Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 325 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
Rumah Susun di Bali
Kurang Harmoni, Jangan Hanya untuk Kepentingan Investor Denpasar (Bali Post) Pembangunan rumah susun di Bali sebagai solusi cegah alih fungsi lahan di Bali yang semakin tinggi, memerlukan kajian dan pertimbangan mendalam. Secara budaya, rumah susun dinilai tidak harmoni dengan kehidupan manusia Bali. Selain itu, perhitungan jumlah yang dibutuhkan dan yang akan dibangun harus jelas terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari pembangunan rumah susun hanya demi memenuhi spekulasi para investor perumahan. Demikian disampaikan Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. dan Akademisi Fakultas Teknik Universitas Warmadewa I Nyoman Gde Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D. di Denpasar, Minggu (28/7) kemarin, menanggapi soal keberadaan rumah susun di Bali. Sudiana yang juga Rektor IHDN ini mempertanyakan untuk siapa wacana pembuatan rumah susun tersebut dibuat. Menurutnya, sesuai dengan budaya orang Bali Hindu, rumah susun adalah rumah tradisi baru. Sehingga orang Bali Hindu tidak biasa dengan budaya tradisi rumah susun. ‘’Kalau rumah tersebut (rumah susun - red) tujuannya untuk orang Bali kemungkinan kurang harmoni, kemungkinan rumah susun kurang harmoni dengan orang Bali,’’ tegas Sudiana, Minggu kemarin.
’’Kalau rumah tersebut (rumah susun) tujuannya untuk orang Bali kemungkinan kurang harmoni, kemungkinan rumah susun kurang harmoni dengan orang Bali.’’
’’Jika perhitungan tidak dibuat maka akan terjadi spekulasi. Pemilik modal akan membeli lahan lalu membangun rusun, padahal kebutuhannya belum jelas. Akhirnya ruang dan bangunan di Bali hanya menjadi instrumen investasi.’’
I Gusti Ngurah Sudiana Ketua PHDI Bali
I Nyoman Gde Maha Putra Akademisi FT Unwar
Sudiana juga mengingatkan ketinggian maksimal bangunan di Bali yakni 15 meter sudah tepat dan didukung oleh Bhisama PHDI. ‘’Bhisama rumah susun ketinggiannya tidak lebih dari pohon kelapa (15 meter - red) dan 50 meter dari Pura Khayangan Desa, 2 kilometer dari Dhang Khayangan, 5 kilometer dari Pura Sad Khayangan dan menyesuaikan dengan
bhisama kesucian pura sesuai Tri Wana, Maha Wana, Tapa Wana dan Sri Wana,’’ ujar Sudiana. Sementara itu, Maha Putra mengatakan dalam soal ketinggian bangunan untuk rusun bisa dirancang sesuai dengan nilai budaya Bali, sehingga bisa memenuhi kebutuhan orang Bali. Hal. 15 Spekulasi
Jaksa Agung Sebaiknya Bukan dari Parpol Jakarta (Bali Post) – Penegakan hukum menjadi kunci penting dalam sistem negara demokrasi. Hukum seringkali digunakan oleh kekuasaan menekan lawanlawan politiknya. Karena itu, jaksa agung sebagai salah satu pejabat penegak hukum sebaiknya bukan dari parpol. Penegakan hukum tebang pilih pun diyakini dapat ditekan jika jaksa agung dipilih dari kalangan profesional. Demikian disampaikan analis politik dari Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Minggu (28/7) kemarin. Pangi Syarwi Chaniago mengusulkan jaksa agung pada pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua sebaiknya dari kalangan profesional yang sangat memahami tata kelola kejaksaan agung bukan dari partai politik. ‘’Jaksa agung sebaiknya tidak berasal dari partai politik, baik kader partai politik, pernah menjadi partai politik maupun diusulkan oleh partai politik,’’ kata Pangi Syarwi Chaniago. Menurut Pangi Syarwi, kalau jaksa agung dari partai politik dikhawatirkan ada bias orientasi penegakan hukum dan dapat terjadi sikap ‘’tebang pilih’’ dalam pemberantasan korupsi. ‘’Hal ini dikhawatirkan dapat merusak jalan pemberantasan
korupsi,’’ katanya. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menambahkan, jaksa agung dari partai politik dikhawatirkan akan memainkan peran politik lebih besar daripada peran penegakan dalam upaya pemberantasan korupsi. ‘’Jaksa agung dari kader partai politik, tidak bisa keluar dari garis komando dan kepentingan partai, meskipun tidak dalam posisi pengurus partai,’’ katanya pula. Pangi mengusulkan agar Presiden terpilih Joko Widodo jika ingin meningkatkan pemberantasan korupsi pada pemerintahannya pada periode kedua, maka harus berani bersikap tegas dengan partai politik untuk tidak memilih jaksa agung dari partai politik. ‘’Untuk penegakan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi yang lebih baik, saya mengimbau kepada Pak Jokowi untuk tidak memilih jaksa agung dari partai politik,’’ katanya lagi. Menurut Pangi, dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi agar ditegakkan secara adil berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada, tidak ada kompromi karena adanya kepentingan politik. Pangi mengusulkan, jaksa agung sebaiknya berasal dari jaksa karier yang mumpuni, independen, dan memiliki rekam jejak baik. (ant)
Bali Post/wan
RUSUNAWA PENATIH - Rumah susun sewa (rusunawa) yang berlokasi di Penatih, Denpasar dikelola Pemerintah Provinsi Bali diperuntukkan bagi PNS berpenghasilan rendah. Dibangun dengan APBN melalui Kementerian PUPR.
Nama-nama Calon Menteri Mulai Masuk Sukoharjo (Bali Post) –
Penetapan menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi perhatian. Banyak spekulasi bermunculan mengenai calon menteri terutama dari partai politik pendukung. Muncul pula harapan agar kabinet periode kedua kepemimpinan Jokowi lebih banyak dari profesional. Hingga kini belum ada sinyal pasti soal pembagian kue menteri untuk parpol. Namun, Jokowi mengaku nama-nama calon menteri sudah mulai masuk.
Bali Post/ant
LIBURAN - Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana dan cucu saat liburan di Solo, Minggu (28/7) kemarin. Dalam kesempatan itu Jokowi menyampaikan bahwa nama-nama calon menteri sudah mulai masuk. Dirinya mengaku semakin banyak nama semakin mudah memilih. Generasi muda juga dipastikan masuk jajaran kabinet.
‘’Pembentukan kabinet belum, tetapi sudah mulai masuk nama-nama calon itu, dan terus semakin banyak mengumpulkan pilihan-pilihan memilihnya akan menjadi semakin mudah,’’ kata Jokowi di sela menikmati kuliner ayam goreng sambal blondo di Warung Makan Mbah Karto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (28/7) kemarin. Menurut Jokowi, banyak nama calon menteri dan semakin banyak alternatif akan lebih baik. Menyinggung soal pembentukan Kabinet Kerja II apakah ada rencana perampingan, kata Jokowi, pihaknya belum sampai ke sana. Jokowi mengatakan Kabinet Kerja periode mendatang akan banyak warna, tenaga muda-muda. Hal ini perkembangan dinamis yang direspons secara cepat dan energik. Namun, menteri anak muda sudah pernah disampaikan berulang kali yang akan mewarnai di kabinetnya mendatang. Menurutnya, hal tersebut untuk menghadapi perkembangan dunia sangat dinamis,
sehingga diperlukan energi yang ekstra untuk merespons permasalahan ke depan. Jokowi yang pulang ke Solo pada liburan akhir pekan bersama keluarga, sebelumnya berkunjung ke Mall Paragon bersama cucunya, Jan Ethes. Selain itu, Ibu Negara Iriana Jokowi bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya, Selvi Ananda, pada Sabtu (27/7) malam. Generasi Milenial Pengamat politik Silvanus Alvin mengatakan menteri muda dari generasi milenial yang masuk ke dalam Kabinet Kerja II diharapkan akan berasal Dari kalangan profesional agar bisa bekerja lebih baik tanpa tekanan dari partai. ‘’Lebih baik menteri muda atau milenial lebih berasal dari kalangan professional, karena kalau partai nanti takutnya mereka akan jadi boneka saja, didikte partai,’’ ujar Alvin. Hal. 15 Muda Profesional
Japan Open 2019
Kevin/Marcus Selamatkan Wajah Indonesia
Bali Post/ant
PANGGUNG AMBROL - Warga berusaha menyelamatkan diri saat panggung upacara adat Larung Sesaji dan Labuh Bumi ambrol di bantaran Sungai Brantas, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (28/7) kemarin. Sejumlah orang terluka akibat panggung setinggi satu meter tersebut ambrol karena tidak mampu menahan beban.
Tokyo Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi satu-satunya juara di ajang Japan Open 2019. Mereka menundukkan seniornya Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan 21-18 dan 23-21 di nomor ganda putra. Pemain Indonesia sebenarnya berlaga di dua normor lainya yakni Jonatan Christie di tunggal putra dan Praveen Jonatan/Melati Daeva Oktavianti di ganda campuran. Namun keduanya gagal menyabet gelar juara Dalam final Japan Open 2019 yang digelar di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (28/7) kemarin, Kevin/Marcus langsung menerapkan permainan
agresif dan cepat. Pasangan berjuluk Minions ini membuka skor 5-2 di awal. Tetapi Ahsan/Hendra tak membiarkan juniornya melenggang begitu saja. The Daddies sempat menempel hingga 7-7, meski kemudian menutup interval tertinggal 8-11. Kevin/Marcus terus memimpin, namun Ahsan/Hendra sempat menipiskan selisih jadi 18-19. Berbekal kecepatan, Minions akhirnya mengunci gim pertama dengan 21-18. Kevin/Marcus memulai gim kedua dengan keunggulan 2-0, hingga Ahsan/Hendra membalikkan keadaan. The Daddies meraih lima poin beruntun untuk memimpin 5-2 dan berhasil menjaga situasi unggul hingga interval.
Setelah itu Kevin/Marcus tancap gas untuk menyamakan skor menjadi 18-18. Ahsan/ Hendra mencoba mengunci gim, tetapi keunggulan 2018 kembali bisa disusul duet juniornya. Pada akhirnya Kevin/Marcus memenangi gim dengan 23-21, sekaligus memastikan diri juara yang ketiga kalinya secara beruntun. ‘’Kami senang bisa hat-trick di turnamen ini. Tentang permainan tadi, di gim kedua kami bikin banyak salah tapi kemudian kami bisa menguasai, secara keseluruhan hari ini kami bisa menunjukkan penampilan terbaik kami,’’ ujar Kevin. Ini jadi satu-satunya gelar yang dibawa Indonesia dari Japan Open 2019. (kmb33/ant)
Bali Post/ant
JUARA - Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon menunjukkan piagam di podium usai menjuarai Japan Open 2019 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (28/7) kemarin.
2
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
785 Peserta Ikuti Pelangi Denpasar Kite Festival Ke-5
Rai Mantra Ajak Lakukan Pelestarian dan Peningkatan Kreativitas LOMBA layang-layang dari Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Denpasar ke-5 dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Minggu (28/7) kemarin di Pantai Mertasari, Sanur. Sebanyak 785 peserta dari kabupaten/kota se-Bali mengikuti event yang melombakan layang tradisional dan kreasi ini. Wali Kota Rai Mantra mengatakan layang-layang telah menjadi permainan tradisi bagi masyarakat. Terlebih layang-layang memiliki filosofi konsep Rareangon yang terus berkembang serta menjadi event di ajang daerah, nasional hingga internasional. Kreativitas dalam layang-layang saat ini semakin maju, sehingga perlu terus didukung. “Kreativitas layang-layang harus terus didukung dalam pelestarian permainan tradisi dengan kreativitas terus berkembang,” ujarnya. Menurut Rai Mantra, dilihat dari ide-ide kreatif layang-layang di
samping keberadaan layang-layang tradisi, namun juga memiliki kreativitas dalam layang-layang kreasi baru. Dari segi permainan para Rareangon sangat bahagia dan juga dari segi kreativitas serta ide yang sudah memulai kemunculan ide kreatif bentuk dan desain. “Kreativitas dan desain yang terus meningkat menjadi hal penting dalam pelestarian tradisi malayangan,” ujarnya. Dalam kegiatan ini yang juga diikuti para binaan Lapas Kerobokan menjadi hal yang sangat baik untuk adaptasi dan menghilangkan kejenuhan serta tidak menghilangkan kreativitas. Sehingga membantu binaan lapas dalam membangkitkan dan mengasah talenta yang tidak dibatasi dalam lingkungan tertentu. Tidak hanya hal tersebut, namun juga kegiatan bersama binaan Lapas Kerobokan sering dilaksanakan di Kota Denpasar. Seperti belum lama ini melibatkan wanita binaan lapas
dalam pelaksanaan fashion show. “Tradisi layang-layang dalam segi ekonomi kreatif yang tidak saja menjaga tradisi, namun mampu memberikan manfaat ekonomi ke depan dalam bidang kreativitas,” ujarnya sembari mengajak para Rareangon untuk selalu menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban. Sementara itu, Ketua Pelangi Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira saat ditemui di lokasi mengatakan, Denpasar Kite Festival ke-5 Tahun 2019 ini merupakan upaya Pelangi Denpasar dalam melestarikan tradisi malayangan yang sudah membudaya. Layanglayang tradisional Bali sudah diakui internasional memiliki ciri khas keunikan baik bentuk, proses pembuatan maupun filosofi yang terkandung didalamnya serta telah menjadi predikat Best of The Best. Lebih lanjut Mariyana Wandhira mengatakan, Denpasar Kite Festival tahun ini diikuti 785 sekaa
layang-layang tradisional dari seluruh penjuru Bali. Melalui lomba layang-layang ini, sikut-sikut atau ukuran layang-layang yang telah diwariskan dari setiap kabupaten/ kota dikuatkan. Selain itu lomba, juga mendukung program Pemkot Denpasar dalam pengurangan sampah plastik dengan memberikan nilai lebih pada plastik melalui pembuatan layang-layang yang dilombakan. Kriteria penilaian berkaitan dengan keindahan layang-layang saat terbang, keserasian warna, guangan, dan jegjegtali. Layanglayang yang dilombakan meliputi, layang tradisional yakni Bebean, Janggan, Pecukan, dan Janggan Buntut dari kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. “Layanglayang tidak hanya sebagai bentuk hobi semata, namun saat ini layang-layang dengan berbagai bentuk dan kreativitasnya telah menjadi mata pencaharian dan nilai tambah,” ujarnya. (ad879)
DIBUKA - Wali Kota Rai Mantra bersama para pengurus Pelangi Denpasar dan para juri menarik layang-layang maskot Pelangi Denpasar sebagai tanda Denpasar Kite Festival ke-5 dibuka, Minggu (28/7) kemarin di Pantai Mertasari, Sanur.
FIGUR Aplikasi E-Checking Koperasi KREDIT macet merupakan salah satu alasan koperasi menjadi tidak sehat. Untuk menekan kemungkinan terjadinya kredit macet, pemerintah Kota Denpasar mengeluarkan aplikasi e-checking Koperasi. Aplikasi echecking ini berfungsi untuk memantau riwayat pinjaman anggota koperasi dan kelancaran pembayarannya. Sehingga bisa menjadi tolak ukur untuk koperasi memberikan pinjaman kepada anggota yang bersangkutan. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Denpasar Made Erwin Suryadarma mengatakan, e-checking merupakan program inovasi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, dimana sebagai awal aplikasi ini akan diterapkan di koperasi-koperasi yang ada di Denpasar Selatan sebagai pilot project. Adapun manfaat dari inovasi ini adalah Koperasi akan mengetahui profil anggota khususnya yang akan meminjam uang atau kredit. ‘’Kadang ada anggota salah satu koperasi menjadi anggota di koperasi lainnya. Aplikasi ini membantu koperasi untuk mengecek profil anggotanya seperti dimana saja anggota menjadi anggota koperasi lain, catatan riwayat hutang serta besaran saldo dan kelancaran pembayarannya,’’ jelas Erwin. Dengan informasi profil ini, menjadi pertimbangan dan rekomendasi untuk koperasi memberikan pinjaman kepada anggota yang bersangkutan. Dan tentu dengan informasi profil ini bisa menekan terjadinya kredit macet karena koperasi sudah bisa memilah pemberian kredit untuk anggota-anggota yang benarbenar memiliki latar belakang pembayaran kredit yang baik. ‘’Saat ini pertumbuhan koperasi di Kota Denpasar sangat baik. Tetapi tentu masih terjadi kredit macet dan diharapkan dengan adanya e-checking ini bisa menekan terjadinya kredit macet,’’ ujar Erwin. (san)
Tabrak Pohon, Pemuda Asal NTT Tewas Denpasar (Bali Post) Kasus lakalantas menelan korban jiwa kembali terjadi di wilayah Denpasar, Minggu (28/7) kemarin. Pemuda asal NTT, Stefanus J. (20) meregang nyawa setelah menabrak pohon di Jalan By-pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan (Densel). Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo menyampaikan, dari keterangan saksi-saksi kejadianya pukul 05.30 Wita. Sedangkan alamat korban di Denpasar hingga saat ini belum jelas. Saat itu, lanjut Adi, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat melaju dari barat.
Diduga saat itu korban memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. “Setibanya di TKP, pengendara sepeda motor tersebut hilang keseimbangan,” ujarnya. Selanjutnya motor korban oleng ke kiri. Laju motor tersebut terhenti setelah menabrak pohon perindang di kiri jalan. Saking kerasnya tabrakan tersebut, korban mengalami luka di kepala dan meninggal dunia di TKP. “Mayat korban lalu dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulan. Barang bukti sudah diamankan di Mapolresta,” ujarnya. (kmb36)
PENGOBATAN KANKER - Malaysia Healthcare Travel Councul (MHTC) menyelenggarakan gathering kesehatan mengenai opsi pengobatan penyakit kanker.
9,6 Juta Orang Meninggal karena Kanker
Denpasar (Bali Post) Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyelenggarakan gathering kesehatan mengenai opsi perawatan penyakit kanker pada Minggu (28/7) kemarin di Hotel Neo, Gatsu Barat, Denpasar. Acara yang bertemakan “Imunoterapi Dalam Pengobatan Kanker Darah” ini diikuti Komunitas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bali. Gathering ini merupakan kolaborasi antara MHTC dengan Gleneagles Hospital Penang yang merupakan salah satu dari 73 rumah sakit anggota MHTC. Menurut data terbaru dari World Health Organization atau WHO, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Laporan tahun 2018, ada sekitar 9,6 juta orang meninggal karena kanker. Saat ini imunoterapi bisa menjadi alternatif untuk perawatan kanker dan terus menjadi perbincangan hangat dalam lingkup pengobatan kanker. Konsultan Haematologi
Gleneagles Hospital, Penang dr. Lim Su Hong menjelaskan, saat ini imunoterapi dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan kanker. Imunoterapi adalah suatu bentuk pengobatan kanker yang memberi manfaat sistem kekebalan tubuh manusia dan sel-sel ini digunakan untuk melawan kanker. Imunoterapi dapat digunakan sendiri dalam pengobatan kanker atau dikombinasi-
kan dengan kemoterapi yang merupakan perawatan utama dalam pengobatan kanker. Terapi tersebut memberikan efek samping yang minimal. Director Market Development Indonesia Farah Delah Suhaimi mengatakan, kanker merupakan penyakit yang bisa diderita siapa saja. Oleh karena itu, rumah sakit swasta di Malaysia melalui MHTC berdedikasi dalam mengeksplorasi inovasi berkelanjutan dalam teknologi medis untuk membantu dan menemukan solusi untuk masalah tersebut. “Imunoterapi dikenal sebagai salah satu perawatan kanker yang paling dicari. Saat ini perawatan tersebut tersedia di layanan kesehatan kami yang berada di bawah MHTC,” ujarnya. MHTC memberikan fasilitas medis dengan layanan ke-
sehatan berkualitas kelas dunia yang mudah diakses dan terjangkau secara kompetitif kepada jutaan wisatawan medis yang datang ke Malaysia. Menurut data pada tahun 2018, MHTC telah melayani lebih dari 1,2 juta wisatawan medis. Ini meningkat lebih dari 14 persen dibandingkan tahun 2017. Pada tahun yang sama, jumlah pasien dari Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari Jakarta, Surabaya, dan Medan. “Tahun depan MHTC akan melaksanakan campaign pertama kami, yaitu Malaysia Year of Healthcare (MYHT2020). Campaign ini dilaksanakan bersamaan dengan mengundang semua wisatawan medis untuk dapat
memprioritaskan kesehatan mereka melalui pengalaman yang tanpa batas, dan merasakan keramahan yang hangat dari Malaysia. Kami juga mengundang masyarakat di Indonesia untuk dapat merasakan pengalaman bersama dengan MHTC melalui roadshow ini, terutama dalam MYHT2020,” imbuhnya. MHTC juga berdedikasi dalam memberikan pengalaman perjalanan perawatan terbaik dengan layanan end to end services. MHTC berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan lengkap. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Anak ”Tukang Suun” di Pasar Badung
Disediakan Ruang Pojok Baca, Dimotivasi Lanjutkan Pendidikan PERAYAAN PERINGATAN PELANTIKAN - Keluarga Besar Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) mengadakan perayaan peringatan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Bali yang ke-1 di Sekretariat DPD Hipakad Bali, Jl. Pidada XIII No.22 Denpasar, Minggu (28/7) kemarin. Acara syukuran dihadiri Ketua DPD Hipakad Bali John Korassa Sonbai, S.H., M.H., Ketua DPC Hipakad Jembrana, DPC Hipakad Buleleng, DPC Hipakad Kota Denpasar dan Kabupaten Badung serta pengurus lainnya. Dalam acara itu pula dijelaskan mengenai sejarah serta program-program internal dan eksternal DPD Hipakad Bali oleh Sekda DPD Hipakad Bali R. Ahmad Fathol Bari, S.H.
FM 96,5
Topik : SOAL RUMAH SUSUN DI BALI Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Puluhan anak tukang suun di Pasar Badung, asyik mencoret-coret tembok sebuah ruangan. Ruangan yang terletak di lantai satu depan lift Pasar Badung itu merupakan ruangan yang akan dijadikan Pojok Baca bagi anakanak tukang suun. Keberadaan ruang baca diharapkan menjadikan anak-anaka tersebut kembali melanjutkan pendidikannya. Selama ini mereka hanya bekerja, lalu menikah, bahkan di usianya yang masih terlalu muda.
SAAT memural tembok, anak-anak ini dibimbing Sidi Visatya, seniman mural untuk membuat konsep pohon cita-cita. Pohon-pohon murah itu akan diisi cap tangan masing-masing anak sebagai daun dari pohon itu. Pohon itu juga akan digantungkan cita-cita anak-anak tersebut. Sejak tahun 2011, anakanak tukang suun yang berada di sekitar Pasar Badung dirangkul oleh Yayasan Lentera Anak Bali (LAB). Anak-anak itu diberikan bimbingan moral, mental dan motivasi. Ni Luh Anggreni, Relawan LAB menuturkan, tujuan utamanya agar anakanak tersebut termotivasi untuk melanjutkan sekolah. Karena hampir semua anakanak tukang suwun yang berasal dari Kubu, Karangasem. Memperingati Hari Anak, LAB bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar memfasilitasi anak-anak urban dari Karangasem ini untuk diberikan tempat untuk sembari menunggu ibunya menjadi tukang suun.
LAB memfasilitasi dan memotivasi mereka agar melanjutkan pendidikan formalnya. Karena sebagian besar orangtua mereka berpikir sempit, mengeksploitasi anaknya untuk bekerja. Setelah anak-anak tersebut bisa bekerja, setidaknya menjadi tukang suun, tidak ada halangan lagi untuk mereka bisa menikah, bahkan di usia muda sekalipun. LAB mendukung anakanak tersebut agar melanjutkan sekolahnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Mengingat generasi pertama yang diasuh LAB rata-rata menikah di usia muda. “Tapi mereka ada peningkatan, dari awalnya tidak sekolah mulai terbuka untuk sekolah. Cita-cita mereka juga sederhana. Ketika ditanya citacita, yang laki-laki menjawab jadi satpam, jadi tukang parkir, jadi buruh bangunan. Sedangkan yang wanita bercita-cita jadi terapis spa. Sederhana sekali cita-cita mereka, makanya ketika ada satu anak bilang bercita-cita jadi perawat, kami dukung
ANAK-ANAK - Volunteer LAB berfoto bersama anak-anak tukang suun. betul dan pendekatan dengan orangtuanya,” tuturnya. Dalam kegiatan mural tersebut juga didukung oleh Dian Suri, pemilik Kunang Jewelery. Untuk itu ia berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuat program pengembangan skill yang tidak didapat dari sekolah formal.
Program lainnya adalah anak-anak juga diajak ke instansi pemadam kebakaran, ke tempat membuat keramik dan backing class. Rencananya hasil karya anak-anak tersebut seperti membuat keramik dipamerkan. Diharapkan dapat membangun kepercayaan diri anak-anak. (may)
BADUNG
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
Bupati Giri Prasta Hadiri Karya di Pura Uluwatu Desa Kemoning Klungkung
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Karya Melaspas Panyengker, Gelung Kori, Candi Bentar Pura dan Macaru sekaligus menandatangani prasasti di Pura Uluwatu Desa Kemoning, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Sabtu (27/7). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung Wayan Suambara, Kepala DPMPTSP Badung Agus Aryawan, Kepala Bagian Kesra Nyoman Sujendra, Kepala BPKAD, Kepala Bagian Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kepala Bagian Hukum Komang Budi Argawa, Camat Klungkung, unsur Tripika dan para tokoh masyarakat Desa Kemoning. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi kepada Bupati Klungkung karena telah bekerja keras membangun Klungkung. Walaupun PAD Klungkung tidak begitu, sebagai pemimpin, Bupati Suwirta mampu melaksanakan tugas dengan baik. ‘’Dari sinilah bisa dilihat bahwa siapa yang betul-betul bekerja. Beliau mampu melaksanakan kerja tuntas, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,’’ ujar Bupati Giri Prasta. Lebih lanjut dia mengaku sangat memahami bahwa masyarakat Hindu banyak menghabiskan waktu dan uang untuk kepentingan me-yadnya. Untuk itulah pihaknya melaksanakan program yang bertujuan meringankan beban masyarakat. ‘’Kami selaku pemimpin yang ada di Kabupaten Ba-
Disinyalir Palsukan IMB
Pendirian Reklame di Bundaran Ngurah Rai Dihentikan Mangupura (Bali Post) -
KARYA MELASPAS - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Melaspas Panyengker, Gelung Kori, Candi Bentar Pura dan Macaru sekaligus menandatangani prasasti di Pura Uluwatu Desa Kemoning, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Sabtu (27/7) lalu. dung bersama-sama de-ngan pemimpin di Kabupaten Klungkung melakukan kerja sama yang baik. Intinya hanya satu, meringankan beban masyarakat. Ini amat sangat diterima oleh Bapak Bupati Klungkung, sehingga ke depannya kita harus melakukan hal ini,’’ katanya. Terkait pembangunan pura, dia menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan upaya restorasi. Restorasi tidak akan menghilangkan cagar budaya Bali. ‘’Kita inginkan kesakralan harus kita jaga sehingga umat Hindu yang ada di Bali, yang ada di Klungkung akan merasakan bagaimana ringan beban ketika kita sebagai pemerintah turun langsung ke masyarakat untuk meringankan beban masyarakat,’’ terangnya. Sebagai bentuk dukungan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bu-
pati Giri Prasta menyerahkan bantuan sebesar Rp 25 juta kepada panitia karya. Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyambut hangat kedatangan Bupati Badung. ‘’Atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung telah banyak membantu warga di Kabupaten Klungkung ini. Dengan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung bisa meringankan beban masyarakat karena pendapatan Klungkung kecil,’’ tegasnya. Bupati Suwirta berharap pura yang lainnya khususnya di Nusa Penida bisa menyusul dibantu. Seperti diketahui, Nusa Penida merupakan pusat pembangunan di Kabupaten Klungkung yang sangat memerlukan bantuan. (ad882)
Limbah Padat Ancam Kelestarian Hutan Mangrove di Nusa Dua Mangupura (Bali Post) Lapangan Lagoon, Nusa Dua yang berdampingan dengan hutan mangrove dengan kondisinya terbuka, sering dimanfaatkan untuk lokasi pembuangan limbah padat terutama material bekas bangunan. Contohnya, sejak beberapa hari lalu,terlihat banyak bekas bongkaran bangunan yang dibuang di kawasan tersebut. Bahkan banyak tumpukan puing bangunan bercampur sampah dibuang di kawasan hutan mangrove. Kondisi ini pun menuai keluhan masyarakat setempat. Untuk membersihkan timbunan limbah tersebut, DLHK Badung Minggu (28/7) kemarin melakukan pembersihan. Sebanyak empat truk timbunan limbah padat berhasil dibersihkan petugas.
3
Menurut Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan, untuk membersihkan tumpukan limbah tersebut pihaknya mengerahkan tim URC DLHK Badung. Lantaran banyaknya limbah, pihaknya menerjunkan 12 orang anggota tim URC DLHK Badung dengan menggunakan loader dan truk. Guna mengantisipasi pembuangan limbah padat, pihaknya akan segera memasang spanduk larangan membuang sampah dan limbah di kawasan tersebut. ‘’Kami dapat empat truk dengan pekerjaan amat berat, karena sulit ambil puing tersebut yang tempatnya masuk ke rawa,’’ katanya. Lebih lanjut ditegaskannya, pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila pelaku pembuangan limbah
ditemukan. Pelakunya akan diproses secara hukum lingkungan dengan pasal terberat. ‘’Bila ada yang bisa memberi info dengan data akurat dengan foto dan lainnya terhadap yang membuang sampah di sekitar mangrove tersebut, sudah ada pemerhati lingkungan yang siap memberi reward Rp 1 juta per laporan,’’ imbuh Eka Merthawan. Sebelum dibersihkan, limbah padat berupa sisa bangunan di lokasi tersebut cukup banyak. Bahkan pembuang limbah seperti sudah merencanakan aksinya, karena bongkahan bekas bangunan tersebut sebagian ada yang dibungkus plastik bekas bungkusan beras ukuran 10 kg. Selain membuat kawasan kumuh, limbah tersebut mengancam keberlangsungan mangrove kawasan setempat. (kmb23)
Bali Post/ist
BERSIHKAN LIMBAH - Tim URC DLHK Badung membersihkan material bongkaran bangunan di Lapangan Lagoon, Nusa Dua, Minggu (28/7) kemarin.
Dugaan pemalsuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Badung kembali terungkap. Kali ini dilakukan oleh pengusaha reklame yang mendirikan reklame di sebelah barat underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Kuta. Sebelumnya Tim Yustisi Badung telah mengungkap adanya pemalsuan izin dalam sebuah proyek. Izin palsu itu bernomor: 1131BPPT/2019, tertanggal 21 Januari 2019, yang memberikan izin penutupan sungai di Jalan Raya Petitenget, Lingkungan Taman, Kelurahan Kerobokan Klod, Kuta Utara.
Kasatpol PP Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Minggu (28/7) kemarin membenarkan adanya dugaan pemalsuan IMB yang dilakukan sebuah CV yang beralamat di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Informasi adanya pembangunan reklame berawal dari adanya laporan yang mempertanyakan proses perizinan pemasangan reklame di bundaran Ngurah Rai. Pejabat asal Denpasar itu meminta jajarannya melakukan menelusuran ke lokasi. Alhasil tim yang diterjukan menemukan pekerja proyek yang tengah bekerja di lapangan. Tim yustitusi pun meminta pekerja menunjukkan izin pendirian reklame dengan ukuran 10 meter x 5 meter x 1 sisi vertikal cahaya yang berlokasi di Jalan By-pass Ngurah Rai dengan nomor IMB 1303/bppt/imb/2019 tersebut. ‘’Awalnya mereka sangat percaya diri dan sedikit menggertak anggota kami. Tapi setelah saya suruh foto dan teliti izin yang diperlihatkan, ternyata palsu. Ya langsung anggota saya minta hentikan dan ambil KTP serta alat kerja,’’ terangnya. Menurutnya, indikasi adanya pemalsuan IMB terlihat dari kop surat, yakni masih menggunakan nama Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Padahal BPPT telah berganti nama
menjadi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). ‘’Ini yang meyakinkan kami kalau izin IMB itu dipalsukan, karena sejak akhir 2016 BPPT sudah bernama Dinas Penana man Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Jadi, kelihatan jelas sekali palsu apalagi IMB dikeluarkan 2019,’’ tegasnya. Dalam IMB reklame yang hampir rampung itu, tim yustitusi juga menemukan kejanggalan pada tanda tangan yang ada hanya nama Kepala BPPT Badung I Made Agus Aryawan, tanpa adanya tanda tangan Bupati Badung. ‘’Pada IMB juga ada kejanggalan penandatangannya tidak isi nama Bapak Bupati Badung, tapi langsung Kadis PMPTSP. Sehingga kami menyimpulkan ini pemalsuan,’’ ungkapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala DPMPTSP Badung I Made Agus Aryawan membenarkan telah menerima laporan dugaan pemalsuan IMB dari Satpol PP Badung. Hanya saja pihaknya belum menerima dokumen IMB asli yang disinyalir bodong tersebut. ‘’Informasi dari Kasatpol PP sudah saya terima, tapi dokumen asli izin yang diduga palsu belum saya dapatkan. Saya baru dapat kopian izin yang diduga palsu lewat pesan WA. Na-
mun, dari pengamatan, saya pastikan itu palsu, karena banyak kejanggalan-kejanggalan,’’ jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak mau gegabah dalam mengambil tindakan. Pihaknya akan menurunkan tim untuk mengecek dugaan pemalsuan tersebut. ‘’Jika benar-benar terbukti, kami tidak segan-segan melaporkan ke pihak berwajib, karena ini termasuk tidak pidana yang merugikan dan mencoreng nama baik pemerintah,’’ jelasnya. (kmb27)
Bali Post/ist
REKLAME - Satpol PP Badung, Sabtu (27/7) lalu menghentikan pengerjaan reklame di Jalan By-pass Ngurah Rai, tepatnya sebelah barat bundaran Tugu Ngurah Rai. Penghentian ini dikarenakan adanya pelanggaran dan dugaan pemalsuan IMB.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
FKIK Unwar Lantik 76 Dokter Baru
Lulusan Capai 93,7 Persen FAKULTAS Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menggelar upacara Pelantikan Dokter ke-15 Tahun 2019 di Agung Room Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Minggu (28/7) kemarin. Sebanyak 76 orang dokter dilantik yang diawali dengan upacara majaya-jaya di Padmasana Inna Grand Bali Beach. Dilanjutkan dengan pengucapan dan penandatanganan sumpah dokter di hadapan rohaniwan, pelantikan dan penyerahan ijazah, penyematan alumni kepada dokter yang dilantik dan penyerahan dokter baru FKIK Unwar kepada IDI Wilayah Bali. Prosesi upacara pelantikan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, perwakilan IDI Bali, Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Rektor Unwar bersama Wakil Rektor I dan III, Dekan FKIK Unwar beserta para Wakil Dekan, dan seluruh civitas akademika FKIK Unwar, serta perewakilan Direktur RS Mangusada Badung, RS Sanjiwani Gianyar, RS Tabanan, dan RSJ Bangli. Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. mengatakan sebanyak 76 dari 79 orang mahasiswa dokter yang dilantik merupakan mahasiswa FKIK yang telah berhasil lulus tes kompetensi pada Mei 2019 lalu. Dengan jumlah tersebut, persentase lulusan mahasiswa FKIK Unwar untuk periode Mei 2019 sebanyak 93,7 persen. Persentase ini menempatkan FKIK Unwar menduduki urutan ke-14 dari 22 fakultas kedokteran yang ada di Indonesia. Persentase jumlah lulusan pada ujian pertama tahun 2019 ini akan digunakan sebagai indikator dalam menentukan jumlah kuota mahasiswa baru secara nasional. Untuk saat ini kuota mahasiswa baru FKIK Unwar sebanyak 150 mahasiswa. Sehingga dengan capaian prestasi lulusan tersebut, pihaknya yakin kuota mahasiswa baru FKIK
PELANTIKAN - Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. (2 dari kanan) bersama para Wakil Dekan FKIK Unwar pada prosesi upacara pelantikan dokter FKIK Unwar di Agung Room Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Minggu (28/7) kemarin. Unwar akan meningkat menjadi 200 mahasiswa baru pada tahun ajaran mendatang. Selain sebagai indikator kuota mahasiswa baru, prestasi ini juga sebagai indikator dalam menunjang peningkatan akreditasi FKIK Unwar. Saat ini, dikatakan, akreditasi FKIK Unwar masih B. ‘’Dengan adanya akreditasi borang untuk PT, secepatnya FKIK Unwar akan melakukan reakreditasi dengan harapan memperoleh akreditasi A atau unggul. Ini sesuai dengan visi kami di FKIK, yaitu menjadi Program Studi Pendidikan Dokter terbaik di Indonesia Timur pada tahun 2026, yang berbasis teknologi, dan menjadi dokter unggul di bidang kesehatan pariwisata,’’ tegas dr. Anom Murdhana di sela-sela pelantikan. Para dokter yang dilantik ini nantinya akan mengikuti pelatihan intensif profesi kemahiran dokter selama setahun. Setelah itu, mahasiswa dapat memilih untuk bekerja atau melanjutkan studi di PT se-Indonesia. Sampai saat ini, beberapa lulusan FKIK Unwar sudah bekerja di beberpa RS yang ada di Bali, NTB, dan
NTT. ‘’Dengan prestasi ini, kami tidak akan berpuas dan berdiam diri, karena masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi, seperti meningkatkan akreditasi, mengabdikan institusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, dan menjalankan visi-misi Unwar, yaitu meningkatkan kesehatan di bidang pariwisata,’’ tandasnya. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada 76 dokter baru yang berhasil dilantik. Dikatakan, para dokter baru ini merupakan dokter-dokter terbaik dan berkompeten yang dihasilkan FKIK Unwar. Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengapresiasi atas pencapaian yang berhasil dicapai seluruh pimpinan dan civitas FKIK Unwar dengan raihan persentase kelulusan mencapai 93,7 persen. Diharapkan agar prestasi tersebut dapat ditingkatkan secara konsisten. Sehingga FKIK Unwar yang merupakan ikon Unwar mampu berkembang dan terus maju dalam menghadapi tantangan di era mendatang. (ad878)
Warung Kecil di Badung Diajak Melek Teknologi dan Dibantu Permodalan
PT SUMBER Alfaria Trijaya Tbk. (selaku pengelola jaringan Alfamart) membantu usaha mikro masyarakat melalui bantuan permodalan. Kucuran modal ini di-support oleh Toko Modal (PT Toko Modal Mitra Usaha) bekerja sama dengan pemilik warung kecil yang sudah menjadi mitra Alfa Mikro, program pemberdayaan warung milik Alfamart. Program ini juga sekaligus mengajak pelaku usaha mikro kecil (UMK) untuk memanfaatkan teknologi digital. Caranya dengan unduh di Play Store sehingga para pemilik warung mendapatkan kemudahan untuk memesan barang yang diinginkan. ‘’Aplikasi Alfa Mikro sederhana dan sudah sangat mempermudah pemilik warung yang jadi member kami. Kini semakin dipermudah dengan support pinjaman modal dari Toko Modal. Pesan dulu semua barangnya, bayar belakangan,’’ tutur Member Relation Manager Alfamart Bali Doni Rachmat di sela-sela pelatihan manajemen ritel bagi pedagang eceran UMKM dari wilayah Kabupaten Badung di ruang pertemuan Wong Solo di Denpasar, Sabtu (27/7). Mengusung tagline ‘’Sahabat Usaha Mikro untuk Rakyat’’, Alfa Mikro dan Toko Modal memastikan banyak keuntungan bagi pemilik warung yang bergabung menjadi mitra. ‘’Artinya, ada jeda waktu untuk memutarkan barang dagangan. Sangat cocok untuk membantu usaha mereka,’’ Doni menambahkan. Syarat bagi pemilik warung yang ingin bergabung menjadi
PELATIHAN - Pelatihan manajemen ritel bagi pedagang eceran UMKM dari wilayah Kabupaten Badung di ruang pertemuan Wong Solo di Denpasar, Sabtu (27/7). member sangat mudah. Keuntungannya, memesan barang mudah dan cepat, pendanaan eksklusif dengan biaya terjangkau dan pembayaran tagihan mudah di toko Alfamart. Dia mengatakan, dalam sesi pelatihan manajemen ritel itu, peserta umumnya adalah pedagang eceran. Mereka mendapatkan pengetahuan materi terkait teknik menata barang, pengetahuan produk, cash flow, hingga melayani konsumen. Doni menambahkan, pelatihan yang melibatkan para pedagang warung ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko. ‘’Tujuannya, mengajak para pelaku UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel mod-
ern,’’ ujarnya. Pelaku UMKM sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. Pelaku UMKM perlu dibekali dengan ilmu manajemen agar memiliki daya saing. ‘’Terutama pelatihan hari ini lebih lengkap dari biasanya, karena kami menambahkan materi bisnis online di dalamnya,’’ ucapnya. Branch Manager Alfamart Bali Suriadi mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah guna mendukung program meningkatkan keberlangsungan UMKM supaya terus tumbuh dan berkembang. (ad876)
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
Wisuda Perdana IIK Medika Persada Bali
INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali menggelar wisuda perdana untuk Program Studi (Prodi) Sarjana (S-1) Farmasi Klinis dan Teknologi Laboratorium Medik di kampus IIK Medika Persada Bali, Sabtu (27/7). Pada wisuda perdana ini, kedua prodi tersebut melepas sebanyak 48 mahasiswa, yang terdiri dari Prodi S-1 Farmasi Klinis 43 orang dan Teknologi Laboratorium Medik 5 orang. Dari 48 wisudawan tersebut lulusan dengan predikat cumlaude 16 orang dan sangat memuaskan 32 orang. Lulusan perdana ini sangat membanggakan, dikarenakan di usia IIK Medika Persada Bali yang tergolong masih muda telah dapat menghasilkan sarjana yang diharapkan dapat menjalankan swadharmanya di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut diterangkan Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.-K.Hom. Menurutnya, lulusan yang diwisuda ini merupakan alih jenjang dari D-3 ke S-1, sehingga waktu yang ditempuh berkisar 2,5 tahun. Sedangkan mahasiswa dari lulusan SMA/SMK masih kurang menempuh perkuliahan sekitar 1-2 tahun untuk dapat wisuda. Diharapkan dari para lulusan Teknologi Laboratorium Medik dapat tertampung seluruhnya di rumah sakit, puskesmas dan lainnya, begitu juga halnya dengan lulusan Farmasi. Rektor menambahkan, dalam waktu yang tidak lama lagi IIK Medika Persada Bali akan kembali mewisuda sejumlah mahasiswanya, terutama dari Administrasi Rumah Sakit, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medik, dan prodi-prodi lainnya. ‘’Yang paling penting bagi kami adalah suatu kebanggaan bahwa kami sebagai
WISUDA - Prosesi wisuda perdana IIK Medika Persada Bali di kampus IIK Medika Persada Bali, Denpasar, Sabtu (27/7). institusi yang muda ini telah dapat menghasilkan sarjana. Dan kami harapkan bahwa anak didik kami akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik di tempat tugasnya nanti,’’ harap Prof. Bakta. Senada dengan Rektor IIK Medika Persada Bali, Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia (AHBI) Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. mengungkapkan rasa bangga atas digelarnya wisuda perdana dalam usia IIK Medika Persada Bali yang masih muda. Diharapkan ke depannya IIK Medika Persada Bali dapat terus mengembangkan diri. Target yayasan, Ketua Yayasan AHBI menambahkan, perubahan status Institut Ilmu Kesehatan menjadi universitas sedang dalam proses. ‘’Sekarang dalam proses, mudah-mudahan ini bisa berhasil. Dengan demikian, maka nanti
Institut Ilmu Kesehatan akan berubah menjadi universitas,’’ papar Astina. Menurutnya, ini akan memberikan kesempatan bagi masyarakat Bali, terutama Indonesia bagian Timur untuk dapat mengenyam pendidikan sesuai dengan prodi yang IIK Medika Persada Bali miliki. Di mana, saat ini IIK Medika Persada Bali telah memiliki 8 prodi, dan nantinya setelah menjadi universitas akan bertambah 2 prodi lagi. Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia (SDM), IIK Medika Persada Bali telah banyak memiliki dosen yang bergelar guru besar. Kemudian dari sisi fasilitas, pihak yayasan akan terus berupaya menyiapkan fasilitas sesuai dengan kebutuhan. ‘’Kebutuhan minimal pada saat ini pasti kami penuhi dengan kualitas yang cukup bagus,’’ terangnya. (ad884)
Gakeslab Gelar Musprov II
Tingkatkan Kompetensi Anggota untuk Tunjang Program Pemerintah GABUNGAN Perusahaan Alatalat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Musprov II di Hotel Harris Cokroaminoto pada Sabtu (27/7). Gakeslab Musprov II ini mengangkat tema ‘’Meningkatkan Kompetensi para Anggota untuk Dapat Menunjang Program Pemerintah Dalam Bidang Alat Kesehatan dan Laboratorium’’. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Bali Bidang Kesehatan, Gakeslab Indonesia, Sekjen Gakeslab dan lainnya. Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi Bali Wayan Asyawan mengatakan, tema yang diangkat yaitu meningkatkan kompetensi anggota dalam meningkatkan kompetensi para anggota untuk dapat menunjang program pemerintah dalam bidang alat kesehatan dan laboratorium. Untuk itu, para anggota harus rajin dan aktif untuk mengikuti seminar, penyuluhan, workshop mengenai Alkeslab langsung maupun tidak langsung. Peningkatan kompetensi dalam bidang alat meliputi cara pengadaan, penyimpanan, pengiriman, pemakaian atau pengoperasian, pemeliharaan dan kalibrasi. Agar alat kesehatan dan laboratorium tersebut dapat digunakan sesuai Permenkes 4 Tahun 2014 yaitu untuk mencegah penyakit, mendiagnosis, menyembuhkan, meringankan, merawat orang sakit, memelihara kesehatan. Maka pengetahuan dalam peraturan misalnya CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) harus ditingkatkan. Dalam berorganisasi ia meminta pada anggota untuk berusaha dan berbuat agar organisasi bermanfaat untuk anggota maupun masyarakat. Dalam Musprov II itu juga dilakukan pemilihan pengurus baru. Ia pun berpesan
GAKESLAB BALI - Foto bersama pengurus Gakeslab Bali dan Pusat bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kadin Bali WKU Kadin Bali Bidang Kesehatan. pada pengurus yang terpilih agar menyiapkan diri untuk mengontribusikan tenaga, waktu untuk kemajuan organisasi. Ketua Umum Pengurus Pusat Gakeslab Indonesia Drs. H. Sugihadi, H.W. M.W. mengatakan, Gakeslab Pusat mendorong pembinaan anggota–anggota khususnya di Bali memenuhi aturan–aturan yang telah ditetapkan, khususnya aturan distribusi alat kesehatan. Misalnya harus memiliki izin penyaluran alat kesehatan dan juga akan diterapkan sertifikasi cara distribusi alat kesehatan yang baik (CDAKB). ‘’Tahun 2021, semua perusahaan harus disertifikasi,’’ imbuhnya. Salah satu kriteria dalam CDAKB adalah harus memiliki manajemen mutu di perusahaan tersebut, memiliki penanggung jawab atau teknisi yang bekerja dengan baik. Pada prinsipnya dengan perusahaan yang sudah bersertifikasi tersebut, perusahaan tersebut dapat menjamin penyaluran alat kesehatan tersebut sesuai dengan prosedur.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. usai membuka Musprov II Gakeslab Bali mengatakan, selama ini organisasi Gakeslab sangat membantu tugas–tugas Dinas Kesehatan yaitu dalam upaya peningkatan kualitas layanan melalui penyediaan sarana-prasarana alkes dan lab sesuai dengan standar yang ada. Komunikasi selama ini berjalan baik dengan Gakeslab tidak hanya dalam hal penyediaan sarana dan prasarana tetapi juga maintenance alat kesehatan. Diharapkan semua organisasi profesi kesehatan yang ada di Bali khususnya dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya–upaya peningkatan akses dan mutu layanan. Suarjaya juga mengumumkan prestasi yang dicapai Bali di bidang kesehatan yaitu Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Bali terbaik tingkat nasional. Ini juga merupakan peran organisasi profesi, swasta dan pemerintah. (ad778)
Lestarikan Adat Budaya dan Tingkatkan Spirit Pemuda
Desa Adat Kerobokan Gelar Lomba ’’Ngelawar’’ Babi SEBANYAK 25 kelompok ikut berbaur dalam ajang lomba ngelawar di Lapangan Purna Krida Kerobokan, Badung, Kuta Utara, Minggu (28/7) kemarin. Lomba ngelawar ini diselenggarakan dalam rangka upacara Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini, Tawur Balik Sumpah Utama, Padususan Agung dan Segara Kertih di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan. Lomba ngelawar itu dibuka Camat Kuta Utara Drs. A.A. Ngurah Arimbawa didampingi Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja, dan Ketua Panitia A.A. Ngurah Gede Sujaya. Dijelaskan, ada 25 kelompok ikut berpartisipasi dalam ajang lomba ngelawar ini. Sebagai juri, juga didatangkan dari profesional, yakni dari ICA Badung. Juri yang sudah ahli dan menyandang gelar chef yang sudah berpengalaman itu ada Chef Wayan Susana, Wayan Karmana, Ketut Artist, Putu Raka dan yang sering dielu-elukan adalah Chef Gede Baihakie. Oleh panitia, peserta ngelawar yang satu kelompok terdiri dari
tiga pemuda dan dua pembina itu diberikan durasi dua jam. Sedangkan bahan yang diolah adalah 2 kg daging babi, pengembangan bahan berkreativitas dan rekreasi peserta bisa menggunakan nangka, serta berbagai bumbu lainnya. Juga bisa dirangkai kombinasi sate, buah dengan berbagai ornamen ukiran, serta kreativitas seni lainnya. Camat Arimbawa sangat mengapresiasi lomba ngelawar ini. Selain meningkatkan kreativitas anak muda, juga untuk melestarikan tradisi dan budaya ngelawar di Bali. ‘’Ini sangat bagus. Karena yowana juga didampingi panglingsir (orang tua). Ini makin bagus karena kita sedang menjalankan hari raya Galungan dan Kuningan, di samping besok (hari ini - red) puncak piodalan di Pura Puseh dan Desa terkait Karya Agung Ngusaba Desa,’’ tandasnya yang kemarin begitu khas memberikan sambutan dengan bahasa Bali halusnya. Disampaikan, generasi muda sekarang harus mempertahankan budaya ngelawar, harus mengerti
basa genep, basa nyangluh, dan paham meracik menjadi lawar. ‘’Siapa lagi kalau bukan generasi muda yang mem-back-up orang tua atau panglingsir untuk melestarikan budaya ngelawar,’’ ajaknya. Apalagi, sambungnya, ngelawar adalah tradisi adat yang adiluhung. Ngelawar sudah menjadi warisan leluhur. ‘’Mari kita lestarikan,’’ kembali Camat Arimbawa mengajak masyarakat. Paling penting, katanya, lomba ini bisa menjalin hubungan antarwarga semakin bagus, dan bisa berbaur untuk menjadi lebih baik. Sementara itu, Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja mengatakan lomba ngelawar ini adalah lomba kedua. Tujuan ngelawar menumbuhkan rasa kebersamaan antara orangtua dan anak. Dalam menumbuhkan kebersamaan ini orangtua bisa mewariskan tradisi ngelawar pada anaknya. ‘’Selain itu semasih melakukan kegiatan upacara, tidak lepas dari budaya ngelawar. Kedua tujuan ngelawar ini mengikat rasa persatuan seluruh banjar adat di seluruh adat Kerobo-
kan,’’ tandas Sutarja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ngelawar itu ada berbagai konsep dan bahan campuran dan itu akan menjadi satu. Rasa persatuan inilah yang akan diterapkan di Desa Kerobokan, khususnya dalam kaitannya dengan karya. Dan tujuan ketiga adalah pelestarian seni, adat dan budaya yang adiluhur. Yakni di saat yowana atau masyarakat ngelawar ada yang ngerames nangka, ngerames soroh base, jadi ada seni matektekan di sana. Sehingga juga menimbulkan rasa lawar yang bervariasi. ‘’Ini adalah lomba ngelawar konsumsi. Bukan lawar upakara. Jika ngelawar konsumsi sudah bagus, maka ngelawar upakara bisa cepat dipelajari. Ada bangun urip atau ketekan-nya jika ngelawar upakara,’’ tandas Sutarja. Ketua Panitia A.A. Ngurah Gede Sujaya menambahkan, hakikat lomba ngelawar ini adalah ingin memperkuat spirit generasi muda, sehingga roh adat budaya ngelawar tidak hilang di kalangan anak muda.
NGELAWAR - Camat Kuta Utara Drs. A.A. Ngurah Arimbawa didampingi Jro Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja, Ketua Panitia A.A. Ngurah Gede Sujaya, dan para juri dari ICA Badung saat membuka lomba ngelawar di Lapangan Purna Krida Kerobokan, Badung, Kuta Utara, Minggu (28/7) kemarin. Hal yang ingin didapat dalam lomba ini adalah mereka terbiasa ngelawar, apalagi di Bali banyak ada kegiatan dan bahkan ngelawar sudah menjadi kewajiban. Apalagi pada rahina Galungan, ngelawar itu bukan hanya untuk dikonsumsi, namun juga untuk upakara.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
‘’Dari sinilah kita membangun spirit, membangun spiritual. Jika ada upacara besar, pasti ada tawur wewalungan. Jadi, kita bisa sajikan, baik lawar barak, putih maupun kuning, kita bisa sajikan, atau haturkan untuk upakara,’’ tegas A.A. Ngurah Gede Sujaya. (ad881)
DAERAH
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
5
Dukung Program Pemerintah ’’Yuk Nabung Saham’’ Hari Ini Pujawali di Pura Dalem Benculuk Tegeh Kori Tonja Denpasar
HardysCorp Gelar CSRHardysPeduli, Serahkan Tegeh Kori Songsong Mahasabha III, Sembako dan Pinjaman Modal Investasi Saham Jadikan Raja Badung Pertama sebagai Teladan
HARDYSCORP yang didirikan Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997 saat ini telah melepas seluruh unit bisnisnya untuk penuntasan kewajiban pada seluruh kreditur. Di mana setiap anniversary HardysCorp di setiap tahun selalu melakukan kegiatan CSRHardysPeduli sebagai bentuk rangkaian acara terakhir dari Anniversary ke-22 HardysCorp 11 Juli 2019. HardysCorp melaksanakan kegiatan CSRHardysPeduli dengan konsep baru Jnana Yadnya yaitu memberikan edukasi/ pengetahuan tentang pasar modal kepada anak-anak ashram/panti/desa se-Bali. HardysCorp bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dan MNC Sekuritas melaksanakan sosialisasi ‘’Yuk Nabung Saham’’ yang merupakan program atau kampanye pemerintah untuk mengajak masyarakat Indonesia berinvestasi di Pasar Modal. CSR Jnana Yadnya dengan konsep baru ini dilaksanakan pertama kali HardysCorp di Ashram Gandhi Puri pada Jumat (26/7) yang diikuti oleh keluarga Ashram Gandhi, keluarga HardysCorp, serta founder dan generasi muda penerus HardysCorp (Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy). HardysCorp melalui HardysFoundation dalam kegiatan CSRHardysPeduli
BANTUAN - Acara CSRHardysPeduli penyerahan bantuan sembako, pinjaman modal usaha investasi saham & sosialisasi program ‘’Yuk Nabung Saham’’ bersama Bursa Efek Indonesia & MNC Sekuritas di Ashram Gandhi Klungkung. kali ini memberikan bantuan sembako senilai Rp 3.000.000 serta yang utama adalah pinjaman modal usaha investasi saham kepada Ashram Gandhi Puri sebesar Rp 120.000.000. Gus Indra Udayana selaku Pendiri dan Pengasuh Ashram Gandhi Puri mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy selaku Founder dari HardysCorp atas edukasi/pengetahuan tentang investasi saham dan bantuan pinjaman modal usaha untuk investasi saham serta bantuan sembako. Gus Indra Udayana menegaskan, ini merupakan bentuk tanggung jawab moral yang diber-
ikan kepada Ashram Gandhi Puri yang diharapkan dari hasil investasi saham tersebut dapat digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak di Ashram Gandhi Puri secara mandiri. Melalui konsep CSR Ilmu Pengetahuan (Jnana Yadnya), HardysCorp mengharapkan dapat mengedukasi masyarakat anak muda Bali untuk mulai berinvestasi, sejalan dengan program pemerintah ‘’Yuk Nabung Saham’’ dan mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang awalnya menabung uang menjadi menabung saham, sehingga masyarakat Indonesia mulai bergerak dari saving society menjadi investing society. (ad880)
Krista Exhibitions Gelar Surabaya Printing Expo 2019
DENGAN bangga Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan pameran Surabaya Printing Expo 2019 – The 14th International Exhibition on Printing (PrePress, Press, Post-Press), Machinery, Equipment, Supplies, yang akan diadakan pada 1 – 4 Agustus 2019 di Grand City Surabaya– Indonesia. Diikuti lebih dari 110 peserta, baik lokal maupun internasional, Surabaya Printing Expo 2019 menampilkan mesin-mesin percetakan (Pre – Press, Press, Post – Press), mesin cetak/offset, cetak digital, cetak tekstil, sablon, jasa cetak dan alat–alat cetak terkini & penyediaannya serta masih banyak lagi teknologi percetakan yang mutakhir. Berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan asosiasi, para pakar, pengusaha di bidang percetakan berteknologi bertaraf nasional dan internasional, Surabaya Printing Expo 2019 akan menghadirkan beragam program menarik yaitu seminar. Di antaranya seminar sharing experience, dunia percetakan India, kemajuan dunia grafika India dalam menghadapi dunia digital oleh Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia. Seminar peluang bisnis kreatif dari teknologi 3D printing oleh Istitut Informatika Indonesia. Seminar 3D Modeling oleh Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. Seminar kiat sukses memadukan bisnis digital printing dengan apparel oleh Printgraphic. Seminar tips & tricks mengedit foto untuk cetakan ukuran besar oleh Sekolah Tinggi Teknik Surabaya. Kemudian ada workshop dan kelas. Di antaranya workshop sablon kaos dengan printer laser oleh Variable in eXtreme Dots Effects, workshop creative print packaging for oleh Printpack, workshop gold gilding oleh Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya dan acara menarik lainnya. Kesuksesan pameran ini tidak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi & UKM, PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia), IPF (Indonesian Packaging Federation), KOPI (Komunitas Printing Indonesia), APKI (Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia), ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia), Kadin Surabaya dan asosiasi terkait lainnya. Pameran Surabaya Printing Expo 2019 diharapkan dapat meningkatkan perkembangan usaha grafika agar dapat meningkat-
HARI ini, Pamecekan Agung Rahina Soma Wuku Kuningan Isaka Warsa 1941 akan dilaksanakan upacara piodalan di Pura Kawitan Dalem Benculuk Tegeh Kori di Tonja, Denpasar. Pujawali ini sendiri akan di-organize semeton Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Bali (PANDBTK) dari seluruh Bali. Sejumlah rapat koordinasi terkait dengan piodalan ini dipimpin Brigjen Pol. (Purn) Nyoman Gede Suweta (Ketua Umum PANDBTK) beserta para jajaran. Dalam piodalan ini, diharapkan semeton Tegeh Kori pedek tangkil ke Pura Kawitan untuk melakukan bakti ke hadapan Ida Batara Raja Gusti Tegeh Kori (pendiri Kerajaan Badung dan Raja Badung pertama) yang distanakan di Pura Kawitan. ‘’Kita berharap melalui piodalan (wali) di Pura Kawitan, selain memohon waranugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya memberkati para leluhur, juga sebagai ajang mempersatukan warih Ida Batara Tegeh Kori melalui gotong royong di Pura Kawitan. Astungkara, pelaksanaan teknis piodalan semakin baik setiap tahunnya, ini berkat kerja keras panitia,’’ kata
Nyoman Gede Suweta yang juga mantan Wakapolda Bali ini. Hal senada juga disampaikan Gusti Aji Sukarata bahwa seluruh perangkat upacara dan upakara kian disempurnakan dengan petunjuk Sabha Pandita, khususnya disesuaikan dengan ciri Pura Kawitan Warih Dalem. ‘’Selain sebagai Raja Badung pertama, Ida Batara Raja Tegeh Kori juga Putra Mahkota dari Raja Bali Sri Aji Kresna Kepakisan dan ini telah tercantum di babad sesuai hasil keputusan Mahasabha I pada 9-9-2009 di Kertogosa Klungkung. Artinya, sebagai warih tentu ada tata titi, ada aturan serta penyesuaian, baik dari sisi yadnya yang dipersembahkan kepada beliau. Semua bertujuan memberikan berkat pada pratisentana dan salah satu ciri dari rasa bakti warih adalah dengan menyelenggarakan odalan yang layak, namun tetap dalam ruang lingkup kesederhanaan,’’ ucap Gusti Aji Sukarata asal Jero Bonga Tabanan ini. Lainnya, dalam rapat koordinasi pimpinan PANDBTK, juga dibahas tentang persiapan kegiatan Mahasabha Tegeh Kori III yang akan diadakan pada 9 September 2019. Sebagaimana disampaikan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna
RUN To Care 2019 memberikan atmosfer baru dalam olahraga yang melibatkan para pelari dalam penggalangan donasi bagi masa depan ribuan anak. Gelaran sosial ini menjadi momentum tepat juga untuk menyampaikan kepedulian lingkungan melalui #BijakBerplastik menjadi kampanye saat pelaksanaan Run To Care 2019 yang start dari Lapangan Lumintang, Jumat (26/7) pukul 15.00 Wita. Danone Indonesia menyediakan hidrasi melalui AQUA dan Mizone untuk pelari Run To Care 2019, sekaligus mendorong edukasi pemilahan dan pengumpulan sampah untuk di daur ulang. Danone menyertakan 4 pelari dari karyawan yang ikut bersama 300 pelari lainnya, setiap kilometernya akan didonasikan untuk SOS Children’s Village Tabanan. Kampanye #BijakBerplastik dilakukan dengan mendorong pengunjung dan peserta Run To Care 2019 untuk menukarkan 10 gelas atau 5 botol plastik
PET dengan sebuah voucher di Booth AQUA Life untuk ditukar dengan AQUA Life di counter Circle K terdekat. Kegiatan ini menjadi pesan kepada pelari ataupun pengunjung bahwa kemasan plastik tersebut memiliki nilai dan dengan pengelolaan yang baik akan bisa berguna menjadi produk lain. Danone-AQUA telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), sekolah dan Bank Sampah di Bali untuk mengelola sampah. Danone-AQUA berkolaborasi dengan HNM, produsen fashion dengan mengolah sampah plastik menjadi seperti sarung tangan, T-shirt, dan produk fashion lainnya. Dari sisi pengumpulannya, Ketua Yayasan Bali Wastu Lestari Ni Wayan Riawati mengatakan bahwa Bank Sampah berbasis masyarakat adalah salah satu yang efektif untuk mendorong proses pengolahan sampah. ‘’Kami senang bisa bermitra dengan
WARIH DALEM – Panglingsir Nararya Tegeh Kori Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama warih Tegeh Kori (organisasi SWARI) asal Desa Tinggar Sari Busungbiu, Buleleng dalam acara sosialisasi organisasi. MWS III (Sekjen PANDBTK). ‘’Angka 999 sangat bersejarah bagi semeton Tegeh Kori di Nusantara karena pada 9 September inilah organisasi PANDBTK bangkit. Akhirnya memiliki sejarah sendiri disertai dengan proses mawali ke purusha jati dan sepakat menjadikan Puri Agung Klungkung sebagai Tedung Semeton. Maka dari itu, pada tahun 2019 ini ada karya ageng yakni menyelenggarakan kerja organisasi, yang mana mahasabha
ini dirangkaian dengan kegiatan rakor mahasabha pada 11 Agustus 2019, lokasabha di tiap kabupaten/kota untuk memilih pengurus baru (1831 Agustus 2019), seminar ilmiah (3 September), pramahasabha (8 September) di Kantor Gubernur Bali, mahasabha pada tanggal 9 September 2019. Termasuk peluncuran buku sejarah Tegeh Kori kita upayakan tahun 2019 ini,’’ terang Shri Gusti Arya Wedakarna. (ad889)
Danone Kampanyekan Bijak Berplastik di ’’Run To Care 2019’’
Danone-AQUA untuk memfasilitasi proses pemilahan dan daur ulang dari sampah plastic. Semoga dengan kampanye #BijakBerplastik ini bisa membuat masyarakat umum paham bagaimana menyikapi penggunaan plastic,’’ Kata Riawati. Selepas pelepasan pelari Run To Care 2019, tim dari Yayasan Bali Wastu Lestari
telah mengumpulkan sedikitnya 400 botol dan gelas dari berbagai bentuk dan merek. Selain dikumpulkan di 25 tempat sampah khusus material plastik, botol-botol bekas pakai dari pengunjung juga ditata sebagai instalasi dekoratif, lagi-lagi sebagai bagian dari meningkatkan bahwa ragam plastik bisa dikelola, diolah dan didaur ulang kembali. (bns)
Pemulung Tepergok Curi Pompa Air kan industri percetakan di Indonesia. Selain itu, pameran Surabaya Printing Expo 2019 juga diharapkan mampu menjadi ajang pertemuan dengan para pembeli potensial, baik lokal maupun mancanegara. Pameran ini merupakan suatu peluang yang baik bagi para pengusaha grafika agar lebih termotivasi untuk terus berinovasi dalam menghasilkan produkproduk unggulan dengan mesin berteknologi canggih dan mempunyai daya saing yang tinggi dengan produkproduk luar negeri. Pameran ini terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat umum, mulai dari pukul 10.00 WIB hingga
pukul 19.00 WIB. Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara langsung di lokasi pameran dengan membawa 2 buah kartu nama, dan undangan yang telah dikirimkan oleh pihak Krista Exibitions atau dengan registrasi online http:// surabayaprintingexpo.com/ visiting/visitor-reservation/. Pengunjung yang menggunakan sandal jepit dan celana pendek serta anakanak di bawah usia 17 tahun dilarang untuk masuk ke area pameran. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Kristamedia di nomor telepon (021) 634 5861; 634 5862, atau dengan mengirimkan e-mail ke info@ kristamedia.com. (bns1)
Bali Post/ist
DITAHAN - Purnomo ditahan di Polsek Abiansemal terkait kasus pencurian.
Mangupura (Bali Post) Warga Banjar Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung dihebohkan tepergoknya pemulung Purnomo mencuri mesin pompa air, Minggu (28/7) kemarin. Korbannya, I Ketut Jedung (60). Saat ini pelaku ditahan di Polsek Abiansemal. Kapolsek Abiansemal Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa menyampaikan, mesin pompa air tersebut awalnya diletakkan di bawah pohon waru. Pompa tersebut sering digunakan oleh korban untuk memompa air dari sungai untuk membersihkan kandang babi. Sekitar pukul 12.00 Wita, pelaku asal Jember, Jawa
Timur ini melintas di TKP. Saat itulah pelaku beralamat di Jalan Tunggul Ametung, Desa Candi Baru, Kabupaten Gianyar ini mengambil mesin pompa air tersebut dan langsung dimasukkan ke karung. ‘’Aksi pelaku ini dilihat korban dan langsung teriak maling,’’ ujarnya. Mendengar teriakan tersebut, tetangga korban berdatangan ke TKP dan menangkap pelaku. Tak berapa lama, anggota Polsek Abiansemal tiba di TKP. ‘’Pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Polsek. Kasus ini masih kami kembangkan,’’ tegasnya. (kmb36)
OPINI
6
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mewakili Rakyat Bukan Partai DALAM urusan politik, memang berbagai kepentingan ikut bermain. Dulu, kepentingan di akar rumput sangat mudah dipahami. Namun pada era sekarang, beragam kepentingan masuk. Termasuk di masyarakat kelas bawah. Ketika berbagai kepentingan itu muncul, maka wakil rakyat seperti terbelenggu. Terikat erat dengan induk partainya, sehingga substansinya sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif menjadi sangat kabur. Mereka ini duduk sebagai wakil rakyat atau perpanjangan tangan partai politik? Mereka ini semakin mantap menjadi wakil parpol ketika sang ketua parpol secara terbuka mengatakan bahwa mereka itu adalah petugas partai. Bukan sebagai wakil rakyat. Sering kali manifesto politik seperti ini sangat merugikan rakyat yang sangat berharap perhelatan lima tahun sekali itu memunculkan para pejuang yang duduk di legislatif. Tidak semua memang demikian, tetapi dari pola-pola yang terbaca saat ini, kebanyakan memang memerankan skenario seperti itu. Mereka itu perpanjangan kepentingan partai yang menugaskannya, bukan rakyat yang diwakilinya. Petugas partai memang sering kali memunculkan hasil keputusan politik yang tidak memihak rakyat. Keputusan politik yang diambil pemangku kebijakan idealnya mampu menjangkau setiap warganya. Hampir semua aspirasi anggota masyarakat mampu diakomodasikan secara proporsional. Itu merupakan keputusan politik yang berkeadilan. Namun, pada era masyarakat modern saat ini, yang kompleksitasnya semakin melebar ke manamana, tentu hal itu sangat sulit diwujudkan. Setiap kebijakan atau keputusan politik yang telah dirumuskan, kemudian diambil memang menghadapi berbagai kepentingan. Sehingga pada dasarnya, secara hitung-hitungan atau kalkulasi politik, keputusan itu mempertimbangkan seberapa yang diuntungkan dan seberapa besar pula yang dirugikan. Jadi, setiap keputusan politik yang diambil agar pro-rakyat haruslah mempertimbangkan faktor kalkulasi itu. Gaya kolaborasi petugas partai di legislatif dan eksekutif ini tentu akan berdampak sistemik kalau tidak ada sebuah langkah berani yang harus ditempuh. Bisa dari internal, dari segelintir anggota legislative, serta pejabat publik di eksekutif yang masih punya komitmen serta dedikasi untuk kesejahteraan rakyat. Sayangnya pada era reformasi ini, fenomena politik transaksional semakin tidak terbantahkan. Mereka melakukan pendekatan pulang pokok dalam merebut suara rakyat dan mendorong terjadinya korupsi semakin menggurita, dan puncaknya ketika berbagai kasus korupsi politik. Perampokan uang rakyat secara besar-besaran tidak terelakkan. Korupsi semakin kencang, sepertinya tidak ada pembatasan yang dapat menghambat lajunya korupsi, dan hampir menyeluruh dalam kehidupan birokrasi negara. Tentu, kita juga tak bisa hanya menuntut dari para calon wakil kita. Sebagai pihak yang menentukan keterpilihan mereka, menjadi hal wajib bagi kita untuk menggunakan hak suara secara arif dan bijak. Memang kesannya terlalu naif, tetapi semua harus dimulai. Ketika kita sebagai pemilih jangan terjebak dalam ‘’bisnis’’ politik maka kita patut mencatatkan diri sebagai penghancur demokrasi. Peran sebagai pemilih juga harus dilakukan dengan mengedepankan nurani. Kita tak bisa menuntut hanya terus-menerus partai politik atau para kandidat. Hal penting yang paling mudah dilakukan adalah memperbaiki cara kita dalam memilih wakil rakyat. Jika selama ini kita terjebak pola-pola transaksi dan kebulatan tekad, maka ada baiknya kita mulai introspeksi diri. Mari menjadi bagian demokrasi berkualitas. Penting juga bagi kita untuk menyiapkan proses yang benar bagi politisi, agar hasilnya juga benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Informasi Mitigasi Bencana
Gempa bumi belakangan terasa makin sering terhjadi. Imbauan cuaca buruk juga sering saya ikuti di handphone termasuk di media massa. Informasi tentang potensi bencana ini tentu membantu kami sebagai masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca. Namun, satu hal yang ingin saya tanyakan mengapa belakangan ini sering terjadi gempa. Bahkan, getarannya ada yang terasa sangat keras. Mohon informasi apakah potensi gempa bumi di Bali juga tergolong tinggi? Mohon hal ini diinformasikan ke pada publik agar kesadaran terhadap potensi ancaman gempa bumi terbangun. Hal lainnya, semoga pemerintah juga lebih tanggap tentang hal ini. Mitigasi bencana hendaknya lebih sering diumumkan dan dilakukan edukasi kepada publik. Hal mendasar yang mungkin paling sederhana bisa dilakukan adalah menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Selain prasarana yang juga perlu dialokasikan anggaran kebencanaan. Saya sempat membaca di Harian Bali Post kalau dana-dana pengobatan saat bencana Gunung Agung yang lalu juga sangat lambat pencairan dananya. Apakah sekarang sudah cair atau belum saya juga tidak tahu persis. Yang jelas untuk penanganan kebencanaan dan mitigasi kebencanaan hendaknya dilakukan lebih profesional. Gerakan tanggap bencana juga harus dibangun di masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hendaknya terus melakukan langkah-langkah yang mengedukasi masyarakat tanggap bencana. I Putu Sudarama Denpasar, Bali
MRT, Moda Rekonsiliasi Terpadu Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta ternyata tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi publik semata, namun juga menjadi ajang rekonsiliasi politik Indonesia pasca-Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kondisi ini terjadi ketika pertemuan Joko Widodo – Prabowo Subianto untuk pertama kalinya pasca-Pilpres 2019 yang sudah lama dinanti publik, justru berlangsung di stasiun MRT Lebak Bulus. Pertemuan berlanjut hingga halte Senayan dan berakhir dengan makan sate di sebuah mall di bilangan Senayan.
Oleh Agung Kresna
R
ekonsiliasi politik di Indonesia pasca-Pilpres 2019 memang banyak digalang berbagai pihak sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini juga ditunjukkan melalui silaturahmi antara Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-P dengan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra, dalam ajang makan siang yang disebut sebagai ‘’politik nasi goreng’’. Pilpres 2019 bak merupakan kontestasi ulang Pilpres 2014, karena kembali terjadi kontestasi head to head antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Meski dengan kandidat wakil prresiden yang berbeda. Sebagai sebuah ‘’tanding ulang’’, situasi ini telah memicu terjadinya polarisasi politik dan sosial yang cukup kuat di tengah masyarakat Indonesia pasca-Pilpres 2019. Kekalahan kubu Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 yang terulang dalam Pilpres 2019 seakan semakin menguatkan kondisi polarisasi tersebut. Upaya rekonsiliasi politik yang dilakukan Joko Widodo semakin menegaskan adanya upaya pendekatan budaya yang selalu dilakukan Joko Widodo dalam setiap menyelesaikan
suatu persoalan masyarakat. Sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo selalu mengandalkan ‘’diplomasi meja makan’’ dalam melakukan dialog dengan berbagai pihak sebagai upaya mencapai kesepakatan atas penyelesaian persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Tentu masih terekam dalam benak kita bagaimana Joko Widodo berhasil memindahkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Surakarta tanpa menimbulkan gejolak, setelah melewati dialog panjang melalui puluhan kali ‘’diplomasi makan siang’’. Demikian juga diplomasi ini dilakukannya saat melakukan penataan bantaran sungai di Jakarta. Tradisi makan bersama bagi masyarakat Indonesia memang telah menjadi ajang melakukan dialog sosial antarwarga masyarakat, sebagaimana adat kenduren di masyarakat Jawa atau magibung pada krama Bali. Rekonsiliasi Terpadu Pilpres 2019 telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang serta penuh dengan drama politik. Sejak penentuan calon wakil presiden pada detikdetik akhir masa pencalonan, hingga masa kampanye yang
cukup panjang serta melelahkan. Secara sosial-politik, masyarakat seakan sedang menjalani kontestasi dalam durasi yang cukup lama; dengan disertai masih adanya residu persaingan dalam Pilpres 2014. Polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat pasca-Pilpres 2019 memang dianggap cukup mengkhawatirkan oleh banyak pihak. Hal ini lebih banyak disebabkan karena kontestasi Pilpres 2019 yang berlangsung secara head to head, serta diikuti oleh kontestan yang sama dengan Pilpres 2014. Situasi polarisasi tersebut tidak boleh berlangsung secara berlarut-larut, serta harus segera diakhiri. Karena hal ini dapat menghambat keberlangsungan pembangunan Indonesia pada masa-masa yang akan datang. Pendekatan kebudayaan harus digunakan dalam melakukan rekonsiliasi secara terpadu. Sebagaimana yang telah dilakukan para elite politik Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Megawati Soekarnoputri. Hanya melalui rekonsiliasi yang bernuansa budaya, maka semua persoalan akan dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Bukan tanpa alasan bahwa area kawasan Moda Raya Terpadu telah dipilih sebagai titik awal dalam
melakukan rekonsiliasi pascaPilpres dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Para elite politik seakan ingin membangun narasi politik bahwa rekonsiliasi yang telah mereka awali tidak bersifat tertutup dan elite. Budaya simbol yang telah melekat dalam keseharian bangsa Indonesia seakan ingin mereka narasikan. Area stasiun, halte, dan gerbong MRT adalah kawasan publik yang bisa diakses oleh semua warga bangsa. Ada simbolisme kehangatan, bukan retorika. Tahapan Pilpres/Pileg 2019 saat ini tinggal menunggu pelantikan presiden dan para legislator serta senator terpilih. Namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh segenap warga bangsa Indonesia. Agar berbagai kekurangan yang terjadi pada Pilpres/Pileg 2019 dapat disempurnakan pada Pilpres/Pileg 2024 nanti. Ada beberapa hal yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan dalam pilpres dan pileg. Pertama, harus dihindari munculnya calon presiden yang hanya berjumlah dua orang. Hal ini untuk mencegah terjadinya kontestasi yang bersifat head to head guna menghindari munculnya polarisasi masyarakat pasca-pilpres. Mungkin adanya ketentuan presidential threshold sebesar 20 persen, perlu dikaji ulang. Karena tidak banyak partai politik yang memiliki jumlah kursi lebih dari 10 persen di parlemen. Sehingga partai politik harus saling berkoalisi lebih dari dua partai, sekaligus mendorong munculnya calon presiden yang cenderung hanya berjumlah dua pasang calon. Kedua, durasi masa kampanye yang terlalu panjang perlu dievaluasi kembali. Tidak ada salahnya jika masa kampanye
Ubud, Model Destinasi Berkualitas Dunia UBUD kembali menorehkan prestasi yang membanggakan pariwisata Indonesia. Destinasi berbasis pedesaan yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali ini berhasil masuk sebagai kota terbaik ketiga di Asia oleh majalah asing Travel + Leisure. Di peringkat pertama Hon An (Vietnam), dan di peringkat kedua Chiang Mai (Thailand). Sedangkan di peringkat dunia, Ubud berada di urutan 15 teratas. Model destinasi berkualitas seperti Ubud layak direplikasi di daerah lain di Tanah Air untuk merebut masa depan pasar wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Akar dari kualitas destinasi Ubud terletak pada kemampuan destinasi tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mendalam bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Dalam konsep turisme, Ubud menawarkan total experience, yang mampu memenuhi kebutuhan jiwa yang mendalam bagi setiap wisatawan, yakni kesegaran jiwa, kebahagiaan. Relevansi eksistensi Ubud dengan kebutuhan umat manusia modern ada pada tantangan peradaban global yang terangkum dalam kekhawatiran akan terjadinya depresi global. Hal itu pernah menjadi concern WHO (World Health Organization). Pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, 10 Oktober 2012, tema/isu yang diangkat adalah ‘’Depression: A Global Crisis’’. Menurut WHO, gangguan depresi mengenai lebih dari 350 juta orang setiap tahunnya. Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, deteksi dini
Oleh Dewa Gde Satrya depresi dilakukan pada setiap layanan primer kepada setiap pasien yang datang mencari pertolongan medis. Tahun ini, Federasi Dunia untuk Kesehatan Jiwa (World Federation of Mental Health) menetapkan tema ‘’Mental Health in Older Adults’’. Turisme sebagai bagian penting dari kehidupan seharusnya difungsikan sebagai salah satu tools untuk mengobati jiwa masyarakat Indonesia. Potensi munculnya stres yang kian sporadis, mulai dari rumah, di jalan, tempat kerja/sekolah, hingga lingkungan sekitar, berpotensi merapuhkan ketahanan jiwa. Dugaan mudahnya masyarakat stres dan menderita depresi terkait rendahnya waktu luang untuk leisure dan berwisata. Oleh karena problem/pemicu stres, khususnya tekanan hidup yang kian berat tak dapat dielakkan lagi, maka fenomena empiris relasi dua aspek tersebut seharusnya semakin menumbuhkan ruang dan kebutuhan untuk berwisata. Kepariwisataan semakin menjadi salah satu kebutuhan esensial manusia di samping kebutuhan pokok yang lainnya, kebutuhan berwisata menjadi sangat dibutuhkan dalam rangka live balancing dari rutinitas keseharian manusia dan tentu saja untuk meningkatkan ‘’antibodi’’, berupa ketahanan jiwa dari pemicu stres dan depresi. Maka timbullah usaha-usaha
dalam memenuhi kebutuhan berwisata dan leisure seperti shopping, sport tourism, tour package. Artinya, di level kebutuhan mendasar pun, masyarakat menengah ke bawah tidak cukup hanya mengejar kebutuhan fisik manakala aktivitas berwisata tidak terpenuhi. Apalagi masyarakat yang menurut teori hirarki kebutuhan Maslow telah terpenuhi seluruhnya, bahkan semakin berkesempatan untuk mengakses sebesarnyabesarnya untuk berwisata. Ini justru memperlihatkan betapa ladang kepariwisataan di Tanah Air terbuka luas bagi penggalian pundi-pundi negara, dan di kalangan masyarakat luas memberikan peluang untuk mengkreasikan semakin banyak bentuk kewirausahaan guna memenuhi kebutuhan berwisata manusia modern yang semakin sulit terbendung. Ubud Obat Bukti bahwa turisme, dan bahkan destinasi wisata, menjadi obat alami bagi jiwa-jiwa manusia modern dapat ditemui di Ubud. Salah satu kawasan di Kabupaten Gianyar itu memiliki sejarah penamaan hingga sekarang dikenal dengan nama Ubud. Rsi Markandya, seeorang yang suci yang hidup pada zaman Majapahit, menemukan obat alami yang menyembuhkan berbagai penyakit di
sebuah sungai di desa yang kini bernama Ubud. Di Ubud, terasa kuat sikap tuan rumah yang baik (be a good host) bagi setiap pendatang, memperlakukan tamu secara baik (treat your guest properly) dan membangun sebuah ‘‘rumah’’ yang nyaman bagi turis (building a home sweet home). Hermawan Kartajaya (2009) menyatakan karakteristik manajemen dan keseluruhan Ubud merupakan kisah sukses penerapan prinsip marketing 3.0 yang dewasa ini menjadi metode yang pas di era human-centric ini. Era customer-centric dengan pendekatan marketing 1.0 dan era customer-centric dengan pola marketing 2.0 telah berlalu. Dalam konsep marketing 3.0, sinergi antara profit oriented dengan tanggung jawab sosial penciptaan nilai-nilai positif untuk umat manusia (komunitas lokal khususnya), alam dan lingkungan hidup, kebudayaan dan kearifan lokal, merupakan suatu keniscayaan. Seperti asal kata Ubud yaitu obat, Ubud seperti obat kehidupan bagi siapa pun yang berada dan tinggal di dalamnya. Demikian pula aktivitas turisme, merupakan obat alami bagi jiwa-jiwa manusia Indonesia modern. Bagi stakeholder pariwisata di Tanah Air, mari kita belajar dari Ubud untuk menciptakan destinasi yang berkualitas. Penulis, Dosen Hotel & Tourism Business Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya
dapat dipersingkat. Karena realitasnya, masa kampanye yang cukup panjang tidak efektif dalam menghasilkan pemahaman yang mendalam atas program-program calon presiden. Namun justru memunculkan nuansa persaingan yang semakin meruncing di tengah masyarakat. Situasi ini justru sangat melelahkan secara fisik dan psikis kondisi sosial masyarakat. Ketiga, implementasi pemilu serentak mungkin juga perlu didefinisikan ulang. Hal ini guna menghindari ‘’tenggelam’’nya pemilu legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sebagaimana yang terjadi pada pemilu serentak 2019. Barangkali pemilu serentak bisa dipilah menjadi dua pemilu serentak yang dilaksanakan pada dua waktu yang berbeda. Yaitu pemilu serentak di tingkat pusat, berupa pemilu presiden, DPR, dan DPD. Serta pemilu serentak di tingkat daerah, yaitu pemilu gubernur/bupati/ wali kota, dan DPRD provinsi/ kabupaten/kota. Rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019 harus dilakukan secara terpadu, tuntas dan berkelanjutan. Sehingga segenap bangsa Indonesia dapat segera bergerak maju menuju pada apa yang dicita-citakan oleh kedua kontestan Pilpres 2019. Karena bagaimanapun, presiden terpilih dalam Pilpres 2019 adalah presiden bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya presiden bagi konstituennya saja. Apa pun pilihan politik kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
POJOK Limbah padat ancam kelestarian hutan mangrove di Nusa Dua. - Ancaman bagi manusia. *** SDN 3 Blimbingsari Negara hanya dapat tiga siswa baru. - Krisis dunia pendidikan. *** Soal rumah susun di Bali, jangan hanya untuk kepentingan investor. - Pikirkan sosial budaya Bali juga.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
KPU Mutakhirkan Data Pemilih
Tabanan (Bali Post) Pilbup Tabanan akan digelar tahun 2020. KPU Tabanan pun telah melakukan sejumlah persiapan untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut, salah satunya melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Kegiatan tersebut sudah dimulai Jumat (26/7) lalu. ‘’Sejak Jumat kemarin sudah dilakukan pembukaan kotak suara untuk mencari data DPK yang tersimpan di dalam kotak suara,’’ ungkap Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa, Minggu (28/7) kemarin. Pembukaan kotak suara untuk mencari data DPK tersebut sesuai Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih dalam Negeri dan SE KPU Nomor 942 Tahun 2019 tentang Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan. ‘’Jadi dasar hukumnya jelas, dan dalam pembukaan kotak itu kita juga melibatkan Bawaslu, kepolisian, partai politik serta pihak terkait seperti Kesbangpol dan Disdukcapil,’’ tegasnya. Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Tabanan I Ketut Sugina menjelaskan, Daftar Pemilih Khusus (DPK) dalam pemilu 2019 merupakan warga negara yang memiliki hak pilih dan memenuhi syarat sebagai pemilih namun belum terdaftar dalam DPT. ‘’Kategori DPK ini adalah warga negera yang saat pemilu 2019 datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan KTP elektronik, sehingga datanya hanya tercatat di dalam C7 (daftar hadir) dan tersimpan di dalam kotak suara,’’ bebernya. Atas hal itulah guna pemutakhiran data pemilih,
data DPK diambil dari dalam kotak suara. Data DPK akan disusun dan dianalisa untuk kemudian dilakukan perbaikan data jika ada data yang invalid. Data akan diunggah ke dalam Sidalih sebagai proses pemutakhiran data berkelanjutan. ‘’Dalam proses DPK ini, kami juga akan berkoordinasi dengan Disdukcapil Tabanan untuk melakukan sinkronisasi data jika ada data yang invalid dalam artian tidak lengkap elemen datanya, salah menulis NIK atau lainnya,’’ beber Sugina. Dijelaskannya lebih lanjut, dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan bekerja ekstra menyajikan daftar pemilih yang berkualitas. Untuk efisiensi kinerja, Sugina mengaku telah membentuk 4 tim kecil. Tiap tim menangani beberapa kecamatan sesuai dapil di Kabupaten Tabanan. ‘’Awal Agustus, data DPK ini harus sudah diunggah di Sidalih,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan I Ketut Narta menjelaskan, pihaknya berkewajiban memastikan KPU melakukan pembukaan kotak suara untuk mengambil formulir model A DPK-KPU. ‘’Sesuai surat Bawaslu RI tertanggal 15 Juli 2019, maka kami Bawaslu Tabanan memastikan KPU Kabupaten Tabanan dalam pembukaan kotak suara itu hanya untuk mengambil formulir A DKP-KPU atau C7 DPK dan selanjutnya meminta KPU menuangkan kegiatan buka kotak ini ke dalam sebuah berita acara,’’ jelas Narta. Pihaknya akan mengawal proses pemutakhiran daftar pemilih sehingga nantinya KPU Tabanan dapat menyajikan daftar pemilih berkelanjutan. (kmb28)
Bali Post/ist
PEMUTAKHIRAN DATA - Staf dan petugas KPU Tabanan berupaya segera menyelesaikan pemutakhiran data pemilih untuk Pilkada 2020.
Rendah, Realisasi Program AUTSK Tabanan (Bali Post) Selain AUTP, Kementan juga membuat Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTSK). Pada program ini, peternak cukup membayar 20 persen dari premi yang sebesar Rp 200.000 per ekor. Namun, realisasi program ini masih tergolong kecil. Salah satu penyebabnya karena banyak sapi yang belum memakai eartag, selain juga karena sosialisasi program ini belum maksimal. Terkait hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan berencana bekerja sama dengan Perbekel untuk kembali mensosialisasikan AUTSK. Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Minggu (28/7) kemarin mengungkapkan, meski realisasinya masih tergolong rendah, program ini sejatinya mendapat sambutan baik dari masyarakat. Masyarakat di Kecamatan Pupuan, Selemadeg dan Selemadeg Timur cukup banyak yang berminat mengikuti program ini. Hanya saja kendala yang dihadapi kebanyakan sapi betina yang akan diikutkan dalam program ini belum ber-eartag. ‘’Eartag semacam pengingat untuk antisipasi agar sapi yang tidak terdaftar dilaporkan untuk mendapat
klaim,’’ bebernya. Terkait hal itu, Wiadnyana mengimbau petani yang hendak mengikuti AUTSK untuk mencari eartag ke Dinas Pertanian. ‘’Cukup membawa KTP saja, karena eartag ini memang menjadi salah satu prasyarat,’’ terangnya. Di Kabupaten Tabanan, lanjut Wiadnyana, sampai Juli 2019 sudah ada 500 ekor sapi yang didaftarkan ikut AUTSK, dari prediksi serapan mencapai 750 ekor. Sapi yang boleh diikutkan dalam program ini tidak ada batasan umur, tetapi disarankan yang indukan. Karena tujuan AUTSK, selain mencegah kerugian peternak saat sapi mati dan hilang, juga menjaga populasi sapi betina di Tabanan agar petani tidak buru-buru menjual sapi peliharaannya untuk keperluan konsumsi. ‘’Nilai pertanggungan kalau mati saat beranak, mati karena penyakit, dan mati karena kecelakaan Rp 10 juta per ekor,’’ ucapnya. Program AUTSK yang diikuti peternak untuk tahun 2019 adalah gratis. Hal ini lantaran pembayaran premi dibiayai oleh pemerintah pusat dan APBD untuk alokasi 500 ekor. Sistemnya, 80 persen dibayarkan pusat, sisanya yang sebesar Rp 40 ribu per ekor dianggarkan di APBD kabupaten. (kmb28)
Gusti Putu Wiadnyana
Bali Post/bit
Bali Post/dok
BEDAH RUMAH - Salah satu rumah tidak layak huni yang masuk kualifikasi penerima program bedah rumah.
Daftar Tunggu Bedah Rumah Capai Seribu Unit
Tabanan (Bali Post) -
Program bedah rumah masih sangat diminati warga kurang mampu. Di Kabupaten Tabanan, jumlah daftar tunggu bedah rumah tercatat 1.000 lebih. Tahun ini hanya 19 unit yang mendapatkan bedah rumah dari APBD Tabanan. Kasi Fakir Miskin Dinas Sosial Tabanan Ni Made Adi Gandawati mengatakan, bedah rumah tahun ini hanya mampu menyasar belasan unit lantaran keterbatasan anggaran. Sisanya, secara bertahap akan terus diusulkan mendapatkan bedah rumah baik melalui APBD Tabanan ataupun bantuan BKK dan CSR. ‘’Untuk data penerima program bedah rumah, kami dapatkan dari hasil survei petugas Program Keluarga
Harapan (PKH) di tiap desa. Mereka yang tahu persis kondisi warga di wilayahnya masing-masing,’’ terangnya, Minggu (28/7) kemarin. Dijelaskannya, 19 unit penerima bantuan program bedah rumah menyebar di sembilan kecamatan di Tabanan, yakni Selemadeg, Tabanan, Selemadeg Timur, Baturiti, Marga, Selemadeg Barat, Penebel, Pupuan dan Kediri. ‘’Dari usulan proposal yang diajukan, kami cek kelayakan kembali ke lapangan
dan memang masuk kategori rusak berat. Atap, lantai dan dinding tidak layak,’’ ucapnya. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menambahkan, program bedah rumah yang didanai APBD Tabanan ini tidak saja berupa pembangunan rumah ukuran 6 x 4,5 meter dengan fasilitas dua kamar tidur dan satu kamar mandi, namun juga diberikan fasilitas lainnya, seperti tempat tidur, kasur, bantal
dan lemari pakaian untuk satu kamar. ‘’Juli ini sudah pengerjaan,’’ ucapnya. Menurut Gunawan, dari seribu unit daftar tunggu program bedah rumah, pihaknya masih harus melakukan verifikasi. Ada skala prioritas yang menjadi poin untuk mendapatkan program ini, seperti terdaftar dalam daftar rumah tangga miskin dan masalah sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial. Daftar tunggu bisa saja bertambah seiring adanya program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni yang anggarannya berasal dari Kementerian Sosial. ‘’Kita rutin dapat anggaran pusat
untuk renovasi rumah tak layak huni. Jadi, misalnya lama tidak diperbaiki dan rusak, maka masuk dalam list tunggu program bedah rumah,’’ ucapnya. Rumah tidak layak huni yang sudah masuk dalam list bantuan bedah rumah nantinya akan mendapat bantuan Rp 30 juta per unit. Terkait belum terjangkaunya bantuan untuk seluruh rumah tidak layak huni, pihaknya hanya bisa berharap dari CSR perusahaan. ‘’Selama ini sudah banyak perusahaan yang cukup membantu lewat CSR mereka, dan kami sangat berterima kasih sekali,’’ ucapnya. (kmb28)
Pilpres ala SDN 1 Mambang Bentuk Mental Positif Siswa
Tabanan (Bali Post) Inovasi terus dimunculkan SDN 1 Mambang. Tidak hanya soal penanganan sampah plastik, sekolah yang berlokasi di Kecamatan Selemadeg Timur ini tiap tahunnya juga memiliki agenda menarik yakni pemilihan presiden (pilpres) layaknya pemilu sebenarnya. Seluruh tahapan pemilihan dilakukan oleh siswa kelas IV, V dan VI. Sedangkan penyelenggara pemilihan adalah alumni SDN 1 Mambang yang kini duduk di bangku SMP. Guru Pembina SDN 1 Mambang I Wayan Budi Susila menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk pengenalan demokrasi yang santun dan damai sejak dini. Tahun ini merupakan pemilihan yang ke-11 kalinya. Kegiatan tersebut sejenis ekstrakulikuler yang mengajarkan siswa cara berorganisasi sekaligus memperkenalkan politik sejak dini. Di dalamnya, siswa akan berperan menjadi presiden, wakil presiden dan menteri. Mereka menjabat selama setahun untuk mewujudkan program sekolah. Contohnya, siswa yang ditunjuk menjadi menteri keuangan, ber-
tanggung jawab dalam hal mengurus tabungan siswa. Menteri agama bertugas mempersiapkan upacara keagamaan di sekolah. Menteri kebudayaan dan pendidikan bertugas mengontrol dan koordinator ekstrakulikuler. Menkopulhukam bertugas mengecek keamanan sekolah. Siswa yang terlambat, salah kostum, akan didata menkopolhukam dan dilaporkan ke guru piket. Selain itu, ada sejumlah posisi menteri lainnya dengan tugas masing-masing. Dikatakan Budi, ide pembelajaran demokrasi ini dilatarbelakangi adanya perilaku siswa SD yang membuat grup-grup sebagai pemecah persatuan. Ada kelompok yang dikucilkan, ada juga kelompok yang ditakuti sehingga menimbulkan perkelahian. Atas dasar itulah Budi Susila berkomitmen membentuk wadah dalam menyalurkan hal negatif tersebut menjadi ke hal positif. Satu hal yang pasti, lewat kegiatan ini paling tidak dapat menumbuhkan rasa percaya diri sehingga siswa berani mengeplorasikan diri di depan umum. Namun dalam pembinaan ini Budi Susila lebih condong men-
gajarkan siswanya bersikap toleran dan bekerja sama yang baik dalam membangun sekolah dan membentuk karakter siswa sendiri. Guna mendukung program pembelajaran ini, pihaknya membentuk tiga partai yakni Partai Demokratis, Partai Idealis dan Partai Patrioritis, dengan anggota partai yang diikutkan mulai dari siswa kelas IV hingga ke-
las VI. Sementara kelas I hingga III hanya ikut serta sebagai pemilih. ‘’Saya ingin membentuk karakter mereka, dan memperkenalkan demokrasi di Indonesia sejak dini,’’ terangnya. Tata cara pilpres ala SDN 1 Mambang dikemas seperti pilpres di Indonesia. Mulai dari adanya penetapan calon yang diusung oleh partai masing-masing atau boleh
mencalonkan secara independen, kampanye, pemungutan suara, penetapan pemenang hingga pelantikan kabinet. ‘’Selama adanya kabinet yang dibentuk ini, guru sangat terbantu sekali dan hanya fokus mengajar saja. Mulai dari kebersihan, keamanan sekolah, siswa sudah terbiasa melakukannya. Namun, tetap kami pantau,’’ terangnya. (kmb28)
Bali Post/bit
CAPRES - Capres SDN 1 Mambang dari Partai Demokratis I Made Galang Ari Sanjaya (kanan) didampingi tim sukses I Gede Teguh Diksha Laksmana.
BULELENG Tangani Pencemaran Kali Mumbul Ditata
8
Singaraja (Bali Post) – Kali Mumbul yang melintasi empat kelurahan di Kecamatan Buleleng belakangan ini mengalami pencemaran. Pencemaran itu dipicu kurangnya kesadaran warga terkait menjaga kebersihan bantaran kali itu. Selain itu, dipercaya selama ini agenda penataan program kebersihan di kali ini belum optimal. Tidak ingin pencemaran itu terus bertambah parah, pemerintah Kecamatan Buleleng mulai menyusun program-program efektif untuk menata bantaran Kali Mumbul itu. Mengawali penyusunan program itu, akhir pekan lalu, pemerintah kecamatan dan kelurahan terkait melakukan peninjauan lapangan. Pemantauan ini dipimpin Camat Buleleng Gede Dody Otavia Askara didampingi aparat Kelurahan Kampung Kajanan, Kampung Anyar, Kaliuntu, dan Kampung Bugis. Dody mengatakan, program ini dijalankan selain untuk menjaga kebersihan bantaran
kali, juga pihak pemerintah ingin permukiman di dekat bantaran kali itu menjadi kawasan permukiman yang layak huni. Karena itu, mau tidak mau harus bebas dari kesan lingkungan semrawut atau kumuh. Dari pantauan lapangan selama ini, Kali Mumbul itu mengalami pencemaran akibat sampah yang sengaja dibuang di aliran kali itu. Perilaku kurang baik itu tidak bisa dihindari karena di bantaran kali itu belum dilengkapi sarana prasarana untuk menampung sampah yang dihasilkan warga di sana. “Pencemaran ini jadi membuat kebersihan sanitasi di Kali Mumbul itu tidak terpelihara dengan baik,” katanya. Mantan Sekretaris Kecamatan Kubutambahan itu menambahkan, menunggu program penataan kali itu direalisasikan, pemerintah akan melakukan program jangka pendek. Seperti membersihkan endapan sedimentasi lebih dulu. Untuk program itu, pihaknya akan melibat-
kan komponen masyarakat dan stakeholder terkait. Termasuk, melakukan edukasi menyasar warga yang tinggal di bantaran kali. Agenda itu penting untuk menyadarkan warga agar mereka peduli kebersihan kali, sehingga bisa mengurangi volume sampah yang dibuang di bantaran kali. Perlu pula dibangun sarana pengolahan limbah dengan membuat bak penampungan limbah komunal. Program lainnya, bantaran kali itu dijadikan media pemeliharaan budi daya ikan air tawar. Program jangka panjang lainnya, menata pembangunan permukiman dengan menjadikan tampak depan kawasan ke bantaran kali, sehingga bisa mengatasi terjadinya kesan kumuh di lokasi kali itu. “Sebagai program jangka pendek, kami akan melibatan semua komponen masyarakat di bantaran kali. Agenda jangka panjang dijalankan melalui agenda program dari kabupaten,” jelasnya. (kmb38)
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
Bali Post/kmb38
ANTIKORUPSI – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menghadiri sosialisasi antikorupsi di Taman Kota Singaraja, Minggu (28/7) kemarin.
Cegah Muncul Bibit Korupsi
ASN Perlu Taati Regulasi Pendidikan Antikorupsi Singaraja (Bali Post) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Buleleng diingatkan untuk mengikuti regulasi pendidikan antikorupsi yang sudah diprogramkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Cara ini dinilai efektif dalam upaya mencegah munculnya bibit korupsi yang merugikan keuangan pemerintah.
Bali Post/kmb38
TATA KAWASAN - Kali Mumbul yang melintasi empat kelurahan di Kecamatan Buleleng mengalami pencemaran. Mengatasi masalah ini, pemerintah menata kawasan itu melalui program jangka pendek dan program jangka panjang.
Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menghadiri Car Free Day yang diisi sosialisasi antikorupsi, Minggu (28/7) kemarin. Kegiatan itu merupakan rangkaian terakhir Road Show Bus KPK yang mengusug tema “Jelajah Negeri Bangun Anti-Korupsi” di Buleleng. Bupati mengatakan, efisiensi pendidikan antikorupsi itu merupakan langkah inovatif. Sosialisasi itu menjadi keniscayaan dalam usaha memperbesar manfaat
antikorupsi itu. Selama tiga hari roadshow bus KPK telah banyak memberikan manfaat baik kepada para ASN dan komponen masyarakat di daerahnya. Pihaknya berharap, ASN melaksanakan konsep akuntabilitas dan transparan dengan baik terutama dalam pengelolaan keuangan. Hal ini merupakan suatu program aksi nyata untuk mengimplementasikan pendidikan antikorupsi yang sudah masuk dalam regulasi. “Dengan demikian, niat
melakukan pelanggaran aturan akan hilang, karena para ASN itu dalam bekerja senantiasa mengikuti regulasi yang ada,” katanya. Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPKGuntur Kusmeiyano mengatakan, antusiasme masyarakat Buleleng mengikuti roadshow ini begitu tinggi. Ini ditunjukkan oleh para peserta yang begitu semangat terlibat dalam materi kegiatan KPK itu, terutama yang digelar di dalam gedung hingga melebihi
kapasitas. Selama tiga hari kegiatan sosialisasi antikorupsi itu, masyarakat di Den Bukit sangat kritis. Dengan antusiasme peserta yang relatif tinggi itu, dipercaya pemberantasan korupsi bisa lebih optimal dilakukan. Selain itu, dari pengaduan-pengaduan masyarakat yang diterima terkait teknis unit-unit kerja, tidak hanya dalam lingkup pemerintah daerah, tetapi perilaku ASN secara pribadi juga tergolong tinggi. “Kegiatan ini menjadi momentum bersama untuk terus mengupayakan perilaku antikorupsi yang lebih baik. Apalagi program- program antikorupsi terintegrasi dengan baik,” ujarnya. (kmb38)
200 Pelari Bersih-bersih Sampah Plastik Cara Edukasi Efektif Konservasi Buyan-Tamblingan
Kawasan konservasi Buyan–Tamblingan dikunjungi 200 pelari dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (28/7) kemarin. Tidak hanya berolahraga, mereka juga melaksanakan aksi bersih-bersih sampah plastik yang menyasar kawasan Danau Buyan dan di lereng hutan lindung di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Sukasada. Aksi yang dikemas dalam “Buyan Jungle Run” itu dirangkaikan juga dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2019. Lalu, bagaimanakah wujud riil cara edukasi efektif yang ditunjukkan para pelari pada event itu terkait kepedulian mereka terhadap lingkungan di kawasan tersebut? DIREKTUR Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) Asep Sugiharta mengatakan konservasi di Indonesia didasari UU No. 5 Tahun 1990. Dengan regulasi itu, aktivitas konservasi dilakukan dengan penerapan tiga konsep yakni perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragamaan hayati, dan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati serta ekosistemnya. Mengacu pada tiga konsep itu, kawasan Buyan-Tamblingan merupakan salah satu con-
toh kegiatan konservasi yang difungsikan sebagai Taman Wisata Alam (TWA). Dalam menjalankan fungsinya itu tidak terlepas dengan terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan sampah plastik. Mengatasi ancaman pencemaran itu memerlukan dukungan setiap komponen masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke TWA BuyanTamblingan. “Konservasi di Buyan-Tamblingan ini wajib apalagi difungsikan sebagai kawasan wisata alam. Situasi ini dihadapkan dengan tantangan kerusakan lingkungan akibat sampah.
Mengatasi gangguan itu perlu partisipasi aktif semua pihak terutama dalam rangka menjaga kebersihan di kawasan ini,” pintanya. KLHK, kata Asep, telah membentuk kader konservasi di beberapa daerah. Kader ini mengampanyekan partisipasi menjaga kebersihan kawasan konservasi. Itu bisa dilakukan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Dengan kesadaran itu dipercaya dapat mencegah terjadinya pencemaran terutama akibat sampah plastik. “KLHK sudah membentuk kader konservasi. Mereka akan terus berkampanye tentang kebersihan lingkungan konservasi itu. Salah satunya, hal itu ditunjukkan dengan tidak berperilaku membuang sampah sembarangan di kawasan konservasi, sehingga dapat mencegah pencemaran itu sendiri,” jelasnya. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana menyambut positif digelarnya “Buyan Jungle Run” 10 Kilometer. Diakuinya, event ini secara langsung memberikan kontribusi positif terhadap
kunjungan wisatawan domestik ke kawasan konservasi Buyan– Tamblingan. Ini dibuktikan dengan kehadiran 200 pelari. Mereka diyakini dapat menambah kunjungan. Sebab, setelah event itu, peserta dapat menyebarluaskan informasi dan pengalaman sehingga ke depan dipercaya ada peningkatan kunjungan ke Bali Utara. Selain itu, keterlibatan peserta melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik itu, menunjukkan kesadaran pengunjung akan kebersihan lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, mengedukasi warga bersama agar mereka peduli menjaga kebersihan lingkungan yang baik. “Kami menyambut baik karena tidak saja para pelari itu berkunjung, namun semua peserta itu mempraktikkan konsep Sapta Pesona terutama kebersihan dan kenyamanan di konservasi Buyan-Tamblingan,” jelasnya. Selain aksi bersih-bersih sampah plastik, Buyan Jungle Run 10 Kilometer, juga diisi pelepasan satwa yang dilindungi ke habitat aslinya. Salah satu jenis satwa yang dilepasliarkan itu adalah landak. (mud)
Bali Post/kmb38
AKSI BERSIH-BERSIH – Dua ratus pelari dari berbagai daerah di Indonesia melaksanakan aksi bersih-bersih sampah plastik di konservasi Buyan–Tamblingan, Minggu (28/7) kemarin.
GIANYAR Bali Zoo Kembali Lepasliarkan Landak Jawa Langka ke Alam
9
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
LANDAK - Bali Zoo bersama BKSDA Bali untuk kedua kalinya melepasliarkan satwa Landak Jawa langka di Kawasan Taman Alam, Danau Buyan, Danau Tamblingan. DALAM rangka rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Bali Zoo bersama BKSDA Bali untuk kedua kalinya melepasliarkan satwa landak Jawa (Hystrix Javanica). Sejumlah enam ekor landak Jawa dilepasliarkan di kawasan Taman Alam Danau Buyan, Danau Tamblingan dalam program Buyan Jungle Run 10k 4th Series yang diselenggarakan oleh BKSDA Bali. Hewan yang dilepasliarkan terdiri dari satu ekor jan-
tan dan lima ekor betina yang memiliki berat mulai dari 5 kg sampai 6 kg dengan kisaran umur 1 hingga 2 tahun. Landak Jawa merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang kelestariannya mulai diperhitungkan. Pelepasliaran landak Jawa ini sebagai salah satu upaya konservasi untuk mempertahankan spesies yang populasinya menurun drastis akibat perburuan liar. Sebelumnya Bali Zoo telah berhasil untuk pertama kalinya melepasliarkan
satwa landak Jawa pada 14 April 2016 di area Pura Kalung Besi, Penebel sebanyak 10 ekor -- 7 jantan dan 3 betina. Jumlah Landak Jawa di Bali Zoo saat ini ada sebanyak 15 ekor dan akan terus dikembangbiakkan. ‘‘Sebagai Lembaga Konservasi, Bali Zoo sudah berhasil mengembangbiakkan puluhan satwa dan salah satunya landak Jawa. Sesuai dengan tagline Bali Zoo, Love.Conserve.Share. kami sangat peduli terhadap kelestarian satwa salah satunya melalui pelepasliaran landak Jawa ini dengan harapan dapat melanjutkan regenerasinya dan tetap menjaga keseimbangan ekosistemnya di alam bebas, ke depannya Bali Zoo juga akan melepasliarkan berbagai satwa yang telah berhasil dikembangbiakkan’’ ujar Emma Kristina Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo, Minggu (28/7) kemarin. Selain melepasliarkan landak Jawa, pada bulan ini 25 Juli Bali Zoo juga telah sukses untuk melepasliarkan Boris, seekor individu owa Jawa jantan Bali Zoo bersama dengan The Aspinall Foundation dan BKSDA Jawa Barat di Cagar Alam Situ Patengan, Jawa Barat. (ad886)
Obati Berbagai Penyakit
Daun Urat Merah Laku Dijual
Gianyar (Bali Post) Seorang warga Desa Taro Kecamatan Tegallalang, Ni Wayan Niti, kini tengah mencoba membudidayakan tanaman obat daun urat merah. Daun dari tanaman ini diketahui bisa menyembuhkan berbagi jenis penyakit. Minat akan daun ini pun cukup tinggi, bahkan wanita 36 tahun bisa menjual daun tanaman tersebut senilai ratusan ribu rupiah. Ni Wayan Niti, Minggu (28/7) kemarin menerangkan, daun urat merah diyakini bisa mengobati penyakit asam urat, kencing batu, gejala gagal ginjal, hingga melancarkan peredaran darah. Diakui telah banyak orang membuktikan khasiat dari daun tersebut. Bahkan konsumennya tidak hanya dari daerah Gianyar, melainkan dari luar Bali banyak yang sengaja datang ke Desa Taro untuk mendapatkan daun tersebut. “Daun urat merah ini di-
percaya bisa memperlancar peredaran darah, selain itu juga sangat cocok untuk mengobati penyakit kencing manis, asam urat, dan gejala-gejala penyakit lainnya. Bukan untuk menghilangkan rasa sakit, tapi untuk menghilangkan penyakit itu sendiri,” ungkapnya. Permintan yang ia terima untuk daun ini pun cukup tinggi, hingga ia berinisiatif untuk menjual daun tersebut. Dikatakan per helai daun dijual seharga Rp 1.000. Mereka yang memesan rata-rata membeli 100 sampai 200 lembar daun. Meski demikian, Ni Wayan Niti mengaku dalam sehari belum tentu dapat menjual daun urat merah tersebut. Terkadang ia hanya memberikan secara cuma-cuma untuk warga setempat yang membutuhkan, terkadang juga ada yang membelinya. Disinggung penjualan dari daun tersebut, dikatakan dalam seminggu bisa Rp 200 ribu sampai Rp
300 ribu. “Minggu lalu ada juga yang datang orang dari Surabaya, dia ke sini untuk mencari daun ini. Karena sebelumnya sudah sempat mencoba minum rebusannya dibilang bisa menyembuhkan penyakit asam uratnya. Minggu lalu dia lagi beli, kalau pohonnya dibeli belum tentu itu bisa tumbuh,” ujarnya. Ia menyampaikan cara menyajikan daun itu cukup direbus dua lembar daun dengan satu gelas air minum, untuk satu orang dewasa. Ketika warnanya sudah menguning seperti teh, maka sudah bisa diminum perlahan saat hangat-hangat kuku. Cukup diminum pagi dan malam hari saja, penyakit yang diderita dikatakan akan mulai sembuh. “Khasiat daun urat merah akan terlihat ketika air rebusannya itu diminum secara rutin setiap bangun tidur selama satu sampai dua bulanan,” tutupnya. (kmb35)
Bali Post/
DAUN URAT - Ni Wayan Niti, penjual daun urat merah, tengah memetik daun yang akan dijual di pekarangan rumahnya Banjar Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Minggu (28/7) kemarin.
Kerugian Capai Miliaran
Polisi Bidik Empat Lembaga Keuangan
Gianyar (Bali Post) -
Jajaran Sat Reskrim Polres Gianyar kini fokus membidik kasus korupsi yang membelit sejumlah koperasi dan LPD di Kabupaten Gianyar. Bahkan saat ini ada empat kasus yang dalam penyelidikan polisi. Kerugian yang ditimbulkan dari kejahatan ini pun dipastikan mencapai miliaran rupiah. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan menerangkan saat ini jajarannya memang fokus melakukan penyelidikan empat kasus korupsi. Ditegaskan, empat kasus tersebut terkait permasalahan pada lembaga keuangan meliputi koperasi dan LPD di gumi seni ini. “Itu masih lidik semua, rata-rata terkait dengan masalah koperasi dan LPD,“ tegasnya. Dikatakan, hasil penyelidikan sementara pada empat kasus lembaga keuangan itu dominan dipicu oleh penggelapan anggaran yang dilakukan oleh pengurus. Sebab itu pihaknya pun memastikan yang akan menjadi sasaran tersangka adalah pengurus lembaga keuangan tersebut. “Ini masih lidik belum ada penetapan tersangka. Ke depan sasaran pastinya pengurus, karena ini penggelapan dana dalam
jabatan, “ katanya. Disinggung lembaga keuangan mana di Kabupaten Gianyar yang sedang ditangani, Kasat Reskrim masih enggan menjabarkan, pihaknya memastikan dalam waktu dekat ini akan ada satu kasus yang dirampungkan. “Nanti ya,” ujarnya singkat. AKP Denni megungkapkan, dari empat kasus dugaan korupsi yang ditangani ini rata-rata memicu kerugian dari Rp 500 juta hingga miliaran rupiah. Jumah itu pun menunjukan cukup banyak masyarakat yang dirugikan akibat penggelapan tersebut. “Nilai kerugian yang ditimbulkan untuk tingkat Gianyar rata-rata segitu,“ tandasnya. Sebelumnya polisi menuntaskan penanganan kasus LPD Pacung, Kelurahan Bitera, dengan tersangka Ketua LPD I Nyoman Jaya. Ter-
sangka 51 tahun itu dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18, subsider pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU RI No. 31 Tahun 1999. Berdasarkan tiga pasal itu, tersangka diancam maksimal 20 tahun penjara. Dalam berkas perkara, tersangka Jaya disebut merugikan keuangan negara dan keuangan LPD Pacung sejumlah Rp 142.928.523. Perhitungan kerugian negara itu telah dihitung oleh akuntan independen Ketut Gunarsa pada 12 September 2018. Sementara dalam lapo-
ran akuntan independen Ketut Gunarsa, tersangka disebut mengambil alih posisi kasir. Pada 2012, saldo kas LPD sebesar Rp 146.476.029. Namun kenyataannya salod kas LPD hanya Rp 3.547.500. Sehingga terdapat selisih Rp 142.928.523, yang dipergunakan oleh tersangka Nyoman J a y a . (kmb35)
Tingkatkan Pengetahuan Dokter
RSU Kasih Ibu Saba Gelar Seminar Medis Nasional Hyperbaric RUMAH Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Saba menggelar Seminar Medis Hyperbaric pada Sabtu (27/7). Kegiatan yang diikuti ratusan dokter se-Bali ini, bertujuan untuk memperkenalkan terapi hiperbarik yang memiliki berbagai manfaat dalam menyembuhkan banyak penyakit. Seminar ini diisi pemateri oleh para ahli terapi hiperbarik. Seperti Prof. Dr. dr. Muhamad Guritno Suryokusumo, SMHS., DEA. yang membawakan materi tentang HBOT Indication Consensus Update. Dr. dr. Titut Hernanik, M.Kes. yang dalam seminar itu membawakan materi HBOT vs Rheumatoid Arthritis. Pemateri ketiga tentang materi HBOT In Wound Healing dibawakan oleh Dr. dr. I Nyoman Semadi, Sp.B., Sp.BTKV(K). Direktur RSU Kasih Ibu Saba dr. I Gede Ngurah Buana, M.Kes. menerangkan, seminar medis diikuti oleh dokter umum dan spesialis yang ada di seluruh Bali bahkan diikuti pula sejumlah peserta yang berasal dari Jakarta, NTB maupun NTT. Dikatakannya, mereka diundang untuk lebih memahami tentang terapi hiperbarik yang memiliki kegunaan untuk menyembuhkan berbagai penyakit klinis. “Terapi hiperbarik ini juga berguna untuk penyakit klinis, penyakit yang ditemukan oleh dokter sehingga perlu kita memberikan informasi lebih jauh tentang penyakit apa
SEMINAR - Direktur RSU Kasih Ibu Saba dr. I Gede Ngurah Buana, M.Kes. bersama sejumlah narasumber usai menggelar Seminar Medis Hiperbarik di RSU Kasih Ibu Saba. saja yang bisa disembuhkan oleh hiperbarik ini,’’ katanya. Menurutnya, seminar ini penting dilaksanakan karena kebanyakan dokter belum mengetahui secara keseluruhan terkait kegunaan dari terapi hiperbarik. Diakuinya, ilmu tentang terapi hiperbarik masih langka. “Kami sebagai dokter pada saat pendidikan tidak dikenalkan dengan keilmuan yang sekarang, dan satu lagi fasilitas hiperbarik di pusat kesehatan tidak banyak, jadi para dokter masih sangat jarang mengetahui terapi hiperbarik,’’ katanya. Kini pihaknya memiliki
peralatan lengkap terkait terapi hiperbarik, tentunya akan membantu para dokter yang berpraktik di wilayah Bali ataupun luar Bali untuk mengarahkan pasien memanfaatkan terapi ini. Sementara itu, dr. Anita Devi, M.Si. selaku moderator seminar mengungkapkan bahwa terapi hiperbarik ini berupa terapi tambahan. Bagi dokter yang memiliki pasien yang memang membutuhkan terapi tambahan, “nah itu yang harus diberikan kepada pasien agar direkomendasikan untuk melakukan terapi ini.” Diungkapkannya, 10 hari dibuka terapi hiperbarik di
RSU Kasih Ibu Saba, sudah ada kelompok instruktur penyelam yang memanfaatkan terapi ini. “Para intrukstur penyelam ini memiliki potensi dekompresi akibat sering menyelam, kemudian ada satu pesien lagi yang mengalami tuli mendadak,’’ katanya. Ditambahkan, bagi pasien yang ingin mendapatkan terapi hiperbarik harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter di unit hiperbarik. “Hal ini menyangkut ada tidaknya hal yang memang tidak boleh pasien itu diterapi oleh karena satu penyekit tertentu, jadi saat pertama kali ingin melakukan terapi hiperbarik tidak bisa langsung harus skrining terlebih dahulu,’’ jelasnya. Sementara itu, Prof. Dr. dr. Muhamad Guritno Suryokusumo, SMHS., DEA. mengapresiasi dilaksanakannya Seminar Medis Hyperbaric, serta dibukanya layanan terapi Hiperbarik di RSU Kasih Ibu Saba. Sementara dalam mengisi kegiatan seminar itu, pihaknya menjabarkan materi tentang cara menggunakan terapi oksigen ini dengan standar internasional, serta indikasi apa saja terapi ini dapat diterapkan. “Ini sesuai standar yang kita terapkan dalam pertemuan pakar Hiperbarik pada 2012, sampai kini ini terus di update, sehingga bisa menjadi dasar terapi Hiperbarik di RSU Kasih Ibu,’’ katanya. (ad888)
10 Dipertanyakan, Pabrik Dekat dengan Puskesmas
Negara (Bali Post) – Sejumlah warga mempertanyakan beroperasinya pabrik yang terletak di Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Areal pabrik itu dekat dengan puskesmas. Hanya dibatasi satu rumah penduduk. Salah seorang warga yang ditemui, Minggu (28/7) kemarin mengungkapkan, sejak awal dibangun belum diketahui di lahan tersebut akan digunakan untuk apa. Belakangan baru diketahui, lahan tersebut untuk pengolahan sabut kelapa. Terdapat tumpukan sabut kepala yang disinyalir merupakan bahan operasional di dalam areal pabrik tersebut tanpa ada penutup. Setiap hari sejumlah kendaraan membawa barang seperti sekam hingga serbuk kayu. Dikhawatirkan, serpihan serbuk yang tipis seperti debu mengganggu warga di sekitar lokasi. Termasuk tempat umum di puskesmas. “Apalagi puskesmas tersebut menerima pasien untuk dirawat. Tentu akan terganggu. Lokasinya juga terbuka tanpa ada pelindung,” tanya sumber warga ini.
Warga berharap agar hal ini diperhatikan, sebab berdampak pada lingkungan sekitar terutama fasilitas umum untuk kesehatan. Dari pengamatan di lokasi, lahan untuk pabrik itu memang dikelilingi tembok tinggi dan hanya satu pintu masuk di depan. Di dalam areal juga terlihat beberapa gundukan sabut kelapa. Terkait hal ini, Pj. Kepala Desa Pengambengan Sadikin mengatakan, dari informasi yang diterimanya setelah melakukan pengecekan, bangunan itu sudah berizin lengkap. Rencananya untuk keperluan pengolahan bahan serbuk kayu. “Setelah kita cek izinnya sudah lengkap. Memang berdekatan dengan puskesmas tetapi bukan penyanding. Di sebelah rumah pribadi dan di belakang tanah Pura. Tidak langsung puskesmas,” terangnya. Pihaknya juga memastikan pabrik pengolahan itu belum beroperasi. Baru sebatas memasang bangunan atap untuk areal terbuka. “Tidak tahu pasti apakah nantinya ada penutup atau tidak. Kita cek sudah berizin,” ujar Sadikin. (kmb26)
JEMBRANA
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
SDN Blimbingsari Dapat Tiga Murid
Bali Post/olo
Pabrik – Bangunan yang disinyalir untuk pengolahan sabut kelapa dibangun di dekat Puskesmas Pengambengan.
Negara (Bali Post) SD Negeri Blimbingsari, Kecamatan Melaya, kini hanya mendapat tiga siswa baru. Bahkan beberapa waktu lalu ada satu kelas tanpa murid. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana I Nyoman Wenten mengungkapkan, dinas saat ini belum mendapatkan data riil jumlah siswa baru di masing-masing SD. Dinas masih menunggu laporan dari masing-masing sekolah. Terkait adanya salah satu SD negeri yang minim siswa di Blimbingsari, menurutnya, hampir setiap tahun terjadi. Dengan minimnya siswa apalagi di bawah lima orang, diyakini proses belajar-mengajar akan berjalan kurang efektif. Mengenai hal ini pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut guna menentukan langkah yang diambil. Dinas akan mendatangi sekolah itu dan memproyeksikan calon siswa. Bilamana hasilnya memang tidak memungkinkan, bisa diambil langkah untuk menggabungkan sekolah dengan sekolah yang terdekat. Sejatinya kondisi sekolah negeri ini bagus dan memadai untuk enam rombel. Dan satu-satunya SD negeri yang ada di Desa Blimbingsari tersebut. Dari data yang dihimpun paling banyak jumlah siswa SD ini dalam satu kelas 10 siswa. (kmb26)
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
KARANGASEM
11
Cuaca Ekstrem
Hektaran Tanaman Cabai Rusak
Amlapura (Bali Post) Hektaran tanaman cabai di Subak Yang Taluh, Desa Sidemen mengalami kerusakan. Tanaman cabai yang rusak itu diakibatkan terjadinya cuaca ekstrem. Kondisi itu membuat petani harus gigit jari karena mengalami gagal panen. Salah seorang petani di Desa Sidemen, Ni Wayan Kari, Minggu (28/7) kemarin, mengungkapkan tanaman cabai yang rusak diakibatkan oleh faktor cuaca yang tak menentu. Pasalnya, sejak beberapa pekan terakhir, terjadi fluktuasi cuaca. Cuacanya terkadang panas. Kemudian berbalik turun hujan lebat. Hal itulah membuat tanaman cabai rusak dan terjadi gagal panen. Sejauh ini, luas
tanaman cabai yang rusak mencapai puluhan hektar. ”Cabai sudah layak panen. Sebelum tanaman rusak, daun cabai lebih dulu menguning dan kriting. Dan setelah itu, buah cabai mulai mengalami kerusakan hingga membusuk dan rontok. Sehingga cabai yang busuk tidak bisa dijual,” ujarnya. Wayan Kari menambahkan, atas kondisi ini, pihaknya telah melakukan
berbagai upaya agar tanaman cabai yang masih di lahannya itu tidak semuanya rusak. Langkah-langkah efektif dilakukan, dengan cara penyemprotan menggunakan pestisida. Selain itu, juga secara rutin dilakukan penyiraman. “Semua cara konstruktif sudah kami lakukan, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil. Tanaman cabai tetap saja rusak. Dan hasil
panen yang didapat jauh merosot. Kalau sebelumnya, sekali panen bisa mencapai 40 kg buah cabai, tetapi sekarang hanya dapat 5 sampai 7 kg buah cabai. Kondisi ini membuat saya mengalami kerugian jutaan rupiah,” katanya. Padahal, tambah Kari saat ini harga cabai lumayan mahal. Menurutnya, cabai merah besar harganya mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai hijau Rp 20 ribu. “Harga cabai saat ini memang masih lumayan mahal. Semoga harganya tetap stabil,” harap Kari. (kmb41)
Pemprov Bali Agendakan Bangun Gedung MMDP dan Parisada
Amlapura (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali rencananya mengagendakan membangun gedung Majelas Madya Desa Pakraman (MMDP) dan gedung Parisada di Kabupaten Karangasem. Pembangunan gedung itu nantinya di lahan milik pemerintah provinsi yang ada di Bumi Lahar itu. Ketua MMDP Karangasem I Wayan Artha Dipa mengung-
kapkan rencana pembangunan gedung Majelis Madya Desa Pakraman dan Parisada oleh Pemprov Bali itu bukan saja di Karangasem, tetapijuga di seluruh kabupaten/kota di Bali. “Kita harap pembangunan gedung ini bisa dimulai dari ujung timur yakni Karangasem,” harapnya. Artha Dipa menambahkan, khusus Kabupaten Karangasem, lokasi pembangunannya
rencananya dilakukan di Jalan Ngurah Rai. Luas lahan yang akan disiapkan mencapai 8,7 are. ”Pembangunan di bekas kantor UPT Disdik Provinsi di depan RSUD Karangasem,” katanya. Pria yang juga sebagai Wakil Bupati Karangasem ini menambahkan, rencananya gedung yang dibangun itu berlantai tiga. Lantai pertama dipergunakan untuk kantor MMDP,
lantai dua Parisada, dan lantai tiga rencananya diperuntukkan sebagai ruang rapat. “Rencananya bentuk kantor yang dibangun semuanya seragam di seluruh kabupaten/ kota. Survei lokasi akan dilakukan pemerintah provinsi. Kami sudah mempersiapkan lokasi lahannya. Kita berharap proses pembangunan bisa segera dilakukan,” harap Artha Dipa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
GEDUNG MMDP - Bekas Kantor UPT Disdik Provinsi Bali yang rencananya dibangun gedung MMDP dan Parisada.
Bali Post/kmb41
TANAMAN CABAI RUSAK - Petani saat melakukan panen cabai. Akibat cuaca tak menentu, membuat petani gigit jari lantaran buah cabai mengalami kerusakan.
Pascamutasi Sekda
Dewan Terhambat Bahas KUA-PPAS
Dimutasinya Sekda I Gede Adnya Mulyadi menjadi staf ahli bupati membuat dewan tidak berani membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) maupun Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020. Padahal, dewan hendak bekerja maraton untuk menuntaskan semua agenda 2019 yang masih ada. Penyebabnya, masih belum ada kepastian siapa yang menggantikan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dijabat Sekda itu. Lalu, bagaimanakah sikap dan upaya dewan terkait belum definitifnya Ketua TAPD? KETUA DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Minggu (28/7) kemarin mengungkapkan, sejatinya, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Senin (29/7) ini. Hanya, rencana itu urung dilakukan. Alasannya, sejauh ini belum ada Ketua TAPD definitif menyusul dimutasinya Sekda Karangasem itu. Karena Adnya Mulyadi yang sebelumnya sekda dan juga Ketua TAPD sudah mengantongi SK mutasi menjadi staf ahli Bupati. “Pasalnya, Adnya Mulyadi sudah menerima SK mutasi. Walau beliau belum dilantik akibat SK mutasi itu, agenda yang dibahas nantinya bisa cacat hukum. Karena alasan
itu, kami belum berani membahas KUA PPAS. Dan Ketua TAPD-nya masih belum jelas,” ujarnya. Saat hearing beberapa hari lalu, kata Sumardi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) I Gusti Gede Rinceg menjelaskan, sekdanya masih tetap Adnya Mulyadi. Tetapi, itu baru sebatas wacana. Pihaknya tidak disodorkan SK yang bisa dijadikan dasar hukum kuat. ‘’Kami tidak ingin terjadi masalah kemudian. Sebab, bisa saja setelah pembahasan, justru terjadi kekeliuran, lantaran orang yang diajak membahas itu tidak sah secara hukum. Sudah tentu kami tidak ingin bekerja sia-sia. Dan bisa bisa
juga digugat,’’ tambahnya. Sesuai rencana, kata Sumardi, dewan hendak melakukan pembahasan KUA-PPAS secara maraton. Itu dilakukan agar pembahasan bisa cepat selesai, sehingga lanjut membahas rencana APBD 2020 maupun rencana APBD Perubahan 2019. “Kita di dewan sudah sangat semangat. Siap kerja marathon. Namun sayangnya masih ada hambatan di pihak eksekutif,” ujar Sumardi. (nan)
Bali Post/kmb41
I Nengah Sumardi
12
KLUNGKUNG
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
Pengembangan Nusa Penida Digenjot Banjarangkan Jangan Dilupakan Semarapura (Bali Post) -
Kecamatan Nusa Penida bertahun-tahun menjadi prioritas pembangunan daerah. Ini tidak terlepas dari potensi pariwisatanya. Namun, upaya demikian dianggap menimbulkan kesenjangan dengan tiga kecamatan lain. Seperti di Kecamatan Banjarangkan. Masyarakat setempat menuntut pemerataan pembangunan, karena kecamatan lain sesungguhnya memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
Bali Post/gik
GOA JEPANG - Salah satu ikon Kecamatan Banjarangkan di dekat objek wisata Goa Jepang, sebagai pintu masuk Klungkung dari barat.
SOSOK Studi Kelayakan RS Pembangunan rumah sakit di sekitar Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, belakangan menjadi sorotan. Sebab, lokasinya dinilai tidak strategis dalam meng-cover kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan. Sehingga studi kelayakannya pun dipertanyakan sejumlah tokoh masyarakat. Salah satunya legislator dari Dapil Banjarangkan, Sang Nyoman Putrayasa. Politisi senior PDI-P ini menilai lokasi rumah sakit di Desa Takmung kurang tepat. Sebab, pada jalur itu, sudah cukup dekat dengan RSUD Klungkung. Demikian juga sejumlah puskesmas di sekitarnya. Dia mempertanyakan, kenapa tidak diupayakan dibangun di bagian barat Klungkung, seperti di Desa Nyalian atau Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan. “Kalau di Nyalian atau Bakas kan lebih efektif. Jadi, masyarakat kita yang dari Tohpati dan sekitarnya, bisa langsung ditangani lebih cepat, karena rumah sakitnya dekat,” kata Putrayasa, belum lama ini. Atas dasar itulah, dia pun mempertanyakan kenapa pembangunan rumah sakit justru dipusatkan di Desa Takmung lagi. Menurutnya, pemerintah daerah semestinya mendorong terwujudnya fasilitas kesehatan yang memadai di sana, bukan di lokasi yang sudah dekat dengan RSUD Klungkung. Sebab, tidak hanya dengan RSUD Klungkung dan puskesmas, pembangunan rumah sakit ini juga berdekatan dengan proyek rumah sakit yang juga sedang dibangun pada jalur By-pass Prof. Ida Bagus Mantra. (gik)
Salah satu anggota DPRD Klungkung Dapil Banjarangkan, Wayan Widiana, belum lama ini menyampaikan, konsep pemerataan itu belum terlihat. Dia mencontohkannya di Kecamatan Banjarangkan. Terlebih, Banjarangkan sebagai pintu masuk Klungkung dari barat, menurutnya seharusnya juga menjadi prioritas. Apalagi di dekat Pura Kentel Gumi, kerap terjadi longsor. Ini perlu segera mendapatkan penanganan. “Dulu Nusa Penida terkesan dianaktirikan. Sekarang jadi prioritas. Mohon juga jangan lupakan Kecamatan Banjarangkan,” kata politisi Gerindra ini. Selain dorongan untuk mempercantik wajah pintu masuk Klungkung dari barat, Widiana juga mengeluhkan beberapa usulannya yang belum direalisasikan. Seperti usulan lampu penerangan jalan, dan restrukturisasi KUD Bakas sebagai pendorong program Beli Murah Jual Mahal (Bima
Juara). Dia menegaskan, usulan ini juga belum tuntas. Padahal, infrastruktur gedung dan peralatan sudah disiapkan. Demikian juga untuk desa wisata, sudah ada beberapa yang berkembang. Dia pun meminta agar desa itu didukung pemerintah daerah, agar semakin berkembang dan maju. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengakui situasi tersebut. Setelah mencermati sejumlah kendala, dia melihat kesalahan dalam penataan pintu masuk kabupaten, ada pada perencanaannya yang dilakukan sepotong-sepotong. Sehingga, selesainya juga setengah-setengah, karena anggaran lebih banyak tersedot untuk proses perencanaan. “Khusus penataan pintu masuk wilayah, saya sudah instruksikan buat perencanaan total. Jadi, hasilnya tuntas, anggaran perencanaan juga otomatis terpangkas,” tegasnya. Mengenai persoalan KUD
Bakas, dia berjanji akan turun langsung bersama OPD terkait, seperti Dinas Koperasi dan UKM. Dia sempat menerima kabar baik, terhadap upaya pengembangannya. Tetapi, kemudian mandek lagi. “Saya sempat lega dengan persoalan KUD Bakas. Sampai bentuk pengurus lagi, saya kira sudah serius. Ternyata masih belum bisa berkembang juga,” tegasnya. Demikian pula dengan bertumbuhnya desa wisata, dia meminta agar dikelola dengan baik. Dia memastikan Pemkab Klungkung tentu akan mendukung penuh, bagi desa yang punya gagasan dan niat tinggi untuk berkembang dan maju. Tidak hanya soal desa wisata, Bupati Suwirta juga sudah mencanangkan desain besar terhadap penataan objek wisata Goa Jepang, Kecamatan Banjarangkan. Namun, dia meminta semua pihak bersabar, karena seluruh perencanaan sedang dalam proses. (kmb31)
Proposal Hibah Harus Dilengkapi Gambar, Dewan Protes Semarapura (Bali Post) Aturan baru dalam pengajuan proposal hibah, masyarakat harus menyertakan gambar. Hal itu dinilai menyulitkan. Situasi demikian membuat mereka mengadu kepada legislatif. Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Minggu (28/7) kemarin, meminta eksekutif mempertimbangkan kembali penerapan aturan baru tersebut, agar tidak membuat pengajuan proposal hibah semakin ruwet. Menurut Baru, tidak mungkin masyarakat dibebankan membuat gambar perencanaan layaknya sketsa gambar dalam proses proyek fisik pemerintah daerah. Ini jelas akan menyulitkan masyarakat di lapangan. “Kalau bisa aturan harus ada gambar seperti itu sebaiknya bisa dibijaksanai, agar tidak menyulitkan ma-
syarakat dalam mengajukan permohonan bantuan,” kata Baru. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra mengakui adanya aturan baru demikian, karena beranjak dari rekomendasi BPK, bukan inisiatif dari eksekutif. BPK meminta dalam pengajuan proposal masyarakat, selain dilengkapi RAB, juga harus dilengkapi dengan gambar desainnya. Sehingga realisasinya lebih mudah dicermati di lapangan. Wilayah pemeriksaan BPK, tentu berbeda yang berpatokan pada kaidah kepatuhan terhadap standar akutansi. Sebagai penyempurnaan dari persoalan tersebut, maka RAB dengan gambar dalam proposal, jelas harus dibuat selaras. “Itu rekomendasi BPK. Tentu kami harus patuhi itu,” tegas Winastra. Bupati Klungkung Nyo-
man Suwirta juga mengaku sependapat, pengajuan proposal hibah tidak perlu dilengkapi gambar desain. Sebab, kemampuan masyarakat di desa dalam memenuhi persyaratan baru itu, tentu berbeda-beda. Sebagai jalan tengah, pihaknya mengajak eksekutif, memperjelas langsung persoalan ini kepada pihak BPK. “Saya juga sependapat, sesungguhnya tidak perlu gambar, karena ada gambar demikian, terlalu ribet bagi masyarakat kita. Apakah maksudnya gambar sesuai buatan arsitek atau desain yang seperti apa. Mari perjelas tanyakan ke BPK,” terang Bupati Suwirta. Dewan sendiri meminta eksekutif berkonsultasi dengan BPK Perwakilan Bali, terkait rekomendasi yang mensyaratkan adanya desain atau gambar, yang harus dilampiri oleh
kelompok masyarakat dalam proposalnya. Kalaupun ini diwajibkan, pihaknya meminta agar desain bangunan yang dimaksud, dapat dibuat sederhana. Tidak seperti desain dan RKS pada kegiatan proyek yang ditenderkan pemerintah. Sebelumnya, kisruh hibah dan bansos yang sempat ramai disorot penegak hukum, juga menjadi sorotan BPK. Dalam hasil pemeriksaannya terhadap Laporan Keuangan Pemkab Klungkung Tahun Anggaran 2018, khususnya Kepatuhan terhadap Perundang-undangan, ditemukan 18 kelompok masyarakat penerima hibah dan 11 orang penerima bansos, belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana. Dari total 18 kelompok penerima hibah, total anggarannya sebesar Rp 691,5
juta. Terjadi keterlambatan penyampaian laporan pertanggungjawaban yang seharusnya sudah disampaikan paling lambat 10 Januari 2019, dari total sebanyak 432 kelompok masyarakat, dengan total dana sebesar Rp 32,02 miliar. Sementara untuk penerima bansos, ada sebanyak 11 orang penerima dari total 153 penerima bansos tahun 2018 belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Total nilainya mencapai Rp 165 juta. Eksekutif langsung menindaklanjutinya kepada kelompok masyarakat yang saat itu belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Sehingga, akhirnya semua penerima hibah dan bansos yang dimaksud BPK dalam temuannya sudah menyampaikan laporan pertanggungjawaban. (kmb31)
Lupa Pasang Rem Tangan, Mobil Boks Terjun ke Sawah Semarapura (Bali Post) Sejumlah pengguna jalan di jalur menuju Pantai Klotok, Desa Tojan, Klungkung, dikagetkan dengan mobil boks yang berjalan sendiri di tengah jalan, Minggu (28/7) kemarin. Mobil itu lantas terjun bebas ke sawah di kanan jalan. Rupanya, peristiwa itu dipicu pengemudinya yang lupa memasang rem tangan saat parkir, sehingga mobil itu berjalan sendiri. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Made Teja mengatakan, tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Sebab, saat itu sopirnya, I Nengah Pariada (57), asal Kuta, Badung, sedang turun dari mobilnya untuk makan di sebuah warung di dekatnya. “Tolong pastikan semua rem berfungsi. Kalau sudah berfungsi, pastikan semuanya sudah digunakan. Jangan meninggalkan mobil dalam keadaan belum direm tangan,” katanya. (kmb31)
Bali Post/gik
ATUR LALIN - Petugas kepolisian saat mengatur lalu lintas (lalin) di sekitar TKP pascamobil boks terjun bebas ke sawah.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Cr Karyn/ti Kasir&Adm bs Kompt & Serabutan Hub.081339280656
2 Guide Bhs Perancis Jl:A.Yani Jl.Merak 5 Dps.08174770136
Dcr Tng Srabutan Wnt Bag Prod 23-35th Gj.2,5Jt min SMA, Disiplin BrtggungJwb Krj Senin-Sabtu Pk.8-17 H:Ibu Ria WA081246590724 NoCall/SMS
B.BP.001.07.19.0000868
Dcr Asst Prod Pria bs Pakai Alat Pertukangan Lok.Dps Brt Gj.3,54Jt WA081246590724 No Call/SMS B.BP.166.07.19.000891
Dicari:Receptionist,Therapist, Cleaning Service.Syarat: Perempuan,Min SMU,Pengalaman Min 1th.Lam ke Bodyworks Spa, Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget B.BP.001.07.19.0000854
SERVICE
B.BP.001.07.19.0000875
B.BP.166.07.19.000890
Dcr : Sopir B1, Salesman/Girl Income +-10Jt,Bedahulu 4 No.12 Dps,Email:erfintricahyo@gmail. com, Telp.081939800617 B.BP.004.07.19.0000869
Dcr Admin, Supir, Teknisi Mbl Tk Bangunan, Hub:08123676218 B.BP.004.07.19.0000842
SERVICE
Urgent! Bar Girl,Waitress, Cook,Chasier. Sent CV to Mamas German Rest Telp.754831 kadimamas@yahoo.co.id B.BP.001.07.19.0000867
Dcr Marketing Properti,Wanita 20-30th,Pglmn Min 1th,Gj 2,5jt Bonus,BPJS Hub:085339318820 Email:ruditheonebali@gmail.com B.BP.001.07.19.0000852
Dcr PRT & tng u/Kantin Fas:Mes Makan+Bonus Hub.081237002020 B.BP.001.07.19.0000887
Dcr Perawat Mata,Wanita,SMA IPA,Belum Menikah & Staf Optik Sekar,Laki2,SMA IPA,Tgg 170cm. Hub.085100636609/08123928624 B.BP.001.07.19.0000747
Dcr Receptionist,HK&Spv HK E: theapartmentscanggu@gmail.com B.BP.004.07.19.0000858
Dicr 2 Cook, Chops Meat & Gin.082 247101089.E:aariputu@gmail.com B.BP.001.07.19.0000832
Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th BsKerjaTeam.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426
Dicari Pembantu Rumah Tangga Tinggal dalam dan bisa masak dan jujur Kontak Telp 0821 24 458 758 B.BP.004.07.19.0000789
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza Veloz 1500cc AT th 2014 Hitam Tgn 1 Hub.08123605780 B.BP.001.07.19.0000883
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dcr PRT Wnt!KTP,Tdr Dlm,Rajin, Gj1,5-2Jt,Tlp Bos:087846166366
Dicr QC u/ Garmen Jl.Gn.Guntur No.882-883 Dps 0361-8450511
Djl Rmh di Tunjung Sari Permai LT/LB 200/100 BC 087860121216
B.BP.001.07.19.0000777
B.BP.001.07.19.0000859
B.BP.004.07.19.0000874
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dijual Rmh Type 45/100 Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.07.19.0000100
PROPERTY
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh ladang kelapa manggis jln aspal Ls.32A lok.Mambang,Selemadeg-Tbn, 50Jt/A. 082145504909 B.BP.001.07.19.0000873
DISEWAKAN RUMAH
Ovr Kont Kost 14kmr Tuban Kuta 41th,blk Ayunadi H.08123806363 B.BP.001.07.19.0000802
PROPERTY
PROPERTY Jual Properti D.Toba 18,20 D.Tandakan 9 Sanur Hub.Ni Md Sarni Br.Tengah Bonbiyu Gyr B.BP.014.07.19.0000837
DIJUAL TANAH
Jual tanah dan bangunan 2A Jl. Sadasari I/6 Kuta 081338637299 / 087761894633
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.154.07.19.0000872
RUPA-RUPA
B.BP.001.07.19.0000497
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
SERVICE
BANGLI
14
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
Sejumlah Kamera CCTV di Kantor Setda Tak Berfungsi Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli selama ini memasang sejumlah kamera pengawas (CCTV) di areal kantor sekretariat daerah (setda). Namun, dari belasan unit CCTV yang dipasang, tidak semuanya berfungsi. Kepala Bagian Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra saat dikonfirmasi, Minggu (28/7) kemarin, mengakui hal itu. Ia menyebutkan, total jumlah kamera pengawas yang dipasang di areal kantor Setda Bangli sebanyak 12 unit. CCTV tersebut dipasang di sejumlah titik di pintu akses masuk kantor dan di dalam gedung kantor Bupati. Dari jumlah itu, 4 unit di antaranya tak berfungsi lantaran rusak tersambar petir, di antaranya CCTV yang terpasang di depan Padmasana, dekat ATM BPD, dan pintu masuk utara dekat mobil damkar. “Semua akses jalan masuk sudah terpasangi CCTV, tapi tidak semua berfungsi. Ada empat yang rusak tersambar petir,” ujarnya. Pihaknya mengaku telah berencana melakukan perbaikan terhadap CCTV yang rusak tersebut. Selain melakukan perbaikan, pihaknya juga merencanakan akan menambah jumlah titik CCTV di areal kantor Setda pascaadanya kasus ASN yang diketahui menyimpan barang terlarang di salah satu ruangan kantor
Bagian Hukum. Mahindra Putra mengatakan, penambahan CCTV nantinya akan dilakukan di dalam gedung kantor, yakni di akses masuk gedung. Di masing-masing gedung akan dipasangi rata-rata dua unit CCTV. “Seperti di gedung Humas, akan dipasangi dua di lorongnya. Di Kesra dua. Jadi rata-rata dua di tiap gedung,” ujarnya. Dengan jumlah gedung yang ada sebanyak 6 unit, maka CCTV yang akan ditambah sekitar 12 unit. Untuk penambahan CCTV sebanyak 12 unit, anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp 400 juta. Pihaknya akan mengusulkan penambahan kamera pengawas pada APBD 2020. Sebelumnya, Plt. Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma diwawancara Jumat lalu mengatakan, keberadaan kamera CCTV di areal kantor Setda tak semuanya berfungsi. Beberapa kamera rusak cukup lama akibat tersambar petir. Penambahan CCTV menurutnya perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan. Selain menambah CCTV, lampu penerangan di areal kantor Setda juga diusulkan ditambah demi keamanan. Selama ini, minimnya jumlah lampu penerangan menyebabkan areal kantor gelap pada malam hari. (kmb40)
Belasan Tahun Tak Dapat Perbaikan
Jalan di Kayupadi Rusak dan Berdebu Bangli (Bali Post) -
Kondisi jalan di wilayah Dusun Kayupadi, Desa Songan, Kintamani rusak parah. Sejak pertamakali diaspal belasan tahun lalu, jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut tak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Agar bisa dilalui, masyarakat setempat selama ini terpaksa urunan melakukan perbaikan secara swadaya.
Bali Post/kmb40
CCTV - Salah satu kamera CCTV yang kondisinya rusak dan tak berfungsi.
Bali Post/kmb40
RUSAK - Kondisi jalan di Banjar Kayupadi, Desa Songan yang rusak dan berdebu
Kadus Kayupadi B I Komang Brata Adiyanto, Minggu (28/7) kemarin mengungkapkan, jalan yang ada di wilayah dusunnya tersebut pertamakali mendapat pengaspalan tahun 2008 lalu. Sejak diaspal tak pernah mendapat perbaikan, hingga kondisinya rusak parah seperti sekarang. “Rusak parahnya sudah dari lima tahunan lalu. Sekarang sudah hancur total dan berdebu,” ungkapnya. Panjang jalan yang rusak parah kurang lebih menca-
pai 1 kilometer. Agar bisa dilalui, selama ini masyarakat di Dusun Kayupadi terpaksa urunan Rp 20-50 ribu per KK untuk melakukan perbaikan secara swadaya. Perbaikan dilakukan dengan cara menambal jalan rusak menggunakan semen. Terakhir kali, perbaikan secara swadaya dilakukan masyarakatnya sekitar Februari lalu. Namun tak lama kemudian, rusak lagi. “Karena kondisi jalan yang hancur terlalu panjang, sehingga masyarakat kami
tidak mampu melaksanakan swadaya dengan nilai besar,” jelasnya. Akibat kerusakan jalan tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat selama ini kesulitan melintas. Bahkan sejak April lalu, sudah tidak ada sama sekali kendaraan roda empat yang melewati jalan itu. Kalaupun ada, pengendaranya harus mengajak banyak orang untuk membantu mendorong kendaraan. Kerusakan parah pada jalan itu juga diakui sangat menghambat
kelancaran perekonomian warga. Untuk membawa hasil pertanian, warga setempat harus melalui jalan memutar yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu cukup lama. “Kalau soal warga yang jatuh di jalan itu, kami sudah tidak bisa menghitung. Bisa sampai ribuan. Kadang ada orang bawa anak jatuh di sana. Juli ini saja saya hitung sudah ada sekitar 15 orang jatuh di sana,” katanya. Brata mengatakan untuk memperbaiki kerusakan jalan itu, Pemkab Bangli sudah sempat mengukur panjang jalan yang rusak. Sebagaimana informasi yang didapatnya, jalan tersebut sudah masuk tender dan akan segera dikerjakan
pemerintah tahun ini. Pihakya berharap perbaikan jalan di Kayupadi bisa diprioritaskan pengerjaannya dibanding di lokasi lainnya. Mengingat kondisi kerusakan jalan sudah benarbenar sangat parah dan sulit dilalui warga. Pihaknya juga berharap pemerintah segera menghotmik jalan SonganPinggan untuk memperlancar ekonomi warga. “Harapan ke pemerintah agar diperbaiki secepatnya. Demikian juga kepada anggota dewan khususnya yang membidangi infrastuktur agar memperhatikan kondisi jalan di Kabupaten Bangli di manapun berada bisa menjadikan skala prioritas jalanjalan yang rusak,” harap Brata. (kmb40)
Dua Tahun, Pabrik Kopi Mengani Tak Beroperasi Bangli (Bali Post) Keberadaan pabrik kopi milik pemerintah di Desa Mengani, Kintamani sudah lama tak pernah menyerap hasil panen petani. Bahkan sejak dua tahun terakhir, pabrik kopi yang pengelolaannya dikerjasamakan Pemkab melalui Perusda BMB, dengan pihak ketiga itu tak pernah lagi beroperasi. Masyarakat setempat meminta pemerintah tak memperpanjang kontrak dengan perusahaan yang selama ini diberikan kepercayaan untuk mengelola pabrik kopi tersebut.
Perbekel Mengani I Ketut Armawan, Minggu (28/7) kemarin mengungkapkan, pabrik kopi tersebut mulai dikelola PT Java Qahwa sejak 2016 lalu. Saat awal-awal dikelola, aktivitas pengolahan kopi di pabrik tersebut berjalan lancar. Hasil panen petani diserap. Namun mulai sekitar tahun 2017, pabrik kopi tersebut tak lagi beroperasi. “Buka, tapi sudah tidak mengolah. Tahun 2017 hanya mengolah sedikit hasil panen kebun di pabriknya. Tahun 2018 sama sekali tidak mengolah kopi,” ungkapnya.
Karena tak lagi melakukan pengolahan kopi, masyarakat terutama petani kopi terpaksa menjual hasil panennya ke tengkulak. Sebagian petani lainnya, ada yang mengolah kopi secara mandiri. Padahal selama ini, masyarakat sangat mengharapkan keberadaan pabrik kopi Mengani dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. Armawan mengungkapkan, perusahaan yang selama ini mengelola pabrik kopi Mengani banyak dikeluhkan masyarakat. Bahkan ma-
syarakat telah membuat petisi yang menolak keberadaan perusahaan tersebut. Hal itu terungkap sesuai surat yang akhir-akhir ini masuk ke Kantor Desa Mengani. Lanjut dikatakan Armawan, terkait keluhan masyarakat tersebut, pihak Desa Mengani selama ini sejatinya telah menyampaikan hal itu ke Pengawas Perusda dan Direktur Perusda BMB terdahulu. Namun tidak pernah mendapat respons dan tindak lanjut. Rencananya, petisi yang berisi penolakan masyara-
kat terhadap kehadiran perusahaan tersebut akan disampaikan ke Pemkab Bangli Senin ini. Ia berharap Pemkab Bangli tidak hanya memikirkan keuntungan materi dari kontrak kerja sama dengan pihak ketiga, namun juga memikirkan kesejahteraan petani dan masyarakat. “Petani mengharapkan keberadaan pabrik tersebut bisa memberikan kesejahteraan. Hasil pertanian bisa diserap. Kalau seperti ini, kesannya rugi ada pabrik kopi di Mengani,” pungkasnya. (kmb40)
KOPI - Pabrik kopi Mengani di Kintamani.
Bali Post/kmb40
OLAH RAGA
Senin Kliwon, 29 Juli 2019
15
Krisma Septia Dewi Sabet Emas
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.
DITUNDA - Pesepak bola PSM Makassar memasuki lapangan dan menyapa suporternya saat final Piala Indonesia 2019 ditunda di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/7) kemarin.
PSM Vs Persija Ditunda PSSI
Denpasar (Bali Post) Pesilat A.A. Ketut Krisma Septia Dewi (Bakti Negara Bali) berhasil menyabet emas di nomor tunggal tangan kosong kategori SD/usia dini pada kejuaraan pencak silat terbuka bertajuk ‘’Bali International Championship I/2019’’ di GOR Lila Bhuana yang berakhir Minggu (28/7) kemarin. Event ini juga bertujuan pemasalan, sehingga juaranya lebih dari satu untuk seluruh kategori. Pesilat Bali lainnya yang meraih emas adalah Chindy Febriyanti (Tapak Suci Bali) di nomor tunggal tangan kosong untuk kategori SMA/ MA, I Gede Bayu Mahendra (Bakti Negara Bali) di nomor tunggal tangan kosong untuk kategori SD/usia dini, I Made Hartawan (Bakti Negara Bali) di nomor tunggal tangan kosong untuk kategori SD/usia dini, dan Natzwa Naura Putri/Raras Dwi Azyura/Rowina Rahman Rossalina (Tapak Suci Bali) di nomor beregu pool untuk kategori SMP/Mts. Sementara pesilat Bali yang meraih perak di nomor seni seperti Mumtazah Madliyah (Tapak Suci Bali) di nomor tunggal tangan kosong untuk kategori Mahasiswa/dewasa, sedangkan pesilat Bali yang meraih perunggu Muhammad
Syahrul Wahyudi (Tapak Suci Bali) di nomor tunggal tangan kosong untuk kategori SMA. Di nomor laga, pesilat Bali juga banyak yang menyumbangkan medali emas. Agus Panji Krisna Nanda (SMI Komda Bali Unit Satriamada) meraih emas di tingkat SMP, Ghazy Hazim Mukti (Tapak Suci Bali) merebut emas di tingkat SD/U-8, I Gede Agung Kaila Ananta (Bakti Negara Bali) mendulang emas di tingkat SD/usia dini, I Gede Agus Sukrawan (Bakti Negara Bali) menyabet emas di tingkat SD/usia dini, I Gede Bayu Mahendra Jaya (Bakti Negara Bali) menyumbang emas di tingkat SD/usia dini, I Gede Ferdy Suryanata (Bakti Negara Bali) merebut emas di tingkat SMP/Mts. I Ketut Bagus Krishna Mandala Putra (Bakti Negara Bali) meraih emas di tingkat SD/usia dini, I Ketut Satya Kusuma (Bakti Negara Bali) menyumbang emas di tingkat SMP/Mts, I Made Andika Dinata (Bakti Negara Bali) menyabet emas di tingkat SD/ usia dini, I Made Hartawan (Bakti Negara Bali) mendulang emas di tingkat SD/usia dini dan I Made Putra Perwira (SMI Komda Bali Unit Satriamada) merebut emas di tingkat SD/usia dini. (022)
Panpel Minta Maaf dan Janji ’’Refund’’ Tiket
Makassar (Bali Post) –
Laga PSM Makassar vs Persija Jakarta di leg kedua final Piala Indonesia ditunda PSSI. Panitia Pelaksana pertandingan meminta maaf, juga berjanji me-refund tiket. PSM vs Persija di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (28/7) kemarin, ditunda PSSI. Keputusan itu diambil federasi, menyusul insiden yang terjadi sehari sebelum pertandingan. Pada Sabtu (27/7), bus Persija diserang oleh oknum suporter. Kaca-kaca bus sampai pecah, yang menyebabkan staf tim dan dua pemain Persija yakni Marko Simic serta Ryuji Utomo
Spekulasi Dari Hal. 1 ‘’Kalau dari sisi desain ini sangat bisa disesuaikan dengan kebutuhan orang Bali. Desain yang dibawa dari luar bisa dipastikan akan sulit diterima oleh masyarakat Hindu Bali pada umumnya,’’ kata Mahaputra. Masalah yang lebih mendesak dilakukan, lanjut Maha Putra, adalah perhitungan jumlah hunian yang dibutuhkan berdasarkan jumlah penduduk Bali saat ini. Data inilah yang belum pernah ada secara jelas. ‘’Jika perhitungan tidak dibuat maka akan terjadi spekulasi. Pemilik modal akan membeli lahan lalu membangun rusun padahal kebutuhannya belum jelas. Akhirnya ruang dan bangunan di Bali hanya menjadi instrumen investasi,’’ tegasnya. Bahkan, lanjut Maha Putra, jika dilakukan perhitungan antara kebutuhan dan ketersediaan lahan di Bali untuk pembangunan, mungkin pembangunan rusun di Bali belum mendesak dilakukan. ‘’Keputusan soal apakah bentuknya rusun atau bukan bisa dilihat dari ketersediaan lahan. Jika terbatas, rusun bisa jadi solusi,’’ katanya. (win/ata)
Muda Profesional Dari Hal. 1
Banyak nama yang sudah digadang-gadang, menurut Alvin, namun keberadaan dua tokoh muda profesional di lingkungan dekat Presiden Joko Widodo harusnya sudah menjadi petunjuk penting. ‘’Kalau saya lihat komposisi anak muda nanti akan jauh lebih besar. Presiden pasti tidak ingin mencederai janjijanji yang sudah diucapkannya. Istilahnya dia tidak akan menelan ludahnya sendiri,’’ kata akademisi Universitas Bunda Mulia itu. Alvin mengatakan, ketika diundang ke Istana Negara bersama muda-mudi milenial lainnya baru-baru ini, Presiden mengindikasikan bahwa dia berani memutus hal-hal tabu selama itu benar. ‘’Yang dianggap tabu tentunya paham di mana yang harus memimpin adalah orang tua, yang berumur,’’ ungkapnya. (ant)
mengalami luka-luka. Keputusan ditundanya laga PSM vs Persija diumumkan satu jam sebelum laga. Stadion Andi Mattalatta sedianya sudah ramai, namun para penonton terpaksa gagal menyaksikan laga sengit tersebut. Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSM vs Persija pun meminta maaf atas dibatalkannya laga ini. Mereka juga akan me-
refund atau mengembalikan uang pembelian tiket. ‘’Manajemen dan Panpel PSM Makassar menyesalkan terjadinya penundaan pertandingan hari ini. Selanjutnya, manajemen, panpel dan PSSI akan terus berkoordinasi,’’ tulis pernyataan Panpel PSM. ‘’Seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan final leg kedua Piala Indonesia menyampaikan
permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tertundanya pertandingan hari ini,’’ lanjut pernyataan itu. ‘’Manajemen dan Panpel PSM Makassar berkomitmen untuk mengembalikan pembelian tiket yang sudah dilakukan penonton. Untuk teknis pengembalian tiket akan disampaikan sesegera mungkin. Informasi penting yang berkaitan dengan segala hal di atas, juga akan disampaikan sesegera mungkin,’’ demikian pernyataan Panpel lagi. PSM diagendakan men-
jamu Persija di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (28/7) kemarin pukul 16.30 Wita dalam pertandingan leg kedua final Piala Indonesia. Namun, satu jam sebelum kick off berlangsung, master of ceremony (MC) memberi pengumuman. Lewat pengeras suara, sang MC memberi kabar mengecewakan. ‘’Kami sampaikan bahwa laga final leg kedua final Piala Indonesia antara PSM Makassar dan Persija Jakarta ditunda,’’ kata MC PSM Makassar, Sabda, melalui pengeras suara. (kmb33/ant)
Kenshi Badung Rebut Lima Emas
Tim Shorinji Kempo Badung.
Bali Post/ist
Mangupura (Bali Post) Kenshi Badung menggondol 5 keping emas, 2 perak dan 7 perunggu pada Kejurnas Monas Cup di GOR Tanjung Priok, Jakarta Utara yang berakhir Minggu (28/7) kemarin. Atas hasil ini, tim Shorinji Kempo Badung menduduki juara umum II di bawah Perkemi Kota Kupang. Kelima medali emas dipersembahkan Bella (randori remaja 48 kg), Wulan (randori remaja 51 kg), Varis (randori dewasa 65 kg), Rudi-Walter (embu yudansa dewasa) dan Stenly (randori remaja 56 kg). Sementara 2 perak dipersembahkan RikiSurung (embu kyu kensi dewasa) dan Krisna, Walter, Rudi, Varis (embu beregu). Sedangkan 7 perunggu diperoleh melalui kenshinya GohanStenly (embu pasangan kyu kenshi remaja), Gohan-Wulan (embu kyu kenshi campuran remaja), Naris (randori dewasa putra 60 kg), Penti (randori dewasa 65 kg), Indrawan (randori dewasa 70 kg), Walter-Linda (embu campuran yudansa dewasa), Krisna, Ari, Linda, Penti (embu beregu campuran). Pelatih Kempo Badung yang juga pelatih tim pra-PON Bali Karim Djami menjelaskan, ada beberapa atlet pra-PON yang diturunkan seperti Waris, Naris, Rudi dan Wolter. Karim Djami didampingi Ketua Umum Pengkab Perkemi Badung Tjuk T. menerangkan kejurnas ini diikuti 400 kenshi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sisi lain, Ketua Harian Perkemi Bali Fredrik Billy menambahkan, para kenshi Bali akan berlaga di ajang porprov. Selain itu, atlet kempo Bali juga akan berlaga pada kejurnas di Kutai Kertanegara, Kaltim, Agustus mendatang. (022)
Bali Post/ist
LAGA - Suasana pertarungan di nomor laga pada Bali International Championship I/2019 di GOR Lila Bhuana yang berakhir Minggu (28/7) kemarin.
Senin, 29 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Matatah dan Mamukur (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Ganesh (3) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Yowana Magz Lima Yowana SMAN 1 Negara Juara Mobile Legend Tingkat Nasional Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Matatah dan Mamukur (3) Berita Siang Klip Bali
13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song DW TV Kartun Krishna Garuda (1) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Sansekerta Taksu Mangku Dalang Agung Wisnawa, Ciptakan Dalang Wayang Inovatif Seputar Bali Terkini Dialog Proaktif Bentraf Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SENIN KLIWON, 29 Juli 2019
Pendidikan Nomor Satu
KULINER KESEHATAN
Hotel Neo+ Kuta Legian TOP IN VASI
Dikelilingi Daya Tarik Wisata Lokal WONDERFUL BALI HOTEL NEO+ Kuta Legian dikelilingi banyak daya tarik wisata lokal yang menarik. Hotel ini memiliki lokasi ideal untuk liburan di seputar Legian dan Kuta. ‘’Hotel ini berada di tempat di mana tamu bisa merasakan apa yang ditawarkan
BUDAYA
Bali. Jarak hotel tidak jauh dari Pantai Kuta dan pusat perbelanjaan Beachwalk. Dengan 117 kamar tamu di 6 lantai memastikan bahwa kami memiliki ruang yang cukup dan tim yang bersemangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua tamu,’’ ujar PR Executive Hotel NEO+ Kuta Legian Kristina Sulityaningsih, belum lama ini. Hotel NEO+ Kuta Legian dilengkapi dengan satu ruang
pertemuan untuk keperluan bisnis. Ruang meeting kami dapat menampung hingga 84 tamu dengan pengaturan bentuk teater serta lahan parkir yang memadai. Dilengkapi penyejuk ruangan, papan tulis, sound system, proyektor dan layar, ditambah akses WiFi dengan kecepatan tinggi. Aktivitas meeting, workshop maupun training bisnis akan terasa nyaman. ‘’MICE memang menjadi salah satu target kami. Se-
lain karena persaingan yang semakin ketat, kami juga mempunyai yang sangat mumpuni untuk itu,’’ imbuhnya. Di usia 4 tahun bersama manajemen Archipelago International Hotel NEO+ Kuta Legian memberikan pelayanan terbaik melalui fasilitas lengkap seperti spa, kolam renang dewasa, kolam renang anak, dan taman. Silakan mencoba restoran kami Noodles Now
untuk menyempurnakan liburan Anda dengan Hotel NEO+ Kuta Legian. Noodles Now menyediakan berbagai jenis makanan dimulai dari makanan khas Bali, Indonesia, Chinese Food, Western Food sampai dengan Indian Food. (gie)
BPR harus menyikapi perkembangan teknologi informasi dengan mewaspadai invisible competitor. Sebab, invisible competitor pada awalnya tidak terlihat, namun berpotensi mengambil market BPR kemudian besar dengan cepat. Direktur Utama BPR Kanti I Made Arya Amitaba mengatakan belum selesai persaingan dengan adanya KUR, kini BPR dihadapkan juga dengan munculnya fintech yang penetrasin-
ya luar biasa. Agar tetap bisa eksis, BPR harus aware dan komitmen dalam peningkatan teknologi. Dalam persaingan ke depan, BPR harus mewaspadai invisible competitor. Selama ini BPR menganggap pesaingnya hanya BPR atau perbankan lain. Padahal adanya e-commerce yang memiliki sistem pembayaran paylater dan aplikasi transporstasi yang memiliki sistem pembayaran gopay dan paylater juga menjadi pesaing BPR yang tidak terlihat. ‘’Itu persaingan yang tidak kentara,’’ ujarnya, belum lama ini.
Dikatakan, masyarakat juga lebih cenderung menyimpan dananya di gopay, OVO dan sebagainya untuk kemudahan fasilitas. Oleh karena itu, BPR harus siap dari sisi teknologinya. Selain itu invisible competitor yang perlu diwaspadai, menurutnya, adalah start up–start up fintech. Guna menjawab tantangan invisible competitor ini BPR jangan cepat berpuas diri dan jangan selalu merasa berada dalam comfort zone. BPR harus terus meningkatkan diri. Selain meningkatkan teknologi informasi (TI), BPR juga harus meningkatkan SDM dan permodalan. Fintech tidak bisa dijauhkan, tidak bisa diajak bersaing. Maka untuk bisa hidup ke depannya, perbankan harus berkolaborasi dengan fintech. ‘’Keinginan BPR un-
tuk ikut serta dalam fintech seyogianya dipermudah. BPR Kanti 2017 sudah me-launching fintech, berkolaborasi dengan salah satu fintech besar di Indonesia,’’ ungkapnya. BPR Kanti juga sedang menggagas format fintech. Namun bukan berarti BPR menjadi fintech, tetapi mekanisme fintech dapat dilakukan BPR. Misalnya dalam rangka merekrut nasabah, menganalisis permohonan kredit, dalam rangka mekanisme pengambilan keputusan dalam pencairan kredit, dan sebagainya. Perbedaan antara fintech dengan BPR yang melakukan prinsip–prinsip fintech salah satunya adalah pada saat penandatanganan perjanjian pinjaman, harus bertemu dengan calon nasabah. (may)
PENDIDIKAN
BERMAIN game boleh-boleh saja. Tetapi tanggung jawab sebagai pelajar harus tetap dijalankan, yaitu belajar. ‘’Main game boleh, tapi jangan lupakan belajar. Bagaimanapun pendidikan itu merupakan hal yang nomor satu,’’ kata Brand Ambasador Evos Kopi Singa, Angelica Anastacia, Minggu (28/7) kemarin di Renon. Angelica yang disibukkan dengan aktivitas kuliah sambil kerja ini menyampaikan, bermain game memang diperlukan sebuah skill atau kemampuan. Namun, otak itu harus juga diasah. Meski demikian, dari bermain game kita juga bisa belajar. Tetapi pendidikan itu nomor satu. Dikatakannya, banyak orangtua mengaku cemas ketika melihat anak mereka berambisi sukses sebagai seorang gamer. Para orangtua biasanya khawatir jika hobi bermain game itu membuat anak melupakan sekolah. Meski kecemasan orangtua itu terbilang wajar, dirinya mengatakan antara anak dan orangtua harus mampu menentukan batas-batas wajar dalam bermain game. Meski demikian, menjadi gamer itu bisa menjadi profesi menjanjikan. ‘’Ini juga bisa menjadi atau membuka peluang kerja baru,’’ ujarnya saat menghadiri Evos Kopi Singa FTW City Tour Bali, Minggu kemarin. Event city tour ini akan diselenggarakan di sepuluh kota yakni Jakarta, Bali, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Bandung, Semarang, Cirebon dan Bogor bersama EVOSManay, EVOS.Cupay, EVOS. Mr.13, EVOS.MR.05. dan Angelica Anastasia. Tidak kalah menarik, Dyland Pros dan Kemas pake Z juga turut menambah serunya FTW City Tour Coaching Clinic di Jakarta, Bali dan Yogyakarta. (edi)
BPR Harus Waspadai ’’Invisible Competitor’’ SENIMAN
KULINER
KESEHATAN
‘’Keinginan BPR untuk ikut serta dalam fintech seyogianya dipermudah. BPR Kanti 2017 sudah me-launching fintech, berkolaborasi dengan salah satu fintech besar di Indonesia.’’
TOP IN VASI JAJAN upakara, salah satu item wajib dalam banten saat hari raya keagamaan dan piodalan. Permintaan produk ini tidak pernah sepi bahkan meningkat 100 persen saat hari raya tiba. Jenis produknya beragam, dari kaliandrem, jaja uligina, sirat, dodol dan sebagainya. Seperti yang dialami pelaku UKM produk jajan upakara di Desa Tegal Jadi, Marga, Tabanan, Ni Luh Putu Seriasih. Menurutnya, permintaan memang selalu meningkat tajam saat hari raya, utamanya saat hari raya Galungan dan Kuningan. ‘’Bahkan sampai kekurangan stok. Saking banyaknya permintaan, H-2 sudah habis dan saya harus membuat lagi utamanya jajan basah,’’ ujar Seriasih.
Jajan Upakara Ikon Tegal Jadi
Dari Kaliadrem hingga Sirat
Ia melanjutkan, awalnya ia hanya membuat jajan kaliandrem. Namun lama-kelamaan karena variasi permintaan bertambah ia juga membuat uligina, reta dan satuh. Tidak hanya membuat sendiri, Seriasih juga mengumpulkan jajan upakara produksi home industry di desanya dan di luar desa, bahkan luar Tabanan. ‘’Kalau jajan hasil home industry di Desa Tegal Jadi, ada yang saya kumpulkan dan saya jual. Biasanya dua hari sekali saya kumpulkan. Selain itu saya juga mengambil macho dari Pupuan, jenis sagon dari Gianyar serta jenis dodol dari Singaraja,’’ jelasnya, belum lama ini. Selain Tabanan, pemasarannya merambah Blahkiuh, Darmasaba, Sibang bahkan
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
sampai ke pasar di Gianyar. Tidak hanya itu, jajan kaliandrem yang menjadi ikon Desa Tegal Jadi saat ini sudah memasuki toko oleh-oleh yang bekerja sama dengan PDDS (Perusahaan Daerah Dharma Santika) Tabanan. Sementara itu, Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan mengatakan pihaknya memang rutin memesan jajan kaliadrem ke Desa Tegal Jadi setiap bulannya. ‘’Kami memesan 500 bungkus per bulannya,’’ ujar Sugi. Ia melanjutkan, pangsa pasar jajan kaliadrem yang dijual lewat PDDS adalah untuk oleh-oleh khas Bali. Karenanya penjualannya masih terbatas dan saat ini baru rutin diminta oleh toko oleh-oleh yang ada di DTW Tanah Lot. (san)
Bali Post/san
JAJAN - Pelaku UKM jajan upakara di Desa Tegal Jadi, Marga, Tabanan, Ni Putu Seriasih, menunjukkan permintaan jajan upakara jelang hari raya.
KTH Madu Sari, Budi Daya Lebah Madu Hasilkan Delapan Ton Per Enam Bulan
SENIMAN Bali Post/edi
MADU - Ketua KTH Madu Sari I Ketut Arta saat menjual madu di areal Pura Tapsai.
MELINTASI kawasan hutan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, udara dingin terasa merasuki tulang. Terlebih malam hari. Tetapi, wilayah berudara sejuk ini ternyata menyimpan potensi untuk budi daya lebah madu. Potensi hutan inilah yang dimanfaatkan oleh sekitar dua puluh orang warga setempat melakukan pembudidayaan lebah dengan menghasilkan sekitar 8 ton madu sekali panen. Budi daya lebah penghasil
madu ini dilakoni oleh warga sejak 15 tahun silam. Namun baru dua tahun terakhir mendapatkan lisensi sebagai mitra Kementerian Kehutanan. Legalisasi untuk kegiatan budi daya diberikan kepada warga dalam bentuk kelompok tani hutan atau KTH, salah satunya KTH Madu Sari. Ketua KTH Madu Sari I Ketut Arta alias Mangku Mokoh mengatakan, sebagai mitra dari Kementerian Kehutanan, KTH Madu Sari melakukan kegiatan pem-
budidayaan lebah penghasil madu dengan lahan seluas 32,5 hektar. Lelaki asal Dusun Puragae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem ini mengatakan, panen dilakukan selama enam bulan sekali dengan hasil panen sebanyak 8 ton. Panen musiman dalam satu tahun ini kemudian dilakukan pengolahan menjadi madu dengan cara diperas dan ditetes. Selanjutnya produksi budi daya berupa madu lebah ini dipasarkan ke seluruh Bali,
bahkan ada yang diekspor ke luar negeri. ‘’Madu murni ini pemasarannya hingga ke luar negeri seperti Bangkok dan lainnya,’’ katanya saat ditemui Bali Post, Sabtu (27/7). Madu yang dihasilkan KTH Madu Sari ada dua jenis yaitu madu lebah biasa dan madu kela–kela. Lebah kela-kela ini menghasilkan madu berwarna hitam, yang cocok untuk obat sariawan. Selain menghasilkan madu lebah yang bermanfaat untuk stamina tubuh,
hasil madu lebah ini juga ada dalam bentuk jeli yang dapat digunakan sebagai masker, yang dapat menghilangkan jerawat dan melembutkan kulit. Produk madu yang dihasilkan dikemas dalam bentuk botol ukuran 560 ml, 400 ml, dan 300 ml. Harganya pun bervariasi. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu untuk madu lebah biasa, dan madu kela-kela (madu hitam) dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu. (dar)