20 HALAMAN
NOMOR 41 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat Paing, 29 september 2017
@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Berdoa untuk Keajegan Gunung Agung, Umat Hindu Jangan Panik
Masyarakat Bali agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi situasi terkait status awas Gunung Agung. Demikian pula umat Hindu harus tetap berdoa agar Bali terhindar dari bencana dan Gunung Agung tetap ajeg. Artinya, Gunung Agung kembali normal seperti biasa. Pemangku Pura Penataran Agung Besakih Jro Mangku Sueca dan Pemangku Pura Basukian Jro Mangku Pinda menyatakan hal itu usai persembahyangan bersama Tim Bhakti Gunung Agung, Kamis (28/9) kemarin. Kepada wartawan Bali Post dan Bali TV, Mangku Sueca mengatakan, masyarakat Bali harus tenang dan jangan panik menyikapi situasi yang terjadi saat ini. ‘’Mari kita tetap berdoa semoga Bali terhindar dari bencana dan Gunung Agung kembali normal seperti sebelumnya,’’ kata pemangku yang tetap tinggal di Besakih ngaturang bhakti walaupun status Gunung Agung telah ditingkatkan menjadi awas. Jro Mangku Sueca mengungkap-
kan, sejak level Gunung Agung naik dari siaga menjadi awas dirinya tetap ngaturang bhakti di Pura Penataran Agung Besakih. Sementara keluarganya telah mengungsi ke Denpasar. ‘’Saya setiap hari ngaturang bhakti di Pura Penataran Agung. Bahkan saya makemit di sini. Saya tidak ikut mengungsi. Kalau keluarga memang semuanya sudah mengungsi meninggalkan Besakih,’’ ungkap Mangku Sueca. Ia mengungkapkan, dirinya me-
mang tidak sendirian ngaturang bhakti di Pura Penataran Agung Besakih. ‘’Jumlah pemangku yang ngaturang ayah sekarang ini ada enam orang. Kalau semuanya ada sekitar 25 pemangku, tetapi pemangku yang lainnya sudah mengungsi bersama keluarganya,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, secara kasat mata belum melihat ada tanda-tanda perubahan mengarah terjadinya letusan. Bahkan, beberapa hari lalu ada warga yang mengecek langsung kondisi gunung sampai ke pinggir kawah. Menurutnya, berdasarkan informasi warga yang naik ke puncak, belum terjadi sesuatu dalam kawah. ‘’Katanya di atas belum ada perubahan apa-apa. Di kawah juga tidak ada apa-apa. Juga tidak terasa panas,’’ ucap Mangku Sueca menirukan infor-
masi warga. Meski begitu, kata Mangku Sueca, pihaknya tetap meminta kepada warga Besakih dan sekitarnya tetap waspada sesuai dengan imbauan yang telah diterima dari pemerintah. ‘’Saya minta masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah. Jangan sampai menyalahi aturan. Karena hal ini menyangkut keselamatan. Mari kita taati apa yang telah menjadi keputusan pemerintah. Tentu juga kita tetap berdoa semoga Gunung Agung kembali normal seperti sedia kala,’’ pesan Mangku Sueca. Sementara itu, Pemangku Pura Basukian Jro Mangku Pinda juga mengakui kalau dirinya setiap hari ngaturang bhakti di Pura Basukian. Namun, ia tidak sampai makemit di Pura Basukian. Setiap sore ia
kembali ke tempat pengungsian. ‘’Saya setiap pagi ngaturang ayah di sini. Tapi kalau sore saya balik ke pengungsian karena istri, anak dan menantu sudah mengungsi. Besok pagi saya kembali ngayah,’’ ucap Jro Mangku Pinda. Sementara itu, Kepala Keamanan Desa Besakih I Nengah Dapet mengakui tetap melakukan pengamanan di Besakih, walaupun sudah banyak warga yang mengungsi. ‘’Kami tetap melakukan penjagaan. Selain kami yang melakukan pengamanan, kepala keluarga pasti ada yang pulang setiap paginya untuk menyabit dan memberi pakan ternak. Bahkan, ada beberapa warga tetap berada di rumah mereka untuk menjaga rumahnya,’’ ucap Nengah Dapet. (kmb41)
Tak Masuk Akal, Pengungsi Tembus 134.229 Orang
Warga di Luar KRB Sebaiknya Pulang Amlapura (Bali Post) – Data jumlah pengungsi terus meroket. Enam hari pascastatus Gunung Agung naik menjadi level awas, jumlah pengungsi yang tercatat di Posko Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung, sampai pukul 18.00 Wita, sudah menembus angka 134.229 orang. Jumlah pengungsi ini jauh membengkak dari perkiraan BNPB sebanyak 64.000 orang. Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Wijaya menyebut jumlah pengungsi terbaru ini tidak masuk akal. Ini terungkap saat rapat evaluasi Satgas Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung di Posko Komando, Gedung Pelabuhan Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kamis (28/9) malam. Kenaikan jumlah pengungsi ini disebabkan pemahaman tentang bahaya bencana yang keliru, hingga membuat warga di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, II mampun I, ikut berbondong-bondong mengungsi. ‘’Kalau jumlah pengungsi naik terus,
Wisnu Wijaya
Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Keluarga Besar SMKTI Bali Global Dps Rp Alumni Bali Usada Rp NPO WKM Sakura Ijuin, Dainosuke Bushi, Masato Ono, Island C, Ajee H & M Villas Rp Alumni SMA 2 Tabanan 1984 Rp Karyawan KUD Panca Satya Dawan, Klungkung Rp Siswa dan Guru SDN 8 Padangsambian, Denpasar Rp NN 7700 (26/9) via BCA Rp SD No. 1 Munggu Rp Keluarga I Nyoman Adnyana, Dps Rp SMKN 2 Tabanan Rp Ni Nyoman Suteni S Rp Anton Adijaya Rp Karyawan Toko Obat Saudara Rp Bambang Suryanto Rp I Ketut Ariana, SH Rp CV Bayu Pasupati Rp I Ketut Butarja, Blahbatuh Rp Odie dan Deby, Sanur Rp SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Rp SHR Gatsu, Denpasar Rp I Ketut Oka Wiluga Rp Karyawan Sewatama Rp I Nyoman Arya Gunawan Rp I Made Wiradnyana Rp I Ketut Suparta Rp Prof. Dr. I Gst Ngr Rp Harmoni Sofa Rp I Made Putrajaya Rp NN 8270 (28/9) via BCA Rp I Gede Suryan Rp Wayan Nurkancana Rp Hal. 19 Jumlah diterima kemarin
6.792.500 5.000.000 5.000.000 3.000.000 2.400.000
ini bisa chaos (kacau). Perkembangan jumlah pengungsi ini sudah tidak masuk akal,’’ papar Wisnu Wijaya. Hal. 19 Segera Disikapi Level Siaga
STATUS GUNUNG AGUNG
18-22 September 2017 Aktivitas kegempaan sudah mencapai 300 kali dan gempa besar dengan kekuatan 3,2 SR.
Level Waspada
14-18 September 2017 Aktivitas kegempaan terus meningkat. Data pemantau Gunung Agung di Rendang menunjukkan, aktivitas kegempaan mencapai 27 kali sampai 50 kali per hari.
Pengungsi sudah mulai ditampung di Menanga, Klungkung, Buleleng dan Amlapura.
Jro Mangku Sueca
Jro Mangku Pinda
Level Awas
22 September 2017 sampai sekarang Aktivitas kegempaan alami peningkatan bahkan mencapai 400 kali per hari. Gempa dangkal dengan kekuatan lebih besar juga sering terjadi. Ada kepulan asap putih yang keluar dari kawah Ada pembekakan perut Gunung Agung. Pengungsi ‘’menyerbu’’ Kota Amlapura, Klungkung, Gianyar, Tabanan, Bangli, Denpasar, Badung, Buleleng, dan Jembrana. Hingga Kamis malam kemarin jumlah pengungsi seluruhnya mencapai 134.299 orang.
Belum Ada Penurunan Status
Amlapura (Bali Post) Hingga Kamis (28/9) kemarin masih belum ada tandatanda penuruan status Gunung Agung. Selain intensitas kegempaan masih tinggi, juga masih muncul asap putih, walaupun tidak secara terusmenerus. Hal itu ditegaskan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, Kamis (28/9) kemarin. Ia menjelaskan, sebelum level Gunung Agung dinaikkan dari siaga ke awas, memang tidak pernah terlihat adanya asap putih tipis di puncak. Karena asap baru muncul setelah level
naik ke awas. Dengan begitu, menandakan kalau gunung sedang ada aktivitas yang cukup tinggi. Dikatakannya, dengan adanya kegempaaan yang semakin besar Gunung Agung cenderung mengalami pembengkakan. ‘’Keberadaan magma kisaran 1-1,5 kilometer d a r i
kawah. Kalau pastinya kita tidak tahu. Karena posisinya berubah-ubah setiap waktu,’’ tegas Kasbani. Sementara itu, Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan evakuasi ternak. Dari target 20.000 ekor sapi dari wilayah terdampak, per tanggal 28 September telah dievakuasi sebanyak 1.771 ekor. Ternak-ternak yang dievakuasi oleh satgas maupun oleh pemilik ternak ditampung di tempat penampungan. Sampai tanggan 27 September telah tersedia 30 titik penampungan yang tersebar di lima kabupaten. Demikian disampaikan Ketua Satgas Pos Komando Siaga
Peternakan dan Kesehatan Hewan Antisipasi Erupsi Gunung Agung Drh. IKG Nata Kesuma, M.MA., Kamis kemarin. Satgas yang terdiri dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali dan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem itu juga memberikan bantuan berupa 5 ton pakan konsentrat, 10.000 dosis obat-obatan, 1 truk untuk evakuasi ternak, pembangunan kandang, atap dan kelengkapannya, dan kelengkapan untuk identifikasi ternak. Pihaknya juga memfasilitasi bantuan dari berbagai pihak. Bantuan yang telah diterima dan disalurkan
yaitu pakan konsentrat sebanyak 55 ton, kendaraan evakuasi ternak 9 unit truk, rumput gajah 3 ton, bambu 70 batang, hijauan makanan ternak 1 truk. Meski bantuan mengalir dan satgas telah dibentuk, pihaknya masih mengalami kendala kurangnya armada untuk mengevakuasi ternak sebanyak 20 truk, kurangnya persediaan pakan. Berupa kebutuhan konsentrat sapi untuk satu bulan sebanyak 1.200 ton dan sudah tersedia 60 ton, kebutuhan pakan hijauan 15.000 ton. ‘’Saat ini masih disediakan secara mandiri oleh para peternak,’’ ujar Nata yang juga Kabid Keswan Dinas PKH Bali. (kmb41/kmb42)
2.101.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 1.520.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 800.000 550.000 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000 300.000 300.000 Bali Post/wan
Rp 48.733.500
TIDAK BERKABUT - Pura Besakih sempat diselimuti kabut beberapa hari lalu. Ketika itu jarak pandang sangat pendek. Namun Kamis (28/9) kemarin, kawasan Pura Besakih kembali normal, tidak berkabut sejak pagi hingga sore.
Empat Program Pengembangan Unud GELAR rektor perempuan pertama di Universitas Udayana (Unud) kini disandang Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Selama empat tahun ke depan, Raka Sudewi telah menyiapkan empat program pengembangan universitas negeri tertua di Bali ini. Diawali dengan program peningkatan kualitas tata kelola, baik tata kelola akademik maupun tata kelola administrasi dan keuangan. ‘’Tata kelola perlu disesuaikan dengan
Berita Siang, Pukul 12.30 Wita Seputar Bali, Pukul 18.00 Wita Jumat, 29 September 2017
aturan-aturan baru. Terlebih dengan lahirnya Organisasi Tata Kelola 2016 dan terbitnya statuta Unud 2017,’’ ujarnya dalam wawancara khusus dengan Bali TV, Bali Post, dan Indonesia Network. Program selanjutnya, lanjut Raka Sudewi, berkaitan dengan peningkatan sumber daya. Meliputi sumber daya manusia, sumber daya informasi, dan aset. Terkait SDM, saat ini Unud memiliki 1.500 dosen yang 150 orang di antaranya adalah guru besar dan 300 doktor. Selain itu, ada pula 1.500 tenaga kependidikan yang 700 di antaranya berstatus PNS. Selain dosen dan tenaga kependidikan, Unud juga memiliki 25.000 mahasiswa. ‘’SDM ini kalau kita berdayakan dengan
baik sangat mendukung terwujudnya visi dan misi Unud,’’ jelasnya. Raka Sudewi menambahkan, untuk sumber daya informasi telah ada Unit Sumber Daya Informasi. Semua informasi di sana sudah diatur secara digital dan terintegrasi satu sama lain. Hal ini sangat mendukung pelaksanaan program di Unud dengan baik dan terstruktur. Kemudian yang tidak kalah penting adalah sumber daya aset. Pascaditetapkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU), aset mulai diberdayakan sebagai sumber pendapatan di samping dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). ‘’Berkaitan dengan peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, saat ini sudah boleh dikatakan optimal.
Tercermin dari akreditasi Unud yang sudah A atau teratas di tingkat nasional,’’ imbuhnya. Ke depan, Raka Sudewi merencanakan akreditasi Unud lebih dikembangkan lagi ke tingkat internasional. Pihaknya bahkan sudah menyiapkan beberapa program studi S-1 agar bisa mendapatkan sertifikat dari ASEAN University Network (AUN). Di sisi lain, guru besar dan lektor kepala juga didorong untuk melakukan penelitian berkualitas dengan metodologi yang lebih valid. Mengingat, guru besar dan lektor kepala kini wajib mempublikasikan jurnal internasional sesuai aturan Kemenristek Dikti. Hal. 19 Nilai Ekonomi
A.A. Raka Sudewi
denpasar
2
Jumat Paing, 29 September 2017
figur Pemberdayaan Pengelola Pasar
KEBERADAAN pasar rakyat/tradisional atau pasar desa kini menjadi fokus penataan dalam upaya untuk mempertahankan eksistensinya. Setelah melakukan revitalisasi terhadap fisik bangunan pasar, kini para pengelolanya Bali Post/dok diberikan pemahaman tentang tata kelola pasar. Dengan kualitas pengelola yang baik dan profesional, maka semua aktivitas pasar bisa berlangsung dengan optimal. Sinergitas program pemberdayaan pengelola pasar desa ini dilakukan secara lintas instansi, seperti PD Pasar dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar. Sinergi ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pemberdayaan pengelola pasar, Kamis (28/9) kemarin. Kepala DPMD Denpasar I.B. Alit Wiradana mengatakan, kegiatan ini diikuti 30 orang pengelola dan kepala pasar se-Kota Denpasar. Pihaknya menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan pasar rakyat yang baik, seperti dari DPMD Provinsi Bali, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar dan Forum Pengelola Pasar Desa. “Revitalisasi pasar desa yang dilaksanakan secara berkesinambungan tidak saja dari segi fisik, namun juga penting dilakukan revitalisasi sumber daya manusia dari pengelola dan pedagang pasar itu sendiri,’’ ujarnya. Dalam pemberdayaan pengelola dan kepala pasar ini, kata pria asal Sanur ini diharapkan mampu menyamakan persepsi dalam pengelolaan pasar desa. Di samping itu, juga menambah wawasan pengetahuan serta dapat memotivasi tata kelola dan tata laksana pasar desa, sehingga pasar mampu dikelola secara profesional. Program pemberdayaan ini tak terlepas dari keberadaan pasar desa sebagai pusat pertukaran barang dan jasa, pusat informasi dan komunikasi harga dan kualitas produksi desa yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. “Dalam kegiatan pemberdayaan ini, kami juga melibatkan BBPOM Denpasar yang membahas mengenai bahan pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan,” ujarnya. (ara)
Merampok, Lima Pelajar Ditangkap
Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan (Densel) meringkus komplotan perampok, Kamis (28/9) kemarin. Pelakunya lima pelaku berstatus pelajar SMP berinisial MAD (15), KAP (15), IKR (15), KA (15) dan IWRM (15). Mereka ditangkap setelah merampok mahasiswa, Langi (21), di Bengkel Karya Motor di Jalan Raya Sidakarya, Denpasar Selatan. “Kejadiannya sekitar pukul 01.40 Wita. Waktu itu korban dibonceng temannya bernama I Ketut Buda Astrawan (29). Setibanya di TKP, mereka dihadang pelaku yang saat itu mengendarai motor matik,” kata sumber yang enggan disebut identitasnya. Setelah mengurung korban dan menanyakan asal korban, pelaku meminta dompet dan handphone (HP) milik mahasiswa itu. Lantaran korban berusaha mempertahankan dompet dan HP-nya, dua pelaku langsung memukul korban menggunakan kursi kayu. Sedangkan Ketut Buda didorong hingga jatuh dari sepeda motor dan langsung dikeroyok. “Selanjutnya pelaku merampas tas korban, lalu kabur ke arah timur. Selain itu, kunci motor korban juga diambil,” ungkap sumber. Tas milik korban yang dibawa kabur pelaku berisi dompet, uang Rp 400 ribu, HP dan barang berharga lainnya. Korban langsung melapor ke Polsek Densel di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur. Berdasarkan laporan itu, Kanit Reskrim Iptu Bangkit Dananjaya bersama anggotanya melakukan penyelidikan di TKP dan sekitarnya. Saat melakukan penyisiran sampai kawasan Sanglah, enam pelaku melintas. Tahu ada polisi, para pelaku langsung kabur. Petugas langsung memburunya dan para pelaku berhasil ditangkap di Jalan Padanggalak, Denpasar Timur. Hasil penggeledahan, petugas mengamankan tas selempang berisi uang Rp 400 ribu, HP, tiga motor yang dipakai saat beraksi, pisau stainless dan satu bangku kayu yang dipakai untuk memukul korban. Hasil pengembangan kasus itu, komplotan pelajar ini juga beraksi di Jalan Tukad Yeh Aya, Jalan Tukad Barito, Jalan Buluh Indah, Jalan Gunung Agung, simpang enam Jalan Teuku Umar, Jalan Sidakarya, kawasan Renon dan di Pedungan. Modusnya, mereka secara berkelompok mengendarai sepeda motor melakukan pengancaman bahkan sampai menganiaya korban agar korban menyerahkan harta bendanya. Kapolsek Densel Kompol Putu Indrajaya membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Namun, ia enggan merinci secara mendetail kasus yang melibatkan komplotan pelajar tersebut. “Sabar dulu karena masih dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dari komplotan ini,” tegasnya. (kmb36)
Bali Post/eka
PERPUSTAKAAN KELILING - Beberapa anak pengungsi tanggap erupsi Gunung Agung melihat-lihat gambar pada buku Perpustakaan keliling di Denpasar, Kamis (28/9) kemarin. Menempatkan Perpustakaan keliling di pos-pos pengungsian, merupakan salah satu upaya Pemkot Denpasar untuk memberikan hiburan pada para pengungsi yang ada di Denpasar.
Pengelola Pasar Diminta Terima Hasil Kerajinan Pengungsi
Denpasar (Bali Post) -
Guna menghilangkan kejenuhan selama berada di tempat pengungsian, sejumlah warga Karangasem yang sebelumnya bermukim di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung melakukan usaha-usaha produktif. Seperti yang ditemukan di Kota Denpasar, warga KRB Gunung Agung telah difasilitasi dengan berbagai usaha, mulai dari berjualan pisang goreng, kedai kopi hingga membuat ceper. Melihat kondisi ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana meminta kepada pengelola pasar untuk turut serta membantu mempromosikan dan menjual hasil kerajinan, seperti ceper dan usaha lainnya di pasar desa. Hal tersebut disampaikan Alit Wiradana dalam pertemuan pemberdayaan pengelola pasar desa di kantor setempat, Kamis (28/9) kemarin. Menurut Alit Wiradana, hingga saat ini jumlah warga KRB Gunung Agung yang mengungsi di Kota Denpasar terus meningkat. Fasilitas telah dipersiapkan Pemkot Denpasar juga telah didukung dengan poskoposko mandiri dari masyarakat dan
berbagai lembaga lainnya. Kegiatan usaha menghilangkan kejenuhan di tempat pengungsian sementara, menjadi kegiatan yang sangat baik bagi kenyamanan para warga KRB Gunung Agung di Kota Denpasar. Membuat ceper dan berjualan pisang goreng
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
FM 96,5
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391
Biaya Pelayanan Kesehatan Dibayar Seperti Biasa
Denpasar (Bali Post) Banyaknya pengungsi Gunung Agung yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit di tempat pengungsian, khususnya pengungsi lanjut usia, membuat para pengungsi bimbang soal biaya pelayanan kesehatan (yankes). Banyak pengungsi yang dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes), namun belum jelas soal biaya. Sementara itu, banyak dari pengungsi tersebut belum memiliki JKN-KIS. Warga asal Banjar Tindih, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, Ni Luh (38), yang mengantar mertuanya, Nyoman Kebon (73), ke RSUP
Sanglah mengaku belum memiliki JKN-KIS. Ia mengaku bingung tentang biaya pelayanan kesehatan jantung mertuanya. Bahkan satu keluarga itu belum memiliki JKN-KIS. Ia mengaku masih menunggu informasi dari BPBD. Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komuni kasi Publik BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, Nusa Tenggara Agung Priyono mengatakan, selama belum ada penetapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karangasem menjadi kondisi tanggap darurat bencana, maka pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS tetap
dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jika Pemkab Karangasem sudah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kondisi tanggap darurat bencana, maka penjaminan pelayanan kesehatan korban bencana termasuk peserta JKN-KIS menjadi tanggung jawab pemerintah. Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014, kata Agung Priyono, salah satu pelayanan kesehatan yang tidak dijamin yaitu pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa/wabah. “Selama belum ditetapkan secara resmi se-
bagai kondisi darurat bencana, pelayanan BPJS masih seperti biasa. Untuk daerah-daerah tertentu yang faskesnya tutup, maka diberikan kemudahan untuk mengakses faskes lain yang buka,” kata Agung Priyono, Kamis (28/9) kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan terkait Gunung Agung saat ini masih dalam situasi siaga darurat. Maka pelayanan kesehatan di poskoposko diberikan secara gratis. “Kalau ke RS harus ada surat rujukannya. Kalau sakit akibat erupsi gunung atau emergency akibat pengungsian baru
dibayar pemerintah melalui BPBD,” ujarnya. Suarjaya menambahkan, warga yang mengalami penyakit biasa, pembiayaan juga dilakukan seperti biasa. “Yang punya BPJS dibayar BPJS. Yang tidak punya, bayar sendiri. Sakit-sakit lama atau melahirkan tetap bayar seperti biasa,” tandasnya. Sebelumnya, Kasubag Humas RSUP Sanglah Dewa Kresna mengatakan warga pengungsian yang dirawat di RSUP Sanglah diberikan penangguhan. “Artinya, sementara tidak bayar, sambil menunggu SK penetapan bencana,” katanya. (kmb42)
Penggerebekan Pabrik Narkoba
Peracik SS Sangat Tertutup
FM 96,5
web E-mail
warga KRB Gunung Agung yang menetap. Sehingga dari program ini sangat baik sekali membantu warga dalam menjual dan mempromosikan produknya di pasar desa. Apalagi menjelang hari raya, permintaan ceper sebagai salah satu sarana upacara pasti banyak dibutuhkan warga. “Rasa kemanusian dan persaudaraan kita tingkatkan bersama membantu warga KRB Gunung Agung yang saat ini terus meningkat memasuki Kota Denpasar. Dari langkah ini, kami mendukung dan siap membantu memasarkan,’’ tegasnya. (kmb12)
Pemerintah Daerah Belum Nyatakan Tanggap Darurat Bencana
081 337 032 965, (0361) 819446
Topik : TUJUH KAFE DI MENGWITANI DIPUTUSKAN DITUTUP Sampaikan opini Anda hari iniW di acara Warung Global FM 96,5
salah satunya dapat dibantu memasarkan melalui pasar desa. “Mari kita tingkatkan rasa kemanusiaan, mengingat waktu yang cukup panjang dan tak dapat dipastikan KRB Gunung Agung ini,” ujarnya. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemkot Denpasar, kata Alit Wiradana, telah melakukan langkah-langkah sesuai instruksi Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara. Pengelola pasar desa di Denpasar diharapkan merangkul warga yang mengungsi yang saat ini berada di Denpasar, dengan jalan menjual hasil yang mereka buat. Sementara itu, Kepala Pasar Agung Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Nyoman Suwarta, mengatakan saat ini di kawasan Pasar Agung juga terdapat
Bali Post/rah
MERACIK - Di kamar inilah tersangka Hipni Muchtar alias Cakni meracik sabu-sabu (SS).
Denpasar (Bali Post) Tim gabungan BNN-RI dan BNNP Bali terus mengembangkan kasus pabrik narkoba di Jalan Tukad Banyu Poh, Gang VIII B, Denpasar Selatan. Dari penuturan keluarga pemilik kos, peracik sabu-sabu (SS), Hipni Muchtar alias Cakni sangat tertutup dan jarang keluar kamar. Saat digerebek Cakni sendiri di kamar berukuran 2 x 2,5 meter tersebut. Dari hasil pengembangan kasus itu, petugas mengamankan Putu Ruly alias Ayung dan Made Irwan Wardana alias Iwan. Hasil penggerebekan, Rabu (27/9) pukul 13.00 Wita, petugas mengamankan barang bukti tiga jerigen ukuran sedang yang berisikan cairan kimia dan alat laboratorium. Dari pantauan di TKP, Kamis (28/9) kemarin kamar tersebut telah dikosongkan. Barangbarang milik Cakni asal Jawa Timur yang tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut dikeluarkan dan ditaruh di
teras kamar. Dari penuturan kerabat pemilik kos, Kadek Dira, Cakni lebih sering berdiam diri di kamarnya. Bahkan, pria asal Tirta Gangga, Karangasem itu mengaku tidak tahu nama pelaku. Sedangkan pelaku kos di sana sejak sepekan lalu. “Saya baru lima hari di sini karena ngungsi dari Karangasem. Jadi saya tidak begitu kenal pelaku. Apalagi orangnya sangat tertutup,” ungkapnya. Selama tersangka asal Jawa Timur itu tinggal di sana, Dira menyatakan tidak tahu apa pekerjaan dan kegiatannya di dalam kamar. Apalagi pelaku hanya keluar kamar saat mandi pukul 19.00 Wita. Setelah mandi langsung masuk ke kamar. “Jendela kamarnya tertutup rapat. Sedangkan pintu juga begitu. Kalaupun terbuka, hanya sedikit saja, mungkin biar dia tidak kepanasan di dalam,” tegas Dira. Setelah tersangka ditangkap, Dira baru mengetahui
ternyata selama ini tetangga kosnya meracik barang haram di dalam kamar. Selain mengamankan cairan kimia di kamar pelaku, petugas menemukan prekurser dan satu kotak silver berisi cairan hitam diduga bahan dasar sabusabu. Sedangkan di lantai dua rumah itu diamankan satu bungkus besar korek kayu. Diduga Kepala korek api atau fosfor merah akan dicampur dengan zat lainnya, sehingga bisa menjadi bahan SS. Sedangkan menurut sumber, ketiga pelaku sedang diperiksa lebih lanjut di Kantor BNNP Bali. Hasil tes urine mereka positif menggunakan SS. Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik narkoba walau skala kecil atau home industry memang ada di Bali. Setelah sepekan melakukan pengintaian, tim gabungan BNN-RI dan BNNP Bali akhirnya menggerebek pabrik narkoba di Jalan Betenpoh, Denpasar Selatan, Rabu (27/9) lalu. (kmb36)
BADUNG
Jumat Paing, 29 September 2017
3
Bupati Giri Prasta Pimpin ”Sales Mission” ke Italia
HUMAS - Kepala Bagian Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta didampingi Kasubag Pelayanan Pers I.B. Wisnawa Kesuma.
PROMOSI pariwisata menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Badung, di era Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Bahkan Bupati Giri Prasta sampai harus memimpin langsung sales mission atau promosi pariwisata ke Negara Italia. Promosi pariwisata ini dalam rangka mendongkrak tingkat kunjungan pariwisata dari Benua Eropa, khususnya Italia. Selama ini, wisatawan asal Eropa masih kalah dibandingkan wisatawan dari benua lainnya. Dari catatan Dinas Pariwisata, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dan Badung khususnya, masih didominasi wisman asal China,
Australia, India, Inggris dan Jepang. Dengan melakukan promosi pariwisata ke Italia, pemerintah berharap tingkat kunjungan wisatawan ke Bali makin meningkat. Dalam lawatannya ke Italia, Bupati Giri Prasta didampingi Kepala Dinas Pariwisata (Disparda) Kabupaten Badung I Made Badra, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya yang juga Ketua PHRI Badung. Di Italia, rombongan Bupati diterima di Kantor Wali Kota Brescia. Agenda Bupati Giri Prasta selama di Italia tergolong cukup padat. Promosi kepada stakeholder terkait di Italia dilakukan sejak Kamis (28/9) kemarin, dan
akan berlangsung hingga Minggu (1/10) mendatang. Tak hanya mempromosikan potensi pariwisata yang selama ini dimiliki Pulau Dewata, yakni panorama alam. Tapi sekaligus mempromosikan seni, adat dan budaya Bali yang selama ini menjadi ciri khas. “Ini merupakan agenda Bapak Bupati untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Bali, khususnya yang ada di Badung,” kata Juru Bicara Bupati Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, yang juga selaku Kabag Humas Setda Badung. Thomas Yuniarta menegaskan, promosi pariwisata seperti ini kerap dilakukan oleh Pemkab Badung. Bahkan menurut mantan Camat Abiansemal ini, dalam be-
berapa event skala internasional, Badung selalu hadir. “Jadi ini merupakan komitmen dari pimpinan, yakni Bapak Bupati untuk tak henti-henti mempromosikan pariwisata. Sekalipun dunia sud ah mengeta hui Bali, tapi promosi tetap penting. Makanya Bapak Bupati sampai jauh-jauh memimpin langsung sales mission ke luar negeri. Sekali lagi, bahwa tujuan dari sales mission ini semata-mata untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, sehingga dapat memenuhi target enam juta wisatawan tahun ini,” tegasnya. Selain promosi pariwisata ke Italia, BPPD bersama Disparda sepanjang tahun 2017 telah melakukan tour ke sejumlah negara dalam
rangka promosi. Pada bulan Maret lalu misalnya, BPPD bersama Disparda dan para stakeholder terkait telah melakukan sales mission ke ITB Berlin 2017 dan Eropa Sales Mission. Kemudian bulan berikutnya langsung ke Cina. Masih di bulan yang sama setelah dari Cina rombongan langsung melakukan sales mission ke Timur Tengah. Bulan Mei lalu mengikuti Gebyar Wisata Nusantara di Jakarta, Juni melaksanakan Korean Sales Mission ke Korea Selatan serta melaksanakan Bali & Beyond Travel Fair 2017. Sementara Juli lalu melaksananakan sales mission ke Australia. Terakhir Juli sampai akhir Agustus juga telah melakukan sales mission ke India. (ad1861)
SOSOK
Cukur Rambut Massal
DALAM rangka memperingati HUT ke-72 TNI, berbagai kegiatan kreatif dan inovatif dilakukan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak. Salah satunya adalah memprakarsai cukur rambut massal. Langkah inovatif ini dalam rangka pembinaan satuan untuk Bali Post/rah menegakkan disiplin serta menjaga kerapian anggota militer dan PNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan. Aksi cukur rambut massal ini melibatkan tiga puluh tukang cukur. Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono, mengawali pangkas rambut disusul para asisten serta perwira TNI AD, AU dan AL. “Pimpinan mengawali potong rambut. Ini sebagai contoh kepada seluruh anggota di satuan masing-masing,” ujar Mayjen Komaruddin dalam siaran persnya, Kamis (28/9) kemarin. Dalam penegakan disiplin, lanjut Pangdam, memberikan contoh jauh lebih baik dari pada perintah. Oleh karena itu, diharapkan anggotanya dapat mengikutinya secara sadar dan ikhlas menaati aturan yang ada tanpa ada rasa terpaksa. “Disiplin didasari kesadaran dan keikhlasan pribadi masing-masing jauh lebih baik dari pada terpaksa,” tegasnya. (rah)
Bantu BPN, Pemkab Siagakan 81 Petugas Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung menyiagakan puluhan petugas untuk membantu Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Dukungan ini untuk mempercepat proses reforma agraria yang menjadi bagian dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan pihaknya melibatkan 81 petugas untuk membantu BPN Badung. Dengan dukungan tenaga ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan BPN akan mensertifikatkan tanah masyarakat, tanah pelaba pura dan tanah wilayah lainnya. “Dulu namanya program Prona, sekarang PTSL. Di induk 2017 Badung diberikan program ini untuk tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mengwi, Abiansemal dan Petang. Dari tiga kecamatan tersebut mencakup tujuh desa,” kata Wabup Suiasa, Kamis (28/9) kemarin. Menurut Suiasa, puluhan petugas yang membantu BPN tersebut akan digaji oleh Pemkab Badung sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Petugas diharapkan betul-betul serius membantu BPN Badung, agar target pensertifikatan tanah masyarakat di 40 desa cepat selesai. Petugas ini berjumlah 81 orang yang berasal dari masyarakat desa yang mendapat program PTSL. “Para petugas kami minta bekerja dengan maksimal dan bertanggung jawab, sesuai dengan arahan dari BPN Badung. Sewaktu-waktu kami akan cek ke lapangan,” tegasnya. Pada anggaran perubahan 2017, kata Suiasa, Badung kembali diberi program serupa untuk 40 desa. Untuk tahun 2018 nanti akan dibiayai murni dari APBD Badung. “Sekarang ini ditambah sekitar 32.000 bidang tanah. Tahun depan pensertifikatan akan murni dibiayai Pemkab Badung yang disebut PTSL Mandiri, sehingga seluruh tanah masyarakat Badung dapat disertifikatkan,” jelasnya. Untuk Kabupaten Badung, perkiraan jumlah bidang tanah mencapai 279.022 bidang. Hingga Januari 2017 lalu, bidang tanah yang sudah terdaftar sebanyak 215.240 bidang dan yang belum terdaftar 63.782 bidang. Saat penyerahan sertifikat program PTSL oleh Presdien Joko Widodo pada 4 Agustus lalu, untuk Kabupaten Badung diserahkan sebanyak 1.200 bidang yang meliputi tujuh desa. Suiasa menambahkan, pendaftaran tanah di Kabupaten Badung untuk tahun 2017 ditargetkan 27.225 bidang tanah, yang meliputi 22 desa di tiga kecamatan yakni Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi. Dengan target dari APBN 2017 kurang lebih 12.417 bidang. Sementara di tahun 2018 meliputi target kurang lebih 32.832 bidang yang dilaksanakan secara mandiri dengan biaya Rp 9.286.531.200, dari APBD Badung dengan mekanisme hibah melalui APBN pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN. Suiasa menegaskan, keberadaan program PTSL ini patut disyukuri, karena bidang tanah yang belum bersertifikat akan segera disertifikatkan. Hal tersebut untuk menjamin kepastian hukum atas penguasaan dan kepemilikan tanah. “Pemerintah melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia, sesuai Pasal 19 Undangundang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Undangundang Pokok Agraria,” tegasnya. (kmb27)
Bali Post/eka
PARAGLIDING – Sejumlah wisatawan menikmati paragliding di Sawangan, Badung. Atraksi terbang dari atas tebing ini banyak digemari wisatawan Asia.
Tujuh Kafe di Mengwitani Diputuskan Ditutup Mangupura (Bali Post) -
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung akhirnya memutuskan menutup operasional tujuh kafe di kawasan Mengwitani, Mengwi. Eksekusi akan dilakukan bulan depan, setelah pihak Tim Yustitusi melayangkan surat peringatan terakhir. Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara mengatakan, penutupan tujuh kafe itu lantaran operasionalnya dianggap meresahkan dan keberadaannya ditolak oleh masyarakat setempat. Rencana ini telah dibahas dalam pertemuan yang dihadiri Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Perbekel Mengwitani, prajuru adat se-Desa Mengwitani dan perwakilan masing-masing banjar bertempat di Kantor Desa Mengwitani, Kamis (28/9) kemarin. “Eksekusi tujuh kafe
remang-remang di Mengwitani sudah diputuskan akan dilakukan pada tanggal 4 Oktober mendatang. Kami masih memberikan kesempatan kepada pemilik untuk mengosongkan usahanya sebelum resmi ditutup,” ujarnya. Menurut Suryanegara, pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan. Seperti memberikan peringatan terakhir kepada pemilik agar segera menutup usahanya. Dari tujuh kafe, enam di antaranya sepakat menutup usa-
hanya. “Mereka juga siap mematuhi aturan dari Pemkab Badung. Hanya, sebagian dari pemilik tempat dugem ini masih meminta waktu beroperasi sampai akhir bulan ini, dengan alasan pembayaran gaji karyawan dilakukan setiap tanggal 30,” terangnya. Mengenai proses eksekusi sendiri, kata pejabat asal Denpasar ini akan dilakukan setelah standar operasional prosedur (SOP) eksekusi dilakukan. Sebab, sesuai aturan teguran telah dilaksanakan,
sehingga tinggal melakukan eksekusi. “Eksekusi rencananya akan dipimpin langsung oleh Bapak Bupati. Tanggal 3 Oktober, surat perintah (eksekusi) ditanda tangani, tanggal empat langsung kita eksekusi,” tegasnya. Suryanegara meminta semua pihak mematuhi aturan. Pihak desa adat juga diharapkan ikut mengawal proses penutupan hiburan malam tersebut, sehingga berjalan aman dan lancar. “Dari hasil paruman desa juga intinya menolak kafe ini. Jadi, kami harap pihak pemilik kafe maklum dan menaati keputusan ini,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, penutupan kafe tersebut
berawal dari pengaduan dari Desa Adat Mengwitani mengenai keberadaan tujuh kafe di Jalan Terminal Mengwi. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Badung akhirnya melayangkan surat teguran I (pertama) untuk menghentikan segala kegiatan. Salah satu dari tujuh surat yang dilayangkan bernomor 640/1449/Penegakan Perda/Sat.Pol.PP tertanggal 11 September 2017. Teguran juga terkait dengan penegakan Perda Badung Nomor 27 Tahun 2013, tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan dan Perda Badung Nomor 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Kabupaten Badung. (kmb27)
Diancam Dibunuh, Pemuda Ditodong ”Airsoft Gun”
Bali Post/wan
PENGGALIAN - Sejumlah pekerja melakukan penggalian lahan tanah untuk penataan dan perbaikan tembok panyengker Gelanggang Olahraga (GOR) Purna Kridha, Kerobokan, Badung.
KERICUHAN terjadi di Jalan Mekar Jaya II Blok III, Pemogan, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (26/9) lalu. Seorang pria berinisial MP (44) menodong RS (27) menggunakan airsoft gun. Bahkan RS diancam mau dibunuh. Akibat perbuatannya itu, MP dilaporkan ke Polsek Densel. Sumber di Polresta Denpasar, Kamis (28/9) kemarin mengatakan, hasil pemeriksaan saksi-saksi, korban bersama tiga temannya ke rumah pelaku. Saat itu mereka mengantar seorang wanita berinisial Da. Setibanya di sana, Da langsung masuk ke rumah pelaku. Sedangkan korban bersama teman-temannya menunggu di poskamling yang jaraknya tidak jauh dari TKP. Diduga Da merupakan WIL pelaku. Sekitar dua jam kemudian Da lari keluar rumah dengan kondisi luka. Sedangkan pelaku mengejarnya sambil membawa pedang. Melihat hal itu, korban
langsung mendekat dan berusaha melindungi Da. Namun pelaku justru mengancam mau membunuh korban dan teman-temannya. Beruntung saat itu langsung dilerai keluarga pelaku. Selanjutnya pelaku bergegas masuk ke rumahnya. Sesaat kemudian pelaku keluar sambil membawa airsoft gun dan langsung ditodongkan ke kepala korban sambil berteriak mati ci jani (mati kamu sekarang - red). “Untung senjata itu tidak jadi ditembakkan. Warga yang ada di sana langsung melerai mereka,” ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Merasa terancam akibat ulah pelaku tersebut, korban langsung melapor ke Polsek Densel. Berdasarkan laporan itu, petugas mengamankan pelaku di rumahnya dan dibawa ke Polsek. “Kami masih mendalami motif kasus ini,” tegas Kapolsek Densel Kompol Indrajaya. (rah)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kado Istimewa HUT Ke-11
SMK TI Bali Global Borong Juara Ephotech Resman
SMK TI Bali Global Denpasar sebagai sekolah IT pertama di Bali terus berkembang dan berprestasi. Kali ini siswa SMK TI Bali Global Denpasar sukses kembali memborong juara Ephotech Competition Resman 2017. Di event bergengsi pelajar SMA/ SMK se-Bali itu, siswa SMK TI Bali Global Denpasar memborong empat predikat juara. Juara I lomba desain poster diraih I Made Waskita Pranajaya, juara II lomba desain poster direbut I Putu Wiweka Nanda Saputra, juara I lomba photografy disabet I Komang Juang Arya MP dan juara III lomba photografy diukir oleh Bagus Wahyu Mahardika. Siswa SMK TI Bali Global Denpasar juga meraih prestasi di Politeknik Negeri Bali. Prestasi ini diukir oleh Wahyu Budi Setiawan yang menjadi juara II lomba web desain. Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. gembira saat menerima piala dari siswanya, Kamis (28/9) kemarin. Menurutnya, prestasi ini sebagai kado istimewa menyambut HUT ke-11 SMK TI Bali Global Denpasar. Ia mengharapkan siswa berprestasi ini menjadi panutan bagi siswa lain dan menjadi corong sekolah di masyarakat sebagai promosi. ‘’Kami berikan reward kepada peraih juara. Juara I, II dan III diberikan bebas SPP selama tiga bulan, dua bulan dan satu bulan, sedangkan guru pembina diberikan hadiah khusus,’’ katanya. Murjana didampingi Wakasek Kurikulum Nyoman Sucana, M.Pd. Kom., Wakasek Kesiswaan Bagus Eka Wijaya, S.Kom., Wakasek Sarana Made Indra Aribawa, S.H.,
BERPRESTASI – Kepala SMK TI Bali Global Denpasar I Gusti Made Murjana bersama siswa berprestasi yang memborong juara di Ephotech Resman dan PNB. Wakasek Humas Ni Wayan Sri Arini, S.T., M.Kom., dan Kepala Tata Usaha I B.N. Badra Jayapati, S.E. mengungkapkan, prestasi ini juga sebagai bentuk aktualisasi tanggung jawab sekolah atas kepercayaan masyarakat mempercayakan putraputrinya mengikuti pendidikan di SMK TI Bali Global Denpasar. Pencapaian kuantitas siswa SMK TI Bali Global dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Terbukti saat ini siswa mencapai 1.560 orang yang tersebar pada lima keahlian, yakni RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), TKJ (Teknik Komputer Jaringan), MM
(Multimedia), Animasi dan DKV (Desain Komunikasi Visual). Murjana menambahkan, prestasi yang diraih selama ini tak terlepas dari bimbingan yayasan. Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Sekretaris Yayasan Lilis Yuningsih, S.H., M.M.Kom., Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, serta Ketua Komite Drs. Made Subadi, M.Si. yang sangat concern memajukan SMK TI Bali Global Denpasar menjadi sekolah besar, berkualitas dan shanti. (ad1860)
BNNK dan mulai dikerjakan tahun 2018, yaitu Kabupaten Klungkung, Buleleng dan Karangasem. Oleh karena itu harus diupayakan semaksimal mungkin sebagai upaya penyelamatan masyarakat Bali. ‘’Bali adalah salah satu barometer pariwisata di Indonesia. Hasil pengungkapan BNNP Bali selama ini sudah menunjukkan bahwa Bali kini dijadikan tempat pembuatan narkotika, salah satunya setelah ditemukan pabrik narkotika rumahan,’’ ujar Irjen Gatot Subiyaktoro. Sestama BNN RI berharap setelah dibentuknya tiga BNNK akan semakin memperkuat program BNN di Bali. Selain itu, perlu diperkuat koordinasi antara BNN dan aparat penegak hukum lain.
Upaya lain BNN dalam waktu dekat mengadakan anjing K9 (pelacak) untuk BNNP. ‘’Dukungan pemerintah terhadap pembentukan BNNK ini sudah disetujui pada 28 Agustus 2017 lalu oleh Kemen-PAN RB. Hal ini merupakan langkah yang baik dan parameternya telah disepakati,’’ tambah Brigjen Dunan Ismail Isja. Dari 83 kabupaten/kota yang diajukan oleh BNN RI, baru 21 BNNK/ Kota yang disetujui oleh KemenPAN RB termasuk tiga kabupaten di Bali. ‘’Semua wilayah laut di Bali adalah entry point yang merupakan warning bagi kita semua. Tiga BNNK yang akan dibentuk merupakan wilayah yang pantas untuk pembentukannya dan siap dibangun,’’ tegas Sestama BNN. (bns2)
Jumat Paing, 29 September 2017
PNB Tuan Rumah IJCST 2017
Perkuat Peran Ipteks dan Kebudayaan DIRJEN Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Dr. Muhamad Dimyati, M.Sc. membuka International Joint Conference on Science and Technology (IJCST) di Ayodya Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (27/9) lalu. Konferensi yang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (28/9) ini, diselenggarakan atas kerja sama internasional Politeknik Negeri Bali (PNB), Universitas Pembangunan Nasional Veteran, National Cheng Kung University, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Trunojoyo Madura. Mengambil tema ‘’Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kebudayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Tantangan bagi Green Industry’’, konferensi ini bertujuan menguatkan keberadaan peran ipteks dan kebudayaan dalam rangka kehidupan industrial masa kini yang berkelanjutan secara ekologi, secara ekonomi dan secara sosial-budaya. Dalam sambutannya saat pembukaan, Dirjen Dr. Muhamad Dimyati menyampaikan harapannya agar seminar kolaborasi seperti ini dapat berkembang dan berlanjut di masamasa yang akan datang. Dikatakannya, posisi Indonesia per Juni 2017 di atas Thailand untuk publikasi jurnal setelah sebelumnya selalu berada di bawahnya. Lebih dari itu, tulisan jurnal sebaiknya diintensifkan kualitasnya dan tidak saja dibuat untuk kepentingan jurnal ilmiah yang hanya dibaca oleh kelangan spesifik tertentu, tetapi meluas ke terbitan-
PEMBUKAAN - Suasana pembukaan International Joint Conference on Science and Technology (IJCST) di Ayodya Resort Nusa Dua, Bali, Rabu (27/9). terbitan ilmiah-populer. ‘’Dengan diperluas menjadi terbitan-terbitan ilmiah-populer, tentu masyarakat umum juga bisa membaca dan memahaminya,’’ ujarnya. Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bali Ir. Made Mudhina, M.T., sebagai institusi penyelenggara dan tuan rumah konferensi, mengungkapkan secara detail terkait keberadaan serta strategi riset dan publikasi di lingkungan kampusnya (PNB). Menurutnya, semua riset dan publikasi di PNB berbasis atau setidaknya mengarah ke paradigma green tourism (pariwisata hijau) yang manjadi landasan pengembangan pendidikan di kampusnya. Semua program studi di PNB mengacu pada paradigma tersebut bahkan dimulai sejak kurikulum, karya
tulis mahasiswa, hingga penelitian, publikasi dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen di bawah koordinasi tim P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Dijelaskannya, konferensi ini diikuti sekitar 550 peserta yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Bali dan luar Bali serta luar negeri seperti Malaysia, Australia, Korea Selatan, Bangladesh, India, Kanada, dan Nigeria. Hadir sebagai keynote speech yaitu Prof. Dr. Emilienne Baneth-Nouailhetas, Atase Bidang Pendidikan Kedubes Prancis di Indonesia, Prof. Dr. Zakaria Hossain (Departemen Ipteks Lingkungan Mie University, Jepang) dan Prof. Moonyong Lee (Departemen Teknologi Kimia Yeungnam University, Korea Selatan). (ad1862)
Tiga Kantor BNNK Segera Dibangun
RENCANA pembangunan gedung Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng, Karangasem dan Klungkung dalam waktu dekat segera terealisasi. Apabila tidak ada kendala, tahun 2018 akan dilakukan pembangunan tiga kantor tersebut. Hal itu terungkap dalam rapat final pembentukan instansi vertikal BNNK di Provinsi Bali tahun 2017. Rapat dipimpin Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Pol. Drs. Gatot Subiyaktoro didampingi Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi BNN Brigjen Pol. Dunan Ismail Isja dan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa. Hadir perwakilan masing-masing wakil bupati yang akan didirikan BNNK bertempat di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja No. 8 Denpasar, Kamis (28/9) kemarin. Dalam sambutannya, Brigjen Suastawa mengapresiasi Sestama dan tim BNN RI yang datang untuk melakukan kesiapan pembentukan BNNK di tengah-tengah suasana mencekam Gunung Agung. ‘’Prevalensi Provinsi Bali di urutan ke-11 seluruh Indonesia sehingga masuk zona yang patut diwaspadai. Dengan pembentukan BNNK ini diharapkan kegiatan P4GN semakin kuat,’’ ungkapnya. Hasil pengajuan terhadap BNNK yang akan dibangun sudah dilaksanakan sejak sekitar dua tahun. Namun, baru tahun ini Kemen-PAN RB menyetujui pembangunan tiga
RAPAT - Rapat final pembentukan instansi vertikal Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kantor BNNP Bali.
Senator RI Sidak Lokasi Kafe di Delod Berawah
Gusti Wedakarna Dukung Aspirasi Warga Tutup Kafe
SIDAK – Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama Perbekel Delod Berawah I Made Rentana dan pejabat desa saat sidak lokasi kafe di Delod Berawah. SEMAKIN maraknya tempat hiburan malam di Bali membuat senator muda yang saat ini berjuang mengembalikan kedaulatan dan kedigjayaan Bali, Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna MWS III, sangat prihatin terhadap kondisi Pulau Dewata ke depan. Pasalnya, dampak dari tempat hiburan malam itu sangat buruk bagi lingkungan dan masyarakat pada umumnya. Hal ini dapat dilihat saat dirinya menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Delod Berawah, Jembrana, terkait adanya kafe yang diduga ilegal. Senator Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Utusan Provinsi Bali ini melakukan inspeksi ke Desa Delod Berawah untuk meninjau lokasi kafe. Gusti Wedakarna diterima baik oleh I Made Rentana (Perbekel Delod Berawah), I Putu Suardana (Bendahara Desa Adat) dan I Gusti Putu Somowiyasa (Wakil Bendesa Adat). Perbekel Desa Delod Berawah menyampaikan kronologi berdirinya
beberapa usaha kafe di kawasan itu. Sebelum berdirinya kafe tersebut, tingkat perekonomian masyarakat cukup terbatas. Seiring berjalannya waktu, beberapa masyarakat dan desa memberikan ruang kepada pengusaha yang ingin mengelola sebagian lahan yang merupakan bagian dari tanah desa adat untuk membuat suatu usaha demi meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Namun, dalam kurun waktu lima tahun keberadaan usaha tersebut diperutukkan untuk membuat kafe hingga berdiri 21 kafe. ‘’Akhirnya mengakibatkan sering terjadi keributan dan perkelahian, sehingga meresahkan masyarakat adat serta bertentangan dengan pararem adat. Saat ini telah muncul penolakan dari masyarakat,’’ ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Gusti Wedakarna menyampaikan saat ini kondisi Bali tengah diperparah berbagai persoalan yang cukup pelik di berbagai sektor. Mulai muncul aksi kriminalitas di sejumlah titik.
‘’Adanya persoalan demikian di Delod Berawah akan menunjukkan citra dan karma yang cukup kurang baik bagi masyarakat dan Bali,’’ katanya. Lebih lanjut, ia menuturkan, keberadaan sejumlah kafe seperti itu akan banyak memberi dampak negatif secara signifikan di antaranya kriminal dan kesehatan masyarakat. ‘’Kafe remang-remang itu rentan berbagai tindakan seperti halnya perbuatan asusila, penyalahgunaan narkotika dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut tidak sejalan dengan ajaran Hindu, sehingga apabila tidak ada langkah alternatif cepat, maka mau tidak mau secara tidak langsung akan menimbulkan efek secara sekala dan niskala bagi masyarakat dan daerah Bali. Saat ini salah satu efek atau dampak dari keberadaan kafe-kafe liar adalah penyebaran HIV/AIDS di Bali,’’ jelasnya. Gusti Wedakarna menganggap perlu adanya perhatian khusus dan sinergitas yang baik antara desa pakraman dan pemerintah daerah serta masyarakat untuk segera mengambil sikap tepat atas keberadaan kafe yang diduga ilegal tersebut. Ini dalam upaya mempertegas keberadaan dan penegakan hukum yang berlandaskan asas legalitas serta memperhatikan asas desentralisasi dan dekosentrasi pada UU Nomor 23 Tahun 2014 jo UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Di akhir kunjungannya, Gusti Wedakarna berpesan agar seyogianya pembangunan di Bali berdasarkan niat dan kesucian, bukan karena materi semata. ‘’Jika ada pihak yang menerima hasil yang tidak baik (adharma), karmanya juga sama. Itu saja pesan saya. Secara prinsip saya dukung perbaikan,’’ tandas President The Hindu Center of Indonesia ini. (ad1856)
WISUDA – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta (tengah) menghadiri Wisuda VI Monarch Bali di Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar.
Monarch Bali Wisuda 2.160 Lulusan Diwisuda Dua Tahap, 27–28 September 2017
MONARCH Bali, lembaga pelatihan kerja di bidang perhotelan dan kapal pesiar yang bernaung di bawah Yayasan Widhi Sastra Nugraha melaksanakan Wisuda VI Monarch Bali, 27-28 September 2017 di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar. Sebanyak 2.160 mahasiswa diwisuda setelah dinyatakan lulus pada program Basic Level dan Middle Level. Prosesi wisuda berlangsung dua tahap. Rabu (27/9) dihadiri 1.082 wisudawan dari Monarch Singaraja, Monarch Gianyar dan Monarch Negara, sedangkan Kamis (28/9) kemarin melibatkan 1.078 wisudawan dari Monarch Dalung dan Monarch Candidasa. Acara wisuda dihadiri pihak mitra kerja sama (stakeholder internal dan eksternal) antara lain Wakil Gubernur Bali, Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Badung, Gianyar, Karangasem, Buleleng, Jembrana, Dinas Pariwisata Bali, Direktur LSP LPK Monarch Bali, asosiasi di bidang pariwisata, perwakilan manajemen dari industri perhotelan dan Manajemen PT Ratu Oceania Raya Bali. Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha I Made Sumitra, S.E., M.M., CHT. mengucapkan selamat atas keberhasilan seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan di Monarch Bali. Pengembangan Monarch Bali
seiring peningkatan kualitas menjadi perhatian Yayasan Widhi Sastra Nugraha melalui Tim Penjamin Mutu, dengan mengembangkan sistem tata kelola yang tersusun dalam Sistem Manajemen Mutu dan menjadi panduan pada kegiatan operasional Monarch Bali. Ia menjelaskan, pengembangan sarana-prasarana dilakukan tahun 2017 ini, yaitu peresmian Gedung Monarch Negara beserta fasilitasnya sesuai kebutuhan industri pariwisata serta pengembangan fasilitas di Monarch Gianyar dan Candidasa. Monarch Bali saat ini telah mengembangkan program basic level berbasis teknologi, yaitu Administrasi Bisnis yang akan menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sebagai secretary, accounting officer, guest service dan front liner. Wakil Gubernur Bali Drs. Ketut Sudikerta dalam sambutannya menyampaikan keyakinannya Monarch Bali mampu menghasilkan tenaga kerja yang profesional di bidang pariwisata, khususnya perhotelan dan kapal pesiar. Ia sangat mengapresiasi Monarch Bali dan berharap ke depannya dapat bersinergi dengan program pemerintah untuk memajukan Bali. Ketua Panitia Wisuda I Kadek Juli Purwantara, S.Pd. menyatakan seluruh wisudawan Monarch Bali telah lulus dengan mendapatkan sertifikat kelulusan dari lembaga
SEKAA Teruna Yowana Dharma Santi, Banjar Kauh Ungasan, Badung menggelar Styds Kite Festival XI/2017 di Lapangan BM Ungasan, Minggu (24/9) lalu. Ajang tahun ini diikuti 614 peserta yang turun dalam delapan subkategori lomba. Lomba layang-layang berlangsung meriah. Peserta datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Bali. Lomba dibuka Perbekel Desa Ungasan I Made Kari ditandai penarikan layang-layang yang menjadi ikon lomba ini. Hadir Klian Dinas Banjar Kauh Ungasan, Ketua BPD dan Ketua LPM Ungasan. Peserta lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni remaja dan dewasa. Peserta remaja hanya boleh membawa layang-layang yang lebarnya maksimal 3 meter, sedangkan peserta dewasa bisa menaikkan layang-layang berukuran 3,5 hingga 5 meter. Untuk subkategori remaja, ada lomba Pecukan dan Bebean, sedangkan peserta dewasa dibagi menjadi enam subkategori, yakni Bebean dewasa, Pecukan dewasa, kreasi baru, Cotekan, Janggan buntut dan Janggan. Layang-layang jenis Pecukan, kreasi baru, Cotekan dan Janggan besarnya tidak dibatasi. Menurut Ketua Panitia Styds Kite Festifal XI Komang Sukajaya
BUKA – Perbekel Desa Ungasan I Made Kari (tengah) membuka Styds Kite Festival XI di Lapangan BM Ungasan.
Monarch Bali dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Wisuda mengambil tema ‘’Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang Berkarakter, Kreatif dan Inivatif serta Memiliki Kualitas Diri yang Profesional di Bidang Pariwisata’’. Acara wisuda dilengkapi pemberian penghargaan kepada mahasiswa terbaik yang lulus dengan predikat sangat memuaskan dan pujian serta penyerahan sertifikat kompetensi kepada seluruh wisudawan oleh Direktur LSP LPK Monarch Bali I Nengah Adi Susanto, S.H., CHT. Monarch Bali juga memberikan penghargaan kepada pihak asosiasi pariwisata yang hadir, antara lain ICA (Indonesian Chef Association), IFBEC (Indonesian Food and Beverage Executive Association), ABI (Asosiasi Bartender Indonesia), IHKA (Indonesian Housekeeper Association), HFLA (Hotel Front Liners Association), IHGMA (Indonesian General Manager Association), BSA (Bali Sommelier Association) dan HRA (Human Resources Association). Sebaliknya, Monarch Bali menerima tanda penghargaan atas kerja sama yang telah terjalin selama ini dari PT Ratu Oceania Raya Bali sebagai agen resmi penyalur tenaga kerja ke kapal pesiar. Penghargaan diserahkan Direktur PT Ratu Oceania Raya Bali I Nyoman Sudi Artawan, S.S. (ad1859)
Styds Kite Festival XI di Ungasan
Sudarma, lomba layang-layang ini pertama kali digelar tahun 2006 dan pesertanya setiap tahun kian bertambah. Ajang ini telah menjadi pioner lomba layang-layang di Kuta Selatan dan sangat populer di kalangan penghobi layang- layang. Selain sebagai ajang penyaluran hobi main layang-layang, lomba ini sekaligus sebagai sarana untuk melestarikan budaya masyarakat Bali. Styds Kite Festival ke-11 ini mendapat dukungan penuh dari prajuru Banjar Kauh Ungasan yang menaungi Sekaa Teruna Yowana Dharma Santi. Menurut
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Klian Dinas Banjar Kauh Ungasan Made Sedra, lomba ini merupakan kegiatan positif yang mengandung makna pelestarian budaya Bali. Pihak banjar menjadikan event ini sebagai agenda budaya tahunan untuk memberi ruang berkrekreasi kepada anak muda sekaligus menghindarkan mereka dari kegiatan negatif. Untuk menilai layang-layang terbaik, panitia menghadirkan lima juri dari Bali Kite Association. Panitia lomba menyediakan uang pembinaan, piala dan trofi bagi pemenang lomba. (bns1)
Jumat Paing, 29 September 2017
daerah
Lippo Mall Kuta Tampilkan ’’Jember Fashion Carnaval’’
DALAM rangkaian kegiatan Unity in Diversity, Lippo Mall Kuta, pusat perbelanjaan yang berlokasi di area Kuta, Badung, Bali, kembali menyelenggarakan kegiatan bertaraf dunia. Kali ini Lippo Mall Kuta yang mengusung konsep lifestyle and entertainment menampilkan Jember Fashion Carnaval (JFC) untuk pertama kalinya di Bali. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan keberadaan Avenue of The Star (AOS) Lippo Mall Kuta. Area hang out turis mancanegara itu memiliki kapasitas lebih dari 400 orang pengunjung. Area ini menghadirkan area alfresco dining dengan konsep Indonesian food, International food dan bar yang menyediakan ragam minuman dari softdrink hingga cocktail. Sebagai tempat hang out, AOS juga menghadirkan hiburan berupa musik top 40 pada setiap harinya serta art performance seperti tari kecak, fire dance dan tari barong setiap akhir pekan. Marcom Manager Lippo Mall Kuta, Hendra Darmawan, mengatakan Lippo Mall Kuta spesial menghadirkan JFC dengan tema Unity in Diversity mulai 29 September sampai 1 Oktober 2017. JFC akan berlangsung dari pukul 16.00 Wita dan show kedua pukul 20.00 Wita di area atrium utama Lippo Mall Kuta dan area AOS. JFC menampilkan lebih dari 43 kostum dengan personel lebih dari 100 orang baik dewasa maupun kid serta marching band. Setiap kostum yang ditampilkan JFC kali ini mewakili kekayaan budaya dari kepulauan yang berada di Indonesia, seperti Sriwijaya, Lampung, Borneo, Toraja, Borobudur, Betawi, Bali dan Garuda sebagai simbol negara Indonesia. Saat ini pusat perbelanjaan bukan hanya sebagai tempat belanja kebutuhan, namun juga
KOSTUM - Salah satu kostum yang akan ditampilkan dalam JFC di Lippo Mall Kuta. merupakan tempat ideal untuk itulah art performance menjadi berwisata kuliner dan entertain- pilihan entertainment yang kami ment destination. Oleh karena itu, siapkan pada setiap akhir pekan. Lippo Mall Kuta terus melengkapi Penampilan spesial dari JFC fasilitas pendukung sesuai kebu- yang mengekspresikan kekayaan tuhan wisatawan, baik domestik Indonesia melalui desain kostum maupun mancanegara dan terus selama tiga hari dan dua show berupaya memberikan layanan setiap harinya,’’ beber Hendra terbaik terkait trend lifestyle dan Darmawan. entertainment yang semakin menLippo Mall Kuta yang memiliki jadi kebutuhan wisatawan yang GLA lebih dari 32.000 meter perberkunjung ke Bali. segi dengan lebih dari 132 tenant, ‘’Keberadaan Bali sebagai des- telah menjadi lokasi penyelengtinasi wisata dunia memacu Lippo garaan bertaraf internasional, Mall Kuta untuk mengenalkan seperti Balinale Festival Film kekayaan budaya Indonesia serta yang sedang berlangsung dan Cinberpartisipasi dan berperan aktif emaxx Lippo Mall Kuta mulai 24 dalam mempromosikan kebuday- September hingga 30 September aan dan kekayaan budaya melalui yang menghadirkan 108 film yang setiap kegiatan yang kami seleng- berasal dari 42 negara di seluruh garakan di mall kami. Untuk dunia. (ad1858)
5
Warek Undiksha Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan PROGRAM BPJS Kesehatan telah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Manfaatnya sudah dirasakan, salah satunya oleh Wakil Rektor (Warek) IV Undiksha Drs. I Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D. Ditemui di ruang kerjanya, ia bercerita banyak tentang pengalamannya menggunakan fasilitas dari BPJS Kesehatan. ‘’Saya sudah berkali-kali menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, sejak 2009 saat masih PT Askes (Persero). Saya mengalami gangguan kesehatan pilek yang tidak kunjung sembuh dan mengeluarkan darah dari hidung. Saat itu saya langsung periksakan diri ke dokter, dikatakan hanya pilek biasa dan diberi obat, tapi tidak kunjung sembuh. Saya kembali memeriksakan diri ke dokter dan disarankan dirujuk ke RSUD Buleleng untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Akhirnya saya dirujuk ke RSUP Sanglah dan dilakukan biopsi. Saya didiagnosis terkena tumor nasofaring dan diputuskan kemoterapi dua periode dengan biaya saat itu kurang lebih Rp 60 juta dan dilakukan 35 kali radiologi. Biaya yang dihabiskan sekitar Rp 80 juta, semuanya ditanggung oleh PT Askes (Persero) yang kini menjadi BPJS Kesehatan,’’ terangnya Pada tahun 2014, akademisi asal Klungkung ini kembali mengalami gangguan kesehatan. ‘’Saya merasakan dada kiri sangat sakit seperti ditusuk hingga berbaring pun tidak bisa. Akhirnya keluarga membawa saya ke RST Tingkat IV Singaraja. Diagnosis dokter, saya mengalami gangguan pada jantung yang harus rutin mengonsumsi obat setiap hari. Itu dijamin BPJS Kesehatan. Tahun 2015 saya kembali merasakan sakit yang teramat sangat pada jantung kiri. Saya langsung dilarikan ke RSU Paramasidhi dan dilakukan serangkaian pemeriksaan. Akhirnya dokter merujuk saya ke RSUP Sanglah untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan. Sesuai hasil pemeriksaan, harus dilakukan dua kali pemasangan ring pada jantung dan harus tetap mengonsumsi
MANFAAT BPJS - Wakil Rektor IV Undiksha Drs. I Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D. sangat merasakan manfaat BPJS Kesehatan. obat. Saya mendapatkan pelayanan JKN-KIS dan mengucapkan terima sangat baik dengan menggunakan kasih kepada pemerintah atas profasilitas dari program JKN-KIS yang gram yang telah digulirkan. ‘’Saya diselenggarakan BPJS Kesehatan,’’ berterima kasih kepada BPJS Keslanjutnya. ehatan sebagai penyelenggara proDari beberapa sakit yang di- gram ini karena telah memberikan alaminya sejak 2009 hingga kini, pelayanan dengan baik. Manfaatnya Suarnajaya memperkirakan biaya sudah saya rasakan. Saya mengimyang dihabiskan untuk pelayanan bau kepada masyarakat Indonesia kesehatan yang diperolehnya men- agar menyisihkan uang untuk iuran capai ratusan juta rupiah. Ia juga BPJS Kesehatan karena program ini menceritakan pengalamannya saat membantu saat sakit. Sakit tidak peropname di RSUP Sanglah. Salah nah bisa kita prediksi kapan datangsatu pasien di sebelahnya yang juga nya karena manusia tidak lepas dari menderita sakit jantung, pemasan- penyakit. Di sinilah letak gotong gan ringnya harus tertunda karena royong dari program JKN-KIS yang biaya mahal dan tidak mengantongi diselenggarakan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan. Yang sehat akan menjadi pahlawan Merasakan dampak positif itu, ia bagi yang sakit,’’ papar Suarnajaya. mengaku bangga menjadi peserta (ad1857)
Lontar dari Karangasem Dibersihkan
Tersangka Kasus 19 Ribu Pil Ekstasi Akasaka Dilimpahkan Berkas Willy Belum P21
Denpasar (Bali Post) Lama tak terdengar kabar kasus pengungkapan 19 butir pil ekstasi, tim Mabes Polri, Kamis (28/9) kemarin melimpahkan tiga tersangka kasus yang menyebabkan karaoke di pusat Kota Denpasar itu tutup. Berkas penyidikan oleh kepolisian dinyatakan rampung, sehingga berkas berikut barang bukti dan tiga dari empat tersangka dilimpahkan ke kejaksaan. Pelimpahan dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkotika Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Ketiga tersangka yang dilimpahkan masingmasing karyawan klub malam Akasaka, Budi Liman Santoso alias Budi Bin Sujono Liman Santoso, pembawa ekstasi, Iskandar Halim alias Ko’i Bin Muslim Halim, dan Dedi Setiawan alias Cipeng Bin Alex. Didampingi pengacaranya Ketut Ngastawa dan kawan-kawan, proses administrasi pelimpahan tahap II di Kejari Denpasar mendapat pengawalan ketat dari petugas Mabes Polri dan Kejaksaan Agung RI. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar Ketut Maha Agung dikonfirmasi di sela pelimpahan tahap II menjelaskan, setelah dikirim dari Mabes Polri melalui jalur darat selama tiga hari sejak Selasa (26/9) malam, ketiga tersangka dikirim ke Denpasar untuk administrasi. ‘’Proses administrasi ketiga tersangka sudah selesai dan sesegera mungkin kami limpahkan nantinya agar segera bisa disidangkan,’’ terangnya. Ditambahkannya, saat proses pelimpahan tahap II, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. Ditanya proses pelimpahan Manajer Marketing Club Akasaka Abdurahman alias Willy, Ketut Agung menyatakan berkas milik tersangka Willy masih belum lengkap (P-21). ‘’Belum P-21 dan masih petunjuk. Mudah-mudahan sepekan lagi atau secepatnya tersangka Willy bisa dilakukan pelimpahan tahap II,’’ jelasnya. Menyusul pelimpahan tahap II, ketiga tersangka dititipkan ke Lapas Kelas II A Kerobokan. (kmb37)
Pulihkan Mental Anak dengan Membaca Buku
MENJADI warga pengungsi memang tidak nyaman. Keseharian serba terbatas. Demikian halnya yang dirasakan oleh semua warga pengungsi status awas bencana Gunung Agung, Karangasem. Meski demikian, khususnya pengungsi anak-anak tak boleh putus mengeyam pendidikan. Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Karangasem menggelar layanan pendidikan nonformal dengan sarana Mobil Pintar (Mopin) dan Mobil Perpustakaan Keliling (Puskling) untuk pengungsi di beberapa lokasi sejak dua hari setalah ditetapkannya Gunung Agung status awas, Selasa (26/9) lalu. Kepala Dispustaka Karangasem I Komang Daging mengatakan, pihaknya mengerahkan stafnya untuk melayani warga pengungsi agar anak-anak dapat membaca berbagai jenis buku, mewarnai gambar dan aktivitas lainnya. ‘’Jumlah buku yang tersedia ratusan koleksi. Kami menjadwalkan rutin bergilir setiap hari mengunjungi kantong-kantong pengungsian di semua kecamatan,’’ katanya ditemui di Amlapura, Rabu (27/9). Layanan penyediaan buku ini diharapkan sebagai pemulihan kejiwaan dan meminalisir keguncangan trauma anak-anak terhadap kondisi mereka di pengungsian. Mobil Puskling melayani anak-anak di lokasi pengungsian Banjar Dinas Singarata, Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Di lokasi ini terdaftar 625 orang pengungsi terdiri atas 271 lakilaki dan 354 wanita. Warga pengungsi khususnya anak-anak cukup antusias memanfaatkan layanan membaca buku dan mewarnai gambar di atas kertas ini. Seperti diakui Made Aditya bahwa buku bacaan menjadi salah satu kebutuhan di tempat mengungsi. Sebab, bila tak sambil beraktivitas membaca buku, dia mengaku terus dihantui kecemasan. Kabid Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dispustaka Karangasem memiliki dua unit mopin dan satu unit puskling. Sebelum terjadi status awas Gunung Agung, ketiga unit mobil layanan tersebut kesehariannya (Senin-Kamis) mengunjungi semua SD di Kabupaten Karangasem. (gik)
JENUH - Pengungsi di Rendang mulai merasakan kejenuhan.
Foto Bali Post/kmb41
Tak Ada Aktivitas
Pengungsi di Rendang Mulai Jenuh
Amlapura (Bali Post) Sejumlah pengungsi yang berada di posko pengungsian di Desa Menanga, Rendang, Karangasem, mulai merasakan kejenuhan. Rasa jenuh itu muncul disebabkan akibat selama tujuh hari berada di pengungsian mereka tidak melakukan aktivitas apa-apa. ‘’Saya benar-benar sudah jenuh di sini (tempat pengungsian). Sejak tujuh hari hanya makan, tidur dan duduk-duduk. Pulang tidak berani karena rumah ada di bawah kaki Gunung Agung,’’ ungkap Made Putu, Kamis (28/9) kemarin. Warga Banjar Kesimpar, Desa Besakih itu
ditampung di lahan milik UPT Dinas Pertanian sejak tujuh hari lalu setelah Gunung Agung dinyatakan berstatus awas. Saat ini ia mengaku bingung lantaran gunung belum menunjukkan tanda-tanda meletus. ‘’Kalau memang harus meletus agar cepat meletus. Hanya, jangan sampai besar atau memakan banyak korban jiwa,’’ ucapnya. Made Putu menjelaskan, kebutuhan logistiknya sudah mencukupi di tempat pengungsian. Kendalanya hanya air bersih yang tersendat-sendat, sehingga untuk mandi, pengungsi terpaksa ke Sungai Arca yang jauhnya hampir 1 kilometer dari tempat penampungan. (kmb41)
Anggota BNNP Buru Bandar Narkoba
Pelaku Ditangkap Setelah Mobilnya Terbakar dan Mogok
Denpasar (Bali Post) Tim Berantas BNNP Bali memburu bandar narkoba berinisial SP (40), Kamis (28/9) kemarin. Petugas sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan. Dalam kondisi mobil terbakar, pelaku terus ngebut bahkan menabrak sepeda motor anggota dan warga. Akhirnya pelaku ditangkap di dekat Balai Banjar Samping Buni, Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Barang bukti yang diamankan ratusan gram sabu-sabu (SS). Menurut sumber, rencana penangkapan SP dilakukan tim Berantas BNNP Bali di depan rumah di Jalan Gunung Batukaru Gang 8, Denpasar Barat, pukul 17.00 Wita. Saat hendak keluar mobil Honda HRV, pelaku langsung dihadang petugas. Pelaku melawan dan kemudian tancap gas. Saat petugas berusaha menghadang memakai motor, pelaku menabraknya hingga terseret puluhan meter dan terbakar. ‘’Pelaku tidak mau berhenti dan terus ngebut dengan kondisi mobil terbakar,’’ ujarnya. Pelaku selanjutnya menuju Jalan Gunung Batur, Jalan Tambora, Jalan Bukit Tunggal tembus ke Jalan Imam Bonjol, selatan Setra Badung. “’’Warga mengira ada tabrak lari
dan ikut mengejar mobil tersebut,’’ kata sumber itu seraya menyebut anggota BNNP ada yang cedera. Aksi ugal-ugalan pelaku itu sangat membahayakan warga. Karenanya, selain mengejar pelaku, petugas berusaha memperingatkan warga supaya minggir. Setibanya di selatan simpang Jalan Imam Bonjol-Jalan Subur, mobil tersebut menabrak motor warga hingga terbakar. Mobil terus melaju, tetapi setelah itu mogok. Petugas melarang warga agar tidak mendekati mobil tersebut. ‘’Jangan mendekat pak, itu mobil kasus narkoba,’’ teriak petugas. Beberapa saat berselang mobil itu kembali melaju dan akhirnya petugas berhasil menghentikannya di dekat Banjar Samping Buni, Jalan Imam Bonjol. Bandar narkoba itu ditangkap dan dibawa ke Kantor BNNP Bali. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku melakukan perbuatan itu karena takut. ‘’Masih didata barang buktinya. Kalau tidak salah 500 gram sabu-sabu. Besok kami rilis,’’ tegasnya. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) – Komunitas Hanacaraka berhasil mengevakuasi sejumlah lontar dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Lontar-lontar itu utamanya titipan dari geria dan berupa salinan lontar-lontar. ‘’Ini masih bersih-bersih yang dievakuasi di Denpasar,’’ ujar Pendiri Komunitas Hanacaraka, Sugi Lanus, Kamis (28/9) kemarin. Menurutnya, lontar memuat berbagai macam nilai. Mulai dari agama, keseharian, politik, kearifan untuk menjaga hutan, regulasi lokal, hingga pengobatan alternatif. Dulu, nilai-nilai tersebut sifatnya sangat universal atau tidak hanya menjadi local wisdom. Kalau sampai rusak atau hancur oleh erupsi, maka lontar itu tidak akan ada penggantinya. ‘’Setiap lontar ditulis tangan oleh yang punya keahlian secara turuntemurun, dari generasi ke generasi,’’ jelasnya. Kabupaten Karangasem diperkirakan menyimpan ribuan lontar, mengingat ada tradisi penulisan lontar kuno dengan adanya Kerajaan Gelgel pada abad ke-15 dan 16. Ditambah lagi daun lontar juga banyak tumbuh di daerah yang tergolong kering tersebut. Selain membantu mengevakuasi lontar, pihaknya juga turut mengimbau masyarakat agar mengevakuasi pratima, termasuk membantu dalam penjemputan dan menitipkan di Dinas
Kebudayaan Provinsi Bali. ‘’Kalau ada mau titip bisa ke Dinas Kebudayaan, kami bantu koordinasinya. Kami siap jemput, siapkan kendaraan dan menyimpannya di dinas,’’ ujar Sugi Lanus. Sebelumnya, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mengimbau semua warga, klian banjar, pemangku dan para bendesa adat pakraman di KRB Gunung Agung untuk mengevakuasi bendabenda penting seperti lontar. Imbauan itu bahkan telah dituangkan dalam surat pemberitahuan resmi dari Dinas Kebudayaan. ‘’Kami imbau untuk tidak lupa mengevakuasi atau menyelamatkan naskahnaskah penting, lontarlontar, prasasti-prasasti, dan pratima-pratima serta pusaka-pusaka lainnya yang sangat penting keberadaannya bagi keberlangsungan kebudayaan Bali,’’ ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha. Pihaknya siap membantu proses evakuasi, termasuk menyimpan sementara pusaka-pusaka tersebut di Dinas Kebudayaan jika memang diperlukan. Dinas Kebudayaan Bali bersinergi dengan Dinas Kebudayaan kabupaten/kota terutama Dinas Kebudayaan Karangasem, komunitas peduli lontar, dan penyuluh bahasa Bali. ‘’Masyarakat yang memerlukan pelayanan dan penyelamatan dapat berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,’’ tandasnya. (kmb32)
SURYA JAYA
motor
QUALITY IS FIRST
Cash & Credit
JUAL BELI MOBIL SECOND BERKUALITAS Hubungi Sales GUNG SURYA HP. 085 100 80 80 90 WA. 081 338 191 333 Jl. P. Bungin 57 Pedungan Dps Ready Stock : AVANZA | INOVA | JAZZ | YARIS dll Bisa tukar tambah/ kredit C.0001088-rpa
OPINI
6
Jumat Paing, 29 September 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menyelaraskan Bakti pada Gunung Agung ERUPSI Gunung Agung telah berulang kali terjadi. Namun, bagi generasi saat ini, erupsi tahun 1963 penuh kenangan. Derita akibat krisis bahan pangan dan minimnya fasilitas kesehatan menjadi hal berkesan selama letusan dan dampaknya dirasakan masyarakat. Saat itu, erupsi Gunung Agung tentu kita yakini tanpa antisipasi dan persiapan memadai. Setidaknya, antisipasinya tak secepat dan sedetail saat ini. Terlebih saat itu teknologi dan informasi kurang memadai. Ekonomi masyarakat yang tak begitu kuat juga menjadi kendala tersendiri dalam membangun solidaritas mengurai dampak bencana. Kini, ketika bayangan terhadap letusan 1963 berpotensi terjadi kembali, kita masyarakat Bali tentu harus memiliki kesadaran yang utuh. Kesadaran bahwa alam memiliki kuasa tersendiri atas kehendaknya, harus kita pahami pula sebagai sebuah proses menuju keseimbangan. Kita hendaknya memahami bahwa alam bukan semata tempat kita hidup melainkan tempat kita melakukan puja bakti kepada Ida Hyang Widhi. Untuk itulah bakti kita kepada Gunung Agung patut kita selaraskan dengan tetap menjaga kesuciannya. Kita hendaknya membangun kesadaran diri bahwa alam dengan berbagai bentuk perwujudannya dalam menyangga kehidupan manusia memiliki irama tersendiri merespons perilaku dan peradaban dari manusia itu sendiri. Terkait dengan siaga bencana sebagai dampak awas Gunung Agung, hal strategis yang patut kita lakukan adalah membangun kewaspadaan bersama. Sebagai bagian dari alam Bali, penduduk Bali haruslah tetap berpikir jernih merespons segala bentuk kehendak alam. Melakukan pe-nguatan dengan terus berdoa merupakan pilihan bijak di tengah kajian keilmuan. Manusia Bali tentu juga harus banyak merenung jika saat ini Gunung Agung sebagai gunung yang kita sucikan dan keramatkan menunjukkan kuasanya terhadap manusia. Marilah kita melakukan perenungan dan mulat sarira untuk kita tetap setia dan ikhlas menjaga Gunung Agung yang kita yakini menjadi salah sumber kehidupan bagi masyarakat Bali. Secara keilmuan, manusia Bali hendaknya tetap mendengar arahan dari para birokrat dan elemen masyarakat. Potensi letusan Gunung Agung yang dominan mengarah kepada sebuah kepastian hendaknya membangkitkan semangat kita untuk selalu bersama-sama menghadapi bencana. Dampak letusan yang diprediksi akan menimbulkan beragam persoalan sosial-ekonomi tentu harus kita antisipasi lebih awal. Gerakan melakukan pengungsian dengan menyiapkan berbagai fasilitas penampungan, patut diapresiasi. Cegah dini dampak bencana tentu merupakan parameter wajib yang harus dijabarkan, sebelum Gunung Agung benar-benar menebar kekuatannya di tanah Bali. Saat ini, bercermin pada pengalaman masa lalu, tentu juga merupakan langkah strategis. Pengalaman masa lalu akan mengingatkan masyarakat terkait dengan potensi aliran lahar dan risiko paparan debu vulkanik. Ini akan memberikan pilihan tempat pengungsian yang aman dan nyaman. Kajiannya tentu tetap harus diurai berdasarkan kejadian tahun 1963. Kajian ini tentu bisa kita jadikan alat ukur untuk menentukan langkah terbaik menyelamatkan rekan-rekan kita yang masuk dalam zona rawan dampak bencana letusan. Dalam konteks ini pula, semua elemen bangsa harus tanggap bencana dan melakukan upayaupya terukur. Semua kekuatan harus berbaur menjadi daya dukung dan energi potensial, sehingga dampak bencana dengan cepat kita urai dan tentunya stabilitas kehidupan bisa kita rasakan. Dalam konteks ini, kebersamaan haruslah menjadi kekuatan penyeimbang merespons cara-cara alam membangun keseimbangan baru di tanah Bali.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Mengapresiasi Kerja Pemerintah
Bayangan Editis Gunung Agung 1963 Gunung Agung letaknya di Kabupaten Karangasem. Badan resmi, PVMBG, secara terus-menerus mengadakan pemantauan terhadap aktivitas gunung berapi tersebut. Terakhir, 22 September malam, pihaknya telah meningkatkan statusnya dari level 3 (siaga) menjadi level 4 (awas). Level 4 ini dikatakan sebagai level yang terakhir dan yang paling berbahaya, terutama bagi yang bermukim pada kawasan rawan bencana (KRB).
Oleh Romi Sudhita ecara subjektif, penulis bisa menceritakan kejadian 22 September malam itu yang mana penulis kebetulan berada di kampung salah satu desa di Karangasem. Walau baru beberapa jam sempat tidur atau tertidur, tiba-tiba sekitar pukul 23.00 terdengar suasana gemuruh di jalan raya sepertinya ada banyak orang yang lalu-lalang menggunakan mobil dan sepeda motor disertai dengan suara mereka dengan nada tinggi. Setelah diperhatikan secara saksama dan mencari tahu kepada teman yang waktu itu belum tidur, diperoleh jawaban, “Itu pengungsi yang datang dari beberapa desa ingin mengungsi lantaran takut jika terus bertahan di tempat asalnya.” Benar sekali, keesokan harinya sudah didapat kabar bahwa ratusan pengungsi telah mendatangi Desa Bungaya (desa yang dimaksudkan kampung halaman penulis). Mereka pun lalu ditempatkan di sekolah (SD 1) dan di SMPN 4 Bebandem, yang ada di kedesaan Bungaya. Pagi 23 September pukul 05.15 Wita, terjadilah gempa meski gempa itu tidak tergolong besar. Meski demikian, hal itu cukup membuat masyarakat tambah resah dan panik, mau ke mana, mengungsi
S
atau bukan, dan masih banyak tanda tanya yang menyelimuti penduduk setempat. Hal itu pun sangat wajar mengingat 54 tahun lalu (1963), Karangasem sempat diporakporandakan oleh dahsyatnya letusan gunung berapi Gunung Agung, yakni gunung tertinggi di Bali. Bayangan Editis Berhubung penulis di kala itu sudah menginjak usia 12 tahun dan sudah duduk di SD kelas V, dalam hal-hal tertentu tentang peristiwa dan kejadian meletusnya Gunung Agung itu masih membekas di kepala dan di hati hingga sekarang. Bahkan, apa yang penulis lihat, dengar, dan saksikan dengan mata kepala sendiri itu masih tergambar sangat jelas mirip merupakan bayangan editis (bayangan menyerupai aslinya) tentang meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963. Sebagai seorang anak yang merupakan transisi ke usia remaja awal, penulis sangat tertarik melihat sesuatu yang membuat perasaan menjadi puas. Tentu saja tanpa memikirkan sebab dan akibat dari apa yang dilihat. Saat gunung meletus, terutama di malam hari, penulis selalu melihat Gunung Agung mengeluarkan percikan api disertai dengan asap mengepul menjulang tinggi. Tempat nontonnya
pun terkadang di atas tembok atau atap rumah. Bahkan kalau hanya sehari absen melihatnya bisa diibaratkan menonton serial Mahabharata yang tertinggal satu atau dua episode. Mudahmudahan saja “tontonan” menarik tempo dulu tidak akan muncul pada jilid 2017 ini. Lain cerita menonton percikan api dan asap mengepul di malam hari, lain pula ceritanya ketika menyaksikan banjir lahar panas di seputaran kota Karangasem (kini kota Amlapura). Siang atau sore hari sengaja datang ke kota (jaraknya sekitar 4 km) untuk menyaksikan lahar panas itu melintas di beberapa sungai sebelum sampai ke pusat kota. Pernah perjalanan terhenti beberapa jam lamanya gara-gara melihat lahar panas di sebuah sungai, namanya Tukad Kerekuk (kalau sekarang lokasi itu sangat dekat dengan sebuah toko modern), Kelurahan Subagan. Rasa senang bertambah setelah menyaksikan sekaa baleganjur yang sedang menabuh bersemangat dengan maksud memohon keselamatan kepada Hyang Mahakuasa. Lanjut cerita, karena matahari sudah hampir tenggelam, lalu penulis bersama teman-teman menginggalkan lokasi tersebut menuju ke rumah masing-masing. Beberapa saat kemudian, terdengarlah kabar bahwa jembatan Tukad Kerekuk
itu sudah putus diterjang lahar panas dan batu-batu besar yang seakan tidak mengenal ampun. Keesokan harinya terdengar pula sebuah langgar (masjid) yang ditenggelamkan oleh si lahar panas yang membuat semua isi masjid tewas. Disebabkan tidak puas dengan hanya mendengar kabar, lalu siang itu pula penulis bersama grup sebaya meluncur ke lokasi kejadian. Benar, persis seperti yang diceritakan kemarinnya, ditemuilah sejumlah mayat yang sedang dievakuasi oleh puluhan tentara yang penulis sendiri tidak mengetahui dari mana tentara itu berasal. Apakah dari kesatuan Kodam Udayana, Kodam Brawijaya, atau dari kesatuan yang lain. Tentara dan polisi waktu itu benar-benar bekerja sebagai relawan sejati mengevakuasi korban-korban yang dilanda hempasan lahar panas. Morat-marit Di sektor pendidikan, waktu itu Karangasem benar-benar dalam keadaan morat-marit. Siswa, terutama SD-nya, ada yang melanjutkan di daerah pengungsian, ada yang berdiam di rumah (tanpa mengungsi), malah terbanyak yang putus sekolah. Penulis waktu itu disuruh meneruskan pendidikan (SD) ke Denpasar kebetulan sang ayah punya kenalan di situ. Dasar tidak betah, hanya bertahan selama lima hari lalu pulang lagi ke kampung. Ayah yang tak mau melihat anaknya keleleran lalu menitipkan kepada famili yang waktu itu mengungsi ke daerah Labuhan Kecamatan Manggis. Lokasi yang disebut terakhir, sekarang ini juga digunakan untuk pengungsi 2017. Akhirnya, beberapa bulan lamanya dalam pengungsian, dititipkanlah penulis di SD Pertigaan Padangbai.
Semangat Kemanusiaan dalam Layanan Sosial
Bencana memang tak bisa kita pastikan kapan datangnya. Namun, berupaya mengantisipasi dampak buruk bencana harus kita lakukan secara bersama dan bersinergi. Dalam kasus peningkatan aktivitas Gunung Agung, sebagai warga Bali saya menaruh simpati dan mengapresiasi kinerja pemerintah di Bali dan jajarannya. Kesigapan dan kebersamaan yang dibangun mengatasi bencana membuat saya yakin bahwa rakyat Bali bisa menjadi bagian dari para korban terdampak bencana. Kepedulian berbagai pihak, baik pemerintah pusat, Provinsi Bali, kabupaten/kota, dan semua relawan yang terus-menerus bersama-sama berada di antara pengungsi setidaknya dapat meringankan beban para korban. Langkah kebersamaan ini, saya harapkan terus terbangun mengingat korban terdampak bencana Gunung Agung memerlukan waktu yang lama untuk pemulihan. Selebihnya, saya juga memberikan aspresiasi terhadap kesigapan para Kadisdik di Bali dan sekolah yang telah memfasilitasi anak-anak pengungsi untuk bisa bersekolah. Langkah cepat dan mudah ini saya yakini memberikan harapan bagi anak-anak para pengungsi untuk tetap bisa belajar. Mohon para guru, siswa, dan lingkungan sekolah bisa membantu mereka agar cepat bisa beradaptasi. Semoga kita bersama bisa kuat dan tetap bersama-sama menghadapi pergerakan alam menuju kestabilan baru.
Segala urusan yang berkaitan dengan kesehatan memang selalu terkait juga dengan kemanusiaan. Jika tak didasari oleh spirit kemanusiaan, jangan heran apabila pelayanan kesehatan berubah layaknya lapak bisnis yang terkomersialisasi atau terkapitalisasi dengan keuntungan ekonomi sebagai tujuan utamanya. Jika sudah demikian, jangan heran apabila terdapat pelayanan kesehatan yang diskriminatif sesuai dengan kelas sosial-ekonomi. Muaranya, masyarakat yang tak mampu akan menjadi korban, dan akan menjadi benar ungkapan “orang miskin tidak boleh sakit”! Walau terbuka untuk diperdebatkan, namun kasus tragis meninggalnya bayi Debora yang menghebohkan publik beberapa hari lalu tampaknya dapat menjadi contoh aktual bagaimana bahayanya apabila pelayanan kesehatan lebih mengutamakan hitung-hitungan ekonomi (biaya) dan rumitnya administrasi ketimbang terlebih dulu memberikan pelayanan kesehatan: demi kehidupan dan atas nama kemanusiaan. Dalam konteks pembahasan tentang urusan pelayanan sosial-kesehatan dan spirit kemanusiaan, dengan lebih dan kurangnya, tampaknya Palang Merah Indonesia (PMI) pantas menjadi rujukan atau teladan, sekaligus harapan kita agar pada usianya yang telah menginjak 72 tahun pada 17 September lalu, PMI dapat senantiasa menjaga secara konsisten, konsekuen, serta penuh komitmen dalam hal pemberian pelayanan sosial dan kesehatan berdasarkan spirit dan prinsip kemanusiaan!
Putu Sumartana Denpasar, Bali
Sejarah PMI Dalam sejarahnya, embrio berdirinya
Oleh Ridwan Nanda Mulyana PMI dapat dilacak sejak didirikannya organisasi Palang Merah di Indonesia pada masa sebelum Perang Dunia II. Saat itu, pada 21 Oktober 1873, didirikan Het Nederland-Indische Rode Kruis (NIRK) yang kemudian diubah menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdeling Indie (NERKAI). Pada tahun 1932, telah muncul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan dr. Bahder Djohan. Sayangnya, proposal pendirian yang diajukan pada kongres NERKAI tahun 1940 ditolak, begitu pun ketika diajukan pada masa pendudukan Jepang. Kurang lebih setengah bulan selepas Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, tepatnya pada 3 September 1945, Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional. Selain untuk urusan membantu pelayanan kesehatan dan kemanusiaan, hal ini juga terkait erat dengan pembentukan nasionalisme dan politik kemerdekaan kita, yaitu untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa keberadaan Republik Indonesia adalah suatu fakta sosial-politik, yang telah mandiri, dan siap menentukan nasibnya sendiri. Selanjutnya, pada 17 September 1945, terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua
pertamanya, Drs. Mohammad Hatta yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, seperti halnya saat itu, saat ini pun PMI tengah dipimpin oleh Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum (Ketum) PMI periode 2014-2019, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 2014-2019. Dalam konteks PMI, sebagaimana asal pembentukannya, eksistensi dan posisi PMI tak dapat dilepaskan dari spirit dan prinsip kemanusiaan-kebangsaan. Namun, spirit kebangsaan itu tidak sampai membatasi spirit kemanusiaan. Sebaliknya, sesuai dengan amanah konstitusi dan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan kita untuk berkontribusi terhadap terwujudnya perdamaian dan keadilan di dunia internasional, PMI pun ikut berperan aktif dalam misi-misi sosial-kemanusiaan di negara-negara yang tengah membutuhkan bantuan. Teraktual ialah soal penanganan krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar, PMI bersama organisasi-organisasi sosial-kemanusiaan lainnya telah ikut berkontribusi dalam penggalangan dan pendistribusian bantuan terhadap Rohingya dari masyarakat Indonesia. Bahkan, melalui inisiatif bersama PMI dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), serta kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah Indonesia, tengah dilaksanakan pembangunan Rumah Sakit di Myanmar, terkhusus untuk membantu menanggulangi krisis kemanusiaan Rohingya.
Selama dalam pengungsian, penulis masih ingat betul bahwa konsumsi makanan sehari-hari sangat sederhana. Nasinya berupa nasi jagung tanpa beras, dan jagungnya pun besarbesar sebesar gigi orang dewasa. Orang bilang itu jagung bayung. Nasi yang terkadang diganti dengan nasi sela (ubi jalar) cukup ditemani ikan asin yang menjadi pasokan khusus untuk para pengungsi. Mencari bahan makanan tersebut lokasinya di Desa Angantelu (sekarang, Desa Antiga), cara mengambilnya dengan menunjukkan kupon. Secara berkala diberikan pula kain/kamben batik yang corak dan motifnya seragam. Temanteman ada yang mulutnya usil, “Katanya, kita dibantu kain wol oleh Australia tapi kenapa kok tidak pernah kita melihat kain wol tersebut.” Saya juga berbisik kepadanya, “Hai diam kamu... dapat nasi jagung dan ikan asin saja sudah syukur dan patut disyukuri.” Sekembali dari pengungsian karena keadaan dianggap sudah aman, namun kenyataannya pasukan tentara masih saja bertugas terkadang ronda dengan diangkut mobil terbuka bertuliskan KOGA (Komando Operasi Gunung Agung). Terhadap yang ini pun, kalau bisa jangan sampai muncul lagi KOGA-KOGA baru (sejarah berulang) di tahun 2017 ini. Mari kita memohon keselamatan kepada Tuhan YME agar Bali dan Karangasem khususnya tetap aman, damai, dan sejahtera. Tidak lagi melihat rumah sakit, asrama tentara, rumah penduduk, dan kantorkantor yang dibenamkan oleh si dahsyat lahar panas. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat pendidikan
POJOK Tak masuk akal jumlah pengungsi Gunung Agung 134.299 orang. - Bukan akal-akalan. *** Sektor agribisnis di Indonesia masih sangat tradisional. - Pasarnya yang modern. *** Umat Hindu agar berdoa agar Gunung Agung tetap ajeg. - Jangan ikut panik.
Penulis, alumnus FIB Undip
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
PASAR BADUNG Sejumlah pekerja mengerjakan proyek pembangunan Pasar Badung dengan dibantu alat berat crane. Foto diambil dari Pasar Kumbasari, Denpasar, Rabu (27/9).
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
Jumat Paing, 29 September 2017
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Informasi yang Benar, Kasus Bobol Data Nasabah Bank Kurangi Risiko Bencana
Denpasar (Bali Post) Kementerian Pariwisata bersama stakeholder pariwisata di Bali baik pemerintah maupun organisasi pariwisata menggelar rapat terkait dampak Gunung Agung, di Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis (28/9) kemarin. Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja mengatakan, informasi menjadi faktor penting dalam membentuk pemahaman akan risiko bencana gunung api. Informasi yang salah hanya akan membuat masyarakat kalang kabut dan menggagalkan upaya penyelamatan. “Kita harus bisa menampilkan informasi yang sangat baik, tidak hanya bagi wisatawan tapi masyarakat yang berada di daerah berbahaya,” ujarnya. Menurut Wisnu, masyarakat yang belum banyak paham tentang risiko bencana gunung api menjadi satu tantangan tersendiri. Di samping mengenai ketidakpastian erupsi (waktu dan magnitude), juga keterikatan masyarakat dengan ternaknya, dan pemahaman regulasi. Letusan Gunung Agung diprediksi antara 2 hingga 5 indeks letusan gunung api. Kalau sampai pada indeks 5 maka akan lebih besar dari letusan Gunung Merapi yang hanya indeks 4. Volume material yang dikeluarkan dari perut bumi akan besar sekali. “Ancaman langsung adalah lava dan awan panas. Setelah terjadi, ada abu. Kalau abu masuk paru-paru bisa terganggu, kalau mengendap di atas atap dengan ketebalan di atas 20 cm bisa membuat ambruk, dan bisa mencemari air,” jelasnya. Wisnu menambahkan, informasi seperti ini juga harus diinformasikan kepada wisatawan. Termasuk agar memakai masker atau kain bersih yang dibasahi untuk menutup hidup agar tidak menghirup abu vulkanik. Risiko terkait gunung api mesti diinformasikan dalam berbagai bahasa. Mengingat Bali dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara. “Kunci keberhasilan menyelamatkan korban adalah pemahaman risiko tadi,” ujarnya. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) -
Tim Cyber Crime Dit. Reskrimsus Polda Bali dipimpin Kanit Kompol Wisnawa Adiputra terus mengembangkan kasus bobol data nasabah bank yang dilakukan tersangka Boris Georgiev dan Marian Bogidarof Serafinoff asal Bulgaria. Saat ini, polisi memblokir tiga bank yang rekeningnya paling banyak dibobol dengan nilai kerugian Rp 1,8 miliar lebih. Sedangkan tersangka mengaku belajar tindak pidana itu di Jerman. Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Kenedy, didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan, kedua pelaku tersebut melakukan skimming bank BUMN di daerah Lovina, Buleleng. “Kejahatan yang dilakukan pelaku ini sudah jaringan internasional dan sering dilakukan. Terkait kasus seperti ini, kami sudah tiga kali menangkap atau memproses pelaku skimming ini,” ujarnya. Modusnya, lanjut Kenedy, pelaku menaruh hidden camera di mesin ATM, biasanya di dekat nasabah menekan nomor PIN. Selain itu juga dipasang wifi dan memory card. Saat masuk ke mesin ATM, pelaku menyamar dengan menggunakan helm, topi, dan kacamata. Sedangkan CCTV yang ada di ATM ditutup pakai dompet. Setelah itu, mereka menunggu dan memantau di laptop yang terhubung wifi dan hidden camera tersebut. Setiap ada transaksi, PIN korban terekam semua.
“Saat korban, transaksi terutama memencet nomor PIN, terekam semua. Terbukti dari hasil pengembangab kasus ini, ada kartu ATM bodong (palsu-red) sebanyak 58. Kartu ATM ini semua sudah berisi nomor PIN-nya,” ungkapnya. Dengan kartu ATM bodong itu, mereka bisa menggunakan di ATM mana saja. ATM bodong tersebut dicetak di Bulgaria. Sedangkan hasil penggeledahan di tempat pelaku menginap di kawasan Lovina, ditemukan barang bukti uang Rp 26 juta, buku tabungan Bank Permata berisi saldo Rp 1.504.508.271, dua buku Bank CIMB Niaga masingmasing berisi Rp 240.917.150 dan Rp 90 juta. Diduga uang tersebut hasil skimming. “Inilah canggihnya mereka, bisa ke pakai kartu ATM itu di mana saja. Yang penting sudah tahu nomor PIN-nya,” kata Kenedy. Terkait kasus itu, penyidik telah memblokir rekening di tiga bank senilai Rp 1,8 miliar lebih
Bali Post/rah
NASABAH BANK - Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Kenedy merilis perkembangan kasus bobol data nasabah bank dan pelakunya asal Bulgaria. karena diduga hasil skimming. “Kami masih mendalami transferan dari mana saja itu. Kalau sudah ketahui nomor PIN-nya, mereka bisa menguras uang korban. Alat skimming ini untuk mengambil data,” tegasnya. Kenedy berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Pasalnya Bali menjadi target dari skimer ini. Mereka beraksi sejak tahun 2015 dan puluhan data ATM sudah
Pengusaha SPBU dan PNS Ditangkap nondepartemen yang berkantor di Jalan Uluwatu, Kuta Selatan, Selasa (19/9) lalu. Tersangka beralamat di Jalan Kerta Negara ini, saat ditangkap kedapatan membawa satu paket SS seberat 0,15 gram. “Tersangka mengaku mendapat sabu-sabu dari BK yang berada di Lapas Kerobokan dan dibeli seharga Rp 500 ribu,” ungkap Kompol Arta. Sementara tersangka I Nyoman Sup ditangkap di apartemen, Jumat (22/9) pukul 21.50 wita. Hasil penyelidikan terungkap bila tersangka selama ini jadi pengguna dan pengedar narkoba. Saat dibekuk, diamankan barang bukti dua paket SS seberat 5,23 gram. Selain itu, petugas menemukan bong dan satu lembar aluminum foil. Tersangka yang tinggal di Jalan Tukad Gangga, Denpasar Timur ini mengaku mendapat SS tersebut dari seseorang, Br, yang berada di Lapas Kerobokan. Dia tiga kali membeli SS dari Br. Sedangkan barang bukti
Bali Post/ist
KASUS NARKOBA - Kanit 2 Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar Iptu Made Putra Yudistira saat merilis pengungkapan kasus narkoba. tersebut dibeli seharga Rp 7 juta. “Tersangka ini merupakan residivis kasus narkoba. Tahun 2016, dia divonis rehabilitasi dan sekarang beraksi lagi,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Badung ini. Sedangkan JI (37), pekerjaan sebagai sopir travel dan ditangkap Jalan Taman Penta, Kuta Selatan, Selasa (19/9) pukul 14.30 wita. Barang bukti yang
disita empat paket SS seberat 2,41 gram. Saat diinterogasi, tersangka mengaku mendapat kiriman SS itu dari Surabaya, Jawa Timur. Selain mendapat upah per tempel Rp 100 ribu, juga diberikan SS sebagai imbalan. “Tersangka mengaku sudah empat kali mendapat kiriman dari Surabaya. Kasus ini masih kami kembangkan,” ujarnya. (kmb36)
Dua Minggu ke Depan
Mulai Ada Pembatalan Wisatawan Datang ke Bali Denpasar (Bali Post) Sektor pariwisata akan mulai merasakan dampak bencana Gunung Agung pada dua minggu ke depan. Saat ini saja sudah ada beberapa free individual traveler (FIT) yang membatalkan rencananya untuk berlibur ke Pulau Dewata. Sementara dalam dua minggu ke depan, pembatalan dilakukan oleh grup-grup wisatawan dari Tiongkok, ASEAN, dan Eropa yang sebelumnya menjadwalkan kunjungan pada bulan Oktober. “Cancel itu kan yang sudah masuk untuk kedatangan Oktober. Kalau (wisatawan) ASEAN, booking-nya dalam waktu pendek. Paling lama satu bulan sebelumnya baru mereka ada konfirmasi. Eropa baru panjang biasanya. Jadi kalau mereka ngomong cancel, bisa jadi mungkin bulan November harusnya datang dia sudah cancel sekarang,” ujar Ketua Asita Bali I Ketut Ardana, di Denpasar, Kamis (28/9) kemarin. Menurut Ardana, pembatalan terjadi lantaran informasi mengenai Gunung Agung masih simpang-siur. Di luar negeri, Gunung Agung yang kini berada di level awas justru sudah diberitakan meletus. Hal ini diperparah dengan beredarnya foto-foto hoax Gunung Agung yang terlihat mengeluarkan lava. “Seperti yang di Tiongkok itu, ada beberapa grup yang batal karena informasi kita yang enggak bener. Simpangsiur dan seperti info dari temen
7
Turis Bulgaria Raup 1,8 Miliar
Terlibat Kasus Narkoba Denpasar (Bali Post) Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar terus memburu dan menangkap pengedar serta pengguna narkoba. Pelaku yang ditangkap di antaranya I Gede AW (27) berstatus PNS dan pengusaha SPBU, I Nyoman Sup (34). Tersangka AW dibekuk di Jalan Kerta Negara, Ubung, Denpasar Utara, sedangkan Sup diringkus di apartemen Jalan Pura Banyu Kuning, Padangsambian, Denpasar Barat, Jumat (22/9) lalu. Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan penangkapan tersebut dipimpin Kanit 2 Iptu Made Putra Yudistira. Terungkapnya kasus itu berawal dari informasi masyarakat bahwa AW biasa menggunakan dan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu (SS) di seputaran Ubung. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan, akhirnya petugas menangkap pegawai lembaga pemerintah
Bali Post/wan
di Cina itu heboh sekali beritanya. Padahal di sini belum ada apa-apa,” jelasnya. Ardana berharap Dinas maupun Kementerian Pariwisata bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk membuat informasi yang benar terkait kondisi Gunung Agung. Termasuk informasi mengenai objek wisata lain di Bali yang jauh dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung sehingga tidak terdampak seperti Amed dan Tulamben di Karangasem. Sebab, hingga saat ini memang belum ada pernyataan resmi dari pemerintah. Utamanya yang dituangkan dalam bahasa Inggris agar lebih mudah dipahami wisatawan. “Sekarang yang nomor satu itu informasi. Kalau misalnya informasi bisa dibuat dalam bahasa Inggris, sangat bagus. Informasinya agar satu pintu,” jelasnya. Hal senada juga dikatakan Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace. Untuk saat ini memang belum ada penurunan okupansi. Kecuali berbicara wilayah Karangasem (Amed dan Tulamben) atau Klungkung (Batur). Itu pun wisatawan tidak langsung memperpendek waktu berlibur mereka. Namun hanya pindah ke objek wisata lain seperti Candidasa, Sanur atau Nusa Dua. “Lagi dua minggu ke depan baru kita akan rasakan penurunannya. Banyak ada cancel dari Asia seperti Malaysia dan Cina. Lebih banyak pada hotel bintang,” jelasnya.
Menurut Cok Ace, informasi terkini tentang Gunung Agung dari pemerintah mestinya tersedia di airport hingga lobilobi hotel. Walaupun pelaku pariwisata sudah memberikan informasi secara satu pintu melalui Bali Tourism Board. Artinya, masih diperlukan adanya sinergi antara pemerintah dan swasta terkait informasi. Hal ini untuk mencegah kesimpangsiuran informasi yang bisa saja dimanfaatkan kompetitor dalam menarik
wisatawan agar tidak datang ke Bali. Kendati, kekhawatiran terbesar pelaku pariwisata sebetulnya adalah penutupan airport bila Gunung Agung erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik. Selebihnya, peristiwa gunung meletus adalah proses alam yang dilihat sebagai kesempatan untuk memperbaiki internal pariwisata Bali. “Jangankan ditutup dua minggu, bandara ditutup 5 sampai 6 jam saja kita sudah susah,” jelasnya. (kmb32)
diambil. Sedangkan laporan kasus bobol ATM ke Dit. Reskrimsus sangat signifikan. Selama 2017 ini, sekitar 45 orang melapor saldo tabungannya berkurang. Jaringan pelaku sangat luas dan masih ditelusuri. Saat ini masih dikejar pelaku yang bawa laptop berisi data nasabah hasil curian. Dilihat dari paspornya, mereka wisatawan padahal pembobol data nasabah bank.
Seperti diberitakan, tim Cyber Crime Dit. Reskrimsus Polda Bali dipimpin Kanit Kompol Wisnawa Adiputra menggerebek ATM BNI di Jalan Raya Lovina, Buleleng, Sabtu (16/9) lalu. Di dalam ATM ditangkap dua turis asal Bulgaria, Boris Georgiev dan Marian Bogidarof Serafinoff. Diduga mereka sedang membobol data nasabah BNI lewat ATM tersebut. (kmb36)
BANGLI
8
Jumat Paing, 29 September 2017
Tampung Ternak Pengungsi
Pemkab Siapkan Pasar Kayuambua
Bali Post/ina
SAPI - Sejumlah sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Kayuambua.
Bangli (Bali Post) Guna membantu pengungsi agar tidak khawatir hewan ternaknya di Karangasem dicuri, Pemkab Bangli menyediakan Pasar Hewan Kayuambua di Desa Tiga Susut untuk dijadikan tempat penampungan. Sejauh ini, pasar hewan yang memiliki kapasitas sekitar 200 ekor ternak itu sudah terisi sekitar 45 ekor sapi milik pengungsi. Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sarma, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan Pemkab telah menyediakan dua lokasi penitipan. Selain Pasar Hewan Kayuambua, lokasi lainnya yakni lahan pribadi milik Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di Banjar Yoh Desa Pengotan, Bangli. ‘’Untuk yang di Pasar Hewan Kayuambua sudah mulai dimanfaatkan pengungsi sejak kemarin (Rabu - red). Awalnya terisi 45, namun sekarang
hanya tersisa 28 ekor,’’ ujarnya. Berkurangnya jumlah ternak yang dititipkan di Pasar Hewan Kayuambua, kata Sarma, dikarenakan sebagian peternak memilih menjual ternaknya langsung di pasar setempat. Untuk menjaga keamanan ternak pengungsi di pasar hewan tersebut, pihaknya sudah menugaskan petugas pasar sebanyak tujuh orang untuk berjaga. Sedangkan pemberian pakan, diserahkan kembali ke pemilik hewan ternak. Terkait lahan milik Wabup Sedana Arta yang disediakan untuk menampung ternak pengungsi, Sarma menyebutkan, luasnya sekitar 2,2 hektar. Lahan berupa hamparan rumput itu mampu menampung sapi hingga seribu ekor. ‘’Dengan disediakannya dua lokasi penitipan hewan ternak ini, pengungsi kami harapkan tidak lagi menjual ternaknya dengan harga murah,’’ katanya. (kmb40)
Gunung Agung Awas
Pemasaran Ikan ke Karangasem Tersendat Bangli (Bali Post) -
Meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Karangasem sejak lebih dari sepekan terakhir ternyata berdampak pada pemasaran ikan mujair yang dihasilkan petani ikan keramba jaring apung (KJA) di Danau Batur, Kintamani. Sebagaimana yang diungkapkan petani ikan di Desa Buahan yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Bangli Made Antara, sejak aktivitas Gunung Agung meningkat ke level awas, pemasaran ikan khususnya ke wilayah Karangasem kini menjadi tersendat. Dampaknya, omset petani ikan dan saudagar atau pengepul pun turun hingga 60 persen. Diwawancarai Kamis
(28/9) kemarin, Antara mengatakan selama ini ikan yang dihasilkan petani di Danau Batur dipasarkan oleh saudagar ke berbagai daerah, salah satunya wilayah Karangasem. Di bumi lahar itu, ikan mujair Kintamani banyak diserap oleh rumah makan dan warung-warung makan yang menyediakan menu masakan ikan. Kata Antara, sebelumnya, jumlah ikan yang bisa diserap saudagar ikan mencapai 1 ton
dalam satu kali masa panen. Namun, sejak Gunung Agung ditetapkan dalam level awas sejak Jumat (22/9) lalu, penyerapan ikan dari saudagar ke petani menurun drastis. Hal ini lantaran pasar Karangasem yang biasa disasar para saudagar saat ini mati suri. ‘’Sekarang ngeluarin ikan dua kuintal dari KJA saja susah,’’ terangnya. Kondisi seperti ini tak hanya dialami dirinya, namun juga petani ikan lain-
nya di Danau Batur. Antara mengungkapkan, untuk menyiasati kondisi pasar di Karangasem yang mati suri, pihaknya bersama saudagar ikan akan berusaha mencari celah untuk memasarkan ikan ke kabupaten lainnya. ‘’Kalau hanya mengandalkan pasar lokalan di Kintamani dan Bangli saja sangat kecil. Kita akan berusaha cari celah ke kabupatenkabupaten lainnya,’’ jelasnya. Dengan kondisi seperti ini pihaknya pun berharap pemerintah untuk ikut turun tangan membantu petani ikan di Danau Batur. (kmb40)
KERAMBA - Keramba jaring apung di Danau Batur.
Dinas Perpustakaan Sediakan Buku di Pengungsian
Kembangkan Tembakau
Belasan Petani Diajak Belajar ke Sumedang
Bangli (Bali Post) Potensi pengembangan tembakau di Kabupaten Bangli cukup besar. Hanya saja potensi itu masih belum digarap maksimal. Oleh sejumlah petani, pengembangan tembakau masih dilakukan dalam skala kecil dan masih dilakukan dengan cara tradisional. Untuk memaksimalkan potensi pengembangan tembakau di Bangli, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli belum lama ini mengajak belasan petani tembakau di Bangli untuk belajar ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Petani tembakau yang diajak belajar, mewakili enam kelompok petani tembakau di Kabupaten Bangli. Kepala Dinas PKP Bangli Wayan Sukartana, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan kegiatan studi tiru dilaksanakan pihaknya agar petani tembakau di Bangli termasuk petugas teknis di lapangan bisa mengetahui dan memahami teknis budi daya tembakau, peningkatan produksi, dan pengelolaan pascapanen yang baik dan benar sehingga bisa meningkatkan hasil dengan mutu dan tembakau yang berkualitas dan mampu bersaing di pasaran. Tak hanya diajak belajar dari penjelasanpenjelasan yang diberikan, dalam kegiatan studi tiru itu petani juga diajak melihat langsung proses pelelangan tembakau, berkunjung ke home industri rokok serta mencoba mempraktikkan teknik pembuatan rokok linting tradisional. ‘’Tujuan yang ingin kita capai dalam kegiatan studi tiru ini agar petani bisa mengetahui secara langsung teknik budi daya tembakau yang baik dan benar, di samping untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan petani sekaligus petugas di lapangan dalam pengembangan tembakau,’’ terangnya. Sementara itu, salah seorang petani tembakau, I Kadek Badra, dari kelompok Tani Buana Sari Kintamani mengatakan, kegiatan studi tiru sangat dibutuhkan petani untuk menambah wawasan dan ilmu. Di Sumedang, dirinya dan petani lainnya sempat diajak langsung melihat teknik dan cara pengolahan tembakau mulai dari penanaman, pemetikan, merajang, penjemuran hingga pengepakan dengan tetap menjaga kualitas tembakau. Badra mengungkapkan, selama ini petani tembakau di Bangli terkendala dan kebingungan dalam hal pemasaran. Untuk itu dia berharap ke depannya Pemkab Bangli dapat memfasilitasi pemasaran hasil panen tembakau petani di Bangli. (kmb40)
Bali Post/ina
Bangli (Bali Post) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bangli membuat terobosan dengan membawakan buku ke sejumlah lokasi pengungsian. Selain untuk mengurangi kejenuhan pengungsi, hal itu untuk merangsang dan meningkatkan minat baca masyarakat. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan untuk menjalankan terobosan itu pihaknya menerjunkan seluruh stafnya ke sejumlah lokasi pengungsian. Lokasi yang dituju kemarin di antaranya lokasi pengungsian di Desa Bunutin, Desa Yangapi dan Desa Sekaan. Buku bacaan yang dibawakan ke lokasi pengungsian jenisnya beragam. Sumantra mengungkapkan, perpustakaan kelilingnya cukup diminati pengungsi. Terbukti dari banyaknya pengungsi anak-anak dan juga de-
wasa yang menyempatkan diri membaca. ‘’Kegiatan ini tujuannya untuk memberi hiburan batin kepada para pengungsi agar tidak stres dan larut memikirkan kondisinya sekarang,’’ terangnya. Di samping itu, perpustakaan keliling juga untuk meningkatkan minat baca masyarakat terlebih setelah adanya instruksi bupati agar melaksanakan waktu baca atau reading time selama 30 menit mulai pukul 12.00-12.30 wita. Disinggung mengenai operasional mobil perpustakaan keliling yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, mantan Kadisdikpora ini menjelaskan, armada itu sudah memiliki jadwal operasional tersendiri selama setahun. Kendati demikian pihaknya akan segera mengecek kembali jadwal tersebut. Jika masih ada ruang kosong seperti Sabtu dan Minggu, pihaknya akan mengarahkannya ke lokasi pengungsian. (kmb40)
Anjlok, Pasokan Material Proyek dari Karangasem
Bali Post/ina
MEMBACA - Sejumlah pengungsi membaca buku yang disediakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Bangli (Bali Post) – Kontraktor penggarap proyek pemerintah belakangan ini kesulitan mendapatkan pasokan material seperti pasir dan koral untuk pengerjaan proyek. Langkanya pasokan material terjadi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung yang berdampak pada terganggunya aktivitas galian C di Karangasem. Terkait kondisi itu, Gabungan Pengusaha Kontruksi (Gapensi) Bangli berencana akan bersurat ke Bupati Bangli untuk meminta solusi dan perpanjangan waktu pengerjaan proyek. Ketua Gapensi Bangli Wayan Arianta, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan kelangkaan pasokan material mulai dirasakan sejak Gunung Agung berstatus awas. ‘’Yang paling langka sekarang koral. Kalau pasir pasokannya masih bisa didapat dari Kintamani,’’ terangnya. Meski pasir masih bisa dipasok dari Kintamani, namun harga yang harus dibeli naik hingga dua kali lipat. Jika sebelumnya satu truk pasir dibeli seharga Rp 800 ribu, kini harganya
menjadi Rp 1,5 juta hingga 1,6 juta. Arianta menjelaskan, meski material saat ini sudah langka namun sejumlah proyek yang dikerjakan rekanan di Bangli sejauh ini masih tetap bisa berjalan. Pihak rekanan hanya mengandalkan sisa stok material yang ada. ‘’Proyek yang banyak diambil rekanan di Bangli adalah proyek irigasi, yang memerlukan banyak material koral dan pasir,’’ ujarnya. Terkait minimnya pasokan material pasir dan koral, Gapensi sudah menggelar rapat siang kemarin. Pihaknya berencana akan bersurat ke Bupati Bangli untuk meminta solusi sekaligus memohon perpanjangan waktu pengerjaan proyek. Untuk menghindari kerugian besar, pihaknya juga akan mengajukan eskalasi harga ke Pemkab Bangli. ‘’Tapi eskalasi harga biasanya baru akan disetujui kalau sudah terjadi bencana. Sekarang ini Gunung Agung kan masih level awas,’’ imbuhnya. (kmb40)
Jumat Paing, 29 September 2017
GIANYAR
9
Bali Post/wan
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan trekking di Bukit Campuhan, Ubud. Selain budayanya, kawasan Ubud juga menjadi incaran wisatawan lantaran panorama alam yang terjaga keasriannya.
Bali Post/nik
TERSANGKA - Tersangka Vicky Utama Niriyanto tengah menjalani pemeriksaan petugas Kejaksaan Negeri Gianyar.
Jual Rokok Tanpa Cukai, Pedagang Disel
Gianyar (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar menerima pelimpahan atau tahap II dari penyidik Bea dan Cukai Denpasar, dengan tersangka Vicky Utama Niriyanto (32), Kamis (28/9) kemarin. Tersangka diketahui telah menjual 131 slop rokok tanpa cukai di wilayah Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Perbuatan tersangka menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 47 juta. Kasi Pidana Khusus Kejari Gianyar Made Endra Arianto, mengatakan atas perbuatannya, Vicky dipasangkan tuntutan pasal 54 UU No. 11 Tahun 1995 sebagaimana diubah menjadi UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai. ‘’Dalam pasal itu isinya menawarkan, menyerahkan barang kena cukai yang dikemas atau tidak dilekati pita cukai. Intinya menjual rokok tanpa cukai,’’ ucapnya. Dalam berkas tuntutan jaksa, Vikcy terancam dengan pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal empat tahun penjara. Sesuai pasal, tersangka diwajibkan membayar denda sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Vicky sejak lama diintai oleh petugas Bea dan Cukai. Tersangka yang berjualan dengan Honda Jazz itu membawa rokok dari Jembrana untuk dijual di wilayah Gianyar. Kemudian menurunkan rokok tanpa cukai di sebuah warung milik Ibu Dayu di Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh. Petugas yang sudah menyasar Vicky akhirnya melakukan penangkapan pada 2 Agustus 2017 lalu. ‘’Saat akan transaksi, Vicky langsung ditangkap dan diperiksa,’’ jelasnya. Ditambahkannya, atas perbuatannya itu, Vicky kemudian diamankan beserta 131 slop rokok berbagai merk. ‘’Kepada petugas Vicky ini mengaku baru pertama kali beraksi menjual rokok tanpa cukai,’’ jelasnya. Diketahui pula, tersangka memperoleh rokok dari pria bernama Faktur Muin, yang sekarang sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang - red). Setelah diperiksa penyidik Bea Cukai, tersangka Vicky ini kemudian dilimpahkan tahap II kepada Kejari Gianyar. Pelimpahan tahap II ini beserta barang bukti. Adapun barang bukti yang diamankan Kejari di antaranya, rokok tanpa label cukai, uang tunai dan STNK mobil yang digunakan beroperasi menjual rokok tanpa cukai. Sementara itu, Vicky yang ditemui di Kantor Kejari Gianyar mengaku sadar diri telah menjual barang ilegal. Vicky mengungkapkan, harga rokok yang dijualnya itu seharga Rp 28 ribu per slop. ‘’Satu slop itu isinya 10 bungkus. Jadi, satu bungkus harganya Rp 2.800. Kalau pedagang bisa naikkan harga jadi Rp 5.000,’’ terangnya. Rokok tanpa cukai yang dijualnya itu merknya tidak ternama. ‘’Ini rokok mild, biasanya dipakai untuk banten. Kalau harga segitu, kualitas rokoknya sesuai harga. Agak keras kalau disedot,’’ ucapnya. Vicky kini menerima dan menjalani penahanan dirinya di Rutan Gianyar dan bersiap mengikuti persidangan. (kmb35)
Bali Post/ist
MUSEUM - Mario Blanco tengah menyambut tamu yang datang ke Museum Antonio Blanco, Ubud.
Aktivitas Gunung Agung Meningkat
Angka Kunjungan ke Museum di Ubud Normal
Gianyar (Bali Post) Di tengah peningkatan aktivitas Gunung Agung, kunjungan ke sejumlah tujuan wisata di Ubud masih normal. Seperti Museum Antonio Blanco yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap harinya. ‘’Jika normal, high season masuk 300 sampai 400 orang per hari. Jika menengah, 150 per hari,’’ kata Mario Blanco, penerus The Blanco Renaissance Museum di Ubud, Kamis (28/9) kemarin. Mario juga memastikan bencana Gunung Agung belum memengaruhi kunjungan wisatawan ke museum yang menyimpan lukisan hasil karya maestro Antonio Blanco itu. Selain wisatawan domestik, bangunan museum yang mulai berdiri sejak 1956 itu sering kali dikunjungi wisatawan mancanegara dari Australia, Prancis, Rusia, Belanda, Cina dan Jepang. Mario mengatakan, pada awal berdiri museum ini banyak memperkenalkan Ubud ke dunia internasional. Kesenian Kecak Padang Tegal pun dulu kerap tampil di lokasi tersebut. Kini museum itu pun sudah dikelola oleh dua generasi, mencuatkan berbagai inovasi baru namun tetap menjaga adat dan budaya. ‘’Seperti saya, generasi kedua masih tetap dan selalu bangga menjadi orang Bali. Bahkan kemana kita pergi saya selalu pakai adat Bali,’’ katanya. Berkat konsistensi itu, banyak kolektor seni dunia menghargai karya Antonio Blanco. Seperti mantan PM Kamboja Norodom Sihanouk, aktris Igrid Bergman, ratu telenovela Ariadna Thalia, Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, mantan Wapres Adam Malik, termasuk penyanyi pop dunia Michael Jackson. ‘’Tamu terkenal sudah dari zaman 1956, seperti Wiliam Hoden,’’ katanya. Kini museum ini meraih penghargaan Wonderful Indonesia Tourism Awards 2017 dalam kategori budaya yang berkesinambungan. Peraih penghargaan ini selanjutnya mewakili Indonesia untuk dikirim ke ASEAN Sustainable Toirism Award. (kmb35)
Di-”support” Warga Medahan
Pengungsi Tetap Produktif Gianyar (Bali Post) -
Tinggal di pengungsian tidak membuat sejumlah warga Karangasem larut dalam kesedihan. Mereka pun berupaya untuk tetap melakukan kegiatan bermanfaat. Seperti para pengungsi yang tinggal di seputaran Pantai Masceti, Desa Medahan, Blahbatuh. Mendapat dukungan warga setempat, para pengungsi akhirnya bisa tetap produktif. Berkat bantuan warga setempat, para pengungsi tetap bisa merawat ternak sapi yang mereka bawa atau melanjutkan usahanya. Sejumlah anak-anak yang berstatus pelajar pun bisa pergi ke sekolah setiap pagi. Sementara kaum perempuan bisa memasak, bersih-bersih hingga berjualan di kawasan Pantai Masceti. Perajin asal Banjar Perang Sari, Desa Duda Kecamatan Selat, Karangasem, I Wayan Sunarta, mengatakan sebelumnya ia mempekerjakan 150 tenaga penganyam tas dan 20 tenaga pembuat tali tas berbahan kulit sapi. Namun, sejak ancaman Gunung Agung mencuat, menyebabkan ratusan pekerjanya mengungsi dan kini tersebar ke seluruh pelosok Bali. Termasuk dirinya yang pilih tinggal di wilayah Desa Medahan, atas rekomendasi seorang kerabatnya yang
seorang anggota TNI. ‘’Ada saudara jadi tentara tinggal di Yonzipur Masceti. Nah setelah di sini, ketemu Pak Ketut Sugata yang menawarkan tempat tinggal,’’ jelasnya. Sunarta juga diberikan sebuah kubu di tepi sawah di Masceti sebagai tempat bekerja. Mendapat kesempatan ini, ia lantas kembali pulang ke Karangasem untuk mengambil sebagian dari peralatan bekerja, seperti mesin jahit, bahan baku kulit sapi dan bahan lainnya. Namun sayangnya dari ratusan pekerja hanya sepuluh orang yang turut serta bersamanya mengungsi di Masceti. Sunarta pun sudah berusaha menghubungi kerabatnya yang biasa diajak bekerja. Seperti yang tersebar di wilayah Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar dan Denpasar. ‘’Kemarin
ketemu enam orang yang ngungsi di Denpasar. Saya langsung kasi bahan supaya tidak hilang mata pencarian mereka,’’ jelasnya. Sunarta juga mengaku masih memiliki orderan yang jumlahnya mencapai ribuan. Pihaknya pun sudah berupaya mengkomunikasikan hal ini dengan pelanggan. ‘’Ya mereka sementara mengerti dengan kondisi ini, dan orderan tetap berupaya kami penuhi secara perlahan,’’ katanya. Sunarta mengaku tak bisa bekerja maksimal, dengan kondisi ini. Bila di kampungnya sehari bisa mengerjakan 300 tali dengan menggunakan
tiga mesin jahit, di pengungsian dia tidak bisa memproduksi sebanyak itu karena hanya satu mesin jahit saja yang dibawanya. Mengenai pendistribusian produk, pihaknya menyasar kawasan pariwisata, seperti Tenganan, Buitan, Gumuh dan Ubud. Satu tas minimal dihargai Rp 80 ribu maksimal Rp 450 ribu. ‘’Yang saya distribusikan masih mentah. Belum di-oven. Ini saja sudah kewalahan, karena permintaan cukup tinggi sampai ribuan picis,’’ ujarnya. Masih dalam satu kawasan lokasi pengungsian di pinggir Pantai Masceti, kaum perempuannya memilih membuka
warung kecil-kecilan. Warung ini digarap bersama-sama dengan modal hanya Rp 400 ribu. Ni Wayan Suani menjelaskan, modal tersebut merupakan sumbangan warga di Medahan. Selama enam hari di pengungsian, dia dan pengungsi lainnya setiap pagi wajib pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan sehari-hari, sekaligus untuk membeli barang dagangan. Hasil berjualan setiap harinya mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. ‘’Kami juga diizinkan berjualan es kelapa yang dipetik dari pohon yang ada di seputaran Pantai Masceti ini,’’ ungkapnya. (kmb35)
Larikan Motor Tukang Ojek
Pemuda Asal Jember Diamankan Polisi
Gianyar (Bali Post) Polisi meringkus Bagus Sukowanto asal Jember. Pemuda 18 tahun ini diamankan setelah melarikan sepeda motor milik seorang tukang ojek bernama Sujoko (38) pada Rabu (27/9) malam. Kini pelaku mendekam di sel Mapolres Gianyar. Informasi dihimpun, menyebutkan awalnya korban bertemu dengan pelaku di dekat pos polisi Batubulan, Sukawati, Kamis (14/9) malam. Kala itu pelaku menemui korban untuk menanyakan keberadaan tukang ojek. Korban pun menjawab, bahwa dirinya seorang tukang ojek. Korban langsung diminta mengantarkan pelaku ke Blahbatuh untuk menemui keluarga. Namun belum sampai ke Blahbatuh, yakni saat memasuki simpang empat Kemenuh, Sukawati, pelaku minta laju sepeda motor dihentikan. Pelaku mengaku mencari saudaranya untuk meminjam uang. Namun beberapa kali memutar, pelaku tidak men-
emukan keluarganya. Pelaku lantas memperdaya korban dengan berpura-pura meminjam sepeda motor DK 7569 EE itu untuk mencari saudaranya. Anehnya, kala itu korban tidak curiga sehingga diberikan meminjam motor itu. Namun setelah lama ditunggu, pemuda asal Jember ini tak kunjung balik. Korban yang ditinggal sendirian akhirnya berjalan kaki mencari kantor Polisi untuk melaporkan kejadian itu. Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil mengamankan pelaku, lengkap dengan sepeda motor Honda Vario milik korban yang digadaikan di Blahbatuh. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni membenarkan jajarannya berhasil mengamankan seorang pelaku penggelapan sepeda motor. Kini tersangka berikut barang bukti berupa sepeda motor diamankan di Mapolres Gianyar untuk diproses hukum lebih lanjut. ‘’Tapi kita masih dalami keterangan pelaku,’’ katanya. (kmb35)
Bali Post/nik
PENGUNGSI - Salah seorang pengungsi tengah membuat kerajinan tali tas dari bahan kulit sapi di tempat pengungsian kawasan Pantai Masceti, Desa Medahan, Blahbatuh.
KLUNGKUNG
10
Jumat Paing, 29 September 2017
Posko Pengungsian di GOR Swecapura Buka Rekening Bencana Gunung Agung Semarapura (Bali Post) Posko pengungsian bencana Gunung Agung di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung kini membuka rekening Peduli Pengungsi Bencana Gunung Agung. Dibukanya rekening bank ini dengan tujuan supaya masyarakat atau dermawan yang ingin menyumbang bantuan berupa uang tunai bisa langsung disalurkan ke posko. Sumbangan ini nantinya akan diberikan kepada para pengungsi yang tersebar di 130 titik pengungsian. “Selain menerima bantuan berupa logistik, kita juga sudah buka rekening Bank BPD Bali dengan Nomor Rekening : 021.02.02.25792-7 (A.n. Klungkung Peduli Pengungsi Bencana Gunung Agung). Untuk itu kalau ada menyumbang uang tunai, kita sudah siap,” ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis (28/9) kemarin. Memasuki hari kedelapan, Suwirta mengatakan kondisi logistik di posko pengungsian GOR Swecapura masih aman. Apalagi, beberapa hari yang lalu Presiden bersama beberapa menterinya sudah berkunjung dan memberikan bantuan logistik. Kendati demikian, pihaknya terus memperbaiki sistem untuk mempertanggungjawabkan logistik tersebut. Untuk itu, siapa pengelola dan untuk apa logistik tersebut bisa terkoordinasi serta tersalurkan dengan baik. “Sebelumnya kita sedikit kalang kabut, tetapi sekarang semua pos yang ada sudah terkoordinasi dengan sistematis. Setiap pos ada penanggungjawabnya, karena saya sudah bikinkan SK tertulis. Dengan demikian, bantuan masyarakat dapat ditulis untuk dipertanggungjawabkan,” ucap Bupati asal Desa Ceningan, Nusa Penida itu. Selain itu, Suwirta juga menjelaskan akan tetap mengantisipasi dan mengawal bantuan yang diberikan oleh masyarakat, baik berupa logistik maupun yang tunai. Sebab, ia tidak ingin bantuan yang diberikan untuk para pengungsi tidak tersalurkan dengan baik, sehingga dapat mencederai image pemerintahan dan mengurangi kepercayaan masyarakat. “Saya harus antisipasi semua bantuan masyarakat, baik berupa logistik maupun uang tunai harus dikawal dengan baik. Jangan sampai di tengah-tengah situasi seperti ini kepercayaan masyarakat akan turun kalau tidak dipertanggungjawabkan dengan baik,” pungkasnya. (win)
Bali Post/sos
MENGECAT – Warna tiang jembatan menuju Jalan Rama, Semarapura Klod Kangin sudah pudar. Baru-baru ini dua tukang melakukan pengecatan dengan cara manual. Mereka hanya menggunakan alat pengamanan seadanya. Padahal, jembatan ini cukup tinggi. Di tengah aktivitasnya itu, terlihat anak mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm.
Rawan Penyelewengan, Penggunaan Dana Hibah Diawasi Ketat
Semarapura (Bali Post) Dana hibah mencapai puluhan miliar segera dicairkan pada APBD Perubahan 2017. Mengingat jumlahnya cukup besar, penggunaannya pun mendapat pengawasan dan pendampingan secara ketat. Bahkan pengawasan ini melibatkan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Klungkung. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung I Nyoman Mudarta menjelaskan, pencairan dana tersebut masih menunggu hasil verifikasi APBD Perubahan 2017 dari Pemerintah Provinsi Bali. Nilainya sekitar Rp 29 miliar yang berasal dari ratusan proposal. “Pencairan ini juga harus menunggu
SK,” jelasnya, Kamis (28/9) kemarin. Mengingat jumlahnya terbilang besar, penggunaannya mendapat perhatian serius. Antisipasi terjadinya penyelewengan dilakukan dengan pendampingan yang melibatkan TP4D Kejaksaan Negeri Klungkung. Hal ini pun sudah dikoordinasikan. “Komunikasi sudah. Tinggal
kami diminta menyiapkan pemaparannya,” katanya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Klungkung ini menyatakan pendampingan tak hanya menyasar penerima, namun juga DPRD yang turut mengakomodir. Pelaksanaan langkah ini tak terlepas dari hasil evaluasi usulan sebelumnya. Beberapa ditemukan
RAB-nya tidak sesuai dengan kondisi riil. “Hasil evaluasi ini juga menjadi dasar pendampingan. Kami tak ingin kemudian hari ada pelanggaran hukum,” tegasnya. Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung Cakra Yudha yang juga sebagai Ketua TP4D mengaku sangat siap memberikan pendampingan. Bahkan, untuk action, pihaknya tinggal menunggu konfirmasi dari Disbudpora. “Kami sangat siap mendukung apa yang diusulkan. Ini sebagai langkah pencegahan,” tandasnya. (kmb45)
Bali Post/sos
I Nyoman Mudarta
Peresmian Patung
I Nyoman Suwirta
Bali Post/win
Volume Sampah Naik 25 Persen
Semarapura (Bali Post) Warga Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung telah mencapai 22 ribu lebih. Kehadirannya tak hanya memadati sejumlah fasilitas umum. Namun juga menyebabkan produksi sampah meningkat. Hal tersebut sejalan dengan pembuangan ke TPA Sente, Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana, Kamis (28/9) kemarin, biasanya pembuangan sampah ke TPA seluas 98 are kisaran 35 truk per hari. Itu sebagian besar berasal dari kawasan perkotaan. Namun, sejak kedatangan pengungsi enam hari lalu, produksi sampah meningkat sekitar 25 persen atau 9 truk per hari. “Kedatangan pengungsi ini secara otomatis menambah produksi sampah,” jelasnya. Kondisi tersebut juga menyebabkan intensitas pengangkutan turut mengalami peningkatan, dari dua menjadi tiga kali per hari. Beruntung, pihaknya belum mengalami kendala berarti. Armada yang menjadi kebutuhan utama masih tergolong memadai. Demikian juga dengan tempat penampungan sementara. “Sampai sekarang masih lancar. Jumlah angkutan masih bisa mengatasi peningkatan jumlah sampah. Tenaga juga diatur,” terang mantan Sekwan Klungkung ini. Hanya, sampah yang demikian semakin menjadikan TPA overload. Rencana pemkab untuk membuang ke TPA Regional Bangli sebagai solusi memecahkan persoalan itu juga belum bisa terealisasi. Alasannya, karena belum ada payung hukum. “Untuk pembuangan sampah ke sana (TPA Regional Bangli - red) belum bisa. Masih menunggu payung hukumnya,” ungkapnya. Langkah pemilahan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah ke TPA. Dalam waktu dekat ini, pengolahan menjadi briket sebagai penghasil listrik juga diupayakan bisa terealisasi. “Pemilahan sudah kami sosialisasikan. Untuk pengolahan jadi briket, Oktober rencananya sudah mulai. Tempatnya tetap di Desa Gunaksa. Itu untuk pilot project,” tandas Kirana. (kmb45)
Bali Post/sos
SAMPAH - Sampah-sampah yang dikumpulkan dari posko pengungsian.
Masyarakat Diminta Teladani Sosok Ida Dewa Agung Istri Kanya PEMBANGUNAN patung Ida Dewa Agung Istri Kanya di simpang Tihingadi, Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Kecamatan Dawan telah rampung. Peresmiannya dilakukan Bupati Klungkung I
Nyoman Suwirta didampingi Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra, Rabu (27/9) malam. Keberadaan patung yang menghadap ke arah Desa Kusamba ini menjadi bahan edukasi masyarakat.
Bali Post/ist
RESMIKAN PATUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra meresmikan patung Ida Dewa Agung Istri Kanya yang berdiri di Simpang Tihingadi, By-pass Ida Bagus Mantra, Kecamatan Dawan, Rabu (27/9) malam.
Ida Dewa Agung Istri Kanya merupakan salah satu raja perempuan Klungkung. Menurut cerita, ia yang memimpin perang Kusamba, Kecamatan Dawan melawan Belanda dan berhasil menewaskan Jendral Andreas Victor Michiels pada 1849 silam. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana mengungkapkan, pembangunan patung ini supaya masyarakat bisa mengenang dan menghormati hasil dari perjuangan Ida Dewa Agung Istri Kanya. Di samping menggugah semangat patriotis bagi masyarakat dalam menghargai jasa dan pengorbanan jiwa serta raga dari para pahlawan. Pembangunan patung setinggi 4,5 meter ini menelan anggaran Rp 4.497.450.000. Dalam prosesnya, pematung yang berasal dari Yogyakarta sempat mengalami kesulitan dalam mencari
referensi wajahnya. Sama sekali tidak ada foto-foto peninggalan. Dihadapkan hal demikian, akhirnya diputuskan mengacu wajah keluarga puri yang kemiripannya paling mendekati. “Mencari wajah ini yang sulit. Itu tidak ditemukan. Akhirnya mengacu pada yang mirip,” jelasnya. Pemasangan patung itu dilakukan secara bertahap, diawali dengan pinggang sampai kaki. “Kakinya pakai kamen. Seluruhnya tertutup,” sebutnya seraya menambahkan pembangunan patung ini juga menjadi syarat untuk mengusulkan sebagai salah satu pahlawan nasional. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan melalui patung ini, masyarakat dapat lebih meningkatkan rasa hormat dan bakti warga Kabupaten Klungkung. Perjuangan Ida Dewa Agung Istri Kanya juga patut dicontoh dalam melakukan sebuah perjuangan dalam
rangka membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian juga dengan keteladanannya. “Keteladanan yang dimaksud bukanlah dalam melawan penjajahan yang sesungguhnya, tetapi dalam melawan diri sendiri dan kejahatan yang ingin menghancurkan NKRI yang kita semua cintai,” tegasnya. Bupati asal Nusa Ceningan ini juga menyatakan patung ini harus benar-benar menyusup ke dalam sanubari masyarakat Klungkung supaya ke depan bisa menjalani kehidupan dengan saling berpegangan tangan dan tersenyum sesuai program aksi Kabupaten Klungkung, yakni Gema Santi. Acara peresmian ini dikawal pasukan pembawa obor dan bendera merah putih ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra. (ad1863)
Kisah Kemanusiaan Relawan di GOR Swecapura
Sengaja Tinggalkan Pekerjaan, Pilih Bantu Pengungsi RIBUAN pengungsi dari Karangasem hampir sepekan memadati GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung. Di tempat ini mereka menghabiskan waktu untuk istirahat dan bercengkrama dengan keluarga. Dalam melangsungkan hidup dan memenuhi kebutuhan, sudah barang tentu ada orang-orang yang bekerja keras di baliknya. Mereka adalah relawan yang meninggalkan pekerjaan utamanya demi misi kemanusiaan. GOR Swecapura yang sebelumnya nampak lengang, sejak sepekan lalu berubah menjadi lautan manusia. Seiring Gunung Agung berstatus siaga, warga Karangasen yang mengungsi semakin deras. Bahkan, sampai sepekan berjalan, hal itu masih terjadi. Mereka tak membawa barang berharga. Di tempat penampungan hanya dipadati pakaian. Sejalan dengan itu, bantuan kemanusiaan pun mengalir deras. Individu maupun kelompok silih berganti berdatangan. Ada yang membawa pakaian, perlengkapan tidur, bahan makanan, hingga mainan untuk anak-anak. Dari pagi hingga malam, pemandangan ini seakan
tak ada putusnya. Kepekaan untuk peduli antarsesama mendapat acungan jempol dari pemerintah. Pengungsi pun bisa tersenyum sumringah. Namun, bantuan logistik bukan menjadi hal terakhir. Menyambung hidup, pengungsi perlu isi perut. Mulai pagi, siang dan malam. Di sini, sejumlah relawan turun. Seperti halnya Kamis (28/9) kemarin. Yang pintar memasak, menciptakan berbagai jenis menu. Barang tentu, harus sehat dan nikmat untuk disantap. Aktivitas ini berlangsung di dapur umum yang lokasinya masih berada di areal GOR. Beberapa relawan terlihat sibuk. Terlihat profesional, menunjukkan
keahliannya. Tak nampak wajah lelah dari wajahnya. Panasnya uap dan kerasnya kepungan asap tak menyurutkan niatnya untuk tetap membantu. Relawan Anggra Purnama Dewi menuturkan, keinginannya untuk ikut sibuk di dapur umum bukan terpaksa. Namun memang muncul dari niat. Perempuan satu anak ini hanya berpegang pada rasa kemanusiaan. “Saya belajar memosisikan diri, kalau jadi pengungsi bagaimana. Pasti sulit. Itu yang membuat saya ikut jadi relawan. Ingin membantu mereka,” ucapnya. Menariknya lagi, demi meringankan beban hidup pengungsi yang pahit, ia memilih untuk “mengabaikan” profesinya sebagai bidan swasta. Langkah ini pun tak membuatnya menyesal. Tetap merasa senang karena dapat berbagi. “Sudah dari enam hari bantu-bantu. Keluarga mendukung,” tuturnya. Hal serupa juga dilakukan
Bali Post/sos
SIBUK - Relawan di GOR Swecapura tengah sibuk memasak. Mereka rela meninggalkan pekerjaan demi menjalankan misi kemanusiaan. Anak Agung Gede Merta. Chef salah satu hotel di Denpasar ini juga terpanggil karena ingin meringankan beban pengungsi. “Sebenarnya saya kerja di hotel. Tapi sekarang
bantu di sini. Sudah ada izin juga,” terangnya. Pria yang tergabung dalam Indonesia Chef Asosiation (ICA) ini juga dipercaya mengoordinir dapur umum. (sos)
Jumat Paing, 29 September 2017
Pemkab Kembali Ajukan Eksekusi Tanah di Jalan Teratai Singaraja (Bali Post) – Setelah dikembalikan karena dianggap belum lengkap, Pemkab Buleleng kembali mengajukan permohonan untuk menjalankan putusan (eksekusi -red) terkait sengketa tanah di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Permohonan eksekusi diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Rabu (27/9) lalu. Sebelumnya, permohonan eksekusi dikembalikan karena dianggap belum lengkap. Bali Post/kmb38 Kekurangan itu seperti salinan Bagus Gede Brata putusan Peninjauan Kembali (PK) di MA, fotokopi berkas gugatan, dan pembayaran biaya permohonan eksekusi. Tim advokasi pemkab kemudian melengkapi kekurangan administrasi itu. Setelah dinyatakan lengkap, permohonan itu kembali diajukan dan telah diterima pihak PN Singaraja. Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekkab Buleleng Bagus Gede Brataha yang dihubungi Kamis (28/9) kemarin mengatakan, pemkab sekarang ini tinggal menunggu tindak lanjut dari PN Singaraja selaku lembaga yang diberikan kewenangan untuk menjalankan setiap putusan hukum yang bersifat inkrah. Nantinya, pemkab melalui tim advokasi siap kapan pun untuk mengikuti proses hingga keputusan hukum dalam sengketa ini dijalankan. “Rabu (27/9) lalu, kami sudah ajukan ke PN untuk menjalankan putusan. Kita sekarang tunggu anmaning yang dilakukan oleh PN sebelum isi putusannya dijalankan,” katanya. Sebelum melaksanakan eksekusi, PN Singaraja dipastikan akan mempelajari berkas permohonan eksekusi. Jika dianggap lengkap, PN kemudian melakukan beberapa tahapan seperti pendekatan dengan para pihak agar memahami pelaksanaan putusan. Tahapan pendekatan ini biasa disebut dengan istilah anmaning. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Buleleng memenangkan sengketa tanah di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Ini menyusul Putusan Mahkamah Agung (MA) RI atas putusan Peninjauan Kembali (PK) diterima Pemkab Buleleng tanggal 11 Agustus 2017 melalui PN Singaraja. Putusan itu berisikan perintah membatalkan seluruh putusan sebelumnya di tingkat PN, Pengadilan Tinggi (PT), dan MA yang memenangkan penggugat Putu Dresnaguna dan kawan-kawan terhadap tanah seluas 15 are di Kelurahan Banyuasri. Sesuai amar putusan tanggal 17 April 2017, MA mengabulkan permohonan PK dari pemohon PK Bupati Buleleng. Poin pertama menyatakan membatalkan Putusan MA No. 2350K/ Pdt/2013 tanggal 19 Desember 2014. Mengadili kembali dalam konvensi menyatakan mengabulkan gugatan tergugat terkonvensi/tergugat II konvensi untuk sebagian. Poin dua menyatakan Sertifikat Hak Pakai (SHP) No. 216 Tahun 2009, luas 1.500 meter persegi tertera atas nama pemegang hak Pemkab Buleleng yang terletak di Jalan Teratai adalah sah. Poin tiga menyatakan, objek sengketa seluas 300 meter persegi atau tiga are dengan batas utara tanah milik, di sebelah selatan tanah Pemkab Buleleng, sebelah timur tanah milik dan sebelah barat sungai adalah sah merupakan bagian dari tanah seluas 15 are sesuai SHP No. 16 Tahun 2009 atau atas nama pemegang hak Pemkab Buleleng di Jalan Teratai. Poin keempat menyatakan bahwa perbuatan tergugat I rekonvensi atau penggugat I konvensi menyertifikatkan objek sengketa adalah perbuatan melawan hukum. Sedangkan poin kelima menyatakan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 312 Tahun 2001 seluas 300 meter persegi atas nama Putu Dresnaguna yang terletak di Jalan Teratai Singaraja adalah tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum. (kmb38)
Suara Buleleng
BULELENG APBD Perubahan 2017 Tunggu Verifikasi Gubernur
OPD Diinstruksikan Segera Tenderkan Pekerjaan Singaraja (Bali Post) – Menunggu verifikasi Gubernur Bali, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng diperintahkan agar mulai memproses tender pekerjaan fisik yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2017. Percepatan tender itu untuk menghindari terjadinya proyek yang tidak bisa dijalankan tepat waktu. Diperkirakan, Gubernur Bali akan menerbitkan verifikasi pada awal Oktober 2017 mendatang. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bimantara, Kamis (28/9) kemarin mengatakan, setelah DPRD Buleleng mengesahkan Rancangan APBD Perubahan 2017 beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengajukan permohonan verifikasi ke Gubernur Bali. Biasanya, verifikasi berlangsung 15 hari, Gubernur Bali baru mengesahkan APBD Peruba-
han 2017. Menunggu verifikasi, OPD yang telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan fisik diinstruksikan segera menenderkannya dan tidak menunggu verifikasi. OPD diperintahkan melakukan proses lelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng. Dengan demikian, setelah
Petugas diharapkan meningkatkan koordinasi berkaitan dengan makin banyaknya bantuan yang disalurkan ke posko pengungsian. Demikian juga makin banyaknya warga yang mengungsi ke berbagai desa atau banjar di Bali baik secara individu maupun kelompok, petugas juga perlu meningkatkan koordinasi untuk bisa menyalurkan bantuan kepada warga pengungsi secara merata. Menwa dan pramuka juga bisa membantu membagikan bantuan tersebut. Gung De, Ngurah Rai
Makanan Dalam Kotak
Makanan dalam kotak yang membuat warga yang mengonsumsi menimbulkan rasa mual-mual dan sakit, apakah itu akibat kotaknya atau bahan-bahan dari makanan tersebut? Dinas terkait agar melakukan pengawasan terhadap usaha makanan sehingga tidak akan menimbulkan rasa waswas dari warga yang akan mengonsumsi makanan tersebut. Ajik Bima, Banjar
Tertinggi di Desa Musi, Terendah di Bondalem Singaraja (Bali Post) – Pascapencoblosan Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak gelombang II, Rabu (27/9), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng telah mendapatkan data partisipasi pemilih. Hasilnya, partisipasi pemilih paling rendah ditemukan di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Sebaliknya, partisipasi pemilih tertinggi di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Kepala Dinas PMD Buleleng Gede Sandhiyasa dihubungi Kamis (28/9) kemarin, mengatakan, persentase pemilih setelah pencoblosan diketahui dari hasil rapat pleno rekapitulasi perolehan suara dari masing-masing panitia Pilkel di sebelas desa di Buleleng. Rekapitulasi tingkat panitia desa itu digelar secara serentak kemarin. Saat ini, hasil rekapitulasi perolehan suara masing-masing calon perbekel telah dilaporkan kepada masing-masing Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Berdasarkan laporan yang masuk ke panitia pilkel di kabupaten, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di sebelas desa yang melaksanakan pilkel serentak, persentase
kehadiran pemilih bervariasi antara 40 sampai 74 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 53.979 pemilih. Partisipasi pemilih terendah terdapat di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula yakni 40 persen. Padahal, desa ini masuk sebagai desa dengan pemilih terbesar dibandingkan sepuluh desa lain. Situasi berbeda terjadi di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Desa yang satu ini pemilihnya jauh lebih sedikit, namun tingkat kehadiran pemilih pada pencoblosan sebesar 72 persen. Selain itu, di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt yang juga pemilihnya tergolong tinggi. “Semua panitia di desa sudah menggelar pleno rekapitulasi perolahan suara. Dari laporan yang masuk untuk partisipasi pemilih bervariasi dan memang di Bondalem yang pemilihnya terbesar tapi kehadiran pemilihnya masih rendah. Sebaliknya di Musi, Pangkung Paruk dan desa lain partisipasinya tergolong bagus,” katanya. Menurut mantan Camat Buleleng ini, pascapencobolosan pihaknya belum memastikan penyebab partisipasi pemi-
Singaraja (Bali Post) – Jumlah pengungsi dari Kabupaten Karangasem ke Buleleng yang terus bertambah, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng berjibaku memberikan pelayanan. Selain logistik, BPBD di bawah komando Made Subur itu berupaya menyiapkan fasilitas untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) dan menyediakan air bersih di posko pengungsian. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan pengungsi yang sudah melebihi angka 17 ribu jiwa tersebut membutuhkan fasilitas MCK dan air bersih yang memadai. Untuk itu, sejak beberapa hari lalu, pihaknya terus menambah banyak tempat MCK di posko pengungsian. Selain menambah tempat MCK, Subur juga
BULELENG 3477 22713 22510, 21841
Polsek Tejakula
28541
Polsek Kubutambahan
23012
Polsek Sawan
24900
Polsek Singaraja
22566
Polsek Sukasada
25791
Polsek Banjar
93347
Polsek Seririt
92450
Polsek Busungbiu
92126
Polsek Gerokgak
92999
KP3 Celukan Bawang
92842
Pospol Wisata Lovina
41010
Pospol Pancasari
25755
Siaga Reskrim
27511
Siaga Intel
29973
Siaga Lantas
22531
Pemadam Kebakaran
21113
RSUD Buleleng
22046
RS Kerta Usada
26278
RS Parama Sidhi
94554, 94549 29787
1.410 suara 1.254 suara 1.875 suara 825 suara 1.629 suara 1.479 suara 924 suara 2.866 suara 2.128 suara 822 suara 966 suara
Gede Sandhiyasa
Bali Post/kmb38
BPBD Tambah Fasilitas MCK di Posko Pengungsian
Telepon Penting
RS Santhi Graha Seririt
lih rendah. Namun demikian, Sandhiyasa memprediksi pemilih yang tidak bisa memilih itu karena keterbatasan waktu akibat kesibukan baik pemilih yang terikat pekerjaan atau karena kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan. “Kemungkinan karena kesibukan dan ikatan pekerjaan, sehingga ada pemilih yang tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada laga pilkel serentak. Tetapi yang jelas pelaksanaan pencoblosan berjalan lancar, tertib dan aman dan tetap calon terpilih memiliki kualitas atas pilihan masyarakat,” katanya. Rekapitulasi perolehan suara dari masing-masing panitia di desa tersebut saat ini telah diterima oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersangkutan. Paling lambat satu minggu ke depan BPD akan melaporkan rekapitulasi perolehan suara itu melalui camat kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Selanjutnya satu bulan kemudian, PMD akan memproses penerbitan Surat Keputusan (SK) dan tahapan pelantikan perbekel terpilih dijadwalkan 30 November 2017 mendatang. (kmb38)
Calon Perbekel Desa Bondalem Drs. EC. Gede Ngurah Sadu Adnyana Calon Perbekel Desa Sembiran Drs. Nengah Sariada Calon perbekel Desa Sangsit Putu Arya Suyasa Calon perbekel Desa Tukadmungga I Putu Madia Calon perbekel Desa Sidatapa Ketut Budiasa Calon perbekel Desa Dencarik Putu Budiasa Calon perbekel Desa Sepang Kelod Ketut Ngurah Calon perbekel Desa Pangkung Paruk Ketut Sudiarsana Calon perbekel Desa Tukadsumaga I Made Gelgel Calon perbekel Desa Musi Nyoman Swabawa Calon perbekel Banyupoh Ketut Buaksana
Jalan di Dusun Pancoran, Desa Panji Anom, dari Desa Pancoran menuju Batu Pulu rusak berat. Mohon perhatian instansi terkait. Nyoman Sedana, Pancoran
Polres Buleleng
Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Kayuputih Kecamatan Banjar dengan nilai proyek Rp 400 juta. Rehabilitasi jaringan irigasi Manuksesa Kecamatan Kubutambahan nilai pekerjaannya Rp 350 juta. Rehabilitasi jaringan irigasi Penarukan III, Kecamatan Buleleng sebesar Rp 625 juta, dan rehabilitasi jaringan irigasi Penarukan I Kecamatan Buleleng dengan nilai proyek Rp 750 juta. “Proses tender masih berlangsung dan sampai sekarang, kami masih menunggu rekanan yang mengajukan penawaran hingga kita tetapkan sebagai rekanan pemenang tender,” jelasnya. (kmb38)
Partisipasi Pemilih Pilkel Serentak
Jalan di Dusun Pancoran Rusak
DPRD Buleleng
verifikasi terbit, maka OPD bersangkutan tinggal merealisasikan anggaran yang sudah dialokasikan sebelumnya. “Paling lambat 15 hari, verifikasi baru diterbitkan. Biar tidak menghambat pelaksanaan kegiatan fisik, OPD sudah bisa melelang kegiatan dan setelah nanti verifikasi turun, tinggal merealisasikan anggarannya, sehingga pada waktu
singkat ini bisa melaksanakan anggaran dengan maksimal,” katanya. Dihubungi terpisah Kepala Bagian (Kabag) ULP Sekkab Buleleng Ir. Made Budi Setiawan mengatakan, ada lima paket kegiatan fisik telah diterima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Buleleng. Kelima paket pekerjaan yang akan direalisasikan dari APBD Perubahan 2017 itu telah diumumkan melalui mekanisme yang ada. Kelima paket pekerjaan itu yakni rehabilitasi jaringan irigasi Penarukan II, Kecamatan Buleleng senilai Rp 350 juta.
Pemenang Pilkel Serentak di Sebelas Desa
Tingkatkan Koordinasi
SMS Pengaduan
11
mengerahkan alat berat untuk membuat lubang septic tank agar kapasitas tampungnya lebih banyak untuk jangka waktu lama. Dengan upaya ini, Subur optimis limbah di posko pengungsian tertangani dengan baik dan tidak sampai menimbulkan pencemaran lingkungan. “Kami terus menambah banyak MCK dan lubang penampungngan limbah juga ditambah, sehingga ini bisa bertahan untuk waktu yang belum bisa ditentukan,” katanya. Di sisi lain, mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng ini mengatakan, ketersedian air bersih di posko pengungsian juga menjadi permasalahan serius. Apalagi dengan jumlah pengungsi yang setiap hari bertambah, memerlukan ketersediaan air bersih
yang memadai. Untuk itu, BPBD Buleleng bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida sejak tiga hari lalu, membuat sumur bor di posko pengungsian di Desa Les, Kecamatan Tejakula. Setelah sumur bor mengeluarkan air, BPBD akan memasang jaringan air bersih ke masing-masing tenda pengungsi. Dengan demikian, pengungsi bisa memanfaatkan pasokan air sumur tersebut untuk keperluan selama bertahan di pengungsian. “Di Posko Desa Les memang air bersih masih perlu ditambah. Kami sudah berkoordinasi dengan BWS Bali-Penida dan sekarang sudah mulai membuat sumur bor. Nantinya, jaringan air bersih kita buat dan menambah tempat pencucian tangan untuk pengungsi di masing-masing tenda,” jelasnya. (kmb38)
Logistik Masih Aman untuk Seminggu
Bali Post/kmb38
MCK – BPBD Buleleng menambah tempat MCK di posko pengungsian. Selain itu, BPBD bersama BWS Bali-Penida membuat sumur bor untuk para pengungsi.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng telah membagi tugas dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk mendistribusian logistik kepada pengungsi. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan BPBD mendistribusikan logistik untuk pengungsi di posko Desa Les, Sambirenteng, Tejakula, Madenan, Bondalem (Kecamatan Tejakula), Bukti (Kecamatan Kubutambahan), hingga di Gerokgak (Kecamatan Gerokgak). Sedangkan Dinsos mendistribusikan logistik untuk pengungsi yang tinggal di posko Desa Tembok dan Les Penuktukan.
Saat ini, stok logistik diakui Subur masih mencukupi kebutuhan ribuan pengungsi untuk satu pekan ke depan. Logistik ini selain dari bantuan pemerintah daerah, sumbangan dari donatur saat ini terus berdatangan. “Komitmen kami bersama instansi terkait jangan sampai pengungsi tidak mendapat logistik. Untuk itu, kami sudah bagi tugas dan masalah stok masih aman untuk tujuh hari ke depan. Harapan kami, pengungsi yang di luar posko pengungsi agar melapor ke aparat terdekat, sehingga memudahkan kami mendistribusikan logistik,” jelasnya. (kmb38)
JEMBRANA
12
Jumat Paing, 29 September 2017
Seni Sakral Wayang Wong Perlu Direkonstruksi
Negara (Bali Post) Salah satu seni sakral di Jembrana adalah Wayang Wong. Dari pendataan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, selain di Griya Penida di Banjar Anyar, Desa Batuagung, juga ada satu sekaa yang masih bertahan di Desa Perancak. Kesenian yang sudah berkembang sejak ratusan tahun itu, kini mulai mendapat perhatian dari dinas terkait. Selain pendataan tentang objek kesenian yang masih ada, juga dilakukan pembinaan. Permasalahan yang dihadapi para sekaa untuk tetap melestarikan, selain kondisi tapel yang termakan usia, juga regenarasi penari. Hal tersebut terungkap saat pendataan dan pembinaan yang dilakukan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kamis (29/9) kemarin di Griya Penida. Pengelingsir Griya Penida Ida Bagus Putra mengharapkan ada rekonstruksi terhadap kesenian Wayang Wong. Kesenian yang merupakan tetamian sejak 300 tahun ini bisa tetap terjaga. Sejumlah kendala kini mulai dihadapi karena tergerusnya waktu. Mulai dari regenerasi penari, juga kondisi tapel yang sudah dimakan usia. Kabid Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Rai bersama Ketua Listibia Nyoman Astina mengatakan selain pendataan juga diberikan pembinaan kepada sekaa Wayang Wong Griya Penida di Desa Batuagung, Jembrana. Kesenian ini merupakan salah satu seni sakral. Pendataan dilakukan secara langsung untuk melihat subjek keseniannya termasuk tapel–tapel yang masih bertahan, sekaa gambel dan seniman tari. Selain seni sakral, dinas juga mengklasifikasi seni wali dan seni bebali. Dinas juga mendata tema dalam cerita yang di bawahan mengambil cerita Ramayana. “Walaupun sudah termasuk lawas ini merupakan kebanggaan karena sekaa yang merupakan kalangan griya bisa mempertahankan warisan adiluhung yang harus dijaga dan dilestarikan,” terangnya. Melalui pendataan ke tempat subjek kesenian seperti ini, dapat diambil langkah-langkah pembinaaan kesenian. Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Budaya Jembrana Putu Sutardi memaparkan bahwa kesenian Wayang Wong di Jembrana saat ini baru terdata dua sekaa. Satu di Batuagung dan satu lagi di Perancak. Selain itu juga ada sejumlah kesenian yang tergolong seni sakral seperti tari Sanghyang Jaran di Desa Pekutatan, tari Baris Pati di Desa Nusasari, serta kesenian Leko di Kelurahan Pendem. Listibiya Nyoman Astina, mengungkapkan pendataan kesenian yang dilakukan ini untuk mengklasifikasi seni sakral, wali, bebali termasuk kesenian bali-balian. Upaya ini untuk mempertegas pakem kesenian yang sudah ada. Pendataan kesenian ke daerah-daerah, juga bagian dari evaluasi kegiatan kesenian seperti PKB, Nawanatya serta Mahalango. (kmb26)
Bali Post/olo
BANTUAN – Bantuan logistik yang terkumpul di posko bencana di BPBD Jembrana terus mengalir. BPBD mengimbau kepada masyarakat atau institusi untuk menyalurkan melalui satu pintu agar penyalurannya tepat sasaran.
Bantuan Logistik untuk Pengungsi Terus Mengalir
Negara (Bali Post) – Selama tiga hari dibuka, bantuan untuk pengungsi, baik berupa uang maupun logistik terus mengalir ke Posko Siaga Jembrana. Bantuan ini berasal dari masyarakat dan sejumlah institusi di Jembrana. Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Ketut Eko Susila A.P., Kamis (28/9) kemarin, mengatakan bantuan yang datang se-
bagian besar merupakan logistik berupa beras, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, sprai dan pakaian layak pakai. “Sudah ada satu ton beras, dan sumbangan uang yang terkumpul sebanyak Rp 2 juta lebih,” terangnya. Uang bantuan itu langsung masuk ke rekening dan tercatat. Termasuk sejumlah bantuan logistik juga tercatat dan diberikan tanda terima.
Setelah terkumpul nantinya bantuan ini akan segera disalurkan kepada para pengungsi secara merata dan tepat sasaran. Dari data yang dihimpun BPBD, hingga Kamis (28/9) siang terdapat 420 warga Karangasem yang mengungsi secara mandiri tersebar di rumah-rumah warga di lima kecamatan di Jembrana. Pihaknya juga mengimbau kepada sejumlah instansi
atau organisasi untuk menyalurkan bantuan satu pintu di posko. Untuk itu lebih terkoordinasi dan tepat sasaran. Sebab, untuk warga yang mengungsi di Jembrana lokasinya tersebar tidak hanya di satu titik. Selain itu juga bantuan dapat dipertanggungjawabkan, baik dalam penerimaan dan penyalurannya. Posko siaga bencana menurutnya masih terbuka menerima bantuan
apapun dari masyarakat Jembrana. Sementara itu, selain di BPBD Jembrana, di sejumlah lokasi juga mulai bermunculan posko-posko bantuan. Baik mengatasnamakan kelompok maupun instansi. Terkait hal tersebut, mantan Camat Pekutatan ini mengimbau agar bantuan bisa disalurkan satu pintu di BPBD. (kmb26)
Dampak Status Awas Gunung Agung
Bali Post/olo
PENDATAAN - Kegiatan pendataan dan pembinaan kesenian sakral di Batuagung, salah satunya Wayang Wong di Griya Penida, Kamis (28/9) kemarin.
Pelaku Penggelapan Motor Dibekuk di Gilimanuk
Negara (Bali Post) – Upaya IH (16), pelaku penggelapan sepeda motor di Singaraja meninggalkan Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk, digagalkan jajaran Polsek Kawasan Gilimanuk, Rabu (27/9) malam. Pria kelahiran Jember yang hendak menyeberang ini dihentikan oleh petugas saat pemeriksaan surat-surat kendaraan di Pos I Pelabuhan Gilimanuk. Petugas mencurigai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi P 4753 VB yang dikendarai pelaku ini merupakan hasil kejahatan. Atas kesigapan dan kecermatan petugas yang melakukan pemeriksaan di pos pintu keluar Bali itu, kejahatan pelaku terbongkar. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa didampingi Kanit Reskrim AKP Komang Mulyadi, Kamis (28/9) kemarin, membenarkan telah mengamankan pelaku dugaan penggelapan sepeda motor itu. Pelaku masuk daftar pencarian orang dari Polsek Singaraja. Selain sepeda motor matik warna putih, polisi juga mengamankan HP Samsung GT18552 warna putih. Kepada petugas, pelaku mengaku hanya disuruh oleh temannya yang baru dikenalnya memindahkan sepeda motor tersebut. Kunci motor diberikan oleh korban sendiri. Saat korban sedang memasak mie dan tempe, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor berikut helm dan HP korban di bagasi bawah jok. Rencananya pelaku hendak ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diserahkan ke Singaraja untuk pengembangan proses penyidikan. (kmb26)
Pasokan Material Pasir dan Batu Sulit Didapat Negara (Bali Post) – Dampak dari adanya status awas Gunung Agung mengakibatkan berkurangnya pasokan material non-logam seperti pasir dan batu. Kondisi tersebut sangat berdampak pada pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan lantaran bahan yang sulit diperoleh. Bilapun ada, harganya lebih mahal dibanding harga biasanya sebelum masa siaga erupsi. Sejumlah penyedia jasa konstruksi dan toko bangunan di Jembrana mengakui kesulitan memperoleh bahan bangunan seperti pasir dan batu. Akibatnya tak sedikit proses pengerjaan konstruksi terhambat karena terkendala bahan tersebut. Menurut mereka selama sepekan ini, harga pasir sudah melonjak dari biasanya satu truk engkel Rp 450 ribu, kini menjadi Rp 700 ribu. Begitu pula satu truk dobel, yang normalnya Rp 1,5 juta naik menjadi Rp 2 juta. “Kalau harga masih bisa dimaklumi, tapi ketika sulit didapat atau stok habis ini yang susah,” ujar Sutika, salah seorang pelaku konstruksi bangunan, Rabu (27/9) lalu. Ketika stok di toko-toko bangunan habis, ini yang menurutnya menjadi masalah. Karena praktis akan berpengaruh pada pekerjaan yang terhenti. Seperti pekerjaan yang dilakon-
inya saat ini yakni membangun rumah pribadi, terpaksa terhenti karena bahan yang sulit diperoleh. “Pasir super dari Karangasem sulit didapat. Kalau (bahan) yang lain masih bisa didapat,” tandasnya. Kondisi ini juga berdampak pada sejumlah proyek pemerintah yang sedang berjalan. Apalagi, belakangan sudah tidak ada lagi aktivitas galian C di Karangasem karena masuk radius terdampak
erupsi. Sejumlah sopir truk juga merasakan dampak tersebut. Dari sejumlah titik galian di Karangasem hanya beberapa yang beroperasi. Itu pun sekarang sudah tidak bisa dilakukan, sehingga stok pasir yang dikirim sampai ke Jembrana juga berkurang. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian kalangan legislatif. Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama, Kamis (28/9) kemarin
mengatakan, pada situasi kesulitan mendapatkan bahan ini, pihaknya menyarankan kepada pemerintah untuk memberikan kebijakan perpanjangan waktu perjanjian kerja. Khususnya untuk sejumlah proyek pemerintah yang memerlukan bahan tersebut. Pekerjaan tetap harus berjalan sesuai kontrak yang ditandatangani. Sepengetahuannya, hampir 50 persen bahan itu dari Karangasem, sehingga perlu ada kajian memberikan perpanjangan bilamana ada keterlambatan. “Ketika kesulitan memperoleh bahan, agar dari pihak pemerintah daerah mencarikan solusi. Dalam artian di-
mana kira-kira sumber bahan untuk itu,” tandasnya. Di luar Jembrana, bisa mencari ke mana saja, salah satunya ke Banyuwangi. Tetapi hal tersebut juga menyangkut harga. “Menyikapi ini (harga berbeda), rekanan sudah ada kontrak perjanjian kecuali ada kebijakan pemerintah ada perubahan harga barang,” terangnya. Karena itu, pihaknya mengimbau agar rekanan tetap memaksimalkan pekerjaan sesuai kontrak yang sudah ditandatangani. Ketika ada pekerjaan yang molor atau terlambat karena kesulitan bahan, maka perlu dikaji diberikan toleransi waktunya. (kmb26)
Jumat Paing, 29 September 2017
KARANGASEM
13
BVMPG Tambah Alat Deteksi
Amlapura (Bali Post) Guna memaksimalkan data tentang aktivitas vulkanik yang terjadi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMPG) berencana menambah alat deteksi yang akan dipasang di lereng utara Gunung Agung. Alat tersebut yakni tiltmeter yang berfungsi mendeteksi kembangkempisnya gunung. Kabid Mitigasi Gunung Api PVMPG I Gede Suantika, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan ada dua alat serupa yang akan dipasang di badan Gunung Agung. Keduanya akan ditempatkan di wilayah Desa Ban, Kecamatan Kubu. Untuk saat ini, tiltmeter baru ada satu di Desa Besakih, Kecamatan Rendang. “Pemasangan tiltmeter untuk mengetahui kembang-kempisnya gunung dan medeteksi volume material yang terkandung di dalam gunung,” jelasnya. Kedua alat pendeteksi tambahan itu direncanakan sudah terpasang dalam satu sampai dua hari ke depan. “Saat ini, masih on the way,” ucap Suantika. Selain peralatan canggih, Suantika mengatakan pihaknya juga masih membutuhkan sarana telekomunikasi radio (HT). Alat komunikasi itu untuk mendukung operasional sirene tanda bahaya yang telah dipasang di lima titik. HT dibutuhkan untuk komunikasi petugas lapangan dan penjaga pos sirene terkait tanda-tanda darurat sebelum gunung meletus. Gunung Agung masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang kuat. Kemarin pagi, sejumlah warga di Desa Tegallinggah Kecamatan Karangasem mengaku melihat asap berwarna kelabu mengepul tipis dari puncak gunung. Warga setempat meyakini asap itu mengindikasikan Gunung Agung sudah siap erupsi. Tetapi kapan itu terjadi, tak ada yang bisa memastikan. Direktur Kesiapsiagaan BNPB Medi Herlianto mengakui Gunung Agung cenderung mengalami peningkatan aktivitas. Untuk memantau aktivitas gunung, menurutnya, petugas BNPB telah mencarikan peralatan tambahan sesuai usulan PVMPG. “BNPB siap membantu. Kemarin, minta sirene, sudah kita berikan,” ucapnya. (kmb)
Bali Post/kmb
DAPUR - Aktivitas dapur umum Baguna di Posko Lapangan Ulakan.
Warga Karangasem di Pengungsian 134.229 Orang Berbagai Penyakit Ringan Mulai Menyerang
Amlapura (Bali Post) -
Bali Post/kmb
Sejumlah petugas saat berada di pos pemantauan.
Asap Bermunculan dari Kawah Gunung Agung Amlapura (Bali Post) Gunung Agung sejak beberapa hari belakangan terus terlihat mengeluarkan asap. Hanya, asap tipis yang dikeluarkan tidak secara terus-menerus. Hal itu ditegaskan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, Kamis (28/9) kemarin. “Sejak beberapa hari ini memang di puncak gunung kalau pas cuaca cerah terlihat asap putih di puncak yang keluar dari kawah. Bahkan tadi pagi (kemarin - red) juga terlihat ada asap di puncak. Hanya tidak terus-menerus. Berselang beberapa menit dengan ketinggian yang bervariasi antara 50 hingga 100 meter di puncak gunung,” ungkapnya. Kasbani menambahkan, sebelum level Gunung Agung dinaikkan dari siaga ke awas memang tidak pernah terlihat adanya asap putih tipis di puncak. Karena asap baru muncul setelah level naik ke awas. Dengan begitu, menandakan kalau gunung sedang ada aktivitas yang cukup tinggi. “Asap ini muncul biasanya ketika adanya gempa-gempa yang besar. Dan sampai saat ini, gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal tetap tinggi, yakni hingga 390 kali. Jadi, status awas masih tetap sampai saat ini. Dan masih belum ada tanda-tanda penurunan status,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya kegempaan yang semakin besar, Gunung Agung cenderung mengalami pembengkakan. Itu menandakan kalau energi dari magma di dalam gunung ingin mendesak ke atas. “Keberadaan magma kisaran 1 hingga 1,5 kilometer dari kawah. Kalau pastinya kita tidak tahu. Karena posisinya berubah-ubah setiap waktu,” tegas Kasbani. (kmb41)
Operator Ketakutan, Air Baku Telaga Waja Ditutup
Amlapura (Bali Post) Pasokan air ke warga Karangasem terancam. Petugas operator di lokasi air baku Telaga Waja, Rendang sudah kabur karena ketakutan akan kondisi Gunung Agung. Direktur PDAM Karangasem Gusti Singarsi, Rabu (27/9) malam, mengatakan tertutupnya sumber air Telaga Waja cukup memengaruhi pasokan air ke pelanggan PDAM. Pihaknya juga cukup kebingungan menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung. Sebab, bila terjadi erupsi, hampir seluruh DAS (Daerah Aliran Sungai) pasti terdampak. Dua DAS paling besar dari Karangasem yakni DAS Telaga Waja dan Tukad Unda. “Waktu rapat dengan PUPR di provinsi, saya sempat marah. Tidak ada petugas yang berani bertugas di sana. Saya diserahin kuncinya, terus diminta buka sendiri tempat sumber air Telaga Waja ini. Tapi, ini memang sulit, karena di sana juga kawasan rawan bencana,” tandas Gusti Singarsi. Meski Telaga Waja saat ini ditutup, secara umum pasokan air kepada pelanggan masih bisa dilayani dengan normal. Sementara untuk mengantisipasi terjadinya erupsi, pihaknya sudah mengajukan pembuatan sumur bor berukuran besar yang dipusatkan di Kecamatan Rendang, Manggis, Sidemen, dan Abang. Khusus mengenai titik lokasi sumur bor, nanti lokasinya akan ditentukan BWS (Balai Wilayah Sungai) Bali-Penida. Selain itu, PDAM juga mengajukan bantuan mobil tangki agar masing-masing kecamatan siaga mobil tangki PDAM. Dari pengajuan lima mobil tangki, yang disetujui baru dua unit. Sisanya dipastikan akan segera menyusul. Air Baku Sungai Telaga Waja dipusatkan di Banjar Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang. Mata air ini sejak awal digadang-gadang bisa mengatasi masalah air bersih di Karangasem. Reservoarnya berkapasitas sekitar 10.000 meter kubik air. Sumber air diangkat menggunakan genset melalui transmisi I (RT I) berkapasitas 100 meter kubik, menuju reservoar transmisi II (RT II), berkapasitas 10.000 meter kubik. Sumber air berasal dari lima mata air, antara lain mata air Gerubuk, Surya, Bangol, Celuk dan Isah. Kelima sumber mata air ini berlokasi di Desa Adat Tegenan, Kecamatan Rendang. Dari pusat sumber mata air inilah dialirkan melalui pipa sepanjang 87 kilometer ke arah timur. Pipa berdiameter 70 cm itu sudah membentang di seluruh kecamatan. (kmb31)
Gelombang pengungsi belum berakhir seiring terus naiknya aktivitas Gunung Agung. Data di Posko Induk Tanah Ampo, Kamis (28/9) kemarin, warga Karangasem yang berada di pengungsian sudah mencapai 134.229 jiwa dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Jumlahnya dipastikan akan terus membengkak karena banyak juga yang mengungsi ke Lombok. Sebaran pengungsi terbanyak di wilayah-wilayah di luar zona KRB di Karangasem mencapai 49.525 orang. Disusul Klungkung 27.395 orang, Buleleng 16.901 orang, Denpasar 10.051, Bangli 6.158, Badung 5.879, Tabanan 4.851, Gianyar 1.278, dan Jembrana 420 orang. Mereka tersebar di 511 titik pengungsian. Jumlah pengungsi diperkirakan akan terus membengkak
karena saat ini masih ada warga di KRB III dan II mengungsi di wilayah KRB I. Di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, misalnya. Desa tersebut ada di radius KRB I, namun sejak diumumkannya status awas hingga saat ini ribuan pengungsi masih bertahan di posko-posko yang dikondisikan Desa Adat Sibetan. Selain itu, saat ini proses pendataan terhadap warga yang sudah
mengungsi juga masih terus berlangsung. “Data masih sangat dinamis, masih ada pergerakan-pergerakan pengungsi,” ungkap petugas input data di Posko Induk Tanah Ampo, Wayan Bebas. Aktivitas di posko-posko pengungsian kian padat. Selain urusan logistik, petugas dan relawan juga mulai disibukkan menangani kondisi kesehatan pengungsi. Setelah berhari-hari di pengugsian, ribuan pengungsi kini sudah mulai terserang penyakit. Di posko pengungsian Lapangan Ulakan, Kecamatan Manggis contohnya. Setiap harinya, posko kesehatan melayani sedikitnya 50 pasien pengungsi dengan beragam keluhan mulai
dari gatal-gatal, batuk, dan gangguan saluran pernapasan ringan. “Penyebabnya perubahan cuaca. Sampai pukul 12.00 Wita, sudah ada 35 pengungsi yang berobat ke posko,” tandas Ni Wayan Suartini, yang merupakan tim medis Puskesmas Selat yang bertugas di Posko Kesehatan Lapangan Ulakan. Posko Lapangan Ulakan melayani sekitar 1.500 pengungsi, 800 orang di antaranya ditempatkan di tendatenda darurat. Sisanya tertampung di balai banjar dan pengungsian mandiri. Untuk logistik dan dapur umum hingga saat ini belum ada kendala berarti. Konsumsi pengungsi tertangani cukup baik. Selain dari unsur
pemerintah, sejumlah elemen masyarakat dan organisasi tertentu juga ikut membantu aktivitas dapur umum. Aktivitas dapur umum Baguna dipantau langsung Ketua Baguna Pusat, Sadarestuwati. Anggota Komisi IV DPR-RI asal Jombang itu bahkan sudah standby sejak dapur umum Baguna didirikan. “Sejauh ini, kita di-back-up Baguna DKI dan Jawa Timur. Karena ini kemungkinan lama, juga sudah buat jadwal sehingga dapur umum berkelanjutan. Kita juga dirikan posko kesehatan di Selumbung,” jelas Sadarestuwati yang kemarin didampingi Ketua Baguna Bali Gusti Putu Gede Budiarta dan Sekretaris Ni Made Sumiati. (kmb)
Pengungsi Bingung Lunasi Utang
Komisi VIII DPR-RI Desak Perbankan Turun Tangan
Amlapura (Bali Post) Fokus penanganan pengungsi saat ini masih berkutat pada distribusi logistik untuk memenuhi kebutuhan di posko pengungsian. Kebutuhan konsumsi sementara memang sudah tercukupi. Tetapi, di sisi lain, ekonomi para pengungsi saat ini seakan lumpuh. Ini menimbulkan masalah bagi para pengungsi, khususnya kaitannya dengan lembaga perbankan. Sebab, dalam situasi sulit seperti ini mereka jelas tak mampu memenuhi kewajiban membayar utang dengan lembaga perbankan. Persoalan ini menjadi salah satu sorotan legislator dari Komisi VIII DPR-RI saat turun ke Posko Induk Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kamis (28/9) kemarin. Wakil Ketua Komisi VIII Noor Achmad mengatakan, persoalan pengungsi dengan lembaga perbankan ini harus segera dipikirkan jalan keluarnya. Dia mengaku prihatin dengan kondisi pengungsi seperti ini. Orang sudah mengungsi, tinggal di tenda-tenda pengungsian, tidak mungkin bisa bekerja. Dengan situasi ini, para pengungsi tak mungkin bisa memenuhi kewajibannya dengan lembaga perbankan. “Orang mengungsi, bertahan hidup saja susah. Kalau mesti bayar utang ke perbankan, jelas ini sulit. Karena pengungsi tak bekerja, tidak mungkin mereka mendapat pemasukan,” kata legislator dari Partai
Golkar ini. Dia mengakui belum ada nomenklatur penanganan bencana yang sampai pada dampak ekonomi seperti ini. Tetapi, ini harus dipikirkan seperti apa bentuk langkah antisipasi yang akan diambil. Sebab, banyak pengungsi yang pekerjaannya harian. Sehingga saat mengungsi mereka tidak dapat pemasukan apa pun. Dia berharap dalam situasi terjadi bencana seperti ini, ada kebijakan khusus dari perbankan. Misalnya menunda kewajibannya terhadap lembaga perbankan selama masih belum bekerja, atau ada alternatif lain yang diatur dalam regulasi perbankan. Hal serupa disampaikan Sodik Mudjahid. Meski demikian, pihaknya lebih sepakat kalau ini segera ditindaklanjuti setelah proses evakuasi tuntas dan kebutuhan warga di pengungsian semua terpenuhi. Dia juga menyinggung soal dukungan anggaran dari pusat, yang masih terkendala karena regulasi. Regulasi dari Permendagri itu harus segera direvisi, kebutuhan anggaran dalam penanganan sebelum terjadi erupsi cukup besar. Sementara regulasi saat ini, APBN baru bisa cair ketika sudah terjadi erupsi. Komandan Satgas Siaga Bencana Gunung Agung Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus dihubungi terpisah, Kamis kemarin, mengatakan penanganan pengungsi belum pada tahap dampak ekonomi pengungsi. Tetapi, fokus saat ini bagaimana memasti-
kan seluruh warga dievakuasi dari daerah rawan bencana. Kemudian, memastikan kebutuhan utamanya mencukupi di setiap tempat pengungsian. “Kami masih fokus pada penanganan evakuasi, keamanan dan kenyamanannya di tempat pengungsian. Belum memikirkan bagaimana utangnya,” ucap Fierman yang juga Dandim 1623/Karangasem. Dia meminta para pengungsi bersabar. Masih banyak hal lain yang lebih urgen harus segera diurus. Langkahlangkah yang harus diambil mesti bertahap, agar tidak salah jalan dalam mengambil keputusan. Pemerintah saat ini masih mengupayakan memenuhi kebutuhan pokok pengungsi yang sudah menembus angka 123 ribu orang. Kalau kebutuhan pokok sudah tertangani, persoalan utang pengungsi menurutnya tinggal dibicarakan dengan pihak perbankan, agar dihapuskan kewajibannya dalam rentan terjadinya alam ini. Saat ini, fokus harus diarahkan pada keselamatan warga. Bagaimana mengantisipasi apabila terjadi erupsi tidak sampai menimbulkan korban. “Saat ini, bantulah kami memikirkan hal-hal yang membantu menyelamatkan warga,” tegasnya. Sejumlah lembaga perbankan, belum berani mengambil langkah akan menghapuskan beban utang selama mengungsi. BRI sendiri baru akan membuat call center khusus, untuk
Noor Achmad
Bali Post/kmb31
penanganan dampak bencana Gunung Agung. Pembicaraan Satgas dengan lembaga perbankan juga belum dilakukan. Beberapa LPD, sebagai lembaga keuangan terdekat dengan warga di desa, juga belum berani melakukan langkah penghapusan kewajiban, selama warga di pengungsian. Kepala LPD Sibetan Made Mastiawan mengatakan belum ada kebijakan melakukan pemutihan. Istruksi dari pemerintah daerah untuk melakukan itu juga belum ada. Kalau ada arahan khusus, untuk memberikan kebijakan seperti pemutihan seperti itu, pihaknya tinggal mengikuti saja. Menurutnya khusus nasabahnya, banyak saat ini yang hanya membayar bunga saja. Pihaknya juga memaklumi kondisi nasabah dalam situasi seperti ini. (kmb31)
TABANAN
14
Jumat Paing, 29 September 2017
Bali Post/ist
NGEALAWANG - Aksi penggalangan dana dengan atraksi ngelawang di Desa Kukuh, Marga, Tabanan.
Galang Dana Pengungsi Gunung Agung Lewat Atraksi ”Ngelawang” Tabanan (Bali Post) Beragam cara dilakukan oleh masyarakat untuk bisa menggalang dana yang nantinya akan disalurkan untuk bisa membantu krama Karangasem yang tengah mengungsi di sejumlah daerah akibat aktivitas Gunung Agung. Mulai dari aksi ngamen turun ke jalan raya, penggalangan dana langsung dari sejumlah instansi dan ada pula yang mengemas dalam bentuk kegiatan seni budaya Bali. Seperti yang dilakukan Karang Taruna Dharma Laksana, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan ini yang lebih memilih dengan cara menampilkan atraksi ngelawang Barong Bangkung untuk aksi peduli Gunung Agung. Kegiatan yang digelar mulai Selasa lalu, mendapat respons positif masyarakat desa setempat. Dana yang terkumpul tersebut nantinya akan dijadikan barang untuk disalurkan ke pengungsi di Desa Kukuh dan sejumlah lokasi lainnya. Ketua Karang Taruna Desa Kukuh I Gede Yoga Sastrawan mengatakan jika pihaknya menggerakkan anggota sekaa teruna di 12 banjar adat dan anak-anak sekolah untuk mengetuk hati masyarakat peduli bencana Gunung Agung. “Bukan berapa nominalnya yang berhasil kami kumpulkan, akan tetapi lebih kepada besarnya rasa kepedulian kami untuk sesama,” terang Yoga, Kamis (28/9) kemarin. Kegiatan penggalangan dana bernuansa budaya tersebut dibagi dua. Yakni ngelawang Barong dan ngamen yang diselenggarakan berbarengan. Dan hanya berlangsung selama dua jam, terkumpul dana sebesar Rp 2,3 juta. Yoga menambahkan, aksi kemanusiaan itu mendapat dukungan dari anggota sekaa teruna yang tergabung dalam karang taruna dan Perbekel Desa Kukuh. “Perbekel turun langsung ngelawang dan ngamen,” ungkap Yoga. Sementara di malam kebersamaan Banjar Lodalang, secara spontanitas Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra menggelar aksi peduli Gunung Agung. Dana yang terkumpul sebanyak Rp 1.844.000. “Dananya akan kami belikan barang untuk disumbangkan kepada pengungsi yang tinggal di banjar kami,” ungkap Klian Dinas Lodalang Ketut Sukayadnya. Bantuan yang disalurkan disesuaikan kebutuhan pengungsi agar tepat sasaran. Sementara itu, Perbekel Desa Kukuh Made Sugianto menerangkan, hingga Kamis kemarin jumlah pengungsi di wilayahnya sebanyak 65 orang. Mereka tersebar di lima banjar, masing-masing Banjar Dinas Lodalang, Banjar Dinas Tengah, Banjar Dinas Munggal, Banjar Dinas Tegal dan Banjar Dinas Tatag. Para pengungsi telah mendapatkan bantuan dari masyarakat setempat, siswa di SDN 1, SDN 3 dan SDN 4 Kukuh, serta alumni SMAN 1 Penebel, Tabanan. “Petugas Puskemas Marga II juga telah turun ke lokasi pengungsian untuk cek kesehatan para pengungsi. Bayi, balita, ibu hamil dan lansia dipantau petugas kesehatan,” jelas Sugianto. Bahkan untuk siswa pengungsi juga sudah mulai kembali belajar di dua SD dan SMPN 2 Marga di Kukuh. Di SDN 3 Kukuh ada satu siswa pengungsi dari SDN 3 Datah, Karangasem dan di SDN 4 Kukuh ada enam siswa pengungsi. Sementara di SMPN 2 Marga sebanyak dua siswa pengungsi. Mereka telah menggunakan pakaian seragam sumbangan dari guru setempat dan masyarakat. “Anak-anak sekolah sudah mulai mengikuti pelajaran sejak Rabu (27/9),” terang Sugianto. (kmb28)
Bali Post/kmb24
DISERBU - Warga pengungsi asal Karangasem di Posko Kembangmerta, Baturiti menyerbu mobil Perpustakaan Keliling untuk membaca.
Isi Waktu Luang, Anak Pengungsi Diajak Membaca
Tabanan (Bali Post) Untuk mengisi waktu luang anak-anak selama di pengungsian, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perpustakaan menjadwalkan kunjungan mobil Perpustakaan Keliling di masing-masing posko penampungan. Langkah ini ternyata menarik minat anak-anak pengungsian yang langsung menyerbu mobil Perpustakaan untuk membaca. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun mengisi waktu luangnya dengan membaca. Kepala Dinas Perpustakaan Tabanan I Wayan Kotio, Kamis (28/9) kemarin, mengatakan pihaknya sengaja menjadwalkan mobil Perpustakaan Keliling untuk stand by di posko-posko penampungan yang ada di Tabanan. Tujuannya agar anak-anak bisa mengisi waktunya dengan kegiatan positif selama di pengungsian. “Jadi, stand by nya dari pagi. Tetapi juga bisa lebih siang sambil menunggu mereka pulang sekolah. Terkadang kami inapkan jika poskonya jauh, seperti di Baturiti,” ujar Kotio. Sayangnya keberadaan mobil Perpustakaan Keliling yang dimiliki Tabanan hanya satu unit, sehingga hanya bisa ada di satu posko setiap harinya. Karena hanya satu, jadwal rutin kunjungan juga tidak bisa dipenuhi seperti biasa. “Biasanya memang ada jadwal harian, seperti mengunjungi sekolah. Tapi untuk saat ini difokuskan ke posko pengungsian. “Bergantian karena mobilnya hanya ada satu,” jelas Kotio. Mengenai koleksi buku yang disediakan cukup lengkap. Bermacam-macam buku, mulai bacaan anak-anak, sastra hingga keagamaan ada dalam mobil Perpustakaan Keliling. Sehingga, selain anak-anak orang dewasa pun bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku yang disediakan mobil Perpustakaan Keliling ini. (kmb24)
Bali Post/kmb28
TENDA - Para pengungsi di tenda darurat. Untuk mengisi waktu, para wanitanya membuat canang yang dihaturkan setiap hari di sekitar lokasi. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena ada di pengungsian dan berada di tenda darurat sambil menjaga sapi-sapi mereka.
Kawal Sapi, Pengungsi Rela Tinggal di Tenda Darurat
Tabanan (Bali Post) -
Para pengungsi swadaya mandiri nampaknya sangat sayang dengan ternaknya. Terbukti sekitar delapan keluarga asal Banjar Teges, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem ini rela tinggal di tenda darurat demi menjaga ternak sapinya di lahan bekas galian C, Banjar Bongan Jawa Kauh, Kecamatan Tabanan. Dari hasil pantauan di lapangan, delapan kepala keluarga asal Banjar Teges, Desa Pempatan tengah disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing. Mereka dengan anggota keluarga sekitar 30 orang termasuk anak-anak datang ke Tabanan sejak Sabtu lalu dan langsung datang ke Banjar Bongan Jawa Kauh, Bongan, Tabanan . Pasalnya, ada salah satu dari mereka punya kerabat di daerah tersebut. Setelah berkoordinasi dengan aparat setempat, rombongan ini menempati areal bekas galian C milik seorang pengembang yang belum di-
manfaatkan. Mereka juga membawa sekitar 43 ekor sapi dengan menyewa lima truk. “Kami menyewa lima truk untuk membawa sapi dan kerabat kami,” ungkap I Nyoman Mudarta (43) ditemui di lokasi, Kamis (28/9) kemarin. Sambil menjaga sapi-sapinya, mereka rela tidur di bawa tenda darurat dari terpal beralas tikar dan karpet untuk tidur tidak jauh dari lokasi menempatkan sapi-sapi mereka. Mereka tidur dengan kondisi seadanya. Mudarta mengaku terpaksa membawa sapi miliknya dan kerabatnya ketika mengungsi, karena
kalau dijual harganya murah. Ya, awalnya mereka hendak menjual, namun ditawar sangat murah sehingga memilih untuk membawanya ke lokasi pengungsian di Tabanan. “Saya hanya punya delapan ekor, sisanya punya kerabat saya yang mengungsi di lokasi lain, tapi tak ada tempat untuk menaruh sapi,” jelas Mudarta. Tidak hanya Mudata, Made Suda yang merupakan ipar dari Mudata asal Banjar Muncan, Desa Pendem, Kecamatan Selat, juga ikut mengawasi puluhan ternak sapi di lahan pribadi milik seorang warga asal Padangsambian, Denpasar. “Kami sudah dapat izin dari aparat desa untuk pemanfaatan lahan ini,” ucapnya. Kedatangannya ke Tabanan, mereka mengaku menggunakan biaya sendiri secara swadya mandiri. Diakui pula, kalau sudah ada petugas dari kecamatan yang datang
mendata dua hari sebelumnya. Dengan kondisi saat ini, mereka mengaku khawatir dengan bekal yang dimiliki karena sangat terbatas. Apalagi mereka sudah lima hari berada di pengungsian. “Sudah ada yang datang dari aparat dan kami telah didata. Hanya memang belum ada pasokan bantuan,” sebutnya. Untuk mengisi waktu, para wanitanya membuat canang yang dihaturkan setiap hari di sekitar lokasi. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena ada di pengungsian dan berada di tenda darurat sambil menjaga sapisapi mereka. Belum lagi di antara mereka ada sejumlah anak-anak dan enam di antaranya sudah bersekolah di SD, SMP dan SMK. Namun karena malu dan berada di pengungsian, mereka memilih diam di tenda pengungsian. “Ada enam anak kami yang
sudah sekolah, kini mereka tinggal di pengungsian dan meninggalkan sekolah,” ungkapnya lagi. Baik Mudata maupun Made Suda mengaku di tengah kesulitan hidup yang dialaminya saat ini, mereka belum mau melepas/menjual ternak mereka ke pasar. Alasannya kembali seperti tadi, yakni harga jual sapi di pasaran saat ini sangat anjlok. Dari harga normal yang seharusnya Rp 7 juta per ekor sapi besar, sekarang hanya Rp 2 juta. “Kemarin saya jual sapi yang kakinya patah saat dibawa mengungsi, hanya laku Rp 1,5 juta, padahal sapinya cukup besar,” sesalnya. Disinggung mengapa lebih memilih tinggal di tenda, ia mengaku selain bisa mengawasi ternaknya, juga dikarenakan tempat dia mengungsi saat ini dekat dengan rumah kerabatnya. (kmb28)
Kader Pengawal Pancasila Dikukuhkan
Tabanan (Bali Post) Pengukuhan Kader Pengawal Pancasila Purna Paskibraka Indonesia Wilayah Bali Tahun 2017 dilaksanaan Kamis (28/9) kemarin. Pengukuhan ini diharapkan semakin menunjukkan eksistensi generasi muda yang selalu menjungjung tinggi nilai nasionalisme. Sebelum acara pengukuhan, para anggota Purna Paskibraka ini mendapatkan pembekalan dari narasumber dengan tema, “Peran Generasi Muda Menegakkan dan Mengawal Pancasila”. Ada delapan narasumber yaitu Kakankesbangpol Bali Drs. I Gde Putu Jaya Suartana, Karo SDM Polda Bali Kombes Pol Drs. Jawari, Ketua MUI Bali HM Taufik Ashadi, Letjen TNI (Purn) J. Suryo Prabowo, Direktur BIN Ideologi , Karakter, dan Wasbang Kemendagri Dr. Prabawa Eka Soesanta, Raja Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Sekretaris Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Danrem 163/Wirasatya Kolonel Arh I Gede Widiana. Kakankesbangpol Bali Drs. I Gde Putu Jaya Suartana dalam ceramahnya mengatakan saat ini tantangan generasi muda bukanlah mengusir penjajah. Tetapi bagaimana mempertahankan budaya Indonesia, menjunjung nasionalisme dan berperang dengan narkoba. “Tanpa sadar generasi muda dijajah karena menerapkan hidup kebarat-baratan. Selain itu, narkoba juga sudah mulai merambah seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Karenanya generasi muda harus selalu peduli dan memperhatikan permasalahan
lingkungannya. Terutama dalam mencegah perluasan narkoba maupun radikalisme. “Tugas generasi muda adalah mengisi pembangunan serta menjaga NKRI dari narkoba maupun dari tindakan radikalisme,” ujarnya. Karo SDM Polda Bali Kombes Pol Drs. Jawari dalam pembekalannya mengatakan, NKRI terdiri dari banyak pulau dan suku. Perbedaan ini memerlukan pemersatu dan pengikat yang kuat, dalam hal ini Pancasila. “Jika keberagaman ini tidak ada pengikat yang kuat seperti Pancasila, tidak bisa dibayangkan apa yang terjadi,” ujarnya. Ia melanjutkan, generasi muda sejak dulu menjadi pondasi dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Generasi
muda, kata Jawari dulu berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi muda saat ini bertugas mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dan memperkuat NKRI. Mereka melanjutkan tantangan yang dihadapi saat ini untuk keutuhan NKRI, radikalisme hingga pemberitaan hoax. “Untuk penanganan, perlu ditangani seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya TNI dan Polri saja. Penggunaan teknologi juga harus digunakan secara bijak,” ujarnya. Setelah menjalani acara pembekalan, Purna Paskibraka Indonesia Wilayah Bali yang berjumlah kurang lebih 600 orang ini menjalani upacara pengukuhan di TMP Pancaka Tirta Tabanan. (kmb24)
Bali Post/kmb24
PEMBEKALAN - Sebelum dikukuhkan Purna Paskibraka Indonesia Wilayah Bali Tahun 2017 menjalani pembekalan, Kamis (28/9) kemarin di Rindam IX/Udayana.
15
Jumat Paing, 29 September 2017 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Spanyol -----------------------------------------Sabtu (30/9) dini hari Celta Vigo vs Girona FC --------------- Liga Jerman ------------------------------------------Sabtu (30/9) dini hari FC Schalke vs Bayer Leverkusen --------------- Liga Prancis ------------------------------------------Sabtu (30/9) dini hari Monaco vs Montpellier HSC Hasil Pertandingan Liga Champions --------------- Grup A ------------------------------------------------CSKA Moscow FC Basel
vs vs
Manchester United 1-4 Benfica (Portugal) 5-0
1. Manchester United 2. FC Basel 3. CSKA Moscow 4. Benfica
2 2 2 2
2 1 1 0
0 0 0 0
0 1 1 2
7-1 5-3 3-5 1-7
6 3 3 0
--------------- Grup B ------------------------------------------------Anderlecht Paris St Germain
vs vs
Celtic 0-3 FC Bayern Munich 3-0
1. Paris St Germain 2. FC Bayern Munich 3. Celtic 4. Anderlecht
2 2 2 2
2 1 1 0
0 0 0 0
0 1 1 2
8-0 3-3 3-5 0-6
6 3 3 0
--------------- Grup C ------------------------------------------------Atletico Madrid Qarabag FK
vs vs
Chelsea AS Roma
1. Chelsea 2. AS Roma 3. Atletico Madrid 4. Qarabag FK
2 2 2 2
2 1 0 0
0 1 1 0
0 0 1 2
8-1 2-1 1-2 1-8
1-2 1-2 6 4 1 0
--------------- Grup D ------------------------------------------------Juventus Sporting
vs vs
Olympiakos Piraeus 2-0 Barcelona 0-1
1. Barcelona 2. Sporting 3. Juventus 4. Olympiakos Piraeus
2 2 2 2
2 1 1 0
0 0 0 0
0 1 1 2
4-0 3-3 2-3 2-5
6 3 3 0
Hadapi Kamboja, Indra Sjafri Panggil 24 Pemain
Jakarta (Bali Post) Pelatih tim nasional U-19 Indra Sjafri memanggil 24 pemain untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Bekasi, Jawa Barat, sebagai persiapan menghadapi Kamboja serta Thailand masing-masing pada 4 dan 8 Oktober 2017. Dikutip dari keterangan resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Kamis (28/9) kemarin, TC itu juga menjadi bagian dari pemanasan menghadapi ajang kualifikasi Piala Asia U-19 2018 pada 31 Oktober-8 November 2017 di Korea Selatan. Menurut Indra Sjafri, para pemain yang dipanggilnya sebagian besar adalah pemain yang berlaga di Piala AFF U-18 di Myanmar, di mana Indonesia berhasil merebut posisi ketiga. Dua pemain baru yang dimasukkan ke daftar skuad yaitu penjaga gawang Rakasurya Handika dan Adi Satrio yang diproyeksikan untuk menggantikan M. Riyandi yang cedera. ‘’Kami akan memulai latihan pada Jumat (29/9) pagi,’’ ujar Indra. Pertandingan timnas U-19 Indonesia versus timnas U-19 Kamboja akan digelar di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi pada Rabu (4/10) mulai pukul 18.00 WIB. Di hari yang sama, laga itu akan dilanjutkan pertandingan timnas senior Indonesia melawan Kamboja pada pukul 21.00 WIB. Nantinya, selain di Bekasi, timnas U-19 juga akan melakoni TC di Batu, Jawa Timur dan Yogyakarta, sebelum berangkat ke Korea Selatan. Adapun di kualifikasi Piala Asia U-19 2018, Indonesia tergabung di grup F bersama tuan rumah Korea Selatan, Brunei Darussalam, Malaysia dan Timor Leste. Kiprah timnas U-19 di kualifikasi Piala Asia U-9 sendiri bersifat formalitas karena tim Garuda Nusantara, julukan mereka, sudah dipastikan lolos karena putaran final akan digelar di Indonesia. Berikut 24 pemain yang dipanggil ke timnas U-19. Rakasurya Handika Gianluca P. Rossy, Aqil Savik dan M Adi Satrio di posisi penjaga gawang. Posisi bek akan diisi oleh M. Rifad Marasabessy, Dedi Tri Maulana, Rachmat Irianto, Julyano Pratama Nono, Kadek Raditya, Firza Andika, Irsan Lestaluhu, Samuel Christianson dan Nurhidayat Haris. Di sektor gelandang ada Syahrian Abimanyu, Witan Sulaeman, Resky Fandi Witriawan, Asnawi Mangkualam Bahar, Muhammad Iqbal, Feby Eka Putra, Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri dan M. Lutfi Kamal. Terakhir, ada nama Hanis Saghara Putra dan M. Rafli Mursalim sebagai penyerang. Timnas Senior Timnas senior akan menghadapi Kamboja dalam pertandingan persahabatan internasional FIFA yang digelar di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, pada Rabu (4/10). ‘Semua persiapan sudah dimatangkan dan para pelatih akan segera mengumumkan nama-nama pemain yang akan tampil pada pertandingan ini,’’ kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. Pertandingan persahabatan Indonesia versus Kamboja merupakan laga uji coba kelima anak-anak asuh Luis Milla setelah sebelumnya telah melakoni partai kontra Myanmar, Kamboja, Puerto Rico dan Fiji. Dari empat laga tersebut, Indonesia mencatatkan satu kekalahan ketika melawan Myanmar, satu kemenangan saat melawan Kamboja dan dua kali imbang yaitu kala menghadapi Puerto Rico dan Fiji. Total, Evan Dimas dan rekan-rekan membuat tiga gol dan kebobolan tiga gol pada laga-laga tersebut. (ant)
Usai Ditundukkan PSG, Ancelotti Dipecat Paris -
Hanya berselang satu hari setelah menelan kekalahan 0-3 dari Paris St Germain (PSG), pelatih Bayern Munich Carlo Ancelotti dipecat. Klub Bavaria mengumumkan pemutusan hubungan kerja itu dalam pernyataannya, Kamis (28/9) kemarin. ‘’Menyusul analisis internal (Bayern Munich) mengumumkan klub tak lagi bekerja sama dengan pelatih Carlo Ancelotti,’’ kata klub itu dalam pernyataannya. Klub tak mentolerir kekalahan di Parc des Princes karena Bayern tak mampu memperlihatkan dominasinya sebagai klub yang sarat pengalaman dan mental juara. Padahal sehari sebelumnya pemain-pemain Bayern begitu optimis dan terkesan meremehkan potensi lawannya. Pada laga itu, pasukan Unai Emery bekerja maksimal. Dani Alves, Edinson Cavani dan Neymar mencetak gol, dengan penyerang remaja Kylian Mbappe turut berkontribusi dengan dua assist saat mereka memporakporandakan pertahanan Bayern. PSG yang tak terkalahkan dalam 9 laga kandang Liga Champions, mengandalkan trisula Mbappe, Cavani dan Neymar dalam format 4-3-3. Alves membuka gol saat pertandingan baru berjalan dua menit setelah Neymar melewati sejumlah pemain bertahan Bayern sebelum memberikan umpan pada Alves. Menerima umpan Mbappe, Cavani memperbesar keunggulan klub kaya Prancis itu pada menit ke-31 lewat
tembakan yang gagal dihentikan kiper Christian Fruechtl. Neymar membuktikan dirinya pantas mendapat label pemain dengan transfer termahal di dunia, saat mengoyak gawang Bayern menit 63 hasil umpan Mbappe. Bayern, yang mengawali laga dengan bek Mats Hummels dan pemain sayap Arjen Robben serta Franck Ribery di bangku cadangan, kehilangan kecepatan dan kreativitas membongkar pertahanan lawan. Pasukan Ancelotti memiliki peluang menit ke-19 saat tembakan Javi Martinez mengarah tepat ke gawang. Namun kiper PSG Alphonse Areola bergerak cepat dan menepis bola sebelum memasuki gawangnya. Di babak kedua Ancelotti menarik keluar James Rodriguez dan menggantikannya dengan Kingsley Coman yang menambah daya gedor mereka. Namun faktanya mereka tetap kesulitan membongkar pertahanan PSG. PSG pun memuncaki Grup B dengan angka maksimal enam poin. Bayern baru mengemas tiga poin sama dengan Celtic, yang mengalahkan tuan rumah Anderlecht dengan skor 3-0 di laga lainnya. Menjelang pertandingan, Celtic
Bali Post/rtr
PSG - Trio ujung tombak Paris Saint Germain (PSG) Edinson Cavani (kanan) merayakan gol bersama koleganya Kylian Mbappe dan Neymar dengan membekap Bayern Munich 3-0 di Liga Champions, Kamis (28/9) kemarin. yang merupakan juara Skotlandia untuk enam musim terakhir, hanya menang satu kali dari 30 pertandingan tandang di Liga Champions. Setelah dikalahkan 0-5 oleh Paris St Germain (PSG) pada pertandingan pembukaan mereka, Celtic memimpin melalui Leigh Griffiths.
Batshuayi Pastikan Keunggulan Chelsea detik sebelum pertandingan berakhir. Antoine Griezmann mengeksekusi penalti untuk menaklukkan mantan kiper Atletico Thibaut Courtois dan membawa tuan rumah memimpin pada menit ke-40. Ini menjadi gol perdana Griez-
Juve Kembali ke Jalur Kemenangan
TEMBAKAN - Striker Michy Batshuayi melepaskan tembakan yang menetukan kemenangan Chelsea 2-1 atas Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Kamis (28/9) kemarin.
mann di pentas Eropa di stadion baru setelah mencetak gol perdana Liga Spanyol pada awal bulan ini. Mantan penyerang Real Madrid Alvaro Morata, yang juga sempat menghabiskan waktu di akademi sepak bola Atletico, membawa Chelsea menyamakan kedudukan dengan menyambar umpan silang Eden Hazard pada menit ke-60. Batshuayi masuk menggantikan Morata saat pertandingan tinggal menyisakan tujuh menit. Ia memanfaatkan operan Marcos Alonso dari jarak dekat untuk memberikan kekalahan kandang pertama bagi Atletico sejak September 2015. Pada laga lainnya Grup C Qarabag kebobolan dua gol dalam waktu 15 menit saat dipermalukan tamunya, AS Roma 1-2. Konstantinos Manolas membuka keunggulan Roma menit 7 disusul Edin Dzeko (15). Qarabag berusaha menyamakan skor, namun kesulitan menciptakan gol tamabahan setelah Pedro Henrique mencetak gol balasn menit ke-28. (kmb39/rtr/ant)
pions, Kamis (28/9) kemarin di Moskow. Gol lainnya dicetak Anthony Martial (18 penalti) dan Henrikh Mkhitaryan (57). Gol balasan tuan rumah diciptakan Konstantin Kuchaev (90). Lukaku yang bertubuh jangkung telah menghasilkan 10 gol di awal musim ini. Pemain Belgia itu dibeli MU seharga 75 juta pound (100 juta dolar AS) dari Everton. ‘’Dia rendah hati, dia mau belajar banyak hal setiap
waktu. Dia juga ingin memperbaiki diri terus-menerus,’’ kata Mourinho yang memuji ambisi pemain berusia 24 tahun itu. Lukaku menghasilkan banyak gol dan penampilannya yang luar biasa itu memungkinkan terjadi karena dukungan tim. Namun pada laga kemarin MU tak diperkuat pemain kuncinya Paul Pogba, Marouane Fellaini dan Michael Carrick. (kmb39/rtr)
Madrid Pemain pengganti Michy Batshuayi memastikan kemenangan Chelsea 2-1 atas Atletico Madrid pada pertandingan Grup C Liga Champions, Kamis (28/9) kemarin. Sepakan pertamanya menghasilkan gol beberapa
Bali Post/rtr
Celtic kembali mencetak gol ketika umpan silang Patrick Roberts dibelokkan bek Anderlecht Kara Mbodji masuk ke gawangnya sendiri. Scott Sinclair mengubah skor menjadi 3-0 dengan tembakannya pada detikdetik terakhir pertandingan. (kmb39/ rtr/ant)
Roma Pemain pengganti Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic mencetak gol kemenangan Juventus saat sang juara Liga Italia menang 2-0 atas Olympiakos di Turin pada pertandingan Grup D Liga Champions, Kamis (28/9) kemarin. Si Nyonya Tua kembali ke jalur kemenangan setelah menelan kekalahan di laga pembuka. Juve mendominasi penguasaan bola namun gagal mencetak banyak gol. Penyerang asal Argentina Higuain memasuki lapangan pada menit ke-60 dan membukukan gol dari bola pantul dari tembakannya sendiri sembilan menit kemudian untuk memberi keunggulan kepada tim tuan rumah. Saat Olympiakos mengincar gol balasan melalui serangan balik, Juventus memborbardir kotak penalti tim Yunani itu dengan umpan-umpan silang, tendangan bebas, dan tendangan penjuru. Mandzukic nyaris menambah keunggulan timnya melalui tiga tandukan kepala sebelum akhirnya mampu membobol gawang lawan pada menit ke-80.
Setelah menelan kekalahan 0-3 dari Barcelona pada pertandingan pembukaan mereka, kemenangan ini membawa Juventus kembali ke jalur dan menghuni peringkat ketiga dengan tiga poin di belakang Sporting karena kalah selisih gol. Sedangkan dua kekalahan dari dua pertandingan pembukaan membawa Olympiakos menghuni posisi juru kunci. Di Lisbon, Barcelona yang memimpin klasemen Grup D dengan 6 poin, hanya mampu mencatatkan kemenangan tipis 1-0 atas Sporting. Gol pada laga ini diciptakan oleh pemain tuan rumah Sebastian Coates. Setelah melewati babak pertama yang membuat frustrasi karena tampil di bawah permainan standar mereka, Barcelona mendapat gol keberuntungan ketika Coates menjebol gawangnya sendiri di bawah tekanan dari Luis Suarez di menit ke-49. Lionel Messi yang tampil untuk ke-593, tidak mampu menambah tekanan sebagaimana saat melawan Juventus dalam kemenangan pembuka mereka. (rtr/ant)
Mourinho Puji Lukaku
Moskow Manager Manchester United (MU) Jose Mourinho memuji sikap rendah hati dan keinginan terus memperbaiki diri penyerang Romelu Lukaku. Ambisi semacam itu akan mengantarkan pemain Belgia itu menjadi pemain hebat. Lukaku menyumbang dua gol (menit ke-4 dan 27) saat MU mencukur tuan rumah CSKA Moskow 4-1 pada pertandingan Grup A Liga Cham-
Bali Post/rtr
DUEL UDARA - Penyerang Manchester United Romelu Lukaku memenangkan duel udara saat pertandingan melawan CSKA Moskow di Liga Champions, Kamis (28/9) kemarin.
Penyerang Leicester City Jamie Vardy.
Bali Post/rtr
Vardy Siap Bersaing dengan Kane London Ujung tombak Leicester City Jamie Vardy bertekad menjadi penyerang utama timnas Inggris meski harus bersaing dengan Harry Kane di tim Three Lions pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Pasukan Gareth Southgate hanya terpaut satu kemenangan lagi dari mengunci tiket ke putaran final menjelang pertandingan kualifikasi bulan depan. Kane siap memimpin serangan Inggris dengan bekal sembilan golnya yang diciptakan bersama Tottenham Hotspur di semua kompetisi musim ini. Ketika ditanya wartawan, Kamis (28/9) kemarin, apakah ia berharap bermain sebagai pelapis Kane di timnas, Vardy menjawab, ‘’Tidak seperti itu.
Itu tergantung bagaimana susunan tim kami. ‘H’ (Kane) sedang dalam penampilan bagus untuk klub dan negaranya.’’ ‘’Itu hanya satu dari beberapa hal, Anda harus terus bekerja keras, memperlihatkan Anda bermain baik, dan meletakkan diri Anda dalam gambaran (tim),’’ kata Vardy sambil menegaskan dirinya tetap ingin menjadi yang terbaik bagi Leicester. Vardy, yang mengoleksi enam gol dari 17 penampilannya untuk timnas, siap masuk skuad Inggris yang diumumkan Kamis. Inggris akan memainkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa menjamu Slovenia pada 5 Oktober sebelum lawatan ke Lithuania pada 8 Oktober. (kmb39/rtr/ant)
olah raga
16
Jumat Paing, 29 September 2017
ITdBI 2017
Etape Kedua Masih Milik Pembalap Asing
Banyuwangi (Bali Post)-
Pegolf AS Tiger Woods.
Bali Post/rtr
Tiger Woods Isyaratkan Pensiun
Jersey City Pegolf legendaris Tiger Woods memberi isyarat pensiun. Mantan pegolf nomor satu dunia itu, Kamis (28/9) kemarin mengaku bahwa dirinya kemungkinan besar tidak akan ikut kejuaraan golf lagi, seperti apa yang pernah diisyaratkan beberapa waktu sebelumnya. Pegolf asal AS terakhir kali meraih gelar kejuaraan utama pada 2008. Selama dua tahun terakhir pegolf berusia 41 tahun itu hanya ikut di enam kejuaraan ketika dia mencoba untuk pulih dari hasil operasi punggungnya. ‘’Ya, tentu, saya tidak tahu apa masa depan saya masih ada,’’ kata Tiger Woods ketika ditanya apakah dirinya masih akan ikut kejuraan lagi. Woods total mengemas 14 gelar kejuaraan utama namun kesulitan mencapai level bugar pada fisiknya demi mengikuti turnamen kompetitif. ‘’Saya tidak tahu 100 persen (tentang kesehatan) setelah menjalani operasi kedelapan, tapi saya akan mencoba untuk bisa mendekati persentase itu,’’ katanya. ‘’Setiap orang di sini yang telah berusia 40-an, apakan pernah merasakan seperti mereka saat usia 20-an? Serius, saya katakan saya bisa memukul bola sejauh 60 yard,’’ tambahnya. (rtr/ant)
Etape kedua International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017, Kamis (28/9) kemarin, masih menjadi milik pembalap asing. Pembalap asal Selandia Baru Matt Zennovich yang tergabung di tim St George Continental merebut gelar juara di etape sejauh 180,9 kilometer ini. Di etape ini, Zennovich juga berhasil merebut green jersey, simbol raja sprinter. Zennovich finis pertama di depan Mohammad Rajablou (Pishgaman Cycling Team) dan M. Fitri Saharil Team Sapura Cycling. Di etape yang berangkat dari kampung kakao Glenmore ini, Zennovich mencatatkan waktu 4 jam 25 menit dan 40 detik. Ia unggul tipis 0,1 detik atas Rajablou dan 28 detik atas Saharil. Balapan etape kedua dikuasai sepuluh pembalap sejak awal lomba. Mereka adalah Hiroshi Tsubaki (Kinan), Lim Rustom (7-Eleven), Imam Arifin (KFC), M. Abdurrachman (KFC), M. Rajablou (Pishgaman), Phuchong Saiodumsin (Thailand Continental), M. Fitri Saharil (Sapura), Jahir Peres Munos (Sapura), Nick Miller (CCN) dan Jamalidin Novardianto (PGN). Mereka melakukan breakaway ketika race baru berlangsung 1 kilometer. Awalnya kesepuluh pembalap terdepan ini hanya unggul
dua menit dari rombongan besar. Namun mereka terus memperlebar jarak hingga mencatat gap lebih dari lima menit pada 80 kilometer menjelang garis finis. Komposisi pembalap berubah setelah tanjakan di Sragi. Rombongan terpecah menjadi tiga bagian dengan tiga pembalap berada di barisan terdepan. Mereka adalah Rajablou, Saharil dan Matt Zennovich dari St George. Mereka ditempel tujuh pembalap dengan gap lebih dari semenit. Sedangkan peleton berada di baris belakang dengan jarak empat menit. Ketiga pembalap itulah yang memimpin lomba hingga garis finis. Mereka mencatat gap lebih dari tiga menit dari rombongan besar. ‘’Saya tidak ada strategis khusus, hanya terus memacu pedal. Saat di tanjakan, ketika kurang dua kilometer saya masih di posisi kedua. Dan saat itu saya berpikir ini masih ada kesempatan, saya terus mengejar hingga finis,’’
Tabanan (Bali Post) Atlet petanque Jabar mendulang 4 keping emas pada hari kedua Kejurnas Petanque 2017 di Lapangan Petanque, Kompleks Stadion Debes, Tabanan, Kamis (28/9) kemarin, dan memimpin klasemen sementara. Disusul, kontingen Jambi yang meraup 2 emas dan Aceh 1 emas. Atlet Aceh Novi Lidya Isdarianto keluar sebagai juara di nomor shooting putri. Juara II direbut Ayuk Tyas Agustina (Jatim), kemudian juara III Fanny Maryu Fitria (Jabar), Rizki Maharani (DKI). Sementara untuk nomor triple putri, juaranya Jambi (Hayaturahmi/Ermika/Andini Segona), disusul juara II Sumut (Yuyun Danaty Manulla/Cintami Rahmadani Jambak/Nosanta Yevi BR Ginting), juara III Bali (I Gusti Ayu Ade Dwi Yosiana Sari/Kadek Mia Widiarti/ Firdanila Nuranisa) dan DKI (Dwie Anggraini/Richa Anggraeni/Novia Nurdaningsih). Juara single Anom Ripki Irfansyah (Jabar), disu-
sul Abun Nawan (Jambi), Pumareka (Sumut), dan Ahmad Zakaria (Sulsel). Single putri juaranya Fanny Maryu Fitria (Jabar), kemudian Daheresia Yuni (Kalbar), Rani Amelia (Aceh), dan Cindy Margaretha (DKI). Untuk nomor double mix, juaranya Aditya Astrada/Andini Segonang (Jambi), Feiv Hidayat/Fitri Devir (Jateng), dan juara III bersama Rendi Eko Cahyono/Kholifatul Ika Ana (Jatim), dan Agung
Bali Post/udi
ETAPE KEDUA - Para pembalap asing memimpin dalam ITdBI 2017, Kamis (28/9) kemarin. Pembalap asal Selandia Baru Matt Zennovich dari tim St George Continental menjuarai etape kedua ini setelah menaklukan jarak sejauh 180,9 kilometer ini. kata Zennovich ditemui usai pertandingan. Bagi Zennovich, kemenangan ini cukup spesial, karena ini merupakan pertama kalinya dia bertanding di Indonesia. ‘’Hawanya sangat panas di sini, rasanya benar-benar
Jabar Dulang 4 Emas di Kejurnas Petanque
Bali Post/wan
Tim Bali United U-19 memerlukan tambahan penyerang untuk menggantikan Daniel Permana.
Bali United U-19 Buru Striker Pengganti Daniel Permana Gianyar (Bali Post) Kesebelasan Bali United U-19 memburu seorang striker luar Bali di tim lain yang namanya masih dirahasiakan, sebagai persiapan melakoni babak delapan besar. Tujuannya untuk menggantikan bomber Daniel Permana, yang memilih melanjutkan sekolah ke Jakarta. Pelatih Bali United U-19 Wayan Arsana di Bali Zoo, Singapadu, Gianyar, Kamis (28/9) kemarin menerangkan, bomber yang menjadi incarannya sebenarnya telah lolos seleksi saat pembentukan tim Bali United U-21 pada musim kompetisi tahun lalu, namun yang bersangkutan memilih bergabung dengan tim daerah asalnya. ‘’Saat ini, tim yang dibela masih menunggu apakah lolos atau tidak, guna memperebutkan peringkat 3 terbaik di grup,’’ ujar Arsana yang jebolan PSSI Baretti Italia pada 1996 silam. Dikemukakan, seandainya gagal menggaet bomber incarannya, maka pihaknya menjatuhkan pilihan pada striker alternatif lainnya. Menurutnya, Bali United menghuni grup 2, dan juara pul, yang lolos didampingi Barito Putera, serta Persela Lamongan. ‘’Kami masih menunggu pengundian babak delapan besar, pemain kami liburkan sambil menunggu tim lain yan lolos di pul lain,’’ jelas Arsana. Dia tak mau membebani target muluk-muluk, meskipun dirinya tahun lalu sukses membawa Bali United U-21 tampil ke final dan finis sampai runner-up di bawah PS TNI. ‘’Saya hanya mengingatkan kepada Wayan Bayu Ariawan dan kawan-kawan agar tampil maksimal dalam tiap laga,’’ ucapnya. Arsana juga mengakui delapan tim yang lolos, tentu timnya berkualitas dan persaingan dipastikan makin seru. ‘’Kami berkekuatan 26 pemain,’’ terangnya. (022)
Bali Post/ist
Petanque - Suasana Kejurnas Petanque 2017 di Lapangan petanque Kompleks Stadion Debes Tabanan.
Piala Pangdam
FKPPI Tantang PSAD di Final Denpasar (Bali Post) Kesebelasan FKPPI Bali bakal menantang PSAD dalam babak final turnamen sepak bola memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana, di Lapangan Makorem 163/ Wirasatya, Jumat (29/9) sore ini. FKPPI melangkah ke laga pamungkas, pascamenang besar atas lawannya
Susila Putra, Sibang Kaja, dengan skor 5-0, pada babak semifinal, Kamis (28/9) kemarin. Gawang Susila Putra yang dikawal Kadek Putra kemasukan dua gol Kadek Sentana Adi Putra di menit ke-34 dan 79. Kemudian masing-masing satu gol hasil bidikan Arry menit ke-
BU Targetkan Curi Poin
Bekasi (Bali Post) Pertarungan dua tim papan atas Liga 1 musim 2017 antara kesebelasan Bhayangkara FC dan Bali United (BU), Jumat (29/9) petang ini akan mempertontonkan strategi bermain untuk mencuri tambahan tiga poin kemenangan. ‘’Kita bukan mengejar target mencetak banyak gol, tapi yang penting bagaimana kita mencuri 3 poin tambahan klasemen sementara,’’ kata Pelatih Bali United Widodo C Putro di Bekasi, Jabar, Kamis (28/9) kemarin. Menurutnya, tim Bali telah memperbaiki segala kesalahan yang sempat terjadi dalam rangkaian pertandingan sebelumnya serta mempelajari taktik perlawanan yang menjadi kelebihan tim tuan rumah. ‘’Kami telah mengetahui kelebihan mereka. Saya harapkan pertandingan besok akan seru,’’ katanya. Widodo mengatakan, dirinya tidak menargetkan pemain harus memuncaki klasemen musim ini karena hanya akan membebani Irfan Bachdim dan kolega. ‘’Tentu kalau beban tidak ada. Justru yang pertama kemarin target tidak muluk-muluk, cukup di lima besar. Jadi nomor 1 hanya bonus. Kita enjoy tapi tetap fight. Setiap pertandingan adalah final, sebab ranking akan memotivasi kita untuk bermain,’’ katanya. Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengatakan perolehan poin klasemen antara Bhayangkara selaku pemuncak klasemen sementara dengan Bali United hanya terpaut selisih 1 poin. ‘’Hasil pertandingan dengan Persib Bandung kemarin menunjukkan hasil yang cukup bagus, tapi memang belum sesuai ekspektasi, sebab kita sebenarnya bisa memenangkan laga kemarin,’’ katanya. Sementara untuk pertemuan lawan Bali, katanya, Evan Dimas dan kolega memiliki peluang menang yang lebih besar mengingat pada putaran pertama di Bali, Bhayangkara bisa unggul 3-0. ‘’Kalau anak-anak di laga besok sudah tahu apa yang harus dilakukan dan kalau mereka bisa percaya diri, mereka bisa bermain bagus dan tampil dengan maksimal. Mudah-mudahan saja bisa dapat tiga poin,’’ katanya. Tambahan tiga poin itu penting bagi Bhayangkara untuk menjauh dengan para pesaingnya di papan bawah. ‘’Karena untuk saat ini pesaing terdekat adalah Bali United yang selisih satu poin saja,’’ katanya. (ant)
Witaya/Nikita (Sulsel). Untuk triple putra, juaranya direbut Jabar (Asep Rahmat/Irwan/Wildan Putra Pratama Suanda), kemudian juara II Bali (I Gusti Putu Guna Dharma Putra/I Gede Putra Widhi Guna Dharma/ Made Khrisna Dwipayana), dan juara III DKI (Fajar Kurniawan/M. Andika Mahardika P/Fadilla Arfandika Fazri), dan juara III Kalbar (Ahmad Rosadi/Rifky Adytya/ Heru Dwinandes). (022)
Bali Post/ist
TANTANG PSAD — Tim FKPPI Bali bakal menantang lawannya PSAD pada babak final turnamen sepak bola Piala Pangdam IX/Udayana, di Lapangan Makoem 163/ Wirasatya, Jumat (29/9) sore ini.
4, kapten Kocet Sugiarto di menit ke-12 dan Dedy menit ke-69. Sampai wasit Ali Mustofa meniup peluit panjang skor akhir, FKPPI tetap unggul 5-0. Usai laga, Manajer Tim FKPPI Ustav Shasa mengemukakan, laga final merupakan pertaruhan antara anak dan bapak. Diakuinya, sedianya laga final digelar Sabtu (30/9) besok, namun dimajukan Jumat (29/9) ini, akibatnya praktis FKPPI tak sempat istirahat. ‘’Namun, bagi kami tak masalah. Apalagi FKPPI ingin juara dan merebut Piala Pangdam IX/ Udayana,’’ jelas pria yang akrab disapa Wawan ini. Di sisi lain, pelatih Susila Putra Gede Galung Setyadi menerangkan, asuhannya tetap bersemangat karena didukung langsung Bendesa Adat Ketut Narayana dan Perbekel Ni Nyoman Sudani. ‘’Ya… kami ini kan tim desa, bisa lolos ke babak semifinal saja kami bersyukur,’’ ucap Galung. Dia optimis, Susila Putra mampu memenangkan juara III saat meladeni Putra Pegok, Jumat (29/9) ini. (022)
menguras tenaga. Tapi saya akhirnya bisa memenangi etape ini. Untuk besok (etape 3 - red), yang penting saya akan terus berusaha,’’ pungkasnya. Sementara itu, Davide Rebellin yang finis di posisi
32 berhasil mempertahankan yellow jersey, sekaligus jersey polkadot sebagai tanda raja tanjakan. Rebellin mencatatkan waktu 4 jam 28 menit dan 54 detik. Posisi best Indonesian rider tetap dipertahankan Aiman Cahyadi. (udi)
Jakarta (Bali Post) Tim Indonesia dapat grup relatif mudah pada babak penyisihan kejuaraan dunia ‘’Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship 2017’’ di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 9-14 Oktober guna memperebutkan Piala Suhandinata. Berdasarkan hasil drawing yang dilakukan BWF di Jakarta, Kamis (28/9) kemarin, tim Indonesia yang terhindar dari Tiongkok, berada di Grup H1 bersama dengan Mongolia dan Brazil. Namun, untuk lolos ke babak delapan besar terlebih dahulu harus berhadapan dengan juara Grup H2 yang saat ini dihuni oleh Finlandia, Spanyol dan El Salvador. Hasil drawing yang membawa Indonesia (unggulan kedua) terhindar dari juara bertahan Tiongkok yang saat ini menempati unggulan kesembilan ini, ditanggapi dengan serius oleh Wakil Ketua Umum PP PBSI Alex Tirta yang juga terlibat langsung dalam drawing yang dipandu oleh perwakilan BWF itu. ‘’Kalau dilihat dari hasil drawing, kami harapkan pemain tidak menyepelekan calon lawan. Untuk turun di kejuaraan dunia ini, kami telah menyiapkan tim terbaik. Target juara tentu kita lakukan. Untuk itu, siapa pun lawan yang harus dihadapi kita harus siap,’’ kata Alex Tirta usai drawing. Menurutnya, berdasarkan hasil drawing peluang Indonesia untuk lolos ke babak delapan besar memang cukup terbuka. Namun, pihaknya meminta kepada pemain yang bakal diturunkan untuk tetap menunjukkan kemampuan terbaiknya. ‘’Sudah saatnya Indonesia bisa meraih hasil terbaik di kejuaraan ini,’’ ucap Alex Tirta menegaskan. Kejuaraan dunia junior yang memperebutkan Piala Suhandinata diikuti 42 negara yang terbagi delapan grup. Namun, ada lima grup yang harus dipecah, termasuk Indonesia yang berada di Grup H1. Sedangkan tiga grup lainnya masing-masing beranggotakan lima tim langsung bersaing untuk menjadi juara grup. ‘’Yang lolos ke babak delapan besar hanya juara grup saja. Untuk tim yang dibagi dua, nantinya masing-masing juara akan diadu untuk me-
nentukan satu tim yang lolos,’’ papar salah satu panitia kejuaraan, Yuni Kartika. Jika Indonesia berada di grup yang nisbi ringan, kondisi berbeda harus dihadapi juara bertahan Tiongkok karena harus bersaing dengan tim-tim yang memiliki pemain junior yang cukup bagus. Tiongkok berada di Grup G1 bersama dengan Taiwan, Denmark, Aljazair dan Hongkong. ‘’Grup G ini bisa dikatakan grup paling berat,’’ ujar Yuni Kartika, menegaskan.
Tim Junior Indonesia Terhindar dari Tiongkok
Rekor Perserta Kejuaraan ‘’Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship 2017’’ ini sukses memecahkan rekor jumlah peserta untuk ketegori individu yang menembus angka 488 atlet dari 65 negara. Ketua Panitia Penyelenggara kejuaraan dunia junior, Achmad Budiharto, mengatakan jumlah ini melebihi peserta yang mengikuti kejuaraan yang sama sebelumnya di Bilbao, Spanyol yaitu berasal dari 52 negara. ‘’Dengan jumlah ini (negara) maka rekor sebelumnya terpecahkan. Peserta ini mayoritas turun di nomor perorangan,’’ katanya. Achmad Budiharto berharap dengan banyaknya peserta yang turun pada kejuaraan khusus untuk atlet di bawah usia 19 tahun ini mampu memacu semangat pemain tuan rumah Indonesia untuk meraih hasil terbaik karena ada lima kelas yang dipertandingkan yaitu tunggal putra-putri, ganda putraputri dan ganda campuran. Selain itu, pada kejuaraan dunia junior ini juga dipertandingkan kategori beregu campuran yang memperebutkan Piala Suhandinata. Ada 45 negara yang bakal bersaing untuk meraih hasil yang terbaik. Negara yang terlibat selain yang sudah familiar diantaranya adalah Ghana, Mesir, Brazil, Mesir, Latvia, Armenia, Nepal hingga Afrika Selatan. Jika kategori tim sudah dilakukan drawing, khusus untuk perorangan baru akan dilaksanakan usai kejuaraan berakhir. Sesuai dengan rencana, drawing baru akan dilakukan pada 14-15 Oktober. Drawing sendiri akan dikawal langsung oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). (ant)
Turnamen Denmark Terbuka Pengaman Menuju Super Series Final Jakarta (Bali Post) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengincar turnamen bulu tangkis berlevel Super Series Premier Denmark Terbuka 17-22 Oktober 2017 sebagai pengaman langkah punggawapunggawa tanah air menuju Super Series Final di Dubai akhir tahun mendatang. ‘’Denmark Terbuka adalah turnamen penting karena merupakan Super Series Premier pertama dari dua tersisa di tahun ini yang menentukan langkah ke Super Series Final di Dubai,’’ kata Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto, Jakarta, Kamis (28/9) kemarin. Untuk melangkah ke Dubai, pemainpemain dari seluruh dunia akan bersaing untuk menempati posisi delapan besar di daftar klasemen dengan poin yang
mereka kumpulkan di setiap kejuaraan. Berprestasi dalam turnamen Super Series Premier seperti Denmark Terbuka tentu menjadi incaran pemainpemain top dunia termasuk Indonesia karena poin yang ditawarkan di sana adalah yang terbesar dibanding turnamen lainnya. ‘’Setiap kali kita mengirimkan pemain ke kejuaraan tentunya harapan besar mereka memberi hasil maksimal dan kebetulan karena Denmark termasuk yang terakhir sebelum Dubai, kami mengharapkan tim utama bisa tampil dan mendapatkan hasil maksimal untuk mengamankan langkah mereka ke Dubai,’’ ujarnya. Dalam laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) hingga tanggal
28 September 2017, ada lima wakil Indonesia di tiga nomor berbeda yang berada di daftar delapan pemain teratas yang berhak berlaga di Dubai 13-17 Desember 2017 mendatang. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di tunggal putra; Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam ganda putra; serta dua pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Dari kesemuanya wakil Indonesia tersebut hanya Marcus/Kevin, Praveen/Debby dan Tontowi Liliyana yang menempati posisi terbilang aman dalam daftar klasemen pemain yang berhak menuju Dubai dibandingkan Ginting dan Jonatan.
Marcus/Kevin kini menempati peringkat teratas klasemen road to Dubai di ganda putra dengan membukukan poin 48.080, sedangkan Praveen/Debby dan Tontowi/Liliyana menempati peringkat empat dan lima dengan masing-masing membukukan poin 31.680 dan 29.190. Sementara Ginting dan Jonatan saat ini menempati posisi ‘’rawan’’ yang berada di peringkat tujuh dan delapan klasemen menuju Dubai dengan masing-masing membukukan poin 27.200 dan 26.810. Posisi mereka bisa saja terkejar oleh Sai Praneeth B dari India dan pemain senior China Lin Dan yang berada di posisi sembilan dan 10 dengan masingmasing sudah mengumpulkan poin 26.760 dan 26.400. (ant)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Paing, 29 September 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr Karyawan/i bs Bhs.Inggris Lamaran ke:Jl.Kerobokan 96, Br.Taman (Toko Kenny Furniture)
LOWONGAN Dcr Driver PT.QRG Resort 8480383
B.BP.001.09.17.0001527
Dicari PRT Masak Part Time Seminyak, 081353001509 WA
B.BP.001.09.17.0001839
*** Supir *** Hub: Jl.Gadung No.81,Kreneng Dps
B.BP.001.09.17.0001698
B.BP.001.09.17.0001654
Dcr Kasir u/ Spa di Kuta Gaji 2Jtan Hub:081999761923
B.BP.001.09.17.0001806
Dcr staff Acc(2) dan Kasir(2) unt tmp wisata DMZ Bali, wanita max35th.Minat Hub.8496220/6221
B.BP.004.09.17.0001561
BPR butuh sgr 3 staff IT/EDP Komputer Hub:0366-21859 / 0366-22103 Hari Senin s/d Jumat
Dcr Sales Toyota Tbn min SMA Krm CV Agung Toyota Tbn 810888
Dcr Sopir Serabutan,Bujang, Tggl Dalam Hub.081246585097
Dcr Sekretaris bs Ms.Office & Photoshop Basic.Lamaran ke Jl.Kerobokan 96, Br.Taman (Toko Kenny Furniture)
Dcr Sopir&Sales Counter bs Bhs Inggris.MerrysTour.0361-238041
B.BP.167.09.17.0001816
B.BP.001.09.17.0001655
Dcr sgr tkng jarit yg pglmn u/ garmen H:0361-8475290/8475294
B.BP.001.09.17.0001744
B.BP.165.09.17.0001821
Cari Karyawan Money Changer (Pria) Hb.08123636456
B.BP.001.09.17.0001849
Dcr Teknisi, Sales,Spv Mrktg Gaji+Bonus+Komisi+BPJS,Lam The Banyumas Villa Jln . Tukad Banyumas No.1 Denpasar
B.BP.821.09.17.0001403
Dcr driver umur max 35th bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps . Hub.(0361-418624/413964)
B.BP.001.09.17.0001677
Dcr staff accounting minS1akuntansi umur max30 bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Hub(0361)418624/413964
B.BP.001.09.17.0001828
Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk Bangunan,Hub:085253988660
B.BP.004.09.17.0001747
Dbthkan Furniture designer utk Bali; CAD, 3dmax,excel; Inggris aktif; kirim CV & portfolio ke:info@yunibali.com
B.BP.001.09.17.0001676
Dibutuhkan Tenaga Kerja Cocok untuk yg sudah/belum Pensiun Hub: 081337320901 (Tlp./WA )
B.BP.001.09.17.0001812
B.BP.004.09.17.0001753
Dcari Satpam,sopir, karyawan u/ Yayasan Hub.085238316633
Dibutuhkan admin proyek/kantor Segera Hub.Alya 085736320320
B.BP.001.09.17.0001813
B.BP.001.09.17.0001804
Dcari Sushi staff Rest Kokoya Jl.Danau Tamblingan 178 Sanur Hub.0361 289252
Dicari Pegawai utk Catering Hub.0818550811/087861838922 B.BP.001.09.17.0001754
B.BP.001.09.17.0001745
Dcr 4 Satpam Sertifikat u/Htl di Seminyak,Fas:Gj UMK,THR,BPJS TK&Kes.Krm Lam Jl.Padang Griya No.12 Tlp.085100433449
B.BP.001.09.17.0001845
Dcr Bag Gudang,Gatsu Timur 266 Telp.413068
B.BP.001.09.17.0001798 Dcr PRT cewek u/Bersih2 Rmh di Dcr Baker Pastry Pengalaman Sanur tingal dlm H.08123877799 Bisa Buat Cake Hub.08123637000 B.BP.001.09.17.0001807 B.BP.001.09.17.0001706 Dcr Sales Otomotif umur max30 Dcr Desain Grafis yg Creative bawa lamaran ke Banoli Motor bisa Phothoshop/Ilustrator Jl.Buluh Indah 75 Dps. max 25th Jl.Raya Seminyak 17. Hub.(0361418624/413964) Ph.736967 B.BP.001.09.17.0001678 B.BP.004.09.17.0001769 Dicr sgr supir bujang tak Dcr Drafter Freelance utk rokok, makan dlm, tidur luar Proyek Hub.08113994113 gaji 2,2jt.Hub.081339132993 B.BP.001.09.17.0001848
AC
B.BP.004.09.17.0001853
B.BP.001.09.17.0001799
BIRO JASA
Hotel di Sumbawa sgr cr Staff koki-Bar/Rest-front office Email:Madehilly@yahoo.com.au Telp :081237922875
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
OB/Serabutan Tdk merokok Max 35th Dps 0811396250 Tdr Dalam
BUC Dijual Tnh Kav 100m2 Lok. TOYOTA Agya S TRD’2017Silver+Jimny GX Jl.G.Mas Pds Kelod 081338792660 B.BP.001.09.17.0001810 B.BP.001.09.17.0001797 97 Kaleng Ors Cat, 087860391057 Needed Housekeeping. Lam k e B.BP.164.09.17.0001851 Batubulan 325JT Ng Jl.Mobil Viw Ketwl 200ng+230ng 087761245398 B.BP.001.09.17.0001490 Avanza VVti 2006 Silver Matic reception@kutadeniaresidence. B.BP.001.09.17.0000991 Kerja Resmi Dubai Staf Admin Asli Bali Terawat T.0811398331 com / Jl.Kubu Anyar 28 Kuta Dijual Tanah+Gudang Jl.Tukad B.BP.001.09.17.0001815 Wnt/Lk GoodEnglish081339820912 0361-8468828 Yeh Aye No.98 Hub.082237077799 Djl Mobil Avanza 2010 matic B.BP.001.09.17.0001841 B.BP.154.09.17.0001844 B.BP.001.09.17.0001850 Harga 102 Nego Hp:081213672655 Looking for Hotel Operational Revolver Espresso, needs : Tanah 1a Jl.Utma Sulatri Masuk B.BP.001.09.17.0001814 Retail Staff, fluent English, Manager for Le Pirate Innova Reborn Th’2016 istimewa 200M Gatsu Timur 081237148880 B.BP.001.09.17.0001743 min.1 year experiences to : Nusa Ceningan, 10 rooms Km6000 Hub.087861310685/811612 Tanah Gatsu Barat 5,3Are dkt inggrit@revolverespresso.com Restaurant & Pool, speak B.BP.001.09.17.0001749 B.BP.004.09.17.0001817 Htl Aston Dps Hub.08988216283 English, min 5 years’ DIJUAL MOTOR B.BP.001.09.17.0001838 Yamaha Bisma Dcr:SMA/SMK,Supir experience in Hotel(F&B,HK,FO, Tnh Kvl di Mengwi 130jt/A SIM B1 Hub: T.Umar 142 Dnpsr KAWASAKI operation).Accommodation & 60Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.09.17.0001598 KLX D-tracker Th’2013 Akhir B.BP.001.09.17.0001625 Transport,BPJS.Max 35 year old FullVariasi HP/WA.085739943484 Tnh SunsetRoad 26A Smnyk Kuta Send cv to hrd@lepirate.com, B.BP.001.09.17.0001823 Hub.08123958482/08988216283 phone 0361 487240 DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Elit,LT 5,4A,2Lt, Swimming pool(4,5x10m)+Garden Jl.Sekar Tunjung, di Kawasan Elit, Gatsu Tmr HP.08123830201
B.BP.004.09.17.0001663
Looking for Villa Manager /butler, Location Nusa Ceningan, Holiday Rental Property, 4 Bedrooms, Swimming Pool,Clift Top, Accommodation & Scooter Provide,BPJS,max 33 year old, sent CV to hrd@lepirate.com, Phone 0361 487240
B.BP.001.09.17.0001803
B.BP.004.09.17.0001421
B.BP.001.09.17.0001802
BIRO JASA
BIRO JASA
BLI NYOMAN KURAS - CLOSET
TANPA BONGKAR
WASTAFEL BATHUB SALURAN AIR DLL HLI MAMPET A
WC
-
GARANSI BL I NY O M A N
081 238 554 653 087 861 626 582 C.0001211-brj
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
FOTOCOPY
B.BP.001.09.17.0001763
DIJUAL RUKO Ruko Buluh Indah 26C Dps Hub.08123958482/08988216283
B.BP.001.09.17.0001834 Dijual Rumah,SHM,2Lt,5Kmr Tdr, Ruko Kerta Wijaya Blok AI Dps Ls .Tanah 2 Are,Sanur dekat RS. Bali Mandara Hub:081337785806 Hub.08123958482/08988216283 B.BP.001.09.17.0001606
B.BP.004.09.17.0001752
SERVICE
TOP COOL
WC
KULKAS R A CHEELER N F R I Z E R SI Kerja Ditempat
SPECIALIS G A
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
B.BP.001.09.17.0001742
B.BP.001.09.17.0001772
SERVICE
ALUMINIUM
SERVICE
BAJA RINGAN
AC
081238348418 081999074576 C.0001880-srv
AHLI WC MAMPET
B.BP.001.09.17.0001837
Tnh kavling 136jt/A kredit UM 20% brt T.Mengwi 081337172225
B.BP.001.09.17.0001835
B.BP.004.09.17.0001664
SERVICE MAMPET
242389 / 081236774491 BIRO JASA
B.BP.031.09.17.0001829
DISEWAKAN GUDANG Rumah 2Lt 5KM LT160m2 Jl.P.Adi Dicari Sopir Pariwisata Lowongan pekerjaan Team lapaDikon Gdng Jl.Noja LC Kembang No.153B Teuku Umar,08179785354 Hub.081999040400 ngan,bagian quality control.Syrt: B.BP.001.09.17.0001715 Kepah 30,Ls.30x60,081238309099 B.BP.154.09.17.0001843 B.BP.001.09.17.0001855 DIJUAL MOBIL Pria, pnya spda motor, pnya LapRumah Kargo Indah II No.7A Dps Dicari Tk.jarit berpengalaman top CV dikrm ke:hellen@barang Hub.08123958482/08988216283 HONDA u/Garmen Sanur Hub.0811389822 MESIN B.BP.001.09.17.0001836 bagusindonesia.com ditnggu B.BP.001.09.17.0001805 RS’2015 AT Putih VR17 Spt Baru Djl Genset 30KVA Silent Type plng lmbt Senin Tgl 2-10-17 Dicari pembantu Rumah Tangga DIJUAL BANGUNAN Asli Bali KM12Rb, 085100421453 B.BP.031.09.17.0001830 merk keypower (warna biru) Hp/WA:081338582998 B.BP.164.09.17.0001842 Djl Bangunan Kos2an Lt2, Komp. Dcr Sgr Adm,Sls Counter & Mrkt PEMBERITAHUAN mesin Isuzu,electro Stamford B.BP.001.09.17.0001832 PT.Cahaya Putih (Buddhawear) Kmps Udayana Jimbaran LT.300m2 Otomotif & Property P/W MITSUBISHI Dgn diketahui o/konsulat Ausbaru(99,5%).Djl krn perlu kapaFO Female,25-35Yrs,Fluent membutuhkan posisi:Administra087860954489/085105303017 Pglmn, Gaji & Inctv Truk Tangki Canter Th.14, 5000 tralia menyatakan permohonan sitas yg lebih besar.Hub.Hadi B.BP.154.09.17.0001847 English,Hotel/Villa Exp.Skills in si, Accounting, Social Media, Memuaskan.Telp/WA:081238359954 Ltr,Trk Tangki Dyna Th.15,6000 maaf Kpd PT.Arta Sedana Retail Jln.Imam Bonjol 450 Denpasar B.BP.004.09.17.0001852 MS Excel&Word,a team player to Driver (able to Speak English) DIJUAL TANAH Ltr Hub:081238309090 Dcr Sopir Pariwisata bisa Bhs Hp.081999384385 harga berdamai -indo atas perbuatan pencurian Report to the DOSM. Send full dan pekerja serabutan.Kirim Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih B.BP.001.09.17.0001827 sy lakukan tgl. 28/9/17 di B.BP.001.09.17.0001800 Inggris Max 30th 081999156365 CV to: demi@sienna-villas.com lamaran ke hrd@buddhawear.com PondokCitra Pmogan 08123871809 Hardys Sanur shg merugikan PT. B.BP.001.09.17.0001795 SUZUKI Sienna Villas Jl.Raya Seminyak atau bawa langsung ke Jl.Intan RUPA-RUPA B.BP.001.09.17.0000185 Arta Sedana Ratailindo (Hardys Dicari pengepul jahit Rayon Djual Sedan Baleno Htm th’2000 30 Are/Setengah Soka Tbn dekat B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Sanur.Demikian Permohonan maaf Gg.Keraton No.5 Bandung 80361 Permai No.108 (Timur LP Jl.Gunung Agung 82 Denpasar Tel:0361734698 Jl Raya 36jt/are 087861732359 T.08123985172 / 412815 Kerobokan),Phone:085100050706 Hrg 46jt Hub:082144452288 dr Saya Ken Linsmore. Hb:0361-427506/HP.081 23806044
GARANSI
FURNITURE
PEMBERITAHUAN Exotic leather,telah dibuka Toko kulit reptil bisa menyediakan cites Jl.Gn Soputan Ruko Sedana Teras Dewata No.11 HP.081236666745
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
B.BP.001.09.17.0001553
B.BP.001.09.17.0001820
EKONOMI
18
Jumat Paing, 29 September 2017
Sistem Agribisnis di Bali Masih Tradisional Denpasar (Bali Post) Provinsi Bali belum memiliki sistem pertanian dari hulu ke hilir yang jelas. Karakteristik petani di Bali berskala kecil dan masih menggunakan sistem agribisnis tradisional. Sementara pasar di Bali telah berkembang secara dinamis. Petani berproduksi lalu disalurkan ke pengepul yang bisa saja lebih dari satu. Baru kemudian produk pertanian sampai di pasar. ‘’Karakteristik seperti ini belum dipahami dalam artian dihadapkan pada kondisi global. Di mana pasar sudah berkembang tidak hanya pasar tradisional. Tapi pasar berkembang dinamis dengan konsumen modern,’’ ungkap Prof. Ir. I Made Supartha Utama, Guru Besar Teknologi Pertanian Universitas Udayana (Unud), Kamis (28/9) kemarin. Pasar tradisional yang tidak terlalu memperhatikan mutu namun berorientasi pada harga sangat berbeda dengan pasar modern yang sangat memperhatikan mutu. Hal itu karena konsumen modern lebih dinamis dan mempunyai pengetahuan lebih tentang kualitas. Meski demikian pasar tradisional masih tetap ada. Bali dengan kunjungan turis 12 juta lebih tahun 2016 memiliki konsumen yang luar biasa. Turis ini pun bukan konsumen tradisional. Ditambah lagi penduduk Bali yang bergerak menjadi konsumen modern. Rantai agribisnis ini, menurutnya, perlu dibenahi. ‘’Pertanian tidak lagi berbicara subsidi, produksi tapi berbicara sistem,’’ tukasnya.
Untuk itu, perlu dibuatkan suatu sistem agribisnis yang jelas. Dengan cara mengidentifikasi pasar, kemudian mendata kebutuhan pasar, baru kemudian petani diarahkan untuk menanam komoditi yang dibutuhkan. ‘’Identifikasi berapa kapasitas konsumen orang Bali yang modern, berapa yang masih tradisional, berapa kebutuhan pasar modern, pariwisata, dll,’’ bebernya. Dengan dibuatkan sistem pasar modern sistem pertanian di Bali tidak lagi dengan sistem tradisional yang terputus-putus. ‘’Petani selama ini hanya berproduksi dan berhubungan dengan rantai di atasnya, dia tidak tahu kondisi di ujungnya,’’ bebernya. Sehingga semua rantai itu harus terintegrasi. Dengan demikian petani tidak lagi berproduksi yang tidak jelas orientasi pasarnya. Setelah sistem jelas, baru bisa menentukan teknologi produksi yang digunakan atau kebutuhan lain untuk produksi. Misalnya bibit, pupuk termasuk pembinaan SDM dengan memberikan training. Pendampingan pada petani diberikan sampai rantai agribisnis ini
berjalan. Termasuk memberikan perlindungan asuransi pada petani mengingat risiko petani lebih besar dari intermediari (supplyer). Kalaupun ingin mengekspor hasil pertanian, pemerintah harus memfasilitasi terutama mencarikan importir yang potensial. Selama ini ia melihat program yang sering dikakukan tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Bahkan saat ini saja, ia masih melihat adanya kendala dalam sistem rantai agribisnis itu terutama pada produksi seperi hama penyakit. Sementara intermediari memiliki risiko lebih ke kecil. ‘’Intermediari juga mempunyai tanggung jawab memberi tahu risiko yang ada di bawah,’’ ujarnya. Intermediari atau supplyer ini juga harus mempunyai misi membantu petani. ‘’Supplyer ini juga memang harus untung. Risiko dibagi dan juga harus menerima risiko petani,’’ pungkasnya. Untuk menjaga keberlangsungan sistem ini, pemerintah harus mengamankan dengan regulasi dan kebijakannya. ‘’Jangan buat peraturan tapi sistemnya tidak terbentuk,’’ tukasnya. (kmb42)
Agrobisnis di Kintamini.
Jamin Tak Terjadi Kerawanan Pangan Denpasar (Bali Post) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali menjamin tidak akan terjadi kerawanan pangan di Kabupaten Karangasem. Hal itu karena stok beras cadangan dari Kabupaten Karangasem sebanyak 100 ton telah disalurkan. Namun dari stok tersebut masih tersisa 72 ton. Selain itu Karangasem juga mendapat bantuan beras dari Konjen Cina sebanyak 42,5 ton. ‘’Jadi ketersediaan pangan khususnya beras tidak ada masalah,’’ kata I Wayan Mardiana, M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kamis (28/9) kemarin. Berdasarkan data terakhir yang ia dapat, terdapat 65.000 pengungsi. Dengan asumsi per orang mengonsumsi 400 gram per hari, maka per harinya menghabiskan 21 ton beras di pengungsian. Sehingga dengan adanya stok beras cadangan dari Karangasem dan bantuan-bantuan dari berbagai pihak, stok beras cukup untuk 3-4 hari ke depan. Jika beras cadangan kabupaten habis, stok beras provinsi sebanyak 200 ton dapat disalurkan. ‘’Stok beras provinsi ini bisa disalurkan apabila stok kabupaten habis. Bupati
dapat bersurat ke Gubernur lalu ke Gubernur bersurat ke Bulog,’’ jelasnya. Diakui saat ini Kabupaten Karangasem belum meminta stok beras provinsi karena logistik khususnya beras di Tanah Ampo masih mencukupi. ‘’Setiap kabupaten dialokasikan cadangan beras 100 ton yang disimpan di Gudang Bulog,’’ imbuhnya. Jika stok beras di Karangasem habis, Bupati dapat meminta lagi ke pusat. Pemasoknya dari produsen luar Bali, karena Bali saat ini tidak sedang panen raya. Terutama beras premium lebih banyak datang dari luar Bali. Selain stok beras, pihaknya juga menjamin tidak terjadi kerawanan pangan di Karangasem lantaran banyaknya bantuan. Tak hanya beras, juga ada mi instan, makanan bayi, dll. Dengan adanya tanda-tanda bencana erupsi Gunung Agung, hingga saat ini ekonomi Karangasem masih baik. Terlihat dari tidak terjadinya gejolak harga di wilayah tersebut. Di Pasar Amlapura, harga beras medium berada di kisaran Rp 9.450-Rp 9.500 per kilogram, beras premium Rp 12.000/kg, tomat Rp 8.000/kg begitu juga bawang. (kmb42)
I Wayan Mardiana
Sentimen AS Picu OJK Siap Awasi Pengenaan Melemahnya Rupiah Biaya Isi ’’E-Money’’
Jakarta (Bali Post) – Bank Indonesia (BI) menilai melemahnya kurs rupiah dalam beberapa hari terakhir disebabkan reaksi pasar menyusul rencana pemerintah Amerika Serikat menurunkan pajak dan juga pernyataan Gubernur Bank Sentral AS yang cenderung hawkish terkait membaiknya perekonomian di AS. Menurut pejabat BI di Jakarta, Kamis (28/9) kemarin, sentimen dari AS itu juga tidak hanya melemahkan rupiah, juga terhadap sebagian besar mata uang negara-negara di kawasan. Kurs rupiah yang menurun 0,45 persen, masih lebih baik dibandingkan yen Jepang yang melemah 0,60 persen. ‘’Penyebabnya lebih karena menguatnya dolar AS dikarenakan antara lain pernyataan Yellen yang cenderung hawkish dan rencana reformasi pajak AS,’’ kata Asisten Gubernur BI Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Dody Budi Waluyo. Pada pembukaan pasar Kamis pagi ini, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah menjadi 13.547 dibandingkan sebelumnya pada posisi 13.445 per dolar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, Kamis siang ini, nilai tukar rupiah di level 13.546 per dolar AS. Sementara kurs Refrensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis (28/9/2017) ini, di posisi 13.464 per dolar AS atau terdepresiasi 80 poin dari posisi 13.384 pada Rabu (27/9). Kurs jual posisi 13.531 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada pada 13.397 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp 134. Analis Monex Investindo Futures Agus Chandra mengatakan bahwa rencana pemangkasan pajak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump diyakini pasar dapat memicu pertumbuhan dan tingkat investasi di AS. Selain itu, lanjutnya, nada hawkish dari Gubernur The Fed Janet Yellen untuk menaikkan suku bunganya pada akhir tahun ini turut menjadi sentimen positif bagi dolar AS di pasar valas. ‘’Dolar AS menguat dipicu oleh pernyataan Janet Yellen yang membuka peluang kenaikan suku bunganya,’’ katanya. (ant)
Jakarta (Bali Post) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mengawasi pelaksanaan kebijakan pengenaan biaya isi ulang elektronik (e-money) yang ditetapkan oleh bank sentral agar tidak membebani dan merugikan konsumen. ‘’Kalau ada bank yang memungut tidak rasional, tidak fair dan terlalu besar, kami sebagai otoritas akan berdialog dengan bank itu,’’ kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Wimboh Santoso saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Rabu (27/9). Wimboh menambahkan, pihaknya juga siap memberikan pendampingan apabila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam kebijakan pengenaan biaya isi ulang ini. ‘’Nasabah kalau merasa dirugikan bisa datang ke OJK, kita fasilitasi, karena kalau (biaya isi ulang) terlalu besar, kami akan jump in dan kami nyatakan tidak fair,’’ katanya.
Wimboh berpendapat, idealnya para pelaku industri perbankan bisa saling berkomunikasi dan berkompetisi secara sehat untuk mengambil keputusan terkait pengenaan biaya isi ulang. ‘’Kalau bank tidak memungut biaya top-up karena sudah merasa kompetitif, silakan. Kalau bank merasa skill ekonominya belum besar dan mau memungut biaya, juga silakan. Tapi kalau ada bank tidak memungut, bank yang memungut pasti tidak laku. Kompetisi pasti begitu,’’ ujarnya. Sebelumnya, BI menerbitkan ketentuan biaya isi saldo uang elektronik yang tercantum dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran
Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN). BI resmi menetapkan tarif maksimum pengisian saldo uang elektronik dengan cara off-us atau lintas kanal pembayaran sebesar Rp 1.500, sedangkan cara on-us atau satu kanal, diatur dengan dua ketentuan yakni gratis dan bertarif maksimum Rp 750. Cara off-us adalah pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda, atau melalui mitra seperti melalui pasar swalayan dan pedagang ritel lainnya. Sedangkan cara on-us adalah pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu. Sebelumnya transaksi melalui on-us tidak dikenakan biaya. (ant)
Bali Post/ dok
Sun Life Bidik Pekerja Muda Jakarta (Bali Post) Perusahaan asuransi jiwa PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) membidik pekerja muda di Indonesia untuk pemasaran produk proteksi penyakit kritis terbaru mereka, Asuransi Sun Critical Medicare. Hal itu karena saat ini terjadi pergeseran di mana penyakit kritis sudah menyerang banyak generasi muda Indonesia. ‘’Berdasarkan survei kami tahun 2015 dan 2016, masih banyak masyarakat Indonesia yang menjalankan gaya hidup tidak sehat seperti kurang tidur, pola makan tidak teratur, serta jarang berolahraga. Gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit kritis, bahkan kini fenomena penyakit kritis tidak lagi identik dengan usia lanjut,’’ tutur Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge saat peluncuran produk Asuransi Sun Critical
Medicare di Jakarta, Kamis (28/9) kemarin. Pada peluncuran itu hadir juga Chief Agency Officer Sun Life Financial Indonesia Wirasto Koesdiantoro, serta Budhi Setianto dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI Pusan Jantung Nasional Harapan Kita yang juga Ketua I Yayasan Jantung Indonesia. Budhi memaparkan tentang bahayanya penyakit jantung. Shierly memaparkan, saat ini 39,1% dari total penduduk Indonesia berisiko terkena penyakit jantung yang berusia 15-45 tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai Februari 2017 lalu, jumlah tenaga kerja dengan rentang usia 20 sampai 34 tahun mencapai 43 juta jiwa. ‘’Merekalah yang akan menjadi target pemasaran produk baru yang akan dipasarkan melalui jalur distribusi keagenan ini,’’ ujar Shierly. (010)
Bali Post/ 010
ASURANSI - Peluncuran produk Asuransi Sun Critical Medicare di Jakarta, Kamis (28/9) kemarin.
19
Jumat Paing, 29 September 2017
Bali Post/ade
GUNUNG AGUNG - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (tengah) didampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat rapat tingkat menteri di Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusaat, Kamis (28/9) kemarin. Rakor tingkat menteri tersebut membahas tentang antisipasi erupsi Gunung Agung dan percepatan penanganan pengungsi Gunung Agung.
1,9 Juta Rekam Ganda Tak Ganggu Tahapan Pilgub Jakarta (Bali Post) Meski terdapat 1,9 juta perekaman ganda (duplicate record) pada pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) namun pemerintah memastikan tidak akan berdampak pada penyelenggaraan pilkada serentak gelombang ketiga yang diagendakan pada 27 Juni 2018. ‘’Jadi bersama-sama KPU, kita membuat data yang valid. Sesuai undangundang kita menyediakan DAK2 (Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan) dan DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu). Setelah itu kita dampingi KPU untuk melakukan versifikasi data dari DP4 ke DPT (Daftar Pemilih Tetap),’’ kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Sesditjen Dukcapil Kemendagri) I Gede Suratha di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/9) kemarin. Suratha hadir mewakili Dirjen Dukcapil Kemendagri bersama Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy sebagai pembicara diskusi bertema ‘’Penataan Data Kependudukan Demi Pemban-
Dari Hal. 1
Bila kenaikan jumlah pengungsi ini terus terjadi, pemerintah akan kesulitan menyediakan logistik bagi para pengungsi. Sehingga, menurutnya, ini perlu segera disikapi dengan sosialisasi ke pusat-pusat pengungsian, mengenai warga daerah mana yang seharusnya mengungsi dan daerah mana yang tidak. Ini harus segera dipertegas. Masyarakat yang berada di zona aman, seharusnya tidak perlu mengungsi. Dia menyarankan, warga di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) sebaiknya pulang ke rumah masing-masing. Kalau daerahnya aman, menurut Wisnu Wijaya, warga
gunan’’. Khusus menghadapi pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu 2019, Kemendagri akan mencetak blangko e-KTP hingga sebanyak 25 juta blangko. Untuk mengurangi rekaman ganda sebesar 1,9 juta selain melapor ke Dinas Dukcapil, Suratha mengimbau Dinas Dukcapil di tiap daerah mengirimkan surat kepada Dukcapil Pusat untuk melakukan penyelesaian masalah duplicate record. ‘’Dari situ akan diselesaikan satu per satu,’’ imbuhnya. Lebih jauh, Suratha menjelaskan lembaganya melakukan supervisi untuk Pilkada 2018 melalui program pembangunan politik sesuai amanat UU. Yaitu melalui pembangunan di bidang pembangunan data yang valid. Ia mengakui pemutakhiran data kependudukan menjadi persoalan, misalnya ada seorang yang meninggal dunia tetapi tidak dilaporkan keluarga atau ahli warisnya. Ada juga anggota TNI yang sebelumnya tidak masuk dalam DPT karena masih aktif. Lalu tiba-tiba pensiun. ‘’Kan persoalan juga. Nah ini harus dilaporkan. Persoalan-
sebaiknya tinggal di rumah sendiri saja, daripada tinggal di lokasi pengungsian. Masyarakat tidak perlu takut berlebihan. Tetapi, harus samasama memahami petunjuk pemerintah. Dia mengakui ini terjadi karena proses sosialisasi kepada masyarakat ke desadesa yang kurang. Untuk menyikapi membengkaknya jumlah pengungsi ini, Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung AKBP I Gede Ardana mengatakan Satgas akan membentuk tim sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Karangasem. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo
persoalan seperti ini yang akan terus kita dampingi,’’ katanya. Saat ditanya tentang pemutakhiran data pemilih untuk Pemilhan Gubernur (Pilgub) Bali tahun 2018, Suratha menyakini tidak ada persoalan serius yang dapat mengganggu tahapan pilkada serentak gelombang kedua tahun 2018. ‘’Enggak. Apalagi kita sudah mensinkronisasi, sudah diberikan data pilpres, data pileg, data Pilkada 2017. Dengan data itu kita sangat terbantu dalam melakukan verifikasi. Masalah yang ada sebelumnya kan bisa diatasi antara KPU dengan Dukcapil yang sebelumnya belum. Ini terobosan luar biasa yang diperintahkan undang-undang,’’ katanya. Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy mengatakan data kependudukan melalui e-KTP harusnya bisa digunakan untuk berbagai macam hal, bukan hanya untuk pilkada tetapi juga untuk penyusunan postur RAPBN 2018. Hal ini terkait dengan kredibilitas penyusunan program-program Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). ‘’Sampai saat ini jumlah penduduk di
Segera Disikapi Purwo Nugroho merilis data terbaru pengungsi sebanyak 134.229 jiwa tersebut, berada di Kabupaten Badung sebanyak 5.879 jiwa, Kabupaten Bangli (6.158 jiwa), Kabupaten Buleleng (16.901 jiwa), Kota Denpasar (11.036 jiwa), Kabupaten Gianyar (12.084 jiwa), Kabupaten Jembrana (420 jiwa), Kabupaten Karangasem (49.575 jiwa), Kabupaten Klungkung (27.395 jiwa) dan Kabupaten Tabanan sebanyak 4.851 jiwa. Pihaknya juga mengakui, membengkaknya jumlah pengungsi ini karena disebabkan masyarakat yang tinggal di luar radius berbahaya pun ikut mengungsi. Sebagai contoh, warga di kota Amlapura.
kabupaten kabupaten/kota, datanya belum konkret. Sehingga sulit menetapkan angka kemiskinan,’’ kata Lukman Edy. Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini menambahkan, selama ini penyusunan RAPBN masih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga dasarnya masih berdasarkan asumsi-asumsi saja, bukan data konkret. ‘’Ini jelas mengganggu jalannya pembangunan, karena penyusunan RAPBN hanya berdasarkan asumsi,’’ tambahnya. Padahal dengan akuratnya data e-KTP, maka APBN ke depan menjadi lebih sehat dan lebih terjamin. Karena asumsi-asumsinya itu berdasarkan angka-angka yang jelas. ‘’Kita dorong agar Kementerian Dalam Negeri bukan saja menyelesaikan kasus e-KTP ini secepat mungkin, tetapi juga bisa menyempurnakan semua harapan masyarakat, berkenaan dengan sebuah identitas kependudukan menggunakan perangkat elektronik yang bagus yang baik yang 100% bisa percayai,’’ tegasnya. (kmb4)
Sesungguhnya mereka tinggal di tempat yang aman. Namun karena sulitnya memahami dan mengetahui batas radius berbahaya di lapangan menyebabkan masyarakat di wilayah ini juga ikut mengungsi. Batas radius berbahaya yang ada di peta, tidak dipahami di lapangan. Masyarakat sulit mengetahui posisi sebenarnya. Meski jumlah pengungsi terus bertambah, pihaknya memastikan ketersediaan logistik masih mencukupi hingga satu bulan ke depan. Bantuan terus berdatangan, baik bantuan dari pemerintah, pemda, dunia usaha dan masyarakat. Distribusi bantuan ke pengungsi juga berjalan dengan lancar. Jika ada beberapa titik
pengungsian belum menerima bantuan, menurutnya, disebabkan pos pengungsi mandiri tersebut tidak melaporkan ke petugas Posko Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung. Pendataan terus dilakukan agar penyaluran bantuan dapat melayani semua pengungsi. Dia menambahkan, aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini tetap masih tinggi. Tingginya gempa vulkanik menunjukkan masih berlangsungnya dorongan magma ke permukaan. Pengamatan visual tanda-tanda erupsi belum tampak. Tidak dapat diprediksi pasti kapan Gunung Agung akan meletus. Status tetap awas atau level IV. (gik)
Jumlah diterima kemarin Rp 48.733.500 Dari Hal. 1 Prana Shanti Bali I Made Kertadana S I Ketut Gede Sukarta, Mengwi I Gede Wahyudi Dha I Made Arya Wiguna I Putu Manik Arta I Wayan Jery Surya I Made Wiarta Semeton Karangasem I Made Kada, Panjer Ade, Denpasar I Wayan Budiasa Wayan Kayun, Badung I Ketut Gede Sukarta, Mengwi Jumlah diterima kemarin Jumlah sebelumnya Jumlah seluruhnya
Rp 270.000 Rp 200.000 Rp 150.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 50.000 5 dus air mineral 2 dus pakaian layak pakai Rp Rp Rp
48.733.500 108.688.200 157.421.700
Terdapat kekeliruan penulisan nama dalam pemuatan edisi 27 September 2017. tertulis Ni Nengah Duli seharusnya Ni Nengah Puli Rp 100.000
Nilai Ekonomi Dari Hal. 1
‘’Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bagaimana kita mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan hasil riset agar bisa dimanfaatkan masyarakat dan punya nilai ekonomi,’’ tambahnya. Peningkatan kualitas sarana-prasarana akademik dan non-akademik pun turut menjadi perhatian Raka
Sudewi. Sebab, penelitian bermutu bisa dihasilkan bila kampus memiliki sarana, misalnya laboratorium yang memadai. Dari keempat program pengembangan tersebut, peningkatan kualitas SDM menjadi yang paling penting sebagai motor penggerak mewujudkan visi dan misi Unud. Kendati, semua elemen sebetulnya saling mendukung satu sama lain. (kmb32)
Jumat, 29 September 2017
05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana
Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya (3) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Wawancara Tanggap Bencana 08.00 Bali Channel Tourist TV 09.30 Inovator
10.05 Lejel Homeshopping 10.30 Ajeg Bali Mapandes, Sebuah Ritus Menuju Kedewasaan 11.05 Bali Channel Tourist TV 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana
Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya (4) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Homeshopping 14.00 Klip Bali 14.30 Wawancara Tanggap Bencana
15.30 Bali Channel Tourst TV 16.05 Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 17.05 Nangun Yadnya Karya Melaspas Wantilan Pura Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek
17.30 Wawancara Tanggap Bencana 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Giliran Anda 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Topeng Prembon Sanggar Sari
Manik Astagina Klungkung (4) 21.30 Wirasa : Peduli Sesama 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Solusi Alternatif : Rumah Sehat Rico 23.00 Berita dan Bincang Terkini 23.00 Lila Cita Calonarang Bresela (3)
Bhimasena Bertarung Sengit dengan Kshemadhurti
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Keduapuluh Satu)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
Prajurit-prajurit pemberani lainnya yang berasal dari keluarga-keluarga Chedi, Panchala, Kaikaya, Karusha, Kosala, Kanchi, dan Maghadha juga menyerbu ke medan perang. Kereta-kereta, kuda-kuda dan gajah-gajah dari semua jenis yang paling utama. Selain itu para serdadu jalan-kaki juga tidak ketinggalan ikut menyerang. Mereka disenangkan oleh alunan nada dari berbagai alat musik. Kelihatannya para ksatria itu menari dan juga tertawa. Di tengah-tengah kekuatan yang sangat besar itu datanglah Vrikodara berkendaraan di atas seekor gajah sangat besar. Bhimasena juga dikelilingi banyak serdadu gajah yang utama. Putra kedua Kunti itu sedang maju melawan bala tentara paduka. Gajah-gajah itu sangat utama dan memiliki kekuatan dahsyat. Gajah-gajah itu benar-benar diperlengkapi rumah mewah sehingga tampak sangat megah. Rumah di atas punggung gajah itu dibangun dari batu di puncak Gunung Udaya. Seperti dimahkotai matahari yang baru muncul ke permukaan bumi. Baju zirah Bhimasena itu terbuat dari
besi utama. Dengan jenis sangat baik dan ditatah menggunakan batu-batu mulia mahal. Tampak sama gemerlapannya dengan langit musim gugur yang ditaburi bintang-bintang. Bhima membawa senjata tombak yang terentang di lengannya. Kepala tombak itu dihiasi mahkota kecil sangat indah, sehingga memunculkan kemegahan matahari pada meridian di musim gugur, Bhima mulai membakar musuh-musuhnya. Setelah melihat gajah dari kejauhan itu maju kemudian ksatria Kuru, Kshemadhurti, yang berada di atas seekor gajah menantang dan menyerbu dengan gembiranya Bhima, yang tampak lebih gembira. Pertarungan dahsyat kemudian terjadi antara kedua gajah itu yang menyerupai dua bukit sangat besar ditutupi pohon-pohon. Masing-masing ksatria utama itu berkelahi dengan lainnya seenak mereka. Kedua pahlawan itu berikut gajah-gajahnya juga berkelahi satu dengan lainnya. Mereka saling memukul dengan sangat keras. Juga menggunakan tombak-tombak yang dilengkapi kemegahan sinar matahari. Gajah-gajah itu mengeluarkan
raungan-raungan keras. Setelah berpisah, mereka kemudian melanglang medan pertempuran pada sebuah lingkaran. Masingmasing mengambil sebuah busur kemudian saling menyerang antara satu dengan lainnya. Pertempuran terjadi sangat dahsyat. Hal itu membuat gembira orang-orang yang menonton di sekitarnya. Pertempuran itu menciptakan raungan-raungan sangat keras. Juga suara lainnya yang diakibatkan tamparan pada ketiak, punggung dan bagian badan lainnya. Tidak ketinggalan suara desingan anak-anak panah melesat. Kemudian mereka melanjutkan mengeluarkan teriakan-teriakan mengaum seperti singa. Dilengkapi kekuatan besar, kedua pahlawan itu sangat sempurna mempermainkan senjatasenjata andalannya. Dilanjutkan mereka bertarung dengan gajah-gajah yang mengeluarkan belalai-belalai yang diangkat ke atas. Gajah-gajah itu dihiasi panji-panji yang berkibar di udara. Kemudian masing-masing memotong busur milik lainnya. Mereka senantiasa saling meraung satu ketika menghujani yang lainnya
dengan panah-panah, tombaktombak. Tampak seperti dua kumpulan awan-awan di musim hujan saat mencurahkan aliran air sangat deras. Kemudian Kshemadhurti menyerang Bhimasena yang ditujukan pada pusat dada dengan sebuah tombak. Tombak itu dilengkapi kecepatan tinggi. Berikutnya diarahkan ke enam ba-
gian badan lainnya. Serangan itu mengeluarkan sebuah teriakan keras. Dengan tombak-tombak yang menancap di tubuhnya, kemudian romah muka Bhimasena berkobar dengan kemarahannya. Kelihatan gemerlapan seperti matahari tertutup awan dengan sinar-sinarnya yang keluar melalui celah-celah kanopi. (bersambung)
Sloka 15.7
Mamaivamso jiva-loke jiva-bhutah sanatanah manah-sasthanindriyani prakrti-sthani karsati Para makhluk hidup di dunia yang terikat ini adalah bagian-bagian percikan yang kekal dari Diri-Ku. Oleh karena kehidupan yang terikat, mereka berjuang dengan keras sekali melawan enam indria, termasuk pikiran.
4 richest Indonesians wealthier than poorest 100 million
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Paing, 29 September 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Bersiap Hadapi Perang
Korut Rekrut Tentara Baru
Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korea Utara (Korut) menyatakan sedang merekrut sekitar 4,7 juta tentara baru dari kalangan pelajar dan pekerja. Perekrutan tentara secara besar-besaran ini terjadi setelah Korut dan Amerika Serikat (AS) dalam situasi di ambang perang. “Selama enam hari terakhir, jutaan pemuda mengekspresikan keinginan mereka untuk masuk militer untuk melawan pasukan AS, dan bahkan sekitar 1,22 juta wanita berjanji untuk secara sukarela mengikuti perekrutan,” tulis surat kabar pemerintah Kim Jong-un, Rodong Sinmun, Kamis (28/9) kemarin.
Bali Post/rtr
TENTARA – Tentara Korea Utara ketika melakukan parade beberapa waktu lalu
Pengumuman perekrutan tentara baru itu muncul setelah Kim Jong-un mengeluarkan ancaman balasan terhadap Presiden AS Donald Trump. Menurut Kim, militernya akan mengambil tindakan tingkat tertinggi sebagai respons atas ancaman Trump yang ingin menghancurkan Korut secara total. Sebelum ini, badan intelijen Korea Selatan (Korsel) mengungkap bahwa rezim Kim Jong-un telah memobilisasi pesawat tempurnya tak lama setelah pesawat pembom B-1B AS bermanuver di dekat wilayah Korut di Semenanjung Korea. Menteri luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong-ho saat berada di New York menuduh
AS sebagai pihak pertama yang menyatakan perang terhadap negaranya. Sebagai konsekuensinya, kata dia, Pyongyang berhak menembak jatuh pesawat pembom strategis Washington, bahkan jika tak berada di wilayah udara Korut. ”Seluruh dunia harus ingat dengan jelas bahwa AS yang pertama kali mengumumkan perang terhadap negara kami. Sejak AS mengumumkan perang terhadap negara kami, kami memiliki hak untuk melakukan penanggulangan, termasuk hak untuk menembak jatuh pesawat pembom strategis AS bahkan ketika mereka tidak berada di dalam wilayah udara negara kami,” katanya pada awal pekan ini.
Berdasarkan hukum internasional, sebuah negara yang menembak pesawat negara lain yang melintas di langit internasional dapat dimaknai sebagai sebuah aksi agresif yang berpotensi menyulut tensi tinggi, baik politik hingga militer, antara masing-masing pihak. Akan tetapi, menilik ke masa lampau, Korut sesungguhnya pernah benar-benar menembak jatuh pesawat AS yang terbang di langit internasional dekat dengan wilayah kedaulatan udara Korut. Pada 1969, dua jet tempur Korut pernah menembak jatuh pesawat pengintai milik AS di langit internasional. Akibatnya 31 kru pesawat AS tewas pada kala itu. Dua jet tempur Korut jenis Mig-21 me-
nyerang satu pesawat pengintai AS jenis Lockheed EC-121M hingga jatuh di 166 km lepas pantai Korut pada 1969. Pesawat pengintai itu tengah melaksanakan misi terbang unjuk kekuatan kepada Pyongyang di Laut Jepang, atas perintah Presiden AS Richard Nixon, yang kala itu memang mengambil sikap pasif-agresif kepada Korut. Tak mau kalah, AS juga berjanji untuk menyebar aset militer strategisnya di dekat Semenanjung Korea. Kepala Kantor Keamanan Nasional Korsel Chung Eui-yong mengatakan, penyebaran perangkat keras AS dimulai pada akhir tahun ini. ”AS telah berjanji untuk memperluas penggelaran rotasional aset strategisnya di dekat semenanjung Korea. Penyebaran akan dimulai sejak akhir tahun ini, dan ini akan membantu memperluas kemampuan pertahanan kita,” ujar Chung. Tentunya situasi genting ini harus segera diakhiri. (kmb33/rtr)
Pengungsi di Pendem Isi Waktu Bikin ’’Porosan’’ Negara (Bali Post) – Kendati dalam kondisi mengungsi, sejumlah warga Karangasem yang terdampak status awas Gunung Agung tetap beraktivitas. Seperti yang dilakoni warga di Pendem, Ni Nyoman Dlegdeg (80). Untuk mengisi waktu agar tidak jenuh, lansia ini membuat porosan (sarana banten/sesajen). Dlegdeg yang mengungsi ke rumah kerabatnya, Made Mawes di Dewasana, Pendem, Jembrana nampak asyik membuat porosan di bale yang sederhana. Hal itu dilakukan agar
mereka tidak jenuh. Biasanya ketika di Karangasem dia nganggur karena sudah tua dan tidak mampu bekerja. ‘’Anak yang kerja. Jadi buruh. Kalau kami biasanya diam saja di rumah,’’ katanya. Hanya, suaminya I Nyoman Dlegdeg yang kadang memelihara sapi kadasan dan sejak mengungsi dikembalikan pada pemilik sapi. Sementara itu, Made Polos (80) bersama istrinya, Ketut Polos, juga anaknya Wayan Polos beserta cucunya Luh Merta serta Made Sedana asal Badeg Kelodan, Desa
Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem mengungsi ke rumah kerabatnya, Wayan Sedana di Dewasana, Pendem, Jembrana. Mereka juga membawa dua ekor anjingnya mengungsi karena kasihan jika ditinggal. Sedangkan ternak milik mereka sudah dijual murah. Selama mengungsi mereka bekerja menjemur cokelat. Mereka berharap situasi ini segera berlalu dan kembali normal, sehingga bisa segera kembali ke rumah di Karangasem. Dari informasi, sudah ada ratusan pengungsi
mandiri yang tinggal di sejumlah rumah kerabat dan keluarganya masing-masing untuk mendapatkan tempat tinggal. Mereka memilih menumpang sementara di rumah kerabat atau keluarganya karena di tenda pengungsian kini semakin penuh sesak dan mereka ingin lebih nyaman khususnya terkait MCK. Dari data di BPBD Jembrana, hingga Kamis (28/9) kemarin, jumlah pengungsi ke Jembrana sudah mencapai angka 400 orang lebih. (kmb26)
Bali Post/olo
PENGUNGSI - Pengungsi lansia di Dewasana, Pendem, Jembrana membuat ‘’porosan’’ untuk mengisi waktu luang selama mengungsi.
Persinggahan Mimpi Ayu Laksmi
Dari Nyanyi Rambah Dunia Film
Bulan September bisa jadi sebuah penobatan bagi seorang Ayu Laksmi. Pasalnya, tak hanya dikenal sebagai penyanyi, seniman asal Bali ini juga mulai diperhitungkan sebagai pemain film yang mumpuni. Melihat rekam jejaknya, tidak sulit bagi Ayu Laksmi untuk memasuki seni peran. Berkali-kali ia terlibat dalam produksi film, antara lain “Under the Tree” (Garin Nugroho), “Dokudrama I Gusti Ngurah Rai” (Dodid Wijanarko), dan “Soekarno” (Hanung Bramantyo). Tak hanya itu, dua film yang melibatkannya, “The Seen and Unseen” – “Sekala Niskala” (Kamila Andini) dan “Pengabdi Setan” (Joko Anwar), saat ini menjadi film yang diburu dan begitu diminati. Bahkan baru-baru ini, “The Seen and Unseen” terpilih sebagai finalis dalam ajang Toronto International Film Festival 2017. Gala premiere film tersebut telah berlangsung di Toronto, Canada pada 13 September lalu. “Saya hadir saat gala premiere di Toronto, bersama Gus Sena dan Thaly (aktor cilik) yang juga terlibat dalam film ini,” ungkap Ayu Laksmi saat
dikonfirmasi, Kamis (28/9) kemarin. Sementara itu, dikatakan bahwa pemutaran perdana film “Pengabdi Setan” tersebut telah dilakukan pada 20 September yang lalu di Epicentrum Jakarta yang dihadiri oleh banyak tokoh serta artis-artis perfilman Indonesia. “Sebenarnya saya sendiri masih merasa seperti mimpi, tiba-tiba saja film ini sudah bisa ditonton, main film horor lagi. Apalagi, prosesnya boleh dikatakan sangat cepat dari awal mendapatkan tawaran, terus proses casting, lalu dinyatakan lulus, kemudian shooting, film rampung terus nonton bareng,” tandasnya. Pengalaman sebagai penyanyi sangat membantu Ayu Laksmi mendalami perannya. Menurutnya, musik dan film adalah dunia yang dekat, sebagaimana audio dan visual diibaratkan sebagai saudara. Ketika menyanyi, ekspresi akan terbentuk untuk melengkapi penjiwaan lagu secara otomatis. Peran sutradara juga berpengaruh besar. Jika sutaradara telah mengatakan bagus, berarti apa yang dilakukan seorang
aktor memang sudah bagus. “Joko Anwar adalah sutradara yang genius. Ia mampu mengkondisikan semua pemain dalam mood terbaik, sehingga kita begitu saja melebur dalam kisah film dan bersinergi dengan para pemain lainnya,” papar perempuan kelahiran Singaraja, 25 November 1967 yang kerap memerankan tokoh Ibu ini. Film “Pengabdi Setan” adalah film horor yang terkenal pada tahun 1981, kemudian di-remake oleh Joko Anwar. Bahkan saat ini, “Pengabdi Setan” yang tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 28 September ini menjadi film yang paling ditunggu oleh para pecinta film Indonesia, khususnya penggemar film bergenre horor. Selain Ayu Laksmi, “Pengabdi Setan” didukung oleh artis mumpuni lainnya seperti Tara Basro, Endy Arfian, Nasar Annuz, M. Adhiyat, Dimas Adhitya, dan Elly D Luthan. Tak hanya itu, film ini juga melibatkan aktor Malaysia, Bront Palarae. Nama-nama yang terlibat telah berhasil menyisihkan 40 kandidat pemain lainnya. (win)
Bali Post/kmb
KUNJUNGAN - Perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) mengunjungi kantor Bali Post di Jalan Kepundung 67A Denpasar. Dalam kunjungannya, Kamis (28/9) kemarin, pihak kementerian diwakili oleh Asdep Koordinasi Informasi Publik dan Media Massa Drs. Muztahidin, M.M., Kabid Media Massa Kolonel Drs. Beben Nurpadilah, Kabid Informasi Publik Drs Sucipto, serta staf Tata Usaha Nur Rahman. Beberapa hal penting yang dibahas di antaranya perlindungan terhadap pekerja pers dewasa ini.
Bali Post/win