Skip to main content

Edisi Rabu 30 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 75 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TPA Suwung Kembali Berfungsi

Badung Darurat Sampah

Tebar Ikan Koi di Sungai

Akses menuju TPA kini sudah dibuka. Normalnya akses di TPA Suwung berdampak positif bagi Kota Denpasar. Karena sebelumnya terjadi penumpukan sampah di beberapa depo di Kota Denpasar.

Sebanyak 77 persen sampah di Badung setiap harinya bermuara di TPA Suwung. Kini TPA Suwung ditutup untuk pembuangan sampah dari Badung. Akibatnya kini Badung dalam kondisi darurat sampah. BADUNG | HAL. 3

Menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah, Pemkab Gianyar menebar ikan koi di sungai. Bupati I Made Mahayastra meminta agar kegiatan menjaga kebersihan lingkungan agar dilakukan secara berkelanjutan.

DENPASAR | HAL. 2

GIANYAR | HAL. 9

Atasi TPA Suwung, Koster Ambil Langkah Konkret

GUBERNUR Bali Wayan Koster langsung melaksanakan langkah-langkah konkret, guna menyudahi problematika terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang kini tengah dipermasalahkan warga. Hal ini dilakukan guna menanggapi polemik terkait permasalahan pembuangan sampah di TPA Suwung yang sempat mendapat protes dan berakhir dengan penutupan akses masuk TPA Suwung oleh pihak Desa Adat Pesanggaran dalam beberapa hari terakhir ini.

P

embahasan tentang langkah konkret ini disampaikan ketika Gubernur Koster menggelar jumpa awak media di Rumah Jabatan, Jayasabha, Selasa (29/10) malam. Gubernur Koster menyebutkan, pada Selasa pagi, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk bertemu dengan Klian Banjar Desa Pesanggaran, Bendesa Adat Pedungan, pecalang, tokoh masyarakat bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara untuk mendapatkan informasi permasalahan yang terjadi, keinginan masyarakat dan alternatif solusinya. Kemudian Selasa siang dilanjutkan dengan melakTPA SUWUNG - Gubernur Wayan Koster didampingi Wakil Wali Kota Denpasar meninjau langsung TPA Suwung. Selain turun langsung ke TPA, Gubernur Koster juga berdialog dengan aparat dan warga sekitar TPA.

sanakan peninjauan langsung ke TPA Suwung untuk melihat permasalahan secara riil. Kunjungan itu mendapat apresiasi dari pihak Desa Pesanggaran dan para pecalang yang langsung membuka blokade dan mengizinkan truk-truk pembawa sampah melanjutkan pembuangan. ‘’Permasalahan sampah memang sangat sensitif, tidak menyalahkan juga masyarakat di sana terganggu terutama terhadap permasalahan baunya. Untuk itu, harus segera ditangani. Terkait pemblokiran akses, kita juga sudah bertemu dan meninjau langsung, yang kami harapkan jangan sampai terjadi aksi serupa terulang kembali, agar tidak mengganggu kondisi Bali yang lebih luas. Kami konsisten akan menyelesaikan permasalahan ini,’’ tegas Gubernur Koster. Seusai itu, Gubernur pun langsung mengadakan rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

terkait di lingkungan Pemprov Bali dan Kkepala daerah kabupaten/kota yang masuk wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) guna membahas langkah-langkah jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang segera dilaksanakan dalam penanganan masalah TPA Suwung. Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan langkah jangka pendek yang harus dilaksanakan, yakni masing-masing kabupaten/ kota Sarbagita menghentikan sementara kegiatan pembuangan sampah ke TPA Suwung dan disarankan membuat TPA sementara di wilayahnya masing-masing, sehingga volume pembuangan sampah ke TPA Suwung bisa dikurangi. Selesai dilakukan revitalisasi berupa penghijauan, masih terdapat sisa lahan untuk pembuangan sampah, tapi seharusnya ini tidak boleh menumpuk lagi. Hal. 15 Sudah Menumpuk

’’Pemprov Bali juga menyiapkan tiga unit alat berat dan dua unit alat penyedot air untuk TPA Sarbagita Suwung. Pemprov Bali memberikan lahan milik Pemprov di wilayah Badung Selatan dan wilayah Badung Utara kepada Pemda Badung untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan dan pengolahan sampah, mengingat Pemda Badung tidak memiliki lahan yang cukup untuk fasilitas tersebut.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Tolak Rencana Eksekusi Pura Pasek Gaduh

Ribuan Warga Canggu Gelar Aksi Damai Mangupura (Bali Post) Ribuan warga Desa Adat Canggu, Kuta Utara, Selasa (29/10) kemarin mendatangi Kantor Desa Canggu. Warga dari tujuh banjar mulai berkumpul di Pura Dalem Dukuh Pipitan dan Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh sejak pukul 09.00 Wita. Setelah berkumpul warga dari Banjar Adat Canggu, Padang Linjong, Tegal Gundul, Banjar Adat Babakan, Umabuluh, Kayutulang dan Pipitan berjalan menuju Kantor Desa Canggu. Kehadiran warga tersebut guna menyuarakan penolakan eksekusi Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh di Banjar Babakan, Canggu. Aksi unjuk rasa ini dipimpin langsung oleh Bendesa Adat Canggu I Nyoman Sujapa. Aksi berlangsung damai. Dalam aksi tersebut intinya mereka menuntut agar rencana penetapan eksekusi PK MA RI Nomor 482 PK/Pdt/2018 tanggal 6 Agustus 2018 yang rencananya akan dibacakan oleh petugas PN Denpasar pada Selasa (29/10) pukul 10.00 Wita di Kantor Desa Canggu dibatalkan. Namun, PN Denpasar selaku eksekutor tak hadir di Kantor Desa Canggu. Bendesa Adat Canggu I Nyoman Sujapa di sela aksi

menegaskan bahwa sebanyak 1.200 KK warga yang datang ke kantor desa ini untuk mendengarkan keputusan PN Denpasar terkait kasus hukum yang menimpa Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh di Banjar Babakan, Canggu. ‘’Seluruh masyarakat Desa Adat Canggu yang berjumlah 1.200 KK ini ke kantor desa berdasarkan keputusan paruman (rapat - red), yakni untuk mendengarkan pembacaan itu (pembacaan eksekusi dari PN Denpasar) agar diketahui oleh seluruh masyarakat,’’ ujarnya. Menurutnya, bila dalam pembacaan keputusan pengadilan itu ada pura yang dijadikan objek hukum yang disengketakan, maka pihak desa adat akan menyatakan sejumlah sikap. Di antaranya, agar putusan PK MA RI Nomor 482 PK/Pdt/2018 tanggal 6 Agustus 2018 tidak dilaksanakan. ‘’Biarlah kami desa adat, Majelis Desa Adat Provinsi Bali bersama Parisada Hindu Dharma menyelesaikan masalah atau sengketa waris adat ini berdasarkan Hukum Waris Adat Bali dengan mengedepankan musyawarah, sehingga kedua belah pihak tidak ada yang merasa terlalu dirugikan dan terlalu diuntungkan,’’ terang-

nya. Nyoman Sujapa menegaskan, aksi damai yang dilakukan bersama seluruh warga bukan menolak putusan hukum, apalagi melakukan perlawanan hukum. ‘’Bukan kita mengadakan perlawanan tetapi menyatakan sikap, yakni eksekusi tidak dilaksanakan dan mohon agar kasus ini diambil alih dan diselesaikan secara hukum adat,’’ tegasnya. Klian Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh, Made Widiana, mengatakan sengketa pura ini telah berlangsung lama. Sejumlah upaya damai telah dilakukan, namun gagal dilaksanakan sehingga berujung ke meja hijau. ‘’Harapan kami agar tanah itu dikembalikan seperti semula, bahwa itu tanah pura,’’ harapnya. Dalam perjalanan kasus ini, pihak pangempon kalah di Pengadilan Negeri (PN). Namun, menang di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Kemudian, dalam PK (peninjauan kembali) kembali menguatkan keputusan PN. Penolakan warga atas kasus tersebut juga mendapatkan dukungan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Hal. 15 Kepala Dingin

Bali Post/par

RENCANA EKSEKUSI - Masyarakat Canggu, Kuta Utara mendatangi Kantor Kepala Desa Canggu, Selasa (29/10) kemarin. Mereka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana eksekusi Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh.

Batal Dibacakan karena Situasi Tidak Kondusif Harian Bisnis Bali Pecahkan Rekor Pada akhir September 2019, harga jual gabah kembali menggeliat. Harga ini pun memecahkan rekor karena menyentuh Rp 5.200 per kg. Apa yang menyebabkan? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Kuburan Wanita Filipina Dibongkar Tim Lab Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar membongkar kuburan yang diduga berisi tulang-belulang wanita Filipina yang sebelumnya ditemukan tewas di Tegallenga, Seririt. www.denpostnews.com

Denpasar (Bali Post) Ribuan masyarakat Canggu, Kuta Utara mendatangi Kantor Kepala Desa Canggu, Selasa (29/10) kemarin. Mereka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana eksekusi Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh, Banjar Babakan, Canggu, Badung. Pihak Pengadilan Negeri Denpasar melalui juru sita Komang Bayu Wirawan dkk. yang ditemui di kantornya di PN Denpasar, membantah akan melakukan eksekusi. Namun pihaknya berencana membacakan putusan MA atas perkara antara I Wayan Medri melawan Kornelius I Wayan Mega, Thomas I Nengah Supratpa, I Wayan Emilius dan I Nyoman Ber-

nadus. ‘’Tidak ada eksekusi. Kami hanya ingin membacakan penetapan putusan MA. Namun karena situai tidak kondusif dan juga ada permintaan dari pihak kepolisian, maka kami tunda pembacaan penetapan putusan MA itu,’’ tandas Komang Bayu. Dijelaskan, sengketa antara I Wayan Medri melawan Kornelius I Wayan Mega, Thomas I Nengah Supratpa, I Wayan Emilius dan I Nyoman Bernadus di PN Denpasar, dalam eksepsi menolak eksepsi yang diajukan tergugat untuk seluruhnya. Sedangkan dalam pokok perkara menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya. Sedangkan dalam putusan PT

tertanggal 12 Agustus 2015, amarnya berbunyi; menerima permohonan banding dari pembanding semula penggugat, dan membatalkan putusan PN Denpasar tertanggal 22 Januari 2015. PT Mengadili sendiri dan memutuskan; dalam eksepsi berbunyi menguatkan putusan PN Denpasar dan menyatakan sah tanah sengketa, menyatakan demi hukum para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyatakan demi hukum buktibukti penguasaan atas tanah sengketa atas nama para tergugat adalah cacat hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Hal. 15 Menguatkan Putusan

Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh.

Bali Post/par


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

FIGUR ARMADA DLHK kerahkan semua armadanya untuk mengangkut sampah di sejumlah depo yang sempat terkendala akibat kebakaran yang melanda TPA Suwung sejak Jumat lalu.

Tidak Membedakan Pelayanan MESKI telah berusia dua tahun dan telah tumbuh menjadi rumah sakit dengan perkembangan luar biasa, Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) tidak membedakan pelayanan sesuai kelas masing-masing pasien. Pelayanan kesehatan yang diberikan sama dengan kelas lainnya, hanya fasilitas yang membedakan. Demikian ditegaskan Direktur RSBM dr. Bagus Darmayasa, M.Biomed., Selasa (29/10) kemarin. “Orang sakit pasti raut muka sedih atau raut muka kesakitan, yang mengantar juga tegang dan panik. Kami di jajaran bawah sampai atas berusaha untuk memberikan layanan yang optimal, prima dan bermutu menuju rumah sakit berkelas dunia 2025. Tapi kami tetap memberikan perhatian, porsi untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui layanan untuk pasien BPJS Kesehatan,” bebernya. Sebagian besar pasien RSBM adalah pasien BPJS Kesehatan, tidak membedakan pelayanan. Namun dikatakan fasilitas yang membedakan. Meskipun RSBM baru membuka ruang perawatan VVIP sebanyak 11 kamar dan Suite sebanyak empat kamar, namun pelayanan yang diberikan dengan pasien kelas III terutama pasien BPJS Kesehatan tetap sama. “Pelayanan berdasarkan kelas tidak ada bedanya, sama. Misalnya yang seharusnya dirontgen, kita rontgen. Kalau harus dijarit, ya kita jarit dan benang jaritnya pun tidak beda. Yang membedakan fasilitas dan sarananya. Kalau kelas III di kami, satu kamar berisi enam bed, dilengkapi toilet di dalam, kanan dan kiri, AC, dan dua TV,” bebernya. Fasilitas-fasilitas kamar untuk VVIP dan Suite dibuat karena ia ingin ke depan RSBM telah siap menuju RS berstandar internasional. “Perjalanan RS ke depan ini, kita sudah harus punya mimpi atau visi ke depan seperti apa,” imbuhnya. Di usia ke-2, RSBM juga memperkenalkan alat baru yang disebut DNA Flow. Alat ini merupakan alat satu-satunya di Bali untuk menegakkan diagnosis secara cepat. Dua tahun keberadaan RSBM berkiprah dalam pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit, menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa. “Kemarin Pak Sekda mengatakan dalam sambutannya, RS ini kemajuannya sangat luar biasa, karena RS ini baru berumur dua tahun sudah seperti RS yang berusia puluhan tahun,” ungkapnya. (may)

Dugaan Gratifikasi Oknum Pejabat DLHK Dilimpahkan Denpasar (Bali Post) Kasus dugaan gratifikasi melibatkan I Wayan Kariana dilimpahkan ke Kejari Denpasar, Selasa (29/10) kemarin. Salah satu penyuap berinisial AB dari PT SWPT mengaku terpaksa supaya lancar permohonan rekomendasi UKLUPL. Saat itu pelaku menjabat sebagai Kepala Seksi Kajian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar dan Ketua Tim Pengendalian Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Kota Denpasar. “Tahun ini (2019 - red) kami menuntaskan penyidikan tiga kasus korupsi. Jadi target kami sudah terpenuhi dan kasus ini (gratifikasi - red) yang ketiga kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan. Bagaimana dengan proses hukum penyuap? “Kalau soal itu kami koordinasikan dulu dengan kejaksaan. Kalau hasil koordinasinya diproses, maka kami melakukan penyidikan,” ujarnya. Kompol Arta menegaskan, penyuap pelaku merupakan usaha bergerak bidang restoran dan transportasi, yaitu PT SWPT serta PT SMK. Saat diperiksa, AB mengaku mau menyerahkan uang tersebut karena takut dan khawatir permohonan rekomendasi UKL-UPL akan dihambat apabila tidak memberikan uang, bahkan tidak disetujui. Pasalnya, setelah melakukan pemeriksaan, pelaku menyampaikan AB bahwa banyak temuan dan koreksi yang harus dilengkapi. Selain itu, pelaku menyampaikan supaya AB yang penting sama-sama mengertilah. Sementara penyuap lain, IGAP dari PT SMK, mau memberikan sejumlah uang karena permintaan pelaku. Pelaku menyuruh IGAP menyiapkan dana untuk timnya. IGAP takut apabila tidak memberikan uang tersebut permohonan rekomendasi UKL-UPL yang diajukannya dihambat dan dipersulit. Seperti diberitakan, I Wayan Kariana diduga terlibat kasus penyuapan pengurusan UKL dan UPL oleh beberapa rekanan perusahaan. Ia terjaring OTT oleh Unit Tipikor Polresta Denpasar di sebuah perkantoran di Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan, Kamis (11/7) lalu. Polisi mengamankan tas ransel ada sejumlah amplop putih masingmasing berisi uang tunai Rp 200.000 dan Rp 150.000. Sementara sebuah tempat pensil berisikan uang Rp 1.680.000 dan tas dompet ada uang tunai Rp 14 juta. Kariana ditetapkan sebagai tersangka tapi tidak dilakukan penahanan. Hasil koordinasi penyidik dengan Kejari Denpasar tidak memerlukan penghitungan kerugian negara, karena barang bukti yang diamankan dinilai cukup kuat. (kmb36)

Bali Post/eka

KORUPSI - Polisi menunjukkan barang bukti dugaan korupsi di DLHK Kota Denpasar dan tersangkanya di Mako Polresta Denpasar, Selasa (29/10) kemarin. Tersangka yang merupakan Kasi Kajian Dampak Lingkungan DLHK Kota Denpasar ditangkap karena diduga menerima gratifikasi.

Topik : Akibat Penutupan Tpa suwung badung darurat sampah

TPA Suwung Kembali Berfungsi

Angkut Sampah, DLHK Kerahkan 55 Armada

Denpasar (Bali Post) -

Akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Bali (Sarbagita) Suwung yang sebelumnya sempat mengalami kendala operasional kini kembali beroperasi normal. Berdasarkan pemantauan di lapangan Selasa (29/10) kemarin terlihat truk pengangkut sampah sudah dapat menurunkan sampah. Silih berganti truk sampah yang berasal dari Kota Denpasar membuang sampah di TPA Suwung. Normalnya akses di TPA Suwung berdampak positif bagi Kota Denpasar. Karena akibat ditutupnya akses tersebut sebelumnya terjadi penumpukan sampah di beberapa depo sampah di Kota Denpasar. Namun saat ini hal tersebut telah kembali normal dengan pelaksanaan pengangkutan secara bergilir. Kepala DLHK Kota Den-

pasar I Ketut Wisada ditemui disela-sela pemantauan lapangan menjelaskan, proses pengangkutan sampah dari depo di Kota Denpasar menuju TPA Suwung telah berjalan lancar. Hal ini tentunya disikapi dengan sigap oleh seluruh jajaran DLHK dengan melaksanakan pengangkutan sampah secara bergiliran. “Kami kerahkan semua

truck armada pengangkut untuk mengatasi luberan sampah sebelumnya,” kata Wisada. Lebih lanjut dijelaskan, guna memaksimalkan pengangkutan sampah ini dikerahkan 370 personel yang disertai dengan 45 armada milik DLHK, dibantu tujuh armada Perkim dan tiga armada milik PUPR Kota Denpasar. Tentunya hal ini tak lepas dari sinergitas

bersama serta koordinasi lintas sektor baik dari Wali Kota Denpasar yang hadir langsung pada malam harinya bersama Wakil Wali Kota. “Astungkara besok (hari ini - red) sudah bisa kita tuntaskan untuk pengangkutan sampah di TPSS atau penampungan lainnya,” ujar Wisada. Wisada juga berharap, besarnya tantangan penanganan sampah, khususnya yang berakhir di TPA menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya pihaknya turut mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan pemilahan sampah mulai dari hulu, yakni rumah

tangga. Sehingga dapat meminimalisir sampah menuju TPA. “Tentu ini tugas bersama untuk ikut andil mengatasi masalah sampah dengan memilah serta mengolah sampah, yang organik dapat menjadi kompos dan yang anorganik dapat dikumpulkan dan ditabung dalam bank sampah yang telah tersebar di seluruh wilayah Kota Denpasar,” pungkasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Seminggu Operasi Zebra Lembaga Peradilan Perlu Pelanggar Dominan ABG Pahami Nilai Kehidupan Denpasar (Bali Post)Operasi Zebra Agung 2019 sudah berlangsung satu minggu dan Satlantas Polresta Denpasar menindak seribu pelanggar. Pelanggar terbanyak terjaring adalah anak baru gede (ABG) atau di bawah umur. Pada Selasa (29/10) kemarin tim gabungan Polresta Denpasar, Polda Bali, Dishub, Satpol PP dan TNI melaksanakan Operasi Zebra di Jalan Raya Sesetan, Denpasar, tepatnya areal parkir pameran. Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo

Utomo menyampaikan, operasi tersebut dilaksanakan mulai 23 Oktober hingga 5 November. “Kegiatan hari ini melaksanakan razia atau pemeriksaan surat-surat kendaraan melibatkan personel gabungan. Ada Pom (polisi militer), Dishub dan Satpol PP,” ujarnya. Menurut Kasatlantas, personel dari instansi terkait ini akan melaksanakan pemeriksaan sesuai kewenangannya. “Misalnya anggota Pom akan menindak apabila ada rekan kita dari TNI kena

Bali Post/eka

RAZIA - Petugas gabungan melakukan razia terkait Operasi Zebra Agung di Jalan Raya Sesetan, tepatnya areal parkir pameran.

razia, Dishub mengecek KIR kendaraan dan nantinya akan dimuarakan ke tilang oleh kepolisian,” kata Adi. Apa pelanggaran paling banyak? “Dalam seminggu ini dominan kami menindak anak di bawah umur, suratsurat dan tidak mengenakan helm SNI,” tegasnya. AKP Adi mengimbau kepada masyarakat supaya tetap mematuhi aturan lalu lintas, baik saat operasi maupun tidak. “Mari sama-sama jadikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas. Bila tertib berlalu lintas maka bisa mengundang banyak wisatawan. Bukan hanya di objek wisata, tapi jalur ke arah sana biar lancar dan selamat,” ujar Adi. Dari pantauan di lapangan, seorang siswi ingin kabur dari razia. Namun polantas yang jaga di sisi selatan langsung menyetopnya karena tidak punya SIM C. Saat itulah pelajar berseragam batik tersebut langsung menangis sesenggukan. Petugas berupaya memberi nasehat dan penjelasan terkait operasi itu, tapi pelajar tersebut terus menangis. Dia tidak mau ditilang dan turun dari sepeda motornya. Petugas lalu mencabut kunci sepeda motor siswi tersebut. (kmb36)

Masyarakat Adat

Denpasar (Bali Post)Selain hukum positif, hukum adat yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat juga diakui dalam konstitusi negara Indonesia. Untuk itu, dalam menangani persoalan hukum yang menyangkut hal-hal prinsip di wilayah desa adat, yang masuk dalam lembaga peradilan hendaknya perlu dipahami juga nilai kehidupan masyarakat adatnya. Dr. Made Gde Subha Karma Resen, S.H., MKn., salah satu tim ahli dalam pembentukan Perda Desa Adat di Bali beberapa waktu lalu, menilai persoalan hukum di wewidangan desa adat, khususnya menyangkut pertanahan, pewarisan yang melibatkan krama ataupun permasalahan hukum akibat terjadinya suatu peristiwa hukum yang berakibat hukum bagi bidang tanah dan pewarisan harus disikapi secara arif dan bijaksana. Persoalan-persoalan hukum sekiranya dapat disalurkan terlebih dahulu melalui kelembagaan desa adat. Kelembagaan desa adat merupakan saluran pertama yang harus dihad-

irkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, sebelum melakukan langkah-langkah hukum berdasarkan hukum positif ataupun lembaga negara (peradilan). “Hal ini guna menjaga keharmonisan yang ada di wewidangan adat,” katanya. Akademisi Fakultas Hukum Unud yang sering disapa SKR ini juga menegaskan, desa adat yang diakui keberadaannya oleh negara memiliki mekanisme penyelesaian permasalahan ataupun hasil dari proses/ usaha menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebagaimana diatur dalam Perda Desa Adat di Bali, permasalahan-permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui paruman desa adat. Hasil dari paruman tersebut dikemudian hari dapat dijadikan rujukan, jika permasalahan tersebut pada akhirnya harus diselesaikan pada lembaga peradilan. Sehingga lembaga peradilan dapat memahami sisi keadilan ataupun nilai-nilai yang hidup dalam kehidupan masyarakat hukum adat. (kmb16)

Solusi Gandeng Eksportir Buah Lokal

Nengah Tamba Dampingi Petani Bangkit Bawa Jembrana Kembali Jaya

TOKOH masyarakat Jembrana I Nengah Tamba hadir menjawab permasalahan petani di Jembrana dengan terobosan dan gebrakan serta aksi nyata. Bakal calon Bupati Jembrana yang dikenal dengan sebutan TMS (Tamba Memberi Solusi) ini pun menggandeng perusahaan eksportir komoditas pertanian, khususnya buah-buahan yakni PT Surya Elok Sejahtera (PT SES) yang sudah mengekspor buah lokal ke banyak negara Eropa, Asia hingga Amerika. “Saya ingin membangun Jembrana sebagai kawasan ekspor komoditas pertanian. Saya ajak petani Jembrana bangkit agar sejahtera,” kata Tamba di sela-sela diskusi dengan jajaran manajemen PT SES di Warung Bendega, Renon, Denpasar, Selasa (29/10) kemarin. Cita-cita mulianya ingin melihat petani bahagia saat panen, bukan menangis seperti selama ini karena harga anjlok saat panen raya. Ia pun ingin membawa Jembrana Kembali Jaya (JKJ) dengan mengajak petani membudidayakan komoditas ekspor ini. Karenanya, dengan menggandeng PT SES yang sudah mengekspor

berbagai buah-buahan seperti mangga, manggis, durian, salak, sawo, nanas hingga juga produk pertanian lain, seperti bawang merah, cabai rawit hingga serai ini, Tamba ingin membangkitkan rasa jengah petani. “Pasarnya sudah ada, perusahaan yang akan membeli dan mengekspor sudah ada,” papar politisi Partai Demokrat asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ini. Dalam waktu dekat, Tamba akan mengajak PT SES menemui para petani di Jembrana. Pertemuan ini dijadwalkan setelah manajemen PT SES pulang dari pameran buah di Kazakhstan pada 6-8 November dan Dubai pada 12-14 November. Ia menegaskan peluang yang dibawa PT SES ini memberikan semangat petani yang sudah lesu, malas, tidak bergairah menggarap lahan pertaniannya. “Ekspor ini adalah terobosannya. Jadi tidak ada lagi cerita petani jual kebun dan malas bertani,” imbuh Tamba. Diharapkan juga BUMDes di Jembrana bisa ikut menangkap peluang ini, misalnya dengan menjembatani petani dengan perusahaan eksportir. “Ini juga penting agar dapat memangkas para

tengkulak,” pungkas Tamba. Developing Manager PT SES Muhamad Riyansyah Putra mengungkapkan pihaknya siap bekerja sama dengan petani di Jembrana terkait peluang ekspor komoditas pertanian khususnya buah lokal ini. “Permintaan banyak dari luar negeri tapi di Bali ketersediaannya kurang. Ini peluang bagi petani khu-

susnya juga di Jembrana. Syukur ada Pak Tamba yang mau serius mendampingi petani menggarap ini,” katanya. Sejauh ini permintaan ekspor buah lokal pun cukup besar, misalnya manggis yang permintaannya unlimited (tidak terbatas) ke China. “Kami prioritaskan barang dari Bali, sejauh ini banyak dari luar. Misalnya kami ekspor manggis

8.000 ton ke China, hanya 40 persen dari Bali dan 60 persen dari luar Bali,” ungkapnya. PT SES ini menjadi salah satu eksportir unggulan Bali. Dimana perusahaan ini untuk pertama kali mengekspor 2,5 ton Mangga Harum Manis Rusia yang dilepas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman awal Agustus 2019. (ad879)

CALON - Bakal calon Bupati Jembrana I Nengah Tamba (tengah jabat tangan) bersama manajemen PT Surya Elok Sejahtera dalam pertemuan di Warung Bendega, Renon, Denpasar, Selasa (29/10) kemarin.


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Pertahankan Opini WTP Lima Kali Berturut-turut

Pemkab Badung Terima Penghargaan dari Menteri Keuangan RI

PENGHARGAAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima penghargaan dari Menteri Keuangan RI yang diserahkan Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Bali Tri Budianto, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (29/10) kemarin.

KEBERHASILAN Pemerintah Kabupaten ( P e m k a b ) B a d u n g m e mpertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut sampai dengan tahun 2018, mendapatkan penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Bali Tri Budianto mewakili Kementerian Keuangan RI dan diterima Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (29/10) kemarin. Untuk diketahui, Pemkab Badung sudah lima kali berturut-turut meraih opini WTP mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 terkait penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2018 dengan capaian standar tertinggi dalam

Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah. Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Kanwil Provinsi Bali Tri Budianto mengatakan bahwa penyerahan penghargaan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Badung karena telah berhasil mempertahankan opini WTP yang hingga tahun ini sudah lima kali secara berturut-turut. Dikatakannya, hal ini tidak mudah karena diperlukan sinergi dan koordinasi yang kuat antara seluruh unsur yang ada di Kabupaten Badung. Dengan pencapaian opini WTP, Pemkab Badung membuktikan pengelolaan yang dilakukan sudah sangat baik, serta akuntabilitasnya terjaga. Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui bahwa Pemkab Badung sudah melaksanakan kewajibannya dalam hal

pengelolaan keuangan daerah. Selain penyerahan penghargaan, pihaknya juga melakukan sharing session dengan Pemkab Badung terkait pengelolaan keuangan daerah yang bersumber dari APBN. ‘’Beberapa strategi perlu kami sampaikan dan untuk diketahui baik langsung maupun tidak langsung mengenai pengelolaan keuangan yang berasal dari APBN,’’ jelasnya. Sementara itu, Bupati Giri Prasta atas nama Pemkab dan masyarakat Badung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih setulustulusnya atas penghargaan dari Menteri Keuangan tersebut. Dikatakannya, terkait penyusunan dan penyajian LKPD, Pemkab Badung tetap melaksanakan dan mengikuti regulasi yang ada. ‘’Kami Pemkab Badung selalu mendapat binaan dari BPK RI Perwakilan Bali

terkait LKPD ini. Kami juga harapkan mendapat arahan dan pembinaan dari Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Keuangan untuk menghindari terjadinya permasalahan di kemudian hari karena kami ingin berbuat sesuatu yang baik dan benar serta siap menjadi contoh di Indonesia,’’ tegas Bupati seraya mengajak seluruh Pimpinan OPD yang hadir untuk melaksanakan tugas sesuai dengan aturan sehingga predikat WTP tetap bisa dipertahankan di tahun-tahun mendatang. Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Inspektur Kabupaten Badung Luh Suryaniti, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Badung serta para Camat, Perbekel dan Lurah se-Badung. (ad878)

Timbulkan Polemik, Perbup Rumah Kos Dievaluasi Mangupura (Bali Post) – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengevaluasi Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 35 Tahun 2019. Kebijakan yang menyangkut pengenaan pajak rumah kos ini sempat menimbulkan polemik di masyarakat. Pasalnya, kebijakan mengambil tarif pajak 10 persen untuk rumah kos dinilai akan membebani masyarakat Badung. ‘’Nanti kita evaluasi, lihat dulu hasilnya,’’ ujar Bupati Giri Prasta saat ditemui di Puspem Badung, Selasa (29/10) kemarin. Ditanya apakah hasil evaluasi akan berujung pada pencabutan perbup, Giri Prasta tak memberikan jaw-

aban pasti. ‘’Ya sudah, nanti lihat hasilnya. Kalau sudah dicabut atau tidak, nanti kan kita bisa sampaikan kepada rekan-rekan media dan kita evaluasi. Jangan sampai nembak capung dengan meriam,’’ ungkap Bupati Giri Prasta sambil berlalu. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung I Made Agus Aryawan tak berani memberikan jawaban terkait pembahasan rencana evaluasi dan pencabutan perbup tersebut. ‘’Maaf, saya belum tahu infonya. Saya lagi sakit,’’ ungkapnya singkat. Berdasarkan informasi, pembahasan untuk mencabut perbup tersebut sudah

dilakukan. Dikabarkan, pada pembahasan tersebut juga telah dilakukan evaluasi terhadap perbup. Seperti diketahui, Perbup No. 35 Tahun 2019 terdiri atas 8 bab dan 10 pasal di antaranya mengatur tata cara permohonan izin pengelolaan rumah kos, pendaftaran kembali izin pengelolaan rumah kos, penyesuaian izin pengelolaan rumah kos, perizinan, kewajiban dan tata tertib penghuni rumah kos, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. Perbup tersebut tidak mengatur tentang pajak rumah kos. Pajak rumah kos diatur dalam Perda No. 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel. (kmb27)

Bali Post/ist

ANGKUT SAMPAH - Petugas DLHK Badung saat mengangkut sampah. Penutupan sementara TPA Suwung berimbas pada proses pengangkutan sampah di Kabupaten Badung.

Dampak Penutupan TPA Suwung

Badung Darurat Sampah Mangupura (Bali Post) -

Sebanyak 77 persen sampah di Badung setiap harinya bermuara di TPA Suwung. Namun akibat kebakaran, TPA Suwung ditutup untuk pembuangan sampah dari Badung, Gianyar dan Tabanan. Alhasil Kabupaten Badung kini dalam kondisi darurat sampah.

Bali Post/win

WAWASAN KEBANGSAAN - Ratusan siswa SMK PGRI Badung mengikuti sosialisasi tentang wawasan kebangsaan yang dilaksanakan Kodim 1611/Badung, Selasa (29/10) kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan mengaku tak bisa berbuat banyak atas penutupan TPA Suwung. ‘’Kami tadi (kemarin - red) rapat dengan Bapak Gubernur di provinsi mengenai masalah ini. Hasilnya, kami di Badung tidak lagi diperbolehkan membuang sampah ke TPA Suwung. Setelah diadakan komunikasi, kami diberikan waktu sebulan dari sekarang untuk mencari tempat membuang sampah,” ungkap Eka Merthawan, Selasa (29/10) kemarin. Larangan membuang sampah ke TPA Suwung membuat Pemkab Badung harus segera mencari alternatif. Terlebih Badung sebagai daerah pariwisata menghasilkan sampah hingga 100 truk per hari. ‘’Itu pun selama sebulan kami ha-

nya boleh membuang sampah ke TPA sebanyak 15 truk, selebihnya tidak boleh. Sedangkan biasanya sampah yang dikirim ke TPA mencapai 75 hingga 100 truk per hari. Ini membuat kami kelimpungan,’’ keluhnya. Menurutnya, Pemprov Bali telah memberikan solusi untuk memanfaatkan lahan milik pemerintah sebagai TPA. Namun pihaknya tidak serta merta dapat memanfaatkan lahan tersebut lantaran perlu adanya persiapan matang. ‘’Kami masih mencari opsi lain untuk penampungan sementara. Saat ini kami masih memanfaatkan TPS Tuban. Ini untuk sementara ya, karena 3 hari saja sudah penuh. Apalagi luasan lahan hanya 14 are. Besok (hari ini - red) rencananya kami akan berangkat dengan Biro Aset meninjau lahan yang

diberikan Pemprov Bali di Ungasan, Canggu, Sobangan, yang mana yang paling pas kriterianya,’’ terangnya. Dia mengimbau masyarakat yang mempunyai tempat sampah di rumahnya agar jangan dikeluarkan untuk sementara waktu. Opsi tersebut diakuinya merupakan opsi urgen demi mengatasi kebuntuan tempat pembuangan sampah akibat TPA Suwung ditutup. Pihaknya juga telah melayangkan surat permakluman kepada Bendesa Adat Tuban, Camat Kuta, Lurah Tuban dan Lurah Kuta demi mencegah miskomunikasi terkait pemanfaatan TPS Tuban. Mengenai penanganan sampah jangka panjang, mau tidak mau Badung harus punya TPA secara mandiri. Hal ini sesuai sesuai arahan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang

mencanangkan semua desa/ kelurahan di Badung punya TPA sendiri. ‘’Bapak Bupati sudah mencanangkan tahun 2021 Badung harus mandiri dalam pengolahan sampah,’’ ucapnya. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta enggan berkomentar terkait tidak diperbolehkannya Badung membuang sampah di TPA Suwung. Ditemui usai menerima Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Bali di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Giri Prasta hanya menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan sampah kepada tim teknis dalam hal ini DLHK Badung. Kata dia, tim DLHK sedang melakukan pertemuan dengan Pemprov Bali guna membahas persoalan tersebut. ‘’Terkait itu nanti koordinasi dengan DLHK ya yang membidangi. Tim teknis sekarang (kemarin - red) kan sedang rapat di provinsi,’’ ucapnya singkat. (kmb27/kmb23)

Kodim Berikan Wawasan Kebangsaan di SMK PGRI 1 Badung Basarnas Lakukan Pencarian dari Udara

Mangupura (Bali Post) Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Senin (28/10) lalu, Kodim 1611/Badung memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan kepada para siswa-siswi SMK PGRI 1 Badung, Selasa (29/10) kemarin. Kegiatan nonfisik pembinaan teritorial terpadu dengan tema ‘’Memberdayakan Wilayah Pertahanan Melalui Kegiatan Binter Terpadu Guna Memantapkan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang yang Tangguh’’ ini dihadiri sejumlah anggota Korem 163/Wira Satya, serta melibatkan ratusan siswa SMK PGRI 1 Badung. Pasiter Korem 163/Wira Satya Mayor (Inf) Wayan Notes mengatakan, kegiatan non-fisik pembinaan teritorial terpadu merupakan langkah untuk meningkatkan SDM sesuai dengan program unggulan Presiden Jokowi pada periode pemerintahan yang kedua ini. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan menjadi objek utama pembinaan teritorial terpadu. Tujuannya agar generasi muda memiliki pemahaman terutama tentang wawasan

kebangsaan. Sebab, dengan memahami wawasan kebangsaan, maka siswa akan cinta terhadap dirinya, lingkungan dan memiliki jiwa nasionalisme terhadap tanah air. Kegiatan ini dilakukan di seluruh wilayah Korem 163/Wira Satya secara berkelanjutan. ‘’Wawasan kebangsaan kita berikan untuk membentuk karakter siswa sebagai generasi muda bangsa karena bangsa yang besar warga negaranya memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, mau menghormati jasa para pahlawannya, para gurugurunya dan lain sebagainya. Dan ini (wawasan kebangsaan - red) harus kita berikan sejak dini,’’ tegasnya. Dikatakannya lebih lanjut, pemahaman tentang wawasan kebangsaan juga sangat penting untuk mengubah sikap dan perilaku generasi muda di era globalisasi. Apalagi pengaruh berita bohong atau hoax melalui media sosial (medsos) sangat cepat penyebarannya yang sangat mudah mempengaruhi pembaca. Oleh karena itu, pemahaman tentang bijak memanfaatkan medsos juga sangat penting diberikan sejak dini kepada

generasi muda bangsa. Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Badung Dr. Drs. I Made Putra Wijaya, S.H., M.Si. mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan, antinarkoba dan tangkal paham radikalisme yang diberikan oleh TNI kepada anak-anak milenial secara kontinu. Menurut Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Bali ini, wawasan kebangsaan sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh generasi milenial meskipun dalam mata pelajaran telah diberikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. ‘’Kenapa wawasan kebangsaan sangat perlu diberikan, karena anak-anak ini adalah generasi muda bangsa ke depannya sehingga kita harus melakukan investasi yang luar biasa kepada mereka. Apalagi mereka tidak mengetahui dan mengalami pahit getirnya bagaimana memperjuangkan kemerdekaan republik ini. Oleh karena itu, kemerdekaan harus dimaknai dan diisi dengan disiplin diri, memacu diri untuk lebih baik ke depannya,’’ tegas Putra Wijaya. (win)

Bali Post/ist

PEMANTAUAN - Petugas Basarnas Denpasar melakukan pemantauan dari udara untuk menemukan posisi mayat warga Belarusia, Selasa (29/10) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Pencarian tubuh warga negara asing (WNA) Belarusia, Siarhei Barbushyn yang terjatuh dari atas tebing Tanjung Mebulu, Pecatu, Kuta Selatan, terus dilakukan. Selain pencarian melalui laut, Basarnas juga memantau dari udara. Namun hingga Selasa (29/10) sore petugas Basarnas Denpasar belum berhasil menemukan korban. Menurut Kepala Basarnas Bali Hariadi, petugas Basarnas dengan menumpang heli SAR, takeoff dari Bandara Ngurah Rai pukul 07.07 Wita. Selama hampir satu jam pemantauan melalui udara dilakukan dengan menyusuri sepanjang kawasan pantai dekat lokasi kejadian.

Pemantauan dilakukan hingga pukul 07.50 Wita, namun hasilnya nihil. Petugas pun kembali ke Bandara Ngurah Rai. Untuk pencarian melalui laut, petugas dengan RIB berangkat sejak pukul 06.30 Wita dari Pelabuhan Benoa hingga sekitar lokasi kejadian. Rubber Balawista dari Labuansait padang-padang ikut melakukan penyisiran. Sedangkan penyisiran melalui darat dilakukan mulai dari lokasi kejadian sampai dengan kawasan Pura Uluwatu. Dia menjelaskan, jumlah personel Basarnas yang dilibatkan dalam pencarian sebanyak 11 orang. Unsur SAR yang terlibat yakni Balawista dan SAR Samapta Polda Bali. (kmb23)


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Agar Jadi Bos, Senator Minta ’’Housekeepers’’ Bali Merantau ke Destinasi 10 Bali Baru

Hidupi Seniman, Wedakarna Minta Setiap Kantor Pemerintah dan Hotel Supaya Koleksi Lukisan Bali WALAUPUN di luar masa reses, tetapi aktivitas Senator DPDRI Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III tetap padat setiap kunjungan ke Provinsi Bali. Sebagaimana terekam dalam kunjungan kerja Senator Arya Wedakarna (AWK) di Kabupaten Badung dan Tabanan. Dalam dua kesempatan berbeda, AWK menyampaikan, saat ini warga Bali, khususnya pekerja seni, budaya dan pariwisata harus mulai memikirkan strategi baru dalam menghadapi lesunya pariwisata. Mengingat Bali sedang menghadapi sandyakalaning pariwisata, jika melihat sejumlah parameter yang ada. Demikian diungkapkan Senator AWK saat ditemui usai membuka acara 2nd Housekeeping Expo, Making Bed Competition & Flower Arrangement Competition di Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Dalam acara yang digagas praktisi pariwisata Bali ini, Senator AWK meminta kepada seluruh stakeholder pariwisata, termasuk pemerintah untuk memikirkan kesejahteraan kaum marhaen, khususnya pekerja housekeeping. ‘’Bagi saya, pekerjaan housekeepers

adalah pekerjaan paling mulia di hotel. Kenapa? Karena tanpa housekeepers, maka tidak ada kamar yang bersih, toilet yang wangi dan juga citra hotel yang nyaman. Saya sangat menghargai housekeepers dan sudah saatnya mereka mendapatkan perhatian dari kesejahteraan. Tugas pemerintah menetapkan UMR yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan orang Bali, selain bekerja juga sibuk berupacara. Tugas manajemen hotel agar memberikan kesejahteraan yang adil dan perhatikan hak-hak pekerja serta tugas orang kaya pengusaha pemilik hotel, vila, baik investor nasional dan investor asing agar perlakukan warga Bali dengan respek tanpa diskriminasi. Ini disebut Tri Hita Karana yakni hubungan manusia dengan sesama manusia. Jika ingin melihat hotel yang kredibel, maka lihat bagaimana hotel itu memperlakukan pekerja housekeeping-nya,’’ kata AWK. Selain itu, AWK juga menyarankan agar anak-anak muda di bidang pariwisata untuk terbiasa merantau ke luar Bali dan mengembangkan karier pariwisata di seluruh wilayah NKRI agar bisa

menularkan kehebatan kepada daerah lain. ‘’Saya minta, pekerja pariwisata Bali agar bisa merantau ke luar Bali. Taklukkan 33 provinsi, bekerjalah di hotel-hotel lokal di sana dan secara pengalaman sangat mudah orang Bali menjadi pemimpin di bidang perhotelan. Di sana Anda akan menjadi raja, menjadi ketua, menjadi manager dan tentu kesejahteraan lebih terjamin. Lebih baik menjadi kepala di seekor ikan yang kecil dibanding menjadi ekor (pengikut) di seekor ikan yang besar. Itu pesan tiang agar Diaspora Bali berkembang ke seluruh Indonesia. This is Satyagraha,’’ jelas AWK yang juga Duta Besar UMKM Dunia dan berbasis di San Marino, Italia ini. Hal senada juga ia ungkapkan di hadapan para seniman di Tabanan saat memberi sambutan dalam acara pameran lukisan ‘’Ngawiwit’’ di Museum Subak di Tabanan. Di mana AWK masih menganggap seniman Bali belum begitu diperhatikan oleh pemerintah saat ini. ‘’Pokoknya di Bali belum ada pemimpin eksekutif sehebat Bung Karno. Anda tahu cara Bung Karno membuat pelukis Indonesia menja-

di maestro? Ada tiga cara. Pertama, Bung Karno menjadikan kantornya, Istana Presiden sebagai galeri seni. Kedua, Bung Karno selalu memajang lukisan karya seniman Indonesia di setiap sudut istana dan kantor pemerintahan. Ketiga, Bung Karno selalu mengajak pelukis Indonesia untuk pameran di saat Bung Karno beracara internasional, sehingga para tamu negara, pemimpin asing mengenal para maestro kita. Apakah di Indonesia ada pemimpin seperti ini? Tidak. Padahal sangat gampang dilaksanakan. Jadi saya kira gubernur, bupati, wali kota, dinas-dinas dan tentunya hotel agar berkenan membeli lukisan seniman Bali. Uang kan bisa pakai dana CSR atau dana taktis atau pakai dana pribadi si pejabat. Itu dimungkinkan kan? Selain itu, harusnya di setiap kabupaten di Bali ada tempat yang layak untuk pameran. Seperti di Museum Subak ini kan sangat tidak layak. Tapi sudahlah, semoga rakyat Bali menemukan segera pemimpin yang peduli dengan seniman. Semangat nggih,’’ ucap Wedakarna yang peraih rekor suara tertinggi 742.781 votes di Pemilu 2019 lalu ini. (ad875)

SATYAGRAHA – Senator AWK saat membuka acara pameran lukisan ‘’Ngawiwit’’ di Museum Subak, Tabanan dan bersama penggagas Housekeeping Expo di Badung.

GoFood Bekali Pengetahuan Seputar Lingkungan ’’GAS Full’’ Maraton Sosialisasikan Dua Periode dan Perkenalkan Tas Pengantaran Dukung Penuh Giriasa

KOMUNITAS GAS (Golak and Sahabat) mendukung penuh paket Giriasa memimpin dua periode. Pasalnya, GAS yang dikomandani I Ketut Golak, S.H. menilai pembangunan di Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Wakil Bupati Suiasa (Giriasa) sangat berhasil. Karena itu, komunitas GAS yang tersebar di seluruh Badung, bahkan luar Badung, maraton menyosialisasikan Giriasa dua periode lewat pemasangan baliho. Sebelumnya, pada Minggu (27/10) lalu, GAS menyosialisasikan GAS Full #Giriasa 2 Periode di Petang, Sangeh, Samuan Sekarmukti, Angantiga dan beberapa titik lainnya. Selasa (29/10) kemarin, giliran wilayah Plaga menjadi sasaran sosialisasi. Dikoordinir mantan Prebekel Plaga Made Ordin, pemasangan baliho ‘’GAS Full #Giriasa 2 Periode’’ dipusatkan di Banjar Plaga dan Banjar Kiadan. Ordin mengaku ikut bergabung ke GAS Full karena sebagai masyarakat Plaga memiliki persamaan tujuan untuk memenangkan Giriasa dua periode. ‘’Terkait rekomendasi, saya punya keyakinan akan turun untuk Giriasa, karena melihat dukungan dari masyarakat dan prestasi yang telah dicapai selama hampir lima tahun memimpin Badung,’’ katanya. Karena itu, dia pun sepakat dalam mendukung Giriasa dua periode, dengan GAS mempunyai prinsip ‘’Gas full, rem blong, asah udeg’’.

PASANG BALIHO - Komunitas GAS berpose usai memasang baliho GAS Full #Giriasa 2 Periode di Banjar Plaga, Perbekelan Plaga, Selasa (29/10) kemarin. ‘’Dalam mendukung Giriasa dua periode, Gas full maksudnya maju terus, rem blong artinya tanpa ada sekat untuk mencapai tujuan dan asah udeg maksudnya bergerak dengan tekad bulat untuk mendukung Giriasa dua periode,’’ katanya. Sementara Golak yang kini menjabat Dirut Perumda Tirta Mangutama (PDAM) Badung mengatakan, sosialisasi tersebut sebagai implementasi aspirasi masyarakat yang menilai totalitas

Giriasa memimpin Badung dalam menyejahterakan rakyat Badung tidak perlu diragukan lagi. ‘’Giriasa seken-seken saja, beneh-beneh. Itu aspirasi masyarakat, jangan dibelokkan. Aspirasi masyarakat harus diprioritaskan. Masyarakat sudah merasakan apa yang dikerjakan petahana. Perbedaan itu pasti ada, tetapi tetap dalam koridor berpolitik santun,’’ katanya seraya hanya tersenyum ketika ditanya apa maksudnya aspirasi masyarakat jangan dibelokkan. (ad872)

Krista Exhibitions Kembali Selenggarakan Pameran Allpack Indonesia 2019

UNTUK ke-20 kalinya, Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan Pameran Allpack Indonesia 2019. Pameran ini merupakan pameran internasional dalam bidang teknologi pengolahan dan pengemasan makanan & minuman, biskuit & konfeksioneri, farmasi/obat-obatan, jamu, kosmetika, personal care, kecantikan, pertanian, oli/cairan/kimia, elektronika, pendingin dan industri terkait lainnya. Pameran ini akan diselenggarakan pada 30 Oktober – 2 November 2019 di Jakarta International Expo, Kemayoran. Allpack Indonesia 2019 diikuti lebih dari 530 perusahaan dari berbagai negara seperti Austria, China, Prancis, Jerman, Hongkong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, USA, dan Vietnam. Pameran yang dikunjungi lebih dari 20.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri ini akan diselenggarakan bersamaan dengan Allprocess Indonesia 2019. The 7th pameran nnternasional dalam bidang food & beverage, dairy, confectionary, meat & seafood processing, industries, technology & services dan IPEX – Indonesia Pharmaceutical Expo 2019 – The 15th pameran internasional dalam bidang pharmaceutical, ingredients, contract manufacturing, processing, technology, packaging machinery, equipments and services. Berbagai seminar dengan tema menarik juga turut dihadirkan dalam pameran ini. Di antaranya seminar dari ADUPI & IPF ‘’Sustainable Packaging Life Cycle Solutions’’, seminar dari PRINTPACK ‘’Pharmaceutical Trends & Opportunities in South East Asia’’, seminar dari PT I.C.F & Welko ‘’Spray Dryers in the ATEX world’’, seminar dari Rieckermann ‘’The Art of Coffee Roasting Process and Packaging Systems’’, ‘’Efficient Granulation with Innovative Technology: TwinPrO & MultiLab with Integrated PAT’’.

Denpasar (Bali Post) Melanjutkan peluncuran inisiatif #GoGreener di tingkat nasional bulan Agustus lalu, Gojek melalui layanan GoFood menggandeng WWF Indonesia, memberikan pelatihan bagi 100 mitra driver di Denpasar, Selasa (29/10) kemarin. Pelatihan yang diberikan yakni mengenai upaya sadar lingkungan dan memperkenalkan solusi untuk mengurangi kantong plastik sekali pakai, yaitu dengan tas pengantaran khusus GoFood. Selain itu, mitra driver juga memperoleh pembekalan seputar upaya penyelamatan lingkungan. Menurut VP Corporate Affairs, Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina, sebagai layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, GoFood selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, mitra driver memegang peranan penting di ekosistem Gojek. ‘’Melalui program BBM ini, kami memfasilitasi mitra driver dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, tujuannya agar mitra driver selalu nyaman ketika mengantarkan makanan dan akhirnya selalu menjadi andalan serta makin dicintai oleh pelanggan,’’ katanya. Sebelumnya, hasil riset Nielsen Singapura berjudul ‘’Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market’’ memaparkan, 82% konsumen urban memilih GoFood. Salah satu alasannya adalah pelayanan mitra driver yang ramah, sopan, dan informatif. GoFood juga dianggap sebagai layanan pesanantar makanan tercepat oleh 79% konsumen. Sehingga penting bagi GoFood untuk terus meningkatkan kualitas layanan untuk menjaga kepercayaan dan loyalitas konsumen. ‘’Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memperkenalkan tas pengantaran yang dirancang

khusus demi kenyamanan dan menjaga keadaan pesanan dalam keadaan prima dari merchant sampai ke konsumen, dan yang terpenting tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai,’’ bebernya. Untuk tahap awal, GoFood mendistribusikan 100 tas pengantaran di Kota Denpasar. Tas pengantaran ini memiliki banyak keistimewaan, di antaranya kompartemen yang lebih luas dan kualitas tinggi untuk menyimpan dan mengantar makanan, baik panas maupun dingin. Selain itu, tas ini juga tahan cipratan air, dapat dilipat sehingga tetap fleksibel saat mitra driver mengantar penumpang. Upaya pengelolaan lingkungan juga merupakan dukungan GoFood terhadap Peraturan Gubernur Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Sampah Plastik dan Peraturan Wali Kota No. 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Sejalan dengan agenda pemerintah ini, Gojek tengah melakukan beberapa langkah pendukung, terutama dalam pengiriman pesanan makanan dan minuman. Antara lain Reduce, Recycle, Reinvest. Direktur Kemitraan WWFIndonesia Ade Swargo Mulyo

Denpasar (Bali Post) Target kunjungan wisatawan ke Bali mestinya tidak sekadar meningkatkan angka setiap tahunnya, tetapi juga perlu melihat situasi perekonomian secara umum dan permasalahan politik yang ada. Seperti sekarang, resesi ekonomi yang terjadi di Hongkong dikhawatirkan turut memengaruhi pariwisata Bali. Pasalnya, selain wisatawan Australia, kunjungan wisatawan dari daratan China juga masih mendominasi. ‘’Kitalah yang menerima akibatnya karena memang pariwisata ya… Tapi saya masih ada keyakinan akan ada respons yang cukup selama dua bulan ini,’’ ujar anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, Selasa (29/10) kemarin. Ia mengaku masih berupaya untuk optimis, walaupun momen high season sudah ‘’hilang’’. Sebab, ada indikasi respons yang cukup, apabila informasi diberikan secara baik. Dalam hal ini, penyampaian informasi memerlukan pola yang agresif melibatkan influencer dan buzzer di media sosial untuk menarik kunjungan wisatawan. Utamanya dalam kaitan penyebarluasan berita-berita positif ataupun menjelaskan polemik seperti persoalan RUU KUHP yang lalu. ‘’Tentunya ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah,’’ imbuh politisi PDI-P asal Denpasar ini. Situasi perekonomian, lanjut Adhi Ardhana, merupakan faktor eksternal yang kini memengaruhi kunjungan wisatawan. Sedangkan faktor internal menyangkut gejolak politik di Tanah Air. Sekalipun di Bali sendiri sebetulnya tidak ada

masalah. Namun, apa yang terjadi di Tanah Air tetap dikaitkan dengan Bali. Hal inilah yang mesti dijelaskan kepada wisatawan dalam penyampaian informasi. Kalau sampai ada penurunan kunjungan wisatawan, maka sektor lain seperti UKM juga akan kena imbasnya. ‘’Pasti itu karena pariwisata adalah devisa negara yang dinikmati langsung oleh masyarakat. Wisatawan menukar dolar menjadi rupiah untuk berbelanja di sini. Kalau tidak ada yang datang, maka dia tidak menukar dolar, kan gitu,’’ jelasnya. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali per September 2019 sudah menyentuh angka 4.652.636. Hingga tutup tahun nanti, tambahan wisatawan yang datang paling banyak diperkirakan mencapai 1,5 juta. Dengan demikian, kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2019 ada di kisaran 6,2 juta. Pihaknya mengaku sempat keteteran di semester pertama 2019. Salah satunya terpengaruh bencana erupsi Gunung Agung. ‘’Kejadian dulu itu di-blow up oleh kompetitor-kompetitor kita, sehingga yang tadinya berencana ke Bali jadi batal. Dampaknya bukan pada saat terjadi gunung meletus, tapi berimplikasi pada saat kunjungan berikutnya. Turis itu kan biasanya merencanakan liburan enam bulan sebelumnya,’’ ujarnya. Menurut Astawa, kisaran 6,2 juta kunjungan wisatawan sampai akhir 2019 bisa dikatakan meningkat bila dibandingkan

mengatakan, WWF-Indonesia aktif melakukan berbagai kampanye penyadartahuan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan agar semua makhluk hidup dapat hidup selaras dengan alam. Pihaknya menyadari, mengelola lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan diperlukan kontribusi aktif semua kalangan masyarakat. ‘’Karenanya kami berharap mitra driver Gojek dapat menjadi salah satu pelopor bagi lingkungannya, dari hal yang cukup sederhana seperti yang berhubungan dengan profesinya sehari-hari,’’ harapnya. Sementara mitra driver Daud Mesak mengungkapkan, meski di Bali saat ini sudah terbiasa tidak menggunakan kantong plastik untuk membungkus makanan dan minuman, tetapi pihaknya sering kali masih bingung saat membawa belanjaan dalam jumlah yang banyak. ‘’Pelatihan ini membuat kita sadar bahwa ada solusi bagi keterbatasan kami dengan menggunakan tas pengantaran khusus inovasi GoFood, sehingga ke depannya kami semakin mudah dalam menjalankan order seharihari,’’ tuturnya. (kmb23)

TAS PENGANTAR - Gojek memperkenalkan tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Kunjungan Wisatawan Turun, UKM Ikut Kena Imbas

Kemudian seminar dari Imas Asri Mulia ‘’Allergen Control Reducing Cross Contamination - Batch Traceability – The right Factory Design’’, seminar dari PATPI ‘’Peluang dan Tantangan Bioplastik’’, seminar dari Packaging Development Federation ‘’Sustainable Packaging for Better Life in the Future’’ dan seminar dari PMMC ‘’Mencermati Tren Pasar Farmasi di Indonesia 2019-2024, Tantangan dan Peluang Pengembangan Produk Baru’’, ‘’How To Set Up a Successful Biologics Facility – Development & Manufacturing Approach’’, serta masih banyak acara menarik lainnya. Kesuksesan Allpack Indonesia 2019 tidak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kamar Dagang dan Industiri Indonesia, Kamar Dagang dan Industiri Jakarta, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Indonesia Packaging Federation (IPF), Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik (ADUPI), Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) dan Pharma Materials Management Club (PMMC). Kemudian juga dukungan dari Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (APHINDO), INA PLAS, Asosiasi Rantai Pendingin Indo-

nesia (ARPI), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Perhimpunan Industry Corrugated Cardboard Indonesia (PICCI), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Industri Pengolahan Daging (NAMPA), AP5IAsosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, International Pharmaceutical Manufactures Group (IPMG), Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia (APKKI). Allpack Indonesia 2019 diharapkan dapat meningkatkan dan memberikan inovasi baru untuk teknologi di bidang pengemasan dan pengolahan. Pameran ini terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat umum, mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara langsung di lokasi pameran dengan membawa dua buah kartu nama, dan undangan yang telah dikirimkan pihak Krista Exhibitions atau dengan registrasi online https://avl-indonesia.com/. Pengunjung yang menggunakan sandal jepit dan celana pendek serta anak-anak di bawah usia 6 tahun dilarang untuk masuk ke area pameran. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Kristamedia di nomor telepon (021) 634 5861; 634 5862, atau dengan mengirimkan e-mail ke info@kristamedia.com. (bns1)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

tahun lalu. Walaupun angka itu sebetulnya masih bisa ditingkatkan lagi. Namun, situasi politik dengan adanya pemilu serentak yakni pileg dan pilpres juga cukup memengaruhi kunjungan wisatawan. Di samping masalah kebencanaan seperti gempa yang terjadi di luar Bali. Pasalnya, wisatawan mengira gempa yang terjadi di Maluku atau Papua dekat dengan Pulau Dewata. Kemudian soal RUU KUHP yang sempat membuat wisatawan Australia melakukan pembatalan kunjungan. ‘’Pemberitaan hoax yang di-blow-up dan didramatisir menyebabkan turis itu juga batal berkunjung ke Bali,’’ jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali ini. Untuk mengejar angka kunjungan di atas 6 juta, Astawa mengaku terus mengomunikasikan dengan para konjen negara sahabat agar ada direct flight ke Bali. Seperti misalnya penerbangan langsung dari Sidney ke Bali, dari Vietnam ke Bali, serta dari Turki ke Bali yang sudah terealisasi. Hal ini diyakini sangat berdampak pada kunjungan wisatawan dari negara-negara tersebut. Upaya berikutnya, memberikan diskon pada hotel sampai akhir Desember untuk mendorong wisatawan datang. Kemudian, mengundang influencer dan vlogger untuk datang ke Bali serta melakukan promosi ke luar negeri bersama pemerintah kabupaten/kota khususnya Badung. Promosi antara lain menyasar London, Prancis, Tiongkok, dan Jepang. (kmb32)


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Menguatkan Komitmen Pemuda di Puja Mandala BUKAN generasi annoying, tetapi generasi being. Itulah yang ingin dibuktikan mahasiswa semester V Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis Jurusan Administrasi Niaga Politenik Negeri Bali (PNB) melalui kegiatan praktik matakuliah MICE yang mengharuskan mereka melakukan eksekusi event di Puja Mandala Nusa Dua. Praktik dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10) lalu. Meskipun mahasiswa me ng e t a hui t a ha p d a lam menyelenggarakan sebuah event, seperti programing, budgeting, selling, excetion, dan evaluation, namun tanpa pengalaman mencoba langsung tidak akan membuat mereka menjadi seorang penyelenggara maupun pebisnis event yang tangguh nantinya. ‘’Melalui praktik ini mereka akan belajar lebih cepat dari pengalaman dengan memperbaiki kekurangan, bahkan kesalahan,’’ ungkap Kadek Eni Marhaeni, dosen pengampu matakuliah MICE. Momen Hari Sumpah Pemuda dipilih bukan tanpa alasan. Namun sebagai tanggung jawab besar generasi muda untuk tetap menggelorakan semangat kesatuan dan persatuan. Terlebih dilakukan di tempat yang tepat mewakili simbol persatuan umat antaragama yang telah dikenal dunia. Dari sisi bisnis mahasiswa belajar langsung bagaimana melihat, menangkap, dan memanfaatkan peluang. Bonus yang diperoleh dari kegiatan

ini menjadikan mereka menjadi mahasiswa pertama dan satu-satunya yang memperingati perayaan Sumpah Pemuda di Puja Mandala. Rangkaian acara peringatan Sumpah Pemuda diisi dengan aktraksi musikalisasi lagu-lagu perjuangan, pembacaan puisi, tarian kreasi dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda milenial yang diwakili oleh masing-masing kelas. Menariknya ikrar dibacakan dalam bahasa Bali, Indonesia dan Inggris. Hadir pada kesempatan itu, para pemuka agama yang ada di Puja Mandala dan berkenan mengajak mahasiswa untuk melihat langsung masing-masing tempat ibadah. Pada kesempatan ini, Ketua PAUB Puja Mandala Wayan Solo menyampaikan paparannya tentang kerja sama dan toleransi antarumat di Puja Mandala. Kado istimewa yang diperoleh mahasiswa dalam kegiatan praktik MICE ini, hadirnya Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. dengan memberi sambutan yang intinya menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam bisnis ketika mereka terjun di dunia bisnis nanti. Apalagi, vibrasi Puja Mandala akan sangat membantu tumbuhnya sikap positif yang diistilahkan s e b a g a i Green E thics . ‘’Pemimpin itu hadir, memberi kami semangat dan keren. Itulah yang dirasakan mahasiswa terharu menutup acara di Puja Mandala,’’ pungkas Eni Marhaeni. (win)

PRAKTIK - Mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis Jurusan Administrasi Niaga PPNB menggelar kegiatan praktik mata kuliah MICE di Puja Mandala Nusa Dua, Senin (28/10) lalu.

Penurunan BI 7 DRR, Rangsang Tumbuhnya Dunia Usaha Denpasar (Bali Post) – Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7 DRR) 25 basis poin menjadi 5 persen, dinilai akan merangsang tumbuhnya dunia usaha. Namun perbankan diharapkan cepat merespons penurunan suku bunga ini sehingga suku bunga kredit perbankan akan menjadi murah. ‘’Yang diharapkan bunga kredit menjadi murah atau turun sehingga roda ekonomi bergerak lebih kencang,’’ kata Prof. Gde Sri Darma, pengamat ekonomi dari Undiknas, belum lama ini. Menurutnya, dengan menurunnya kembali BI 7 DRR menjadi 5 persen akan segera terwujud kredit single digit atau di bawah 10 persen. Tentunya imbasnya bunga dana pihak ketiga seperti deposito maupun tabungan akan mengalami penurunan juga. Besaran bunga deposito tergantung besarnya dana nasabah. ‘’Makin besar dana nasabah, maka makin besar pula peluang untuk mendapatkan bunga. Tabungan juga demikian,’’ ujarnya. Ia pun menilai makin mendekati nol persen, maka bunga deposito akan lebih baik. Lebih baik yang dimaksud adalah uang yang ada diharapkan tidak disimpan, melainkan digerakkan atau diputar untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, ia berharap dengan adanya kebijakan Dewan Gubernur Bank Indonesia (DGBI) menurunkan bunga acuan

perbankan harus segera merealisasikan lewat penurunan suku bunga kredit. Perbankan mesti berpihak kepada rakyat, termasuk di dalamnya pelaku usaha UMKM. Sri Darma menilai pelaku usaha di dalam negeri masih optimis dengan adanya menteri-menteri baru yang duduk di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ‘’Market berpandangan sangat positif terhadap Kabinet Indonesia Maju,’’ imbuhnya. Ia pun berharap dengan pelantikan para menteri ke depannya bisa membawa ekonomi lebih maju dan meningkatkan bisnis digital agar Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Seperti diketahui, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 23-24 Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan, BI 7 DRR 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5 persen. Relaksasi tersebut diikuti penurunan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing 25 bps menjadi 4,25 persen dan 5,75 persen. Kebijakan tersebut didasarkan pada perkiraan inflasi yang terkendali dan imbal hasil investasi keuangan domestik yang tetap menarik. Selain itu, langkah tersebut sebagai preemptif lanjutan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. (kmb42)

Bali Post/jay

PASANG TALI HELM - Salah seorang Polwan Ditlantas Polda Bali ketika melaksanakan giat pengaturan lalu lintas di seputaran jalan di Banjar Semer, Kuta, Badung, Selasa (29/10) kemarin. Saat melihat pengendara motor yang merupakan turis asing melintas mengenakan helm tanpa memasang talinya, Polwan tersebut langsung memberhentikan lanju motornya. Polwan cantik itu pun menghampiri sembari membantu pengedara memasang tali helm sampai berbunyi ‘’klik’’. Kegiatan pengaturan lalu lintas tersebut juga dalam rangka Operasi Zebra Agung 2019.

Bappebti Minta Korban SGB Buat Laporan Denpasar (Bali Post) -

Tangis Raudatul, mantan marketing PT Solid Gold Berjangka (SGB), tumpah saat menceritakan kembali apa yang dialaminya di perusahaan itu. Mulai dari tidak digaji hingga investasi nasabah yang semuanya dikatakan hilang di pasar. Munculnya nasabah yang menjadi korban justru berawal dari para marketing yang mendatangi mereka di rumah masing-masing. ‘’Saya sendiri adalah korban. Masalahnya harga diri kita. Tolong bapak-bapak untuk membantu kami semua,’’ ujar Raudatul dalam rapat tindak lanjut penyampaian aspirasi nasabah PT SGB, di DPRD Bali, Selasa (29/10) kemarin. Rapat kali ini juga dihadiri perwakilan PT SGB Bali dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Raudatul menuturkan, saat dulu bertemu nasabah, para marketing SGB diminta menyampaikan bila investasi di perusahaan itu aman. Nasabah juga pasti akan mendapatkan profit minimal 5 sampai 10 persen per bulan. Untuk penarikan dana juga fleksibel.

Bila bertemu nasabah yang tidak memiliki uang dingin, bahkan diberikan solusi agar menggadaikan asetnya di bank negara atau koperasi. Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi mendesak Bappebti untuk memberikan sanksi dan mengembalikan dana masyarakat Bali yang sudah merasa ditipu oleh SGB. ‘’Kami ingin mencarikan solusi terbaik, supaya apa yang menimpa masyarakat tersebut terselesaikan dengan baik. Makanya kali ini, kami mengundang Bappebti dan mereka welcome,’’ ujar politisi Golkar asal Buleleng ini. Kresna Budi menambahkan, dewan juga mengusul-

kan agar Bappebti menyetop operasional SGB di Bali. Lantaran masyarakat yang menjadi korban cukup banyak, pihaknya tidak ingin dampak buruk yang ditimbulkan SGB semakin meluas. ‘’Untuk itu, kami rekomendasikan penghentian sementara operasional SGB di Bali. Karena sampai detik ini mereka masih beroperasional dan mencari nasabah,’’ jelasnya. Kepala Bagian Pelayanan Hukum Bappebti Yovi mengaku tidak dapat serta merta memberikan sanksi dan menutup SGB. Namun harus dilakukan penyidikan terlebih dahulu dan menentukan apakah ada pelanggaran atau tidak. ‘’Kami memiliki mekanisme

Bali Post/ist

RAPAT - Suasana rapat tindak lanjut penyampaian aspirasi nasabah PT SGB yang juga dihadiri perwakilan PT SGB dan Bappebti. sendiri yang harus dijalankan. Kami minta para nasabah yang merasa dirugikan dan ditipu untuk membuat laporan untuk dapat segera kami proses dan verifikasi dulu ada kelengkapan administrasi,’’ ujarnya.

Dalam aturan investasi, lanjut Yovi, pihak SGB seharusnya menjelaskan risiko yang bisa diderita nasabah dan melakukan simulasi sehingga nasabah benar-benar mengerti. (kmb32)

Kasus Dugaan Korupsi di STPND

Belum P-21, Berkas Perlu Dilengkapi Petunjuk Jaksa Denpasar (Bali Post) Diam-diam Ditreskrimsus Polda Bali mengusut dugaan kasus korupsi dana Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) periode 2016-2017 di STPND sebesar miliaran rupiah. Dalam kasus ini, polisi menetapkan sejumlah tersangka, salah satu di antaranya bernisial DGNB (56). Berkas penyidikan kasus ini sudah

dilimpahkan ke kejaksaan. ‘’Sudah dilimpahkan, tapi baru P-19 atau masih ada perlu dilengkapi lagi. Nanti kalau sudah P-21 (lengkap) pasti kami rilis,’’ tegas Kasubbdit III (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati, Selasa (29/10) kemarin. AKBP Wedanajati tidak bisa berkomentar banyak

soal kasus tersebut karena masih di lapangan. Namun, ia membenarkan jika sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini yakni inisial DGNB. ‘’Setahu saya, dia menjabat ketua. Korupsi terkait penggunaan dana IOM,’’ ujarnya. Perwira melati dua di pundak ini kembali menegaskan pihaknya akan merilis

pengungkapan kasus ini jika berkas perkaranya sudah P-21. ‘’Sabar ya. Ini masih tahap melengkapi petunjuk jaksa. Mudah-mudahan cepat tuntas,’’ pintanya. Informasi di lapangan, DGNB ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Juli 2019 melalui surat nomor S.Tap/32/VII/2019/ Ditreskrimsus. Dalam surat

tersebut dijelaskan DGNB dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tipikor terkait menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadinya. DGNB dan tersangka lainnya diduga menggunakan dana IOM untuk beberapa kegiatan kampus, padahal sudah dibiayai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). (kmb36)

Tren Pariwisata Berubah

Momen Tepat Kembangkan Desa Wisata Denpasar (Bali Post) Tren pariwisata telah berubah. Wisatawan di era milenial tidak lagi berwisata untuk service base tourism. Tidak lagi dilayani bak raja. Mereka menjadi senang dengan hal-hal yang bersifat yang baru dan pengalaman baru. Untuk itu, knowledge base tourism yang banyak berkembang saat ini. Hal baru itu banyak didapatkan di desa-desa karena sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari wisatawan. Dengan demikian, desa wisata menjadi momen yang tepat dikembangkan saat ini. ‘’Ini yang sebenarnya harus kita bedakan. Tampilkan sebagai diferensiasi, perbedaan produk kita dengan daerahdaerah lain,’’ kata Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, belum lama ini. Desa wisata, menurutnya, jawaban atas perubahan tren yang terjadi saat ini. Namun, realitanya beberapa desa yang sudah didukung dana untuk pengembangan pariwisata, namun yang diharapkan masyarakat tentang desa wisata belum terjadi, sehingga tidak ada wisatawan yang datang ke desa. Untuk membangun desa wisata memang tidak mudah. Jika terus dilakukan upaya–upaya pemajuan, menurutnya, suatu saat akan sampai pada tujuan.

Oleh karena itu, agar tidak menimbulkan kekecewaan, paradigma desa wisata hanya untuk meningkatkan akselerasi ekonomi harus diperbaiki. ‘’Bahwa yang ditingkatkan adalah kesejahteraan, termasuk kesehatan warganya. Bukan hanya semata-mata datang wisatawan kemudian ekonomi semakin baik. Mari nikmati keindahan dan kebersihan desa ini untuk kita semua,’’ tandasnya. Kata Cok Ace, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membangun desa wisata yaitu atraksi, amenity (kemudahan), dan akses. Atraksi tersebut ada seni lukis seperti di Ubud, memahat seperti di Mas dan kerajinan perak seperti di Celuk. Ubud, Mas, dan Celuk memiliki ciri khas atraksi masing-masing. Selain itu, akses menuju tempat wisata juga diperhatikan. Namun, kebanyakan desa wisata belum mememberikan amenity (kemudahan). Misalnya, Ubud, dikatakan sejak ada permintaan menginap dari wisatawan cepat mengantisipasinya dengan membuat homestay di rumah-rumah penduduk. Sehingga Ubud telah memberikan amenity ketika ada permintaan. Permasalahan pariwisata lainnya adalah pemasaran dan marketing. Ada tiga tahapan yaitu promosi, sales,

dan branding. Promosi yang bisa dilakukan adalah promosi produk yang dimiliki desa, misalnya patung atau lukisan. Dari sisi sales, yaitu promosi pada customer cara mendapatkan produk tersebut. Sedangkan branding butuh waktu lama untuk bisa mendapatkan feedback. Misalnya orang-orang penting diundang ke destinasi tersebut dan mengundang media-media. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu yang dipandang strategis bagi upaya penurunan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit). Defisit yang tercatat pada kuartal II 2019 telah mencapai USD 8,4 miliar atau setara dengan 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. ‘’Dengan mendorong kinerja sektor pariwisata, kita sama-sama mengharapkan bahwa wisatawan asing akan semakin tertarik untuk datang dengan lama tinggal dan nilai belanja yang berkualitas. Tentunya kita sama-sama harapkan sumbangan pariwisata dapat melengkapi upaya-upaya pemerintah pusat dalam mendorong ekspor, atau mengurangi impor demi perbaikan posisi neraca transaksi berjalan tersebut,’’

ujarnya. Dalam rangka memberikan perhatian pada sektor pariwisata, pada 2019 ini Bank Indonesia juga memberikan pendampingan teknis kepada beberapa desa wisata yang ada di Bali yaitu Desa Tampaksiring, Desa Paksebali di Klungkung dan Desa Pinge di Tabanan.

Fokus pendampingan yang dilakukan adalah upaya penciptaan 3A2P yaitu Access, Amenities, dan Attractions. Ketiga A tersebut didukung oleh 2P yaitu Promotion dan People, yaitu memberikan promosi yang gencar serta pembangunan kualitas SDM pariwisata yang andal. (kmb42)


Rabu Pon, 30 Oktober 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Hak Anak pada Era Kekinian

TIDAK sebahagia ketika kita menikmati masa anak-anak. Masa ini ditandai dengan suasana riang gembira, penuh canda dan full kasih sayang. Bahkan dulu, orangtua nyaris cuek dengan target menjadikan mereka SDM berkualitas. Anak-anak pun bebas mengekspresikan dirinya. Namun sekarang, sekolah dan orangtua pada era kekinian cenderung ‘’memasung’’ anaknya dengan satu tujuan kamu harus belajar dan belajar. Maka terjadilah ruang bermain bagi anakanak makin terjepit. Belum lagi, ada tugas di sekolah yang harus dikumpulkan esok harinya. Makanya, kita perlu meneliti tuntutan kurikulum saat ini relevankah dengan dunia anak-anak? Pertanyaan besar ini seharusnya dijawab dengan kerendahan hati semua komponen. Kepala Bidang Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Mulyono, pernah menyatakan bahwa anak-anak memiliki 31 hak dalam undang-undang. Salah satunya anak-anak memiliki hak dalam membangun daerah. Hak anak yang diatur oleh undang-undang, yakni bermain, berekreasi, berpartisipasi, berhubungan dengan orangtua bila terpisahkan, bebas beragama, bebas berkumpul, bebas berserikat, hidup dengan orangtua, kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang. Anak juga mempunyai hak untuk mendapatkan nama, identitas, kewarganegaraan, pendidikan, informasi, standar kesehatan paling tinggi, standar kehidupan yang layak. Hak anak untuk mendapatkan perlindungan pribadi, dari tindakan/penangkapan sewenang-wenang, dari perampasan kebebasan, dari perlakuan kejam, hukuman dan perlakuan tidak manusiawi, dari siksaan fisik dan nonfisik, dari penculikan, penjualan, dan perdagangan atau trafficking, dari eksploitasi seksual dan kegunaan seksual, dari eksploitasi/penyalahgunaan obat-obatan, dari eksploitasi sebagai pekerja anak, dari eksploitasi sebagai kelompok minoritas, dari pemandangan atau keadaan yang menurut sifatnya belum layak untuk dilihat anak. Anak juga memiliki hak khusus terkait perlindungan dalam situasi genting/ darurat, sebagai pengungsi/orang yang terusir/ tergusur, jika mengalami konflik hukum, dan konflik bersenjata atau konflik sosial. Anak-anak pada era kekinian juga berhak mendapat perlindungan dari berbagai tindak kekerasan. Dengan hak-hak anak ini, kini semua sekolah berlomba mendapatkan sekolah ramah anak. Ini artinya, semua hak anak diperoleh siswa di sekolah. Sementara kota/ kabupaten berlomba meraih predikat kota layak anak. Pada penganut agama mana pun pasti meyakini anak adalah anugerah yang dititipkan Tuhan kepada orangtua. Oleh karena itu, anak sebagai generasi penerus perlu diperhatikan orangtua agar tumbuh dan berkembang kecerdasannya. Sebagai orangtua, semua pihak wajib memberikan hak dan kewajiban anak. Apalagi bagi krama Bali, anak adalah leluhur yang berlaku sebagai dewa. Mereka tak boleh disakiti. Jika berani menyakiti itu artinya berani dengan leluhur. Makanya, para tetua Bali menyebut anak-anak maraga dewa. Biarkan mereka berkembang secara alamiah. Belajar boleh namun tetap ada ruang bagi anak untuk bermain. Ini namanya konsep pendidikan keseimbangan perkembangan otak kanan dan otak kiri.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Pendidikan Tetap Membutuhkan Karakter Mungkin banyak orang yang merasa perlu ada penjelasan lebih terbuka dari pemerintah terkait penunjukan menteri pendidikan dari kalangan milenial. Tujuannya dan pertimbangan Presiden mengangkat sosok milenial tentu secara kekinian dapat kita pahami. Bahwa pendidikan perlu sentuhan teknologi dan pendekatan dunia usaha dalam mengelolanya, mungkin juga relevan. Namun, kita juga harus sepakat dunia pendidikan membutuhkan karakter dan keteladanan. Sebagai orangtua, saya hanya berharap anak-anak didik di sekolah jangan hanya dijejali pendekatan teknologi dalam proses pembelajarannya. Kecerdasan siswa dalam mengelola dan beradaptasi dengan lingkungan sosial juga harus dibangun. Dalam hal inilah, kehadiran guru yang sarat pengalaman dan memiliki karakter dalam penjabaran pengajaran budi pakerti sangat diperlukan. Pintar, cerdas, dan peka mengelola peluang usaha dan profesional tentu kita sangat harapkan lahir dari dunia pendidikan. Namun, saya sebagai orangtua tetap berharap anak-anak bangsa tumbuh dengan karakter dan budi pakerti yang jelas. Jadi, antara teknologi dalam pendekatan pendidikan dan kecerdasan guru sebagai pendidik dan menjadi panutan tetap kami harapkan mampu menghasilkan hal yang optimal dalam dunia pendidikan. Mudah-mudahan terobosan dalam dunia pendidikan tak meninggalkan pendidikan karakter dan tetap berbudaya. Ni Putu Purnami Gianyar, Bali

Rentannya Perlindungan Hak Anak Oktober 2019, kita memperingati 17 tahun disahkannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam momen ini, ada baiknya kita merenungkan perlindungan hak anak. Meskipun anak-anak termasuk manusia, ironisnya hak mereka sering dilanggar oleh orang dewasa. Ironisnya lagi, hal ini jarang dibahas ketika memperingati momen Hari Perlindungan Anak.

Oleh

Bambang Gede Kiswardi nak-anak adalah makhluk yang masih lemah, tetapi hak-haknya sering tergencet. Bahkan, mantan Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Dr. Seto Mulyadi menyatakan setiap tahun, jumlah anak yang kehilangan haknya selalu bertambah. Diperkirakan 60% sampai 70% anak kehilangan haknya, dari 90 juta jumlah anak di Indonesia. Menurut Kak Seto, angka itu bukanlah angka mutlak di kejadian sebenarnya. Sebab, fenomenanya seperti gunung es, kelihatan hanya luarnya. Ia menilai, hilangnya hak anak itu tidak lagi terjadi pada tingkat keluarga, namun sudah berada di tingkat sekolah, instansi, masyarakat, hingga kepada negara. Bentuk kehilangan hak anak pun terjadi dalam berbagai hal, yaitu kekerasan, proses diskriminasi, seksual, politik, dan kesejahteraan. Kak Seto agaknya jauh dari keliru. Jika kita perhatikan kehidupan sehari-hari, anak-anak pada usia tumbuh kembang memang sangat rentan terhadap terjadinya diskriminasi hak-hak anak. Ini sangat dipengaruhi faktor lemahnya posisi anak karena belum mampu mandiri sehingga pola ketergantungan kepada orangtua dan lingkungan sosialnya masih sangat dominan. Anak-anak sering dijadikan replika orang dewasa, sehingga anak kehilangan otoritasnya untuk melihat, mera-

sakan, berpikir, dan bertindak terhadap persoalan-persoalan dirinya atau menyampaikan aspirasi atas hasil pemikirannya. Padahal, proses tumbuh kembang sangat memengaruhi masa depan anak di kemudian hari. Dalam proses tumbuh kembang tersebutlah anak tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor yang mengitarinya, yaitu lingkungan, pendidikan, budaya, dan ekonomi. Celakanya, anak sering masih terbelenggu perasaan malu, malas untuk berkeinginan, dan takut menyampaikan aspirasinya. Faktor yang sangat menentukan ketidakmampuan anak mengartikulasikan persoalannya itu banyak dipengaruhi pola yang berlaku dan secara sistematis memengaruhi perkembangan psikologis anak. Dari sinilah agaknya penting kita sadari, besarnya ketergantungan anak terhadap lingkungan bukan berarti membenarkan perilaku orangtua atau orang dewasa untuk seenaknya campur tangan dalam menentukan dan membentuk kepribadian anak. Sebab, mereka memiliki dunianya sendiri. Kahlil Gibran mengungkapkan, kita dapat memberikan kasih sayang kepada anak-anak, namun kita tidak bisa memberikan pikiran kita, sebab mereka memiliki pikiran mereka sendiri. Kita tidak boleh mengurung jiwa mereka, sebab jiwa mereka tinggal di rumah masa depan yang tidak dapat kita kunjungi, walaupun

Info Singaraja FM infosingarajafm

081933004217

Jelang Hujan, Saluran Air agar Dibersihkan

PERDA jalur hijau sedang dalam pembahasan di DPRD Buleleng. Penggantinya adalah perda tentang perlindungan lahan pertanian. Kini, rancangannya masih dalam tahap pembahasan. Hal itu juga menjadi sorotan pada acara Suara Buleleng, Selasa (29/10) kemarin. Berikut rangkumannya. Gung Surya di Lovina mengatakan, Perda Jalur Hijau akan diganti menjadi Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Perda tersebut kini masih dalam rancangan yang masih dibahas DPRD Buleleng. Ia pun berharap agar pihak terkait memberikan batasan kepada pihak pengembang untuk mmbangun di daerah produktif. Sehingga nantinya daerah produktif masih bisa tertata dan mampu mmberikan tambahan pemasukan bagi warga masyarakat. Demikian juga agar dibahas penggunaan gas bagi industri yang ada di Celukan Bawang. Gung Surya mendukung hal tersebut sehingga polusi di Buleleng bisa teratasi. Gung Dedi Jalan Ngurah Rai menyoroti soal penataan eks Pelabuhan Buleleng. Kata dia, dengan dibukanya kawasan eks Pelabuhan Buleleng sebagai daerah kunjungan wisata, maka perlu mendapat perhatian yang serius. Dalam hal ini, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab dalam penataan eks Pelabuhan Buleleng. Mengingat makin banyaknya wisatawan mendatangi kawasan itu. Apalagi telah

dibangun Museum Soenda Ketjil di tempat itu sehingga memberikan dampak yang baik bagi perkembangan kepariwisataan di wilayah kota. Selain penataan kawasan, perlu pula diikuti penataan dalam menciptakan kebersihan dengan menaruh tong sampah di sekitar wilayah tersebut, sehingga warga tidak sembarangan membuang sampah. Juga soal penanganan orang asing yang telah melakukan perbuatan tercela di Indonesia khususnya Bali. Mohon kepada pihak imigrasi agar memperketat pengawasan terhadap orang asing agar kita mengetahui apa dan bagaimana dia berada di wilayah Indonesia atau Bali apakah sebagai wisatawan atau bekerja. Sementara itu, Putu Gamaarta di Dusun Pemaroan, Patemon, mengingatkan soal akan turunnya hujan. Untuk itu, kepada warga dan petugas agar ikut memelihara gorong-gorong. Demikian pula dalam pembuatan jalan agar memerhatikan saluran air, sehingga kalau hujan deras, air tidak meluber sampai ke jalan. Sebab, hal tersebut akan mempercepat kerusakan aspal. (kmb)

lewat mimpi. Kita, ungkap Gibran, juga dapat menyerupai mereka, namun jangan coba-coba untuk memaksa mereka menyerupai kita. Sebab, waktu tidak berjalan mundur, dan merekalah yang akan menggenggam dunia sesudah kita tiada. Tetapi sayangnya, pesan moral Gibran itu acap diabaikan. Jangankan mempedulikan anak-anak, mereka justru sering dijadikan korban kekerasan eksploitasi. Baik eksploitasi secara ekonomi maupun seksual. Anakanak sering pula ditempatkan pada lingkungan kurang kondusif, yang kerap disebut para pakar juga tergolong kekerasan. Jejak panjang kekerasan di nusantara juga telah banyak menyisakan duka mendalam di dada anak-anak. Bahkan, kekerasan ini telah mencapai tingkat yang tidak bisa ditolerir (the most intoleriable form). Dari sini kemudian memicu banyak pihak yang peduli terhadap anak untuk mencoba membela mereka, baik di level nasional maupun internasional (PBB melalui UNICEF), yang akhirnya menghasilkan undangundang berupa Konvensi Hak Anak (KHA). Namun, gambaran ideal sebagaimana tertera dalam KHA masih jauh dari kenyataan. Anakanak masih menjadi bagian yang terpinggirkan, tereksploitasi, terdepresi oleh lingkungan dan kultur di mana mereka tinggal, misalnya dalam keluarga, masyarakat, sekolah, dan sektor kehidupan lainnya. Inilah yang perlu dipertanyakan kembali. Mohon dicatat, Indonesia merupakan salah satu dari 190 negara dunia yang meratifikasi konvensi PBB tentang hak anak (Convention on the Right of the Children) pada 1990. Artinya, Indonesia terikat secara

yuridis dan politis pada hukum internasional untuk mengambil kebijakan dalam melindungi hakhak anak tanpa diskriminasi di seluruh pelosok nusantara. Mempertanyakan tersebut lebih penting lagi bila mengingat sudah terlalu banyak kasus yang menjadikan anak-anak sebagai korban kekerasan. Baik kekerasan fisik yang berupa penderaan, pemukulan dan pelecehan seksual; maupun kekerasan mental (psikologis) seperti ancaman, tekanan, pembatasan yang berlebihan, pengucilan, dan bentuk pengendalian serta pemaksaan lainnya. Ini masih ditambah kekerasan sosial-ekonomi di mana anak-anak dianggap rendah dan dihargai sebagai tenaga kerja murah, kontrol terhadap hak pribadi anak, perdagangan dan pelacuran anak. Mengenai bentuk pengendalian dan pemaksaan oleh negara dan orang dewasa, beberapa waktu lalu bahkan ada pengadilan terhadap anak yang tidak sewajarnya, yakni dalam kasus Raju. Dalam kasus ini tampak sekali hilangnya hak anak yang diakibatkan oleh negara. Raju terbelit kasus hukum, dan hukum itu berasal dari negara. Dari kasus ini, sebaiknya pemerintah segera merealisasikan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak menjadi Peraturan Pemerintah, yang kemudian bisa digunakan sebagai salah satu penjelasan dari undang-undang yang menyangkut tentang anak. Setidaknya payung hukum yang menyangkut hak anak akan bisa mendekati sempurna. Selanjutnya, jika merujuk pada Komite Hak Anak PBB, ada 4 kategori anak yang memerlukan perlindungan khusus: Pertama, anak-anak yang mengalami eksploitasi. Baik berupa eksploitasi ekonomi, seksual, penyalahgunaan obat terlarang, penjualan dan perdagangan anak, serta bentuk eksploitasi lainnya. Kedua, anak yang berada dalam kondisi darurat atau anak pengungsi yang sedang berada di tengah konflik bersenjata. Di Indonesia, data yang berhasil dihimpun Komnas Perlindungan Anak menginformasikan bahwa

WARUNG GLOBAL

Sampah akan Selalu Jadi Masalah PASCAKEBAKARAN Jumat (25/10) lalu, TPA Suwung ditutup oleh warga Pesanggaran. Bukan tanpa alasan warga menutup TPA yang setiap harinya dijejali ratusan ton sampah dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Warga setempat telah bertahun-tahun ‘’disiksa’’ oleh bau yang tidak sedap dari tumpukan sampah yang menggunung serta dapat mengancam kesehatan dan kenyamanan warga setempat. Lalu apa solusi yang perlu dilakukan? Dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global, Kawan Global meminta agar pemerintah cepat mengambil tindakan. Sebab, wacana yang telah lama berkembang, TPA Suwung akan dikelola investor. Namun sampai detik ini belum terealisasi. Padahal idenya, sampah di TPA Suwung ini menjadi energi listrik. Jika TPA masih dikeloal seperti saat ini, maka akan terus-menerus menjadi persoalan. Untuk itu persoalan sampah di Bali harus berangsur-angsur diselesaikan. Demikian pendapat Werdha di Gianyar. Dulu pernah ada wacana akan dijadikan tempat wisata, mengapa tidak? Sampah mestinya diolah, dijadikan energi listrik, sangat bagus, jadi segera diwujudkan. Kawan lain di Tabanan, Budiada dan Fera, berharap persoalan sampah ini ditangani dengan serius. Apakah karena tidak ada dana, meski sudah minta ditangani oleh pusat? Banyak ahli

di universitas, harusnya segera membantu. Nyoman Mastra di Gianyar juga demikian, para ahli mestinya membuat konsepnya, kemudian diajukan ke pusat. Kondisi sampah menggunung di TPA Suwung, tak berbanding lurus dengan keberadaan bank sampah di tiap-tiap banjar. Menurut Ayu di Petang, ketika bank sampah sudah bekerja dengan baik, kalangan rumah tangga memilah sampah dengan baik, di TPA Suwung tak ada lagi sampah organik/plastik yang menumpuk. Untuk itu peran masyarakat dalam memilah sampah itu sangat penting. (sikha)

dari 639.817 pengungsi yang tersebar di Timor Barat, Aceh, Ambon, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur, tidak kurang dari 150.000 di antaranya adalah anak-anak. Sementara di Aceh, 10.076 anak-anak pengungsi akibat konflik bersenjata, terancam kekurangan gizi, rawan penyakit ISPA, dan diare. Ketiga, anak yang berasal dari kelompok minoritas dan masyarakat adat. Kategori terakhir ini walau cukup jarang terjadi, tapi dampaknya sungguh luar biasa terhadap anak, khususnya terhadap kepribadian dan kepercayaan dirinya. Anak-anak minoritas yang senantiasa dilecehkan dan menjadi bahan olok-olokan teman-temannya, suatu saat akan menjelma menjadi figur pendendam, bahkan pembunuh. Jika itu dibiarkan berlangsung, tentu akan berbahaya nantinya. Keempat, anak yang mengalami masalah hukum. Di negara kita, sekitar 4.000 anak berumur di bawah 16 tahun dibawa ke pengadilan tiap tahunnya. Sebagian besar terlibat tindak kriminal remeh. Tapi jika keberadaan mereka dikumpulkan satu sel dengan orang dewasa, maka rawan terjadi tindak kekerasan lanjutan, seperti pelecehan seksual, pemukulan dan pemaksaan kehendak oleh orang dewasa. Mengingat semua itu, kini sudah waktunya semua komponen bangsa ini memberi prioritas perhatian terhadap persoalan anak. Janganlah kita biarkan kesengsaraan anak-anak akan terus berlanjut. Sebab, hal itu bisa berpotensi kita kehilangan generasi penerus bangsa yang baik. Memang kini sudah ada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tetapi harap dicatat, undang-undang tersebut harus kita terapkan secara konsisten. Janganlah undang-undang hanya tinggal undang-undang, tanpa realisasi. Penulis, Dosen/Lektor PPKn di FKIP Universitas Bung Hatta, Padang; kandidat Doktor P-IPS UNP

POJOK Warga Canggu gelar aksi damai, tolak eksekusi tanah pura. - Ada yang purapura tak dengar. *** Ingin berkarier di pariwisata, Pemkab Bangli sediakan dana bergulir. - Untuk pertanian tunggu giliran. *** TPA Suwung ditutup, Badung darurat sampah. - Asalkan tak darurat pariwisata.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Bapenda Gencar Gelar Razia Kendaraan

RAZIA - Razia gabungan yang digelar Selasa (29/10) kemarin.

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Bapenda Bali melalui UPTD Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Tabanan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggelar razia gabungan terhadap pengendara yang tidak taat membayar pajak. Seperti pada Selasa (29/10) kemarin, penertiban digelar di areal gedung I Ketut Maria. Kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita. Petugas memberhentikan para pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut. Setelah diperiksa oleh petugas. Jika kedapatan pajak kendaraannya sudah mati, maka pengendara diberikan surat tilang untuk selanjutnya diarahkan membayar pajak tersebut. Kepala UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan Drs. I Nengah Suarnata yang turun langsung mengikuti kegiatan operasi gabungan mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran agar membayar pajak jika sudah jatuh tempo pembayaran. Sejauh ini masih banyak pengendara motor yang tidak patuh membayar pajak. ‘’Tujuannya kita mengelar penertiban ini untuk memberikan kesadaran

bagi pengendara agar taat membayar pajak kendaraan. Dengan begitu ke depannya masyarakat tepat waktu membayar pajak,’’ ungkap Suarnata. Razia gabungan, lanjut Suarnata rutin digelar dengan mengambil lokasi berbeda. ‘’Kami akan terus bekerja sama dengan jajaran Satlantas Polres Tabanan, khususnya dalam pembinaan pada pelanggar dan meningkatkan pendapatan dari pajak kendaraan,’’ ucapnya. Diakuinya dengan gencarnya kegiatan penertiban, pembayaran pajak kendaraan (samsat) mengalami peningkatan. ‘’Otomatis mereka yang kedapatan tidak membayar pajak setelah jatuh tempo akan ditilang dan tentunya masyarakat akan memprosesnya,’’ jelasnya. Sementara itu, hasil penertiban kemarin terjaring 53 pelanggaran. Sebanyak 22 pelanggaran di antaranya SIM mati, 22 pelanggaran PKB, sebilan pelanggaran perlengkapan berkendara, status kepemilikan kendaraan dikuasai tanpa dimiliki sebanyak 16 unit kendaraan dan satu kendaraan pelat luar daerah. ‘’Untuk kendaraan yang dikuasai tanpa dimiliki hanya didata. Diharapkan balik nama,’’ terangnya. (kmb28)

Sebagian Besar Perpustakaan SD Memprihatinkan Tabanan (Bali Post) -

Peningkatan program gemar membaca di kalangan anak-anak khususnya jenjang SD, masih jauh dari harapan. Hal ini mengingat sebagian besar perpustakaan tingkat SD di Kabupaten Tabanan kondisinya memprihatinkan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tabanan I Wayan Kotio di acara penyerahan hadiah dan piagam penghargaan bagi pemenang lomba perpustakaan dan literasi tingkat SMP yang digelar Dewan dan Klinik Pendidikan Kabupaten Tabanan, Selasa (29/10) kemarin. Diungkapkan Kotio, dari hasil pembinaan yang dilakukan oleh Perpustakaan Kabupaten Tabanan ke sejumlah sekolah serta monitoring yang telah dilakukan Dewan dan Klinik Pendidikan, kondisi perpusatakaan khususnya di jenjang SD dinilai kurang layak. Hal ini jauh berbeda dengan kondisi perpustakaan jenjang SMP dan SMA yang sudah mulai membaik apalagi dilengkapi dengan aplikasi barcode dalam hal peminjaman buku. ‘’Khusus di SD, dari pengamatan kami selama pembinaan, banyak yang punya ruangan perpustakaan lengkap dengan koleksi buku. Hanya

saja jarang dikunjungi oleh siswanya. Jika perpustakaan jarang dibuka dan pengelola perpustakaan kurang berinovasi, bagaimana bisa berfungsi baik,’’ terangnya. Terkait hal itu, Kotio menyarankan pengelola perpustakaan di jenjang SD memiliki terobosan atau inovasi yang diharapkan mampu mengajak siswa masuk ruang perpustakaan. ‘’Misalnya saja penyediaan wifi gratis untuk menarik minat siswa datang ke ruang perpustakaan. Lambat laun pasti mereka baca koleksi buku di sana,’’ ucapnya. Kotio pun menyambut baik langkah Dewan dan

Klinik Pendidikan Tabanan yang menggelar lomba perpustakaan dan literasi sebagai upaya menggeliatkan fungsi perpustakaan. Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Tabanan Made Sukanitera mengatakan, meski perpustakaan sebagian besar dalam kondisi kurang layak, sejak tahun 2018 Dinas Pendidikan sudah mewajibkan budaya literasi membaca di kalangan SD. 10 menit sebelum pelajaran dimulai para siswa diwajibkan membaca buku yang dibawanya sendiri ataupun meminjam di perpustakaan. Di tahun 2020, lanjut Su-

Diduga Ada Kecurangan

Penetapan Perbekel Terpilih di Desa Cau Belayu Ditunda Tabanan (Bali Post) Pleno penetapan perbekel terpilih di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, terpaksa ditunda. Pasalnya, dua calon perbekel di desa setempat melakukan gugatan atas raihan suara tertinggi untuk calon terpilih, I Putu Jayantara yang merupakan calon nomor urut 2. Gugatan dilayangkan karena diduga ada kecurangan dalam proses pencoblosan. Camat Marga I Gusti Alit Adiatmika menjelaskan, masalah ini tengah ditangani oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jika tidak ada halangan, sidang penetapan calon terpilih rencananya dilakukan Rabu (30/10) hari ini oleh BPD. ‘’Untuk proses pelaksanaan pemilihan berjalan aman dan lancar. Bahkan

situasi saat ini meski ada gugatan, masyarakat tetap kondusif,’’ ucapnya, Selasa (29/10) kemarin. Penundaan pleno diterangkan Alit Adiatmika berawal dari gugatan saksi calon nomor urut 1, I Gusti Made Narta, dan calon nomor urut 3, I Wayan Tunas, di TPS 3 di Banjar Sribupati. Saat pencoblosan Sabtu (26/10) lalu, mereka melihat indikasi kecurangan yaitu pencoblosan lebih dari sekali. Atas dasar itu, saksi akhirnya tidak mau tanda tangan, namun proses penghitungan suara tetap berjalan. Sementara itu, Pj. Perbekel Desa Cau Belayu Made Wiryanata juga membenarkan adanya penundaan tersebut. Hanya, kecurangan masih belum bisa dibukti-

kan sehingga belum berani memastikan apakah benar terjadi hal tersebut. Terkait hal itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tokoh adat dan BPD setempat. Jika nanti tidak bisa menyelesaikan, baru akan dilimpahkan ke leading sector dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. ‘’Kami berusaha dulu secara kekeluargaan agar tidak jadi ramai,’’ ucapnya. Untuk diketahui hasil pilkel di Desa Cau Belayu belum lama dimenangkan oleh I Putu Eka Jayantara dengan 558 suara. Dia berhasil menumbangkan dua pesaingnya, I Gusti Made Narta yang meraih 486 suara dan I Wayan Tunas sebanyak 543 suara. (kmb28)

kanitera, ada tiga SD di Tabanan yang mendapatkan DAK untuk pengadaan gedung perpustakaan. Tiga sekolah tersebut yakni SD 8 Dajan Peken, SD 3 Luwus, dan SD 2 Pandak Gede. Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana menjelaskan, lomba perpustakaan dan literasi ini merupakan tindak lanjut dari Bimtek yang digelar setahun lalu. ‘’Lomba ini juga ajang evaluasi sejauh mana perkembangannya setelah acara Bimtek perpustakaan tahun lalu. dan apa kendala yang masih dihadapi. Ternyata banyak yang belum menerapkan sistem online serta adapula yang masih kewalahan melengkapi fasilitas perpustakaan dan belum bisa memberikan wajah menarik untuk siswa bisa datang berkunjung,’’ pungkasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

LOMBA - Penyerahan hadiah dan penghargaan bagi pemenang lomba perpustakaan dan literasi tingkat SMP di Tabanan.

Perayaan HUT Kota Tabanan Hanya di Tingkat Kabupaten Tabanan (Bali Post) Akibat mengalami defisit anggaran, Pemkab Tabanan memastikan HUT ke-526 Kota Tabanan tahun ini akan dirayakan secara sederhana. Berbeda dengan tahun lalu, perayaan HUT tahun ini tidak sampai dilangsungkan hingga tingkat kecamatan. Dari informasi yang dihimpun di Bagian Tata Pemerintahan (Tapem)

Setda Tabanan, perayaan HUT Kota Tabanan dianggarkan Rp 354 juta lebih. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai

Rp 3,8 miliar. Saat itu setiap kecamatan mendapatkan jatah Rp 300 juta untuk menampilkan potensi seni dan kuliner masing-masing. Kasubag Pemerintahan Umum I Nyoman Pradnyana seizin Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Tabanan I Wayan Yelada, Selasa (29/10) kemarin membenarkan jika tahun ini perayaan HUT Kota Tabanan di tingkat kecamatan ditiadakan karena keterbatasan anggaran. HUT dirayakan hanya di tingkat kabupaten. Perayaan HUT Kota Tabanan digelar selama

tiga hari yakni 27 sampai 29 November di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Mengambil tema ‘‘Sadhu Sida Sidhi’’ atau kebijaksanaan dalam mewujudkan kemakmuran, rencananya akan ada empat festival yang akan digelar yakni festival cinta, festival kuliner, festival kopi dan festival band. Akan dilaksanakan pula pembagian 1.000 kopi gratis yang disiapkan oleh stan barista. Namun untuk konsep lengkapnya, kata Pradnyana, masih akan dikoordinasikan dengan Asisten I Setda Tabanan. Pada intinya, anggaran HUT Kota Tabanan digunakan untuk acara pembukaan, upacara di Lapangan Alit Saputra dan puncak perayaan yang akan digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria. (kmb28)

I Nyoman Pradnyana


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Undiksha Juara Umum Kejuaraan Renang Antar-Mahasiswa Se-Indonesia

JUARA UMUM - Atlet renang Undiksha didampingi pembina Kadek Happy Kardiawan, S.Pd., M.Pd. (tiga dari kanan) bertemu Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., Selasa (29/10) kemarin. Perenang ini mengantarkan Undiksha keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Renang Antar-Mahasiswa seIndonesia.

BKD Sasar Hotel dan Restoran Penunggak Pajak

Singaraja (Bali Post) – Badan Keuangan Daerah (BKD) melancarkan monitoring dan evaluasi (monev) penagihan tunggakan Pajak Hotel dan Restoran (PHR), Selasa (29/10) kemarin. Monev yang melibatkan Komisi III DPRD Buleleng ini menyasar Hotel Sunari, Melka, dan Restoran Ulam Segara di kawasan Lovina, Kecamatan Buleleng. Data BKD menyebut, ketiga wajib pajak (WP) itu tercatat memiliki tunggakan PHR sejak beberapa tahun terakhir. Hotel Sunari belum menyetorkan pungutan pajak Rp 1,2 miliar. Hotel Melka sampai sekarang belum menyerahan pungutan pajak Rp 608,8 juta. Sementara Restoran Ulam Segara dari data penagihan menunjukkan belum melunasi Pajak Restoran Rp 48,1 juta. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah Gede Sasmita Ariawan, sejak tercatat memiliki tunggakan pajak, pihaknya sudah melakukan pendekatan sembari men-

coba menagih secara langsung. Akan tetapi, upaya itu gagal, sehingga tunggakan pajaknya terus membengkak karena termasuk pengenaan denda. Oleh karena manajemen tetap menunda pembayaran, BKD melayangkan surat peringatan (SP) pertama dan kedua. Bahkan, saat melayangkan peringatan kedua, BKD menjatuhkan sanksi dengan menempel stiker yang menunjukkan wajib pajak menunggak pajak. Rupanya peringatan dan sanksi itu belum juga membuahkan hasil. Sebab, manajemen hanya menyanggupi akan melunasi pajak dengan cara mencicil. “Kami harap iktikad baik manajemen menyetorkan pajaknya sesuai berita acara kesanggupan mencicil,” katanya. Menurut Sasmita, setelah peringatan kedua dan hasil monev, sesuai ketentuan BKD, pihaknya akan melayangkan peringatan ketiga. Kalau pihak manajemen tetap membandel, BKD akan menegakkan UU No. 28 tahun 2009 tentang

Pajak dan Retribusi Daerah. Sanksi yang dapat dijatuhkan sampai pada penyitaan aset perusahaan. “Kami mengikuti mekanisme dan ini harus dipahami oleh wajib pajak. Kalau belum mau melunasi, sansi sesuai regulasi itu akan diterapkan,” tegasnya. Anggota Komisi III Wayan Soma Adnyana mengungkapkan, kerja keras pemerintah menagih pajak hingga menjatuhkan sanksi sudah sesuai regulasi. Ia menilai persoalan ini tidak diselesaikan tuntas karena pihak manajemen hotel atau restoran kurang disiplin mengikuti aturan. Untuk itu, pihaknya mendukung pemerintah menagih secara door to door hingga menjatuhkan sanksi kepada penunggak pajak. ‘’Kalau sudah ditempel stiker, nama baik hotel atau restoran akan terganggu dan kerugian bagi perusahaan sendiri. Kami minta siapa pun pengelola hotel atau restoran, aturan perpajakan harus dipatuhi,” jelas politisi PDI Perjuangan ini. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PLP2B – Bapemperda menyepekati membahas rancangan perda tentang PLP2B dalam masa sidang pertama tahun 2019.

TIM renang Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Renang Antar-Mahasiswa se-Indonesia Tahun 2019. Kontingan renang Undiksha diperkuat oleh perenang dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK). Mereka menyabet 16 medali dalam ajang bergengsi itu. Kejuaraan tersebut berlangsung di Universitas Hasanuddin, Makassar, 25- 26 Oktober 2019 lalu. Dekan FOK Undiksha I Ketut Budaya Astra, S.Pd., M.Or. didampingi Wakil Dekan III I Kadek Happy Kardiawan, S.Pd., M.Pd. mengatakan, ada lima mahasiswa yang bertanding yakni Agus Nuarta, Ni Nyoman Dewi Setiari, Dewa Gede Anom Artha Tenaya, Ni Made Putri Dharmayanti, dan Ida Bagus Gede Jaya Mahotama. Mereka turun dalam tiga nomor berbeda. Hasilnya, perenang andalan perguruan tinggi berjuluk Kampus Seribu Jendela itu sukses merebut 11 medali emas, 2 perak, dan 2 medali perunggu.

Atlet yang berlaga itu pernah tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). “Jadi, persiapannya sudah cukup lama. Atlet-atlet ini juga sudah punya klub masing-masing,” katanya. Raihan prestasi tersebut tentu menjadi sebuah kebanggaan. Namun, para atlet harus terus meningkatkan kualitas diri sehingga mampu tampil di ajang lebih tinggi dan menorehkan prestasi. Dalam hal ini, perhatian pimpinan universitas diharapkan juga semakin serius, salah satunya dengan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Renang. “Sekarang belum ada. Dari sisi peminat cukup banyak. Kami berharap UKM itu bisa dibentuk dan didanai. Ini untuk memaksimalkan pengembangan bakat mahasiswa,” jelas Budaya Astra. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. menegaskan, prestasi ini patut disyukuri karena menjadi kado istimewa, mengangkat citra baik Undiksha di masyarakat

dan semakin dikenal. Mahasiswa tersebut termasuk yang lainnya didorong terus melahirkan prestasi hingga ke tingkat internasional. Jika itu tercapai, ia menyatakan kelulusannya bisa tanpa mengikuti ujian skripsi. Dia juga memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat. Termasuk bidang renang, didukung untuk membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa berikut dari sisi pendanaannya. “Kalau bisa juara dunia, akan langsung lulus. Oleh karena itu, kami terus mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri,” tegasnya. Hal senada diungkapkan Wakil Rektor III Undiksha Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. Menurutnya, tidak hanya penting dalam menunjang karier mahasiswa, namun juga mampu meningkatkan grade lembaga, baik tingkat nasional maupun internasional. “Kami sangat apresiasi ini dan berharap semakin banyak prestasi yang muncul, termasuk dari bidang lain,” ujarnya. (ad869)

Jelang Pembayaran Ganti Rugi Proyek ’’Shortcut’’

PUPR Bali Kembali Temui Pemilik Tanah di Gitgit Singaraja (Bali Post) – Target Gubernur Bali Wayan Koster membebaskan lahan yang masuk dalam jalur pembangunan shortcut titik 7 sampai 10 di Kabupaten Buleleng, kembali ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bali. Sebanyak 60 orang pemilik tanah di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, kembali diundang untuk mengikuti sosialisasi lanjutan di Balai Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Selasa (29/10) kemarin. Pada intinya, para pemilik tanah mendukung pembangunan infrastruktur jalan oleh pemerintah.

mengatakan, jumlah pemilik tanah 145 orang tersebut bisa saja berkembang karena trase jalan yang akan dibangun dapat berubah. Pendataan ini merupakan data awal sebelum konsultasi publik. Data riil akan didapat dari pendataan awal sehingga bisa berlanjut ke konsultasi publik. Keputusan dalam konsultasi publik itu menjadi acuan penentuan lokasi (penlok). “Tanggal 5 November 2019, kami akan undang pemilik tanah dari tiga desa ini dan tokoh masyarakat. Kalau ada keberatan, masih ada waktu dan diberikan kesempatan. Bila tidak, akan diikuti dengan penetapan lokasi,” tandasnya. (kmb38)

Kepala Dinas PUPR Bali I Nyoman Astawa Riadi mengatakan, berdasarkan pendataan awal oleh tim persiapan pembebasan lahan, pembangunan shortcut dari titik 7 sampai 10 memerlukan lahan seluas 31,41 hektar. Ini sesuai hasil pendekatan dan sosialisasi awal yang tercatat ada 145 orang pemilik tanah. Mereka tersebar di Desa Wanagiri, Pegayaman dan Desa Gitgit. Khusus di Desa Gitgit ada 60 pemilik tanah yang sudah didata. Pemilik tanah ini terletak di Dusun Wira Bhuana, Pumahan dan Dusun Gitgit. “Tujuannya untuk mencari masukan dan mensosialisasikan tahapan pembebasan lahan. Setelah ini akan digelar konsultasi publik, sebelum nantinya target yang diberikan pimpinan, pemilik tanah bisa menerima ganti rugi pada Desember 2019,” katanya. Mengingat waktu tinggal dua bulan ke depan, PUPR Bali mengebut tahapan pembebasan tanah. Bukan hanya dikejar target yang diberikan Gubernur Koster, kesiapan lahan ini juga sudah ditagih oleh Kementerian PUPR. Pasalnya, sesuai kebijakan pembangunan nasional, pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja–Mengwitani ini dilanjutkan mulai tahun 2020. “Shortcut titik 3 dan 4

PEMILIK TANAH – Dinas PUPR Bali dan tim pembebasan lahan kembali menemui pemilik tanah yang masuk dalam jalur proyek pembangunan shortcut titik 7 sampai 10 di Balai Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Selasa (29/10) kemarin.

Singaraja (Bali Post) – Hari H pencoblosan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak tahun 2019 ditetapkan Kamis (31/10) besok. Secara umum, persiapan menjelang pemungutan suara itu sudah final. Mengantisipasi keamanan saat pencoblosan dan penghitungan suara, Polres Buleleng telah menyiapkan personel pengamanan. Bahkan, aparat sudah memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk kategori rawan dan memberikan atensi khusus dengan memperte-

bal personel pengamanan. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polres Buleleng Kompol A.A. Wiranata Kusuma saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Geliat Buleleng yang disiarkan Radio Singaraja FM 92.0, Selasa (29/10) kemarin. Perwira asal Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng itu lebih lanjut mengatakan, sesuai instruksi pimpinan, kekuatan pengamanan Pilkel serentak di 79 desa akan dijaga

sudah mendekati rampung. Begitu pula titik 5 dan 6 akan kelar tahun ini, sehingga kami dikejar deadline menyiapkan lahan untuk titik selanjutnya. Jadi, pembebasan lahan ini kami percepat,” jelas Astawa Riadi. Menurutnya, sesuai perencanaan program, Pemprov Bali baru memprogramkan penyiapan lahan shortcut titik 7 sampai 10. Untuk merealisasikan program ini, dalam

APBD Bali 2019 melalui pagu anggaran Dinas PUPR dialokasikan anggaran pembebasan tanah shortcut Rp 200 miliar. Dari jumlah ini, untuk mengganti rugi tanah warga diperkirakan menelan anggaran Rp 190 miliar. “Nanti tergantung hasil perhitungan tim appraisal, berapa menghabiskan anggaran baru kelihatan,” tambahnya. Anggota tim pembebasan lahan, Dewa Made Ardana,

Bali Post/kmb38

Ranperda PLP2B akan Lindungi 6.000 Hektar Lahan Jelang Pilkel, Polres Petakan TPS Rawan

Singaraja (Bali Post) – Rancangan Perda (Ranperda) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) diputuskan dibahas pada masa sidang pertama tahun ini. Dari ranperda yang sudah disusun Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, lahan pertanian yang ditetapkan masuk dalam PLP2B seluas 6.443 hektar. Ini sesuai kajian teknis Universitas Udayana Denpasar, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD dengan pemerintah kabupaten di ruang gabungan komisi, Selasa (29/10) kemarin. Rapat dipimpin Ketua Bapemperda Nyoman Gede Wandra Adi bersama anggotanya, sedangkan pemkab diwakili Asisten Pemerintahan Putu Karuna didampingi Kepala Distan Made Sumiarta dan Kabag Hukum Setda Buleleng Bagus Gede Brata. Kepala Distan Made Sumiarta mengatakan, dari total lahan pertanian di Bali Utara seluas 9.497 hektar, direkomendasikan ditetapkan dalam PLP2B seluas 6.443 hektar. Lahan pertanian seluas itu dinilai realistis ditetapkan sebagai Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Selain itu, pemkab perlu men-

etapkan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B). ‘’Dari kajian Unud, LCP2B di Buleleng dirancang seluas 3.000 hektar. Sesuai kajian dan rekomendasi itu, PLP2B ini terdiri atas KP2B dan LCP2B. Yang disampaikan ini baru rancangan yang akan dibahas lebih lebih lanjut,” jelasnya. Menurutnya, kalau PLP2B ditetapkan, konsekuensinya adalah menjaga lahan tersebut tetap berperan sesuai fungsi awal. Untuk menjaga agar lahan tidak tergerus alih fungsi, dalam pembahasan rancangan perda ini, pemerintah mengusulkan pemberian insentif kepada petani. Hal ini seperti keringan atau lahan yang sudah ditetapkan menjadi LP2B bebas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan. Kalau dengan pemberian insentif itu tetap saja terjadi alih fungsi lahan, upaya terakhir menutupi penyempitan lahan dengan memasukkan lahan yang ditetapkan dalam LCP2B. Sementara itu, Ketua Bapemperda Nyoman Gede Wandira Adi mengatakan, Ranperda PLP2B sudah diputuskan menjadi pembahasan dalam masa sidang pertama tahun ini. Regulasi ini diperlukan untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian di tengah kekosongan hukum setelah Perda tentang Kawasan Jalur Hijau dicabut.

Terkait usulan memberikan insentif kepada petani pemilik lahan yang masuk LP2B, Wandira sependapat dengan usul pemkab. Keringanan pajak atau bahkan pembebasan pajak diyakini dapat mengikat kemauan petani tetap mengusahakan lahan pertanian sesuai fungsi aslinya alias tidak mengalihfungsikan menjadi bangunan. “Untuk PLP2B ini, kami sepakat membahas tuntas di masa sidang pertama karena akan ada pembahasan lanjutan. Faktanya, pemicu alih fungsi lahan karena kenaikan pajak yang memberatkan petani,” jelasnya. Anggota Bapemperda yang juga Ketua Komisi II DPRD Putu Mangku Budiasa menyebutkan, upaya membentengi lahan pertanian dari gelombang alih fungsi adalah menyusun Perda tentang Kawasan Perumahan dan Permukiman. Regulasi ini belum dibentuk oleh pemerintah, sehingga pengembang bebas membeli lahan pertanian untuk dijadikan bangunan. ‘’Dalam masa sidang pertama ini, kami mengusulkan Ranperda tentang Kawasan Perumahan dan Permukiman menjadi usulan hak inisiatif DPRD. Bukan saja melindungi lahan pertanian, pengaturan kawasan perumahan dan permukiman ini terkait dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang belum dibahas,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DIALOG INTERAKTIF – Kabag Ops. Polres Buleleng Kompol A.A. Wiranata Kusuma (kanan) menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif Geliat Buleleng yang disiarkan Radio Singaraja 92.0, Selasa (29/10) kemarin.

870 personel. Pengamanan ini juga dipertebal oleh personel di setiap polsek bersangkutan. Personel pengamanan telah mengikuti apel pasukan dan mulai Rabu (30/10) ini, menuju masing-masing desa yang menghelat pilkel serentak. “Secara umum kekuatan pengamanan kami bertugas pada tiga rayon yaitu Buleleng Timur, Tengah, dan rayon Buleleng Barat,” ujarnya. Menurut mantan Kapolsek Kota Singaraja tersebut, pihaknya juga sudah melakukan pemetaan terhadap terjadinya konflik saat pencoblosan dan proses penghitungan suara. Pada pilkel serentak di 79 desa terdapat 336 lokasi TPS. Dari jumlah ini, 86 TPS masuk kategori rawan terjadi konflik yang memerlukan atensi. Kerawanan ini selain karena meningkatkan tensi politik di desa bersangkutan, juga karena lokasi pembuatan TPS jauh dari pusat desa dan beberapa pertimbangan keamanan lain. “Ini protap dalam mengantisipasi. Kami harap calon, tim sukses, dan pihak lain komitmen menjaga situasi kamtibmas. Kalau terjadi pidana tentu kami akan menindak sesuai pelanggaran hukum,” jelas

Kusuma. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng Made Subur menyatakan, secara keseluruhan panitia kabupaten dan panitia desa sudah melaksanakan tahapan pilkel dengan baik. Logistik surat suara, alat coblos, bilik kotak suara dan yang lainnya sudah diterima di masing-masing desa pelaksana pilkel serentak. Tinggal masing-masing panitia desa mempersiapkan pembuatan TPS serta melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara sesuai jadwal. Mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng tersebut berharap, visi, misi, dan program calon perbekel terpilih dapat diimplementasikan sesuai potensi di desa bersangkutan. Selain itu, roda pemerintahan dan pembangunan oleh perbekel terpilih sejalan dengan kebijakan pemkab dan pusat. “Kami berharap, visi misi para perbekel ini sejalan dengan kebijakan pemerintah lebih tinggi, serta sejalan dengan potensi yang ada,” imbuh birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini. (kmb38)


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Kasus Piala Bupati

Kejari Tahan Tersangka Ketut Suasta Gianyar (Bali Post) -

Bali Post/nik

WAYANG - I Wayan Purwana saat menunjukkan wayang berbahan plastik di rumahnya di Sukawati, Selasa (29/10) kemarin.

Purwana Garap Wayang Kontemporer Berbahan Plastik

Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar sebagai daerah seni memang banyak memiliki remaja yang kretif. Tidak terkecuali kretivitas dalam mengolah sampah. Seperti I Wayan Purwana yang mengolah sampah plastik menjadi wayang kontemporer. Empat karyanya pun sampai dipentaskan pada salah satu festival di Bali. Ditemui di rumahnya di Desa Sukawati, I Wayan Purwana menerangkan pembuatan karya kontemporer ini berawal dari permintaan dari Sanggar Bajra Jnana Desa Bona, Blahbatuh. Ia pun akhirnya merampungkan empat wayang kontemporer berbahan plastik. Yakni Duryodana, Sekuni, Sangut, dan Raksasa. Rata-rata wayang kontemporer ini memiliki panjang 90 cm sampai 1 meter. Dijelaskan, pembuatan wayang ini melewati proses pemilahan sampah yang cukup lama. Nah setelah sampah dirasa cukup, termasuk komposisi warna barulah dia membuat pola. “Polanya saya buat berbahan kemasan botol plastik yang disetrika biar datar. Setelah itu baru ditempel sampah berwarna,” jelasnya. Diakui saat pemilihan warna dan bentuk inilah memerlukan kreativitas tinggi. Sebab tidak bisa sembarang tempel. Dikatakan harus ada penyesuaian antara warna rambut, mata, gigi, dan ornamen lain. “Harus ada penyesuaian warna ini agar sesuai dengan karakter tokoh,” jelasnya. Biaya yang dihabiskan membuat karya ini kisaran Rp 500 ribu. Sementara itu, terkait bahan baku diakui mudah didapatkan dari ling-

kungan sekitar. Khususnya lagi hanya didapatkan dari sampah rumah tangga. “Yang beli cuma kayu dan lem sebagai perekat,” ujarnya. Wayang kontemporer hasil karyanya ini pun telah dipentaskan pada Festival Seni Bali Jani beberapa waktu lalu dalam pertunjukan teater. Usai pentas, diakui wayang ini tiada guna karena memang kurang mataksu, terlebih bahannya dari sampah plastik. Namun demikian, wayang ini dibuat sebagai perantara edukasi tentang bahaya sampah plastik yang disampaikan melalui pertunjukkan teater. “Wayang ini dibuat untuk pelengkap teater yang mengkritisi dampak ekologi dari sampah plastik terhadap lingkungan,” jabarnya. Wayan Purwana mengaku kini tidak berencana untuk memproduksi lagi. Sebab pria yang aktif dalam kelompok sosial Trash Hero Indonesia ini berkepentingan agar sampah plastik masuk pabrik. “Sempat dilema, karena saya mendaur ulang sampah plastik. Yang justru tetap akan menghasilkan sampah. Berbeda ketika kita kumpulkan sampah plastik, masuk pabrik diolah jadi produk baru,” ujarnya. Purwana mengaku sudah mebawa kebiasaan memilah sampah di rumahnya. Hal ini dilakukan semenjak aktif dengan Trash Hero sekitar 1,5 tahun lalu. Di rumahnya sendiri terdapat tiga bak sampah. “Ada tiga bak sampah untuk organik, plastic, dan bahan berbahaya. Untuk memilah jika ada yang tertukar, saya siagakan satu sepit,” ujarnya. (kmb35)

Kejaksaan Negeri Gianyar menggelar tahap II kasus Bupati Cup 2016 dengan tersangka Ketut Suasta pada Selasa (29/10) kemarin. Tahap II kasus ini jaksa melimpahkan tersangka yang mantan Sekretaris PSSI Gianyar itu dengan puluhan barang bukti. Selain itu jaksa juga langsung melakukan penahanan terhadap Ketut Suasta di Rutan Kelas II B Gianyar. Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan mengatakan dalam tahap II kasus Piala Bupati 2016 itu dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kejari Gianyar ke jaksa penuntut umum (JPU). Sebelum pelimpahan tersebut, tersangka mengikuti proses pemeriksaan kesehatan di RSUD Sanjiwani Gianyar pagi kemarin. “Tersangka dipastikan dalam kondisi sehat, bisa mengikuti proses tahap II kasus ini,” katanya. Nah usai tahap II ini, Kejari Gianyar juga langsung melakukan penahanan terhadap tersangka Ketut Suasta di Rutan Kelas II B Gianyar. Minggu ini kejaksaan juga langsung melakukan pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Denpasar, sehingga bisa segera dilakukan persidangan. “Kalau tidak Kamis, mungkin Jumat ini kita limpahkan ke pengadilan, se-

mentara untuk persidangan menunggu jadwal di pengadilan,” jelasnya. Berdasarkan pantauan tersangka digiring ke mobil oleh jaksa di kantor Kejari Gianyar pada Selasa sekitar pukul 13.00 Wita. Menggunakan mobil hitam, tersangka lantas dibawa ke rutan Kelas II B Gianyar untuk menjalani masa penahanan. “Tersangka kami pasangkan sangkaan primer pasal 2 UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun penjara, junto pasal 18, subsider pasal 3 dengan ancaman minimal 1 tahun maksimal 15 tahun penjara, junto pasal 18, junto pasal 64 ayat 1 KUHP,” bebernya. Di tengah pelimpahan Selasa kemarin, Jaksa juga menyerahkan cukup banyak barang bukti, yang terdiri dari 25 item. Barang bukti itu meliputi proposal pengajuan, SPPD, SPJ (surat pertanggung jawaban) dan lainnya. “Barang bukti kunci dalam ka-

sus ini ialah pembuatan SPJ yang penggunaannya tidak sesuai kenyataan,” bebernya. Dibeberkan, saat Piala Bupati 2016, PSSI Gianyar kala itu memperoleh hibah Bupati Gianyar sebesar Rp 500 juta. Namun yang digunakan tidak sampai sebesar itu. “Penggunaan tidak segitu karena ada yang dipotong, tapi dia buat SPJ tetap Rp 500 juta. Kerugian negara kurang lebih Rp 152 juta lebih,” katanya. Dibeberkan, saat tersangka menjabat Sekretaris PSSI Gianyar, dilakukan pemotongan pada honor atlet yang berlaga. Kasipidsus menambahkan, honor panitia juga banyak dipotong oleh tersangka, sehingga tidak sesuai dengan pertanggungjawaban. Selain itu juga ada penggunaan anggaran untuk tenaga kesehatan fiktif. “Untuk honor atlet, misalnya seharusnya dapat honor Rp 3 juta, tetapi hanya Rp 2 juta diberikan ke atlet, sementara

Bali Post/nik

RUTAN - Tersangka Ketut Suasta usai menjalani tahap II, kemudian digiring menuju Rutan Kelas II B Gianyar. dalam pertanggungjawaban tetap Rp 3 juta,” ungkapnya. Lantas apakah tersangka memang beraksi sendiri dalam kasus korupsi mencapai Rp 152 juta ini? Kasipidsus mengaku sampai tahap ini memang kasus ini dengan tersangka tunggal, namun pihaknya akan menunggu fakta di persidangan, bila mencuat nama baru yang terlibat. “Kalau misal dia berkicau nanti

di pengadilan tentu kita akan lakukan penyelidikan lagi,” katanya. Selain barang bukti, jaksa juga melimpahkan 20 lebih nama saksi. Namun JPU tentu akan memilih saksi mana yang bisa dihadirkan ke persidangan. “Saksi banyak, tentu nanti akan disortir, saksi mana saja yang bisa dibawa ke persidangan,” tandasnya. (kmb35)

Pedagang Berharap Pasar Seni Sukawati Segera Dibangun Gianyar (Bali Post) Pascadirelokasi ke Lapangan Sutasoma Sukawati pada awal Maret lalu, hingga kini ratusan pedagang Pasar Seni Sukawati masih berjualan di areal pasar relokasi itu. Mereka pun masih menunggu dimulainya pengerjaan bangunan revitalisasi yang diagendakan rampung 2020. Pantauan Selasa (29/10) kemarin, terlihat sejumlah wisatawan mengunjungi pasar relokasi yang ada di Lapangan Sutasoma Sukawati itu. Kendaraan roda dua maupun roda empat nampak menjejali areal parkir depan. Setiap lorong juga tampak ada aktivitas jual-beli. Seorang pedagang A.A. Anom mengaku sudah ada peningkatan penjualan selama di Lapangan Sutasoma, dari Maret lalu hingga akhir Oktober ini. “Di awal pindah memang sempat sepi. Sekarang mulai ramai. Kalau saya merasa lebih banyak dapat jualan di sini. Karena kebetulan dapat lokasi strategis,” jelasnya. Menurutnya, di tengah musim panas ini suasana pasar tampak lebih sejuk, sebab hampir seluruh atap ditambahkan peneduh berupa kain, spanduk maupun paranet warna hitam. Diungkapkan bila peneduh ini dipasang secara swadaya oleh masing-masing pedagang. Maklum, jika tidak demikian suasana pasar akan sangat panas di siang hari. Terlebih atap bangunan semi permanen hanya berupa asbes. “Demi nyaman jualan dan nyaman pembeli, setiap pedagang memasang sendiri peneduh. Terutama yang di atas tempat berjualan atau di samping,” jelasnya. Suasana ini pula membuat pengunjung betah berlama-lama keliling pas-

PASAR - Suasana aktivitas di areal pasar relokasi Lapangan Sutasoma, Sukawati. ar untuk belanja. Selain dilengkapi peneduh, bagian jalan juga dipasangi paving dan berisi batu-batu. “Kalau awal ke sini masih debuan, sekarang sudah bagus,” ungkapnya. Meski demikian A.A. Anom mengaku tetap berharap agar revitalisasi Pasar Seni Sukawati segera dikerjakan. Terlebih hingga akhir Oktober ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan pengerjaan. “Belum ada pengerjaan di sana, masih tanah lapangan karena bangunan lama sudah dibongkar,“ katanya. Anggota percepatan pembangunan Pasar Seni Sukawati I Gede Widarma Suharta beberapa waktul

lalu menerangkan, sesuai perpres disebut bahwa pembangunan pasar akan dikerjakan multiyears yakni dari 2019 hingga 2020. Dikatakan, yang akan dibangun sesuai perpres tersebut ialah Pasar Seni Sukawati blok a dan b yang saat ini sudah rata dengan tanah. “Sekarang untuk blok a dan b sudah dibongkar,“ katanya. Proses tander untuk proyek besar ini pun sudah dibuka mulai 16 September lalu. Dikatakan hingga kini tander masih berproses selama 42 hari sampai ada pemenang. “Nah setelah ada pemenang dijadwalkan penandatanganan kontrak dengan pemenang tander pada 25 November

Bali Post/nik

2019,” ujarnya. Widarma pun berharap proses ini tidak ada halangan. Nah setelah 25 November penandatanganan kontrak kerja ini dipastikan proyek pembangunan Pasar Seni Sukawati akan dimulai. “Itu dibangun dalam 11 bulan pengerjaan, itu dikerjakan multiyears hingga 2020,“ katanya. Dibeberkan, anggaran untuk pembangunan fisik pasar seni ini sebesar Rp 85,7 miliar. Ditambah anggran managemen kontruksinya sebesar Rp 2,5 miliar. “Manajemen kontruksi itu semacam manajamen pengawasan proyek, itu dianggarkan Rp 2,5 miliar,“ tandasnya. (kmb35)

Jaga Lingkungan

Bali POst/nik

PERBAIKAN - Terlihat PDAM Gianyar melakukan perbaikan jaringan di Kabupaten Gianyar.

Surati Penunggak PDAM Raup Rp 53 Juta

Gianyar (Bali Post) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar sudah bersinergi dengan Kejaksaan Negeri Gianyar untuk menegur pelanggan yang lama menunggak pembayaran. Nah, dari 20 pelanggan yang disurati, sudah ada 15 pelanggan yang membayar dengan nilai realisasi sebesar Rp 53 juta. “Mereka adalah pelanggan di wilayah Ubud 15 orang sudah membayar. Sedangkan lima orang akan disurati kembali dan berlanjut ke kecamatan lain,” jelas Direktur Umum PDAM Gianyar I Nyoman Darmadiasa seizin Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana, Selasa (29/10) kemarin. Dikatakan, dari 20 pelanggan yang harus ditagih itu seharusnya mendapatkan pembayaran sebesar Rp 73 juta. Sedangkan dari 15 pelanggan yang sudah membayar hanya realisasinya Rp 53 juta. Pihaknya pun tidak main-main, karena PDAM pun telah menggandeng Kejari Gianyar untuk menyelesaikan persoalan tunggakan tersebut. Sehingga pelanggan

yang menunggak mendapat surat langsung dari Kejari Gianyar. Dalam kesempatan itu ia menambahkan, PDAM telah memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejari Gianyar. Kemudian surat tersebut dikirim kepada penunggak air untuk dipanggil. Mereka dipanggil dan dimintai keterangan, selanjutnya akan diingatkan diberi waktu selama lima bulan untuk penagihan. Namun terkait pelunasan dari penunggak akan dibuat perjanjian, apakah dibayar langsung atau secara bertahap. Berdasarkan data PDAM Gianyar, tercatat ada 1.525 pelanggan yang menunggak pembayaran sejak 2017. Ironisnya nilai tunggakan per orang rata-rata di atas Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta. PDAM Gianyar pun akhirnya mengkalkulasikan, dari ribuan yang belum membayar itu, totalnya mencapai Rp 1,1 miliar. “Total tunggakan sangat besar. Bagi yang membayar tunggakan nantinya akan kami alokasikan untuk operasional,” jelasnya. (kmb35)

Bupati Tebar Ikan Koi di Sungai

Gianyar (Bali Post) Pemerintah terus menggaungkan gerakan menjaga lingkungan di kawasan seni ini. Terutama menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah. Bahkan Bupati Gianyar I Made Mahayastra menjanjikan bantuan untuk desa yang serius menjaga lingkungan. Hal ini terungkap saat penebaran benih ikan koi dan nila merah pada sungai di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (29/10) kemarin. Usai penebaran benih ikan, Bupati Mahayastra meminta agar kegiatan menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan. Ditekankan, jangan hanya menjaga kebersihan dilakukan saat ada kegiatan seperti menebarkan benih ikan. Sebab menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat Banjar Lebah, Desa Keramas belum tentu dilakukan juga oleh masyarakat di daerah hulunya. “Suatu saat mereka (masyarakat di hulu) akan mendengar, mereka akan malu untuk terus-menerus membuang sampah karena daerah-daerah yang ada di hilir pastilah tidak akan senang,” ucap Bupati Mahayastra. Ditegaskan, menjaga kebersihan sungai harus dilakukan secara terus menerus oleh seluruh komponen masyarakat. Bupati Mahayastra mengapresiasi kelompok pecinta lingkungan yang telah membantu mengingatkan masyarakat un-

tuk ikut menjaga lingkungan, juga kepada para pengusaha yang membuka usaha di Desa Keramas yang telah membantu menjaga lingkungan. Mahayastra menambahkan, jika pemerintah desa mendapat tawaran bantuan truk sampah dan tawaran pengelolaan terpadu sampah pedesaan dari pengusaha atau pihak manapun agar diterima saja. Pihaknya meminta perbekel jangan terlalu memikirkan biaya operasional, pemkab akan membantu jika memang dibutuhkan. “Saya memberikan banyak bantuan khusus, BKK di desa-desa, pertama (untuk desa) yang berhasil menurunkan kemiskinan, kedua yang serius menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Mahayastra.

Perbekel Keramas I Gusti Putu Sarjana mengatakan, penebaran benih ikan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat Keramas untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. Dikatakannya, di Keramas masih sering ditemukan sampah mengotori sungai. Gusti Sarjana mengatakan, mengatasi permasalahan sampah yang sering ada di sungai, pihaknya telah memasang jaring di bagian hulu. Sehingga sampah tersebut tidak mengotori sungai Kecung yang telah ditebari benih ikan koi dan nila. “Setiap hari masyarakat kami yang tergabung dalam Kru Kucit membersihkan

Bali Post/nik

IKAN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melepaskan ikan di aliran sungai di Desa Keramas.

sampah yang tersangkut di jaring tersebut, sehingga Sungai Kecung ini tetap bersih,” ujar Gusti Sarjana. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra meminta desa lain juga mengikuti upaya Desa Keramas dalam menjaga lingkungan, khususnya aliran sungai. Dikatakan, dalam upaya yang dilakukan pihak

Desa Keramas selain ada edukasi juga ada aksi langsung dari masyarakat setempat. “Secara tidak langsung ada edukasi dan gerakan menjaga kebersihan sungai dan saluran air, disisi lain ikan nila, koi bisa menumbuhkan budidaya ikan, sungai pun indah kalau ada ikannya, semoga menjadi ketok tular dan membudaya di seluruh gianyar,” katanya. (kmb35)


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Jembrana Dianugerahi Kabupaten Layak Pemuda B U P A T I J em brana, I Putu Artha, Senin (28/10) menerima penghargaan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Madya dari Menpora Zainudin Amali. Penghargaan diserahkan pada acara Malam Anugerah Kepemudaan 2019 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 bertempat di Jakarta Concert Hall iNews Tower Lt. 14, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.28, Jakarta Pusat. Menurut Menpora Zainudin Amali, penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta ini merupakan satu potensi yang sangat besar. 60% dari jumlah penduduk adalah usia produktif.

“Kita harapkan dengan penghargaan ini, energienergi positif akan lahir. Penghargaan ini bertujuan untuk menggerakkan semua pemuda di seluruh Indonesia supaya mereka bisa berbuat yang terbaik, bisa berprestasi dan berinovasi. Dan malam ini sudah kita lakukan,” ucapnya. Usai menerima penghargaan, Bupati Jembrana I Putu Artha menyampaikan terima kasihnya kepada Kemenpora RI yang sudah memberikan penghargaan pada Jembrana sebagai Kabupaten Layak Pemuda Kategori Madya. “Sebagai pimpinan daerah, kita di Jembrana sangatlah peduli

Razia Gabungan

Belasan Pelanggar Jalani Sidang di Tempat Negara (Bali Post) Razia gabungan melibatkan lintas instansi digelar d i d e p an Ka n t o r B u p a t i Jembrana, Selasa (29/10) pagi. Operasi yang menyasar kendaraan dari arah Gilimanuk ini melibatkan Polres Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, Satpol PP. Pemkab Jembrana, Dinas Perhubungan, Karantina Pertanian, Dinas Kependudukan, Kejari Jembrana dan PN Negara. Razia yang ditinjau langsung oleh Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa dan Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok ini memeriksa seluruh kendaraan yang melintas baik kendaraan umum, barang maupun pribadi. Dari razia yang digelar lebi h d a r i s a t u j a m i t u , sejumlah pelanggaran ditindaklanjuti petugas. Sekurangnya ada lima orang penumpang bus yang tidak membawa identitas dan diproses kependudukan. Selain itu petugas juga mendapati sejumlah pelanggaran lalu lintas, di antaranya pengendara tanpa SIM 12 orang, tanpa STNK 12 orang dan kelengkapan lain 1 orang. Selain itu petugas juga menindak pelanggaran KIR sebanyak

tujuh kendaraan. Semuanya langsung ditindak dengan tilang oleh Satlantas Polres Jembrana dan proses sidang di tempat dari PN Negara. Selain pelanggaran kependudukan dan lalu lintas, razia gabungan juga mendapati warga sipil yang memakai pakaian TNI lengkap dengan atribut. Oleh petugas kemudian warga tersebut ditindaklanjuti dengan meminta melepaskan atribut. Selain itu, Karantina Pertanian juga memberikan pembinaan kepada sejumlah pengendara kendaraan yang melakukan pelanggaran. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Wayan Sinaryasa mengatakan, razia jalan raya yang digelar tim gabungan ini dilaksanakan guna meminimalisir pelanggaran. Baik pelanggaran dalam administrasi kependudukan, pelanggaran lalu lintas dan pelanggaran lainnya yang berkaitan dengan kendaraan, barang dan surat-surat. Selain penindakan tilang, petugas juga melakukan pembinaan kepada masyarakat yang melanggar. Operasi juga mencegah terjadinya penyelundupan hewan dan barang ke Bali. Operasi gabungan ini melibatkan berbagai instansi terkait. (kmb26)

Bali Post/kmb26

SIDANG - Sejumlah pelanggar lalu lintas yang terjaring dalam operasi gabungan di depan Kantor Bupati Jembrana kemarin langsung diproses dan menjalani sidang di tempat.

terhadap program-program terutama yang menyentuh bidang kepemudaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada OPD-OPD yang sudah bekerja keras hingga memperoleh penghargaan ini,” tandas bupati. Bupati Artha juga berharap kepada OPD terkait agar memasang anggaran yang mensupport kegiatan kepemudaan. “Ada banyak hal yang bisa disupport dalam hal bidang kepemudaan, seperti bidang wira usaha, kreativitas dan olahraga. Dengan penghargaan ini tentunya sangat memotivasi kita agar lebih baik mensuport kegiatan kepemudaan dan ke depan saya

lah desa sepekan terakhir. “Masukan yang paling banyak terkait kerusakan hutan, masyarakat meminta agar dibantu dalam pengawasan hutan yang rusak,” ujar Diah Srikandi, Selasa (29/10) kemarin. Tidak salah ketika perambahan hutan marak, maka fungsi hutan baik sebagai kawasan resapan, sumber air dan paru-paru Bali menjadi timpang. Yang paling dirasakan dampaknya saat ini adalah kekeringan. Bukan saja petani yang terkena dampak, namun warga yang mengandalkan sumber air dari hulu juga merasakan

HUTAN – Sejumlah warga menyampaikan persoalan terkait permasalahan hutan dalam reses anggota DPRD Bali beberapa waktu lalu.

PENGHARGAAN – Bupati Jembrana I Putu Artha saat berjabat tangan dengan Menpora RI Zainudin Amali saat menerima penghargaan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Madya di Jakarta.

Aksi Remas Paha Cemaskan Pemotor Wanita

Negara (Bali Post) Aksi pelecehan seksual terhadap perempuan di jalan kembali terjadi di wilayah Jembrana. Kali ini, pelecehan dengan modus remas paha itu menimpa Ni Komang AP (22), pengendara motor yang melintas di Jalan Desa Baluk, Selasa (29/10) pagi. Saat itu sekitar pukul 08.00 Wita, AP hendak masuk ke tempat kerjanya di salah satu sekolah di Baluk. Kala itu dia mengenakan rok dan setelan seragam.

PELECEHAN – Jalan Baluk yang menjadi lokasi aksi pelecehan seksual, dengan modus remas paha yang menyasar pengendara motor perempuan, Selasa (29/10) kemarin.

Seperti biasanya, korban melintas di jalan yang setiap hari dilewatinya dari Lateng. Sesampai di jalan dekat perempatan Baluk 2, AP yang mengendarai sepeda motor Scoopy warna merah DK 4042 ZT menyalip truk di depannya yang melaju dari arah timur. Setelah menyalip, tibatiba dari belakang, ia dipepet pengendara sepeda motor jenis Yamaha Nmax warna hitam. Tanpa basa-basi, pengendara motor itu langsung memegang paha kanan korban. “Saya kaget tiba-tiba tangan orang itu memegang paha kanan saya dan sempat meremas. Itu cukup lama, dan saya berontak, langsung dia kabur,” ujar AP siang kemarin. Menurutnya, pelaku selain mengendarai motor NMax warna hitam, juga mengenakan jaket, celana pendek dan helm warna hitam. “Pelat nomor tidak sempat terlihat. Dia langsung ngebut dan tidak bisa saya

kejar. Untung saya tidak jatuh dan terluka,” tambahnya. Saat itu, sambung korban, memang situasi jalan agak sepi. Ada dua pengendara motor dari arah sama, tetapi masih jauh di depannya. Dari cara membawa motor dan ngebut serta bodi pelaku, ia meyakini masih anak muda. Pegawai di salah satu sekolah ini sempat mengejar pelaku tetapi sampai di perempatan Tugu Baluk, pelaku belok ke arah utara dan menghilang. AP mengaku sangat jengkel dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Kasus pelecehan seksual ini sebelumnya juga sempat terjadi di beberapa ruas jalan. Pelaku juga sempat terungkap dan ditangkap polisi beberapa waktu lalu. Dan kasus semacam itu sempat mereda. Kini kejadian pelecehan pengendara motor, khusus yang menyasar perempuan ini kembali terjadi. (kmb26)

hun. Sebenarnya pedagang jamu ini sudah sering dikasih tahu (tegur) dari Loka POM terkait produk berbahaya. Dan disarankan tidak menjual,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, Selasa (29/10) kemarin. Dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana juga sering memberikan pembinaan tetapi saat sidak yang dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka Buleleng, pedagang tersebut masih menjual

termasuk Loka POM Buleleng yang memiliki kewenangan berdasarkan undang-undang. Selain melakukan pembinaan, dinas juga sering bersama BPOM melakukan pemeriksaan terhadap barang dagangan hingga pengecekan ke distributor barang. “Kita lakukan pengawasan dan pembinaan secara persuasif melindungi pedagang dan konsumen,” tandas Agus. Bagi pedagang, selain mengimbau tidak menjual barang-barang berbahaya dan kedaluwarsa, juga bagi konsumen agar cerdas membeli barang. Selalu mengecek

izin edar, kemasan dan kedaluwarsa. Diberitakan sebelumnya, Rb yang merupakan pedagang jamu di Pasar Senggol Negara ditahan Kejari Jembrana. Saat pelimpahan tahap dua dari Loka POM Buleleng Kejari Jembrana, disebutkan tersangka dijerat dengan Pasal 197 jo Pasal 106 ayat 1 atau Pasal 196 jo Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Di mana tersangka mengedarkan sediaan farmasi berupat obat tradisional tanpa izin edar atau yang tidak memenuhi standar. (kmb26)

Bali Post/kmb26

Nenek Penjual Jamu Sering Ditegur

Negara (Bali Post) Proses hukum pedagang obat dan jamu tanpa izin edar di Jembrana dalam tahun ini sudah dua kali terjadi. Terakhir pedagang jamu ilegal, berusia 70 tahun, tersangka berinisial Rb dilakukan pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Dengan adanya pelimpahan berkas dan tersangka nenek yang sudah uzur itu, tinggal selangkah lagi kasusnya akan disidangkan. Rb sebelumnya berjualan jamu di Pasar Senggol Negara. “Ini yang keduakalinya (proses hukum) dalam seta-

Masyarakat Ingin Kembalikan Fungsi Hutan Lestari Negara (Bali Post) – Musim kemarau, warga dan petani kesulitan mendapatkan air, sementara memasuki musim hujan bencana banjir bandang datang karena tidak kuatnya kawasan resapan. Karena itu masyarakat sangat berharap agar kerusakan hutan dapat ditanggulangi dengan serius. Masukan masyarakat terkait pentingnya menjaga kawasan hulu ini disampaikan kepada Anggota DPRD Bali dapil Jembrana, I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, saat reses ke sejum-

berharap agar penghargaan ini bisa minimal dipertahankan bahkan bisa lebih baik ke kategori utama,” imbuhnya. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Ni Nengah Wartini menambahkan, selama ini OPDnya memfasilitasi berbagai kegiatan kepemudaan di Kabupaten Jembrana. Berbagai hal dilakukan seperti pemberdayaan serta peningkatan partisipasi pemuda. Selain itu Wartini juga menyampaikan OPD-nya mensuport dengan ketersediaan anggaran, program, sarana prasarana dan juga ada regulasi yang mendukung bidang kepemudaan. (ad868)

akibatnya. Di satu sisi, ketika musim penghujan, banjir bandang tidak bisa dihindari hingga merusak wilayah hilir. Terkait masukan itu, Diah Srikandi mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar. Di samping itu menurutnya perlu adanya edukasi yang berkaitan dengan melestarikan hutan. Menjaga lingkungan termasuk kawasan hulu yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. Salah satunya yang disasar pembinaan kepada generasi muda. “Di samping menjaga lingkungan, agar anak-anak muda Jembrana lebih kreatif, berdikari dan bisa bersaing di dunia kerja dan usaha,” ujar Diah Srikandi yang juga Wakil Ketua DPD PDI-P Bali Bidang Pembangunan SDM ini. Rencananya, Diah akan melakukan program roadshow di 5 kecamatan di Jembrana menggandeng anakanak muda menjaga lingkungan dan menjadi berdikari. (kmb26)

jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Menurut mantan camat Negara ini, tersangka yang sudah uzur ini nekat menjual jamu dan obat ilegal lantaran banyaknya permintaan dari konsumen. Dinas juga sering memberikan pembinaan kepada pedagang lain agar tidak menjual barang berbahaya. Tetapi seringkali didapati masih ada pedagang yang menjual karena faktor ekonomi selain karena banyaknya permintaan konsumen. Dinas menurutnya selama ini memiliki kewenangan sebatas pembinaan. Berbeda dengan BPOM


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Warga Keluhkan Kualitas Proyek, Dewan Turun Lakukan Sidak

Temukan Penimbunan Jalan Belum Sesuai Konstruksi

KETUA DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana didampingi Wakil Ketua I Nengah Sumardi melakukan sidak proyek peningkatan ruas jalan Tiyingtali Kelod, Banjar Kuhum, Desa Tiyingtali, Abang, Selasa (29/10) kemarin. Sidak proyek dilakukan setelah dewan menerima aspirasi atau keluhan dari warga setempat terkait kualitas pengerjaan proyek tersebut. Gede Dana mengungkapkan, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut dari keluhan yang disampaikan oleh warga setempat terkait kualitas proyek yang dinilai tidak sesuai dengan konstruksi. Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, ternyata apa yang disampaikan oleh warga benar, yaitu pengerjaan proyek tidak sesuai ketentuan. “Setelah kami lihat di lapangan, kantor direksi kit, gambar dan kontak tidak ada, sehingga wajar ada yang menyampaikan ke DPRD terkait proyek ini. Masyarakat awam juga ingin mengetahui bagaimana proyek yang dikerjakan. Kalau tidak ada itu, bagaimana masyarakat bisa tahu seperti apa proyek ini,” ucapnya. Gede Dana menambahkan, selain tidak ada direksi kit, gambar dan kontrak, penimbunan ruas jalan juga dinilai tidak sesuai dengan konstruksi. Pasalnya, jalan diuruk langsung memakai tanah yang gembur. Kondisi itu akan sangat riskan membuat jalan mudah jebol. Untuk itu, pihaknya minta kepada kontraktor supaya mengerjakan proyek sesuai dengan kontrak yang

disepakati. “Kami juga khawatir dengan waktu pengerjaannya. Sebab, dalam waktu dekat sudah akan memasuki musim penghujan. Proyek baru dikerjakan sekitar 45 hari. Kami khawatir pengerjaan proyek tidak bakal selesai tepat waktu. Kami harap pengerjaan proyek tidak sampai memengaruhi kualitas,’’ jelasnya. Politisi asal Datah itu menegaskan, ini bakal dijadikan sampel atau contoh pengerjaan proyek di Karangasem. Pihaknya bakal segera memanggil pihak terkait untuk melaksanakan rapat kerja dengan Dinas PUPR yang memiliki bidang itu. “Kami akan menanyakan terkait pengerjaan fisik instruktur jalan yang ada di Karangasem. Kami minta Dinas PUPR bisa melakuk a n p e ngawasa n p royek dengan serius di lapangan,” tandas Gede Dana. Sementara itu, Wakil Ketua I Nengah Sumardi mengungkapkan, setelah melihat kondisi di lapangan, proyek memang belum berjalan optimal seperti yang menjadi keinginan masyarakat. Dilihat dari sisi teknis, banyak kekurangan

termasuk pemadatan agregat. Ditanya soal agregat, mengaku memakai agregat A. Padahal, pihaknya tahu bagaimana agregat A. Biasanya kalau memakai agregat A campurannya berisi batu pecah, pasir dan tanah, tapi kenyataannya tidak seperti itu. “Termasuk dari segi kepadatan, ketebalan, dan penyiramannya. Penyiraman tidak cukup sekali dua kali saja, tapi harus dilakukan setiap hari. Itu harus betul-betul diperhatikan oleh kontraktor. Termasuk penimbunan juga harus memakai sirtu (pasir-batu) untuk menghindari terperosok saat musim hujan,” katanya. Salah seorang warga, Komang Kuta, mengatakan, pihaknya menyamaikan proyek ini ke dewan karena melihat pengerjaan proyek tidak sesuai ketentuan. Sebab, penimbunan memakai tanah gembur. Belum disender sudah ditimbun. “Kami sebagai warga, sekali mendapatkan bantuan jalan, harus benar-benar bagus kualitasnya. Kami sudah 15 tahun menanti bantuan jalan ini. Jadi, kami harap pengerjaan jalan bagus,” ungkapnya. (ad871)

Bali Post/ist

JUARA – Kepala SMPN 3 Rendang, I Wayan Siram, bersama para siswa yang menjadi juara dalam lomba memperingati Hari Sumpah Pemuda.

SMPN 3 Rendang Gelar Lomba Tingkat SD

Amlapura (Bali Post) Berbagai kegiatan dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2019. Seperti SMPN 3 Rendang yang melaksanakan berbagai lomba untuk siswa tingkat SD se-Kecamatan Rendang. Kepala SMPN 3 Rendang, I Wayan Siram, saat dimintai konfirmasinya Selasa (29/10) kemarin, mengungkapkan, ada sejumlah kegiatan yang diselenggarakan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Lomba tersebut di

antaranya MIPA, menggambar antarkelas, mengucapkan yel Sumpah Pemuda, karaoke, penyuluhan, cipta baca puisi, catur, dan karya literasi. “Peserta sangat antusias mengikuti lomba ini,” ucapnya. Menurutnya, lomba-lomba tersebut dilaksanakan untuk mewadahi kreativitas anakanak guna menumbuhkembangkan minat dan bakat yang dimiliki siswa. Selain itu, supaya siswa berani tampil dan bersaing secara sportif

serta memotivasi siswa agar terus mau belajar untuk meningkatkan kemampuannya. Ketua Panitia I Kadek Tamayasa menambahkan, sekolah merupakan ujung tombak yang memiliki kewajiban melakukan pembinaan dan mengembangkan segala potensi dan bakat siswa lewat lomba-lomba. “Kegiatan ini untuk memberikan ruang buat siswa guna berkreasi dan berkreativitas sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya. (kmb41)

Ketua MKKS Dukung Pembangunan SMAN di Abang dan Kubu

Amlapura (Bali Post) kan sekolah akibat adanya aturan Guna menampung tamatan SMP zonasi. “Kami berharap, tahun yang hendak melanjutkan penajaran 2020/2021, sekolah itu didikan ke jenjang SMA negeri sudah bisa menerima siswa (SMAN), diwacanakan dibangun baru,” ucapnya, Selasa (29/10) SMAN di Kecamatan Abang dan kemarin. Kubu. Rencana itu mendapat duIa mengharapkan, rencana kungan dari Ketua Musyawarah pembangunan SMA negeri Kerja Kepala Sekolah (MKKS) itu tidak sebatas wacana. SMA Karangasem, I Wayan Pihaknya berharap, pembanSugiana. gunan tersebut terealisasi, Sugiana menyambut baik rensehingga siswa SMP di dua cana pembangunan SMAN di Abang kecamatan ini tidak lagi kesulidan Kubu tahun 2020 mendatang, tan melanjutkan pendidikannya m e ng i ng a t d i d ua ke ca m a t a n ke sekolah negeri akibat masalah ini belum ada SMA negeri. jarak. Dengan adanya SMAN, “Siswa tamatan SMP di Abang maka siswa luludan Kubu mencapai ratusan. san SMP di Abang Jadi, kalau ada SMA dan Kubu bisa negeri, mereka tidak melanjutkan usah jauh-jauh lagi pendidikanbersekolah. Karena nya ke sekosudah ada SMA lah tersebut. negeri di kecamaSelama ini, tannya. Mereka siswa SMP bisa menempuh di Abang pendidikan di dan Kubu sekolah tersecukup kebut,” jelas Bali Post/kmb41 S u g i a n a . sulitan I Wayan Sugiana mendapat(kmb41)

SIDAK - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana bersama Wakil Ketua I Nengah Sumardi saat melakukan sidak proyek, Selasa (29/10) kemarin.

Autopsi Korban Dugaan Bunuh Diri

Ditemukan Luka Akibat Kekerasan Benda Tajam

JENAZAH korban yang diduga bunuh diri dengan cara menyayat lehernya sendiri atas nama I Nengah Husen (15), diautopsi di RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (29/10) kemarin. Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter penanggung jawab pasien (DPJP) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Henky, Sp.F., M.Bioethics., S.H. ditemukan luka akibat kekerasan benda tajam di leher kiri dan adanya tanda-tanda korban mengalami stres. Henky memaparkan, jenazah diterima dari RSUD Karangasem pada Senin (28/10) sekitar pukul 15.00 Wita. Karena mayat dalam kondisi membeku, autopsi baru bisa dilangsungkan kemarin, sekitar pukul 09.00 Wita. Luka kekerasan benda tajam ditemukan di leher bagian kiri. Luka ini menjadi penyebab kematian korban. Ada juga tiga luka sayat yang tidak terlalu dalam, diduga karena adanya keragu-raguan saat menyayat leher. Pihaknya juga menemukan penyakit kronis di bagian perut korban. Selain itu, tanda-tanda stres dengan adanya perdarahan pada kalenjar anak ginjal. Oleh karena autopsi hanya untuk menentukan penyebab kematian, tidak ada pemeriksaan lanjutan seperti toksik dan lainnya. ‘’Selain luka kekerasan benda tajam di leher, tidak ditemukan luka lain di tubuh

korban,’’ kata Henky. Setelah diautopsi, jenazah kemudian dibawa pulang kembali ke Karangasem. Sementara itu, Satreskrim Polres Karangasem melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah siswa SMKN 1 Amlapura yakni I Nengah Husen (15) yang meninggal dunia dengan leher tergorok di rumahnya di Banjar Dinas Darma Karya, Desa Bungaya Kauh. Tindakan autopsi dilakukan, untuk memastikan penyebab kematian korban, apakah murni bunuh diri atau ada indikasi yang lain.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Losa Lusiano Araujo, mengungkapkan, pihaknya menunggu hasil autopsi di RSUP Sanglah untuk memastikan penyebab kematian korban, apakah murni akibat bunuh diri atau ada indikasi lainnya. ‘’Dugaaan sementara, belum mengarah ke kasus pembunuhan. Dari keterangan orangtua korban, masih kuat dugaan bunuh diri,” ucapnya di Amlapura. Kapolsek Bebandem, AKP I Wayan Sukarita, menambahkan, petugas kepolisian

sudah memeriksa saksi-saksi. Menurutnya, untuk memastikan teka-teki kematian korban apakah benar-benar murni meninggal akibat bunuh diri atau ada unsur pembunuhan, tergantung hasil autopsi. Seperti diberitakan sebelumnya, I Nengah Husen asal Banjar Darma Karya, Desa Bungaya, Bebandem, ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan leher tergorok. Siswa kelas X SMKN 1 Abang ini diduga nekat menggorok lehernya memakai golok. Husen meninggal dunia akibat luka parah yang dialami. (san/nan)

Bali Post/kmb41

KE SANGLAH - Jenazah korban saat hendak dibawa ke RSU Sanglah pada Senin (28/10) lalu untuk dilakukan tindakan autopsi.

Tingkatkan PAD 2020, Dewan Minta Eksekutif Tekan Kebocoran Pajak Amlapura (Bali Post) Selama ini, tingkat kebocoran pajak mulai dari sektor galin C, PHR, pariwisata, dan yang lainnya masih cukup tinggi. Itu berdampak pada jebloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem pada 2019 ini. Guna mencegah kejadian serupa tahun 2020 mendatang, pihak eksekutif diminta bisa menekan kebocoran tersebut semaksimal mungkin. Hal itu terungkap saat rapat banggar dengan eksekutif di gedung DPRD Karangasem, Selasa (29/10) kemarin. Anggota dewan, I Nyoman Musna Antara, meminta eksekutif bisa menekan kebocoran pajak dari galian C, pajak, pariwisata, PHR, dan sektor lainnya. Pasalnya, selama ini, sektor-sektor tersebut menjadi andalan Kabupaten Karangasem dalam menggaet PAD. “Ini harus diperhatikan oleh eksekutif. Kalau tidak, PAD kita tetap begini-begini saja, tidak ada peningkatan,” tegasnya. Pihaknya juga meminta harga pasir dinaikkan. Sebab, sejak lima tahun terakhir, belum pernah menaikkan harga material itu. Dia menuntut pihak eksekutif segera merealisasikan janji untuk menaikkan harga pasir. ‘’Dulu sempat diwacanakan harga pasir akan naik Rp 100 ribu per meter kubik dari sebelumnya Rp 75 ribu kalau semua pengusaha galian sudah memiliki izin. Bahkan, kalau bisa melebihi itu. Saya akan minta janji tersebut,” tegas

Musna. Sementara itu, Wakil Ketua I Nengah Sumardi, mengharapkan eksekutif serius melakukan pengawasan. Pasalnya, dewan sudah sempat turun melakukan pemantauan ke lapangan di aktivitas galian C di Bebandem. Sebelumnya, hanya ada satu hingga tiga faktur pajak per harinya, tapi setelah dilakukan peninjauan ke lapangan, jumlahnya naik drastis menjadi 100 faktur. Ini artinya, kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh eksekutif dalam memaksimal-

kan pajak khususnya di sektor galian C. “Kalau pengawasan lebih diketatkan, kebocoran bisa ditekan. Jika terus dibiarkan seperti itu, jelas PAD dari galian C terus jeblok. Saya menaikkan target galian C lagi Rp 2 miliar. Target naik Rp 2 miliar ini masih sangat realistis,” terang Sumardi. I Nyoman Rena menambahkan, selama ini, PHR belum diurus dengan serius. Pasalnya, di Karangasem cukup banyak ada homestay, hotel, dan restoran yang belum mengantongi izin. Itulah yang membuat pajak dari pariwisata belum maksimal. “Ini harus diperhatikan dengan serius.

Potensi-potensi ini harus jelas pajaknya. Kami tak ingin PAD tahun 2020 kembali jeblok,” tegas Rena. Penjabat Sekda I Gusti Gede Rinceg menjelaskan, pihaknya bakal berjuang agar mampu mencapai target PAD tahun 2020. Untuk mencapai itu, pihaknya akan memaksimalkan pendapatan di sektor-sektor yang menjadi andalan PAD Karangasem. “Kami cukup optimis bisa mencapai tar- get tahun 2020,” ucapnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TEKAN KEBOCORAN - Dewan Karangasem minta eksekutif menekan kebocoran sektor-sektor pendapatan salah satunya pajak galian C.


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

SOSOK Berdayakan Generasi Muda PEMERINTAH daerah memiliki perhatian khusus dalam penguatan generasi muda. Di tengah persaingan global, generasi muda harus mempersiapkan diri dalam menghadapi bonus demografi dan Revolusi Industri 4.0. Sehingga, penguatan ini harus dilakukan mulai dari tingkat desa, agar generasi muda dapat diberdayakan, sehingga memiliki daya saing global. “Apabila generasi muda sudah dipersiapkan dengan baik dengan modal integritas dan Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif (Gema Santi), maka generasi muda akan menjadi pemenang dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Generasi muda harus bergerak ke arah itu. Apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik, maka generasi muda kita hanya akan menjadi pecundang,” sorot Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat hadir dalam HUT ke-45 ST Stiti Darma, Senin (28/10) malam. Bupati Suwirta menugaskan para perbekel maupun bendesa, agar dapat mempersiapkan khusus para generasi mudanya dalam sub program pemberdayaan masyarakat. Agar mereka tumbuh berkembang dalam kegiatan-kegiatan positif yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat sekitar. “Misalnya, bagaimana mewujudkan agar sekaa teruna dapat berkontribusi dalam pembangunan di desa adat, desa dinas, kecamatan, bahkan untuk daerah. Ini mestinya didorong. Jangan biarkan mereka liar,” tandas bupati. Selain itu, dia meminta sekaa teruna tetap menyiapkan diri, belajar jujur, mempunyai karakter yang kuat, dan dapat menjaga diri agar tidak mengubah fanatisme diri sebagai orang Bali yang terkenal dengan adat dan istiadatnya yang kuat, sebagai gambaran karakter generasi mudanya. (gik)

LUKISAN - Lukisan Wayang Klasik Kamasan, yang merupakan salah satu potensi Desa Wisata Kamasan.

Dorong Pemberdayaan Masyarakat Kemendes Sasar BUMDes dan Desa Wisata Semarapura (Bali Post) Keseriusan pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat, mendapat dukungan penuh dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Balai Latihan Masyarakat Kemendes turun langsung ke Klungkung, belum lama ini. Dalam mendongkrak program pemberdayaan, Balai Latihan Masyarakat Kemendes menyasar BUMDes dan Desa Wisata, sebagai salah satu objek yang sedang tumbuh seiring kemajuan pariwisata Bali.

Mobil ’’Pick-Up’’ Terbakar Semarapura (Bali Post) Warga di sekitar TOSS KSM Nangun Resik Paksebali, Kecamatan Dawan, dikagetkan dengan adanya mobil yang terus mengeluarkan asap, Senin (28/10) malam. Ketika didekati, rupanya mobil pick-up pelat merah itu terbakar sekitar pukul 19.30 wita. Terbakarnya mobil DK 8026 M tersebut, diduga dipicu api dupa yang masih menyala dari banten caru yang terangkut dalam bak mobil. Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan, kebakaran ini diketahui pertama kali oleh Ni Putu Wahyuni, warga Dusun Kanginan, Desa Paksebali. Dia awalnya penasaran, melihat kepulan asap tebal dari lokasi TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Setelah didekati, rupanya ada mobil pick-up yang terbakar. Dia kaget dan berteriak kepada warga sekitar. Warga lainnya, Wayan Urip, bergegas membawa informasi ini kepada perbekel dan perangkat desa lainnya, agar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Suarta menambahkan, petugas damkar terjun ke lokasi dengan satu unit armada. Beruntung, kebakaran ini segera dapat diatasi. Sehingga, tidak terjadi kekhawatiran warga, bahwa akan terjadi ledakan. Api langsung dapat dipadamkan, ketika api baru menghanguskan sebagian mobil. “Perkiraan sementara, api berasal dari dupa bekas banten caru yang masih disimpan di bak mobil,” tandas Suarta, seraya menyampaikan kebakaran ini mengakibatkan kerugian sekitar Rp 50 juta. (kmb31)

Bali Post/kmb31

TERBAKAR - Kondisi mobil pick-up pascaterbakar, Senin malam.

Bali Post/kmb31

Kepala Balai Latihan Masyarakat Kemendes, Dadang Suyatna, belum lama ini di Klungkung, menyampaikan kehadiran mereka lebih banyak memberikan pembinaan, melatih, dan mendampingi masyarakat dalam rangka membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Balai ini

dikhususkan untuk pemberdayaan masyarakat desa yang meliputi Provinsi Bali, NTB dan NTT. Dengan prioritas pelatihannya pada kader pemberdayaan BUMDes dan Pengembangan desa wisata. Dadang Suyatna mengapresiasi kinerja Bupati Suwirta yang proaktif turun langsung

ke sejumlah kementerian, termasuk Kemendes dalam usaha mensejahterakan masyarakat Klungkung. Ini sesuatu yang jarang terjadi oleh kepala daerah lain, sehingga pihaknya begitu antusias saat turun ke Klungkung. “Ini suatu bentuk komitmen yang kuat dalam memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat. Saya pun jadi antusias,” tegasnya. Ada sejumlah BUMDes dan desa wisata yang akan langsung tersentuh proses pembinaan langsung dari Balai Latihan Masyarakat Kemendes. Ini merupakan sebuah dorongan pusat agar potensi daerah semakin cepat berkembang dan

berdampak bagi masyarakat. Terlebih, sifat dari pariwisata Bali yang bergerak begitu dinamis dan selalu menarik bagi setiap wisatawan. Bupati Suwirta menyampaikan, agar dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, dibuatkan satu leading sector di daerah, agar jangan sampai peserta pelatihan orangnya itu-itu saja secara terusmenerus, tanpa perkembangan. Bupati Suwirta menugaskan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung untuk membuat pusat pelatihan kerja dan pemberdayaan. Tujuannya, seusai melakukan pelatihan, peserta pelatihan akan dibuat perkelompok

untuk kemudian disiapkan tempat bekerja. Peserta ini nantinya yang akan mengikuti pelatihan harus berasal dari KK miskin. Bupati Suwirta juga menyatakan bahwa Pemkab Klungkung sedang fokus membuat program Enterpreneur Masuk Desa, Hidroponik Masuk KK Miskin dan program lainnya, dengan tujuan agar dapat mendongkrak pemberdayaan dan perekonomian masyarakat yang masuk kategori KK Miskin. Sehingga Balai Latihan Masyarakat Kemendes ini dapat juga berkolaborasi dengan program-program pemerintah daerah. (kmb31)

Rumah Jaga di Nusa Penida Terbakar

Semarapura (Bali Post) Rumah milik I Nengah Jaga alias Pan Kasmin, warga di Banjar Jurang Aya, Desa Kutampi, Nusa Penida, terbakar, Senin (28/10) malam. Kebakaran menghanguskan seisi rumah milik lelaki berusia 65 tahun itu. Penyebab kebakaran rumah petani ini, diduga terjadi akibat korsleting listrik. Kobaran api dengan cepat melahap seisi bangunan rumah dengan dua kamar tidur itu. Kepala SatPol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.13 Wita. Tetangga korban, Pan Narti, di lokasi mengatakan, awalnya mendengar ada suara seperti angin kencang. Situasi aneh itu membuatnya penasaran dan bergegas ke luar rumah. Saat ke luar rumah, dia melihat kepulan asap tebal dan kobaran api sudah di atap kamar rumah paling utara rumah Pan Kasmin. Api dengan cepat merembet ke kamar sebelah dan dapurnya. Dia mengaku begitu kaget melihat api, sehingga langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar. “Bahkan, salah satu warga ada yang memukul kentongan, agar warga lain cepat datang,” katanya. Tak ayal, warga langsung

berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya guna menghindari menjalarnya api ke rumah yang berada di sebelah timur dan utara. Made Dana (37), yang juga kepala Dusun setempat mengatakan setelah mendengar suara teriakan bahwa terjadi kebakaran, dia langsung menghubungi petugas Damkar dan perangkat desa lainnya. Petugas Damkar langsung merapat ke lokasi dengan satu unit armada, dan segera membantu melakukan pemadaman. Sehingga, proses pemadaman api menjadi lebih cepat. Setelah ditangani beberapa jam, kobaran api yang begitu besar dapat dipadamkan. “Dugaan sementara, api berasal dari kabel yang korsleting dari kamar paling utara, mengingat kabel sudah lapuk dan cukup lama,” tegasnya. Kobaran api baru dapat dipadamkan keseluruhan sekitar pukul 23.45 Wita. Akibat kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Sebab, akibat kebakaran ini, rumah korban sudah rata dengan tanah. Sehingga harus dilakukan pembangunan ulang. (kmb31)

Bali Post/kmb31

TERBAKAR – Situasi rumah korban saat terbakar. Seluruh atapnya roboh dilahap api.

Program Kotaku, Sasar Penanganan Lingkungan Kumuh

Bali Post/kmb31

LOKA KARYA - Para peserta loka karya saat hadir di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Selasa (29/10) kemarin.

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung menjalin kerja sama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali, dalam penanganan tempat kumuh. Ini tercermin dari pelaksanaan Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2019, di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Selasa (29/10) kemarin. Melalui kerja sama ini, Pemkab ingin membangun pemahaman tentang target, capaian dan kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan lingkungan kumuh. Lokakarya sehari dengan melibatkan sebanyak 40 peserta dari berbagai unsur. Ketua Pokja Pengembangan Kawasan Permukiman Klungkung I Wayan Wasta

menyampaikan, pelaksanaan lokakarya ini agar terpetakannya isu-isu strategis penanganan lingkungan kumuh. Kemudian menentukan mekanisme koordinasi, konsolidasi dari sinergitas kolaborasi penanganan kumuh. Sehingga tersusun strategi pelaksanaan penanganan kumuh secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai stakeholder. “Kami ingin mengkonsolidasikan peran dan tanggung jawab pemerintah daerah, pihak lain yang peduli maupun masyarakat, sehingga penanganan menjadi lebih cepat,” ujar Kepala Baperlitbang Kabupaten Klungkung ini. Program Kotaku di Klungkung, sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Lokakarya

dibuka Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta. Wabup Kasta mengatakan, laju pertumbuhan penduduk telah menyebabkan berkembangnya kawasan permukiman di berbagai wilayah di Klungkung. Akibatnya, akan muncul permasalahan pada pemenuhan standar perumahan dan kawasan permukiman yang layak. Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Klungkung melaksanakan penanganan perumahan dan permukiman kumuh, melalui program Kotaku. Dengan program ini, diharapkan terbangun sinergitas penanganan kawasan kumuh melalui peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat. Selain itu, juga sinergitas penanganan dari komponen utama yaitu

pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan filantropi lainnya. Sehingga target 100 persen cakupan akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0 persen dan 100 persen akses sanitasi dapat tercapai. “Program ini adalah upaya mewujudkan lingkungan permukiman di perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan melalui prakarsa 100-0-100 bagi seluruh masyarakat,” ujar Wabup Kasta. Selain itu, Wabup juga berharap kepada Tim Pendamping Kotaku Klungkung dapat menjalankan program ini secara berkelanjutan, membuat inovasi dan memberikan daya manfaat secara berkesinambungan bagi masyarakat Klungkung. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Pon, 30 Oktober 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA *Dcr Receptionist,SpaTherapist REBORN spa, Jl.Sunset A1 P:766744 B.BP.001.10.19.0000731

Cr PRT,untuk Pribadi Jl.T.Umar SMS/WA 0819 99038555 B.BP.004.10.19.0000861

Dcr Cook u/ Rest Syarat Wanita (max 30th) pdd min SMK Boga CP.081947001010 B.BP.154.10.19.0000866

Dcr PRT Wnt Pglmn Tgl Luar Jjr Trnsp sensitivities,Gaji Bagus Krobokan-Br.Anyar 08174716179 B.BP.004.10.19.0000837

Dcr Terapist Spa untuk d villa Hub:087860600877 B.BP.154.10.19.0000873

Dcr Tk.Jarit&Tk.Patrun Berpglmn Hub.Pak Ketut 0818566106 B.BP.001.10.19.0000855

Dcr staf Patrun/Pola u/Garment Canggu,Gj mmuaskn.087727777767 B.BP.001.10.19.0000867

RUPA - RUPA

SERVICE

SERVICE

SERVICE

Di cr Pembantu utk Vila di Jl.Kesambi Gang Kesambi Indah No.22 Telp.081337542061 B.BP.001.10.19.0000874

Dibthkan Tng Supir pria punya Sim A/B,bw KTP,Ijazah terakhir CV lam bw ke Itekes Bali Jl.Tk Balian 180 Dps T.0361-8956208 B.BP.001.10.19.0000195

Manajer&Staff bs Bhs Inggris u Kopi Luwak Pecatu 081338654570 B.BP.001.10.19.0000856

Dibutuhkan Spa Therapist Male/ Female usia max 35th berpglmn/ tdk pglmn jujur,rajin,bertanggungjawab bisa kerja team,Gaji UMK+BonusHub08113887714. CV+ Lam Email:spabali758@gmail.com B.BP.001.09.19.0000818

Kantor Konsultan Pajak,Butuh SMK / D3 / S1 Akuntansi. 0818559777 B.BP.001.10.19.0000773

PRT Wnt bs naik mtr tgl dlm+ Sopir Srbt bs matik.085238127777 B.BP.004.10.19.0000860

PT.Success Bersama Bali,memerlukan Tkg Pasang Keramik Batu Andesit. Br.Pacung,Ds.Keliki, Tegalalang-Gyr H:081339414492 B.BP.001.10.19.0000864

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL FORD

Ford Fiesta 1.6L A/T-S’11Htm DK 02/12 Tgn1 KM:22rb Istw 724187 B.BP.004.10.19.0000862

DIJUAL MOBIL HYUNDAI

Dijual Cepat Matix Hyundai Atoz, Mobil Pribadi/Kondisi Bagus Hub.081236074711 B.BP.001.10.19.0000817

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Rmh LT178m2 cash-kredit Sibang Gede Badung H082340011333 B.BP.001.10.19.0000555

Rmh Lt2 Perum Teras Ayung Blok D53 LT578m LB350mTelp.413421 B.BP.004.10.19.0000845

PROPERTY DIJUAL RUKO

Jual/Sewa Murah Ruko 2Lt tepi Jln.Cokroaminoto H087856227779 B.BP.033.10.19.0000863

RUPA-RUPA

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.10.19.0000778


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Lesu, Aktivitas Penyeberangan ke Kuburan Terunyan Bangli (Bali Post) – Aktivitas penyeberangan wisata ke objek wisata kuburan Terunyan, Kintamani saat ini lesu. Kondisi itu membuat sebagian anggota kelompok perahu dayung di Desa Terunyan memilih beralih pekerjaan. Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Perahu Dayung Wayan Warjaya, Selasa (29/10) kemarin. Dikatakan Warjaya, lesunya aktivitas penyeberangan di bulan ini memang sudah biasa terjadi. Sebagaimana pengalaman selama ini, lesunya penyeberangan biasanya akan terjadi hingga bulan kedua belas. “Bulan 10 sampai 11 memang biasanya menurun penyeberangannya. Nanti jelang tahun baru, mulai naik lagi,” ujarnya. Saat ini, dalam sehari perahu dayung atau fast boat yang menyeberang dari pusat Desa Terunyan ke Objek Wisata Kuburan Desa Terunyan hanya 3-4 unit. Sementara saat libur Natal dan tahun baru Desember nanti, penyeberangan diprediksi akan meningkat. Jumlah wisatawan yang menyeberang saat musim libur nanti bisa mencapai 25-35 perahu dayung/fast boat dalam sehari. “Di bulan 12 puncaknya ramai, mulai libur Natal akan ramai sampai bulan Juli,” katanya. Di tengah lesunya aktivitas penye-

berangan saat ini, Warjaya mengungkapkan banyak anggota kelompok perahu dayung yang mencari pekerjaan lain. Sebagian besar memilih mengadu nasib menjadi pedagang di Denpasar. “Ada yang jualan pisau, kalender, ada yang menukar hasil pertanian dengan beras. Karena kan mau tidak mau mereka punya kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi,” ucapnya. Dia menyebutkan dari 160 warga yang menjadi anggota kelompok perahu dayung, hampir 50 persennya kini beralih pekerjaan. Biasanya mereka akan balik lagi ke kampungnya jelang datangnya musim libur akhir tahun. Lesunya aktivitas penyeberangan ke Objek Wisata Terunyan juga diakui Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (Gapasdap) Danau Batur I Nengah Dester. Dia mengatakan belum lama ini aktivitas penyeberangan dari Dermaga Kedisan ke Terunyan sempat ditutup gara-gara angin kencang. Pascadibuka kembali, jumlah wisata yang menyeberang ke Terunyan dari Dermaga Kedisan dalam waktu beberapa hari terakhir hanya berkisar 2-3 boat. “Tergolong sepi. Lesu penyeberangannya sekarang,” ujarnya. (kmb40)

Berkarier di Pariwisata Warga Disediakan Dana Bergulir Bangli (Bali Post) – Sektor pariwisata cukup diminati masyarakat. Membantu masyarakat Bangli yang ingin berkarier di dunia pariwisata, Pemkab Bangli menyediakan program dana bergulir dengan bunga yang sangat rendah. Bupati Made Gianyar mengungkapkan Pemkab selama ini mendukung masyarakat yang berkeinginan meniti karier di dunia pariwisata, khususnya perhotelan maupun kapal pesiar. Dukungan diberikan melalui dana bergu-

lir pendidikan, yang diberikan kepada masyarakat yang mau melanjutkan pendidikan di lembaga pelatihan kerja (LPK) yang sudah menjalin kerja sama dengan Pemkab Bangli. “Sejak 2012 lalu kita sudah menjalin kerja sama dengan beberapa LPK, salah satunya Mediteranean Bali, untuk bisa memfasilitasi masyarakat yang ingin bekerja di dunia pariwisata, baik perhotelan maupun kapal pesiar,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan sebuah

I Made Gianyar

Bali Post/kmb40

kampus pariwisata di Bangli, Selasa (29/10) kemarin. Bunga dana bergulir pendidikan ini, jelas dia, sangat rendah, yakni hanya 6% per tahun dan rencananya akan diturunkan lagi menjadi 3% bahkan 0%. Sedangkan bagi masyarakat kurang mampu yang sudah menamatkan pendidikan di LPK, Pemkab Bangli juga sudah menyiapkan dana bergulir pemberangkatan dengan nominal mencapai Rp 35 juta. “Khusus untuk dana bergulir pemberangkatan, bunganya tetap 6% per tahun. Bisa dikembalikan setelah pulang dari luar negeri,” terangnya. Lanjut dikatakan Made Gianyar, warga Bangli yang ingin mengakses dana bergulir ini, bisa datang langsung ke Dinas Koperasi Bangli, Bank Pasar Bangli, atau bisa langsung ke LPK yang diajak kerja sama. Berapa pun jumlah masyarakat Bangli yang ingin bekerja di luar negeri melalui LPK yang sudah ada kerja sama, akan difasilitasi oleh Pemkab Bangli. Karena program ini ditujukan kepada masyarakat Bangli kurang mampu, namun berkeinginan kuat bekerja di luar negeri. “Melalui program ini, kita ingin masyarakat Bangli yang kurang mampu, namun punya kemauan kuat bekerja di luar negeri maupun kapal pesiar benar-benar terbantu oleh program dana bergulir ini. Sehingga mereka tidak sampai menggadaikan bahkan menjual tanah untuk modal keluar negeri,” harap Made Gianyar. (kmb40)

WISATAWAN - Wisatawan menyeberangi Danau Batur, Kintamani.

PILKADA Kutha Parwata Mantap Dampingi Subrata

Siap Terima Sanksi dari PDI-P Bangli (Bali Post) -

Mantan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mendukung langkah Made Subrata, adik Bupati Bangli I Made Gianyar, mundur dari penjaringan PDI-P dan kemudian gabung ke Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada Bang-li 2020. Kader senior PDI-P Bangli ini juga mengaku sudah mantap dan bersedia mendampingi Made Subrata. Terkait sikapnya ini, dia pun telah siap menanggung segala konsekuensi dan sanksi dari partainya.

E-Retribusi Segera Diterapkan di Pasar Loka Çrana

Bangli (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli kini tengah merancang pungutan retribusi pasar dengan sistem elektronik (e-retribusi). Penerapan e-retribusi rencananya akan diawali di Pasar Loka Çrana. Diupayakan e-retribusi mulai bisa diterapkan 2020 mendatang. Kepala Disperindag Kabu-

paten Bangli Nengah Sudibya mengatakan, pihaknya segera menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terkait rencana penerapan e-retribusi. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak BPD. “Saat ini masih dilakukan persiapanpersiapan. Draf perjanjian kerja sama sudah dilakukan koreksi-koreksi,” ungkapnya

Nengah Sudibya

Bali Post/kmb40

saat ditemui di kantornya belum lama ini. Sudibya tidak bisa menyampaikan secara jelas bagaimana teknis penerapan e-retribusi nanti. Dia hanya mengatakan bahwa tujuan penerapan e-retribusi untuk transparansi dan mengantisipasi adanya kebocoran-kebocoran. “Mengenai teknisnya masih dibahas. Intinya e-retribusi nanti untuk mencegah kebocoran,” ungkapnya. Saat ini, pungutan retribusi di pasar masih dilakukan petugas pasar dengan cara manual. Pedagang yang dipunguti retribusi diberikan karcis oleh petugas pasar sebagai bukti pembayaran. Untuk mengawalinya, eretribusi akan diterapkan di Pasar Loka Çrana mulai tahun depan. Alasan dipilihnya Pasar Loka Çrana karena pedagang di sana sudah tertata rapi sehingga memudahkan dalam penerapannya. Ke depan penerapan e-retribusi juga akan diperluas ke pasar lainnya. “Nanti ke depan pasar senggol pun kita akan terapkan e-retribusi,” ujar pejabat yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun ini. Ditambahkan Sudibya, pihaknya saat ini sudah melakukan sosialisasi ke pedagang mengenai rencana penerapan e-retribusi. Respons dari pedagang, diklaimnya cukup bagus. “Cuma mereka tetap harus diberikan sosialisasi lagi,” imbuhnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Ngakan Kutha Parwata

Bali Post/kmb40

Ditemui Selasa (29/10) kemarin, Kutha Parwata mengungkapkan alasan dirinya mendukung Made Subrata maju dalam Pilkada Bangli lewat partai Golkar. Dia merasa tak puas dengan makanisme konsolidasi di DPC PDI-P Bangli yang belakangan ini sudah mulai berubah. Du l u , j e l a s ny a , ko n s o l idasi partai selalu dimulai dari kepengurusan tingkat anak ranting. Kemudian berlanjut ke tingkat desa, lalu kecamatan setelah itu naik ke kabupaten. Mulai sekitar tahun 2015, dia melihat mekanisme konsolidasi berubah. Konsolidasi justru diawali di tingkat DPC. Kemudian baru dilakukan konferda ke tingkat provinsi dan kongres. Setelah itu, baru ada konsulidasi partai lagi turun. “Secara pribadi saya anggap, proses demokratisasi tidak lagi dari buttom up. Tapi dari top down. Sehingga banyak kader kita, terutama dari pengurus tingkat banjar hingga kecamatan menjadi tidak tahu dan tidak puas,” terangnya. Pria yang mengawali masuk PDI-P sejak tahun 1997 sebagai Koordinator Desa Bangbang, Tembuku ini mengatakan, selama ini PDI-P dikenal sebagai partainya rakyat sejati. Mekanisme yang dijalankan menganut sistem sandal jepit. Maksudnya mengutamakan aspirasi akar rumput. “Sekarang roh PDI-P sudah mulai hilang. Ini bisa menjadi bumerang ke depan,” kata Kutha Parwata. Mengenai adanya keinginan Subrata agar dirinya menjadi pendamping nanti, Kutha Parwata menyatakan bersedia. Dia mengatakan Subrata sudah menjadi pengurus ranting di PDI-P sejak lama. Jauh

sebelum kakaknya, I Made Gianyar, masuk jadi Kader PDI-P. Selain punya kesamaan pandangan, dia juga mempertimbangkan asal Subrata yang dari Kintamani. “Saya realistis saja. 42 persen pemilih Bangli ada di Kecamatan Kintamani. Sisanya ada di tiga kecamatan, yakni Bangli, Susut dan Tembuku. Dengan komposisi seperti itu, saya melihat karakteristis masyarakat di Kintamani masih manut mengikuti para tokohnya. Sehingga saya punya keyakinan Kintamani Bangli Satu (KBS) seperti yang selama ini diwacanakan, untuk saat ini mesti akan berlaku juga dalam Pilkada Bangli ke depan,” terangnya. Mengenai kemungkinan adanya sanksi dari PDI-P atas sikapnya itu, dia mengaku siap mengerima hal itu. “Sanksi itu memang menjadi risiko, dan saya siap menerima risiko itu nantinya,” katanya. Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat dikonfirmasi terpisah masih belum mau bicara soal sanksi atas sikap Kutha Parwata. Dia mengatakan semua organisasi termasuk PDI-P punya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang jelas. “Semua organisasi, tidak hanya organisasi politik. Organisasi apa pun tentunya punya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Pastinya organisasi itu, akan menerapkan AD/ RT-nya masing-masing. Semua punya mekanisme tentunya kita hargai dan semua punya aturan yang penting untuk kita taati dan kita hormati sebagai anggota dari organisasi tersebut,” jelasnya. Sedana Arta juga mengaku belum rencana ada memanggil Kutha Parwata secara khusus. Di DPC PDIP Bangli selama ini rutin menggelar rapat tiap minggu sekali. Kemungkinan dalam rapat nanti, hal ini menjadi salah satu yang akan dibahas. (kmb40)


OLAHRAGA

Rabu Pon, 30 Oktober 2019

15

Isuzu Gencarkan Program B2B Penjualan di Jatim dan Bali Diyakini Terdongkrak

Bali Post/file

VENUE - Stadion Kapten I Wayan Dipta, salah satu venue yang rencananya akan menggelar Piala Dunia U-20 tahun 2021.

FIFA Sudah Pilih Stadion untuk Piala Dunia U-20 ung), Stadion Si Jalak Harupat (Soreang), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali). Dari 10 venue tersebut, PSSI memang sempat mengatakan maksimal hanya delapan venue yang dipakai. Namun ternyata FIFA hanya memilih enam stadion yang akan dipergunakan. ‘’Jadi masalah stadion itu, kami berikan pilihan ke FIFA

Jakarta (Bali Post) – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Iwan Budianti mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan stadion mana saja yang akan dipakai untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021 di Indonesia. Kata Iwan Budianto, yang menentukan itu bukan PSSI tetapi FIFA. PSSI sejatinya sudah menyerahkan daftar 10 stadion kepada FIFA untuk menggelar pertandingan-pertandingan Piala Dunia U-20

tahun 2021. Venue tersebut adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Band-

Atlet Spentri Raih Gelar Perenang Terbaik di Kejurnas

TERBAIK - Komang Ary Yudha sebagai perenang terbaik Kerjurnas 2019.

empat emas, dua perak dan tiga perunggu. Adik kelasnya, Asoka Puri Winata, di kejurnas meraih satu emas, dua perak dan satu perunggu. Semenara Luh Prajna Parameswari meraih satu perak. Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., Senin (28/10) mengungkapkan, prestasi ini dan raihan dua emas, tiga perak dan satu perunggu di ajang penelitian inovasi sekaligus kado HUT ke-91 Sumpah Pemuda. Bagi dia, ke depan siswa berprestasi akan mudah mencari sekolah dan pekerjaan. Menurutnya, memaknai nilai-nilai Sumpah Pemuda harus diisi dengan disiplin diri dan suka belajar. Masyarakat pun niscaya mendukung program sekolah. (025)

Denpasar (Bali Post) Atlet SMPN 3 Denpasar alias Spentri, I Komang Ary Yudha, sukses meraih predikat perenang terbaik kejurnas renang antarperkumpulan seIndonesia di Jatim Open 2019. Komang Ary Yudha meraih empat emas, satu perak dan dua perunggu. Emas diraih Ary Yudha di perorangan 400 m gaya bebas, 100 m gaya kupukupu, 50 m gaya kupu-kupu dan di estafet. Sedangkan perak didapat di nomor 100 m gaya bebas dan perunggu di 200 m gaya kupu-kupu. Komang Ary Yudha yang kini duduk di kelas VIII-F ini juga meraih gelar perenang terbaik di Buleleng Cup dan Bupati Badung Cup. Sedangkan rekannya, Regta Adek Bintang Astina Putri, meraih

Kepala Dingin Dukungan untuk tidak dilaksanakan eksekusi ini disampaikan melalui surat dengan nomor 010/MDA-Prov Bali/X/2019 perihal mohon untuk tidak dilaksanakan eksekusi putusan PK MA RI Nomor

482 PK/Pdt/2018. Dalam surat itu disampaikan permohonan untuk tidak melaksanakan eksekusi putusan PK tersebut. Camat Kuta Utara Anak Agung Arimbawa yang hadir dalam kesempatan itu berpesan kepada masyarakat agar menyikapi permasalahan tersebut dengan kepala dingin. ‘’Kami

meminta warga untuk tenang. Apa yang dikatakan tadi oleh bapak bendesa mari ikuti bersama, kendalikan diri. Ini adalah murni masalah adat tidak ada muatkan apa pun. Mari jaga keamanan Canggu, karena Canggu adalah desa internasional,’’ pungkasnya. (kmb27)

Menguatkan Putusan Atas putusan itu, kasusnya hingga ke kasasi di MA. Membaca putusan MA 2 November 2016, yang intinya menolak permohonan kasasi dari para pemohon kasasi; Kornelius I Wayan Mega, Thomas I Nengah Supratpa, I Wayan Emilius dan I Nyoman Bernadus. Kasus ini pun hingga ke PK (Peninjauan Kembali). Dan pada 6 Agustus 2018, keluarlah putusan MA yang amarnya berbunyi: mengabulkan permohonan PK dari penohon PK; Kornelius I Wayan Mega, Thomas I Nengah Supratpa, I Wayan Emilius dan I Nyoman Bernadus, dan membatalkan putusan MA 2 November 2016 yang menguatkan putusan PT dan membatalkan

putusan PN Denpasar. Mengadili sendiri; menolak eksepsi yang diajukan para tergugat untuk seluruhnya. Atas putusan tersebut itu, PN Denpasar mengeluarkan penetapan. Yakni, 1. Mengabulkan permohonan pemohon pembatalan eksekusi, 2. Membatalkan/tidak berlaku penetapan anmaning Ketua PN Denpasar tanggal 18 Oktober 2017, Nomor 383/Pdt.G/2014/PN. Dps, Jo berita acara anmaning tanggal 21 November 2017 No 383/Pdt.G/2014/PN. Dps Jo penetapan eksekusi Ketua PN Denpasar 4 Januari 2014, Nomor 383/Pdt.G/2014/PN. Dps Jo berita acara eksekusi tanggal 6 Februari 2018, Nomor 383/Pdt.G/2014/PN. Dps, oleh karena putusan MA No.92. K/ Pdt/2016 tanggal 2 November

2016, yang telah dilaksanakan eksekusi dibatalkan oleh putusan MA RI tentang PK No. 482 PK/Pdt/2018 tertanggal 6 Agustus 2018. 3. Memerintahkan panitera atau juru sita pada PN Denpasar atau jika berhalangan dapat diganti oleh wakilnya yang sah dengan disertai sekurangkurangnya dua orang saksi yang sudah dewasa, serta cakap untuk membacakan penetapan ini kepada pihak perkara serta pemberitahuan bahwa terhadap objek yang telah dilaksanakan eksekusi dikembalikan kembali dalam keadaan semula/sebagaimana keadaan sebelum ada perkara. ‘’Penetapan inilah yang akan kita bacakan. Tapi gagal,’’ jelas Komang Bayu Wirawan. (kmb37)

Rabu, 30 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pitra Yadnya (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV

11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pitra Yadnya (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Tv Shop 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Pertanian Buah Naga Dikembangkan dengan Pupuk Organik 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Kementerian Hukum dan Ham Kanwil Bali 17:00 Wita Ocydia Home Shooping

17:30 Wita Kartun Sundara Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 9:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Lingkungan Bersih Dari Sampah & Gangguan Tingkah Laku 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida(3) 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

untuk dipilih. FIFA akhirnya memilih 6 dari 10 stadion itu,’’ kata Iwan Budianto di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10) kemarin. Meskipun demikian, Iwan Budianto belum bisa menyebutkan stadion mana yang dipilih FIFA. Namun yang pasti stadion-stadion tersebut harus memiliki tempat latihan yang sesuai standar FIFA. Hal tersebut sesuai dengan arahan FIFA yang sebelumnya sudah datang ke Indonesia. FIFA meminta harus ada tempat latihan yang akan dipakai oleh tim peserta. ‘’Ketika mereka melakukan inspeksi 10 stadion, fisik sudah jadi, tapi mereka bertanya minimal ada lima lapangan latihan di sekitar stadion dengan kualitas rumput yang sama,’’ ucap Iwan Budianto. (kmb33)

MANAJEMEN Astra Isuzu menggencarkan program Business to Business (B2B) untuk layanan after sales services pelanggan kendaraan komersial. Program itu diyakini bisa mengerek penjualan mobil Isuzu seiring besarnya potensi pasar kendaraan komersial di kawasan Jawa Timur dan Bali. ‘’Kami memang fokus menggarap program ini, sebagai bagian dari layanan kepada consumer fleet. Sebab, jika bicara B2B, mesti berkesinambungan. Segmen komersial yang menjadi hal utama adalah ASS (after sales services - red) itu mutlak. Mereka membeli mobil, harus tahu bagaimana kelanjutannya, baik maintenance dan spare part-nya,’’ ujar Manajer Astra Isuzu Wilayah Jawa Timur dan Bali FX Mardiono Danusaputro kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/10) kemarin. Ia menjelaskan, B2B adalah program layanan purnajual yang terukur dan tersistem dengan menggali apa yang dibutuhkan konsumen. Melalui program ini, konsumen mendapat keuntungan lebih, tersusun secara rinci, dan terukur untuk performa kendaraan mereka. ‘’Dengan program B2B ini, saya yakin penjualan akan meningkat. Makanya, ini harus menjadi concern kita di Isuzu,’’ harapnya. Berdasarkan data registrasi kepolisian (Polreg) sepanjang Januari hingga Agustus 2019, penjualan pikap 4x2 medium di Jatim sebanyak 4.431 unit, dari jumlah itu, Isuzu meraih 911 unit dengan pangsa pasar 20,6%. Untuk light truck, dari total market 4.818 unit, Isuzu mencetak penjualan 1.382 unit atau meraih pangsa pasar 28,7%. Sedangkan di segmen medium truck, dari total penjualan di seluruh Jatim sebanyak 2.294 unit, Isuzu mencetak penjualan 278 unit atau meraih pangsa pasar 12,1%. Untuk pasar

PRIMA - Mekanik Astra Isuzu sedang melakukan pengecekan kendaraan customer supaya tetap dalam kondisi prima. Bali, dari total penjualan pikap 4x2 medium sebanyak 451 unit, Isuzu meraih pangsa pasar 13,7% karena menjual 62 unit, sedangkan di light truck dari total market 819 unit, Isuzu meraih penjualan 365 unit atau pangsa pasar 44,6%. Sementara untuk medium truck, jumlahnya memang tidak besar. Dari total market sebanyak 95 unit, Isuzu meraih pangsa pasar 6,3% dengan penjualan 6 unit. Mardiono optimistis, dengan penguatan program B2B, tahun depan pangsa pasar light truck Isuzu di Jatim bisa mencapai 33%. Tahun sebelumnya, market Isuzu di segmen ini sekitar 25,7%. Rata-rata penjualan segmen light truck di Jatim sekitar 600 unit per bulan. Sedangkan untuk pasar light truck di Bali, Mardiono malah berani memberi target pencapaian pangsa pasar di angka 50%. Untuk penjualan segmen medium truck, pihaknya optimistis tahun depan bisa meraih pangsa pasar 25% di Jatim. Saat ini, dari total penjualan medium truck di Jatim, sebanyak 70-75% ada di Surabaya. Khusus penjualan segmen pikap 4x2 medium, pihaknya menargetkan meraih pangsa pasar 35% di Jatim melalui

produk Isuzu Traga. Bahkan, di Surabaya, lanjut Mardiono, saat ini pangsa pasarnya sudah 52%, bisa naik menjadi 60%. Sedangkan di Bali, bisa meraih pangsa pasar 35%. Sebelumnya, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengatakan, secara nasional, penjualan kendaraan komersial Isuzu pada semester pertama 2019 tumbuh sebesar 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Sepanjang semester pertama tahun ini, penjualan kendaraan komersial Isuzu sebanyak 11.303 unit. Padahal, pasar kendaraan komersial secara nasional pada semester pertama 2019 ini mengalami penurunan sebesar 10,8%. Pada kesempatan terpisah, Kepala Cabang PT Astra International–Isuzu (Astra Isuzu) Denpasar Cokroaminoto Putu Juniarsa menjelaskan, saat ini pasar otomotif, khususnya kendaraan komersial sangat kompetitif. Pasar kendaraan komersial di Bali sedang meningkat. ‘’Alasannya, pariwisata di Bali tengah bertumbuh. Juga karena pengaruh dari kebijakan pemerintah yang sedang menggalakkan ekonomi di perdesaan,’’ katanya. (kmb/870)

Sudah Menumpuk Kata dia, yang terjadi di lapangan mulai Agustus sampai saat ini, volume sampah sudah tidak terkontrol, sudah menumpuk lagi di sana. Jadi jangan sampai terjadi masalah yang sama untuk kedua kalinya, sampah kembali menggunung. ‘’Kondisi ini darurat, jadi dalam waktu dekat ini saya imbau kabupaten/kota Sarbagita untuk segera membuat TPA sementara di daerahnya masing-masing, yang di Gianyar buat di Gianyar, yang di Tabanan buat di Tabanan, begitu juga Badung, sehingga sampahnya selesai di daerah masing-masing,’’ pintanya. Khusus untuk Kabupaten Badung selama satu bulan ke depan ini masih diizinkan membuang sampah ke TPA Suwung sebanyak 15 unit truk per hari, dan mengizinkan pemanfaatan lahan milik Pemprov sebagai TPA sementara. Apabila TPA sudah dibuka, Badung pun tidak

diizinkan lagi membuang sampahnya ke TPA Suwung. ‘’Guna kelancaran kondisi yang darurat ini, silakan manfaatkan lahan milik Pemprov yang berada di wilayah Badung dengan status pinjam pakai. Nanti bisa dicek lebih lanjut lahan-lahannya yang memenuhi syarat baik dari luasan, akses jalan maupun kawasannya. Kalau bisa sesuaikan yang di daerah selatan cari di selatan yang di utara mungkin bisa dicari yang di bagian utara, karena itu kawasan pariwisata, biar truknya tidak mondar-mandir dari selatan ke utara dan sebaliknya,’’ kata Gubernur Koster yang berasal dari Desa Sembiran ini. Untuk sementara ada beberapa lahan Pemprov yang disarankan sebagai alternatif pembuatan TPA di Badung. Di antaranya di Unggasan seluas 1,8 hektar dan di Sobangan seluas 3 hektar. Tidak menutup kemungkinan lokasi lainnya, yang akan dipastikan lebih lanjut. ‘’Pemprov Bali juga menyiapkan tiga

unit alat berat dan dua unit alat penyedot air untuk TPA Sarbagita Suwung. Pemprov Bali memberikan lahan milik Pemprov di wilayah Badung Selatan dan wilayah Badung Utara kepada Pemda Badung untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan dan pengolahan sampah, mengingat Pemda Badung tidak memiliki lahan yang cukup untuk fasilitas tersebut,’’ tambah Koster. Terkait rencana langkah jangka menengah, Gubernur Koster menyatakan Pemprov akan meningkatkan pengangkutan dan pengolahan sampah melalui penambahan armada alat berat, baik untuk pengolahan dan antisipasi risiko seperti kebakaran sesuai kebutuhan yang akan direalisasikan tahun 2020. Dan juga mendorong kabupaten/kota membangun TPA baru yang memadai dari segi luasan maupun teknologi. Dari sisi jangka panjang, untuk menyudahi permasalahan yang rutin terjadi ini, Gubernur Koster menjelas-

kan, Pemprov saat ini sedang merancang pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di lokasi TPA Suwung, yang prosesnya sudah dimulai, dan diharapkan sudah mulai pembangunan pada Oktober 2020. ‘’Sampah ini masalah krusial, jika dibiarkan bisa sangat-sangat mengganggu. Lagian di lokasi saat ini sangat strategis, di sana ada pelabuhan, ada bandara dan jalur pariwisata, harusnya jangan sampai timbul masalah seperti ini di sana. Harusnya dibuang ke pinggiran, dan solusinya ya… harus kita buatkan pengolahan yang langsung mengurangi timbunan sampah, ramah lingkungan dan juga menghasilkan manfaat lain seperti menghasilkan listrik,’’ rincinya seraya menjelaskan Pemprov Bali juga sedang menyiapkan regulasi yang mengatur pengolahan sampah berbasis rumah tangga dan desa, sehingga bisa mengurangi secara signifikan pembuangan sampah ke TPA. (kmb)


Rabu Pon, 30 Oktober 2019

Muda Berjaya!

Touring Mengeksplor Lombok dan Sumbawa

Utamakan Keselamatan dan Sopan di Jalan

Resepsionis The ONE Legian Hotel Jawara Receptionist of The Year 2019 RECEPTIONIST of the Year (ROTY) tahun 2019 akhirnya menetapkan pemenang yang akan maju ke ajang serupa di tingkat nasional. Adalah Ida Ayu Dinda Intening Anggraghani terpilih sebagai juara I Receptionist of the Year 2019 Bali yang sukses digelar Hotel Front Liner Association (HFLA) pada 25-26 Oktober 2019 lalu di Stipar Triatma Jaya. Acara yang rutin diadakan setiap tahunnya ini secara khusus memang memamerkan keterampilan frontliner hotel. Menyoroti kemampuan resepsionis untuk mengatasi masalah dan memberikan informasi, ini merupakan acara bergengsi utamanya bagi seluruh hotel di Bali untuk tingkat regional dan nantinya seluruh Indonesia di tingkat nasional. Dalam ajang tersebut, Dinda, begitu ia disapa, sukses memborong dua prestasi sekaligus. Selain sebagai pemenang, Dinda berhasil menyandang Best Presentation di Bali Receptionist of the Year 2019. Ia mengaku sangat bangga dengan keberhasilanya lantaran tidak menargetkan juara dalam ajang tersebut. Staf belia dari The ONE Legian ini berhasil mengalahkan 59 partisipan resepsionis seluruh Bali. Dinda yang dikarantina selama acara mengaku hanya melakukan yang terbaik, untuk hasil ia serahkan semua kepada Tuhan. ‘’Saya bersyukur bisa menang. Saya bahkan sangat tidak me-

nyangka bisa sampai sejauh ini,’’ ujarnya. Didukung oleh Persatuan Hotel & Restoran Indonesa (PHRI), ajang ini mencari yang terbaik dari yang terbaik. Babak terdiri dari penilaian tertulis, wawancara, ujian tertulis dan bermain peran (Role Play) untuk menuju grandfinal dan menentukan pemenang. Kompetisi ini sejatinya bertujuan untuk menjadi alat pelatihan bagi generasi frontliners saat ini dan di masa depan sehingga dapat memberikan keunggulan dalam pelayanan di industri perhotelan. Ini merupakan kesempatan istimewa untuk menggabungkan semua aspek dari apa yang diperlukan untuk menjadi resepsionis hebat. Chairman HFLA Chapter Bali Alit Susila menjelaskan, kompetisi ROTY tahun ini adalah yang ke-12 kali diadakan. Para pemenang terpilih yaitu dari The ONE Legian, The Haven dan Alila Seminyak akan mewakili Bali di tingkat nasional pada 23 November 2019 mendatang. General Manager The ONE Legian Eka Pertama pun turut mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang telah diraih Dinda. Dalam kesempatan terpisah, Eka Pertama bersama jajaran manajemen The ONE Legian memberikan hadiah kepada Dinda sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya menjadi juara ROTY 2019. ‘’Kami telah aktif berpartisipasi

setiap tahunnya mengirimkan perwakilan ke kontes ROTY. Tahun ini akhirnya The ONE Legian bisa menyandang juara melalui tim kami, Dinda,’’ j e l a s Eka Pertama. Eka berpesan, industri perhotelan adalah tentang melayani sehingga diperlukan rasa tulus dan ikhlas saat menggelutinya. Bukan hanya kepada frontliners, namun semua posisi baiknya dimaknai secara positif sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif pula bagi diri dan sekelilingnya. The ONE Legian sendiri akan terus berkomitmen untuk dapat memberikan ruang kepada para karyawan agar mampu meningkatkan kompetensinya. Hal ini diharapkan baik bagi pengembangan, bukan hanya perusahaan namun juga diri karyawan sendiri. Selamat Dinda, semoga selalu berprestasi dan menginspirasi! (ad876)

Ida Bagus Putu Puja Ikuti Irama Menteri Baru MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama rupanya tidak perlu berlama-lama untuk bekerja. Konsolidasi segera dilakukan

mantan bos Net TV itu dengan mengadakan pertemuan dengan enam perguruan tinggi (PT) di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kre-

Bali Post/ist

Ida Bagus Putu Puja bersama Menteri Wishnutama.

atif yakni STP Bandung, Poltekpar Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Palembang, Poltekpar Makassar dan Poltekpar Lombok. Irama sang menteri baru, tentu saja mesti diikuti jajaran di bawahnya. ‘’Secara garis besar ada enam arahan Pak Menteri terkait rencana kerja ke depan,’’ ujar Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes. usai mengikuti arahan Menteri Wishnutama di ruang rapat menteri, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (29/10) kemarin. Yang pertama adalah pengembangan digital dalam konteks pengembangan kewirausahaan. Kedua, pengembangan karakter. Ketiga, pemetaan kembali terkait dengan kerja sama dengan pihak luar negeri. Diprioritaskan yang sudah mempunyai pengakuan dunia. Keempat, peningkatan kompetensi pendidikan baik skill dan nonakademik. Kelima, melakukan terobosan ke arah yang lebih baik, dan keenam yang terakhir, adalah mengurangi soal

ujian yang sifatnya hapalan. Lebih jauh dikatakan oleh Gus Puja, begitu dia biasa dipanggil, apa yang dikatakan oleh Menteri sudah dilakukan di Poltek Pariwisata Bali. ‘’Tentu kami sangat mendukung karena sesuai dengan program pemerintah di sektor SDM,’’ kata Gus Puja yang dilantik sebagai Direktur Poltek Pariwisata Bali oleh Menteri Pariwisata saat itu Arief Yahya pada 18 Oktober 2019. Selanjutnya sertijab dilakukan pada 21 Oktober 2019. ‘’Sejatinya sudah kami laksanakan, tetapi tentu masih perlu peningkatan, pengembangan dan inovasi-inovasi baru untuk bisa bersaing,’’ jelasnya. Sebelum menduduki posisi puncak di institusi ini, Gus Puja berkarier mulai tahun 1990 sebagai dosen dan berkarier di struktural. Mulai dari Kasubag TU dan RT serta Kabag Administrasi Umum. Mulai dari awal saat lembaga pendidikan ini bernama BPLP, kemudian STP Nusa Dua dan kini bernama Politeknik Pariwisata Bali. (pal)

Siswa SMK PGRI 4 Denpasar Persembahkan Kado Prestasi Sumpah Pemuda SMK PGRI 4 Denpasar (Fourgriska) benar-benar menjadi sekolah bermutu dalam bidang keahlian. Sekolah ini banyak didatangi pelaku dunia usaha untuk menyalurkan lulusannya. Di sisi lain siswanya mengukir prestasi di bidang keahlian. Ini pertanda mereka disiapkan menjadi SDM berkompetensi sesuai tuntutan dunia global. Sejumlah siswanya mempersembahkan kado prestasi saat apel peringatan Sumpah Pemuda, Senin (28/10) lalu. Semua piala itu diterima Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. selaku pembina upacara. Selanjutnya sekolah memberikan bonus beasiswa bebas SPP bagi siswa yang berprestasi. Sinergisitas inilah yang mampu menanamkan budaya berprestasi di sekolah ini. Prestasi teranyar dipersembahkan oleh Monica Suci Andriani (XII-TB-3) yang meraih juara II lomba Dessert Plating atau menghias hidangan jajan tradisional Bali. Dalam lomba yang digelar di Monarch Bali, Dalung itu, dia menampilkan tema ‘’Balinese Traditional Snack’’ dengan hidangan kue. Saat itu Monica menghiasi dessert menggunakan saos gula

KADO - Siswa dan guru SMK PGRI 4 Denpasar mempersembahkan kado prestasi Sumpah Pemuda kepada Kasek Ketut Suarya. merah, dilengkapi garnish berupa touille crumble dan buble. Dilengkapi buah strawbery, daun mint, nangka dan kelapa parut. Siswa binaan Luh Putu Sri Midawati, S.Pd. ini juga mempersembahkan juara III Dessert Plating di ajang yang sama atas nama I Made Setiawan (XII-TB-2). Dia mengusung tema yang sama dengan model hiasan yang sedikit berbeda. Hebatnya, kedua siswa ini kali pertama ikut lomba namun sudah langsung juara. Lomba yang sama juga diadakan oleh Royal Bali College, Gianyar. Saat itu siswa SMK PGRI 4 Denpasar I Putu Arinka Putra Pratama (X-TB2) sukses meraih juara II Des-

sert Plating. Dia mengangkat tema yang sama soal Balinese snack. Siswa dengan multitalenta ini juga jago dalam urusan menyanyi. Putu Arinka meraih juara II lomba menyanyi se-Bali di Undiknas. Tahun lalu menjadi duta Badung dalam ajang PKB dan sukses meraih predikat penyanyi terbaik I. Di bidang olahraga, SMK PGRI 4 Denpasar di Jalan Keboiwa Selatan, Padangsambian ini memiliki pecatur tangguh. Tak tanggung-tanggung dua piala dipersembahkan saat apel upacara Sumpah Pemuda. Mohamad Fatih Abrori (XII-MM-1) meraih juara I catur di Kodim/Wirasatya. Siswa lain binaan I

Wayan Suarta yakni J. Tegar Prasetya (X-TB-1) meraih juara harapan III lomba catur di Kodim. Keduanya bertekad mempersembahkan medali emas di Porsenijar PGRI Kota Denpasar. Sementara itu di bidang budaya, I Gusti Agung Ayu Mjaya Indira Putri (XMM-1) meraih juara harapan III lomba poster. Kasek Ketut Suarya yang dikenal akrab dengan siswa ini berharap teruslah berprestasi, sebab siswa berprestasi adalah cermin SDM berkualitas. Mereka adalah generasi muda RI yang tangguh dan calon pemimpin masa depan. Untuk itu, dia berpesan berbanggalah menjadi warga Fourgriska. Melalui raihan prestasi, salah satu indikator, Fourgriska menunjukkan diri sebagai sekolah berkualitas. Caranya, belajar, kuasai IT, berkarakter dan berilmu. ‘’Yang penting lagi adalah jaga empat pilar kebangsaan dan menguasai bahasa asing,’’ tegasnya. Dia juga bangga sekolahnya banyak kedatangan pengusaha yang meminta tenaga kerja untuk parttime. Ini pertanda baik bahwa dunia industri mempercayakan kualitas lulusan SMK PGRI 4 Denpasar. (ad877)

MEMPERINGATI Hari Sumpah Pemuda ke-91, Astra Motor Bali punya cara khusus untuk merayakannya yaitu menggelar touring bertemakan ‘’ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’’. Tidak main-main jarak yang ditempuh 1.430 kilometer. Wilayah yang disasar yakni Ubud, Bali-Lombok-Sumbawa diikuti 20 motor Honda ADV 150 selama 5 hari, 24-28 Oktober 2019. Pesertanya komunitas Honda ADV 150 dan awak media. Sebelum dilepas oleh Manager Honda Customer Care Astra Motor Bali I Gede Partayasa, Kamis (24/10) pukul 18.00 Wita, tim touring di-briefing di lantai empat Kantor Astra Motor Bali. ‘’Ingat cari aman. Ikuti rambu-rambu lalu lintas, sopan di jalan dan utamakan keselamatan,’’ tegas Ngurah Iswahyudi selaku Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali. Setelah makan malam di Dumare Cafe hingga pukul 21.00 Wita, selanjutnya rombongan bergerak menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem. ‘’Kami sengaja mengambil waktu malam nyeberangnya supaya sampai di Lombok pagi hari,’’ ucap Supervisor Marketing Astra Motor Bali I Gusti Agung Lanang Oka Pradipta. Setelah turun dari kapal feri di Pelabuhan Lembar, Lombok, peserta touring berbaris menyusuri jalan raya di Lombok yang mulus dan lebar. Diawali

kunjungan ke Astra Motor Mataram selaku main dealer sepeda motor wilayah Lombok disambut Kepala Wilayah Budianto dan Marketing Manager Kresna Murti. Di Lombok, tim mengunjungi empat destinasi wisata budaya, yaitu Monumen 1.000 Masjid. Di sana seluruh peserta mengabadikan momen wisata budaya religi. Setelah puas, peserta touring dengan jaket hitam kombinasi merah ini melanjutkan perjalanan menuju Desa Sade yang merupakan dusun dengan mempertahankan adat Suku Sasak. Saat iring-iringan Honda ADV 150 melintas tidak sedikit warga dan pelajar tepuk tangan serta melambaikan tangan. Sepertinya warga di sana begitu gembira saat melihat tim touring ADV Satu Hati Jelajah Nusantara ini. Selanjutnya perjalanan menuju Sirkuit MotoGP Mandalika, sekaligus menyaksikan pembangunan sirkuit yang bakalan menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Lalu perjalanan dilanjutkan ke pantai indah Tanjung Aan. Pantai ini terkenal dengan hamparan pasir putihnya yang bertekstur unik. Di sini peserta diajak melakukan kegiatan Beach Clean dengan aksi bersihkan pantai dari sampah-sampah yang berserakan sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) peduli dengan lingkungan.

KULINER

KESEHATAN

‘’Kenapa kita memilih rute sampai Sumbawa? Karena rute ke wilayah sana (objek wisata) sangat eksotik. Kalau misalkan kita perhatikan selama ini, belum banyak yang touring ke sana,’’ ungkap Manager Honda Customer Care Astra Motor Bali I Gede Partayasa. Tidak hanya soal touring, kata Partayasa, tetapi bisa berkontribusi dan harus berperan dalam mempromosikan daerah wisata di wilayah tersebut. Usai mengeksplor destinasi wisata di Lombok, perjalanan dilanjutkan ke Sumbawa. Target utama di Sumbawa yakni 0 Km point atau titik Kilometer 0 di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (26/10). Dari Kota Sumbawa ke titik 0 Km, Kecamatan Sape, menempuh jarak sekitar 298 kilometer dan membutuhkan waktu 6 jam 36 menit. Luar biasa, kata yang diucapkan Mario, Ketua Honda ADV Indonesia Chapter Bali. Menurutnya, dari Bima ke Sape dengan kondisi jalan kecil, bisa dilalui dengan mudah oleh ADV 150 dan tidak kalah dengan motor 250 cc. ‘’Jadi harapan para bikers bisa mengunjungi titik 0 Km. Saya sendiri baru kali ini ikut touring dengan jarak terjauh yaitu 1.430 kilometer ke wilayah Indonesia Timur,’’ ucap Ketua Honda Community Bali Kusmiyati yang akrab disapa Sis Quzzy. (rah)

TOP IN VASI WONDERFUL BALI Bali Post/ist

BUDAYA

SUMBAWA - Tim touring ADV Satu Hati Jelajah Nusantara melintasi jalan di wilayah Sumbawa, NTB.

Menjaga Komitmen Guru PENDIDIKAN SALAH satu sesepuh guru di Bali yang meraih gelar doktor adalah Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Pd. Dia adalah anak desa dari keluarga petani pasangan I Made Goya (alm) dan Ni Nyoman Besol di Banjar Bangah, Desa Baturiti, Tabanan. Wirasa kecil menempuh pendidikan di SR Baturiti, kemudian di SMP Dwijendra dan SMOA Denpasar. Tamat dari SMOA tahun 1975, dia menjadi guru olahraga mengabdi di SD. Baru tahun 1979 diangkat manjadi PNS. S-1 ditempuh di FPOK IKIP Bali angkatan pertama, S-2 diperoleh di IKIP PGRI Surabaya Prodi Manajemen Pendidikan. Gelar doktor manajemen pendidikan diraih di Untag Surabaya. Semangat belajarnya perlu dicontoh. Pada usia 56 tahun dia baru menempuh pendidikan doktor, hanya untuk menambah wawasan bukan mengejar jabatan, apalagi ajum-ajuman. Saat itu dia sudah menjadi pimpinan SMP PGRI 5 Denpasar. Disertasinya berjudul ‘’Pengaruh Budaya Organisasi dan Transformational Leadership terhadap Komitmen pada Profesi, Self Leadership dan Kinerja Guru di SMP PGRI di Bali’’. Dia mengatakan kinerja guru dipengaruhi beberapa faktor seperti budaya organisasi, komitmen pada profesi dan self leadership pada sekolah. Hasil penelitiannya menunjukkan budaya organisasi berpengaruh terhadap komitmen pada profesi guru, kemudian skill leadership guru memengaruhi kinerja guru. Semua teori ini diterapkan di SMP PGRI 5 Denpasar guna menjaga komitmen guru. Guru diajak berdiskusi bersama, sehingga program sekolah yang ingin dicapai dipaparkan kepada guru. Ini ia sebut budaya organisasi. Mestinya

SENIMAN

semua sekolah melakukan ini agar guru terlibat untuk kemajuan bersama. Dalam self leadership, Wayan Wirasa memberi ruang kepada guru untuk membina diri, rekan guru dan para siswa. Guru tak hanya datang mengajar dan mencari honor, namun bersama bertindak meningkatkan mutu sekolah. ‘’Pendeknya, menjadi insan bertanggung jawab,’’ ujarnya. Dia menyadari perlunya menjaga komitmen guru. Kini, dia melibatkan siswa menilai kinerja gurunya. Dua kali tiap semester Wirasa mengedarkan angket penilaian guru oleh siswa. Hasilnya dipakai input kasek. Jika dalam waktu dua tahun guru yang memiliki nilai rendah belum berubah, disarankan untuk meninjau bakat guru kembali. Wirasa dikenal banyak membawa perubahan sejak menjadi pimpinan di SMP PGRI 5 Denpasar mulai 1996. Setelah memperluas lahan sekolah, dia ingin semua guru melanjutkan S-2 dan S-3. Sekolah menyiapkan beasiswa membantu studi lanjut guru. ‘’Yang penting ada atensi sekolah,’’ ujarnya. (sue)

Dr. I Wayan Wirasa, M.Pd.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 30 Oktober 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu