terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 14 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Soroti Pengendara Motor Pakai ‘’Udeng’’
Pendakian Ditutup
Mulut Bayi Dibekap
Kesadaran tertib berlalu lintas di Bali masih rendah. Kondisi ini dikuatkan dengan jumlah pelanggar Operasi Patuh 2018 sebanyak 10.502 pelanggaran. Banyak pengendara sepeda motor mengenakan udeng.
Pendakian ke puncak Gunung Batukaru ditutup hingga beberapa bulan ke depan guna menyukseskan karya di Pura Luhur Batukau.
Sepasang kekasih membekap mulut bayi yang disimpan di dalam tas selama perjalanan. Bayi malang itu pun tewas. Hal itu terungkap dalam rekonstruksi kasus pembuangan bayi.
Tabanan| HAL. 7
Denpasar | HAL. 2
Bangli | HAL. 14
Papua Tetap Bergejolak Presiden Diminta Segera Bertindak Jakarta (Bali Post) Demo aksi antirasisme terus berlanjut dan bergejolak di Papua. Penyerangan yang dilakukan oleh massa pendemo di Deiyai, Papua, sehingga mengakibatkan empat anggota Polri terluka, dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terluka, satu anggota TNI dan dua warga lainnya meninggal dunia pada Rabu (28/8) disesalkan banyak pihak. Kamis (29/8) kemarin giliran di Jayapura yang bergejolak. Aksi massa merusak sejumlah fasilitas publik. Presiden Joko Widodo diharapkan segera bertindak. Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku prihatin atas jatuhnya korban jiwa dan korban luka-luka dalam peristiwa di Deiyai. Ke depan, ia berharap operasi militer yang dilakukan pemerintah lebih memahami karakteristik suku-suku di Papua. ‘’Saya mendorong TNI dan Polri terutama untuk pasukan yang bertugas di Papua agar dapat mempersiapkan diri, baik persenjataan maupun perlengkapan lainnya di samping memahami karakteristik suku-suku yang ada di Papua,’’ ucap Bambang Soesatyo, di Jakarta, Kamis kemarin. Ia berharap Panglima TNI
dan Kapolri dapat bertindak tegas dan terukur terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang memprovokasi massa yang melaksanakan demo serta mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah mengakibatkan jatuhnya korban. ‘’TNI dan Polri harus melakukan pendekatan dan bekerja sama dengan seluruh unsur Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama dan pimpinan-pimpinan adat serta ketua-ketua suku yang ada di Papua, agar terjalin saling pengertian dalam mewujudkan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,’’ ujarnya. Semua elemen masyarakat juga diminta menjaga suasana tetap tenang dan tidak melakukan provokasi atau menyebarkan berita hoax yang akan memperkeruh suasana. ‘’Masyarakat jangan mudah percaya dengan berita-berita dan provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, serta mempercayakan keamanan kepada aparat kepolisian,’’ tegasnya. Senada, Wakil Ketua DPRRI Fahri Hamzah mengatakan pemerintah belum mampu memahami kompleksitas masalah rakyat di Bumi Cendrawasih itu. Hal. 15 Menghentikan Rusuh
Bali Post/ant
MASIH BERGEJOLAK - Asap membubung saat aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8) kemarin. Papua masih bergejolak pascatindakan rasisme dan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Presiden diminta segera bertindak.
DPR-RI Periode 2014-2019 Berkinerja Buruk Jakarta (Bali Post) –
Ruang sidang DPR-RI dalam sidang paripurna, Kamis (29/8) kemarin, diwarnai banyaknya kursi anggota dewan yang kosong. Berdasarkan data absensi, dari 560 anggota dewan hanya 297 orang yang hadir. Sementara sisanya yakni 263 orang tidak hadir dengan berbagai alasan.
Bali Post/ant
BANYAK KOSONG - Sejumlah anggota DPR mengikuti rapat paripurna ke-5 DPR masa persidangan I tahun sidang 2019-2020 di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8) kemarin. Rapat paripurna tersebut beragendakan penyampaian pidato kinerja DPR tahun 2018-2019 dan peringatan HUT ke-74 DPR. Dari 560 anggota, hanya 297 yang hadir, sehingga banyak kursi kosong.
Dokumen Final RZWP3K Bali Terus Diprotes
Jakarta (Bali Post) Wahli dan ForBALI konsisten memprotes keras dokumen final Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Keci (RZWP3K) Bali. Pasalnya dokumen tersebut mengakomodir megaproyek yang mengancam lingkungan pesisir seperti perluasan bandara, tambang pasir dan pembangunan pembangkit listrik batu bara di Pelabuhan Celukan Bawang. Suara protes kembali disampaikan Wahli dan FroBALI dalam pembahasan RZWP3K Bali yang diadakan di Ruang Rapat Layur-Nila, Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (28/8). Acara ini dipimpin oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diwakili Direktur Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Kepala Subdit Zonasi Daerah Krishna Samudra yang sekaligus sebagai moderator acara. Hal. 15 Dijejali Megaproyek
Tembus Pasar Ekspor Bali patut berbangga karena beberapa komoditi pertanian yang dihasilkan mampu menembus pasar ekspor. Di antaranya mangga harum manis dan salak gula pasir. Negara mana saja yang dituju?
www.bisnisbali.com
Dalam beberapa kali sidang paripurna, kursi wakil rakyat selalu banyak yang kosong. Padahal Kamis kemarin harusnya menjadi hari istimewa karena merupakan hari ulang tahun ke-74 DPR-RI dan penyampaian laporan kinerja DPR-RI selama tahun sidang 2018-2019. Selain itu, masa jabatan akan segera berakhir 18 hari lagi. ‘’Dalam pelaksanaan fungsi legislasi, selama tahun sidang 2018-2019, DPR telah membahas dan menyetujui bersama Presiden sebanyak 15 RUU untuk disahkan menjadi undang-undang,’’ kata Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo dalam rapat paripurna DPR tersebut. Dia mengatakan, secara keseluruhan jumlah RUU yang telah selesai dibahas dari awal periode keanggotaan DPR-RI 2014-2019 sampai Agustus 2019 sebanyak 77 RUU. Hal. 15 Jauh Menurun
Kinerja DPR RI 2014 – 2019 Fungsi Legislasi 2015
2016
2017
2018
2019
3 UU
10 UU
6 UU
5 UU
4 UU
40 RUU
51 RUU
52 RUU
49 RUU
55 RUU
dari
dari
dari
dari
dari
Anggaran legislasi 2015 – 2019 Rp 1,62 Triliun atau Rp 323,4 Miliar/tahun Fungsi Budgeting Tak pernah kritis terhadap RAPBN Gagal mendorong Penghematan Anggaran
Fungsi Pengawasan Tak mampu tindak lanjuti temuan kerugian negara oleh BPK Perencanaan kerja pengawasan dan kinerja tak linear
Kelembagaan Kehadiran dalam Sidang selalu di vbawah 50 persen Banyak terjerat Korupsi
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Pasti Membebani APBD Peningkatan Pelayanan Belum Tentu Denpasar (Bali Post) Kenaikan iuran premi BPJS Kesehatan seperti yang disampaikan Menetri Keungan Sri Mulyani adalah solusi mengatasi defisit. Namun dampaknya yang pasti akan makin membebani anggaran daerah (APBD), karena banyak peserta JKN yang di-cover pemerin-
tah. Perusahaan dan rakyat yang membayar swadaya juga akan terbebani. Ironisnya, pelayanan belum tentu akan meningkat. Pendapat tersebut disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dr. Gede Putra Sutedja. Ia mengatakan, dari sejak awal dibentuknya sistem JKN dan mulai diterapkan 1 Januari 2014, sudah terlihat iuran yang dibayarkan tidak mencukupi dengan biaya riil dari pelayanan kesehatan yang didapatkan peserta. ‘’Tapi pemerintah tetap menjalankan hal tersebut,’’ ungkapnya, Kamis (29/8) kemarin. Masalah yang terjadi di Bali adalah masyarakat Bali sebagian sudah di-cover oleh
JKN-KBS melalui anggaran APBD. ‘’Dengan peningkatan iuran sekarang hampir 50 persen, bagaimana sekarang pembiayaan dari daerah apa tidak memberatkan daerah. Bagaimana pekerja dari perusahaan–perusahaan swasta? Perusahaan itu apakah akan bisa menanggung beban juga dari perubahan iuran ini,’’ katanya. Menurutnya, jika kenaikan iuran premi ini hanya untuk menutupi atau menambal defisit saja, sementara tarif INACBG’s menggunakan yang lama, maka akan memengaruhi kualitas layanan. ‘’Rumah sakit atau faskes berharap terjadi kenaikan kapitasi dan tarif INACBG’s. Kalau ini tidak naik, kan berarti hanya untuk menambal defisit saja, berarti tetap saja kualitas layanannya seperti sekarang ini,’’ selorohnya. Ketua PERSI Bali dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan, kenaikan premi ini belum tentu bisa mening-
katkan pelayanan. ‘’Kami di rumah sakit, kenaikan premi ini tidak berpengaruh terhadap pelayanan. Artinya standar pelayanan tetap seperti sebelum kenaikan premi,’’ ungkapnya. Ia berharap dengan kenaikan ini, klaim pembayaran ke rumah sakit agar segera dibayarkan, karena di Bali masih banyak yang belum dibayar klaimnya secara penuh. ‘’Kami di rumah sakit inginnya defisit ini segera dibayar,’’ ungkapnya. Dikatkannya, kelancaran pembayaran sangat berpengaruh terhadap operasional RS. Meskipun RS pemerintah, gaji dibayar pemerintah, namun ada pembayaran jasa yang h a r u s
dikeluarkan. Apalagi kini sudah banyak RS pemerintah yang menjadi BLU, maka untuk membiayai operasional lainnya memang RS didorong untuk mampu untuk mengadakan sendiri. Sedangkan RS swasta lebih berat lagi, dia harus bayar gaji, belum lagi bayar investasi cicilan bank, termasuk pengadaan bahan, barang farmasi, dll,’’ bebernya. (kmb42)
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
FIGUR Kejayaan Vanili WAKIL Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry melihat para petani kini mulai antusias untuk kembali menanam vanili. Seperti diketahui, komoditas tersebut sempat mengalami masamasa kejayaan di tahun 1980-an sampai dengan di awal tahun 1990-an. Saat itu, Bali tercatat sebagai penghasil dan eksportir vanili terbesar di Indonesia sebelum akhirnya redup dan hilang. ‘’Saat ini saya melihat para petani mulai antusias menanam vanili lagi. Kita harus motivasi dan sambut baik karena komoditi vanili bisa dibangkitkan lagi,’’ ujarnya di Denpasar, belum lama ini. Sugawa Korry melihat geliat kebangkitan vanili saat mengunjungi kelompok petani vanili di Desa Ambengan, Sukasada, Buleleng beberapa waktu lalu. Para petani di desa tersebut dikatakan sangat antusias. Oleh karena itu, politisi Golkar asal Buleleng ini bersemangat agar kejayaan vanili Bali bisa dikembalikan lagi. Terlebih di masa jayanya dulu, asosiasi eksportir vanili nasional juga sampai berkedudukan di Pulau Dewata. ‘’Pemda harus turun tangan membantu. Dinas Pertanian harus segera memfasilitasi sertifikasi bibit. Jangan terlalu lama menunggu sehingga petani terbantu,’’ jelasnya. Selain itu, lanjut Sugawa Korry, pemda juga mesti memberikan pendampingan terkait teknik budi daya vanili. Mengingat sebelumnya, komoditi ekspor andalan Bali ini redup dan hilang karena terserang penyakit busuk batang. Para ahli agar memberikan solusi untuk mengatasi penyakit tersebut. Kemudian satu PR lagi yakni memulihkan rasa kepercayaan pasar internasional terhadap vanili Bali yang dulu juga rusak karena ulah oknum-oknum tertentu. ‘’Gubernur agar mengkaji dan mengeluarkan pergub terkait pengendalian dan peningkatan kualitas produksi vanili Bali. Kalau hal-hal tersebut bisa dilaksanakan secara terkoordinatif, kami yakin kejayaan vanili Bali segera bisa dikembalikan,’’ pungkasnya. (rin)
Aksara Bali pada Rambu Jalan Dilakukan Bertahap Denpasar (Bali Post) Dinas Perhubungan Provinsi Bali dalam menyikapi keluarnya Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, belum bisa sepenuhnya melakukan penyertaan tulisan aksara Bali dalam setiap rambu jalan, khususnya papan jalan. Hingga kini Dinas Perhubungan Provinsi Bali baru memasang di 53 titik jalan, khususnya nama jalan yang sudah disertai dengan tulisan aksara Bali. Penggunaan tulisan aksara Bali pada papan jalan baru bisa dilakukan di sekitar wilayah Denpasar yang merupakan kewenangan Pronvinsi Bali. Di antaranya di Jalan Hang Tuah, Jalan Raya Puputan, Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Juanda, Jalan S Parman, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Gunung Agung, Jalan WR Supratman, Jalan A Yani Utara, Jalan Raya Sesetan, Jalan Hayam Wuruk. Total papan jalan yang dipasang sebanyak 53 buah. Menurut Kapala UPTD Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Bali Arifin Efendi, S.T., M.T., untuk tahun anggaran 2019, Dinas Perhubungan Provinsi Bali baru bisa melakukan pemasangan papan jalan sesuai dengan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018, hanya di Denpasar saja. Pemasangan akan dilanjutkan di lokasi jalan–jalan yang merupakan kewenangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Bali setiap tahun anggaran. Pemasangan tulisan aksara Bali pada papan jalan ini dilakukan secara bertahap. Untuk jalan kabupaten dan kota di Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali mengimbau untuk segera menindaklanjuti Pergub Bali tentang Aksara Bali ini, pada rambu-rambu jalan kabupaten dan kota. ‘’Kami telah mengadakan rapat dan mengimbau agar Dinas Perhubungan Kabupaten dan Kota untuk menindaklanjuti hal ini,’’ katanya. Selain kabupaten dan kota, pihaknya juga telah bersurat ke pihak terminal dan jalan yang merupakan kewenangan pemerintah pusat. Lebih lanjut, pihaknya juga akan segera berkonsultasi ke Kementerian Perhubungan, berkaitan dengan pemasangan tulisan aksara Bali pada RPPJ (Rumbu Pendahulu Petunjuk Jalan). Mengingat, pemasangan papan RPPJ ini ada standar dari Kementerian Perhubungan. Sementara untuk RPJ (rambu petunjuk jalan) Dinas Perhubungan Bali sudah ada melakukan pemasangan tulisan Bali, di sekitar areal simpang Dewa Ruci, bertepatan dengan pemasangan secara resmi dahulu. (kmb16)
Kurir Narkoba Dituntut 13 Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Pria berusia 19 tahun kelahiran Kampung Jawa, Lombok Tengah, terdakwa Tuza Semara Nata, Kamis (29/8) kemarin dituntut pidana penjara selama 13 tahun. JPU Peggy E Bawengan di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi menjelaskan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 112 ayat 2 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di samping dituntut 13 tahun penjara, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Dijelaskan dalam surat tuntutan, bahwa terdakwa yang pengangguran ini sudah siap menanggap upah untuk menempel narkoba. Hari apesnya terdakwa pada 11 Mei 2019, yakni saat terdakwa melakukan penempelan di Gang Mujair, Jalan Raya Sesetan, Banjar Pegok, Denpasar Selatan. Saat digeledah sekitar pukul 23.00, polisi menemukan 21 paket sabu-sabu. ‘’Dan saat diinterogasi, terdakwa mengaku sudah menempel sabu-sabu di bawah tiang listrik, ditimbun rumput kering di pinggir Jalan Gurita IV, Banjar Pekok,’’ tandas jaksa. Terdakwa pun diminta mengambil tempelan itu, sehingga ada total 22 paket sabu-sabu yang disita dari terdakwa dengan berat total mencapai 15,10 gram netto sabu-sabu. Masih kata jaksa, sehari sebelum ditangkap, terdakwa menerima perintah via telepon dari seseorang yang mengaku bernama Dino. Dia menawarkan pekerjaan, yakni sebagai kurir tempel sabu dengan upah Rp 50 ribu sekali tempel. Karena terdakwa belum bekerja, maka dia menyetujui pekerjaan tersebut. Kini hukuman berat menanti lelaki yang mengaku hanya tamatan SMK itu. (kmb37)
Topik : Kapolda Golose Soroti
Pengendara Motor Pakai ”Udeng’’
Bali Post/rah
SEMATKAN PITA - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyematkan pita saat Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung 2019.
Kapolda Golose Soroti Pengendara Motor Pakai ”Udeng’’
Denpasar (Bali Post) Kesadaran tertib berlalu lintas di Bali masih rendah. Kondisi ini dikuatkan dengan jumlah pelanggar Operasi Patuh 2018 sebanyak 10.502 pelanggaran. Hal paling mencolok yang jadi sorotan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose adalah masih banyak pengendara sepeda motor mengenakan udeng saat berangkat sembahyang. Apalagi Bali diharapkan menjadi provinsi atau pulau tertib berlalu lintas. ‘’Orang Bali sendiri harus menunjukkan bahwa mereka juga berbudaya lalu lintas yang baik tapi tidak meninggalkan kearifan lokal. Saya rasa kearifan lokal itu bisa terlaksana, contohnya kalau memang harus berangkat sembahyang memakai udeng silahkan, tapi pakai helm dulu udeng dibuka. Sesudah pakai helm (tiba di tempat sembahyang - red) kemudian memakai udeng,’’ tegas Kapolda Golose usai jadi Irup Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung 2019 di Lapangan Iptu S. Soetardjo Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar
Timur, Kamis (29/8) kemarin. Menurutnya, melalui pariwisata Bali bisa menghasilkan devisa untuk negara. Merujuk statemen Menteri Pariwisata adalah 7 miliar dolar AS dihasilkan dari pariwisata Bali dari 19 miliar dolar AS devisa yang masuk ke Indonesia untuk tourism. Meski demikian, Golose berharap masyarakat Bali tidak boleh meninggalkan budaya lalu lintas yang baik. Seharusnya kita tunjukkan baik kepada wisatawan asing, terlebih kepada domestik bahwa berkendaraan yang baik itu patuh dan harus dilaksanakan sesuai dengan
aturan yang ada di Indonesia. Khususnya di Pulau Bali harus sebagai contoh yang baik. Terkait pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019, jenderal bintang dua di pundak ini mengungkapkan, juga dilakukan operasi simpatik. Tunjukkan budaya lalu lintas yang baik sehingga Bali terkenal bukan hanya sebagai daerah wisata, tetapi sebagai daerah atau provinsi atau pulau yang tertib berlalu lintas. Operasi Patuh dilaksanakan Ditlantas Polda Bali berserta jajarannya ini melibatkan instansi terkait, di antaranya TNI dan Dishub, berlangsung mulai 29 Agustus sampai 11 September 2019. Kapolda saat membacakan sambutan menyampaikan, melihat situasi saat ini perhatian masyarakat terhadap lalu lintas adalah mengenai kemacetan dan pelanggaran lalu lintas. Lalu lintas dapat diarti-
kan sebagai urat nadi kehidupan, cerminan budaya bangsa dan juga cerminan ketertiban suatu negara. Maka dari itu, apabila ingin meningkatkan kualitas negara maka hal terpenting yang harus dilakukan masyarakat adalah mematuhi peraturan lalu lintas. Pada era industri 4.0 ini, masyarakat Indonesia dihadapkan dengan ketidakseimbangan antara jumlah transportasi yang meningkat secara dinamis dengan kuantitas jalan raya yang statis. Hal inilah yang membuat permasalahan lalu lintas di Indonesia semakin pelik, pelanggaran terus terjadi dan korban kecelakaan lalu lintas pun terus bertambah setiap harinya. Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, jumlah kecelakaan lalu lintas pada Operasi Patuh tahun 2018 sebanyak 76 kejadian, mengalami peningkatan 41 kejadian atau 117 persen
dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 35 kejadian. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia pada Operasi Patuh tahun 2018 sebanyak sembilan orang, di mana mengalami penurunan sebanyak empat orang atau -25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 12 orang. Untuk jumlah korban luka berat sebanyak sembilan orang, mengalami peningkatan lima orang atau 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak empat orang. Pada Operasi Patuh tahun 2018 terjaring 10.502 pelanggar, mengalami penurunan dua persen dari tahun 2017. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Jaringan Narkoba Lapas Kerobokan dan Aceh Ditangkap
Denpasar (Bali Post) Tim Berantas BNNP Bali dalam tiga minggu terakhir mengungkap jaringan narkoba Lapas Kerobokan dan Aceh di wilayah Kuta dan Karangasem. Dari pengungkapan kasus ini disita 5,5 kilogram sabu-sabu (SS). Ada lima pelaku ditangkap dengan rincian jaringan lapas, Bella (22) dan Antok alias Ari berstatus napi, serta jaringan Aceh yaitu Supriyadi (33), Amirrullah (27) dan Azhari (34) yang ditangkap pada Rabu (28/8) lalu. Khusus jaringan Aceh memasok narkoba ke Bali lewat darat, laut dan udara. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa didampingi Kabid Berantas AKBP I Nyoman Sebudi, Kamis (29/8) kemarin mengatakan, menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait peredaran narkotika di wilayah Bali, Tim Bidang Berantas BNNP Bali melakukan penyelidikan. Pada Kamis (8/8) pukul 10.00 Wita, tim dipimpin AKBP Sebudi meringkus Bella di kamar kosnya di Jalan Sedap Malam Gang Cempaka, Denpasar Timur. Hasil penggeledahan di kamarnya, disita barang
bukti 11 paket SS seberat 7,08 gram, helm, timbangan elektrik, Iphone, satu bendel pipet, buku tabungan BCA, kartu ATM BCA dan lakban. ‘’Tersangka Bella ini merupakan pengedar. Dia mendapatkan pasokan narkotika dari Ari yang mendekam di Lapas Kerobokan,’’ tegasnya. Setelah mendapatkan keterangan dan identitas pengedali yaitu Ari, petugas melakukan pengembangan ke Lapas Klas IIA Kerobokan dan berhasil mengamankan handphone dibawa napi Ari. Selanjutnya Ari dibawa ke Kantor BNNP Bali, Kereneng, Denpasar Timur. ‘’Tersangka A (Ari - red) sebelumnya divonis 11 tahun terkait kasus narkoba,’’ kata Sebudi. Selanjutnya pada Minggu (18/8) pukul 16.45 Wita, Sebudi didampingi Kasi Intel Kompol Saifudin Jufri bersama anggotanya menggerebek salah satu hotel di wilayah Tuban, Kuta, Badung. Di salah satu kamar hotel tersebut, petugas menangkap Supriyadi asal Lhoksumawe, Aceh. Barang bukti yang diamankan dua paket SS seberat 500,80 gram brutto atau 496,93 gram netto.
‘’Modusnya paket narkotika tersebut diselipkan di dalam telapak sandal kulit dipakai oleh pelaku. Jalur yang digunakan masuk ke Bali yaitu pelaku naik bus dari Aceh ke Bandara Kuala Namu Medan. Dia naik pesawat dan transit di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu pelaku menumpang pesawat sama terbang ke Bali,’’ ujar Brigjen Suastawa. Pelaku merupakan kurir narkoba lintas provinsi jaringan Aceh dan sudah dua kali menyelundupkan narkoba ke Bali. Dari aksinya itu, pelaku mendapatkan upah sebesar Rp 25 juta untuk sekali pengiriman. Tertangkapnya Supriyadi, tidak membuat bandar di Aceh keder. Pada Senin (26/8) pukul 00.15 Wita, tim BNNP Bali meringkus kurir asal Aceh Amirrullah (27) di areal parkir Terminal Kedatangan Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Modusnya sama yaitu barang bukti disembunyikan di dalam sandal kulit yang dipakai pelaku. Dari pelaku disita dua paket SS seberat 499,45 gram brutto atau 495,37 gram netto. Bandar asal Aceh yang masih dilacak
petugas ini belum juga menyerah. Pada Selasa (27/8) pukul 11.00 Wita, petugas mengamankan paket stereofoam putih yang dililit lakban cokelat di salah satu jasa pengiriman paket di Jalan Kargo Permai, Denpasar. Setelah digeledah, dalam stereofoam tersebut ada beberapa lembar pakaian dan satu unit mesin las listrik. Ketika dibongkar di dalam mesin las tersebut ditemukan empat paket SS dengan berat total 3.745,79 gram. Pengungkapan kasus ini terus dikembangkan. Pada Rabu (28/8) pukul 04.30 Wita, tersangka Azhari dibekuk di areal parkir Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Barang bukti yang disita dua paket SS seberat 490,36 gram brutto atau 482,22 gram netto yang disimpan di dalam telapak sandal dipakai pelaku. Hasil interogasi, pelaku mengaku masuk ke Bali lewat Bandara Kuala Namu, Medan, menuju Lombok tetapi transit di Bandara SoekarnoHatta. Setibanya di Bandada Lombok Praya, NTB, pelaku menyewa taksi menuju Pelabuhan Lembar, lalu menumpang kapal feri menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem. (kmb36)
Selalu Ada Inovasi Baru
Kementerian PAN RB Kembali Apresiasi Mal Pelayanan Publik Denpasar
DEPUTI Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) Diah Natalisa kembali mengapresiasi pelayanan publik Kota Denpasar. Di mana sikap apresiasi ini dilakukan setelah melakukan kunjungan kembali ke Pemerintah Kota Denpasar bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP) di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Kamis (29/8) kemarin. Kunjungan ini diagendakan untuk melihat perkembangan Mal Pelayanan Publik di Kota Denpasar yang memang benar selalu ada inovasi-inovasi baru di dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Kunjungan Deputi Pelayanan Publik Kemen-PAN RB diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda AAN Rai Iswara dan seluruh jajaran OPD di lingkungan Kota Denpasar. ‘’Saya sudah dua kali ke Mal Pelayanan Publik Kota Denpasar, dan hari ini saya sangat bangga dan mengapresiasi Pemkot Denpasar karena selalu ada suatu inovasi baru di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Denpasar bersama jajarannya karena
sudah berkomitmen yang begitu tinggi untuk membahagiakan warga dan penduduk di Denpasar dengan selalu bisa memberikan pelayanan prima dengan kemudahan-kemudahan yang sangat membantu,’’ kata Diah Natalisa. Lebih lanjut dikatakan, ini merupakan sesuatu yang sangat menarik, karena MPP Kota Denpasar terus berkembang, baik dalam hal inovasi, bertambahnya instansi yang bergabung, program-program baru dengan segala prioritas. Diharapkan kepada hal-hal yang terkait dengan pengaduan pelayanan publik yang sangat resnposif ini. ‘’Saya berharap dalam waktu dekat bisa terintegrasi dengan sistem pengaduan yang dikelola oleh Kemen-PAN RB. Sehingga dari mana pun serta siapa pun yang memberikan saran dan kritik bisa segera kita selesaikan dengan baik dalam pelayanan publik,’’ ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra menyambut baik kedatangan Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB). Inovasi-inovasi yang dilakukan Pemkot Denpasar merupakan upaya yang positif untuk mendukung berbagai program
MPP - Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Diah Natalisa bersama Wali Kota Rai Mantra ketika melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Denpasar bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Denpasar di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Kamis (29/8) kemarin. pelayanan publik di Kota Denpasar dan memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat. ‘’Ke depan Mal Pelayanan Publik akan terus bersinergi dengan menambah terus counter pelayanan bagi masyara-
kat, sehingga nantinya masyarakat dapat datang mengurus administrasi pelayanan dalam satu gedung pelayanan, dan diharapkan dapat menjadi komitmen bersama dalam pelayanan publik,’’ ujar Rai Mantra. (ad944)
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
Peninjauan Tiga Proyek Fisik di Badung
Balai Budaya Giri Nata Mandala Masuk Tahap ”Finishing” BUPATI dan Wakil Bupati Badung beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, Kamis (29/8) kemarin meninjau tiga proyek fisik di Badung. Proyek tersebut yakni pembangunan gedung blok D, F, dan G di RSD Mangusada, pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Baha, Mengwi dan pembangunan Balai Budaya Giri Nata Mandala Badung. Wabup Ketut Suiasa didampingi Kajari Badung Sunarko terlebih dahulu memimpin peninjauan di RSD
Mangusada dan BBI Baha. Kemudian Wabup Suiasa mendampingi Bupati I Nyoman Giri Prasta meninjau progres pembangunan Balai Budaya yang berada di kawasan Puspem Badung. Saat ditinjau, Balai Budaya Giri Nata Mandala yang berada di sisi selatan Puspem Badung telah memasuki tahap finishing. Piranti canggih seperti LED, sound system dan lighting berstandar internasional sudah terpasang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(PUPR) I.B. Surya Suamba menerangkan, gedung balai budaya sudah selesai 100 persen, dibangun dengan budaya Bali khususnya ornamen Bebadungan. Saat ini masih pemasangan interior dan ditarget selesai September mendatang. Kursi penonton didesain mampu menampung 2.500 penonton. Sound system 3.000 watt merek dari Jerman dan lampu dari Italia. Gedung ini merupakan proyek multiyears dengan anggaran mencapai Rp 336 miliar. ‘’14 September nanti dilak-
TINJAU PROYEK - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa didampingi Kajari Badung Sunarko dan Kepala Dinas PUPR I.B. Surya Suamba meninjau tiga proyek fisik di Badung, salah satunya Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kamis (29/8) kemarin.
sanakan upacara melaspas sekaligus peresmian. Penggunaan awal rencana pada 26 Oktober dalam rangka HUT Mangupura,’’ tambahnya. Sementara pembangunan gedung Blok D, F dan G, RSD Mangusada mulai dikerjakan sejak Desember 2018 dan target rampung November 2020. Proyek ini sifatnya tahun jamak dengan nilai Rp 232 miliar. Realisasinya 22,003 persen, naik 2,364 persen dari rencana 19,639 persen. Gedung D rencananya digunakan untuk poliklinik dengan sistem cluster dan ruang rawat inap kelas II dan kelas I. Gedung F rencana dimanfaatkan untuk pusat onkologi pelayanan khusus kanker, ruang pelayanan eksklusif seperti pelayanan bayi tabung, dan ruang khusus rawat anak. Gedung G, rencana menjadi pusat pelayanan cuci darah, juga pusat manajemen untuk pendidikan dan pengembangan, dapur serta laundry. Proyek BBI Baha dibangun melalui anggaran tahun 2019 senilai kontrak Rp 6,8 miliar lebih. Pembangunan BBI ini sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi benih ikan di Badung. Jenis ikan yang akan dibudidayakan seperti ikan nila dan lele. (ad651)
BI Siap Respons Era Digital
Mangupura (Bali Post) -
Dengan hadirnya era baru yang dimulai dengan munculnya era digital, Bank Indonesia (BI) menilai hal ini perlu direspons, khususnya sejak krisis global maupun saat ini yang ditandai meredanya globalisasi dan munculnya era digital. Ada empat aspek meredanya globalisasi dan meningkatnya digitalisasi. Seperti makin kuatnya sejumlah negara yang lebih mengandalkan internal dalam perdagangan internasional yang ditandai dengan terus berlangsungnya ketegangan, misalnya ketegangan perdagangan antara Amerika dengan Tiongkok, Amerika dengan Eropa dan sejumlah negara. ‘’Di sinilah bank sentral harus bisa merumuskan hal tersebut,’’ kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pembukaan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 dan Call for Papers pada tanggal 29-30 Agustus 2019 di Kuta, Kamis (29/8) kemarin. Menurutnya, BI mendukung globalisasi perdagangan internasional karena bisa memakmurkan ekonomi berbagai negara, perdagangan internasional terbuka, meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas. Oleh karenanya, ketegangan perdagangan ini perlu disikapi karena tidak baik. Sebab, ketegangan dalam perdagangan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dan tidak baik bagi semua negara. Kedua, kata Perry, terkait arus modal antarnegara. ‘’Itu tidak hanya dijelaskan pada perbedaan suku bunga atau yield atau return antarnegara, tetapi juga dipengaruhi pada risiko. Pengaruh risiko yaitu arus modal antarnegara dan volatilitas nilai tukar,’’ jelasnya. Respons kebijakan termasuk dari bank sentral tidak bisa hanya mengandalkan suku bunga. Efektivitas kebijakan suku bunga untuk mencapai stabilitas harga atau mendorong pertumbuhan menjadi kurang efektif. Terlihat di sejumlah negara maju, suku bunga sudah 0 persen tetapi kurang mampu menjaga kestabilan harga dan mendorong pertumbuhan, sehingga beberapa negara maju melakukan kebijakan quantitative, pelonggaran uang beredar. ‘’Respons bank sentral tidak hanya mengandalkan suku bunga, tetapi juga harus dibarengi kebijakan-kebijakan kualitas,’’ terangnya. Mandat bank sentral di beberapa negara tidak hanya menjaga inflasi, tetapi ikut juga menjaga stabilitas sistem keuangan, sehingga kebijakan makroprudensial banyak diterapkan di berbagai negara. ‘’Dengan berkurangnya efektivitas suku bunga, bank sentral perlu mengomplementer kebijakan suku bunga dengan stabilitas nilai tukar, uang beredar, makro prudensial,’’ ucapnya. Dengan makin maraknya digitalisasi di bidang eko-
nomi dan keuangan, banyak muncul startup e-commerce dan lainnya. Di bidang keuangan, kalau dulu pelayanan jasa keuangan banyak
diberikan oleh bank maupuan lembaga keunagan lainnya, misalnya melalui penghimpunan dana tabungan, deposito dan penyal-
uran melalui kredit, maka kini munculnya digitalisasi khususnya keuangan, servis-servis tersebut makin banyak diberikan oleh fintech. Fintech muncul untuk pemberian dana mulai funding, peer to peer lending dan sistem pembayaran ada uang elektronik. Ia pun menilai munculnya digital perlu direspons tidak hanya oleh perbankan namun juga pengambil kebijakan termasuk bank sentral. (kmb23)
Bali Post/edi
KONFERENSI - Suasana Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 dan Call for Papers.
RUMAH PERADABAN - Kepala Balai Arkeologi Bali berfoto bersama undangan dan para siswa pada kegiatan Rumah Peradaban Badung di Taman Mumbul, Sangeh, Badung, Kamis (29/8) kemarin.
Rumah Peradaban Badung
Ajak Generasi Muda Pahami Pentingnya Air bagi Peradaban PUSAT Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Bali menggelar Rumah Peradaban Badung di Taman Mumbul, Sangeh, Badung, Kamis (29/8) kemarin. Kegiatan yang mengambil tema ‘‘Peradaban Bali dalam Mengelola Sumber Daya Air’’ tersebut diikuti perwakilan siswa SMA dan SMP di Kecamatan Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Pada Rumah Peradaban Badung ini juga dipamerkan beberapa temuan arkeologi di zaman prasejarah dan sejarah. Pameran digelar di areal parkir Pura Taman Mumbul dari 29 Agustus hingga 1 September 2019. Rumah Peradaban Badung bertujuan menyampaikan hasil penelitian arkeologi pada masyarakat. Sehingga hasil dari penelitian tidak hanya dimanfaatkan kalangan akademis tertentu dan tidak hanya disimpan untuk mencari kredit poin, namun dikembalikan ke masyarakat. Hal itu diterangkan Kepala Balai Arkeologi Bali Wilayah Bali, NTB, NTT Drs. I Gusti Made Suarbhawa di Wantilan Pura Taman Mumbul. Kegiatan Rumah Peradaban difokuskan pada siswa ini dikarenakan siswa merupakan generasi emas penerus bangsa. Untuk memudahkan siswa memahami materi yang disampaikan, cara penyajian topik dikemas dalam bahasa siswa. Konten yang disajikan pada Rumah Peradaban Badung, yakni destinasi pendidikan seperti mengajak para siswa ke mata air sambil memberikan penjelasan untuk memuliakan dan mengonservasi air. Dengan itu, diharapkan mereka dapat bijak memanfaatkan air, karena air sangat penting untuk
kehidupan. Kemudian para siswa juga diberikan buku pengayaan. Buku ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang diolah sesuai dengan bahasa dan pemahaman siswa. Mereka juga diberikan alat peraga pendidikan untuk memudahkan pemahaman. Jadi, destinasi pendidikan, buku pengayaan, dan alat peraga merupakan konten utama Rumah Peradaban. ‘’Tujuan dari Rumah Peradaban supaya anak-anak didik sekolah bersama-sama kita mengungkap, memaknai dan mencintai warisan leluhur. Dan itu merupakan titipan leluhur yang tidak bisa diperbarui, yang justru banyak nilai-nilai kearifankearifan yang terkandung di dalam tinggalan budaya itu dan bagaimana hal itu memberikan tuntunan ke depan,’’ terang Suarbhawa. Pada Rumah Peradaban Badung, penyampaian pentingnya air bagi kehidupan dipaparkan Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak. Diterangkannya, air dan kehidupan merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan. Itu dikarenakan semua makhluk membutuhkan air, dan manusia juga memanfaatkannya untuk peradaban. Tanpa air maka peradaban tidak akan ada. Hal itulah maka kita bersama-sama wajib melestarikan air dan memuliakannya, untuk melanggengkan kehidupan dan mengembangkan peradaban. Prof. Harry pun menggambarkan di aliran Sungai Bengawan Solo banyak ditemukan jejak kehidupan manusia purba. Jadi sejak kehidupan manusia purba di Indonesia sudah membutuhkan air dan
mencarinya untuk berdiam. Itulah sebabnya di sekitar sungai itu banyak ditemukan fosil dan sisa artefak. Begitu juga dengan peradaban Mesopotamia yang telah berkembang enam ribuan tahun lalu. Di sana juga perkembangan peradaban didukung dengan adanya air. ‘’Betapa pentingnya air itu untuk kehidupan, betapa pentingnya air itu untuk peradaban di dunia ini,’’ tegas Prof. Hari. Dalam perkembangannya, air berfungsi untuk kepentingan ritual. Jadi ini merupakan kompleksitas kehidupan dengan air. Di Bali sejarah peradaban air secara garis besar dapat dibagi dalam beberapa periode. Pertama, pada zaman prasejarah. Sejak zaman ini penduduk di Bali sudah menggunakan dan melestarikan air. Periode kedua pada masa Bali kuno. Masa ini keberlanjutan pelestarian air pun berlangsung, terlihat pada peninggalan masa Hindu Buddha. Bahkan subak yang ada pada prasejarah berlanjut ke masa Hindu Buddha. Kemudian di masa kini tradisi subak terus berlanjut dan menjadi ciri khas Bali, juga keberadaan Pura-pura yang tidak terlepas dari sumber air. Ke depannya diharapkan keberlanjutan ketersediaan air tetap ada. Karena ini sangat penting untuk memajukan peradaban. Untuk itu, maka masyarakat wajib menciptakan keseimbangan ekosistem dan merawat lingkungan agar tidak rusak. ‘’Poin dari peradaban air itu adalah kita perlu senantiasa merawat dan memuliakan air untuk menjaga kesinambungan peradaban kita,’’ harapnya. (ad946)
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Spesialis Bedah Saraf FK Unud Unwar Junjung Tinggi Kampus Kebhinnekaan Gelar Pengabdian di Pengotan Pentaskan 12 Pasang Pakaian Adat Nusantara
KEGIATAN Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) reguler A tahun akademik 2019/2020 ditutup secara resmi oleh Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park., Kamis (29/8) kemarin. Penutupan PKKMB tingkat universitas ini ditandai dengan penyerahan nama-nama peserta PKKMB kepada para dekan di lingkungan Unwar, untuk selanjutnya akan mengikuti PKKMB tingkat fakultas. Penutupan yang berlangsung di Kampus Unwar ini terbilang spektakuler. Pasalnya, berbagai parade pentas seni tari dan musik ditampilkan masing-masing unitas yang ada di lingkungan Unwar. Menariknya, sebanyak 12 pasang pakaian adat tradisional nusantara diparadekan. Ini menunjukkan Unwar menjadi kampus yang menjunjung tinggi kebhinnekaan. Rektor Unwar Prof. Widjana mengaku sangat senang dan bangga atas pelaksanaan PKKMB tahun 2019 yang telah berjalan dengan sangat baik, enjoyfull, sweet, dan spektakuler. Diharapkan keberhasilan kegiatan PKKMB di tingkat universitas ini bisa diadopsi pada penyelenggaraan kegiatan PKKMB di tingkat fakultas, sehingga tidak ada kejadian-kejadian di luar prinsip-prinsip yang dicanangkan terjadi. ‘’Tujuan kita mengadakan PKKMB agar mahasiswa baru bisa dengan bahagia mengenal kehidupan kampus Warmadewa sebelum mereka mengikuti perkulihan nantinya. Di samping juga agar mereka well adaptif dengan kampus, sehingga mereka bisa beradaptasi dengan kampus Un-
PAKAIAN ADAT - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. bersama Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park., Wakil Rektor I dan Ketua Panitia yang juga Kepala BAPPSIK Unwar berfoto bersama peserta parade pakaian adat nusantara pada penutupan PKKMB 2019, Kamis (29/8) kemarin. war,’’ ujar Prof. Widjana. Selama dua hari berlangsung, berbagai kegiatan dan pemberian materi, serta ceramah-ceramah diberikan dengan mendatangkan narasumber dari berbagai instansi kepada para peserta PKKMB. Seperti menghadirkan Kapolda Bali yang memberikan materi tentang wawasan kebangsaan mengenai 4 pilar NKRI. Sebab, wawasan kebangsaan sangat penting dimiliki mahasiswa baru untuk ikut serta mempertahankan ketahanan nasional. Apalagi, keberagaman sangat penting untuk persatuan Indonesia. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan PKKMB tahun
ini yang telah berjalan dengan baik sesuai dengan tema ‘’Enjoy, Harmonis dan Humanis’’, sehingga tidak ada kekerasan. Tema ini sengaja dipilih untuk menyambut keluarga besar baru agar mereka nyaman dan tenang menjadi bagian dari Unwar. Selain itu, spirit nilai-nilai Sapta Bayu Sri Ksari Warmadewa juga diangkat selama pelaksanaan PKKMB. Salah satunya menampilkan parade pakaian adat tradisional nusantara sebagai tanda Unwar merupakan kampus yang nyaman bagi semua daerah dan agama yang ada di Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi. ‘’Kita di Unwar menjunjung tinggi kebhinnekaan dan multikultur,’’ tegas Wisnumurti. (ad945)
LLDikti VIII Bangga IKIP PGRI Bali Masuk 147 PT Terbaik Nasional Kini Raih Ranking II di Bali, NTB dan NTT
REKTOR IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H. M.Hum., Kamis (29/8) kemarin mewisuda 363 sarjana baru. Acara wisuda kemarin sangat istimewa karena juga dihadiri sejumlah pimpinan LLDikti di Indonesia. Di acara itu, Rektor menyampaikan berita gembira bahwa kampusnya meraih predikat dari Dikti sebagai ranking II PTS terbaik se-Bali, NTB dan NTT dan 147 di tingkat nasional. Jika disanding dengan PTN menjadi nomor lima di bawah Unud, Undiksha dan ISI serta Unwar. Untuk itu, Rektor Suarta didampingi Wakil Rektor I Drs. Nengah Sukawidana, M.Si., WR II Dr. I Wayan Sudiarsa, M.Si., WR III Dr. I Wayan Citrawan, M.Si., WR IV Drs. Dewa Putu Juwana, M.Pd. terus berupaya memperkuat iklim akademik di kampus dengan meningkatkan kualifikasi dosennya. Buktinya, sebelas dosennya menembus dana hibah Dikti dan dua dana pengabdian masyarakat dan seorang mahasiswa memenangkan dana PKM Bina Desa. Sementara itu, mahasiswanya berpestrasi nasional hingga internasional. Yang penting lagi adalah IKIP PGRI Bali kini memiliki kurikulum baru yang bercirikan pendidikan karakter berbasiskan budaya. Bahkan dalam waktu dekat akan merger menjadi universitas. ‘’Kali ini kami tak dipusingkan lagi dengan kualitas lulusan, karena sebagian besar sarjana yang dilepas sudah bekerja,’’ tegasnya. Tampil sebagai lulusan terbaik Ni Made Puspa Dewi (BK), Ni Kadek Widiani (Bahasa Indonesia), I Made Budiasa (Bahasa Bali), I Putu Bayu Ambara (Seni Rupa), Ni Putu Sri Dewi (Sendratasik), Ni Komang Ayik Swandewi (Sejarah), Wens eslaus Ngampus (Ekonomi), Risqi Vellanita (Matematika)
PROGRAM Studi (Prodi) Dokter Spesialis Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menyelenggarakan pengabdian masyarakat dan penyuluhan tentang nyeri kepala dan nyeri punggung bawah kepada masyarakat Desa Pengotan, Bangli, Minggu (25/8) lalu. Materi penyuluhan tentang nyeri kepala disampaikan Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS.(K) dan nyeri punggung bawah dibawakan Dr. dr. Tjokorda GB Mahadewa, Sp.BS.(K) Spinal dari tim Program Studi Bedah Saraf FK Unud/RSUP Sanglah. Selain penyuluhan, masyarakat juga diberikan contoh cara sederhana menangani nyeri kepala dan nyeri punggung bawah yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Pengotan I Wayan Suardana, Kepala Puskesmas Bangli Utara drg. I Nyoman Pande Sutama dan 40 orang perwakilan dari 8 banjar dari Desa Pengotan. Ketua Program Studi Bedah Saraf FK Unud/RSUP Sanglah Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS.(K) mengatakan, acara ini diadakan sebagai bentuk pelayanan dari Program Studi Bedah Saraf FK Unud kepada masyarakat, khususnya masyarakat Desa Pengotan. Selain mendidik para calon dokter spesialis bedah saraf, Program Studi Bedah Saraf juga berperan aktif dalam pengabdian masyarakat. Prof. Maliawan menjelaskan nyeri kepala yang hilang timbul, dan hilang dengan hanya beristirahat merupakan nyeri kepala yang tidak memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu nyeri kepala yang tidak berbahaya lainnya yaitu nyeri kepala karena otot-otot di daerah leher atau otot-otot di kepala. Nyeri kepala ini bisa ditangani sendiri. Sedangkan nyeri kepala yang menetap dan semakin hari semakin terasa
PENGABDIAN - Prodi Dokter Spesialis Bedah Saraf FK Unud ketika melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pengotan, Bangli. nyeri, kemungkinan ada sesuatu yang tidak normal yang menunjukkan masalah di kepala yang perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Apalagi nyeri kepala yang disertai dengan muntah–muntah atau nyeri hebat yang terusmenerus dan penurunan kesadaran, itu menandakan ada sesuatu kegawatan,’’ ungkapnya. Nyeri punggung biasanya terjadi karena otot yang tegang yang ada di sekitar punggung. Karena dalam nyeri punggung itu ada beberapa penyebab, misalnya ada masalah pada tulang belakang, saraf terjepit, ada gangguan di organ sekitar seperti adanya batu ginjal. ‘’Nyerinya akan terasa menjalar ke pinggang dan terasa ke belakang,’’ bebernya. Nyeri yang harus diperiksa lebih lanjut bila ada tanda-tanda nyeri punggung yang disebabkan oleh gangguan saraf misalnya saraf tertekan. Gejalanya seperti kesetrum dan menjalar ke
kaki. Tanda yang lebih parah lagi jika terjadi kelumpuhan. Maka diperlukan pemeriksaan yang lebih lanjut atau bahkan tindakan lebih lanjut. Topik ini dipilih karena kasus ini banyak dialami oleh masyarakat dan biasa terjadi di masyarakat. Karena banyak dialami masyarakat sehingga penyuluhan ini menjadi suatu kebutuhan informasi bagi masyarakat. Kepala Desa Pengotan I Wayan Suardana mengapresiasi dan berterima kasih telah diadakan acara tersebut, karena dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang nyeri kepala dan nyeri punggung bawah serta penanganannya. Ia berharap melalui kegiatan penyuluhan ini masyarakat dapat mengenal lebih jauh tentang tanda dan gejala nyeri kepala maupun nyeri punggung bawah yang bisa ditangani sendiri secara sederhana maupun yang bersifat berbahaya dan perlu untuk ditangani secara medis. (ad948)
Maba Unmas Aksos di Pura Sakenan Minggu Gelar Malam Keakraban
WISUDA - Ketua LLDikti VIII Prof. Nengah Dasi Astawa didampingi Rektor IKIP PGRI Bali Made Suarta, Ketua Yayasan IGB Artha Negara saat acara wisuda. dan AAA Cintia Antari Putri (Biologi). Ketua LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa bangga memiliki IKIP PGRI Bali salah satu PTS di Bali sukses tahun ini menembus 147 besar. Namun, dia terus mendorong IKIP PGRI Bali menjadi PTS yang masuk 100 besar terbaik di Indonesia. Ini dia melihat potensi IKIP PGRI Bali, dan kampus lainnya sangat memungkinkan masuk 100 besar terbaik. Apalagi IKIP PGRI Bali segera merger menjadi universitas. Empat kriteria harus ditingkatkan yakni input, process, output dan outcome-nya harus bagus. Apalagi semua PTS di Bali sehat tinggal civitas akademika menggenjot upload data base dan reporting Tri Dharma PT-nya. ‘’Kelemahan kita kan di sana yakni malas meng-upload data ke pangkalan dan borang Dikti,’’ ujarnya. Untuk bisa menembus 100 besar sangat mudah. Rektor dan dosennya harus sakti mandraguna yakni mampu meng-updating
data secara sistematis. PTS juga harus bersaing di tingkat nasional dan internasional. Dia pun menyarankan saat merger IKIP PGRI Bali tetap jalan sesuai rohnya yakni bidang pendidikan dengan penguatan pendidikan karakter berbasiskan budaya. Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. tampak tersenyum ikut berbahagia karena tahun ini IKIP PGRI Bali kampus swasta terbaik II di Bali, NTB dan NTT. Semua ini berkat kerja keras semua komponen, tinggal sekarang menggenjot pembaruan data secara rutin lewat borang Dikti. Pekerjaan ini, katanya, sudah biasa dilakukan, namun harus secara berkelanjutan dan sistematis. Dia juga mengaku bangga karena IKIP PGRI Bali banyak mengalami kemajuan dan dipercaya pemerintah pusat. Di antaranya PTS terbaik II di Bali oleh Dikti serta pusat Diklat Cakep. Delapan program studinya terakreditasi B dan dua terakreditasi A. (ad950)
GANESA Maba Unmas 2019, Kamis (29/8) kemarin diisi dengan aksi sosial (aksos) berupa ngayah di Pura Sakenan, Serangan. Aksos melibatkan 3.300 mahasiswa baru (maba) Unmas dipimpin Ketua BEM Unmas Putu Ruddy Hanza. Aksos diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan menyerahkan busana pemangku. Putu Ruddy Hanza mengungkapkan dipilihnya aksos di Pura Sakenan, selain ada di kawasan kampus di Kota Denpasar juga untuk meningkatkan sradha dan bhakti mahasiswa serta mengenal lebih dekat pura sad kahyangan di Bali. Apalagi mahasiswa baru Unmas juga banyak datang dari luar Denpasar dan luar Bali. Aksos diisi dengan aksi bersihbersih dan pemungutan sampah plastik sekitar hutan bakau guna mendukung Serangan sebagai objek wisata penuh Sapta Pesona. Selain itu untuk meningkatkan dan mengasah kepedulian mahasiswa soal
masalah lingkungan. Saat itu juga diserahkan mahasiswa baru dari universitas kepada fakultas oleh WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. bersama WR I Dr. Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H. dan WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M. Selanjutnya Ganesa Maba Unmas dilanjutkan di tingkat fakultas mulai 30 - 31 Agustus 2019. BEM Unmas pada Minggu (1/9) mendatang menggelar malam keakraban maba. Acara ini diisi dengan pentas seni potensi mahasiswa baru Unmas. Malam keakraban ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas serta menghilangkan kejenuhan dan bersiap-siap memulai perkuliahan. WR III Unmas Ir. Sastra Wibawa memberi apresiasi BEM Unmas sangat rutin menggelar aksos mengisi Ganesa Maba. Ini sangat penting untuk mengasah rasa kepedulian mahasiswa dalam mengatasi lingkungan. Kemudian sebagai bentuk implementasi Tri
Dharma PT, terutama dikaitkan dengan pengabdian masyarakat. Biasanya BEM menggelar aksos di sejumlah tempat di semua kabupaten. Termasuk mendukung visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dan pergub pengurangan timbulan sampah plastik sekali pakai. Bahkan kini dosen Unmas sedang meneliti mengapa pohon bakau di sekitar wilayah itu sulit tumbuh dan berkembang. Hasil penelitian ini juga merupakan bentuk sumbangsih PT terhadap lingkungan Bali. WR II Nengah Landra menambahkan, aksos Ganesa Maba Unmas merupakan program berkelanjutan guna menggarap Desa Serangan secara komprehensif. Sebelumnya mahasiswa FEB Unmas sudah menggarap BUMDes dan pelaku pariwisata desa setempat. Dengan demikian aksos Ganesa Maba benar-benar bermanfaat bagi warga setempat. (bns1)
AKSOS - Ketua BEM Unmas Putu Ryddy Hamza saat memimpin mahasiswa baru aksos di Pura Sakenan.
Mengenal Buerger Disease, Penyakit yang Menyerang Perokok MEROKOK sudah menjadi suatu kebiasaan bagi sebagian masyarakat, terutama di Indonesia. Jumlah penduduk usia >15 tahun yang merokok dan mengunyah tembakau cenderung meningkat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan Indonesia, terjadi peningkatan tiap tahun. Yakni tahun 2007 (34,2%), 2010 (34,7%), dan 2013 (36,3%). Menyerang perokok pada usia dewasa muda. Penyakit ini banyak terjadi di Korea, Jepang, Indonesia, India dan negara Asia lainnya. 43% dari penderita harus melakukan satu atau lebih amputasi pada 6-7 tahun kemudian. Salah satu penyakit pembuluh darah yang hanya menyerang kaum perokok dikenal sebagai Buerger Disease. Buerger Disease atau dalam
dunia medis disebut Tromboangiitis Obliterans merupakan peradangan dan penyumbatan oleh trombus (gumpalan darah yang mengeras pada dinding pembuluh darah), terutama pembuluh darah kecil dan sedang di daerah kaki dan tangan.
Penyumbatan dan peradangan yang terjadi menyebabkan bagian ujungujung anggota gerak kekurangan oksigen sehingga terjadi kematian pada jaringan dan proses pembusukan. Penyebab utama penyakit ini
belum diketahui. Merokok memiliki hubungan yang sangat erat dalam memicu Buerger Disease. Rokok mengandung kurang lebih 4.000 zat dan 200 di antaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah nikotin, karbon monoksida dan tar. Kombinasi dari tiga jenis zat tersebut menimbulkan reaksi peradangan, penyempitan dan sumbatan pembuluh darah, sehingga pasokan oksigen ke jaringan menurun. Penggunaan maupun dampak dari tembakau berperan penting dalam mengawali serta berkembangnya penyakit tersebut. Selain itu, faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh yang salah dalam mengenali sel (autoimun) juga dicurigai sebagai penyebab. Gejala Buerger Disease diawali dengan nyeri di bagian kaki dan
lengan yang terjadi secara hilang timbul yang disebabkan aktivitas berat. Penderita sering kali mengeluh terjadi perubahan warna kulit menjadi putih pada ujung tubuh (jari, tumit, tangan, kaki) saat terkena suhu dingin. Pada fase lanjut keluhan ditandai dengan tidak ada denyutan nadi pada bagian yang kurang aliran darah diikuti otot menjadi atrofi (mengecil) dan luka terbuka di jari tangan dan kaki diawali dengan edema (pembengkakan jaringan lunak) yang dicetuskan oleh trauma. Buerger Disease membutuhkan pemeriksaan lanjut dokter untuk mengetahui derajat keparahan penyakit tersebut. Umumnya tidak diperlukan pemeriksaan yang spesifik untuk menentukan penyakit ini, namun ada beberapa tes yang
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dapat mendeteksi penyumbatan pada pembuluh darah di tangan dan kaki pada fase awal yang gejalanya belum seluruhnya muncul yaitu tes plesthysmography, tes USG doppler. Pengobatan yang diberikan dokter meliputi obat untuk mengurangi radang dan gumpalan darah. Operasi bila terjadi infeksi dan aliran darah yang tidak membaik walau sudah diberikan obat-obatan. Cara terbaik untuk mencegah Buerger Disease adalah dengan tidak menggunakan semua produk yang mempunyai unsur tembakau walaupun sedikit. Dokter akan mengambil contoh urine untuk mengetahui kepatuhan pasien. l dr. P. Agus Eka Wahyudi, S.Ked.
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
Senator RI Monitor Penggelapan Dana LPD dan Penyegelan Rumah Warga di Angantaka
Evaluasi Kasus Penebasan di Badung, Wedakarna Minta Bupati/Wali Kota Tegas Tutup Kafe Remang-remang
SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna saat mengadakan RDP di Kantor Desa Angantaka, Badung dan melayani warga Angantaka, Abiansemal dengan ramah usai agenda pertemuan.
SENATOR DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun ke Banjar Kekeran, Desa Angantaka, Abiansemal, Badung terkait dengan pengaduan masyarakat, termasuk LBH APIK dengan dugaan persekusi dan juga diskriminasi yang dilakukan oknum prajuru kepada keluarga Ni Ketut Artini yang diduga melakukan penggelapan dana LPD. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Kantor Desa Angantaka, langsung dihadiri pejabat Kabupaten Badung, Camat Abiansemal, Perbekel, Bendesa Adat, Polda Bali, prajuru Desa, LBH APIK, termasuk pelapor. Senator Arya Wedakarna (AWK) pun mendapatkan informasi seimbang, baik dari pihak desa adat maupun pihak pelapor, sehingga perlu dicarikan solusi bersama. ‘’Dalam kasus ini, saya melihat ada dua persoalan yakni dugaan penggelapan
Seminar ’’Public Speaking’’ STPBI Berjalan Sukses Tiket Habis Terjual Hanya Dua Hari
BANGGA! Itulah yang dirasakan UKM STPBI Magazine saat ini. Walaupun masih dibilang baru dalam mengadakan event yang bertaraf nasional, tetapi itu tak membuat panitia gentar sama sekali. Unit kegiatan mahasiswa STPBI Magazine yang dibina Ni Made Rinayanthi berhasil membuat pelatihan public speaking berjalan lancar, bahkan melampaui ekspektasi mereka sendiri. Menyadari semakin banyaknya kaum milenial yang belum dapat menjadi pembicara dan berkomunikasi dengan baik dan benar. UKM yang lebih akrab disebut S’Magz ini berpikir untuk membuat sebuah pelatihan public speaking demi mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berbicara kaum milenial saat ini. Tidak tanggung-tanggung UKM S’Magz mengundang seorang ahli public speaking dan hipnoterapi yaitu Putu Suprapti Santy Sastra, S.H., CHT., CL.
Ardy Prasetya selaku Ketua Pelaksana mengatakan seminar ini dilaksanakan karena pihaknya sadar generasi muda saat ini masih kurang dalam komunikasi. Nyatanya komunikasi merupakan kebutuhan setiap individu, baik secara akademisi maupun praktisi. Acara yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2019 berjalan cukup sukses jika dilihat dari antusias peserta. Semua tiket pelatihan
public speaking ini telah terjual habis hanya dalam waktu dua hari. ‘’Semua ini berkat topik yang dikemas sebagai pelatihan dan narasumber terpercaya serta kerja keras panitia yang mampu mempromosikan dan mengajak seluruh kalangan untuk turut serta dalam pelatihan ini,’’ ungkap Ni Made Rinayanthi selaku Pembina dari UKM S’Magz. (ad943)
’’Tax Ratio’’ Menurun Lima Tahun Terakhir
DJP Bali Perkenalkan Program Reformasi Pajak Jilid III Mangupura (Bali Post) Tax ratio Indonesia terus menurun selama lima tahun terakhir. Tingkat tax ratio Indonesia juga kedua terendah di ASEAN. Untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan meningkatkan tax ratio, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggulirkan program Reformasi Pajak Jilid III. Pada Reformasi Pajak Jilid III ini, DJP menekankan pada lima pilar reformasi perpajakan, yaitu SDM, organisasi, proses bisnis, basis data, dan regulasi. Demikian terungkap dalam acara Tax Gathering pada Kamis (29/8) kemarin. Kegiatan yang mengusung tema ‘’Semeton Bali Ngiring Dukung Reformasi Perpajakan’’ ini diselenggarakan di The Grand Ballroom Trans Resort Bali. Kepala Kanwil DJP Bali Goro Ekanto menyampaikan, seiring berkembangnya zaman, DJP turut berpartisipasi dalam melakukan perubahan dari sektor sumber daya manusia hingga teknologi dan komunikasi. Perubahan ini sering dikenal dengan nama reformasi perpajakan. ‘’Sebagai bentuk dukungan dalam mendukung kegiatan reformasi perpajakan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali mengadakan acara ini,’’ ujarnya. Perbaikan pada pilar-pilar
tersebut diharapkan akan mampu mendeteksi potensi pajak yang ada dan merealisasikannya menjadi penerimaan pajak secara efektif dan efisien. Tujuan reformasi kebijakan ini adalah tingginya kepatuhan wajib pajak, peningkatan tax ratio, sinergi antarlembaga internal dan eksternal, serta penciptaan institusi perpajakan yang kuat, kredibel dan akuntabel. Dengan adanya acara ini, Kanwil DJP Bali mengajak seluruh masyarakat khususnya di Bali mengawal berjalannya reformasi perpajakan dalam hal intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan, serta dapat merasakan manfaat dan tujuan dari adanya reformasi perpajakan. Talkshow ini turut menghadirkan narasumber antara lain Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Iwan Djuniardi dan Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo. Dalam menjalankan reformasi perpajakan ini, kata Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Iwan Djuniardi, DJP menjalankan beberapa strategi, antara lain digitizing interactions with tax payers, process
automation, advanced analytics big data dan collaboration and governpreneurship. DJP pun tidak lupa melakukan penguatan di bidang data, SDM dan keamanan. Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyampaikan, terkait reformasi dari sudut pandang pengamat perpajakan. Menurutnya reformasi perpajakan ini merupakan langkah yang jelas dari DJP untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa DJP berusaha menjadi instansi terpercaya, aman dan kredibel. Gubernur Bali dalam sambutannya yang disampaikan I Made Santha selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali mengatakan, DJP melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemprov serta Pemkab/Pemkot se-Bali. Ini menandakan adanya komitmen yang tinggi dari kedua belah pihak untuk senantiasa bersinergi demi pencapaian penerimaan pajak yang optimal. Gubernur pun mengajak masyarakat Bali untuk bergabung dalam sistem penyelenggaraan negara yang bersih, transparan dan objektif, sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat Bali. (kmb42)
Bali Post/ist
TAX GATHERING - Kanwil DJP Bali mengadakan acara tax gathering untuk memperkenalkan program Reformasi Perpajakan Jilid III.
dana LPD oleh oknum mantan pengurus dan juga dugaan persekusi kepada warga negara Indonesia terkait dengan tempat usaha dan tempat tinggalnya. Proses penyegelan yang dilakukan prajuru adat itu salah. Saya ingatkan di Republik Indonesia hanya pengadilan yang bisa memutuskan orang itu salah atau benar, termasuk memerintahkan untuk menyegel, menyita milik seorang warga negara. Walau desa adat memiliki pararem dan dresta, tapi tidak boleh melanggar aturan di atasnya. Saya melihat kasus penentuan angka ganti rugi yang disebutkan di atas Rp 1 miliar kepada Ni Ketut Artini masih janggal karena tidak ada audit resmi dan hanya berdasarkan asumsi. Maka dari itu, saya minta masalah ini diselesaikan, baik secara adat istiadat tanpa mengurangi hak-hak hukum dari desa adat maupun korban. Jadi aturan hukum positif tidak bisa dilanggar dan ini
fungsi DPD-RI untuk mengawasi pelaksanaan UU. Saya menganggap bahwa ini telah melanggar UU Pidana. Termasuk bahwa kasus ini sudah masuk ke aparat kepolisian, baik laporan perusakan dan juga temuan dugaan forensik. Jadi saya minta warga adat hati-hati bertindak,’’ kata AWK. Ia juga mengingatkan saat ini pengelolaan LPD sesuai dengan Perda Bali No. 3 Tahun 2017 harus mengacu pada prinsip independensi, dalam hal pengelolaan. Bendesa adat tidak serta merta bisa ikut terlibat langsung. ‘’Urusan LPD, semua harus transparan dan butuh audit khusus sebelum menentukan seseorang ini korupsi atau tidak. Tadi Ibu Ni Ketut Artini di hadapan rapat telah membantah semua tuduhan dan beliau berhak membela diri. Dalam kasus ini, pihak desa adat tidak usah khawatir dengan proses audit. Saya minta agar pemerintah
Badung menurunkan tim audit. Jika sudah masuk ke penyidikan, maka Polres Badung bisa menurunkan audit forensik. Saya akan keluarkan rekomendasi resmi. Karena akar masalah kasepekang dan penyegelan aset sepihak oleh adat ini terjadi karena sengkarut LPD. Intinya tidak boleh sembarangan, siapa pun di republik ini untuk mengusir orang, apalagi tanpa keputusan pengadilan. Ini sudah melanggar UU. Saya minta semua menahan diri,’’ ungkap AWK yang langsung memerintahkan aparat untuk membuka segel yang dianggap telah melanggar UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi. Secara terpisah terkait dengan kasus pembunuhan yang dilakukan anak remaja asal Badung dan Gianyar yang terjadi di sebuah kafe di Angantaka, Badung, Senator AWK mendukung langkah
Bupati Badung untuk menutup seluruh kafe ilegal, kafe remang-remang di seluruh wilayah. ‘’Saya kira bupati/ wali kota di Bali harus meniru kebijakan bupati yang berani untuk menutup kafe liar. Saya ingin tidak hanya di Badung, tapi di seluruh Bali. Kafe liar ini tidak bermanfaat, hanya sebagai sarang keributan ormas, sumber konflik, dan juga pusat penyebaran AIDS dan narkoba. Jika ada orang Bali ingin mendirikan usaha, ya… silakan bangun kafe yang memang murni berdagang dengan baik, tidak ada embel-embel ini dan itu. Saya akan monitor, mudahmudahan kebijakan ini tidak bersifat sementara, tapi aksi serius. Kasihan desa adat setiap kasus harus sibuk buat upacara macaru. Lainnya, saya dukung jika pelaku pembunuhan ini dihukum berat,’’ tegas Gusti Wedakarna yang peraih suara terbanyak di Bali saat Pemilu 2019 lalu yakni 742.781 suara. (ad949)
Penyebaran Narkoba Kini Sasar Anak Muda Denpasar (Bali Post) Penyebaran narkoba melalui lingkungan merupakan salah satu jalur yang kini banyak menyerang anak muda. Oleh karena itu, banyak anak muda terpengaruh dari pergaulan teman-temannya hingga terjebak dalam dunia narkoba. Menyikapi kondisi ini, BNNP Bali mengajak mahasiswa sebagai salah satu agen dalam rangka memerangi narkoba. Di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar di GOR Ngurah Rai, Rabu (28/8), Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengajak mahasiswa Unmas memerangi narkoba dengan berperan aktif menciptakan lingkungan yang bebas dari obat-obatan terlarang tersebut. ‘’Jangan pernah mencoba-coba menggunakan narkoba jenis apa pun. Apabila menggunakan narkoba maka 10 persen otak manusia
sudah rusak,’’ tegasnya. Dalam paparannya, Brigjen Suastawa menyampaikan fenomena peredaran narkotika saat ini yang sudah memasuki semua golongan masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar di Bali. Dalam pemaparan tersebut ditampilkan testimoni mantan pecandu narkoba yang kini telah bersih dari narkoba berinisial Putu SA. Saat itu, disampaikan dengan memahami dampak negatif narkoba, diharapkan para mahasiswa mampu menanamkan sikap tegas agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. ‘’Saya berharap mahasiswa Universitas Mahasaraswati mampu membentengi diri sendiri dan masayarakat, untuk menciptakan lingkungan belajar kondusif dan jauh dari narkoba,’’ tutupnya. Sementara peran generasi muda dalam pencegahan pemberantasan dan penyalahgu-
Bali Post/ist
CENDERAMATA - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs I Putu Gede Suastawa menerima cenderamata dari perwakilan Unmas Denpasar. naan peredaran gelap narkoba (P4GN) yaitu dalam bentuk melakukan pengembangan potensi diri, membentuk organisasi yang peduli tentang bahaya narkoba, aktif,
inovatif dalam berkarya, berjiwa mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat yang luas serta berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif. (kmb36)
Jumat Paing, 30 Agustus 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Jadikan Perpustakaan Sahabat Anak LITERASI kini menjadi gerakan nasional. Gerakan ini tentu harus dijabarkan dengan target membangun budaya membaca. Gerakan ini pun telah dijabarkan di sekolah dalam upaya membiasakan anak mengunjungi perpustakaan. Namun, gerakan ini masih sebatas program formal. Anak merasa wajib membaca ketika ada pengawasan. Hal semacam ini tentu kita harapkan terus bergerak sampai pada bangunnya kesadaran membaca. Dari sisi fasilitas, negeri ini sebenarnya sudah memiliki fasilitas yang memadai. Perpustakaan sekolah, desa, dan perpustakaan keluarga mestinya bisa dijadikan ruang untuk itu. Bahkan, perpustakaan mobil juga telah banyak digulirkan. Ini tentu sebagai terobosan membuat ruang makin dekat dengan masyarakat. Bahkan, belakangan, pengelolaan perpustakaan juga melakukan berbagai terobosan untuk mengajak dan mengedukasi warga gemar membaca. Sayangnya, tantangan menjadikan perpustakaan sahabat atau ruang baca terkendala banyak hal. Mulai dari rendahnya minat baca dan bergesernya cara mendapatkan informasi. Teknologi informasi yang berkembang pesat patut juga dicatat sebagai tantangan. Masalahnya, teknologi informasi membuat anak menghabiskan waktunya membaca dalam media handphone. Buku akhirnya menjadi pilihan kedua setelah mereka merasa ‘’wajib’’ atau terpaksa membacanya. Di tengah lesunya minat baca ini, syukurnya Kemendikbud juga giat mengembangkan program literasi. Tak hanya di sekolah, literasi kampung atau literasi desa juga digarap. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca, membuat pemuda kian beraktivitas serta berwawasan luas. Namun di Bali kondisinya beda. Paling pas dibuat literasi banjar bukan literasi kampung. Di luar Bali, peran Karang Taruna yang ada di tiap desa bisa dikatakan aktif, sementara di Bali peran itu digantikan oleh sekaa teruna-teruni (STT) yang berbasis di banjar. Nah, jika kita membuat program literasi kampung agak melenceng, bukan berarti salah. Sasaran anak muda ada di banjar. Merekalah yang dijadikan sasaran utama. Literasi kampung ini dilakukan untuk pengentasan buta aksara terutama masyarakat yang tinggal di daerah terisolasi. Namun di Bali, nyaris tak lagi ada angka buta aksara. Di sisi lain, kampung literasi atau banjar literasi semuanya positif. Kita ingin membangun intelektualitas masyarakat yang dimulai dari masyarakat desa. Selain itu, kita mengedukasi masyarakat kalau mau baca buku, harus ke perpustakaan. Selama ini masyarakat dipaksa ke perpusatakaan daerah di perkotaan, sehingga tak efisien. Dengan literasi kampung dan banjar mereka cukup datang ke banjar. Nah, soal manajemennya diserahkan kepada STT banjar setempat. Anggota STT harus mau menjadi relawan yang bertugas di perpustakaan banjar setiap hari. Jika tidak sama dengan omong kosong perpustakaan ada, buku ada, namun warga pembaca tak ada. Ini disebabkan perpustakaan tutup terus karena tak ada orang yang menjaga. Jadikan literasi banjar ini barang hidup. Masyarakat bisa membaca dan meminjam buku kapan saja, tanpa membayar sepeser pun. Dengan adanya taman bacaan, masyarakat menjadi dekat dengan buku. Tak hanya anak-anak, pemuda, dan orang tua pun ikut membaca buku di banjar atau desa. Dampaknya, anak-anak pun berani mempunyai cita-cita setinggi langit. Literasi banjar ini akan dirasakan manfaatnya ketika musim libur panjang seperti sekarang. Anak usia sekolah yang biasanya duduk di bangku sekolah, kini lebih banyak tidur dan main HP. Kehadiran literasi banjar dinilai sangat efektif untuk mempertahankan cara belajarnya. Boleh mereka membaca fiksi, akademis dan lain-lain. Pokoknya membaca dan terus membaca.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Pindah Ibu Kota Negara Belakangan ini saya terus mengikuti pemberitaan mengenai pindah ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Berita ini hampir dimuat di semua media massa. Memang banyak pro dan kontra menyikapi rencana Presiden ini. Tentu usulan perpindahan ibu kota negara yang diajukan Presiden ke DPR-RI ini tetap harus dicermati secara arif. Masalahnya, kajian dan dukungan finansial, infrastruktur tentu harus dikaji. Saya sebagai warga negara, berpikir langkah ke situ sudah dilakukan oleh Presiden dan jajaran kabinetnya. Untuk sebuah kebaikan, saya pribadi mendukung hal ini, jika ibu kota negara harus pindah ke Kalimantan Timur. Pertimbangannya mungkin lahan masih luas, secara geografis aman dan secara prospektif lebih menjanjikan. Jakarta yang selama ini sebagai ibu kota negara mungkin sudah dinilai terlalu padat, dan terlalu sesak untuk melakukan pengembangan wilayah. Jadi, jika nanti tahun 2024, ibu kota negara harus dipindah ke Kalimantan Timur, kita mengapresiasinya. Perbedaan cara pandang dan kajian tentu bisa dibicarakan lagi. Harapan saya, perpindahan ini hendaknya dilakukan secara perlahan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Memaknai Hari Kunjung Perpustakaan Memasuki bulan September dunia literasi khususnya di tanah air Indonesia akan disemarakkan dengan gelaran kegiatan tahunan yang terbalut dengan kemasan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) dan Bulan Gemar Membaca (BGM). Di beberapa instansi/lembaga yang mengelola perpustakaan menggelarnya dengan berbagai kegiatan berliterasi dimaknai dapat menggugah anak didik di sekolah dan masyarakat rajin berkunjung ke perpustakaan dengan memanfaatkan fasilitasnya yang tersedia sebagai media pendidikan dan rekreasi.
T
Oleh I Komang Pasek Antara
ahun 2019 ini, kedua momen HKP dan GBM itu sudah memasuki lebih duawarsa tepatnya tahun ke-24 sejak ditetapkan oleh era Orde Baru saat zamannya mantan Presiden Soeharto. HKP ditetapkan sejak tanggal 14 September 1995 lalu. Meski berbagai upaya pemerintah bersama masyarakat dan stakeholders telah melakukan berbagai gerakan meningkatkan minat dan daya baca masyarakatnya, tampaknya masih terus perlu digalakkan lagi bukan hanya setiap tahun menjelang HKP/ GBM. Gerakan apa lagi yang dapat meningkatkan signifikan budaya baca masyarakat? Revolusi mental? Belum ada data resmi terbaru, data dari World’s Most Literate Nations yang menyatakan tahun 2016 minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang menjadi objek penelitian lembaga Central Connectius State University tahun 2016. Seringnya melihat, mendengar, dan menampilkan data tersebut ke permukaan diharapkan dapat menimbulkan rasa jengah. Jengah dalam artian adanya upaya semua pihak untuk tidak henti-hentinya menyuarakan gerakan-gerakan yang dapat
menggugah masyarakat khususnya meningkatkan minat baca dan umumnya gerakan literasi salah satunya rajin memanfaatkan perpustakaan. Terkait dengan kegiatan HKP/GBM untuk menggugah masyarakat untuk sering-sering mengunjungi perpustakaan berliterasi, mendapat respons alternatif lain dari beberapa pihak penekun literasi, bahwa katanya, kita tidak lagi terlalu fokus hanya mempermasalahkan rendahnya masyarakat mengunjungi perpustakaan. Hal tersebut didasari masyarakat yang ingin membaca buku dan sejenisnya tidak lagi harus mengunjungi langsung perpustakaan atau sentra-sentra bacaan lainnya, karena membaca sumber bacaan dapat diakses melalui smartphone atau teknologi informasi lainnya di antaranya melalui e-book, Ipusnas, dll. Alternatif lain berliterasi seperti dikemukakan di atas sah-sah saja. Namun, tampaknya masyarakat Indonesia khususnya bagi pemustaka fanatik dan kalangan menengah ke bawah membaca melalui sarana buku masih membutuhkan perpustakaan, di samping media itu menyediakan banyak layanan pilihan koleksi buku juga baca/ pinjam koleksi tanpa dipungut biaya alias gratis. Bagi kalan-
gan penekun literasi fanatik buku, membaca buku ada rasa kebanggaan dan nyaman membaca buku dibandingkan melalui sarana teknologi informasi. Menyoal minat baca masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan perpustakaan sebagai medianya, ibarat ‘’antara ikan dengan kolam’’. Ikan (pemustaka) akan dapat hidup jika ada di kolam (perpustakaan), sebaliknya kolam (perpustakaan) terasa indah/hidup ketika ada ikannya (pemustaka) berwarna-warni. Tinggal bagaimana sumber daya manusia (SDM) pengelola perpustakaan mengemasnya agar pemustaka dan calon pemustaka tertarik mengunjunginya serta betah berlama-lama di perpustakaan. Perpustakaan di Sekolah Dasar awal paling baik menanamkan jiwa anak didik mencintai perpustakaan sebagai media pembelajaran pendidikan, kemudian dilanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya yang lebih tinggi. Kini, keberadaan di beberapa perpustakaan sekolah bukan tanpa masalah dari sisi anggaran dan SDM. Tergantung stile sang pimpinan sekolah memanajemen ‘’rumah tangganya’’, bagaimana perpustakaannya menarik bagi anak didiknya untuk dikunjunginya.
Banyak persoalan dihadapi perpustakaan sekolah. Diketahui, anggaran pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah mengacu UU RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mengalokasikan paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal. Sedangkan kebutuhan pengelolaan prasarana-sarana pendidikan lainnya juga tidak kalah pentingnya diurus, sehingga anggaran pengembangan perpustakaan hanya menjadi ‘’korban’’ dianggarkan terendah minimal 5% dari anggaran biaya operasi sekolah. Juga SDM pengelola perpustakaan sekolah belum optimal, belum banyak tenaga pengelola yang khusus menangani perpustakaan. Petugas pengelolanya dari kalangan tenaga/guru pendidik yang belum memenuhi standar jumlah jam pelajaran bidang studinya, sehingga perpustakaan belum dikelola maksimal. Ada angin segar dari program kerja periode ke-2 Presiden Jokowi setelah sukses menggarap infrastruktur, kini akan fokus membenahi SDM, ‘’SDM Unggul Indonesia Maju’’, mudah-mudahan kecipratan ke bidang perpustakaan. Guna terus menggalang masyarakat mau berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan, tidak lagi berkutat hanya berurusan teknis ilmu kepustakawanan. Kita apresiasi, kini beberapa pihak terkait yang peduli perpustakaan menggulirkan program kegiatan yang disebut kepustakawanan berbasis inklusi sosial, yaitu pelayanan perpustakaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga. Masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan sebagai media
Agar Inovatif, Pemerintah Mesti Beri Dukungan
Menurut Ketut Mursi di Denpasar, bangsa Indonesia pasti bisa maju. Menurutnya, sudah banyak putra bangsa yang berinovasi untuk itu tidak perlu khawatir. “Jangan pesimis, pemerintah mestinya mendorong dan memberikan motivasi,’’ kata Mursi. Selama ini sebenarnya sudah banyak anak bangsa yang berinovasi. Hal tersebut disampaikan
Febri di Dalung. Menurutnya, jika ditelusuri ke daerah-daerah, anak bangsa banyak yang berkreasi dan berinovasi. Cuma tidak kelihatan saja, kendalanya adalah ada kendala untuk tampil. Motivasi pemerintah sangat diperlukan, misalnya membantu dalam hal pendanaan. Persyaratan utama untuk berinovasi adalah suasana yang tenteram dan damai. Karena jika
ingin maju dan berinovasi, Fera di Tabanan menyarankan agar kita lebih banyak berbenah diri dulu dengan menciptakan suasana damai. ‘’Kalau rusuh terus kapan bisa maju,’’ katanya. Pernyataan Jusuf Kalla dalam peringatan Hari Teknologi Nasional bahwa bangsa Indonesia kurang inovatif pastilah ada alasannya. Demikian menurut Werdha di Gianyar. Dalam hal ini pihak pemerintah bersama bangsa Indonesia semua berusaha, jangan sampai bangsa kita ketinggalan terus, apalagi menyongsong revolusi industri 4.0. Diakui selama ini sudah banyak penemuan soal teknologi. Seperti di Tabanan, mesin pengolah sampah yang bisa menghasilkan BBM dan lainnya. Jika dilihat dari potensi, ada banyak anak muda yang dapat terus berkembang. Tetapi sayangnya masih banyak yang sibuk hanya mengurusi soal politik, agama, dan lainnya. Sedangkan negara
Penulis, ASN di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karangasem
POJOK
Kapolda Bali berharap orang Bali tunjukkan budaya tetrib berlalu lintas. - Santun dan disiplin.
Warung Global
Pendidikan adalah modal utama dalam hal mendapat pengetahuan untuk menciptakan sebuah inovasi. Pendidikan harus lebih maju dan lebih baik dari tahun ke tahun. Hal ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam puncak peringatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke-24 beberapa hari lalu. JK menyebut bangsa Indonesia kurang inovatif, bukan tanpa alasan, kekhawatiran tersebut diungkapkan bahwa 2-3 tahun sebelumnya dalam pameran Harteknas menampilkan hal sejenis. Lalu bagaimana tanggapan para pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara Warung Global? Berikut rangkuman selengkapnya.
tidak lagi hanya tahu pengetahuan teori, tetapi layanan perpustakaan dapat memberikan dampak praktis kesejahteraan sosial ekonomi, budaya dan lainlain terhadap warganya sendiri. Contoh inklusi sosial, kisah inspiratif dari ujung timur Pulau Dewata, Bali, namanya Ni Wayan Srimentik, ibu dari tiga orang anak, kelahiran lereng Gunung Agung, Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali. Berkat baca buku dan internet konten wirausaha di Perpustakaan ‘’Jnana Kriya’’ di desanya, mengubah cara berpikir Srimentik secara nyata. Dia tidak lagi melakoni profesi gepeng (gelandangan pengemis) dari kota ke kota di Bali yang pernah dijalani selama 12 tahun sejak tahun 2012 lalu. Kini, dia jadi wirausaha membuat dan menjual dupa, sarana upacara keagamaan Hindu. Juga, dia belajar bahasa Inggris lewat buku di perpustakaan, memudahkan berkomunikasi dengan wisatawan asing menjajakan dagangannya. Berkahnya, beberapa kali Srimentik diundang ke Jakarta oleh lembaga/instansi yang bergerak mamajukan literasi dan perpustakaan di Indonesia untuk testimoni kisah inspiratifnya.
lain sudah pergi ke bulan menurut Wayan Beratayasa di Sangeh dan Budiada di Tabanan. Bagaimana bisa maju dalam kebinekaan, sebaiknya lebih banyak introspeksi diri sambil terus berkarya. Sementara itu, Nang Chekov di Payangan menyampaikan bahwa bangsa kita kurang inovatif tetapi sangat kreatif. Contohnya, kata Nang Chekov sambil menyindir adalah banyaknya barang kw1, kw2, dst. Bahkan ada kelompok-kelompok masyarakat yang sangat jeli melihat peluang dengan pengerahan massa pada berbagai event. Entah itu pilkada, pilpres dan acara lainnya. Tetapi jujur anak muda yang tidak terkontaminasi ajaran ekstrem sudah mulai menunjukkan hasil temuannya yang cukup membanggakan bangsa. Nah, ini yang perlu di support pemerintah secara penuh agar tidak ada keraguan untuk berkarya secara total. (sikha)
*** Tingkatkan produksi padi, Pemkab Tabanan gunakan teknologi green fertilizer. - Mesti terdepan di Bali. *** Satpol PP Gianyar larang pemberian uang ke pengemis. - Kata pepatah berikan kail bukan ikan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
”Green Fertilizer” Diharapkan Tingkatkan Produksi Padi Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan melakukan uji coba penanaman padi demfarm penggunaan pupuk green fertilizer di Subak Gunggungan, Desa Sesandan, Tabanan, Rabu (28/8) lalu. Penggunaan green fertilizer bertujuan meningkatkan kualitas padi sehingga dapat memberikan keuntungan bagi petani. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan, pihaknya terus berinovasi khususnya dengan penerapan teknologi agar Tabanan dapat mempertahankan julukan lumbung pangannya Bali. Tentu saja pihaknya berkeinginan meningkatkan kesejahteraan petani. Bahkan Bupati Eka menegaskan, menginginkan petani di Tabanan bisa kaya. ‘’Pertanian itu tidak boleh hilang. Pertanian itu tetap harus ada, tapi teknologinya itu harus diimbangi. Karena tanpa teknologi kita akan ketinggalan,’’ ucap Bupati Eka. Terkait penanaman padi, melalui proses yang cukup panjang ditetapkanlah sawah seluas 5 hektar di Subak Gunggungan, Sesandan sebagai lahan uji coba penanaman padi demfarm penggunaan pupuk green fertilizer tersebut. Bupati berharap green fertilizer bisa meningkatkan produksi. ‘’Yang awalnya mungkin 1 hektar bisa menghasilkan 4 sampai 6 ton padi, dengan adanya sistem ini bisa menghasilkan 10 sampai 12 ton dan hasil berasnya adalah beras premium bukan beras biasa. Jadi, memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga petani menjadi kaya,’’ tegasnya. Bupati Eka menambahkan, kalau ini suk-
ses dan hasilnya memuaskan, dirinya akan mengimbau seluruh pihak terkait untuk merancang subsidi pupuk tersebut. ‘’Artinya, petani jangan dibebankan full untuk pembelian pupuk. Harus diberi subsidi. Tapi sebelum ini sukses, semua harus kerja keras. Dalam artian output-nya harus jangka panjang dan berkelanjutan,” kata mantan anggota DPRD Tabanan tersebut. Perwakilan dari Polda Bali, Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho menerangkan, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan sesuai instruksi Presiden, pihaknya mempunyai misi yang sama dengan Pemkab Tabanan, yakni peduli masyarakat petani. ‘’Pada kesempatan ini kita datang semua. Semua sibuk meluangkan waktunya demi petani. Kenapa kita ke sini, terlebih dahulu saya berterima kasih kepada Tuhan, ibu dan pada petani, karena hari ini masih hidup karena adanya petani. Kalau petani cuti sebulan, mungkin kita akan makan kelaparan,’’ ungkapnya. Oleh karena itu, dirinya meminta petani agar memanfaatkan dengan baik dan menerapkan ilmu yang telah diberikan, guna meningkatkan kesejahteraan keluarga masing-masing. Sementara itu, acara penanaman padi tersebut di antaranya dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Kapolres Tabanan, Dandim 1619/Tabanan, Ketua DPRD Tabanan Sementara, Sekda Tabanan dan pejabat OPD terkait. (kmb28)
Operasi Patuh 2019
Kapolres Imbau Pelajar SMA Ikuti Aturan Lalu Lintas Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan khususnya jajaran Satuan Lalu Lintas masih memberikan toleransi bagi pelajar SMA/SMK yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah selama pelaksanaan Operasi Patuh 2019 yang dimulai Kamis (29/8) kemarin. Namun untuk pelajar SMP tetap diimbau menggunakan moda angkutan siswa yang sudah ada ataupun diantar oleh orangtua. ‘’Saya yakin mereka belum memenuhi syarat untuk membuat SIM. Jadi, pelajar SMA/ SMK kita masih tolerir, tetapi harus tertib berlalu lintas serta mempergunakan helm,’’ tegas Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa usai gelaran apel Operasi Patuh 2019 di halaman Makopolres Tabanan. Menurutnya, selama pelajar tidak semaunya saat berkendara, sebenarnya masih diberikan keringanan, mengingat jarak tempuh di Kabupaten Tabanan relatif cukup jauh. Misalnya, mereka yang berada di pinggiran kota jarak menuju ke sekolah di wilayah kota cukup jauh. Tidak hanya menyasar kelengkapan dokumen berkendara, pengendara dengan menggunakan baju adat yang tidak menggunakan helm juga akan
ditilang. Sebab, sesuai amanat Kapolda Bali, dalam Operasi Patuh 2019, ada 8 pelanggaran prioritas road safety seperti tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, melebihi batas kecepatan berkendara, pengemudi melawan arus, mabuk saat berkendara, berkendara di bawah umur, menggunakan HP/headshet saat berkendara dan penyalahgunaan lampu rotator dan sirine. ‘’Saya tekankan pada petugas agar tetap bersikap simpatik pada masyarakat. Jangan arogan dan tetap tegas melakukan penegakan hukum,’’ ucapnya. Operasi Patuh digelar selama 14 hari, atau hingga 11 September mendatang. Kapolres pun mengimbau masyarakat untuk mendukung kegiatan tersebut dan tetap memperhatikan keselamatan saat berkendara dengan melengkapi diri baik helm maupun surat kendaraan. Dari data Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, jumlah kecelakaan lalu lintas pada operasi patuh 2018 sebanyak 76 kejadian. Angka ini meningkat 41 kejadian dibandingkan periode pada Operasi Patuh 2017 yang hanya 35 kejadian. Selain itu, jumlah korban meninggal dunia pada
Operasi Patuh 2018 sebanyak sembilan orang, atau menurun dari tahun 2017 sebanyak 12 orang. Korban luka berat tahun 2018 sebanyak sembilan orang atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya empat orang. Sementara jumlah pelanggaran lalu lintas pada Operasi Patuh 2018 sebanyak 10.502 pelanggaran dengan jumlah tilang 9.631 lembar dan 871 teguran. Sedangkan untuk Polres Tabanan, disampaikan Kapolres Sinar Subawa memiliki angka kecelakaan yang cukup tinggi mengingat panjangnya jalur Denpasar-Gilimanuk. Di kawasan inilah kerap terjadi kecelakaan dan kendaraan yang mogok. ‘’Dengan didukung sumber daya manusianya yang tertib berlalu lintas, diharapkan bisa menekan angka kasus lakalantas nantinya di wilayah Tabanan,’’ jelasnya. Mengawali Operasi Patuh Agung 2019, Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa dan Dandim 1619/ Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto memberikan teguran bagi pengendara yang menggunakan udeng tanpa helm. Menariknya, dua orang pelanggar yakni seorang mahasiswa dan PNS diberikan helm. (kmb28)
Bali Post/bit
BAGIKAN HELM - Mengawali Operasi Patuh, Kapolres dan Dandim Tabanan membagikan helm bagi pengendara yang menggunakan udeng.
10 Pejabat Ikuti Tes Presentasi Tabanan (Bali Post) Proses lelang jabatan untuk pengisian empat posisi Kepala Dinas (Kadis) yang lowong di lingkungan Pemkab Tabanan sudah memasuki tahap akhir. 18 peserta mengikuti tahap presentasi dan tes wawancara yang digelar selama dua hari, yaitu Kamis (29/8) kemarin dan Jumat (30/8) hari ini. Peserta dibagi dua bagian. Hari pertama diikuti 10 peserta untuk posisi Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pendidikan. Dari pantauan di lapangan, sepuluh peserta yang melamar dua jabatan tersebut silih berganti mengikuti tes final. Nantinya seluruh hasil tes akan diakumulasikan untuk mendapatkan 3 besar masing-masing jabatan. Ini akan menjadi dasar rekomendasi Bupati Tabanan. Meski hampir seluruh peserta mengaku sudah menyiapkan diri baik fisik dan mental untuk mempresentasikan makalah yang telah dibuat di hadapan anggota pansel, namun tidak dipungkiri raut wajah cemas serta grogi terlihat dari para peserta. ‘’Ya wajarlah sedikit deg-degan. Tetapi kami sudah menyiapkan diri, jadi dibawa santai dan tenang saja,’’ ucap salah seorang peserta.
Dimulai pukul 08.00 Wita, tiap peserta diberi waktu 45 menit. Pada 10 menit pertama dimanfaatkan kegiatan presentasi makalah terkait inovasi dan terobosan yang telah dibuat sebelumnya jika terpilih dalam posisi yang dilamar. Presentasi dilakukan di hadapan lima anggota Pansel. Pansel internal terdiri dari Sekda Tabanan I Gede Susila, Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra. Sedangkan tiga lainnya merupakan anggota Pansel dari eksternal Pemkab, yaitu dosen Unud, Widya Iswara BPSDM Provinsi Bali dan Kepala Kanreg X BKN di Denpasar. ‘’Usai presentasi 10 menit, peserta diberikan waktu 35 menit selanjutnya untuk tes wawancara,’’ kata anggota Pansel yang juga Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra. Untuk seleksi serupa, kata Sugatra, akan dilanjutkan hari ini dengan delapan peserta untuk posisi Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. ‘’Kalau besok (hari ini - red) selesai dan diplenokan, bisa langsung ada pengumuman tiga besar untuk tiap posisi jabatan dan namanamanya akan kami diserahkan ke pimpinan daerah yakni Bupati Tabanan,’’ terangnya. (kmb28)
Bali Post/ist
TANAM PADI - Suasana penanaman padi demfarm penggunaan pupuk green fertilizer di Subak Gunggungan, Desa Sesandan.
Jelang Karya Agung di Pura Luhur Batukau
Pendakian Gunung Batukaru Ditutup Sementara Tabanan (Bali Post) Pendakian ke puncak Gunung Batukaru ditutup hingga beberapa bulan ke depan, guna mensukseskan karya di Pura Luhur Batukau. Penutupan ini berdasarkan surat edaran dari Bupati Tabanan tertanggal 20 Agustus tentang penutupan pendakian ke puncak Gunung Batukaru. Di surat edaran tersebut disampaikan penutupan dilakukan sehubungan pelaksanaan Karya Agung Pengurip Gumi Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau yang puncaknya akan dilaksanakan 20 Februari 2020. Ditegaskan pula dalam surat itu, penutupan pendakian berlaku sampai berakhirnya karya atau 2 April 2020. ‘’Jika ada yang melanggar, sanksi tidak ada secara tertulis. Di sini diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak mendaki karena ada pewuwus dalam rangka Karya Agung Pengurip Gumi. Seluruh masyarakat diharapkan tidak melakukan pendakian untuk menjaga kesucian karya,’’ terang Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, melalui pesan singkat, Kamis (29/8) kemarin. Sementara itu, Bendesa Adat Wongaya Gede I Ketut Sucipto menerangkan, surat edaran tersebut berdasarkan paruman terkait kebakaran beberapa pekan lalu dan serangkaian karya agung. Hanya, Sucipto yang juga Ketua Umum Pura Batukau ini menegaskan, surat tersebut bukan merupakan larangan, melainkan imbauan agar tidak mendaki karena kepentingan rekreasi. ‘’Sebelumnya ada kesepakatan karena akan ada Ida
Bhatara Napak Pedasaran. Itu bukan dilarang, melainkan diimbau untuk tidak mendaki, jika tujuannya rekreasi hingga karya agung selesai,’’ ucapnya. Meski demikian, bagi masyarakat khususnya umat Hindu yang hendak nangkil ke Pura Pucak Kedaton, disepakati oleh delapan Bendesa Adat, warga bersangkutan harus terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan. Apabila nantinya terjadi musibah, kata dia, itu merupakan tangung jawab warga bersangkutan baik musibah kebakaran ataupun kecelakaan pribadi. Perlu diingatkan, masyarakat yang mau ke Puncak Kedaton paling tidak menyampaikan ke petugas Pura Batukau, baik yang masuk melalui sisi timur maupun barat, karena banyak pintu masuk. Untuk penyampaian surat keterangan juga diharapkan sudah diterima oleh petugas dua hari atau sehari sebelum pendakian, agar bisa dipahami terlebih dahulu isi surat tersebut oleh petugas. ‘’Begitupun kami mohonkan warga agar setor KTP sehingga identitasnya diketahui secara jelas,’’ ucapnya. Disinggung mengenai mulai kapan dan sampai kapan penutupan pendakian diberlakukannya, Sucipto mengakui keputusan ma-
Bali Post/dok
PENANGANAN - Penanganan kebakaran di puncak Gunung Batukaru belum lama ini yang menjadi atensi khusus Pemkab Tabanan, mengingat tahun 2020 akan digelar karya agung di Pura Luhur Batukau. sih belum final. Yang jelas, saat karya agung dilarang melakukan pendakian untuk rekreasi, namun diperbolehkan untuk warga yang akan tangkil atau sembahyang
ke Pura Puncak Kedaton. ‘’Untuk waktunya masih belum juga final atau belum pasti, kita akan masih koordinasi lebih lanjut,’’ katanya. (kmb28)
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
Undiksha Wisuda 1.946 Lulusan
Kompetensi Harus Dikuatkan dengan Karakter dan Akhlak Mulia
WISUDA UNDIKSHA – Sebanyak 1.946 lulusan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja diwisuda di auditorium kampus setempat di Jalan Udayana, Singaraja, Kamis (29/8) kemarin.
Poli, Nelayan Asal Desa Giri Emas Ditemukan Selamat di Pantai Desa Bukti
Kecelakaan saat melaut kembali dialami nelayan di Buleleng. Kadek Setiawan alias Poli (24), yang sehari-hari berprofesi sebagai penangkap ikan di laut sempat dilaporkan hilang setelah menjaring ikan di tengah laut. Namun, setelah dilakukan pencarian dari keluarga dan para nelayan termasuk Pos SAR Buleleng terhadap warga Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan itu, ternyata Poli ditemukan selamat di perairan Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, dengan tetap berpegangan pada perahunya yang terbalik. Bagaimanakah kisah Poli hingga sempat dikabarkan hilang itu setelah mencari ikan di laut? POLI yang masih membujang itu memang nyaris tenggelam setelah perahu yang dinaikinya itu terbalik saat diterjang gelombang tinggi. Ibu Poli, Luh Sujani (56), menceritakan hal itu di lokasi Kamis (29/8) kemarin. Menurutnya, Poli berpamitan menjaring ikan Rabu (28/8) lalu sekitar pukul 17.00 wita. Namun, ia tidak sendiri, melainkan bersama dua temannya yakni Komang Suartana dan Putu Kruit. Masing-masing naik perahu bermesin. Seperti biasa, Poli membawa perlengkapan alat penangkap ikan. Selain itu bekal makanan secukupnya selama di tengah laut. Seperti biasanya, Poli seharusnya sudah kembali Kamis (29/8) dini hari. Namun hingga siang kemarin, Poli justru tidak kunjung kembali. Mengetahui anaknya tidak pulang, ibunya Luh Sujani mencoba mencari tahu dari kedua rekannya yang diajak melaut sebelumnya. Namun, rekannya itu menyatakan tidak bertemu dengan Poli setelah di tengah laut. Sekitar pukul 05.00 wita, Poli sempat menghubungi orangtuanya melalui sambungan telepon. Dalam percakapannya itu, ia menyatakan sudah pulang dan meminta dibelikan nasi. Karena mengetahui anaknya sudah perjalanan ke darat,
dia bergegas membelikan nasi. Sembari menunggu kembali menghubungi nomor HP anaknya. Tetapi kemudian HP-nya justru tidak aktif. Atas kenyataan itu, Sujani pun panik. Ia sangat khawatir dengan keselamatan anaknya. Ibu tiga anak ini kemudian meminta kerabatnya berusaha mencari bersama nelayan di kampungnya. Hingga siang kemarin, korban tidak ditemukan, sehingga aparat desa melaporkan kejadian itu guna meminta bantuan pencarian. “Tidak biasanya sampai siang hari Poli belum kembali. Waktu Poli nelepon ia meminta dibelikan nasi. Maka saya berpikir sudah dekat rumah. Sebab, dua rekannya sudah balik. Namun, ternyata anak saya tidak pulang. Karena itu, kami sangat khawatir terjadi sesuatu pada Poli,” ujar Luh Sujani. Pantai Desa Bukti Kemudian, sekitar pukul 12.00 wita, rekan sesama nelayan bersama anggota Pos SAR Buleleng melakukan pencarian. Sebagian menggunakan perahu menyusuri jalur pelayaran yang bisa dilalui nelayan menjaring ikan. Pencarian di daratan juga dilakukan. Namun belum membuahan hasil. Tidak berselang lama, kerabatnya Putu
SELAMAT – Kadek Setiawan alias Poli (24) nelayan asal Banjar Dinas Segara Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan ditemukan selamat setelah perahu yang digunakan menjaring ikan terbalik akibat diempaskan gelombang tinggi Kamis (29/8) kemarin.
Suastika dan Wayan Widiarta yang mencari ke tengah laut itu, menginformasikan Poli sudah ditemukan. Namun di pantai Desa Bukti. Tidak pelak, informasi itu kemudian membuat warga ramai mendatangi lokasi dan menunggu penyelamatan yang dilakukan nelayan dan petugas SAR. Saat ditemukan, Poli mengaku bertahan memegang kuat-kuat perahunya yang terbalik. Perahunya sempat diempaskan gelombang tinggi. Dari lokasi penemuan itu, Poli bersama perahunya dievakuasi melalui jalur laut, hingga kembali ke rumahnya di Giri Emas. Saat tiba di darat, tubuh Poli pun lemas. Sebab sudah berjam-jam terombang-ambing di laut lepas tanpa makan. Untuk memastikan kesehatannya, dia menjalani pemeriksaan medis dari dokter puskesmas. Poli menuturkan, ketika melaut dan mulai menjaring ikan cuaca laut awalnya normal. Tidak ada tanda-tanda terjadi gelombang tinggi. Karena hari sudah pagi dan sudah berhasil menangkap ikan, Poli bermaksud kembali ke daratan dan menelepon ibunya. Tetapi, dalam perjalanan itu, tiba-tiba angin kencang. Gelombang terus bertambah besar menerjang perahunya. Akibat empasan gelombang itu membuat perahunya terbalik. Dia pun sempat berenang. Beruntung berhasil memegang perahu miliknya. Saat itu, dia terus diempaskan gelombang sebelum siang kemarin ditemukan di perairan Desa Bukti. “Sebenarnya saya sudah dekat rumah. Tiba-tiba saja ada ombak tinggi dan angin kencang. Empasan ombak itu membuat perahu saya terbalik. Semua perlengkapan dan ikan tenggelam. Saya berlindung di perahu dan terus diempaskan ombak. Namun, saya terus berusaha mencari pertolongan tetapi tidak berhasil,” katanya. Koordinator Pos SAR Buleleng Dewa Hendri mengatakan, sebelum kejadian itu, pihaknya menerima laporan nelayan hilang. Anggotanya kemudian diterjunkan melakukan pencarian. Bersamaan dengan pencarian itu, nelayan menginformasikan kalau korban ditemukan selamat di atas perahu yang sudah terbalik setelah diempasan gelombang laut. Anggotanya kemudian diarahkan mengevakuasi korban bersama nelayan. Korban dievakuasi menggunakan speed boat. Sedangkan perahu korban ditarik oleh rekan nelayan. “Begitu kami terima laporan langsung melakukan pencarian. Poli berhasil ditemukan. Sesuai SOP kita evakuasi ke darat. Ini kecelakaan akibat cuaca buruk. Karena itu, kami tetap mengimbau para nelayan agar waspada untuk menghindari kecelakaan ketika mencari ikan ke laut,” harapnya. (mud)
SEBANYAK 1.946 lulusan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja diwisuda di auditorium kampus setempat Kamis (29/8) kemarin. Ribuan lulusan ini menjalani prosesi wisuda ke-59 tahun 2019. Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul untuk Indonesia Maju, lulusan dari perguruan tinggi terbesar di Bali Utara itu tidak hanya mengandalkan raihan kompetensi secara akademik, namun juga dituntut menunjukkan diri sebagai alumni Undiksha yang berkarakter dan memiliki akhlak mulia. Siapa pun yang menamatkan studinya di Undiksha ini, dipastikan memiliki kepribadian seperti itu. Ribuan wisudawan dan wisudawati yang lulus itu tiga orang meraih tingkat akademik tertinggi dengan gelar doktor. Kemudian 185 lulusan bergelar magister. Sisanya, 1.595 bergelar sarjana. Selain itu, juga ada 165 orang lulusan menggapai jenjang gelar ahli madia. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. sebelum memimpin prosesi
wisuda mengatakan, tahapan paling akhir pelaksanaan pendidikan tinggi adalah wisuda. Tidak heran prosesi ini seperti momen terindah yang menunjukkan keberhasilan sempurna seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan paling akhir di perguruan tinggi. Terkait kualitas lulusan, Prof. Jampel menyebut, sejak awal lembaga yang dipimpinnya itu komitmen mencetak setiap lulusan yang memiliki kualitas akademik tinggi. Apalagi sejalan dengan program nasional yang membentuk SDM unggul untuk “Indonesia Maju”. Karena itu, lulusannya tidak saja unggul dengan penguasaan kompetensi akademik yang tinggi saja, juga memiliki karakter dan akhlak mulia. Karena itu, Undiksha senantiasa mengedepankan nilai-nilai mental yakni sikap disiplin, jujur, memiliki jiwa bertangung jawab, dan prinsip mau bekerja keras. Sesungguhnya, aspek itulah merupakan parameter lulusannya. Penguatan karakter dan akhlak mulia ini, bahkan diajarkan dengan sangat baik ketika mahasiswa itu kuliah atau
mengikuti kegiatan ekstra dan kegiatan nonkurikuler. “Selama berada di lingkungan kampus telah dilakukan penyeimbangan antara kemampuan kompetensi dengan akhlak mulia. Sering disebut dengan istilah good inner personal skill, kami berkomitmen agar lulusan Undiksha itu unggul secara kompetensi, kompetitif, berdaya saing dan memiliki karakter unggul,” katanya. Di sisi lain, Prof. Jampel mengatakan, sejalan dengan tuntutan program nasional di mana pembangunan bangsa ini membutuhkan SDM unggul untuk Indonesia Maju, maka pihaknya bersama jajarannya telah mengambil sejumlah langkah efektif, untuk mendukung kebijakan nasional tersebut. Saat ini, Undiksha terus menanamkan konsep “4 C Plus 1 C”. Konsep ini tidak lain adalah membangkitkan critical thinking (berpikir kritis), collaborative (pembelajaran bekerja sama), communication, dan character. “Yang kita lakukan adalah “4C Plus 1 C” ini, dan kami optimis bagaimanapun hebatnya kemampuan lulusan
itu tanpa dikuatkan karakter yang baik, maka menjadi mubazir kalau hanya memiliki kepintaran akademis selama kuliah. Sesungguhnya konsep holistik itu sudah kami galakkan sejak dulu untuk menjawab tuntutan penyediaan SDM unggul untuk Indonesia Maju,” jelasnya. Dari 1.946 wisudawan pada periode Agustus 2019 ini, lulusan berprestasi pemuncak tingkat diberikan kepada Dr. I Putu Mas Dewantara, M.Pd., Program Studi Pendidikan Bahasa, jenjang Pendidikan Doktor, IPK: 3,84, masa studi 5 tahun dengan predikat Sangat Memuaskan. Ni Made Ayu Dwi Anggreni, M.Pd., Program Studi Bimbingan Konseling, jenjang Pendidikan Magister, IPK: 3,96, masa studi 2 tahun, predikat Pujian. Ni Luh Linda Seniasih, S.Pd., Program Studi Bimbingan Konseling, jenjang Pendidikan Sarjana, IPK: 3,99, masa studi 3 tahun 11 bulan, predikat Pujian dan AAA Made Arianti Suryani, A.Md., Program Studi Akuntansi, jenjang Pendidikan Diploma 3, IPK: 4,00, masa studi 2 tahun 11 bulan, predikat Pujian. (ad 947)
Penyidik Kejari Tahan Moh. Ashari
Dugaan Korupsi Proyek Kantor Perbekel Desa Celukan Bawang Singaraja (Bali Post) – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng akhirnya menahan tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Penyidik menahan tersangka yang tidak lain mantan Perbekel Desa Celukan Bawang Mohamad Ashari. Penahanan dilakukan sejak Kamis (29/8) kemarin sampai 20 hari ke depan. Sebelum ditahan, tersangka telah menjalani beberapa kali pemeriksaan dari tim penyidik Kejari. Dari pemeriksaan itu, dikuatkan tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kantor perbekel. Akibat perbuatan melawan hukum dari tersangka itu, menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 200 juta. Dalam kasus ini, ditemukan ada selisih biaya antara realisasi pelaksanaan pembangunan kantor perbekel dengan anggaran yang digunakan. Dana pembangunan ini merupakan biaya ganti rugi dari PT General Energy Bali (GEB) yang saat itu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. Gedung kantor perbekel yang lama terkena jalur proyek, sehingga GEB memberikan dana ganti rugi untuk membangun gedung kantor baru sekitar Rp 1,1 miliar. Selain dugaan korupsi, pelaksanaan proyek itu diduga tanpa melalui proses tender. Sebaliknya, penunjukan langsung (PL). Dana ganti rugi itu ditransfer melalui rekening bank milik tersangka. Sebelum ditahan, tersangka sempat menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 Wita. Tanda-tanda penyidik melakukan penahanan mulai terlihat setelah tim penyidik meminta bantuan petugas kesehatan memeriksa kondisinya. Setelah dokter menyatakan tersangka sehat, penyidik pun menyiapkan mobil tahanan di lobi kantor. Pukul 14.15 Wita, tersangka langsung digiring keluar ruang penyidik dan diantar ke Lapas Kelas II-B Singaraja menggunakan mobil tahanan. Tersangka tampak menggunakan rompi oranye bertulisan “Tahanan Kejari Buleleng” dan kedua tangannya dipasangi borgol. Kuasa hukum tersangka I Putu Arta usai penahanan menjelaskan, mekanisme penahanan kliennya sudah sesuai aturan. Hal itu wajar
karena setiap orang yang diduga melakukan perlawanan hukum mengikuti proses penahanan. Namun, perkara yang disangkakan oleh tim penyidik itu tidak merupakan berbuatan seorang diri saja. Ia menuding ada pihak lain juga wajib diproses hukum. Pihak yang disebut turut serta itu tidak lain rekanan yang mendapatkan pekerjaan membangun gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang. Hal ini dikuatkan Pasal 55 UU No. 2 Tahun 1999 tentang Tipikor. Di sana disebutkan, pihak yang turut serta harus diproses hukum. “Secara hukum klien kami ditahan adalah hal wajar. Karena disangkakan melakukan pidana. Namun, kami sampaikan klien kami tidak berdiri sendiri pada perkara ini. Kami minta pihak terkait yakni rekanan juga harus dituntut pertangungjawabannya,” pinta Putu Arta.
Sehingga nantinya diajukan di Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar. Dari BAP tersebut, tersangka melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Tipikor, pasal 55 jo pasal 64 KUHP dan subsider pasal 3. Untuk pasal 2 ancaman hukuman minimal 4 tahun dan makimal 20 tahun penjara. Sedangkan pasal 3 ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 23 tahun. “Penyidik melakukan penahanan ini karena BAP sudah lengkap termasuk kerugian negara, sehingga dalam 20 hari ke depan ini, kami persiapkan
agar BAP bisa diajukan dalam persidangan untuk dilakukan pembuktian perkara ini,” katanya. Terkait pihak lain yang belum tersentuh, Wayan Genip menyebut, tim penyidik berkomitmen tidak melakukan tebang pilih menangani perkara tipikor itu. Ini dibuktikan dengan dilakukan berkembangan kasus. Kalau pihak yang disebut terbukti terlibat dikuatkan dengan bukti-bukti, maka timnya akan menindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku. “Siapa pun itu, pasti akan kami tindak lanjuti. Sepanjang ada bukti yang menguatkan, sehingga pada kasus ini kami bertindak tanpa tebang pilih, karena komitmen kami jelas penanganan tipikor tidak ada pilih kasih,” jelasnya. (kmb38)
Penangguhan Advokat yang berkantor di Gilimanuk, Jembrana ini menyebut, pascapenahanan klienya, pihaknya berencana mengajukan penangguhan penahanan. Ini dilakukan sebagai upaya pembelaan awal terhadap status hukum kliennya. Saat ini, Putu Arta masih melakukan persiapan berkas. Dikatakan dua, tiga hari ke depan, surat penangguhan penahanan itu akan dikirim kepada tim penyidik Kejari Buleleng. “Pasti kami lakukan upaya pembelaan penangguhan penahanan. Kami masih persiapkan termasuk mendiskusikan dengan klien kami,” jelasnya. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng Wayan Genip mengatakan, penahanan tersangka atas hasil penyidikan yang sudah dilakukan. Dalam waktu 20 hari masa penahanan ini, tim penyidik yang beranggotakan enam jaksa itu akan melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
DITAHAN – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menahan tersangka dugaan pidana korupsi proyek pembangunan gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.
Agung itu dilancarkan dengan delapan hal sebagai prioritas. Sasarannya seperti pemakaian helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), melawan arus, perilaku berkendara sembari mengunakan HP, berkendara di bawah pengaruh alkhohol (mabuk), pengendara di bawah umur, pemakaian sabuk keselamatan, dan melanggar melanggar batas kecepatan maksimum. “Operasi ini digulirkan selama 14 hari ke depan dengan mengedepankan preemtif 60 persen. Sedangkan melalui pendidikan dan penyuluhan lalu lintas 40 persen,” katanya. Di sisi lain, Kurniawandari
mengatakan, pada Operasi Patuh Agung ini pihaknya memberikan teguran simpatik kepada pengendara sepeda motor yang membonceng penumpang tanpa memakai helm saat berpakaian adat. Sebagai bentuk edukasi menyadarkan pengendara itu, pihaknya membagikan helm SNI gratis. “Pentingnya menggunakan helm SNI saat berkendara. Tujuannya menghindari benturan kepala secara langsung bila terjadi kecelakaan lalu lintas,” jelasnya. Dalam operasi pertama, pihaknya menjatuhkan sanksi tilang kepada 54 pengendara
Bali Post/kmb38
54 Pengendara Terjaring Razia Operasi Patuh Agung Singaraja (Bali Post) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng melancarkan Operasi Patuh Agung 2019 di Jalan Ahmad Yani Barat, Kamis (29/8) kemarin. Hasilnya, 54 pengendara dijatuhi sanksi tilang. Puluhan pengendara itu terjaring razia karena mereka tidak melengkapi kelengkapan kendaraan dari pabrik. Selain itum para pengendara juga tidak mampu menunjukkan surat-surat kendaraan. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, Operasi Patuh
terdiri dari 3 orang tanpa membawa SIM, 2 orang tidak membawa STNK, seorang tanpa pengendara tidak mampu menunjukan surat kendaraan, dan 17 tanpa sabuk keselamatan. Polisi juga menyita 20 STNK, 2 SIM, 1 unit sepeda motor. Sedangkan pada operasi di jalan Singaraja-Lovina Desa Tukadmungga, polisi menindak 31 pengendara. Lima tanpa helm SNI, 13 tanpa SIM, 1 tanpa STNK, 1 kendaraan kelebihan muatan, 1 tanpa sabuk keselamatan, 2 pengendara melanggar rambu-rambu dan 7 tanpa perlengkapan dendaraan. (kmb38)
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
SOSOK Angkat Produk Lokal KABUPATEN Gianyar sudah terkenal sebagai gudangnya produk kerajinan. Namun kini kondisi sejumlah kerajinan di kawasan seni ini tengah meredup. Melihat kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Gianyar I Gusti Ngurah Anom Masta memastikan akan mengangkat kembali berbagai produk kerajinan warga Gianyar. “Kita memperjuangkan agar produk hasil industri lokal Bali seperti kain, buah, wine, arak Bali bisa masuk dan dimanfaatkan oleh hotel restoran dan supermarket,” ucap politisi Partai Golkar yang akrab disapa Anom Masta ini ditemui, Kamis (29/8) kemarin. Tidak hanya itu, dia juga akan memperjuangkan regulasi agar akomodasi khususnya hotel, wajib menyiapkan satu stan pameran kerajinan lokal Gianyar. Sehingga wisatwan yang datang menginap lebih mengenal produksi kerajinan lokal Gianyar. “Memperjuangkan agar hotel menyiapkan tempat pameran minimal 2x3 meter di lobi hotel untuk memamerkan produk hasil kerajinan lokal Bali,” katanya. Perjuangan ini tentu akan lebih mudah bagi politisi dari Dapil Blahbatuh Tampaksiring ini. Terlebih saat ini I Gusti Ngurah Anom Masta telah ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar Periode 2019-2024. Hal ini diumumkan melalui sidang penetapan Pimpinan DPRD Gianyar yang berlangsung Kamis siang kemarin. “Terkait jabatan baru ini, saya sebagai kader siap menjalani perintah partai dan siap berkoordinasi dengan DPRD yang lain, “ katanya. (nik)
Bali Post/nik
PENETAPAN - Suasana sidang penetapan unsur pimpinan DPRD Gianyar yang berlangsung di ruang sidang dewan pada Kamis (29/8) kemarin.
Mantan Sekda Duduki Kursi Wakil Ketua DPRD Ketut Jata Menyayangkan Keputusan DPP Demokrat Gianyar (Bali Post) -
Mantan Sekda Gianyar I.B. Gaga Adi Saputra yang lolos sebagai new comer di DPRD Gianyar, kini ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar. Hal ini sudah berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat nomor 77/SK/DPP.PD/VIII/2019. Sementara I Ketut Jata yang kini didepak setelah dua priode menduduki posisi itu, menyayangkan keputusan DPP Partai Demokrat tersebut.
Pemuda Desa Taro Tewas Gantung Diri Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda I Putu AD pada Kamis (29/8) kemarin. Pemuda 19 tahun ini melakukan aksi gantung diri tepat di belakang rumahnya di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Polisi yang melakukan penyelidikan belum mengetahui penyebab korban melakukan aksi tersebut. Informasi dihimpun, insiden ini pertama kali diketahui pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Kala itu warga setempat, Ni Ketut Rapug yang hendak melihat babi peliharaan di belakang rumahnya. Nah, dalam perjalanan sontak terkejut lantaran melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon sirsak. Di lokasi itu korban terjerat tali plastik warna biru. Melihat kejadian itu, Rapug lantas berteriak minta tolong sembari memanggil I Wayan Nyana yang merupakan bapak korban. Warga setempat yang cepat memadati lokasi, lantas secara bersama menurunkan jasad korban, dengan cara memotong tali plastik. Hasil pemeriksaan dari dokter Puskesmas Tegallalang II dr. I Wayan Putu Parwata, tercatat korban diperkirakan meninggal dunia empat jam sebelum ditemukan. Dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Tegallalang Ipda I Wayan Juwahyudi membenarkan kasus tersebut. Dikatakan, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pacar korban. “Berdasarkan hasil interogasi terhadap pacar korban yang masih sebagai pelajar di Ubud, bahwa korban sering mengeluh mau mengakhiri hidupnya karena ada permasalahan pribadi. Namun korban tidak mau menceritakan masalah apa yang dialaminya,” terangnya seizin Kapolsek AKP I Gede Sukadana. Tidak hanya itu, sebelumnya pacar korban pernah beberapakali memergoki korban hendak gantung diri. Hanya berhasil dicegah, bahkan terakhir korban melakukan percobaan gantung diri pada Rabu (23/8) lalu di tempat yang sama. Terkait peristiwa itu, dikatakan, dari pihak keluarga tidak menuntut siapa pun dan menerima kematian korban sebagai musibah. (kmb35)
Hal ini terungkap dalam sidang penetapan unsur pimpinan DPRD Gianyar yang berlangsung di ruang sidang dewan pada Kamis (29/8) kemarin. Dalam sidang itu, dinyatakan posisi Ketua DPRD Gianyar tetap diduduki I Wayan Tagel Winarta dari Fraksi PDI-P. Sementara posisi wakil ketua dari Partai Golkar diduduki I Gusti Ngurah Anom Masta. Penetapan ini pun menggeser I Made Togog yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Gianyar dari Partai Golkar. Sementara dari Partai Demokrat menetapkan I.B. Gaga Adi Saputra sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar. Ditemui usai sidang, I.B.
Gaga Adi Saputra mengatakan, terkait dengan penunjukan dirinya oleh Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar, pihaknya akan menjalankan. “Ini adalah perintah partai, sebagai kader Demokrat saya wajib mengindahkan dan melaksanakan apapun perintah partai,“ katanya. Politisi akrab sapaan Gus Gaga ini pun mengakui mensyukuri kepercayaan Partai Demokrat yang telah diberikan kepada dirinya. Meskipun politisi yang merupakan mantan Sekda Gianyar ini tercatat sebagai pendatang baru di Partai Demokrat. “DPP Demokrat pasti punya pertimbangan tertentu hingga saya diberikan ke-
percayaan ini. Bagi saya ini sekaligus tugas untuk membesarkan Demokrat ke depan melalui jabatan yang diberikan kepada saya,” katanya. Secara terpisah, I Ketut Jata yang merupakan Wakil Ketua DPRD Gianyar sebelumnya mengaku kecewa dengan keputusan DPP Partai Demokrat. Menurut politisi asal Kecamatan Blahbatuh ini, DPP Partai Demokrat sudah melanggar juklat yang dibuat partai itu sendiri. “Saya sangat kecewa dengan apa yang diputuskan DPP, justru saya bertanya juklat yang dibuat DPP, di situ kan tertera syarat senioritas, posisi partai, pengalaman, hingga perolehan suara di Gianyar saya paling tinggi di
antara yang lolos,’’ jabarnya. Ketut Jata mengungkapkan, dari segi pengalaman ia juga sudah menduduki sejumlah posisi strategis, seperti posisi jabatan wakil sekretaris 1 DPD Demokrat Provinsi Bali, Wakil Ketua DPRD Gianyar dua periode, serta Ketua DPC Demokrat Gianyar dua periode. “Kurang saya apa? salah saya apa? saya tidak ada ditelepon, tidak pernah diajak rapat terkait ini, baik oleh DPC hingga DPP. Lain halnya kalau ada komunikasi kan beda,” keluhnya. Ketut Jata juga mempertanyakan alasan DPP Partai Demokrat menetapkan Gus Gaga sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar. Terlebih, menurutnya, Gus Gaga merupakan kader yang baru di partai. “Saya pertanyakan apa yang menjadi bahan pertimbangan DPP menunjuk Gus Gaga, apalagi dia baru nyalon di partai,’’ tandasnya. Namun, Ketut Jata mengaku ikhlas dan menerima
keputusan DPP Partai Demokrat terkait penetapan I.B. Gaga Adi Saputra sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar periode 2019-2024. “Saya menerima, cuma saya tidak habis pikir, kok tidak diajak komunikasi. Lalu kalau masyarakat saya bertanya, apa saya jawab, saya juga punya konstituen,” katanya. Disinggung apakah akan melakukan koordinasi ke DPP Partai Demokrat terkait penetapan ini, Ketut Jata mengaku masih pikirpikir. “Langkah selanjutnya masih saya pertimbangkan, hanya secara pribadi masih bertanya-tanya,” tandasnya. Diketahui, usai sidang penetapan ini akan dilanjutkan dengan pelantikan Ketua dan dua Wakil Ketua DPRD Gianyar yang diagendakan pada Senin (2/9) mendatang. Namun sebelum itu, Sekretaris DPRD Gianyar akan berkoordinasi ke Pengadilan Negeri serta bersurat ke Gubernur. (kmb35)
Warga Digegerkan Lansia Linglung di Tukad Jlunglung Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan temuan seorang pria lanjut usia (lansia) yang linglung di Tukad Jlunglung, Desa Tulikup, Gianyar pada Kamis (29/8) kemarin. Orang tua yang belum diketahui identitasnya ini lantas diamankan oleh petugas Satpol PP Gianyar. Ironisnya, lansia yang kakinya penuh luka lebam ini tidak mau berbicara dengan siapapun. Informasi dihimpun, awalnya lansia yang mengenakan baju biru ini terlihat hanya terdiam berendam di areal Tukad Jlunglung. Warga yang berada di seputaran lokasi itu pun merasa curiga. Sempat warga memanggil orang tua ini, namun tidak menyahut. Hingga akhirnya warga memapah orang tua yang mengenakan celana hitam ini ke luar sungai. Sementara itu, Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha menerangkan, pihaknya mengamankan orang tua ini bermula dari petugasnya yang patroli seputaran Desa Tulikup pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 LANSIA - Terlihat lansia yang ditemukan linglung di Tukad Jlunglung, Desa Tulikup, Kamis (28/8) kemarin.
Wita. Setiba di lokasi, petugas pun melihat ada keramaian warga yang mengkrumuni orang tua linglung tersebut. “Tadi pas patroli ditemukan petugas bersama warga, karena ini menyangkut kemanusiaan kita ajak saja dulu ke kantor,” katanya. Di Kantor Satpol PP Gianyar petugas langsung memberikan makan dan minum. Namun lansia ini tetap tidak mau berbicara dengan petugas. “Sudah diberi minum dan makan, tapi tetap tidak mau berbicara,” katanya. Diketahui kondisi orang tua ini cukup memprihatinkan, dengan luka lebam dan lecet pada kaki dan wajah. Akibat luka itu ia pun tidak bisa jalan, sehingga harus dibopong oleh petugas Satpol PP Gianyar. “Beliau ini linglung, berbicara tidak mau, sehingga kita tidak tahu penyebab lukanya itu, karena jatuh atau bagaimana,” katanya. Selanjutnya, orang tua ini dibawa ke Dinas Sosial untuk dicari tahu identitasnya. Akhirnya, sekitar pukul 14.00 Wita pihaknya mendapat informasi bahwa orang tua tersebut diduga berasal dari Klungkung. “Ada warga asal Klungkung yang katanya kenal, tapi kita masih tunggu, katanya mau datang ke Dinas Sosial,” tandasnya. (kmb35)
Larang Memberi Uang kepada Pengemis
Satpol PP Pasang Sejumlah Spanduk di Ubud
Bali Post/nik
LOKASI - Terlihat petugas melakukan pengecekan di lokasi korban gantung diri di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kamis (29/8) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Selama ini keberadaan pengemis di seputaran Ubud memang cukup meresahkan. Terlabih mereka fokus menyasar dolar wisatawan. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Gianyar mulai mencari solusi dari kondisi ini. Salah satunya dilakukan dengan pemasangan sejumlah spanduk dan baliho di Ubud yang berisi pesan larangan memberi uang ke pengemis. Kepala Satpol PP Gianyar Made Watha ditemui Kamis (28/8) kemarin membenarkan pihaknya melakukan pemasangan baliho larangan memberi pengemis di seputaran Ubud. “Tujuannya supaya pengemis itu tidak diberikan uang oleh warga ataupun turis, saat mereka memintaminta,” ujarnya. Pemasangan spanduk ini
ditempatkan pada titik strategis. Seperti Catus Pata Ubud, juga di depan Pasar Ubud serta sejumlah titik strategis lainnya. Pemasangan ini dilakukan bermasa petugas Kelurahan Ubud. Lantaran Ubud menjadi daerah wisata, maka spanduk berlatar merah putih dibuat dua jenis. Pertama, spanduk bertuliskan bahasa Bali yang ada terjemahan bahasa Indonesia. Spanduk kedua berbahasa Inggris. “Kami mengajak semuanya untuk tidak memberi kepada gepeng (gelandangan pengemis - red),” jelasnya. Melalui pemasangan spanduk itu, pihaknya berharap masyarakat dan turis bisa paham jika pengemis yang datang memanfaatkan kesempatan. Sementara itu, untuk penindakan rutin dilaku-
kan. Seminggu sekali, ada saja pengemis yang diangkut menggunakan mobil Satpol PP menuju Kantor Satpol PP. Pengemis yang terjaring sidak langsung dikirim ke Dinas Sosial Gianyar. Selanjutnya mereka dipulangkan. Kebanyakan pengemis itu dari daerah Kabupaten Karangasem. Setelah dipulangkan, pengemis yang sebagian besar perempuan dewasa dan anak-anak itu malah tidak kapok. Mereka ada yang kembali datang mengemis. Watha menambahkan, pemasangan baliho ini tidak hanya di seputran Ubud. Namun akan berlanjut di tempat strategis lainnya, seperti pasar umum. “Spanduk sedang dibuat, selanjutnya akan kita pasang pada seluruh pasar yang ada di Gianyar,” tandasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
SPANDUK - Terlihat petugas melakukan pemasangan spanduk larangan memberi pengemis di seputaran Ubud.
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
Kasus Korupsi Dana Santunan Kematian
SOSOK Data untuk Publik KABUPATEN Jembrana memiliki potensi perikanan dan kelautan yang komplet. Selain Pelabuhan Perikanan, Kampus dan Sekolah Kelautan, di Jembrana juga terdapat Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) yang merupakan pusat data informasi kelautan Asia Tenggara. Satelit yang dimiliki BROL dapat menjangkau aktivitas di laut dan pesisir hingga ukuran kecil. Dari sinilah dapat dipantau kapal-kapal asing yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Data dari satelit ini awalnya menjadi data internal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, sejak beberapa tahun terakhir, pantauan satelit ini dikembangkan untuk keselamatan masyarakat khususnya menunjang sektor kelautan dan perikanan Indonesia. ‘’Dulu memang untuk internal dan kita bisa berantas illegal fishing. Sekarang kita berdayakan untuk masyarakat salah satunya menentukan titik-titik potensi ikan di laut,’’ ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP RI R. Sjarief Widjaja. BROL yang terletak di Desa Budeng Kecamatan Jembrana terus didorong menjadikan informasi itu agar bermanfaat bagi masyarakat khususnya nelayan. Salah satunya melalui aplikasi Laut Nusantara yang dapat diunduh di android. Aplikasi ini memberikan informasi yang lengkap bagi nelayan khususnya dalam upaya mencari ikan di laut Indonesia. ‘’Ini terus diperbarui. Di sini (aplikasi) memandu dan memudahkan nelayan posisi menangkap ikan. Selain itu, informasi harga ikan di setiap pelabuhan, cuaca, dan riwayat posisi,’’ terang pejabat bergelar profesor ini. Diharapkan dengan data yang ada di BROL ini, muncul startup baru yang mengeksplorasi hasil tangkapan nelayan. Dengan demikian, nelayan Indonesia ke depan termasuk di Bali dimudahkan dalam menentukan titik penangkapan hingga penjualan hasil ikan. Nelayan didorong untuk memanfaatkan teknologi ini guna menunjang aktivitas mereka. (olo)
Kejari Terima Pengembalian Uang Denda dan Pengganti Negara (Bali Post) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Kamis (29/8) kemarin menerima denda dan uang pengganti kerugian negara terkait kasus korupsi Dana Santunan Kematian dengan terpidana Indah Suryaningsih. Nilai yang dibayarkan sesuai putusan Pengadilan Negeri Tipikor total Rp 371 juta, terdiri atas denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 171 juta. Pembayaran denda dan uang pengganti ini dilakukan oleh suami terdakwa siang kemarin diterima tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jembrana. Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra mengatakan, setelah dihitung dan dibuatkan berita acara, uang denda dan uang pengganti kerugian negara langsung diserahkan ke kas negara. Sesuai keputusan inkracht, uang denda dan pengganti itu wajib dibayar oleh terpidana. Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor Denpasar, terdakwa Indah Suryaningsih yang mantan PNS di Dinas Sosial Jembrana divonis 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan. Selain itu, terpidana dibebani denda Rp 200 juta subsider 3 bulan serta uang pengganti Rp 171 juta subsider 1 tahun penjara jika tidak membayar uang pengganti. Dalam putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 08/Pid. Sus-Tpk/2018/PN Dps tanggal 1 Agustus 2018, Indah divonis melanggar Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi. Dengan adanya pembayaran ini, maka terpidana menjalani 4 tahun penjara dikurangi selama berada di dalam tahanan. Selain itu, terpidana berhak menerima remisi dan hak lainnya di Rutan Kelas II B Negara. Sejatinya, jaksa dari Kejari Jembrana sempat mengajukan kasasi khususnya terkait nilai uang pengganti. Dalam dakwaannya JPU menuntut uang pengganti Rp 239 juta. Namun, dalam putusan kasasi MA, nilai uang pengganti mengikuti putusan pertama. ‘’Pengembalian denda dan uang pengganti sudah kami eksekusi dan masuk ke kas negara,’’ ujar Ivan. Kasus ini juga melibatkan sejumlah terdakwa lain di antaranya klian banjar dan kepala lingkungan. Dua terdakwa yang sudah putusan yakni oknum Klian Banjar Munduk Rani Tukadaya I Gede Astawa dan oknum mantan Klian Banjar Sarikuning Tulungagung Tukadaya I Dewa Ketut Artawan. Keduanya divonis 4 tahun pidana penjara dengan denda masing-masing Rp 200 juta subsider kurungan 1 bulan. Kedua terdakwa ini juga dibebani uang pengganti yang nilanya berbeda. (kmb26)
Bali Post/kmb26
EKSEKUSI UANG - Kejari Jembrana mengeksekusi uang pengganti dan denda kasus korupsi Dana Santunan Kematian dengan terpidana Indah Suryaningsih, Kamis (29/8) kemarin.
Operasi Patuh Agung 2019
Libatkan 90 Personel Lantas Selama 14 Hari Bali Post/kmb26
RETAS - Halaman depan situs PN Negara yang diretas Rabu lalu.
”Website’’ PN Negara Sempat Diretas Negara (Bali Post) Website resmi Pengadilan Negeri (PN) Negara sempat diretas selama beberapa hari. Akibatnya, situs resmi PN Negara tidak bisa diakses. Peretasan website dengan alamat https:// www.pn-negara.go.id/ ini merupakan yang kedua kalinya. Meski sempat diretas, Kamis (29/8) kemarin situs yang memuat informasi terkait pelayanan PN kembali pulih. Sejumlah warga yang hendak membuka informasi terkait jadwal sidang Rabu (28/8) lalu, mengaku tak dapat mengakses situs resmi pengadilan tersebut. Yang mengagetkan, di halaman depan situs justru muncul warna hitam dengan sejumlah kata-kata yang diduga sengaja ditulis oleh peretas. Terpampang tulisan meminta agar menghubungi alamat email yang tertera. Selain itu, tertera huruf kapital di bawahnya Hak Cipta Resmi Yang Kuat dan ‘’es jeruk’’. Di pojok kanan atas halaman itu juga tertera tanggal 31 Juli/ Revemaskunn. Sementara di kanan bawah dimuat kalimat pertanyaan seperti ‘’Kamu Kalah? Bagaimana? Mengapa’’. Peretasan ini diakui PN Negara. Menurut Humas PN Negara Mohammad Hasanuddin Hefni, dari pengecekan situs sempat diretas selama sehari pada Rabu (28/8). Setelah diketahui pada malamnya oleh petugas, situs langsung diperbaiki dan sudah bisa pulih seperti semula pada Kamis (29/8) pagi. Ia memastikan peretasan website ini tidak menghilangkan dokumen. Sebab, di dalam website itu hanya berisi informasi PN. Diakuinya, peretasan itu sempat mengganggu karena tidak bisa diaksesnya semua infomasi PN Negara. Peretasan ini merupakan yang kedua kalinya selama dua tahun terakhir. Kejadian pertama dialami tahun 2017. Dengan kejadian ini, PN Negara akan menguatkan keamanan website agar tidak mudah diretas. (kmb26)
Desa Gumbrih Hasilkan Lemak Kakao MENJADI salah satu komoditi unggulan di Jembrana, kakao atau cokelat tak hanya menghasilkan biji kakao kering, tetapi juga serbuk atau bubuk kakao. Beberapa desa melakukan pengolahan biji kakao hingga menghasilkan lemak kakao atau butter. Seperti yang dilakukan sentra pengolahan kakao di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, yang menghasilkan lemak kakao. Pasar yang dilayani adalah pasar ekspor ke luar negeri, khususnya Eropa. Butter kakao produksi Unit Pelayanan Hasil (UPH) Sari Bumi, Desa Gumbrih, mengolah berbagai hasil olahan biji kakao seperti serbuk kakao murni. Serbuk kakao dengan kadar 80 persen hingga 90 persen diproduksi hingga menjadi bentuk permen. Khusus lemak kakao digunakan untuk bahan baku kosmetik
Bali Post/kmb26
OPERASI PATUH – Polres Jembrana menggelar Operasi Patuh Agung selama 14 hari mengutamakan tindakan represif berupa penegakan hukum dan penilangan.
dan obatan-obatan. Proses pengolahannya melalui sederet proses yang cukup panjang, namun hasilnya cukup bernilai. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wayan Sutama didampingi Kabid Perkebunan I Komang Ariada mengatakan, kakao Jembrana tidak hanya dapat dijadikan biji kering atau serbuk kakao. Di luar itu, melalui UPH Sari Bumi, Desa Gumbrih, telah mampu menghasilkan lemak kakao. Khusus produksi butter hanya melayani pangsa pasar ekspor. Dari sekian banyak UPH, lemak kakao baru dihasilkan oleh UPH Sari Bumi saja. Di sana melalui sederet proses sangrai biji kakao fermentasi diolah hingga menghasilkan lemak. Lemak kakao ini dijadikan bahan dasar obat dan kosmetik yang sejatinya memiliki nilai jual lebih mahal dibanding kakao serbuk. (olo)
Negara (Bali Post) Operasi Patuh Agung 2019 digelar di wilayah hukum Polres Jembrana mulai Kamis (29/8) kemarin. Operasi selama 14 hari hingga 11 September mendatang melibatkan personel dari Satuan Lalu Lintas sebanyak 90 orang bekerja sama dengan instansi terkait, antara lain Subdenpom Jembrana, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Jembrana. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih seusai apel gelar pasukan Operasi Patuh Agung 2019 mengatakan, operasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Operasi digelar mengutamakan tindakan represif berupa penegakkan hukum, penilangan yang terukur bagi pelanggar lalu lintas tanpa mengesampingkan kegiatan preentif dan preventif. Data di Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, jumlah kecelakaan lalu lintas pada Operasi Patuh 2018 sebanyak 76 kejadian, meningkat 41 kejadian atau 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 35 kejadian. Korban meninggal dunia pada Operasi Patuh 2018 berjumlah sembilan orang, mengalami penurunan empat orang atau 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 12 orang. Korban luka berat pada
Operasi Patuh 2018 sebanyak sembilan orang, meningkat lima orang atau 125 persen dibandingkan kejadian sama tahun 2017 sebanyak empat orang. Pelanggaran lalu lintas pada Operasi Patuh 2018 sejumlah 10.502, mengalami penurunan -2 persen dari tahun 2017, jumlah tilang 9.631 lembar dan teguran berjumlah 871. Kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Patuh Agung 2019, Kapolres menginstruksikan untuk mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap tugas, tidak arogan, namun tetap tegas saat melakukan penegakan hukum. ‘’Tetaplah menjadi polisi yang popular, humanis, dan berwibawa,’’ katanya. Menurut Budi Saragih, polisi lalu lintas memiliki fungsi edukasi, engineering, enforcement, identifikasi serta registrasi pengemudi dan kendaraan bermotor. ‘’Tujuannya agar terwujud disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, turunnya angka kecelakaan, dan mampu menekan jumlah fatalitas korban laka lantas, berkurangnya titik kemacetan sehingga terwujud situasi dan kondisi Kamseltibcar lantas,’’ terang Kapolres. Pada Apel Gelar Pasukan dilakukan pengecekan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, menyamakan persepsi pola tindak personel, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para personel yang terlibat operasi. (kmb26)
Bali Post/olo
LEMAK KAKAO – Salah satu petugas Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menunjukkan contoh lemak kakao yang ditempatkan di botol kaca.
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Lombok Nihil
Hanya Jukung Milik Merta Ditemukan di Tengah Laut
Amlapura (Bali Post) Kasus nelayan yang hilang saat melaut di wilayah perairan Selat Lombok terjadi Kamis (29/8) kemarin. Nelayan I Wayan Merta (40) yang berasal dari Banjar Kangin, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem itu menghilang saat mencari ikan di laut. Pihak tim SAR gabungan Basarnas, Balawista BPBD, dan Bakamla Karangasem sudah melakukan pencarian hingga radius dua mil ke tengah laut. Namun, hasil pencariannya masih nihil. Karena itu, pencarian akan dilanjutkan Jumat ini di atas radius dua mil.
Bali Post/kmb41
WISATAWAN - Para wisatawan yang menginap di Hotel Puri Bagus Candidasa, Karangasem.
Menurun Sepuluh Persen Kunjungan Wisatawan ke Sejumlah Hotel
Amlapura (Bali Post) Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke objek wisata kemudian melanjutkan menginap di sejumlah hotel di Karangasem mengalami penurunan sekitar sepuluh persen. Angka penurunan itu dikonversi dengan tingkat kunjungan tahun lalu. Sebetulnya, grafik menurun itu terjadi nyaris di semua hotel di Karangasem. Seperti hotel di kawasan di Candidasa, Padangbai, Amed, Bunutan, termasuk Tulamben. HRD Hotel Puri Bagus Candidasa Ni Nyoman Kartini mengungkapkan hal itu, Kamis (29/8) kemarin. Menurutnya, wisatawan yang menginap memang relatif sepi dibanding tahun lalu. Kamar yang terisi sekitar 32
dari total 48 jumlah kamar di Hotel Puri Bagus Candidasa. Wisawatan yang menginap kebanyakan dari Eropa seperti Jerman dan Prancis. “Kalau tahun lalu, kamar penuh berisi wisatawan terutama saat high season. Padahal sekarang ini sudah memasuki high season, tetapi kondisinya masih sepi. Belum ada peningkatan yang signifikan. Kami harap nantinya wisman dan domestik yang menginap di Karangasem mengalami peningkatan yang berarti,” harapnya. Pihaknya, kata Kartini, belum bisa memastikan penyebab turunnya wisatawan yang menginap di Karangasem. Namun, penurunan itu diduga akibat pemilihan presiden (pilpres). Sebagian wisatawan khawatir serta
takut ada kerusuhan pascapilpres. Faktanya saat itu sebagian tamu meng-cancel kunjungan ke Karangasem. “Bahkan, ada sejumlah negara sempat mengeluarkan warning. Itu dilakukan agar warganya berhati-hati berkunjung ke Bali. Sebab, di Bali sedang ada hajatan pilpres. Mereka jadi khawatir ada kerusahan pascapemilu. Makanya banyak tamu perorangan atau grup yang meng-cancel ke tempat kami,” ungkap Kartini sapaan akrabnya. Tahun 2020 tambah Kartini, malah sudah ada 20 persen wisatawan mancanegara yang booking kamar di Hotel Puri Bagus Candidasa. Wisatawn yang booking itu dari perorangan, komunitas, serta pemerintahan. (kmb41)
Salah seorang nelayan asal Bugbug, I Nyoman Sediarta, menuturkan pihaknya menerima informasi keluarganya dan nelayan I Nyoman Winata di Seraya. Dikatakan, nelayan atas nama Merta hilang saat melaut untuk mencari ikan di perairan Lombok, sekitar pukul 11.00 Wita. Pihaknya kemudian diminta menghubungi Basarnas Karangasem untuk meminta pertolongan mencari Merta yang belum pulang. “Setelah itu, saya langsung menghubungi Basarnas,” terang Sediarta. Nelayan Wayan Merta, kata Sediarta, berangkat dari Seraya Timur untuk mencari ikan sekitar pukul 04.00
dini hari. Keseharian Merta memang sebagai nelayan. Hampir setiap hari melaut mencari ikan. Pascadiketahui hilang, maka para kerabatnya yang sesama nelayan, ikut membantu petugas dalam pencarian. Hasilnya, di tengah laut, mereka hanya menemukan jukung yang dipergunakan korban untuk mencari ikan. “Hanya jukung Merta yang ditemukan. Namun, orangnya tidak ada. Itu informasi yang saya dapatkan,’’ ujarnya. Orangnya benar belum ditemukan di atas jukung. Namun, di jukung itu ditemukan hasil tangkapan ikan. Jumlah ikan yang ada di jukung itu mencapai 50 ekor.
Itu artinya, Merta sudah sempat mendapatkan ikan sebelum dinyatakan hilang. Seminggu lalu, Merta sempat menghadiri upacara pitra yadnya di Bugbug. Setelah itu, pihaknya tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya. “Di Bugbug, terakhir saya ketemu Merta, saat menghadiri upacara ngaben,” katanya. Koordinator Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka mengungkapkan, proses pencarian sejak pukul 12.00 Wita telah dilakukan. Namun, sejauh ini, pihaknya fokus pencarian dilakukan di radius dua mil dari Pantai Bugbug.
“Informasi terakhir, tim menyisir perairan Tanah Ampo mencari Merta. Tetapi, hingga saat ini, pencarian belum membuahkan hasil alias nihil temuan,” katanya. Selain tim gabungan kata Eka, mencari Merta, para kerabatnya ikut aktif membantu petugas dalam proses pencarian itu. Kerabat yang menemukan jukung korban sudah kembali ke Seraya Timur. Sedangkan, nelayan lainnya masih ikut melakukan pencarian korban di tengah laut. “Kita terus melakukan pencarian sampai sore pukul 18.00 wita. Bila sampai jam itu, Merta belum ditemukan, maka proses pencarian ita lanjutkan besok pagi. Karena itu, hingga sore hari, Merta apakah masih hidup atau tidak, masih belum bisa dipastikan. Jadi, kita belum bisa menjelaskan apaapa,” tegas Ngurah Eka. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PENCARIAN NIHIL - Tim SAR gabungan Basarnas, Balawista, BPBD, dan Bakamla Karangasem melakukan pencarian nelayan hilang saat melaut. Namun hingga sore kemarin, pencarian itu belum membuahkan hasil alias nihil.
Warga Desa Bhuana Giri Kesulitan Air Bersih
Keberadaan Sumur Bor Terbengkalai
Bali Post/kmb41
SUMUR BOR - Kondisi sumur bor di Dusun Linggasana yang terbengkalai.
Amlapura (Bali Post) Sejumlah warga di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem sa a t i ni m ul a i ke sul i t a n a i r bersih. Sejatinya, di Desa tersebut ada sumor bor. Hanya, keberadaan sumur bor itu kurang dioptimalkan sebagai sumber air. Karena itu, airnya kemudian macet akibat kedalamannya tidak menyentuh permukaan air tanah. Karena itu, sumur bor yang ada di Dusun Linggasana itu saat ini terbengkalai alias tidak terurus. Kepala Dusun Linggasana I Nengah Subrata, Kamis (29/9)
kemarin mengungkapkan, setiap musim kemarau, warga pasti kesulitan air bersih. Menurutnya, sejauh ini sudah ada bantuan air dari pihak BPBD. Tetapi masih ada sejumlah warga yang belum mendapatkan bantuan air tersebut. “Setiap musim kemarau, pasti warga mengalami kesulitan air bersih,” ucapnya. Subrata menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan krisis air itu. Salah satunya membuat sumur bor di Dusun Linggasana. Hanya, saat ini, sumur bor itu tidak keluar air akibat mang-
krak, tidak terurus. “Sumur bor itu dibangun tahun 2012 lalu. Pembangunan sumor bor itu menelan dana Rp 150 juta. Sumur itu merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Bali. Tetapi, sekarang sumur bornya tidak keluar air. Bahkan, sumur bor itu sudah tak beroperasi sejak setahun lalu,” katanya. Debit airnya kata Nengah Subrata, terus mengecil. Bisa jadi hal itu disebabkan kedalaman sumur itu tidak menembus permukaan air tanah. Sebab, proyek pengeboran sumur itu hanya sampai kedalaman 50 me-
ter. Apabila penggalian sumur itu dilanjutkan hingga sepuluh meter lagi, maka pihaknya yakin air itu bisa mengalir walau situasi kering seperti sekarang ini. “Saya harap pemerintah dapat melanjutkan proyek ini. Penting warga kembali memperoleh air bersih dari sumur itu. Kalau dibiarkan seperti sekarang ini kan kasihan sumur itu tidak terurus dan tak bisa dimanfaatkan. Padahal kalau proyek itu dilanjutkan sedikit lagi, maka airnya kami pastikan akan kembali mengalir,” ujarnya. (kmb41)
Ratusan Warga Asak Geruduk Kantor Bupati
Permasalahan Bendesa Adat Bertahun-tahun Sukses Dimediasi Bendesa Adat Asak sempat bermasalah terkait sah tidaknya secara hukum. Untungnya, permasalahan menahun itu sudah clear, setelah anggota DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa III datang ke Karangasem menemui Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa melakukan mediasi, Kamis (29/8) kemarin. Mediasi yang dilaksanakan di Wantilan Lapangan Tanah Aron itu, akhirnya berjalan mulus. Antara pelapor dan pihak terlapor sudah melakukan berdamaian. Apakah permasalahan sebelumnya sehingga harus dilakukan mediasi dari tokoh-tokoh Bali dan Karangasem itu? DARI pantauan di kantor Bupati Karangasem, ratusan warga Desa Adat Asak mendatangi kantor bupati itu sekitar pukul 08.30 Wita. Ratusan warga datang menggunakan pakaian adat Bali. Karena, banyaknya warga yang hendak masuk ke halaman kantor bupati, membuat puluhan petugas kepolisian bersama Satpol PP berjagajaga di halaman kantor serta pintu masuk kantor bupati. Warga Asak tak bisa masuk dan kemudian memenuhi ruangan di depan kantor bupati. Sempat masyarakat hendak masuk ke halaman kantor bupati, akan tetapi petugas tidak mengizikan masuk ke halaman kantor. Selanjutnya, warga diarahkan ke wantilan di Lapangan Tanah Aron. Di sana warga berkumpul sembari menunggu kehadiran anggota DPD-RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa
III, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa. Ketiganya dengan bijaksana melakukan mediasi baik kepada pihak pelapor maupun terlapor. Di sana antara pelapor dan terlapor diberikan waktu sekitar 10 menit untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi. Dalam kesempatan itu, status Bendesa Adat Asak legalitasnya dinilai tidak sah. Di samping itu, bendesa adat itu juga dinilai tidak mengizinkan pihak pelapor beserta keluarganya melakukan persembahyangan di pura. Kalau dilihat kenyataannya, tidak ada yang seperti itu. Tidak ada keluarga siapa pun tidak diizinkan bersembahyang ke pura. Bendesa Adat Asak Jro Dukuh I Ketut Suta mengatakan, pihaknya terus diminta mundur menjadi bendesa adat. Alasannya, ia dinilai tidak sah menjadi bendesa adat. Bahkan, se-
jak baru menjabat sebagai bendesa adat sudah diminta mundur. Padahal, dari segi regulasi dan aturan, dirinya sudah sah menjadi Bendesa Adat Asak. “Saya kurang tahu kenapa saya disuruh mundur. Padahal, saya sah dipilih sebagai bendesa adat. Sekarang, saya datang diundang Pak Wedakarna untuk mengecek legalitas saya sebagai Bendesa Adat Asak. Masyarakat datang karena ingin tahu apa hasil dari mediasi itu,” tegasnya. Malah juga pihak bendesa adat itu dikatakan melakukan pungutan uang kepada warga tanpa melalui pembahasan. Sebetulnya, uang yang dipungut itu untuk pelaksanaan upacara ngaben massal di Desa Asak. Sebelum dirinya menjabat sebagai bendesa adat, di desanya belum pernah ada upacara ngaben massal. Tetapi setelah ia menjadi bendesa adat, kemudian ngaben massal itu pun bisa dilaksanakan. “Saya tidak ada kepentingan apa-apa. Saya ikhlas ngayah untuk desa. Mari kita ngayah bersama-sama untuk desa,” tegasnya. Anggota DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa III mengatakan, kedatangan dirinya sematamata untuk memediasi permasalahan Bendesa Adat Asak itu. Sebab, pihaknya menerima pengaduan dari pihak pelapor terkait berbagai persoalan. Di antaranya Bendesa Adat Asak itu dinilai tidak sah. Ada tindakan pembongkaran balai gong. Masih
banyak lagi hal lainnya. Setelah saya mengumpulkan pelapor dan terlapor, maka pihaknya akhirnya tahu persoalan yang sebenarnya dari
kedua belah pihak. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menegaskan, pihaknya meminta kepada warga supaya
bisa menjaga kebersamaan sesama warga Adat Asak. Bupati tidak menginginkan ada diskriminasi atau hal kontraproduktif lainnya. Kar-
ena itu, Bupati memohon supaya masyarakat membangun Desa Adat Asak itu bersama-sama dan secara gotong royong. (nan)
Bali Post/nan
MEDIASI - Anggota DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa III bersama Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa saat memediasi permasalahan Bendesa Adat Asak di Wantilan Lapangan Tanah Aron, Kamis (29/8) kemarin.
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
Operasi Patuh Agung
Berpakaian Adat Tak Pakai Helm Ditilang
Semarapura (Bali Post) – Jajaran Polres Klungkung mulai melakukan eksekusi terhadap setiap pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Patuh Agung 2019, Kamis (29/8) kemarin. Operasi ini terlihat menarik, karena polisi tidak lagi mentoleransi pengendara sepeda motor yang berpakaian adat dan tidak mengenakan helm. Ini dilakukan mengingat sudah cukup banyak korban berjatuhan lantaran tidak mengenakan helm saat berkendara. Penerapan aturan ketat bagi masyarakat tidak menggunakan helm, menurut Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Made Teja, sesungguhnya untuk melindungi pengendara itu sendiri. Terlebih sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, secara tegas disebutkan bahwa setiap pengendara sepeda motor harus memakai helm saat berkendaraan baik pengendara sepeda motor maupun penumpangnya. “Jadi, bukan diskriminatif, tetapi lebih pada keselamatan masyarakat, baik pengendara itu sendiri maupun orang lain,” katanya. Ini terlihat pada gelaran
Operasi Patuh Agung yang dilaksanakan di Simpang Jalan Puputan Klungkung, pengendara sepeda motor yang berpakaian adat dan tidak mengenakan helm langsung ditilang oleh pihak kepolisian. Sebab, helm sangat penting untuk menjamin keselamatan pengendara dan penumpangnya apabila terjadi kecelakaan karena mematuhi peraturan. AKP Made Teja menegaskan, ada delapan kategori yang masuk dalam sasaran Operasi Patuh Agung 2019, yaitu pelanggaran helm yang tidak SNI, tidak menggunakan helm, pengemudi terpengaruh minuman beralkohol, menggunakan lampu rotator,
Bupati Suwirta Minta Koperasi Berbenah berinovasi seiring perkembangan zaman. Dirinya tidak bisa hanya melindungi koperasi, namun harus menaungi semua lembaga ekonomi yang dibentuk pemerintah pusat. Suwirta mengajak seluruh pelaku koperasi untuk melakukan reformasi total. Di era 4.0 ini, koperasi menurutnya harus bergerak dengan dukungan teknologi informasi, namun tetap memegang teguh tujuh prinsip dasar koperasi. Kekuatan lain koperasi juga terletak dalam pembagian SHU. SHU harus dibagi secara proporsional, sehingga akan direspons positif oleh anggota. “Jika dana SHU tidak dibagikan secara proporsional, hal ini bisa disebut korupsi,” katanya. Koperasi juga didorong bisa mandiri, agar sedikit meminta bantuan pemerintah. Jika koperasi kuat, akan mampu menekan inflasi dan deflasi. Koperasi juga diharapkan jujur membuat laporan keuangan tanpa ada manipulasi. Ia mengingatkan, pajak bukanlah beban namun kewajiban. Asalkan semua pajak transaksi benar-benar dikumpulkan untuk dibayarkan, maka tidak ada yang perlu dirisaukan. Tinggal bayarkan pajak yang telah terkumpul maka semua urusan selesai. Koperasi juga harus berani masuk ke sektor-sektor riil yang lebih mudah untuk berkompetisi. Untuk itu, Bupati Suwirta mendorong koperasi di Klungkung bersatu membuat sebuah wadah, sehingga bisa ikut tender proyek pemerintah. “Jangan hanya mengelola koperasi dalam zona nyaman, namun harus berinovasi dan berani ikut berkompetisi. Dalam kondisi seperti ini, pengurus koperasi harus bergerak cepat, inovatif, dan mengikuti perkembangan teknologi, sehingga m a m p u tampil dalam persaingan,” Bali Post/kmb31 tegas Suwirta. Nyoman Suwirta (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Angka likuiditas sudah hampir mencapai 40 persen. Ini membuat koperasi sulit menyalurkan dananya. Atas kondisi ini, maka koperasi akan sulit meningkatkan SHU, meningkatkan kesejahteraan pegawai, dan memenuhi kewajiban kepada anggotanya. Di sisi lain, koperasi diharuskan memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak. Melihat situasi ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta seluruh lembaga koperasi mulai berbenah. Hal itu ditekankannya ketika mengikuti pelaksanaan evaluasi kegiatan bidang kelembagaan dan usaha koperasi triwulan I dan II serta sosialisasi pajak dari Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Gianyar di Ruang Rapat Praja Mandala belum lama ini. Agenda yang digagas Dinas Koperasi dan Dekopinda Klungkung ini untuk mengetahui kondisi perkoperasian serta meningkatkan kesadaran para pelaku koperasi membayar pajak. Bupati Suwirta mengatakan, dengan situasi seperti ini, maka koperasi harus peka akan kebutuhan masyarakat. Koperasi harus
Pohon Roboh Terseret Truk
Semarapura (Bali Post) Sebuah pohon perindang besar berdiameter sekitar satu meter roboh ke tengah jalan di Jalan Raya Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kamis (29/8) kemarin. Pohon jenis celagi (asam) setinggi 20 meter ini melintang ke tengah jalan setelah terseret truk R10. Beruntung saat itu tidak ada pengendara lain yang melintas di jalan yang biasanya padat lalu lintas ini. Namun, kejadian tersebut cukup merusak kanopi bangunan di sekitarnya. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, peristiwa itu cukup mengagetkan warga sekitar. Tertutupnya akses jalan juga mengakibatkan situasi lalu lintas sempat macet total. Warga sekitar langsung menghubungi TRC BPBD Klungkung. Satu tim patroli bersama 15 personel turun langsung untuk melakukan penanganan. Empat unit gergaji mesin dimanfaatkan untuk memotong pohon berukuran besar itu. Sementara kendaraan truk yang menyeret pohon hingga roboh tak teridentifikasi di lokasi. Menurut warga di sekitar, truk langsung kabur. “Kata warga, truk terus melaju sehingga tidak diketahui,” ujar Widiada seraya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pohon tumbang itu dengan cepat dapat ditangani dengan baik oleh petugas. Arus lalu lintas pun segera normal kembali. Pihaknya berharap pengendara truk dapat memperkirakan kondisi di sekitarnya, sebelum melaju menuju tujuan. Sebab, situasi seperti ini amat membahayakan pengguna jalan lain yang melintas bersamaan. (kmb31)
di bawah umur, tidak memakai sabuk keselamatan, menggunakan handphone, melawan arus hingga batas kecepatan maksimal. Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana menyampaikan, permasalahan di bidang lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidup. Diharapkan Operasi Patuh Agung tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas dan menimalisasi kemacetan
lalu lintas serta terwujudnya Kamseltibcarlantas yang mantap. Pihaknya menyiapkan empat satgas dalam mendukung kegiatan ini, mulai dari Satgas Preentif, Preventif, Gakkum, dan Banops yang melibatkan 60 personel Polres Klungkung. Satgas menyasar delapan pokok pelanggaran berlalu lintas. AKBP Komang Sudana minta seluruh masyarakat agar selalu melengkapi administrasi diri sendiri, seperti SIM, STNK, dan KTP saat berkendaraan atau identitas diri lainnya. Selama ini di Bali ada kebijakan untuk tidak memakai helm saat berpakaian adat atau mau sembahyang. Namun, kali ini meskipun berpakaian adat, tetap harus menggunakan helm demi keamanan dan keselamatan. “Saat berkendara roda dua gunakan helm SNI. Kalau tidak, ya kami libas,” ujarnya. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PENGARAHAN - Kapolres AKBP Komang Sudana memberi pengarahan sebelum digelarnya Operasi Patuh Agung 2019 mulai Kamis (29/8) kemarin.
Rumah Warga Ped Terbakar Kerugian Sekitar Rp 200 Juta
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP pascakebakaran.
Bali Post/kmb31
Semarapura (Bali Post) Kebakaran rumah kembali terjadi di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (29/8) kemarin. Api menghanguskan rumah milik warga I Ketut Tatag (45). Rumah korban ludes yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp 200 juta. Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wita. Awalnya ayah korban I Wayan Balak (70) mendengar suara seperti terjadi arus pendek listrik di ruang tamu. Namun, suara itu diperkirakannya berasal dari anaknya Ketut Tatag yang baru datang. Akan tetapi semakin lama suara itu semakin keras. Balak pun curiga dan bergegas keluar rumah untuk mengeceknya ke ruang tamu. Dia melihat ruang tamunya sudah dipenuhi kepulan asap tebal dan terbakar. Kobaran api sudah membakar hingga bagian atap rumah. Panik dengan peristiwa itu, penghuni rumah lantas
berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Melihat kobaran api semakin membesar, warga berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tidak lama berselang, tim Pemadam Kebakaran datang memberikan pertolongan. Mereka bersama-sama memadamkan api yang sudah membakar seisi rumah. Si jago merah baru bisa dijinakkan sekitar pukul 03.00 Wita. Peristiwa ini lantas dilaporkan ke Polsek Nusa Penida untuk mengetahui penyebabnya. Pascakebakaran, polisi masih melakukan penyelidikan. Belum diketahui penyebab persis yang menimbulkan kebakaran itu. Namun, sesuai keterangan pemilik rumah, kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik di ruang tamu. Suarta minta warga lebih berhati-hati dengan sistem instalasi listrik di rumah. Lakukan cek secara berkala, agar tidak menimbulkan kebakaran ketika terjadi hubungan arus pendek listrik. (kmb31)
Kamis (29/8) kemarin. Wabup Kasta juga memberikan semangat kepada para atlet selancar lokal yang ikut bertanding. Pihaknya berharap mereka bisa mengikuti kegiatan
ini dengan semangat yang tinggi sehingga nantinya menjadi atlet selancar berkualitas internasional yang mampu bersaing di ajang surfing tingkat dunia berikutnya. (kmb31)
Nusa Penida Promosi Pariwisata Lewat Selancar Semarapura (Bali Post) Pantai Mahagiri, Desa Jungut Batu, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Khususnya para peselancar, setiap tahun mereka berkompetisi di pantai ini sejak 2014. Kompetisi selancar (surfing) menjadi cara efektif untuk melakukan promisi pariwisata sekaligus mencari bibit atlet peselancar lokal andal yang siap bersaing di level lebih tinggi. Ketua Panitia Wayan Lena menyampaikan, Lembongan Suft Team (LST) merupakan organisasi selancar ombak yang membidani kompetisi itu. Mereka sudah berdiri sejak 24 Juni 2001 yang dipelopori orang Australia. Selama ini, LST aktif melakukan kegiatan selancar setiap tahunnya, yang diikuti peserta lokal, nasional hingga internasional.
Menurutnya, LST juga bergerak dalam kegiatan peduli lingkungan berupa pembersihan pantai, pelestarian hutan bakau hingga pelatihan renang untuk anak-anak Jungut Batu. International Surfing Competition ini untuk mencari bibit atau menumbuhkembangkan bakat generasi muda dalam bidang selancar guna menghindarkan mereka dari pergaulan negatif. Agenda tahun ini cukup semarak. Sepuluh peselancar lokal terbaik, 16 surfer board rider club di Bali, dan peserta luar negeri yang berasal dari Australia, Jepang, dan Brazil ikut ambil bagian. Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata I Gede Pitana melihat kompetisi surfing ini memiliki manfaat ganda.
Tidak hanya mencetak atlet selancar, tetapi tempattempat wisata yang ada di Klungkung, khususnya di Kecamatan Nusa Penida bisa lebih dikenal dunia, sehingga menjadi daya tarik untuk wisatawan datang ke Bali. “Agenda seperti ini bisa menggenjot promosi pariwisata Klungkung,” katanya. Wakil Bupati Made Kasta mengatakan, cara seperti ini berkontribusi besar bagi percepatan pertumbuhan wilayah dan pengembangan kepariwisataan Nusa Penida, khususnya di Lembongan-Jungut Batu. Agenda ini memberi warna tersendiri terhadap pariwisata Lembongan-Jungut Batu. Tidak hanya keindahan alam bawah lautnya, tetapi juga agenda kompetisi surfing ini. “Ajang ini sekaligus sebagai sarana promosi untuk pariwisata,” tegasnya,
Bali Post/kmb31
MAHAGIRI - Wakil Bupati Made Kasta saat hadir di Pantai Mahagiri.
DI JALAN - Pohon asam (celagi) tumbang dan melintang di tengah jalan setelah terseret truk.
Bali Post/kmb31
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah. Berpengalaman. Gaji 2,5 juta SMS WA 0816571027
B.BP.004.08.19.0000938
Villa Seminyak Housekeeping pengalaman SMS 081999882123
B.BP.004.08.19.0000898
Dcr Krywti Utk RM.Babi Guling Nusa2(DptMes+Mkn)085339909202
B.BP.001.08.19.0000921
Dicr 1 Navigator/Kernet untuk pengiriman Sepeda Motor, Hub. Dealer Sekar sari, Jl.Hasanudin No.40 Dps Jam 10.00 - 14.00
Dicari Surveyor,S1, diutamakan S1-Sipil / Ekonomi, L/P, KTP Bali, Gaji UMK + Bonus, Hub.kjpp.shr.bali@gmail.com B.BP.004.08.19.0000932
BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.08.19.0000780
Dcr Sgr Supervisor Lapangan u/ Kontraktor.Hub:087861160314/ hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.08.19.0000875
Dcr Staf u. Notaris SMA,Jl.Hang Tuah 46A Sanur-Dps 0361-284031
B.BP.001.08.19.0000895
B.BP.001.08.19.0000813
SERVICE
BIRO JASA BENGKEL LAS
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Dcr sgra Sopir Laundry di Kuta Jl.Kerobokan78XWA081236015546
B.BP.001.08.19.0000941
Dcr u/Staff(Semua Posisi)bawa Lam.Ke Rustica Restrn Jl.Batu Belig No.1 Krbkn (0361)4737812
B.BP.004.08.19.0000903
Dicari Cook untuk Food Court Hub.08124616685
B.BP.154.08.19.0000940
Dicari Pembantu/ART bisa kerja tidur dalam 082147068989 B.BP.001.08.19.0000925
Dicari Segera:Sopir, Helper Hub:081999561887/087860070399 B.BP.001.08.19.0000924
Dicari Administrasi,Bawa Surat Lamaran Ke Jl.Pulau Kawe No.77 B.BP.001.08.19.0000931
Cr Krywn suami istri Serabutan bisa Sopir diutmkn Jujur n Tgjwb Hub 082144985598 B.BP.004.08.19.0000824
Bth Kywti Admin wnta 24-30th bisa MS Excel,Bhs Inggris Travel. Gj .2,6jt/bln Hub.081222108833 B.BP.004.08.19.0000936
Dicari:Tenaga Admin(Wanita)Max 28th Min.SMK/SMA untuk Bekerja di Perusahaan Carton Box. Jalan Sekar Sari No.23 Segera Hub.081337070443 B.BP.001.08.19.0000652
Resto di Sanur Cr:Bartender & Waitress. Dharsana:08123614559 B.BP.001.08.19.0000878
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL TANAH
Hlg BPKB No.L01030392-O DK 1969 AA a/n. Ni Nengah Sukartini
Tnh L.225M2SHM BaturSari Sanur Ling.Vila 1,450M Ng08123829471 B.BP.001.08.19.0000907
DIJUAL MOBIL HONDA
Freed PSD 2009,Putih,Ex Dokter Velg Racing,Kordn 081237873200 B.BP.001.08.19.0000919
PROPERTY
PROPERTY DIJUAL RUKO
Murah Jual/Sewa 3Th Ruko2Lt di Cokroaminoto cepat087856227779 B.BP.033.08.19.0000933
RUPA-RUPA
B.BP.001.08.19.0000935
Hlg STNK DK 6650 SV an I Wayan Morag,Ds Labasari,Abang,Krasem B.BP.004.08.19.0000937
KERJASAMA Di cari agent pengolahan air yg memiliki koneksi luas, Hub: 0857 1005 2298 B.BP.031.08.19.0000934
DIJUAL TANAH
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
Tnh 1,5A SHM Perum Bhayangkara Jagapati Badung.081338593219
Dijual Cepat 150 kursi Futura Bks&Meja 1 Kaki, 081946759043
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.08.19.0000908
B.BP.001.08.19.0000162
B.BP.001.08.19.0000927
B.BP.001.08.19.0000634
BIRO JASA
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
Sepasang Kekasih Jalani Rekonstruksi Pembuangan Bayi Sebelum Dibuang, Mulut Bayi Dibekap di Dalam Tas
Bali Post/kmb40
ATLET - Ratusan atlet kontingen Bangli yang akan berlaga di Porprov dilepas Kamis (29/8) kemarin.
Porprov, Bangli Kirim 493 Atlet
Bangli (Bali Post) Kabupaten Bangli mengirim 493 atletnya untuk ikut berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV tahun 2019. Pada Porprov kali ini, jumlah cabang olahraga yang diikuti meningkat dari tahun sebelumnya. Panitia Kontingen Kabupaten Bangli I Dewa Agung Gede Adi Oka mengatakan dalam ajang Porprov sebelumnya, cabang olahraga (cabor) yang diikuti Bangli berjumlah 25 cabor. Sedangkan pada tahun ini meningkat menjadi 30 cabor. Pihaknya menargetkan, prestasi atlet Bangli bisa masuk peringkat 5 besar. “Tahun ini kontingen Bangli berjumlah 493 orang yang terdiri dari 382 atlet, dan ofisial sebanyak 111 orang,” kata Adi Oka, Kamis (29/8) kemarin. Disebutkannya, cabor yang diikuti Bangli dalam Porprov kali ini antara lain sepak bola, billiar, yong moodo, futsal, balap sepeda, woodball, rugby, xiang’i, dance sport, bulu tangkis, basket, taekwondo, atletik, tenis meja,
sepak takraw, petangue, judo, pencak silat, karate, kempo, wushu, tenis lapangan, panahan, renang, gateball, tinju amatir, catur, voli, penembak, tarung derajat. Pihaknya berharap setiap cabor bisa menyumbangkan emas. Para atlet diminta berlaga dengan sebaik-baiknya. Sementara itu, pagi kemarin, ratusan atlet kontingen Bangli tersebut dilepas Bupati Bangli I Made Gianyar di halaman Kantor Bupati Bangli. Pelepasan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli, dan anggota Forkopimda Kabupaten Bangli. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi serta rasa bangganya karena tahun ini cabor yang diikuti Bangli meningkat dari tahun sebelumnya. Pihaknya berpesan kepada para atlet agar tetap menjaga sportivitas dan tetap semangat untuk bertanding. Sehingga bisa meraih target lima besar. (kmb40)
Hilang Semalam, Lansia Ditemukan Terbujur Kaku di Dasar Sungai Bangli (Bali Post) – Sempat dilaporkan menghilang semalaman, Sang Nyoman Oka, lansia asal Tempek Pulung, Banjar/Kelurahan Bebalang, Bangli ditemukan di Sungai Yeh Sandang, wilayah banjar setempat, Kamis (29/8) kemarin. Nahasnya, lansia berusia 78 tahun itu ditemukan dalam kondisi tewas di dasar sungai. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui meninggalkan rumah untuk mencari rumput pakan sapi pada Rabu (28/8) sekitar pukul 16.00 Wita. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumahnya. Saksi Sang Ketut Kurniawan kemudian melaporkan hal itu ke prajuru adat. Sekitar pukul 23.00 Wita, prajuru adat meminta warga untuk membantu melakukan pencarian. Namun hingga Kamis (29/8) pukul 09.00 Wita, proses pencarian belum membuahkan hasil. Pihak keluarga korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Bangli dan Polsek Kota. Menindaklanjuti laporan itu, polisi dibantu masyarakat
mencari keberadaan korban. Sekitar setengah jam kemudian, saksi Ketut Karsana dan Ketut Wardana menemukan korban. Tubuh korban ditemukan telentang di dasar Sungai Yeh Sedang. Kepolisian bersama warga masyarakat kemudian turun ke Tukad Yeh Sandang sedalam 15 meter untuk mengevakuasi korban. Sebelum dievakuasi tersebut, polisi sempat melakukan pengecekan terhadap tubuh korban. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan tubuhnya dalam keadaan kaku. Selanjutnya, kepolisian dan warga membawa tubuh korban ke rumah korban untuk dilakukan pemeriksaan medis dan identifikasi. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban. Ditemukan sejumlah luka robek dan lecet pada bagian tubuh korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal akibat jatuh saat sedang mencari rumput pakan ternak,” katanya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) –
Rekonstruksi kasus pembuangan bayi dengan tersangka sepasang kekasih berinisial IKS alias DN (19) dan NKJ (21) digelar aparat Polres Bangli, Kamis (29/8) kemarin. Dalam rekonstruksi yang dilaksanakan di dua lokasi berbeda, tersangka memeragakan 59 adegan. Terungkap, tersangka IKS membekap mulut bayi yang dilahirkan kekasihnya NKJ sepanjang perjalanan dari rumahnya di Banjar Manuk, Desa Susut, hingga ke lokasi tempat pembuangan bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut. Berdasarkan pantauan, rekonstruksi diawali di rumah tersangka IKS di Banjar Manuk, Desa Susut. Kegiatan rekonstruksi dipimpin Kabag Ops Polres Bangli Kompol Anom Semadi, bersama Kasatreskrim AKP Akbar Samosir. Ratusan warga setempat datang berbondong-bondong untuk menyaksikan rekonstruksi dari dekat. Sebagaimana jalannya rekonstruksi kemarin, kasus pembuangan bayi yang terjadi saat hari raya Galungan, Rabu (24/7) lalu berawal dari kedua tersangka masuk ke dalam kamar tersangka IKS di Banjar Manuk, Desa Susut pada Senin (22/7). Selanjutnya, pada Selasa (23/7) tersangka NKJ mulai merasakan sakit dan mendekati kelahiran bayi. Untuk menahan agar suara rintihan sakitnya tidak terdengar, NKJ membekap mulutnya menggunakan boneka. Proses persalinan terjadi pada Rabu (24/7) di dalam kamar IKS. Dalam reka adegan, terungkap proses persalinan hanya dilakukan kedua tersangka. Agar tidak diketahui orang lain, saat bayi laki-laki itu lahir, IKS langsung membekap mulut dan mencekik leher bayinya sehingga tidak
menangis. Selanjutnya, tersangka IKS membungkus bayi berikut ari-arinya dengan handuk hijau dan memasukannya ke dalam tas warna cokelat. Dalam kondisi bayi terbungkus tas, IKS lantas meninggalkan NKJ di kamar hendak membawa pergi bayinya menggunakan sepeda motor. Namun tiba-tiba bayi tersebut menangis. IKS kemudian memasukkan tangannya ke dalam tas dan membekap mulut bayi dengan tujuan agar tidak kedengaran orang lain. Sepanjang perjalanan dari rumah, mulut bayi terus dibekap. Sesampainya di sebuah rumah kosong di Banjar Lumbuan, tersangka IKS kemudian membuka tasnya dan menaruh bayinya di lantai. Tersangka sempat merapikan handuk yang membungkus bayinya. Setelah membuang bayinya, tersangka IKS kembali pulang ke rumahnya. Kepada NKJ, tersangka memberi tahu ia menaruh bayinya di Lumbuan, dan hal itu sempat dipertanyakan NKJ lantaran jaraknya yang dinilai cukup dekat. Kemudian untuk menghilangkan barang bukti IKS membakar sejumlah barang berupa tas dan pakaian
Bali Post/kmb40
REKONSTRUKSI - Tersangka menjalani rekontruksi pembuangan bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, Kamis (29/8) kemarin. berisi noda darah yang dipakai saat proses persalinan di sebelah barat rumahnya. Selanjutnya, dalam adegan ke-50, bayi yang dibuang IKS ditemukan saksi Ni Wayan Kartini saat sedang berjalan kaki hendak sembahyang. Bayi tersebut ditemukan dalam posisi tergeletak di atas jalan rabat beton di depan rumah kosong di Banjar Lumbuan. Mendapati hal itu, saksi menelepon suaminya I Nengah Sueta dan memintanya menelepon I Putu Widyuta agar datang ke TKP. Dalam adegan berikutnya, saksi Sueta dan Widyuta datang ke
TKP dan melihat bayi sudah dalam keadaan meninggal. Oleh Widyuta, bayi tersebut sempat difoto dan kemudian dilaporkan ke polisi. Sambil menunggu kedatangan polisi, bayi tersebut kemudian diangkat dan dipindahkan di teras rumah kosong serta ditutupi daun pisang. Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Akbar Samosir ditemui usai rekonstruksi kemarin, mengatakan kegiatan rekonstruksi dilaksanakan untuk mengetahui perihal kejadian yang sebenarnya. Diungkapkannya, sebelum membuang bayinya di sebuah rumah ko-
song yang merupakan bekas rumah kos-kosan buruh peternakan di Lumbuan, tersangka IKS sempat berputa-putar mencari panti asuhan. “Tapi tidak ketemu. Sehingga sampailah di TKP di Lumbuan tersangka kemudian membuang bayi tersebut,” jelasnya. Menurut Akbar Samosir, sebenarnya tidak ada unsur kesengajaan tersangka membunuh bayi malang tersebut. Tersangka membekap mulut bayinya agar tidak menangis saat dibawa pergi. Namun bekapan tersangka menyebabkan bayi tidak bisa bernapas. (kmb40)
Dibantu Relawan, Dinsos Bali Pastikan Kehidupan Sudiasa Aman Bangli (Bali Post) Kehidupan Wayan Sudiasa (10), bocah kurang mampu di Banjar Dinas Penida Kelod, Desa Tembuku, mendapat perhatian Dinas Sosial Provinsi Bali. Kamis (29/8) kemarin, bocah kelas V SD yang sejak bayi hanya dirawat kakek dan neneknya, diberikan bantuan sembako dan uang tunai. Dinsos Bali sudah memastikan kehidupan bocah tersebut saat ini aman karena telah dibantu oleh sejumlah relawan. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali Ida Ayu Ketut Anggreni mengatakan, pihaknya telah mengunjungi rumah Wayan Sudiasa bersama sebuah yayasan sosial. Dalam kunjungannya tersebut, pihaknya bertemu secara langsung dengan Wayan Sudiasa dan keluarganya. “Kami serahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai Rp 1 juta,” ungkapnya. Dalam kunjungannya, pihaknya juga memastikan kehidupan bocah laki-laki tersebut. Dikatakan Dayu Anggreni, Wayan Sudiasa saat ini sudah menjadi anak
asuh dari Relawan Bali. Beberapa donator juga sudah turut membantu kehidupannya. “Jadi sudah aman. Pendidikannya juga sudah dibantu,” terangnya. Selain diasuh oleh kakek dan neneknya, Sudiasa juga dirawat oleh pamannya. Dikatakan Dayu Anggreni, Sudiasa ke depannya akan dibantu untuk mendapat bantuan program dari pemerintah. “Kami dari dinas sosial akan memasukkan anak ini kalau ada program untuk anak. Akan kita support, seperti biaya sekolah. Sementara ini, Sudiasa kita data dulu,” imbuhnya. Sebagaimana yang diketahui kehidupan Wayan Sudiasa, bocah di Banjar Dinas Penida Kelod, Desa Tembuku, tidak seberuntung anak lain seusianya. Sejak masih bayi, Sudiasa sudah ditinggal kedua orangtuanya. Ia selama ini hanya tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah lansia di tengah kondisi ekonomi yang terbatas. Kakeknya, Wayan Suwitra, yang mengasuhnya sejak kecil hanya bekerja sebagai buruh panjat kelapa. Penghasilannya tak lebih dari Rp
20 ribu per hari. Demikian juga neneknya Nengah Sami, hanya punya penghasilan Rp 10 ribu dari hasil menjadi buruh pemetik daun pisang. Itu pun tidak setiap hari bisa ia dapatkan. “Kadang-kadang tidak dapat meburuh,” ungkap Nengah Sami saat ditemui di rumahnya, Minggu (25/8) lalu. Dikatakan Sami, penghasilan yang didapatkan dirinya dan suaminya selama ini, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur. Sementara untuk kebutuhan biaya dan bekal sekolah, Sami mengatakan, diusahakan sendiri oleh cucunya Sudiasa. Agar bisa punya bekal untuk jajan di sekolah, bocah berperawakan kurus itu selalu mengisi waktunya sepulang sekolah dengan membuat porosan untuk dijual ke warung dan warga sekitar rumahnya. Hasil yang didapat berkisar Rp 5 ribu-10 ribu. Tak jarang, ia juga ikut membantu kakeknya menjadi buruh. Dituturkan Sami, Sudiasa mulai diasuhnya sejak masih berusia 12 hari, pascaditinggal pergi ibu kandungnya Wayan Srianti
yang kini telah menikah lagi. Saat Sudiasa berusia 3 bulan, ayah kandungnya Wayan Sucarta turut pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Sucarta
meninggal dunia di tempat kerjanya. Hal itu membuat bocah laki-laki tersebut tidak pernah mengenal dengan jelas wajah ibu dan ayahnya. (kmb40)
Jumat Paing, 30 Agustus 2019
125 Tahun Tampil di Liga Inggris
Bury FC Dicoret FA karena Bangkrut
Bali Post/ant
BEREBUT BOLA - Pesepak bola Bali United Melvin Platje (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Renan Da Silva (kiri) saat pertandingan Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (28/8) malam.
Bali United Kian Sulit Dikejar
Gianyar (Bali Post) –
Bali United memperlebar jarak di puncak klasemen sementara Liga 1 2019 setelah meraih kemenangan atas Borneo FC. Bali United sukses membungkam Borneo FC pada laga tunda pekan ketujuh Liga 1 2019. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Serdadu Tridatu menang tipis 2-1 atas Borneo FC pada Rabu (28/8) malam. Dua gol kemenangan Bali United diciptakan oleh striker naturalisasi Ilija Spasojevic. Kemenangan ini membuat Bali United kian kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 40 poin. Bali United telah merampungkan laga tundanya di putaran pertama Liga 1 2019. Pelatih Bali United Stefano Cugurra berharap pemainnya konsisten setelah menjadi juara paruh musim Liga 1 2019. ‘’Saya berterima kasih kepada semua pemain atas kerja keras mereka. Mudah-mudahan kami bisa mempertahankan
prestasi ini,’’ ujar Teco, Kamis (29/8) kemarin. Sang pelatih membocorkan kiat suksesnya menyulap Bali United menjadi klub papan atas di Indonesia. Kunci utamanya adalah membenahi lini pertahanan. ‘’Kita awal musim kerja lebih fokus di lini bertahan. Mungkin kita tahu dari liga kemarin, Bali United ada yang kurang waktu bertahan,’’ kata Teco. Saat menyerang, kata Teco, Bali United bisa melesakkan banyak gol. Sayangnya hal itu juga terjadi ketika mereka diserang. Bali United bisa pula kemasukan banyak gol, hingga membuat mereka gagal mendapatkan tiga poin. ‘’Waktu menyerang mereka
Jauh Menurun
Dari Hal. 1 Menyimak pidato Bamsoet, demikian Ketua DPR ini dipanggil, terlihat cukup banyak UU yang diketok palu. Namun setelah dicermati dari website www.dpr.go.id ternyata sejumlah UU yang berkaitan dengan pengesahan perjanjian-perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan negara lain dan UU pengesahan APBN serta pertanggungjawaban APBN juga dimasukkan. Padahal UU berkaitan dengan hal tersebut bersifat rutin. Menelisik lebih dalam soal kinerja DPR, kerja wakil rakyat periode 2014-2019 memang jauh menurun
dibandingkan periode sebelumnya. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) bahkan pernah menyebut DPR hasil Pemilu 2014 kinerjanya terburuk pascareformasi. Indikatornya, minimnya undang-undang yang disahkan dibandingkan RUU yang disepakati dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Hanya tercatat 28 RUU yang menjadi UU. Selain itu, DPR periode 2014-2019 memiliki catatan buruk lainnya yakni terjeratnya sang ketua yakni Setya Novanto pada kasus korupsi dan sempat mengundang kontroversi masyarakat soal
Jumat, 30 Agustus 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita
bisa cetak banyak gol. Tapi saat bertahan yang kurang. Mereka bisa kebobolan banyak gol juga. Bisa kalah dalam beberapa pertandingan awal musim,’’ imbuhnya. Jurusnya ampuh. Dalam 17 pertandingan yang dilakoninya, Teco menyebut timnya tujuh kali mencatatkan clean-sheet alias tak kebobolan. ‘’Kita kerja banyak sama lini belakang buat kita punya lini bertahan lebih bagus tidak kebobolan. Dan sekarang kita sudah tujuh kali clean-sheet. Saya pikir, kalau kita clean-sheet, kita punya kesempatan untuk menang,’’ tutup Teco. Patut dinanti apakah strategi ini bisa memberikan hasil positif di putaran kedua nanti. (kmb33)
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Yudha Kanda (1) Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Seputar Bali Terkini Talk Show Merah Putih Revitalisasi Pasar Tradisional Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (3) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Tembang Bali
15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita
Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping DW TV Ocydia Home Shopping Kartun Yudha Kanda (2) Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Bali Now Wajah Sampah Plastik dan Bali Children and Teens Chior Ocydia Home Shopping Ajeg Bali Tradisi Memasar dan Mekekobok di Desa Aan Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Empu Ender Tengkulak Kelod (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel
kasus ‘’papa minta saham’’. Sejalan dengan penilaian buruknya kinerja DPR adalah hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI). Pada rilis temuan surveinya tentang kepercayaan publik terhadap lembaga negara, Kamis kemarin, di Jakarta, LSI menyebut DPR adalah lembaga dengan tingkat kepercayaan publik yang paling rendah. (kmb14/ant)
Bury – Setelah mewarnai sepak bola Inggris selama 125 tahun, status keanggotaan klub kasta ketiga Liga Inggris atau League One Bury FC dicopot Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Masalah finansial menjadi penyebab utama. Awalnya, masalah keuangan yang melanda klub berjuluk The Shakers itu bisa terselamatkan jika perusahaan bernama C&N Sporting Risk mengambil alih dari pemilik Bury saat ini, Steve Dale. Sayang, perusahaan analisis data itu membatalkan kesepakatan, 90 menit sebelum tenggat
Dari Hal. 1 Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Ketua Pokja RZWP3K Made Sudarsana juga hadir dalam acara tersebut. Perwakilan Walhi dihadiri oleh I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana sebagai Dewan Nasional Walhi, Edo Rahman sebagai Koordinator Kampanye Walhi dan I Made Juli Untung Pratama. Edo Rahman menyampaikan bahwa dokumen final RZWP3K tidak ada membahas secara rinci terkait potensi bencana di pesisir Bali Selatan. Padahal hal tersebut penting dimasukkan karena pada dokumen final RZWP3K, pesisir Bali Selatan banyak dijejali megaproyek infrastruktur dan properti. ‘’Menurut kami penting untuk memasukkan
Dari Hal. 1 Sebab, hingga saat ini belum ada tindakan konkret dari pemerintah untuk meredam gejolak di Papua. Untuk
waktu yang diberikan FA, Selasa (27/8) pukul 17.00 waktu setempat. Tak pikir panjang, FA langsung mencoret klub yang berdiri sejak 1885 itu. Kapten Bury, Neil Danns, mengatakan pengusiran klub dari Liga Sepak Bola Inggris telah menghancurkan kehidupannya dan rekan setim serta fans. Dia juga menunjuk Dale sebagai biang keladi masalah ini. ‘’Ini seharusnya tidak pernah terjadi. Jika tidak bisa memajukan klub ini dengan cara yang positif, Anda seharusnya tidak pernah mengambil alih. Anda benar-benar menghan-
curkan kehidupan. Ini klub sepak bola yang memiliki begitu banyak penggemar,’’ kata Danns, Kamis (29/8) kemarin. ‘’Ketika Anda melihat kehancuran klub ini, saya dan para penggemar tidak bisa dipercaya. Kami sudah latihan seperti biasa. Saya tidak berpikir ada orang yang benar-benar percaya ini akan terjadi. Untuk klub dengan banyak sejarah, hal seperti ini tidak bisa dibayangkan,’’ ujarnya. Sebelumnya, Bury sudah absen dalam empat pertandingan League One 2019/2020 yang membuat mereka terdampar
di dasar klasemen dengan nilai 12. Setelah The Shakers dicoret, peserta liga tersebut akan menjadi 23. Kemudian zona degradasi akan dikurangi menjadi tiga. Selama berkiprah di kompetisi sepak bola Inggris, Bury pernah mengukir prestasi membanggakan ketika menjuarai Piala FA edisi 1900 dan 1903. Edisi 1900, klub yang bermarkas di Gigg Lane itu kampiun setelah menang 4-0 atas Southampton. Tiga tahun berselang, mereka mengalahkan Derby County 6-0. (kmb33/afp)
Dijejali Megaproyek potret rawan bencana pesisir Bali Selatan dalam dokumen final RZWP3K,’’ ujarnya. Gendo yang juga sebagai Kordinator ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa) menyampaikan keberatannya kalau undangan yang diberikan kepada perwakilan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) hanya untuk memenuhi formalitas. ‘’Protes Walhi tidak pernah diakomodir,’’ tegasnya. Terkait penetapan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim pada dokumen final RZWP3K, Gendo menyampaikan lambat direspons. ‘’Harusnya penetapan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim ini diakomodir den-
gan cepat,’’ ujarnya. Terkait dengan rencana perluasan Bandara Ngurah Rai dengan cara reklamasi, Gendo menyebutnya menabrak kawasan konservasi dan telah menyebabkan abrasi sejauh 50 meter dari Tuban hingga Kuta. ‘’Kami keberatan dengan alokasi ruang untuk perluasan Bandara Ngurah Rai seluas 147,45 hektar,’’ ujarnya. Penolakan lainnya adalah alokasi ruang untuk proyek PLTU batu bara di Celukan Bawang karena tidak sesuai dengan visi Gubernur Bali yang sedang merencanakan energi bersih dan Gubernur Bali sudah tegas menolak pembangkit listrik dengan batu bara. ‘’Harus dipertimbangkan apakah tepat me-
masukkan PLTU batu bara di dokumen final RZWP3K,’’ ujarnya. Lebih lanjut, Gendo juga mengkritisi masih dipertahankannya alokasi ruang untuk tambang pasir laut seluas 938,34 hektar di perairan lepas pantai Kuta. ‘’Tambang pasir ini belum eksisting dan mau dimasukkan. Walhi tidak terima,’’ tegasnya. Terkait dengan pernyataan Gendo yang mengkrtisi tambang pasir laut, Made Sudarsana selaku Ketua Pokja RZWP3K pada intinya bukan untuk reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai. Tambang pasir hanya untuk perbaikan pantai saja karena banyak pantai yang abrasi. (r)
Menghentikan Rusuh itu, Fahri mendesak untuk jangka pendek Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara dan menyampaikan sebuah ren-
cana menghentikan rusuh akibat kasus rasisme itu. ‘’Pak Presiden perlu segera bertindaklah. Lakukan sesuatu yang
menenangkan jiwa Papua yang tengah bergolak. Apakah Bapak belum mendengarnya?’’ ucap Fahri. (kmb4)
TOP IN VASI Jumat Paing, 30 Agustus 2019
WONDERFUL Sanggar BALI Okokan
BDK Kembangkan Kesenian Okokan Inovatif
BUDAYA KESENIAN Okokan merupakan salah satu kesenian khas yang dimiliki Kabupaten Tabanan. Kesenian ini terinspirasi dari sentuhan tradisi Tektekan yang begitu sakral di Kediri, Tabanan. Tradisi ini salah satunya ditandai dengan membunyikan alat musik Okokan. Untuk lebih memperkenalkan kesenian ini secara lebih luas, Sanggar Okokan Brahma Diva Kencana (BDK) Tabanan mulai mengemasnya secara inovatif. Mulai dari cara memainkan bisa berpasangan dan diiringi baleganjur, juga dikolaborasikan dengan sanggar dan tarian lain. ‘’Walaupun Okokan sudah lama dikenal, tapi kami di Sekaa Okokan BDK mungkin dianggap lebih inovatif dari yang lain. Dari cara memainkan, bisa berpasangan dan diiringi baleganjur. Kemudian bisa dikolaborasikan dengan sanggar lain
atau tarian,’’ ujar Ketua Sanggar Okokan BDK Ngurah Adnyana, Kamis (29/8) kemarin. Sejak dikukuhkan pada 8 Agustus 2017 oleh Bupati Tabanan, sanggar yang bermarkas di Banjar Delod Puri, Kediri, Tabanan ini terus eksis mengusung kesenian Okokan khas Tabanan. Sanggar yang dibina oleh Ketut Suryadi, S.Sos., M.M. ini sudah pentas di berbagai tempat dan festival besar, seperti Sanur Village Festival, Legian Festival, IMF, Sidang Umum Interpol di GWK, hingga menyambut Presiden saat berkunjung ke Bali. Tidak hanya tampil di Bali, Sanggar Okokan BDK juga sering ngayah di Pura-pura luar Bali, seperti Jawa Timur dan Majapahit. Ajik Anggi menuturkan, awal mula berdirinya Sanggar Okokan BDK lantaran kagum dengan tradisi Tektekan yang begitu sakral di Kediri, Tabanan. Tradisi ini salah satunya ditandai dengan membunyikan alat musik Okokan. Pihaknya lantas berpikir untuk mengembangkannya sebagai pertunjukan dengan sentuhan inovasi. Apalgi, bendesa adat, tokoh masyarakat termasuk panglingsir dan
PENDIDIKAN
Jing Dezhen Sentra Keramik Tiongkok
ADONAN bahan dasar pembuatan keramik diletakkan di sebuah alat yang berputar, kemudian tangan para perajin menekannya kuat-kuat. Jari jemarinya dimainkan untuk proses pembentukan karya. Tak lama kemudian sebuah mangkok terbentuk cantik. Selanjutnya mangkok itu diletakkan di sebuah tempat untuk proses pengeringan. Sementara yang lain ada yang mengisi hiasan, mengglasir dan sebagainya. Itulah kegiatan sehari-hari para perajin keramik di Royal Kiln Scenic Spot atau Royal China, di kawasan Jing Dezhen City, Provinsi Jiangxi, Tiongkok. Tak hanya mangkok, mereka juga membuat cangkir, teko, piring, hiasan dinding, guci dan suvenir lainnya. Produk mereka itu tak hanya dipasarkan di Tiongkok, tetapi juga ke luar negeri. Perajinnya banyak dari kalangan muda. Cai Zi Quan (20) salah satunya. Lulusan sarjana seni ini tertarik bekerja di tempat ini untuk mengasah talenta seninya. Awal bekerja, ia belajar dari seniornya. Selanjutnya ia makin terampil dan kini sudah lima tahun bergabung. Pemuda yang bercita-cita menjadi pengusaha keramik ini berpenghasilan lumayan besar per bulannya. Tempat ini juga sering didatangi pelajar untuk melihat proses pembuatan benda-benda keramik. Bahkan, mereka juga diberi kesempatan untuk membuatnya. Jurnalis Bali, NTB dan NTT yang melakukan kunjungan ke Tiongkok, 24-31 Agustus 2019, juga mendapat kesempatan praktik langsung. Hampir semua ikut membuatnya. Tetapi tidak semua menghasilkan karya. ‘’Ini pengalaman unik dan langka. Tetapi tak berbentuk apa-apa,’’
ujar salah satu jurnalis.
Museum Keramik Jing Dezhen City, Jiangxi Province memang dari sejak tahun 1950-an dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan keramik, salah satunya Tao Xichuan Ceramic Avenue. Namun kawasan itu sekarang disulap menjadi pusat industri kreatif, tempat memajang karya seni, dan tempat workshop seni. Bahkan untuk memberikan edukasi tentang pembuatan benda-benda keramik di kawasan ini dibangun museum. Museum itu menyajikan informasi lengkap tentang pembuatan keramik pada era 1950-an, termasuk tungku pembakaran keramik yang asli masih berdiri dalam bangunan museum. Tak itu saja, foto-foto ribuan karyawan yang pernah bekerja di pabrik pembuatan keramik itu dipajang di sana. Sisa-sisa pusat industri keramik masih tampak dengan masih berdirinya sejumlah cerobong asap tungku pembakaran, yang salah satunya mencapai 60 meter. Kini di areal seluas 12 hektar itu, selain museum berdiri sejumlah bangunan sebagai tempat memajang hasil karya keramik dan barang seni lainnya. Jurnalis Bali, NTB dan NTT, Rabu (28/8) berkesempatan mengunjungi kawasan itu dipandu oleh Huang Xin Yue yang juga salah satu cucu mantan pekerja pembuat keramik tahun 1950an. Ia didampingi Erika Gunawati dari Konjen RRT Denpasar. Provinzi Jiangzi memiliki luas wilayah 166,900 km persegi dan berpenduduk 46 juta jiwa. (subrata)
Persiapkan ’’Project’’ Baru BAKAT sebagai penyanyi telah dimiliki Lebri Partami sejak kecil. Bahkan, dara cantik asal Batubulan, Gianyar ini pernah memiliki album lagu anak-anak waktu masih duduk kelas V Sekolah Dasar (SD). Saat itu ia dikontrak sebagai penyanyi anak-anak oleh Bali Record. Selain menyanyi, Lebri juga lihai dalam memainkan gitar yang dipelajarinya secara otodidak ketika masih duduk di bangku SMA. Kerap kali ia tampil menyanyi sambil memainkan gitar secara akustik di berbagai acara di sekitaran Kuta dan Seminyak. ‘’Saya bisa main gitar secara otodidak dari teman-teman sejak masih SMA yang berawal dari ngumpul-ngumpul. Saya juga belajar dari temannya bapak saya. Jadi latihan khusus tidak ada,’’ ujar pemilik nama lengkap Ni Komang Lebri Partami, Rabu (28/8). Atas bakat yang dimilikinya, wanita kelahiran 12 Oktober 1998 ini memberanikan diri terjun ke belantika musik Bali. Ia mengawali kariernya di industri musik Bali pada tahun 2017. Kala itu ia digaet oleh penyanyi Bali ternama Jun Bintang dalam lagu duet ‘’Sayang’’. Memiliki karakter suara yang khas, Lebri Partami mendapat respons positif dari masyarakat. Ia pun memberanikan diri tampil dengan karya-karya solonya. Sejauh ini, sebanyak tiga single diciptakan yang meramaikan belantikan musik Bali yakni ‘’Tresna Terlarang’’, ‘’Sadar’’ dan ‘’Tresna Emosi’’. Ketiga lagunya tersebut mendapat respons positif dari para penggemarnya. Tidak puas dengan ketiga single solo dan tiga karya duet lainnya, mahasiswa semester VII di Universitas Mahasaraswati ini diam-diam tengah mempersiapkan project barunya. Project yang masih dirahasiakannya ini akan menggaet salah satu artis legenda Bali kenamaan. Yang pasti, project-nya tersebut masih mengusung lagu berbahasa Bali. ‘’Rahasiain aja kali ya, pokonya tunggu aja bulan depan,’’ ujarnya sembari tertawa. Putri pasangan dari I Wayan Suparta, S.Pd. dan Ni Wayan Tamiasih ini berharap agar karya-karyanya tetap bisa menghibur dan diterima dengan baik oleh masyarakat pencinta lagu Bali, sehingga ia bisa terus berkarya meramaikan belantika musik Bali yang semakin digemari generasi muda. (win)
SENIMAN
pemangku mengizinkan dan mendukung pengembangan kesenian ini. Lebih jauh dikatakan, sanggar yang dipimpinnya saat ini memiliki 100 lebih anggota, mulai dari siswa SMP hingga dewasa yang berusia 15 sampai 45 tahun. Namun pihaknya akan lebih banyak menggaet generasi muda untuk terlibat. Sebab, ia merasa bertanggung jawab meneruskan kesenian ini kepada generasi muda. Meskipun pada awalnya sangat sulit mengajak anak muda untuk terjun berkesenian Okokan. ‘’Awalnya memang agak berat mengajak anak muda terlibat. Tapi setelah mereka mengikuti, ternyata mereka memiliki semangat yang saya acungi jempol. Kami yang tua-tua ini suatu saat mungkin harus mundur. Semoga anak-anak muda semakin tergugah dan meneruskan kesenian khas yang dimiliki Tabanan ini,’’ tandasnya. Sanggar Okokan BDK diharapkan terus eksis dalam upaya pelestarian adat dan budaya Bali, sekaligus menjadikannya sebagai ladang penghidupan yang menjanjikan. (win)
Bali Post/dok
OKOKAN - Penampilan Sanggar Okokan BDK Tabanan pada HUT ke-69 Bali Post tahun 2017 di Ardha Candra Art Center, Denpasar.