Skip to main content

Edisi Jumat 29 Maret 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Sosialisasi Program ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di Undiksha

Gubernur Koster Siap Wujudkan Bali Era Baru

ARAH kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Bali yang akan dilaksanakan adalah Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Melalui pola pembangunan semesta berencana, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkun kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekalaniskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni

berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945. Demikian dipaparkan Gubernur Bali Wayan Koster saat melaksanakan sosialisasi Program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Kamis (28/3) kemarin. Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni Alam, Krama dan Kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi. Mewujudkan Bali Era Baru tersebut ditandai dengan tatanan kehidupan baru, Bali yang Kawista, Bali kang tatatiti tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga dimensi utama yakni Dimensi Pertama bisa menjaga keseim-

bangan alam, krama dan kebudayaan Bali, Genuine Bali. Dimensi Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan serta Dimensi Ketiga merupakan manajemen risiko atau risk management yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif di masa yang akan datang. Kata Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, sejumlah peraturan telah dikeluarkan untuk menata pundamental pembangunan Bali secara menyeluruh. Saat ini telah dikeluarkan lima Peraturan Gubernur (Pergub), yakni Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Selain

itu juga ada Peraturan Gubernur Bali Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2019 tntang Integrasi Sistem dan Data Pajak Hotel dan Restoran Kabupaten/Kota se-Bali secara online. Lebih lanjut disampaikan Koster, Pemerintah Provinsi Bali telah membuat kebijakan dan program pembangunan yang siap diimplementasikan di antaranya pada bidang pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi, seni, budaya serta bidang pariwisata. ‘’Lima bidang prioritas tersebut tentunya didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. Saat ini shortcut Singaraja-Mengwitani sudah mulai dibangun, Kita berdoa agar semua ini bisa segera selesai, nantinya pemerataan ekonomi seluruh Bali akan terwujud,’’ ujarnya. Terkait bidang kesehatan, Koster mengatakan telah mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) bekerja sama dengan kabupaten/ kota se-Bali. Hal. 15 Bangun SMK

OTT Distribusi Pupuk, KPK Temukan Uang Puluhan Kardus Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan puluhan kardus berisi uang di salah satu lokasi di Jakarta dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait distribusi pupuk. ‘’Uang tersebut kami amankan karena diduga terkait dengan pokok perkara,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (28/3) kemarin.

Bali Post/IST

ERUPSI - Gunung Agung kembali mengalami erupsi. Erupsi kali ini disertai dengan suara gemuruh yang terdengar hingga pos Pantau Rendang.

Gunung Agung Erupsi

Terdengar Suara Gemuruh, ’’Pamedek’’ Tak Terpengaruh

Amlapura (Bali Post) Sempat beberapa hari tenang, Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada Kamis (28/3) malam. Bahkan pada erupsi kali ini, Gunung Agung mengeluarkan suara gemuruh yang terdengar sampai ke Pos Pemantauan Rendang. Kepala Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang I Dewa Made Mertayasa mengungkapkan, Gunung Agung memang kembali mengalami erupsi. Menurutnya, gunung tertinggi di Bali itu mengalami erupsi pada pukul 18.25 Wita. ‘’Kolom abu tidak teramati karena gunung tertutup kabut. Erupsi yang terekam alat seismograf dengan amplitude maksimum 25 mm dengan durasi 2 menit 32 detik,’’ ujarnya. Dewa Mertayasa mengatakan, pada erupsi kali ini memang terdengar suara gemuruh sampai Pos Pemantauan Gunung Agung. Ini merupakan suara gemuruh pertama yang terdengar sampai ke pos pantau ini. Karena pada erupsi sebelumnya tidak sampai terdengar suara gemuruh seperti ini. ‘’Gemuruh ini ada karena aktivitas vulkanik di dalam perut gunung masih fluktuatif. Wajar terdengar suara gemuruh di tengah status gunung masih level III (Siaga),’’ jelasnya. Warga Besakih, I Nyoman Remini, juga mangakui mendengar adanya suara gemuruh dari Gunung Agung. ‘’Saya tidak tahu gunung erupsi. Kalau gemuruhnya memang terdengar dari rumah. Mungkin pas eruspi ada gemuruh. Sekarang suara gemuruhnya sudah hilang,’’ ujarnya. Klian Banjar Batumadeg Putu Eka Januarta mengatakan, memang Gunung Agung kembali erupsi. Akan tetapi tidak memengaruhi aktivitas warga di Banjar Batumadeg dan Besakih umumnya. Termasuk pamedek tetap ramai tangkil ke Pura Besakih untuk melakukan persembahyangan. ‘’Tidak ada pengaruhnya,’’ ujarnya. (kmb41)

Sebelumnya, KPK telah menangkap total delapan orang dalam OTT di Jakarta dari Rabu (27/3) sore hingga Kamis dini hari, terdiri dari unsur direksi BUMN, swasta, pengemudi, dan anggota DPRRI. Delapan orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan di gedung KPK pasca-OTT tersebut. Selain uang, KPK juga mengamankan satu unit mobil sebagai barang bukti dalam kasus tersebut. KPK menduga telah terjadi transaksi atau dugaan penyerahan uang yang diindikasikan terkait distribusi pupuk menggunakan kapal. Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara

tidak akan menoleransi tindakan direksi BUMN termasuk direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) yang melakukan kesalahan karena tidak menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Kementerian juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Pupuk Indonesia (Persero) terkait dengan pengamanan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3). ‘’Kami pastikan tidak akan menolerir tindakantindakan yang tidak governance,’’ kata Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro. (ant)

Bali Post/ade

PEMBERHENTIAN - Sekjen Partai Golkar Lodewijk F. Paulus saat memberikan keterangan terkait pemberhentian kadernya, Bowo Sidik Pangarso, Kamis (28/3) kemarin.

OTT, Bowo Pangarso Diberhentikan dari DPR Jakarta (Bali Post) Partai Golkar memberhentikan Bowo Sidik Pangarso dari jabatan kepengurusan partai sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I dan jabatan anggota MPR/DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar. Jabatan Bowo selajutnya digantikan Nusron Wahid yang juga Kepala BNP2TKI. Bowo merupakan salah seorang yang diciduk KPK pasca-OTT, Kamis (28/3) dini hari. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan sikap tegas diambil partainya terhadap siapa pun kader yang terlibat kasus korupsi sesuai dengan AD/ART yang berlaku. Selain itu, ia menegaskan, tidak ada

instruksi maupun sangkut-paut apa pun dengan Partai Golkar terkait keterlibatan Bowo Pangarso dalam dugaan korupsi distribusi pengadaan pupuk. ‘’Kasus yang dihadapi yang bersangkutan sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai,’’ tegas Lodewijk saat konferensi pers, Kamis kemarin. Surat permberhantian itu, menurut Lodewijk, sudah ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto dan dirinya selaku Sekjen Partai Golkar. Lodewijk menyesalkan peristiwa yang menjerat kader partainya di parlemen ini, padahal seluruh kader Golkar yang duduk di DPR-RI sudah diperingati oleh Ketua Fraksi Partai Golkar melalui surat

edaran untuk tidak melakukam korupsi. Seperti diketahui, Tim Penindakan KPK menangkap Bowo Sidik Pangarso dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap distribusi pupuk. Bowo ditangkap bersama tujuh orang lain, di antaranya dari jajaran Direksi PT Pupuk Indonesia dan pihak PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS). PT Pupuk Indonesia diketahui menjadi mitra kerja Komisi VI DPR. Saat ini Bowo masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di gedung KPK. Pada penangkapan itu, KPK menyita uang dalam pecahan rupiah dan dolar AS serta mobil Toyota Alphard. (kmb4)

Rapimprov Kadin Bali 2019

Bali Hadapi Sebelas Masalah

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Bali menyelenggarakan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2019, Kamis (28/3) kemarin di Inna Grand Bali Beach, Sanur. Dalam Rapimprov tersebut hadir Wakil Gubernur Bali, perwakilan Kadin Pusat, ketua asosiasi–asosiasi yang bernaung di bawah Kadin. Ketua Panitia Rapimprov 2019 Kadin Bali Jero Gede Witama mengatakan acara berjalan lancar dan banyak pihak yang mendukung. Dengan suksesnya acara tersebut, ia berharap lahir pengusaha Bali yang tangguh dan mampu mendorong perekonomian Bali. Dengan demikian juga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak. Ia berharap setiap tahun tumbuh pengusaha baru dan pengusaha sukses yang mampu mengangkat perekonomian Bali dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Bali. Ketua Umum Kadin Bali

A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan, Kadin adalah induk organisasi yang memiliki peran sangat penting dalam membangun perekonomian Bali dan memberikan kontribusi yang besar pada PAD Bali, sehingga ke depannya Kadin dan pemerintah harus bersinergi. Terlepas dari itu, ia melihat di Bali, perekonomian Bali yang seharusnya bisa tumbuh di atas 7,5 persen sekarang hanya masih bertumbuh 6,3 – 6,5 persen, di atas nasional. Tahun ini dan tahun depan ekonomi Bali diharapkan bisa tumbuh 7 persen. Ia juga menyatakan Bali memiliki masalah yang perlu diselesaikan. Permasalahan di Bali memang permasalahan yang klasik, yaitu ada 11 isu strategis yang perlu dibangun untuk membangun perekonomian Bali. Yang pertama perlu dibangun adalah infrastruktur karena masih belum memadai. Permasala-

han pariwisata yang belum merata di setiap wilayah di Bali juga menjadi momok. Permasalahan klasik lain yaitu sampah, setiap waktu volumenya naik. Ke depan Bali juga mengalami krisis air bersih, sehingga perlu dipikirkan upaya untuk mengatasinya. Permasalahan Bali yang lain yaitu limbah, abrasi pantai, energi terbarukan, pemerataan investasi dan pembangunan, SDM wirausaha Bali, pelestarian adat dan budaya Bali, Bali Trade and Promotion Center. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, kegiatan ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antara pemerintah dan Kadin serta Kadin dengan anggotanya. Selain itu juga untuk menumbuhkembangkan jiwa bisnis dan sosial serta mempromosikan Bali aman untuk berinvestasi. Hal. 15 Bali Berintegritas

KADIN BALI - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memukul gong menandai pembukaan Rapimprov 2019 Kadin Bali, Kamis (28/3) kemarin di Inna Grand Bali Beach, Sanur.


DENPASAR

2

Jumat Pon, 29 Maret 2019

FIGUR Melebihi Korban Perang INDONESIA terdiri dari ribuan pulau dan ratusan gunung, sehingga membuat risiko bencana sangat tinggi. Terlebih wilayah Indonesia berada di atas patahan lempeng dan cincin api (ring of fire). Sehingga Indonesia dijuluki “swalayannya” bencana alam. Bahkan dalam 20 tahun terakhir, jumlah korban bencana alam melampaui korban perang. Dalam hal ini Indonesia menduduki peringkat kedua dunia. Di tahun 2018 Indonesia tercatat sebagai negara dengan korban bencana tertinggi mencapai 4.814 jiwa. “Di tahun 2019 yang baru berjalan tiga bulan ini sudah 200 lebih nyawa saudara kita yang melayang, belum termasuk korban yang belum ditemukan,” ujar Kepala BNPB Pusat Letnan Jenderal TNI Doni Monardo saat mendeklarasikan Kampus Siaga Bencana di Universitas Warmadewa (Unwar), Kamis (28/3) kemarin. Ia menilai deklarasi Kampus Siaga Bencana merupakan langkah cerdas yang dilakukan Unwar. Apalagi jika konsep siaga bencana ini menular ke seluruh perguruan tinggi di Bali. Sebab, Bali memiliki spirit Tri Hita Karana dan tersohor dengan julukan Pulau Dewata, sehingga seharusnya kondisi alamnya lebih baik dibandingkan daerah lain. Namun sayang, harapannya itu belum terealisasi. Hal ini dibuktikan dengan perilaku oknum warga Bali yang masih banyak menggunakan plastik sekali pakai. Jenderal bintang tiga ini mengingatkan, timbunan sampah plastik ini juga salah satu pemicu terjadinya bencana alam. Sehingga masyarakat harus berhenti menggunakan plastik sekali pakai. “Bencana itu bisa berasal dari alam, non-alam dan itu perbuatan manusia. Sehingga karakteristik bencana dan cara menanganinya juga beda,” tegasnya. Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang mendeklarasikan diri sebagai Kampus Siaga Bencana, maka sinergi yang kuat dengan BPBD dan PMI akan sangat bermanfaat bagi penanganan korban bencana. Seluruh penduduk Indonesia harus diedukasi tentang ilmu kebencanaan karena bencana datang tanpa diguga. (win)

BUAH LOKAL Seorang pedagang buah lokal menunggu pembeli di Pasar Badung, Denpasar.

Kualitas Buah Lokal Jangan KPU Berkoordinasi Dibandingkan dengan Buah Impor dengan Imigrasi Cek Status Ratusan WNA

Denpasar (Bali Post) -

Denpasar (Bali Post) KPU Denpasar akan berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memastikan status 347 WNA yang tinggal di Bali. Tujuannya untuk memverifikasi terkait data pemilu. Hal itu disampaikan Komisioner KPU Denpasar kepada Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan dan Dandim 1611/Badung Letkol Handoko Yudho Wibowo, Kamis (28/3) kemarin. Kapolresta bersama Dandim Badung melakukan kunjungan kerja ke Kantor KPU Denpasar. Tujuannya untuk mengecek gudang logistik surat suara Pemilu Serentak 2019. Kapolresta Ruddi Setiawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas Polri dan TNI dalam upaya memastikan serta menjaga keamanan wilayah menjelang pencoblosan pada 17 April 2019. Selain itu untuk mengecek keamanan surat suara yang tersimpan di gudang logistik pemilu. “Polresta Denpasar dan Dandim 1611/Badung siap mengawal dan mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 di wilayah Denpasar agar berjalan dengan aman, damai dan sejuk. Ketersediaan logistik surat suara dipastikan aman,” tegasnya. Kepada personel yang menjaga KPU dan gudang logistik selama 24 jam, Ruddi Setiawan memerintahkan agar mereka melaksanakan dengan tanggung jawab tinggi, tetap waspada dan mengecek setiap pergerakan surat suara dari gudang logistik. Paur Humas Polresta Denpasar Ipda Gusti Parwanita mengatakan, saat acara itu anggota Komisioner KPU Kota Denpasar Sibro Mullisy menyampaikan ada kendala yang dihadapi, yaitu mencari gudang yang luas dan memadai untuk penyimpanan logistik agar tidak tercecer. Sedangkan Ketua Bawaslu Kota Denpasar Putu Arnata mengatakan, terkait dengan data WNA pihaknya terus meng-update keseluruhannya. Bawaslu Denpasar juga terus bekerja dan berkoordinasi dengan istansi terkait hingga di tingkat bawah. (kmb36)

Mahasiswa Tewas Gantung Diri

Denpasar (Bali Post) Kadek Deva Chandra Adipranata (19) yang berstatus mahasiswa, ditemukan tewas gantung diri menggunakan selendang di kamar kosnya di Jalan Gunung Lebah Nomor 4, Denpasar Barat (Denbar), Rabu (27/3) pukul 19.30 Wita. Korban ditemukan tergantung di lantai dua kamar F7 oleh ayahnya, Nyoman Pasek Suarsana (52). “Belum diketahui motif korban gantung diri. Kami masih menyelidikinya,” kata Kapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan, Kamis (28/3) kemarin. Terkait kejadian ini polisi telah memeriksa saksi-saksi. Keterangan Suarsana yang berstatus PNS beralamat di Jalan Made Bina, Perum Bina Permai Kav.2 pada Selasa (26/3) pukul 23.00 Wita dia sempat berkomunikasi dengan anaknya. Saat itu korban bilang mau mengambil pakaian di TKP dan akan tinggal di rumah. Namun sampai Rabu pagi korban tidak pulang dan Suarsana melihat status di WA anaknya sudah dihapus. Suarsana berusaha menghubungi anaknya lewat HP sekitar pukul 10.00 Wita, tapi tidak diangkat. Pukul 13.00 Wita Suarsana sempat datang ke kos anaknya tapi tidak sampai ke kamar karena sepeda motor korban tidak ada di parkiran. Suarsana langsung pulang lagi ke rumah. Karena khawatir, Suarsana terus menghubungi anaknya melalui HP. Lagi-lagi tidak diangkat. Suarsana makin curiga dan pukul 17.15 Wita dia balik ke TKP. Setibanya di sana, dia melihat pintu kamar anaknya terbuka. Suarsana langsung histeris saat melihat tubuh anaknya tergantung di ram antara kamar mandi dan dapur. (kmb36)

Topik : BALI HADAPI SEBELAS PERMASALAHAN

Masalah kualitas dan kontinuitas selama ini kerap dipersoalkan pada pemanfaatan buah lokal. Dari segi kualitas khususnya, buah lokal juga selalu dibandingkan dengan buah impor. Padahal membandingkan buah lokal dengan buah impor justru akan membuat buah lokal selalu kalah bersaing.

“Jangan terlalu saklek dengan kualitas dan jangan membandingkan kualitas buah lokal kita dengan impor, karena beda. Orang beda daerahnya, negaranya, masak dibandingkan. Cara bercocok tanamnya beda, cuacanya juga beda,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Nyoman Adnyana, Kamis (28/3) kemarin. Menurut Adnyana, buah lokal terbaik harusnya diukur sesuai ukuran kualitas lokal. Hal ini mesti disadari oleh semua pihak, terutama pengelola hotel dan restoran yang kini diwajibkan menyerap produk pertanian lokal, termasuk produk perikanan dan industri lo-

kal Bali. Ini sesuai dengan amanat Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasa ra n d a n Pe m a nfa a t a n Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. “Kalau disandingkan dengan kualitas impor, kalah terus kita. Tidak bisa terwujud Pergub itu,” jelas anggota Komisi I DPRD Bali ini. Padahal di daerah lain, lanjut Adnyana, hotel-hotel justru sudah mulai menyajikan buah lokal kepada tamu-tamunya. Seperti ketika politisi asal Bangli ini melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, hotel di tempatnya menginap menyajikan jeruk Kintamani. Sementara di Bali, hotel-hotel justru belum melakukan hal

itu. “Sebetulnya sederhana. Kalau mau yang seperti kualitas lokal, sudah bisa di mana-mana. Tapi kalau dengan alasan dan dalih macam-macam, ya mungkin itu yang menyulitkan. Kita ke Jakarta diberi jeruk Kintamani di hotel. Malah di Denpasar dan di Nusa Dua tidak pakai jeruk Kintamani,” paparnya. Adnyana menambahkan, sajian buah di hotel bisa dibedakan sesuai musim. Saat musim salak, bisa memakai salak-salak terbaik dari Bali. Kalau musim manggis, bisa disajikan manggis yang bagus-bagus. Jadi, tidak harus jeruk atau manggis sepanjang tahun. Sebab, mengatur untuk ber-

buah memerlukan teknologi dan memiliki konsekuensinya tersendiri. “Kalau alam kan sudah ada ukurannya. Ada konsekuensi yang tidak disadari, kalau diforsir cepat habis, gennya juga cepat mengecil,” tandasnya. Saat menghadiri dan membuka World Mangosteen Festival (WMF) pertama di Desa Galungan, Sawan, Buleleng beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sedang mendesain festival untuk memasarkan produk pertanian Bali. “Desainnya nanti akan ada festival dan expo tematik. Ada kuliner, ada buah-buahan,” ujarnya. Menurut Koster, festival tersebut nantinya akan dilaksanakan sesuai dengan musim untuk menyerap buah-buahan yang sedang panen. “Nanti saat musim salak, musim jeruk, musim manggis, di musim apa saja

kita akan buatkan festivalnya keliling-keliling di Bali,” katanya. Koster menambahkan, festival akan dibuat bertaraf internasional dengan mengundang asosiasi eksportir dan para pembeli dari luar negeri. Bukan itu saja, Ketua DPD PDI-P Bali ini juga merancang lomba makan buah-buahan yang mengundang para wisatawan. Di samping ada pula yang dijual untuk dibawa pulang. Menurut Koster, festival semacam ini bisa diselenggarakan tanpa memakai APBD. Namun dengan menggunakan dana CSR perusahaan atau menggandeng pihak ketiga. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Capaian Indikator Pembangunan Mesti Lebih Baik Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya telah mengajukan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2018 dalam Rapat Paripurna DPRD Bali. LKPJ tersebut memuat rincian secara garis besar APBD Tahun 2018 dan realisasinya. Yakni, anggaran pendapatan yang direncanakan Rp 6,199 triliun terealisasi sebesar Rp 6,258 triliun atau 100,95 persen. Kemudian anggaran belanja daerah yang direncanakan Rp 6,595 triliun terealisasi

Rp 5,998 triliun atau 90,94 persen. Dikonfirmasi Kamis (28/3) kemarin, Koordinator Pansus LKPJ Kepala Daerah DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, LKPJ tersebut pada hakikatnya merupakan LKPJ pada masa gubernur sebelumnya. Dalam hal ini, masa pemerintahan Gubernur Made Mangku Pastika sampai dengan September 2018. Mengingat, Gubernur Wayan Koster baru dilantik pada 5 September 2018. “Secara umum capaian-capaian dari berbagai indikator pem-

bangunan berada di atas ratarata capaian nasional. Seperti tingkat pengangguran, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, IPM, dan lainnya,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali ini. Sesuai isi LKPJ Kepala Daerah, lanjut Sugawa Korry, ekonomi Bali tumbuh 6,35 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,17 persen. PDRB per kapita meningkat dari Rp 50,29 juta pada tahun 2017 menjadi Rp 54,62 juta per kapita. Tingkat pengangguran terbuka di Bali hanya sebesar 1,37 persen, mengalami penu-

runan dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 1,48 persen. Pada September 2018 jumlah penduduk miskin 168,34 ribu orang atau 3,91 persen. Jauh lebih rendah dari angka nasional sebanyak 26,58 juta orang atau sekitar 9,66 persen. “Sebagai start awal dari masa kepemimpinan Pak Wayan Koster, bagaimana ke depan bisa dicapai kondisi yang lebih baik lagi,” imbuh politisi Golkar ini. Menurut Sugawa Korry, perlu ada terobosan-terobosan positif dan kreatif dalam berbagai aspek pembangu-

nan. Kebijakan-kebijakan yang pro terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat agar ditingkatkan, serta dilakukan antisipasi terhadap ekses berbagai penyakit masyarakat seperti HIV/AIDS, narkoba, penertiban kafe, dan lainnya. Demikian juga dengan aspek pelestarian lingkungan yang komprehensif di Bali. “Ke depan aspek penataan ruang yang diawali dengan dirampungkannya RTRWP, RTRWK, dan RDTR di seluruh Bali mesti mendapat perhatian yang lebih serius,” tegasnya. (kmb32)

Pembunuh Jukir Divonis 17 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Wayan Siki (51), terdakwa kasus pembunuhan sadis di Jalan Kapten Regug, persisnya areal parkir Tiki Denpasar, Kamis (28/3) kemarin divonis bersalah dan dihukum selama 17 tahun penjara. Vonis majelis hakim pimpinan Gusti Putra Atmaja tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU I Putu Oka Suryatmaja sebelumnya menuntut Wayan Siki dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara. Atas putusan itu, terdakwa menyatakan menerimanya. Sedangkan jaksa dari Kejari Denpasar itu menyatakan pikir-pikir. Majelis hakim dalam amar putusannya mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti bersalah sesuai Pasal 340 KUHP. Yang memberatkan hukuman terdakwa yang beralamat di tempat kos Jalan Gunung Batur atau Jalan Kalimutu, Banjar Kerandan, Denpasar itu, tidak ada perdamaian antara terdakwa dengan keluarga korban. Perbuatan terdakwa tergolong sadis, walaupun masalah antara

korban dan pelaku adalah masalah sepele. Sedangkan yang meringankan hukuman terdakwa, usai membunuh terdakwa menyerahkan diri ke kantor polisi. Sebelumnya dalam persidangan diuraikan unsur perencanaan dalam kasus ini sudah terpenuhi. Menurut jaksa, sangat cukup waktu bagi terdakwa melakukan aksi pembunuhan terhadap rekan kerjanya. Yakni pada 26 September 2018 terdakwa pagi itu menerima SMS dari korban Ketut Pasek Mas yang isinya pada intinya, “Yang saya dengar mungkin dalam waktu dekat lahan parkir akan diambil alih oleh pecalang”. Hanya I Wayan Siki tidak bisa membaca SMS itu, sehingga dia meminta bantuan Daniel Adi Pe yang merupakan karyawan Tiki untuk membacakan isi SMS itu. Setelah dibaca, terdakwa menganggap SMS itu mengada-ada, dan menganggap siasat korban untuk mengambil alih lahan parkir di areal parkir Tiki Denpasar. Terdakwa kemudian

marah dan mondar-mandir di areal parkir. Kemudian timbul niat terdakwa untuk membunuh korban untuk melampiaskan kemarahannya. Sekitar pukul 11.00 Wita terdakwa pulang ke kosnya di Jalan Tukad Kalimutu, Denpasar untuk mengambil pisau sangkur. Pisau itu kemudian diselipkan di pinggang terdakwa, lalu terdakwa balik ke areal parkir Tiki Denpasar, sembari menunggu Ketut Pasek yang mengirim SMS tadi. Sekitar pukul 14.00 Wita korban datang untuk menjaga parkir. Saat itulah terdakwa menghampiri korban lalu menusuk korban dengan membabibuta, hingga membuat dada korban robek dan perut korban robek hingga usus terurai. Setelah korban tak berdaya dan tak sadarkan diri, terdakwa meninggalkan korban dan menyerahkan diri ke Polsek Denpasar Timur. (kmb37) PUTUSAN - I Wayan Siki saat mendengar putusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar.


BADUNG

Jumat Pon, 29 Maret 2019

3

Semrawut, Bupati Giri Prasta Sampaikan LKPJ 2018 Kabel di Kuta Rawan Terbakar Rapat Paripurna DPRD Badung

Mangupura (Bali Post) -

Kebakaran kabel di Kabupaten Badung cukup sering terjadi. Dalam sebulan ini, kabel terbakar terjadi sebanyak empat kali. Dua di antaranya di wilayah Kuta, sisanya di dekat Lapas Kerobokan dan Mengwi. Menurut Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Kamis (28/3) kemarin, untuk di wilayah Kuta kebakaran kabel cukup meresahkan. Hal ini lantaran kebakaran terjadi di kawasan pariwisata yang cukup padat lalu lintasnya. Kesemrawutan kabel juga menjadi sorotan masyarakat. Sebagai destinasi pariwisata internasional, wajah Kuta perlu dijaga. Untuk keamanan, kabel-kabel yang melintang di atas haruslah diminimalisir, apalagi keberadaan kabel tersebut menggantung di atas trotoar. ‘’Faktor safety harus benar-benar diperhatikan, karena pariwisata menyangkut aspek sapta pesona. Baik keamanan, kenyamanan keindahan dan sebagainya. Wisatawan banyak yang berjalan-jalan di trotoar tersebut,’’ katanya. Selama ini pihaknya ber-

sama dengan para Lurah di Kuta tidak pernah diajak berkoordinasi oleh pemilik utilitas saat kabel-kabel tersebut akan dipasang. Padahal koordinasi sangat penting untuk memastikan komitmen dan tanggung jawab pihak terkait dalam menjaga asetnya dan mencegah penilaian negatif akan keberadaan kabel tersebut. Sementara itu, Manajer PLN Rayon Kuta Putu Karyana mengatakan, salah satu kabel yang terbakar di Kuta bukanlah kabel PLN. Sebab

kabel itu jenisnya kabel fiber yang mudah terbakar. Kabel PLN berbahan polyethylene yang tidak mungkin terbakar ketika terjadi korsleting atau terputus. Tidak dipungkirinya, jika terjadi masalah menyangkut kabel, baik itu korsleting, putus dan sebagainya, terkadang laporan salah alamat. Masih banyak masyarakat menyangka kabel tersebut milik PLN, padahal bukan milik PLN. Padahal ada banyak kabel seperti kabel akses internet, tv kabel dan sebagainya. (kmb23)

Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Hibah Rp 1,15 Miliar di Karangasem

SERAHKAN BANTUAN - Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana hibah di jaba Pura Taman Gangsing Kabupaten Karangasem, Kamis (28/3) kemarin. WUJUD nyata program ‘’Badung Angelus Buana’’, Badung berbagi dari Badung untuk Bali yang merupakan gagasan serta komitmen yang dipegang teguh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam membantu meringankan kebutuhan pribadi serta komunal masyarakat di Pulau Dewata. Kamis (28/3) kemarin bertempat di jaba Pura Taman Gangsing, Karangasem. Bupati Giri Prasta untuk kali kedua menyerahkan bantuan dana hibah di Kabupaten Karangasem, setelah sebelumnya mengunjungi dan memberikan bantuan hibah untuk Karya Melaspas Pura Dalem di Desa Pakraman Umacetra Kecamatan Selat. Untuk kali ini bantuan dengan total nilai Rp 1,15 miliar diserahkan simbolis oleh Bupati Giri Prasta kepada masyarakat di tiga Desa Adat di Kecamatan Sidemen. Turut mendampingi pada kesempatan tersebut, tokoh

masyarakat IGN Kesuma Kelakan dan Kabag Humas Setda Badung Putu Thomas Yuniartha. Bantuan dana hibah ini di antaranya untuk membantu Karya Mamungkah di Pura Dalem Lingsir Banjar Toh Jiwa Kelod sebesar Rp 300 juta, bantuan satu set gong kebyar Pura Dalem Desa Adat Kubung Kecamatan Sidemen sebesar Rp 350 juta dan pembangunan Bale Agung Desa Pakraman Wangsean Desa Wiswa Kerta Sidemen sebesar Rp 500 juta. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Banjar Kebung sudah diberikan kesempatan untuk hadir bersama dengan masyarakat di Pura Taman Gangsing dalam upacara piodalan. Bupati Giri Prasta mengatakan sangat memahami bagaimana waktu banyak dihabiskan masyarakat untuk adat, uang habis untuk kegiatan yadnya itu sendiri.

Untuk itu Bupati hadir untuk meringankan beban masyarakat salah satu contoh untuk membangun pura begitu juga bale banjar, wantilan termasuk membantu yang lainnya. Khusus Kabupaten Karangasem dana hibah BKK Badung pertama yang dituju yaitu Munti Gunung. Bupati Badung mengikuti program Presiden Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran begitu pula dari Badung membangun Bali dari pinggiran. Untuk Munti Gunung akan menerima bantuan bedah rumah sebanyak 215 KK dari 400 bedah rumah BKK Kabupaten Badung untuk Kabupaten Karangasem dan masing-masing mendapat dana Rp 50 juta tanpa potongan pajak dengan bentuk bangunan rumah sehat dan layak huni yang dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu kamar bebas, kamar mandi dan dapur. ‘’Kami harapkan rumah ini dibangun dengan gotong royong,’’ kata Bupati Giri Prasta. Sementara itu, Manggala Karya Jro Mangku Wika mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama rombongan yang memberikan bantuan hibah yang bertempat di jaba Pura Taman Gangsing. Pura Taman Gangsing ini dulunya adalah tempat Yoga Cokorda Pemayun saking Sidemen dan pura ini ditinggalkan dan diberikan kepada Desa Adat Kebung. ‘’Masyarakat kami sangat antusias mendukung program berbagi dari Badung untuk Bali dari Bapak Bupati Badung walaupun beliau bukan pemimpin di Karangasem,’’ ungkapnya. (ad901)

RAPAT Paripurna DPRD Badung, masa persidangan pertama Penyampaian Penjelasan Bupati Badung terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2018 dilaksanakan, Kamis (28/3) kemarin, di Ruang Sidang Uttama Gosana Kantor DPRD, Puspem Badung. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Dalam penjelasannya, Bupati Giri Prasta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan bekerja sama sehingga LKPJ ini dapat disampaikan tepat waktu. Penyampaian LKPJ dalam rangka memenuhi ketentuan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pasal 69 ayat (1) yaitu Kepala Daerah wajib menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah, LKPJ dan ringkasan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang didukung dengan data dan informasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah secara tepat dan akurat. Lebih lanjut dikatakan, LKPJ sekaligus merupakan gambaran kinerja tahunan sebagai implementasi dari perencanaan pembangunan daerah yang tertuang

LKPJ - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan LKPJ tahun 2018 kepada Ketua DPRD Putu Parwata pada rapat paripurna di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD, Puspem Badung, Kamis (28/3) kemarin. dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018. Dalam dokumen RKPD tersebut pemerintah telah menetapkan tema pembangunan daerah Kabupaten Badung tahun 2018 adalah ‘’Meningkatkan mutu pelayanan dasar dan tata kelola pemerintahan serta optimalisasi pengelolaan potensi daerah berbasis teknologi dalam mewujudkan kemandirian masyarakat.’’ Di dalamnya terdapat sembilan prioritas pembangunan, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan Iptek, kesehatan, pembangunan ekonomi, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, sarana

prasarana wilayah, perumahan dan pemukiman, perlindungan sosial dan pengarusutamaan gender, penataan ruang dan lingkungan hidup, pariwisata, pertanian dan kebudayaan serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Sementara mengenai pengelolaan keuangan daerah dijelaskan, target pendapatan daerah pada tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp 7,5 triliun lebih dan realisasinya sebesar Rp 5,4 triliun lebih atau 71,60 persen. Belanja daerah direncanakan sebesar Rp 8,1 triliun lebih, terealisasi Rp 5,7 triliun lebih atau 71,11 persen. Penerimaan pembiayaan di-

rancang Rp 585 miliar lebih, realisasi Rp 600 miliar lebih atau 102,66 persen. Sedangkan dari penarikan kembali pokok dana bergulir sebesar Rp 31,6 juta. Dari pembiayaan tersebut diperoleh sisa lebih pembiayaan tahun berkenaan sebesar Rp 221 miliar lebih. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengapresiasi pemerintah sudah tepat waktu menyampaikan LKPJ 2018 kepada Dewan. Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki serta perlu penyelarasan terhadap program-program yang harus ditekankan. Dicontohkan, mengenai tata kelola pemerintahan khususnya keuangan daerah akan dilakukan peningkatan ke depan agar lebih pasti dari asumsi-asumsi yang digunakan dalam hal pendapatan daerah. Sementara dalam pelayanan masyarakat sudah sangat dirasakan, termasuk t e rwuj ud ny a ke r ukuna n antarumat beragama yang memberikan kontribusi positif terhadap pariwisata di Badung. Pendidikan dan kesehatan juga sudah dirasakan masyarakat termasuk santunan penunggu pasien. ‘’Yang substansi kita akan evaluasi, kita beri catatancatatan demi pelayanan maksimal kepada masyarakat,’’ tambahnya. (ad892)

LKPJ Bupati Badung Tahun 2018

Dewan Sebut Kebijakan Bupati Sudah Pro-Rakyat KALANGAN DPRD Badung memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap program strategis d a n kine rja P e m e rint a h Kabupaten (Pemkab) Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Ketut Suiasa atau Giriasa. Pasalnya, dalam tiga tahun pemerintahan Giriasa, berbagai program kegiatan yang dirancang pemerintah sudah berjalan baik. Selain itu, sejumlah kebijakan yang diambil oleh Bupati Giri Prasta juga sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Badung. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II I Made Sunarta, di sela-sela pembukaan rapat paripurna DPRD Badung membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2018 di Gedung Dewan, Kamis (28/3) kemarin. Menurut Parwata, sebagian besar program pemerintahan Giriasa sudah sangat pro-rakyat. Manfaat dari program tersebut juga sudah dirasakan oleh masyarakat Badung, mulai dari program pendidikan, kesehatan, pelestarian seni, adat, budaya dan agama, serta berbagai program infrastruktur lainnya. ‘’Program dan kebijakan Bupati Badung selama ini sudah pro-rakyat. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah juga sangat berpihak kepada rakyat. Jadi, kami di lembaga dewan memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pemerintahan ini,’’

ujar Parwata. Dikatakannya, hal yang paling dirasakan oleh masyarakat Badung dan memberikan indikator positif terhadap perkembangan pariwisata adalah terjalinnya kerukunan antarumat beragama yang begitu baik di Kabupaten Badung. Keharmonisan masyarakat Badung ini, menurut politisi PDI Perjuangan ini indeksnya sangat tinggi. Masyarakat yang rukun akan menciptakan suasana nyaman dan aman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung. ‘’Kami memberikan apresiasi bahwa pembangunan kerukunan umat beragama di Kabupaten Badung sangat baik dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan destinasi pariwisata. Ini perlu kita berikan apresiasi,’’ jelasnya. Selanjutnya, mengenai urusan wajib seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

Dua sektor ini, kata Parwata, keberpihakannya sudah sangat pro-rakyat di bawah kepemimpinan Giriasa. Terbukti berbagai program unggulan di bidang pendidikan sangat memudahkan masyarakat, mulai dari program pendidikan gratis, seragam gratis, bantuan laptop dan internet gratis. Sementara di bidang kesehatan, ada pelayanan pengobatan gratis melalui Krama Badung Sehat (KBS) yang selama ini sangat dielu-elukan oleh masyarakat Badung. Apalagi sekarang penunggu pasien diberikan santunan yang dihitung Rp 200 ribu per hari. ‘’Di bidang kesehatan dan pendidikan sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Termasuk penunggu pasien sangat diapresiasi oleh masyarakat dan juga lembaga-lembaga yang berwenang dalam hal ini,’’ katanya.

Meski demikian, dewan tetap akan memberikan masukan-masukan yang positif untuk lebih menyempurnakan program-program pemerintah. ‘’Apa yang sudah jalan di tahun 2018 kami akan evaluasi dan berikan catatan-catatan. Mana perlu ditingkatkan dan yang mana perlu ditambah untuk kesejahteraan masyarakat. Apa yang menjadi visi misi Bupati Badung yang telah kita sepakati dalam RPJMD agar dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai target yang telah ditentukan,’’ tegas Parwata. Rapat pembukaan paripurna DPRD tentang LKPJ Bupati Badung tahun 2018 dihadiri langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wabup Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa dan seluruh pejabat di lingkup Badung. Bupati Giri Prasta dalam pidato pengantarnya antara lain membeberkan realisasi atas pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2018. Target pendapatan daerah tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp 7,5 triliun dengan realisasi anggaran sebesar Rp 5,4 triliun atau 71,60 persen. Belanja daerah yang dirancang sebesar Rp 8,1 triliun realisasinya sebesar Rp 5,7 triliun atau 71,11 persen. Penerimaan pembiayaan tahun 2018 dirancang Rp 585,4 miliar realisasi mencapai Rp 600,9 miliar atau 102,66 persen. Sedangkan dari penarikan kembali pokok dana bergulir Rp 31,6 miliar. Dari pembiayaan tersebut, diperoleh sisa lebih pembiayaan tahun berkenan sebesar Rp 221,3 miliar. (ad893)

5 Abiansemal di Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal. ‘’Untuk pembangunan tiga SMP negeri lainnya yakni SMPN 7 Mengwi, SMPN 3 Kuta Utara, dan SMPN 3 Kuta juga masih berproses. Kami menyambut baik bila ada warga yang rela menyiapkan lahannya untuk pembangunan sekolah baru, khususnya yang di Kuta Utara,’’ terangnya. Sementara itu, kalangan DPRD Badung menyoroti adanya sekolah yang masih menumpang dengan sekolah lain. Sebab, sistem satu atap ini mengancam full day school yang menjadi program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Seperti diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Nadhi Putra. Dia menyebutkan ada warga yang saat ini siap membebaskan tanahnya untuk pembangunan gedung sekolah. Luas tanah 52 are dan ini cukup untuk pembangunan gedung SMPN 3 Kuta Utara yang saat ini masih

numpang di salah satu SD. ‘’Luas tanah ini layak untuk bangun SMPN 3. Selain untuk gedung sekolah, katanya halaman dan lapangan pun bisa diperoleh. Gedung sekolah bisa dibangun berlantai empat,’’ jelasnya. Untuk itu pihaknya mendorong pemerintah untuk membebaskan tanah ini pada anggaran perubahan 2019 langsung dengan detail engineering design. Sehingga pada 2020 pembangunan fisik sudah bisa dilakukan.

Setelah fisik gedung SMPN 3 selesai, Nadhi Putra mendesak Pemkab untuk membangun SMPN 4. Sekolah ini nantinya akan menampung tamatan SD di wilayah Tibubeneng dan Canggu. Saat ini ada 9.700 siswa baru di Kuta Utara. Karena itu, pembangunan SMPN 4 sangatlah mendesak. ‘’Walau begitu, kami harap sekolah swasta masih tetap bisa eksis. Kami tidak ingin sekolah swasta mati suri,’’ tegasnya. (kmb27)

RAPAT PARIPURNA - Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II I Made Sunarta di sela-sela pembukaan rapat paripurna DPRD Badung membahas LKPJ Bupati Badung tahun 2018, Kamis (28/3) kemarin.

Akhiri Satap, Pemkab akan Bangun Sejumlah Sekolah

Bali Post/ist

TERBAKAR - Empat warung di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Kerobokan terbakar, Kamis (28/3) kemarin.

Empat Warung Dekat Lapas Kerobokan Terbakar

Mangupura (Bali Post) Kebakaran hebat terjadi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu No.6, sebelah barat Lapas Kerobokan, Kuta Utara, Kamis (28/3) kemarin. Empat warung ludes dilalap sii jago merah. Warung tersebut milik Yuni, Rinda (39), Nur Hakim (39) dan Tri Heri Wahyudi (40). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Kanitreskrim Polsek Kuta Utara Iptu Androyuan Elim menyampaikan, salah satu

saksi kejadian itu adalah Ikshan Hakim (40) yang tinggal di TKP. Iptu Androyuan Elim mengungkapkan, kala itu Ikshan merasakan hawa cukup panas di dalam warung. Setelah dicek, Ikshan melihat kobaran api cukup besar di atas atap warung Banyuwangi milik Yuni yang berlokasi di sebelah barat warung miliknya. Ikshan dan istrinya lalu membangunkan pemilik ataupun karyawan toko lainnya. Saksi lain, Ordinandus

Pake Reng (28) menjelaskan, saat dia tidur di counter YNL Cell, tiba-tiba istri Ikhsan yang bekerja sebagai karyawan warung nasi Barokah Jember menggedor rolling door tokonya sehingga dia terbangun. Saat mendengar ada kebakaran, Ordinandus langsung ke luar. ‘’Api lalu merembet dan membakar warung di sebelahnya. Penyebab pasti kebakaran ini masih kami selidiki,’’ ujar Iptu Androyuan Elim. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam waktu dekat akan membangun sejumlah sekolah. Upaya ini dilakukan untuk mengakhiri sekolah satu atap (satap). ‘’Tahun ini pembangunan SMPN 5 Abiansemal dan SMPN 6 Mengwi. Pembangunan sekolah baru ini disiapkan anggaran kurang lebih Rp 50 miliar,’’ ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika, Kamis (28/3) kemarin. Menurutnya, faktor utama penghambat pembangunan infrastruktur pendidikan di Gumi Keris adalah keterbatasan lahan. ‘’Kalau lahan belum siap, tidak bisa dibangun. Makanya kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak desa,’’ katanya. Dijelaskannya, pembangunan dua gedung SMP akan dilakukan di Mengwi dan Abiansemal. SMPN 6 Mengwi akan dibangun di Banjar Jempayah Desa Kekeran, Mengwi, sedangkan SMPN


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Jumat Pon, 29 Maret 2019

Mahasiswa Institut Teknologi dan Kesehatan Bali Unwar Deklarasikan Diri Jadi Kampus Siaga Bencana Juara II Nasional NDC 2019 Pertama Kali di Bali

DALAM upaya meningkatkan kapasitas perguruan tinggi terhadap upaya kesiapsiagaan bencana, Universitas Warmadewa (Unwar) melalui Unitas Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit Unwar mendeklarasikan diri menjadi Kampus Siaga Bencana (KSB) pertama kali di Bali, Kamis (28/3) kemarin. Deklarasi yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Letnan Jenderal TNI Doni Monardo ini bertujuan untuk meningkatkan peran Unwar sebagai agen perubahan dalam upaya pemberdayaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan, mengurangi risiko dan tanggap terhadap darurat bencana. Kepala BNPB Pusat Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan Indonesia berada di patahan lempeng dan cincin api (ring of fire). Oleh karenanya, wilayah Indonesia, termasuk Bali, rawan terjadi bencana alam, seperti gempa, tanah longsor, banjir, tsunami, letusan, angin puting beliung dan bencana lainnya. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana sangat diperlukan dan harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korban akibat bencana. Dengan adanya deklarasi kampus siaga bencana yang dilakukan Unwar, pihaknya berharap tidak hanya seremoni semata, melainkan harus ada aksi nyata untuk mencegah terjadinya bencana dan ikut memikirkan dampak dari bencana yang terjadi. ‘’Ide menjadikan kampus siaga bencana merupakan ide yang brilian. Saya berharap kampus Unwar menjadi pelopor bagi kampus-kampus lainnya untuk tergerak menjadi kampus siaga bencana. Karena kita hidup di patahan lempeng dan cincin api, sehingga kemungkinan bencana alam akan ada. Caranya mulai

DEKLARASI - Kepala BNPB Pusat Letnan Jenderal TNI Doni Monardo (tengah) bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana DAP&E., Sp.ParK. berfoto bersama seusai penandatanganan deklarasi Kampus Siaga Bencana, di Kampus Unwar, Kamis (28/3) kemarin. menjaga alam, tidak membiarkan pohon ditebang sembarangan, tidak ada buang sampah sembarangan dan kurangi penggunaan kantong plastik,’’ tandas Doni Monardo. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana DAP&E., Sp.ParK. mengatakan deklarasi kampus siaga bencana yang dilakukan Unwar merupakan suatu upaya untuk ikut berkontribusi dalam menurunkan risiko bencana. Sebab, Bali termasuk wilayah yang rawan terjadi bencana di Indonesia. Apalagi, konsep kampus siaga bencana selaras dengan visi dan spirit Unwar yang terkandung di dalam Sapta Bayu dalam kepemimpinan Sri Kesari Warmadewa. Salah satunya yaitu melestarikan lingkungan berdasarkan konsep Tri Hita Karana. Kepada seluruh civitas akademika Unwar, pihaknya berharap agar benar-benar siaga dalam meningkatkan kapasitas dan ikut berperan apabila terjadi bencana. Mulai dari pra-bencana, terjadinya bencana hingga pascabencana.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. berharap Unwar sebagai kampus pertama mendeklarasikan diri sebagai kampus siaga bencana di Bali harus mampu memberikan vibrasi positif kepada kampus-kampus lainnya. Sebab, kampus merupakan salah satu lembaga pendidikan harus hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak bencana dan mampu berkontribusi dalam menanggulangi risiko bencana yang terjadi. Dikatakan, sejak beberapa tahun Uwar telah aktif menurunkan relawannya dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dan fakultas lainnya untuk menangani korban bencana alam. ‘’Kami punya relawan dari fakultas kedokteran dan yang lain, selama ini mereka telah aktif turun ke lapangan, berbagi duka dengan saudara kita yang menghadapi musibah. Setelah deklarasi ini, tentu kami tingkatkan lagi karena hal ini juga sebagai kontribusi kami untuk bangsa,’’ pungkasnya. (ad900)

Hari Ini, Muscab IX Gapensi Badung Dibuka

SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali kini naik status menjadi Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekkes) Bali. Sebagai kado pertama atas perubahan nama itu, mahasiswa Itekkes Bali mempersembahkan prestasi di tingkat nasional. Tim debat bahasa Inggris soal keperawatan Itekkes Bali sukses meraih juara II Nasional di Nursing Debate Competition (NDC) 2019 antarperguruan tinggi di Indonesia. Lomba digelar di Universitas Airlangga diikuti 30 tim debat seluruh Indonesia. Habatnya dari dua tim yang dikirim, satu tim meraih juara II dan tim lain meraih ranking V. Prestasi juara II nasional dipersembahkan Kadek Windy Astuti (Prodi Keperawatan), Khairul Anam Dirman (Prodi D-4 Anastesiologi) dan Ni Luh Fumika Venya Devi (S-1 Keperawatan). Sementara itu, tim debat B yang meraih ranking V diperkuat Putu Rama Pratama (D-4 Anastesiologi), I Gusti Agung Ayu Inten Narapatni (S-1 Keperawatan) dan I Dewa Gede Bayu Arta Wibawa (D-4 Anastesiologi). Tim ini dipoles dosen pembimbing Putu Rusanti dan Kadek Ary Susandi. Kadek Windy Astuti mengaku di babak penyisihan tim debat Itekkes Bali meninggalkan jauh lawan-lawannya. Namun di babak grandfinal, timnya kalah tipis 3 poin dari juara I. ‘’Terus terang kami belum puas dengan hasil tahun ini. Tahun depan kami bertekad mempersembahkan juara I nasional,’’ tegas Windy Astuti yang sudah terbiasa tampil di berbagai ajang debat bahasa Inggris. Prestasi ini sekaligus dipersembahkan mahasiswa sebagai kado prestasi pertama saat Stikes Bali menjadi Itekkes Bali. Sebelumnya Windy juga sukses mengantarkan kampusnya masuk enam besar

JUARA - Tim debat Itekkes Bali berfoto bersama I Gede Putu Darma Suyasa dan Pembantu III Ketut Alit Adianta. NUDC tingkat Kopertis VIII dan 16 besar nasional di NUDC yang mewakili Kopertis VIII. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengungkapkan prestasi ini menunjukkan Itekkes Bali sukses membuktikan mahasiswanya tetap disegani di berbagai lomba debat tingkat nasional. YP2LPK Bali akan terus memberi peluang mahasiswanya untuk berprestasi. Hal ini juga dia tekankan ketika menerima kunjungan siswa SMAN 4 Denpasar. Itekkes Bali menyiapkan kampusnya berstandar internasional guna mencegah siswa Bali melanjutkan studi ke luar negeri. Dengan demikian anak-anak SMAN 4 Denpasar banyak memiliki pilihan yakni 10 prodi di Itekkes Bali. Ketua Stikes Bali yang juga calon Rektor Itekkes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. membenarkan kini Itekkes Bali menyelenggarakan 10 prodi, di mana 4 di antaranya prodi baru. Prodi tersebut adalah Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas (baru), Sarjana Teknologi Pangan (baru), Sarjana Kebidanan (baru), Prodi Pendidikan

Profesi Bidan (baru) dan Prodi Magister Keperawatan (2018). Selain itu, ada Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anastesiologi, Pendidikan Profesi Ners, Sarjana Keperawatan, Diploma 3 Keperawatan, Diploma 3 Kebidanan. Dia menambahkan, penerimaan mahasiswa baru seluruh prodi dimulai 2019. Khusus untuk S-2 dibatasi kuota 30 orang dengan mempertimbangkan proporsional asal mahasiswa. Untuk jalur PMDK dibuka sampai 18 April, jalur reguler 19 April - 14 Agustus. Pendaftaran bisa dilakukan dengan online di web https://stikes-bali.ac.id atau bisa datang langsung ke kampus II Itekkes Bali di Jalan Tukad Balian No. 180 Renon, Denpasar. Dia juga memberi selamat kepada timnya yang sukses meraih prestasi nasional. Ia mengungkapkan rasa bangganya karena mahasiswa selalu langganan juara debat. Dia mengaku ini prestasi luar biasa, karena lawannya adalah universitas besar dan favorit yang memiliki program keperawatan. (ad894)

Made Sujana Masih Kuat Kandidat Ketua

MUSYAWARAH Cabang (Muscab) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Kabupaten Badung akan digelar Jumat (29/3) ini di Ruang Kerta Ghosana, Puspem Mangupura. Selain dihadiri seluruh anggota Gapensi Badung, Muscab ini akan dibuka Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Ketua Panitia Pelaksana Muscab Ketut Wiranata, S.T., M.Si. mengatakan untuk muscab ini merupakan agenda penting bagi para pelaksana konstruksi di Badung, karena akan membicarakan dan membuat putusan strategis menyangkut kiprah dan kinerja Gapensi lima tahun ke depan. Selain pergantian ketua, juga akan dibahas program Gapensi Badung lima tahun ke depan. Pada muscab ini juga akan dilakukan penandatanganan MoU Gapensi Badung dengan sejumlah lembaga

untuk memperkuat posisi Gapensi. ‘’Kami sangat berharap seluruh anggota Gapensi Badung bisa hadir untuk membahas persoalan-persoalan konstruksi yang selama ini kita alami. Kita harapkan akan ada solusi yang dihasilkan,’’ ujar Wiranata. Ditambahkan Wiranata, sebelum agenda internal berupa rapat paripurna dan komisi, acara akan didahului dengan seminar dengan tiga orang narasumber, seorang di antaranya adalah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung. Ketua BPC Gapensi Badung Made Sujana, BAE. mengatakan selama ini ada beberapa masalah yang dihadapi para anggota Gapensi dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelaksana proyek. Di antaranya soal tidak sinkronnya dalam penerapan hukum, sehingga ada kontraktor yang diarahkan ke tin-

MUSCAB - Para anggota Gapensi Badung siap menyukseskan Muscab IX.

dak pidana tipikor atau ada tindak pidana lainnya. Mestinya, semua aturan tidak tumpang tindih. ‘’Jadi anggota Gapensi tidak menjadi bingung, dan lelah dengan adanya aturan yang tumpang tindih. Padahal semangat anggota Gapensi adalah turut bersinergi membangun, terutama di Badung,’’ ujar Made Sujana, bos Nirmala Group tersebut. Selain itu, Made Sujana juga menambahkan, dengan adanya Surat Edaran (SE) Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2018 tentang klasifikasi kontraktor juga patut menjadi perhatian bagi pemerintah. Dengan SE tersebut, kontraktor kategori Rp 1 miliar sampai Rp 10 miliar, kategori kecil, menengah adalah Rp 10 miliar sampai Rp 100 miliar. Dan untuk kontraktor besar adalah Rp 100 miliar lebih. ‘’Kami berharap SE ini bisa diterapkan di Badung, sehingga jelas aturannya,’’ terangnya. Melalui muscab ini, Made Sujana berharap para kontraktor di Badung bisa bersama-sama untuk berkontribusi dalam pembangunan. Itu sebabnya, tema muscab kali ini adalah ‘’Bersinergi Membangun Badung’’. Dia juga berharap muscab menjadi momentum untuk lebih banyak memberikan peran para kontraktor lokal, dalam hal ini putra daerah berkontribusi dalam pembangunan di Bali. ‘’Kami sangat mendukung kebijakan Bapak Bupati Badung agar para kontraktor di Badung bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, bukan malah menjadi penonton,’’ tegasnya. (ad895)

Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Bali

Pansel Umumkan Tiga Terbaik Denpasar (Bali Post) Tim Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan nilai akhir seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Bali, Kamis (28/3) kemarin. Nilai akhir ini merupakan gabungan dari nilai asessment dengan bobot 35 persen, penulisan makalah dengan bobot 25 persen, presentasi dan wawancara dengan bobot 25 persen, dan rekam jejak dengan bobot 15 persen. Dari pengumuman itu terungkap pula tiga terbaik pada 11 jabatan yang dilakukan seleksi terbuka. Tiga terbaik untuk jabatan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali masing-masing Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana (total nilai 85,18), Ida Bagus Surja Manuaba (79,55), dan Made Ady Mastika (77,06). Untuk jabatan Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali, masing-masing Ida Bagus Gede Sudarsana (76,81), I Komang Hendri Lesmana (73,43), dan I Wayan Badung Adiyasa (73,31). Untuk jabatan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Bali masing-masing I Ketut Sukra Negara (83,11), I Wayan Sumarajaya (80,15), dan Putu Yupi Wahyundari (76,91). Untuk jabatan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali masing-masing I Made Sudarsana (76,54), I Made Dwi Wirya Astawa (76,51), dan I Gusti Ngurah Badiwangsa (72,49).

Untuk jabatan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali masing-masing I Wayan Adnyana (77,10), Ida Ayu Nyoman Candrawati (75,04), dan I Ketut Adhi Saskarayasa (74,60). Sementara untuk jabatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali masing-masing I Wayan Jarta (78,69), Nyoman Suastika (77,55), dan Lanang Aryawan (77,39). Untuk jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali masing-masing Putu Anom Agustina (81,09), I Dewa Tagel Wirasa (75,42), dan I Wayan Ekadina (74,43). Untuk jabatan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali masingmasing I Gde Wayan Samsi Gunarta (78,57), I Made Rai Ridartha (77,75), dan Standly Juwono Edwi Suwandhi (77,53). Untuk jabatan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali masingmasing Gede Pramana (80,66), Dewa Ayu Puspa Dewi (76,64), dan Ngakan Putu Kirim (73,36). Untuk jabatan Kepala Satpol PP Provinsi Bali masing-masing I Dewa Nyoman Rai Dharmadi (81,21), Ida Bagus Putu Adinatha (75,91), dan I Gusti Agung Ngurah Partama (74,54). Sedangkan untuk jabatan Sekretaris DPRD Bali masing-masing Gede Suralaga (78,00), I Gst. Ag. Ayu Ekaputri Kusumayoni (76,40), dan A.A. Istri Alit Agung (71,91). Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana mengatakan, tiga terbaik di

masing-masing jabatan selanjutnya diajukan ke Gubernur Bali. ‘’Nanti Bapak Gubernur mewawancarai tiga terbaik itu, baru Pak Gubernur memilih satu,’’ ujarnya. Menurut Lihadnyana, di lingkungan Pemprov Bali sebetulnya ada 12 jabatan yang kosong. Namun satu jabatan yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali tidak dilakukan seleksi terbuka, karena akan dilakukan penunjukan langsung pada pejabat Eselon IIa. Terkait seleksi terbuka, Wakil Ketua Tim Pansel ini mengaku lebih mengoptimalkan rekam jejak dan kredibilitas calon. ‘’Secara kredibilitas, pernah bermasalah hukum atau tidak. Secara disiplin, pernah tidak ada catatancatatan merah, kan itu menjadi penting, sehingga benar-benar nanti yang dipilih itu di samping sesuai dengan kompetensi dan profesionalismenya, tetapi kredibilitasnya sudah bisa kita jamin,’’ jelasnya. Lihadnyana memastikan Tim Pansel yang diketuai Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dengan dirinya sebagai Wakil Ketua serta lima anggota yakni Inspektur Provinsi Bali I Wayan Sugiada, akademisi Prof. I Made Bakta, Prof. Dewa Ngurah Suprapta, dan Prof. I Made Arya Utama, serta praktisi I Nyoman Yasa tidak menerima titipan. Begitu juga tidak ada yang dijagokan, karena semuanya tergantung dari peserta seleksi. (kmb32)

KOMSOS - Korem 163/Wira Satya melaksanakan komsos dengan KBT.

Bali Post/rah

Korem Undang Sesepuh TNI dan Generasi Milenial Denpasar (Bali Post) Keluarga Besar TNI (KBT) Bali, Kamis (28/3) kemarin berkumpul di Aula Makorem 163/ Wira Satya, Denpasar. Termasuk para sesepuh TNI dan generasi milenial. Mereka diundang Korem dalam rangka kegiatan komunikasi sosial (komsos). ‘’Sebenarnya kami ini ada pada generasi kedua, kalau yang sekarang ini generasi keempat. Ini perlu penalaran sejarah bangsa. Kan banyak orang mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah,’’ tegas Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat Pande Made Latra usai acara komsos. Menurutnya, bukan empat pilar kebangsaan yang harus ditegakkan, tetapi empat konsensus. ‘’Karena kalau pilar kan tiang, kalau dipotong jatuhlah rumahnya. Makanya keputusan

MPR dulu sudah direhabilitir oleh Mahkamah Konstitusi. Ini perlunya kami dukung dalam konteks kepentingan membangun TNI,’’ tandas mantan Bupati Badung ini. Menurutnya, ada hal-hal perlu ia sikapi. Sebagai warga negara sepanjang demi kepentingan bangsa dan negara, menjadi kewajiban memberikan support kepada TNI. ‘’Empat tahun komsos ini dilaksanakan dan positif sekali,’’ tegasnya. Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm. Ida Bagus Diana menyampaikan, komsos dengan KBT ini dilaksanakan rutin dan berkala. Artinya Korem melaksanakan tiap triwulan, sehingga setahun direncanakan empat kali kegiatan. Namun, kegiatan-kegiatan bersifat isidental disesuaikan dengan kebutuhan. ‘’Kenapa kita libatkan keluarga besar TNI, itu tak lepas

dari sejarah kita. Ada tiga tataran, ada generasi tua, generasi aktif, dan generasi muda. Itu yang perlu kita jalin dan jaga silaturahmi, jaga persatuan dan kesatuan dalam bentuk komunikasi,’’ tegasnya. Apa pun permasalahan yang dihadapi, kunci sederhana yaitu berkomunikasi, menjalin hubungan, mencari informasi dan mendapatkan masukan. Dengan demikian ada timbal balik, sehingga bisa berbuat terbaik demi kesatuan saat sekarang dan masa depan. ‘’Terkait pemilu, sudah jelas TNI dan keluarga TNI bersikap netral. Kita akan mengawal pelaksanaan pesta demokrasi ini sebaik-baiknya, sehingga akan melahirkan pemimpin yang benar-benar kredibel dan sesuai harapan rakyat Indonesia,’’ ungkap Mayor Diana. (kmb36)

Warung Global

Penyimpangan Terjadi karena Pengawasan Lemah PEMBANGUNAN sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk Kecamatan Sukawati yang merupakan proyek Pemkab Gianyar di bawah OPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan kembali dibongkar pekerjanya, Senin (25/3). Hal itu dilakukan karena proyek dengan nomor kontrak 511.2/2268/ DISPERINDAG, PT Marabuntha Ciptalaksana (MC) lepas tanggung jawab. Bahkan, PT MC tidak membayar sub-subkontraktor yang telah merampungkan bangunan fisik dengan nilai pekerjaan Rp 4.173.966.000. Masyarakat pendengar Radio Global 96,5 FM menyampaikan beberapa saran, di antaranya pemerintah jangan malas mengawasi rekanan yang mengerjakan proyek pemerintah. Berikut rangkuman opini pendengar yang bergabung dalam acara Warung Global, Kamis (28/3) kemarin. Menurut Bimasena di Gianyar, penyimpangan terjadi karena pengawasan lemah. Untuk itu, pemerintah dan yang berwenang harus rajin mengawasi. Sebagai warga Gianyar, ia juga menyarankan agar pemerintah memprioritaskan perbaikan fasilitas umum seperti jembatan jebol. Menurut pengamatannya, jembatan jebol di Gianyar cukup banyak. Di samping itu, penyimpangan terus terjadi. Selain pengawasan lemah juga sanksi hukum yang tidak tegas.

Salut! Demikian pernyataan Ayu di Petang. Ia berharap Bupati Gianyar jangan berhenti sampai di sini. Ia mencurigai ada yang tak beres dalam proyek tersebut. Bukan hanya di Gianyar saja terjadi hal serupa. Jika ada proyek pemerintah yang mangkrak, waktu pengerjaannya belum selesai tapi pekerja tak ada, ini patut dicurigai. Mungkin saja dananya sudah defisit. Harus ditelusuri. Sering diingatkan oleh Presiden RI agar pemerintah di daerah

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

hati-hati dalam menggunakan anggaran negara dan daerah. Pemerintah harus peka dengan apa yang terjadi di bawah. Mangku Ireng di Bajera menyampaikan apresiasi Bupati Gianyar mau peka mengungkap kasus penyelewengan ini. Pemerintah sering dengungkan bersih dari korupsi, harus didukung oleh aparat-aparat di bawahnya. Ia juga menyarankan agar setiap pengerjaan proyek pemerintah harus diawasi. (sikha)


Jumat Pon, 29 Maret 2019

5


OPINI

6

Jumat Pon, 29 Maret 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Memproteksi Lahan Pertanian Bali KRISIS generasi petani menjadi isu strategis belakangan ini. Isu ini tentu akan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi Bali jika tak segera dicarikan solusi. Untuk itulah, Bali harus segera bergerak menyelamatkan pertaniannya. Tantangan ini juga akan terasa berat ketika keberpihakan tak dibangun sedini mungkin. Bahkan, jika abai terhadap pertanian Bali bukan hanya ketersediaan pangan yang menjadi ancaman, pelestarian budaya tradisi dan hancurnya tata kelola ruang di Bali juga akan makin terbuka. Maka sangatlah relevan jika ke depan, kita mulai melakukan langkah strategis melakukan upaya proteksi terhadap lahan pertanian Bali. Selama ini, optimalisasi pengelolaan pertanian Bali cenderung hanya nikmat di tataran wacana. Bahkan, politisasi terhadap isu-isu pertanian juga sering dilakukan. Keberpihakan pemerintah Bali selama bertahun-tahun belakangan ini juga tak nyata hasilnya. Indikator nyata dari keterpurukan pengelolaan sektor pertanian adalah makin menyusutnya lahan pertanian dan cadangan air irigasi menipis. Bisnis air kemasan dengan menggunakan sumber mata air dan air bawah tanah (ABT) justru marak. Air irigasi juga mulai dikelola untuk melayani air bagi pengembangan permukiman baru yang dikelola oleh pengembang. Realita ini tentu merupakan efek dari laju pertumbuhan penduduk Bali dan makin terbukanya Bali sebagai daerah tujuan wisata. Kini, saat pariwisata berbasis pedesaan juga menguat di Bali, potensi tergerusnya lahan pertanian juga menguat. Ini layak dicermati bersama. Banyak wisata desa yang menjadikan lahan pertanian sebagai objek dan pengembangannya membutuhkan fasilitas. Kondisi ini akhirnya membuat lahan pertanian harus dikorbankan untuk parkir, fasilitas pembangunan wisata desa, serta untuk fasilitas penunjang lainnya. Untuk itulah harus ada kajian yang matang untuk menentukan kelayakan suatu desa dikembangkan menjadi wisata desa. Jangan mengejar target terbentuknya wisata desa tanpa melakukan pengawalan yang jelas. Kualitas wisata desa hendaknya memerhatikan aspek-aspek lingkungan. Jangan sampai program pengembangan wisata desa ini justru menghancurkan tata kelola sektor pertanian dan membuat generasi muda menjauh dari pertanian. Untuk itulah harus ada kebijakan terukur menjaga pertanian Bali. Kebijakan haruslah berbasis petani dengan membuka ruang yang lebih terbuka kepada petani untuk bisa menikmati kesejahteraan. Sering anjloknya harga produk pertanian dan tak sebandingnya harga produk pertanian dengan produk teknologi membuat sektor pertanian akan dijadikan pilihan alternatif. Ini juga tak akan mampu menarik minat generasi muda untuk menggeluti pertanian. Terlebih pada era milenial ini minat untuk menekuni pertanian nyaris menipis. Ini kondisi yang patut segera disikapi dengan mendesain kebijakan pertanian yang diminati generasi muda. Tentu kita tak bisa hanya menyiapkan generasi petani tanpa melihat prospek pemasaran produk pertanian ke depan. Dengan adanya kebijakan Gubernur Bali dengan perda perlindungan produk pertanian lokal dan penyerapannya, hal ini tentu bisa menjadi harapan baru. Namun, penjabaran program ini juga harus jelas, tak bisa berhenti pada tataran regulasi. Keberpihakan pemerintah dengan regulasi pertaniannya ini haruslah direalisasikan dalam bentuk yang lebih riil. Pelibatan berbagai komponen dalam hal ini tentu akan mempercepat terjadinya tata kelola yang lebih berpihak pada pertanian Bali. Dengan kebijakan ini maka sudah saatnya pengelolaan pertanian Bali sudah semestinya kini berorientasi pada terjaganya lahan-lahan pertanian, tata kelola irigasi, dan berlanjutnya regenerasi petani. Tanpa hal ini, Bali akan memasuki masa-masa suram peradaban pertanian yang pada gilirannya akan bersinggungan dengan budaya Bali. Untuk itulah, mari kita selamatkan pertanian Bali dengan melakukan keberpihakan yang lebih jelas dan terukur.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Berdayakan Organisasi Sosial Tradisional

Akhir-akhir ini, Indonesia umumnya dan Bali khususnya dapat dikatakan keadaan darurat terhadap musuh manusia terbesar yaitu narkoba, miras, begal, bahkan terorisme. Di Bali, kita punya organisasi sosial tradisional seperti banjar, desa adat yang masih sangat efektif dalam membentengi diri dari berbagai rongrongan kejahatan narkoba, miras, begal/geng motor, teroris. Hal ini dapat dilaksanakan bila kita mulai komunitas paling kecil seperti keluarga dengan konsisten menanamkan nilai–nilai pendidikan keluarga. Karena pendidikan keluarga itu sendiri adalah usaha sadar untuk menanamkan nilainilai agama, budi pekerti, sopan santun, dan tata krama dalam keluarga, masyarakat dan seterusnya. Di sinilah peranan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan RI melalui Direktorat Pendidikan Keluarga seyogianya gencar memberikan pedoman pada aspek komunikasi informasi dan edukatif (KIE). Nyatanya sampai saat ini pendidikan keluarga sama sekali tidak terdengar gaungnya di masyarakat. Padahal, kalau diumpamakan sebuah bangunan: pendidikan keluarga adalah fondasi yang pertama dan utama. Atas dasar inilah, penulis berharap Kementerian Pendidikan RI atau di daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan melalui Pemprov menggagas secara inovatif menindaklanjuti dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan atau sosialisasi terhadap materi pendidikan keluarga. Kalau saja strategi ini diterapkan di banjar, desa adat, maka terjadi upaya pemberdayaan kepada masyarakat secara bertahap dalam hal pendidikan keluarga. Inilah materi pembekalan bagi masyarakat yang dapat membentengi iman dan takwa (imtak) mereka dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia ini. Drs. I Ketut Suharthana, M.Pd. Jl. Dewata 1.A No. 8, Sidakarya, Denpasar

Petani Milenial untuk Pertanian Bali Pertanian Bali merupakan bagian dari aspek pendukung pariwisata Bali. Salah satu wilayah di Bali yang terkenal akan pemandangan pariwisata pertanian khususnya sawah dan subak adalah Kecamatan Ubud dan Tegallalang di Kabupaten Gianyar dan Desa Jatiluwih di Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2012 telah mengakui sistem pengairan pertanian Bali yang disebut subak sebagai bagian dari wisata budaya dunia (world natural heritage)

Oleh

Ida Ayu Candrawati, S.ST. esatnya pembangunan pariwisata di Bali tidak hanya menimbulkan dampak positif seperti terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah, dampak negatif seperti pengalihan fungsi lahan terutama lahan pertanian kini semakin mengkhawatirkan. Setiap tahunnya di Bali alih fungsi lahan pertanian menjadi tempat fasilitas pariwisata serta lahan tempat tinggal semakin marak terjadi. World Tourism Organization (WTO) telah menggariskan kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menitikberatkan pada tiga hal yaitu keberlanjutan alam, sosial dan budaya, dan ekonomi. Konsep ini secara jelas menjabarkan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh merusak alam, lingkungan dan lahan terutama lahan pertanian. Sejalan dengan maraknya alih fungsi lahan di Bali, kini Bali menghadapi tantangan pembangunan pertanian dan minat generasi milenial untuk bertani sangat minim. Jika hal ini terus terjadi maka pada masa yang akan datang bisa jadi pertanian dan subak di Bali hanyalah tinggal cerita. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian (ST) yang diadakan Badan Pusat Statistik (BPS) Bali tahun 2013 mencatat bahwa terdapat 237.295 petani pada subsektor tanaman pangan di Bali dan jumlah ini dikhawatirkan terus menurun seiring dengan maraknya alih fungsi lahan di Bali. Pada tahun 2013, BPS Bali mencatat luas lahan per-

tanian sawah mencapai 81.165 hektar, sementara pada tahun 2017 terjadi penurunan luas lahan pertanian sawah sebesar 2.539 hektar jika di bandingkan pada tahun 2013. Kementerian Pertanian saat ini sedang fokus untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang mampu berproduksi secara modern dan berorientasi ekspor dalam gerakan nasional satu juta petani milenial di Indonesia. Gerakan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir dan meningkatkan kapasitas petani ke arah yang lebih modern dan melahirkan generasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan teknologi, sehingga mampu mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia 2045. Pengelolaan sistem pertanian dengan teknologi modern merupakan wajah pertanian masa kini yang perlu disosialisasikan kepada generasi milenial. Era sekarang sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang memiliki ciri digitalisasi di segala aspek kehidupan. Ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam menciptakan generasi petani milenial saat ini. Yang pertama adalah pendapatan petani yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan hidup masa kini. Kecilnya pendapatan yang diterima petani menjadikan generasi milenial enggan untuk menjadi petani, ditambah semakin maraknya alih fungsi lahan di Bali yang berujung pada pendapatan yang lebih kecil lagi. Kedua adalah anggapan masyarakat terhadap profesi petani yang

tidak bergengsi jika dibandingkan bekerja di sektor lainnya, seperti sektor pariwisata, perdagangan atau sebagai PNS yang tentunya lebih digandrungi generasi milenial Bali saat ini. Dan yang ketiga adalah teknologi dalam pertanian di mana generasi milenial yang dilahirkan dalam era digitalisasi tidak menemukan sentuhan teknologi modern tersebut dalam pertanian, sehingga mereka melihat pekerjaan menjadi petani adalah pekerjaan yang tidak sesuai lagi dengan zaman mereka. Untuk menjawab tantangan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam pertanian khususnya subsektor tanaman pangan. Yang pertama adalah menggerakkan pertanian dengan konsep pariwisata. Selama ini, petani di Bali jarang mendapatkan insentif dari kegiatan pariwisata yang ada, padahal tidak dapat dimungkiri subak menjadi salah satu objek wisata yang dicari wisatawan mancanegara maupun domestik jika berwisata ke Bali. Pengembangan agrotourism dengan memanfaatkan aktivitas pertanian menjadi potensi wisata di Bali diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Wisatawan secara langsung dapat berinteraksi dengan kegiatan pertanian bersama dengan petani, sedangkan hasil pertaniannya digunakan untuk kepentingan hotel dan restoran yang secara khusus menjual makanan organik yang merupakan makanan sehat sekaligus menciptakan tren untuk wisatawan domestik

dan mancanegara. Dengan cara seperti ini diharapkan generasi petani milenial dapat melihat potensi ekonomi dari kegiatan agrotourism ini. Yang kedua adalah kebijakan dalam mengurangi beban pengeluaran petani, khususnya yang terkait dengan kegiatan pertanian. Salah satu hal yang mendorong petani yang memiliki lahan pertanian khususnya sawah untuk menjual sawahnya adalah penghasilan dari pertanian yang tidak menentu namun pajak sawah yang harus dibayar mengalami peningkatan tiap tahunnya, sehingga pada akhirnya mereka lebih tertarik menjual lahannya. Diharapkan dengan adanya kebijakan baru mengenai pajak sawah di Bali dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan alih fungsi lahan pertanian di Bali. Selain itu, kebijakan berupa asuransi pertanian dan asuransi kesehatan untuk para petani perlu dikembangkan dan disosialisasikan lagi. Pada bulan Februari tahun 2019, telah disosialisasikan Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) yang digunakan untuk pelaksanaan dan pendaftaran program asuransi usaha tani padi (AUTP) 2019. Diharapkan dengan adanya aplikasi SIAP, proses pendaftaran semakin cepat dan mudah sehingga ke depannya petani lebih siap menghadapi risiko akibat gagal tanam, gagal panen, maupun bencana alam. Yang ketiga dan tidak kalah pentingnya adalah inovasi pertanian berbasis teknologi seperti stimulus start up yang dapat membantu proses penanaman hingga panen lebih efektif dan efisien. Teknologi masa kini seperti drone dapat dimanfaatkan untuk memetakan lahan, sehingga ke depannya drone bisa menggantikan peran petani dan bekerja sesuai dengan peta yang sudah dibuat. Pemanfaatan drone dalam mengusir hama sawah seperti burung, melakukan kegiatan penyiraman

dan penyemprotan, melakukan monitoring kesehatan tanaman dan prakiraan cuaca/musim tanam dapat membantu petani lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya. Selain itu, pemasaran hasil pertanian melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online perlu disosialisasikan sehingga pemasaran hasil pertanian tidak lagi tergantung pada tengkulak. Saat ini sudah ada lima marketplace pertanian yang bisa digunakan petani untuk menjual produknya secara online yaitu Agromaret, TaniHub, Petani, Pantau Harga, dan Limakilo. Diharapkan dengan berkembangnya marketplace ini dapat digunakan sebagai lapak bagi berbagai macam hasil pertanian, sehingga dapat menghilangkan praktik tengkulak yang sering merugikan petani selain itu dapat membantu petani lebih mandiri karena dapat bertransaksi langsung dengan konsumennya. Dan yang terakhir adalah sosialisasi tentang pertanian modern di media social, sehingga menarik minat calon petani untuk menjadi petani milenial masa kini, sosialisasi ini penting karena informasi tentang gambaran pertanian modern belum banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya. Dengan adanya pemanfaatan konsep pariwisata dalam pertanian, kebijakan dalam mengurangi beban pengeluaran petani, sentuhan teknologi dalam pertanian dan dibantu dengan sosialisasi kepada masyarakat tentang pertanian modern di Bali diharapkan dapat menarik minat calon petani milenial untuk dapat mengembangkan perekonomiannya di sektor pertanian, sehingga penilaian terhadap profesi petani yang selama ini kurang menjanjikan berubah menjadi profesi yang menjanjikan dan bergengsi untuk ditekuni. Penulis, Staf Seksi Statistik Industri Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

Masyarakat Minim Wawasan Tupoksi Wakil Rakyat POJOK HANYA dalam hitungan minggu lagi, masyarakat akan merayakan pesta demokrasi lima tahunan. Pada pemilu kali ini bukan hanya presiden dan wakil presiden yang dipilih, namun juga akan memilih wakil rakyat dari berbagai tingkatan untuk dapat mewakili suara masyarakat baik di daerah maupun pusat. Seperti suasana menjelang pemilu pada umumnya, penyelenggara pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta lembaga swadaya masyarakat yang menaruh perhatian terhadap pelaksanaan pemilu, kini sedang gencar-gencarnya mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan baik dan tidak menjadi golongan putih alias golput. Selain itu, ajakan untuk melawan segala bentuk politik hoax dan politik SARA juga terus dikumandangkan. Sedangkan di sisi lain yaitu para peserta pemilu terutama bagi mereka yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif juga sedang sibuk-sibuknya berkampanye. Mereka mempromosikan visi dan misinya apabila nanti terpilih menjadi seorang wakil rakyat. Walaupun semua pihak sangat bersemangat untuk menyukseskan pemilu tahun ini, tetapi masih ada satu permasalahan yang seharusnya juga mendapat sorotan. Sebagaimana layaknya seorang pelamar kerja yang harus mengetahui dan sanggup mengerjakan tugas yang akan diberikan apabila ingin mendapat pekerjaan, begitu pula berlaku bagi para calon legislatif. Tentunya mereka sudah harus tahu mengenai tugas yang akan diemban apabila terpilih

Oleh

I Gede Yudi Arsawan

‘’Alangkah baiknya apabila masyarakat juga diberikan edukasi mengenai tupoksi para wakil rakyat agar nantinya mereka dapat memilih orang yang benar-benar mampu mengemban tugas dengan baik dan bukan semata-mata memilih yang hanya pintar berbicara dan sekadar memberikan bantuan dana.’’ nanti. Sedangkan bagi masyarakat seharusnya juga sudah tahu mengenai tugas apa saja yang akan dikerjakan oleh para wakil rakyat yang akan dipilihnya. Ini sangat penting agar mereka dapat menentukan kapasitas calon wakil rakyat yang nantinya akan mewakili suara dan kepentingan mereka.

Dari sejumlah tugas, fungsi dan wewenang anggota dewan seperti fungsi legislasi, fungsi anggaran, fungsi pengawasan dan wewenang lainnya, mungkin sebagian besar masyarakat hanya mengetahui salah satu wewenang dari calon legislatifnya yaitu untuk menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Namun selain wewenang tersebut, sekiranya belum banyak yang tahu karena keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kesadaran untuk mencari tahu mengenai tugas seorang anggota dewan. Alangkah baiknya apabila masyarakat juga diberikan edukasi mengenai tupoksi para wakil rakyat agar nantinya mereka dapat memilih orang yang benar-benar mampu mengemban tugas dengan baik dan bukan semata-mata memilih yang hanya pintar berbicara dan sekadar memberikan bantuan dana. Walaupun ada yang berpandangan bahwa para anggota dewan juga memiliki tim ahli yang membantunya dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Tetapi perlu dipahami bahwa yang mewakili masyarakat nanti adalah anggota dewan tersebut dan bukan tim ahli mereka. Anggota dewanlah yang memiliki tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang mereka emban, karena baik atau buruknya cara mereka dalam menjalankan tugas akan sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat.

Gubernur Koster berharap kampus mendukung Nangun Sat Kerthi Loka Bali. - Ayo bersatu. *** Hotel harus hidangkan buah lokal, jangan beralasan kualitasnya rendah. - Ayo dukung buah lokal. *** Kata Wagub Cok Ace, Kadin Bali harus mengedepankan kepentingan daerah.

- Ayo tinggalkan kepentingan pribadi dan golongan.

Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana Kader PC KMHDI Badung

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Pon, 29 Maret 2019

Anggaran Promosi Terbatas

Enam Proposal Festival DTW Diajukan ke Pusat

Bali Post/bit

JATILUWIH - DTW Jatiluwih. Guna lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung, pengelola menggelar festival setiap tahunnya.

Tiga Komoditas Pertanian Berpeluang Ekspor

Tabanan (Bali Post) Selain manggis, sejumlah produk pertanian Tabanan memiliki peluang untuk diekspor. Namun mutunya masih harus diperbaiki agar sesuai standar ekspor. Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, belum lama ini mengatakan, produk pertanian selain yang memiliki potensi ekspor yaitu salak madu, durian, dan pisang. Potensi ekspor ini didasari pada volume produksi musim panen yang cukup besar. Salak terdapat di Desa Munduk Temu, Padangan, dan Pajahan. Durian jenis montong terdapat di Pupuan, Selemadeg Raya, Penebel, dan Baturiti. Sementara pisang hijau Taiwan sentranya menyebar di hampir semua kecamatan dengan pengembangan terbanyak di Selemadeg Raya, Penebel, Kerambitan, Marga, dan Baturiti. ‘’Selama ini jumlah produksi pisang di Kabupaten Tabanan cukup besar. Rata-rata per tandan bisa menghasilkan 15-20 kg. Begitu juga salak, produksinya bisa mencapai puluhan ton saat panen,’’ ujarnya. Meski memiliki potensi produksi yang besar, produk hortikultura tersebut masih harus diperbaiki lagi kualitasnya dan juga memenuhi persyaratan ekspor lainnya, seperti

harus memiliki registrasi kebun. Petani salak di Desa Munduk Temu sudah ada yang mengajukan regristrasi kebun. Sementara sentra pengembangan salak lainnya di Kabupaten Tabanan, yakni Pajahan dan Padangan, belum mengajukan untuk registrasi kebun. Suandra menjelaskan, untuk mengajukan registrasi kebun, kelompok petani membuat surat permohonan disertai kelengkapan ke Dinas Pertanian kabupaten. Petani akan diberikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Setelah persyaratan lengkap Dinas Pertanian Tabanan akan membuat rekomendasi ke Dinas Pertanian Provinsi agar proses registrasi kebun bisa dilakukan. ‘’Sebab, yang berwenang mengeluarkan registrasi tersebut adalah Dinas Pertanian Provinsi,” tegasnya. Selain syarat registrasi kebun, petani tentu harus memperhatikan kualitas produknya. Menurut Suandra, petani di Tabanan masih perlu didorong untuk menerapkan pola perlakuan tanaman sesuai dengan standar ekspor. Sebab, selama ini petani cenderung jarang memberi perlakuan khusus pada tanamannya. Padahal perlakuan khusus seperti pemupukan, peremajaan, penyiangan rutin, sangat diperlukan guna menopang kualitas produksi. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) – Keterbatasan anggaran promosi pariwisata di APBD mendorong Dinas Pariwisata Tabanan terus mencari celah bantuan dari pemerintah pusat. Tahun ini setidaknya ada enam proposal yang diajukan ke Kementerian Pariwisata untuk penyelenggaraan festival di sejumlah DTW di Tabanan. Tiga di antaranya kegiatan festival yang belum pernah digelar. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa menerangkan, dari pengajuan tersebut diharapkan akan ada lagi dukungan bantuan sponsor dari Kementerian Pariwisata, seperti tahun sebelumnya. Enam festival yang diajukan tersebut yakni Festival Tanah Lot, Festival Jatiluwih, Festival Ulun Danu Beratan, Festival Alas Kedaton, Festival Yeh Gangga dan Festival Tabanan Harmoni. Dari enam pengajuan tersebut, ada tiga festival yang baru diajukan tahun ini yakni Festival Alas Kedaton, Festival Yeh Gangga dan Festival Tabanan Harmoni. ‘’Yang tiga ini belum pernah kita gelar, semoga tahun ini bisa terwujud, karena kegiatan ini juga sebagai ajang promosi daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Tabanan,’’ ucap Yasa, Kamis (28/3) kemarin.

Pagu anggaran tiap festival berbeda. Total seluruhnya sekitar Rp 10 miliar. ‘’Namun ini bukan berupa dana melainkan dalam bentuk barang atau sarana pendukung festival sama seperti tahun-tahun sebelumnya,’’ terangnya. Untuk mendapatkan bantuan pusat, pemerintah akan melakukan verifikasi. Diharapkan keenam proposal itu seluruhnya disetujui pusat. Dijelaskannya lebih lanjut, festival difokuskan pada budaya dan potensi lokal objek wisata terkait. Contohnya Festival Jatiluwih yang dirancang Juni-November mendatang akan merangkul para petani setempat dalam proses olah pertanian yang menjadi daya tarik di kawasan tersebut. Begitu pun objek wisata lainnya. Sementara untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi desa wisata di Tabanan, pihaknya berencana membuat buku tentang riwayat desa. Harapannya, buku tersebut menjadi acuan untuk diinformasikan atau diceritakan kepada wisatawan yang datang ke desa bersangkutan. ‘’Buku tersebut bisa memuat informasi budaya hingga keunikan yang ada di desa bersangkutan. Terkait buku itu, kami sedang jajaki dengan perguruan tinggi maupun lainnya,’’ jelasnya. (kmb28)

Diusulkan Rp 4,8 Miliar

Anggaran Pilkel 98 Desa Hanya Rp 200 Juta Tabanan (Bali Post) -

Sebanyak 98 desa di Kabupaten Tabanan akan menggelar pemilihan perbekel (pilkel) serentak tahun ini, yang direncanakan usai pemilu. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk penyiapan anggaran pilkel. Namun di tengah keterbatasan keuangan daerah, anggaran pilkel untuk 98 desa hanya Rp 200 juta dari anggaran yang diajukan sebesar Rp 4,8 miliar. Anggaran tersebut diakui Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati sangat kurang. Meski demikian, pihaknya optimis pilkel serentak bisa berjalan baik dan lancar. ‘’Memang dengan jumlah desa yang akan menggelar pilkel dengan anggaran yang didapat, sangat kurang sekali. Tetapi mau bagaimana lagi, memang kondisi keuang a n d a e r a h y a ng masih kurang,’’ ucapnya. T e r k a i t kekurangan anggaran tersebut, Roemi menyebutkan ada

peluang yang bisa dibantu APBDes. Ada sejumlah kegiatan yang bisa didanai Pemerintah Desa. ‘’Tentu saja dengan ini bisa sedikit bernapas. Kalau tidak ada peluang itu, susah kita,’’ terangnya. Menurutnya, konsekuensi anggaran pilkel yang minim adalah sejumlah kegiatan dirampingkan. Salah satunya sosialisasi terkait tahapan pilkel yang rencananya mulai digelar Juni mendatang. Pada pilkel sebelumnya sosialisasi hingga tingkat desa. ‘’Kalau ada desa yang krusial, baru akan kita datangi.

Apalagi kami di DPMD juga telah membentuk tim yang nantinya bertugas melakukan pendampingan ke desa yang akan menggelar pilkel,’’ tegasnya. Tim yang bertugas melakukan pendampingan sudah berpengalaman menjadi pendamping pada pilkel sebelumnya. ‘’Jadi hanya perlu di-training sedikit, sudah bisa langsung melakukan pembinaan dan monitoring,’’ terangnya. Dari data DPMD Tabanan, pilkel digelar hampir merata di tiap kecamatan. Di Kecamatan Tabanan pilkel akan diselenggarakan di 12 desa, Kecamatan Selemadeg Timur sebanyak delapan desa, Kecamatan Selemadeg enam desa, Kecamatan Selemadeg Barat sebanyak tujuh desa, Kecamatan Pupuan sebanyak enam desa, Kecamatan Kediri 13 desa, Kecamatan Baturiti sembilan desa, Kecamatan Penebel 11 desa, Kecamatan Marga 12 desa dan Kecamatan Kerambitan sebanyak 14 desa. (kmb28)

Di Tengah Tingginya Harga Kelapa

Petani Terkendala Minimnya Tukang Petik

HARGA buah kelapa di Tabanan yang sempat menyentuh Rp 600 per butir, kini naik signifikan menjadi Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per butir. Tingginya harga kelapa membuat petani sumringah. Namun sayang, petani masih kesulitan memanen karena minimnya jumlah tukang petik. Pj. Perbekel Desa Lumbung Kauh Kecamatan Selemadeg Barat I Nengah Sukendya mengungkapkan, kenaikan harga tersebut membuat petani sumringah. Dengan harga cukup tinggi, petani kembali memperhatikan tanaman kelapa. Mereka tidak lagi membiarkan buah kelapa jatuh sendiri dan terbuang percuma seperti sebelumnya. Meski harga sedang tinggi, masih ada kendala dihadapi petani pemilik kebun kelapa, yaitu terbatasnya tukang petik. Terlebih kebanyakan pohon kelapa di Desa Lumbung Kauh sudah menjulang tinggi. Tidak banyak lagi pemetik kelapa yang berani memanjat. Kalaupun ada, meminta bayaran yang sangat tinggi. ‘’Minimnya tukang petik masih menjadi kendala buat petani,’’ tegasnya. Saat ini memang masih ada orang lokal menjadi tukang petik. Hanya saja bayaran yang diminta sangat tinggi sehingga dianggap tidak menguntungkan. Petani lebih melirik tukang petik dari Jawa yang mau menerima bayaran lebih murah. ‘’Misalkan dengan lahan seluas 4 hektar yang berisi ribuan pohon kelapa, saat panen mampu menghasilkan buah mencapai 10 ribu butir. Dengan harga per butir Rp 3 ribu, secara total harga jual sebesar Rp 30 juta. Pemasukan ini harus dipotong tukang petik dan

ongkos angkut. Bersihnya, petani dapat sekitar Rp 10 juta. Tapi itu cukup lumayan buat petani,’’ ucapnya. Harga kelapa yang mahal ini biasanya dikarenakan produksi di tingkat petani sedang menurun. Harga akan kembali rendah jika produksinya melimpah. Di sisi lain, saat produksi melimpah, serapan kelapa oleh pengepul tidak sesuai dengan produksi sehingga petani akhirnya memilih membiarkan kelapanya terjatuh sendiri. Menurut Sukendya dulu saat masih ada usaha kopra, harga jual kelapa di tingkat petani lebih terjaga. ‘’Ketika usaha kopra masih banyak dijalani warga, harga buah kelapa relatif stabil karena kelapa petani selalu ada

yang mengambil meski saat sedang melimpah. Mungkin usaha kopra perlu dihidupkan kembali sehingga terus ada yang menampung buah kelapa petani,’’ ujarnya. Hal senada dipaparkan Perbekel Desa Antosari, Selemadeg Barat, Wayan Widhiarta. Menurutnya, harga kelapa saat ini memang naik dan ada yang mencapai harga Rp 4 ribu per butirnya. Naiknya harga kelapa ini karena produksi yang turun akibat musim hujan. Meski kelapa di desanya sedang berbuah, namun masyarakat yang memiliki kebun cenderung memanen cengkeh. Hal inilah yang menyebabkan tukang petik kelapa juga menjadi jarang ditemukan. ‘’Tukang petiknya sekarang

lebih fokus ke cengkeh. Terlebih sekarang musim hujan. Sulit untuk memanen kelapa di kebun karena selain medannya licin, risikonya juga lebih tinggi dibandingkan memanen cengkeh,’’ papar Widhiarta. Untuk mengatasi fluktuasi harga jual kelapa yang sering naik turun, menurut Widhiarta di masyarakat harus ada keinginan untuk mengubah kelapa menjadi produk yang lebih bernilai jual seperti VCO. Namun untuk mencapai ini, memerlukan pembinaan, pelatihan dan modal usaha yang memadai. (san) KELAPA - Salah seorang pekerja di Selemadeg tengah mengupas kelapa.

Bali Post/san


BULELENG

8

Jumat Pon, 29 Maret 2019

Terkait Pembangunan Bandara Kubutambahan

Gubernur Sebut Setelah Infrastruktur Jalan Tuntas Singaraja (Bali Post) – Rencana pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, nampaknya masih terjadi tarik ulur, setelah ditetapkan skema pembangunannya melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kendati sudah ada kesepakatan penetapan seperti itu, namun kapan proyek bandara itu direalisasikan, sejauh ini masih belum ada kepastian. Malah kabar terbaru beredar, kalau pembangunan bandara di Bali Utara itu menunggu pemerintah menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan di Bali.

Wayan Koster

Bali Post/ dok

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan hal itu usai memberikan kuliah umum di Kampus Undiksha, Singaraja, Kamis (28/3) kemarin. Gubernur menambahkan, pembangunan bandara itu tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru. Dari kajian teknis yang dilakukan, masalah akses jalan menuju bandara itu dirancang jadi prioritas pembangunan lebih dulu. Ini karena pihaknya tidak ingin terjadi seperti

pengalaman pemerintah membangun bandara baru di daerah lain yang belum didukung aksesibilitas jalan memadai. Jika pembangunan bandara baru itu dipaksakan, maka implikasinya bisa jadi tidak akan memberikan hasil optimal yang diinginkan. “Saya tidak ingin seperti pembangunan bandara di Kertajati Jawa Barat (Jabar). Bandara itu sepi karena tidak didukung akses jalan memadai. Belajar dari pengalaman

itu, maka idealnya setelah akses jalan dibangun tuntas lebih dulu, barulah kemudian Bandara Kubutambahan itu dikerjakan,” katanya. Pembangunan infrastruktur jalan pada masa kepemimpinannya yang pertama ini kata Koster, masih sedang berjalan. Proyek itu antara lain pembangunan shortcut jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani. Proyek ini tahun ini akan mulai dibangun. Proyek itu ditargetkan tuntas 2021

mendatang. Selain itu, pembangunan jalan tol yang dikombinasikan dengan jalan by-pass serta rencana pembangunan kereta api lingkar Bali. “Jika infrastruktur jalan sudah ada, seperti shortcut dan kombinasi jalan tol dan by-pass, semua program itu sudah tuntas sehingga ada aksesibilitas akses yang mendukung pembangunan bandara baru di Kubutambahan,” jelasnya. Di sisi lain, Koster menambahkan, kendati pembangunan bandara itu belum ada kepastian, namun persiapan pembangunan infrastruktur perhubungan di Bali Utara itu tetap berjalan. Dia mencontohkan, saat ini pemerintah sedang menuntaskan status lahan untuk bandara tersebut. Hal ini karena lahan milik

Desa Pakraman Kubutambahan seluas 370 hektar itu telanjur dikontrakkan kepada pihak ketiga. Terkait kontrak lahan ini masih diselesaikan, sehingga nantinya skema penyertaan modal dari aset lahan untuk proyek bandara itu, di kemudian hari tidak ada lagi tersandung persoalan hukum. Proses persiapan lahan ini juga diakui masih mengganjal terbitnya Izin Penetapan Lokasi (Penlok) bandara dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub-RI). “Kalau Penlok itu masih menunggu status tanah di sana. Sekarang, lahan itu masih dirapikan dan setelah lahan itu benar-benar siap, barulah Penlok itu akan segera diterbitkan,” tegasnya. (kmb38)

Diduga Terseret Arus

Sukerta Dilaporkan Hilang Setelah Mancing

Bali Post/ist

KORBAN HILANG – Anggota Pos SAR Buleleng bersama Satpolair Polres Buleleng melakukan pencarian seorang yang dikabarkan hilang saat memancing ikan di laut sejak Rabu (27/3) lalu.

Singaraja (Bali Post) – Kasus orang hilang saat memancing kembali terjadi di Buleleng. Putu Sukerta (50), warga Dusun Sari Mekar, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak dilaporkan hilang setelah memancing ikan di laut. Diduga, korban yang sehari-hari menjadi petani itu, hilang terseret ombak saat memancing di kawasan Segara Rupek, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Sebelum dilaporkan hilang, keluarga korban menduga Putu Sukerta mancing di lokasi kejadian Rabu (27/3) lalu sekitar pukul 09.00 Wita. Sampai malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumahnya. Kemudian keluarganya berusaha mencari dengan menyusul ke lokasi korban mancing itu. Saat itu, di lokasi hanya ditemukan sepeda motor dan jaring yang ditinggal di daratan pantai. Sedangkan korban tidak ditemukan, sehingga peristiwa ini dilaporkan ke Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Buleleng untuk memohon bantuan pencarian bersama Pos SAR Buleleng. Kasatpol Air AKP Putu Ariyana seizin Kapolres

Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (28/3) kemarin, membenarkan telah menerima laporan orang hilang tersebut. AKP Ariyana mengatakan, dari keterangan salah satu keluarga Ketut Merta, kejadian ini berawal saat korban berpamitan hendak memancing. Korban meninggalkan rumahnya sekitar pukul 09.00 Wita. Sampai pukul 22.00 Wita, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga sempat mencari dan hanya menemukan sepeda motor dan jaring di lokasi kejadian. Tidak diperoleh keterangan dari warga, di mana sebetulnya posisi korban memancing ikan. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan cara berkoordinasi ke Pos SAR Buleleng untuk melakukan operasi pencarian. Mulai kemarin, operasi pencarian dilakukan dengan menyisir perairan Segara Rupek. Hasilnya, korban belum juga ditemukan. Dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan keluarga korban, pihaknya belum memastikan apakah korban hilang karena terseret ombak atau mengalami kejadian lainnya. “Kita terima laporan

orang hilang dan bukti petunjuk di lokasi kejadian minim. Anggota bersama personel SAR sudah melakukan pencarian dan korban belum juga kita temukan,” katanya. Koordinator Pos SAR Buleleng Dewa Hendri mengatakan, tujuh personel SAR telah diterjunkan untuk mencari korban. Bahkan, pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi sepeda motor dan jaring ditemukan, menyusuri pantai dengan menempuh jarak dari daratan sejauh 51 kilometer. Saat melakukan penyisiran, pihaknya juga meminta bantuan nelayan di sekitar lokasi kejadian agar menginformasikan jika menemukan tandatanda yang berkaitan dengan korban. Dari pencarian kemarin, SAR belum menemukan keberadaan korban. Karena belum bisa ditemukan, maka pencarian akan kembali dilakukan. “SAR bersama anggota Polair, keluarga, dan warga juga melakukan pencarian. Lokasi yang kita sisir dengan estimasi korban terseret arus. Pencarian masih berlanjut sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada,” katanya. (kmb38)

2020, BWS Tuntaskan SPAM Bendungan Titab-Ularan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari tampungan air Bendungan Titab – Ularan terus dikebut. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida menargetkan tahun 2020 mendatang, air dengan debit sekitar 350 liter per detik itu akan dimanfaatkan untuk cadangan air baku di Buleleng Barat sampai di Kabupaten Jembrana. Bagaimanakah realisasi pembangunan Bendungan Titab Ularan itu? KEPALA BWS Bali-Penida Airlangga Marjono usai menjadi narasumber Workshop Tata Kelola Air, Kamis (28/3) kemarin, mengatakan setelah Bendungan Titab-Ularan itu beroperasi, BWS akan melanjutkan program pemanfaatan cadangan air baku. Caranya dengan membangun infrastruktur SPAM TitabUlaran. Tahap awal, jaringan pipa dan reservoar sudah terbangun. Tahun ini, infrastruktur itu kembali dilanjutkan dan ditargetkan tuntas tahun depan. Sejalan dengan target itu, BWS akan mengoperasikan SPAM Bandungan TitabUlaran untuk kepentingan air minum. Sesuai perencanaan, cadangan air di bendungan yang diresmikan Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, itu dimanfaatkan untuk SPAM dengan debit sekitar 350 liter per detik. Dengan produksi air baku sebanyak itu, pihaknya belum memastikan berapa tambahan sambungan air minum yang bisa dilayani. “Pembangunan masih berlanjut dan sesuai perencanaan. SPAM akan tuntas tahun depan dan bisa mengalir 350 liter per detik. Air bendungan itu akan dialirkan untuk air bersih,” katanya. Selain SPAM Bendungan Titab-Ularan, Marjono mengatakan, cadangan air baku di Buleleng itu dipastikan terus bertambah. Ini karena, tahun ini BWS sedang merencanakan pembangunan Bendungan Tamblang. Saat ini, bendungan terbesar kedua di Buleleng itu

baru tahap persiapan pembebasan tanah. Namun, proyek yang mulai dikerjakan tahun 2020 dan pada 2024 mendatang, bendungan di Buleleng Timur itu dikerjakan tuntas. Sejalan dengan hal itu, air baku yang dibendung itu akan dilanjutkan dengan pembangunan jaringan SPAM. Sesuai perencanaan, SPAM Bendungan Tamblang menghasilkan sekitar 600 liter per detik. Selain untuk menambah cakupan air bersih di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, dan Kecamatan Sawan, SPAM ini mendukung penyediaan air bersih ketika pemerintah akan membangun Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan. “Kalau di Tamblang itu masih berproses, namun proyeksi kami, cadangan air baku ini akan menambah cakupan layanan air bersih untuk warga termasuk mendukung kalau kelak bandara itu dibangun,” tegasnya. Direktur Utama (Dirut) PDAM Buleleng Made Lestariana mengatakan, sejumlah daerah terutama dengan topografi berbukit belum bisa dijangkau dengan layanan air bersih. Untuk menambah cakupan pelayanan itu, pihaknya akan mengoptimalkan cadangan air baku dari jaringan SPAM terutama Bendungan Titab-Ularan, Air Sanih, dan Bendungan Tamblang. Untuk di Buleleng Timur, tahun ini, cakupan air bersih telah diperkuat dengan jaringan SPAM Air Sanih yang dibangun pemerintah pusat. Dari SPAM itu, pihaknya mengelola air bersih dengan debit

150 liter per detik. Sedangkan di Buleleng Barat, PDAM Buleleng dipastikan bisa menambah jangkauannya setelah mengalirkan SPAM Bendungan Titab-Ularan. “Kalau sekarang, kami melayani 68 desa dan kelurahan dengan pelanggan lebih dari 5 ribu. Daerah yang belum kami jangkau itu karena topografi berbukit, seperti Kecamatan Banjar atas, dan Buleleng Timur. Ini sebuah tantangan. Perlahan kami tangani lewat penyiapan SPAM oleh BWS Bali-Penida,” katanya. (mud)

Bali Post/kmb38

WORKSHOP – Workshop Tata Kelola Air digelar Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia.


Jumat Pon, 29 Maret 2019

GIANYAR

9

SDN 2 Pejeng Kangin Direnovasi

Sekolah Berlakukan ’’Double Shift’’

Gianyar (Bali Post) Pasca-insiden plafon jebol, renovasi bangunan yang rusak di SDN 2 Pejeng Kangin kini mulai dikerjakan. Sejumlah pekerja mulai melakukan pembongkaran genteng pada atap bangunan tersebut, Kamis (28/3) kemarin. Selama proses pengerjaan ini, pihak sekolah memutuskan untuk menerapkan double shift, yakni siswa kelas V dan VI belajar siang.

Bali Post/kmb35

PEKERJA - Sejumlah pekerja menurunkan genteng pada salah satu bangunan di SDN 2 Pejeng Kangin, Kamis (28/3) kemarin.

Motor Pencuri ’’Sesari’’ Dibakar Warga

Gianyar (Bali Post) Warga Desa Bukian, Payangan, Gianyar, Rabu (27/3) sore digegerkan dengan kasus pencurian sesari canang. Pelaku sempat dipergoki dan diamankan warga, namun berhasil kabur. Sementara sepeda motor Shogun warna biru DK 6526 KY yang ditinggal pelaku langsung dibakar warga yang emosi. Sementara itu, aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah uang yang diduga hasil curian pelaku. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Kamis (28/3) kemarin, pada Rabu sore sekitar pukul 15.20 Wita warga Desa Bukian Wayan Saba Wardana (50) sedang menyabit di areal kuburan di sebelah barat Pura Dalem, Desa Pekraman Subilang, Desa Bukian. Saat menoleh ke timur Wardana melihat ada orang mencurigakan berhenti di sebelah timur Pura Prajapati sambil tolah-toleh. Saksi Wardana kemudian mengintai gerak-gerik pelaku tersebut. Saat itu pelaku terlihat mengarahkan sepeda motor ke Pura Dalem, kemudian pelaku masuk ke areal pura tersebut. Beberapa saat kemudian pelaku keluar dari areal pura, selanjutnya mengendarai sepeda motornya menuju barat. Setibanya di kawasan kuburan, sepeda motor pelaku dicegat oleh Wardana. Wardana sempat menanyai pelaku yang mengaku asal Payangan itu. Kala itu pelaku yang belum diketahui identitasnya ini mengaku lewat lokasi tersebut untuk mencari umpan

untuk mancing. Wardana sempat ingin memeriksa isi tas ransel warna hitam yang dibawa pelaku, namun keburu dicegah oleh pelaku. Wardana yang tidak terima lantas mencoba menggiring pelaku ke balai banjar setempat. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di depan kuburan pelaku melakukan perlawanan hingga akhirnya berhasil lolos. Wardana lantas berteriak dan memberi tahu kepada warga lainnya bahwa ada pencurian. Mendengar teriakan tersebut, warga berdatangan untuk mencari pelaku, namun pelaku tidak ditemukan. Sepeda motor yang diduga milik pelaku lantas menjadi sasaran amukan warga dan dibakar. Kapolsek Payangan AKP Gede Sudyatmaja bersama anggotanya dan Tim Buser Polres Gianyar meluncur ke lokasi tersebut. Bersama warga, polisi melakukan penyisiran dan pencarian pelaku di sekitar TKP. Di tegalan milik salah satu warga ditemukan BB berupa uang terbungkus dalam tas plastik mini warna abu-abu yang disembunyikan pada pohon nanas. Namun pelaku sampai saat ini belum ditemukan. Menurut Sudyatmaja, uang sesari yang berhasil ditemukan sebesar Rp 898 ribu. Diduga uang itu dibuang saat pelaku melarikan diri karena ketakutan. ”Kami bersama warga sempat melakukan pencarian pelaku. Namun karena medan berat dan penuh semak belukar, pelaku belum berhasil ditemukan,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

AKSI - Personel TNI saat menggelar aksi bersih-bersih di Desa Keramas, Kamis (28/3) kemarin.

TNI Gelar Aksi Bersih-bersih di Keramas Gianyar (Bali Post) Prajurit TNI dari Kompi Senapan B Yonif Mekanis 741/GN yang berkedudukan di Jalan By-pass I.B. Mantra, wilayah Masceti, menggelar aksi bersih-bersih di lingkungan Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (28/3) kemarin. Mereka membersihkan sampah di desa setempat. Aksi bersihbersih yang dipimpin oleh Letda (Inf) Samhudi ini merupakan bentuk sinergi dengan masyarakat Desa Keramas. ‘’Selain bentuk sosial HUT ke-4 Yonmek 741/GN, kami juga ingin lebih mempererat rasa kebersamaan dengan masyarakat desa,’’ jelas Samhudi, kemarin. Menurut Samhudi, kegiatan itu melibatkan masyarakat Desa Keramas, Karang Taruna, PKK, dan perangkat desa sejumlah 100 orang. Sedangkan dari personel TNI Kipan B Yonmek 741/GN sebanyak 40 orang. ‘’Sasaran lokasi karya bakti ini, yakni membersihkan parit, gorong-gorong, pemungutan sampah di sepanjang jalan kurang kebih 1,5 kilometer,’’ ujarnya. (kmb35)

Kepala SDN 2 Pejeng Kangin Ida Ayu Nyoman Sukarini mengatakan, pihaknya sempat berkeinginan melakukan perbaikan plafon yang jebol tersebut secara sewakelola. Diungkapkan, pihak sekolah dan komite sempat membahas hal itu. Jika menggunakan sewakelola, pihaknya juga harus menghadap ke Dinas Pendidikan Gianyar dan mengisi berita acara. ‘’Itu awalnya karena kami ingin bangunan itu secepatnya diperbaiki. Apalagi para siswa sangat memerlukannya untuk proses belajar mengajar,’’ katanya. Ternyata tidak berselang lama dari kejadian plafon jebol tersebut, ada perintah dari Dinas Pendidikan agar perbaikan segera diselesaikan menggunakan jasa kontraktor. Dikatakan, kontraktor ini juga mau menuruti keinginan pihak sekolah dan komite, yakni dengan anggaran Rp 200 juta untuk renovasi genteng, plafon dan mengganti beberapa reng yang rusak. ‘’Untungnya kontraktor nurut dengan apa yang kami inginkan di sekolah dan komite. Sehingga kaitan upayakan anggaran itu mencukupi,’’ ujar guru asal Klungkung tersebut.

Menurut Sukarini, yang terpenting dari renovasi ini adalah mengganti gentengnya, lantaran kualitas genteng yang ada saat ini gampang rusak dan pecah. Sehingga rentan bocor ketika hujan turun. Kondisi tersebut juga langsung berdampak pada kualitas kayu reng dan plafon yang ada. Secara tidak langsung akan cepat rusak dan gampang dimakan rayap. ‘’Ini kualitas gentengnya tidak bagus dan cepat sekali pecah. Kayu reng yang tidak kena rembesan air saat hujan beberapa masih bagus,’’ teranganya. Selama proses perbaikan bangunan dengan tiga ruangan itu, yakni dua kelas dan satu ruangan guru, pihak sekolah mengatur jam pelajaran. Kelas V dan VI jadwal masuk kelasnya diundur menjadi pukul 10.00 Wita, sepulang kelas I dan II. Pemberian pelajaran juga akan menyesuaikan dengan jumlah mata pelajaran yang semestinya ada, sehingga diperkirakan siswa kelas V dan VI belajar hingga pukul 15.30. ‘’Pemberlakuan jadwal baru ini akan segera dimulai. Paling tidak hanya sekitar seminggu saja, karena target penyelesaian renovasi sekitar seminggu,’’ tegasnya. (kmb35)

Urgen, Keberadaan ”Sport Centre” Gianyar (Bali Post) Bencana banjir yang terjadi di Gelanggang Olahraga (GOR) Kebo Iwa, Gianyar beberapa hari lalu membuat pencinta olahraga kecewa. Pasalnya, lokasi tersebut selama ini menjadi satu-satunya pusat aktivitas olahraga. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas sport centre yang lebih representatif di Kabupaten Gianyar bersifat urgen alias sangat mendesak. Termasuk untuk menunjang prestasi para atlet di Gumi Seni tersebut. Dikonfirmasi Kamis (28/3) kemarin, anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara mengungkapkan, dalam lima tahun ke depan Kabupaten Gianyar memang harus memiliki sport center. Bahkan rencana ini sudah dicantumkan dalam Perda Olahraga Kabupaten Gianyar. “Melalui perda itu pemerintah akan memenuhi sarana prasana, termasuk melindungi dan memenuhi kebutuhan para atlet,” ujarnya. Salah satu pemenuhan itu, pemerintah sedang mempersiapkan rencana pemban-

gunan infrastruktur untuk penunjang olahraga. Dalam beberapa tahun ke depan dirancang untuk merealisasikan pembangunan GOR di setiap kecamatan. “Kalau tidak bisa sekalian, mungkin akan bertahap dibangun. Misalnya di salah satu kecamatan yang menjadi prioritas, sehingga kita tidak hanya bertumpu pada GOR Kebo Iwa,” katanya. Pebriantara mengaku sangat menyayangkan bencana banjir yang terjadi di GOR Kebo Iwa pascahujan lebat beberapa hari lalu, hingga harus menunda sejumlah pertandingan Porjar yang sedang berlangsung. “Ini baru pertama kali terjadi di GOR Kebo Iwa. Kemungkinan karena proyek yang sedang dikerjakan di sebelah utara GOR. Seharusnya pengelola proyek ini bertanggung jawab karena sudah mengganggu fasilitas umum,” ujarnya. Terkait infrastruktur olahraga, Pebriantara mengakui selama ini Kabupaten Gianyar memang kekurangan sejumlah fasilitas olahraga seperti renang dan atletik.

Khusus untuk atletik meski ada Stadion Dipta yang dikontrak oleh Bali United, tetap tidak mencukupi untuk olahraga yang satu ini. “Sebelum dikontrak sudah pernah dicek, di Stadion Dipta tidak cukup untuk atletik,” katanya. Pebriantara mengatakan, saat ini Pemprov Bali berencana membangun sport centre di Desa Sukawati. Pusat olahraga yang dianggarkan miliaran rupiah ini akan dikerjakan tahun ini. Pusat olahraga itu juga akan dilengkapi berbagai fasilitas. “Ini nanti akan bisa menjadi infrastruktur penunjang olahraga untuk para atlet kita,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Bupati Gianyar I Made Mahayastra juga menyoroti bencana banjir yang terjadi di GOR Kebo Iwa. Dikatakan, bencana yang merusak fasilitas lapangan basket di GOR itu terjadi karena pengerjaan proyek yang sedang berlangsung. “Kalau sekarang banjir,

itu mungkin garagara proyek ini,” katanya. Pascakejadian itu, pihaknya sendiri sudah berkoordinasi dengan Kadispora Kabupaten Gianyar untuk mengatur kembali jadwal Porjar yang sedang berlangsung, karena tidak bisa difokuskan di GOR Keba Iwa. (kmb35)

Konsultan Pengawas Hitung Aset Pemkab di Sentra IKM Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar kini m eng era hka n konsult a n pengawas untuk mendata a set p em erint a h d a era h sebesar 77 persen pada bangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. Apabila proses penghitungan aset ini berjalan cepat, proyek tersebut bisa dilanjutkan tahun ini. Apalagi Pemkab Gianyar sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 928 juta pada APBD Induk 2019 untuk melanjutkan pembangunan proyek yang tidak rampung di tahun 2018 tersebut. Dikonfirmasi Kamis (28/3) kemarin, Kepala Bappeda dan Litbang Pemkab Gianyar I Gede Widar-

ma Suharta mengatakan, Pemkab Gianyar kini m eng era hka n konsult a n pengawas untuk melakukan penghitungan 77 persen a set p em erinta h d a erah pada bangunan IKM Celuk. Dikatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan konsultan pengawas untuk mulai melakukan penghitungan. “Yang 77 persen ini kan sudah dibayar sehingga menjadi aset pemerintah daerah. Makanya kami tadi rapat dengan konsultan pengawas untuk memastikan aset tersebut,” katanya. Widarma Suharta menambahkan, penghitungan ini juga dilakukan untuk memastikan aset pemerintah daerah dengan selisih sekitar 11 persen hasil

pengerjaan pekerja proyek pada bangunan tersebut. Bila penghitungan ini sudah rampung, maka selisih pengerjaan 11 persen itu akan diserahkan ke pekerja proyek sesuai perintah Bupati Gianyar. “Konsultan pengawas meminta waktu satu minggu untuk proses penghitungan ini, merinci antara 77 persen aset pemerintah daerah dengan 11 persen hasil pengerjaan pekerja proyek,” jelasnya. Disinggung apa saja item 11 persen dari pengerjaan pekerja proyek IKM Celuk, Widarma Suharta belum mau menjabarkan terkait hal tersebut. Ditegaskan, untuk memastikan hal itu harus menunggu penghitungan dari konsultan pengawas. “Tunggu

penghitungan konsultan pengawas. Biar dipastikan yang mana saja aset kita,” tegasnya. Apabila proses penghitungan tersebut bisa segera dituntaskan, kata Widarma Suharta, maka pembangunan proyek yang tidak rampung di tahun 2018 itu bisa dilanjutkan tahun ini. Pemkab Gianyar sesungguhnya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 928 juta untuk melanjutkan pengerjaan yang tidak rampung itu. “Bapak Bupati berkomitmen untuk menuntaskan rencana IKM Celuk. Anggaran untuk melanjutkan proyek ini sudah disiapkan. Untuk menggunakan anggaran sebesar itu harus tander, namun pekerja ini malah melanjutkan pengerjaan di tahun

2019 tanpa sepengetahuan pimpinan (Bupati Gianyar red),” katanya. Widarma Suharta mengaku sudah berupaya menghubungi kontraktor terkait kondisi ini, namun belum bisa. Diungkapkan, kontraktor proyek IKM Celuk ini berkewajiban mengembalikan anggran sebesar Rp 450 juta lebih. Jumlah itu terdiri dari pengembalian sisa uang muka sebesar Rp 192 juta, jaminan pelaksana Rp 208 juta dan denda Rp 50 juta lebih. “Total anggaran ini juga harus dikembalikan oleh kontraktor ke Pemkab Gianyar. Makanya kami juga berupaya mengejar kontraktor ini yang diketahui sekarang sedang berada di Jakarta,” ujarnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Pon, 29 Maret 2019

Investor Pabrik B3 Masih Incar Kawasan Industri Negara (Bali Post) –

Kendati sudah beberapa kali bergulir, rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Jembrana belum ada kepastian. Pabrik yang nantinya akan menampung limbah medis rumah sakit di Bali ini dari informasi masih meraba lokasi yang tepat. Awalnya di Desa Tegalbadeng Barat dan Cupel yang masih masuk kawasan industri. Bahkan di Tegalbadeng Barat sebelumnya sudah dijajaki dengan sosialisasi kepada warga. Namun belum ada kepastian, dan belakangan lokasi beralih ke Desa Pengambengan. Dari informasi yang dihimpun akhir pekan lalu, sejumlah investor melirik lokasi di Pengambengan untuk pabrik pengolahan limbah itu. Sejumlah warga juga telah menyetujui adanya rencana tersebut, namun juga ada permintaan warga yang harus dipenuhi. Kepala Desa Pengambengan Samsul Anam dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya penjajagan dari sejumlah investor pabrik B3 di desanya. Menurut Anam, ada dua perusahaan yang ingin mendirikan pabrik B3 lokasinya di Banjar Munduk. Bahkan penjajagan itu sudah dilakukan dengan berkoordinasi bersama warga sekitar lokasi. Mulanya warga menolak rencana itu, tetapi setelah warga diberikan pemahaman dan ditunjukkan lokasi pabrik

serupa di Jakarta, warga justru mengharapkannya. “Pada intinya warga sudah menyetujui, asalkan dalam membangun itu memperhatikan persyaratan seperti jaminan kesehatan, tenaga kerja, memperhatikan lingkungan dan lain-lain,” terang Samsul. Total syarat yang harus dipenuhi menurutnya ada sembilan item. Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Wayan Sudiarta membenarkan masih berpeluangnya Jembrana khususnya wilayah industri untuk pembangunan pabrik B3 tersebut. Awalnya sudah ada tiga perusahaan yang mengajukan. Tetapi, terkait permohonan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di Kementerian Lingkungan Hidup RI baru satu perusahaan. “Baru satu perusahaan yang masuk, yang dua belum,” terang Sudiarta. Terkait persyaratan yang diajukan warga sekitar, menurutnya wajib diakomodir oleh perusahaan yang akan membangun tersebut. Misalnya, merekrut tenaga kerja menggunakan tenaga lokal untuk tenaga keamanan serta administrasi.

“Itu harus diakomodir, kami tekankan apapun yang diminta warga agar direalisasi,” ujar Sudiarta. Sebab, hal ini berkaitan dengan lingkungan sekitar. Namun, permintaan warga ini juga harus dibuat jelas dan dibubuhi materai. Pasalnya kesanggupan perusahaan untuk mengakomodir persyaratan warga ini juga akan dijadikan kelengkapan mengajukan izin. Pemkab Jembrana menurutnya terbuka untuk investasi dan sifatnya hanya memfasilitasi perusahaan. Termasuk perusahaan yang akan membangun pabrik limbah ini. Sedangkan untuk Amdal nantinya dikeluarkan oleh Menteri LH. Sedangkan untuk izin-izin yang dilengkapi di kabupaten berkaitan dengan izin prinsip, izin usaha dan syarat-syarat kelengkapan lain. Jembrana menurutnya merupakan salah satu kabupaten di Bali yang berpotensi menjadi pabrik limbah B3 ini. Tetapi hanya di daerah tertentu saja yang diperbolehkan sesuai zona pembangunan industri. Di antaranya Pengambengan, Cupel dan Desa Tegal Badeng Barat di Kecamatan Negara. (kmb26)

Lubang di Jalan By-pass Sudirman Bertambah

Negara (Bali Post) – Sejumlah titik di jalan Denpasar-Gilimanuk kembali mengalami kerusakan. Hujan dan genangan air yang terjadi belakangan ini diduga pemicu banyaknya lubang di jalan utama tersebut. Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Sudirman, Negara. Dari pengamatan Kamis (28/3) kemarin, jalan pintas (bypass) dalam kota baik dari arah Denpasar maupun Gilimanuk itu banyak terlihat lubang. Bahkan di antaranya, lubang sudah melebar. Baik di sisi jalan arah Denpasar maupun arah Gilimanuk merata terdapat lubang. Apalagi belakangan sering tergenangi air (kebanjiran) akibat hujan deras.

Kondisi lebih parah nampak di sejumlah traffic light di dalam Kota. Seperti di simpang empat Melati, Baler Bale Agung, simpang empat Taman Makam Pahlawan dan simpang empat Surapati. Jalan terlihat bergelombang dan membahayakan kendaraan melintas. Sejatinya ruas jalan tersebut sudah sering diperbaiki. Namun tak berselang lama, kembali bergelombang lagi. Para pengguna jalan sering mengeluhkan jalan yang sering rusak itu. “Ini padahal jalur utama, sering dilalui kendaraan dari luar Bali. Kenapa terus saja bergelombang,” ungkap Ketut Adnyana, pengendara motor asal Banyubiru.

Menurutnya jalan bergelombang dan berlubang itu membahayakan. Apalagi jalur tersebut sering dilintasi kendaraan dengan kecepatan tinggi. Pihaknya berharap agar jalan utama itu segera diperbaiki sebelum menelan korban. Keluhan serupa juga diungkapkan para sopir kendaraan umum. Mereka mengaku dengan kondisi jalan yang rusak itu juga berdampak pada kendaraan. Perawatan kendaraan lebih ekstra karena jalan yang dilintasi tidak rata. Dari pengamatan Kamis (28/3) kemarin, sejumlah petugas dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) mulai memperbaiki akses Jalan By-pass Sudirman dan jalan Udayana. (kmb26)

Bali Post/olo

RUSAK – Jalan di jalur utama Denpasar-Gilimanuk yang mengalami kerusakan diduga akibat sering tergenangi air.

Bali Post/olo

DONOR - Sejumlah warga di Pengambengan mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Yonif Mekanis.

Tiga Jam, 47 Kantong Darah Terkumpul Negara (Bali Post) Puluhan kantong darah terkumpul saat bakti sosial donor darah yang digelar Yonif Mekanis 741/ Garuda Nusantara di Desa Pengambengan, Kamis (28/3) kemarin. Satuan tempur Kodam IX/Udayana ini, sengaja menggelar kegiatan sosial di desa pesisir guna menggugah masyarakat untuk melakukan donor. Bersama-sama masyarakat memberikan sumbangsih bagi yang membutuhkan darah. Di samping itu, juga rangkaian HUT ke-4

dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jembrana, menilang sekurangnya 43 kendaraan. Baik kendaraan angkutan jenis bus, travel maupun angkutan sewa serta truk. Pelanggaran beragam, mulai izin muat, tanpa kelengkapan STNK, tanpa SIM maupun KIR. “Selama sebulan ini sudah 43 kendaraan yang kami tindak, termasuk kemarin operasi gabungan,” ujar

Koordinator Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik I Ketut Iriana Waskita, Kamis (28/3) kemarin. Dalam operasi gabungan itu, juga melibatkan Satlantas Polres Jembrana dengan sasaran kendaraan umum. Kendala yang dihadapi di antaranya masih adanya kucing-kucingan dengan pengemudi kendaraan umum. Mer-

Bali Post/olo

TILANG – Sejumlah petugas gabungan melakukan tindakan tilang pada pengemudi kendaraan umum yang melanggar.

kemarin. Hal ini juga didasari seringnya permohonan donor darah dari masyarakat. Sehingga memang kebutuhan donor darah masih banyak. “Ini juga sebagai rangkaian kegiatan sosial memperingati hari jadi Yonif ke-4. Kita bersosialisasi dengan masyarakat dan sekaligus mengenalkan tugas dan fungsi Yonif di Jembrana,” ujar Kapten Arman. Yonif menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Jembrana serta instansi terkait. Kantong-kantong darah

yang telah terkumpul ini bisa disalurkan dan dimanfaatkan melalui PMI. “Kita gelar di luar Yonif tujuannya juga mengajak masyarakat ikut serta melakukan gerakan sosial, salah satunya donor darah ini,” tandasnya. Sebanyak 47 kantong darah yang terkumpul dalam tiga jam pelaksanaan. Untuk mengugah masyarakat datang, Yonif juga mendatangkan alutista panser Anoa. Masyarakat juga diberikan pemahaman terkait tugas dan fungsi Yonif. (kmb26)

Penyampaian LKPJ 2018

Sidang Paripurna Gunakan Bahasa dan Busana Adat Bali

PENYAMPAIAN Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2018 dilangsungkan saat sidang Paripurna DPRD bertempat di aula Sidang DPRD, Kamis(28/3) kemarin. Tak seperti biasanya, sidang yang dihadiri Bupati I Putu Artha nampak berbeda. Pasalnya, sidang yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sugiasa dengan didampingi dua orang wakil ketua, I Wayan Wardana dan I Kade Darma Susila, mengenakan busana adat Bali, serta berbahasa Bali dalam tata pelaksanaan sidang secara keseluruhan. Termasuk saat Ketua DPRD I Ketut Sugiasa membuka sidang dengan menggunakan bahasa Bali. Begitu pula Bupati I Putu Artha saat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban di hadapan peserta sidang juga total menggunakan bahasa Bali. Meski untuk pertama kalinya sidang paripurna menggunakan busana dan bahasa Bali, namun selama berlangsungnya sidang seluruh penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati tahun 2018 yang disampaikan oleh Bupati I

Puluhan Kendaraan Umum Ditilang di Gilimanuk

Negara (Bali Post) Angkutan penumpang yang beroperasi antarprovinsi melintasi Gilimanuk diketahui masih banyak yang melanggar. Hal tersebut terungkap dalam operasi yang digelar di Gilimanuk belum lama ini. Operasi gabungan melibatkan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) wilayah XII Bali, NTB, Dinas Perhubungan Provinsi Bali

Yonif 741/Garuda Nusantara. Dalam aksi donor darah yang digelar di depan kantor Kepala Desa Pengambengan kemarin, terkumpul total 47 kantong darah. Baik dari anggota Yonif maupun warga yang sukarela mendonorkan darahnya. Kakorum Komandan Yonif Mekanis 741/GN Kapten Inf. Arman Adi Wibowo mengatakan, donor darah ini sejatinya secara rutin dilakukan yonif baik intern maupun melibatkan masyarakat seperti di Pengambengan

eka sengaja menghindar atau menunggu di tempat tertentu menghindari petugas. Awalnya operasi digelar di Terminal Umum Gilimanuk, namun diketahui banyak yang sengaja kucing-kucingan, sehingga dipindahkan ke Jembatan Timbang di Cekik. Dalam operasi, ada 99 kendaraan yang terjaring. Namun dari pemeriksaan 43 yang melanggar dan ditindak tilang. Penilangan itu di antaranya, 2 kasus tanpa STNK, 18 kasus izin muat, 7 tanpa SIM serta 2 KIR. Petugas Kepolisian juga menyita 27 STNK dan 2 SIM. Sedangkan dari BPTD, menangani pelanggaran 13 izin trayek, 13 tanpa buku KIR dan 1 kartu pengawas. “Jadi ada 14 ditindak dari Kementrian Perhubungan dan 29 dari kepolisian,” tambahnya. Operasi gabungan angkutan darat ini digelar guna menertibkan angkutan umum. Sebab ada indikasi banyak angkutan umum seperti travel, bus AKAP, pariwisata dan kendaraan sewa yang tidak memenuhi ketentuan beroperasi. Hal ini sangat penting untuk memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi sudah memenuhi ketentuan (SIM). Upaya ini juga sebagai bentuk untuk melindungi para penumpang. Operasi semacam ini menurutnya akan terus dilakukan. (kmb26)

ADAT - Sidang paripurna yang digelar di Gedung DPRD Jembrana kemarin mengenakan busana adat Bali. Putu Artha berjalan lancar. Sidang paripurna tentang LKPJ Bupati tahun 2018, kata Bupati Artha, pengelolaan keuangan daerah sebelum dilakukan audit dari BPK RI, dari sisi pendapatan, realisasi pendapatan daerah pada tahun 2018 sebesar Rp 1.096.533.676.477,72. Artinya, mencapai 97,91 persen dari target sebesar Rp 1.119.988.105.151,53. Sementara, kata Bupati Artha untuk pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang

sah, juga telah direalisasikan. “Pada pos PAD, kita mampu merealisasikan sebesar Rp 126.512.311.999,82 atau mencapai 97,18 persen dari potensi PAD sebesar Rp 130.178.756.580,49,” ujarnya. Sementara untuk dana perimbangan terealisasi sebesar Rp 693.195.696.316,00 yakni, melebihi angka yang ditargetkan sebesar Rp 691.501.422.972,30. Sedangkan untuk pendapatan daerah yang sah mencapai 92,80 persen atau sebesar Rp 276.825.668.161,90 dari yang ditargetkan sebesar

Rp 298.307.925.598,74. “Ini juga telah terealisasi dengan cukup baik,“ pungkasnya. Selanjutnya, pada sisi belanja, realisasi belanja daerah tahun 2018 sebesar Rp 1.217.106.319.875, atau 91,53% dari yang ditargetkan. Realisasi belanja daerah ini meningkat 17,17% atau Rp 178.323.936.161 dari realisasi tahun 2017. Peningkatan itu hampir terjadi di seluruh komponen belanja, baik belanja langsung maupun tak langsung. “Secara keseluruhan, semua urusan pemerintahan, baik urusan wajib, urusan pilihan, maupun fungsi penunjang pemerintahan telah dilakukan dengan baik, dan menunjukkan hasil sasaran kinerja maksimal,” ujar Bupati Artha. Ditambahkan Artha, pada urusan pendidikan, Pemkab Jembrana telah melaksanakan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantintas pendidikan warga Jembrana. Seperti tahun sebelumnya, alokasi melampaui 20% dari keseluruhan belanja daerah. Hal itu sesuai amanat UU Nomor 20 Tahun 2003, dengan jumlah anngaran tahun 2018 Rp 267.547.511.371. (ad896)


Karangasem

Jumat Pon, 29 Maret 2019

11

Membeludak, ’’Pamedek Tangkil’’ ke Pura Besakih Amlapura (Bali Post) Pamedek yang tangkil sembahyang ke Pura Besakih serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh kian membeludak. Karena pamedek ramai tangkil, hal itu membuat umat harus rela antre hingga berjam-jam agar warga bisa masuk ke pura. Imbas lainnya, kemacetan kendaraan juga terjadi di jalur utama Menanga menuju Besakih. Berdasarkan pantauan kemarin, pamedek yang hen-

dak tangkil ke masing-masing pedarmaan maupun ke Pura Penataran Agung harus berdesak-desakan akibat padatnya pamedek. Pintu masuk di sisi timur dan sisi barat Pura Catur Lawa, Ratu Dukuh dan Ratu Pasek menuju Pura Penataran Agung sesak oleh umat. Pamedek harus rela berdesak-desakan dan menunggu cukup lama hingga bisa masuk ke dalam pura. Tak hanya antre di pura, antrean panjang juga terjadi di jalan utama menuju Be-

sakih tepatnya di Arca, Desa Menanga. Termasuk dari jalur barat arah Kintamani juga macet. Kendaraan yang masuk terus terjadi, sehingga kendaraan harus berjalan merayap. Kendaraan yang datang dari arah barat diarahkan secepatnya menuju kantong-kantong parkir yang ada di Besakih, dari kantong parkir milik pribadi maupun daerah. Sementara bus besar tetap diarahkan parkir di terminal yang lebih luas di Kedungdung.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, membenarkan, pamedek yang tangkil membeludak. Kondisi itu membuat pamedek harus berdesak-desakan agar bisa masuk ke areal pura. “Hari ini, pamedek cukup ramai tangkil ngaturang bhakti. Kondisi ini pasti terus berlanjut selama Ida Batara nyejer dan masineb 12 April nanti. Apalagi, hari libur Sabtu dan Minggu, pamedek yang tangkil pasti lebih banyak lagi,” katanya. (kmb41)

Perubahan Kelurahan Jadi Desa

Sulit Terwujud akibat Terkendala Persyaratan Amlapura (Bali Post) Tiga kelurahan di Karangasem memang rencananya diubah menjadi desa. Namun, rencana itu dinilai sulit terwujud. Alasannya, terkendala persyaratan sesuai perubahan aturan. Di antaranya adanya moratorium dari Kemendagri. Di samping itu, jumlah penduduknya belum memadai. Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Karangasem Komang Agus Sukasena mengatakan hal itu, Kamis (28/3) kemarin. Menurutnya, ada tiga kelurahan yang rencananya ingin diubah menjadi desa yakni Kelurahan Subagan, Karangasem, dan Padangkerta. Wacana perubahan kelurahan jadi desa di Karangasem sudah muncul sejak lama, tetapi memang kenyataannya sampai sekarang belum bisa terwujud. “Rencana perubahan sulit terwujud lantaran terkendala persyaratan. Selain dari sisi anggaran, persoalan lainnya adalah adanya moratorium dari Kementerian Dalam Negeri serta jumlah penduduk yang belum memadai,” ujarnya. Dia menjelaskan, untuk

pemekaran, diakui memang masih memungkinkan. Itu pun kelurahan yang bersifat masih kedesaan, seperti di Kelurahan Karangasem yang membentang dari Lingkungan Susuan sampai ke Penaban di kelurahan Subagan bagian selatan. Untuk pemekaran kelurahan itu juga ada syarat-syarat yang ketat. Salah satunya adalah jumlah penduduk. Jika jumlah penduduknya belum mencukupi, maka hal itu akan sulit dilakukan. Pihaknya, selama ini telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi terkait rencana perubahan kelurahan menjadi desa itu, termasuk pemekaran kelurahan. “Kalau perubahan status juga ada Peraturan Menteri Dalam Negeri, karena itu menyangkut alokasi dana,”

itu hampir sama dengan DD yakni pembangunan di wilayah kelurahan bersifat skala kecil. Seperti perbaikan jalan perumahan, maupun gang dan lainnya,” tegas Sukasena. (kmb41)

terangnya. Lebih lanjut dikatakan, namun mulai tahun ini, masyarakat yang bernaung di bawah kelurahan sudah mendapat angin segar. Pasalnya, pemerintah pusat kini mulai memerhatikan kelurahan. Mulai tahun 2019 ini, kelurahan mendapatkan bantuan seperti hak dana desa. Namun, jumlahnya hanya Rp 300 juta. Dana itu malah sudah bisa diterima kelurahan pada tahun 2019 ini, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). “Dana itu masuk lewat APBD Karangasem. Nantinya, dana itu akan disalurkan ke kelurahan susuai mekanBali Post/kmb41 isme yang berlaku. Komang Agus Sukasena Peruntukan dana

Bertambah, Koleksi Lontar di Museum Penaban

Bali Post/kmb41

KONSERVASI LONTAR - Kegiatan konservasi lontar di museum di Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem.

Amlapura (Bali Post) Desa Dukuh Penaban Karangasem dikenal dengan museum lontarnya. Bahkan kini, koleksi di museum lontar Desa Adat Dukuh Penaban ini terus bertambah. Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya mengatakan hal itu, Kamis (28/3) kemarin. Menurutnya, keberadaan lontar di museum lontar Dukuh Penaban terus saja bertambah dari sumbangan lontar berbagai pihak. Agenda yang dirancang kemudian adalah menyalin lontar dari luar negeri. Sejauh ini, pihaknya bahagia, karena koleksi lontar di museumnya terus bertambah bahkan keberadaan lontar di sini semakin variatif. Sejauh ini, jumlah lontar yang teregister 315 cakep. Ditambah ribuan lontar yang belum teregistrasi. “Rencananya, transkip lontar dari luar negeri sekitar 4.800 buah lontar. Lontar yang belum dikonservasi di antaranya lontar Usadha, Wariga, serta Geguritan dan Sastra,” katanya. Suarya berjanji melakukan pendekatan ke warga agar menyimpan lontar di Museum Pustaka Lontar itu, sehingga lontar-lontar milik warga bisa dijaga lebih baik. “Kita akan terus cari keberadaan lontar lainnya. Sehingga lontar-lontar yang ada bisa dijaga dengan baik yang nantinya dapat diwariskan kepada generasi penerus,” tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

MEMBELUDAK - Pamedek membeludak tangkil ke Pura Besakih.

Arsip di Kantor BPKAD Berserakan

Segera Dirapikan agar Tak Kumuh

Amlapura (Bali Post) Arsip di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem berserakan. Sudah pasti hal itu membuat kantor tempat penyimpanan arsip itu tampak kumuh. Atas kondisi itu, BPKAD berjanji segera merapikan arsip itu. Salah seorang pegawai mengatakan, beberapa dari arsip itu sampai saat ini masih ada yang dipergunakan sebagai dokumen. Sesuai mekanisme yang berlaku, beberapa tahun sekali arsip itu baru bisa diputihkan. “Untuk sementara memang harus disimpan di situ dulu,” ujarnya. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah

(BPKAD) Karangasem I Nengah Mindra ketika dikonfirmasi memang tidak menampik kalau arsip-arsip itu masih berserakan di salah satu ruangan. Arsip tersebut sebelumnya tidak disimpan di sana. Arsip-arsip yang merupakan dokumen penting pemerintah itu berada di lantai dua. Akan tetapi, pascadiguncang gempa Lombok lalu, arsip itu sengaja dipindah ke ruangan tersebut. Sebab, ruangan di atas bocor. “Dokumen itu sementara kita taruh dulu di ruangan. Kalau dibiarkan di lantai dua, terus saja kena tetesan air, maka dokumen itu pasti akan rusak,” ujarnya. Mindra menambahkan dokumen-dokumen yang ada

di sana itu memang sebagian masih berlaku. Tetapi ada juga dokumen yang sudah tidak dipergunakan lagi. Saat ini, dokumen memang masih berserakan. Setelah pemeriksan dari BPK, maka dokumen-dokumen itu baru akan dirapikan. “Kita sudah carikan tempat untuk menyimpan dokumen-dokumen itu dengan baik. Memang ada beberapa arsip yang masih berlaku,’’ tambahnya. Tetapi, tambahnya, ada juga dokumen yang tidak berlaku lagi. Khusus dokumen-dokumen yang masih dipergunakan, kata Mindra, sudah diamankan dengan cara ditempatkan di bagian keuangan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

ARSIP BERSERAKAN - Arsip dokumen di BPKAD berserakan. Agar tidak terlihat kumuh, arsip itu rencananya segera dirapikan.

Disayangkan, Fasilitas Olahraga Tak Terawat di Karangasem

Warga Secara Swadaya Lakukan Pemotongan Rumput Masyarakat Karangasem yang sering memanfaatkan fasilitas olahraga sangat menyayangkan sejumlah sarana olahraga milik pemerintah daerah tidak terawat dengan baik. Seperti lapangan Yowana Wijaya dan Stadion Amlapura di Kelurahan Padang Kerta. Faktanya, rumput lapangan di sana tinggi karena tidak dipotong. Masyarakat berharap pemerintah bisa menganggarkan dana perawatan fasilitas tersebut. Bagaimanakah harapan masyarakat terhadap fasilitas umum yang perlu biaya miliaran rupiah ketika membangun, tetapi justru tidak dipelihara dengan baik? WARGA Karangasem, Komang Sudiarta, menyayangkan pemerintah daerah dikategorikan sangat kurang memerhatikan fasilitas olahraga di Karangasem. Seperti keberadaan dua sarana Lapangan Yowana Wijaya

dan Stadion Amlapura. Kedua fasilitas itu minim sentuhan perawatan dari owner-nya. Rumput lapangan dibiarkan tinggi dan tak pernah dipotong. Termasuk di panyengker stadion, rumput-rumput liar dibiarkan meninggi.

“Jujur saya selaku masyarakat sering menggunakan fasilitas olahraga itu. Saya menyayangkan hal seperti ini. Mengingat fasilitas olahraga ini dipergunakan oleh seluruh warga Karangasem,’’ ujarnya. Namun, kenyataannya selama ini tidak pernah ada perawatan atau pemeliharaan secara memadai. Seakan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Padahal, investasinya untuk membangun sarana itu perlu dana miliaran rupiah. Ketika sarana itu sudah berdiri megah, mengapa tidak dirawat dengan baik. Selama ini, kata Sudiarta, ia pribadi sudah sempat menanyakan kepada pengurus di KONI Karangasem, termasuk Disdikpora Karangasem terkait anggaran pemeliharaan lapangan itu. Setiap ditanya, mereka

memberikan jawaban klise, lantaran belum ada anggaran pemeliharaan. “Sebelumnya, saya sempat ingin meminjam mesin agar bisa mencukur rumput itu. Tetapi tak bisa memotong rumput itu karena pisau mesin pemotong rumput itu sudah tidak tajam lagi, sehingga tidak berfungsi,’’ tambahnya. Lalu, kenapa tidak dibelikan saja, jawabnya tidak ada anggaran untuk membeli pisau potong rumput itu. ‘’Jadi, memang miris. Kita hanya bisa mengelus dada dengan kondisi seperti itu,” ujarnya. Hal senada diungkapkan warga lainnya, Wayan Winarta. Selama ini kata Winarta, kondisi stadion di Padangkerta cukup memprihatinkan. Padahal dulunya, stadion yang dibangun saat zaman Bupati Wayan Geredeg itu, menyerap

anggaran puluhan miliar rupiah. Seharusnya, pemerintah sekarang bisa menjaga sarana olahraga yang sudah dibangun itu dengan baik. “Setiap sore, masyarakat banyak yang memanfaatkan fasilitas stadion untuk berolahraga. Itu artinya, keberadaan stadion yang didambakan itu benar-benar berguna bagi warga. Karena itu, seharusnya, lapangan ini dipelihara dengan baik. Jangan malah dibiarkan terbengkalai begitu saja,” pintanya. Bily Pardiana juga berharap pemerintah daerah memerhatikan sarana prasarana olahraga di Karangasem. Tidak lapangan saja, tetapi juga sarana olahraga lainnya. Pihaknya tidak ingin ketika akan digelar turnamen, sarana prasarana itu baru dicukur rumputnya.

“Selama ini, warga secara swadaya melalui urunan pribadi berusaha mencukur rumput lapangan itu. Lucu sampai tidak ada anggaran biaya

potong rumput. Saya harap ke depannya, pemeliharaan itu penting karena itu perlu dialokasikan dari pemerintah,” harap Billy. (nan)

Bali Post/kmb41

KONDISI LAPANGAN - Kondisi lapangan di Yowana Wijaya Amlapura tepatnya di sebelah SMAN 2 Amlapura rumputnya tinggi karena jarang dicukur.


KLUNGKUNG

12

Jumat Pon, 29 Maret 2019

SOSOK

Goa Jepang Harus Diberdayakan

KABUPATEN Klungkung memiliki Ida Bagus Mantra, yang tidak memiliki kaitan banyak bukti sejarah, yang menegaskan sejarah heroik perjuangan panjang Klungkung. daerah ini sebagai bagian penting dari Bali. “Membangun sebuah monumen perjuangan, Bukti-bukti sejarah itu, sampai saat ini masih seharusnya tentu tempatnya mesti ada pautan terlihat jelas. Namun, bukti sejarah itu ja- sejarah. Bahkan, yang memiliki semangat purang diberdayakan sebagai sarana edukasi, putan. Sebagaimana Klungkung yang identik maupun mengemasnya sebagai daya tarik dengan semangat puputan itu,” tegas Srikandi wisata, yang bisa memberikan manfaat bagi Banjarangkan ini. masyarakat di sekitarnya. Tokoh perempuan yang kini siap maju Sebagai contoh, Goa Jepang di Desa Banja- kembali menjadi calon legislatif dari Dapil Kerangkan, Kecamatan Banjarangkan. Lubang- camatan Banjarangkan ini, menegaskan bahwa lubang goa ini masih menganga dan amat seniman yang terkenal di sana dengan lukisan mencolok dari pinggir jalan, sebagai saksi Benang Tridatunya itu, yakni Sukanta Wahyu, bisu era penjajahan Jepang. Menurut tokoh juga mesti disiapkan tempat di sana. Sebab, di masyarakat Ida Ayu Made Gayatri, S.H., sebelah Goa Jepang ini, dulunya adalah tempat mestinya Goa Jepang ini dikemas sedemikian Sukanta Wahyu memamerkan hasil karyanya rupa, sebagai sarana edukasi bagi pelajar mau- yang cukup dikenal. Sosok Sukanta Wahyu, pun masyarakat umum. Pertama, harus bisa menjadi daya tarik tersendiri yang dipastikan kondisinya terawat dan bisa dikolaborasikan dengan Goa Jepang. aman dikunjungi. Kemudian, sarana Tetapi, dia justru dibiarkan memilih pupendukungnya harus dipenuhi, lang kampung, karena lahan tempatnya baik itu sarana literasi pendumemamerkan karya-karyanya itu terus kungnya maupun bentuk lainnya dipersoalkan. “Seniman itu semestinya yang bisa memberi gambaran difasilitasi. Bukan dihabisi,” tegas cabagaimana sesungguhnya sejaleg Dapil Banjarangkan, nomor urut rah asli Goa Jepang itu. “Ini bisa satu ini. dikemas dalam sebuah museum Menurutnya, Kecamatan Banjaperjuangan, yang bisa disiapkan rangkan butuh tokoh-tokoh yang di dekatnya. Ini terasa lebih berani dan mampu menyuarabermanfaat ketimbang kan aspirasi masyarakat. patung gajah itu,” kata Ida Ayu Made Gayatri mantan Wakil Ketua setidaknya sudah terbukti, DPRD Klungkung ini, pernah menjadi pimpinan saat ditemui, Kamis legislatif periode 2017(28/3) kemarin. 2019 dan masyarakat Bahkan, menusudah pernah merarut politisi Nassakan kerja kerasnya Dem ini, bukti mengawal kepentsejarah Goa ingan masyarakat Jepang ini bisa Banjarangkan. Ini menjadi dasar setidaknya bisa pembangunan menjadi pertimMonumen Perbangan besar ketojuangan. Jadi, bukohannya dibandingkan kan dibangun semcaleg lain, yang belum barangan di pinggir pernah teruji hasil kerjanya. Ida Ayu Made Gayatri, S.H. Jalan By-pass Prof. (kmb31)

Program ”City Tour” Jarang Dimanfaatkan Wisatawan Semarapura (Bali Post) Kota Semarapura memiliki sejumlah objek dan daya tarik wisata. Guna memberdayakannya, lokasi-lokasi menarik tersebut dikemas Dinas Pariwisata dalam program city tour. Tetapi, belakangan program ini jarang mau dimanfaatkan oleh wisatawan. Padahal, setiap harinya mobil city tour Semarapura selalu siap di depan Monumen Puputan Klungkung. Kota Semarapura memiliki sejumlah tempat menarik, seperti ikonnya Kertha Gosa, Monumen Puputan Klungkung, Museum Semarajaya, Pasar Umum Semarapura dan berbagai produk seninya. Potensi pariwisata ini, dikemas dengan cukup apik melalui program city tour. Ada juga tambahan sesuai dengan minat wisatawan, seperti ke Paksebali, Kamasan maupun Tihingan. Namun, wisatawan lebih memilih berlama-lama di Kertha Gosa maupun Monumen Puputan Klungkung. “Padahal, paket city tour ini gratis. Mobilnya selalu siap di depan monumen,” kata Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta, belum lama ini.

Dia mengaku masih memikirkan, bagaimana membuat tempat-tempat lain menjadi lebih menarik. Contohnya, ketika wisatawan datang ke Kertha Gosa, mereka juga mau sekalian melihat bagaimana isi Museum Semarajaya yang ada di sebelahnya. Ini perlu dikomunikasikan lebih lanjut dengan tour guide rombongan wisatawan, agar wisatawan mau melihat objek dan daya tarik lain, selain Kertha Gosa dan Monumen Puputan Klungkung. “Kalau semua objek dijadikan satu paket city tour, kesulitannya tidak semua wisatawan mau diarahkan sesuai dengan isi paket city tour. Contohnya, jangankan ke Kamasan, mengunjungi Kertha Gosa, mau diajak ke Museum Semarajaya saja, kadang sulit,” keluh Sukasta. Meski demikian, dia meluruskan bukan berarti objek lain tidak ada kunjungan wisatawan. Objek lain seperti di Kamasan, Paksebali, Tihingan dan lainnya juga kerap dikunjungi wisatawan. Tetapi, rombongannya biasanya ada yang langsung ke lokasi. Ada juga yang perorangan datang langsung ke salah satu lokasi.

“Kalau kunjungan ke setiap objek dan daya tarik wisata kita, pasti ada saja. Cuman, bagaimana agar semua terkunjungi dalam satu momen kedatangannya ke Klungkung, ini yang belum. Karena sulit kalau harus memaksa,” katanya. Dinas Pariwisata saat ini sedang berupaya memecah persoalan ini, dengan berkomunikasi lebih lanjut bersama pihak tour guide. Konsepnya perlu dirumuskan lebih lanjut, karena program city tour ini sebagai inovasi yang cukup baik dari sisi sistem pengembangan objek yang ada di Klungkung. Selain itu, Dinas Pariwisata terus menggencarkan promosi objek wisata dan menginformasikan segela potensi dan daya tarik wisata yang ada di dalamnya. Kini juga mulai bertumbuh objek-objek baru, sejalan dengan perkembangnya masyarakat di desa mengkemas wilayahnya sebagai desa wisata. “Selain merawat objek yang lama, kami juga harus memperhatikan objek wisata baru yang tumbuh dan berkembang, agar dapat menunjang pariwisata kita secara keseluruhan,” katanya. (kmb31)

Bali Post/kmb31

TOUR - Mobil City Tour Kota Semarapura siaga di depan Monumen Puputan Klungkung, tetapi jarang dimanfaatkan wisatawan.

Bali Post/kmb31

IRIGASI - Wabup Kasta saat turun langsung mengecek kondisi saluran irigasi di Kecamatan Dawan.

Saluran Irigasi Tersumbat dan Tertimbun

Puluhan Hektar Sawah Nganggur Semarapura (Bali Post) Para petani di Kecamatan Dawan, khususnya Subak Dawan dan Subak Pesinggahan, dibuat pusing dalam dua tahun terakhir. Masalahnya, saluran irigasi areal sawah setempat tersebut tersumbat secara misterius. Sebab, petani setempat tidak tahu, dimana titik sumbatan dan apa penyebabnya. Akibatnya, puluhan hektar lahan pertanian setempat menganggur. Karena praktis para petani tidak bisa melakukan penanaman padi maupun palawija, lantaran areal pertanian mereka terus menerus terendam air. Klian Subak Dawan Wayan Sumerta mengatakan, tersumbatnya saluran irigasi terjadi sejak dua tahun terakhir. Tersumbatnya aliran irigasi ini berakibat sebanyak delapan hektar sawah di Subak Dawan dan Subak Pesinggahan yang berada di samping aliran irigasi, tepatnya di sebelah utara Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra ini, terendam. “Aliran irigasi ini sejatinya melewati tiga subak, yakni Subak Dawan, Pesinggahan dan Subak Kusamba. Semuanya terdampak sejak

dua tahun lalu,” ujar Sumerta ditemui di lokasi, Kamis (28/3) kemarin. Akibat kejadian ini, dirinya bersama anggota subak lainnya hanya bisa pasrah. Karena lahan persawahan tidak bisa ditanami, baik itu tanaman padi maupun palawija. Hal ini tentu berdampak terhadap penghasilan para petani itu sendiri. “Rencananya tiga hari lagi kami bersama krama subak akan turun mengecek dimana sebenarnya tersumbat dan bagaimana solusinya,” imbuh Sumerta. Mendapat laporan tersebut, Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta turun melakukan pengecekan bersama Kadis Pertanian Ida Bagus Juanida dan Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Klung-

kung I Made Jati Laksana, Kamis kemarin. Wabup melihat langsung ke lokasi dimana aliran irigasi itu tersumbat. Namun, karena terhalang rerimbunan pohon dan ilalang, Wabup menunda penelusuran dan memastikan akan turun bersama krama subak untuk mengecek langsung pada Minggu (31/3) mendatang. “Nanti kita bersama-sama krama subak akan turun melakukan pengecekan di mana sebenarnya tersumbat, karena di hilir airnya terlihat lancar,” ujar Wabup Kasta. Tertimbun Longsor Pada kesempatan yang sama, Wabup Kasta juga memantau jebolnya tanggul Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra wilayah Dawan, yang dimanfaatkan warga

Subak Sampalan Baler Margi. Menurut Klian Subak Sampalan Baler Margi, Nengah Sukirta, jebolnya tanggul sudah terjadi tiga hari lalu. Akibatnya, saluran irigasi yang berada di bawahnya tertimbun material dan mengancam sekitar 60 hektar sawah yang akan memasuki masa tanam akhir bulan ini. “Kami sangat berharap kejadian ini segera mendapat tindak lanjut karena akhir Maret ini kami sudah memasuki masa tanam,” ujar Nengah Sukirta. Sementara itu, Wabup Kasta berharap kejadian ini agar segera mendapat perhatian dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. Sehingga tidak mengganggu aktivitas para petani di Subak Sampalan Baler Margi yang sudah memasuki masa tanam. “Kita berharap dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk bisa menangani kejadian ini,” harapnya. (kmb31)

Musrembang RKPD Tahun 2020

Bupati Suwirta Paparkan Tujuh Skala Prioritas

MUSYAWARAH Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrembang RKPD), Kamis (28/3) kemarin, dimanfaatkan dengan baik oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Momen tersebut, digunakan Bupati Suwirta untuk memaparkan tujuh skala prioritas dalam RKPD 2020, di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung. Sehingga, dapat dipahami bersama dan direalisasikan dengan baik oleh seluruh OPD. Bupati Suwirta menyampaikan musrenbang tidak boleh hanya menjadi acara rutinitas, karena agenda penting ini merupakan konsep pembangunan bottom-up. Di mana konsep bottom-up ini, merupakan konsep pembangunan dengan cara mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan apa yang bisa diperbuat untuk menanganinya. Musrembang RKPD ini, diselaraskan dengan Pemerintah Provinsi, ke dalam tujuh program skala prioritas pemerintah daerah. Pertama, soal penanggulangan kemiskinan, Bupati Suwirta menugaskan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar pada tahun 2020, program bedah rumah dan rehab rumah dapat diselesaikan. Kedua, soal pembangunan sumber

daya manusia, Bupati Suwirta menugaskan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, melalui program entrepreneur masuk desa agar mendata masyarakat KK miskin untuk bekerja ke luar negeri. Baik itu di darat maupun di kapal pesiar atau dapat bekerja di daerah perhotelan di Nusa Penida. Ketiga, di bidang pendidikan, Bupati Suwirta menugaskan agar mendata sekolah-sekolah sesuai dengan standarnya, untuk program Satu Desa Satu TK Negeri agar tahun 2021 seluruh desa di Klungkung sudah memiliki Satu TK Negeri. Sementara untuk beasiswa KK miskin, Bupati Suwirta menegaskan

agar beasiswa yang diberikan kepada KK miskin sesuai kebutuhan penerima beasiswa dan didata dengan sebaik-baiknya mengenai siapa yang berhak diberikan beasiswa. Terkait program angkutan siswa gratis, Bupati Suwirta meminta Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan untuk mengkaji angkutan Siswa Gratis agar bisa diadakan di tiga kecamatan di Klungkung. Keempat, perihal pariwisata, Bupati Suwirta meminta Kepada Dinas Pariwisata untuk mengkaji keperluan yang diperlukan untuk menangkap peluang dari program Pemkab Klungkung. Dari kema-

RPKD - Bupati Suwirta saat memaparkan tujuh skala prioritas dalam RKPD 2020 dalam acara musrembang.

juan pariwisata yang sedang berkembang di Nusa Penida dapat menjadi income bagi Klungkung. Sementara rencana pelabuhan segitiga emas agar segera dianggarkan. Kelima, pada bidang perekonomian dan pertanian, agar instansi terkait dapat menangkap peluang di sektor pariwisata dalam bidang penyediaan bahan makanan yang diperlukan. Untuk Garam Beryodium agar segera dianggarkan di tahun 2020. Keenam, soal lingkungan hidup, Bupati Suwirta menyampaikan kepada Sekretaris Bappedalitbang Provinsi Bali Ida Bagus Anom agar Program TOSS Klungkung dapat digunakan di seluruh Bali sebagai cara dalam mengatasi permasalahan sampah di Bali. Terakhir, ketujuh, soal reformasi birokrasi, Bupati Suwirta menyatakan apabila terdapat pegawai yang memenuhi syarat dan pintar, walaupun muda akan menjadi prioritas. Karena Pemkab Klungkung akan menggunakan sistem dalam hal melakukan tugas-tugas. “Untuk mewujudkan ketujuh prioritas tersebut, saya meminta agar adanya koordinasi yang baik antarinstansi terkait. Ini semua muaranya adalah untuk mensejahterakan masyarakat Klungkung,” tegas Bupati Suwirta. (ad897)

Antisipasi Keamanan di Lapas, Polisi Kumpulkan Warga Binaan

Semarapura (Bali Post) Menjelang pemilu serentak, berbagai upaya persiapan pengamanan dilakukan Polres Klungkung. Usai mempersiapkan kebutuhan personel, polisi menyasar Lapas Kelas II B Klungkung, Kamis (28/3) kemarin. Upaya antisipasi keamanan lapas, disampaikan melalui sosialisasi pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat, kepada semua warga binaan pemasyarakatan. Upaya ini dilakukan Direktur Tahanan Barang Bukti Polda Bali, yang di-

wakili oleh Wadir Tahti Kompol I Nyoman Rusta Alit. Kedatangannya, didampingi Wakapolres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedi Januartha. Upaya ini dilakukan sedini mungkin untuk menjaga keamanan dan ketertiban pada pelaksanaan pemilu mendatang. Sebab, dalam pelaksanaan pemilu serentak ini, tentu wilayah lapas amat rawan terjadi pelanggaran pemilu yang memicu keamanan di dalam lapas bisa terganggu. “Karena di antara mereka bisa saja saling memengaruhi. Jadi

kami tanamkan pengetahuan itu dari awal, kami pendekatan dengan hati. Semua bermuara dari hati mereka karena demokrasi ini bebas merdeka. Tidak ada tekanan dari siapapun,” ucapnya Dengan upaya ini, pihaknya berharap pemilu 2019 berjalan lancar, tertib dan aman. Selain dari aspek keamanan, Wakapolres Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, juga mendorong agar KPU sebagai penyelenggara melakukan kegiatan sosialisasi terkait mekanisme pemilihan

bagi warga binaan ini. Sebab, dengan keterbatasan warga binaan, mereka jarang mendapat akses informasi perihal pemilu serentak yang akan mencoblos lima surat suara. Masingmasing, untuk pemilu presiden, DPD-RI, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Kalapas Perempuan Kelas IIB Klungkung Reinhardt Ginting menyampaikan ada sebanyak 90 warga binaan pemasyarakatan yang memiliki hak pilih di dalam lapas tersebut. Mereka nampak serius

mengikuti arahan dari Tim Direktorat Tahanan Barang Bukti Polda Bali. Agar tidak berlangsung tegang, agenda itu, juga diisi dengan hiburan Bondres Promoter dari Polres Klungkung. Ginting bersyukur ada pengarahan seperti itu, karena dapat memberikan pemahaman berarti bagi warga binaan menjelang pemilu. Dia juga berharap agar KPU sebagai penyelenggara, juga bisa memberikan sosialisasi bagi warga binaan, untuk menjaga hak memilihnya sebagai warga negara. (kmb31)

Bali Post/kmb31

LAPAS - Warga binaan Lapas Kelas II B Klungkung saat mendapat pengarahan dari jajaran kepolisian.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Pon, 29 Maret 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Sgr Guru TK (S.Pd), unt TK Kristen. Krm CV : intibudiasih.school@gmail.com

Bth Admin Penjualan (Tabanan), bs komptr & Bhs Inggris,pglmn apply to: info@tsbali.com

Dbthkn:IT/Digital Marketing Syrt:min.D2,paham Sosmed,SEM/ SEO. CV : official.balioffice@ gmail.com

Dbthkn:Pengacara/Legal Drafter Syrt:SH, bisa Bhs.Inggris, siap krja team. Gaji/Tunjangan. CV: aya@vlobali.com / 759722

*Job Australi,Korea,Jepang.WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali

Dcari Karyawati Fotocopy/Print Hb.WineeBaliPrint,081936247579

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Dcr Adm Online,Sopir B1, Teknisi.Gj+Bns+Kms+BPJS. Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7,Dps.

B.BP.004.03.19.0000792

B.BP.001.03.19.0000602

B.BP.166.03.19.0000890

B.BP.004.03.19.0000707

Bank Swasta Nasional di Dps butuh Cpt Teller wnt, pend.S1 berpenampilan menarik,lebih diutamakan berpengalaman,Kirim CV ke: liemliliwati@yahoo.com B.BP.001.03.19.0000822

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

B.BP.031.03.19.0000889

B.BP.001.03.19.0000601

B.BP.001.03.19.0000829

Dcr Sopir & Tng Wnt bjng niat kerja tgl Dlm Hub.081246585097

B.BP.004.03.19.0000877

Dcr Staff Kirim. Pria,SMK/SMA, SIM C/A. Krm CV: Jaya Motor Jl.Setia Budi 21, Dps

B.BP.004.03.19.0000793

Dcr Tehnisi Pendingin Min SMK, Mengerti Listrik Hub.Jl.Pidada V No.09 Dps

B.BP.001.03.19.0000876

Dicari Sales untuk Dental, Gaji pokok + Transport + Bonus Hub Telp:262167/4747562 Tatia B.BP.001.03.19.0000782

Dcr Adm,Min SMA,bisa Comp,Maks 35th Hub.Jl.Pidada V No.09 Dps

Dicari Segera Manager Operasional untuk Art Shop Daerah Ubud Hub.089521036009

B.BP.001.03.19.0000875

B.BP.001.03.19.0000871

Dicari Adm.Wanita & Bag.Kasir Max. Umur.35Th(Gaji,UM,THR) Bawa CV Anda ke Jl.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung.085921213232

Wanted:Part-time Gardener. Seminyak Villa 4 days/week; 4-6 hour/day.English preferred.mobile Req Call W/App 62-812-388-3960

B.BP.001.03.19.0000873

B.BP.001.03.19.0000843

B.BP.821.03.19.0000866

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

Puravida Dibutuhkan Staff Adm Stock Wanita SMA/D1/D3 Max.30 CV 03614735705,08123853981

B.BP.001.03.19.0000757

DIJUAL MOBIL ISUZU

Panther LS’05 DK+ Inova Diesel ’15 V AT Pth 081236009045/Krdt

B.BP.001.03.19.0000884

KIA

All New Picanto’13 Manual,AsDK Hitam,91Jt Ng Hub.085237132480 B.BP.001.03.19.0000867

PROPERTY DIJUAL RUMAH

INNOVA DP

SANTI

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

SERVICE

SERVICE

SERVICE

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

PROPERTY DICARI TANAH

Dcr Tanah 2Ha,skt Jl. Ida Bagus Mantra, Gianyar, cocok utk sekolah nasional swasta. Harga murah. Tdk perlu pinggir jln besar,boleh masuk. Lebar jln min 7 mtr.Tnp Calo.Email data: nasional2019bali@gmail.com

PROPERTY DIJUAL TANAH

B.BP.001.03.19.0000881

Djl Rmh Jl.Jalak Puri Gdg 1Are WA:083198860888 Tnp Perantara B.BP.001.03.19.0000872

BAHAN BANGUNAN

50

JT-an Angsuran 5 Jt-an

087888229156 089657803589 C.0000641-MBL

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.03.19.0000783

B.BP.001.03.19.0000494

Aksesoris & Hadiah langsung

HUBUNGI

DIJUAL TANAH

Kav Jl.Bukit Tinggi Bringkit 350jt/A aspk Prum.081999740064

Djl Tnh T.Badung,Umalas,Sunset Road Jl.Ratna H.08123940424/TP

Diskon s/d 45 JUTA

30

DIJUAL RUMAH

Rumah Lantai 2,LT 1,5Are.Hub: 081237544219 (Tanpa Perantara)

BUC Dijual Rumah Lt.2 Daerah Pamogan Dps Hub.081338008522

PROMOSI JT-an Angsuran 3 Jt-an

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.004.03.19.0000882

TOYOTA

AVANZA DP

Informasi pasang iklan Telepon

RUPA-RUPA

Djl Tnh di Kendran Tegallalang Ls.19,5A,225jt/A,085738811100 B.BP.001.03.19.0000868

B.BP.001.03.19.0000878

RUPA-RUPA

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.03.19.0000704

KEHILANGAN HlgBPKBNo.E0626888-O&D753411 2-O AN.Wali Kota Dps,BPKB NO.A 1588271-O&A1588272-OAN.Pemda Kota Madya,BPKB No.A1126382-O an.Bag.Pryk Penyehatan Kab.Bdg BPKBNo.9987340-OAN.Pemda Tk.II Bdg, BPKB NO.A3483141-O AN.Wali Kota Madya Tk.II Dps B.BP.001.03.19.0000879

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.03.19.0000752


BANGLI

14

Jumat Pon, 29 Maret 2019

Bali Post/kmb40

TAK TERURUS - Tamanbali Raja di Desa Tamanbali yang keberadaannya tak terurus.

Jadi DTW, Tamanbali Raja Tak Terurus Bangli (Bali Post) -

Tamanbali Raja yang berlokasi di Desa Tamanbali telah ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Bangli. Namun, keberadaan taman berisi kolam yang konon merupakan peninggalan raja tersebut kondisinya tak terurus. Sejak beberapa tahun lalu, taman itu dibiarkan terbengkalai. Pj. Perbekel Desa Tamanbali Putu Windu Eka Suryantini saat dikonfirmasi, Kamis (28/3) kemarin, tak menampik kondisi itu. Dia mengungkapkan, keberadaan Tamanbali Raja yang dulunya sempat menjadi tempat rekreasi dan memancing bagi warga

tersebut sudah terbengkalai sejak lama. Dikatakannya, Tamanbali Raja menjadi salah satu objek di Desa Tamanbali yang ditetapkan sebagai DTW oleh Pemkab Bangli, selain Air Terjun Kuning dan Pancoran Solas. Karena masuk sebagai DTW, maka kewenangan un-

tuk pengelolaanya berada di tangan pemerintah kabupaten. Windu mengungkapkan, sejatinya pihak Desa Tamanbali sejak lama memiliki keinginan untuk menata dan mengelola taman tersebut sebagai objek wisata sejarah.

Akan tetapi, karena terhalang kewenangan, pihak desa hanya bisa mengusulkan penataan ke Pemkab Bangli melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di kecamatan. Namun demikian dari usulan yang selama ini diajukan, belum pernah ada tindak lanjut dari Disparbud. “Setahun lalu kami sudah usulkan untuk itu dan jawaban dari Dinas pariwisata, (status) tanah tersebut masih belum diketahui siapa

Rampas Uang dan STNK, Pria Pengangguran Dipolisikan Bangli (Bali Post) Seorang pria pengangguran berinisial IBGDS (20) asal Banjar Blumbang, Kelurahan Kawan, dipolisikan lantaran melakukan perampasan uang terhadap seorang perempuan. Itu dilakukan tersangka di jalan umum depan SD 6 Jehem, Banjar Tambahan Tengah, Desa Jehem Tembuku. Selain merampas uang, pelaku juga melakukan penganiayaan terhadap korbannya, A.A. Istri Ari Suandewi warga Banjar Pasekan, Desa Jehem. Kasus yang kini telah ditangani Polsek Tembuku itu terjadi pada Rabu (27/3). Sebagaimana laporan yang diterima pihak kepolisian, kronologis kasus bermula saat korban hendak membeli perlengkapan upacara di sebuah warung di Desa Jehem menggunakan sepeda motor. Setibanya di depan sebuah geria, korban secara tidak sengaja bertemu dengan pelaku. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menendang motor korban dan menarik rambut korban tanpa alasan yang jelas. Perbuatan pelaku mengakibatkan korban dan sepeda motornya jatuh. Korban saat itu langsung bergegas pulang ke rumahnya. Namun rupanya pelaku masih tetap mengikuti korban. Sesampainya di depan

SD 6 Jehem, pelaku kembali menarik tangan korban sehingga korban menghentikan kendaraannya. Pelaku kembali menarik rambut korban sehingga korban dan motornya jatuh. Korban yang saat itu mencoba berdiri, digigit pada bagian tangan kirinya. Pelaku juga merobek baju korban dan merampas uang Rp 100 ribu dan STNK milik korban. Setelah itu, pelaku langsung kabur meninggalkan korban begitu saja. Tak terima mendapat perlakuan itu, korban langsung pulang ke rumahnya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tembuku. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Kamis (28/3) kemarin mengatakan, pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Tembuku. Dari hasil interogasi polisi, motif pelaku merampas uang dan menganiaya korban karena ekonomi. “Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 365 KUHP,” kata Sulhadi. Kapolsek Tembuku AKP I Nengah Sukerta menambahkan, antara korban dan pelaku sudah saling kenal. “Karena bukan kali ini saja pelaku mencegat korban. Sudah sering. Tapi baru kali ini dilaporkan korban,” imbuhnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

KETERANGAN - Anggota Polsek Tembuku meminta keterangan korban.

37 TPS Masuk Kategori Rawan Bangli (Bali Post) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangli telah melakukan pemetaan tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk dalam kategori rawan saat pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang. Sesuai data, terdapat 37 TPS di Kabupaten Bangli yang masuk dalam kategori rawan. Sebagian besar TPS rawan itu berada di daerah pemilihan (Dapil) 2, Susut. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bawaslu Kabupaten Bangli, dua dari 37 TPS yang dikategorikan rawan tersebut merupakan TPS tempat mencoblos Bupati I Made Gianyar dan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta. Sementara sisanya merupakan TPS yang menjadi tempat mencoblos sejumlah tokoh politik yang mencalonkan diri dalam Pemilu kali ini. Dari total 37 TPS yang dikategorikan rawan, 7 TPS di antaranya berada di Dapil Bangli 1 (Bangli), 9 TPS di Dapil Bangli 2 (Susut), 8 TPS di Dapil Bangli 3 (Kintamani Barat), 8 TPS di Dapil Bangli 4 (Kintamani Timur) dan 5 TPS di Dapil Bangli 5 (Tembuku). Sebanyak 37 TPS tersebut ditetapkan atau masuk kategori rawan karena adanya calon yang memilih di tempat tersebut dan adanya potensi intimidasi calon terhadap pemilih.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli Nengah Purna mengatakan, data 37 TPS rawan tersebut merupakan hasil pemetaan pihaknya di lapangan yang telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Masuknya 37 TPS itu sebagai TPS rawan karena adanya tokoh politik atau calon yang memilih di tempat/TPS tersebut. “Berdasarkan pantauan ataupun kerawanan, biasanya jika ada tokoh poitik maupun caleg dalam satu TPS, maka ada banyak kepentingan yang terjadi dalam TPS itu. Baik intimidasi maupun mengarahkan masa ke salah satu caleg. Sehingga itu yang menjadi atensi atau prioritas kami terhadap TPS tersebut,” ujarnya. Mengenai adanya sejumlah desa di Bangli yang punya kasus/ konflik adat, Purna mengatakan pihaknya tidak ada memetakan TPS di desa tersebut masuk dalam data TPS rawan. Sebab pihaknya tidak melihat adanya indeks kerawanan yang terjadi di desa tersebut, dalam pelaksa-

naan pemilu selama ini. Sementara itu, terhadap 37 TPS yang masuk kategori rawan tersebut, pihaknya mengaku akan memberikan perhatian lebih dengan memperketat pengawasan. Situasi dan kondisi di TPS rawan itu akan terus dimonitor. Panitia Pengawas Desa dan Kelurahan (PPDK) yang ada di seluruh desa/kelurahan nantinya akan dikerahkan untuk memberikan prioritas pengawasan lebih pada TPS rawan tersebut. Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan saat hari pencoblosan di TPS rawan, pihaknya kembali mengimbau peserta dan penyelenggara pemilu untuk menuruti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pihaknya juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan Pemilu mendatang, dapat berjalan dengan aman dan lancar sesuai harapan. (kmb40)

TPS Dikategorikan Rawan 7 TPS di Dapil Bangli 1 9 TPS di Dapil Bangli 2 8 TPS di Dapil Bangli 3 8 TPS di Dapil Bangli 4 5 TPS di Dapil Bangli 5

(Bangli) (Susut) (Kintamani Barat) (Kintamani Timur) (Tembuku)

yang punya. Jadi saya sampaikan dan simpulkan, mungkin masih belum menjadi prioritas di kabupaten untuk membangkitkan Tamanbali Raja. Kalau taman itu diserahkan kepada kami, sudah pasti kami akan kelola dan kembangkan dengan baik,” jelasnya. Dalam musrenbang terakhir di kecamatan, Windu mengatakan kembali mengajukan usulan keberadaan Tamanbali Raja tersebut. Usulan yang diajukan berupa

pembuatan jalan. Diakuinya, selama ini memang sudah ada jalan menuju tempat tersebut. Akan tetapi masih berupa tanah. “Ada jalan paving, tapi kondisinya terbengkalai,” ujarnya. Karena Tamanbali Raja dinilai memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai tempat wisata, pihaknya sangat berharap Pemkab Bangli bisa kembali memberikan perhatian terhadap DTW tersebut.

Pemkab diharapkan menjadikan taman tersebut sebagai salah satu prioritas untuk ditata dan diperbaiki. “Desa Tamanbali berbeda dengan desa-desa lainnya di Bangli. Desa Tamanbali tidak punya kerajinan, tapi memiliki latar belakang sejarah kerajaan. Kami memiliki keinginan menjadikan desa Tamanbali sebagai desa wisata sejarah, salah satunya dengan menata dan mengelola Tamanbali Raja,” imbuhnya. (kmb40)

Pembahasan Empat Ranperda Mandek Bangli (Bali Post) – Pembahasan empat buah rancangan peraturan daerah (ranperda) di DPRD Bangli, mandek. Terakhir kali pembahasan ranperda itu dilakukan dewan bersama eksekutif pada bulan Februari lalu. Mandeknya pembahasan ranperda ini terjadi di tengah berlangsungnya masa kampanye Pemilu. Dikonfirmasi Kamis (28/3) kemarin, Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma tak menampik mandeknya pembahasan empat ranperda tersebut terjadi di tengah masa kampanye. Namun demikian, pihaknya menegaskan kegiatan kampanye yang dilakukan beberapa anggota dewan yang kembali maju dalam Pileg kali ini, bukan menjadi penyebab atau penghambat pembahasan empat ranperda tersebut. Dia menjelaskan, penyebab utama mandeknya pembahasan ranperda karena adanya rencana pusat menerbitkan beberapa aturan baru terkait perda yang tengah digodok. Saat ini DPRD Bangli masih menunggu peraturan

baru yang dimaksud itu untuk kemudian disesuaikan sebelum dilakukan penetapan. “Waktu ini kita sempat konsultasi. Ada beberapa peraturan baru yang akan diterbitkan. Ini kita masih tunggu. Kalau misalnya kita tetapkan ranperda itu sekarang, setelah itu terbit produk aturan baru tersebut, maka tidak sampai beberapa bulan kita harus merevisi ranperda itu lagi,” terangnya. Namun demikian, pihaknya tidak bisa memastikan kapan aturan baru itu akan diterbitkan pusat. Mengenai kelanjutan pembahasan empat ranperda itu, Basma mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pimpinan dan pansus. Pihaknya juga belum bisa menyampaikan mengenai target keempat ranperda itu disahkan. Basma hanya mengatakan, sebagaimana yang sempat ditargetkan sebelumnya, keempat ranperda akan disahkan sebelum April. “Nanti ini akan kita koordinasikan lagi dengan pimpinan,” terangnya. Seperti yang diketahui,

Bali Post/dok

Nyoman Basma

empat ranperda yang dibahas dewan dan eksekutif selama ini yakni ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, Ranperda tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ranperda tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan. Keempat ranperda itu diajukan oleh eksekutif. (kmb40)


Jumat Pon, 29 Maret 2019

Adi Parwa Senang Kehadiran Pemain Senior

PROFIL

Mangupura (Bali Post) – Pemain belakang I Nyoman Adi Parwa merupakan salah satu dari beberapa pemain muda Bali United yang ada saat ini. Bek asal Jimbaran, Badung ini mengaku sangat senang dengan kehadiran beberapa pemain belakang berpengalaman, lantaran dirinya bisa mendapat banyak ilmu dari para seniornya tersebut. Tahun ini Bali United kedatangan sosok pemain belakang senior seperti Leonard Tupamahu, Gunawan Dwi Cahyo dan Willian Pacheco. ‘’Kehadiran mereka bagus untuk pemain muda seperti saya agar bisa mendapatkan ilmu dari pemain yang lebih berpengalaman,’’ ujar Adi

Bali Post/ist

I Kadek Ferryawan

Kawinkan Emas

KENSHI andalan Gianyar I Kadek Ferryawan sukses mengawinkan medali emas nomor randori 65 kg dan embu I DAN pada Kejurprov Shorinji Kempo memperebutkan Piala Bupati Gianyar di GOR Kebo Iwa baru-baru ini. Atlet yang akrab disapa Dek Ferry ini selanjutnya menyiapkan diri mengikuti Porjar Gianyar. Ferry belajar kempo di Dojo Kebalian, Sukawati, sejak duduk di bangku kelas I SDN 2 Sukawati. Ia tertarik menekuni cabang olahraga bela diri ini karena mengikuti jejak sang ayah Wayan Rutawan. Ia tampil dalam kejuaraan kempo sejak duduk di kelas V SD. “Saya ikut kejuaraan lokal Gianyar dan Bali, namun belum dapat juara,” kenang atlet kelahiran Gianyar, 5 Februari 2001 ini. Prestasi Ferry mulai bersinar saat menempuh pendidikan di SMPN 1 Sukawati. Ia menyabet emas nomor embu kyu III campuran pada Porprov Bali XI/2013 di Denpasar dan mendulang emas nomor embu kyu II saat Porprov Bali XII/2015 di Buleleng. Ferry kembali menyabet emas nomor embu kyu I DAN pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. “Saya sekarang menyandang sabuk I DAN dan berhak melatih di Dojo Kebalian,” ucapnya. Ferry yang belum pernah berlaga di ajang PON karena belum cukup umur, juga menjadi juara embu I DAN dan randori 60 kg Piala Undiksha, juara embu I DAN Kejurprov 2018, juara randori 60 kg Kejuaraan Pelajar se-Bali, juara randori 45 kg Kejurda 2011, juara randori 65 kg dan juara embu I DAN Porjar Bali 2018. Sementara untuk profesi, dia tidak jauh dari sang ibu Ni Wayan Suartini yang menjadi bidan. “Saya ingin menggeluti dunia kesehatan mengikuti langkah ibu. Setamat SMA, saya ingin melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran. Mudah-mudahan diterima,” jelas siswa kelas III IPA 7 Dosman ini. (nel)

Bali Sabet Tiga Emas di Gresik

Jumat, 29 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Keteladanan (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Bali Channel Tourist TV 08:35 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Artha Buana Investama 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Taksu Pekak Billy, Seniman Serba Bisa 10:30 Wita Folk Song 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Keteladanan (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Kementerian Perdagangan 17:30 Wita Dialog Success Business Association 08:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Dharma Santhi Nyepi 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Lipsus Peresmian Pasar Badung 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Empu Ender Tengkulak Kelod (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Denpasar (Bali Post) Atlet Bali menyabet tiga medali emas pada hari pertama Kejurnas Atletik Jatim Terbuka di Stadion Joko Samudro, Gresik, Kamis (28/3) kemarin. Tiga gelar juara itu dihasilkan oleh Maria Natalia Londa, Ni Ketut Cita dan Dewa Mudiasa. Maria Londa mendapat emas di nomor lompat jauh putrid dengan lompatan sejauh 6,10 meter. Perak diraih Rohani (NTB) dengan lompatan 5,42 meter, sedangkan medali perunggu direbut atlet Bali Mitayuni dengan lompatan 5,35 meter. Ketut Cita mendulang emas di nomor lari 800 meter putri. Mudiasa berjaya di nomor bergengsi lari 100 meter putra. Atlet Bali lainnya Ketut Mertayasa membawa pulang medali perunggu di nomor lari 800 meter putra. Raihan emas tersebut membuat Maria Londa, Ketut Cita dan Mudiasa berhak mendapat tiket berlaga pada PON 2020 di Papua. ‘’Kami masih menunggu prestasi dan limit atlet Bali lainnya,’’ tutur pelatih atletik Bali Nyoman Suteja yang dikontak dari Denpasar. (022)

Parwa dikutip dari situs Bali United, Kamis (28/3) kemarin. Ia juga berkomentar tentang pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra. Menurutnya, pelatih yang akrab disapa Teco ini memiliki pribadi yang baik dan pintar memberikan motivasi kepada anak asuhannya. ‘’Selain itu, program latihan yang diberikan sangat bagus. Semoga saja kehadirannya bisa membuat tim berprestasi tahun ini,’’ katanya. Ditanya tentang harapannya tahun ini, Adi Parwa mengaku masih memiliki hasrat besar untuk memperkuat Bali United setelah pada dua musim terakhir harus merantau ke luar Bali lantaran

dipinjamkan ke klub lain. Ia juga berharap Bali United tahun ini bisa mencapai prestasi tertinggi yaitu menjuarai Liga 1 2019 atau Piala Indonesia 2018. Adi Parwa bergabung dengan skuad Serdadu Tridatu sejak awal tim ini berdiri tahun 2015. Ia bisa mampu bermain di beberapa posisi dengan cukup baik. Pengguna nomor punggung 88 i n i dapat bermain sebagai bek tengah, bek kanan atau gelandang bertahan. (kmb)

MU Permanenkan Ole Gunnar Solskjaer London – Manchester United (MU) menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer permanen klub dengan kontrak tiga tahun, Kamis (28/3) kemarin. Pelatih asal Norwegia ini telah menginspirasi kebangkitan kembali United sejak mengambil alih tugas Jose Mourinho yang dipecat, Desember lalu. Solskjaer memenangkan 14 dari 19 pertandingan dan memimpin Setan Merah lolos ke perempatfinal Liga Champions musim ini. ‘’Sejak hari pertama tiba, saya merasa betah di klub khusus ini. Merupakan suatu kehormatan menjadi pemain United dan kemudian memulai karier kepelatihan di sini. Beberapa bulan terakhir adalah pengalaman yang fantastis. Ini adalah pekerjaan yang selalu saya impikan untuk dilakukan. Saya sangat senang memiliki kesempa-

tan memimpin klub jangka panjang dan mudah-mudahan memberikan kesuksesan berkelanjutan,’’ kata Solskjaer dalam sebuah pernyataan di situs klub. Menurut Wakil Ketua Eksekutif United Ed Woodward, Ole membawa banyak pengalaman baik sebagai pemain (mencetak 126 gol dalam 366 penampilan) maupun sebagai pelatih, ditambah keinginannya untuk memberi pemain muda peluang dan pemahaman mendalam ten-

Bangun SMK Program ini memastikan bahwa 95 persen penduduk Bali mendapat Program Jaminan Pelayanan Kesehatan. Sementara dibidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan pelaksanaan Program Wajib Belajar 12 tahun. Untuk mendukung hal itu, Pemprov Bali akan membangun SMK baru di wilayah Kubu, Karangasem. Selain itu, akan disiapkan beasiswa untuk pendidikan Dokter Spesialis Radiologi Onkologi untuk kanker, kandungan dan anak serta beasiswa pendidikan S-1, S-2, S-3 bagi mahasiswa Bali yang kuliah di Bali dan luar Bali. Untuk mewujudkan itu semua, Koster berharap dukungan serta komitmen kuat, kesungguhan serta kasujatian dan keluhuran hati dari semeton krama Bali tak terskecuali perguruan tinggi yang menjadi tempat mencetak sumber daya manusia (SDM) andal. Untuk itu, Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini berharap agar perguruan tinggi bisa bersinergi dengan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyukseskan pembangunan yang telah dirancang. Terkait keberadaan Fakultas Kedokteran (FK) Undiksha, Koster berharap ke depan FK Undiksha bisa difungsikan sebagai pelayanan kepariwisataan daerah Bali. Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia sudah seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan, baik mancanegara

maupun domestik ke Bali. ‘’Bali sebagai destinasi wisata dunia, sudah seharusnya memberikan pelayanan kepada wisatawan khususnya pada pelayanan kesehatan. Kita harus bisa mengantisipasi segala hal yang bisa saja terjadi selama mereka melakukan kunjungan di Bali. Selain sebagai program studi yang berkaitan pengembangan dengan ilmu kedokteran, juga difungsikan sebagai pelayanan kepariwisataan. Karena kami akan membuat peraturan daerah mengenai standar pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan bagi para wisatawan. Yang melakukan diving rawan tenggelam, yang naik gunung bisa kecelakaan atau terjatuh, itu perlu penanganan khusus. Itu perlu penanganan khusus, dan itu program studi yang akan diberikan untuk pelayanan kepariwisataan. Ini memang berbeda dari fakultas

tang budaya klub. Di bagian lain, striker Tottenham Hotspur dan Inggris Harry Kane mengaku ingin mengejar karier di NFL, AS, suatu saat nanti. Ia yakin kemampuan bola matinya bisa diterjemahkan menjadi kesuksesan sebagai penendang NFL. ‘’Itu nyata. Sesuatu yang dalam 10 atau 12 tahun saya pasti ingin mencoba,’’ ujar Kane kepada ESPN. Kane (25) adalah penggemar berat NFL dan telah menjalin persahabatan dengan kedokteran lainnya, ada sekitar 30 persen materi berkaitan dengan pariwisata, itu keunggulannya,’’ terang mantan anggota DPR-RI ini. Untuk itu, Koster mengajak semeton krama Bali ikut mewujudkan cita-cita bersama menuju Bali Era Baru tersebut sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab terhadap eksistensi dan keberlanjutan Bali. Sementara itu, Rektor Undiksha dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor 1 Ida Bagus Putu Arnyana mengatakan jika Program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sejalan dengan Visi Undiksha ‘’Menjadi Universitas Unggul Berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045’’. ‘’Untuk menjadi unggul, Undiksha harus mampu bersaing dengan universitas-universitas lainnya, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Undiksha harus mampu

quarterback New England Patriots Tom Brady melalui media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyatakan telah mendapatkan inspirasi dari karier pemenang Super Bowl enam kali itu. Lucas Hernandes Bayern Munchen telah resmi mendatangkan bek Atletico Madrid Lucas Hernandez dengan nilai 80 juta euro (Rp 1,29 triliun) dan diikat kontrak berdurasi lima tahun. Pemain berusia 23 tahun yang memenangkan Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis itu akan bergabung dengan pemuncak Bundesliga tersebut pada 1 Juli mendatang. Selama menjalani tes memelahirkan lulusan-lulusan yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing,’’ ujarnya. Undiksha sebagai institusi akademik di pulau dewata,

dis di Bayern, dokter menemukan Hernandez mengalami cedera ligamen di lutut kanannya dan kemudian dioperasi. ‘’Ini adalah hari yang sangat penting dalam karier sepak bola saya. Bayern Munchen adalah salah satu klub terbaik di Eropa dan dunia. Saya bangga bisa berjuang memperebutkan semua gelar bersama Bayern,’’ ujar Hernandez. Hernandez yang bisa bermain sebagai bek tengah dan kiri, telah 67 kali tampil di La Liga bersama Atletico serta membantu memenangkan Liga Eropa dan Piala Super. Bersama timnas Prancis, ia turun 15 kali dan bermain di semua laga Piala Dunia di Rusia. (afp/kmb/ant) harus ikut berkontribusi dalam mewujudkan Visi-Misi Pemerintah Provinsi Bali untuk mencapai ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. (ad891)

Bali Berintegritas Kegiatan ini merupakan langkah maju bagi pengembangan organisasi dengan tema ‘’Sinergitas Kadin Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk Mewujudkan Bali yang Berintegritas’’, yang bermakna mensinergikan program kerja, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak. Kadin diharapkan mampu meningkatkan iklim usaha yang baik serta mengedepankan kepentingan pembangunan daerah. Untuk mewujudkan Bali Era Baru

seperti dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, penyelenggaraan pembangunan harus diikuti dengan paradigma yang meliputi berbagai aspek. Di antaranya pembangunan secara holistik, membangun seluruh wilayah Bali secara terpola, terencana, terarah dan terintegrasi dan memastikan keseimbangan pemerataan dan keadilan pembangunan antarwilayah kabupaten/kota se-Bali. Pembangunan juga harus berbasis perencanaan yang bersifat sinergis, berbasis kepemimpinan kultural, dengan pendekatan satu-kesatuan wilayah. (ad902)


uara

VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

H

IN

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

sur

at s uar

a

VVV

VVV VVVVVV VV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

KA KA TUNGGAL I

Arya Wedakarna, Caleg DPD-RI No. 42

Jaga Kepentingan Umat Hindu Indonesia di Senayan

SOSOK Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kini menjadi figur utama dalam pilihan generasi muda milenial Bali khususnya di Pemilu 2019 ini. Selain usia muda dan jejak rekam kerja yang jelas, Arya Wedakarna (AWK) juga dianggap tepat mewakili Bali sebagai anggota DPD-RI karena kecerdasan dan keberanian yang dimilikinya untuk membela kepentingan Bali dan juga umat Hindu Indonesia. Contoh bagaimana perjuangan AWK yang sangat jelas terekam di benak umat Hindu yakni pada saat AWK turun ke sejumlah wilayah di Indonesia pada saat umat Hindu mengalami permasalahan dan diskriminasi. ‘’Pejabat DPD-RI adalah wakil daerah tapi panggung perjuangan DPD adalah Nusantara. Sehingga walau saya sebagai wakil Bali tapi dalam

Hotel, Villa dan Restoran

Pendidikan Bali

Wonderful Indonesia

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Pon, 29 MAret 2019

B

erful nesia

SKandidat

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

VV V VV V VVV

ali

balipost http://facebook.com/balipost

kesehariannya seluruh urusan dan masalah republik menjadi urusan kami. Apalagi umat Hindu masih kerap mendapatkan diskriminasi baik dari politik kebijakan maupun politik anggaran. Di sini perlu wakil rakyat yang berani bersuara. Ini yang saya namakan Gerakan Satyagraha Hindu, gerakan untuk merebut apa yang telah hilang dengan jalan Jnana dan Artha,’’ pungkas AWK alumni IVLP Washington Amerika Serikat dan juga peraih suara tertinggi di Pemilu 2014 untuk DPD Bali. Sejumlah perjuangan AWK di pusat pun telah banyak dikenang oleh umat Hindu Indonesia seperti pendirian Sanggar Pamujan di Candi Prambanan, Pendirian Patung Dewi Danu di Songan Kintamani, penolakan terhadap wisata halal/syariah di Bali karena bertentangan dengan Perda Adat dan Pariwisata, pendirian sejumlah perguruan tinggi Hindu di Indonesia serta turun langsung saat umat Hindu mengalami diskriminasi seperti penolakan pendirian Padmasana di sebuah desa di Jembrana dan SD Negeri di Denpasar dan tragedi perusakan pura di Lunyuk, NTB. (kmb)

Oka Gunastawa Usung Politik Bergembira

Berjuang di Parpol Tak Perlu Banyak Uang

PARTAI politik (parpol), politik dan bahkan demokrasi kerap menempel stigma negatif. Politik selama ini dikonotasikan dengan kehidupan yang keras, dunia laki-laki, busuk, jahat, stigmanya negatif. Semua stigma negatif itu ditumpukan sebagai brand partai politik, politisi dan demokrasi. Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali I.B. Oka Gunastawa tak ingin terkungkung dengan stigma itu. Ia yang merupakan aktivis kampus sejak masih muda ini ingin mengubah pola pikir dan mindset masyarakat terhadap partai politik. Maka dari itu ia mengusung politik bergembira. NasDem secara nasional hadir membawa roh baru seperti cara baru berpartai, politik tanpa mahar, dan DPP NasDem juga memberikan kesempatan pada sumbu–sumbu pemikiran tumbuh dan berkembang dari daerah. ‘’Jadi bukan langsung top down. Selama ini partai yang lazim di masa lalu, seolah–olah Jakarta yang selalu lebih hebat dari yang di daerah, seolah-olah hanya di Jakarta-lah yang berkumpul orang-orang hebat yang memiliki pola pikir dan gagasan yang hebat,’’ ungkap Caleg DPR-RI Dapil Bali nomor urut 1 ini. Dari sejak awal berdirinya NasDem, sudah memiliki konsep bagaimana caranya memberikan ruang pada sumbu-sumbu pemikiran yang hebat itu muncul dari daerah dan Jakarta menerimanya dan mengadopsinya. Dengan adanya konsep seperti ini di NasDem, ia merasa mendapatkan ruang berkarya dan berimajinasi untuk menghasilkan suatu gagasan. Dari situlah ia berpikir bahwa politik itu harus bersahabat dengan kita, politik harus menerima semua kalangan, maka ia mengusung tema politik bergembira. Dengan politik bergembira memberi cara pandang yang berbeda terhadap suatu perjuangan gagasan atau ide– ide. ‘’Kalau kita tidak membawa suatu gagasan yang besar yang kita tawarkan pada masyarakat, maka dalam sekian waktu yang datang, orang akan membenci dan

Ukm

resisten terhadap partai politik, jika pola pikir berpartai ini tidak diubah,’’ ungkapnya. Politik bergembira itu ia maknai dengan suka cita dalam menyikapi atau memandang tugas, pekerjaan, dan jangan pernah merasa takut jika tidak punya uang, maka tidak berani terjun ke politik. ‘’Saya tidak sepakat. Saya bukan pemodal, orang kapitalis yang punya uang banyak, berani memimpin partai. Semuanya bisa kita lakukan dengan cara terhormat, dengan merangsang kemampuan dan kreativitas kita,’’ bebernya. Bahkan, ia yakin dengan sistem pola politik bergembira, yang dilaksanakan dengan suasana suka cita, maka keberlanjutan dalam memperjuangkan gagasan, pikiran, termasuk kariernya akan lebih menjamin, karena kita tidak perlu biaya tinggi, tidak perlu malu. ‘’Misalnya dalam pencalegan dia gagal. Jika dia sudah menganut politik bergembira dia tidak akan berhenti berkarier, terus berjuang karena politik tidak membuatnya buruk, jatuh karena saya tidak jor–joran, keluarkan uang banyak,’’ selorohnya. Jika seorang kader bisa m e mahami prinsip dari politik bergembira ini, ia yakin kader itu akan memiliki karier yang cemerlang dalam dunia politik, karena yang ada di sini adalah pengabdian, spirit perjuangan, persaudaraan, kebersamaan. (may)

Kesehatan

Aston Kuta

Pilihan Terbaik untuk Berlibur

Hotel, Villa dan Restoran

Trans Studio Mall Bali

Hadirkan PacMan dan 600 Jam Transmedia Show HADIR di beberapa kota besar di Indonesia, Trans Studio Mall akan dibuka (soft opening) di Pulau Dewata, Jumat (29/3) hari ini. Mengusung tema ‘’The Heart of Bali’’, Trans Studio Mall akan menjadi jantung masyarakat Bali dan wisatawan dalam memenuhi kebutuhannya. Tidak hanya itu, menonton film akan lebih seru dengan hadirnya XXI terbesar di Bali dengan 7 studio di dalamnya. Memiliki desain mall yang unik, saat memasuki mall pengunjung akan melihat PacMan yang bergelantungan dan jerapah yang hadir di sekitar mall. ‘’Tidak hanya entertainment, sesi Gamers Week juga dapat diikuti para pengunjung untuk berkompetisi dalam permainan PUBG, PS, Xbox, dan mendapat coaching clinic dari Gaming Expert. Sport & Community Week juga akan diadakan dengan mendatangkan berbagai komunitas yang ada di Bali seperti Motor Klasik, Mobil Klasik, Sepeda Klasik, Sneakers, Zumba, Salsa dan lain sebagainya,’’ ungkap A. Hadiansyah Lubis, Kadiv PR Trans TV. Menjelang kehadiran wahana permainan Trans Studio Theme Park tercanggih se-Asia Tenggara yang akan dibuka beberapa waktu ke depan, rangkaian pembukaan Trans Studio Mall akan diisi dengan tema ‘’600 Jam Transmedia Festival Entertainment Show & Community Gathering’’. Warga Bali dan wisatawan lokal maupun mancanegara akan menikmati penampilan berbagai artis papan atas seperti Afgan, Indra Lesmana, German Dmitriev, Arman Maulana, dan Ruth Sahanaya. Menurut Hadiansyah, beberapa artis lokal seperti Lolot juga akan tampil. ‘’Kami juga memberikan panggung bagi artis-artis lokal. Selain itu, banyak stan kerajinan dan produk lokal juga akan ada di mall ini,’’ tutupnya. (kmb33)

Aston Kuta Hotel & Residence

Pendidikan

Bali Post/025

DOA RESTU - Siswa peserta UNBK meminta restu Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Wayan Reta didampimgi wakasek.

SALAH satu tempat yang baik untuk berlibur dan perjalanan bisnis di Pulau Bali adalah Aston Kuta Hotel & Residence. Hotel ini merupakan one stop holiday dengan berbagai fasilitas dan pelayanan terbaik untuk para tamunya. Lokasinya yang strategis, Aston Kuta sangat dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai, Pantai Jerman, dan juga berbagai daya tarik pariwisata terbaik di Kuta seperti Pantai Kuta, Waterboom, dan berbagai pusat perbelanjaan. Hotel berbintang empat yang berada di bawah naungan manajemen Archipelago International ini memiliki 209 kamar terdiri atas 4 kategori yaitu kamar Superior, Deluxe, Family dan Premier Suite dengan pilihan pemandangan kolam renang atau taman. Semua kamar dilengkapi dengan interior bernuansa alam dan Bali klasik yang memberikan suasana resort tropis yang nyaman untuk beristirahat. Terdapat juga fasilitas kolam renang anak dan juga dewasa yang dilengkapi dengan pool bar, kids club, gym, Spa, dan 7 pilihan ruang pertemuan yang dapat menampung sampai dengan 180 orang. Aston Kuta merupakan tempat yang ideal untuk dijadikan pertemuan bisnis, seminar, workshop, talkshow, arisan, kelas memasak dan pernikahan sekalipun. Hotel ini seringkali dijadikan tujuan para pelaku perjalanan bisnis dari luar daerah. Hotel ini juga menyediakan Rooftop Lounge yang terletak di lantai tujuh dengan suasana yang nyaman berlatar belakang pemandangan matahari terbenam yang sangat cocok sebagai tempat bersantai di sore setelah beraktivitas. Lighthouse Rooftop menyediakan acara reguler setiap hari yaitu All-You-Can-Eat BBQ dengan 4 pilihan berbeda setiap harinya, I LOVE BBQ setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu yang menampilkan acara Live Music pada setiap hari Senin dan Rabu, MONGOLIAN BBQ pada setiap hari Selasa dan Kamis, dan juga Nusantara BBQ pada setiap hari Minggu. Pada hari Jumat diadakan Fridance Balinese Buffet yang tersedia di Sugar & Spice Restaurant dilengkapi dengan penampilan tari Bali secara live. Berdiri sejak tahun 2009, profesionalitas pelayanan Aston Kuta Hotel sudah tidak diragukan lagi. Aston Kuta menjanjikan standar kenyamanan dan pelayanan yang terbaik dengan dilengkapi sertifikasi internasional seperti ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu dan juga ISO 22000:2015 untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Dalam 10 tahun eksistensinya, Aston Kuta juga banyak mendukung program sosial seperti mempekerjakan penyandang disabilitas dan juga program anak asuh untuk warga yang kurang mampu. Aston Kuta merupakan suatu penawaran paket lengkap yang dapat memberikan pengalaman liburan yang tidak terlupakan. Untuk pemesanan kamar dan mendapatkan harga terbaik untuk liburan, saat ini Aston Kuta menyediakan layanan pemesanan yang mudah dengan dapat dilakukan dengan mengunjungi website Aston Kuta. (kmb33)

SMK Saraswati 1 Denpasar Tambah Unggulan Akuntansi dan Administrasi RS dan Perhotelan

Denpasar (Bali Post) Sebanyak 287 siswa kelas XII SMK (SMEA) Sarasawati 1 Denpasar sukses menjalani UNBK secara mandiri. UNBK diikuti 228 dari Program Keahlian Akuntansi dan 59 orang dari Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Drs. I Wayan Reta, M.Psi. didampingi Waka Kesiswaan Putu Yorniasih, S.Pd., M.Pd., Waka Kurikulum G.A. Hendrastuti, S.Sos, M.M., Waka Sarpras Ni Ketut Sheri, S.Pd., Humas Dra. Ni Nyoman Suriati, M.Pd. mengatakan UNBK diikuti dengan kehadiran 100 persen. Mereka akan

menjalani UKK 1-11 April mendatang. Sedangkan nilai minimal kelulusan 70 untuk normatif dan 75 untuk program keahlian. Untuk itu salah seorang gurunya, Hendrastuti, mengikuti uji kompetensi untuk menjadi asesor kompetensi keahlian. Hasil pelacakan alumni menunjukkan, 90 persen sudah bekerja, sisanya melanjutkan studi sambil bekerja. Bahkan 10 persen siswanya sudah melakoni bisnis online saat masih belajar. Di antaranya dalam bidang fashion, kosmetik dan kuliner. Sekalipun di luar kompetensi yang diajarkan, bagi Wayan Reta, tak masalah daripada dia

menganggur. Sebab, belajar ke sekolah bukan hanya menuntut ilmu namun juga menambah wawasan, menggali potensi, merencanakan bisnis dan networking lewat pelajaran kewirausahaan setiap semester. Sekolah di Jalan Kamboja ini kini banyak dilirik calon siswa baru. Banyak siswa SMP yang sudah melihat dan menitipkan nama di sekolah ini. Hal ini karena sekolah ini memiliki fasilitas lengkap, banyak memiliki guru produktif, dan 50 persen gurunya sudah S-2. Untuk memperkuat kualitas, SMK Saraswati 1 Denpasar mulai tahun ini menambah muatan unggulan

Akuntansi dan Administrasi Rumah Sakit (RS) serta Akuntansi dan Administrasi Perhotelan. Sebab, menurut Wayan Reta, dua bisnis ini memerlukan tenaga kerja yang spesialis di bidangnya. Tahun ini SMK Saraswtai 1 Denpasar akan menerima enam kelas siswa baru masing-masing untuk Program Keahlian Akuntansi, Administrasi/Manajemen Perkantoran, Pemasaran dan Perbankan. Dua kompetensi yang terakhir ini sangat laris di pasar kerja. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. memberi apresiasi positif SMK Saraswati 1 Denpasar

tampil dengan budaya mutu. Jika kampus baru Fakultas Farmasi dan Bahasa Asing Unmas sudah tuntas, sekolah ini akan mampu merekrut calon siswa lebih banyak lagi. Sekalipun berbasis bisnis, Kasek I Wayan Reta menegaskan siswanya banyak mengukir prestasi di lomba puisi. Anak-anak Teater Takhta SMK Saraswati 1 Denpasar meraih juara I lomba musikalisasi puisi se-Bali, juara III lomba dramatisasi puisi Reinkarnasi Budaya se-Bali di Unud. Juga juara II musikalisasi puisi tingkat umum di Denpasar Book Fair 2018. Mereka dibina oleh Ngurah Arya Dimas Hendratno. (025)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 29 Maret 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu