Skip to main content

Edisi Rabu 29 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Raih Predikat WTP Keenam Kalinya Bali Salah Satu Provinsi Terbaik di Indonesia PEMERINTAH Provinsi Bali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun Anggaran 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Hal ini disampaikan anggota VI BPK-RI Harry Azhar Aziz pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dengan agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI di Gedung DPRD Bali, Denpasar, Selasa (28/5) kemarin. Harry Azhar Aziz mengatakan, dengan pencapaian ini ditambah indeks kemakmuran yang ditunjukkan Bali sepanjang tahun 2018, maka Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi terbaik di Indonesia. ‘’Ini menurut pendapat saya. Ditambah lagi dengan pencapaian dampak dari pengelolaan keuangan yang dikelola oleh Provinsi Bali terhadap indikator kemakmuran seluruh indikator kemakmuran yaitu IPM, kemiskinan, pengangguran dan gini ratio bah-

kan pertumbuhan ekonominya di Bali, angkanya jauh lebih baik daripada angka di tingkat nasional,’’ ujarnya. Sebelumnya, Harry Azhar mengatakan pengelolaan APBD yang baik adalah bentuk penghormatan terhadap kepercayaan yang diberikan rakyat. Gubernur Bali Wayan Koster memberi apresiasi terhadap hasil penilaian ini, sekaligus menjadikan laporan hasil pemeriksaan BPK ini sebagai pemicu dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Untuk itu, saya minta kepada seluruh aparat di Pemerintah Provinsi Bali agar senantiasa meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, serta tetap berpijak pada Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK), khususnya kesesuaian antara pelaksanaan dengan pertanggungjawaban laporan keuangan,’’ ujarnya.

Ida Pedanda Gede Made Tembau ’’Lebar’’

SETELAH empat hari dirawat di rumah sakit, Ida Pedanda Gede Made Tembau lebar, Selasa (28/5) malam. Pelantun Puja Tri Sandya yang cukup populer di Bali ini meninggal di RS BaliMed. Kabar duka itu dibenarkan putra bungsunya, Ida Bagus Wibawa. ‘’Ida sampun lebar, tadi sekitar jam 7 malam. Saya akan menyampaikannya kepada Ida Nabe terkait bagaimana prosesi selanIda Pedanda Gede Made jutnya di geria,’’ ujar Ida Tembau (alm) Bagus Wibawa seraya menyampaikan sedang mengurus kepulangan layon Ida Pedanda dari Rumah Sakit BaliMed Denpasar ke Geria Kulon Aan. Hal. 15 Keluarga Besar

Jadi Tersangka, Kivlan Zen Diperiksa Rabu Ini

Jakarta (Bali Post) – Penyidik Mabes Polri menetapkan tersangka terhadap mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (27/5) malam. ‘’Sudah tersangka,’’ kata Brigjen Dedi. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kivlan Zen rencananya diperiksa penyidik Badan Reserse Kriminal Polri, Rabu (29/5) hari ini. ‘’Sedianya dipanggil penyidik Bareskrim itu tanggal 21 Mei, tetapi karena yang bersangkutan ada kegiatan, pengacaranya menginformasikan kepada penyidik minta ditunda untuk pemeriksaannya tanggal 29 Mei 2019 pada pukul 10.00 WIB,’’ ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/5) kemarin. Hal. 15 Diperiksa Polisi

Koster juga berharap peran lebih dan kerja keras dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam mengawal pelaksanaan program kegiatan Pemerintah Provinsi Bali ke depan dalam mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Terhadap temuan administrasi yang masih terjadi, Koster berkomitmen akan menindaklanjutinya sesegera mungkin. ‘’Hal ini menjadi komitmen saya beserta jajaran untuk menindaklanjutinya dalam waktu sesegera sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,’’ kata Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. (kmb) BPK - Gubernur Koster bersama Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI di Gedung DPRD Bali, Denpasar, Selasa (28/5) kemarin.

Polisi Ungkap Tokoh Jadi Target Pembunuhan

Wiranto, Luhut, Goris dan Budi Gunawan

Jakarta (Bali Post) – Polisi telah mengungkap enam tersangka kerusuhan 21-22 Mei yang ‘’bertugas’’ membunuh pejabat negara. Kini polisi mengungkap siapa saja pejabat negara itu yang menjadi target untuk dibunuh. Mereka adalah Wiranto (Menko Polhukam), Luhut B Panjaitan (Menko Kemaritiman), Budi Gunawan (Kepala BIN) dan Gories Mere (Stafsus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan). Informasi itu diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (28/5) kemarin. ‘’Dasar kami sebenarnya hanya BAP yang resmi. Hasil pemeriksaan para tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan informasi intelijen,’’ kata Kapolri saat jumpa pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa kemarin. Sementara satu pemimpin lembaga survei yang juga menjadi target pembunuhan, Kapolri enggan menyebutkannya. Menurutnya, setelah mendapatkan laporan adanya rencana pembunuhan kepada para tokoh nasional yang juga pejabat negara serta satu pimpinan lembaga survei, pihaknya langsung memberikan pengamanan dan pengawalan kepada yang bersangkutan. ‘’Ini para pelakunya yang disuruh untuk melakukan eksekusi sudah ditangkap,’’ ka-

tanya. Sementara itu, penyidik Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal Polri bersama Poldapolda di daerah menangkap 10 pelaku ujaran kebencian serta penyebar berita bohong atau hoax terkait aksi 22 Mei 2019. ‘’Untuk pelaku ujaran kebencian dari 21-28 Mei ada 10 tersangka yang sudah diamankan. Ini cukup meningkat,’’ ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa kemarin. Selain menangkap tersangka di sejumlah wilayah di Jawa, polisi menangkap tersangka di Sulawesi Selatan. Tersangka MS ditangkap Polda Sulawesi

Tidak Terbit Terkait hari raya Kenaikan Yesus Kristus yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Kamis, 30 Mei 2019 tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa pada Jumat, 31 Mei 2019 lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

Selatan pada 27 Mei 2019 karena menyebarkan konten tokoh nasional yang digantung serta narasi-narasi provokatif.

Sementara tersangka MA ditangkap penyidik Polda Papua Barat pada 27 Mei 2019 karena menyebarkan konten

Gories Mere (Stafsus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan)

Budi Gunawan (Kepala BIN)

MENKO Polhukam Wiranto menyatakan tidak gentar menjadi target pembunuhan oleh kelompok penunggang gelap aksi massa 22 Mei 2019. ‘’Soal nyawa itu ada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT,’’ kata Wiranto, Selasa (28/5) kemarin. Kata dia, memang rencana pembunuhan

kepada pejabat itu kan ditujukan atau dimaksud untuk memberikan rasa takut agar pejabat yang bersangkutan kemudian mengurangi aktivitasnya, lemah. Meskipun ada ancaman pembunuhan, ia dan pejabat lainnya tetap bekerja keras sesuai dengan prosedur yang ada. ‘’Orientasi kami adalah mengamankan keselamatan negara,’’ kata Wiranto. Sebelumnya, Korps Bhay-

video dan foto bernarasi provokatif dan berisi ancaman terhadap salah satu tokoh nasional. (ant)

Luhut B Panjaitan (Menko Kemaritiman)

Wiranto Tak Gentar

angkara berhasil meringkus enam tersangka pemilik senjata api, yaitu HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, AD, dan seorang wanita berinisial AF alias Fifi. Mereka merupakan kelompok ketiga yang menunggangi aksi massa pada 21-22 Mei di Jakarta. Seluruhnya ditangkap secara estafet di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bandara Soekarno-Hatta pada 21 dan 24 Mei 2019. (ant)

Jembrana Jangan Hanya sebagai Jalur Perlintasan (2-Habis)

Mengelola Kakao yang Mendunia SELAMA kurun waktu lima tahun terakhir, tanaman kakao (cokelat) menjadi salah satu komoditi unggulan Kabupaten Jembrana. Kebun kakao milik masyarakat kini menjadi ‘’tambang emas’’ di gumi makepung. Di samping harga yang cenderung tinggi dan stabil, produksi cokelat Jembrana memiliki kekhasan aroma dan rasa. Keunggulan inilah menjadi incaran produsen cokelat dari luar negeri.

KAKAO – Kakao Jembrana yang menjadi komoditi inti Kabupaten Jembrana.

Luas kebun kakao di Jembrana mencapai 6.227 hektar. Produksi rata-rata per tahun mencapai 680 kilogram per hektarnya. Hal inilah yang menjadikan Jembrana sebagai penghasil kakao terbesar di Bali. Potensi ini menjadi concern pemerintah daerah dalam bidang agro. Di awal program Kakao Lestari (proses sertifikasi) tahun 2011, baru segelintir subak abian yang bergabung. Tahun 2019 ini dari total 147 subak abian di Jembrana, sudah 51 subak yang bergabung un-

tuk menyuplai kakao untuk ekspor. Ditargetkan akhir tahun ini sudah ada 60 subak yang bergabung dalam program Kakao Lestari. Dari sisi pasar, jumlah permintaan untuk ekspor juga terus meningkat. Tahun 2016 lalu target suplai 100 ton biji kakao kering ke Prancis dan Jepang. Pada 2019 target biji kakao ekspor bertambah menjadi 300 ton. Hingga Mei ini sudah terealisasi 150 ton. Selain potensi pasar luar negeri, hasil produksi petani kakao di Jembrana juga dis-

alurkan untuk perusahaanperusahaan cokelat di dalam negeri. Rata-rata antara l5 hingga 12 ton per tahun. Kakao Jembrana memiliki cita rasa khas dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Salah satu yang membedakan adalah lemak kakao yang dihasilkan. Secara mutu, biji kakao Jembrana terbaik. Biji kakao kering tidak selalu untuk bahan makanan atau minuman, namun juga bisa digunakan untuk bahan kosmetik, powder, butter dan lain-lain. Terutama untuk lemak dari minyak kakao yang dihasilkan. Bagi para petani tentu ini sangat menguntungkan. Sebab, memberikan pendapatan lebih karena harga jual lebih tinggi. Bahkan harga jual kakao dari Jembrana tecatat tertinggi di Indonesia, yakni antara Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram. Jauh

lebih tinggi dibandingkan daerah penghasil kakao lainnya, seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Aceh, Lampung, dan juga Nusa Tenggara Timur. Selain meningkatkan produksi, ke depan juga mulai melakukan pengolahan kakao terutama dari usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bupati Jembrana I Putu Artha mengungkapkan potensi agro di Jembrana ini akan terus dikembangkan. Ke depan bukan saja memproduksi biji kakao, melainkan bagaimana Jembrana ke depannya bisa menjadi sentra produksi cokelat di Bali. Dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi biji kakao hingga pengolahan menjadi produk hasil bumi khas Bali Barat. Hal. 15 Dana Talangan


2

Rabu Wage, 29 Mei 2019

Pemkot Denpasar Dukung Kajian Produk Tembakau Alternatif

Bali Post/kmb

DISKUSI – Suasana diskusi terkait produk tembakau alternatif, Senin (27/5) lalu.

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Denpasar mendukung adanya kajian terhadap produk tembakau alternatif. Kajian ini nantinya diharapkan memberikan perspektif yang menyeluruh kepada Pemkot Denpasar terhadap hasil dari pengembangan inovasi teknologi tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ketut Wisada mengatakan, kajian ilmiah menjadi acuan bagi Pemkot Denpasar sebelum mengeluarkan kebijakan. Pemkot Denpasar

mengharapkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif dilakukan oleh para akademisi. “Kami sampaikan ini perlu dikaji secara mendalam. Kajian-kajian ini nantinya dari akademisi dan pemerintah akan mengikuti dampak-dampak yang ditimbulkan dari hasil kajian itu,” kata Wisada kepada wartawan usai diskusi, Senin (27/5). Wisada menambahkan, Pemkot Denpasar akan mempublikasikan hasil dari kajian tersebut kepada publik, sehingga masyarakat memiliki

gambaran tentang produk tembakau alternatif. “Kami tidak ujug-ujug mengeluarkan sebuah regulasi yang tidak memiliki solusi,” ujarnya. Pengamat kebijakan publik dan pakar humaniora Adi Sastra Wijaya mendukung langkah Pemkot Denpasar yang ingin melakukan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif. Dalam melakukan kajian, Adi Sastra Wijaya sependapat dengan Ketut Wisada bahwa perlu dilibatkannya para akademisi. “Saya mengapresiasi banyak apa yang akan dilaku-

kan Pak Ketut Wisada. Kita memulai dari hal kecil, tidak bisa langsung revolusi total. Yang paling kita lakukan dulu dengan pemerintah dan kedua dari akademisi, baik dari kebijakan, kesehatan serta hukum,” katanya. Tak hanya pemerintah dan akademisi, Adi Sastra Wijaya juga meminta keterlibatan produsen dalam melakukan kajian produk tembakau alternatif. “Terobosan hebat tapi tidak ada sokongan dari pemerintah dan akademisi belum tentu jalan. Ini harus

sinergis sekali,” ujarnya. Adi Sastra Wijaya mengaku optimistis kajian ini akan terlaksana dengan baik. Alasannya, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra adalah sosok pemimpin yang mendukung adanya inovasi di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan produk tembakau alternatif yang merupakan hasil inovasi teknologi. ”Saya lebih melihat bagaimana dari sudut pandang inovasi saja. Kalau inovasi ini membawa efek positif, itu bagus sekali,” tegasnya. (kmb)

Tak Ada Potensi Rusuh di Bali

Denpasar (Bali Post) Situasi Bali berbeda dengan Jakarta. Sampai saat ini tidak ada potensi kerusuhan di Bali. Hal itu disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Selasa (28/5) kemarin. Hadir dalam acara tersebut, di anta ranya Gubernur Bali Wayan Koster, Mayjen TNI Benny Susianto, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa. Usai apel, Golose menyampaikan beberapa penekanan. Pertama, di Bali potensial kerusuhan tidak ada. Kalau pun nantinya ada yang coba-coba, pihaknya akan melakukan penangkapan terhadap orang yang menyebarkan hoax. “Pelakunya ditangkap dan sekarang sudah ditahan. Kami akan tindak tegas apabila ada orang yang menyebarkan hal-hal seperti itu (hoax). Sama seperti Mabes Polri melakukan operasi (penyebar hoax), saya juga di sini melakukan hal sama,” tegasnya. Lulusan Akpol 1988 ini mengimbau masyarakat agar tidak ikut serta menyebarkan hoax. “Masyarakat Bali jangan ikut-ikut melakukan semburan-semburan kebencian yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kita lihat banyak yang ditangkap. Bilang ada polisi Cina, padahal orang Manado dan sebagainya. Mari kita jaga Bali ini sebagaimana mestinya,” ujarnya. K e d u a, l a n j u t G o l o s e , kepada pelaku bisnis pariwisata, dia bersama Pangdam Benny Susianto sudah mengeluarkan maklumat dan bersama stakeholder lainnya. Dia bersama Pangdam menjamin ke-

amanan dan pertaruhannya adalah kewibawaan serta keberadaan daripada institusinya, baik Polri dan TNI. “Saya mengeluarkan maklumat tidak sembarangan, tapi akan mempertanggungjawabkan karena ada isuisu dan lain sebagainya,” ungkap jenderal bintang dua yang sempat menjadi petinggi BNPT ini. Ia menyayangkan negara tetangga ikut mengeluarkan travel advice atau travel warning kepada Indonesia. Padahal, tidak ada gangguan terhadap warganya yang ada di Indonesia, khususnya Bali. “Saya menyampaikan bahwa Bali aman dan selalu aman bagi wisatawan. Bapak Gubernur dengan saya, Pangdam dan Kejati Bali, kami adalah garda terdepan menjaga keamanan, ketertiban dan menjamin keberadaan turis yang ada di Bali. Sampai sekarang tidak ada ancaman apa pun. Kami akan terus kerja sama. Saya sudah tingkatkan patroli, baik itu berseragam maupun tidak berseragam. Tentunya tidak menimbulkan hal-hal yang justru memancing. Kami lakukan secara soft approuch,” kata pria asal Manado, Sulawesi Utara ini. Terkait Operasi Ketupat, mantan Wakil Direktur II/Ekonomi dan Khusus Bareskeim Polri ini mengatakan, pihaknya melibatkan lebih dari 3.000 personel, termasuk TNI dan stakeholder terkait. Juga membuat pos di Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai, termasuk pelabuhan lainnya. Di samping itu digelar patroli bersama. Operasi ini akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu (29/5) hingga Senin (10/6). Namun untuk Bali ditambah dua hari karena kunjungan wisatawan domestik membeludak. (kmb36)

Bali Post/kmb16

PRODUK – Sejumlah produk olahan dengan bahan baku produk pertanian lokal yang dipamerkan di Bali Creative Industri Center, Tohpati, Denpasar, Selasa (28/5) kemarin.

Jaga Kualitas dan Kontinuitas Produk Lokal

Denpasar (Bali Post) -

Semua stakeholder di Bali saat ini berupaya mensosialisasikan keberadaan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Salah satu pasar terbesar yang diharapkan bisa menyerap produk lokal tersebut adalah sektor pariwisata. Para penyedia produk diminta menjaga kualitas dan kontinuitas produknya sehingga kemajuan antara sektor pertanian dengan pariwisata bisa berimbang. Direktur Eksekutif BPC PHRI Bali I.B. Purwa Sidemen mengatakan hal itu, Selasa (28/5) kemarin.

Menurut Purwa Sidemen, kualitas dan kontinuitas bukanlah sebuah syarat. Namun, hal ini wajib dinegosiasikan dengan penyedia produk lokal. “Di sini ada perimbangan yang bersifat edukatif,” katanya. Purwa Sidemen mengatakan, selama ini kerjasa-

ma antara sektor pariwisata dengan produk lokal sudah berjalan dengan baik. Sudah menjadi komitmen seluruh anggota PHRI untuk menggunakan produk lokal. Misalnya, dalam menggunakan sayur, bumbu, buah, dan lainnya sudah diserap oleh sektor

pariwisata khususnya hotel dan restoran. Jumlah yang terserap pun telah mencapai 60 persen. Untuk penggunaan buah impor, dari kalangan pariwisata memang sangat jarang menggunakan, terkecuali yang memang tidak bisa dihasilkan oleh pertanian kita.

“Apabila menggunakan produk impor harganya sangat mahal, maka produk lokal menjadi andalan utama kita,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Ir. I Putu Astawa, MMA mengatakan, kehadiran Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 merupakan salah satu upaya proteksi sosial masyarakat Bali di dalam menghadapi era perdagangan bebas. Regulasi ini bertujuan menumbuhkan mindset untuk berpihak pada penggunaan produk lokal. Di dalam melakukan proteksi sosial

tersebut, harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak yang ada di Bali. Mulai dari pemerintah, pengguna produk dan penyedia produk. “Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga ikut memfasilitasi pemasaran produk unggulan daerah dari penyedia produk ke toko swalayan, hotel dan katering,” katanya. (kmb16) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Siswa SMPN 3 Denpasar Raih NUN Tertinggi

Bali Post/eka

GELAR PASUKAN - Pangdam IX/Udayana, Gubernur Bali, dan Kapolda Bali memeriksa pasukan dalam apel gelar pasukan operasi Ketupat Agung 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Selasa (28/5) kemarin.

Denpasar (Bali Post) – Tahun ini SMPN 3 Denpasar sukses mengantarkan siswanya meraih Nilai Ujian Nasional (NUN) tertinggi seBali untuk perorangan. Adrian Yehuda Aribowo meraih NUN tertinggi pertama dengan nilai akumulatif 396,00. Sedangkan dua rekannya, I Dewa Gede Oka Baswara dan Ni Made Adriani Saputri, meraih ranking III dengan nilai 393,50. Untuk tingkat sekolah, SMPN 3 Denpasar juga meraih nilai rata-rata UN tertinggi kedua se-Bali yakni 351,65. Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. mengucapkan terimakasih atas perjuangan siswa, guru dan orangtua siswa (komite sekolah) serta pembinaan dari Disdikpora Kota Denpasar sehingga siswanya tetap menjadi yang terbaik di Bali. “Tak mudah meraih prestasi demikian. Diperlukan sinergisitas semua komponen sekolah,” kata Mur-

dana, Selasa (28/5) kemarin. Adrian Yehuda Aribowo mengaku tidak menyangka mendapat nilai UN tertinggi di Bali. Namun, ia menegaskan pencapaian itu bukan prestasi kebetulan. Ia memang belajar serius sejak duduk di semester II untuk menghadapi UN. Cara belajarnya juga nyicil, tak mau belajar semalam suntuk. Tiap hari, ia rata-rata belajar selama 11 jam termasuk belajar di sekolah dan di bimbingan belajar. Anak ketiga pasangan Antonius dan Kristin ini juga didukung soal-soal yang diberikan gurunya banyak mengena di UN. Secara akademis, Adrian hanya pernah meraih bintang kelas di SD, namun mampu menyalip rekan lainnya yang juara umum di sekolah. Kuncinya, serius belajar dan konsisten. Jika rekan-rekannya hanya serius di ujian sekolah, namun saat UN biasa-biasa saja karena dinilai tidak menentukan

Topik : DANA INSENTIF BENDESA

Di KLUNGKUNG MACET

Pembetulan Terjadi kesalahan pada advertorial berjudul “Jadi Narasumber pada Seminar Nasional Undik : Rai Mantra Gugah Berita ini bisa dikomentari Jiwa Wirausaha Mahasiswa, Tekankan Pengembangan Ekopada acara Citra Bali nomi Kreatif” yang FM terbit Selasa (28/5). Seharusnya, “Jadi Radio Global Pukul 08.00Seminar - 09.30 wita. Narasumber pada Nasional Undiknas : Rai Mantra Gugah Jiwa Wirausaha Mahasiswa, Tekankan Pengembangan Ekonomi Kreatif”.

TERTINGGI - Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana tampak akrab dengan tiga siswa peraih NUN tertinggi se-Bali.

kelulusan. “Saya menilai semuanya penting. Saya tak mau meremehkan UNBK sekalipun tak menentukan kelulusan,” kata Adrian yang ingin melanjutkan ke SMAN 1 Denpasar ini. Ni Made Adriani Saputri yang meraih NUN tertinggi ketiga se-Bali juga mengaku fokus belajar 11 jam tiap hari demi mengejar target meraih nilai terbaik di Bali. Anak kedua pasangan Made Ardana dan Luh Reni Ariani yang aktif di kegiatan Palang Merah Remaja ini mengaku tak pernah menganggap UNBK biasa-biasa saja. Hal ini harus dia raih untuk bisa menembus SMAN 4 Denpasar. Siswa SMPN 3 Denpasar, I Dewa Gede Oka Baswara, yang juga meraih ranking III se-Bali memiliki cara belajar yang unik. Setiap hari sejak kelas VII, ia sudah mempelajari soal-soal UN dan mengurangi main HP. Ia menyentuh HP hanya saat waktu luang saja atau setelah target 11 jam belajar dipenuhi. Anak kedua pasangan I Dewa Gede Ananta Wijaya dan Dewa Ayu Yudani yang menyukai pelajaran Matematika ini ingin melanjutkan ke SMAN 3 Denpasar. Sebelumnya, ia sempat meraih juara I Olimpiade SMPN 3 Denpasar. “Sukses ini berkat ketekunan belajar dan tak meremehkan UN,” tegasnya. Prestasi Sekolah Sementara itu, untuk prestasi tingkat sekolah, SMPN 1 Denpasar tercatat sebagai sekolah dengan rata-rata NUN se-Bali yak-

ni 358,56, diikuti SMPN 3 Denpasar (351,65) di posisi kedua dan SMP AMI Denpasar (341,32) berada di posisi ketiga. Tujuh SMP lainnya yang masuk rangking 10 besar meliputi SMP Cendekia Harapan (337,29), SMP Taman Rama Denpasar (336,75), SMPN 1 Gianyar (329,69), SMPN 9 Denpasar (320,78), SMP Kalam Kudus (318,76), SMPN 1 Singaraja (315,32), dan SMP PGRI 8 Denpasar (312,67). Sedangkan peraih NUN tertinggi perorangan didominasi oleh siswa-siswa di Kota Denpasar. Ranking I diraih oleh siswa SMPN 3 Denpasar

atas nama Adrian Yehuda Aribowo (396,00) dan ranking II diraih Ratu Ayu Noriko Nirmala Sari (SMPN 1 Denpasar) dengan nilai 395,50. Ranking III dengan nilai sama 393,50 masing-masing diraih Ida Ayu Prabha Cynthia Dewi (SMPN 1 Denpasar), Aurora Serena Ueda (SMPN 1 Denpasar), Ni Made Adriani Saputri (SMPN 3 Denpasar), I Dewa Gede Oka Baswara (SMPN 3 Denpasar), Kadek Bagus Putra Kinanda (SMPN 1 Bangli), I Kadek Surya Satya Dharma (SMPN 1 Singraja) dan Ni Putu Anna Ristia Dewi (SMPN 1 Abiansemal). (025/ kmb32)

Dua Siswa Wajib Ikuti Ujian Ulang Denpasar (Bali Post) Dinas Pendidikan Provinsi Bali menyerahkan hasil ujian nasional SMP/MTS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ kota dan MKKS se-Bali, Selasa (28/5) kemarin. Tahun ini, UN SMP diikuti 67.475 siswa yang terbanyak ada di Kota Denpasar sejumlah 13.121 siswa. Dari jumlah itu, dua siswa di antaranya wajib mengikuti ujian ulang. “Ada dua siswa wajib mengikuti ujian ulang. Mereka mengerjakan tugas tapi mereka foto hasilnya dan itu yang tahu petugas dari pusat. Keduanya di Denpasar, nanti mereka diberikan kesempatan untuk ikut ujian lagi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa.

Menurut Boy Jayawibawa, nilai UN kedua siswa yang tidak disebut nama dan asal sekolahnya itu terpaksa ditunda. Setelah mereka mengikuti ujian ulang, barulah nilai itu keluar. Ujian ulang rencananya dilaksanakan minggu pertama Juli mendatang. Dikatakan, hasil UN tidak menjadi penentu utama kelulusan tapi tetap penting untuk melakukan pemetaan. “Penentu kelulusan itu dari hasil ujian sekolah. Sementara pemetaan dari hasil UN, secara umum Bali ada peningkatan nilai dibanding tahun sebelumnya, walaupun tidak terlalu signifikan,” jelas mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali ini. (kmb32)


BADUNG

Rabu Wage, 29 Mei 2019

3

Bali Tourism Awards

Badung Raih Dua Penghargaan Bidang Pariwisata

PENGHARGAAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima penghargaan dari Presiden ITTA Foundation Benny Nainggolan pada acara Bali Tourism Awads 2019/2020, Senin (27/5).

ITTA Foundation untuk kesekian kalinya mengadakan Bali Tourism Awards. Bali Tourism Awards 2019/2020 dilangsungkan Senin (27/5) lalu di ballroom Trans Resort Seminyak, Kuta. Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, S.H., M.H., Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra, Ketua PHRI Badung A.A. Ngurah Rai Surya Wijaya, para penggerak pariwisata, penggagas objek wisata baru serta para praktisi hotel dari seluruh Indonesia. Penghargaan pariwisata kategori Bali Top Hospitality Leader diterima langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Penghargaan ini diberikan lantaran Pemerintah Kabupaten Badung dinilai selalu menjadi inspirasi dan memberikan ruang dan pelayanan terbaik dalam bidang pariwisata. Dalam hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra dinilai selalu berkontribusi sekaligus menjadi penyambung dan perpanjangan tangan Pemkab Badung untuk menjadikan pariwisata tetap bernapas di Kabupaten Badung. Penghargaan diserahkan langsung oleh

Presiden ITTA Foundation Benny Nainggolan. Ketua Panitia sekaligus Presiden ITTA Foundation Benny Nainggolan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pekerja pariwisata baik owner maupun para pelaku pariwisata serta semua pihak terutama Pemprov Bali dan Pemkab Badung yang telah memberikan motivasi dan inspirasi bagi pegiat pariwisata dalam mengembangkan sektor pariwisata. Selain itu, apresiasi disampaikannya atas pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan Pemprov Bali dan Pemkab Badung sehingga ekonomi kreatif bisa tumbuh sejalan dengan perkembangan pariwisata Bali dan dunia. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Pemprov Bali adalah untuk merangkul semua komponen masyarakat dan pegiat pariwisata di Bali untuk bisa bekerja sama untuk meningkatkan kehidupan pariwisata Bali hari ini dan ke depan. ‘’Maka dari itu, mari kita jaga pariwisata dengan menggali objek-objek wisata yang baru dan memberikan pelayanan yang terbaik baik para wisatawan yang datang ke Bali,’’ jelasnya. Sementara itu, Wabup Badung I Ketut

Suiasa usai menerima penghargaan mengatakan, Pemkab Badung mengapresiasi pemberian penghargaan di bidang pariwisata. Tujuannya tiada lain demi kemajuan pariwisata. Terlebih Badung merupakan daerah kunjungan wisata nasional maupun internasional, wajib memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. ‘’Penghargaan ini tentu kami dedikasikan dan persembahkan kepada masyarakat Badung. Ini menunjukkan bahwa Badung tetap intens untuk membangun dan mengembangkan objek-objek wisata yang baru untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan,’’ ujarnya. Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra menyampaikan, dengan target kunjungan wisatawan sebanyak 8 juta orang tahun ini, tentu geliat pariwisata di Kabupaten Badung harus terus dijaga. Optimisme juga harus dimiliki semua komponen karena Badung dengan objek-objek wisata baru, dapat memberikan kontribusi yang lebih. ‘’Penghargaan ini menjadi bukti dan tantangan bagi kami di Pemerintah Kabupaten Badung untuk selalu bisa memberikan pelayanan berkualitas yang lebih baik,’’ imbuhnya. (ad1044)

Permohonan ”Extra Flight” Turun hingga 254 Persen Mangupura (Bali Post) -

Guna mengantisipasi lonjakan arus pergerakan pesawat udara serta penumpang yang keluar-masuk Bali selama libur Lebaran, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai membuka Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019, Selasa (28/5) kemarin. Dari data yang dihimpun, hingga H-1 operasional posko, terdapat dua maskapai penerbangan yang telah mengajukan permohonan penerbangan tambahan atau extra flight yaitu Batik Air dan AirAsia. Total permohonan extra flight sejumlah 216 penerbangan. Rinciannya, AirAsia mengajukan 84 permohonan dan Batik Air sebanyak 132 permohonan. Jika dibandingkan dengan jumlah permohonan tahun lalu yang sebanyak 765 permohonan extra flight, terdapat penurunan cukup signifikan yakni hingga 254 persen. ‘’Meskipun di tahun ini jumlah pengajuan extra flight jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu, akan tetapi kami tetap berkomitmen untuk

menyediakan pelayanan terbaik demi terselenggaranya penerbangan yang aman, nyaman, dan selamat,’’ kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Haruman Sulaksono. Pihaknya memprediksi puncak arus pergerakan menjelang Lebaran akan terjadi pada H-2 Lebaran, dengan jumlah 471 pergerakan pesawat udara dan 76.974 penumpang terangkut. Sedangkan untuk puncak arus pergerakan pas-

calebaran akan jatuh pada H+3 Lebaran, yang akan terdapat 471 pergerakan pesawat dan 84.385 penumpang yang akan dilayani. Menurutnya, personel akan disiagakan untuk mengawaki Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang akan dibagi menjadi 3 shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Dalam setiap shift, sebanyak 39 personel lintas institusi komunitas bandar udara siap sedia dalam memastikan pelayanan terbaik bagi para penumpang. ‘’Selama pelaksanaan posko, sebanyak 1.648 personel gabungan

yang berasal dari berbagai institusi anggota komunitas bandar udara akan disiagakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, serta kelancaran arus pergerakan penumpang di dalam areal bandar udara,’’ tegas Haruman. Posko yang akan beroperasi selama 24 jam per harinya tersebut akan beroperasi selama rentang waktu 16 hari, terhitung mulai 29 Mei hingga 13 Juni, dengan diawaki oleh personel dari sejumlah institusi yaitu PT Angkasa Pura I (Persero), Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Basarnas, Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai, serta Unit K9 dari Polda Bali. (kmb23)

Bali Post/edi

BANDARA - Aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

Bali Post/eka

PENUMPANG - Beberapa penumpang memasukkan barang bawaannya ke bagasi bus AKAP di Terminal Mengwi. Pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, Dishub Badung menyiagakan 188 petugas operasional.

Dishub Siap Amankan Arus Mudik

Mangupura (Bali Post) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, turut andil dalam Operasi Ketupat Agung dalam rangka mengamankan arus lalu lintas. Operasi serangkaian hari raya Idul Fitri 1440 H ini akan dilaksanakan mulai Rabu (29/5) hari ini. Kadishub Badung A.A. Ngurah Rai Yuda Dharma mengatakan, Operasi Ketupat Agung yang dikoordinir kepolisian, akan dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di bidang penanganan lalu lintas. ‘’Operasi ini dilakukan untuk memperlancar jalannya arus mudik dan balik di hari raya Idul Fitri 1440 H. Besok (hari ini-red), akan kami laksanakan,’’ ungkap Yuda Dharma, Selasa (28/5) kemarin. Menurutnya, pengamanan Lebaran akan berlangsung selama 18 hari hingga 15 Juni mendatang. Dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas wilayah Kabupaten Badung, akan dibangun beberapa pos dari Badung Selatan hingga Badung Utara. ‘’Nanti ada pos pengamanan dan pelayanan baik di setiap objek wisa-

Persiapan PKB Ke-41

Tradisi Makotek ’’Disulap’’ Jadi Fragmentari Kolosal

Bali Post/eka

MAKOTEK - Makotek yang merupakan tradisi krama Desa Adat Munggu akan ditampilkan dalam PKB ke-41 dalam bentuk drama kolosal. MAKOTEK merupakan tradisi tolak bala dari Desa Munggu Kecamatan Mengwi. Tradisi memohon keselamatan ini selalu me-

nyedot perhatian masyarakat dan wisatawan lantaran keunikannya. Menurut rencana, tradisi ini akan dikemas secara khusus dan

ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 13 Juli mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan, makotek akan dibawakan dalam bentuk drama kolosal. Selain makotek, pihaknya juga akan melibatkan sekitar 4.862 seniman untuk menghibur masyarakat Bali. ‘’Kalau dulu makotek ditampilkan dalam pawai, sekarang kami bawakan dalam fragmentari kolosal makotek yang merupakan tradisi ciri khas Kabupaten Badung dari Desa Munggu,’’ ujar IB Bhasma, Selasa (28/5) kemarin. Menurutnya, semua seniman yang akan diutus dalam PKB telah siap tampil. Terdapat 4.862 seniman Badung yang akan tampil. Mereka terbagi di semua bidang kesenian. Duta kesenian yang paling banyak menyedot seniman adalah pawai, grup kesenian gong kebyar dan fragmentari. ‘’Semua seniman kita sudah siap. Persiapan bahkan sudah 90 persen dari semua pentas kesenian yang kami ikuti, baik yang diperlombakan ataupun tidak,’’ ujarnya. Dijelaskannya, duta kese-

nian gong kebyar baik anakanak, dewasa dan wanita telah diberikan pengarahan khusus. Pasalnya, grup gong kebyar ini tidak dilombakan lagi di daerah sebelum tampil ke PKB. ‘’Khusus untuk lomba gong kebyar, kami ambil dari juara-juara tingkat kabupaten sebelumnya. Karena tidak ada lomba lagi di tingkat kabupaten, kita pakai itu. Terutama untuk gong kebyar wanita dan anak-anaknya,’’ kata birokrat asal Desa Taman Kecamatan Abiansemal ini. Guna menjadikan tradisi makotek sebagai kesenian kolosal yang akan tampil di PKB, pihaknya menggandeng Listibya Badung dan pihak ISI Denpasar. ‘’Sinopsisnya sudah dibuatkan,’’ sebutnya. Dia berharap para seniman gumi keris bisa tampil maksimal, sehingga bisa memberikan tontonan dan hiburan menarik bagi masyarakat Bali. Terlebih, dana pendukung kegiatan ini tidak sedikit, yakni mencapai Rp 7 miliar. ‘’Kami berharap para seniman ini bisa tampil maksimal,’’ jelasnya. (kmb27)

ta dan simpang-simpang rawan macet,’’ sebutnya. Terkait titik pendirian pos pengamanan, Yuda Dharma menyebutkan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Di antaranya, pos pelayanan masih di Terminal Tipe A Mengwi, Pospam di beberapa yakni pospam terpadu Sempidi, Pantai Kuta (Beach Walk), pospam terpadu Sunset Road dan pospam terpadu Dewa Ruci. Untuk persimpangan jalan rawan macet juga akan terdapat pos seperti di kawasan Kuta, Kuta Utara dan Kuta Selatan. Pihaknya mengerahkan

188 petugas operasional lapangan yang terdiri dari UPT LLA Badung Selatan sebanyak 125 orang dam Bidang Lalu Lintas sebanyak 63 orang. Tim yang bertugas khususnya untuk penjagaan, dibagi dalam 3 shift untuk setiap harinya sehingga nantinya setiap pos tidak sampai nihil petugas. ‘’Kami imbau untuk para pemudik agar selalu mengenakan alat keselamatan seperti helm standard. Pemudik juga kami imbau agar tidak membawa barang yang berlebihan khusus yang mempergunakan sepeda motor,’’ jelasnya. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Unhi Denpasar Gelar Upacara ’’Majaya-jaya’’

Membangun SDM Berkualitas Hadapi Tantangan Era Generasi 5.0 DALAM rangka melepas 386 orang calon wisudawan yang terdiri dari 373 orang Program Sarjana (S-1) dan 13 orang Program Doktor (S-3), Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar upacara majaya-jaya di Pura Maha Widya Mandira Kampus Unhi Denpasar, Selasa (28/5) kemarin. Upacara majaya-jaya di-puput Ida Pedanda Istri Raka dari Geria Gede Kesiut Kawan Kerambitan, Tabanan dan diikuti seluruh civitas akademika Unhi Denpasar serta seluruh calon wisudawan. Upacara wisuda akan digelar di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Rabu (29/5) pagi ini. Ketua Panitia I Ketut Mona Arsika, S.Ag., M.Si. mengatakan upacara majaya-jaya merupakan prosesi mapamit secara niskala bagi lulusan Unhi Denpasar yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya, baik pada Program Sarjana maupun Program Doktor. Dengan harapan para lulusan dapat mengimplementasikan ilmunya di tengah masyarakat dan mampu bersaing dengan lulusan-lulusan dari kampus lainnya. Bahkan, para lulusan diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi, pada awal mahasiswa baru mengikuti perkuliahan secara efektif, mereka juga telah mengikuti upacara upanayana atau pawintenan yang bermakna penyucian diri sebelum mengikuti proses perkuliahan. Sehingga ilmu yang didapatkan bisa dipahami, diimplementasikan dan bermanfaat bagi

MAJAYA-JAYA – Sebanyak 386 orang calon wisudawan mengikuti upacara ‘’majaya-jaya’’ yang di-‘’puput’’ Ida Pedanda Istri Raka dari Geria Gede Kesiut Kawan Kerambitan, Tabanan di Pura Maha Widya Mandira Kamus Unhi Denpasar, Selasa (28/5) kemarin. kehidupan masyarakat. ‘’Maksud dari upacara majaya-jaya kita ingin alumni bisa jaya, menjadi yang unggul dalam menerapkan ilmuilmunya di masyarakat maupun di tempat kerjanya nanti,’’ tandas Mona Arsika. Sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya Bali, dikatakan, para lulusan telah dibekali ilmu pengetahuan tentang agama dan nilai-nilai kebudayaan Bali. Di samping ilmu pengetahuan yang sesuai dengan program studi (prodi) masingmasing. ‘’Untuk tahun ini, kita juga sudah membuka prodi baru yaitu Hukum Adat. Dengan prodi ini para

prajuru desa adat maupun caloncalon bendesa adat bisa memanfaatkannya dengan kuliah di Unhi Denpasar untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola desa adat sesuai dengan hukum adat yang ada,’’ tandasnya. Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. yang mewakili Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. berharap para lulusan mampu bersaing di dunia kerja, serta menjadi insan yang berbudi luhur dan mampu mewujudkan visi Unhi Denpasar membangun SDM unggulan untuk menjawab tantangan di era generasi 5.0. (ad1034)

Asyiknya Mudik Bareng BRI

Berangkatkan Ribuan Pemudik dari Bali BANK BRI memberangkatkan 1.003 pemudik dari Bali pada Selasa (28/5) kemarin. Sebanyak 1.003 pemudik diberangkatkan dengan menggunakan 24 bus. Kegiatan mudik bareng dengan tagline NgeBuzz Bareng BRI akan berangkat ke 11 kota/kabupaten yaitu Jember, Malang, Kediri, Yogyakarta, Semarang, Madura, Solo, Surabaya, Blitar, Lamongan dan Madiun. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia mengatakan bulan Ramadhan sebentar lagi akan berakhir. Saatnya umat Islam menyambut datangnya hari yang fitri bersama keluarga. Untuk mewujudkan impian masyarakat akan momen berkumpul bersama keluarga di hari raya Idul Fitri, Bank BRI menyelenggarakan kegiatan Mudik Bareng BRI yang merupakan program tahunan dari BUMN. Kegiatan Mudik Bareng BRI ini secara nasional dilakukan dengan menggunakan empat moda transportasi yaitu, Terbang Bareng BRI dengan moda transportasi pesawat udara, Ber-Layar Bareng BRI dengan moda transportasi kapal laut, Ber-Kereta Bareng BRI dengan moda transportasi kereta, dan Nge-Buzz Bareng BRI dengan moda transportasi bus. Pemudik diantar sampai ke tempat tujuan secara gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. ‘’Kanwil BRI Denpasar tahun 2019 ini melaksanakan kegiatan Mudik Bareng BRI dengan menggunakan moda transportasi bus (Nge-Buzz Bareng BRI),’’ ujarnya. Demi menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik selama perjalanan di luar awak bus, Bagus Subagia menugaskan satu orang petugas PIC pada setiap bus. Petugas ini bertugas mengawal dan memastikan semua pemudik merasa nyaman dan aman saat di perjalanan dan tentunya selamat sampai di tempat tujuan. Di samping itu, bus-bus yang digunakan oleh pemudik telah melalui ramp check yang dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Kota Denpasar. BRI Kanwil Denpasar juga meny-

Rabu Wage, 29 Mei 2019

FH Unwar Gelar Pelatihan Kemahiran Hukum

Guna Meningkatkan Kompetensi Praktik Hukum Mahasiswa

DALAM upaya meningkatkan lulusan mahasiswa hukum agar memiliki skill dan kompetensi praktik hukum yang memadai, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum (PKH) di Ruang Persidangan FH Unwar, Selasa (28/5) kemarin. Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya Dr. I Gede Yuliartha, S.H., M.H., hakim Pengadilan Negeri Negara, Arya Lanang Raharja. S.H., M.H. dari Kejaksaan PN Denpasar, Gayuh Rahantyo, S.H., M.H. dan dari PTUN Denpasar. Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan, FH Unwar terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, baik dari sisi proses, input, maupun outputnya. Sehingga antara teori ilmu dan praktik hukum harus diberikan secara berimbang (40:40), di samping juga didukung dengan sikap 20%. Oleh karena itu, FH Unwar menawarkan kurikulum yang mengacu pada capaian pembelajaran. Di mana lulusan sarjana FH Unwar harus mampu menguasai, tidak hanya ilmu hukum seara teori, tetapi bagaimana hukum positif dapat dipraktikkan dalam kehidupan nyata di masyarakat. ‘’Khusus pada semester ini, kami menawarkan praktik kemahiran hukum (PKH), sehingga bagaimana mahasiswa bisa berproses dalam beracara acara pidana, acara perdata, acara hukum militer, acara niaga ini dipraktikkan dalam sebuah laboratorium yang disebut dengan peradilan semu,’’ ujar Dr. Budiartha. Melalui pelatihan dan mata kuliah PKH ini, diharapkan mahasiswa mampu memiliki skill dan kompetensi dalam praktik hokum, sehingga mampu menjadi mediator dalam penyelesaian masalah.

PELATIHAN - Suasana pelatihan kemahiran hukum yang dilaksanakan FH Unwar yang dihadiri Dekan FH Unwar beserta para Wakil Dekan FH Unwar, Selasa (28/5) kemarin. Apalagi, mahasiswa FH Unwar telah dibekali berbagai sertifikasi sebagai pendamping ijazah, seperti pelatihan mediator, contract drafting dan legal drafting yang bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Mahkamah Agung, Menkum HAM, Jimly School Surabaya, dan lain sebagainya. Ketua LKBH FH Unwar Dr. Made Arjaya, S.H., M.H. menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk menambah pemahaman mahasiswa dalam pelaksanaan peradilan. Apalagi, LKBH FH Unwar telah menyiapkan wahana untuk pengabdian bagi dosen dan tempat berlatih bagi mahasiswa dalam praktik hukum acara. Sampai saat ini, dikatakan, beberapa perkara telah dapat ditangani oleh LKBH FH Unwar. Salah satunya adalah kasus pembunuhan mahasiswi di Undiksha Singaraja. Hakim Pengadilan Negeri Negara Dr. Yuliartha mengapresiasi PKH yang telah dilakukan FH Unwar. Dikatakan, PKH sangat pent-

ing diberikan kepada mahasiswa hukum agar memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan hukum, sehingga bisa dijadikan bekal untuk memecahkan isu-isu hukum yang ada di masyarakat berdasarkan teori-teori yang telah dipelajari selama pendidikan, serta pengalam praktik yang telah dimiliki mahasiswa. Salah satu mahasiswa FH Unwar, I Komang Widnyana, mengatakan pelatihan PKH sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama dalam dalam pembentukan karakter mahasiswa hukum yang cerdas hukum dan mengerti bagaimana susunan tata acara persidangan. ‘’Kami sebagai mahasiswa berharap pelatihan ini ke depannya agar dapat disinkronkan dengan pelaksanaan akademik di FH Unwar dan secara rutin terlaksana guna memberikan pemahaman kepada kami mahasiswa mengenai tata cara persidangan untuk memberikan bekal ke depannya menjadi praktisi hukum,’’ pungkasnya. (ad1039)

’’Graduation Day’’ TK Taman Rama Ubung Denpasar

Usung Tema ’’Growing Up Has Just Begun’’

LEPAS PEMUDIK - Pinwil BRI Denpasar bersama Kepala Audit Intern BRI Wilayah Denpasar dan Karo Kesra Provinsi Bali serta Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali melepas pemudik dengan mengibarkan bendera start. iapkan posko mudik lebaran di dua titik yaitu Bandara Internasional Ngurah Rai di terminal kedatangan domestik dan Pelabuhan Gilimanuk di lapangan parkir menuju pintu masuk pelabuhan. Pelaksanaan posko mudik lebaran buka mulai 28 Mei sampai 4 Juni 2019. Pada posko mudik lebaran, pemudik bisa melakukan pembelian kartu BRIZZI dan top up BRIZZI. Selain itu juga tersedia mini ATM yang bisa digunakan untuk tarik tunai, transfer, pembayaran listrik, pembeli pulsa dan lainnya. Di posko mudik lebaran ini juga terdapat pelayanan kesehatan berupa cek tensi dan juga pemberian takjil gratis ke 40 pemudik per harinya. Bagus Subagia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud syukur atas segala nikmat yang tiada henti, yang telah dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada BRI selama ini dan sebagai bentuk rasa terima kasih BRI kepada para nasabah setia yang telah begitu loyal kepada BRI. Harapannya, melalui kegiatan-kegitan seperti ini silaturahmi BRI dengan nasabah dan masyarakat umum dapat terjalin dengan semakin baik, sehingga Bank BRI akan se-

lalu ada di hati masyarakat. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali Drs. A.A. Gede Geriya, M.H. mewakili Gubernur Bali mengapresiasi kegiatan mudik gratis BRI, karena telah membantu masyarakat untuk mudik. Mengingat perjalanan dari Bali ke Jawa cukup jauh, ia berharap pengemudi selalu memperhatikan kelaikan kendaraan dan kesehatan. Begitu juga dengan pemudik diharapkan selalu menjaga kesehatan. Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali AKBP Drs. I Nyoman Sukasena mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI, karena sangat membantu pihak kepolisian untuk mengurangi pemudik motor. ‘’Sebenarnya kami sudah satu minggu menyosialisasikan terkait hal ini. Jika mau mudik bersama silakan lewat BRI dan BUMN-BUMN lainnya,’’ ujarnya. Ia berharap masyarakat Bali tidak mudik dengan menggunakan sepeda motor karena sepeda motor tidak diprogram untuk perjalanan jarak jauh. Dari analisisnya tahun lalu, hampir 70 persen pemudik yang menggunakan kendaraan sepeda motorlah yang mengalami musibah di jalan. (ad1038)

MENJELANG berakhirnya tahun akademik 2018/2019, TK Taman Rama Ubung Denpasar menggelar acara pelepasan (graduation day) anak-anak TK B (K2) di Hall Sekolah Taman Rama, Selasa (28/5) kemarin. Mengusung tema ‘’Growing Up Has Just Begun’’, sebanyak 40 anak dilepas Kepala TK Taman Rama Rr. Yasintha Kurniastuti Wijaya, S.Pd., yang dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemerintah Kota Denpasar Ir. I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti, M.Si. Acara dihadiri Administrator Yayasan Taman Mahatma Gandhi Denpasar, Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah tingkat SD-SMA Taman Rama, dan para orangtua murid TK A dan TK B. Acara diisi dengan berbagai penampilan menarik persembahan dari anakanak TK. Di antaranya tari, gerak dan lagu dari anak-anak TK A, dilanjutkan dengan gerak dan lagu serta bermain alat musik, dengan membawakan lagu yang berjudul ‘’Top of The World’’ dan ‘’Growing’’ yang dibawakan anak-anak TK B. Selain itu, mereka juga menunjukkan kemampuan mereka menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Sebagai puncak acara dan apresiasi sekolah atas proses perkembangan yang dicapai selama berada di TK Taman Rama, diserahkan sertifikat dan trofi kepada semua anak TK B. Dilanjutkan dengan momen momento dalam bentuk puisi sebagai ucapan terima kasih kepada orangtua, sedangkan orangtua memberi rangkaian bunga tangan kepada putra-putri mereka sebagai

GRADUATION DAY - Anak-anak TK Taman Rama didampingi Kepala TK Taman Rama beserta para guru berfoto bersama pada acara ‘’Graduation Day’’, Selasa (28/5) kemarin. ungkapan kasih sayang. Acara pun ditutup dengan pengambilan foto bersama. Kepala TK Taman Rama Rr. Yasintha Kurniastuti Wijaya, S.Pd. mengatakan graduation day merupakan sebuah apresiasi dari pihak sekolah kepada anak-anak TK B karena telah berhasil melewati proses pendidikan nonformal mereka di TK Tama Rama. Sekaligus sebagai wujud dukungan bagi mereka untuk semakin percaya diri melanjutkan ke jenjang pendidikan formal. Di samping juga sebagai simbol penyerahan kembali anak-anak kepada orangtua mereka masing-masing. Dengan mengusung tema ‘’Growing Up Has Just Begun’’ diharapkan acara pelepasan ini bisa memberi dukungan dan motivasi kepada anak-anak TK B yang saat ini telah benar-benar bertumbuh dan berkembang. ‘’Semoga mereka menjadi anak-anak yang sehat, cerdas dan berkarakter untuk selalu tetap semangat dalam belajar, berkarya, berinovasi, menatap masa depan, sehingga kelak bisa menjadi genera-

si yang berkualitas dan kompetitif,’’ ujar Yasintha, Selasa kemarin. Apalagi, dikatakan, dalam pelaksanaan pendidikan anak usia dini, TK Taman Rama mengacu pada standar pencapain perkembangan anak yang menitikberatkan pada 6 aspek perkembangan anak usia dini. Di antaranya, agama dan moral, sosial-emosional, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan seni, dengan mempertimbangkan keunikan dan kemampuan masing-masing individu anak. Program-program dirancang sepenuhnya demi membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan yang optimal dalam memasuki pendidikan dasar, serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa. Upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan terus dilakukan dengan terus mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, baik melalui peningkatan layanan pendidikan maupun peningkatan sarana-prasarana pendukung pendidikan. (ad1037)

Siapkan Generasi Z Menuju Generasi Emas 2045

Dua Guru Sekolah Widiatmika Raih Guru Berprestasi di Badung YAYASAN Widiatmika, Selasa (28/5) kemarin menggelar wisuda dan pelepasan siswa kelas VI dan IX, SD dan SMP Widiatmika bertempat di Auditorium Kampus Unud dengan mengambil tema ‘’Menyiapkan Generasi Z Menuju Generasi Emas 2045’’. Pelepasan ini diikuti 95 siswa SD, sedangkan untuk lulusan SMP sebanyak 84 orang. Adapun siswa dengan nilai tertinggi tingkat SMP diraih Dewa Ayu Maharani Adithi Kirana dengan nilai 389,50. Tidak hanya itu, dua guru dari Sekolah Widiatmika juga menjadi pemenang pada seleksi guru kepala sekolah dan pengawas berprestasi se-Kabupaten Badung tahun 2019. Mereka adalah Kepala SMP Widiatmika Agus Suastika Adiputra, S.Pd., M.Pd. berhasil meraih peringkat I tingkat SMP se-Kabupaten Badung. Sementara Ni Wayan Sucitrawati, S.S. berhasil meraih peringkat III guru berprestasi tingkat SD se-Kabupaten Badung.

Pendiri yayasan yang juga Kepala SD Widiatmika Drs. N. Sudiatma mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin yang dilakukan setiap tahun bagi peserta didik yang telah menyelesaikan studinya di Widiatmika. Tidak hanya itu, kegiatan ini sebagai rasa syukur Widiatmika sudah mampu menuntaskan tanggung jawab kepada anak didik. Ke depannya yang paling diharapkan sesuai dengan tema yang diangkat, memang muncul generasi emas di tahun 2045. ‘’Itu harapan kita yang paling utama. Bagaimana mewujudkan generasi emas sesuai juga dengan harapan pemerintah saat ini,’’ pungkasnya. Dikatakannya, Widiatmika saat ini menjadi piloting atau percontohan terkait Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), bahkan menjadi sekolah rujukan. Tidak hanya itu, Widiatmika juga menjadi sekolah piloting terkait penerapan Kurikulum 2013 dan sekolah budaya mutu tingkat na-

sional yang sudah diraih sebanyak tiga kali untuk tingkat nasional. ‘’Sekolah Widiatmika juga direkomendasikan untuk melaksanakan full day school tahun 2017 karena dari segi persyaratannya, akreditasi, output, bahkan guru sudah memadai,’’ katanya. Sementara itu, Kepala SMP Widiatmika Agus Suastika Adiputra menyampaikan saat ini sekolah Widiatmika sedang menyiapkan generasi Z untuk bisa menuju generasi emas tahun 2045. Menurutnya, anak-anak saat ini merupakan generasi yang lahir di era digital. Melalui kesibukan dengan dunia digital, bukan berarti ini menjadi sebuah masalah. Tetapi harus menjadi sebuah alat yang memudahkan proses pembelajaran. Dalam hal ini, harus ditekankan penguatan pendidikan karakter sebagai poros pendidikan, baik di rumah maupun di sekolah. Karena mau tidak mau, suka tidak suka itu ibaratnya tidak mungkin yang mengubah lingkungan bisa

mengubah dunia, tetapi kitalah yang memanfaatkan perubahan itu agar menjadi bermanfaat bagi kita. ‘’Dengan harapan, tahun 2045 bisa memunculkan generasi techno humanistik. Tanpa meninggalkan dimensi karakter religius, gotong royong, integritas, mandiri,’’ harapnya. Sementara itu, I Gusti Made Mustika mewakili Kadisdik Badung menyampaikan, Yayasan Widiatmika telah ikut mengambil sebagian tugas pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu, pihaknya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Bahkan saat ini Yayasan Widiatmika juga sudah jadikan piloting sekolah pendidikan karakter. Yang mana pendidikan karakter ini untuk mengantisipasi era digitalisasi dan tahun 2045 nanti. ‘’Pada tahun 2045 nanti, anak-anak yang telah ditamatkan akan terbentuk menjadi cerdas, terampil, inovatif dan berkarakter. Serta timbul jiwa tangguh,’’ ucapnya. (ad1035)

FOTO BERSAMA - Kepala SMP Widiatmika Agus Suastika Adiputra, S.Pd., M.Pd. (kiri) dan Ni Wayan Sucitrawati, S.S. (kanan) berfoto bersama dengan pendiri yayasan yang juga Kepala SD Widiatmika Drs. N. Sudiatma, M.Pd. dan Ketua Yayasan Widiatmika.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Rabu Wage, 29 Mei 2019

SMK PGRI 2 Badung Sukses Cetak Generasi Milenial Berkompeten dan Kreatif Mulai Buka PPDB untuk 280 Siswa Baru

SMK PGRI 2 Badung makin dewasa dan makin hebat. Lulusannya disiapkan menjadi generasi milenial yang berkompeten dan kreatif dalam menghadapi pasar global. Mereka tak hanya disiapkan mengisi pasar kerja di dalam negeri namun juga ke luar negeri. Hal itu diungkapkan Kepala SMK PGRI 2 Badung Drs. Gusti Ketut Sukadana, M.Pd. saat melepas 192 siswa kelas XII yang sukses lulus 100 persen masing-masing dari Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Multimedia (MM). Menariknya, mereka bisa bekerja memperbaiki mesin traktor, penyosohan beras, AC dan perahu bermotor. Pelepasan ditandai dengan penyerahan siswa kepada komite dan pengalungan insinye disaksikan Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung Dr. I Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.Si. Saat itu Kasek I Gusti Ketut Sukadana didampingi Wakasek I Made Kerta Yasa, S.T., Drs. I Made Suastika, I Nyoman Mudana, S.T. dan A.A. Istri Mas Widayanti, S.Ag. menyerahkan penghargaan kepada siswa peraih UNBK tertinggi. Saat itu juga diserahkan piala juara II lomba senam Pramuka Penegak se-Bali dan juara harapan II desain grafis. Sukadana menegaskan dewasa ini mindset lulusan SMK di Badung diubah selain mengisi peluang kerja di dalam negeri juga di luar negeri. Hal ini perlu didukung orangtua siswa agar anaknya tak hanya menjadi jago kandang. Makanya SMK PGRI 2 Badung, dikatakannya, adalah tempat yang tepat mempersiapkan SDM Badung yang kompeten di era global yang penuh dengan persaingan. ‘’Sekolah di SMK PGRI 2

PELEPASAN - Kepala SMK PGRI 2 Badung Gusti Ketut Sukadana menyerahkan piala juara umum II Pramuka dan desain grafis di acara pelepasan siswa kelas XII. Badung sama dengan belajar di sekolah negeri,’’ tegasnya. Pada pelepasan kemarin 70 persen lulusannya sudah bekerja. Ini sesuai dengan misi dan visi sekolah mencetak SDM ungggul di bidang keahliannya. Mereka diserap di perbengkelan PT Astra Group, 20 persen membuka usaha mandiri seperti membuka perbengkelan, servis komputer dan lainnya. Sekolah ini banyak diminati masyarakat karena memiliki keunggulan dalam disiplin, skill dan pendidikan karakter. Juga memiliki kelas Toyota, kelas Honda, kelas Daihatzu dan kelas Kubota. Mereka juga dibekali empat kompetensi tambahan yakni komputer, bahasa Inggris, perbengkelan dan mengemudi. Makanya I Gusti Ketut Sukadana mengatakan lulusannya bukan SDM pengangguran karena mereka diproses secara berkualitas. Kedua, SMK PGRI 2 Badung di Jalan I Gusti Ngurah Rai No. 2 A, Banjar Delod Bale Agung, Mengwi memiliki fasilitas lab praktik lengkap kerja sama dengan semua merek mobil dan sepeda

motor nasional. Dari sekolah swasta di Bali hanya SMK PGRI 2 Badung yang memiliki BLK profesional. Untuk itu, Sukadana minta lulusan SMP di Kabupaten Badung bergabung di SMK PGRI 2 Badung. Tahun ini SMK PGRI 2 Badung akan menerima 280 siswa baru yakni tiga kelas untuk TKR, tiga kelas untuk TSM dan dua kelas MM. Sukadana yang juga pengurus PGRI Bali berharap Gubernur Bali Wayan Koster mengawal agar tahun ini tak ada PPDB gelombang II, melainkan memberdayakan sekolah swasta. Ketika bertemu jajaran PGRI Bali, Gubernur Koster sepakat tak ada dikotomi sekolah negeri dan swasta. Sukadana yakin kualitas sekolah swasta tak kalah dengan sekolah negeri. Sementara itu, pengawas SMK Drs. I Gusti Made Bawa Suarya, M.Pd. kagum dengan prestasi dan perkembangan SMK PGRI 2 Badung yang luar biasa. Sekolah ini makin hebat dan mempersiapkan lulusannya tak memilih-milih pekerjaan. (k250)

5

Kunjungi Disdik, Awasi Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru 2019

Senator Koordinasi Terkait Honor Guru Belum Cair hingga Dasar Hukum Program ’’Graduation’’ SEJUMLAH aspirasi dari masyarakat Bali terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditanggapi Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dengan mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan Dinas Pendidikan Kabupaten Badung. Dalam pertemuan serangkaian kunker DPD-RI ini, Senator Arya Wedakarna (AWK) meminta kepada pemerintah provinsi yang menaungi SMA/SMK di seluruh Bali agar dapat menjalankan amanat Peraturan Menteri dengan baik dan konsisten. Mengingat dari hasil evaluasi DPD-RI Bali pada tahun 2018 sempat terjadi sejumlah intervensi dari pejabat pemerintah Bali dan juga anggota DPRD Bali terkait dengan kisruh PPDB, sebagaimana terjadi di Badung Utara dan Badung Selatan. ‘’Pemerintah harus mengedukasi masyarakat tidak semua siswa layak diterima di sekolah negeri. Kasus tahun lalu kita kecewa karena ada sejumlah sekolah terpaksa harus menambah kelas hingga sore hari akibat desakan masyarakat yang begitu keras. Akibatnya peraturan pula dilanggar, dan intervensi tokoh politik lokal mendominasi. Dari kejadian tahun lalu, yang dirugikan adalah siswa yang sekolah sore, guru yang lelah mengajar tanpa kenaikan tunjangan berarti. Termasuk eksistensi sekolah swasta yang terancam bangkrut. Jadi keberpihakan pemerintah provinsi terhadap SMA/SMK swasta di Bali dan juga pemerintah kabupaten/ kota terhadap SD, SMP swasta harus ditunjukkan dengan adil. Masalah disiplin terkait dengan zonasi sekolah dan PPDB adalah mutlak dan pemimpin

di Bali harus berani tidak populer demi membela aturan dan perundang-undangan,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia menerima laporan banyak warga/krama asli Bali, khususnya perantauan yang merasa dipersulit dalam proses pencarian sekolah. ‘’Saya sudah mendapat penjelasan dari dinas tentang solusi bagi krama Bali di perantauan yang merasa dipersulit terkait dengan aturan ini. Kata dinas, solusi bagi warga parantau yang sudah berdomisili enam bulan lebih bisa meminta keterangan domisili pada desa/ lingkungan itu menjadi syarat untuk pendaftaran. Saya kira itu bagus, sekarang tinggal eksekusi saja. Kita percaya karena sistem sudah online dan menggunakan teknologi google map, maka semua diharapkan transparan. Semoga tidak ada oknum yang bermain,’’ ucap Gusti Wedakarna. Selain masalah PPDB, Senator AWK pun berharap agar di tahun 2020, sejumlah hal diperbaiki dalam sistem pendidikan di Bali. Di antaranya tentang adanya penggunaan istilah wisuda dan graduation pada peserta kelulusan SMP/SMA/ SMK. ‘’Saya mendapat banyak keluhan dari orangtua siswa yang merasa tidak mampu membiayai kebutuhan siswa miskin untuk acara graduation. Dari sidak ke sejumlah sekolah, saya menemukan fakta ada sekolah yang memfasilitasi graduation dan ada yang tidak. Jika difasilitasi, pasti ada dugaan pungli. Sebab, ada pemasukan tambahan. Ini perlu diperhatikan. Dan ternyata setelah ditanya tidak ada payung hukum terkait dengan kegiatan itu. Saya rasa, demi membela kaum marhaen, harus ada pedoman tegas bahwa ke depan kelulusan sekolah itu dilakukan dengan sederhana.

BERTANDANG - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ketika bertandang ke Disdik Provinsi Bali dan Disdik Kabupaten Badung untuk mencari solusi masalah pendidikan SD, SMP, SMA/SMK di tahun ajaran 2019. Dengan pakaian adat seadanya dan cukup upacara berbau budaya. Saya lihat ada sekolah di kampung, tapi siswanya wajib memakai jas dan juga kebaya mahal. Kasihan bagi yang tidak mampu. Sikap hedonis ini tidak perlu dipelihara, karena di Bali sedang sulit keuangan,’’ jelas Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. Sejumlah hal yang dibahas Senator AWK dengan Disdik Provinsi dan Disdik Badung di antaranya terkait honor guru provinsi yang belum cair hingga April/Mei 2019 dan ternyata karena ada kendala teknis pascaperubahan UU Otda. Kemudian terkait sejumlah gedung SMA/

SMK di Bali yang banyak rusak dan perlu segera diperbaiki, khususnya di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Karangasem. Selanjutnya rencana pendirian SMAN 2 Kuta Selatan, SMAN 2 Abiansemal dan SMKN 1 Kubu. Lalu rekomendasi DPD agar segera dibangun SMA satu atap di daerah Bunutan Karangasem, walau harus menunggu dibangunnya SMP oleh Pemkab. Mencari solusi bagi guru OJTM yang terancam tidak mendapatkan honor pada Juni-Juli karena tidak ada tatap muka dengan siswa. Terakhir, meminta pemprov menganggarkan dana bantuan untuk SMA/SMK swasta di Bali secara rutin. (ad1042)

Majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada, Selasa (28/5) kemarin menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun terhadap terdakwa Kadek Wardika alias Loco. Terdakwa yang juga narapidana (napi) kasus narkoba itu diadili atas kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

pada rekeningnya dan iparnya. ‘’Terdakwa tidak menjelaskan asal-usul uang tersebut pada istrinya,’’ sebut jaksa dalam surat tuntutannya. Dan uang itu disimpan sebagian di rumahnya. Terdakwa menggunakan ketiga rekening atas nama istri, ipar serta Zarkani itu adalah dengan tujuan menyembunyikan dan menyamarkan transaksi jual-beli narkotika yang dilakukan terdakwa di dalam Lapas Kerobokan. Namun sayang, aksinya tidak lama karena kedoknya terbongkar setelah BNNP menangkap Budi Hartono alias Rajus (24) karena mengusai 7 paket sabu-sabu dengan total berat 9,22 gram netto. Dari interogasi saat itu, Budi mengaku mendapat semua barang itu dari Kadek Loco alias Wardika (terdakwa) dengan cara mengambil tempelan. (kmb37)

Diadili TPPU, Napi Narkoba Dihukum Tiga Tahun

Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/ist

DILANTIK - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa usai melantik pejabat baru BNNK Denpasar dan Badung.

Kepala BNNK Denpasar Diganti

Denpasar (Bali Post) Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar diganti dan prosesi pelantikan dilaksanakan Selasa (28/5) kemarin di Kantor BNNP Bali, Kereneng, Denpasar. Kepala BNNK Denpasar AKBP I Wayan Gede Suwahyu digantikan oleh AKBP Hagyono, karena Suwahyu memasuki masa pensiun sebagai anggota Polri. Sementara Nyoman Elly Sri Purwa Astuti dan Agus Purwadi masing-masing dilantik sebagai Kasubbag Sarana-Prasarana dan Kasubbag Umum BNN Kabupaten Badung. Sedangkan Putu Sony Kurniawan sebagai Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Denpasar.

Usai memimpin upacara pelantikan, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengatakan kepada para pejabat yang baru ditekankan agar senantiasa memegang sumpah jabatan yang telah diucapkan dengan penuh tanggung jawab, integritas serta mampu berbaur dengan lingkungan. Di samping itu, para pejabat yang baru didorong agar segera mengenali persoalan yang dihadapi, dan mampu mengambil langkah inovatif dalam melaksanakan P4GN di lingkungan kerjanya masing-masing. ‘’Pejabat yang baru harus mampu memperkuat jajaran internal dan menjalin kerja sama yang sinergis dengan pihak

Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,’’ tegasnya. Selain itu, mereka diminta senantiasa menjunjung komitmen dan semangat juang yang tinggi. ‘’Saat ini jabatan struktural di Kota Denpasar telah lengkap. Artinya pekerjaan telah menunggu dan harus berkinerja lebih baik, aktif berkoordinasi dengan pimpinan daerah Kota Denpasar. Memperkuat jajaran di BNNK Badung dan BNNP Bali,’’ kata Suastawa. Ke depannya, jenderal bintang satu di pundak ini berharap kegiatan BNNK Denpasar setelah memiliki pimpinan baru harus makin intens dan sejak bekerja dengan sungguh-sungguh. (kmb36)

Warung Global

Jangan Gara-gara Aturan Berubah Proyek Fisik Tersendat SERING berubahnya peraturan di pusat menyebabkan sejumlah kegiatan proyek fisik di Kabupaten Bangli tersendat, bahkan ada yang masih nihil. Sejauh ini sejumlah proyek yang direncanakan terlaksana tahun ini masih berproses. Atas kejadian ini, para pendengar Radio Global 96,5 FM mengutarakan sejumlah pendapat dalam acara dialog interaktif Warung Global. Berikut rangkuman opininya. Wilayah Bangli, menurut Budiada di Tabanan, banyak sejarahnya dan berpotensi baik untuk tujuan wisata. Mengenai aturan yang berubah, mestinya ada batas waktu. Jika ada proyek fisik masih berjalan, jangan ubah aturan menjadi aturan baru. Jadi jangan salahkan yang membangun menanggung kesalahan ini. Membangun proyek fisik tentu ada jangka waktunya. Ini masalahnya ada uang, tapi aturan banyak dan tidak profesional. Semoga peraturan ini adalah

sebuah solusi. Siapa yang salah dalam hal ini? Demikian menurut Suardana di Tabanan. Jika proyek fisik sudah berjalan, selesaikan dulu. Ubah birokrasinya dan pemimpin harus mengakui kesalahan ini. Karena ini akan mengakibatkan semua tersendat. Tanpa menyinggung terusnya berubah aturannya, Made Jemet di Denpasar berharap pemerintah fokus garap potensi wisata di Bangli. Kalau mau pasti bisa. Misalnya kawasan Batur dikelola dengan baik.

‘’Kalau sudah maju semua kan bagus,’’ tambahnya. Kenapa aturan di pusat sering berubah? Bukan hanya kegiatan proyek fisik saja, lain pejabat, lain juga cara main dan aturannya. Demikian menurut Ayu di Petang. Aturan yang bagus dipatenkan, berlaku untuk semua wilayah. Perubahanperubahan ini akan membuka peluang untuk melakukan korupsi. Yang menjadi pertanyaan dari Werdha di Gianyar, jika aturan berubah lalu bagaimana dengan daerah lain? Pasti tunduk dengan aturan pusat. Pasti proyek mangkrak semua dong? Jangan sampai garagara aturan jadi mangkrak. Ini lucu jadinya. Sudah terbangun tapi gara-gara aturan, proyek fisik tersendat. Ia menyarankan setiap pimpinan daerah agar menggunakan hak otonomi daerahnya dengan bijak. (sikha)

Dalam sidang di PN Denpasar, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan TPPU, sebagaimana ketentuan Pasal 3 UU No.8 Tahun 2010 tentang TPPU. Terdakwa sendiri disebut melakukan TPPU hingga Rp 600 juta lebih, untuk menjalankan bisnis narkoba. Oleh karenanya, majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun. Di samping itu, terdakwa diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara. Atas putusan itu terdakwa langsung menerima. Dikatakan, kurun waktu 2017 hingga 2018, Wardika melakukan tindakan menempatkan, membayarkan atau membelanjakan, menitipkan, menukar-

kan, menyembunyikan, atau menyamarkan, menyimpan, menghibahkan, mentransfer uang, harta dan benda atau aset baik dalam bentuk benda bergerak atau tidak yang berasal dari tindak pidana narkotika atau prekursor narkotika. Peristiwanya berawal saat terdakwa sebagai warga binaan di Lapas Kerobokan pada tahun 2017 berkenalan dengan Dwi Cahyano alias Mas Dwi, sesama napi. Dari sanalah terjadi bisnis narkotika jenis inek dan sabu. Selain mereka ada I Nyoman Mahardika yang menjadi pihak yang bertugas mengedarkan di luar lapas. Selama menjalankan bisnis tersebut, terdakwa dengan Mahardika melakukan komunikasi lewat HP. Dan hasil pen-

jualan narkotika itu ditransfer Mahardika pada terdakwa lewat rekening milik iparnya bernama Sita Devi Prama Sasanti dan istrinya, Ketut Desi Antari. Sementara terdakwa memegang buku rekening dari keduanya. Pada 3 September 2018, hasil penjualan narkotika mencapai Rp 661.500.000 masuk ke kedua rekening tersebut. Kemudian 2 Oktober 2018 terdakwa mendengar dari Dwi Cahyono jika rekannya, Mahardika, ditangkap petugas BNNP Bali dengan barang bukti 200 gram lebih. Karena panik, Wardika meminta istrinya supaya membesuk ke lapas. Setibanya, terdakwa meminta istrinya supaya menarik keseluruhan uang yang ada

DFSK Ikut Meriahkan Jakarta Fair 2019

Sejumlah Promo dan Hadiah Siap Dibagikan Setiap Pembelian Kendaraan JAKARTA Fair merupakan salah satu ajang pameran terbesar di Asia Tenggara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya untuk menyambut ulang tahun DKI Jakarta. DFSK tidak ingin kehilangan momen untuk merayakan hari jadi Kota Jakarta dengan ikut serta di acara pameran Jakarta Fair 2019. Jakarta Fair merupakan salah satu pameran terbesar yang ada dengan jumlah pengunjung mencapai 6,7 juta orang dan nilai transaksi mencapai Rp 7,3 triliun di tahun 2018. Perlu digarisbawahi penyumbang nilai transaksi terbesar pameran multiproduk ini disokong dari sektor otomotif, sehingga dirasa acara ini sangat tepat bagi DFSK untuk menujukkan kendaraan-kendaraan yang berkualitas tinggi. ‘’Kami melihat Jakarta Fair 2019 merupakan ajang yang sangat tepat untuk lebih mendekatkan merek DFSK kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta yang sedang bersuka cita karena akan merayakan ulang tahun kota tercintanya,’’ ungkap Permata Islam, Marketing General Manager PT Sokonindo Automobile. DFSK akan hadir di Hall B2 Indoor Area JIExpo Kemayoran Jakarta pada 22 Mei - 30 Juni 2019. Dengan mengusung booth seluas 168 meter persegi, DFSK akan menampilkan seluruh lini

produk kendaraanya mulai dari DFSK Super Cab, DFSK Glory 580, dan DFSK Glory 560 yang baru saja diluncurkan pada 25 April 2019. Selama Jakarta Fair 2019, DFSK juga mempermudah konsumen memiliki kendaraan impiannya melalui program penjualan periode April - Juni 2019. Bagi konsumen yang ingin membawa pulang kendaraan idaman khusus Glory 580 dapatkan cashback mulai dari Rp 20 jutaan, DP dan bunga ringan mulai 0% hingga gratis servis dan biaya jasa selama dua2 tahun dengan syarat dan ketentuan berlaku. Sementara bagi konsumen yang memerlukan kendaraan niaga untuk kelancaran bisnis, Super Cab dapat menjadi pilihan menarik. Selama pameran Super Cab akan menawarkan cashback mulai dari Rp 19 juta, DP dan bunga ringan mulai 0% hingga gratis servis selama dua tahun dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tentunya program menarik bagi konsumen yang ingin memiliki SUV terbaru DFSK yaitu Glory 560 terdapat program khusus. Selama periode booking konsumen akan mendapatk voucher BBM setiap harinya sebesar Rp 100 ribu dengan syarat dan ketentuan berlaku. Skema DP rendah ini diambil berdasarkan harga kend-

araan DFSK di Jakarta, dan ada kemungkinan di daerahdaerah lain nilai DP yang ditawarkan berbeda. DFSK juga memberikan kemudahan berupa program leasing bunga 0% oleh Mandiri Tunas Finance dan Maybank Finance, dan DP 0% oleh Mega Auto Finance. ‘’Jakarta Fair 2019 merupakan ajang berpesta dan bersenang-senang menyambut Ulang Tahun DKI Jakarta. Kami juga memberikan kebahagiaan dan kesenangan berupa program-program kepemilikan kendaraan yang mudah dan juga menarik bagi para pengunjung Jakarta Fair 2019. Sehingga selain bisa menikmati keriaan ulang tahun DKI Jakarta, pengunjung juga bisa pulang dengan membawa mobil baru untuk digunakan

bersama-sama keluarga di berbagai momen bahagia,’’ tutup Arta. Lebih lanjut dikatakan, DFSK adalah kependekan dari Dongfeng Sokon dan berada di bawah naungan DongFeng Motor Group (DFM). Di mana juga menaungi Dongfeng Honda, Nissan, Peugeot, Citroen, Renault dan Dongfeng KIA. Saat ini DFSK telah menetapkan fasilitas teknis internasional di Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Indonesia dan Cina. Untuk mengembangkan varian SUV modern, dan juga energi kendaraan terbaru, DFSK selalu fokus untuk menjadi ahli dalam dunia SUV, serta secara konsisten melakukan penelitian tentang produk SUV dengan kualitas tinggi dan performa terbaik. (bns1)


OPINI

6

Rabu Wage, 29 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Tanggung Jawab Melayani Orangtua HAKIKAT kehidupan adalah melayani. Pandangan ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap setia melayani orang-orang di sekitarnya walaupun terkadang tak memiliki hubungan kekerabatan. Prinsipnya, melayani adalah bagian dari swadharma hidup jika kita ingin juga bahagia. Dalam konteks kekinian, tentu seni dan cara melayani orangtua juga makin variatif. Melayani bukan berarti hanya memberi dukungan makan dan minum. Kasih sayang justru menjadi hal strategis dan sangat penting maknanya. Khusus terkait dengan tanggung jawab moral melayani orangtua atau lansia, maka anak hendaknya menjabarkan perilaku suputra. Artinya, tak hanya memberikan kebutuhan harian bagi para orangtua kita, kita juga harus siap memberikan kehidupan yang layak bagi orangtua kita. Tetap menjadikan orangtua sebagai panutan dan orang yang dihormati adalah salah satu bentuk penghormatan kepada mereka. Artinya, bentuk-bentuk perilaku yang berpihak dan pantas dilakukan pada orangtua kita adalah menjaga hubungan harmonis sepanjang masa. Perilaku ini juga layak dibudayakan sebagai identitas kehidupan. Dalam banyak rujukan, kita juga pahami bahwa hakikat manusia hidup di dunia adalah untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan timbul sebagai akibat dari terpenuhinya kebutuhan dan harapan. Berbedanya kebutuhan dan harapan setiap individu menyebabkan kebahagiaan dianggap sebagai sesuatu yang relatif. Berdasarkan berbagai penelitian, lansia juga mempunyai beberapa kebutuhan, yaitu kebutuhan akan rasa aman (the safety needs), kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki serta akan rasa kasih sayang (the belongingness and love needs), kebutuhan akan aktualisasi diri (the need of self actualization). Selain itu, dengan bekerja, seseorang dapat memenuhi kebutuhan fisik seperti sandang, pangan, dan papan. Bekerja juga akan memenuhi kebutuhan akan rasa aman, tenteram, dan kepastian tentang hari-hari yang akan datang. Aktivitas bekerja memungkinkan lansia berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat menimbulkan rasa senang dan tidak kesepian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lansia yang dapat bekerja secara produktif cenderung lebih bahagia daripada yang tidak bekerja lagi. Namun, fenomena lain yang terjadi di masyarakat adalah terdapat beberapa lansia yang tidak bekerja namun dapat merasakan kebahagiaan dan sebagian lainnya merasakan ketidakbahagiaan. Ketidakbahagiaan tersebut bisa disebabkan oleh kondisi lingkungan, kurangnya perawatan, perhatian maupun kepedulian orangorang di sekitar lansia, terutama keluarga. Terdapat beberapa faktor yang dianggap memengaruhi kebahagiaan lansia, faktor-faktor tersebut terbagi ke dalam dua kelompok yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Menurut beberapa penelitian terdapat beberapa faktor eksternal yang memengaruhi kebahagiaan lansia, antara lain faktor pendapatan (kemakmuran), faktor hubungan dengan keluarga, faktor keagamaan, faktor hubungan sosial, faktor aktivitas waktu luang, faktor kebutuhan untuk dicintai dan mencintai, faktor pendidikan dan faktor ketiadaan masalah. Sementara faktor internal merupakan faktorfaktor yang berasal dari kepribadian (personal resource) seperti harga diri, tipe kepribadian, gaya atribusi, intelegensi, gender, dan optimisme yang menentukan kepuasan subjektif (subjective satisfaction). Kebahagiaan lansia dipengaruhi oleh bagaimana cara lansia untuk menilai kualitas-kualitas yang ada dalam kehidupannya termasuk bagaimana lansia mampu untuk menerima keadaan yang telah dialami sehingga bisa memunculkan ketenangan batin maupun pikiran. Hal ini juga memperlihatkan kemampuan dari lansia untuk melakukan penyesuaian diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam hidupnya. Kehadiran para lansia harus diakui sebagai anugerah, bagaimanapun kehadiran para lansia tetap memberikan sumbangan bagi generasi zaman ini untuk menemukan kembali makna utama kehidupan. Berkat pengalamannya, para lansia mampu menjadikan masyarakat dan kebudayaan lebih manusiawi dan berharga.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kapan Mulai Pendaftaran PPDB? Saya membaca di media sosial dan di koran, saat ini para orangtua mengaku masih bingung soal penerimaan peserta didik baru (PPDB). Mohon kiranya pihak Dinas Pendidikan segera menginformasikan secara jelas, kapan pendaftaran akan dimulai sehingga kami para orangtua bisa bersiap-siap dari sekarang. Masalahnya, informasi dalam sistem zonasi kali ini ada sistem cepat-cepatan. Mohon dijelaskan apa maksud detail dengan sistem cepat-cepatan mendaftar? Apakah dengan sistem cepat-cepatan nanti jika dipertimbangkan radius zonasi? Masalahnya, ada saya baca sekolah menjalin kerja sama dengan banjar dalam hal ini. Jika memungkinkan mohon kiranya informasi PPDB disampaikan lebih detail agar kami para orangtua bisa melakukan langkah antisipasi. Terima kasih atas perhatiannya. I Made Windu Gianyar, Bali

Lansia Belum Tentu Tidak Bahagia Perubahan struktur penduduk secara otomatis akan memengaruhi beban ketergantungan, terutama bagi penduduk usia tidak produktif (anak-anak dan lansia). Perubahan ini menyebabkan angka ketergantungan lansia menjadi meningkat. Angka ini mencerminkan besarnya beban ekonomi yang harus ditanggung oleh penduduk usia produktif untuk membiayai penduduk usia tidak produktif.

B

Oleh Dian Lestari Rahayuningsih

erdasarkan data dari Badan Pusat Statistik hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret (Susenas Maret) tahun 2016-2018 terlihat bahwa angka ketergantungan (dependency ratio) Provinsi Bali mengalami penurunan selama tahun 2016 sampai dengan 2018. Tahun 2018, dependency ratio Provinsi Bali tercatat 44,26. Angka rasio 44,26 menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk produktif harus menanggung sekitar 44 orang penduduk tidak produktif (anakanak dan lansia). Dependency ratio Provinsi Bali tahun 2018 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2017 tercatat 45,03 dan tahun 2016 tercatat 45,21. Memasuki usia lanjut, bukanlah hal yang mudah untuk dapat diterima oleh seseorang dengan perubahan, penurunan, dan permasalahan yang terjadi. Permasalahan yang biasa terjadi ketika memasuki masa lanjut usia terkait dengan masalah ekonomi, kesehatan, sosial, psikologis, Post Power Syndrome, ketidakberdayaan, ketidakbergunaan, dan ketidakbahagiaan. Pada dasarnya, setiap orang ingin hidup bahagia, termasuk juga para lanjut usia (lansia). Kebahagiaan lansia akan meningkat ketika mereka mendapatkan pelayanan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih

baik. Adapun faktor terbesar yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia yaitu dipenuhinya kebutuhan terhadap perhatian dan penanganan khusus untuk memenuhi kesejahteraannya. Masalah sosial yang biasa dialami para lansia antara lain penelantaran yang semakin meningkat, pengucilan, diskriminasi, tidak adanya dukungan dari keluarga, ditambah dengan tempat tinggal yang kurang layak. Para lansia tetap berhak atas penghormatan dan pengakuan dari lingkungan terutama keluarga. Hal ini dapat diwujudkan

dengan bersikap sopan terhadap para orangtua, menjalin komunikasi yang baik dan menjaga kehangatan hubungan antara lansia dengan generasi yang lebih muda. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam membantu individu menyelesaikan masalah. Adanya dukungan yang diberikan keluarga terhadap lansia akan meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi dan merupakan motivasi untuk menghadapi masalah yang terjadi. Secara psikologis, lansia akan merasa bahagia apabila

’’Para lansia tetap berhak atas penghormatan dan pengakuan dari lingkungan terutama keluarga. Hal ini dapat diwujudkan dengan bersikap sopan terhadap para orangtua, menjalin komunikasi yang baik dan menjaga kehangatan hubungan antara lansia dengan generasi yang lebih muda. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam membantu individu menyelesaikan masalah.’’

mendapatkan dukungan sosial yang membuat lansia merasa nyaman, tenteram, dan damai dalam menjalani kehidupannya. Selain faktor keluarga, terdapat beberapa faktor pendukung yang memengaruhi kebahagiaan lansia seperti faktor ekonomi, faktor sosial budaya dan masih banyak faktor lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) tahun 2017 terlihat bahwa Indeks Kebahagiaan Provinsi Bali pada tahun 2017 sebesar 72,48 pada skala 0-100, di atas Indeks Kebahagiaan Indonesia yang sebesar 70,69. Berdasarkan hasil SPTK tahun 2017 kebahagiaan lansia tidak kalah dengan kebahagiaan kaum muda, kelompok umur ≥65 tahun mempunyai Indeks Kebahagiaan 70,38. Meskipun nilai Indeks Kebahagiaan kelompok umur ≥65 tahun paling kecil di antara kelompok umur yang lain, namun tingginya nilai Indeks Kebahagiaan menunjukkan bahwa kaum lansia masih merasakan kebahagiaan sama seperti generasi-generasi penerusnya. Indeks kebahagiaan Provinsi Bali tahun 2017 diukur menggunakan dimensi kepuasan hidup, dimensi perasaan (affect) dan dimensi makna hidup (eudaimonia). Dimensi kepuasan hidup dibagi menjadi dua subdimensi yaitu subdimensi kepuasan hidup personal dan subdimensi kepuasan hidup sosial. Pada kelompok umur ≥65 tahun indeks subdimensi kepuasan hidup personal 65,22, sedangkan subdimensi kepuasan hidup sosial sebesar 76,08. Hal ini menunjukkan bahwa hampir sebagian besar lansia merasa bahagia dengan kehidupan sosialnya dibandingkan dengan kehidupan pribadinya. Pada aspek ekonomi khususnya, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Saker-

Lansia Sehat, Kenapa Tidak? DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam sidang paripurna di Denpasar. Dalam perda ini terdapat 12 bab dan 52 pasal yang mengatur tentang kesejahteraan lansia. Perda ini memberikan jaminan prioritas kepada lansia, salah satunya berupa layanan kesehatan. Boleh jadi, perda ini disahkan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan timbul dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk lansia. Dalam kurun waktu setengah abad (tahun 1971 s.d. 2021), persentase penduduk lansia di Bali, berdasarkan hasil proyeksi, tercatat meningkat dari 6,49 persen menjadi 11,82 persen. Pada tahun 2018, persentase penduduk lansia di Bali tercacat mencapai 10,96 persen. Angka ini terus mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan bahwa pada tahun 2045, Bali akan memiliki lebih dari 1 juta jiwa penduduk lansia atau mencapai lebih dari 20 persen populasi. Dalam hal ini, lansia yang dimaksud mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 11 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Pada perda tersebut tertuang bahwa lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun atau lebih. Jika mengacu pada definisi lanjut usia yang sama, tandatanda Bali akan mengalami aging population sudah mulai terlihat sejak tahun 2014. Pada saat itu, persentase lansia di Bali mulai menginjak angka 10 persen ke atas (10,12 persen).

Oleh Rando Carrolina Peningkatan persentase penduduk lansia tersebut merupakan dampak dari baby boom yang terjadi pada beberapa puluh tahun lalu akibat masih ada kepercayaan yang berlaku di masyarakat tentang banyak anak banyak rezeki. Pada Sensus Penduduk 1971, Bali memiliki sedikitnya 18 persen penduduk balita. Keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 1970 mulai mengubah persepsi masyarakat mengenai jumlah anak yang ideal sehingga mengakibatkan penurunan angka kelahiran yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat pada angka hasil proyeksi tahun 2018 yang menunjukkan bahwa sedikitnya 7 dari 100 penduduk merupakan balita. Selain program KB, programprogram terkait pelayanan kesehatan yang telah dicanangkan pemerintah beberapa tahun ke belakang juga sudah cukup berhasil. Seiring dengan itu, harapan hidup masyarakat Bali juga terus meningkat dari 68,10 tahun pada tahun 1996 menjadi 71,68 tahun pada tahun 2018. Walaupun angka ini belum mampu melebihi Angka Harapan Hidup Sehat (AHHS) Indonesia pada tahun 2016, yang berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO) menunjukkan angka 12,7, yang berarti bahwa lansia Indonesia dapat menjalani hidup dalam kondisi sehat sampai usia 72—73 tahun, tentunya hal ini tetap berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk lansia di Bali saat ini.

Salah satu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan pemerintah adalah memberikan jaminan kesehatan dengan tujuan untuk menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2018 yang diselenggarakan BPS, tercatat bahwa 64,86 persen penduduk lansia di Bali memiliki jaminan kesehatan. Akan tetapi, hanya 34,25 persen penduduk lansia yang berobat jalan menggunakan jaminan kesehatan. Di sisi lain, tercatat 69,10 persen penduduk lansia yang rawat inap menggunakan jaminan kesehatan. Dalam hal ini, diperlukan kajian yang lebih mendalam mengenai alasan penduduk lansia masih belum memiliki jaminan kesehatan. Padahal, seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ tubuh karena proses degeneratif juga semakin tidak dapat dihindari, khususnya pada penduduk lansia. Hal ini tentunya akan menyebabkan tubuh semakin rentan terhadap penyakit tertentu, baik menular maupun tidak menular yang terdeteksi melalui keluhan kesehatan. Ada beberapa hal yang kemungkinan dapat menjadi penyebab penduduk lansia belum memiliki jaminan kesehatan, di antaranya penduduk lansia belum memahami tentang pentingnya kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penduduk lansia masih apatis, malas, merasa be-

lum membutuhkan, atau mungkin disebabkan oleh penduduk lansia yang masih sibuk bekerja, dan atau pendapatannya rendah. Jika hal ini menjadi penyebab utama, peran pemerintah dalam memberikan sosialisai tentang pentingnya JKN kepada penduduk lansia harus semakin ditingkatkan, bahkan person to person jika perlu. Lebih lanjut lagi, penggunaan jaminan kesehatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan juga harus terus ditingkatkan. Perlu dilakukan penelusuran yang lebih mendalam mengenai penyebab penduduk lansia belum menggunakan jaminan kesehatan pada saat berobat jalan ataupun saat rawat inap. Salah satu penyebab yang diduga terkait dengan hal tersebut adalah penyakit yang diderita penduduk lansia belum dicakup dalam jaminan kesehatan yang dimiliki. Tentunya, jika hal ini benar terjadi, cakupan penyakit yang ditanggung jaminan kesehatan harus diperluas, baik oleh pemerintah maupun perusahaan swasta. Semoga dengan ditetapkannya Perda Provinsi Bali Nomor 11 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia pada tanggal 28 Desember 2018, kesehatan penduduk lansia semakin terjamin sehingga tujuan 3 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia, dan misi Gubernur Bali dalam mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil, dan berkualitas serta didukung dengan pengembangan sistem dan database riwayat kesehatan Krama Bali berbasis kecamatan lebih mudah tercapai.

nas) tahun 2014-2018 menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun persentase lansia yang bekerja di Provinsi Bali mengalami peningkatan. Tahun 2014, persentase lansia yang bekerja 9,78 persen dan terus mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2018, berturut-turut pada tahun 2015, 2016, 2017, dan 2018 persentase lansia yang bekerja 9,99 persen, 10,67 persen, 10,74 persen, dan 11,01 persen. Jika dilihat berdasarkan kabupaten pada tahun 2018, persentase lansia yang bekerja tertinggi berada di Kabupaten Klungkung sebesar 16,35 persen, sedangkan persentase terendah ada di Kota Denpasar sebesar 4,35 persen. Hal yang berbeda terjadi pada tahun 2017, persentase lansia yang bekerja tertinggi berada di Kabupaten Karangasem sebesar 16,12 persen, sedangkan persentase terendah tetap berada di Kota Denpasar sebesar 5,37 persen. Tingginya persentase lansia yang bekerja dapat dimaknai dengan masih produktifnya dan masih bagusnya kesehatan lansia. Namun di sisi lain, hal itu mengindikasikan bahwa tingkat kesejahteraan para lansia masih sangat rendah. Rendahnya tingkat kesejahteraan lansia menjadi salah satu alasan lansia untuk tetap bekerja. Bekerja dalam hal ini dimaknai sebagai suatu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud untuk memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan. Bekerja diyakini dapat membawa lansia pada kebahagiaan karena dengan masuknya lansia ke dunia kerja dapat membuat lansia tetap aktif dan merasa lebih sejahtera. Penulis, Statistisi Muda Badan Pusat Statistik Kabupaten Klungkung

POJOK Raih WTP keenam kalinya, Bali salah satu provinsi terbaik nasional. - Terbaik segala bidang. *** Kapolda Golose tegaskan tidak ada potensi rusuh di Bali. - Kapolda terbaik. *** Kabupaten Jembrana kembangkan kakao kualitas dunia. - Terbaik cokelatnya.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Wage, 29 Mei 2019

Disperindag Intensifkan Tera Ulang SPBU Tabanan (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan melalui Bidang Kemetrologian telah melakukan uji tera di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sejumlah SPBU yang diuji tera adalah yang berlokasi di jalur mudik Lebaran 2019. ‘’Pengawasan di jalur mudik sudah kami lakukan sebelumnya karena itu memang instruksi dari pusat, tepatnya Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan. Untuk di Tabanan, dilakukan di SPBU Abiantuwung, By-pass Ir. Soekarno, Gerokgak, Lumajang, Lalanglinggah, Soka, Selabih, dan SPBU Pesiapan,’’ terang Kabid Metrologi Disperindag Tabanan, Wayan Roby Megananta, Selasa (28/5) kemarin. Menurutnya, pengawasan SPBU dimaksudkan untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada konsumen agar terhindar dari praktik kecurangan saat

pengisian BBM. Terlebih lagi akan ada peningkatan permintaan kebutuhan BBM saat momen mudik Lebaran. Ini adalah celah yang bisa saja dimanfaatkan oknumoknum tertentu di SPBU. Faktor ketidaksengajaan seperti gangguan pada peralatan juga memungkinkan terjadi akibat lonjakan transaksi. Selain pengawasan di jalur mudik, belakangan ini bidang terkait juga masih disibukkan dengan kegiatan uji tera rutin untuk layanan tera SPBU yang wajib dilakukan sebagai salah satu syarat untuk bisa mendapatkan suplai BBM. Kegiatan ini, kata Roby, menjadi prioritas layanan tiap tahunnya. ‘’Untuk tera ulang SPBU memang wajib dilayani semua, karena dampaknya sangat besar untuk dapat stok suplai BBM,’’ ucapnya. Di Tabanan setidaknya ada 17 SPBU yang pada April serta Mei ini yang mengajukan permohonan tera ulang, salah satunya SPBU di daerah Candikuning, Baturiti. Lebih lanjut dijelaskan-

nya, pelayanan tera sangatlah penting dilakukan, termasuk pada UTTP di tiap pasar. Hanya, terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan pelayanan tera dan tera ulang belum mampu menyasar seluruh pasar maupun UTTP di Kabupaten Tabanan. Kendala dimaksud antara lain terbatasnya SDM yang berhak atau memiliki kualifikasi untuk melakukan kegiatan itu dan belum tersedianya tempat reparasi UTTP jika saat ditera ulang perlu perbaikan. ‘’Potret pelayanan tera, tera ulang, masih jauh dari harapan. Tentu saja perlu komitmen daerah sehingga ke depan kendala-kendala ini diharapkan bisa diatasi dan pelayanan tera ulang dapat lebih optimal demi mempercepat terwujudnya tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen,’’ terangnya. (kmb28) SPBU - Pengawasan SPBU rutin dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan dan gangguan peralatan.

Pilbup 2020

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong Tabanan (Bali Post) -

Kemungkinan tersebut berdasarkan jumlah perolehan suara dalam Pemilu 2019. Dari 40 kursi DPRD Tabanan, PDI-P berhasil meraih 28 kursi. Sisanya yakni untuk Partai Golkar 5 kursi, Gerindra dan NasDem masing-masing 3 kursi, dan Demokrat 1 kursi. Ketiga partai ini tidak bisa mengusung calon sendiri sebab persyaratannya harus menguasai 20 persen atau setara 8 kursi DPRD Tabanan. Jika salah satu dari Golkar, Gerindra, NasDem, dan Demokrat bergabung

ke PDI-P, maka calon bupati dari PDI-P bisa saja melawan kotak kosong. Kecuali ada calon independen dan PDI-P memiliki dua calon, maka calon dari PDI-P tidak sampai melawan kotak kosong. Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya memprediksi, jika secara hitungan politik di Tabanan akan bertarung dengan kotak kosong. ‘’Bukan maksud mendahului, mohon maaf bisa saja PDI-P berpotensi lawan kotak kosong. Karena secara hitungan politik, jika mencalonkan diri minimal

20 persen atau setara 8 kursi. Ketika tidak bisa menenuhi syarat, ya tidak bisa mencalonkan,’’ jelasnya. Begitu pun saat Golkar berniat bergabung ke PDI-P tanpa syarat dan mahar, maka yang partai lain sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri. ‘’Golkar sudah ada komunikasi ke kami, ya kami rangkul,’’ katanya. Disinggung kemungkinan adanya calon independen, Sanjaya mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum melihat ada pergerakan. Tidak hanya di Kabupaten

Tabanan, kemungkinan lawan kotak kosong, kata Sanjaya, kemungkinan juga terjadi di beberapa kabupaten di Bali seperti Badung dan Gianyar. Meski demikian, Sanjaya tetap menekankan, pelaksanaan pilbup nantinya diharapkan bisa berjalan aman, lancer, dan damai sehingga pembangunan di Tabanan bisa terus dilakukan. Bahkan, Sanjaya pun melihat suasana politik di Kabupaten Tabanan sudah berbeda dengan suasana pemilu sebelumnya. ‘’Yang terpenting bagaimana tetap membuat Tabanan selalu aman, damai, dan kondusif. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan dengan baik,’’ jelasnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Layanan pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan hanya bisa mencakup tujuh desa di Kecamatan Tabanan dan Kediri. Tentu saja ini jauh dari ideal mengingat di Kabupaten Tabanan terdapat 133 desa. Untuk itu, perlu ada upaya di masing-masing desa untuk mengelola sampah dengan baik, salah satunya melalui bank sampah. Kepala DLH Tabanan Made Subagia, Selasa (28/5) kemarin, mengatakan daerah hulu dalam artian penghasil sampah, tidak hanya desa-desa di dataran tinggi, tetapi juga desa yang sampahnya masih dibuang di tegalan maupun sungai. Untuk mengatasi sampah

dari desa-desa tersebut, pihaknya mendorong pembentukan bank sampah. Dari 133 desa di Tabanan, 40 di antaranya sudah mempunyai bank sampah. Peran bank sampah adalah mengajak masyarakat melalui ibu-ibu PKK untuk memilah sampah rumah t a ng g a . ‘ ’ Unt uk sa m p a h plastiknya dipilah dan kemudian dikumpulkan di bank sampah,’’ ujarnya. Target DLH ke depan adalah membentuk satu bank sampah untuk satu desa. Tahun ini diharapkan ada 20 desa lagi yang bisa membentuk bank sampah. Dalam pembentukan bank sampah ini menurut Subagia salah satu kendalanya adalah tenaga untuk memberikan

edukasi, sosialisasi dan motivasi untuk membentuk bank sampah di setiap desa. ‘’DLH tidak memiliki tenaga penyuluh sebagai perpanjangan tangan di masing-masing kecamatan. Tenaga terbatas. Diharapkan ada penambahan sepuluh tenaga lagi sebagai tenaga penyuluh yang akan ditempatkan di masing-masing kecamatan,’’ paparnya. Selain membentuk bank sampah, DLH juga mendorong masing-masing pemerintah desa menggunakan dana desa untuk menyiapkan armada pengangkutan sampah mandiri. Tujuannya, sampah residu dari hasil pemilahan rumah tangga bisa diangkut ke TPA Mandung sehingga mengurangi

p emb uangan sam p ah ke lingkungan. Saat ini, beberapa desa sudah memiliki armada pengangkutan sampah sendiri seperti di Desa Timpag, Desa Sudimara, Desa Kediri, Desa Blayu, Desa Bantas, dan Desa Bengkel. DLH juga sedang mengusahakan 10 tambahan armada lewat DAK yang diajukan tahun 2020. Jika ada tambahan 10 armada lagi, maka 1 armada akan diarahkan untuk melayani satu kecamatan sehingga layanan DLH bisa diperluas. ‘’Kalau armada sekarang terbatas. Jadi sedang mengusulkan tambahan 10 armada lagi sehingga bisa melayani di masing-masing kecamatan,’’ ujar Subagia. (kmb24)

Kabupaten Tabanan tengah bersiap menyambut perhelatan pemilihan bupati (pilbup) pada tahun 2020 mendatang. Sejumlah isu pun mulai sayup-sayup terdengar. Salah satunya, berembus kabar, calon kuat yang akan diusung PDI-P kemungkinan akan melawan kotak kosong.

Bali Post/bit

PDAM - Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan Ida Bagus Marjaya (kiri) didampingi Kasubag Humas PDAM Tabanan Wayan Agus Suanjaya.

Pompa Rusak, Pelayanan PDAM di Lalanglinggah Terganggu

Tabanan (Bali Post) Pelayanan PDAM di Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat, Selasa (28/5) kemarin, mengalami gangguan. Pelanggan PDAM di tiga banjar di desa tersebut terdampak yakni di Bonian, Batulumbang, dan Payan. Gangguan layanan tersebut diakibatkan perbaikan pompa di salah satu sumber air. Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas PDAM Tabanan Wayan Agus Suanjaya menerangkan, petugas sudah langsung memperbaiki keru-

sakan pada pompa tersebut sehingga air bisa segera mengalir. ‘’Pompa yang rusak sedang diganti sehingga tiga banjar ini airnya mengalami gangguan,’’ ucap Marjaya. Sementara itu, terkait cuti bersama Lebaran yang berlangsung sepuluh hari, dia menyatakan, PDAM Tabanan tetap memberikan pelayanan. Dengan demikian, pasokan air bersih selama masa liburan dipastikan aman. Begitu pun untuk loket pembayaran dan petugas teknis, akan tetap melayani pelanggan. ‘’Untuk loket pembayaran rekening PDAM tetap buka.

Hanya tanggal 5 dan 6 Juni saja libur. Sedangkan pelayanan teknis kita tidak ada hari libur dan selalu siap melayani pelanggan,’’ jelasnya. Mengingat PDAM Tabanan tidak mengambil cuti bersama, diharapkan masyarakat tidak perlu bingung dalam melakukan pembayaran. ‘’Jadi, silakan bagi para pelanggan yang ingin membayar tagihan PDAM-nya bisa datang ke loket kita ataupun bisa juga secara online. Jika ada keluhan seputar jaringan PDAM maupun lainnya, juga bisa disampaikan ke petugas kita,’’ ujarnya. (kmb28)

Vaksinasi HPR Sasar Perbatasan Kabupaten

Tabanan (Bali Post) Beberapa waktu lalu ditemukan kasus positif rabies di Kecamatan Melaya, Jembrana. Dalam hal ini, Desa Selabih Kecamatan Selemadeg Barat merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Jembrana. Untuk mengantisipasi penularan rabies antar-hewan penular rabies (HPR) khususnya anjing di daerah perbatasan, Dinas Pertanian (Distan) Tabanan telah melakukan vaksinasi HPR di daerah perbatasan. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suamba, Selasa (28/5) kemarin, mengatakan vaksinasi di daerah perbatasan telah digelar sejak dua pekan lalu yang masuk dalam kegiatan vaksinasi massal. ‘’Setelah difokuskan di daerah zona merah, vaksinasi massal kemudian dilanjutkan ke daerah perbatasan, baru ke daerah yang masuk zona kuning dan hijau,’’ ujar Suamba. Dijelaskan Suamba, daerah zona merah artinya daerah yang tercatat pernah terjadi kasus gigitan positif rabies. Zona kuning adalah daerah yang berdekatan

dengan zona merah. Sementara zona hijau adalah daerah yang masih bebas atau belum terjadi kasus gigitan positif rabies. Dari data, vaksinasi yang dilakukan di Desa Selabih atau desa yang berbatasan dengan Kabupaten Jembrana telah divaksin 289 ekor anjing dan 1 ekor kucing. Vaksinasi massal berlangsung hingga 22 Juni mendatang. Untuk eliminasi, pihaknya tidak melakukan eliminasi massal terjadwal tahun ini karena pembelian strinin atau racun untuk eliminasi telah dilarang. ‘’Anggaran untuk beli strinin ini ada. Tetapi karena dilarang, jadi tidak diadakan pengadaannya tahun ini,’’ kata Suamba. Karena itu pula, tahun ini, Distan tidak melakukan kegiatan eliminasi massal terjadwal dan hanya melakukan eliminasi pada anjing-anjing yang sudah menggigit dan mengarah kepada rabies. ‘’Eliminasi dilakukan pada anjing menggigit yang mengarah ke rabies untuk diperiksa sampelnya. Jadi, tidak ada eliminasi massal terjadwal,’’ tegasnya. (kmb24)

DLH Dorong Pembentukan Bank Sampah di Tiap Desa

Telepon Penting Polres Tabanan Polsek Kediri Polsek Marga Polsek Kerambitan Polsek Selemadeg Polsek Pupuan Polsek Penebel Polsek Baturiti

0361-812519 0361-812280 0361-8946155 0361-8943991 0361-8943669 0362-71110 0361-819194 0368-21110

Polsek SelTim Damkar BPBD BRSU Tabanan UGD RSU Tabanan RS Kasih Ibu Puskesmas Tabanan I Puskesmas Tabanan II

0361-8509985 0361-812113 0361-811171 0361-811027 0361-819810 0361-3005757 0361-814102 0361-810650

Bali Post/san

BANK SAMPAH - Salah satu kegiatan bank sampah di Desa Bantas Selemadeg Timur. Bank sampah menjadi salah satu solusi penanganan sampah di desa-desa yang belum mendapatkan layanan pengangkutan sampah dari DLH.


BULELENG

8

Rabu Wage, 29 Mei 2019

Vaksinasi Antirabies Sentuh 76.852 Anjing Singaraja (Bali Post) –

Vaksinasi antirabies massal yang digulirkan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng telah berakhir. Sejauh ini, partisipasi masyarakat pemilik anjing di Bali Utara itu terhadap pelaksanaan program pencegahan virus rabies itu masih kurang. Akibatnya, beberapa desa di Buleleng, angka capaian vaksinasi antirabies massalnya tergolong rendah. Sebab, sebagian besar warga masih meliarkan anjing peliharaannya. Akibatnya, petugas vaksinasi kesulitan menangkap anjing yang diliarkan tersebut.

Bali Post/ist

APEL GELAR PASUKAN – Personel pengamanan Idul Fitri tahun 2019 mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung di halaman Mapolres Buleleng, Selasa (28/5) kemarin.

Operasi Ketupat Agung

Polres Kerahkan 175 Personel Inti, 245 Tambahan

Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 175 personel polisi berbagai kesatuan di jajaran Polres Buleleng dikerahkan untuk mengamankan libur Idul Fitri tahun 2019. Selain itu, pengamanan juga melibatkan personel tambahan dari anggota TNI, Dishub, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Gerakan Pramuka Buleleng sebanyak 245 personel. Operasi pengamanan ini lebih memberikan pelayanan kemanusian dan sosial kepada warga yang akan merayakan dan mengisi liburan Idul Fitri tahun ini. Demikian diungkapkan Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung, di halaman Mapolres setempat, Selasa (28/5) kemarin. Suratno menambahkan, mengacu pengalaman Idul Fitri dari tahun ke tahun di Buleleng, pengamanan di wilayah Den Bukit ini sebetulnya tidak masuk agenda prioritas. Namun, sesuai instruksi pimpinan, pengamanan pada Operasi Ketupat Agung 2019 ini tetap dilakukan secara intensif. Kebijaksanaannya disiagakan personel yang sudah ditentukan pos-pos tempat para personel itu bertugas. Selain ditugaskan personel inti 175 orang, pihaknya juga menyiagakan personel tambahan 245 orang. Berkaca kejadian jembatan di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana putus karena bencana alam maka jalur Pantai Utara (Pantura) menuju Karangasem, Bangli, Denpasar lewat Gitgit. Selain itu, juga jalur tengah di Seririt – Pupuan (Kabupaten Tabanan) itu terkena imbasnya. Karena itu, nantinya jalur Pantura ini dipakai jalur mudik atau balik, maka pihaknya menyiapkan layanan pengamanan dan menyiapkan beberapa pos untuk memberikan informasi jalur atau untuk rest area bagi pemudik. Tidak itu saja, pos pengamanan juga ditempatkan di beberapa objek pariwisata di Buleleng. Ini tujuannya memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung dalam mengisi liburan Idul Fitri 2019. “Daerah kita tidak masuk prioritas pengamanan Idul Fitri, terutama untuk arus mudik dan balik. Tetapi, dalam Operasi Ketupat kita bukan saja siagakan personel inti. Tetapi juga ada personel tambahan untuk penebalan pada situasi tertentu,” katanya sebagai upaya antisipasi. Selain pengamanan jalur mudik dan balik, Polres Buleleng juga menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Personel ini ditugaskan berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengawasi persediaan, kualitas, dan harga. Sejak bulan Ramadan, stok pangan terutama beras di Buleleng dipastikan aman untuk enam bulan ke depan. Sedangkan untuk harga masih stabil. Sejauh ini, belum terjadi kenaikan harga komoditas sembilan bahan pokok (sembako). “Kami terjunkan Satgas Pangan. Hasilnya belum ada gejolak dan stoknya masih aman sampai Idul Fitri terutama beras. Itu merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Perdagangan Perindustrian,” jelas Suratno sembari diiyakan Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya. (kmb38)

Diperoleh data setelah dihimpun di lapangan, Selasa (28/5) kemarin, dari sembilan kecamatan di Buleleng anjing yang sudah disuntik Vaksin Anti-Rabies (VAR) sebanyak 76.852 ekor. Diperkirakan populasi anjing di Bali Utara itu 107.033 ekor. Sehingga persentase realisasi vaksinasi anjing rabies massal di daerah ini 71,72 persen. Selain anjing liar, vaksinasi ini juga menyasar hewan penular rabies (HPR) lain, seperti kera dan kucing. Dengan hasil ini, sekarang Distan masih melakukan vaksinasi susulan. Beberapa desa yang tingkat capaian vaksinasinya rendah kembali disisir. Hal itu dilakukan agar anjing liar yang tercecer itu mendapatkan suntikan VAR. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distan Buleleng Made Sumiarta didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Drh. Wayan Susila mengatakan, vaksinasi anjing rabies massal digulirkan. Pengendalian hewan peliharaan secara sistematis dari masyarakat, agar memudahkan petugas melakukan vaksinasi itu masih tergolong rendah. Ini dibuktikan banyaknya anjing yang sengaja diliarkan tanpa ada tanggung

jawab warga memberikan pakan apalagi memelihara kesehatannya. Perilaku kurang baik juga ditemukan. Contohnya, warga sering membuang anak-anak anjing di suatu tempat. Secara langsung, anak anjing itu akan tumbuh dan hidup liar. Realitas itu mengakibatkan populasi anjing liar terus bertambah dan susah dibendung. Tidak itu saja, penyebab mengapa cakupan vaksinasi rabies massal di beberapa desa di Buleleng tidak optimal. Tolak Divaksin Beberapa oknum masyarakat justru menolak anjingnya divaksin. Dari penelusuran petugas vaksin, beberapa oknum masyarakat itu berdalih tidak ingin hewan peliharaannya itu divaksin. Alasannya, tidak jelas dan rasional kenapa tidak ingin anjingnya divaksin. “Karena menyangkut perilaku, sehingga sangat sulit mengubah kebiasaan itu, sebelum pelaksanaan sosialisasi dalam berbagai kegiatan sudah kami lakukan, tetapi hasilnya belum juga optimal,” katanya. Program vaksinasi massal ini tambah Sumiarta, memang sudah dihentikan.

Bali Post/dok

VAKSINASI ANTIRABIES MASSAL – Sudah sejak beberapa bulan lalu, vaksinasi antirabies massal dilangsungkan. Kendati sudah berakhir, Distan Buleleng masih melakukan vaksinasi susulan. Namun, petugas vaksin masih dikerahkan di lapangan melakukan vaksinasi susulan. Petugas vaksin itu kembali menelusuri anjing milik warga yang belum divaksin. Sejak melaku-

kan vaksinasi susulan itu, sudah 1.913 ekor anjing divaksin. Jumlah ini dipastikan bertambah. Sebab, petugas vaksin terus menyisir desa dan kelurahan di Bali Utara yang masih dite-

mukan anjing belum divaksin itu. “Penyisiran masih terus berlangsung. Capaian vaksinasi susulan itu pasti akan terus bergerak naik hingga akhir vaksinasi itu disetop,” ujarnya. (kmb38)

Pascasarjana Undiksha Luluskan Dua Doktor

Angkat Disertasi Pengembangan Perangkat Pembelajaran PASCASARJANA Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali meluluskan dua orang doktor. Kedua dosen bergelar doktor itu adalah I Putu Mas Dewantara dan M. Mugni Assapari. Keduanya mengambil Program Studi Pendidikan Bahasa. Ge-

lar doktor itu dicapai setelah masing-masing melaksanakan ujian terbuka, di gedung Pascasarjana Undiksha, Selasa (28/5) kemarin. Dengan kelulusan dua dosen bergelar doktor ini, Pascasarjana Undiksha telah meluluskan 17 orang doktor.

RAIH GELAR DOKTOR – Dua dosen di lingkungan Undiksha meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam ujian disertasi di gedung Pascasarjana Undiksha, Selasa (28/5) kemarin.

Promovendus Mas Dewantara mengangkat disertasi “Pengembangan Perangkat Pembelajaran MPK Bahasa Indonesia Berorientasi Sikap Bahasa di Universitas Pendidikan Ganesha”. Secara singkat dijelaskan dengan perangkat itu mahasiswa Undiksha tidak hanya unggul dalam penguasaan bidang masingmasing, tetapi juga memiliki kesantunan berbahasa ketika berkomunikasi. Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh persoalan global akan rendahnya sikap positif terhadap Bahasa Indonesia. “Sekarang banyak ditemukan kesalahan berbahasa. Ada juga kesan bahwa Bahasa Indonesia itu, yang penting maksudnya tersampaikan. Jadi, ada hal-hal lain yang dikorbankan. Karenanya perangkat ini ditujukan untuk mengatasi masalah tersebut,” katanya. Menurut Dewantara, perangkat pembelajaran ini cukup valid, praktis, dan efektif. Karena itu dapat disarankan kepada dosen MPK Bahasa Indonesia untuk menggunakan dalam pembelajaran. Tak

dimungkiri, untuk mendapatkan sebuah disertasi sesuai harapan, terdapat sejumlah kendala. Namun, itu dijadikan sebuah tantangan. “Penelitian dua tahun. Dalam perjalan penelitian memang ada kendala. Tetapi itu saya anggap sebagai tantangan,” tegasnya. Sementara itu, Promovendus, Mugni Assapari mengangkat disertasi “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mata Kuliah Umum Bahasa Inggris I Dengan Pendekatan Kontekstual untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram”. Penelitiannya dilakukan dengan mengambil objek pariwisata yang ada di Pulau Lombok, yang merupakan tanah kelahirannya. “Di Pulau Lombok marak destinasi pariwisata. Penelitian saya ini tentang semua budaya destinasi yang ada di Lombok,” jelasnya. Butuh waktu sekitar 1,5 tahun untuk menyelesaikan disertasinya itu. “Saya harus membuat empat perangkat. Yang paling lama saya bikin itu bukunya. Ada lima belas buku. Satu itu memiliki enam

materi,” katanya. Sementara itu, Direktur Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd., mengatakan, dengan menyandang gelar doktor, kedua dosen yang bergelar doktor itu diminta tetap mengembangkan kualitas diri. Itu menjadi keniscayaan agar dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang bahasa. “Tentu kami mengharapkan karya yang dihasilkan dapat mendukung pengembangan pendidikan, khususnya dalam bahasa,” ucapnya. Dari ujian terbuka itu, Mas Dewantara yang menjadi dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Undiksha ini lulus dengan IPK 3,82 (sangat memuaskan). Sedangkan, Mugni Assapari lulus dengan meraih IPK 3,66. Dosen kelahiran 17 September 1983 ini mendapat predikan kelulusan Sangat Memuaskan, tidak dengan predikat Pujian karena masa studinya melampui enam semester. (ad1040)

Beton Penutup Irigasi di Baktiseraga Mulai Dibongkar Beton penutup irigasi di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng Selasa (28/5) kemarin, mulai dibongkar. Dak beton yang dibuat warga sejak beberapa tahun terakhir itu, jika musim hujan membuat volume air meluap dan menimbulkan banjir di bahu jalan. Sekarang, penutup irigasi itu dari timur sampai di traffic light Baktiseraga dibongkar. Itu dilakukan dengan harapan memudahkan pekerjaan normalisasi irigasi subak yang selama ini mengalami pendangkalan parah. Lalu, mengapa dahulu ada kebijakan pemerintah memberikan warga membuat dak menggunakan beton irigasi di sana? DARI pantauan di lapangan, satu unit alat berat dikerahkan untuk menghancurkan dak beton yang menutup irigasi itu. Selain dak penutup irigasi itu, ada juga bangunan penutup irigasi dibongkar. Seperti di depan Alfamart Baktiseraga, beton yang mirip gapura kecil persis di atas dak penutup irigasi itu dihancurkan. Sesuai kesepakatan, warga yang tinggal di sepanjang irigasi itu telah mendukung pembongkaran dak penutup irigasi untuk menangani banjir yang setiap musim hujan terjadi di desa mereka. Sementara akses ke rumah penduduk atau jalan menuju permukiman warga

itu disepakati tidak dibongkar. Jadi, penutup irigasi dengan lebar tiga meter itu tetap dibiarkan. Salah seorang warga Kadek Karang Indrawan mengaku, banjir disebabkan meluapnya air dari irigasi di depan rumahnya itu nyaris terjadi setiap musim hujan. Memang sudah bertahuntahun tidak ada penanganan secara berarti dari pemerintah. Bersyukur sekarang dilakukan normalisasi dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Bali, Dinas PUPR Buleleng, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida. Besar harapan dirinya, langganan banjir yang menjadi trade

mark di sana agar sirna. ‘’Semoga dengan diatasi secara permanen tidak ada lagi yang namanya banjir di sini,’’ harap Kadek Karang Indrawan. Karena itu, pihaknya sangat mendukung. Apalagi di desanya ini ibaratnya banjir itu jadi langganan setiap musim hujan tiba. Dipastikan, air meluap akibat terjadi pendangkalan irigasi. Kenapa irigasi itu ditutup dengan dak beton, kata Kadek Karang Indrawan, karena kebijakan pemerintah terdahulu yang memberikan izin kepada warga membuat dak itu untuk penutup irigasi. Saat itu, kedalaman irigasi mencapai lebih dari dua meter, sehingga konstruksi dak penutup yang sekarang dibongkar itu tidak sampai memicu air meluap. Hanya, karena semakin hari terjadi sedimentasi dan diperparah sulitnya membersihkan material yang mengendap dari sampah yang tersumbat di dalam irigasi, sehingga volume air jadi naik. Maka pasti akibatnya banjir tak bisa dihindari. Pria yang sehari-

hari menggeluti bengkel las itu sangat mendukung penanganan banjir oleh pemerintah. Bahkan, walau dak dibeton persis di depan usahanya dan sekaligus rumahnya dibongkar, pihaknya tidak mempermasalahkan. Ini karena akses keluar masuk sudah disepakati dipertahankan. Sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kelancaran usaha bengkel las dan warung kecilkecilan di depan rumahnya. “Dulu saat ditutup beton, got di sana masih dalam. Sejalan dengan kebijakan terdahulu, warga diberikan izin menutup got itu. Tetapi sekarang, got itu sudah rendah. Irigasinya jadi dangkal karena got sulit dibersihkan akibat tidak ada lubang untuk membersihkan sampah atau sedimentasi itu,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas PUPR Bali bersama BWS Bali – Penida tahun ini melakukan penanganan banjir dalam kota. Program ini dilaksanakan di Desa Baktiseraga. Di desa ini sejak bertahun-tahun menjadi langganan banjir.

Banjir itu diakibatkan irigasi di desa ini tidak mampu mengalirkan air dengan lancar ketika hujan. Kemudian, PUPR menormalisasi irigasi di jalan Laksamana, Desa

Baktiseraga. Sementara itu, BWS membuat sodetan di traffic light Baktiseraga untuk mengalirkan air ke arah utara hingga terbuang ke pantai. Dengan penanganan

seperti itu, Desa Baktiseraga dan wilayah lainnya seperti di permukiman Jalan Jalak Putih dan sekitarnya dipastikan akan terbebas dari banjir ketika hujan. (mud)

Bali Post/kmb38

NORMALISASI IRIGASI – Dak beton penutup irigasi di sepanjang Jalan Laksamana, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng dibongkar. Ini sengaja dilakukan untuk memudahan normalisasi irigasi sehingga langganan banjir di Desa Baktiseraga dan sekitarnya bisa tertangani dengan baik.


GIANYAR

Rabu Wage, 29 Mei 2019

9

Satpol PP Tertibkan Sepuluh PKL Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL). Sepuluh PKL ditertibkan, karena berjualan di badan Jalan By-pass I.B. Mantra di wilayah Desa Tulikup, Gianyar. Mereka diberikan surat peringatan (SP), beberapa di antaranya juga diberikan pembinaan.

Bali Post/kmb35

PKL - Petugas Satpol PP Gianyar menertibkan PKL yang berjualan di kawasan By-pass I.B. Mantra, Selasa (28/5) kemarin.

Curi Uang Pedagang Wanita Asal Lumajang Diringkus

Bali Post/kmb35

TAHANAN - Pelaku Eriawati saat mengenakan baju tahanan di Mapolsek Sukawati. Gianyar (Bali Post) Eriawati harus diamankan aparat Polsek Sukawati karena tepergok melakukan aksi pencurian. Wanita asal Lumajang, Jawa Timur ini melakukan pencurian uang

di toko milik I Komang Budiarta. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian jutaan rupiah. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I.G.N. Jaya Winangun mengatakan, pelaku

melakukan aksi pencurian, Minggu (26/5) lalu. Pelaku datang ke toko yang menjual alat persembahyangan itu dengan berpura-pura sebagai pembeli. “Modusnya berpurapura belanja. Saat korban lengah, pelaku langsung mengambil uang milik korban yang ditaruh di dalam tas di atas meja,” kata Jaya Winangun, Selasa (28/5) kemarin. Jaya Winangun menambahkan, pelaku mengambil uang Rp 3,1 juta yang disimpan di dalam tas. Kejadian ini lantas dilaporkan ke Mapolsek Sukawati. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi di seputaran TKP, hingga akhirnya didapat ciri-ciri pelaku. “Tidak berselang lama, Tim Opsnal bergerak menyisir sepanjang pasar dan pelaku berhasil ditangkap,” katanya. Saat diinterogasi di Mapolsek Sukawati, pelaku mengakui mengambil uang milik korban dengan modus pura-pura berbelanja. “Kini, pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Sukawati,” ujar Jaya Winangun. (kmb35)

Mabuk, Teman Kerja Dilempar Batako Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan dua pelaku penganiayaan, yakni Prasetyo (19) dan Dhego Utomo (23). Dalam kondisi mabuk, kedua pelaku melempari teman kerjanya, Iwan Junaidi, dengan bongkahan batako. Insiden itu terjadi di sebuah gudang proyek di Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Senin (27/5) lalu. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka terbuka di bagian pelipis kiri dengan empat jahitan dan luka di kepala belakang dengan tujuh jahitan. Saat ini, kedua pelaku meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Sukawati. “Dua pelaku sudah kami tahan,” ujar Kapolsek Sukawati AKP Suryadi yang didampingi Kanit Reskrim Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun, Selasa (28/5) kemarin. Menurut Suryadi, awalnya, mereka minum-minum sejak Senin siang sekitar pukul 14.00 wita. Saat itu, mereka minum arak sepuluh botol di gudang proyek. Sebanyak 13 buruh proyek ini

pun puas minum-minum selama tiga jam. “Penganiayaan ini dipicu kesalahpahaman. Lantaran para tersangka, korban, dan 10 saksi lainnya di bawah pengaruh minuman keras, cekcok pun berakhir dengan pertumpahan darah,” katanya. Tanpa diduga, salah satu pemuda bernama Saiful yang diduga mabuk berat tiba-tiba ngoceh tidak jelas. Sempat tidak dihiraukan, ocehan Saiful menjadi-jadi. Ia mengeluarkan kalimat menantang sehingga memicu percekcokan. “Yang cekcok adalah saksi Candra dengan saksi Saiful. Berusaha dilerai oleh dua tersangka dan korban. Namun, justru saat ribut-ribut itu, dua tersangka melempar batako ke arah korban secara bergilir hingga kena pelipis dan kepala korban,” jelasnya. Selain kena lemparan batako, korban Iwan juga mengalami luka cakaran kuku tangan pada bagian leher. Setelah keributan itu, teman kerja yang lain berusaha memisahkan. Unit Reskrim Polsek Sukawati yang men-

dengar adanya keributan dengan cepat mengamankan para tersangka. “Tersangka kami amankan beserta barang bukti berupa bongkahan batako dan sejumlah pakaian yang berisi bercak darah,” kata Suryadi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 ke (1) KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Menurut korban, saat kejadian, dirinya hanya melerai namun jadi sasaran pelemparan batako. Diakui, kegiatan minum-minum memang cukup sering dilakukan. Saat itu, para pekerja bermaksud mogok kerja lantaran belum digaji selama sebulan. Terlebih menjelang Idul Fitri, yang rencananya belasan buruh proyek ini mudik ke Jawa Tengah. “Biasanya kerja jam segitu. Tapi karena gaji yang kita minta belum dikasi, jadinya kerja setengah hari. Ceritanya mau mogok, tahunya ribut-ribut,” ungkapnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

TERSANGKA - Kapolsek Sukawati AKP Suryadi saat menunjukkan tersangka kasus penganiayaan, Prasetyo dan Dhego Utomo, di Mapolsek Sukawati, Selasa (28/5) kemarin.

Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha yang langsung memimpin penertiban tersebut mengatakan, para PKL ini ditertibkan karena berjualan di badan jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum. “Mereka melanggar Perda nomor 15 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum,” katanya. Dari sepuluh PKL yang ditertibkan, kata Watha, tiga orang di antaranya dipanggil untuk diberikan pembinaan. Sementara tujuh PKL lainnya sudah pernah ditertibkan dan kembali melanggar sehingga diberikan SP I. “Dalam kesempatan itu, petugas gabungan menyita sejumlah barang bukti seperti KTP, tabung

elpiji, dan sejumlah kursi,” ujarnya. Watha menambahkan, petugas Satpol PP Gianyar bersama tim akan melakukan penertiban secara kontinu dengan menyasar pedagang di sepanjang By-pass I.B. Mantra sampai ke wilayah Sukawati. Dalam rangka Lebaran tahun ini, pihaknya juga menggelar razia ke tempat hiburan malam seperti kafe. Disinggung terkait penertiban akomodasi pariwisata yang melanggar aturan sempadan pantai dan sungai, Watha mengaku pihaknya akan melakukan penertiban dengan menyasar akomodasi bodong. “Vila, kafe, dan penginapan akan menyusul

ditertibkan,” tegasnya. Pantauan di lapangan, akomodasi pariwisata berupa restoran kini marak berkembang di sepanjang pantai Kabupaten Gianyar. Sejumlah akomodasi tersebut tentunya tidak bisa mendapat izin dari pemerintah daerah karena berdiri di sempadan pantai. Namun, mereka tetap beroperasi dan ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Tidak hanya di sempadan pantai, sempadan sungai kini juga marak berdiri akomodasi baru, seperti di dekat air terjun Tegenungan. Hingga kini, dinas terkait belum mengeluarkan izin, namun akomodasi tersebut tetap beroperasi. (kmb35)

Material Bongkaran Pasar Seni Sukawati Laku Ratusan Juta Rupiah

Gianyar (Bali Post) Kawasan Pasar Seni Sukawati kini sudah rata dengan tanah. Proses pembongkaran dua blok bangunan pasar tersebut sudah dirampungkan beberapa waktu lalu. Material sisa bangunan itu pun sudah terjual dengan harga yang cukup tinggi yakni mencapai ratusan juta rupiah. Kabag Aset Pemkab Gianyar A.A. Gde Asmara mengatakan, penjualan material bangunan Pasar Seni Sukawati sudah dimohonkan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang( KPKNL) di Denpasar. “Kami mohon penjualan melalui KPKNL Denpasar. Material Pasar Seni Sukawati laku terjual senilai Rp 321 juta. Pemenangnya Fitria dari Pekanbaru. Itu untuk dua bangunan,” ujar Asmara, Selasa (28/5) kemarin. Menurut Asmara, pembongkaran material pada dua blok Pasar Seni Sukawati sudah selesai dikerjakan sesuai kontrak kerja per 24 Mei 2019. “Berita acara serah terima juga sudah dilakukan,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, anggota Tim Percepatan Pembangunan Pasar Seni Sukawati, I Gede Widarma Suharta, menerangkan, Pemkab Gianyar hanya ditugaskan untuk menyiapkan lahan

Bali Post/kmb35

MELINTASI - Warga melintasi kawasan Pasar Seni Sukawati yang sudah rata dengan tanah, Selasa (28/5) kemarin. agar bisa dibanguni. “Setelah rata, kewajiban Pemkab Gianyar sudah selesai, yakni menyiapkan tanah untuk siap dibangun,” katanya. Menurut Widarma Suharta, saat ini dilakukan proses penyiapan dokumen tender untuk bangunan. Dikatakan,

Kementerian PUPR sedang memproses hal tersebut. “Kementerian PUPR sudah menyurati kepala balai di Sanur untuk segera menenderkan Pasar Seni Sukawati,” ujarnya. Widarma Suharta menambahkan, proses tander

diperkirakan akan dilakukan akhir Juni atau usai Lebaran. Sehingga, Juli proses tander sudah selesai dan pembangunan Pasar Seni Sukawati bisa mulai dikerjakan per Agustus mendatang. “Agustus sudah mulai dikerjakan,” tegasnya. (kmb35)

beradaannya saat ini sudah mulai dilirik dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata. “Ini membuktikan bahwa Gianyar sangat berpotensi menjadi tujuan wisata gastronomi nasional bahkan internasional,” ujar Dwi Hari Hidayati pada Pelatihan Kelompok Sadar Wisata, Pengelola Desa Wisata dan Pelaku industri Pariwisata Se-Kabupaten Gianyar di Museum Arma Ubud, Selasa (28/5) kemarin. Melihat kondisi itu, kata Dwi Hari Hidayati, perlu dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku pariwisata di Kabupaten Gianyar melalui Pelatihan Pemandu wisata Budaya Kuliner dan Belanja. Hal ini juga merujuk pada

Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. “Salah satu solusi yang perlu ditempuh dengan meningkatkan kompetensi SDM yang dimiliki suatu daerah termasuk Gianyar melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan yang tepat,” katanya. Dwi Hari Hidayati menambahkan, pelatihan ini sekaligus untuk menunjang usaha ekonomi kreatif, melestarikan warisan budaya lokal, khususnya di sektor kuliner. “Sekarang diperlukan usaha guna meningkatkan minat masyarakat untuk mengolah makanan lokal sebagai salah satu industri ekonomi kreatif di bidang pariwisata,” ujarnya. (kmb35)

Tingkatkan Kualitas SDM Sektor Pariwisata

Bali Post/kmb35

PELATIHAN - Pelatihan Kelompok Sadar Wisata, Pengelola Desa Wisata dan Pelaku industri Pariwisata Se-Kabupaten Gianyar di Museum Arma Ubud, Selasa (28/5) kemarin. Gianyar (Bali Post) Tingginya minat wisatawan asing dan domestik untuk mengenal dan mempelajari budaya Bali, khususnya kuliner khas Gianyar, mengakibatkan menjamurnya usaha kuliner di kawasan seni ini. Melihat hal itu, dipandang perlu melakukan peningkatan

kualitas sumber daya manusia pelaku pariwisata. Kabid Sumber Daya Pariwisata Disparda Kabupaten Gianyar Anak Agung Istri Dwi Hari Hidayati, S.STP., M.M. mengatakan, Kabupaten Gianyar pada tahun 2018 lalu dipilih sebagai duta Bali untuk UNWTO di bidang gastronomi yang ke-


JEMBRANA

10

Rabu Wage, 29 Mei 2019

Warga Enggan Vaksinasi Anjing, Rabies Merajalela? Kasus rabies di Jembrana nampak mulai mengkhawatirkan. Sejak 2018 hingga mendekati pertengahan 2019 belasan kasus gigitan anjing yang terinveksi rabies terjadi. Yang cukup mengundang keprihatinan adalah beberapa waktu lalu di saat pemerintah melakukan vaksinasi massal, justru banyak warga yang menolak anjingnya divaksin. Ketika fakta menunjukkan anjing yang terinveksi rabies memakan korban dan merajalela, masihkah warga Jembrana akan menolak vaksin rabies? Vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di Jembrana dilaksanakan dari 18 Maret hingga April lalu. Dalam vaksinasi secara massal tahap

pertama tahun 2019 itu, ditargetkan vaksinasi sebanyak 14.717 ekor anjing di 95 banjar/ lingkungan di 16 wilayah desa/ kelurahan di 5 kecamatan se-

Jembrana yang masuk sebagai kawasan zona merah rabies. Kepala Bidang KeswanKesmavet pada Dinas pertanian dan Pangan Jembrana drh. I Wayan Widarsa mengatakan, dalam melaksanakan vaksinasi rabies secara massal nanti, pihaknya akan bergerak dengan tim dari Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan Bali. Yang menjadi prioritas sasaran nanti adalah desa yang masuk sebagai kawasan zona merah rabies. Di sejumlah desa, itu sempat ditemukan kasus anjing positif rabies dalam kurun dua tahun terakhir. Sayangnya program ini tidak sepenuhnya disambut

antusias warga yang memiliki anjing. Saat petugas hendak memberikan vaksin, warga justru menolak. Alasannya cukup tidak masuk akal yakni takut anjing kesayangannya mengalami penyakit kulit atau gudig. “Ada warga di desa-desa menolak hewan peliharaannya divaksin karena dikira akan menyebabkan gudig. Padahal tidak ada kaitannya samasekali sama penyakit kulit,” ujar Widarsa. Padahal vaksinasi sangatlah penting bukan untuk anjing kesayangan melainkan untuk masyarakat agar terbebas dari ancaman rabies yang dapat mengakibat-

kan kematian. Dana kasus gigitan anjing rabies pun kemudian terjadi pertengahan Mei lalu. Ada lima warga yang digigit anjing rabies di Desa Tegal Badeng Barat, Negara. Lokasinya berdekatan dengan penggilingan padi. Ada lima orang dan seekor sapi yang digigit anak anjing yang setelah dilakukan pemeriksaan ternyata positif terinveksi rabies. Kelima warga tersebut harus diberikan vaksin anti rabies (VAR). Karena kejadiannya sudah berlalu beberapa hari, pelacakan terhadap korban pun harus dilakukan karena warga yang tergigit anak an-

jing tersebut tidak melakukan pengobatan ke puskesmas. Usaha dinas kesehatan melalui puskesmas setempat membuahkan hasil. Empat orang yang tergigit anjing ditemukan dan diberikan VAR. Sayangnya satu lagi warga yang diduga juga tergigit hingga kini belum terlacak. Saat belum ditemukannya satu warga tersebut, kasus gigitan anjing positif rabies terhadap tiga warga di Tuwed, tepatnya di Banjar Puseh. Dibeberkannya, kasus gigitan pertama terjadi Minggu (19/5) lalu terhadap Ni Nyoman Dendi (73). Nenek ini digigit anjing milik Kade Mastra di

bagian telapak kaki kiri. Sehari kemudian, Senin (20/5), anjing tersebut menggigit Dewa Made Santika (12) hingga mengalami luka di tangan kiri. Satu warga lainnya Desak Ketut Arnyani (48) juga sempat tergigit anjing itu di jari tangan. Belajar dari realitas kasus gigitan anjing rabies, seharusnya warga Jembrana benar-benar memberi perhatian serius pentingnya vaksinasi. Ada aturan yang mengatakan bahwa jika warga menolak anjingnya divaksin rabies dan apabila menggigit warga, maka pemilik anjing harus bertanggung jawab. (ata)

PNS Diingatkan Cuti Bersama Dimulai Senin Depan Negara (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana menerapkan waktu cuti bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengacu Peraturan Presiden (Perpres) nomor 13 tahun 2019. Dalam Perpres yang ditandatangani 27 Mei 2019 tersebut, ditetapkan pada tanggal 3, 4 dan 7 Juni 2019 (Senin, Selasa dan Jumat) sebagai cuti bersama hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Informasi di lapangan khususnya kalangan PNS, waktu cuti bersama ini masih simpang-siur. Hal ini dipicu adanya hari “kejepit” dua hari libur, yakni pada Jumat (31/5). Seperti diketahui pada Kamis (28/5) besok libur hari raya Kenaikan Isa Almasih dan Sabtu (1/6) juga hari libur Nasional, Peringatan Lahirnya Pancasila. Ditambah lagi, pada akhir pekan itu juga masuk waktu menjelang hari raya Idul Fitri. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya manusia (BKPSDM) Jembrana, I Made Budiasa, dikonfirmasi Selasa (28/5)

kemarin mengatakan, penetapan waktu cuti bersama PNS termasuk di Pemkab Jembrana mengikuti Perpres nomor 13 tahun 2019 tersebut. Dalam Perpres itu disebutkan ada dua waktu cuti bersama, yakni cuti bersama hari raya Idul Fitri (3 hari) dan cuti bersama hari raya Natal pada tanggal 24 Desember 2019. Untuk cuti bersama Idul Fitri, dimulai pada Senin (3/6) mendatang. Sehingga bila merujuk pada Perpres tersebut, pada Jumat (31/5) nanti, pelayanan masih tetap berjalan seperti biasanya. “Belum ada petunjuk baru, sehingga kita masih merujuk sesuai Pepres tersebut,” ujar Budiasa. Pihaknya juga sempat berkoordinasi dengan BKN Bali, juga belum ada perubahan. Sehingga dipastikan masih berpedoman pada Perpres nomor 13 tahun 2019 itu. Merujuk pada Perpres tersebut, cuti bersama ini tidak mengurangi hak cuti tahunan PNS. Cuti bersama ini juga berlaku bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. (kmb26)

DIPERBAIKI – Alat berat yang menimbun jalan putus di Pangkung Manggis beberapa waktu lalu. Dinas PUPRPKP Jembrana memperkirakan penanganan infrastruktur yang rusak membutuhkan anggaran Rp 550 juta.

Perbaikan Infrastruktur Dampak Banjir Diperkirakan Rp 550 Juta

Negara (Bali Post) Dampak banjir bandang yang terjadi pada akhir pekan lalu, merusak sejumlah infrastruktur. Salah satunya jalan putus di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Meskipun saat ini secara darurat jalan sudah difungsikan. Perbaikan secara keseluruhan infrastruktur yang rusak akibat banjir diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 550 juta. GELAR PASUKAN – Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung Polres Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno kemarin. Selain mengerahkan ratusan personel di sepanjang jalur mudik, sejumlah puskesmas tetap melayani kesehatan.

Ratusan Personel Dilibatkan Operasi Ketupat Agung

Puskesmas di Sepanjang Jalur Mudik Siaga

Negara (Bali Post) Ratusan personel Polres Jembrana dilibatkan dalam Operasi Ketupat Agung 2019 yang dimulai Selasa (28/5) kemarin. Dalam operasi ini, Polres Jembrana juga akan di-back-up personel lintas instansi seperti TNI Polri, Dishub, BPBD Jembrana, SAR Pos Jembrana, Dinas Kesehatan, Satpol PP, ASDP, Gapasdap, Syahbandar dan instansi lain. Selain menempatkan pos-pos pengamanan (pos pam) di sepanjang jalur mudik, seluruh puskesmas di sepanjang jalur mudik juga siaga selama arus mudik. Dimulainya operasi pengamanan arus mudik, lebaran dan arus balik di Jembrana ditandai dengan Apel Gelar pasukan Operasi Ketupat Agung di Halaman Gedung Kesenian Bung Karno, Selasa (28/5) kemarin. Seluruh pasukan dari Kepolisian dan instansi pendukung dilibatkan dalam apel yang dipimpin Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih dan Dandim 1617/ Jembrana Letkol Kav Djefry M. Hanok itu. Seusai apel, Kapolres bersama jajaran dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengecek kesiapan sarana penunjang operasi ini, seperti ranmor dan atribut petugas. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih seusai apel mengatakan, dalam Operasi Ketupat Agung ini, akan didukung 740 personel, berasal dari TNI/Polri serta organisasi kepemudaan dan instansi pendukung lainnya. Mereka akan ditempatkan di jalur mudik dengan titik utama di Gilimanuk. Sedikitnya enam

Pospam di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk dari Pekutatan hingga Gilimanuk. Tepatnya titik Pospam antara lain Pospam di Yeh Leh dan Medewi (Pekutatan), Pospam Rambut Siwi (Mendoyo), Pospam Banyubiru (Negara), Pospam Melaya (Melaya), dan Pospam Gelung Kori (Gilimanuk). Selain itu, juga akan didirikan Pos Pelayanan dan Pos Terpadu di Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi titik sentral arus mudik. Kapolres juga mengimbau kepada para pemudik agar selalu menjaga keselamatan. ‘’Taati rambu-rambu dan marka jalan, tidak usah saling mendahului karena semuanya akan tiba di rumah. Begitu juga saat meninggalkan rumah agar mengecek kesiapan rumahnya, jangan sampai terjadi pencurian atau musibah kebakaran,’’ tandas Kapolres. Bila terjadi permasalahan di jalur mudik, para pengguna jalan bisa berkoordinasi dengan pos polisi terdekat. Di sisi lain, untuk pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik sejumlah puskesmas tetap siaga. Bupati I Putu Artha mengatakan, selama arus mudik dan arus balik pelayanan publik lebih ditingkatkan. ‘’Di setiap kecamatan sudah ada puskesmas rawat inap dan dibuka 24 jam. Meski demikian, kami minta pelayanan yang selama ini sudah baik agar lebih ditingkatkan,’’ ujar Bupati Artha. Bupati Artha juga menegaskan kepada pos-pos pembantu agar dapat menjamin para pemudik mendapat pelayanan kesehatan secara optimal. (kmb26)

‘’Sekarang sudah diperbaiki sementara. Tapi baru sebatas menguruk tanpa senderan beton. Hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan mobil. Kalau kendaraan berat belum bisa,’’ ujar Kepala

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Jembrana I Wayan Darwin, Selasa (28/5) kemarin. Meskipun hanya ditimbun dengan batu dan tanah,

paling tidak jalan tersebut sudah bisa dilalui sehingga mempercepat akses warga antarkelurahan. Selain menimbun, juga dibuatkan jalan sementara dengan cara menambah lebar jalan di sisi

utara. Selanjutnya ke depan untuk perbaikan secara permanen, diperkirakan perlu anggaran sekitar Rp 550 juta. Perkiraan anggaran itu bukan hanya untuk perbaikan jalan yang putus saja. Tetapi juga di empat titik kerusakan jalan maupun bendung baik di BB Agung maupun di Desa Kaliakah dan desa lain yang terdampak banjir. Diberitakan sebelumnya

banjir bandang yang terjadi di dua hulu sungai yang bermuara di Sungai Ijogading menggenangi ratusan rumah di delapan desa. Beberapa infrastruktur juga mengalami dampak yang terparah putusnya jalan di Pangkung Manggis, BB Agung. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun banjir akhir pekan lalu merupakan yang terbesar selama kurun waktu 10 tahun terakhir. (kmb26)

Dampak PPDB SMA Sistem Zonasi

SMAN 1 Pekutatan Berpeluang Terima Siswa Kabupaten Lain Negara (Bali Post) – Jalur zonasi yang diterapkan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Jembrana memberikan peluang bagi siswa kabupaten terdekat di wilayah perbatasan mendaftar. Di SMA Negeri 1 Pekutatan misalnya, sekolah ini bisa menampung siswa dari Busung Biu (Buleleng) dan Selemadeg Barat (Tabanan) yang lokasinya masuk zonasi. Kepala SMAN 1 Pekutatan, Wayan Rai Gelgel, Selasa (28/5) kemarin mengatakan, dengan jalur zonasi, sekolahnya bisa menampung siswa-siswa dari luar kabupaten yang tinggal di perbatasan. Hal itu memungkinkan terjadi, karena radius tempat tinggal para calon peserta didik ini masuk dalam zonasi sekolah. Meskipun berada di luar kabupaten. ‘’Kalau zonasi mencakup Mendoyo, Pekutatan, Busung Biu dan Selemadeg Barat. Memungkinkan siswa dari zonasi itu mendaftar,’’ ujar Rai Gelgel. Namun berkaca pengalaman selama ini, lanjut Rai, beberapa siswa yang masuk zonasi di perbatasan itu memilih melanjutkan sekolah ke Denpasar. Karena pertimbangan jarak yang terlalu jauh. ‘’Ya sekali lagi pertimbangan jarak. Tapi kami di sini memfasilitasi karena jalur zonasi ini bisa mendaftar di sini,’’ tambahnya. Begitu juga sebaliknya, siswa di Pekutatan juga berpeluang mendaftar di SMA di kabupaten lain yang lokasinya berdekatan sesuai zonasi. Di Kecamatan Pekutatan, selain ada satu SMA Negeri, juga ada satu sekolah kejuruan negeri, yakni SMK 5 Pekutatan. Berbeda dengan SMK yang hanya menerapkan satu jalur, khusus untuk PPDB SMA, diterapkan tiga jalur. Untuk jalur zonasi diplot menerima siswa hingga 90 persen. Sisanya dibagi masing-masing 5 persen untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua/wali. Sebelumnya diberitakan, berdasarkan mekanisme PPDB SMA, salah satu persyaratan terkait jalur zonasi adalah Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan domisili dari orangtua/wali dilegalisir Kepala Dusun/ Kepala Desa/Lurah setempat. Untuk jalur ini, menurutnya mencakup anak keluarga tidak mampu, anak inklusi, anak banjar adat/desa adat/desa pakraman dan zonasi wilayah. Untuk calon siswa SMA ini, dapat mendaftar maksimal dua SMA yang masuk dalam zona yang ditentukan. Waktu pendaftaran, jalur prestasi dan jalur perpindahan, akan lebih dahulu dibuka pada akhir bulan Juni. Sedangkan jalur zonasi menyusul pada akhir bulan Juli mendatang bersamaan dengan PPDB SMK yang hanya menerapkan satu jalur. Peserta Didik Baru yang tidak tertampung di sekolah pilihannya, akan disalurkan ke sekolah negeri maupun swasta terdekat yang masih tersedia daya tampung. (kmb26)

KELULUSAN – Sejumlah siswa melihat hasil kelulusan di salah satu sekolah. Pada PPDB SMA jalur zonasi tahun ajaran ini memungkinkan calon peserta didik di wilayah perbatasan kabupaten masuk di SMA dalam wilayah kabupaten lain.


Rabu Wage, 29 Mei 2019

Karangasem

11

Gunung Agung Sering Erupsi

’’Pujawali’’ di Pura Pasar Agung Sebudi Digelar Sehari Amlapura (Bali Post) Upacara pujawali di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Selat akan dilaksanakan selama sehari bertepatan dengan Buda Wage Ukir, Rabu (29/5) ini. Pujawali itu sengaja dipangkas dua hari sebab sebelumnya dilaksanakan tiga hari. Alasannya, aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Memang, belakangan ini sering terjadi erupsi yang disertai lontaran lava pijar. Panglingsir Pura Pasar Agung Jro Mangku Gede Umbara, Selasa (28/5) ke-

marin, mengatakan pelaksanaan pujawali waktunya memang dipersingkat karena Gunung Agung belakangan ini sering meletus. Sebelumnya, rangkaian pujawali dilangsungkan selama tiga hari, namun sekarang dikurangi dua hari alias hanya sehari saja. “Upacara memang kita persingkat karena sampai saat ini aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Terlebih belakangan ini Giri Tohlangkir sering erupsi besar disertai lontaran lava pijar,’’ tambah Jero Mangku Gede Umbara didampingi

Panyarikan I Nyoman Warka serta Seksi Publikasi Informasi I Wayan Suara. Itulah dasar mempersingkat pelaksanaan pujawali tahun ini. Mereka berharap saat pujawali Gunung Agung tidak erupsi dan semua diberikan keselamatan selama aed upacara berlangsung. Seksi Publikasi Informasi dan Komunikasi I Wayan Suara menambahkan, bagi umat Hindu yang hendak tangkil ngaturang sembah bhakti supaya senantiasa melengkapi diri dengan alat pelindung diri berupa

masker. Termasuk warga yang memiliki radio HT agar dibawa. Radio HT itu akan sangat membantu, sebab sinyal HP di Pura Pasar Agung sangat sulit didapat. “Kita harapkan selama pujawali, Gunung Agung tetap tenang. Kami memohon tidak terjadi erupsi ketika berlangsungnya pujawali. Jika erupsi, pastinya membuat krama panik. Semoga Ida Hyang Widhi Wasa memberikan anugerahnya, sehingga semuanya berjalan aman dan lancar,” ujar Suara. (kmb41)

Amankan Lebaran, Polres Libatkan 418 Personel

Di Titik-titik Strategis Dipasangi CCTV

Bali Post/kmb41

PUJAWALI SEHARI - Prosesi nedunang Ida Batara serangkaian pujawali sehari di Pura Pasar Agung Sebudi, Selat, Karangasem yang akan dilaksanakan Rabu (29/5) ini.

Khawatir Kaum Radikal Menyusup

Warga Pesisir Diberikan Pemahaman Radikalisme

Amlapura (Bali Post) Satuan Polair Polres Karangasem melaksanakan kegiatan sosialisasi d a n p eny uluha n kep a d a masyarakat Pantai Pengalon, Desa Antiga Kelod, Manggis, agar warga di sana punya wawasan kebangsaan dan militansi yang kuat terhadap NKRI. Karena itu, masyarakat pesisir diberikan transformasi pengetahuan kebangsaan dan bernegara yang benar, sehingga diharapkan mereka bisa melawan pengaruh-pengaruh radikalisme dan antiPancasila. Aksi itu sebagai upaya antisipasi dari doktrin kiri yang bisa jadi dilakukan para penyusup. Kepala Satuan Polairud Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengatakan, Selasa (28/5) kemarin, giat sosialisasi dan penyuluhan

itu membedah tema paham radikalisme. Pihaknya berharap lewat kegiatan ini, supaya masyarakat nelayan mengerti dan juga paham, sehingga mereka tidak terjerumus dalam paham-paham kiri radikalisme. ‘’Sebab, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok teroris itu masuk melalui jalur pantai,’’ ujar AKP Wartama. Pihaknya selalu turun agar masyarakat tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Penyuluhan itu diikuti anggota Kelompok Nelayan Wahyu Segara sebanyak 20 orang. ‘’Penting sekali penyuluhan cinta NKRI, bangsa dan negara dengan benar diberikan kepada para nelayan itu. Sehingga hidup mereka lurus, tidak terpengaruh paham-paham tidak jelas,’’ tuturnya.

Wartama menambahkan, pihaknya meminta para nelayan itu agar ikut serta berperan aktif menjaga keamanan wilayah laut dan pesisir dari masuknya orang maupun barang terlarang. Selain itu yang lebih berbahaya adalah melawan segala paham radikalisme dan terorisme. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada nelayan untuk selalu menjaga keselamatan dan keamanan sewaktu melaut. Solusinya, agar selalu memerhatikan cuaca. ‘’Kalau memang cuaca buruk, karena sudah sangat mengerti membaca alam, maka agar jangan memaksakan diri melaut. Masih ada hari esok. Sebab, jika cuaca tak bersahabat itu tetap saja diterobos, maka pasti dampaknya bisa sangat buruk,’’ ujarnya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Sebanyak 418 personel gabungan Polri, TNI dan instansi terkait disiagakan untuk pengamanan selama pelaksanaan Lebaran 2019. Bahkan, di sejumlah titik strategis telah dipasangi CCTV untuk memantau proses pengamanan yang dilakukan petugas. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Ade Panji Anom mengatakan hal itu usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, Selasa (28/5) kemarin. Dikatakan, di wilayah Karangasem dilaksanakan 20 hari Operasi Ketupat. Sejatinya, pengamanan itu dijadwalkan selama 15 hari. Tetapi karena Bali khususnya Karangasem merupakan daerah pariwisata sehingga pengamanan ditetapkan 20 hari. “Untuk pengamanan kita libatkan 418 personel gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait. Sementara khusus pengamanan di Pelabuhan Padangbai paling banyak 248 personel,” ujarnya.Selama pengamanan Lebaran, pihaknya kata Panji Anom, juga membuat Pos Stasioner dan Satu Pos Terpadu dan Pelayanan seperti di simpang tiga Padangbai dan Yeh Malet. Di samping itu,

pihaknya juga menempatkan tenda-tenda yang dijaga petugas. Itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang bisa saja terjadi mengingat pada saat ini penggeseran logistik sudah mulai berjalan terutama yang menyeberang lewat Pelabuhan Padangbai, Manggis. Perwira asal Buleleng itu menambahkan, untuk memantau perkembangan situ-

asi di lapangan, pihaknya juga melakukan pemasangan tujuh CCTV di sejumlah titik. Tempat monitornya ada di Pelabuhan Padangbai. Di samping itu, pihaknya juga memasang CCTV di daerah pos-pos tertentu. Seperti di simpang tiga Padangbai, dan daerah tempat pariwisata. “Kita juga tempatkan CCTV di Polsek Kubu dan Sidemen. Semua ini kita lakukan untuk

mempermudah kendali operasi dan kendali anggota serta memantau keamanan yang akan kita lakukan. Termasuk di tempat-tempat pariwisata, kita juga lakukan penebalan pengamanan,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, selama proses pengamanan, pihaknya meminta kepada seluruh anggota agar tetap menjalin komunikasi secara intens dengan instansi terkait. Hal itu penting untuk menyukseskan pengamanan selama pelaksanaan Lebaran, sehingga, keamanan benar-benar terjamin. Untuk itu, perlu dilakukan persiapan operasional pendukung. “Kita minta semua siap siaga dan selalu meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi gangguan-gangguan yang potensial terjadi,” ujar Panji Anom. (kmb41)

Pembuatan KIA Dibuka, 6 Ribu Anak Sudah Mendaftar

Bali Post/kmb41

SOSIALISASI - Kepala Satuan Polairud Polres Karangasem AKP I Made Wartama saat memberikan sosialisasi tentang perlawanan terhadap paham radikalisme dan anti-Pancasila.

Amlapura (Bali Post) Pascadibukanya pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) beberapa hari lalu, enam ribu anak telah mendaftar membuat KIA tersebut. Hanya, Disdukcapil baru bisa mencetak 1.000 keping. Pencetakan belum optimal karena keterbatasan alat. Kepala Disdukcapil Karan-

gasem I Wayan Sumidia didampingi Kasi Identitas Penduduk Ni Made Winartini mengatakan, kartu KIA disiapkan 18 ribu keping. Namun, sampai saat ini sudah ada 6 ribu anak yang mendaftar pembuatan KIA itu. “Dari 6 ribu yang sudah mendaftar, kita baru bisa mencetak 1.000 keping,” ujarnya. Minimnya KIA baru itu

yang bisa dicetak, karena pihaknya kata Sumidia, masih keterbatasan alat cetak. “Sehari, kita hanya bisa mencetak 60 keping KIA saja. Karena kalau nyetak lebih dari jumlah itu maka alatnya bisa panas malah jadi rusak,” jelasnya. Untuk pembuatan KIA itu tidak ada perekaman data. Jadi, hanya pendaftaran

biasa saja. Bagi orangtua yang memiliki anak yang usianya masih di bawah 17 tahun, bisa melengkapi persyaratan pembuatan KIA berupa mengisi form permohonan, fotokopi akta kelahiran, fotokopi akta keluarga orangtua/wali, fotokopi e-KTP orangtua/wali, dan membawa foto berwarna ukuran 2 x 3 cm. (kmb41)

Erupsi Gunung Agung Picu Hujan Pasir

Ternak Tak Mau Makan Rumput Bercampur Abu Vulkanik Erupsi Gunung Agung terjadi Jumat (24/5) lalu, memang cukup banyak dampaknya. Salah satunya membuat semua tumbuhan di lerang Gunung Agung khususnya di Desa Besakih terpapar hujan abu dan juga pasir. Atas kondisi itu, para peternak mengeluh. Pasalnya, ternak peliharaan mereka tak mau makan rumput yang terkena paparan abu dan pasir tersebut. Lalu, bagaimanakah solusi para peternak agar ternak-ternak mereka mau makan? PETANI Besakih I Ketut Sulendra, Selasa (28/5) kemarin mengatakan, akibat erupsi Gunung Agung yang terjadi Jumat lalu, membuat rumput yang ada semuanya terpapar abu dan pasir yang begitu tebal. Dampaknya, ternak-ternak penduduk enggan memakan pakan yang diberikan tersebut. ”Ternak saya sama sekali tidak mau

makan rumput, karena masih ada sisa abu di rumput itu. Saya terpaksa mencari daun nangka untuk pakan sapi itu. Namun, daun nangka itu hanya sedikit yang dimakan,” ucapnya. Dalam kondisi seperti ini, Sulendra sangat berharap ada hujan turun sehingga paparan abu dan pasir itu bisa hilang. Dengan begitu, rum-

put-rumput yang sebelumnya tak mau dimakan ternak itu akibat berisi abu dan pasir, agar kembali mau dimakan ternak. “Kemarin (Minggu - red) sempat mendung dan gerimis. Semoga nanti ada hujan yang lebih deras lagi, sehingga abu dan pasir yang menempel di rumput itu bisa hilang,” harapnya. Hal senada disampaikan petani lainnya, I Nengah Suartana. Ia mengakui jika ternaknya sulit makan, akibat rumput yang disabitnya itu masih ada abunya. Sama sekali sapi itu tidak mau makan rumput yang terpapar abu vulkanik apalagi disertai pasir. “Sebagian besar memang pakan yang diberikan tak mau dimakan. Jadi, mubazir pakan itu, karena itu dibuang. Itu akibat tebalnya abu dan pasir yang

menempel di rumput. Mungkin lidah sapi itu merasakan kasar karena ada pasirnya, makanya tak mau dimakan,” jelas Suartana. Siram dengan Air Di bagian lain, untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Besakih, Pengelola Objek Wisata Besakih melakukan penyiraman debu dan pasir yang menempel di seputaran kawasan Pura Besakih. “Kita sudah lakukan penyemprotan terhadap debu dan pasir di kawasan pura. Karena debu dan pasir yang menempel lumayan tebal. Jika tidak dibersihkan, akan sangat mengganggu aktivitas wisatawan maupun pamedek yang tangkil ngaturang bhakti itu,” jelas Mangku Ngawit. (nan)

Bali Post/kmb41

RUMPUT BERISI ABU - Petani saat memberikan rumput sisa pakan yang tak mau dimakan sapi karena terkena paparan abu dan pasir.


KLUNGKUNG

12

Rabu Wage, 29 Mei 2019

Dana Insentif Bendesa Macet

Semarapura (Bali Post) Dana insentif para bendesa desa adat di Klungkung sejak enam bulan terakhir tidak lagi diterima. Kondisi ini mengundang pertanyaan dari seorang bendesa adat saat acara temu wirasa Bupati Klungkung di Banjarangkan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta disebutkan akan melakukan penelusuran atas masalah ini. Macetnya dana insentif untuk para bendesa di Klungkung yang setiap bulan biasanya menerima Rp 1 juta disampaikan Bendesa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Nengah Suanda, Selasa (28/5) kemarin. Dia awalnya tidak mempersoalkannya. Tetapi, saat kebetulan bertemu Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dia mengaku menyampaikan langsung persoalan tersebut. Suanda mengaku hanya ingin tahu saja, kenapa bisa tidak ada lagi, sehingga menjadi pertanyaan para bendesa dan masyarakat, mengingat hal ini justru terjadi di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan perhatian terhadap desa adat. ‘’Biasanya setiap bulan bendesa dapat dana insentif Rp 1 juta. Tetapi ini sudah enam bulan tidak dapat lagi. Ini programnya masih ada apa tidak?’’ kata Suanda. Suanda menyampaikan saat mengeluhkan perihal insentif ini kepada Bupati Suwirta, bupati pun dikatakan kaget dan bertanya balik kenapa itu bisa terjadi. Suanda menegaskan, bupati katanya sudah berjanji akan membahas khusus persoalan ini dengan OPD terkait yang membidangi. ‘’Nanti akan diberikan penjelasan lebih lanjut, apakah insentifnya dihentikan atau dilanjutkan. Kalau dihentikan, alasannya apa. Nanti biar pemerintah daerah yang jelaskan selanjutnya,’’ katanya. Pihaknya berharap insentif itu tidak dihapus, tetapi justru seharusnya ditambah. Sebagai bagian dari perhatian terhadap desa adat, dia juga menyampaikan selain bendesa, unsur lainnya di desa adat, seperti pecalang dan lainnya, juga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. (kmb31)

Nengah Suanda

KESWAN - Petugas Keswan saat melakukan eliminasi anjing liar di Lingkungan Mergan.

Rabies Makin Meluas, Sembilan Warga Mergan Jadi Korban Semarapura (Bali Post) Kasus gigitan anjing rabies belum berakhir. Satu per satu kasus gigitan anjing liar terungkap, dan setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya anjing yang menggigit ternyata positif rabies. Kasus terakhir terjadi di Lingkungan Mergan, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin. Total ada sembilan warga setempat yang menjadi korban gigitan anjing liar terinveksi rabies. Petugas Bidang Kesehatan Hewan bersama instansi terkait dan kepala lingkungan setempat, langsung melakukan eleminasi anjing liar tersebut, Selasa (28/5) kemarin. Anjing liar positif rabies itu diketahui milik I Putu Gede Oka di Jalan Puputan Klungkung. Kepala Bidang Kesehatan Hewan, A.A. Raka Arnawa mengata-

Pemkab Klungkung Gelar Temu Wirasa di Kecamatan Banjarangkan PEMKAB Klungkung kembali menggelar Kegiatan Temu Wirasa. Agenda temu wirasa yang kedua tersebut dipusatkan di Balai Desa Adat Nyanglan Kecamatan Banjarangkan, Selasa (28/5) kemarin. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memimpin kegiatan Temu wirasa ini untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, baik berupa saran maupun kritikan terkait Program Pemkab Klungkung. Bupati Suwirta memaparkan visi dan misi masa kepemimpinannya, baik itu di bidang infrastruktur, SDM, kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan maupun program lainnya. Seperti di bidang kemiskinan, Bupati Suwirta berharap masyarakat yang kurang mampu bisa memanfaatkan peluang program pemerintah yakni program interpreneuer masuk desa dengan sebaikbaiknya. “Kumpulkan data masyarakat dari KK miskin agar mereka bisa mengikuti program ini dengan baik. Agar nantinya bisa bermanfaat dan bisa menekan angka KK miskin,” ujar Bupati Suwirta kepada para perbekel dan masyarakat setempat. Lebih lanjut, Bupati Suwirta menambahkan di bi-

dang pendidikan agar guru pengajar di masing-masing sekolah selalu bisa memberikan pendidikan karakter sejak dini kepada para siswa. Sarana dan prasarana di sekolah juga harus didata dengan baik. Sedangkan di bidang kesehatan, data masyarakat JKN-KIS harus dikumpulkan dengan baik serta pelayanan di rumah sakit harus berjalan maksimal. Terkait di bidang pertanian, program salah satu Pemkab yang sudah berjalan yakni Bima Juara harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Terkait masalah limbah khususnya di Desa Nyanglan, Bupati Suwirta sudah menugaskan Dinas Pekerja Umum (PU) agar kembali turun ke lapangan mengecek kondisi limbah. Sebab, persoalan limbah ini sudah lama, sejak Bupati Suwirta pertama kali memimpin Klungkung. ‘’Tolong Dinas PU segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi limbah, agar masalah ini cepat segera tuntas dan tidak menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat,’’ tegasnya. Sementara itu, Bupati juga meminta agar di masing-masing desa para bendesa dan perbekel segera membuat perarem

bahayanya dampak narkoba dan Kawasan Bebas Rokok (KTR). Selain itu, budaya gotong-royong di desa juga harus diimplementasikan dengan baik. ‘’Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi dampak negatif dan bisa menjaga kerukunan pasemetonan masyarakat,’’ harap Suwirta. Dalam sesi bertanya, salah satu warga, Cokorda Gde Brastika Putra menyampaikan masalah pengaspalan jalan dan penerangan jalan agar segera bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pertanyaan itu langsung ditanggapi Bupati Suwirta dengan menugaskan dinas terkait seperti Dinas PU segara menindaklanjuti. ‘’Segera invertarisir dan kaji dengan baik masukan masyarakat ini sesuaikan dengan anggaran yang sudah ditentukan,’’ tegasnya. Acara tersebut juga dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pemerintahan Klungkung Luh Ketut Ari Citrawati, Camat Banjarangkan I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perbekel se-Kecamatan Banjarangkan, Jero Bendesa serta masyarakat setempat. (ad1041)

TEMU WIRASA - Bupati Suwirta saat memimpin agenda Temu Wirasa di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (28/5) kemarin.

kan total ada sembilan korban gigitan anjing liar rabies itu. Seluruhnya menjadi korban dalam kurun waktu sebulan terakhir. Kesembilan korban tersebut antara lain A.A. Sayang Adnyana (50), I Made Suastika (57), I Wayan Surata (52), I Putu Setiawan (5), I Nengah Ranta (53), Sahudin (66) dan Nang Ali (40). Dua korban lain dalam kasus berbeda, antara lain Wayan Suartana dan Wayan Sambeh. Kasus gigitan anjing liar ini sudah dilaporkan kepada Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, pada 23 Mei lalu. Melihat gelagat anjing yang mencurigakan, Bidang Kesehatan Hewan bersama sejumlah petugasnya kemudian melakukan cek lab pada cairan otaknya, pada Minggu (26/5) lalu.

Ternyata kecurigaan warga setempat benar, bahwa hasil uji lab tersebut menunjukkan kalau anjing itu positif rabies. Anjing lokal hitam beranak dua itu langsung dieliminasi. Sementara para korbannya langsung diberikan vaksin anti rabies (VAR), termasuk Kepala Lingkungan Mergan A.A. Sayang Adnyana. ‘’Saya tadi ikuti saat proses eliminasi anjingnya. Saat proses eliminasi, hampir saja anjingnya menggigit warga yang lain,’’ kata Sayang Adnyana. Dia mengakui populasi anjing liar maupun peliharaan di Lingkungan Mergan cukup tinggi. Namun, pihaknya juga tidak bisa melarang warga untuk memelihara anjing. Pihaknya hanya mewantiwanti agar anjingnya dirawat

dengan baik, divaksin dengan rutin dan diikat di dalam rumah. Tujuannya, agar tidak terkontaminasi anjing liar dan tidak membahayakan warga lain. ‘’Waktu Maret lalu, semua anjing sudah diarahkan agar di vaksin, saya kaget juga ternyata masih ada yang positif rabies,’’ ujarnya. Melihat isu rabies yang semakin masif, dia sempat kebingungan harus melapor ke mana untuk penanganan di wilayahnya. Sebab, kalau ditangani sendirian oleh pihaknya, tentu tidak bisa menyeluruh. Setelah bertemu dengan Kabid Keswan, pihaknya menegaskan akan semakin intensif melakukan komunikasi, karena warga yang pelihara anjing cukup banyak. Kepala Dinas Pertanian Ida

Bagus Juanida menegaskan hasil analisa petugas di lapangan, sesungguhnya anjing yang menggigit tujuh warga itu belum divaksin. Melihat tingginya kasus gigitan anjing, Juanida menolak Klungkung saat ini dikatakan dalam kondisi darurat rabies. Sebab, kasus serupa juga lebih dulu terjadi di tempat lain, seperti di Bangli, Karangasem dan Buleleng. Sebagai antisipasi meningkatnya intensitas kasus ini, pihaknya terus menyiagakan tim, yang bisa secepatnya melakukan penanganan eliminasi di lapangan. “Kasus gigitannya memang sporadis. Kami tetap siagakan petugas. Sehingga, ketika menerima laporan, langsung bisa tertangani,” tegas Juanida. (kmb31)

Proposal Permohonan Bansos Masyarakat Sering ”Hilang” Bupati Curiga Ulah Oknum di OPD

Semarapura (Bali Post) Masyarakat Klungkung sering menyampaikan keluhan dalam mengurus proposal permohonan bantuan, baik hibah maupun bansos. Meski sudah sampai di meja bupati dan diminta bupati untuk ditindaklanjuti, proposal masyarakat tiba-tiba hilang tanpa jejak. Inspektorat Daerah diminta untuk menelusuri, siapa oknum yang bermain-main di belakang Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Bupati Suwirta menyampaikan itu, ketika bertemu masyarakat Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (28/5) kemarin. Bupati mengaku kerap menerima keluhan, bahwa mengurus proposal itu sangat berbelitbelit. Masyarakat kadang harus bolak-balik merivisi isi proposal empat sampai lima kali. ‘’Saya sudah tahu penyakitnya di mana. Proposalnya sesungguhnya tidak diverifikasi secara tuntas. Makanya masyarakat harus merivisi berulang kali. Tolong Dinas Kebudayaan ini menjadi perhatian, agar tidak terulang,’’ kata Bupati Suwirta. Proses administrasi harus

diperbaiki lagi. Proses perbaikan pada tahap verifikasi ini, harus segera dilakukan. Tidak hanya berkaitan dengan hibah dan bansos, tetapi Pemkab Klungkung telah memprogramkan agenda ngaben massal tahun depan. Maka, desa-desa diminta menyertakan proposal ke Pemkab Klungkung. Sehingga, pihaknya tidak mau pengalaman serupa terus terulang lagi. Apalagi, yang terparah, sampai proposal yang sudah diminta ditindaklanjuti, juga bisa hilang. Ini menurutnya keterlaluan dan tercium adanya motif tertentu. Bupati Suwirta berjanji akan masuk sendiri menelusuri persoalan tersebut.

Menelusuri siapa pelakunya yang kerap meng-cut proposal masyarakat. Sebab, tidak hanya proposal masyarakat biasa, bahkan proposal masyarakat dari pura yang di-empon Bupati Suwirta pun ikut hilang. ‘’Sudah lama saya tahan-tahan masalah ini. Saya akan masuk ke persoalan ini dengan Inspektorat. Pasti ketemu siapa pelakunya. Hati-hati saja,’’ kata Suwirta. Tidak hanya mengevaluasi di internalnya, Bupati Suwirta juga meminta penerima hibah dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dananya. Jangan sampai berurusan dengan aparat penegak hukum, karena bermain-main dengan dana

pemerintah. Terkait bantuan ngaben massal tahun depan ini, dia ingin program ini dapat terlaksana tanpa ada urunan lagi dari masyarakat. Sehingga, harus dipersiapkan dengan matang dari awal perencanaan tahun ini. ‘’Saya minta semua fokus. Jangan bilang ada hambatan ini-itu. Sampai waktunya habis. Akhirnya tahun depan program tidak jalan. Tolong kurangi berteori, biar bisanya tidak hanya teori saja. Tetapi, program kita tidak tereksekusi,’’ sorot Suwirta. Kepala Inspektorat Made Seger, mengaku siap menindaklanjuti instruksi Bupati Suwirta. Sebab, proses pengajuan proposal bantuan hibah seperti ini, melibatkan beberapa instansi, tidak hanya pada Dinas Kebudayaan, tetap ke OPD lain sampai proposal dinilai lengkap sebelum dananya dicairkan. (kmb31)

Penerimaan Widya Kusuma

Kadisdik Optimis Tiga Wakilnya Mampu Bersaing Semarapura (Bali Post) Klungkung mengirimkan tiga wakil dalam ajang penerimaan Widya Kusuma tahun 2019 bidang pendidikan. Salah satunya Kepala SMPN 1 Banjarangkan Nengah Suradnya, S.Pd., M.Pd. Satu dari tiga sosok duta Klungkung ini, mendapat penilaian langsung dari Tim Penilai Provinsi Bali, Senin (27/5) lalu. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Gde Darmawan optimis ketiganya mampu bersaing sebagai calon penerima Widya Kusuma bidang pendidikan Provinsi Bali tahun ini. Darmawan menyatakan adapun penilaian yang dilakukan, pertama tentang kegiatan akademis bagi calon yang dinilai. Selanjutnya kedua tentang kegiatan keorganisasian yang diikuti oleh calon, ketiga kegiatan kemasyarakatan yang pernah diikuti calon, keempat penilaian terkait perilaku ketokohan calon penerima Widya Kusuma. Apakah per-

nah terlibat masalah hukum maupun politik lainnya atau tidak. Ketiga calonnya, dikatakan sangat mendekati seluruh unsur yang dinilai. Untuk penilaian calon penerima Widya Kusuma dari Kabupaten Klungkung lolos sebanyak 3 orang. Untuk tingkat SMP, terpilih sebagai duta I Nengah Suradnya, untuk

tingkat SMA Ida Bagus Pawana dan tingkat SMK Nyoman Siarsana. Sedangkan yang pernah terpilih mendapatkan Widya Kusuma yang pertama Gusti Lanang Made Puji, Ngakan Made Kasub Sidan, Dewa Gde Darmawan dan Ni Ketut Sukendri. Berbekal capaian para tokoh sebelumnya, dia yakin tiga wakil ini bisa tampil

BERBICARA - Kadisdik Dewa Gde Darmawan saat berbicara di SMPN 1 Banjarangkan.

maksimal tahun ini. Tim penilai dari Provinsi Bali dipimpin Ka Biro Kesra Kantor Gubernur Bali. Tim melakukan visitasi penilaian ke SMPN 1 Banjarangkan, kepada Kepala Sekolah I Nengah Suradnya, setelah proses visitasi administrasi dan tahap presentasi serta penilaian tes wawancara yang dilaksanakan pada 23 April 2019 lalu di Unhi Denpasar. Penilaian tentu dilakukan secara personal, untuk mengetahui secara utuh sosok yang menjadi wakil, dari setiap daerah. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Banjarangkan I Nengah Suradnya, menyatakan berupaya maksimal memenuhi setiap kriteria yang menjadi penilaian. Seluruh data yang akan diverifikasi dikatakan sudah disiapkan dengan baik. Dia juga mengaku transparan, membuka semua informasi yang diminta tim penilai. Dia berharap hasilnya dapat memuaskan. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Wage, 29 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Guru/Pendamping TK/bs Krja Team,082145707300/089621759346

Dcr Whasher Min SMA,Pnglmn tdk Diutmkn.Hb:082236182035/722222

Dicari Pembantu untuk Villa Alamat : Jalan Kesambi, Gang Kesambi Indah No.22 Kerobokan Hub:081337542061/081381302935

Dbthkn scptnya Sopir kntr u/k di tmptkn di bndra Ngurah Rai sebnyk2nya, 5 org Rep & 5 org Operator Hub:081933053296

Ubud Rest.Waiter/ress,cook dekco@dekco.comWA0811399375

***Dcr Site Manager,Pglmn.Hub: 08813655801/madebil@yahoo.com

Dcr 4 Satpam diutmkan Gada Pratama u/ Htl*5 di Seminyak,Gaji UMK,BPJS,THR,Gam.Hub.Jl.Padang Griya 12 Hub.081236014257

B.BP.001.05.19.0001031

B.BP.001.05.19.0001013

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.05.19.0000941

Dcr 3 Tk.Msk 3 Tk.Kbn 2 Sopir 2 Satp.Hub .Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn. 4731979

B.BP.154.05.19.0001028

B.BP.001.05.19.0000707

B.BP.004.05.19.0001023

B.BP.001.05.19.0001011

B.BP.004.05.19.0001024

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

PROPERTY

RUPA-RUPA

KEHILANGAN

DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL TANAH

Dikontrakan Rumah Jln.Kertha Dalem Sari 1B Blok Liva No.7 Sidakarya.081239903699

Dijual Tanah : 1,5 are Jl. Batuyang Gg.Jepun Batu Bulan Hub.081338669752

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

Telah Hilang SHM No.842 An. I WayanRasmiyasa,H.087761169448

B.BP.004.05.19.0000973

PROPERTY DIJUAL TANAH

Jl.Raya Gilimanuk - Denpasar, Kaliakah, Jembrana(SHM, LT. 2.000m2) Hub.0821 2222 7068 / 0812 5253 8165

PROPERTY

Tnh 7,75are Urgent BUC Nyitdah Kediri PinggirJln,081936039292

B.BP.001.05.19.0001008

B.BP.001.05.19.0001033

B.BP.001.05.19.0001016

B.BP.031.05.19.0001022

TOYOTA

Tanah 1Ha di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636 B.BP.001.05.19.0001032

RUPA-RUPA

BIRO JASA

SERVICE

B.BP.001.05.19.0001020

KEHILANGAN

Kijang Kapsul 2001 1800cc LGX Biru tua DK 78Jt 087861722981

B.BP.001.05.19.0001017

B.BP.031.05.19.0001026

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

Hlg BPKB DK 1968 GO No K.6494 an.Alan Wijaya Kanginnadhi

Dcr Tng u/Jualan di Psr,Tdr dlm Gj .Brsh85Rb/Hr.HB:082340905858

B.BP.001.05.19.0001009

SUZUKI

B.BP.001.05.19.0000700

BIRO JASA

DIJUAL VILLA

Ertiga GX 2014 Putih Full Var Siap Pakai.Hub:081999009372

SERVICE

BENGKEL LAS

B.BP.004.05.19.0001025

Dcr SPG / Kasir Minimarket & Tukang Jahit untuk Garment Hub:UD.Detris Jaya,Jl.Tukad Balian No.146 Renon Tlp.221666

DIJUAL MOBIL

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

3700m2 Tanah&Villa di Bedugul Open House Minggu 2 Juni 2019. Terletak di tepi Danau Buyan. Pemandangan indah ke danau. Villa bentuk Pagoda 4 lantai. Taman yg luas & 2 Green House. Lihat bedugulgardenvilla.com Kontak Dan Johnson 0811198422

B.BP.001.05.19.0001030

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.167.05.19.0001021

HlgBPKBNo.L12178864-ODK3986 OU An.I Kmg Alit Trisna Yasa B.BP.001.05.19.0001010

Hilang BPKB spm DK 8237 HQ th 2009 a.n I Ketut Sukanadi Br.Pacung Senganan Penebel Tbn B.BP.155.05.19.0001027

B.BP.001.05.19.0001006

PENGUMUMAN Sehubungan dengan pergantian pengurus Yayasan ELISAMA dg ini mengharapkan kepada Sdri Veronika Mudya Dihta Augustin utk datang/menghubungi Ibu Kt. Ester Tinggalini, Jl.Batas Dukuh Sari Gg.Dara No.2 Sesetan Dps Hp.08164708665/085100908314yg mengetahui keberadaannya agar menginformasikan.Terima Kasih B.BP.001.05.19.0001012


BANGLI

14

Rabu Wage, 29 Mei 2019

Warga Dausa Temukan Batu Berbentuk Lingga

Bangli (Bali Post) – Warga Desa Dausa, Kintamani menemukan sejumlah benda berupa batu berbentuk lingga di areal Pura Bukit Indrakila, desa setempat. Benda yang diduga peninggalan purbakala itu ditemukan secara tak sengaja saat proses penggalian tanah untuk membangun fondasi pura. Perbekel Desa Dausa Ketut Samiarta, Selasa (28/5) kemarin mengatakan, benda berupa batu tersebut ditemukan di areal Pura Bukit Indrakila pada Senin (27/5). Benda itu pertamakali ditemukan oleh tukang yang bekerja di pura saat menggali tanah di kedalaman 1,5 meter. Ia tak bisa menyebut secara pasti berapa total jumlah benda yang ditemukan di pura tersebut. Ia hanya mengatakan jumlahnya lebih dari sepuluh buah. Selain berbentuk lingga, batu yang ditemukan juga ada menyerupai puing atau bekas bangunan. “Masyarakat tidak tahu itu benda peninggalan apa,” terangnya.

Pascaditemukan, bendabenda tersebut hingga Selasa kemarin masih disimpan di pura yang di-sungsung masyarakat Desa Dausa dan Desa Satra, Kintamani itu. Kegiatan pembangunan di pura juga tetap berlanjut. Samiarta mengaku belum sempat menyampaikan temuan itu ke instansi terkait. Namun demikian pihaknya sudah ada rencana untuk itu. Sebelum disampaikan ke instansi terkait, ia akan melakukan rembuk terlebih dahulu dengan masyarakat dan pihak adat. Diungkapkannya, benda seperti itu bukan yang pertamakali ditemukan di Pura Bukit Indrakila. Beberapa tahun silam benda semacam itu pernah juga ditemukan di areal pura setempat. Bentuk benda yang ditemukan kala itu lebih beragam dari sekarang. Selain lingga, benda yang ditemukan berupa patung. Benda-benda tersebut sudah sempat diteliti oleh instansi terkait dan kini disimpan di pura setempat. (kmb40)

RUSAK - Sejumlah mobil dinas yang kondisinya sudah rusak dan tak terpakai teronggok di sudut kantor Pemkab Bangli.

Rusak, Kendaraan Dinas Pemkab Dilelang

Bangli (Bali Post) -

Pemkab Bangli tahun ini akan kembali melelang barang milik daerah seperti kendaraan dinas yang kondisinya sudah rusak dan tak terurus. Terkait rencana itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) selaku pengguna barang telah diminta agar segera menginventarisir dan mengusulkan barang milik daerah yang sudah tak lagi bisa dimanfaatkan untuk dijual. Adanya rencana lelang tersebut diungkapkan Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) A.A. Trisna Wijaya, Selasa (28/5) kemarin, Agung Trisna menjelaskan, berkaitan dengan rencana lelang, Sekda Bangli telah menyurati seluruh kepala OPD pada Januari lalu. Dalam surat tersebut, seluruh OPD selaku pengguna barang diminta menginventarisir barang milik daerah berupa kendaraan bermotor dinas operasional roda dua dan roda empat yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas Bali Post/ist

LINGGA - Batu berbentuk lingga ditemukan di Pura Bukit Indrakila, Desa Dausa, Kintamani.

Gadaikan Motor Tetangga Mansu Dibekuk Polisi Bangli (Bali Post) – Satreskrim Polres Bangli berhasil membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor di rumah korban Ida I Dewa Gede Ngurah Arnaya, warga Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli. Pelakunya yakni Dewa Nyoman Suyasa alias Mansu (50), yang tak lain merupakan tetangga korban. Mansu yang ditangkap di wilayah Denpasar, mengaku telah mencuri motor korban dan menggadaikannya ke seorang temannya di Banyuwangi. Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Muh. Akbar Samosir, Selasa (28/5) kemarin menyampaikan, penangkapan terhadap Mansu berawal dari adanya laporan korban pada Senin (27/5) tentang dugaan tindak pidana curanmor. Pengaduan itu ditindaklanjuti tim opsnal Satreskrim dengan melakukan upaya penyelidikan. Dalam upaya penyelidikan yang dipimpin Kanit Idik I Satreskrim Iptu I Nengah Sarjana, tim berhasil mengamankan pelaku. Saat diinterograsi, pelaku mengakui telah mengambil motor Honda Beat milik korban dengan cara melompat tembok rumah korban. Kemudian pelaku mengambil kunci kontak yang ada di dalam gudang. “Sebelumnya pelaku telah mengetahui letak posisi kunci motor korban karena pelaku sering keluar masuk rumah tersebut,” terangnya didampingi Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi. Setelah berhasil mencuri, pelaku selanjutnya membawa kabur motor korban dan menggadaikannya kepada temannya berinisial KAR di Banyuwangi seharga Rp 4,5 juta. Selain membekuk pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 1,4 juta lebih, satu buah HP, satu lembar kuitansi bukti transaksi penggadaian motor, dan satu buah buku tabungan serta ATM BRI milik pelaku. “Kami juga amankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio beserta kunci kontak. Motor ini disewa pelaku dengan uang hasil menggadaikan motor curian,” jelasnya. Dari hasil pengembangan yang dilakukan, diketahui

bahwa aksi kejahatan pelaku bukan yang pertamakali. Sebelum mencuri motor, ayah dua anak ini juga sempat mencuri perhiasan emas sebanyak dua kali di rumah korban Ida I Dewa Gede Ngurah Arnaya dan di rumah tetangganya yang lain serta mencuri uang Rp 2,5 juta. Perhiasan emas hasil curiannya itu dijual masing-masing seharga Rp 15 juta dan Rp 20 juta. AKP Samosir mengatakan, usai menjalankan aksi pencurian, pelaku selalu menghilang beberapa bulan dari rumahnya. Hal inilah yang kemudian memicu kecurigaan tetangganya terhadap pelaku. Sementara itu, saat dihadirkan dalam press rilis kemarin, pelaku berdalih mencuri karena khilaf. Pria yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai sopir freeland ini mengatakan, uang hasil kejahatannya selama ini dipakainya untuk membayar hutang dan sebagian untuk foya-foya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

dan fungsi OPD atau tidak dimanfaatkan oleh pihak lain, untuk segera diusulkan dilelang. Sesuai syarat, barang yang bisa diusulkan untuk dilelang yakni tidak lagi digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD atau tidak dimanfaatkan oleh pihak lain, memenuhi persyaratan teknis, yakni secara fisik tidak dapat digunakan karena ru-

sak dan tidak ekonomis apabila diperbaiki, memenuhi persyaratan ekonomis yakni secara ekonomi lebih menguntungkan bagi pemerintah daerah apabila dijual karena biaya operasional dan pemeliharaan barang lebih besar daripada manfaat yang diperoleh. “Syarat lainnya, memenuhi persyaratan yuridis yakni apabila barang milik daerah tidak terdapat masalah hukum dan berusia

paling singkat tujuh tahun dari tanggal, bulan, tahun pembuatan sesuai dokumen kepemilikan,” terangnya. Sejauh ini, Agung Trisna menyebut baru ada lima OPD yang sudah menyampaikan usulan lelang yakni Sekretariat Dewan, RSU, Badan Kesbangpol, Camat Bangli dan Camat Susut. “Kami dari BKPAD juga segera akan mengajukan. Ada satu kendaraan roda empat dan lima motor yang akan kami usulkan untuk dilelang,” jelasnya. Rencananya lelang barang milik daerah yang ditangani BKPAD akan dilaksanakan pada bulan November mendatang. Lelang diselenggarakan dengan sistem online

melalui KPKNL. Untuk melelang barang milik daerah itu, Agung Trisna mengaku pihaknya sejauh ini masih memproses kelengkapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Sambil menunggu usulan penjualan barang dari OPD lainnya. Selain kendaraan, rencananya pihaknya juga sekaligus akan melakukan lelang terhadap barang berupa peralatan kantor, seperti kursi, meja, komputer dan barang elektronik lainnya yang sudah tak terpakai. “Kami harapkan OPD lain segera ajukan usulan barang-barang yang akan dilelang, sehingga bisa kami laksanakan bersamaan,” ujarnya. (kmb40)

Tak Jadi Jalur Mudik

Polres Tetap Siapkan Pospam dan Posyan Bangli (Bali Post) – Meski Bangli tak menjadi jalur mudik, Polres Bangli tetap menyiapkan pengamanan dengan mendirikan pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) di beberapa titik. Dalam melakukan pengamanan, total personel yang dilibatkan sebanyak 90 orang. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (28/5) kemarin mengatakan, pospam didirikan di objek wisata Penelokan. Sementara posyan didirikan di Jalan Brigjen Ngurah Rai tepatnya di depan kantor Bupati Bangli. Menurut Sulhadi, meski Bangli tak menjadi jalur yang dilintasi pemudik, seperti daerah lainnya, namun Polres tetap mendirikan pospam dan pospyan untuk memberikan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang berkunjung dan berwisata di Bangli. “Di sini kan ada tempat-tempat wisata, masyarakat yang melaksanakan wisata di sini, tetap kita siapkan pos, apabila mereka ingin istrahat, ingin beribadah,” terangnya.

Fasilitas yang disiapkan di posyan maupun pospam, yakni seperti tempat istrahat dan toilet di tempat yang terdekat dengan pos. Di samping itu Polres Bangli juga menyiapkan tenaga kesehatan dari Urkes Polres Bangli dan Dinas Kesehatan Bangli. Sementara itu, untuk mengecek kesiapan personel maupun sarpras hingga pos yang disiapkan jelang hari raya Idul Fitri 1440 H, Polres Bangli pagi kemarin menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung di depan Monumen Pahlawan Kapten Anom Mudita. Apel dipimpin langsung Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo dihadiri Bupati, Dandim, unsur forkompinda dan instansi terkait lainnya. Apel gelar pasukan ditandai dengan penyematan pita tanda operasi oleh inspektur upacara kepada perwakilan TNI, Polri dan Dishub Kabupaten Bangli. Dalam kesempatan tersebut Kapolres yang membacakan amanat Kapolri menyampaikan bahwa operasi ketupat tahun 2019 akan digelar selama

13 hari mulai hari Rabu 29 Mei hingga Senin 10 Juni 2019. Operasi ketupat kali ini memiliki karakteristik yang khas berbanding dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya. Disampaikannya bahwa berbagai gangguan terhadap stabilitas kamtibmas, berupa aksi serangan teror baik kepada masyarakat maupun kepada personel serta markas polisi. Selain itu kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti pencurian perampokan, penjambretan, begal dan premanisme. Dalam amanatnya Kapolri juga menegaskan kepada jajaran kepolisian untuk mempersiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggara operasi. Hal tersebut bertujuan agar operasi dapat terselenggara dengan sukses aman dan lancar. “Terus jaga dan pelihara soliditas dan sinergitas seluruh komponen penyelenggara operasi. Hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat mencederai keberhasilan pelaksanaan tugas,” kata Kapolres membacakan amanat Kapolri. (kmb40)

Bali Post/kmb40

OPERASI - Kapolres Bangli mengecek kesiapan anggotanya dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Agung.


Chelsea Vs Arsenal

Hazard Inginkan Trofi Perpisahan London –

Bali Post/ist

TERIMA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto (tengah) menerima audiensi pengurus FOKSI dan Perpani Bali.

HUT Kodam Dimeriahkan Kabaddi, Panahan, dan Karate Denpasar (Bali Post) – Memeriahkan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana, Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Bali akan menggelar kejuaraan kabaddi, panahan dan karate. Hal itu disampaikan Ketua Pengprov FOKSI Bali Maryoto Subekti didampingi Ketua Umum Perpani Bali Wisnu Mataram, kemarin. Maryoto secara khusus melaporkan rencana pelaksanaan kegiatan kabaddi, panahan dan karate. ‘’Kami berharap adanya kerja sama dan kolaborasi dengan Kodam IX/Udayana,’’ ucapnya. Pangdam IX/Udayana

Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. memberikan apresiasi dan mendukung kegiatan kabaddi, panahan dan karate yang akan digelar FOKSI dan Perpani. Hal itu sejalan dengan program Kodam IX/Udayana di bidang olahraga yang saat ini sedang giat-giatnya diintensifkan. ‘’Olahraga merupakan salah satu kebutuhan yang harus rutin dilakukan guna memiliki fisik yang bugar, prima dan sehat, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Selain dapat dijadikan sebagai hobi, kegiatan ini dapat menghasilkan prestasi,’’ tegas Pangdam Benny Susianto. (kmb36)

Chelsea dan Arsenal akan berebut juara Liga Eropa 2019 di Baku, Azerbaijan pada Kamis (30/5) dini hari pukul 03.00 Wita. Laga ini bisa jadi merupakan ajang perpisahan buat penyerang andalan The Blues, Eden Hazard, yang dikabarkan akan hengkang ke Real Madrid.

Setelah tujuh musim di Stamford Bridge, Hazard diperkirakan mencari tantangan baru karena sudah menjalankan kontraknya hingga tahun terakhir. ‘’Saya hanya ingin memenangkan trofi jika itu adalah pertandingan terakhir saya,’’ kata Hazard yang berharap mundur dengan mempersembahkan trofi keenam buat Chelsea, Selasa (28/5) kemarin. Kapten Timnas Belgia berusia 28 tahun itu telah memberi tahu klub soal di mana masa depannya berada, dengan semua tanda menunjukkan keberangkatan ke ibu kota Spanyol. Namun, posisi Chelsea diperumit oleh larangan FIFA untuk mendatangkan pemain pada dua jendela transfer berikutnya. ‘’Kami harus siap jika dia menginginkan sesuatu yang berbeda,’’ ujar manajer Chelsea Maurizio Sarri. Meskipun kacau di bawah Sarri pada musim pertama, Chelsea setidaknya menyegel tujuan utamanya dengan kembali tampil di Liga Champions musim depan melalui finis di tempat ketiga klasemen akhir Liga Utama Inggris berkat 16 gol dan 15 assist Hazard. ‘’Bagi saya musim yang baik bukan jika saya mencetak 40 gol. Saya ingin memenangkan

sesuatu pada akhirnya. Saya tidak hanya mencari statistik,’’ tambah Hazard. Bersama Hazard, The Blues memenangkan dua gelar Liga Primer, Piala FA, Piala Liga dan Liga Eropa, sedangkan di pentas Liga Champions hanya mencapai semifinal. Sementara di liga domestik, Chelsea tertinggal jauh dari Manchester City. Pasukan Sarri berselisih 26 poin dari sang juara musim ini. Arsenal Arsenal ingin memenangkan trofi Eropa pertama dalam seperempat abad di Baku. Harapan mereka untuk melakukannya tampaknya berada di kaki Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette. Setelah kehilangan tempat di empat besar di Liga Primer, musim pertama manajer Unai Emery menukangi The Gun-

Diky Indriyana Empat Atlet Bali Dipanggil Timnas U-23 akan Tampil di Liganas Muay Thai

Denpasar (Bali Post) – Liga Nasional (Liganas) Muay Thai akan berlangsung di Bogor, Jawa Barat, 17–22 Juni mendatang. Pengprov Muay Thai Indonesia (MI) Bali bakal menurunkan empat atlet terbaiknya dalam kejuaraan bergengsi tersebut. Tiga dari empat atlet itu adalah Ni Luh Mas Sri Dianawati dari Singaraja yang tampil di kelas 54 kg, Dewa Mahendra (60 kg) asal Gianyar dan Angga Pramana (60 kg) dari Badung. Sementara satu atlet lagi yang berlaga di kelas 57 kg masih dalam tahap seleksi. Ketiga petarung itu diprioritaskan dikirim karena pengalaman dan prestasinya di level nasional dan internasional. ‘’Luh Mas Sri Dianawati yang meraih medali emas di Liganas sebelumnya dan Dewa Mahendra sekarang menghuni pelatnas. Mereka diproyeksikan turun di SEA Games Filipina,’’ kata Sekre-

taris Umum Pengprov MI Bali Wayan Suwita di Denpasar, Selasa (28/5) kemarin. Menurut pria yang merangkap sebagai pelatih dan manajer tim muay thai Bali di Liganas Bogor tersebut, Angga Pramana juga sempat menghuni pelatnas sejak Februari lalu, namun pada April dipulangkan ke Bali lantaran kelas spesialisasinya tidak dipertandingkan di SEA Games Filipina. Keempat atlet Bali itu akan berlaga di enam kelas yaitu empat nomor fight atau tarung dan dua kelas waykrue atau seni nomor putra-putri. Liganas sendiri mempertandingkan 18 kelas fight (10 putra dan 8 putri) dan nomor waykrue putra dan putrid. ‘’Liganas itu untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan keempat petarung demi persiapan menghadapi Pra-PON,’’ tambah Suwita. (kmb)

Mangupura (Bali Post) – Makin banyak saja pemain Bali United yang dipercaya membela tim nasional sepak bola Indonesia. Setelah Stefano Lilipaly, Ricky Fajrin dan Irfan Bachdim di timnas Senior, kini giliran Mochammad Diky Indriyana yang dipanggil ke timnas U-23. Penjaga gawang muda Bali United itu mendapat kesempatan mengikuti TC Timnas Indonesia U-23 di Yogyakarta. Momentum ini disambut suka cita oleh kiper asal Ciamis, Jawa Barat tersebut. Diky mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya. ‘’Alhamdulillah saya sangat

Atlet Denpasar Diminta Fokus Berlatih Denpasar (Bali Post) – KONI Kota Denpasar minta para atlet yang dipersiapkan berlaga pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang, agar fokus berlatih serta terus meningkatkan kualitas fisik dan teknik. Harapan itu disampaikan Wakil Sekretaris I KONI Denpasar Made Darmiyasa, Senin (27/5). ‘’Kalau atlet tidak seperti itu bisa terdegradasi dan diganti rekannya yang promosi,’’ kata Darmiyasa. Saat ini atlet Denpasar tengah menjalani TC Desentralisasi di bawah cabang olahraga (cabor) masing-masing yang berlangsung sejak April lalu. Mereka memperoleh dana pembinaan atau dana latihan yang diberikan per termin atau dua sampai tiga bulan

sekali. Menurutnya, jumlah atlet yang akan dikirim KONI Denpasar ke Tabanan belum pasti. Jumlahnya masih bisa berubah karena cabor masih menggunakan sistem promosi dan degradasi dalam TC. ‘’Termasuk saat Lebaran nanti untuk atlet yang merayakannya, liburnya kami serahkan sepenuhnya kepada cabor masing-masing. Karena mereka yang paham dan membuat jadwal latihan,’’ ujarnya. Darmiyasa menambahkan, atlet Denpasar yang nantinya menghuni tim definitif akan dikarantina di hotel tiga hari menjelang Porprov Bali 2019. Karantina itu disesuaikan dengan jadwal pertandingan masing-masing cabor yang berbeda-beda. (kmb)

Rabu, 29 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Darma Santi Desa Talas Air (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranya Kanda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Taksu Nyoman Sumandhi, Seniman Serbabisa 10:05 Wita Seputar Bali Terkini

10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Darma Santi Desa Talas Air (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Bunga Celosia dan Matahari 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Taman Sari

TK Swadharma Peguyangan 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa IB Ketut Putra 21:30 Wita Mahadewi Senam Kebugaran Indonesia 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Desa Adat Darmasabha (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

senang dipanggil untuk TC Timnas Indonesia U-23. Mudah-mudahan kesempatan ini bisa menambah motivasi untuk saya pribadi untuk bisa terus lebih matang lagi ke depannya. Mohon dukungan dan doa dari semuanya, semoga segala sesuatunya berjalan lancar,’’ ujar Diky di mes Bali United, Selasa (28/5) siang kemarin, dikutip dari situs Bali United. Dipanggilnya Diky Indriyana ke pemusatan latihan timnas Indone sia juga menjadi ajang pertemuan dengan sosok Indra Sjafri yang menjadi pelatih kepala timnas U-23. Diky Indriyana dan Indra Sjafri dikenal cukup dekat sejak di timnas U-19 hingga tim Bali United pada 2016. ‘’Senang pastinya bertemu lagi dengan pelatih Indra Sjafri. Saya cukup kenal bagaimana sosoknya secara personal. Apalagi saya sudah cukup lama tidak bertemu beliau karena terakhir bekerja sama saat di Bali United beberapa tahun lalu,’’ kata Diky. Diky Indriyana dijadwalkan bertolak ke Yogyakarta pada Rabu (29/5) ini untuk bergabung dengan pemain lainnya yang dipanggil mengikuti TC Timnas Indonesia U-23. (kmb)

ners akan jauh lebih baik jika dapat menjuarai Liga Eropa. Bila menang, Arsenal akan memiliki medali perak Eropa pertama sejak merebut Piala Winners pada 1994 dan hadiah tambahan bermain di L i g a

Champions. Mereka mempunyai modal untuk itu meski kebobolan 51 gol di Liga Inggris musim ini yaitu duet penyerang Lacazette dan Aubameyang. Keduanya mencetak 50 gol, dengan Lacazette membuat 19 gol dan dino-

batkan s e bagai pemain terbaik tahun ini oleh para pendukung Arsenal. Sementara Aubameyang menciptakan 31 gol di semua ajang, termasuk hattrick di laga kedua semifinal melawan Valencia. Sebanyak 22 golnya di Liga Premier membawanya berbagi Sepatu Emas dengan duo Liverpool, Sadio Mane dan Mohamed Salah. ‘’Saya memberikan segalanya untuk mencoba berada di empat besar bersama tim dan untuk mendapatkan trofi. Saya senang dengan musim saya, bukan yang terbaik tetapi saya bahagia,’’ ungkap Aubameyang baru-baru ini. Bintang Gabon itu tidak dapat tampil di Liga Eropa musim lalu karena baru datang dari Borussia Dortmund pada Januari 2018. Ia menyaksikan Arsenal kalah dari Atletico Madrid di semifinal. Atletico akhirnya tampil sebagai juara Liga Eropa musim 2017/2018. (afp/kmb)

Del Potro Lolos ke Putaran Kedua

Paris – Unggulan kedelapan Juan Martin del Potro dari Argentina bangkit dari ketinggalan satu set untuk mengalahkan petenis Chili Nicolas Jarry pada babak pertama pertandingan turnamen tenis Prancis Terbuka di Paris, Selasa (28/5) kemarin. Mantan juara AS Terbuka yang kembali beraksi setelah cedera lutut awal bulan ini, menang dengan skor 3-6, 6-2, 6-1, 6-4 untuk lolos ke putaran kedua. Del Potro telah menunjukkan performa bagus di lapangan tanah liat dalam dua tahun terakhir dengan menca-

pai semifinal 2018 di Roland Garros sebelum dikalahkan Rafael Nadal. Ia akan menghadapi petenis Jepang Yoshihito Nishioka atau Mackenzie McDonald (AS) di babak kedua. Pada laga lainnya, Bernard Tomic (Australia) harus mengakui keunggulan Taylor Fritz (AS) dengan skor 1-6, 4-6, 1-6. ‘’Prancis Terbuka menyebalkan. Benar-benar menyebalkan. Turnamen ini bukan untukku,’’ ujar Tomic. Langkah Del Potro dan Fritz diikuti unggulan kesembilan Fabio Fognini (Italia) yang mengalahkan rekan senegaranya Andreas Seppi 6-3,

6-0, 3-6, 6-3, Elliot Benchetrit (Prancis) mengatasi Cameron Norrie (Jerman) 6-3, 6-0, 6-2, Mikael Ymer (Swedia) menyingkirkan Blaz Rola (Slowakia) 6-0, 6-3, 7-6 (7/5) dan unggulan ke-28 Kyle Edmund (Jerman) menyisihkan Jeremy Chardy (Prancis) 7-6 (7/1), 5-7, 6-4, 4-6, 7-5. Di bagian putri, unggulan ke-21 Daria Kasatkina (Rusia) menundukkan Jasmine Paolini (Italia) 6-2, 6-3, Monica Puig mengalahkan Kirsten Flipkens (Belanda) 6-1, 7-5 dan IrinaCamelia Begu menyudahi perlawanan Zhu Lin (Cina) 6-1, 6-1. (afp/kmb)

Keluarga Besar

dengan keluarga besar Ida Pedanda, sebelum mendapat petunjuk dari Ida Nabe, yang juga kakak (raka) Ida Pedanda Gede Made Tembau yakni Ida Pedanda Gede Putra Tembau. Seperti diberitakan sebelumnya, gangguan pada kantung kemih sulinggih berumur 74 tahun ini kambuh

lagi. Kondisi demikian terpaksa membuatnya kembali masuk ruang perawatan ICU Rumah Sakit BaliMed Denpasar sejak empat hari lalu. Anak bungsunya, Ida Bagus Wibawa, mengatakan bahwa riwayat gangguan kantung kemihnya itu sudah cukup lama. Namun, mulai kambuh sejak setahun terakhir. (gik)

kasus tersebut. Kivlan Zen sebelumnya telah diperiksa polisi sebagai saksi dalam kasus tersebut. Kuasa hukum Kivlan, Pitra Ramdhoni, mengatakan kliennya sudah mengklarifikasi

kepada penyidik bahwa tidak ada niatan Kivlan untuk makar dalam unjuk rasa pada 9 Mei 2019. Pitra pun menyebut laporan polisi yang menuding Kivlan hendak melakukan makar sebagai fitnah. (ant)

Ia belum berani menyampaikan seperti apa proses selanjutnya di Geria Kulon Aan, Banjarangkan. Kapan palebon dan rangkaian acaranya masih sedang dirundingkan

Diperiksa Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, pengacara Kivlan Zen telah menginformasikan kliennya akan hadir untuk dimintai keterangan besok. Terkait kemungkinan Kivlan Zen ditahan, ia menuturkan, hal itu tergantung penyidik yang menangani

Dana Talangan Untuk saat ini, guna membantu permodalan para petani khususnya di saat panen raya, pemerintah menggelontorkan Dana Talangan sebesar Rp 400 juta. Dana tersebut disalurkan bagi koperasi kakao yang telah mendapatkan sertifikasi mutu untuk pasar ekspor. Koperasi inilah yang memiliki fungsi menampung, mengolah dan menyalurkan ke pasar-pasar baik di dalam negeri maupun ekspor. Ke depan Jembrana Agro khususnya kakao, memiliki tempat yang difungsikan sebagai Agriculture Education. Menjadi rujukan dari daerahdaerah lain dalam pengolahan produksi biji kakao. (olo)


BUDAYA

TOP IN VASI

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu wage, 29 Mei 2019

b Hotel Bali & Spa Akomodasi dengan Konsep Green BUDAYA WONDERFUL BALI

SUSAH mencari tempat menginap yang berlabel green? Datang saja ke b Hotel Bali & Spa. Lokasinya di Jalan Imam Bonjol No. 508, Denpasar. Dalam pengelolaannya, hotel ini menerapkan konsep green, ramah lingkungan, sehingga Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata menganugerahkan penghargaan Green Hotel kepada hotel ini akhir tahun 2018.

b Hotel Bali & Spa memiliki 233 kamar dan 2 kamar untuk kegiatan Spa. Kamar masingmasing dirancang dengan cermat menonjolkan nuansa budaya Bali dipadu dengan gaya modern. Dari beberapa kamar, tamu hotel bisa menyaksikan sunset. Kamarnya dilengkapi balkon yang nyaman, TV, ak-

PENDIDIKAN

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

ses internet Wi-Fi gratis dan fasilitas membuat kopi/teh. Fasilitasnya dilengkapi enam ruang meeting dengan satu ruangan besar berkapasitas 300-350 orang. Ada juga gym fitnes center, restoran, bar, kolam renang besar dan kolam renang untuk anak-anak. Ada pula on

PENDIDIKAN

house dan garden besar yang bisa dimanfaatkan untuk party ataupun acara wedding. Sementara Pangi Restaurant menawarkan pilihan santapan lezat yang dekat dengan lobi utama hotel. Restoran Pangi menghadirkan dapur inovatif yang mengolaborasikan hidangan Indonesia,

SENIMAN

GREEN - b Hotel Bali & Spa, akomodasi yang menerapkan konsep green.

Bali Post/bud

Western dan Asia. Begitu masuk hotel, berbagai jenis tanaman mampu menyulap suasana menjadi lebih adem. Pada deretan tembok berjejer tanaman pot yang memanfaatkan botol bekas sebagai wadahnya. Demikian pula pot bunga yang ada di setiap meja, merupakan tanaman hidup hasil para petani lokal. Sementara di bibir kolam tumbuh pohon besar yang rindang. Belum lagi kebun khusus ada di bagian belakang hotel dengan berbagai jenis tanaman lokal. ‘’Kami, b Hotel Bali & Spa sudah menerapkan Green Hotel itu sejak lama yang berawal dari penerapan konsep local genius masyarakat Bali yakni Tri Hita Karana,’’ kata Fernando Hutapea, Manager b Hotel Bali & Spa. Pengelolaan limbah dilakukan secara berkala dengan melakukan pemeriksaan limbah, cair, limbah padat dan limbah B3. Untuk urusan limbah cair, b Hotel Bali & Spa telah mengolah sendiri sehingga hasilnya yang sudah bersih itu bisa dipakai untuk menyiram tanaman. ‘’Kami sudah menerapkan green sebelumnya, dan adanya program green dari pemerintah ini menjadi semakin mantap, kami di city hotel, sehingga menambah tumbuh-tumbuhan utamanya tumbuhan lokal,’’ imbuhnya. (bud)

SENIMAN

Robi Navicula ’’Puasa’’ Plastik PADA bulan Ramadhan ini vokalis Band Navicula, Robi, menjalankan ibadah puasa dengan ‘’berpuasa’’ produk plastik sekali pakai. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk kepedulian terhadap isu plastik yang membahayakan lingkungan. Terlebih perayaan Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2019 mendatang. ‘’Sampah plastik telah menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Jika tujuan ibadah puasa adalah mengamalkan perbuatan-perbuatan baik terhadap sesama manusia dan dunia, maka saya menjalankan puasa plastik sekali pakai demi bumi yang

lestari. Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman?’’ ujar Robi, belum lama ini. Melalui tagar #PuasaPlastik di media sosial Instagram, Robi menekankan semangat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat dimulai dari diri sendiri. Dalam setiap unggahannya, ia berbagi kegiatan dan usaha-usaha yang dilakukannya selama berpuasa plastik, serta mengundang para pengikutnya di Instagram untuk berbagi tips dan pengalaman dalam mengendalikan penggunaan plastik sekali pakai selama bulan Ramadhan. Salah satu aksi nyata dan sederhana yang disebutkannya secara berulang-ulang dalam rangka #PuasaPlastik ini adalah tidak menggunakan plastik sekali pakai, seperti tas kresek, sedotan, dan styrofoam, serta membawa tempat makanan atau minuman sendiri s a a t

makan di luar. Seperti diketahui, Navicula didirikan tahun 1996 di Bali. Formasi Navicula terkini adalah Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum). Nama Navicula diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil (dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil). Band ini mengusung rock sebagai warna dasar musik mereka, berpadu dengan beragam warna etnik, folk, psychedelic, punk, alternatif, funk, dan blues. Liriknya sarat dengan pesan aktivisme dan semangat tentang damai, cinta dan kebebasan. (win)

Bank Mandiri Berharap ’’Panen’’ Kredit Rumah Bersubsidi $

KEUANGAN KULINER

BAGAIMANA pengaruh suhu politik terhadap ekonomi Bali belakangan ini? Pada triwulan I 2019, ekonomi Bali mampu tumbuh 5,94 persen. Namun masih sedikit lapangan usaha yang tumbuh positif. Bahkan dari 13 lapangan usaha, hanya 4 yang tumbuh positif. Memasuki akhir periode triwulan II 2019, sejumlah pihak optimis ekonomi Bali dapat tumbuh lebih tinggi. Bank Indonesia KPw Bali memprediksi triwulan II ekonomi Bali

akan lebih terakselerasi. Lalu seperti apa pandangan dunia perbankan akan hal ini? Regional CEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusa Tenggara Rully Setiawan mengatakan, ekonomi Bali triwulan II akan lebih baik jika proses recovery kejadian seperti kerusuhan yang terjadi di Jakarta dan erupsi Gunung Agung di Bali cepat dilakukan. ‘’Kalau lihat ekonomi sih kondusif– kondusif saja ya. Cuma memang kita ada proses menunggu, termasuk juga impact pemilu kemarin. Triwulan II selama recovery kejadian kemarin cepat selesai, seharusnya triwulan II lebih baik. Tapi saya rasa melihat ada kerusuhan kemarin cepat selesai dan pemerintah juga

KESEHATAN

Budaga Sentra Kerajinan Kuningan

TOP IN VASI BERBAGAI macam sarana upakara berbahan baku kuningan mudah diperoleh di pasaran. Genta, senjata nawa sanga, peralatan sulinggih, dan alat-alat persembahyangan terbuat dari logam ini. Selain di pasar, produk ini bisa dibeli langsung di sentra kerajinan kuningan di Desa Budaga, Klungkung. Setiap sudut gang rumah di desa ini, terpasang papan nama para perajinnya. Dari sekian banyak jenis produk berbahan dasar kuningan, perangkat upakara berupa genta paling tinggi peminatnya. Hal itu diakui

WONDERFUL BALI

BUDAYA

cepat mengambil tindakan, seharusnya ekonomi bisa segera tumbuh walaupun triwulan II agak berat,’’ ujarnya, Senin (27/5). Pertumbuhan ekonomi ini akan diakselerasi, salah satunya dari properti. Sebab, pemerintah memiliki program sejuta rumah dengan memberikan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Bank Mandiri tahun ini berharap bisa ‘’panen’’ kredit rumah bersubsidi. Diakui tahun lalu, Mandiri masih tahap belajar dalam penyaluran kredit rumah bersubsidi. Selama ini kredit rumah bersubsidi lebih populer disalurkan BTN. Mandiri telah menjalin kerja sama

Genta Paling Diminati

Ketut Suparta Wijaya, perajin kuningan di desa setempat. ‘’Menjadi perajin genta sudah turun-temurun,’’ ujarnya ditemani ibunya, Wayan Supraptinadi, dan istrinya, Putu Puspita Dewi, Senin (27/5). Nama usahanya ‘’Ratna Sarin Sekar Tunjung’’. Bagian tenggara rumahnya dijadikan sebagai lokasi pengolahan bahan. Mulai dari menyiapkan bahan, proses cetak hingga finisihing. Dulu ada beberapa karyawan, namun sekarang tinggal digarap mereka bertiga. Supraptinadi mengakui belakangan cukup kesulitan mencari tenaga kerja. Padahal, permintaan pasar sesungguhnya cukup tinggi. Dari proses cetak sampai finishing,

untuk membuat genta yang bagus bisa menghabiskan waktu sekitar dua minggu. Kalau mencetak saja, sehari biasa 50 bahan. Tetapi, untuk memprosesnya sampai tuntas, jumlahnya diakui tidak tentu. Bisa satu sampai lima genta. Dalam proses pembuatannya, proses terlamanya adalah membuat bagian ‘’katik’’ yang penuh ukiran. Satu genta dengan suara yang bagus, bisa dijual seharga Rp 400 ribu. Ada juga berupa genta uter, dijual seharga Rp 200 ribu, dan peralatan sulinggih, seperti sangku, genah bija, pedupaan pedipaan, tempat tirta, hingga pis bolong satakan, juga disediakan di sana dari bahan kuningan. (gik)

PENDIDIKAN

SENIMAN

Bali Post/gik

KUNINGAN - Sejumlah sarana upakara yang terbuat dari kuningan, hasil karya perajin kuningan Ratna Sarin Sekar Kuning, Budaga.

dengan developer, sehingga tahun ini ia optimis bisa panen kredit kepemilikan rumah bersubsidi. Sampai saat ini, kredit kepemilikan rumah bersubsidi yang telah disalurkan sebesar Rp 5 miliar, dengan 26 unit rumah di wilayah kerjanya. Sementara di Bali telah ada 5 unit rumah yang dibiayai. Ada 10 proyek lagi yang akan dibiayai, 8 di antaranya sudah cair. Rumah tersebut terbanyak dibangun di Taban-

an dan Negara. ‘’Yang banyak justru pembangunan rumah di Lombok. Yang di Bali, kita sedang merintis dan mudahmudahan ada komitmen dari developer untuk bisa memberikan ke Bank Mandiri,’’ harapnya. Menurut Rully, kebutuhan akan properti itu sangat banyak. Namun permasalahan yang terjadi adalah daya beli. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook