada burung-burung yang beterbangan maupun bebas dari bangunan pencakar langit. Pemilihan lokasi seperti itu juga akan membuat drone terbang dengan aman untuk mendapat

Ceking Rice Terrace karya Anom Raditya Narendrasuta kan dengan penggunaan kamera biasa yang memiliki ketinggian sebatas kemampuan manusia. “Bagi seorang traveller, misalnya, penggunaan drone akan sangat membantu untuk mengabadikan momen perjalanan lebih luas, unik, dan tentunya dengan hasil yang lebih memuaskan,” katanya. Jeli Memilih Lokasi Dalam aerial photography dengan menggunakan drone, kata Anom Raditya Narendrasuta, kejelian memilih lokasi juga menjadi penentu utama dari keindahan foto yang dihasilkan. Lokasi yang terbuka cenderung akan menghasilkan foto yang lebih memukau. Usahakan di lokasi tersebut tidak terlalu banyak pepohonan,

sudut pandang terbaik. “Sebelum memutuskan melakukan pemotretan dengan drone, b lain itu, tidak ada salahnya kita memantau prakiraan cuaca. Pada sejumlah drone, tiupan angin akan sangat mempengaruhi kinerjanya sehingga faktor cuaca yang aman juga wajib jadi pertimbangan penting. Selain itu, kondisi langit yang cerah juga akan memberikan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan foto-foto yang indah dan dramatis. Cobalah mengambil gambar dengan berbagai angle, mulai dari first person view, angle atas, bahkan angle samping. Dengan begitu, kita akan memiliki banyak stok foto untuk dipilih,” katanya memaparkan. (ian)


Minggu Wage, 30 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN !!Admin SMA/K-S1, CV: personalia.an@gmail.com B.BP.001.12.18.0000748

Asisten Produksi untuk Garment Factory(Paham:Kalkulasi Harga, Pola,Cutting,Sewing)Hub:WA 085 100050706 hrd@buddhawear.com B.BP.004.12.18.0000809

Dcr FO & Room Boy Laki2 untuk Hotel Hub.08123912010 B.BP.001.12.18.0000861

Dibthkan SPA Therapis Max 35Th Gaji & Bonus Menarik di Ubud Monkey Forest HB:081916324552 B.BP.001.12.18.0000828

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Dibutuhkan Mandor Pengalaman/ Senior,Borong Kerja Villa, Serius WA:085838399110 / Email:wayandarmini22@gmail.com

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, WA/SMS 0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

B.BP.004.12.18.0000857

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store HP/WA 0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

G.04

G.05

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept.Store, telp.756302, Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

G.02

G.06

G.01

Dibutuhkan Staff Minimart di Novotel Htl.Tl/WA:081236394885 B.BP.001.12.18.0000855

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com G.03

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Ayla X’2014 KM38000 Asli Bali Pribadi Hub.087761332338 B.BP.001.12.18.0000859 TOYOTA

InovaReborn’17GATHitamAsDK Bensin 285Jt Bgs 08123969166 B.BP.001.12.18.0000860

DIJUAL RUMAH

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

BU PrumGriyaLokaTabanan,LT2

Tnh 586m2(17x34)Tk.Citarum O

Blok D1&D2 Hub:08113802880

dkt Tkd Badung,H.082237079266

B.BP.001.12.18.0000705

DISEWAKAN RUKO Di kontrakan 1 Ruko LT 3 Di Ponegoro MegahHub:08113977754 B.BP.001.12.18.0000829

DIJUAL TANAH

B.BP.001.12.18.0000706

DISEWAKAN TOKO Dikt.Toko 2Lt.IMB,PAM,Listrik Sesetan 135 Hub:085100142694 B.BP.001.12.18.0000817

TEMPAT USAHA Djl Bangunan 2lantai, Jl Raya

RUPA-RUPA

Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.12.18.0000856

KEHILANGAN

BPKB No.E8993977-ODK1662QGan PT.SerasiAutoRaya,081237044000 B.BP.001.12.18.0000840

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP 081338344155 B.BP.001.12.18.0000197

LAUNDRY

Jual Tanah 1Are Lokasi Ketewel

Jemursari Sby Strategis cocok

Harga 205Jt Hub:081999701167

u/Kntr Cab,BU Hub:08123321223

Dcr Karyawan Cook,Cook Helper Hub:288415

B.BP.031.12.18.0000838

B.BP.001.12.18.0000808

B.BP.001.12.18.0000823


10

Minggu Wage, 30 Desember 2018

Mendatar: 1. Pusaran angin (Minangkabau) 6. Meminta ; Mempertanyakan (Inggris) 8. Suka sekali 9. Tawar menawar ; Perundingan 10. Kayu keras berwarna hitam 11. Warna ; Mewarnai (Inggris) 13. Ribose nucleic acid 14. Ibu Gatotkaca 16. Sana ; Disana 18. Suku bangsa di Irian Jaya 20. Ibu Kota Kab.Banjar, Prov.Kalimantan Selatan 21. Mematikan ; Celaka ; Tidak dapat diubah lagi 23. Tempat menaruh sesuatu 25. Negara bagian AS yang terluas 27. Ini (Bali) 28. Cabut (Bali) 30. Radang jaringan tubuh yang berongga dan bernanah 31. Merek dagang 32. Pipa atau selang makanan 33. Dibutuhkan bayi 34. Kacamata jepit, tanpa gagang (Prancis) Menurun: 1. Raja kera 2. Jenis ayam peliharaan ; Budi daya 3. Sajak (“B” sama dengan “P”) 4. Dibalik ; Ampas ; Endapan 5. Pasar swalayan yang sangat besar 6. Lawan kata 7. Tahun yang jumlah harinya 366 hari 11. Metode pengaturan pelaksanaan suatu alat 12. Ide 15. Bovine serum albumin 17. Alat yang dipasang pada leher sapi (Bali) 19. Tidak absen 20. Kelompok gedung yang berisi macam-macam toko 21. Cacing benang 22. Taksiran harga barang 23. Tertambat ; Terpikat 24. Natrium bikarbonat 26. Gabungan perusahaan sejenis 29. Dibalik ; Barang yang diserahkan sebagai tanggungan utang

BPM/ist

EVAKUASI - Ular berhasil dievakuasi dengan keadaan hidup dan dibawa Tim Orongorong ke Mako DPMK Pasar Turi.

Warga Surabaya Digegerkan Penemuan Dua Ular Sanca WARGA Kota Surabaya digegerkan penemuan dua ular sanca di tempat berbeda, yakni di Jalan Gunung Anyar Baru II A Nomor 29 pada Kamis (27/12), dan Jalan Cantian Tengah Nomor 58 Gang 5, Sidodadi, Simokerto, Jumat (28/12). “Dalam dua hari ini ada penemuan ular sanca, yakni di Gunung Anyar dan Simokerto,” jelas Komandan Tim Orong-Orong Dinas Pemadam Kebakaran (DPMK) Surabaya, Widagdo Endang Suroso kepada Antara. Menurut dia, untuk penemuan ular sanca dengan panjang empat meter dan diameter 15 cm di Simokerto berawal dari laporan warga atas nama Nurul, melalui pelayanan pengaduan di Command Center 112 yang kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Orong-orong DPMK. Mendapati hal itu, lanjut

dia satu unit Tim Orong-orong langsung bergerak menuju salah satu rumah warga di Cantian Tengah, Simokerto yang merupakan lokasi keberadaan ular sanca tersebut. Saat evakuasi, petugas sedikit mengalami kesulitan karena ular tersebut berada di plafon rumah warga. Namun ekor ular terlihat dari atap rumah sehingga petugas menarik pelan-pelan ular dengan menggunakan karung goni sampai akhirnya bisa mengamankannya. “Ular berhasil dievakuasi dengan keadaan hidup dan dibawa Tim Orong-orong ke Mako DPMK Pasar Turi,” tuturnya. Widagdo menduga ular sanca tersebut peliharaan warga yang lepas. Namun hingga saat ini belum ada warga yang

mengaku memiliki ular sanca yang termasuk jenis berbahaya tersebut. “Pimpinan kami mengarahkan agar ular tersebut diserahkan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Namun dari KBS diarahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Sidoarjo, karena ular tersebut bukan jenis satwa yang dilindungi. Sabtu (29/12) kemarin rencananya diambil pihak BBKSDA,” terangnya. Sementara untuk penemuan ular sanca di Gunung Anyar pada Kamis (27/12), Widagdo mengatakan ular tersebut juga sudah dievakuasi oleh Tim Orong-orong. Ular sanca tersebut sudah diambil oleh pemiliknya. “Ini termasuk fenomena. Ular tersebut membahayakan jika tidak ditangani dengan baik,” tutupnya. (ant)

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 379 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 5 Januari 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 13 Januari 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 377 Mendatar: 1. QUOVADIS 5. PULPEN 8. CIA 9. ADEGAN 11. RANTAS 12. HAMLET 13. UNIK 15. RETAIL 18. EASY 19. ASN 21. SIMPANG 22. KANTATA 24. LIS 26. ESAI

28. PALAPA 31. KANO 32. TAMBUR 34. SADINO 35. MARMOT 36. NOL 37. RELUNG 38. AGITATOR Menurun: 1. QUASAR 2. OPELET 3. ABAH 4. SCALPEL 5. PARTUS

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

PERNIKAHAN JANJI SUCI - Pasangan dr. Ida Bagus Aditya Nugraha, Sp.PD., dan dr. Ida Ayu Indra Laksmi, S.Ked., dari Br. Keraman, Abiansemal, mengakhiri masa lajangnya dengan melangsungkan pernikahan, Jumat (21/12) lalu. Upacara dipusatkan di rumah mempelai pria di Griya Kutuh Kaja, Samsam, Tabanan, dihadiri pasemetonan kedua mempelai. Semoga dengan mengucap janji suci dalam sebuah penikahan, kedua mempelai ini akan dikaruniai suputra yang akan menjadi penerusnya. Selamat menempuh hidup baru, semoga berbahagia.

Pemenang TTS No. 377

6. PETAKA 7. NISSAN 10. NAIL 14. NYONYA 16. EMISI 17. IMANEN 20. SETUP 23. NIRMALA 24. LANSIR 25. SKEDUL 27. SOTONG 28. PAUM 29. AZIMAT 30. AMATIR 33. RAUT

1. Desi Megawati Jl.Raya Gunaksa No.189, Kec.Dawan, Kab.Klungkung (HP:081-999-744-XXX) 2. I Kadek Sastrawan Kantor Rutan Kelas II B Gianyar (HP:085-857-302-XXX) 3. I Gede Putu Sucipta Br.Tebe, Kel.Jimbaran, Kec.Kuta, Kab.Badung (HP:085-338-211-XXX) 4. Suciani Sedayu Selatan, Desa Kediri Selatan, Kec.Kediri, Kab.Lombok Barat (HP:081-999-353-XXX) 5. Ni Made Tirta Jl.Ahmad Yani No.A7, Kel.Subagan, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081-337-447-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Gusti Bagus Yudha Duarsa Alamat : Jl.Dahlia No.23 I

Denpasar Timur, Kota Denpasar

(HP:081-805-559-XXX)


Minggu Wage, 30 Desember 2018

Lingkungan Rentan, Manusia Harus Menyehatkan Diri

Denpasar (Bali Post) Dalam ilmu kesehatan dikenal dengan teori Bloom yang menyebutkan, agent, environment dan host. Host itu manusia, agent itu kuman penyakit, environment lingkungan. Jika lingkungan buruk seperti adanya musim pancaroba, akan ada kuman (agent) yang berkembang. “Misalnya pada musim hujan memungkinkan vektor nyamuk aedes aegypty berkembang karena ada media berkembang biak. Ketika cuaca buruk, manusia juga terkadang keadaannya

menurun. Ini merupakan potensi manusia menjadi sakit,” demikian dipaparkan dr. Anom Suardika, Sp.OG (K), dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah.

dr. Anom Suardika, Sp.OG (K)

Maka dalam kondisi pancaroba ini, manusia harus menyehatkan diri. Seperti dokter yang bekerja di lingkungan kurang baik dengan menghadapi pasienpasien yang sakit. Maka kuncinya adalah menyehatkan diri sendiri. Untuk bisa menyehatkan diri, prinsipnya adalah makan makanan 4 sehat 5 sempurna atau pedoman umum gizi seimbang. Istirahat yang cukup, olahraga yang teratur dan baik sesuai dengan umur, itu sangat penting. “Cukup gizi dan cukup istirahat, itu sangat penting,” ujarnya. Prinsip sehat lainnya adalah memproteksi diri. Misalnya ketika berhubungan dengan orang sakit, maka lindungi diri dengan masker. Atau jika diri sendiri yang berpotensi menularkan penyakit, maka perlu menjaga diri agar tidak menularkan penyakit ke orang lain. “Misalnya memakai masker, tutup hidung dan mulut dengan masker,” jelasnya. Lingkungan rumah dan lingkungan sekitar dijaga kebersihannya. Di musim hujan yang berpotensi hidupnya nyamuk, maka kebersihan lingkungan dijaga

DPRD Harus Bersikap

Adhi Ardhana menambahkan, pembahasan RTRWP pun masih tersangkut dengan Perpres No.51 tahun 2014. Oleh karena itu, dewan sebaiknya membuat sikap terkait dengan Perpres tentang Perubahan atas Perpres No.45 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) itu.

“Sebagaimana juga visi misi gubernur yang sudah kita sepakati secara demokratis sewaktu pemilihan gubernur kemarin,” imbuh politisi PDI-P ini. Menjawab usulan dari anggotanya tersebut, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengaku sudah berkoordinasi dengan gubernur yang Jumat (28/12) lalu ke Jakarta. Dikatakan, gubernur ke Jakarta untuk membahas tentang masalah terbitnya izin lokasi baru terkait rencana reklamasi Teluk

Siap Turun

Di sisi lain, lanjut Gendo, ForBALI bersama komponen lain tidak akan segan-segan kembali turun ke jalan jika gubernur main-main dalam urusan ini. “Apalagi mau melakukan manuver dengan tujuan meredam gerakan rakyat. Mari bersama dan bahu-membahu menyelamatkan Teluk Benoa,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya bersurat kepada Presiden RI yang diserahkan langsung lewat Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung, di Jakarta, Jumat (28/12). Koster bahkan

menyebut surat itu sejatinya sudah disusun oleh tim pada 20 Desember dan ditandatangani pada 21 Desember lalu. Namun, baru bisa diserahkan kemarin lantaran menunggu Sekretaris Kabinet pulang dari tugas ke luar negeri pada 27 Desember malam. Menurut Koster, ada dua poin penting yang disampaikan dalam surat kepada Presiden. Pertama, memohon Presiden untuk mengubah Perpres No.51 tahun 2014 khususnya yang berkaitan dengan kawasan perairan Teluk Benoa, di luar peruntukan fasilitas umum seperti pelabuhan, bandar udara, dan jaringan jalan agar ditetapkan sebagai kawasan konservasi maritim

Bisa Menginfeksi

ISPA, lanjutnya adalah infeksi yang mengganggu proses pernapasan seseorang. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan atas seperti hidung dan trakea (pipa pernapasan). Jika tidak tertangani dengan baik, ISPA bisa menginfeksi seluruh sistem pernapasan dan mencapai paru-paru. “Karena lewat droplet penderita dan melalui udara, proses penyebaran virusnya sangat cepat,” ujar Suratmika. Seseorang bisa tertular ISPA ketika menghirup udara yang mengandung virus atau

bakteri penyebab ISPA. Selain itu, cairan yang mengandung virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda bisa menular ke orang lain saat menyentuhnya dengan tangan, kemudian masuk melalui mulut saat orang tersebut makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Gejala ISPA adalah sering bersin, hidung tersumbat, batuk, tenggorokan sakit, hingga demam. Gejala ISPA biasanya berlangsung antara satu hingga dua minggu. Kata Suratmika, selain mengobati gejala yang timbul, ISPA terutama yang dikarenakan virus sebenarnya bisa sembuh dengan istirahat yang

Benoa dengan para pejabat negara dan petinggi partai. Dalam hal ini, menyikapi masalah tersebut agar tidak kembali menimbulkan kegaduhan di masyarakat. “Rasa-rasanya Pak Gubernur dan kita sudah satu haluan, satu kata, rasanya itu (reklamasi Teluk Benoa, red) tidak mungkin akan diterapkan,” ujarnya. Wiryatama mengaku masih menunggu hasil pembahasan gubernur di Jakarta sebelum membuat suatu keputusan.

untuk perlindungan adat dan budaya maritim masyarakat Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana. Kedua, agar Presiden memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tidak menerbitkan izin lingkungan (Amdal) bagi setiap orang yang mengajukan permohonan izin pelaksanaan reklamasi di perairan Teluk Benoa di luar peruntukan fasilitas umum yang dibangun pemerintah karena tidak selaras dengan adat dan budaya masyarakat Bali. Koster menegaskan bila dirinya sendiri yang akan langsung mengawal surat itu hingga direspons oleh Presiden. “Saya yang kawal langsung,” tegasnya. (kmb32) cukup dan menjaga asupan makanan dan minuman. Karenanya, salah satu pencegahan ISPA adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti istirahat cukup, makanan bergizi dan menerapkan cuci tangan sebelum makan maupun sesudah dari bepergian. Penerapan PHBS ini kata Suratmika, sudah diterapkan Dinkes ke masyarakat sejak tahun 2016 lewat program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Diharapkan lewat Germas, tidak hanya penyakit infeksi tetapi non-infeksi bisa ditekan jumlahnya di masyarakat. (san)

agar tidak ada genangan air sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Demi menyehatkan diri, manusia juga harus memerhatikan asupan makanannya. Saat ini, perkembangan makanan sangat masif. Berbagai cara dan upaya dilakukan untuk membuat makanan yang enak dan menarik. Termasuk menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam pembuatan makanan. Maka dari itu, manusia perlu kembali diajarkan mengolah dan memilih makanan. “Misalnya bagaimana caranya memilih sayur. Sayur itu zaman sekarang sama sekali daunnya tidak dimakan ulat, maka masyarakat harus diajarkan mencuci sayur yang baik karena pestisidanya tinggi. Mencuci dengan air mengalir setidaknya tiga kali,” ujarnya. Memilih makanan harus cerdas. Memilih makanan bukan berarti makanan yang mahal, tapi memilih makanan yang memiliki kandungan radikal bebas tinggi. Seperti memilih makanan gorengan, dengan penggunaan minyak berulang-ulang. Maka dari itu, manusia harus cerdas memilih makanan, karena efeknya jangka panjang. Selain itu juga, kurangi bahkan hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti mengonsumsi ayam broiler terlalu banyak. (kmb42)

Namun, pihaknya sepakat Bali jangan lagi dibawa ke titik nol terkait rencana reklamasi Teluk Benoa. Apalagi, Bali saat ini sebetulnya sudah tenang dari isu tersebut. “Kita tunda dulu sementara (membuat rekomendasi, red) sampai kita dapat koordinasi intens dengan Pak Gubernur. Mungkin nanti sore (Jumat sore, red) atau besok (Sabtu, red) saya pasti ketemu Pak Gubernur, sudah janji tadi,” tandasnya. (kmb32)

Akhirnya Dicabut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik pada awalnya mengatakan gelombang tsunami berbahaya mungkin terjadi dalam jarak 300 kilometer dari pusat gempa, di sepanjang pantai Indonesia dan Filipina. Namun akhirnya, peringatan tsunami tersebut dicabut. Sementara itu, gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter (SR) mengguncang barat daya Nias Barat, Sumatera Utara, Sabtu kemarin. BMKG menjelaskan gempa berada di titik 0.97 Lintang Utara-97.20 Bujur Timur atau 31 km barat daya Nias Barat-Sumatera Utara. (kmb)

Tokoh Lintas Agama Rumuskan ’’Risalah Jakarta’’

Jakarta (Bali Post) Puluhan tokoh lintas agama, budayawan, dan profesi berkumpul membahas kondisi negara. Mereka menyepakati rumusan yang diberi nama “Risalah Jakarta” yang terdiri dari lima poin. Kelima poin ini merupakan isu strategis yang berkaitan dengan kehidupan beragama dan berbudaya bagi seluruh warga negara Indonesia. “Yang pertama, negara perlu memimpin gerakan penguatan keberagaman yang moderat sehingga agama menjadi panduan spiritual dan moral, bukan hanya ritual dan formal,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Ancol, Jakarta, Sabtu (29/12) kemarin. Poin kedua, pemerintah perlu menghapus atau membatasi regulasi yang mampu menumbuhkan eksklusivisme dan ekstremisme seperti revisi UU No. 5 tahun 1969 tentang Pemberlakuan PNPS No. 1

tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama sesuai putusan MK. Poin ketiga yang dirumuskan adalah mengembangkan strategi komunikasi yang mampu menyampaikan pesan dari tokoh agama, tokoh budayawa, dan tokoh intelektual agar bisa dipahami lebih mudah oleh generasi muda tanpa menghilangkan isinya. Poin keempat, pemerintah melalui Kementerian Agama perlu memfasilitasi pertemuan antarkelompok untuk memperkuat nilai inklusif dan toleransi terutama di kalangan generasi muda. “Dan strategi kelima adalah tokoh agama lebih aktif memandu umat menjalankan keyakinan dan kehidupan beragama yang lebih terbuka sehingga bisa juga menjadi sumber kreasi dan inspirasi kehidupan,” tegasnya. Selain itu, para tokoh yang berkumpul ini meminta

Kebersihan Diri

Baik orang dewasa maupun anak-anak disarankan rajin menjaga kebersihan diri salah satunya dengan mencuci tangan, baik sesudah melakukan aktivitas maupun sebelum makan. “Mencuci tangan penting, untuk menghindari kuman masuk ke tubuh,” terangnya. Untuk menghindari gangguan kesehatan, pola makan harus diperhatikan dan dijaga. Dokter Ari mengatakan, sebisa mungkin hindari makan makanan yang mengandung 5P yakni penyedap, pengawet, pemanis, pewarna, dan pengenyal. Konsumsilah makanan yang bergizi. Perbanyak sayur dan buah. Dalam menjaga kesehatan, olahraga dan istrahat yang cukup juga sangat

penting untuk diperhatikan. “Sebenarnya mudah. Untuk hidup sehat, empat hal itu harus diseimbangkan. Istrahat yang cukup, makan makanan yang bergizi dan seimbang, olahraga yang teratur, dan berdoa. Jadi, tidak perlu modal uang,” jelasnya. Di Karangasem Kepala Instalasi Reka Medis RSUD Karangasem, I Nyoman Sumatra, menjelaskan, pada musim penghujan seperti sekarang ini berbagai penyakit memang bisa menyerang. Salah satunya demam berdarah. Untuk mencegah serangan berbagai penyakit tersebut, masyarakat harus dapat memerhatikan pola makan serta menjaga kebersihan lingkungan. Karena kebersihan lingkungan merupakan salah satu penyebab datangnya

Tidak Sehat

Sampai di sekolah, mereka juga disajikan atau dihadapkan pada pilihan yang tidak sehat juga. Misalnya di kantin sekolah yang menyediakan makanan mengandung zat-zat berbahaya untuk anak-anak baik pewarna, penyedap, dll. “Mereka dihadapkan pada pilihan yang sulit,” imbuhnya. Belum lagi masalah kebersihan dan higienitasnya. Kebanyakan makanan yang dikonsumsi anak-anak merupakan produk olahan rumah tangga atau produk olahan yang tidak memiliki standar untuk dikonsumsi secara umum. Anak memiliki pilihan lain yaitu ketika mengonsumsi makanan tidak sesuai keinginan, mereka akan memilih makanan di luar kantin. Sekolah tidak bisa melakukan intervensi. “Kalau kantinnya di sekolah mungkin sekolah bisa melakukan intervensi terkait dengan sarana kebersihan, pemilihan dan menginformasikan makanan

yang sehat. Tapi ketika di luar sekolah saat anak-anak pulang atau jam istirahat mereka akan mengakses makanan yang di luar sekolah itu,’’tegasnya. Tren konsumsi makanan siap saji ini berkaitan langsung dengan kejadian masalah gizi yaitu obesitas dini pada anak. Jadi pada usia relatif masih kecil, mereka sudah dihadapkan pada permasalahan overweight, obesitas. Obesitas dini, kata dia, di satu sisi orang tua melihat hal yang menyenangkan, tercukupi konsumsinya. Namun, di balik itu, ada risiko akan gangguan kesehatan yang dihadapi anak. Contohnya, kencing manis pada anak. Penurunan aktivitas fisiknya itu juga turut berpengaruh pada tumbuh kembang, ungkapnya. Makanan saat ini juga sering dirumorkan banyak mengandung hormon tambahan seperti ayam broiler. Makanan ini mengganggu sistem hormonal anak. Belum lagi minuman berkarbonasi yang mengandung gula tinggi. Ini juga memengaruhi gizi anak yang

pemerintah merevisi UU nomor 5 tahun 1969 mengenai pemberlakuan UU PNPS No. 1 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. “Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK),” ujar Mahfud. Risalah Jakarta ini hasil sarasehan lintas iman dengan mengangkat tema ‘‘Konservatisme Beragama di Tahun Politik, Beragama di Era Disrupsi, serta Relasi Agama dan Negara di Era Milenial’’. Risalah Jakarta ini akan disampaikan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Para tokoh yang ikut merumuskan Risalah Jakarta di antaranya Mahfud MD, putri mantan Presiden Gus Dur, Alissa Wahid dan Inaya Wahid, Romo Beni Susetyo, Romo Franz Magnis Suseno, I Ketut Widnya, Komarudin Hidayat, Savic Ali, Sujiwo Tedjo, Ulil Abshar Abdala, Uung Sendana, Yudi Latif. (kmb)

berbagai penyakit tersebut. “Penyakit diare biasanya sering menderita warga di musim penghujan. Termasuk demam berdarah yang disebarkan oleh nyamuk. Jadi, untuk mencegah penyakit itu, mesti dari sekarang masyarakat sudah memikirkan apa yang harus dilakukan,” ujarnya. Untuk penyakit yang rentan menyerang anak-anak, kata Sumatra, selain batuk, pilek, panas akibat perubahan cuaca, penyakit ISPA atau gangguan pernapasan juga rentan menimpa anak-anak pada musim penghujan seperti saat ini. Kata dia, ISPA bisa menyerang anak lewat udara. Misalnya, ada masyarakat yang membakar sampah dan asapnya pas dihirup oleh anak kecil, itu bisa memicu gangguan pernapasan. (ina/nan)

berdampak pada masa depan generasi penerus pada masa mendatang. Minuman yang berkarbonasi karena mengandung gula yang sangat tinggi juga menjadi ancaman tanpa ada upaya pengaturan. Dengan demikian saat ini, anak memiliki pilihan makanan yang banyak. Namun di satu sisi, tidak ada upaya perlindungan terhadap upaya penurunan konsumsi terhadap makanan tersebut. Makanan ini ancaman bagi generasi mendatang. Tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di banyak negara. Untuk itu, pemerintah bisa mengambil sikap atau kebijakan dalam mengatur, membatasi ruang gerak makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizinya. Adanya asrama merupakan bentuk kontrol pengawasan tidak hanya pada sikap dan perilaku anak, tapi juga pengawasan terhadap asupan gizinya. Anak-anak yang tinggal di asrama polisi dan tentara, mereka memiliki gizi yang sangat bagus karena dijaga asupan dan aktivitas fisiknya. (may)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu WAGE, 30 Desember 2018

Kalah Beruntun

City Kesulitan Cari Pengganti Fernandinho Manchester-

Manchester City mengalami masa suram setelah menelan dua kekalahan beruntun di Premier League. Padahal sebelumnya klub juara bertahan Premier League tersebut hanya sekali kalah pada musim ini. Pasukan Josep Guardiola secara mengejutkan takluk 2-3 ketika menjamu Crystal Palace akhir pekan lalu. Kemudian City takluk 1-2 saat dijamu Leicester City pada Boxing Day. Akibat dua kekalahan beruntun ini, Manchester City makin tertinggal dari klub pemuncak klasemen, Liverpool. Jarak kedua tim kini terpaut tujuh poin. Liverpool belum pernah di Premier League. City juga malah terlempar dari posisi dua klasemen. Kekalahan di Boxing Day membuat Sergio Aguero dan kawan-kawan disalip Tottenham Hotspur. Buruknya kinerja Manchester City dalam dua laga t era khir era t ka it a nny a dengan absennya gelandang jangkar Fernandinho. Pria Brasil itu absen beberapa saat karena mengalami cedera paha. Meski jarang mencetak gol atau assists,

peran Fernandinho sangat vital di lini tengah City. Pria plontos ini memberi keseimbangan di lini tengah dan menjadi pemutus serangan lawan sebelum masuk kotak penalti. Guardiola memainkan John Stones melawan Crystal Palace dan Ilkay Gundogan untuk menggantikan Fernandinho. Akan tetapi hal itu tidak membuahkan hasil yang positif. Absennya Fernandinho tentu saja sangat merugikan Manchester City. Namun, Guardiola berjanji mencari solusi untuk mengatasi absennya sang pemain. “Kami harus mencoba mencari solusinya. Fernandinho ti-

dak bisa bermain karena ia cedera. Kami harus menyelesaikan masalah ini. Gundogan bermain bagus,” kata Guardiola, Sabtu (29/12) kemarin. “Anda harus berpikir untuk menyelesaikannya ketika Anda tidak punya pemain dengan posisi yang sama di posisi itu,” imbuhnya. Guardiola harus segera menemukan formula tanpa Fernandinho. City akan melawan Liverpool pada awal 2019. Jika sampai kalah, peluang mempertahankan gelar juara Liga Inggris semakin tipis. Gelandang City Bernardo Silva mengakui timnya berada

dalam situasi yang tak bagus. City harus segera kembali ke jalur kemenangan untuk mengakhiri tren negatif. “Kami sedikit kehilangan kontrol secara emosional. Saya merasa anak-anak sedikit berhenti karena tidak menduga gol itu,” ujar Bernardo Silva. “Kami kalah dua pertandingan beruntun itu tidak cukup, dan itu tidak wajar. Ini semua soal karakter. Kami tahu semua tidak berjalan seperti yang kami inginkan, tapi kami harus menunjukkan hati, membaik, dan bangkit dari situasi ini,” katanya. Sebelum melawan Liverpool, klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu akan mendapat ujian dari Southampton pada laga terakhir di Premier League pada 2018. (kmb33/afp)

Allegri Anggap Hukuman Inter Belum Cukup Turin– Allegri mengomentari hukuman untuk Inter Milan yang didakwa bersalah atas masalah rasialisme. Ia menilai mengosongkan stadion saja belum cukup. Sepak bola Italia kembali dihangatkan dengan isu rasialisme. Yang terbaru adalah umpatan tak menyenangkan dari suporter Inter Milan ke bek Napoli Kalidou Koulibaly. Di Giuseppe Meazza Kamis (27/12) lalu, suporter Inter menghina Koulibaly dengan suara-suara monyet. Hal itu membuat Inter dijatuhi sanksi dengan larangan menggelar dua per-

tandingan kandang tanpa penonton plus mengosongkan tribune utara di satu laga. Keputusan FIGC tersebut dikomentari Allegri. Pelatih Juventus itu menyebut hukuman mengosongkan stadion saja belum cukup untuk menyelesaikan masalah rasialisme. “Ini bukan keputusan saya, jika mereka membuat keputusan ini, itu harus sesuatu yang tepat. Itu memang memecahkan masalah sejenak, tapi kami harus menghentikannya sejak dari hulu,” kata Allegri, Sabtu (29/12) kemarin “Masalahnya tidak terpecahkan dengan menutup stadion selama dua bulan. Setelah dua bulan, lalu bagaimana? Tindakan pencegahan harus diambil,” tegasnya. Allegri menambahkan, cara paling efektif untuk menghentikan rasialisme di Italia bisa dengan menggandeng pihak berwenang. Ia percaya sebuah tindakan bisa mengubah sikap para fans. “Sayangnya ada sesuatu yang kurang di Italia. Kami kekurangan sedikit pendidikan dan rasa hormat. Bukan hanya di sepak bola, untuk benar-benar memiliki awal yang baru kami perlu mengajarkan hal-hal ini pada orang sejak mereka kecil,” tutur Allegri menyimpulkan. (kmb33/afp)

Kadek Swartama Latih Tim Pra-PON Denpasar (Bali Post)Tim Pra-PON Bali ditangani trio pelatih, yakni pelatih kepala Kadek Swartama didampingi Ida Bagus Nyoman Mahayasa, serta pelatih kiper Made Wardana. Rencananya pembentukkan tim Pra-PON diawali dengan seleksi bertahap yang dimulai Januari 2019. Manajer Tim Pra-PON IGAN Anom Jaksa Saputra, di Denpasar Sabtu (29/12) kemarin menerangkan,

Kadek Swartama adalah sosok pelatih yang sukses mengantarkan tim Porprov Gianyar mendulang medali emas pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali di Gianyar, pada 2017. Sementara tim pemandu bakat selama pelaksanaan Porprov berhasil menjaring 60 pemain dari seluruh kontestan Porprov. ‘’Seluruh pemain yang terpantau akan kami

panggil guna mengikuti seleksi,’’ ujar Agung Anom Jaksa. Dijelaskannya, seleksi awal bakal diikuti 60 pemain dan akan diciutkan menjadi 30 pemain, dan kemungkinan akan dirampingkan lagi menjadi sekitar 25 pemain. ‘’Kami lebih awal membentuk tim Pra-PON, sebab agenda Pra-PON mendahului dibandingkan Porprov Bali XIV di Tabanan September tahun depan. ‘’Kami

mematok target harus lolos ke PON,’’ ucapnya. Susunan pengurus tim Pra-PON Asisten Manajer A.A Putu Sudirka Yoga Semadi, Sektim Nasser Atthamimy, Bendahara Nyoman Suarta, serta Penasihat IGN Jayanegara dan A.A Ngurah Abiyoga. ‘’Kami masih menunggu SK resmi dari Aspprov PSSI Bali, sebelum menunaikan tugas,’’ cetusnya. (022)

Tabanan (Bali Post)Tim petanque dari Prancis ikut memeriahkan kejuaraan terbuka akhir tahun bertajuk “Year End Petanque Open Competition 2918”, di lapangan petanque Debes, Tabanan, mulai Sabtu (29/12) kemarin sampai dengan Minggu (30/12) ini. Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petangque Indonesa (FOPI) Bali Nyoman Yamadhiputra di Tabanan

kemarin, menerangkan kejuaraan diikuti 373 atlet dari DKIl Jateng, Jabar, Jatim, serta Pengkab dan Pengkot FOPI se-Bali. ‘’Peserta sangat antusias mengikuti kejuaraan terbuka akhir tahun ini,’’ ucap Yamadhiputra. Hal itu terbukti dari jumlah peserta, tiap nomor dibatasi hanya melibatkan 64 peserta atau regu. ‘’Seandainya peserta tidak kami batasi, maka dipastikan pelaksanaannya

bakal molor,’’ jelasnya. Ia menyebutkan, nomor yang dipertandingkan yakni shooting putra dan putri, double putra dan putri, serta triple putra dan putri. Yamadhiputra memaklumi jadwal pertandingan akan molor, mengingat dalam olahraga petanque tiap game bisa memakan waktu 1 sampai 3 jam, sehingga pertandingan bisa dipastikan berlangsung sampai larut malam, apalagi

jadwalnya mepet hanya dua hari. Dikemukakan, tujuan kejuaraan ini untuk persiapan atlet kabupaten dan kota dalam menghadapi Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Selain itu, untuk mengukur prestasi atlet Bali, guna menghadapi Pra PON. ‘’Di samping itu event ini untuk menambah jam terbang bagi atlet, sekaligus meningkatkan skill, utamanya dalam meladeni tim luar Bali,’’ tuturnya. (022)

Tim Prancis Marakkan Kejuaraan Terbuka Petanque

Pasca-operasi Bahu

Marquez Belum Pulih 100% London– Tiga minggu pasca-operasi, Marc Marquez masih merasakan sakit di bahunya. Marquez mengakui dirinya tak akan bisa 100 persen saat menjalani tes pramusim di Sepang. Rider Repsol Honda itu

menjalani operasi bahu pada awal Desember. Rupanya Marquez sudah dibekap cedera itu di sepanjang musim 2018, sekalipun dia tetap mampu merebut gelar juara dunia ketujuh. Kini Marquez mesti berpacu dengan waktu. Pasalnya,

tes pramusim akan dimulai di Malaysia pada 6-8 Februari. “Saya merasa baikan, sekarang bisa sedikit menggerakkan bahu meski masih sakit tapi kondisinya sedikit demi sedikit meningkat,” ujar Marquez, Sabtu (29/12) kemarin. “Setiap hari saya menjalani

dua sesi dengan fisioterapi, karena saya ingin fit untuk tes Februari di Malaysia,” sambung dia. Setelah Malaysia, tes pramusim akan bergulir ke Qatar mulai 20 Februari. Musim MotoGP 2019 akan start di Losail pada 10 Maret. (kmb33/afp)

Exco Tidak Bisa Langsung Diganti Jakarta– Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria membeberkan pengganti anggota Komite Eksekutif (Exco) yang tertangkap oleh Satgas Antimafia Bola. Johar Lin Eng, Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov Jawa Tengah, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan dan penipuan oleh Satgas Antimafia Bola. Setelah melalui proses penyelidikan, Satgas Antimafia Bola resmi menetapkan Johar Lin Eng sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal penipuan dan penyuapan. Setelah menjadi tersangka, posisi Exco PSSI yang dulunya dijabat oleh Johar Lin Eng tak serta merta digantikan oleh orang lain, meski statusnya kini sudah dinonaktifkan. Dituturkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria, seusai pemeriksaan di Ditipikor Bareskrim Polri, Gedung Ombudsman RI, posisi Exco PSSI yang kosong baru bisa digantikan dengan pemilihan jika kekosongan mencapai 50 persen. Jika tidak mencapai 50 persen, pemilihan Exco PSSI akan dilakukan setelah masa jabatan habis, atau pada 2020. “Jadi, kalau misal 50 persen barulah harus dilakukan pemilihan,” kata Tisha, Sabtu (29/12) kemarin. Sementara ini, baru dua posisi yang kosong dari total 12 orang yang menjadi Exco PSSI. (ant)

BPM/ant

Ratu Tisha Destria


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 30 Desember 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu