Skip to main content

Edisi Minggu 30 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Perang Dagang AS - Cina Mulai Mencair Osaka Perang dagang AS dan Cina yang dinilai memicu krisis ekonomi global mulai mencair. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pertemuan serius dengan Presiden Cina, Xi Jinping, terkait perang dagang di antara kedua negara.

BPM/afp

G20 - PM Jepang Shinzo Abe, penasihat Presiden AS Ivanka Trump, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Joko Widodo bergambar bersama saat KTT G20 di Osaka, Sabtu (29/6) kemarin.

Menanti Ucapan Selamat Prabowo

Jakarta ( Bali Post)Rakyat Indonesia kini menunggu nuansa politik santun dan berkualitas dari para elitenya. Usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sengketa Pilpres 2019, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, belum juga menyampaikan ucapan selamat

kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 20192024. Dalam pernyataannya, Prabowo bahkan mengaku kecewa meskipun menghargai keputusan MK tersebut. Masyarakat menanti kapan kedua pemimpin ini bertemu guna menghilangkan kesan

benci tapi rindu. Politikus Partai Gerindra Hendarsam Marantoko mengungkapkan, tidak adanya kata ‘menerima’ dan ‘selamat’ dalam pidato Prabowo hanya soal pilihan kata. Menurutnya, kata-kata yang disampaikan Prabowo tersebut sudah menaungi seluruh makna yang ingin disampaikan.

“Ketika mengambil kata ‘menghormati’ itu terkandung ucapan selamat dan menerima putusan itu. Spirit Pak Prabowo dan Pak Sandi adalah taat dan patuh pada putusan MK,” ujar Hendarsam dalam diskusi bertajuk ‘Peta Politik PascaPutusan MK’ di Jakarta, Sabtu (29/6) kemarin.

Menurut Hendarsam, alasan Prabowo menyampaikan ucapan selamat secara tersirat adalah karena pembawaan atau gaya dari Prabowo itu sendiri. Namun, ditegaskannya, Prabowo mengikuti keputusan MK. Hal. 11 Akuilah yang Menang

Pembicaraan Trump-Xi Jinping berlangsung di selasela KTT G-20, Sabtu (29/6) kemarin. Pertemuan keduanya berlangsung selama sekitar 80 menit. Usai pertemuan, Presiden Donald Trump memberi lampu hijau buat perusahaan AS untuk kembali berbisnis, lebih tepatnya menjual lagi produk mereka ke perusahaan Cina, Huawei. “Perusahaan-perusahaan AS boleh menjual peralatan ke Huawei. Kita bicara soal peralatan yang tidak memberikan masalah terhadap keamanan nasional,” kata Trump menjelaskan, seperti dikutip Bloomberg. “Saya bilang tak ada masalah, bahwa kami akan terus menjual produk tersebut, ini merupakan produk-produk yang dibuat oleh perusahaan Amerika. Omong-omong, masalah ini amat kompleks.” Pernyataan Trump memberi angin segar buat Huawei dan perusahaan-perusahaan AS yang menjalin bisnis dengannya. Perusahaan-perusahaan AS sempat dilarang berbisnis dengan Huawei setelah pemerintahan Trump memasukkan raksasa telekomunikasi Cina itu ke dalam “daftar hitam” karena dianggap sebagai ancaman nasional terkait spionase. Dilaporkan, Trump juga mengindikasikan pembahasan secara spesifik mengenai Huawei akan dilakukan lebih lanjut

pada kesempatan berikutnya, dengan mengatakan, “Huawei merupakan sebuah situasi rumit.” Sementara itu Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan beberapa negara pada hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di INTEX, Osaka, Jepang, Sabtu kemarin. Jokowi juga sempat berfoto bersama pemimpin dunia di G20. Kerja sama ekonomi dan maritim, menjadi pokokpokok pembicaraan saat Presiden Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi. Presiden Jokowi juga bertemu dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman. Pembahasan meliputi soal pembentukan Dewan Konsultasi Tingkat Tinggi yang diusulkan pihak Arab Saudi. Pembahasan mengenai kerja sama di bidang pendidikan vokasi jadi perbincangan saat Presiden Jokowi bertemu PM Australia Scott Morrison. Menurut Jokowi dalam lima tahun ke depan, prioritas pembangunan di Indonesia akan difokuskan pada isu pengembangan sumber daya manusia, termasuk di bidang pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi. Oleh karenanya diharapkan adanya peningkatan kerja sama kedua negara di bidang tersebut. (afp)

Perbanyak Stand Penyandang Disabilitas Dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini, penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk ikut serta. Ini tentu menjadi peluang baik untuk bisa menunjukkan jika penyandang disabilitas pun memiliki keterampilan yang tidak kalah dengan orang normal. Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, berharap stand untuk penyandang disabilitas khusus ke depan semestinya diperbanyak karena masih banyak hasil keterampilan dan kerajinannya berkualitas dan pantas untuk dipamerkan. Tahun ini lanjut Mahendra, untuk penyandang disabilitas baru tersedia satu stand. Dalam stand tersebut diisi oleh Per-

satuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Bali berupa keterampilan pijat dan Spa serta kerajinan puzzle yang diisi oleh Disabilitas Daksa dari Bunga Bali Craft. ‘’Baru dua ini. Ke depan tentu diharapkan akan lebih banyak lagi hasil karya dan keterampilan penyandang disabilitas bisa diikutkan dalam PKB,’’ ujarnya. Menurut Mahendra, di Bali sebenarnya masih banyak potensi-potensi dari penyandang disabilitas berkualitas baik itu keterampilan, kerajinan hingga karya seni. Pihak Dinas Sosial terus-menerus memberikan pelatihan serta membina penyandang disabilitas ini untuk terus berkarya. Hal. 11 Sebuah Peluang

Pesta Kesenian Bali (PKB) adalah pestanya seniman, penikmat seni dan rakyat Bali. Segala jenis seni ditampilkan di ajang ini. Namun, sayang belum didukung oleh harga kuliner yang merakyat. Sebagian pengunjung PKB yang sempat menikmati kuliner di PKB mengaku kecewa. Makannya enak namun harganya yang tak enak alias melangit. Ada kesan pedagang menerapkan jurus aji mumpung, padahal masyarakat kita sudah semakin cerdas. Bayangkan harga satu porsi ketupat dan sate dibandrol Rp 25.000, sangat jauh dengan harga di luar PKB sekitar Rp 15.000. Kondisi ini yang membuat sejumlah penonton menghindari stand

kuliner. ’’Saya ngak ngerti, katanya semua stand digratiskan,’’ ujar Ni Ketut Budiani, seorang penonton. Tidak itu saja. Belum lama ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menemukan produk makanan mengandung rhodamin B yang dijual di PKB. Mengacu pada UU no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, konsumen punya hak atas keselamatan, kenyamanan dan keamanan. Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Putu Armaya mengatakan, produk yang dijual di PKB harus benarbenar aman. Hal. 11 Harus Sehat

Kuliner PKB Belum Merakyat

BPM/eka

BPOM - Stand kuliner PKB saat diperiksa BPOM.

terutama setiap ada agenda gong kebyar. Apalagi, untuk PKB kali ini esensi gong kebyar telah kembali pada pakemnya. Dimana, para penabuh fokus untuk menabuh, dan para penari fokus untuk menari. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana, penabuh juga bertindak sebagai penari, sehingga identitas penabuh maupun penari tidak sesuai dengan pakemnya. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan “Kun” Adnyana men-

Perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 telah memasuki pekan kedua. Berbagai suguhan seni dan budaya masing-masing daerah di Bali dipentaskan. Bahkan, beberapa kesenian daerah luar Bali dan mancanegara turut andil memeriahkan event tahunan ini. Tidak hanya unsur kesenian, PKB juga tetap menyediakan ruang dan waktu untuk unsurunsur budaya lainnya, seperti unsur-unsur tradisi, ekonomi kreatif dan jenis kerajinan lain-

Secara umum pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 berjalan baik. Agenda pementasan sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang disepakati. Ini tidak lepas dari keberadaan LO di masing-masing pagelaran. LO mewakili panitia dan berhubungan langsung dengan kontingen, sekaligus mengkomunikasikan keperluan

nya yang bernapaskan Hindu. Sehingga PKB ini betul-betul menjadi pesta budaya rakyat untuk kesejahteraan rakyat Bali. Apalagi, keberpihakan Gubernur Wayan Koster kepada rakyat Bali sudah tampak dalam tahun ini, dengan dibebaskannya biaya sewa bagi para perajin Bali yang memanfaatkan stand pameran tersebut, sehingga mengurangi beban mereka. Budayawan Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si. mengatakan, PKB memang lebih menampilkan kesenian tradisional

masing-masing daerah. Namun, seni tradisi tersebut telah dikemas seenovatif mungkin oleh para kreator seni yang dituangkan dalam bentuk seni kreasi, baik seni tari maupun seni musik gamelan. Tentu hal ini sebagai upaya dalam pengembangan seni tradisi, selain juga untuk melestarikannya. Selama dua pekan berlangsung, kesenian daerah yang ditampilkan di PKB selalu mendapat respons positif bagi kebanyakan orang,

kontingen kepada panitia, stage manager, dan kru. Selain itu, pameran juga sudah berlangsung dengan baik. Namun demikian, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali terus melakukan evaluasi melibatkan komponen panitia dan kurator. Di samping menghimpun berbagai masukan untuk membuat PKB lebih baik ke depannya. “Sa-

rana prasarana, kebutuhan di panggung itu apa saja sebenarnya. Itu ada penataan lebih rigid. Terus juga terkait penempatan pentas perlu dievaluasi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan “Kun” Adnyana dikonfirmasi, Sabtu (29/6) kemarin. Ke depan, lanjut Kun, pihaknya akan menggandeng ISI Denpasar untuk membi-

gatakan, gong kebyar sejatinya merupakan salah satu materi parade dan bukan sebuah lomba. Kendati demikian, seniman tetap dituntut untuk menampilkan kreasi terbaiknya. Hal. 11 Seni Kontemporer

carakan lokasi pementasan khususnya pagelaran dan parade. Sebab, kampus tersebut memiliki Panggung Kertya Mandala yang bisa dimanfaatkan. Saat ini, ruang di ISI Denpasar yang dimanfaatkan untuk mendukung PKB baru sebatas Gedung Citta Kelangen untuk kegiatan sarasehan. “Sukses yang terlihat bah-

wa animo masyarakat untuk mengunjungi PKB sangat banyak. Utamanya di malam hari,” imbuhnya. Menurut Kun, sekarang tengah dilakukan upaya untuk menghitung rata-rata jumlah kunjungan masyarakat per hari. Baik di hari biasa maupun di akhir pekan. Hal. 11 Kapasitas Panggung


2

Minggu Umanis, 30 Juni 2019

Kisruh PPDB Berlarut

Disdikpora Akhirnya Tambah Kuota, Seleksi Pakai Nilai Ujian Denpasar (Bali Post) -

Kisruh Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMPN di Denpasar terus berlanjut. Setelah sempat bermasalah saat pendaftaran jalur zonasi jarak terdekat, kini terulang pada pendaftaran jalur zonasi kawasan. Sejumlah pendaftar tidak bisa masuk karena terblok beberapa menit saat mendaftar pada Jumat sore. Terutama yang sudah sempat mendaftar di jalur zonasi jarak terdekat. Kondisi ini pun mematik keresahan orangtua siswa.

BPM/may

LINTAR - Pengunjung lapangan Renon menggunakan beji lintar.

PLN Pasang Beji Lintar di 12 Titik di Denpasar Denpasar (Bali Post)PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali menempatkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) atau yang lebih dikenal dengan Beji Lintar di beberapa titik di Denpasar. Totalnya ada 12 titik di Denpasar yang dipasangi beji lintar baik di Denpasar Utara, Denpasar Barat dan Denpasar Timur. Di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali khususnya ada 5 unit beji lintar yang dipasang, yaitu di bagian sisi timur lapangan, barat, utara dan selatan lapangan. Perwakilan masyarakat yang juga dari Yayasan Jantung Sehat Indonesia Bali I Gusti Bagus Sidi Karya mengatakan, setiap minggu ia dan komunitasnya menggunakan lapangan utama Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk melaksanakan senam massal yang diikuti sekitar 1.000 orang. Untuk itu ia sangat membutuhkan listrik. “Sebelum ada beji lintar dari PLN ini, kami menyeberangkan listrik yang ada di pos Satpol PP di Kantor Gubernur. Itu sangat berbahaya sekali bagi kalangan kami, di mana masyarakat itu bisa kena strum,” tuturnya, Jumat (28/6) saat penyerahan CSR dari PLN. Manager Unit Pelayanan Pelanggan Denpasar I Wayan Eka Susana mengatakan, beji lintar disiapkan di 5 titik di seputaran lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Satu beji lintar maksi-

mal daya yang bisa terpakai hingga 124 kVA. “Jadi bisa dicover pada event–event besar nanti yang diadakan di Bajra Sandhi,” ujarnya. Daya 124 kVA ini dinilai sangat besar dan mampu menyambungkan listrik untuk event–event besar. Selain di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, beji lintar juga tersebar di 12 titik di Denpasar, yaitu tersebar di seluruh Denpasar khususnya di tempat– tempat publik. Beji lintar ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat umum, misalnya yang masih berdagang dengan genset. “Jadi kita pasang di titik–titik supaya masyarakat tidak memakai genset. Jadi ada efisiensi yang sangat besar,” ungkapnya. Dengan menggunakan bahan bakar minyak per hari pedagang bisa mengeluarkan 40 – 50 liter solar atau bensin. Tapi dengan adanya beji lintar dengan Rp 40 ribu itu bisa untuk satu minggu, jadi per hari. Efiensiensi keuntungan masyarakat akan semakin besar. Adanya beji lintar juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian daya motor listrik. Mengingat ke depan Gubernur Bali mendukung penggunaan kendaraan motor listrik dan kendaraan listrik lain yang lebih ramah lingkungan. Sistem pembayarannya dengan token. Sehingga ketika listrik habis, hanya perlu diisi ulang dengan token. (kmb42)

Sejumlah orangtua siswa kembali mendatangi Rumah Pintar di Jalan Kamboja. Kondisi ini semakin ramai pada Sabtu (29/6) kemarin. Karena tidak mendapat penjelasan yang resmi, beberapa orangtua siswa akhirnya mendatangi rumah kediaman Wali Kota Denpasar, I.B.Rai Dharmawijaya Mantra. Tidak terkecuali dua anggota DPRD Denpasar juga ikut menemui Wali Kota bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Denpasar I Wayan Gunawan. Setelah pertemuan itu, Kadisdikpora kembali ke Rumah Pintar untuk memberikan pengarahan kepada orangtua siswa yang telah berkumpul sejak pagi. Bahkan, ada beberapa orangtua siswa yang telah datang pada Jumat malam, usai mendaftar di jalur zonasi kawasan. Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan akhirnya memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Calon sisiwa yang

sebelumnya telah mendaftar dan mengalami gangguan aksesibilitas saat mendaftar pada zona kawasan akan difasilitasi pendaftaran ulang di sekolah tujuan. “Ya kami rancang untuk melaksanakan pendaftaran zona kawasan berbasis nilai ujian bagi calon siswa atau peserta yang mengalami hambatan aksesibilitas pada saat pendaftaran zona kawasan kemarin,” terangnya. Pendaftaran dilaksanakan ke sekolah tujuan dengan membawa berkas yang sudah dimiliki saat mendaftar online. Pihaknya melakukan ini dengan menambah daya tampung sekolah. “Demikian solusi yang kami siapkan dan tentunya kami berharap dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan harapan kita bersama. Mendaftarnya mulai besok (hari ini, red) pukul 09.00 – 15.00,” tandasnya di hadapan ratusan orangtua siswa. (kmb12)

BPM/wan

PPDB - Kadisdikpora Denpasar saat memberikan penjelasan kepada orangtua siswa di Rumah Pintar, kemarin.

Pemilik THM Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Sangat Diperlukan Diimbau Aktif Tes Urine Karyawannya Pariwisata Menjadi Sektor Ekonomi Penting

Mangupura (Bali Post)Saat ini, pariwisata menjadi sektor ekonomi penting bagi Indonesia. Yang mana, pariwisata merupakan program utama dari 5 program yang dicanangkan Pemerintah Indonesia. Untuk itu, penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang handal sangat diperlukan untuk menunjang pariwisata. Menurut Ketua Umum DPP HILSSI Mesra Betty Yell, dalam menyerap tenaga kerja, bukan sembarang tenaga kerja yang akan dicari. Namun dikatakannya, dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang siap kerja. Selama ini, kata dia, lembaga pelatihan itu

lebih banyak hanya melatih tapi belum sampai untuk mensertifikasi. Untuk itu, pihaknya di HILLSI ke depannya selain melatih, juga akan lanjut untuk sertifikasi serta juga menyalurkan ke dunia industri. Karena, diakuinya, sertifikasi kompetensi tenaga kerja itu memang sangat penting. Saat ini lanjut Betty, dari seluruh tenaga kerja di Indonesia, yang sudah mendapatkan sertifikat kompetensi khususnya di bawah DPP HILLSI, baru mencapai 50 persen. Untuk itu, ke depan ini masih menjadi pekerjaan rumah untuk bisa menuntaskan tenaga kerja yang belum tersertifikasi.

Agenda PKB XLI-2019 Minggu, 30 Juni 2019

Pukul : 10.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Lomba Busana, peserta TP. PKK Kabupaten/ Kota Se-Bali Pukul : 10.00 Wita Tempat : Gedung Pascasarjana ISI Denpasar Kegiatan : Lomba Seni Lukis Baligrafi Aksara Bali Pukul : 10.00 Wita Tempat : Wantilan ISI Denpasar Kegiatan : Lomba Seni Lukis Prasi Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Workshop Ngunda Bayu dalam Seni Sastra Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Lomba Wayang Kulit Parwa Tingkat Anak-anak, Sanggar Sri Kembang, Kec. Abiansemal, Duta Kabupaten Badung Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Jaranan Wayang Wong (JARWO), partisipasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Parade Janger Melampahan, Sanggar Balerung Sari Nertya Wadirta, Desa Peliatan, Kec. Ubud, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Giri Swari Kencana, Desa Batannyuh, Kec. Marga, Duta Kabupaten Tabanan dengan Sekaa Gong Wanita Loka Sraya Budaya, Br.Tuban Griya, Desa Tuban, Kec. Kuta, Duta Kabupaten Badung.

BPM/kmb23

HILSSI - Ketua Umum DPP HILSSI Mesra Betty Yell (tengah) saat memberikan keterangan terkait tenaga kerja, Jumat (28/6) di Kuta.

“Artinya dengan sumber daya manusia yang telah lulus kompetensi dan mengantongi sertifikat tersebut, maka para pekerja sudah siap untuk di bidang pekerjaan masing-masing,” katanya saat ditemui di sela rapat kerja nasional, Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI), Jumat (28/6) di Kuta. Sementara, Sekretaris Jenderal DPP HILLSI Sulaiman, melalui HILLSI sebagai lembaga swasta yang menaungi LPK untuk membantu menyiapkan SDM yang andal dan mampu berkompetensi dalam dunia kerja, sudah melakukan sertifikasi ribuan tenaga kerja di Indonesia. Untuk sertifikasi tenaga kerja di bidang pariwisata, kata Sulaiman sudah dilakukan selain di destinasi pariwisata utama Bali, juga dilakukan di daerah Riau, Sumatera, Nusa Tenggara Barat dan lainnya. Diungkapkannya, pihaknya telah melakukan sertifikasi hingga ribuan tenaga kerja di Indonesia. Bahkan mereka yang telah mengantongi sertifikasi, siap digunakan untuk bekerja sesuai dengan keahlian yang mereka miliki. “Kehadiran lembaga kami merupakan mitra kerja dari pemerintah dalam penyediaan SDM yang andal dan mendorong perekonomian masyarakat agar meningkat ke depannya,” pungkasnya. (kmb23)

Denpasar (Bali Post)Terungkapnya karyawan Cafe Delona positif mengonsumsi narkoba didalami BNNK Denpasar. Di sisi lain, Kepala BNNK Denpasar AKBP Hagnyono mengimbau pemilik atau pengelola tempat hiburan malam (THM) turut aktif deteksi dini terhadap narkoba. Caranya melakukan tes urine karyawannya secara swadaya. “Seperti dilakukan owner Cafe Delona meminta bantuan kami untuk melakukan tes urine terhadap karyawannya, Kamis (27/6) lalu. Bahkan dengan biaya swadaya dari manajemen Cafe Delona,” ujar AKBP Hagnyono, Sabtu (29/6) kemarin. Menurut Hagnyono, pemilik kafe tersebut ingin melakukan deteksi dini terhadap seluruh karyawannya agar terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Oleh karena itu mereka minta bantuan petugas BNN Kota Denpasar untuk melakukan tes urine. “Jadi saat itu kami tidak melakukan sweeping di sana,” tegasnya. Ia menginginkan supaya seluruh elemen masyarakat mampu membentengi diri dari narkoba. Salah satu caranya deteksi dini yaitu tes urine. “Program kami di BNN Kota Denpasar mencoba mengajak pemilik atau manajemen tempattempat rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba berperan aktif membentengi diri, salah satu caranya tes urine secara mandiri,” ungkapnya. Sebelumnya, BNNK Denpasar melaksanakan tes urine terhadap karyawan Cafe Delona di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan, Kamis (27/6) lalu. Hasilnya, delapan orang positif mengkonsumsi narkotika jenis methamphetamine dan amphetamine, serta ganja. (kmb36)

Ratusan Warga Diberi Pengobatan Gratis Mangupura (Bali Post)Menyambut Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019, Polresta Denpasar melaksanakan kegiatan bakti sosial di Wantilan Palguna Pura Kedonganan, Kuta, Jumat (28/6) lalu. Petugas memberikan pengobatan gratis kepada 220 orang dan 170 warga mendapat kacamata gratis. “Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Polresta Denpasar dengan Optik Dunia dan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung serta Puskesmas Kuta I,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan. Kegiatan bakti sosial ini, menurut Ruddi, bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit kronis diderita warga. Selain itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kedonganan. Bakti sosial tersebut melayani pemeriksaan kesehatan, cek gula darah, pemeriksaan mata, pemberian kacamata gratis dan

donor darah. Selain warga, kegiatan ini juga diikuti personel Polresta dan jajaran. Petugas melayani 220 orang diberikan bantuan pengobatan, 170 warga mendapat kacamata gratis, dua warga lansia menerima bantuan alat bantu jalan dan 82 pendonor darah. “Kegiatan ini masih dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-73. Semoga ke depannya akan terus dapat dilaksanakan karena dengan memberi bantuan kepada masyarakat. Ini merupakan bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat,” tegasnya. Di samping itu, memberi bantuan kepada masyarakat merupakan wujud dari pelayanan Polri. “Semoga dengan kegiatan ini kualitas kesehatan masyarakat semakin baik,” ungkap mantan Kapolres Badung ini. (kmb36)

BPM/ist

BAKTI SOSIAL - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menyerahkan bantuan alat bantu jalan warga lansia saat kegiatan bakti sosial di Kedonganan, Kuta, Jumat (28/6) lalu.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Umanis, 30 Juni 2019

Mengenal Leukemia pada Anak PENYAKIT kanker merupakan penyakit yang tidak mengenal usia. Anak-anakpun dapat mengalaminya. Salah satu jenis kanker terbanyak yang dialami oleh anak-anak adalah leukemia atau biasa dikenal dengan kanker darah. Kasus leukemia pada anak dialami pada usia kurang dari 15 tahun, terbanyak pada usia 3-5 tahun. Penyebab Pada kondisi leukemia, sel darah merah dan keping darah akan berkurang dari normal dan sel darah putih akan semakin banyak. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak menderita leukemia, yaitu genetik dan lingkungan (radiasi, polusi udara, paparan zat kimia). Diagnosis Gejala yang harus diwaspadai bila seorang anak terkena leukemia adalah anak terlihat pucat, sering mengalami demam, dan perdarahan, baik itu di kulit, gusi, atau hidung. Gejala-ge-

jala ini terjadi karena leukemia menyerang sumsum tulang, dimana fungsi sumsum tulang sendiri sebagai tempat produksi komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah, sehingga menyebabkan terganggunya proses pembentukkan komponen darah. Sel leukemia dapat menyebar menuju hati, limpa, otak, atau tulang. Pada pemeriksaan fisik, perut anak akan terlihat membuncit akibat hati dan limpa yang membesar. Selain itu, anak biasanya juga akan mengeluh sakit saat berjalan karena ada penyebaran ke tulang. Bila sudah menyebar ke otak, anak dapat mengalami kejang. Pada pemeriksaan darah rutin didapatkan jumlah total sel darah putih bisa berkurang, normal atau bertambah, tetapi jumlah sel darah merah dan trombosit hampir selalu berkurang. Jumlah sel darah putih yang belum matang (sel blast) terlihat dalam contoh darah yang diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi sumsum tulang hampir selalu dilakukan untuk memperkuat diagnosis

dan menentukan jenis leukemia yang diderita pasien. Penanganan Penanganan dan pengobatan pada leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul. Secara garis besar leukemia bisa diberikan penanganan dengan kemoterapi, terapi radiasi dan transplantasi sumsum tulang. Jika Anda merasa anak Anda memiliki gejala atau tanda seperti yang disebutkan di atas, sekiranya lebih baik untuk memeriksakan anak Anda ke dokter agar dapat diberikan penanganan sejak dini, karena lebih dari 90 persen penderita dengan kemoterapi awal dapat dikendalikan risiko meninggal dalam waktu 4 bulan setelah terdiagnosis. Meskipun begitu, sel leukemia dapat muncul kembali. Tetapi 50 persen tidak memperlihatkan tanda dalam lima tahun setelah pengobatan dan anak usia 3-7 tahun memiliki kemungkinan membaik lebih besar. Oleh: dr. Desak Sembah Laksmi Dewi

BPM/may

SEMINAR- RS Prima Medika mengadakan seminar awam mengupas soal penyakit gout pada Sabtu (29/6), di Orchid Room, Gedung Prima Medika Hospital.

RS Prima Medika Kupas Penyakit ”Gout”

Tarik Minat Siswa Pilih Jurusan Seni Pedalangan

SMKN 4 Bangli Gratiskan Biaya Seragam Bangli (Bali Post)Program studi (jurusan) seni pedalangan yang selama ini dibuka SMKN 4 Bangli selalu sepi peminat. Setiap tahunnya jurusan yang tergolong langka itu hanya bisa mendapat satu hingga dua orang siswa. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan pihak sekolah untuk menarik minat calon siswa. Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, SMKN 4 Bangli menggratiskan biaya seragam bagi calon siswa yang memilih jurusan tersebut. Kepala SMKN 4 Bangli Dewa Gede Darmayasa, Sabtu (29/6) kemarin mengungkapkan, sejak masa pendaftaran PPDB dibuka Jumat (28/6), belum ada satupun calon siswa yang memilih mendaftar pada jurusan seni pedalangan. Sejauh ini, jurusan yang banyak diminati

calon siswa yakni akomodasi perhotelan dan tata boga. “Kami memiliki tujuh jurusan, yaitu seni tari, seni karawitan, seni pedalangan, tata kecantikan, desain komunikasi visual (DKV), akomodasi perhotelan dan tata boga. Sampai hari kedua ini, yang masih nihil pendaftar jurusan seni pedalangan dan tata kecantikan,” terangnya. Darmayasa menjelaskan, jurusan seni pedalangan sudah mulai dibuka sekolahnya sejak empat tahun lalu. Setiap tahunnya, rata-rata jumlah siswa yang diterima hanya satu orang. Paling banyak dua orang seperti pada tahun lalu. Ia sangat berharap hingga akhir masa pendaftaran PPDB 3 Juli mendatang, jurusan seni pedalangan yang dimiliki sekolahnya bisa kembali mendapat siswa baru. Minimal memperoleh satu

orang siswa. Sehingga jurusan yang dimilikinya itu bisa terus eksis. Se m e nt a ra i t u, unt uk menarik minat calon siswa baru, Darmayasa mengaku selama ini sudah melakukan berbagai upaya. Seperti sosialisasi ke sekolahsekolah SMP, mendatangi desa-desa yang memiliki seniman pedalangan, hingga promosi di media sosial. Da l a m P P DB t a hun ini, pihak sekolah mencoba menarik minat siswa dengan menggratiskan seluruh biaya sekolah, termasuk biaya seragam bagi siswa jurusan pedalangan. “Jadi biaya pakaian nanti disiapkan sekolah. Siswa yang memilih jurusan pedalangan tinggal masuk saja. Ini subsidi oleh teman-teman guru untuk menarik minat siswa memilih jurusan tersebut,” terangnya. (kmb40)

Anak-anak Pentaskan Gambuh Khas Budakeling DRAMATARI klasik seperti gambuh rupanya tak melulu “milik” seniman tua. Anak-anak pun bisa mementaskan tak kalah baiknya. Seperti yang tampak dalam pementasan Dramatari Gambuh oleh Sekaa Gambuh Anak-anak Pasraman Bajra Jnana, Dusun Triwangsa, Desa Budakeling, Bebandem, Karangasem, di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Sabtu (29/6). Ketua Pasraman Ida Wayan Oka Adnyana mengatakan, ada kurang lebih 50 anak berusia 5 hingga 13 tahun terlibat sebagai penari dan penabuh. Mengajak anak-anak mempelajari gambuh bukanlah perkara mudah. Butuh waktu satu tahun untuk melatih mereka. Namun, kerja keras itu terbayar dengan padatnya penonton yang menyaksikan pentas untuk memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tersebut. “Banyak sekali kendalanya, pertama dari sisi karakter. Mel-

atih karakter gerak gambuh ini berat. Dewasa pun sebenarnya agak berat, apalagi anak-anak yang setiap harinya bermain,” tuturnya. Pertama-tama, lanjut Oka Adnyana, anak-anak mesti ditanamkan tentang gambuh di Budakeling sebagai suatu kesenian warisan para leluhur. Oleh karena itu, kesenian gambuh wajib dilestarikan. Setelah terus menerus ditanamkan demikian, barulah sedikit demi sedikit anakanak mulai tertarik untuk belajar. Tantangan berikutnya, anak-anak belum pernah mendengarkan gambuh. Apalagi bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno yang sulit dimengerti oleh mereka. “Jadi kita mengajarkan sedikit demi sedikit tentang dasar-dasar tari gambuh agar mereka terus tertarik. Melatihnya harus sabar,” imbuhnya. Menurut Oka Adnyana, tampil di PKB bukanlah target

BPM/ist

GAMBUH - Beberapa anak sedang menari Gambuh.

utama dari melatih anak-anak. Sebab, yang terpenting adalah pelestarian karena gambuh telah ada secara turun temurun di Budakeling. Inilah yang mendasari upaya regenerasi tersebut, karena kesenian gambuh juga sempat vakum lantaran bencana erupsi Gunung Agung. Padahal dua tahun lalu gambuh khas Budakeling sempat dipentaskan oleh seniman dewasa. Gambuh sendiri dengan cerita Panji-nya lahir di Jawa, tepatnya pada zaman kerajaan Majapahit. Kemudian berkembang pula di Bali, khususnya di daerah Pedungan, Batuan, dan Budakeling. “Karakter gambuh di setiap daerah itu agak berbeda. Kalau di Budakeling, karakternya semua mencirikan aktivitas binatang. Seperti gelatik nuut papah, atau anak sapi yang menyusu,” katanya. Oka Adnyana menambahkan, dalam PKB XLI dipentaskan kisah Prabu Mataram yang berkarakter keras atau penuh angkara murka dan Prabu Gegelang dengan karakter bijaksana. Lewat dua karakter tersebut, anak-anak diharapkan memahami bahwa kekerasan atau kekuatan tidak akan selalu menang. Hanya dharma dan budi pekerti yang bisa mengalahkan itu. “Karena gambuh merupakan kesenian langka, kelompokkelompok seni gambuh yang ada di Bali agar memberikan imbas ke daerah lain. Kemudian pemerintah agar menghidupkan lagi sekaa-sekaa gambuh yang hampir punah,” pungkasnya. (rin)

Denpasar (Bali Post)RS Prima Medika mengadakan seminar awam mengupas soal penyakit gout pada Sabtu (29/6), di Orchid Room, Gedung Prima Medika Hospital. Pembicara dalam acara tersebut adalah dr. I.A. Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD, KR-M.Kes, FINASIM dan dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi dr. I.A. Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD, KR-M.Kes, FINASIM menjelaskan, asam urat memang normal ada dalam tubuh. Namun kadar asam urat normal dalam tubuh adalah tidak lebih dari 6,5 mg per dL. Jika kadar asam urat berlebih maka akan membentuk kristal asam urat. Kristal asam urat ini menyebabkan penyakit gout. “Kalau kadarnya melebihi 6,5 mg per dL akan membuat kristal monosodium urat,” imbuhnya. Kristal ini akan berdiam di lutut, pergelangan kaki atau kaki, siku, pergelangan tangan, jari sehingga terjadilah penyakit reumatik. “Namun

tidak semua penyakit reumatik karena asam urat,” tandasnya. Ia bersama asosiasinya telah membuat panduan nasional untuk mendeteksi penyakit gout di Indonesia. Deteksi ini bisa dilakukan hanya dengan melihat tanda-tanda di tubuh pasien. Jika skornya lebih dari 8, sudah bisa disebut penyakit gout. Ia menyarankan jika seseorang sudah terkena serangan gout akut, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah mengompres dengan air dingin daerah meradang, yaitu sendi sekitat 4-5 kali per hari selama 10-15 menit. “Mengompres dengan air dingin adalah pertolongan meradang untuk sendi yang meradang,” imbuhnya. Selain itu, penanganan juga dilakukan dengan penggunaan obat-obatan. Penyakit gout akut, jika tanpa gejala memang tidak diobati namun dokter akan menyarankan pasien untuk mengelola penyakitnya dengan memperbaiki gaya hidup. “Kalau tidak dikelola hingga kadarnya di atas 6 dan itu

berlangsung selama 5 tahun, akan menjadi radang sendi,” ungkapnya. Gaya hidup yang bisa diperbaiki yaitu dengan memperbaiki gaya makan. Pada saat kadar asam urat tinggi, pengelolaan makanannya yang bisa dilakukan dengan mengurangi makanan berpurin tinggi. Seperti jeroan, seafood, makanan olahan, makanan kaleng, daging, kacang, sayur bayam, kembang kol, buncis, daun singkong, daun pepaya, kangkung, asparagus, buah durian, alkohol, daging poultry, daging merah, ikan sarden, kafein (coklat), hati sapi, limpa domba /kambing, jamur kuping, limpa sapi, daun melinjo, paru sapi, udang, biji melindo, kedelai, kacang-kacangan, daging kuda, dada ayam dengan kulit daging ayam. dr. Ratih menambahkan, gula fruktosa yang biasa terkandung dalam minuman kemasan seperti teh kemasan akan meningkatkan kadar asam urat. Sedangkan makanan yang dapat mencegah penyakit

gout adalah nanas, cherry juice, kunyit, cabai lombok besar dan tomat. “Untuk mendapatkan zat anti kanker dari tomat, caranya dihangatkan sebentar dengan air hangat baru kemudian dibuat juice,” imbuhnya. Kasus kedua yaitu serangan radang sendi berulang dan muncul benjolan-benjolan merupakan tahapan dari perjalanan penyakit gout. Fase ini disebut penyakit gout kronis topaceus. Perjalanan penyakit ini menahun, destruktif. Jika tidak terobati dengan baik setelah 10-20 tahun akan terjadi gout kronis topaceus. “Suku Minahasa dan Bali berpotensi kena penyakit gout karena kaitannya dengan gaya makan. Asam urat juga bisa membuat gagal ginjal,” ungkapnya. Tata laksana pencegahan gout kronis yaitu dengan diet rendah purin, menurunkan berat badan, membatasi konsumsi alkohol, modifikasi terapi, awasi ketat obat-obatan yang meningkatkan kadar asam urat. (kmb42)


4

Minggu Umanis, 30 Juni 2019

Menggali Kebahagiaan dalam Diri Bahagia. Ya bahagia, itulah kata yang penuh arti dan makna dalam setiap kehidupan manusia. Bahagia, gabungan beberapa huruf menjadi sebuah ungkapan yang sering diucapkan dan diidam-idamkan oleh semua umat manusia di dunia ini. Tidak memandang status manusia itu kaya miskin, tua muda, laki perempuan, waria pun mengidamkannya. Bahagia, tidak semua orang dapat mengartikannya, walaupun semuanya pernah menikmati. Bahagia, semua orang mempunyai pandangan berbeda, walaupun semuanya pernah ditemui. Bagaimanapun persepsi orang tentang dirinya, bahagia tetap dengan pendiriannya menemui orang sesuai dengan kriterianya. Bahagia, bagaikan pujaan hati yang setiap manusia selalu menanti-nantikan akan kehadirannya. Berbagai usaha serta kegiatan dilaksanakan manusia untuk dapat menghadirkannya, namun bahagia pun belum sepenuhnya menghampiri. Menghalalkan segala cara bahkan “jalan pintas dianggap pantas pun” diterapkan, namun bahagia pun berkata: belum saatnya

datang untuk mengunjunginya. Malah sebaliknya, penderitaan tidak terduga dan tak diundang datang dengan sendirinya menemui. Bahagia, seperti primadona yang dimimpimimpikan setiap orang untuk dapat digapai, bahkan dirangkul dan dipeluk supaya tidak lepas dan berpindah tangan ke orang lain. Namun, bahagia pun punya prinsip, ketika ia sudah bosan dan muak berada pada orang yang tidak berprikemanusiaan yang selalu mengundang duka, ia pun akan pergi menjauh meninggalkan orang tersebut. Walaupun diikat sekuat kawat dan di las dengan besi tak menjadi penghalangnya untuk sedikit demi sedikit melespaskan diri pada jiwa dan raga orang tersebut. Bahagia, diibaratkan emas permata kehidupan yang mempunyai harga setiap manusia melangkahkan seribu gerakan kaki dalam kehidupanya. Jika bahagia sudah melekat menemani manusia, namun tidak dirawat, dijaga, dan dilestarikan, ia pun akan memudar, kualitasnya semakin sirna dan lambat laun akan hilang. Jagalah bahagia dengan hati yang ikhlas, menerima sesuatu dengan lapang dada. Jangan pernah iri hati apalagi berprasangka buruk kepada orang lain, begitu pula jangan pernah menyimpan rahasia hati, sebab jika “hati sudah menyimpan rahasia hati maka

hati-hatilah dengan balasan hati orang itu”. Bahagia, tidak beda jauh dengan siang dan malam ketika menemani kehidupan manusia. Jika sudah waktunya, ia

BAHAGIA - Bahagia itu sederhana. Bahagia itu cukup bermodalkan sikap lapang dada, sehingga bisa menerima kenyataan baik-buruknya kehidupan ini. Menerima segala sesuatu dengan ikhlas sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Memperoleh bahagia pun simpel hanya dengan bersyukur. datang tak dijemput pergi pun tak diantar. Sebagai teman, bahagia datang tidak menunggu perintah apalagi surat undangan. Jika sesuai dengan kriterianya, ia akan datang menghampiri tanpa memandang manusia itu di mana, sedang apa, dan dengan siapa. Mahal Lalu, apa sesungguhnya bahagia itu? Seberapa mahal harganya? Seberapa susah menggapainya? Serta seberapa istimewanya dalam kehidupan manusia? Sampai-sampai semua orang di dunia ini membicarakannya, menginginkannya, serta merindukan kehadirannya. Bahkan menggila-gilakannya untuk dijadikan teman utama kehidupan, walaupun segenap jiwa dan raganya menjadi taruhan, tetap diperjuangkan. Ataukah bahagia itu merupakan fenomenal kehidupan? Yang secara nyata tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan tetapi tetap diburu manusia. Sehingga dikatakan sesuatu yang luar biasa hebatnya dalam kehidupan manusia. Ataukah pula, bahagia itu merupakan misteri kehidupan? Sebagai sesuatu yang belum jelas dapat diartikan oleh setiap manusia sehingga bersifat teka-teki yang masih belum ditemukan rahasianya dalam setiap kehidupan manusia. Apapun dan bagaimana orang itu mengartikan bahagia, yang jelas I Gede Astawan dalam bukunya “Teori Kehidupan, Quantum Your Life” menyatakan bahwa: semua orang punya kesempatan sukses dan bahagia, semua orang punya hak sukses dan bahagia, semua orang bisa sukses dan bahagia. Itu menandakan semua manusia di dunia ini mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk dapat menggapai, merasakan serta menikmati bahagia walaupun sedetik. Berbeda pandangan dalam mengartikannya tidak menjadi halangan, hambatan, maupun beban manusia untuk menggapainya. Sebenarnya bahagia itu keadaan atau perasaan yang membuat suasana hati tenang dan damai. Artinya keadaan manusia saat itu terlepas dari segala sesuatu yang menyusahkan jiwa dan raganya. Atau keadaan manusia terbebas dari beban yang bergelayutan dalam jiwa dan raganya. Bahagia pun dapat diartikan sebagai kondisi manusia yang sejahtera didasari atas keadaan atau suasana hati yang tenang dan damai, dibarengi dengan keadaan suka sampai kegembiraan dalam menjalani kehidupan. Sehingga bahagia identik dengan suasana hati yang diselimuti seperangkat: ketenangan, kedamaian, kenyamanan, kesejahteraan, keharmonisan, maupun hal lainnya yang membuat hati merasa adem. Manusia Uraian tersebut mengisyaratkan bahwa bahagia tidak berada jauh dari kehidupan manusia, tidak berada di luar jangkauan

Kisara Penyimpangan Seksual “Halo Kak kenalkan aku Windu (19th). Curhat dikit ya Kak. Kan biasa tuh Kak kalau cowok sudah ngumpul kadang omongannya agak menjurus. Bahkan sampai ngomongin masalah onani’. Nah banyak nih Kak, cewek yang kalo denger suka bilang kalu ‘onani’ itu seksual yang menyimpang. Emang benar ya Kak? Mohon dijawab Kak.” Hai Windu, salam kenal ya. Pertanyaannya bagus sekali. Tentunya penting untuk kita tahu hal-hal semacam ini bukanlah hal yang tabu untuk dibahas lagi. Masturbasi atau onani adalah aktivitas seksual yang seseorang lakukan dengan cara menstimulus diri sendiri, baik dengan alat bantu maupun tidak. Orang melakukan masturbasi dengan tujuan yang berbeda-beda, mulai dari tidak kuasa menahan nafsu tapi ingin mencegah berhubungan seksual sampai sekadar bingung mengisi waktu luang. Menurut penelitian, masturbasi penting dilakukan untuk kesehatan, tidak hanya untuk pria tetapi juga wanita. Dalam sebuah studi tertentu mengatakan bahwa pria yang tidak melakukan masturbasi selama lebih dari satu minggu, maka tubuhnya akan mengalami kenaikan kadar serum testosteron. Bahkan tak tanggung-tanggung, kenaikan tersebut sampai menyentuh angka hampir 45 persen. Kenaikan kadar testosterone ini dapat menyebabkan gangguan konsentrasi bahkan gangguan seksual. Gangguan

seksual yang dimaksud di sini adalah tidak terpuaskannya hawa nafsu sehingga meningkatkan risiko perbuatan asusila pada remaja. Jadi penting bagi remaja untuk tahu tentang masturbasi. Bukan hanya remaja putra, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa perlu dan tak jarang remaja putri juga melakukan masturbasi. Masturbasi bukanlah hal yang tabu lagi. Penting bagi remaja, baik putra maupun putri untuk mengetahui hal-hal berkaitan dengan pendidikan seksual dan reproduksi sedari dini. Masturbasi, walaupun bukan hal tabu lagi, hendaknya dilakukan maksimal 2 kali seminggu. Sehingga tidak menimbulkan efek samping pelaku masturbasi. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain, gangguan konsentrasi, gangguan seksualitas dan gangguan perilaku sosial. Ingat ya, masturbasi bukanlah penyimpangan seksual. Penting bagi setiap orang untuk dapat melampiaskan hasrat seksualnya melalui masturbasi. Tentunya dengan kembali berpegangan pada batas kewajaran dan norma-norma sosial di masyarakat ya.

manusia, namun berada dekat dengan manusia, yaitu dalam diri manusia. Kedekatannya membuat seseorang untuk menggapainya tidak memerlukan modal atau biaya besar, tidak memerlukan atau memakan waktu lama, apalagi menghalalkan segala cara dalam menggapainya. Di masyarakat, bahagia selalu dikaitkan dengan berlimpahan materi, bahkan diukur dengan benda-benda yang menjadi hak milik sebagai kekayaannya. Pertanyaannya, berlimpahan materi dapatkah menjamin seseorang selalu bahagia? Seandainya jawabannya, ya. Berarti orang yang tidak punya mobil mewah, rumah mewah, tanah luas, atau sebut saja kehidupannya pas-pasan secara materi, tidak pernah merasakan atau menikmati bahagia. Atau dapat diartikan orang miskin tidak mempunyai hak untuk bahagia. Atau sebaliknya dapat pula dikatakan bahwa bahagia itu hanya milik orang berlimpahan materi. Benarkah demikian? Ilustrasi: seseorang memperoleh keberuntungan hidup, sehingga mampu membeli mobil mewah, rumah mewah, tanahnya linggah (luas), otomatis uangnya pun berlimpah yang membuat hidupnya serba wahhhhh. Ketika menurunkan kaki dari mobil mewah di depan rumah mewahnya, ia tidak disambut oleh istri tersayangnya. Saking sibuknya sampai ia tidak sempat memperhatikan keluarganya, hingga tidak mengetahui keberadaan istrinya sendiri. Tiba-tiba ada berita kalau istrinya pergi dijemput lelaki lain. Begitu pula laporan datang kalau anak lakinya berada di tahanan tertangkap sebagai pemakai. Sedangkan anak perempuannya memang jarang pulang ke rumah karena keasikan dengan dunia bebasnya. Kehidupan seperti itu, dapatkah orang tersebut dinyatakan bahagia dengan seperangkat limpahan materinya? Dapatkah orang tersebut dinyatakan nyaman berada di rumah mewahnya? Dapatkah orang tersebut dinyatakan harmonis dengan segenap kekayaannya? Serta dapatkah orang tersebut mengartikan arti hidup sesungguhnya di dunia ini? Logika Secara logika, jika orang tersebut normal, pasti merasakan duka yang amat mendalam melihat keadaan keluarganya yang berantakan, tidak saling menjaga, tidak saling mengasihi, serta tidak saling menghormati antarsesama anggota keluarga. Sehingga berada di rumah mewahnya bagaikan berada di neraka, membawa mobil mewah bagaikan berjalan kaki di gurun pasir dengan sengatan sinar matahari membakar kulit. Uang berlimpah bagaikan sampah yang tidak mempunyai arti dan nilai guna. Air mata pun menetes membasahi pipi sebagai ungkapan tanda duka dari lubuk hatinya yang paling dalam. Pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa bahagia seseorang tidak dapat diukur dengan uang, bahagia seseorang tidak dapat

dibeli dengan uang, bahagia seseorang tidak dapat dinilai dengan berlimpahan materi. Namun sebaliknya, bahagia seseorang dapat dinilai dari kerukunan, ketenangan, kedamaian serta keharmonisan dalam berumah tangga, masyarakat, dan negara. Sesungguhnya hidup di dunia nyata ini tidak semuanya dapat diukur dengan uang, sebab “uang itu bukan segala-galanya tetapi segalanya membutuhkan uang”. Ada saatnya bahagia itu didasari atas uang, ada pula saatnya bahagia itu tanpa harus adanya uang. Ketenangan dan kedamaian membutuhkan pikiran dan perasaan yang santai, artinya jalani hidup dengan apa adanya sebagai anugerah Yang Maha Kuasa. Walaupun kerja keras belum menemukan hasil maksimal, jangan terlalu dipikirkan, semangat terus “manusia bertindak Tuhan yang memutuskan”. Jika merasa diri miskin, masih banyak yang lebih miskin, jika merasa diri kaya, masih banyak yang lebih kaya, bahkan paling kaya. Hidup ini bagaikan roda berputar dengan kunci kontaknya dikendalikan oleh Tuhan. Jika Tuhan menstater, mesin kehidupan akan nyala, roda kehidupan pun berputar dan akan berhenti pada saatnya. Suasana baru pun muncul, jika berada di bawah jangan merasa sedih karena suatu saat nanti ada waktunya untuk menggapai lebih tinggi. Jika berada di atas jangan terlalu berbangga hati, bertindak semena-mena, pada saatnya nanti ada gilirannya di bawah. Jadi, bahagia itu sederhana, berupa perasaan yang menyatakan hati dalam keadaan yang diselimuti suasana tenang dan damai. Sederhananya bahagia, jelas tidak selalu membutuhkan modal besar, tidak selalu memerlukan uang banyak, apalagi membutuhkan barang mewah. Bahagia itu cukup bermodalkan sikap lapang dada, sehingga bisa menerima kenyataan baik-buruknya kehidupan ini. Menerima segala sesuatu dengan ikhlas sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, karena semuanya itu ada hikmahnya yang dilandasi oleh kenyataan bahwa di dunia ini semuanya bersifat semu/sementara. Memperoleh bahagia pun simpel, berupa mensyukuri dilengkapi dengan senyuman atas bagian kehidupan yang diterima. Baik-buruknya kehidupan yang diterima jangan diambil pusing apalagi sampai menangis. Karena di balik keburukan masih ada keberuntungan, berupa masih diberikan kesempatan hidup untuk meraih yang lebih baik. Menggapai keberhasilan untuk meraih sukses dan bahagia walaupun masih bersifat sederhana, membutuhkan semangat dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Semuanya dapat diraih dengan meningkatkan kemampuan sebagai kecerdasan, meningkatkan semangat sebagai emosional positif, serta diimbangi dengan doa sebagai spiritual. Sebab keberhasilan sesungguhnya dapat digapai dengan: semangat, berjuang tanpa mengenal putus asa sebagai kuncinya, karena “kalau mau pasti bisa”. lI Gede Pariadnya

Postur Tubuh Tetap Tegak

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I : Duduklah tegak di kursi dengan kedua kaki tutup rapat dan jinjit sedangkan kedua lengan lurus ke belakang memegang sandaran kursi. Condongkan badan sedikit ke depan hingga terasa tarikan dada sebelah atas sekaligus dapat mengikis lemak yang tertimbun pada punggung. Tahan 1 x 8 hitungan setelah itu tegakkan badan dan ulangi hingga beberapa kali.

Penampilan Jadi Oke (1)

Tidaklah sulit mendapatkan postur tubuh tegak asalkan tekun berlatih baik di waktu sebelum berangkat beraktivitas maupun

setiba di rumah setelah saratnya kegiatan sepanjang hari. Lakukan dengan santai sambil duduk di kursi misalnya, agar latihan jadi

menyenangkan. Ikuti contoh peragaan berikut bersama Suartini dari Batubulan yang telah mengikuti Uji Kompetensi di Lala Studio.

Gb. II: Tetaplah duduk tegak dengan kedua tangan di pinggang lalu luruskan kedua kaki dan tahan 2 x 8 hitungan setelah itu kembali dan ulangi gerakan hingga beberapa kali.

4 2

Gb. III: Untuk membentuk pinggang ramping ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Tarik tangan kiri ke atas hingga terasa tarikan pinggang kiri setelah itu lakukan juga pada pinggang kanan.

3

1 Luangkan waktu untuk berlatih agar memperoleh paha yang kencang padat berisi dan salam bugar dari Lala Studio.

Kupon

Gb. IV: Gerakan kombinasi antara kaki dan tangan dapatlah mengambil posisi duduk tegak dengan kaki kanan lurus namun kaki kiri ditekuk. Luruskan kedua lengan depan dada setinggi bahu lalu ganti kaki satunya.


5

Minggu Umanis, 30 Juni 2019

Capricorn Cobalah lebih banyak bersabar dan berdoa, agar kesuksesan bisa cepat teraih. Terhadap sesuatu yang membingungkan sebaiknya Anda tetap berpedoman pada feeling yang ada, dari pada mendengarkan orang lain. Minggu ini income masih cukup mengalir dengan derasnya sehingga segala kebutuhan bisa tercukupi. Asmara: Masih terasa harmonis walaupun ada sedikit kecekcokan di sana sini. Aquarius Minggu ini segalanya masih terasa suram dan banyak hambatan di sana sini, sehingga perlu kesabaran dan kewaspadaan untuk menjaga bisnis Anda yang telah dibangun dengan susah payah. Dalam urusan karier tak perlu terlalu berambisi meraih simpati, karena akan percuma saja. Rejeki cukup baik, hanya karena kurang mantap memegang pilihan kadang justru terhambur percuma. Asmara: Buat apa mengingat-ingat masa lalu kalau akhirnya hanya akan menciptakan api di dalam hubungan perasmaraan Anda. Pisces Minggu ini tetaplah berhati-hati, karena tidak sedikit yang iri hati pada Anda. Jadi, walaupun merasa benar, sebaiknya tetaplah diam karena situasinya masih belum mendukung untuk membela diri. Prestasi kerja harus tetap dipertahankan, sehingga orang lain akan tetap selalu menghargai. Asmara: Berhati-hatilah karena sesuatu yang indah dan menyenangkan dapat rusak begitu saja hanya karena cemburu buta. Aries Tak perlu terlalu memikirkan orang yang tidak sejalan dengan diri Anda, yang penting Anda paham benar dengan apa yang sedang dihadapi. Sehingga tidak akan terjadi kerancuan dalam melaksanakan maupun mengambil jalan yang terbaik untuk kemajuan bersama. Untuk urusan karier sebaiknya jangan sering berubah-ubah visi agar karier bisa cepat meraih posisi puncak. Asmara: Tidak perlu malu maupun minder, karena asmara tidak mengenal harta maupun kedudukan.

Hukum Karma adalah Hukum Aksi dan Reaksi subhasubha-phalair evam moksyase karmabandhanaih sannyasa-yoga-yuktatma vimukto mam upaisyasi (Bhagavad-gita 9.28) “Dengan cara (mempersembahkannya kepadaKu) seperti itu maka engkau akan terbebaskan dari ikatan-ikatan karma dan segala pahala baik maupun buruk atas segala perbuatan. Seperti itu, dengan melaksanakan praktik yoga melalui meninggalkan segala jenis ikatan duniawi, menjadi orang yang menyerahkan segalanya kepada-Ku, dan menjadi terbebaskan dari segala, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”

Istilah karma sudah menjadi milik dunia. Kamus sudah tidak menerjemahkan karma melainkan ia sudah menjadi “kosa kata” tersendiri, milik dunia. Di Bali sendiri, karma sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat khususnya yang beragama Hindu dan/atau para pengikut tradisi Weda. Karma juga menjadi bagian dari Panca Sraddha atau lima Taurus keyakinan “ajeg” terhadap BrahMinggu ini tak ada gunanya ingin man (Tuhan Yang Tunggal), menang sendiri karena peruntungan Atman (Sang Diri Sejati sebmasih belum berpihak pada diri agai bagian kekal dari Tuhan), Anda, sehingga harus lebih mawas Karmaphala (hukum karma), diri. Jagalah emosi sebaik mungkin Punarbhava (reinkarnasi), dan dari gangguan orang-orang yang sengaja ingin menMoksa (pembebasan langgeng). gambil keuntungan dari kelengahan Anda. Dari segi Karma bukanlah sesuatu yang keuangan sebaiknya Anda memperhatikan dulu sederhana dan mudah dipahami cash flow yang ada. Asmara: Jangan melakukan hal tetapi pada kenyataannya dunia yang neko-neko, apalagi ingin mencoba bermain api. sudah menerima dan memahaminya dengan cara dan/atau Gemini pemahaman masing-masing. Minggu ini tidak ada gangguan yang Kitab suci Bhagavad-gita 4.16 berarti dan semua urusan bisnis bisa memastikan perihal “rahasia karberjalan dengan lancar, maka dari ma” melalui kalimat “kavayo’py itu gunakan waktu yang baik ini atra mohitah”, bahwa orangdengan seefesien mungkin. Jika ada orang bijaksana terpelajar pun peluang bisnis sebaiknya diterima mengalami kesulitan memahami saja walau dengan sedikit spekulasi. Income terus karma. Para kavi (orang suci termengalir, tinggal bagaimana Anda mengaturnya pelajar) menjadi terbingungkan dengan benar. Asmara: Jika sudah menjadi mi(mohitah) dalam usaha memaliknya harus dijaga extra ketat dan jangan biarkan hami pengertian dan seluk-beluk kupu-kupu atau kumbang hinggap menganggunya. tentang karma. Jika para ahli dan Cancer Jangan meremehkan janji walau itu mudah dalam mengucapkannya, akan tetapi dalam realisasinya belum tentu semudah seperti perkiraan semula. Maka dari itu hindari membuat janji kalau tidak terpaksa dan penting. Jangan memberi harapan pada orang lain jika diri Anda memang tak ada kemampuan untuk itu. Asmara: Jangan lupa diri dulu, sebab segalanya masih belum pasti. Leo Sekilas Anda bisa bersikap tenang walaupun masalah masih setumpuk dibelakang Anda. Sekalipun cukup berat akan teapi peluang masih selalu terbuka lebar untuk dapat Anda manfaatkan. Yakinlah dengan prinsip sendiri, karena itu akan membikin diri Anda disegani dan tak akan dijadikan boneka oleh rekanrekan Anda. Asmara: Cukup bikin telinga merah, walau begitu bersabar sajalah. Virgo Minggu ini janganlah sembrono karena suasananya sudah agak berbeda, segalanya perlu kehatihatian melakukan segala hal yang penting ataupun sepele. Pikiran dan hati harus selalu konsentrasi dan jangan sampai terpecah. Untuk urusan kesehatan sebaiknya tetap berusaha lebih disiplin, agar penyakit lama Anda tidak sampai kambuh kembali. Segi keuangan tak perlu kuatir karena bisnis dan usaha tampak lancar. Asmara: Sikap Anda sudah tepat dengan lebih banyak mendengar daripada menasehatinya. Libra Minggu ini segalanya berjalan seperti biasanya karena zodiak Libra masih berada dalam bintang terang. Apabila ada tawaran pekerjaan atau peluang bisnis sebaiknya diterima saja, sedikit spekulasi tidaklah menjadi masalah. Dari segi keuangan pemborosan masih merupakan masalah Anda yang cukup berat diminggu ini. Asmara: Jangan sampai terjerat oleh asmara yang merumitkan karena datangnya orang ketiga dalam hati Anda. Scorpio Karena keberuntungan sudah semakin dekat maka tidak ada alasan untuk tidak berani melangkah ke depan. Bila ada tawaran walaupun kelihatan kecil untungnya, lebih baik diterima saja jangan pilih-pilih. Atasan mulai simpatik dengan cara kerja Anda selama ini. Emosi kadangkala masih sulit untuk dikendalikan, untuk itu cobalah lebih bersabar. Asmara: Ucapan harap dijaga jangan sampai sidia menjadi galak hanya karena ucapan yang tak seharusnya diucapkan.

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

para suci mengalami kebingungan dalam memahami karma, lalu apakah “jangkauan” orangorang kebanyakan? Kim karma? Apakah yang dinamakan karma? Kim akarma iti? Bagaimana orang bisa memahami bahwa ternyata ada yang dinamakan bukan karma? Namun dalam kenyataan di masyarakat dunia, sesuai dengan pengertian masingmasing, semua meyakini dirinya sudah memahami perihal karma dengan baik. Kata karma berasal dari akar kata kr dalam bahasa Sanskerta yang berarti melakukan, berbuat, atau bergerak. Dunia ini disebut sebagai karma-bhumi, yaitu tempat tempat ber-karma yang “mengharuskan” orang beraktivitas, bergerak, melakukan aksi, atau melakukan perbuatan. Bhagavad-gita sendiri menyebutkan bahwa tidak ada makhluk di dunia ini yang bebas dari aktivitas alias tidak melakukan karma (nahin kascit ksanam api jatu tisthaty akarma-krt). Semua makhluk di dunia dipaksa untuk bergerak, berbuat, beraktivitas. “Na hi ksanam api”, bahkan sesaat pun, tidak ada yang bisa bebas dari pengaruh karma. Kata akarma-krt menunjukkan tanpa beraktivitas. Tidak ada makhluk di dunia ini yang tidak melakukan aktivitas. Semua dipaksa oleh “hukum alam” untuk beraktivitas atau melakukan aksi. Karena aksi dilakukan di alam ini maka ia selalu disusul oleh reaksi. “Hukum” aksi-reaksi dunia ini sama sekali tidak dapat diubah oleh siapa pun, barangkali juga oleh Tuhan sendiri. Tentu saja Hyang Parama Isvara tidak akan mengubah hukum aksi-reaksi yang sangat “scientific”, sangat bijak serta maha kuat ciptaan-Nya. Hukum karma “mengatur” per-

jalanan seluruh makhluk hidup di alam material ini. Setiap aksi selalu disusul oleh reaksi. Setiap perbuatan selalu disusul oleh pahala dari perbuatan. Inilah yang dinamakan hukum aksi-reaksi, atau hukum sebab-akibat (law of cause and effect). Tidak ada sekecil apa pun aksi tanpa diikuti oleh reaksi. Hukum karma inilah yang mengisi jiwa orangorang Bali pada zaman dahulu sehingga dikenal sebagai orang “Bali”, yaitu orang yang kuat, hebat, tangguh, dan teguh dalam menjaga perbuatan/karma). Lontar Wrhaspati Tattwa memberikan perumpamaan menarik dan sangat jelas perihal reaksi dari karma. Contoh diberikan bagaikan sebuah periuk dengan bekas bau dari kemenyan yang tadinya mengisi periuk (kadi anganing dyun wawadah ing hingu). Walaupun kemenyan sudah tidak ada karena periuk sudah dicuci bersih, akan tetapi bau kemenyan masih tetap ada di dalam periuk yang sudah tercuci bersih itu (huwus hilang hingunya, ikang dyun inasahan pinahalila, kawkas, taya ambonya, gandhanya rumaket irikang dyun). Istilah yang dipergunakan oleh Wrhaspati Tattwa adalah (Karma-)Wasana, yaitu perbuatan yang dilakukan oleh makhluk hidup di dunia ini, yang pahala dari perbuatan tersebut akan dinikmatinya pada kelahirannya mendatang, apakah perbuatan tidak baik (maupun) perbuatan baik, semua itu ada pahalanya (wasana naranya ikang karma ginawe ning janma ihatra, ya ta bhinukti ring paratra ri janmanya muwah, yan ahala, yan ahayu, asing phalanya). Seperti halnya sebuah periuk diisi dengan kemenyan harum, setelah kemenyan habis dan periuk dicuci bersih, tetapi masih tersisa baunya, (karena) bau kemenyan sudah melekat pada periuk. Itulah dinamakan Wasana, itulah dinamakan Karmawasana (ndan yatika wasana ngaranya, samangkana tekang karma wasana ngaranya). Sebagaimana bau kemenyan melekat pada periuk, seperti itu pula Karma-wasana melekat pada atma. Sebagaimana bau

tidak kelihatan, seperti itu pula pahala dari karma itu tidak mudah dikenali oleh makhluk hidup. Hukum alam melalui hukum karma-nya menyusun putaran karma dengan pahalanya sedemikian sempurna sehingga tidak mudah untuk dikenali. Makhluk hidup tidak akan mudah menyelamatkan diri dari hukum karma. Ia demikian kuat mengalahkan segala bentuk kekuatan dan kekuasaan dunia. Tidak ada yang bisa selamat dari hukum karma, kecuali ia “mengolah karma” dalam tata-laku “karma-rahasya” dalam “cermin” pustaka-pustaka suci Veda dan tuntunan orang-orang suci. Pustaka Sarasamuccaya membedakan dua jenis karma, yaitu Subha Karma (perbuatan baik, mulia) dan Asubha Karma (perbuatan tidak baik, jahat). Dalam pengajaran agar setiap orang memberikan perhatiannya pada perbuatan baik, Sarasamuccaya memberikan cara indah meleburkan Asubha Karma ke dalam Subha Karma (karma manusah sarva-bhutesu varttate vai subhasubhe, asubhesu samavistam subhesvevavakarayet). Di antara seluruh jenis makhluk hidup (ri sakwehning sarwa bhuta), hanya yang terlahirkan menjadi manusia sajalah yang mampu melakukan perbuatan baik atau perbuatan tidak baik (iking janma wwang juga wenang gumawayaken ikang subhasubha-karma). Demi terleburkan seluruh perbuatan yang tidak baik ke dalam perbuatan baiklah gunanya terlahir menjadi manusia (kuneng panentasakena ring subhakarma juga ikang asubhakarma phalaning dadi wwang). Di antara seluruh jenis makhluk hidup di dunia ini (ri sakwehning sarwa-bhuta), mereka yang mendapatkan kesempatan lahir menjadi manusia dapat melakukan perbuatan baik dan tidak baik (iking janma wwang juga wenang gumawayaken ikang subhasubha-karma). Binatang tidak mengenal perbuatan baik ataupun buruk. Mereka menjalankan proses putaran kelahirannya dengan kewajaran naluri. Binatang tidak merencanakan perbuatan

baik atau pun buruk. Ia punya naluri yang bekerja secara alami sehingga binatang tidak terkena hukum Karmaphala. Sedangkan manusia perlu mengontrol dan me-“marisuddha” Tri-kayanya, yaitu pikiran, perkataan dan perbuatan sebagai “aksi” dan segala yang dialami sebagai “reaksi” perbuatannya. Seorang pen-Dharma Wacana di India menjelaskan cara kerja karma melalui cerita kecil. Kesimpulannya, pahala karma akhirnya kembali kepada pelaku karma: “dari mata kembali ke mata”. Diceritakan seseorang melewati kebun mangga yang sedang berbuah matang. Mata orang itu melihat mangga. Ia menjadi tertarik untuk menikmati mangga. Saking menariknya buah mangga menyebabkan kaki orang itu melangkah berjalan ke arah pohon mangga. Tangannya meraih mangga, lalu memasukkannya ke dalam mulut untuk merasakan rasa manis mangga. Mulut melalui perasanya tidak menyimpan mangga melainkan mengirimkannya ke dalam perut. Pada saat itu, yang punya kebun mangga datang membawa tongkat lalu memukulkan tongkatnya pada punggung pencuri mangga, dan pada saat yang bersamaan keluarlah air kesakitan dari mata. Kaki yang berjalan ke arah pohon mangga, tangan yang memetik mangga, mulut yang menggigit mangga, perut yang mencerna mangga, dan punggung hanya melewati proses karma, terakhir matalah yang mengeluarkan air mata kesakitan. Seperti itu cara kerja karma dan reaksi karma, dari mata (melihat mangga) kembali pada mata (keluar air mata kesakitan). Pepatah leluhur mengatakan, “apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai”, atau “siapa yang menanam dia yang akan menuai”. Sejalan dengan pepatah tersebut, Resi Canakya menyebutkan: “svayam atma karoty atma svayam tat-phalam asnute”, siapa yang melakukan perbuatan (karma) maka dia sendiri yang merasakan akibat (phala) dari perbuatannya.

MIMBAR AGAMA

Arti Kerja dan Kerja Berarti

I Gusti Ketut Widana KERJA adalah kodrat. Setiap orang telah diikat untuk tunduk pada hukum kerja (karma). Meski sesaat jua sekalipun setiap orang tak bisa mengelak dari ikatan kerja, bekerja atau pekerjaan. Hal ini dengan jelas disuratkan di dalam kitab suci Bhagawadgita, III. 5 dan 4: “Nahi kascity ksanam api, jatu tisthaty akarmakrit, karyate hy awasah karma, sarwah prakritijair gunaih; Na karmanam anarambhan, naiskarmyam puruso ‘snute, na ca samnyasanad ewa, siddhim samadhigacchati” (walaupun untuk sesaat jua, tidak seorang pun untuk tidak bekerja, karena setiap manusia dibuat tidak berdaya oleh hukum alam yang memaksanya untuk bekerja; tanpa kerja orang tidak akan mencapai kebebasan, pun juga ia tak akan mencapai kesempurnaan karena menghindari kegiatan kerja. Bicara soal kerja sebenarnya soal biasa, karena setiap orang mesti bekerja. Bekerja sudah

brolan BALE BANJAR ARIDUS

SALAH satu dari beberapa tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan, adalah untuk mencerdaskan kehidupan Sagitarius bangsa. Itu tertulis jelas di Minggu ini sesulit apapun masalah Pembukaan Undang-Undang yang sedang dihadapi masih saja Dasar 1945, yang tidak boleh bisa teratasi. Sebab peruntungan diutak-utik, kendati batang sudah bertambah mujur, hanya saja tubuh konstitusi diamandemen harus lebih waspada dengan masalah yang muncul sebanyak empat kali. Lalu apa secara tiba-tiba, jika tidak ditanggapi dengan serius beda cerdas dan pintar? maka akan menjadi problem yang memusingkan. ”Ada yang mengatakan, pinDari segi keuangan pemasukan masih jauh dari tar adalah mengetahui, pandai, harapan, walau begitu pengeluaran sebaiknya tetap memiliki ilmu dan semua keAnda kontrol. Asmara: Jangan memanmampuan dalam berilmu dicapai dang masalah dari satu sisi saja karena lewat proses. Kepintaran sering akan sulit untuk bersikap objektif. dikaitkan dengan prestasi akademik dan orang pintar konon Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu selalu bergelut dengan ilmu penBerlaku : 30 Juni - 6 Juli 2019 getahuan. Sedangkan cerdas,

menjadi kewajiban. Pada kenyataannya setiap orang memang membutuhkan pekerjaan. Kerja, bekerja, dan pekerjaan merupakan suatu kegiatan (karma) yang wajib dilaksanakan dan pastinya berpahala. Oleh karena itu, apa pun bentuk dan jenis kerja, cara bekerja dan bagaimana melaksanakan pekerjaan itu haruslah berarti (bermakna), tidak saja bagi diri sendiri atau keluarga tetapi lebih luas lagi untuk kepentingan masyarakat, agama, bangsa dan negara. Lebih penting lagi, setiap orang dalam melaksanakan kerja (bekerja/ pekerjaan) dapat menjadikannya sebagai kewajiban yang menyenangkan. Sebab hanya dengan begitu, pahala yang didapat akan jauh lebih berarti atau bermakna. Contoh, petani bekerja di sawah, betapapun terik panas matahari membakar tubuhnya, ditambah sesekali bersimbah basah diguyur hujan, tetap dengan sukacita menyelesaikan pekerjaannya. Begitupun seorang nelayan, di tengah laut lepas acapkali diterpa angin kencang atau diterjang gelombang besar, namun tetap saja dengan rasa

senang mengarungi dan menjalaninya, karena itulah lahan hidupnya. Begitupun dengan kegiatan kerja atau pekerjaan lainnya, entah itu pegawai negeri ataupun swasta, anggota TNI dan Polri, dokter, dosen, guru, pedagang, bahkan masyarakat kebanyakan dengan pekerjaan masing-masing yang tidak masuk dalam nomenklatur profesi, wajib menjalankannya dengan penuh tanggungjawab dan tentunya rasa senang hati menunaikan tugasnya masing-masing. Itulah sejatinya arti kerja dan kerja berarti, kerja yang tidak asal bekerja apalagi sembarangan menjalankan pekerjaan. Kerja yang benar-benar menjadi sekaligus membawa berkah nikmat luar biasa, tidak saja dalam bentuk kesejahteraan, lebih penting lagi merasakannya sebagai suatu kebahagiaan. Dengan demikian, setiap kegiatan kerja, dalam bekerja atau ketika menjalankan pekerjaannya, setiap orang wajib menjalankan sekaligus menyelesaikannya dengan tuntas dan memuaskan. Sebab, di dalam ajaran Hindu, yang namanya kerja, bekerja atau

pekerjaan tidak saja merupakan kewajiban, tetapi sekaligus sebagai perwujudan dari rasa bhakti. Hal ini dengan jelas dipahami jika dikaitkan dengan ajaran Catur Marga, dua di antaranya menyebutkan perihal jalan karma dan bhakti, yang bila disinergikan menjadi konsep karma-bhakti, yaitu jalan kerja, bekerja atau melaksanakan pekerjaan sebagai perwujudan rasa bhakti. Bagi umat Hindu di Bali implementasi karma-bhakti ini lumrah disebut “ngayah”, biasanya dipraktikkan ketika berhubungan dengan aktivitas ritual keagamaan. Sementara itu untuk kegiatan kerja rutin keseharian, tentunya tidak pernah dari hasrat mendapatkan upah (ngalih bati). Jadi, yang namanya bhakti atau mabhakti tidak hanya berbentuk “nyakup lima nylepit bunga”, tetapi bisa juga dalam bentuk kerja berarti, kerja yang penuh arti sekaligus sebagai media berbhakti. Oleh karena itu, yang penting sekarang, patut juga dimengerti sekaligus dijalani, bahwa apa yang disebut kerja, bekerja atau pekerjaan itu, un-

tuk menjadikannya lebih berarti seyogyanya ditempatkan sebagai ungkapan sikap dan perilaku berbhakti. Sehingga landasan pelaksanaannya pertama-tama wajib dilakukan dengan rasa tulus ikhlas. Bahwa kemudian jika dari kegiatan kerja atau pekerjaan itu mendatangkan hasil, itu adalah konsekuensi hukum karmaphala. Bahwa setiap tindakan, perbuatan atau pekerjaan (karma) selalu melekat dengan hasil (phala). Istilahnya, “ala gawe ala tinemu, hayu kinardi hayu kapanggih”, artinya baik buruk pekerjaan yang dilaksanakan akan memengaruhi perolehan hasil. Bila kegiatan kerja/pekerjaannya buruk hasilnya tentu saja buruk, sebaliknya kalau baik, kebaikan pula yang akan diperoleh. Akhirnya, untuk menjadikan kerja menjadi semakin berarti, kutipan kitab Bhagawadgita, III. 8 sekali lagi menegaskan: “Bekerjalah seperti yang telah ditentukan, sebab bekerja lebih baik dari pada tidak bekerja, dan bahkan tubuhpun tidak akan berhasil terpelihara tanpa bekerja”.

Bhineka Tunggal Ika. Bila ada komponen bangsa yang entah terpengaruh ideologi impor berniat menghancurkan NKRI, mereka harus malu terhadap para pendahulu bangsa. Jangan menggunakan istilah demokrasi dan kebebasan buat merusak persatuan dan kesatuan, karena kepentingan negara dan bangsa jauh lebih besar daripada kepentingan kelompok. Sebab contoh kerusakan akibat demokrasi dan kebebasan yang kebablasan sudah sering kita tonton di TV. Berduyun-duyunnya orang melarikan diri dari tempat kelahiran di bawah desingan peluru dan bom dengan reruntuhan bangunan, merupakan panorama mengerikan dan memperihatinkan. Lebih menyedihkan, banyak yang permohonan suwakanya ditolak di negara tetangga, sehingga harus menjadi gepeng di negeri orang. Apakah tragedi seperti ini tidak pernah ditonton oleh mereka yang merekayasa perpecahan ya?“ tanya Nyoman Sudiantara di akhir argumentasinya.

“Mungkin saja aktor intelektual kekacauan dan kerusuhan itu adalah orang pintar dan cerdas namun tidak berahklak! Bisa saja mereka sering mengumbar ayat-ayat suci dalam setiap gerakan untuk memprovokasi, namun mereka adalah orang beragama namun tiada ber-Tuhan. Rubag boleh berceloteh tentang beda cerdas dan pintar, namun keluhuran budi sebagai warga bangsa harus paling diutamakan. Bom dan desingan peluru serta bergelimpangnya mayat di beberapa wilayah Timur Tengah yang kita tonton di layar kaca, adalah hasil kerja orang pintar dan cerdas. Syukurlah jumlah mereka yang berahklak tidak baik jauh di bawah jumlah mereka yang soleh dan cinta NKRI. Di samping itu, kita punya TNI dan Polri yang solid dan kuat. Kedua instansi inilah yang punya tugas berat untuk mewujudkan citacita utama kemerdekaan, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh Tumpah Darah Indonesia,“ tegas Made Surjanegara.

Magnum Opus merupakan berkah yang dibawa sejak lahir. Kemampuan improvisasi, kreativitas dalam melaksanakaqn sesuatu dimiliki orang yang cerdas, karena mereka sangat mudah memahami arti suatu fenomena, lantaran punya pikiran yang tajam. Orang cerdas tidak terpaku pada teori, namun berupaya memahami konsep suatu masalah dengan logika, sementara teori hanyalah media pendukung. Namun demikian, kecerdasan akan lebih sempurna bila didukung kepintaran. Bila kita simak lebih mendalam preambul konstitusi, pintar dan cerdas harus berahklak atau berbudi dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila lah yang menjadi kiblatnya. Sebab perang dan kehancuran dunia, sering diakibatkan tindakan dan hasil kerja orang pintar dan cerdas, karena minus nilainilai moral dan kemanusiaan. Karena itulah, selain untuk memajukan kecerdasan bangsa, negara dibentuk untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan,

perdamaian abadi dan keadilan sosial. Bila dipikir-pikir, para pendahulu kita yang lazim disebut para Bapak dan Ibu Bangsa, merupakan orang-orang pintar, cerdas dan berahklak,” komentar Rubag. “Tidak bisa dipungkiri, mereka memiliki wawasan yang jauh ke depan, meski saat UUD 1945 disusun , mereka masih dalam kondisi terjajah. Pembukaan UUD 1945 adalah magnum opus atau karya besar mereka dan wajar kalau tetap dipertahankan. Berkat hasil kerja keras mereka melahirkan konstitusi, dasar negara dan pandangan hidup bangsa dan persatuan bangsa lewat Sumpah Pemuda1928, kita menjadi bangsa yang berdaulat ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan. Tidak perlu lagi meributkan masalah bahasa nasional, tidak perlu ngemis pada pihak asing buat menyusun konstitusi dan ideologi nasional yang asli digali di pertiwi Indonesia berhasil mendamaikan segala jenis perbedaan dengan sesanti


Bali

6

Redité Umanis, 30 Juni 2019

OMÉD-OMÉDAN – Pinaka dresta sané kamargiang nyabran warsa, oméd-omédan setata kamargiang ring raina Ngembak Geni olih para sekaa truna sajebag Banjar Kaja Sésétan. Dresta inucap sampum madué pakem tur nénten kadadosang kantos madiman.

Dresta Oméd-omédan

Nénten Kadadosang Kantos Madiman

SOANG-soang wewidangan janten madué dresta sané macihna. Punika mawinan wangunipun kasinahang mabina-binayan. Indiké punika satmaka dados “kekayaan intelektual” saking soang-soang pakraman. Akéh dresta sané kantun kalestariang olih krama minakadi dresta Oméd-omédan sané kamargiang nyabran warsa ring raina Ngembak Geni. Dresta inucap nyinahang tur nincapang rasa manyama braya ring pangawit warsa Icaka mangda salanturnyané krama prasida ngamargiang kauripan antuk pidabdab sané becik. Punika mawinan dresta inucap kantun kamargiang kantos mangkin

olih krama Banjar Kaja, Sesetan. Yéning selehin saking krunanipun, oméd-omédan mawit saking kruna “oméd” sané artosipun “kedeng”. Dadosné prasida kapikayunang yéning dresta inucap wantah dresta sané marupa plalianan makedeng-kedengan. Sakéwanten nénten makedengan lima, nanging sakadi mabarisan tur krama ring ungkurnyané jagi magisian antuk ngelut bangkiang timpal ring arepnyané. Risampun kakaryanin kalih bebarisan inggian bebarisan lanang miwah istri, sané pinih arep saking kalih bebarisan inucap saling magelutan antuk tangan kenawan nyeluk ring

sipah tur tangan kebot jagi saling ngelut, asapunika ajebos tur kasiram sané raris kakedeng olih soangsoang bebarisannyané. I Gusti Ngurah Oka Putra, panglingsir Puri Oka Sesetan taler panglingsir ring dresta oméd-omédan inucap maosang, dresta punika sampun madué pakemnyané tur nénten kadadosang pisan kantos madiman sajabaning wantah mapalu pipi kémanten. “Akéh sané nénten uning raris mabaos nénten patut ring dresta sané sampun madué pakemnyané puniki. Nénten wénten sané kantos madiman, duaning punika parilaksana sané jagi ngletehin pidabdab

Sampunang Maparilaksana Nénten Patut

nénten wénten parikrama madiman ring pakem parikrama ipun. Pinaka panglingsir saking dresta tetamian tur raket ring kahanan Puri Oka Sesetan, sinah Ida setata keras tur kaku indik parikrama sané patut kamargiang ritatkala maomédomédan, mangda nénten lémpas saking pakem tetamian panglingsir. Tatkala Ida polih galah mabebaosan ring para

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. dalit

1.

dlit/,

menyumbat

2. dalu

2.

dlu,

malam

3. damang

3.

dm*,

sembrono

4. damar

4.

dm(,

pelita

5. damek

5.

dm)k/,

lembab

6. damprat

6.

dmæÉt/,

hardik

7. damuh

7.

dmu;,

embun

8. danda

8.

dnÑ,

denda

9. dandan

9.

dnÑn/,

papah

10. dané

10. den,

dia, ia

kuciwa duaning tatkala Ida sungsungannyané sungkan, ipun nénten prasida ngaturang punapa-punapi miwah nangkil ring Ida. Pamuputné para krama lanang lan istri masemaya ngamargiang maramé-ramé ring bencingah mangda kapirengang olih Ida Anak Agung tur misadia manawita Ida Anak Agung bendu tur ngadukain ipun nepet ring raina Nyepi sané tatkala punika durung kamargiang antuk Catur Brata Panyepian. Tatkala raina inucap tur pasemayannyané kamargiang, raris ramia kahanan ring bencingah kapirengang olih Ida. Sinambi bendu raris Ida alon-alon mamargi ka

jaba jagi ngadukain panjaknyané sami duaning sampun lémpas saking sapunapi sabda Ida, nénten dados ngawi ramé ring jaba. Tatkala punika raris kapanggihin indik sané soléh, duaning tatkala Ida maenjekan ring arep pamedalan jero raris sekancan sungkan Ida satmaka ical tur Ida rumasa seger sakadi jati mula. Raris krama nangkilin Ida tur misadia jagi kadukain, sakéwanten Ida wantah nganikain mangda kramané nglanturang parikramannyané antuk pidabdab sané becikan duaning Ida nyantenang yéning kénaknyané sangkaning parikrama sané kamargiang olih krama sané bhakti ring Ida. Pamuputné

pamargin inucap manados dresta sané setata kamargiang nyabran warsa. “Punika satmaka kapatutan sané kamargiang olih krama Banjar Kaja Sésétan nyabran raina Nyepi. Sakéwanten ring warsa 1979-1980 tatkala Bapak Ida Bagus Mantra dados Gubernur Bali sané kasarengin antuk pamutus saking PHDI raris Nyepi kamargiang antuk pidabdab Catur Brata Panyepian. Sangkaning punika tiang sareng krama ring banjar ngawit ngamargiang Oméd-omédan nyabran raina Ngembak Geni kantos mangkin, nénten malih kamargiang ring raina Nyepi sakadi dumun,” dané nartayang. (was)

Das-dasan Nénten Kamargiang

Bencingah DRESTA Oméd-omédan wantah dresta sané macihna pisan. Yadiastun nénten éédan upacara yadnya, nanging kasinahang yéning punika kamargiang sangkaning manah lascarya. Nyabran kamargiang, makéh krama sané rauh nyaksiang dresta puniki. Pinaka cihna yéning dresta Omédomédan kasenengin pisan. Oméd-omédan nénten lémpas saking pikayunan kaon utawi stigma negatif sané ketah kapanggihin. Duaning sakadi sané kabaosang I Gusti Ngurah Oka Putra, nénten arang krama saking genah tiosan maosang yéning dresta punika wantah madiman-dimanan. Ngawinang makéh taler sané rauh minakadi saking kantor agama, kebudayaan miwah sané tiosan nakenang kasujatian pidabdab dresta inucap. Napi jakti sakadi gatra inucap utawi nénten. Sangkaning punika, Ida setata maosang yéning Oméd-omédan wantah dresta tetamian panglingsir sané sampun madué pakem,

dresta tetamian panglingsir tiangé iriki,” Ngurah Oka nugesang. Ida malih maosang, dresta inucap madué dasar sejarah sané raket pisan ring Puri Oka Banjar Kaja Sésétan kirang langkung ring abad kaping 17. Tatkala punika, Bhatara Kompyang Ida sané maparab Ida Agung Made Raka sané kaagungang olih krama ring sajebag Désa Sesetan nedeng sungkan, raris Ida mabaos; nénten wénten krama sané dados nangkilin Ida ka jero turmalih kramané nénten dados ngawi uyut ring bencingah miwah jaba duaning Ida jagi mararian. Krama banjar sané bhakti ring Ida rumasa

angga sekaa truna, sané setata kajantenang tur kautamayang mangda para yowana inucap nénten madué pikayunan jagi ngamaling-maling selah mangda polih madiman utawi maparilaksana sané nénten patut tatkala maoméd-omédan. Lanang sané ketah kasengguh Turah Bima puniki maosang, patut keras sakadi punika ring para yowanané. Duaning tetujonnyané mangda para yowana sané kantun ring “masa belajar” éling ring kapatutan nyagra tur nglestariang tetamian panglingsirnyané mangda setata ajeg kahananipun, nénten kaletehin antuk parikrama sané nénten sapatutnyané kamargiang. “Pinaka dresta sané raket ring kahanan sekala-niskala ring Banjar Kaja Sésétan, kantos kawekasan pacang mamargi, sajabaning Ida Bhatara Sesuhunan sané ngicen pamatut mangda dresta inucap kapuputang,” pragina Bima ring drama klasik warsa 70-an puniki makenyem. (was)

Medal Bawi Soléh Kekalih

OMÉD-omédan wantah dresta sané patut kamargiang olih krama Banjar Kaja Sésétan nyabran warsa nepet ring raina Ngembak Geni. Yadiastun nénten kadadosang olih Jepang wiadin Belanda, kramané kantun satya ngamargiang tetamian panglingsir inucap antuk parikrama mengkeb-mengkeban. Punika satmaka cihna kramané misadia tur kadasarin bhakti ngamargiang dresta inucap. Yadiastun asapunika, akidik sané uning yéning dresta sané macihna puniki naenin dasdasan kapuputang tur nénten kamargiang malih, yadiastun pamuputnyané Oméd-omédan prasida kamargiang sakadi sapatutnyané. Parindikan punika kapanggihin ring warsa 1984 tatkala Ida I Gusti Ngurah Oka Putra sampun dados prajuru taler panglingsir dresta oméd-omédan. Punika sangkaning Ida rumasa kuciwa antuk pabaos lan stigma négatif saking krama tios sané maosang yéning dresta sané kamargiang ring Banjar Kaja Sésétan inucap wantah “madiman-dimanan”.

Sangkaning punika, ring raina Ngembak Geni warsa inucap, Ida ngaryanin pawarah-warah antuk papan masurat “Omédomédan Ditiadakan” tur kagenahang ring gang biu utawi sawewidangan genah dresta inucap kamargiang mangda kramané prasida ngwacén. Tatkala punika, nénten makasami krama uning ring pawarahwarah saking Ida duaning nénten polih kasobyahang, samaliha para dagang sané jagi madolan sampun akéh. Sangkaning nénten wénten sané uning, krama sané rauh nonton tatkala matakén indik pawarah-warah inucap nénten prasida polih panyawis sané patut. Raris nénten akidik taler krama panonton sané nangkil ka jero tur nunasang sapunapi kasujatiannyané. Sakéwanten cutet Ida mabaosang yéning Oméd-omédan nénten kamargiang malih. Yadiastun asapunika, krama sané jagi nonton satmaka nénten percaya ring pawarah-warah inucap. “Sujatiné pamutus inucap margiang tiang sangkaning tiang marasa kuciwa tur sebet

antuk pabaos krama tios sané maosang dresta iriki wantah dresta madiman-dimanan. Satmaka porno dresta tetamian panglingsir tiangé antuk bebaosan inucap,” baos Ida. Ida nglanturang, tatkala ngranjing galah pamucuk pamargin Oméd-omédané kapanggih parikrama sané soléh pisan. Yadiastun sampun nénten kadadosang, nanging akéh pisan pasuryak-suryak krama sané kapirengang Ida saking jero satmaka Oméd-omédan inucap nedeng kamargiang. Sujatiné sané katonton olih krama wantah pasiat kekalih bawi sané nénten kauningayang tetekannyané duaning nénten wénten bawi ubuhubuhan krama sané ngeleb. Pasiat bawi sané keras kantos mesuang getih inucap sané katonton kantos ramia pisan. Nénten sué raris kalih bawi inucap ical tan pawénten krama sané nguningayang. Ida sané sadurungnyané mapikayunan jagi muputang dresta Omédomédan raris ka jaba tur polih gatra indik kalih bawi masiat saking krama. Ida raris

kaaturin mangda mikayunin malih pamutus Ida sangkaning kapanggihin parikrama sané soléh. Risampunné Ida polih mapikayunan ajebos raris Ida ngumpamayang yéning dresta Oméd-omédan inucap nénten kamargiang, minab bénjang pungkuran sané kaonan malih saking bawi masiat prasida kapanggihin. Dadosné pamutus inucap kaurungang tur para angga sekaa teruna miwah alitalit sané sampun mapupulan inucap kadauhin mangda nuju ka jaba Pura Gelgel Sésétan mangda ngamargiang Omédomédan. Ngeninin indik bawi sané soléh inucap taler katunasang malih, raris kapanggihin pabaos sané cutetnyané dresta Oméd-omédan mangda kamargiang nyabran warsa tur nénten dados kapuputang. Tatkala punika para angga sekaa truna masanggup nyanggra tur ngamargiang dresta inucap nyabran Ngembak Geni. Punika mawinan para angga sekaa truna nénten lempas saking swadharma manut semayannyané ngamargiang dresta Omédomédan,” Ida nugesang. (was)

gannyané senada. Gamelan pangiring prasida kabaosang pateh sakadi irama jatilan wiadin kuda lumping. Napi malih ri kala wénten pasiat, pastika kairingang antuk gending sregepan. Nyabran lakon sané kasolahang jejeran, ki dalang pastika ngiringang sesolahan antuk tembang

macopat, minakadi Dangdang Gula, Sinom, Pangkur, Asmarandana, miwah sané tiosan. Tembang inucap mawiguna pinaka suluk sajeroning wayang kulit antuk pawewehan candra wayang ring soangsoang tokoh wayang sané kasolahang. (pusat data/ berbagai sumber)

Dura désa

Sesolahan Wayang Klithik

Kairingang antuk Tembang Macopat WAYANG Klithik wantah sinalih tunggil soroh kasenian tradisional wayang Jawa. Wayang puniki kakaryanin saking kayu, nanging matiosan sareng Wayang Golék. Wéntuknyané kalih dimensi sakadi wentuk Wayang Kulit. Carita sané kawedar ring sesolahan wayang puniki akéhan ngambil carita Panji miwah Damarwulan. Satios punika, sesolahannyané taler kairingang antuk tembang macepat. Sajeroning peméntasan, Wayang Klithik néntén ngawigunayang kelir. Pinaka genah wayang ri kala kasolahang, kawigunayang tiing sané sampun kabolongin. Wayang Klithik taler nyinahang indik wanda utawi

wentuk prerai pinaka cihna saking watak tokoh sané temperamen. Wanda iriki kasinahang antuk warnawarna prerai sané macihna tur matios-tiosan. Wayang Klithik madué carita sané matiosan sareng carita sané kasolahang ring Wayang Kulit. Ring sesolahan Wayang Kulit, dalang ketah ngwedar carita Ramayana wiadin Mahabharata. Ring peméntasan Wayang Klithik, carita sané kawedar akéhan ngambil carita Panji miwah Damarwulan sané kambil saking jaman Panji Kudalaleyan ring Pajajaran kantos jaman Prabu Brawijaya ring Majapahit. Wayang Klithik taler ngwedar carita wayang parwa miwah wayang menak,

kantos carita indik babad tanah Jawi. Indik tokoh-tokoh utama sané kasolahang ring Wayang Klithik, nénten langkungan ring kalih dasa soroh tokoh. Antuk kawewehin malih kantos dasa tokoh sané kaambil saking tokoh-tokoh Wayang Brataséna, Anoman, Gunungan, Rampogan, miwah Wayang Ricikan soroh buron gajah, jaran, lan sané tiosan. Sajeroning peméntasan, Wayang Klithik kairingang antuk gamelan laras sléndro sané akéhnyané limang soroh, luiré; kendang, saron, ketuk, kenong, miwah kempul tur kawewehin gong suwukan. Wilangan gending sané kawigunayang pinaka pangiring nénten akéh, mawinan irin-


Redité Umanis, 30 Juni 2019 UNGKUN-ungkun anaké lingsir nika majalan. Berag, ten madan ganggas raganné. Panganggo kotéh driki kotéh drika, nanging pepes antug yéh. Ucem, ten resem. Sabilang wénten anak nangun karya ayu karya lina, di pingenan ngébatné, uling déréng endag surya anaké lingsir nika ampun drika. Yéning déréng wénten gegaén lakar jemaka, déréng wénten ané lakar duduka, ngejoh anaké lingsir nika negak. Ten pati nyak paakpaak negak. Ten pati pesu munyi anaké lingsir nika. Cara ngaé tongos apang ten nyantulin. Uling anaké mara suud mébatan, suud manggang saté, anaké lingsir nika nyampat makedas-kedas di tongos magarapané. Sisan anaké magibung tampedanga tur duduka. Prispisan anaké magibung sampatanga tur duduka masih. Ampun ajak makejang suud anaké magibung, ampun kedas tongos anaké magibung, mara anaké lingsir nika makaad. Kija kapa lakuna. Sira kapa ojoga. Angen keneh Wayahan Supaté nepukin. Jujuk tawang, adan ten tawang. Macapatan déréng taén. Kaling wénten anak ngajak ngorta, mara teka ampun makita nundung. Ulihan bengil panganggonné mirib ané makada. Ulihan nuduk carikan anak suud magibung mirib ané makada. Baan pepesé tepukina, metu masih meled keneh Wayahan Supaté macapatan. Tulungina anaké lingsir nika nyampatang laut nambunang prispisan anaké magibung. Matakut bani Wayahan Supat matakon. Bisa salah tampi. “Lakar anggon napi guru nuduk carikan anak majengan?” “Apang wénten tunas tiang di pondok.” Ten gati anaké lingsir nika makelidan. Saruang napi, orahang lakar baang siap, upaminné. Lakar anggon ngamerthanin padi di cariké, dadi masih anggon. Ampun ten sandang saruang. Ampun ten sandang kelidang. Kapi saruang kapi kelidang, ampun tawanga. Kénten mirib. “Kayang prispisan nasiné di tanahé duduk guru.” “Yéning dadi tunas, tunas tiang. Yéning ten dadi baan nunas, antukang tiang ka pertiwi. Sambehang tiang di natahé, sambehang tiang di tegalé.” “Sangkan sambehang?” “Wénten semut, wénten babuang, wénten gumatatgumitit ané ten tepuk baan, apang wénten masih anggona ngamerthanin.” Ilang cara kapal kelem di Segitiga Bermuda sangsayan keneh Wayahan Supaté. Kadén anak ten dadi takonin, sagét makilit patakon ajak pasauté. Baut maan mur. Ipidan dugas kari terak guminé, ten taén nyen Wayahan Supat kanti nuduk carikan anak majengan apang misi baana basangné. Jeg tuna gati rasanné makinyukan nunas carikan anak majengan. Kadung malunan tuturé ngilit keneh. Yén alih-alihang, ten wénten binané nasi sukla ajak nasi carikan. Paturu nasi, paturu ngamerthanin. Kadung dadi unteng keneh, pangrasa ané makada mabinaan. Ten bisa ngabanin napi-napi ané mabinaan, bisa nika dadi unteng tungkas. Ampun mategtegan, jemakanga anaké lingsir nika kupi alumur. Timpal kupi masih abaanga. Wayahan Supat bareng masih ngupi. Ampun mabungsel lelintihan satuané di keneh Wayahan Supaté. Idep-idepang magocékan, ampun cager maan cundang, ampun bani mapenga basa pragat. “Dadi tiang matakon, Guru?” “Napi nika?” “Adan guruné, upaminné.” “Upah maan nunas kupi niki?” “Ten wénten kénten.” “Baang tiang selah ten jujur ané ten bobad.” Makesiyeng di tangkah Wayahan Supaté. Mimih, kétkét maling bakat usud. Cara jujuk anak. Sirah nganggon capil, awak nganggon klambi nganggon jalér, batis nganggon sepatu. Di kéngkéné kayang jrijin lima ilid. Sara saraté natakin kelus gumi. Buung Wayahan Supat nakonang uli dija anaké lingsir nika. Kutanga patakoné

Nyastra

Nunas Carikan Komang Berata ané ampun mapilpil. Ané ilid baang tetep ilid. Kanggoang ané tepuk dogén anggon ngulanin keneh. Alih aluh cara di Griyana Kauh, tepuk anak cerik muani kaukin Gedé, anak cerik luh kaukin Luh, anak muani panedeng kaukin bapa Gedé, anak luh panedeng kaukin mémé Luh. Apang ten magenepan tagih tawang baan. Déréng karwan ané tawang nika makada lega. Bisa lepet nyen tepuk. “Ten jejeh kenapa kuda guru ulian nunas carikan?” “Seger, sakit, mati ten dadi lungsur ten dadi aturang.” “Taksun ragan guruné?” “Bes aéng nika. Cara anak ngidamang ngabin bulan.” Kedék anaké lingsir nika. “Mameka tiang, mara tepuk baan goban tiangé. Anaké aluh-aluhan nepukin goban tiangé. Inih nyelé keneh baana.” Bin papenga keneh Wayahan Supaté. Kena mirib baana nebag keneh Wayahan Supaté, ngénggalang anaké lingsir nika masaut cara ngaé tanda sama dengan sig tastrané ané ampun bakat isinin tanda silang, apang maan pamatut ngisinin tanda silang sig tastrané ané misi sipta anut di keneh. “Teked di pondok, ten nglanteng tunas tiang pican Suwungé niki. Umbah tiang malu, kanggoang tunaan kecapné.” Ampun baanga wanengan, ten masih kepit raos Wayahan Supaté. Baanga selah, ten anggona, payu juanga, mara laut menga. “Ipidan taén nglanteng bakat tunas pican Suwungé. Baan jaané tepuk. Mara sop ampun bakat pesuang.” “Sangkan kénten?” “Pakeh mlekak. Wénten anak jail jenenga. Asangkop pejangina uyah putih.” Ulihan ten teked mirib baana ngileh-ilehang basangné sangkan kanti bisa jail anaké tekén anak ané kari katunan amertha.

7

“Cara mangkiné, liu guru maan nasi, telah baan guru?” “Ten telah baan tiang nunas, anggon tiang sengauk. Durinan wénten tunas tiang.” “Koné yéning nunas carikan anak lakar kutang nyama.” Makelo masih mancan maan pasaut raos Wayahan Supaté. Saru, ten ngelah lakar anggona nyautin, napi ten makita nyautin. “Numitis cara tiang, nyama anggon aidupan dogén. Mati tiang, kutanga tiang tekén nyamané. Ten napi wénten ané kari inget tekén tiang, idep-idepanga ten taén numitis tiang di lemah. Yéning anak ané ngisinin lelintih di lontaré, ané ngisinin lelintih di bukuné, peraha kénten. Apang ngatih uli di bongkol teked di muncuk.” Maan majadengan akesep, kadén lakar suud, nglebut masih nutug ané malunan pesu. “Kadung kari idup ampun kutang nyama, ten maan tongos tiang maplawanan. Tiang matingtingan, nyama ané makada. Tiang malebleban, nyama masih ané makada. Ten wénten gaé pragat jemak pedi. Tiang koné baang tutur kénten, tulus lempuraan betukan tiangé.” Nyeluk kantong jalér Wayahan Supat. Grapa-grépé jrijin limanné, panyékettalian enjuhanga tekén anaké lingsir nika. “Di tengah pasihé padidi, di tengah alasé padidi, pipis ngelah, mablanja ten payu.” Cara jagurin cikut Wayahan Supaté. Bin pejanga panyékettalianné di kantong jalérné. Cara ngebatang lima lakar ngelut anak, ané lakar gelut maléngkas. Kabilbil baana. Idep-idepang cara yéh klebutan ané ngacep-acep apang nyarik di pasihé. Kadung nyangklek di tibuné koné, kanggo. Kadung nyangklek timbeng empelan, kanggo. Kadung nyangklek di kadongan cariké, masih kanggo. Cutet ten kakeneh baana tekén Wayahan Supat. Baang pipis tulakanga. Ten mirib anaké lingsir nika ngelah kurenan? Ten mirib wénten ajaka ngerob? “Ampunang tiang sanget kenehina. Tiang dogén ten pelut baan ngenehin awak tiangé. Tulis gidat ten dadi baan maca.” Milu Wayahan Supat kedék, apang maan timpal kedék anaké lingsir nika. Telah kupi, nagih makaad anaké lingsir nika. Kari masih Wayahan Supat cara anak kapéngan tekén dedaaran. Ten dadi andet, nutugang masih matakon. “Yén mangkin té nyelebongkot Widhiné driki, napi lakar lungsur guru?” “Matin tiangé ten wénten anak nepukin.” Ngejer tangkah Wayahan Supaté. Cara wénten anak magending di samping Wayahan Supaté, atep bibih di kuping. “Nyingnying manyuling, kataké marejang diwang. Dadong Mining ngujang ngeling, Kaki Rendah luwas ngilang.” Kumpi Rendah mirib anaké lingsir nika? Ten angen mirib tekén Kumpi Mining? Kumpi Mining ampun lawas ten kari. Liwatina mirib ngwacén lontar Kumpi Rendahé di kadrikaan? Uling Wayahan Supaté kari cerik, kanti ampun kelih-kelih cucun Wayahan Supaté, di awaine maan dogén mémén Wayahan Supaté magending kénten. Kari makéngkén mirib mémén Wayahan Supaté ajaka Kumpi Rendah? Kari makéngken mirib mémén Wayahan Supaté ajaka Kumpi Mining? “Kumpi Rendah,” maclepeh Wayahan Supat. Sépanan ngeh, ampun ten tepuk baana ngalih-alihin anaké lingsir nika. Lumur ané ampun telah kupinné, makadadua kari gisina tekén Wayahan Supat. Ten ilang-ilang gendingan mémén Wayahan Supaté, mentip di keneh. Nyingnying manyuling, kataké marejang diwang. Dadong Mining ngujang ngeling, Kaki Rendah luwas ngilang? Ten ngelah kita Wayahan Supat ngepitang nyarik gendingan mémén Wayahan Supaté nika, kapi mentip masih di keneh Wayahan Supaté.

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 9. sujtinñ,

-0-

Ida Bagus Ketut Suarjata

Satua

Nyolahang Wayang, Malajahin ”Etika, Estetika, Logika”

I Belog Mantu (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) NAH jani suba kéto, mani semengné bapanné ka carik, Luh Sari ngidepang pamunyin bapanné. Duduka punduhanga tain siapé ané tuh-tuh, inganan ada aceeng lantas nyahnyaha. Suba lebeng, bagusanga ngwadahin kau padaaran bapanné pejanga di dulang padaarané tekepina, kéwala Luh Sari sing ja bani nyicipin, bas sekala tain siap. Suba tengai, teka bapanné uli carik mara macedut ngejang prabot di baléné, suba kaukina pianakné nakonang tain siapé manyahnyah, “Luh, suba nganyahnyah tain siapé? Encén? Dija kapejang? Béh mai aba, kal jambal.” Masaut pianakné, “Suba bapa, ento apa ditu matekep di dulangé mawadah kau.” Mara kéto ngatiang ia ungkabanga dulang padaaranné, dapetanga suba sagi, mabo tain siap manyahnyah. Ento tujuanga sopa abekan bungutné, lantas kinyukanga kadéna patuh buka ané ibi sanjané ané baanga baan I Belog. Napi, mara gelejanga peesné, pah mlekag, pait aing asana. Cepokan seneb basangné, simbuhanga tain siapé di bungutné, lantas ngutah telah kerikan basangné pesu. Sambil ngutah tundéna pianakné ngalih I Belog bakal takonina. Pianakné tutut kema kaumah I Belog, dapetanga I Belog nyangkrut jumahné. Teka Luh Sari mageluran, “Beli, Beli, Beli Wayan mai ja malu. Apa bapan icangé utah-utah mara teka uli uma naar tain siapé manyahnyah buka ané aba Beli Wayan ibi sanja.” Masaut I Belog, “Sing ja kenkena, mara-mara tara kaketo, suba gén sesai sing ja. Nah kema suba Luh mulih, nyanan icang kema.” (Masambung)

PANGAPTINÉ daweg alit wantah dados polisi. Nanging sajeroning ngarepin kauripan sané sukil, ekonomi sané sukil, pamuput ngawi pangaptiné obah. Napi malih keni ius saking kahanan ring pakraman ngawinang anak lanang antuk aran jangkep Ida Bagus Ketut Suarjata dados seniman, dané manados dalang wayang kulit, inggian ngwayang pinaka balih-balihan wiadin ngwayang ri kala upacara yadnya. Satios pinaka dalang, dané taler ketah masolah topéng pajegan, topéng wali sané kasolahang ring upacara yadnya. Majalaran seni inucap, dané ketah péntas ring festival wiadin parade budaya. “Tiang dados dalang sangkaning kayun tiangé. Santukan dalang punika kaajiang pisan ring Bali. Ring pakraman, dalang wayang kulit punika kaajiang pisan, nyabran upacara yadnya (Panca Yadnya) wayang setata kasolahang,” baos dané. Yadiastun asapunika, dané maosang nénten madué kulawarga sané dados dalang. Sameton sareng reraman dané wantah seniman arja sané madué pakem, mamodal suara, tembang, mageguritan. “Tiang taler seneng matembang, mawinan metu kayun tiangé mangda dados dalang. Sujatiné tiang boya saking kulawarga dalang,” dané nugesang sinambi makenyem. Lanang sané embas ring Gianyar, 12 Agustus 1979 puniki maosang, anggané sampun ketah nyolahang wayang gedog, wayang lemah, wayang wali. Ketah dané nyolahang wayang preragan kawantu kalih diri krama pinaka panabuh gendér. Dané taler ketah nyolahang wayang balih-balihan pinaka tontonan krama. Yadiastun pinaka balih-balihan, nanging sarat antuk piteket-piteket sané becik. Kabaosang malih, sajeroning parikrama manados dalang yukti sukil. Nanging, sangkaning pisarat sané ageng, samian sané kabaosang sukil prasida kamargiang. Sang dalang patut madué kawagedan nyolahang wayang (tetikesan), wiracerita (ngwedar carita) miwah kasokong olah vokal (warna suara). “Sajeroning peméntasan wayang, akéh karakter tokoh sané pacang kawedar. Mawinan, suara jero dalang patut prasida ngicén cihna sané matios-tiosan manut karakter wayang sané kasolahang. Iriki sukilné dados dalang,” lanang s a n é meneng

ring Banjar Jasru, Desa Belega, Kecamatan Belahbatuh, Kabupaten Gianyar puniki ngwewehin. Satios punika, dalang patut madué angga sané kénak jasmani-rohani. Sinunggil dalang sané dados mangku pacang kasengguh mangku dalang. Sinunggil dalang, mangda dados dalang patut nglintangin makudang-kudang parikrama, minakadi ngamargiang pawintenan eka jati. Santukan, dalang inucap pacang setata ngwedar aksara-aksara suci. Satios pinaka dalang wayang kulit, anggané taler naen kajudi pinaka dalang fragmentari, inggian ngambil carita Babad, Mahabharata, wiadin Ramayana. Rumasuk nalang ring fragmentari festival gong kebyar sajeroning ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Kala punika dané nyokong duta Kabupaten Klungkung ring PKB 2007, PKB 2009, miwah PKB 2011. Satios pinaka hi buran, kasenian wayang taler mawiguna pinaka pendidikan budi pekerti. Sajeroning seni pakeliran pastika akéh polih kaweruhan, pengetahuan sosial manyamabraya, pendidikan agama, pendidikan seni, taler piteket-piteket sané becik. (kmb)

Sujatinnya, wtuw)rir*puniki,

watu werirang puniki, mks)k(, maka sekar, pmupulnÀs)p/,

pamupulan asep, enm)dlÉ&pus(tsik/,

né medal ring Pusar Tasik, eynСkusuæ)ln&wtu,

Yén kukus selaning watu, kdienm)dlÀiriki,

kadi né medal iriki, jnÓ)nåw)tÙ*t^`,

janten ngawetuang Tirtha, sen\)etluæk&kukus/, sané ngetél saking kukus, ydêpinÀk)etln/, yadiapin aketélan, senznn/, sané nyanan, r&t^`mli;wenÓonin/,

ring Tirtha malih wantonin, mkjetonßdukÞ¡p.

maka jaton madu klupa.

Saking Langit Bali Dénpasar Sawahé Dija? Rihin karang sawahé kantun jimbar, Ning Toyan tukad lan telabahé seringan ening Sami deres ngembahang abian sawah Saking tegeh kalér nagingin kelodé asah Pekaké kamulan wang tani, Ning Karang sawahé genah mangulanting Ngawit endag gumanti engseb surya Seleg molahan palaban dadya Sané mangkin sawahé dija? Ba delod tuna saru ba daja Ring sisin margané twara katon Ring tengah iderin beton Balé subaké bacinin lubak Ulun Suwi sakané mempak Saking tebén marga agengé numbak Sawahé ring kantongé jenek asibak Kocap mangkin naniné tuyuh Tekén sawah para anomé tan wruh Nika awinan sawahé makehan tuh Tan menget Ida Bhatari neduh I Gedé Suwartama

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Umanis, 30 Juni 2019

Tafakur Sebutir Debu Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik â&#x20AC;&#x153;Kartunâ&#x20AC;? ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Kejarlah Aku 1/ aku tahu engkau masih belum lelah mencariku di antara larik kata yang datang padamu pada tubir pergantian waktu lalu kau acap termangu seperti menunggu keajaiban baru pada harimu kau pun begitu yakin di tubuh kalimat tersimpan alamat alat kelebat yang menahan pandangannya padamu namun diam diam memanggilmu untuk terus mengikuti labirin yang kugores menjadi garis yang menyulut terang di hadapan pejaman matamu

I Dewa Komang Mahadewa

2/ keingintahuanmu adalah mata air yang memancar mungil dan membuat cetus bunyi seperti arus nyanyi yang kumandang di gendang telinga sisa lonjak masa kecil yang tak pergi meski hendak kautinggalkan dan kautanggalkan dalam arus kecamuk deru namun ia diam diam terus mengikutimu bahkan lebih setia dari bayanganmu aku tak jauh darimu karena jarak adalah lelah desah yang meluncur dari sasar tafsirmu kau kerap seperti melihat bayanganku melesat singkat dan sekejap yang mengunggah detakmu makin laju untuk mengikutiku tetapi kelokan jalan dan gugusan kabut membuatku menyelinap ke belakang tabir duga dan gegas merunut sembunyiku hingga ada jejak yang mengapung di napasmu namun tak juga bisa kautangkap adaku dalam hari harumu

I Wayan Nuriarta

3/ masih banyak lembar belum kaujelajah bahkan pada kata kata yang bersembunyi pada andai tetapi telah turun pendar getar yang buai hingga terus mekar dan merimbun memenuhi dan menyesak di tubuhmu namun kau tak surut menjadi henti atau pulang dengan kekalahan yang usang aku yakin kau akan terus memburuku menuju keberadaanku hingga kaulupakan keberadaanmu seperti kaukejar bisik jantung malam yang mengamanatkan kehadiran kekasih rahasia yang menerbitkan unggun cahaya di dadamu saat kausebut namanya lBudhi Setyawan Bekasi, 2017

kueja kembali kehadiranku yang tak bernama di haribaan bumi juga di hadapan desingan planet planet yang mengabarkan kesementaraan deru sedangkan duniaku sesak sesat hasrat berderap ke ribuan ambang, ke licin penampang ingatan bertubi menyusur getas diri racau igau berbaur dengan ringkas doa berlepasan rintik gelisah dan andai cemas meremas usia tak pernah usai cahaya musim berkelindan di lingkar sekitar menyusupkan bulan dan matahari ke pori tubuhku menjelmakan keriaan alam, kesegaran daun-daun berembun seekor capung berkali menyentuhkan ekornya ke muka kolam lalu suara kelelawar menandai ranum buah buahan di pepohonan serta sahutan sekumpulan katak dari ceruk persembunyian hingga kemudian gerimis tumbuh memercikkan getar rindu bertempias o, ilusi selintas yang segera tuntas aku cuma sebutir debu angin menerbangkanku ke tempat tempat jauh ke nadi jalanan, ke denyut batu batu juga ke detak ranah ranah tak ku kenali kunyanyikan lagu petualangan di arus asing dan malam melindapkan suaraku bersama dingin lalu membiarkanku sendiri meraba arah kiblat, menyusun sembahyang sunyi membaca ayat ayat, mengejar makna ruang hayat saat merekam gilir napas piatu dari rahim pasi waktu lahir bulir bulir haru satu per satu lBudhi Setyawan Jakarta 2016

Sajak pada Suatu Waktu Nanti 1/ aku dengar angin berkata musim selalu memberikan pilihan pada bentang ruang yang mengeja pergantian atau perputaran dengan langkah kecil kecil karena setapak yang dilewati teramat licin diselimuti lumut penantian yang memanggil dengan lirih nyanyian seperti suara samar sepoi perlahan dari lembah lembah kesunyian 2/ ada liat jarak yang menyekat kata untuk mengunduh detak barangkali tersusun dari kerumunan berpedaan tafsir atau tolakan kelam yang menghalangi hadir bagi percakapan yang telah dicetuskan dari persembunyian impian dengan lambai begitu kerap mengingatkan kepada hari bukankah waktu tak lupa akan menyimpan segala percik kemungkinan yang tempias di wajah usia 3/ adamu memenuhi seluruh jalan yang kutempuh dengan menguarkan sepoi yang makin silam di arah arus ke masa depan pencarian menyiangi deret lakon tanpa kata yang terbit dan isyarat pun tersamar suram sampai langit menua dalam diam 4/ barangkali pada suatu waktu nanti ada terlihat jejak koyak sepi dari sajak sajakku yang meledak di dadamu

Cok Padmanaba

Fotografi

lBudhi Setyawan Jakarta, 2017

Foto Dramatis dengan Teknik â&#x20AC;?Low Keyâ&#x20AC;? TEKNIK low key sering diterapkan oleh seorang fotografer untuk menghasilkan foto yang dramatis dengan memanfaatkan tone gelap lebih dominan. Pencahayaan low key cenderung mengintensifkan kontras dalam gambar dengan cara mengurangi intensitas pencahayaan. Prinsip dasar teknik low key tidak sekadar ditujukan untuk menghasilkan gambar yang gelap, namun justru menuntut seorang fotografer selektif menggunakan pencahayaan sehingga hanya bagian tertentu dari objek yang diterangi. Diri Khas sebuah foto yang dihasilkan dengan teknik low key adalah memiliki sebagian besar tone di wilayah bayangannya. Sebagian besar dari foto itu sebenarnya terlihat gelap. Hanya bagian tertentu dari objek yang tampak terang. Foto yang dihasilkan dengan teknik low key memanfaatkan kontras dengan cara yang berbeda untuk menarik perhatian orang yang menikmati foto tersebut. Teknik low key umumnya diterapkan oleh fotografer di studio untuk memotret model maupun produk agar terlihat elegan, dengan menggunakan penataan

Motherâ&#x20AC;&#x2122;s Love karya Gabriella Okki Alfian

Alone In The Dark karya Adi Dharmawan

latar belakangnya gelap. Selanjutnya setting kamera ke mode manual, gelapkan atau underexpose bagian latar belakang hingga 2 stop. Atur aperture dan shutter speed sesuai keinginan, ketika penanda EV berada pada angka -2. Saat memotret dengan teknik low key, pastikan cahaya yang masuk ke kamera sangat minim tapi tidak terlalu gelap. Misalnya, mengatur exposure pada 1/80 sec, aperture f/6.3, dan ISO 100. Pemakaian ISO rendah biasanya menghasilkan gambar terlalu gelap, namun justru ini yang diperlukan. Pada ISO 100, kualitas foto akan tetap tinggi karena minim noise dan warna objek akan tampak menonjol dengan latar belakang hitam yang solid. Selamat menjajal teknik low key. (ian)

Penari Sanghyang Jaran karya Komang Andika Dharmawan lampu. Namun, bukan berarti foto-foto low key yang dramatis dan artistik tidak bisa dihasilkan dengan memanfaatkan pencahayaan alami. Memang agak sulit dibandingkan dengan memotret di studio, mengingat kita tidak bisa sepenuhnya mengontrol cahaya yang datang. Salah satu cara untuk menghasilkan foto low key tanpa menggunakan bantuan lampu studio adalah memotret di luar ruangang saat malam hari. Kita akan diuntungkan secara natural karena keadaan yang gelap. Namun, kita harus jeli menemukan sumber cahaya yang tepat. Cahaya bulan atau lampu kota bisa menjadi sumber pencahayaan yang bagus. Jalanan yang hanya diterangi lampu temaram dan taman kota, bisa menjadi lokasi yang ideal untuk menghasilkan foto dengan teknik low key. Tinggal kejelian kita memanfaatkan kondisi pencahayaan yang bervariasi untuk menghasilkan foto yang dramatis. Saat memotret dengan teknik low key, carilah latar belakang yang memiliki dua tingkat kecerahan di bawah objek. Misalnya, objek diterangi temaram lampu dan

Glowing in the Dark karya I Wayan Gunayasa


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 30 Juni 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cr Krywn/ti Serabutan u/Penginapan Hub. 0361-750055 B.BP.154.06.19.0000815

Cr Waiter/Waitress, min 1 thn pengalaman, bs Bhs. Inggris. Hub.087775627909 / hr@intherawbali.com B.BP.004.06.19.0000804

Dcr 3 Sopir Gj Pkk,Uang Mkn, Bns, Jln.Raya Muding Gg. Delima No.1 Kerobokan 085100811446 B.BP.001.06.19.0000800

Dcr Adm/Spv/CS/Kurir/Konsultan KubuGunung4Dlng,081999050913 B.BP.001.06.19.0000809

SERVICE

Dcr Krywn min SMA Hub.Krisna Mart Jl.Gn.Catur 100X-Gatsu Barat-Dps sgr Hub.082145521880

Dcr Wanita Massage Therapist Legian Bisa Inggris 15Jt/Bulan Hub Kim Whatsapp: +6592457169

Dcr Krywti Laundry 2 bs TdrDlm Gj .1,5Jt keatas H.087861070289

Dicari Arsitek/Interior Hubungi:081337029091

B.BP.004.06.19.0000689

B.BP.001.06.19.0000801

Dcr sgr! SPG Gj. 2.25jt+bonus di Toko Syang Jl.Monkey Forest Ubud Telp Pak Leo-082145548444

B.BP.004.06.19.0000817

ThePlazaKaraoke&LoungeLombok Butuh cepat: Ass.Manager.Lamaran dikirim ke email:ignoscar@ gmail.com&budih_2014@yahoo.com

B.BP.001.06.19.0000756

B.BP.001.06.19.0000652

Dicari Pegawai untuk Minimart Max.22 th Telp/WA:08123830040

B.BP.001.06.19.0000794

Dicari Pembukuan D-1 Akuntansi Sederajat Wanita H.08113864628 Dicari Site Manager lapangan pengalaman10thH.085225972222 B.BP.001.06.19.0000769

Dcr Tng krim lele(pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311

Dicari pegawai salon yg tidak berpengalaman,Hub:081999303763

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.06.19.0000732

Tk.Ptong,Opertor Bordir&Srbutn Jl.Patih Nambi 7A.085100061049 B.BP.001.06.19.0000796

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.06.19.0000715

B.BP.031.06.19.0000777

B.BP.004.06.19.0000802

Dicari:FO,HK,Waker, Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Kuta

B.BP.004.06.19.0000806

TOYOTA

Dijual Mobil Toyota Alphard S 2.4 AT 2012, Hitam, Bensin, 2.362 CC 450 Jt Nego, Hub: 081999250006 (Heri) BUC

B.BP.004.06.19.0000726

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Rmh Siap Bangun50/75 Perum CandraAyuBatubln,082237597882 B.BP.001.06.19.0000681

DIJUAL MOBIL MERCEDEZ

Dijual Mercy Th 2010 Warna Hitam,Ex Dokter,HP.08123801640 B.BP.001.06.19.0000754

PROPERTY DIJUAL TANAH

BU Jual Tnh Kav, 1 Are Temesi, Gianyar Hub:081236785862

B.BP.004.06.19.0000583

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DIJUAL TANAH

BUC!!! Dijual Tanah 3Are Rp 350Jt Net.Hub:081338008522

Jual Tanah T.Badung,Umalas,Jl. Ratna,Br.Semer, 08123940424 TP

B.BP.001.06.19.0000713

Dijual Tnh Komersial Jl.Utama Hotmix 8M .Dkt Tol Nusa Dua LT 4A.LD:22M.595jt/A.087761724888 B.BP.004.06.19.0000688

Tanah 1Are-2Are BUC Ds.Keramas Gianyar.Hubungi:087851483399 B.BP.001.06.19.0000791

B.BP.001.06.19.0000326

PROPERTY DISEWAKAN TOKO

Ov.Kont Tk,Jl.Waturenggong 19 Juli-Mret’20,45Ng,085792323523 B.BP.001.06.19.0000797

BIRO JASA

Tanah Kav.1,5A & 1,3A & 2A BUC Jln.Purnawira Padang Indah Dps Hubungi:087851483399

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

B.BP.001.06.19.0000790

B.BP.001.05.19.0001019


10

Minggu Umanis, 30 Juni 2019

Mendatar: 1. Alat musik petik 3. Buah bersegi lima lonjong 7. Adipati Surabaya tempo dulu dengan nama asli Joko Berek 9. Jalur arena balap 10. Orang yang dapat dipercaya ; Pembina dalam kepramukaan 13. Jangkau 15. Jin ; Peri (Inggris) 16. Cepat (Bali) 17. Pengurus atau pengawas museum 19. Anugrah 22. Mabuk ; Acak-acakan ; Amburadul 24. Nama lama Tokyo 26. Harap (Bali) 28. Sufiks 29. Berumur belasan tahun ; Anak remaja 30. Pembedaan penduduk/masyarakat atas dasar kekuasaan, prestise, status ekonomi, dsb. 32. Anak Tunggul Ametung 33. Yang akan menjadi ; Yang dicadangkan untuk dipilih

Belasan Gajah Ngamuk Rusak Rumah di Nagan Raya Aceh KAWANAN gajah yang berjumlah 12 ekor mengamuk dan merusak satu unit rumah dan lahan perkebunan milik warga di Desa Blang Lango dan Desa Tuwi Meuleusong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari masyarakat, namun satu unit rumah dan sejumlah tanaman kelapa sawit dan tanaman produktif lainnya ikut dirusak gajah,” kata Camat Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Teuku Mukhsin pekan ini. BPM/ist

RUSAK - Satu unit rumah warga yang dirusak oleh kawanan gajah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Macan Tutul Masuk Pemukiman akan Dipindahkan dari Bandung ke Sukabumi SEEKOR macan tutul (Panthera Pardus Melas) yang dievakuasi ke Kebun Binatang Bandung karena masuk ke pemukiman warga di Subang akan di pindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikanaga, Kabupaten Sukabumi. Pimpinan Hubungan Masyarakat Kebun Binatang Bandung, Aan Sulhan mengatakan, pemindahan tersebut perlu dilakukan karena sebelum dilepasliarkan, macan tutul tersebut harus melalui tahap penangkaran. “Itu kita pindahkan, kan trans lokasi ke tempat penangkaran sementara,” kata Aan di Bandung, pekan ini. Menurut dia, pihak Kebun Binatang Bandung telah menjalani sejumlah perawatan medis. Selama 27 hari tinggal di Bandung, macan tutul itu diberi perawatan medis secara menyeluruh. “Kami mengecek kelengkapan tubuh, bentuk tubuh, dan gigi,” paparnya. Selain itu, macan tutul tersebut juga mendapat perawatan atas luka yang ia derita karena masuk ke pemukiman warga di Subang, Jawa Barat, karena luka yang telah diobati itu terdapat di bagian kaki kanan belakang. “Waktu melarikan diri dan masuk rumah warga, kemungkinan dia memecahkan kaca. Di sana dia terluka,” katanya. Dia menjelaskan, ada berbagai asumsi yang menjadi penyebab seekor hewan liar bisa memasuki pemukiman warga. Aan menduga macan

tutul yang dirawat di Kebun Binatang Bandung itu masuk ke pemukiman warga setelah ruang gerak di habitat sebelumnya tergeser. “Kemungkinan akibat habitatnya, di mana tidak bisa terdapat dua macan tutul jantan dalam satu wilayah. Minimal itu 30 km jarak antara satu jantan dan jantan yang lain,” jelas Aan. Dengan demikian ia berharap macan tutul ini bisa dilepasliarkan setelah menjalani prosesproses rehabilitasi dan penangkaran. (ant)

Menurun: 1. Putra dari Priamus dan Hekuba 2. Hari raya peringatan wafat dan kebangkitan Isa Al Masih 3. Kejam ; Kasar ; Biadab 4. Buku harian kapal 5. Borgol 6. Buah bergetah 8. Pembangkit tenaga listrik 11. Pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta melalui wakil-wakilnya 12. Tes buat memantau kesehatan organ hati 14. Yang tidak disebutkan namanya 18. Kendaraan yang dilengkapi peralatan medis 20. Gagasan 21. Sejenis minuman ringan 23. Samudra 25. Dinyatakan berhak atas ; Dinyatakan sah 26. Merek obat flu 27. Sampan untuk menyangga jembatan darurat 31. Food and drug administration Serangan gajah yang terjadi di dua desa di kawasan tersebut, kata dia sebetulnya sudah sering terjadi. Namun baru kali ini jumlah kawanan gajah yang mengamuk dalam jumlah banyak mencapai 12 ekor. Informasi yang ia terima dari aparat Desa Tuwi Meuleusong dan Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, satwa liar yang dilindungi oleh negara tersebut sudah berada di pemukiman warga sejak Selasa (25/6) malam lalu. Gajah-gajah tersebut men-

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 404 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 6 Juli 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 14 Juli 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 402 Mendatar: 1. DEDENG- KOT 6. CIHNA 9. OPA 10. RINGKIK 11. CARMINE 13. OLIMPIADE 16. RIAL 18. TRANSIT 22. AKUR 24. NIKON 26. AGEN 27. MUSABAB 31. AGAM 33. ANDALUSIT

34. SANGKIL 37. ARSENAL 40. ROW 41. AKANG 42. INDONESIA Menurun: 1. DETROIT 2. DURSILA 3. NON 4. KPK 5. TOKCER 6. CAIR 7. HOBI 8. AMTENAR 12. MELATA 14. PES

gamuk dan merusak tanaman apa saja yang terdapat di sepanjang jalan yang mereka lintasi. Beruntung, sejumlah warga yang mengetahui gajah mengamuk berhasil menyelamatkan diri ke rumah warga lainnya atau ke tempat yang lebih aman, guna menghindari hal yang tidak diinginkan, kata Camat Seunagan Timur, Teuku Mukhsin.

15. ARTI 17. IBNU 19. RIG 20. NANANG 21. INKA 23. URA 25. OMED 26. ANGSOKA 28. SEL 29. BASILUS 30. BATANTA 32. MALAWI 35. NIRA 36. KORG 38. SID 39. NUN

Hingga Kamis pagi, kawanan gajah diperkirakan masih berada di dua desa di wilayah pedalaman tersebut, dan membuat masyarakat khawatir dengan amukan gajah. “Kami juga masih melakukan pendataan, apa saja yang ikut rusak akibat serangan kawanan gajah ini,” tambahnya. Pihaknya juga berharap

Pemenang TTS No. 402 1. Ni Luh Tunjung Jl.Raya Gunaksa No.136, Desa Tiyingadi, Kec.Dawan, Kab.Klungkung (HP:081-338-872-XXX) 2. Ni Nyoman Lami Br.Kebon, Desa Yangapi, Kec.Tembuku, Kab.Bangli (HP:085-237-619-XXX) 3. Wilhelmina Buik Nahak Br.Candra Asri, Desa Batubulan, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-236-231-XXX) 4. I Gusti Gede Putu Bajra Kantor BAPAS Kls 1, Jl.Ken Arok No.4, Peguyangan, Denpasar Utara (HP:081-805-559-XXX) 5. Ni Wayan Suwati Jl.Veteran No.B3, Amlapura, Kab.Karangasem (HP:085-333-898-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama:Ni Nyoman Kumara Astini

Alamat: Br.Pasek, Desa Jagapati, Kec.Abiansemal, Kab.Badung

(HP:081-353-024-XXX)

Badan Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Provinsi Aceh, agar segera turun ke lokasi dimaksud agar melakukan pencegahan sehingga kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah sebanyak 12 ekor tersebut dapat dihalau dari pemukiman warga, dan kembali masuk ke dalam kawasan hutan, harap Teuku Mukhsin. (ant)


Minggu Umanis, 30 Juni 2019

SD Saraswati 4 Denpasar Kirim Peserta Terbaik di SAB dan GAB Denpasar (Bali Post)Semua sekolah di bawah Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar mendukung acara Pemilihan Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB) 2019. SD Saraswati 4 Denpasar akan mengirimkan peserta terbaik di ajang yang digelar oleh Kelompok Media Bali Post (KMB) tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala SD Saraswati 4 Denpasar, Drs. I Nyoman Punia, Sabtu (29/6) kemarin. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan dokumen prestasi siswa karena masih dalam libur panjang. Punia bertekad sukses di ajang ini karena pada GAB sebelumnya sukses menghantarkan mantan Kasek IA Suwardani yang kini menjadi sulinggih adalah peraih juara GAB. SD Saraswati 4 Denpasar termasuk sekolah bermutu dan berprestasi. Pada PPDB 2019 ini, SD di Jl. Tukad Barito V Renon, Denpasar ini suskes menerima 96 siswa baru untuk tiga kelas dimana tiap rombel diisi 32 siswa. Banyak calon siswa yang terpaksa ditolak karena adanya peraturan baru PPDB yang membatasi 32 siswa/kelas. Selain karena tersedia untuk tiga kelas, mulai tahun ini akan menerapkan lima hari sekolah, Sabtu dipakai untuk

BPM/ist

TERBAIK - Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji didampingi Nyoman Punia saat menyerahkan piala kepada siswa berprestasi SD Saraswati 4 Denpasar. pengembangan diri. Kasek Wayan Punia kini didampingi delapan penanggung jawab standar pendidikan. Untuk standar pengembangan kompetensi lulusan dipercayakan kepada Gusti Made Ariasa, pengembangan isi oleh Nyoman Kertia, S.Pd., dan standar proses oleh Ni Nyoman Darmani, S.Pd., M.Pd., untuk TGT oleh Kadek Sri Aryawati, S.Pd., standar Sarpras I Wayan Tirtayasa, S.Pd., pengelolaan I Wayan Tirta, S.Pd., pembiayaan Ni Putu Supriani, S.Pd., dan standar penilaian oleh I Nyoman Wirama Suadnyana, S.T.

Siswanya meraih segudang prestasi di 2018-2019. Di antaranya Juara I bidang membaca puisi, woodball, lomba gerak jalan pramuka penggalang. MB Gema Kencana sekolah ini empat kali juara umum BMBC di Bandung, Jakarta, Jember dan Jakarta. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., mengagumi prestasi SD Saraswati 4 Denpasar. Dia mengingatkan saat ini adalah eranya persaingan. Semua ini harus dihadapi dengan pelayanan bermutu. Yayasan akan terus melakukan inovasi. (025)

Akuilah yang Menang Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, semua tahapan dalam Pilpres 2019 telah rampung dilaksanakan. Saat ini proses Pilpres 2019

hanyalah tinggal menunggu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Mahfud MD menyampaikan bahwa Presiden dan Wakil Presiden terpilih haruslah diakui oleh semua warga negara. Terlebih pemimpin yang terpilih itu

lahir dari pemilu yang sah penyelenggaraannya. “Pemilu adalah proses memilih pemimpin yang harus ditaati dan didukung bersama. Kalau sudah memilih dan kalah maka ikutilah yang menang. Itu sudah diatur di konstitusi,” ujar Mahfud MD. (kmb)

Harus Sehat ‘’Karena ini adalah ajang pesta dan seni masyarakat Bali. Yang menonton banyak, maka dari itu produk yang dijual harus benar-benar sehat. Ketika produk mereka ditemukan zat yang berbahaya diberikan sanksi. Bahkan perlu diseleksi ketat sebelum berpameran di PKB,’’ ujarnya. Langkah yang terakhir adalah penegakan hukumnya. Atas penemuan itu, BBPOM diminta tidak hanya diam. Selain melakukan pembinaan, BBPOM juga diminta untuk menelusuri produsen pangan tersebut. Ia mengatakan, PKB setiap tahun dilaksanakan dengan pemimpin yang berbeda-beda, namun PKB tetap menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Bali. Meski demikian, setiap tahun PKB harus selalu dievaluasi untuk lebih baik ke depannya. UMKM Kisah lain datang dari Wa-

yan Niasa (58). Dia merasakan berkah Pesta Kesenian Bali. Event yang datang setahun sekali di saat musim liburan ini membuat produknya memiliki pasar. Ia bersama suaminya, Ketut Suparta, membuat perabot upacara dan rumah tangga dari koran bekas. Tahun ini merupakan ketiga kalinya ia ikut pameran di PKB. Di awal memulai usaha ini, ia langsung mengikuti pameran. Sehingga produknya mulai dikenal sejak ikut pameran di PKB. Kini selain membuka warung untuk memasarkan produknya, ia juga mulai memiliki pelanggan dan reseller. Pengamat ekonomi dari Undiknas Prof. IB Raka Suardana mengatakan, PKB memberikan peluang UMKM untuk berkembang. Ada beberapa UMKM yang dulu hanya berjualan di daerahnya dengan ruang lingkup pasar yang terbatas, namun dengan ikut pameran di PKB, brand-brand UMKM Bali mulai dikenal. “ Yang lebih bagus lagi tahun ini mereka

tidak bayar stand. Kalau dulu mereka harus lewat jalur belakang dan sebagainya agar bisa tampil di PKB sehingga kadang-kadang mereka enggan bisa ikut karena kalah dari sisi persaingan,” tandasnya. Adanya PKB selain bervisi pelestarian budaya dan seni, ia juga melihat dari sisi ekonomi. Ada multiplier effect dari penyelenggaraan PKB ini. “Ada perputaran ekonomi di sana. Jika dilihat secara presentase pertumbuhan ekonomi, agak sulit untuk mengukurnya. “Tapi ajang dalam rangka penyaluran, yaitu pertemuan pembeli dan penjual dari sisi itu yang bisa kita lihat,” pungkasnya. Prof. Raka juga melihat ada yang unik dengan event PKB ini karena masyarakat Bali khususnya tidak pernah jenuh dengan event ini. Sudah ke-41 kalinya PKB dilaksanakan, namun pengunjungnya tetap ramai. Tidak hanya malam hari, siang hari pun pengunjung selalu ada. (may/sue)

Minggu, 30 Juni 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan (1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Low Inpact Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Kartun Aranyaka Parwa (2) Belajar Menggambar Menggambar Harimau

10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita

Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan (2) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Lila Cita Sanggar Taksu Kumara Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya

18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita

Seputar Bali Malam Lipsus HUT Kota Amlapura Lipsus Mewujudkan Bali Bersih Era Baru, Bali Post Gelar Bali Bersih Touring And Fun 20:00 Wita Samatra Artis Bali HUT Bali TV Eps 2 21:00 Wita Indi Band Generation Alep Santosa 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Kris 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

Kapasitas Panggung Sejauh ini, ada yang menyatakan jumlah kunjungan mencapai 25 ribu per hari. Akan tetapi, pihaknya masih menunggu penghitungan data yang lebih valid. Kun menambahkan, semua pertunjukan di PKB tidak ada yang sepi penonton. Artinya, penonton hadir sesuai dengan kapasitas panggung. Sedikitnya ada 8 ruang pentas di Taman Budaya sebagai lokasi penyelenggaraan PKB yakni Gedung Ksirarnawa, Panggung Terbuka Ardha Candra, Kalangan Angsoka, Kalangan Ayodya, Kalangan Ratna Kanda, Wantilan, Madya Mandala, dan di depan Gedung Kriya. Para penonton utamanya memadati pertunjukan gong kebyar di Panggung Terbuka Ardha Candra. “Jadi, lintasan Taman Budaya nyaris sesak saat ada gong kebyar. Berjalan pun berdempetan. Bayangkan di dalam saja sudah sesak, di luar, kendaraan itu pasti padat. Sekarang Dinas Perhubungan sudah melakukan upaya rekayasa pengalihan arus,” terangnya. Selain kepadatan arus lalu lintas, Kun juga menyebut

“Walaupun parade, tapi spirit kepemilikan lokal itu sangat tinggi. Jadi, naluri untuk menjadi yang terbaik itu sangat bagus untuk memacu kreativitas,” ujarnya. Menurut Kun, konten gong kebyar mesti dikelola dengan baik. Beberapa juga sudah dievaluasi. Terutama agar ke depan gong kebyar juga bisa mengimplementasikan tema PKB. “Beberapa memang sudah sangat nyambung dengan tema yang ada. Dari segi eksplorasi tematiknya, dan juga penggunaan properti-properti,” jelasnya. Pada prinsipnya ada empat pilar kekuatan yang dapat dijadikan modal untuk menjaga kesinambungan keberadaan seni budaya lokal Bali dalam PKB. Salah satunya dengan

volume sampah mengalami kenaikan bila dibandingkan saat PKB tahun lalu. Dari laporan Dinas Lingkungan Hidup, tahun lalu rata-rata volume sampah per hari hanya 5 truk, sekarang sudah menjadi 12 truk per hari atau naik 100 persen lebih. Kebanyakan adalah sampah basah, sedangkan sampah plastik sudah sangat sedikit. “Bisa dibayangkan tingkat konsumsi baik di stand kuliner maupun penyelenggara dan kontingen yang membawa makanan,” katanya. Evaluasi Lomba PKB XLI salah satunya dimeriahkan dengan 38 jenis lomba seni. Tapi dalam pelaksanaannya, ternyata tidak semua kabupaten/kota mengirimkan peserta. Paling miris saat lomba membuat badong tari condong legong keraton lasem, hanya diikuti dua orang peserta samasama merupakan duta Kota Denpasar. Terkait hal ini, Kun mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh. “Lomba, kita akan arahkan lomba itu menunjang penguatan Bali dalam event Pekan Kebudayaan Nasional. Cabang apa yang dilombakan kita coba rintis dari arena PKB, bulan bahasa Bali, dan Festival Seni

Bali Jani,” paparnya. Kun melihat kabupaten/kota yang absen kemungkinan mempertimbangkan peluang untuk menang dalam lomba ataupun karena memang keterbatasan dana. Selain itu, materi yang dilombakan diakui belum populer. Sebab di beberapa lomba lain seperti melukis wayang, tercatat diikuti oleh banyak peserta. Diwawancara terpisah, anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana menilai PKB saat ini cukup berhasil mengangkat antusias masyarakat. Pasalnya, para perajin atau peserta pameran kini tidak lagi “terpaksa” menjual murah seperti yang terjadi selama ini. Dimana, peserta pameran belum tentu memamerkan barang yang berkualitas. Tapi hanya untuk keuntungan, malah memamerkan produk berharga terjangkau. Adhi Ardhana lebih menyoroti stan kuliner yang disebutnya masih belum bisa menampilkan kekhasan masing-masing kabupaten/kota. Semua kuliner terlihat sama, biasa, dan bahkan tidak spesial. “Mungkin dapat dikatakan kualitasnya biasa saja,” imbuhnya. Hal lainnya, lanjut Adhi Ardhana, PKB juga harus didu-

kung infrastruktur yang maksimal. Sebab, masih banyak sudut-sudut Taman Budaya yang kotor dan lusuh karena tidak tersentuh renovasi selama berpuluh-puluh tahun. “Kebun juga kurang ceria karena keterbatasan anggaran pemeliharaan. Ayo ke depan lebih baik lagi,” pungkasnya. Salah seorang seniman Ida Wayan Oka Adnyana mengapresiasi kebijakan gubernur agar PKB tidak lagi monoton. Saat ini, seniman di daerah dikatakan sudah lebih bergairah dalam menghasilkan karya. Sebab mereka ditantang untuk menampilkan sesuatu yang baru. “Ini kebijakan gubernur yang membangkitkan lagi kesenian-kesenian yang hampir punah untuk bisa tampil,” ujarnya. Dia berharap pemerintah ke depan bisa lebih memperhatikan seniman agar lebih terjamin. Termasuk dari segi kesehatan dan keamanan mereka. “Selain dari provinsi, dari kabupaten juga mendorong biaya operasional. Misalnya untuk kegiatan latihan, untuk menghidupkan kembali kesenian-kesenian itu. Intinya di pembinaan,” jelas Ketua Pasraman Bajra Jnana, Karangasem ini. (kmb32)

tetap memberi ruang dan waktu bagi para kreator seni untuk berkreativitas dan berinovasi dengan ide-ide cemerlang yang dimilikinya. Dijelaskan, keempat pilar yang dimaksud, yaitu penggalian, pengembangan, pembinaan, dan pelestarian. Penggalian, yang dimaksudkan adalah menggali potensi seni yang sudah ada dan tenggelam (hilang) sepanjang tidak diperlukan baik untuk upacara keagamaan (ritual) maupun hiburan (lelangon). Pengembangan, dapat diartikan sebagai penyebaran seni budaya yang masih terbatas wilayah hidupnya, atau dapat pula diartikan sebagai pemberian ruang dan kesempatan bagi para kreator untuk berinovasi dan mengkreasikan seni tradisi lokal yang dimiliki tanpa terlempar dari akar tradisinya. Pembinaan, yaitu membina

kekayaan seni budaya yang dimiliki dengan tujuan, selain menjaga ketahanan kuantitas ragam seni budaya yang dimiliki, tetapi juga untuk meningkatkan kualitasnya. Sedangkan Pelestarian, di dalamnya mengandung arti melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. “Pelestarian yang dimaksudkan dalam konteks ini adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan seni budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan seni,” tandas Agung Gde Raka, Sabtu (29/6) kemarin. Terlepas dari hal tersebut, seberapa jauh peran PKB memberikan ruang dan waktu terhadap kesenian modern atau kontemporer? Agung Gde Raka mengatakan, untuk memenuhi tuntutan tersebut, mulai Oktober 2019 Gubernur telah mengagendakan kegiatan pentas

seni “Bali Jani” (Bali Kekinian), sebagai pengganti dari “Bali Mahalango” yang telah dimulai sejak 2014. Tujuan dari kegiatan pentas seni “Bali Jani”, untuk memberi ruang dan waktu bagi grup seni, seperti sanggar tari/tabuh, sekaa seni, paguyuban seni, para kreator dan para pelaku seni lainnya termasuk instansi pendidikan untuk berkreativitas, terutama untuk menampilkan sajian seni kontemporer. (win)

Seni Kontemporer

Sebuah Peluang ‘’Seperti sekarang ada keterampilan menggunakan komputer untuk penyandang disabilitas netra. Ini tentu sebuah peluang dan keterampilan yang bagus ke depan,’’ ujarnya. (san)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Umanis, 30 JUNI 2019

Copa America 2019

Lautaro Loloskan Tim Tango Rio de Janeiro– Di saat Lionel Messi atau Sergio Aguero belum menemukan ketajamannya di Copa America 2019, Argentina beruntung punya Lautaro Martinez. Il Toro terus membungkam lawanlawan Tim Tango.

A rg ent ina m em a ng ja d i salah satu favorit juara di turnamen

tersebut bersama Brazil. Tapi performa anak asuh Lionel Scaloni itu sejauh ini masih mengecewakan. Mereka harus susah payah untuk lolos dari fase grup setelah mengalahkan Qatar 2-0 di partai terakhir fase grup. Selain itu, Argentina yang dihuni banyak penyerang top baru bikin tiga gol. Messi yang seharusnya jadi mesin gol Argentina lagi-lagi tampil buruk dan baru bikin satu gol. Setali tiga uang, Aguero juga baru bikin gol ke gawang Qatar. Sementara, Paulo Dybala cuma jadi penghangat bangku cadangan. Namun, fans Argentina tak perlu khawatir karena Albicel e s t e punya senjata b a r u y a n g bisa diandal-

kan. Dia adalah Lautaro Martinez, pendatang baru di deretan pemain depan top Argentina. Martinez yang memecah kebuntuan saat Argentina mengalahkan Qatar sekaligus membayar kepercayaan Lionel Scaloni. Pada laga perempatfinal kontra Venezuela, Sabtu (29/6) dini hari kemarin, Martinez kembali unjuk kebolehan. Dia membuka keunggulan Argentina pada menit ke-10 lewat gol sepakan tumit yang membobol jala Venezuela. Bermain selama 64 menit, Martinez bikin tiga attempts dengan satu berujung gol. Argentina akhirnya menang 2-0 lewat gol kedua yang dibuat Giovani Lo Celso. Bagi Martinez, ini adalah gol keenam dari 10 caps bersama Argentina. Statistik menariknya adalah Martinez meraih gol-golnya itu hanya dalam kurun waktu setahun setelah debutnya Maret tahun lalu saat kalah 1-6 dari Spanyol. Usai mencetak gol debut ke gawang Iraq pada Oktober 2018, Martinez seperti tak bisa berhenti bikin gol untuk Argentina. Tercatat dari enam pertandingan sepanjang 2019, pemain Inter Milan itu sudah bikin lima gol dari enam penampilan. Martinez adalah top skorer Argentina di bawah asuhan Scaloni dengan total enam gol. Rasio 0,55 gol per laga Martinez mengalahkan statistik nama-nama top seperti Messi dengan 0,52 (68 gol/133 caps), Aguero dengan 0,42 gol (40 gol/93 laga), Gonzalo Higuain dengan 0,41 gol (31 gol/75 laga), dan Hernan Crespo dengan 0,54 gol (35 gol/64 caps). Jika performa seperti bisa dipertahankan, bukan tak mungkin Martinez akan memastikan satu tempat di lini serang Argentina untuk mendampingi Messi. Tapi, sebelum itu Martinez harus bisa membawa Argentina melewati hadangan Brazil di semifinal besok. (kmb33/afp)

Lautaro Martinez

Platje Siap Tampil Kontra Badak Lampung FC Mangupura– Penyerang Melvin Platje menyatakan siap tampil di laga Bali United berikutnya. Demikian diungkapkan pemain asal Belanda tersebut usai menjalani debut Liga I Indonesia 2019, pekan kelima kontra Kalteng Putra Rabu (26/6) lalu, di Stadion Sultan Agung Bantul. Meski hanya 10 menit bermain, Melvin Platje mengaku hal itu sangat baik untuk meningkatkan rasa percaya diri setelah cedera panjang di bagian paha. Ia menyatakan rasa trauma cedera berangsur hilang. Dan saat ini pencetak tujuh gol, tiga asist dalam tujuh laga awal musim 2019 (Piala Presiden 2019 dan Piala Indonesia), siap menebar ancaman bagi lawan. Lawan yang harus berhati-hati yakni Perseru Badak Lampung FC, yang akan bentrok dengan Bali United, malam ini di Stadion Sumpah Pemuda Kota Lampung.Melvin Platje berjanji akan kembali mencetak gol dan assist untuk seluruh pemain Bali United. “Saya sangat fit sekarang untuk bermain. Saya siap bikin banyak gol dan assist untuk seluruh pemain Bali United,” ujar Platje, Sabtu (29/6) kemarin. Pemain ini mengatakan kondisi tubuh sangat fit, jika pelatih percaya bermain sejak awal. Bermain sebagai gelandang serang, penyerang sayap ataupun striker.

“Saya sangat fit sekarang. Tak masalah bermain pertama atau kedua di posisi gelandang serang atau penyerang,” katanya. Dia mengatakan, mendapat satu kesempatan mencetak gol saat laga kemarin lawan Kalteng Putra. “Saya punya peluang satu dalam laga tersebut. Jika gol itu tercipta maka itu akan menjadi gol kemenangan tim kami. Heading saya saat itu sangat tertutup pemain lawan dan sedikit menyamping,” Imbuh Platje. Platje mengaku siap berjuang membantu Bali United membawa pulang poin ke Bali. (ant)

Melvin Platje

416 Kenshi Berlaga di Kejurnas Piala Kapolda Mangupura (Bali Post)Tercatat 416 kenshi dari 9 kabupaten dan kota se-Bali, ditambah beberapa kabupaten luar Bali mengikuti Kejurnas Shorinji Kempo, memperebutkan Piala Kapolda Bali 2019 di GOR Purna Krida, Krobokan, Badung, sejak Sabtu (29/6) kemarin, sampai dengan Minggu (30/6) ini. Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy, disela–sela Kejurnas menerangkan, kenshi Provinsi Bali yang ikut berpartisipasi, seperti Karawang, Jember, Bondowoso, Mataram dan Sumbawa. Menurut dia, event ini sebagai ajang try in bagi kenshi di Bali sebelum berlaga pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Selain itu, bagi kenshi luar Bali kejuaraan ini dipakai sebagai try out untuk men-

getahui peta kekuatan daerah lain. “Pasca Kejurnas Piala Kapolda ini, biasanya para pelatih mengevaluasi penampilan atlet asuhannya” jelasnya. Sementara, bagi kenshi yang turun pada Kejurnas Piala Kapolda ini, sekaligus sebagai persiapan, guna mengikuti Kejurnas Kempo 2019 di Kalsel, November mendatang. Oleh sebab itu, nomor yang dipertandingkan pada Kejurnas Piala Kapolda ini mengacu pada pelaksanaan PON XX di Papua, tahun depan. “Event ini total mempertandingkan 23 nomor, untuk kategori kenshi senior,” ucapnya. Billy juga salut atas ajakan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose yang menginstruksikan kepada anggota polisi Sabhara dan Brimob untuk menekuni bela diri kempo. (022)

perlu membuat perbaikan lebih jauh. Saya cukup puas dengan kondisi ini, karena kami sudah membuat perkembangan kecil dibandingkan 2018, meski-

pun kami saat itu sudah kompetitif dan secara konstan berada di depan,” imbuhnya. “Kami kencang dan meskipun kehilangan sesuatu dalam aspek perubahan arah di tikungantikungan cepat, kami masih bisa mencatatkan waktu yang bagus,” tutup rider asal Italia ini. (kmb33/afp)

Dovizioso Fokus pada Ban Assen– Andrea Dovizioso cukup puas dengan hari pertama MotoGP Belanda. Lajunya baik, kini fokusnya adalah penggunaan ban untuk balapan. Dovizioso sebenarnya mengawali dengan hasil kurang oke. Pada sesi latihan bebas pertama di sirkuit Assen, Jumat (28/6) kemarin, pembalap Mission Winnow Ducati ini hanya berada di posisi 13 dengan catatan waktu terbaik satu menit 34,756 detik. Catatan waktu itu berjarak 0,847 detik dari Fabio Quartararo yang jadi pembalap terdepan.

Dovizioso kemudian meningkat pesat di sesi kedua, membukukan waktu satu menit 33,223 detik. Kali ini ia berjarak 0,585 detik dari Maverick Vinales yang memimpin. Namun di sesi keempat, Dovi sedikit melorot dengan berada di posisi ke 5, berseliish 0,849 dari Quantararo yang berada di tempat pertama. Secara laju, Dovizioso merasa Desmosedici-nya sudah cukup oke. Menurutnya pembenahan bisa difokuskan ke penggunaan ban dan manajemennya. “Kami sudah memulai dengan langkah yang tepat,

tapi terlalu dini untuk membuat prediksi. Penggunaan ban terbukti jadi faktor kunci tahun lalu dan kami akan

fokus ke sana,” ujar Dovizioso, Sabtu (29/6) kemarin. “Kami kompetitif, tapi kami

Atlet Kodam Berlaga di Kempo Kapolda Bali Cup Mangupura (Bali Post)Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., menghadiri acara pembukaan Shorinji Kempo Open Championship Kapolda Bali Cup 2019, Sabtu (29/6) kemarin, di GOR Purnakrida Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Kodam sendiri mengirim puluhan atlet dan siap berlaga untuk meraih prestasi terbaik. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G., S.I.P. mengatakan, event tersebut dibuka Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose dan diikuti 416 orang atlet dari berbagai Kabupaten/Kota di Indonesia. Para atlet tersebut berasal dari seluruh kabupaten/kota di Bali, Kabupaten Lombok Tengah, Sumbawa, Kota Mataram, Kota Bima, Bima, Banyuwangi, Jember, Pasuruan, Karawang dan Pasuruan. “Semoga dari kejuaraan ini bisa menambah wawasan maupun pengalaman dan mental bertanding para atlet. Kegiatan seperti ini harus menjadi contoh untuk melahirkan atlet-atlet lebih profesional dan andal,” ujarnya. Dari 20 orang atlet kempo Kodam yang akan berlaga pada Kejuaraan Kempo kali ini, di antaranya dari Kesatuan Pendam, Pratu Hady Kurniawan Adam yang saat ini menyandang sabuk hitam (1 kyu). Hady berlaga di kelas 75 kg+. Sedangkan Pratu Gede Agus Wihardi dari Kesatuan Yonif Mekanis 741/GN yang saat ini bertugas sebagai pengemudi Pangdam IX/Udayana dengan menyandang sabuk hijau akan bertanding di Randori kelas 80 kg. (kmb36)

kempo/ist

KEMPO - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, menghadiri acara pembukaan Shorinji Kempo Open Championship Kapolda Bali Cup 2019, Sabtu (29/6) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 30 Juni 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu