Skip to main content

Edisi Minggu 29 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 44 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

minggu paing, 29 September 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Balé Delod

Gemuk Sulit Hamil

Menkumham Mundur

Bangunan tradisional Bali tak pernah ketinggalan zaman. Salah satunya Bale Delod. Apa filosofi dan maknanya?

Benarkah faktor kegemukan bisa menyebabkan sulit hamil. Ternyata ada kajian ilmiahnya dipaparkan langsung oleh ahlinya.

Di tengah maraknya demo mahasiswa, Menkumham Yasonna H. Laoly mengundurkan diri. Alasannya juga logis.

ASAH | HAL. 10

HAL. 11

BALI ORTI | HAL. 6

Buleleng Fokus Pertanian dan Infrastruktur

SETELAH mendapat kepercayaan masyarakat memimpin Buleleng periode kedua (2017-2022), duet Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menggulirkan beberapa kebijakan strategis untuk kemajuan gumi Panji Sakti. Dari beberapa program strategis dan diunggulkan itu di antaranya dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis produk unggulan daerah, penyiapan infrastruktur daerah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul melalui pembangunan bidang pendidikan. Pembangunan ekonomi kerakyatan mulai digeber melalui kebijakan di sektor pertanian dan perdagangan. Kebijakan strategis ini digalakkan karena memang Buleleng masuk sebagai basis pertanian di Bali. Ini dibuktikan sektor pertanian di Bali Utara menyumbangkan lebih dari 21 persen pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Buleleng. Untuk itu, PAS-Sutjidra setelah dilantik menggulirkan kebijakan dengan fokus membangun pertanian di Bali Utara. Pertanian di daerah ini selain menghasilkan tanaman pangan padi, jagung, dan tanaman palawija lain, juga produk tanaman hortikultura begitu beragam dan bahkan menjadi komoditas ekspor ke luar negeri. Seperti anggur, mangga, manggis, durian, dan buah lokal Bali yang endemis di Buleleng. PAS didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Nyoman Genep menjelaskan sesuai visi dan misi PAS-Sutjidra yakni pembangunan yang fokus pada pertanian, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tarkait sudah menjabarkan kebijakan tersebut. Hal. 11 Pendampingan Petani

Kabupaten Buleleng dikenal memiliki daerah yang luas dengan permasalahan yang kompleks juga. Untuk itu, Bupati PAS mengembangkan setiap kecamatan sesuai dengan potensinya. Namun secara umum, semua kecamatan dikembangkan menjadi objek wisata dan penunjang sektor pariwisata. Kecamatan Buleleng memiliki

potensi unggulan seperti bidang wisata yaitu kawasan Pan- tai Lovina, Pantai Penimbangan selain untuk wisata bahari juga wahana edukasi dan konservasi penyu dan terumbu karang. Kecamatan ini juga memiliki potensi bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti produk kerajinan berbahan kayu, lukisan kaca, tenun endek dan songket, serta kerajinan berbahan perak. Sementara produk olahan asli Buleleng di kecamatan ini juga memiliki usaha pembuatan

dodol yang sudah terkenal di Bali. Kecamatan Banjar selain memiliki potensi di bidang kelautan, juga memiliki potensi dalam budi daya anggur Bali. Potensi lainnya adalah memiliki daerah tujuan wisata yaitu objek wisata air Panas Banjar. Pengembangan wisata di Kecamatan Banjar terus menggeliat dengan dirintisnya Desa Wisata

Bali Aga (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Desa Banyuasri). Selain mengandalkan keindahan alam dan budi daya pertanian, Desa Wisata Bali Aga menonjolkan kepedulian warganya dalam menjaga lingkungan desa dari pencemaran sampah plastik. Selain itu, kelompok masyarakat

di desa ini mulai meningkatkan kualitas sumber daya mereka dengan meningkatkan penguasaan berbahasa asing melalui Sidatapa English Corner (SEC). Kecamatan Seririt dikenal dengan julukan sebagai “Segitiga Emas”. Ini tidak lepas karena posisi wilayahnya berada pada pertemuan antara dari timur Kota Singaraja, barat dari Kabupaten Jembrana, dan selatan dari Kabupaten Tabanan. Hal. 11 Pengembangan UMKM

Pasar Buleleng Bersejarah Pasar Anyar Terbesar PADA masa kerajaan, di Buleleng sudah muncul pasar tradisional sebagai pusat perekonomian masyarakat pada masa itu. Salah satu pasar di Bali Utara yang berkembang pada zaman kerajaan adalah Pasar Buleleng. Pasar yang sarat dengan sejarah ini sekarang berlokasi di Jalan Mayor Metra, Singaraja. Dari penuturan Pengelingsir Pura Kanginan (Puri Agung) Buleleng A.A. Ngurah Parwata Panji, pada masa kerajaan Pasar Buleleng lokasinya di sebelah barat simpang empat di Jalan Veteran (saat ini -red). Hal. 11 Pasar Anyar


2

Minggu Paing, 29 September 2019

Menyusui Kabupaten Lain KABUPATEN Bangli selama ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi dalam Perda RTRW Provinsi Bali. Sebagai daerah penyangga dan konservasi, Bangli bisa disebut sebagai kabupaten penghasil udara dan air bersih di Bali. Namun, perhatian yang didapat Kabupaten Bangli selama ini masih sangat minim. Anggota DPRD Bangli, Nyoman Basma, mengatakan, Bangli sejatinya merupakan kabupaten yang kaya. Secara alam, Bangli menyusui beberapa kabupaten lainnya di Bali. Namun, kontribusi yang didapat Bangli atas imbalan jasa menyediakan udara dan air bersih, masih minim. Ada kesan Bangli seperti mengemis ke kabupaten lainnya. “Saya ibaratkan Bangli seperti ayam bertelur di padi, mati kelaparan,” ungkapnya saat rapat kerja di DPRD Bangli belum lama ini. Basma juga mengaku miris mendengar ucapan dan selentingan yang minta Bangli seharusnya bersyukur sudah diberi bantuan selama ini. Agar tak ada lagi kesan Bangli sebagai kabupaten peminta-peminta, ia meminta Perda RTRW Provinsi Bali direvisi. Selain ditetapkan sebagai kawasan konservasi, Bangli juga harus ditetapkan agar punya kawasan pariwisata. “Kita harus tuntut juga bahwa kita tunjukkan kita punya potensi pariwisata, kita bisa bangun hotel. Salah satunya dengan melakukan desakan terhadap revisi regulasi RTRW ini. Hanya, kita harus punya zona wilayah mana saja yang tidak boleh dibanguni hotel,” terangnya. Dengan adanya penetapan kawasan pariwisata, politisi Golkar dari Desa Suter Kintamani ini memastikan Bangli tidak perlu lagi menuntut kontribusi dari kabupaten lain. Dengan adanya kawasan pariwisata, Bangli bisa lebih maju dan berkompetisi dengan kabupaten lain. (ina)

RKUHP Diminta Dievaluasi Kembali Denpasar (Bali Post) Meski batal disahkan sebagai UU, RKUHP tetap menjadi polemik di kalangan masyarakat. Pasal demi pasal dalam RKUHP itu mesti dievaluasi kembali secara menyeluruh dan secara prosedur perlu dilakukan sosialisasi secara komprehensif lagi. Akademisi Fakultas Hukum Unud, Dr. Ida Bagus Surya Dharma Jaya, S.H., M.H., di sela-sela rembuk terbatas di Kantor Hukum RAH, Jumat (27/9), mengatakan, RKUHP merupakan sebuah pembaruan hukum pidana di Indonesia. Hukum pidana yang saat ini diberlakukan di Indonesia merupakan hukum pidana milik kolonial Hindia Belanda yang di Indoensia diberlakukan berdasarkan asas kordonansi. Dilihat dari konsep, RKUHP ini sejatinya membawa konsep perubahan. Bagaimana hukum pidana yang merupakan warisan Belanda ini diganti dengan Kitab Hukum Pidana yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945 serta asas hukum umum yang diakui masyarakat beradab. Sistem pimidanaan dalam RKUHP bukan saja berdasarkan tiga hal, yakni tindak pidana, kesalahan, dan

pidana. Namun juga mengatur tujuan dari pemidanaan. Adanya alasan pembenar di luar undang–undang, serta subjek hukum dari pidana bukan saja orang, termasuk koorporasi. Terkait dengan banyaknya pasal yang dianggap kontroversial, menurut Surya Dharma, yang sempat menjadi polemik sejatinya juga diatur sebelumnya dalam KUHP yang berlaku sekarang. Seperti, soal ternak mengganggu lahan orang, pasal yang berisi soal santet (ilmu gaib), tentang gelandangan, kebebasan pers, tindak pidana khusus dan lainnya juga diatur dalam KUHP yang digunakan saat ini. Sementara akademisi Fakultas Hukum Unud, Dr. A.A. Gede Duwira Hadi Santosa mengatakan, draf RKUHP saat ini tidak ditampik masih ada kekurangannya yang memang perlu dilakukan evaluasi kembali terutama yang menyangkut pasal-pasal yang berkaitan dengan hakhak asasi manusia seperti kebebasan berpendapat dan hak yang bersifat hak privasi. Selain itu, dari segi prosedur perlu juga dilakukan sosialisasi yang lebih komprehensif sehingga tidak lagi memunculkan polemik ketika akan disahkan. (kmb16)

BPM/kmb

HIPAKAD - Dalam rangka HUT ke-2 Hipakad, DPD Hipakad Bali melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan yang dipimpin oleh John Korassa Sonbai, S.H., M.H. Pelaksanaan ziarah dan tabur bunga juga diikuti oleh DPC Hipakad Badung, Gianyar, dan Denpasar.

BPM/kmb41

RAZIA - UPTD Samsat Karangasem bersinergi dengan Satlantas Polres setempat saat melaksanakan razia gabungan di Jalan Veteran Keluharan Padangkerta, Amlapura, Sabtu (28/9) kemarin.

Razia Gabungan Ratusan Pelanggar Ditindak

Amlapura (Bali Post) -

UPTD Samsat Karangasem bersinergi dengan Satlantas Polres setempat melaksanakan razia gabungan pada hari terakhir di Jalan Veteran Jalur II, Kelurahan Padangkerta, Sabtu (28/9) kemarin. Pada hari terakhir ini, petugas menindak ratusan pengendara yang masih menunggak pajak kendaraan. Kepala UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Bali di Karangasem, I Gusti Nyoman Adi Wijaya, mengungkapkan, kegiatan razia gabungan ini dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali. Kata dia, hari ini kegiatan

terakhir. Karena kegiatan dilakukan selama dua hari sejak Jumat lalu. Wijaya menjelaskan, dalam operasi gabungan pada hari terakhir, petugas mendindak ratusan pelanggar. Kata dia, pengendara yang melakukan pelang-

garan roda dua dan roda empat dari pihak kepolisian 9 orang, tunggakan PKB 11, belum balik nama (BBN) 75, pelat non-DK 5 kendaraan. “Jadi, total kendaraan yang ditindak 100 unit,” katanya. Dia menjelaskan, ber-

bagai upaya telah dilakukan selama ini untuk terus mengedukasi atau merangsang masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan yang mereka miliki. Mulai dari program samsat keliling, samsat ke rumah tempat tinggal (kerti), door to door, tedun banjar dan goes to banjar bekerja sama dengan pemerintah daerah. “Kita akan terus berupaya untuk menyadarkan warga untuk taat pajak. Kegiatan

razia ini akan rutin kita laksanakan ke depannya. Kita mengharapkan lewat berbagai kegiatan yang telah kita lakukan ini, warga tergugah hatinya untuk mau membayar pajak kendaraan. Terlebih lagi saat ini, ada pemutihan sejak 5 Agustus sampai 6 Desember mendatang. Jadi, momen ini bisa dimanfaatkan warga sadar membayar pajak. Karena tidak dikenai denda,” kata Adi Wijaya. (kmb41)

Tertimpa Dahan Pohon Suciari Alami Luka-luka

BPM/kmb41

RAWAT - Korban Suciari saat mendapatkan perawatan dari tim medis.

Amlapura (Bali Post) Apes menimpa Ni Made Suciari (34), Sabtu (28/9) kemarin. Saat melintas di jalan tepatnya di Kuburan Desa Adat Rendang, wanita asal Banjar Dinas Muku, Desa Rendang tertimpa dahan pohon yang patah. Atas kejadian itu, korban mengalami lukaluka dan dilarikan ke Rumah Sakit Klungkung untuk mendapatkan perawatan dari tim

medis. Kapolsek Rendang, AKP Made Sudartawan, mengungkapkan, kejadian warga tertimpa dahan pohon sekitar pukul 11.30 wita. Kata dia, kala itu, korban bersama suaminya I Ketut Rauh mengendarai sepeda motor secara beriringan untuk membeli ketela di Banjar Muku. Namun, saat melintas di kuburan Desa Adat Rendang,

tiba-tiba dahan pohon kemiri patah dan langsung menimpa korban. “Akibat kejadian ini, korban mengalami luka-luka di bagian wajah, luka robek di bagian kepala. Dan korban langsung dilarikan ke RSUD Klungkung oleh suaminya untuk mendapatkan penanganan dari tim medis akibat luka yang dialaminya,” jelas Sudartawan. (kmb41)

Truk Pengangkut Tanah Galian Terguling Singaraja (Bali Post) – Truk DK 8133 GI yang dikemudikan Sisyadi (29) asal Prajekan mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat out of control Jumat (27/9) lalu. Truk yang mengangkut tanah galian dari lokasi proyek shortcut di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada ini terguling saat melintas di jalan Singaraja – Bedugul Km 22-23 wilayah Dusun Yeh Ketipat, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada. Beruntung, saat kejadian, truk tidak sampai menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Sementara, pengemudi truk yang hanya memiliki SIM A itu selamat dari maut tanpa luka sedikit pun. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung didampingi Kanit Lalu Lintas (Lantas) Iptu Nyoman Sarjana seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., membenarkan telah terjadi lakalantas itu. Nyoman Landung mengatakan, sebelum kejadian, pengemudi datang dari lokasi proyek shortcut di Desa Pegayaman menuju ke arah Desa Pancasari. Truk ini pun sarat muatan tanah urug yang akan ditimbunkan di salah satu lahan milik warga. Memasuki lokasi kejadian dengan medan jalan menurun dan tikungan, tiba-tiba truk kehilangan kendali. Pengemudi berusaha untuk memperlambat laju truk, namun nahas, truk malah

terus melaju liar dan oleng dan menabrak tebing di pinggir jalan. Saat membentur tebing itu, truk akhirnya terbalik di tengah jalan. Material tanah urug yang diangkut pun berserakan di sekitar lokasi kejadian. “Benar, kita menangani lakalantas OC dan tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Tidak diketahui tiba-tiba truk kehilangan kendali dan oleng kemudian terbalik di tengah jalan,” katanya. Beruntung, saat kejadian, truk tidak sampai menabrak kendaraan yang datang dari arah berlawanan, sehingga tidak ada korban dalam kejadian ini. Namun, karena truk menghalangi badan jalan, arus lalu lintas dari kedua arah mengalami kemacetan. Hingga beberapa saat kemudian, truk dievakuasi dengan bantuan alat berat dari proyek shortcut, sehingga truk bisa ditarik ke tepi jalan, sehingga arus lalu lintas kembali normal. Dari kejadian ini, Nyoman Landung menyebut, dari keterangan pengemudi, rem truk berfungsi dengan baik. Namun, pengemudi mengaku tiba-tiba saja truk hilang kendali dan oleng, sehingga lakalantas ini murni karena OC. “Karena truk sudah tidak bisa dikendalikan, sehingga truk terbalik dan pengemudi sudah berusaha mengendalikan namun gagal, sehingga kita simpulkan ini murni OC,” jelasnya. (kmb38)

BPM/ist

TERGULING - Truk pengangkut tanah galian shortcut terguling di Jalan Singaraja – Bedugul, Km 22-23 wilayah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Jumat (27/9) lalu.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 29 September 2019

Kenali Risikonya, Hindari Penyakit Mari Waspadai Penyakit Jantung Jantung Koroner Sejak Dini dan Pembuluh Darah PADA tanggal 29 September setiap tahunnya diperingati sebagai World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia, hari dimana kita meningkatkan kesadaran akan penyakit kardiovaskular dan bagaimana mencegahnya. Seperti yang telah diketahui, penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Diperkirakan sekitar 17,7 juta orang meninggal akibat penyakit ini setiap tahunnya, angka tersebut berkontribusi terhadap 31 persen angka kematian di dunia menurut WHO (World Health Organization). Salah satu penyakit kardiovaskular yang sering menjadi pembahasan menarik adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit jantung yang terjadi akibat kurangnya pasokan darah yang kaya oksigen ke otot jantung, oleh karena terdapat sumbatan lemak di pembuluh darah koroner. Hal tersebut akan mengakibatkan otot jantung tidak mampu untuk memompa darah dan terjadi serangan jantung. Ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya penyakit ini, seperti peningkatan kolesterol dalam darah, merokok, penyakit diabetes atau kencing manis, tekanan darah tinggi, obesitas, gaya hidup sedentari, atau adanya penggumpalan darah di dinding pembuluh darah. Faktor risiko yang pertama adalah peningkatan kolesterol dalam darah. Peningkatan kolesterol ‘jahat’ atau LDL (Low Density Lipoprotein) di dalam darah dapat menimbulkan plak di pembuluh darah arteri koroner. Timbunan plak di dalam pembuluh darah akan menyumbat dan

mengurangi aliran darah ke jantung sehingga gejala nyeri dada akan muncul. Salah satu faktor risiko lain yang sangat berperan dalam timbulnya penyakit jantung koroner adalah merokok. Kandungan nikotin dan karbon monoksida di dalam rokok dapat meningkatkan terjadinya gumpalan darah di pembuluh darah arteri dan juga dapat meningkatkan aktivitas jantung menjadi lebih berat. Selain itu, kandungan lain di dalam rokok juga dapat merusak lapisan dalam dinding pembuluh darah sehingga memicu menempelnya plak pada lokasi tersebut. Selain itu, terdapat beberapa penyakit yang dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner, yaitu diabetes dan tekanan darah tinggi. Penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko dua kali lipat terjadinya penyakit jantung koroner oleh karena meningkatkan ketebalan pembuluh darah dan juga menyebabkan penumpukan kadar kolesterol dalam darah sehingga akan mengganggu aliran darah ke otot jantung. Faktor yang cukup berpengaruh bagi timbulnya penyakit jantung koroner adalah gaya hidup sedentari. Gaya

hidup sedentari adalah keadaan dimana saat seseorang dalam kesehariannya kurang gerak atau kurang aktivitas fisik. Sebagai contohnya adalah ketika seseorang lebih suka duduk di depan televisi ataupun di depan komputer, dimana kedua kegiatan tersebut cenderung tidak memerlukan banyak energi. Gaya hidup seperti ini akan berisiko memicu obesitas dan menumpuknya kadar lemak dalam tubuh. Obesitas merupakan suatu kondisi dimana terjadi penumpukan lemak sangat tinggi di dalam tubuh sehingga berat badan berada di luar batas ideal. Penyakit jantung koroner tidak boleh diremehkan karena penyakit ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang bahkan dapat menimbulkan kematian mendadak oleh karena serangan jantung. Maka dari itu, ada baiknya jika kita mencegah timbulnya suatu penyakit dengan menerapkan pola hidup sehat agar jantung kita senantiasa sehat dan kuat. Seperti yang telah di sosialisasikan oleh Kemenkes, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membuat pola hidup menjadi lebih sehat yaitu

melalui perilaku CERDIK yang merupakan singkatan dari Cek kesehatan Berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres. Anjuran untuk menghindari penyakit jantung adalah dengan melakukan olahraga rutin, minimal dua kali seminggu selama 30 menit. Olahraga yang dapat dilakukan seperti lari, jalan santai, aerobik, atau senam jantung sehat. Langkah lainnya adalah perhatikanlah pola makan Anda. Aturlah pola makan agar lebih sehat dan gizinya seimbang. Perbanyak konsumsi sayur dan buah serta kurangi makanan kemasan, makanan yang mengandung lemak atau garam berlebih, dan makanan cepat saji. Dengan pola makan yang lebih sehat maka diharapkan berat badan ideal dapat terjaga dengan baik. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan yang buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol sebaiknya di hindari. Pola hidup yang sehat akan lebih lengkap dengan adanya kendali stres yang baik. Serta janganlah lupa untuk beristirahat yang baik. Perhatikan kualitas dan kuantitas tidur Anda. Sebaiknya tidur 7-8 jam sehari dengan kualitas baik dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Jika Anda merasa memiliki beberapa faktor risiko seperti di atas, akan lebih baik untuk segera mengubah pola hidup Anda dan hindarilah faktor risiko tersebut demi kesehatan jantung Anda. Oleh : Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Bali

Seminar Safety Riding Astra Motor Bali, ”Sarjana Cari Aman” KEGIATAN seminar safety riding yang bertajuk “Sarjana Cari_Aman” digelar Astra Motor Bali bersama dengan Ditlantas Polda Bali. Kegiatan yang mengambil lokasi di auditorium IKIP PGRI Bali diikuti 120 mahasiswa IKIP PGRI Bali, Jumat (27/9). Diisi oleh pembicara Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali AKBP DRS. I Nyoman Sukasena dan team Safety riding officer Yosepth Klaudius. Acara diawali dengan pembukaan serta sambutan yang mewakili Rektor yaitu Dekan FPIPS Drs. Ida Bagus Oka Sudarsana M.Pd., yang mendukung penuh program keselamatan berkendara dari Honda dan Polda Bali untuk mahasiswa, agar senantiasa selalu cari aman saat berkendara dimanapun. Selanjutnya pemateri pertama dari Kasubdit Kamsel membawakan tentang bahaya di jalan raya dan aturan lalu lintas yang berlaku. Tanya jawab antusias

terlihat pada sesi ini. Kemudian dilanjutkan dengan pemateri kedua dari safety riding Astra Motor yaitu bagaimana mengubah mindset menggunakan helm dan jaket sebagai keamanan serta life style, dan mahasiswa pun banyak mengajukan pertanyaan tentang gaya kekinian. Pada kesempatan itu pula dilakukan serah terima pemberian sarana pendukung keselamatan (rompi, stik lamp, helm) dari Polda dan Honda kepada tenaga security dan mahasiswa. Serta pemberian plakat dan diakhiri dengan foto bersama. Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali AKBP DRS. I Nyoman Sukasena mengatakan, kecelakaan sepeda motor sebagian besar dialami oleh kaum milenial, makanya kami sangat berterimakasih kepada Honda yang selalu memberikan dukungan penuh dalam memberikan materi keselamatan berkendara yang sesuai den-

gan jiwa kaum milenial saat ini. “Dengan seringnya dilaksanakan kegiatan seminar ini, pemahaman tentang keselamatan berkendara, perilaku berkendara dan kelengkapan sebelum berkendara tetap menjadi perhatian utama bagi pengguna sepeda motor,” ungkap Sukasena. Astra Motor Bali melalui tim safety riding tidak henti-hentinya selalu menyebarkan virus “Cari Aman” melalui berbagai edukasi ke

semua kalangan, termasuk mahasiswa yang sebentar lagi menjadi sarjana. “Dengan perkembangan zaman milenial saat ini kami ingin penguatkan mindset pengguna sepeda motor untuk tetap berkendara secara aman dengan kelengkapan yang wajib digunakan, dengan harapan penggunaan kelengkapan tersebut selain menunjang life style juga aman di jalan raya,” uangkap Safety riding officer Yosepth Klaudius. (bns)

24 Pejabat Universitas Udayana Dilantik UNIVERSITAS Udayana melantik 24 pejabat di lingkungan Universitas Udayana sekaligus melakukan serah terima jabatan pada Sabtu (28/9). Sebelum dilaksanakan pelantikan, dilakukan upacara majaya-jaya di pura Widya Maha Amertha yang dipuput oleh Ida Pedanda Made Pemaron dari Griya Canggu. Dari 24 pejabat di lingkungan Unud tersebut, 10 di antaranya adalah perempuan. Pejabat tersebut di antaranya, Dr. Made Sri Satyawati, SS., M.Hum. sebagai Dekan FIB, I Nyoman Aryawibawa SS., MA., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan FIB, Dr. Dra. Ni Made Suryati, M.Hum. sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FIB, Dr. Dra. Ni Ketut Ratna Erawati, M.Hum. sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FIB, Dr. Ir. I Nyoman Tirta Ariana,

MS. sebagai Dekan Fakultas Peternakan, Dr. Dewi Ayu Warmadewi, S.Pt., M.Si. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Peternakan, Dr. Ir. Budi Rahayu Tanama Putri, S.Pt., MM. sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Peternakan, Dr. I Nyoman Sumerta Wiwada, S.Pt., M.P. sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi Fakultas Peternakan, Dr. Ir. Nyoman Gede Ustriyana, MM. sebagai Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Ni Luh Kartuni, M.S. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. I Gusti Agung Ayu Ambarawati, M.Ec.,Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. I Wayan Diara, MS. sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi

LANTIK - Rektor Unud berfoto bersama dengan empat dekan di lingkungan Unud yang baru dilantik.

Fakultas Pertanian, Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. sebagai Dekan FMIPA, Dr. Drs. GK. Gandhiadi, MT. sebagai Wakil Dekan Bidan Akademik dan Perencanaan FMIPA, Dr. Drs. I Made Sukadana, M.Si. sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FMIPA, Dr. I Wayan Gede Gunawan, S.Si., M.Si. sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FMIPA. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S. mengatakan, pelantikan dan serah terima jabatan di lingkungan Unud, 10 di antaranya perempuan dan dua dari empat dekan adalah perempuan. Selain dekan dan wakil dekan dari empat fakultas, juga dilantik kepala bagian tata usaha FIB, kepala bagian barang milik negara biro umum, kepala bagian tata usaha FMIPA, kasubag pengadaan pada bangunan barang milik negara biro umum, kasubag kemahasiswaan FMIPA, kasubag perencanaan dan sistem informasi FH, kasubag tata usaha pada UPT Perpustakaan. Ada suatu peraturan dalam senat statuta Unud dan OTK (Organisasi Tata Kelola) Unud yang terbaru tentang tata cara dan mekanisme pemilihan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Antara lain, jabatan akademiknya minimal lektor kepala, harus Doktor (sudah berpendidikan S3), usia juga dibatasi maksimal 60 tahun

dan beberapa kriteria lain yang harus dipenuhi. Setelah memenuhi persyaratan administrasi, baru dipilih oleh Senat fakultas. “Jadi senat fakultas hanya menyetorkan dua nama, dari tiga persyaratan yang mengikuti. Rektorlah yang menentukan tapi dalam hal ini kami juga melakukan fit and proper tes terkait visi misi masing– masing calon dari dua yang dikirim tersebut,” jelasnya. Ia berharap pejabat yang dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas–tugasnya yang baru dan juga langsung bekerja. “Karena kita tidak boleh kehilangan waktu di era sekarang ini dan saya harapakan juga mereka turut membangun, bersinergi bersama–sama mewujudkan visi Unud yaitu menjadi universitas yang unggul, mandiri dan berbudaya,” ujarnya. Ia juga berharap pada Dekan yang terpilih dapat berkontribusi nyata pada pembangunan Bali dan turut mendukung visi misi Gubernur Bali. Dalam bidang pertanian, misalnya ia berharap melalui perguruan tinggi, pertanian di Bali diusahakan pertanian organik agar tidak merusak lingkungan. Pusat pola ilmiah pokok Unud adalah budaya sehingga peran FIB juga sangat penting, tidak hanya bagi Unud tapi juga bagi Bali. “FIB lah sebagai center of excellent, pusat rujukan budaya yang ada di Unud dan Bali tentunya,” imbuhnya. (ad982)

Kenali Gangguan Pembuluh Darah Vena Lebih Jauh

PENYAKIT jantung dan pembuluh darah merupakan suatu momok yang ditakutkan oleh semua orang. Bagaimana tidak, seperti yang telah disebutkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa penyakit Jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, menyebutkan lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, atau sekitar 31 persen dari seluruh kematian di dunia. Menyikapi hal tersebut, demi memerangi kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah, maka diadakanlah World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia setiap tanggal 29 September. Diharapkan dapat mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga jantung dan pembuluh darah tetap sehat. Dalam rangka menyambut World Heart Day 29 September 2019, mari kita lebih sigap dan waspada terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dan pembuluh darah, berarti penyakit yang bisa terjadi pada jantung, pembuluh darah, atau keduanya. Mengenai penyakit pada pembuluh darah, salah satu yang cukup sering di masyarakat adalah Chronic Venous Insufficiency (CVI) atau Gangguan Vena Kronis. Sampai saat ini banyak yang tidak sigap untuk memeriksakan diri ke dokter, padahal sudah memiliki tanda dan gejala. CVI adalah kondisi yang terjadi ketika dinding pembuluh darah vena dan/atau katup dari pembuluh darah vena di kaki tidak bekerja secara efektif. Kondisi ini menyebabkan darah dari kaki sulit kembali ke jantung, sehingga darah berkumpul di pembuluh darah vena ini. Pembuluh darah vena berfungsi membawa darah dari seluruh tubuh untuk dikembalikan ke jantung. Untuk mencapai jantung, darah perlu dialirkan ke atas dari pembuluh darah vena di kaki. Disinilah peran dari otot betis dan otototot di kaki, dimana saat kita beraktivitas otot-otot ini akan berkontraksi untuk menekan

atau meremas pembuluh darah vena dan mendorong darah ke atas. Untuk menjaga agar darah yang sudah dibawa ke atas agar tidak kembali ke bawah, pembuluh darah vena ini memiliki katup satu arah. CVI terjadi ketika katup satu arah ini rusak, mengakibatkan darah dapat kembali ke bawah. Kerusakan katup bisa terjadi sebagai hasil dari penuaan, terlalu lama duduk atau berdiri, atau kombinasi antara penuaan dan kurang beraktivitas. Ketika pembuluh darah vena dan katup-katupnya melemah hingga di titik dimana sulit untuk mengantarkan darah ke jantung, dalam jangka waktu lama tekanan darah di pembuluh darah vena akan meningkat. Ketika katup-katup di pembuluh darah vena kaki gagal untuk mempertahankan darah melawan gravitasi, maka terjadilah pergerakan darah keluar dari pembuluh darah vena, sehingga menyebabkan pembengkakan pada kaki. Adapun gejala-gejala CVI adalah: Bengkak pada tungkai bawah dan pergelangan kaki, terutama setelah riwayat berdiri lama, gatal dan/atau kelelahan pada kaki. Varises Kulit kaki terlihat kasar. Pengelupasan atau kulit gatal pada kaki. Ulkus/luka terbuka pada kaki, jika tidak ditangani, tekanan dan pembengkakan akan meningkat hingga ke

pembuluh darah terkecil (kapiler) pada kaki. Bila hal ini terjadi, kulit diatasnya dapat berubah warna seperti coklat kemerahan dan kondisi ini sangatlah rentan untuk rusak saat tergores atau terbentur. Sedikitnya, kapiler yang rusak dapat menyebabkan inflamasi jaringan lokal dan kerusakan jaringan dalam. Parahnya, hal ini dapat mengarah ke ulkus, yaitu luka terbuka pada permukaan kulit. Ulkus vena sulit untuk sembuh dan dapat terinfeksi. Ketika infeksi tidak terkontrol, selanjutnya dapat menyebar di jaringan-jaringan sekitar. Kondisi ini disebut selulitis. CVI sering berhubungan dengan varises vena, yang berkelok-kelok, melebar, dan terlihat di permukaan kulit. Varises dapat terjadi hampir di semua area, tapi yang tersering adalah pada area kaki. Keparahan dari CVI, sejalan dengan kompleksnya pengobatan. Pengobatan semakin kompleks seiring progresivitas penyakit. Maka dari itu, sangatlah penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila memiliki gejala dari CVI. Semakin awal pendiagnosisan dan penanganan, semakin baik kesempatan untuk mencegah komplikasi yang serius. Oleh: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Bali

Wisuda Ke-16 Balindo Paradiso

Hasilkan Lulusan Berkompeten dan Berkualitas INTERNATIONAL Hotel and Cruise Ship Training Academy Balindo Paradiso menggelar wisuda ke-16 Sabtu (28/9) kemarin di Hotel Grand Inna Bali Beach. Dalam acara ini dilepas 294 wisudawan yang sudah siap kerja baik di hotel maupun kapal pesiar. Balindo Paradiso memastikan menciptakan tenaga kerja profesional, terdidik dan kompeten guna menghadapi persaingan dunia international. Selain itu, lulusannya pun dipastikan terserap didunia kerja dalam hal ini bekerja di kapal pesiar. Direktur Balindo Paradiso I Kadek Hendra Juli Hartawan, S.E. mengatakan, melalui proses pendidikan berkualitas di Balindo Paradiso setiap individu dibentuk menjadi pribadi yang berbudaya yang mempunyai kemampuan olah rasa yang kuat dan tangguh yang menumbuhkan jiwa baik dan bijak. Dengan demikian, individu-individu terdidik menjadi seorang yang terbuka dan berguna bagi orang lain atau masyarakat sekitarnya. Selain itu, melalui pelatihan keterampilan kerja setiap orang dibentuk dilatih

dan melatih diri menjadi individu yang mampu melakukan suatu kegiatan. ‘’Tujuan Balindo Paradiso adalah melalui proses pendidikan dan pelatihan kerja berbasis kompetensi yang berkualitas para lulusan Balindo Paradiso menjadi individu yang cerdas dan tangguh yang siap memasuki dunia kerja industri pariwisata dengan etos kerja profesional yang sesungguhnya,’’ ujarnya. Untuk mewujudkan hal ini, terhitung sejak tahun ajaran 2015 setiap lulusan Balindo Paradiso wajib mengikuti ujian sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi kompetensi profesi. Dengan memegang sertifikat kompetensi kerja tersebut diyakini peluang akan semakin besar dalam bersaing mendapatkan pekerjaan baik di kapal pesiar internasional maupun di negara-negara ASEAN. Juli Hartawan mengatakan para lulusan sebanyak 294 dalam 5 jurusan akan terserap di dunia kerja impian mereka yaitu kapal pesiar. Ia melanjutkan keberhasilan Balindo Paradiso

dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kerja berbasis kompetensi berkualitas tidak lepas dari dukungan yang sangat besar dari PPTKIS PT Bali Paradise Citra Dewata sebagai autorised recruiting agency for Mediteranian Shiping Company (MSC). ‘’Berkat dukungan dari PT Bali Paradise Citra Dewata sudah 85 persen lulusan Balindo Paradiso bekerja di atas kapal pesiar MSC. Tahun depan permintaan mencapai 1.000 orang untuk masing-masing posisi sehingga diyakini lulusan Balindo Paradiso saat ini bisa terserap bekerja di kapal pesiar,’’ ujarnya. Ia menambahkan, jika para lulusan Balindo Paradiso mampu bekerja dan bersaing di Kapal Pesiar MSC, sebab saat menempuh pendidikan kurikulum yang diberikan telah di link and match dengan kebutuhan user. ‘’Kalau dari sisi pendidikan, kita mengkolaborasikan kurikulum lokal dengan kebutuhan user. Jadi saat mulai bekerja mereka sudah tahu apa yang dilakukan sesuai kemauan user,’’ ujarnya. (ad622)

WISUDA - Wisuda ke-16 Balindo Paradiso Sabtu (28/9) kemarin, di Grand Inna Bali Beach.


4

Minggu Paing, 29 September 2019

Trik Mengatasi Jerawat yang Bandel Munculnya tamu tak diundang di wajah, seperti jerawat, tentu menimbulkan perasaan tidak enak, bahkan jika dipikirkan terusmenerus bisa psikis. Apalagi bagi remaja. Nah, bagaimana mengatasi jerawat pada wajah? Berikut ulasan lengkapnya. asalah kulit di usia remaja identik dengan kulit berjerawat. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh perubahan hormon yang terjadi pada usia remaja. Usia remaja itu berada di kisaran 12 – 18 tahun. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin sekaligus Owner D and I Skin Center Dr. dr. I Gusti Nyoman Dharmaputra, Sp.KK. menjelaskan, jerawat mulai terjadi pada masa puber awal yaitu pada usia SMP, SMA. Secara hormonal manusia memang mengalami fase peningkatan produksi hormon androgen. Hormon ini yang menyebabkan perubahan pada laki–laki yaitu suara parau, tumbuh bulu, dan lain-lain. Pada perempuan pa-

yudaranya mulai membesar dan mengalami menstruasi. Hormon androgen menyebabkan kelenjar minyak pada tubuh manusia juga meningkat. “Banyak faktor yang meningkatkan produksi minyak, salah satunya hormonal ini. Selain karena perubahan hormon masa remaja ini, bisa juga karena stres dan makanan,” ungkap Dr. dr. I Gusti Nyoman Dharma Putra, Sp.KK. belum lama ini. Kulit Seringkali produksi minyak meningkat namun tidak terjadi sumbatan pada kulit, maka tidak akan menyebabkan jerawat, hanya menyebabkan kulitnya berminyak. Jika ada sumbatan, apalagi remaja memiliki banyak

JERAWAT - Jika orang yang memiliki tipe kulit berminyak, disarankan tidak memilih produk–produk yang sifatnya pelembab, vitamin, nutrisi. Karena produk tersebut justru akan menyumbat pori–pori. Penggunaan sunblock juga tidak boleh sembarangan. Jerawat pada dasarnya dapat sembuh sendiri. Namun jika melakukan perawatan, jerawat bisa sembuh dalam sebulan. Bekas jerawat yang hitam tanpa disadari ingin memencet ataupun memegangnya. Hal tersebut justru dapat memperparah kondisi jerawat. aktivitas di luar ruangan, banyak debu bahkan juga remaja mulai berdandan dan menggunakan make up namun tidak dibersihkan dengan sempurna, dapat menyumbat pori–pori. Sumbatan ini menyebabkan minyak yang seharusnya keluar jadi tertahan. Minyak yang tertahan ini akan mengeras, membentuk komedo. “Jika sudah mulai ada komedo, itu sudah mulai jerawat. Tanda khas dari jerawat itu harus ada komedo,” tandasnya. Ada dua tipe komedo. Jika komedo hanya diam di dalam kulit, white heads (komedo tertutup). Ada juga tipe komedo yang terlihat ujungnya yang disebut blackheads. Komedo ini lebih rentan kemasukan kuman. Komedo yang kemasukan kuman ini, menjadi tempat tumbuhnya bakteri sehingga terjadi jerawat yang bernanah. Awalnya merah kemudian bernanah. Jika jerawat yang kecil bisa saja membesar (acne konglobata). Jerawat ini lebih susah penanganannya, tidak hanya satu tapi ukurannya bisa membesar. Kulit berminyak akibat perubahan hormon agar tidak

terjadi jerawat, maka penting dilakukan pembersihan wajah. Sebaiknya pulang dari beraktivitas membersihkan wajah dengan menggunakan sabun, toner, atau susu pembersih. Begitu juga setelah menggunakan bedak dan make-up, harus dibersihkan sampai tuntas. “Mungkin perlu beberapa kali untuk memastikan tidak ada sumbatan,” imbuhnya. Produk Seringkali masa remaja mencoba–coba produk–produk dan perawatan sembarangan. Menurutnya penting sekali mengetahui tipe kulit. “Jika memang kulitnya berminyak, jangan sembarangan memilih bahan tertentu dari produk kecantikan, karena tidak semua orang kulitnya sama,” tandasnya. Jika orang yang memiliki tipe kulit berminyak disarankan tidak memilih produk–produk yang sifatnya pelembab, vitamin, nutrisi. Karena produk tersebut justru akan menyumbat pori–pori. Penggunaan sunblock juga tidak boleh sembarangan. “Remaja yang berminyak, sunblock tidak hanya memiliki SPF

Pinggang Ramping dengan Bola Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

TIDAK ada yang sulit bagi yang mau berusaha memperoleh pinggang ramping, berlatihlah dengan rutin setiap hari sebelum berangkat beraktivitas. Meng-

gunakan alat bantu bola dapat menjadikan latihan yang menyenangkan. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Ni Kadek Soni Ariani dari Lala Studio.

Gb. III: Tetaplah berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka lebar. Tangan kiri di pinggang sedangkan tangan kanan ditekuk menyiku ke samping kanan badan sambil memegang bola. Condongkan badan ke kiri lalu tegakkan, setelah itu condongkan ke kanan. Ulangi hingga 4x8 hitungan dan lanjutkan dengan gerakan pada gb. IV.

3

4 Gb. IV: Posisi berdiri tegak dan berat badan bertumpu pada kaki kiri sedangkan kaki kanan lurus ke kanan dan kedua siku lengan ditekuk menyiku memegang bola. Arahkan kaki kanan serong ke kiri sembari mengarahkan bola ke arah kanan. Lakukan gerakan ini pada 4x8 hitungan.

Gb. I : Berdiri tegak dengan kedua kaki ditutup rapat sedangkan kedua lengan lurus ke atas memegang bola. Condongkan badan jauh ke kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan setelah itu tegakkan kembali lalu condongkan badan jauh ke kanan. Ulangi hingga 4x8 hitungan, maka pinggang ramping jadi milik Anda.

1

Pinggang ramping idaman setiap wanita, latihlah dengan rutin dan salam bugar dari Lala Studio.

Berlubang Lapisan kulit terdiri dari lapisan epidermis. Jika lapisan tersebut berlubang, artinya proses jerawat sudah sampai ke dalam yaitu di lapisan dermis. Jika seseorang mengalami lubang pada kulitnya sampai ke dalam, penanganan yang harus dilakukan yaitu perawatan yang

secara kasat mata ada perdarahan. “Karena kalau hanya merawat di permukaan saja itu tidak mungkin sembuh, karena di bagian dermis atau kulit paling dalam ada pembuluh darah,” jelasnya. Dengan demikian, penanganan bekas jerawat seperti itu bisa menggunakan perawatan dermaroller, dermapen, alat berupa jarum kecil yang melubangi sehingga merangsang terbentuknya kolagen. Bisa juga dengan laser, subsisi. Dokter Dharma menambahkan, pembersihan komedo juga akan menimbulkan lubang. Namun lubang ini harus diperhatikan agar tidak menimbulkan infeksi. “Sebaiknya menggunakan antibiotik,” imbuhnya. Ia juga sekaligus menjawab terkait penggunaan air dingin atau es untuk menutup pori–pori, bahwa efeknya kecil. Es memberikan dampak mengkerutkan pembuluh darah, bukan kulit atau pori– pori. Bahkan dikhawatirkan jika esnya tidak steril, malah akan menimbulkan infeksi. Sehingga jika ada luka ia menyarankan untuk pemberian antibiotik. (may)

Kisara

Pacaran Sehat ala Remaja Hai Kak, namaku Clara. Aku baru saja punya pacar nih Kak. Pacarku ganteng sih, tapi dia kasar hehehe. Terima kasih Kak.

Gb. II: Buka kedua kaki dengan kedua lengan lurus ke atas. Condongkan badan ke arah kiri dengan cara menekukkan kaki kiri namun kaki kanan tetap lurus. Setelah itu kembali tegak dan lakukan ke kanan serta ulangi hingga 4x8 hitungan.

2

yang melindungi kulit dari sinar matahari tapi juga diperhatikan bentuk sediaannya. Ada yang berbentuk gel, lotion atau krim. Kalau remaja yang memiliki kulit berminyak, tidak usah memilih produk yang bentuknya krim,” bebernya. Jerawat pada dasarnya dapat sembuh sendiri. Namun jika melakukan perawatan, jerawat bisa sembuh dalam sebulan. Yang paling penting menurutnya adalah faktor pemencetan jerawat. Bekas jerawat yang hitam tanpa disadari ingin memencet ataupun memegangnya. Hal tersebut justru dapat memperparah kondisi jerawat. “Gesekan–gesekan berulang itu justru membuat bekasnya tambah hitam,” pungkasnya.

Kupon

Hai Clara, wah sudah punya pacar nih yee! Hmm…pacar kamu ganteng, tapi kasar? Waduh, bahaya nih. Okay, Kakak Mimin akan kasih kamu beberapa pertimbangan. Keputusan apakah Clara mau lanjut atau selesai sama pacar, itu balik lagi ke Clara sendiri. Kita bahas dulu yuk pacaran itu apa dan gimana sih prinsip pacaran yang baik? Pacaran merupakan proses pendekatan dua orang untuk saling mengenal satu sama lain melalui serangkaian aktivitas positif. Nah, pacaran itu juga bisa diartikan proses perkenalan untuk mempersiapkan diri bersama pasangan menuju jenjang yang lebih tinggi (pernikahan). Pacaran yang baik tentu saja pacaran yang sehat. Eits, bukan sehat karena rajin olahraga berdua, loh ya. Pacaran sehat yang dimaksud adalah menggunakan prinsip-prinsip yang baik untuk beraktivitas sehingga pacaran tidak akan menimbulkan dampak negatif. Adapun prinsipprinsip yang dapat dijadikan pedoman untuk pacaran sehat di antaranya: 1. Care (Perhatian/Peduli) Saat kamu dan dia pacaran, kalian harus saling perhatian dan peduli sama kondisi masingmasing. Penting banget loh memahami pasangan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan perselisihan. Kalau kamu merasa hanya kamu yang perhatian dan dia tidak, coba tanyakan lagi kenapa dia seperti itu. Mungkin saja dia memang bukan tipikal orang yang mudah menunjukkan perhatian/ kepeduliannya atau bisa juga dia memang tidak sayang sama kamu. Intinya, komunikasi dulu, ya! Hindari asal tuduh menuduh hehehe.

2. Respect (Hormat) Nah, saling menghormati penting banget ada di dalam hubungan apapun ya, termasuk pacaran. Setiap orang tentunya akan memiliki kesibukan, kegiatan, ataupun mimpi yang berbeda. Sebagai pasangan tentu kita harus senantiasa menghormati dan menghargai apapun pilihan atau keputusan yang pasangan ambil, asal merupakan hal yang positif. Melakukan kekerasan atau bertindak kasar sama pasangan bisa berindikasi dia tidak menghormati kamu, loh. 3. Responsibility (Tanggung Jawab) Tanggung jawab sangat penting loh dalam pacaran. Mengenal orang lain pasti tidak mudah dan mungkin saja ada beberapa pergesakan yang bisa terjadi. Debat, marah, kesal tentu akan menghiasi perjalanan pacaran kalian. Walaupun begitu, jika kamu memang salah, jangan takut untuk mengakui kesalahan kamu dan bertanggung jawab yah! 4. Knowledge (Pengetahuan) Prinsip terakhir, kamu dan pasangan juga harus senantiasa menambah pengetahuan kalian. Jangan sampai karena sibuk pacaran kalian jadi malas untuk belajar dan mencari ilmu yang penting untuk kehidupan kalian. Penting banget loh mencari ilmu-ilmu seputar pacaran ataupun kesehatan reproduksi agar kalian terhindar dari perilaku berisiko. Yap, itu saja yang bisa mimin sampaikan tentang prinsip pacaran sehat. Clara bisa Analisa sendiri, apakah pacaran Clara sehat atau tidak sehat. Silakan Clara putuskan sendiri baiknya seperti apa, untuk kenyamanan dan kebahagiaan Clara sendiri.


5

Minggu Paing, 29 September 2019

Capricorn Peruntungan: Persoalan yang datang sebenarnya sepele sebatas suasana di lingkungan kerja yang memang agak menjengkelkan. Walau begitu, sebaiknya tetaplah bersabar dan jangan terpancing provokasi dari rekan-rekan Anda. Kesehatan: Amarah yang muncul segera saja dihilangkan, jangan biarkan terus berkecamuk dalam dada karena hanya akan mengganggu kesehatan Anda saja. Cinta: Coba dengar saran-sarannya agar perdebatan ini segera ditemukan titik temunya. Aquarius Peruntungan: Rahasia pribadi ada baiknya disimpan rapat-rapat, jangan sampai diobral keluar. Sekalipun kemujuran masih berpihak pada perbintangan Anda, akan tetapi kesuksesan masih sulit untuk dapat Anda raih secara optimal. Kesehatan: Perlu sekali merevisi schedule Anda jika dirasa sudah tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang. Cinta: Sudah lebih mesra, tetapi percekcokan masih sering muncul dan persoalannya masih itu-itu saja. Pisces Peruntungan: Tak perlu takut menegur siapa pun mereka jika memang berbuat salah. Bersikaplah lebih tegas dan jagalah kewibawaan. Tak perlu ragu dan bimbang, cobalah lebih yakin dan optimis lagi. Kesehatan: Posisi tidur diperhatikan agar tidak sampai membuat badan menjadi pegal-pegal keesokan harinya. Cinta: Pertahankan apa yang sudah ada dan jangan menuruti panasnya hati yang tak akan selesai dalam waktu yang singkat. Aries Peruntungan: Sikapi setiap persoalan dengan pikiran panjang agar peluang yang muncul tidak sampai terbuang percuma. Dengan menjaga emosi, maka diri Anda akan lebih kuat dan tahan goncangan. Kesehatan: Kebiasaan tidur terlalu larut malam cobalah dikurangi sedikit demi sedikit. Cinta: Semakin kompak maka tak perlu khawatir dengan gejala-gejala yang bisa merusak hubungan Anda berdua. Taurus Peruntungan: Akan banyak menemui orang yang bermuka dua, maka tak perlu terhanyut oleh omongan yang sekadar bualan. Cobalah tetap fokus dengan berbagai urusan yang sedang Anda hadapi saat ini. Kesehatan: Perut Anda baru sembuh sehingga perlu dijaga sedemikian rupa agar tak sampai kambuh kembali. Cinta: Buat hatinya bisa berbunga-bunga terus, jangan malah Anda tersakiti oleh kata-kata Anda yang pedas. Gemini Peruntungan: Sesuatu yang tidak mungkin Anda raih, ternyata minggu ini tiba-tiba datang dan tentu saja cukup mengejutkan. Bersyukurlah dan terima keadaan ini dengan suka cita. Kesehatan: Manfaatkan waktu senggang Anda untuk benar-benar beristirahat, agar kondisi badan segera pulih kembali. Cinta: Ada baiknya Anda konsekuen dengan apa yang telah Anda ucapkan, jangan sekali-kali mengingkarinya. Cancer Peruntungan: Telinga hendaknya ditutup rapat minggu ini terutama dari suara sumbang yang banyak terdengar di sekeliling Anda. Jangan sampai ikut terhanyut oleh omongan yang tidak betul sama sekali. Untuk itu, rasa ingin tahu sebaiknya dihilangkan saja. Kesehatan: Cobalah bisa berpikir serileks mungkin dan tak terlalu tegang. Cinta: Pertengkaran masih muncul di permukaan dan itu akibat dari masalah yang sepele saja. Leo Peruntungan: Segala rencana masih bisa berjalan mulus seperti apa yang Anda harapkan sehingga benar-benar menggembirakan dan tidak bikin pusing. Terhadap tawaran yang datang, walaupun sesibuk apa pun Anda, ada baiknya diterima dulu. Kesehatan: Sabar merupakan kunci yang paling mujarab untuk menjaga kondisi hati Anda agar tak selalu mengalami kekecewaan. Cinta: Tingkatkan hubungan mesra dan harmonis ini, jangan sampai malah mundur ke belakang. Virgo Peruntungan: Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan jangan biarkan rasa malas menghancurkan mimpi-mimpi indah itu, karena tanpa kerja keras hal itu hanya akan menjadi bayangan semu saja. Kesehatan: Jangan makan terlalu pedas, jika tidak maka perut Anda akan timbul masalah yang cukup mengganggu. Cinta: Enak saja bilang pacar Anda tidak setia, bila perlu Anda omeli mereka itu yang hanya bisa merusak hubungan saja. Libra Peruntungan: Minggu ini Anda harus lebih berani mengambil langkah-langkah penting agar hasilnya bisa cepat kelihatan. Kesehatan: Jangan banyak minum yang dingin-dingin karena batuk Anda bisa bertambah parah saja. Cinta: Cobalah berpikir lebih bijaksana lagi. Scorpio Peruntungan: Hindari turut campur urusan orang lain yang tidak ada sangkut-pautnya dengan diri Anda karena itu hanya akan menambah masalah baru saja. Kesehatan: Sebisa mungkin waktu senggang yang ada dimanfaatkan untuk beristirahat. Cinta: Hubungan cinta akan terasa harmonis dan jauh dari cekcok mulut jika Anda tetap bisa menjaga kesabaran. Sagitarius Peruntungan: Saatnya untuk berani berinovasi dan berkreasi. Bila ada tawaran segera saja ditindaklanjuti, jangan sampai waktu yang baik ini terbuang dengan percuma. Kesehatan: Hindari keluar malam jika tak benarbenar karena urusan penting dan mendesak. Cinta: Suasana kisah kasih Anda tampak semakin mesra dan romantis saja, sehingga cukup membuat iri orang yang melihatnya.

Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo

Berlaku : 29 September 5 Oktober 2019

Mengungkap Rahasia Keramat Angka 108 (2-habis) Vidhi-yajnaj japa-yajno visisto dasabhir gunaih upamSuhsyat Sata-gunah sahasro manasah smrtah (Manava Dharma Sastra 2.85) “Japa-yajna, yaitu persembahan suci yadnya berupa pengucapan mantra berulang-ulang memberikan pahala 10 kali lebih banyak dari pada Viddhi-yajna (persembahan upacara yadnya). Upamsu-japa yaitu pengucapan japa-mantra secara berbisik halus memberikan keuntungan 100 kali lipat, dan Manasa-japa (berjapa-mantra dalam hati) memberikan keuntungan ribuan kali.” Vidhi-yajna adalah upacara-upacara persembahan yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa/i melalui haturan bunga, buah, air atau bebanten yang disertai dengan mantra-mantra. Pada umumnya Vidhi-yajna memegang aturan-peraturan (vidhi) yang cukup ketat, yang umat kebanyakan melakukannya dengan penuh Sraddha bhakti. Sesulit apa pun aturanperaturan atau bahan-bahan persembahan yajna yang diperlukan, mereka akan berusaha sebisa mungkin memenuhinya. Vidhi-yajna yang dilakukan tanpa atau pun dengan disertai Agnihotra, Homa atau Havan, biasanya aturan-peraturannya lumayan banyak dan ketat harus diikuti. Ada pula tingkatannya, yaitu Uttama, Madhyama, dan Kanistha-yajna. Masingmasing ada 3 tingkatannya sehingga tingkatan yajna secara umum menjadi 9 tingkatan pelaksanaannya. Perlu diberikan catatan bahwa Kanisthayajna bukanlah yajna yang “nista” melainkan Kanistha, yaitu tingkatan persembahan yajna yang paling kecil, sederhana, dan pada umumnya bersifat praktis. Kata Kanistha tidak memiliki arti yang sama dengan “nista” karena kata “nista”

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

mengandung pengertian tidak baik, rendah, dan juga jelek. Kanistha-yajna yang dilakukan dengan penuh rasa Sraddha bhakti bahkan dapat mengalahkan Uttamaning uttama-yajna atau yajna paling besar (uttamaning uttama alah dening Kanisthaning Kanistha). “Yajnanam japo-yajno’smi” – mengucapkan mantra berulangulang merupakan puncak dari segala jenis persembahan suci yadnya. Japa adalah mengucapkan mantra berulang-ulang. Japa adalah sebuah yadnya/yajna. Japa-yajna menurut sastra suci Veda adalah inti sari dari persembahan-persembahan suci yajna. Biasanya, Japa-yajna dilakukan dengan menggunakan Kalung Mala atau Japa-mala yang terdiri atas 108 biji mala. Angka 108 dalam tradisi Veda merupakan angka yang sangat ajaib, keramat, penuh kekuatan, dan penuh karunia. Angka 108 itu adalah angka 9, dan angka 9 adalah angka 108. Keduanya adalah dua yang satu; agung dan alit yang menjadi “agungalit” dalam putaran adi (awal), madhya (pertengahan), dan anta (akhir). Mantram, yang dengan sendirinya adalah sebuah “formula spiritual” yang maha kuat “digetarkan” dalam vaikhari (diucapkan jelas), upamsu (berbisik), atau pun manasi (diucapkan dalam hati) dalam putaran adi, madhya, dan anta yang dibatasi oleh Merudanda atau Guru Bija, dipastikan mempunyai kekuatan yang “pasti” untuk memberikan hasil yang diinginkan oleh Sang Sadhaka Mantra. Itulah sebabnya pengucapan mantra dilakukan memakai Japamala yang biji-bijinya berjumlah 108 biji mala. Menurut pengetahuan Yoga, setiap orang mempunyai kekuatan sakti tersembunyi bernama

Kundalini di dalam tubuhnya. Kekuatan tersembunyi tersebut dapat dibangkitkan dengan berbagai cara dan teknik. Semua teknik pembangkitan kekuatan Kundalini dilakukan melalui pembersihan penyucian, dan pengaktifan cakra dan nadi. Cakra merupakan pusat-pusat putaran kekuatan di dalam tubuh yang berjumlah ribuanribuan cakra, yang menurut Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami jumlahnya mencapai jutaan cakra. Dari ribuan atau jutaan cakra tersebut terdapat 114 cakra yang dianggap penting. Dari 114 cakra, terdapat 14 cakra lebih penting; 7 cakra di dalam badan dan 7 cakra di luar badan (yang keberadaan dianggap masih termasuk di dalam badan). Dari 7 cakra utama di dalam badan, 2 cakra dianggap merupakan kunci penting untuk membangkitkan tenaga sakti Kundalini. Dari dua cakra tersebut, cakra Muladhara merupakan cakra terpenting karena ia adalah tempat ber-sthana-nya tenaga sakti Kundalini. Dari 114 cakra, terdapat 2 cakra di luar badan (yang keberadaannya dianggap masih di dalam badan) sehingga menjadi 112 cakra ada di dalam badan. Dari 112 cakra, 4 cakra dianggap akan bangkit aktif dengan sendirinya ketika cakra lainnya (yang berjumlah 108) menjadi aktif. Oleh karena itu, perhatian diberikan pada pembersihan, penyucian, dan pengaktifan 108 cakra di dalam badan. Itulah sebabnya para Yogi, Resi, Muni mengucapkan mantra dengan Japamala yang berjumlah 108 biji mala. Aktivitas ber-Japamantra yang dilakukan akan membersihkan, menyucikan, dan membangkitkan 108 cakra tersebut. Nadi adalah saluran-saluran energi spiritual di dalam badan yang jumlahnya tidak terhingga. Siva Samhita menyebutkan jumlah 35 ribu jenis nadi, tetapi pada umumnya jumlah 72 ribu nadi paling banyak disebut-sebut oleh para ahli. Dari 72 ribu tersebut terdapat 3 nadi utama yang bermula pada daerah Muladhara (Cakra Dasar) di ujung tulang ekor dan bermuara pada cakra Sahasrara

atau Cakra Mahkota di daerah kepala. Ketiga cakra tersebut adalah Ida-nadi, Pingala-nadi, dan Susumna-nadi. Ketiga nadi mengalir di daerah tulang belakang dari bawah (cakra Muladhara) ke atas (cakra Sahasrara); Ida-nadi di sebelah kiri, Pingala-nadi di sebelah kanan, dan Susumna-nadi di tengah-tengah tulang belakang. Peran nadi dan cakra diyakini memberikan hasil puncak dalam praktik-praktik spiritual. Aliran-aliran 72 ribu nadi bertemu dengan 114 cakra (baca: 108) memastikan kebangkitan energi-energi spiritual di dalam badan yang akan memudahkan kebangkitan tenaga sakti Kundalini. Para Yogi yang mempraktikkan Yoga Asana menganggap praktik yoga yang dinamakan Surya Namaskara yang berjumlah 12 gerakan sudah mewakili keseluruhan Gerakan Yoga (Asana) yang berjumlah 8.400.000 jenis. Keberadaan jumlah Gerakan Yoga sebanyak 8.400.000 Asana tersebut diyakini sesuai dengan jumlah 8.400.000 jenis makhluk hidup di alam semesta ini (topik ini sudah pernah dibahas dalam Weda Wakya terdahulu). Surya Namaskara (Surya Namaskar) atau istilah kerennya “Sun Salutation” yang berjumlah 12 Gerakan Asana Yoga dilakukan 9 kali putaran. Biasanya dilakukan secara perlahan dari jumlah 3 putaran. Jika orang sudah dapat melakukan Gerakan Yoga Asana 3 kali putaran dengan mudah dan tanpa beban, akan dilanjutkan ke jumlah 6 putaran. Jika sudah nyaman mempraktikkan Surya Namaskara 6 putaran, praktik ditingkatkan menjadi 9 kali putaran Surya Namaskara. Banyak pe-Meditasi Angka di Eropa yang mempraktikkan Surya Namaskara 108 kali putaran. Mengapa Gerakan Yoga Asana Surya Namaskara ini dilakukan 9 kali putaran? Rahasianya, Yoga Asana adalah gerakangerakan Asana Yoga dan bukan “olahraga”. Para praktisi Raja Yoga menjadi seorang Raja Yogi melalui praktik-praktik Yoga Asana. Bagi para Raja Yogi,

Yoga Asana bukanlah aktivitas olahraga atau gerakan-gerakan untuk keluar keringat, melangsingkan tubuh, melainkan adalah gerakan-gerakan Yoga yang bertujuan menghubungkan Sang Atma dengan Paramatma (Sumber dari Atma). Praktik Surya Namaskara dilakukan dalam rangka membersihkan, menyucikan, dan mengaktifkan cakra-cakra yang berjumlah 108 tersebut di atas, dan juga ia adalah angka 108. Pada saat yang sama, ia disentuh oleh aliran-aliran nadi yang berjumlah 72.000. Jumlah 72 ribu nadi adalah angka 9 (7+2). Angka 9 (72 ribu nadi) bersentuhan dengan angka 9 (108 cakra) menciptakan energi-energi spiritual yang sangat kuat untuk membantu membangkitkan kekuatan sakti Kundalini, demi pertemuan “rahasia” Siva (angka 5+4=9) dengan Parvati (5+4=9) di cakra Sahasrara. Orang-orang suci yang memusatkan praktik spiritualnya di dalam jalan Jnana Marga Yoga, menjadi seorang Jnani, akan memusatkan praktiknya pada pada 108 bab Rg Veda, 108 Upanisad, 18 Purana dan Sang Hyang Asta-daSa Parva (astadaSa=18, 1+8=9), dan tentu saja pada Asta-daSa Adhyaya Bhagavad-gita. Grantha-raja atau Raja dari Pustaka Suci Bhagavad-gita ini terdiri atas asta-daSa (18; 1=8=9) Bab. Dengan demikian, para Jnani pun mematangkan praktik spiritualnya melalui angka rahasia dan keramat 108 dan/atau 9. Hal yang sama dilakukan oleh para Yogi di jalan Yoga Marga dalam tradisi atau perguruan masing-masing yang diwariskan turun-temurun. Terutama para Bhakti Yogi, tangannya akan selalu memegang Japamala yang berjumlah 108 biji mala dan bibirnya berkomat-kamit mengucapkan mantra-mantra rahasia “Diksa Mantra” masing-masing. Gabungan Diksa Mantra dengan Angka 108 (baca: cakra dan nadi) memastikan pencapaian moksa, pembebasan langgeng dari kesengsaraan kelahiran dan kematian, mencapai kebahagiaan kekal abadi, sukha tan pawali duhkha.

MIMBAR AGAMA

Jangan Sembarang Menghakimi bertabrakan dengan prinsipprinsip kerajaan Allah. Natur kita yang berdosa mencondongkan kita pada kejahatan dan kesalahan. Baik kita maupun orang lain pasti akan berbuat kesalahan. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Jika situasinya seperti ini, mengharapkan orang lain untuk tidak pernah berbuat salah adalah hal mustahil. Yang perlu dipikirkan secara serius adalah bagaimana menyikapi kesalahan orang lain secara tepat. Poin inilah yang sedang diajarkan oleh Tuhan Yesus seperti ditulis di awal dalam renungan ini. Larangan untuk jangan menghakimi di teks ini seringkali dijadikan alasan oleh sebagian orang untuk menghindari penilaian terhadap orang lain. Dalam konteks postmodernisme yang mendewakan relativisme (tidak ada kebenaran yang mutlak), ayat ini benar-benar menjadi senjata pamungkas yang mematikan. Tidak seorang pun berhak menilai pendapat atau tindakan orang lain. Yang dikecam di teks ini bukanlah tindakan menilai orang lain, melainkan menilai dengan

cara yang keliru. Bukan tindakannya yang sedang dipersoalkan, melainkan cara tindakan itu dilakukan. Di ayat 5, Tuhan Yesus tidak melarang kita untuk mengambil selumbar di mata orang lain. Hanya, kita harus melakukannya dengan cara yang benar, yaitu dengan menyingkirkan segala sesuatu yang menghalangi pandangan kita. Lagi pula, jika segala bentuk penilaian dilarang, bagaimana kita bisa membedakan manakah yang termasuk “anjing” atau “babi” yang kepadanya kita tidak boleh memberikan mutiara (7:6)? Bukankah ayat ini justru melarang sikap yang permisif dan terlalu lunak terhadap kesalahan orang lain yang tegar tengkuk? Jika segala penilaian terhadap orang lain adalah salah, bagaimana kita dapat mengenali nabi-nabi palsu yang menyamar seperti domba padahal mereka adalah serigala (7:15)? Bukankah diperlukan kewaspadaan dan ketelitian untuk mengenali hal ini? Jadi, menghakimi (krino) di 7:1-5 sebaiknya dipahami sebagai menghakimi dengan cara-cara yang salah. Tujuan dari larangan “jangan

menghakimi” adalah untuk menghindari penghakiman dari pihak lain. Jabatan sebagai hakim tidak menjamin bahwa seseorang tidak akan menjadi terdakwa. Beberapa hakim terbukti bersalah dan harus dihakimi oleh hakim yang lain. Demikian pula dengan kita. Ketidakadaan subjek pada ayat 1b “supaya kamu tidak dihakimi” menyiratkan bahwa Allah adalah subjeknya. Dia yang berhak menghakimi. Dia satu-satunya yang tidak mungkin didudukkan pada kursi terdakwa. Dengan pemikiran seperti ini, kita seyogyanya mencamkan peringatan dari Paulus: “Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri” (Rm 14:4a). Pada saat kita berada dalam situasi yang menggoda kita untuk menghakimi orang lain, baiklah kita mengingat sebuah nasihat firman Tuhan: “Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang” (1 Kor 4:5a). Peringatan “supaya kamu tidak dihakimi” di ayat 1b bukan

sekadar gertakan kosong. Ini bukan hanya sebuah kemungkinan, melainkan sebuah kepastian. Bukan pilihan, melainkan keniscayaan. Mengapa penghakiman terhadap mereka yang suka menghakimi merupakan hal yang tak terelakkan? Ayat 2 menerangkan alasan pertama (lihat kata sambung “karena” di awal ayat ini). Bagaimana kita menghakimi orang lain akan menentukan bagaimana kita akan dihakimi oleh orang lain dan, terutama, oleh Allah. Alkitab mengajarkan dengan tegas bahwa penghakiman yang tidak berbelas-kasihan akan menimpa mereka yang tidak berbelas-kasihan (Yak 2:13). Jika kita tidak mau penghakiman yang tidak berbelaskasihan menimpa kita, kita pun harus menghindari sikap yang sama terhadap orang lain (bdk. Mat 7:12a “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”). Di samping itu, tatkala menjadikan diri sebagai hakim, kita menganggap diri kita lebih tahu tentang banyak hal dibandingkan orang yang sedang dihakimi. Pengetahuan seperti ini (atau, paling tidak, anggapan seperti ini) membuat kita akan dihakimi secara lebih berat (Yak 3:1b).

Pemimpin Adil Rakyat pun Kenyang!

dalam menyusun dan membuat kebijakan, yang paling utama harus dilakukan adalah melibatkan partisipasi seluruh komponen masyarakat. Mereka harus paham segala aturan yang mengendalikan hidup mereka, sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Segala aturan yang dibikin harus sesuai namanya yakni bijak. Bukan justru merampok dan merampas hak hidup dan hak azasi mereka yang diatur. Semua aturan harus berlandaskan ideologi dan filsafat atau pandangan hidup yang diwarisi secara turun-temurun pihak yang diatur, kalau di Indonesia adalah Pancasila,“ papar Rubag. “Benar, bila aturan dianggap bertolak belakang dengan aspirasi sebagian besar masyarakat, sangat potensial melahirkan kegaduhan. Bila kesabaran mereka masih ada, bukan tidak mungkin akan melakukan pembangkangan publik. Miris juga kalau sampai undang-undang dianggap kurang adil dan meresahkan sebagian besar masyarakat akan ditidurkan oleh yang diatur atau statutory dormancy.

Bisa juga dikesampingkan atau desuetudo! Jadi, kalau berani menyebut semua peraturan dan perundang-undangan adalah kebijakan publik, semua produk hukum harus bijak, adil, dan bersifat mencerahkan. Jangan sampai sebuah negeri dianggap Negara Leviathan, seperti digagas Thomas Hobbes, di mana penguasa yang berwatak demonik memakan rakyatnya satu per satu sesuai kebijakan yang dibuatnya sendiri. Indonesia harus bangga pernah memiliki zaman keemasan saat Kerajaan Majapahit (1293-1500 M) menyatukan negeri ini selama dua abad lebih. Kala itu konon tersebar sebuah pemeo,‘Pemimpin adil rakyat pun kenyang! Rakyat yang kenyang menolak diajak berdemo dan mereka lebih suka mendendangkan tembang, ‘thukul kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku‘. Ya, itulah gambaran masyarakat yang gemah ripah loh jinawi, tata titi tentram kertha raharja. Kondisi seperti itulah yang menjadi Indonesia dream dewasa ini. Ironis memang,

karena kondisi kemakmuran, ketentraman dan keadilan serupa pernah menjadi realitas di Nusantara, sejak pemerintahan Raden Wijaya (1293) hingga Wikrama Wardhana (1478),” tutur Nyoman Sudiantara. “Bagian yang menarik dari tuturmu adalah rakyat yang kenyang menolak diajak berdemo. Sebab, sering pendemo yang berhasil dicokok polisi dalam pengakuannya menyatakan dijanjikan atau telah menerima upah demo sebesar harga sebungkus rokok plus nasi bungkus. Tragisnya, Rabu (25/9), puluhan murid selevel SMA harus minggat dari sekolah buat berdemo ke Jakarta. Ditanya wartawan alasan berdemo, mereka serentak berseru, ‘menuntut keadilan‘. Lucunya, mereka tidak paham RUU itu singkatan apa? Alasannya, mereka bukan anak-anak IPS tapi mesin, wahhhh! Pokoknya, aku setuju ungkapan, ‘pemimpin adil rakyat pun kenyang! Orang kenyang lebih memilih kerja, kerja, kerja daripada berdemo, apalagi berbuat anarkis,“ pungkas Made Surjanegara.

PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “JANGAN kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimana engkau dapat berkata kepada saudaramu: biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Matius 7:1-5) Di dalam dunia yang sudah rusak oleh dosa, kita tidak mungkin menemukan seorang pun yang tanpa kesalahan. Semangat dunia ini seringkali

KEBIJAKAN publik adalah suatu aturan yang mengatur kehidupan bersama yang harus ditaati dan berlaku mengikat seluruh yang diatur. Setiap pelanggaran diberi sanksi sesuai bobot pelanggaran yang dilakukan. Sanksi dijatuhkan di depan masyarakat oleh lembaga yang mempunyai tugas menjatuhkan sanksi. “Sebenarnya ada banyak definisi tentang kebijakan publik atau public policy, namun batasan ini yang paling mengena di hati dan otakku. Ada tiga jenis kebijakan publik sesuai lembaga yang mengeluarkan, yakni makro, meso, dan mikro. Kebijakan publik makro adalah UUD, UU, Perppu, PP, dan Perda. Kebijakan publik meso atau menengah berupa Permen, Pergub, Perbup, Perwali, SKB antarmenteri, gubernur, bupati, dan wali kota. Kebijakan publik mikro adalah aturan yang dibuat aparat publik di bawah menteri, gubernur, bupati, dan

brolan BALE BANJAR ARIDUS wali kota. Perlu diketahui, kebijakan atau policy tidak sama dengan kebijaksanaan atau wisdom. Policy di sini juga tidak terkait bahkan harus steril dari unsur politik, tidak memihak pada satu parpol, golongan , agama, ras, namun demi kepentingan seluruh warga yang diatur. Pengaturnya pun harus memiliki kejujuran, integritas, kredibilitas, kemampuan, dan tidak pretensius. Untuk itu,


Bali

6

Redité Paing, 29 September 2019

BALE – Kawéntenan balé delod ketah kapanggihin antuk makatah wangun utawi soroh. Kawigunannyané nénten tios pinaka genah ngamargiang makatah upacara yadnya, minakadi otonan, mapawiwahan, masangih kantos genah layon sadurung kabakta ka sétra.

Balé Delod

Genah Ngamargiang Makatah Upacara Yadnya

MAOSANG Bali majanten nénten prasida lémpas saking makatah budaya sané wénten ring kahuripan krama Bali. Duaning krama Bali kantun satya ngambel makudangkudang soroh lan wangun budaya tetamian para panglingsirnyané. Yadiastun kawéntenané mangkin sampun ngranjing ring masa globalisasi sané kacihnayang antuk makatah panglimbak teknologi ring pakraman. Satios punika, wangunan paumahan ring Bali taler macihna. Minakadi wewangunan balé adat utawi

balé delod sané mabuat pisan majeng krama Bali. Balé delod wantah sinalih tunggil cihna dresta Hindu-Bali, sangkaning punika kawéntenan ipun setata kapanggihin ring paumahan tradisional pamekas ring krama sané kantun becik ngamargiang dresta panglingsir. Sakadi sané kabaosang Jero Mangku Ketut Jati, jero mangku sané taler dados undagi wewangunan tradisional Bali saking Banjar Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung, balé delod wénten akéh sorohipun. Minakadi sané marupa balé

delod wénten sané madaging plangkan asiki, wénten taler madaging plangkan kekalih mawinan kawastanin balé gedé. Plangkan kekalih madué kawigunan sané mabinayan, sané delodan kanggén ngenahang layon tatkala wénten kalayusekaran, plangkan sané dajanan kanggén upacara manusa yadnya kémanten minakadi ngotonin, masakapan, masangih miwah sané tiosan. Punika nénten dados katimbal-timbalang napi malih tatkala wénten sané padem kekalih ring apakaran-

gan sinah layon inucap jagi kagenahang ring plangkan delodan madempetan, upakarannyané wawu dados kagenahang ring plangkan dajanan. Malih dané maosang, wénten taler balé adat sané marupa balé gedé utawi masaka roras sakéwanten genah plangkannyané asiki kémanten magenah ring tengah-tengah sané kawastain antuk Balé Murda tur kadruénang olih sang sané madué kapatutan ring adat utawi wangsa sané ring adat patut kasinggihang minakadi ring Puri utawi Jero.

“Tatkala wénten kulawarga utawi krama nénten madué balé delod, sinah kawigunannyané jagi kaambil olih balé dauh. Sakéwanten yéning wénten layon utawi krama sané kalayusekaran sinah kagenahang ring balé dangin sané kawigunayang dados balé adat olih kramané irika. Sakéwanten dados taler layon kagenahang ring balé biasa kémanten yéning krama inucap nénten madué balé adat minakadi bale dangin, bale dauh wiadin bale delod,” dané nartayang. (was)

Salikur Rai Maurip Anyari Kacing

Balé Cacat SAMPUN kajantenang ring pakraman, kawéntenan wewangun tradisional mabuat pisan majeng krama Bali sané magama Hindu. Duaning pinaka jejangkep risajeroning wewangunan adat, janten madué kawigunannyané soang-soang ring kauripan adat-istiadat Bali. Punika mawinan ketah kramané mautsaha ngaryanin wewangunan-wewangunan inucap antuk setata ngadungang sareng dresta sané kamargiang ring wewidanganipun. Tatkala kaselehin, makarya wewangunan inucap nénten dangan tur patut urati pisan, duaning manut Jero Mangku Ketut Jati, wewangunan tradisional minakadi balé delod iwang ngawigunayang sikut majanten jagi ngawinang kauripan krama sané nuénang inucap nemu kahanan nénten becik. Napi malih lakar sané kaanggén wantah lakar sané kaucap nénten becik, minakadi kayu inucap bolong sinah ngawinang balé punika kawastanin cacat tur kajantenang jagi ngawinang kahanan kaon ring krama. Minakadi conto ngawinang kramané rumasa uyang kalemah tatkala sirep, ketah semutan kantos sakit bangkiang. Yéning sakadi punika sané kajantenang ring pakraman, sinah saka inucap patut kagentosin antuk lakar sané becik. Wénten taler kahanan song sunduk bedah, minakadi sunduk kaja-kelod nénten madué wates sareng sunduk kanginkauhnyané, sinah nénten becik taler kawastanin balé cacat. Napi malih tatkala song sunduk mapapasan sareng socan kayu sinah nénten prasida kawigunayang, asapunika taler tatkala socan kayu kaapit antuk waton sinah para undagi nénten kayun ngaryanin duaning sampun kajantenang jagi ngamedalang kahanan sané nénten becik ring krama sané nuénang balé inucap. “Samian mawali malih ring nyem utawi panes tampak awak saking kramané. Duaning sané kocap gelis keni wantah sané ius utawi tampakipun nyem,” baos dané nlatarang. (was)

Kruna AKSARA BALI

jagi kanggén ngamargiang makatah upacara yadnya yadiastun prasida taler kaanggén genah sirep. “Yadiastun sampun kanggén genah layon, wénten upacara pabersihan mangda balé inucap prasida kanggén genah sirep malih sakadi sadurungnyané tan pawéntenan antuk pikobet. Risampuné lintang tigang rahina wusan puput sakatah pulah-palih upacara ngabén inucap wawu upacara pabersihan punika kamargiang,” baos dané. Malih dané maosang, balé

Sikut Balé Delod

Bencingah

Basa Bali

saka nem, balé saka ulu utawi saka kutus, marupa balé tiang sanga utawi sia, miwah wénten sané kawastanin antuk balé gedé duaning ipun nganggén saka roras katih. Ngeninin indik kawigunan balé delod ketah kanggén ring upacara yadnya, minakadi masakapan, ngotonin, matelubulanan miwah masangih. Napi malih ritatkala wénten krama sané kalayusekaran utawi padem, sinah layon jagi kagenahang irika sadurung kabakta ka sétra. Sangkaning punika balé inucap wantah kadruénang

BAhAsa INDONESIA

1. éman

1.

ehmn/,

sayang

2. embad

2.

h)mãd/,

runtuh

3. embah

3.

h)mã;,

salur

4. embak

4.

h)mãk/,

buka

5. emban

5.

h)mãn/,

asuh

6. embang

6.

h)mã*,

luas

7. embas

7.

h)mãs/,

lahir

8. embud

8.

h)mã¡d/,

buyar

9. embuh

9.

h)mã¡;,

kurang

10. embung

10. h)mã¡*,

rebung

SAKADI sané sampun kawedar, balé delod wantah sinalih tunggil wangunan tradisional sané kadruénang olih krama Bali. Kawigunannyané sios saking kanggén genah sirep taler kanggén genah ngamargiang upacara manusa yadnya taler kanggén genah layon sadurung kabakta ka sétra utawi sadurung upacara ngabén. Kawéntenanipun kaucap mabuat pisan ring Bali. Punika mawinan akéh krama sané ngutsahayang mangda prasida ngwangun balé inucap antuk setata nganutin kahanan taler dresta sané kamargiang risajeroning wewidangan inucap. Santukan wénten wewidangan sané kramanipun nénten ngwangun balé adat ring paumahanipun.

Ngeninin indik wangun utawi ageng balé delod sané kakaryanin krama wantah mabina-binayan, duaning jagi nganutin saking kawéntenan ring wewidangan taler pisarat saking krama inucap tur jagi kabinayang antuk akéh saka utawi adeganipun. Jero Mangku Ketut Jati maosang, ngwangun balé delod kakawitin antuk nabdabang saka. Sané ketah kanggén sikut tegeh saka wantah salikur rai maurip anyari kacing. Kadungang malih sareng tegeh bataran saking balé delod sané kakaryanin, duaning sané akéh nganggén ketékan salikur rai maurip anyari kacing wantah balé delod sané tegeh bataranipun 60 cm kantos 100 cm saking natah.

Dura désa

Sané kasengguh a rai punika wantah lombéng saking saka sané kanggén, minakadi lombengipun 10 cm sinah salikur rai maurip anyari kacing wantah 10 cm x 21 + anyari kacing utawi kirang langkung 1,5 cm sinah tegeh saka ipun 211.5 cm. Sios punika patut taler kaketék doh sikut saking balé daja, ketah kanggén patlikur tampak nanggu asampél utawi sané dados kawastanin antuk wilangan Gedong Simpen sané jagi ngawinang kahanan natah dados pinih jimbar. Tatkala genahnyané alitan, sinah dados ngawigunayang wilangan sané alitan malih duaning wilangan i wawu kakirangang malih pitung tampak kémanten mawinan dados pitulas tam-

pak nanggu asampél. Indiké punika nganutin saking jimbar genah sané kadruénang olih krama. “Sikut wewilangan kakawitin saking lemah déngdéng balé daja kantos lemah déngdéng balé delod utawi prasida kawilangin saking undagan balé daja kantos undag balé delod miwah sané tiosan sané utama wantah wewilangannyané adung,” baos dané. Manawita ngaryanin plangkan ring balé delod minakadi maplangkan asiki ring delod-delodannyané, sinah jagi karereh “a bah adegan” kanggén ngrereh genah plangkan inucap. Punika kawilangin antuk pidabdab ngebahang adegan saking sisi kauh bale delod punika

nuju ka sisi kangin antuk jimbar nganutin saking dawa adegan utawi sakannyané. Risampuné kapolihang muncuk adegan inucap, wawu kauningayang genah nagingin plangkan, sakéwanten boya ja adegan pepolosan sajabaning kadagingin antuk nyirang lan anyari kacing ring muncuk saka. Yéning indik tegeh plangkan jagi kawilangin tigang rai anyari kacing saking batarannyané nanging kawilangin kantos ring sunduk bawak lan sunduk dawannyané utawi sunduk kaja-kelod miwah kangin-kauhnyané sané kirang langkung tegeh ipun wantah 31.5 cm. Duur sunduknyané punika wawu kadagingin antuk plangkan genah pasaréan utawi watonnyané. (was)

Ruwatan Bumi

Dresta Panulak Bala sané Kantun Kalestariang RING wewidangan Karawang, Subang, miwah Purwakarta kantos mangkin kantun pageh ngamargiang dresta tetamian panglingsirnyané. Dresta inucap mawasta Dresta Ruwatan Bumi, upacara sané kamargiang pinaka cihna suksmaning manah krama majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk makatah waranugraha sané sampun kapolihang. Dresta inucap taler kadadosang pinaka upacara panulak bala miwah nyinggihang para panglingsirnyané. Ruwatan mawit saking kruna ruwat utawi ngarawat (basa Sunda) sané maartos ngupapira utawi mupulang. Tetueknyané wantah nguduhang krama mupulang asil gumi, inggian sané kantun matah wiadin sané sampun kaolah. Tetujonnyané, satios nyinahang rasa suksmaning manah, taler pinaka panulak bala. Ruwatan Bumi puniki ketah kamargiang sangkaning wénten bencana ageng sané nibénin wewidangan krama. Wus bencana inucap, krama ring wewidangan inucap ngamargiang dresta Ruwatan Bumi antuk pangapti kadohang saking bencana tiosan. Sajeroning pamargin dresta inucap, wénten makudangkudang paletan sané patut kamargiang. Minakadi sané kapertama kasengguh dadahut. Dadahut kamargiang abulun sadurung dresta Ruwat Bumi. Sané kaping kalih ma-

wasta ngadieukeun, kaping tiga mawasta ijab kabul motong munding (panyambrana panglingsir adat sadurung nampah kebo), kaping pat mawasta nglawar. Paletan kaping lima kawastanin salawatan. Paletan kaping nem mawasta peméntasan seni gembyung sané kamargiang tengahing wengi. Paletan salanturnyané

mawasta numbal, tetujon numbal wantah ngurip gumi utawi krama irika nyengguh mangurip bumi munar leuwih, artosnyané asil gumi taler makudang-kudang parikrama sané kamargiang krama irika prasida becik mawiguna taler mabuat. Piranti sané kawigunayang numbal luiré; nyuh gadang, seupahun, taluh, gula,

bebungkilan, siap, biu, tebu, miwah jawer kotok. Siap inucap kacacah tur kagenahang ring genah-genah sané sampun kasayagayang. Wusan punika kalanturang nandur punyan biu, tebu, miwah jawer kotok tur kasiram antuk toya beras. Paletan kaping kutus mawasta helaran, iring-iringan krama saking genah pama-

rgin ruwatan nuju setra. Paletan salanturnyané mawasta sawer. Sané pinih untat mawasta ijab rosul, pinaka panguntat upacara Ruwatan Bumi sané kapucukin olih panglingsir adat. Wus acara punika, ketah kadagingin antuk bebalihan wayang golék utawi kasenian tiosan. (pusdat/berbagai sumber)

BPM/ist


Redité Paing, 29 September 2019 KASUJATIANÉ the show must go on, pesta telah berakhir, utsawa sampun purna, pilprés sampun suksés, nanging mrenget cangkem kramané kari magiet, anget cangkem paoné kantun banget. Nénten sinah antuk Pan Sinah, nénten kamanah antuk Mén Sinah, napi sujatiné ngranayang pianakipuné truna-truna makekalih pecak adem-ayem kadi bayem lan taluh pakasem, kukub-guyub kadi embung lan pangkung, nadak sara asasih kalih sasih puniki, jeg kumuh magujeg majugjag, pragat marebat, puput ribut, rames memanes, saling simbing, silang nangtang, sareng cureng. Sat sampun mapapas mimpas sisiknyané, tulén kadi tom-jerry, méng-asu, Sangut-Delem, wastu mangkin sareng kalih ngedoh-doh, yén napi garanga? Yah, miiiit ja déwa ratuuuu…, pamuput tan pariwangdé asu magarang ampru 2024. 2024, yén baosang doh, doh. Yén baosang tampek, tampek. Sami mawiwit ulih élah, ulah, jinah, galah, gelah, lan manah. Ring kayun sang oneng mapolitik, limang warsa sat limang sasih, tampek pisan. Jroning manah wang manganti, limang warsa, doh sawat, sirep-sirep pang sia bangsit. Sakadi kattatwan Ida Hyang Widhi, aku jauh engkau jauh, aku dekat engkau dekat, manut piteket Bimbo Bandung, boya Bimbo Buléléng. Yén iraga kayun tampek, Ida jagi tampek, nanging yén iraga ngedoh-doh, Ida taler doh. Doh, mapan pawilangan galahé sirepsirep ping telung atus nem dasa wai, ping lima. Tampek, doning sat sampun kesiarkesiur ring tutuk hirungé mlekpek. Sang uleng-geleng, seleg-inceg sukeh ngrereh baas akélo mangda cangkem paoné durus makudus, 2024 doh. Sakémawon, sang séngeh parikedeh keleh-keleh kantos lengeh, tan ngétang panes-sabeh, idehideh iteh ngrereh kursi tegeh, ngeseh kompék begeh, 2014 tampek sampun ring sibeh pageh. Pageh ring prinsip, Gdé Sinah lan Madé Sanih tan sandang sangsayén malih. Sareng kalih sampun gilih, selem kalawan putih. Manut Gdé Sinah, napi-napi jeg mangda sinah tan dados sanih-sanih. Barak tetep barak. Manut Madé Sanih, yén masanih mangda sinah masanih. Iwang yén nglanggang, sané gadang baosanga gading. Pelung tetep pelung ten pariwangdé. “Dé, sekat janiné Cai bani-bani tekén nyama kelihan,” Gdé Sinah ngawit nutur saha nuding-nuding saksat ngurek paningalan adinnyané. Durung polih adinnyané masaut, Gdé Sinah malih nglanturang. “Ngelah adi aukud, jeg kéné pesan droakan Cainé.” “Nguda Beli ngraos kéto?” “Men, nyén Cai meting-meting, ngemaang pipis, ngajahin ipidan, kanti Cai dueg buka jani? Oh, disubané Cai dueg dadi jlema, kéné pangwales Cainé tekén Beli?” “Aduh Beli, yén unduk melah Beliné maadi tekén tiang, dini, di siwadwara pejang tiang legan Beliné.” “Yén mula Cai saja ngajiang nyama kelihan, nguda orahin Beli bareng-bareng di Partai Barak, sing nyak? Bengkung nglingkung gabung pelung.” “Ento pilihan adané Beli. Beli milih barak, durusang! Da Beli mamaksa apang tiang bareng barak. Pilihan tiang tetep pelung, Partai Pelung.” Lung kadirasa cadik Gdé Sinah ping

Nyastra

2024 I Madé Suarsa tiga ping pat nutur nangsekang ring Madé Sanih, yéning barak ngawé masriak, pelung makada linglung; ping lima ping nem adinnyané puput tan satinut. Ping tiga ping pat mémé-bapannyané melid, yén manyamaadi ten nganggoang keneh padidi, magetih abumbung mangda adung; ping lima ping nem lampahnyané ngapung. “Ngapung benya ngelah panak masekolah tegeh-tegeh, sing pegat-pegat marebat.” Mén Sinah mantigang semat apesel ring tumpukan slépan, marérén ngrajut kulit sayut, wusan bingkih nyait tangkih, masanekan suntuk nusuk kituk-kituk panyatusan. “Da kéto Méméné!” “Da kéto, da kéto. Ngelah panak dadua, cara méng ajak cicing.” “Démokrasi adané, pada ngaba pabeneh. Barak beneh, pelung masé beneh.” “Men nyén pelih?” “Méméné pelih.” “Apa pelih tiangé?” “Pelih ngorahang pianaké pelih.” “Ah Beli ngalih-ngalih pelih.” “Barak simbul Brahma sisi kelod. Pelung simbul Sumbu kaja-kangin. Depang pada misi!” “Mabet nawang dogénan.” “Yééé… sai-sai pecil lontaré to. Jemak bin sematé, nyait!” “Won atié.” “Sing nyak nyait, Méméné lakar jait Beli.” “Sing med-med.”

“Méméné med?” “Awié….” “Makané … to kénkén barak bongkol nyonyoé, cegut legu…?” “Ngeres….” Res manah Mén Sinah nonton ring televisi, anak lanang manyama tugelan, saling tebek kantos makekalih ngamar ring rumah sakit sangkaning matiosan partai. Wénten i pianak muikin bapannyané, lantaran pada kekeh kukuh ring agem-ageman soang-soang. Sarahinarahina miragiang pianak magerengan majugjag, sayan-sayan res manah Mén Sinah, madrebé pianak kekalih, ten pegat-pegat majugjag, ajerih pét sakadi orti ring televisi, makekalih maungkulan ring rumah sakit. “Sakit atin tiangé Beli. Ngelah pianak gligiran truna-truna dadua, benehné demen atiné dadi anak tua, ada ngabih ada glantingin. Né malah ngaé sakit jantung. Tuturangké pianaké Beli!” “Beli dong suba kanti kelés cadiké ngomong, sakéwala jeg mental, masuk telinga kiri, keluar telinga kiri. Mula kéné jenenga bikas cerik-ceriké jani, tusing ngugu raos anak tua, apa ya kadén.” Kadén wenginé Gdé Sinah jagi sinah ring umah, ten. Bénjangnyané, ten. Pamuput kantos telas Kintamani-Apuané, durung taler Gdé Sinah sinah. Ngawit pan Sinah-Mén Sinah nyelé ati. Katekaning Madé Sanih bingung ngenyetang belinnyané. Sakémawon ipun manyet, indiké puniki pastika mapaiketan ring dot ngaet

belinnyané dados pangurus partai, wastu 2024 sida sareng macecentokan dados caleg Partai Barak, nyaleg. Nyaleg manah Madé Sanih nyalig, puniki sami pastika mapaiketan ring 2024 wekasan. Yadiastun ipun mabinayan partai, nanging mawiwit getih abumbung, wastu tan kadi-kadi taler sebet manahnyané ngenyetang nyama tugelan sampun tigang rahina ten mulih-mulih. Marasa ipun mentik sakadi sepit matugelan sareng kalih kémanten, nénten malih ngitungang bina partai, kerep nginempelin bayu sabda idep, maseserep kahanan nyama kelihan, ten ngitung semeng ten ngétang lemeng tan pariwangdé. “Dé…, mati ba Mémé, yén Belin Madéné lantas sing teka.” “Da Mémé sebet. Tiang tanggung jawab ngalih Beli kanti tepuk!” Tepuk ipun timpal-timpal belinnyané sami, nanging sami ngorahang ten uning ring dija belinipuné mangkin. Nanging sami uning I Gdé Sinah ten durus kadadosang pengurus Partai Barak daweg kongrés ring Sanur, doning ten sida naur ring sang patut kaatur. Sampun kalintang sué pisan dados loyalitas partai, tan rahina tan wengi bah-bangun ngitungang partai, kumantos puik ring nyama tugelan, ngawé rerama nyakit ati, nanging yén ten jangkep jinah bakta ka tengah, sami punah. Ten nglantur sida naur anak ba duur, pastika babak-belur. Babak-belur manah Gdé Sinah, nyinah ayah-ayah lepuh-lepah malah kalah jinah. Juari pongah Pak Nengah ulah-ulah élah dados Pengurus Partai Barak Mérah, wastu 2014 sida dados caleg munggah, laguté ngidaang mayah. Yén ten ké gelis kajangkwak tangkah, sinah Gdé Sinah sampun glayah-glayah, matemah bangké matah, ring lebah linggah. “Linggah nu guminé Beli! Picik sajan Beli berpikir. Liu jalan ngayah yén mula saja-saja keneh Beliné ngayah ngamelahang gumi. Sing ja tulén ulian dadi pengurus partai, sing ja ulian dadi caleg. Sing koné anggona pengurus, da sebet!” “Sebet san masé kenehé. Amonto tuyuh Icangé ngitungang partai, kanti sing taén jumah, sing nawang tugelan, sing nawang anak tua, duga baana nguluk-nguluk.” “Tusing ada dané saja-saja saja di guminé Beli.” “Yén kéné unduké, suud, suuuuddd, berpolitik, suuddd.” “Suud monto maseselan Beli! Yén jantungé ngritik, gelaré abedik, jalan don bilané pikpik, da ngluntik carik aculik, da milu-milu berpolitik!” Politik ten wénten sané seken-seken seken, apan nora wwang tyaga ri dalem ihéng yawata hurip. Politik cair kadi ulam jair, slawar-sliwir ninut air umilir; kadi kincir suir-suir nganut angin ngasirsir. Politik ten ngitung oléng utawi olog-olog , jegég utawi bojog, dueg utawi belog. Sané utama, dueg mélag-mélog melog-melog, melog-melog dané dueg. Dané belog ring kursi empuk nyodog, dané dueg di betén mati ngadeg. Politikus lén ajak akademikus. Akademikus madueg-duegan dueg, politikus madueg-duegan mogbog. Politikus boleh bohong tetapi tak boleh salah. Akademikus, boleh salah tetapi tak boleh bohong. Kénten. Kénten?— Redité Paing Pahang 250819 -0-

Agung Mirah Prayoga

Satua

Seneng Magending Bali

I Belog Mantu (13) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) MAMUNYI Luh Sari, Bapan icangé dija Beli?” Masaut I Belog, “Bapan Luhé i tunian enu icang ba duur gelur-gelur ngorahang awakné mati sarap macan.” Suud ia ngomong kéto lantas ia magedi sambilanga nglimlim, “Ento nemin kai.” Bapan Luh Sari ngasén tekén awakné suba teked jumahné, lantas kaukina pianakné katulung-tulung, tundéna ngelusin talin duké mabrigu tekek mabititing seseetan I Belogé. Luh Sari kagiat ia ningeh munyin bapanné ngeling kauk-kauk di tengah duké, lantas ia milu ngeling sambilanga nastas talin duké. Disubané telah pada pegat, mara dadi baana pesu bapan Luh Sari. Telah babak belur awakné, terasné kempul. Ditu ia matutur-tuturan ajaka pianakné, ngorahang lacurné, teka bakat dogén baana mekelin baan I Belog. Kantii pang kuda suba dayananga apang ia énggal mati, masih tusing sida baana. Nah suba jani kéto gelising satua énggal, I Belog buin mangeka daya kalaning peteng. Nyingid ia kema ka sanggah bapan Luh Sariné. Macelep ia ka tengah sanggah kamulané, lantas ia ngaé munyi kauk-kauk ngaukin bapan Luh Sari, manyaru pangandikan Déwa Hyang Gurunné. Kéné munyiné, “Cai Pan Sari, mai tangkilin nira, nira Déwa Hyang cainé. Jani nira nagihin cai punjung rayunan, mabé siap maguling. Yan sing iba ngaturin nira punjung rayunan jani, sing buungan iba pongor nira.” Kéto dingeha baan bapan Luh Sari di pedeman, lantas babang ia bangun nyagjag ka sanggah dingeha seken tuah munyiné ento di sanggah kamulan. Kadéna saja Hyangné suéca ngrauhin. (Masambung)

GEK Mirah—sapunika pianak kapertama pasangan I Made Astra Prayoga,S.Pd. - Ida Ayu Agung Ekasriadi,S.Pd., M.Hum. puniki ketah kasambat. Gek Mirah seneng ring kasenian Bali pamekas ring widang seni suara utawi magending Bali. Makudang-kudang lomba magending Bali naen kamiletin yowana antuk aran panjang Agung Mirah Prayoga puniki. Kasenengan magending Gek Mirah metu sangkaning dumun ketah nyarengin bapannyané miarsayang lomba tembang-tembang Bali. Mawit irika Gek Mirah nyarengin timpalnyané ka Sanggar Cressendo duén Komang Darmayuda ring Sukawati. Kasuén-suén Gek Mirah marasa kadaut tur sareng magabung ring sanggar inucap. Sayan sué, Gek Mirah sayan jemet latihan. Mawit irika kawagedan Gék Mirah sayan becik kasinahang. Gek Mirah naen dados penyanyi anak-anak putri pinih becik ring pacentokan gending Bungan Jepun sané kamargiang Dinas Kebudayaan Badung sané taler ngawinang Gek Mirah dados Duta Seni Kabupaten Badung sajeroning Parade Lagu pop Bali Pesta Kesenian Bali (PKB) salami kalih warsa. Daweg PKB 2016 lintang, Mirah Prayoga tampil pinaka penyanyi anak-anak putri majalaran gending “Yening Tiang Kelih”. Anak Istri sané embas ring Denpasar, 13 Juli 2003 puniki taler naen magambung sareng duta seni Badung, sané ngwakilin Provinsi Bali tampil ring Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. “Yadiastun sampun ketah péntas, tiang

setata marasa bangga santukan ketah polih selah péntas,” baosnyané. Saking ketahnyané nyarengin lomba magending, dané ngangken akéh madué pengalaman sané nénten prasida kaengsapang. Sinalih tunggilnyané tatkala ngamolihang tetiga piagam lan piala penghargaan sinarengan sajeroning asiki pacentokan. Gek Mirah taler dados jayanti ring lagu mabasa Bali, Inggris, lan Indonesia. Satios punika, préstasi pinih anyar sané kapolihang siswa kelas XI SMAN 3 Denpasar puniki minakadi Juara II Bintang Radio Provinsi Bali warsa 2018, Juara I Lagu pop Indonesia se-Bali sané kamargiang ring Balai Bahasa Provinsi Bali, Juara I miwah Juara Umum Lagu Pop Bali seBali sané kamargiang olih Pemerintah Kabupaten Badung, Juara II Bintang

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 19.somæunÀ¡senÉoemão\nuæ)letm\Ðin/, Sampun usan rombongan Selaté mangkin, mdbÑbn/,

madabdaban, mpmitßm(g,

mapamit mamarga, munÑ¡tÓ^`k)kulueh, mundut Tirtha Kekuluhé, mererodå)nÓsinæ\С*, marérod ngentasin pangkung, m)lihæi;r&pi\á^hid&, melihpih ring pinggir iding, g)lisÉwu;mr&es(og, gelis rauh maring Sorga, s)budin)dun*kidul/, Sebudi nedunang Kidul, somæunÂpkßr&s)lt/, sampun napak maring Selat, \li\uæir*, ngalingsirang, t^`kli\áih*rris/,

tirtha kalinggihang raris, r&pus);gum)enÓoesãzé*.

ring Puseh gumentos benjang.

Saking Langit Bali Soring Wengi Soring wengi Mateduh trepti Soring wengi Kasaput sepi Soring wengi Dingin ngempi Soring wengi Ayu tan lami Soring wengi Jangkrik ngrikri Soring wengi Kalong mamargi Soring wengi

Radio Provinsi Bali sané kamargiang RRI Denpasar, Juara I Stel Peleng Idol (ajang pencarian bakat ring Bali sané kamargiang olih Jun Bintang), Juara I Band Akustik sajeroning Lomba ‘Vaspa Mencari Bintang’ (ajang pencarian bakat ring Bali sané kamargiang olih D’Go Vaspa), miwah préstasi tiosan.

Pingit wangi I Gede Suwartama


8

Minggu Paing, 29 September 2019

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Duduk di Beranda Malam-malam

Runcing Mata Zilan Dari tepian jendela rindu Kusaksikan kembali runcing matamu Menusuk pesona pada warna rasa Tempat segala cinta selalu berdansa Tiada kejurigaan Bila mata menjatuhkan kenangan Kesakitan hanyalah kata Yang kita tulis di kedalaman sendiwara Lembar-lembar ragu selau terbuka Ditiup angin daksina Membuat senja lupa bercahaya Untuk menebarkan aroma semesta Dan pada matamu Aku pahat lirikan sayu Seperti mengingat masalalu Segalanya semakin baru

Sesabit bulan Menggantung letih Remangnya tersangkut Di pucuk daun jambu Di halaman sunyi Meletupkan pikuk percakapan Tentang pundak yang sarat Mimpi yang mungil Milik pekak perjalanan Sesak berseliweran Menyesaki ruang dalam Asyik memungut sebutir demi sebutir pecahan keringat Yang keruhnya tak henti mengaburkan pandangan Menepuk biduk kecil Arus kesuraman-kesuraman seperti pesta pora Maka dengan khidmat mengunyah Penerimaan lapang seleluasa langit Untuk tak henti berdendang Menjemput lengking burung Di dahan pagi lI Ketut Aryawan Kenceng

Ooohh…Zilan Kemungkinan ini tak bisa tenggelam Sebab yang paling mulia hanya pemujaan Dan kitapun akan segera berpulang Menyambut harum tanah terjal. lBJ. Akid Lubtara,201

Di Dalam Kepedihan kau bertahan dalam kepedihan bersama runcing hujan menyimpan sengak kenangan dan melangkah bersama demam

Sepak Bola 1. si bundar itu dengan gagah dan lincah melingkar dengan penuh denyar berputar di sisi lapangan setiap sudut menyabut seganap takut dan kawah jalapun bergetar sorak gempita haru meletus di dada 2. sebenarnya siapakah pemain di lapangan sesungguhnya? ketika engkau bersikeras untuk menggiringnya seperti memunguti seluruh masalalu yang pernah membeku di kepalamu dan si bundar itu bertanya dengan mata yang berpijar, “mengapa engkau yang lelah, padahal dirikulah sesungguhnya yang berlari penuh sepanjang lapangan.” (suara terompet. buncahan peluh meradang. jejak pesakitan sekaligus umpatan.) 3. ingatlah pula, setiap peluit yang lengking ketika laki-laki berkostum hitam itu menjadi hakim membunuh waktu permainan, mungkin 90 menit terlewati meskipun si bundar masih ingin terus berputar mendesak setiap suluk, inchi demi inchi lekuk sudut agar ia puas dalam permainan kali ini 4. dan pertandingan selesai tapi permainan tak pernah sepenuhnya bubar di dada pemain atau penonton ketika meninggalkan rumput hijau itu lAlexander Robert Nainggolan 2019

ada yang tak mampu diusir sayat tangis bergelambir menanam segala takdir setiap sedih yang perih remah airmata menetes bersama luka dan berulangkali hilang bersama senja lAlexander Robert Nainggolan 2019

Nasi Jenggo Jalan Gajah Mada Pendar lampu merkuri Lalu lalang kian menari Jalan legenda mengibaskan debur Nyala irama tanpa partitur Ranum silam sungai sejarah Riang menulis kisah Romantika sekian warsa Tak retak ditimang pelukan rasa Percik rindu merona Bungkusan daun pisang segar menggoda Semerbak menyuruk gegap hari Di tubuh kota yang gegas berlari lI Ketut Aryawan Kenceng

Fotografi

Mengabadikan Keindahan Bunga

Breeding Season karya I Wayan Sumatika

Mengumpulkan Madu karya Andiyan Lutfi

KEINDAHAN bunga dengan keragaman bentuk dan warnanya memang senantiasa menarik perhatian para fotografer untuk mengabadikannya. Fotografer pemula atau mereka yang baru memiliki kamera biasanya menjadikan bunga sebagai objek wajib yang pertama kali ditaklukkan untuk mengasah skill fotografinya. Memotret bunga memang terlihat mudah dan sepele, namun ternyata masih banyak fotografer yang membuat kesalahan mendasar ketika membidik foto dengan objek bunga sehingga hasil fotonya tidak maksimal. Serupa dengan objek foto lainnya, memotret bunga juga tetap perlu ide, imajinasi dan kreativitas. Termasuk kejelian mengamati lingkungan di sekitar bunga itu tumbuh, karena keindahan bunga tentunya makin tampil sempurna jika ada elemen-elemen pendukungnya lainnya. Kehadiran bulir-bulir embun yang bergelayut di mahkota bunga dan aktivitas berbagai jenis serangga pengumpul madu, tentu saja bisa menjadi daya tarik tersendiri yang akan memperindah foto bunga itu secara keseluruhan. Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan saat memotret bunga. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memotret bunga adalah memutuskan apa yang akan menjadi focal point dari bunga tersebut. Apakah kita akan memotret bunga tunggal, sekelompok bunga

atau hanya beberapa bagian kecil dari bunga tersebut. Penentuan focal point ini akan memudahkan kita dalam memilih angle atau sudut pandang dan menentukan komposisi yang tepat. Dengan begitu, foto akan lebih terfokus pada titik yang diinginkan. Selain itu, kita juga perlu memikirkan apakah hanya akan memasukkan bunga ke dalam frame foto ataukah memasukkan elemen lainnya yang akan mendukung keindahan bunga seperti serangga dan satwa kecil lainnya. Menentukan “Focal Point” Setelah menentukan focal point, selanjutnya pilihlah background yang sesuai. Pastikan objek utama dalam hal ini bunga tetap menjadi fokus dalam foto dan menunjukkan keindahan naturalnya tanpa adanya pencemaran dari background. Untuk mendapatkan foto bunga yang tampak natural, gunakan background yang seirama atau bisa juga memilih aperture besar agar background tampak blur. Langkah ini dilakukan untuk menegaskan bahwa fokus foto adalah keindahan bunganya, sedangkan background hanya untuk pelengkap saja. Saat memotret bunga, ambillah gambar dari jarak dekat. Setting kamera ke mode manual focus sehingga kita bisa menentukan titik fokus sesuai

Separate from Community karya I Putu Sudiarta

dengan keinginan. Dalam memotret bunga juga sangat disarankan menggunakan lensa makro yang memungkinkan menangkap bagian-bagian dari bunga secara detail dan tajam. Waktu yang ideal untuk memotret bunga adalah pagi hari saat embun masih menggelayuti bunga atau setelah hujan. Bunga yang basah atau berembun memiliki keistimewaan tersendiri dan terkesan menyegarkan. Untuk memotret bunga dalam kondisi basah atau berembun, tentu saja kita harus memotret pagi-pagi sekali atau melakukannya setelah hujan reda. Jika dua kondisi ideal ini tidak terpenuhi, kita bisa bereksperimen dengan membasahi bunga tersebut dengan sprayer atau semprotan dari jarak yang agak jauh. Aturlah butiran airnya selembut mungkin sehingga tekstur air yang menempel di bunga lembut dan terlihat alami. Selamat mengabadikan keindahan bunga! (ian)

Mosquito Trap karya I Putu Sudiarta


Minggu Paing, 29 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA A fast growing villa in Seminyak urgently needs staff for the following position ; - Cook,preferrably experienced - Waitress - Housekeeping (female) Pls send CV to Taman Amertha Seminyak, Jl.Bidadari 1, No.7 Kerobokan Kelod B.BP.004.09.19.0000916

DIJUAL MOBIL

Bth Sopir Serabutan SIM A+C max. 30th Hub.085104969988 B.BP.004.09.19.0000980

Cr Tkg Patri Perak,bs krj dgn Kuningan Peng 1th,081805376522 B.BP.004.09.19.0000924

Dcr Kasir SMA / Gatsu Brt hub:082145521880. Krisna MM B.BP.004.09.19.0000970

Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart) 0361-4743672 B.BP.001.09.19.0000969

DIJUAL RUMAH

Dcr Staf Kuliner, PRT, Toko WA 082219420707 Sukawati

B.BP.004.09.19.0000842

Dcr karyawati Toko tamatan SMU gaji 2jt, Hub.081339801122 B.BP.001.09.19.0000927

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Job Vacancy, Santai hotel in Amed. Look for operation Mgr. Send CV:info@santaibali.com B.BP.012.09.19.0000920

BIRO JASA

Dcr: Asisten Rmh tangga Gj.>1,5jt pulang-pergi Hub.081933024999 B.BP.004.09.19.0000981

Job Vacancy,The Griya villas & Spa in Amed,look for rest Spv send CV to : info@thegriya.com B.BP.012.09.19.0000917

HONDA

Mobilio Hitam’2016 asBali,Tgn1 Samsat Juli,BUC. 081993223999

B.BP.001.09.19.0000977

TOYOTA

Jual Innova G Th 2006 Tgn 1, Asli Bali,Silver. 08123605780 B.BP.001.09.19.0000956

DIJUAL MOBIL HONDA

Mobil dijual Honda CRV A/T, abu2 metalik th 2016, 2000cc Hub.0821 47575056 B.BP.004.09.19.0000979

BIRO JASA

PROPERTY DIJUAL RUMAH

RumahLT530M2,LB400M2,SHM,Lok Tanjung Bungkak.0817357734 TP B.BP.001.09.19.0000968

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djual Tnh 2A Rp.425.000 Perum Bayuh Permai-Bukit-Sertifikat Nego Hub.081.805.671.307 Dps B.BP.001.09.19.0000908

Jual Tanh 8Are 21x39 Strategis lbr jln 12m blkg Satelindo Gatsu Brt tembus Kebo Iwa 990 Jt/Are Hub.081999383518 B.BP.004.09.19.0000915

DIJUAL TANAH

Tanah Lembusora Gg IIIA,LT 1A, 1,8A Nego.H:087862806699 BUC

B.BP.001.09.19.0000955

KEHILANGAN BukuKIRSzkiPU&STNKDK9973DB Noka:F10A.ID-149125,anSukarini

B.BP.001.09.19.0000975

Hlg BPKB No.L-05766387 DK 3045 FY an.Ir.Muhammd Mutagin

B.BP.004.09.19.0000922

Hlg Sertifikat Tnh SHM No.7051 an.I Made Wiyasa,081237777772

B.BP.001.09.19.0000976


10

Minggu Paing, 29 September 2019

Mendatar: 1. Tidak dapat terus ; Buntu 4. Pelanggan bank 8. Satu-satunya 9. Menuliskan kata atau kalimat beserta penggunaan tanda bacanya 11. Tenaga kerja asing 12. Ada buktinya ; Terbukti 14. Racau ; Berkata dalam tidur tanpa sadar 16. Tontonan ; Pertunjukan 19. Dibalik ; Merek arloji 21. Pemeriksaan kencing untuk mendiagnosis penyakit 23. Majalah 25. Dikte 28. Terdepan ; Muka 29. Aren 31. Dikepalai gubernur 33. Udang kering 35. Tempat mengungsi, berlindung dan menumpang hidup. 36. Pelayan 37. Di Sumatera Utara, Beribu Kota Stabat 38. Pekerja paksa

Gemuk Sulit Hamil? DOMINAN setiap pasangan yang sehat menginginkan kehamilan, namun tidak semua pasangan suami istri mendapatkannya. Berbagai faktor risiko dapat menjadi penyebab, termasuk kegemukan. Slogan yang mengungkapkan cantik itu langsing atau sebagian besar perempuan mengidamkan tubuh langsing mungkin ada benarnya, walaupun akhir-akhir ini ada tren mengungkap istilah “big is beauty” ada baiknya direnungkan kembali. Sudah disebutkan bahwa berat badan (BB) ideal (kilogram) adalah tinggi badan (TB) dikurangi 100 dikurangi lagi dengan TB-100 dikali 10 persen untuk laki-laki dan 15 persen untuk perempuan. Setiap orang mendambakan berat badan ideal, banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. BB yang sangat kurus atau sangat gemuk masalah, hal yang berlebihan tentu juga masalah. Laki-laki dan perempuan umumnya menginginkan BB yang ideal dan tubuh langsing merupakan impiannya. Namun, jangan sampai diet yang dilakukan untuk mendapatkan BB yang ideal menjadi salah kaprah. Bukan berarti harus melakukan diet ketat. Keseimbangan antara energi yang masuk dan keluar menjadi penting. Jika harus menurunkan BB mencapai ideal, energi yang keluar dari tubuh harus lebih besar daripada energi yang masuk dan sebaliknya. Mendapatkan BB ideal tidak mudah. Mempunyai BB normal sudah cukup untuk membuat tubuh lebih sehat. BB kategori normal atau tidak dapat dihitung menggunakan rumus Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu perbandingan BB (dalam kilogram) dibagi TB dikali TB (dalam meter), lalu dikategorikan sebagai berikut: Tabel 1. Kategori Indeks Massa Tubuh

Pada kegemukan sering dijumpai kondisi sulit mendapatkan kehamilan. Salah satu gangguan yang dapat menyertai adalah sindrom polikistik ovarium (PCOS), yaitu suatu kelainan pada perempuan yang ditandai dengan kelebihan hormonandrogen/hormonlaki/ hiperandrogenisme, tidak subur/tidak ovulasi/anovulasi kronik yang tidak disertai dengan kelainan kelenjar adrenal maupun hipofisis. Masalah yang dapat ditimbulkan PCOS di antaranya kesulitan hamil, gangguan kesuburan (infertilitas), gangguan menstruasi, dimana siklus menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi sama sekali,

terkadang disertai perdarahan rahim disfungsional, kelebihan berat badan (Obesitas). Lemak tubuh yang berlebihan ini memberi konsekuensi terjadinya kekebalan/resistensi terhadap insulin, tubuh dipenuhi rambut seperti pria (Hirsuitsm), hipertensi, kadar lemak dan gula darah meningkat, resistensi insulin, risiko penyakit gula/diabetes mellitus, penyakit jantung coroner, dan keganasan rahim. Pada kulit ditemukan akantosis nigrikans yaitu kelainan pigmentasi kulit yang tidak menular dan biasanya tidak membahayakan penanda adanya kelebihan insulin (hiperinsulinemia). Kelainan pada kulit dan rambut serta kebotakan dengan pola seperti yang ditemukan pada pria. Pasien mengeluhkan seringnya terjadi peradangan pada kulit akibat penyumbatan pori dan pertumbuhan rambut yang berlebihan. Radang dermatitis seboroik, hidradenitis supuratif, akantosis nigrikans dan kebotakan. Kelainan endokrin yang ditemukan adalah peningkatan konsentrasi hormon Luteinizing Hormon (LH) dan peningkatan aktivitas androgen, yaitu testosteron dan androstenedion. Hiperinsulinemia juga ditemukan akibat adanya resistensi insulin. Hiperandrogenisme merupakan suatu keadaan di mana secara klinis didapatkan adanya hirsutisme, jerawat dan kebotakan. Obesitas juga dijumpai pada 50-60 persen penderita sindrom ini. Peningkatan produksi androgen menyebabkan terganggunya perkembangan folikel sehingga tidak dapat memproduksi folikel yang matang. Penyebab sindrom ini tidak jelas, akan tetapi terdapat bukti adanya kelainan genetik yang kemungkinan diwariskan oleh ibu atau ayah, atau mungkin keduanya. Gen tersebut bertanggung jawab atas terjadinya resistensi insulin dan hiperandrogenisme pada perempuan PCOS. National Institute of Health-National Institute of Child Health and Human Development (NIH-NICHD) menyatakan diagnosis sindrom ovarium polikistik ditegakkan bila paling sedikit ditemukan satu kriteria mayor dan dua kriteria minor. Kriteria mayor terdiri atas anovulasi dan hiperandrogenisme, sedangkan kriteria minor berupa resistensi insulin, hirsutisme, obesitas, LH/Folikel Stimulating Hormon(FSH)>2,5 dan pada USG terdapat gambaran ovarium polikistik. Gejala klasik yang ada pada sindrom ini adalah gangguan siklus menstruasi, hirsutisme, dan obesitas. Biasanya pasien mencari bantuan karena adanya siklus menstruasi yang tidak teratur, sulit hamil/infertilitas dan masalah penampilan akibat obesitas dan hirsutisme. Sindrom PCO sangat mungkin menjadi faktor risiko untuk menderita hipertensi dan penyakit jantung koroner, karena hiperkolesterolemia, diabetes serta kanker endometrial. Oleh karena itu, diagnosis yang tepat disertai pemilihan penatalaksanaan yang efektif sangat penting untuk mencegah komplikasi di masa mendatang. Demikian, Semoga Bermanfaat! Dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Medis

Menurun: 2. Akibat ; Pengaruh 3. Pengerutan, penegangan sehingga menjadi bertambah pendek 4. Cerewet 5. Tumbuhan merambat dengan biji buah berwarna merah 6. Bakul besar 7. Roh jahat 10. Coba ; Uji 11. Air 13. Dibalik ; Perjalanan keliling 15. Nama jenis bambu ; Aur 17. Menimbang dengan sungguh ; Memikirkan 18. Sulut ; Cucuh 20. Otak 22. Mengatur 24. Saran baik 26. Nama ; Simbul ; Tanda ; Cap 27. Mahir benar 29. Masakan dari daging yang terpotong pipih 30. Tempat parkir pesawat udara 32. Rotan berduri 34. Perkataan ; Kata-kata

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 415 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 5 Oktober 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 13 Oktober 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 413 Mendatar: 1. KUKUSAN 4. PERIKSA 3. BELANGA 11. PEJUANG 13. LIE 14. NOB (BON) 15. NPA 16. ETAPE 18. RISET 20. REKOMENDASI 22. PIALA 25. KAUNG 29. IDEAL 30. AGUNG 31. LOG 32. ROS 33. AKA 34. KEKAWIN 36. NIRMALA 38. TUNJUNG 39. RENJANA

Menurun: 1. KABINET 2. KELAKAR 3. ABG 5. EVE 6. KOALISI 7. ANGGOTA 9. NENEK 10. ALBUM 11. PENANGKARAN 12. JUARA 17. PERIA 19. ISENG 21. SINGKAT 22. PELIKAN 23. ALLOW 24. AFGAN 26. UASIR (RISAU) 27. GUNDALA 28. IGOLANA (ANALOGI) 35. INN 37. IKE

Pemenang TTS No. 413 1. Ni Made Budiarsini Br.Dinas Dangin Margi, Desa Tunjung, Kec. Kubutambahan, Kab.Buleleng (HP:082-145-115-XXX) 2. Ni Luh Sukarmi Br.Abuan, Desa Abuan, Kec.Susut, Kab.Bangli (HP:081-237-471-XXX) 3. I Kadek Arianjaya Br.Gulingan, Desa Penarungan, Kec.Mengwi, Kab.Badung (HP:085-238-316-XXX) 4. Ni Luh Wati Jl.Kenyeri, Br.Sima, Desa Sumerta Kaja, Denpasar (HP:085-338-296-XXX) 5. Komang Sri Ajeng Wahyuni Br.Muntig, Desa Amerta Buana, Kec.Selat, Kab.Karangasem (HP:081-236-003-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : NI LUH SRI EKA PARIARSINI Alamat : B r. P a n d e , D e s a Kediri, Kec.Kediri, Kab.Tabanan (HP:081-999-222-XXX)

Populasi Komodo Masih Stabil Kupang (Bali Post) – Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan Gili Motang di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang oleh penduduk setempat menyebutnya Ora. Kadal raksasa bernama latin Varanus Komodoensis ini panjangnya 2-3 meter. Ukurannya yang besar ini berhubungan erat dengan gejala gigantisme pulau yang cenderung meraksasa. Karena besar tubuhnya, kadal raksasa yang pertama kali ditemukan sekitar tahun 1911 oleh JKH van Steyn ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem di tempat hidupnya. Habitat Komodo di alam bebas telah menyusut dan karenanya IUCN (International Union for Conservation of Nature/ Uni Internasional untuk Konservasi Alam) memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. IUCN adalah sebuah organisasi internasional

yang didedikasikan untuk konservasi Sumber Daya Alam pada 1948 dan berpusat di Gland, Swiss. IUCN beranggotakan 78 negara, 112 badan pemerintah, 735 organisasi non-pemerintah, serta ribuan ahli dan ilmuwan dari 181 negara, dengan tujuan membantu komunitas di seluruh dunia dalam konservasi alam. Biawak raksasa ini dilindungi oleh peraturan pemerintah Indonesia sehingga dibentuklah sebuah Taman Nasional untuk melindungi komodo dari kepunahannya. Populasi komodo di Pulau Komodo saat ini diperkirakan 1.500 ekor. Menurut Gusto, salah seorang penjaga di Pulau Komodo, populasi komodo hingga saat ini masih stabil, tidak ada yang berkurang atau meningkat. “Saat ini jumlahnya 1.500-an ekor,” katanya beberapa hari lalu. Populasi komodo di Pulau Komodo saat ini berada di urutan ketiga setelah babi hutan. Populasi babi hutan kurang lebih 300.000 ekor di pulau yang luasnya di-

perkirakan 173.000 hektar tersebut. Saat ini, menurut Gusto komodo betina tak keluar dari sarangnya karena bertelur dan mengerami telurnya. Sekali bertelur komodo bisa menghasilkan 30 butir, namun saat menetas tak semuanya bisa bertahan hidup. “Dari 30 butir telur itu, mungkin hanya 10 ekor yang bisa bertahan hidup. Ini kan hewan karnivora, anaknya bisa dimakan sama induknya,’’ tuturnya. Akan Ditutup Disaat komodo terus menjadi perhatian wisatawan dunia setelah ditetapkan menjadi satu di antara tujuh keajaiban dunia (New7 Wonders) oleh Yayasan New7 Wonders pada 2013, kawasan Pulau Komodo dan sekitarnya malah akan ditutup oleh pemerintahan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Alasan penutupan terhadap Pulau Komodo untuk kepentingan konservasi yang akan mulai dilakukan pada 2020, dan meminta penduduk Pulau

Komodo direlokasi ke tempat lainnya. “Kami warga Pulau Komodo tetap menolak penutupan Pulau Komodo dan relokasi. Kami merasa dirugikan karena pariwisata sudah menjadi mata pencaharian kami,” ujar Ketua Pemuda Desa Komodo Akbar M. di Desa Komodo, Pulau Komodo, Manggarai Barat. Warga Desa Komodo umumnya bekerja sebagai nelayan, namun setelah Sail Komodo tahun 2013, hampir seluruh warga di desa itu beralih profesi ke sektor pariwisata yang dinilainya sangat menjanjikan. Oleh karena itu, jika wacana tersebut terealisasi, sudah pasti 500 KK dengan jumlah jiwa sekitar 1.800 orang akan kebingungan mencari pekerjaan baru. Di samping itu, kata Akbar, warga di Desa Komodo di Pulau Komodo juga sudah sepakat tak ingin dipindahkan ke daerah lain, karena mereka adalah warga pertama yang mendiami pulau itu, sebelum ditetapkan sebagai pulau konservasi. (ant)


Minggu Paing, 29 September 2019

Buleleng Menjadi Kota Pendidikan

Mundur sebagai Menkumham

Yasonna Sudah Ajukan Surat ke Presiden Denpasar (Bali Post) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly, mengaku sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri kepada Presiden RI Joko Widodo. Hal ini terkait dengan dirinya yang terpilih sebagai anggota DPR-RI Dapil Sumatera Utara I. Sedangkan tidak boleh ada rangkap jabatan sesuai pasal 23 UU No.39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara. “Saya sudah menyampaikan surat kepada Presiden. Itu mekanisme undang-undang, seorang menteri tidak boleh merangkap jabatan,” ujarnya saat menghadiri Wisuda Sarjana XXXVII dan Pascasarjana X Universitas Ngurah Rai di Westin, Nusa Dua, Badung, Sabtu (28/9) kemarin. Menurut Yasonna, ia akan dilantik menjadi anggota DPR-RI sehingga per tanggal 1 Oktober nanti sudah tidak lagi menjadi Menkumham RI. Untuk penggantinya nanti, diharapkan bisa meneruskan tugasnya tersebut. Menkumham yang baru kemungkinan ditunjuk bersamaan dengan pembentukan kabinet baru Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. “Banyak PR. Kita serahkan kepada yang baru dan ini kan tidak mungkin lagi, ad interim kan paling selama 2-3 minggu. Jadi, kita serahkan siapa nanti menteri yang baru,” jelasnya. (kmb32)

Pasar Anyar Karena lokasi ini sempit dan makin bertambahnya pedagang, pemerintahan yang berkuasa pada masa itu memindahkan ke sebelah timur persis di Jalan Mayor Metra. Bekas lokasi pasar terdahulu itu pun sekarang dibangun Patung Raja Buleleng Ki Anglurah Panji Sakti. Lokasi pasar yang dekat dengan kawasan puri membuat Pasar Buleleng ini tercatat dalam sejarah sebagai satu-satunya pasar di Bali Utara yang ada pada masa kerajaan. Pasar Buleleng dibangun ulang oleh pemerintah daerah pada tahun 1993. Dibangun di atas tanah 1.050 meter persegi dengan luas bangunan 623 meter persegi. Pasar ini dibangun dengan konstruksi berlantai dua. Dari semua luas bangunan itu, PD Pasar Buleleng mengelola lapak tempat berjualan sebanyak 299. Rinciannya, 18 toko, kios (15), los (157), pelataran (48), dan 36 lokasi untuk pedagang eceran.

Pasar Anyar dikenal sebagai pasar terbesar di Kabupaten Buleleng. Selain statusnya terbesar, usia pasar ini dikategorikan pasar tua. Pemerintah daerah membangun pasar ini tahun 1983 yang lalu. Menyandang predikat pasar terbesar tidak lepas areal yang paling luas di antara pasar-asar lain di Gumi Den Bukit seperti Pasar Banyuasri, Kelurahan Banyuasri. Selain itu, pemerintah menempatkan pasar di jantung Kota Singaraja. Di sebelah barat berbatasan dengan kawasan pertokoan Jalan Diponegoro. Sebelah utara Jalan Durian, selatan Jalan Dr. Sutomo, dan sebelah timur Jalan Imam Bonjol. Lokasi yang strategis tidak saja menguntungkan pedagang, namun belakangan ini Pasar Anyar sering dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman). Meskipun komoditas dagang tidak spesial menjual suvenir, tetapi wisman berkunjung ke pasar ini karena berada dalam satu kawasan wisata sejarah yakni

Daerah Tujuan Wisata (DTW) eks Pelabuhan Buleleng. Dengan luas lahan 9.275 meter persegi dengan sertifikat atas nama Pemkab Buleleng, pemerintah daerah membangun gedung pasar dengan konstruksi berlantai dua. Luas keseluruhan bangunan di pasar yang beralamat di Jalan Sawo, Singaraja ini tercatat 9.275 meter persegi. Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana mengatakan, sejak dibangun dan dinyatakan beroperasi sampai sekarang Pasar Anyar mengelola lapak tempat berjualan 1.118 unit. Dari ribuan lokasi tersebut rinciannya 41 toko, 106 kios, los 883, pelataran 199, dan 548 lokasi untuk pedagang eceran. Yudi Arsana menambahkan, sejak ditugaskan mengelola Pasar Anyar, PD Pasar mendapatkan pendapatan dari tiga sektor yaitu, pendapatan cukai harian, pendapatan sewa tanah, dan sektor pendapatan lain-lain yang sah. (mud)

Pendampingan Petani Ini dilakukan dengan pendampingan petani dalam teknik budi daya tanaman untuk mencapai peningkatan produktivitas dan kualitas. Tidak saja peningkatan penguasaan ilmu budi daya, namun dukungan sarana prasarana (sarpras) pertanian terus ditingkatkan. Salah satunya tahun 2019 ini, Dinas Pertanian (Distan) memprogram pengadaan alat berat untuk membantu petani dalam membuat lubang tanam dan mengolah limbah pertanian menjadi kompos. Pengembangan dengan pengolahan produk pertanian dan mengombinasikan budi daya dan pengolahan produk pertanian menjadi paket daya tarik wisata desa. Hal ini pun sudah dilakukan dengan program bantuan bibit tanaman buah seperti manggis dan durian di beberapa desa di Buleleng. Produk ini dikembangkan di Desa Bali Aga seperti Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri. “Selain karena menjadi basis pertanian di Bali, produk pertanian Buleleng ini beragam, sehingga kebijakan pimpinan di kepemimpinan kedua ini fokus membangun pertanian menjadi penggerak ekonomi dengan basis produk unggulan daerah,” kata PAS. Dukungan pengembangan

pertanian dilakukan dengan menyediakan akses pasar yang representatif. Kebijakan ini juga sudah dijawab dengan kebijakan revitalisasi Pasar Banyuasri mulai tahun 2019 hingga tuntas 2020 mendatang. Pasar Banyuasri yang disulap menjadi pasar semimodern pertama di Buleleng itu menghabiskan anggaran mencapai Rp 180 miliar. Target besar dari penyiapan infrastruktur selain menyiapkan sarana transaksi jual-beli yang representatif, pemerintah daerah menargetkan agar produk pertanian unggulan Buleleng dipasarkan lebih luas. Selain itu, membuka peluang untuk penjualan ke pasar ekspor atau menjadi produk olahan khas dari Bali Utara. “Tidak ketinggalan kebijakan menyiapkan sarana yang memadai untuk pemasaran produk pertanian ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali agar produk pertanian, perikanan dan produk lokal Bali diserap oleh hotel, restoran, dan industri pengolah produk pertanian lain,” jelasnya. Peningkatan perekonomian tidak cukup dengan optimalisasi pertanian. Kebijakan strategis yang juga dilancarkan PAS-Sutjidra mulai periode pertama dan kedua adalah menyiapkan infrastruktur daerah. Pada awal kepimpinannya, PAS melakukan perbaikan

jalan pedesaan dengan mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar setiap tahun. Sekarang, jalan yang bestatus kabupaten telah tuntas digarap, sehingga petani bisa menjual hasil pertanian ke kota dengan lancar dan juga memperlancar lalu lintas wisatawan yang berkunjung ke Buleleng untuk menikmati wisata desa atau ke objek wisata yang sudah menjadi andalan Buleleng. Sukses membangun jalan di dalam daerah, PAS-Sutjidra berjuang untuk meningkatkan infrastruktur dari luar masuk ke Buleleng. Kebijakan ini ditunjukkan dengan dukungan dan pendekatan kepada Pemprov Bali dan pemerintah pusat untuk mengatasi jarak tempuh dari Bali Selatan ke Utara. PAS telah mengawal pembangunan proyek jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani atau yang lebih dikenal dengan proyek shortcut. Pembukaan akses dari luar juga sedang dilakukan adalah dibangunnya Bandara Internasional Bali Utara. Walau proyek ini belum jelas kapan akan dibangun, namun untuk jangka panjang kebijakan ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga Buleleng. Selain itu, akses yang mudah terbuka itu akan “merangsang” investor untuk menanamkan investasinya ke Bali Utara. (mud)

Minggu, 29 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu Karena Beban Sesaji (1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Low Aerobik Ceria Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Kartun Sabha Parwa (3) Belajar Menggambar Menggambar Dengan Teknik Dodel Art

10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Mahadewi Waspada Obesitas Puja Trisandya Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu Karena Beban Sesaji (2) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Janger Lansia Sekar Agung Br. Agung Desa

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita

23 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Mambal,AbiansemalBadung Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Mang Saras dan Naomi Indi Band Generation Gus Jody Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Diah Ratna Kama,Pura Dalem Khayangan, Desa Adat Serangan (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

TK Swasta Dinegerikan, Bertaburan Perguruan Tinggi

KABUPATEN Buleleng mulai beberapa tahun terakhir telah mencatatkan diri sebagai kabupaten di Bali denga julukan Kota Pendidikan. Sejak menyandang nama besar berkaitan dengan dunia pendidikan, kebijakan pemerintah daerah dalam dunia pendidikan bisa dikatakan tinggi. Data yang dihimpun di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, dalam tiga tahun terakhir, anak-anak yang memasuki usia sekolah telah menempuh pendidikan sesuai jenjangnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) yaitu usia 7 sampai 12 tahun (jenjang SD) dan 13 tahun sampai 15 tahun jenjang SMP. Sekretaris Disdikpora Buleleng Made Astika mengatakan, data terbaru pada tahun ajaran 2018/2019 ini menunjukkan hampir 100 persen siswa SD yang telah menamatkan pendidikannya melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP. Lulusan SD tahun ajaran baru yang lalu tercatat 11.979 orang. Sebanyak 11.515 anak kini duduk di bangku SMP dan Madrasah Tsanawiah (MTs). Sisanya, 464 anak setelah ditelusuri melanjutkan ke jenjang SMP di luar Buleleng dan bahkan ada yang sekolah ke luar provinsi. Itu artinya, selisih itu tidak dinyatakan sebagai lulusan SD tidak tertampung di jenjang SMP. Disdikpora mengklaim tamatan SD yang tidak terdeteksi melalui penelusuran Posko Drop Out (DO) di masing-masing kecamatan, ditemukan hanya 0,24 persen lulusan SD yang tidak melanjutkan. “Dengan kebijakan pemerintah pada masa sebelumnya sudah menetapkan Buleleng kota pendidikan. Sejalan dengan kebijakan itu, usia sekolah yang sudah menjadi program nasional telah dicapai,” katanya. Sejalan degan disandangnya

BPM/dok

KAMPUS--Bupati Putu Agus Suradnyana saat meninjau pembangunan gedung baru kampus Undiksha. julukan kota pendidikan, kesiapan infrastruktur pendidikan tetap mendapat perhatian dari segi penyiapan anggaran baik dari APBD Buleleng, bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dan bantuan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Di Buleleng tercatat 503 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dari jumlah ini SD negeri tercatat 476 dan sisanya sekolah swasta dan MI. Sedangkan, jenjang SMP negeri tercatat ada 56 termasuk SMP Satu Atap Negeri dan 29 SMP swasta dan MTS. Infrastruktur tersebut layak dinyatakan lengkap sebagai sarana penunjang pendidikan dan menyebar dari kota sampai di desa. Meski hampir tidak ada sekolah yang rusak, tetapi pemerintah daerah menggulirkan kebijakan men-

Pengembangan UMKM Kecamatan ini pun memiliki potensi pengembangan UMKM, pengembangan wisata tirta setelah dibukanya Bendungan Titab – Ularan. Satu potensi berkembang lagi di derah ini adalah penyediaan akomodasi vila untuk wisatawan yang mulai berkembang. Selain mengandalkan potensi pertanian kopi dan cengkeh, Kecamatan Sawan mulai dilirik untuk pengembangan pariwisata agro dan pemandangan alam yang masih asli. Contohnya, objek wisata air terjun di Desa Sekumpul, dan beberapa pengembangan objek buatan oleh kelompok masyarakatnya. Objek wisata lainya adalah wisata bahari di Pantai

Kerobokan, dan juga dikembangkan sebagai wisata sejarah dengan dibangunnya Monumen Perang Puputan Jagaraga. Kubutambahan belakangan menjadi wilayah yang banyak diperbincangkan. Ini karena wacana pemerintah pusat akan membangun Bandara Internasional Bali Utara. Meskipun masih wacana, namun dibangunnya bandara itu akan menjadi potensi andalan di kecamatan ini, selain sektor pertanian cengkeh dan kopi, serta wisata spiritual, dan bahari. Kecamatan Tejakula, Busungbiu, Gerokgak, dan Sukasada dikembangkan sebagai sentra pertanian secara umum. Kawasan ini juga dikembagkan menjadi pendukung sektor pariwisata. (mud)

galokasikan anggaran pemeliharaan rutin dan peningatan sarana belajar pendidikan. Kebijakan lain, kata Made Astika, adalah peningkatan status Taman Kanak-kanak (TK) dari semula dikelola yayasan atau swasta, dialihkan menjadi TK negeri. “Sebaran sekolah dan gedung fisik yang ada sekarang semuanya layak dan lengkap, dan kebijakan pemerintah terus berupaya untuk melengkapi dengan penyiapan anggaran yang sesuai kondisi keuangan daerah,” jelasnya. Selain pemenuhan Wajar Dikdas dan infrastruktur pendidikan, julukan Kota Pedidikan ini disandang oleh Buleleng karena di daerah ini bertaburan perguruan tinggi (PT). Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) adalah PT terbesar di Bali Utara. Universitas dengan julukan Kampus Seribu Jendela itu tidak lagi dikenal sebagai pencetak sarjana tenaga kependidikan (guru -red), namun berkembang dengan

dibukanya fakultas dan jurusan nonkependidikan. Sementara perguruan tinggi lain juga berkembang seperti Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Empu Kuturan Singaraja, Universitas Panji Saksi (Unipas), STIE Satya Dharma Singaraja, dan STKIP Agama Hindu. Tidak itu saja, lembaga pendidikan bidang pariwisata dan kapal pesiar, serta kesehatan keberadaannya juga tumbuh dan berkembang pesat. Bahkan, sekolah pencetak pilot pesawat terbang dibuka di Buleleng. Lembaga ini dikembangkan oleh Bali International Flight Academy (BIFA) di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. “Bukan saja membuat Kota Singaraja tempatnya mengeyam pendidikan, tetapi dampak lain adalah meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menjual jasa pemondokan (kos -red) maupun jasa menunjang aktivitas pelajar dan mahasiswa,” tegas Made Astika. (mud)


Minggu PAING, 29 September 2019

Fania Sabet Emas di Pomnas

Denpasar (Bali Post) Pejudo Kota Denpasar Fania Farid menyabet medali emas kelas 63+ kg untuk kontingen DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Jakarta, 19-26 September lalu. Fania mengalahkan pejudo pelatnas Salsa Maulida dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Badung, Jabar di final. Fania juga mendulang emas buat kontingen Kota Denpasar pada Porprov Bali XIV di Tabanan yang berlangsung lebih dulu. Hanya di ajang olahraga dua tahunan se-Pulau Dewata ini ia turun di kelas 78+ kg. Untuk bisa tampil di kedua ajang tersebut, Fania terpaksa mundur dari pelatnas. Sebab pelatih pelatnas tidak mengizinkan dirinya membela tanah kelahirannya di Porprov dan Pomnas. “Saya bersyukur bisa membuktikan bahwa pengunduran diri saya dari pelatnas merupakan langkah yang tepat. Terbukti saya bisa mengawinkan emas di Porprov dan Pomnas,” tutur mahasiswi semester I jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, Sabtu (28/9)

kemarin. Selama menghuni pelatnas, Fania senantiasa dikalahkan Salsa Maulida dalam latih tanding. Upayanya membanting seniornya itu selalu gagal. Hasil tersebut memotivasinya untuk tampil lebih baik lagi. Ia fokus membaca teknik permainan Salsa pada semifinal Pomnas di Gedung Judo Kelapa Gading, Jakarta. “Bertarung di babak final, saya malah yakin bisa menaklukkan Salsa,” jelasnya. Dukungan supporter tuan rumah Jakarta yang membahana membuat Fania makin bersemangat. Motivasinya untuk memberikan yang terbaik buat Bali makin berlipat ganda, sebab laga pamungkas itu disaksikan jajaran Pengurus Besar (PB) PJSI. Fania ikut andil membawa tim judo DKI menjadi juara umum dengan meraih tujuh emas dari total 12 emas yang diperebutkan. Selain itu, kontingen DKI keluar sebagai juara umum Pomnas. “Saya sekarang berlatih untuk persiapan mengikuti Jakarta Terbuka pada November nanti,” ungkap pejudo kelahiran Denpasar, 1 September 2001 ini. (022)

BPM/wan

POIN PENUH – Striker Bali United Ilija Spasojevic (kanan) diharapkan mampu mencetak gol ke gawang Kalteng Putra demi raihan poin penuh di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (29/9) malam ini.

Bali United Vs Kalteng Putra

Target Menang sebagai Kado Gianyar (Bali Post) -

Bali United (BU) mematok poin penuh saat menjamu Kalteng Putra dalam lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (29/9) malam ini pukul 19.30 Wita. Kado kemenangan akan diberikan kepada supporter Semeton Dewata, sebab merupakan laga pertama Fadil Sausu dan kawan-kawan di depan pendukung setianya pada putaran kedua ini.

Sebelumnya, Tim Serdadu Ttidatu melakoni tiga laga tandang di luar Pulau Dewata. “Kami harus memenangkan pertandingan ini karena disaksikan Semeton Dewata,” ungkap pelatih Bali United Stefano ‘’Teco’’ Cugurra kepada wartawan di Stadion Dipta, Sabtu (28/9) kemarin. Pada putaran pertama Bali United sukses menahan Kalteng Putra dengan skor

2-2 di kandangnya. Menurut Teco, Kalteng Putra merombak total skuadnya pada putaran kedua ini. Mereka mendatangkan legiun asing dan pemain lokal baru untuk mendongkrak kualitas tim. “Saya kira Kalteng Putra makin solid di semua lini. Jadi, kami tak boleh meremehkan mereka,” tuturnya. Ditegaskannya, meskipun bercokol di puncak klasemen,

bahkan poin yang dikumpulkan terpaut jauh dengan tim di bawahnya, pemain Bali United tidak boleh lengah sedikit pun karena kompetisi masih panjang. Ia juga mengingatkan asuhannya agar tidak bermalas-malasan baik saat berlatih maupun bertanding. “Saya belum puas. Penentuan juara akan diputuskan hingga akhir putaran kedua,” ucapnya.

Bali United tidak bisa menurunkan pemain belakang Leo Tupamahu akibat cedera yang dialami saat dijamu Persebaya Surabaya. Sebagai penggantinya, kemungkinan dipasang Haudi Abdillah yang juga mengisi tempat Leo ketika ditarik keluar pada menit-menit awal di Surabaya. “Kami juga punya Gunawan Dwi Cahyo,” tambah Teco. Sementara itu, Haudi mengatakan timnya harus berkonsentrasi penuh sepanjang laga guna memetik kemenangan. Ia memperkirakan duel akan berlangsung dalam tensi tinggi, sebab kedua tim samasama mengejar kemenangan.

Meski begitu, ia berjanji tidak mudah terpancing emosinya. Pada bagian lain, pelatih Kalteng Putra Gomes De Oliviera menyatakan, timnya tetap bertekad mencuri poin meskipun berlaga di kandang lawan. Apalagi asuhannya dalam kondisi siap tempur dan tidak terkendala cedera. “Semangat juang anak-anak Kalteng Putra berlipat ganda, meskipun bertanding di kandang lawan. Kami tahu Bali United merupakan tim tangguh yang sulit ditaklukkan,” ujarnya. Ia meminta kepada kapten tim Gede Sukadana agar tampil berjibaku di tanah kelahirannya. (022)

Kurang Beruntung, Peringkat Gianyar Turun Gianyar (Bali Post) Kontingen Gianyar mendulang 53 medali emas dan menduduki peringkat ketiga di bawah Badung dan Denpasar pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Akan tetapi pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, Gianyar hanya meraup 36 emas dan peringkatnya turun ke urutan keempat di bawah Badung, Denpasar, dan Buleleng. Ketua Umum KONI Gianyar Pande Made Purwata di Gianyar Jumat (27/9), menuturkan pihaknya mengevaluasi turunnya peringkat Gianyar di ajang Porprov dan menyimpulkan faktor keberuntungan menjadi pemicunya. Misalnya pelompat tinggi putri menyabet emas pada Porprov 2017, namun masalah internal menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berangkat ke Tabanan. Balap sepeda mendulang tiga emas pada Porprov 2017, sedangkan di Tabanan pembalap Gianyar tak bisa tampil karena pembatasan usia. Seorang atlet balap sepeda putri andalan Gianyar juga mengalami musibah yaitu kakinya terpental pedal ketika mencoba trek. Selanjutnya, binaraga yang menyabet empatemas pada Porprov 2017, turun menjadi tiga emas di Tabanan lantaran kelas unggulan Gianyar yaitu 85+ kg tidak dipertandingkan. Panjat tebing dari lima emas menjadi nol, karena atlet putrinya sakit ketika bertanding. Cabor bridge meraup satu emas pada Porprov 2017, namun atlet bersangkutan mengundurkan diri. Basket putri menyabet emas di nomor five on five pada Porprov 2017, namun gagal di Porprov 2019. Beruntung tim basket putri three on three menyabet emas. Kempo dari enam emas turun menjadi tiga emas, sebab nomor unggulan Gianyar tidak dipertandingkan. Pencak silat dari lima emas turun menjadi tiga emas. Sebaliknya, tarung derajat dari empat emas meningkat menjadi enamemas dan biliar dari tiga emas menjadi empat emas. Catur, panahan dan tenis lapangan dari tanpa emas menjadi dua emas. “Kami gencar menggulirkan program pemusatan latihan Gianyar Ngalih Emas,” tutur Purwata. (022)

BPM/022

ATLET - Atlet Porprov Gianyar bersama Bupati I Made Agus Mahayastra.

BPM/022

TUNAS MUDA – Pemain Tunas Muda Ubud menjelang bertanding melawan Sportivo Buleleng dalam kompetisi Liga 3 Rayon Bali di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (28/9) kemarin.

Liga 3 Rayon Bali

Tunas Muda dan PS Badung Unggul Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Tunas Muda Ubud berhasil melibas Sportivo Buleleng dengan skor 2-0 (0-0) dalam lanjutan pertandingan Grup A kompetisi Liga 3 Rayon Bali di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (28/9) kemarin. Gol pembuka kemenangan tim asuhan pelatih Kadek Swartama dan Wayan Suarya itu dibuat I Wayan Ari Samba yang mengoyak gawang Sportivo Buleleng yang dikawal kiper Kadek Endra Prayoga pada menit ke-60. Sepakan bomber Agus Desiartama menggandakan kemenangan timnya pada

menit ke-80. Hingga wasit Agus Setiawan meniup peluit panjang, skor akhir tetap 2-0 untuk Tunas Muda Ubud. Pada laga kedua, PS Badung mengungguli Bali FC dengan skor 2-0 (1-0). Gol pembuka kemenangan Tim Keris dilesakkan Ryan Egy pada menit ke-28. Guruh menambah gol bagi timnya setelah menjebol gawang Bali FC yang dikawal M. Helmi Femanda pada menit ke-60. Keunggulan dua gol PS Badung bertahan sampai pertandingan berakhir. PS Badung yang dilatih Nyoman Sujata sudah melakoni tiga laga dengan meme-

tik dua kali kemenangan dan sekali seri sehingga meraup tujuh poin. Manajer tim PS Badung Nyoman Suarjana menjelaskan, target awal timnya menjadi juara Grup A. Target berikutnya melaju ke final dan merebut gelar juara Liga 3 Rayon Bali. Suarjana menyebut timnya didukung dana mencukupi untuk mengikuti kompetisi Liga 3 Rayon Bali. Jika menjuarai Rayon Bali, pihaknya juga menyiapkan dana guna melakoni putaran regional dan nasional. “Intinya, partisipasi tim kami ini sudah disiapkan dana, diambilkan dari pos-pos anggaran tertentu,” ungkapnya. (022)

Fania Farid (tengah)

BPM/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 29 September 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu