Skip to main content

Edisi Rabu 30 Januari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Delapan Ruko Target Fantastis di Buleleng Terbakar dan Tak Masuk Akal Pansus Kritisi Ranperda RPJPD dan RPJMD Bali

Singaraja (Bali Post) – Sejumlah rumah toko (ruko) di Buleleng terbakar, Selasa (29/1) kemarin pukul 18.00 Wita. Sebanyak delapan ruko sempat dilalap si jago merah. Dua di antaranya Toko Batta dan Toko Busana Permai terdampak paling parah. Sementara enam ruko lainnya mengalami kebakaran di beberapa tempat. Demikian pula barang di enam toko tersebut berhasil diselamatkan pemiliknya. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengerahkan delapan unit mobil dibantu satu mobil Water Cannon Polres Buleleng. Salah seorang saksi yang juga Lurah Kampung Kajanan Kecamatan Buleleng Agus Murzani mengatakan, api pertama kali diduga berasal dari Toko Batta yang menjual sepatu. Karena banyak bahan yang mudah terbakar, api merembet ke toko sebelahnya yang menjual produk konfeksi, Busana Permai. Ia mengutarakan, api kemudian merembet ke toko-toko di sebelah dua toko yang sudah terbakar itu. Total ada delapan unit ruko yang terdampak kebakaran dan satu kantor notaris. Untungnya, meski lokasi kebakaran berdempetan dengan Pasar Anyar, pasar tidak ikut terbakar. ‘’Di toko itu juga banyak material yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membesar. Masih ada tembok yang menghalangi api merembet ke pasar,’’ jelasnya. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma mengatakan, perlu waktu 2,5 jam untuk memadamkan api. ‘’Berkat pengerahan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil AWC Polres Buleleng, api berhasil dipadamkan,’’ katanya. Ia mengatakan, karena kebakaran ini ada delapan unit ruko dan satu kantor notaris terdampak. Untuk mencegah terjadinya penjarahan, pihaknya sudah mengerahkan personel dibantu dengan Bhabinkamtibmas dan aparat keamanan lainnya untuk berjaga di sekitar lokasi. Hingga malam kemarin, warga banyak berkerumun untuk menyaksikan langsung proses pemadaman. Sejumlah pedagang yang berjualan di samping toko juga terlihat berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka. (kmb38)

Pansus dan eksekutif Pemprov Bali kembali bertemu membahas Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025 dan Ranperda RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. Dalam pertemuan di DPRD Bali, Selasa (29/1) kemarin, dewan dan eksekutif mempertajam target makro pembangunan Bali supaya bisa dijabarkan dalam program yang terukur dan bisa tercapai. Anggota Pansus Ranperda RPJPD dan RPJMD I Nyoman Adnyana menilai target-target makro yang disajikan oleh eksekutif sangat fantastis dan banyak yang tidak masuk akal. Termasuk angka kemiskinan yang diubah targetnya dari 4,2 persen menjadi 1 - 1,5 persen. Kendati sudah berpedoman pada data statistik, namun data statistik untuk lima tahun ke depan belum bisa diprediksi sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan ekonomi. ‘’Ketika menjadi perda, ini harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Bali. RPJPD ini akan dijadikan alat ukur masyarakat ketika Gubernur Bali Wayan Koster menjalankan tugasnya lima tahun ke depan,’’ ujar politisi PDI-P asal Bangli ini. Di bidang pertanian, misalnya, lanjut Adnyana, program Simantri sebelumnya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para petani sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk menekuni pertanian. Kenyataannya, hingga kini belum bisa diukur dan belum ada data seberapa besar generasi muda yang mau terjun ke sektor tersebut. Ketua Pansus I Ketut Tama Tenaya berharap Pemprov Bali ke depan tidak sampai seperti Pemkab Badung. Sebab, kabupaten tersebut menargetkan PAD yang sangat besar. Namun

pada akhir tahun anggaran justru tidak tercapai. ‘’Saya harap Bappeda lebih berkoordinasi dengan tim pengkaji dan kelompok ahlinya agar angkanya tidak sebatas menyanjungnyanjung gubernur,’’ ujarnya. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra usai rapat mengatakan, saat ini angka kemiskinan di Bali adalah 3,95 persen. Kalau hanya menjalankan program yang sama dengan sebelumnya, tentu tidak mungkin mencapai angka 1 - 1,5 persen. Oleh karena itu, pihaknya sudah merumuskan misi Gubernur ke dalam program yang bersifat mikro dalam penanggulangan kemiskinan. Program-program yang ada sebelumnya seperti bedah rumah, Simantri, dan Gerbangsadu pun sudah dievaluasi dan ada perbaikan yang dilakukan. ‘’Kalau bedah rumah itu kan masih sifatnya mendasar, tetapi belum menyentuh pemberdayaan. Pemberdayaannya apa? Yang tidak punya pekerjaan, kita kasih pekerjaan. Yang tidak sekolah, kita berikan beasiswa pendidikan. Untuk pendidikan 12 tahun, kita berikan vokasi, pelatihan, dan sebagainya agar keluarga miskin itu berdaya,’’ paparnya. Meski demikian, Ika Putra menyebut bantuan langsung seperti bedah rumah, bantuan sembako, dan lainnya juga masih tetap akan diberikan

kepada masyarakat miskin. Dengan tambahan program pemberdayaan, kerak-kerak kemiskinan yang diperkirakan 1,5 persen diharapkan bisa terkikis. ‘’Pemerintah tidak akan menyerah untuk mengatasi kerak-kerak kemiskinan tersebut,’’ tekadnya. Kata Ika Putra, terbitnya Pergub 99 juga merupakan salah satu bentuk pemberdayaan petani supaya penghasilannya meningkat, maka produk pertaniannya harus laku. ‘’Untuk laku kan harus berkualitas, ini harus dibina. Kemudian ada standarnya, ada lab-nya, dan sebagainya,’’ imbuhnya. Menurut Ika Putra, hotel, restoran dan katering tidak akan serta merta mau membeli produk pertanian kalau tidak berkualitas dan tidak berkelanjutan. Pihaknya sudah merencanakan adanya cool storage atau gudang penyimpanan dan memastikan petani diperhatikan dari hulu sampai hilir. Ketika kesejahteraan petani meningkat karena sebagian besar masyarakat miskin adalah petani, maka angka kemiskinan dapat terkikis. ‘’Sebaliknya, mereka yang sudah bekerja di sektor lain tertarik ke pertanian. Pertanian nanti bisa bergerak cepat atau memberikan kontribusi besar sama dengan pariwisata. Supaya kita tidak bergantung dengan pariwisata,’’ terangnya. (kmb32)

Pungut Kontribusi Wisman, Bali Didukung Lima Kementerian Denpasar(Bali Post) Pemprov Bali mengklaim sudah mengantongi dukungan lima kementerian terkait rencana pengenaan kontribusi kepada wisatawan asing. Kelimanya adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Perhubungan, Pariwisata, Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri RI. Kelima kementerian itu telah diundang Gubernur Bali Wayan Koster pada Jumat pekan lalu. ‘’Kalau saya melihat secara substansi, hampir semua kementerian yang diundang sepakat dan melihat ini adalah gagasan yang luar biasa ketika kita berbicara membangun pariwisata Bali yang berkelanjutan,’’ ujar Kepala Badan

TERBAKAR - Rumah toko di dekat Pasar Anyar Singaraja terbakar, Selasa (29/1) kemarin pukul 18.00 Wita. Kebakaran yang melalap delapan ruko tersebut baru berhasil dipadamkan dalam 2,5 jam.

Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Made Santha usai mengikuti rapat dengan Pansus Ranperda tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali di DPRD Bali, Selasa (29/1) kemarin. Menurut Santha, perwakilan kementerian yang hadir atas undangan Gubernur tersebut memang baru menyerap ide dan gagasan terkait kontribusi wisatawan. Termasuk melihat bagaimana menuangkan ide itu dalam peraturan. Setelah itu, barulah kementerian akan mencarikan solusi agar rencana pengenaan kontribusi wisatawan bisa diterapkan dan memiliki

payung hukum yang tepat. Santha menambahkan, tiket pesawat merupakan salah satu solusi untuk menarik kontribusi wisatawan khususnya wisatawan mancanegara. Namun, hal tersebut belum menjadi sebuah keputusan karena rancangan perda masih dalam pembahasan dan terus disempurnakan sebelum ketok palu. Surat IATA Baru-baru ini di media sosial beredar surat dari IATA kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Surat berlogo IATA tertanggal 24 Januari 2019 itu ditandatangani langsung oleh Regional Vice President Asia-Pacific Conrad Clifford. IATA merupakan asosiasi dagang global untuk maskapai penerbangan yang beranggotakan lebih dari 290 maskapai dan mencakup 82 persen dari total lalu lintas udara global. Pada intinya, IATA sampai saat ini belum melihat salinan resmi dari usulan Pemprov Bali terkait retribusi wisatawan asing. Usulan itu diketahui dari salah satu artikel di media massa. Hal. 15 Kebijakan Berpajakan

OJK Gelar Pertemuan Tahunan IJK

Kinerja Sektor Keuangan Bali-Nusa Tenggara Positif

OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) Bali Nusra 2019, Selasa (29/1) kemarin. Pertemuan tahunan ini bertemakan ‘’Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan’’. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana, anggota DPR-RI Rai Wirajaya dan Tutik Kusuma Wardhani, serta Sekda Provinsi Bali Dewa Indra. Dalam pertemuan tahunan itu terungkap kinerja sektor keuangan Bali dan Nusa Tenggara positif. Namun, khu-

sus di Bali perlu melakukan perbaikan terhadap tingkat rasio NPL dan meningkatkan penyaluran kredit. Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana mengatakan, peluang IJK Bali dan Nusa Tenggara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masih cukup besar, dengan modal sumber daya yang kuat. Dalam bidang pariwisata, hingga saat ini Bali masih merupakan daerah tujuan wisata tertinggi di Indonesia. Modal lain yang dimiliki adalah potensi pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM Bali dan Nusa Tenggara yang tinggi. Bali dan Nusa Tenggara juga didukung tingkat literasi dan inklusi keuangan yang terus meningkat, besarnya

potensi pemanfaatan pasar modal dan berkembangnya layanan teknologi finansial. ‘’Dengan berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi, maka kolaborasi antara otoritas, sektor jasa keuangan dan lembaga terkait harus dijaga dan ditingkatkan,’’ ujarnya. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda mengatakan, kontribusi IJK dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi penting untuk ditingkatkan tahun 2019. Pertumbuhan perbankan di Bali mengalami pertumbuhan yang positif. Total aset perbankan di Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp 213,13 triliun, meningkat Rp 15,14 triliun atau 7,65% (yoy). Di Bali sendiri total aset mencapai Rp 132,29 triliun,

meningkat 8,62% (yoy). Peningkatan aset tersebut ditopang oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 14,21 triliun atau 9,72% (yoy) menjadi Rp 160,39 triliun, lebih tinggi dari nasional. Sementara penyaluran kredit di wilayah kerja OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara adalah Rp 155,02 triliun, tumbuh 6,39% (yoy). Pertumbuhan kredit ini lebih rendah dari pertumbuhan kredit nasional yaitu 12,05% (yoy). Sementara penyaluran kredit di Provinsi Bali sebesar Rp 85,97 triliun, meningkat 3,98% (yoy). Rasio NPL industri perbankan di Bali sebesar 3,28%, menurun dari tahun 2017 yaitu 3,42%. Namun NPL

ini berada di atas rasio NPL nasional yaitu 2,67% pada November 2018. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi kegiatan pertemuan tahunan OJK Bali Nusa Tenggara ini. Pertemuan ini, menurutnya, sangat penting sebagai indikator kontribusi IJK di Bali dan Nusa Tenggara untuk mendorong pertumbuhan perekonomian daerah maupun nasional. Ia berharap IJK sebagai pelaku ekonomi hendaknya mampu memberi warna dan peranan dalam mendorong percepatan Usaha Ekonomi Mikro dan Menengah, serta mengupayakan peluang inovatif sebanyak mungkin untuk menumbuhkan peluang ekonomi kerakyatan. (ad1145)

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda


DENPASAR

2

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

FIGUR Santunan Lansia SEJALAN dengan semakin meningkatnya harapan hidup sesorang pada sebuah daerah, maka keberadaan orang lanjut usia (lansia) akan meningkat pula. Melihat kondisi ini, Pemkot Denpasar telah menggulirkan program yang pro-lansia, yakni memberikan santunan kepada lansia. Bahkan saat ini jumlah santunannya meningkat. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Drs. Made Mertajaya, S.Sos., M.M. mengatakan, program kesejahteraan sosial di Kota Denpasar terus dilakukan peningkatan. Salah satunya program santunan bagi lansia terlantar yang ditingkatkan santunannya mencapai Rp 500 ribu setiap bulan. Dikatakan, tahun lalu jumlah santunan hanya Rp 200 ribu. Para lansia penerima santunan ini dapat mempergunakan uang tersebut sesuai kebutuhan mereka. ‘’Pada tahun 2018 yang mendapatkan santunan dari pemerintah sebanyak 316 orang dengan kriteria minimal berumur 60 tahun dan lansia terlantar,’’ ujar mantan Kepala BPM Denpasar ini. Dikatakan, peningkatan ini melihat dari kebutuhan hingga membantu dalam segi kesehatan. Program ini tentunya memprioritaskan bagi para lansia terlantar dan diharapkan dapat membantu meningkatkan dari segi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. ‘’Tahun ini kami telah mendata kembali lansia di Kota Denpasar dengan jumlah penerima 259 orang,’’ ujarnya. (ara)

Bali Post/eka

Mendesak, Peremajaan 45 Kendaraan Digembosi Armada Pengangkut Sampah TRUK - Truk sampah milik DLHK Kota Denpasar parkir menunggu pengisian sampah di TPS Lumintang, Denpasar, Selasa (29/1) kemarin.

Parkir di Kawasan Terlarang

Denpasar (Bali Post) Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, Polri, TNI serta instansi terkait kembali melakukan penertiban terhadap kendaraan yang melanggar rambu lalu lintas, seperti parkir sembarangan di beberapa kawasan Kota Denpasar, Selasa (29/1) kemarin. Pelaksanaan penertiban ini untuk mendukung kelancaran dan meminimalisasi kecelakaan lalu lintas. Sedikitnya 45 kendaraan terpaksa dicabut pentilnya atau digembosi bannya karena parkir di kawasan terlarang. Rinciannya, di kawasan Jalan A Yani sebanyak 21 kendaraan, Jalan Cokroaminoto sebanyak empat kendaraan dan 20 kendaraan di kawasan Jalan Jepun. Sekretaris Dishub Kota Denpasar Ketut Sriawan mengatakan, kegiatan penertiban ini bertujuan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dan peduli keselamatan berlalu lintas. Mengingat beberapa jalanan di Kota Denpasar mengalami kepadataan saat jam tertentu. Sehingga dengan adanya parkir sembarangan yang menggunakan sebagian badan jalan ini akan berdampak pada gangguan lalu lintas, seperti kemacetan dan lain sebagainya. ‘’Hingga saat ini pelanggaran masih didominasi pelanggaran parkir dan melanggar rambu lalu lintas. Bagi yang melanggar, Dishub tetap mengenakan sanksi berupa penempelan stiker, penggembokan kendaraan, menderek serta menjatuhkan tilang, dan kali ini dilakukan penggembosan ban kendaraan dengan pencabutan pentil,’’ ujarnya. Sriawan menambahkan, tindakan tegas yang dilakukan jajaran Dishub Denpasar pada intinya untuk menciptakan kelancaran dan ketertiban dalam berlalu lintas, serta sebagai wujud penegakan perda. Ke depan pihaknya sewaktuwaktu akan tetap melakukan penertiban guna memberikan pemahaman akan pentingnya tertib lalu lintas dan parkir yang baik bagi masyarakat. ‘’Harus ada tindakan tegas untuk mengatasi hal ini, karena sudah mengganggu pengguna lalu lintas lainnya,’’ katanya. Pada kesempatan tersebut, kata Sriawan, pihaknya turut menginformasikan kepada masyarakat pengguna jalan raya agar tertib dan mematuhi rambu lalu lintas. Apabila ditemukan pelanggaran parkir akan ditindak sesuai dengan Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perhubungan di Kota Denpasar. Di mana penegakan perda tersebut dilakukan dengan cara penggembosan ban dan pencabutan pentil ban, setelah sebelumnya telah digunakan cara penderekan dan penggembokan bagi para pelanggar. Hal ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelanggar untuk tidak mengulangi kembali memarkir kendaraan di pinggir jalan atau lokasi yang terdapat larangan parkir. (kmb12)

Topik : Mendesak, Peremajaan Armada Pengangkut Sampah

Denpasar (Bali Post) –

Upaya mewujudkan Denpasar yang bersih dari sampah perlu kerja keras. Selain belum memadainya keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di masing-masing desa/kelurahan, armada untuk mengangkut sampah juga belum maksimal. Pasalnya, dari 46 unit armada truk yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sebanyak 10 unit perlu peremajaan. Kabid Penanganan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLHK Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna menegaskan hal itu, Selasa (29/1) kemarin. Menurut Adi Wiguna, peremajaan armada ini sangat mendesak dilakukan agar pengangkutan sampah lebih maksimal. Selama ini, 10 armada tersebut masih bisa mengangkut sampah ke TPA. Namun volumenya yang dikurangi. Kalau armada yang bagus bisa mengangkut 1,5 ton sampah, namun karena sudah tua, akhirnya dikurangi

menjadi satu ton per sekali angkut. ‘’Armada yang perlu diremajakan tersebut karena faktor usia. Rata-rata armada tersebut dibuat pada 1995 hingga 2000-an. Jadi, sudah perlu diganti,’’ tegasnya. Meski usianya sudah tua, kata Adi Wiguna, armada tersebut masih tetap dioperasikan, karena keperluan armada untuk mengangkut

sampah milik masyarakat cukup banyak. Hanya, jika dipaksakan untuk mengangkut sampah seperti truk yang baru, dikhawatirkan truk akan mengalami kerusakan bahkan bisa jebol karena kondisi yang sudah tua dengan besi yang sudah mulai rapuh. Sedangkan dalam pelayanan 10 truk yang biasanya bisa melayani empat kali pen-

gangkutan siang dan sore hari juga harus berkurang karena maksimal beban pengangkutan hanya bisa dua kali dalam sehari. ‘’Kami saat ini hanya punya 46 truk sampah, sepuluh di antaranya sudah harusnya dilakukan peremajaan untuk memberikan pengangkutan yang lebih maksimal. Karena anggaran terbatas, kami terpaksa masih menggunakannya tapi bebannya dikurangi. Kalau mobil seperti itu kan maksimal lima tahun harus diremajakan,’’ ujarnya. Untuk pengangkutan sampah di Kota Denpasar, menurut Adi Wiguna, pihaknya harus memiliki minimal 150 armada yang disebar ke se-

luruh kecamatan. Mengingat terkendala anggaran, pihaknya belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Sebab, Topik : yang keluar melalui anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hanya cukup untuk pengadaan satu alat berat. Sehingga pengadaan tahun 2019 diprioritaskan untuk membeli alat berat yang akan digunakan untuk pengangkutan sampah di masing-masing TPS. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Rai Mantra Buka Forum Konsultasi Publik RPKD Kota Denpasar

Tekankan Penyerapan Aspirasi Dukung Pembangunan Kota Berkelanjutan SEBAGAI upaya memberikan wadah aspirasi bagi seluruh elemen masyarakat serangkaian penyusunan Rencana Pembangunan Daerah tahun 2020, Pemkot Denpasar kembali menggelar Forum Konsultasi Publik. Kegiatan yang melibatkan beragam staekholder mulai dari OPD, tokoh masyarakat, akademisi, tim ahli hingga perguruan tinggi ini dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (29/1) kemarin. Ketua Panitia Ni Luh Nyoman Rai Suryati menjelaskan, pelaksanaan forum komunikasi publik ini merupakan kegiatan guna menghimpun aspirasi dan masukan masyarakat. Hal ini berkenaan dengan penyempurnaan dari Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RPKD) Kota Denpasar Tahun 2020. Tema yang

diangkat dalam forum konsultasi publik kali ini adalah “Meningkatkan kapasitas SDM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat”. Sehingga fokus pembangunan Kota Denpasar dapat disempurnakan sehingga mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Plt. Kepala Bappeda Kota Denpasar I Putu Wisnu Wijaya Kusuma mengatakan, di tahun 2020 Kota Denpasar telah menetapkan lima priorotas pembangunan. Pertama, peningkatan kualitas SDM yang didukung pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Kedua, pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas. Ketiga, membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif untuk menumbuhkembangkan wirausaha. Keempat, memantapkan pembangunan berbasis budaya. Kelima, memantapkan

rerformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. “Dengan pelaksanaan Forum Komunikasi Publik ini, kami ingin mendapatkan masukan dan saran untuk mendukung pembangunan Kota Denpasar yang tepat sasaran,” jelasnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menekankan, pelaksanaan forum konsultasi publik ini diharapkan mampu menjadi ajang penyerapan aspirasi dari berbagai kalangan yang belum terserap dalam mekanisme formal. Seperti halnya musrenbang dari tingkat desa/lurah hingga tingkat kecamatan. “Kami sangat mengharapkan forum ini dapat melengkapi kekurangan perencanaan dalam mendukung percepatan pembanguanan di Kota Denpasar,” ujarnya. Rai Mantra menambahkan, pembentukan ekosistem kerja sangatlah penting dalam meningkatkan produktivitas.

MENGHADIRI - Wali Kota Denpasar saat menghadiri dan membuka Forum Konsultasi Publik RKPD Kota Denpasar Tahun 2020 di Gedung Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (29/1) kemarin. Sehingga apa yang menjadi skala prioritas pembangunan dapat diwujudkan serta memberi kemanfaatan bagi masyarakat. “Dari forum ini tentunya wajib menghasilkan program yang memberikan

kemanfaatan bagi masyarakat, dan yang terpenting juga adalah pemahaman tentang SAKIP sebagai parameter produktivitas pelayanan instansi pemerintahan,” tegasnya. (ad1144)

Diskusi Terbatas Inkindo Bali (3-Habis)

Perubahan Ketinggian Bangunan Jangan untuk Pariwisata Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM WACANA ketinggian banPukulperubahan 08.00 - 09.30 wita.

gunan dalam Perda tentang RTRWP Bali jangan sampai menyentuh sektor pariwisata, terutama hotel. Ketinggian bangunan mesti tetap dibatasi maksimal 15 meter untuk memberikan warna bagi alam dan budaya Bali. “Permasalahan bangunan di Bali menurut hemat saya adalah sebagai ikutan dari ketimpangan pembangunan. Jangan memandang Bali ini seolah-olah hanya Denpasar saja,” ujar Ida Bagus Parsa dari Inkindo Bali dalam Diskusi Terbatas “Penyesuaian Ketinggian Bangunan di Provinsi Bali” di Warung 63 Bali Coffee, Jl. Veteran,

Denpasar, Jumat (25/1) lalu. Oleh karena itu, lanjut Parsa, pemerataan pembangunan harus didorong. Apalagi batas ketinggian bangunan di Bali sudah diatur sejak 1974. “Pariwisata jangan disentuh dengan wacana ini, karena daya tarik pariwisata Bali adalah 70 persen bukan alam, tapi budayanya,” jelasnya. Kelompok Ahli Pemprov Bali I Made Arca Eriawan mengatakan, ketinggian bangunan untuk hotel memang tidak perlu ditambah. Sebab, pelaku pariwisata pun mengaku sudah cukup nyaman dan bersaing dengan ketinggian bangunan saat ini.

Sementara itu, A.A. Gde Sutrisna dari Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Bali mengatakan, yang pertama harus dibenahi sejatinya adalah SDM. Sebab, SDM seringkali dibebani dengan masalah ruang. Begitu juga manajemen pembangunan masih tidak bagus, yang semua muaranya di masalah ruang. Ruang terasa sempit, jalanan macet, banjir, dan lainnya. “Tidak harus kita fokus semua ke urusan ruang, tata ruang, infrastruktur, mohon dibenahi dulu SDM-nya,” tegasnya. Akademisi Fakultas Teknik Universitas Udayana Anom Wiryasa mengatakan, di

tingkat kabupaten sedikit gagap melakukan pengendalian karena Arahan Peraturan Zonasi (APZ) belum bisa dipakai untuk menyelesaikan masalah. Seharusnya ada peraturan zonasi di tingkat kabupaten sebagai alat untuk melakukan pengendalian itu. “Hal-hal yang seperti ini semestinya dilengkapi mulai dari provinsi sehingga tidak ada tumpang tindih,” ujarnya. Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, rumah sakit perlu dibangun ke atas karena lebih mudah mengembangkan dan me-manage daripada dibangun ke samping. Kalau bisa sampai 10

lantai, karena daya tampung rumah sakit di Bali sudah tidak memadai. Selain itu, perlu dipikirkan mengenai transportasi di luar Badung dan Denpasar menuju dua daerah ini. Yang paling perlu dipikirkan adalah hunian vertikal. Untuk kelas menengah ke bawah tidak perlu lebih dari lima lantai agar tidak krodit. “Memang di atas 15 meter sedikit, 17 atau 18 meter sudah cukup,” ujarnya. Menurut Wiraputra, hal ini penting karena target perumahan murah saat ini mencapai 5.000 rumah per tahun. Kalau satu rumah membutuhkan satu are tanah, maka akan menggerus tanah 5.000 are per tahun. (rin)

Ida Bagus Parsa

I Made Arca Eriawan

A.A. Gde Sutrisna

Anom Wiryasa

A.A. Ngurah Alit Wiraputra


BADUNG

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

3

Bali Post/par

TPS - TPS Desa Kekeran. DLHK Badung memutuskan menutup TPS tersebut.

Temuan Limbah Medis Berujung Penutupan TPS Kekeran Mangupura (Bali Post) – Penemuan limbah medis di sekitar TPS Desa Kekeran, Mengwi, berbuntut pada penutupan TPS tersebut. Penyebabnya, lokasi TPS merupakan jurang bekas aliran sungai. Kondisi itu baru diketahui setelah jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung turun ke lokasi penemuan sampah medis. Kepala

DLHK Badung I Putu Eka Merthawan pun berencana menutup tempat pembuangan sampah warga Desa Kekeran tersebut, karena dinilai melanggar Undangundang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pihaknya telah memberitahukan rencana ini ke Perbekel Desa Kekeran. ‘’Kami sebut itu TPA liar, karena sampah yang dibuang tidak dipindah ke

FIGUR

TPA Suwung. Kami tidak akan memberikan toleransi. Apapun alasannya, tidak dibenarkan membuang sampah dengan sistem pembuangan terbuka,’’ ungkap Eka Merthawan, Selasa (29/1) kemarin. Dijelaskan, Desa Kekeran sejatinya telah memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. Hanya residu dari pemilahan sampah dibuang pada tempat yang salah.

‘’Sampah yang bisa diolah, di tempat pengolahan sampah desa, sampah-sampah itu diolah. Nah, residu yang dihasilkan ini harusnya kan ke TPA Suwung langsung,’’ tegasnya. Atas rencana penutupan TPS tersebut, Pemerintah Desa Kekeran masih meminta waktu untuk membuang sampah desa ke TPA Suwung. Namun untuk pengangkutan ke TPA Suwung

masih harus menunggu pengadaan truk sampah. Jadi untuk sementara DLHK yang akan memberikan pendampingan pengangkutan residu sampah ke TPA Suwung. Di tempat terpisah, Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda mengaku dapat memaklumi keputusan DLHK Badung untuk menutup tempat pembuangan sampah tersebut. ‘’Untuk sementara sampah

Rencana perubahan batas ketinggian bangunan di Bali memantik reaksi Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Di hadapan Pansus Perda RTRW DPRD Bali, Giri Prasta menegaskan pihaknya menolak rencana tersebut, karena dinilai melabrak Bhisama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang saat ini maksimal hanya 15 meter atau sama dengan pohon kelapa.

JANUARI ini hingga Selasa (29/1) kemarin, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung atau sering disebut Damkar sudah menangani 16 kasus kebakaran. Sebagian besar disebabkan korsleting. Menurut Kepala Damkar Badung I Wayan Wirya, S.E., M.Si., persoalan ini tentunya perlu mendapat perhatian khusus masyarakat. Masyarakat diimbaunya mengantisipasi kebakaran dengan cara mengecek secara berkala sistem kelistrikan di bangunan masing-masing. Pihaknya dalam hal ini akan terus mensosialisasikan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran baik di tempat usaha, pasar tradisional hingga sekolah. Sebagai upaya mengedukasi masyarakat, pihaknya mengoptimalkan pelatihan untuk Laskar Sapu Geni, terutama di desa-desa yang jangkauannya jauh dari pos damkar. ‘’Laskar Sapu Geni anggotanya sebagian besar adalah masyarakat. Kami akan membuat pelatihan untuk melatih mereka dalam penanganan pertama terhadap kebakaran,’’ ujarnya sembari menambahkan, untuk penanganan pertama, juga akan diupayakan pengadaan alat pemadam api ringan (apar) di tingkat desa. Sementara terkait sarana prasarana dan jumlah petugas Damkar Badung, dia menyebutkan sudah memadai. Namun dia mengakui masih terkendala jarak. Jika lokasi kebakaran jauh dari jangkauan pos Damkar, ini akan berpengaruh terdapat respons time penanganan kebakaran. ‘’Untuk mengatasi masalah jarak, seperti yang ada di kawasan Pelaga, kami berencana melakukan penambahan pos. Perbekel Pelaga sudah mengizinkan untuk menempatkan satu unit mobil pemadam kebakaran di sana,’’ jelas Wirya. (edi)

Warga Benoa Harapkan Penambahan Puskesmas Mangupura (Bali Post) Puskesmas di Kecamatan Kuta Selatan yang hanya ada satu unit di wilayah Kelurahan Benoa, masih belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga setempat. Hal ini mengingat jumlah penduduk Kuta Selatan sangat padat. Untuk itu, penambahan puskemas di Kuta Selatan menjadi harapan masyarakat Kelurahan Benoa. Menurut Ketua LPM Kelurahan Benoa Wayan Ambara Putra, Selasa (29/1) kemarin, puskesmas yang ada saat ini sudah sangat krodit. Areal pelayanan hingga tempat parkir sangat terbatas. ‘’Kondisinya sudah tidak ideal,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, idealnya dalam wilayah berpenduduk 30 ribu jiwa terdapat satu unit puskesmas. Namun di Kuta Selatan justru sudah satu berbanding ratusan ribu jiwa. ‘’Hal itu menandakan kondisi puskesmas sudah tidak relevan melayani masyarakat. Apalagi Kuta Selatan yang notabene merupakan kawasan pariwisata internasional,’’ tegasnya. Saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan untuk lahan yang bisa dipergunakan untuk pembangunan puskesmas baru. Sejauh ini sudah ada lahan yang dilirik. Namun sayangnya masih terkendala berupa fasum dan fasos yang belum diserahkan ke pemerintah. Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan pengadaan lahan puskesmas. (kmb23)

pihaknya akan melakukan pengadaan truk sampah secepatnya. ‘’APBDes sekarang sudah berjalan. Barangkali di perubahan 2019, atau paling tidak di induk tahun 2020 baru kami anggarkan sarana dan prasarana untuk pengolahan sampah,’’ tegasnya seraya menambahkan, hanya membutuhkan satu unit truk untuk mengangkut sampah ke TPA Suwung. (kmb27)

tersebut dibangun sebelum perda disusun. Bangunan melebihi batas ketinggian maksimal hanya bisa dilakukan jika ada dispensasi untuk kebutuhan darurat negara. Pejabat asal Desa Pelaga, Badung ini juga dengan tegas menolak pembangunan apartemen di Badung, karena tidak sesuai dengan adat dan budaya di Bali. Dia pun berharap di seluruh Bali apartemen tidak diberikan tempat. Seperti diketahui, usulan revisi batas ketinggian bangunan mengemuka pada

pembahasan revisi Perda No. 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali. Ketua Pansus Kariyasa Adnyana mengungkapkan, dari kunjungan kerja yang dilakukan pihaknya, muncul usulan agar merevisi batas ketinggian sehingga batas maksimal bisa melebihi 15 meter. ‘’Di Klungkung, misalnya, diusulkan kenaikan bangunan bisa dua kali lipat dari aturan sekarang. Di tempattempat tertentu seperti bangunan instansi pemerintah, fasilitas kesehatan, bangunannya juga dapat dinaikkan,’’ pungkasnya. (kmb27)

Giri Prasta Tolak Rencana Revisi Ketinggian Bangunan Mangupura (Bali Post) –

Edukasi Masyarakat

residu akan diangkut oleh truk sampah milik DLHK secara langsung, karena kami masih keterbatasan armada pengangkut. Jadi tidak mungkin pihak desa yang membuang sampah residu langsung ke TPA Suwung,’’ ungkapnya. Mengingat pengangkutan sampah ke TPA Suwung membutuhkan biaya operasional dan armada yang memadai, Suarda menyatakan

‘’Kalau kami tidak sepakat. Karena dipaksakan naik melebihi batas ketinggian, sama artinya kita melakukan pengingkaran terhadap warisan,’’ tegas Giri Prasta saat menerima kunjungan kerja (kunja) Pansus RTRW DPRD Bali di Puspem Badung, Selasa (29/1) kemarin. Menurutnya, rencana revisi ketinggian bangunan

dengan dalil fasilitas umum kurang tepat. Pengembangan RSUP Sanglah yang d ijad ika n alasan revisi, sejatinya dapat dicarikan solusi lain yakni dengan pembangunan rumah sakit dengan fasilitas lengkap di tiap kabupaten. ‘’Dengan program semesta berencana one island one management, setiap kabu-

paten harus memiliki rumah sakit yang hebat, sehingga kalau ada yang emergency sekali baru ke RS Sanglah. Jadi kami harap warisan ini (bhisama – red) dijaga,’’ katanya. Sejauh ini, lanjut Giri Prasta, hanya Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur yang ketinggiannya melebihi aturan. Itu pun karena hotel

Antisipasi Kemacetan, Pembangunan Jembatan di Legian Dinilai Mendesak

KUNJA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati Ketut Suiasa saat menerima kunja DPRD Bali, Selasa (29/1) kemarin.

Bupati Badung Terima Kunja DPRD Bali

JAJARAN DPRD Provinsi Bali mendatangi Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Selasa (29/1) kemarin. Kehadiran para wakil rakyat Bali yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama itu dalam rangka kunjungan kerja (kunja). Rombongan diterima Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati Ketut Suiasa beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertempat di ruang rapat Bupati Badung. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengungkapkan, tujuan mengunjungi Kabupaten Badung guna menyamakan persepsi terkait rencana perubahan atas Perda No. 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009-2029. ‘’Kehadiran kami dalam rangka kunjungan kerja terkait rencana perubahan RTRW Bali.

Kami sudah mendatangi Denpasar dan besok (hari ini - red) kita ke Tabanan untuk menyerap usulan-usulan di setiap daerah,’’ ungkapnya didampingi Ketua Pansus RTRW Wayan Kariyasa Adnyana. Menurutnya, Perda RTRW Bali sudah selayaknya direvisi mengingat telah lama belum disesuaikan. Sesuai ketentuan, Perda RTRW perlu ditinjau kembali setiap lima tahun. Sebab, dinamika perubahan kebijakan nasional dan dinamika internal di Provinsi Bali perlu diakomodasi, diharmoniskan, dan diintegrasikan dalam konsep pembangunan Bali selanjutnya. ‘’Perda ini sudah 10 tahun, jadi perlu ditinjau kembali. Seperti ketinggian bangunan dan kawasan suci,’’ katanya. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyambut baik upaya legislator di Provinsi Bali melakukan kunja guna

menyerap aspirasi di daerah. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Badung itu memaparkan rencana pembangunan di Kabupaten Badung. Salah satunya megaproyek jalan lingkar selatan. Untuk proyek ini, Pemkab Badung tahun ini melakukan pengukuran tanah-tanah yang terkena pembebasan, sebelum menyusun detail engineering design (DED). ‘’Kami juga tetap fokus pada program yang telah berjalan seperti sekolah gratis, di bidang kesehatan, dan program penguatan adat dan budaya,’’ ujarnya. Pejabat asal Desa Pelaga Petang itu juga menyikapi rencana adanya revisi ketinggian bangunan di atas 15 meter. ‘’Kalau ketinggian bangunan, kami di Badung kurang sepakat melebihi batas ketinggian, karena sama artinya kita melakukan pengingkaran terhadap warisan,’’ ujarnya. (ad1137)

Mangupura (Bali Post) Kondisi lalu lintas di kawasan Legian sangat padat. Bahkan akibat semakin banyaknya kendaraan, kekroditan lalu lintas hampir terjadi setiap hari. Untuk itu, pembangunan jembatan di atas Tukad Mati di kawasan Jalan Ekalawya dan Jalan Grembengan, perlu segera direalisasikan. Jembatan tersebut dinilai mampu memecah kekroditan lalu lintas kawasan Legian. Pembangunan perlu dilakukan secepatnya, sebab jika kekroditan di Legian tak ditangani segera, akan berimbas ke kawasan sekitarnya. ‘’Ini salah satu solusi pemecah kemacetan dengan pembangunan jembatan Ulun Tanjung di Jalan Ekalawya yang tembusnya ke Seminyak,’’ kata Lurah Legian Made Madia Surya Natha yang ditemui usai pelaksanaan musrenbang, Selasa (29/1) kemarin, di kantor Lurah Legian. Secara umum, kata Surya Natha dibutuhkan dua jembatan lagi untuk mengantisipasi kemacetan. Seperti di Jalan Ekalawya, itu untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Nakula. Sedangkan yang di Jalan Grembengan adalah untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Patih Jelantik dan Jalan Sriwijaya. Dengan penambahan dua jembatan ini, pihaknya memperkirakan bisa mengatasi kekroditan lalu lintas hingga 50 persen. ‘’Memang tidak masalah terkait banyak sedikitnya jembatan. Namun dilihat dari fungsinya, memang sangat dibutuhkan untuk memecah kemacetan,’’ tegasnya. Selain penambahan jembatan, rekayasa lalu lintas juga sangat dibutuhkan di kawasan tersebut. ‘’Ini memang sangat urgent. Saya yakin ini bisa mengurai kemacetan, tentunya dengan skema pengalihan arus lalu lintas yang benar,’’ katanya. Selain masalah kemacetan, pada musrenbang Kelurahan Legian juga dibahas penataan kawasan Tukad Mati hingga penataan pantai, pembuatan ikon Legian dan beautifikasi jalan-jalan di Legian. (kmb23)

Bali Post/edi

MUSRENBANG - Suasana musrenbang Kelurahan Legian, Selasa (29/1) kemarin. Salah satu topik yang dibahas mengenai kemacetan lalu lintas.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

ISI Denpasar dan Phetchaburi Rajabhat University-Thailand Jalin Kerja Sama Bidang Seni

Undiknas Dinilai Dikti untuk Buka PS Profesi Insinyur Mulai Terima Calon Mahasiswa Baru

UNDIKNAS University menjadi PTS pertama di Bali yang mengajukan diri membuka Program Studi Profesi Insinyur (PSPI). Selasa (29/1) kemarin, tim Kemenristekdikti memvisitasi dan menilai kampus ini guna berhak membuka PSPI. Tim penilai meliputi Djoko Santoso sebagai Ketua Tim Ahli Keinsinyuran Kemenristekdikti, didampingi Misri Gozan selaku Ketua Tim Ahli Keinsinyuran Kemenristekdikti, Arief Anang Sudrajad (Ketua Pengembangan Profesi Vokasi 1) dan Rudy Purwondho dari Persatuan Insinyur Indonesia. Tim penilai diterima Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA. bersama Ketua Perdiknas Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. dan para direktur di lingkungan Undiknas. Joko Santoso mengungkapkan tim akan memberikan surat keputusan atas penilaian Undiknas guna membuka PSPI. Salah satu syaratnya yakni menjalin kerja sama dengan lembaga lain sejenis, mendapat pengakuan dari Unud, AIPT meraih A dan memiliki lima prodi teknik. Rektor Undiknas Sri Darma mengungkapkan apa yang dilakukan ini guna memperkokoh dasar-dasar menjadikan Udiknas sebagai 10 kampus terbaik di Asia. Dia ingin Undiknas menjadi kampusnya insinyur di Bali bersama Unud. Sebab, sarjana teknik sipil, elektro, pertanian dan informatika tak boleh menyandang gelar insinyur sebelum lulus PSPI dan mendapatkan sertifikat profesi. Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Provinsi Bali Prof. Ir. I Wayan Redana, MA.Sc., Ph.D., IPU.AER. mengungkapkan Undiknas ke depan berpeluang membuka PSPI. Dia menilai selama ini lulusan teknik dan pertanian di

CINDERAMTA - Rektor Undiknas Gede Sri Darma menyerahkan cenderamata kepada Djoko Santoso dari Kemenristekdikti usai menilai di Undiknas. Bali belum bergairah meraih sertifikasi profesi karena ketidaktahuannya. Mereka mengikuti PSPI tanpa harus kuliah melainkan mengajukan portopolio kinerja. Setelah mendapatkan insinyur bisa tes sertifikasi sehingga berhak mendapatkan IPM atau IPU. Dia mencontohkan, Rektor Undiknas sendiri sebagai model dosen dan manajemen juga seorang insinyur yang hebat. Dikatakan demikian karena Sri Darma mencatatkan diri sebagai orang pertama di Indonesia Timur yang meraih gelar Insinyur Profesional Utama (IPU). Sri Darma didampingi Dekan Teknik dan Informatika Undiknas Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPM. Mengungkapkan, dari 22 dosen Undiknas, 10 di antaranya meraih gelar Insinyur Profesional Pratama (IPP), satu Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Rektor Undiknas sendiri satu-satunya meraih IPU berstandar Asia.

Dari segi dosen, dia mengatakan Undiknas memiliki 10 dosen bersertifikat IPM dari enam yang disyaratkan. Tantangan MEA inilah, katanya, membuat Undiknas University secara sadar memotivasi semua SDM dosennya yang bergerak di bidang teknik elektro, teknologi informasi dan teknik sipil serta pertanian untuk meraih sertifikat kompetensi. Pada bagian lain Undiknas sudah mulai menerima pendaftaran calon mahasiswa baru mulai 1 Februari. Disediakan Prodi Manajemen (akreditasi A), Akuntansi (A), Imu Hukum (A), Ilmu Komunikasi (B), Ilmu Administrasi Negara (B), Teknik Sipil (B), Teknik Elektro (B) dan Teknologi Informatika. Juga dibuka kelas internasional untuk Manajemen dan Akuntansi. Jalur pendaftaran melalui seleksi bersama, jalur prestasi, jalur tanpa tes (hasil try out UN dan MoU sekolah). (ad1141)

Jadi Tradisi Tahunan

GBHS Ke-3 STIKI Usung Tema ’’Asdhani Buddhayah’’ PADA Sabtu (26/1) hingga Minggu (27/1) yang lalu, bertempat di Kampus STMIK Stikom Indonesia (STIKI) Denpasar diselenggarakan kegiatan Gebyar Budaya Hindu STIKI ke-3 (GBHS) oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu (KMH) STIKI. Pada Gebyar Budaya Hindu tersebut diselenggarakan lomba seni dan budaya bernapaskan Hindu, seperti lomba bondres, masatua Bali, busana adat ke pura, nyurat lontar, melukis, dan lomba pidato bahasa Bali. Acara yang bertemakan ‘’Asdhani Buddhayah’’ ini dibuka secara resmi oleh Pembina FPK KMH Kadek Ayu Ariningsih, M.Pd.H. sekaligus mewakili Ketua STIKI. Kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap akhir Januari ini ditujukan untuk memfasilitasi dan mengasah bakat seni generasi muda di Bali, sehingga secara kontekstual dapat melestarikan budaya Bali di era teknologi saat ini. Tercatat 64 peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Bali ikut serta dalam kegiatan lomba yang diselenggarakan secara gratis. Ketua Panitia Komang Pagarista Krismonanda Putra menyatakan kegiatan ini telah dipersiapkan sejak jauh hari. Bahkan ada peningkatan kualitas pelaksanaan yaitu mulai melibatkan juri dari unsur dinas terkait. ‘’Kegiatan lomba ini sudah kita persiapkan sekitar empat bulan lalu yang diawali dengan

GEBYAR - Kegiatan Gebyar Budaya Hindu STIKI ke-3 (GBHS) oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu (KMH) STIKI. pembuatan proposal, kemudian penyebaran informasi ke sekolahsekolah yang ada di Bali. Adapun juri yang terlibat dalam acara kali ini berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali,’’ Jelasnya. Pembina KMH Ayu Ariningsih menyatakan STIKI selain sebagai kampus IT di Bali juga sangat concern terhadap pelestarian nilai dan warisan budaya Bali. ‘’STIKI sangat concern dalam upaya melestarikan seni dan budaya, kendati kampus IT. Hal ini telah dibuktikan dengan salah satu kegiatan yang diselenggarakan KMH ini. Bahkan selama ini sangat banyak karya mahasiswa

STIKI yang mengangkat tema seni dan budaya dengan balutan teknologi. Jadi mahasiswa STIKI itu bukan saja cerdas dalam dunia IT, tetapi juga wajib berwawasan serta mengembangkan seni dan budaya,’’ tuturnya. Sementara itu, salah satu pasangan peserta lomba pada GBHS III yakni I Komang Maciyo Suryabawa dan Komang Giris Praanyaparamitha Cempaka mengaku senang mengikuti lomba ini. Bahkan tak disangka mendapat juara. Mereka juga berharap agar ke depannya, penyebaran informasi dapat diperluas sehingga pesertanya semakin banyak. (ad1139)

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

PERKUAT institusi kelembagaan dalam bidang seni dan budaya, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, Phetchaburi Rajabhat University-Thailand. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesapahaman (MoU) antara Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar.,M.Hum. dengan President of Phetchaburi Rajabhat University-Thailand Prof. Dr. Sanor Klinngam di Ruang Sidang Rektorat ISI Denpasar, Senin (28/1). Penandatanganan MoU ini disaksikan para wakil rektor, para dekan dan kaprodi masing-masing institusi. Penandatanganan MoU diawali dengan penayangan visual profil, pemaparan visi-misi dan keunggulan perguruan tinggi serta kebudayaan masin-masing negara. Rektor ISI Denpasar Prof. Arya Sugiartha mengatakan Phetchaburi Rajabhat University merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar yang ada di Thailand karena memiliki beberapa fakultas. Salah satunya fakultas di bidang seni dan budaya. Oleh karena itu, sangat relevan jika antara seni yang dikembangkan di Phetchaburi Rajabhat University dikolaborasikan dengan seni yang dikembangkan di ISI Denpasar. Begitu juga sebaliknya. Apalagi seni media yang dikembangkan di Phetchaburi Rajabhat University sangat maju dan saat ini ISI Denpasar tengah mengembangkannya, seperti desain grafis dan televisi film. ‘’Kerja sama ini saya kira prospek ke depannya sangat bagus. Apalagi mereka (Phetchaburi Rajabhat University - red) sudah mengundang kita untuk mengirimkan 10 mahasiswa untuk tukar-menukar dalam bentuk workshop pembelajaran tari

MOU - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. dan President Of Phetchaburi Rajabhat University-Thailand Prof. Dr. Sanor Klinngam (jas kuning) berfoto bersama seusai penandatanganan MoU di Ruang Sidang Rektorat ISI Denpasar, Senin (28/1) lalu. Bali dan tari Thailand kepada mahasiswa di bulan Desember mandatang. Bahkan, mereka akan menanggung semua biaya akomodasinya,’’ tandas Prof. Sugiartha. Ia mengatakan rata-rata perguruan tinggi di Thailand tidak berfokus pada bidang tertentu. Namun, setiap perguruan tinggi memiliki berbagai fakultas, salah satunya fakultas seni. Dikatakan, Phetchaburi Rajabhat University telah lama ingin berkunjung ke ISI Denpasar. Sebab, mereka ingin belajar seni yang ada di Indonesia, dan seni Bali pada khususnya untuk memperkaya kesenian yang mereka sedang kambangkan. Di samping juga ingin memperkenalkan kesenian yang ada di daerah mereka. ‘’Mereka sangat serius

seni yang ada di kita. Kita (ISI Denpasar - red) juga serius, bahkan kita sudah siap mengirimkan 10 mahasiswa ke sana (Phetchaburi Rajabhat University - red),’’ ujarnya. Tidak hanya dengan Phetchaburi Rajabhat UniversityThailand, tetapi saat ini ISI Denpasar juga tengah diundang untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Jepang dan Amerika pada Mei mendatang. ‘’Kita akan datangi juga (perguruan tinggi Jepang dan Amerika - red). Sebab, kita ingin melihat bagaimana mereka mengembangkan kesenian itu dan ke mana saja lulusan mereka. Yang patut kita contoh akan kita contoh untuk kemajuan ISI Denpasar ke depannya,’’ pungkasnya. (ad1143)

Deteksi Masalah Kesuburan dengan HSG

MUNGKIN masih banyak dari masyarakat kita yang belum pernah mendengar istilah pemeriksaan Histerosalfingografi atau yang biasa disingkat HSG. Ini merupakan salah satu prosedur pada bidang ilmu kedokteran, khususnya di bidang infertilitas (penurunan kesuburan). Banyak hal yang dapat menyebabkan seorang wanita tidak subur. Salah satu penyebab paling umum adalah adanya sumbatan pada saluran telur. Pada keadaan ini, maka akan menyebabkan pembuahan sulit terjadi sehingga kehamilan yang diharapkan tidak akan tercapai dan dokter akan menyarankan dilakukan pemeriksaan HSG untuk mendeteksi masalah ini. Sebelum berencana untuk melakukan tindakan HSG, maka yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang ahli di bidang infertilitas. HSG adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk memperlihatkan rahim dan saluran telur dari sistem reproduksi wanita. Pemeriksaan HSG menggunakan sinar-X (rontgen) dan kontras yang merupakan cairan khusus untuk melihat rahim dan patensi dari saluran telur. Indikasi pemeriksaan HSG yang paling sering dilakukan adalah untuk mengetahui kelainan ukuran dan bentuk rahim atau ada tidaknya penyumbatan pada saluran telur yang dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. HSG tidak boleh dilakukan pada pasien wanita yang sedang dalam keadaan hamil, infeksi panggul, dan pendarahan aktif saat prosedur. Selain itu, HSG juga disarankan dilakukan pada wanita dengan kelainan berupa polip, fibroid uterine, fistula dan aborsi berulang. Pemeriksaan HSG dapat dilakukan setelah pasien dipastikan tidak hamil. Biasanya dilakukan hari ke-9 atau 10 setelah hari pertama haid dan pasien dilarang berhubungan seksual selama waktu tersebut. Prosedur HSG dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, atau layanan kesehatan yang memiliki fasilitas radiologi. Saat dilakukan pemeriksaan HSG, dokter ahli radiologi akan memasukkan kontras ke dalam rongga rahim melalui serviks menggunakan alat khusus, zat kontras ini merupakan cairan khusus yang mengandung pewarna yang dapat ditangkap oleh sinar-X. Pewarna dari zat kontras ini akan mengikuti bentuk rahim dan saluran telur sehingga

dapat menggambarkan ukuran, bentuk rongga rahim dan keadaan saluran telur. Sebelum dilakukan tindakan HSG, biasanya dokter akan meresepkan obat antinyeri yang diminum satu jam sebelum tindakan dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri saat tindakan. Secara umum pemeriksaan HSG tidak menimbulkan komplikasi yang berat, hanya biasanya akan timbul rasa nyeri dan rasa kurang nyaman selama atau sesaat sesudah pemeriksaan dilakukan. Tetapi pada beberapa pasien masalah yang bisa muncul meliputi reaksi alergi terhadap zat kontras, cedera pada panggul atau infeksi pada panggul. Setelah prosedur HSG selesai dilakukan, maka hasil pemeriksaan tersebut akan diinterpretasikan oleh dokter ahli radiologi. Setelah itu, untuk tindakan selanjutnya perlu dilakukan konsultasi dengan dokter yang ahli di bidang infertilitas. l dr. Pande Putu Bagus Premana

Senator Hadiri Hari Jadi STT di Tabanan

Arya Wedakarna Kecewa Sejumlah Wilayah Larang Pembuatan Ogoh-ogoh karena Alasan Politik SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya bersuara terkait adanya laporan dari para pemuda di Bali tentang keputusan pemimpin kedinasan dan adat yang melarang pembuatan ogohogoh dengan alasan tahun politik (Pemilu 2019). Menurut Arya Wedakarna (AWK), seharusnya pemimpin di Bali bisa memisahkan antara kepentingan agama Hindu dan politik. Pihaknya yakin anak-anak muda di Bali jauh lebih dewasa dalam menghadapi situasi politik kekinian, termasuk hajatan pemilu. Demikian diungkapkan AWK di sela-sela menghadiri HUT Sekaa Teruna Teruni (STT) Dwi Karya di Banjar Tanah Pegat Desa Gubug Kecamatan Tabanan dan HUT ke-42 STT Dharma Satwika di Bongan Gede, Tabanan. Secara tegas, Senator AWK justru mempertanyakan sikap dari pemimpin wilayah yang dianggap tidak peka akan aspirasi generasi muda. ‘’Salah satu pilar dari budaya itu adalah adanya keterlibatan gen-

erasi muda, para yowana dalam berpartisipasi dalam kegiatan adat dan budaya Hindu. Ranahnya sudah berbeda, dan festival ogoh-ogoh adalah proses kaderisasi, proses melatih anak muda Bali untuk saling tepaselira dan ada nilai-nilai Pancasila di sana. Termasuk sila ketiga, Persatuan Indonesia. Jadi melarang kegiatan ogoh-ogoh dengan alasan tahun politik dan pemilu adalah sesuatu yang mengada-ada. Ini sudah mengingkari konsep Trisakti Bung Karno yakni berkepribadian di bidang budaya. Sayang sekali, dari laporan yang masuk ke DPD-RI Bali, justru kecamatan, desa dan wilayah melarang yang selama ini dikenal katanya sebagai basis Bung Karno. Ini artinya pemimpin tidak paham konsep Tri Sakti Marhaenisme. Mereka perlu baca lagi buku-buku konsepsi sosio demokrasi. Memalukan sekali,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia malah memberikan apresiasi kepada Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yang justru menganggarkan bantu STT se-

rangkaian hari raya Nyepi. ‘’Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, seharusnya potensi konflik itu ada di Kota Denpasar dan Badung ya, karena selain padat dan juga heterogen. Tapi malah pemerintah di Denpasar dan Badung setuju dengan ogoh-ogoh. Saya ucapkan terima kasih. Kabupaten yang lain perlu mulat sarira, perlu lebih banyak belajar tentang manajemen konflik dan berkepribadian,’’ jelas Gusti Wedakarna. Lalu apa yang harus dilakukan anak-anak muda di Bali menghadapi tantangan larangan pembuatan ogoh-ogoh? ‘’Saran saya maju terus saja, silakan buat ogoh-ogoh walau cuma diarak di depan banjar. Tidak mungkin rusuhlah, mereka sudah dewasa. Yang penting kan proses mereka dari gotong royong membangun simbol Hindu ini. Dan secara politik, tolong anak muda Bali, catat nama perbekel/lurah yang melarang. Catat nama bendesa yang menolak ogoh-ogoh. Ingat juga wajah bupatinya dan besokbesok kalau pilkada dan pilkades

tidak usah dipilih lagi. Ini menjadi pelajaran bagi mereka para pemimpin di Bali agar mereka paham dengan isi gumi Bali. Tidak mudah mengatur orang Bali. Jika ingin serius ajeg Bali yang harus berani ambil risiko. Jangan sampai budaya kalah sama politik dan ini tidak patut,’’ ucap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia. Sebagai wujud keseriusan AWK, pihak DPD Bali sudah menginventarisir sejumlah wilayah di Bali yang menolak ogoh-ogoh di tahun 2019 dan berjanji akan menindaklanjuti. ‘’Saya sudah catat semua wilayah itu, dan kita akan bereskan sebelum Nyepi. Kalau alasannya adalah Panca Wali Krama di Besakih atau pas ada karya di pura, ya… saya bisa maklum. Tapi kalau dihubungkan dengan politik, maka saya kecam. Hikmah dari Nyepi 2019 ini adalah betapa hebatnya suara anak-anak muda Bali. Mereka sudah berani bicara, dan mereka akan menyatakan sikap pada saatnya,’’ imbuh Gusti Wedakarna. (ad1146)

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat hadir di STT Dwi Karya dan STT Dharma Satwika di Kabupten Tabanan.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

5

Perkuat Sistem PPDB

Pemerintah Diharapkan Tak Mudah Diintervensi Denpasar (Bali Post) Beberapa tahun belakangan ini, karut-marut Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bali selalu mengalami kekisruhan. Untuk PPDB tahun 2019 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dalam hal ini Dinas Pendidikan, diharapkan tak mudah diintervensi karena kepentingan personal. Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, Pemprov Bali diingatkan agar tetap konsisten terhadap peraturan yang berlaku. Terlebih penerapan Permendikbud No. 51 Tahun 2018 yang menggantikan Permendikbud No. 14 Tahun 2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, SMK atau bentuk lain yang sederajat. ‘’Jangan sampai ada lagi tokoh masyarakat atau pejabat mendatangi sekolah karena ada siswa yang tak dapat sekolah negeri seperti tahun lalu,’’ tandas pengamat pendidikan I Made Gede Putra Wijaya, Selasa (29/1) kemarin. Terkait Permendikbud No. 51 Tahun 2018, ia mengatakan dalam regulasi yang baru hanya terdapat tiga jalur penerimaan siswa, yakni jalur zonasi hingga 90 persen dari jumlah kuota penerimaan siswa, prestasi 5 persen dan jalur perpindahan bagi anak TNI/Polri, dan PNS. Namun, jika kuota pada jalur prestasi maupun perpindahan akan dikembalikan ke jalur zonasi. Dengan besaran kuota 90 persen pada jalur zonasi, dapat berpengaruh pada gairah Ujian Nasional (UN). Dengan kata lain, siswa akan mengabaikan Nilai Ujian Nasional (NUN), sebab tidak berpengaruh pada penerimaan pada sekolah. ‘’Saya mengkhawatirkan jalur zonasi sebesar 90% itu, karena jumlah siswa yang dekat dengan sekolah bisa melebihi dari kuota yang disesuaikan,’’ ungkapnya. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya keterlibatan Ombudsman dalam proses PPDB pada tahun 2017/2018. Kendati demikian, pihaknya menilai masih ada ‘’tangan-tangan’’ jahil yang mengintervensi kepala sekolah dan Dinas Pendidikan. Ketika hal itu terjadi maka mutu dan kualitas pendidikan jadi taruhan. Selain itu, peran sekolah swasta tentu terabaikan. Padahal status sekolah negeri dan sekolah swasta sama secara kurikulum, bantuan pemerintah seperti dana BOS dan bantuan guru. ‘’Tidak ada solusi selain pemerintah konsisten menerapkan aturan, sebab berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan sudah dilakukan sejak lama,’’ tukasnya. Sementara itu, saat dimintai penjelasan terkait kesiapan Disdik Provinsi Bali menyambut PPDB 2019, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ni Made Metti Utami mengatakan pihaknya segera menggelar pembahasan. Bahkan, Disdik Bali bersama tim sudah membuat peta zonasi dan sudah ditetapkan oleh pusat. Sementara untuk implementasi di daerah, dikatakan harus pembahasan dengan MKKS se-Bali. ‘’Rencana awal Februari kami akan mulai membahas persiapan penyusunan Pergub tentang PPDB 2019 dan juknisnya,’’ pungkasnya. (win)

Bali Post/asa

KESAKSIAN - Prof. Dr. Yohanes Usfunan S.H., M.H., ahli Hukum Tata Negara Universitas Udayana, saat memberikan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Denpasar.

Dua Ahli Bersaksi di Sidang PK Winasa

Pakar Tata Negara Sebut Perbup 04/2009 Tidak Sah Kakek 83 Tahun Dituntut Kasus Korupsi Tahura

Enam Bulan Penjara

Denpasar (Bali Post) -

Denpasar (Bali Post) I Wayan Rubah, kakek berusia 83 tahun yang didakwa atas dugaan korupsi sertifikasi lahan Tanah Hutan Rakyat (Tahura) di lingkungan Perarudan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Selasa (29/1) kemarin dituntut pidana penjara selama enam bulan. Sebelumnya terdakwa dua kali gagal menjalani sidang dengan agenda tuntutan karena kakek renta yang mengalami gangguan pendengaran itu dalam keadaan sakit. Memang setiap sidang ia selalu dipapah dan didampingi anaknya saat menjalani persidangan. Selasa sore kemarin terdakwa dinyatakan sehat dan bisa menjalani persidangan. Selain dituntut selama enam bulan penjara, JPU Anak Agung Gede Wisnu juga menuntut supaya terdakwa membayar denda Rp 50 juta, subsider enam bulan kurungan. Jaksa dari Kejati Bali itu menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider. Yakni melanggar Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atas tuntutan enam bulan, terdakwa melalui kuasa hukumnya mengajukan pledoi secara lisan. Pada intinya, terdakwa meminta dibebaskan, karena terdakwa sudah lanjut usia, dan pertimbangan kesehatan. (kmb37)

Dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) perkara beasiswa Stitna/Stikes yang melibatkan mantan Bupati Jembrana Prof. I Gede Winasa menghadirkan dua saksi ahli, Selasa (29/1) kemarin. Mereka adalah Prof. Dr. Yohanes Usfunan S.H., M.H., ahli Hukum Tata Negara Universitas Udayana, dan Dr. I Nyoman Subanda, ahli Kebijakan Publik dari Undiknas. Kedua saksi ahli tersebut membeberkan keahliannya di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dari keterangan saksi ini cukup memberi angin segar bagi Winasa. Prof. Usfunan yang memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim PK pimpinan Angeliky Handajani Day awalnya melihat bukti fotokopi Peraturan Bupati (Perbup) No. 04 Tahun 2009. Kuasa hukum Winasa kemudian menanyakan soal Perbup 04 dimaksud, apakah asli atau rekayasa belaka. Prof. Usfunan kemudian menerangkan soal mekanisme atau prosedur terbitnya perbup. Mulai tahapan perencanaan, pembahasan, pengesa-

han, berkaitan penyempurnaan hingga terjadi penandatanganan dan disosialisasikan. Setelah melihat barang bukti Perbup 04/2009 itu, Prof. Usfunan justru melihat tidak memenuhi prosedural yang dimaksud. Untuk itu, Perbup 04/2009 yang dipakai memenjarakan Prof. Winasa tidak sah dan sangat meragukan. ‘’Ada pemikiran itu menyatakan sah, namun menurut hemat saya memungkinkan itu (Perbup 04/2009 - red) tidak sah,’’ kata

ahli hukum Unud itu. Dijelaskan, syarat pembuatan perbup sebagaimana yang disampaikan di depan persidangan tidak dipenuhi oleh bukti yang ditunjukkan dalam persidangan. ‘’Salah satunya tidak ada paraf dari sekda, dan terakhir bupati. Ini jelas cacat. Mestinya pengesahan ada paraf pejabat terkait,’’ tandas Prof. Usfunan. Oleh karenanya, dia menyatakan Perbup 04/2009 tidak sah dan sangat meragukan.

Dia memandang yang ditunjukkan sebagai barang bukti di persidangan baru sebatas rancangan perbup. Atas jawaban itu, jaksa dari Kejati Bali Gede Artana dkk. kemudian menanyakan perbup tersebut sudah berisi nomor. Prof. Usfunan mengatakan nomor boleh ada, tapi tanpa stempel tidak sah. Ini soal legalitas. ‘’Itu menurut hemat saya. Memang meragukan, Perbup 04/2009. Walau ada penomoran, stempel dan paraf tidak ada, itu jelas cacat hukum. Bagaimana bisa menghukum Winasa jika produk hukum (Perbup 04/2009) itu cacat,’’ tegasnya. Sementara itu, Dr. Subanda lebih banyak ditanya soal kebijakan publik saat Winasa men-

jabat sebagai bupati. Dijelaskan, orientasi dalam kebijakan publik adalah mengutamakan kepentingan masyarakat. Lantas, soal beasiswa yang dilakukan berulang-ulang oleh Winasa, apakah ada sisi keburukan? tanya kuasa hukum Winasa. Dr. Subanda menjelaskan, kebijakan itu orientasinya jika dibutuhkan berkesinambungan dan adil. Soal beasiswa, itu adalah kebijakan bagus yang meringankan beban masyarakat, meringankan beban orangtua dalam menyekolahkan anaknya. ‘’Di saat orangtua tidak mampu, di sanalah harus hadir pemerintah. Pemerintah dalam mengambil kebijakan publik harus berdasarkan pada asas pemerintahan yang baik,’’ tegasnya. (kmb37)

Hapus Kesan Monoton

’’Maplalianan’’ Jadi Materi Garapan Parade Gong Kebyar Anak-anak Denpasar (Bali Post) Parade gong kebyar anakanak dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 akan menyajikan nuansa berbeda. Pasalnya, pentas kesenian tahunan yang mengusung tema ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin’’ ini akan dihiasi dengan materi maplalianan (permainan tradisional) sebagai materi garapan. Kabid Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali Ni Wayan Sulastriani mengatakan, kreasi ini diambil untuk menepis ke-

san monoton yang selama ini seringkali disangkakan pada parade gong kebyar anak-anak. ‘’Materi gong kebyar anak-anak di PKB ini kan ada berbagai macam. Agar lebih inovatif, misalnya kalau tahun kemarin kita sajikan berupa fragmentari, sekarang dibuat maplalianan agar tidak monoton,’’ ujarnya, Selasa (29/1) kemarin. Dikatakan, garapan maplalianan pada dasarnya berakar dari dolanan yang selama ini telah dikenal umum, bahkan cukup membumi di masyarakat. Konsep-konsep itulah yang kemudian dirumus-

kan agar mendapatkan bentuk bagaimana mengkreasikannya dalam materi gong kebyar anak-anak. Ada tiga narasumber yang ditampilkan yakni Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. yang diwakili oleh Dr. I Ketut Suteja, praktisi seni pertunjukan Bali I Wayan Juana Adi Saputra, S.Sn., M.Si. dan pakar permainan tradisional Made Taro. ‘’Melalui workshop inilah kita upayakan agar utusan dari masing-masing kabupaten nantinya diharapkan memiliki gambaran terhadap garapan

yang ingin ditampilkan, sehingga tidak salah dalam proses menuangkannya dalam karya yang digarap. Sebab, ini memang baru pertama kali dilakukan,’’ tukasnya. Salah seorang narasumber, Made Taro, mengatakan terobosan tersebut sangat baik dilakoni. Terlebih materi maplalianan akan dikreasikan dalam gong kebyar anak-anak. Namun, menurutnya, perlu dicarikan istilah yang tepat untuk garapan yang dimaksud, yang bisa mencirikan unsur Bali yang lebih kental. Selama ini, istilah dolanan

yang dikenal luas masyarakat merupakan istilah Jawa. ‘’Saya lama menunggu momen ini, ketika konsep maplalianan atau permainan tradisional dan dolanan ini dipertemukan. Dolanan ini perlu kita hargai sebagai salah satu bentuk seni baru. Namun perlu diingat, dolanan adalah bentuk, sedangkan maplalianan adalah materi. Dolanan itu bersifat harmonis, antara tari, gamelan, busana. Kalau maplalian permainannya yang lebih menonjol, yang lainnya hanya intensitas,’’ jelasnya. (win)

Bali Post/win

WORKSHOP - Suasana Workshop Garapan Maplalianan PKB ke-41 di Kantor Disbud Bali, Selasa (29/1) kemarin.


OPINI

6

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Hanya Jadi Kelinci Percobaan PETANI Bali ternyata sejak lam sudah menerapkan konsep pertanian bio-industri. Lihat saja di Desa Antapan, Tabanan dan Desa Bukti, Buleleng. Bahkan, hampir semua petani Bali menerapkan konsep bio-indsutri. Hanya, belum bersifat holistik dan komprehensif. Buktinya, petani Bali jarang menggunakan pestisida kimia, menghormati tikus dengan sebutan Jero Ketut, mengenal dewasa ayu untuk menanam benih, membajak dan mempertimbangkan wuku dan sasih. Ketiga, selalu kuat ritualnya yakni memelihara hubungan baik, Tri Hita Karana. Pendeknya sarat dengan kearifan lokal. Saat menanam benih ada upacaranya, saat menjelang panen juga demikian. Pertanian bio-industri juga mereka terapkan dengan pola pertanian tanpa ada limbah. Rumput di sela-sela pematang sawah untuk stok pangan 2-3 ekor sapinya. Satu atau dua petak lahan dipakai untuk tanaman yang bisa dijual sehari-hari. Kini, Presiden Jokowi kembali mengampanyekan pertanian berbasis bio-industri. Boleh-boleh saja asalkan jangan petani dan pertanian selalu dijadikan objek politik. Artinya, menjelang agenda politik banyak menggunakan petani sebagai jargon politik. Mau asuransilah, melindungi petanilah, dan program gratis lainnya. Namun kenyataannya, pemerintah tak pernah riil membela petani. Petani hanya dijadikan ajang percobaan. Belum setahun berjalan sudah berubah kebijakan lagi. Petani kita sebenarnya tak perlu iming-iming ini dan itu. Turunkan harga sektor pertanian, angkat harga jual produk pertanian kita, jamin penjualan produknya. Itu cara paling mudah dan riil. Jangankan asuransi, harga pupuk saja tak mampu ditekan oleh pemerintah. Pendeknya, apa pun bentuk teknologi baru dalam pertanian dan konsep bio-industri, haruslah dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan, meningkatkan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, inklusif bagi petani gurem, dan ramah lingkungan. Selain itu, peningkatan kualitas hidup petani hanya dapat diwujudkan apabila tekanan tenaga kerja pada sektor pertanian dapat dikurangi. Untuk itu, struktur perekonomian Indonesia perlu pula ditransformasi sehingga menjadi berimbang. Revolusi teknologi baru yang terintegrasi dengan transformasi struktur perekonomian makro itu haruslah disusun dalam perspektif panjang. Untuk itulah, Kementerian Pertanian telah menyusun dokumen Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2015-2045 (SIPP 2015-2045). Gagasan utama SIPP 2015-2045 ialah membangun sistem pertanian bio-industri berkelanjutan mulai tahun 2015. Sistem pertanian bio-industri berkelanjutan bervariasi mulai dari tingkat usaha tani, atau bahkan lebih kecil lagi hamparan usaha tani, gabungan kelompok tani, cluster atau kawasan pengembangan, kawasan ekologis (lansekap), pulau, hingga negara. Kebijakan Kementerian Pertanian haruslah disertai dengan penetapan batas wilayah secara tegas. Sistem pertanian bio-industri berkelanjutan harusnya memenuhi tiga komponen yakni, sub-sistem pertanian, sub-sistem bio-industri, dan subsistem konsumsi. Masingmasing sub-sistem dapat memiliki satu atau lebih sub-komponen. Sub-sistem pertanian berfungsi untuk menghasilkan biomassa primer untuk selanjutnya diolah dalam sub-sistem bio-industri. Demikian seterusnya. Sebaik apa pun konsep itu semuanya ditentukan oleh subjek pembangunan yakni petani itu sendiri. Makanya tugas utama pemerintah menggarap pelakunya yakni petani itu sendiri.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Lahan Parkir Perlu Perhatian Lokasi parkir mobil maupun sepeda motor yang terletak di depan para pedagang di pinggir utara Jalan Agung Tresna Renon, Denpasar rusak parah sudah cukup lama dan perlu ada perbaikan. Salah seorang pedagang yang saya jumpai di warungnya, Senin (28/1) siang, mengatakan jumlah warung yang berlokasi di sebelah utara kantor Samsat Polda Bali itu ada belasan pedagang seperti penjual berbagai kuliner, fotokopi, dll. Dia mengaku heran kenapa lokasi parkir ini begitu rusak berat, apalagi pada musim penghujan seperti saat ini sangat jorok dan belum pernah ada perbaikan dari dinas terkait. Ke mana uang distribusi parkir dan setoran para pedagang itu. Setiap harinya para konsumen cukup banyak yang belanja dan tentunya mereka bayar parkir. Para pedagang yang lainnya, katanya juga berharap lahan parkir yang cukup luas itu supaya cepat dibenahi. Mohon pejabat yang punya wilayah dalam penataan lahan parkir ini segera cek lokasi dan lakukan perbaikan. Wayan Beratha Yasa Kapal, Badung

Bio-industri Model Pertanian Masa Depan Salah satu fokus pembangunan pertanian di era Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi adalah swasembada pangan, dengan mengutamakan tiga komoditas pangan, yakni padi, jagung dan kedelai (pajale). Untuk mendukung upaya swasembada pangan tersebut dilakukan revitalisasi saluran irigrasi dan pembangunan embung. Tidak keliru, air memang merupakan salah satu problem primer dalam pembangunan pertanian.

Oleh Suprio Guntoro

N

amun perlu diingat, ada persoalan yang tidak kalah penting, bahkan bisa lebih penting dibandingkan persoalan air dan lahan. Bila persoalan fundamental ini tidak tertangani dengan baik, upaya swasembada akan bisa terseok. Memang, dengan fokus peningkatan produksi pajale, bisa jadi upaya swasembada ketiga bahan pangan tersebut akan terwujud. Tetapi amat boleh jadi, swasembada yang dicapai hanya bersifat instan. Bila persoalan fundamental yang lain tidak tersentuh, kita patut khawatir, swasembada pangan akan sulit berkelanjutan. Sedikitnya ada lima persoalan fundamental dalam sektor pertanian, yakni (1) minat masyarakat, khususnya generasi muda untuk bertani makin merosot, (2) ancaman krisis sumber air, (3) penyusutan lahan pertanian, (4) ketergantungan petani pada input luar semakin besar, dan (5) berbagai kebijakan pemerintah yang kurang memihak kepada petani. Petani adalah subjek utama dalam pembangunan pertanian. Sayang, jumlah petani di Indonesia setiap tahunnya kian berkurang. Hal ini antara lain disebabkan karena profesi sebagai petani tidak lagi menarik bagi masyarakat, terutama generasi muda. Karena pertanian dianggap kurang menjanjikan secara ekonomi, risiko usaha amat besar dan kurang prestisius secara sosial. Berdasarkan data BPS, selama sepuluh tahun terakhir, petani di Bali yang beralih profesi sekitar

84.000 KK, atau rata-rata 8.400 KK per tahun. Sedangkan secara nasional, Indonesia kehilangann 490.000 KK petani per tahun. Mereka beralih profesi sebagai pedagang, tukang, buruh bangunan, kegiatan industri/kerajinan, sopir ojek, dll. Sebagian dari mereka urbanisasi ke kota. Akibatnya, dalam 10–20-an tahun terakhir, kota terasa makin sesak dan macet, karena 52-53% penduduk saat ini tinggal di kota. Lahan pertanian yang mereka tinggal, ada yang dikerjakan oleh sanak keluarga, tetangga atau kerabatnya, atau disewakan. Tetapi sebagian lahan ada yang dijual untuk modal kerja, termasuk ke pihak asing. Lantas lahan yang sudah berpindah tangan itu sebagian berubah fungsi menjadi vila, hotel, pabrik, perumahan, mall, atau pusat hiburan yang menyebabkan banyak saluran irigasi terputus. Apa yang giat dilakukan oleh pemerintah saat ini seperti pembangunan infrastruktur perbaikan saluran irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian dll. tidak akan bermanfaat secara optimal bila jumlah petaninya makin merosot atau petaninya masih cukup banyak, tetapi minat bertaninya sudah setengah hati. Karena itu, perlu dipikirkan model atau bentuk usaha tani yang dapat menarik minat generasi muda, atau mereka yang telah menjadi petani bisa merasa nyaman berkiprah dalam profesinya. Agar usaha tani lebih menguntungkan, perlu diarahkan pada model usaha tani yang lebih efisien dalam penggunaan lahan, air, dan modal. Selain dapat meman-

faatkan sumber daya lokal untuk sarana produksi (pupuk, pakan, bibit, pestisida), sehingga dapat menekan penggunaan input luar. Tahun 2005, Badan Litbang Pertanian merintis Program Primatani untuk mempercepat adopsi inovasi dan teknologi, dan awalnya dua unit di antaranya ada di Bali. Di Bali, pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali memperkenalkan prinsip pertanian ‘’Tekno-Ekologis’’, yakni model pertanian yang memadukan antara daya dukung ekosistem dan aplikasi teknologi maju. Dalam model ini, pertanian tidak dikembangkan dengan komoditas tunggal, melainkan ada dua atau lebih komoditas yang dikembangkan secara integratif. Pertanian integratif berbeda dengan pertanian terpadu atau tumpang sari. Bila pertanian terpadu/tumpang sari hanya menekankan keanekaragaman komoditas, guna menekan risiko usaha. Namun, antara komoditas/ spesies tidak ada hubungan fungsional dalam siklus penggunaan zat-zat makanan, sehingga antara komoditas bisa terjadi kompetisi dalam pemanfaatan lahan, air, atau nutrisi (pupuk). Pada pertanian integratif terdapat hubungan fungsional antarkomoditas, dalam pemanfaatan zat-zat makanan. Sehingga antarkomoditas akan saling mensubstitusi dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Misalnya di sawah, bila hanya menananm padi, petani hanya memperoleh hasil gabah. Tetapi dengan mengolah limbah (jerami) padi untuk pakan sapi atau domba, petani bisa memelihara ternak, sehingga diperoleh

output tambahan berupa ternak. Sementara feses dan urine ternak bisa untuk substitusi kebutuhan pupuk bagi tanaman. Urine ternak bila dicampur dengan beberapa bahan juga bisa sebagai biopestisida, sehingga dapat menekan input dalam budi daya padi atau palawija. Secara teoretis, model pertanian tekno-ekologis atau pertanian integratif dapat memunculkan ‘’relung baru’’ dalam ekosistem. Dalam contoh di atas, karena tanah dipupuk dengan pupuk organik dan pengendalian hama dilakukan dengan biopestisida, maka lingkungan menjadi aman. Sehingga petani bisa membudidayakan ikan di sawah (mina–padi). Bahkan, sebagian limbah (jerami) padi atau tongkol jagung bisa diolah untuk media budi daya jamur merang dan atau jamur tiram, yang saat ini amat diminati pasar.

Bio-industri Simantri yang telah berkembang di Bali sebenarnya merupakan bentuk pertanian ‘’TeknoEkologis’’ yang masih sederhana. Pada tahun 2015, pihak Badan Litbang Pertanian meluncurkan model baru yang lebih kompleks, yakni model pertanian ‘’Bio-industri’’. Bio-industri merupakan bentuk industri pengolahan produk (limbah atau produk utama) dengan menggunakan proses biologis (bio-processing), yakni menggunakan mikroorganisme (bakteri, khamir atau kapang) baik dalam ekstraksi, purifikasi maupun konversi. Sesungguhnya dalam model ‘’Simantri’’ maupun ‘’Primatani’’ telah menggunakan teknologi bio-processing dengan menggunakan mikroorganisme. Tetapi bentuknya masih sederhana dan bio-processing yang diterapkan masih terbatas untuk kegiatan hulu guna menghasilkan sarana produksi, seperti untuk pupuk, biopestisida, pakan atau bio-energi. Dalam bio-industri, teknologi yang diterapkan lebih lengkap, tidak hanya di hulu tetapi juga di hilir (industri pengolahan hasil)

Kampanye Literasi ’’Anti-Hoax’’ di Medsos

MEDIA sosial (medsos) telah menjelma menjadi kekuatan dahsyat nan luar biasa dalam pembentukan opini publik pada era digital dewasa ini. Dibandingkan dengan media konvensional ataupun tercetak, medsos mempunyai potensi lebih cepat dalam produksi dan diseminasi informasinya. Bahkan, hanya sekali klik, secepat kilat informasi di medsos mampu menjalar tanpa sekat batas geografis. Dengan keunggulan yang demikian, tentu medsos dapat berperan dalam memajukan literasi. Namun meskipun begitu, ibarat dua sisi mata uang logam, medsos juga dapat berpotensi sebaliknya, menjadi perusak informasi di dunia maya. Tumpah ruahnya informasi hoax (palsu) yang tak terkendali, bisa menjadi penebar virus kebencian. Penelitian van der Bilt, Universitas Tennessee membuktikan bahwa berita hoax akan dipercaya bila kerap dibagikan. Seirama dengan denyut nadi perkembangan teknologi, hoax malah justru semakin berbahaya dan mengerikan. Manakala hoax sudah sedemikian brutal, perang melawannya bukan lagi soal akal sehat, melainkan juga terkait dengan kecanggihan teknologi, ketegasan hukum, dan pendidikan literasi. Dewasa ini, hoax bukan lagi diproduksi dengan

Oleh Suwanto memelintir fakta. Ia bahkan diproduksi berdasarkan hal yang tidak ada sama sekali. Pemainnya pun bukan hanya simpatisan kelas teri, melainkan juga pejabat kelas elite. Oleh karenanya, sebagai generasi digital natives, sudah saatnya menjadikan medsos sebagai sarana ‘’Kampanye Literasi Antihoax’’. Caranya ialah menggunakan medsos secara bijak dengan memproduksi, mengakses, dan menyebarkan informasi yang sehat. Konten medsos terkait dengan hoax, ujaran kebencian, adu domba, dan kampanye hitam harus dihindari. Kita harus kampanyekan konten-konten positif informasi kebenaran dan ujaran kasih sayang. Jangan terlalu gegabah dan tidak asal share informasi yang belum tentu valid kebenarannya. Pun demikian, jangan mudah emosional untuk menyebarkan ujaran kebencian. Lebih lanjut, medsos sebagai corong publik harus bisa hadir sebagai mitra, bersimbiosis mutualisme dengan pemerintah, rakyat, perusahaan IT, programer, dan praktisi IT lainnya. Semua entitas itu dapat bekerja sama untuk memberantas hoax di jagat maya

ataupun di medsos. Mengingat, Jurgen Habermas dalam ‘’Stucturwandel der Offentlichkeit’’ mengungkapkan bahwa ruang publik bisa menjembatani antara negara dengan masyarakat sipil. Seiring dengan berjalannya waktu, medsos yang merupakan ruang publik paling populer perlu adanya kampanye literasi anti-hoax melalui pendidikan literasi dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam keluarga orangtua harus mampu menjadi kontrol anak-anaknya dalam bermedsos. Anak dididik sedini mungkin untuk mengakses informasi yang benar dan valid. Sikap kejujuran juga patut kita tanamkan pada anak dalam segala hal termasuk dalam bergaul di dunia maya. Pendidikan literasi anti-hoax di sekolah bisa dilakukan dengan menggencarkan budaya literasi anti-hoax. Revolusi dalam pendidikan literasi anti-hoax juga dapat dilakukan dengan langkah konkret seperti membaca kritis dan menulis etis. Fisher (1993) berujar, literasi merupakan kegiatan membaca-berpikir-menulis. Artinya kita dalam membaca informasi di medsos bukan

sekadar membaca, akan tetapi menganalisis, mengkritisi, dan evaluasi sehingga informasi yang kita dapatkan benar-benar informasi valid kebenarannya. Pun demikian, dalam kita menulis segala sesuatu di jagat maya harus informasi yang benar dan akurat. Dalam kita menulis sumber yang kita rujuk (kutip) adalah sumber yang terpercaya, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau membaca dan menulis kritis telah dilakukan maka informasi yang kita bagikan pun adalah informasi yang benar dan valid atau bukan informasi hoax. Ruang gerak informasi hoax justru akan mudah kita putus dan tutup dengan adanya membaca dan menulis kritis. Semua itu tentunya membutuhkan suatu gerakan kampanye pendidikan anti-hoax di jagat maya atau medsos. Sementara pendidikan literasi anti-hoax di masyarakat jagat maya dilakukan dengan kampanye (ajakan) membudayakan literasi anti-hoax. Kampanye tersebut dapat dilakukan dengan memviralkan konten-konten positif yang benar kevalidannya seperti budaya baca kritis yang banyak manfaatnya bagi pembangunan bangsa.

sehingga diharapkan petani tidak lagi menjual produk mentah tetapi sudah ke arah produk setengah jadi, atau produk jadi. Model pertama bio-industri di Bali saat ini baru dirintis di dua lokasi, yakni di Desa Antapan (Tabanan) dan Desa Bukti (Buleleng). Di Desa Bukti (Kebutambahan), fokusnya pada integrasi ternak (sapi) dengan ubi kayu dan sorgum. Dalam pengolahan ubi kayu, dilakukan fermentasi menggunakan Bakteri Asam Laktat (BAL) untuk menghasilkan tepung Mocaf, sehingga harganya menjadi lebih tinggi daripada tepung Cassava. Demikian pula dalam pengolahan biji sorgum (untuk pangan) nira (untuk bio-etanol) dan batang sorgum (untuk pakan) juga telah diterapkan bio-processing dengan menggunakan bakteri dan kapang untuk meningkatkan nilai produksi. Dengan model bio-industri, diharapkan keuntungan usaha tani akan lebih tinggi lagi dibanding model Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi) maupun Primatani, karena produk jadi yang dihasilkan semakin beragam jenisnya. Bali yang lahan pertaniannya sempit, di pihak lain perkembangan pariwisata yang pesat, akan cenderung mendorong generasi muda hengkang dari sektor pertanian. Kehadiran model pertanian bioindustri diharapkan akan dapat menarik kembali minat generasi muda untuk mau menekuni pertanian. Keberadaan pertanian tetap diperlukan, guna mendukung keajegan budaya Bali, sekaligus menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Penulis, mantan Peneliti BPTP Bali, anggota HKTI Bali

POJOK Wapres Jusuf Kalla minta umat Hindu guyub agar tercipta kerukunan. - Jaga Merah Putih NKRI *** Pasang target fantastis dan tak masuk akal, Pansus kritisi RPJMD Bali. - Optimis yang realistis. *** Pungut kontribusi pada wisman, Bali dapat dukungan lima kementerian. - Rakyat Bali mendukung penuh.

Penulis, peneliti pada Universitas Negeri Yogyakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

Lagi, Tanah Lot Diserbu Sampah Kiriman Tabanan (Bali Post) –

Pantai Tanah Lot kembali diserbu sampah kiriman. Kali ini jenis sampah tidak hanya kayu atau sampah organik lainnya, tetapi juga sampah plastik. Manajer DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Selasa (29/1) kemarin, mengatakan sampah kiriman kembali muncul sejak sepekan lalu. ‘’Jenis sampahnya sekarang seperti digilir. Jika waktu pertama banyak sampah kayu atau organik lainnya sekarang lebih ke sampah plastik,’’ ujarnya.

BERSIHKAN - Petugas kebersihan DTW Tanah Lot membersihkan sampah kiriman.

Agar tak mengganggu kenyamanan pengunjung, sebelum DTW Tanah Lot dibuka untuk wisatawan, pihaknya menurunkan tim kebersihan untuk membersihkan sampah di pantai. ‘’Kita bisa mengangkut sampai empat pick-up. Dibuangnya di lahan milik warga setempat, agar lebih cepat. Nanti warga yang mengolah sampahnya,’’ ujar Toya. Mengenai kunjungan wisatawan, diakuinya kondisi cuaca cukup berpengaruh. Terlebih jika hujan di pagi hari disertai angin kencang. ‘’Kalau sudah hujan, kunjungan pasti turun. Jika biasanya 7.000 orang per hari, jika paginya hujan, maka turun ke 5.000 sampai 6.000 orang,’’ katanya. Turunnya kunjungan wisatawan akibat cuaca buruk juga dialami DTW Ulun Danu Beratan. Sejak sepekan terakhir kunjungan wisatawan turun 30 persen. Kunjungan per hari normalnya mencapai 2.500 orang. Namun akibat cuaca buruk, turun menjadi

1.700 hingga 1.500 orang. Menurut Manajer DTW Ulun Danu Beratan Wayan Mustika, hujan menyebabkan wisatawan memutuskan membatalkan kunjungannya. Bahkan meski sudah mampir, ada yang tidak turun dari bus karena hujan. Padahal untuk mengantisipasi ini pihaknya telah membuka layanan sewa payung dengan harga Rp 5.000 per payung. ‘’Dibangun juga tempat berteduh. Tetapi rupa-rupanya masih belum cukup menarik minat wisatawan untuk berkunjung saat hujan turun di kawasan DTW,’’ ujarnya. Untuk menarik minat wisatawan sekaligus semakin memperkenalkan DTW Ulun Danu Beratan, rencananya akan digelar festival DTW Ulun Danu yang mengambil tempat di taman bunga yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. ‘’Waktunya belum pasti, tapi rencana akan ada festival di taman bunga,’’ ujar Mustika. (kmb24)

Ni Luh Made Ayu Rartika Yanti, remaja berusia 18 tahun di Banjar Delod Puri Desa Kediri Kecamatan Kediri, tidak pernah merasakan bangku sekolah. Itu karena dia menderita lumpuh sejak lahir. Kedua kakinya tidak bisa tumbuh dan digerakkan layaknya orang normal. Bahkan tangan dan penglihatannya pun mengalami gangguan.

lantaran hampir delapan bulan terakhir bantuan raskin dari Pemerintah Pusat diputus. Terkait informasi tersebut, Sekretaris Desa Kediri I Nyoman Alit Suastana didampingi Kadus Delod Puri I Ketut Astawa mengatakan, terhentinya bantuan dari pusat dikarenakan kesalahan data. ‘’Jadi datanya tertukar dengan nama paman si anak ini. Ini sudah kami tindak lanjuti kepada Dinas sosial untuk selanjutnya dilakukan perbaikan di pusat. Sejauh ini masih proses perbaikan,’’ terangnya. Meski demikian, ia menegaskan, untuk seluruh bantuan baik dari pusat ataupun daerah, sudah diberikan ke keluarga bersangkutan, termasuk untuk Ayu. ‘’Di desa sudah kami fasilitasi secara umum. Artinya, dinas terkait sudah menindaklanjuti,’’ terangnya. Sementara itu, dari data desa jumlah penerima raskin di Desa Kediri mencapai 278 KK. Mereka tersebar di tujuh banjar yang ada. ‘’Ini data 2018. Kalau 2017 ada 238 KK. Ada peningkatan karena dua desa dijadikan percontohan perubahan BPNT yakni Kediri dan Pandak Gede,’’ pungkasnya. (bit)

Bali Post/ist

Daftar Tunggu Bedah Rumah Capai 300 Unit Lumpuh Sejak Lahir, Remaja di Kediri Tak Bisa Sekolah

Tabanan (Bali Post) Program bedah rumah belakangan menjadi tren yang digulirkan pemerintah maupun pihak swasta melalui kegiatan CSR dalam rangka memecahkan masalah sosial dan ekonomi di daerah. Tidak terkecuali di Kabupaten Tabanan. Tahun ini program bedah rumah akan kembali digulirkan. Namun karena keterbatasan anggaran, tahun ini hanya akan menyasar 19 unit rumah, dari 300 unit daftar tunggu. Nilai anggaran bedah rumah Rp 570 juta atau Rp 30 juta per unit. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan, Selasa (29/1) kemarin menyampaikan, bedah rumah yang didanai APBD Tabanan tidak saja berupa pembangunan rumah ukuran 6 x 4,5 meter dengan fasilitas dua kamar tidur, satu kamar mandi, namun juga meliputi fasilitas lainnya, seperti tempat tidur, kasur, bantal dan lemari pakaian. ‘’Triwulan I ini sudah jalan. Karena harus lelang terlebih dahulu, bulan April target rampung,’’ ucapnya. Menurutnya, ada 300 unit rumah

yang masuk daftar tunggu penerima bantuan. Namun dari list antrean tersebut, nantinya masih harus melalui verifikasi. ‘’Ada skala prioritas yang menjadi poin untuk mendapatkan program ini seperti terdaftar dalam daftar rumah tangga miskin dan masalah sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial,’’ jelasnya. Daftar tunggu bisa saja makin bertambah seiring dilaksanakannya program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni yang anggarannya berasal dari Kementerian Sosial. ‘’Kita rutin dapat anggaran pusat untuk renovasi rumah tak layak huni. Jadi misalnya lama tidak diperbaiki dan rusak, maka masuk dalam list tunggu program bedah rumah,’’ ucapnya. Mantan Kadisdukcapil Tabanan ini menambahkan, tahun ini Tabanan akan mendapatkan BKK dari Kabupaten Badung untuk bedah rumah sebanyak 300 unit. Program ini akan disebar di seluruh kecamatan, tentunya dengan melihat skala prioritas khususnya menyangkut tingkat kerusakan rumah. (kmb28)

I Nyoman Gede Gunawan

Bali Post/bit

Atasi Serangan Tikus, Dinas Pertanian Siapkan Racun Hama

Tabanan (Bali Post)Petugas Dinas Pertanian Tabanan melakukan pengecekan ke Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kerambitan. Selain memantau kondisi tanaman yang rusak, petugas juga mensosialisasikan cara memberantas hama tikus kepada petani. Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, Selasa (29/1) kemarin mengatakan, pihaknya siap membantu petani dalam hal penyediaan racun hama untuk memberantas tikus. ‘’Dinas menyiapkan racun hama yang bisa diminta oleh petani jika ada serangan

hama. Pakaseh dari subak tersebut sudah mengambil ke dinas,’’ ujarnya. Budana menjelaskan, langkah pemberian racun hama ini karena dinilai sudah mendesak. Namun petani diharapkan tidak hanya tergantung pada zat kimia tetapi diiringi pula dengan melakukan pembersihan lingkungan serta menjaga sanitasi yang baik. Sebab, tikus akan cepat berkembang biak jika kondisi lahan dipenuhi sampah dan kotor, ataupun sanitasi yang buruk. Apabila pemberian racun hama tidak juga berhasil, maka Dinas Pertanian akan berkoordinasi d e ngan subak untuk melaksanakan pengropyokan. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk membasmi tikus yang biasanya dilakukan setelah musim panen. ‘’Kalau dengan racun tidak berhasil, kita rencananya akan lakukan pengropyokan atau pengendalian fisik dengan membongkar lubang-lubang tikus. Tapi itu akan dilakukan jika pihak subak berkenan untuk bekerja sama dengan petugas nanti,’’ jelas Budana. Kalau cara itu masih tidak berhasil, lanjut Budana, pihaknya akan menggelar ritual memohon

Nyoman Budana

Bali Post/san

petunjuk di Pura Bedugul setempat, sesuai dengan kepercayaan subak di Bali. ‘’Tapi saya berharap, semoga saja dengan bantuan racun pembasmi hama akan mampu mengatasi serangan hama tikus tersebut. Sehingga para petani setempat tidak resah lagi karena terancam gagal panen,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tanaman padi seluas puluhan hektar di Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kerambitan, diserang hama tikus. Petani khawatir jika serangan tikus tak bisa dibendung, mereka akan mengalami gagal panen. Pemerintah pun diharapkan turun tangan. Petani setempat, Made Sukadana Senin (28/1) mengatakan, ia menanam padi pada 23 Desember 2018. Namun saat usia padi mencapai satu bulan, tikus

mulai menyerang. Tidak hanya di lahan miliknya, tetapi lahan petani lain di subak setempat. Jika ditotal, ada 10 hektar tanaman padi yang diserang tikus. ‘’Tanaman padi yang diserang rata-rata usia masih satu bulan hingga 2,5 bulan. Masa itu sedang dalam perkembangan bulir padi. Karena diserang tikus, banyak tanaman yang bulirnya tidak tumbuh sempurna, ada yang sampai mati,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, awalnya serangan tikus terjadi di Subak tetangga yaitu Subak Kukuh. Serangan kemudian menyebar hingga Subak Serongga. Tikus menyerang akar dan batang tanaman padi sejak dua bulan lalu. Para petani, kata dia sangat khawatir mengalami gagal panen sehingga dapat menimbulkan kerugian yang besar. (kmb24)

Ditemui di rumahnya Selasa (29/1) kemarin, remaja yang akrab disapa Ayu ini tengah menonton TV seorang diri di kamarnya. Tak banyak yang bisa dilakukan oleh putri pasangan I Gede Ketut Astawa (48) dan Ni Luh Made Merta Asih (48) ini. Untuk beraktivitas pun ia harus merangkak. Kedua kakinya tidak bisa diluruskan, hanya bisa ditekuk. Beruntung ada sejumlah anak di sekitar tempat tinggalnya yang mau menerima kondisi Ayu. Anak-anak ini kerap mengajaknya bermain, meski hanya sampai depan gang rumah. Saat disambangi, tak banyak yang bisa disampaikan Ayu. Ia mengaku pernah diajak belajar oleh sebuah Yayasan dari Denpasar. Namun belakangan, intensitas pendidikan berkurang. ‘’Sudah ada sekitar 4 sampai 5 tahun dijemput yayasan. Kalau dulu seminggu 3 kali, sekarang han-

ya sekali saja dalam seminggu,’’ beber ayahnya, Astawa. Astawa yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan ini menjelaskan, anak keduanya ini lahir dalam kondisi prematur. Ketika usia kandungan tujuh bulan, air ketuban istrinya pecah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. ‘’Setelah lahir, dalam perkembangannya ternyata Ayu tidak bisa berjalan dan divonis menderita polio oleh dokter,’’ ucapnya. Keluarga sudah memeriksakan kondisi Ayu ke sejumlah rumah sakit. Bahkan Pemerintah Desa setempat pernah mendatangkan dokter dari Jerman sekitar tujuh tahun lalu. Jalur non-medis juga ditempuh pihak keluar. Namun berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pihak keluarga hanya bisa pasrah dan berharap Ayu mendapatkan uluran tangan. Apalagi saat ini pihak keluarga harus bersabar

Bali Post/bit

LUMPUH - Ayu (kanan) bersama ayahnya. Ayu lumpuh sejak lahir dan tak pernah mengenyam pendidikan di sekolah.


BULELENG

8

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

Bali Post/kmb38

TERTIMBUN TANAH LONGSOR – Rumah semipermanen di Dusun Sangker Desa Mengening Kecamatan Kubutambahan tertimbun tanah longsor, Selasa (29/1) dini hari kemarin. Empat orang meninggal dunia akibat bencana ini.

Rikasih Minta Izin Tak Sekolah jika Hujan Peristiwa tanah longsor di Dusun Sangker, Desa Mengening, Kubutambahan merenggut empat nyawa, satu keluarga korban Ketut Budi Kaca. Pastinya, peristiwa itu menimbulkan duka mendalam banyak pihak. Keprihatinan teramat mendalam turut dirasakan guru kelas korban Luh Putu Rikasih (9). Rikasih bersekolah di SDN 2 Satra di Kabupaten Bangli. Rikasih adalah anak pertama dari Ketut Budi Kaca. Korban memilih sekolah di SDN 2 Satra, sebab rumahnya sendiri berada di wilayah perbatasan antara Buleleng dan Kabupaten Bangli. Guru kelas Rikasih, Heny, saat berkunjung ke rumah korban, Selasa (29/1) kemarin menuturkan, peristiwa yang merenggut empat nyawa, termasuk siswanya itu diketahui ketika dia akan mengajar anakanak di sekolah itu. Informasi peristiwa memilukan itu dengan cepat tersebar. Tidak pelak hal itu membuat dirinya sangat terkejut. Karena itu, dia dan guru lainnya ingin memastikan informasi itu dengan datang langsung ke rumah duka. Setelah melihat kondisi jenazah siswinya, Heny tidak kuasa menahan kesedihan. Bahkan, guru ini sempat meneteskan air

mata setelah melihat siswinya terbujur kaku hanya ditutup kain putih. Wajar kesedihan mendalam dirasakan Heny. Sebab, sebelum kejadian Senin (28/1) lalu, Rikasih sempat minta izin tidak sekolah. Saat itu, korban menyampaikan alasan izin kalau sewaktu-waktu terjadi hujan deras. Mengetahui siswanya itu minta izin dengan alasan sangat tepat, Heny tidak mempermasalahkan. Sebab, memang jarak sekolah ke rumah korban sangat jauh bahkan melintasi jalan berbukit. Apalagi jalan ke sana hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Dia kemudian mengizinkan dan sempat menasihatinya, kalau hujan belajar di rumah saja. Tidak disangka, ternyata izin siswanya itu menjadi kenyataan. ‘’Kalau izin tidak sekolah karena hujan, benar terjadi anak didik itu meninggalkan kami selamanya,’’ ujarnya pilu. Di sisi lain, Heny mengatakan, dalam kesehariannya Rikasih yang duduk di bangku kelas II, tergolong sosok anak periang. Dia rajin belajar bersama teman-teman di kelasnya. Bahkan, sebelum kejadian yang menjemput ajalnya, korban tidak menunjukkan tandatanda gelagat aneh.

‘’Anaknya sangat periang. Sebelum bencana ini, tidak menunjukkan ada hal aneh. Biasa saja dia bergaul dengan anak-anak lain di sekolah,’’ jelasnya. Tetapi Wayan Kasih (48), saudara korban Ketut Budikaca, mengalami firasat buruk. Wayan Kasih yang menikah ke wilayah Kayuamba, Bangli itu seolah tidak percaya kalau adiknya itu bersama keponakannya meninggal dengan cara sangat mengenaskan. Dia terakhir bertemu korban dan keluarga saat hari raya Galungan, Desember 2018 lalu. Kala itu, ia pulang melepas rindu sembari berhari raya. Selasa (29/1) dini hari, ketika hujan deras, Kasih sempat bangun dari tidur lelapnya. Bahkan, entah mengapa, tiba-tiba ia ingat adiknya, Ketut Budikaca. Kekhawatiran itu beralasan kuat karena Kasih mengetahui rumah korban itu berada di bawah tanah. Lokasi itu dinilai sangat berbahaya dan rawan terjadi longsor. ‘’Tiba-tiba saya ingat Budikaca. Pikiran saya tertuju ke rumahnya yang rawan tanah longsor itu. Ternyata benar adik saya bersama istri dan anaknya meninggalkan saya selamanya,’’ katannya sedih. (mud)

FOTO KORBAN - Kakak kandung korban, Wayan Kanda, menunjukkan foto anak korban pertama, Luh Putu Rikasih, siswa kelas II SDN 2 Satra di Kabupaten Bangli.

Tanah Longsor di Mengening, Satu Keluarga Tewas Tertimbun

Singaraja (Bali Post) – Bencana alam di Buleleng merenggut satu keluarga dengan empat korban jiwa. Tanah longsor yang menimbun sebuah rumah di Dusun Sangker, Desa Mengening, Kubutambahan itu mengakibatkan pasangan suami-istri (pasturi) dan dua anaknya tewas tertimbun, Selasa (29/1) dini hari kemarin. Diduga tanah terjal bekas perkebunan cengkeh dengan ketinggian sekitar tujuh meter itu sangat labil. Akibat hujan deras, tanah itu tidak kuat menahan gerusan air, kemudian terjadi longsor menimbun rumah satu keluarga sederhana itu. Sebelum peristiwa tragis itu, hujan deras melanda Desa Mengening dan sekitarnya. Karena hujan deras, korban Ketut Budi Kaca (33) bersama istrinya, Luh Sentiani (27) dan kedua anaknya masing-masing Luh Putu Rikasih (9) dan Made Sutana (5) sedang istirahat di dalam rumah. Sebetulnya baru dua tahun ini korban membangun rumah di areal tanah perkebunan cengkeh yang curam itu. Orangtuanya, Nyoman Dania (78) dan istrinya Wayan Siari (75), persis tinggal di atas rumah korban. Rumah orangtuanya itu berjejer dengan rumah kakaknya, Wayan Kanda dan Komang Ana. Sekitar pukul 04.00 dini hari, tiba-tiba tanah tebing di atas rumah korban itu ambruk. Naas, bongkahan senderan beton dan tanah hingga batang pohon lemo itu tergerus kemudian menimpa tembok rumah korban. Kerasnya benturan tanah longsor itu membuat tembok rumah korban jebol. Bongkahan beton itu membentur korban, disusul timbunan tanah mengubur istri dan kedua anaknya. Diperkirakan empat korban ini tertimbun beton dan tanah sedalam sekitar dua meter. Orangtua korban, Nyoman Dania, di rumah duka kemarin menceritakan, sebelum kejadian itu korban sempat menemuinya. Dia sempat bercerita soal pekerjaan sambil menonton

Korupsi PD BPR Buleleng 45

Ayu Dituntut 3,5 Tahun Penjara DINYATAKAN terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Buleleng 45 Kantor Kas Seririt, Putu Ayu Aryandri (41) asal Banjar Dinas Lebah, Banjar, Buleleng, Selasa (29/1) kemarin dituntut pidana penjara selama tiga tahun enam bulan. JPU Isnarti Jayaningsih di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor menyatakan perbuatan terdakwa itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah

melakukan tindak pidana korupsi. Sesuai regulasi, dalam dakwaan subsider, terdakwa diancam Pasal 3 UU Tipikor. Selain dituntut dihukum 3,5 tahun, Putu Ayu Aryandri juga dituntut membayar denda Rp 50 juta, subsider enam bulan kurungan. Terdakwa yang tamatan SMEA itu juga dihukum membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara dengan cara mengembalikan uang itu sebesar Rp 635.349.980. Masih dalam tuntutan jaksa,

apabila terdakwa tidak membayar selama satu bulan setelah kasus ini memperoleh putusan pengadilan dan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita jaksa untuk dilelang. Apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka diganti pidana penjara selama dua tahun. Atas tuntutan itu, terdakwa berencana mengajukan pembelaan alias pledoi pada sidang berikutnya. (kmb37)

televisi. Karena sudah larut malam, korban kembali ke rumahnya beristirahat. Ketika dini hari, Dania sempat terbangun karena hujan semakin deras. Dia sempat menengok kondisi rumah korban yang saat itu masih utuh. Namun, sekitar pukul 05.00 Wita, saat terbangun dirinya terkejut melihat tembok rumah anaknya itu sudah terkena longsor. Dia juga melihat tanah longsor itu menimbun rumah anaknya Budi Kaca. Karena sudah usia lanjut, Dania berusaha memanggil korban dari atas. Namun tidak kunjung ada yang menyahut. Saat itu dia memanggil anaknya, Wayan Kanda. Mengetahui kejadian itu, Kanda langsung mengecek dan korban bersama keluarganya tertimbun bongkahan beton dan tanah. ‘’Saat bangun tidur saya keluar rumah dan rumah dia (Budi Kaca - red) sudah tertimbun. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Sempat saya panggil-panggil, namun anak saya tidak nyahut dan langsung suruh kakaknya melihat dan mereka sudah tertimbun di dalam rumah,’’ katanya. Ditemukan Setelah Gali Dua Meter Saksi lainnya, Wayan Kanda, menuturkan un tuk mengevakuasi korban hanya menggunakan alat manual berupa cangkul. Dengan menggali sekitar dua meter, dia menemukan korban bersama istri dan

kedua anaknya tertimbun. Jenazah korban itu ditemukan dalam posisi berbaring dalam satu ranjang. Pertama dia berhasil mengambil jenazah korban yang saat kejadian sedang memeluk anak pertamanya, Luh Putu Rikasih. Berhasil mengambil dua jenazah, saksi dibantu kerabat lainnya kembali mengambil jenazah istri korban Luh Sentiani yang juga sedang memeluk anak keduanya, Made Sutana. Ditemukan terjadi luka lebam dan memar yang diduga akibat benturan tembok rumah yang jebol itu. Selain itu, kepala dan muka korban Budi Kaca tampak memerah. Luka dalam itu diduga saat tembok rumahnya jebol. Korban terkena bongkahan batako yang jebol. ‘’Begitu saya gali kakak dan keluarganya sudah meninggal tertimbun. Adik dan ipar saya sama-sama memeluk anaknya. Kemungkinan dia masih tertidur karena itu tidak bisa menghindarkan diri dari kejadian itu,’’ katanya. Korban sekitar dua tahun lalu, kata Kanda, membangun rumah dengan posisi tepat di bawah rumah orangtuanya. Rumah semipermanen itu berhasil dibangun dari hasil bekerja sebagai tukang bangunan dan istrinya memelihara ternak sapi. Saat membangun itu, korban menyender tanah terjal itu menggunakan batu kali termasuk rangka besi. Akan tetapi, meski sudah

disender, ternyata senderan itu ambruk dan menimbun keluarga itu. ‘’Senderan itu sudah lama. Ketika hujan dahulu tidak ada tanda-tanda longsor. Namun kali ini senderan itu ambruk. Tidak tahu apakah tanahnya labil karena hujan deras atau bagaimana,’’ jelasnya. Empat korban tanah longsor itu kemudian disemayamkan di rumah orangtuanya. Lantaran tidak ada tempat, kerabat dan warga gotong royong membuat asagan bambu dan batang kayu yang ditempatkan di emper rumah. Selanjutnya, empat jenazah korban tanah longsor itu diupacarai. Rencananya dikubur Rabu (30/1) ini di Kuburan Desa Mengening. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana dan Camat Kubutambahan Made Suyasa langsung meninjau lokasi bencana. Mereka menyatakan prihatin dan berduka atas kejadian yang menimpa korban. Untuk penanganan darurat, orangtua korban dan saudaranya disarankan mencari lokasi tanah yang lebih aman. Ini karena sisa tanah yang longsor itu masih terdapat retak. Jika kembali hujan kondisi ini berpotensi terjadi tanah longsor susulan. Sebagai upaya lanjutan dr. Nyoman Sutjidra telah memerintahkan BPBD melakukan assessment dan penanganan darurat pascabencana. Untuk meringankan keluarga yang ditinggalkan, BPBD Buleleng mengusulkan ke BPBD Provinsi Bali agar para korban ini mendapat santunan bencana alam Rp 15 juta setiap orang. (kmb38)

Partisipasi di Pemilu, Puluhan Relawan Demokrasi Dilantik

Singaraja (Bali Post) – Relawan Demokrasi yang beranggotakan berbagai lapisan masyarakat dilantik KPU Buleleng, Selasa (29/1) kemarin. Relawan itu sengaja direkrut guna lebih meningkatkan partisipasi warga pada Pemilu 2019. Tercatat 55 Relawan Demokrasi itu memperkuat KPU. Mereka dipercaya melakukan tugas-tugas sosialisasi sesuai tahapan pemilu. Setelah di-

lantik, mereka mengikuti bintek yang dihadiri Komisioner KPU Provinsi Bali Anak Agung Gede Raka Nakula. Proses pembentukan Relawan Demokrasi itu, kata Raka Nakula, dilakukan secara bertahap sejak perekrutan hingga seleksi. Diharapkan para Relawan Demokrasi itu mampu melaksanakan tugas yang diembannya. Selanjutnya, sebanyak 55 anggota

Relawan Demokrasi KPU Buleleng dibagi dalam 11 basis masyarakat. Di antaranya Basis Keluarga, Pemilih Pemula, Pemilih Muda, Pemilih Perempuan, Penyandang Disabilitas, Pemilih Berkebutuhan Khusus, Kaum Marginal, Basis Komunitas, Basis Keagamaan, Warga Internet dan Basis Relawan Demokrasi. Nantinya mereka melakukan tugas-tugas sosialisasi berkaitan pelak-

sanaan tahapan Pemilu 2019, yang menyasar kelompokkelompok masyarakat secara spesifik. ‘’Jadi secara umum relawan demokrasi itu satu. Tetapi mereka dibagi ke masing-masing basis. Secara spesifik memang menyasar basis-basis masyarakat. Karena itu, bukan ditentukan secara kewilayahan. Melainkan, cenderung menyasar basis pemilih,’’ katanya. (kmb38)


GIANYAR

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

Ruang Terbuka Hijau GOR Kebo Iwa Digarap

Persiapan Puncak Karya di Pura Er Jeruk

Krama Gelar ’’Mapada Agung’’

Gianyar (Bali Post) Serangkaian Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung, Mupuk Padagingan di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, krama menggelar upacara Mapada Agung pada Anggara Wage Paang, Selasa (29/1) kemarin. Ritual ini digelar untuk penyucian sarana upakara yang akan digunakan saat puncak karya, Rabu (30/1) hari ini. Manggala III Karya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk I Made Sarwa menerangkan, upacara Mapada Agung ini bertujuan untuk penyucian sarana upakara, khususnya binatang yang digunakan saat puncak karya Rabu hari ini. Sarana upakara yang disucikan itu berupa binatang, seperti penyu, kambing, kerbau, angsa, babi, ayam dan lainnya. ‘’Binatang ini disucikan untuk prosesi puncak karya,’’ katanya. Menurut Sarwa, ritual Mapada Agung ini di-puput oleh dua orang sulinggih yakni Ida Pedanda Putra Manuaba dari Geria Blangsinga Blahbatuh dan Ida Pedanda Gede Sidantha Manu-

Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar bersama BPJS Ketenagakerjaan menyulap GOR Kebo Iwa Gianyar menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Papan pengumuman terkait proyek ini sudah terpasang di areal GOR tersebut. Uniknya, pada papan yang ditandatangani Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, masyarakat diimbau mencari lokasi alternatif lain untuk berolahraga. Dalam pengumuman tersebut dijelaskan, proyek penataan akan berlangsung selama enam bulan, mulai Februari hingga Juli 2019. Dalam pengumuman itu juga tertulis imbauan agar masyarakat yang biasa olahraga di GOR mencari lokasi alternatif. Hanya lokasi alternatif yang dimaksud tidak dijelaskan. Sehingga masyarakat menjadi bertanya-tanya. Sedangkan di dalam GOR Kebo Iwa tersebut terdapat fasilitas olahraga basket, bola voli, panjat tebing dan tenis lapangan yang tidak ada di lokasi lain. Dikonfirmasi Selasa (29/1) kemarin, Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengaku terkejut dengan adanya larangan untuk masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas olahraga di GOR Kebo Iwa. Padahal pengumuman di baliho yang terpasang itu ditandatangani Sekda Gianyar sendiri. “Masak ada pengumuman seperti itu,” ujarnya. Namun ia mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan fasilitas olahraga di lokasi tersebut. Tapi, sebisa mungkin menghindari lokasi pengerjaan proyek. “Ya, hindari lokasi pengerjaannya untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan,” jelasnya. Wisnu Wijaya mengatakan, warga masih bisa berolahraga di sana. Hanya di beberapa titik yang sedang dalam penataan, tentu tidak bisa dilakukan aktivitas olahraga. “Ini kan sementara. Jangan lewat di tempat penataan ini agar tak terjadi hal yang tak diinginkan,” ujarnya. Diketahui dari luas lahan 27.000 meter persegi, 13.000 meter persegi akan digarap oleh BPJS Ketenagakerjaan dan akan dibangun berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Fasilitas tersebut, di antaranya taman kota, area bermain anak, amphiteater, food court, padma, ruang serba guna, area olahraga seperti jogging track, tenis, basket, wall climbing, dan skatepark serta beberapa media informasi tentang program BPJS Ketenagakerjaan di beberapa sudut area. (kmb35)

aba dari Geria Buruan. Usai prosesi yang di-puput dua sulinggih tersebut, hewan yang diupacarai itu lantas diarak mengelilingi areal Pura Er Jeruk. ‘’Hewan yang telah disucikan ini diarak keliling pura sebanyak tiga kali, setelah itu barulah hewan ini disembelih untuk sarana upacara puncak karya,’’ terangnya. Sementara itu, pada puncak karya yang berlangsung pada Buda Kliwon Paang atau Rabu (30/1) hari ini akan diselenggarakan serangkaian upacara di areal Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk hingga di Pura Beji setempat. Seluruh rangkaian puncak karya ini akan di-puput oleh 12 orang sulinggih. Usai puncak karya tersebut akan dilaksanakan nganyarin hingga Sukra Wage Krulut atau J u m a t (8 /2 ) m end a t a ng . (kmb35) RITUAL - Suasana ritual Mapada Agung dengan mengarak hewan sebagai sarana upakara mengelilingi areal pura.

MENGIRINGI - Para panyungsung pura bersama-sama mengiringi sesuhunan Pura Desa Serongga, Desa Lebih, dan Desa Tedung ke Pura Taman Sari.

TPA Blahpane Siap Disulap Jadi Taman Kota

Gianyar (Bali Post) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar masih beroperasi. Sementara Bupati Gianyar I Made Mahayastra memastikan untuk secepatnya menyulap TPA tersebut menjadi taman kota. Menurut Mahayastra, pembangunan taman kota tersebut diharapkan sudah bisa dikerjakan setelah Hari Raya Nyepi. Dengan pembangunan taman kota tersebut, maka sampah yang didrop oleh truk sampah selama ini akan dihentikan dan secara otomatis sampah tersebut akan kembali ke TPA Temesi. ‘’Ya, kembali ke TPA Temesi nanti,’ jelas Mahayastra, Selasa (29/1) kemarin.

”Ngiring Sesuhunan” Lintas Kabupaten BERTEPATAN dengan piodalan yang berlangsung di Pura Taman Sari Desa Tojan, Sesuhunan Desa Serongga, Desa Lebih, dan Desa Tedung, Kabupaten Gianyar ngiring memargi (berjalan kaki) menuju Pura Taman Sari Desa Tojan Kabupaten Klungkung, Selasa (29/1) kemarin. Tepat pukul 05.00 Wita para panyungsung pura bersama-sama mengiringi sesuhunan Pura Desa Serongga, Desa Lebih, dan Desa Tedung ke Pura Taman Sari. Ribuan pengiring memadati jalan menuju ke Pura Taman Sari tersebut. Mantan Bendesa Desa Pakraman Serongga Ida Bagus Putra menjelaskan, keterjalinan berawal sekitar abad XVIII. Panglingsir di Puri Agung Serongga Anak Agung Gde Kepandean membuat dua buah petapakan dalam wujud Barong Ket. Karena suatu pertimbangan, Barong Ket pertama tidak dipakai dan diserahkan kepada A.A. Gede Kesiman asal Puri Siangan, Gianyar. Barong Ket kedua yang akhirnya diputuskan dijadikan sungsungan (dipasupati) masyarakat Desa Serongga. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Desa Serongga merasa sangat terbebani dengan keberadaan sungsungan tersebut. Pasalnya, Beliau menghendaki beberapa permintaan yang sulit dilaksanakan para panjak-panjak-nya kala itu. Dengan kondisi tersebut, masyarakat Desa Serongga resah, dan akhirnya Ida Anak Agung Gede Kepandean bersama masyarakat sepakat untuk mem-pralina dengan jalur membakar

sesuhunan tersebut. Setelah dibakar, hanya preraga (bagian badan) saja yang terbakar sedangkan prerai (tapel/topeng) masih utuh. Dari kejadian tersebut, Desa Serongga sepakat membuang prerai ke Pantai Lebih. Prerai yang dibuang ke pantai terpecah menjadi dua bagian yang terdampar di Pantai Sedayu yang ditemukan oleh petani Desa Sedayu dan satunya lagi di Pantai Watu Klotok yang ditemukan oleh petani Desa Tojan. Akhirnya terdengar berita saat itu dan petani mencocokkan kedua bagian prerai tersebut dan dijadikan lelakut (orangorangan sawah). Keanehan pun terjadi, para petani melihat ada yang bersinar di sawah tempat orang-orangan sawah tersebut. Karena berulang terus-menerus, akhirnya ditanyakan kepada orang pintar. Didapatlah informasi bahwa prerai tersebut berasal dari Desa Serongga, dengan demikian meminta prerai tersebut kepada Desa Sedayu dan manyungsung menjadi Ida Batara Ratu Gede Tojan. Untuk melengkapi keberadaan Ida Batara Ratu Gede Tojan, Desa Tojan meminta petapakan rangda yang berasal dari kayu sandat dan setelah dipasupati masyarakat Desa Serongga dan Tojan menyebut Ida Betara Ratu Sandat. Panglingsir Desa Lebih Wayan Koram menambahkan, keterjalinan antara masyarakat supaya bisa terus berjalan sampai kapanpun. Ia meyakini sesuhunan yang di-sungsung saat ini juga memiliki emosional yang sama seperti yang masyarakat rasakan saat ini. (ad1147)

Pantauan Selasa kemarin, truk sampah tampak mengantre hendak menurunkan sampah ke TPA tersebut. Tumpukan sampah yang tadinya dekat balai banjar atau di bagian utara, kini sudah sampai ke arah selatan dekat Objek Wisata Taman Nusa. Di bagian utara lahan yang sudah datar itu kini dijadikan lapangan voli. Yang disayangkan, di bagian selatan TPA liar itu dekat dengan SDN 2 Sidan. Bau busuk sampah menyengat hidung. Kondisi ini mendapat soTRUK - Sejumlah truk pengangkut sampah di TPA liar di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Selasa (29/1) kemarin.

Peringatan HUT Ke-62 LVRI

Saputera Terkenang Prajurit Muda Pembawa Granat BERLARI membawa granat bersama ratusan prajurit lainnya mendaki Gunung Agung masih terkenang di benak I Gusti Bagus Saputera, S.H. saat memperjuangkan kemerdekaan pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945. Kisah perjuangan heroik itu dituturkan veteran berusia 89 tahun ini saat HUT ke-62 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Balai Budaya Gianyar, Selasa (29/1) kemarin. Tahun 1946 Saputera yang kala itu baru berusia 15 tahun ikut bergabung menjadi prajurit di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai. “Saya prajurit paling kecil waktu itu. Karena menjadi prajurit tidak ada pakai surat keputusan, ditunjuk saja kamu prajurit, ya jadi saya prajurit,” ujar veteran asal Pemecutan, Denpasar ini. Selama perjuangan melawan penjajah, kata Saputera para prajurit ini sempat mundur dan bersembunyi ke hutan di Gunung Agung. “Karena dikejar terus oleh Belanda, kami masuk ke hutan-hutan hingga naik ke puncak Gunung Agung,” kata

Bali Post/nik

PERINGATAN - I Gusti Bagus Saputera, S.H. bersama Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat peringatan HUT ke-62 LVRI di Balai Budaya Gianyar, Selasa (29/1) kemarin. pria yang kini Ketua Lagiun Veteran Provinsi Bali. Saputera mengatakan, kala itu hampir semua desa dikuasai

9

oleh penjajah Belanda. Akibatnya, tidak ada penduduk yang berani memberi makan kepada prajurit. “Sebelumnya kami

biasa diberi ketupat oleh penduduk. Namun selama pengejaran oleh Belanda, kalau ada rakyat yang memberi makan itu akan langsung dihukum mati oleh Belanda dengan tembak di tempat dan kampungnya dibakar,” kenangnya. Akibat tekanan itu, para pejuang sampai berhari-hari tidak makan. Beruntung di Gunung Agung para pejuang menemukan bulakan atau sejenis kolam penampung air. “Air di bulakan itu memang kotor, bahkan warnanya hijau. Tapi para prajurit tetap meminum air itu. Setelah meminum air bulakan itu, tenggorokan kami lebih segar dan bisa selamat melanjutkan perjalanan hingga Gunung Batur,” katanya. Diakuinya, kala itu para pejuang minim persenjataan. Saputera yang saat itu menjadi pejuang termuda, berbekal beberapa granat. “Waktu itu saya bawa granat. Granat yang bentuk nanas itu,” ujarnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra yang menghadiri HUT ke-62 LVRI tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani

perjuangan yang telah ditunjukkan para veteran. Jiwa, semangat dan nilai juang 45 wajib diteladani. Dalam konteks meneladani perjuangan pahlawan, Bupati Mahayastra juga berjanji akan membangun patung I Wayan Dipta pada tahun 2020. Sesuai permintaan pihak keluarga, patung itu akan dibangun di samping Stadion Dipta. “Kita mengingat perjuangan yang dilalui para pahlawan itu sangat berat. Kami juga akan ikut berusaha untuk menjadikan I Wayan Dipta sebagai pahlawan nasional kebanggaan Bali, khususnya Gianyar,” tegasnya. Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Kasuri berharap, di ulang tahun ke62 ini seluruh anggota LVRI tetap sehat, semangat, kompak dan semakin solid untuk menjaga persatuan dalam koridor kebhinekaan. Veteran harus berperan aktif melanjutkan perjuangan dalam mengisi pembangunan nasional, demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. (nik)

rotan dari Komisi Pennyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa. Ia mendesak aparat terbawah mengambil tindakan. ‘’Kami meminta dengan hormat dan urgent agar pihak pejabat desa, desa adat dan banjar di Desa Sidan segera mengambil sikap dan langkah nyata untuk mencegah kekerasan terhadap anak dari sisi kesehatan dan terganggunya proses pendidikan yang aman dan nyaman,’’ pintanya. Ariasa mengatakan, polusi bau jauh lebih besar dampaknya dari pada polusi bising di keramaian. Untuk itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta segera menyikapi dan mengambil langkah nyata untuk melindungi anak-anak. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

SOSOK Botol Sendiri Sejak dikeluarkannya pergub pembatasan sampah plastik, berbagai upaya mulai dilakukan di masingmasing kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tak terkecuali di kantor camat. Seperti yang saat ini tengah diterapkan di Kantor Camat Melaya dengan gerakan membawa botol air sendiri. Camat Melaya I Wayan Andy Suka Anjasmara mengatakan, gerakan ini merupakan salah satu upaya untuk menekan sampah plastik di lingkungan Kantor Kecamatan Melaya. “Sudah mulai kita terapkan. Kami sudah memulai dengan staf di kantor untuk membawa botol minuman sendiri,” terang tamatan STPDN 1999 atau angkatan 07 ini. Pembatasan sampah plastik menurutnya bisa dimulai dari kantor masing-masing, termasuk di Kecamatan bahkan hingga ke desa. Namun untuk mewujudkan Kecamatan Green and Clean (hijau dan bersih) ini perlu komitmen dari pimpinannya juga. “Kita harus memberikan contoh, karena dari itulah nanti akan dicontoh staf dan terbiasa,” tandas Andy. Alumni program Magister Manajemen Undiknas Denpasar 2006 ini berharap dengan dimulai dari kecamatan, program akan berlanjut ke struktur Desa. Sehingga di Melaya akan terwujud desa yang hijau dan bersih. Pembatasan botol plastik ini baru salah satu upaya, dan nantinya akan berkembang ke upaya yang lainnya hingga tanpa penggunaan plastic. (olo)

Negara (Bali Post) –

Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini berdampak pada sektor perikanan tangkap. Puluhan pasang perahu penangkap ikan Selerek (purse seine) di Pengambengan sejak beberapa hari terakhir tidak melaut. Selain dipicu minimnya tangkapan ikan, para nelayan perahu tangkap jaring ini juga mengantisipasi cuaca buruk di tengah laut. Kosongnya tangkapan ikan itu juga berdampak pada sektor perekonomian di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Cuaca buruk telah melumpuhkan ekonomi dari sektor perikanan. Seperti yang terlihat Selasa (29/1) kemarin di TPI Pengambengan. Aktivitas jual beli ikan yang sebelumnya ramai, seketika berubah sepi. Kendatipun ada perahu yang nekat melaut, namun

Bawaslu dan Satpol PP Tertibkan Puluhan APK

Bali Post/olo

PENERTIBAN APK – Bawaslu Jembrana bersama Satpol PP menertibkan sejumlah APK yang melanggar di wilayah Pekutatan, kemarin. Negara (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana bersama tim penertiban dari Satpol PP menertibkan puluhan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar, Selasa (29/1) kemarin. Penertiban dengan tindakan penurunan atribut baik baliho maupun spanduk itu terkait pelanggaran pemasangan. Selain di

tempat yang bukan zonanya, juga terpasang di tembok maupun pohon. Penertiban ini akan menyisir di masing-masing kecamatan mulai dari Kecamatan Pekutatan selama dua hari. Dalam penertiban pertama kemarin, tim mengamankan lebih dari 70 atribut peserta pemilu. Tim yang dipimpin Komisioner Bawaslu Jembrana, Nyoman Westra ini menyisir atribut yang melanggar mulai dari perbatasan Jembrana-Tabanan di Desa Pengeragoan hingga Pulukan. Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Pol PP Jembrana Kadek Agus Ariyanta mengatakan, total ada 81 atribut yang ditertibkan baik baliho hingga bendera. Dengan rincian, baliho sebanyak 21 buah, 43 spanduk, 9 poster, dan 8 bendera. Penertiban di Kecamatan Pekutatan menurutnya akan dilakukan selama dua hari dan kemudian berlanjut ke kecamatan lainnya. Sementara itu, Nyoman Westra menyebutkan, kriteria APK yang ditertibkan di antaranya dipasang di luar zona, dipasang di dalam zona tapi salah peruntukan, pemasangan di kayu, di tiang listrik dan tembok. Serta pemasangan di depan sekolah. APK yang dipasang di zona juga ada yang menyalahi. Misalnya, semestinya zona itu untuk dipasang baliho, tapi dipasang spanduk. Tindakan penertiban APK ini sebelumnya telah berkoordinasi dengan KPU Jembrana karena surat imbauan yang dikirim KPU ke peserta pemilu tidak digubris. Sebenarnya sejak November lalu, KPU berdasarkan rekomendasi Bawaslu telah menyurati peserta pemilu terkait APK melanggar ini. Penertiban akan dilakukan selama 10 hari menyisir di masing-masing kecamatan mulai Pekutatan hingga Melaya. Masing-masing kecamatan diberikan waktu hingga dua hari untuk penertiban. (kmb26)

Bali Post/

LANTIK RELASI - KPU Jembrana ketika memberikan bimbingan teknis untuk relawan demokrasi (relasi).

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Lantik 55 Relawan Demokrasi

Negara, (Bali Post) Guna meningkatkan partisipasi pemilih dan menekan jumlag golput dalam Pemilu 2019, KPU Jembrana, Selasa (29/1) kemarin melantik 55 orang relawan demokrasi (Relasi). Seusai melantik 55 Relasi, KPU langsung memberikan bimbingan teknis (Bimtek). Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, relasi

dibentuk untuk mensosialisasikan program-program KPU dan Pemilu 2019. Baik terkait tata cara pencoblosan, pindah pilih dan pemilih belum terdaftar serta pentingnya berdemokrasi. Tujuan pembentukan relasi adalah untuk meningkatkan partisipasi dan meminimalisir angka golput. Relasi akan bertugas selama tiga bulan. Sasaran sosialisasi berbasis

Bali Post/olo

Cuaca Buruk, Aktivitas TPI Pengambengan Sepi

SEPI – Suasana di TPI Pengambengan sepi karena banyak perahu yang memilih tidak melaut karena cuaca buruk.

segmen. Ada 11 segmen yang disasar yaitu segmen keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marginal, komunitas, keagamaan, warga internet, dan segmen relawan demokrasi. “Sesuai surat lamaran, mereka menentukan segmennya sendiri. Per segmen ada lima orang yang bertugas,” jelasnya. (kmb)

saat kembali bersandar tanpa hasil tangkapan. Sepinya tangkapan ikan ini juga berdampak pada aktivitas pendukung perikanan lainnya di pelabuhan. Mulai tukang panol, blantik hingga pedagang

juga turut merasakan tidak adanya aktivitas penangkapan ikan. “Kalau ramai tangkapan semua dapat hasil. Terutama tenaga buruh yang di sekitar dermaga. Sekarang sepi, ya

berbanding terbalik. Semua juga terdampak. Semoga saja tidak lama,” ujar Suparno, salah seorang nelayan. Mereka berharap agar situasi kembali seperti saat akhir tahun lalu. Dimana tangkapan cukup melimpah setelah hampir dua tahun paceklik ikan. Kepala TPI Pengambengan Putu Adi Astawa mengatakan, kondisi sepi ikan itu sudah terjadi sekitar 10 hari belakangan ini. Salah satu pemicunya adalah cuaca buruk yang sering terjadi di

tengah Selat Bali. Termasuk pada Senin (28/1) malam, banyak perahu yang tidak melaut karena cuaca buruk. Hujan angin terjadi di sekitar Pengambengan sehingga nelayan mengurungkan mencari ikan. Selama beberapa hari ini memang ada beberapa perahu yang masih melaut, tetapi begitu kembali pada esok harinya tidak ada hasil tangkapan. Jumlah perahu Selerek yang aktif tidak sebanyak pada akhir tahun 2018 lalu (kmb26)

TERGULING-Kecelakaan tunggal yang dialami truk pengangkut bawang dan terguling di Pangyangan.

Bali Post/olo

Truk Pengangkut Bawang Terguling di Pangyangan Negara, (Bali Post)Kecelakaan terjadi Selasa (29/1) pukul 05.30 Wita di Jalan Umum DenpasarGilimanuk KM 61-62 Banjar Swastika, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Kecelakaan tunggal itu dialami

truk Isuzu nopol AG 8546 PA, yang dikemudikan Mikadiyanto (24) dari Probolinggo yang mengangkut bawang. Saat itu truk dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Sampai di TKP, jalan berlubang kering, tikungan ke kiri. Pengemudi tidak dapat

mengendalikan kendaraannya karena pir kiri depan patah dan oleng ke kiri sehingga jatuh melintang di badan jalan. Selanjutnya truk ditarik oleh derek untuk dipinggirkan. Akibat kecelakaan itu truk mengalami kerusakan pada bagian bak. Korban

Negara (Bali Post) – Hujan deras disertai petir yang terjadi pada Selasa (29/1) dini hari mengakibatkan longsor dan kerusakan rumah. Dari informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, rusaknya rumah warga di dusun Ketapang Muara, Desa Pengambengan akibat tersambar petir. Selain itu dampak lainnya adalah longsor yang terjadi di salah satu rumah warga di Kelurahan Pendem hingga merusak pagar alas. Rumah yang hancur di bagian atap itu milik Saipullah, warga Ketapang Muara. Rumah tersebut tersambar petir hingga hancur di sejumlah bagian rumah. Selain atap, barang-barang di dalam rumah juga terkena dampak sambaran petir tersebut. Seperti bufet terbakar, TV hancur dan kaca depan pecah. Petir juga merusak kilometer listrik rumah tersebut. Meski dampak sambaran petir itu hingga ke dalam rumah, Saipullah berhasil selamat. Saat hujan deras itu, korban sedang tertidur. Namun begitu muncul petir, korban terbangun dan tiba-tiba situasi sudah gelap. Listrik mati dan

terdengar pecahan kaca. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana, Selasa (29/1) kemarin, membenarkan sejumlah lokasi terdampak hujan deras disertai petir. Selain rumah yang tersambar petir, hujan juga mengakibatkan longsor pagar alas rumah di Kelurahan Pendem. Longsor itu menurutnya merupakan longsor susulan. Sekitar sebulan lalu, halaman rumah warga itu sempat amblas akibat hujan. Namun, hujan kemarin mengakibatkan longsor hingga merusak pagar alas milik warga tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. BPBD juga telah menerjunkan personel untuk mengecek lokasi-lokasi terdampak hujan itu. Termasuk di rumah yang terkena petir, selain diberikan bantuan sementara juga didata untuk diusulkan memperoleh bantuan. “Kita sudah data dan kita ajukan ke provinsi, rumah itu rusak karena terkena petir,” tandas mantan Camat Pekutatan ini. Diperkirakan, kondisi ini akan terjadi hingga puncaknya pada Februari ini. Eko meminta masyarakat untuk waspada. (kmb26)

HANCUR – Rumah yang tersambar petir di Pengambengan Selasa dinihari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tesebut, namun rumah milik Saipullah itu hancur

mengalami kerugian materi sebesar Rp 5 juta. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Truk juga sudah dievakuasi. (kmb)

Rumah Hancur Tersambar Petir, Saipullah Selamat

Bali Post/olo


Karangasem

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

11

Bali Post/kmb41

TUNDA MELAUT - Para nelayan diminta menunda aktivitasnya melaut. Sebab belakangan ini, kondisi cuaca tidak menentu.

Kondisi Cuaca Tak Menentu

Nelayan Diimbau Tunda Melaut Amlapura (Bali Post) Kondisi cuaca belakangan ini yang tidak menentu membuat gelombang laut tidak bisa diprediksi. Atas kondisi itu, para nelayan yang biasa melaut menjalankan profesinya untuk menyambung kehidupan dengan cara menangkap ikan, diimbau selalu meningkatkan kewaspadaannya. Peringatan tandatanda alam itu harus senantiasa diatensi optimal, guna menghindari suatu peristiwa yang tak diinginkan terjadi. Kepala Satuan Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengungkapkan,

belakangan ini memang cuaca tidak menentu. Kondisi riil itu dinilai rentan memicu kejadiankejadian yang tidak dikehendaki lebih-lebih di laut. Karena itu, pihaknya mengimbau para nelayan supaya bisa menunda aktivitasnya untuk sementara tidak melaut dulu. “Kalau sudah ada tandatanda cuaca buruk, hendaknya jangan nekat melaut. Mau tidak mau aktivitas itu wajib ditunda, hingga cuaca normal kembali. Kalaupun terpaksa melaut harus ekstra waspada. Jadi, tetap saja keselamatan harus diutamakan manakala menghadapi

situasi cuaca tak bersahabat itu,” ujarnya. Made Wartama tidak hentihentinya mengimbau para nelayan. Hal itu sangat penting dilakukan karena pihaknya tidak ingin terjadi apa-apa dengan para nelayan. ‘’Benar, kami tidak ingin kejadian di Banjar Dinas Banyuning, Desa Bunutan, Abang, Karangasem itu menimpa nelayan lagi. Perahu milik nelayan terbalik, rusak saat diterjang ombak ketika memaksakan diri untuk melaut. Semoga kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” harapnya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Sudah sebulan lebih, dua titik traffic light (TL) di kota Amlapura padam. Kondisi itu sangat disayangkan banyak pihak. Pasalnya, padamnya lampu itu dinilai sangat rentan memicu terjadinya lakalantas. Salah seorang warga, Wayan Winartha, mengatakan traffic light itu malah sudah padam sejak sebulam lalu. Bahkan, lam-

pu traffic light itu padam ada di dua titik, yakni di simpang empat Subagan dan simpang tiga Padang Kerta. Padamnya traffic light itu dinilai sangat rentan memicu terjadinya lakalantas. “Ini sangat berbahaya. Karena kendaraan yang datang dan lalu lalang di sana menjadi semrawut. Saya harap pemerintah cepat menangani persoalan ini. Jangan setelah ada korban jiwa,

kemudian baru membenahi lampu yang rusak itu. Hal itu pasti tidak diinginkan banyak pihak,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karangasem I.B. Putu Suastika tidak menampik padamnya traffic light itu sudah sejak sebulan lalu. Aset itu sebetulnya milik pemerintah pusat, maka perbaikannya juga menjadi tanggung jawab pusat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Transportasi Darat untuk kerusakan itu agar segera bisa diperbaiki. “Lampu itu padam karena ada kerusakan pada bagian kabelnya. Semoga segera bisa diperbaiki. Sekarang masih dalam proses. Semoga perbaikan itu bisa lebih cepat dilakukan. Sehingga tidak lagi arus lalu lintas tak terkontrol,’’ ujarnya. Pihaknya tetap mengimbau pengendara agar tetap hatihati. Sebab, semua pihak tidak menghendaki terjadi musibah lebih-lebih dipicu dari padamnya traffic light itu. (kmb41)

TL Padam di Dua Titik, Rentan Picu Lakalantas

Bali Post/kmb41

TL PADAM - Sudah sebulan traffic light (TL) padam di simpang empat Subagan mengkhawatirkan banyak pihak, karena dipercaya dapat memicu terjadinya lakalantas.

Perekaman di Sekolah-sekolah

Kejar Target Cetak E-KTP Jelang Pemilu Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan hajatan politik Pemilu semakin dekat. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem terus menggenjot perekamann data e-KTP terutama warga yang belum melakukan perekaman data. Seperti Selasa (29/1) kemarin, Disdukcapil melakukan perekaman dengan cara menyasar SMAN 2 Amlapura. Kadis Dukcapil Karangasem, I Wayan Sumidia, mengatakan, proses perekaman data e-KTP terus digenjot. Alasannya, hajatan politik semakin dekat. Selain memberikan pelayanan dengan cara jemput bola ke desa-desa, pihaknya juga menggalakkan perekaman menyasar sekolah-sekolah yang ada di Karangasem. Untuk pelayanan perekaman di desa, difokuskan di kantor desa setempat. “Sebelum melakukan perekaman, kita sudah memberikan surat pemberitahuan terkait pelayanan ke sekolah-sekokah. Perekaman ke sekolah dimulai hari ini (Selasa - red). Sekarang ini, kita lakukan perekaman di SMAN 2 Amlapura. Pelayanan di sekolah-sekolah akan terus berlanjut sesuai jadwal yang telah disusun,” ujarnya.

Warga wajib e-KTP 364.707 orang. Namun yang sudah dicetak kata Sumidia, baru 352.082. Sedangkan yang belum melakukan perekaman 10.548. Untuk menuntaskan perekaman itu, pelayanan ke desa-desa dan sekolah akan terus diprogramkan. Sehingga target sasaran bisa dituntaskan mendekati Pemilu ini. “Hingga Maret, kami berusaha tuntaskan bagi warga yang belum merekam data. Sehingga jelang pencoblosan nanti, warga yang sudah melakukan perekaman e-KTP bisa langsung

dicetak,” katanya. Terkait persediaan blangko e-KTP, Sumidia menegaskan, stok blangko e-KTP masih ada di dinas. Demikian juga persediaan tinta juga aman. “Blangko tidak ada masalah. Sekarang kita masih memiliki stok blangko sekitar 3.000 keping. Jika memang blangko habis, kita kembali ajukan permohonan ke provinsi. Provinsi akan memfasilitasi ke pusat. Sementara stok tinta tidak ada masalah. Tinta sampai detik ini aman,”jelas Sumidia. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PEREKAMAN - Petugas Disdukcapil saat melakukan perekaman data e-KTP di SMAN 2 Amlapura.

Diduga Kampanye Caleg di Masjid

Perbekel Sinduwati Ditetapkan Jadi Tersangka

Amlapura (Bali Post) Setelah menjalani pemeriksaan relatif panjang di Polres Karangasem, akhirnya penyidik menetapkan Perbekel Sinduwati I Nengah Rumana sebagai tersangka. Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi, I Nengah Rumana diduga melakukan kampanye caleg di salah satu masjid di Karangasem. Sebetulnya penetapan Rumana sebagai tersangka sudah dilakukan Sabtu (26/1) lalu. Saat Rumana dikonfirmasi Selasa (29/1) kemarin, ia membenarkan jika dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka di Mapolres. Penetapan dirinya sebagai tersangka setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di Polres Karangasem. “Ya, saya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saya akan hadir dan tabah menjalani sidang setelah menyandang status tersangka ini. Sesuai jadwal, saya akan menjalani sidang Senin (4/2) mendatang,” ujar Rumana tampak berbesar hati. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom mengaku belum mendapat laporan detail perkembangan kasus tersebut. “Saya akan tanya dulu Kasat Serse-nya. Nanti ya. Sekarang saya masih ada rapat,” jawab Panji Anom. Seperti diberitakan sebelumnya, Rumana berurusan dengan polisi berawal dari laporan Bawaslu Karangasem, Selasa (22/1) lalu. Sebelum perbekel itu dilaporkan, Bawaslu sempat memanggil Rumana bersama sejumlah saksi terkait dugaan kampanye yang dilakukan perbekel itu di Masjid Jami’ Al Abror, Desa Sinduwati, Sidemen, 28 Desember 2018. Rumana diduga mengampa-

nyekan dua calon legislatif (caleg), yakni caleg DPR-RI Gde Sumarjaya Linggih dari Partai Golkar dan caleg DPRD Bali I Gusti Putu Widjra dari Partai Hanura.

Sebelum Bawaslu melaporkan dugaan adanya pelanggaran itu, Bawaslu sudah sempat berkoordinasi dengan Sentra Gakummdu yang terdiri dari unsur Bawaslu,

Kepolisian, dan Kejaksaan. Rumana diduga melanggar Pasal 490 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ancaman hukuman penjaranya paling lama satu tahun. Dengan denda paling banyak Rp 12 juta. Rumana juga direkomendasi ke Bupati Karangasem karena dinilai melanggar Pasal 29 Undangundang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JALANI PEMERIKSAAN - Perbekel Sinduwati, I Nengah Rumana, saat menjalani pemeriksaan di Polres Karangasem.

Penting, Pelajar Tahu Sejak Dini Bahaya Narkoba Peredaran narkoba belakangan ini kian memprihatinkan. Sebab, peredaran barang haram itu sudah merambah ke semua kalangan termasuk generasi muda. Guna mencegah hal-hal kontra produktif itu terjadi, maka Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karangasem memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba ke pelajar SMAN 1 Amlapura. Banyak pihak sepakat, penting pelajar itu tahu sejak dini bahaya narkoba itu. Lalu, bagaimanakah strategi dan wujud riil sosialisasi BNN Kabupaten Karangasem ke sekolah-sekolah itu? KEPALA BNNK AKBP I Nyoman Sebudi mengungkapkan, peredaran narkoba di Bali saat ini memang sangat memprihatinkan. Sebab, peredaran narkoba itu sudah mulai merambah semua kalangan khususnya generasi muda. Untuk menyetop masifnya peredaran narkoba di kalangan generasi muda, pihaknya melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada para pelajar khususnya di SMAN 1 Amlapura. “Sosialisasi bahaya narkoba ini penting dilakukan kepada generasi muda. Lebih-lebih para siswa itu wajib tahu bagaimana sesungguhnya bahaya narkoba itu,’’ terangnya. Memang, betapa sangat pentingnya menjaga kesehatan, apalagi masih muda yang sejatinya memerlukan pengalaman banyak

hal agar bisa lebih dewasa menjalani kehidupan ini. Karena itu, edukasi bahaya narkoba itu sangat urgen bagi para pelajar, yang se-

dang suntuk menjalani proses belajar itu. ‘’Anak muda mau tidak mau harus tumbuh dengan baik. Baik mental, fisik, maupun jiwanya. Karena itu, yang namanya narkoba harus dijauhi. Karena sekali terkena narkoba, maka pastinya masa depan yang indah itu justru akan rusak,” ujarnya. Melihat peredaran narkoba yang sangat memprihatinkan dewasa ini termasuk di Karangasem, Sebudi mengingatkan kalau pihak sekolah bisa menerapkan peraturan-peraturan dan sanksi-sanksi ketat, ketika siswa-siswi melakukan penyalahgunaan narkoba

itu. Sehingga besar harapan kita saat nanti ada siswa terlibat dalam menyalahgunakan narkoba, tidak segan-segan melaporkan kepada pihak kepolisian, agar nantinya justru mendapatkan penanganan sistematis melalui rehabilitasi. “Kita sangat mengapresiasi semua siswa yang mengikuti sosialisasi narkoba ini,’’ ujarnya. Apalagi sosialisasi itu bukan saja diikuti seluruh siswa. Namun, juga diikuti para guru di lingkungan SMAN 1 Amlapura ini. ‘’Semoga lewat kegiatan ini, tidak ada lagi pelajar yang tersangkut kasus narkoba,” harap Sebudi. (nan)

Bali Post/nan

SOSIALISASI - Kepala BNNK AKBP I Nyoman Sebudi saat memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba di SMAN 1 Amlapura.


KLUNGKUNG

12

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

Soroti APK yang Terpasang di ”Billboard”

Bawaslu Desak Bupati Bertindak Tegas

Semarapura (Bali Post) Bawaslu Klungkung terus menggempur pemasangan APK (Alat Peraga Kampanye) yang pemasangannya tidak sesuai aturan. Selain memberangus pemasangan yang di luar zona, Bawaslu pun menyoroti banyak APK yang terpasang di billboard yang belum jelas izinnya. Bahkan, Bawaslu Klungkung mempertanyakan langsung keberadaan billboard itu kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Ketua Bawaslu Klungkung Komang Artawan bersama komisioner lainnya, langsung mendatangi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di kantornya, Selasa (29/1) kemarin. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu Klungkung Made Sudiarka Jaya dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Klungkung Putu Suarta, juga ada di tempat tersebut. Di sana, Artawan langsung memperjelas legalitas billboard yang dipakai sarana memasang APK. Sebab, saat ini cukup banyak billboard yang dimanfaatkan para caleg untuk memasang APK. Ukurannya pun cukup besar di setiap sudut kota, seperti di sekitar SMAN 1 Klungkung, di sekitar jembatan Tukad Unda dan masih banyak

titik lainnya. Sehingga, terlihat tak elok kalau ternyata billboard itu bodong alias tidak berizin. Sementara, ruang penanganan Bawaslu sejauh sudah jelas, pada pemasangan APK yang berada di luar zona. Menanggapi sorotan itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta langsung menugaskan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu Klungkung untuk memeriksa seluruh billboard, apakah billboard yang dimaksud sudah memiliki izin atau belum. “Apabila billboard-nya belum memiliki izin, maka APK tersebut sebaiknya segera diturunkan. Terhadap billboard yang belum memiliki izin agar segera diurus izinnya,” tegas Bupati Suwirta. Jika tidak segera mengurus izinnya, maka dia memerintahkan agar keberadaan billboard

segera diturunkan. Ini sebagai bentuk ketegasan pemerintah daerah dalam mengawal regulasi terkait. Bupati Suwirta juga mengingatkan Dinas Penanaman Modal maupun Satpol PP untuk bekerja sama dengan Bawaslu Klungkung. Khususnya dalam rangka penertiban pemasangan APK di luar zona yang sudah disepakati antara partai politik, calon legislatif, maupun tim sukses masingmasing calon, dengan KPU Klungkung. Bupati Suwirta juga meminta agar menentukan zona pemasangan billboard untuk iklan produk tertentu, dan memeriksa izin dari billboard yang menggunakan lahan milik Pemkab Klungkung. Ini penting, agar konten isinya tetap dalam kontrol pemerintah daerah. (kmb31)

PEMERINTAH Kabupaten Klungkung memberi apresiasi kepada Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Klungkung. Apresiasi dalam bentuk piagam penghargaan diserahkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung Otto Sompotan, S.H., M.H. di Aula RSUD Klungkung, Selasa (29/1) kemarin. Inspektur Daerah Kabupaten Klungkung I Made Seger menyampaikan, tujuan dibentuknya TP4D ini adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi, terutama di instansi pemerintah. TP4D perlu

didukung dan dilaksanakan secara terencana dan sungguhsungguh, sehingga kegiatan pencegahan korupsi yang dilakukan Kejaksanaan Republik Indonesia dapat berjalan efektif dan optimal. Menurut Made Seger, selama tahun 2018 ada 24 kegiatan yang diajukan untuk mendapat pendampingan, di antaranya dari Dinas Pendidikan 7 kegiatan, Dinas Pekerjaan Umum 4 kegiatan, Dinas Koperasi dan UKM 6 kegiatan, Disbudpora, RSUD Klungkung, Kecamatan Nusa Penida, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan Diskominfo masing-masing 1 kegiatan. “Kita di OPD sangat terbantu dengan adanya pen-

dampingan dari TP4D ini,” ujar Made Seger. Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung Otto Sompotan mengatakan, TP4D merupakan tindak lanjut kebijakan dari pemerintah pusat yang ingin terlaksananya pembangunan cepat dan bersih dari KKN. Kejaksaan kini siap berdiri bersama-sama pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dari pusat sampai ke daerah dari sisi pendampingan dan penegakan hukum. “Dengan harapan pembangunan di seluruh Indonesia bisa lebih cepat dan terhindar dari segala jenis penyimpangan yang bisa berakibat tindak pidana,” ujar Kajari Otto Sompotan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan, dalam setiap kegiatan minimal ada pendampingan agar semua pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan terhindar dari penyimpangan. Dengan adanya pendampingan dari TP4D, Bupati berharap seluruh OPD agar menjalin komunikasi dan koordinasi dengan baik. “OPD jangan takut, kita sudah ada pendampingan,” ujar Suwirta. Menurut Bupati, saat ini semua pelaksanaan proyek memang sedang dikebut. Segala perencanaan dibuat lebih awal agar jangan sampai gagal tender. “Ini semua untuk kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai ada lagi proyek yang gagal tender,” pungkasnya. (ad1140)

Pemkab Apresiasi TP4D Klungkung

APRESIASI - Bupati Suwirta saat memberikan apresiasi berupa piagam kepada Tim TP4D di Aula RSUD Klungkung.

RAT Koppas Srinadi Klungkung

Bukukan SHU Rp 2,9 Miliar, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat

KEBERADAAN Koperasi Pasar (Koppas) Srinadi Klungkung, kini menjadi sangat vital bagi perkembangan lembaga perbankan di Indonesia. Koppas Srinadi telah menjadi pionir sebagai koperasi yang terus tumbuh di tengah ketatnya persaingan antarlembaga perbankan. Bahkan, sepanjang tahun 2018, Koppas Srinadi Klungkung dengan sembilan unit usaha, berhasil mencatatkan SHU (Sisa Hasil Usaha) sebesar Rp 2,9 miliar lebih. Demikian mengemuka dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan) tahun buku 2018, yang dipusatkan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Selasa (29/1) kemarin. RAT semakin istimewa dengan kedatangan orang nomor satu di Klungkung, Bupati Nyoman Suwirta yang lahir dan besar bersama Koppas Srinadi Klungkung. Ketua Pengurus Koppas Srinadi Klungkung Ngakan Made Nata mengatakan, RAT tahun ini diwarnai dengan berbagai prestasi. “Koppas Srinadi Klungkung untuk tahun 2018 terpilih sebagai koperasi berprestasi terbaik tingkat nasional yang diberikan oleh Kementrian Koperasi dan UKM RI,” ujar Ngakan Nata seraya menyampaikan penghargaan itu diserahkan saat Hari Harkopnas ke-71, 12 Juli 2018 di Tangerang, Banten. Dalam RAT kali ini, diisi dengan penarikan gebyar undian berhadiah dengan hadiah 4 unit sepeda motor dan hadiah lainnya, dengan total hadiah senilai Rp 150 juta. Ngakan Nata menyampaikan, sebelum RAT, Koppas

Srinadi Klungkung juga melaksanakan Kegiatan sosial bagi masyarakat Klungkung, selain kepada anggotanya. Kegiatan sosial itu, antara lain memberikan bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi di Klungkung dengan total Rp 18 juta dan bantuan kursi roda bagi warga cacat serta penyerahan CSR senilai Rp 15 juta kepada UPT SKB Klungkung. Selain itu, Koppas Srinadi juga memberikan voucher sembako senilai Rp 4 juta kepada Panti Asuhan Semaraputra serta bantuan dana dalam rangka pembuatan ogoh-ogoh menjelang hari raya Nyepi tahun 2018 kepada 19 sekaa truna dengan total Rp 5.900.000. Ada pula dana punia di Pura Melanting Pasar sebesar Rp 5.500.000. Koppas juga menggelontorkan dana sosial untuk anggota yang meninggal sebanyak 5 orang masing-masing Rp 1 juta dengan total Rp 5 juta. Selama berkiprah Koppas Srinadi Klungkung kini tercatat memiliki aset sebesar Rp 248.416.917.070. Dalam

pelaksanaan RAT tahun tutup buku per 31 Desember 2018 Koppas Srinadi Klungkung berhasil meraup SHU sebesar Rp 2.943.222.945. Sehingga menjadi Koperasi papan atas yang selalu menjadi tempat belajar bagi koperasi lain di Indonesia. Kini, kepercayaan masyarakat terus meningkat, dengan miliki anggota total 12.892, meningkat sebanyak 241 orang, dengan sembilan unit usaha, antara lain; unit Simpan Pinjam, unit Grosir, Swalayan Mini, Percetakan dan Konveksi, Swalayan Bangunan, Super Market Inti, Wisata Tirta, unit Bengkel dan Radio Srinadi FM. Bupati Suwirta dan undangan lain, terlihat amat bangga dengan capaian Koppas Srinadi Klungkung. Bupati menilai Koppas Srinadi telah mampu terus berkiprah positif sampai saat ini, walaupun dengan banyak unit usaha. Dia berharap tren positif ini dapat terus dilanjutkan, bahwa koperasi adalah lembaga mikro yang mampu tumbuh sangat besar seperti sekarang. (ad1142)

RAT-Pelaksanaan RAT Koppas Srinadi, Klungkung di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura.

MAPENDAK - Prosesi mapendak Ida Batara di Catus Pata Klungkung, sebelum menuju Pura Taman Sari Desa Tojan.

Hari Ini, Puncak ”Pujawali” di Pura Taman Sari Desa Tojan

Ida Batara Dalem Serongga, Tedung dan Lebih ”Mapendak” di Catus Pata Ribuan umat Hindu memadati Catus Pata Klungkung, Selasa (29/1) kemarin. Mereka datang dari Gianyar, disambut umat Hindu Desa Tojan, untuk melakukan persembahyangan dalam upacara Pamendak Ida Batara Dalem Serongga, Tedung dan Lebih bertempat di Catus Pata Klungkung, depan Monumen Puputan Klungkung. Pertalian niskala di antara desa-desa ini, menjadi daya tarik tersendiri, sebagai aktivitas masyarakat Hindu Bali yang masih dirawat dan dilestarikan sejak dulu hingga sekarang. Salah satu Panitia Karya I Wayan Soma menyatakan, Puncak Karya Pujawali di Pura Taman Sari, Tojan Kecamatan Klungkung diadakan tepat pada Rabu (30/1) hari ini. Sehingga pada Selasa (29/1) kemarin, diadakan upacara Pamendak Ida Batara Dalem Serongga, Tedung dan Lebih Kabupaten Gianyar menuju ke Pura Taman Sari Tojan Kecamatan Klungkung. Rute yang ditempuh cukup

jauh, dimulai dari Desa Lebih menuju Jalan By-pass Ida Bagus Mantra kemudian menuju Desa Negari, dari Desa Negari menuju Desa Banjarangkan, dari Desa Banjarangkan ke arah timur menuju Desa Umasalakan ke selatan menuju Desa Losan menuju Desa Takmung kemudian ke arah timur menuju Catus Pata Klungkung. Upacara Pamendak Ida Batara Dalem Serongga, Tedung dan Lebih dimulai dari pukul 07.30

- 09.00 Wita. Upacara ini merupakan salah satu rangkaian pujawali di Pura Taman sari, Tojan Kecamatan Klungkung. Dalam prosesi ini, dua barong sesuhunan divisualisasikan umat Hindu bertemu di Catus Pata itu. Kedua Barong Ket tersebut dari Pura Dalem Serongga, dan Barong Sesuhunan dari Pura Taman Sari di Desa Tojan, Desa Pakraman Gelgel. Salah seorang tokoh pangempon Pura Taman Sari, Desa Tojan I Wayan Kereng menyampaikan, ini tidak terlepas dari pertalian niskala desa-desa ini sejak dulu hingga sekarang. Karena itulah, dua sesuhunan ini bertemu. Namun, waktu pertemuannya dikatakan tidak dapat dipastikan, tergantung pikayun Ida Batara. Sehingga kadang bisa setahun, bahkan bisa sepuluh tahun sekali. “Sementara yang sekarang ini, adalah yang pertama

sejak sepuluh tahun lalu,” kata Kereng, yang juga Wakil Bendesa Pakraman Gelgel ini. Pemandangan ini juga bisa terjadi sebaliknya, di mana Ida Batara Lingsir di Pura Taman Sari yang lunga ke Pura Dalem Serongga. Serangkaian pujawali di Pura Taman Sari Desa Tojan ini, Ida Batara katur nyejer sampai dengan 5 Mei nanti. Bertemunya dua barong sesuhunan, juga diiringi ribuan warga pangiring. Setelah macepuk dua barong sesuhunan menuju Pura Taman Sari Tojan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang hadir langsung dalam prosesi tersebut, mendoakan supaya rangkaian upacara dalam rangka pujawali di Pura Penataran Taman Sari, Tojan, Kecamatan Klungkung dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberikan kerahayuan bagi masyarakat Bali. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dibutuhkan Segera 1.IT Networking/Harware Pengalaman,Sarjana Informatika Rajin, Jujur 2.Sales Marketing Pengalaman,Ulet,Rajin,Sanggup Kerja dgn Target Kirim CV:hrd.mitraadikuasa@ gmail.com WA.081353770406

B.BP.004.01.19.0001019

Dcr Guru SD/PGSD bisa Kerja Team.082145707300,085237089296 B.BP.001.01.19.0000827

!Dcr Marketing u proyek Singaraja.Lam ke Jl.Gatsu Barat No. 123X Dps. Telp 420800,422700

B.BP.004.01.19.0001102

*Dcr Receptionist,Therapist,OB Reborn Spa,Jl.SunsetA1 P:766744

B.BP.001.01.19.0000897

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.01.19.0000966

Int’l Restaurant Seeking for English Speaking Waitress 4 Sanur W/A 082247478200 B.BP.004.01.19.0001039

DIJUAL RUMAH

Cr PRT Wnt KTP Bali Tggl dlm Jjur Tgg Jwb Rjin u/Kuta Hub.081337318292

Dicari Karyawan Bag.Kredit KSU Putra Aswin Swadana Jl.Tukad Petanu 4C Dps Tlp.082144214422

Cr: Adm Lulusan D3/S1 Akuntansi GajiMnrik 081558096445/4745296

Dcr Pegawai Kantin & PRT Pas Tgl dlm Hb.08174716050

B.BP.004.01.19.0001121

B.BP.001.01.19.0001133

Dcr Sopir PickUp brpnglmn utk Toko Meubel. Hub:08123672614

B.BP.004.01.19.0001122

Dcr Sopir SIM B1 Penglmn Domisili Denpasar Langs Interview ke Yamaha Hasanudin No.78

Dcr Kary OB,Umr 40-50th,Rajin, SIM C,Gatsu 322,Hub.415333 B.BP.001.01.19.0001106

Dcr Mekanik u/bengkel motor Dwi Jati Agung.Hp.085838399110 B.BP.004.01.19.0001129

Dcr PRT & Tkg Bersih,Tdr Luar Kerobokan Hp.081236700700 Gj++ B.BP.001.01.19.0001119

Dicari Karyawati Max 30 th. Untuk Team Wedding Organizer Bisa Bhs. Jepang,Inggris Hub.750734 / 750777 B.BP.001.01.19.0001104

Dcr Sgr Therapist Spa Pria & Wanita bersedia ditempatkan di Canggu/Denpasar Kota. Pengalamn diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub.081239621123(Massaji Spa) B.BP.001.01.19.0000960

KONSULTASI

BIRO JASA

ALUMINIUM

SERVICE

B.BP.001.01.19.0001132

Dcr Kary Min.D1 Teknik Komputr Brpnglmn Min.2Thn.082146344962 marketing.synusbali@yahoo.com

RUPA-RUPA

BENGKEL LAS

B.BP.001.01.19.0001015

B.BP.001.01.19.0001127

B.BP.001.01.19.0001120

Dcr Staf Administrasi Cwek & Cwok bs Ms Ofice H.081237002020 B.BP.001.01.19.0001131

Dcr: Sopir Prbd SIM A Srbtn,35 Th,TdrDlm,KTP Bali,08123928624 B.BP.001.01.19.0000968

Dibutuhkan Staf Admin,Laki/PerempuanPendS1,Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt, Penempatan Jimbaran 0361-4465228 B.BP.001.01.19.0000702

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.03

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02

Dicari Pegawai Salon di Dps yang serius Hub.081338334165 B.BP.001.01.19.0001110

Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak.Hubungi:0361-8446108 B.BP.001.01.19.0001113

Kryw laki u/TourCounter@Htl NusaDua085100469080,081918081900 B.BP.001.01.19.0001111

Lembaga Keu.Cari Tenaga Ex.Ass Koperasi,Bank.HP.087761536716 B.BP.001.01.19.0001066

Perusahaan Konstruksi Mmrlukan 1 Org Drafter CAD,untuk Pembua tan Gambar Kerja Konstruksi Bangunan Kirim CV ke astina28@ yahoo.com/081936256259

B.BP.001.01.19.0001134

Sales support, female, capable English and computer, call Dewi, MP:081236222509

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.01

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.04

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.06

Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818

G.07

Dibutuhkan cepat: Marketing, PR, Manager. Syarat: D3/S1, perempuan, percaya diri, goal oriented, usia max.45th, bisa nego gaji. Kirim CV ke Info@RakaDewiBali.com atau WA 081353976118

G.08

B.BP.004.01.19.0001126

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.05

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

HONDA

Mobil HR-V’2018 Tipe 1.5 S manual, hitam,kondisi baru, hadiah undian bank, harga miring, bisa survey. Hub:0816571027

B.BP.004.01.19.0001124

DIJUAL MOTOR Dijual Spd Mtr Benelli Sport (BS 200)2015,700KM,Harga:21jt Nego Hub:0811386228 B.BP.001.01.19.0001103

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh di Ciung Wanara Tbn DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.082236881191/081805374433

B.BP.004.01.19.0000839

DIJUAL KIOS Dijual Kios Lt4 Psr Kumbasari Dps cck u/Jual Bakso/Soto Ayam Hub.081338371229 (Pemilik) B.BP.001.01.19.0001112

DIJUAL TANAH 1 Ha di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636 B.BP.001.01.19.0001108

Nissan Matic SV’13 silver Orgl skl. Gatsu Tmr Hp.087754434981

Dijl Tanah Br.Losan Takmung Klungkung Jln 4M.L.Tnh 2,25Are Harga/Are 200Jt.H:081339036665

B.BP.001.01.19.0001138

B.BP.001.01.19.0001114

NISSAN

DIJUAL TANAH Djl Tnh 3A Jl. Induk Pengilian Lingk.Villa Hub.082147454248

B.BP.164.01.19.0001135

Djl Tnh Kavling & Sawah di Dps Hub.0811398086 / 0361-245460

B.BP.001.01.19.0001017

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.01.19.0000763

Djl Box Alm A.Raya u/C.Diesel 6rd&4rd,HP.081353099090/415333

B.BP.001.01.19.0001105

KEHILANGAN BPKB No.K10787448-O DK 3897 DI An.Reni Seprianti,081236409270

B.BP.001.01.19.0001107

Hlg BPKB No.L 49807 DK 8965 GR A.N Bruno Zanetti

B.BP.004.01.19.0001125

Hlg SHM 1901-Tuban Luas 390m2 a.n. Lenny Gessa Hub.08161826406

B.BP.001.01.19.0001128

Hlg Srtfkt Hak Guna Pakai No.58 Luas 210m2 a/n I Putu Gunawan

B.BP.154.01.19.0001130

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.01.19.0001033


BANGLI

14

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

Jalan Utama Menuju 13 Dusun Tertimbun Longsor

LONGSOR - Kondisi jalan di Dusun Bantas yang tertimbun longsor.

Bali Post/ist

Dipertanyakan, Komitmen Pemkab Hidupkan Listibya Bangli (Bali Post) –

Komitmen Pemkab Bangli menghidupkan kembali Lembaga Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibya) dipertanyakan Ketua Umum Listibya Kabupaten Bangli Nyoman Puja. Pasalnya, pascadikukuhkan beberapa tahun lalu setelah sempat mengalami mati suri, keberadaan Listibya tak pernah dilibatkan dalam setiap kegiatan yang menyangkut kesenian dan kebudayaan. “Tujuan awal dibangkitkannya Listibya katanya untuk diajak kerja sama. Setelah ada, kok tidak pernah dilibatkan. Kita tidak pernah disurati,” ungkap Nyoman Puja, Selasa (29/1) kemarin.

Dalam pelaksanaan PKB misalnya, Puja mengaku Listibya tak pernah sekalipun diundang Pemkab untuk dimintai pertimbangan maupun diajak membahas terkait persiapan kesenian yang akan diikuti dalam event tersebut. Listibya hanya pernah disurati sekali pada tahun lalu untuk diundang menghadiri dan menyaksikan kesenian yang ditampilkan duta Bangli di ajang PKB. “Prosesnya kita tidak pernah dilibatkan. Mestinya mulai persiapannya kita diundang untuk membahas kesenian apa yang diangkat dalam PKB,” terangnya. Karena itu, pihaknya pun mempertanyakan tujuan dan komitmen awal Pemkab Bangli membangkitkan Listibya. Puja mengaku, selama ini

pihaknya sudah berupaya untuk bisa ikut berperan aktif memberikan pertimbangan dan pembinaan kebudayaan. Dirinya mengaku sudah sempat menemui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Kabid Kesenian di dinas tersebut. Dalam pertemuan itu pihaknya mengharapkan dinas terkait dapat mengundang Listibya dalam memberikan pertimbangan dan pembinaan kebudayaan, lebih-lebih dalam membawa misi kesenian dan kebudayaan ke luar daerah. Sebagaimana yang diketahui, Listibya Kabupaten Bangli dibangkitkan kembali oleh Pemkab Bangli sekitar tahun 2017 lalu setelah sempat mati suri selama belasan tahun. Adapun orang-orang

yang dipercaya menduduki struktur kepengurusan berasal dari kalangan seniman serta budayawan dari empat kecamatan di Bangli. Struktur kepengurusan mencakup seorang ketua umum, empat orang ketua, dua sekretaris, dua bendahara dan sembilan orang ketua komite yakni tari, karawitan, pedalangan, sastra, teater, film, seni rupa, arsitektur, dan musik dia-

tonik. Pengukuhan pengurus Listibya dilakukan langsung Bupati Bangli. Kabid Kesenian Disparbud Bangli Nyoman Wiradana saat diwawancana kala itu mengatakan, keberadaan lembaga Listibya yang beranggotakan seniman serta budayawan ini sangat dibutuhkan pemerintah kabupaten sebagai mitra kerja. Sebagaimana tugas dan perannya, lembaga Listibya diharapkan dapat memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada Pemerintah Kabupaten terkait masalah-masalah kebudayaan dan kesenian dalam arti seluas-luasnya. Baik pertimbangan yang diminta maupun tidak diminta. (kmb40)

”Tujuan awal dibangkitkannya Listibya katanya untuk diajak kerja sama. Setelah ada, kok tidak pernah dilibatkan. Kita tidak pernah disurati.” Ketua Umum Listibiya Bangli Nyoman Puja

Menuai Banyak Tanggapan, Rencana Gumitir Dijadikan Maskot Bangli

Bangli (Bali Post) – Rencana Bupati Bangli I Made Gianyar mengangkat bunga gumitir menjadi mascot Kabupaten Bangli, ditanggapi berbagai kalangan. Sebagian kalangan menilai bunga berwarna kuning itu kurang pas dijadikan maskot Bangli karena tidak mencerminkan kekhasan Kabupaten Bangli. Di lain sisi, ada juga yang menilai pemilihan bunga gumitir sebagai maskot sah-sah saja sepanjang disepakati bersama. Anggota DPRD Bangli Nengah Darsana, Selasa (29/1) kemarin, berpendapat bahwa sejatinya apa pun bisa dijadikan maskot Kabupaten Bangli asalkan bisa menjadi ciri khas daerah. Tidak harus berupa bunga. Hewan seperti anjing Kintamani pun bisa dijadikan maskot. Dia mengatakan, dahulu Bangli pernah merencanakan dan menggaungkan anjing Kintamani sebagai maskot daerah. Akan tetapi, sampai saat ini tidak pernah ada tindak lanjutnya. Terkait rencana bupati menjadikan bunga gumitir sebagai maskot, politisi Golkar ini mempertanyakan spirit dan target dari pemilihan jenis bunga itu. Sebab menurutnya, bunga gumitir bukan asli Bangli dan tidak mencerminkan kekhasan Kabupaten Bangli. “Saya rasa gumitir kurang pas jadi maskot. Seharusnya yang dipilih dijadikan maskot adalah sesuatu yang memang khas, langka dan hanya ada di Bangli,” kata Darsana. Mengenai adanya rencana Bupati untuk segera memperdakan gumitir sebagai maskot Bangli, Darsana mengatakan,

Bali Post/kmb40

Bali Post/kmb40

Bali Post/kmb40

Nengah Darsana

Ngakan Kutha Parwata

Nyoman Sukra

bahwa hal itu nantinya tentu akan dibahas bersama di dewan. Sejauh ini dirinya di Bapemperda mengaku belum menerima adanya usulan pembuatan perda tersebut. Sementara itu, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata menyambut baik rencana Bupati untuk membuat maskot Kabupaten Bangli. Ia mendukung Bangli mempunyai mascot atau ikon yang bisa dijadikan kebanggaan masyarakat. Hanya, saat ditanya soal dipilihnya bunga gumitir sebagai maskot, politisi asal Desa Bangbang, Tembuku ini tidak memberikan jawaban yang jelas. “Apapun yang menjadi ikon kita serahkan ke masyarakat. Termasuk Bupati mungkin sudah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh terkait pemilihan jenis bunga itu. Intinya kita sambut baik, dari yang awalnya belum ada ikon, kemudian dibuatkan ikon,” katanya.

Dukungan terhadap pembuatan maskot daerah juga disampaikan Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra. Menurutnya, maskot diperlukan sebagai sebuah kebanggaan masyarakat. Mengenai pemilihan bunga gumitir menjadi maskot, Sukra menilai sah-sah saja. Menurutnya gumitir adalah bunga yang indah dan memiliki banyak kelebihan. Bunga gumitir juga bisa dipakai untuk upacara, asalkan tumbuh di tempat yang bagus dan warnanya tidak ada serat merahnya. “Kami di Parisadha prinsipnya mendukung apapun bunga yang tidak dianggap leteh, tidak masalah dijadikan maskot,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, Bupati Bangli I Made Gianyar berencana menjadikan bunga gumitir sebagai mascot Kabupaten Bangli. Usai menyaksikan uji coba perdana tari maskot Kabupaten Bangli “Sekar Gumitir” di Wantilan Desa

Wisata Penglipuran, Senin (28/1) Bupati Made Gianyar bahkan mengaku akan segera membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk menjadikan Bunga Gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli. Made Gianyar mengatakan, pihaknya tidak mau lagi kecolongan dalam memilih bunga sebagai maskot kabupaten. Diakui Made Gianyar sebelumnya Bangli sempat gagal menjadikan bunga pucuk bang dan sandat sebagai maskot Kabupaten Bangli karena kalah cepat dari kabupaten lainnya. Menurutnya, gumitir tak hanya memiliki warna yang indah, namun juga memiliki makna yang mendalam. Selain melambangkan kesederhanaan, gumitir juga memiliki banyak manfaat. Bunga gumitir tahan lama, tidak mahal, dan yang tidak kalah penting, gumitir sangat cocok hidup di daerah sejuk seperti Kabupaten Bangli. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Bencana tanah longsor terus melanda wilayah Bangli sejak beberapa hari terakhir. Di Dusun Bantas, Desa Songan, Kintamani, tanah longsor menimbun badan jalan yang merupakan akses utama menuju 13 dusun di wilayah balik bukit. Dampaknya, aktivitas warga di dusun-dusun tersebut menjadi terganggu. Informasi yang dihimpun, Selasa (29/1) kemarin menyebutkan, longsor di Dusun Bantas terjadi pada Senin (28/1) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Longsor dipicu akibat guyuran hujan deras yang berlangsung sejak pagi hari. Tidak ada korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Namun demikian, tertutupnya akses jalan akibat longsor, menyebabkan aktivitas warga tak bisa berjalan seperti biasanya. Kadus Alengkong Nengah Mandiasa saat dihubungi mengatakan jalur yang tertimbun longsor itu biasanya selalu padat dilintasi warga pada sore hari. Namun, syu-

kurnya saat longsor terjadi, tidak ada warga yang melintas di lokasi. Dikatakannya bahwa titik jalan yang tertimbun longsor berada di sebelah timur dari lokasi longsor dua tahun lalu yang menelan beberapa korban jiwa. “Untungnya tidak ada kendaraan yang melintas di sana saat kejadian,” ungkapnya. Lanjut dikatakannya, akibat dampak dari tertutupnya akses jalan dengan material longsor, warga dari pusat desa yang hendak menuju 13 dusun di balik bukit tak bisa melintas menggunakan kendaraan. Jalan alternatif yang ada berupa rabat beton, hanya bisa dilintasi roda dua. Menurutnya, wilayah sekitar memang sangat rawan longsor. Hingga Selasa pagi kemarin, Mandiasa mengatakan ancaman longsor dan pohon tumbang di sekitar lokasi masih mengintai. “Agak was-was untuk beraktivitas. Jangankan malam, siang seperti sekarang saja agak ngeri di sana,” ujarnya. Ditambahkannya bahwa

pada pagi kemarin upaya penanganan terhadap longsor yang menimbun badan jalan sudah dilakukan petugas BPBD bersama warga. Batang kayu yang tumbang sudah disingkirkan. Untuk pembersihan material berupa tanah dan batu dilakukan menggunakan alat berat milik Pemkab Bangli. “Saat ini sedang dikerjakan,” imbuhnya. Sementara di tempat lain yakni di wilayah Desa Tiga, serumpun bambu tumbang dan menimbun jalan Linjong-Temaga. Dampaknya, arus lalu lintas di jalur itu menjadi terganggu. Warga dibantu petugas kepolisian telah melakukan upaya pembersihan di sekitar lokasi. Terkait kejadian itu, Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan tetap menghimbau seluruh masyarakat setempat baik pejalan kaki maupun para pengendara agar terus meningkatkan kewaspadaan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (kmb40)

BPBD Kewalahan Tangani Bencana Bangli (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli mengaku kewalahan menangani bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang akibat hujan deras sepekan terakhir. Terbatasnya jumlah alat berat yang dimiliki, membuat penanganan bencana tak bisa dilakukan dengan cepat. Kepala Pelaksana BPBD Bangli I Wayan Karmawan ditemui, Selasa (29/1) kemarin, mengatakan dampak hujan deras yang melanda wilayah Bangli, telah menyebabkan terjadinya bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang di puluhan titik. Dari empat kecamatan yang ada, bencana paling banyak terjadi di wilayah Kintamani. Bencana alam yang terjadi itu telah menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. BPBD Bangli mem-

perkirakan kerugian akibat bencana telah mencapai miliaran rupiah. “Kerugian karena banyak fasilitas umum, fasilitas milik masyarakat yang kena bencana,” ujarnya. Karmawan mengaku, banyaknya titik bencana tanah longsor disertai pohon tumbang, membuat pihaknya cukup kewalahan melakukan penanganan. Terlebih alat berat yang dimiliki Pemkab Bangli jumlahnya sangat terbatas. “Dalam proses penanganan bencana yang terjadi di hampir seluruh kecamatan di Bangli, kami akui sangat kewalahan. Penyebabnya karena kekurangan alat berat seperti loader dan eksavator. Untuk menangani bencana, kami terpaksa menggilir alat berat,” terangnya. Terkait kendala yang dihadapinya itu, pihaknya mengaku sudah melapor dan berkoordinasi dengan Bupati Bangli I

Made Gianyar. Hasilnya, Bupati menyatakan siap untuk segera menambah alat berat, khususnya di Dinas PU guna mempercepat upaya penanggulangan saat terjadi bencana alam. Karmawan menambahkan sesuai perkiraan BMKG, cuaca ekstrem masih akan berpotensi terjadi hingga akhir bulan Februari mendatang. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Sembilan belas SMA/SMK di Kabupaten Bangli akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun ini. Namun karena keterbatasan sarana komputer, belum semua sekolah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Sebanyak tiga SMK masih menggelar UNBK dengan menumpang di sekolah lain yang terdekat. Ketua MKKS SMA Kabupaten Bangli Ketut Ada, Selasa (29/1), mengatakan, sesuai jadwal, UNBK SMA akan dilaksanakan selama empat hari yakni pada tanggal 1, 2, 4 dan 8 April. Di Kabupaten Bangli UNBK akan diikuti 5 SMA negeri dan 1 SMA swasta secara mandiri. Kasek SMAN 1 Kintamani ini mengatakan, untuk melaksanakan UNBK di sekolahnya, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan SMPN 6 Kintamani dalam bentuk peminjaman sarana komputer. Sebanyak 30 komputer yang dimiliki

SMP tersebut dipinjam untuk digabung dan dipakai pelaksana UNBK di SMAN 1 Kintamani. Selain bekerja sama dengan SMP, untuk memenuhi kekurangan, pihaknya menyiasatinya dengan cara menyewa. “Kita butuhnya 90 komputer untuk 245 siswa, yang dibagi dalam tiga sesi,” ujarnya. Sejauh ini sejumlah persiapan terkait pelaksanaan UNBK sudah dilakukan. Pihaknya telah menggelar uji coba pelaksanaan UNBK. Dalam waktu dekat, persiapan akan dimatangkan dengan menggelar gladi bersih. Selain menyiapkan perangkat dan hal teknis lainnya, kemampuan para siswa dalam menghadapi UNBK juga terus dimatangkan melalui pembelajaran dan pembahasan soal-soal. Pihaknya berharap pelaksanaan UNBK nantinya tidak mengalami kendala. Ada mengatakan bahwa meski tak menjadi penentu kelulusan, UN tetap wajib diikuti seluruh siswanya sebagai syarat kelulusan.

Sementara itu, Ketua MKKS SMK Kabupaten Bangli Wayan Suparta mengatakan, sesuai jadwal UN SMK akan dilaksanakan pada 25-28 Maret. UNBK akan diikuti 9 SMK negeri dan 4 SMK swasta. Suparta mengatakan, dari seluruh SMK yang menggelar UNBK, belum semuanya bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Tiga di antaranya masih harus menumpang ke sekolah lain karena keterbatasan sarana komputer. Tiga SMK yang dimaksud yakni SMK Sastra Mandala yang akan melaksanakan UNBK di SMKN Susut, Unarosa di SMKN 2 Bangli, PGRI Tembuku di SMPN 1 Tembuku. Untuk menghadapi UNBK yang akan datang ini, semua sekolah sudah melakukan persiapan. Suparta yang merupakan Kasek SMKN 2 Bangli ini mengaku khusus di sekolahnya, pihaknya sudah melakukan persiapan salah satunya menggelar simulasi. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Wayan Karmawan

UNBK, Tiga SMK Belum Bisa Mandiri


15

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

Wapres Harapkan Umat Hindu Guyub

Jakarta (Bali Post) Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa (29/1) kemarin menerima kunjungan Panitia Dharma Santi Nyepi Nasional yang dipimpin Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya. Selain Wisnu Bawa Tenaya, turut hadir Ketua Panitia I Wayan Gigin Samudra serta Penasihat Panitia Nyepi Nasional 2019 Satria Naradha. Dalam kunjungannya, panitia mengundang Wapres JK untuk menghadiri kegiatan Dharma Santi Nyepi Nasional DHARMA SANTI NYEPI - Panitia Dharma Santi Nyepi 2019 bertemu foto bersama dengan Wapres Jusuf Kalla, Selasa (29/1) kemarin.

Pencuri Jam Tangan Rp 4,5 M Ditembak Denpasar (Bali Post) Mestinya maling lintas provinsi, Teguh Uji (38), menjadi miliarder, setelah membobol rumah Anthony Sinaga (44) di Jalan Karangsari V No. 23, Denpasar Barat (Denbar), 31 Desember lalu. Pasalnya, salah satu barang yang dicuri yaitu jam tangan seharga Rp 4,5 miliar. Tetapi dia sama sekali tidak tahu dan dikira jam murah, sehingga tidak langsung dijual. ‘’Saya tidak tahu harga jam itu,’’ kata Teguh, Selasa (29/1) kemarin. Atas perbuatannya itu, Teguh ditangkap di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (17/1) lalu. Karena melawan saat dilakukan pengembangan kasus ini, polisi terpaksa menembak kaki kirinya. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan, Selasa kemarin, mengatakan saat kejadian korban bersama keluarganya pukul 11.00 Wita meninggalkan rumah menuju Mall Bali Galleria, Kuta. Pukul 22.00 Wita, korban tiba di rumahnya dan melihat pintu gerbang terbuka. Padahal sebelum pergi, korban mengunci pintu tersebut. Selain itu pintu utama rumahnya rusak dan isi rumah acakacakan.

Bali Post/rah

Beberapa barang berharga hilang seperti sebuah tas putih merek Hana berisi mata uang 4.000 dolar Amerika. Sedangkan yang di laci meja disimpan 300 euro, 200 dolar Amerika dan 250 dolar Singapura juga raib. Pencuri juga membobol safety box dan mengambil isinya yaitu perhiasan emas seharga Rp 125 juta, 200.000 yen, 20.000 nt, 2.000 yuan, 1.500 dolar Hongkong dan Rp 15 juta. Korban juga kehilangan dua HP dan jam tangan merek Roger Dubuis seharga Rp 4,5 miliar. ‘’Kalau total kerugiannya sekitar Rp 5 miliar,’’ ujarnya. Setelah menerima laporan kasus ini, Kapolsek Denbar AKP Johannes memerintahkan

tim Opsnal Reskrim melakukan penyelidikan. Tim Opsnal dipimpin Danru Buser Aiptu Awan Tri Maretno dapat informasi jika tersangka Teguh berada di Pontianak. Polisi langsung berangkat ke sana. Selanjutnya pada Kamis (17) pukul 15.00 Wita, pelaku ditangkap saat keluar dari Bank BRI di Wilayah Pontianak, Kalimantan Barat. Saat diinterogasi, pelaku mengaku beraksi bersama Fatkhur Rohman dan pelaku lainnya masih DPO berinisial WO. Tersangka Teguh dibawa ke Demak, Jawa Barat. Hasil penggeledahan di rumah pelaku di Demak, petugas mengamankan barang milik korban. (kmb36)

Kebijakan Berpajakan IATA dalam suratnya menyebut usulan tersebut bertentangan dengan kebijakan perpajakan yang telah diterima dan dipublikasikan oleh ICAO di bawah naungan PBB. Dalam hal ini, Indonesia turut menandatangani Konvensi Chicago yang di pasal 15 berbunyi ‘’Negara peserta perjanjian tidak boleh mengenakan biaya, iuran, ataupun pungutan lainnya sehubungan dengan hak untuk transit di atau masuk ke atau keluar dari wilayah negara yang bersangkutan yang dimiliki oleh suatu pesawat udara ataupun penumpang atau properti di dalamnya’’. Selanjutnya tertulis, penumpang internasional yang

berangkat dari bandara Denpasar, Bali saat ini membayar Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara sebesar Rp 225 ribu. Dari analisis IATA, pengenaan retribusi 10 dolar per penumpang asing yang berangkat berpotensi menurunkan jumlah penumpang yang berangkat dari Bali sebanyak 190 ribu orang per tahun. Di akhir suratnya, IATA juga menulis akan sangat senang apabila dapat bertemu langsung dengan Gubernur atau perwakilan Gubernur guna berdiskusi lebih lanjut. Ditanya mengenai surat itu, Made Santha mengaku tidak tahu. ‘’Saya tidak tahu itu,’’ ujarnya singkat. Hal senada juga disampaikan Ketua Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan di DPRD

Bali, Ketut Suwandhi. Ia mengaku belum bertemu dengan IATA karena akan menemui Board of Airlines Representatif Indonesia (BAR Indo) terlebih dulu. Setelah itu baru bertemu IATA, INACA, Otoritas Bandara, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri. Terlebih, IATA sendiri berkantor pusat di Singapura. Co. GM Commercial Angkasa Pura Rahadian Yogi mendukung adanya rencana kontribusi wisatawan. Namun, pihaknya tidak menyarankan kontribusi itu dipungut lewat konter khusus di bandara karena hal itu akan mengurangi nilai pelayanan. ‘’Kalau lewat tiket, itu bukan kewenangan kita. Kami pun dengan airlines business to business,’’ ujarnya. (kmb32)

Rabu, 30 Januari 2019

Rangkaian hari raya Nyepi akan ditutup dengan Dharma Santi Nasional. Untuk Dharma Santi Nasional kali ini, Bali menjadi tuan rumah. ‘’Kemudian dharma santinya tadi kami laporkan, ancer-ancer (rencananya) tanggal 5 April di Bali, di Art Center dengan beberapa kegiatan,’’ urai Wisnu. Salah satu pertimbangan mengapa Bali sebagai lokasi Perayaan Nyepi Nasional, karena waktunya yang berdekatan dengan perhelatan pemilu serentak 2019. Ia pun mengajak seluruh umat Hindu mampu menjaga situasi aman karena perayaan Nyepi berdekatan dengan perhelatan pemilu serentak 2019 yang akan dilasanakan pada 17 April. (kmb4)

5,1 miliar. Dari pengakuan kedua pelaku ini, terungkap jika bandarnya berinisial GS yang saat ini berstatus narapidana di Lapas Madiun, Jawa Timur. GS merupakan sindikat narkoba internasional yaitu Malaysia dan Cina. ‘’Sebagian barang bukti ini akan dikirim ke Lapas Kerobokan. Itu pengakuan pelaku. Ini berarti ada pemesan dari sana (lapas). Namun kami masih mendalaminya,’’ ujar Wadir Resnarkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko. Penyelidikan kasus ini, menurut Sudjarwoko, Choirul terlacak menginap di Hotel Puri Asih di Jalan Raya Kuta. Pukul 04.00 Wita, tim dipimpin Sudjarwoko menggerebek kamar nomor 208 yang ditempati Choirul yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur ini. ‘’Saat diinterogasi, yang bersangkutan (Choirul) mengaku menyerahkan tiga ribu butir

ekstasi kepada tersangka NIW (Nyoman Indranata Wijaya) di dekat Pantai Sanur,’’ ungkapnya. Atas pengakuan tersebut, tim Opsnal melakukan penangkapan terhadap Wijaya di rumahnya di Jalan Sutomo Gang VIII, Denpasar Barat. Hasil penggeledahan di kamar pelaku ditemukan 2.493 butir ineks warna cokelat logo A dan 2.935 butir ekstasi warna merah muda logo mickey mouse di meja depan tempat tidur. Sedangkan satu paket SS dikemas plastik teh cina Gua Yan Yin seberat 944 gram diamankan di sela-sela spring bed dengan alasnya. Peredaran narkoba ini dikendalikan bandar berinisial GS, napi Lapas Madiun, Jawa Timur. Barang terlarang tersebut diambil Choirul di Jawa Timur, lalu dibawa ke Bali dengan menumpang kendaraan umum. (kmb36)

Disita, Narkoba Dikemas Mirip Permen Denpasar (Bali Post) Tersangka Faisal (29) dikawal seperti teroris. Kaki dan tangannya dirantai. Ia dibekuk atas kepemilikan 617,40 gram sabu-sabu (SS) dan 796 butir ekstasi di Jalan Gunung Talang, Denpasar Selatan, Rabu (23/1) lalu. Untuk paket sabu-sabu (SS) sudah dalam kemasan khusus mirip permen dan tercantum beratnya.

JAM TANGAN - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menunjukan barang bukti jam tangan seharga Rp 4,5 miliar.

yang akan dipusatkan di Bali. Selain Wapres JK, Presiden RI Joko Widodo juga diharapkan kehadirannya pada acara itu. Wisnu Bawa Tenaya menjelaskan, panitia mendapat sejumlah arahan dari Wakil Presiden. Di antaranya Wapres meminta agar umat Hindu hidup rukun antara satu dengan yang lain. ‘’Sebagai umat beragama disampaikan supaya kita guyub semuanya jadi betul-betul bangsa ini ke depan guyub,’’ jelas Wisnu Bawa Tenaya. Pada pertemuan dengan Wakil Presiden, Wisnu melaporkan bahwa hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 7 Maret 2019. Sehari sebelum hari raya Nyepi tepatnya 6 Maret akan dilakukan kegiatan ritual di Candi Prambanan, Yogyakarta.

Menurut Faisal, pengendalinya adalah seorang napi di salah satu lembaga pemasyarakatan (lapas) di Bali, Dani. ‘’Untuk kesekian kalinya Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali mengungkap kasus besar. Yang terbaru adalah tersangka Faisal dengan barang bukti 617,40 gram sabu-sabu dan 796 butir ekstasi,’’ ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatresnarkoba Kompol Aris Purwanto, Selasa (29/1) kemarin. Mantan Kapolres Badung ini mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat di Jalan Gunung Talang, Denpasar Selatan, yang melaporkan sering terjadi transaksi narkotika. Selanjutnya dilakukan penyelidikan di tempat tersebut dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi. Setelah target operasi (TO) berada di depan tempat kosnya pada Rabu pukul 14.00 Wita, polisi melakukan penangkapan. Saat penggeledahan di badan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga paket SS 2,22 gram di saku celana. Selanjutnya 32 paket SS seberat 13,8 gram ditemukan di tas selempang dan lima paket ekstasi berjumlah 42 butir disita. Polisi lalu menggeledah kamar kos pelaku dan diamankan barang bukti berupa 74 paket SS seberat 601,4 gram dan 754 butir ineks. ‘’Pelaku menerima paket narkoba yang sudah dikemas mirip permen. Tersangka ini sebagai kurir dan mendapat upah Rp 50 ribu sekali tempel. Dia baru empat bulan menjadi kurir dengan

dalih faktor ekonomi,’’ ujar mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini, seraya berjanji akan mengusut jaringan di atas pelaku, termasuk bandarnya. Sementara itu, tim gabungan Ditresnarkoba dan Intelkam Polda Bali mengungkap jaringan peredaran narkoba internasional. Dalam pengungkapan kasus ini, dua anggota jaringan yaitu Nur Muhamad Choirul (20) dan I Nyoman Indranata Wijaya (38) dibekuk Jumat (25/1) lalu, masingmasing di Kuta dan Denpasar. Terkait kasus ini, polisi menyita 5.428 butir ekstasi dan 966 gram sabu-sabu (SS) senilai Rp

Bali Post/eka

NARKOBA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menunjukkan barang bukti narkoba dan tersangkanya di Mapolresta Denpasar, Selasa (29/1) kemarin.

WARUNG GLOBAL

Wisatawan ke Bali Mesti Diperlakukan Sama KUNJUNGAN wisatawan Cina ke Bali menurun hingga 37,51 persen pada Oktober tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah penutupan toko berjaringan ilegal. Ada pemikiran agar wisatawan Cina ke Bali perlu diatur secara khusus. Namun para pendengar Radio Global 96,5 FM terutama mereka yang bergerak di sektor pariwisata kurang sependapat dengan perlakuan khusus bagi wisatawan Cina ke Bali. Dalam acara dialog interaktif Warung Global, Selasa (29/1) kemarin, Kawan Global menyarankan agar melakukan proteksi terhadap pariwisata Bali, sehingga tidak diobral di luar Bali. Berikut rangkuman selengkapnya. Lama berkecimpung di dunia pariwisata, Putu Artha di Denpasar menyampaikan bahwa tidak dapat untung dari tamu Cina kalau seperti

itu. Boleh saja diatur asal jelas dan tegas. Ia berharap tidak ada lagi mafia-mafia di sektor pariwisata, sebaiknya belajar dari pengalaman, sehingga

tidak terulang lagi. Tata niaga wisatawan Cina perlu diatur secara khusus, menurut Febri di Denpasar, terlalu berlebihan. Mestinya tak ada perlakuan yang berbeda-beda kepada wisatawan dari manapun asal negaranya. Tamu yang datang ke Bali, bukan dari Cina saja. Solusi yang ia tawarkan adalah sebaiknya pemerintah Bali melalui Dinas Pariwisata mendatangi pemerintah Cina melakukan komunikasi. Dengan membuat lembaga khusus, menurut Sangging di Gianyar, dibuat repot. Menurutnya, tamu yang datang

ke Bali mesti diperlakukan sama, tak ada khusus. Ia juga menyarankan agar pariwisata Bali dijaga harga dirinya, tidak diobral di luar Bali. Selain itu, Made Bimasena, warga Gianyar lainnya, juga menyarankan agar dilakukan proteksi, sehingga pariwisata Bali tetap terjaga demi kualitas yang baik. Pemerintah juga turut mengawasi. Budiada di Tabanan berharap pemerintah Bali jangan mau didikte, meskipun negara Cina membawa tamu banyak ke Bali. Untuk itu pengawasan tetap dilakukan. (sikha p)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Rabu Kliwon, 30 Januari 2019

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

PBSI Bali Sambut Positif Jadwal Pra-PON Denpasar (Bali Post) – Pengurus Pusat (PP) PBSI memastikan ajang Pra-PON bulu tangkis akan berlangsung 22–27 November mendatang. Atlet yang boleh tampil di arena perebutan tiket ke PON 2020 di Papua ini maksimal kelahiran 1997. Kepastian itu disambut positif oleh Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Nengah Wiratha. ‘’Bagus, Pra-PON digelar November karena setelah perhelatan Porprov Bali yang dilaksanakan September. Artinya, jenjang Porprov Bali benarbenar sesuai dengan arah ke Pra-PON,” katanya di Denpasar, Selasa (29/1) kemarin. Hal lain yang masih ditunggu Bali dan provinsi lainnya adalah pembagian zona yang masih dibahas di PP PBSI dan kemungkinan diumumkan akhir Februari. Selain itu, pada 18 Mei nanti akan ada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) PBSI Bali untuk pergantian pengurus karena masa bakti pengurus sekarang sudah habis. Ini mesti dilakukan sesuai waktu atau tidak boleh diundur. Menurut Wiratha, pembentukan tim bayangan Pra-PON nanti akan ditentukan oleh Ketua Umum PBSI Bali yang baru bersama pengurus terpilih lainnya. Begitu pula soal aturan seleksi pemain dan mekanisme pembentukan tim bayangan, menjadi tanggung jawab pengurus periode berikutnya. Terkait kriteria pemanggilan dan seleksi atlet untuk tim bayangan Pra-PON, Sekretaris Umum PBSI Bali Made Darmiyasa memberikan masukan. “Secara pribadi, pebulu tangkis yang dipanggil mengikuti seleksi adalah yang masuk final nomor perorangan dan juara nomor ganda. Ini untuk meminimalkan jumlah atlet yang menghuni tim bayangan Pra-PON,’’ ujarnya. (kmb)

SEMIFINAL – Pemain Jepang merayakan kemenangan 3-0 atas Iran di babak semifinal Piala Asia 2019.

Bali Post/afp

PSG Kontrak Pemain Argentina TI Denpasar Bersiap Hadapi Porprov

Denpasar (Bali Post) – Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Denpasar bersiap menghadapi Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Ini dilakukan setelah mereka mengantongi rekomendasi dari KONI Kota Denpasar beberapa hari lalu. Menurut Ketua Pengkot TI Denpasar, Laksmi Duarsa, pihaknya akan langsung tancap gas dalam persiapan menghadapi Porprov Bali 2019. Tugas yang kini dikerjakannya adalah menyiapkan penyelenggaraan Piala Wali Kota yang akan diputar akhir Februari atau awal Maret mendatang. “Sebelumnya, saya mohon maaf karena tidak bisa hadir di Rapat Kerja (Raker) KONI Denpasar lalu, karena di luar kota. Terima kasih kepada KONI Denpasar atas pemberian rekomendasinya,’’ ujarnya Selasa (29/1) kemarin. Dalam ajang Piala Wali Kota, TI Denpasar akan menerjunkan pengurus yang terkait dengan pemanduan bakat untuk melihat taekwondoin yang layak dipanggil menjalani seleksi guna masuk tim bayangan Porprov. “Wali Kota Cup tepat untuk memantau taekwondoin potensial dan layak menghuni tim bayangan Porprov demi meraih prestasi membanggakan bagi Denpasar,” ungkapnya. Target TI Denpasar di Porprov Bali 2019 adalah setidaknya merebut 4 medali emas seperti perolehan pada Porprov 2015 di Buleleng. “Kami pengurus TI Denpasar siap kerja keras dan selalu berupaya memberikan prestasi maksimal kepada Denpasar. Apalagi kini kami lebih leluasa bekerja demi taekwondo Denpasar,” tegas Laksmi Duarsa. (kmb)

Bali Post/afp

SHARAPOVA – Petenis Rusia Maria Sharapova menang dalam turnamen indoor WTA Saint Petersburg dengan mengalahkan Daria Gavrilova (Australia), Selasa (29/1) kemarin. Atlet berusia 31 tahun itu unggul 6-0, 6-4. Langkahnya diikuti Alison Van Uytvanck (Belgia) dan Vera Zvonareva (Rusia).

Jepang Kejar Juara Piala Asia Kelima

Paris – Paris Saint-Germain (PSG) telah menyelesaikan penandatanganan gelandang Argentina Leandro Paredes dengan kontrak empat setengah tahun. Pemain berusia 25 tahun itu menandatangani kontrak hingga 2023 setelah menyelesaikan tes medis di Qatar. Tidak ada biaya transfer yang diungkapkan, namun laporan pers menyebut angka 47 juta euro (54 juta dolar AS).

akan mengikuti Andres Iniesta (Spanyol) dan Lukas Podolski (Jerman) yang bergabung dengan Vissel Kobe serta Fernando Torres yang bermain untuk Sagan Tosu.

‘’Kedatangan Leandro akan menjaga momentum, baik di lapangan maupun di antara para pendukung kami, menjelang acara-acara besar yang akan datang. Saat-saat menyenangkan ada di depan,’’ kata Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi dalam sebuah pernyataan klub, Selasa (29/1) kemarin. PSG mendatangkan Paredes untuk memperkuat di lini tengah jelang pertandingan babak 16 Liga Champions melawan Manchester United, mengingat Marco Verratti absen karena cedera engkel dan

Piala Asia Tim nasional Jepang mencapai final Piala Asia 2019 setelah mencukur Iran 3-0 di Stadion Hazza Bin Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dua gol tim Samurai Biru dihasilkan Yuya Osako melalui sundulan dan penalti serta satu lagi diciptakan Genki Haraguchi di babak kedua. Kapten Jepang Maya Yoshida minta rekan-rekannya untuk menyelesaikan pekerjaan melawan Qatar atau tuan rumah Uni Emirat Arab pada final di Abu Dhabi guna

Adrien Rabiot mundur setelah menolak menandatangani kontrak baru. PSG bertandang ke Old Trafford pada 12 Februari di tengah kondisi Neymar yang menderita cedera metatarsal pekan lalu. Paredes telah sembilan kali membela tim nasional Argentina. Akan tetapi, ia tidak menjadi bagian dari skuad tim Tango di Piala Dunia tahun lalu. Paredes sebelumnya bermain untuk Boca Juniors dan AS Roma serta pindah ke Zenit pada 2017. Di bagian lain, pemain say-

ap Belanda Arjen Robben akan pindah ke FC Tokyo (Jepang) setelah meninggalkan Bayern Munich yang dibelanya sejak 2009. Pemain berusia 35 tahun ini telah mengonfirmasi bakal meninggalkan Bayern pada akhir musim setelah memenangkan tujuh gelar Bundesliga dan hampir 100 kali memperkuat Belanda. Menurut harian Sports Nippon, ada peluang Robben bermain di Jepang musim depan. Seorang juru bicara FC Tokyo menolak berkomentar ketika dihubungi oleh AFP. Roben

Warriors Perpanjang Kemenangan Beruntun Indianapolis – Bintang Golden State Warriors, Stephen Curry, mencetak 26 poin saat menundukkan tuan rumah Indiana Pacers dengan skor 132-100 dalam lanjutan kompetisi NBA, Selasa (29/1) kemarin. Hasil ini memperpanjang kemenangan beruntun Warriors menjadi 11 kali. Curry menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang membuat 200 lemparan tiga angka dalam tujuh musim berturut-turut. Dia melakukannya sebagian besar di babak pertama. “Kami berada di jalur, di tempat yang baik dan harus terus berjalan. Saya sedikit khawatir tentang permainan ini. Semua orang ingin pulang, tapi kami menyelesaikan perjalanan dengan cara yang benar,’’ kata pelatih Warriors, Steve Kerr. DeMarcus Cousins menambah 22 poin dan Kevin Durant membuat 16 poin untuk Warriors. Myles Turner memimpin Pacers dengan 16 poin. Tuan rumah kehilangan Victor Oladipo yang cedera lutut dan diperkirakan tidak bermain lagi hingga musim ini berakhir. Di Boston, absennya Kyrie Irving bukan masalah bagi Celtics karena Jaylen Brown dan Marcus Smart masing-masing mencetak 21 poin untuk memimpin tuan rumah meraih kemenangan 112-104 atas Brooklyn Nets. Aron Baynes menambahkan 16 poin, Marcus Morris

mencetak 15 poin dan Al Horford serta Terry Rozier masing-masing mencetak 14 poin untuk Celtics. Di sisi lain, LeBron James meningkatkan kegiatan pelatihannya tetapi tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk kembali beraksi di lapangan setelah cedera pangkal paha pada Hari Natal lalu. Menurut pelatih Los Angeles Lakers, Luke Walton, James ambil bagian dalam tiga menit latihan lapangan penuh. “Kami akan melihat bagaimana tubuhnya merespons hal itu. Dari sana kami akan membawanya ke latihan lebih lama dan melakukan penyesuaian,’’ ujar Walton. James telah absen dalam 16 pertandingan sejak terluka dalam kemenangan atas Warriors. Ia tidak pernah melewatkan lebih dari 13 pertandingan pada 15 musim sebelumnya. Hasil lengkap: LA Clippers vs Atlanta Hawks 118-123, Boston Celtics vs Brooklyn Nets 112104, Memphis Grizzlies vs Denver Nuggets 92-95, Charlotte Hornets vs New York Knicks 101-92, Indiana Pacers vs Golden State Warriors 100-132. (afp/kmb)

Timnas U-22 Mantapkan Skema Bertahan Jakarta (Bali Post) – Pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia U-22 sejak Senin (28/1) memasuki pekan keempat dan pelatih Indra Sjafri untuk dua hari pertama memantapkan beragam skema bertahan di antara para pemain. ‘’Dua hari ini kami latihan bertahan, baik itu di sepertiga akhir area lawan, tengah maupun sepertiga belakang. Jadi, kami mengenalkan beragam taktik kepada mereka untuk dua hari ini dari segi bertahan,’’ ujar Indra setelah memimpin sesi hari kedua pekan keempat di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1) kemarin.

mengejar gelar Piala Asia kelima kalinya setelah yang terakhir pada 2011. ‘’Kami tidak bisa puas dengan mengalahkan Iran. Kami masih memiliki pertandingan lain yang harus kami menangi. Jika kami kehilangan itu, semua kerja keras akan siasia sehingga kami harus menyelesaikannya,’’ kata bek Southampton ini. Osako menyatakan Jepang telah memainkan sepak bola terbaik di pertandingan terbesar Piala Asia. Timnya tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan sejak Moriyasu mengambil alih kursi kepelatihan setelah Piala Dunia 2018. ‘’Kami belum selesai, kami harus pergi lagi. Memenangkan final adalah yang terpenting,’’ tegasnya. (afp/kmb)

Ia ingin para pemain yang mengikuti TC Timnas U-22 dapat memahami lebih jauh mengenai pergerakan dengan skema bertahan ketika tak memiliki bola. Pasalnya, selain teknik membangun serangan, skema pergerakan tanpa bola dalam situasi bertahan menjadi modal penting dalam strategi permainan yang ingin diterapkannya. Kendati menu latihan utama sudah mengarah pada segi taktik, Indra tetap meminta pelatih fisik Nursaelan untuk memberikan latihan fisik sesuai dengan kebutuhan. ‘’Sudah ada latihan personal dari Pak Nur, fokus masing-masing sudah dikelompokkan. Ada yang ke arah peningkatan daya

tahan, ada yang untuk kecepatan,’’ katanya. Sementara itu, dua pemain yang merumput di Eropa, Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian, dipastikan absen dari turnamen Piala U-22 AFF 2019 yang digelar 17-27 Februari di Kamboja. Dikutip dari laman resmi PSSI, Egy yang bermain di klub Lechia Gdansk (Polandia) dan Ezra yang merumput di RKC Waalwijk (Belanda) tidak diperkenankan ke Indonesia dengan alasan tenaga mereka masih diperlukan di kompetisi. (ant)

Bali Post/ant

SWAFOTO - Presiden Joko Widodo (tengah) berswafoto bersama Menpora Imam Nahrawi dan Liliyana Natsir di Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi Minta Butet Motivasi Atlet Muda Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menerima atlet bulu tangkis yang baru gantung raket Liliyana Natsir di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/1) kemarin. Presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyambut kedatangan Liliyana yang diantar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di ruang depan Istana Merdeka pukul 09.40 WIB. Selanjutnya, Presiden mengajak pemain putri yang akrab dipanggil Butet itu ke ruang utama Istana Merdeka bersama Pratikno dan Imam Nahrawi. Sekitar 30 menit Presiden dan Liliyana berbincang dan selanjutnya memberi keterangan kepada wartawan yang menunggu di ruang depan Istana Merdeka. “Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga akan kehilangan sosok Liliyana,” kata Jokowi. Presiden menyatakan Butet telah menorehkan prestasi di berbagai pertandingan besar, di antaranya Olimpiade, kejuaraan dunia, hingga turnamen besar lainnya. Jokowi berharap prestasi Butet bisa menular ke pemain-pemain junior dan dapat berprestasi seperti Liliyana Natsir. “Tadi saya sampaikan sebentar lagi (Butet) jadi PNS, jadi ASN, agar bisa memotivasi dan muter ke beberapa daerah. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dilakukan agar bisa berprestasi,” ujar Presiden. Liliya na Natsir yang ada di samping Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih telah diterima di Istana dan siap memberikan motivasi kepada generasi muda agar bisa berprestasi. “Saya siap memberi motivasi agar generasi muda lebih berprestasi dan tradisi medali emas di Olimpiade tetap terus bisa dilakukan,” ungkapnya. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 30 Januari 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu