Skip to main content

Edisi Jumat 30 November 2018 | balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 102 TAHUN KE 71

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Puncak Peringatan HUT Ke-525 Kota Tabanan

Bupati Eka Ajak Masyarakat Tabanan Mencintai Tabanan

MOMEN haru mewarnai peringatan puncak HUT ke-525 Kota Tabanan, Kamis (29/11) kemarin. Ketika itu I Kadek Dwi Prasetya (13), siswa kelas VII SMPN 3 Tabanan, naik ke atas panggung. Kadek Dwi naik ke atas panggung untuk menerima sepeda dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya. Memiliki sepeda merupakan impian Dwi Prasetya sejak kecil. Pemberian sepeda ini juga disaksikan

oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Bahkan, Koster juga memberikan bantuan spontan kepada Dwi sebesar Rp 2,5 juta. Dwi adalah salah satu dari anak kurang mampu yang mimpinya diwujudkan lewat program I Have A Dream. Program ini dicetuskan untuk memperingati HUT Kota Tabanan dan sudah dilaksanakan pada acara Tabanan Fiesta yang berlangsung di masing-masing kecamatan. Untuk mengetahui dan memenuhi keinginan anak-

Tantangan Pendidikan di Era Milenial

Pusat Terlalu Banyak Tuntutan

Guru sekarang banyak beban. Tak hanya mengajar juga menyelesaikan pekerjaan yang bersifat administratif. Selain itu, banyaknya tuntutan dari pusat yang tidak disesuaikan dengan apa yang terjadi di masingmasing daerah di Indonesia. Bahkan, kebijakan dalam dunia pendidikan yang sering berubah-ubah, membuat peran guru tidak lagi sebagai edukator tetapi lebih menjadi administrator. Dewan Pendidikan Kota Denpasar Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI. menilai beberapa guru di Bali belum bisa menerapkan Kurikulum 2013 dalam mendidik siswa. Hal ini disebabkan terlalu banyaknya tuntutan dari pusat yang tidak disesuaikan dengan apa

yang terjadi di masing-masing daerah di Indonesia. Bahkan, ia menilai dengan kebijakan dalam dunia pendidikan yang berubah-ubah ini, membuat peran guru tidak lagi sebagai educator, tetapi lebih menjadi administrator. Hal. 15 Kepentingan Budaya

anak ini, tim melakukan survei langsung ke rumah dan orang-orang terdekat. Usai menyerahkan impian Dwi, Bupati Eka berpesan agar hal ini bisa menjadi dorongan anak-anak untuk mengejar cita-cita. Diharapkan program I Have A Dream ini menjadi contoh dan mengajak masyarakat untuk terus berbagi. Bupati Eka menyatakan dalam memperingati HUT ke-525 Kota Tabanan, tema yang diusung adalah ‘’Kluwung Pertiwi’’ yang me-

Tidak terasa operasional Jalan Tol Bali Mandara sudah memasuki tahun kelima. Jalan tol pertama di Bali itu dibangun tahun 2012. Sejak dioperasionalkan tahun 2013, Jasa Marga Bali Tol (JBT) selaku pengelola, masih mengalami defisit. Pendapatan per tahun rata-rata Rp 160 miliar. Sementara biaya yang harus dikeluarkan Rp 191 miliar. Jadi rugi sekitar Rp 31 miliar per tahun.

Desa Adat Bisa Berperan sebagai Distributor masyarakat,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Kamis (29/11) kemarin. Kalau desa adat langsung mengelola toko modern, lanjut Sugawa Korry, justru mematikan warung-warung masyarakat yang sudah ada. Padahal, keberadaan warung-warung tersebut merupakan bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat di desa. Desa adat, selain menjadi distributor, juga memberikan pembinaan dan pelatihan. Ini tentu akan bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan barang yang lebih murah. Hal. 15 Beri Pelatihan

Tak Anggarkan Beasiswa Miskin

TPS3R Belum Berfungsi Maksimal

Sejak mengambil alih kewenangan SMA/SMK pada 2017, Pemprov Bali tidak pernah menganggarkan beasiswa untuk siswa miskin. Pemprov lewat Dinas Pendidikan beralasan anggaran yang ada tidak mencukupi untuk beasiswa. Meskipun anggaran untuk fungsi pendidikan sudah lebih dari 20 persen, namun alokasinya mayoritas dipakai untuk gaji pendidik dan tenaga kependidikan. Halaman 2

Mengurangi volume sampah masuk ke TPA Mandung, Desa Sembung Kecamatan Kerambitan, DLH Tabanan mengoptimalkan keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah, Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R). Saat ini ada 10 TPS3R yang tersebar di tiap kecamatan, namun dua di antaranya tidak berfungsi maksimal. Halaman 7 Kampung KB Terancam Mubazir

Dewan Badung Tempati Ruang Pribadi Proyek penataan ruang dan pengadaan meubeler di Gedung DPRD Badung telah rampung. Jajaran wakil rakyat di Gumi Keris pun mulai menempati ruangan yang menelan dana sebesar Rp 7,1 miliar. Halaman 3

Pemkab Gianyar selama ini gencar menyelenggarakan program Keluarga Berencana (KB). Bahkan, ada 16 desa yang ditetapkan sebagai kampung KB. Namun, Pemkab Gianyar kini harus menyiapkan langkah baru, guna menindaklanjuti imbauan Gubernur Bali I Wayan Koster untuk menjalankan KB Bali dengan empat anak. Halaman 9

PUNCAK HUT - Puncak HUT ke-525 Kota Tabanan, Kamis (29/11) kemarin ditandai dengan tiup lilin dan pemotongan tumpeng. Tiup lilin dilakukan Bupati Eka bersama Wabup Komang Sanjaya disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama dan Ida Cokorda Anglurah Tabanan.

Tol Bali Mandara Defisit Rp 31 Miliar Per Tahun

Soal Toko Modern di Desa

Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya mendorong agar desa adat ataupun para pelaku usaha yang ada di desa adat memiliki toko modern. Namun, langkah ini dinilai akan mematikan warung atau toko-toko kecil milik masyarakat. Oleh karena itu, desa adat lebih baik mengambil peran sebagai distributor. ‘’Kalau saya lebih setuju desa adat usahanya didorong untuk membantu usaha masyarakat agar hidup dan berkembang dalam menghadapi persaingan, dengan bertindak sebagai suplier grosir atau distributor untuk kebutuhan toko-toko kecil milik

miliki makna tanah yang subur dengan penuh keanekaragaman budaya, adat istiadat dan agama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. ‘’Keanekaragaman ini diibaratkan seperti warna pelangi, karena Kabupaten Tabanan dikenal sebagai daerah yang subur dengan panorama alam yang indah dan keragaman masyarakat yang Bhinneka Tunggal Ika serta memiliki segudang prestasi,’’ ujarnya. Hal. 15 Terima Bantuan

Enkky Sasono

Direktur Utama Jasa Marga Bali Tol (JBT) Enkky Sasono Aras Wijaya didampingi Corporate Secretary JBT Drajad Hari Suseno menyatakan JBT memproyeksikan 39 ribu kendaraan per hari melewati Jalan Tol Bali Mandara. Namun di tahun pertama kendaraan yang lewat 90 persen atau 35 ribu. Tetapi setelah itu terus stagnan, sehingga sampai tahun kelima ini JBT tetap mengalami defisit. Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, kata Enkky, JBT berencana membangun tempat layanan wisata, Bedawang Nala. Luasnya lima hektar. Bedawang Nala akan dibangun terapung di Teluk Benoa sehingga tidak memerlukan reklamasi. ‘’Di tempat tersebut akan dibangun meeting

point, rest area, stan UMKM, panggung seni. Semuanya akan dikemas bertaraf internasional. Diharapkan Bedawang Nala akan menjadi tempat wisata baru dengan view indah sebelum berangkat ke bandara atau sambil menunggu keberangkatan,’’ kata Enkky dalam pertemuannya dengan wartawan Bali Post dan Bali TV, Kamis (29/11) kemarin. Kata Enkky, jalan tol yang dibiayai oleh enam bank itu (Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, BPD Bali) saat ini masih mengalami defisit. Padahal JBT memproyeksikan 39 ribu kendaraan per hari melewati Jalan Tol Bali Mandara. Namun di tahun pertama kendaraan yang lewat 90 persen atau 35 ribu. Hal. 15 Fenomena Unik

Tol Bali Mandara Digratiskan

Tidak Adil dan Membebani APBD

ADA dua wacana yang mengemuka terkait Tol Bali Mandara. Pertama, soal pergantian nama. Kedua, soal ide tol digratiskan seperti Tol Suramadu. Lalu apa tanggapan JBT selaku pengelola? Corporate Secretary JBT Drajad Hari Suseno menyatakan bisa saja (menggratiskan tol) dilakukan sepanjang dana investor yang menanam modalnya di jalan tol dikembalikan. Tentu dengan keuntungan yang wajar. ‘’Saat ini 70 persen anggaran tol merupakan pinjaman,’’ katanya. Pertimbangan lainnya, jalan tol perlu perawatan. Jika digratiskan, harus dicarikan sumber-sumber dana untuk perawatan. Namun jika diambil dari APBD, dipastikan tak adil. ‘’Hal ini karena warga yang tak menggunakan jalan tol itu

dibebani biaya perawatan,’’ katanya. Karena itu, dia berharap jalan tol tetap berbayar. Jalan tol adalah jalan yang dibiayai oleh pengguna. Saat ini jalan tol dibiayai oleh sejumlah instansi seperti Jasa Marga Bali Tol dengan kepemilikan 55 persen, Pelindo III 17,5 persen, Angkasa Pura 8 persen, ITDC 3 persen, Wijaya Karya 0,4 persen, Hutama Karya 3 persen, Adi Karya 3 persen, Pemprov Bali 8,01 persen, serta Pemkab Badung 8,01 persen. Hal. 15 Perubahan Nama

Drajad Hari Suseno

Pemegang Saham Jalan Tol Bali Mandara:

5. PT Angkasa Pura I 8 persen 1. PT Jasa Marga dengan presentase saham 55 persen 6. PT Adhi Karya 1 persen 2. PT. Pelindo III 17,58 persen 7. PT Hutama Karya 1 persen 3. Pemprov Bali 8,01 persen 8. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia 1 persen 4. Pemkab Badung 8,01 persen 9. PT Wijaya Karya 0,40 persen.

FASILITAS DI BEDAWANG NALA

TOL BALI MANDARA Panjang jalan: 12,7 km Investasi : Rp 2,1 triliun Pendapatan : Rp 160 miliar per tahun Volume kendaraantahun 2013 : 39.000 per hari Volume kendaraan tahun 2017 : 50.135 per hari

Meeting poin Rest area Stand UMKM Panggung seni

Bekerja Sama dengan Dirjen Bimas Hindu

IHDN Denpasar Gelar ’’International Conference On Theology, Philosophy and Religion 2018’’

INTERNATIONAL CONFERENCE - Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI I Made Sutrisna (tiga dari kiri) bersama Rektor IHDN Denpasar Prof. I Gusti Ngurah Sudiana (kanan) berfoto bersama narasumber pada ‘’International Conference On Theology, Philosophy and Religion 2018’’, Kamis (29/11) kemarin.

INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar International Conference On Theology, Philosophy and Religion (ICTHEPRES) 2018 di Ballroom Bali Tropic Resort & Spa, Nusa Dua-Bali, Kamis (29/11) kemarin. Seminar internasional yang pertama kali mengangkat tema ‘’Theology, Philosophy and Religion’’ ini terselenggarakan berkat kerja sama dengan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Seminar yang dibuka Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI I

Made Sutrisna, S.Ag., M.A. ini menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai negara di antaranya Prof. Ram Dev Bharadwaj, Prof. Dr. Santosh Kumar Pal, Dr. Munusamy Rajamanikam, Ph.D.(TM), M.D.(Ayur Weda), I Made Darmayasa, M.A., Ph.D.(HC), dimoderatori Dr. I Made Iwan Indrawan Jendra, S.S., M.Hum. Selain itu, seminar internasional ini juga diisi pemateri oleh I Putu Andre Suhardiana, S.Pd., M.Pd., Ni Wayan Satri Adnyani, M.Pd. dan Komang Trisna Dewi, S.Pd., M.Pd. Rektor IHDN Denpasar

Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, International Conference On Theology, Philosophy and Religion 2018 ini terinspirasi dari India. Hal ini dilatarbelakangi adanya pertanyaan tentang bagaimana struktur teologi Hindu. Sebab, saat ini struktur teologi Hindu belum diketahui secara jelas oleh masyarakat dunia. Sehingga dengan seminar internasional ini diharapkan nantinya struktur teologi Hindu diketahui secara jelas oleh masyarakat dunia. ‘’Walaupun ada struktur teologi Hindu yang dibuat oleh para sarjana, sekarang

kita melengkapi secara internasional, karena yang kemarin baru secara lokal dan nasional. Baik di India, di Indonesia, dan sekarang kita gabungkan semuanya. Sehingga nantinya didapatkan batang tubuh teologi Hindu yang sebenarnya,’’ ujar Prof. Sudiana. Prof. Sudiana mengatakan, dalam Catur Weda struktur teologi Hindu yang ada saat ini mengakui bahwa Tuhan dalam agama Hindu adalah monotheisme dengan berbagai sebutan nama. Hal. 15 Bersifat Acintya


DENPASAR

2

Jumat Wage, 30 November 2018

FIGUR Cabut Relaksasi DNI DALAM Rakernas Kadin yang berlangsung tanggal 2628 November di Solo, Kadin dengan tegas menyuarakan agar pemerintah mencabut relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) tentang 100 persen investasi asing. Hal itu pun direspons positif oleh Presiden. Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra menyampaikan hal itu, Kamis (29/11) kemarin. Dikatakan, Presiden menyatakan akan menolak. ‘’Jika sudah sampai ke meja beliau akan dicoret atau ditolak oleh Presiden,’’ ungkapnya. Dengan begitu, para pengusaha Indonesia khususnya UMKM tidak lagi mendapat serangan signifikan dari pengusaha. Ia mengatakan, pengusaha Indonesia khususnya pelaku UMKM selama ini masih kalah bersaing dengan pengusaha luar. Ini disebabkan karena pemerintah membiarkan persaingan ini terjadi. Menurutnya, ini pelanggaran dengan membiarkan investor asing masuk ke Indonesia atau ke Bali. Mereka masuk dengan mengatasnamakan pengusaha lokal (nominee). ‘’Ini

Bali Post/dok

A.A. Ngurah Alit Wiraputra

ternyata sudah diketahui oleh pemerintah, cuma didiamkan,’’ ujarnya. Makanya ia berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pengusaha asing yang berusaha di Indonesia dengan mengatasnamakan perusahaannya pada penduduk lokal. Kadin juga berharap Direktorat Pajak agar mengambil tindakan yang signifikan untuk mem-

bahas itu. Dengan nominee ini, pengusaha asing tersebut membayar pajak dengan tarif lokal, karena tarif pajak asing beda dengan lokal. ‘’Kalau lokal cuma 10 persen, kalau asing 30 persen. Ini yang tidak fair. Seharusnya kalau investasi asing, dia bayar pajak sesuai dengan tarif investasi asing,’’ tandasnya. Selain dari sisi kebijakan dan tindakan pemerintah, pengusaha juga harus mempersiapkan diri untuk go international. UMKM baru agar bisa tumbuh, diharapkan pemerintah memberi peluang agar bisa tumbuh. Saat ini ada 62 juta UMKM di Indonesia yang memberikan kontribusi 60 persen pada pajak. UMKM ini diharapkan bisa tumbuh subur di Bali, karena peluang usaha di Bali cukup besar. Masih banyak peluang yang bisa digali generasi muda untuk berusaha. Generasi muda diminta jangan takut berwirausaha. ‘’Tapi generasi muda harus takut menjadi pekerja. Karena terbukti bahwa jaminan kehidupan yang layak adalah menjadi pengusaha,’’ imbuhnya. (may)

Penegak Hukum Bahas Permasalahan di Lapas

Denpasar (Bali Post) Rapat koordinasi (rakor) antarpenegak hukum dilaksanakan di Lapas Kerobokan dihadiri Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan bersama penjabat terkait, Rabu (28/11) lalu. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi lapas dibahas dalam rakor tersebut. Kapolresta AKBP Ruddi Setiawan menyampaikan, dalam rakor, dibahas beberapa persoalan yang kerap muncul dalam pengelolaan lapas. Selain itu, pada rakor tersebut juga dirumuskan sejumlah solusi guna memecahkan persoalanpersoalan dimaksud. Dijelaskan Kapolresta, pada rakor itu, Nyoman Budi Utami selaku Kasi Binadik Lapas Kerobokan menyampaikan masalah yang sering dihadapi yaitu penitipan WNA tahanan baru sering tidak disertakan dengan identitas paspor atau disusulkan di kemudian hari, keterlambatan perpanjangan 40 hari dari kepolisian, surat pelimpahan perkara atau P31 sering terlambat hingga pengiriman surat P31 dan surat penatapan tidak pernah disertai surat dakwaan. Selain itu, perkara sudah diputus tetapi surat eksekusi dari kejaksaan sering terlambat, penitipan tahanan baru kejaksaan sering kali dilampirkan fotokopi penahanan awal dari kepolisian bukan yang aslinya, pengetikan

Bali Post/ist

RAKOR - Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menghadiri rakor antarpenegak hukum yang dilaksanakan di Lapas Kerobokan. nama sidang pada surat pengantar sidang sering tidak sama dengan surat panggilan terdakwa, sehingga mempersulit pencarian data nama tahanan di Sistem Database Pemasyarakatan dan sering terjadi double pengetikan nama pada surat pengantar sidang. Permasalahan lain yang dihadapi pihak lapas, yakni keterlambatan perpanjangan penahanan 30 dan 60 hari dari pengadilan, kesalahan ketikan pada petikan putusan dan lambatnya respons pengadilan terhadap tahanan titipan yang sakit. ‘’Terkait permasalahan yang disam-

819446 / 081337032965

Topik : 16 Kampung KB Terancam Mubazir

paikan pihak Lapas Kerobokan, kami sangat mendukung rapat seperti ini diadakan rutin setiap bulan. Kami telah memerintahkan jajaran, pada saat penitipan orang asing dilengkapi paspor yang bersangkutan, perpanjangan penahanan tidak mepet dan agar dibuat kesepakatan sidang dengan pihak kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lapas,’’ tegasnya. Sementara itu, Kejaksaan Negeri Denpasar diwakili Kasi Pidum Kejari Denpasar menyampaikan, pengiriman P31 segera setelah pelimpahan dan terkait eksekusi yang terlambat akan secara khusus dibahas. Sementara Pengadilan Negeri Denpasar diwakili Hakim Wasmat I Gusti Made Putu Bargawa mengjelaskan mengenai waktu persidangan yang hingga malam hari disebabkan bulan ini banyak libur. Meski demikian, pihaknya akan mengupayakan pukul 13.00 Wita sidang sudah dimulai. Sementara terkait permasalahan lainnya, akan disampaikan kepada pimpinan pengadilan. (kmb36)

Bali Post/eka

CURANMOR - Kapolresta Denpasar menggelar para terangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Mapolresta Denpasar, Kamis (29/11) kemarin.

Polisi Pecatan Terlibat Curanmor

Denpasar (Bali Post) Setelah dipecat sebagai anggota Polri tahun 2014 terkait kasus percobaan pembunuhan dan penyekapan, I Gusti Nyoman Darma (52) ditangkap lagi. Mantan polisi dengan pangkat terakhir Aiptu ini dibekuk anggota Polsek Denpasar Selatan (Densel), Rabu (28/11) lalu, karena mencuri kendaraan bermotor (curanmor) yaitu Honda Supra di lahan kosong di Jalan Danau Tempe I, Sanur Kauh, Densel. ‘’Pengungkapan kasus ini berkat sinergitas tim Polresta Denpasar, polsek, Satgas CTOC dan Resmob Ditreskrimum Polda Bali,’’ kata Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan,

Kamis (29/11) kemarin. Tersangka Darma, lanjut Kapolresta, mencuri sepeda motor milik Putu Sarjana (36) asal Gianyar. Awalnya korban datang ke rumah temannya, Gusti Ngurah Ketut Patra dan motornya diparkir di TKP. Namun stang sepeda motor tidak bisa dikunci karena menggunakan kunci duplikat, mengingat kunci aslinya hilang. Saat mau pulang, ternyata motor tersebut hilang dan korban langsung melapor ke Polsek Densel. Saat melakukan olah TKP, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sepeda motor dengan plat palsu DK 3715 EV ditemukan di TKP. Setelah dicek merupakan hasil curian tahun 2016 dengan nopol asli

DK 6429 EU. Beberapa saat kemudian datang pelaku dengan dibonceng temannya dan hendak mengambil motor tersebut. Saat itulah polisi langsung menangkapnya. Petugas juga mengejar teman pelaku sekitar 700 meter dari TKP, berhasil dibekuk. Selanjutnya polisi mencari sepeda motor korban dan ditemukan di wilayah Tanjung Benoa, Kuta Selatan. ‘’Saat diinterogasi, pelaku mengaku sengaja mencuri motor tersebut untuk dijual kepada temannya yang sejak tiga minggu lalu mencari sepeda motor murah. Hasil menjual sepeda motor tersebut digunakan untuk belanja dan makan,’’ ujar Ruddi didampingi Kanitreskrim Polsek Densel Iptu

Hadimastika. Selain itu, Polsek Densel juga menangkap tersangka Santoso (33). Dia terlibat kasus penjambretan. Kapolresta juga merilis pengungkapan kasus curanmor oleh Polsek Kuta Selatan. Para pelaku yang ditangkap di Banyuwangi dan Denpasar, yaitu Luhur Aditama alias Hadi (30), Afton Ilman Huda (22), Fatchur Rahman alias Paok (37) dan penadahnya, Masfud alias Rido (36) dibawa ke Mapolresta. ‘’Untuk pelaku curanmor, kami akan melakukan tindakan tegas tapi terukur yaitu dengan tembak. Jadi, kami akan terus memburu pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat,’’ ujar mantan Kapolres Badung ini. (kmb36)

Sejak 2017, Pemprov Tak Anggarkan Beasiswa untuk Siswa Miskin

Denpasar (Bali Post) -

Pemprov Bali tidak pernah menganggarkan beasiswa untuk siswa miskin sejak mengambil alih kewenangan SMA/SMK pada 2017 lalu. Pemprov lewat Dinas Pendidikan beralasan anggaran yang ada tidak mencukupi untuk beasiswa. Meskipun alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan sudah lebih dari 20 persen, namun mayoritas dipakai untuk gaji pendidik dan tenaga kependidikan. ‘’Gaji guru saja sudah hampir Rp 1 triliun. Itu yang menyebabkan, sehingga memang tidak ada dana,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, Kamis (29/11) kemarin. Kusuma Wardhani menambahkan, bantuan untuk siswa miskin kini menjadi agenda pemerintah pusat lewat Kartu Indonesia Pintar (KIP). Siswa miskin di sekolah negeri dan swasta harus memenuhi persyaratan tertentu untuk bisa mendapatkan KIP yang besarannya Rp 1 juta per anak. Sementara dalam APBD Provinsi Bali, tidak ada anggaran lagi yang tersisa untuk beasiswa miskin di tahun 2018 maupun di 2019 mendatang. Menurutnya, tidak tepat saat ada yang mengatakan

bila beasiswa miskin dari Pemprov belum dicairkan, karena kenyataannya memang tidak ada anggaran untuk itu. ‘’Lupa menganggarkan juga tidak, karena memang uangnya tidak ada. Kalau uang besar kan tidak mungkin lupa. Uangnya yang memang tidak ada. Kegiatan kita (Dinas Pendidikan - red) saja berkali-kali dirasionalisasi,’’ jelasnya. Kusuma Wardhani tidak menampik pihaknya memang pernah memberikan bantuan untuk siswa SD sebesar Rp 620 ribu/siswa, siswa SMP Rp Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

890 ribu/siswa, siswa SMA Rp 2 juta/siswa, dan siswa SMK Rp 3,2 juta/siswa. Namun saat SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi di tahun 2017, dana itu tidak lagi diberikan, baik untuk SD, SMP maupun SMA/ SMK. Sebab, anggaran fungsi pendidikan di provinsi lebih banyak tersedot untuk gaji, lalu BOS dan BOP untuk SMA/ SMK dan SLB. Khusus untuk BOS, masing-masing siswa menerima Rp 1,4 juta di sekolah negeri dan swasta. ‘’Semua uang ini ke sekolah. Bantuan operasional kepada sekolah, tenaga kontrak, kan semua (ditanggung) provinsi. Kalau dulu kan tenaga kontraknya ada di kabupaten/kota, provinsi tidak. Sekarang kan semua tenaga kontrak yang ada di SLB dan SMK/SMK dibayar oleh provinsi,’’ ujarnya. (kmb32)

Yayasan Dwijendra Denpasar

Didirikan untuk Umat Hindu, Chandra Jaya Tak Berambisi Kuasai Yayasan MESKIPUN Yayasan Dwijendra kini didera masalah internal pengurus yayasan, namun hubungan Yayasan Dwijendra dan Rektor Universitas Dwijendra (Undwi) berjalan harmonis. Yayasan Dwijendra didirikan untuk umat Hindu, bukan untuk kepentingan perorangan. ‘’Yayasan Dwijendra bukan milik saya,’’ tegas Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. saat memberi keterangan di aula yayasan setempat, Kamis (29/11) kemarin. Hadir saat itu pengacara Yayasan Dwijendra Nyoman Sudiantara, S.H. alias Punglik beserta tim. Chandra Jaya mengatakan, libur selama sehari bagi mahasiswa diberlakukan untuk menjaga kondusivitas di Undwi agar masalah internal yayasan tak sampai merembet ke ranah akademik. Saat itu, Chandra Jaya membacakan sejarah Yayasan Dwijendra yang didirikan 28 Januari

1953 oleh I.B. Wayan Gede (guru dari Sanur), I Putu S e r a n g an (PNS jawatan Agama Bali), I Wayan Reta (guru dari Kesiman). Pendiri saat itu mendirikan Dwijendra untuk memajukan umat Hindu. Dalam perkembangan akta notaris No. 183/1982 oleh Ketut Rameswara ditetapkan pendiri yayasan adalah Guru Wayan Reta, G u r u Made Anom, Putu Serangan, Cilik, dan Ketut Mandra. I.B. Wayan Gede sudah meninggal. Ketua Yayasan Wayan Reta digantikan Made Sura (1993). Tahun 2004 Dwijendra mengalami krisis, Made Sura mundur. Saat itu, M.S. Chandra Jaya berusaha merangkul semua keluarga para pendiri dan menunjuk I.B. Gede Wiyana yang menjadi ketua yayasan hingga 10 tahun. Keluarga pendiri diwakili dua keluarga, dibuatlah pengurus yayasan sesuai UU No 28/2004. Saat itu Chandra Jaya menghubungi

PENJELASAN - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya bersama Nyoman Punglik saat memberi penjelasan, Kamis (29/11) kemarin. dr. Karlota dan dr. Mulyadi masuk ke yayasan dengan konsekuensi wajib mengeluarkan modal Rp 15 juta, namun keduanya tak mau membayar. Makanya, M.S. Chandra Jaya menegaskan bahwa Yayasan Dwijendra didirikan untuk umat Hindu.

‘’Yayasan Dwijendra bukan milik saya Chandra Jaya, apalagi UU menyebutkan yayasan bukan harta warisan,’’ tegasnya. Selama memimpin Dwijendra, Chandra Jaya dikenal sukses membangun gedung SMP yang kumuh,

disulap menjadi gedung lantai lima. Juga membangun SMK Dwijendra di Jalan Suradipa dengan modal Rp 15 miliar. Termasuk menyewa lahan kampus Undwi di Kesiman dan meningkatkan kesejahteraan guru. Dia pun membangun semangat manyamabraya rahayu kapanggih. ‘’Saya tak berniat mewarisi yayasan ini. Saya tak berambisi menguasai yayasan,’’ ujarnya. Dekade berikutnya, dua pembina yayasan mengambil uang yayasan kemudian oleh Komite Sekolah dilaporkan ke Polda Bali. Namun, dia sendiri diganti per 12 Maret 2018. Padahal, masa jabatannya berakhir 20 September 2018. ‘’Jika saya diganti saat 21 Maret, saya tak melawan. Ini karena saya merasa dizolimi,’’ ujarnya. Pergantian per 12 Maret itu kini digugat perdata ke PN yang masih dalam proses hukum. Kasus pidana juga sedang diproses di Polda.

Akibat tersandung persoalan hukum, pendaftaran pengurus baru yayasan ini diblokir oleh Kemenkum dan HAM. Chandra Jaya menunjukkan surat Kemenkum dan HAM No. ATN.2.UM.01.013614 pada 25 September 2018 bahwa pemblokiran dilakukan karena masih dalam gugatan di PN Denpasar. Pembukaan blokir bisa dipertimbangkan jika pemohon melampirkan salinan resmi putusan PN yang memiliki kekuatan hukum tetap. Surat Kemenkum dan HAM juga ditujukan kepada Wirawan dengan No. AHU.2.UM.01.01.2989, 15 Agustus lalu. Dengan demikian, kata Chandra Jaya, ketua yayasan tetap dipegangnya sesuai yang dibuat Notaris Putu Agus Indra Bangsawan, S.H., M.Kn. yang selama ini belum pernah dibatalkan oleh Kemenkum HAM. Pengacara Nyoman Sudiantara bersama timnya Iswahudi dan Ketut Re-

nata menegaskan, kasus perdata masih berlangsung di PN Denpasar. Sedangkan Komite Sekolah melaporkan tindak pidana oknum pembina yayasan yang mengambil uang karena yayasan bukanlah perseroan terbatas (PT). Dia menyarankan, biarkan proses hukum itu bergulir. Jangan memaksakan kehendak dengan argumentasi kebenaran sendiri. ‘’Segera tunjukkan legal standing yang jelas. Jangan memaksakan kehendak dengan kedok tertentu dengan target penguasaan yayasan yang masih tersandung hukum,’’ tegasnya. Dia mengakui masa jabatan Chandra Jaya sudah berakhir. Namun, kasus hukum masih berjalan maka yayasan harus tetap mengelola sampai ada keputusan dari Kemenkum dan HAM. Iswahyudi juga menambahkan, pembina yayasan yang sah adalah yang memiliki penyertaan modal. (ad1143)


BADUNG

Jumat Wage, 30 November 2018

3

Tetapkan Empat Ranperda Menjadi Perda

Giri Prasta Apresiasi DPRD Badung

Bali Post/edi

KARGO - Kapuslitbang Udara M. Alwi (tiga dari kiri) saat memberikan keterangan terkait pengembangan transshipment kargo udara Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (29/11) kemarin.

Bandara Ngurah Rai Diharapkan Jadi Transit Kargo Internasional

Mangupura (Bali Post) -

Menurut Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara, Herson, dari sisi kapasitas, Bandara Ngurah Rai sangat memadai untuk keperluan kargo. Sebab, kapasitas belly pesawat di Ngurah Rai sebesar 2.000 ton per hari. Namun saat ini baru dimanfaatkan 150 ton per hari atau hanya sekitar enam persen. Saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai terdapat captive supply dari sisi angkutan pesawat langsung dari Oseania, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab. ‘’Dengan memperhatikan manfaat besar yang dapat diperoleh dari aktivitas kargo udara termasuk transshipment, perlu mempertimbangkan potensi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai untuk didorong menjadi bandara Hub kargo udara internasional,’’ katanya. Menurutnya, banyak yang

harus dilakukan untuk bisa meningkatkan kapasitas. Dari sisi kesiapan gudang kargo, minimal ada peningkatan tujuh kali lipat dari yang ada saat ini. Saat ini gudang kargo baru mampu menampung sebanyak 50 ton. ‘’Untuk itu perlu adanya pengembangan fasilitas gudang agar mampu menampung hingga 2.000 ton per hari,’’ ucapnya. Diakuinya, Bandara Ngurah Rai dari segi lahan memang sangat sulit untuk pengembangan. Kemungkinan perluasan gudang hanya bisa dilakukan di luar kawasan. Namun hal itu tentu juga bisa memperlambat akses menuju gudang. Sementara itu, Kapuslitbang Udara M. Alwi menyampaikan, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kinerja logistik di Indonesia masih belum memuaskan. Aspek logistik yang belum digarap

secara baik membuat beberapa kegiatan bisnis tidak berjalan secara optimal. Salah satunya adalah terminal kargo. ‘’Sampai saat ini belum ada terminal udara kargo skala dunia di Indonesia,’’ ujarnya di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas hasil kajian pengembangan transshipment kargo udara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (29/11) kemarin di Kuta. Dikatakannya, berdasarkan penilaian Logistics Performance Index (LPI) tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat ke-46 dari 160 negara. Posisi ini meningkat dari peringkat ke-63 pada tahun 2016. Apabila dibandingkan dengan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, kinerja logistik Indonesia masih cukup tertinggal dibandingkan Singapura di peringkat ke-7, Thailand peringkat ke-32,

Vietnam peringkat ke-39, dan Malaysia peringkat ke-41. ‘’Berdasarkan data dan fakta kinerja kargo dan logistik dari LPI, Indonesia berada pada posisi 46, dengan nilai LPI 3.15, nilai infrastruktur 2.89, nilai shipments 3.23 dan nilai Trace & Track 3.30,’’ terangnya. Sampai saat ini, penikmat bisnis kargo transshipment adalah Bandara Changi, Singapura. Dengan posisinya yang strategis, ditambah dengan berbagai macam aktivitas penciptaan nilai tambah seperti pelabelan, pengemasan, dan kustomisasi, Singapura memiliki pangsa pasar kargo udara terbesar di Asia Tenggara. Berbeda dengan Indonesia, praktik transshipment belum banyak ditemui. Padahal jika ditinjau dari sisi geografis, Indonesia tidak kalah dari Singapura. ‘’Selain fasilitas dasar, aktivitas nilai tambah seperti di Singapura tentu harus menjadi perhatian lebih, agar maskapai dan forwarder memiliki insentif untuk pindah dari Bandara Changi ke Bandara I Gusti Ngurah Rai,’’ jelasnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) – Proyek penataan ruang dan pengadaan meubeler di Gedung DPRD Badung telah rampung. Jajaran wakil rakyat di Gumi Keris pun mulai menempati ruangan yang menelan dana senilai Rp 7,1 miliar. Bupati Badung Giri Prasta

di sela-sela sidang paripurna, Kamis (29/11) kemarin menyempatkan diri melihat penataan ruang dan meubeler. Penataan ini di antaranya meliputi ruang pimpinan DPRD, ruang rapat Komisi dan anggota DPRD, penataan meubeler ruang pers conference dan ruang cleaning ser-

vice. ‘’Empat komisi yang ada di Kabupaten Badung sudah mendapatkan ruangan. Begitu juga dengan fraksinya,’’ katanya. Menurutnya, ruangan khusus akan memudahkan melakukan kegiatan dan koordinasi di dewan. Dengan begitu, kinerja anggota

dewan akan meningkat. Untuk diketahui, proyek penataan ruangan dewan yang digarap Dinas PUPR Badung tersebut memiliki nilai pagu paket proyek sebesar Rp 7,1 miliar dengan harga perkiraan sendiri sebesar Rp 7.099.908.206,34. (kmb27)

Potensi kargo yang bisa diraih Bandara I Gusti Ngurah Rai cukup besar. Dari hasil analisis, mengirimkan kargo dari Australia ke Jepang lewat Denpasar, memiliki keunggulan dari sisi waktu dibandingkan lewat Singapura. Untuk itulah Bandara Ngurah Rai diharapkan bisa menjadi Hub kargo internasional transshipment. Namun, sejumlah perbaikan perlu dilakukan untuk mewujudkan hal itu.

Anggota Dewan Tempati Ruang Pribadi

HUT Ke-62 PIA Ardhya Garini

Momen Introspeksi dan Evaluasi Kinerja

Mangupura (Bali Post) Memasuki usia ke-62, PIA Ardhya Garini sebagai organisasi Istri TNI Angkatan Udara, diharapkan dapat terus menunjukkan eksistensinya serta mampu memberikan

manfaat untuk kepentingan Angkatan Udara, TNI, bangsa dan negara. Mengambil tema ‘’Dengan Semangat Kebersamaan, Kepedulian, PIA Ardhya Garini Bertekad Meningkatkan Peran Pengab-

dian Sosial di Masyarakat’’, peringatan HUT PIA Ardhya Garini ke-62 dijadikan momentum untuk introspeksi dan evaluasi kinerja PIA Ardhya Garini. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/Daerah II Lanud I Gusti Ngurah Rai Ny. Indah Wibowo Cahyono Soekadi, Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna menyampaikan, kiprah PIA Ardhya Garini adalah dalam rangka terwujudnya kesejahteraan bagi keluarga besar prajurit TNI Angkatan Udara. Sementara itu, Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. menyampaikan, di usia ke-62 tahun PIA Ardhya Garini semakin mampu meningkatkan peran serta dan kualitas pengabdiannya sesuai tugas dan kewajiban. ‘’Patut kita syukuri bersama, bahwa sepanjang pengabdiannya, PIA Ardhya Garini selalu konsisten dengan tujuan organisasi, seperti

Mangupura (Bali Post) – Pemkab Badung terus berupaya meningkatkan populasi ikan di sungai. Salah satu upaya dimaksud, Dinas Perikanan Badung telah menebar 250 ribu benih ikan air tawar di empat lokasi. Kepala Dinas Perikanan Badung Putu Oka Swadiana, Kamis (29/11) kemarin, mengatakan penebaran benih ikan menyasar empat desa yakni di Desa Dalung sebanyak 50

ribu benih ikan, di Mumbul, Sangeh sebanyak 100 ribu benih, Penarungan sejumlah 50 ribu benih dan Petang sebanyak 50 ribu benih. ‘’Benih ikan ini gratis kami berikan dengan jenis benih ikan nila, mujair dan lele,’’ ungkapnya. Menurutnya, penebaran benih ikan merupakan langkah pemerintah mengatasi krisis ikan di perairaan umum akibat tingginya penangkapan ikan. Dengan penebaran benih ikan,

ke depan stok ikan di perairan umum kembali bertambah. Kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media rekreasi dan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Badung. ‘’Termasuk pula menjadi upaya menjaga kelestarian alam dan memperbaiki ekosistem perairan di sungai setempat. Karena jika sudah tidak ada ikan, akan berdampak pada ekosistem air di sungai,’’ katanya.

Bali Post/edi

HUT - Suasana peringatan HUT PIA Ardhya Garini yang digelar Kamis (29/11) kemarin di gedung Serba Guna Kompleks Perumahan Lanud Ngurah Rai.

yang juga dicita-citakan oleh para pendirinya yakni mewujudkan organisasi sebagai alat pemersatu dan penggalang rasa kesetiakawanan sosial di antara sesama anggota dan juga sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga besar TNI Angkatan Udara,’’ kata Danlanud di sela-sela syukuran peringatan HUT PIA Ardhya Garini, Kamis (29/11) kemarin, di gedung Serba Guna Kompleks Perumahan Lanud Ngurah Rai. Selain mengadakan syukuran dalam rangka peringatan HUT, PIA Ardhya Garini Cab. 5/D. II Lanud I Gusti Ngurah Rai sebelumnya telah mengadakan berbagai kegiatan, di antaranya donor darah, sosialisasi LPG, sosialisasi JKN kids dari BPJS, ceramah kencantikan, lomba dirigen mars dan hymne PIA, anjangsana ke panti asuhan, pemeriksaan papsmear, gerak jalan sehat, pertandingan bola voli hingga silahturahmi dengan warakawuri. (kmb23)

Pihaknya sangat mengapresiasi budi daya ikan air tawar, terbukti dengan terbitnya Peraturan Bupati Badung Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pendistribusian dan teknis penyaluran benih ikan. ‘’Berdasarkan peraturan tersebut, pemberian benih ikan dilakukan secara cuma-cuma atau gratis kepada petani atau masyarakat yang membutuhkan benih ikan di Kabupaten Badung,’’ tegasnya. (kmb27)

Pemkab Tebar Ratusan Ribu Benih Ikan

DPRD Badung bersama Pemkab Badung, Kamis (29/11) kemarin melaksanakan sidang paripurna dengan menetapkan empat rancangan peraturan daerah (ranperda) menjadi perda. Keempat ranperda tersebut yakni Ranperda tentang APBD Badung 2019, Ranperda Pencabutan Perda Nomor 29 Tahun 2013 tentang LPD, Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender dan Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Umum Daerah Pasar Mangu Giri Sedana. Sidang paripurna digelar di Ruang Sidang Uttama, Kantor DPRD Badung, Puspem Badung. Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD Badung Putu Parwata bersama Wakil Ketua DPRD Badung I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta. Di antaranya hadir Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wabup I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Dari penutupan sidang tersebut ditetapkan postur APBD Badung tahun 2019.

Pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 7,7 triliun lebih dengan belanja daerah sebesar Rp 7,9 triliun lebih. Komposisinya, belanja publik sebesar 76,34 persen dan belanja aparatur sebesar 23,66 persen. Anggaran pendidikan 20,12 persen dan kesehatan 11,56 persen. ‘’Ini membuktikan anggaran APBD prorakyat,’’ ungkap Bupati Giri Prasta usai sidang paripurna. Dijelaskan Bupati Giri Prasta, semua tahapan pembahasan ranperda telah dilaksanakan dengan baik. ‘’Semua sudah berjalan, baik itu perencanaan yang kami berikan ke DPRD, dibahas oleh DPRD, begitu juga melalui komisinya, dibentuk Pansus untuk kegiatan perda ini,’’ ujarnya. Bahkan, lanjut Bupati, pembahasan juga sudah dilakukan melalui Bapemperda DPRD Kabupaten Badung. ‘’Tim Anggaran Pemerintah Daerah ini sudah berkomunikasi yang difasilitasi juga oleh Bapak Wakil Bupati Badung. Sehingga astungkara hari ini kami sudah memutuskan

empat rancangan perda ini sesuai dengan harapan kita semua, khususnya sesuai kepentingan masyarakat Kabupaten Badung,’’ jelasnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga memberikan apresiasi kepada DPRD Badung yang telah melaksanakan pembahasan terhadap empat ranperda tersebut, sehingga dapat ditetapkan menjadi perda dengan tepat waktu. ‘’Ini membuktikan dewan bersama pemerintah daerah sudah bersatu, sagilik, saguluk, salunglung sabayantaka,’’ jelasnya. Selanjutnya, dokumen ranperda yang telah ditandatangani, tambah Bupati, akan dikirim ke Pemprov Bali untuk diverifikasi. Setelah itu diserahkan ke Sekda Badung untuk dijadikan lembaran daerah. ‘’Lembaran daerah ini yang harus kita lakukan untuk urusan pembangunan semesta berencana Kabupaten Badung 2016-2021. Inilah rencana kerja tahunan yang kami lakukan,’’ tegasnya. (ad1148)

SIDANG PARIPURNA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta disaksikan Wabup Suiasa, Sekda Adi Arnawa dan pimpinan DPRD Badung menandatangani dokumen saat sidang paripurna DPRD Badung, Kamis (29/11) kemarin.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Ditetapkan Rp 7,9 Triliun

Jumat Wage, 30 November 2018

Dukung Digital ’’Lifestyle’’ Terbaik

APBD 2019 Sesuai Potensi Pendapatan Badung Telkomsel Luncurkan Paket ”TAU LITE6’’ DPRD Badung menggelar rapat paripurna masa persidangan ketiga tahun 2018 di Ruang Sidang Utama Gosana DPRD Badung, Kamis (29/11) kemarin. Rapat tersebut mengagendakan penetapan APBD 2019, Perda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 29 Tahun 2013 tentang Lembaga Perkreditan Desa, Perda tentang Pengarusutamaan Gender dan Perda tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Umum Daerah Pasar Mangu Giri Sedana. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Badung. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengatakan sesuai dengan Permendagri Nomor 37/2018 tentang pengesahan anggaran Dewan sudah menyelesaikan tugas pengesahan anggaran 2019 secara tepat waktu. Parwata mengungkapkan pengesahan APBD 2019 ini sudah melalui rapat antara eksekutif dan legislatif serta merupakan keputusan bersama. ‘’Terkait APBD 2019 ini, dengan menyesuaikan kembali kebutuhan prioritas untuk masyarakat berdasarkan potensi pendapatan yang dimiliki Badung,’’ ujarnya usai rapat didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II I Made Sunarta.

RAPAT - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II I Made Sunarta saat memberikan keterangan pers kepada awak media usai memimpin rapat paripurna masa persidangan ketiga tahun 2018, Kamis (29/11) kemarin. Potensi daerah, kata Parwata, dalam APBD 2019 sudah dirinci secara maksimal. Untuk itu, ditetapkan APBD 2019 sebesar Rp 7,9 triliun. ‘’Penggunaannya diefektivitaskan, sehingga tepat sasaran. Sesuai dengan yang dikatakan Bapak Bupati yang mana yang dijabarkan dalam APBD ini sudah sesuai dengan RPJMD dan betul-betul tepat. Dan murni 73 persen direalisasikan

untuk masyarakat,’’ jelasnya. Dengan ditetapkannya APBD 2019 ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini berharap bisa menjadi stimulus bagi masyarakat. ‘’Semaksimal mungkin sesuai dengan harapan pemerintah dan dewan, program-program yang wajib seperti bidang pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas,’’ katanya. (ad1149)

Senator Tinjau Kampus IAHN di Kalteng

Ingatkan Sabdo Palon Nayogenggong, Wedakarna Tegaskan Kalimantan Dahulu Bagian Hebat dari Sejarah Majapahit

PEMIKIRAN kritis disampaikan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat bertemu dengan masyarakat Hindu Kalteng di Wantilan Pura Agung Pitamaha, Palangkaraya, Kalteng. Pemikiran itu bahwa umat Hindu suku Bali sebagai mayoritas di Indonesia agar mulai menahan diri dan terus menguatkan pengayoman terhadap umat Hindu asli suku lokal di luar Bali. Senator Wedakarna mengingatkan agar umat Hindu Bali stop melakukan gerakan Balinisasi alias memengaruhu umat Hindu non-Bali, baik dari hal ritual, arsitektur pura dan juga istilah-istilah agama. Mengingat gerakan Balinisasi ini justru akan mengerdilkan gerakan Hindu Nusantara yang kini mulai membesar. Apresiasi terhadap keberadaan Hindu Dayak Kaharingan yang merupakan salah satu komunitas besar di Provinsi Kalimantan dan berharap secara kuantitas dan kualitas terus meningkat di masa depan. ‘’Saya ingatkan 500 tahun yang lalu ada sebuah babad akademis bernama Serat Dharmo Gandul yang berisi dialog terakhir antara Penasihat Sabdo Palon dan Nayogenggong terhadap Raja Majapahit Brawijaya V. Sebagian umat Siwa Budha Nusantara meyakini bahwa ramalan Sabdo Palon akan terjadi pada abad ke-21 ini. Buktinya saja, bagaimana umat Hindu di Kalteng, baik Hindu Bali, Hindu Jawa, Hindu Dayak berhasil menjadikan Pura Agung Pitamaha Palangkaraya sebagai Pura Padma Buana Nusantara, bahkan menjadi pura tepat di tengah titik Nusantara. Ini bukan sebuah kebetulan, ini merupakan sebuah karma wesana, kehendak sejarah dan leluhur yang menggerakkan. Maka dari itu, saya berpesan, bersatulah Hindu Kalteng. Saya ingatkan bahwa Hindu Bali dan Hindu Jawa adalah tamu di tanah Dayak, semua wajib hormat dan tunduk pada semesta Kalimantan, jangan merasa superior. Tapi ayomi semua dan bersinergilah dengan Hindu Kaharingan,’’ ungkap Wedakarna yang juga Wakil Ketua Umum DPP Prajaniti ini. Hal senada juga ia sampaikan di Kampus Institute Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangkaraya Provinsi Kaliman-

PELUNCURAN - EVP Telkomsel Area Jawa Bali Agus Setiabudi bersama Direktur Cellular World Malika Jiwaji didampingi Senior Leaders Telkomsel meluncurkan paket bundling ‘’TAU LITE6’’ untuk memberikan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi pelanggan di era kekinian, Kamis (29/11) kemarin. dan Facebook, berselancar dengan layanan data maupun menonton film pilihan. Hal ini sesuai dengan visi Telkomsel sebagai telco digital company yaitu menjadi penyedia layanan dan solusi gaya hidup digital mobile kelas dunia yang terpercaya. Selain kuota data besar yaitu senilai 6 GB per bulan, paket ‘’TAU LITE6’’ juga memberikan layanan 100 menit nelepon dan layanan 500 SMS secara gratis setiap bulan yang dipergunakan untuk komunikasi ke sesama pelanggan Telkomsel. Paket ini berlaku selama 12 bulan. Untuk menikmati berbagai layanan tersebut, pelanggan dapat mengaktifkan paket ‘’TAU LITE6’’ ini dengan cara mengakses *363*88# dan melalui aplikasi MyTelkomsel. Harga paket hanya senilai Rp 10 setelah melakukan pembelian smartphone pilihan di berbagai mitra distributor Telkomsel dan melakukan pengisian pulsa sebesar Rp 50.000 per bulannya.

Selain pelanggan baru, paket ini juga bisa dinikmati pelanggan existing yang telah mendapatkan notifikasi by SMS dari Telkomsel atau melakukan cek ke *363*808# pilih No.1. Pelanggan juga dapat melakukan pengecekan sisa penggunaan kuota layanan dalam paket ini dengan mengakses aplikasi MyTelkomsel yang bisa diunduh secara gratis di Google Play Store bagi pengguna perangkat android dan Apple App Store bagi pengguna perangkat Apple. Selain itu, khusus pelanggan Telkomsel yang berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, bisa mendapatkan paket bundling ‘’TAU LITE6’’ secara mudah di beragam outlet penjualan device smartphone favorit pelanggan. Seperti di Cellular World, Handphone Shop, BTC, Diamond, Galaxy, dan di 276 outlet, mulai dari Denpasar hingga Atambua. Juga ada 332 channel penjualan di wilayah Jawa Tengah, serta 382 channel penjualan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. (ad1145)

Meriahkan HUT Sekolah

Astra Motor Kampanye Cari Aman, Penting Pakai Helm Saat Kendarai Motor

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil. (Rektor IAHN Palangkaraya), Prof. I Nyoman Sudyana (Ketua PHDI Kalteng) ketika berada di Pura Pitamaha Palangkaraya. tan Tengah didampingi Prof Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil. (Rektor IAHN). Senator Wedakarna memberikan semangat pada ratusan civitas akademika IAHN dan juga memuji prestasi rektor yang telah berjuang bersama Menteri Agama, Dirjen Bimas Hindu dan parlemen untuk mewujudkan kenaikan status untuk STAH menjadi IAHN. ‘’Saya ingat perjuangan beliau (Prof. Subagiasta). Beliau datang ke Bali pagi-pagi menghadap saya untuk meminta rekomendasi dari DPDRI dan dalam sehari rekomendasi keluar dan sore sudah ke Jakarta menghadap Kementerian. Bertahuntahun proses ini dan akhirnya 2018 berhasil turun keputusan Presiden Joko Widodo. Saya matur suksma sangat kepada Presiden yang telah pro terhadap Hindu, walau minoritas. Ke depan saya targetkan, setelah semua program S-2, S-3 dibuka dan juga syarat akademik dipenuhi, kurang 10 tahun dari sekarang, IAHN harus menjadi Universitas Hindu Negeri. Bersamasama dengan IHDN Denpasar menjadi Universitas Negeri Hindu Jaya Pangus. Harus semangat eng-

gih. Tugas tiang jaga gawang dan goal-kan di Senayan,’’ ucap Gusti Wedakarna yang juga mantan Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Bali ini. Saat memberikan arahan di kampus IAHN, Senator Wedakarna meminta agar IAHN segera membuka program studi ilmu umum seperti Fakultas Ekonomi, Teknik, Hukum agar lebih banyak segmentasi bisa kuliah di IAHN. Hal itu memungkinkan secara aturan dan UU. ‘’Saya usulkan dirikan The Center Excellent of Hindu Kaharingan di IAHN ini, sehingga ada spesialisasi agar agama Hindu Kaharingan bertahan. Selain itu, saya usulkan pendirian inkubator bisnis di kampus IAHN, untuk melatih seluruh mahasiswa menjadi pengusaha. Ajukan saja anggaran ke pusat, saya bantu. Intinya lulusan IAHN jangan sekadar menjadi guru agama, penyuluh dan pegawai, tapi membuka kesempatan menjadi lapangan pekerjaan lewat ekonomi Satyagraha,’’ imbuh Dr. Arya Wedakarna yang pernah menjadi rektor termuda di Indonesia pada usia 28 tahun di tahun 2008 silam. (ad1146)

Daihatsu Gelar Program BALAD 2018 MENJELANG akhir tahun 2018, Daihatsu kembali memberi apresiasi kepada para pelanggan setianya dengan menggelar program kumpul bersama keluarga bertajuk Bandung Lautan Daihatsu (BALAD) 2018. Acara ini diikuti para pemilik mobil Daihatsu, baik anggota club Daihatsu maupun umum, pada 10 November 2018 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sesuai namanya, BALAD dalam bahasa Sunda berarti sahabat, sehingga selaras dengan tagline ‘’Daihatsu Sahabatku’’. BALAD 2018 terasa istimewa karena menjadi ajang silaturahmi pemilik lebih dari 5.000 mobil Daihatsu yang mendaftar, baik dari komunitas maupun umum. Bahkan dari semua tipe mobil Daihatsu. Baik keluaran terdahulu maupun yang terbaru. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 50 komunitas Daihatsu di seluruh Indonesia. Tercatat sejumlah komunitas mobil Daihatsu keluaran terdahulu seperti Taruna, Zebra, Hi-Jet, Ceria, Taft, Charade, Classy, Feroza, dan lainnya turut memberi warna dalam kemeriahan acara ini. Ada banyak yang akan diperoleh para peserta dari acara ini seperti kopdar komu-

TELKOMSEL menghadirkan paket bundling ‘’TAU LITE6’’. Paket ini memberikan pengalaman digital lifestyle terbaik untuk pelanggan. Menurut EVP Telkomsel Area Jawa Bali Agus Setiabudi, Kamis (29/11) kemarin, Telkomsel meluncurkan paket bundling ‘’TAU LITE6’’ bagi pelanggan baru pengguna smartphone android yang memiliki stiker khusus dan untuk pelanggan lama yang mendapatkan SMS penawaran program dengan pembelian smartphone 4G. Paket ini juga dihadirkan untuk memberikan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi pelanggan di jaringan 4G Telkomsel sesuai dengan minat dan hobinya. ‘’Paket bundling TAU LITE6 ini merupakan perwujudan komitmen kami dalam membangun ekosistem digital yang lengkap. Tidak hanya menggelar jaringan broadband berkualitas hingga pelosok nusantara. Kami juga memperluas penetrasi smartphone serta beragam aplikasi dan layanan digital berkualitas. Melalui kolaborasi dengan beberapa mitra distributor seperti Oppo, Advan, VIVO, Samsung dan Blaupunkt sebagai penyedia berbagai perangkat seluler yang canggih dan berkualitas, pelanggan dapat memiliki banyak pilihan perangkat sesuai dengan kebutuhan mereka,’’ jelasnya. Dalam paket ini, lanjutnya, Telkomsel menyediakan kuota data besar hingga 72 GB selama satu tahun, yaitu sekitar 6 GB per bulan untuk mengakomodasi berbagai minat pelanggan dalam menggunakan layanan data. Seperti bermain games, menyaksikan pertandingan olahraga, memanfaatkan media sosial Instagram

PAMERAN - Bale Wahon, tempat pameran mobil klasik Daihatsu di BALAD 2018, membawa pengunjung seakan berada di tempo doeloe. nitas, bazar industri kreatif, aneka kuliner dalam bentuk food truck, pameran mobil klasik Daihatsu, area games untuk dewasa dan anak, serta berbagai macam hadiah dan doorprize menarik lainnya. Melalui acara ini, Daihatsu ingin semakin mendekatkan diri kepada pelanggan setianya. Daihatsu juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kegiatan sosial dan lingkungan, melalui program ‘’Sabilulungan Peduli Citarum’’. Sabilulungan yang berarti gotong royong ini sejalan dengan program Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan (SATAPOK) dari

Pemerintah Kabupaten Bandung yang juga merupakan bagian dari program nasional Citarum Harum. ‘’Program BALAD ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi pelanggan Daihatsu. Begitu juga menjadi ajang pertemuan akbar para pemilik mobil Daihatsu, baik komunitas maupun umum. Semoga dengan acara ini, pelanggan Daihatsu dapat menikmati kebersamaan bersama keluarga, bersilaturahmi dan menjadi lebih dekat dengan Daihatsu,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)

DALAM rangka memeriahkan HUT SMAN 1 Tampaksiring, Astra Motor Bali melalui tim safety riding turut berpartisipasi untuk memberikan edukasi tentang cari aman saat naik motor. Edukasi ini dilakukan karena sebagian besar anak sekolah menggunakan sepeda motor. Edukasi yang disajikan dengan unik ini memberikan penjelasan kepada sekitar 150 siswa mengenai bagaimana cari aman saat berkendara, selalu lengkap menggunakan alat berkendara dan demo cara pengecekan kendaraan sebelum menggunakan sepeda motor. Satu per satu siswa maupun guru turut melakukan test ride yang dipandu tim Safety Riding Astra Motor serta sesekali menyisipkan informasi aman berkendara dengan tetap gaya dengan safety gear yang keren. Selain di Tapaksiring, Tim Astra Motor juga mengunjungi sekolah di daerah terpencil di SMAN 1 Bebandem, Karangasem yang secara detail memaparkan pentingnya cari aman saat bersepeda motor dan risiko berkendara yang tidak safety di jalan raya. Antusias 100 siswa terlihat di saat sesi tanya jawab yang ingin tahu penjelasan tentang safety gear yang

EDUKASI - Astra Motor Bali melalui tim safety riding turut berpartisipasi untuk memberikan edukasi tentang cari aman saat naik motor. keren, aman dan modelnya ngetren. Dari jaket, helm, sarung tangan sampai sepatu yang dipakai para pelajar saat berkendara yang aman dan fashionable. Untuk itu siswa di daerah pedalaman pun bisa ikut bergaya kekinian. Setelah berkeliling, selanjutnya tim safety riding berbagi memberikan edukasi kepada siswa di SMAN 2 Denpasar tentang pentingnya menggunakan helm SNI saat berkendara. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko benturan di kepala bila terjadi kecelakaan dan membagikan

flyer serta buku panduan keselamatan berkendara. ‘’Honda tidak henti-hentinya akan selalu berbagi cari aman dengan konsumennya, terutama siswa. Sebab, dengan semangat dan jiwa muda, kami berharap siswa bijaksana mengontrol emosi, terutama saat di jalan raya. Selalu berhati-hati, selalu menggunakan atribut lengkap berkendara seperti slogan ‘Sayangi Dirimu, Sayangi Keluargamu’ dan tentunya terpenting memakai helm. ‘Sayangi Kepalamu, Pakailah Helm’,’’ ungkap PIC Safety Riding Astra Motor Bali Ngurah Iswahyudi. (bns2)

Peringatan HUT Ke-47 Korpri di Unud

Menjadi Momentum Tingkatkan Kinerja ASN UNIVESITAS Udayana (Unud), Kamis (29/11) kemarin menggelar peringatan HUT ke-47 Korpri tahun 2018 yang diawali dengan upacara bendera di halaman Rektorat Kampus Unud Jimbaran. Dengan mengambil tema ‘’Korpri: Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa’’, peringatan ini dilaksanakan secara sederhana, namun kidmat. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai anggota Korpri di semua tingkat kepengurusan. Sambutan Presiden Joko Widodo yang dibacakan Wakil Rektor II Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, S.E., M.S. mengharapakan seluruh ASN di semua lapisan pemerintahan dan di semua sektor untuk tidak terjebak dengan ego sektoral, ego organisasi, atau ego programnya masing-masing. Semua permasalahan yang ada di masyarakat itu bersifat lintas sektoral, bahkan juga lintas daerah. ‘’Dengan berkolaborasi serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, saya yakin ASN bisa mengaktualisasikan baktinya secara lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara,’’ kata Presiden dalam sambutan tertulisnya. Seluruh jajaran (ASN) diharapkan segera memperkuat diri untuk menjadi agen transformasi penguatan SDM dan menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa. Dengan peran ASN yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, diyakini transformasi kualitas SDM ini bisa dilakukan secara besar-besaran dan akan memberikan hasil yang positif bagi kemajuan bangsa.

PASAR MURAH - Salah satu stan pasar murah dalam rangka peringatan HUT ke-47 Korpri di halaman belakang Rektorat Unud, Jimbaran, Kamis (29/11) kemarin. Dalam hal ini, kata Wiksuana, tenaga pengajar dan 647 tenaga untuk menjadi agen transformasi, administrasi. Untuk unit Unud, kata Indra Unud sudah terus menerapkan dalam kegiatan sehari-hari. Sep- Kecapa, memang rutin mengerti transfer ilmu pengetahuan, gelar kegiatan bersinergi dengan transfer teknologi kepada maha- sejumlah komponen. Tidak hanya siswa maupun anak didik di ling- itu, berbagai kegiatan juga digekungan Unud. ‘’Dengan transfer lar, di antaranya Sehat Bersama ilmu maupun teknologi kepada dengan Praktisi Yoga Ketawa, mahasiswa, tentu mereka akan Tampil Cantik Bersama Mustika menjadi orang yang lebih berguna Ratu Buana Internasional KCB bagi nusa dan bangsa,’’ kata Wik- Bali-Nusra dengan Workshop Tips suana. Merias Diri Sendiri serta Pasar Sementara itu, Ketua Korpri Murah dan Stad Kuliner bekerja Unit Unud Drs. I Gusti Ngurah sama dengan Koperasi Krama Indra Kecapa, M.Ed. didampingi Bali (KKB), Kelompok Media Sekretaris Korpri Unud IGM Bali Post, Koperasi Karya Bina Konsumajaya, S.H. menambah- Sejahtera (KPN) Unud, Grab, dan kan, HUT Korpri ini digunakan Barisan Wirausaha Muda Unud. sebagai momen tahunan un- Adapun kegiatan selain upacara tuk memperkokoh kebersamaan bendera, juga dilakukan ziarah antar-ASN sebagai abdi negara. ke makam pahlawan, bakti sosSaat ini jumlah anggota Korpri ial, olahraga, pertemuan ilmiah, Unud sebanyak 2.106 orang, perlombaan, pertandingan dan yang terdiri dari 1.459 dosen atau sebagainya. (edi)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Jumat Wage, 30 November 2018

daerah

5

Kapolresta Ancam Tembak Mati Pelaku ”Street Crime’’

Denpasar (Bali Post) Ancaman keras dilontarkan Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan kepada pelaku street crime (kejahatan jalanan). Menghadapi hari raya Natal dan Tahun Baru 2019, Kapolresta mengancam menembak mati pelaku jambret dan copet jika melakukan perlawanan menggunakan senjata. ‘’Kita akan melakukan tindakan tegas yaitu ditembak sesuai prosedur. Apabila melawan menggunakan senjata akan ditembak mati,’’ tegas Kapolresta Ruddi, Kamis (29/11) kemarin. Menurutnya, beberapa minggu terakhir tim Ospnal Satreskrim Polresta, Polsek-polsek dan Satgas CTOC menangkap pelaku percobaan perampokan, jambret dan copet. Para pelaku tersebut beraksi di wilayah Kuta, Denpasar Barat, Denpasar Selatan dan Denpasar Timur. ‘’Tim gabungan ini tiap malam melakukan operasi khusus yaitu menyasar pelaku kejahatan jalanan. Sesuai perintah Bapak Kapolda harus serius menindak pelaku kejahatan jalanan,’’ ungkapnya. Kapolresta membeberkan pengungkapan kasus percobaan perampokan dengan modus menyamar jadi pegawai PLN. Pelakunya, Rudi Kurniawan (29) dan Roni Sosilo (32). Mereka gagal beraksi di Jalan Teuku Umar Barat (Marlboro) X No. 8A Denpasar Barat (Denbar) karena korbannya, Sumiyati (65), berhasil kabur dan akhirnya kedua pelaku ini ditangkap warga. Namun kedua pelaku melakukan perlawanan dan anggota Polsek Denpasar Barat terpaksa menembak kedua kaki pelaku. Sementara Polsek Denpasar Selatan menangkap pelaku jambret Santoso (33) di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Selasa (27/11) lalu. Korbannya, Josephinne Shu-Fang Chin, warga negara Australia. Dia dijambret di Jalan Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (6/9) lalu. Akibat kejadian itu, korban kehilangan tas berisi dua Iphone, uang tunai 400 dolar Australia, kartu kredit, kacamata dan SIM. Oleh pelaku dua Iphone milik korban dipakai bayar utang kepada temannya. Saat diajak mengembangkan kasus ini, pelaku melawan dan polisi terpaksa menembak kedua kakinya. (kmb36)

Bali Post/udi

JEBOL - Jembatan di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi jebol diterjang banjir, Kamis (29/11) kemarin.

Banjir di Banyuwangi

Jembatan Putus, Belasan KK Terisolir Banyuwangi (Bali Post) Hujan lebat yang terus mengguyur Kabupaten Banyuwangi terus memicu musibah. Jembatan yang di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, putus Kamis (29/11) kemarin. Akibatnya, 17 kepala keluarga (KK) yang mendiami Kampung Babatan di desa setempat terisolir. Warga harus memutar lebih jauh untuk bisa keluar perkampungan. Bali Post/udi

TUNJUKAN - Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik HZ menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi, Kamis (29/11) kemarin.

Diduga Dikendalikan dari Lapas

Polres Banyuwangi Amankan 100 Gram SS dan 75 Butir Ekstasi

Banyuwangi (Bali Post) Menjelang akhir tahun, jajaran Satuan Narkoba Polres Banyuwangi mendapat tangkapan istimewa. Sabu-sabu (SS) seberat 100 gram berhasil diamankan. Yang mengejutkan, barang haram itu dikendalikan dari salah satu lembaga pemasyarakatan (lapas) di Madura. Selain sabu, polisi juga menyita 75 butir pil ekstasi warna hijau. Diduga barang-barang tersebut akan diedarkan menjelang pergantian tahun. Dari kasus ini, polisi mengamankan tiga pelaku sebagai pemasok, pengedar dan kurir. Ketiganya yakni Heriyanto alias Aliong, warga kota Banyuwangi, Ardian Noviyanto alias Opi, warga Purwoharjo, Banyuwangi dan Aprinka Brian Bolista, warga Sidoarjo. ‘’Ketiga pelaku adalah jaringan lintas kabupaten. Barangnya dikendalikan dari salah satu lapas di Madura,’’ kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi, Kamis (29/11) kemarin. Kapolres menambahkan, terungkapnya kasus ini berawal dari penyelidikan petugas. Pihaknya mencium pengiriman sabu dalam jumlah cukup besar. Penyelidikan dimatangkan. Hasilnya, polisi mendapati Ardian Novianto sedang menunggu di sebuah warung. Penyergapan digelar. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti sabu-sabu cukup banyak. Totalnya 23 paket. Dikemas dalam plastik kecil dan ukuran besar seberat 50 gram. ‘’Totalnya nyaris 100 gram, nilainya sekitar Rp 150 juta,’’ kata Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Ali Imron. Selain SS, diamankan juga puluhan butir ekstasi, timbangan elektrik, skrop kecil, sebuah ponsel dan puluhan plastik kecil. Bersama barang bukti, pelaku digelandang ke Mapolres. Kepada penyidik, Ardian mengaku mendapat pasokan barang dari seorang kurir, Aprinka Brian Bolista. Pemuda yang tak lulus SMP ini akhirnya dicokok polisi di pinggir jalan Kota Banyuwangi. Dari tangannya, diamankan uang tunai Rp 1 juta, buku tabungan, kartu ATM dan sebuah ponsel. ‘’Pemuda ini perannya hanya kurir. Dia bawa barang dari Surabaya ke Banyuwangi. Dikirim dengan sistem ranjau,’’ beber Kapolres. Sekali pengiriman, pelaku mendapatkan upah Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Dari pengakuan Aprinka inilah, polisi mengetahui asal-usul sabu tersebut. Ternyata, dipasok dari salah satu lapas di Madura. Kini, polisi masih terus mengembangkan kasus ini. Terutama, bekerja sama dengan pihak lapas yang disebutkan pelaku. Sementara satu pelaku lagi, Heriyanto alias Aliong disergap lebih awal. ‘’Jadi, awalnya polisi menyergap pria ini. Lalu, dikembangkan dan muncullah nama dua pelaku lain,’’ jelas Kapolres. Dari tangan Aliong diamankan tiga paket sabu-sabu seberat 9,65 gram dan 10 butir ekstasi. Dia diduga berperan sebagai pengecer. (udi)

Berantas Praktik Prostitusi

Satpol PP Denpasar Amankan 20 PSK Denpasar (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar bersama tim gabungan TNI/Polri terus menggencarkan sidak dan penertiban dengan sasaran tempat hiburan malam dan praktik prostitusi. Pelaksanaan kegiatan dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat ini, tim gabungan bergerak Rabu (28/11) malam. Hasilnya, 20 pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di dua lokasi di Denpasar Selatan berhasil diamankan. Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewe Gede Anom Sayoga, Kamis (29/11) kemarin, mengatakan sidak dengan menyasar tempat hiburan malam dan kawasan yang diduga praktik prostitusi ini memang rutin dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Denpasar. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas laporan dan informasi dari masyarakat sekitar. ‘’Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, aman dan nyaman,’’ paparnya. Ia menjelaskan, pelaksanaan sidak sekaligus penertiban terhadap penduduk nonpermanen ini sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum pasal 39 ayat 1, 2 dan 3. Serta Perda No. 7 Tahun 1993 tentang Pemberantasan Pelacuran. Karenanya, bagi yang melanggar sedianya akan dikenakan sanksi berupa sidang tindak pidana ringan (tipiring). (kmb12)

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, warga cukup kerepotan dengan tragedi tersebut. Ambrolnya jembatan yang melintasi sungai tersebut diketahui warga sejak, Rabu (28/11) malam. Meski ukurannya kecil, jembatan tersebut cukup vital. Sebab, menjadi akses utama warga

keluar masuk perkampungan. ‘’Hujan mengguyur mulai Selasa (27/11), lalu bersambung hingga Rabu malam. Jembatan tak mampu menahan debit air yang deras. Akhirnya jebol,’’ kata Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam, Kamis

pagi kemarin. Menurut Eka, jembatan yang jebol ini dilalui aliran sungai yang berhulu dari lereng gunung. Bahkan, ada tiga aliran yang melintasinya. Saat hujan lebat, air bercampur material lumpur menerjang. Lantaran tak kuat, jembatan permanen itu ikut tergerus air. Beruntung, lokasi jembatan agak jauh dari perkampungan warga. Jembatan ini, kata Eka, menjadi akses warga ketika ke perkebunan, dikenal dengan kawasan babatan. Selain menerjang jembatan, banjir juga merendam hampir 400 rumah dan puluhan hek-

tar sawah. Kerugian ditaksir ratusan juta. Persawahan yang terendam ditanami padi, buah naga dan jeruk. ‘’Kami masih terus melakukan pendataan dan menerjunkan personel ke lokasi,’’ tegas Eka Muharam. Menurutnya, hujan yang terus mengguyur membuat jajaran BPBD terus siaga. Kades Sumberagung Vivin Agustin mengatakan masih ada jembatan alternatif bagi warga untuk bisa keluar perkampungan. Namun, jaraknya sedikit jauh. ‘’Jembatan yang jebol ini bukan jalur utama, masih ada jembatan alternatif,’’ tegasnya. (udi)

Soal OTT di Sultra

Jaksa Agung Sebut Pidana Korupsi Masif Denpasar (Bali Post) Operasi tangkap tangan (OTT) Sekretaris Dinas Pendidikan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat tanggapan dari Jaksa Agung HM Prasetyo. Ditemui di Sanur, Denpasar Selatan, di sela-sela Rakernas Kejaksaan, Kamis (29/11) kemarin, Prasetyo mengatakan dengan tertangkapnya Sekretaris Dinas Pendidikan Pemprov Sultra ini menandakan begitu masifnya tindak pidana korupsi. ‘’Korupsi ini bukan hanya terjadi di pusat, namun juga sampai di daerah-daerah,’’ tandas Jaksa Agung Prasetyo. Dijelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi petugas kejaksaan yang melakukan penangkapan secara OTT. ‘’Lanjutkan sesuai komitmen. Kita apresiasi. Pencegahan dan penindakan kita lakukan,’’ tegasnya. Jaksa Agung mengingatkan, jika kejaksaan menemukan bukti permulaan yang cukup didukung fakta yang tidak terbantahkan, maka itu tidak bisa dibiarkan. Jaksa harus melakukan tindakan sesuai prosedur hukum. (kmb37)

Bali Post/asa

OTT - Jaksa Agung HM Prasetyo saat menanggapi OTT di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kurangi Kecelakaan Kerja

Perusahaan Diharapkan Tingkatkan Pelatihan K3 Mangupura (Bali Post) Keselamatan kerja harus diperhatikan sejak mulai berangkat dari rumah hingga selama bekerja. Maka dari itu, alat pelindung diri dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kecelakaan kerja sangatlah diperlukan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi, S.E., M.Si. saat menghadiri pembukaan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kuta, Kamis (29/11) kemarin. Menurutnya, tenaga kerja jangan hanya berpikir mendapatkan biaya perawatan maupun tunjangan kecelakaan kerja. Pekerja harus berpikir menjaga kesehatan dan keselamatan kerja karena itu merupakan aset bagi diri sendiri, perusahaan dan keluarga. Pihaknya berharap perusahaan terus meningkatkan pelatihan K3, baik di tempat kerja maupun lingkungan sekitar. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam rangka mencegah dan mengurangi angka kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Ia pun menekankan kepada peru-

sahaan di Bali yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya dalam layanan jaminan sosial ketenagakerjaan agar segera mengikutsertakan empat program perlindungan mulai jaminan kecelakaan kerja, kematian, pensiun dan hari tua. Sementara itu, Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara Papua (Banuspa) Sang Made Sumadi A. mengatakan, berdasarkan data, di Bali ada kurang lebih 120 kasus kecelakaan kerja sepanjang tahun ini. Jumlah itu baik yang fatal maupun sembuh sendiri dengan perawatan. Meski demikian, tren kecelakaan kerja tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2017. Hal itu, menurutnya, seiring dengan meningkatnya kepedulian perusahaan terhadap keselamatan tenaga kerjanya. Dalam upaya tercipta kondisi lingkungan kerja yang aman dan sehat inilah BPJS Ketenagakerjaan Banuspa menggelar pelatihan K3 umum. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian perusa-

haan melalui tanggung jawab sosial lingkungan terhadap risiko yang diterima oleh pekerja ketika mereka beraktivitas di lingkungan kerja. ‘’Pelatihan K3 umum ini sangat tepat untuk memberikan bekal pengetahuan K3 bagi semua pekerja, terutama bagi pekerja yang berhubungan langsung dengan proses yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja,’’ paparnya. Pelatihan dikuti 100 orang peserta dari 100 perusahaan terpilih yang memiliki klasifikasi tertib administrasi, tertib iuran dan yang memiliki klaim kecelakaan kerja tertinggi di Bali, termasuk menggunakan fasilitas pusat layanan kecelakaan kerja di rumah sakit kerja sama. Diharapkan melalui pelatihan tersebut perusahaan bisa membudayakan K3 di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu, semakin terjalin hubungan yang baik antara BPJS Ketenagakerjaan dengan perusahaan, pengusaha dan pemerintah daerah dan meningkatkan kepedulian untuk melindungi pekerja dari risiko kerja. (kmb23)


OPINI

6

Jumat Wage, 30 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

ASN Profesional dan Keberpihakan Politisi BIROKRAT sejak lama dituntut profesional. Birokrat pun digadang-gadang agar netral dalam pesta politik. Dalam konteks pelayanan, ASN diingatkan untuk menjadi abdi masyarakat, menjauhkan diri dari pungli dan korupsi. ASN juga diingatkan tidak melakukan kolusi dan nepotisme dalam membidik jabatan tertentu. Harapan ini tentulah sangat ideal kita dengar. Bahkan, ketika kita masuk perkantoran, kita dengan mudah membaca ‘’janji’’ layanan cepat, murah, dan bersahabat. Dan yang paling populer belakangan ini adalah pernyataan bahwa kantor ini bebas pungli dan korupsi. Apakah faktanya memang seperti itu? Pertanyaan ini tentu layak kita ajukan, mengingat pada era keterbukaan ini masih banyak kita temukan kantor dengan pola layanan yang tertutup. Bahkan, layanan jalur belakang masih menjadi model. Layanan jalur belakang ini cenderung melibatkan calo. Tanpa jasa calo, layanan dipastikan lambat dan prosedur birokrasi akan menjadi alasan. Bahkan, tak jarang kita temukan masih ada oknum ASN yang terkesan arogan dan tak membudayakan senyum kepada masyarakat yang datang ke kantornya. Model-model layanan publik semacam ini hendaknya segera dievaluasi, terlebih kantor tersebut merupakan kantor layanan publik. Dalam konteks lainnya, masih juga kita temukan kejanggalan dalam promosi jabatan. Dalam pilkada langsung netralitas ASN sering hanya menjadi slogan. Faktanya bahwa banyak oknum ASN berafiliasi dengan calon sulit dihindarkan. Oknum ASN yang terang-terangan menjadi tim sukses kandidat melakukan berbagai manuver untuk kepentingan politis. Ini mereka lakukan, semata-mata untuk mengamankan posisi dan jabatan di jajaran birokrasi. Tak jarang pula, ada ASN yang karena kedekatan dengan kekuasaan mendapat promosi yang cepat dan kedudukan yang basah. ASN semacam ini tentu dengan mudah kita temukan. Mestinya dalam menempatkan orang dan pejabat di jabatan tertentu didasari profesionalisme, bukan karena oknum ASN ini merupakan orang dekat pemimpin. Sering kali, ASN yang berintegritas namun gagal dalam membangun jaringan politik hanya parkir di tempat-tempat kering. Mereka tak mendapat posisi karena kalah dalam membangun ‘’pendekatan’’ pribadi. Lelang jabatan yang selama ini diharapkan mampu memilih ASN profesional di bidangnya ternyata juga sering menjadi kamuflase semata. Banyak pejabat yang tak layak di bidangnya, karena secara keilmuan tak ada korelasi yang signifikan dengan jabatannya. Fakta-fakta semacam inilah yang masih perlu dibenahi jika ingin membangun integritas birokrasi. ASN yang dirugikan oleh pola-pola perekrutan pejabat yang hanya berdasarkan selera pemimpin mestinya berani bersuara. Membenahi birokrasi mestinya juga dilakukan secara berani oleh ASN, bukan hanya tergantung pada protes publik. Tentu kita berharap kedekatan ASN dengan politisi hendaknya bukan menjadi tolok ukur menentukan karier mereka. Pemimpin tetap harus mengedepankan standar profesional dalam memosisikan orang. Akan sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan kecemburuan di internal birokrasi ketika pejabat-pejabat yang ditunjuk pemimpin tak memenuhi standar kepatutan. Dengan standar kepatutan yang disosialisasikan secara terbuka akan terbangun kompetisi secara sehat untuk berprestasi. Jika pola ini tak dilakukan maka kekuasaan yang didukung oleh birokrasi yang profesional akan sulit dicapai. Bahkan, besar kemungkinan akan lahir model layanan yang mengabaikan publik, karena si pejabat merasa terlindungi oleh kekuasaan politis yang didukung sejak proses politik bergulir.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Label Restoran Berizin Kini, bisnis kuliner marak di masyarakat. Restoran pun bermunculan. Untuk memantau dan memastikan restoran menyerahkan pajak belanja konsumen kepada pemerintah, mohon kepada pemerintah memberikan label izin pada restoran yang beroperasi. Usulan ini kami sampaikan agar jangan sampai ada restoran ilegal yang melakukan kutipan 10 persen pajak hotel dan restoran kepada konsumennya. Ini saya usulkan untuk memberikan kepastian kepada konsumen layak tidaknya pihak pengelola restoran mengenakan pajak kepada konsumennya. Saya berkeyakinan ada restoran yang menggunakan notanya untuk melakukan kutipan pajak, namun tak menyetorkan ke pemerintah daerah. Oleh karena itu, untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa restoran itu berhak memungut pajak agar ada plakat atau label yang dipasang di ruang kasirnya atau di pintu masuknya. I Gede Witarsa Buleleng, Bali

Rasionalisasi Kenaikan Gaji ASN? Pada era reformasi, transparansi, otonomi maupun milenium sekarang ini, sosok Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kini berganti nama Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sorotan tajam. Apalagi dengan adanya wacana pada tahun 2019 mendatang, gaji pokok ASN ini akan naik sekitar lima persen. Sedikit saja oknum ASN berperilaku menyimpang, maka dijadikan bulan-bulanan, memperburuk citra ASN secara menyeluruh. Harus diakui masih ada perilaku oknum ASN yang ‘’kolusi, korupsi, nepotisme’’, minta dilayani - bukan melayani, antar-jemput keluarga, penggunaan mobil pelat merah di luar dinas, bahkan baru-baru ini ada pula ASN yang anti-ideologi Pancasila dan isu lainnya.

Oleh

IG Sudarmanto enteri Pendayagunaan Aparatur Negara rupanya menyadari betul citra ASN ini. Disinyalir ASN yang jumlahnya jutaan itu, yang bekerja tidak efektif masih cukup banyak ditemukan. Dari zaman orba, tudingan ASN bekerja seadanya, diadaadakan, asal ada dan asal-asalan sudah santer terdengar. Siapa membentuk ASN tidak profesional? Simaklah, pada zaman orba tersebut, sebelum pengadaan ASN wajib ditetapkan formasi terlebih dahulu, berdasarkan jenis, sifat, dan beban kerja, prinsip pekerjaan, kemampuan keuangan, dan alat-peralatan. Sehingga formasi menggambarkan jumlah kebutuhan pegawai berdasarkan pangkat, tingkat pendidikan, dan jabatannya. Kenyataannya baru sekarang disadari bahwa ternyata jumlah ASN yang ada, perbandingan tenaga administrasi dengan fungsionalnya adalah sama. Hal ini akibat perekrutan ASN tidak berdasarkan formasi. Untuk itulah, pada zaman milenium ini, sistem pembinaan ASN yang memadai dan profesional diatur dalam Undang-undang No. 5 Tahun 2014 dan perubahannya UU No.5 Tahun 2017. Aturan tersebut menekankan pada penekanan kinerja. Makin berkinerja seseorang ASN, makin dihargai pula beban kerjanya tersebut. Namun, apalah arti-

nya aturan, apabila manusianya yang melaksanakan ketentuan perundang-undangan tersebut bukannya mengamankannya, sebaliknya malah mencari kelemahannya. Terus terang, mencari kelemahan berujung ke korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ketentuan pembinaan ASN cukup baik, transparan dan jelas, diatur dengan peraturan pemerintah, dan pelaksanaannya diatur rinci dengan keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara, mulai dari pemberhentian, formasi, pengadaannya, kenaikan pangkat, dan pengangkatan pejabat. Ketentuan tersebut tidak sulit untuk dipahami, mudah diketahui, tetapi nyatanya, walaupun dipahami dan diketahui, para penentu kebijakan seakan-akan tidak mau tahu. Ambil contoh pengadaan ASN, direkrut berdasarkan jumlah formasi yang lowong, maka akan diketahui spesifikasi pendidikan, dan beban kerjanya. Kemudian dalam penerimaan ASN yang online ini, wajib diumumkan 15 hari sebelum penerimaan lamaran meliputi jumlah dan jenis jabatan lowong. Kenyataannya beberapa kasus perekrutan ASN, pengumunan yang sangat penting ini masih ada yang lamban, dan kurang memerhatikan formasi dengan alasan akal-akalan. ASN Era Kini Peneliti ilmiah sebaiknya se-

sekali mengadakan penelitian tentang sosiologi ASN, meliputi bagaimana proses penerimaannya, beban kerjanya, produktivitasnya, pendapatan bersih yang dibawa ke rumah dan kebutuhannya seharihari maupun perekrutan jabatan. Apabila dilakukan penelitian dengan jujur, hasilnya dipastikan menarik dan membingungkan. Dihipotesiskan masih ada yang diterima dengan sistem kekerabatan, dan ‘’pendapatan’’ bersih yang diterima akan selalu habis di tengah bulan serta masih ada proses perekrutan jabatan yang tertutup. Memang pembinaan ASN pada zaman milenium ini ditekankan pada konsep kinerja, tanpa ada tawar-menawar. Konsep ini bisa ‘’bijak’’, namun bisa juga ‘’tidak’’. Jika hanya diarahkan kepada kerja mengejar target yang telah ditentukan tanpa memandang ASN yang ada di dalamnya adalah makhluk sosial, bukan robot. Hal ini bisa menimbulkan apatisme yang berlebihan yang hanya mengejar target demi tunjangan kinerja (yang hingga saat ini belum semua instansi/lembaga tempat ASN bekerja ini mencapai seratus persen). Lebih lanjutnya akan muncul ASN-ASN yang tabu membahas, mengabarkan, apalagi mencoba untuk mengkritik atasan. Fatal akibatnya, sistem feodalisme modern akan bermunculan di instansi-instansi/lem-

baga tempat ASN ini menaungkan hidupnya. Bila dibandingkan saat orba dulu, boleh dikatakan ASN tidak terusik, rukun damai berbagai tahta dan harta. Jikapun ada ASN yang kritis, ada senjata pemungkas yaitu dituding tidak bersih lingkungan (terlibat G-30-S/PKI atau melawan Pancasila). Pemerintah rezim Soeharto menerapkan aturan untuk men-screening PNS, menyadari perlakuan screening tidak manusiawi, diubah istilahnya menjadi penelitian khusus (litsus). Tujuannya sama, yaitu monoloyalitas ASN dan membungkam kritisi. Mengkritisi atasan, membahayakan karier, karena ASN dianggap cerah kariernya apabila menjadi pejabat struktural, mendapatkan bermacam tunjangan, fasilitas, dan penghormatan macam-macam. Memburu Jabatan Pada era milenium ini, perekrutan jabatan menggunakan sistem pelelangan. Ada yang online ada pula yang belum online. Lelang jabatan yang terjadi di lapangan ternyata masih mengabaikan substansi dari tugasnya, karena birokrasi itu standarnya adalah kinerja dengan beberapa persyaratan. Undang-undang tentang tata kelola birokrasi telah mengisyaratkan persoalan kinerja. Sementara pada lelang jabatan, orang sering terjebak pada kapasitas kemampuan seorang orator atau seorang komunikator. Padahal, birokrasi tidak semata-mata bisa diukur dengan kemampuan bicara. Tapi juga kinerja, skill secara teknis, kapasitas memahami tupoksinya hingga kapasitas pelayanan. Pengangkatan jabatan struktural ASN, ada 6 syarat utama/ pokok dan 3 syarat yang diperhatikan. Syarat pokok: 1) berstatus ASN, 2) serendah-rendahnya memiliki pangkat 1 (satu) tingkat di bawah jenjang pangkat yang ditentukan. Misalnya kadis eselon

Penerapan STEM dalam Pembelajaran Abad Ke-21 BERBAGAI proses reformasi dan inovasi telah dilakukan sejumlah negara maju untuk mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21, antara lain melalui penerapan pendidikan STEM (STEM Education). STEM merupakan akronim dari science, technology, engineering, dan mathematics. Istilah STEM diluncurkan oleh National Science Foundation AS pada tahun 1990-an sebagai suatu tema gerakan reformasi pendidikan dalam keempat bidang disiplin tersebut untuk menumbuhkan angkatan kerja bidang-bidang STEM, serta mengembangkan warga negara yang melek STEM (Haniover Research, 2011). Sebagai komponen dari STEM, sains adalah kajian tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran, sebagai wahana untuk menjelaskan secara objektif alam yang selalu berubah. Terdapat beberapa domain utama dari sains pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yakni fisika, biologi, kimia, serta ilmu pengetahuan kebumian dan antariksa. Teknologi adalah tentang inovasiinovasi manusia yang digunakan untuk memodifikasi alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, sehingga diharapkan dapat membuat kehidupan lebih baik dan lebih aman. Teknologi-teknologi membuat manusia dapat melakukan perjalanan secara cepat dan dapat

Oleh

Alfan Thoriq berkomunikasi langsung dengan orang lain di tempat yang berjauhan. Enjiniring (engineering) adalah pengetahuan dan keterampilan untuk memperoleh dan mengaplikasikan pengetahuan ilmiah, ekonomi, sosial, serta praktis untuk mendesain dan mengonstruksi mesin, peralatan, sistem, material, dan proses yang bermanfaat bagi manusia secara ekonomis dan ramah lingkungan. Selanjutnya, matematika adalah ilmu tentang pola-pola dan hubungan-hubungan, dan menyediakan bahasa bagi teknologi, sains, dan enjiniring (Bybee, 2013). Pendidikan STEM tidak bermakna hanya berupa penguatan praksis pendidikan dalam bidangbidang STEM secara terpisah, melainkan mengembangkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan sains, teknologi, engineering, dan matematika, dengan memfokuskan proses pendidikan pada pemecahan masalah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan STEM memberikan peluang bagi guru untuk memperlihatkan kepada semua peserta didik betapa konsep, prinsip, dan teknik dari sains, teknologi, engineering, dan matematika digunakan secara terintegrasi dalam pengembangan produk, proses, dan sistem yang digunakan dalam kehidupan

sehari-hari. Pemahaman yang paling tepat tentang integrasi pendidikan STEM dimulai dari hasil ujian sekolah dan ujian nasional disesuaikan dengan tujuan pelajaran yang dikembangkan dalam kurikulum pendidikan. Pada dasarnya, tujuan-tujuan tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing global dalam ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi serta untuk meningkatkan pemahaman pendidikan STEM untuk semua warga masyarakat. Dengan menjaga agar tujuan-tujuan tersebut selalu terekam dalam pikiran (mindset), sehingga para pendidik dapat mengembangkan seperangkat praktik, sehingga tujuan-tujuan pendidikan yang dikembangkan dalam kurikulum pendidikan dapat memenuhi tuntutan bidang interdisipliner karier pekerjaan. Tujuan STEM dirancang untuk meningkatkan daya saing global dalam ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi serta untuk meningkatkan pemahaman integrasi pendidikan STEM semua masyarakat. Selain mengembangkan konten pengetahuan di bidang sains, teknologi, rekayasa/desain dan matematika, pendidikan integrasi STEM juga berupaya untuk menumbuhkan softskill seperti penyelidikan ilmiah dan

kemampuan memecahkan masalah. Dengan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dengan didukung perilaku ilmiah, untuk itu pendidikan integrasi STEM berusaha untuk membangun masyarakat yang sadar tentang pentingnya literasi STEM. Literasi STEM mengacu pada kemampuan individu untuk menerapkan pemahaman tentang bagaimana ketatnya persaingan bekerja di dunia nyata yang membutuhkan empat domain yang saling terkait. Dalam sudut pandang sebagai mahasiswa dan akademisi, tentunya sangat mendukung penerapan pendidikan STEM dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Hal ini tentunya untuk mempersiapkan sumber daya manusia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dan peradaban dunia. Pendekatan STEM bisa menjadi kunci dalam menghasilkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di kancah global. Oleh sebab itu, pendidikan STEM ke depannya perlu menjadi kerangka rujukan bagi pelaksanaan proses pendidikan di Indonesia.

II, jenjang pangkatnya yaitu terendah IVc, dan tertinggi IVd, maka satu tingkat di bawahnya, pangkat minimal IVb. 3) memiliki kualifikasi tingkat pendidikan yang ditentukan. Misalnya kepala biro hukum selayaknya dijabat oleh sarjana hukum. 4) semua unsur penilaian prestasi kerja (rapor ASN) bernilai baik, 5) memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku untuk melaksanakan tugas efisien, 6) sehat jasmani dan rohani. Tiga faktor yang perlu dipertimbangkan adalah; senioritas pangkat diprioritaskan, diklat jabatan, dan pengalaman. Kenyataannya dalam pengangkatan jabatan struktural lebih dominan ditentukan oleh tangan-tangan yang tak kentara. Pengangkatan jabatan cenderung dipilih dari ASN yang memiliki monoloyalitas (ke pribadi) yang tinggi, bila mengamankan (kesalahan) yang mengangkat, dan atau yang memiliki hubungan kekerabatan baik (keluarga), serta profesional (melayani ‘’pribadi bos sekeluarga’’). Ketika otonomi daerah telah bergulir lebih dari sembilan belas tahun lamanya ini, di beberapa kabupaten dalam menetapkan jabatan masih saja ada beberapa proses yang ditutupi dan memaksakan pejabatnya yang ada tetap menjabat. Sehingga masih saja ditemukan pejabat yang tidak memiliki spesifikasi profesi dan kompetensi. Penulis, dosen dan mantan Direktur Poltekkes Denpasar (2010-2014)

POJOK Dinas PUPR Kabupaten Buleleng ‘’blacklist’’ kontraktor nakal. - Dicoret saja. *** Sejak 2017, Pemprov Bali tak anggarkan beasiswa untuk siswa miskin. - Tunggu langkah gubernur baru. *** Bupati Bangli janjikan kenaikan kesejahteraan bagi pegawai pemkab. - Penuhi dulu kesejahteraan rakyat.

Penulis, mahasiswa Universitas Sriwijaya

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Wage, 30 November 2018

Sepi Order, Delapan IKM Tidak Lagi Layani Ekspor

Tabanan (Bali Post) -

Tabanan memiliki 878 industri kecil dan menengah (IKM) yang terbagi atas 96 jenis usaha. Berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, terdapat 36 IKM yang produknya telah menembus pasar ekspor. Namun tahun ini, karena minimnya permintaan, delapan IKM berhenti sementara melayani permintaan ekspor.

Bali Post/san

PENGEMASAN - Proses pengemasan manggis untuk ekspor.

Panen Raya, Harga Manggis Stabil Tabanan (Bali Post) Meski sudah memasuki panen raya, harga manggis Tabanan tetap bertahan di harga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kg. Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan panen beberapa tahun lalu yang sempat anjlok hingga Rp 5 ribu per kg saat panen raya. Bertahannya harga manggis dikarenakan keran ekspor manggis ke Tiongkok telah dibuka kembali tahun ini, sehingga stok untuk memenuhi kebutuhan domestik tidak terlalu berlimpah dan lebih terserap ke ekspor. Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Kamis (29/11) kemarin mengatakan, dulu saat ekspor manggis ke Tiongkok ditutup karena manggis Bali bermasalah, saat panen raya harga manggis domestik anjlok. Kondisi ini praktis merugikan petani. Namun tahun ini karena ekspor kembali dibuka, harga jual manggis di pasar domes-

tik mampu bertahan. ‘’Karena terserap di ekspor menyebabkan stok manggis untuk dijual ke pasar domestik tidak terlalu berlimpah. Sehingga sesuai hukum pasar, produk yang stoknya tidak melimpah harganya pun lebih mahal,’’ ujar Suandra. Keran ekspor manggis yang kembali dibuka ini diharapkan Suandra, tetap dijaga oleh semua pihak terkait mulai dari petani, pengepul, packing house hingga eksportir. Sebab, jika kualitas ini tidak dijaga akan mempengaruhi kepercayaan dari negara pengimpor, dikhawatirkan keran ekspor kembali ditutup. Ini tentu merugikan petani. ‘’Satu saja bermasalah, akan merembet ke semuanya. Jadi diharapkan kualitas tetap dijaga dari petani sampai packing house,’’ ujarnya. Yang menjadi tantangan saat ini adalah menjaga buah manggis agar bebas dari organisme pengganggu tanaman seperti kutu putih dan

semut. Dari petani, untuk menjaga kualitas manggis diterapkan pertanian budi daya dan harus memiliki registrasi kebun. ‘’Pertanian budi daya contohnya, untuk menghilangkan semut tidak langsung semprot pestisida, tetapi dengan menerapkan kebersihan kebun. Sebab, semut dibutuhkan untuk memakan kutu putih,’’ papar Suandra. Registrasi kebun memastikan buah manggis yang dihasilkan petani sesuai dengan SOP yang ditetapkan untuk ekspor. Saat ini sudah ada tujuh kebun manggis di Tabanan yang memiliki registrasi kebun, yaitu Kelompok Tani Tunas Mekar, Pale Sari, Manik Amerta, Sari Murti Rahayu, Tunas Sari, Mengesta dan Batur Gunung. Menurut Suandra, masih banyak kebun manggis di Tabanan yang masih harus teregistrasi. Selain Pupuan, daerah penghasil manggis di Tabanan adalah Selemadeg Raya dan Penebel. Kare-

Bakeuda Belum Terima Surat Permohonan Hibah Aset

Tabanan (Bali Post) Permohonan hibah atas tanah milik Pemkab Tabanan di areal DTW Bedugul seluas 580 meter persegi untuk pembangunan shortcut 3-4 Mengwitani-Singaraja yang disampaikan lewat surat dari Balai Jalan Nasional, hingga Kamis (29/11) kemarin belum ada tindak lanjut. Pasalnya, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan yang membidangi aset daerah belum menerima surat tersebut. ‘’Belum turun ke kami. Mungkin surat itu masih di PUPRKP. Nanti kalau sudah turun kami infokan kembali,’’ ucap Kepala Bakeuda Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti. Mantan Kabag Aset ini pun mengaku belum tahu perihal surat tersebut. Namun, dia menegaskan, sesuai prosedur, Dinas PUPRKP menyampaikan surat tersebut ke Bakeuda untuk diproses. ‘’Jika sudah turun ke kami, pastinya akan lang-

sung diproses sesuai aturan dan mekanisme yang ada,’’ terangnya. Dijelaskannya lebih lanjut, jika surat tersebut sudah diterima, pihaknya akan mengkajinya sesuai Permendagri dan perda terkait. Ada sejumlah tahapan yang harus diikuti terkait proses hibah aset pemerintah. Nantinya akan ada tim melakukan kajian permohonan tersebut untuk selanjutnya diserahkan ke pimpinan daerah untuk mendapatkan keputusan. Seperti diberitakan sebelumnya, Balai Jalan Nasional melayangkan surat permohonan kepada Bupati Tabanan untuk hibah tanah seluas 580 meter persegi atau 5,80 are yang masuk areal DTW Bedugul untuk pembangunan shortcut 3 dan 4. Kabid Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan I Gusti Gde Nyoman Sudana mengatakan, dalam

nanya ia berharap peran serta eksportir untuk membantu petani-petani manggis di Tabanan mendapatkan registrasi kebun dalam hal pendanaan. Selain petani, penyortiran manggis di tingkat pengepul juga sangat penting. Pengepul harus benar-benar memilih buah manggis yang sesuai syarat ekspor dan juga bebas dari organisme pengganggu tanaman, sehingga saat masuk ke packing house tinggal dibersihkan dan kemudian dikirim. ‘’Kalau tidak bebas dan bersih dari OPT, maka pihak karantina akan mengembalikan buah manggis ini. Prosesnya tentu akan menjadi lebih panjang dan makan waktu dan mempengaruhi kualitas buah. Jadi, jika semuanya melakukan tugasnya dengan baik, maka prosedur ekspor manggis tidak akan memakan waktu lama di bagian karantina dan bisa langsung dikirim,’’ jelas Suandra. (kmb24)

Kepala Disperindag Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana didampingi Kabid Perdagangan Primayani, Kamis (29/11) kemarin mengatakan, 36 IKM yang tembus pasar luar negeri terbagi atas beberapa komoditas. Rinciannya, kerajinan besi sebanyak 12 IKM, furniture (2 IKM), keramik (5 IKM), rajutan (3 IKM), garmen (2 IKM), serta masing-masing 1 IKM untuk komoditas gerabah, garmen (2 IKM), manggis (2 IKM) serta masing-masing 1 IKM untuk komoditas perak, rumah kayu, kakao, lobster, ikan salmon, kopi, fiberglass dan wine. Tahun ini, menurut Arya, setelah dilakukan pemantauan kembali, dari 36 IKM ini ternyata delapan di antaranya tidak lagi melayani pasar ekspor, yakni kerajinan besi sebanyak 3 IKM, keramik (2 IKM), garmen (1 IKM), perak (1 IKM) dan manggis sebanyak 1 IKM. Alasan para

pelaku IKM ini tidak lagi melayani ekspor karena permintaan dari negara pengimpor sedang minim seiring lemahnya perekonomian global. Jika dilihat dari negara tujuan ekspor, kerajinan besi banyak diekspor ke Eropa, Amerika, Prancis, Spanyol, Australia dan Jerman. Furniture lebih banyak ke Singapura, India, Australia dan Jepang. Keramik diekspor ke Amerika, Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Australia dan Swedia. Sementara untuk Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor lobster dan manggis. Untuk kopi, negara yang dituju adalah Belgia dan Taiwan. Sementara wine, menyasar Korea. Primayani menambahkan, Disperindag Tabanan hanya bertugas memantau IKM yang mengekspor produknya ke luar negeri. Sementara dalam hal pengurusan izin sampai pembinaan, dilakukan Pemprov Bali. ‘’Untuk

pendataan pun kita harus pro aktif menanyakan langsung ke provinsi. Setelahnya baru dipantau mana saja yang masih aktif dan tidak,’’ ujar Primayani. Dari delapan IKM yang berhenti mengekspor produknya, kata Primayani, alasannya hampir sama yaitu sepinya orderan dari negara importir. ‘’Kemungkinan karena lemahnya ekonomi secara global yang mempengaruhi turunnya permintaan,’’ ujarnya. Mengenai nilai ekspor tahun ini belum bisa dihitung karena tahun ini masih berjalan. Biasanya penghitungan dilakukan akhir tahun, sehingga mendapatkan gambaran berapa penurunan nilai ekspor dengan tidak aktifnya delapan IKM dalam melayani pasar ekspor. ‘’Pastinya ada penurunan. Cuma berapa jumlah pastinya dihitung akhir tahun,’’ papar Primayani. (kmb24)

Bali Post/dok

TERTIMBUN LONGSOR - Saluran irigasi dan jalan Subak Penataran yang tertimbun longsor belum lama ini.

Jalan dan Irigasi Subak Penataran Segera Diperbaiki

surat tersebut disampaikan permohonan hibah aset yang diperlukan untuk pembangunan jalan baru Bts. kota Singaraja-Mengwitani km 47+800 (SC4) semula sebesar 2.650 meter persegi atau 26,50 are berubah menjadi sebesar 580 meter persegi atau 5,80 are. (kmb28)

I Dewa Ayu Sri Budiarti

Bali Post/dok

Tabanan (Bali Post) Tanah longsor yang terjadi 14 November lalu menyebabkan saluran irigasi dan jalan Subak Penataran di Banjar Lebah Desa Marga Kecamatan Marga rusak berat. Sampai saat ini, perbaikan belum dilakukan pemerintah. Pemkab sejauh ini masih memproses administrasi proyek perbaikan dengan anggaran sekitar Rp 125 juta tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan I Made Yudiana, Kamis (29/11) kemarin menyampaikan, pihaknya telah melakukan pembahasan terkait bantuan penanganan

sementara. Hanya saja sampai sekarang masih diproses terutama menyangkut kelengkapan administrasinya. Yudiana menyebutkan, perbaikan ditargetkan dimulai Desember. Perbaikan hanya mencakup bagian yang mengalami kerusakan saja, bukan pembangunan keseluruhan. Tujuannya agar aktivitas di Subak Klumpu bisa kembali normal. Sementara itu, Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita menjelaskan, musim hujan diperkirakan akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Untuk itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ben-

cana. Pihaknya telah melakukan pemetaan daerah yang rawan bencana. Dari 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan, tiga di antaranya berpotensi rawan longsor dan angin kencang, yakni Kecamatan Pupuan, Penebel dan Baturiti. Guna meminimalisir korban jiwa, BPBD Tabanan juga melakukan langkahlangkah antisipasi seperti imbauan. ‘’Kami akan mengedarkan surat kepada seluruh kecamatan, kemudian tembusan langsung ke desa. Agar mengimbau warganya untuk tetap waspada terhadap bahaya bencana longsor, petir dan angin kencang,’’ jelasnya. (kmb28)

Dua TPS3R Belum Berfungsi Maksimal

TPS - Salah satu TPS3R di Tabanan.

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Mengurangi volume sampah masuk ke TPA Mandung, Desa Sembung Kecamatan Kerambitan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan mengoptimalkan keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah, Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R). Saat ini di Kabupaten Tabanan ada 10 TPS3R yang tersebar di tiap kecamatan. Sayangnya dari jumlah tersebut, dua di antaranya tidak berfungsi maksimal. ‘’Satu di Desa Beraban, Kediri dan satu lagi di Desa Pujungan, Pupuan. Semuanya bantuan dari Kementerian PUPR,’’ beber Kepala DLH Tabanan Anak Agung Ngurah Raka Icwara, Jumat (29/11) kemarin. TPS3R di Beraban tidak berfungsi maksimal disebabkan minimnya SDM yang mau berkutat mengolah sampah, di samping juga tidak adanya peremajaan mesin. Sedangkan di Pupuan hanya berfungsi untuk pengangkutan sampah, tanpa ada proses pengolahan. Namun, karena Desa Beraban merupakan desa wisata, pengangku-

tan sampah sudah langsung diambil oleh desa adat dan langsung dibuang ke TPA Mandung. Sedangkan untuk TPS di Pupuan masih baru sehingga perlu dilakukan pembinaan kembali. Sementara delapan TPS 3R lainnya masih berjalan lancar, hanya memang perlu dimaksimalkan lagi dalam pengolahan ataupun pengangkutan sampah. ‘’Bahkan bantuan pembangunan TPS3R ada yang dibangun dari dana Kementerian PUPR dan APBD daerah dalam bentuk pendampingan,’’ imbuh Raka Icwara. Delapan TPS3R yang berfungsi maksimal yakni TPS di Desa Antap Kecamatan Selemadeg, TPS di Desa Batannyuh Kecamatan Marga, TPS di Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur, TPS di Desa Jatiluwih, TPS di Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri, TPS di Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan dan TPS di Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan. Di tahun 2019, DLH akan kembali mengajukan sejumlah permohonan untuk penambahan pendirian TPS3R. Hanya selama ini terbentur

dengan syarat sesuai dengan aturan, seperti luas lahan minimal 4 hektar dan lahan harus milik kelompok atau pemda, tidak diperbolehkan milik pribadi, serta keberadaan jalur keluar-masuk kendaraan. ‘’Pernah dulu di TPS Desa Tajen Kecamatan Penebel gagal setelah disurvei provinsi karena jarak masuk truk pengangkut terlalu sempit,’’ jelasnya. Karena semua TPS3R yang ada di bawah pembinaan DLH Kabupaten Tabanan, pihaknya terus akan melakukan pembinaan dan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa jangan dulu memikirkan profit atau keuntungan tetapi lebih memikirkan tentang sanitasi lingkungan. ‘’Kami terus akan pantau supaya TPS yang ada membantu dalam pengolahan sampah,’’ tegasnya. Seperti diketahui, tiap harinya TPA Mandung menerima rata-rata 80 ton sampah yang diangkut oleh 50-60 kendaraan. Pengangkutan sampah ke TPA Mandung didominasi pihak swasta. (kmb28)


BULELENG

8 Revitalisasi Pasar Banyuasri

Keperluan Rp 184 Miliar, Baru Tersedia Rp 75 Miliar Singaraja (Bali Post) – Revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng ditargetkan mulai dikerjakan tahun 2019 mendatang. Dari perencanaan total dana yang diperlukan menyelesaikan pembangunan pasar terbesar kedua di Bali Utara itu mencapai Rp 184 miliar. Dari jumlah keperluan dana sebesar itu, Buleleng baru bisa menyiapkan anggaran Rp 75 miliar. Kekurangannya, Rp 109 miliar lagi, masih diupayakan dengan cara melakukan pendekatan ke pemerintah pusat, maupun mengandalkan sokongan dana bagi hasil dari Pemkab Badung. Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Kamis (29/11) kemarin mengatakan, sesuai hasil pembahasan dan penetapan APBD Buleleng 2019, pelaksanaan revitalisasi Pasar Banyuasri menjadi satusatunya pasar semimodern di Den Bukit yang dimulai tahun depan. Merealisasikan target itu, pemerintah daerah juga sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tahap pertama senilai Rp 75 miliar. Dana sebesar itu didapatkan dari anggaran APBD Buleleng Rp 50 miliar. Selain itu, melalui kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster, telah dialokasikan dana untuk mendukung revitalisasi Pasar Banyuasri pada APBD Bali 2019 sebesar Rp 25 miliar. “Tahun depan, revitalisasi pasar itu akan dimulai. Kita baru siapkan Rp 75 miliar saja. Sambil jalan, Bupati masih melakukan lobi untuk mendapatkan tambahan dana,” katanya. Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng itu, kebutuhan anggaran sampai revitalisasi rampung seratus persen, memerlukan anggaran Rp 184 miliar. Itu artinya, dengan dana yang sudah disiapkan Rp 75 miliar, maka masih kekurangan Rp 109 miliar. Untuk memenuhi kekurangan dana itu memang memerlukan perjuangan berat. Namun, pihaknya optimis kekurangan anggaran itu bisa dipenuhi. Salah satu andalan untuk menutupi kekurangan dana itu adalah bantuan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Satu harapan tambahan dana itu dari bantuan dana bagi hasil (DBH) Pemkab Badung. “Kita berharap sambil jalan usulan di pusat termasuk sokongan dari DBH Pemkab Badung yang sudah ada gambaran akan disetujui, sehingga anggaran yang kita perlukan itu dapat dipenuhi,” jelasnya. Di sisi lain, Puspaka mengatakan, secara teknis pelaksanaan revitalisasi belum bisa dipastikan berapa bulan atau berapa tahun. Ini karena masih tergantung hasil tender pengerjaan yang dilakukan Bagian Layanan Pengadaan (BLP) barang dan jasa pemerintah. Namun, Puspaka menyebut bisa saja akan ditempuh skema lain dari pemerintah. Seperti memakai pola pelaksanaan proyek pada tahun jamak. Artinya, pelaksanaan proyek dilakukan di awal dengan realisasi pembayaran tahun berikutnya. “Kita belum tahu lama pelaksanaan proyek itu nanti. Hal itu ditentukan hasil tender saat penandatanganan kontrak. Skema lain kita akan lakukan pelaksanaan di tahun jamak. Sedangkan, pembayaran pekerjaan pada tahun berikutnya,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Buleleng merevitalisasi Pasar Banyuasri menjadi pasar semimodern. Tahun ini, pemkab sudah menyelesaikan penyusunan detail engineering design (DED). Dari perencanaan itu, pasar ini akan disulap menjadi tiga lantai. Selain menyiapkan kios dan los untuk pedagang tradisional, juga disiapkan los khusus untuk memasarkan buah asli Buleleng, dengan kualitas terjamin. Selain itu, aneka resep kuliner asli Bali Utara akan dijual di Pasar Banyuasri itu. Dengan konsep pasar semimodern, pasar ini juga dipercaya dapat menunjang pengembangan daerah tujuan wisata (DTW) di Bali Utara. (kmb38)

Warga Diminta Waspada Banjir Singaraja (Bali Post) Mendekati musim hujan tahun ini, warga di Kota Singaraja dimimta waspada terhadap terjadinya bencana banjir. Lokasi rawan terdampak banjir di jantung Kota Singaraja terutama yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS). Dari pengalaman peristiwa banjir awal 2018, justru banyak wilayah lainnya jadi sasaran banjir. Bahkan, sempat mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana, Kamis (29/11) kemarin, mengatakan risiko banjir yang tergolong tinggi itu akan terjadi di perkotaan. Mengantisipasi bencana tersebut, BPBD mulai melakukan pembersihan alur sungai. Seperti pembersihan dilakukan di Sungai (Tukad -red) Buleleng dan Tukad Saba. Di dua sungai terbesar itu diupayakan normalisasi dan pembersihan sampah. Hal itu akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Selain itu, aparat di tingkat kecamatan juga diminta ikut membersihkan alur sungai di kawasan masing-masing. Sementara di perkotaan, penanganan banjir sedikit terhambat dengan persoalan pelik. Seperti banyak sampah yang menyumbat saluran air itu. Kondisi itu justru memperparah potensi banjir di sebuah wilayah bersangkutan. “Masalah ini yang sedang kami tangani bersama masyarakat. Sumbatan sampah di saluran itu terjadi karena perilaku warga membuang sampah sembarngan masih saja terjadi,” jelasnya. Suadnyana menambahkan, selama ini, BPBD gencar melibatkan masyarakat turun dalam upaya melakukan langkah pencegahan. Dengan cara itu dipercaya masyarakat paham bahwa bencana itu dapat dicegah lebih dini. Selain melakukan pembersihan alur sungai dan saluran air, BPBD Buleleng juga akan melakukan pemangkasan pohon perindang. Mengingat potensi pohon tumbang maupun dahan patah di sepanjang Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk itu sangat tinggi. “Biar tidak ada persepsi terjadi musibah tahunan. Perlu masalah itu dapat dicegah dengan elegan. Mari kita tangani bersama-sama untuk menekan jatuhnya korban,” ujar Suadnyana. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450

Jumat Wage, 30 November 2018

Dinas PUPR ’’Blacklist’’ Kontraktor Nakal

Singaraja (Bali Post) –

Desakan Komisi II agar kontraktor nakal diberikan sanksi tegas nampaknya mulai diikuti Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Buktinya, salah satu kontraktor lokal dijatuhi sanksi blacklist. Pasalnya, rekanan ini tidak mampu menyelesaikan pelaksanaan proyek setelah diberikan perpanjangan pengerjaan sampai 50 hari setelah kontrak berakhir. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya usai mengikuti sidang paripurna penetapan Rancangan APBD tahun 2019 di gedung DPRD Buleleng, Rabu (28/11) lalu mengatakan, rekanan yang diblacklist itu sebelumnya mengerjakan pelaksanaan proyek rehab bangunan pelengkap (senderan - red) jalan Sekumpul – Lemukih - Yeh Ketipat dan Sekumpul - Galungan. Paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 302,8 juta tersebut seharusnya rampung 10 September 2018 lalu. Da-

lam perjalanannya, proyek itu tak juga tuntas. PUPR memberikan batas waktu perpanjangan 50 hari kalender. Meskipun mendapatkan perpanjangan waktu, rekanan dikenakan denda senilai Rp 302.800 setiap hari. Sampai perpanjangan waktu itu berakhir 30 Oktober 2018, pekerjaan tetap saja tidak kunjung rampung. Hingga batas waktu perpanjangan itu, realisasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan hanya 54 persen. Setelah pemerintah memutus kontrak, kontraktor bersangkutan diinstruksi-

kan agar membayar denda ke kas daerah. Total denda Rp 15,14 juta telah diterima ke Kas Daerah. Selain itu, pemerintah juga merealisasikan jaminan proyek Rp 20 juta yang sebelumnya dijadikan jaminan oleh kontraktor pelaksana. “Mekanisme sudah kita lakukan dan langkah terakhir mulai 31 Oktober 2018, kami berikan sanksi blacklist itu,” katanya. Pemerintah daerah kata Suparta Wijaya, sama sekali tidak lunak dengan kontraktor yang tidak mampu mengerjakan paket proyek

sesuai kontrak. Sebelum menjatuhkan sanksi itu, pemerintah harus mengikuti prosedur yang tercantum dalam klausul kontrak pekerjaan, dan Perpres No. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Kontraktor Nakal DPRD Buleleng menyayangkan banyaknya proyek pemerintah molor menjelang akhir tahun 2018. Dewan menuntut pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap kontraktor nakal. Salah satu sanksi tegas itu adalah menjatuhkan sanksi blacklist, sehingga kontraktor bersangkutan tidak bisa mengikuti tender proyek pemerintah pada tahun berikutnya. Ketua Komisi II DPRD

Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, masalah proyek molor menjelang akhir tahun itu tidak terjadi kali ini saja. Situasi ini terjadi hampir setiap tahun anggaran. Tidak ingin kejadian terulang, pihaknya mendesak pemerintah menjatuhkan sanksi blacklist. Bila sanksi ini dijatuhkan, maka kontraktor bersangkutan tidak dapat mengikuti tender pekerjaan proyek. Tidak cukup kontraktor, tetapi hal serupa perlu dilakukan kepada konsultan pengawas. Terjadinya proyek molor itu penyebabnya juga karena pengawasan tahapan pelaksanaan pengerjaan tersebut lemah. Sudah pasti, proyek molor ini sangat berdampak pada wibawa pemerintah daerah di mata publik. (kmb38)

Perebutan Kursi Rektor Undiksha

Masuk Lima Pendaftar, Semua Kandidat dari Internal BATAS waktu pendaftaran bakal calon (balon) Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) periode 2019-2023 telah berakhir Kamis (29/11) kemarin. Tercacat, ada lima pendaftar yang seluruh kandidatnya dari internal Undiksha, yakni Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. yang masih aktif menjabat sebagai rektor, Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. yang masih menjabat sebagai Wakil Rektor III, Dr. I Gusti Lanang Agung Parwata, S.Pd., M.Kes. selaku Kepala Unit Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. yang merupakan Dekan Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK), serta Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, Ketua LPPM Undiksha. Sesuai jadwal, pendaftaran dibuka sejak 13 November lalu. I Nyoman Jampel menjadi yang pertama datang ke sekretariat panitia. Rektor Undiksha itu datang pukul 12.10 Wita dan langsung menyerahkan berkas. Setelah itu, akademisi asal Kabupaten Badung ini mengatakan ketika pendaftaran, dirinya mengemban komitmen yang sama dengan pendaftaran periode

Lima Kandidat Bakal Calon Rektor Undiksha l l l l l

MENDAFTAR CALON REKTOR - Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mendaftar sebagai bakal calon rektor periode 2019-2023, Kamis (29/11) kemarin. pertamanya tiga tahun lalu. “Saya memang mendaftar. Komitmen saya sebagaimana saat mendaftar tiga tahun lalu. Saya ingin melanjutkan apa yang telah kita gagas bersamasama semua komponen Undiksha,” jelasnya. Pada kontestasi perebutan kursi rektor itu, panitia juga telah menyurati ratusan perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan kesempatan yang sama mengikuti pendaftaran. “Panitia memang mengundag perguruan tinggi lain. Yang jelas saya mendaftar ingin

menjadikan Undiksha itu lebih baik. Tidak ada lebih dari itu,” sebutnya. Mantan Wakil Rektor II Undiksha ini menyebutkan sudah melakukan persiapan menghadapi lawan nantinya. Visi misi yang menjadi roh untuk membangun perguruan tinggi sudah dipersiapkan. “Visi misi itu harus dilampirkan saat pendaftaran. Visi yang saya buat bagaimana bekerja empat tahun ke depan bisa mewujudkan visi yang ditetapkan oleh lembaga, yaitu menjadi universitas unggul

Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. Dr. I Gusti Lanang Agung Parwata, S.Pd., M.Kes. Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa

berlandaskan falsafah Tri Hta Karana di Asia tahun 2045. Saya berharap bisa terwujud sebelum itu,” katanya. Menghadapi pemilihan ini, tidak dibentuk tim khusus. Dr. Jampel memilih berjalan layaknya air. “Saya berjalan saja, berusaha jadi yang terbaik, tanpa saya harus membentuk tim-tim untuk memantapkan ini,” ungkapnya. Menurutnya, semua komponen Undiksha adalah timnya. Karena selama menjabat tiga tahun, semua civitas itu telah mendukung dan sangat berkomitmen terhadap visi terdahulu yakni berusaha mewujudkan apa yang divisikan oleh lembaga. “Itu yang saya pahami. Itu yang saya lihat. Astungkara bisa seperti itu. Saya tidak apa-apa, kalau ada yang lebih baik, monggo,” tegasnya seraya menyatakan tetap optimis bisa mendapatkan dukungan. “Tetap optimis,”

ujarnya. Sementara itu, Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. yang dikonfirmasi terpisah mengakui keikutsertaannya dalam pendaftaran. Hanya, belum bisa berkomentar banyak. Ditegaskan, langkahnya itu tak lain karena ingin turut membangun Undiksha semakin baik. “Kalau sekarang, Undiksha sudah luar biasa sekali. Saya hanya ingin ikut membangun,” katanya. Dengan adanya lima pendaftar itu, pihak panitia tidak lagi melakukan perpanjangan waktu pendaftaran. Sebab, sudah lebih dari empat pendaftar, sesuai syarat minimal. Pascapendaftaran ini, akan dilaksanakan seleksi administrasi. Seleksi itu berlangsung dari 30 November sampai 7 Desember. Pengumuman hasil penjaringan bakal calon dijadwalkan 14 Desember. (ad1147)

Potensial, Wisata Taman Karang di Bondalem

Struktur Patung Bima Diturunkan di Tengah Laut

Buleleng memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Bali. Potensi bahari itu secara langsung memberikan manfaat buat warga khususnya yang terjun sebagai nelayan dan yang bergerak mengelola wisata bahari. Salah satu paket wisata bahari yang sedang naik daun adalah spot penyelaman di laut. Paket unggulan yang dijual adalah pemandangan taman terumbu karang yang eksotik. Lalu, apakah kelebihan potensi bahari di wilayah Den Bukit itu? DALAM upaya mengoptimalkan potensi bahari itu, Pemkab Buleleng di bawah kendali Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) terus berkomitmen mendorong pengembangan wisata bawah laut di daerahnya. Pengembangan yang dilakukan tidak saja mengandalkan pemandangan bawah laut yang indah, namun kerja keras kelompok masyarakat yang peduli menjaga kelestarian biota laut itu menjadi modal unggulan Buleleng merebut prestasi. Dari kelebihan itu, akhirnya penghargaan baik berskala nasional maupun internasional pun direbut. Bupati menegaskan hal itu sebelum pembukaan Aksi Seni Tejakula (Aset) dan Buleleng Bali Dive Festifal (BBDF) 2018 di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula Rabu (28/11) malam lalu. Bukti keseriusan menjaga kelestarian alam bawah laut itu dengan cara warga Bondalem dan menggelar event yakni pembukaan Aset dan BBDF tahun ini. Kemudian, Bupati bersama tamu undangan menurunkan sebuah struktur terumbu karang berupa patung Bima di tengah laut. Alasan mengapa patung Bima itu diturunkan, karena tokoh pewayangan itu memiliki filosofi luhur. Adik dari Raja Astina, Yudishira, itu diperintahkan menyelam

ke dasar laut mengambil amertha (air keabadian red) untuk kesejahteraan hidup manusia. Amertha

itu dikenal dengan sebutan Tirta Kamandalu. Filosofi ini dijadikan pedoman sekaligus kepercayaan dengan semangat bersama mencintai alam terutama taman bawah laut. Dengan cara itu dapat memberikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada masyarakat itu sendiri. Setelah kawasan taman terumbu karang dikembangkan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, kata Bupati, potensi yang sama juga mulai menggeliat di kawasan Desa Bondalem dan Desa Tejakula. Potensi jenis taman terumbu karang di Pemuteran nyaris tidak berbeda den-

gan di kawasan Desa Bondalem dan Desa Tejakula. Taman terumbu karang di timur Buleleng itu keindahannya tergolong sangat baik dibandingkan potensi serupa di daerah lain. “Selain di Pemuteran, kita punya potensi yang sama di Bondalem dan Tejakula. Potensi ini terus kita dorong untuk dikembangkan, sehingga memberi manfaat positif untuk lingkungan dan mendatangkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Keberhasilan pengembangan wisata bahari di Bondalem, kata Bupati, tidak bisa dipisahkan dengan kerja keras dan ke-

mauan aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Bupati mengaku bangga atas kepedulian dan kesadaran warga menjaga kelestarian bawah laut di Desa Bondalem itu. Bupati juga berharap agar potensi itu dijadikan modal pengembangan industri pariwisata di Den Bukit. “Dengan konsep membangun bersama masyarakat sudah terbukti seperti adanya kesadaran menjaga kelestarian laut. Malah sekarang, warga sudah bisa mengelola potensi daya tarik wisata. Saya yakin potensi bahari itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (mud)

Bali Post/mud

TERUMBU KARANG – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menghadiri penurunan struktur terumbu karang serangkaian Aset dan BBDF 2018, Rabu (28/11) lalu.


GIANYAR

Jumat Wage, 30 November 2018

9

Bali Post/kmb35

MEMBERSIHKAN - Petugas BPBD Gianyar membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh.

Bencana Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Hantui Gianyar

Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Gianyar sejak Rabu (28/11) hingga Kamis (29/11) kemarin, memicu terjadinya bencana tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik di Gianyar. Kondisi ini mengakibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar sibuk melangsungkan evakuasi.

Kejadian terbaru pada Kamis (29/11) kemarin, bencana tanah longsor terjadi di Banjar Lebah, Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh. Jalur yang tergerus longsor itu menyebabkan tiang listrik tumbang membentang ke tengah jalan. Petugas BPBD yang menerima laporan ini langsung melakukan evakuasi ke jalur yang ter-

timbun longsoran tanah. Sebelumnya, Rabu (28/11) sekitar pukul 18.08 Wita sebuah pohon kresek setinggi 15 meter dengan diameter kurang lebih dua meter tumbang di Banjar Apuh, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Pohon itu menutupi badan jalan dan menimpa kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN). Petugas lang-

sung melakukan evakuasi hingga pukul 23.50 Wita. Akibat besarnya diame ter pohon, petugas hanya bisa mengevakuasi separuh badan jalan, supaya bisa dilalui pengendara. Proses evakuasi lanjutan dilakukan Kamis pagi kemarin. Selain itu, pada Rabu malam sekitar pukul 19.14 Wita juga terjadi banjir di

Jalan Raya Lebih, di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar. Petugas turun membersihkan saluran gorong-gorong yang tersumbat sampah. Evakuasi ini tuntas pada pukul 20.34 Wita. Kepala BPBD Gianyar Anak Agung Gde Oka Digjaya mengatakan, tingginya jumlah bencana sudah men-

jadi fenomena rutin mengiringi intensitas hujan yang tinggi. “Bencana semacam ini merupakan kejadian musiman. Kami minta masyarakat waspada dengan cuaca ini,” pintanya. Oka Digjaya mengingatkan, di wilayah Gianyar Utara yang merupakan dataran tinggi meliputi Kecamatan Payangan, Ubud, Te-

Ikuti Imbauan Gubernur

16 Kampung KB Terancam Mubazir

Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar selama ini menjadi salah satu yang gencar dalam menyelenggarakan program Keluarga Berencana (KB). Bahkan, ada 16 desa di Gianyar yang ditetapkan sebagai kampung KB. Namun, Pemkab Gianyar kini harus menyiapkan langkah baru, guna menindaklanjuti imbauan Gubernur Bali I Wayan Koster untuk menjalankan KB Bali dengan empat anak. Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu mengatakan, adanya perkembangan cakupan pemakaian kontrasepsi yang

meningkat dari data awal, menjadi tolok ukur dalam pencanangan suatu desa sebagai kampung KB. Dari proses itu, hingga saat ini ada 16 kampung KB yang sudah dicanangkan di Kabupaten Gianyar. ‘’Ada 16 desa yang sudah ditetapkan sebagai kampung KB,’’ ujarnya. Menurut Lesmana Trisnu, penetapan kampung KB bertujuan untuk membentuk keluarga yang berkualitas.

Salah satu penentu kualitas itu adalah kuantitas anak dalam satu keluarga, yakni hanya dua anak. ‘’Yang terpenting dalam kampung KB itu merencanakan keluarga yang berkualitas,’’ katanya. Lantas bagaimana dengan kebijakan Gubernur Bali yang mengimbau untuk menjalankan KB Bali dengan empat anak? Pejabat dari Puri Peliatan Ubud ini mengaku akan berkoordinasi terkait

imbauan stop kampanye program KB dengan dua anak di Bali tersebut. ‘’Kampung KB itu kebijakan pemerintah dan Bapak Gubernur juga perpanjangan tangan pemerintah. Kita tunggu petunjuk lebih lanjut,’’ tegasnya. Lesmana Trisnu menambahkan, apabila satu keluarga mampu punya anak lebih, kehidupan anak harus terjamin secara finansial, mulai dari dalam kandungan sampai remaja dan dewasa. ‘’Sebenarnya sejak awal tidak ada pembatasan jumlah anak, tapi bagaimana anak itu bisa tumbuh kembang dengan berkualitas,’’ ujarnya. (kmb35)

Ceria Wahyuni, Perbekel Antar-Waktu Desa Lebih Gianyar (Bali Post) Musyawarah Desa (Musdesa) dalam rangka pemilihan Perbekel Antar-Waktu Desa Lebih digelar di Kantor Desa Lebih, Rabu (28/11). Ada tiga bakal calon yang diusung dalam pemilihan ini. Proses ini akhirnya dimenangkan oleh calon nomor urut satu Ni Wayan Ceria Wahyuni. Berdasarkan laporan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lebih Gede Parta Wijaya musyawarah tersebut diikuti 90 orang, terdiri dari 30 orang dari masing-masing banjar di Desa Lebih. Hasilnya, masing-masing calon memperoleh suara beda tipis, seperti calon nomor urut 1 atas nama Ni Wayan Ceria Wahyuni asal Banjar Kesian memperoleh 35 suara, nomor urut 2 atas nama I Wayan Wijaya asal Banjar Lebih Duur Kaja memperoleh 26 suara, dan

nomor urut 3 atas nama I Made Durban Putra asal Banjar Lebih Beten Kelod dengan perolehan 29 suara. ‘’Dengan demikian, hasil perolehan Musyawarah Desa Lebih mengesahkan nomor urut satu atas nama Ni Wayan Ceria Wahyuni menjadi Perbekel Antar Waktu Desa lebih tahun 2018,’’ tegas Parta Wijaya. Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Perbekel Antar Waktu I Made Pagleg Suyatna mengatakan, pemilihan ini dilakukan sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 65 Tahun 2017 tentang Pemilihan Perbekel Antar Waktu yang penyelenggaraannya melalui Musyawarah Desa oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lebih. Sumber dana yang dipergunakan untuk musyawarah desa berasal dari anggaran APBDes Perubahan Tahun 2018 Desa Lebih.

Pj. Perbekel Desa Lebih Gede Bagiada mengatakan, pemilihan perbekel di Desa Lebih sudah digelar sejak 1973. Sementara dalam pemilihan perbekel antar waktu kali ini siapapun yang terpilih tidak akan memicu permusuhan. ‘’Tidak akan ada permusuhan di antara bakal calon dan banjar pengusung, karena bakal calon ini merupakan putra-putri terbaik Desa Lebih,’’ terang Bagiada. Camat Gianyar Ketut Suastika yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, menurut UndangUndang, masa jabatan Pj. Perbekel lebih dari satu tahun masih harus menjabat maka perlu dilaksanakan pemilihan antar waktu. ‘’Pemilihan perbekel antar waktu dilaksanakan dengan cara musyawarah mufakat terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan pemungutan suara,’’ terang Suastika.

Bali Post/kmb35

PEMILIHAN - Suasana pemilihan Perbekel Antar-Waktu Desa Lebih, Rabu (28/11). Suastika mengatakan, perbedaan pendapat merupakan hal yang sudah wajar, mengingat kita hidup di negara demokrasi. “Di sinilah peran serta masyara-

kat untuk menyatukan suara dan persepsi dalam musyawarah ini untuk memilih putra-putri terbaik Desa Lebih,” tegasnya. (kmb35)

Diduga Lakukan Pelanggaran Kampanye

Kasus Dua Caleg ”Incumbent” Diputus Hari Ini Gianyar(Bali Post) Setelah melewati beberapa kali persidangan, kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh dua caleg incumbent berinisial MR (DPRD Gianyar) dan KD (DPRD Bali) akan memasuki sidang pamungkas dengan agenda pembacaan putusan, Jumat (30/11) hari ini. Apabila hasil persidangan memutuskan ada tindak pidana, maka selanjutnya kasus ini akan dibawa ke Sentra Gakkumdu.

Dikonfirmasi, Kamis (29/11) kemarin, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan, selaku majelis persidangan, pihaknya tengah melakukan kajian awal dan hasilnya berupa rekomendasi. Setelah melakukan kajian, maka Bawaslu akan mengeluarkan putusan yang akan dibacakan dalam sidang pamungkas, Jumat ini pukul 15.00 Wita. Adapun hasil sidang

ini berupa rekomendasi. Apabila terbukti bersalah, maka rekomendasi bisa dibawa ke ranah kepolisian. “Kalau ada tindak pidana, maka akan dibawa ke Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu - red),” jelasnya. Menurut Hartawan, unsur Gakkumdu terdiri dari gabungan elemen, yakni Kejaksaan Negeri dan Kepolisian. Kasus itu dilaporkan oleh pelapor Sekretaris Perindo Gianyar I Nyoman

Arjawa. Ia melaporkan dua caleg incumbent. Pelapor menduga caleg incumbent itu melabrak pasal 280 ayat (1) huruf A, UU Pemilu No. 27 Tahun 2017 tentang kampanye di tempat ibadah. Sementara untuk saksi-saksi yang dihadirkan merupakan bagian dari prosedur sidang administrasi. Dari Bawaslu Gianyar menghadirkan saksi dari Anggota Satuan Reskrim Polres Gianyar dan Komisioner

Divisi Hukum KPU Gianyar. Bawaslu juga telah membacakan keterangan tertulis saksi ahli Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana M.Si. selaku guru besar Institut Hindu Dharma Indonesia (IHDN) Denpasar. Selama sidang yang digelar beberapa kali ini, juga diungkap beberapa bukti foto dugaan kampanye dan kartu nama. “Foto dan kartu nama itu bagian dari alat bukti,” tegasnya. (kmb35)

gallalang, dan Tampaksiring sangat rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Selanjutnya di kecamatan dekat pantai, yakni Gianyar, Sukawati dan Blahbatuh cenderung terjadi masalah banjir. “Saya tekankan masyarakat untuk waspada. Jangan sampai bencana ini memakan korban jiwa,” katanya mengingatkan. (kmb35)

SOSOK

Pengembangan Kompetensi SEKDA Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengajak seluruh jajaran Korpri dan PGRI Kabupaten Gianyar untuk berkontribusi dalam pembangunan di Gianyar. Dalam usaha percepatan pembangunan di Kabupaten Gianyar, ke depan Korpri diharapkan mampu lebih mempererat solidaritas para anggotanya. ‘’Terpenting adalah mendorong pengembangan kompetensi sumber daya manusianya agar menjadi aparatur yang profesional,’’ ujarnya saat apel HUT Korpri di Balai Budaya Gianyar, Kamis (29/11) kemarin. Pejabat bertubuh jangkung ini mengatakan, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional. Karena itu, upaya untuk memberikan yang lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara harus selalu ditingkatkan. Dihadapkan pada perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat, ASN juga harus melakukan banyak penyesuaian untuk mengantisipasi perubahan zaman. ‘’Sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, saya harap ASN Gianyar selalu meningkatkan integritas serta profesionalisme untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat,’’ tegasnya. Ia juga mengingatkan agar seluruh ASN di semua lapisan pemerintahan dan semua sektor tidak terjebak dengan ego sektoral, ego organisasi atau ego programnya masing-masing. Mengingat semua permasalahan yang ada di masyarakat bersifat lintas sektoral bahkan juga lintas daerah. ‘’Dengan berkolaborasi serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, diyakini ASN bisa mengaktualisasikan baktinya secara lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara,’’ katanya. (nik)

Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar

- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414


JEMBRANA

10

Jumat Wage, 30 November 2018

Diterjang Banjir

Senderan Sungai Ijogading Jebol di Dua Titik

Negara, (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Jembrana sejak dua hari belakangan ini menimbulkan sejumlah kerusakan akibat banjir dan longsor. Salah satunya kerusakan senderan Sungai Ijogading, tepatnya di Lingkungan Terusan Kelurahan Loloan Barat Kecamatan Negara yang jebol di dua titik yang terdapat di sisi barat. Senderan di sepanjang Sungai Ijogading ini membentang dari utara ke selatan dan juga difungsikan sebagai jogging track yang dibangun

di sisi barat dan timur. Yang jebol di dua titik terdapat di sisi barat. Dari pengamatan, Kamis (29/11) kemarin, jebolnya senderan titik pertama di sebelah utara sisi barat sekitar 100 meter. Sedangkan di titik kedua senderan sungai sisi barat sekitar 50 meter. Senderan Sungai Ijogading tersebut tingginya sekitar 4 meter. Menurut sejumlah warga, senderan sungai yang di atasnya dipasang paping untuk jogging track tersebut jebol, Rabu (28/11) siang. Diduga

karena diterjang air sungai yang meluap dan air hujan sangat lebat. Adi, seorang warga, mengatakan senderan di sana memang sudah lama menunjukkan gejala alami kerusakan karena kondisi tanah labil. Air sungai yang meluap deras memperparah kerusakan hingga senderan jebol. “Tanah juga merupakan tanah uruk. Kalau tanah aslinya dulu jalannya sempit. Ini jalan diperlebar, sehingga labil,” kata Pak Adi. Dikatakan, jika senderan jebol itu tidak ditangani,

dikhawatirkan jogging track tersebut akan terputus. Apalagi jogging track itu sering dipakai jalan pintas oleh warga. Selain itu jika tidak segera ditangani air sungai akan masuk ke pemukiman warga. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Jembrana I Wayan Darwin dikonfirmasi mengaku pihaknya belum mengetahui kalau senderan sungai Ijogading jebol. “Kami akan segera cek ke sana,” katanya. (kmb)

JEBOL - Senderan Sungai Ijogading di Lingkungan Terusan Kelurahan Loloan Barat Kecamatan Negara khususnya di sisi barat jebol di dua titik dan membuat jogging track yang kerap dijadikan jalan pintas terancam putus.

Hadapi Bencana, Aparat Pemerintah Diminta Sigap Negara (Bali Post) – Hujan deras cenderung ekstrem yang mengguyur di wilayah Kabupaten Jembrana, Selasa (27/11) malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah lokasi. Kondisi ini tentu saja menimbulkan keprihatinan. Jajaran pemerintahan diharapkan segera bertindak menangani dampak bencana. Selain itu harus dilakukan upaya antisipasi agar bencana tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha saat meninjau salah satu titik longsor di Kelurahan Pendem, Kamis (29/11) kemarin. Menurutnya pemerintah harus sigap menangani bencana. Karena itu, Pemkab Jembrana telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan saat ini telah dibentuk Forum Relawan Pengurangan Risiko Bencana (FRPRB). Dengan total ang-

gota 153 orang yang tersebar di tiap-tiap desa/kelurahan. Relawan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat bilamana terjadi bencana di daerahnya. FRPRB ini dibentuk melalui SK Bupati per 28 November 2018. “Tujuannya adalah agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan terarah terkait kebencanaan,” ujar Bupati Artha. Dari pendataan di BPBD Jembrana, hujan yang mengguyur selama 4 jam menimbulkan banjir di sejumlah lokasi di Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara. Wilayah yang dilanda banjir di dua kecamatan tersebut di antaranya Kelurahan Pendem, Kelurahan Lelateng, Desa Budeng, Kelurahan Banjar Tengah, Kelurahan Dauhwaru, Desa Dangintukadaya, Banyubiru, Kelurahan Loloan Barat dan Loloan Timur. Secara umum, yang paling

banyak terkena dampak yang berada di selatan Jalan Denpasar-Gilimanuk. Luapan air dari utara cukup besar sehingga ratusan rumah warga yang tersebar di sejumlah desa/kelurahan itu tergenangi air. Bahkan di Loloan Timur, karena derasnya air luapan selokan, tinggi air mencapai pinggang orang dewasa. Sementara itu di lokasi longsor, yakni rumah Wayan Sunardi, Lingkungan Pendem, Bupati Artha bersama Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan dan Sekda Made Sudiada meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan sementara. Material longsor menimpa tembok milik Wayan Sunardi. Warga Pendem itu mengaku bersyukur karena musibah ini tidak menelan korban jiwa. “Tanah longsor dan kena tembok belakang serta masuk sedikit ke pekarangan, yang penting saya dan keluarga bisa selamat ” tandas Sunardi. (kmb26)

Bali Post/olo

TERGENANG – Sejumlah warga berupaya menjebol bagian bawah jalan rabat beton di depan Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan lantaran sudah dua hari lamanya tergenang air.

Dua Hari Rumah Tergenang Air, Warga Nekat Jebol Jalan Negara (Bali Post) –

Sejumlah warga di Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kamis (29/11) kemarin nekat membuat gorong-gorong di bawah jalan. Pasalnya, sudah dua hari ini puluhan rumah di dusun tersebut tergenang air pascahujan deras. Air yang menggenangi rumah mereka tak dapat mengalir ke laut. Warga akhirnya bergotong royong menjebol bagian bawah jalan rabat beton supaya air dapat mengalir.

Bali Post/Olo

TINJAU LONGSOR – Bupati Jembrana I Putu Artha saat meninjau salah satu titik longsor dampak hujan deras pada Selasa malam. Bupati mengakui pemerintah harus sigap dalam menangani bencana yang datang sewaktu-waktu.

Warga KKS Antre Tukar Saldo dengan Beras

Jumlah Penerima Bantuan Non-Tunai Bertambah Negara (Bali Post) – Sejumlah warga yang tercatat dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kamis (29/11) kemarin rela antre untuk membeli beras. Bahkan sejak loket penukaran dibuka, warga yang memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ini sudah memadati depan lokasi. Warga ini hendak menukarkan saldo mereka senilai Rp 110 ribu dengan beras. Sistem yang diterima warga KPM ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana warga menerima langsung dalam bentuk beras atau biasa disebut raskin (beras untuk keluarga miskin).

Kepala Dinas Sosial Jembrana I Wayan Gorim mengatakan, untuk saldo yang diterima KPM tidak bisa ditukarkan dengan uang tunai. Melainkan dalam bentuk barang, salah satunya membeli beras. Program ini sebelumnya raskin, tetapi selanjutnya berubah menjadi beras sejahtera. Dan saat ini menjadi bantuan pangan non-tunai (BPNT). Bantuan untuk KPM yang sebelumnya uang tunai juga diganti dalam bentuk saldo yang bisa digunakan membeli pangan. Pertimbangannya, bila uang tunai dikhawatirkan tidak tepat sasaran ataupun digunakan untuk tidak semestinya.

Kini para KPM menerima uang non-tunai yang bisa digunakan untuk membeli barang kebutuhan pangan. Saat ini yang terdata di Jembrana, ada 10.035 kepala keluarga (KK) yang menerima. Jumlah ini menurutnya bertambah dibandingkan awal tahun lalu yang berkisar 9.000 KK. Dinas menurutnya terus melakukan pembaruan data KPM hingga dua kali setahun. Pembaruan itu dilakukan pada bulan Mei serta November. Untuk pembaruan itu dilakukan masing-masing desa dan kelurahan. Data itu selanjutnya dikirim kepada Kementerian Sosial selaku pemberi bantuan. (kmb26)

Bali Post/olo

ANTRE – Sejumlah warga pemegang KKS rela antre sebelum loket dibuka untuk menukar bantuan non-tunai dengan beras.

Warga nekat melakukan itu karena tak betah menderita rumah tergenangi air hingga berhari-hari. Akhirnya setelah berupaya melubangi dari kedua sisi jalan, air mengalir ke arah kampus Politeknik Negeri Kelautan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kalau tidak begini, air tidak mengalir. Surutnya lama. Belum lagi hujan masih mengguyur seharian ini,” terang Santoso, salah seorang warga. Warga

membuat lubang di bawah jalan rabat beton yang baru dibangun beberapa tahun ini. Genangan air yang sebelumnya memenuhi rumah warga perlahan surut. Sementara di sisi seberang jalan, air mengalir deras ke lahan kosong di dekat areal kampus. Sebelum dibangunnya kampus tersebut, menurut warga ada jalur pembuangan ke arah pantai. Namun setelah di jalur pem-

buangan air itu dibangun kampus dan tertutupi jalan beton, air sulit mengalir. Warga berharap setelah kampus ini rampung dikerjakan agar juga dilengkapi saluran pembuangan. Warga sebenarnya sudah berupaya membuat lubang sejak, Rabu (28/11) malam. Tetapi tak kunjung berhasil, sehingga dilanjutkan pada Kamis pagi kemarin. Meskipun mereka membuat lubang, tetapi tidak sampai

merusak jalan rabat yang menuju ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana Made Dwi Maharimbawa dikonfirmasi wartawan mengatakan, sebenarnya untuk saluran air di dekat kampus memang sudah ada. Dalam gambar rencana pembangunan kampus, drainase akan dibuat di dekat lapangan sepak bola atau agak jauh dari lokasi genangan saat ini. Terkait adanya genangan air di rumah warga itu tepat di depan pintu gerbang kampus, Dinas akan berkoordinasi dan menyampaikan usulan agar drainase diperpanjang. (kmb26)

Jalan Rusak di Sebelah SMP 5 Mendoyo

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Mengeluh Negara (Bali Post) Sejumlah warga di Banjar Yeh Satang, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo mengeluhkan jalan ke permukiman yang tak kunjung mendapatkan perbaikan. Padahal mereka sudah lama menyampaikan permohonan ke desa supaya jalan yang lokasinya bersebelahan dengan SMP Negeri 5 Mendoyo itu diperbaiki. Keluhan warga mengemuka mengingat gelontoran Dana Desa porsinya sudah banyak, namun jalan tersebut belum juga tersentuh perbaikan. Warga makin heran karena justru jalan lain yang masih relatif baik lebih dahulu diperbaiki. “Sudah lama kami mengajukan tapi tak ada realisasi, hanya dijanjikan saja. Padahal jalan ini menuju permukiman ada belasan KK (kepala keluarga),” ujar I Gusti Ketut Suardiana (35), salah satu warga. Sejatinya, jalan yang diberi nama Jalan Nakula itu sudah cukup lama rusak, bahkan hampir 10 tahun. Warga juga secara swadaya sudah memperbaiki dengan rabat beton dua jalur, tetapi tidak keseluruhan. Hanya beberapa titik yang mengalami lubang dan membahayakan. Keberadaan jalan ini sangat penting, bukan saja sebagai akses ke permukiman warga, melainkan juga akses siswa SMP Negeri 5 Mendoyo dan

keperluan sekolah lainnya. “Herannya sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan. Masih seperti ini. Justru di jalan lain yang dirabat,” tambahnya. Selain jalan yang rusak sepanjang kurang lebih 300 meter itu, tepat di pintu masuk jalan juga terdapat gorong-gorong yang jebol. Lubang di jalan desa itu oleh warga diuruk agar tidak membahayakan pengendara motor yang melintas. Warga berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki. “Apalagi sudah ada ADD. Jalan ini juga penting untuk akses siswa dan sekolah. Bagaimana kalau ada yang jatuh karena jalan rusak?” tukas warga lainnya. Di sisi lain, Perbekel Yeh Sumbul I Komang Dentra dikonfirmasi sore kemarin membenarkan untuk jalan di sebelah SMP N 5 Mendoyo itu memang sudah sering diajukan. Namun ada jalan lain yang sebelumnya sudah masuk sehingga dikerjakan dulu. Termasuk di tahun 2019 ini, menurutnya untuk jalan rabat beton di Banjar Yeh Satang diprioritaskan untuk akses umum, yakni jalan menuju pura. “Kita prioritaskan di sana (pura) panjangnya 200 meter, rabat beton” ujar perbekel. Namun nantinya jalan yang menuju ke permukiman warga tersebut tetap akan diperbaiki. (kmb26)

Bali Post/olo

RUSAK – Warga di Banjar Yeh Satang, Desa Yeh Sumbul menunjukkan jalan yang rusak dan sudah sangat lama tidak diperbaiki. Padahal akses jalan tersebut juga penting karena sering digunakan untuk lalu lalang siswa SMP 5 Mendoyo.


Jumat Wage, 30 November 2018

KARANGASEM

11

Rumah Warga di Bebandem Tertimbun Longsor Beruntung, Pemiliknya di Luar Kamar

Amlapura (Bali Post) -

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah bencana banjir dan tanah longsor. Di Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Bebandem, sebuah rumah milik warga tertimbun longsor. Beruntung saat kejadian, pemilik rumah berada di luar kamar, sehingga mereka terhindar dari reruntuhan tembok rumah.

TERTIMBUN LONGSOR - Rumah milik warga di Banjar dinas Pengawan, Desa Sibetan, Bebandem tertimbun longsor.

Bali Post/kmb41

Pemilik rumah I Nyoman Mangun didampingi istrinya, Ni Made Wage, Kamis (29/11) kemarin menuturkan, kejadian tanah longsor yang menerjang rumahnya sekitar pukul 18.00 Wita. Sebelum longsor wilayah tersebut memang diguyur hujan lebat sejak pukul 12.00 Wita. ‘’Saat longsor terjadi, saya sama istri kebetulan berada di luar kamar. Saya dan istri kala itu belum tidur karena masih ngobrol di luar. Sebelum longsor, saya sempat nyapu di kamar. Beberapa menit setelah selesai nyapu tebing setinggi lima meter itu longsor. Awalnya, tebing di sebelah barat itu longsor. Setelah itu, tebing di sebelah timur menyusul. Untung saya dan istri belum tidur. Kalau sudah tidur saya berdua bisa tertimbun reruntuhan kamar. Ada dua kamar yang rusak,’’ ujarnya. Longsor yang menimbun rumahnya, kata Mangun, membuat dirinya sementara waktu tidak bisa tidur di kamar tersebut. Selain temboknya sudah hancur diterjang material longsoran, tempat tidurnya ikut

tertimbun. ‘’Pakaian sudah saya pindahkan di samping dapur. Sementara numpang tidur di rumah kakak,’’ katanya. Kadus Banjar Dinas Pengawan Kadek Surata mengungkapkan, pascamendapatkan informasi ada rumah warga yang tertimbun longsoran, pihaknya langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Selain itu, juga membuat laporan kejadian ke kantor Camat, Dinas Sosial, dan BPBD Karangasem. ‘’Kita minta mereka tetap waspada. Karena di belakang rumah itu juga masih terdapat tebing yang relatif labil. Semoga saja tidak terjadi longsor,’’ harapnya. Setelah belakangan ini mulai turun hujan, maka pihaknya mengimbau kepada warga yang permukimannya berada dekat tebing, senantiasa meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, tidak tertutup kemungkinan sewaktu-waktu bisa terjadi bencana longsor. Pastinya, semua pihak tidak menginginkan musibah menimpa warga. (kmb41)

2018, Ditemukan 54 Kasus HIV/AIDS Pembuatan Jalan Wajib Dibarengi Penataan Taman

Amlapura (Bali Post) Periode 2018, ditemukan 54 kasus penderita HIV/AIDS di Karangasem. Temuan itu tersebar di beberapa kecamatan di Karangasem. Seperti Kecamatan Kubu, Manggis, Abang, dan terakhir Kecamatan Karangasem. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Karangasem I Ketut Subawa mengatakan hal itu, Kamis (29/11) kemarin. Tercatat 54 kasus yang ditemukan pada tahun 2018, kata Subawa, yang sebagian besar menyerang kalangan remaja. Bahkan, usianya masih produktif, antara 15 sampai 30 tahun. Mereka berkerja di Denpasar. Penderita baru HIV/AIDS itu tergolong masih usia produktif. Kemungkinan mereka terkena di Denpasar akibat pergaulan bebas. Apalagi di Denpasar banyak kafe serta diskotek. Potensi

seks bebas biasanya lebih tinggi daripada Karangasem yang jauh dari pergaulan bebas. “Aslinya memang orang Karangasem. Tetapi mereka bekerja di Denpasar. Kemungkinan mereka terkena HIV/AIDS di Denpasar. Kasihan mereka usianya masih muda,” kata Ketut Subawa. Penularan kasus HIV/ AIDS itu kata Subawa, kebanyakan dari seks bebas. Pada usia produktif, biasanya remaja sering ganti pasangan. Gairah melakukan seks bebas itu tinggi. Jika itu terjadi, memang potensi mengalami HIV/AIDS cukup tinggi. Penderita HIV/AIDS tiap tahun ditemukan di Bumi Lahar. Hingga saat ini, penderita yang masih melakukan pengobatan di RSUD dan puskesmas sekitar 92 orang. “Kasus HIV/AIDS di Karangasem meningkat tiap tahun,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya berharap, warga dan pemuda menjauhi perilaku seks bebas. Baik heteroseksual maupun homeseksual. Harus setia pada satu pasangan. Seandainya ingin berhubungan, maka mau tidak mau harus menggunakan kondom agar tidak tertular virus HIV/AIDS. Guna menekan kasus HIV/AIDS, Dinas Kesehatan terus melakukan komunikasi, memberikan informasi, termasuk edukasi kepada pelajar dan teruna-teruni di Karangasem. Petugas memberikan pemahaman bahaya seks bebas, bahaya HIV yang mematikn. “Setiap tahun, kita pasti menggelar sosialisasi di beberapa tempat, seperti sekolah dan banjar. Sasarannya pelajar serta remaja. Mereka itu memang sangat rawan terkena HIV/AIDS. Semoga kasus ini bisa ditekan,” harapnya. (kmb41)

Jangan Semena-mena Rugikan Warga

Amlapura (Bali Post) Pembuatan jalan idealnya dibarengi penataan taman. Kontribusi itu penting agar masyarakat tidak merasa dirugikan. Jangan semena-mena, pembuatan jalan atau penataan jalan itu harus berpedoman pada peraturan yang berlaku. “Setiap kali ada pembangunan jalan harus menempel dan menyertakan peraturan yang berlaku supaya masyarakat bisa mengetahuinya jika ada kegiatan atau proyek,” ujar Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri usai meninjau proyek di Kecamatan Bebandem, Kamis (29/11) kemarin. Ikut medampingi inspeksi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum I Ketut Sedana Merta, Kepala Bagian P2 I Wayan Sujana, Plt. Kominfo Priagung Duarsa, Kabag Humas dan Protokol I Gede Waskita Suta Dewa, dan Camat Bebandem. Saat meninjau proyek rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah irigasi Puseh, Bupati meminta pihak desa memperbaiki sumber mata air

dari dana Bumdes. Jika ada kendala dalam pengerjaan, pihak desa bisa melaporkan ke pemerintah. ‘’Dan Pemkab siap memberikan segala bantuan,’’ ujar Bupati. Usai melakukan peninjauan proyek pembangunan di Kecamatan Bebandem, Bupati melanjutkan meninjau jalan yang hancur karena diterjang banjir yakni jalan yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Selat,

Karangasem. Proyek lainnya yang ditinjau Bupati adalah peningkatan jalan ruas Jalan Sesana-Bungaya Kecamatan Bebandem. Sumber dananya dari DAK. Pagunya Rp 2.948.600.000, nilai kontrak Rp 2.029.597.000 sisa dana Rp 919.003.000, persentase pengerjaan 31,17 %, pelaksananya PT Bale Dana. Rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi Puseh, Kecamatan Bebandem, sumber dananya dari DAK, pagu

Rp 1.315.420.000 nilai kontrak Rp 839.970.528 sisa dana Rp 475.449.472, persentase pengerjaan 36,14 persen. Pelaksananya CV Pakel Jaya Karya. Termasuk pembangunan Pasar Umum Bebandem Puseh Kecamatan Bebandem. Sumber dananya DAK, pagu anggaran Rp 2.226.000.000, nilai kontrak Rp 1.688.356.708, sisa dana Rp 537.643.292, dan persentase pengerjaan 24,15 persen. Pelaksana dari CV Raditya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TINJAU PROYEK - Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, meninjau proyek infrastruktur di Bebandem.

Akses ke Pura Penataran Nangka Tertutup Material Banjir

Warga Sempat Tak Dapat Melintas dan Beraktivitas Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya, Rabu (28/11) lalu, tidak hanya memicu terjadinya bencana tanah longsor. Hujan deras juga mengakibatkan terjadinya banjir. Dampaknya, akses utama menuju Pura Penataran Agung Nangka yang menghubungkan Dusun Butus, Tegal Bengkak dan Bukit Paon itu dipenuhi material lumpur dan kayu pascabanjir. Peristiwa seperti itu memungkinkan terjadi, karena jalur itu merupakan aliran Sungai Butus menuju Sungai Mbah Api. Lalu, bagaimamanakah dampak banjir itu terhadap warga sekitarnya?

AKIBAT kuatnya banjir yang menerjang membuat warga kesulitan melewati jalan menuju Pura Penataran Agung Nangka tersebut. Pasalnya, material galian berupa batu dan pepohonan memenuhi badan jalan. Beruntung, petugas Dinas PUPR dan BPBD Karangasem dengan cepat melakukan pembersihan di jalan tersebut, sehingga warga bisa lebih cepat melintasi jalan tersebut. Salah seorang warga, Made Gede Putu, mengungkapkan sebelum banjir menerjang wilayah itu, memang terjadi hujan sejak pukul 12.00 Wita. Banjir baru melanda jalan

sekitar pukul 17.00 Wita. Banjir itu cukup besar, membawa material seperti batu galian C dari utara serta material pepohonan. Kontan saja hal itu menyulitkan warga yang melintas. Pasalnya, material banjir itu memenuhi badan jalan. ‘’Saat hujan lebat dan air yang besar, warga tidak berani melintas. Jika melintas, sudah pasti mereka bakal diterjang banjir. Karena itu, warga berinisiatif mencari jalan alternatif. Sejak pagi, material galian dan pepohonan itu sudah memenuhi badan jalan,’’ ujarnya. Beruntung, petugas dari Dinas PUPR dan BPBD

Bali Post/kmb41

BERSIHKAN MATERIAL - Masyarakat bersama petugas Dinas PUPR bersama BPBD Karangasem saat melakukan pembersihan material banjir di jalan utama menuju Pura Penataran Agung Nangka, Desa Butus, Bebandem, Kamis (29/11) kemarin.

Karangasem melakukan pembersihan material, sehingga warga dapat melintas dan juga melakukan aktivitas. Bahkan, sepeda motor dan mobil sudah dapat melintas di jalan itu. Kadus Butus Gede Ngurah Sudarmana mengatakan, banjir yang menerjang itu disebabkan hujan lebat di hulu Gunung Agung. Air yang datang dari hulu itu cukup besar. Bahkan, membawa material galian dan pepohonan. ‘’Di utara, ada satu alat berat diterjang banjir. Tiang besar juga roboh akibat diterjang banjir ini,’’ ujarnya. Banjir seperti itu memang

sangat mengancam bangunan milik warga yang ada di dekat aliran sungai. Banjir juga mengancam bangunan sekolah SMPN 3 Bebandem. ‘’Jika terus seperti itu, bangunan dan rumah warga terancam tergerus. Sebab, bibir sungai dan bangunan itu sangat dekat dengan aliran sungai. Ini akibat alur sungai dirusak aktivitas penambangan,’’ ujarnya. Atas kondisi ini, Sudarmana berharap pemerintah daerah dapat membangun jembatan di lokasi ini. Karena jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar. Itu merupakan akses utama warga menghubung-

kan di Dusun Butus, Tegal Bengkak, Nangka dan Bukit Paon. Wilayah itu merupakan alur sungai besar, maka pihaknya berharap kepada pemerintah agar daerah itu diperhatikan. Salah satunya dibangun jembatan. ‘’Kami menyayangkan belum dibangun jembatan di alur sungai ini. Kami tidak ingin setiap ada hujan lebat, akses jalan itu tidak bisa dilewati akibat derasnya aliran sungai tersebut. Jika sudah begini, bukan warga saja yang repot. Semuanya akan sibuk. Karena itu, kami berharap ke depannya dibangun jembatan permanen,’’ harap Sudarmana. (eka)


KLUNGKUNG

12

Jumat Wage, 30 November 2018

Kasus Pengeroyokan di Catus Pata

Polisi Tahan Tujuh Tersangka Semarapura (Bali Post) Jajaran kepolisian dari Sat.Reskrim Polres Klungkung bergerak cepat mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap Made Segara, Klian Banjar Bias Kusamba, Kecamatan Dawan. Setelah mengamankan sepuluh orang pemuda yang diduga pelaku, delapan di antaranya langsung ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, tujuh di antaranya langsung dijebloskan ke balik jeruji besi. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana, Kamis (29/11) kemarin mengatakan, para tersangka yang ditahan itu antara lain Yusuf Bahctiar (29), Reza Prasetyo (20), M Abidin Shofiyulloh (20), Aldi Vitra Mahendra (19), Ari Hermanto (24), Didik Sugiarto (34), dan Mohamad Harits (25). “Satu tersangka lagi tidak ditahan, karena masih di bawah umur. Dia berinisial ASR (16). Sudah menjalani pemeriksaan di Unit PPA,” kata Ardana. Para tersangka langsung ditahan, karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun. Jika tidak ditahan, dikhawatirkan para tersangka kabur dan berupaya menghilangkan barang bukti. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Tindakan Kekerasan terhadap Seseorang atau Barang, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun enam bulan. Selanjutnya, pihak kepolisian akan melanjutkan tahapan

penegakan hukum kasus ini, melakukan pemeriksaan saksisaksi, hingga pemberkasan kasusnya, sebelum bisa dilimpahkan ke Kejari Klungkung. Ini sebagai upaya memberikan efek jera kepada tindak kekerasan berupa pengeroyokan. Apalagi, dilakukan dalam keadaan mabuk miras. “Kita berharap ini tidak terulang lagi,” katanya. Di pihak lain, korban Made Segara sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Klungkung. Setelah menjalani penanganan serius pada luka-lukanya, khususnya pada kepalanya. Peristiwa ini cukup mengagetkan warganya di Banjar Bias Kusamba. Tetapi, setelah mencermati para tersangka adalah warga pendatang, mereka yakin klian banjar mereka tidak bersalah. Kasus ini sempat ramai menjadi sorotan, karena terjadi di ruang publik hingga banyak pihak yang merekamnya. Pengeroyokan ini juga terekam jelas di CCTV di sekitar Catus Pata, hingga sempat viral di media sosial. Sebelumnya, Made Segara (34) dikeroyok delapan pemuda di simpang empat Catus Pata Semarapura, Selasa (27/11) malam. Pengeroyokan dipicu cekcok adu mulut di antara kelompok pemuda dengan korban yang menjabat sebagai Klian Banjar Dinas Bias ini, setelah korban merasa mendapat kata-kata kasar. Akibatnya, korban mengalami luka-luka hingga dilarikan ke RSUD Klungkung. (kmb31)

PEMBIBITAN - Sapi Bali yang dikembangkan di kepulauan Nusa Penida sebagai Pusat Pembibitan Sapi Bali.

Banyak Kelompok Simantri di Nusa Penida Tipe C

Semarapura (Bali Post) -

Perkembangan populasi sapi Bali selalu naik setiap tahun. Ini tak terlepas dari komitmen pemerintah daerah mengembangkan sapi Bali di Klungkung, di mana Kepulauan Nusa Penida ditetapkan sebagai Pusat Pembibitan Sapi Bali. Namun, saat ini masih ada 15 Kelompok Simantri yang bertipe C.

Bali Post/gik

PELAKU -- Para pelaku pengeroyokan Made Segara yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Bersaing sebagai Produk Unggulan

Endek dan Songket Klungkung Wajib Ikuti Tren

Semarapura (Bali Post) Kain songket dan endek telah menjadi salah satu produk unggulan Klungkung. Agar tetap bisa bersaing, produk songket dan endek harus tetap berinovasi, menghasilkan karya yang bisa mengikuti tren, dengan menciptakan motif dan corak yang inovatif dan kreatif sesuai dengan perkembangan zaman. Intinya, mampu inovatif dengan tidak mengesampingkan kearifan lokal yang ada. Perlunya perajin songket dan endek berinovasi disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat Kelompok UPPKS Dian’s Desa Gelgel, menjadi lokasi Kunjungan Lapangan dan Evaluasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dari BKKBN Pusat dan Provinsi se-Indonesia, Kamis (29/11) kemarin. Ketua Kelompok UPPKS Dian’s Desa Gelgel I Ketut Murtika menjelaskan, keberadaan kelompok UPPKS Dian’s merupakan salah satu unggulan UPPKS di Klungkung. Bentuk usahanya berupa kerajinan songket dan endek yang keberadaannya dapat memberikan ikon tersendiri terhadap perkembangaan songket dan endek di Bali, yang telah diwarisi secara turun-temurun. Kelompok UPPKS Dian’s perajin songket dan endek adalah kerajinan tenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang merintis dan mulai belajar nenun pada Tahun 1996. Saat ini, Kelompok UPPKS Dian’s Desa Gelgel kadernya sudah berjumlah 10 orang. Sementara itu, Bupati Suwirta berharap dalam kunjungan dan evaluasi ini, mampu memberikan daya dorong terhadap kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) lainnya. Selain itu, juga meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga. Bila memungkinkan, dapat tumbuh kelompok-kelompok UPPKS baru sebagai wadah ibu-ibu agar mempunyai pekerjaan sampingan. “Ke depannya kepada kelompok UPPKS Dian’s yang telah maju berkembang, dapat memberikan inspirasi dan inovasi tersendiri terhadap keberadaan kelompok-kelompok penenun lainnya,” kata Suwirta. Kunjungan dipimpin langsung Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Kushindarwito. Menurut Kushindarwito, kedatangannya ke Klungkung untuk saling mengenal satu sama lain dan bertukar pikiran agar kader-kader BKKBN Provinsi se-Indonesia dapat memberikan informasi berkaitkan dengan upaya-upaya pemberdayaan meningkatkan ekonomi keluarga. Tujuannya, supaya peningkatan ekonomi dapat berjalan bertahap sesuai tahapanya. BKKBN kini tugasnya tidak hanya mengurusi Keluarga Berencana dalam arti alat kontrasepsi, tetapi bagaimana kesejahteraan dan ketahanan keluargnya meningkat secara bertahap. Pada kunjungannya ke Klungkung, Kushindarwito didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Wayan Ringin, menyerahkan bantuan mesin jahit kepada kelompok UPPKS Umanyar, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan serta kelompok UPPKS Sari Agung, Desa Selat, Kecamatan Klungkung. Dengan bantuan itu, UPPKS lainnya juga bisa berkembang dan memberikan dampak bagi lingkungan rumah tangga di sekitarnya. (kmb31)

Bali Post/gik

Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Klungkung I Nyoman Landra, Kamis (29/11) kemarin, menyampaikan total ada 72 Kelompok Simantri di Klungkung. Terbanyak ada di Kecamatan Nusa Penida 35 kelompok, Kecamatan Klungkung 16 Kelompok, Kecamatan Banjarangkan 13 kelompok dan Dawan sebanyak delapan kelompok. Kelompok Simantri tipe C, dikatakan tersebar di seluruh kecamatan. Simantri dibagi ke dalam tiga tipe, yakni tipe A (Sangat Bagus), B (Bagus), dan C (Sedang). Simantri tipe A, Simantri seperti pada umumnya yakni luasan lahan tujuh are, letak lahan tidak terlalu jauh dari permukiman penduduk dan ada sumber mata air. Sedangkan tipe B untuk mewadahi kelompok tani yang tidak mampu menyiapkan lahan representatif. Misalnya, lahan luasnya kurang dari tujuh are, topografinya miring sehingga kandang sapi bisa dipecah dalam posisi berdekatan. Simantri tipe C itu apabila posisi unit Simantri jauh dari permukiman, tidak ada sumber air dan sumber pakan. Dalam aspek penilaian, kata Landra, Simantri tipe C artinya ada

beberapa aspek yang belum terpenuhi. Misalnya, ada petugas pendampingnya yang tidak maksimal, hingga pemanfaatan bantuan dari pemerintah yang dinilai belum maksimal. Sehingga, pihaknya ingin mendorong yang tipe C setidaknya menjadi tipe B. “Tipe C hanya istilah evaluasi sederhana yang kami pakai. Artinya, dalam penerapan paket teknologinya, yang masih belum maksimal, seperti teknologi budi daya sapi yang intensif, bibit, kandang, pakan, pemeliharaan, pencegahan penyakit, pemasaran, pengelolaan limbah padat/ kotoran sapi menjadi pupuk organik (kompos), pengelolaan bio urine, bio gas, dan lainnya,” jelas Landra. Menurutnya, selama ini Simantri telah mampu meningkatkan populasi sapi di Klungkung. Ini nampak dari data tiga tahun terakhir. Pada tahun 2016, jumlah populasi sapi sebanyak 38.732 ekor, terdiri dari di Kecamatan Nusa Penida sebanyak 22.731 ekor, Banjarangkan 7.907 ekor, Klungkung 3.301 ekor dan Dawan 4.793 ekor. Jumlah ini naik pada tahun 2017, menjadi sebanyak 41.586 ekor, berada di Kecamatan Nusa

Penida sebanyak 23.302 ekor, Banjarangkan 9.486 ekor, Klungkung 4.026 ekor dan Dawan 4.772 ekor. Sementara pada tahun 2018, data sementara hingga bulan Oktober menunjukkan sebanyak 42.478 ekor, dengan rincian Kecamatan Nusa Penida sebanyak 24.736 ekor, Banjarangkan 7.854 ekor, Klungkung 5.633 ekor dan Dawan 4.255 ekor. Simantri merupakan program Provinsi Bali. Landra menegaskan, di kabupaten sifatnya hanya mendukung dan bekerja secara bersamasama mensukseskan program tersebut, dengan dasar MoU Gubernur bersama Bupati. Landra berharap dengan pengembangan Simantri ke depan, populasi sapi Bali semakin meningkat. Sebab, hanya di kepulauan Nusa Penida menjadi tempat yang tepat untuk menjaga kemurnian sapi Bali. “Sapi Bali memiliki banyak kelebihan dibandingkan jenis sapi lainnya. Misalnya, lebih kebal terhadap berbagai penyakit. Terutama penyakit Jembrana,” kata Landra, yang bersedia pulang kampung ke Klungkung, membangun pertanian dan peternakan, setelah puluhan tahun menjadi ASN di Palembang. (kmb31)

Gara-gara KDRT, ”Security” RSUD Jadi Pasien RSUD

Bali Post/ist

PERAWATAN - Korban saat menjalani perawatan di UGD RSUD Klungkung. Semarapura (Bali Post) Ni Komang Sarini (38), security RSUD Klungkung asal Banjar Tengah Desa Selat, tak bisa bekerja seperti biasa. Kamis (29/11) kemarin, Sarini tetap pergi ke RSUD Klungkung, namun diantar ambulans. Dia pun terpaksa menjalani perawatan, karena menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) oleh sang suami, I Wayan Mustrawan (38). Kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Klungkung oleh korban, karena korban sudah merasa terancam. Kepada polisi, korban mengungkapkan sebelum peristiwa itu terjadi, Rabu

(28/11) lalu, awalnya korban mengaku hanya hendak mengambil kunci motor yang kebetulan ditaruh di dalam mobil suaminya. Karena tak kunjung ditemukan, korban mengaku sempat dua kali menanyakan langsung kepada suaminya. Namun, bukan jawaban yang menunjukkan di mana kuncinya, tetapi justru mendorongnya hingga terjatuh. “Korban saat itu mengaku sempat tak sadarkan diri,” kata Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sarjana. Setelah sadar, korban langsung memanggil tetangganya, I Gede Dronat (25), agar menelepon ambulans

keris. Ambulans inilah yang kemudian mengantar korban ke RSUD Klungkung untuk segera mendapat perawatan. Dari keterangan dokter yang menangani di rumah sakit, tidak ada luka serius yang dialami korban. Dia hanya mengalami jari kelingking kaki sebelah kiri bengkok dan tangan kiri bengkak. Namun, setelah mendapat observasi langsung dari dr. Ni Made Mayumi, korban dinyatakan mengalami stres akut. Polisi saat ini masih melakukan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan polisi, Kapolsek Sarjana mengatakan, rupanya keduanya memang sering bertengkar, karena masalah sepele. Kebetulan keduanya pengantin baru, di mana korban dulunya adalah janda. Sementara suaminya dulu adalah duda yang bekerja di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Klungkung. Akibat tindakan KDRT itu, kini Mustrawan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, tersangka belum ditahan dengan berbagai pertimbangan. Sarjana berharap kasus serupa tidak terjadi pada rumah tangga baru lainnya. Kalaupun ada persoalan, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin, agar tidak terjadi tindak kekerasan di dalam biduk rumah tangga. (kmb31)

SOSOK

Peka Selera Pasar

Menjalankan usaha di bidang kerajinan tidaklah mudah. Apalagi, di tengah situasi pasar lokal yang terus mengalami pasang surut di Bali. Tetapi, bagi pengusaha lokal Gede Suryawan, situasi demikian menjadi tantangan tersendiri. Setelah belasan tahun berkarier di bidang kerajinan, kunci bertahan dan berkembang, adalah harus bisa menyesuaikan diri atau bisa mengikuti tren pasar. “Saya khusus bergerak dalam kerajinan usaha batok kelapa. Jenis produk kita ada banyak. Tetapi, mana yang menjadi prioritas, tetap harus melihat tren pasar,” kata Suryawan, saat ditemui di tempat usahanya belum lama ini. Bentuk produknya ada berbagai macam. Ada batok kelapa yang diolah jadi mangkok, gayung, tempat tisu, tempat lilin, suvenir, lampu hias dan berbagai macam produk lainnya. Ketika tren pasar lebih dominan pada produk hiasan, maka itu yang banyak diproduksi. Demikian juga bentuk suvenir menyesuaikan agar mengikuti tren sebagai oleh-oleh khas Bali, yang mudah dijumpai di setiap art shop di Bali. Misalnya, Bali dikenal dengan babi, maka ada suvenir yang dibentuk menyerupai babi. Demikian juga suvenir yang unik-unik bermotif ukiran dan bentuk kreativitas bernilai seni lainnya. “Jadi, referensi kami banyak. Di sini, juga harus peka menangkap itu. Jadi, tak monoton bikin mangkok dan gayung saja. Setelah produksinya banyak, trennya sudah tidak dapat, maka barangnya akan lama laku terjual,” katanya, seraya menegaskan tren saat ini lebih kepada berbagai bentuk benda seni yang bisa memperindah ruangan. Saat ini tempat usaha Suryawan, Yande Batok, di Banjar Sarimerta, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan menjadi satu-satunya usaha yang bergerak di bidang mengolah batok kelapa menjadi benda-benda bernilai tinggi. Dia pun bisa mempekerjakan seluruh kerabat dan keluarganya dalam satu tempat usaha dan berkembang secara bersamasama. (gik)


Jumat Wage, 30 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Sekolah Bali Kiddy Bth: Senior,S1 Akuntansi, Pengalaman Min 2 Thn, Usia Max.30 Thn, CV Email ke:info@balikiddy.com

B.BP.164.11.18.0001134

Administrasi, IT & Marketing Kirim Lamaran & CV ke : hrdproperty818@yahoo.com WA.087860353156

B.BP.004.11.18.0001137

Cr Pngwas Projek&Logist STM/S1 Admin & Driver pria SMK/S1 CV:gentaproperty108@gmail.com

Dicr PRT Wnt pglmn Tgl Luar Jujur,Trnsp sendiri,Gaji Bagus Kerobokan Br.Anyar 08174716179

Cr Staf Gudang,Helper, Sales GajiBesar,081558096445/4745296

Dicr Segera Staff Accounting (Akuntansi)Lamaran Bawa Lsg ke PT.Golden Kris Tours, Jln Bypass Ngurah Rai 7 Sanur

B.BP.001.11.18.0001069

B.BP.001.11.18.0001070

Dcr Accounting/Admin Wnita Max 30Th Penglmn 2Th Lgs ke Jl.Gn Guntur No882/883 dg CV Lengkap

B.BP.001.11.18.0000936

Dcr Admin,Supir,Sales Tk Bangunan,Hub:08123676218

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692

Dcr Karyawati SMU utk Boutique Peng.Tdk Utama.Bw Lam ke Nogo Jln.Danau Tamblingan 104 Sanur

Bth Sgr Admin,Kasir, Waitress bisa Bhs Inggris H.087861864937

Dcr QS(S1) berpengalaman Hub.WA 085792272032

B.BP.004.11.18.0000981

B.BP.004.11.18.0001139

Cr Hairstylist,Therapist Spa u/Org Asing,Gj Bsr,Comm,THR, Bns,Cuti,081238438863,286330

B.BP.004.11.18.0001059

B.BP.001.11.18.0001119

B.BP.001.11.18.0001131

Dcr krywn RentCar SIM A,Jl.Werkudara Utr Legian,081338106061

B.BP.004.11.18.0001101

B.BP.001.11.18.0001120

Dicr pembantu utk villa alamat Jln.Kesambi Gg.Kesambi Indah No.22Kerobokan,H.081381302935

B.BP.001.11.18.0001141

Dicri Karywti utk Admin Min SMA/SMK, bs Excel/Word Berpengalaman.Ktr.Panjer Hub.081237509509

B.BP.004.11.18.0001129

Dicri Satpam/Housekeeping/T.AC Pengalaman,OB min SMP. POBOX 1009 Gianyar.Pling Lmbat 3 Des

B.BP.001.11.18.0001115

Dicari Staf Villa Laki2&Wanita Usia Max30th Speak English Hub 081338639511 area Seminyak

Lounge & Resto in Kerobokan Looking for:Waiter,Bartender, Floor Manager,Bar Manager, Pastry,Cook,Engineer,Cleaner, Management Staff.Only English Speaking Applicants CV to sia.mac.pedari@gmail.com

RUPA-RUPA

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.11.18.0001014

Dicari Segera Cook Wtr Ksr Cln Svc Lk/Pr 17-25Th SMP/SMA/D1 WA.081353673839 Gotham Resto Jl.Sriwijaya Legian B.BP.004.11.18.0001060

SERVICE

B.BP.001.11.18.0001140

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.11.18.0001117

B.BP.001.11.18.0001116

BIRO JASA

SERVICE DIJUAL RUMAH

SERVICE

SERVICE

SERVICE

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.11.18.0001130

Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.(SD) Olah Raga (W),Maintenance AC Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

B.BP.004.11.18.0001061

Therapist,JuiceBar,ScuritySIMA Reborn Spa,Sunset SS.PH:766744

B.BP.001.11.18.0000531

Yamaha Bisma dicari: 1.Supir; 2.Mekanik ; 3.SMA/SMK/D1. Hub: Teuku Umar 142 Denpasar

B.BP.001.11.18.0001039

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.01

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.02

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL HONDA

Accord’2006 Manual Htm,Istmw Full-Ori,KM 86Rb,STNK Baru, Antik Rp.98,5Jt 0811395363

B.BP.821.11.18.0001132

Honda CRV’2012 Putih Mutiara AT,Brng Istmw,Hub:081239801377

B.BP.001.11.18.0001121

TOYOTA

Altis 2003,Hitam,Terawat,Cat Mulus,Kondisi Bagus,Pajak Baru Harga 102Jt Hub.08123897546

B.BP.001.11.18.0000824

Inova’14 Putih mulus.MilPri, Jl. Kenyeri Gg II/3.Hp.081338569160 B.BP.001.11.18.0000997

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818

DIJUAL TANAH

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali Cp+6281318685007, No Brokerage

G.03

G.04

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05

B.BP.004.11.18.0001128

Dijl Tnh kav di Cekomaria Hub. 081805460556/085857011909 B.BP.001.11.18.0001136

DISEWAKAN GUDANG Dikontrakan Gudang + Kantor LT 1125,LB LT1 353,LT2 70m2,2KM, 5KT, PLN 3500Watt,Sumur Bor. A.Yani Utara.Hub:085238063577 B.BP.001.11.18.0000523

DISEWAKAN VILLA Disewakan Villa di Echo Beach, 3Kmr,150Mtr dari Pantai, Sudah Ada Usaha Hostel dgn 20Ranjang Bisnis Ramai Hub.087861693357 B.BP.001.11.18.0001081

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.11.18.0001125

Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346 B.BP.001.11.18.0001138

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.11.18.0000979

BIRO JASA

Djl Tnh 19,5 A Angantaka 7 A Sempidi 3A Jimbrn 085101572000

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

B.BP.001.11.18.0001142

B.BP.001.11.18.0000008


BANGLI

14

Jumat Wage, 30 November 2018

Bupati Janjikan Kenaikan Kesejahteraan Pegawai

RUSAK - Palinggih di Pura Penataran, Puseh, Bale Agung Desa Pakraman Tiga yang rusak tertimpa pohon beringin.

Bali Post/ina

Ditimpa Beringin, Pura di Desa Tiga Rusak Berat Bangli (Bali Post) Belasan palinggih di Pura Penataran, Puseh, Bale Agung Desa Pakraman Tiga, Desa Tiga, Susut, rusak berat akibat tertimpa pohon beringin setinggi puluhan meter. Musibah itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah setempat, Rabu (28/11) sore. Selain menyebabkan pohon tumbang, hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam itu juga memicu tanah longsor di sejumlah titik. Tumbangnya pohon beringin yang tumbuh di luar areal Pura Penataran, Puseh, Bale Agung Desa Pakraman Tiga terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Total ada 15 bangunan

suci yang mengalami kerusakan akibat kejadian itu. Sebanyak 13 di antaranya rusak parah, dan 2 lainnya rusak ringan. Palinggih yang rusak yakni Palinggih Batu Made, Palinggih Gunung Agung, Palinggih Mapurwa, Palinggih Betara Tulukbiyu, Palinggih Pasek Asti, Palinggih Mas Majapathit, Palinggih Rambut Sri Sedana, Gudang Penyungsung, Bale Pelik, Bale Dehe, Bale Timbang, Bale Pengaruman, dan Palinggih Dasar. Selain itu, tumbangnya pohon juga menyebabkan beberapa bagian tembok panyengker pura hancur. Penyarikan Desa Pakraman Tiga I Nengah Sukada

yang mendampingi Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama mengatakan, tumbangnya pohon beringin yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu pertama kali diketahui oleh sejumlah buruh yang bekerja tak jauh dari pura. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. ‘’Saat ini sedang dilakukan pembersihan oleh krama. Sebelum dibersihkan sesuai kepercayaan Hindu, kita laksanakan prosesi upacara kecil terlebih dahulu,’’ terangnya, Kamis (29/11) kemarin. Berdasarkan pantauan di lokasi, usai dilaksanakan ritual, ratusan krama setempat langsung bergotong royong

membersihkan batang pohon di areal pura. Krama juga membersihkan puing-puing palinggih dengan dibantu sejumlah petugas BPBD Bangli. Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Wayan Karmawan mengatakan, selain mengakibatkan bencana tersebut, hujan deras Rabu sore juga menyebabkan pohon tumbang di jalur Tembuku-Karangasem, tepatnya di Dusun Tingkad Batu Desa Jehem. Kejadian itu menyebabkan arus lalu lintas terganggu karena sebagian jalan tertutup oleh dahan pohon. Upaya penanganan sudah dilaksanakan oleh

Sekolah Kesulitan Biaya Upacara Keagamaan Bangli (Bali Post) -

Sekolah di Kabupaten Bangli selama ini kesulitan mendapatkan anggaran untuk membiayai sejumlah kegiatan. Salah satunya untuk membiayai pelaksanaan upacara keagamaan. Hal ini merupakan dampak larangan sekolah melakukan pungutan terhadap siswa. Ketua PGRI Kabupaten Bangli Nengah Wikrama mengatakan, meski selama ini ada dana BOS, namun sekolah-sekolah di Bangli masih kesulitan mendapatkan anggaran untuk membiayai pelaksanaan upacara keagamaan. Sebab dalam penggunaan dana BOS, tidak ada pos dana yang bisa dipakai untuk keperluan tersebut. ‘’Pos dana untuk itu tidak ada. Kalau untuk praktik mata pelajaran agama, boleh. Tapi untuk upacara keagamaan tidak boleh,’’ ungkapnya, Kamis (29/11) kemarin. Untuk membiayai upacara keagamaan, pihak sekolah hanya bisa mengupayakan dari dana punia siswa dan guru. Sebagaimana yang diketahui, dana punia sifatnya sukarela. Pihak sekolah tidak boleh memaksakan siswa maupun guru untuk menyumbang dengan nominal tertentu. ‘’Hanya boleh menyampaikan, siapa yang berkenan, madana punia. Untuk Saraswati misalnya, silakan,’’ terangnya. Wikrama yang juga Kepala SMPN 1 Susut ini menjelaskan lebih lanjut, dalam setahun anggaran yang dibu-

tuhkan untuk membiayai upacara keagamaan di sekolah tidaklah sedikit. Di sekolahnya, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 25 juta. Upacara keagamaan yang biasanya dilaksanakan di sekolah meliputi upacara seharihari, rahinan purnama-tilem, Saraswati, Galungan, Kuningan dan Tumpek Landep. Mengingat anggaran yang dibutuhkan cukup besar, pihaknya mewakili sekolah-sekolah di Bangli berharap pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dapat memberikan bantuan. ‘’Selama ini keluhan sekolahsekolah memang kesulitannya seperti itu,’’ imbuhnya. (kmb40)

Nengah Wikrama

Ratusan Ribu Bibit Kopi Dibagikan ke Petani

Bali Post/ina

SERAHKAN BIBIT - Kadis PKP Bangli Wayan Sukartana menyerahkan bibit kopi kepada kelompok tani. Bangli (Bali Post) – Setelah sempat gagal tender di tahun 2017, pemerintah akhirnya membagikan ratusan ribu bibit kopi arabika kepada delapan kelompok tani dan subak abian di wilayah Kintamani. Pembagian bibit

kopi ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi kopi di Kintamani. Kelompok tani atau subak abian penerima bantuan bibi, yakni Subak Abian Ulian Murni sebanyak 31.155 bibit, Kelom-

pok Manik Sedana 23.250 bibit, Kelompok Dana Pertiwi 23.250 bibit, Subak Abian Mekar Bulan Juning 23.250 bibit, Subak Abian Lunjangan 20.925 bibit, Subak Abian Kerta Buana Sari 15.385 bibit, Subak Abian Giri Puspita 22.785 bibit, dan Subak Abian Wana Sari Kenjung yang merupakan penangkar sebanyak 42.000 bibit. Bibit pohon kopi arabika yang dibagikan di Balai Subak Abian Wana Sari Kenjung Desa Catur, Rabu (28/11) lalu, adalah varietas sigararuntang. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sukartana menyampaikan, pengadaan bibit kopi itu merupakan kerja sama antara Pemprov Bali dengan Pemkab Bangli. Dia mengatakan, permintaan pasar terhadap kopi arabika asal Bali khususnya Kintamani setiap tahunnya meningkat. Hal ini disebabkan kopi arabika Kintamani merupakan salah satu

produk kopi yang diolah secara spesifik, yaitu dengan metode pengolahan secara basah. Di samping itu, kopi arabika asal Kintamani memiliki cita rasa yang sangat spesifik, yaitu memiliki rasa citrus. Menurutnya, Pemkab Bangli bekerja sama dengan Pemprov Bali khususnya Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan telah membantu subak abian atau kelompok tani dengan sarana produksi, benih dan alsintan baik prapanen maupun pascapanen. Dalam kesempatan itu, Sukartana meminta petani agar bantuan tersebut dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai mangkrak atau tidak dimanfaatkan. Apabila terjadi demikian pihaknya minta kepada klian subak atau kelompok tani dapat melaporkan kepada petugas lapangan agar dilakukan relokasi kepada kelompok tani atau subak abian yang memerlukan. (kmb40)

Dinas PU Provinsi Bali melalui mandor jalan setempat. Hujan deras juga memicu tanah longsor di jalur SelatKayuambua, tepatnya di Dusun Pengiangan. Kejadian ini menyebabkan arus lalin terganggu. ‘’Upaya penanganan dilakukan dengan mengerahkan alat berat milik Dinas PU Kabupaten Bangli,’’ terangnya. Pada hari kemarin, pihaknya mendapatkan sejumlah laporan bencana, seperti pohon tumbang di jalur Tanggahan Peken-Jalan Bau, tanah longsor di Dusun Tanggahan Talang Jiwa, dan longsor di Jalan Jurusan Penatahan menuju Bangli. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Perhatian yang diberikan Pemkab Bangli terhadap kesejahteraan pegawai dan guru di Bangli masih belum maksimal. Persoalan ini muncul akibat APBD Bangli yang tidak terlalu besar dan lebih difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan desa. Hal tersebut diungkapkan Bupati Bangli I Made Gianyar usai memimpin apel peringatan HUT ke-47 KORPRI dan HUT ke-73 PGRI, di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Kamis (29/11) kemarin. Terkait masalah itu, Made Gianyar berencana meningkatkan kesejahteraan seluruh pegawai dan guru pada tahun 2020. Dia mengaku bangga dengan capaian dan prestasi pembangunan Bangli. Bahkan menurutnya, capaian ini sudah melebihi target. Sebagai penghargaan atas berbagai capaian pembangunan, Made Gianyar mengaku tidak akan ragu lagi untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan guru. ‘’Kita segera akan melakukan evaluasi terhadap Surat Keputusan (SK) Tunjangan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil Berbasis Kinerja (TPPNSBK). Sehingga pada APBD 2020 mendatang, kesejahteraan PNS, guru dan PTT bisa ditingkatkan,’’ katanya. Untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) rencananya gajinya akan dinaikkan pada kisaran Rp 2 juta. M e s k i demikian, Bupati mengingatkan, peningkatan kesejahteraan PNS, guru dan PTT ini harus diimbangi dengan kinerja yang konsisten. Made Gianyar yang didampingi Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta dan Sekda Ida Bagus Gde Giri Putra meminta agar kinerja yang selama ini sudah baik bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dipaparkannya, tahun ini

Kabupaten Bangli dibanjiri prestasi. Seperti pada rabu (28/11), Desa Bangbang Kecamatan Tembuku, dikukuhkan oleh Mahkamah Konstitusi sebagai Desa Konstitusi. Sebelumnya, Kabupaten Bangli juga ditetapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai kabupaten/ kota pelaksana Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbaik satu nasional, di luar Pulau Jawa. Kabupaten Bangli juga ditetapkan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berprestasi se-Kawasan Indonesia Timur dan berprestasi Kawasan Jawa-Bali. ‘’Ada lagi, Satya Lencana Pembangunan Kependudukan dan Satya Lencana Pembangunan Koperasi. Juara satu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat nasional yang disabet oleh SMPN 1 Bangli dan berbagai prestasi lainnya. Tentu capaian yang sangat luar biasa ini tidak lepas dari kerja keras pegawai dan guru di Bangli,’’ tegasnya. (kmb40)

Bali Post/ina

I Made Gianyar

Rendah, Serapan Beasiswa untuk Dua Perguruan Tinggi Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli sejak 2017 menggelontorkan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Dari delapan perguruan tinggi yang diajak bekerja sama oleh Pemkab Bangli, terdapat dua perguruan tinggi yang serapan beasiswanya rendah. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Kamis (29/11) kemarin, menyebutkan delapan perguruan tinggi yang diajak kerja sama dalam pemberian beasiswa yakni Unud, ISI, IHDN, Undiksha, Stikes Buleleng, IPB, UGM, dan ITS. Kuota beasiswa yang disediakan di masing-masing PT tersebut bervariasi. Paling banyak di Undiksa, hingga 50-an. Nilai beasiswa yang diberikan per orangnya sebesar Rp 1 juta per bulan. Dijelaskan Suteja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan beasiswa berprestasi tersebut. Di antaranya, harus ber-

KTP Bangli, Indeks Prestasi (IP) minimal 3,5, serta wajib membuat dan melaporkan pertanggungjawaban penggunaan beasiswa setiap tahun. Khusus mahasiswa yang kuliah di ISI Denpasar jurusan kerawitan, pemerintah hanya mewajibkan syarat kepemilikan KTP Bangli, sementara untuk syarat IP 3,5 tidak diwajibkan. Demikian juga dengan mahasiswa yang berasal dari daerah khusus seperti Dusun Bunut, Madya, Batuh Meyeh, Desa Siakin, dan Desa Subaya yang kuliah di Undiksha dan Stikes Buleleng. ‘’Untuk yang dari daerah spesialis itu, asal ber-KTP Bangli bisa. Karena harapannya setelah mereka menyelesaikan pendidikannya di Undiksha dan Stikes Buleleng, mereka bisa mengabdi di wilayah desanya masing-masing sebagai tenaga guru dan tenaga kesehatan,’’ jelasnya. Diungkapkannya, dari se-

luruh beasiswa yang disediakan di delapan PT tersebut, tidak semuanya terserap habis. Setiap tahun ada saja yang tersisa. Dari delapan PT, kuota beasiswa yang paling banyak terserap ada di Undiksha dan ISI. Sebaliknya, yang paling minim serapannya ada di ITS dan IPB. Khusus di ITS, dari 10 kuota yang disediakan hanya terserap dua. Sementara IPB, serapannya nihil. ‘’Di ITS itu sebenarnya banyak orang asal Bangli yang kuliah di sana, tapi sudah ber-KTP kabupaten lain. Itu penyebabnya,’’ ungkapnya. Untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi tahun 2018, Pemkab Bangli menyediakan anggaran Rp 1,8 miliar. Sedangkan untuk program beasiswa tahun 2019 mendatang, anggaran yang disiapkan nilainya hampir sama dengan tahun 2017 yakni Rp 1 miliar. (kmb40)


15

Jumat Wage, 30 November 2018

Kepentingan Budaya guru harus mampu mengisi diri dengan IT. Sebab, tidak bisa dimungkiri perkembangan IT yang begitu pesat menuntut para guru untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam mentransfer ilmunya kepada anak-anak didiknya. Di samping juga aktif mengikuti pelatihan melalui workshop dan seminar-seminar yang berkaitan tentang peningkatan mutu pendidikan.

TIM Kelompok Media Bali Post (KMB) kembali melanjutkan penyaluran sumbangan ke tiga lokasi terdampak bencana gempa bumi di Lombok, Kamis (29/11) kemarin. Di lokasi pertama tim KMB membagikan susu untuk anak-anak di SDN 30 Cakranegara. Para siswa yang masih melakukan kegiatan belajar di tenda darurat ini masing-masing mendapatkan 1 boks susu. Dilanjutkan ke lokasi kedua dilakukan penyerahan di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais Kec. Sandubaya, Kota Mataram. Sumbangan sembako diserahkan untuk 217 KK yang diterima oleh Kepala Lingkungan Sudi Sudarsana disaksikan oleh warga. Lokasi terakhir di Dusun Karang Anyar, Desa Gerimak Indah, Kec. Narmada, Lombok Barat. Sumbangan sembako diberikan untuk 325 KK, diterima secara sombolis oleh Kepala Dusun Saharudin.

Terima Bantuan

Karenanya, Bupati Eka mengajak semua masyarakat Tabanan untuk mencintai Tabanan dan berbuat untuk Tabanan, sehingga Tabanan Serasi bisa terwujud. Dalam acara tersebut pula, Bupati Eka menerima bantuan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diserahkan Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi, Ph.D. Bantuan berupa PI Prukades dan rice milling unit untuk BUMDesa bersama Selemadeg dan bantuan Sarpras Air Bersih untuk Desa Jelijih Punggang, Pupuan. Ketua Panitia HUT Kota Tabanan Wayan Miarsana mengatakan, sebelum perayaan puncak HUT ke-525 Kota Tabanan, rangkaian acara Tabanan Fiesta #2 sudah dilaksanakan di masingmasing kecamatan. Sesuai tema yaitu ‘’Kluwung Pertiwi’’, budaya Tabanan yang beranekaragam dan memiliki ciri khas di masing-masing kecamatan diberikan ruang untuk tampil. ‘’Setiap kecamatan telah melaksanakan Tabanan Fiesta #2 dan setiap keunikan budayanya diberikan ruang untuk tampil. Tujuannya selain melestarikan juga sebagai ajang promosi pariwisata. Hal yang sama juga dilakukan pada perayaan puncak HUT Kota Tabanan yang ke-525,’’ ujar Miarsana.

Tidak hanya budaya, dalam perayaan HUT Kota Tabanan juga diberikan ruang promosi untuk produk pertanian dan UKM yang ada di Tabanan. Dalam perayaan tersebut juga masyarakat diajak untuk berbagi kepada masyarakat kurang mampu dengan program I Have A Dream. ‘’Jadi tidak hanya bersukacita tetapi dalam perayaan HUT juga masyarakat diajak untuk saling berbagi,’’ papar Miarsana. Selain program I Have A Dream, dalam acara perayaan puncak HUT ke-525 Kota Tabanan juga digelar acara Lelang Kasih. Jika I Have A Dream tujuannya mengabulkan impian anak-anak sekolah yang kurang mampu, maka lelang kasih untuk membantu lansia yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Adapun lelang kasih ini diberikan kepada penjual es lilin asal Desa Tista, I Nyoman Gindil (73). Dalam acara lelang ini, Gindil membawa es lilin buatannya dan dilelang dalam acara tersebut. Hasil penjualan lelang es lilin ini sepenuhnya diberikan kepada Nyoman Gindil. Dalam perayaan puncak HUT ke-525 Kota Tabanan yang berlangsung di Gedung Kesenian Ketut Maria ini turut hadir Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, Sekda Tabanan Wirna Ariwangsa, anggota DPRD Tabanan dan jajaran OPD Kabupaten Tabanan. (ad1150)

‘’Kalau dia (guru) menjadi edukator seharusnya guru setiap saat dia mengajar, setiap tahun mengevaluasi diri, menulis da segala hal yang berkaitan dengan pembaruan pembelajaran termasuk tantangan milenial ini,’’ katanya. Selain itu, Prof. Rumawan juga menilai pemerintah saat ini belum mampu menundukkan struktur pendidikan pada fundamental yang benar antara kepentingan politik, kepentingan ekonomi sebagai komoditas dan kepentingan budaya. Bahkan ketiga basic tersebut, menurutnya, dimainkan oleh orang-orang yang memainkan di bidangnya. Sehingga guru dianggap kena politisasi, komoditas dan budaya. ‘’Saya lebih cenderung mengatakan kita harus berbudaya. Sehingga guru terbebas dari politisasi dan komuditas, sehingga guru mempunyai kesempatan selebar-lebarnya dan seluas-luasnya meningkatkan kualitas dirinya,’’ tegas Prof. Rumawan. Ketua YPLP Provinsi Bali Made Suada berharap di era milenial seperti saat ini para

Ketua PGRI Provinsi Bali Gede Wenten Arya Suda mengatakan, perubahan akan selalu ada di sepanjang masa. Siapa yang cepat beradaptasi dengan perubahan, maka mereka tidak akan ketertinggalan dan mampu menciptakan inovasi sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. Sebab, di era milenial saat ini yang menjadi tantangan guru adalah perubahan itu sendiri, yaitu penguasaan IT. Ia pun menyoroti kondisi guru saat ini ada yang telah berusia dan masih ada yang muda. Bagi guru yang berusia di atas 50 tahun inilah yang sulit menyesuaikan dengan perubahan zaman tersebut, meskipun ada beberapa yang telah mau memotivasi diri un-

bukan mengajar dan harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Di samping juga harus mampu memberikan moral yang baik dan harus menjadi contoh yang baik kepada siswanya. Ketua PGRI Kabupaten Badung Tur Adnyana mengatakan, di Kabupaten Badung sistem pembelajaran di luar kelas dengan menggunakan IT sudah diterapkan. Siswa di sana lebih senang belajar di luar kelas. Bahkan, guru di Kabupaten Badung telah mendapatkan prioritas sarana dan prasarana tuk mengikuti perkembangan zaman milenial saat ini. Selain itu, dari tingkat kesejahteraan antara guru honorer, kontrak dan guru PNS penghasilannya jauh berbeda. Padahal beban tugas mengajarnya sama. Hal inilah yang menyebabkan lemahnya kondisi guru. Hal inilah yang menyebabkan guru-guru (honorer dan kontrak) yang berprestasi tidak mau menjadi guru dan lebih memilih beralih profesi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih. ‘’Inilah yang menyebabkan minat tamatan-tamatan SMA yang berprestasi untuk kuliah menjadi guru turun. Karena sudah minatnya turun, inilah yang menjadi tantangan kita ke depan, kita akan mulai dari mana, apakah kita berbicara kualitas gurunya dulu, kualitas pendidikannya dulu, atau kesejahteraan gurunya dulu yang kita tingkatkan?’’ tandasnya. Hal senada diungkapkan Ketua PGRI Kota Denpasar, Nyoman Winata. Guru merupakan agen perubahan, sehingga guru masa depan harus mampu menggiring, mengarahkan dan membina siswa. Oleh karena itu, guru harus lebih banyak mendidik,

Fenomena Unik

Perubahan Nama

Lalu apa tanggapannya terkait dengan perubahan nama Jalan Tol Bali Mandara. Direktur Utama JBT Enkky Sasono AW mengatakan, informasi wacana perubahan nama justru ia dapatkan dari media. Posisi JBT tidak pada posisi yang menentukan nama. Kewenangan penamaan jalan tol sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. ‘’Silakan,

kami akan ikuti apa pun yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,’’ tandasnya. Sebelumnya ada wacana untuk mengubah nama Jalan Tol Bali Mandara. Ada usulan memakai nama I Gusti Ngurah Rai dan Kebo Iwa. Nama pahlawan I Gusti Ngurah Rai kini sudah dipakai nama jalan by-pass dan bandara. Sementara Kebo Iwa yang selama ini dipakai nama jalan mempunyai peran dalam mempersatukan nusantara dengan sumpah palapanya Patih Gajah Mada. (kmb42)

Beri Pelatihan ‘’Sebagai pembina, desa adat bisa memberi pelatihan untuk mengelola toko mini modern. Misalnya dengan pembayaran digital, menata warung menjadi baik, dan lain-lain,’’ jelas politisi Golkar ini. Sementara terkait one village, one product, Sugawa Korry menyebut ide yang baik dan bahkan sudah sejak lama ingin dikembangkan. Pihaknya menyarankan adanya kajian dari hulu sampai hilir untuk produk primer atau produk pertanian. Kemudian ditunjang oleh industri pengolahan, kemampuan manajemen dan SDM, modal serta marketing. ‘’Yang terpenting, usaha tersebut dikelola dalam skala usaha yang ekonomis,’’ pungkasnya. Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana mengatakan, toko modern dengan kepemilikan desa adat merupakan sebuah bentuk pemberdayaan ekonomi desa adat. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan

masyarakat di desa adat, serta menumbuhkembangkan UMKM yang bisa diwadahi oleh BUMDes. Toko yang nantinya dibuat akan mencerminkan sebuah filosofi desa pakraman. ‘’Konsepnya sudah ada, sekarang kita push agar kita percepat ini. Sekarang perlu juga di desa pakraman didorong untuk menyamakan pandangan, karena desa pakraman banyak punya aset, kenapa tidak kita dorong itu,’’ ujarnya. Menurut Lihadnyana, keberadaan toko milik desa adat juga merupakan salah satu upaya pelestarian budaya menghargai dan bangga menggunakan produk sendiri. Untuk mempercepat realisasinya, harus dilakukan identifikasi karena masingmasing desa pakraman memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Hal ini pun sejalan dengan pengembangan one village, one product, yakni membangun sebuah kawasan untuk menghasilkan produk unggulan yang mempunyai ciri khas serta branding sesuai potensi masing-masing. (kmb32)

teknologi dan wifi secara gratis, sehingga proses pembelajaran di luar kelas telah berjalan dengan baik. Meskipun guru honorer lebih banyak dibandingkan guru PNS, namun perekrutannya melalui tahapan yang ketat, sehingga kualifikasinya sesuai dengan harapan pemerintah. Begitu juga dengan kesejahteraan guru di Kabupaten Badung telah optimal. Ketua PGRI Kabupaten Tabanan I Dewa Nyoman Sarjana mengatakan saat ini jumlah guru di Kabupaten Tabanan telah mencukupi dengan kualitas yang mema-

dai. Kendati demikian, ia berharap kepada guru agar bisa menyesuaikan diri dengan model-model pembelajaran yang diterapkan saat ini. Meskipun tidak semua nilai pembelajaran harus mengikuti model-model pembelajaran saat ini. Seperti halnya nilai kemanusiaan dan nilai sosial yang masih dipegang teguh oleh para guru. ‘’Robotik, namanya networking, namanya HP dan sebagainya itu tidak punya nilai kemanusiaan. Sehingga pembelajaran tatap muka, face to face harus tetap berjalan dengan pola-pola yang baru, sehingga tidak ada pemisah antara guru dan siswa,’’ tukasnya. (win)

‘’Ini fenomena unik karena awal operasi sebuah jalan tol, volume kendaraan biasanya 30 - 40 persen. Namun kita bisa langsung 90 persen. Tetapi setelah itu terus stagnan, di situ naiknya lamban,’’ ungkapnya. Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan ke depan, JBT akan membangun tempat layanan wisata di persimpangan Jalan Tol Bali Mandara, dinamakan Bedawang Nala. Di sana akan dibangun meeting point, rest area, stan UMKM, panggung seni. Semuanya akan dikemas bertaraf internasional. Diharapkan Bedawang Nala

akan menjadi tempat wisata baru dengan view indah sebelum berangkat ke bandara atau sambil menunggu keberangkatan. Bedawang Nala akan dibangun terapung sehingga tidak memerlukan reklamasi. Enkky juga menegaskan di sana tidak akan dibangun hotel karena memang tidak memungkinkan pembangunan hotel. Rencana luasan yang akan dibangun yaitu 5 hektar dengan konsep kura-kura. Selain membangun Bedawang Nala, JBT juga akan menggali potensi pendapatan yang bisa dilakukan di Jalan Tol Bali Mandara. Yaitu membangun PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) di atas

lajur motor. Dengan PLTS, JBT akan bisa menghemat pengeluaran listrik. Upaya ini dinilai strategis dalam jangka pendek dan jangka panjang. Untuk mengatasi defisit, JBT akan mengajukan restrukturisasi utang. Salah satu upaya untuk mendapatkan dana segar dengan menerbitkan bond untuk mencari dana segar berbunga fixed. Karena pendanaan dari bank berbunga floating dengan rate 9,75 persen. ‘’Dengan project bond, rate-nya fixed 8 – 8,5 persen. Ini pun akan menghemat pembayaran bunga sehingga break event point (BEP) akan bisa kita capai sesuai dengan business plan atau mungkin dipercepat,’’ jelasnya. (kmb42)

Bersifat Acintya

Selain itu, Tuhan di dalam agama Hindu adalah maha segala sumber ciptaan, ada di mana-mana dan bersifat acintya yang tidak bisa dipikirkan oleh keterbatasan pikiran manusia. ‘’Jadi keempat konsep ini dipertemukan dengan konsep internasional. Ajaran Weda diturunkan, teologi direvitalisasi, maka ketemulah teologi Hindu yang kita dapatkan pada seminar ini dan ini akan terjadi penyempurnaan terus dan akan menjadi bahan perkuliahan, di samping juga disebarkan ke masyarakat dan kampus-kampus lainnya di Indonesia, India, Malaysia,’’ ujar Ketua PHDI Provinsi Bali ini. Apalagi, dikatakan bahwa saat ini kampus IHDN

Denpasar telah mengikrarkan diri sebagai ikon kampus kerukunan pertama di Indonesia dan siap bersaing dalam keilmuan. Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI I Made Sutrisna, S.Ag., M.A. yang mewakili Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI mengatakan, pendalaman tentang te ologi, filosofi dan agama sangat penting di era milenial seperti saat ini. Sebab, dengan teologi dan filosofi masyarakat diarahkan pada pelaksanaan agama yang prinsipil dan ideal. Sedangkan agama menuntun ke hal yang lebih praktis. Sehingga dengan berbasis teologi, filosofi dan agama tantangan yang dihadapi bisa diadaptasikan dengan perubahan yang berkembang saat ini. Apalagi, perubahan yang terjadi saat

ini harus dihadapi. ‘’Jangan kontraproduktif seakanakan agama membikin kita susah, tetapi harus pintar beradaptasi dengan kepentingan kehidupan sekarang. Tentu arahnya yang positif sebagaimana esensi dari agama kita,’’ tandas Made Sutrisna. Pihaknya berharap dengan seminar internasional ini, tidak hanya umat Hindu, tetapi umat agama lainnya agar memegang teguh prinsip-prinsip positif dalam manjalankan kehidupan beragama. Jangan sampai prinsip-prinsip dalam agama dijadikan alat untuk kepentingankepentingan yang kontraproduktif. Gunakan prinsip-prinsip agama untuk membangun kehidupan yang harmonis, bekerja lebih giat, kreatif dan inovatif. (ad1126)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Wage, 30 november 2018

Liga 3 Indonesia

PS Badung Terganjal Mangupura (Bali Post) – Langkah PS Badung terganjal. Tim Keris ditaklukkan Perssu Sumenep, Madura, dengan skor 1-2 pada lanjutan pertandingan penyisihan babak 32 nasional Grup D Liga 3 Indonesia di Stadion Samudra, Kuta, Kamis (29/11) kemarin. Pada laga lainnya di Lapangan Beji Mandala, Pecatu, Lampung Sakti bermain imbang 1-1 kontra Persedikab Kediri. Hasil ini menempatkan Lampung Sakti di puncak klasemen sementara dengan nilai 4 diikuti PS Badung (3), Perssu (3) dan Persedikab (1) hasil dua kali bermain. Perssu sudah unggul pada menit ke-20. Salah satu pemain Perssu melakukan tendangan ke gawang PS Badung yang dijaga Putu Febri Andika. Bola mental disambar striker Mochamad Rusli menjadi gol. Di babak kedua Nengah Sulendra dan kawan-kawan kembali tertinggal dari tim tamu. Kali ini Syaiful Choiry yang juga sukses menaklukkan Putu Febri Andika pada menit 72. PS Badung baru berhasil memperkecil ketinggalan melalui gol yang dicetak Novaldo Troy Wijaya pada menit ke-85. Ia sukses mengecoh pergerakan kiper Perssu, Joko Setiawan. Setelah itu tim tuan rumah tak mampu membuat gol lagi sehingga harus menyerah 1-2 dari Perssu. Asisten Pelatih PS Badung Kadek ‘’Loco’’ Ediana menilai asuhannya kurang tenang dalam menyelesaikan peluang-peluang yang diperoleh, sehingga banyak bola terbuang percuma. ‘’Keberuntungan kurang berpihak pada kami. Taktik dan strategi sudah mam- pu dijalankan semuanya dengan baik,’’ ujarnya. Menurut Manajer PS Badung Nyoman Graha Wicaksana, pasukannya harus bisa mengatasi Lampung Sakti p a d a pertandingan pamungkas yang digelar Minggu (2/12) lusa agar lolos ke babak berikutnya. (022)

Kejurnas Panjat Tebing

Bali Rebut Perunggu

Solo (Bali Post) – Kontingen Bali merebut medali perunggu pada hari pertama Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 di Solo Sport Climbing Center, Solo, Jateng, Rabu (28/11) malam. Medali itu didapat dari nomor lead tim putra lewat perjuangan Rifaldi Ode Sandjaya, Danes Devrian Sandehang dan Temi Teli Lasa. Jatim menyabet 1 medali emas dan 1 perak. Emas dihasilkan dari lead tim putra, sedangkan perak didapat dari boulder tim putri. Tim putra Jatim diisi komposisi pemain Yohanes Angel Rossy Que, Akbar Huda Wardana dan Fatchur Roji. Medali perak lead tim putra direbut kontingen Jawa Barat yang menerjunkan Muhammad Rizal Ramdhan, Dimas Wahyu NR dan Bim Sigrid. Jatim menurunkan Pradeva Adelin, Choirul Umi Cahyaning Ayub, Fitria Hartani dan Amanda Nanda Mutia di boulder tim putri. Dalam babak final, tim putri Jatim menorehkan 1 top, 1 zone, 1 AT dan 6 AZ. Ketua Umum Pengprov FPTI Jatim Danu Iswara bersyukur bisa meraih medali emas dan perak di hari pertama kejurnas. ‘’Awal yang baik. Semoga performa atlet terus berlanjut sampai hari terakhir kejurnas,’’ ujarnya. Dengan raihan ini, Jatim yang merupakan juara umum kejurnas tahun sebelumnya memuncaki klasemen perolehan medali sementara dengan 1 emas dan 1 perak, disusul Jateng (1 emas), Jabar (1 perak) dan Bali (1 perunggu). (kmb)

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

profil

Liga Champions

Grup C Masih Panas

Paris – Paris Saint-Germain (PSG) mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 dalam lanjutan pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, Kamis (29/11) dini hari kemarin. Pada laga lainnya di Stadion San Paolo, Italia, Napoli menundukkan Red Star Belgrade 3-1. Hasil ini membuat persaingan untuk lolos ke babak 16 besar masih panas. PSG kini bertengger di peringkat kedua dengan koleksi 8 poin di bawah Napoli (9), mengungguli Liverpool (6) dan Red Star (4). Kemenangan pada laga pamungkas di markas Red Star pada 11 Desember mendatang akan memastikan langkah PSG ke fase sistem gugur. Sementara Liverpool membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol atau lebih ketika menjamu Napoli di Anfield pada hari yang sama. Kapten PSG, Thiago Silva, menyatakan timnya tak memiliki strategi khusus untuk mengatasi Liverpool. Berbicara kepada UEFA TV selepas pertandingan, ia menyebut kemenangan itu adalah buah dari kerja keras seluruh timnya. ‘’Tidak ada rahasia. Itu adalah buah kerja keras seluruh tim, termasuk staf pelatih yang memberikan kami banyak informasi penting. Ketika memasuki lapangan, kami tahu semua hal yang harus dilakukan untuk bisa menang. Terkadang sulit dan dalam beberapa kesempatan itu lebih mudah,’’ ujarnya. Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menyoroti sejumlah keputusan para pemainnya yang dinilai tidak tepat. ‘’Kami memiliki dua atau tiga situasi yang terlihat menjanjikan. Memang bukan peluang terbesar di dunia, namun dengan satu atau dua keputusan yang berbeda pertandingan akan berjalan lain. Kami ada di dalam pertandingan, tapi tidak cukup baik untuk memperoleh sesuatu,’’ ujarnya sebagaimana dilansir laman resmi UEFA. Di bagian lain, penyerang Napoli, Dries Mertens, menyatakan optimismenya menyongsong laga pamungkas di markas Liverpool bulan depan. ‘’Kami meraih kemenangan yang kami

inginkan, tapi itu tidak cukup untuk lolos karena hasil di Paris. Sekarang kami hanya perlu pergi ke Anfield dan bermain seperti di Paris, ketika kami hampir menang,’’ tegasnya. Mertens mencetak dwigol dalam kemenangan atas Red Star, melengkapi gol pembuka yang dicetak kapten tim Marek Hamsik. Barcelona Bek Barcelona, Gerard Pique, enggan jemawa atas keberhasilan timnya memastikan diri sebagai juara Grup B setelah menang 2-1 atas tuan rumah PSV Eindhoven di Stadion Philips. Hasil itu itu menempatkan Barca di puncak klasemen dengan raihan 13 poin, sehingga tak mungkin terkejar oleh Tottenham Hotspur (7) dan Inter Milan (7). Hotspur mengatasi Inter 1-0 pada partai lainnya. ‘’Kami menjuarai grup dan tentu menyenangkan menyadari babak gugur sudah di depan mata,’’ ungkap Pique. Keberhasilan Barcelona memastikan diri sebagai jawara Grup B melanjutkan catatan positif dalam 12 musim beruntun. Ia bersikeras bahwa timnya tidak bisa lengah menyongsong fase gugur kendati mencapainya dengan cukup mudah. Sebab, beberapa musim terakhir menunjukkan bahwa satu malam yang buruk bisa membuat sebuah tim tersingkir dari kompetisi ini. Barca (Grup B) lolos bersama Porto, Schalke 04 (Grup D), Borussia Dortmund dan Atletico Madrid (Grup A). Porto melaju usai menjungkalkan Schalke 3-1, Dortmund ditahan Club Brugge 0-0 dan Atletico membekap AS Monaco 2-0. (ant/rtr)

BERJUANG – Neymar masih harus berjuang untuk membawa PSG ke babak 16 besar.

I Nyoman Yamadhiputra, S.E.Ak., M.Si.

Silat untuk Kehidupan BALI dikenal silat tangguh. m e r a j a i kan nama A s i a n Salah satu I Nyoman S e t e l a h dunia persilatsebagai Binpres Ketua Umum ga Petanque InBinpres KONI, ia dan membina baru. P r i a Mei 1974 ini di tengah anak-anak tetapi ia dan tera n -

sebagai gudangnya atlet pencak Pesilat Pulau Dewata sempat PON serta mampu mengharumbangsa di ajang SEA Games, Games dan Kejuaraan Dunia. dari mereka adalah Yamadhiputra, S.E.Ak., M.Si. lama malang-melintang di an, Yamadhiputra kini sibuk KONI Bali dan menjabat Pengprov Federasi Olahradonesia (FOPI) Bali. Selaku bertugas mengembangkan cabang olahraga (cabor)

kelahiran Kediri, Tabanan, 30 sejak kecil hidup di kampung, lingkungan kehidupan di mana kecil sering berantem. Akan bukanlah tipe bocah pemberani sisih dari kehidupan perkelahian tarteman. Dirinya pun diam-diam mempelajari ilmu bela diri dengan membaca buku. ‘’Kala itu jarang ada tempat latihan bela diri,’’ kenang suami Ni Putu Sutradewi ini. Lelaki yang akrab disapa Yama ini baru berguru silat ketika duduk di bangku kelas I SMAN 1 Tabanan, menekuni Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri (PD). Bakat besar yang dimiliki membuat prestasinya cepat meroket. Pertama kali berlaga di Piala Korem langsung meraih medali perak. Yama selanjutnya merebut medali emas pada kejuaraan di Unwar (1993), Pomnas 1996 di Makassar, juara Invitasi Nasional Pencak Silat Brawijaya 1992 dan dan Piala Wali Kota Surabaya 1995. Ia kemudian direkrut Jatim bersama kakak beradik Gede Arya Heru Wibawa (alm) dan Ni Made Arya Dwi Menik Damayanti. Mengibarkan bendera Jatim pada PON 1996 di Jakarta, Heru Wibawa dan Menik mendulang emas, sedangkan Yama belum meraih medali. Pada PON XV/2000 di Jatim, Yama dan Menik menyabet emas, sedangkan Heru mendapat perak setelah tangannya patah di laga final. Karier silat Yama makin cemerlang. Ia mengantongi perak pada SEA Games 2001 di Malaysia serta meraih emas pada POM ASEAN 1998 di Brunei, Kejuaraan Dunia 2000 di Jakarta dan Kejuaraan Dunia 2004 di Singapura. Pada PON XVI/2004 di Sumsel, Yama menyumbangkan emas untuk Bali. Baginya, silat bermakna melangkah. Karena itulah setelah menekuni ilmu bela diri warisan nenek moyang, dirinya terus melangkah menata kehidupan. ‘’Saya menggeluti silat agar tidak salah melangkah, tetapi cekatan dan lugas dalam menuntaskan segala problema kehidupan,’’ papar ayah empat anak ini. (nel)

GMC Cirebon Petik Kemenangan Pertama

Denpasar (Bali Post) – GMC Cirebon akhirnya dapat memetik kemenangan perdananya pada seri pertama Piala Srikandi musim 2018-2019 yang berlangsung di GOR Merpati, Denpasar, Kamis (29/11) kemarin. Melawan Tenaga Baru Pontianak, GMC menang dengan skor 66-63. Jalannya pertandingan berlangsung ketat hingga kuarter keempat. Tenaga Baru yang bermaterikan para

pemain berpengalaman, harus meladeni permainan GMC Cirebon yang menerapkan pola permainan ala Korea yaitu main dengan umpan bola yang cepat dan melakukan pertahanan yang ketat dari area wilayah lawan. Dua pemain GMC Cirebon yakni Bella Sthefani dan Deniece Adriana Gunarto sama-sama mencetak 12 angka. ‘’Setelah kalah dari Scorpio, pelatih mengevaluasi kinerja kami

dalam hal free throw, rebound dan cara bertahan kami. Puji Tuhan hari ini kami menang dan bisa bermain lebih baik dari game sebelumnya,’’ ujar Christie Apriyani Rumambi, kapten tim GMC Cirebon yang musim lalu bermain untuk tim Merah Putih Jakarta. Fanny Kalumata membuat 20 poin dan 9 rebound untuk Tenaga Baru. ‘’Anak-anak sebenarnya bermain ba-

gus hari ini. Mungkin Dewi Fortuna yang belum berpihak kepada kami. Pemain kami juga belum komplet, tapi cepat atau lambat kami pasti meraih kemenangan,’’ papar pelatih Tenaga Baru Pontianak, Irma Amelya. Tenaga Baru Pontianak menghadapi pemuncak klasemen Tanago Friesian Jakarta dan GMC Cirebon berhadapan dengan Sahabat Semarang pada Jumat (30/11) ini. (kmb)

Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup

Kontingen Kopassus Tetap Teratas

TARUNG – Dua atlet bertarung pada Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8.

Denpasar (Bali Post) Sehari menjelang penutupan Kejuaraan Nasional Yongmoodo Kasad Cup ke-8 di GOR Praja Rakcaka, Kepaon, Denpasar, Kamis (29/11) kemarin, sebagian besar atlet dari kategori dan kelas memasuki babak final, kecuali final kelas beregu dan Rangkaian Teknik Gerak (RTG) yang akan dilaksanakan Jumat (30/11) ini. Kontingen Kopassus masih di posisi teratas dengan perolehan 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan, perolehan medali di babak final mengubah peringkat kontingen Kotama, Balakpus dan Pengprov peserta kejurnas. Kontingen Kopassus tetap teratas diikuti Kodam XVI/Patimura di posisi kedua dengan perolehan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Peringkat ketiga Kodam Jaya meraih 1 emas dan 1 perunggu, disusul Divisi 1/Kostrad memperoleh 1 emas dan 3 perunggu, Kodam XIV/Hasanuddin mendapat

1 emas dan 3 perunggu, Kodam I/ Bukit Barisan menyabet 1 emas dan 1 perunggu, Kodam IX/Udayana mengantongi 1 emas, Divisi 3/ Kostrad merebut 3 perunggu dan Pengprov Sumatera Barat memperoleh 1 perak. Selanjutnya Pengprov Sulawesi Selatan, Pengprov Sulawesi Utara, Pengprov Jawa Timur, Pengprov Bali dan Kodam Iskandarmuda masing-masing memperoleh 1 medali perunggu. ‘’Peta perolehan medali ini masih bisa berubah karena besok (hari ini) dipertandingkan babak final kategori beregu,’’ ungkap Jonny Harianto. Kategori beregu diikuti atlet Kodam Jaya melawan Kodam I/ Bukit Barisan dan atlet Kodam XVI/Patimura berhadapan dengan Kopassus. Sementara di kelas RTG berlaga atlet dari Divisi 3/Kostrad bertemu atlet Kodam XIV/Hasanuddin dan atlet Divisi 2/Kostrad meladeni atlet dari Kodam V/Brawijaya. (kmb36)

Widodo Cahyono Putro

Bali Post/wan

Widodo Mundur dari Bali United

Mangupura (Bali Post) – Menjelang berakhirnya kompetisi Go-Jek Liga 1 Indonesia 2018, satu hal yang cukup mengejutkan terjadi dalam tim Bali United. Widodo Cahyono Putro mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala tim Serdadu Tridatu. ‘’Ya, per hari ini saya sampaikan bila pelatih Widodo sudah tidak lagi bertugas sebagai pelatih kepala Bali United. Kami menerima pengunduran dirinya. Pelatih Widodo ingin fokus untuk persiapan pengambilan lisensi kepelatihan AFC A Pro pada Januari 2019 nanti. Kami dari manajemen sangat menghargai keputusan tersebut,’’ ujar CEO Bali United Yabes Tanuri, Kamis (29/11) kemarin. Pihak manajemen Bali United tetap memberikan apresiasi terhadap dedikasi

pelatih asal Cilacap tersebut untuk tim Serdadu Tridatu. ‘’Kami tetap apresiasi terhadap apa yang sudah diberikan pelatih Widodo untuk tim. Semoga ke depannya Widodo semakin sukses di mana pun melanjutkan kariernya sebagai pelatih,’’ imbuh Yabes Tanuri. Widodo Cahyono Putro bergabung dengan Bali United pada Mei 2017 lalu. Bersama mantan striker tim nasional ini, tim Serdadu Tridatu berhasil mengakhiri kompetisi Liga 1 2017 di peringkat kedua sekaligus berlaga di kompetisi Asia tahun 2018. Dengan mundurnya Widodo, maka posisi pelatih sementara dipegang Eko Purdjianto yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih. Eko akan bertugas setidaknya hingga kompetisi Go-Jek Liga 1 2018 berakhir. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 30 November 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu