16 HALAMAN
NOMOR 101 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Tantangan Pendidikan di Era Milenial
Tak Semua Guru Mau Berubah
Era revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi informasi. Sekolah juga tidak bisa lepas dari pengaruh tersebut. Karenanya guru juga harus mengikuti perubahan. Perubahan dalam menguasai teknologi informasi. Jangan sampai guru tergilas perkembangan sehingga gagal membentuk karakter anak didik di era milenial ini. Demikian terungkap dalam forum Merah Putih yang digelar di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Selasa (27/11). Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Kota Denpasar I Nyoman Mudita mengungkapkan, guru saat ini sedang berada pada generasi X. Guru dituntut mampu mengetahui karakteristik anak didiknya. Sebab, karakter anak saat ini jauh berbeda dengan karakter para guru yang lahir pada generasi sebelumnya. Oleh karena itu, guru mempunyai peran sebagai pembelajar tidak lagi sebagai pengajar dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, sehingga proses pembelajaran bisa lebih cepat. Namun, tantangannya adalah tidak semua guru mau berubah. Terutama mengubah mindset guru yang menjelang pensiun. Padahal, semua guru harus berubah agar tidak tergilas perubahan globalisasi. Senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.H. Ia mengatakan di era milenial saat ini guru sebagai tenaga pendidik harus siap mengikuti perubahan zaman, utamanya
menguasai teknologi komputer. Apalagi telah diberlakukan sistem pembelajaran Kelas Maya di tingkat SMA/SMK. Di mana sistem pembelajaran kelas maya ini, antara siswa dan guru tidak harus belajar di dalam kelas, melainkan berkomunikasi lewat komputer yang berbasis online. Namun, diakui TIA, dalam penerapannya menuai banyak tantangan. Terutama beberapa guru yang belum paham komputer. ‘’Di era sekarang, kita orangtua adalah pendatang, sebagai tamu. Yang punya rumah itu adalah anak-anak kita. Karena mereka dari kecil sudah megang mouse. Itulah yang kita hadapi di era milenial saat ini. Sehingga tantangan guru ke depan, terutama pada seleksi guru tentang pemahaman dan penguasaan IT, dan ini harus menjadi prioritas karena semua model pembelajarannya masuk ke ranah itu (berbasis IT - red),’’ tandas TIA Kusuma Wardhani. Hal. 15 Sistem Pembelajaran
Desa Adat Didorong Miliki Toko Modern Denpasar (Bali Post) Bali akan mengembangkan one village, one product di masing-masing desa adat/pakraman. Termasuk di dalamnya mendorong keberadaan toko-toko modern milik desa adat untuk mengantisipasi maraknya toko modern berjaringan. Untuk promosi, Pemprov Bali akan mengembangkan aplikasi yang nantinya didukung fasilitas WiFi gratis di seluruh desa adat. ‘’Semua desa adat yang ada di Bali, tahun 2019 akan diberikan program WiFi gratis bekerja sama dengan PT Telkom. Termasuk akan kami kembangkan aplikasi untuk mempromosikan one village one product berbasis desa adat,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat kerja di DPRD Bali, belum lama ini. Koster menambahkan, desa adat ataupun para pelaku usaha yang ada di desa adat juga didorong memiliki toko modern. Kepemilikan toko modern oleh desa adat penting untuk menekan keberadaan toko-toko modern berjaringan agar jangan sampai masuk ke desa-desa. Pasalnya, toko-toko itu akan mematikan perekonomian masyarakat di desa. Hal. 15 Dibuat Seragam
Disdikpora Bangun 12 Gedung SD Gedung sekolah di Denpasar banyak yang perlu direnovasi. Kondisi ini sudah disadari Disdikpora Denpasar. Karena itu, tahun depan dirancang pembangunan 12 gedung baru Sekolah Dasar (SD) Halaman 2 Permohonan Lahan untuk ‘’Shortcut’’ Lahan Pemkab Tabanan di kawasan DTW Bedugul akan digunakan untuk pembangunan shortcut 3 dan 4 Singaraja-Mengwitani. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional telah bersurat ke Bupati Tabanan untuk permohonan hibah aset tersebut untuk pembangunan shortcut. Halaman 7
Tingkatkan Ekspor, Perajin Dibekali Manajemen Produksi Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam membangkitkan kembali kejayaan kerajinan perak di Desa Celuk, Sukawati Gianyar. Salah satunya, pemberian pelatihan terhadap para perajin perak. Perajin dibekali ilmu manajemen produksi sebagai upaya peningkatan ekspor. Halaman 9 Longsor di Sejumlah Lokasi Hujan lebat yang mengguyur Jembrana, Selasa (27/11), mengakibatkan tanah longsor di sejumlah lokasi. Dari informasi yang dihimpun di BPBD Jembrana, sedikitnya ada empat titik longsor. Yakni di Kelurahan Pendem, Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Kaliakah dan Desa Batuagung. Halaman 10
’’…tantangannya adalah tidak semua guru mau berubah. Terutama mengubah mindset guru yang menjelang pensiun. Padahal, semua guru harus berubah agar tidak tergilas perubahan globalisasi.’’ I Nyoman Mudita
’’…tantangan guru ke depan, terutama pada seleksi guru tentang pemahaman dan penguasaan IT, dan ini harus menjadi prioritas karena semua model pembelajarannya masuk ke ranah itu (berbasis IT).’’ TIA Kusuma Wardhani
Guru Harus Punya Jiwa Pengabdian Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengabdianmu Engkau sebagai pelita, dalam kegelapan Engkau patriot, pahlawan bangsa Pembangun insan cendikia. Profesi guru sangat membanggakan. Bahkan dibuatkan Hymne Guru, untuk menggambarkan betapa besar peran guru dalam membangun anak bangsa. Bahkan setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Namun sejauh mana guru telah mengambil perannya dalam membentuk SDM yang berkarakter Indonesia?
PENGAMAT Pendidikan yang juga merupakan Pembina Yayasan Saraswati Denpasar Bagus Ketut Lodji mengatakan, untuk mencetak anak-anak yang berpendidikan berkarakter diperlukan guru yang berkualitas. Untuk mendapatkan guru yang berkualitas, saat pengangkatan guru harus benarbenar diseleksi. Tidak hanya paham terhadap teknologi sesuai tuntutan zaman milenial, tetapi yang terpenting bagaimana perilaku guru
tersebut dalam mengaplikasikan teknologi terhadap dirinya saat mendidik anak didiknya. Di samping itu, guru juga harus mempunyai jiwa pengabdian yang tinggi. Sehingga dengan perkembangan IT yang begitu pesat, karakter anak-anak tidak merosot. Apalagi guru adalah inti dari mutu pendidikan. Sehingga kualitas pendidikan sangat tergantung dari kualitas dan karakter guru. Hal. 15 Anak-anak Berprestasi
’’Profesi guru masih menjadi incaran. Meskipun tantangan menjadi guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa setiap saat terus mengalami perubahan sesuai tuntutan zaman.’’
’’Pemerintah harus membuat regulasi untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki prestasi agar direkrut menjadi seorang guru, sehingga kualitas guru benar-benar berasal dari SDM yang memiliki prestasi.’’
I Wayan Suarnajaya
I Wayan Widana
’’Peningkatan kapasitas telah dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi belum optimal karena pola pikir guru masih susah diubah.’’ Wayan Udayana Sosiawan
’’…tidak semua guru siap untuk berubah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Padahal tugas utama guru adalah memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sehingga guru harus profesional dan kompeten.’’
’’…guru adalah inti dari mutu pendidikan, sehingga kualitas pendidikan sangat tergantung dari kualitas dan karakter guru.’’ Bagus Ketut Lodji
I Ketut Widia Astika
Jokowi Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Surakarta (Bali Post) Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Karena itu, Presiden Joko Widodo menegaskan komitmennya mendukung pengembangan UMKM. ‘’Jangan meragukan komitmen saya dalam UMKM,’’ kata Presiden Jokowi ketika menutup Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rabu (28/11) kemarin. Pernyataan Presiden disampaikan menanggapi aspirasi yang disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. ‘’Menyampaikan aspirasi mengenai UMKM berarti juga menyuarakan aspirasi yang juga saya inginkan, karena saya ini alumni UMKM. Keluarga saya juga masuk dalam kategori UMKM,’’ katanya. Presiden menyebutkan usaha anak-anaknya juga masuk kategori UMKM yaitu jualan martabak, jualan pisang goreng. ‘’Kita tahu kontribusi UMKM sangat signifikan, ada sekitar 62 juta unit UMKM dan mempekerjakan 116 juta orang, jumlah yang sangat besar. Artinya mayoritas atau lebih dari 80 persen tenaga kerja Indonesia berada di sektor UMKM,’’ katanya. Bahkan, lanjut Kepala Negara, kontribusi UMKM pada PDB Indonesia mencapai 60 persen sehingga pemerintah menegaskan komitmen berpihak kepada UMKM. Menurutnya, pemerintah juga sudah menurunkan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 24 persen menjadi 7 persen. Sementara PPh untuk pelaku UMKM juga turun dari 1 persen menjadi 0,5 persen.
Terkait Paket Kebijakan Ekonomi XVI, Presiden Jokowi mengatakan tidak ada masalah baik mengenai tax holiday maupun devisa hasil ekspor. ‘’Yang ada masalah adalah relaksasi DNI. Ini sudah disampaikan oleh Ketua Kadin, Ketua Hipmi yang komplain dengan masalah itu,’’ katanya. Presiden menyebutkan rancangan Perpres terkait perubahan DNI belun sampai ke meja Presiden. ‘’Barangnya itu belum sampai ke istana. Perpresnya belum saya tandatangani. Jadi enggak perlu ragu. Saya pastikan akan saya keluarkan DNI dari relaksasi DNI, dah. Saya putuskan di sini,’’ kata Presiden. Rapimnas Kadin berlangsung mulai Senin (26/11). Rapimnas dihadiri Ketua Kadin se-Indonesia. Dari Bali hadir Ketua Kadin Bali A.A. Alit Wiraputra bersama Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Bali Satria Naradha. Hal. 15 Rapimnas
’’Menyampaikan aspirasi mengenai UMKM berarti juga menyuarakan aspirasi yang juga saya inginkan, karena saya ini alumni UMKM. Keluarga saya juga masuk dalam kategori UMKM.’’ Jokowi
HUT Ke-525 Kota Tabanan
Di Tengah Keterbatasan, Tetap Berprestasi dengan Program Inovatif
TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya.
TAHUN ini Tabanan telah memasuki usia 525 tahun. Sepanjang perjalanannya telah banyak yang dilakukan para pemimpin Tabanan dengan berbagai bentuk tantangan yang dihadapi di masanya. Di usianya yang ke-525, Kabupaten Tabanan dipimpin oleh Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya. Mengusung visi ‘’Tabanan Serasi’’, Bupati Eka maupun Wabup Sanjaya terus menciptakan program inovatif dan mendulang prestasi di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah serta pengaruh perekonomian nasional dan global saat ini yang belum
stabil. ‘’Keterbatasan harus membuat kita lebih inovatif,’’ ujar Bupati Eka. Sebagaimana visi Tabanan dan tujuan pembangunan untuk menyejahterakan masyarakatnya, berbagai upaya melalui kebijakan dan program telah menghasilkan perbaikan kesejahteraan masyarakat Tabanan. Indikasinya terlihat dalam laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tabanan tahun 2017 mampu tumbuh 6,12
persen atau di atas pertumbuhan ekonomi Bali dan nasional. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik diikuti dengan semakin rendahnya ketimpangan pendapatan (gini ratio) Kabupaten Tabanan yakni 0,31. Ini lebih baik dari gini ratio Provinsi Bali yang sebesar 0,38 dan nasional 0,40. Capaian ini tidak terlepas dari upaya progresif di sektor hulu
yakni potensi desa melalui program ekonomi kerakyatan atau Keramba Emas, pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi kawasan barat Tabanan melalui pembangunan kawasan Nikosake dan Taman Teknologi Pertanian (TTP). Pemkab Tabanan menyadari kelemahan terbesar dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan yang sebagian besar berprofesi sebagai petani adalah sisi pemasaran hasil pertanian, baik berupa bahan mentah maupun produk olahan. Hal. 15 Pengawalan Produksi
DENPASAR
2
Kamis Pon, 29 November 2018
FIGUR Fokus pada Pelayanan Publik KORPS Pegawai Republik Indonesia (Korpri) sebagai organisasi kepegawaian di Indonesia memiliki peran vital dalam pembangunan. Momentum peringatan HUT ke47 Korpri tahun 2018 ini harus dimanfatkan oleh seluruh elemen Korpri untuk bersama-sama memaknai pentingnya implementasi dari Panca Prasetya Korpri. Tak terkecuali seluruh elemen Korpri di Kota Denpasar hingga lapisan terbawah. Ketua Korpri Kota Denpasar yang juga Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menegaskan hal itu, Rabu (28/11) kemarin. Pejabat yang gemar menyanyi ini menegaskan, Korpri harus memfokuskan energi pada intisari dari pelayanan publik. Memberikan yang terbaik bagi masyarakat adalah kewajiban. Hal ini sesuai dengan moto pembangunan Kota Denpasar yang berlandaskan Sewaka Dharma. Karenanya, ke depan Korpri diharapkan terus berinovasi guna menciptakan sousi atas permasalahan bangsa. “Teruslah berinovasi agar pelayanan publik dapat semakin baik, transparan dan akuntabel,” katanya seraya menekankan, hal penting yang harus terus menjadi perhatian bersama adalah peran Korpri sebagai pemersatu bangsa. Birokrat asal Puri Jambe Celagigendong ini mengatakan, semangat kerja dalam upaya meningkatkan kinerja dan profesionalitas ASN harus terus dipacu. Sehingga, upaya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dapat terus dimaksimalkan. “Peningkatan kinerja yang berimplikasi pada peningkatan semangat profesionalitas dalam memantapkan fungsi organisasi Korpri sebagai perekat pemersatu bangsa harus terus dilakukan dengan senantiasa berpedoman pada aturan yang berlaku menuju kesejahteraan rakyat,” tegasnya. Ia menegaskan, Korpri harus terus berupaya menciptakan solusi bagi permasalahan bangsa. Sehingga dengan adanya sinergitas semua elemen dapat memberikan kemajuan bagi bangsa dan negara yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. “Kami sangat mengapresiasi inovasi Kota Denpasar di segala bidang dalam upaya menyongsong Revolusi Industri 4.0. Semoga ini dapat dicontoh oleh daerah lainya di Bali dan Indonesia,” ujarnya. (ara)
Penjual Mikol Didenda Rp 1 Juta Denpasar (Bali Post) Petugas Polda Bali menggerebek sejumlah tempat yang dipakai jualan minimminuman keras atau minuman beralkohol (mikol), Jumat (16/11) lalu. Setidaknya, ada dua pemilik warung diamankan dan diadili pada sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (28/11) kemarin. Terdakwa pertama yang diadili hakim tunggal Novita Riama adalah I Ketut Sarjana. Di depan persidangan, terungkap bahwa terdakwa Sarjana dijadikan tersangka setelah polisi menggerebek restorannya, yakni Ratatouille Restoran and Bar di Jalan Danau Tamblingan, Banjar Sindhu, Sanur, Denpasar Selatan. Belasan botol miras berbagai merek disita sebagai barang bukti (BB). Dalam kasus tersebut, terdakwa dituding melanggar Pasal 9 ayat 1 Perda Kota Denpasar Nomor 11 Tahun 2002 tentang Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol. Terdakwa tidak bisa menunjukkan Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) saat restoran terdakwa disi-
dak, Rabu (14/11) lalu. Oleh hakim tunggal Novita Riama, terdakwa kemudian dihukum membayar denda Rp 1 juta. Apabila tidak membayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tujuh hari. Terdakwa memilih membayar denda. Terdakwa kedua adalah I Wayan Setiabudi. Polisi mengamankan berbagai miras saat menggeledah SMS Mart di Jalan Pantai Berawa, Banjar Pelambingan, Tibubeneng, Kuta Utara. Sama dengan I Ketut Sarjana, Setiabudi juga divonis bersalah menjual mikol tanpa bisa menunjukkan SIUP-MB. “Saudara tahu nggak bahwa menjual mikol harus ada izinnya? Kalau tidak tahu kan bisa tanyakan ke tetangga atau teman saudara. Saya saja tahu,” tegur hakim Novita. Atas dasar itu, terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 1 juta subsider tujuh hari kurungan. Selain itu, hakim juga memutus supaya barang bukti belasan botol mikol itu disita untuk dimusnahkan. Terdakwa memilih membayar Rp 1 juta dan sudah dilakukan eksekusi. (kmb37)
Bali Post/kmb37
SIDANG TIPIRING - I Wayan Setiabudi saat menjalani sidang tipiring di PN Denpasar, Rabu (28/11) kemarin.
Topik :
BERMAIN - Sambil menunggu jam pelajaran dimulai, sejumlah siswa-siswi bermain di halaman SDN 1 Sumerta, Denpasar.
Bali Post/eka
2019, Disdikpora Rancang Bangun 12 Gedung SD
Denpasar (Bali Post) – Keberadaan gedung sekolah di Denpasar sudah banyak yang perlu mendapat penanganan renovasi. Kondisi ini sudah disadari oleh jajaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar. Karena itu, tahun depan telah dirancang untuk membangun sedikitnya 12 gedung baru Sekolah Dasar (SD). Kepala Disdikpora Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan hal itu, Rabu (28/11) kemarin. Menurut Gunawan, proses pembangunan gedung sekolah terus dilakukan. Pada 2019 mendatang, pihaknya sudah merencanakan untuk membangun gedung sekolah baru. Sedikitnya 12 gedung sekolah akan dibangun. ‘’Gedung ini akan dibangun baru, bukan renovasi,’’ jelasnya. Sementara pada 2018 ini,
kata Gunawan, pihaknya sudah melakukan pembangunan tujuh gedung sekolah. Namun, karena keterbatasan pagu, maka belum semua bisa selesai di tahun ini. Artinya, pembangunannya akan berlanjut pada tahun depan. Hanya, berbeda dengan yang 12 itu. ‘’Sekarang yang sudah jalan sebanyak tujuh seko-
lah,’’ katanya. Sebelumnya, Fraksi PDIP DPRD Denpasar meminta kepada Disdikpora untuk melanjutkan pembangunan gedung sekolah yang masih tersisa. Bukan hanya itu, fraksi terbesar di DPRD Denpasar ini juga berharap adanya pembuatan DED untuk sekolah yang rusak
dan yang masih kekurangan rombel. ‘’Mulai sekarang harus dirancang, sehingga pada 2019 sudah bisa finishing,’’ ujar anggota Fraksi PDI-P Wayan Suadi Putra. Sementara itu, Ketut Budiarta dari Fraksi Gerindra DPRD Denpasar berharap ada keadilan dalam pembangunan gedung sekolah bertingkat. Dari pengamatan, fraksi ini menilai ada ketidakadilan atau ketimpangan dalam pembangunan gedung sekolah. Karena ada sekolah yang kondisinya rusak parah, hingga kini belum mendapat penanganan. Sedangkan di salah satu sekolah, kondis-
inya sudah megah, kemudian mendapat lagi bantuan. Melihat kondisi itu, fraksi ini meminta kepada Pemkot Denpasar melalui Disdikpora untuk menggunakan skala prioritas. Artinya, mana sekolah yang lebih mendesak untuk dibangun agar didahulukan. Demikian pula yang tingkat kerusakannya lebih kecil, bisa dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Kasus Korupsi PNPM
Delapan Saksi Diperiksa
Denpasar (Bali Post) Pembuktian kasus dugaan korupsi PNPM Kecamatan Rendang, Karangasem, Rabu (28/11) kemarin, berlanjut di Pengadilan Tipikor Denpasar. JPU dari Kejari Karangasem menghadirkan delapan orang saksi, guna membuktikan dakwaan terhadap dua terdakwa Ni Wayan Murtiani alias Bebel dan Ni Ketut Wartini alias Gembrod, yang diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 1,9 miliar. Dalam sidang yang dipimpin hakim Wayan Sukanila terungkap, proses verifikasi terh-
adap permohonan dana simpan pinjam yang menjadi program bergulir PNPM Rendang tidak terlalu ketat. Verifikasi dilakukan pada satu tempat dan dilakukan hanya dengan mencocokkan orang dengan identitasnya serta wawancara. Verifikasi langsung dengan melihat usaha yang dimiliki anggota kelompok hanya dilakukan pada segelintir orang. Keterangan ini muncul saat empat orang saksi yang bertugas sebagai tim verifikator memberikan keterangan. “Kalau di bank akan dicek langsung keberadaan usah-
anya. Bagaimana kondisinya, lancar atau mau bangkrut. Jadi, layak atau tidak dapat kredit. Kalau sekarang seperti ini apa saudara-saudara saksi ini mau tanggung jawab?” serang hakim. Salah satu verifikator, yakni Wayan Sukarta mengatakan, layak atau tidaknya proposal yang diajukan itu tergantung keputusan tim pemutus. “Tugas kami hanya mencocokkan orang dengan identitasnya saja,” jawab Sukarta. Mendapat jawaban itu, hakim balik bertanya. “Bukannya bahan untuk menentukan
layak atau tidak mendapatkan kredit itu dari Saudara. Dari hasil verifikasi yang Saudara lakukan?” tanya hakim. Sikap yang sama juga ditunjukkan tim JPU. Bahkan, salah satu jaksa sempat mempersoalkan adanya perbedaan keterangan yang diberikan saksi saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik polisi dengan keterangan yang disampaikan di persidangan kemarin. Sayangnya, kehadiran empat orang tim verifikator ini tidak banyak memberikan keterangan terkait perkara
dengan terdakwa Ni Wayan Murtiani. Pasalnya, keempat verifikator ini hanya bertugas melakukan pencocokan pada proposal yang diajukan terdakwa Ni Ketut Wartini alias Gembrod. Seperti dikatakan Sukarta, pada saat Murtiani mengajukan proposal mereka belum bertugas sebagai verifikator. Sehingga, mereka lebih banyak memberikan keterangan yang berkaitan dengan perkara yang menjerat Wartini. Karena pada saat Wartini mengajukan proposal, mereka sudah bertugas. (kmb37)
Pascaditembak, Pembobol Mobil Nasabah Bank Dilarikan ke RS Denpasar (Bali Post) Penangkapan terhadap komplotan pembobol mobil spesialis nasabah bank dilakukan tim gabungan Resmob dan IT Ditreskrimum Polda Bali, Selasa (27/11) lalu. Tersangka Ilham Wahli Saputra (28) dan Muhamad Alpian (20) yang dikenal sebagai kelompok Palembang dan beraksi lintas provinsi ini dibekuk di Lapangan Astina Gianyar. Dari aksinya tersebut, pelaku mendapat uang ratusan juta rupiah dan dihabiskan di tempat hiburan malam. Saat diajak menunjukkan TKP, kedua pelaku melakukan perlawanan dan polisi terpaksa menembak kakinya. Setelah itu, kedua pelaku dilarikan ke RS Bhayangkara Denpasar di Jalan Trijata, Denpasar Timur. ‘’Kira-kira mereka beraksi sejak dua bulan lalu,’’ ujar seorang sumber, Rabu (28/11) kemarin. Selama ini polisi kesulitan melacak tempat tinggal pelaku. Pasalnya, Ilham kos di Jalan Kebo Iwa Gang Kebo Ireng I, Denpasar dan Alpian
tinggal di Jalan Muding, Kuta Utara. Tujuannya agar polisi sulit melacak tempat persembunyiannya. ‘’Modus penjahat sekarang ini memang seperti itu. Mereka tinggalnya tidak ngumpul,’’ tegasnya. Sementara itu, menurut Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, pelaku datang ke bank melakukan transfer uang hasil kejahatan. Saat itu, mereka sambil memantau nasabah bank yang melakukan penarikan uang tunai. ‘’Pelaku terus memantau nasabah bank tersebut hingga menaruh uangnya di dalam mobil,’’ ungkapnya. Saat korban meninggalkan bank, pelaku membuntutinya. ‘’Saat korban lengah, misalnya makan di warung atau ke suatu tempat dan meninggalkan uang di dalam mobil, saat itulah pelaku beraksi,’’ tegas Kombes Andi. Pelaku melakukan aksinya dengan cara merusak lubang pintu mobil menggunakan baut. Setelah pintu mobil bisa dibuka, pelaku membawa kabur uang milik korban. ‘’Baru
ada empat laporan dengan TKP di Blahbatuh, Seririt, Singaraja dan Banjar, Buleleng,’’ ujarnya. Setelah ditangkap di Lapangan Astina Gianyar pukul 14.00 Wita, Ilham asal Palembang dan Alpian asal Jakarta ini mengaku tanggal 8 Oktober 2018 mengambil uang Rp 40 juta di Jalan Raya Wenalu, Blahbatuh, Gianyar, 16 Oktober mengambil uang Rp 414 juta di Jalan Raya Mayong, Seririt, Buleleng, 13 November mengambil uang Rp 50 juta di areal pertokoan Cahaya Baru, Penarukan, Buleleng dan 26 November mengambil uang Rp 35 juta di wilayah Banjar Sekar, Kecamatan Banjar, Buleleng. Sedangkan pada 22 November mereka mengambil uang sebesar Rp 40 juta di wilayah Polda NTB. ‘’Kalau korbannya dari laporan yang kami terima yaitu Putu Lantik Wijaya asal Jembrana, Putu Sumiasa asal Busungbiu, Made Maliasa asal Sawan, Penglatan, Buleleng,’’ kata Andi. Terkait pengungkapan
Bali Post/ist
DIRAWAT - Tersangka Ilham Wahli Saputra dan Muhamad Alpian setelah dirawat di RS Bhayangkara Denpasar. kasus ini, kata Andi, anggotanya masih melakukan pengembangan terutama jumlah TKP-nya. ‘’Pengungkapan kasus ini terkait Op-
erasi Pekat Agung yang kami laksanakan saat ini. Setelah Operasi Pekat berakhir, kami akan rilis semua,’’ tegasnya. (kmb36)
Kamis Pon, 29 November 2018
BADUNG
3 Pipa Meledak
Layanan PDAM di Ungasan dan Pecatu Terganggu
JALAN BERLUBANG - Jalan yang berlubang akibat meledaknya pipa milik PDAM Tirta Mangutama di kawasan Jimbaran.
Bali Post/edi
Mangupura (Bali Post) Pascameledaknya pipa milik PDAM Tirta Mangutama yang berada di Jalan Uluwatu, Selasa (27/11) lalu, pasokan air menuju kawasan Ungasan dan Pecatu mulai terganggu. Warga pun mulai banyak mengeluhkan kondisi ini. Menurut Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta, belakangan ini pasokan air PDAM ke Ungasan hingga Pecatu sangat minim. Apalagi ditambah masalah pipa meledak, menambah kondisi semakin parah. Pasokan air kini terhenti. ‘’Saat kondisi krisis air seperti sekarang ini, apalagi terjadi pipa meledak, banyak keluhan dari masyarakat karena pasokan air bersih terhenti,’’ katanya, Rabu (28/11) kemarin. Meski demikian, Sumerta mengakui dengan sudah mulai musim hujan, hal ini sangat membantu terutama bagi masyarakat yang masih memiliki bak penampungan air hujan. Namun, untuk masyarakat yang tidak memilikinya, mereka akan kesulitan air bersih. Apalagi bagi warga yang tinggal di perumahan dengan lahan yang sempit, tentu akan kesulitan untuk menempatkan media penampungan air. Untuk itu, pihaknya mengharapkan PDAM untuk cepat menangani persoalan ini. Sebagai solusi sementara untuk membantu kebutuhan air bersih, dia berharap PDAM mendistribusikan air dengan mobil tangki. Sementara itu, Dirut
PDAM Tirta Mangutama Ketut Golak mengatakan, perbaikan pipa yang meledak akibat insiden waterhammer sudah selesai dikerjakan. Perbaikan sudah rampung pada pukul 02.00 Wita kemarin oleh tim teknis PDAM. ‘’Kami sudah selesai melakukan perbaikan atas insiden waterhammer tersebut. Saat ini sedang dalam proses pemadatan air, yang tentunya itu memerlukan proses dan memakan waktu,’’ kata Golak. Selama proses pemadatan, pihaknya tetap akan melayani masyarakat dengan mobil tangki. Untuk ukuran pipa yang mengalami kerusakan, berukuran 600 mm. Ukuran pipa tersebut cukup besar, sehingga memerlukan waktu untuk menormalkan kembali suplai air kepada masyarakat. Adapun jumlah pelanggan yang berpotensi mengalami gangguan atas musibah tersebut sebanyak 200 pelanggan. ‘’Kita layani masyarakat secara gratis dengan empat unit mobil tangki yang kita sediakan,’’ ujarnya. Dikatakannya lebih lanjut, untuk insiden waterhammer, pihaknya mengakui hal itu tidak bisa diprediksi. Kondisi itu bisa terjadi seketika. ‘’Itu diakibatkan oleh pada saat air dari Ungasan di pompa naik, air itu belum sempat mencapai puncaknya. Sehingga dengan kondisi topografi tinggi, maka air itu turun lagi karena korsleting pompa,’’ jelasnya. (kmb23)
Berlanjut, Penertiban Toko Jaringan Mafia Tiongkok
Pemkab Telusuri Keterlibatan BPW Mangupura (Bali Post) -
Penertiban toko jaringan mafia Tiongkok di Kabupaten Badung terus berlanjut. Selain penertiban tempat usaha yang disinyalir terlibat dalam kasus Bali dijual murah, Pemkab Badung juga mulai menyisir biro perjalanan wisata (BPW) yang terlibat. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Badung I GAK Suryanegara membenarkan perihal tersebut. Bahkan, dari puluhan BPW yang disasar, tiga di antaranya disinyalir bermasalah dalam perizinan. Sementara belasan lainnya
masih dalam penelusuran lantaran alamatnya belum jelas. ‘’Kami mendapat data dari asosiasi perjalanan, karena diduga ada 20 biro perjalanan yang bermasalah dalam perizinan. Dari data itu, pihak kami kemudian melakukan pen-
elusuran ke alamat-alamat yang tertera. Namun, banyak sekali alamatnya tidak ada di tempat itu atau namanya diganti,’’ ujar Suryanegara, Rabu (28/11) kemarin. Menurutnya, pihaknya memiliki wewenang men-
gawasi BPW yang ada di Badung. Hanya pemandu wisata yang kewenangannya ada di bawah pengawasan Pemprov. ‘’Biro perjalanan harus mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Nah, dari data yang diberikan, ada tiga yang kami buatkan surat panggilan dan masih pembinaan. Kalau dia masih beroperasi, akan kami berikan peringatan,’’ tegasnya.
Terkait kelanjutan tempat usaha yang disidak beberapa waktu lalu yang diduga terkait penjualan wisata murah ke Tiongkok, Suryanegara menyatakan, pihaknya tengah menunggu dua pemilik usaha melengkapi izinnya. Keduanya adalah Kalimanta milik PT Citra Interbuana Mukti Rasa di Jalan Sunset Road dan ON Base di Jalan Ngurah Rai Kedonganan, Kuta. Sedangkan toko milik
Vaksinasi Kanker Serviks Sasar Siswi SD Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung terus menggencarkan vaksinasi kanker serviks. Selain menyasar siswi SMA/SMK, pencegahan salah satu penyakit mematikan yang dialami kaum perempuan itu juga merambah siswa tingkat SD. Sebab, secara umum siswi SD belum terpapar hubungan seksual. Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Badung I Gusti Agung Alit Naya mengatakan, WHO dan Kemenkes mengeluarkan rekomendasi agar pemberian vaksin kanker serviks efektif diberikan pada usia 9-13 tahun. ‘’Program vaksinasi ini dimulai tahun 2012 lalu. Sasarannya selain siswi sekolah, juga beberapa tahun sebelumnya PNS perempuan di lingkungan Pemkab Badung. Untuk tahun 2016, ada rekomendasi dari WHO dan Kemenkes untuk golden period yakni 9-13 tahun,’’ ujar Alit Naya, Rabu (28/11) kemarin. Dikatakan, pihaknya saat ini tengah fokus menuntaskan
sasaran dengan usia di atas 13 tahun. Tahun ini, salah satu sasarannya adalah siswi SMA/SMK kelas X. Selanjutnya akan disasar generasi di bawahnya seperti kelas IX, VIII, dan VII, sehingga 2019 akan ditargetkan tuntas. ‘’2020 baru menyasar SD saja, kelas V dan VI. Itu harapan dari pemerintah, dalam hal ini Kemenkes dan WHO,’’ tegasnya. Diterangkannya, dosis yang diberikan bagi siswi usia di atas 13 tahun mencapai tiga dosis. Misalnya, vaksin pertama dimulai November, maka dosis kedua pada Desember dan dosis ketiga pada April 2019. Program vaksinasi didanai APBD Badung 2018 senilai Rp 9.347.987.000. ‘’Dilaksanakan tanpa pungutan biaya. Khusus untuk SMA, yang disasar sementara adalah sekolah negeri sehingga 2019 masih ada SD, SMP, SMA. Tahun 2020 baru clear,’’ terang Alit Naya seraya menambahkan, siswi yang disasar yang bersekolah di Badung, meski daerah asalnya luar Badung. (kmb27)
Bali Post/ist
VAKSINASI - Vaksinasi kanker serviks untuk siswi SMA. Saat ini, vaksinasi mulai menyasar siswi SD.
PT Mutiara Venus Bali yang berlokasi di The Bay Bali, BTDC Area Lot C, Nusa Dua, Kuta Selatan dan Ratu Sutra, Jl. Suset Road, Lingkungan Seminyak, Kelurahan Seminyak telah melengkapi perizinan. ‘’Sebelumnya, masingmasing kami sudah berikan peringatan II. Senin lalu kami dibawakan perizinannya lengkap dan tanggapan bahwa perizinan sudah dilengkapi,
termasuk surat keterangan dari Dinas Perdagangan bahwa perizinan yang diajukan oleh Venus dan Ratu sudah lengkap,’’ ungkap pejabat asal Denpasar itu. Seperti diketahui, Satpol PP Badung telah melakukan sidak ke sejumlah usaha yang berkaitan dengan wisatawan Tiongkok. Tempat-tempat usaha tersebut tersebar di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. (kmb27)
Truk Terguling, Tangan Sopir Putus
Bali Post/ist
OLAH TKP - Anggota Satlantas Polres Badung saat melakukan olah TKP.
Mangupura (Bali Post) Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Perang, tepatnya depan UD Alam Sari, Lukluk, Mengwi, Rabu (28/11) kemarin. Truk boks mengangkut air mineral dalam kemasan gelas terguling setelah menabrak tembok rumah dan beberapa bahan palinggih terbuat dari beton. Akibat kejadian itu, pergelangan tangan kiri sopir truk, I Nyoman Widiarta (33), putus. Informasi di lapangan, kejadiannya sekitar pukul 10.00 Wita. Truk tersebut bergerak dari barat dan saat itu korban bersama rekannya, I Nyoman Widiana (28). Setibanya di TKP, tiba-tiba truk oleng ke kiri. Widiarta yang asal Karangasem ini tidak bisa mengendalikan laju truknya. Alhasil, truk tersebut menabrak rumah dan beberapa bahan palinggih
dari beton yang dijual serta dipajang di sebelah utara jalan. Kerasnya tabrakan tersebut mengakibatkan truk terguling di tengah jalan. Akibat kejadian itu, Widiarta mengalami luka antara lain dada kiri lecet, pergelangan tangan kiri putus dan kelingking tangan kanan lecet. Sedangkan Widiana yang asal Blahbatuh, Gianyar, hanya mengalami luka lecet tangan kiri. ‘’Anggota Polantas Polres Badung dibantu warga langsung mengevakuasi korban. Mereka dibawa ke RSUD Mangusada, Kapal,’’ ungkap sumber. Kasatlantas Polres Badung Iptu Kanisius mengatakan, lakalantas tersebut diduga akibat kelalaian sopir truk. ‘’Sementara kita proses dan periksa keterangan saksisaksi,’’ tegasnya. (kmb36)
Jelang ”Deadline”, Tim Pembangunan Cek Sejumlah Proyek Mangupura (Bali Post) Tim Pembangunan Pemkab Badung, Rabu (28/11) kemarin, memantau sejumlah proyek. Tim yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dewa Made Apramana, mendatangi proyek gedung kantor dan rumah dinas Danramil 1611-14 Mengwi, di Beringkit. Selanjutnya, tim menyasar proyek gedung Satlantas Polres Badung, pembangunan Pasar Desa Adat Sembung, Mengwi, pembangunan kandang, kantor pengelola, gedung dan penataan halaman Kelompok Ternak Giri Landuh Sari di Banjar Pelaga,
Petang, pembangunan RKB, ruang guru, tempat suci dan penataan halaman SMPN 3 Petang di Belok Sidan, pembangunan Pasar Desa Adat Blahkiuh, pembanguman jembatan dan peningkatan jalan Blahkiuh-Ayunan, pembangunan Pasar Desa Adat Sibanggede dan terakhir, pembangunan GOR Desa Sading. ‘’Peninjauan ini sebagai upaya memastikan apakah pengerjaan proyek fisik sudah terlaksana dengan baik. Bila ditemui adanya kendala, bisa secepatnya mendapat penanganan, terlebih batas waktu pengerjaan sudah dekat bulan
Desember 2018 ini,’’ ungkapnya. Menurut Dewa Apramana, hasil pemantauan pekerjaan sejauh ini sesuai dengan spesifikasi yang telah disyaratkan dalam kontrak. Realisasi fisik juga masih sesuai dengan target. ‘’Kalaupun jika terjadi keterlambatan, seluruh proses administrasi harus sesuai dengan mekanisme kontrak dan peraturan pengadaan barang dan jasa. Namun, selama kunjungan ini masih optimis beberapa pekerjaan yang sudah ditinjau dapat diselesaikan tepat waktu,’’ tegasnya. (kmb27)
Bali Post/par
MENINJAU PROYEK - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dewa Made Apramana bersama Tim Pembangunan Pemkab Badung saat meninjau proyek di Badung Utara.
Info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Pon, 29 November 2018
DTKSK Denpasar Mampu Selesaikan Siswa SD Dynata School Juara II Kasus Perselisihan HI dengan Baik Nasional ’’Spelling Bee’’
RAPAT - Suasana rapat Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi bersama jajaran Bidang Hubungan Industrial, Rabu (28/11) kemarin. DINAS Tenaga Kerja, dan Sertifikasi Kompetensi (DTKSK) Denpasar mampu menyelesaikan perselisihan hubungan industrial (HI) dengan baik. Bukan saja secara kualitas, namun kuantitasnya juga cukup baik. Karena dari 22 kasus yang masuk ke meja DTKSK hingga November 2018 ini, mampu diselesaikan dengan baik sebanyak 20 kasus dan dua kasus masih dalam proses. Dari keseluruhan kasus, persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang paling mendominasi. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M. didampingi Kabid Hubungan Industrial Ni LP Ratna Lati Kammanta, S.E., M.Si., Kasi Pencegahan, Penyelesaian Perselisihan I Made Raka Manuaba, S.H. dan Mediator I Nyoman Alit Ningsana
Y, S.H. di kantornya, Rabu (28/11) kemarin. Anom Suradi mengatakan pihaknya selalu mengadakan pendekatan dengan semua komponen untuk meminimalisasi kasus perselisihan tenaga kerja. ‘’Kita di Denpasar tidak ada gejolak tenaga kerja, karena setiap saat bersama dewan pengupahan melakukan komunikasi. Setiap bulan kita cek ke lapangan, kebutuhan hidup, juga menyosialisasikan peraturan menteri yang baru kepada semua komponen,’’ ujarnya. Pihaknya juga memiliki program kegiatan deteksi dini dan pemantauan kasus. Tim yang ada di DTKSK secara rutin turun ke lapangan untuk memantau kondisi di sejumlah perusahaan yang terindikasi terjadi masalah hubungan industrial. Paling tidak, bila muncul kasus agar bisa diselesaikan dulu di tingkat Bipartit dan tidak harus
sampai ke DTKSK. ‘’Kita akan terima pengaduan kasusnya bila sudah ada upaya mediasi yang dilakukan di intern mereka,’’ katanya. Karena itu, kasus perselisihan tenaga kerja tergolong kecil. Pada 2017 ada 22 kasus yang masuk. Namun, sudah berhasil diselesaikan sebanyak 18 kasus dan hanya empat yang belum tuntas ditangani. Itu dinilai sah-sah saja, karena pihaknya sudah melakukan mediasi dua kali dengan pihak-pihak yang berselisih. Bila dalam mediasi tidak menemukan jalan keluar maka kasusnya berlanjut ke Peradilan Industrial. ‘’Secara umum dilihat dari jumlah perusahaan yang mencapai 4.000 lebih di Denpasar dan yang ada persoalan dengan HI hanya 22, maka persentasenya cukup kecil. Meski demikian, kita tetap upayakan penyelesaian dengan baik,’’ jelasnya. Dikatakan, secara umum masalah HI yang masuk ke dinas yang dipimpinnya ini yakni PHK. Mereka merasa sepihak melakukan pemutusan. Setelah dikomunikasikan dan mereka bisa paham, dan akhirnya berhasil ditangani. Ditanya terkait peluang kerja di Denpasar, Anom Suradi mengatakan usaha yang besar memang tidak terlalu banyak. Namun, untuk UKM cukup banyak. ‘’Ini merupakan ciri khas Denpasar, yang didominasi home industry,’’ jelasnya. Banyaknya industri kecil ini membawa dampak yang baik dalam penyerapan tenaga kerja. Buktinya, saat ini Denpasar hanya mengantongi angka pengangguran sebesar 2,63 persen atau 15.000 dari jumlah penduduk Denpasar yang mencapai 800 ribu lebih. (ad1112)
SISWA Dynata School Denpasar banyak mengukir prestasi di regional Bali hingga tingkat Nasional. Siswa kelas III SD Dyanata School Denpasar, Karin Alegre Lazaro, di Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-73 PGRI meraih juara II Nasional lomba spelling bee atau mengeja kata. Di ajang ini Karin menjalani seleksi mulai di tingkat daerah hingga menjadi juara I di Bali. Dia berhak menjadi duta Bali di kategori B (III-IV) dan bersaing dengan 600 peserta dari Indonesia. Karin selama tiga hari menjalani tes babak penyisihan hingga final. Dia menjalani tes mengeja 25 kata dan masuk 50 besar. Di babak berikutnya Karin sukses bersaing masuk 10 besar, lima besar hingga tiga besar. Dia hanya salah satu kata di babak tiga besar sehingga berhak atas juara II dan hadiah Rp 10 juta lebih. Selama lomba yang diadakan English First Pusat di Jakarta, Karin didampingi ibunya Fera Mawafati, ayahnya Norman Alegre Lazaro, neneknya Christien dan sang kakek Ali Santoso. Karin merupakan warga negara Indonesia keturunan Filipina dan anak pertama dari dua bersaudara. Karin mengaku senang mengikuti lomba ini, sekalipun sedikit grogi. Ibunya, Fera Mawapati, mengaku tak memberikan les tambahan kepada anaknya, cukup belajar bahasa Inggris di sekolah. Soal biaya di Dynata School, dia mengaku sangat terjangkau, apalagi mendapat buku Singapura, guru terbaik dan PBM berkualitas. Sementara itu, Kepala SD Dynata School R.Y. Hendriyathi, M.Pd.
JUARA - Karin Alegre Lazaro juara nasional spelling bee bersama ibunya, Fera, Kasek Hendriyathi dan Pembina Nyoman Winata di depan SD Dynata School. mengatakan SD Dynata School beroperasi sejak tiga tahun lalu. Sekarang memiliki tiga kelas. Sekolah ini memiliki program unggulan Bahasa Inggris, English Club, English Math and Science. Materi Bahasa Inggris diberikan delapan jam per minggu. Sekolah ini juga memiliki kelas Play Group dan dua kelas TK. Khusus untuk Karin dan peserta lomba mereka digodok lagi di English Club. Sekolah di Jalan Cokroaminoto, Ubung ini didukung 12 guru yang semuanya fasih berbahasa Inggris karena menggunakan kurikulum nasional plus metode ala Singapura. Sekolah swasta berkualitas ini juga menyiapkan esktra wajib seperti robotic, english club, swimming, cooking class, bahkan sudah diajarkan entrepreneurshif. Sementara esktra pilihan ada tari Bali, musik dan menggambar. Siswanya pernah meraih juara I lomba Matematika Inggris di Denpasar, story telling, fashion show dan
piano se-Bali. Untuk tahun ajaran baru 2018/2019 SD Dynata School akan menerima siswa baru dua kelas, dibatasi 20 orang per kelas. Demikian juga untuk PG dan TK Dynata. Sementara itu, Ketua Pembina SD Dynata School Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. mengungkapkan rasa senangnya karena anak-anak mampu menggapai prestasi hingga di tingkat nasional. Ini menunjukkan gurunya sukses membentuk anak yang cerdas dan berkarakter plus keunggulan dalam skill. Makanya jabatan ketua kelas digilir tiap dua bulan. Dynata School, kata Wanata, juga memberi kesempatan siswa untuk maju. Pihaknya akan terus melengkapi sarana dan prasarana dan SDM guru. Buktinya belum lama ini didatangkan pakar guru di Singapura untuk melatih gurunya mengajar ala di Singapura. Untuk itu, dia mengajak masyarakat bergabung ke sekolah ini. (ad1108)
ACE Hadirkan Pilihan Produk Inspirasi Tardi Edung Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan untuk Natal dan Liburan Akhir Tahun Promosi Doktor Ke-55 PPs Unhi Denpasar
PROGRAM Studi Doktor (Prodi S-3) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar ujian terbuka Promosi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. di Gedung Rektorat Kampus Unhi Denpasar, Rabu (28/11) kemarin. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. merupakan Doktor yang ke-55 di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Ujian Terbuka Promosi Doktor ini dipimpin Ketua Sidang Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. dan selaku Promotor Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S., Ko-Promotor Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. serta enam dewan penguji lainnya. Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Unhi tersebut, Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. membawakan disertasi yang berjudul ‘’Kedudukan Balian Wara Suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah’’. Setelah ujian berlangsung selama satu jam, Tardi Edung dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Tardi Edung menjelaskan kedudukan Balian Wara adalah sebagai rohaniwan upacara keagaman ritual wara (upacara kematian). Di mana fungsi dari Balian Wara ini untuk memimpin dan melaksanakan upacara keagamaan ritual wara bagi umat Hindu Kaharingan Suku Dayak Lawangan dan ini sudah berjalan sesuai dengan tradisi. Kendati demikian, perubahan sosial di era globalisasi dan modernisasi seperti saat ini kedudukan Balian Wara semakin hari semakin berkurang dan jarang diminati generasi muda penduduk setempat.
PROMOSI DOKTOR - Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. berfoto bersama para penguji seusai ujian Promosi Doktor PPs Unhi Denpasar, Rabu (28/11) kemarin. Bahkan, saat ini jumlah Balian Wara sangat terbatas, yakni Balian Wara Tuha hanya dua orang dan Balian Wara Penuing hanya tujuh orang. Jika dibandingkan dengan jumlah umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Dusun Tengah berjumlah 1.147 jiwa, sehingga skala perbandingannya 1 orang Balian Wara Tuha melayani 537 jiwa. ‘’Kondisi ini amat riskan bagi keberlanjutan Balian Wara, di sisi lain umat Hindu Kaharingan masih sangat membutuhkan Balian Wara,’’ tandas Tardi Edung seusai ujian promosi Doktor, Rabu kemarin. Ketika tidak ada regenerasi, dikatakan bahwa keberlanjutan Balian Wara akan punah sendirinya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mencegah kepunahan dan upaya mempertahankan keberlanjutan eksistensi Balian Wara oleh tokoh agama, tokoh adat dengan melakukan pengkaderan regenerasi dan peningkatan kualitas SDM umat Hindu Kaharingan
Suku Dayak Lawangan melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan demikian kekhawatiran dalam masyarakat dapat terjawab. ‘’Salah satu kenapa generasi muda tidak mau menjadi Balian Wara, karena ‘upahnya’ sangat kecil. Bayangkan selama 3-5 hari melakukan ritual hanya diupah tidak lebih Rp 46.000 saja,’’ ujar pria kelahiran Ampah, 10 Maret 1974 ini. Melalui penelitiannya ini, pihaknya berharap dapat memberikan solusi keterbatasan sosok Balian Wara sebagai pelaksana ritual wara umat Hindu Kaharingan Suku Dayak Lawangan. Mengingat ritual wara ini adalah warisan leluhur sebagai salah satu budaya yang telah melekat dalam kehidupan sebagai norma, nilai, aturan, adat istiadat, sehingga menjadi tradisi. Sebagai tradisi wajib untuk dilaksanakan dalam lingkungan sosial masyarakat pemilik kebudayaan ritual wara yang benuansa religi. (ad1107)
PT ACE Hardware Indonesia Tbk. atau yang dikenal dengan ACE secara konsisten mengadakan berbagai program promo menarik untuk memanjakan para pelanggan setianya. Kali ini program World of Holiday Wishies diselenggarakan dengan menghadirkan beragam produk untuk merayakan Natal dan liburan akhir tahun di seluruh toko ACE di seluruh Indonesia hingga 25 Desember 2018. Marketing Director Kawan Lama Group, Nana Puspa Dewi, mengatakan menyambut Natal dan liburan tahun baru tentunya banyak hal yang direncanakan. Di antaranya bepergian ke tempat wisata hingga mengadakan pesta atau acara di rumah bersama keluarga dan teman. ACE sebagai pusat kebutuhan rumah dan gaya hidup terlengkap menghadirkan one stop shopping di 171 toko ACE yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu, ACE menawarkan beragam produk untuk membuat hidangan spesial di hari raya. Di antaranya alat pembuat pasta bermaterial stainless steel berkualitas yang dapat membantu pelanggan membuat berbagai jenis pasta. Untuk membuat makanan yang dipanggang, ACE menawarkan oven toaster merek KRIS yang terbuat dari stainless steel serta aksesoris pelengkap untuk memudahkan memanggang. Selain itu, memasak juga semakin mudah dengan beragam perlengkapan lainnya seperti aneka wajan berbahan alumunium dengan lapisan keramik antilengket yang aman bagi kesehatan higga set pisau dapur berbagai ukuran dan fungsi. Agar kegiatan luar ruangan semakin nyaman, tersedia juga perangkap nyamuk listrik serta kipas angin beragam ukuran. ACE juga menghadirkan koleksi dekorasi dan
PRESS CONVERENCE - Press conference World of Holiday Wishes (kiri) Malvin Tarigan, Promotion & Advertising Manager PT ACE Hardware Indonesia Tbk. (kanan) Wendy Sutandy, Merchandising Manager PT ACE Hardware Indonesia Tbk. aksesoris terlengkap seperti pohon Natal yang menghadirkan lima gaya hasil desainer Eropa yaitu Fairy Tales. Mengangkat tema ‘’White Christmas’’ dengan aksesoris berbentuk es tipis dan peri dengan paduan warna perak dan biru terang, Heavenly Peace dengan desain sederhana yang menggunakan aksesoris berbentuk bunga dengan warna yang lembut, Splendid Nature cocok bagi pelanggan yang ingin bereksperimen dengan pohon Natal yang berbeda karena menggunakan aksesoris berwarna ungu dan tosca. Beragam produk Natal, ACE bisa didapatkan dalam pameran di 18 mall yang ada di 12 kota yaitu Medan, Pekanbaru, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Bali, Balikpapan, Samarinda, dan Manado. ACE juga menyediakan beragam produk yang membuat persiapan perjalanan menjadi mudah dan menyenangkan seperti koleksi koper berbagai ukuran, travel organizer untuk menyimpan barang sesuai kategori sehingga lebih rapi, serta aneka kantong vakum yang dapat menghemat ruangan di dalam koper hingga
80%. Tersedia juga kasur mobil untuk istirahat saat menempuh perjalanan cukup jauh dan pengharum mobil. Agar bepergian tetap tenang dan aman saat meninggalkan rumah, ACE menyediakan koleksi CCTV dengan empat atau delapan kamera dan memori hingga dua tera. Selama program ini berlangsung, pelanggan bisa menikmati beragam penawaran menarik yaitu potongan harga hingga 50% serta harga khusus untuk produk pilihan. Untuk member ACE Rewards, hadiah langsung berupa multifunction organizer akan diberikan dengan melakukan pembelanjaan total Rp 5 juta, dari 3 struk belanja selama periode 28 November – 25 Desember 2018. Serta gratis voucher belanja Rp 300 ribu hanya dengan menukarkan 100 poin (normal 120 poin). Bagi pelanggan yang belum menjadi member dapat memanfaatkan program free membership dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp 2 juta menggunakan kartu kredit BCA. Pelanggan juga bisa menikmati fasilitas cicilan 0% hingga 12 bulan menggunakan kartu kredit BCA, Mandiri, CIMB Niaga, BNI dan BRI. (bns1)
Adakan ’’Macaru’’ di Bukit Batu dan Beri Medali ke Tokoh Dayak
Wedakarna Dukung Kalteng Siapkan 300.000 Hektar Lahan untuk Calon Ibu Kota RI
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Ida Pedanda Istri Ketut Sebali Tianyar Arimbawa, Bupati Katingan Kalteng dan Majelis Adat Hindu Kaharingan.
SALAH satu cita-cita Bung Karno yang tertunda adalah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Bung Karno sendiri pernah hadir ke Kalteng pada tahun 1957 untuk meresmikan tiang pancang ibu kota Palangkaraya pada zaman kemerdekaan. Dukungan atas pindahnya ibu kota NKRI ini datang langsung dari anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Hal ini disampaikan Senator Arya Wedakarna di sela-sela melakukan pertemuan dengan pimpinan daerah Kalteng, termasuk saat bertemu dengan Majelis Adat Hindu Kaharingan di Balai Basarah (Tempat Ibadah Umat Hindu Kaharingan). Diterima Lewis KDR, BBA. (Tokoh Sepuh Dayak Hindu Kaharingan), Drs. Walter S. Penyang (Ketua Majelis Besar Hindu Kaharingan) dan sejumlah tokoh Hindu Kaharingan saat acara Tiwah massal di Palangkaraya. Senator Wedakarna menyampaikan harapannya bahwa komitmen bersatunya (integrasi) suku Dayak Kaharingan kepada agama Hindu pada tahun 1980 merupakan kehendak alam. Senator Wedakarna pun berharap kini 200.000 umat Hindu
Kaharingan di seluruh Kalteng bisa bersatu dan bersinergi dengan umat Hindu suku Bali dan umat Hindu suku Jawa yang datang pada saat generasi transmigrasi dengan sebuah payung besar yakni Hindu Dharma. ‘’Kerinduan saya terhadap para tokoh integrasi Hindu Kaharingan yang menjadi saksi mata integrasi pada 1980 akhirnya terpenuhi. Hari ini saya bertemu dengan Bapak Lewis KDR, BBA. Beliaulah yang gagah berani membawa gerbong ratusan ribu suku Dayak Kaharingan bersatu dengan Hindu Dharma. Beliau juga menjadi saksi sejarah bersama Bung Karno saat menanamkan tiang pancang saat mendirikan Kota Palangkaraya. Usia beliau sudah 80 tahun dan tetap sehat bugar. Pada hari ini saya memberikan penghargaan kepada Bapak Lewis, Bapak Walter S. Penyang (Ketua Majelis Hindu Kaharingan) dan Bapak Oka Swastika (Tokoh Hindu Bali) yang juga menjadi jembatan perjuangan Hindu di Kalteng. Semoga bermanfaat,’’ ungkap Senator Arya Wedakarna. Adapun sejumlah masukan Senator DPD-RI AWK yakni meminta peringatan hari integrasi yang diadakan setiap April agar tetap diadakan rutin sebagai wu-
jud dari Jas Merah. Kemudian meminta kepada umat Hindu Bali untuk ikut membina umat Hindu Kaharingan dan tidak lagi menerapkan budaya Balinisasi terhadap akar dan kultur Hindu Kaharingan. Wedakarna mendukung budaya Hindu lokal berkembang pesat. Selanjutnya Majelis Hindu diminta untuk menyiapkan diri dengan data terkait program sensus penduduk di masa yang akan datang, mengingat pada pengalaman yang lalu, banyak laporan diskriminasi terhadap umat minoritas di Indonesia terkait dengan kecurangan tentang jumlah umat saat sensus penduduk. Sehingga dipercaya jumlah umat Hindu Indonesia saat ini bukan
angka sesungguhnya dan akhirnya memengaruhi politik kebijakan dan politik anggaran. Tak hanya itu, juga meminta agar Majelis Besar Hindu Kaharingan untuk menyiapkan buku sejarah (purana) terkait sejarah Hindu Kaharingan sebelum integrasi, termasuk perjuangan pasca-Majapahit hingga kemerdekaan dan era reformasi. Pihak The Hindu Center of Indonesia siap membantu mencetak dan menyebarkan Purana Hindu Kaharingan. Terakhir, meminta doa restu pada tokoh Hindu Kaharingan agar perjuangan Palangkaraya menjadi ibu kota NKRI di masa depan yang saat ini sedang dikaji oleh pemerintah pusat. (ad1111)
Pembetulan Pada berita berjudul ‘’Senator Pastikan Kasus Mafia Tiongkok Tidak Pengaruhi Bilateral, Wedakarna Tolak Pariwisata Bali Dijual Murah Agen Asal Cina’’ yang terbit edisi 28 November 2018 di halaman 4 Bali Post, terdapat kesalahan menulis pada kalimat ‘’Selama di Tiongkok saya banyak berbicara dengan tokoh masyarakat dan responsnya sangat positif. Mereka justru mendukung jika ada pengusaha asal Tiongkok yang beroperasi secara ilegal di Bali’’. Kalimat yang benar seharusnya ‘’Selama di Tiongkok saya banyak berbicara dengan tokoh masyarakat dan responsnya sangat positif. Mereka justru mendukung ada penindakan hukum terhadap pengusaha asal Tiongkok yang beroperasi secara ilegal di Bali’’.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Kamis Pon, 29 November 2018
5
Komplotan Curanmor Digerebek di Banyuwangi Polisi Sita Delapan Unit Motor
Mangupura (Bali Post) Penggerebekan komplotan curanmor dilakukan tim Opsnal Polsek Kuta Selatan (Kutsel) di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Polisi menangkap Luhur Aditama alias Hadi (30) dan Afton Ilman Huda (22), Minggu (25/11) lalu. Sedangkan Fatchur Rahman alias Paok (37) dan penadahnya, Masfud alias Rido (36), dibekuk Senin (26/11) lalu. Kaki tersangka Luhur dan Afton terpaksa ditembak petugas karena melawan, sedangkan satu pelaku berinisial Mt masih diburu. ‘’Tersangka Luhur ini merupakan residivis dan jadi target operasi kami. Pengungkapan kasus ini di-back up tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali,’’tegas Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan,
Rabu (28/11) kemarin. Pengungkapan kasus ini berawal ketika Matius Bulu (34) melapor kehilangan sepeda motor di dekat Tomas Homestay Padang-Padang di Desa Pecatu, Kutsel, Sabtu (26/9) lalu. Pukul 13.00 Wita, korban tiba di TKP dan memarkir motornya di parkir atas homestay. Motor tersebut tidak dikunci stang. Selanjutnya korban turun ke pantai untuk bekerja. Usai kerja pukul 18.00 Wita, motor tersebut ternyata hilang. Saat korban bersama temannya melakukan pencarian malah menemukan satu sepeda motor tak bertuan. Selanjutnya korban melapor ke Polsek. Berdasarkan laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Kutsel dipimpin Kanit Iptu Muh. Nurul Yaqin melakukan penyelidikan. Hasil pen-
elusuran motor tak bertuan tersebut, polisi curiga kalau pelakunya adalah Luhur, residivis kasus curanmor. Polisi langsung menelusuri tempat tinggal Luhur yaitu di seputaran Kampus Unud, Nusa Dua, Kelan, Jalan Sunset Road dan Jalan Kunti, Kuta, serta Renon. Namun hasilnya nihil. ‘’Anggota kami mendapat informasi pelaku (Luhur) dan pacarnya pulang ke Jawa. Alamatnya di wilayah Banyuwangi, tepatnya daerah Kalibaru. Pengejaran langsung dilakukan ke sana,’’ tegasnya. Setibanya di sana, polisi dapat informasi Luhur sembunyi di rumah Hendrik di Dusun Sumberwringin, Kalibaru Manis, Banyuwangi. Pada Minggu (25/11) pukul 02.00 WIB, polisi melakukan penggerebekan. Luhur berhasil ditangkap. Waktu itu Luhur sedang tidur ditemani empat temannya yang sedang pesta arak. Motor milik korban juga ditemukan di sana. Selanjutnya dilakukan pengembangan, polisi lalu menangkap Afton di rumahnya di Jalan Malangsari, Kalibaru Kulon, Banyuwangi. Keesokan harinya dibekuk tersangka Fatchur di Jalan Yudistira Gang Puring dan penadahnya, Mahfud, di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar. ‘’Jadi komplotan ini mencuri delapan motor dan dijual kepada penadahnya (Masfud). Pelaku mengaku mencuri sepeda motor di wilayah Kutsel, Denpasar dan Kuta Utara,’’ tegasnya. (kmb36)
Banyuwangi (Bali Post) Jambret ponsel yang meresahkan warga Kota Banyuwangi berhasil ditangkap. Pelakunya, Fajar Wahyudianto (24), warga Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Pemuda pengangguran ini ditangkap beberapa jam setelah beraksi. Dari tangan pelaku diamankan dua ponsel hasil penjambretan. Selain itu, diamankan juga sebuah sepeda motor Honda Vario yang digunakan pelaku beraksi. ‘’Aksi jambret itu dilakukan, Sabtu (24/11) lalu. Usai beraksi, pelaku kabur,’’ kata Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Ali Masduki, Rabu (28/11) kemarin. Pelaku, kata Kapolsek, beraksi di siang hari. Korbannya, Mo-
hammad Rezi, warga Kota Banyuwangi. Kala itu korban mengendarai motor sendirian di Jalan Raya Kertosari. Lalu, pelaku membuntutinya. Saat korban lengah, pelaku menendang korban. Korban terjatuh, pelaku kemudian mengambil ponsel korban dan langsung kabur. Korban didampingi orangtuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Banyuwangi. Berbekal keterangan korban, polisi bergerak cepat. Hasilnya, identitas pelaku terungkap. Polisi melakukan perburuan. Pelaku diketahui bersembunyi di tempat kos temannya. Tanpa pikir panjang, polisi menyergap pelaku. ‘’Pelaku kita tangkap tanpa perlawanan,’’ lanjut Kapolsek didampingi
Kanit Reskrim Ipda Nurmansyah. Kepada penyidik, pelaku berdalih nekat beraksi lantaran kepepet biaya hidup. Ponsel hasil menjambret dijual seharga Rp 800.000 di media sosial. ‘’Kami berhasil melacak barang bukti ponsel dari jejaring media sosial,’’ lanjut Kapolsek. Uang hasil penjualan ponsel digunakan pelaku membayar utang. Sisanya dipakai berfoya-foya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diamankan di Mapolsek Kota Banyuwangi. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Penyidik juga masih mengembangkan kasus tersebut. (udi)
Bali Post/ist
DITAHAN - Komplotan curanmor asal Jawa Timur ini ditahan di Polsek Kutsel.
Pelaku Jambret Ditangkap Polisi
Mulai Maret 2019
Garuda Indonesia Layani Rute Jakarta-Nagoya gan dan utilisasi armada pada rute-rute penerbangan yang prospektif. ‘’Layanan penerbangan pada rute ini juga menjadi langkah positif perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar sektor penerbangan Jepang – Indonesia yang terus tumbuh dan semakin menjanjikan. Angka kunjungan wisatawan mancanegara asal Jepang ke Indonesia menunjukan peningkatan signifikan khususnya ke sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia, salah satunya Jakarta sebagai pusat perekonomian terbesar di Indonesi,’’ jelas Ari, Rabu (28/11) kemarin. Nagoya yang merupakan ibu kota Prefektur Aichi adalah pangsa pasar yang sangat potensial bagi Garuda, terutama bisnis dan penumpang pariwisata. ‘’Kami harapkan dibukanya rute penerbangan langsung ini akan semakin memperkuat
hubungan baik antara kedua negara. Terutama dalam meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan dan pariwisata,’’ imbuhnya. Prefektur Aichi dikenal sebagai salah satu kota industri & manufactural tersibuk di Jepang. Maka dari itu Garuda optimistis bahwa pembukaan layanan langsung Jakarta - Nagoya dapat mendukung upaya percepatan laju iklim bisnis dan potensi ekonomi antara kedua negara. Lanjutnya, Jepang adalah salah satu pangsa pasar paling penting untuk Garuda Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun, Garuda Indonesia telah menunjukkan dukungannya terhadap hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Jepang. Dengan dibukanya layanan ini, penumpang diharapkan dapat menikmati lebih banyak pilihan penerbangan dan tujuan ke Jepang dan Indonesia maupun sebaliknya. (kmb42)
MEMASAK - Salah satu warga Desa Bongkase Pertiwi, Ibu Yogi, yang menggunakan biogas untuk memasak kebutuhan sehari-hari di rumahnya.
DESA Bongkasa Pertiwi telah dicanangkan sebagai desa wisata. Hal tersebut menuntut kebersihan lingkungan dan sanitasi yang baik agar wisatawan merasa aman dan nyaman. Sumber daya sungai dan pertanian adalah potensi desa yang diandalkan sebagai nilai jual wisata. PT Tirta InvestamaPabrik Mambal (pabrik Aqua Mambal) bersama BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Mandala Sari melihat masalah dari limbah ternak yang dipelihara secara tradisional sebagai sebuah peluang untuk pengembangan biogas. Reaktor biogas dibangun di pemukiman untuk mengelola limbah ternak di Bong-
Cengkareng (Bali Post) Sejalan dengan komitmen perluasan jaringan penerbangan internasional yang dilaksanakan perusahaan, pada 23 Maret 2019 mendatang Garuda Indonesia berencana untuk membuka rute penerbangan Jakarta - Nagoya pp. Rute ini akan dilayani sebanyak empat kali per minggu. Adapun layanan rute penerbangan Jakarta - Nagoya pp tersebut rencananya akan dioperasikan dengan menggunakan armada Airbus A330 dual class yang terdiri dari kelas penerbangan ekonomi dan bisnis. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, diperkenalkannya rute penerbangan internasional Jakarta - Nagoya pp tersebut merupakan bagian dari komitmen pengembangan jaringan penerbangan internasional Garuda Indonesia khususnya melalui pengembangan kapasitas penerban-
Bali Post/udi
SILATURAHMI - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersilaturahmi dengan kalangan ulama di Banyuwangi, Selasa (27/11) malam.
Panglima TNI Ajak Ulama Perangi Radikalisme
Banyuwangi (Bali Post) -
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Banyuwangi, Selasa (27/11) malam. Kunjungan ini serangkaian pembukaan latihan tempur TNI Angkatan Darat, Udara dan Laut di Asembagus, Situbondo. Di Banyuwangi, jenderal bintang empat tersebut menyempatkan bertemu kalangan ulama. Hadi mengajak ulama ikut bela negara. Salah satunya, ikut memerangi paham radikal. Menurut Hadi, saat ini banyak musuh negara yang tidak terlihat, dan memberikan ancaman luar biasa. ‘’Ada ancaman yang tidak kelihatan. Ancaman ini menyerang pemikiran bangsa Indonesia. Mereka dicekoki dengan pemikiran yang menyesatkan sehingga menjadi ekstremis dan radikal,’’ terangnya.
Pihaknya mengajak para kiai di Banyuwangi untuk ikut serta melawan musuhmusuh negara yang tidak terlihat tersebut. ‘’Mohon kerelaannya para kiai untuk ikut serta melawan hal-hal yang demikian. Penggunaan media sosial yang begitu tinggi, benarbenar menjadi media ampuh untuk menyebarkan pemiki-
ran yang merusak tersebut,’’ imbuhnya. Dari Banyuwangi, Panglima TNI membuka latihan bersama TNI di Asembagus. Menurut Hadi, latihan bersama ini untuk menyiapkan pembelaan menghadapi musuh yang terlihat. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH Ali Makki
Zaini menegaskan membela NKRI, bagi para kiai, adalah sebuah kewajiban. ‘’NKRI harga mati bagi kami bukanlah sekadar slogan. Tapi ini merupakan komitmen kami sepenuh hati,’’ ungkapnya. Ditambahkan, soliditas antara TNI dan kekuatan sipil diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan berbangsa dan bernegara saat ini. ‘’Kami ingin tentara terus memberikan pengayoman dan bimbingan keamanan kepada para kiai, NU, Banser dan gerakan sipil lain, sehingga bisa bahu-membahu membela NKRI ini,’’ pungkasnya. (udi)
Ranperda APBD 2019 Disahkan Bangli (Bali Post) DPRD Bangli menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019 untuk disahkan menjadi peraturan daerah (perda). Penetapan RAPBD 2019 dilaksanakan dalam rapat paripurna, Rabu (28/11) kemarin. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata tersebut, dewan meminta eksekutif untuk memperhatikan asas pemerataan dan keadilan dalam hal pemberian kesejahteraan pegawai. Gabungan Komisi-komisi DPRD Kabupaten Bangli melalui pembicara I Nengah Darsana menyampaikan Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2019 telah melalui proses pembahasan dalam rapat gabungan komisi-komisi dengan eksekutif. Dalam tahap pembahasan itu, suasana perdebatan, adu argumentasi antara pihak eksekutif dan pihak legislatif pasti akan terjadi. ‘’Semua itu kita lakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi semata-mata sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab kita bersama dalam rangka membangun komitmen untuk kepentingan Bangli ke depan,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakan, setelah pihaknya menyimak dan mencermati pembahasan yang dilakukan yang mana dalam pembahasannya memakan waktu, tenaga dan pemikiran demi terwujudknya
Bali Post/ina
RAPAT - Rapat paripurna penetapan RAPBD 2019 di DPRD Bangli, Rabu (28/11) kemarin. APBD 2019 yang betul-betul berpihak kepada kepentingan rakyat, maka komisi-komisi DPRD akhirnya menyetujui RAPBD Tahun Anggaran 2019 menjadi perda setelah mendapat verifikasi gubernur. Meski demikian, ada beberapa masukan dan saran yang disampaikan gabungan komisi DPRD Bangli dalam rapat paripurna kemarin untuk ditindaklanjuti eksekutif. Di antaranya menyarankan agar belanja terkait dengan penundaan pembayaran utang jangka pendek terhadap pihak ketiga sebesar Rp 30 miliar lebih yang tertuang dalam RAPBD 2019 agar realisasi anggarannya konsisten menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, gabungan
komisi meminta dalam tahapan kegiatan dan realisasi anggaran di tahun 2019 secara keseluruhan agar disesuaikan dengan ketersediaan dana dan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak ada kegiatan yang tebang pilih dalam realisasinya. ‘’APBD tahun 2019 ini agar bisa dirasakan semua komponen, baik itu pegawai, guru dan masyarakat. Dalam hal pemberian kesejahteraan pegawai supaya betul-betul memperhatikan asas pemerataan dan keadilan sesuai dengan namanya TPPNS berbasis kinerja, sehingga kesenjangan yang selama ini tidak terulang lagi dan jelas siapa berbuat apa,’’ kata Darsana. Sementara itu, Bupati Ban-
gli I Made Gianyar dalam pendapat akhirnya menyampaikan dengan telah ditetapkannya persetujuan bersama terhadap RAPBD 2019, maka pihaknya akan melanjutkan langkah berikutnya yakni menyampaikan Ranperda APBD 2019 beserta dokumen pendukung lainnya untuk dievaluasi dan diverifikasi Gubernur Bali. Penyampaian dokumen harus dilaksanakan tiga hari setelah ditandatanganinya persetujuan bersama terhadap Ranperda tentang APBD 2019. ‘’Harapan kita semua tentu proses evaluasi dan verifikasi yang akan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi tidak memakan waktu yang lama, sehingga proses selanjutnya segera dapat kita laksanakan,’’ kata Made Gianyar. (kmb40)
Aqua Mambal Kembangkan Biogas untuk Kampung Mandiri Energi Bongkasa Pertiwi kasa Pertiwi menjadi energi terbaharukan. Program ini yang kemudian mendorong Bongkasa Pertiwi menjadi Kampung Mandiri Energi. Program Kampung Mandiri telah dirancang dan mulai diinisiasi sejak 2017. Saat ini telah terbangun 20 unit biogas dan tercatat 554 jiwa yang terlibat dan menerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara teknis, limbah ternak dikumpulkan dalam reaktor biogas. Satu reaktor dapat menampung sebanyak 20 kg limbah kotoran babi atau 40 kg limbah sapi dalam sehari. Limbah sebanyak itu bisa dihasilkan 4 -5 ekor babi dan 2 ekor sapi, yang rata-rata dimiliki war-
ga Desa Bongkasa Pertiwi. Ketua BUMDes Mandala Sari Ida Bagus Gede Manu Drestha mengatakan perlu waktu untuk meyakinkan warga masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam program ini. Pengelolaan limbah kotoran ternak ini selain menyelesaikan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan di Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, juga secara ekonomi mengurangi pengeluaran untuk pembelian gas elpiji. Gas metan yang dihasilkan reaktor biogas menjadi energi alternatif untuk kebutuhan memasak dan rumah tangga. Di sisi lain metan yang terbakar sempurna tersebut mengu-
rangi efek gas rumah kaca. Manfaat lain secara ekologis adalah dihasilkannya pupuk organik (bio slurry), yang bagus digunakan untuk penerapan pertanian sehat dan ramah lingkungan. Sektor pertanian adalah mata pencaharian utama di Desa Bongkasa Pertiwi. Bongkasa Pertiwi berkembang tidak hanya bersama BUMDes Mandala Sari, selain berdampingan dengan pabrik Aqua Mambal, Yayasan Rumah Energi (YRE) dan pemerintah juga memberikan dukungannya melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung. Peran serta selu-
ruh pemangku kepentingan tersebut mendorong Desa Bongkasa Pertiwi untuk menuju desa pro-iklim di tahun 2020. Senior Stakeholder Relation Manager Pabrik Aqua Mambal Forcy Tjandra mengatakan, Kampung Mandiri Energi nantinya bisa menjadi salah satu nilai jual wisata Bongkasa Pertiwi. ‘’Kami memiliki mimpi penggunaan energi terbarukan bagi aktivitas di Bongkasa Pertiwi akan bisa terpenuhi dari program ini. Dan pada akhirnya Desa Bongkasa Pertiwi juga berpeluang besar menjadi Kampung Pro-Iklim, sejalan dengan program pemerintah,’’ tutur Forcy. (bns2)
OPINI
6
Kamis Pon, 29 November 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membudayakan Bicara Kebenaran SELAMA ini, kita terlalu sering meributkan berita bohong atau hoax. Berita yang diproduksi tanpa data, rasa, dan fakta ini merupakan hasil rekayasa dan cenderung menyesatkan. Mengonsumsi berita sesat alias bohong jelas berdampak buruk pada pembentukan logika dan pilihan perilaku manusia. Kecenderungan yang terjadi, jika berita bohong tak segera dijernihkan adalah munculnya penyikapan keliru atas sebuah informasi. Ini jelas berbahaya bagi pembentukan karakter pribadi, karakter bangsa, dan perilaku personal. Untuk itulah, kita sangat mendukung dan sangat setuju jika penyebar berita bohong dipidanakan. Sebagai sebuah hasil proses berpikir, berita bohong jelas lahir dari kepentingan dan niat yang cenderung jahat dan manipulatif. Niat jahat ini mungkin juga didasari pola pikir yang naif dan dendam. Sering kali berita bohong juga diluncurkan untuk mendiskreditkan orang demi kepentingan kelompok atau ambisi politik. Jika ini dasarnya, maka produk-produk berita bohong semestinya segera dieliminasi oleh lembaga teknis yang membidangi ini. Tentu masalahnya tak cukup dengan memenjarakan pembuatnya. Hal yang lebih mendasar yang harus dirujuk selain langkah hukum adalah membangun budaya berkomunikasi yang sehat dan dinamis. Berkomunikasi secara sehat tentu dalam upaya pembentukan karakter dan perilaku yang mencerminkan etika dan peradaban bangsa. Bangsa yang mengaku sarat toleransi dan menghargai kemajemukan ini tentu harus mengedepankan etika dan kesopanan dalam menjabarkan kehidupan berdemokrasi. Ambisi tak bisa dipersonakan dengan perilaku buruk terlebih meracuni pikiran orang dengan informasi sesat. Untuk itulah, sangatlah penting bagi kita untuk membiasakan diri bicara jujur. Bicara yang didasari data, fakta, dan diolah dengan pikiran jernih. Muara dari kebiasaan ini diharapkan membangun peradaban yang dinamis, harmonis dan membuat kita nyaman dalam mengelola produkproduk pikiran. Selama ini, kecenderungan kita tak berani tegas terhadap penyebar kebohongan. Ini membuat banyak pihak melakukan upaya peniruan. Mereka mencoba-coba merekayasa fakta untuk kepentingan personal dan pencitraan diri. Jika ketegasan dalam menindak kejahatan dalam berkomunikasi tak dilakukan, maka upaya membangun budaya biasa bicara kebenaran akan sangat sulit. Untuk itulah sangatlah penting jika budaya bicara kebenaran dilakukan sejak dini. Dalam membangun budaya ini tentu tak mutlak menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan formal. Lembaga-lembaga pendidikan hendaknya mengajak dan mengedukasi siswanya sejak dini untuk bicara kejujuran. Hal ini tidaklah sulit dilakukan mengingat ketika sejak dini hal ini dilakukan maka karakter anak akan terbentuk. Lembaga pendidikan formal tentu punya metode dan pola yang jelas dalam hal ini. Mengajarkan anak bicara kejujuran dan kebenaran akan menjadi fondasi peradaban bangsa yang beretika dan adiluhung. Selain lembaga pendidikan formal, lingkungan sekolah dan orangtua siswa juga memiliki peran strategis. Orangtua jangan sampai lalai mengawasi anak-anak mereka. Cermati lingkungan dan pergaulan anak. Orangtua tentu harus punya waktu untuk mengingatkan dua dikotomi dasar yakni benar-salah, patut dan tidak patut, serta pentingnya berkata kebenaran bukan kebohongan. Norma dan nilai-nilai kepatutan hendaknya menjadi identitas komunikasi keluarga untuk menuju budaya terbiasa bicara kebenaran. Jika ini dibudayakan, mentalitas positif akan terbangun, sehingga dengan cara ini kebohongan tak akan mendapat ruang. Mari bangun peradaban bangsa ini dengan bicara kebenaran.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Ganti Nama Jalan Tol Saya setuju saja ganti pejabat ganti kebijaksanaan. Asalkan pergantian itu mengakibatkan lebih baik. Mengganti sesuatu itu jangan berdasarkan ego tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu agar jangan disesalkan di kemudian hari. Saat ini, ramai diperbincangkan di media masalah penggantian nama jalan tol di Badung Selatan itu. Ada pejabat berkehendak agar nama Jalan Tol Bali Mandara diganti dengan nama Jalan Tol I Gusti Ngurah Rai, pahlawan nasional kita itu. Sebelum resmi penggantian nama jalan tol tersebut, saya punya usul agar nama jalan tol itu diberi nama Jalan Tol Soekarno-Hatta atau Jalan Tol Situbanda. Nama SoekarnoHatta sudah banyak orang tahu tapi sebutan Situbanda mungkin banyak yang belum tahu. Di dalam wiracarita Ramayana bukan saja orang Bali yang tahu namun sebagian orang Jawa mengenal cerita tersebut. Jembatan Situbanda itu konon adalah sebagai penghubung daratan Kerajaan Ayodia di India dengan wilayah Kerajaan Alengka dengan rajanya Rahwana yang melarikan Dewi Sita itu. Menurut pendapat saya pribadi, nama I Gst. Ngurah Rai sudah cukup banyak terpatri secara monumental di Bali seperti Bandara I Gst. Ngurah Rai, nama stadion, nama jalan dan yang lainnya. Wayan Beratha Yasa Kapal, Badung
Penyebaran Berita Bohong sebagai Kompleks Inferioritas Berbohong dan penyebaran berita hoax belakangan ini semakin marak, seiring dengan hajatan menjelang pilpres, sehingga suhu perpolitikan negeri ini semakin meninggi dan entropi (derajat ketidakteraturannya) seakan memuncak mencapai titik optimum. Berbagai aksi manipulasi dapat diduga bahwa benak publik hendak direkayasa agar masuk ke zona kritis, meminjam analisis ilmiah Dr. Shigeo Haruyama, dalam The Miracle of Endomorphin (1995), posisi kritis itu, menyebabkan otak akan mengeluarkan dua jenis hormon, yakni noradrenalin dan adrenalin. Noradrenalin muncul saat emosi marah, sedangkan dalam kondisi ketakutan, mengeluarkan hormon adrenalin. Dua kondisi itu, membuat tubuh memasuki instabilitas emosi, akibatnya memunculkan tindakan menerabas.
Oleh I Nyoman Tika
M
ental menerabas, merupakan istilah antropolog Koencaraningrat (1980) untuk menggambarkan mental buruk sebagian masyarakat Indonesia, yang melakukan pemintasan jalan guna meraih sesuatu secara cepat atau instan. Kondisi ini juga paralel dengan mengkritik pejabat, sebelum sang pejabat dikasi ruang untuk bekerja. Artinya, ingin segera menghasilkan segala sesuatu, tanpa usaha keras. Mental ini seakan terus diwariskan tanpa pernah memudar, meskipun kita telah 73 tahun merdeka. Stimulanstimulan murahan, gampang menyulut emosi masyarakat, sehingga dapat melahirkan demo dan berakhir dengan amuk massa yang merusak. Hal ini tampak beberapa insan jebolan pendidikan tinggi atau insan yang bekerja di dunia pendidikan juga kerap mengotori dirinya dengan tidak menjaga marwah kesuciannya pada ‘nalar akademik yang ilmiah’ dengan ikut menyebarkan hoax tanpa mengecek kebenaran, dalam bahasa penelitian, tindakan triangulasi data, sebagai prasyarat menjauhkan subjektivitas, tak dilakukan, maka lengkaplah, bahwa dugaan produk
pendidikan kita juga sebenarnya adalah produk metode ilmiah yang abal-abal sulit ditampik. Lalu, ketika terkuak wisuda perguruan tinggi abal-abal beberapa waktu silam, dan peminat pun banyak. Artinya, sungguh miris masih banyak orang yang hanya mencari sesuatu sebatas gelar, dan bukan kompetensi. Itu menunjukkan bahwa sebagian benak masyarakat ingin mendapatkan sesuatu dengan gampang dengan melangkahi rambu-rambu kepatutan, untuk mendapat ijazah atau sertifikat, tak peduli proses, dan yang penting dapat, walau tidak memiliki kompetensi atas ijazah yang dia terima. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih berada dalam zona ‘’kompleks inferioritas’’ meminjam kategorisasi Alfred Adler (1870-1937) dalam menyusunan habituasi tingkah laku manusia untuk mencapai kenikmatan adaptasi sosial dan kekuasaan yang bersifat temporary. Adaptasi sosial dan kekuasaan temporary itu dibangun karena struktur kepribadian seseorang sering terpapar oleh sistem yang dibangun oleh pemimpin publik dan pemangku kebijakan (pemerintah) berdasarkan pada konsep jump to conclusion, terburu-buru tanpa analisis yang matang, sehingga
masyarakat tak ada pilihan selain membenarkan adagium “ganti pemerintahan ganti kebijakan”, sehingga masyarakat kerap sebagai kelinci percobaan semata. Akibatnya, masyarakat menderita demam yang akut menuju lethargy budaya. Sebentuk kelesuan dan kebuntuan dalam membuat kreativitas dan berinovasi untuk bekerja keras, sehingga budaya instan menjadi pilihan. Itu sebabnya kerap terjadi transaksi jual beli ijazah sudah menjadi biasa, tanpa rasa bersalah. Lethargy budaya kemudian berbiak menghasilkan derivatnya dengan sosok abstrak berkarakter instan dengan libido analogi. Libido ini menyeragam pada semua elemen masyarakat tanpa bisa dibendung. Kondisi terakhir hendak direduksi oleh ‘‘revolusi mental” oleh pemerintah saat ini. Revolusi mental itu hendak menghancurkan kerak KKN dalam tungku ke-indonesia-an yang sudah demikian keras dan membatu menjadi fosil budaya, sehingga perlu usaha ekstra keras untuk melarutkannya. Alasannya jelas, agregat KKN bukan saja dihasilkan oleh perguruan tinggi abal-abal, namun tidak sedikit lulusan dari kampus elite di negeri ini, juga kerap menyandang sebagai ‘‘koruptor”. Artinya, sistem pendidikan kara-
kter yang juga abal-abal merasuki mental pendidikan kita tanpa disadari banyak orang. Mental abalabal yang menyusup itu adalah minimnya kemampuan dalam “pemetaan eksistensi” dalam proses pendidikan. Peran ini harus dapat dimainkan oleh perguruan tinggi dalam setiap aksinya, dan harus mengejawantah dalam kurikulum pendidikannya. Pemetaan eksistensi adalah sebuah tesis yang dikemukakan oleh Peggy Klaus (2007) dalam The hard Truth about soft Skill, yang mengatakan bahwa sebagai bentuk model transformasi intelek, pemetaan eksistensi tidak pernah tepat sempurna dilaksanakan. Pemetaan eksistensi itu, yang intinya adalah mengevaluasi diri sendiri itu, tidak harus sebatas wacana dan miskin aplikasi, sehingga dalil mengukur diri sendiri jauh lebih baik dan penting daripada mengetahui jenis dan pekerjaan di mana lulusan kita mau bekerja. Di terminal itulah ijazah bodong tidak hanya bermakna bahwa PT-nya abal-abal namun yang legal pun bisa bodong, bila pemilik ijazah itu tak memahami kompetensi yang tertuang dalam transkrip nilai. Kondisi ini masuk kategori pembangunan mental masyarakat yang serbaragu. Dalam bingkai itu, rasional erotetik itu adalah model yang digunakan untuk mengkritisi kebijakan pihak otoritas (pemangku kebijakan), selain itu para legislator yang ikut mengesahkan suatu usulan kebijakan. Masyarakat meminta klarifikasi, sehingga publik mengetahui silang sengkarut terhadap topik tertentu, dapat terjelaskan. Dalam kasus PT abalabal yang berujung pada jamaknya sangkaan PT sebagai pabrik ijazah bodong (aspal) segera dituntaskan. Peran inisisasi rasional erotik dalam diperankan berbagai media dan berbagai elemen masyarakat
pada pemerintahan saat ini, seyogianya diapresiasi sehingga masyarakat tidak dibodohi dan ditipu. Masyarakat sudah terbiasa oleh pemangku kebijakan untuk mengalihkan isu tertentu, dalam kasus-kasus tertentu, semisal keberadaan ijazah abal-abal itu lenyap tak berbekas, dan mungkin bisa jadi pada kasus penyebaran hoax saat ini bisa jadi akan berakhir dengan pendiaman, sehingga konsep hangat-hangat tahi ayam akan menjadi predikat yang sulit ditampik. Mengapa demikian? Metode rasionalitas erotik yang jarang diterapkan, dan hanya ada di tataran teori. Sebab, para pemangku kebijakan diisi oleh kelompok intelektual yang dibangun dalam dimensi kebutuhan pribadi, yang mementingkan jabatan-jabatan intelektual dan fungsional, sehingga mendorong ke arah kreativitas intelektual pragmatis. Namun, dalam merevolusi mental saat ini, nampak pendidikan baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi dibenahi. Dan, pembenahan perguruan tinggi menjadi hal yang sangat krusial dan urgen. Ada beberapa langkah untuk itu, yaitu (1) pertama verifikasi tenaga pengajar dari perguruan tinggi abal-abal, kualifikasi akademik. Kedua, verifikasi mahasiswa jumlah mahasiswa dengan melihat data dan, (3) menutup perkuliahan nonregular, (4) perkuliahan yang benar sesuai dengan aturan yang berlaku, (5) mendukung upaya masyarakat yang merasa dirugikan untuk memidanakan. Sebab, pihak Dikti terbatas mengawasi dan memberikan sanksi tegas dengan mencabut izin, dan menon-aktifkan izin operasionalnya. Ini beberapa model yang terus dilakukan rasional erotetik. Penulis, dosen Pascasarjana Undiksha, alumnus doktor ITB
Memanusiakan Manusia di Tengah Revolusi Industri 4.0 POJOK
Salah satu pahlawan nasional yang juga sering disebut Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, pernah berujar bahwa pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Ungkapan sarat makna tersebut terbersit waktu itu ketika bangsa Indonesia sedang berjuang memerdekakan diri dari penjajah Belanda. Konsepsi dari beliau yang sederhana namun adaptif masih menjadi rujukan insan pendidik karena dianggap relevan sampai saat ini. Memasuki tahun 2010-an hingga sekarang, Indonesia dan dunia dihadapkan pada globalisasi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami peningkatan pesat. Seolah tidak ada batas antarnegara, yang membuat segala sesuatu dapat diakses dengan cepat dan mudah. Manusia bagaikan mendewakan teknologi dan pirantipirantinya yang mahaguna. Apalagi dengan hadirnya teknologi digital seperti ponsel pintar (smartphone), laptop, dan koneksi internet yang melesat, membuat para orang tua maupun anak-anak terhanyut dalam autisme petualangan dunia maya dan cenderung menjadi introver. Banyak hal yang positif dari revolusi industri 4.0 ini. Tapi apa daya kita tidak bisa menghindari serbuan dampak negatifnya. Celakanya, serbuan itu tidak hanya menyasar para orang tua namun juga generasi-generasi muda bangsa, yang hendak dipersiapkan menuju bonus demografi 2030 maupun Indonesia emas 2045. Harus diakui, realitas-
Oleh I P.G. Sutharyana Tubuh Wibawa, S.Pd. nya sebagian besar orang tua belum siap menghadapinya, utamanya dalam membentuk karakter anak sehingga menemukan jati dirinya. Misalnya saja, sebagian orang tua belum sepenuhnya mengontrol ponsel/gadget/perangkat TI yang digunakan anak-anaknya. Banyak orang tua belum tahu apa yang diakses anak-anak. Ada juga yang kurang peduli terhadap pergaulan anak-anaknya. Ketidaksiapan dirasa cukup wajar karena memang tidak ada sekolah khusus untuk orang tua. Anak-anak yang diwajibkan sekolah, namun tidak ada sekolah khusus yang mempelajari bagaimana mengasuh anak. Melalui berbagai akses informasi digital, orang tua seyogianya aktif mengaktualisasi diri dengan informasi up to date, sehingga memperbarui pola pikir kekinian. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun saat ini sedang gencarnya melakukan sosialisasi pelibatan orang tua dalam pendidikan anak. Melalui slogan “anak hebat, orang tua terlibat”, diharap para orang tua aktif berpartisipasi dalam mengarahkan anak-anaknya sehingga menjadi seorang anak bangsa yang andal dan berkarakter. Bagaimana dengan guru dan pendidikan formal? Sinergi antara guru (sekolah) dalam pendidikan formal maupun keluarga merupakan cita-cita bersama dalam
membentuk manusia Indonesia. Keluarga dan sekolah perlu memiliki rasa saling ketergantungan, sehingga pendidikan tidak hanya berjalan di satu sisi formal, namun juga merambah dengan benar pada sisi informalnya. Misalnya, pada saat penerimaan siswa baru, yang menjadi pertimbangan diterima tidaknya siswa tidak hanya kemampuan siswa, namun perlu dilakukan wawancara khusus terhadap orang tua. Dengan kata lain, melalui wawancara dengan orang tua, sekolah bisa menggali seberapa besar komitmen orang tua dalam berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Tidak jarang ditemukan, para orang tua hanya menyerahkan sepenuhnya pembentukan karakter dan pengetahuan anak mereka kepada sekolah dan abai pada hal-hal yang bersifat tindak lanjut, seperti penanaman disiplin, etika dan moral, serta pembiasaan positif di rumah. Hal seperti ini telah diterapkan di beberapa sekolah swasta, mereka mendapat input siswa dengan orang tua yang berkomitmen tinggi. Tentu saja ini bisa diterapkan di sekolah negeri melalui penyesuaian regulasi. Tak bisa dimungkiri, di pundak gurulah beban utama untuk menghadapi revolusi 4.0 diletakkan. Hanya, berdasarkan data hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Kemendikbud belum seluruh guru memiliki kompetensi yang memadai pada
keempat aspek (pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian), termasuk di dalamnya keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran. Padahal, penguasaan teknologi informasi ibarat pelampung agar tidak tenggelam dalam derasnya arus revolusi industri 4.0. Di tengah kendala tersebut, terjadi permasalahan multikultur dan sosial baru, seperti memudarnya toleransi beragama yang mengancam disintegrasi bangsa dan merosotnya nilai-nilai moral karena penggunaan aplikasi media sosial yang keliru. Menjadi orang tua dan insan pendidik pada era revolusi industri 4.0 sangat menantang. Tidak cukup hanya membentuk intelektual, namun juga membentuk karakternya, serta melalui proses yang sesuai perkembangan zaman. Inilah esensi utama dari memanusiakan manusia. Para insan pendidik, terutama para orang tua, guru, dan masyarakat perlu aktif terlibat dan harus sepenuhnya menyadari bahwa revolusi industri 4.0 telah tiba dengan angin surganya. Tugas kita bersama untuk berkolaborasi sebagai guru. Sebagaimana kearifan lokal masyarakat Bali di mana terdapat Catur Guru (empat guru utama) yaitu guru rupaka (orang tua), guru pengajian (guru di sekolah), dan guru wisesa (pemerintah), serta atas restu guru swadhyaya (Tuhan), Indonesia saat ini sedang dalam perjalanan menuju bangsa yang maju dan besar.
Pada penutupan Rapimnas Kadin, Jokowi nyatakan dukung UMKM. - Dari UKM bisa jadi presiden dan pengusaha besar. *** Di era milenial ini, banyak guru yang belum mau berubah. - Guru masih produk ‘’jadul’’. *** Setelah terpuruk, perajin perak di Gianyar dibekali ilmu manajemen. - Strategi perang era global.
Penulis, guru SDN 3 Mengwi ASN di Pemkab Badung
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Kamis Pon, 29 November 2018
’’Karya Agung’’ di Pura Puseh dan Desa Singin
Bali Post/bit
KARYA - Karya Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Pura Puseh lan Desa di Desa Pakraman Singin, Rabu (28/11) kemarin, dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Ketua DPRD I Ketut Suryadi.
Pembangunan ’’Shortcut’’ 3 dan 4
Balai Jalan Nasional Ajukan Permohonan Hibah Lahan Pemkab
Tabanan (Bali Post) -
Lahan yang merupakan aset Pemkab Tabanan di kawasan DTW Bedugul akan digunakan untuk pembangunan jalan shortcut 3 dan 4 Singaraja-Mengwitani. Terkait hal itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional telah bersurat ke Bupati Tabanan untuk permohonan hibah aset untuk pembangunan shortcut tersebut. Kabid Bina Marga Dinas PUPRKP Tabanan I Gusti Gde Nyoman Sudana seizin Kepala Dinas PUPRKP Tabanan, Rabu (28/11) kemarin mengungkapkan, dalam surat permohonan tersebut disampaikan luas lahan yang dimohonkan untuk pembangunan jalan baru Bts. Kota Singaraja - Mengwitani km 47+800 (SC4) yang semula 2.650 meter persegi atau 26,50 are berubah menjadi 580 meter persegi atau 5,8 are. Permohonan ini masih diproses Bagian Aset Setda Tabanan. Menurutnya, dalam pem-
bangunan shortcut 3 dan 4, ada beberapa wilayah Tabanan akan terkena pembebasan lahan. Wilayah dimaksud antara lain Banjar Taman Tanda Desa Batunya dengan Banjar Candikuning II Desa Candikuning II, Baturiti. Proyek rencananya dimulai dari kawasan Rumah Makan Saras di Desa Batunya lanjut menuju patung polisi di Bedugul, ke kanan menuju tanah pemkab menuju dermaga jukung di areal Bedugul, lanjut menelusuri tepi danau melewati hutan lindung sampai ujung akhir di Ashram Desa Candikuning.
‘’Informasi terakhir yang saya terima, masih dalam proses pembebasan lahan dan sudah ada pendekatan serta sosialisasi pada masyarakat yang tanahnya dilalui pembangunan shortcut,’’ ucapnya. Di lokasi yang akan dilalui pembangunan shortcut tersebut telah dipasangi patok sementara oleh Dinas PUPR Provinsi Bali dan Satker Balai Jalan Wilayah VIII. ‘’Kalau sudah final baru akan disertifikatkan dan dipatok secara resmi,’’ terangnya. Disinggung luas pembebasan lahan untuk pemban-
gunan shortcut di Kabupaten Tabanan, Sudana menerangkan, sejauh ini belum ada angka pasti dan masih sebatas estimasi. Estimasi pembebasan lahan sebelumnya yakni lahan kebun milik warga seluas 17.212 meter persegi, hutan taman wisata alam seluas 18.980 meter persegi dan tanah milik pemprov seluas 5.695 meter persegi. Ditambahkannya, pembangunan shortcut diharapkan bisa menekan kecelakaan lalu lintas, mengurai kemacetan di daerah patung jagung, Desa Candikuning yang terjadi setiap Sabtu, Minggu dan saat musim liburan sekolah tiba. ‘’Selain juga mengurangi tikungan yang curam dan tanjakan yang ada di jalur SingarajaDenpasar,’’ ujarnya. (kmb28)
Minim, SDM Bidang Perikanan Kantongi Sertifikat Kompetensi Tabanan (Bali Post) Guna bersaing dalam MEA, Kementerian Perikanan dan Kelautan mendorong SDM bidang perikanan untuk memiliki sertifikat kompetensi. Dari 10 juta tenaga operator dalam hal ini SDM bidang budi daya, penangkapan dan pengolahan, baru 86 ribu yang memiliki sertifikat kompetensi. Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP KP) Herry Maryoto, Senin (26/11) lalu di Tabanan mengatakan, LSP KP memiliki kewenangan untuk menguji tenaga di bidang perikanan dan kelautan dari sisi kompetensi. Standar kompetensi kerja disusun oleh
industri. Standar ini menjadi kurikulum bagi balai latihan dan menjadi materi uji bagi pihaknya sebagai otoritas lembaga sertifikasi. Saat ini, balai latihan yang menjadi tempat mendapatkan sertifikat kompetensi khususnya di bidang perikanan dan kelautan di seluruh Indonesia ada di 73 titik termasuk Tabanan yaitu Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Karya Lestari. Dia berharap P2MKP Karya Lestari mampu menambah jumlah tenaga kerja bidang perikanan dan kelautan yang memiliki sertifikat kompetensi, tidak hanya di Tabanan tetapi Bali pada umumnya.
Ia melanjutkan, di bidang perikanan dan kelautan ada beberapa level tenaga kerja yaitu operator (bidang penangkapan, pengolahan dan budi daya), teknisi dan tenaga ahli. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan I Made Subagia mengatakan, sedikitnya jumlah SDM bidang perikanan dan kelautan yang memiliki sertifikat kompetensi diakibatkan kegiatan ini baru dimulai tahun ini. Menurutnya, Tabanan memiliki tenaga operator kurang lebih 10 ribu orang. Rinciannya, nelayan 1.074 orang, pembudi daya 8 ribuan orang, dan pengolahan 800-an orang.
Peran serta Pemkab Tabanan untuk mendorong tenaga kerja perikanan dan kelautan mendapatkan sertifikat kompetensi adalah adanya alokasi anggaran untuk sertifikasi asesor. ‘’Dana dari APBD Perubahan untuk sertifikasi 20 tenaga asesor,’’ ujarnya. Dengan tersertifikasinya tenaga asesor ini, berarti Tabanan memiliki 20 tenaga yang berkompeten untuk melakukan uji kompetensi di seluruh level bidang perikanan dan kelautan. Sementara untuk sertifikasi tenaga operator, lanjut Subagia, tahun ini Tabanan mendapakan jatah dari pemerintah pusat 60 orang. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Krama Desa Pakraman Singin, Kecamatan Selemadeg, Rabu (28/11) kemarin menggelar upacara dewa yadnya Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Pura Puseh lan Desa. Rangkaian karya agung tersebut dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. Prawartaka Karya I Nengah Ardinata menyampaikan, Pura Puseh lan Desa Desa Pakraman Singin diempon oleh 120 KK. Untuk penyelenggaraan karya, warga dikenai urunan Rp 5 juta per KK. Hasilnya, terkumpul uang tunai sebesar Rp 445 juta. Namun, pemugaran dan upacara menghabiskan dana Rp 780 juta. Artinya, masih ada kekurangan dana Rp 335 juta yang diharapkan bisa dibantu oleh Bupati Tabanan maupun para pejabat lainnya. Bupati Eka dalam kesempatan tersebut mengapresiasi rasa persaudaraan dan persatuan masyarakat
Selemadeg, khususnya di Banjar Singin. ‘’Tentunya ini sesuatu yang luar biasa. Daerah Selemadeg tidak diragukan lagi persatuannya. Inilah yang membuat saya semangat datang ke Selemadeg,’’ tegasnya. Tak lupa pula Bupati Eka mengharapkan agar persatuan itu tetap dijaga sampai kapan pun untuk memperlancar pembangunan di masyarakat. Dia juga menekankan, agar masyarakat bersinergi dengan pemerintah, karena pembangunan di masyarakat tidak lepas dari peran serta pemerintah. ‘’Membuat itu mudah, tapi merawat sukar. Saya harap masyarakat tetap bersatu dan mementingkan komunikasi dalam melakukan apa pun yang berhubungan dengan masyarakat,’’ jelasnya. Selain melakukan persembahyangan bersama dengan seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, Bupati Eka menyempatkan diri bercengkrama dengan masyarakat setempat. (kmb28)
Ranperda APBD 2019 Disepakati Jadi Perda
Bupati Juga Sampaikan Empat Ranperda Baru Tabanan (Bali Post) Setelah pembahasan yang cukup lama, akhirnya Ranperda APBD Tahun Anggaran 2019 disepakati menjadi perda. Kesepakatan antara DPRD Tabanan dan pemkab tersebut ditandai penandatanganan persetujuan atas Ranperda APBD 2019 menjadi Perda APBD 2019 dalam rapat paripurna, Rabu (28/11) kemarin. Selain itu juga ditetapkan Perda Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Tabanan pada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara Provinsi Bali. Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya mengatakan, dalam garis besarnya penerimaan daerah khususnya untuk pendapatan asli daerah (PAD) Rp 390,046 miliar lebih dari jumlah pendapatan daerah Rp 1,949 triliun lebih. Sedangkan besaran belanja daerah adalah Rp 2,013 triliun lebih. ‘’Ini berarti pada RAPBD Tahun Anggaran 2019 terdapat defisit Rp 64,520 miliar. Besarnya defisit tersebut rencananya ditutup dari estimasi Silpa tahun anggaran 2018,’’ katanya. Dikatakannya, selama ini masih terdapat kesenjangan kemampuan fiskal daerah
dalam memenuhi kebutuhan untuk membiayai pelaksanaan program pembangunan. Namun, pihaknya akan tetap berupaya dengan sumber daya yang ada untuk mewujudkan pembangunan yang adil, merata, dan berkesinambungan dalam dimensi kewilayahan maupun lintas sektoral. ‘’Kami sangat berkepentingan untuk tetap mempertahankan kekompakan, semangat kerja sama, dan suasana saling pengertian demi suksesnya pelaksanaan program tahun 2019,’’ tegasnya. Sanjaya melanjutkan, untuk penambahan penyertaan modal PT Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara, ini merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan efektivitas pemanfaatan sumber dana dalam rangka pemberdayaan perekonomian masyarakat. Sebelumnya, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tabanan dalam pernyataannya yang dibacakan Sekretaris Banggar I Made Sugiarta menyampaikan, berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan, DPRD melalui komisi-komisi dan fraksi, pada prinsipnya sepakat untuk menetapkan kedua ranperda tersebut karena telah memenuhi pertimbangan dan mekanisme sesuai peraturan
perundang-undangan. Pada kesempatan yang sama, Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti juga menyampaikan empat buah ranperda baru. Hal tersebut menindaklanjuti keputusan DPRD Tabanan Nomor 30 Tahun 2017 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Tahun 2018. Empat ranperda yang diajukan yaitu Ranperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Ranperda tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase, Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Perbekel dan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 28 Tahun 2011 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Dijelaskan, dasar pertimbangan pengajuan empat ranperda tersebut, sebagai tindak lanjut dari perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dalam rangka penyesuaian dengan kondisi riil di lapangan. ‘’Kami berharap agar rancangan peraturan daerah yang kami ajukan melalui sidang paripurna dapat dibahas lebih lanjut melalui prosedur dan mekanisme yang ada di DPRD,’’ ujarnya. (kmb28)
RAPBD - Penandatanganan persetujuan atas RAPBD 2019.
Bali Post/bit
Kerajinan Keramik Pejaten Sepi Orderan
Bali Post/san
KERAMIK - Kerajinan keramik karya perajin Pejaten yang mengikuti pameran di Gedung Ketut Maria.
DESA Pejaten tidak hanya terkenal dengan kerajinan gentengnya tetapi juga berkat keramiknya. Selain pasar domestik, keramik Pejaten sudah banyak dilirik wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berlibur ke Bali. Sayangnya, tahun ini, permintaan keramik dari wisman menurun. Hal ini menyebabkan penjualan keramik Pejaten hanya fokus pada pasar domestik.
Asiani, perajin keramik dari Banjar Panesan Desa Pejaten, mengatakan biasanya banyak wisatawan yang datang langsung ke tempatnya untuk membeli keramik. Merek keramik Asiani adalah Wisula. Produk keramiknya berupa tempat dupa, tempat lilin sampai tempat air berbagai ukuran. ‘’Kalau wisatawan asing yang datang paling suka membeli tempat lilin aromatherapy dan ceret,’’ ujarnya saat ditemui di pameran Gedung Ketut Maria, Rabu (28/11) kemarin. Selain untuk dipakai sendiri, wisman biasanya memesan atau membeli banyak untuk dijual kembali di negara asalnya. Namun diakuinya, tahun ini tidak ada lagi pesanan
atau wisman yang datang untuk membeli langsung keramiknya sehingga saat ini Asiani hanya memenuhi permintaan domestik. Diakui Asiani, dia berkeinginan mengekspor kerajinan keramik. Namun karena keterbatasan modal, ia menyisihkan keinginan tersebut. ‘’Modalnya besar. Selain itu juga harus siap dengan kualitas yang baik dan tenaga kerja andal. Saya mengerjakan ini hanya dengan suami dan keluarga dekat. Kerajinan rumah tangga,’’ tuturnya. Dalam membuat kerajinan keramik, pihaknya mendapatkan bahan baku tanah liat dari Jawa. Bahan baku di Tabanan sebenarnya masih ada, hanya harganya jauh
lebih mahal dibandingkan tanah liat dari Jawa. Jika di Jawa dijual Rp 2.500 per kg, di Tabanan harga jualnya Rp 3.000 per kg. Setiap tiga bulan, Asiani membeli 50 kampil tanah liat dari Jawa dengan total harga Rp 5 juta. Untuk keramik yang ia buat kebanyakan menyesuaikan selera pasar. Karena saat ini hanya fokus pada pasar domestik, keramik yang ia buat kebanyakan berupa tempat dupa hingga tempat air atau kendi untuk tirta. Namun, ada juga kerajinan seperti tempat lilin, ceret, piring, dan gelas. Harga yang ditawarkan bervariasi dari Rp 10 ribu hingga Rp 200 ribu. Setiap bulannya, Asiani bisa mendapatkan omzet Rp 5 juta. (san)
BULELENG
8
Kamis Pon, 29 November 2018
Lengkapi Keterangan Kasus Kampanye di Pura
Bawaslu Undang Suparmen untuk Klarifikasi Singaraja (Bali Post) –
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng mengintensifkan pemeriksaan dugaan pelanggaran kampanye pemilu di Pura Dalem Desa Pakraman Bebetin, Kecamatan Sawan. Buktinya, Bawaslu kembali menambah keterangan saksi yang diduga terkait pelanggaran kampanye tersebut. Rabu (29/11) kemarin, anggota DPRD Buleleng Fraksi Partai Golkar, Gede Suparmen, diundang untuk memberikan keterangan di hadapan Bawaslu. Dari keterangan itu, Suparmen membantah kalau pihaknya disebut melakukan pelanggaran kampanye dengan mengarahkan warga yang hadir memilih salah satu calon legislatif (caleg) pada pemilu mendatang.
Bali Post/ist
BERIKAN KLARIFIKASI – Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar, Gede Suparmen, memberikan klarifikasi ke Sekretariat Bawaslu Buleleng, Rabu (28/11) kemarin.
Kasus Pencurian Cengkeh Terungkap
Pelaku Masih Keluarga Korban
Singaraja (Bali Post) – Kasus pencurian cengkeh di rumah Wayan Ngenteg (60), warga Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada diungkap Unit Reskrim Polsek Sukasada. Dari penyelidikan, polisi mengamankan terduga pelaku pencurian Wayan Sunarti (55) asal Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Terduga pelaku nekat mencuri cengkeh milik korban Wayan Ngenteg, Rabu (21/11) lalu. Menariknya, korban Ngenteg itu sebetulnya masih keluarga pelaku sendiri. Sebelum kejadian, Selasa (20/11) sekitar pukul 19.00 Wita, korban meninggalkan rumahnya dan menginap di rumah cucunya di Banjar Dinas Padangbulia. Pada Rabu (21/11) sekitar pukul 06.30 Wita, korban kembali ke rumahnya. Sampai di rumahnya, korban mengetahui kalau satu karung bunga cengkeh yang disimpan di dalam rumahnya itu telah hilang. Merasa rumahnya disasar pencuri, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sukasada. Unit Reskrim Polsek Sukasada melakukan penyelidikan. Terduga pelaku mengarah pada Sunarti yang masih ada hubungan keluarga dengan
korban. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (28/11) kemarin mengatakan, saat memeriksa rumah terduga pelaku, pihaknya menemukan cengkeh milik korban. Cengkeh itu disimpan dalam tiga buah karung. Barang bukti itu kemudian disita dan terduga pelaku langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp 3 juta. “Saat penyelidikan keterangan saksi mengarah pada nama terduga pelaku dan kita cek ke rumah ditemukan barang bukti, sehingga yang bersangkutan kita amankan untuk proses lebih lanjut,” katanya. Di hadapan polisi, terduga pelaku mengaku masuk ke rumah korban lewat pintu dapur yang tidak dikunci. Di dalam rumah korban, dia kemudian mengambil cengkeh korban. Rencananya, cengkeh itu akan dijual dan uangnya untuk biaya keperluan hidup seharihari. Akibat perbuatannya ini, ia pun dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (kmb38)
Gede Suparmen yang juga caleg Partai Golkar Dapil Kecamatan Sawan ini datang ke Sekretariat Bawaslu pukul 08.30 wita. Dia juga merupakan saudara kandung Ketut Suparjo (pihak terlapor) diundang sebagai saksi tambahan. Suparmen diminta keterangannya setelah beberapa saksi diklarifikasi sebelumnya. Suparmen disebut sebagai
Bank BRI dan TPAKD Provinsi Bali Resmikan Desa Wisata Binaan Munduk KERJA keras pemerintah desa bersama tokoh masyarakat merintis pengembangan desa wisata mulai dilirik perbankan di Tanah Air. Untuk membantu pengembangan desa wisata, belakangan ini perbankan nasional mulai mengucurkan dana Bina Lingkungan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di pengujung tahun 2018, bank pemerintah ini bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bali meresmikan Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng sebagai Desa Wisata Binaan. Tidak tangung-tanggung, dana Bina Lingkungan yang disalurkan oleh Bank BRI untuk pengembangan Desa Munduk ini sebesar Rp 300 juta. Penetapan Desa Munduk sebagai Desa Wisata binaan BRI bersama TPAKD Provinsi Bali ini dilakukan Rabu (28/11) kemarin di Hotel Puri Lumbung, Desa Munduk. Acara ini dihadiri Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Dedi Sunardi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah, anggota Komisi XI DPR-RI Tutik Kusuma Wardani, Ketua Kadin Buleleng, perwakilan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali dan Buleleng, serta aparat Desa Munduk.
Dedi Sunardi mengatakan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menginstruksikan perbankkan membantu percepatan pengembangan industri pariwisata berbasis desa, pihaknya bersama OJK mulai menggarap pengembangan potensi desa wisata di Bali. Sesuai hasil kajian tim TPAKD Provinsi Bali, direkomendasikan pengembangan desa wisata di Desa Munduk itu layak mendapatkan kucuran dana Bina Lingkungan atau CSR BRI. Dari kajian itu menunjukkan bahwa Desa Munduk yang sekarang berkembang pesat sebagai ‘’kampung turis’’ itu layak dibantu, sehingga pengembangan potensi wisata di desa berhawa sejuk dan kaya pemandangan alam dan budaya itu ke depan lebih berkembang lagi. Untuk itu, BRI mengucurkan bantuan senilai Rp 300 juta. ‘’BRI atas rekomendasi OJK dan TPAKD Provinsi Bali menggarap potensi desa wisata di Bali dan dipilihlah Desa Munduk untuk mendapat bantuan BRI. Keputusan mengapa di sini (Desa Munduk) karena memang geliat wisata sangat pesat. Karena itu, kita ingin Desa Munduk lebih berkembang lagi dengan bantuan dana Bina Lingkungan atau CSR BRI,’’ imbuhnya. Bantuan tersebut, lanjut Dedi Sunardi, sesuai usulan proposal yang sudah dikaji tim
Buktikan Diri Bersih dari Indikasi Narkoba Aparat penegak hukum di Buleleng kembali harus menjalani tes urine dari jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng, Rabu (28/11) kemarin. Tercatat 15 orang yang terdiri dari hakim, panitra, dan PNS di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja mengikuti tes urine itu, Rabu kemarin. Upaya itu sebagai tindak lanjut program pencegahan dan deteksi dini terhadap bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika khususnya di instansi vertikal daerah. Lalu apakah tujuan tes urine itu dan bukti diri apa yang bisa dilakukan pejabat, pegawai untuk masyarakatnya?
Bali Post/ist
bukan sebagai caleg. Dirinya tidak menyangka kalau reses yang dilakukannya untuk menyerap aspirasi masyarakat itu justru dipermasalahkan sampai harus diperiksa Bawaslu. “Sepertinya, ini ada kesalahpahaman. Dari rekaman video di medsos itu, tidak ada kampanye mengajak memilih dan hal lain terkait proses
Dukung Pengembangan Desa Wisata
Belasan Hakim PN Singaraja Dites Urine
HAKIM DITES URINE - Belasan hakim, panitra, dan PNS di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja mengikuti tes urine, Rabu (28/11) kemarin.
penyelenggara kegiatan reses anggota DPRD Buleleng. Suparmen memberi klarifikasi sekitar 35 menit. Di hadapan Komisioner Bawaslu dan Gakkumdu, Suparmen menerangkan, dalam reses itu, dia mengundang Ketut Suparjo dalam kapasitasnya sebagai Penyarikan Dadia Pasek Gelgel Desa Bebetin. Saudaranya itu diundang
pemilu,” katanya. Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana mengatakan, setelah mendengarkan klarifikasi saksi tambahan Gede Suparmen, pihaknya dan Sentra Gakkumdu mengkaji dugaan pengaduan dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Dari hasil kajian itu, Bawaslu baru akan membuat kesimpulan. Hanya, sebelum kesimpulan ini dibuat, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Sentra Gakkumdu. “Untuk sementara kita kaji hasil semua saksi dan terlapor kita buatkan kesimpulan. Tergantung nanti hasil kajian kita. Jika perlu keterangan tambahan masih ada waktu kita mengklarifikasi kembali,” jelasnya. (kmb38)
TES urine kemarin dipimpin Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng AKBP Gede Astawa. Tes urine itu dilakukan dengan menggunakan sistem acak. Artinya, tes urine di suatu instansi vertikal BNNK mengambil be-
berapa sempel urine saja. Dari pengambilan sempel urine itu, BNNK langsung melakukan uji lapangan. Hasilnya akan disampaikan secara resmi melalui surat kepada pimpinan di PN Singaraja. Sebelum mengambilan sam-
TPAKD Provinsi Bali itu akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur berupa betonisasi jalan menuju air terjun Munduk dan pembangunan Gapura Desa Munduk dengan tujuan mempercantik lingkungan, sehingga memberikan kenyamanan dan pengalaman indah ketika akan berlibur di Desa Munduk. Terkait pengawasan, Dedi Sunardi menyebutkan, karena Bina Lingkungan dan CSR merupakan hibah sosial, maka BRI menyerahkan pengawasan itu dilakukan langsung oleh masyarakat bersama aparat desa itu sendiri. Meski demikian, dirinya berpesan agar infrastuktur yang sudah dibangun itu bisa dijaga dengan baik, sehingga memberikan manfaat dalam jangka waktu lama. ‘’Tidak menutup kemungkinan desa wisata lain akan kita bantu dan OJK bersama TPAKD Provinsi Bali terus bekerja memverifikasi proposal yang masuk. Kalau yang sudah menerima ini, kita harapkan pengawasan oleh masyarakat bersama aparat. Kami yakin ini akan dijaga dengan baik untuk kelangsungan pengembangan desa wisata itu sendiri,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan, setelah Desa Munduk hal serupa akan terus didorong agar desa wisata
RESMIKAN DESA WISATA BINAAN - BRI bersama TPAKD Provinsi Bali meresmikan Desa Munduk sebagai Desa Wisata Binaan, Rabu (28/11) kemarin. lain di Bali mendapat bantuan CSR. Sejauh ini OJK sudah menerima proposal permohonan dana CSR untuk pengembangan desa wisata. Untuk merealisasikan itu, bukan hanya BRI, namun pihaknya akan mengarahkan perbankan lain baik pemerintah maupun swasta untuk merealisasikan penyisihan keuntungannya guna percepatan pengembangan industri pariwisata desa. ‘’Kami akan terus mendorong proposal yang sudah masuk. Kami yakin kalau semakin banyak perbankan menyalurkan CSR-nya untuk desa wisata,
maka target optimalisasi desa wisata yang dicanangkan pemerintah akan tercapai,’’ jelasnya. Hal senada diungkapkan anggota Komisi XI DPR-RI Tutik Kusuma Wardani. Politisi asal Buleleng ini menyambut positif perhatian BRI yang telah menyisihkan keuntungannya untuk membantu pengembangan desa wisata. Untuk itu, ke depan, desa-desa lain di Bali akan terus diperjuangkan, sehingga secara bertahap bisa mendapatkan kucuran dana CSR dalam pengembangan industri wisata berbasis masyarakat desa. (ad1109)
pel urine itu dilakukan kepada para hakim, panitra dan PNS, BNNK mensosialisasikan terkait bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Pada intinya, sosialisasi menyebarkan pengaruh buruk peredaran dan penyalahgunaan narkotika itu menyasar semua lini. Tidak terkecuali aparat penegak hukum itu sendiri. Untuk itu, partisipasi dan komitmen bersama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika harus dilakukan. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, tes urine yang menyasar hakim, panitra, dan PNS PN Singaraja itu sebagai tindak lanjut deteksi dini adanya kemungkinan aparat penegak hukum di daerah terindikasi menyalahgunakan narkotika. Deteksi ini tujuannya untuk menunjukkan kepada publik bahwa aparat penegak hukum
itu bersih dari indikasi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, aparat penegak hukum itu adalah figur di masyarakat. Dengan bersih dari narkoba diharapkan berimbas pada komponen masyarakat luas, agar tidak mencoba-coba menggunakan narkotika. Sebab, narkoba itu berbahaya, bukan saja merusak diri, keluarga juga memutus masa depan hingga bisa terjadi loss generation (kehilangan generasi). ‘’BNNK selain melakukan sosialisasi, juga melaksanakan pencegahan dengan melancarkan tes urine. Tes urine itu menyasar semua lini, apakah itu pejabat, hakim, atau masyarakat biasa. Dengan tes urine ini kami ingin aparat penegak hukum menjadi contoh di masyarakat. Mereka harus benar-benar menunjukkan dirinya memang bersih dari pengaruh narkotika,’’ katanya. Sementara itu, Ketua PN
Singaraja Sudar, S.H., M.H. menyambut positif tes urine yang dilancarkan jajaran BNNK. Dia mengatakan, tes urine ini untuk mengetahui adanya kemungkinan aparat penegak hukum tersangkut pengaruh narkotika. Untuk itu, tes urine itu tidak saja dilakukan sekali, tetapi pihaknya memprogramkan tes urine maupun sosialisasi bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika itu dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. ‘’Ya, sebagai aparat penegak hukum, saya menyambut baik dan mendukung penuh pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika itu. Tidak sekali ini saja, nanti kita programkan lakukan hal serupa secara rutin. Dengan cara ini, kami memberikan bukti diri kepada publik, bahwa lembaga ini bersih dari indikasi penyalahgunaan narkotika,’’ katanya. (mud)
Kamis Pon, 29 November 2018
GIANYAR
9
Tingkatkan Ekspor Kerajinan Perak
Perajin Desa Celuk Dibekali Ilmu Manajemen Produksi
Bali Post/kmb35
PELATIHAN - Para perajin perak dari Desa Celuk mengikuti pelatihan Rabu (28/11) kemarin.
Aniaya Pengunjung, Sekuriti Kafe Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) Seorang warga asal Desa Lebih, Ketut Suputra, menjadi korban penganiayaan di sebuah kafe remang-remang di wilayah Kecamatan Blahbatuh, Sabtu (24/11) malam. Pelakunya merupakan sekuriti di kafe tersebut, Komang Sustrawan alias Bontat, sempat kabur seusai melakukan penganiayaan. Namun, pria asal Kelurahan Abianbase ini akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Blahbatuh, Selasa (27/11). Dikonfirmasi Rabu (28/11) kemarin, Kapolsek Blahbatuh Kompol Dwikora membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan usai memukul korban, polisi sempat memburu Bontat. Setelah beberapa hari bersembunyi, akhirnya Bontat menyerahkan diri. “Yang bersangkutan sudah menyerahkan diri ke Polsek pada Selasa sore sekitar pukul 14.00 Wita,” ujarnya. Saat diinterogasi polisi, kata Dwikora, pelaku langsung mengakui perbuatannya. Berdasarkan pengakuan itu Bontat langsung ditahan di Mapolres Gianyar. Hingga
Rabu kemarin, polisi masih memproses kasus penganiayaan tersebut. “Kejadian itu karena salah paham,” katanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian ini berawal saat korban berkunjung ke kafe remang-remang tersebut. Usai minum, korban Suputra terlibat cekcok dengan sekuriti kafe, Bontat. Percekcokan itu berujung pada aksi pemukulan. Pelaku memukul kepala korban menggunakan botol dan korban langsung terkapar. Melihat korban tak berdaya, pelaku memilih kabur. Atas kejadian itu, korban mengalami luka serius dan harus dioperasi pada bagian kepalanya. Orangtua korban langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi. Sebelumnya, Bontat juga pernah diamankan oleh jajaran Unit Buser Polres Gianyar karena kasus penganiayaan. Saat itu, pelaku menikam seorang pemuda I Kadek Yadnya Wira Putra (26) saat melintas di Jalan Menahan, Desa Menahan, Kecamatan Blahbatuh, Senin (22/1) lalu. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) – Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam membangkitkan kembali kejayaan kerajinan perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. Salah satunya, pemberian pelatihan terhadap para perajin di desa setempat, Rabu (28/11) kemarin. Dalam pelatihan itu, perajin dibekali ilmu manajemen produksi sebagai upaya peningkatan ekspor produk perhiasan perak. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini bertempat di Vila Santhi Mandala, Sukawati, Gianyar. Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan. Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, pelatihan ini sebagai upaya membangkitkan kembali kejayaan kerajinan perak si Desa Celuk, setelah sebelumnya sempat terpuruk. ‘’Saya kira pemerintah serta stakeholder terkait lainnya sudah berupaya maksimal
untuk membangkitkan kejayaan perak Desa Celuk. Sekarang tergantung perajin untuk menerapkan di lapangan,’’ ujar Suamba seusai membuka pelatihan. Menurut Suamba, digenjotnya ekspor perak ini karena perhiasan perak sebelumnya menjadi penyumbang devisa terbesar untuk ekspor nonmigas di Provinsi Bali. Namun, perdagangan ekspor perak belum menunjukkan tren positif selama lima tahun terakhir. Justru, katanya, pihaknya banyak menemukan perhiasan perak motif Celuk ditiru dan dikembangkan di beberapa negara. ‘’Ini berarti motif perak Celuk sudah mempunyai nama dan desainnya tidak ada duanya. Kenapa tidak kita di Bali saja yang ekspor?’’ tegasnya. Menurut Suamba, secara umum nilai ekspor perhiasan perak Indonesia pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 42,8 juta, turun drastis sebesar 90,97 persen dibandingkan tahun 2015 dengan nilai ekspor sebesar USD 474,6 juta. ‘’Upaya yang telah kami lakukan bersama unitunit terkait di Kementerian Perdagangan, salah satunya melalui kegiatan pilot
project perhiasan perak di Desa Celuk untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan perdagangan ekspor perak,’’ jelasnya. Terkait hasil pelatihan yang sudah sering dilaksanakan, kata Suamba, pihaknya akan melakukan evaluasi. Selain itu, kegiatan pameran juga sebagai upaya promosi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. ‘’Pameran sudah sering diikuti, guna memperkenalkan karya-karya baru kerajinan perak Desa Celuk,’’ katanya. Sementara itu, perwakilan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Wijaya mengatakan, perhiasan Desa Celuk berpeluang untuk bangkit dan menemukan masa kejayaannya lagi. Alasannya karena perak Celuk memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dalam motif ukiran dan sebagian besar proses produksinya masih dilakukan secara handmade. ‘’Kami optimis dalam beberapa tahun ke depan, ekspor perhiasan perak Celuk meningkat,’’ tegasnya. (kmb35)
Sidang Caleg di Bawaslu
Saksi Sebut Ada Unsur Kampanye di Areal Pura Gianyar (Bali Post) Sidang kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh dua calon anggota legislatif (caleg) incumbent berlanjut di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar, Rabu (28/11) kemarin. Keterangan saksi dalam persidangan kemarin, menyebutkan ada unsur kampanye dalam kegiatan di areal Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Buruan. Sidang yang dibuka Majelis Wayan Hartawan itu menghadirkan tiga orang saksi. Pertama, saksi dari pelapor yakni Ni Ketut Kayun selaku Bendahara PKK Dusun Buruan, komisioner KPU Gianyar I Wayan Mura dan keterangan tertulis dari Prof. Dr. Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. yang juga Rektor IHDN Denpasar ini sebagai saksi ahli. Usai bersumpah dalam persidangan, saksi Ni Ketut Kayun mengatakan, awalnya seluruh PKK mengikuti kegiatan gotong royong di areal pura. Kemudian diminta berkumpul karena ada acara pemberian bantuan sosial ke-
pada warga Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh dengan dihadiri oleh caleg incumbent yang juga terlapor berinisial MR (anggota DPRD Gianyar) dan KD (anggota DPRD Bali). “Saya dengar beliau (KD - red), ayo bantu ibu Made (MR - red) membangun Buruan,” ujar Ni Ketut Kayun. Selain itu, Kayun yang hanya menyimak acara dari pukul 17.00 hingga 18.00 Wita itu, juga melihat kotak kecil di atas meja yang berisi kartu nama caleg. Namun, ia mengaku tidak melihat saat kartu itu dibagikan. “Saya tidak tahu kartu itu dibagikan atau tidak,” katanya. Saksi Kayun juga men-
gatakan, acara itu berlangsung di Wantilan Pura Dalem Buruan yang berada di madya mandala (areal tengah) Pura Dalem Desa Pakraman Buruan. Disebutkan, areal wantilan itu kerap digunakan untuk kegiatan krama, dan sewaktuwaktu juga digunakan untuk tempat sembahyang. “Biasa di sana tempat sembahyang, kalau hujan. Gotong royong persiapan idaman atau lainya juga di wantilan itu,” ujarnya. Selanjutnya, saksi dari KPU I Wayan Mura yang diundang Bawaslu lebih condong memberikan penjelasan mengenai kegiatan kampanye dan tahapan kampanye. Terakhir, saksi ahli Prof. Dr. Gusti Ngurah Su-
diana tidak bisa hadir. Namun, guru besar IHDN Denpasar itu menuliskan keterangannya yang dibacakan oleh Ketua Bawaslu yang juga majelis sidang. Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan mengatakan, keterangan yang ditulis itu juga berdasarkan pertanyaan yang diajukan salah satu komisioner Bawaslu Gianyar. Dalam keterangan tertulis dari Rektor IHDN itu, Wantilan Pura Dalem Buruan disebut areal pura, karena berada di madya mandala. Apabila digunakan untuk kampanye, Prof. Sudiana memperbolehkan dengan batasan tertentu. “Sebatas simakrama, dimungkinkan dan membahas masalah sosial,” ujar Hartawan membacakan keterangan tertulis Prof. Sudiana di hadapan sidang. Selanjutnya, Bawaslu Gianyar menjelaskan kepada Prof. Sudiana terkait kro-
nologi dugaan pelanggaran kampanye yang berisi simulasi pencoblosan. “Beliau bilang itu ada unsur kampanye,” ujarnya. Menanggapi hal itu, kuasa hukum terlapor I Nyoman Punduh menyela bila kehadiran caleg incumbent dalam kegiatan itu disebut kampanye. “Kami menyela kalau disebut kampanye. Adakah Panwaslu di situ? Kalau memang kampanye, seharusnya disetop,” tegasnya Nyoman Punduh. Saling serang argument pun sempat terjadi antara Nyoman Punduh dengan pelapor Nyoman Arjawa. Namun, Majelis Wayan Hartawan akhirnya memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak memberikan tanggapan kesimpulan dari keterangan para saksi, secara tertulis kepada majelis. Selanjutnya, sidang putusan akan berlangsung Jumat (30/11) besok pukul 15.00 Wita. (kmb35)
JEMBRANA
10 Hujan Ekstrem Banjir yang melanda permukiman penduduk dan kantor instansi di Kota Negara, Selasa malam dipicu intensitas hujan yang tinggi (hujan ekstrem). Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana Rahmat Prasetia, Rabu (28/11) kemarin, mengatakan ada beberapa fakta cuaca yang terjadi saat hujan Selasa malam. Pertama, curah hujan yang diukur sejak sore pukul 17.00 Wita hingga pukul 20.00 tercatat 112.3mm, yang mengindikasikan telah terjadi hujan ekstrem di wilayah negara dalam 3 jam. “Total hujan dalam 24 jam tercatat 165.3mm,” katanya. Kedua, selain di Kota Negara, curah hujan ekstrem juga tercatat di wilayah lain, seperti Poh Santen (130mm), Pulukan (78.5mm), dan Rambutsiwi (85 mm) serta Tetelan (85.5 mm). Dengan munculnya hujan lebat ini menyebabkan adanya genangan air di beberapa titik, seperti di Banjar Ketugtug (hingga 100 cm), Kantor KPU Jembrana (30 cm) Gedung tower (kolam full air). Ketiga, kondisi hujan ekstrem ini terjadi karena awan Cumulunimbus yang terbentuk di wilayah Selat Bali bagian selatan dan bergerak ke arah Jembrana bagian selatan. Kondisi perairan Bali yang cukup hangat (29-30°C) menjadi faktor utama suplai uap air di wilayah Bali. Didukung dengan adanya belokan angin tepat di atas wilayah Bali yang meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif/awan hujan. “Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan ke depan, mengingat wilayah Jembrana sudah akan memasuki musim hujan,” pungkas Rahmat. (olo)
Kamis Pon, 29 November 2018
Hujan Deras, Negara Dikepung Bencana Negara, (Bali Post) -
Hujan lebat yang terjadi Selasa (27/11) sore hingga malam membuat Kabupaten Jembrana dikepung bencana. Tercatat ada 20 titik lokasi yang dilanda banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Dari data di BPBD Jembrana, Rabu (28/11) kemarin terjadi banjir di 15 lokasi, di antaranya di Banyubiru barat Pura Majapahit, sebelah selatan jalan menuju SMA Ngurah Rai Negara, di daerah Kampung Tinggi Kelurahan Pendem, Jl. Ngurah Rai Negara, Jl. WR Supratman/Terminal Cargo, jembatan SMK TP 45, kantor KPU dan PDAM Jembrana. Banjir juga terjadi di SPBU Kepuh, Jl. Yudistira depan pasar pagi Banjar Tengah di wilayah Menega Dauh Waru, wilayah Budeng, Loloan Barat, Jalan Tegal Badeng, wilayah Ketugtug, Loloan Timur Negara, serta Pengambengan. Untuk pohon tumbang terjadi di jalan Mendoyo Dauh Tukad. Sementara tembok ambruk terjadi di Lingkungan Kebon BB Agung Negara, tanah longsor di Kaliakah dan di Pendem. Selain itu garase mobil di rumah klian adat Pendem juga ambruk. Sementara tanah longsor terjadi di rumah Ketut Suciati warga Lingkungan/Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Senderan bangunan gudang walet yang berada di atas rumah Suciati setinggi 10 meter mengalami longsor dan menimpa bagian belakang rumahnya. Ketut Suciati mengaku saat itu
hujan sangat lebat dan mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari belakang rumahnya. Secara spontan dia membangunkan anaknya dan bersamasama melihat ke arah belakang rumahnya yang ternyata sudah ditutupi pepohonan yang tergerus longsor. Dengan dibantu warga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) korban, Rabu (28/11) pagi membersihkan ranting pohon yang ikut tergerus longsor dan tersangkut di belakang rumahnya. Sulitnya medan dan banyaknya material longsoran menyulitkan warga dan petugas BPBD melakukan pembersihan material longsoran. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Korban juga belum menghitung berapa kerugian yang diakibatkan bencana alam tersebut. Sementara itu kantor KPU Jembrana halamannya direndam air hingga mirip kolam. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Ketua KPU Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, saat hujan deras ia sengaja datang ke tempatnya bekerja meskipun berjarak sekitar 20 kilometer dari tempat tinggalnya di Desa Yehembang di Kecamatan Mendoyo. Tujuannya untuk mengecek kondisi
Selain berdampak banjir, hujan lebat yang mengguyur Jembrana, Selasa (27/11) juga mengakibatkan tanah longsor di sejumlah lokasi. Dari informasi yang dihimpun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, sedikitnya ada empat titik longsor. Yakni di Kelurahan Pendem, Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Kaliakah dan Desa Batuagung. Yang terparah terjadi di Lingkungan Pendem, sebuah bangunan milik Komang Asta Wirama roboh akibat longsor. Selain bangunan yang mengalami kerusakan, reruntuhan bangunan juga merusak dua sepeda motor dan satu unit mobil pick-up. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Dari informasi, robohnya ban-
gunan itu terjadi saat hujan deras pada Selasa malam. Longsor juga terjadi di tanah milik I Wayan Sunardi, Lingkungan Pendem. Akibat longsor itu kerugian mencapai Rp 10 juta. Selain longsor di Pendem, longsor juga terjadi di Desa Kaliakah. Sebuah tembok penyengker milik I Wayan Kamar roboh setelah tanah miliknya tergerus. Demikian pula senderan merajan warga di Banjar Petanahan, Desa Batuagung longsor. Material senderan setinggi lima meter yang ambruk itu menimbun akses jalan rabat beton tembus ke Banjar Sawe. Akibat meterial tanah dan batu masih menumpuk, akses jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Hingga kemarin sore warga berupaya
Bali Post/kmb
BANJIR - Banjir di wilayah Loloan Timur Jembrana, Selasa (27/11) malam. kantor karena merasa khawatir dengan barang-barang penting seperti kotak suara dan komputer. Setelah diperiksa, tempat menyimpanan kotak suara ternyata aman. Namun lanjutnya, di Kantor KPU air hingga masuk ke ruangan. Seperti ruangan komisioner, ruangan RPP, ruangan hukum, ruangan data, ruangan teknis, gudang dan ruang rapat. Bahkan air di dalam ruangan tingginya sekitar 30 cm. Pihaknya sudah melakukan antisipasi sehingga komputer dan berkas-berkas penting lainnya aman. Hujan deras juga men-
gakibatkan sejumlah rumah tergenang air. Di Kelurahan Loloan Timur, tembok pagar SDN ambruk. Air menggenangi jalan di barat Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) dan sebagian ruas jalan Ngurah Rai, Kota Negara. Halaman PDAM Jembrana di Jalan Udayana juga tidak luput dari genangan air. Bahkan sejumlah pegawainya saat masuk kantor, Rabu (28/11) pagi harus memarkir kendaraannya di pinggir jalan utama Gilimanuk-Denpasar. Pasalnya, air di halaman Kantor PDAM sekaligus Kantor Perusda Jembrana setinggi be-
membersihkan reruntuhan material runtuh tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan, dari pendataan hingga siang kemarin, hujan ekstrem pada Selasa malam mengakibatkan banjir dan longsor. Ratusan rumah warga, di antaranya di Kelurahan Loloan Timur, Pendem, Baler Bale Agung, Desa Pengambengan serta Tegal Asih, Batuagung. Belasan titik banjir ini merupakan yang dilaporkan warga dan hasil pendataan tim reaksi cepat BPBD. Terkait kerugian menurutnya juga masih terus didata termasuk kemungkinan ada korban luka atau meninggal. Namun, sampai sore kemarin belum ada laporan korban jiwa. (kmb26)
BENCANA – Longsor di salah satu rumah warga akibat hujan deras Selasa malam. Hingga kemarin belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun ada sekitar 20 kejadian.
tis orang dewasa. Hingga Rabu sore air belum surut. Di Pengambengan sejumlah rumah warga hingga Rabu sore banjirnya belum surut. Di Loloan Timur warga bergotong royong membersihkan selokan. Di SMK TP 45 siswa juga kerja bakti menyedot air dan membersihkan sekolah dari lumpur karena banjir. BPBD Jembrana melakukan langkah penyedotan air di sejumlah wilayah yang tergenang banjir. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Pramana mengimbau warga tetap berhati-hati dan waspada di musim hujan. (kmb)
Longsor di Empat Titik, Ratusan Rumah Terendam
Bali Post/kmb
MENINGGAl - Korban I Komang Adi Susanto meninggal dunia karena kesetrum listrik.
Selamatkan TV, Komang Adi Tewas Tersetrum Listrik
Di tengah hujan lebat yang mengakibatkan banjir, terselip kejadian nahas yang menimpa I Komang Adi Susanto, seorang warga Mendoyo Dangin Tukad, Selasa (27/11). Pria berusia 35 tahun itu meregang nyawa tersetrum listrik saat hendak menyelamatkan pesawat televisinya dari air hujan. Dari informasi, saat kejadian mulai sekitar pukul 20.00 Wita, di wilayah tersebut terjadi hujan yang sangat deras. Rumah korban mengalami bocor dan air hujan mengenai pesawat televisi yang ada di dalam kamar korban. Pesawat televisi itu hendak dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Namun pada waktu memindahkan TV tersebut, korban lupa mencabut colokan boster yang menuju stop kontak listrik, hingga korban terkena sengatan aliran listrik. Korban langsung terpental jatuh bersama dengan TV yang dipegangnya tersebut. Pada saat kejadian tersebut ayah korban, I Nyoman Wisudi (60), yang saat itu sedang berada di dapur telah mendengar ada suara teriakan yang bersumber dari kamar korban. Mendengar teriakan dan suara gaduh dari kamar, Wisudi yang sedang berada di dapur langsung menuju ke kamar anaknya dan melihat Adi Susanto terlentang di lantai. Wisudi bersama istrinya, Ni Nyoman Sudarti, serta istri Adi Susanto, Ni Putu Yusri Oktaviani, lalu mengangkat dan melarikan Adi Susanto ke RS BaliMed untuk mendapat pertolongan medis. Sayang, nyawa korban tidak tertolong. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Adi Susanto kemudian dibawa ke rumah duka. “Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan peristiwa itu sebagai suatu musibah,” kata Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Kade Sukasana, Rabu (28/11) kemarin. (kmb)
Bali Post/kmb25
Duktang Terjaring Operasi
Tanpa KTP, di Gilimanuk ”Diloloskan” Tukang Ojek Negara (Bali Post) Ketentuan penduduk pendatang dari luar Bali yang harus dilengkapi kartu identitas diri
berupa KTP belum sepenuhnya ditaati. Sejumlah modus dilakukan untuk mengelabui petugas. Salah satunya dilakukan ok-
Bali Post/kmb
GABUNGAN - Operasi gabungan yang dilaksanakan Satpol PP Jembrana bersama Polres Jembrana, Dafduk dan Dishub.
num tukang ojek di Pelabuhan Gilimanuk. Dengan membayar hanya Rp 20 ribu, penduduk pendatang (duktang) tanpa KTP bisa lolos dari pemeriksaan petugas. Hal ini terbukti dari pengakuan tiga orang duktang tanpa KTP yang terjaring operasi gabungan yang dilaksanakan Satpol PP Pemkab Jembrana bersama Polres Jembrana, Dinas Kependudukan, Dinas Perhubungan, di depan kantor Bupati Jembrana, Rabu (28/11) kemarin. Ketiga duktang tersebut yakni Wawan Budianto, Didik Efendi, dan Jasila dari Jawa Timur. Mereka mengaku lolos karena menggunakan jasa tukang ojek di Pelabuhan Gilimanuk. “Kami masing-masing bayar Rp 20 ribu. Tukang
ojeknya yang nawarin kalau mau lolos bayar Rp 20 ribu dan kami diturunkan di terminal Gilimanuk,” kata mereka. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko, yang mendengar penjelasan mereka mengatakan seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. Didik didampingi Kepala Bidang Penegakan Perundangundangan Daerah, I Made Tarma mengatakan, kegiatan operasi gabungan tersebut dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Jembrana. Adapun yang menjadi sasaran dalam operasi gabungan ini antara lain kelengkapan kendaraan, surat–surat kendaraan, minu-
man keras, sajam dan barang– barang berbahaya lainnya. Dalam operasi gabungan ini pihaknya juga melaksanakan pemeriksaan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Terhadap para pelanggar lalulintas, Satuan Lalulintas Polres Jembrana langsung memberikan sanksi tegas berupa tilang sedangkan untuk warga yang kedapatan tidak memiliki/ membawa kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk diserahkan kepada Satpol PP Jembrana untuk didata dan diberikan pembinaan. Didik juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat sebelum bepergian agar selalu mengecek kelengkapan dan surat–surat kendaraan serta kartu identias diri guna kelancaran di jalan. (kmb)
Kamis Pon, 29 November 2018
KARANGASEM
11
Diterjang Banjir
Akses Jalan Geriana Kangin - Kauh Kembali Putus Amlapura (Bali Post) -
Belum ada sepekan, jalan yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh di Desa Duda Utara, Selat, Karangasem itu diuruk. Namun, akses jalan itu kembali terputus. Terputusnya jalan itu akibat diterjang banjir, Rabu (28/11) kemarin. Atas kondisi itu, warga kembali tidak dapat melintasi jalur itu untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, warga harus memutar dengan jarak tempuh lebih jauh.
Bali Post/kmb41
PUTUS LAGI - Jalan yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh di Desa Duda Utara, Selat, yang sudah diuruk kembali putus akibat dilanda banjir, Rabu (28/11) kemarin.
Salah seorang warga, I Ketut Urip, mengatakan memang sebelumnya akses jalan itu sudah beberapa kali putus, akibat diterjang banjir. Terakhir, beberapa waktu lalu, putus tergerus banjir besar. Sebelumnya, jalan sempat diuruk dan dipasangi buis. Hal itu dilakukan agar warga dapat melintasi jalan itu untuk aktivitas sehari-hari. Namun sekarang, jalan kembali putus akibat diterjang banjir. “Sebelum jalan putus, memang hujan lebat mengguyur. Hujan lebat mulai terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Akibat hujan lebat, air yang datang
dari lerang Gunung Agung itu cukup besar. Akibatnya, buis yang sebelumnya berjejer sebanyak 24 buah, semuanya hilang terbawa arus air deras itu. Padahal, jalan itu sudah diisi bambu agar tidak ada warga terperosok akibat jalan yang rusak,’’ katanya. Karena peristiwa itu, sementara warga tidak bisa melewati jalan tersebut ketika hendak melakukan aktivitas. Karena itu, warga terpaksa mencari jalan alternatif. Konsekuensinya, jarak yang harus ditempuh lumayan jauh. “Jalan ini memang jadi akses warga Geriana Kauh,
Geriana Kangin dan Amerta Bhuana. Anak-anak yang sekolah di SMP 3 Selat, juga melintasi jalan ini. Dengan putusnya kembali jalan ini, mereka terpaksa memutar lumayan jauh menuju sekolah,’’ ujarnya. Pihaknya selaku warga hanya bisa berharap kepada pemerintah daerah supaya bisa dibuatkan jembatan permanen. Sehingga tidak lagi jalan itu terputus ketika ada hujan lebat. “Semoga proyek jembatan itu cepat direalisasikan. Semua warga sangat berharap bantuan jembatan itu,’’ katanya. (kmb41)
Dewan dan Dispar Sidak ’’Rafting’’ di Telaga Waja
Asosiasi Minta Keadilan dan Dukungan Fasilitas Dugaan ada kebocoran retribusi di objek wisata rafting di Telaga Waja, Rendang, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi bersama Dinas Pariwisata melaksanakan sidak Rabu (28/11) kemarin. Pada sidak dilakukan di Bali Mitra Wahana (BMW) itu, Asosiasi Telaga Waja Rafting meminta keadilan dari pihak pemerintah dalam pemungutan pajak. Pasalnya, ada sejumlah pengusaha rafting yang sampai saat ini belum mengantongi izin justru boleh beroperasi. Terkait memperlancar usaha rafting di sana, asosiasi meminta pemerintah bisa memberikan dukungan fasilitas guna menunjang kemajuan usaha rafting di Telaga Waja. Lalu, bagaimanakah respons dewan dan Pemkab Karangasem ketika diminta memberikan dukungan fasilitas itu? KETUA Asosiasi Telaga Waja Rafting, Wayan Sami, mengatakan pihaknya meminta keadilan pemerintah daerah. Sebetulnya sudah lama permohonan fasilitas pendukung itu diajukan. Akan tetapi, sampai detik ini tidak kunjung direalisasikan. Pemerintah yang memungut retribusi seharusnya mengimbangi dengan memberikan pendukung fasilitas untuk pengembangan usaha rafting di Telaga Waja. ‘’Seharusnya, sarana
prasarana pendukung itu diperhatikan oleh pemerintah sebelum memungut retribusi. Sehingga kami bisa melakukan pelayanan kepada pengunjung lebih baik. Jangan hanya meminta retribusi, tetapi kita tidak pernah diberikan bantuan fasilitas apa-apa,’’ keluh Sami. Sampai saat ini, kata Sami, masih ada sarana dan prasarana pendukung yang perlu fasilitas pendukung untuk perkembangan rafting di sana. Salah satunya
bantuan tangga di sejumlah titik. Pasalnya, saat ini tangga dam yang ada di sejumlah titik mengalami kerusakan akibat diterjang bencana lahar dingin saat erupsi Gunung Agung tahun lalu. Untuk dapat melewati, pihaknya terpaksa menggunakan tangga bambu. ‘’Dulu sempat diperbaiki tangganya. Tapi sudah rusak kembali diterjang lahar dingin erupsi tahun lalu. Kini, terpaksa naik buat tangga bambu. Kalau dilihat sangat bahaya untuk pengunjung. Maka dari itu, kita harap pemerintah bisa membantu tangga itu. Kalau dilihat anggaran tangga itu tidak terlalu besar. Paling menghabiskan dana Rp 20 juta. Semoga tahun depan, kami bisa dibantu tangga itu,’’ harapnya. Pihaknya, kata Sami, juga meminta keadilan kepada pemerintah daerah. Pasalnya, dari sekian pengusaha rafting yang ada di Telaga Waja, masih ada sejumlah pengusaha yang belum mengantongi izin, tetapi mereka
tetap bisa beroperasi dan tidak pernah disidak. Anehnya, penguasa yang sudah punya izin justru disidak. ‘’Tapi saya tidak mau beber yang mana usaha rafting itu tanpa izin. Yang memiliki kewenangan adalah pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perizinan dan Satpol PP yang harus menindak jika ada usaha yang belum berizin,’’ jelasnya. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini guna mencari solusi. Memang, usulan para pengusaha terkait fasilitas pendukung itu wajib dipenuhi pemerintah daerah. Namun sampai saat ini, belum terealisasi. Jadi, tuntutan retribusi itu sifatnya take and give. Artinya, kalau mau diberi maka harus memberi. Dalam hal ini pemerintah daerah memberi fasilitas terhadap pengusaha. ‘’Jadi, kita selaku lembaga dewan wajib mendorong pemerintah daerah memberikan fasilitas itu. Salah satunya tangga-tangga di sejumlah
titik. Hal itu urgen sifatnya. Jadi, kita harap fasilitas pendukung seperti lahan parkir, kamar ganti bisa dipenuhi pemkab. Pada intinya, pemkab membantu fasilitas lebih dulu. Setelah itu, baru menuntut retribusi. Dengan cara itu, kebocoran retribusi dapat diminimalisir,’’ katanya. Sumardi meminta Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan terus melakukan pengecekan terhadap pengusaha rafting di Telaga Waja ini. Dari laporan di lapangan ada sejumlah pengusaha sampai saat ini belum mengantongi izin. Siapa pengusaha itu, mau tidak mau harus dicek lagi. Kasihan pengusaha berizin itu. Mereka sudah membayar pajak, sedangkan pengusaha belum mengantongi izin justru tetap bisa beroperasi. Ini akan sangat pemengaruhi dari sisi pendapatan daerah. Sekdis Pariwisata I Komang Kasmana mengatakan, terkait masalah fasilitas yang diperlukan
SIDAK USAHA RAFTING - Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi saat melaksanakan sidak bersama Dinas Pariwisata yang diwakili Sekdis Komang Kasmana di usaha rafting Bali Mitra Wahana (BMW), Rabu (28/11) kemarin. seperti tangga, pihaknya akan segera malakukan koordinasi dengan Sekda. Sehingga untuk pembangunan fasilitas itu bisa dianggarkan pada tahun 2019 mendatang.
‘’Kita akan lakukan pengecekan dulu ke lapangan terkait hal itu. Dulu, kita sempat membangun tangga beton. Jadi, kita cek dulu kondisinya sekarang seperti apa,’’ jelas Kasmana. (eka)
KLUNGKUNG
12
Kamis Pon, 29 November 2018
Gundah Soal Program Ketahanan Pangan
Bali Post/kmb31
PELAKU - Para pelaku pengeroyokan I Made Segara (34), Klian Banjar Dinas Bias, saat digelandang ke Polres Klungkung.
Klian Banjar Bias Kusamba Dikeroyok Delapan Pemuda Pelaku Duktang Asal Malang
Semarapura (Bali Post) Seorang warga asal Banjar Bias Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, I Made Segara (34), dikeroyok delapan pemuda di simpang empat Catus Pata Semarapura, Selasa (27/11) malam. Pengeroyokan dipicu cekcok adu mulut di antara kelompok pemuda dengan korban yang menjabat sebagai Klian Banjar Dinas Bias ini, setelah korban merasa mendapat katakata kasar. Akibatnya, korban mengalami luka-luka hingga dilarikan ke RSUD Klungkung. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan mengatakan, peristiwa itu tepat terjadi di depan Monumen Puputan Klungkung, sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, Segara sedang lewat di TKP datang dari acara di tempat temannya di Banjar Sengguan. Di sana, korban sempat bertemu dengan temannya, Dewa Ngakan Putu Agus Pratma (29). Tiba-tiba dia mengaku melihat ada mobil Carry warna kuning mengangkut banyak orang. Jumlahnya diperkirakan ada 10 orang, turun dengan membawa minuman keras. Saat itu, tanpa sebab jelas, korban mengaku mendapat ucapan kasar dari para pelaku. Awalnya, dia mengaku tidak tahu apakah para pelaku dalam keadaan mabuk. Tetapi, karena merasa terganggu dengan perlakuan para pelaku, selanjutnya korban melaporkannya ke Polsubsektor Klungkung. Selanjutnya, korban bersama anggota polisi I Ketut Agus Hayana datang ke TKP untuk mempertanyakan maksud para pelaku berucap kasar padanya. Ucapan korban memancing
reaksi para pelaku, karena sudah dalam keadaan mabuk. Antara korban dan terlapor terlibat adu mulut atau cekcok. Karena terdesak dan takut, korban lari masuk ke Kantor Bupati Klungkung. Saat itu, korban sempat dicari dan kembali diserang oleh para pelaku. “Para pelaku melakukan itu karena dalam pengaruh minuman tuak,” katanya. Serangan tersebut, mengakibatkan korban mengalami luka-luka. Tangan kanan korban merasa kaku, dan kepala belakang sebelah kanan mengalami luka robek. Korban sempat dirawat di RSUD Klungkung, guna memastikan kondisi fisiknya. Dengan adanya kejadian tersebut korban baru melaporkannya ke Polres Klungkung guna penanganan lebih lanjut. Polisi langsung bergerak cepat. Setelah menerima laporan itu, polisi Sat Reskrim Polres Klungkung langsung mengamankan para pelaku. Total jumlahnya ada sembilan, antara lain Aldi Vitra Mahendra (19), Ari Hermanto (24), Moch Harits al Muhasibi (25), Agus Prianto (27), M. Abidin Shofiuloh (20), Moh. Sukri (28), Didik Sugiarto (33), A. Sabilul Rosyad (16) dan Arik. H (24). Mereka semua adalah pendatang asal Malang, Jawa Timur. “Perkara tetap kami lanjutkan. Sesuai dengan laporan dari korban. Untuk sementara belum dilakukan penahanan, karena masih dalam pemeriksaan oleh penyidik. Kami akan segera melakukan upaya hukum selanjutnya,” kata Kasat Reskrim AKP Mirza Gunawan. (kmb31)
Bupati Minta Hasil Nyata, Bukan Hanya Rutinitas
Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung Suwirta menyampaikan kegundahannya terhadap program ketahanan pangan. Sebab, selama ini program-programnya hanya dilakukan sebatas rutinitas dan tidak maksimal. Itu disampaikan Bupati Suwirta Rapat Pleno Ketahanan Pangan di Ruang Rapat Kantor Dinas Pertanian, Rabu (28/11) kemarin. Bupati Suwirta meminta kepada masing-masing Pokja yang berasal dari berbagai OPD supaya bekerja secara maksimal sesuai tupoksinya. Pokja Distribusi Pangan diminta memotong jalur distribusi, sehingga akan dapat membantu dalam menekan inflasi. Selain itu program Beli Mahal Jual Murah juga diminta untuk dikawal dengan baik, karena program ini akan digunakan sebagai role model dalam menekan inflasi daerah. “Jangan sampai program beli mahal jual murah berubah menjadi beli mahal jual mahal. Saya minta pihak KUD untuk terus melakukan perhitungan berdasarkan perkembangan pasar, sehingga program ini bisa tetap berjalan,” ujar Bupati
Suwirta. Untuk mengangkat produk pertanian lokal, Bupati Suwirta mendorong Pokja Distribusi Pangan untuk menciptakan produk oleh-oleh khas Klungkung yang berasal dari produk pertanian lokal, seperti kacang mete, kacang tanah, nangka dan rumput laut. Dirinya merasa selama ini Klungkung belum memiliki produk pertanian dan perkebunan seperti di daerah lain. Produk olahan dari pertanian ini diharapkan akan memenuhi pasar-pasar swalayan yang ada di Kabupaten Klungkung sebagai produk oleh-oleh. Bupati Suwirta juga meminta petani diberikan edukasi sistem pertanian dengan konsep organik. Karena menurutnya produk organik memiliki harga
jual yang lebih tinggi dibanding produk biasa. Dirinya juga menyarankan dalam menentukan langkah dan strategi untuk pengambilan keputusan, supaya menggunakan data yang akurat sesuai keadaan di lapangan. Seperti perkembangan alih fungsi lahan dan angka hasil produksi pertanian yang dihasilkan selama setahun. Ke depannya, mulai tahun 2019 Bupati Suwirta perintahkan penghitungan ketahanan pangan harus berdasarkan fakta dan data di lapangan, bukan perhitungan analisa data dari atas meja. “Dibutuhkan ketekunan, kemauan yang keras serta koordinasi antar-Pokja sehingga semua program yang sudah dirancang bisa berjalan maksimal,” ujar
Bali Post/kmb31
RAPAT - Para peserta rapat Pleno Ketahanan Pangan di Ruang Rapat Kantor Dinas Pertanian, Rabu (28/11) kemarin. Bupati asal Nusa Ceningan. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Wayan Durma mengatakan, pelaksanaan rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan bertujuan untuk menentukan kebijakan pangan di Klungkung disamping membahas laporan pelaksanaan tugas De-
wan Ketahanan Pangan secara berkala. “Selain membahas laporan pelaksanaan tugas secara berkala, juga untuk menentukan kebijakan pangan maupun menentukan rumusan strategis untuk program pemantapan ketahanan pangan yang ingin diwujudkan ke depan,” ujar Wayan Durma.(kmb31)
disebabkan karena adanya piodalan serta masyarakat yang melaksanakan proses melasti,” sebutnya. Selain itu, Wabup Kasta juga menambahkan agar proyek-proyek ini harus diselesaikan tepat waktu, sesuai prosedur aturan yang sudah berlaku. “Proyek-proyek ini harus semua dikerjakan tidak asal-asalan, yang paling terpenting nantinya harus selesai tepat waktu,” tegasnya Sementra itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Kabupaten Klungkung I Gusti Ngurah Agung menyampaikan proyek infrastruktur yang dikerjakan, antara lain proyek pembangunan pasar tradisional Desa Gunaksa dengan nilai kontrak Rp 808.851.474.77, proyek perbaikan dua Meru Pelinggih utama di Pura
Watu Klotok dengan nilai kontrak Rp 888.000.258.97, proyek pembangunan Gedung Logistik Farmasi dan Garase RSUD Klungkung dengan nilai kontrak Rp 1.296.396.557, proyek Padmasana di RSUD Klungkung dengan nilai 706.997.705.52, proyek pemeliharaan berkala jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Bakas dengan Desa Nyalian dengan nilai kontrak 3.273.653.573,55 dan proyek peningkatan bangunan jaringan irigasi togoh Desa Bungbungan Banjarangkan dengan nilai kontak Rp 720.006.990,45. Tujuan dilaksanakannya Monev ini yakni untuk mengetahui proses pengerjaan proyek tersebut agar nantinya bisa diselesaikan tepat waktu sesuai prosedur yang berlaku. (ad1110)
Wabup Kasta Monev Pembangunan Infrastruktur di Klungkung Daratan
WAKIL Bupati Klungkung Made Kasta bersama tim Monev, Rabu (28/11) kemarin melaksanakan Monitoring Proyek Pembangunan Infrastruktur di Klungkung daratan. Monev kali ini menyasar tiga Kecamatan Klungkung daratan yakni Kecamatan Dawan, Klungkung dan Banjarangkan. Dalam Monev tersebut, Wabup Kasta menyampaikan setelah mengecek langsung turun ke lapangan masih ada kendala yang ditemui, yakni salah satunya belum dipasang saluran air PDAM di Pasar Tradisional Gunaksa. “Air PDAM di sini belum mengalir, saya sudah langsung tugaskan petugas PDAM agar segera memasang airnya,” ujarnya ketika turun ke lapangan. Kemudian di Pura Watu Klotok yang mengerjakan
MONITORING - Wabup Kasta saat turun ke lapangan melakukan monitoring. proyek perbaikan dua Meru Pelinggih Utama mengalami keterlambatan karena mestinya selesai pada tanggal 21 November 2018. Keterlam-
batan ini disebabkan adanya piodalan dan masyarakat yang melaksnakan prosesi melasti. “Keterlambatan proses pengerjaan tersebut
Kerajinan Batok Kelapa
Langka, Kejar Bahan Baku Sampai ke Sulawesi Batok kelapa ternyata bisa diolah menjadi aneka bentuk kerajinan. Lewat tangan-tangan kreatif warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, batok kelapa yang merupakan limbah diolah menjadi berbagai suvenir. Hasil kerajinan ini cukup diminati, bahkan sampai ekspor ke sejumlah negara. Tetapi, belakangan perajin mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku. Salah satu sentra pengrajin batok kelapa adalah di Yande Batok, di Banjar Dinas Sari Merta Desa Negari. Di lantai rumah milik pengusaha Gede Suryawan, ada 15 karyawan yang bekerja mengolah batok kelapa, mulai dari masih berbentuk buah kelapa. Setiap hari, ada sedikitnya seribu butir buah kelapa diolah menjadi berbagai bentuk suvenir unik. Namun, prosesnya tidak mudah. Pertama, buah kelapanya harus yang benar-benar tua. Kemudian kulitnya dikupas, isinya dikeluarkan, baru
dihaluskan dan dibentuk sesuai bentuk kerajinan yang diinginkan. Misalnya dalam bentuk mangkok, gayung, hiasan meja, boneka, tempat lilin, dan berbagai bentuk benda seni lainnya, sesuai permintaan pasar artshop kepada tempat ini sebagai lokasi produksi. “Di sini kita harus peka, melihat minat pasar. Sehingga, bentuk kerajinan kita pun menyesuaikan,” kata pemilik usaha Yande Batok, Gede Suryawan, saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (27/11) lalu. Saat ini pihaknya mengakui respons pasar terhadap hasil
kerajinannya memang lesu. Sebab, tingkat kunjungan wisatawan akhir tahun ini menurun. Biasanya permintaan tinggi saat high season kunjungan wisata dari Juni sampai Oktober. Hasil produksinya menyasar artshop seluruh Bali. Ditanya soal kendala, Suryawan mengakui bukan hanya pada sepinya respons pasar. Tetapi juga dalam hal bahan baku kelapa itu sendiri. Sebab, bahan baku kelapa harganya terus berfluktuasi. Kadang murah, standar, hingga melonjak. Pada harga standar, dia lega, karena kelapa bisa didapat seharga Rp 3.000 sampai 4.000 per butir. Tetapi, saat harga melonjak, harga kelapa bisa mencapai Rp 9.000 per butir. “Pada saat harga kelapa naik ini, saya sempat mencari bahan baku hingga ke Sulawesi. Soalnya, waktu harga kelapa di Bali sudah mahal, langka
lagi. Karena waktu sampai nyari ke pelosok desa seperti di Rendang dan Pidpid (Karangasem), sudah sama sekali tidak ada,” kata Suryawan. Pada saat harga kelapa naik inilah, dia dan karyawannya akhirnya terinspirasi untuk mengolah bagian isi kelapanya menjadi minyak goreng dan saur. Bahkan, sempat berkembang hingga membuat nata de coco dan sagon. “Syukur sekarang harga buah kelapa sudah normal lagi. Sehingga saya juga bisa berproduksi secara normal lagi,” katanya. Kelangkaan bahan baku ini pula yang membuat sejumlah usaha serupa di Klungkung akhirnya gulung tikar. Saat ini, yang bertahan terus berproduksi di bidang usaha ini hanya Yande Batok. Sebab, Suryawan sendiri sudah terbiasa dengan pasang surut usaha ini yang sudah dilakoni
Bali Post/gik
OLAH KELAPA - Para pekerja di Yande Batok saat mengolah buah kelapa menjadi bahan kerajinan. sejak tahun 1996 dan mulai formal sejak tahun 2008. Menurutnya dorongan pemerintah daerah juga cukup
besar. Dia mengaku amat terbantu dengan berbagai fasilitasi, baik itu ikut pameran maupun lainnya. Sebab, kerajinan batok
kelapa ini sejatinya adalah salah satu identitas khas Klungkung yang masih bertahan sampai sekarang. (gik)
Kamis Pon, 29 November 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN GOSRI Consulting *** (Tax & Acct Service),Butuh SPV Peng.3 Th,Senior Staf Peng.2Th Staf Min.D3 Acct/Pajak.Lamaran WA:0818 559 777.Email: gosriconsulting88@gmail.com
B.BP.001.11.18.0001082
Admin Wanita Dasar Min SMA Lok Raya CargoDpsHub.0361-428473 B.BP.001.11.18.0001083
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA.081375409869 & 087754689692 B.BP.004.11.18.0000981
Challenging Job for University Graduate Deputy Manager 21-29 y.o.Private Villa in Ubud,Bali Job Responsibilities:Managing Staff,care of the Property, able to Travel Everywhere, Daily Reports.CV(Mention Desired Salary) & Colour Photo to lowongan747@yahoo.com/to Biyu Siyu,PO Box 5000,Ubud
B.BP.031.11.18.0001012
Cr staf Admin P/W min SMU Lam ke Jl.Antasura Ph.08123803889
B.BP.001.11.18.0001095
Dcr 3Tk.Kbn,3PRTberpengalaman Hub.Villa Ayu Br.Kuwum II/21X Krbkn Ph.4731979
B.BP.154.11.18.0001105
Dcr Sopir Pribadi SIM A,Tgl Dlm KTP Bali Min 25Th.085100636609
Dcr Bagian Admin dan Serabutan untuk Garmen Hub.08123926999
B.BP.001.11.18.0001047
B.BP.004.11.18.0001102
Dcr sopir/Resv staff u/Travel Exp min1th English+Comp.082144 136320/worldsurfaris@gmail.com B.BP.001.11.18.0000982
SERVICE
Dicr PRT Wnt pglmn Tgl Luar Jujur,Trnsp sendiri,Gaji Bagus Kerobokan Br.Anyar 08174716179 B.BP.004.11.18.0001101
SERVICE
Dcr staf jaga sore s/d pagi (4sore-8pagi) Cowok P.08123954150
B.BP.001.11.18.0001045
Dibutuhkan:Office Boy & Kurir Motor, Max28Th. Krm Lam Ke Jl.Gn Soputan I/107 DPS.Telp.8466317
B.BP.001.11.18.0001052
Dicari Bagian HK,Koki,Taman u/ Villa Nusa Dua.HP:087881251499
B.BP.001.11.18.0001086
Dicari Segera Cook Wtr Ksr Cln Svc Lk/Pr 17-25Th SMP/SMA/D1 WA.081353673839 GothamResto Jl.Sriwijaya Legian
B.BP.004.11.18.0001060
Dicari Segera Tenaga Serabutan Angkut2 Min SLTP,Rajin,Jujur. Hubungi: CV Adrian Pratama. Jln Gunung Agung 144B DPS
B.BP.001.11.18.0001094
Dicari segera Sopir Pribadi Hub:082144382345
B.BP.001.11.18.0001084
Dicr Krywn/ti Toko Min SMA Pnm pln Menarik Hub:081529343788
Dicr:Therapist,P,Min SMU(2.5Jt +16Rb/JamInstv,Pengalaman.Lam ke Bodyworks Spa.Jln Kayu Jati No.2 Petitenget.Telp:735058.
Yamaha Bisma dicari: 1.Supir. 2.Mekanik 3.SMA/SMK/D1 Hub: Teuku Umar 142 Denpasar
Job in Croatia Eropa Butuh 4 House Keeping laki& wanita Gaji 650 Rumah & makan free. WA 081339698549 buruan apply besok terakhir!!!!
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.001.11.18.0000355
B.BP.031.11.18.0001103
Marketing Officer,Sales Area Tkg Las Listrik: 0851031672222
B.BP.001.11.18.0000873
PT.J.Trush Olympindo MF Butuh Sgr Kary.CMO&Collector Min D3 Berpengalaman.Kirim Lamaran ke Jl.Gatsu Tengah No.83X Blok A1 Dps Telp.(0361)8956920-21 B.BP.001.11.18.0001093
Staf Produksi (Tabanan),llsan Listrik/Mesin/Kimia/Pertanian/ Tata Boga,Pengalaman,Lamaran ke info@tsbali.com
B.BP.001.11.18.0000857
DIJUAL MOBIL
B.BP.031.11.18.0001100
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.11.18.0001039
G.01
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.02
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL HONDA
**Honda H-RV Prestige th’15 Hitam istw,Hub.081238116467*** B.BP.001.11.18.0001099 MITSUBISHI
Jl L300 Solar Pick Up’94 Hub.08113899690 B.BP.001.11.18.0001096 VW
*VW Caravelle’07 man,antik,11 seat, Solar*** Hub.081353696360 B.BP.001.11.18.0001098
DIJUAL TANAH BUC 2,5A Tmn Baruna Jimbaran 400Jt/A 087760368607 B.BP.004.11.18.0001062
Tanah 5Are,bisa ambil 1Are Lok Jl.Sekar Tunjung XXA (Jalan 8 meter) Hub.082339206080 B.BP.001.11.18.0001085
DISEWAKAN TOKO
Segera Dibangun Toko Jl.T.Unda Dps H 087862206123 / 085102235210 B.BP.001.11.18.0001091
RUPA-RUPA
Atasi Rmh Bocor,Dinding,Talang Dak,Grns.HB:085237357937/Melki B.BP.001.11.18.0001088
Jual No Antri Transpot di Sanur u/Seumur Hidup 19Jt,0816587111 B.BP.001.11.18.0001089
Jual Rak Gondola Meja Kasir Minimart Gres 99%, 081246267171 B.BP.001.11.18.0001090
Rmh Anda Bocor Dak Dinding Tlg Hub Pak Jimi 081353068751 Grns B.BP.001.11.18.0001097
KEHILANGAN
Hlg BPKB Mtr DK 8637HB No K-09 140873-O An.I Nyoman Wiriana B.BP.167.11.18.0001104
BIRO JASA
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.11.18.0000009
BANGLI
14
Disdikpora Cairkan TPPNS-BK Guru
Bangli (Bali Post) -
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja angkat bicara terkait adanya desakan dewan dan guru soal pencarian Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil Berbasis Kinerja (TPPNS-BK) tahun 2018. Suteja menegaskan, saat ini semua proses pencairan TPPNS-BK bagi guru sudah beres dan dalam tahap pencairan. Dijelaskan Suteja, hal yang selama ini menjadi kendala lambatnya pencairan TPPNS-BK guru di Bangli adalah adanya sembilan sekolah yang terlambat menyetorkan data-data administrasi yang menjadi syarat pencairan TPPNS-BK ke Disdikpora. Data administrasi dimaksud meliputi laporan tingkat kehadiran guru, surat pernyataan terstruktur dan laporan kinerja guru. Sembilan sekolah yang terlambat menyetorkan data administrasi itu yakni SMPN 3 Bangli, SMPN 1 Tembuku, SMPN 7 Kintamani,
SMPN 2 Bangli, SMP Satap 1 Susut, SMPN 4 Kintamani, SMPN 1 Susut, SMP Satap 5 Kintamani dan SMPN 3 Susut. Kesembilan sekolah itu baru menyetorkan data administrasi yang dibutuhkan pada 22 November lalu. Padahal pihak Disdikpora sudah meminta kepada seluruh sekolah untuk memenuhi seluruh administrasi persyaratan pencairan TPPNS-BK itu, sesaat pascaterbitnya Perbup Juli lalu. ‘’Kendalanya ini ada pada sembilan sekolah yang responsnya lemah dalam menyetorkan seluruh
administrasi yang kita butuhkan dalam proses pencarian TPPNSBK. Salah satunya kepala satuan pendidikan yang juga sebagai Ketua PGRI kita yang baru menyerahkan data administrasinya pada 22 November,’’ terangnya. Karena keterlambatan itulah, proses pencairan TPPNS-BK bagi guru tahun ini terhambat. Suteja menyatakan, setelah seluruh data administrasi pencairan TPPNSBK lengkap diterima Disdikpora, pihaknya pun langsung bergerak cepat menerbitkan Surat Perintah
Membayar (SPM) per 23 November, yang kemudian dilanjutkan dengan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). ‘’Jadi apakah kita di Disdikpora lambat? Saya pikir tidak. Yang membuat pencairan TPPNS-BK ini lambat ya sembilan sekolah itu,’’ ujarnya. Dengan telah diterbitkannya SP2D tersebut, pencairan TPPNSBK otomatis sudah bisa dilakukan. Pejabat asal Lingkungan Sidembunut ini pun bahkan meminta para guru mengecek rekening masing-masing. Dikatakannya lebih lanjut, TPPNS-BK yang sudah diproses pencairannya sementara ini adalah untuk periode Juli hingga Oktober. Kenapa mulai bulan Juli, karena disesuaikan dengan terbitnya Perbup. (kmb40)
Kamis Pon, 29 November 2018
Ratusan Anggota Polres Bangli Dites Urine Bangli (Bali Post) Tim Div Propam dan Pusdokkes Mabes Polri melakukan tes urine terhadap 170 personel Polres Bangli, Rabu (28/11) kemarin. Hasilnya, tidak ditemukan adanya personel yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. Namun dalam kegiatan penegakan ketertiban dan kedisiplinan (gaktibplin), tim menjaring 18 personel yang melakukan pelanggaran. Kedatangan Tim Div Propam Polri di Polres Bangli untuk melaksanakan giat gaktibplin dan deteksi dini narkoba, dipimpin Sesro Provos Mabes Polri Kombes Pol Parimin Warsito. Kedatangan tim disambut Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha Mahardika dan jajarannya. Kegiatan diawali dengan apel pagi. Dalam apel tersebut Ketua Tim Div Propam Polri memberikan sejumlah arahan kepada para personel. Dijelaskan Kombespol Parimin Warsito, selain untuk melaksanakan deteksi dini narkoba terhadap personel Polri Polres Bangli, kehadiran tim Div Propam Polri
di Polres Bangli adalah untuk menyampaikan kebijakan pimpinan tentang penegakan disiplin. Berkaitan dengan sikap tampang, polisi yang berpakaian dinas dilarang berjenggot dan berjambang. Jika berkumis harus dipotong rapi. Personel yang berseragam harus bersih, rapi, dan sesuai ketentuan. Personel Polri harus melengkapi surat nyata diri meliputi SIM, KTP, KTA dan identitas lain. Dalam kesempatan itu ditekankan juga soal netralitas Polri. Terkait adanya laporan dari daerah tentang satu keluarga Polisi meninggal dunia karena kecelakaan, Parimin juga mengingatkan anggota Polres Bangli untuk tidak arogan di jalanan dan tetap mengutamakan keselamatan. Usai memberikan arahan, tim kemudian melaksanakan Gaktibplin dengan sasaran sikap, tampang, seragam polisi, surat nyata diri dan tes urine. Dari hasil pemeriksaan, 18 personel terjaring melakukan pelanggaran tata tertib disiplin. (kmb40)
15
Kamis Pon, 29 November 2018
Segera Dirumuskan Besaran Pungutan di Desa Pakraman Denpasar (Bali Post) Pascamengeluarkan surat tentang keputusan rapat permasalahan desa pakraman, DPRD Bali akan mengundang kembali Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) dan stakeholder terkait. Tujuannya, untuk merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan pengenaan biaya terhadap objek di desa pakraman. ‘’Apakah itu menyangkut tentang pendatang, tata kelola kependudukan, investasi, pendapatan desa, usaha pariwisata, itu kita akan rumuskan lagi tentang istilah penamaannya. Kedua menyangkut tentang rasionalisasi, parameter besarannya,’’ demikian diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta saat dikonfirmasi, Rabu (28/11) kemarin. Sejauh ini, Parta meyakini semua pihak terutama kepoliTIM Kelompok Media Bali Post (KMB), Rabu (28/11) kemarin melanjutkan pembagian sembako untuk membantu masyarakat korban bencana gempa di Lombok. Bantuan dari pembaca Bali Post dan pemirsa Bali TV yang disalurkan antara lain beras, mi instan, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan diserahkan kepada warga Banjar Indragiri Sanghyang Desa Langko Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Jumlah warga yang terkena musibah adalah 99 KK. Sumbangan diterima oleh Ketua Krama Pura Sakti Sanghyang I Gusti Bagus Jelantik Sadri disaksikan oleh warga banjar.
Rapimnas
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan melaporkan Rapimnas tahun 2018 mengangkat tema ‘’Meningkatkan Ekspor dan Mendorong Pembangunan Industri yang Berdaya Saing Menuju Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan’’. ‘’Tema yang kami angkat ini bertepatan dengan situasi dan kondisi daya saing kita dalam dunia usaha. Juga untuk mendorong investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan,’’ ungkapnya.
Dalam rapimnas ini, pihaknya juga akan menyoroti paket kebijakan ekonomi XVI yang dikeluarkan pemerintah. Ada tiga kebijakan dalam paket kebijakan ekonomi XVI tersebut. Yakni kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), tax holiday dan kewajiban membawa pulang Devisa Hasil Ekspor. ‘’Perlu kami garis bawahi di sini memang tax holiday dan devisa hasil ekspor (DHE) memang sudah dibicarakan bersama Kadin dan asosiasi. Tetapi untuk relaksasi DNI kami dari dunia usaha belum diajak bicara,’’ beber Rosan. (ant)
Anak-anak Berprestasi I Wayan Suarnajaya dari Undiksha mengatakan, antusias lulusan SMA/SMK untuk kuliah keguruan masih sangat tinggi. Bahkan, anakanak berprestasi di SMA/ SMK, terutama di Singaraja, lebih memilih jurusan keguruan. Hal ini membuktikan bahwa di era milenial saat ini, profesi guru masih menjadi incaran. Meskipun tantangan menjadi guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa setiap saat terus mengalami perubahan sesuai tuntutan zaman. Sementara I Wayan Widana dari IKIP PGRI Bali
mengatakan untuk meningkatkan mutu pendidikan ke depannya, guru harus dijadikan profesi yang terhormat, dimuliakan, bermartabat, dan menjadi idaman bagi anakanak lulusan SMA/SMK. Oleh karena itu, pemerintah harus membuat regulasi untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki prestasi agar direkrut menjadi seorang guru, sehingga kualitas guru benar-benar berasal dari SDM yang memiliki prestasi. Sebab, selama ini hal tersebut belum dilakukan oleh pemerintah, sehingga keberadaan anak-anak berprestasi belum diketahui di mana mereka berada. (win)
Untuk itulah diupayakan pengawalan produksi sebuah hasil usaha kecil dari hulu hingga hilir. ‘’Dengan memanfaatkan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Tabanan dan BUMDes yang ada di desa-desa, maka Pemerintah Kabupaten Tabanan berupaya mencarikan pasar bagi produk olahan di bidang pertanian melalui BUMD Darma Santika,’’ ujar Bupati Eka. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tabanan, khususnya peningkatan jalan, merupakan hal yang sangat
poin pertama. Di poin ketiga, barulah disebutkan mengenai Polda Bali dan jajaran, Tim Saber Pungli di Provinsi Bali, dan aparat penegak hukum lainnya di wilayah hukum Provinsi Bali telah sepakat untuk melakukan upaya tindakan persuasif dan tidak melakukan upaya penindakan serta yustisi terhadap pungutan-pungutan yang dilakukan desa pakraman sesuai awig-awig, pararem, dan keputusan desa pakraman. Selanjutnya di poin keempat, pemprov dan pemerintah kabupaten/kota, serta penegak hukum wajib melakukan pembinaan, pendampingan, dan advokasi kepada desa pakraman di dalam menyempurnakan dan menyusun aturan-aturan adat di desa pakraman. Poin kelima, MUDP melakukan pembinaan dalam penyempurnaan aturan-
Fayakhun Andriadi Terima Vonis 8 Tahun Penjara
Jakarta (Bali Post) Terbukti menerima suap 911.480 dolar AS karena pengurusan anggaran di Badan Keamanan (Bakamla), anggota DPR-RI non-aktif dari Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi menerima vonis delapan tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan. ‘’Pak Fayakhun terima putusan, tidak banding,’’ kata pengacara Fayakhun, Ahmad Hardi, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/11) kemarin. Fayakhun pada 21 November 2018 oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan vonis delapan tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan ditambah pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun terhitung Fayakhun selesai menjalani pidana pokok. Vonis itu masih lebih rendah dibanding tuntutan jaksa
Sementara itu, Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, di era milenial saat ini pihaknya akan menerapkan sistem pembelajaran e-learning. Hal ini dilakukan agar sinergisitas antara orangtua dengan pihak sekolah selalu terjalin, sehingga proses pembelajaran untuk anak didik bisa aman dan nyaman. Dalam pengembangan pendidikan karakter, kata Gunawan, beberapa sekolah di Kota Denpasar telah dijadikan pilot project. Bahkan beberapa guru telah menjadi tutornya. Kadisdikpora Kabupaten
Pengawalan Produksi
vital dalam rangka menggerakkan roda perekonomian guna peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kondisi jalan kabupaten dari tahun 2016 sampai November 2018 mengalami kenaikan dalam tingkat pelayanan, baik kondisi struktur jalan maupun performa jalan yang sangat mendukung kenyamanan pengguna jalan. Berdasarkan data, panjang jalan Kabupaten Tabanan 863,218 km. Dari panjang ini, di tahun 2016 yang masuk dalam kondisi rusak (sedang hingga berat) sepanjang 336,22 km. Hingga tahun 2018, panjang jalan rusak ini berkurang menjadi 206,508 km. Menuntaskan jalan rusak
sian pasti menaati keputusan rapat yang digelar di gedung dewan, Selasa (13/11) lalu. Berdasarkan isi surat dewan yang sudah dikirim kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Pengadilan Tinggi Bali, dan MUDP, sedikitnya ada 6 poin keputusan rapat. Pada poin pertama, hasil rapat mengingatkan tentang sejumlah peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pengakuan dan perlindungan kesatuan masyarakat hukum adat dan hak-hak tradisionalnya. Di poin kedua, eksistensi desa adat semakin diperjelas lewat pengakuan, perlindungan, dan otonomi dalam melaksanakan tugas dan kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan pada
yang tersisa ini, kata Bupati Eka, membutuhkan anggaran yang tinggi untuk mencapai status mantap seluruh jalan di Kabupaten Tabanan. Pemkab Tabanan pun melakukan kerja sama dengan pemerintah pusat melalui dana DAK, pemerintah provinsi melalui BKK dan kerja sama antarpemerintah kabupaten melalui dana BKK Kabupaten Badung. Sedangkan untuk jalan desa yang sepanjang 1.032,658 km, Pemkab Tabanan melakukan alternatif penanganan pengerasan jalan. Di usia Kota Tabanan yang 525 tahun, Pemkab Tabanan menunjukkan banyak prestasi. Salah satunya di bidang kesehatan dengan penghargaan
penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar Fayakhun divonis 10 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider enam bulan. ‘’Di persidangan dia sudah menyampaikan mengakui dan menyesali perbuatannya dan kooperatif dalam menjalani proses hukum dari awal smpai sekarang,’’ tambah Hardi. Sementara sikap KPK belum diketahui karena surat resmi belum ditandatangani oleh pimpinan KPK apakah menerima atau mengajukan banding atas putusan tersebut. Majelis hakim yang terdiri atas Franky Tumbuwun, Emilia Djajasubagja, Iim Nurohim, Ansyori Saifuddin dan M. Idris M. Amin menjatuhkan vonis berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf a UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Dalam perkara ini Fayak-
hun Andriadi selaku anggota Komisi I DPR periode 20142019 menerima seluruhnya sebesar 911.480 dolar AS yang telah dijanjikan sebelumnya dari Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah agar mengupayakan alokasi (plotting) penambahan anggaran Bakamla untuk proyek pengadaan satelit monitoring dan drone APBN Perubahan 2016. Pemberian uang itu diawali dengan pertemuan antara Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, staf operasional PT Merial Esa M Adami Okta dan staf khusus Bakamla Ali Fahmi Al Habsy di kantor PT Merial Esa. Ali Fahmi menawarkan proyek di Bakamla kepada PT Merial Esa dan ditanggapi bahwa perusahaan itu adalah agen pabrikan Rohde and Schwarz Indonesia untuk alat komuniasi khusus. Ali Fahmi pun meminta commitment fee sebesar 15 persen dari nilai pagu proyek. (ant)
Badung I Ketut Widia Astika mengatakan guru merupakan tokoh sentral dalam pendidikan, sehingga tantangan guru sangatlah berat. Meskipun setiap sekolah di Badung telah dilengkapi dengan komputer dan wifi gratis, namun tidak semua guru paham akan komputer. Terlebih lagi, tidak semua guru siap untuk berubah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Terutama guru yang sudah lanjut usia. Padahal tugas utama guru adalah memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sehingga guru harus profesional dan kompeten. Kadisdikpora Kabupaten
Tabanan Wayan Udayana Sosiawan mengatakan, menghadapi era milenial seperti saat ini sangat susah mengubah pola pikir para guru. Padahal para guru sudah sebagian besar mau belajar dan paham tentang komputer, tetapi pola pikirnya untuk menerapkan sistem pembelajaran berbasis IT masih susah dikembangkan. ‘’Peningkatan kapasitas telah dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi belum optimal karena pola pikir guru masih susah diubah. Padahal, di Tabanan beberapa guru ada yang berprestasi, bahkan anak-anak muda sangat gereget untuk mengajar,’’ tandas Udayana Sosiawan. (win)
Sistem Pembelajaran
Herd Imunity yang diraih tahun ini. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang berhasil meraih cakupan imunisasi di setiap tingkatan mencapai >95 persen. Kabupaten Tabanan juga meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2018 kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Penghargaan diberikan kepada kabupaten/kota yang telah memenuhi indikator dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan anak yang terbagi dalam lima klaster yakni pemenuhan hak sipil anak, pendidikan, kesehatan, tempat bermain serta perlindungan anak. (ad1106)
aturan adat di desa pakraman. Poin terakhir, desa pakraman segera memperbaiki tata kelola dan manajemen pendapatannya. ‘’Itu kan pernyataan di sidang dewan, direkam semua orang,’’ jelas Parta. Politisi PDIP ini menambahkan, rencana mengundang kembali MUDP dan stakeholder terkait merupakan upaya jangka pendek. Utamanya sebelum ada pembahasan mengenai rancangan perda tentang desa adat. ‘’Ini untuk jangka pendeknya dulu, untuk melakukan penataan,’’ tandasnya. Berkaitan dengan desa pakraman/adat, Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya mengatakan, kedudukan desa dinas dan desa adat juga masuk dalam rancangan undangundang tentang Provinsi Bali. RUU tersebut kini sudah ham-
pir selesai dan target disahkan DPR-RI pada 2019. ‘’Supaya dua desa ini mendapat pengakuan secara kuat melalui undang-undang. Kalau sekarang ini di undang-undang yang diakui kan cuma desa dinas, desa adatnya tidak. Padahal yang paling harus kita lindungi di Bali ini adalah desa adatnya. Jadi sekarang timpang kita,’’ ujarnya. Sebelum undang-undang itu selesai, lanjut Koster, perda tentang desa adat juga akan segera diajukan ke DPRD Bali. Konsep perda bahkan sudah selesai dan akan diajukan awal Desember mendatang. DPRD Bali bahkan diminta untuk memprioritaskan pembahasan perda desa adat, karena begitu rampung, tidak akan ada lagi tuduhan pungli atau OTT di desa adat. (kmb32)
Dibuat Seragam
‘’Kita tidak bisa melarang sebelum masyarakat kita ini kuat. Maka mulai 2019 sedang disiapkan model toko milik desa adat. Arsitekturnya membuat seragam di seluruh Bali,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini.
Menurut Koster, model yang disiapkan cukup bagus. Permodalannya bisa dari LPD, kemudian ada jaminan dari Jamkrida dan BUMDes. Hal ini pun akan diatur dalam rancangan perda tentang desa adat. ‘’Menurut saya, ini harus kita dorong untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,’’ tandasnya. (kmb32)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kamis Pon, 29 november 2018
Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup
Atlet Kodam Udayana Sabet Medali Emas
Denpasar (Bali Post) Beberapa atlet sudah melewati babak final Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8, di antaranya Pratu I Wayan Supriana, wakil Kodam IX/Udayana. Anggota Satuan Yonif Raider 900/ Satya Bhakti Wirottama ini berhasil menyabet medali emas, Rabu (28/11) kemarin. Supriana yang turun di kelas -70 kg telah menuntaskan lima kali pertandingan. Mulai dari babak penyisihan menang bye, kemudian berturut-turut mengalahkan lawannya antara lain A. Holland dari Pengprov Sulawesi Utara dan Jery Maalinu (Pengprov Selawesi Tenggara). Selanjutnya di babak delapan besar menundukkan Rezki Meidiono (Kodam XIII/ Merdeka) dan di semifinal mengalahkan Ismail (Kodam XIV/Hasanuddin). Paling menegangkan di babak final saat dia menumbangkan Marten Heriawang, atlet andalan dari Divisi 3/Kostrad. Kemenangan ini mengantarkan Supriana merebut medali emas di kelas -70 kg. Persiapannya dalam menghadapi kejurnas ini dilakukan sejak dua bulan lalu lewat latihan intensif. Di balik kerja kerasnya itu, dia memperoleh hasil gemilang. ‘’Saya bangga dapat mempersembahkan medali emas kepada satuan, khususnya Kodam IX/ Udayana yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan ikut mengharumkan nama Kodam IX/Udayana,’’ ujar Supriana. Prestasi yang diraih Supriana sebelumnya yaitu merebut medali emas saat Kejurda Yongmoodo 2017 di Korem 163/Wira Satya dan Kejurda Yongmoodo 2018 di Klungkung, sedangkan di Porprov Bali 2017 berhasil meraih medali perak. ‘’Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang telah memberikan kekuatan dan jalan yang terbaik dalam upaya merebut medali emas di arena kejurnas kali ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada atasan, pelatih, ofisial, keluarga dan rekan-rekan yang telah memberikan kesempatan, arahan dan bimbingan serta dukungan dalam laga ini,’’ ucapnya. Menurut Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G., sampai kemarin telah diperebutkan 32 medali, rinciannya 8 emas, 8 perak dan 16 perunggu. (kmb36)
Bali Post/afp
LOLOS - Cristiano Ronaldo (tengah) dan kawan-kawan merayakan kemenangan dan lolosnya Juventus ke babak 16 besar Liga Champions.
Liga Champions
Ronaldo Raih Kemenangan Ke-100
Torino – Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama yang meraih 100 kemenangan di Liga Champions setelah Juventus mengalahkan Valencia 1-0 dalam pertandingan Grup H di Stadion Allianz Arena, Torino, Italia, Rabu (28/11) dini hari kemarin. Juve juga memastikan diri lolos ke babak 16 besar.
Bali Post/ist
GEMBIRA - Pratu I Wayan Supriana (kiri) meluapkan kegembiraannya setelah berhasil menyabet medali emas.
Pelatih Juventus Massimiliano Allegri memuji dampak yang diberikan Ronaldo terhadap juara Italia itu. ‘’Ronaldo memberi kami rasa aman dan percaya diri. Tim ini pada dasarnya sama dengan musim lalu. Kami telah berkembang, menjadi lebih cepat dalam bermain bola, tetapi tentu saja ada Cristiano Ronaldo,’’ kata Allegri. Ronaldo yang bergabung dengan Juventus musim panas lalu dari Real Madrid menargetkan gelar Liga Champions keenam untuk menambah empat trofinya bersama Madrid dan satu dengan Manchester United. Kapten Portugal berusia 33 ta-
Lakers Alami Kekalahan Terburuk Los Angeles – Paul Millsap, Jamal Murray dan Malik Beasley sama-sama mencetak 20 poin untuk Denver Nuggets guna mengalahkan Los Angeles Lakers dengan 117-85 pada lanjutan pertandingan kompetisi NBA, Rabu (28/11) kemarin. Selisih 32 poin itu merupakan kemenangan terbesar Nuggets atas Lakers. Sebaliknya bagi Lakers, ini menjadi kekalahan terburuk musim ini. Nikola Jokic menambahkan 14 poin dan Juancho Hernangomez menyumbang 12 poin untuk Nuggets. Sementara sang megabintang LeBron James hanya membuat 14 poin dan 2 assist buat Lakers. Kyle Kuzma mencetak 21 poin dan Brandon Ingram menambahkan 14 poin. Kyle Lowry mencetak 24 poin saat memimpin Toronto Raptors bangkit kembali dari ketinggalan 17 poin untuk mengalahkan Memphis Grizzlies dengan skor 122-114. Lowry yang juga menyumbang 6 assist, kini telah mencetak angka ganda dalam
hun itu memainkan peran penting melawan Valencia dengan memberikan assist untuk Mario Mandzukic yang mencetak gol kemenangan Juve pada menit ke-59. Juventus memiliki 12 poin dari lima pertandingan, disusul Manchester United (10) yang unggul 1-0 atas Young Boys di Old Trafford melalui gol Marouane Fellaini. Tujuh klub telah lolos ke fase sismtem gugur. Selain Juventus dan Manchester United (MU) adalah juara bertahan Real Madrid, AS Roma (Grup G), Manchester City (Grup F), Bayern Munchen dan Ajax
16 pertandingan berturut-turut. ‘’Ini kemenangan yang bagus. Kami menempatkan diri kami dalam lubang dan kami harus menggali diri kami sendiri, tetapi kami melakukan apa yang harus dilakukan untuk memenangkan pertandingan,’’ kata Lowry. Fred VanVleet mencetak 18 poin untuk Raptors yang memenangkan sembilan dari 11 laga terakhir. Kawhi Leonard menambahkan 17 poin dan 10 rebound serta Serge Ibaka mencetak 16 poin untuk Raptors. Marc Gasol
menghasilkan 27 poin, sedangkan Mike Conley membuat 20 poin dan 6 assist buat Grizzlies. Dalam laga lainnya, Miami ditaklukkan Atlanta dengan skor 113115, Phoenix ditundukkan Indiana 104-109 dan Detroit mengalahkan New York 115-108. (afp/kmb)
Saling Mengalahkan di Piala Srikandi Denpasar (Bali Post) – Saling mengalahkan terjadi dalam kompetisi bola basket putri Piala Srikandi musim 2018-2019. Pada pertandingan hari kedua seri pertama di GOR Merpati, Denpasar, Selasa (27/11) malam, tuan rumah Merpati Bali ditaklukkan Tanago Friesian Jakarta dengan skor 56-61. Tanda-tanda pertandingan berjalan ketat sudah tercium sejak menit awal berlangsung. Tanago Friesian Jakarta langsung mencuri kuarter pertama 14-12, sebelum akhirnya skor berakhir imbang 27-27 pada kuarter berikutnya. Di kuarter ketiga kembali skuad asuhan Abrizalt Hasiholan menyentak tuan
rumah 47-45. Dua pemain Tanago Jakarta berhasil mencetak double digit yakni kapten tim Felicia Clarissa (14 poin) dan Christine Tjundawan (13). Sementara di kubu Merpati Bali, Ni Putu Eka Febiananda menjadi top skor untuk timnya dengan raihan 11 poin dan 9 rebound. Pelatih Merpati Bali Bambang Asdianto Pribadi menilai lawan bermain baik dan tampil lepas, hingga timnya tidak bisa mengejar ketinggalan hingga detik akhir kuarter keempat. ‘’Merpati layak kalah pada game ini. Tiga pemain starter kami bermain off day dan beberapa masih membutuhkan penyesuaian. Selain itu,
Tanago bermain cukup baik. Tapi liga masih panjang dan hal-hal seperti ini akan terjadi,’’ katanya usai laga. Abrizalt mengaku menginstrusikan asuhannya untuk menutup pemain tinggi Merpati Bali dan strategi yang disusun diterapkan dengan baik. ‘’Mungkin ini adalah musim yang kompetitif, semua tim bisa saling mengalahkan. Komposisi pemain saya musim ini juga lebih merata, namun kompetisi masih panjang,’’ ujarnya. (kmb) TUTUP – Tiga pemain Merpati Bali (biru) berusaha menutup pergerakan pemain Tanago Jakarta.
Amsterdam (Grup E). Real Madrid mengunci peringkat teratas di Grup G sekaligus mengakhiri laju delapan pertandingan tidak terkalahkan milik AS Roma di kancah Eropa berkat kemenangan 2-0 di Stadio Olimpico. Kemenangan Madrid didapat berkat gol-gol di babak kedua yang dibukukan Gareth Bale dan Lucas Vazquez. Sang juara bertahan dipastikan memuncaki klasemen grup berkat keunggulan catatan head to head atas Roma. Kedua tim samasama mengoleksi 9 poin. Kurangi Tekanan Dua pemain
Bayern
Muenchen, Arjen Robben dan Robert Lewandowski, masingmasing berkontribusi dua gol ketika menghancurkan Benfica 5-1 di Allianz Arena. Lewandowski menjadi pemain ketujuh yang telah mengukir 50 gol di kompetisi ini. Hasil ini mengurangi tekanan pada pelatih Niko Kovac. ‘’Ini kemenangan meyakinkan dan itulah yang kami butuhkan saat ini,’’ ujar Robben usai pertandingan. Muenchen adalah pemuncak klasemen Grup E dengan 13 poin, namun harus menunggu sampai pertandingan putaran terakhir pada 12 Desember di markas Ajax Amsterdam untuk melihat siapa yang menyelesaikan fase grup sebagai juara grup. Ajax yang tertinggal dua poin menang 2-0 di markas AEK Athens. City meraih tempat di ba-
bak 16 besar untuk musim keenam berturut-turut berkat gol penyeimbang yang dicetak Aymeric Laporte dan Sergio Aguero setelah dua kali tertinggal oleh gol-gol dari Maxwel Cornet. City tetap berada di puncak klasemen sementara Grup G dengan koleksi 10 poin, mengungguli Lyon (7) di urutan kedua. Shakhtar Donetsk (5) di posisi ketiga setelah mempecundangi tuan rumah TSG Hoffenheim 3-2. Kondisi ini membuat City setidaknya akan finis di urutan kedua jika di laga terakhir menelan kekalahan melawan TSG Hoffenheim. ‘’Hari ini Liga Champions menunjukkan kepada saya lagi bahwa itu adalah kompetisi lain yang berbeda dan terutama karena satu alasan,’’ ungkap Manajer City, Pep Guardiola. (afp/kmb)
Kejuaraan Soft Tenis
Atlet Bali Bertumbangan Denpasar (Bali Post) Atlet soft tenis Bali bertumbangan pada hari pertama kejuaraan internasional bertajuk ‘’The 4 th Indonesian Soft Tennis Championships’’ di Lapangan KONI Bali, Denpasar, Rabu (28/11) kemarin. Nancy Metriya y a n g turun di tunggal Grup A disingkirkan oleh Jin Sua (Korea) dan Runi Utami (Indonesia). Gilda Rahma Dania yang masuk Grup B kalah bersaing melawan Angelica Rena Lontoh (Indonesia) dan Ju Seul Gi (Korea). Di sektor tunggal putra, Made Supri di Grup F gagal mengikuti M. He-
mat Bhakti dan M. Pitoli Putra (Indonesia) melenggang ke fase berikutnya. Dua pemain putra Bali turun pada Kamis (29/11) ini yaitu IGNA Agung Surya dan IGNA Juliadi. Agung Surya bangga Bali menjadi tuan rumah turnamen internasional. ‘’Cabor soft tenis di pusat sudah masuk KONI, kami pun ingin Pengprov Petsi Bali bernaung di bawah KONI Bali,’’ jelas karyawan Dinas Koperasi Denpasar ini. Ketua Panpel Agus Rosadi mengemukakan, melalui event ini akan dijaring atlet soft tenis yang dipersiapkan ke SEA Games 2019. ‘’Kami harus menyiapkan atlet untuk diturunkan pada SEA Games di Filipiina,’’ kata Sekjen PP Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (Pesti) ini. Ia berharap ke depan soft tenis makin digandrungi dan diminati sehingga lahir bibit-bibit atlet potensial dan bertalenta. (022)
Bali Post/ist
UJI - Suasana uji kompetensi instruktur senam level 2 di Lala Studio Veteran, Denpasar.
Lala Studio Gelar Uji Kompetensi
Denpasar (Bali Post) Lala Studio menggelar uji kompetensi bagi instruktur senam level 2 untuk keempat kalinya di Lala Studio Veteran, Puri Satria, Denpasar, Rabu (28/11) kemarin. Pemilik Lala Studio, Adolfina Grace Tangkudung, bangga pihaknya memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) satu-satunya di Bali dan baru ditunjuk pemerintah setahun lalu sudah mampu menyelenggarakan uji kompetensi empat kali. Masyarakat pun makin sadar akan pentingnya sertifikat sebagai sebuah pengakuan, bahkan bisa dipakai di Asia. ‘’Ingat, sertifikat resmi yang dikeluarkan pemerintah berlogo Garuda Pancasila,’’ ucapnya. Ia berpesan kepada masyarakat yang ingin mengikuti uji kompetensi supaya mengecek legalitas dan keabsahan penyelenggaranya. Jangan sampai tersesat akibat ketidaktahuan. Sertifikat instruktur senam profesional sangat berharga, apalagi di era MEA. Penguji dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI) Yeni Muryati menjelaskan, saat ini di mana-mana para instruktur senam getol memburu sertifikat. Hal ini untuk membuktikan bahwa dirinya benarbenar berprofesi sebagai instruktur. Sertifikat ini bertujuan membuktikan bahwa pemiliknya totalitas menggeluti dan mahir di bidang senam. Untuk mendapatkan sertifikat instruktur senam tidaklah mudah, mengingat di tiap provinsi hanya ada satu TUK. Di Bali cuma Lala Studio yang berhak menyelenggarakan uji kompetensi. ‘’Di Jatim, saya punya TUK di Sidoarjo. Peserta uji kompetensi mencapai 110 orang, November lalu,’’ tutur Yeni seraya minta instruktur yang memutuskan mancari nafkah di senam supaya mengikuti uji kompetensi secara berjenjang, sebab sampai level 3. (022)