terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 191 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu kliwon, 29 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Polda Bentuk Satgasus
Stage Sidan Rusak Parah
Bau Bangkai Babi, Warga Mengungsi
Maraknya kasus jambret, copet, begal dan pengeroyokan di Jalan Mahendradatta dan Gatot Subroto (Gatsu) Denpasar mendapat perhatian serius Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Polda Bali pun membentuk satuan tugas khusus (satgasus), termasuk di Polres-polres.
Kondisi bangunan Stage Sidan, Gianyar semakin memprihatinkan. Kini pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke areal tersebut, lantaran hampir seluruh atap bangunan itu bocor. Di pintu masuk stage juga terpasang tulisan ‘’dilarang masuk, bahaya bangunan rusak’’. GIANYAR | HAL. 6
Menyusul kematian ratusan ekor babi milik PT ABS di Desa Bila, sebanyak 18 KK warga sekitar peternakan terpaksa mengungsi. Mereka mengaku tidak tahan dengan bau busuk yang diduga dari bangkai babi.
DENPASAR | HAL. 2
BULELENG | HAL. 10
ekonomi bali tanpa pariwisata, mungkinkah?
Pariwisata Bali telah dimulai sejak abad ke-19. Namun perkembangan pesat terjadi ketika memasuki akhir tahun 90-an. Artinya, meski pariwisata telah digarap, Bali pernah sangat lama tergantung pada sektor pertanian. Jejak manusia Bali yang beraba-abad hidup dari bertani mestinya dapat menjadikan manusia Bali tangguh, tidak cengeng terutama saat pariwisata tak lagi berpijar terang.
G
uru Besar Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. I Wayan Windia mengatakan, Bali sangat mungkin tetap tangguh tanpa pariwisata karena sebelumnya sangat kuat pertaniannya. ‘’Tiga puluh tahun lalu, 70 persen ekonomi Bali dipengaruhi oleh pertanian,’’ tegasnya, Jumat (28/2) kemarin. Bali mulai dimanjakan oleh pariwisata, karena transformasi ekonomi Bali yang terlalu kencang. ‘’Tiba-tiba saja melompat dari sektor primer ke sektor tersier. Sumbangannya pada PDRB Bali tiba-tiba saja melompat menjadi lebih dari 70%, dalam 25-30 tahun terakhir,’’ katanya. Normalnya, ekonomi bergerak dari sektor primer yakni pertanian ke sektor sekunder (industri pengolahan) baru ke sektor tersier (jasa, dalam konteks Bali adalah pariwisata). Pariwisata itu, kata Windia, sangat rapuh (fragile). Saat pariwisata mengalami masa kolaps seperti saat ini, maka ekonomi Bali juga ikut kolaps. ‘’Menggantungkan ekonomi Bali pada sektor pariwisata, itu yang tidak boleh,’’ kata Windia. Hal. 11 Ekonomi Bali
OPINI
Bali Tanpa PHR Oleh I Wayan Suartana ANCAMAN virus Corona, Covid-19, yang mengglobal saat ini menjadi cobaan baru bagi industri pariwisata Bali. Wisatawan Tiongkok penyumbang nomor 2 terbesar kini turun drastis, malahan dekat dengan angka nol. Bisnis pariwisata terancam dan pasti berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi karena efek pengganda pariwisata masif. Tiongkok sebagai raksasa ekonomi partner dagang dan pemasok wisatawan menghentikan sementara jalur transportasi ke Indonesia. Terbaru Arab Saudi juga melakukan hal serupa. Kebijakan pemerintah pusat untuk meniadakan pungutan PHR (Pajak Hotel dan Restoran) yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota untuk memungutnya selama enam bulan disambut antusias oleh pelaku pariwisata, tetapi di kalangan pemerintah daerah kebijakan ini dipandang bisa mengganggu target kinerja APBD khususnya sektor penerimaan daerah. Alur logikanya, kalau situasi belum normal tanpa dihentikan pun PHR tetap turun, karena karakter pajak yang melekat pada transaksi tergantung pada jumlah dan angka yang dibayarkan. Pemerintah pusat melihat dari sisi dampaknya. Kalau transaksi menurun pajak yang dipungut pun menurun, sehingga untuk menciptakan atmosfer bisnis menggeliat relaksasi PHR dilakukan dengan ‘’meliburkan’’ selama satu semester. Tetap harus diingat pajak yang dipungut bukan berasal dari uang perusahaan, tetapi dari wisatawan yang berkunjung, sehingga fokusnya adalah menggenjot kunjungan dan sementara waktu diharapkan ada yang mengganti arus kunjungan wisatawan Tiongkok dan negara-negara lain yang terkena virus Corona. Hal. 11 Okupansi Terjun
Harian Bisnis Bali Petani Dihadang Ancaman OPT Berhasil lolos dari dampak kemarau ekstrem, kalangan petani padi di Tabanan belum bisa tenang menunggu hasil panen. Hadangan berikutnya pun menunggu. Apa itu? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Bandara Tampilkan Penari Tunarungu Memperingati hari raya Galungan dan Kuningan, Bandara Ngurah Rai mementaskan kreativitas para penari tunarungu dari Gianyar. Mereka membawakan tarian Cendrawasih. www.denpost.id
Arab Saudi Stop Sementara Kunjungan WNA Jakarta (Bali Post) – Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penangguhan akses masuk bagi warga negara asing (WNA) ke wilayahnya sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona baru Covid-19 di Tanah Suci. Larangan masuk ke Arab Saudi juga diberlakukan bagi warga asing dari negara-negara yang terpapar virus Corona Covid-19, yang oleh otoritas kesehatan Saudi dinilai berbahaya. Berdasarkan laporan situasi harian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) per tanggal 25 Februari 2020, beberapa negara di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan peningkatan signifikan kasus Covid-19. Kasus Covid-19 paling banyak di wilayah Timur Tengah dilaporkan terjadi di Iran (95) dengan penambahan 34 kasus baru, Bahrain (26) bertambah 18 kasus baru, Uni Emirat Arab (13), Kuwait (12) bertambah empat kasus baru, Irak (5) bertambah empat kasus, Oman (4) bertambah dua, Afghanistan (1), Lebanon (1), dan Mesir (1). Bahkan tim dari WHO dikirimkan ke Iran untuk memberikan bantuan dukungan bagi negara Islam tersebut untuk mengendalikan virus Covid-19 yang mulai meningkat secara signifikan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah melalui keterangan tertulisnya mengatakan, jamaah umroh asal Indonesia yang sedang berada di wilayah Arab Saudi masih bisa melanjutkan kegiatan ibadah seperti biasa termasuk berziarah ke Madinah. Informasi yang diperoleh dari otoritas Bandara Internasional King Abdulazia Jeddah menyebutkan, penangguhan sementara penerbangan jamaah umroh ke Arab Saudi dari seluruh negara. (ant)
Bali Post/ant
BATAL - Sejumlah calon jamaah umroh yang batal berangkat ke Jeddah lewat Malaysia tiba di Terminal Kedatangan Penumpang Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai, di Dumai, Riau, Jumat (28/2) kemarin.
Memaknai Hari Raya Kuningan
Mempertahankan Kemenangan Mencapai Kemakmuran HARI raya suci Kuningan sangat terkait dengan rangkaian hari raya suci Galungan. Hari suci Galungan dimaknai sebagai sebuah kemenangan, sedangkan hari suci Kuningan dimaknai sebagai mempertahankan kemenangan itu untuk mencapai kemakmuran yang berlimpah-limpah, abundant. Maka dari itu, untuk mempertahankan kemenangan tersebut diperlukan prisai diri/kesigapan yang tidak boleh dianggap enteng dalam peperangan yang sudah dimenangkan dengan jalan dharma. TAMIANG - Seorang pedagang tengah melayani pembeli tamiang di sekitar Pasar Wangaya, Denpasar. Tamiang merupakan salah satu sarana yang digunakan umat Hindu di Bali dalam merayakan Hari Suci Kuningan.
Apalagi, ‘’peperangan’’ ini akan terus berlanjut dalam kehidupan, sehingga diperlukan pengamanan yang ekstraketat. Oleh karenanya, hari suci Kuningan disimbolkan dengan beragam jejahitan. Sarana jejahitan yang paling khas pada hari suci Kuningan adalah Tamiang, Sampian Gantung, Ter, dan Endongan. Lalu apa makna masing-masing jenis jejahitan tersebut? Sulinggih Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita menjelaskan, tamiang yang bentuknya bulat seperti perisai, dimaknai sebagai simbol perlindungan atau pertahanan diri dalam menghadapi dan mengarungi perputaran cakra roda kehidupan yang amat keras ini. Bentuknya yang bulat dipahami juga sebagai lambang Dewata Nawa Sanga yang merupakan penguasa 9 arah mata angin. Sementara itu, jejaitan berupa sampian gantung merupakan lambang peno-
lak segala rintangan yang merintangi kehidupan untuk mencapai kemakmuran. Di dalam sampian gantung terdapat nasi kuning yang bermakna sebagai lambang kemakmuran. Ter adalah simbol manah/ pikiran di mana manusia hendaknya memfokuskan pikirannya hanya pada satu tujuan, yakni demi mencapai kemakmuran bukan yang lain. Sementara endongan/kompek sebagai lambang wadah kemakmuran yang telah dicapai sebagai bekal yadnya untuk dipersembahkan lagi kepada Hyang para dewata, leluhur/Batara-batari. Endongan juga sebagai tabungan investasi kekayaan bagi para sentana keturunan yang masih hidup dalam mengarungi kehidupan untuk menggapai cita-cita pengetahuan/jnana yang setinggi-tingginya yang bermental ‘’endong’’ dan bermental pemenang. Hal. 11 Berperang Melawan
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Garapan ’’Rahayu Guna Kaya’’ Puncaki HUT Ke-232 Kota Denpasar
Diserahkan Penghargaan Seni, Budaya, Pendidikan dan Ekonomi Kreatif PUNCAK peringatan HUT ke-232 Kota Denpasar berlangsung meriah. Malam Gelar Apresiasi Budaya menjadi puncak perayaan hari jadi ibu kota Provinsi Bali ini. Pelaksanaannya dipusatkan di dua lokasi, yakni di Gedung Dharmanegara Alaya dan Lapangan Lumintang Denpasar, Kamis (27/2). Malam Gelar Apresiasi Budaya yang dikemas kreatif ini memberikan ruang bagi pengembangan dan potensi seni di Kota Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandira, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Pimpi-
nan Forkopimda, Pimpinan OPD serta masyarakat Kota Denpasar. Beragam sajian seni tradisi dan modern mewarnai peringatan sejak awal. Mulai dari penampilan hiburan Difabelabily Musco, garapan Seni Sanggar Bona Alit, penampilan Garapan Seni Rahayu Guna Kaya kolabroasi Sekaa Kubu Barong dan Hung Bali yang memadukan barungan kendang anak-anak dengan tarian barong, serta penampilan Drama Modern dari Teater Sadewa yang membawakan cerita berjudul “Orang Kasar”. Beragam penghargaan turut diserahkan Pemkot Denpasar kepada insan yang telah mengharumkan nama Kota Denpasar di kancah nasional dan internasional. Penghargaan Parama Budaya Tahun 2020 diberikan kepada I Nyoman Gede Sentana Putra (Keduk) dan I Wayan Ananta Wijaya. Lima budayawan Kota Denpasar meraih penghargaan Kerti Budaya, yakni I Nyoman Kertha, I Ketut Sena, I Gusti Bagus Wijaya, I Ketut Djagra dan I Nyoman Mustapa (alm).
Soal PHR, Disparda Tunggu Juknis Denpasar (Bali Post) Kebijakan pemerintah pusat akan membebaskan pengenaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) untuk beberapa daerah, belum bisa diterapkan secara langsung. Mengingat, aturan serta petunjuk teknis (juknis) belum diterima pemerintah daerah. Karena itu, kebijakan tersebut tidak serta merta bisa diterapkan. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Denpasar M.A. Dezire Mulyani saat ditemui di Gedung Dharmanegara Alaya, Jumat (28/2) kemarin. Dikatakan, meski secara lisan pihaknya mendengar ada kebijakan itu, namun belum ada turun aturan terkait itu. Pihaknya belum bisa menerapkan begitu saja. ‘’Kami belum menerima dasar hukum serta aturannya mengenai pembebasan PHR tersebut. Kami masih menunggu aturannya seperti apa. Kan tidak bisa diterapkan begitu saja, tanpa dasar hukumnya,’’ katanya. Dikatakan, bila kebijakan itu harus dilakukan, dipastikan akan berdampak cukup signifikan terhadap program kerja yang sudah disusun. Karena sumber dana dari PHR cukup besar. Namun, stimulus dari pemerintah pusat yang akan memberikan bantuan, diharapkan dapat membantu kondisi tersebut. Anggota DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra menilai pembebasan PHR di sejumlah daerah tersebut akan berpengaruh besar terhadap perolehan PAD. Termasuk Denpasar yang akan terkena kebijakan tersebut. Wakil Ketua DPRD Bali Tjok Gde Asmara Putra Sukawati mengatakan, kebijakan pemerintah pusat agar kabupaten/kota tidak memungut PHR selama enam bulan menjadi semacam dilema. Sebab, PHR merupakan penghasilan vital bagi kabupaten/ kota. Tetapi di sisi lain, justru dapat menjadi upaya untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia khususnya Bali. ‘’Memang ini dilema. Itu sangat bagus sebenarnya, meringankan wisatawan yang datang. Mereka tiketnya lebih murah, bebas visa, sudah itu tanpa kena pajak (tax free). Itu memang merupakan salah satu daya tarik wisatawan yang memang harus kita berikan,’’ ujarnya. Terlebih sekarang, lanjut Tjok Asmara, wabah virus Corona menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. Kalau PHR dibiarkan berjalan di tengah kondisi ini, memang berdampak biasa saja bagi wisatawan. Tetapi dengan memberikan tiket murah, bebas visa, hingga tax free diyakini membuat wisatawan lebih tertarik lagi untuk bepergian. Dengan kata lain, hal ini juga bisa disebut sebagai upaya promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota. (kmb12/kmb32)
Selain itu terdapat pula pengharaan bagi Sanggar Seni, Penghargaan Sang Sewaka Dharma, penghargaan bagi pelajar Kota Denpasar yang sukses mendulang prestasi internasional, penghargaan Bulan Bahasa Bali, penghargaan OPD Terinovatif dan penghargaan lainnya. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra,didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyampaikan kreativitas itu kita yakini sebagai sumber kesejahteraan baik secara individu dan komunitas serta umum. Karenanya marilah seluruh warga Kota Denpasar untuk senantiasa meningkatkan kreativitas dan usaha. Kreativitas itu akan bermakna lebih jauh jika kita mampu meningkatkan spiritualitas, intelektualitas dan sosial emosional yang bermuara pada Taksu. “Untuk warga kota khususnya generasi muda jangan ragu, mari kita mulai berkreativitas untuk menjunjung harkat dan martabat serta kesejahteraan kita bersama di masa depan,”
ujar Rai Mantra. Sementara itu, Wawali Jaya Negara menambahkan bahwa di hari jadi Kota Denpasar ke-232 ini kita berkomitmen untuk menyediakan ruang kreativitas seni bagi generasi muda. Seperti tadi sudah kita saksikan beragam kreativitas turut muncul. Pada intinya melalui tema ‘‘Rahayu Guna Kaya’’ ini yang mana penekanannya bagaimana kita mampu meningkatkan kualitas diri. Guna Kaya artinya kita mampu mengedepankan kreativitas diri, sehingga dapat bersaing memiliki kompetensi di era industri 4.0. “Jadi kami berkomitmen untuk menyediakan ruang kreasi dan kolaborasi seluas-luasnya bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing di era Revolusi Industri 4.0 ini,” ujar Jaya Negara. Terkait dengan penghargaan seni, Jaya Negara menekankan bahwa hal tersebut merupakan komitmen besar Pemkot Denpasar untuk penguatan seni budaya dan kearifan lokal, salah satunya dengan memberikan penghargaan ini. (ad839)
PENGHARGAAN – Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandira, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat menyerahkan penghargaan serangkaian Malam Apresiasi Budaya HUT ke-232 Kota Denpasar di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Kamis (27/2) malam.
Pengurangan Kantong Plastik Belum Maksimal
Denpasar (Bali Post) –
Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada, di Denpasar, Jumat (28/2) kemarin, mengatakan untuk saat ini penerapan Perwali 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar sudah bisa mengubah mindset para pemilik toko
untuk tidak menggunakan kantong plastik. Dikatakannya, pengurangan penggunaan kantong plastik di supermarket saat ini sudah berkurang hingga 99,16 persen. Sedangkan toko dan warung pengurangan penggunaan kantong plastik hingga 86 persen.
‘’Kita masih terkendala di pasar tradisional,’’ ujarnya. Pasar tradisional masih menggunakan kantong plastik dalam proses transaksi jual-beli dengan masyarakat. Jumlah tersebut cukup tinggi karena pasar tradisional merupakan pusatnya peredaran kantong
plastik di Denpasar, sehingga menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi DLHK untuk menuntaskan hal tersebut. Dikatakannya, masih tingginya penggunaan kantong plastik karena masyarakat yang berbelanja ke pasar belum bisa mengubah pola piker dengan membawa tas belanja yang bisa didaur ulang. Sehingga transaksi tetap menggunakan kantong plastik. Begitu juga pedagang, menurut Wisada,
Denpasar (Bali Post) – Kotak kosong membayangi perhelatan pilkada serentak di Bali tahun 2020. Ada dua daerah yang dikhawatirkan akan ada calon tunggal, yakni Kota Denpasar dan Badung. Jika hal itu terjadi, tentu akan menjadi sebuah tantangan baru, baik bagi penyelenggara, partai politik maupun pasangan calon. Sebagai penyelenggara pilkada, Ketua KPU Denpasar Made Arsa Jaya dalam se-
buah diskusi, Kamis (27/2) mengatakan, pihaknya selalu berharap ada banyak pasangan calon yang muncul. Bahkan, berdasarkan peluang yang ada-- dari perolehan suara hasil pemilu lalu-- pihaknya sudah merancang lima paslon dalam Pilkada Denpasar. Namun, jika hanya ada satu paslon yang muncul, secara teknis agak menyulitkan. Misalnya, jika biasanya KPU mengajak masyarakat agar
memilih paslon sesuai hati nurani, jika hanya ada satu paslon nanti dikira memihak paslon tersebut. Dalam pembuatan alat peraga kampanye (APK) juga begitu. Jika hanya membuat APK untuk satu paslon, juga akan dituding berpihak. Dalam menggelar debat publik pun demikian. “Karena itu kami tidak ingin hanya ada satu paslon,” kata Arsa Jaya. Pengamat politik Dr. Ny-
oman Wiratmaja mengatakan, calon tunggal sebenarnya lebih mengerikan dibandingkan jika ada lawan. Akan sangat ngeringeri sedap bagi parpol atau paslon yang melawan kotak kosong. Menurutnya, kalau calon tunggal seharusnya sudah menang WO, tinggal dilantik. Tetapi kenyataannya, ketentuan tidak mengatur seperti itu. Bayang-bayang calon tunggal itu terjadi karena di masyara-
Program pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar masih belum maksimal dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Terutama di pasar tradisional, karena sebagian besar pedagang belum terbiasa berjualan tanpa kantong plastik.
Topik : BALI MASIH TANGGUH KEMBANGKAN PERTANIAN
kat sudah muncul anggapan ‘’siapa pun yang diusung partai tertentu pasti menang’’. Ia berharap Pilkada Denpasar tidak hanya muncul calon tunggal. Sebab, kalau itu terjadi merupakan kegagalan demokrasi. Wiratmaja juga mengaku heran, kenapa tidak ada yang berani mencalonkan diri lewat calon independen. Padahal pada pilkada sebelumnya, jumlah golput mencapai 43 persen. (dar)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Kotak Kosong Bayangi Dua Pilkada Serentak
Bali Perlu Alat Pengukur Suhu Tubuh Berstandar WHO
Setubuhi Adik Ipar Dibui Delapan Tahun
Denpasar (Bali Post) Nengah K (33) nekat menyetubuhi adik iparnya yang baru berusia 12 tahun. Atas perbuatannya, majelis hakim pimpinan Angeliki Handajani Day menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU Ni Wayan Erawati Susina sebelumnya meminta supaya terdakwa yang menyetubuhi L dipidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara. Sebagaimana yang mengemuka dalam sidang, Kamis (27/2), perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah penganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Hakim menyebut terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya secara berlanjut. Dalam amar putusannya, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 1 miliar kepada terdakwa. Jika tak mampu membayar, terdakwa asal Rendang, Karangasem ini dipidana tiga bulan penjara. Atas putusan ini, terdakwa bersama tim penasihat hukum dari PBH Peradi Denpasar langsung menyatakan menerima. Sebelumnya terkuak bahwa terdakwa menyetubuhi korban sebanyak dua kali, yakni pada 13 Agustus dan 24 Agustus 2019. Mulanya, anak korban disuruh ibunya membeli lauk dengan terdakwa yang merupakan kakak ipar korban. Namun dalam perjalanan terdakwa mengarahkan sepeda motor ke kos terdakwa dengan modus untuk mengambil uang untuk beli lauk juga. Di sanalah korban digagahi. (kmb37)
pedagang juga masih menyediakan kantong plastik saat pembeli berbelanja. Menurut Wisada, pihaknya juga belum bisa memberikan sanksi kepada pedagang maupun pengunjung pasar tradisional yang masih menggunakan kantong plastik. (kmb12)
Bali Post/eka
SIKAT AGUNG - Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangkanya dalam gelar Operasi Sikat Agung 2020 di Mapolda Bali, Jumat (28/2) kemarin.
Buntut Pengeroyokan di Gatsu
Polda Bentuk Satgasus
Denpasar (Bali Post) Maraknya kasus kejahatan jalanan seperti jambret, copet, begal dan pengeroyokan di Jalan Mahendradatta dan Gatot Subroto (Gatsu) Denpasar mendapat perhatian serius Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Guna menindak tegas para pelaku, Polda Bali membentuk satuan tugas khusus (Satgasus), termasuk di Polres-polres. Hal itu disampaikan Kasubbdit III Ditreskrimum Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra. Menurut AKBP Ranefli, Jumat (28/2) kemarin, untuk memberantas para pelaku, Ditreskrimum di-back up satuan lain, di antaranya Satbrimob dan Ditsamapta Polda Bali. ‘’Kami di lapangan harus merespons perintah Kapolda tersebut, sesuai Commander Wish Kapolda Bali poin pertama, yaitu menciptakan situasi nyaman kepada wisatawan di Bali dengan melakukan tindakan tegas terukur terhadap kejahatan jalanan,’’ tegas AKBP Ranefli usai merilis hasil Operasi Sikat Agung 2020.
Dikatakan, kejahatan jalanan ini dominan terjadi di Kota Denpasar karena jadi tolok ukur, termasuk Badung. ‘’Dari data yang kami dapat, copet dan jambret banyak terjadi di wilayah Kuta, Kuta Utara dan Kuta Selatan. Kejataan jalanan lumayan tinggi,’’ ungkapnya. Untuk menimbulkan efek jera, tindakan tegas terukur alias ditembak sudah dilakukan. ‘’Itu sudah komitmen kami dan perintah langsung Bapak Kapolda,’’ tegasnya. Sementara terkait hasil Operasi Sikat Agung yang digelar mulai tanggal 10 hingga 25 Februari 2020, pengungkapan target operasi (TO) sebanyak 29 kasus dan non-TO sebanyak 31 kasus. Rincian pengungkapannya, yaitu curat 32 kasus, curas 6 kasus, curanmor 16 kasus dan cusa 6 kasus. Tersangka yang ditangkap 70 orang. Personel yang terlibat dalam Operasi Sikat Agung 2020 sebanyak 412 orang, terdiri dari 155 orang Satgas Polda dan 257 orang Satgas Polres jajaran. Dari 70 pelaku pencurian dan jambret yang ditangkap, polisi
juga melakukan tindakan tegas atau ditembak terhadap pelaku. Jumlah pelaku yang ditembak selama Operasi Sikat Agung 2020 sebanyak 4 orang. Pelaku yang ditembak itu terlibat kasus pencurian dan jambret berstatus residivis. ‘’Ada pelakunya perempuan sebanyak delapan orang dan warga Bulgaria dua orang,’’ ujarnya. AKBP Ranefli menyampaikan, pengungkapan signifikan Operasi Sikat tahun ini, terutama kasus non-TO. Peningkatannya sekitar 70 persen dari tahun lalu. ‘’Tahun sebelumnya sebanyak 21 kasus non-TO diungkap, tapi sekarang 31 kasus. Kualitas dan kuantitasnya juga meningkat,’’ tandasnya. Selain penindakan, upaya preventif juga dilakukan satuan lain, yaitu Brimob, Sabhara dan Binmas. Selain menindak pelaku, pihaknya juga berupaya menciptakan situasi kamtibmas aman dan kondusif. Tidak hanya saat operasi, penindakan akan terus dilakukan guna menciptakan situasi kamtibmas Bali tetap aman, nyaman dan kondusif. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Virus Corona yang mewabah ke berbagai belahan dunia sangat memprihatinkan masyarakat. Terlebih, Bali sebagai daerah pariwisata akan sangat terdampak dengan kejadian ini. Kini, sejumlah negara mulai mengambil strategi dengan kebijakan masing-masing. Karena itu, Indonesia, terlebih Provinsi Bali yang memiliki bandara sebagai pintu masuknya wisatawan, perlu langkah khusus dalam mengantisipasi penularan virus ini ke Bali. Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Denpasar yang juga anggota Komisi IV, A.A. Ngurah Gede Widiada, Jumat (28/2) kemarin, mengungkapkan Bali perlu memiliki alat pengukur suhu tubuh yang berstandar WHO. Ini penting dilakukan untuk bisa mendeteksi secara dini bila ada kemungkinan wisatawan yang masuk ke Bali sudah terpapar virus ini. Bila sudah ada alat yang canggih di pintu masuk, antisipasi ancaman virus tersebut bisa lebih maksimal. Mengingat, penyebaran virus ini begitu cepat. Virus Corona tidak bisa diprediksi kapan wabah ini akan bisa tuntas
diatasi, karena sudah terjadi di beberapa negara maju. Bukan semata masalah penyebaran virusnya, namun dampak domino terhadap ekonomi dunia sangat mengkhawatirkan. Terlebih, industri pariwisata Bali, yang sudah pasti akan lesu darah. Bahkan bila situasi tidak menentu ini berkepanjangan, sudah pasti kondisi Bali akan sangat terpuruk. ‘’Sekarang saja industri pariwisata kita sudah sangat merasakan dampaknya. Walau ada kebijakan pemerintah pusat membebaskan PHR, tetapi tidak cukup itu saja. Posisi Bali sebagai pusat pengembangan tourism di Indonesia sangat strategis, karena itu harus mendapat perhatian khusus,’’ katanya. Salah satunya, untuk deteksi dini bagi wisatawan yang datang ke Bali. Bali perlu alat pengukur suhu tubuh yang berstadar WHO di Bandara Ngurah Rai dan tempat isolasi yang juga berstandar WHO. Dikatakan, dengan kasus ini, sudah pasti APBD akan mengalami penurunan yang sangat signifikan, karena itu langkahlangkah antisipatif, efisiensi harus dilakukan oleh pemerintah daerah. (kmb12)
A.A. Ngurah Gede Widiada
Bali Post/ara
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Pantai Kuta Digempur Sampah Kiriman
Mangupura (Bali Post) – Pantai Kuta kembali digempur sampah kiriman. Sepekan terakhir, sampah kiriman itu semakin banyak. Bahkan, petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung berhasil mengangkut sampah tersebut hingga 30 sampai 40 truk. Untuk mengevakuasi sampah berupa plastik, kayu dan lainnya tersebut, petugas mengerahkan empat alat berat.
Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) DLHK Badung Made Gede Dwipayana mengatakan, sampah kiriman itu sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Pihaknya telah mengerahkan sejumlah petugas dan alat berat serta truk. ‘’Seminggu terakhir ini, ada sekitar 30-40 truk yang sudah diangkut. Petugas kami masih bekerja di lapangan untuk membersihkan pantai tersebut dari sampah,’’ kata
Dwipayana, Jumat (28/2) kemarin. Ia menjelaskan, meskipun hari ini merupakan rangkaian hari raya Kuningan, pihaknya tetap bekerja. Sampah-sampah yang ada di bawah dibawa ke bibir pantai dan nantinya diangkut menggunakan truk. ‘’Dibandingkan tahun lalu, sampah kiriman kali ini jauh lebih sedikit. Untuk mengantisipasinya, kami menyiagakan sejumlah petugas di pantai,’’ katanya. (kmb19)
SAMPAH - Wisatawan melintas di depan tumpukan sampah di STO Kuta, Jumat (28/2) kemarin.
Bali Post/edi
Korban Oknum Kasek Cabul Bertambah
Denpasar (Bali Post) Penyidik Satreskrim Polres Badung terus mendalami kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oknum kepala sekolah (kasek) WS (43). Pelaku juga diduga menyetubuhi siswinya yang lain berinisial D. Modusnya sama, pelaku membujuk D supaya bisa diajak berhubungan badan. ‘’Korban D belum tahu dari mana asalnya, masih kami dalami. Sekarang D sudah kuliah. D disetubuhi sejak kelas VI SD. Baru terbongkar kemarin (Kamis - red),’’ kata Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo didampingi KBO Iptu Ketut Wiwin Wirahadi, Jumat (28/2) kemarin.
Sementara visum OCD (16), hasilnya ditemukan luka teratur di kemaluannya. Itu artinya sudah biasa atau sering berhubungan badan. ‘’Oleh pelaku, korban (OCD) diancam jangan pacaran sama lakilaki lain. Proses penyidikan pidana anak dipercepat karena terbatas waktunya,’’ tegasnya
seraya menyampaikan kalau dilihat chat-nya, pelaku dan korban seperti pacaran. Diganti Plt. Sementara itu, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung akhirnya mencopot WS dari posisinya sebagai kasek salah
satu SD di Kuta Utara. Berdasarkan informasi, oknum kasek cabul ini diganti dengan pelaksana tugas (plt.) kepala sekolah. Pergantian dilakukan Rabu (26/2) lalu. Kepala Disdikpora Badung I Ketut Widia Astika tidak menampik perihal tersebut. Menurutnya, plt, yang menduduki posisi kasek tersebut diambil dari sekolah yang terdekat, yakni Kepala SDN 2 Kerobokan Kelod. ‘’Pascadinonaktifkan, posisi oknum kasek yang terlibat kasus pencabulan
sudah diisi plt.,’’ katanya. Menurut Widia Astika, pertimbangan mencari plt. kasek yang dekat dengan sekolah agar mobilitas plt. tidak terganggu. Namun dari segi kemampuan, Kepala SDN 2 Kerobokan Kelod ini tegas dan disiplin. ‘’Plt. kasek yang mengganti bernama Luluk Wilujeng,’’ katanya. Sebelumnya, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengatakan kasus pencabulan telah mencoreng dunia pendidikan di Badung. Karena itu,
Bali Post/edi
Kafe di Kedonganan Kurangi Jam Kerja Karyawan menjadi tiga kali seminggu. ‘’Hampir semua rata seperti itu. Ini sangat dirasakan,’’ ujar Mertha, Jumat (28/2) kemarin. Mertha menambahkan, para pengelola kafe makanan di Kedonganan mulai berpikir, seperti apa nasib ke depannya. Sampai saat ini belum ada kepastian hingga kapan penutupan penerbangan tersebut. ‘’Bukan karena produknya tidak laku, namun orangnya tidak ada,’’ akunya. Mertha yang juga akademisi di Politeknik Pariwisata Bali ini mengatakan, penutupan penerbangan itu sangat berdampak bagi pariwisata Bali. Tidak hanya pasar Tiongkok yang sepi, pasar Australia juga mulai beralih ke daerah lain, salah satunya Lombok. ‘’Okupansi di Lombok sekarang
mulai bagus,’’ katanya. Mertha berharap pemerintah secepatnya meninjau kembali kebijakan pariwisata. Apakah sekarang mulai menggarap pasar negara lain atau Australia yang sebelumnya sangat bagus, bisa digarap kembali. Jangan hanya terfokus pada pasar Tiongkok. Di Bali, permasalahan kemacetan, dan sebagainya mengakibatkan wisatawan Australia mulai melirik destinasi baru. Kebetulan di Lombok aksesnya bagus, dan belum seramai di Bali, sehingga mereka mulai mengarah ke Lombok. Okupansi hotel di sana sangat bagus sekarang. ‘’Bali harus siap sekarang, Australia sekarang mulai beralih mencari kawasan yang masih sepi,’’ ujarnya. (kmb23)
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus persetubuhan melibatkan siswi dan oknum pendidik kembali terjadi di wilayah Badung. Kali ini penyidik Satreskrim Polres Badung menahan oknum kepala sekolah (kasek) salah satu SD di Kuta Utara berinisial WS (43). Korbannya, OCD (16), dan kasus ini terjadi sejak korban kelas VI SD hingga 11 Januari 2020. Saat ini korban kelas X SMA. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku ditahan di Mapolres Badung. (kmb36/kmb27)
Mangupura (Bali Post) – Harga daging babi di Kabupaten Badung menjelang Kuningan ini mengalami peningkatan. Sebelumnya, harga daging sempat anjlok sebagai dampak adanya kasus kematian babi secara massal di seluruh wilayah di Bali. Berdasarkan hasil monitoring Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung, harga daging babi di Pasar Mengwi mencapai Rp 50 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram. Dikonfirmasi Jumat (28/2) kemarin, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, tidak menampik perihal tersebut. Menurutnya, lonjakan harga daging babi hanya terjadi di pasar tersebut. ‘’Dari monitoring di pasar tradisional, ada lonjakan harga khususnya daging babi. Namun, hanya di Pasar Mengwi kenaikan harganya mencapai 100 persen,’’ ujarnya. Lonjakan harga daging babi di tengah terpaan isu virus African Swine Fever (ASF), kata Widiana, hanya terjadi di Pasar Mengwi. ‘’Lonjakan harga khusus hanya di Mengwi, kalau di pasar tradisional lainnya seperti di Blahkiuh masih tetap di ratarata Rp 50 ribu per kilogram,’’ katanya. Disinggung harga bahan pokok lainnya, Widiana mengatakan masih stabil. Seperti
harga telur ayam Rp 1.300/ butir hingga Rp 1.500/butir, harga kacang panjang ratarata Rp 5.000/kg hingga Rp 8.000/kg, lombok kecil Rp 40 ribu/kg hingga Rp 60 ribu/ kg. ‘’Sekilas saya menerima informasi dari hasil monitoring, harga kebutuhan pokok masih stabil,’’ katanya. Guna mengantisipasi kenaikan harga, kata Widiana, pihaknya telah menggelar pasar murah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengantisipasi gejolak harga yang cenderung naik menjelang hari raya, seperti Kuningan, sekaligus mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Badung. ‘’Keberadaan pasar murah juga jauh dari pasar tradisional, sehingga keberadaannya benar-benar sangat membantu masyarakat. Mereka bisa merayakan Galungan dan Kuningan dengan tenang dan damai bersama keluarganya,’’ imbuhnya. Widiana menambahkan, pasar murah juga bertujuan membantu masyarakat, terutama umat Hindu guna mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau dalam rangka menyambut Galungan dan Kuningan. Karena itu, dalam pasar murah ini terdapat beberapa jenis bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga di pasaran. (kmb27)
Harga Daging Babi Merangkak Naik
KULINER - Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam sambil menikmati kuliner di Pantai Kedonganan.
Mangupura (Bali Post) Dampak penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok, kawasan Kedonganan yang terkenal dengan wisata kuliner, kini sangat merasakan dampaknya. Pasalnya, aktivitas kafe makanan yang sebelum selalu ramai pengunjung, kini sangat sepi. Menurut keterangan Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si., jumlah kunjungan menurun hingga mencapai 70 persen. Diakuinya, kawasan Kedonganan pasarnya didominasi wisatawan Tiongkok. Bahkan, manajemen kafe makanan yang ada di kawasan Kedonganan mulai mengurangi jam kerja karyawannya. Yang sebelumnya hari kerja seminggu enam kali, sekarang diatur
jika terbukti melanggar hukum, dewan mendorong pelaku dikenakan sanksi setimpal. ‘’Kejadian itu kita kan tidak tahu, tidak kita duga. Tapi kalau ini sudah terjadi dan sudah dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian, ya… harus diberikan sanksi,’’ katanya. Mengingat tindakan oknum kasek ini dinilai amoral, Parwata mendesak instansi terkait tidak memberikan ampun. ‘’Tidak ada ampun, pecat. Itu tindakan amoral, tidak ada kata kompromi,’’ tegasnya.
Bali Post/dok
DAGING BABI - Harga daging babi di pasar tradisional mulai naik, setelah sebelumnya sempat anjlok di kisaran Rp 25.000 per kilogram.
Pelabuhan Benoa Beri Insentif 31 Persen untuk Pengangkutan Logistik
DALAM rangka peningkatan aktivitas dan efisiensi logistik angkutan laut dan meningkatkan ekspor Bali, Pelindo III Pelabuhan Benoa memberikan insentif sebesar 31 persen untuk pengangkutan logistik. Direktur Operasional dan Komersial Pelindo III, Putut Sri Mulidjanto, mengatakan angkutan laut masih belum banyak peminatnya. Untuk itu, Pelabuhan Benoa di bawah naungan Pelindo III memberikan insentif 31 persen dari tarif dasar. Dengan diberikannya insentif ini, ia berharap lalu lintas logistik melewati Pelabuhan Benoa akan meningkat. Selain itu ada manfaat lain yang ditimbulkan dari pengalihan angkutan logistik ini, yaitu penggunaan angkutan darat
akan berkurang, wisatawan akan merasa nyaman berlalu lintas di darat, kecalakaan berkurang, kemacetan berkurang, biaya perbaikan jalan juga akan berkurang. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kebijakan ini merupakan inovasi baru di bidang transportasi, karena Bali juga tengah membangun transportasi secara terintegrasi dan terkoneksi. Selama ini, transportasi yang ada berjalan sendiri-sendiri yang mengakibatkan terjadinya inefisiensi dalam transportasi. “Sekarang dominan transportasi darat, terutama pengangkutan logistik dari Jawa ke Bali, memadati jalur yang sangat rumit sehingga menimbulkan kemacetan,” ujarnya. Kebijakan ini, kata Koster,
juga mendukung ekspor sejumlah produk dari Bali, tidak hanya produk Bali yang diekspor, tapi Bali juga menjadi hub untuk ekspor dan impor barang, sehingga fungsi Pelabuhan Benoa harus dirancang dengan baik. Pengiriman barang lewat laut dinilai lebih efisien, mengurangi kemacetan, kecelakaan, dan jangka waktu pengiriman lebih cepat dan pasti. Perdagangan Bali berupa kegiatan ekspor pun ditargetkan meningkat tahun ini 5 persen. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta, mengatakan dengan adanya pemberian insentif pengangkutan logistik oleh Pelindo, target ekspor naik menjadi 5 persen. Menurutnya, target itu tidak muluk-muluk karena selama
ini ekspor Bali selalu lebih besar daripada impor, sehingga neraca perdagangan Bali surplus. Dengan kesepakatan bersama dengan adanya diskon ini, kata dia, produk Bali akan menjadi lebih kompetitif, lebih bersaing dengan pasar internasional karena biaya bisa ditekan. Karena selama ini salah satu kendala yang dialami UKM adalah biaya yang cukup tinggi untuk transportasi. Biaya transportasi menjadi tinggi karena di Bali hanya ada satu kali kapal yang merapat di Pelabuhan Benoa dalam satu minggu. “Sekarang ditambah menjadi dua kali oleh Meratus ditambah insentif 31 persen. Itu artinya produk kita lebih banyak peluangnya untuk kita ekspor,” ujarnya. (may)
Bali Post/eka
EKSPOR - Sebuah kendaraan tengah menarik peti kemas untuk ekspor di Pelabuhan Benoa.
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Siap Hidup Lacur Tanpa PHR PARIWISATA Bali tahun ini bisa dikatakan bersedih. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Setelah Bali terpuruk akibat erupsi Gunung Agung, dilanjutkan krisis global, kini kasus virus Corona benar-benar membuat pariwisata Bali terjungkal. Ini sesuai dengan konsep rwabhineda di Bali ada suka dan duka, ada masa naik ada masa turun. Jika mau jujur, saat terpuruk inilah sebenarnya menggambarkan kondisi sebenarnya. Bali dengan jumlah hotel sesuai kapasitasnya, wisman dan wisatawan domestik ke Bali sesuai angka terkini, itulah gambaran kemampuan Bali sebenarnya. Tidak seperti sekarang, semua berlomba membangun akomodasi perhotelan, vila dan sebagainya. Dengan alasan akhir semakin banyak menerima Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Sudah dipastikan akibat virus Corona yang menyebar ke mancanegara, jumlah wisatawan ke Bali mengalami penurunan. Padahal kunjungan wisatawan mancanegara di Bali mencapai titik tertinggi pada Agustus 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat sebanyak 601.884 wisatawan luar negeri datang ke Bali selama Agustus lalu. Kementerian Pariwisata sebelumnya menyebut 15.000 wisatawan luar negeri datang ke Bali setiap harinya. Namun, setelah kasus Corona jumlahnya menurun drastis. Bahkan pemerintah pusat membuat kebijakan kejutan Bali bebas dari pajak PHR. Kompensasinya pemerintah menyiapkan Rp 3,3 triliun sebagai dana insentif dibagi 10 destinasi wisata di Indonesia. Kebijakan ini direspons negatif Badung bahwa Badung menolak kebijakan pusat. Langkah ini jelas tak mungkin dihadang dan dilawan. Pelaku pariwisata, elite politik dan komponen lainnya menyikapi kondisi dengan bijaksana. Lihat saja Arab Saudi kehilangan jutaan dolar AS dari biaya umroh dan naik haji dengan menutup keran tersebut. Kondisi ini harus dijadikan bahan introspeksi diri. Para tetua Bali menyebut kita harus siap hidup lacur lan sugih. Artinya, tangguh hidup dalam kondisi apa pun juga, baik saat panen PHR maupun saat masa paceklik PHR. Kejadian ini harus dijadikan bahan introspeksi diri bagi jajaran pariwisata Bali. Banyak yang mengatakan krama Bali adalah yang paling banyak mengeluarkan biaya untuk menjaga aset wisata lewat wisata budaya. Bayangkan berapa rupiah dihabiskan krama Bali (baca Hindu - red) untuk berupacara mulai dari yadnya setiap hari, yadnya setiap 15 hari sekali seperti purnmatilem, yadnya sebulan sekali seperti tumpek, dll. dan yadnya tiap enam bulan sekali. Semua upacara diarahkan untuk keajegan dan kerahayuan jagat Bali secara tulus dan ikhlas. Belum termasuk upacara yang tingkatannya lebih tinggi seperti ngenteg linggih, macaru, ngaben, mamukur dan maligia menghabiskan ratusan juta. Nah, semua ini dipakai atraksi wisata bagi wisman. Namun jujur kita akui belum ada kontribusi pengusaha dan perusahaaan pariwisata untuk krama Bali. Mungkin kasus Corona yang memberi pelajaran bagi kita untuk menata Bali dan hidup tangguh dalam kondisi apa pun. Coba bayangkan, andaikata krama Bali diam dalam hal budaya, apa yang mau dijual oleh pelaku pariwisata. Semuanya akan rugi dan merugi. Di sinilah diperlukan sinergisitas semua komponen pariwisata Bali membantu SDM atau pendukung budaya Bali itu sendiri. Sopir taksi siap sepi penumpang, karyawan hotel siap tak mendapat pendapatan tambahan. Owner pariwisata juga siap puasa dan merugi karena sudah pernah menikmati masa kejayaan pariwisata Bali.
Stop Kekerasan Jalanan
KEJAHATAN jalanan di Bali makin marak. Kasus teranyar, pengeroyokan terhadap pasangan kekasih di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Belum lagi kasus-kasus lainnya seperti pembegalan yang dilakukan segerembolan remaja beberapa waktu lalu. Netizen yang menyampaikan pandangannya terhadap kasus ini di akun Facebook @balipost mengungkapkan keresahannya atas gangguan keamanan tersebut. Netizen menginginkan kejahatan jalanan segera diberantas. Peran penegak hukum di sini sangat vital. Aparat diharapkan mengusut tuntas tindak kriminal yang sudah sangat meresahkan ini. Jika bukti-bukti sudah cukup, jatuhkan hukuman setimpal. Kita tentu tidak bisa mengandalkan penegak hukum semata. Sebab, keamanan dan ketertiban pangkalnya adalah perilaku masyarakat. Sikap saling menghormati, mengutamakan kepentingan bersama serta taat hukum harus diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, arogansi, egoisme dan tak acuh terhadap aturan mesti ditinggalkan. Jika itu bisa dilaksanakan, maka keamanan, ketertiban dan kenyamanan Bali seperti masa lampau niscaya terwujud. Berikut komentar sejumlah netizen. Wiarsana Iwayan Bagaimana kalau petugas lalu lintas patroli malam ditingkatkan mengingat keamanan Bali semakin terancam. Banyak dan sering sekali kejadian malam hari. Ayank Cikuciku Bali kok begini sekarang, dulu saya itu kalau jalan sendiri malam-malam takutnya bukan sama penjahat, takut lewat kuburan dan Pura-pura besar plus takut leak. Nah sekarang kok akhir-akhir ini banyak kasus kejahatan. Sudendi Bhineka Jangan biarkan preman-pre-
man bergentayangan di jalanan dan berbuat anarkis kepada pengendara motor. Apalagi sampai jatuh korban. Harapan kita polisi bertindak cepat menangkap mereka, apalagi sudah terlihat jelas pelat nopol kendaraan dan jenis kendaraan pelaku penganiayaan. Rudy Theyrck Hanya sekadar masukan, buat siapa saja dan mengingat belakangan ini sudah kurang aman. Kalau ada yang dengan sengaja menghadang dengan hal yang melakukan tindakan kriminal sebaiknya kita teriaki saja. Resah dengan kondisi
S URAT PEMBACA
POJOK Pariwisata anjlok, Bali masih tangguh kembangkan pertanian. - Masalahnya, petani sudah sedikit. *** Sejumlah hotel di Bali mulai berlakukan diskon kamar. - Jual murah. *** Arab Saudi stop sementara kedatangan warga negara asing. - Kita masih pikir-pikir.
Bali sekarang. Dulu jalan sendiri siang hari, mau nenek-nenek, mau bawa tas, mau bawa dompet yang kelihatan di jalan, tetap aman. Sekarang kenapa bisa ada yang aneh-aneh dan berbuat kriminal? Mari kita bersama mewujudkan Bali aman dan tenteram. Buat aparat, minta tolong juga bagi mereka-mereka yang tengah malam balapan liar tolong ditertibkan. Candra Arbawa Tindak tegas pelaku begal. Walaupun di bawah umur, sebaiknya dihukum juga agar ada efek jera. Wayan Suwardana Salut kepada bapak polisi, semoga sehat selalu. Harapan saya selaku masyarakat kecil, mulai hari ini walau tidak ada pelapor dan jika sudah ada bukti rekaman medsos, agar polisi langsung menangkap pelakunya. Made Sumarya Hukum seberat-beratnya ses-
uai perbuatannya. Semoga Bali tetap aman dan damai. Terima kasih kepada polisi telah berhasil menangkapnya dalam waktu yang cepat. Ajik Cauwisesa Di seputaran Gatsu barat sebaiknya dibuatkan posko polisi dan harus ada yang standby 24 jam. Dan ditingkatkan patroli aparat. Gede Putu Arthika Selidiki lebih jauh apa motif orang-orang ini. Bukan tidak mungkin ini pesanan pihakpihak tertentu yang ingin Bali hancur karena kesannya tidak aman lagi dan sudah dikuasai gangster. Ingat, Bali sangat memerlukan keamanan karena pariwisata akan tumbuh bila ada rasa aman. Tu Bali Sudah banyak kasus keroyokan yang terungkap. Akan ada lagi orang-orang semacam ini. Mari bersama-sama belajar ambil segi positif kejadian ini, ingat
emosi itu kebodohan. Bli Made Kepada Bapak Kapolda, untuk membuat efek jera, tolong yang model jagoan begini diberi hukuman bersihkan got, sungai yang ada sampah yang kotorkotor selama masa hukuman. Biar dilihat warga. Dewa Putu Erik Diana Tolong, sekitaran jam 5 pagi di daerah Gatsu barat biasanya ramai balapan liar sampai menutup jalan. Gun Awan Salut buat jajaran kepolisian di Bali, quick response. Semoga bisa meminimalisir kejadian-kejadian begal atau pengeroyokan di Bali. Ni Wayan Asri Utami Ditangkap, dipenjara, ketemu banyak teman sesama napi. Semoga bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi, bukan semakin terdorong menjadi makin jahat.
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Bantu Sebarluaskan
3 Taman Sari-Tabanan, Bali. Nomor telepon bisa ke Pak Putu Gunawan, 083119345255 (ayah dari Aya).
Sepupuku, nama Aditya Putra dipanggil Aya, umur 34 tahun, laki-laki, pergi dari rumah sejak pagi (25 Februari 2020). Aya sepupuku ini berkebutuhan khusus dan kami semua khawatir apa mungkin tersesat dan tidak bisa kembali ke rumah atau terjadi sesuatu yang lain. Aya memiliki tinggi badan 170 cm, kulit sawo matang (foto seperti di samping ini). Alamat rumah Jalan Sugriwa No.
Gedung Budaya Denpasar Perlu Spanduk Gedung Budaya Dharmanegara Alaya yang diresmikan belum lama ini perlu spanduk. Gedung budaya yang berlokasi di Taman Kota Denpasar ini maksudnya setiap ada kegiatan seni di gedung budaya masyarakat agar tahu maka harus ada spanduk di depan
gedung dan dipasang sedemikian rupa agar jelas dibaca. Saat peresmian gedung ada pameran lukisan yang berlansung cukup lama. Banyak masyarakat terutama penggemar menyaksikan pameran tidak mengetahui ada pameran. Oleh karena demikian saya sarankan pihak terkait di Kota Denpasar agar segera pasang spanduk. Pemasangan spanduk ini buatkan tempat yang permanen pada tempat yang strategis seperti contoh di Taman Budaya Denpasar. W. Beratha Yasa Mengwi, Badung
Warung Global
Komponen Pariwisata agar Bersabar DAMPAK Corona makin dirasakan di Bali. Sejumlah hotel telah merumahkan beberapa karyawannya. Demikian pula restoran di Jimbaran juga mengurangi jam kerja karyawannya. Pemerintah juga telah berupaya untuk menggenjot wistawan domestik. Caranya dengan memberikan diskon harga tiket pesawat. Hotel juga secara diam-diam telah menurunkan tarif kamarnya hingga 50 persen. Namun upaya itu belum membuahkan hasil. Bekerja di sektor pariwisata, Wayan Beratasaya di Sangeh sangat merasakan dampak dari merebaknya virus Corona ini. Meskipun Corona bukan satu-satunya alasan kenapa kunjungan wisatawan sepi ke Bali, karena saat ini low seasons. Ia menawarkan pemerintah segera melakukan recovery. Seperti pascatragedi Bom Bali beberapa waktu lalu. Untuk menutup biaya operasional, tanpa merugikan karyawan. Mudah-
mudahan pemerintah segera melakukan pemulihan kondisi ini. Wabah Corona bukan satu-satunya penyebab, beritanya saja yang dibesarbesarkan. Pembebasan PHR yang kemarin diwacanakan oleh pusat, sepertinya kondisi di lapangan sangat terpuruk, demikian Ketut Mursi di Denpasar. Ia menyarankan agar bersabar. Boleh saja mendiskonkan hotel, tetapi cari solusi lain agar tidak kelihatan terpuruk.
Kondisi ini bisa memicu untuk lebih banyak introspeksi diri. Gali potensi, Bali banyak kultur yang bisa menarik wisatawan misalnya ritual malukat, yoga dan sejenisnya. Menarik tamu dengan metafisik bukan hanya fisik saja. ‘’Lebih banyak berdoa, selain berusaha,’’ tegas Fera di Tabanan. Mendiskon hotel adalah upaya, tetapi tamu sudah sepi ke Bali. Kuncinya sabar saja dan banyak berdoa. Nyoman Sumiasa di Uluwatu menilai pemberian diskon hotel sampai 50 persen di Karangasem sah-sah saja. Ia menilai ini sebuah trik marketing. Ia mengakui di Badung, meskipun low seasons, tamu dari kawasan Eropa masih banyak. Melihat tingkat hunian hotel yang cukup tinggi, ia optimis pariwisata masih jalan. Kondisi ini mestinya dija-
dikan peluang karena para tamu lebih suka yang natural. Pengaruh Corona plus low seasons bukan Bali saja yang terdampak. Destinasi pariwisata dunia juga kena, semoga lebih banyak bersabar dan berbenah. Apa pun kondisinya harus tetap beryukur. Pengelola dan manajemen akomodasi pariwisata pasti sudah memikirkan hal ini. Apa yang menyebabkan hotel tidak ramai? Apakah karena service yang kurang, atau faktor lainnya? demikian Budiada di Tabanan. Pemerintah agar membebaskan pajak hotel dan restoran. Sebelum berlakukan diskon, mestinya pihak pengelola hotel berhitung dulu, apakah tidak merugi? Asosiasi PHRI di Karangasem mestinya mengakomodasi kondisi ini. (sikha)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Asuransi Nelayan Tak Terserap Maksimal Tabanan (Bali Post) Nelayan di Kabupaten Tabanan punya pemahaman minim terhadap program asuransi. Hal itu menyebabkan program asuransi itu belum terserap maksimal. Dalam kaitan minimnya peserta asuransi, Pihak Dinas Perikanan pun dinilai kurang gencar melakukan sosialisasi. Ini dibuktikan dengan jumlah penerima asuransi itu baru ada di angka 273 orang. Dengan fakta itu serapannya sangat minim dibandingkan jumlah nelayan yang mencapai 1.100 orang lebih. Dari data yang dihimpun, jumlah nelayan yang terdaftar sebagai penerima asuransi tiap tahunnya menurun. Misalnya, saja di tahun 2016, nelayan yang menerima asuransi sebanyak 428 orang. Tahun 2017
sebanyak 597 orang, tahun 2018 sebanyak 386 orang, dan di tahun 2019 sebanyak 273 orang. Sementara untuk 2020 masih proses pendataan.
AKTIVITAS NELAYAN Aktivitas nelayan di Pantai Yeh Gangga, Tabanan.
Kepala Dinas Perikanan Tabanan A.A. Raka Icwara mengatakan minat masyarakat khususnya para nelayan berbeda-beda. Ada yang antusias dan juga ada yang tidak. Dari tahun 2019 lalu yang masih aktif hingga saat ini, jumlahnya mencapai 273 orang. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2018 lalu sebanyak 386 orang. ‘’Kami sudah lakukan upaya jemput bola. Ada juga nelayan yang sadar mereka mengurus sendiri. Jumlah kuotanya sesuai yang mendaftar di Kusuka atau situs web milik Kementerian Kelautan dan Perikanan,’’ kata Raka Icwara, belum lama ini. Sesungguhnya program asuransi nelayan itu memiliki banyak manfaat. Seperti mendapat tanggungan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan ataupun tidak. Besaran tanggungan nelayan
dari pemerintah pun beragam. Ada yang senilai Rp 200 juta jika meninggal saat melakukan aktivitas penangkapan. Rp 100 juta jika mengalami kecelakaan dan mengakibatkan cacat permanen atau tidak bisa beraktivitas. Khusus biaya pengobatan saja hanya ditanggung senilai Rp 20 juta saja. ‘’Masa aktif asuransi itu setahun saja. Setelah selesai setahun asuransi itu harus kembali lagi diperpanjang,’’ ujarnya. Untuk mengajukan asuransi itu ada beberapa proses yang harus dilakukan agar bisa sebagai penerima asuransi nelayan. Di antaranya, terdaftar dalam modul KUSUKA (perseorangan) pada satu data. kkp.go.id., berusia maksimal 65 tahun pada tanggal 31 Desember 2020, tidak menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang UU, dan diutamakan bagi yang tidak pernah mendapatkan asuransi baik dari Kementerian, provinsi, hingga daerah. Setelah lengkap datanya, kemudian diproses. Selanjutnya tinggal menunggu confirm saja. Karena itu, diharapkan masyarakat nelayan juga aktif mendapatkan asuransi ini. (kmb28)
Kartu Tani juga disebabkan faktor petani itu masih antipati atau belum merespons program tersebut. Akibatnya, daftarnya tercecer sebagai penerima manfaat. Prediksinya, petani yang tercecer atau belum terdaftar di sektor tanaman pangan itu sekitar 5 persen dari total jumlah petani di Tabanan sekitar 36 ribu orang. Baik petani tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan yang belum terdaftar ini, datanya terus akan di-update. Namun memang membutuhkan waktu pengusulan ke pusat (Kementerian Pertanian) maupun pendistribusian kartu. Di sisi lain, petani yang saat ini belum terdaftar sebagai penerima Kartu Tani itu masih bisa menikmati fasilitas subsidi. Salah sa-
tunya mendapatkan subsidi pupuk. Namun jika program Kartu Tani ini direalisasikan (E-RDKK), maka petani yang tidak terdata tidak bisa lagi menikmati subsidi karena setiap pemberian subsidi itu mengacu pada NIK KTP. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabanan I Nengah Mawan berharap program Kartu Tani itu hendaknya dimaksimalkan untuk disosialisasikan di lapangan. Alasannya, masih ada sejumlah petani penerima Kartu Tani yang belum paham tujuan dan penggunaan program pemerintah itu. Di sisi lain menurutnya, program itu sangat baik membantu petani, seiring pemberian subsidi yang lebih tepat sasaran kepada pemegang Kartu Tani. (kmb28)
Kartu Tani Belum Terdata
Didominasi Petani Perkebunan Tabanan (Bali Post) – Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan mengklaim masih ada petani di Tabanan yang belum terdata masuk daftar program Kartu Tani. Hal ini juga diakui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Jumat (28/2) kemarin. Menurutnya, dari 31 ribu petani di Tabanan yang diusulkan mengantongi Kartu Tani sesuai program pemerintah, masih menyisakan sejumlah petani yang belum terdaftar program tersebut. “Ada yang belun terdata baik itu pertanian tanaman pangan, hortikultura maupun petani yang bergerak di sektor perkebunan,” terangnya. Hanya jika dilihat data usulan yang sudah masuk, petani yang belum terdata sebagai
penerima Kartu Tani itu didominasi sektor perkebunan. Jumlahnya terus berkembang sehingga sukar dapat data valid. Berbeda dengan pertanian tanaman pangan, data petani di tanaman pangan yang belum terdaftar program itu jumlahnya kecil, meski sama juga belum bisa diketahui jumlah data riil saat ini. “Kalau data petani tanaman pangan masih aman. Karena perubahan data paling hanya terjadi pergantian orangtua ke anaknya. Sehingga jumlahnya tidak berubah terlalu banyak dari data yang sudah ada. Sementara di perkebunan ini yang jadi persoalan. Jumlahnya terus berkembang sehingga sulit didata,” ujarnya. Selain itu belum terdatanya petani mendapatkan
Penerimaan Calon Tamtama Tabanan (Bali Post) TNI-AD telah membuka Penerimaan Catam (calon tamtama) gelombang I tahun 2020. Terkait hal itu, Kodim 1619/ Tabanan pun telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dari desa binaan para babinsa jajaran Kodim masing-masing dan juga anggota lainnya. Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf. Dewa Putu Oka seizin Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto didampingi Pasipers Kodim 1619/Tabanan Kapt. Chb. M.Ilham menyampaikan akan dilakukan penerimaan Catam gelombang I tahun 2020 ini. Sesuai petunjuk komando, Kodim 1619/Tabanan melaksanakan sosialisasi dan pembinaan terhadap para peminat yang telah mendaftar secara online. Pendaftaran sudah dibuka 1 Januari sampai 8 Maret 2020. Sementara daftar ulang/validasi dimulai 9 Maret sampai 20 Ma-
ret 2020 di Ajendam. ‘’Jadi calon datang dan membawa bukti sudah daftar online,’’ kata Kasdim, Jumat (28/2) kemarin. Setelah mendaftar secara online, diminta melapor ke Kodim agar nantinya diadakan pembinaan. ‘’Pembinaan yang diberikan meliputi pembinaan fisik dan mental,’’ tegas Mayor Oka. Sampai saat ini peminat yang sudah mendaftar secara online dan sudah melapor ke Makodim 1619/Tabanan sudah ada 17 orang. Para peminat yang telah mendaftar itu disiapkan pembinaan menghadapi seleksi dan tes penerimaan dari Kodim 1619/Tabanan dengan menunjuk personel yang memiliki kompetensi di bidangnya. ‘’Yang perlu diketahui penerimaan calon TNI-AD ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis,’’ tutup Kasdim. (kmb28)
TEWAS - Petani ditemukan tewas di sawah, diduga penyakitnya kambuh.
’’Munuh’’ Padi Petani Tewas
Tabanan (Bali Post) Seorang petani, Ketut Candi (60), ditemukan tak bernyawa di areal sawah di Subak Sembung Dukuh, Banjar Dukuh, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Jumat (28/2) kemarin. Korban sebelumnya dikabarkan hilang usai pamitan hendak mencari sisa padi alias munuh, Kamis (27/2).
SOSIALISASI - Rapat terkait sosialisasi penerimaan Calon Tamtama TNI-AD di Kodim 1619/Tabanan.
Dari informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan tewas, sehari sebelumnya seperti biasa sekitar pukul 08.00 Wita korban pamitan hendak munuh di sawah. Korban berangkat dari rumahnya di Banjar Pondok Mekar, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur. Namun, hingga malam hari, korban tak kunjung pulang. Bahkan menantu korban, I Wayan Punia, dan anak korban, I Wayan Winada, malam itu juga memutuskan mencari keberadaan ayah mereka ke sawah di Banjar Dukuh Kelating. Hanya pencarian tidak membuahkan hasil. Karena kondisi sudah gelap
waktu itu, pencarian pun diputuskan dihentikan. Dilanjutnya keesokan harinya, Jumat (28/2) mulai pukul 06.00 Wita. Pencarian menyisir areal Subak Sembung Kelating, Desa Kelating, Kerambitan. Sekitar pukul 07.00 Wita, korban ditemukan menantunya sendiri ada di sawah milik I Made Putra. Almarhum ditemukan di tumpukan jerami. Saat itu korban sudah dalam keadaan meninggal, bahkan tubuh korban tampak menghitam. Terkait hal itu, saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Kapolsek Kerambitan
Kompol Dewa Gede Putra mengatakan, usai mendapatkan laporan, anggotanya langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. ‘’Ada dugaan korban saat munuh padi, sakitnya kumat. Ketika dicari pihak keluarganya tidak ditemukan karena keadaan gelap saat itu. Pagi keesokan harinya baru berhasil ditemukan,’’ terangnya. Dari kejadian itu, kata Kapolsek Kerambitan, pihak keluarga tidak ingin melakukan autopsi. Keluarganya tidak ada curiga kepada orang lain terkait kematiannya. Pasalnya, korban memang sakit-sakitan. (kmb28)
Enam Calon Kadis Presentasi dan Wawancara Inovasi KB DI TENGAH kesibukan umat Hindu melakukan persiapan hari raya Kuningan, sejumlah staf Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang tergabung dalam tim panitia seleksi (pansel) berkutat mengawasi dan memeriksa enam kandidat yang mengikuti agenda tes presentasi dan wawancara posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tabanan, Jumat (28/2) kemarin. Bagaimanakah kondisi mental peserta yang mengikuti tes presentasi dan wawancara itu?
TES WAWANCARA - Suasana tes presentasi dan wawancara di ruang BKPSDM untuk posisi Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tabanan, Jumat (28/2) kemarin.
Dari pantauan di lapangan, tes presentasi dan wawancara yang dilakukan enam kandidat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana itu dimulai pukul 08.00 Wita. Selanjutnya satu per satu peserta memasuki ruangan yang telah disiapkan untuk mempresentasikan makalahnya. Setelah itu dilakukan wawancara terkait pendalaman inovasi–inovasi program yang mereka buat. Wajah tenang pun tampak pada para peserta. Pasalnya, hampir seluruhnya kerap mengikuti tes serupa di tiap ada kesempatan pengembangan karier. Seperti Sekretaris Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Ni Wayan Mariati yang mengaku sudah mempersiapkan diri sejak tiga hari sebelum tes. Salah satu Srikandi yang ikut berjuang merebut posisi Kadis PP KB ini mengaku ikut seleksi terbuka kali ini karena memiliki background pernah mengawali karier di BKKBN.
‘’Saya pernah menjadi penyuluh KB sehingga mendapatkan pelatihan tiga bulan tentang program program KB. Persiapannya hanya sekitar tiga hari, karena di Bakeuda tugas cukup padat, di sela kesibukan harus menyiapkan bahan presentasi. Terpenting sudah berusaha dan berjuang,’’ terangnya. Hal senada disampaikan Camat Penebel, I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi. Ia mengaku selain untuk pengembangan karier, dikatakannya, selama hampir 17 tahun bertugas di kecamatan, ia kerap terjun ke berbagai kegiatan yang berhubungan dengan program KB. ‘’Di sana saya tertarik dan termotivasi ikut seleksi kali ini,’ ucapnya. Bahkan, semangat istri Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan ini terlihat mempresentasikan dua makalah inovasi pada tes kali ini, yakni KB S3 Dalam Genggaman (Sehat Sejahtera dan Serasi) dan Pentas generasi
remaja milineal (sosialisasi tentang program KB yang dikemas dalam kegiatan pentas kesenian). Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra selaku Sekretaris Pansel menerangkan, masing-masing peserta diberikan waktu 45 menit. Rinciannya 15 menit presentasi inovasi. Selama 30 menit pendalaman inovasi dengan wawancara. ‘’Tapi tergantung pendalaman wawancara dari tim assesornya,’’ terangnya. Tes kali ini diuji lima orang assesor, dan lebih banyak menggunakan orang luar untuk penguji. Dari akademisi dua orang, Kanreg 1 orang, BPSDM provinsi 1 orang, Sekda Tabanan selaku ketua pansel dan BKPSDM Tabanan selaku sekretaris pansel. ‘’Total ada 5 pansel. Lebih banyak pansel eksternal,’’ ujarnya. Menurutnya, dalam tahapan tes itu tidak ada sistem gugur. Sebab, seluruh hasil tes nantinya diakumulatifkan dan dipilih tiga besar.
‘’Jadi tidak ada sistem gugur. Semua peserta wajib mengikuti tes,’’ ucapnya. Hasilnya akan diumumkan usai hari raya. Karena setelah ini dijadwalkan kembali menggelar pleno hasil tes. ‘Secepatnya kita umumkan usai hari raya,’’ aku Sugatra. Setelah tahapan tes itu selesai, hasil tesnya akan disampaikan ke PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) yang dalam ini bupati dan disampaikan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Setelah rekomendasi turun dari KASN yang menyatakan tahapan seleksi sudah berjalan lancar. Sebelum pelantikan, BKPSDM Tabanan akan mohon izin tertulis ke Mendagri untuk melakukan pelantikan pada masa pilkada. Hal itu sesuai surat edaran Bawaslu. ‘’Ini supaya benar. Lelang jabatan yang diselenggarakan sesuai aturan. Tidak ada unsur politik meskipun tes ini masuk ranah pilkada,’’ terang Sugatra. (bit)
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Mobil Diderek
Pelanggar Parkir di Ubud Tak Jera
Bali Post/kmb35
PARKIR - Mobil parkir berjejer di seputaran Jalan Monkey Forest Ubud. Padahal, di lokasi itu sudah terpampang plang larangan parkir.
Gianyar (Bali Post) Tindakan tegas petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar bersama aparat kepolisian dengan menderek mobil yang melanggar parkir, ternyata tidak serta merta membuat warga lainnya jera. Buktinya, pelanggaran parkir di kawasan Ubud masih marak. Mereka terkesan tidak menggubris plang larangan parkir. Pantauan Bali Post, Jumat (28/2) kemarin, parkir liar paling parah terlihat di Jalan Raya Hanoman menuju Jalan Monkey Forest Ubud. Kendaraan roda dua dan empat nampak parkir di sepanjang jalan tersebut. Padahal, di sepanjang jalan itu sudah terpasang plang larangan parkir. Kendaraan itu diduga merupakan milik guide yang sedang menunggu wisatawan. Pelanggaran parkir yang cukup parah juga ditemui di sepanjang Jalan Dewi Sita. Di ruas jalan ini juga nampak kendaraan yang parkir berjejer. Ironisnya, ditemukan sejumlah mobil yang parkir berjejer secara dobel. Kondisi seperti ini langsung memicu kemacetan lalu lintas di ruas jalan tersebut.
Kepala Dishub Gianyar I Wayan Suamba mengimbau pemilik kendaraan untuk memarkir kendaraan di areal yang sudah disediakan di seputaran Ubud. Salah satunya, di sentral parkir Monkey Forest Ubud. “Kami tetap mendorong pemilik mobil untuk tidak sembarangan memarkir kendaraannya, terlebih di areal yang sudah terpasang plang larangan parkir,” katanya. Usai hari raya Kuningan, kata Suamba, pihaknya akan kembali mengerahkan mobil derek untuk menertibkan mobil yang parkir sembarangan. Ditegaskan, penertiban ini akan dilakukan dengan menggandeng aparat kepolisian. “Penertiban dengan mobil derek akan lanjut terus. Usai Kuningan pasti kita lanjutkan lagi,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, petugas gabungan melakukan penertiban kendaraan yang parkir sembarangan di seputaran Jalan Raya Ubud. Petugas tidak hanya menggembosi ban, melainkan menderek satu unit mobil hitam DK 1291 QA. Mobil yang melanggar parkir itu digiring ke Mapolsek Ubud. (kmb35)
191 Warga Terpapar DBD Satu Meninggal Dunia Gianyar (Bali Post) Kasus demam berdarah dengue (DBD) sudah menyebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar. Berdasarkan data di RSUD Sanjiwani Gianyar, pasien DBD yang dirawat sepanjang 2020 hingga akhir Februari ini mencapai 191 pasien. Bahkan, satu pasien di antaranya meninggal dunia. Humas RSUD Sanjiwani Gianyar Ida Bagus Punarbawa mengatakan hal itu, Jumat (28/1) kemarin. Punarbawa memaparkan, dari 191 pasien itu, jumlah pasien demam berdarah yang dirawat pada Januari
mencapai 88 orang. Sementara sepanjang Februari mencapai 73 pasien. Namun, puluhan pasien terse-
SOSOK Ogoh-ogoh Ramah Lingkungan
but sudah ada yang sembuh dan diizinkan pulang. “Untuk hari ini yang masih dirawat 13 orang,” ujarnya.
Punarbawa mengatakan, pasien yang masih dirawat kini tersebar di lima ruangan. Di antaranya Ruang Astina, Abimanyu dan Ayodya masing-masing satu pasien, selanjutnya di Ruang Arjuna dan Yudistira dirawat masing-masing lima pasien. Dari ratusan pasien
yang sempat mendapat perawatan, katanya, tercatat ada satu pasien yang tidak terselamatkan. Yakni pasien atas nama I Wayan Tekek, warga Banjar Tengkulak Kaja Kangin, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. “Pasien meninggal Januari lalu,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
FOGGING - Petugas sedang melakukan fogging di salah satu rumah warga.
Pengelola Hotel dan Restoran Ketar-ketir
HAMPIR seluruh sekaa teruna (ST) di Kabupaten Gianyar sedang disibukkan dengan pembuatan ogoh-ogoh yang akan diarak pada malam Pangerupukan mendatang. Melihat hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar mengimbau para pemuda membuat karya ogoh-ogoh dari bahan ramah lingkungan. Plt. Kadis DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengungkapkan, sejak 2016 tren ogohogoh ramah lingkungan di Kabupaten Gianyar terus melejit. Hingga kini, pihaknya memperkirakan 90 persen lebih ST berupaya membuat ogoh-ogoh berbahan ramah ligkungan. “Pantauan kami, hampir semua sekaa teruna yang membuat ogoh-ogoh berupaya menggunakan bahan ramah lingkungan. Bahkan, banyak karya seni ogoh-ogoh total berbahan ramah lingkungan,” katanya, Jumat (28/2) kemarin. Ia terus mendorong generasi milenial di Kabupaten Gianyar untuk mengasah kreativitas dalam membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan. “Kesadaran terhadap pelestarian lingkungan sangat tinggi. Terutama dalam pembuatan ogoh-ogoh yang berbahan ramah lingkungan, seperti yang dilakukan sekaa teruna di Desa Lodtunduh,” katanya. Pejabat asal Desa Lebih ini juga mengingatkan agar sekaa teruna di Gianyar tidak lagi membuat ogoh-ogoh berbahan styrofoam. Apalagi sudah ada pergub yang membatasi penggunaan bahan plastik hingga styrofoam. “Tanpa styrofoam dan plastik, saya yakin para pemuda Gianyar bisa membuat karya seni yang bagus dan mataksu,” tegasnya. (nik) Bali Post/kmb35
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan sedang jalan-jalan di kawasan Ubud.
Gianyar (Bali Post) Pengelola hotel dan restoran di Kabupaten Gianyar makin ketarketir akibat merebaknya wabah virus Corona di Tiongkok. Pasalnnya, apabila kasus itu tidak segera reda dipastikan jumlah kunjungan wisatawan makin anjlok karena mereka menahan diri untuk berlibur. Dampak paling fatal dari kondisi ini adalah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar Pande Mahayana Adityawarman menjelaskan, sampai saat ini kunjungan wisatawan dan okupansi hotel masih tergolong bagus. Khususnya untuk kunjungan wisatawan Eropa, Australia dan India. “Di Gianyar, kunjungan didominasi oleh wisatawan Eropa, Australia dan India,” katanya. Kendati demikian, pria yang akrab disapa Adit Pande ini mengakui jika wabah virus Corona tidak mereda dalam waktu satu bulan hingga dua bulan ke depan, tidak tertutup kemungkinan pariwisata Gianyar akan menerima dampak dari kondisi ini. “Makanya, semua komponen pariwisata sekarang harap-harap cemas,” ujarnya. Meskipun tidak separah SARS, kata Adityawarman, tetapi virus Corona sudah memberi dampak ke seluruh dunia, karena penyebarannya yang cepat. “Apabila penyebaran virus Corona ini terus meluas, pasti orang-orang juga akan memundurkan jadwal liburannya. Memang lebih safe untuk tinggal di rumah,” jelasnya. Adityawarman menambahkan, dampak terburuk dari kondisi ini adalah terjadinya PHK dalam jumlah besar. Namun, ia menegaskan belum sampai ke arah itu. “Untuk PHK,
saya rasa belum. Kita lihat dulu ke depan, kalau memang tidak membaik, baru bisa kita lihat kembali kemungkinan tersebut (PHK - red),” katanya. Adityawarman berharap ada berita baik terkait pengendalian virus Corona, berupa vaksin atau obat. Sehingga, kekhawatiran masyarakat di dunia bisa berkurang. “Semoga segera ada berita baik tentang pengendalian virus Corona,” harapnya. Terkait kebijakan tidak dipungutnya Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan ke depan, ia mengaku masih menunggu regulasi dari pemerintah. “Semoga kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa berjalan dengan baik untuk rencana penghapusan pajak enam bulan ke depan. Nanti setelah turun regulasi, barulah kita mendapat informasi dari BPKAD,” tegasnya. Sementara itu, anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara menyambut baik rencana pemerintah pusat agar pemerintah daerah tidak memungut PHR selama enam bulan ke depan. Dikatakan, PHR sebesar 10 persen itu diharapkan bisa menjadi diskon untuk wisatawan, sehingga tamu bisa lebih tertarik datang untuk berlibur. “Kebijakan ini memang tujuannya untuk menarik wisatawan untuk datang berlibur,” katanya. Yang menjadi persoalan, katanya, kesanggupan pemerintah pusat mengganti PHR yang tidak dipungut itu. Seperti di Kabupaten Badung dan Denpasar, misalnya, kesanggupan pemerintah memberikan kompensasi diragukan, mengingat besarnya PHR yang diperoleh kedua daerah tersebut selama ini. “Kalau saja ada kepastian dari pusat terkait hal ini, saya kira tidak ada masalah,” tegasnya. (kmb35)
Kerusakan ”Stage” Sidan Makin Parah Gianyar (Bali Post)Kondisi bangunan Stage Sidan yang ada di Desa Sidan, Kecamatan Gianyar semakin memprihatinkan. Kini pengunjung tidak perbolehkan masuk ke areal tersebut, lantaran hampir seluruh atap bangunan itu bocor dan bolong-bolong. Bahkan, pada pintu masuk stage itu sudah terpasang tulisan “Dilarang masuk, bahaya bangunan rusak”. Beberapa pekan terakhir, sudah tidak ada lagi petugas dari Pemkab Gianyar yang berjaga di areal stage tersebut. Kondisi ini diduga karena kerusakan pada bangunan stage tersebut makin
parah. Khususnya memasuki musim hujan ini, kebocoran pada bangunan tersebut terus terjadi, sehingga merusak bagian atap bangunan itu. Alhasil, hampir seluruh areal atap bangunan Stage Sidan dalam kondisi bolong-bolong. Hal ini membuat areal bangunan itu memang sudah tidak layak untuk dikunjungi. Dikonfirmasi Jumat (28/2) kemarin, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengaku baru tahu terkait kerusakan Stage Sidan yang bertambah parah. Ia tidak tahu siapa yang memasang tulisan dilarang masuk tersebut. “Tidak ada laporan, saya juga baru tahu ini,” katanya.
Wisnu Wijaya menegaskan, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu, apakah objek itu sepenuhnya aset Pemkab Gianyar atau ada bagian yang merupakan aset desa adat setempat. “Dulu sepertinya ada kerja sama dengan desa adat, makanya kami telusuri dulu. Apakah itu aset Pemkab Gianyar atau desa adat? Kalau ada aset desa adat, mungkin harus dibahas dengan desa adat,” katanya. Wisnu Wijaya menambahkan, apabila Stage Sidan merupakan sepenuhnya aset Pemkab Gianyar, maka pihaknya akan segera membicarakan dengan Bupati
Gianyar I Made Mahayas tra. “Kalau sepenuhnya aset kita, akan segera dilaporkan kepada Bapak Bupati. Ini harus ada perencanaan terlebih dahulu. Di APBD 2020 ini, belum ada perencanaannya,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar Anak Agung Gede Putrawan mengakui atap Stage Sidan kini kondisinya memprihatinkan dan atapnya bocor. Dikatakan, pihaknya masih membuat kajian terkait bangunan tersebut. “Kami masih melakukan kajian. Apakah tetap dijadikan stage atau peruntukkannya diubah,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
STAGE SIDAN - Areal Stage Sidan, di pintu masuknya terpasang spanduk dilarang masuk.
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Warga Malaysia Meninggal di Caspla Water Sport Semarapura (Bali Post) -
Di tengah lesunya kunjungan wisatawan asal Tiongkok, pariwisata Nusa Penida terus-menerus memakan korban. Setelah wisatawan mancanegara asal Italia dan Rusia, korban berikutnya adalah wisatawan asal Malaysia dengan nama Tan Beng Siew (50). Korban meninggal Kamis (27/2) lalu saat terjatuh dari wahana Banana Boat di Caspla Water Sport di Banjar Buyuk, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Dia terjatuh di wahana itu kemudian meninggal diduga akibat kelelahan. Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya, Jumat (28/2) kemarin, menyampaikan anggota Polsek Nusa Penida sudah turun melakukan penyelidikan, setelah menerima laporan pihak terkait. Dalam penjelasan sejumlah saksi di TKP, korban bersama suami dan beberapa rombongan lainnya sebanyak 23 orang tiba di Water Sport Caspla sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka ingin mencoba wahana yang disediakan Caspla. Mereka lantas pergi ke ponton untuk main wahana Banana Boat itu. Sampai di tengah laut tibatiba korban terjatuh ke laut.
Kapten Satel Boat I Wayan Suarto (47) langsung menarik banana kembali mengambil korban. Kemudian diarahkan ke ponton. Dia berhasil diamankan. Tetapi saat sampai di ponton, tour guide-nya, Pen Sjing (54), mengatakan korban masih dalam keadaan sadar. Bahkan masih bisa diajak bicara. Korban saat itu mengaku sangat lelah. Ia kapok naik wahana Banana Boat itu. Kemudian, korban langsung jatuh pingsan. Di tengah kepanikan itu, korban segera dilarikan ke Puskesmas Nusa Penida I untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. ‘’Sampai di puskesmas ko-
rban diperiksa dokter jaga. Namun kemudian korban dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Nusa Penida untuk diproses lebih lanjut,’’ katanya. Korban diduga mengalami kelelahan saat menjajal wahana wisata Banana Boat ini. Korban merupakan WNA asal Malaysia yang beralamat di Perak, Taiping, Malaysia. Di Bali, dia tinggal sementara di Hotel Eden, Kuta, Badung dengan berbekal paspor nomor A38112211. Setelah dipastikan meninggal, jenazah korban rencananya dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan Boat Caspla. (kmb31)
MENINGGAL - Warga Malaysia saat mendapat penanganan di Puskesmas Nusa Penida I, namun akhirnya korban meninggal.
Diduga Soal Asmara, Coba Bunuh Diri
SOSOK Awasi Melalui AMEL LEMBAGA Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia telah merealisasikan Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal (AMEL). Dengan aplikasi ini diharapkan terjadi keterbukaan informasi terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi itu, bersama-sama melakukan pengawasan. Demikian disampaikan Bupati Suwirta saat mewakili bupati/wali kota dari sejumlah daerah di Indonesia usai penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan LKPP di Jakarta, Kamis (27/2). Bupati Suwirta mengapresiasi aplikasi AMEL yang dikeluarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia. Menurut Bupati Suwirta, melalui aplikasi AMEL ini akan memberi ruang kepada masyarakat untuk ikut membuka, memberi masukan dan mengawasi pekerjaan fisik yang dilakukan pemerintah. ‘’Masyarakat bisa membuka aplikasi ini. Tentu juga bisa memberi masukan dan mengawasi pekerjaan fisik yang dilakukan pemerintah,’’ ujar Bupati Suwirta. Selain itu, Bupati juga menyampaikan melalui aplikasi AMEL bisa digunakan sebagai evaluasi pelaksanaan pekerjaan tahun berjalan (sekarang) dan perencanaan tahun berikutnya. LKPP mengembangkan aplikasi monitoring dan evaluasi berbasis web. Aplikasi itu berfungsi menyajikan data PBJP mulai perencanaan, persiapan, pemilihan penyedia, kontrak sampai serah terima pekerjaan serta pembayaran. Aplikasi itu nantinya diinstal pada masing-masing layanan pengadaan secara elektronik. Ruang lingkup perjanjian kerja sama ini antara lain instalasi, penggunaan dan pengelolaan aplikasi monitoring-evaluasi lokal, pendampingan dan bimbingan teknis aplikasi monitoring-evaluasi lokal, validasi data pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik, dan pelaksanaan integrasi aplikasi monitoring-evaluasi lokal dengan aplikasi pembayaran serta aplikasi lainnya terkait monitoring-evaluasi pengadaan barang/jasa pemerintah. (gik)
Semarapura (Bali Post) Pantai Belatung, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, mendadak dipadati warga. Ini dipicu aksi I Komang Tika (16), pemuda asal Batudawa Kaja, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, nekat melakukan percobaan bunuh diri, Kamis (27/2) malam sekitar pukul 23.40 Wita. Dia diduga nekat mengonsumsi obat-obatan dicampur cairan bersoda, hingga mulutnya terus-menerus mengeluarkan busa. Korban diketahui bekerja di kandang ayam milik Ketut Arimbawa di Dusun Pundukdawa. Tanpa pamit dari rekan-rekannya, Tika tiba-tiba keluar dari tempatnya bekerja mengendarai sepeda motor menuju Pantai Belatung. Teman-temannya sesama pekerja di sana heran dengan perilaku aneh korban. Sesaat setelah pergi, pekerja lainnya, I Gede Sumada (24), mengaku sempat dihubungi melalui HP dan chat whatsapp, sambil menangis. Korban sempat mengirimkan foto bergambar obat bodrex dan botol minuman bersoda, sprite. Gambar serupa juga dikirimkan kepada teman lainnya, I Komang Sari (16), sesama pekerja asal Batudawa. Sehingga kedua temannya ini khawatir terjadi sesuatu pada rekannya itu. Mereka lantas menyusul ke lokasi korban di Pantai Belatung.
Kekhawatiran mereka terbukti. Korban Tika pun ditemukan dalam kondisi lemas. Dari mulutnya terus mengeluarkan busa. Karena cemas, mereka sempat meminta bantuan warga yang sedang memancing di sekitar lokasi. Kedua rekannya itu bergegas menghubungi temannya yang lain, untuk melaporkannya ke Polsek Dawan. Warga lainnya, Budiasto Wanoyo alias Mangku Corong, akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi sebagai penanganan lebih lanjut. Menerima
laporan warga itu, pihak kepolisian segera turun ke TKP. Kondisi di sekitaran dalam keadaan gelap. Posisi korban sudah telentang tidak sadarkan diri. Dari mulut korban keluar busa tanpa henti. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Sementara barang bukti berupa HP, sprite dan bodrex, sudah tidak ditemukan di TKP. Hubungan Asmara Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu Ardana mengatakan ke-
mungkinan korban melakukan aksi nekat percobaan bunuh diri. Diduga dilatarbelakangi persoalan hubungan asmara dan keuangan keluarga. Namun, belum ada penjelasan lebih jauh dari korban. Sebab, sejak ditemukan sampai sore, kondisi korban masih belum sadarkan diri. Namun denyut nadinya masih ada. Korban masih dalam penanganan pihak petugas medis UGD RSUD Klungkung. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma
mengatakan, hasil penanganan tim medis, bahwa pasien Komang Tika itu hingga mengeluarkan busa dari mulutnya, diduga karena keracunan obat. Saat ini keadaan umumnya sangat lemah. Namun, kabar baiknya kesadaran korban sudah mendingan. Demikian pula tanda-tanda vitalnya juga membaik. ‘’Tika saat ini masih terpasang infus dan selang lambung. Keluhan saat ini tidak ada. Dia masih dalam penanganan,’’ kata dr. Kesuma. (kmb31)
KONDISI LEMAS - Korban saat ditemukan dalam kondisi lemas di TKP dan dibawa ke RSUD Klungkung.
Permintaan Kain Tenun Rangrang Nusa Penida Lesu KAIN tenun rangrang menjadi salah satu ikon penting Nusa Penida. Tetapi, memasuki tahun 2020 ini para perajinnya mulai dilanda kekhawatiran. Sebab, permintaan pasar terhadap kain tenun khas Nusa Penida itu semakin lesu saja. Karena itu, tidak sedikit para perajin tenun rangrang itu saat ini memilih menganggur akibat minimnya permintaan dari pengepul. Bagaimanakah strategi jitu yang harus dilakukan untuk mengembangkan perajin kain tenun rangrang Nusa Penida itu? Salah satu perajin kain tenun eangrang asal Nusa Pendita, I Made Tanglad, Jumat (28/2) kemarin mengatakan kain ini nyaris punah. Alasannya, penenun yang aktif mulai minim menjalankan prosesi ini. Padahal, beberapa upaya dilakukan sebagai langkah
melestarikan kain tenun rangrang ini. Misalnya dengan munculnya kelompok-kelompok yang mewadahi kerajinan tradisional. Pada tahun 2013-2014 kain tenun rangrang berada pada masa puncaknya. Saat itu minat pasar relatif tinggi. Harga per lembarnya bahkan
KAIN TENUN RANGRANG - Salah satu perajin kain tenun rangrang di Nusa Penida sedang mengerjakan kain rangrang motif wajik.
bisa mencapai jutaan rupiah. Kala itu, penenun kewalahan memenuhi pesanan konsumen. ‘’Dulu kain ini bisa sampai ke luar negeri mengikuti festival kain internasional. Tetapi mulai 2015 kain ini sedikit peminatnya. Salah satu sebabnya lantaran kurangnya pemasaran. Selain itu karena mulai banyaknya jenis kain lain di pasaran,’’ kata Made Tanglad, perajin kain tenun rangrang asal Dusun Ampel, Desa Pejukutan ini. Saat ini memang keberadaan kain rangrang kini terjun bebas. Kehadirannya tidak seperti sebelumnya sempat booming. Merosotnya kain rangrang itu disebabkan tren fashion berubah. Selain itu, jumlah perajin pun kian berkurang. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama yang bergelut di bidang kain rangrang baik itu perajin, pengepul maupun lainnya. ‘’Saya melihat para perajin di daerah Nusa Penida belakangan ini kebanyakan menganggur. Mereka tidak lagi melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sebagai penenun lantaran harga kain tenun rangrang menurun drastis. Sedangkan harga benang tetap mahal. Di samping itu, jarang pengepul datang membeli kainnya,’’ Kata Gede Arnawa, pemuda asal Dusun Semaya, Nusa Penida yang sampai saat ini tetap berusaha mempromosikan kain tenun rangrang di media sosialnya. Sejak melakukan promosi baik online maupun offline, konsumen mulai kembali tertarik membeli kain tenun rangrang tersebut. Dengan kemajuan teknologi, dia berusaha mempromosikannya melalui medsos dengan harapan kain tenun rangrang yang sempat vakum itu bisa eksis kembali. Sehingga semakin banyak masyarakat Bali pada umumnya mengenal dan memakai kain tenun rangrang itu. ‘’Saya berharap kepada pemerintah daerah agar mengeluarkan peraturan bagi pegawai di Bali dapat
mengenakan pakaian dari kain tenun rangrang pada hari-hari tertentu,’’ harap Arnawa. Ada berbagai macam jenis motif kain tenun rangrang itu antara lain: motif hias wajik,
hias iled, hias bianglala, hias jalur, hias kotak-kotak, hias silang, dan motif hias sirang. Adapun tenun yang dihasilkan menggunakan dua jenis pewarnaan, yaitu pewarna alam dan
pewarna sintetis. Warna alam di antaranya dihasilkan dari babakan poh (kulit batang mangga) menghasilkan warna kuning, babakan akar mengkudu menghasilkan warna
merah, babakan kayu santen menghasilkan warna abu-abu tua, babakan juwet menghasilkan warna kecokelatan dan daun indigo menghasilkan warna hitam. (gik)
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Rp 35 Miliar untuk Tuntaskan Pembangunan Dermaga Cruise Tanah Ampo Amlapura (Bali Post) Pembangunan proyek dermaga cruise di Tanah Ampo, Kecamatan Manggis hingga kini belum dituntaskan akibat kekurangan dana. Untuk menuntaskan pembangunan dermaga tersebut, Kantor Syahbandar Otoritas Penyeberangan (KSOP) Pelabuhan Padangbai perlu anggaran sekitar Rp 35 milliar. Dikonfirmasi Jumat (28/2) kemarin, Kepala KSOP Pelabuhan Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin mengatakan, estimasi anggaran tersebut untuk menuntaskan dermaga cruise secara keseluruhan. Di antaranya pembangunan dermaga ponton, pengerjaan breakwater dengan volume sekitr 900 meter kubik, pengawasan dari supervisi dan utilitas, pengerjaan breakwater tetraport 5,7 ton sekitar 200 unit
dan tetraport 8 ton sekitar 300 unit. Volumenya kurang lebih 900 meter kubik. ‘’Kami masih perlu dana sekitar Rp 35 milliar untuk menuntaskan dermaga cruise,’’ ujarnya. Terkait kekurangan dana itu, kata Eka Suyasmin, pihaknya sudah mengusulkan kekurangan ke Kementerian Perhubungan, tetapi tak di-ACC. Kendati demikian, pihaknya sangat berharap kekurangan bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2021 mendatang. ‘’Tahun ini tidak ada alokasi anggaran untuk penyelesaian dermaga. Pada tahun anggaran 2020 ini, pemerintah pusat fokus untuk pembangunan Dermaga Sanur. Semoga tahun berikutnya dianggarkan sehingga proyek segera bisa dituntaskan dan tidak mangkrak,’’ tegasnya.
Menurut Eka Suyasmin, dermaga cruise sebenarnya sangat urgen untuk menopang perekonomian masyarakat. Makanya, warga setempat sangat mengharapkan dermaga bisa secepatnya beroperasi. Seperti diberitakan sebelumnya, pengerjaan Dermaga Cruise Tanah Ampo dimulai tahun 2017 lalu. Anggaran yang diberikan sekitar Rp 49 milliar lebih. Pengerjaan tahap I meliputi pmasangan tiang jetty ramdor, dan breakwater. Pengerjaan dimulai 21 Juni 2017, dan mengalami keterlambatan. Pengerjaan dilakukan dari tahun 2017 hingga 2018. Sementara untuk pengerjaan dermaga cruise tahap II dilanjutkan akhir Juni 2019 dengan anggaran sekitar Rp 28,9 miliar untuk pengerjaan breakwater. (kmb41)
Bali Post/kmb41
MANGKRAK - Proyek Dermaga Cruise Tanah Ampo mangkrak. Untuk melanjutkan proyek itu diperlukan anggaran sekitar Rp 35 miliar.
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Atlet Biliar Ditangkap Bawa Sabu Bangli (Bali Post) – Seorang atlet biliar Gianyar inisal PAW ditangkap Satresnarkoba Polres Bangli lantaran membawa narkoba jenis sabu-sabu. Selain PAW yang berasal dari Desa Penatih, Denpasar itu, polisi juga berhasil mengamankan IGKAC, pria asal Yehembang, Jembrana di tempat berbeda.
Bali Post/kmb40
NARKOBA - Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan didampingi Kasatresnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra merilis penangkapan kedua tersangka kasus narkoba.
ASN Harus Jadi Contoh Bangli (Bali Post) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bangli diminta memberikan contoh bagi masyarakat dalam hal pengisian sensus penduduk online. ASN diharapkan ikut menyukseskan sensus penduduk dengan menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan sensus di berbagai kesempatan di masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra mengatakan pengisian sensus penduduk online itu sangat penting bagi diri sendiri, keluarga juga Pemerintah Kabupaten Bangli. Sensus penduduk online ini harus dipersiapkan secara matang baik dari koordinasi dan kerja sama BPS dengan pemerintah daerah. Sehingga pemotretan detail data masyarakat Bangli dapat berjalan lan-
car, dan sukses sesuai keadaan riil di lapangan. “Sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, seyogianya harus memberi contoh kepada masyarakat. Caranya dengan mengawali pengisian sensus penduduk online itu,” kata Giri Putra, Rabu (26/2). Menurutnya, pelaksanaan sensus penduduk online itu jauh lebih hemat, lebih efisien dan mempercepat validasi data. Hal itu berdampak baik pada percepatan arah kebijakan pemerintah. Mantan Sekwan itu kembali menekankan kepada seluruh OPD dan jajarannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli untuk sepenuhnya memberikan dukungan pengisian Sensus Penduduk 2020. “ASN harus meyakinkan masyarakat bahwa sensus itu sangat berdampak untuk kita ke depannya. Kalau kita sudah melakukan pengisian sensus penduduk ini, berarti kita telah taat pada aturan dan kebijakan sesuai perundangundangan yang berlaku,” kata IB Giri Putra. (kmb40)
Ida Bagus Giri Putra
‘’Kedua tersangka kami kenakan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tentang Narkotika. Hukuman penjara maksimal 12 tahun dan minimal 4 tahun. Kita jungtokan pasal 127 UU yang sama dengan pidana paling lama 4 tahun,’’ terangnya, Jumat (28/2) kemarin. Selama Februari ini, kata Dhana Aryawan, pihaknya telah menangkap enam tersangka terkait kasus narkoba. Banyaknya pelaku narkoba berhasil ditangkap akhir-akhir ini, menurutnya, terjadi karena wilayah Bangli dianggap tempat aman transaksi narkoba. ‘’Menurut analisa kami selain karena tingkat aktivitas anggota yang memang lebih meningkat dalam melakukan kegiatan operasi, juga dikarenakan distribusi barang berpindah dari kota-kota besar seperti Denpasar, Badung, Gianyar. Selama ini pola mereka sudah diketahui tim kepolisian maupun BNN, maka para pengedar kemudian mengalihkan peredarannya ke wilayah pinggiran seperti Bangli,’’ jelasnya. Saat dihadirkan PAW kepada wartawan mengaku dirinya merupakan atlet biliar wakil Gianyar. Terakhir dia sempat berlaga di Porprov Tabanan. Malah berhasil meraih medali perunggu. Dia mengaku sudah mengonsumsi sabu-sabu itu sejak setahun terakhir. Dia berdalih memakai sabu itu agar bisa lebih fokus. Pascaditangkap, dia mengaku kapok. (kmb40)
Jangan Pukul Rata Bangli (Bali Post) – Pemerintah pusat membuat kebijakan meniadakan pungutan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan. Kebijakan pusat dalam upaya memulihkan pariwista akibat dampak virus Corona itu, dipercaya akan berpengaruh terhadap pendapatan Pemerintah Kabupaten Bangli. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles mengatakan dengan ditiadakannya pungutan PHR selama enam bulan itu, maka dipastikan pendapatan tidak bisa tercapai sesuai target. Hal itu dikhawatirkan berimbas terhadap kegiatan yang sudah dirancang Pemkab Bangli. Menurutnya, harus ada regulasi jelas terkait kebijakan itu. Apakah berupa peraturan menteri atau lainnya. Sehingga Pemkab punya acuan/ dasar untuk tidak memungut PHR selama enam bulan sebagaimana ke-
bijakan pusat itu. Meski ada kebijakan soal ditiadakannya pungutan PHR selama enam bulan, menurutnya, perlu adanya klasifikasi. Mana saja objek pajak yang tidak dipungut PHR-nya. Kalau memungkinkan jangan semua dipukul rata. Sebab, di Bangli ada beberapa restoran/rumah makan yang konsumennya wisatawan/orang lokal. ‘’Di Kintamani contohnya ada beberapa restoran yang masih ramai sampai hari ini. Sabtu Minggu sampai tidak dapat parkir,’’ terangnya. Pemerintah perlu membebaskan pungutan PHR pada restoran/rumah makan/hotel yang selama ini memang kunjungannya didominasi wisatawan luar. Dan memang diakui saat ini mengalami penurunan kunjungan secara drastis. ‘’Kalau yang masih ramai dan pasarnya lokal, apa itu perlu dibebaskan
PHR-nya. Karena itu perlu dipertimbangkan dengan matang,’’ harapnya. Kalau PHR itu dibebaskan selama enam bulan, kata Carles, maka pendapatan yang sudah ditargetkan jelas tidak akan bisa tercapai. Sudah pasti, hal itu akan berimbas terhadap kegiatan yang sudah dirancang. Bukan tidak mungkin ada kegiatan yang sudah dianggarkan malah tidak bisa jalan. Berdasarkan data Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD), target pendapatan PHR di Bangli tahun 2019 yakni Rp 6,7 miliar. Dengan rincian pendapatan dari pajak hotel Rp 909 juta dan pajak restoran Rp 5,8 miliar. Kepala BKPAD Kabupaten Bangli Ketut Riang belum bisa diwawancarai terkait hal itu. Dia hanya mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dan konsultasi soal kebijakan itu ke Pemerintah Provinsi Bali. (kmb40)
Komang Carles
Bali Post/kmb40
Empat Desa Ditargetkan Tuntas Adminduk
Bali Post/kmb40
Bali Post/kmb40
PAW ditangkap di pinggir Jalan Raya Merdeka, tepatnya di Desa Tamanbali, Senin (24/2) lalu. Saat dilakukan penggeledahan, padanya ditemukan barang bukti berupa satu buah plastik klip bening yang berisi serbuk kristal. Serbuk kristal itu diduga sabu seberat 0,30 gram bruto. Barang itu disimpan pada bekas bungkus rokok di celana panjang pelaku. Selain itu, ditemukan juga barang bukti lain berupa satu buah pipa kaca, korek gas, gunting dan uang oleh petugas. Kemudian, tersangka berikut barang buktinya diamankan untuk diproses lebih lanjut. Sementara IGKAC sudah lebih dulu ditangkap petugas, Senin (17/2). Dia diamankan di pinggir Jalan Merdeka. Tepatnya di Banjar Petak, Kelurahan Bebalang. Padanya diamankan barang bukti berupa satu bungkus narkotika jenis sabu seberat 0,37 bruto pada bungkus rokok, satu potong lakban, tisu, satu pipet kaca, korek api gas serta handphone dan motor. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan didampingi Kasatresnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra mengatakan menurut pengakuan masing-masing tersangka, barang bukti sabu tersebut rencananya dipakai/dikonsumsi sendiri. Barang terlarang itu mereka dapatkan dari seseorang yang berasal dari luar Bangli. Polisi masih terus mendalami dan mengembangkan pengakuan para tersangka itu.
ADMINDUK - Suasana pelayanan adminduk di Kantor Disdukcapil Bangli.
Bangli (Bali Post) Empat desa di Kabupaten Bangli ditargetkan tuntas administrasi kependudukan (adminduk) tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli akan melaksanakan Gerakan Desa Tuntas Adminduk yang disingkat Gede Tunduk. Kepala Disdukcapil Nyoman Sumantra menyebutkan empat desa yang ditargetkan tuntas adminduk, yakni Desa Landih di Kecamatan Bangli, Desa Peninjoan di Kecamatan Tembuku, Desa Sulahan di Kecamatan Susut dan Desa Siakin di Kecamatan Kintamani. Keempat desa itu saat ini menjadi desa yang penuntasan adminduknya tinggal sedikit.
“Kalau dulu kami bergerak ke desa-desa yang warganya banyak belum memiliki adminduk. Sekarang terbalik, kami sisir desa-desa yang penuntasan adminduknya tinggal sedikit. Dengan harapan di Bangli ada desa yang benar-benar tuntas adminduknya,” katanya, Jumat (28/2) kemarin. Implementasi program Gede Tanduk itu, pihaknya akan melakukan pelayanan outdoor ke empat desa itu. Karena itu, fokus turun ke masing-masing desa tersebut untuk melayani pengurusan dokumen adminduk warga. Tidak hanya sekali, bisa jadi pihaknya datang sampai 10 kali agar pelayanan adminduk di masyarakat itu benar-benar tuntas. Ma n t a n K a d i s d i k p o r a
Bangli itu mengungkapkan, sejauh ini belum adanya desa di Bangli yang tuntas adminduk, dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat mengurus dokumen masih belum maksimal. Dengan adanya dua kegiatan besar tahun ini, yakni Pilkada dan Sensus Penduduk (SP), Sumantra mengaku pihaknya kini cukup terbantu. Sebab, untuk bisa menyalurkan hak suaranya saat pilkada nanti dan mengisi sensus penduduk dengan benar, mau tidak mau masyarakat harus punya dokumen kependudukan terbaru. “Sekarang Sensus Penduduk 2020 ini kan berbasis KK (kartu keluarga). Jadi semua penduduk harus punya KK sesuai data terbaru. Bagi yang belum punya wajib mengurusnya,” pinta Sumantra. (kmb40)
Pariwisata Lesu, Tarif Retribusi DTW Perlu Diturunkan MEREBAKNYA virus Corona di negara Tiongkok berdampak terhadap lesunya pariwisata di Kintamani. Untuk menggairahkan kembali, Pemkab Bangli diminta mengeluarkan kebijakan strategis. Caranya, menurunkan/mengembalikan tarif retribusi masuk objek daya tarik wisata (DTW) ke tarif lama. Bagaimanakah atensi dari Dewan Bangli melihat kondisi riil pariwisata saat ini?
Made Sudiasa
Ketut Mastrem
Ketua Komisi II DPRD Bangli Ketut Mastrem mengatakan merebaknya virus Corona di Tiongkok berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Bangli, khususnya Kintamani. Sebagaimana hasil pantauannya, Jumat (28/2) kemarin, objek wisata Penelokan tampak lenggang. Hanya ada beberapa wisatawan lokal di sana. Beberapa restoran besar yang biasanya ramai, kini sepi pengunjung. ‘’Saya sempat pantau salah satu restoran, selama satu jam. Hanya ada tiga mobil datang. Kondisi seperti itu sangat miris,’’ ungkapnya. Turunnya tingkat kunjungan wisatawan hingga 80 persenan, kata Mastrem, telah membuat pengusaha restoran galau. Keputusannya, antara tetap mempekerjakan karyawan atau malah menguranginya. Berkenaan dampak negatif yang ditimbulkan virus Corona terhadap dunia pariwisata itu, hemat Mastrem, pemerintah pusat saat ini telah mengeluarkan kebijakan guna membantu memu-
lihkan pariwisata. Salah satunya meniadakan pungutan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan. Di sisi lain pemerintah pusat memberikan hibah sebesar Rp 3,3 triliun kepada sepuluh destinasi pariwisata termasuk Bali. Kebijakan itu tentu harus ditindaklanjuti pemkab. ‘’Sesuai kebijakan pusat, Bangli harus memberikan free pungutan PHR selama enam bulan ke depan,’’ ujarnya. Di samping menjalankan kebijakan pusat tersebut, Pemkab Bangli juga disarankan mengeluarkan kebijakan yang mampu menarik minat kunjungan wisatawan, yakni menurunkan/mengembalikan tarif retribusi masuk objek wisata ke tarif lama. Sebagaimana diketahui Pemkab Bangli mulai 1 Januari 2020 telah menaikan tarif retribusi masuk ke sejumlah objek DTW menjadi Rp 50 ribu per wisatawan. ‘’Di tengah situasi seperti sekarang ini, sebaiknya kenaikannya ditunda sampai tahun 2021. Dikembalikan ke tarif lama sehingga frekuensi tamu yang ke Bangli bisa meningkat,’’
Bali Post/ina
NIKMATI ALAM - Wisatawan menikmati pemandangan alam di objek Wisata Penelokan, Kintamani. kata Mastrem. Politisi PDI-P asal Kintamani itu tidak memungkiri jika semua kebijakan itu dijalankan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli tidak mencapai target. Sudah pasti berimbas terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah dirancang. Namun, menurutnya, di tengah situasi seperti sekarang, Pemkab Bangli tidak harus mengejar PAD setinggi-tingginya. Pemkab
juga harus care terhadap pelaku wisata yang kini sedang terseok-seok. Pendapat tak jauh berbeda disampaikan anggota DPRD Bangli Made Sudiasa. Di tengah kondisi pariwisata seperti sekarang, pihaknya mendorong Pemkab Bangli agar menerapkan kebijakan pusat. Dalam upaya menarik minat kunjungan wisatawan ke Bangli, Pemkab disarankan membebaskan pungutan
retribusi wisata. Sampai nantinya kondisi pariwisata bisa benar-benar pulih dan bangkit kembali. ‘’Menurut saya lebih baik diberikan free. Tidak didiskon,’’ terangnya. Kebijakan itu, menurutnya, efektif merangsang wisatawan datang ke Bangli. ‘’Ini merupakan strategi marketing yang bisa dilakukan Bangli sekarang,’’ kata politisi Demokrat asal Desa Undisan, Tembuku itu. (ina)
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Terganggu Bau Bangkai Babi 18 KK Warga Bila Mengungsi Singaraja (Bali Post) -
Menyusul kematian ratusan ekor babi milik PT Anugrah Bersama Sukses (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, sebanyak 18 kepala keluarga (KK) warga sekitar peternakan terpaksa mengungsi. Mereka mengaku tidak tahan dengan aroma tidak sedap yang diduga dari bangkai babi.
Bali Post/ist
MENGUNGSI - Belasan KK warga Desa Bila mengungsi karena tidak tahan dengan bau tidak sedap yang diduga dari bangkai babi dari peternakan PT ABS.
Informasi dikumpulkan di lapangan, belasan KK ini mulai mengungsi, Kamis (27/2) malam. Lokasi pengungsian berada di pusat dusun, tepatnya di sebelah selatan lokasi peternakan di Dusun Kawanan, Desa Bila. Kebanyakan warga lakilaki yang mengungsi ke balai dusun setempat. Sementara anak-anak, ibu-ibu dan para lanjut usia (lansia) tetap bertahan di rumah masingmasing. Para ibu tidak ikut mengungsi karena harus mempersiapkan perlengkapan upakara untuk perayaan hari raya Kuningan, Sabtu (29/2) hari ini. Salah seorang warga, Jro Putu Padma, menceritakan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga di sekitar peternakan sejak ratusan ekor babi yang dipelihara oleh perusahaan ditemukan mati menda -
dak. Dari informasi yang didapatkannya, perusahaan telah mengubur bangkai babi tersebut. Namun faktanya, aroma tidak sedap tetap saja menyebar hingga mengganggu kenyamanan warga. Bahkan, informasi lain diperolehnya menyebut ada beberapa ekor bangkai babi dibakar di dalam kandang. Sayangnya, pembakaran itu tidak sempurna. Diduga karena pembusukan bangkai yang tidak terbakar utuh itu menimbulkan bau yang tidak sedap. Menurut Jro Putu Padma, menyusul gangguan lingkungan dari aroma tidak sedap itu pihkanya meminta perusahaan dan instansi teknis terkait agar mencari jalan keluar, sehingga tidak merugikan warga di sekitar peternakan. Sepanjang aroma tidak sedap tetap menyebar dan perusahaan
tidak mengatasi masalah ini, dirinya dan warga lain sepakat untuk tetap mengungsi. ‘’Mulai kami tidur di balai banjar aparat desa dan Muspika Kubutambahan sudah menemui kami termasuk melaporkan persoalan ini kepada Bupati, dan kalau masih ada bau bangkai, kotoran dan limbah lain ya kami akan tetap mengungsi tidur di balai banjar,’’ jelasnya. Senada diungkapkan warga lain, Wayan Marsa. Dia mengaku aroma tidak sedap mulai menyebar mulai sekitar enam hari yang lalu. ‘’Kami sudah sepakat sampai perusahaan bisa menghilangkan aroma dari bangkai babi itu dan kami minta aparat desa yang sudah merekomendasi peternakan ini untuk memikirkan nasib kami yang terkena dampak dari peternakan itu,’’ jelasnya. Di sisi lain, Wayan Marsa
mengaku kemarin ikut masuk ke dalam peternakan untuk memastikan sumber bau bangkai babi. Dia kemudian meminta agar perusahaan langsung mengubur bangkai babi dan tidak membiarkan sampai membengkak di dalam kandang. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariadi Pribadi mengatakan sejak terjadi kematian babi secara massal pihaknya bersama Dinas Pertanian (Distan) sudah turun ke lokasi peternakan. Perusahaan sudah dibantu oleh Distan yang mengerahkan alat berat untuk mempercepat membuat lubang untuk mengubur bangkai babi. Ada lima lokasi lubang di dalam peternakan itu sudah dibuat untuk mengubur bangkai babi tersebut. Bahkan, ada dua lagi lubang yang sudah dipersiapkan untuk mengubur bila masih ada ditemukan kematian babi susulan. Sementara itu, Direktur PT ABS Wayan Widiana mengatakan, hingga sekarang babi peliharaannya
mati mendadak sebanyak 255 ekor. Menyusul kematian massal tersebut, pihaknya sudah mengubur bangkai babi dengan membuat lima lubang untuk mengubur dan sudah ditimbun. Selain itu, pihaknya juga masih menyiagakan tiga lubang dengan kedalaman memadai untuk mengantisipasi jika kembali terjadi kematian susulan. Selain itu, mencegah kematian susulan sekarang pihaknya melakukan biosecurity dan melaksanakan seterilisasi kandang dan mengawasi pihak-pihak yang keluarmasuk kandang. “Waktu masih kematian 1-2 ekor kami sudah buat 6 lubang untuk mengubur dan ini memastikan tidak bau yang mengganggu. Kami juga menyadari karena kewalahan untuk mengubur karena memang kematian babi kami begitu banyak. Dan selama kami mengubur ini sudah dibantu oleh pemerintah yang mengerahkan alat berat,” jelasnya. (kmb38)
PUG Berperan Penting Dalam Pembangunan Daerah Singaraja (Bali Post) Kesetaraan gender dalam bidang perencanaan dan pembangunan di daerah merupakan hal yang penting. Pembangunan pengarusutamaan gender (PUG) merupakan suatu strategi untuk menjamin tercapainya kesetaraan dan keadilan gender, memastikan laki-laki, perempuan, anak dan disabilitas memperoleh akses, partisipasi, kontrol dan manfaat sama dari kebijakan dan program kegiatan di berbagai sektor pembangunan. Ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2000 bahwa pegarusutamaan gender di-
laksanakan dalam proses pembangunan nasional. Hal itu terungkap dalam pelatihan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) belum lama ini. Pelatihan dibuka Sekretaris DPPKBPP-PA, Luh Made Jiwaningsih, mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana. Pelatihan yang diikuti oleh seluruh SKPD perguruan tinggi. Sekretaris DPPKBPP-PA, Luh Made Jiwaningsih, mengatakan PUG ini komitmen pemerintah sejak tersusunnya rencana aksi daerah tentang pengarusutamaan gender yang didukung dengan
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
DIJUAL MOBIL
Asisten Rumah Tangga utk villa pribadi di Brawa Canggu. Wanita muda,Cekatan, bisa naik motor. Gaji menarik.WA:085100050706
Dijl Granmax th 08 mesin body bagus dijl karena BUC 80 juta negoH.08113980681/08113980682
Checker (Harian) untuk Garmen di Kerobokan.WA:085100050706
DIJUAL MOTOR
Dicari Satpam untuk Bank Hub.0361-224025
PELATIHAN - SKPD di Buleleng mengikuti pelatihan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender.
B.BP.004.02.20.0000834
HONDA
Dijual Honda Benly 1973 orisinil Istimewa WA 08553788088 B.BP.001.02.20.0000841
B.BP.001.02.20.0000824
Dicari Tkg masak Chinese Food gaji memuaskan WA 08553788088
PROPERTY
DIJUAL MOBIL
Dijual Tanah 14are di Kengetan Ubud Los Sungai H.087860483745
B.BP.001.02.20.0000840
TOYOTA
masyarakat,’’ katanya. Menurut Made Jiwaningsih, PPRG ini akan menuntun agar dalam menentukan kebijakan melalui program dan kegiatan pembangunan tetap berpedoman pada konsep gender untuk mengurangi atau memperkecil terjadinya kesenjangan dan bias gender, juga apa yang menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dapat tercapai. (kmb38)
DAIHATSU
B.BP.001.02.20.0000837
B.BP.001.02.20.0000838
terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) No. 55 Tahun 2018 tentang pengalokasian anggaran responsif gender sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati No. 411.4/1219/bkbpp/2013 Tahun 2013 tentang pelaksanaan anggaran yang responsif gender. Langkah ini menjadi kunci mengatasi ketimpangan gender di berbagai sektor pembangunan. ‘’Salah satu caranya adalah dengan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender (PPRG), di mana proses PPRG memastikan bahwa dari segi akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dapat secara merata dinikmati
DIJUAL TANAH
B.BP.001.02.20.0000832
Djl Tyt Hardtop’82 Disel Hub.0881037801404
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon, ±35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712
LOKER
BENGKEL LAS
B.BP.001.01.20.0000707
B.BP.001.02.20.0000799
Free
n
Desig
Money Back Guarantee
BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Seluruh Lapas di Bali ’’Over Capacity’’ Negara (Bali Post) Kondisi rumah tahanan dan lapas di Indonesia overload. Tak terkecuali di wilayah Bali. Hampir semua dalam kondisi over capacity. Beberapa upaya dilakukan secara internal dari Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali. Salah satunya mengoordinasikan lapas maupun rutan yang masih memungkinkan saling isi warga binaan. Seperti yang dilakukan Lapas Tabanan ke Rutan Kelas II B Negara dan Lapas Buleleng, beberapa waktu lalu.
Bali Post/olo
TINJAU RUTAN – Kakanwil Kemenkum HAM Bali bersama Ketua ORI Provinsi Bali meninjau salah satu ruangan pelayanan di Rutan Kelas II B Negara, beberapa waktu lalu
Golkar Harapkan Koalisi Tetap Solid
Negara (Bali Post) – Pasca-Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bali belum lama ini, DPD Golkar Jembrana berencana akan menggelar musyawarah serupa di daerah. Dalam musda itu, selain memilih ketua DPD definitif, diharapkan juga menjadi penyemangat para kader dan simpatisan mengingat Jembrana termasuk kabupaten yang melaksanakan pilkada serentak 2020. Koalisi yang telah terbentuk saat ini bersama enam partai politik (parpol) agar tetap dipertahankan. Plt. Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana, Jumat (28/2) kemarin mengatakan, pasca-Musda Provinsi Bali, Golkar Jembrana akan melaksanakan sosialisasi dalam rapat pengurus dan diperluas lagi hingga ke Pengurus Kecamatan (PK). ‘’Setelah musda tiga bulan, kita rencanakan musda di kabupaten. Untuk mendapatkan ketua definitif,’’ ujar Su-
ardana yang anggota DPRD Bali ini. Musda di daerah ini juga untuk memanaskan mesin organisasi dan penyemangat para kader dalam menjalankan program partai. Terlebih, di Jembrana tahun ini merupakan salah satu kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada 2020. Golkar Jembrana yang mengantongi enam kursi di parlemen ikut berkiprah dalam hajatan demokrasi di daerah ini. Seperti diketahui, saat ini Golkar Jembrana menggalang koalisi dengan enam parpol lain yakni Gerindra, Demokrat, PPP, PKS, NasDem dan Perindo. Tahapan untuk menentukan calon bupati dan wakil bupati di internal Golkar maupun koalisi sudah dilakukan, tinggal penentuan. ‘’Kami harapkan musda di Jembrana sebelum pilkada, lebih cepat lebih baik,’’ tandasnya. Suardana juga mengharapkan siapa pun nantinya yang menjadi nakhoda Golkar Jembrana, tetap mempunyai tujuan yang sama dalam menghadapi Pilkada 2020. Yakni suatu perubahan yang dapat melanjutkan dari tujuan koalisi. Lantas untuk calon yang diusung, ia pun berharap ada kader yang mendapatkan rekomendasi. ‘’Sebagai kader Golkar, kami mengharapkan kader terbaik Golkar dapat rekomendasi. Tapi karena kita koalisi, kita cari terbaik yang kita usung bersama,’’ pungkas dewan asal Pengeragoan Kecamatan Pekutatan ini. (kmb26)
Apabila diamati, sarana dan makna yang terkandung dalam sarana upacara saat hari suci Kuningan lebih identik dengan alat-alat atau senjata dalam perang. ‘’Dalam kehidupan ini hakikatnya memang seperti
sebuah peperangan, bagaimana manusia selalu berusaha berperang melawan keadaan untuk menemukan jalan kehidupan yang lebih baik, baik dikehidupan dunia maupun akhirat nantinya,’’ pungkas sulinggih asal Geria Agung Sukawati, Gianyar ini, Jumat (28/2) kemarin. (win)
Berperang Melawan Keadaan
Sabtu, 29 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Mupuk Pedagingan Pedudusan Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini Lan Ngusaba Dalem(3) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Yoga Hip Opener Dan Twisting Seger Oger Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Gurita Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Bali TV Shop
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita
15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Lutut Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Ni Made Gita Kusuma Yanti, Ni Putu Ayu Christina Udayanti Juara Speech dan Guiding Contest SMAN 2 Tabanan Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Parameter Bali TV Shop Kalung Omkara Sansekerta Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Orti Bali Satu Jam Eka dan Nevi Bali TV Shop Kalung Omkara Classic Bali TV Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam
‘’Cara kita untuk mengatasi over capacity mencari tahu yang masih bisa memungkinkan dilayar, di mana yang sekiranya memungkinkan, kita lakukan,’’ ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Sutrisno saat kunjungan ke Rutan Kelas II B Negara, belum lama ini. Selain itu, dari luar lapas dan rutan, jajarannya juga menggencarkan sosialisasi program Kadarkum (keluarga sadar hukum) hingga ke pelosok desa. Sebab, semakin tinggi kesadaran hukum masyarakat juga akan mengurangi angka kriminalitas. ‘’Agar masyarakat tahu kalau melanggar hukum konsekuensinya seperti apa, sehingga kalau tidak ada pelanggaran hukum lagi kan berarti lapas kosong,’’ ujarnya. Sutrisno juga mewantiwanti pada semua petugas di lapas dalam pelayanan untuk tidak melakukan pungli. Termasuk di Rutan Kelas II B Negara yang belum lama ini
mencanangkan zona bebas korupsi (WBP) dan wilayah birokrasi bebas melayani (WBBM). Saat ini di Rutan Kelas II B Negara dari kapasitas standar untuk 71 napi, saat ini dihuni 152 orang termasuk tahanan titipan. Kepala Rutan Kelas IIB Negara Bambang Hendra Setyawan mengatakan, dengan kondisi itu, pihaknya berupaya mengintesifkan program Dirjen Pemasyarakatan yakni Crash Program melalui penyederhanaan
persyaratan administrasi usulan pemberian PB (pembebasan bersyarat), CMB (cuti menjelang bebas) dan CB (cuti bersyarat). Selain itu di internal, Bambang juga menertibkan barang bawaan (baju dan celana) di dalam tahanan dan mengoptimalkan loker. ‘’Baju yang ditaruh di kardus oleh WBP itu sedikit banyak menyita ruangan di tahanan, sehingga kami tertibkan tidak ada kardus dan kami optimalkan loker,’’ tandas Bambang. (kmb26)
’’Cara kita untuk mengatasi over capacity mencari tahu yang masih bisa memungkinkan dilayar, di mana yang sekiranya memungkinkan, kita lakukan.’’ Sutrisno
Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali
Kasus WNA Tewas di Kolam Renang
Polisi Panggil Sejumlah Saksi
Negara (Bali Post) Jasad warga negara asal Finlandia Eliel Jaakko Rudolf Waden (23) sudah dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar, Kamis (27/2) sore. Eliel tewas di kolam renang salah satu vila di Desa Yeh Sumbul, Mendoyo. Polres Jembrana saat ini masih melakukan penyelidikan kasus WNA meninggal itu dengan mengumpulkan informasi dari saksi-saksi penjaga vila, rekan korban dan beberapa saksi lainnya. Polisi juga memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi korban ditemukan meninggal. Selain itu untuk mengetahui
lebih lanjut penyebab korban meninggal perlu dilakukan autopsi. ‘’Kami sudah hubungi konsulat, dan sekarang masih menunggu keluarganya untuk izin autopsi,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita dikonfirmasi, Jumat (28/2) kemarin Jasad korban saat ini di RSUP Sanglah karena di kamar jenazah RSU Negara tidak ada freezer. Selain itu, dibawanya ke RSUP Sanglah juga untuk kepentingan autopsi bila diperlukan. Diberitakan sebelumnya, WNA asal Finlandia ini ditemukan meninggal di kolam
renang salah satu vila di Desa Yeh Sumbul. Korban sudah empat hari menginap untuk berlibur dan berselancar di Pantai Medewi dan Pantai Yeh Sumbul. Korban sejatinya hanya dua hari menginap. Namun ditambah waktunya karena menemukan anak anjing telantar di sekitar pantai saat surfing. Belum diketahui pasti penyebab korban meninggal dunia di kolam renang. Dari pemeriksaan luar tubuh korban oleh tim medis dari Puskesmas Mendoyo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. (kmb26)
Bali Post/ist
TKP - TKP WN Finlandia ditemukan meninggal dunia dipasangi garis polisi.
2019, Santunan Kematian Rp 3,4 M Negara (Bali Post) Jumlah warga yang memohon santunan dana kematian di Kabupaten Jembrana tahun 2019 lalu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sebelumnya 2.006 permohonan, setahun kemudian naik menjadi 2.268 permohonan. ‘’Untuk santunan yang dikeluarkan tahun
2019 lalu Rp 3.400.500.000. naik dari Rp 3 miliar sebelumnya,’’ ujar Kasi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan pada Dinas Dukcapil Jembrana Komang Sujana. Di tahun 2019 lalu, dari 2.268 pemohon itu ada satu keluarga (ahli waris) yang membatalkan permohonan, sehingga angka pastinya yang
mendapatkan pencairan 2.267 permohonan. Menurutnya, bisa saja keluarga membatalkan permohonan. Tetapi wajib menyertakan surat pembatalan bermaterai dan ditandatangi ahli waris. Sistem pencairan dana santunan kematian saat ini tidak tunai, melainkan ditransfer ke rekening ke-
luarga. Prosesnya sekitar seminggu hingga dua minggu dari waktu berkas permohonan masuk. ‘’Selama syarat lengkap, paling lama dua minggu. Biasanya terkendala rekening bank,’’ ujarnya. Kata dia, bila ahli waris tidak memiliki rekening bank yang digunakan penyaluran, bisa menggunakan reken-
ing keluarga lainnya. Tetapi tetap disertai dengan surat kuasa dan materai. Sementara itu, untuk tahun ini, hingga Februari sudah ada 364 pemohon. Dari jumlah itu sudah teralisasi 199 pemohon. Masing-masing permohonan nilai santunan yang didapat sama yakni Rp 1,5 juta. (kmb26)
Ekonomi Bali akan Lebih Kokoh Kembali ke sektor primer yakni pertanian mau tidak mau harus dilakukan segera. Dalam pandangan Windia, tidak ada istilah terlambat untuk kembali ke pertanian. Masih ada
Kalangan dunia usaha memandang peniadaan pungutan PHR selama enam bulan sebagai cara yang tepat untuk meminimalisir kerugian yang lebih parah karena okupansi terjun bebas, sedangkan pemerintah daerah berpatokan pada rentannya kemampuan fiskal menjalankan roda pemerintahan dalam alokasi anggaran. Malahan ada yang mengatakan pemerintah daerah (kabupaten/kota) di Bali akan kolaps karena ketergantungan yang tinggi pada PHR. Sesuatu yang dilematis. Dalam situasi yang tak bisa dikendalikan dan serba sulit (di luar kemampuan siapa pun) tentu semua pihak bermaksud baik mencari solusi dan ada titik temu yang bisa dikompromikan. Bali dengan delapan kabupaten dan satu kota mengandalkan PHR sebagai sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah). Contohnya Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung dan lain-lainnya. Ada yang rata-rata 60-70% dari PAD dan ada yang lebih kecil dari itu. Untuk Badung, misalnya, sebagai kabupaten yang memiliki wajib pajak daerah terbanyak di Bali, kemampuan fiskalnya berada pada aras kemandirian, artinya kemampuan daerah tersebut menunjukkan derajat fiskal tinggi yang ditandai oleh PAD lebih besar dari dana transfer. Tahun 2020 perbandingan antara PAD dengan volume APBD
tanah luas yang tersedia untuk digarap. Dari 563.132 hektar tanah di Bali, sekitar 28 persen adalah nonpertanian. Ini berarti hampir 72 persen tanah di Bali masih dapat digarap untuk pertanian. Hanya dibutuhkan kemauan keras. Asal tidak cengeng, Bali akan baik-baik
saja tanpa pariwisata. Selain itu, menurut Windia, pertanian yang perlu dilakukan tidak berhenti hanya menghasilkan produk untuk dijual mentah. Hasil pertanian mestinya diolah melalui proses produksi melalui industi pascapanen. Ini berarti
Bali harus mengembangkan sektor sekunder berupa industri pengolahan. Kalau pembangunan ekonomi Bali dilaksanakan melalui pembangunan sektor sekunder, maka ‘’kaki’’ ekonomi Bali akan lebih kokoh. Maka, kalau sektor tersier
(pariwisata) di Bali kolaps, pengaruhnya akan dapat ditopang oleh sektor primer dan sektor sekunder dengan sepadan. ‘’Saya kira kebijakan untuk pembangunan industri hilir tidak pernah terlambat untuk dilaksanakan,’’ tegasnya. (ata)
84%. APBD 2020 Badung mematok angka PAD sebesar Rp 5,3 triliun. Dengan kebijakan peniadaan PHR satu semester tersebut diperkirakan PAD akan mengalami penurunan 1,6 sampai 2 triliun rupiah, suatu jumlah yang sangat signifikan. Perkiraan angka tersebut berasal dari capaian satu semester (0,5 dikalikan 5,3 triliun rupiah) dikalikan dengan 60%.
volume APBD. Idealnya, dibuat indeks lalu dijadikan jangkar sebagai faktor pengalinya. Bali sangat tergantung dari industri pariwisata, karena bukan daerah yang memiliki sumber daya alam-minyak, gas dan mineral sebagai sumber pendapatan. Efek pengganda pariwisata yang sering didengungkan bukanlah isapan jempol karena mencerminkan keadaan di lapangan. Wisatawan sudah membuat rencana ke mana saja dia berkunjung. Sekadar ilustrasi contoh, pada saat mendarat awalnya menginap di Badung, kemudian pindah ke Ubud, lalu Tulamben dan Nusa Penida. Ada juga ke daerah lainnya, termasuk ke luar Bali di Indonesia, sehingga jangka waktu peniadaan pungutan PHR juga bisa dikoreksi dari enam bulan menjadi tiga bulan misalnya atau dengan frasa ‘’sewaktu-waktu bisa ditinjau ulang’’. Katakanlah mulai bulan April-Juni di low season, bulan Juli mulai dikenakan pungutan PHR karena sudah mulai memasuki high season. Kedua, Dari awal harus disiapkan dana cadangan yang bersumber dari efisiensi. Silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) yang tinggi tidak serta merta mencerminkan buruknya perencanaan, tetapi justru Silpa yang tinggi menunjukkan jalannya manajemen risiko keuangan daerah. Pemerintahan daerah harus memahami manajemen dan profil risiko pariwisata. Pariwisata rentan dengan masalah keamanan, ke-
sehatan dalam hal ini penyakit menular. Pembentukan cadangan alhasil serupa dengan pembayaran premi pada skema asuransi. Cadangan akan memproteksi keuangan daerah bila ada masalah. Meski demikian, solusi jangka pendek bisa jadi akan berputar di sekitar rasionalisasi anggaran. Ketiga, pihak pelaku pariwisata membuat inovasi dan terobosan dengan produk-produk yang variatif. Produk MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) menjadi andalan baru dengan memberikan kemudahan dan harga yang terjangkau. Pemerintah pusat pun berencana untuk memindahkan kegiatan rapat-rapat di Jakarta ke Bali. Upaya lain yaitu menggaet wisatawan domestik terus digiatkan dengan memberikan diskon dan sebagainya. Hal seperti ini dilakukan oleh pelaku pariwisata dengan bauran produk dan promosi yang variatif. Tujuannya tentu saja okupansi berada pada area aman, sehingga biaya operasional perusahaan tertutupi dan tidak sampai terjadi pemutusan hubungan kerja. Kelangsungan hidup perusahaan tetap terjaga dengan menginjeksi berbagai kemudahan. Ada ekspektasi negara lain mengalihkan liburannya ke Bali, sehingga ketiadaan wisatawan Tiongkok terkompensasi oleh kedatangan wisatawan dari negara atau belahan benua lainnya. Dengan determinasi kuat seluruh pemangku kepentingan kita berdoa semoga Bali
tetap aman untuk dikunjungi. Keempat, peniadaan pungutan PHR yang bersifat sementara hendaknya tidak menimbulkan disfungsional perilaku, dalam pengertian munculnya efek bola salju budaya gratisan. Bisa saja dan ada kemungkinan perilaku dan nilai-nilai disfungsional ini akan memengaruhi ketaatan membayar pajak pada jenis-jenis pajak lainnya. Kalau PHR bisa ‘’diliburkan’’, kenapa yang lain tidak? Di Indonesia perhitungan pajak termasuk PHR diserahkan kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar dan melaporkan jumlah pajak yang seharusnya dibayarkan/terutang atau yang dikenal dengan selfassessment system, sehingga masalah kepatuhan pajak merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian termasuk di dalamnya pajak daerah. Dampak virus Corona adalah situasi darurat, sehingga kalau ada inisiatif dan gagasan berupa kebijakan atau regulasi harus difahami sebagai upaya untuk menyelamatkan keadaan ekonomi mikro maupun makro. Bila situasi sudah kembali normal (kita berdoa mudah-mudahan ditemukan obatnya dan WHO sebagai otoritas kesehatan dunia mendeklarasikan bahwa virus sudah dapat diatasi) tentu kembali pada aturan main semula.
Okupansi Terjun Bebas
Skema Mitigasi Ada beberapa skema insentif dan bahan kontemplasi menyikapi kejadian luar biasa ini. Pertama, kebijakan insentif dengan memberikan hibah Rp 3,3 triliun kepada 10 destinasi wisata, termasuk Bali di dalamnya, belum lagi tambahan dana alokasi khusus adalah pilihan kebijakan yang cukup realistis. Hanya waktu dan besaran angkanya yang perlu dianalisis dan dikoreksi. Seyogianya kebijakan insentif ini memperhitungkan kemampuan fiskal daerah yang tercermin dari postur APBD. Bila dibagi rata kesepuluh detinasi wisata ketemu angka Rp 303 miliar. Kemudian untuk Bali, Rp 303 miliar dibagi 9 menjadi Rp 34 miliar setiap kabupaten/ kota. Tentu ini jauh dari target penerimaan daerah APBD 2020 yang telah ditetapkan. Badung, misalnya, perbandingannya Rp 34 miliar (meskipun ditambah dengan hibah lainnya katakanlah Rp 50 miliar) dengan Rp 1,6 triliun. Hemat kata, skema insentif hendaknya memperhatikan kontribusi PHR pada
Penulis adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud
Sabtu Kliwon, 29 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Anggis Devaki ’’Tutup Hati’’ PENYANYI solo Anggis Devaki kembali merilis single. ‘’Tutup Hati’’, judul single ketiga yang dirilis penyanyi Bali yang kerap disapa Anggis tersebut. Dalam single yang ditulis dan diciptakan sendiri itu, mulai menunjukkan kedewasaannya soal rasa. Pasalnya, single ini memiliki makna yang sangat dalam bagi Anggis. Lagu ‘’Tutup Hati’’ ini menceritakan tentang hubungan yang sudah dijalani cukup lama, mulai menjalin komitmen satu sama lain. Hingga menghadapi suatu masalah dan salah satu dari mereka memutuskan berpisah. Bertahan tak lagi menjadi jaminan untuk kembali bersama hingga memutuskan untuk ‘’Tutup Hati’’.
‘’Intinya, kisah lagu ini sudah tidak sanggup lagi menjalaninya dan sudah mencoba memberikan berkali–kali kesempatan dan akhirnya memutuskan untuk tidak ada lagi yang bisa dibenahi, tidak ada lagi yang bisa untuk dipertahankan. Cukup sudah atas semua yang dirasa dan memutuskan untuk tutup hati,’’ ujar Anggis, Jumat (28/2) kemarin. Anggis memulai kariernya sebagai penyanyi dalam ajang pencarian bakat dan berhasil merebut posisi Runner-Up The Voice Kids Indonesia Season 2. Sebelumnya, Anggis telah melepas dua single, ‘’Cinta Terbalas Nanti’’ yang rilis 2018 lalu juga berhasil merebut penghargaan Lagu Terfavorit di
ajang Anugerah Musik Bali 2019, dan ‘’Dekat Denganmu’’ yang kembali masuk nominasi Lagu Terfavorit di ajang Anugerah Musik Bali 2020. Pada akhir tahun 2019, Anggis memproduksi web series dengan tiga episode yang berjudul ‘’Tahun Ketiga’’ sebagai awal sebelum rilisnya ‘’Tutup Hati’’ yang telah tayang di channel youtube Anggis pada awal 2020. Berakhirnya episode ketiga akan dilanjutkan dengan rilis music video dari ‘’Tutup Hati’’ yang digarap bersama RAV Cinema dan Denfilm By Silurbarong. Dalam single ‘’Tutup Hati’’, Anggis dibantu oleh Irvnat sebagai vocal director dan Rayendra Sunito sebagai produser. (win)
Bali Post/olo
PASAR ADAT – Aktivitas di Pasar Adat Baler Bale Agung pada pagi hari. Pasar adat ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Desa Adat Baler Bale Agung Berdayakan Pasar Desa
BALI harus ditata dengan benar. Karena itu kehadiran Perda Provinsi Bali No.4 tentang Desa Adat sangatlah strategis. Bagi Desa Adat Baler Bale Agung, Jembrana, penguatan desa adat dengan meningkatkan perekonomian krama dinilai penting. Ini sejalan dengan visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mewujudkan Bali Era Baru. Upaya apa yang dilakukan desa adat ini untuk meningkatkan perekonomian? ‘’Kami merasa bersyukur dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 tentang Desa Adat. Bali harus ditata dengan benar. Potensi di masing-masing desa diperkuat untuk menunjang eksistensi desa adat,’’ ujar Bendesa Adat Baler Bale Agung, Nengah Subagia. Dalam menjaga adat dan budaya, Desa Adat Baler Bale Agung juga konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Bulan Bahasa dan merintis PAUD bernuansa Hindu. Dalam menopang perekonomian, desa adat ini memberdayakan pasa r
desa. Dikatakan, Pasar Adat Baler Bale Agung awalnya merupakan fasilitas umum (fasum) dari Perumnas yang dibangun pada tahun 1990an. Belakangan permukiman yang berada di wewidangan Baler Bale Agung ini menjadi pusat pasar tradisional. Kini, fasum tersebut berkembang dengan dikelola desa adat dan menjadi salah satu penopang ekonomi adat. Ke depan, pasar adat ini akan masuk dalam BUPDA (Baga Usaha Padruwen Desa Adat) selain pengelolaan parkir RSU Negara dan usaha lainnya di luar
simpan-pinjam LPD. Desa Adat Baler Bale Agung salah satu desa adat di wilayah Kabupaten Jembrana. Uniknya, meskipun masuk dalam kewilayahan kelurahan, desa adat ini juga memiliki wilayah perkebunan dan berbatasan langsung dengan hutan. Di wewidangan desa adat yang terdiri atas tujuh banjar adat dan 27 tempek, karakteristik penduduknya juga cukup heterogen (plural). Dari total jumlah penduduk sebanyak 4.000 KK, separuhnya atau sekitar 2.000 KK merupakan krama desa. Sisanya krama tamiu dan tamiu. Salah satu penunjang perekonomian krama adalah pasar desa yang dikelola Desa Adat Baler Bale Agung. Meski luasnya cukup kecil dan waktu beroperasi yang hanya pada pagi hari, pasar adat ini mampu menyundul perekonomian di desa adat.
Salah satu penunjang pasar adat bisa hidup dengan ditopang beberapa desa. Kami bersyukur, lokasi desa adat ini ditopang Desa Berangbang dan Desa Kaliakah.
‘’Salah satu penunjang pasar adat bisa hidup dengan ditopang beberapa desa. Kami bersyukur, lokasi desa adat ini ditopang Desa Berangbang dan Desa Kaliakah,’’ ujarnya. Pasar desa yang sempat mendapatkan bantuan hibah pembangunan dari pusat itu kini makin berkembang. Bukan saja menguntungkan krama desa, tetapi dampaknya juga masyarakat sekitar. Puluhan los dan kios yang ada saat ini diisi oleh pedagang dari krama maupun tamiu. ‘’Retribusi dari pasar adat ini bisa meningkatkan perekonomian desa adat. Kami masih berbenah, agar lebih tertata dan semua potensi yang ada bisa dikembangkan,’’ ujarnya. Beberapa upaya untuk pembenahan dilakukan dengan merancang sejumlah pararem. Subagia yang juga selaku Majelis Madya Desa Adat (MMDA) Kabupaten Jembrana ini sejak dua tahun lalu merancang lima pararem untuk mengatur potensi desa adat. Di antaranya pararem penduduk pendatang, pararem rabies, pararem HIV/ AIDS, narkoba dan minuman keras, pararem kebersihan (bancih) dan pararem joged jaruh. Pararem ini dirancang untuk dasar tata kelola berdasarkan potensi yang di Desa Adat Baler Bale Agung. Seperti misalnya pararem penduduk pendatang yang menyesuaikan dengan kondisi wewidangan desa yakni padat dan plural. ‘’Tetapi kita masih berbenah dan menunggu aturan di atasnya, sehingga sinkron dan tidak bertentangan dengan aturan di atasnya,’’ ujar Subagia. (olo)
Lontar Usada, Referensi Penting Pengobatan Herbal LO N T A R u s a d a (manuskrip daun lontar Bali tentang obat herbal) adalah referensi paling penting bagi orang Bali tentang tradisi panjang penggunaan dan pengalaman pengobatan herbal. Hal itu disampaikan peneliti lontar, Sugi Lanus, saat pameran 100 lontar usada dalam rangka peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional dan HUT ke-232 Kota Denpasar, di Gedung Dharmanegara Alaya, belum lama ini. Acara itu juga diisi kegiatan menulis lontar bersama para consul-general, consul dan honorary consul negara sahabat. Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar
IGN Jaya Negara bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denapsar. Sugi Lanus menjelaskan, lontar usada mengandung komponen utama obat tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun. Lontar usada telah membuat kontribusi yang signifikan terhadap sejarah kesehatan masyarakat Bali melalui sifat-sifat promotif, kuratif dan rehabilitatif. Ia berharap dengan berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar, pameran yang menampilkan 100 lontar usada miliknya ini bisa menjadi upaya untuk mempromosikan penggunaan obat-obatan herbal
yang rasional, aman dan tepat serta mengarusutamakan penggunaan obatobatan herbal. ‘’Lontar usada dapat digunakan oleh perencana kesehatan, pembuat kebijakan, otoritas kesehatan nasional dan kabupaten dan pihak lain yang terlibat dalam pengembangan dan reformasi sektor kesehatan,’’ ujarnya. Acara diakhiri dengan kegiatan kelas menulis lontar yang diikuti oleh Consul-General of Australia dan staf, perwakilan British Embassy, Deputy Consul-General of Japan, Konsulat Republik Rakyat Tiongkok, dan perwakilan negara lainnya. (kmb)
Mandala United U-13 Berjaya di Piala Perseden
Bali Post/ist
JUARA - Tim Mandala United U-13 keluar sebagai juara turnamen Piala Usia Dini Perseden, dan menerima piala dari Ketua Umum Askot PSSI Kota Denpasar AAN Garga Candra Gupta.
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Mandala United (MU) U-13 keluar sebagai juara dalam turnamen Piala Usia Dini Perseden Denpasar setelah di final menang tipis 5-4 atas Akademi Bina Putra melalui adu penalti, di Lapangan Kompyang Sujana, Kamis (27/2) lalu. Sementara juara III direbut SSB Guntur yang sukses mengalahkan Damar Çakti. Ketua Umum Mandala United H. Samsudin, di Denpasar, Jumat (28/2) kemarin menuturkan, dalam partai laga pamungkas, setelah dilakukan pertandingan normal 2x25 menit yang menggunakan lapangan besar, baik Mandala United maupun Akademi Bina Putra belum mampu mencetak gol. Selanjutnya dilakukan babak adu penalti dan MU sukses memetik kemenangan melalui drama adu penalti.
Samsudin menerangkan, dalam aturan permainan, tiap kontestan boleh menyisipkan lima pemain U-14, tetapi yang diperbolehkan turun ke lapangan hijau hanya tiga pemain. Menurutnya, Mandala United akan mengikuti Piala Soeratin U-13 Seri Provinsi dan Piala Menpora U-14. Bahkan, Mandala United sukses merebut gelar juara Piala Menpora U-14 Rayon Bali, tahun lalu. ‘’Kami tetap akan mengirimkan pemain U-13 dan U-14, sekaligus mematok target juara untuk seri provinsi,’’ sebut Samsudin. Selama ini pemain Mandala United U-13 dan U-14 dipoles pelatih Mario. Mario melatih asuhannya tiap Minggu dan Kamis di Lapangan Korem, ditambah tiap Selasa di Lapangan Renon serta ekstra latihan penggenjotan fisik dan stamina di pantai. (022)
Dorong Penyelenggaraan Event MENYIASATI agar kunjungan wisatawan tetap stabil di tengah merebaknya wabah Corona, hotel–hotel di Denpasar mendongkrak penjualan kamarnya dengan menjual paket–paket event seperti wedding, ulang tahun, gathering, yoga dan arisan. Marketing Komunikasi Cakra Hotel, Daniel, mengatakan market-nya memang lebih banyak domestik, sehingga adanya wabah Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap propertinya. Na-
mun untuk mengisi kamar–kamar hotelnya, ia mendorong lebih banyak kegiatan event di dalam hotel, dengan harapan selain menggunakan venue yang ada, tamu undangan atau panitia juga menggunakan kamar hotelnya untuk menginap jauh hari sebelum acara. ‘’Kita pernah terima pelatihan mermaid karena kita punya kolam panjang yang cocok untuk latihan ini. Para penyelam juga kerap memanfaatkan kolam kita karena kita juga memiliki kolam
cukup dalam sampai 4 meter, sehingga mereka bisa latihan di sini,’’ ujarnya ditemui, belum lama ini. Hotel berkonsep Balinese ini memang tak banyak memiliki bangunan bertingkat, bahkan tersedia bale bengong area depan hotel. Meski segmen marketnya lebih banyak domestik, namun online travel agent dengan market domestik juga digunakan. Semua sosial media juga digerakkan untuk melakukan promosi. (may)