20 HALAMAN
NOMOR 42 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu pon, 30 september 2017
@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Dua Pemangku Sembahyang di Puncak Gunung Agung
Masih Ada Kera, Muncul 11 Titik Asap di Kawah Dua pemangku asal Banjar Temukus, Desa Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (29/9) pagi kemarin langsung naik ke puncak Gunung Agung. Keduanya adalah Jro Mangku Kari dan Jro Mangku Ade. Mereka menggelar persembahyangan di pinggir kawah untuk keajegan Gunung Agung. Selain menggelar bakti Gunung Agung, kedua pemangku itu juga ingin memastikan kondisi terkini gunung terbesar di Bali tersebut. Diakui telah muncul 11 titik asap di dalam kawah. Selain itu di dalam perjalanan Jro Mangku juga masih melihat sejumlah kera.
Foto Bali Post/ist
ASAP - Sejumlah titik asap yang keluar dari kawah Gunung Agung.
Rekahan di Dasar Kawah Gunung Agung Makin Panjang Amlapura (Bali Post) Tanda-tanda arah Gunung Agung untuk terjadi erupsi semakin besar. Kalau sebelumnya telah terjadi pembengkakan pada perut gunung, kini sudah mulai terjadi rekahanrekahan di dasar kawah. Bahkan panjang rekahannya mencapai ratusan meter dari arah barat daya ke arah timur laut. Rekahan itulah
yang memicu makin banyaknya asap atau solfatara yang keluar dari dasar kawah. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM I Gede Suartika, Jumat (29/9) kemarin, menyatakan berdasarkan temuan seorang pendaki pada 13 September lalu, ditemukan adanya beberapa tembusan solfatara di kawah yang
Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. SD Saraswati 1 Denpasar Rp 3.441.000 SMP Taman Sastra, Jimbaran Rp 2.089.000 Alumn 92 SMPN 1 Klungkung Rp 1.500.000 Koperasi Unit Desa Sukawati Rp 1.150.000 Karyawan PT Toyota Astra Finance Rp 1.050.000 Alumni SMPN 1 Denpasar Angkatan 1970 (Semeton Laskar Surapati) Rp 1.000.000 I Gst Bagus Saputera, SH Rp 1.000.000 Organisasi Motor Honda Club Tuli Bali Bersatu Rp 200.000 Ayu Sudiarti Rp 129.600 Wayan Murga, Desa pikat Klungkung Rp 120.000 2 dus pakain layak pakai Keluarga Besar SMKTI Bali Global Dps (Tahap 2) Rp 81.100 Nym Sukardika Yasa, Selabih Tabanan Rp 50.000 Dw Ayu Ratna Wati, Selabih Tabanan Rp 50.000 I Pt. Abi Wratha, Selabih Tabanan Rp 50.000 I Wayan Wedera, Selabih Tabanan Rp 50.000 Wayan Suriana, Selabih Tabanan Rp 50.000 Wayan Rudita, Selabih Tabanan Rp 50.000 Ketut Yasti, Selabih Tabanan Rp 50.000 Md. Sudarma Nata, Selabih Tabanan Rp 50.000 Pasek Bagiartana, Selabih Tabanan Rp 50.000 Pt. Bagiartini, Selabih Tabanan Rp 50.000 Pt. Roy Artawan, Selabih Tabanan Rp 50.000 Md Rian Prinata Selabih Tabanan Rp 50.000 Hal. 19 Jumlah diterima kemarin Rp 12.410.700
belum bisa dilihat secara visual dari kejauhan 12 kilometer. Kemudian seminggu terakhir ini, mulai terlihat solfatara dengan ketinggian sekitar 100-200 meter dari puncak. Sedangkan dua hari terakhir ini, mulai terjadinya kepulan asap dari kawah yang semakin tebal dan secara terus-menerus. Hal. 19 Wajah Kawah
Dihubungi Jumat petang kemarin, Jro Mangku Kari mengungkapkan, mereka naik ke Gunung Agung melalui embung yang ada di Junggul, Banjar Tukad Belah, Desa Besakih. Mereka berangkat pukul 06.30 Wita. ‘’Sampai di puncak sekitar pukul 11.00 Wita. Sembahyang sebentar lalu turun dan sampai di bawah lagi pukul 14.30 Wita. Di puncak saya menemukan ada dua orang lagi. Namun tidak tahu nama kedua orang tersebut,’’ ungkap Jro Mangku Kari. Jro Mangku Kari mengakui kalau kawah Gunung Agung memang telah mengeluarkan asap. Asap yang dikeluarkan ada di sebelas titik. Dari sebelas titik itu, delapan titik mengeluarkan asap masih kecil. Sementara dua titik mengeluarkan asap yang lebih besar dan kepulan asap juga lebih tinggi. Sedangkan satu titik lagi, asap yang dikeluarkan cukup besar. ‘’Yang satu titik semburan asapnya sudah keras. Bahkan sudah mengeluarkan suara gemuruh seperti pesawat terbang,’’ ungkapnya. Dia menjelaskan, meskipun Gunung Agung sudah dinyatakan awas oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan tetapi dirinya sama sekali tidak takut naik ke puncak gunung tertinggi di Bali itu. ‘’Saya sama sekali tidak merasa takut naik ke Gunung Agung. Saya naik ke puncak karena ingin memastikan kondisi Gunung Agung seperti apa,’’ ucapnya. Hal. 19 Bau Belerang
Bali Post/ist
PUNCAK - Mangku Kari (tengah) bersama dua orang yang ditemui di puncak Gunung Agung.
Gubernur Minta Pengungsi 51 Desa Aman Dipulangkan SEBANYAK 51 desa dari 78 desa yang terdapat di Karangasem, Bali, sesungguhnya berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Namun mereka ikutikutan mengungsi. Selain karena panik, juga pemahaman mereka atas daerah terdampak bencana Gunung Agung juga masih lemah. Karena itu, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika meminta agar warga yang tempat tinggalnya di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) dipulangkan. Gubernur Mangku Pastika dalam ket-
erangan pers setelah melakukan rapat koordinasi di Karangasem, Jumat (29/9) kemarin, menyatakan dari 78 desa di Kabupaten Karangasem, yang tidak aman adalah 27 desa yang berpotensi terkena awan panas dan lahar jika Gunung Agung meletus, dengan jumlahnya sekitar 70 ribu jiwa pengungsi. Namun, jumlah pengungsi saat ini mencapai 144 ribu lebih. Ini disebabkan masyarakat yang tinggal di desa yang aman juga ikut mengungsi. ‘’Perkiraan kita dalam lingkaran KRB
1, KRB 2, dan KRB 3, hanya ada sekitar 70 ribu orang. Berarti ada pengungsi yang berasal dari desa aman. Ada kelebihan dari 75 ribu pengungsi yang berasal dari 51 desa yang aman yang ikut mengungsi. Tidak ada alasan bagi yang berasal dari desa aman untuk mengungsi. Harus dikembalikan ke desanya masing-masing. Sebab, ini menjadi beban. Beban bagi yang menerima pengungsi, dan beban bagi pengungsi yang meninggalkan rumahnya. Oleh karena itu akan dikembalikan ke desanya, kecuali dari
27 desa. Mereka harus tetap mengungsi. Tidak boleh pulang,’’ kata Gubernur Bali. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam siaran persnya menyebutkan, Gubernur Bali dalam arahannya meminta bupati dan wali kota segera membuatkan kartu identitas pengungsi seperti Kartu Keluarga (KK) yang ditandatangani oleh kepala desa sebagai kartu hak untuk pengungsi. Hal. 19 Tidak Perlu
Bali Post/gik
BERMAIN - Anak-anak di pengungsian sedang bermain bersama sejumlah relawan.
Gugatan Praperadilan Dikabulkan
Hakim Minta KPK Hentikan Sidik Novanto
Bali Post/ant
SETYA NOVANTO - Cepi Iskandar saat memimpin sidang vonis praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9) kemarin.
Jakarta (Bali Post) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto untuk membatalkan surat perintah penyidikan (sprindik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Majelis hakim tunggal PN Jaksel Cepi Iskandar, Jumat (29/9) kemarin, menyatakan sprindik KPK tentang penetapan Ketua DPR itu sebagai tersangka korupsi e-KTP tidak sah. Hakim Cepi pada persidangan itu menolak eksepsi KPK atas gugatan Novanto. Menurutnya, sprindik KPK tentang penetapan Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP tak sesuai hukum. ‘’Mengabulkan permohonan untuk sebagian. Menyatakan surat perintah penyidikan bernomor Sprindik 56/01/07/2017 tanggal 17 Juli 2017 tidak sah,’’ ujar Cepi saat membacakan putusan.
Menurut Cepi, dengan putusan itu, maka perkara gugatan praperadilan yang diajukan Novanto telah selesai, dan menyatakan bahwa penetapan pemohon Novanto sebagai tersangka dinyatakan tidak sah. ‘’Dengan ini sidang dinyatakan selesai,’’ ucapnya seraya juga meminta KPK harus menghentikan penyidikan kasus Novanto. Hakim memberikan putusan tersebut setelah menimbang sejumlah hal, antara lain dalil gugatan pihak pemohon Setya Novanto, jawaban atas gugatan dari termohon KPK serta bukti dan saksi-saksi yang diajukan kedua belah pihak. Begitu sidang ditutup, kuasa hukum Novanto langsung menyalami Kepala Biro Hukum KPK Setiadi. Kuasa hukum KPK yang dipimpin Setiadi juga terlihat langsung berembuk.
Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh KPK pada 17 Juli 2017 lalu. Ia lalu mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan pada 4 September 2017. Gugatan terdaftar dalam nomor 97/ Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. Novanto keberatan atas status tersangka dari KPK. Ketua Umum Partai Golkar ini diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi dan menyalahgunakan kewenangan dan jabatan, pada kasus e-KTP. Atas keputusan itu, KPK akan mempelajarinya. ‘’Untuk berikutnya kami akan mempelajari, meneliti kembali isi dari putusan hakim tunggal tersebut kemudian kami lakukan evaluasi dan konsolidasi bersama dengan tim penyidik dan jaksa penuntut umum yang ada di kantor KPK kemudian kepada pimpinan untuk melakukan langkah berikutnya,’’ kata
Kepala Biro Hukum KPK Setiadi. Namun, katanya, pihaknya tetap menghargai dan menghormati apa yang menjadi putusan ataupun dalil dari hakim tunggal praperadilan tersebut. Setiadi juga menyatakan akan mengacu pada isi atau ketentuan pada Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 4 Tahun 2016 di mana jika penetapan tersangka dibatalkan, maka penyidik dibenarkan untuk mengeluarkan surat perintah baru. ‘’Namun, ini bukan berarti sikap dari kami karena akan melakukan konsolidasi dan mengevaluasi. Kemudian yang terakhir sebenarnya dalam hal putusan ini kami memang tidak boleh melakukan eksaminasi tetapi setidaknya kami melihat ada beberapa dalil atau pun putusan dari hakim sendiri, ada beberapa bukti kami tidak dijadikan dasar,’’ tuturnya. (kmb4)
denpasar
2
Sabtu Pon, 30 September 2017
figur Verifikasi Parpol TAHAPAN pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres) 2019 akan diawali dengan verifikasi partai politik (parpol). Verifikasi diawali dengan pendaftaran parpol di KPU Pusat, tanggal 3 Oktober mendatang. Itu sebabnya KPU Bali mengunBali Post/dok dang pimpinan parpol di Bali dan segenap stakeholder terkait untuk sosialisasi tahapan ini, Jumat (29/9) kemarin. “Jadi kami melakukan sosialisasi sebelum tahapan verifikasi itu dimulai. Pendaftaran parpol di KPU Pusat, kemudian diikuti dengan penyerahan KTA dan juga KTP elektronik atau surat keterangan ke kabupaten/kota,” ujar Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Ia menambahkan, sosialisasi di tingkat provinsi akan dilanjutkan oleh KPU kabupaten/ kota di daerahnya masing-masing. Secara khusus para pimpinan parpol dan stakeholder seperti Polda, Bawaslu, Ombudsman, Komisi Informasi dan BPBD juga diajak berdiskusi mengenai kondisi Gunung Agung yang kini berada di level awas. Mengingat verifikasi parpol sifatnya nasional, jika ada satu daerah tidak melakukan, tentu prosesnya tidak bisa diselesaikan. “Pada prinsipnya, kami tidak berspekulasi karena karakter Gunung Agung itu kan khas. Jadi kalau tahun 1963 sampai satu tahun, mudah-mudahan sekarang tidak seperti itu,” terangnya. Sejalan dengan sosialisasi untuk tahapan pemilu nasional, Raka Sandi memastikan tahapan Pilkada Klungkung dan Gianyar serta Pemilihan Gubernur Bali di tahun 2018 tetap berjalan sebagaimana ketentuan yang ada. Kendati saat ini tengah ada siaga darurat bencana Gunung Agung di Karangasem, pihaknya berupaya mengambil langkah-langkah seoptimal mungkin agar jangan sampai terjadi hambatan. “Sampai hari ini semua tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan. Kami juga sudah melakukan langkah-langkah koordinasi, di antaranya sudah melaporkan ke KPU-RI dan berkonsultasi langsung. Termasuk koordinasi dengan Bawaslu dan pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,” jelasnya. Dalam waktu dekat, lanjut Raka Sandi, juga akan dilengkapi kajian dan data dari otoritas resmi sehingga keputusan KPU tidak keliru. Untuk Pilgub Bali khususnya, saat ini sedang berjalan tahapan sosialisasi serta penyusunan regulasi berupa juklak-juknis. Kemudian persiapan pencalonan dan masalah data pemilih. Sementara untuk penyerahan dukungan calon perseorangan dijadwalkan November mendatang. Untuk pendaftaran calon baru dilakukan Januari 2018. “Kami harapkan bencana di Karangasem itu supaya tidak terjadi. Tetapi kalaupun terjadi, mudah-mudahan tidak akan meluas dan tidak akan menimbulkan dampak bagi pemilu dan juga masyarakat Bali,” ujarnya. (rin)
Kasus UP Bangli Segera P21
Denpasar (Bali Post) Sejumlah terdakwa kasus upah pungut (UP) sektor PBB di Kabupatan Bangli sudah masuk persidangan dan bahkan terdakwanya sudah berstatus terpidana. Kini masih ada satu tersangka yang segera berkasnya lengkap alias P21, yakni dengan tersangka mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa. Pernyataan bahwa kasus UP Bangli dengan tersangka Arnawa segera P21 dibenarkan Kasipidsus Kejari Bangli Elan Jaelani saat menyidangkan perkara korupsi bantuan BKK Desa Songan dengan terdakwa Panyeledii Bendesa Adat Songan Ketut Kinia. Kendati demikian, Elan Jaelani mengatakan kasus UP PBB sektor P3 saat ini masih P-19. ‘’Secepatnya berkas bisa segera P-21 (lengkap - red) dan dilakukan pelimpahan tahap II,’’ kata Elan Jaelani, belum lama ini. Sebelum berkas nantinya masuk P21, p iha k ke ja ksa a n m em a st ika n sud ah memeriksa pejabat utama alias penting di Pemkab Bangli. Di antaranya adalah Bupati Bangli aktif dan wakilnya. Dengan diperiksanya sejumlah saksi tadi, Elan berharap perkara ini bisa segera disidangkan. I Nengah Arnawa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi UP pajak sektor pertambangan ini setelah penyidik Kejari Bangli melakukan pengembangan perkara dan melihat fakta dalam persidangan. Arnawa diduga menyalahgunakan kewenangan saat menjabat sebagai Bupati Bangli. Saat itu, dia menandatangani usulan Kadispenda melalui Bagian Hukum kemudian disetujui dan tertuang dalam SK Bupati No. 977/286/2006, tanggal 11 Oktober 2006. Selanjutnya, SK tersebut dijadikan dasar mencairkan dan membagikan UP sektor pertambangan kepada pejabat dan pegawai di Bangli. Atas dasar itu, Arnawa diduga membiarkan pembagian dana UP pajak sektor pertambangan. Padahal, kegiatan pemungutan pajak di sektor itu tidak pernah dilakukan. Dalam biaya pungutan itu, Arnawa ikut menikmati dana UP yang dibagikan oleh dua terpidana Alit Darmawan dan Rai Darmayudha. (kmb37)
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : Anggota Dewan Kembalikan Mobdin Sampaikan opini Anda hari iniW di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
PEDAGANG BUAH - Salah seorang pedagang tengah merapikan buah dagangannya di Pasar Badung eks Tiara Grosir, Denpasar.
Bali Post/eka
Dinas Sosial Diminta Lakukan Sentralisasi Pendistribusian Logistik Denpasar (Bali Post) -
Meningkatnya jumlah pengungsi warga Karangasem yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung disikapi serius jajaran Pemkot Denpasar. Tingginya angka pengungsi, tentu saja berdampak pada pendistribusian logistik di setiap posko. Menghindari terjadinya penumpukan logistik di salah satu posko, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra meminta kepada Dinas Sosial Kota Denpasar serta para OPD terkait untuk melakukan sentralisasi pendistribusian logistik. Pendistribusian logistik dilakukan Dinas Sosial kepada masing-masing pos yang ada di kecamatan dan kemudian ke
desa. “Nantinya, masing-masing perbekel dan kaling/kadus yang mengoordinir penyaluran ke masing-masing tempat pengungsi,” ujar Rai Mantra, Jumat (29/9) kemarin. Menurut Rai Mantra, rancangan ini sudah dikoordinasikan dengan lintas OPD di Pos BPBD Renon, Kamis (28/9) lalu. Pendistribusian logistik ini akan dilakukan oleh Dinas Sos-
ial kepada para perbekel/lurah hingga kaling/kadus. Diharapkan semua logistik tersentral di Lapangan Kompyang Sujana sebagai posko induk yang nantinya akan mengarah ke 43 posko di Kota Denpasar. Rai Mantra juga mengharapkan agar masyarakat yang menyalurkan bantuannya langsung melalui posko induk di Lapangan Kompyang Sujana atau posko lainnya un-
tuk pencatatan. Selain sebagai posko induk logistik, Lapangan Kompyang Sujana juga akan dipakai sebagai pusat informasi pengungsi. “Bantuan ini harus tercatat dengan baik dan harus atas nama Dinas Sosial. Nantinya Dinas Sosial yang akan mendistribusikan langsung ke desa, sehingga para perbekel, kaling dan kadus bisa bertanggung jawab,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kadis Sosial I Made Mertajaya mengatakan pos di Jalan Gunung Agung sudah disepakati sebagai pusat informasi pen-
gungsi. Selain itu, ada pos di masing-masing kecamatan. Untuk Denpasar Selatan sudah ada pos di Jalan Danau Tempe, Denpasar Timur di pos Kesambi, Denpasar Utara di eks Kantor Desa Pemecutan Kaja dan Denbar satu pos dengan induk di Lapangan Kompyang Sujana. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Antisipasi Kelangkaan Material
Disperindag Minta Rekanan Siapkan Alternatif
Denpasar (Bali Post) – Kekhawatiran sulitnya mendapatkan material, khususnya pasir dan batu pascastatus Gunung Agung menjadi awas, mulai diantisipasi. Terutama untuk pembangunan yang berskala besar, seperti pembangunan Pasar Badung. Pasalnya, saat ini proses pembangunan Pasar Badung telah memasuki tahap I yang akan ditargetkan rampung per Desember 2017 mendatang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Denpasar Wayan Gatra mengatakan, pihaknya telah
melakukan koordinasi dengan pihak rekanan. Bahkan, rekanan sudah memiliki beberapa alternatif dalam menangani masalah material tersebut. Dikatakan, untuk saat ini rekanan masih mengoptimalkan pengadaan material dengan lokasi masih di Bali. Namun, rekanan juga sudah menyiapkan alternatif jika sampai terjadi kelangkaan material. ‘’Rekanan sudah menyiapkan alternatif lain bila terjadi kelangkaan bahan,’’ ujar Gatra, Jumat (29/9) kemarin. Menurut Gatra, sampai saat ini belum ada kendala dalam proses
Denpasar (Bali Post)Pabrik narkoba yang dirancang tersangka Muhamad Hipni Muchtar alias Cakni, Putu Ruly alias Ayung dan Made Irwan Wardana alias Iwan, masih dalam proses uji coba untuk menghasilkan sabu-sabu (SS) yang kualitasnya bagus. Jika lancar, setiap hari pabrik tersebut mampu memproduksi 100 gram SS. Tersangka Cakni merupakan residivis karena pernah mendekam di Lapas Malang, Jawa Timur. Bahkan Cakni mengaku belajar meracik barang terlarang itu saat mendekam di lapas. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan awalnya tim gabungan BNN-RI dan Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen BNNP Kompol Saifudin Jupri menangkap Putu Ruly alias Ayung dan Made Irwan Wardana alias Iwan di Jalan Seroja, Gang Nenas, Denpasar. Selanjutnya mereka digiring ke pabrik SS tersebut di Jalan Tukad Banyu Poh Gang VIII B, Denpasar Selatan. ‘’Di sana anggota kami menangkap peracik sabu-sabu (Cakni - red). Banyak barang bukti diamankan di sana,’’ ujar Suastawa, Jumat (29/9) kemarin. Barang bukti yang diamankan yaitu pasta dan cairan warna hitam diduga sabu-sabu yang belum matang, prekusor dan peralatan untuk membuat SS.
‘’Kasus ini terus dikembangkan. Tempat-tempat yang diduga ada kaitannya dengan kasus ini langsung digeledah,’’ kata Suastawa. Belasan anggota BNN dan BNNP lalu menggeledah rumah di Perum Mutiara di Jalan Raya Abianbase, Badung. Di rumah tersebut disita satu botol cairan bening seberat 253,75 gram, empat plastik besar berisi korek api kayu. Selain itu juga digeledah rumah Made Irwan di Jalan Dewi Sartika, Klungkung. Di rumah tersebut anggota mengamankan satu plastik berisi kristal bening warna cokelat diduga SS hasil produksi pabrik tersebut. Selain itu juga disita bong. ‘’Hasil penyidikan, sabusabu itu dari MH (Muhamad Hipni - red) dan tersangka PR (Putu Ruly - red) mengantar ke rumah Irwan di Klungkung,’’ ungkap Suastawa. Dengan ditemukannya alat laboratorium kimia di TKP, lanjut Suastawa, itu berarti mereka punya kemampuan membuat SS. Tersangka Cakni tinggal di Bali sejak enam bulan lalu. Sejak tinggal di Bali tersangka berusaha memproduksi SS dan kualitasnya hampir sempurna. ‘’Pelaku belajar secara otodidak. Dia ini lulusan sarjana hukum, sebenarnya tidak nyambung dengan basic pendidikannya,’’ tegasnya. Sementara itu, Kabid Berantas AKBP Arta mengatakan ter-
pembangunan Pasar Badung tahap I ini. Bahkan jika dilihat dari progresnya, telah mampu mencapai 12-13 persen. Memang kalau dilihat dari progres, ada sedikit keterlambatan sekitar 1-2 persen. ‘’Molornya kan tidak signifikan, jadi masih bisa dikejar. Saya pastikan pembangunan tahap I itu bisa selesai per 22 Desember mendatang,’’ katanya optimis. Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi dan anggotanya Wayan Suadi Putra mengatakan, kejadian status Gunung Agung yang memasuki level awas, tidak bisa dijadikan
alasan bagi rekanan untuk menyelesaikan proyeknya tidak tepat waktu atau molor. Karena dalam ketentuan yang ada, sebuah proyek bisa disebut terdampak force majeur bila kejadiannya di lokasi bersangkutan. ‘’Kalau sekarang, kondisi ini tidak masuk kategori itu karena Denpasar kondisinya tidak terdampak,’’ kata Eko Supriadi. Suadi Putra menambahkan, rekanan bisa membeli lebih awal material yang akan diperlukan. Bahkan, bila sangat terdesak, dimungkinkan membeli dari luar. Artinya, proyek fisik yang sudah
berjalan saat ini harus selesai tepat waktu. ‘’Komitmen rekanan harus tetap sama, yakni menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditentukan,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Pasar Badung tahap I ini meliputi pembuatan dua lantai basement dan lantai dasar. Pola ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perdagangan terkait penggunaan dana tugas perbantuan (APBN) sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan dana pendampingnya sudah dialokasikan sebesar Rp 15 miliar. (kmb12)
Jika Lancar, Setiap Hari Produksi 100 Gram SS
Bali Post/eka
PABRIK SABU - BNNP Bali menggelar para tersangka dan barang bukti bahan pembuat sabu-sabu di BNNP Bali, Denpasar, Jumat (29/9) kemarin. Para tersangka ini ditangkap di wilayah Denpasar terkait pabrik sabu rumahan. sangka Cakni sudah membuat SS di Malang. Karena mendengar di Bali harga SS lebih mahal, dia memutuskan beraksi di Pulau Dewata. ‘’Sudah dua kali BNNP Bali mengungkap pabrik narkoba. Upaya seperti ini akan
terus kami lakukan agar jangan sampai di Bali ada pabrik narkoba,’’ kata Arta. Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik narkoba meskipun skala kecil atau home industry ternyata memang ada di Bali.
Setelah sepekan melakukan pengintaian, tim gabungan BNN-RI dan BNNP Bali akhirnya menggerebek pabrik narkoba di Jalan Tukad Banyu Poh, Gang VIII B, Denpasar Selatan, Rabu (27/9) lalu. (kmb36)
BADUNG
Sabtu Pon, 30 September 2017
3
RSUP Sanglah Kremasi 16 Jenazah Telantar
Mangupura (Bali Post) RSUP Sanglah Denpasar mengkremasi 16 jenazah telantar di Krematorium Kertha Semadi Mumbul, Jimbaran, Badung. Semua jenazah tersebut terdiri dari delapan jenazah dewasa dan delapan jenazah orok/bayi. Layaknya kremasi jenazah pada umumnya, kremasi ini dilaksanakan lengkap dengan prosesi upacara keagamaan. Karena keterbatasan kapasitas krematorium, kremasi ini dilaksanakan dalam dua hari yakni Jumat (29/9) kemarin dan Sabtu (30/9) hari ini. Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Dra. Nining Setiawati, M.Si. yang turut hadir dalam proses kremasi tersebut mengatakan kremasi terhadap jenazah telantar ini merupakan bagian dari pelayanan RSUP Sanglah terhadap pasien. Walaupun sudah berupa jenazah, RSUP Sanglah tetap mempersembahkan pelayanan yang terbaik. ‘’RSUP Sanglah tetap memberikan pelayanan yang terbaik terhadap seluruh pasien. Walaupun ini sudah berupa jenazah, namun tetap kita perlakukan dengan sangat baik dan berikan penghormatan yang selayaknya. Kita mendoakan agar mereka mendapat tempat yang terbaik di alam sana,’’ ujar Nining. RSUP Sanglah sebagai rumah sakit terbesar dan pusat rujukan di Bali, telah rutin menyelenggarakan kremasi jenazah telantar yang bisa mencapai dua kali dalam setahun. Penetapan status sebagai jenazah telantar telah melalui proses di Instalasi Forensik, Kepolisian dan Dinas Sosial. Untuk kremasi kali ini, jenazah telantar ada yang tersimpan sejak tahun 2015. Pelaksanaan kremasi ini dilaksanakan oleh Tim Kremasi RSUP Sanglah, bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali. (kmb42)
Bali Post/eka
MOBIL DINAS - Sejumlah mobil dinas anggota DPRD Badung tampak diparkir di areal parkir bawah Gedung DPRD setempat, Jumat (29/9) kemarin.
Diganti Uang Transportasi
Anggota Dewan Kembalikan Mobdin Mangupura (Bali Post) –
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mulai mengembalikan kendaraan dinasnya. Pengembalian mobil dinas (mobdin) sebanyak 40 unit itu dilakukan karena diganti dengan uang transportasi. Mobdin tersebut dikembalikan kepada Bagian Aset melalui Sekretariat DPRD Kabupaten Badung.
Bali Post/kmb42
KREMASI - Suasana prosesi kremasi yang dilakukan RSUP Sanglah terhadap jenazah telantar di Krematorium Kertha Semadi Mumbul, Jimbaran, Badung, Jumat (29/9) kemarin.
Kendati begitu, belum semua mobdin dikembalikan karena masih ada sejumlah anggota dewan yang sedang melakukan perjalanan dinas. Dari pantauan di parkir bawah Gedung DPRD setempat, Jumat (29/9) kemarin setidaknya terlihat 14 mobil jenis Toyota Innova parkir di basement gedung tersebut. Ketua DPRD Badung Putu Parwata membenarkan jika sejumlah anggotanya sudah mengembalikan mobdin. Dikatakan, pengembalian mobdin
ini merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keungan dan Administratif Anggota DPRD. ‘’Kami minta hari ini semua mobil anggota dikembalikan, karena sudah mendapat tunjangan tranportasi,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, anggota DPRD Badung Nyoman Satria mengaku paling pertama mengembalikan mobdin tersebut. ‘’Ini sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah, jadi harus mengikuti aturan
itu. Walaupun Pergub tentang penjabaran PP Nomor 18 Tahun 2017 belum turun, kami sebagi anggota dewan sudah mempersiapkan diri,’’ jelasnya. Sebelumnya, Sekretaris DPRD Badung Nyoman Predangga mengatakan pengembalian mobil dinas merujuk pada PP Nomor 18 Tahun 2017 dan Peraturan Gubernur Bali. ‘’Sama seperti di provinsi, memang begitu aturannya,’’ ujarnya. Berkenaan dengan hal itu, Predangga memastikan semua
Serangan Jantung, Pengungsi Gunung Agung Meninggal Mangupura (Bali Post) Prancisco Nunes Dos Santos, pengungsi status awas Gunung Agung di Dalung, Kuta Utara, mengalami serangan jantung, Jumat (29/9) kemarin. Pria 48 tahun ini mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit. Warga Karangasem yang mengungsi di rumah kerabatnya di Perum Grand Sri Kandi, Blok 5 Nomor 26 Banjar Cempaka, Dalung ini bekerja di Badan Pusat Statistik di Kabupaten Karangasem. Saat ini jenazah korban dititipkan di RSAD Sudirman, Denpasar. Dikonfirmasi Jumat kema-
rin, Sekretaris Camat Kuta Utara Putu Eka Pramana membenarkan perihal tersebut. Ia mengatakan, pihaknya mendapat informasi sekitar pukul 04.00 Wita dari warga jika ada pengungsi yang meninggal di Desa Dalung. ‘’Dari keterangan keluarga, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung,’’ ujarnya. Kuat dugaan, pegawai negeri sipil tersebut meninggal lantaran lelah akibat aktivitas pulang-pergi Badung-Karangsem untuk bekerja. ‘’Kemungkinan kelelahan berkendara saat menuju kantornya di Karangasem,’’ kata Eka Pramana.
Menurut Eka Pramana, almarhum merupakan warga Karangasem yang tinggal di Jalan Raya Karangasem, Gang Nunung Sari, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Karena merasa takut terkena dampak erupsi Gunung Agung, almarhum bersama keluarganya mengungsi di rumah kerabatnya di Desa Dalung. ‘’Karena kondisinya sudah kritis, korban tak bisa diselamatkan. Padahal, penanganan sudah dilakukan oleh pihak kepala lingkungan dan pihak Desa Dalung dan tim penanggulangan bencana,’’ tuturnya. Tokoh masyarakat Dalung
Putu Parwata juga membenarkan jika seorang pengungsi bahaya erupsi Gunung Agung meninggal dunia akibat sakit. Untuk itu, Ketua DPRD Badung ini berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung memperhatikan dengan cermat warga pengungsi dari Karangasem, sehingga semua pengungsi mendapat bantuan secara maksimal. ‘’Kami sangat mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Badung terhadap tanggap bencana ini, termasuk seluruh lapisan masyarakat. Namun, Tuhan berkendak lain,’’ ujarnya. (kmb27)
Pantai Selagan Nusa Dua akan Dikemas Menjadi ’’Spot Tourism’’
Mangupura (Bali Post) Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berencana mengemas Pantai Selagan Nusa Dua sebagai spot tourism baru. Hal itu bentuk kontribusi terhadap peningkatan okupansi di kawasan ITDC. Managing Director ITDC Wayan Karioka mengatakan hal itu, Jumat (29/9) kemarin. Di tengah persaingan dengan sepuluh destinasi baru di Indonesia, kata Karioka, pihaknya sebagai pengelolah ITDC tentu tidak bisa tinggal diam. Kalau tidak segera melakukan langkah terobosan, pasti Nusa Dua akan tergilas dari persaingan yang makin kompetitif. ‘’Untuk menghadapi sepuluh destinasi baru di Indonesia dan destinasi-destinasi baru yang bermunculan di Bali, maka Pantai Selagan Nusa Dua akan kami kemas menjadi spot tourism baru,’’ ujarnya. Untuk mengembangkan spot tourism baru ini, saat ini masih dalam tahap pembangunan penahan ombak di Pantai Selagan. Menurut Karioka, saat ini pihaknya juga sudah mulai menata pantai dari ancaman abrasi. Karena saat ini sebagian besar pantai yang berada di antara Pulau Nusa Dharma dan Peninsula itu rusak parah. Meski sudah dimulai, namun diakuinya pembangunan yang dilakukan
Bali Post/kmb23
PENATAAN - ITDC makin mengintensifkan penataan kawasan Nusa Dua. Rencananya Pantai Selagan Nusa Dua akan dikemas menjadi spot tourism baru. sekarang sifatnya sementara. ‘’Pembangunan ini merupakan bagian dari struktur jangka pendeknya. Kami mengambil langkah penanganan temporer ini agar abrasi tak semakin parah,’’ katanya. Karioka menambahkan, pembangunan tanggul penah-
an ombak dibagi ke dalam tiga fase termasuk juga membangun breakwater. Rencananya, breakwater itu akan dijadikan salah satu spot tourism. Bahkan, pihaknya menargetkan sudah beroperasi tahun depan, sebelum pelaksanaan Konferensi IMF. Selain pemban-
gunan tanggul, pihak ITDC juga akan membangun gedung yang nantinya akan digunakan untuk atraksi Nusa Dua Fiesta. ‘’Pada Oktober ini, kami mendatangkan ahli dari Belanda untuk menggambar desainnya,’’ tegasnya. (kmb23)
mobdin dikembalikan, kecuali mobdin untuk pimpinan, yakni Ketua DPRD Badung beserta dua wakilnya. Demikian pula dirinya, karena masih bagian dari perangkat daerah. ‘’Semua mobil dikembalikan, terkecuali mobdin untuk pimpinan karena melekat dengan jabatannya. Dewan yang lainnya mengembalikan semua. Sementara saya tetap mendapat mobdin karena bagian dari OPD setingkat Kadis,’’ jelasnya. Sebagai gantinya, kata Predangga, anggota dewan mendapat uang transportasi. Mengenai jumlahnya, ia mengatakan masih menunggu pergub. ‘’Anggota dewan tidak bisa mendapatkan keduanya (mobil dan uang - red). Jadi harus memilih. Masalah jumlah tunjangan, belum. Kami
masih menunggu pergub dulu,’’ tegasnya. Mengenai batas waktu pengembalian mobil, Predangga mengaku belum bisa memastikan. Yang jelas, katanya, pihaknya masih berkoordinasi dengan Bagian Perwat agar bisa secepatnya. ‘’Segera. Saya masih koordinasi,’’ sebutnya. Berdasarkan informasi yang beredar, para anggota dewan akan menerima uang tunjangan transportasi sebesar Rp 32 juta per orang. Hanya penarikan 40 mobdin anggota dewan ini akan menyisakan sedikit masalah baru. Pasalnya, akan ada 37 sopir dewan dengan status tenaga kontrak terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). (kmb27)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Sosialisasi MEA Anggota BKSP DPD-RI di Kantor Gubernur Bali
Dukung Peningkatan Sumber Daya Pariwisata Melalui Pendidikan dan Sertifikasi Naker
DAERAH sebagai penyangga ekonomi nasional akan mendapat serbuan dari tenaga asing dan dijadikan market produk impor dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah sepakat meluncurkan MEA pada 31 Desember 2015 lalu, dengan tujuan menciptakan sebuah pasar tunggal dan basis produksi (single market and production base) yang berdaya saing dan menyatu dengan ekonomi dunia. Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) yang dihadiri oleh 13 anggota BKSP DPD-RI, yakni Dr. Arya Wedakarna (Provinsi Bali), Tellie Gozelie (Babel), Harpinto Tanuwidjaja (Kepulauan Riau), Rugas Binti (Kalteng), AD Khally (Gorontalo), Asmawati Marzuki Ali (Sumsel), Emillia Contesa (Jatim), Charles Simaremare (Papua), Dailami Firdaus (DKI Jakarta), Bahar Ngitung (Sulsel), Adrianus Garu (NTT), Emma Yohanna (Sumbar, dan Ahmad Jajuli (Lampung) hadir di Bali untuk menyosialisasikan dukungan peningkatan sumber daya pariwisata melalui pendidikan dan sertifikasi tenaga kerja (naker). Acara dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Forkopimda Provinsi Bali, unsur-unsur pemerintah daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para praktisi di sektor pariwisata di Bali. Narasumber dari Kemendagri RI, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Bali dan Kaprodi Pariwisata FIB Universitas Gajah Mada (UGM). Dalam sosialisasi MEA dibahas
BKSP – Sebanyak 13 anggota BKSP DPD-RI menyosialisasikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Kantor Gubernur Bali. tiga poin penting, yakni persaingan terkini antara jaringan dan jaringan yang mengharuskan bergabung dengan berbagai kekuatan negara lain dalam memperkuat daya saing serta sektor pariwisata. Dalam kesempatan tersebut, anggota BKSP DPD-RI yang juga sebagai tuan rumah acara, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan beberapa poin dalam kegiatan sosialisasi. ‘’Pada dasarnya SDM di Bali sudah sangat kreatif tetapi kelemahannya pada pascaproduksi, seperti pengemasan branding dan sistem marketing-nya. Orang Bali (Hindu) harus merebut posisi HRD, posisi manajemen sumber daya manusia. Ini ibaratnya urat nadi di perusahaan. Kuncinyaa dalah orang Bali harus kritis, berani bersuara dan berani membela budaya. Ini salah satu syarat jika orang Bali ingin menjadi first class citizen di republik ini,’’ ujarnya. Menurutnya, peningkatan SDM tenaga kerja pariwisata melalui
pendidikan dan sertifikasi tenaga kerja merupakan bagian penting, baik melalui jalur pendidikan formal seperti sekolah tinggi vokasi maupun jalur pelatihan seperti kursus-kursus, lembaga pelatihan kerja (BLK) dan pemagangan di tempat kerja. ‘’Sertifikasi kompetensi di bidang pariwisata bertujuan memberikan pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja. Hal inilah yang kami dorong agar nantinya para pelaku pariwisata berkompeten menghadapi MEA khususnya generasi muda Bali,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Di akhir kesempatan, Ketua BKSP DPD-RI Drs. H. Bahar Ngitung menyampaikan hasil dari sosialisasi ini akan menjadi masukan bagi BKSP DPD-RI dalam menyusun berbagai strategi dan langkah-langkah untuk mempromosikan investasi daerah, termasuk pariwisata, ke berbagai mitra misi diplomatik dan internasional. (ad1929)
Undiksha Tuan Rumah Forum FBS Indonesia
Bahas Inovasi Pengelolaan Fakultas Bahasa dan Seni
FAKULTAS Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) tahun ini menjadi tuan rumah Forum Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Indonesia. Dekan FBS Undiksha sekaligus ditunjuk menjadi Ketua Forum FBS Indonesia selama dua tahun ke depan (20172019). Untuk tahun ini, Forum FBS Indonesia yang dibagi dalam sidang pleno dan sidang paralel mengangkat tema “Inovasi Pengelolaan Fakultas Bahasa dan Seni Indonesia”. “Forum FBS ini diadakan dua tahun sekali dan dihadiri oleh semua Dekan FBS LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) atau eks IKIP se-Indonesia, Wakil Dekan I, II, III dan Ketua Program Studi atau Ketua Jurusan,” ujar Dekan FBS Undiksha Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. di sela-sela pembukaan Forum FBS Indonesia di Grand Inna Bali Beach, Sanur,
Denpasar, Jumat (29/9) kemarin. Menurut Kerti, agenda Forum FBS Indonesia adalah membicarakan masalah sesuai tren terkini berikut mencari solusinya, di samping melantik pengurus baru yang terdiri atas ketua, sekjen dan bendahara. Sesuai tema, topik pembicaraan tidak jauh-jauh dari masalah inovasi pengelolaan FBS meliputi inovasi pengelolaan akademik, inovasi pengelolaan untuk sumber daya manusia, serta inovasi pengelolaan untuk riset dan teknologi. “Tema dipilih berdasarkan rapat forum dekan. Kami bertemu dalam satu tahun tiga kali untuk membicarakan permasalahan dan kemudian how to handle permasalahan yang ada,” jelasnya. Permasalahan saat ini adalah pendidikan profesi guru banyak didominasi oleh orangorang non-LPTK. Artinya, pendidikan profesi guru kini bisa diisi
BUKA FORUM - Pemukulan gong oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Prof. Intan Ahmad, Ph.D. menandai dibukanya Forum FBS Indonesia.
oleh orang nonkependidikan dan kependidikan. Dengan kata lain, lulusan Fakultas Sastra juga bisa menjadi guru bahasa atau tidak melulu lulusan Fakultas Keguruan. “Dengan adanya kompetisi seperti ini, jelas kita harus berpikir inovatif agar lulusan LPTK di Fakultas Bahasa bisa berkompetisi dengan orang-orang dari ilmu murni. Jadi, itu sebenarnya yang harus inovatif. Karena selama ini fenomena yang terjadi, banyak sekali orang dari ilmu murni itu dari segi knowledge lebih bagus,” papar Kerti. Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Prof. Intan Ahmad, Ph.D. membuka Forum FBS Indonesia sekaligus melantik pengurus baru. Dikatakannya, pendidikan bukan hanya untuk menghasilkan privat goods, tetapi mestinya menghasilkan public goods. Perguruan tinggi jangan hanya melihat indeks prestasi, namun perlu ditambah dengan berbagai aspek yang mengarah pada soft skill untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai empati. Oleh karena itu, lanjut Intan Ahmad, sejak awal perlu disampaikan kepada mahasiswa bahwa perguruan tinggi tidak saja ingin menghasilkan lulusan yang pandai secara akademik atau kognitif, tapi juga lulusan yang memahami masalah-masalah di Indonesia. Bagaimana agar mereka bisa berkontribusi untuk mengurangi masalah yang ada, terutama masalah sosial. Selain belajar di kampus, mahasiswa perlu diarahkan untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. (ad1934)
Peduli Pengungsi Gunung Agung
Gatriwara DPRD Bali Serahkan Bantuan ke GOR Swecapura
‘’MATUR suksma nggih ibu-ibu,’’ ujar seorang ibu yang sudah renta ketika rombongan Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) DPRD Bali mengunjungi GOR Swecapura, Klungkung, Jumat (29/9) kemarin. GOR Swecapura merupakan salah satu posko pengungsian siaga darurat bencana Gunung Agung. Lebih dari tiga ribu pengungsi di sini, yang mayoritas berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Selat dan Rendang, Karangasem. Rombongan Gatriwara DPRD Bali yang dipimpin Nyonya Ningsih Wiryatama hadir untuk memberikan bantuan sekaligus menghibur para pengungsi. Kehadiran mereka
disambut antusias oleh masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia. Tampak raut wajah sumringah ketika para istri pimpinan dan anggota DPRD Bali itu mendatangi, menyalami, dan mengajak ngobrol mereka dengan sangat akrab. Rasa haru bercampur gembira seketika menyeruak, sampai-sampai hanya bisa terucap dalam kata ‘’terima kasih’’ atau ‘’matur suksma’’. ‘’Kami Gatriwara DPRD Provinsi Bali hari ini (kemarin) hadir dan membaur dengan saudara-saudara kita, karena ingin sedikit berbagi dan menyumbangkan untuk warga kita,’’ ujar Nyonya Ningsih Wiryatama. Ia berharap kehadiran Gatri-
BERCENGKRAMA - Ketua Gatriwara DPRD Bali Nyonya Ningsih Wiryatama (kanan) bercengkrama dengan seorang lansia dari Karangasem yang mengungsi di GOR Swecapura, Klungkung.
wara dapat menghibur sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat yang mengungsi. Pihaknya juga memberikan sumbangan berupa tiga buah kompor gas, bumbu masak seperti bawang merah dan bawang putih, minyak goreng, biskuit, selimut dan kain (kamen). Sumbangan diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, untuk selanjutnya diteruskan kepada pengungsi. Mengakhiri kunjungannya di GOR Swecapura, istri Ketua DPRD Bali ini juga memberikan sedikit pesan kepada masyarakat yang ditemuinya. ‘’Tetap sehat nggih ibu, bapak dan anak-anak. Semoga Hyang Widhi selalu melindungi kita semua,’’ katanya sembari mengelus dan menepuknepuk bahu seorang ibu renta yang rambutnya telah memutih. Sementara itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan kunjungan Gatriwara DPRD Bali ke GOR Swecapura merupakan wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan sesama krama Bali. Selama ini Gatriwara selalu tampil mendukung program yang dilakukan DPRD Bali. Dewan sudah terlebih dahulu mengunjungi para pengungsi. ‘’Kami seluruh anggota Dewan sudah mengunjungi dan memberikan bantuan kepada saudara kita yang sedang mengungsi. Maka sekarang lengkaplah dengan hadirnya Gatriwara membaur dengan warga kita yang ada di posko pengungsian,’’ ungkapnya. (ad1933)
Sabtu Pon, 30 September 2017
Dies Natalis Ke-55
Menguatkan Tata Kelola dan Kelembagaan Unud sebagai Pusat Inovasi Nasional
UNIVERSITAS Udayana (Unud) memperingati Dies Natalis ke-55, Jumat (29/9) kemarin di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Badung. Puncak peringatan dilaksanakan dalam Sidang Senat Terbuka Unud yang dihadiri rektor, anggota senat, seluruh pimpinan, dosen, pegawai, mahasiswa di lingkungan Unud serta undangan dari kementerian dan pemerintah daerah. Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam peringatan Dies Natalis di antaranya acara ilmiah meliputi seminar, workshop, pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan lainnya adalah Napak Tilas Perjalanan Prabhu Udayana, acara kekeluargaan dan pengabdian masyarakat. Pada acara puncak peringatan Dies Natalis ke-55 dilaksanakan Orasi Ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls., Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dengan tema ‘’Menguatkan Tata Kelola dan Kelembagaan Universitas Udayana sebagai Pusat Inovasi’’. Acara puncak juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada dosen, tenaga laboran, pegawai dan mahasiswa berprestasi, dan berbagai hiburan partisipasi dari civitas akademika serta pembagian doorprize. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) dalam uraiannya menyampaikan, 55 tahun merupakan usia yang matang bagi Unud. Segenap civitas akademika harus berusaha sekuat tenaga menggapai visi mewujudkan ‘’Universitas Udayana menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi yang menghasilkan Sumber Daya Manusia yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya’’ dengan arah dan semangat tercapainya Unud sebagai World Class
DIES NATALIS – Puncak peringatan Dies Natalis ke-55 Universitas Udayana di Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (29/9) kemarin. University (WCU) tahun 2027. ‘’Menguatkan Tata Kelola dan Kelembagaan Unud sebagai Pusat Inovasi Nasional’’, yang menjadi tema Dies Natalis ke-55 mencerminkan bahwa dengan penguatan tata kelola kelembagaan dapat mewujudkan Unud sebagai Pusat Inovasi Nasional dengan mengembangkan Inkubator Teknologi (Technology Innovation Centre) sebagai wadah bagi penelitipeneliti Unud dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi agar ada sinkronisasi antara perkembangan iptek dan permasalahan yang dihadapi industri serta kebutuhan nyata masyarakat dan negara. Berbagai capaian Unud melalui pengakuan QS Star Bintang 3, peningkatan status AIPT dari B menjadi A dan peringkat webometric rank ke-8 pada Juli 2017 dari webometric rank ke-9 pada Januari 2017. Tahun ini Unud mempersiapkan 11 program studi yang akan mengikuti peratingan internasional. Dengan berbagai permasalahan yang dimiliki Kampus Bukit Jimbaran saat ini, disepakati mengembangkan konsep
kampus yang kompak, smart, dan berbasis pada ekologi yang berkelanjutan. ‘’Seluruh civitas akademika Unud harus bersatu dan bekerja sama menghadapi tantangan ke depan agar dapat terus mengembangkan dan menjaga nama besar Unud,’’ ujar Prof. Raka Sudewi. Prof. Paulina Pannen dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, kontribusi utama yang diharapkan pemerintah dari Kemenristek Dikti adalah ultimate impact (dampak tertinggi) terhadap economic growth (pertumbuhan ekonomi) menuju ultimate outcame (hasil tertinggi), yaitu nation competitiveness (daya saing bangsa) yang menghasilkan output skilled labors (tenaga kerja yang terampil) dan inovation (yang memiliki berbagai inovasi). Dikatakannya, pencapaian Unud saat ini yang sudah masuk dalam 30 universitas yang terakreditasi A di Indonesia mesti dapat lebih berperan dalam berbagai bidang. Di samping itu, peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dapat ditingkatkan menjadi pusat unggulan inovasi. (ad1931)
Fakultas Ekonomi Unhi Yudisium 186 Lulusan
YUDISIUM – Dekan, wakil dekan dan kaprodi foto bersama saat yudisium FE Unhi di Sanur, Jumat (29/9) kemarin. FAKULTAS Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (FE Unhi) kembali menggelar acara yudisium di Hotel Sanur Paradise, Sanur, Denpasar, Jumat (29/9) kemarin. Sebanyak 186 lulusan sarjana dari dua program studi (prodi) dilepas dalam acara yang dihadiri Rektor Unhi Dr. I.B. Dharmika, M.A. dan para dekan di lingkungan Unhi. Yudisium diisi orasi ilmiah oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. Sudjana Budhi dengan materi berjudul ‘’Menggali Karakter Kepemimpinan Spiritual Dalam Rangka Menghadapi Tantangan Globalisasi yang Materialistik’’. Dari jajaran FE Unhi hadir Wakil Dekan (WD) I Putu Yudy Wijaya, S.E., M.M., WD II Wayan Sudiana, S.E., M.Si., Ak., C.A., WD III Dr. Ida Ayu Suryawahyuni, S.Sos., M.Si., Kaprodi Manajemen I Wayan Suartina, S.E., M.M. dan Kaprodi Akuntansi SAP Indraswarawati, S.E., M.Si., Ak. Dekan FE Unhi Dr. I Gede Putu Kawiana, S.E., M.M. mengucapkan selamat kepada para yudisiawan
yang telah berhasil menyelesaikan studi strata-1. ‘’Kami berharap para yudisiawan tetap menjaga dan terus meningkatkan prestasi serta reputasi pribadi sebagai alumni FE Unhi,’’ ujarnya saat memberi sambutan. Mahasiswa yang dilepas berasal dari Prodi Manajemen 84 orang dan Prodi Akuntansi 102 orang. Dari jumlah tersebut 19 orang (10,2 persen) lulus dengan predikat pujian atau cumlaude, selebihnya atau 89,8 persen lulus dengan predikat sangat memuaskan. Artinya, IPK mahasiswa yang lulus semester ini cukup membanggakan. Dilihat dari masa studi, yudisiawan yang diyudisium pada periode I bulan Mei 2017 lalu dan yang diyudisium kali ini yang berjumlah 407 orang, kelulusan tepat waktu mencapai 80 persen lebih yang memenuhi syarat borang akreditasi. Pada yudisium kali ini peraih IPK tertinggi dari Program Studi Akuntansi adalah Luh Ade Krisna Yanti dengan IPK 3,70 dan dari Program Studi Manajemen dicapai I.B. Gde Yudha Hardikayana
dengan IPK 3,64. ‘’Pada akhirnya berkat ketekunan dan disiplin serta kerja keras yang saudara lakukan, persyaratan akademik untuk menyelesaikan program sarjana di FE Unhi telah berhasil diselesaikan. Saudara memang patut bersyukur telah berhasil menyelesaikan studi tingkat sarjana, namun juga patut merenung bahwa keberhasilan itu hanyalah langkah awal untuk menggapai kesuksesan berikutnya. Setelah berhasil menempuh gelar sarjana, saudara dapat memilih terjun dalam kancah kehidupan masyarakat dan atau melanjutkan studi di tingkat pascasarjana. Keduanya membutuhkan sikap aktif untuk terus belajar agar berhasil mengaktualisasikan diri sekaligus memberikan sumbangsih yang lebih baik bagi keluarga, masyarakat dan negara, serta nilai-nilai kemanusiaan seusai nilai-nilai luhur yang saudara yakini,’’ ujarnya. Sebagai insan yang kritis dan kreatif, Kawiana berharap para yudisiawan tidak terjebak pada ruang kerja yang sempit, sehingga tidak berani merambah ruang kerja yang lain. Sebab, peluang kerja di bidang manajemen dan akuntansi sangat terbuka dengan potensi yang dimiliki serta peluang yang ada. Dalam berbagai jurnal pemasaran disebutkan setiap peristiwa adalah peluang. Maka manfaatkanlah peluang ini sebaik-baiknya, bekerjalah didasari semangat pengabdian serta perjuangkan nilai-nilai kebajikan. Dalam kesempatan tersebut, FE Unhi memberikan penghargaan kepada dosen yang memenangkan hibah penelitian dan mahasiswa yang memperkuat kontingen Unhi pada temu karya ilmiah di Lampung. (ad1932)
RS Siloam Bali Raih Akreditasi JCI
JCI - Direktur Siloam Hospitals Bali dr. I Wayan Sutarga, MPH. (dua dari kanan) bersama jajarannya. RS Siloam Bali meraih akreditasi JCI. SETELAH RSUP Sanglah, kini giliran RS Siloam Bali pada 4 September lalu berhasil meraih akreditasi JCI. JCI merupakan akreditasi internasional, bahkan akreditasi KARS yang merupakan akreditasi nasional Kementerian Naional mengacu pada JCI. Kabar gembira tersebut disampaikan langsung Direktur Siloam Hospitals Bali dr. I Wayan Sutarga, MPH., Jumat (29/9) kemarin. Sutarga mengungkapkan, sejak tahun 2014, RS Siloam Bali telah meraih akreditasi KARS Paripurna. Rumah sakit yang berdiri tahun 2013 ini dalam waktu satu tahun berhasil meraih akreditasi KARS. RS Siloam Bali merupakan rumah sakit swasta pertama di Bali yang
mendapatkan pengakuan internasional dari JCI yang berpusat di Oak Brook, Amerika Serikat. Akreditasi JCI ini sejalan dengan visi dari rumah sakit yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-5 pada 17 Desember mendatang, yaitu memberikan pelayanan dengan kualitas internasional, memberikan pelayanan yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, memiliki jaringan yang luas di seluruh pelosok Indonesia, serta yang terpenting adalah rumah sakit ini selalu mengutamakan pelayanan kesehatan dengan cinta kasih Tuhan. Salah satu visi Siloam adalah memberikan pelayanan yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
masyarakat. Oleh karena itu, RS Siloam Bali juga melayani peserta BPJS Kesehatan. Dari 232 tempat tidur, 25 dialokasikan untuk peserta BPJS Kesehatan kelas I, II dan III. ‘’Karena kamar di Siloam didesain bisa diubah tergantung kebutuhan kelas,’’ ujar dr. Sutarga. Dari evaluasi yang dilakukan selama ini, tingkat pemakaian kamar untuk kelas 3 tercatat 40-50 persen dan kelas 1 mencapai 67-70 persen. Mengingat Siloam merupakan RS swasta, maka pihaknya menerapkan kehati-hatian pengelolaan jangan sampai merugi, namun tetap mengutamakan mutu dan kualitas pelayanan. ‘’Dengan biaya terbatas harus hati-hati, jangan sampai RS rugi karena dapat menurunkan kualitas pelayanan,’’ jelasnya. Meski demikian, Siloam Bali yang merupakan RS tipe B, dalam penanganan kasus tertentu harus dirujuk ke RS di atasnya, yaitu RSUP Sanglah yang merupakan RS tipe A. Hanya 20-25 persen pasien yang dirujuk ke RS tipe yang lebih tinggi. ‘’Kalaupun ada yang dirujuk ke RS tipe yang sama dengan Siloam, itu biasanya atas permintaan pasien. Mungkin supaya lebih dekat dengan rumahnya,’’ tandas dr. Sutarga. Sejak berdiri Desember tahun 2013, Siloam Hospital Bali saat ini memiliki tiga unit, yaitu Siloam Hospital Bali di Jalan Sunset Road, BIMC Siloam Hospital Nusa Dua dan BIMC Hospitals Kuta. Siloam Hospitals Bali memiliki kapasitas 232 (bns1)
daerah
Sabtu Pon, 30 September 2017
5
Menuju Desa Wisata
Desa Wisata Penglipuran
Desa Jegu Bentuk Bank Sampah
Raih Dua Penghargaan Nasional
Bangli (Bali Post) – Desa Wisata Penglipuran berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Pariwisata tahun ini, yakni peringkat I untuk Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) bidang budaya dan peringkat IV untuk kategori Pokdarwis. Penghargaan ini menambah panjang daftar prestasi yang diraih desa wisata yang terkenal dengan loloh cemcem-nya ini. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli Wayan Adnyana mengatakan, penghargaan tersebut diberikan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (27/9) lalu. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi Pesona Destinasi Pariwisata Indonesia (Wonderful Indonesia Tourism Award 2017). Sementara itu, Homestay D’Karang sukses menyabet peringkat I untuk kategori homestay. ‘’Ini kebanggaan bagi pariwisata Bangli karena berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dari Kementerian Pariwisata,’’ terangnya, Kamis (28/9). Sebelum memberikan penghargaan, Kementerian Pariwisata melalui timnya melakukan visitasi ke Pengelipuran dan Homestay D’Karang untuk melakukan penilaian langsung. Desa Wisata Penglipuran meraih peringkat I ISTA bidang budaya karena dinilai berhasil menjaga dan melestarikan budaya di tengah-tengah perkembangan pariwisata di Bali saat ini. Penghargaan peringkat IV untuk kategori Pokdarwis disabet Pokdarwis Desa Wisata Penglipuran karena tata kelola desa wisatanya dinilai baik dan berkembang. Sementara Homestay D’Karang menerima penghargaan karena dinilai baik dalam hal kebersihan dan pengelolaannya. Adnyana mengharapkan penghargaan yang diraih ini bisa menjadi penyemangat bagi Desa Wisata Penglipuran dan Homestay D’Karang dalam membangun kepariwisataan Bangli yang berkelanjutnya. Selain itu, bisa menjadi inspirasi desa wisata dan homestay lainnya untuk bangkit dan berkembang. (kmb40)
DESA Jegu di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, memiliki potensi menjadi desa wisata. Namun, untuk mewujudkan ini tidak cukup hanya memiliki potensi alam, tetapi harus didukung lingkungan yang bersih. Oleh karena itu, Desa Jegu membentuk bank sampah. Perbekel Desa Jegu I Made Edy Wirawan mengungkapkan, bank sampah bernama Jegu Amertha Sari di Banjar Jegu Tengah diresmikan baru-baru ini. Objek wisata desa yang berpotensi menjadi daya tarik wisatawan antara lain hamparan alam dan jalan subak cukup sepanjang 2,5 kilometer yang membentang dari Banjar Sigaran hingga Bendul. Pihak desa berencana membeton jalan subak sehingga nantinya mendukung jalur trekking. Rencana mewujudkan wisata desa ini sejalan dengan keinginan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang ingin memberdayakan masyarakat di desa. Dalam jangka panjang, Desa Jegu harus memiliki ikon yang itu dimungkinkan digali dari sektor pariwisata. Terlebih banyak masyarakat Desa Jegu yang bekerja di sektor pariwisata di didaerah lain. ‘’Itu pula yang jadi pemikiran kami, mengapa punya potensi, namun tidak mengembangkannya,’’ ujarnya, Kamis (28/9) lalu. Terkait hal itu, pihaknya menggandeng Universitas Mahasaraswati dan Yayasan Bali Wastu Lestari guna merintis bank sampah Jegu Amertha Sari untuk menopang kebersihan lingkungan dalam kaitannya mewujudkan wisata desa nantinya. Asumsinya, wisatawan akan senang berkunjung bila desa wisata bersih dari sampah. Sebagai langkah awal dibentuk satu bank sampah di Banjar Jegu Tengah dan bila memungkinkan akan dibangun di sembilan banjar lainnya di Desa Jegu. Menurut Edy, pembentukan bank sampah ini juga sesuai dengan target Pemerintah Kabupaten Tabanan yang akan membuat bank sampah di setiap desa pada 2018 mendatang. Selain mengajak masyarakat untuk hidup bersih, pembentukan bank sampah juga sebagai upaya memberdayakan ekonomi masyarakat desa. Sebab, sampah plastik yang sebelumnya merupakan permasalahan masyarakat, dengan adanya bank sampah menjadi bernilai ekonomi. Menurut Ketua Yayasan Bali Wastu Lestari, Ni Wayan Ria Wati, pihaknya sudah melakukan pendampingan ke 151 unit bank sampah di seluruh Bali termasuk di Jegu Amertha Sari. Selama ini sampah khususnya anorganik menjadi masalah besar bagi lingkungan, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk mengendalikannya melalui bank sampah. ‘’Kami melakukan pendampingan tidak terbatas dalam bentuk sampah plastik, namun juga membantu dalam pengembangan produk dari sampah plastik agar bisa menjadi barang yang lebih bernilai ekonomis seperti tas dan dompet,’’ terangnya. (san)
FAO-Kementan Siap Wujudkan Indonesia Bebas Rabies Jakarta (Bali Post) – Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian siap mewujudkan Indonesia bebas rabies. Senior National Veterinary Adviser FAO ECTAD Elly Sawitri melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/9) kemarin, mengatakan rabies masih menjadi ancaman serius di seluruh dunia. Penyakit yang dikenal dengan sebutan penyakit anjing gila ini telah menyebabkan kematian 55.000 jiwa di seluruh dunia, lebih dari 50 persen di antaranya terjadi di Asia. Saat ini dari 34 provinsi di Indonesia, 24 provinsi endemies rabies dan sisanya telah bebas rabies. Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO of the United Nations) bekerja sama dengan Kementan telah melakukan program pencegahan dan pengendalian rabies di Indonesia sejak tahun 2011, yang difokuskan pada tiga pulau, yaitu Bali dan Nusa Tenggara Timur (Flores dan Lembata). ‘’Kerja sama kami telah menghasilkan prestasi yang cukup baik 87 persen kasus hewan (dari 529 sampai 65 kasus) dan kasus manusia mencapai 100 persen (dari 15 menjadi 0 kasus) menurun di Bali dari kurun waktu 2015 sampai Juli 2017,’’ katanya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Rabies Dunia yang jatuh pada 28 September, FAO ECTAD bersama Kementan dan lembaga-lembaga terkait lainnya menggelar sejumlah kegiatan yang difokuskan di wilayah Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Lembaga lain yang terlibat, yakni Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan AIPEID. Mengusung tema global ‘’Rabies: Zero by 2030’’, rangkaian kegiatan dimulai dengan pemberian pelatihan teknis vaksinasi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada Mahasiswa FKH-IPB pada 1 Oktober 2017. Kemudian Seminar Rabies pada 6 Oktober 2017 di Bogor dan Kemah Bakti ‘’One Health’’ pada 6-8 Oktober 2017 di Kecamatan Cikembar, Sukabumi. Puncak kegiatan, yaitu acara seremonial yang diikuti pemberian vaksinasi massal di empat dari tujuh kecamatan yang tertular di Kabupaten Sukabumi, yaitu Cisolok, Jampang Tengah, Cikembar dan Nyalindung. Kegiatan lain terkait KEI Rabies diselenggarakan dengan target kelompok PKK/Posyandu, kelompok siswa sekolah dan pramuka, serta masyarakat umum. ‘’Sebab, sekitar 40 persen korban yang digigit anjing penular rabies di seluruh dunia adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun,’’ ujar Elly. (ant)
CFD untuk Sosialisasikan Pelayanan
Bali Post/ant
MOHON KESELAMATAN - Umat Hindu yang tergabung dalam Aliansi Generasi Muda Hindu NTB melakukan persembahyangan di Pura Jagatnatha Mayura, Mataram, Selasa (26/9) lalu. Persembahyangan ini dilakukan untuk memohon keselamatan warga Bali menyusul peningkatan aktivitas Gunung Agung.
Dampak Status Awas Gunung Agung
Wisatawan ke Mataram Meningkat Mataram (Bali Post) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan kunjungan wisatawan meningkat hingga 20 persen sejak Gunung Agung di Pulau Bali berstatus awas dan ditutup untuk turis. ‘’Dari hasil evaluasi kami, dalam beberapa pekan terakhir ini terjadi peningkatan kunjungan wisatawan 10 hingga 20 persen,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H. Abdul Latif Nadjib di Mataram, Jumat (29/9) kemarin. Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Mataram berdasarkan infomasi dari para pelaku pariwisata terutama hotel yang melaporkan terjadinya peningkatan hunian. Ia menilai peningkatan kunjungan wisatawan itu sebagai dampak positif dari terjadinya peningkatan status vulkanik Gunung Agung. Karenanya, para tamu yang biasanya tinggal lebih lama di Pulau Bali, kini beralih ke Pulau Lombok untuk menghabiskan masa liburannya. ‘’Jadi, tamu yang biasanya menginap satu malam dua hari, kini bisa mencapai tiga
malam empat hari, bahkan ada juga yang lebih,’’ sebutnya. Latif memprediksi kunjungan wisatawan akan terus meningkat apalagi eskalasi Gunung Agung semakin mengakhawatirkan. Karenanya, Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB secara umum harus mempersiapkan berbagai akses penunjang agar wisatawan bisa aman dan nyaman selama berada di daerah ini. ‘’Kesiapan juga harus ditunjukkan dengan pemberian pelayanan maksimal kepada para wisatawan. Di samping itu, untuk mendu-
kung kepariwisataan apabila bandara ditutup, pemerintah daerah harus menyiapkan akses transportasi alternatif yang cepat, aman dan nyaman,’’ ujarnya. Lebih jauh disebutkannya, jumlah kunjungan wisatawan ke kota ini sudah melampaui target 700 ribu yang ditetapkan, yakni 800 ribu. Pengunjung didominasi oleh wisatawan nusantara, sedangkan wisatawan asing masih berkisar 10-12 persen dari jumlah tersebut. Target wisatawan asing di Kota Mataram 200 ribu, sedangkan target se-NTB 1,2 juta. Menurutnya, realisasi target kunjungan wisatawan tahun ini dinilai relatif tinggi karena banyaknya kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) yang dilaksanakan di Kota Mataram. Kegiatan MICE inilah yang mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Mataram. (ant)
Tumor Jinak Payudara: Fibroadenoma Mammae ADANYA benjolan pada payudara harus diwaspadai. Benjolan tersebut bisa merupakan tanda munculnya tumor pada payudara, baik itu jinak maupun ganas (kanker). Selain tumor, benjolan pada payudara bisa juga bisa disebabkan oleh infeksi, kista atau masalah pada jaringan lemak. Walaupun tidak semua benjolan pada payudara merupakan kanker, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter bila Anda menemukan benjolan pada payudara untuk mengetahui penyebabnya. Salah satu tumor payudara yang juga sering terjadi adalah Fibroadenoma Mammae (FAM). Tumor ini merupakan tumor jinak yang sering terjadi pada wanita usia 20 hingga 30 tahun. Walaupun tumor ini tidak berbahaya atau mengancam nyawa, tetap diperlukan penanganan berupa pembedahan. Gejala atau tanda dari FAM adalah teraba benjolan pada payudara yang kenyal atau agak keras, berbatas jelas, tidak terfiksasi oleh jaringan sekitar/mudah digerakkan dan tidak nyeri. Tumor ini terdiri atas jaringan
payudara dan jaringan ikat. Sebagian besar wanita hanya menderita satu tumor, sedangkan sekitar 10-15% lainnya menderita beberapa tumor pada saat hampir bersamaan. FAM bisa muncul pada satu atau kedua payudara. Penyebab timbulnya FAM belum diketahui, namun dicurigai berkaitan dengan hormon estrogen. Hal ini mungkin saja dikarenakan insiden FAM yang sering terjadi pada usia reproduksi. Saat kehamilan ketika terjadi peningkatan hormon estrogen, ukuran FAM cenderung membesar. Angka kejadian FAM pun menurun seiring bertumbuhan usia dan penurunan hormon estrogen. Untuk menegakkan diagnosis, selain anamnesis (wawancara) dan pemeriksaan fisik, beberapa pemeriksaan penunjang juga diperlukan, misalnya Ultrasound (USG) payudara dan biopsi jarum halus. Biopsi jarum halus menggunakan jarum tipis untuk mengambil sedikit contoh jaringan tumor dan memeriksanya di bawah mikroskop. Mamografi pada wanita muda jarang dilakukan, sehingga
penggunaannya dalam membatu penegakkan diagnosis FAM terbatas. Penanganan atau tatalaksana FAM adalah dengan konservatif atau operasi. Tidak ada kriteria pasti pemilihan terapi tersebut, namun beberapa hal bisa dijadikan pertimbangan. Penanganan konservatif dilakukan apabila ukuran tumor kurang dari 2 cm, sedang hamil atau menyusui. Bila penderita memilih tindakan konservatif, disarankan melakukan kontrol atau follow up setiap enam bulan untuk memantau ukuran tumor. Tindakan operatif disarankan apabila tumor terasa nyeri atau tidak nyaman, ukuran yang cepat membesar, diagnosis patologi yang tidak jelas, dan riwayat kanker payudara pada keluarga. Prosedur pembedahan yang dilakukan, yaitu lumpektomi atau eksisional biopsi untuk mengangkat tumor. Pasien umumnya akan menjalani pembiusan total saat operasi. Jaringan tumor yang telah dieksisi kemudian dibawa ke bagian patologi anatomi untuk diperiksa. Pemeriksaan ini bertujuan melihat sel tumor
secara lebih jelas dari tumor yang utuh dan mengkonfirmasi hasil diagnosis sebelumnya. Prosedur lain adalah krioablasi, yaitu menggunakan ultrasound dan alat khusus yang bisa mengeluarkan gas dingin. Prosedur ini hanya memakai anestesi/bius lokal dan sayatan kecil pada kulit. Diharapkan tumor akan mengecil dan hancur setelah dibekukan yang kemudian diserap oleh tubuh. Metode ini relatif lebih jarang dikerjakan dibandingkan eksisi. Terkadang tumor FAM yang baru bisa muncul kembali walaupun telah dilakukan operasi pengangkatan tumor. Risiko kanker payudara pada wanita dengan FAM adalah 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) secara rutin beberapa hari setelah menstruasi dan segera memeriksakan diri ke dokter apabila ditemukan perubahan pada payudara, merupakan langkah terbaik untuk membantu penegakan diagnosis sedini mungkin. (dr. I Gusti Ngurah Agung Aditya Prayoga, S.Ked.)
Mataram (Bali Post) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi menyarankan Kantor Imigrasi Mataram memanfaatkan momen car free day (CFD) yang dilaksanakan setiap Minggu di Jalan Udayana untuk menyosialisasikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. ‘’Setiap hari Minggu ribuan orang berlalu-lalang di tempat itu. Ini bagus untuk menyosialisasikan pelayanan imigrasi kepada masyarakat pada hari itu,’’ kata Gubernur saat menerima kunjungan Kepala Kantor Imigrasi NTB Dudi Iskandar dan jajarannya di Mataram, Kamis (28/9). Menurut Gubernur, mengantisipasi munculnya praktik-praktik penipuan dalam proses pengurusan paspor dan dokumendokumen perjalanan luar negeri lainnya, maka Kantor Imigrasi diharapkan dapat membuka informasi yang seluas-seluasnya kepada masyarakat tentang prosedur dan hal-hal yang perlu dilakukan masyarakat ketika mengurus dokumen keimigrasian. Selain itu, Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengimbau agar kantor Imigrasi membangun sistem yang kuat, solid dan sungguh-sungguh dalam penyelenggaraan pelayanan keimigrasian. Hal itu penting karena masyarakat menaruh ekspektasi tinggi pada Imigrasi, terutama terkait pelayanan. Terlebih masyarakat NTB banyak yang memutuhkan dokumen, khususnya bagi TKI ke luar negeri. ‘’Imigrasi bisa menjadi kontributor yang bisa menjaga kepercayaan masyarakat,’’ tegasnya. Gubernur menyatakan mendukung dan menerima segala bentuk sinergi yang mungkin dilakukan. Bahkan, Gubernur juga memberikan masukan kepada Imigrasi untuk terus berinovasi dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan ribuan orang yang berlalu-lalang di Jalan Udayana terutama untuk kegiatan CFD. Tak lupa Gubernur Al-Hafidz ini berpesan agar Imigrasi meningkatkan integritasnya. Hal ini penting agar Imigrasi sebagai perangkat hukum dan HAM, dapat berkontribusi meningkatkan kepercayaan masyarakat. ‘’Masyarakat ingin pelayanan yang cepat, kami support. Tingkatkan integritas, semangat itu yang penting,’’ tandasnya. Menanggapi hal itu, Dudi Iskandar mengatakan ke depan akan melaksanakan seperti yang disampaikan oleh Gubernur NTB, yakni bagaimana mendekatkan diri dengan publik agar mendapatkan citra dan pandangan yang baik pula dari publik. Selain itu, Dudi melaporkan akan memetakan keberadaan orang asing dan membentuk Timpora (Tim Pengawas Orang Asing) dan Gubernur NTB akan menjadi pembinanya. (ant)
OPINI
6
Sabtu Pon, 30 September 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Bijak Gunakan Media Sosial MEDIA sosial (medsos) merupakan pilihan dominan warga negeri ini untuk berkomunikasi, mengetahui informasi termasuk di dalamnya melakukan transaksi. Tak hanya itu, medsos juga kerap dijadikan strategi untuk melakukan upaya-upaya pemenangan dalam hajatan politis. Di sisi lain, medsos juga memiliki peran besar yang sangat cepat dalam penyebaran informasi sesaat dan provokatif. Di tangan orang jahat, serakah, dan memiliki kepentingan destruktif, medsos justru bisa menjadi ancaman. Mencermati potensi terjadinya gerakan destruktif akibat penyalahgunaan medsos, maka sebaiknya kita menjadi pengguna medsos yang bijak. Kita jangan menjadi pengguna medsos yang arogan terlebih dalam setiap pesan yang diunggah mengandung muatan kebencian. Untuk itulah, adalah sangat wajar jika Presiden mengingatkan kita menjadi pengguna teknologi yang bijaksana dan patuh pada etika dan rambu-rambu hukum. Presiden Joko Widodo mengingatkan kita sebagai warga negara agar bijak menggunakan media sosial sehingga tidak sampai menimbulkan kebencian dan fitnah. Bagi Presiden, kesadaran dan sikap bijak dalam menggunakan media sosial harus dipahami warga. Bahkan, generasi muda negeri ini hendaknya menjadi teladan dalam hal ini. Kita harus hati-hati jangan membuat orang sakit hati gara-gara kebablasan menggunakan media sosial. Kita tentu pahami bersama belakangan ini media sosial tampak menjadi tempat tumbuh perilaku negatif yang diyakini Presiden bukan bagian dari budaya bangsa Indonesia. Media sosial telah dijadikan ruang untuk menghasut dan mencela pihak lain, sehingga menumbuhkan kebencian antarsesama. Berbagai akun yang bermuatan SARA, terorisme, radikalisme, dan berbau pornografi kini juga berseliweran di jagat maya. Tanpa sikap bijak memahami dan mengakses akun-akun ini, besar kemungkinan kita akan terseret. Ini merupakan bentuk penyimpangan dalam penggunaan media sosial. Jika hal ini dibiarkan maka tak hanya konflik yang terbangun, ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa dikondisikan. Ini tentu sangat berbahaya. Untuk itulah, sikap bijak harus ditumbuhkan. Orangtua, guru, dan tokoh masyarakat haruslah hadir dalam meminimalkan penyalahgunaan internet. Dalam membudayakan penggunaan media sosial secara arif dan bijak, pemerintah perlu melakukan gerakan sosialisasi secara intensif. Pembinaan dan pencerahan terhadap fungsi-fungsi media harus dilakukan sejak dini. Dalam konteks ini, peran guru dan lembaga pendidikan tentu menjadi sangat strategis. Guru jangan sampai bosan mengingatkan siswanya untuk menjadi pengguna rekayasa teknologi ini secara arif. Batasan-batasan etika, norma, dan kepantasan harus tetap diajarkan. Tak hanya itu, guru dan lembaga pendidikan hendaknya mengingatkan anak didiknya bahwa medsos memiliki peran strategis dalam membangun mentalitas positif dan bela negara. Artinya, guru hendaknya lebih dini mengajarkan kepada anak untuk menjadi pengguna teknologi informasi yang bertanggung jawab. Hal lain yang penting diingatkan adalah potensi ancaman pidana jika salah menggunakan media sosial. Ancaman pidana ini tentu bukan hanya merujuk KUHP tetapi juga Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman ini tetap berlaku meskipun pengunggah tak memahami tindakannya tersebut. Untuk itu, masyarakat jangan sampai mengunggah konten atau ujaran kebencian yang berpotensi menjatuhkan orang lain termasuk mengancam keutuhan NKRI. Menyebarkan paham radikalisme dan torisme lewat media sosial adalah kejahatan.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Terima Kasih BRI KCP Undiknas
Sebagai nasabah BRI, kami benar-benar merasa dapat pelayanan memuaskan dari petugas di BRI KCP Undiknas, Denpasar. Saya, sempat melakukan pengurusan kartu ATM yang tertelan mesin di lokasi ini. Karena hari sudah malam, satpam setempat pun meminta saya untuk mengurus hal tersebut keesokan harinya. Hal ini pun saya patuhi mengingat informasi sudah diberikan sejak awal. Besoknya layanan juga kami dapat secara arif dan ramah. Selain menjelaskan prosedur dan teknis pengambilan, petugas juga menginformasikan hal-hal yang bisa membantu hal tersebut dapat dipermudah. Prinsipnya, masalah kami untuk pengambilan kartu ATM yang tertelan di BRI KCP Undiknas bisa diselesaikan dengan cepat dan dengan perasaan terlayani. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih atas layanan BRI KCP Undiknas, semoga kebaikan ini benar-benar menjadi identitas layanan BRI. W. Purnaminingsih Gianyar, Bali
Pengalaman di Pom Bensin
Lewat surat pembaca ini, saya ingin menyampaikan kejadian yang saya alami Rabu siang, 27 September 2017. Saat itu, saya membeli bensin di Pom Bensin Unit Kreneng 54.801.39. Dalam proses pengisian itu, wajah dan badan anak saya tersiram premium. Saya rasakan tidak ada kesigapan dari pegawai pom tersebut. Saya pun akhirnya berteriak meminta tolong. Setelah itu, baru anak saya ditolong. Yang membuat saya benar-benar emosi, kejadian ini seolah diremehkan, menganggap terkena bensin itu hal yang biasa dan tidak berbahaya. Mungkin kalau hanya terkena di bagian tangan atau kaki itu biasa. Namun, pernahkah Anda merasakan terkena premium tepat di wajah Anda? Lewat keluhan ini, saya berharap semua pihak pengelola untuk lebih profesional melayani konsumen dan berperilaku yang baik dan tidak meremehkan suatu kejadian. Semua pihak harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini karena sebagai salah satu pembeli saya merasa kecewa. R.R. Arinda Sri S. Jl. Gunung Merapi No.16, Denpasar
Negara di Tengah Badai Medsos Menarik untuk disimak paparan Presiden Jokowi pada orasi ilmiah Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bandung, Senin (11/9) lalu, soal derasnya serbuan raksasa media sosial (medsos) yang telah menguasai domain komunikasi di banyak negara. Greenwood (2016), dalam laporannya berjudul ‘’Social Media Update 2016’’ mengungkapkan bahwa dari seluruh orang yang online di Amerika, 79% adalah pengguna Facebook, 32% pengguna Istagram, dan 24% adalah pengguna Twitter. Senada dengan laporan tersebut, Statista (2017) juga telah merilis laporan berjudul ‘’Global Social Networks Ranked by Number of Users 2017’’ yang menyebutkan bahwa selama Januari 2017 pengguna Facebook mencapai 1.871 juta disusul Whatsapp dan Facebook Messenger sebanyak 1.000 juta, WeChat 600 juta, Twitter 317 juta, dan Telegram 100 juta.
Oleh I Made Sukarsa, S.T., M.T. enurut data survei yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta orang. Dalam berita di situs resmi Kominfo, di pengujung tahun 2013, pemakaian medsos di Indonesia telah menduduki peringkat moncer di dunia. Untuk pengguna Facebook, menempati peringkat ke-4 dan untuk Twitter di posisi 5 besar dunia. Besarnya jumlah pemakai internet termasuk medsos telah menjadikan medsos sebagai media komunikasi alternatif yang semakin populer dan memiliki daya jelajah yang sangat massive serta dapat bekerja dengan sangat cepat dalam mendistribusikan pesan ke penerima. Satu broadcast pesan akan bisa dibaca oleh puluhan sampai ratusan juta orang dalam detik yang sama hanya dengan biaya kurang
M
dari 1 rupiah. Sudah banyak kasus yang terjadi di negara kita seperti penipuan, penghinaan, pornografi, teroris dan penyebaran berita yang tergolong hoax dan terakhir kasus Saracen. Saracen bukanlah puncaknya tapi hanyalah bentuk baru pabrik hoax yang lebih terstruktur. Aneka kasus yang terjadi ini memberikan gambaran betapa orang-orang masih sangat mudah dan berani melakukan berbagai tindakan negatif di medsos yang salah satunya disebabkan karena lemahnya pengawasan terhadap kepemilikan akun. Sebagai warga negara tentu kita layak bertanya, strategi apa yang akan dimainkan negara dalam menghadapi serangan badai yang lahir dari medsos, SMS, dan web/blog pembangkit hoax. Mengatur Kepemilikan Akun Ibarat senjata api yang kepemilikannya tidak ada yang mengatur, setelah terjadi tindak kejahatan, barulah aparat melakukan pelacakan.
Meskipun pelakunya tertangkap, sayangnya korban sudah berjatuhan. Jika senjata api dan pemilik peluru semuanya terdaftar, tentu pemiliknya akan berpikir ulang untuk melakukan tindakan kejahatan dan jika sudah terbukti, tentu bisa dicabut kepemilikannya dan bisa saja dihukum untuk tidak boleh memiliki senjata api dalam periode tertentu. Hal serupa juga terjadi dalam kepemilikan akun medsos dan media lainnya seperti telepon seluler dan website. Seorang warga negara dapat memiliki beberapa akun medsos dan nomor telepon dan semuanya tidak jelas identitas kepemilikannya. Celah inilah yang dimanfaatkan untuk membuat berbagai tindakan kejahatan seperti SMS penipuan, penyebaran hoax dan lainnya. Mari kita lihat, apa sebenarnya yang menjadi kesulitan untuk mengatur peredaran nomor seluler, akun medsos, email dan sejenisnya. Kita sudah punya NIK
(Nomor Induk Kependudukan) sebagai identitas pengenal dan sudah dilengkapi dengan data biometrik wajah dan sidik jari. Database KTP elektronik (e-KTP) adalah infrastruktur yang sangat kuat dalam membuat kebijakan dan pendataan kepemilikan berbagai akun. Kita mulai dengan nomor HP. Sudah saatnya setiap pengaktifan nomor HP harus melibatkan peranan database e-KTP untuk melakukan validasi. Pada saat proses pengaktifan, calon pemakai harus melakukan verifikasi dengan menunjukkan bukti KTP dan dicocokkan ID biometriknya secara realtime dengan database e-KTP. Jika valid, proses akan dapat dilanjutkan dan secara otomatis kita akan mendapatkan mapping antara NIK dengan nomor seluler. Dengan cara ini, kejahatan yang melibatkan penipuan dengan menggunakan SMS akan mudah dideteksi. Hal serupa juga dapat dilakukan untuk kepemilikan akun medsos. Hanya, caranya akan lebih rumit karena melibatkan berbagai vendor asing seperti Facebook, Twitter, dan Whatsapp. Di sini akan terjadi negosiasi alot, tetapi dengan dasar pertimbangan kepentingan nasional, semua harus dilakukan. Terkait negosiasi dengan vendor raksasa luar negeri, adalah menarik untuk melihat kembali kasus terorisme yang memanfaatkan aplikasi Telegram. Sikap tegas pemerintah Indonesia akhirnya berbuah manis dan berhasil membuat kesepakatan saling menguntungkan. Catatan ini
Kerja Bersama Menendang Radikalisme Indonesia perlu bersyukur karena memiliki pemimpin yang selalu berusaha memegang erat ideologi Pancasila. Salah satu hal yang paling kentara adalah berusaha merangkul seluruh komponen bangsa. Meski tantangan selalu datang bertubi-tubi, namun beragam upaya menyatukannya tak pernah lekang. Yang teranyar dapat kita saksikan bersama adalah, betapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mampu menghadirkan para pemimpin sebelumnya pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bulan lalu. Selain itu, upacara ini juga dilaksanakan dengan pakaian yang beraneka ragam, sebagaimana pakaian adat yang ada di seluruh penjuru Indonesia. Pesan moral yang terdapat pada upacara perayaan hari kemerdekaan ke-72 tersebut adalah betapa presiden selalu berusaha memupuk persatuan antara satu komponen dengan komponen bangsa lain. Upaya ini dilakukan sebagai modal dasar memerangi segala macam persoalan bangsa. Dan, radikalisme serta terorisme merupakan persoalan terbesar yang ada di negara akhir-akhir ini. Sehebat apa pun kekuatan sebuah kelompok dipastikan tidak akan dapat menendang radikalisme dan terorisme dengan tuntas. Radikalisme dan terorisme merupakan tantangan bangsa yang sudah sangat mengakar kuat di negara Indonesia. Keberadaannya tidak mudah disingkirkan karena sudah terorganisir dengan baik serta mendapat sokongan dana besar dari negara-negara penggagas. Selain itu, para militan juga dengan sangat mu-
Oleh Anton Prasetyo dah mengorbankan sebagian besar hartanya untuk berbagai kegiatan yang merusak keamanan ini. Realita memilukan betapa radikalisme dan terorisme terus berkembang di negara Indonesia adalah bukti kesolidan para penggerak dan bagusnya organisasi. Dengan kata lain, kesolidan dan organisasi negara yang memerangi keduanya kalah saing. Dalam pada itulah, mempersatukan seluruh komponen bangsa merupakan langkah awal yang mesti dilakukan guna merajut kekuatan menangkal radikalisme dan terorisme. Ingat, langkah Presiden Jokowi dalam mempersatukan seluruh komponen bangsa, termasuk membangun kekuatan dari para pemimpin terdahulu, hanyalah langkah awal yang menuntut adanya langkah lanjut yang lebih berat. Langkah ini merupakan capaian besar sekaligus modal yang sangat besar yang dapat dijadikan pijakan pertama dalam membangun kekuatan memerangi radikalisme dan terorisme. Pekerjaan rumah (PR) yang mesti dilakukan setelah merajut kebersamaan adalah menyatukan visi dan misi dalam memerangi musuh bersama, yakni radikalisme dan terorisme. Upaya ini tidak mudah dilakukan karena pada setiap orang/kelompok memiliki kepentingan yang beragam. Belum lagi pada setiap kelompok memiliki aviliasi politik sendiri-sendiri. Kenyataan ini membuat visi dan misi mereka sulit untuk disamakan. Kendati demikian,
visi dan misi bersama pasti dapat diwujudkan manakala setiap individu/ kelompok memiliki pandangan kebangsaan yang sama. Mereka tidak hanya mementingkan nafsu pribadi/kelompok masing-masing. Mereka mesti sadar bahwa apa pun upaya yang dilakukan adalah demi keamanan bersama. Dan, salah satu bentuk upaya yang dilakukan adalah menyatukan visi dan misi dalam memerangi radikalisme dan terorisme. Ketika visi dan misi bersama sudah bisa terwujud, maka langkah nyata mesti dipikirkan dan dikerjakan bersama. Pada diri setiap orang/kelompok mesti memberikan sumbangsih perjuangan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Jangan sampai satu kelompok hanya mengandalkan kelompok lain dengan hanya berpangku tangan. Lebih-lebih, mereka tidak turut berjuang, malah menjadi batu sandung karena sikap dan perkataan yang sering kali tidak terkontrol gara-gara kepentingan pribadi/kelompok. Dalam praktiknya, perjuangan mesti berjalan di bawah satu komando sehingga dapat berjalan dengan baik. Selain itu, efisiensi waktu dan efektivitas kerja bisa berjalan dengan baik. Dan, ketika upaya ini sudah bisa dilakukan bersama-sama, maka cita-cita menendang radikalisme dan terorisme secara bersama-sama akan dapat tercapai. Walhasil, Indonesia akan menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi. Dan, inilah sebenarnya cita-cita seluruh warga negara. Wallahu a’lam.
menunjukkan bahwa kita sangat mungkin melakukan kerja sama dengan berbagai vendor luar lainnya. Saya cukup yakin kalau vendor medsos akan kooperatif dalam persoalan ini. Anggaplah jika aplikasi mereka diblokir dan walapun masih ada jaringan akses alternatif seperti VPN dan lainnya yang sudah tentu akan membuat pengguna berpaling. Jika terjadi, justru akan memberikan kesempatan berkembang bagi medsos besutan anak negeri yang memiliki kualitas tidak kalah dengan medsos luar negeri. Oleh karena Indonesia adalah pasar potensial untuk mendulang laba, pemblokiran tentu akan berefek kepada penurunan pendapatan bagi vendor. Pendapatan iklan akan sangat terpengaruh jika penggunanya hilang dari Indonesia. Hal lain yang jarang kita pikirkan, mereka juga akan kehilangan tambang emas dalam melakukan data mining untuk berbagai keperluan seperti riset pasar, profil pengguna, dan sebagainya yang sesungguhnya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di masa depan dan potensinya melebihi pendapatan dari sektor iklan. Potensi terakhir inilah yang tampaknya akan menjadi kartu truf untuk pemerintah. Mari kita tunggu apa saja yang akan dikerjakan pemerintah. Penulis adalah Konsultan TI dan Dosen Teknologi Informasi Fakultas Teknik Udayana,Kepala Bidang Integrasi Sistem pada Unit Sumber Daya Informasi Udayana
POJOK Gubernur Bali minta warga di luar desa KRB agar dipulangkan. - Pastikan mereka juga aman. *** Daya saing Indonesia di kawasan ASEAN perlu ditingkatkan. - Kurangi demonya. *** Pemerintah akan terus genjot eksplorasi minyak dan gas bumi. - Sisakan untuk generasi mendatang.
Penulis, Bidang Penerbitan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Gunungkidul
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
SEPEDA - Sejumlah anak mengayuh sepeda dayung di tepi Pantai Kuta, Badung belum lama ini. Keceriaan tampak
www.iklanbalipost.com
di wajah mereka.
Balipost on Gadget
Bali Post/wan
sabtu pon, 30 september 2017
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Sekolah PGRI di Denpasar Tampung Puluhan Siswa Pengungsi Denpasar (Bali Post) Sekolah PGRI di bawah naungan YPLP Kota PGRI Denpasar cepat merespons keperluan para pengungsi Gunung Agung. Sebanyak 18 unit sekolah di YPLP Kota PGRI Denpasar, menerima puluhan siswa dari kalangan pengungsi mandiri asal Karangasem. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Jumat (29/9) kemarin, mengungkapkan program utama YPLP Kota PGRI Denpasar yakni menyelamatkan siswa dan keluarga sekolah PGRI yang terdampak ancaman erupsi Gunung Agung. Hal ini dilakukan agar mereka tak sampai putus sekolah. Hingga kini tercatat puluhan siswa asal Karangasem yang keluarganya mengungsi, tujuh di antaranya di SMK PGRI 3 Denpasar. Para siswa ini, katanya, diberikan keringanan gratis SPP, biaya praktik dan bantuan sembako bagi keluarganya hingga kondisi Gunung Agung normal kembali. Selanjutnya, baru menyasar siswa keluarga pengungsi secara mandiri dan posko bantuan di Kota Denpasar. Makanya dia menginstruksikan sekolah PGRI tak boleh menolak titipan masyarakat Bali yang sedang mengungsi di Kota Denpasar. Madiadnyana yang juga Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini mengatakan saat ini enam siswa keluarga pengungsi asal Karangasem yang bersekolah di SMK PGRI 3 Denpasar. Mereka berasal dari Banjar Dausa, Desa Peladung, Karangasem. Mereka adalah I Komang Yasa, Ni Wayan Artini Yasih, Ni Komang Tri Anggreni, dan I Wayan Juliarta. Semuanya siswa kelas X SMK Widya Wisata Graha Amlapura. Sedangkan siswa lain I Wayan Ari Astawa dan I Gede Sudipa siswa kelas X asal SMK PGRI 1 Amlapura. Terhadap siswa ini, Madiadnyana minta jajaran untuk berbuat agar mereka tak merasa asing di sekolah baru. Mereka diberikan bantuan baju seragam sekolah, baju olahraga, buku tulis dan bebas SPP. Termasuk memberikan laporan penilaian hasil belajar. Sementara orangtuanya dibantu sembako dan dana ke pos pengungsian. ‘’Ini namanya musibah maka warga PGRI wajib menjalankan ajaran Tatwamasi,’’ujarnya. Komang Yasa mengaku senang dapat diterima sekolah di SMK PGRI 3 Denpasar, sebab banyak rekan di sekolah asalnya hingga kini belum jelas nasibnya. Sementara itu wakil siswa SMK PGRI 3 Denpasar yang keluarganya terdampak erupsi, Putu Juliantari, berterima kasih kepada sekolah yang memberikan bebas SPP hingga orangtuanya bisa mengais rezeki. ‘’Saat ini, ayah saya tak bisa bekerja karena ada di pengungsian, syukur pak kepala sekolah memberi berbagai kemudahan,’’ ujarnya. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Madiadyana, didampingi para wakasek mengatakan pihaknya juga memikirkan nasib anak bangsa agar tak sampai putus sekolah akibat ancaman erupsi Gunung Agung. Bahkan, YPLP sudah memiliki pos koordinasi lewat penggalangan dana. (025)
7
Bali Post/eka
NARKOBA - BNNP Bali menggelar barang bukti narkoba dan tersangkanya di BNNP Bali, Denpasar, Jumat (29/9) kemarin. Tersangka bersama barang bukti sabu-sabu berhasil ditangkap petugas setelah bagian depan mobil tersangka terbakar di Jalan Imam Bonjol, Denpasar.
Bandar Narkoba Pesan 1 Kg SS dari Madiun
Target Operasi, Sejak Lama Diintai Denpasar (Bali Post) -
Perburuan bandar narkoba berlangsung menegangkan, diwarnai beberapa kali tembakan peringatan ke udara, Kamis (28/9). Tim Berantas BNNP Bali harus kerja keras dan penuh risiko dalam perburuan tersebut. Akhirnya, bandar narkoba Made Sinar Putra alias Pipih (40) berhasil ditangkap di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Hasil penyelidikan, pelaku mendapat kiriman paket sabu-sabu (SS) seberat 1 kilogram. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Jumat (29/9) kemarin, membenarkan tersangka memesan SS seberat 1 kilogram. Setelah mengambil paket tersebut di Jalan Nuansa Indah, Ubung, tersangka bersama ibunya langsung pulang ke rumahnya di Jalan Gunung Batukaru, Denpasar Barat. “Saat pelaku keluar dari mobil untuk buka pintu gerbang, anggota kami langsung
menyergapnya. Pelaku melawan dan langsung masuk ke mobil. Pada saat bersamaan ibu pelaku usianya 70 tahun buka pintu mobil hendak keluar,” tegas Brigjen Suastawa. Selanjutnya, pelaku langsung tancap gas tanpa memedulikan ibunya. Tim yang dipimpin Kasi Intelijen BNNP Kompol Saifudin Jupri langsung menyelamatkan ibu pelaku. “Kalau tidak diselamatkan, pelaku meng-
gilas ibunya. Empat motor anggota langsung ditabrak,” ujar Suastawa. Paket SS itu dikirim dari Madiun, Jawa Timur. “Pelaku ini sindikat narkoba Palembang, Aceh, dan Madiun. Dia ini juga pemakai,” ungkap mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Selain itu, pelaku ini merupakan target operasi dan sejak lama diintai. Merasa dikepung petugas BNNP Bali, tersangka Sinar
Putra berusaha menghilangkan barang bukti. Caranya melempar 1 kilogram sabu-sabu (SS) ke mobil yang terbakar. “Untung anggota kami sigap mengamankan barang bukti. Tadi digeledah lagi mobilnya, disita lagi barang bukti. Jadi, sisa barang bukti diamankan sekitar 100 gram,” ungkap jenderal bintang satu di pundak ini. Selain menangkap Sinar Putra, petugas menciduk CH. CH merupakan kurir 1 kilogram SS tersebut. “Pelaku ini juga pemakai narkoba. Mungkin dia ketakutan sehingga berusaha melarikan diri,” ungkapnya. Sementara mobil Honda HRV milik tersangka kini diamankan di Kantor BNNP
Bali sebagai barang bukti. Tersangka hanya lulusan SMA tidak bekerja tapi bisa beli mobil. “Kami heran juga, bagaimana pengangguran bisa beli mobil. Kalau ibunya sempat kami tanyai, kukuh bilang anaknya itu baik,” kata Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Ketut Arta. Seperti diberitakan, tim Berantas BNNP Bali memburu bandar narkoba berinisial SP (40), Kamis (28/9) lalu. Bahkan, petugas sempat beberapa kali melepas tembakan peringatan. Dalam kondisi mobil terbakar, pelaku terus ngebut bahkan nabrak sepeda motor anggota dan warga. Akhirnya pelaku ditangkap di selatan simpang Jalan Imam Bonjol-Jalan Subur, Denpasar. (kmb36)
Kodam Gelar Pameran Alutsista Pajang Panser Tarantula
Bali Post/025
SERAGAM - Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Nengah Madiadnyana menyerahkan baju seragam olahraga kepada siswa dari keluarga pengungsi di Denpasar.
Cegah Kenakalan Remaja
Polisi dan Sekolah Bersinergi Semarapura (Bali Post) Mengantisipasi kenakalan remaja maupun aksi negatif lainnya, sekolah memiliki peran yang sangat strategis. Namun, untuk memperkuat itu, diperlukan sinergi dengan pihak lain, salah satunya kepolisian. Hal inilah yang diterapkan Polsek Nusa Penida bersama SMAN 1 Nusa Penida. Penandatanganan MoU-nya dilakukan Jumat (29/9) kemarin. Kapolsek Nusa Penida Kompol Ketut Suastika mengatakan, sinergi aparat kepolisian dengan lembaga pendidikan sangat diperlukan. Ini tak terlepas dengan munculnya kasus di sejumlah daerah yang melibatkan kalangan pelajar. “Kami siap memberikan pembinaan kepada siswa terkait keamanan dan ketertiban. Juga sosialisasi tentang lalu lintas, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan kamtibmas lainnya,” ungkapnya. Pembinaan ini, sambungnya, juga sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan siswa yang ingin berkompetisi dalam penerimaan calon anggota Polri, yang pendaftarannya akan dimulai pada 3 oktober 2017. “Siswa harus bisa menerapkan kedisiplinan,” tegasnya. Kepala SMAN 1 Nusa Penida I Nyoman Dunia menyatakan dengan adanya MoU, pembinaan siswa akan bisa semakin kompleks. Itu tak hanya terbatas pada sikap dalam sekolah, namun juga di masyarakat. (kmb45)
Bali Post/sos
KERJA SAMA - Polsek Nusa Penida menjalin kerja sama dengan SMAN 1 Nusa Penida terkait antisipasi kasus pada siswa.
Denpasar (Bali Post) Kodam IX/Udayana menggelar pameran Alutsista di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Jumat (29/9) kemarin. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-72 TNI. Pada kesempatan itu, dipamerkan panser terbaru yaitu Tarantula Kanon 6X6 di stan Kikavser Kodam IX/Udayana. Kepala Peralatan Kodam (Kapaldam) IX/Udayana Kolonel CPL. Candra Nugraha saat membacakan sambutan Pangdam Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak saat membuka pameran itu mengatakan kegiatan tersebut akan berlangsung hingga Minggu (1/10) besok. Pada kesempatan tersebut, Kapaldam menyampaikan bahwa Alutsista yang dimiliki TNI sesungguhnya adalah milik rakyat. Pasalnya, peralatan tersebut dibeli dari uang rakyat dan diperun-
tukkan menjaga kedaulatan serta keselamatan bangsa dan negara. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika rakyat mengetahui berbagai macam Alutsista yang dimiliki TNI. “Sehingga rakyat juga akan dapat mengenal TNI secara lebih dekat, tumbuh jiwa nasionalisme, rasa cinta tanah air serta tumbuh rasa saling memiliki antara TNI dan rakyat,” ujarnya. Dalam pameran Alutsista ini, ada 17 stan dengan rincian 1 stan TNI Angkatan Laut, 1 stan TNI Angkatan Udara, dan 15 stan TNI Angkatan Darat. Semua stan memamerkan Alutsista sesuai dengan bidang masing-masing. Setiap stan dipandu oleh petugas untuk memberikan penjelasan kepada para pengunjung yang ingin mengetahui Alutsista TNI secara lebih mendalam. Masyarakat dapat menanyakan secara langsung kepada petugas tentang objek
Alutsista yang dipajang di masing-masing stan. Berdasarkan pantauan di lapangan, dari sekian banyak Alutsista yang dipamerkan ternyata panser paling ramai dikunjungi warga, terutama anak-anak dan remaja. Bahkan, mereka diberi kesempatan naik panser tersebut. Kali ini, Kikavser memamerkan panser terbaru yaitu Tarantula. Panser ini banyak dikunjungi masyarakat. Panser Tarantula buatan Korea Selatan ini memiliki spesifikasi canggih dan sudah dilengkapi persenjataan dengan sistem mekanik dan operasional berbasis komputer. Dengan demikian, dalam kecepatan dan akurasi penembakan dapat dilaksanakan dengan kecepatan 30 butir peluru per satu menit. Sedangkan jarak tembakannya mencapai 5 kilometer serta dapat menembak multitarget. (kmb36)
Bali Post/rah
TERBARU - Panser Tarantula merupakan panser terbaru milik Kikavser Kodam IX/Udayana dan dipamerkan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur.
BANGLI
8
Sabtu Pon, 30 September 2017
Rekanan Kesulitan Dapatkan Material
Dewan Minta Pemerintah Cari Solusi
Bangli (Bali Post) – Sulitnya rekanan mendapatkan pasokan material seperti pasir dan koral sebagai imbas meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Karangasem, dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan proyek di Bangli. Terkait hal itu, anggota Komisi III DPRD Bangli Wayan Karyasa berpendapat, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian Pemkab Bangli. Pemkab diharapkan ikut membantu mencari solusi. Diwawancarai, Jumat (29/9) kemarin, Karyasa Bali Post/ina mengungkapkan, langkanya material galian Wayan Karyasa C dikeluhkan sejumlah rekanan. Kalaupun ada material pasir yang masih tersedia, harganya meningkat drastis. Dengan kelangkaan dan meningkatnya harga material saat ini, cukup merugikan rekanan. Menurut Karyasa, persoalan itu perlu mendapat perhatian Pemkab Bangli. Pemkab diharapkan bisa duduk bersama dengan rekanan untuk mencari solusi atau jalan keluar dari persoalan itu. ‘’Tidak hanya jalan keluar untuk proyek yang sudah berjalan tapi juga proyek-proyek yang belum terlaksana,’’ terangnya. Karyasa mengatakan, jika kondisi seperti ini berlangsung dalam jangka waktu lama, anggaran untuk proyek yang belum terlaksana bisa digeser atau dirasionalisasi. Seperti diberitakan sebelumnya, rekanan di Bangli belakangan ini kesulitan untuk mendapatkan pasokan material seperti pasir dan koral untuk pengerjaan proyek. Ketua Gapensi Bangli Wayan Arianta menyebutkan, kelangkaan material mulai dirasakan sejak Gunung Agung berstatus awas. ‘’Yang paling langka sekarang koral. Kalau pasir, pasokannya masih bisa didapat dari Kintamani,’’ terangnya. Meski pasir masih bisa dipasok dari Kintamani, namun harganya naik dua kali lipat. Jika sebelumnya satu truk pasir bisa dibeli seharga Rp 800 ribu, kini harganya menjadi Rp 1,5 juta - 1,6 juta. Arianta menjelaskan, meski material saat ini sudah langka namun sejumlah proyek yang dikerjakan rekanan di Bangli sejauh ini masih tetap bisa berjalan. Pihak rekanan hanya mengandalkan sisa stok material yang ada. Pihaknya pun berharap pemerintah bisa mencari solusi atas persoalan ini. (kmb40)
Tangani Kebakaran Lahan di Kintamani
Pemkab Kerahkan Tiga Armada Damkar Bangli (Bali Post) Lahan di perbatasan Banjar Paketan dengan Desa Pinggan di Kintamani, dilanda kebakaran, Jumat (29/9) kemarin. Belum diketahui secara pasti pemicu kebakaran tersebut. Untuk menjinakkan api, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran mengerahkan tiga armada damkar ke lokasi kejadian. Informasi yang dihimpun, lahan tebing penuh semaksemak mengering yang terbakar itu luasnya sekitar 50 are. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke pihak kepolisian yang kemudian diteruskan ke Dinas Satpol PP dan Damkar Pemkab Bangli. Tak berapa lama kemudian, petugas damkar langsung meluncur ke lokasi. Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Namun untuk memastikan api benar-benar padam dan tak ada asap yang mengepul, petugas damkar terus menyemprotkan lebih banyak air di lokasi kejadian. Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma saat dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran siang kemarin itu. Untuk menjinakkan api agar tak cepat merembet dan meluas, pihaknya mengaku telah mengerahkan tiga unit armada damkar sekaligus ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sore kemarin. Mengenai penyebab kebakaran, Suryadarma menduga dipicu akibat puntung rokok yang dibuang secara sembarangan. ‘’Lahan yang terbakar masuk lahan hutan. Tapi yang terbakar kemarin berupa semak sepanjang tebingnya,’’ ujarnya. (kmb40)
PETUGAS - Petugas logistik mengecek stok kebutuhan pokok untuk para pengungsi di Bangli.
Bali Post/ina
Jumlah Pengungsi Terus Bertambah
Stok Mi Instan dan Air Mineral Menipis Bangli (Bali Post) -
Jumlah pengungsi bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli terus bertambah. Berdasarkan data Pos Komando Keadaan Darurat Bencana Peningkatan Aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Bangli per Jumat (29/9) siang kemarin, jumlah pengungsi mencapai 11.719 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi, Pos Komando di Bangli memerlukan sedikitnya 2,7 ton beras setiap harinya. Saat ini, yang paling dibutuhkan pengungsi berupa lauk-pauk dan air mineral. Belasan ribu pengungsi yang kini berada di Bangli tersebut tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Susut, pengungsi tersebar di 9 titik, di Kecamatan Kintamani 22 titik, di Kecamatan Tembuku 6 titik, dan di Kecamatan Bangli 17 titik. Dari keseluruhan pengungsi yang terdata, 1.256 di antaranya masih berusia sekolah, 387 lansia, 319 ibu
hamil, 318 balita, dan 12 jiwa lainnya cacat. Selain mengungsi di rumah-rumah penduduk, sebagian pengungsi menempati wantilan pura atau balai desa. Kasubag Humas dan Publikasi Pos Komando Keadaan Darurat Bencana Peningkatan Aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Bangli Cok Bagus Gaya Dirga seizin Komandan
Posko, Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, mengatakan secara umum kondisi pengungsi terpantau cukup baik dan kondusif. Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi setiap harinya, Pos Komando membutuhkan kurang lebih 2,7 ton beras. Sementara per kemarin, stok beras di gudang logistik kurang lebih 8,3 ton. ‘’Dengan kebutuhan beras setiap
harinya 2,7 ton, itu artinya stok beras yang ada saat ini masih aman hingga tiga hari ke depan,’’ jelasnya. Sementara untuk kebutuhan logistik lainnya diakuinya masih kurang. Cok Gaya Dirga menjelaskan, untuk saat ini kebutuhan logistik yang paling dibutuhkan yakni minyak goreng, mi instan dan air mineral. Stok ketiganya di gudang logistik sudah menipis. Guna memenuhi kekurangan itu, pihaknya sangat berharap adanya uluran tangan dari berbagai pihak. ‘’Mengenai mekanisme pendistribusiannya selama ini, kami lakukan melalui posko induk. Di mana OPD sebagai pendamping mem-
bantu mendistribusikan ke desa-desa yang menjadi wilayah pendampingnya dan dilaporkan kepada Camat,’’ katanya. Berdasarkan pantauan di gudang logistik siang kemarin, stok kebutuhan pokok untuk pengungsi yang masih tersedia dalam jumlah cukup yakni beras. Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya seperi mi instan, telur, minyak goreng, air mineral dan lainnya, sangat terbatas. ‘’Yang juga sangat dibutuhkan sekarang adalah makanan bayi serta susu formula untuk anak usia 0-5 tahun,’’ kata Made Wista, petugas bagian logistik. (kmb40)
Anjlok, Angka Kunjungan Wisatawan ke Kintamani Imbas Peningkatan Aktivitas Gunung Agung Bangli (Bali Post) Meningkatnya aktivitas Gunung Agung sejak lebih dari sepekan terakhir, berimbas terhadap kunjungan wisatawan ke Kintamani. Sejak status Gunung Agung dinyatakan awas, Jumat (22/9) lalu, kunjungan wisatawan ke Kintamani menurun hingga 50 persen. Sejumlah pengelola pariwisata di Kintamani pun berharap Pemkab Bangli mengeluarkan pernyataan resmi ke wisatawan bahwa Kintamani masih layak dikunjungi.
Anjloknya kunjungan wisatawan ke Kintamani diakui salah seorang pengelola restoran di Kintamani, Gede Asdika, Jumat (29/9) kemarin. Dia mengungkapkan, sejak adanya informasi Gunung Agung berstatus awas, banyak guide yang mengatakan Kintamani tidak aman untuk dikunjungi. Apalagi beberapa desa di Kintamani juga dikabarkan masuk kawasan rawan bencana Gunung Agung hingga menyebabkan penduduk di beberapa desa mengungsi. Sejak peningkatan sta-
tus Gunung Agung itulah, kunjungan wisatawan ke Kintamani menurun drastis hingga 50 persen. Penurunan kunjungan tak hanya dirasakan di restoran yang dikelolanya namun juga restoran dan hotel lainnya yang ada di Kintamani. ‘’Padahal sejauh ini, objek wisata Kintamani masih sangat aman untuk dikunjungi,’’ terangnya. Dia berharap, Pemkab Bangli bisa mengeluarkan pernyataan resmi ke wisatawan terkait kondisi Kintamani saat ini. ‘’Kita
Bangli (Bali Post) – Seorang pengungsi asal Desa Pempatan Kecamatan Rendang, Karangasem melahirkan bayi kembar di RSU Bangli, Kamis (28/9). Nengah Wardani (22), pengungsi yang menempati wantilan Banjar Pulasari Desa Peninjoan, Tembuku menjalani proses persalinan secara normal di Ruang Kenanga RSU setempat. Rencananya, Wardani akan diberikan tempat tinggal sementara di Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) milik Pemkab Bangli. Wadir Pelayanan RSU Bangli Ketut Darmaja didampingi Kepala Ruangan Kenanga Ni Wayan Asri, Jumat (29/9) kemarin, mengatakan Wardani masuk ke RSU Bangli sekitar pukul 15.15 Wita. Istri dari I Wayan Subur itu datang ke RSU Bangli sudah dalam kondisi bukaan lengkap. Sekitar pukul 16.10 Wita, Wardani mulai menjalani proses persalinan dibantu bidan dan perawat. ‘’Bayi yang dilahirkan kembar. Kelahirannya berselang 10 menit,’’ terangnya. Bayi kembar berjenis kelamin perempuan lahir secara normal. Kedua bayi yang dilahirkan sama-sama memiliki berat 2,1 kg dengan panjang 48 cm. Darmaja mengungkapkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kes-
ehatan agar Wardani dan dua bayi kembarnya bisa tinggal sementara di RTK. RTK dimaksud, berlokasi dekat RSU Bangli. Sementara itu, Wardani yang saat ditemui masih terbaring di Ruang Kenanga mengatakan, dirinya datang ke RSU Bangli diantar petugas puskesmas yang dekat dengan lokasi pengungsian. Sebelum di Pulasari, Wardani bersama suami dan anggota keluarga lainnya sempat mengungsi di rumah iparnya di Klungkung. Hingga kemarin, Wardani mengaku belum menyiapkan nama untuk anaknya. Selain Wardani, RSU Bangli juga merawat seorang pengungsi asal Banjar Teges Desa Pempatan, Rendang yang tengah dalam keadaan hamil delapan bulan. Pengungsi bernama Kadek Nopi Ariani itu masuk RSU Bangli karena mengalami hipertensi. Nopi yang sejak tiga hari lalu mengungsi di Desa Bayung Cerik, Kintamani, diantar ke RSU Bangli oleh petugas puskesmas setempat. Kepala Ruangan Kenanga Ni Wayan Asri mengatakan, setelah menjalani perawatan, kondisi kesehatan Kadek Nopi kini sudah membaik dan stabil. Kemungkinan pasien tersebut sudah diperbolehkan pulang dalam waktu dekat. (kmb40)
KEMBAR - Nengah Wardani dan dua putri kembarnya.
harapkan Dinas Pariwisata Bangli bisa memberi pernyataan atau statement resmi bahwa Kintamani masih sangat aman untuk dikunjungi wisatawan,’’ harapnya. Sementara itu, Kabid Bina Objek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Bona mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti usulan itu. Dia pun menegaskan, sejauh ini, objek wisata di Kintamani sangat aman dan layak dikunjungi. ‘’Kami akan mengeluarkan pernyataan
resmi melalui surat yang ditujukan ke guide dan travel mengenai kondisi Kintamani yang masih aman untuk dikunjungi wisatawan,’’ katanya. Pejabat asal Desa Terunyan ini menjelaskan, sebagaimana hasil kunjungannya ke beberapa restoran dan hotel di Kintamani memang ada penurunan tingkat kunjungan hingga 50 persen. Atas kondisi itu, dia pesimis target PAD yang dibebankan dalam APBD tahun ini akan bisa terpenuhi hingga akhir tahun. (kmb40)
Pengungsi Asal Rendang Lahirkan Bayi Kembar
Bali Post/ina
PEMADAM KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api di perbatasan Banjar Paketan dengan Desa Pinggan, Kintamani.
Bali Post/ina
GIANYAR
Sabtu Pon, 30 September 2017
9 Kodim Gelar Nobar Film G-30-S PKI
Bali Post/nik
KLANGSAH - Lomba membuat klangsah yang digelar di Banjar Tangkup.
TMMD Ke-100 di Tegallalang
TNI Gelar Lomba Menganyam Janur
Gianyar (Bali Post) Puluhan prajurit dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 di wilayah Tegallalang tidak hanya mengerjakan pembuatan badan jalan sepanjang 1,6 km, tetapi juga menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti lomba menganyam janur hingga tarik tambang. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat tali silaturahmi TNI dengan masyarakat. Perwira Seksi Teritorial Kapten Inf. Sukendy S. mengatakan, lomba keterampilan menganyam janur ditujukan untuk pemuda setempat. Lomba membuat klangsah dilangsungkan di Balai Banjar Tangkup. Menurutnya, perlombaan ini merupakan salah satu upaya dari personel TNI yang tergabung di Satgas TMMD ke-100 untuk melestarikan budaya dan adat Bali. Di lokasi tersebut TNI juga menggelar lomba tarik tambang. Lomba berlangsung semarak dan penuh rasa kekeluargaan. Semua peserta yang merupakan pemuda dari Banjar Tangkup dan Banjar Timbul bersaing sehat untuk menang. Di perlombaan tarik tambang yang menggunakan sistem gugur, tim pemuda Banjar Tangkup berhasil menjadi juara. Mereka berhak atas hadiah berupa sembako dari Satgas TMMD. Dijelaskannya, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya ini merupakan bagian dari upaya pengenalan anggota Satgas TMMD ke-100 dengan warga setempat, yang ke depan akan saling bahu-membahu menggarap pembukaan badan jalan penghubung Banjar Tangkup dan Banjar Timbul. (kmb35)
Bali Post/nik
PERSIAPAN - Anggota TNI saat mempersiapkan nobar di Makodim Gianyar.
Gianyar (Bali Post) Kodim 1616 Gianyar menyelenggarakan nonton bareng (nobar) film G-30-S PKI, Jumat (29/9) malam. Film yang disutradarai Arifin C. Noer itu tidak hanya diputar di Makodim Gianyar, tetapi juga di sejumlah sekolah dan masjid yang di Gianyar. Dandim 1616/Gianyar Letkol Asep Noer Rokhmat mengatakan, latar belakang pemutaran film ini menjalankan perintah dari Panglima TNI untuk menyaksikan kembali tayangan film tersebut. ‘’Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada generasi muda penerus yang memang belum pernah mengetahui, apalagi sempat terputus tradisi menyaksikan tayangan ini,’’ ujarnya. Dikatakannya, saat ini generasi muda harus tahu bahwa di negeri ini pernah terjadi peristiwa memilukan tersebut. Pihaknya pun melakukan sejumlah persiapan untuk memutar film ini. ‘’Di sekolah-sekolah juga saya sudah menggelar nonton bareng film ini. Tujuannya memberikan wawasan pengetahuan dalam bentuk sejarah bangsa kepada siswa dari SD sampai SMA,’’ katanya. (kmb35)
Antisipasi Kemungkinan Terburuk Bencana Gunung Agung
Pemkab Siapkan Dana Tak Terduga Rp 1,5 Miliar
Gianyar (Bali Post) -
Pemkab Gianyar menyiapkan dana tak terduga sebesar Rp 1,5 miliar, yang dapat digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari aktivitas Gunung Agung yang terus meningkat. Dana tersebut saat ini sudah bisa dimanfaatkan, lantaran Gunung Agung telah berstatus awas. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar Made Watha, Jumat (29/9) kemarin. Watha mengatakan peningkatan aktivitas Gunung Agung mendesak untuk direspons, sehingga memungkinkan seluruh dana tak terduga di APBD Gianyar itu digunakan seluruhnya. Menurutnya, sejauh ini seluruh pengungsi baik di posko Lapangan Sutasoma ataupun pengungsi mandiri telah mendapat pelayanan kesehatan, pendidikan dan logistik. Namun proses penyaluran logistik haruslah sesuai
protap, yakni melalui permohonan di masing-masing kecamatan. ‘’Yang mandiri kita bantu tapi lewat kecamatan, karena Camat yang tahu titik mana harus dibantu. Seperti tadi, tiga kecamatan sudah mengusulkan yakni Blahbatuh, Gianyar dan Ubud. Yang lain saya kira menyusul,’’ terangnya. Dijelaskannya, empat kecamatan lain masih melakukan pemetaan pengungsi mandiri yang membutuhkan bantuan logistik.
Watha memastikan proses penyaluran logistik ke pengungsi mandiri berlangsung cepat. ‘’Komunikasi saya kira gampang, tinggal sampaikan via telepon atau WA dan tinggal dibuatkan berita acara untuk dokumen resmi sebagai dasar. Kita akan pastikan bahwa bantuan rakyat kita salurkan kepada rakyat,’’ ujarnya. Ditambahkannya, pihaknya mendorong keterlibatan donatur sehingga pemerintah bisa memfokus-
kan anggaran untuk kebutuhan lain, seperti penambahan sarana MCK di posko pengungsian. ‘’Selain itu ada pula kebutuhan yang kurang seperti matras. Kalau logistik seperti beras, bisa dari donator sehingga kemarin di awal saja kita beli beras, sekarang sepenuhnya dari donatur,’’ tegasnya. Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Gianyar Wayan Suastika menyampaikan PDAM Gianyar mengalirkan air dengan debit enam liter per detik ke posko pengungsian di Lapangan Sutasoma. Jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan 3.600 jiwa. ‘’Itu sudah melebihi sebenarnya, karena kapasitas di posko itu maksimal sekali 1.500 jiwa,’’ ucapnya.
Diterangkannya, air dialirkan dari sumur bor di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sukawati. Penggunaan air tersebut tidak dibebankan biaya karena tergolong air non rekening. ‘’Ini seperti pengambilan air tangki, hidran untuk bencana kebakaran, air bantuan sosial. Air ini tetap kami catat, tapi bukan kebocoran,’’ jelasnya. Selain itu, PDAM Gianyar yang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga membantu penyiapan tambahan MCK serta kamar mandi. ‘’Dari kapasitas 1.500 jiwa, idealnya 40 unit MCK dan kami akan menyiapkan lebih dari 40. Sekarang sedang dikerjakan Dinas PU,’’ katanya. (kmb35)
Wayan Budiana, Tamatan Kejar Paket B
Raih Juara I Lomba TTG Tingkat Nasional
Bali Post/nik
POMPA - Direktur Utama PDAM Kabupaten Gianyar I Made Sastra Kencana, saat menunjukkan proses pemasangan pompa sumur bor.
Atasi Keluhan Pelanggan, PDAM Tambah Sumur Bor
Gianyar (Bali Post) PDAM Gianyar tahun ini akan menambah lima sumur bor. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan kapasitas produksi dan meminimalisir keluhan pelanggan. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PDAM Kabupaten Gianyar I Made Sastra Kencana, Jumat (29/9) kemarin. Sastra Kencana men gatakan, tujuan pembangunan sumur baru ini untuk optimalisasi kapasitas produksi, meningkatkan kapasitas pelayanan ke pelanggan dan penambahan sambungan rumah tangga baru. ‘’Dari lima sumur bor ini, baru tiga yang terealisasi, yakni di wilayah Taman Makam Pahlawan, Lingkungan Bukit Jati dan Kelurahan Beng. Sementara dua lagi menyusul akan dikerjakan hingga penghujung tahun ini, yakni di wilayah Junjungan, Ubud dan Tarukan, Pejeng, Tampaksiring,’’ katanya.
Menurutnya, dengan penambahan tiga sumur bor saja telah terjadi peningkatan kapasitas produksi air mencapai 70 liter per detik. Sumur Bor TMP menghasilkan 30 liter per detik, Bukit Jati 25 liter per detik dan di Beng menghasilkan 15 liter per detik. ‘’Tiga sumur bor ini akan menggempur tengah kota,’’ jelasnya. Diakui pula, sepanjang tahun ini hingga September PDAM beberapa kali mendapat keluhan pelanggan, terutama dari zona Tulikup, Sidan, Beng, Kota Gianyar, Blahbatuh, Belega, Keramas, Sukawati dan Singapadu. Namun keluhan itu telah diatasi. Pihaknya pun akan terus melakukan berbagai upaya untuk perbaikan layanan. Dijelaskannya lebih lanjut, sumur bor Bukit Jati saat ini sudah masuk tahap uji coba. Tambahan produksi air di sini akan digunakan untuk perbaikan layanan dan menambah pelanggan. (kmb35)
SATU lagi prestasi membanggakan ditorehkan warga Kabupaten Gianyar di tingkat nasional. I Wayan Budiana, asal Desa Bukian, Kecamatan Payangan berhasil meraih juara I Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional. Peng hargaan diserahkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo dan diterima langsung Wayan Budiana yang pada kesempatan itu didampingi Plt. Sekda Kabupaten Ganyar Ir. I Made Wisnu Wijaya di Lapangan Parigi Mountong, Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah, Rabu (27/9). Plt. Sekda Gianyar Wisnu Wijaya mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih Budiana. Bagaimana tidak, TTG berupa kincir angin tanpa menggunakan listrik dan mesin ini lahir dari tangan pria yang hanya tamatan Kejar Paket B. Kincir air yang memanfaatkan sumber daya alam ini ternyata mampu menaikkan air sampai ketinggian 150 meter dari aliran sungai. Hebatnya lagi, alat ini ternyata sudah mampu membantu memasok air bersih untuk 262 KK di Desa Bukian yang selama ini belum terjangkau PDAM. ‘’Satu hal yang membanggakan dan harus kita jadi-
kan contoh, walau hanya tamatan kejar Paket B namun kegigihannya untuk berinovasi tidak surut,’’ kata Wisnu Wijaya. Menurut Wisnu Wijaya, sebagai wujud apresiasi Pemerintah Kabupaten Gianyar terhadap karya Budiana, langkah pertama yang dilakukan adalah membantu yang bersangkutan untuk mengurus hak paten sebagai hak intelektual atas karya ciptaannya. Selanjutnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gianyar akan bekerja sama dengan Budiana selaku penemu alat kincir angin tanpa listrik dan mesin ini agar bisa dikembangkan dan untuk kemudian dimanfaatkan di wilayah atau desa yang mengalami kesulitan air bersih dan belum terjangkau PDAM. Ditambahkannya, ke depannya Pemkab Gianyar juga akan membantu pemasaran kincir angin ini hingga ke seluruh wilayah Indonesia, sembari menunggu hak paten dalam proses penyelesaian. Tidak hanya sebatas Budiana, Pemkab Gianyar akan terus berupaya membantu dan mendorong warga yang mau berinovasi dan berkarya hingga mampu menghasikan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Untuk diketahui, lom-
TTG - Suasana penyerahan penghargaan bagi juara I Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional. ba TTG ini diikuti peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Pada tahap penyisihan menyisakan enam peserta yaitu Bali, Banten, Riau, Aceh, Lampung dan Kalimantan Utara. Lomponen penilaian dalam lomba ini adalah substansi TTG me-
liputi performa alat dan metode TTG, pemakaian dan pemanfaatan TTG, peluang pasar, kelayakan produksi, kemanfaatan bagi masyarakat, kreativitas, inovasi dan orisinalitas dan kesempurnaan karya. Sedangkan komponen lain yang dinilai
adalah penguasaan materi, kemampuan menjawab pertanyaan, ketepatan waktu, etika dan estetika. Akhirnya, setelah melalui proses seleksi final di Jakarta, diputuskan wakil Provinsi Bali sebagai juara I tingkat nasional. (ad1928)
KLUNGKUNG
10
Sabtu Pon, 30 September 2017
Pengungsi di GOR Swecapura Terserang Tomcat Semarapura (Bali Post) -
Pengungsi di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung tak hanya menderita sakit akibat perubahan lingkungan. Beberapa juga ada yang terserang tomcat. Hal itu menyebabkan beberapa bagian tubuhnya melepuh layaknya terbakar. Bali Post/sos
DATA - Warga Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung. Pemkab melakukan pendataan ulang untuk sikronisasi.
Belum Sinkron, Pengungsi Didata Ulang
Semarapura (Bali Post) Warga Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung sampai Jumat (29/9) siang kemarin telah mencapai 23 ribu jiwa lebih. Angka ini tidak sesuai dengan data yang ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di samping melenceng jauh dengan prediksi awal yang dipasang pemkab. Atas hal tersebut kembali dilakukan pendataan ulang. Langkah ini juga penting kaitannya dengan ketersediaan logistik. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, sesuai prediksi awal, jumlah pengungsi ke bumi serombotan kisaran 15 ribu jiwa. Namun delapan hari berjalan jumlahnya telah mencapai 23 ribu lebih yang tersebar di 114 titik. Berbeda dengan yang tercatat di BNPB sebanyak 27 ribu lebih. “Data yang kami kirim ke email ada yang kurang ada yang lebih,” katanya. Sementara itu, sesuai prediksi Pemprov Bali, warga Karangasem yang mengungsi sekitar 70 ribu jiwa. Itu bermukim di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I sampai III. Namun angka yang terkantongi BNPB justru mencapai 130.000 ribu lebih. Berdasarkan itu, sesuai dengan hasil rapat koordinasi di Tanah Ampo, Karangasem, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menugaskan pemkab untuk mendata ulang. “Tadi Gubernur menugaskan untuk mendata ulang dan memakai (pengungsi red) tanda pengenal,” ungkapBupati asal Nusa Ceningan ini. Pendataan itu sudah dilakukan setelah rapat. Data pengungsi yang berasal dari desa zona aman akan dikumpulkan secara khusus. Mengutip pernyataan Gubernur, mereka disarankan pulang. “Kami akan mendata dulu. Menaruh warga tak terdampak di data tambahan. Kami akan kumpulkan dan berikan pengarahan. Biar tidak dikira mengusir,” katanya. Sampai saat ini Suwirta juga belum bisa memastikan jumlah pengungsi di Klungkung. Apalagi ada informasi sejumlah pengungsi pindah ke posko lain tanpa melapor ke petugas. “Contohnya saja di GOR, jumlah pengungsi awal jumlahnya tiga ribu lebih. Tapi faktanya buat nasi 2.500 bungkus tidak habis. Ini kan menunjukkan ada yang keluar tidak melapor,” sebutnya. Ditegaskan, keluar-masuk pengungsi ini harus jelas. Sebab sangat berkaitan dengan kebutuhan logistik. “Bila perlu ada petugas paten di setiap posko,” tandasnya. (kmb45)
Berdasarkan pantauan Jumat (29/9) kemarin, serangga beracun itu menyerang pengungsi yang beristirahat di selatan GOR. Seorang pengungsi, Jro Citrawati, menuturkan hal itu berlangsung sejak Rabu (27/9) malam. Leher anaknya, Gusti Ayu Wita Manda Dewi (4), mengalami luka. “Katanya itu tomcat. Datang saat malam,” ujarnya. Hal serupa juga dialami Gusti Aji Puspa (65). Hidungnya mengalami bengkak. Untungnya itu langsung dibawa ke posko kesehatan untuk mendapat penanganan. “Saat itu pas tidur. Serangganya seperti semut,” katanya. Kondisi terparah dialami Gusti Ngurah Rai Astawa
(13). Mata kirinya bengkak dan bernanah. Sebelum kejadian dirasakan sangat perih layaknya terbakar. Akibatnya, siswa SMPN 3 Muncan ini sejak dua hari lalu tak bersekolah di SMPN 3 Semarapura. “Awalnya perih. Sekarang seperti ini,” ucapnya seraya menambahkan, sudah sempat mendapat penanganan medis, namun belum ada perubahan. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Swapatni menyatakan tomcat memang beracun dan menyebabkan kulit melepuh jika tersengat. Mengantisipasi hal itu, penanganan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian. “Sudah dikoordinasikan. Segera ditangani,” tandasnya. (kmb45)
Bali Post/sos
PENGUNGSI - Susana pengungsi di GOR Swecarapura yang beberapa orang di antaranya terserang tomcat.
Gunung Agung Awas
BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Bantu Pengungsi PENINGKATAN status Gunung Agung dari level siaga ke awas telah menyebabkan puluhan ribu warga Karangasem mengungsi ke tempat lain, seperti Kabupaten Klungkung, Bangli, Gianyar, bahkan di wilayah Kabupaten Karangasem yang masih termasuk dalam zona aman. Atas hal tersebut, sejak 23 September 2017 BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, seizin BPJS Kesehatan Kedeputian Direksi Wilayah Bali Nusra, ikut serta berpartisipasi membantu pengungsi dengan memberikan beberapa sumbangan khusus di wilayah Bali Timur, sesuai dengan hasil koordinasi dengan masing-masing Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Sumbangan tersebut berupa sandang, pangan dan perlengkapan MCK, masker serta obat-obatan. Bantuan terbanyak dipusatkan di Kabupaten Karangasem dan Klungkung yang memiliki jumlah pengungsi paling banyak. Sedangkan Kabupaten
Bangli dan Gianyar menyesuaikan dengan jumlah dan kebutuhannya. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Nengah Sutrisni, Jumat (29/9) kemarin, menyampaikan melalui bantuan itu diharapkan dapat membantu para pengungsi yang kondisinya memprihatinkan. Koordinasi yang baik dengan Pemkab, bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya bantuan berupa barang, BPJS Kesehatan juga tetap memberikan pelayanan terbaik terkait dengan penjaminan kesehatan bagi pengungsi yang telah menjadi peserta JKN-KIS. “Kami harapkan bantuan dapat meringankan beban dari saudara yang mengungsi. Selain dari BPJS Kesehatan, para pegawai BPJS Kesehatan juga secara pribadi dan sukarela ikut berpartisipasi memberikan bantuan. Dari segi jumlah tidaklah banyak, namun yang terpenting adalah rasa kepedulian kami
bagi saudara-saudara kita yang mengungsi. Semoga kejadian ini cepat berlalu, dan saudara-saudara kita yang mengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas normal seperti biasanya” tandas Sutrisni Disinggung masalah pelayanan JKN-KIS, pada masa peningkatan aktivitas Gunung Agung, Sutrisni menjelaskan bahwa pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Pengungsi yang telah menjadi peserta JKN-KIS dapat berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama terdekat dengan pengungsian. Jika atas indikasi medis harus dirujuk, maka dapat ke RS terdekat. Hal ini berlangsung hingga keadaan dinyatakan aman kembali oleh yang berwenang. Sementara untuk pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Karangasem, telah ditutup sementara dan dialihkan ke kantor BPJS Kesehatan terdekat dengan wilayah pengungsi. “Kita su-
dah tugaskan di posko-posko induk petugas BPJS Kesehatan yang akan melayani pengungsi terkait dengan administrasi kepesertaan. Selain itu, koordinasi kita den-
gan Dinas Kesehatan terkait dengan pelayanan berjalan dengan baik. Kami sudah bersurat ke semua faskes kerja sama terkait hal ini,” tutup Sutrisni. (ad1930)
Layanan Perpanjangan SIM Sasar Pengungsi
Bali Post/win
BELAJAR MELUKIS - Sejumlah anak TK yang sedang mengungsi di GOR Swecapura terlihat mengikuti proses belajar melukis.
Puluhan Anak TK Ikuti Proses Belajar di Pengungsian
Semarapura (Bali Post) Belajar di pengungsian memang jauh berbeda dengan di sekolah. Berada di ruang lingkup yang terbatas dengan menggunakan fasilitas dan alat seadanya, memang tidaklah maksimal untuk mengajarkan anak-anak usia dini untuk mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Namun hal tersebut tidak menjadi batu sandungan bagi anak-anak pengungsi bencana Gunung Agung di GOR Swecapura, Klungkung untuk mendapatkan apa yang seharusnya mereka peroleh. Berdasarkan pantauan Jumat (29/9) kemarin, sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita puluhan anak usia dini yang berada di pengungsian GOR Swecapura sangat antusias mengikuti proses belajar yang diberikan guru TK Aisyiyah Kecamatan Klungkung. Di sini mereka diajarkan seperti halnya pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah TK pada umumnya. Mulai dari gerak dasar (senan dan menari), berdoa sebelum memulai pelajaran, mewarnai, pemasangan puzzle, painting, dan bermain. Kepala TK Aisyiyah, Yusnamar, mengatakan proses belajar anak-anak TK ini telah dibuka sejak Senin (25/9) lalu. Kegiatan belajar ini akan terus diberikan secara bergilir oleh seluruh TK yang ada di Klungkung dan tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) Klungkung-Indonesia. “Tugas kami di sini membimbing anak-anak usia dini dan mendata yang baru masuk (di GOR Swecapura - red). Di sini kami mengajarkan sesuai dengan apa yang mereka dapatkan di sekolah TK pada umumnya,” ujar Yusnamar. Pihaknya mengakui anak-anak begitu antusias dan merasa senang bisa mengikuti proses belajar di posko pengungsian. Bahkan mereka mulai betah dan tidak jenuh, karena bisa belajar dan bermain bersama teman-teman barunya. “Tadi ada orangtua yang mengeluh karena tidak tahu ada pos pembelajaran TK di sini. Sebab anaknya sempat ingin pulang untuk belajar di sekolah TK-nya, tetapi setelah tau mereka langsung gabung dan anak tersebut sudah mulai betah sekarang,” katanya. Meskipun belajar di pengungsian, Yusnamar berharap anak-anak bisa tetap senang dan bisa menganggap posko ini sebagai rumah sementara. Pihaknya akan terus memberikan permainan dan hiburan kepada anak-anak, sehingga tetap bisa bersekolah sebagaimana mestinya. Berdasarkan rekapitulasi data Pos Yadnya Widya (tempat pendaftran sekolah-red), hingga pukul 13.00 Wita, jumlah anak-anak yang tersebar di seluruh TK yang ada di Klungkung sebanyak 381, SD sebanyak 2.119 siswa, SMP sebanyak 891 siswa dan SMA/SMK sebanyak 913 siswa. Sementara berdasarkan data rekapitulasi BPBD Klungkung pada pukul 09.00 Wita, jumlah siswa pengungsi yang tersebar di 114 titik sebanyak 4.821 siswa, yang terdiri dari SD sebanyak 2.158, SMP sebanyak 1.137 dan SMA/ SMK sebanyak 986 siswa. Jumlah ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan. (win)
Bali Post/ist
SERAHKAN BANTUAN - BPJS Kesehatan Cabang Klungkung menyerahkan bantuan untuk pengungsi Gunung Agung.
Bali Post/sos
LAYANAN SIM - Pengungsi di GOR Swecapura, Desa Gelgel diberikan layanan memperpanjang masa berlaku SIM oleh Satlantas Polres Klungkung, Jumat (29/9) kemarin.
Semarapura (Bali Post) Pengungsi di GOR Swecapura, Desa Gelgel diberikan layanan memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) oleh Satlantas Polres Klungkung, Jumat (29/9) kemarin. Hal ini pun disambut positif oleh warga. Kanit Regident Satuan Lalu Lintas Polres Klungkung Ipda Gusti Mahendra seizin Kapolres Klungkung AKBP Bamabang Tertianto menjelaskan layanan ini sebagai bentuk kepedulian kepada pengungsi yang belum dapat kesempatan memperpanjang masa berlaku SIM di Polres
Karangasem. “Hari ini yang terlayani sebelas orang. SIM C biaya yang dikeluarkan Rp 75 ribu dan SIM A Rp 80 ribu,” jelasnya. Mobil SIM keliling akan terus disiagakan setiap Jumat untuk melayani para pengungsi. Di samping itu, juga akan menyasar sejumlah titik di dalam maupun luar Kota Semarapura. “Tentunya dengan mengambil tempat yang ramai di kunjungi masyarakat, seperti pasar ataupun pusat perbelanjaan. Ini hanya untuk layanan perpanjangan,” tandasnya. (kmb45)
Cerita Pengungsi Ni Wayan Targi
Kehilangan Pekerjaan, Bingung Cari Biaya Tiga Bulanan Anak KEHARUSAN mengungsi akibat Gunung Agung tak bersahabat, memunculkan berbagai cerita bagi warga Karangasem. Mereka tak hanya berpisah dengan keluarga. Tak juga harus menjual ternaknya dengan harga yang sangat murah. Namun mereka juga kehilangan penghasilan. Hal ini membuatnya kebingungan. Seperti yang dialami Ni Wayan Targi, yang dalam waktu dekat harus melangsungkan upacara tiga bulanan anak keduanya. Warga Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung sesuai data, Jumat (29/9) siang kemarin telah lebih dari 23.000 jiwa. Ini terkumpul sejak 20 September lalu. Mereka tak hanya tertampung di GOR Swecapura, Desa Gelgel. Di rumah-rumah warga maupun balai banjar di sejumlah desa juga ditemui. Dari jumlah itu, seribu jiwa lebih merupakan balita. Tak sedikit yang masih berumur di bawah tiga bulan. Salah satunya anak Wayan Targi, warga asal Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem. Wajahnya mungil, kulit
putih. Bayi laki-laki ini telah beberapa hari diajak menghabiskan waktu di salah satu rumah warga Dusun Umasalakan, Desa Takmung, Banjarangkan. Jauh dari tanah kelahiran tak membuatnya sering menangis. Tidurnya lelap, sangat menggemaskan saat dilihat. Dibalut selimut kecil ia ditimang, dibuai dengan kasih sayang. Pada 4 Oktober mendatang usianya menginjak dua bulan. Upacara tiga bulanannya telah semakin dekat. Sejak kini biaya untuk itu telah dipikirkan Ni Wayan Targi bersama suaminya, Wayan Sudana. Mereka bingung bagaimana caranya mencari pekerjaan yang dilakoninya selama ini sebagai tukang anyam ata dan pemecah batu yang tak lagi bisa dilakukan. Sepeser pun tak ada penghasilan. Urusan isi perut kini bergantung pada uluran tangan orang lain. Orang yang hidupnya lebih beruntung. “Ya bingung. Tiga bulanan perlu biaya. Tapi kondisi seperti ini. Tabungan tidak punya. Kami tidak punya apa-apa di rumah,” tutur Targi. Namun demikian, sebagai
orangtua urusan biaya tetap diusahan untuk upacara anak kesayangannya itu. Jika toh masih nihil, ditambah kondisi Gunung Agung masih tak kondusif, pelaksanaannya kemungkinan akan tertunda. “Kalau memang tidak memungkinkan, ya ditunda dulu. Bisa seperti itu. Nanti ngaturang pakeling saja dulu kepada Ida Batara. Kalau semua sudah memungkinkan, baru dilangsungkan,” ucapnya. Hidup dipengungsian tidaklah senyaman di rumah sendiri. Ruang kehidupan dirasakan lebih sempit. Meski demikian, itu tetap disyukuri. Kebutuhan makan sehari-hari dapat terpenuhi. Keluarganya pun masih dijauhkan dari sakit. “Syukur ada yang memberi tempat,” imbuh perempuan kulit sawo matang ini. Hidupnya di pengungsian juga mendapat pemantauan dari Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta. Dinyatakan sudah seluruhnya tertangani dengan baik. Kebutuhan logistik sudah terpenuhi. “Kebutuhan makanan dan lainnya sudah terpenuhi,” tandasnya. (sos)
Bali Post/sos
PENGUNGSIAN - Ni Wayan Targi mengajak anak keduanya yang berumur kurang dari dua bulan di pengungsian. Ia bingung mencari biaya tiga bulanan yang berlangsung pada November mendatang.
Sabtu Pon, 30 September 2017
BULELENG
11
Bali Post/kmb38
SAMPAH - Sampah menumpuk di sisi jalan SingarajaSeririt, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Tidak jauh dari tumpukan sampah itu terpasang spanduk bertuliskan ‘’Dilarang Membuang Sampah di Tempat Ini’’. Foto diambil Jumat (29/9) kemarin.
Fans dan Crew Singaraja FM
Serahkan Bantuan Sembako untuk Pengungsi Singaraja (Bali Post) Sumbangan sembako dari fans dan crew Singaraja 92.0 FM diserahkan kepada warga yang mengungsi di wilayah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Jumat (29/9) kemarin. Perwakilan relawan Desa Tembok Kadek Sudantara menerima langsung bantuan dari pendengar Singaraja FM, komunitas seniman dan musisi Busungbiu, Satlat Tarung Derajat Busungbiu, dan donatur lainnya. Para relawan di sini bertugas sejak ditetapkannya status awas Gunung Agung, Jumat (22/9) lalu. “Kami berterima kasih kepada crew dan rekan Singaraja FM. Bantuan sembako selanjutnya kami pilah sesuai kebutuhan pengungsi,” ucapnya. Ia menambahkan, bantuan dari pemerintah dan masyarakat umum sangat membantu kebutuhan pengungsi asal Karangasem. Menurutnya, jumlah relawan perlu ditambah, karena pengungsi banyak tinggal di rumah-rumah warga, tempat terbuka, gudang milik warga, hingga balai banjar. “Kendala sementara karena banyaknya pengungsi, kita membutuhkan tenaga relawan lagi. Itu akan mempermudah distribusi bantuan. Sekarang, kami siasati ambil tenaga pemuda dari enam banjar dinas (Tembok, Bulakan, Sembung, Dadap Tebel, Yeh Bau, dan Ngis) di Desa Tembok,” jelasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara, mengatakan, warga yang tinggal di pengungsian telah beraktivitas. Ibu-ibu rumah tangga bergotong royong memasak di dapur umum untuk kebutuhan makanan sehari-hari baik untuk pengungsi, petugas dan juga relawan. “Kita masih kendala di tenaga (relawan). Sebab ada pengungsi menyebar menumpang di rumah-rumah warga,” ujar Astara. (kmb)
Bali Post/kmb
SUMBANGAN - Sumbangan sembako untuk pengungsi dari fans dan crew Singaraja FM diserahkan melalui relawan di Desa Tembok, Tejakula, Jumat (29/9) kemarin.
Beredar Surat Kaleng
Kinerja Perbekel Jinang Dalem Dikritisi
Singaraja (Bali Post) – Kinerja Perbekel Desa Jinang Dalem, Kecamatan Buleleng, dikritisi melalui surat kaleng yang dikirimkan kepada pemerintah kabupaten dan kecamatan. Surat yang diketik rapi tersebut atas nama masyarakat Desa Jinang Dalem, mempertanyakan kinerja perbekel dalam menjalankan roda pemerintahannya. Salah satunya menyangkut dana pembelian beras sejahtera (rastra). Dalam surat tersebut ditulis bahwa ada dugaan penggelapan sejumlah dana pelunasan rastra. Sorotan lainnya terkait ongkos pentas sekaa bondres dalam acara penutupan KKN Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang diduga belum dilunasi. Termasuk, biaya melaspas bantuan mobil sampah dari pemkab belum dilunasi. “Dalam satu bulan terakhir, kepimpinan di desa merugikan masyarakat dan tolong oknum perbekel dibina,” demikian tertulis dalam surat tersebut. Menanggapi isi surat kaleng tersebut, Perbekel Desa Jinang Dalem Ketut Ardika, Jumat (29/9) kemarin, membantah keras semua tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya. Dia justru menyayangkan kalau ada yang sengaja menjatuhkan dirinya dengan informasi yang tidak berdasar. Terkait uang pelunasan rastra, Ardika menyatakan tidak ada penggelapan dana rastra. Hanya saat penyaluran rastra, mendadak desa memerlukan dana untuk memperbaiki jaringan air bersih. Sehingga saat itu, dana pelunasan rastra itu sempat dialihkan untuk membiayai perbaikan jaringan air bersih, sehingga perbaikannya tidak menunggu realisasi anggaran dalam APBDes. Setelah perbaikan itu selesai dan APBDes berjalan, dana rastra itu dikembalikan dan sekarang pembagian rastra berjalan dengan sangat baik untuk masyarakat yang memerlukan. “Saya tidak ada menggelapkan dana rastra yang ada, karena waktu itu kita perlu dana untuk perbaiki jaringan air minum dan dialihkan sementara dan itu sudah dikembalikan,” katanya. Sementara terkait pelunasan ongkos pementasan bondres dan pembelian banten melaspas mobil sampah, Ardika menyatakan karena anggarannya melalui APBDes, pelunasannya memerlukan waktu sampai APBDes disahkan. Dengan demikian, dirinya membantah kalau dilaporkan ngutang (ngebon -red) seperti di dalam surat kaleng. “Kami bekerja sesuai aturan dan karena APBDes waktu itu belum jadi sehingga harus menunggu pengesahan dan baru kita bayar dan itu sudah dibayar kok. Jadi, saya tidak ada dibilang ngebon,” tegasnya. Di sisi lain, Ardika mengatakan, sejalan dengan kebijakannya, dirinya sekarang sedang gencar-gencarnya membangun desa termasuk menggenjot pendapatan desa. Salah satunya dengan mengetatkan pengusaha toko modern yang beroperasi di wilayahnya. Saat ini memang ada satu toko modern yang beroperasi dan itu pun sudah disosialisasikan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, desa pakraman, dan lembaga lain di desa. Desa pun sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan terkait kontribusi untuk desa dinas dan desa pakraman. Termasuk bargaining agar perusahaan memberdayakan warga lokal untuk bisa diserap sebagai tenaga kerja sudah dijalankan dan dipenuhi oleh perusahaan. Di tempat terpisah, Camat Buleleng Dewa Made Ardika mengatakan, kecamatan sudah dua kali mendapatkan pengaduan terkait kebijakan Perbekel Desa Jinang Dalem. Dia mengatakan, dalam waku dekat akan memfasilitasi dan meminta penjelasan terkait pengaduan itu kepada perbekel bersangkutan. (kmb38)
Bali Post/kmb38
ANTAR – BPBD Buleleng dan relawan bolak-balik mengantar pengungsi Gunung Agung ke sekolah yang berada di sekitar posko pengungsian di Desa Les, Kecamatan Tejakula.
Perlu Tambahan Kendaraan
BPBD Antar-Jemput Siswa Pengungsi Singaraja (Bali Post) – Selain mengurus logistik dan melengkapi fasilitas di posko pengungsian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng juga mengantar-jemput siswa pengungsi saat bersekolah. Personel BPBD bersama relawan setiap hari mengantar anak-anak bersekolah di sekitar posko pengungsian. Namun, jumlah siswa dengan armada angkut tidak seimbang, sehingga harus antre menunggu giliran untuk diantar ke sekolah yang dituju. Setiap hari sebelum jam sekolah anak-anak berkumpul di depan tenda logistik untuk menunggu kendaraan
yang akan mengangkut mereka ke sekolah tujuan. Tidak hanya itu, begitu jam pulang sekolah, anak-anak ini pun kembali dijemput oleh kendaraan yang disiapkan BPBD. Meski dalam suasana pengungsian, anak-anak ini terlihat antusias mengikuti pendidikan di Buleleng.
Di posko pengungsian di Desa Les Kecamatan Tejakula tercatat 298 pengungsi usia sekolah. Mereka itu dari jenjang SD dan SMP. Jenjang SD ditampung di SD Desa Les dan Desa Penuktukan. Sedangkan, SMP disebar di SMP Satu Atap dan SMP Terbuka
Tejakula. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Buleleng Ketut Sensus, Jumat (29/9) kemarin, mengatakan, jumlah anak-anak usia sekolah dan jarak tempuh yang mencapai tiga kilometer dari posko pengungsian membuat antar-jemput ini mengalami hambatan. Setiap hari, pihaknya harus bolak-balik agar anak-anak pengungsi ini bisa tiba di sekolah tepat waktu. Untuk itu, pihaknya mengharapkan ada tam-
bahan armada kendaraan, sehingga anak-anak tidak harus antre ketika akan ke sekolah dan saat pulang sekolah. “Karena jumlah banyak dan jarak membuat kami kewalahan mengantar anak-anak. Kalau ada tambahan kendaraan mungkin bisa mengatasi kesulitan yang kita alami di lapangan dan ini sudah kami koordinasikan kepada pimpinan untuk diberikan tambahan bantuan armada,” tegasnya. (kmb38)
Ratusan Ekor Sapi Pengungsi Dititipkan di Desa Les
Singaraja (Bali Post) – Lebih dari 100 ekor sapi milik warga pengungsi dari Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem dititipkan di lahan milik warga di Desa Les, Kecamatan Tejakula. Jumlah ternak sapi yang diungsikan itu terus bertambah seiring dengan status awas Gunung Agung. Untuk membantu meringankan pemiliknya, pemerintah Provinsi Bali memasok pakan berupa rumput hijau dan pakan buatan. Lokasi penitipan ternak sapi ini berada tidak jauh dari posko pengungsian di Desa Les. Lahan terbuka ini milik seorang warga asal Gianyar. Semula ternak sapi dan kambing diikatkan begitu saja di lahan kosong. Setelah jumlahnya semakin banyak, warga pengungsi dibantu petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali membuat kandang darurat. Saat ini kandang itu baru dibangun tiang penyangganya dan menunggu dipasangi atap, sehingga ternak bisa berlindung dengan nyaman dari terik panas matahari. Perbekel Desa Les Gede Susila, Jumat (29/9) kemarin, membenarkan ratusan ternak sapi dan kambing milik pengungsi dititipkan di wilayahnya. Susila mengatakan, prihatin dengan kondisi pengungsi, pihaknya mem-
Bali Post/mud
SAPI – Lebih dari seratus ekor sapi dan kambing diungsikan di Desa Les, Kecamatan Tejakula. fasilitasi dengan meminta izin pemilik lahan untuk dijadikan tempat penitipan ternak. Pemilik mengizinkan lahannya untuk sementara dijadikan tempat penitipan ternak. Sejauh ini, pihaknya terus mencatat masuknya ternak sapi atau kambing ke tempat penitipan. Dipastikan jumlahnya akan terus bertambah karena hingga kemarin, masih saja ada warga asal Karangasem yang datang untuk mengungsikan ternak
mereka. “Awalnya hanya satu dua saja yang menitipkan dan karena terus bertambah kita fasilitasi menempatkan di lahan itu dan kebetulan pemiliknya mengizinkan, sehingga sekarang jumlahnya lebih dari 100 ekor dan 18 ekor kambing dititipkan di sana,” katanya. Terkait kebutuhan pakan, Susila mengatakan didistribusikan oleh Disnak Provinsi Bali. Selain rumput, ada juga pasokan pakan buatan. Setiap hari, pemiliknya tinggal
memberi pakan yang sudah disiapkan, sehingga tidak lagi bingung ke mana mencari pakan untuk ternak mereka. “Kalau mencari di desa juga sulit, sehingga sekarang pakan ternak itu dipasok oleh Disnak Provinsi Bali. Ada rumput, jerami, hingga pakan buatan jenis polar, sehingga sekarang pengungsi bisa diringankan tanpa harus bingung mencari pakan ternak selama mengungsi,” jelasnya. Kepala Dinas Peterna-
kan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Putu Sumantra mengatakan, sapi merupakan kekayaan pengungsi yang dapat diselamatkan di tengah situasi awas Gunung Agung seperti sekarang ini. Dengan dititipkan di tempat pengungsian, pengungsi akan lebih tenang dan tidak harus mengorbankan ternaknya dijual murah kepada saudagar (tengkulak). “Kita tidak ingin tengkulak memanfaatkan kesempatan ini dengan membeli sapi peternak dengan harga murah, sehingga tempat penitipan ini sangat membantu dan peternak tidak harus menjual dengan harga murah,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng sejauh ini belum mendapatkan data detail terkait jumlah sapi dan ternak lain yang dititipkan di sejumlah lokasi di Buleleng. Dari pantauan sementara, sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) mulai dari Tejakula hingga di Gerokgak dipastikan ada penitipan ternak milik warga pengungsi asal Karangasem. Selain mendata keberadaan sapi dan ternak lain, Distan bersama Disnak Provinsi Bali masih melakukan pendataan untuk mendapatkan data valid. Petugas juga rutin mengawasi kesehatan ternak tersebut. (kmb38)
Diberi Nama Ketut Agung Giri Pramata
Bayi Pengungsi Itu Kini Dititipkan di RTK Tejakula MASIH ingat dengan persalinan seorang pengungsi asal Karangasem di RSUD Buleleng? Setelah lahir melalui operasi caesar, bayi buah hati pasangan Wayan Tangkih dan Wayan Gunung, warga Dusun Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, kondisinya sehat dan sudah keluar dari RSUD Buleleng. Sekarang, bayi laki-laki yang diberi nama Ketut Agung Giri Pramata itu bersama orangtuanya menempati Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) milik Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng di Desa Tejakula sejak Jumat (29/9) kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, Tangkih melahirkan anak keempatnya melalui operasi caesar Minggu (24/9) lalu pukul 11.01 Wita. Tiga hari kemudian, tepatnya Selasa (26/9), Tangkih dan bayinya diperbolehkan keluar rumah sakit. Mengingat kondisi bayi tersebut tidak memungkinkan tinggal di posko pengungsian, kemudian dititipkan sementara di RTK Diskes di Jalan Tekukur, Kelurahan Kaliuntu, Singaraja. Di tempat ini, bayi bersama ibunya dirawat oleh bidan Sang Ayu Putu Krisna Lestari. Selama dirawat di RTK Tekukur, bayi tersebut dalam kondisi sehat dan menunjukkan pertumbuhan nor-
mal. Orangtuanya bersama kerabatnya kemudian memberikan nama bayi tersebut Ketut Agung Giri Pramata. Nama tersebut digunakan terinspirasi dari kondisi status Gunung Agung menunjukkan tanda-tanda akan meletus. Juga untuk mengenang kelahiran putra keempatnya itu di tengah gelombang pengungsi yang terus bertambah banyak. Wayan Tangkih ditemani suaminya Wayan Gunung sesaat sebelum diberangkatkan ke RTK Tejakula Jumat kemarin, menceritakan, selama perawatan di rumah sakit hingga difasilitasi tinggal di RTK milik Pemkab Buleleng itu dirinya mendapat perlakuan baik.
Bahkan, dia mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeser pun saat menjalani operasi hingga perawatan setelah operasi. Bahkan, perhatian yang tidak akan dilupakan itu adalah bentuk pelayanan pemerintah yang maksimal terhadap dirinya dengan menyiapkan tempat nyaman untuk bayinya. “Saya sangat dibantu dan semua biaya gratis dan sekarang saya diberikan rumah tinggal sementara sampai situasi di Karangasem membaik,” katanya. Tangkih mengaku belum memikirkan kapan bisa menggelar upacara untuk kelahiran anaknya, karena masih mengungsi. Upacara seperti kepus pungsed, tiga bulanan baru akan dilangsungkan jika pemerintah menyatakan situasi Gunung Agung aman dan pengungsi diizinkan kembali ke kampung halamannya. “Ari-ari sudah ditanam di kampung dan untuk upacara masih menunggu biar situasi di desa aman,” tegasnya. Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Putu Witari seizin
Bali Post/mud
BAYI – Bayi buah hati pasangan Wayan Tangkih dan Wayan Gunung untuk sementara dititipkan di Rumah Tunggu Kelahiran milik Diskes Buleleng di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dr. I Gst Nyoman Mahapramana mengatakan, keputusan menitipkan bayi dan ibunya di RTK Tejakula karena pertimbangan kesehatan. Kondisi pengungsian panas dan berdebu sangat berpotensi mengganggu kesehatan bayi dan ibunya yang
sedang menyusui. Untuk itu, penitipan di RTK itu solusi terbaik dan telah disetujui oleh kedua orangtua bayi. “Orangtu beserta bayinya bersedia tinggal di RTK. Nanti kondisinya akan dipantau oleh bidan yang ditugaskan di sana,” jelasnya. (mud)
JEMBRANA
12
Sabtu Pon, 30 September 2017
Polisi Amankan Daging Unggas Beku Tanpa Dokumen Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk menggagalkan pengiriman komoditi unggas tanpa dilengkapi dokumen melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (28/9) petang. Petugas yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL) dipimpin Kanit Reskrim AKP I Komang Muliyadi mendapati enam boks berisi daging bebek dan ayam beku diangkut menggunakan mobil L-300 yang dikemudikan Agus Indra (40) asal Sidoarjo. Dari informasi kotak dari stereofoam yang berisi daging beku ini, rencananya hendak dikirim ke warung makan di Denpasar. Petugas yang melakukan pemeriksaan rutin, sekitar pukul 17.30 Wita mendapati mobil L-300 dengan nomor polisi BG 1324 ZC itu keluar dari kapal. Saat melintas di pos pemeriksaan barang, selain meminta surat-surat kelengkapan kendaraan, juga mengecek barang bawaannya. Setelah dibuka, di dalam mobil berwarna putih itu ditemukan tumpukan boks stereofoam. Curiga isi dalam kotak, polisi meminta kepada sopir membukanya. Ternyata di dalamnya penuh dengan daging beku yang diakui dikirim dari Yogyakarta. Ketika dimintai dokumen pengiriman dari karantina asal, pengemudi tidak dapat menunjukkannya. “Sopir tidak bisa menunjukkan dokumennya. Karena itu kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kanit Reskrim Gilimanuk AKP Mulyadi seizin Kapolsek Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa. Dari pengakuan sopir, barang-barang berupa enam boks itu merupakan barang titipan. Pihaknya tidak mengetahui membawa daging beku ini harus ada dokumen karantina. Sopir mengaku hanya diminta untuk mengantarkan saja. Selama mengantar, ia hanya diberikan surat jalan dari perusahaan yang mengirim. Muliarta mengatakan, sesuai UU RI No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, bahwa setiap pengiriman dari satu pulau ke pulau lainnya harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari kantor karantina daerah asal. Nantinya petugas akan melimpahkan ke kantor karantina hewan wilayah kerja Gilimanuk untuk diambil tindakan selanjutnya. Menurut Muliadi, kegiatan ini (pemeriksaan rutin-red) secara terus menerus dilakukan dan bersenergi dengan masyarakat sekitar pelabuhan dalam rangka meminimalisir barang-barang ilegal yang keluar maupun masuk wilayah Bali. (kmb26)
PENYEBERANGAN - Suasana penyeberangan kapal di Selat Bali. Sejumlah kapal terlihat sedang berlayar.
Bali Post/dok
Syahbandar Gilimanuk Siapkan Jalur Evakuasi
Negara (Bali Post) – Semua instansi, baik pemerintah maupun swasta rupanya telah mempersiapkan diri untuk membantu warga yang terdampak jika Gunung Agung erupsi. Salah satunya pihak Syahbandar Gilimanuk. Di penyeberangan Selat Bali (Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang) telah disiapkan jalur evakuasi bila sewaktuwaktu diperlukan. Syahbandar Gilimanuk Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas I Gilimanuk I Made Astika, Jumat (29/9) kemarin mengatakan pihaknya mengimbau kepada seluruh nakhoda dan operator kapal di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang untuk siap dan siaga membantu
mengevakuasi warga. Hal itu wajib dilakukan bilamana ada permintaan warga ketika terjadi erupsi Gunung Agung. ‘’Evakuasi ke tempat yang aman. Misalnya ke Jawa bisa lewat Pelabuhan Gilimanuk,’’ kata Astika. Selain itu, dalam rapat koordinasi belum lama ini,
jalur darat melalui penyeberangan Gilimanuk juga menjadi jalur utama ketika Bandara Ngurah Rai belum bisa digunakan karena dampak erupsi. Dalam rapat koordinasi yang digelar pekan lalu itu, dibahas terkait langkah-langkah jalur transportasi ketika dampak terbu-
ruk terjadi. Sebelumnya, Manager ASDP Gilimanuk Heru Wahyono mengatakan dampak terburuk ketika adanya perpindahan warga secara masif ke luar Bali melalui jalur darat. Dengan demikian kemungkinan akan terjadi penumpukan arus kendaraan maupun orang yang melalui Pelabuhan Gilimanuk. Untuk memperlancar arus penyeberangan Selat Bali, perlu ditetapkan prioritas mengangkut penumpang yang hendak keluar Bali dan mempercepat bongkar muat.
Tujuh dermaga yang ada di Gilimanuk dan seluruh kapal penumpang saat ini juga akan dioperasikan. Saat ini jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang memiliki 49 kapal yang akan dioperasikan semuanya ketika diperlukan. Di saat normal, armada kapal yang dioperasikan sekitar 32 unit. ASDP, menurutnya, siap mengantisipasi dampak terburuk ketika terjadi erupsi. ‘’Harapan kami tentunya (erupsi - red) tidak terjadi,’’ harap Heru, belum lama ini. (kmb26)
Sambangi Tempat Pengungsian
Bali Post/olo
DIAMANKAN - Sejumlah kardus berisi daging ayam dan bebek beku yang diamankan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kamis (28/9) lalu.
Satpol PP Tertibkan Penggalangan Dana di Jalan Negara (Bali Post) – Sejumlah aksi penggalangan sumbangan di pinggir-pinggir jalan, Jumat (29/9) kemarin ditertibkan oleh Satpol PP Kabupaten Jembrana. Mereka dibubarkan lantaran melakukan penggalangan dana tanpa membawa surat pengantar dari instansi mana pun. Seperti terlihat sore kemarin, gerombolan remaja yang mengaku berasal dari Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, menyodorkan kotak kepada setiap pengendara yang melintas di perempatan Jalan Sudirman, Negara. Kegiatan ini diketahui Satpol PP dan disambangi. Ketika ditanyakan terkait pengantar, mereka mengaku hanya spontanitas dan sengaja mendatangi perempatan Sudirman untuk penggalangan dana. Lantaran tak mengantongi surat pengantar, petugas akhirnya membubarkan para pelajar yang masih duduk di bangku SMP ini. Mereka datang dari belasan kilometer mengenakan pakaian adat madya dan membawa gitar karena menilai di perempatan Sudirman lebih ramai dibandingkan perempatan lainnya termasuk di Tegalcangkring yang tidak ada lampu merah (traffic light). Salah seorang peserta penggalangan dana mengatakan, hasil mengamen ini akan dibawa ke sekaa teruna teruni lebih dulu, baru kemudian disalurkan ke posko pengungsian. Ini merupakan aksi pertama mereka dan murni inisiatif para muda mudi. Menurutnya, uang yang terkumpul baru Rp 27 ribu sebelum akhirnya dibubarkan. Setelah dibubarkan, mereka kemudian diberikan pengarahan. Menurut petugas, upaya mereka untuk membantu pengungsi sangat bagus, namun alangkah baiknya meminta izin terlebih dahulu dari Dinas Sosial Jembrana. (kmb26)
Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087
Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110
Bupati Instruksikan Kesehatan dan Pendidikan Pengungsi Diperhatikan Negara (Bali Post) Hingga saat ini, jumlah warga Karangasem yang mengungsi secara mandiri di Jembrana mencapai 428 jiwa. Sebagian besar merupakan lansia dan ibu rumah tangga (IRT). Dari ratusan pengungsi yang terdata di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana tersebut, 36 orang di antaranya merupakan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Situasi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana. Bupati Jembrana I Putu Artha pun melakukan peninjauan ke sejumlah rumah warga yang digunakan untuk mengungsi, Jumat (29/9) kemarin. Salah satunya di Loloan Timur dan sekitarnya. Saat mengunjungi warga ini, Bupati Artha menekankan agar kesehatan dan pendidikan mereka menjadi perhatian utama. “Semua puskesmas
pembantu (pustu) yang ada di tiap desa kita libatkan. Sakit atau tidak kita datangi. Paling tidak cek tensi, terutama bagi anak kecil, ibu hamil dan lansisa,” katanya. Selain itu, dinas terkait juga diminta memfasilitasi pendidikan anak-anak agar mereka sekolah seperti biasa. Selain ke sejumlah rumah warga, Bupati Artha juga meninjau langsung Posko Peduli Erupsi Gunung Agung di Kantor BPBD Jembrana. Bupati Artha mengingatkan kepada tim siaga darurat agar dalam mendistribusikan bantuan tepat sasaran. Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada pengungsi harus berkoordinasi dengan posko bencana di bawah komando BPBD Jembrana, sebelum bantuan diserahkan kepada korban. “Bantuan kan ada yang langsung datang dari masyarakat. Ada pula yang dikoordinasi
oleh posko bencana. Menurut saya sebaiknya memang dikordinir oleh posko bencana. Jadi satu pintu” ujarnya. Artha juga meminta kepada BPBD dan Dinas Sosial agar bergerak aktif melakukan pendataan kebutuhan apa yang diperlukan para pengungsi. Terhadap bantuan yang saat ini sudah terkumpul di posko. Artha juga meminta agar petugas rajin mengecek stok yang ada. Jangan sampai ada yang kedaluarsa atau malah menumpuk tidak tersalurkan. Sedangkan masyarakat di luar masih ada yang membutuhkan. Mengingat masa bencana diperkirakan masih panjang, mereka juga diminta pintarpintar mengatur strategi agar logistik tidak habis diawal. Sedangkan berapa lama waktu di pengungsian belum bisa ditentukan. Dari data yang ada, sebanyak 420 orang pengungsi tersebar di lima kecamatan.
Negara (Bali Post) Sulitnya mencari bahan material pasir mulai dirasakan pascaditutupnya sejumlah lokasi galian C di Karangasem. Kondisi tersebut berimbas bagi sektor proyek yang baru dan
sedang berjalan, termasuk di Jembrana. Sejumlah asosiasi kontraktor pun berharap permasalahan ini tidak berlarut-larut sehingga proyek berjalan sesuai target. Ketua Gabungan Pengu-
saha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Jembrana Putu Adi Paramarta, Jumat (29/9) kemarin, mengakui dampak sulitnya mencari pasir, baik yang super maupun pasir cor. Termasuk anggota asosiasi yang dipimpinnya
Bali Post/olo
TINJAU – Bupati Jembrana I Putu Artha saat meninjau pengungsi di salah satu lokasi, Jumat (29/9) kemarin. Di antaranya di Kecamatan Pekutatan sebanyak 159 orang, Mendoyo sebanyak 122 orang, Jembrana sebanyak 82 orang dan Negara sebanyak 18 orang serta di Kecamatan Melaya ada 39 orang. Sedangkan anakanak pengungsi sebanyak 38 orang juga sudah diterima di sekolah. Masing-masing di
tingkat TK satu orang, SD sebanyak 33 orang, SMP sebanyak tiga orang dan SMA sederajat sebanyak satu orang. Data dari Dinas Kesehatan Jembrana juga mencatat sebanyak 85 orang pengungsi di Jembrana tergolong kategori rentan, meliputi ibu hamil, bayi serta balita. (kmb26)
saat ini. Beberapa mencari alternatif dengan mencari materail pasir ke Banyuwangi, Jawa Timur. Di sana ada dua lokasi untuk memperoleh pasir. Namun, karena jaraknya yang jauh dan harus menye-
berang lautan, maka juga berpengaruh pada harga. ‘’Rata-rata selisih Rp 300 ribu lebih mahal dari harga di Karangasem. Sebenarnya di Karangasem sempat dibuka sehari, tetapi ditutup lagi,’’ tandasnya. (kmb26)
Terpaksa Beli Pasir hingga ke Banyuwangi
Sabtu Pon, 30 September 2017
KARANGASEM
13
Logistik Belum Sentuh Keperluan 12.823 Anak dan 600 Ibu Hamil
Amlapura (Bali Post) -
Bali Post/kmb
WARUNG DADAKAN - Warung dadakan di timur Terminal Induk Tanah Ampo.
Di Balik Bencana Ada Berkah
Tanah Ampo Hadirkan Rezeki Warung Dadakan ANCAMAN bencana erupsi Gunung Agung menghadirkan banyak cerita sedih. Akan tetapi, di balik itu, ada juga yang memetik keuntungan meskipun dalam suasana hati yang juga larut dalam kepiluan. Kondisi itu merupakan berkah tersendiri khususnya bagi warung dadakan di Pelabuhan Pesiar Tanah Ampo, Manggis, Karangasem itu. Disebut kantin dadakan, karena baru ada ketika terminal pelabuhan tersebut menjadi posko induk siaga bencana. Tercatat, ada empat kantin atau lebih pasnya warung kopi di sana. Dua di sebelah barat terminal, dua lainnya di timur. Yang di timur itu salah satunya milik Ni Komang Sulandri (40). Wanita kelahiran Tanah Ampo itu mengatakan, warungnya buka sejak Senin (25/9) lalu. Atau tiga hari setelah Terminal Pelabuhan Tanah Ampo ditetapkan sebagai posko induk. “Sebelumnya, saya jualan di dermaga pada sore hari. Di sana, saya melayani para pemancing,” ungkapnya di selasela kesibukan melayani pembeli, Jumat (29/9) kemarin. Sulandri dan pedagang dadakan lainnya tak pernah berkhayal apalagi berharap Gunung Agung meletus. Namun, status siaga bencana yang memunculkan kepadatan aktivitas di Tanah Ampo diakui memberi keuntungan ekonomi bagi keluarganya. Sebab, sejak pindah dari dermaga, omzet warungnya melonjak tajam. “Waktu di dermaga, warung saya sepi sekali. Dan sekarang sangat lumayan,” katanya. Pengunjung warung kopi dadakan Sulandri tak lain adalah mereka yang bertugas di posko induk. Selain pegawai pemerintah, juga ada relawan, aparat keamanan dan juga awak media. Mereka menjadikan warung kopi Sulandri itu sebagai tempat melepas penat, sambil menikmati bebagai jenis makanan dan minuman ringan yang dijual di sana. Posko Induk Tanah Ampo sejatinya dilengkapi dapur umum. Dapur umum itu bertugas menyiapkan konsumsi untuk orang-orang yang bertugas di sana. Nasi bungkus, kopi dan kadang camilan seperti ubi rebus disediakan di sana. Tapi cukup banyak yang tetap mampir di warung Sulandri. Alasannya, menu yang disediakan lebih bervariasi. Di warung yang hanya beratap terpal itu juga menyediakan nasi bungkus. Tentunya untuk bisa menikmatinya harus mengeluarkan kocek sendiri. “Lumayan, tempatnya juga cukup adem,” ungkap salah seorang relawan. Sulandri mulai buka pukul 07.00 Wita dan baru tutup malam sekitar pukul 10.00 Wita. Untuk melayani pembeli, dia dibantu putrinya Luh Arik (18). Gadis berkacamata minus, itu cukup cekatan karena sebelumnya sudah terjun membantu ibunya berjualan di dermaga pelabuhan. “Ini semua peralatan jualan yang di dermaga kami bawa ke sini,” ujarnya. Warung Sulandri ada di pojok tenggara terminal pelabuhan, di pinggir jalan keluar menuju jalan raya AmlapuraKlungkung. Di sana, ada warung serupa milik Ni Wayan Puspiani (45) juga asal Tanah Ampo. Sebelumnya, Puspiani juga berjualan di dermaga pelabuhan malayani pemancing yang biasanya mulai ramai sore hari. “Dulu, orang mancing juga ramai, bisa sampai jam dua pagi. Tapi sejak awal tahun ini agak sepi,” ujar Luh Arik. (kmb)
Siapkan Data Pendukung
TNI Survei Gunung Agung Amlapura (Bali Post) Berbagai upaya dilakukan stakeholder terkait mulai pemerintah daerah, provinsi maupun pusat terkait kondisi Gunung Agung. Bahkan, pihak Mabes TNI pun sudah melakukan survei ke Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, Jumat (29/9) kemarin. Paban VI Survei Pemetaan Pom TNI Kolonel Asep Edi Rosidin saat diwawancarai di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Jumat kemarin mengatakan, kedatangannya ini bertujuan melakukan survei berkaitan kondisi Gunung Agung yang dalam status awas saat ini. Kolonel Asep Edi menambahkan, pihaknya mulai menyiapkan data pendukung. Selain BNPB, TNI juga ikut penyiapkan data terkait Gunung Agung. Data yang disiapkan itu dari topograpi yang dikembangkan oleh TNI. TNI juga ikut menyiapkan data tematiknya. ‘’Kedatangan kita ke sini (Pos Pemantauan Rendang red) sebagai survei pendahuluan saja. Tadi kita lakukan pemantaun memakai drone. Langkah ini dilakukan untuk mencari data pendukung jika terjadi apa-apa dengan Gunung Agung,’’ ungkapnya. Kata Asep Edi, pihaknya tetap mensupport BNPB dalam mempersiapkan data pendukung. Alasannya, TNI merupakan bagian dari BNPB. Jadi pihaknya terlibat di dalamnya untuk berjalan dan juga bergandeng bersama-sama. TNI tidak punya misi tersendiri melainkan selalu bersinergi dengan elemen-elemen lainnya terkait persoalan ini. ‘’TNI mempunyai peran membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan ketika terjadi bencana alam. Salah satunya erupsi Gunung Agung ini,’’ kata Kolonel Asep Edi. Lebih lanjut dikatakannya, untuk saat ini dari segi data untuk mendukung BNPB maupun personel sudah sangat siap, jika sewaktu waktu memang diperlukan. ‘’Berapa pun personel anggota yang diminta pasti kami siapkan,’’ janji Kolonel Asep Edi. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TNI SURVEI - Paban VI Survei Pemetaan Pom TNI Kolonel Asep Edi Rosidin saat melakukan survei ke Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, Jumat (29/9) kemarin.
Berbagai macam logistik terus berdatangan ke Pos Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung di Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis. Tetapi, mayoritas logistik berupa beras dan mi instan. Banyak keperluan pengungsi lainnya yang belum terpenuhi. Sebab, logistik itu belum menyentuh keperluan 12.823 anak, dan perempuan khususnya ibu hamil yang mencapai 600 orang. Kasubdit Penempatan Pengungsi, Direktorat Penanganan Pengungsi, Deputi Bidang Penanganan Darurat, BNPB, Andi Eviana, mengatakan hal itu saat memaparkan hasil evaluasi penanganan pengungsi, Kamis (28/9) lalu. Menurutnya, keperluan logistik untuk anak dan perempuan sangat tinggi. Tetapi, sangat jarang yang mengirimkan logistik kebutuhan anak dan perempuan itu. “Jarang yang mengirimkan kebutuhan anak seperti popok, dot susu dan lainnya. Keperluan perempuan itu memang sangat spesifik. Sejauh ini belum ada,’’ katanya. Selain itu, pengungsi juga sangat kekurangan air untuk kebutuhan minum maupun MCK. Ini sangat krusial dan harus segera dicarikan agar kebutuhan pengungsi itu terpenuhi. “Bantuan paling banyak adalah beras dan mi instan. Mungkin harganya murah, jumlahnya banyak dan mudah di bawa,” ujarnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Karangasem, I Wayan Mertha Tanaya, juga menyampaikan bantuan untuk
para pengungsi anak-anak dan perempuan masih banyak yang kurang. Persediaan air minum, kata dia, sangat menipis. Logistik bagi para pengungsi juga belum memenuhi standar gizi para pengungsi. Ini dikhawatirkan bisa memengaruhi kondisi kesehatannya. Kebutuhan protein, seperti sarden juga sangat jarang yang mengirimkan. “Air kamar mandi di lokasi pengungsian kurang. Air rencananya akan segera didrop. Kami akan bekerja sama dengan PDAM. Kami minta untuk mengerahkan mobil tangki,” katanya. Hingga pukul 12.00 Wita, jumlah pengungsi yang terdata makin banyak sehingga sudah mencapai 144.389 jiwa. Mereka tersebar di 475 titik di seluruh Bali. Data dari Pos Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung tampaknya akan terus bertambah. Sebab data terbaru terus masuk ke posko. Dari ratusan ribu pengungsi itu, terdapat pengungsi anakanak 12.823 anak-anak (bayi sebanyak 4.295 orang, balita 3.528 orang), ibu hamil 600
Bali Post/kmb31
PENGUNGSI - Para pengungsi yang berada di Lapangan Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem. orang, lansia 6.994 orang dan disabilitas 60 orang. Data ini dirilis dari Pos Kesehataan bagian update data penanganan Pos Komando Siaga Bencana Siaga Darurat Erupsi Gunung Agung, Pelabuhan
Pengungsi di Rendang 6.745 Jiwa
Jumlahnya Sewaktu-waktu Bisa Bertambah Amlapura (Bali Post) Jumlah pengungsi di Kecamatan Rendang 6.745 jiwa. Para pengungsi itu tersebar di empat desa yakni Desa Menanga, Rendang, Nongan, dan Pesaban. Namun, jumlah ini belum final. Sewaktu-waktu jumlahnya bisa bertambah. Karena masih ada yang belum menyetorkan data pengungsi dari posko. Bagian Pendataan Pengungsi di Posko Pengungsian di UPT Dinas Pertanian, Desa Menanga, Pande Ketut Arimbawan, mengatakan Jumat (29/9) kemarin, berdasarkan data per Kamis (28/9), jumlah pengungsi di Kecamatan Rendang 6.745 orang. Pengungsi laki-laki 3.528 dan pengungsi perempuan 3.217 orang. Mereka tersebar di empat desa yakni Desa Menanga, Desa Rendang, Desa Nongan, dan Desa Pedaban. “Untuk di Desa Menanga jumlah pengungsi sebanyak 591 orang, Desa Rendang 2.816, Desa Nongan 2.031, dan Desa Pesaban 1.307 orang. Data ini memang belum final. Jumlahnya nanti bisa bertambah. Alasannya, masih ada tempat pengungsian yang belum menyetorkan data jumlah pengungsinya. Pastinya, jumlahnya akan terus mengalami peningkatan,” ungkap Ketut Arimbawan. Penyaluran logistik ke masing-masing titik pengungsi yang tersebar di empat desa tersebut, kata Arimbawa, sudah terus dilakukan. Menurutnya, sejauh ini, para pengungsi terus menerima bantuan dari posko pengungsian
Bali Post/kmb41
LOGISTIK - Bagi masyarakat yang hendak menyalurkan bantuan logistik dipersilakan. ini. Bantuan yang diberikan menyesuikan dengan jumlah pengungsi serta stok logistik yang ada. “Bantuan terus kita salurkan ke pengungsi selama mereka membutuhkan. Sejauh ini, stok logistik masih mencukupi. Bantuan dari masyarakat, relawan, maupun instansi terkait terus berdatangan,” katanya. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya berharap bantuan itu bisa terus mengalir ke posko pengungsian ini.
Sebab, masih banyak keperluan para pengungsi, seperti beras, air mineral, alas tempat tidur, selimut juga keperluan lainnya. “Kita harap kepada masyarakat yang mau memberikan bantuan kami persilakan. Bantuan-bantuan itu memang sangat kita perlukan untuk memenuhi keperluan pengungsi. Bantuan itu sangat bermanfaat agar pengungsi tidak kelaparan di tempat pengungsian,” ujar Arimbawan. (kmb41)
Tanah Ampo, Manggis. Untuk bidang pangan, penerimaan barang hingga Jumat (29/9) kemarin, beras mencapai 98.841 kg, minyak goring 768 liter, gula pasir 1.956 kg, matras 42.835
lembar dan selimut 34.035 pcs. Pengeluaran barang untuk beras 19.780 kg, minyak goreng 2.270 liter, gula pasir 2.669 kg, matras 7.473 lembar dan selimut 4.866 pcs. (kmb31)
Seluruh Pegawai Daerah Diwajibkan Kembali Ngantor Amlapura (Bali Post) – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku dapat memahami kepanikan massa yang terjadi pascaditerbitkannya status awas Gunung Agung, Jumat (22/9) lalu. Meski saat ini status level IV itu masih bertahan, pihaknya mengimbau seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Karangasem kembali ngantor. ‘’Semua pegawai pemkab agar kembali ke posnya masing-masing. Yang kantornya berada di 27 desa rawan dampak erupsi, ngantor di Kantor Bupati,’’ tegasnya usai rapat koordinasi kesiapsiagaan erupsi Gunung Agung di Posko Induk Tanah Ampo, Jumat (29/9) kemarin. Gubernur menyatakan pegawai yang bolos dan mangkir dari tugas akan dikenakan sanksi. Yang paling sederhana adalah tidak dibayarkan gajinya. Dalam menghadapi ancaman erupsi ini, Gubernur juga minta Pemkab Karangasem fokus pada persoalan ancaman erupsi Gunung Agung. Bupati dan jajaran pemerintahan harus memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang berkaitan kesiapsiagaan terhadap ancaman erupsi. Kegiatan seminar dan pameran-pameran yang sudah terprogram sekalipun agar dibatalkan. Imbauan sekaligus instruksi serupa juga ditujukan kepada pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov Bali. ‘’Tak ada kunjungan ke luar negeri. Karena sekarang sedang darurat, saya juga imbau anggota dewan, kalau bisa,’’ ucapnya. Gubernur juga memperingatkan penduduk untuk tidak nekat masuk ke zona rawan. Semua pihak mulai dari warga, wisatawan dan para pelaku pariwisata serta para pengusaha seperti pengusaha galian C, juga diminta mematuhi arahan BNPB. Meski demikian, selama belum terjadi erupsi, ruas jalan nasional di wilayah Kecamatan Kubu masih dibuka baik untuk lalu lintas ekonomi ataupun aktivitas kesiapsiagaan bencana. Gubernur juga menyinggung aktivitas pengungsian hewan ternak khususnya sapi. Evakuasi ternak hanya dilakukan pada fase ini (selama belum erupsi). Jika sudah terjadi letusan, tim hanya akan fokus pada penyelamatan jiwa manusia. Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan upaya-upaya yang telah dilakukan jajaran pemerintah daerah di Bali dalam menghadapi situasi bencana sudah sangat baik. Pihaknya juga mengapresiasi antusiasme dan kerja sama masyarakat Bali, sehingga penanganan situasi darurat menjadi lebih mudah. ‘’Tugas kita sekarang adalah mengembalikan pengungsi ke daerah aman. Bagaimana percepatan bisa dilakukan,’’ katanya. (kmb)
Pengungsi di Tenda Dievakuasi ke Balai Banjar Persoalan pengungsi di tenda akhirnya disikapi serius. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengambil sikap tegas agar para pengungsi di tenda segera dievakuasi ke desa-desa. Mereka lebih baik ditempatkan di balai banjar. Ini untuk mengantisipasi cuaca buruk. Alasannya, bila terjadi hujan, para pengungsi yang ada di tenda itu juga tidak bisa beristirahat tenang, lantaran tendanya bocor dan lingkungan sekitarnya juga tergenang. Bagaimanakah kondisi mereka di tenda-tenda pengungsian itu? G U B E R N U R Mangku Pastika mengatakan hal itu pada rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Agung di Pos Komando Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Jumat (29/9) kemarin. Itu dikatakan bersama sejumlah pejabat pusat terkait. Gubernur mengaku prihatin melihat pengungsi yang tinggal di tenda-tenda itu. Sebab, saat hujan mereka bermasalah. Demikian juga saat hari panas. Seperti yang terjadi di tempat pengungsian di Lapangan Ulakan, Manggis. Para pengungsi itu harus mengungsi lagi ke balai
banjar dan perumahan warga di sekitar lapangan. Di tempat itu sering diguyur hujan. Sedangkan, saat siang hari, mereka juga kepanasan dan tidak bisa beristirahat dengan tenang di dalam tenda. Alasan utama pengungsi dipindahkan ke balai banjar adalah untuk memudahkan pendistribusian logistik kepada mereka. Pengungsi yang ada di balai banjar dikoordinasi oleh desa. Sehingga, jalur komandonya lebih mudah. ‘’Kalau pengungsi yang tinggal di tenda-tenda, jika hujan tiba-tiba, mereka kebanjiran. Kalau panas mereka kena
debu. Pokoknya tidak enaklah dilihatnya,’’ kata Gubernur Pastika. Saat ini, pemerintah daerah sudah mempersiapkan uang lauk. Uang itu akan dikelola setiap desa. Sampai kapan warga akan mengungsi tidak dapat dipastikan. Saat ini, Satgas Siaga Darurat Bencana Penanggulangan Erupsi Gunung Agung sedang mendata desa-desa mana yang balai banjarnya masih bisa dimanfaatkan untuk menampung para pengungsi itu. Tidak ada standar yang ditetapkan berapa orang pengungsi dalam satu banjar. Gubernur Pastika menegaskan, nantinya masalah jumlah bisa menyesuaikan berdasarkan besar kecilnya balai banjar atau wantilan di setiap desa dalam zona aman. Untuk diketahui, pengungsi yang memanfaatkan tenda di antaranya ada di Lapangan Ulakan. Lapangan ini memang sering becek. Beberapa bagian yang becek diatasi dengan tanah uruk di beberapa titik. Kondisi lingkungan pengungsian seperti itu disebabkan beberapa kali turun hujan sejak
Gunung Agung naik status level awas. ‘’Hujan lebat memang sering turun di sini. Pengungsi di tenda sering mengaku tak nyaman, sehingga memilih pindah sendiri ke lokasi aman di balia banjar maupun rumahrumah warga,’’ kata Komang Suparta, Komando Relawan Rakyat Gunung Agung (Korrga) saat ditemui di Lapangan Ulakan, belum lama ini. Dia mengatakan jumlah pengungsi di Lapangan Ulakan mencapai sekitar 2.000 orang. Sisanya sekitar 600 orang ditempatkan di balai banjar dan rumah-rumah warga sejak awal. Seperti di Balai Banjar Kodok, Balai Banjar Abaian Canang, Bangunan Yayasan Rage Angon dan beberapa tempat teduh lainnya. Tempat pengungsian ini dimanfaatkan warga lereng Gunung Agung dari berbagai daerah. Sebab, Lapangan Ulakan menjadi salah satu pusat pengungsian yang ditetapkan Satgas Siaga Bencana. Salah satu pengungsi, Ni Komang Juni Arniti, mengaku sudah berada di tempat pen-
gungsian ini selama enam hari. Dia tinggal di tempat pengungsian tenda bersama lima orang keluarganya. Siswa SMPN 2 Amlapura ini, mengaku harus mengungsi karena khawatir terjadi letusan Gunung Agung. Kalau terjadi hujan katanya tenda-tenda memang bocor. Sehingga, warga harus pindah lagi ke tempat lain. Seperti balai banjar dan bale bengong serta rumah-rumah warga. ‘’Saya sementara sekolah di sini, di SMPN 1 Manggis, sejak kemarin. Agar tetap saja proses belajar berjalan,’’ kata siswa kelas VIII asal Desa Pesagi ini. Pengungsi lainya, Mangku Sumerti, dari Tihingan Kangin, Bebandem, mengaku sudah tujuh hari berada di pengungsian. Selama ini pelayanan yang diberikan cukup bagus. Baik pelayanan makan maupun MCK. Namun, dia mengaku khawatir, kalau terjadi hujan lebat. Dia pun harus pindah lagi ke tempat lain. Sebab, di dalam tenda hanya ada alas tidur yang menyatu dengan tanah. (gik)
TABANAN
14
Sabtu Pon, 30 September 2017
Dewan Geram
Bali Post/kmb24
SAPI BERHAMBURAN - Sapi-sapi yang dimuat truk fuso B 9130 PM berhamburan akibat truck itu terguling, Jumat (29/9) kemarin. Sementara sapi-sapi itu diikat di hutan kota.
Kawasan Jalur Hijau Digerogoti Usaha Bodong
Tabanan (Bali Post) -
Truk Terguling
Puluhan Sapi Berhamburan
Tabanan (Bali Post) Sebuah truk fuso B 9130 PM terguling di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di selatan jembatan Yeh Nu Penyalin, Jumat (29/9) sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya, 33 ekor sapi yang diangkut di truk itu berhamburan ke jalan. Dari informasi di lapangan, truk itu dikemudikan M. Nurahman. Sapi-sapi itu hendak dikirim dari Pasar Manggis, Karangasem menuju Negara. Kecelakaan bermula ketika ada tiga kendaraan dari arah berlawanan mengambil haluan terlalu ke kanan. Untuk menghindari kendaraan tersebut, sopir truk banting stir ke kiri. Namun karena takut truk nyungsep ke dalam got yang berada di sebelah kiri jalan, sopir truk itu kemudian banting stir lagi ke kanan dan akhirnya terguling. Karena terguling, sapi yang berada di belakang truk itu langsung meloncat dan berlari berhamburan ke jalan. Tidak ada korban dari kejadian itu. Tiga penumpang truk termasuk sopir dan puluhan sapi yang diangkut truk selamat, meski ada beberapa ekor sapi yang mengalami lecet-lecet. Sapi-sapi itu kemudian dikumpulkan dan diikat di hutan kota Tabanan dekat dengan lokasi truk itu terguling. Pengawal sapi, Herman Budi, mengaku naik truk itu dari Pasar Beringkit. “Sapi-sapi ini katanya dibawa dari Karangasem dengan tujuan ke Negara,” ujarnya. Saat truk terguling, Herman duduk di depan bersama kernet dan sopir. Ia pun saat ini menjaga sapi-sapi di hutan kota Tabanan sampai ada jemputan yang mengangkut sapi tersebut. Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Kadek Citra Dewi mengatakan truk sudah berhasil diderek sekitar pukul 07.00 Wita. Arus lalu lintas yang sempat macet sudah kembali lancar. (kmb24)
Maraknya pelanggaran jalur hijau di sejumlah kawasan penyangga WBD Jatiluwih, Penebel, membuat geram Dewan Tabanan. Pada Jumat (29/9) kemarin anggota dewan dari Komisi I, II dan IV turun langsung mengecek kebenaran fakta di lapangan. Hasilnya, dewan menemukan adanya pelaku usaha yang tetap beroperasiol seperti biasa, meski sudah pernah disegel Juni 2017 silam oleh Satpol PP Tabanan. Sebelumnya disegel karena belum mengantongi izin usaha. Usaha yang disoroti itu adalah Luwak Coffee Jati Harum di Banjar Soka Kawan, Desa Senganan, Penebel. Sayangnya meski kembali kedapatan melanggar, pihak Satpol PP yang ikut rombongan itu justru tidak melakukan tindakan penutupan. Mereka berdalih masih menunggu instruksi pimpinan daerah. Saat sidak, kalangan anggota dewan melihat langsung papan segel yang ditutupi pohon pisang hiasan. Trik itu dilakukan agar penyegelan itu tidak dilihat oleh wisatawan. Terkait hal itu, Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi mengungkapkan, setelah dicek usaha ini memang ada indikasi melanggar jalur hijau. Alasannya, kawasan Desa Senganan itu termasuk penyangga WBD. “Kami cek memang benar ada indikasi melanggar jalur hijau,” ujarnya. Ia pun dengan tegas meminta agar Pemerintah Tabanan melalui tim yustisi melakukan tindakan yang semestinya. Bila perlu dilakukan upaya penutupan. Usah seperti itu sudah tidak bisa dilanjutkan. “Kami sedang susun RDTR di
kawasan mana saja yang bisa dibangun,’’ jelas Eka Nurcahadi. Hal serupa juga disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga. Menurutnya, aturan yang diterapkan itu terkesan dilecehkan. “Ini bahkan sudah ada rekomandasi dari Perbekel ataupun adat. Artinya, aturan yang ditegakkan terkesan dilecehkan,” keluh Dirga. Di Banjar Soka Kawan, Desa Senganan itu, kata Dirga, selain merupakan kawasan hijau juga merupakan kawasan penyangga WBD. Jadi sudah sepatutnya semua pihak ikut berpartisipasi melestarikan. Yang dikhawatirkan, jika status WBD itu dicabut. Sebelumnya padahal sudah pernah sekali diberi peringatan. “Jika terus ada pembangunan seperti ini, status WBD bisa dicabut. Percuma kawasan itu kita bangun susah payah,” katanya. Dirga pun menyarankan masyarakat harus bersabar. Saat ini dewan tengah merancang RDTR. Ketika RDTR ini telah ada, maka penataan kawasan itu bisa lebih baik. “Saya harapkan semua pihak
Ngaben Massal di Jero Penida Tabanan (Bali Post ) Pasemetonan Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan di Jero Penida Banjar Pengayehan, Desa Pakraman Bedha, Desa Gubug, menggelar upacara ngaben massal, Jumat (29/9) kemarin. Upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya itu dihadiri Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya. Ketua Panitia Ngaben Massal I Gusti Made Rai Wirata mengatakan sudah menjadi kesepakatan pasemetonan, bahwa karya pitra yadnya dan manusa yadnya itu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Dan tahun ini adalah pelaksanaan ketujuh kalinya untuk upacara pitra yadnya. Sedangkan kedua kalinya untuk manusa yadnyanya. Dijelaskan, untuk tahun 2017 ngaben massal diikuti 14 sawa, ngelungah sebelas, nyambutin tiga orang dan yang matatah sebanyak sepuluh orang. “Kami di pengayehan ada 61 KK. Biaya ngaben per sawa dikenakan Rp 10 juta,” katanya. Wabup Sanjaya pada kesempatan itu merasa senang
Bali Post/kmb28
NGABEN MASSAL - Sebagai wujud sumbangsih dan kepedulian terhadap yadnya ngaben massal yang dilaksanakan oleh masyarakat, Wabup Sanjaya juga menyerahkan punia sebesar lima juta rupiah. karena bisa bertemu masyarakat dan menyaksikan karya pitra yadnya dan manusa yadnya itu. Dirinya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pasemetonan yang melaksanakan srada baktinya kepada leluhur secara ikhlas dan khusyuk. ‘’Ini merupakan bagian konsep visi Tabanan. Serasi, Sejahtera, Aman dan Berprestasi, dalam bingkai Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana
(PPNSB) di bidang adat, agama dan budaya,’’ ujarnya. Pelaksanaan upacara pitra dan manusa yadnya massal ini mengindikasikan adanya persatuan dan kesatuan yang kuat antara pasemetonan. Dirinya berharap hal tersebut terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus. Pada kesempatan itu, Wabup Sanjaya menyerahkan punia Rp 5 juta. (kmb28)
Warung Global
’’Image’’ Kafe Buruk, Perlu Pengawasan Tegas
BANYAK pihak tidak mengambinghitamkan kafe yang terkesan image-nya buruk. Kenyataannya ada beberapa rumah tangga yang rusak karena salah satu pasangannya bergaul ke kafe. Opini lainnya, diharapkan jangan melakukan image yang tidak mendasar. Apalagi berpendapat berdasarkan prinsif gebyah uyah. Seolah olah semua kafe itu kesannya buruk. Demikian opini yang berkembang dalam acara warung Global dengan topik “Tujuh Kafe di Mengwitani Diputuskan Ditutup’’. Acara ini disiarkan di Radio Global FM 96,5 Bali Rabu (27/9) kemarin. Acara ini juga dipancarluaskan Genta Bali FM, Singaraja FM dan Swara Negara FM. Masyarakat dalam kondisi tertentu memerlukan tempat hiburan. Tetapi di sisi lain banyaknya kafe yang disalahgunakan justru membuat usaha kafe itu diapresiasi negatif oleh masyarakat. Febri mengatakan dirinya sering ke kafe. Namun ke kafe hanya untuk melepaskan kepenatan. Hanya sebatas mencari hiburan, tetapi bukan berbuat macam macam. Ke kafe, kata Febri, hanya ingin karaoke. Dia berharap kafe-kafe itu tetap mengedepankan peraturan yang ada. Dedo dalam pesan singkatnya mengungkapkan, memang awal-awal usaha kafe yang dijalankan mengarah hal-hal positif. Tetapi lama- kelamaan
hal-hal negatif muncul dan tidak bisa dibendung. Ibu Ayu di Petang ikut menambahkan. Dirinya tidak mengambinghitamkan kafe yang image-nya buruk. Namun kenyataannya ada beberapa rumah tangga yang rusak karena salah satu pasangannya bergaul ke kafe. Semoga pengawasan aparatur lebih tegas untuk memperbaiki citra buruk kafe. Beda dengan pendapat Gung Derah di Denpasar. Dia berharap masyarakat jangan melakukan image yang tidak berdasar. Apalagi beropini berdasarkan prinsif gebyah uyah. Seolah-olah semua kafe itu kesannya buruk. Terus terang, dirinya sendiri ingin membuat
usaha bisnis kafe. Budiada di Tabanan mengatakan, apa pun bisnis itu bila kemudian membuat masyarakat di sekitarnya resah, untuk apa bisnis itu dipertahankan, apalagi kafe. Jika memang jelas-jelas membuat kerugian untuk lingkungan desa, bahkan rumah tangga, apa perlunya usaha itu dipertahankan? Mahayadi di Ungasan mengatakan, sebenarnya masalahnya sepele saja. Itu akibat kurang tegasnya mengawal peraturan, dalam hal ini pihak eksekutif. Solusinya, mesti lebih banyak inspeksi mendadak dari pihak aparat. Mau tidak mau ketegasan itu memang harus dijalankan dengan baik. (bram)
Bali Post/kmb28
JALUR HIJAU WBD - Jajaran dewan saat meninjau sejumlah usaha yang disinyalir melanggar kawasan jalur hijau di kawasan WBD Jatiluwih. saling mengawal aturan Perda jalur hijau, utamanya untuk Jatiluwih,” tegas Dirga. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menegaskan, usaha ini sebelumnya memang telah disegel 1 Juni 2017 lalu. Hanya saja memang tidak diindahkan oleh pemilik usaha. Pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari DPRD, kemudian diteruskan ke Bupati. “Kami juga menunggu instruksi dari bupati,” kata Sarba. Manager Luwak Coffee Jati Harum Ni Putu Ani Widiastari mengatakan usaha ini milik I Kadek Ari Agus Wiguna asal Banjar Soka Kanginan, Desa Senganan, Penebel. Terkait penyegelan usaha itu Juni
lalu, ia tidak mengetahuinya. Usaha ini baru berjalan Agustus bersamaan dirinya menjadi manager. “Kalau urusan penyegelan awal saya tidak tahu. Sebab, operasional usaha ini baru dua bulan ini,” ujarnya. Yang jelas usaha ini, kata Ani, telah mendapatkan surat rekomendasi dari perbekel untuk beroperasi. Ia menambahkan, setiap harinya sekitar 35 sampai 40 mobil wisatawan berkunjung menikmati suguhan Luwak Coffe berbagai rasa, sembari menikmati panorama persawahan. Sehingga penjualan perhari bisa mencapai Rp 10 juta. Dihari yang sama, anggota DPRD Tabanan juga meninjau
lahan seluas tiga are milik I Wayan Mandita. Lahan itu akan dijadikan tempat parkir di Banjar Soka, Desa Senganan, Penebel. Lahan itu ditinjau karena pemiliknya meratakan tanah di kawasan jalur hijau. Meskipun sempat DPRD Tabanan beradu argumen dengan pemilik, namun bisa diselesaikan dengan elegan. Ketika ada rapat tentang RDTR seluruh warga akan diundang, termasuk pemilik tanah. Itu dianggap penting untuk mencari solusi dan mengetahui kawasan mana yang tidak boleh dibangun. Pada acara sidak itu turut pula instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Saptol PP Tabanan dan jajaran anggota DPRD. (kmb28)
Pengungsi di Eks Galian C Bongan Dipindah
Tenda Tak Layak Pakai Dibongkar
Tabanan (Bali Post) Para pengungsi yang terdiri dari delapan kepala keluarga dan berjumlah 20 orang, sempat lima hari tinggal di bawah tenda darurat. Itu dilakukan dengan dalih mengawasi dan menunggu puluhan sapi miliknya dan juga kerabatnya. Mereka berasal dari Banjar Teges, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. Karena tenda darurat itu tidak layak lagi, akhirnya para pengungsi itu dipindahkan dari lahan bekas galian C di Banjar Bongan, Jawa Kauh ke tempat yang lebih layak di Kecamatan Tabanan. Selanjutnya mereka tinggal di sejumlah rumah penduduk terdekat yang bersedia menampung. Lokasi tempat tinggalnya yang baru tidak jauh dari lahan sapi yang ditempati sebelumnya. Kemudian riwayat tenda darurat yang terbuat dari terpal itupun akhirnya dibongkar oleh sejumlah aparat desa yang bertugas. Camat Tabanan I Putu Arya Suta didampingi Sekretaris Forum Perbekel Kabupaten Tabanan I Gede Komang Restan Wisnawa menyampaikan upaya pem-
bongkaran dan pemindahan warga pengungsi mandiri ini dilakukan untuk lebih memudahkan pemantauan dan pengawasan. Selain itu, juga mempermudah pendistribusian bantuan logistik yang mereka perlukan. Mantan Camat Pupuan itu juga mengaku kaget, karena alasan yang mereka sampaikan berbeda. Pasalnya, saat proses pendataan awal, pengungsi mandiri ini mengaku hanya mengawasi ternak sapinya dan malam harinya tinggal di rumah kerabatnya. Namun kenyataannya mereka justru ada yang tetap tinggal di tenda darurat itu. “Tenda darurat itu memang tidak layak. Apalagi kami di Kecamatan Tabanan sudah membuka posko. Malah banyak warga yang menawarkan rumah kosongnya untuk bisa dihuni oleh mereka,” jelasnya, Jumat (29/9) kemarin. Sementara untuk 46 ekor sapi milik pengungsi di lahan tersebut, akan diawasi dengan sistem piket. “Jadi mereka boleh menjaga sapinya tapi tidak sampai tidur di sana. Apalagi dari pihak aparat desa yakni Pecalang, rutin melakukan patroli pen-
Bali Post/kmb28
TENDA DARURAT - Dinilai tidak layak huni, tenda darurat di lahan bekas galian C dibongkar, pengungsi dipindahkan ke rumah warga. gawasan,” jelasnya. Data pengungsi di Kecamatan Tabanan hingga Jumat kemarin totalnya 726 orang. Mereka tersebar di 12 desa. Dari jumlah tersebut, tercatat bayi 31 orang, balita 58 orang, lansia 85 orang, ibu hamil satu orang, dewasa 351 orang dan anak-anak 200 orang. Para pengungsi mandiri itu tersebar di sejumlah desa,
yakni Desa Gubug 53 orang, Desa Dauh Peken 153 orang, Desa Dajan Peken 94 orang, Desa Delod Peken 114 orang, Desa Bongan 156 orang, Desa Sudimara 26 orang, Desa Sesandan 15 orang, Desa Buahan 17 orang, Desa Subamia 16 orang, Desa Denbantas 67 orang, Desa Wanasari sembilan orang dan Desa Tunjuk enam orang. (kmb28)
15
Sabtu Pon, 30 September 2017 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Spanyol -----------------------------------------Sabtu (30/9) malam Deportivo Coruna vs Getafe Sevilla vs Malaga --------------- Liga Inggris -------------------------------------------Sabtu (30/9) malam Huddersfield Town vs Tottenham Hotspur Bournemouth vs Leicester City Manchester United vs Crystal Palace Stoke City vs Southampton West Bromwich Albion vs Watford West Ham United vs Swansea City --------------- Liga Italia --------------------------------------------Sabtu (30/9) malam Udinese vs Sampdoria --------------- Liga Jerman -------------------------------------------Sabtu (30/9) malam Moenchengladbach vs Hanover Eintracht Frankfurt vs VfB Stuttgart FC Augsburg vs Borussia Dortmund VfL Wolfsburg vs Mainz --------------- Liga Prancis ------------------------------------------Sabtu (30/9) malam Paris St Germain vs Bordeaux Hasil Pertandingan Liga Eropa --------------- Grup A ------------------------------------------------Astana vs Slavia Prague 1-1 Maccabi Tel-Aviv vs Villarreal 0-0 --------------- Grup B ------------------------------------------------Skenderbeu vs Young Boys 1-1 Partizan Belgrade vs Dynamo Kiev 2-3 --------------- Grup C ------------------------------------------------Braga vs Istanbul asaksehir 2-1 Ludogorets vs Hoffenheim 2-1 --------------- Grup D ------------------------------------------------AC Milan vs Rijeka 3-2 AEK Athens vs Austria Vienna 2-2 --------------- Grup E ------------------------------------------------Everton vs Apollon Limassol 2-2 Lyon vs Atalanta 1-1 --------------- Grup F ------------------------------------------------Sheriff Tiraspol vs Copenhagen 0-0 Lokomotiv Moscow vs Zlin 3-0 --------------- Grup G ------------------------------------------------Lugano vs FCSB 1-2 Viktoria Plzen vs Hapoel Beer-Sheva 3-1 --------------- Grup H ------------------------------------------------BATE Borisov vs Arsenal 2-4 Cologne vs Red Star Belgrade 0-1 --------------- Grup I ------------------------------------------------Konyaspor vs Vitoria Guimaraes 2-1 Salzburg vs Marseille 1-0
Referendum Katalan Panaskan Hubungan Ramos-Pique
Madrid -
Kapten Sergio Ramos mengkritik rekan setimnya di timnas Spanyol Gerard Pique terkait pendapatnya yang pro terhadap rencana referendum kemerdekaan Katalunya. Memanasnya hubungan pemain Real Madrid dan Barcelona bisa memicu perselisihan di timnas sepekan sebelum dua laga penting di kualifikasi Piala Dunia 2018. Pique, yang kerap dicemooh oleh sebagian besar penggemar Spanyol karena komentar-komentar tajamnya terhadap Real Madrid dan dukungannya terhadap kemerdekaan Katalan, Jumat (29/9) kemarin melontarkan cuitan yang mendukung referendum Katalan pada Minggu besok. Dia tidak menyuarakan dukungannya terhadap pemisahan diri dari Spanyol sebaliknya mendesak para penggemar untuk bersikap dengan menjunjung kedamaian. Ramos belakangan mengkritik rekan setimnya karena terlibat perdebatan mengenai referendum, yang menurut pemerintah Spanyol merupakan tindakan ilegal. ‘’Cuitan Pique bukan hal terbaik untuk dilakukannya jika dia
tidak ingin dicemooh,’’ kata Ramos kepada para pewarta. Ramos dan Pique merupakan sosok penting dalam rivalitas panas Real Madrid dan Barcelona. Keduanya telah lama memiliki hubungan kurang baik sebagai dua bek tengah utama Spanyol, namun mereka kerap mampu mengesampingkan berbagai perbedaan saat bermain untuk tim nasional. Bagaimanapun, Ramos berpendapat bahwa Pique berisiko menimbulkan perpecahan di timnas Spanyol dengan komentar-komentarnya. ‘’Mungkin cuitan itu bukan hal terbaik untuk grup,’’ tambahnya. ‘’Semua orang bebas untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan, meski sebagai seorang kapten saya selalu
Pemain Manchester City Sergio Aguero.
Bali Post/rtr
Giroud Cetak Gol Ke-100 Aguero Patah Tulang Iga Bern Arsenal memimpin daftar sembilan klub yang mengukir kemenangan kedua dari dua pertandingan di fase grup Liga Eropa, Jumat (29/9) kemarin. Penyerang asal Prancis Olivier Giroud mencetak gol ke-100-nya untuk Arsenal saat the Gunners menang 4-2 di markas BATE Borisov. Pencapaian Giroud didapat dari eksekusi penalti, empat menit setelah turun minum. Pelatih Arsenal Arsene Wenger membuat eksperimen dengan susunan pemainnya dan hanya mendapatkan sedikit masalah di laga kemarin di Belarus. Theo Walcott tampil gemilang dengan mengemas dua gol ke gawang BATE pada enit ke-6 dan 22. Rob Holding melengkapi dominasi Arsenal yang memimpin 3-0 saat pertandingan baru berjalan 25 menit. Gol balasan BATE dicetak Ivanic dan Gordeichuk. AC Milan, Braga, Dynamo Kiev, Lazio, Nice, Ostersund, Steaua Bucharest, dan Zenit St Petersburg juga kembali mencatatkan kemenangan setelah sukses menekuk lawannya pada laga pembuka pada 14 September. Mantan pemain internasional Portugal Manuel Fernandes mencetak tiga gol pada 17 menit pertama ketika Lokomotiv Moscow menaklukkan klub Ceko Zlin dengan skor 3-0 di Grup F. Ia membukanya dengan penalti di menit kedua, kembali mencetak gol setelah menit keenam, dan gagal memanfaatkan peluang pada menit ke-13 sebelum kemudian mengemas gol ketiganya. Di Grup E, Wayne Rooney menyumbang satu gol namun gagal memberi kemenangan klubnya, Everton, yang ditahan imbang 2-2 Apollon Limassol. Everton kemasukan gol penyama kedudukan dari sundulan kepala bek Hector Yuste pada menit ke-88. Sementara Atalanta ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Olympique Lyon. Wasit harus menghentikan permainan setelah menit ke-60 pada pertandingan Milan melawan HNK Rijeka ketika kembang api dinyalakan dari tribun penonton di San Siro. Raksasa Italia itu akhirnya meraih kemenangan dramatis 3-2 di Grup D. Milan memimpin melalui gol-gol Andre Silva dan Mateo Musacchio, namun mereka membiarkan klub Kroasia itu menyamakan kedudukan dengan dua menjelang akhir pertandingan. Patrick Cutrone mencetak gol beberapa saat sebelum laga diakhiri di babak kedua. Di Grup K, Lazio harus bekerja keras untuk mengalahkan klub Belgia Zulte Waregem dengan skor 2-0. Felipe Caicedo mencetak gol pada menit ke-18 dan tuan rumah harus menunggu sampai Ciro Immobile mencetak gol pada fase akhir pertandingan untuk gol kedua. Lazio ditemani Nice di puncak klasemen. Klub Liga Prancis itu menang 3-0 atas Vitesse Arnhem setelah sempat terjadi mati listrik yang mengakibatkan penundaan permainan di babak kedua selama 15 menit. (kmb39/rtr)
Bali Post/rtr
SUNDUL BOLA - Striker Arsenal Olivier Giroud (kanan) menyundul bola saat dikawal Nemanja Milunovic dari BATE Borisov pada pertandingan Liga Eropa, Jumat (29/9) kemarin di Stadion Borisov Arena, Barysaw, Belarus.
London Penyerang Manchester City Sergio Aguero potensial absen selama beberapa bulan setelah taksi yang ditumpanginya menabrak tiang di pinggir jalan di kota Amsterdam, Jumat (29/9) kemarin. Media Inggris melaporkan hasil pemeriksaan awal menyebutkan Aguero mengalami patah tulang iga. Pemain asal Argentina tengah dalam perjalanan menuju bandara setelah menonton konser penyanyi Kolombia Maluma di Belanda. Aguero tidak mengalami luka lebih fatal karena mengenakan sabuk pengaman. ‘’(Kondisi) Sergio Aguero akan dinilai oleh dokter-dokter
klub pada hari ini setelah ia terlibat dalam kecelakaan di jalanan,’’ kata City mengenai pemain Argentina itu dalam pernyataan di situs resmi mereka (www.mancity.com). ‘’Penyerang City itu berada di Belanda pada hari liburnya dan mengalami beberapa cedera. Dia akan kembali ke Manchester pagi ini dan statusnya akan diperiksa menjelang pertandingan Liga Inggris melawan Chelsea besok (Sabtu ini).’’ Independiente, klub Argentina yang dibela Aguero pertama kali, mengatakan melalui Twitter, ‘’Pemulihan yang cepat dan kuat. Segenap Independiente bersama Anda di masa sulit ini.’’ (rtr/ant)
mencermati atmosfer di tim dan Pique tahu apa yang dilakukannya. Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk melakukannya dan itu tidak banyak membantu.’’ Spanyol memulai persiapan-persiapannya untuk dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia mereka pekan depan, menjamu Albania pada Jumat dan mengunjungi Israel pada Senin. Tim Matador itu memerlukan empat poin dari dua pertandingan untuk mengamankan tempat di putaran final tahun depan di Rusia. Barca akan memainkan pertandingan melawan tamunya Las Palmas pada Minggu dini hari. Sementara Real menjamu Espanyol pada Senin dini hari. (kmb39/rtr/ant)
Bek Barcelona Gerard Pique.
Bali Post/rtr
Penutup Lubang Selokan Buat Grosjean Kecelakaan
Sepang Romain Grosjean mengalami kecelakaan mengerikan terjadi di sesi latihan Grand Prix Formula 1 Malaysia, Jumat (29/9) kemarin. Pembalap tim Haas itu tidak menderita cedera meski mobilnya hancur akibat menabrak pagar pengaman. Belakang F1 memerintahkan penyelenggara untuk memeriksa seluruh penutup lubang selokan di Sirkuit Sepang itu dan mengelasnya demi keamanan balapan. Kecelakaan itu bermula saat pembalap Ferrari Kimi Raikkonen melewati tikungan 9. Ban mobilnya membuat penutup lubang selokan terlepas. Beberapa detik kemudian Grosjean datang dalam kecepatan lebih dari 200km per jam. Ban belakangnya langsung meledak setelah menggilas penutup lubang selokan itu. ‘’Saya baik-baik saja,’’ ujar Grosjean setelah keluar dari mobilnya yang hancur berantakan akibat menerjang pagar pengaman. Bendera merah dikibarkan dan latihan kedua ditunda dengan sisa waktu 20 menit. Team principal Haas Guenther Steiner me-
nyatakan insiden semacam itu seharusnya tidak boleh terjadi. ‘’Terima kasih Tuhan, dia tidak mengalami lukaluka,’’ kata Steiner dalam konferensi pers usai kecelakaan itu. ‘’Menurut saya, kejadian seperti ini di 2017 tidak boleh terjadi di sirkuit yang permanen.’’ Grosjean tidak mengetahui penyebab mobilnya melintir dan berputar-putar sebelum terlempar ke areal gravel dan mendarat di pagar pengaman. ‘’Saya menyaksikan rekaman latihan
itu dan tidak melihat apa pun,’’ jelas Grosjean kepada wartawan. Direktur Perlombaan Charlie Whiting menjelaskan penutup lubang itu sebenarnya telah dilas tapi kemudian terlepas setelah terlindas. Penutup itu akan diganti. Whiting menambahkan, krunya dikerahkan untuk memeriksa setiap penutup lubang di sirkuit yang memiliki panjang 5,543km itu dan dipastikan agar balapan besok berjalan aman. (kmb39/afp)
Bali Post/afp
LAS - Pekerja mengelas penutup lubang saluran air di Sirkuit Sepang, Jumat (29/9) kemarin.
olah raga
16
Sabtu Pon, 30 September 2017
Menpora Apresiasi Perkembangan Petanque
Tabanan (Bali Post) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku sangat mengapresiasi perkembangan petanque di Indonesia mengingat cabang olahraga ini kehadiran di Tanah Air belum begitu lama dibandingkan yang lain. Pernyataan orang nomor satu di Kemenpora itu disampaikan di sela penutupan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Petanque 2017 di Lapangan Petanque Debes, Tabanan, Bali, Jumat (29/9) kemarin. ‘’Kejurnas ini sangat penting untuk menjadi tolok ukur perkembangan petanque di Indonesia. Apalagi cabang ini juga akan dipertandingkan di PON 2020 Papua,’’ kata Menpora Imam Nahrawi. Menpora berharap pihak terbaik terus mempublikasikan keberadaan cabang olahraga ini termasuk melalui media sosial. Selain itu pengurus pusat diharapkan proaktif untuk terus mengembangkan cabang olahraga ini. ‘’Saya harap para peserta memanfaatkan sosmed untuk mempublikasikan kejurnas ini agar muncul atlet penerus yang berkeinginan menjadi atlet berprestasi,’’ kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu. Meski belum lama hadir di Indonesia, petanque terbilang perkembangannya cukup pesat. Saat ini cabang olahraga asal Prancis ini sudah berkembang di 21 provinsi yang ada di Tanah Air. Bahkan, Indonesia sudah bisa bersaing pada kejuaraan internasional yang diantaranya SEA Games 2017. Khusus untuk Kejurnas 2017, tidak semua provinsi mengirimkan wakilnya karena ada dua pengprov yang absen yaitu Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. Hanya untuk jumlah peserta menembus angka 219 peserta yang turun di 13 nomor. Adapun peserta kejurnas ini di antaranya berasal dari Aceh, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Jambi, Papua, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Provinsi Jawa Barat dipastikan menjadi juara umum karena perolehan emasnya tidak mungkin terkejar oleh kontingen provinsi lain yaitu empat emas dan satu perak. Piala kemenangan bahkan diserahkan secara langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. Setelah memberikan piala kemenangan, Menpora Imam Nahrawi didampingi Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Petanque Indonesia Caca Isa Saleh menutup kejurnas yang ditandai dengan pelepasan burung. (ant)
BU Gagal Dongkel Bhayangkara Bali Post
Bekasi -
Tambahan tiga poin menempatkan Bhayangkara kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 56 poin. BU menyusul di posisi kedua tertinggal 4 angka. Pertemuan dua tim papan atas ini berlangsung ketat sejak peluit dibunyikan wasit asal Uzbekistan Rysbek Shekerbekov. Tuan rumah Bhayangkara langsung mencuri keunggulan melalui gol yang tercipta di menit ke-6 dari tendangan bebas yang dieksekusi Paulo Sergio. Dalam kondisi tertinggal selama 21 menit babak per-
tama, Bali berhasil menyamakan kedudukan 1-1 dari titik putih setelah pemain belakang Bhayangkara menyentuh bola di kotak terlarang. Striker Sylvano Dominique Comvalius yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil memanfaatkan momentum itu untuk menyamakan kedudukan papan skor dengan menyepakan bola ke sudut kiri gawang tanpa mampu dihalau kiper Awan Setho. Bali United nampak memanfaatkan kelemahan Bhayangkara di lini pertahanan yang ditinggalkan
TUTUP KEJURNAS - Menpora Imam Nahrawi (kiri) menutup Kejurnas Petanque 2017 di lapangan petanque Kompleks Stadion Debes, Tabanan, Jumat (29/9) malam kemarin. Kejurnas Petanque digelar mulai Rabu (27/9) lalu, melibatkan 219 atlet dari 19 Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI), serta mempertandingkan 10 nomor.
Jakarta (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan tim nasional Indonesia akan menghadapi Kamboja dalam pertandingan persahabatan internasional FIFA pada Rabu (4/10) di Bekasi, Jawa Barat. Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo di Jakarta, Jumat (29/9) kemarin. Sebelumnya, Kamis (28/9), PSSI sempat menyatakan bahwa laga itu masih menunggu otorisasi dari FIFA. ‘’Alhamdulillah sudah pasti, termasuk pertandingan timnas U-19 setelahnya,’’ ujar Gatot. Laga timnas asuhan Luis Milla kontra Kamboja dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, mulai pukul 21.00 WIB. Partai tersebut dilangsungkan setelah laga timnas U-19 Indonesia melawan timnas U-19 Kamboja yang direncanakan dimulai pada pukul 18.00 WIB. Pertandingan persahabatan Indonesia versus Kamboja merupakan laga uji coba kelima anak-anak asuh Luis Milla setelah sebelumnya telah melakoni partai kontra Myanmar, Kamboja, Puerto Rico dan Fiji. Dari empat laga itu, Indonesia mencatatkan satu kekalahan ketika melawan Myanmar, satu kemenangan saat melawan Kamboja dan dua kali imbang yaitu kala menghadapi Puerto Rico dan Fiji. Total, Evan Dimas dan rekan-rekan membuat tiga gol dan kebobolan tiga gol pada laga-laga tersebut. Sementara untuk timnas U-19, pertandingan kontra timnas U-19 Kamboja menjadi salah satu persiapan menuju Kualifikasi Piala AFC U-19 2018 di Korea Selatan yang dilaksanakan pada 31 Oktober - 8 November 2017. Tim yang dilatih Indra Sjafri tersebut juga dijadwalkan menjalani partai uji coba lagi yaitu melawan Thailand pada Minggu (8/10). (ant)
14 Negara Ikuti Kejuaraan Uji Coba Voli Pantai
Jakarta (Bali Post) Sebanyak 14 negara akan mengikuti kejuaraan uji coba cabor voli pantai Asian Games 2018 yang akan berlangsung di kompleks Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, pada 1822 Oktober. ‘’Peserta yang akan mengikuti kejuaraan tingkat Asia-Pasifik itu terdiri dari 26 putra dan 18 putri dari 14 negara,’’ kata Kepala Bidang Voli Pantai Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Slamet Mulyanto, Jumat (29/9) kemarin. Negara-negara peserta Kejuaraan Bola Voli Asia-Pasifik 2017 itu antara lain Arab Saudi, Australia, Hongkong, Indonesia, Iran, Jepang, Kazakhstan, Qatar, Singapura, Selandia Baru, dan Thailand. ‘’Kami tentu ingin memastikan kesiapan penyelenggaraan termasuk arena, sumber daya manusia, dan fasilitas penunjang lain menjelang pertandingan Asian Games pada Agustus 2018 nanti,’’ ujar Slamet. Panitia penyelenggara kejuaraan uji coba cabang bola voli Asian Games, lanjut Slamet, telah memesan tambahan pasir pantai dari Belitung. ‘’Kami mengharapkan penambahan pasir sudah ada pada Minggu (1/10). Setidaknya, semua persiapan sudah selesai pada 10 Oktober,’’ ujarnya. Slamet mengatakan gelanggang voli pantai di kompleks olahraga Jakabaring Palembang mempunyai lapangan latihan dan lapangan tanding yang memadai, sehingga panitia lebih terbantu dalam persiapan penyelenggaraan. Cabang voli pantai adalah satu dari empat cabang olahraga yang akan menggelar kejuaraan uji coba Asian Games 2018 pada Oktober 2017. Tiga cabang lain yang juga melaksanakan kejuaraan uji coba pada Oktober yaitu cabang judo di GOR Kelapa Gading Jakarta pada 18-23 Oktober, cabang rugby di GOR Soemantri Brodjonegoro Jakarta pada 23-25 Oktober, cabang wushu di Sports Mall Kelapa Gading Jakarta pada 24-29 Oktober. Pada Asian Games 2018, voli pantai termasuk dalam disiplin olahraga bola voli yang menggelar empat nomor pertandingan yaitu tim voli putra, tim voli putri, tim voli pantai putra, dan tim voli pantai putri. Pertandingan bola voli dan bola voli pantai juga termasuk dalam dua acara yang akan disiarkan langsung sepanjang Asian Games ke-18 itu. (ant)
Indra Kahfi. Dengan leluasa Bali United mencetak gol tambahan dari penetrasi Irfan Bachdim di sayap kanan, mengumpankan bola pada Stefano Lilipaly yang lantas menggiringnya ke arah Sylvano di depan gawang. Penyerang asal Belanda itu mengubah kedudukan skor menjadi 1-2 pada menit ke-38 untuk keunggulan Bali United. Di babak kedua, Bhayangkara menurunkan Ilham Udin Armaiyn, yang selalu sanggup memecah kebuntuan tim. Strategi tersebut terbukti
tepat karena pada menit ke-66, Bhayangkara mampu menyamakan kedudukan melalui penalti yang dieksekusi Paulo Sergio. Kemudian hanya tiga menit berselang, Ilham tampil sebagai inspirator gol penentu kemenangan tim tuan rumah. Pemain energik yang mampu melepaskan diri dari jebakan offside, mengirimkan umpan matang ke arah Ilija Spasojevic yang telah berada di mulut gawang. Tanpa kesulitan, bola berhasil ditembakkannya melalui sudut sempit yang gagal dihalau kiper Wawan Hendrawan. Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengatakan, kemenangan timnya merupakan buah manis dari determinasi dan mental
para pemain yang telah teruji. ‘’Motivasi itu yang saya sampaikan kepada mereka saat istirahat supaya ada perbaikan permainan di babak kedua setelah bermain buruk di babak pertama hingga akhirnya tertinggal,’’ katanya. Sementara Pelatih Bali United Widodo C Putro mengakui kekalahan timnya dikarenakan ketidakdisiplinan para pemainnya bermain di posisi masing-masing. Akibatnya saat lawan melancarkan serangan balik, lini belakang tim lemah tak mampu menghalau gempuran yang datang. ‘’Transisi setelah keasyikan menyerang lalu harus bertahan membuat celah yang kemudian bisa dimanfaatkan maksimal lawan,’’ katanya. (ant)
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Persekaba Bali yang menjuarai Kompetisi Liga 3 Rayon Bali usai di final menang atas Perseden Denpasar dengan skor 4-3, di Stadion Dipta Gianyar, Minggu (6/8) lalu, tetap berhak mewakili ke putaran nasional. Demikian putusan Asprov PSSI Bali menanggapi upaya banding yang diajukan kubu Persekaba dan Perseden. Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana, di Denpasar, Jumat (29/9) kemarin menerangkan, pemain Persekaba Noldi Saputra tetap dihu-
kum dua tahun tidak boleh berlaga di kompetisi Asprov PSSI Bali, dan meminta PSSI Pusat meratifikasi putusan ini menjadi berlaku seluruh Indonesia. Selain itu, menghukum ofisial Persekaba Bali dua tahun tidak boleh terlibat dalam kompetisi resmi Asprov PSSI Bali seraya meminta PSSI Pusat meratifikasi putusan ini menjadi berlaku di selurub Indonesia. Ketut Sardana menambahkan, menjatuhkan denda kepada Persekaba Bali selaku pihak termohon Rp 20 juta. ‘’Putusan banding ini
ada pengurangan, misalnya hukuman kepada ofisial Persekaba sebelumnya tiga tahun dikurangi menjadi dua tahun, termasuk denda kepada Persekaba Rp 20 juta, sebelumnya Rp 25 juta,’’ jelas Ketut Suardana. Menurut Suardana, sejauh ini belum keluar jadwal Kompetisi Liga 3 putaran nasional. ‘’Jadwal yang sudah pasti untuk putaran nasional, yakni Kompetisi U-15 dan Piala Soeratin U-17, serentak di Yogyakarta, mulai digulirkan 14 Oktober,’’ kata Suardana. (022)
Banyuwangi (Bali Post) Etape ketiga International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017, Jumat (29/9) kemarin menjadi milik pembalap asal Iran. Tak tanggungtanggung, dua pembalap asal tim Pishgaman Cycling Team yaitu Amir Kolahdouzhagh dan Reza Hosseini berhasil finis di posisi pertama dan kedua. Amir sekaligus berhasil merebut polkadot jersey simbol raja tanjakan. Kolahdouzhagh menuntaskan balapan sepanjang 116.3 kilometer dari Muncar menuju Paltuding, Ijen dengan catatan waktu 3 jam 35 menit dan 07 detik. Ia unggul 51 detik dari Hosseini yang finis kedua, dan rider asal Kolombia Victor Nino Corredor (Sapura) yang menempati peringkat ketiga. Jalannya balapan di etape keempat diwarnai aksi breakaway sejak awal lomba. Bambang Suryadi (BRCC), Samuel Volkers (CCN), Ali Khademi (Pishgaman), Jay Dutton (ST George), Goh Choon Huat (Terengganu) sempat memimpin lomba dengan gap lebih dari lima menit dengan rombongan besar. Komposisi pembalap kembali terpecah ketika mema-
suki jalanan tanjakan. Kemudian tiga pembalap breakaway pada 30km menjelang finis. Mereka adalah Jay Dutton (ST George), M. Azman (Sapura) dan Samuel Volkers (CCN) dengan gap lebih dari dua menit. Para pembalap kembali terurai saat memasuki dua tanjakan paling curam atau 15 kilometer menjelang garis finis. Setelah menaklukkan tanjakan terberat, lima pembalap langsung memimpin hingga garis finis. Mereka adalah Amir, Reza Hosseini, Nino Corredor, Rebellin dan Lois Desriac. ‘’Di sepuluh kilometer saya masih dalam peleton dengan Rebellin. Baru di lima kilometer terakhir, tinggal kami berdua (Kolahdouzhagh dan Hosseini), akhirnya saya yang memenangkan,’’ ujar Kolahdouzhagh. Meski hari ini memenangi etape, Kolahdouzhagh tidak memasang target untuk memenangi lomba Tour de Ijen. Mengingat selisih waktu dan kemampuan rider lain yang menguasai jalur datar. ‘’Etape besok lintasannya datar, dan itu bukan spesialisasi saya. Saya yakin, besok yellow jer-
sey masih dipegang Rebellin,’’ ujar Kolahdouzhagh. Sementara Rebellin (Kuwait-Cartucho.es) meski finis di posisi keempat dengan selisih 59 detik dari Kolahdouzhagh, masih berhak menyandang yellow jersey. Rebellin nampak lega karena finis di peringkat keempat. ‘’Saya baru breakaway pada 20 kilometer menjelang finis,’’ cerita pembalap 46 tahun ini seusai balapan. Pada 25 kilometer terakhir tersebut pembalap gaek asal Italia ini bertarung sengit dengan duo pembalap Iran, serta Victor Nino. Rebellin akhirnya finis keempat. Meski finis di nomor empat, Rebellin masih bisa mempertahankan yellow jersey sebagai tanda pemimpin balapan. Sementara itu, pembalap asal Indonesia Jamalidin Novardianto berhasil meraih green jersey sebagai tanda raja sprinter. Posisi best Indonesian rider yang ditandai dengan red & white jersey diambil alih oleh Jamal Hibatullah pada etape tiga ini. Selanjutnya, para pembalap akan menyelesaikan etape 4, Sabtu (30/9) ini. (kmb30)
Bali United (BU) gagal mendongkel Bhayangkara United di puncak klasemen Liga 1 Indonesia. Serdadu Tridatu akhirnya kalah 2-3 atas Bhayangkara United pada pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/9) kemarin.
Bali Post/ist
FIFA Otorisasi Laga Indonesia Vs Kamboja
KUASAI BOLA - Pesepak bola Bhayangkara FC Ilija Spasojevic (kedua kanan) berusaha menguasai bola dengan pengawalan ketat tiga pesepak bola Bali United AHN Byungkeon (kanan), Ricky Fajrin (kiri), dan Fadil (kedua kiri) pada Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/9) kemarin. Bhayangkara FC menang atas Bali United dengan skor akhir 3-2.
Bali Post/022
JUARA — Tim sepak bola PSAD sukses menjuarai turnamen Piala Pangdam IX/Udayana pascamenang 6-4 atas lawannya FKPPI Bali melalui adu penalti di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Jumat (29/9) kemarin.
PSAD Boyong Piala Pangdam Denpasar (Bali Post) Kesebelasan PSAD berhasil memboyong Piala Pangdam IX/Udayana setelah di final menang atas FKPPI Bali dengan skor 6-4 melalui adu penalti. Kedua tim bermain imbang 2-2 sebelum memasuki adu penalti untuk menetukan gelar juara pada laga di Lapangan Makorem 163/ Wirasatya, Jumat (29/9) kemarin. Sementara tim Susila Putra Sibang Kaja merebut juara III usai menaklukkan Putra Pegok dengan skor 3-1. Dalam laga yang disaksikan Dandenpom IX/ Udayana Kol. CPM Agus Wijanarko itu, FKPPI berhasil memimpin 1-0 melalui aksi solo run Laureksand di menit ke-49, yang memperdaya kiper PSAD Fauzi. Kocet Sugiarto menggandakan kemenangan FKPPI di menit ke-61, setelah sepakannya kembali menggetarkan jala Fauzi. Tertinggal 0-2, PSAD tak putus asa. Bahkan, Tongki sukses menjebol gawang FKPPI di menit ke-64 yang dikawal Casala. Tandukan Timtom di menit ke-73, lagi-lagi mampu membobol gawang Casala hingga skor imbang 2-2. Skor imbang 2-2 ini membuat wasit Wayan Artana langsung melakukan adu penalti, tanpa perpanjangan waktu. Empat eksekutor dari kubu PSAD yakni Aswan, pemain asing asal Pantai Gading Rico, Timtom, dan Gayuh mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sedangkan di kubu FKPPI hanya dua yakni Kadek Sentana dan Heru, yang sukses menjebol gawang Casala. Dua algojo lainnya Gede Sudarna dan Laureksand gagal menyarangkan bola ke gawang. Pelatih PSAD Doni Kristian menerangkan, kunci kemengan timnya yang sempat tertinggal 0-2, pihaknya merombak formasi dari 4-3-3 menjadi 4-4-2.
‘’PSAD bisa juara, kami syukuri,’’ tutur Doni Kristian. Manajer Tim FKPPI Ustav Shasa mengakui para pemain banyak bekerja hingga datang terlambat ke lapangan. ‘’Anak-anak banyak yang cedera, ditambah pemain kami tak sempat istirahat hingga mengalami kelelahan,’’ jelas Ustav. Hasil lainnya, Susila Putra menang 3-1 atas Putra Pegok. Tiga gol Susila Putra diciptakan Yoga dua gol d menit ke-50 dan 55, dan sebiji gol lagi dilesakkan Putu Heryanto. Satu gol balasan Putar Pegok dicetak kapetn Agus Wiranata menit ke-22. Ketua Susila Putra IB Purnaya mengaku bangga timnya desa baru pertama kali iktu turnamen HUT ke-72 TNI , langsung juara III. ‘’Pembinaan sepak bola sedang menggeliat di desa kami, dan didukung aparat desa, mudah-mudahan bisa muncul pesepak bola bertalenta,’’ ujarnya. (022)
Persekaba Tetap Wakil Bali ke Liga 3 Nasional
Pembalap Iran Kuasai Tanjakan Ijen
C.0001752-ELK
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Pon, 30 September 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Urgent: Guest Relation Officer /Manager,English, Driving License,Max30yo,Min 1year Exp. Send CV:info@luxurytravels.eu
LOWONGAN
Dcari sopir & tenaga serabutan tinggal dalam 087862163222
B.BP.001.09.17.0001866
B.BP.001.09.17.0001854
!!!Segera Butuh 10 Therapist pria & wanita Canggu Dan Dps Gj .menarik+Bnus Lembur,THR Hub.0811239621123
Dcr Adm 1 org bs comp,Sales Horeca 4org P/W SMK/SMA U/Prsh Distribusi. Lam Jl.Gn Himalaya Slt 6 Dps,T-418531,08124646409
B.BP.001.09.17.0001883
B.BP.004.09.17.0001868
*Dicari:Guru Playgroup & TK u/ Sekolah di Dalung 085100861502
B.BP.001.09.17.0001924
Dcr Sales Otomotif umur max30 bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps. Hub.(0361418624/413964)
B.BP.001.09.17.0001678
B.BP.166.09.17.0001926
BPR Duta Bali Jl.R.Sesetan 48 Dps bth M dana,M kredit,front ofice:pria/wanita min.D3 punya data base nasabah, kreatif, penampilan menarik
B.BP.001.09.17.0001824
***Looking For HK Villa in Canggu,Call:0811385656
B.BP.166.09.17.0001925
An English Advertising Media Need a Marketing Staff Good Salary, Benefits & Commissions.Fresh Graduate Welcome. Max 27 yo.Send Application, CV Photo & Salary to: vacancyforlife@gmail.com
B.BP.004.09.17.0001747
Dbthkan Furniture designer utk Bali; CAD,3dmax,excel; Inggris aktif; kirim cv & portfolio ke:info@yunibali.com
Dcr Design Graphis bs Corel,Ai p.Shop & Srbtn Hb.081246900403
Dcr Sales Toyota Tbn min SMA Krm CV Agung Toyota Tbn 810888
Dbthkn Sgr Operator & Mekanik Alat Berat 081237779300
Dcr Karyawan/i bs Bhs.Inggris Lamaran ke:Jl.Kerobokan 96,Br. Taman (Toko Kenny Furniture)
Dcr supervisor, waiter/SS, kasir cook u/resto di Renon Hub:081916420095
Dcr Sgr Therapist GP+UM+Komisi Bns.Home Base Spa Camplung Tanduk 103A Smnyk,081916299046
Dcr Sekretaris bs Ms.Office & Photoshop Basic.Lamaran ke Jl.Kerobokan 96, Br.Taman (Toko Kenny Furniture)
BIRO JASA
B.BP.135.09.17.0001919
B.BP.004.09.17.0001753
B.BP.001.09.17.0001903
B.BP.001.09.17.0001615
B.BP.001.09.17.0001873
BIRO JASA
B.BP.001.09.17.0001654
B.BP.001.09.17.0001655
Dcr Sopir&Sales Counter bs Bhs Inggris.MerrysTour.0361-238041
B.BP.001.09.17.0001923
BIRO JASA
B.BP.167.09.17.0001816
B.BP.001.09.17.0001849
DIJUAL MOBIL
ATASI:
GARANSI
BLI NYOMAN
AURA TEKNIK Service Panggilan
A
GARANSI BL I NY O M A N
081 238 554 653 087 861 626 582
AC KERJA DITEMPAT
B E R G A R A N S I
KULKAS FREEZER SHOWCASE WATER HEATER
COLDROOM MESIN CUCI
081 999 540 284 082 247 418 281 C.0001323-brj
C.0001211-brj
SERVICE MAMPET
WC GARANSI
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
242389 / 081236774491
SURYA JAYA
TOYOTA
Truk Toyota Dyna’2014 Type110 BakbesiHidrolis HP:08113809949
B.BP.001.09.17.0001897
DIJUAL RUMAH BUC Jual Rmh Mewah BaliKencana Resort dekat GWK LT.400 LB.500 Hub:081339357512/081907545707
B.BP.001.09.17.0001701
Office Boy.Min SMA, brpengalamn Dkont Rmh baru Lt2,3kmr R.tamu mampu mengendarai sepeda motor Dpr,garasi,AC&WTR Denpasar teliti, jujur,bertanggung jawab Hub: 08113800359/081916212960 B.BP.001.09.17.0001799 B.BP.001.09.17.0001876 B.BP.001.09.17.0001874 Hub:0361-728206 / kirim email: Dicari Marketing berpengalaman Diperlukan Sopir Pglman Mbl Mercy bbsupport@anovafoodusa.com DISEWAKAN RUKO Gj2,3jt+Lmbur/081237576680 handal u/otomotif & oleh-oleh sebelum 14 Oktober 2017. B.BP.101.09.17.0001917 Dikontrakkan Ruko Baru Lt3 Jl. B.BP.821.09.17.0001886 hubungi: 0811 386 7250 Distributor Building Material Mahendradata Hub.085237077978 Prh Cons Good Cr Salesman Hub. B.BP.001.09.17.0001622 B.BP.001.09.17.0001922 Bth:Manager Accounting,Auditor 087750284350/Jl.Sentanu 6X DPS Dicari PRT tinggal dalam/luar Spv logistik dan sales B.BP.001.09.17.0001882 DIJUAL TANAH di Kenyeri III Hub:0817550863 Sales Manager. Kirim CV ke : Krm Lam: bit.hrd.ga@gmail.com B.BP.001.09.17.0001889 BUC Tanah+Rmh 221m2 Rp. 1M Jln balisuryautama@gmail.com Jl.Gatsu Barat 376 Dps Urgent! Dicari Segera Cook dan B.BP.001.09.17.0001884 Keboiwa Utara H.081999528628 B.BP.001.09.17.0001899 Bakery Berpengalaman Hub: B.BP.001.09.17.0001811 Security for Hotel at Lembongan Kepala Proyek & Pelaksana Goddes Bakery Bali 0361-288223 Batubulan 325Jt ng Jl.Mobil Viw Island, Experience Ph.728088 Ir.Sipil Pengalaman Min.5Tahun /087-861390193/081-999254781 Ketwl 200ng+230ng 087761245398 Email:putu@bali-activities.com CV Email to: lamaran@j-ad.com B.BP.001.09.17.0001906
SERVICE
Dicr sgr supir bujang tak rokok,makan dlm,tidur luar gaji 2,2jt.Hub.081339132993
B.BP.004.09.17.0001908
SERVICE
B.BP.001.09.17.0001825
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH Dijual Tanah 12 Are di Jalan Raya Br.Adeng Marga,Hak Milik Aspek Villa Hrg Ng 0811392942
B.BP.001.09.17.0001921
B.BP.001.09.17.0000991
B.BP.001.09.17.0001743
DICARI TANAH Cari Kontrak Tanah 10 A tidak Strategis Mobil Masuk u.Gudang Kantor Dibawah 4Jt,08175235999 B.BP.001.09.17.0001558
KONTRAKTOR Aditya Design Mngrjkn R.Tinggal Vila Ruko Pool IMB 081337099764 B.BP.166.09.17.0001927
KARTU KREDIT Buat Kartu Krdt/KPR SIUP BI cheking Rek dbntu 087822321027 B.BP.001.09.17.0001911
GESEK TUNAI & PELUNASAN
H. 08-1234567-113 C.0001169-RPA
RUPA-RUPA
C.0001350-SRV
AHLI WC MAMPET
TANPA BONGKAR
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.09.17.0001822
Telp. 085100493221
BIRO JASA
WC
B.BP.001.09.17.0001598
Dijual Rumah,SHM,2Lt,5Kmr Tdr, BUC tanah 2A H.640 Ng Br.Jenah Ls Tanah 2 Are,Sanur dekat RS. Peguyangan Kangin 085333760181 B.BP.001.09.17.0001864 Bali Mandara Hub:081337785806 B.BP.001.09.17.0001606 Jl.Tnh di Bondowoso L.9300m2 Jual Rmh Canggu Permai Hook di kota.Ls 10090m2+Jati Ls6590 Lt2 LT105LB160 KT3 Ruang Tamu, m2+Tebu Ls 11830m2&Ls 2700m2+ Grs,SHM 1,5M Ng.BU 08113999705 Jati SHM +AJB All 1,7M Nego B.BP.004.09.17.0001915 Hub: 081338632999 B.BP.001.09.17.0001809 DISEWAKAN RUMAH Tanah 1a Jl.Utma Sulatri Masuk Dikont Rmh 3KT Taman Baruna 200M Gatsu Timur 081237148880 Jimbaran 087860596633
HUB. GARUDA SERVICE
BIRO JASA
WASTAFEL BATHUB SALURAN AIR DLL HLI MAMPET
B.BP.004.09.17.0001912
Yamaha Bisma dcr:SMA/SMK,Supir SIM B1 Hub: T.Umar 142 Dnpsr
Jl. WR. Supratman No. 9, Denpasar
C.0001457-BRJ
-
B.BP.031.09.17.0001846
POMPA AIR KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER, KOMPOR GAS
SaluranAir, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras
KURAS - CLOSET
B.BP.004.09.17.0001817
Urgently Needed,Airport Representative Staff.Able to Speak English&Japanese,Able to Work on Night Shift,Send Cv to:ita_ p@kura2bali.com Ph.0361 757070
KERJA DITEMPAT BERGARANSI
081337666135 082359392760
BIRO JASA
Revolver Espresso, needs : Retail Staff, fluent English, min.1 year experiences to : inggrit@revolverespresso.com
Lowongan pekerjaan Team lapangan,bagian quality control.Syrt: Pria,pnya spda motor,pnya Laptop CV dikrm ke:hellen@barang bagusindonesia.com ditnggu plng lmbt Senin Tgl 2-10-17
SERVICE PANGGILAN
AHLI SUMBAT Atasi WC Mampet,
WC
B.BP.001.09.17.0001869
B.BP.014.09.17.0001902
B.BP.004.09.17.0001916
Dibthkn Teknisi IT Baru Lulus Networking, Hardware,Sistem. Email CV : info@glsolusi.com
B.BP.004.09.17.0001910
Dcr 2 cook helper untk resto di Renon Hub 081999744747
Dicr Admin,QS,Pelaksana Proyek Hub.0851 0347 2500
Kumon Gianyar Cri Byk S1 semua jurusan Gaji UMR T.08179752136
B.BP.001.09.17.0001676
Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk.Bangunan,Hub:085253988660
B.BP.001.09.17.0001826
B.BP.001.09.17.0001614
B.BP.001.09.17.0001905
Developer Terkemuka-Nusa Dua Bth:Supervisor Infra+Bangunan Syarat: D3/S1 Teknik Sipil Min 3Thn Bangunan Hotel/Gedung Krm: hrd.knwh@yahoo.com
B.BP.803.09.17.0001895
B.BP.821.09.17.0000624
B.BP.001.09.17.0001891
Dicari Tng cucimobil dibtbulan Hb.081805514000(SMS),%,Um,Bons
B.BP.004.09.17.0001904
JobResmi Housekeeping Dubai Gj.8Jt/Bl Spa 12Jt/Bl Kontrak 2th ada Pelatihan Hub.081339820912
Dcr staff accounting minS1akuntansi umur max30 bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Hub.(0361) 418624/413964
Cook & Receptionist Villa 5yrs Experience&Fluent English CV Email to: lamaran@j-ad.com
Engineer for Hotel atLembongan Island,Experience Ph.728088 Email:putu@bali-activities.com
B.BP.001.09.17.0001624
Elizabeth Int’l Mncari Supir. Hub:0361 230110
B.BP.001.09.17.0001694
B.BP.001.09.17.0001601
Sgr! Sklh Baru Bth Guru TK/PG Min SMU ada Diklat,0811380028
B.BP.001.09.17.0001677
Dcr penjaga kantin,wanita,bisa masak,bersih2,kend.pribadi,max 35th,dpt mess,WA:08179746673
B.BP.001.09.17.0001888
Coco Group looking for : Asst. Accounting Manager Asst. Internal Audit Manager Asst. HR Manager Corporate Secretary Send CV: hrm@cocogroupbali.com
B.BP.004.09.17.0001831
Dicari Staff Accounting berpengalaman Hub.081 999 220 111
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dcr sgr! salesman/girl gaji + fasilitas bagus Hub:PT.ASPP/ kratingdaeng Jl.Tunjung Kuning No.1 Dps Ph:0361-467518/466447
Butuh T.Marketing&Accounting U/Villa Lok Sanur DPS Syarat Dimas Studio Membutuhkan Single Mampu Speaking&Reading Kirim Lamaran+Foto Full Body Penjahit Halus Wanita Bulanan Gaji UMK Badung H.082147942963 Ke Email:Suryasri403@gmail.com B.BP.001.09.17.0001920
B.BP.001.09.17.0001818
Dcr driver umur max 35th bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Hub.(0361-418624/413964)
B.BP.001.09.17.0001875
B.BP.001.09.17.0001527
Cook for Hotel at Lembongan Island, Experience Phn.728088 Email:putu@bali-activities.com
B.BP.001.09.17.0001746
Dcr sekretaris/Adm, pembantu Rmh tangga Hub : 085339493311
B.BP.001.09.17.0001893
Dcr Driver PT.QRG Resort 8480383
Dcr Spg utk Bali Collection Nusa Dua Hub : 085237237215
Dcr Pegawai & supir u/Catering Dcr bbrp Adm&Opr Server Pulsa Dicari Pengawas Sipil BerHub.0818550811/087861838922 Lk/Pr,SMA,bs Kom H.08155789888 pengalaman luas Hp.08113809949 B.BP.001.09.17.0001898
Dcr Cpt Staf Teknik Berpeng. Gaji 3jt H:081228292031
B.BP.001.09.17.0001420
Dcr PRT Wnt Tdr Dlm Gj 1,5-2Jt Hub.08179919082/0811380786
Informasi pasang iklan Telepon
motor
QUALITY IS FIRST
Cash & Credit
JUAL BELI MOBIL SECOND BERKUALITAS Hubungi Sales GUNG SURYA HP. 085 100 80 80 90 WA. 081 338 191 333 Jl. P. Bungin 57 Pedungan Dps Ready Stock : AVANZA | INOVA | JAZZ | YARIS dll Bisa tukar tambah/ kredit C.0001088-rpa
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
AC
SERVICE
AC
SULASTRI - BIRO JASA GUNUNG WAYANG RESIDENCE Jl. Gunung Wayang 24, Denpasar
� 08124651138-085103005620 Melayani : IJIN PRINSIP, IMB, UKL/UPL, SITU/HO, NPWP, SIUP, TDP, IJIN APOTIK, API, PATEN,PAJAK,PASPOR, SIM, SAMSAT, NPPBKC, AKAD NIKAH C.0001569-BRJ
SPA
EKONOMI
18
Daya Saing Indonesia di Kawasan ASEAN Perlu Ditingkatkan Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap daya saing Indonesia belum cukup tinggi di kawasan Asia Tenggara meskipun Forum Ekonomi Dunia (WEF) baru saja mengumumkan daya saing RI naik ke posisi 36 dari peringkat 60 pada 2016. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (29/9) kemarin, usai melakukan rapat internal dengan Wapres JK. ‘’Ya, belum cukup, kita masih perlu melakukan perbaikan-perbaikan internal, pertama peraturan-peraturan kita, yang kedua kepastian hukum, ketiga memang infrastruktur yang mau dibangun besar-besaran ini harus betulbetul terjadi,’’ katanya. Berdasarkan laporan Daya Saing Global WEF 2017/2018, Indonesia berada di posisi 36 dari 137 negara anggota forum. Namun, masih tetap di bawah Thailand yang berada di peringkat 32 dan Malaysia di posisi 23. Meskipun demikian, Sofjan mengatakan bahwa peningkatan daya saing itu menunjukkan kepercayaan global kepada Indonesia juga meningkat
di tengah situasi ekonomi dunia masih belum stabil. ‘’Kita memang bisa dikatakan lebih baik ketimbang negara lain untuk investasi, pertumbuhan kita baik, dan politik stabil meskipun ada ini-itu. Akan tetapi, itu semua tentu diperhatikan oleh luar negeri, dan kita juga harus memperhatikan itu,’’ katanya. Oleh karena itu, kata Sofjan, saat ini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terus meningkatkan koordinasi di semua lini pemerintahan, terlebih menjelang pilkada dan Pilpres 2019. ‘’Saya pikir yang penting, jangan pihak-pihak itu mengelu-
arkan statemen-statemen politik yang tidak menguntungkan sama sekali. Oleh karena itu, yang penting satu sama dapat menyelesaikan masalah secara internal,’’ katanya. Menurut Sofjan, saling mengeluarkan pernyataan antarkepala organisasi pemerintahan di media, terlebih lagi media sosial, hanya akan meningkatkan suhu politik yang tidak terarah dan ujungnya akan membuat investor melakukan wait and see atau bersiap ragu untuk menanamkan investasinya. ‘’Dalam ekonomi, kita tidak bisa membiarkan pasar wait and see, kita harus menarik mereka ke dalam,’’ katanya. (ant)
Jusuf Kalla
Pemerintah Genjot Eksplorasi Minyak
Jakarta (Bali Post) – Pemerintah melalui Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya menggenjot eksplorasi minyak dan gas bumi demi mendorong produktivitas. Dialog Kinerja Eksplorasi diadakan di Jakarta, Jumat (29/9) kemarin, yang dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar, perwakilan Kementerian Keuangan, pengamat energi, dan kontraktor kontrak kerja sama. Pemerintah terus berupaya meningkatkan investasi, khususnya kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Pasalnya, sejak tahun 2014, investasi kegiatan eksplorasi di wilayah kerja (WK) eksploitasi maupun eksplorasi terus menurun. Pada tahun 2014, total biaya eksplorasi mencapai Rp 31,01 triliun dengan rincian Rp 12,9 triliun di WK eksplorasi dan Rp 18,11 triliun di WK eksploitasi. Tahun 2016, jumlahnya turun menjadi Rp 13 triliun yang meliputi Rp 4,2 triliun di WK eksplorasi
dan Rp 8,8 triliun di WK eksploitasi. ‘’Eksplorasi adalah masa depan industri hulu migas karena kegiatan yang dilakukan untuk menemukan cadangan baru tersebut menjadi harapan peningkatan produksi migas di masa mendatang,’’ kata Sukandar dalam sambutannya di Jakarta. Saat ini, terdapat 270 kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS). Dari jumlah tersebut, 87 kontraktor KKS masuk dalam fase eksploitasi. Sedangkan 183 kontraktor KKS masih dalam tahap eksplorasi, baik konvensional sebanyak 130 kontraktor dan nonkonvensional sebanyak 53 kontraktor. Sukandar menjelaskan, tren penurunan aktivitas dan penanaman investasi eksplorasi migas banyak didorong oleh penurunan harga minyak dunia yang masih belum menunjukkan perbaikan. Selain itu, gagalnya eksplorasi di laut dalam di wilayah timur Indonesia pada periode 2006-2012, peraturan-peraturan yang tidak kondusif, serta kendala nonteknis seperti perizinan, sosial kemasyarakatan, maupun keuangan internal kontraktor KKS, ikut memberi kontribusi.
Untuk meningkatkan investasi, khususnya kegiatan eksplorasi pemerintah telah melakukan berbagai perbaikan. Sebut saja, dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Perubahan atas PP 79 Tahun 2010 (Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan Di Bidang Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi). Beberapa cakupan perubahannya antara lain bebas bea masuk impor barang dan insentif pajak (pajak pertambahan nilai/PPN, pajak penjualan atas barang mewah/ PPnBM, pajak penghasilan/ PPh, dan pajak bumi dan bangunan/PBB), serta insentif seperti investment credit, imbalan DMO Holiday, maupun depresiasi dipercepat). Pemerintah juga memberi delapan tambahan insentif pada PSC Gross Split yang termaktub dalam Permen ESDM Nomor 52/2017 terkait Revisi Bagi Hasil Gross Split. Bagian Kontraktor KKS dapat meningkat antara lain dilihat dari kumulatif Eksploitasi, harga minyak dan gas, kandungan hidrogen sulfida (H2S) tinggi, dan ketersediaan infrastruktur. ‘’Pemerintah telah berupaya, namun peningkatan aktivitas eksplorasi tidak akan terwu-
jud tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan,’’ kata Sukandar. Sementara itu, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin menambahkan, turunnya investasi berdampak pada kegiatan eksplorasi. Dicontohkan, pada tahun 2012, realisasi survei seismik 2D tercatat sepanjang 11.739 km. Pada tahun 2016, jumlahnya turun menjadi 5.421 km. Untuk survei 3D realisasi pada 2012 tercatat seluas 2.683 km2. Pada 2016, terealisasi naik menjadi seluas 7.386 km. Begitu pula dengan pengeboran eksplorasi. Pada 2012, sebanyak 96 sumur bor. Jumlah ini turun menjadi 34 sumur pada 2016. Per 22 September 2017, dari rencana 45 kegiatan survei seismik dalam revisi program kerja dan anggaran (work program and budget/ WP&B) telah terealisasi sebanyak 10 kegiatan. Untuk survei nonseismik dari rencana 16 kegiatan, telah terealisasi 11 kegiatan. Sedangkan pengeboran eksplorasi, dari rencana 138 sumur, telah dibor 40 sumur. ‘’Diproyeksikan sampai akhir tahun akan bertambah satu kegiatan survei seismik dan nonseismik, serta pengeboran empat sumur eksplorasi,’’ kata Jaffee.
Tingkatkan Daya Saing Pariwisata
Industri Dijanjikan Insentif Jakarta (Bali Post) Kementerian Pariwisata mengapresiasi dan berjanji memberikan insentif kepada pelaku pariwisata untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia menuju kelas dunia. ‘’ISTA ini adalah bentuk apresiasi dan insentif dari Pemerintah (Kemenpar) kepada pelaku pariwisata untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia menuju kelas dunia,’’ kata Menpar Arief Yahya saat ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) di Jakarta, Kamis (28/9) malam. Penghargaan bergengsi diraih The Nusa Dua sebagai kawasan yang dikelola PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang meraih penghargaan tertinggi Green Platinum atau juara umum. Penyerahan penghargaan dilakukan Menpar Arief Yahya dan diterim Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer. Sektor pariwisata, menurut Arief Yahya, memiliki keunggulan dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan environment sustainability atau tourism sustainability dengan prinsip yang kita pahami yakni ‘’Semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan’’. Sementara itu, Dirut ITDC Abdulbar M Mansoer menyatakan penghargaan yang diterima ini merupakan bukti kepercayaan pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya atas kualitas pengembangan The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi MICE indoor dan outdoor terbaik dan terlengkap di dunia. ‘’ITDC akan terus mengembangkan kawasan yang dikelola sesuai dengan tugas kami sebagai BUMN dengan lini bisnis mengelola dan mengembangkan destinasi wisata di Indonesia,’’ tutur Abdulbar. Saat ini, The Nusa Dua dilengkapi fasilitas MICE in-
door berkapasitas 15.000 pax didukung 5.000 kamar hotel berbintang, pusat perbelanjaan, museum, cultural venues, lapangan golf, rumah sakit, fasilitas pariwisata lainnya, serta resort office yang akan dibangun dalam waktu dekat. ITDC juga tengah mengembangkan Pulau Peninsula sebagai lokasi kegiatan MICE outdoor. The Nusa Dua juga terpilih menjadi main
host IMF/World Bank Meeting yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2018. Abdulbar menambahkan, prestasi ini menjadi salah satu momentum bagi ITDC untuk terus mendorong pengembangan kawasan The Nusa Dua. ‘’Semoga penghargaan ini dapat makin memacu kami untuk terus fokus mengembangkan destinasi wisata di Indonesia
sehingga target kunjungan wisatawan yang ditetapkan dapat tercapai,’’ katanya. Ajang ISTA 2017 ini diikuti 96 peserta pendaftar, kemudian setelah melalui proses desk evaluation oleh tim juri akhirnya ditetapkan 24 pengelola destinasi sebagai nominasi penerima ISTA yang diberikan dalam malam apresiasi APDPI 2017. (010)
Guna memastikan realisasi kegiatan eksplorasi, setiap tiga bulan Kementerian ESDM dan SKK Migas memonitor komitmen dari kontraktor KKS, yang dipimpin langsung oleh Wamen ESDM. Pemerintah juga mendukung kemudahan akses keterbukaan data migas dan mengintensifkan survei umum dalam menyediaan data yang lengkap untuk kegiatan eksplorasi. (ant)
Sabtu Pon, 30 September 2017
Kemacetan di Indonesia
Timbulkan Kerugian 1 Miliar Euro
Jakarta (Bali Post) Komisioner Transportasi Uni Eropa Violeta Bulc mengatakan, kemacetan yang terjadi di Indonesia terutama di Jakarta menimbulkan kerugian yang cukup besar. Bahkan diperkirakan kerugian ekonomi karena energi yang berbakar akibat kemacetan mencapai 1 miliar euro per tahun. ‘’Akibat kemacetan yang terjadi di Indonesia, kerugian energi yang terbakar diperkirakan mencapai 1 miliar euro setiap tahun,’’ kata Violeta usai diskusi masalah transportasi di Jakarta, Jumat (29/9) kemarin. Delegasi Uni Eropa mengunjungi Jakarta di antaranya menggelar diskusi masalah transportasi yang terintegrasi. Hadir dalam diskusi antara lain Mari Pangestu, Noni Purnomo (Presdir Blue Bird), Eka Sari Soerbakti (Presdir Lorena), Liana Trisnawati (Presdir Terminal Borneo), Irma Djohan (CFO Bali Int’l Flight Academy). Untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Indonesia ini, menurut Violeta, diperlukan kolaborasi pemerintah Indonesia dengan negara lain yang ada di Asia dan Eropa terutama dalam perbaikan infstrastruktur dan efisiensi. ‘’Kolaborasi ini sangat penting untuk dilakukan dalam rangka peningkatan efisiensi dan pembangunan infrastruktur yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,’’ tegasnya. Dijelaskannya, masalah transportasi sangat menan-
tang, karena terdapat permasalahan di sana, seperti trasportasi yang menyumbang karbon terbesar serta masalah infstratruktur serta keamanan dan keselamatan. Untuk itu diperlukan inovasi agar bisa menjadi solusi dari semua masalah tersebut. ‘’Transpotasi juga jadi penyumbang karbon terbesar, maka harus dipikirkan inovasi baru bagaimana transportasi yang banyak karbonnya diubah menjadi dekarbonisasi sehingga tetap mendorong pertumbuhan kargo,’’ jelasnya. Ia menilai urbanisasi juga memerlukan perhatian. Banyaknya urbanisasi akan membuat kota berat. Untuk itu harus disiapkan transportasi perkotaan yang pintar, juga desain kota, multimoda ditingkatkan. ‘’Indonesia akan memiliki MRT, ini akan menjadi lompatan bagi Indonesia,’’ tegasnya. Sebelumnya waktu pertemuan di Bali beberapa waktu yang lalu disepakati untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya antara ASEAN dan UE. Pasalnya dalam keselamatan di jalan raya atau Road safety, kesadaran untuk menurunkan fatalitas dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Memang sudah ada upaya untuk perbaikan, tetapi tetap harus terus meningkatkan silent killer ini. ‘’Demografi Indonesia sangat luas, menjadi potensi yang besar. Oleh karena itu keselamatan jalan raya harus dijaga. Di Uni Eropa juga ada masalah juga soal keselamatan jalan raya,’’ ungkapnya.(010)
19
Sabtu Pon, 30 September 2017
Tidak Perlu Dari Hal. 1
Bali Post/ade
UNJUK RASA - Ribuan massa aksi 299 berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Jumat (29/9) kemarin. Dalam aksinya mereka menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat dan juga meminta DPR menolak dan melawan kebangkitan PKI yang indikasinya semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Wajah Kawah Dari Hal. 1
Itu menandakan di dasar kawah sudah terjadi rekahan-rekahan yang membuat asap kawah atau solfatara terus keluar dari kawah. Rekahan itu memicu terjadinya perubahan wajah kawah. ‘’Kalau sebelumnya tembusan solfatara terjadi hanya beberapa titik, namun sekarang ini tembusan solfatara sudah semakin bertambah banyak dan semakin meluas. Data satelit juga mendukung kalau tembusan solfatara semakin banyak. Itu menandakan rekahan-rekahan mulai terjadi di dasar kawah. Rekahan yang terjadi mencapai ratusan meter lebih dari arah
barat daya ke arah timur laut. Dan rekahan-rekahan ini akan terus meluas,’’ ungkap Suartika. Suartika menambahkan, apabila terjadi erupsi, maka akan yang terjadi perubahan secara visual. Di antaranya asap yang dikeluarkan semakin abu-abu tebal, asap semakin menghitam dan makin tinggi yang bisa dilihat dari jarak 12 kilometer. Setelah itu akan diikuti dengan hujan abu, batu dan diikuti dengan semburan lahar panas. ‘’Kalau sudah menunjukkan perubahan seperti itu, kita baru bisa bilang Gunung Agung sudah erupsi. Tapi saat ini masih belum, karena asap masih belum begitu te-
bal. Dengan kondisi ini jelas mengarah ke erupsi semakin besar,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, secara kegempaan masih terus terjadi mulai dari gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal, tektonik lokal dan gempa terasa. Kata dia, dalam enam jam terakhir dari pukul 06.00-12.00 Wita untuk gempa vulkanik dalam sebanyak 173, vulkanik dangkal 54 dan tektonik lokal 11 gempa. ‘’Jadi fluktuasi gempa-gempa yang terjadi setiap harinya masih di atas 500-an. Ini menandakan kalau dari kegempaan Gunung Agung masih kritis. Karena gempa terasa setiap hari terjadi sampai 10 kali,’’ tegas Suartika. (kmb41)
Nama, usia, desa asal dan jumlah anggota keluarga agar tervalidasi jumlah pengungsinya. Pemerintah daerah dalam 7 hari ini akan mengidentifikasi warga yang tidak perlu mengungsi dan diimbau kembali ke rumahnya masing-masing. Setelah teridentifikasi, warga dari 27 desa akan ditampung di balai banjar, khususnya di Karangasem. ‘’Kita harapkan klian banjar untuk mempersiapkan diri menerima saudara-saudara kita yang berasal dari 27 desa yang sah menjadi pengungsi. Setelah itu akan jelas pengungsinya. Mereka kita tempatkan di bale banjar karena kalau di tenda dikhawatirkan akan kehujanan, becek, panas, debu, dan sebagainya. Di balai banjar, akan ditambahkan listrik, lampu darurat, genset, tenda dapur umum, tandon air, keperluan sehari-hari, dan kebutuhan dasar pengungsi lainnya, sehingga terjamin suplai logistik. Selain banjar juga menggunakan GOR, balai desa, gedung dan lainnya. Gubernur Bali juga memerintahkan semua pegawai Kabupaten Karangasem khususnya, untuk kembali ke posnya masing-masing. Yang ikut mengungsi agar kembali ke posnya kecuali jika kantornya berada di di salah satu 27 desa itu. Bagi yang kantornya di daerah berbahaya harus berkantor
di Kantor Bupati. Bagi pegawai yang tidak kembali ke posnya maka gajinya tidak dibayarkan. ‘’Karena untuk tanggap darurat memerlukan uang, maka semua kegiatan seminar, pameran dan semua hal yang tidak berhubungan langsung dengan kedaruratan dibatalkan agar uangnya dapat dipakai untuk kedaruratan. Termasuk di provinsi. Tidak boleh ada yang bepergian ke luar negeri,’’ tambah Gubernur Bali. Penanganan untuk ternak sapi, saat ini masih ada sekitar 10 ribu – 18 ribu yang berada di daerah berbahaya. Gubernur Bali akan membicarakan dengan provinsi di luar Bali yang biasanya mengimpor sapi dari Bali. Selain itu, di Karangasem masih tersedia lahan yang luas yang dapat digunakan menampung sapi. Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, dalam penanganan siaga darurat Gunung Agung, pemerintah pusat memberikan pendampingan. Penanggung jawab utama adalah bupati yang didukung penuh oleh Gubernur Bali. Apa yang sudah dilakukan pemda sudah sangat baik. Kerja sama masyarakat sangat membanggakan, sehingga penanganan berjalan dengan baik. ‘’Masyarakat diimbau untuk selalu tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan,’’ tegasnya. (kmb)
Bau Belerang
Dari Hal. 1
Dia menambahkan, di Puncak Gunung Agung sama sekali tidak merasakan ada gempa. Ia juga mengungkapkan, tidak ada perubahan apa-apa di atas gunung. ‘’Di atas sama sekali tidak ada gempa. Kalau benar ada gempa seperti di bawah, pasir di atas pasti ada yang merembes. Karena di atas kan ada pasir. Tapi di atas tidak ada terlihat merembes,’’ jelasnya. Ia mengakui mencium bau belerang saat berada di puncak, namun tidak menyengat. Sementara dalam perjalanan pulang ia juga masih melihat sejumlah binatang utamanya kera. ‘’Dalam perjalanan saya li-
hat masih ada kera di sejumlah tempat. Tak tahu ini pertanda apa, mengapa binatang itu belum turun,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, selama berada di atas dirinya bersama Jro Mangku Ade ngaturang bhakti dan memohon kepada Ida Batara yang malinggih di Gunung Agung agar tidak meletus. ‘’Kalau memang Gunung Agung akan meletus silakan, tapi letusannya agar kecil dan tidak sampai menelan korban jiwa,’’ ucap Mangku Kari. Karena Gunung Agung sudah mengeluarkan asap, dirinya meminta warga supaya tetap waspada dan mengikuti imbauan dari pemerintah. (kmb41)
Jumlah diterima kemarin Rp 12.410.700 Dari Hal. 1 Made Surasti, Selabih Tabanan Ida Bagus Putu Adnyana Ishana, Dauh Pala Tabanan Bali Rani Hotel & The Rani Hotel 65 kaleng susu deterjen Jumlah diterima kemarin Jumlah sebelumnya Jumlah seluruhnya
Rp 50.000 1 dus Air mineral 1 dus handuk, 1 dus Pampers 5 L Minyak Goreng,15 sak beras, 60 pcs sabun mandi 30 pak 180 pcs seprai, 20 pcs handuk, 100 pcs celana panjang Rp Rp Rp
12.410.700 157.421.700 169.832.400
Sabtu, 30 September 2017
05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana
Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya (4) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Education On Bali TV 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.30 Belajar Menggambar
Seni Melipat Hiu 10.05 Galeri Musik Indonesia 11.05 Bali Channel Tourist TV 11.30 Lejel Homeshopping 12.05 Dharma Wacana Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya (5)
12.30 Wawancara Eksklusif Tanggap Bencana 13.00 Solusi Alternatif : Jamu Tetes HaGe 14.05 Lejel Homeshopping 14.30 Yowana Magz Karang Taruna Kota Denpasar 15.05 Parameter
15.30 Education on Bali tv 16.00 Berita dan Bincang Terkini 16.05 Lila Cita Suara Kanti Gianyar (4) 17.05 Nangun Yadnya Karya Pawiwahan Puri Kajanan Padangsambian
17.30 Gita Shanti Sekaa Santhi Bandana Gita Ulangun (1) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Orti Bali 20.00 Satu Jam
20.30 Lila Cita Penyalonarangan Ki Balian Batur (4) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Wawancara Eksklusif Tanggap Bencana 23.00 Berita dan Bincang Terkini 23.00 Lila Cita: Calonarang Bresela (4)
Bhima Tewaskan Kshemadhurti
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Keduapuluh Dua)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
BHIMA dengan hati-hati melemparkan kepada musuhnya sebuah tombak berkilauan. Tombak itu seperti sinar-sinar matahari yang sedang melintas itu betulbetul lurus. Material tombak itu semuanya terbuat dari besi. Penguasa Kuluta itu sangat sigap. Kemudian menarik busurnya memotong tombak Bhima dengan 10 batang panah. Selanjutnya menyerang putra Pandu itu menggunakan 60 batang panah. Putra kedua Pandu itu lalu mengambil sebuah busur. Dentingan suara busurnya itu menyerupai raungan awan-awan. Serangan dengan panah itu mengeluarkan teriakan keras, karena hal itu membuat menderita gajah-gajah musuhnya. Gajah-gajah itu dibuat menderita Bhimasena, yang melepaskan anak-anak panah terbaiknya. Akibatnya gajah-gajah itu tidak dapat berdiri di medan perang. Seperti awan yang diembus angin. Gajah-gajah sangat besar yang dimiliki Bhima selanjutnya mengejar temannya yang melarikan diri. Tampak seperti kumpulan awan-awan diembus angin.
Setelah mengendalikan gajahnya sendiri, Kshemadhurti yang gagah berani itu menyerang dengan panah-panahnya gajah Bhimasena yang sedang melakukan pengejaran itu. Anak panah berkepala seperti pisau cukur ditembakkan dengan baik. Kshemadhurti memotong busur musuhnya kemudian membuat menderita gajah-gajah musuhnya itu. Dipenuhi kemarahan, Kshemadhurti selanjutnya menyerang Bhima dengan panah panjang yang ditujukan di setiap bagian tubuhnya yang vital. Gajah raksasa milik Bhima itu kemudian terjatuh. Oh Bharata! Bhima kemudian melompat turun dari gajahnya dan berdiri di atas bumi sebelum jatuhnya binatang buas itu. Kemudian menyerbu gajah musuhnya itu menggunakan gadanya. Vrikodara lalu menyerang Kshemadhurti dengan melompat turun dari gajahnya yang hancur. Bhima maju dengan senjata teracung. Demikian diserang Kshemadhurti tidak bisa memberikan perlawanan berarti, dan terjatuh tanpa nyawa dengan pedang masih di lengannya yang berada
samping gajahnya. Tampak seperti seekor singa dipukul jatuh oleh petir. Setelah menyaksikan Raja Kuluta yang terkenal itu terbantai, pasukan-pasukan paduka menderita luar biasa. Banyak lalu melarikan diri. Sanjaya berkata, kemudian, pemanah perkasa dan gagah berani Karna mulai memukul bala tentara Pandava. Karna melepaskan panah-panahnya yang lurus. Hal yang sama dilakukan prajurit kereta perkasa para Pandava. Oh raja, ksatria-ksatria Pandava yang dipenuhi kemarahan mulai memukul bala tentara paduka di hadapan Karna. Karna, oh raja, kemudian membantai bala tentara Pandava memakai panahpanah berkilauan. Panah-panah itu seperti sinar-sinar matahari yang digosok tangan-tangan oleh tukang besi. Oh Bharata, di sana gajahgajah itu diserang Karna dengan panah-panahnya. Akibatnya gajah para prajurit Pandava mengeluarkan teriakan keras. Gajah itu kehilangan kekuatan kemudian pusing berkeliaran ke segala sisi. Ketika bala tentara Pandava
sedang diserang putra Suta itu, Nakula menyerbu dengan cepat melawan prajurit kereta perkasa itu. Sementara Bhimasena menyerbu melawan putra Drona yang rajin menyempurnakan prestasi-prestasinya yang sangat sulit. Satyaki menahan Pangeran Kaikaya, Vinda dan Anuvinda. Raja Citrasena menyerbu melawan Srutakarman yang sedang bergerak maju. Dan Prativindhya melawan Citra yang memiliki sebuah tiang bendera
indah dan juga sebuah busur indah. Duryodhana sendiri menyerang Prabu Yudhishthira, putra Dharma. Sedangkan Dhananjaya menyerbu kumpulan yang marah para Samsaptaka. Pangeran Dhrishtadyumna sendiri meneruskan melawan Kripa. Shikhandi yang tak terkalahkan berdekatan dengan Kritavarma. Srutakirti melawan Shalya. Dan putra Madri, Sahadeva, yang gagah berani, oh raja, bertarung dengan putra paduka, Duhshasana. (bersambung)
Sloka 15.8 Sariram yad avapnoti yac capy utkramatisvarah grhitvaitani samyati vayur gandhan ivasayat Makhluk hidup di dunia material membawa berbagai paham hidupnya dari satu badan ke badan yang lain seperti udara membawa berbagai bau. Dengan cara demikian ia menerima jenis badan tertentu, lalu sekali lagi meninggalkan badan itu untuk menerima badan lain.
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Sabtu Pon, 30 September 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
CCAI Peduli Pengungsi Gunung Agung A K T I V I TA S G u n u n g Agung di Karangasem, Bali yang terus meningkat memaksa masyarakat meninggalkan rumah dan mengungsi ke area aman. Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib pengungsi, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) turut membantu masyarakat yang berada di beberapa posko pengungsian setempat, Kamis (28/9). CCAI mengirimkan bantuan berupa lebih dari 6.000 botol Ades 1,5 liter bagi para korban dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penanggulangan Gunung Agung di beberapa wilayah, yaitu, Karangasem, Klungkung, dan Singaraja. Penyerahan bantuan ini dipimpin oleh Iwan Sulistyantoro selaku Pimpinan Pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia wilayah Bali dan Nusra, yang didampingi oleh Indah Triyanti, Public
Affairs dan Communications Coca-Cola Amatil Indonesia. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Ulakan untuk didistribusikan lebih lanjut. Masyarakat sangat membutuhkan air bersih, air minum, cadangan makan, sembako, obat obatan dan pakaian. Apa yang dilakukan dunia usaha hari ini sangat membantu kami untuk melakukan percepatan antisipasi dampak bencana. “Dalam situasi seperti ini, persediaan air minum yang bersih dan aman sangat terbatas dan merupakan salah satu masalah terbesar yang harus segera diatasi. Coca-Cola Amatil Indonesia berharap bantuan air minum yang diberikan dapat meringankan keadaan masyarakat yang terkena dampak. Segenap manajemen dan karyawan Coca-Cola Amatil Indonesia menyatakan turut
prihatin akan kondisi ini dan kami berkomitmen untuk selalu berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di sekitar fasilitas kami,” ujar Indah Triyanti, Public Affairs and Communications Coca-Cola Amatil Indonesia. Selain memberi bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana, CCAI juga senantiasa berusaha mendukung pengembangan masyarakat sekitar melalui berbagai inisiatif sosial kemasyarakatan seperti pemberian bantuan pendidikan bagi anak-anak berprestasi di sekitar fasilitas CCAI, penyediaan layanan kesehatan secara cuma-cuma di setiap poliklinik CCAI, dukungan penanaman pohon, program pemberdayaan masyarakat lewat program Coca-Cola Forest, serta pengembangan bibit muda sepak bola melalui Coke Kicks. (bns)
Bali Post/edi
PERMUKIMAN - Sejumlah warga melintasi permukiman di Dusun Pemuteran, Rendang, Karangasem. Kawasan Dusun Pemuteran yang berjarak 9 km dari Gunung Agung sangat berbahaya apabila Gunung Agung mengalami erupsi. Terlihat pula sejumlah anak menunggu giliran untuk body painting di tempat pengungsian di GOR Swecapura.
MENGUATKAN KEPEKAAN TERHADAP SIKLUS ALAM
Bali Post/kmb
PENGUNGSI - Karyawan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) turut membantu pengungsi Gunung Agung melalui aksi bersih-bersih dan donasi ribuan botol Ades.
AHASS Raih Penghargaan Service Quality Award 2017
ASTRA Honda Autorized Service Station atau yang lebih populer dengan sebutan AHASS kembali mendapatkan penghargaan Service Quality ( SQ) 2017 untuk kategori Automotive 2W After Sales Service. Di tahun 2017 ini sekaligus menjadi kali kesembilan PT Astra Honda Motor berhasil meraih penghargaan SQ Award kriteria tertinggi Diamond. Penghargaan tertinggi dalam ajang SQ Award ini semakin membuktikan kualitas dan komitmen AHASS dalam memberikan layanan terbaik untuk konsumen. Sejalan dengan Komitmen PT Astra Honda Motor dalam meningkatkan layanan purna-jual terbaik untuk konsumen, didukung dengan kerja keras pemilik dan seluruh karyawan bengkel AHASS di seluruh Indonesia dalam memberikan layanan servis berkualitas kepada konsumen. Service Quality Award 2017 diselenggarakan oleh lembaga Carre – CCSL (Center for Customer Satisfaction & Loyalty) bekerja sama dengan majalah Service Excellence. Ajang penghargaan ini diberikan setelah penyelenggara melakukan survey kepada 3.500 respon-
den di empat kota besar di Indonesia (Jakarta, Medan, Surabaya, dan Semarang) pada kurun waktu Januari – Maret 2017. Survei dibentuk dari dua dimensi yaitu Perceive Service Quality (PSQ) atau persepsi pelanggan terhadap kualitas servis yang mereka nikmati dan Perceived Service Value (PSV) atau persepsi pelanggan mengenai kesetaraan uang atau biaya yang mereka keluarkan dibandingkan servis yang mereka terima dan nikmati. PSQ memfokuskan 4 (empat) KPI utama servis yang mewakili Moment of truth (MoT), yaitu service accesibility, service process, people dan service solution. Setelah melakukan survei, penyelenggara menetapkan sejumlah perusahaan yang berhak mendapatkan SQ Award. Penghargaan ini dibagi dua yaitu, Diamond, perusahaan yang mempunyai Service Quality Index (SQI) di atas 4.000 dan di atas rata-rata industrinya dan Gold, perusahaan yang mempunyai SQI di atas 4.000 tetapi di bawah ratarata industrinya atau SQI di atas 3.500 dan di atas ratarata industri. Puncak acara ditandai
dengan penyerahan penghargaan para pemenang pada awal bulan Agustus 2017, bertempat di Hotel Mulia Jakarta, PT Astra Honda Motor yang diwakili oleh Bapak Yody Kristian Saputra selaku Manager Technical Service Division mengucapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan, penghargaan tertinggi dalam ajang SQ Award ini akan memacu HONDA untuk terus meningkatkan layanan kepada konsumen di seluruh jaringan AHASS. ‘’Terima kasih atas kepercayaan konsumen yang menghantarkan kami pada penghargaan ini. Tugas berat kami adalah mempertahankannya dengan terus berusaha memberikan layanan terbaik di seluruh jaringan AHASS,” ujar Yody. Untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan, PT Astra Honda Motor saat ini didukung lebih dari 1.800 showroom dealer penjualan, 3.700 bengkel AHASS dengan sekitar 19.000 teknisi terlatih dan berpengalaman, serta sekitar 7.400 jaringan suku cadang yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia. (bns)
PENINGKATAN aktivitas Gunung Agung telah menjadi pemahaman banyak pihak. Namun, membangun kesadaran untuk peka terhadap cara-cara alam membangun keseimbangan baru harus dibudayakan. Komponen masyarakat Bali haruslah berada dalam koordinasi yang tersistem untuk menghindari kepanikan berlebihan atas gejala alam. Peningkatan aktivitas Gunung Agung harus dikelola dengan pendekatan yang arif, baik secara ritual dan ilmu pengetahuan. Bakti terhadap alam dan tanggap terhadap bencana haruslah menjadi kesadaran semua umat manusia. Pandangan itu dilontarkan Wakil Ketua DPP IHGMA Ramia Adnyana kepada Bali Post, Jumat (29/9) kemarin. Ia mengatakan, kini kepedulian terhadap sesama manusia yang terdampak peningkatan aktivitas Gunung Agung patut diapresiasi. Semua komponen sudah bergerak sesuai bidangnya. ‘’Kami sebagai pelaku bisnis di sektor pariwisata mengapresiasi kinerja semua kalangan dalam membangun kepedulian. Bahkan ke depan, kesadaran ini harus dibudayakan,’’ ujarnya. Namun, ia tetap berharap untuk menghindari kepanikan yang berlebihan merespons gejala alam ini. Maka ke depan, kesadaran menghadapi siklus alam harus dibangun. Setiap umat haruslah memiliki kesadaran penuh, bahwa siklus alam tak mungkin ditiadakan. ‘’Yang perlu dibangun saat ini adalah membangun kepekaan terhadap siklus alam. Kesadaran terhadap potensi terjadinya bencana ini harus terbangun. Dengan demikian, kita akan menjadi bijak mengelola bencana,’’ ujarnya. Selebihnya, ia meyakini gerakan tanggap bencana di Bali akan terkondisikan secara baik. Ini dimungkinkan karena toleransi dan kepedulian krama Bali terhadap sesama sangat tinggi. Yang perlu diperhatikan adalah
perlunya pemetaan bantuan jika dampak bencana ini memakan waktu lama. Di sini manajemen menghadapi bencana harus jelas dan efektif,’’ ujar salah satu penggagas Bali Hospitality Leaders ini. Sebelumnya, Guru Besar Ilmu Humaniora pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya, I.B. Putera Manuaba, mengingatkan kita bahwa bagi umat Hindu, Gunung Agung ini merupakan kiblat, karena di kaki Gunung Agung itulah Pura Besakih sebagai pura terbesar di Bali itu dulu dibangun oleh Rsi Markandeya — penyebar agama Hindu di Bali. Dalam konteks bencana, banyak orang menyebut meletusnya gunung berapi sebagai sebuah bencana alam. Itu tak salah, karena memang setiap gunung yang meletus itu, pastilah akan memakan korban (bisa manusia, binatang, tumbuhan, dan juga lainnya). Namun, kalau direnungkan, apa yang disebut bencana itu, sesungguhnya juga merupakan siklus alam. Ada saatnya gunung berapi tenang untuk beberapa lama, dan ada kalanya akan membara dan meletus. Jika panas bumi sudah memuncak, maka panas bumi itu akan keluar melalui gunung berapi. Kapan sebuah gunung meletus -- dan khusus-
nya juga kapan Gunung Agung meletus -- tak seorang pun dapat memprediksinya secara tepat. Tapi gunung berapi itu meletus merupakan suatu kepastian. Dan, mungkin hanya Tuhanlah yang tahu. Oleh karena itu, siklus alam itu adalah kuasa Tuhan. Tuhan-lah Sang Arsitek
Agung yang mencipta alam yang salah satunya adalah gunung, dan menentukan kapan gunung meletus. Manusia hanya dapat menduga-duga dan mengira-ngira berdasarkan pengetahuannya yang sangat terbatas dan tak mampu menyamai kemahatahuan Tuhan. (dir)