Skip to main content

Edisi Sabtu 28 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Gubernur Koster Larang Penggunaan Kantong Plastik dan Sedotan Plastik

Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali kembali mengeluarkan kebijakan strategis berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Ini merupakan pergub ketiga yang dikeluarkan Gubernur Bali dan telah disetujui Kementerian Dalam Negeri pascadilantik 5 September lalu. Sebelumnya telah terbit dua pergub yakni Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali serta Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa.

’’…Pemprov Bali akan memberikan penghargaan bagi yang taat melaksanakan pergub ini dengan baik. Sebaliknya, sanksi akan diberikan bagi pihak-pihak yang tidak mematuhi ketentuan ini.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Konjen Klarifikasi Soal Uighur Kantor Konsulat Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar turut menjadi sasaran aksi demo terkait kaum muslim Uighur, Minggu (23/12) lalu. Konjen Tiongkok di Denpasar Mr. Gou Haodong menegaskan, segala isu mengenai kaum muslim Uighur yang memicu kemarahan umat muslim tanah air termasuk di Bali adalah tidak benar. Halaman 2 Objek Wisata Sangeh Ramai Dikunjungi

Halaman 3

Dalam Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai ini, ada tiga bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik yang dilarang yaitu kantong plastik, polysterina (styrofoam), dan sedotan plastik. Pergub yang terdiri dari 12 bab dan 26 pasal ini juga mewajibkan setiap produsen, distributor, pemasok dan setiap pelaku usaha untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok, dan menyediakan pengganti plastik sekali pakai. Sekaligus melarang untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan plastik sekali pakai. ‘’Setiap produsen, pemasok, pelaku usaha dan penyedia plastik sekali pakai diberi waktu menyesuaikan usahanya selama enam bulan, terhitung sejak pergub ini diundangkan,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan

pers bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (24/12) lalu. Koster menambahkan, larangan menggunakan plastik sekali pakai juga berlaku untuk instansi pemerintah, BUMD, swasta, lembaga keagamaan, desa adat/ pakraman, masyarakat dan perseorangan. ‘’Pemprov Bali akan melakukan rencana aksi daerah pembatasan timbulan sampah plastik,’’ imbuhnya. Koster memaparkan, sedikitnya ada 15 rencana aksi tersebut. Mulai dari identifikasi dan pendataan produk plastik sekali pakai (PSP), kampanye, dialog publik, edukasi dan kegiatan ilmiah, kegiatan pelarangan penggunaan PSP, hingga penegakan hukum. Hal. 15 Sampah Plastik

Darmin Nasution

Jokowi Perintahkan Sesuaikan Harga Beras

Rumah Korban Penuh Lumpur Pascabanjir bandang di Biluk Poh, Tegalcangkring, Kamis (27/12) kemarin warga yang terdampak belum bisa beraktivitas normal. Bahkan sebagian besar rumah warga masih penuh dengan lumpur dan porak-poranda. Para korban bersusah payah membersihkan lumpur yang sangat tebal dan licin. Halaman 10 Bangkitkan Ancaman Pertambangan di NTB KNTI menilai izin lokasi baru Teluk Benoa yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membuka peluang baru bagi pelaksanaan reklamasi Teluk Benoa termasuk membangkitkan ancaman tambang di perairan NTB yang disebutsebut menjadi tempat material untuk pengurukan rencana reklamasi. Halaman 15

Menjaga Sungai, Merawat Peradaban SUNGAI dan sejarah peradaban manusia tak bisa dipisahkan. Di Asia dan Afrika, peradaban tertua di dunia berkembang di lembah-lembah sungai. Misalnya, lembah Sungai Indus dengan peradaban India kunonya dan Sungai Nil yang merupakan tempat berkembangnya peradaban Mesir kuno. Di Bali, banyaknya peninggalan berupa pura, artefak dan prasasti di kawasan Tukad Pakerisan menjadi bukti tingginya peradaban Bali masa lampau. Awalnya, manusia hanya memanfaatkan sumber daya sungai dan daerah aliran sungai (DAS) yang subur. Lambat laun manusia belajar mengatasi bencana yang kerap terjadi di sekitar sungai seperti banjir dan longsor. Melimpahnya sumber daya alam berikut tantangan pengelolaannya, lantas memicu perkembangan kebudayaan dan peradaban. Namun perlahan teknologi mengubah sudut pandang dan pola pengelolaan lingkungan. DAS tidak lagi dianggap tempat paling strategis untuk menunjang kehidupan manusia. Dengan teknologi, kawasan strategis bisa di mana saja. Pertanian yang awalnya sektor utama pun perlahan-lahan ditinggalkan. Ketergantungan manusia akan sungai makin berkurang. Sebagian besar generasi milenial di Bali mungkin tidak tahu fungsi dan arti penting sungai. Era 80-an, sebagian besar sungai di Bali masih alami. Bahkan di Denpasar, tidaklah sulit mencari sungai yang airnya jernih dan dimanfaatkan untuk mandi. Sumber daya di dalamnya juga tersedia dalam jumlah cukup banyak. Contohnya, ikan dan udang. Berkurangnya ketergantungan langsung terhadap sungai membuat manusia makin abai dengan sungai dan DAS. Bahkan sungai dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah. Akibatnya, kualitas air sungai menurun drastis yang diikuti anjloknya populasi beberapa jenis ikan. DAS sebagai penyangga sungai, dicaplok perumahan termasuk tempat usaha. Di beberapa tempat, sungai bahkan diuruk. Pendangkalan pun makin parah. Jadi, jangan salahkan alam ketika terjadi banjir atau longsor, sebab alam hanya mencari keseimbangan. Hal. 15 Kawasan Hilir

Bali Post/ant

BERAS - Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Serang, Banten. Kini di sejumlah daerah menggelar operasi pasar untuk mencegah naiknya harga beras.

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri dan pejabat untuk membahas upaya penyesuaian harga beras. ‘’Presiden memerintahkan operasi pasar bisa lebih besar lagi. Nanti saya akan lihat tanggal 2 (Januari 2019) di Bulog seperti apa,’’ kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai menemui Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/12) sore. Menurut Darmin, tujuan operasi pasar diprioritaskan di wilayah pusat, serta daerahdaerah. Darmin mengatakan Bulog pada Desember 2018 telah melakukan operasi pasar sebesar 64 ribu ton beras. Dia menjelaskan, Presiden mengarahkan kementerian dan lembaga terkait persediaan beras untuk dapat menyesuaikan harganya. ‘’Artinya Presiden minta ya yang naik itu tu-

runkan lagi. Itu berarti operasi pasarnya harus naik,’’ ujar Darmin menjelaskan operasi pasar beras yang dilakukan Bulog. Sejumlah pejabat yang turut dalam pertemuan tersebut yakni Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Bulog Budi Waseso. Sementara itu, Budi Waseso menjelaskan, pemerintah terus menjaga stabilisasi harga beras. Menurutnya, periode Januari hingga Maret 2019 belum akan terjadi panen raya. ‘’April, Mei, Juni baru panen raya. Nah sebelum itu kita mengantisipasi supaya tidak ada lonjakan harga. Maka kita operasi pasar selama tiga bulan yang masif,’’ ujar Budi. Ia menambahkan, stok beras Bulog hingga hari ini berjumlah sekitar 2,2 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk operasi pasar selama 4 bulan kedepan. (ant)

Eksploitasi DAS di Bali Masif, Program ’’Recovery’’ Tak Kuat Jumlah Sungai di Bali Sungai lintas kota Sungai berair sepanjang tahun Sungai mati/berair jika hujan Total

: 22 : 162 : 217 : 401 sumber : BPS Provinsi Bali

Wilayah Administratif DAS Unda Anyar Kabupaten/ Kota

Luas (Ha)

Jembrana Tabanan Badung Gianyar Klungkung Bangli Karangasem Buleleng Denpasar Jumlah

84.180 83.933 41.852 36.800 31.500 52.081 83.954 136.588 12.778 563.666

Persentase thd Luas Provinsi

14,93 14,89 7,42 6,53 5,59 9,24 14,89 24,23 2,27 100,00 sumber : website BPDAS Unda Anyar

SUNGAI, sumber air permukaan, di samping danau. Penggunaannya pun multifungsi. Mulai dari pengairan lahan pertanian, pemenuhan kebutuhan rumah tangga, hingga sebagai tempat yang disucikan. Seiring perkembangan zaman, sungai termasuk daerah aliran sungai (DAS) tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, melainkan lebih masif lagi, untuk industri khususnya pariwisata. Eksploitasi sungai dan DAS sudah terlalu besar. Hal ini membuat fungsi sungai terganggu. Sementara di sisi lain, program recovery tak sebanding dengan kerusakan yang telah terjadi. Menurut Ketua Puslit PPLH Unud Dr. Made Sudarma, M.S., biasanya DAS memiliki view yang bagus. Para pemilik modal akan tertarik membangun tempat wisata di kawasan tersebut. Atraksi wisata yang ditawarkan berupa rafting dan swing, sedangkan akomodasi wisatanya berupa hotel dan restoran. Pemanfaatan atau lebih condong ke eksploitasi terhadap sungai dan DAS inilah yang mempercepat laju kerusakan lingkungan. Padahal DAS adalah ciptaan Tuhan yang

seharusnya dijaga. ‘’Tugas kita adalah merawatnya, menjaganya. Itu beda sekali dengan buatan manusia. Tentu ada pengembalian investasi di samping juga perawatan. Sementara yang ciptaan Tuhan, sering kita tidak syukuri, hanya eksploitasi saja. Sesekali ada bagian tertentu untuk pengembalian. Tapi recovery itu tidak cukup kuat, tidak cukup mampu untuk memelihara DAS,’’ ungkapnya. Bukti tak kuat recovery, di musim hujan air sungai keruh. Sungai keruh karena ada tanah masuk. Tanah masuk karena ada longsor atau erosi. Ini bukti tanah tidak lagi dipegang akar pohon. Akar pohon tak mampu memegang tanah karena tanamannya sudah ditebang dan diganti tanaman musiman yang tidak kuat memegang tanah. Misalnya daerah hulu yang semula ditanami pohon kopi, diganti tanaman musiman seperti jeruk. Padahal jeruk bukan tanaman yang bagus untuk memegang tanah. Persoalan lain, terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim memang tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan adalah mitigasi dan adaptasi.

Contoh perubahan iklim adalah frekuensi hujan berkurang namun intensitasnya tinggi. Sekali hujan, besar dan menyebabkan banjir lantaran air meluncur begitu saja di atas permukaan, tidak terserap oleh akar pohon. Dalam hal ini, Sudarma menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi konservasi. Pengembalian fungsi hutan dan daerah resapan dengan teknologi konservasi perlu lebih gencar dilakukan. ‘’DAS merupakan suatu ekosistem sehingga sangat berkaitan dengan daerah hulu dan hilir. Jika fungsi hulu berupa hutan terganggu, maka DAS-nya juga akan terkoyak. Kawasan hutan di Bali kurang dari 30 persen yaitu 22,8 persen. Lebih dari itu, jika dihitung berdasarkan tutupan hutan, maka akan jauh lebih rendah lagi. Tutupan hutan adalah kawasan hutan yang ada tegakan pohonnya. Tutupan hutan ini yang berfungsi pada proteksi air dan tanah,’’ ungkapnya. Untuk menjaga sungai dan DAS, teknologi saja tidak cukup. Penegakan aturan tata ruang harus diperkuat. Hal. 15 Jangan Permisif


DENPASAR

2

Jumat Paing, 28 Desember 2018

FIGUR

LPD Gerakkan Generasi Muda

ZAMAN sudah berubah. LPD pun harus berubah. LPD yang dulu ber-image hanya berkolaborasi dengan orang tua, sekarang harus berubah dengan berkolaborasi dengan generasi muda. “Sekarang bermainnya di generasi muda, jangan di generasi tua lagi. LPD harus menggerakkan generasi mudanya untuk membangun kewirausahaan,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra. LPD harus menjadi inkubator bisnis bagi UMKM dan pengusaha pemula. LPD harus memberikan generasi muda di lingkungannya untuk seluas-luasnya berwirausaha sehingga hara-

pannya peran LPD sebagai inkubator dan distributor. Sehingga generasi muda di desa adat tersebut mendapatkan manfaat yang besar sebagai anggota LPD. “Artinya, LPD memberikan pinjaman kepada pengusaha muda atau generasi milenial yang ingin menjadi wirausaha dan LPD juga berkewajiban untuk mendorong generasi muda untuk menjadi pengusaha,” ujar caleg DPR-RI dari Partai Gerindra nomor urut dua ini. LPD punya kewajiban moral untuk mendorong generasi muda di lingkungannya untuk berwirausaha. Ini perlu diambil untuk mengembangkan ekonomi pedesaan. Semakin banyak pengusaha di lingkungan desa adat tersebut, maka desa adat tersebut akan lebih sejahtera. “Inilah peran yang harus diambil oleh LPD sehingga dengan begitu fungsi LPD yang kemarin sebagai pemberi pinjaman kepada masyarakat desa adatnya, sekarang dititikberatkan memberikan pinjaman kepada masyarakat desa adatnya yang dipergunakan untuk membangun usaha di desanya,” bebernya. Kadin berharap generasi

muda inilah yang membuat mart-mart atau jenis usaha lain yang potensial ada di desa misalnya objek wisata, membangun pertanian di desanya, membangun wisata desa, membangun akomodasi wisata di desanya dengan membangun homestay. “Jadi, bukan LPD yang punya tapi generasi milenial. LPD hanya membantu membiayai, sebagai distributor dan membantu untuk mengembangkan,” bebernya. Selama ini, kata dia LPD belum pernah bergerak ke arah itu. LPD hangan hanya berbisnis. “Selama ini kan LPD yang berbisnis, sekarang LPD mengurangi peran bisnisnya, membantu masyarakat di desanya sebagai inkubator dan distributor di desanya,” pungkasnya. Sementara LPD bertugas mencari jaringan keluar untuk dibawa ke desanya. Di desanya diberikan kepada pengusahapengusaha baru untuk menyalurkannya. Dari sisi SDM LPD, harus diciptakan dan mempersiapkan diri sebagai incubator, terutama LPD yang besar. Kadin bersedia membantu untuk pelatihan wirausaha bagi generasi muda di lingkungan LPD. Potensi LPD yang besar sebagai pemegang dana didesanya ini harus disalurkan kepada generasi milenial. Langkah awal yang bisa dilakukan LPD adalah memberi pelatihan kepada generasi muda, memetakan potensi desa, peluang bisnis apa yang bisa diambil, lalu disampaikan ke generasi mudanya. (may)

Langganan Banjir

Disdikpora Rancang Peninggian Empat Sekolah

Denpasar (Bali Post) – Musim hujan sudah tiba. Ancaman banjir semakin tinggi. Ironisnya, sekolah pun tak luput dari banjir. Beberapa sekolah sering terendam banjir saat hujan mengguyur Denpasar. Karena itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mulai merancang meninggikan dasar empat Sekolah Dasar (SD) di Denpasar yang menjadi langganan banjir. Mengingat, posisi sekolah tersebut terlalu rendah yang menyebabkan air selalu menggenang pada halaman sekolah, bahkan masuk ke ruang kelas setiap kali hujan deras. Plt. Kabid SD Disdikpora Kota Denpasar A.A. Gede Wiratama mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Wiratama, keempat SD tersebut yakni SDN 33

Dauh Puri, SDN 21 Dauh Puri, SDN 8 Pemecutan, dan SDN 11 Peguyangan. Keempat SD tersebut lokasinya berdekatan dengan sungai. Jika air sungai meluap, sekolah-sekolah tersebut juga dipastikan akan terendam karena pembuangan saluran irigasi sungai tersebut bermuara di sungai yang paling dekat dengan sekolah tersebut. Wiratama yang juga Kabid SMP ini mengatakan, posisi keempat SD tersebut lebih rendah dari jalan raya. Sehingga setiap kali hujan turun, sekolah-sekolah itu terendam bahkan hingga selutut orang dewasa. Selain posisi terlalu rendah, sekolah-sekolah itu juga berada dekat dengan sungai. Hanya, rencana ini tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Terlebih, penganggaran pada 2019 ini sudah selesai,

sehingga dipastikan rencana ini baru bisa terealisasi pada 2020 mendatang. ‘’Karena anggaran 2019 sudah tidak bisa, jadi paling lambat 2020 bisa kita kerjakan,’’ jelasnya. Untuk melakukan peninggian dan pembangunan kembali sekolah tersebut, kata Wiratama, setidaknya anggaran yang dibutuhkan satu sekolah berkisaran Rp 2,7 miliar hingga Rp 3 miliar. Sebelumnya, Kepala Disdikpora Denpasar I Wayan Gunawan mengakui proses pembangunan gedung sekolah terus dilakukan. Bahkan, pada 2019 mendatang, pihaknya sudah merencanakan untuk membangun gedung sekolah baru. Sedikitnya 12 gedung sekolah akan dibangun. ‘’Gedung ini akan dibangun baru, bukan renovasi,’’ jelasnya.(kmb12)

KPU Perlu 8.933 Kotak Suara Denpasar (Bali Post) – Persiapan penyelenggaraan pemilu 2019 terus digenjot oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Denpasar. Terlebih, sejumlah logistik pemilu sudah diterima dari pusat. Namun, jumlahnya belum lengkap. Masih ada beberapa logistik yang perlu ditambah, karena kurang dari kebutuhan yang diperlukan pada pemilu nanti. Salah satunya kotak suara yang perlu penambahan lagi. Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya mengatakan hal itu, belum lama ini. Arsa Jaya mengatakan, setelah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi penyempurnaan dan penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP-2), KPU Denpasar kini tengah mempersiapkan logistik pemilu. Sejumlah logistik pemilu sudah tiba di KPU Denpasar, seperti kotak suara non-aluminium, bilik suara non-aluminium, tinta dan segel. Logistik tersebut sudah tiba per 22 November lalu, yaitu kotak suara aluminium. Namun, jumlah kotak suara yang diterima masih ada kekurangan 764 buah. Karena Denpasar membutuhkan 8.933 buah, sementara yang diterima 8.169 buah, sehingga ada selisih 764 buah. Sedangkan untuk bilik suara non-aluminium di Denpasar diperlukan 6.948 buah. Namun yang diterima baru 320 buah. Meski yang

Topik :

diterima hanya 320 buah, namun kekurangannya tak banyak hanya 781 buah. Karena ketersediaan bilik suara di KPU Kota Denpasar sebanyak 5.847 buah. ‘’Kekurangan bilik suara non-aluminium sebanyak 781 buah sudah kami ajukan permohonan penambahan,’’ ujarnya. Sementara itu, untuk tinta pemilu di Kota Denpasar diperlukan 3.474 botol. Namun yang baru diterima 3.264 botol, sehingga masih kurang 211 botol. Dari 3.264 botol tinta yang diterima, satu botol rusak atau bocor. Sedangkan untuk segel, jumlah yang diterima 169.897 keping. Setelah dilakukan penyortiran berdasarkan jumlah yang diterima, dari lima dus yang diterima di empat dus terdapat kekurangan masingmasing sebanyak tiga lembar. Di mana tiap lembar terdiri dari 42 keping, sehingga jumlah kekurangan segel di KPU Denpasar sebanyak 504 keping. ‘’Semua kekurangan ini sudah kami mohon untuk ditambah,’’ kata Arsa Jaya. Ditanya soal mekanisme penyimpanan logistik pemilu, terutama bilik suara dan kotak suara non-aluminium, Arsa Jaya mengakui diperlukan ruang yang agak luas untuk leg setting dan loading, serta penyimpanan kotak suara. ‘’Saat ini kami menyewa dua unit ruko berlantai tiga di bilangan Jalan Noja, Den-

pasar. Ruangan ini untuk menyimpan kotak suara karton kedap air yang belum dirakit,’’ paparnya. (kmb12)

TEMU WIRASA - Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. saat memberikan sambutan dalam Temu Wirasa Bendesa Adat, Kepala LPD, dan Wirausaha Muda Hindu Bali bertajuk ‘’Menyongsong Tahun Baru 2019 Penguatan Sikap Wirausaha Generasi Muda Hindu’’, Senin (24/12) lalu.

LPD Diajak Bangkitkan Pelaku Wirausaha Muda Bali Denpasar (Bali Post) Desa adat di Bali memiliki lembaga keuangan yaitu LPD. LPD diyakini dapat menggerakkan ekonomi desa. Namun fenomena yang terjadi saat ini, banyak dana LPD yang idle (nganggur), sehingga ekonomi desa juga tidak bergerak. Maka dari itu, LPD dituntut mampu berinovasi dalam manajemen. Salah satunya membentuk inkubator bisnis. Selain itu, LPD juga diajak untuk membangkitkan pelaku wirausaha muda Bali. Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. dalam temu wirasa Bendesa Adat, Kepala LPD, dan Wirausaha Muda Hindu Bali dengan tema bertajuk ‘’Menyongsong Tahun Baru 2019 Penguatan Sikap Wirausaha Generasi Muda Hindu’’, Senin (24/12) menyampaikan, LPD harus diperkuat. LPD ada di desa adat, bagian dari perekonomian yang ada di desa adat. Maka dari itu, juga penting dibahas desa adat. Desa adat harus diperkuat dengan payung hukumnya berupa perda yang sudah diajukan ke DPRD Bali. Dalam perda itu, kata Koster, salah satunya desa adat diberikan kewenangan untuk mengembangkan perekonomian rakyat. Di dalamya ada LPD dan dibuatkan juga badan usaha dan unit usaha lainnya. Badan usaha ini salah satu tujuannya untuk menghadapi perkembangan toko berjaringan. ‘’Kita melawan enggak bisa, maka kita harus memperkuat diri dengan sistem,’’ ujarnya. Dalam konteks mengembangkan perekonomian di desa harus disinergikan dengan lembaga keuangannya, yaitu LPD, BPD, dan sumber keuangan lainnya. Sebanyak 1.433 LPD dengan total aset Rp 22 triliun harus dipikirkan untuk

pengembangan ekonomi desa, namun juga harus hati-hati agar berdaya dan berkembang. Sehingga betul-betul menjadi kekuatan di desa adat. Desa adat adalah lembaga yang memiliki isi yang lengkap. ‘’Organisasinya ada, pemerintahannya ada, eksekutif ada, legislatif ada, yudikatif ada, aturannya ada, lembaga ekonomi ada, lembaga keamanannya ada, lembaga pendidikan ada. Ini lengkap sekali desa adat itu. Luar biasa leluhur kita bikin desa adat ini. Produknya tembus zaman,’’ beber Koster. Dalam seminar yang dihadiri ribuan perwakilan LPD, dua pengusaha muda hadir sebagai pembicara yaitu I Wayan Sastrawan dan Dr. I Putu Edy Suardiyana P, S.Kom., M.Kom., Ph.D. Mereka menyampaikan gagasan berwirausaha di era milenial, salah satunya dengan IT. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, dasar ekonomi menurut agama Hindu adalah dharma. Dalam Sarasamuscaya disebutkan Tri Sinanggah Artha, sikap yang baik untuk mengelola artha. Artha untuk makan dan memenuhi keinginan manusiawi, artha untuk beryadnya, dan artha

ring kasidaning artha. Inilah prinsip ekonomi menurut Hindu. Artha juga untuk ngawetuang artha. Dasar untuk menjalankan ekonomi ada tiga yaitu, idiologi/keyakinan, moral, hukum. Pakar ekonomi Unud Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M.Ak. mengatakan, sejak awal berdirinya LPD, tepatnya 34 tahun yang lalu, lembaga yang menjadi kebanggaan Bali ini diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat melalui simpanan yang terarah serta penyaluran modal yang efektif. LPD dari sejak tahun 1984 juga diharapkan dapat menciptakan pemerataan dan kesempatan kerja bagi warga pedesaan melalui usaha-usaha produktif masyarakat setempat yang dibiayai oleh LPD. Kini setelah menginjak usia yang cukup mapan, kata Ramantha, LPD mengalami beberapa tantangan, terutama jika berkaca dan mengacu pada prinsip-prinsip lembaga keuangan yang konvensional. Guna menjawab beberapa tantangan yang ada, kini saatnya LPD melakukan beberapa inovasi. LPD harus menjadi inisiator terbentuknya inkubator bisnis di tingkat desa adat. Peran sentral LPD untuk mendidik dan melatih generasi muda menjadi pengusaha pemula, bersifat sangat strategis. Selain mencegah pengangguran, juga dapat menciptakan nasabah-nasabah kredit produktif baru dalam jangka panjang. Sementara itu, mantan Pansus LPD Bali I Nyoman Parta, S.H. mengatakan, sebelum ada Perda 3 Tahun 2017, ada beberapa

hal yang menjadi keluhan terkait LPD. Dengan perda ini seharusnya tidak ada lagi LPD yang bermasalah. Yaitu, LPD kini bisa diaudit oleh pengawas internal bendesa dengan tim, auditor independen, LPLPD. LPD dulunya tidak boleh beroperasi di luar desa pakraman, sekarang boleh. Karena operasional terbatas hanya di desa pakraman menyebabkan dananya idle (diam). Aturan tentang pengurus LPD, penyangga likuiditas dan dana setoran lima persen tertuang dalam Perda tersebut. Dengan aset yang dimiliki LPD sebesar Rp 22 triliun, kata Parta LPD harus menjadi motor penggerak ekononi di desa pakraman. Banyaknya dana idle karena tidak banyak ada pengusaha di desa pakraman. Maka dari itu, LPD harus mencetak pengusaha-pengusaha baru di desa pakraman. Semakin banyak pengusaha, makin banyak keuntungan bagi LPD. ‘’Hanya perlu wadah kecil untuk mencetak pengusaha. Kalau tiap tahun bisa menghasilkan 10 pengusaha, dahsyat Bali ini,’’ ujarnya. Ketua BKS LPD Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. mengatakan, apa yang sudah dilakukan LPD selama ini sudah tentu untuk mendorong generasi muda Hindu untuk berani memulai usaha. Hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan Kelompok Media Bali Post untuk menguatkan generasi muda untuk berani berusaha. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Konjen Klarifikasi Soal Kaum Muslim Uighur

Tak Benar Tiongkok Lakukan Penganiayaan dan Melarang Kegiatan Agama

Bali Post/kmb32

KETERANGAN PERS - Konjen RRT di Denpasar Mr. Gou Haodong (kiri) saat memberikan keterangan pers mengenai isu negatif tentang kaum muslim Uighur. Denpasar (Bali Post) Kantor Konsulat Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar turut menjadi sasaran aksi demo terkait kaum muslim Uighur, Minggu (23/12) lalu. Kendati tak separah aksi di Jakarta yang sampai diwarnai pembakaran bendera Tiongkok, namun Konsul Jenderal (Konjen) RRT di Denpasar Mr. Gou Haodong tetap merasa perlu untuk memberikan penjelasan. Mr. Gou Haodong menegaskan, segala isu mengenai kaum muslim Uighur yang memicu kemarahan umat muslim tanah air termasuk di Bali adalah tidak benar. ‘’Rakyat Indone-

sia termasuk saudara-saudari Muslim, punya rasa keadilan yang kuat, hal itu tentu bagus. Di dunia sekarang ini rasa keadilan justru sangat berharga. Akan tetapi peristiwa yang terjadi sekarang dan di Jakarta pada Jumat lalu, sangat menyedihkan hati saya,’’ ujarnya saat memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis (27/12) kemarin. Menurut Gou Haodong, Tiongkok merupakan negara multisuku dan multiagama. Hak-hak kebebasan beragama dan kepercayaan warga negara Tiongkok dijamin Undang-undang Dasar. Pemerintah Tion-

gkok berdasarkan peraturan dan perundang-undangan, memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya, termasuk muslim suku Uighur di Xinjiang untuk menjalankan kebebasan beragama dan kepercayaan. Isu-isu tidak menyenangkan seperti Tiongkok merusak masjid, menganiaya kaum muslim dan melarang kegiatan agama merupakan pemberitaan negatif dari media massa barat. Termasuk mengenai dugaan pelanggaran HAM dan penahanan dua juta umat muslim Uighur, semua itu tidak benar. ‘’Anda (saudara-saudari muslim - red) telah ditipu orang. Rumor yang sangat mengerikan itu adalah kebohongan, adalah perbuatan fitnah, dan malah bukan fakta,’’ imbuhnya. Gou Haodong menjelaskan, di Xinjiang Tiongkok terdapat 10 suku bangsa, 14 juta penduduk yang mayoritas umat Islam, serta 24,4 ribu masjid yang kemungkinan lebih banyak bila dibandingkan jumlah masjid per kapita di Indonesia. Umat Islam di Xinjiang bahkan bisa membaca Kitab Alquran dalam empat bahasa, termasuk bahasa Uighur. Di sinilah penting untuk lebih mengenal tentang Tiongkok, khususnya Xinjiang. Seperti baru-baru ini, delegasi NU NTB berkunjung ke Tiongkok. Kemudian, salah seorang pengurus Asita Bali yang sudah

berkali-kali datang ke Tiongkok dan acapkali bersembahyang di masjid Tiongkok. ‘’Juga ada ribuan putraputri Indonesia yang belajar di Tiongkok, mereka lebih mengenal tentang Tiongkok. Cobalah Anda tanya kepada mereka. Baik kaum Muslim, maupun kaum Katolik, kaum Kristen, Kaum Buddha di Tiongkok, semua merupakan anggota dari keluarga besar Bangsa Tionghoa,’’ jelasnya. Gou Haodong menambahkan, 56 suku bangsa di Tiongkok selama ini hidup rukun dan bersama-sama membangun negerinya. Kalau tidak, Tiongkok tidak mungkin meraih keberhasilan seperti sekarang. Sebab, negara yang menganiaya umat beragama tidak akan mungkin menjadi tenteram, damai, bahkan berkembang. Negeri Tirai Bambu juga tidak akan mungkin bisa mengirim jutaan warga negaranya untuk bertamasya ke Bali dengan gembira. Oleh karena itu, rumor mengenai kaum muslim Uighur mestinya tidak pantas ditanggapi hingga berhasil menyulut kemarahan umat muslim di Indonesia. ‘’Hubungan persahabatan Indonesia dan Tiongkok bersejarah panjang dan berkembang terus, hal ini sangat menggembirakan. Tetapi, ada orang yang tak mau menerima hal ini. Ada orang yang justru

memanfaatkan ketidaktahuan publik Indonesia, khususnya kaum Muslim Indonesia tentang Tiongkok, dengan sesuka hatinya membina fitnah dan berhasil mendorong peristiwa seperti hari ini,’’ ujarnya sedih. Gou Haodong tak menampik di Xinjiang belakangan ini memang sering terjadi serangan teroris. Sama seperti Bali ketika menjadi sasaran aksi kaum ekstremis agama lewat ledakan Bom Bali I pada 2002 dan Bom Bali II pada 2005, ataupun serangan bom oleh teroris di Surabaya. Tiongkok pun telah mengambil serangkaian langkah deradikalisasi. Di sebagian daerah di Xinjiang sejumlah penduduk masih kurang menguasai bahasa Mandarin, kesadaran dan ilmu pengetahuan hukum terbatas, keterampilan kerja mereka pun tidak memadai untuk mendapatkan kerja, sehingga sangat rentan akan penghasutan dan instigasi oleh terorisme dan ekstremisme. ‘’Berdasarkan situasi ini, pemerintah daerah menyediakan program pelatihan dan pendidikan vokasi gratis kepada sebagian orang yang terdampak oleh pemikiran ekstremisme. Konten pelajarannya adalah bahasa Mandarin, ilmu pengetahuan hukum, keterampilan kerja dan pendidikan deradikalisasi,’’ jelasnya (kmb32)


BADUNG

Jumat Paing, 28 Desember 2018

3 Generasi Muda Kedonganan Didorong Kembangkan Potensi Daerah

Bali Post/wan

SANGEH - Objek Wisata Sangeh, Kamis (27/12) kemarin ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Momen Umanis Galungan memang banyak dimanfaatkan masyarakat Bali untuk mengunjungi objek-objek wisata.

Di Bandara Ngurah Rai

Lonjakan Penumpang Terjadi Sehari Setelah Natal

Mangupura (Bali Post) -

Menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 12,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yaitu sebesar 59.609 orang. Sedangkan untuk pergerakan pesawat sebanyak 449 atau naik sebesar 7,67 persen dibandingkan tahun 2017 yang 417 pesawat.

‘’Jumlah pergerakan pada H2 (Rabu - red) juga mengalami peningkatan dibandingkan pada H1 (Natal - red) yaitu 64.723 penumpang dengan total pesawat 440 pesawat,’’ katanya, Kamis (27/12) kemarin. Rinciannya, untuk kedatangan domestik pada H2 sebanyak 17.168 orang atau turun 1,63 persen dibandingkan tahun 2017 yang se-

banyak 17.452 orang. Keberangkatan domestik juga mengalami penurunan sebesar 14,75 persen, dari 18.219 orang tahun 2017 menjadi 15.532 orang tahun ini. Lain halnya dengan domestik, kedatangan internasional mengalami peningkatan sebesar 37,76 persen dari 14.132 orang tahun 2017 menjadi 19.468 orang tahun ini. Ke-

berangkatan internasional juga mengalami peningkatan sevesar 52,57 persen dari 9.806 di tahun 2017 menjadi 14.961 pada H2 Natal tahun ini. Dikatakannya, secara total sejak dibukanya posko Nataru pada 20 Desember hingga 26 Desember, jumlah penumpang sebanyak 483.480 orang atau naik sebesar 24,75 persen dibandingkan tahun 2017 yang sebanyak 387.545 orang. Sedangkan total pergerakan pesawat sebanyak 3.202 pesawat atau naik 12,04 persen dibandingkan tahun 2016, yaitu 2.858 pesawat. (kmb23)

Mangupura (Bali Post)Kabupaten Badung memiliki bentangan pantai yang cukup panjang yaitu 82 kilometer, dari Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan hingga Pantai Cemagi, Kecamatan Mengwi. Dengan pantai yang terhubung ke laut lepas, pesisir Badung cukup rawan tsunami. Mengingat hal tersebut dan pengalaman tsunami di beberapa wilayah Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung pun meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya melakukan uji coba sirene tsu-

nami secara rutin. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Badung I Wayan Netra, Kamis (27/12) kemarin, di pesisir Badung sudah terpasang sebanyak lima unit Tsunami Early Warning System (TEWS) atau sirene tsunami. Alat tersebut dipasang di Pantai Tanjung Benoa, ITDC, Pantai Kedonganan, Pantai Kuta dan Pantai Double Six. ‘’Untuk wilayah Badung Selatan, kami telah membuat MoU dengan sejumlah hotel. Bila terjadi bencana tsunami, maka hotel tersebut

wajib memberikan tempat berlindung,’’ imbuhnya. Uji coba TEWS rutin setiap bulan. ‘’Dari hasil uji coba yang dilakukan beberapa waktu lalu, kelima alat TEWS yang ada di Badung berfungsi dengan baik,’’ ujarnya. Lebih lanjut dijelaskannya, masyarakat pesisir diharapkan tidak panik apabila terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Masyarakat diharapkan tetap menjaga kesiapsiagaan, mencari informasi dari lembaga yang berwenang guna menghindari informasi yang salah. Masyara-

kat juga mesti mengikuti ramburambu evakuasi dan selalu sigap menghadapi bencana. ‘’Kami imbau jangan panik, lakukanlah evakuasi sesuai arah evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan,’’ jelasnya. Untuk diketahui, guna mengantisipasi ancaman tsunami, BPBD Badung bersama BPBD Provinsi Bali dan instansi terkait telah memasang sirene peringatan dini tsunami. Sirine ini akan berbunyi bila ada ancaman tsunami. Sejumlah rambu-rambu jalur evakuasi juga sudah dipasang. (kmb23)

Sehari setelah Natal atau pada Rabu (26/12), terjadi pergerakan penumpang yang sangat signifikan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari data Posko Terpadu Monitoring Angkutan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019, tercatat pergerakan penumpang sebanyak 67.129 orang.

BPBD Rutin Uji Coba Sirene Tsunami

Potensi Kopi Lokal Sangat Menjanjikan

kualitas bagus biasanya diekspor ke luar negeri. Begitu sebaliknya, kopi yang kualitasnya kurang bagus biasanya untuk pasar dalam negeri. Inilah yang kemudian membuat nilai kopi lokal menjadi murah. Guna menjadikan kopi lokal sebagai raja di rumah sendiri, berbagai upaya harus dilakukan. Seperti pada tahun 2017, pihaknya mendapatkan MURI atas lelang kopi Cieuhedi Bandung yang diadakan SCAI. Saat itu ia memenangkan lelang kopi dengan harga 2.050.000 per kg, padahal harga kopi tersebut saat itu paling mahal Rp 400.000. Ia mengaku memang sengaja menawar dengan harga tinggi. Tujuannya, mengangkat harkat petani. Dengan harga tinggi, diharapkan petani kopi akan rajin menanam dan menjaga kualitas kopinya. ‘’Saat itu ternyata upaya kita juga membuat harga kopi di sekitar Cieuhedi naik harganya. Kita senang atas impact itu. Otomatis masyarakat yang menanam kopi KOPI - Barista sedang meracik di sekitarnya mendapatkan imbas kopi asli Indonesia. langsung,’’ katanya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia. Potensi ini tentu harus digarap dengan baik, terutama oleh orang Bali. Apalagi mengingat sebagai daerah tujuan wisata internasional, Bali menjadi tempat strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan kopi lokal. Menurut Stanley Anjaya yang merupakan owner 70º Fahrenheit Koffie Bali belum lama ini, produksi kopi Indonesia merupakan yang terbaik di dunia. Bahkan saat ini kopi lokal sudah banyak peminatnya. Itu dibuktikan dengan banyaknya cafe yang sekarang menyediakan kopi lokal. ‘’Pangsa pasar kopi lokal sekarang ini sudah cukup baik diterima masyarakat. Hal tersebut seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang membaik dan nilai kopi Indonesia yang makin terkenal,’’ jelasnya. Selama ini, kata Stanley kopi

Bali Post/edi

Mangupura (Bali Post) Desa Adat Kedonganan mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi daerah sendiri. Salah satunya melalui program investasi dan wirausaha (inveswira). Dalam hal ini, generasi muda Kedonganan yang memiliki rencana bisnis, diajak membentuk kelompok dan membangun UKM. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si., di tahun 2019 UKM yang ditangani generasi muda akan mulai dibangun di kawasan pantai selatan Kedonganan. Maka dari itu, fasilitas tempat kecak dance serta sebagian dari bangunan bangsal yang ada di sana akan diubah untuk mendukung aktivitas pariwisata. ‘’Bangsal banyak yang tidak dimanfaatkan. Nanti sebagian akan diubah untuk mendukung aktivitas pariwisata. Misalnya archade dan kegiatan untuk barista. Selain itu, untuk makanan khas tradisional Kedonganan akan ditampilkan juga di sana,’’ jelasnya. Rencananya, penataan mulai dilakukan pada Maret 2019. Hal ini lantaran saat ini pihaknya sedang fokus menata kawasan pantai utara. ‘’Penataan di utara nanti sampai Maret 2019, kemudian akan pindah ke kawasan selatan. Sambil mengumpulkan nelayan. Nantinya nelayan tidak hanya untuk menangkap ikan saja, namun juga akan dilibatkan dalam aktivitas pendukung pariwisata, seperti fishing, touring,’’ ucapnya saat ditemui di sela-sela

pembagian daging babi jelang hari raya Galungan yang merupakan program LPD Kedonganan, Senin (24/12) lalu. Guna menunjang kecak dance, di lokasi tersebut akan dibuatkan stage dengan kapasitas 1.000 penonton. Stage akan dibuat dengan sistem knock down. Terkait pementasan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu, apakah akan ditampilkan setiap hari atau tidak. ‘’Ini harus dilihat dulu pasarnya seperti apa. Yang jelas, semua pemain, manajemen dan hal yang menyangkut hal itu adalah melibatkan orangorang Kedonganan. Di sana akan dibangun economic community,’’ jelasnya. Sementara terkait limbah pedagang ikan yang dulu sering dikeluhkan, dia menyebutkan pihaknya tengah mencari solusi. Namun demikian, pihaknya akan bertindak tegas apabila ada pedagang yang membuang limbah bekas ikan ke pasir pantai. ‘’Limbah ini tidak boleh dibuang ke pasir. Nanti akan disalurkan ke tempat pengolahan yang sudah disiapkan,’’ tegasnya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Jumat Paing, 28 Desember 2018

Lima Dosen Peneliti Politeknik Negeri Bali ’’Open House’’ Perayaan Natal Ketua DPRD Badung Jaga Kebersamaan Antarumat Beragama untuk Persatuan Raih Predikat Terbaik Nasional DI PENGUJUNG tahun 2018, lima orang dosen Politeknik Negeri Bali (PNB) berhasil meraih predikat terbaik nasional 2018 dalam seminar hasil penelitian hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristek Dikti yang diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia. Kelima dosen tersebut adalah I Dewa Made Cipta Santosa, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Jurusan Teknik Mesin, Drs. I Putu Astawa, S.E., M.M. dari Jurusan Pariwisata, Wayan Sri Kristinayanti, S.T., M.T. dari Jurusan Teknik Sipil, Dr. I Wayan Edi Arsawan, S.E., M.M. dan Kadek Cahya Dewi, S.T., M.Cs. dari Jurusan Administrasi Niaga. Menurut Kepala P3M Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg. saat ditemui di kantor P3M PNB, Kamis (27/12) kemarin, keberhasilan ini tidak lepas dari hasil kerja keras dosen yang bersangkutan, yang difasilitasi oleh tim pengelola Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M). Selain itu, juga adanya komitmen yang tinggi dari pimpinan PNB dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian. Dikatakan Lilik, untuk membangun budaya meneliti dan mengabdi di lingkungan PNB, saat ini telah dilakukan berbagai upaya inovatif. Di antaranya dengan menyelenggarakan Klinik P3M yang siap mendampingi para dosen mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, sampai publikasi hasil penelitian. Sebagai hasilnya, di akhir 2018, lebih dari 100 karya ilmiah dosen PNB berhasil tembus untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. ‘’Merujuk pada hasil peringkatan Sinta -- Science and Technology Index

TERBAIK - Peraih gelar terbaik nasional 2018 dalam seminar hasil penelitian hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristek Dikti didampingi Kepala P3M Lilik Sudiajeng (dua kiri), Kepala Unit Penelitian Komang Aryaningsih, Kepala Unit Pengabdian Suta Waisnawa, dan Kepala Unit Publikasi Ilmiah Gede Mudana. Ristek Dikti -- PNB masuk ranking ke-3 di antara Politeknik Negeri se-Indonesia dan ranking ke-110 di antara 4.000 lebih PT Indonesia, bersanding dengan PT besar Indonesia,’’ katanya sambil menunjuukkan data peringkat. Sementara itu, Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCOM. menegaskan, selain berkiprah pada hibah penelitian dan pengabdian DRPM Kemenristek Dikti pada tingkat nasional, PNB juga mengembangkan sayapnya di kancah internasional. Di tahun 2018, sudah berhasil membangun kerja sama penelitian dengan Brunel University UK dan beberapa universitas besar di kawasan Asia seperti Rajamanggala University Thailand, YunTech Taiwan, NTHU Taiwan, dan NCUT Taiwan. Pihaknya selaku pimpinan di PNB

mempunyai komitmen bahwa dharma penelitian dan pengabdian masih dan akan terus menjadi program prioritas PNB. ‘’Internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi akan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan visi PNB, yaitu terdepan, profesional, dan berdaya saing internasional,’’ tegas Abdi. Selanjutnya, agar hasil penelitian tidak hanya numpuk sebagai dokumen akademis, PNB juga telah membangun kerja sama dengan kabupaten/kota di Provinsi Bali dalam menyelesaikan permasalahan lapangan melalui penerapan hasil penelitian terapan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pendampingan pengembangan desa wisata berkelanjutan serta pelestarian budaya dan lingkungan. (ad813)

Senator Ajak Aktivis Muda Jakarta Beracara di Gedung DPD-RI

Dr. Wedakarna Minta Pengurus GMNI Konsisten Bela ’’Trisakti Marhaenisme’’ SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III tidak saja mengayomi anak-anak muda di Bali dalam urusan kaderisasi, tetapi juga generasi muda di Ibu Kota Jakarta. Ini terbukti saat masa reses pun, Senator Wedakarna masih harus tinggal lebih lama di Jakarta dalam rangka menghadiri acara Diskusi Publik yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Barat yang difasilitasi oleh DPD-RI bertempat di Gedung Nusantara V atau sering disebut tempat sakral untuk acara Sidang Paripurna lembaga DPD-RI. Tampak hadir Eva Kusuma Sundari (alumni GMNI/anggota DPR-RI Fraksi PDI-P), Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yoga, S.IK., MTCP. (Dir. Binmas Polda Metro Jaya), Robaytullah Kusuma Jaya (Ketua DPP GMNI) serta ratusan aktivis organisasi pemuda lintas agama dan kampus. Dalam kesempatan itu, Arya Wedakarna menyatakan bahwa ke depan anak muda Indonesia harus dibiasakan dengan kultur organisasi, karena hanya melalui organisasilah proses kaderisasi bisa dilaksanakan sebelum menjadi pemimpin bangsa. ‘’Para orangtua harusnya bangga jika memiliki anak yang aktivis organisasi saat menjadi mahasiswa. Lihat saja, pemimpin bangsa kini adalah mereka yang dulunya adalah aktivis pergerakan, dan kini mereka mendapat karma memimpin bangsa. Yang bisa memimpin bangsa ini hanya risk taker generation, bukan yang generasi text book yang pintar di belakang meja kuliah. Karena dalam pergerakan organisasi itu ada tantangan, ada latihan keberanian bersikap, bersuara, ada pengalaman didiskriminasi dan juga yang penting kemampuan membangun jaringan. Dan kenapa saya dukung GMNI? Karena GMNI adalah organisasi nasionalis yang digagas oleh pemikiran Bung Karno. Organisasi ini lahir dari rahim kaum nasionalis Indonesia. GMNI ini hebat karena eksis sepanjang usia republik. Maka dari itu saya dukung adik-adik mahasiswa yang hebat–hebat untuk beracara di Gedung DPD-RI, astungkara kalian semua bisa jadi wakil rakyat,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga sebagai keynote speaker.

NASIONALIS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menjadi keynote speaker dalam acara GMNI Jakarta Barat bersama Polri, DPR-RI dan DPP GMNI di kompleks Parlemen Senayan. Selain itu, ia berpesan agar GMNI konsisten terus dan terus menggelorakan ajaran–ajaran Bung Karno. ‘’Tadi saya mendengar Mars GMNI, itu hebat, karena ada semangat membela buruh tani, niat membela kaum Marhaen dan mabelapati mendukung Pancasila. Ini harus digelorakan oleh anak-anak muda GMNI, apalagi saat ini kaum nasionalis menghadapi gerakan radikalisme sontoloyo yang ingin menggugat Pancasila sebagai satusatunya falsafah hidup bangsa Indonesia. Saya sebagai anggota DPD-RI yang di mana fungsi kami sebagai pengawas UU dan penjaga konstitusi, mengajak semua mahasiswa Indonesia bersama-sama membantu negara dalam hal ini memerangi radikalisme. Jika sampai NKRI ini berganti menjadi negara agama, maka banyak provinsi akan menuntut kemerdekaan. Kita harus jaga Pancasila sebagai perekat bangsa dan yang bisa menjaganya adalah kaum nasionalis, kaum merah putih dan anak-anak ideologi Sokarno. Hanya kaum nasionalis yang paling konsisten dan paling dalam penger-

tiannya akan kehidupan berbangsa. Sejarah sudah membuktikan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) ini. Selain itu, Arya Wedakarna berharap agar anak muda mulai memikirkan bagaimana cara merebut kekuasaan di segala bidang, agar berdaulat dalam bidang politik. ‘’Kalau sudah selevel aktivis GMNI ya… cita-citanya jadi presiden, jadi senator, jadi anggota DPR-RI agar konstitusi bisa kita amankan. Tanamkan ambisi baik dari sekarang, dan raih gelar pendidikan setinggitingginya. Nanti kalau sudah sarjana, magister, doktor baru kalian tampil di depan publik karena sudah ada amunisi. Dulu Bung Karno juga begitu, lulus dari ITB Bandung, jadi insinyur baru mendirikan PNI 4 Juli 1927 dan jadi presiden di 1945. Hanya lewat pendidikan tinggi anda bisa jadi pemimpin bangsa, dan kaum nasionalis haruslah orang yang pintar mandraguna. Ini Satyagraha,’’ pungkas Senator AWK yang juga Presiden The Sukarno Center Tampaksiring ini. (ad812)

KETUA DPRD Badung Putu Parwata, Kamis (27/12) kemarin, menggelar open house untuk masyarakat serangkaian perayaan Natal tahun 2018 dan Tahun Baru 2019 di kediamanannya di Jalan Kwanji Dalung, Kuta Utara. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kapolda Bali Petrus Reinhard Golose, Gubernur Bali Wayan Koster, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wabup Suiasa, Kapolresta Denpasar Ruddi Setiawan, Kapolres Badung Yudith Satriya Hananta serta sejumlah anggota DPRD dan OPD di Pemkab Badung. Parwata di sela-sela acara mengungkapkan, kehidupan toleransi beragama di Bali ini sungguh-sunguh konkret, tidak hanya terlihat di permukaan namun penuh dengan rasa suka cita secara lahir batin. Pihaknya atas nama keluarga dan masyarakat mengucapkan apresiasi kepada seluruh komponen pemerintahan yang ada di Badung dan Bali serta seluruh warga adat di Desa Dalung yang betul-betul telah bersatu padu membangun rasa kebersamaan antarumat beragama. ‘’Persaudaraan ini sangat terasa saat hari raya dua agama ini dilakukan bersamaan dan sangat penuh adanya toleransi.

SAMBUT KAPOLDA - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat menyambut kedatangan Kapolda Bali Petrus Reinhard Golose saat acara open house perayaan Natal yang diselenggarakannya, Kamis (27/12) kemarin. Ada hari raya Natal, Galungan dan Kuningan. Ini adalah suatu fenomena yang indah sekali dalam kehidupan manyama braya di Bali. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Hindu, Muslim dan Nasrani yang telah datang dalam acara open house yang kami selenggarakan ini. Kami harapkan kebersamaan ini tetap terjaga untuk bersatunya masyarakat Badung yang sejahtera,’’ ujar wakil rakyat asal Dalung tersebut. Lebih lanjut Parwata yang

juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya berharap serta mengajak masyarakat Badung tetap membangun kebersamaan untuk kesejahteraan semua. ‘’Mari pupuk dan jaga kebersamaan dan toleransi beragama ini sehingga ke depan perselisihan yang mengatasnamakan agama ini bisa terus kita eliminir. Karena isu keamanan ini menjadi modal dalam pembangunan pariwisata di Badung,’’ paparnya. (ad)

Perayaan Natal di Lapas Kerobokan

Warga Binaan Berkolaborasi Pentaskan Fragmentari ’’Sinar Suci Surga Mulia’’ SUASANA perayaan hari raya Natal di Lapas Kerobokan, Selasa (25/12) lalu, sedikit berbeda. Selain diisi dengan penyerahan remisi, warga binaan juga berkolaborasi melakukan pentas seni memeriahkan malam Natal di Lapas Kerobokan. Lewat tangan terampil seniman yang juga guru SMA Dwijendra Denpasar I Putu Arief Mahendra, S.Sn. dari Komunitas Seni Yayasan Dwijendra, para warga binaan Lapas Kerobokan mampu mengekspresikan bakat seninya. Tercatat 30 warga binaan terlibat dalam pentas seni tersebut. Mereka menggeber fragmentari berjudul ‘’Sinar Suci Surga Mulia’’ selama 35 menit. Cerita ini berawal dari kisah lahirnya Yesus membawa hikmat kedamaian bagi kita semua. Sosok manusia penuh dosa ditampilkian dengan fragmentari Bali hingga Tuhan mengirimkan malaikatnya berupa Bunda Maria untuk melahirkan anak Tuhan yakni Yesus. Untuk menggambarkan itu Arif menampilkan sosok Raksasa Siyu. Pentas seni kolosal ini pun mengudang decak agum warga binaan setempat. Kalapas Kerobokan Toni Nainggolan, kata Arif, sekaligus sebagai penanggung jawab pementasan tak bisa menyaksikan karena sedang di luar daerah. Ide cerita dari Kalapas Toni Nainggolan bersama Kepala Bimdik Ni Nyoman Budi Utami dan Kasubsie Bimkemaswat Putu Arya Subhawa. Arief yang bertindak sebagai penata tari mengungkapkan fragmentari ini melibatkan 30 warga binaan lapas yang dilatih hanya dalam waktu sebulan. Namun berkat pengalamannya membina warga binaan saat HUT Proklamasi 17 Agustus lalu, dia tak sulit mengajarkan mereka belajar menari dari nol. Sementara musiknya digarap menggunakan laptop. Rektor Universitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmika-

Bali Post/sue

NATAL - Fragmentari ‘’Sinar Suci Surga Mulia’’ mewarnai malam Natal di Lapas Kerobkan. wati, S.H., M.Hum. memberi apresiasi positif atas kreativitas Arief Mahendra di Lapas Kerobokan. Ini menunjukkan kreativitas seni Arief tak terikat waktu dan tempat, alias di mana saja bisa terjadi. Inilah yang dia katakan salah satu ciri seniman luar biasa. ‘’Arif adalah seniman hebat yang kita perlu perhatikan bersama,’’ tegasnya. Para penghuni lapas, katanya, penting dilibatkan dalam seni budaya. Lewat seni

Matahari Resmikan 361° Sport Shoes and Apparels Mono Store di Jakarta

PT MATAHARI Department Store Tbk. beberapa saat lalu telah mengumumkan kolaborasinya dengan perusahaan produsen sepatu olahraga terbesar di Cina, 361 Degree International Limited. Christian Kurnia, Merchandising, Marketing & Store Operation Director of Matahari Department Store, menyampaikan setelah meresmikan dua Mono Store 361° di LippoMall Kemang dan juga Mall Pakuwon Surabaya pada Rabu dan Kamis yang lalu, kini Matahari meresmikan Mono Store 361° yang ke-3 di Lippo Mall Puri - St. Moritz Jakarta. Pembukaan tiga Mono Stores ini menandai bahwa produk-produk keluaran merek 361° telah mendapatkan pasar yang baik di Indonesia. (bns1)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

kita membentuk hati yang mulia dan memperhalus budi para penghuni lapas. Kalapas Toni Nainggolan memberi acungan jempol kepada Arief karena dinilai memiliki ide cemerlang. Pasalnya, Arief mampu menyatukan perbedaan karakter dan keterbatasan penghuni lapas hingga mampu menghasilkan karya seni yang mengangumkan. Ke depan dia terus memprogramkan kegiatan berkesenian bagi warga lapas. (sue)


DAERAH

Jumat Paing, 28 Desember 2018

5

Konsumsi BBM dan Elpiji Meningkat Denpasar (Bali Post) Hasil pemantauan seminggu pertama masa Satgas Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Pertamina MOR V mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM dan elpiji di masyarakat. Unit Manager Communication & Relations Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji membeberkan, sepanjang libur Natal kali ini, hingga tanggal 24 Desember 2018 tercatat konsumsi BBM jenis gasoline (bensin) mengalami peningkatan. Sementara itu untuk BBM jenis gasoil (diesel) terjadi peningkatan di beberapa wilayah. BBM jenis gasoline mengalami peningkatan konsumsi tertinggi di NTT sebesar 22 persen, kedua NTB sebesar 18 persen, Bali 10 persen dan Jawa Timur 8 persen. Sedangkan konsumsi BBM jenis gasoil tertinggi terjadi di Bali sebesar 15 persen, NTB 9 persen, NTT dan Jatim 6 persen. Konsumsi elpiji bersubsidi maupun nonsubsidi turut mengalami kenaikan. Pada satu minggu menjelang libur Natal, konsumsi elpiji bersubsidi naik 9 persen dari rata-rata penjualan 4.645 metric ton (MT) menjadi 5.075 MT. Demikian juga konsumsi elpiji nonsubsidi yang mengalami peningkatan sebesar 3 persen dari rata-rata penjualan 330 MT menjadi 340 MT. Realisasi konsumsi avtur mengalami puncak konsumsi pada tanggal 20 Desember 2018, dengan total konsumsi mencapai 4.645 kl. Pada tanggal tersebut, realisasi avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda Surabaya mencapai tingkat konsumsi tertinggi dengan angka penyaluran 1.340 kl. Sementara di DPPU Ngurah Rai Bali dengan angka penyaluran 2.800 kl. Kenaikan cukup tinggi hingga 50 persen terjadi di DPPU Komodo, pada 21 dan 22 Desember 2018. Untuk konsumsi avtur menjelang libur Tahun Baru 2019, Pertamina memprediksi konsumsi tertinggi akan terjadi pada tanggal 28 Desember 2018 di DPPU Juanda, dan tanggal 2 Januari di DPPU Ngurah Rai. Guna menghadapi potensi kenaikan konsumsi tersebut, Pertamina telah memastikan ketersediaan stok avtur di seluruh DPPU serta mengoptimalkan keandalan sarana dan fasilitas di seluruh unit operasi. Dengan berbagai upaya yang telah disiapkan sebelumnya, distribusi BBM dan elpiji dapat berjalan lancar. Rustam mengatakan beberapa upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan stok di depot Pertamina maupun lembaga penyalur, koordinas internal dan eksternal dengan instansi terkait, serta penyiapan layanan khusus di titik belum ada fasilitas pelayanan BBM seperti Kios Pertamax di jalan tol. Seperti diberitakan sebelumnya, menyambut hari raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mempersiapkan strategi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada BBM dan elpiji pada saat Natal dan Tahun Baru. Guna mendukung kelancaran penyaluran selama momen hari raya tersebut, Pertamina telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas sejak tanggal 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019. (kmb42)

Ritual Penghormatan kepada Orangtua

YAYASAN Dvipantara Samskrtam yang bekerja sama dengan Bali TV di bidang bahasa Sanskerta, melaksanakan ritual matru pitru vandaman -- penghormatan kepada orangtua -- di Lala Yoga Shala, Celuk, Sukawati, Gianyar, Sabtu (22/12) lalu. Perayaan kali ini termasuk istimewa karena bertepatan peringatan Hari Ibu di Indonesia dan rahina suci Purnama Kapitu bagi umat Hindu. Ketua Yayasan Dvipantara Samskrtam Pandita Agni Premadas (walaka Dr. I Wayan Gede Suacana, M.Si.) menyatakan ritual ini sudah beberapa kali diadakan. Tujuannya membangkitkan kembali nilai-nilai luhur Nusantara yang ditradisikan dalam ritual sungkeman atau sujud/vandanam kepada orangtua, sebagai ungkapan rasa bakti. Vandanam adalah salah satu dari sembilan wujud ekspresi bakti di Bhagavad-Gita. Dosen Magister Administrasi Publik Universitas Warmadewa dan Kalitbang Veda Poshana Ashram Pusat ini mengingatkan Taittiriya Upanishad I.11: Devo Bhava, Pirtu Devo Bhava, Acharya Devo Bhava, Atithi Devo Bhava’’yang berarti pujalah ibu, ayah gugu dan tamumu sebagai (perwujudan) Tuhan. Ritual Matru Pitru Vandanam juga untuk membayarkan utang, khususnya Pitru Rnam (utang kepada orangtua dan leluhur) selain dua utang lainnya, yaitu Daiva Rnam (utang kepada Tuhan) dan Rishi Rnam (utang kepada orang suci). Kegiatan yang diikuti kurang lebih 65 peserta dari berbagai latar belakang keluarga seperti pandita, pinandita, guru, seniman, pedagang, PNS, karyawan swasta ini setidaknya bisa menjadi momentum untuk mengembangkan rasa hormat, kasih sayang dan pelayanan anak-anak kepada orangtua dalam kehidupan sehari-hari. (ram)

SUJUD PADA ORTU - Ritual Matru Vitru Vandanam adalah prosesi penghormatan kepada orangtua, salah satunya dengan mencium kaki orangtua dan memohon restu agar segala yang dilakukan bisa dilapangkan jalannya.

Reagen untuk Tes HIV Kosong

REAGEN untuk tes HIV di Kabupaten Buleleng kosong. Kekosongan hampir terjadi di semua puskesmas di sana. Hal ini menyebabkan angka penemuan kasus di kabupaten ini menurun. Demikian diungkapkan Direktur Yayasan Gaya Dewata Christian Supriyadinata, baru-baru ini. Penyebab penularan HIV/AIDS terbanyak dari heteroseksual dan berhubungan berganti-ganti pasangan. Kasus terbanyak ditemukan di Kota Denpasar sebesar 37,6 persen, kedua Badung 16 persen, dan Buleleng 15 persen. ‘’Tapi dari bulan Oktober - Desember 2018 ini belum ada reagennya untuk tes HIV, kosong sehingga temuan kasusnya menjadi nihil,’’ ungkapnya. Sekarang, semua puskesmas di Bali memiliki layanan pemeriksaan HIV. Namun masyarakat belum memanfaatkannya dengan baik. Hal itu karena masyarakat takut dengan adanya stigma. Bahkan masyarakat banyak yang tidak mau memeriksakan dirinya di puskesmas atau faskes (fasilitas kesehatan) di wilayahnya, namun memilih faskes yang jauh dari wilayahya tinggal. ‘’Kasus akan banyak ditemukan kalau stigma menurun,’’ tandasnya. KPA Provinsi Bali Yahya Anshori mengatakan, program pemerintah yang baru dalam penanganan HIV/AIDS adalah fast track 90 90 90. Semua yang berisiko, 90 persennya harus dites. Setelah diketahui statusnya, 90 persen harus minum obat ARV, karena ARV tidak hanya untuk pengobatan tapi juga untuk pencegahan. ‘’Karena 2.000 klien saya di RSUP Sanglah setelah minum obat 7 - 10 bulan, virusnya sudah tidak terdeteksi,’’ imbuhnya. Maka dengan adanya program fast track tersebut, pemeriksanaan HIV sangat penting untuk memetakan kasus, sehingga mudah dikendalikan. (kmb42)

TABRAKAN - Warga melihat bangkai bus yang tabrakan di Desa Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Kamis (27/12) dini hari.

Bali Post/udi

Bus Tabrakan, Tiga Tewas, Sopir Kabur

Banyuwangi (Bali Post) -

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Watudodol, tepatnya di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Kamis (27/12) dini hari. Dua bus malam terlibat tabrakan di lokasi. Tiga penumpang tewas, terjepit badan bus, 12 orang luka-luka. Dua bus nahas itu yakni bus Bali Radiance bernopol DK 9238 FC jurusan Surabaya-Denpasar dan bus Tiara Mas bernopol EA 7304 A, jurusan Denpasar-Surabaya. Salah satu penumpang bus Tiara Mas, Mahmudi (33) asal Desa Nglingi Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, Jatim mengaku bus yang ditumpanginya tidak ngebut saat berangkat dari Denpasar, pukul 19.00 Wita. Seluruh tempat duduk penuh. Saat kejadian, rata-rata penumpangnya tertidur. ‘’Kami 12 orang dari Bojonegoro.

Rencananya mau pulang tahun baruan,’’ kata pekerja proyek ini. Sesaat sebelum tabrakan, Mahmudi kebetulan terbangun. Dia melihat detik-detik sebelum tabrakan. ‘’Saya mendadak terbangun, dari depan ada bus Bali Radiance yang oleng dengan kecepatan tinggi. Kemudian, bus yang saya tumpangi banting ke kanan dan ditabrak bagian belakang,’’ ujarnya. Saat itu, kata Mahmudi, kejadiannya sekitar pukul 23.35 WIB. Saking kerasnya benturan, bus Tiara Emas terguling,

menghantam tembok. Bagian samping belakang hancur. Dua penumpangnya, Marwi (41) dan Ahmad Nizar (23) asal Bojonegoro tewas di lokasi. Tubuhnya terjepit. Sedangkan satu penumpang bus Bali Radiance, Thepink (70), asal Desa Padangsambian, Denpasar Barat, tewas di lokasi. Perempuan ini juga terjepit. Petugas membutuhkan waktu dua jam untuk mengevakuasi tubuh para korban. Korban luka dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. Hingga Kamis siang,

total 14 orang yang menjalani perawatan. Empat di antaranya luka berat, sisanya luka ringan. Rata-rata menderita luka robek. Luka paling parah dialami kernet bus Bali Radiance, Yanto Setiawan (19), dan penumpang bus Tiara Emas Monique Agustia (21) asal Sidoarjo. Keduanya mengalami luka serius dan harus menjalani operasi. Unit Laka Satuan Lalulintas Polres Banyuwangi masih mendalami penyebab kecelakaan tragis itu. Mirisnya, sopir Tiara Mas Arifin Siregar (35) asal Bekasi Barat, Jabar justru kabur. Polisi masih memburunya. ‘’Kami sudah lacak dan koordinasi dengan pengurus bus,’’ kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herd-

iansah Zeinardi. Hasil olah TKP sementara, kecelakaan dipicu bus Bali Radiance yang melaju kencang saat menyalip truk gandeng. Karena jaraknya pendek, bus tak mampu menghindari bus Tiara Mas yang melaju dari arah depan. Sementara sopir bus Bali Radiance Galih Sumantri (37) memilih menyerahkan diri pascakejadian. Hasil tes urine pria asal Malang ini juga negatif menggunakan obat terlarang. Hingga Kamis siang, para korban masih dirawat di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Dua korban yang meninggal dipulangkan ke kampung halaman. Sedangkan satu korban tewas lagi akan dibawa pulang ke Denpasar. (udi)

Selama Denfest, Dishub Rekayasa Lalu Lintas

Denpasar (Bali Post) Denpasar Festival (Denfest) tahun 2018 dibuka Jumat (28/12) ini. Guna mengatasi permasalahan parkir dan mengurai kemacetan saat kegiatan berlangsung, Dinas Perhubungan Kota Denpasar merencanakan rekayasa lalu lintas dan menyediakan kantong parkir. Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Denpasar I Ketut Sriawan, Selasa (25/12) lalu menjelaskan, pada pelaksanaan Denfest tahun 2018, Jalan Gajah Mada tepatnya dari simpang Jalan Krisna-Jalan Gajah Mada ke timur dan Jalan Veteran dari Catur Muka hingga simpang jalan Karna-Jalan Durian akan ditutup total tanggal 28-31 Desember. Sriawan mengatakan pasti akan terjadi penumpukan kendaraan, lantaran antusiasnya masyarakat mengunjungi gelarah acara akhir tahun di pusat Kota Denpasar ini. Pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas dan penyediaan kantong parkir untuk mengantisipasi kemac-

etan yang berkepanjangan. Dari arah barat, yakni Jalan Gajah Mada, jika terjadi penumpukan kendaraan di simpang Jalan Sumatera-Jalan Arjuna, maka pengalihan arus akan dilaksanakan mulai di simpang Jalan Sulawesi-Jalan Kartini. Lebih lanjut dikatakan, dari arah selatan, pihaknya akan melakukan sistem buka-tutup untuk kendaraan yang akan melintas di Jalan Sudirman menuju Jalan Surapati. Itu hanya diberlakukan saat pembukaan dan penutupan saja. Kalaupun nantinya terjadi kemacetan di simpang Jalan Sugianyar-Jalan Beliton, maka kendaraan yang berasal dari arah Jalan Hasanudin akan dialihkan menuju Jalan Sutoyo. Kendaraan dari arah Jalan Sugianyar akan dialihkan menuju Jalan Letda Made Putra. Dari arah utara, pengalihan arus dilakukan di sekitar simpang Jalan Kepundung-Jalan Durian untuk mengurai kemungkinan adanya penumpukan kendaraan saat pelaksanaan Denfest.

‘’Nanti kalau terjadi macet, maka arus dari Jalan Kedongdong menuju Jalan Durian akan ditutup,’’ bebernya. Sementara untuk kantong parkir, Dishub Denpasar turut menyediakan kantong parkir yang berada di sekitar lokasi Denfest. Yakni parkir undangan VIP berlokasi di halaman Kodam IX/Udayana, sedangkan untuk para pengunjung tersebar di masing-masing arah, seperti di Sentral Parkir Pasar Lokita Sari Wisata, Parkir Basement Pasar Badung, Jalan Sulawesi, Jalan Sugianyar, Jalan Beliton, Jalan Sutoyo, Jalan Sumatera, Jalan Veteran, Jalan Udayana, Jalan Durian, dan Jalan Kaliasem yang menggunakan satu sisi pinggir jalan. (kmb12)

Kasasi Ditolak, Korlap Demo Tolak Tambang Terancam Dijemput Paksa

Banyuwangi (Bali Post) Kasus demo tolak tambang emas Tumpangpitu, Banyuwangi, April 2017, masih saja berpolemik. Terbaru, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi terdakwa kasus tersebut, Budi Heriawan alias Budi Pego, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Pria yang menjadi korlap demo tolak tambang ini diganjar hukuman empat tahun penjara oleh hakim agung. Vonis ini lebih berat dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim yang hanya memvonis 10 bulan penjara. Terkait putusan MA, Kejaksaan Negeri Banyuwangi sudah bersiap melakukan eksekusi. Melakukan penahanan Budi Pego. Namun, dua kali dilayangkan panggilan, pria yang divonis terkait logo palu arit dalam spanduk demo tersebut tak kunjung menyerahkan diri ke Kejaksaan. ‘’Dua kali panggilan sudah kami

layangkan. Kami akan layangkan panggilan ketiga. Jika tetap tak datang, pasti akan ada upaya jemput paksa,’’ kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi Thoriq Mulahela, Kamis (27/12) kemarin. Menurutnya, putusan MA bersifat final. Namun, masih ada upaya hukum luar biasa, Peninjauan Kembali (PK) jika terdakwa ingin menempuhnya. ‘’Putusan MA bernomor 1567.K/2018, tertanggal 16 November 2018 itu sudah final, inkracht. Jadi, kami memiliki tanggung jawab melakukan eksekusi,’’ tegasnya. Bahkan, katanya, upaya PK tak akan menunda upaya eksekusi. Dalam putusannya, MA menolak kasasi Budi Pego dan menguatkan putusan PN dan PT. Lalu, kapan Budi Pego akan dieksekusi? Menurut Thoriq, pihaknya masih menunggu petunjuk pimpinan untuk melakukan eksekusi. Apalagi, pihaknya belum mendapatkan

permohonan penolakan putusan MA dari tim kuasa hukum terdakwa. Kuasa hukum Budi Pego, Ahmad Rifai, mengaku kecewa dengan putusan MA. Sebab, lebih berat dari putusan PN dan PT. Parahnya, hingga detik ini, pihaknya belum menerima salinan putusan dari MA. Sehingga belum mengetahui apa yang menjadi pertimbangan hakim agung menjatuhkan vonis lebih berat. Karena itu, pihaknya melayangkan surat penolakan putusan MA ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. ‘’Dasarnya, pasal 270 KUHAP yang mengatur pelaksanaan eksekusi yang menunggu salinan putusan MA. Sebab, salinan putusan belum kita terima, baru petikan amar,’’ tegasnya. Jika eksekusi dipaksakan, pihaknya memastikan akan ada kesewenangan dan pelanggaran HAM. Apalagi, selama ini kliennya sangat kooperatif menjalani

perkara. Sementara itu, sekitar 30 orang perwakilan mahasiswa dan masyarakat sekitar tambang emas kembali melakukan aksi turun ke jalan, Kamis pagi kemarin. Mereka mendatangi Kejaksaan dan Pem-

kab. Tuntutannya, mendesak kejaksaan menunda pelaksanaan eksekusi penahanan Budi Pego. Termasuk, kembali menolak izin pertambangan emas Tumpangpitu. Budi Pego divonis oleh PN Banyuwangi, 23 Januari 2018. (udi)


OPINI

6

Jumat Paing, 28 Desember 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

LPD dan Inkubator Bisnis Pedesaan LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) lahir dari pemikiran yang cerdas. Pemikiran mantan Gubernur Bali Prof. I.B. Mantra ini tentulah harus kita syukuri. Setidaknya kini LPD telah nyata-nyata menjadi pilar penyangga ekonomi pedesaan. Keberadaan LPD juga telah memacu pertumbuhan lapangan kerja dan mendukung permodalan UMKM di desa pakraman. Sebagai mana terurai dalam tujuannya, sejak awal berdirinya LPD tepatnya 34 tahun yang lalu, lembaga yang menjadi kebanggaan Bali ini diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat, melalui simpanan yang terarah serta penyaluran modal yang efektif. LPD berdiri sejak tahun 1984, juga diharapkan dapat menciptakan pemerataan dan kesempatan kerja bagi warga pedesaan, melalui usaha-usaha produktif masyarakat setempat yang dibiayai oleh LPD. Seiring dengan beberapa prestasi yang telah dicapai, kini setelah menginjak usia yang cukup mapan, LPD mengalami beberapa tantangan. Terutama kalau kita mengaca dan mengacu pada prinsipprinsip lembaga keuangan yang konvensional. Merujuk pada pandangan Prof. Ramantha tantangan itu antara lain: (1) Persaingan ketat antara lembaga keuangan sejenis di bidang teknologi, produk, pelayanan, dan suku bunga. (2) Banyaknya dana idle (nganggur), karena perbandingan antara dana yang berhasil dihimpun dengan kredit yang disalurkan tidak ideal. (3) Adanya kredit macet melebihi ambang batas toleransi (5 persen) dan sulit ditagih. Kredit macet di banyak LPD menjadi permasalahan klasik, yang sangat sulit ditangani. Selain itu, manajemen LPD juga sering dihadapkan pada kondisi dilematis, antara harus menegakkan aturan di satu sisi, dan berhadapan dengan masyarakat sendiri yang notabene merupakan pemilik LPD di lain sisi. Kredit macet akan berpengaruh nyata terhadap kesehatan LPD pada sisi kualitas aset. Mencermati tantangan yang ada dan potensi masalah ke depan maka penguatan lembaga ini layak dipikirkan bersama. Pendekatan konvensional dalam pengelolaan LPD mestinya bisa dipadukan dengan pendekatan teknologi perbankan. Modernisasi pengelolaan LPD tentu harus dilakukan mengingat pola-pola layananan keuangan kini banyak bergeser ke smart dan praktis. Hal lain yang perlu dicermati bersama adalah mengefektifkan dan mengoptimalkan dana yang tak terserap. Manajemen LPD tentu harus lebih inovatif dalam memasarkan dana-dana idle ini. Salah satu caranya mungkin dengan merangsang terbentuknya badan usaha milik desa pakraman. Dengan badan ini LPD bisa menyalurkan kredit usaha. Jenis badan usaha milik desa pakraman ini tentu bisa disesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan warga desa pakraman. Untuk bisa mengoptimalkan peran LPD dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat adat adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia LPD. Jiwa kewirausahaan para pengelola LPD perlu terus diasah, agar mereka dapat bertindak sebagai mentor dan panutan dalam inkubator bisnis di tingkat pedesaan. Pengetahuan dan praktik lapangan mengenai modal ventura, wajib mereka kuasai. Dan seharusnya praktik-praktik ventura tidak terlalu sulit bagi masyarakat Bali, karena secara tradisional, kita dari dulu sudah terbiasa dengan sistem bagi hasil, seperti pakadasan hewan, patus, pacingkreman dan sistem kerja sama lainnya. Perubahan pola pikir (mindset) para insan LPD sangat diperlukan, agar prinsip desa, kala, patra dalam pelayanan LPD dapat terwujud. Inovasi haruslah tetap dilakukan agar LPD dapat menjawab tantangan zaman dan persaingan yang semakin ketat.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Reklamasi Teluk Benoa

Masyarakat Bali akhi-akhir ini dikagetkan lagi dengan kelarnya izin dari Menteri Susi Pujiastuti tentang izin lokasi reklamasi untuk Teluk Benoa. Padahal reklamasi Teluk Benoa mendapat penolakan dari sebagian masyarakat Bali sejak diwacanakan. Berpegang pada peraturan yang masih berlaku disebutkan Teluk Benoa sebagai kawasan budi daya yang salah satunya dapat direklamasi. Berbeda dengan peraturan sebelumnya yang merupakan kawasan konservasi yang melarang segala kegiatan selain konservasi dalam hal ini untuk pelestarian kawasan hutan bakau. Saya pun teringat perubahan tata ruang tersebut disebabkan adanya rekomendasi Gubernur Bali. Ada kesan rekomendasi itu mengabaikan aspirasi masyarakat Bali. Saat ini sudah ada Gubernur Bali Wayan Koster yang berkomitmen mendukung perjuangan masyarakat Bali, yang sudah mengeluarkan statemen, ‘’...Bila perlu saya akan bicara dengan Presiden Jokowi, supaya ini betul-betul tidak dijalankan. Tapi dari sisi saya tidak. Jangan khawatir. Pegang omongan saya.’’ Dengan statemen tersebut masyarakat Bali sekarang sudah mulai sedikit lega, karena punya seorang gubernur yang berani dan mau memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Masyarakat Bali akan sangat mendukung perjuangan gubernurnya, mari berikan waktu dan kesempatan kapada Bapak Gubernur untuk berjuang. Masyarakat Bali sangat mengharapkan pada tahap pertama perjuangannya adalah rekomendasi dari gubernur untuk mengubah tata ruang peruntukan Teluk Benoa mengembalikan menjadi kawasan konservasi. Kiranya rekomendasi ini perlu segera dikeluarkan. I GBA Sutedja Mantan Kadis Tata Kota/peduli lingkungan asal Karangasem tinggal di Denpasar

MENGKRITISI AMBIGUITAS KEDUDUKAN LPD Pengertian ambigu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti memiliki makna lebih dari satu, sehingga dapat menimbulkan keraguan. Tentunya keraguan apakah yang penting dikritisi dalam menjaga Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai Budaya Ekonomi Masyarakat Bali? Isu ini tidak terlepas dari Ranperda Desa Adat di tengah berbagai kepentingan dalam rangka membangun desa adat yang diakui, dan dihormati. Sebelum memaparkan masalah ambiguitas yang terjadi perlu dipahami kedudukan Lembaga Perkreditan Desa sebagai salah sata harta kekayaan desa adat/pakraman yang memiliki karateristik berbeda dengan harta desa adat lainnya.

D

Oleh Dr. Anak Agung Ngurah Gede Sadiartha, S.E., M.M.

idirikan dari prakarsa Pemerintah Provinsi Bali saat Ida Bagus Mantra sebagai gubernur dengan tujuan mengentaskan masyarakat Bali dari jerat rentenir akibat dari belum tersentuhnya desa adat dari pelayanan perbankan. Kedudukan LPD sebagai milik desa adat menjadi topik ambiguitas ini. Ambiguitas pertama, selama ini desa adat dan kedudukannya dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 B dan desa adat bersifat otonom, artinya setiap desa adat di Bali memiliki awig-awig sendiri dan bisa berbeda dengan desa adat lainnya, hal ini tidak terlepas konsep desa, kala, dan patra (tempat, waktu, dan keadaan). Dampak perbedaan ini memberikan kesuburan bagi kearifan lokal masing-masing desa adat untuk tumbuh dan berkembang serta memiliki otonomi lokal mengatur kehidupan sosial, budaya dan perilaku krama setempat. Ambigu terjadi manakala kewenangan desa adat dikelola oleh Pemerintah Provinsi

Bali, Hal ini tentu berpengaruh kepada turunan desa adat yakni LPD. Ranperda mengatur terbentuknya lembaga baru seperti Lembaga Otoritas Perekonomian Adat (LOKA) Bali yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pembangunan LPD. Ambiguitas terjadi jika dipertanyakan siapakah pemilik LPD? Dan bagaimanakah kedudukan Lembaga Pemberdayaan LPD atau Badan Kerja Sama LPD serta bagaimanakah berbagai kepentingan dengan pembenaran masing-masing bisa mengatur LPD? Segala hal terkait LPD menjadi kewenangan desa adat, sehingga pemikiran bijak diperlukan untuk menjaga kedudukan LPD tersebut. Hal ini perlu mendapat kajian yang mendalam, sehingga sifat otonom desa adat masih tetap sebagai republik kecil, artinya desa adat masih memiliki hak otonom dalam mengatur adat, budaya, kesenian, masyarakatnya termasuk LPD. Ambiguitas kedua, dalam permasalahan perubahan nama LPD sebagai Labda Pencingkreman Desa Adat. Hal apakah yang dapat menimbulkan keraguan/

ambiguitas? Kita tidak mensakralkan nama LPD sehingga tidak boleh diganti, namun demikian zaman tersebut memiliki peninggalan sejarah yang penting bagi Bali. Tahun berdirinya LPD yakni tahun 1984 hingga saat ini di akhir tahun 2018 telah berusia 34 Tahun. Sesuai dengan data Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Provinsi Bali, bulan November 2018 jumlah LPD di Bali telah mencapai 1.433 LPD dari seluruh desa adat/pakraman yang berjumlah 1.485 atau sudah mencapai 96,5 persen dari yang seharusnya. Daya serap LPD terhadap tenaga kerja lokal seluruh kabupaten/kota se-Bali mencapai 8.640 orang. Kepercayaan krama Bali untuk menempatkan dananya di LPD baik dalam bentuk rabungan sebesar Rp 8,7 triliun dengan jumlah penabung hingga mencapai lebih dari dua juta orang, kepercayaan krama Bali dalam menempatkan dana pada simpanan deposito mencapai lebih dari Rp 9,6 triliun dengan jumlah deposan sebanyak lebih dari 189 ribu orang. Total aset LPD hingga November 2018 sebesar Rp 21,8 triliun. Jika

perubahan nama terjadi karena munculnya upaya agar LPD lebih bernuansa lokal hal ini sah-sah saja. Pemikiran mendalam atas perubahan nama tersebut perlu mempertimbangkan awig-awig LPD yang disahkan di tingkat desa adat, kemudian dipayungi oleh Perda Provinsi Bali serta diakui oleh Undang-undang No. 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro, kita bayangkan betapa besar energi yang diperlukan untuk mengganti nama LPD menjadi Labda Pencingkreman Desa Adat, bukankah hal ini juga harus mengubah undang-undang? Bahkan, nama Lembaga Perkreditan Desa sudah melekat di benak masyarakat Bali bahkan dunia internasional. Branding LPD sangat khas. Jika dibedah makna Lembaga Perkreditan Desa tentunya tersembunyi suatu harapan dari sang penggagas LPD bahwa perekonomian masyarakat Bali akan sangat sulit tumbuh sebagai kekuatan ekonomi desa adat jika tidak tersentuh dengan kredit. Kata ‘’Kredit’’ sendiri berasal dari bahasa Latin credere yang berarti kepercayaan. Si pemberi kredit percaya bahwa uangnya akan kembali. Membangun sifat dapat dipercaya sesungguhnya tersembunyi dari makna ini. Harapan membangun kesejahteraan krama Bali. Dengan bantuan kredit LPD selanjutnya memberikan implikasi positif kepada krama itu sendiri untuk menyimpan hasil usahanya di LPD. Perubahan nama LPD dalam bentuk apa pun sebaiknya dipertimbangkan. Makna penggagas pendirian Lembaga Perkreditan Desa tentunya

Perlukah Resolusi Tahun Baru?

TAHUN 2018 tinggal tersisa beberapa hari lagi. Tahun 2019, yang disebut-sebut oleh sebagian kalangan sebagai tahun politik, bakal segera kita masuki. Sudah barang tentu, banyak asa serta harapan kita gantungkan di tahun yang baru. Sebagaimana telah menjadi tradisi, banyak orang melakukan semacam perayaan alias selebrasi pada momen pergantian tahun. Berlalunya tahun lama dan tibanya tahun yang baru disambut dengan gegapgembita. Tidak sedikit orang menyongsong datangnya tahun baru dengan menghelat pesta khusus. Sementara itu, momen pergantian tahun juga dijadikan oleh banyak orang sebagai momen untuk melakukan resolusi. Secara sederhana, resolusi dapat dimaknai sebagai tekad, niat serta keputusan untuk melakukan sesuatu. Pertanyaannya adalah: haruskah kita membuat resolusi untuk tahun yang baru? Di banyak negara, termasuk di Indonesia, Tahun Baru menjadi hari libur nasional. Sebagai hari libur, tahun baru dijadikan ajang bagi keluarga untuk berkumpul. Tidak sedikit pula yang menjadikan tahun baru sebagai kesempatan untuk melakukan rekreasi istimewa bersama keluarga. Maka, tidak perlu heran pada saat tahun baru, tempat-tempat wisata, baik yang gratisan maupun yang berbayar, dibanjiri pengunjung, baik yang datang secara perorangan maupun secara rombongan. Aktivitas berwisata sendiri saat ini boleh dibilang bukan lagi monopoli gaya hidup kelompok masyarakat kelas tertentu, melainkan telah menjadi gaya hidup nyaris semua lapisan masyarakat. Hal ini dimungkinkan dengan kian meningkatnya pendapatan rata-rata masyarakat kita dan bertambahnya waktu luang yang dimiliki mereka. Pada saat bersamaan,

Oleh Djoko Subinarto kemajuan pesat di bidang transportasi (darat, laut maupun udara) menjadikan mobilitas warga semakin tinggi. Di sisi lain, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ikut pula membawa pengaruh besar dalam pengembangan sektor pariwisata. Berkat teknologi informasi dan komunikasi, para wisatawan kini semakin dimudahkan dalam memenuhi berbagai keperluan mereka, seperti melakukan pemesanan tiket, pemesanan kamar hotel hingga melakukan pilihan pelbagai jenis paket wisata. Teknologi informasi dan komunikasi turut pula mempermudah serta mempercepat promosi beragam jenis destinasi wisata. Sebagai ilustrasi, hanya lewat unggahan foto selfie seorang wisatawan lokal yang diposting di sebuah jejaring media sosial, dan kemudian menjadi viral, sebuah objek wisata dapat langsung menjadi terkenal ke seluruh jagat dan segera mengundang para wisatawan untuk berbondong-bondong datang. Ditilik dari segi manfaat pribadi, melakukan aktivitas wisata sesungguhnya bukan sekadar untuk bersenang-senang semata, tetapi juga berguna bagi pengembangan diri. Dalam salah satu karyanya bertajuk ‘’Seven Reasons WhyTravel Is Important for Yourself Development’’, Rohit (2016) menyatakan bahwa melakukan perjalanan wisata selain dapat semakin mengenal diri kita, menambah percaya diri, meningkatkan kemandirian serta Tanggung jawab dan memperluas wawasan, juga membuat diri kita semakin toleran dan terbuka. Terdapat beragam tradisi yang dilakukan masyarakat di berbagai belahan dunia untuk

menyambut datangnya tahun yang baru. Di Belgia, misalnya, dihari pertama tahun baru, ada tradisi di mana anak-anak membacakan surat yang mereka tulis untuk ayah-ibu atau kakeknenek mereka. Tradisi semacam ini tentulah sangat baik karena dapat melatih anak-anak, sebagai generasi penerus, untuk lebih akrab dengan budaya membaca dan menulis. Di Spanyol, ada tradisi memakan buah anggur dalam merayakan datangnya tahun baru. Jumlah buah anggur yang dimakan adalah 12. Harapannya yaitu bahwa dalam 12 bulan ke depan segala hal baik akan selalu menyertai kita. Sementara itu di Jepang yang sejak tahun 1873 telah mengadopsi sistem penanggalan Masehi -- tahun baru dirayakan selain dengan mengunjungi kuil untuk mendoakan mereka yang telah meninggal, juga dengan menyajikan kue beras (mochi) yang dihias secara khusus di rumah masing-masing. Pesta kembang api dan tiupan terompet menjadi dua hal yang dewasa ini kerap mewarnai datangnya tahuh baru. Adalah hal yang lumrah kita saksikan sekarang ini, terutama di daerah perkotaan, di mana detik-detik datangnya tahun baru disambut dengan dentuman kembang api di angkasa yang kemudian memercikan aneka warna dan bentuk. Berbarengan dengan itu, bunyi terompet berbahan kertas/ plastik pun bersahut-sahutan. Ikhwal suara gaduh, entah itu yang berasal dari dentuman kembang api maupun dari bunyi terompet, dalam menyambut tahun baru boleh jadi merupakan salah satu peninggalan dari era Romawi kuna. Sejumlah sumber menyebut, masyarakat Romawi

kuna percaya bahwa suara gaduh serta bising yang kita buat saat malam pergantian tahun menyebabkan ruh-ruh jahat mengurungkan niatnya untuk mengganggu manusia. Hal lain yang terkait dengan tahun baru adalah resolusi. Banyak orang membuat resolusi untuk tahun baru. Resolusinya bermacam-macam, dari masalah personal seperti menurunkan berat badan hingga ke soal pekerjaan seperti memenuhi targettarget tertentu perusahaan. Ada yang menarik yang bertalian dengan resolusi tahun baru ini. Kajian yang dilakukan oleh Richard Wiseman, psikolog asal Inggris, beberapa waktu silam, sebagaimana dikutip David Ropeik (2013), mendapati bahwa sebagian besar resolusi yang dibuat untuk tahun baru ternyata sama sekali tidak menjadi kenyataan. Dari 3.000 orang yang membuat resolusi tahun baru, dan diteliti oleh Richard Wiseman, 88 persen di antaranya gagal total. Padahal, 52 persen dari mereka menyatakan sebelumnya bahwa mereka optimistik mampu mewujudkan resolusi yang mereka buat. Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini: haruskah kita kita membuat resolusi untuk tahun yang baru? Sudah barang tentu, jawabannya kembali kepada pribadi masing-masing. Yang jelas, dirayakan atau tidak, ada resolusi atau tidak, tahun akan senantiasa berganti. Seiring dengan itu, jatah usia kita pun kian berkurang. Maka, pergantian tahun alangkah lebih baiknya apabila kita jadikan momen untuk berkontemplasi ikhwal apa yang seyogianya kita perbuat dalam mengisi sisa jatah hidup kita di dunia ini. Selamat menyongsong tahun baru dan selamat berkontemplasi!

menginginkan peninggalannya merupakan warisan kebanggaan bagi generasi penerus. Keraguan akan muncul jika nanti setiap pergantian Pejabat Tinggi di Bali, akan terjadi pergantian namakah? dan kita lupa budaya dapat menceritakan kondisi pemimpinnya saat itu. Ambiguitas ketiga masih adanya LPD kurang sehat di akhir November 2018, keraguan muncul sesungguhnya apakah penyebabnya “ Ketidakmampuan SDM kah, ketidakmampuan bersaingkah, atau sulitnya menjaga kepercayaan sehingga terjadi kasus laporan permasalahan LPD kepada pihak berwajib. Ambiguitas dipertanyakan jika LPD masuk ranah hukum positif terus bagaimanakah kita dapat menguatkan awig-awig masing-masing desa adat sehingga permasalahan LPD hanya cukup sampai di desa adat dan diselesaikan oleh paruman desa adat dengan dasar awig-awig LPD. Nah ini perlukan kejelasan supaya desa adat tetap memliki otonomi dan tidak menyelesaikan masalah melalui jalur hukum. Demikianlah pemikiran yang memerlukan kajian bersama dari semua komponen dalam menjaga LPD sebagai milik desa adat serta mengusahakan kemajuan LPD di masa mendatang. Satu hal yang terpenting bahwa lembaga keuangan seperti LPD sangat dipengaruhi kepercayaan masyarakat, tentu perlu kehatihatian menentukan arah LPD. Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia Denpasar

POJOK Gubernur Koster keluarkan pergub larang penggunaan kantong plastik. - Satu langkah maju. *** Banyak fasilitas umum di Klungkung dirusak, Bupati Suwirta marah. - Marah bukan solusi. *** LPD di Bali diajak membangkitkan pelaku wirausaha muda Bali. - Selamatkan ekonomi dan budaya Bali.

Penulis adalah kolumnis dan blogger

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Paing, 28 Desember 2018

7

TABANAN

Naik Signifikan, Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot

TANAH LOT - Wisatawan menikmati panorama Tanah Lot.

Galungan, UGD BRSU Tabanan Tangani 77 Pasien Tabanan (Bali Post) Saat seluruh umat Hindu melaksanakan hari raya Galungan, sejumlah tenaga medis di BRSU Tabanan justru disibukkan dengan pasien yang memerlukan penanganan medis, baik yang bersifat emergency maupun perawatan kesehatan rutin. Dari data Humas BRSU Tabanan, pada Galungan atau Rabu (26/12) lalu jumlah yang ditangani sebanyak 77 pasien. Dari jumlah tersebut, lima pasien menjalani operasi. Ta k hanya p ela yana n darurat di UGD, pelayanan kesehatan lainnya juga berjalan seperti biasa saat Galungan. Layanan rawat inap diisi 14 pasien dan rawat jalan 56 pasien. Di samping juga pelayanan untuk kasus bedah sebanyak 33 pasien, interna sebanyak 41 pasien dan anak sebanyak tiga pasien. Ruang bersalin partus normal diisi dua pasien dan observasi sebanyak enam pasien. ‘’Layanan rawat inap, rawat intensif dan IGD tetap berjalan sesuai jadwal. Begitu pun tindakan emergency tetap berjalan dengan sistem on call,’’

kata Dirut BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila, M.Kes., Kamis (27/12) kemarin. Dikatakannya, petugas medis dibagi tiga shift jaga, sehingga masyarakat yang hendak berobat dapat pelayanan kesehatan secara optimal. ‘’Dokter UGD ada tiga orang, perawat UGD 10 orang, perawat kamar operasi satu regu, ini semua untuk satu shift,’’ terangnya. Sementara untuk dokter spesialis jaga menerapkan sistem on call. Begitu pun tenaga cadangan seperti petugas laboratorium, petugas rontgen dan pegawai farmasi, disiapkan dengan sistem on call. Artinya, bila dibutuhkan mereka bisa segera dihubungi. ‘’Sementara yang bertugas untuk jaga di ruangan tetap seperti biasa,’’ jelasnya. Menurutnya, petugas kesehatan disiagakan di masing-masing ruangan yang telah ditentukan untuk melayani kebutuhan masyarakat yang hendak berobat. ‘’Untuk ambulance service disiapkan tiga unit dengan sati tim standby,’’ imbuhnya. (kmb28)

Bali Post/ist

Tabanan (Bali Post) Liburan sekolah, apalagi bertepatan dengan libur hari raya keagamaan, tingkat kunjungan sejumlah objek wisata meningkat tajam. Tak terkecuali di DTW Tanah Lot. Pengelola pun mengefektifkan pemasangan rambu-rambu petunjuk yang lebih mendetail dan CCTV untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Kamis (27/12) kemarin mengungkapkan, dari Januari sampai 24 Desember kunjungan wisatawan ke Tanah Lot sudah di angka lebih dari 3 juta orang. Khusus pada musim liburan saat ini, wisatawan kebanyakan berasal dari Jakarta, Malang, Surabaya, Makassar dan Solo. Hal ini dapat diketahui dari nomor polisi kendaraan yang digunakan wisatawan. Meski terjadi kenaikan kunjungan cukup signifikan, Toya memastikan seluruh sarana dan prasarana di Tanah Lot cukup memadai. Apalagi sekarang infrastrukturnya sudah lebih tertata, khususnya areal parkir.

Ditambahkannya, menyambut Tahun Baru 2019, manajemen menggelar open house selama 3 hari, yakni 30 dan 31 Desember 2018, serta 1 Januari 2019 di depan kantor Manajemen Operasional DTW Tanah Lot. Kegiatan ini sebagai ungkapan terima kasih kepada para pelaku pariwisata, khususnya yang telah mendukung pengembangan Tanah Lot. Ini sekaligus ajang promosi DTW Tanah Lot. Sementara itu, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di Tanah Lot. Seperti halnya Made, salah satu pembuat tato temporary di Pasar Tanah Lot. Saat liburan, stan tato temporary-nya diserbu wisatawan baik domestik maupun mancanegara. ‘’Kalau seminggu kemarin kebanyakan para pelajar Jawa yang mampir. Selain itu, Taiwan dan India juga masih lumayan,’’ ucapnya. Meski banyak pesaing, namun bagi Made setiap orang sudah memiliki rejeki masing-masing. Jadi, dia tidak terlalu memikirkan hal itu, apalagi sudah ada aturan main yang sudah disepakati antarpemilik usaha. (kmb28)

DLH Efektifkan Petugas, TPA Siapkan Lahan Kosong Tabanan (Bali Post) -

Di tengah keterbatasan armada, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan berupaya sigap menangani sampah pascahari raya Galungan. Jangan sampai sampah upakara mengganggu estetika kawasan Kota Tabanan dan menimbulkan persoalan sosial. Hal ini diungkapkan Kepala DLH Tabanan A.A. Raka Icwara, Kamis (27/12) kemarin.

PETUGAS - Petugas kebersihan membersihkan sampah di kawasan Kota Tabanan.

Bali Post/bit

Menurutnya, hingga kemarin volume sampah belum mengalami peningkatan signifikan. Pihaknya memprediksi lonjakan sampah, khususnya bekas upacara keagamaan akan terjadi selama dua sampai tiga hari ke depan. Penanganan sampah dilakukan secara bertahap. Sebanyak 65 personel disiagakan berikut armadanya. ‘’Tidak ada penambahan personel. Petugas tetap bekerja seperti hari biasa. Begitu juga dengan shift pengambilan sampah, disamakan seperti hari biasa. Artinya kita cicil. Yang penting tidak sampai meluber,’’ imbuhnya. Karena tidak ada penambahan shift, pengangkutan sampah diakui Raka Icwara tidak bisa diangkut secara maksimal hari itu juga, melainkan akan dituntaskan di hari berikutnya. Meski demikian, pihaknya menerapkan skala prioritas untuk sejumlah kawasan. Kepala UPT TPA Sembung Gede Ni Luh Sukartini juga menyampaikan, hingga kemarin belum ada peningkatan volume sampah yang masuk ke TPA. ‘’Masih seperti rutinitas biasa. Mungkin besok (hari ini - red) atau lusa (besok - red) baru ada peningkatan volume sampah khususnya sampah upakara,’’ ucapnya. Guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan volume sampah pascahari raya, pihaknya telah menyiapkan lahan khusus sekitar 50 meter persegi sebagai tempat penampungan. ‘’Seperti biasanya, kami menyiapkan tempat agar bisa menampung sampah yang masuk ke TPA. Setelah usai hari raya, baru kita mengadakan penataan dan pemadatan,’’ ucapnya. Menurut Sukartini, normalnya volume sampah yang masuk ke TPA per harinya adalah 150 meter kubik hingga 200 meter kubik. Dari pengalaman sebelumnya, sepekan setelah hari raya Galungan volume sampah bisa meningkat menjadi 250 meter kubik, hingga 300 meter kubik. (kmb28)

Pengelola Ulun Danu Beratan Garap Wisata Taman Bunga Tabanan (Bali Post) Pengelola DTW Ulun Danu Beratan tengah membuat taman bunga dengan luas sekitar 5 hektar. Penataan kawasan sudah rampung 40 persen. Ditargetkan Juni 2019, taman bunga tersebut sudah bisa dibuka untuk umum. Manajer DTW Ulun Danu Beratan, Wayan Mustika mengatakan, destinasi wisata baru ini dibangun di lahan pelaba Pura Ulun Danu Beratan, tepatnya di Banjar Batusesa Desa Baturiti Kecamatan Baturiti. Setelah rampung, rencananya akan dikelola mandiri oleh manajemen DTW Ulun Danu Beratan, bekerja sama dengan pangempon Pura Ulun Danu Beratan. ‘’Dari luas 5 hektar itu, 2 hektar akan dibangun hamparan bunga. Lokasinya tepat di selatan The Shilas,’’ ujarnya, Kamis (27/12) kemarin. Dikatakannya, di taman bunga yang diberi nama The Bloom Garden ini pengunjung bisa memetik buah dan sayuran. Tempat ini juga dilengkapi fasilitas perkemahan dan outbound. ‘’Sengaja kami bangun untuk menjawab kebutuhan sarana hiburan khusus taman bunga di Bali,’’ ucapnya. Mustika menegaskan, The Bloom Garden masih satu kesatuan dengan DTW Ulun Danu Beratan karena masih satu badan pengelola. Ia pun mengaku tak khawatir jika nantinya wisatawan lebih banyak mengunjungi The Bloom Garden dibandingkan Ulun

Danu Beratan. ‘’Nanti akan disediakan satu kendaraan untuk mengantarkan para pengunjung ke taman bunga tersebut. Jadi kami akan fasilitasi. Yang ingin menginap, kami sediakan tenda dan lain-lain,’’ bebernya. Terkait potensi wisata baru ini, manajemen juga telah melakukan studi banding ke Singapura untuk mengkonsep pembangunan The Bloom Garden. ‘’Kami harapkan dengan dibangun

taman bunga ini mampu mendongkrak wisatawan berkunjung ke Kecamatan Baturiti,’’ harap Mustika. Untuk tiket, direncanakan sama dengan tiket masuk ke DTW Ulun Danu Beratan. Wisatawan mancanegara dewasa dikenakan Rp 30 ribu

per orang dan anak-anak Rp 15 ribu per orang. Sementara wisatawan domestik dewasa Rp 20 ribu per orang dan anak-anak lokal Rp 10 ribu per orang. ‘’Sistem pemungutan tiket kami akan gunakan e-ticketing,’’ katanya. (kmb28)

FASILITAS - Fasilitas wisata berupa taman bunga yang tengah dibangun manajemen DTW Ulun Danu Beratan. Diharapkan fasilitas ini mampu mengembangkan wisata taman bunga di Kecamatan Baturiti.

Bali Post/bit


BULELENG

8

Jumat Paing, 28 Desember 2018

Digulirkan, Edukasi Teknik Menenun

Cegah Songket Desa Jineng Dalem Punah Singaraja (Bali Post) – Keberadaan kerajinan tenun songket khas Desa Jineng Dalem, Kecamatan Buleleng belakangan ini relatif menghadapi persoalan serius. Faktanya, jumlah perajin semakin berkurang, malah menyisakan segelintir tukang tenun saja. Namun, keberadaan kerajinan warisan leluhur itu tidak dikehendaki terjadi kepunahan. Karena itu Pemerintah Desa Jineng Dalem kemudian menggulirkan edukasi tentang teknik menenun. Perbekel Desa Jineng Dalem Ketut Ardika mengungkapkan hal itu saat dialog interaktif Geliat Buleleng di Radio Singaraja FM, belum lama ini. Menurutnya, tandatanda kerajinan tenun songket di desanya itu berkurang malah sudah sejak beberapa tahun terakhir ini. Hal itu disebabkan lemahnya akses pasar. Pihak perajin juga ada kesulitan mendapatkan permodalan guna mendukung berkreasi produk tradisional itu. Karena kendala itu, tidak heran kalau sebelumnya tukang tenun songket di desa itu hanya menyisakan empat usaha saja di semua dusun. Jadi hanya ada 45 perajin. Penenun lainnya terpaksa menutup usaha mereka itu. Selain perajin itu minim modal, usia perajin itu sudah lanjut usia (lansia), sehingga kalau

tidak secara sistematis dibentuk regenerasi muda yang ekspert, maka dipastikan tidak ada penerus kerajinan tradisional songket itu. ‘’Ini sebetulnya masalah serius terjadi di desa kami. Sudah sejak lama faktanya demikian. Penenun songket itu dari segi jumlah memang kebanyakan sudah gulung tikar. Mereka bukan saja mengalami kesulitan modal. Mereka juga tak mampu memasarkan secara memadai songket itu,’’ katanya. Tidak ingin usaha tenun di desanya itu punah, karena itu pemerintah desa secara perlahan merangsang anak-anak sekolah atau generasi muda untuk mengenali dan mencintai kerajinan tenun songket di desanya itu. Untuk transformasi itu pemerintah desa mengalokasikan

Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat untuk pelatihan menenun songket itu. Pelatihan ini dikemas dalam kegiatan pasraman. Pelaksanaannya sengaja bersamaan masa libur sekolah dan momen tertentu. Pelatihan menenun itu menjadi penting dilakukan kepada generasi muda. Sebab, keberadaan penenun sekarang ini adalah orang-orang tua. ‘’Sebetulnya perajin itu sudah banyak memasuki masa tidak produktif. Kenapa mereka belum diganti oleh anak anak usia produktif, karena tidak ada yang tertarik jadi penenun, sehingga hal itu kita tangani terlebih dahulu,’’ ujarnya. Pihaknya bertugas memberikan pemahaman tentang warisan tenun ini, sehingga kalau mereka sudah kenal otomatis ada motivasi anak-

anak itu mencintai kerajinan tenun itu, sehingga dengan sendirinya nanti generasi muda itu tertarik menjadi tukang tenun songket ini. Selain upaya menyiapkan generasi penerus yang menggeluti usaha tenun, pemerintah desa juga merancang program meningkatkan akses pasar produk songket yang dihasilkan itu. Ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dwi Amertha Sari yang sudah dibentuk. Lewat BUMDes itu tidak saja meningkatkan pemasaran, tetapi lembaga ini juga didorong menyediakan kredit modal usaha. Dengan cara itu, Ardika optimis warisan tenun songket di desanya itu akan berkembang baik. Dipercaya juga akan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan demikian produk songket itu otomatis menjadi ciri khas desa itu sendiri, bukan di desa lainnya lagi. ‘’Kami sudah berkomitmen dan BUMDes juga sudah menyiapkan program, sehingga tenun songket itu selain menjadi sektor

usaha bagi masyarakat, juga menjadi brand bagi desa kami dan tidak diproduksi di desa lainnya,’’ katanya. (kmb38)

Usai Perayaan Galungan, Volume Sampah Naik 20 Persen Singaraja (Bali Post) – Tingginya aktivitas masyarakat saat perayaan Galungan, membuat terjadi peningkatan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, volume sampah meningkat 20 persen dibandingkan di hari normal. Kepala DLH Buleleng Putu Ariyadi Pribadi, Kamis (27/12) kemarin, mengatakan peningkatan volume sampah saat hari besar keagamaan karena adanya peningkatkan aktivitas penduduk yang mempersiapkan perayaan Galungan. Dari pengamatannya, peningkatan volume sampah sebagian besar sampah organik seperti sisa sarana upakara. Sampah itu langsung ditimbun di areal TPA milik pemerintah di Desa Bengkala, Kubutambahan. ‘’Peningkatannya sekitar 20 persen dari volume hari normal. Semua itu dikirim ke TPA karena didominasi sampah organik, sehingga tidak kita lakukan pemilahan,’’ katanya. Peningkatan volume sampah, kata Ariyadi berpengaruh terhadap daya tampung di kontener dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Singaraja. Mengantisipasi terjadinya luberan sampah, petugas kebersihan dan armada pengangkut sampah terus dioptimalkan. Dengan cara itu pihaknya menjamin tidak terjadi luberan sampah di luar lokasi kontener dan TPS. Pihaknya meminta warga membuang sampah di dalam kontener atau di lokasi TPS legal yang dilayani armada angkutan DLH Buleleng. ‘’Potensial terjadi luberan. Kami sudah tangani dengan mengoptimalkan pengangkutan. Petugas kebersihan juga bekerja secara optimal, sehingga dipastikan tidak sampai ada sampah yang meluber,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

TURNAMEN CEKI – Sebanyak 40 peserta mengikuti turnamen ceki di Balai Banjar Adat Banjar Tegal, Kamis (27/12) kemarin.

Turnamen Ceki, Media ’’Manyama Braya’’

Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 40 peserta mengikuti turnamen ceki bertepatan hari umanis Galungan di Balai Banjar Adat Banjar Tegal, Kamis (27/12) kemarin. Turnamen ini digulirkan Sekaa Truna Jnana Yogena mewadahi hobi para pemain ceki, sehingga tidak menjadikan permainan ceki itu sebagai ajang judi (taruhan uang - red). Yang tidak kalah pentinggnya, event ini dilaksanakan sebagai media silaturahmi bagi warga untuk dapat menjaga hubungan manyama braya sesama warga, serangkaian Galungan dan Kuningan.

Ketua Panitia Gede Pandri Hendranata mengatakan, permainan ceki itu merupakan salah satu olahraga rekreasi. Organisasi olahraga itu ada di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Sesuai regulasi permainan, peserta yang keluar sebagai pemenang adalah mereka yang paling banyak mengumpulkan poin. Nilainya diklasifikasikan sebagai berikut. Seperti ngandang nilai poinnya dua. Sedangkan ngematiang hanya mendapat satu poin. ‘’Turnamen ini sebagai media menyalurkan hobi tanpa harus berjudi. Kere-

teria penentuan pemenang ditentukan berdasarkan pengumpulan poin dalam setiap pertandingan,’’ katanya. Pada turnamen yang berlangsung sehari itu, peserta Ketut Santika alias Cuplis keluar sebagai juara pertama. Atas prestasi itu, dia mendapat hadiah piala, piagam dan uang sebesar Rp 1,5 juta. Kemudian disusul Made Sutarma sebagai juara kedua mendapatkan piala, piagam dan uang Rp 1 juta. Di tempat ketiga Putu Suardiana yang akrab dipanggil Putu Kulik, itu menerima hadiah sama termasuk uang Rp 500.000. (kmb38)

LONJAKAN SAMPAH – Menjelang hari raya Galungan, Rabu (26/12) lalu, memicu lonjakan volume sampah yang didominasi sampah sisa bekas upakara.

Irigasi Subak Musi Rusak Diterjang Banjir Bandang

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan

3477

DPRD Buleleng

22713

Polres Buleleng

22510, 21841

Polsek Tejakula

28541

Polsek Kubutambahan

23012

Polsek Sawan

24900

Polsek Singaraja

22566

Polsek Sukasada

25791

Singaraja (Bali Post) – Infrastruktur pertanian di subak Mekar Sari Desa Musi, Kecamatan Gerogak terdampak banjir bandang, Sabtu (23/12) malam lalu. Air yang mengairi 27 hektar sawah di desa itu sekarang terganggu. Layanan air bersih untuk warga Dusun Madan, Desa Musi terhambat. Tampak pasokan air bersih yang ada masih keruh sampai Kamis (27/12) kemarin. Klian Subak Mekar Sari I Wayan Sulatra mengatakan, akibat banjir bandang irigasi yang bersumber dari Sungai (tukad) Soca dan Sungai Sente mengalami kerusakan. Demikian juga bangunan empelan mengalami hal yang sama. Infrastruktur pertanian lokasinya di areal hutan lindung di hulu desa.

Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan volume kerusakan sarana pertanian tersebut. Rencananya, Jumat (28/12) hari ini krama subak melaksanakan gotong royong untuk memperbaiki saluran irigasi. Kerusakan ini bukan pertama kali terjadi. Pada tahun 2016 banjir bandang merusak irigasi dan delapan lokasi empelan. Pasca kejadian, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng melakukan perbaikan menggunaan pipa dan membuat senderan dengan memasang kawat batu beronjong. “Setelah banjir bersamaan dengan Galungan, kami belum bisa memastikan volume irigasi yang rusak. Sejak

bencana itu, aliran air kecil. Air hanya cukup untuk memberikan minum atau memandikan sapi saja,” katanya. Irigasi, kata Sulatra sangat diperlukan agar bisa kembali mengalirkan air secara memadai. Apalagi akan memasuki musim tanam mulai Februari sampai awal Maret 2019. Kalau kerusakannya tidak diperbaiki, maka pihaknya mengkhawatirkan puluhan orang petani kesulitan menanam padi. Dia berharap instansi terkait bisa membantu petani memperbaiki kerusakan irigasi. “Kami perlu kawat batu beronjong untuk memperbaiki irigasi yang rusak. Sebelum musim tanam nanti, air sudah bisa dialirkan, tapi kalau tidak bisa, maka kami tidak bisa menanam pada

awal tahun,” katanya. Perbekel Desa Musi Kecamatan Gerokgak Nyoman Arya Suwabawa mengatakan, kerusakan irigasi di hulu desa juga menganggu layanan air bersih di desanya. Pasokan air bersih setelah banjir bandang sampai kemarin masih keruh. Situasi ini dialami sekitar 200 kepala keluarga (KK) warga Dusun Madan. Sejak gangguan air bersih untuk sementara warga memanfaatkan bantuan air bersih yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng. “Airnya sudah mengalir, tapi keruh. Bersama subak nanti kami akan melaksanakan gotong royong, agar layanan air bersih itu bisa kembali normal,” jelasnya. (kmb38)

19 Desa di Buleleng Belum Membentuk BUMDes Sampai akhir tahun ini tercatat 19 desa di Buleleng belum membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ini karena pemerintah desa bersangkutan dan perangkatnya belum berinisiatif membentuk lembaga yang potensial menggerakan perekonomian di desa itu. Namun, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng terus mendorong perbekel bersama perangkatnya segera membentuk BUMDes. Lalu, ada kendala apakah sehingga BUMDes belum terbentuk?

DARI data yang diperoleh di PMD Buleleng, terkuak bahwa desa yang sudah membentuk BUMDes sebanyak 110 desa. Banyaknya desa yang sudah membentuk BUMDes sejak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggulirkan program Gerbang Sadu. Pada program Gerbang Sadu itu desa diberikan ‘’jatah’’ untuk modal usaha BUMDes. Bukan saja jumlah desa yang sebagian besar mengelola BUMDes, tetapi sebagian besar perkembangan usahanya tergolong maju. Ini seperti BUMDes Tajun, Kecamatan Kubutambahan yang tercatat memiliki aset terbesar. Di samping itu segmentasi usaha yang dijalankan juga tergolong beragam. Keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) setempat berjalan baik dan saling menguatkan.

Kepala Dinas PMD Buleleng Made Subur, S.H. belum lama ini mengatakan pemerintah daerah mengingatkan agar semua desa di daerahnya mengelola BUMDes. Ini karena peran lembaga potensial mengembangkan segala potensi di desa bersangkutan. Selain itu, keberadaannya dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi kalangan generasi muda desa. Terkait modal usaha desa sendiri bisa mengalokasikan Dana Desa (DD) yang rutin dikucurkan setiap tahun. Meskipun peluang membentuk BUMDes terbuka lebar, namun 19 desa yang belum membentuk BUMDes karena pemerintah desa tidak berinisiatif. Pemerintah Desa sendiri tidak mengalokasikan anggaran ketika membahas APBDes. Dari belasan desa, beberapa di antaranya sudah berinisiastif mem-

bentuk BUMDes. Malah mereka tinggal melengkapi persyaratan administrasi saja dan juga menyiapkan kebutuhan SDM-nya. ‘’Tidak ada alasan desa tidak membentuk BUMDes. Dipercaya lembaga itu mampu menggerakkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja. Kalau urusan modal bisa memanfaatkan Dana Desa (DD) yang diterima setiap tahun,’’ katanya. Pihaknya, kata Subur, tidak saja mendorong agar desa berinisiatif membentuk BUMDes, Dinas PMD malah sudah memprogramkan peningkatan kinerja sumberdaya manusia (SDM) pengelola BUMDes itu sendiri. Ini dilakukan dengan melaksanakan pelatihan terkait manajemen usaha. Penguatan kinerja SDM, selain bekerja sama dengan para praktisi di bidangnya, juga

melibatkan pengelola BUMDes yang sudah mapan untuk saling membagi tips dan trik mengelola sebuah lembaga ekonomi mikro. Tidak cukup SDM handal saja. Namun perlu keahlian dalam hal pembukuan. Tidak kalah penting juga berkaitan perhitungan pajak. Untuk memberikan pemahaman pada bidang pajak PMD juga telah memprogramkan pelatihan bagi pengelola BUMDes. Pelatihan bekerja sama dengan lembaga terkait di bidangnya. ‘’Kita terus pacu SDM. Masalah pembukuan dan pajak sangat riskan memicu BUMDes kolaps, sehingga kami turunkan tim ke desa-desa untuk melakukan pembinaan dan juga pelatihan singkat dalam hal pajak dan pembukuan usaha mikro di daerah kita,’’ katanya. (mud)

Made Subur

Bali Post/mud


Jumat Paing, 28 Desember 2018

GIANYAR

9

Mohon Keselamatan Umanis Galungan

Warga Taro Gelar Ritual ’’Ngelawang’’ di Pura

Bali Post/nik

NGELAWANG - Sejumlah warga mengikuti tradisi ngelawang di Desa Pakraman Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kamis (27/12) kemarin.

NGELAWANG barong menjadi fenomena rutin saat perayaan Galungan dan Kuningan. Ngelawang biasanya dilakukan di jalanan, khususnya di depan rumah. Berbeda halnya dengan upacara ngelawang yang digelar di Desa Pakraman Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Di desa ini ribuan warga mengikuti ritual ngelawang bersamaan dengan Umanis Galungan, Kamis (27/12) kemarin. Pelaksanaan tradisi ngelawang yang juga disebut ngelungang ini diikuti ribuan warga, dengan dipusatkan di Desa Pakraman Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Ngelawang di desa ini dilakukan setiap enam bulan sekali dengan berjalan kaki dari satu desa ke desa lainnya, hampir diikuti seluruh desa pakraman yang berada di amunduk Ubud atau wilayah utara Ubud. Dipusatkan di desa ini, seluruh

tapakan Ida Bhatara berperawakan Barong dan Rangda dihaturkan upacara khusus di dua lokasi, yakni Pura Puseh dan Pura Bale Agung desa pakraman setempat. Pemangku setempat, I Wayan Tagil Kumara Nata, menerangkan tradisi ini diawali dengan upacara di Pura Puseh dan dilanjutkan di Pura Bale Agung. Di Pura Puseh tapakan Ida Bharata menghadap ke timur atau ke arah palinggih, bertujuan tangkil dan nunas kesidian, kesaktian seluruh tapakan Ide Bhatara. ‘’Di pura ini seluruh Ida Bhatara disebut tangkil untuk nunas kesidian seluruh tapakan,’’ katanya. Selain itu, kata Tagil Kumara Nata, ritual ngelawang juga dilakukan sebagai salah satu bentuk tolak bala, atau menetralisir pengaruh negatif alam semesta. ‘’Tradisi ini untuk memohon keselamatan,

khususnya untuk keharmonisan alam,’’ ujarnya. Usai prosesi di Pura Puseh ini digelar, seluruh tapakan Ida Bhatara diiringi warga menuju Pura Bale Agung dan dilanjutkan simpang di setiap pura desa pakraman yang dilintasi. Akibat jauhnya jarak, tak jarang tradisi ini berlangsung hingga tengah malam. ‘’Untuk kembali ke desa pakraman masing-masing membutuhkan waktu panjang hingga malam hari,’’ katanya. Meski demikian, tidak mengurangi semangat warga. Tradisi sehari setelah Galungan ini tetap berjalan setiap enam bulan sekali. Sementara khusus bagi desa pakraman yang sedang mengalami cuntaka atau halangan, biasanya akan memilih hari lainnya yang disesuaikan dengan situasi dan keputusan krama adat setempat. (nik)

Jelang Tahun Baru

Polisi Cek Peredaran Kembang Api Gianyar (Bali Post) Menjelang perayaan tahun baru polisi melakukan perburuan petasan dan kembang api yang dijual tanpa izin. Sudah ada sejumlah toko yang disasar jajaran Polres Gianyar. Sejumlah barang bukti juga diamankan di Mapolres Gianyar. Kasubsatgas Sidik Polres Gianyar Iptu Wayan Antariksawan, S.H. mengatakan hal itu, Kamis (27/12) kemarin. Menurut Antariksawan, polisi saat ini masih melakukan penjaringan terhadap peredaran kembang api dan petasan di wilayah Gianyar, serangkaian Operasi Lilin Agung 2018. Dikatakan, upaya ini dilakukan dengan pengecekan ke sejumlah toko. ‘’Yang dicek itu nota pembelian dari sub agen,’’ jelasnya. Antariksawan mengatakan, polisi sudah melakukan pengecekan pada toko di seputaran Kecamatan Blahbatuh. Dari pengecekan itu, polisi hanya menemukan satu toko yang tidak memiliki nota pembelian dari sub agen. ‘’Dari tiga toko, hanya satu yang tidak memiliki nota pembelian dari sub-agen,’’ katanya. Antariksawan menambahkan, kembang api yang dijual

di toko tersebut merupakan sisa penjualan satu tahun lalu. Karena tidak memiliki nota pembelian dari sub agen, sehingga kembang api tersebut diamankan tim Operasi Lilin 2018 ke Mapolres Gianyar. ‘’Jumlahnya ada sekitar puluhan kembang api,’’ katanya. Antariksawan menegaskan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan pada toko lain di wilayah Gianyar. Pengecekan akan terus dilakukan sebelum perayaan tahun baru. ‘’Setelah Hari Raya Galungan ini, kami akan turun lagi melakukan pengecekan,’’ tegasnya. Sebelumnya, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, pihaknya sudah menerima sejumlah permintaan terkait pesta kembang api pada

Bali Post/kmb35

RAMAI - Warga tampak ramai mengunjungi Pantai Lebih saat Umanis Galungan, Kamis (27/12) kemarin.

Bali Post/kmb35

KEMBANG API - Polisi saat melakukan pengecekan penjualan kembang api di wilayah Gianyar, belum lama ini. pergantian tahun ini. Salah satunya permintaan dari Hotel Alila Ubud dan pesta kembang api di Lapangan Astina Gianyar. ‘’Sementara baru dua itu saja yang men-

gajukan permohonan pesta kembang api,’’ katanya. Namun, kata dia jajaran kepolisian tetap melakukan pemantauan terhadap kembang api yang diperjualbelikan

di sejumlah pasar. ‘’Kembang api yang dijual di jalan dominan sudah ada izin, tapi tetap akan kami cek peredaran kembang api liar di warungwarung,’’ tegasnya. (kmb35)

Nelayan Diimbau Waspadai Cuaca Buruk Gianyar (Bali Post) Cuaca buruk diprediksi sewaktu-waktu akan terjadi di kawasan pesisir. Kendati demikian, para nelayan di sepanjang pantai di Gianyar masih melaut seperti biasa. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar tetap mengimbau nelayan agar waspada. Nelayan Pantai Lebih I Wayan Weta yang juga Koordinator Pos I Bala-

wista Pantai Lebih mengatakan, adanya prediksi cuaca buruk yang menerjang wilayah pesisir Bali, belum terlihat di kawasan Gianyar. Dikatakan, ombak yang ada saat ini masuk kategori normal. Ombak tidak seganas Agustus lalu sampai ke daratan, bahkan sampai merusak fasilitas umum maupun pura. ‘’Sementara pantauan kami baik-baik saja,’’ ujarnya.

Namun, ia mengakui selama hari raya Galungan, mulai Penampahan hingga Umanis Galungan, nelayan menggulung layar. Dikatakan, para nelayan akan kembali beraktivitas pada Jumat ini hingga pekan depan. ‘’Aktivitas nelayan normal,’’ jelasnya. Walau semua tampak normal, Weta yang juga petugas Balawista mengatakan pihaknya tetap siaga dengan segala hal

yang akan terjadi. ‘’Kami anggota Balawista selama hari raya mulai Natal, Galungan sampai Kuningan akan selalu stand by di pantai,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar Anak Agung Oka Digjaya mengatakan, beberapa hari terakhir cuaca di kawasan pesisir Gianyar tergolong masih bersahabat. Ken-

dati begitu, pihaknya tetap menekankan kepada nelayan untuk waspada. ‘’Harus tetap waspada,’’ tegasnya dihubungi via telepon. Oka Digjaya juga mengimbau masyarakat supaya mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang yang menimbulkan longsor, pohon tumbang dan lainnya. ‘’Kami terus menyiagakan petugas untuk mengantisipasi bencana,’’ tegasnya. (kmb35)

Penganiaya Siswi SMK Diajak Syuting Film

Gianyar (Bali Post) Kasus penganiayaan siswi SMK di seputaran Ubud yang sempat viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu, ternyata sudah berakhir damai. Kasus ini memang patut dijadikan pelajaran agar tidak terulang kembali. Kini pelaku penganiayaan yang disebutsebut anggota geng cewek itu diajak bermain film membantu pemeran utama selebgram Bali, Hai Puja.

Pembuatan film tersebut diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar yang bersinergi dengan Kadek Ariasa selaku komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali. ‘’Tujuan utama pembuatan film ini untuk mengimbau masyarakat menghindari kekerasan terha-

Bali Post/kmb35

SYUTING - Suasana syuting yang melibatkan dua anggota geng cewek, yang kini juga mengampanyekan ‘’Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak’’.

dap perempuan dan anak, khususnya di Kabupaten Gianyar,’’ kata Kadek Ariasa. Menurut Ariasa, dua anggota geng cewek ini dilibatkan sebagai pemeran pendukung Hai Puja dan Mister Josh. Dikatakan, film dalam dua tayangan itu akan dirilis ke publik pada Januari 2019. ‘’Pertama durasi film di Youtube 1,5 jam. Sedangkan durasi 5 menit untuk disebarkan ke kalangan pariwisata di Gianyar,’’ jelas Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu. Ariasa menambahkan, film tersebut dibuat dengan latar belakang fenomena berita dan informasi terkait beberapa kasus seks online yang melibatkan anak sebagai korban. Selanjutnya, dua anggota geng cewek itu dilibatkan karena dipandang punya potensi akting. ‘’Video viral gadis-gadis yang berkelahi di Ubud itu kami tonjolkan. Mereka diceritakan sudah sadar dan bisa menunjukkan hal positif, salah satu potensi dirinya dengan berakting,’’ jelasnya. Dengan film tersebut, kata Ariasa, anggota geng cewek itu bisa punya wadah yang baik dalam menyalurkan bakat akting. ‘’Film ini untuk mewadahi hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat sekaligus sebagai bukti mereka bisa berubah dan bisa berbuat sesuatu yang lebih baik,’’ terangnya. Ariasa berharap pembua-

tan film ini bisa cepat rampung. ‘’Saat syuting sempat terkendala hujan. Tapi secara umum berlangsung alami dan sukses. Semoga editingnya dilancarkan dan bisa tayang Januari tahun depan,’’ ujarnya. Ariasa menambahkan, film ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat terkait busana adat Bali. Hal

Umanis Galungan, Pantai Lebih Ramai Dikunjungi Warga Gianyar (Bali Post) Lantaran terus digempur abrasi, kawasan pesisir Pantai Lebih Kabupaten Gianyar sudah lama dipasangi dinding penahan ombak dari batu. Meski tidak memiliki pantai berpasir, kawasan pantai yang terkenal dengan stan kuliner ini tetap ramai dikunjungi warga. Khususnya untuk mengisi waktu di hari Umanis Galungan, Kamis (27/12) kemarin. Pantauan Bali Post, tingginya kunjungan ke Pantai Lebih sudah terlihat sejak Kamis siang kemarin. Mereka nampak datang khusus untuk menikmati kuliner. Para pengunjung ini tidak hanya warga Gianyar, tetapi juga dari luar Gianyar. Bahkan saking banyaknya pengunjung, parkir kendaraan pun sampai meluber hingga pinggir Jalan By-pass I.B. Mantra. Hingga Kamis sore, kunjungan ke pantai ini tetap padat. Mereka terlihat berjalan

kaki pada jalan setapak di sepanjang dinding penahan ombak yang menjadi pembatas pantai tersebut. ‘’Sengaja ke sini menikmati kuliner dan jalan-jalan dengan keluarga,’’ ujar Eka, salah seorang warga asal Bangli. Ia mengku setiap hari raya memang lebih sering menghabiskan waktu untuk datang ke Pantai Lebih. Namun, diakuinya, wajah Pantai Lebih memang berbeda dibandingkan belasan tahun lalu saat ia masih remaja. ‘’Dulu, bibir pantainya cukup jauh di selatan. Masih bisa bermain bola di pasir, tapi sekarang sudah seperti ini,’’ keluhnya. Kendati demikian, ia dan keluarganya masih setia menikmati deburan ombak di Pantai Lebih, dengan melintasi jalan setapak pada dinding penahan ombak di pantai itu. ‘’Kebetulan ombak tidak terlalu besar, sehingga enak saja jalan kaki di sini,’’ katanya. (kmb35)

ini mempertimbangkan munculnya anak-anak remaja berpakaian adat Bali tidak memenuhi norma etika berbusana yang benar dan baik. ‘’Sehingga membuka peluang penilaian negatif yang bisa menjurus sikap yang mendorong terjadinya peluang kekerasan seks terhadap anak kalau tidak siap mental dan iman,’’ tandasnya. (kmb35)

(5 Januari 2019)


JEMBRANA

10

Jumat Paing, 28 Desember 2018

Banjir Sering Menerjang

Sungai di Jembrana Perlu Dinormalisasi

Negara (Bali Post) – Permasalahan banjir hampir setiap tahun terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana. Air kiriman dari hulu tak dapat dihindari dan masyarakat di hilir yang terkena dampak. Namun, masyarakat bisa melakukan pencegahan dengan membiarkan hutan tetap lestari. Serta menjaga alur sungai agar sesuai fungsinya. ‘’Banyak sungai yang mengalami pendangkalan. Dan ini perlu dinormalisasi lagi,’’ ujar Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa saat menyambangi korban banjir bandang Biluk Poh, belum lama ini. Dari pengamatannya, hampir di semua sungai dari Melaya sampai Pekutatan terjadi pendangkalan. Dan yang sangat disayangkan di beberapa alur sungai juga terjadi pengerukan material untuk kepentingan tertentu. Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, masyarakat juga harus disadarkan agar ikut menjaga sungai. Salah satu caranya adalah tidak mengeruk material sungai secara bebas. Sebab, hal tersebut akan berdampak pada erosi sungai. Tanggul-tanggul yang sudah ada akan jebol. Dan secara langsung akan berdampak banjir hingga ke permukiman atau kebun warga saat air sungai meluap. ‘’Sekarang yang mendesak adanya normalisasi sungai,’’ tandas Sugiasa. Saat mengunjungi lokasi banjir, Ketua bersama anggota DPRD lainnya juga memberikan bantuan sembako

serta beberapa kebutuhan lainnya. Sementara itu dari pengamatan, hingga Rabu (26/12), banyak warga yang rumahnya terkena banjir Tukad Biluk Poh belum bisa kembali ke rumah. Mereka masih tinggal di posko pengungsian yang disediakan di Lingkungan Biluk Poh. Petugas Posko Pengungsian di Balai Subak Telepus, Bilukpoh Kangin, I Made Cipta Wahyudi kepada wartawan mengungkapkan ada 41 KK atau sekitar 165 jiwa yang rumahnya terkena dampak banjir bandang. Hingga kemarin masih puluhan jiwa yang tinggal di tempat pengungsian lantaran rumah mereka hancur. Sisanya ada yang tetap tinggal di rumah, ada juga yang tinggal di rumah kerabat. Akibat bencana ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 1,725 milyar. ‘’Sementara di sini dulu, sambil ada pembersihan lumpur dan servis bangunan rumah mereka. Di posko ini juga disiagakan medis dan PMI,’’ ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Made Sudiada yang juga Sekda Jembrana belum lama ini. Sudiada didampingi Kalak (kepala pelaksana) BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo AP menambahkan, masa darurat untuk posko ini dilakukan selama seminggu untuk sementara. Bilamana kondisi masih belum memungkinkan waktu posko ini akan diperpanjang. Warga yang mengungsi di Posko ini sebagian besar merupakan anak-anak dan manula (kmb26)

KOSONG – Salah seorang warga di Yehembang Kauh menunjukkan tandon air kosong. Ratusan KK mengalami kesulitan air bersih sejak awal pekan lalu karena pipa-pipa swadaya kelompok air hancur diterjang banjir.

Pipa Swadaya Diterjang Banjir

Ratusan KK di Yehembang Kauh Kesulitan Air Bersih

Negara (Bali Post) – Bencana banjir bandang selain terjadi di Tukad Biluk Poh, Desa Penyaringan juga terjadi di Tukad Yehembang. Meskipun tidak sampai merusak rumah warga, namun banjir tersebut mengakibatkan akses jalan di Yehembang Kauh dan jembatan desa sempat tertimbun lumpur. Selain itu, dampak yang hingga saat ini masih dirasakan warga adalah putusnya pipa air bersih swakelola. Padahal ratusan KK untuk kebutuhan sehari-hari bergantung dari saluran air tersebut. Sejumlah warga di Banjar Munduk Anggrek mengaku sejak akhir pekan lalu atau pascabanjir tak dapat lagi merasakan air bersih. Tandontandon air yang mereka sediakan untuk menampung air kosong. ‘’Sudah tidak ada air lagi, pipa-pipa putus tersapu banjir,’’ ujar Mangku Kembar,

TINJAU DAPUR UMUM – Ketua DPRD Jembrana bersama anggota saat meninjau lokasi dapur umum yang digunakan untuk memasok makanan para korban banjir bandang Biluk Poh. Hingga kemarin masih ada puluhan warga yang tinggal di posko pengungsian.

Bangunan SDN 8 Penyaringan Jadi Tempat Pengelolaan Sampah Negara (Bali Post) Bekas bangunan SD Negeri 8 Penyaringan yang sudah tak digunakan lagi kini berganti fungsi. Sejumlah bangunan kelas SD tersebut memang masih berdiri termasuk atapnya, tetapi kini sudah dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Di lahan yang milik Pemkab Jembrana itu kini menjadi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) serta pengelolaan sampah desa. Dari pengamatan belum lama ini, sejumlah bangunan SD yang masih berdiri seperti ruang kelas dan ruang guru sudah berubah fungsi. Pada bangunan depan bahkan sudah berlubang untuk jalan menuju lokasi pengolahan sampah. Di halaman depan juga menjadi tempat meletakkan kontainer sampah. Sedangkan di halaman bagian dalam sekolah dibangun tempat pengelolaan sampah. Di gedung terbuka itu biasa digunakan untuk aktivitas pemilahan sampah dan pengumpulan sampah. Di bagian depan tanah seluas 2.710 meter persegi ini juga terpasang papan peringatan lokasi tersebut merupakan aset pemerintah daerah. Dari informasi war-

ga, di tanah dan bangunan itu sebelumnya merupakan SD Negeri 8 Penyaringan. Namun sejak beberapa tahun lalu, SD mengalami regrouping (penggabungan) sehingga sudah tidak beroperasi lagi. Bangunan sekolah yang sudah ada lama tak digunakan. Namun masih berdiri termasuk sejumlah mebeleir masih ada di dalam bangunan. Kepala Desa Penyaringan I Made Dresta dikonfirmasi kemarin membenarkan bangunan itu sudah tidak digunakan lagi, tetapi dimanfaatkan untuk Bank Sampah Desa Penyaringan. ‘’Semua SD, SMP dan SMA kita tampung sampahnya di sini, termasuk juga warga. Sekarang lumayan berkembang. Sudah nambah tenaga lagi,’’ tandas Perbekel. Desa juga mendapat bantuan bangunan yang berada di dalam halaman SD berfungsi untuk bank sampah. Saat ini, menurutnya, sudah ada empat pekerja yang bekerja sebagai pengelola bank aampah di Penyaringan. Rencananya eks bangunan SD yang terkesan tak terawat itu hendak diservis untuk mendukung kegiatan bank sampah di desa. (kmb26)

BANK SAMPAH - Gedung eks SDN 8 Penyaringan yang dimanfaatkan untuk bank sampah

salah satu tukang air di Banjar Yeh Buah. Menurutnya, hampir semua pipa hancur ikut terdampak banjir awal pekan lalu. Total panjang pipa yang rusak itu kurang lebih satu kilometer dari sumber air. Dengan kerusakan tersebut dipastikan warga yang ber-

gantung air dari pipa swadaya ini belum bisa merasakan air seperti biasanya sampai penggantian pipa. Diperkirakan membutuhkan waktu hingga sebulan ke depan. Sementara warga yang terdampak dari rusaknya pipa-pipa swadaya itu berjumlah hingga ratusan KK berada di Banjar Yeh Buah dan

Banjar Munduk Anggrek. ‘’Sekarang warga terpaksa mencari air di sungai. Mandi juga di sungai, air tidak mengalir lagi,’’ ujar Gusti Made Sedana, tokoh masyarakat setempat. Warga berharap kondisi ini segera pulih. Meskipun harus ada perbaikan pipa-pipa, diharapkan untuk antisipasi awal ada bantuan air bersih. Untuk air bersih, warga di Yehembang Kauh masih bergantung dari pipa-pipa swadaya memanfaatkan sumber air dari hulu. Di dua banjar yakni Yeh Buah dan Munduk Anggrek tercatat 600 KK yang memanfaatkan pipa-pipa swa-

daya tersebut baik untuk air minum maupun kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain saluran air yang mati, beberapa ruas jalan penghubung antarbanjar masih terselimuti lumpur. Pembersihan sudah dilakukan warga dengan bergotongroyong manual bahkan saat penampahan Galungan lalu. Namun lantaran lumpur yang tebal dan luas, belum semua bisa tertangani. Seperti yang terlihat di Pangkung Telepus, Banjar Munduk Anggrek, lumpur masih menggenangi jalan sehingga menyulitkan warga yang melintas. (kmb26)

Empat Hari Pascabanjir Bandang

Rumah Korban Masih Porak-poranda dan Penuh Lumpur Negara (Bali Post) Pascabanjir bandang di sepanjang aliran Sungai Biluk Poh Kelurahan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo, Jembrana, hingga Kamis (27/12) kemarin warga yang terdampak belum bisa beraktivitas normal. Dari penelusuran di sejumlah rumah korban di Biluk Poh Kangin, sebagian besar rumah warga masih penuh dengan lumpur dan porak-poranda. Para korban bersusah payah dan berbagai cara membersih-

kan lumpur yang sangat tebal dan licin. Sebagian warga khususnya lansia dan anakanak bertahan di posko pengungsian. Sedangkan yang lain berusaha membersihkan rumah mereka. Akibatnya, tidak sedikit dari warga di kawasan yang terdampak harus tinggal di rumah dengan kondisi kotor, gelap dan minim air bersih. Komang Suardana, seorang warga yang rumahnya hingga saat ini masih kotor karena kekurangan alat untuk membersihkan rumah, mengaku

harus mengungsi ke rumah keluarganya. ‘’Kami masih punya bayi jadi harus mengungsi dulu. Dapur kami juga hancur dan belum bisa kami perbaiki. Karena semua sudah habis,’’ kata pedagang kecil-kecilan ini. Mereka belum bisa menempati rumah karena listrik juga masih padam dan juga tidak punya air. Gusti Ngurah Putu Eka Santika yang rumahnya ada di belakang Komang Suardana juga masih tampak lumpur tebal. Dia mengaku harus

LUMPUR - Rumah korban terdampak banjir bandang di Biluk Poh Kangin yang terbuat dari gedek dari keluarga kurang mampu dan lansia masih terendam lumpur basah dan semua pakaian juga kasur dan perlengkapan rumah tangga hancur.

menguras sumur yang penuh dengan lumpur. ‘’Kami harus kuras agar airnya bisa dipakai,’’ jelasnya. Warga lainnya juga mengatakan, selain tidak ada aliran listrik, air bersih dari PDAM juga masih terputus. Sriningsih, seorang lansia yang tinggal di gubuk di Biluk Poh Kangin, rumahnya masih penuh dengan lumpur, sehingga dia harus mengungsi. ‘’Ibu mertua saya sebenarnya pingin pulang tapi kondisi masih seperti ini. Kami juga ingin masak di rumah agar lebih nyaman. Bersyukur tadi dapat bantuan kompor dan gas dari donatur,’’ kata Yulista yang memiliki anak masih kecil-kecil. Suaminya, Gunawan Wibisono, masih berusaha membersihkan rumah mereka sehingga bisa segera ditempati. ‘’Tidak apa-apa gelap-gelapan yang penting bisa nyaman. Kami cuma butuh kasur dan bantal juga pakaian layak pakai. Karena semuanya hancur dan penuh lumpur,’’ kata Yulista yang halamannya masih penuh lumpur yang basah. Manager PLN Rayon Negara Ida Bagus Respati mengatakan, hingga saat ini sejumlah rumah warga terdampak banjir bandang memang belum bisa dialiri listrik. Dikatakannya, hal ini karena ada kerusakan instalasi listrik tidak bisa dilakukan penyambungan

listrik. Menurutnya, sangat berisiko jika listrik tetap terpasang karena ada kerusakan instalasi. Apalagi warga masih melakukan pembersihan, dikhawatirkan berbahaya bagi warga. Dikatakan, pihaknya akan kembali menghidupkan listrik jika nantinya semua instalasi listrik milik warga sudah dinyatakan aman. Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Sekda, Asisten dan pimpinan OPD di Jembrana, Selasa (25/12) lalu melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Bupati Artha mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak. Dari data disampaikan jumlah warga terdampak banjir sebanyak 55 KK atau 196 jiwa dan 22 KK terpaksa mengungsi, serta 27 KK rumahnya mengalami kerusakan. Bupati Artha mengatakan turut prihatin atas musibah yang terjadi. Saat ini pihaknya juga sudah mendata dan memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat yang terkena dampak banjir bandang. Hal paling penting disebutnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan yang diupayakan melalui instansiinstansi terkait. ‘’Kami akan terus fasilitasi apa yang diperlukan warga saat ini seperti kebutuhan sehari-hari di dalam posko,’’ katanya. Kepada warga, Artha berharap untuk tetap semangat. (kmb)

Libur Panjang, Jumlah Kendaraan Keluar Bali Meningkat Negara (Bali Post) – Jumlah orang dan kendaraan yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk sejak libur Natal awal pekan lalu mengalami peningkatan. Bahkan jumlahnya juga naik bila dibandingkan momen yang sama setahun lalu. Hal ini diperkirakan akibat libur panjang serta cuti bersama yang terjadi pada pekan ini, sehingga banyak orang maupun kendaraan yang keluar Bali. Di sisi lain kendaraan yang masuk Bali justru masih normal. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa, Kamis (27/12) kemarin, mengatakan untuk kendaraan dan orang yang masuk ke Bali masih terbilang

lancar. ‘’Belum ada peningkatan signifikan, tapi kalau untuk yang keluar Bali justru banyak sejak Natal lalu,’’ tandas Kapolsek. Banyaknya kendaraan yang keluar Bali kemungkinan besar karena libur panjang dimulai awal pekan lalu. Sementara diperkirakan kendaraan yang masuk akan mengalami peningkatan pada akhir pekan ini. Dari informasi yang dihimpun di Posko ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk selama tiga hari mulai Selasa (25/12) hingga Kamis (27/12) pagi, puluhan ribu orang atau penumpang keluar Bali. Rinciannya, penumpang yang telah menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang mencapai 66.892 orang.

Jumlah itu naik 3 persen dari total penumpang 65.029 orang dibanding tahun lalu. Kendaraan roda dua juga mengalami peningkatan, sebanyak 6.426 unit. Atau naik 24 persen dari tahun lalu sebanyak 5.180 unit. Sementara untuk roda empat justru mengalami penurunan sekitar 9 persen. Tahun ini mobil campuran sebanyak 8.380 unit. Sementara tahun sebelumnya 9.216 unit. Diprediksi secara keseluruhan akan ada peningkatan jumlah pengguna jasa di Selat Bali. Untuk penumpang diprediksi naik 1 persen dari total 121.343 di tahun 2017 lalu, mobil atau kendaraan kecil 2 persen dari 17.760 unit dan R2 naik dua persen dari 11.404 unit. (kmb26)

RODA DUA - Sejumlah kendaraan roda dua saat antre di loket Pelabuhan Gilimanuk. Akhir tahun ini orang dan kendaraan yang keluar Bali meningkat, sementara yang masuk justru masih normal.


Jumat Paing, 28 Desember 2018

Karangasem

Pengamanan di Perairan Karangasem Diintensifkan Amlapura (Bali Post) Pengamanan jelang tahun baru tidak hanya dilakukan di daratan oleh petugas kepolisian, namun juga di wilayah perairan laut Karangasem. Petugas Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres terus mengintensifkan pengamanan demi menjaga keamanan dan kenyamanan saat pelaksanaan tahun baru. Kepala Satpol Air Polres Karangasem AKP I Made

Wartama mengungkapkan, pengamanan di wilayah perairan Karangasem terus diintensifkan jelang tahun baru. Sebetulnya sudah beberapa kali dilakukan patroli. Kegiatan rutin itu sejatinya untuk mencegah terjadinya pelanggaran maupun tindak pidana di wilayah perairan Karangasem. Termasuk mengantisipasi penyelundupan barang terlarang narkoba. “Patroli kita lakukan di perairan Selat Lombok me-

Bali Post/kmb41

PERIKSA - Petugas Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Karangasem saat melakukan pemeriksaan di salah satu kapal saat patroli di perairan wilayah Karangasem.

masuki wilayah Karangasem. Petugas memeriksa administrasi Kapal JT Super 88 yang kebetulan saat itu sedang berlayar,” ucapnya. Kecelakaan laut, kata Wartama, biasanya kerap tejadi akibat pelanggaran yang dilakukan. Item pelanggaran itu antara lain kelebihan muatan atau penumpang. Karena itu pihaknya mengimbau kepada nakhoda maupun ABK kapal supaya selalu mematuhi peraturan dan persyaratan keselamatan kapal, guna meminimalisir terjadinya kecelakaan. Sebelumnya, Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Karangasem telah melakukan patroli menyisir perairan Yeh Malet, Antiga, Kecamatan Manggis, hingga Pantai Tianyar, Kubu. Kegiatan ini menyisir fastboat dari Dermaga Padangbai, Kecamatan Manggis ke Gili Terawangan, Nusa Tenggara Barat. Untuk Ferry dari Dermaga Padangbai ke Pelabuhan Lembar sudah diperiksa sebelum dilakukan pelayaran. “Dari sekian fastboat yang diperiksa tidak ditemukan barangbarang mencurigakan,” katanya. (kmb41)

Perayaan Galungan, Kuningan, dan Nataru 2019

Ketua DPRD Ajak Warga Jaga Toleransi Antarumat Beragama

MEMASUKI pengujung tahun 2018 dilangsungkan perayaan Galungan, Kuningan, Natal termasuk Tahun Baru (Nataru). Bahkan, hari suci itu dirayakan dalam rentang waktu berdekatan. Tiga hari besar itu, baik Galungan, Kuningan, dan Nataru 2019 itu sejatinya menjadi momen sangat penting bagi kita semua di Karangasem untuk saling menjaga dan meningkatkan sikap toleransi antar umat beragama. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mengatakan hal itu belum lama ini di kantornya. Menurutnya, toleransi beragama ini sejak lama dikenal sebagai konsep saling menyayangi, menghormati antarumat beragama. Akan tetapi konsep ini perlu disebarluaskan melalui pelaksanaan secara riil, kita berkehidupan sehari-hari ini. Tidak hanya kalangan pelajar atau mahasiswa, termasuk semua komponen masyarakat perlu memahami utamanya mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perayaan hari Galungan, Kuningan bersamaan Natal dan Tahun Baru, kata Sumardi, adalah momen yang tepat mengamalkan konsep saling toleransi antarumat beragama tersebut. Untuk itu, Sumardi mengajak semua komponen masyarakat di daerah ini baik ketika merayakan Galungan, Kuningan, Natal maupun Tahun Baru dengan semangat toleransi tinggi, menghargai perbedaan dengan baik. Kita harus tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan baik dan bersatu padu. ‘’Ini kesempatan sangat langka. Tiga hari besar

I Nengah Sumardi

keagamaan dirayakan sangat berdekatan. Saya kira dari momentum ini penting kita memahami dan mengimplementasikan nilai toleransi antarumat beragama itu,’’ katanya. Pihaknya senantiasa bersinergi dengan semua komponen masyarakat dalam mengisi pembangunan bersama-sama pemerintah 2019 tahun depan. Diawali perayaan tahun baru mendatang dengan penuh kesederhanaan, asa kebersamaan dan melakukan refleksi tahun yang lewat dengan kegiatan-kegiatan positif akan datang. Tahun lalu sebagai refleksi dengan segala perbaikannya, untuk mengisi lebih baik 2019 ini. ‘’Karena itu kita harus bekerja sama, bersama-sama masyarakat menjalankan kewajiban swadharma dengan baik. Mari sama-sama berkontribusi demi manfaat bersama,’’ harapnya. Sumardi juga mengingatkan warga Karangasem agar senantiasa waspada 2019 dengan cara meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. ‘’Mari senantiasa kita bersama-sama merayakan tahun baru ini dengan mulat sarira alias introspeksi. Momentum perayaan tahun baru ini dijadikan momen mengedepankan rasa solidaritas, saling menghormati antarsesama. Mulat sarira sangat tepat diupayakan secara optimal demi menjaga kenyamanan dan keamanan Karangasem dan Bali pada umumnya,’’ tambahnya. Ketua Dewan asal Sibetan itu juga berharap bisa mengisi tahun 2019 dengan karya gemilang, berbuat nyata untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama. ‘’Mari lakukan aktivitas yang baik, jalankan kewajiban kita dengan sungguhsungguh, sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kebahagian dan kedamaian menyertai kita semua,’’ ujar Sumardi. Apalagi tahun 2019 merupakan tahun politik. Sebab, tahun digelar Pemilihan Presiden Wakil Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD, DPRD Provinsi, DPR-RI, dan DPD. Gelaran politik bersamaan itu bisa saja mengganggu situasi kamtibmas di masyarakat. Karena itu, menjelang tahun politik itu Sumardi mengajak semua komponen masyarakat di Gumi Lahar ini mengisi pesta demokrasi itu tanpa harus menjadi ‘’terkotak-kotak’’ akibat berbeda dukungan calon legislatif, berpeda pilihan presiden dan wakil presiden, atau berbeda pilihan partai politik (parpol). ‘’Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas daerah. Terlebih lagi nanti kita melaksanakan pesta demokrasi. Berbeda pilihan hal itu wajar dan merupakan hak semua warga. Karena itu kita harus berjiwa toleran, jangan sampai kita bermusuhan lantaran politik,’’ tegas Sumardi. (kmb41)

11

Aktivitas Gunung Agung Berada pada Fase Ekuilibrium

Amlapura (Bali Post) Sejak beberapa bulan terakhir aktivitas vulkanik Gunung Agung terus mengalami penurunan. Gunung tertinggi di Bali itu juga tak pernah erupsi lagi. Hanya sesekali terjadinya embusan dengan intensitas tipis. Saat ini Gunung Agung berada pada fase menuju titik ekuilibrium alias seimbang. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana mengatakan, Kamis (27/12) kemarin, saat ini Gunung Agung berada pada fase menuju ekuilibrium atau seimbang. Sampai saat ini memang masih terekam sesekali gempa vulkanik. Hal itu menandakan potensi erupsi masih tetap ada. Hanya, intensitasnya kecil. ‘’Potensi erupsi masih tetap ada. Radius bahaya masih sekitar 4 kilometer dari puncak Gunung. Statusnya masih tetap siaga. Sejaun ini belum ada penurunan status,’’ tegas Devy Kamil Syahbana. Devy menjelaskan, kalau Gunung Agung sejak akhir Juli hingga hari ini tak lagi mengalami erupsi. Penyebabnya karena kondisi geologi sekitar di antaranya gempa Lombok. Setelah gempa, erupsi tidak ada sama sekali. Saat gempa di Lombok memang intensitasnya lumayan besar. Kemungkinan gempa mengganggu sistem di bawah permukaan gunung, sehingga gas vulkanik mampu keluar

kepermukaan dengan mudah lantaran diguncang gempa secara terus-menerus dengan keras. ‘’Erupsi terjadi akibat akumulasi gas. Gas yang sedang berakumulasi, karena digoyang gempa Lombok, maka gas jadi keluar berupa embusan, sehingga tidak terjadi erupsi. Jadi, kita masih menunggu waktu beberapa saat ke depan guna memastikan

Gunung Agung itu berada di fase menurun. Kalau sudah menurun, statusnya pasti diturunkan,’’ tandasnya. Pria asal Jawa Barat ini menambahkan, saat ini volume magma di dalam perut Gunung Agung itu masih di bawah satu juta meter kubik.

Volume magma itu sifatnya dinamis. Sementara jumlah volume lava di permukaan kawah sekitar 25 juta meter kubik. ‘’Aliran fruida ke permukaan masih ada akibat sistem sudah terbuka,’’ tandasnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk kembali ke normal memerlukan waktu sekitar satu tahun. ‘’Untuk menuju stabilitas baru, perlu waktu. Melihat sejarah, stabilitas baru Gunung Agung tak dicapai cepat. Erupsi 1963, butuh waktu minimal setahun agar berhenti erupsi,’’ tegas Devy Kamil Syahbana. (kmb41)

Bali Post/kmb41

MENUJU SEIMBANG - Gunung Agung saat ini berada di fase menuju titik ekuilibrium atau seimbang.

Membeludak, Pengunjung ke Objek Wisata Edelweis Amlapura (Bali Post) Sejumlah objek wisata di Karangasem diserbu pengunjung saat Umanis Galungan. Seperti objek wisata baru yang berada di Banjar Temukus, Desa Besakih, Rendang, yakni Objek Wisata Edelweis tempat Alam Padang Bunga Kasna itu ramai oleh pengunjung memanfaatkan liburan hari raya, Kamis (27/12) kemarin. Bahkan, saking membeludaknya pengunjung, hal itu membuat jalan sepanjang sekitar tiga kilometer menuju objek wisata itu macet, akibat dipadati kendaraan pengunjung. Berdasarkan pantauan kemarin, pengunjung yang memanfaatkan masa liburan Umanis Galunga, itu sejak pagi sudah berdatangan berkunjung ke objek wisata itu. Semakin siang jumlah pengungjung terus berdatangan silih berganti. Tidak saja para tamu itu naik sepeda motor juga mobil. Memang tak hanya anak-anak, juga pemuda dan pemudi bersama pacarnya. Keluarga juga ramai mengunjungi objek wisata yang menawarkan keindalah alam dengan bentangan bunga edelweis dan gumitir itu. Bahkan, saking membeludaknya pengunjung, lahan parkir yang disediakan tidak mampu menampung semua kendaraan yang datang. Kondisi itu membuat jalan menuju dua objek itu macet. Kendati begitu, tidak menyurutkan niat pengunjung. Mereka tetap sabar agar dapat menikmati objek

wisata, yang berlokasi sekitar 4 km dari puncak Gunung Agung yang saat ini masih berada di level III (Siaga) itu. Bidang Riset dan Pengembangan Objek Wisata Pondok Edelweis I Nengah Sueca mengungkapkan, kalau pengunjung sejak pagi sudah terus berdatangan. Bahkan sampai saat ini di sepanjang jalan masih dipadati kendaraan pengunjung hendak menuju objek wisata

edelweis. ‘’Pengunjung sangat ramai sekali. Kedatangan pengunjung paling membeludak selama objek wisata ini dibangun. Parkir disiapkan penuh karena itu mobil tidak bisa naik akibat macet,’’ ujarnya . Karena itu, kemudian pengunjung menaruh mobil di pinggir jalan. Hanya sepeda motor yang bisa naik. Kalau dilihat jumlah pengunjung tiga kali lipat

dari hari-hari biasa, jika dikalkulasi bisa sampai seribu lebih,’’ ujarnya. Bendesa Adat Temukus I Nengah Sindia mengatakan, kalau pengunjung sudah mulai ramai saat penampahan Galungan. Saat ini pengunjung lumayan banyak dibandingkan hari-hari biasa. Hari biasa jumlah kunjungan berkisar 400-500. namun sekarang ini melebihi 1.000 tamu. (kmb41)

Bali Post/kmb41

RAMAI - Pengunjung ramai mengunjungi objek wisata Alam Padang Bunga Kasna di Banjar Temukus, Desa Besakih, Rendang.

Maha Shanti Puja Melalui Homayadnya

Doakan Bali, Nusantara, dan Alam Semesta Damai Relatif banyak versi ritual yang dilakukan dan dijalankan umat Hindu dalam memberikan kontribusi khusunya untuk kedamain Bali yang tercinta, nusantara termasuk alam semesta agar senantiasa memberi anugerah kedamaian, ketenangan dan kesejahteraan. Kedamaian itu menjadi penting, apalagi tahun depan 2019 di negeri tercinta ini dilangsungkan pilpres, pileg. Veda Poshana Ashram yang lahir dari embrio Bali Homa Yadnya sejak 1994 silam terus menggelar agenda tahunan Maha Shanti Puja di Bencingan Agung Pura Besakih, sebagaimana Minggu (23/12) lalu. Kemudian, bagaimanakah pelaksanaan ritual Maha Shanti Puja yang tidak lebih menelan anggaran Rp 35 juta, dengan formasi delapan kunda agak di sisi luar sesuai arah mata angin dan diagonal dan juga satu kunda utama di bagian tengah itu? MAHA Shanti Puja alias doa Kedamaian itu juga sekaligus dirangkaikan peringatan HUT ke-23 Veda Poshana Ashram (VPA). Kegiatan itu didukung 24 Pengurus Cabang VPA yang ada di beberapa provinsi yaitu Bali, Lombok, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Doa bersama akhir tahun menggunakan media Homayadnya alias Agniho-

tra dengan formasi sembilan kunda. Sasarannya, untuk keharmonisan Bali, nusantara termasuk kedamaian semesta. Sebelum kegiatan Maha Shanti Puja, pada pagi harinya dilaksanakan Sabha Pandita Veda Poshana Ashram, yang membahas tentang Aguron-guron Gayatri dari Brahmarishi Wiswamitra. Mengawali acara puncak

Homayadnya ditampailkan yoga suryanamaskar yang dibawakan 25 praktisi Pasraman Bali Eling Spirit. Hadir dan memberikan sambutan Direktur Kependidikan Ditjen Bimas Hindu Drs. I.B. Sudana, Presiden of World Hindu Parisad Made Mangku Pastika, Pengurus PHDI Pusat Dr. Ketut Arnaya,

S.E., M.M. Maha Shanti Puja seperti yang disampaikan Ketua Panitia Ida Pandita Agni Acarya Suvirapremananda merupakan agenda tetap tahunan untuk doa kedamaian bagi alam semesta melalui Agnihotra/Homayadnya. Selain mantra-mantra khusus Agnihotra juga dirangkaikan

dengan chanting Rudram namakam dan chamakam untuk keutuhan NKRI, keberhasilan pelaksanaan pilpres dan pileg tahun depan. Ketum Veda Poshana Ashram Ida Nabe Bhagawan Agni Yogananda mengisyaratkan pentingnya ungkapan rasa bakti melalui nyanyian dan doa. Alasannya, manusia itu

MAHA SHANTI PUJA – Prosesi Maha Shanti Puja dilangsungkan dengan sembilan kunda di Bencingah Agung Besakih, Minggu (23/12) lalu.

adalah makhluk bernyanyi dan berdoa. Diharapkan kegiatan Maha Shanti Puja ini bisa berkelanjutan. ‘’Agnihotra adalah upacara Veda/Vedic ritual bukan milik kelompok tertentu. Agnihotra sesungguhnya merupakan puncak kegiatan segala upacara,’’ terang Dr. Ketut Arnaya, S.E., M.Si. yang mewakili Ketua Harian PHDI Pusat. Ditambahkan, Agnihotra itu sudah beberapa kali diteliti sangat ilmiah. Dicontohkan waktu peristiwa gas beracun Bhopal di India ada satu keluarga selamat karena rutin melakukan Agnihotra. Agnihotra itu berpengaruh kepada tubuh manusia dan lingkungan dengan pancaran energi positifnya hingga 12 km. President of World Hindu Parisad Made Mangku Pastika menyampaikan setiap orang menginginkan kedamaian, baik kedamaian diri sendiri, orang lain bahkan dunia. Amarah, iri, fendam dan serakah (AIDS) harus ditaklukkan secara intensif, melalui praktik meditasi, yoga, atau baca BhgawanGita. Terkait ritual Agnihotra ini mesti dilakukan dengan

ketulusan hati, keikhlasan sesuai ajaran dharma. Api, Menurutnya, menjadi media utama menyerap kalori apalagi disertai mantra-mantra suci Weda akan sangat bermanfaat untuk menambah energi pada tubuh. ‘’Upacara paling luhur dari semua yadnya adalah Agnihotra alias Homayadnya,’’ tegasnya. Bahkan upacara Agnihotra yang dilakukan beberapa hotri dan pandita Veda Poshana Ashram yang kini sudah memiliki lebih dari 200 Pandita Agni di seluruh Indonesia, telah ikut memberikan andil bagi kesembuhannya beberapa waktu lalu. Direktur Kependidikan Ditjen Hindu Drs. I.B. Sudana, M.Si. sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dalam Sarascamuscaya dikatakan hidup di dunia sebagai makhluk yang utama karena punya bayu sabda idep. Posisi manusia sangat sentral, yang di dalam dirinya ada kedamaian untuk hidup bahagia. Agnihotra bisa memberikan vibrasi luar biasa bila dilandasi kesucian. Ritual ini memberikan keharmonisan interaksi dengan sesama maupun terhadap lingkungannya. (ram)


KLUNGKUNG

12

Jumat Paing, 28 Desember 2018

Banyak Fasilitas Umum Dirusak, Bupati Suwirta Marah Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung mengevaluasi pelaksanaan pembangunan selama tahun 2018, dengan melakukan monitoring ke sejumlah proyek fisik. Ini sebagai bahan untuk penentuan rencana kerja tahun 2019. Dari hasil monitoring tersebut ditemukan banyak fasilitas umum rusak. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat meninjau lokasi pertama yakni Lapangan Puputan Klungkung, terlihat marah saat mendapati sejumlah lampu hias yang baru terpasang sambungan kabelnya malah diputus. Bahkan beberapa lampu hias yang dipasang di pohon juga hilang. Bupati mengaku marah karena lampu-lampu tersebut bukan menggunakan APBD, tetapi urunan Bupati dan para kepala OPD. Menurutnya, kondisinya rusak seperti ini tidak mungkin akibat ketidaksengajaan, melainkan ulah tangan orang tak bertanggung jawab. Parahnya, para petugas yang mengawasi dan menjaga fasilitas umum tidak tahu sudah rusak. “Padahal waktu

acara Pesta Rakyat Klungkung semuanya masih bagus,” kata salah satu petugas. Bupati meminta petugas harus rajin berpatroli dengan menyebar diri dan tidak berkumpul. Selain mendapati sejumlah lampu dirusak, sejumlah titik pada jalur jogging sudah mulai rusak dan berlubang. Menurutnya, kerusakan tersebut mestinya langsung mendapatkan perbaikan, mengingat masih dalam tahap perawatan. Bupati Suwirta menduga para rekanan sengaja mengulur waktu hingga akhir masa perawatan, setelah itu baru dilakukan perbaikan. Bupati Suwirta berencana menambah kamera pengawas atau CCTV, serta memasang pagar pembatas di sekeliling

Lapangan Puputan dengan hanya beberapa pintu masuk saja. Selain di Lapangan Puputan, evaluasi juga dilakukan pada pembangunan gedung SMPN 1 Banjarangkan, blok A Pasar Seni Semarapura dan RSUD Klungkung pada pembangunan Padmasana, gedung farmasi dan Gedung IBS. Pada pembangunan gedung SMPN 1 Banjarangkan, menjelang akhir tahun ini pembangunannya baru 83 persen. Sehingga gedung tidak bisa digunakan pada tahun 2019. Selain itu, tembok panyengker sekolah juga disorot, lantaran dibangun seperti tembok pura dengan biaya tinggi. Padahal, menurutnya, dengan dana besar tersebut bisa digunakan

untuk melengkapi kebutuhan sekolah lainnya yang lebih penting, seperti meja kursi, buku serta penataan kebun. Kepala sekolah setempat, Nengah Suradnya, sudah mengajukan perpanjangan pengerjaan proyek agar bisa dilanjutkan tahun depan. Sementara pada Pasar Seni Semarapura, Bupati Suwirta juga meminta penambahan kamera pengawas CCTV dan sound system beberapa titik, penambahan tutup pada bagian atap kaca sehingga panas sinar matahari tidak langsung kedalam. Proyek yang mestinya telah selesai 100 persen, baru berjalan 93 persen. Proyek lainnya, dari RSUD Klungkung, hingga Pustu Getakan dan jembatan Desa Nyalian, sudah selesai tepat waktu, namun masih ada beberapa bagian yang mesti mendapat perbaikan ringan. (kmb31)

Polisi Siaga di Seluruh Gereja

Perayaan Natal Berjalan Aman dan Damai Semarapura (Bali Post) Resistensi kelompok radikal terhadap aktivitas umat, membuat jajaran kepolisian selalu siaga dalam momen besar keagamaan. Seperti saat perayaan Natal, seluruh gereja di Klungkung langsung dalam pengamanan kepolisian. Tujuannya untuk memberi rasa aman dan nyaman selama umat melakukan ibadah. Berkat pengamanan yang terkoordinasi, pelaksanaan Perayaan Natal dapat berjalan dengan aman dan damai. Kabag Ops Polres Klungkung Kompol Nyoman Suarsika didampingi Perwira Pengendali melakukan pemantauan langsung pengamanan ibadah Natal di sejumlah gereja yang ada di Kabupaten Klungkung, Selasa (25/12) lalu. Pihaknya ingin memastikan keamanan ibadah gereja betul-betul dalam keadaan kondusif. Apalagi pelaksanaan yang hampir bersamaan dengan momen umat Hindu dalam merayakan Galungan, pihaknya mengaku tak mau kehilangan fokus. Upaya ini merupakan wujud kepedulian Polres Klungkung bersama-sama instansi terkait lainnya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Klungkung dalam melaksanakan ibadah di hari Natal. “Dengan melakukan pemantauan dan pengecekan di masing-masing gereja, kami sekaligus bisa mengetahui p e n e mp a t a n d a n p e n g a manan yang dilakukan personel,” kata Suarsika, seraya menyampaikan untuk pengamanan ibadah gereja, personel Polres Klungkung disebar di enam gereja di seluruh Klungkung. Pejabat dengan lambang melati satu di pundak ini menegaskan, pada saat melaksanakan pemantauan

dan pengecekan pengamanan, sebagai Karendal Ops (Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasional), dia juga bertemu dengan beberapa jemaat dan pengurus gereja yang dikunjunginya. Di sana disampaikan harapan agar pengamanan ibadah di gereja bisa berlangsung dengan baik. Sehingga umat tidak cemas saat datang. Gereja yang paling pertama dalam pantauan Kabag

Ops adalah Gereja Katolik Santa Sisilia di Jalan Dewi Sartika Nomor 45 Semarapura. Kemudian dilanjutkan ke Gereja Pantekosta Indonesia, Gereja Kemah Injil Indonesia dan terakhir di Gereja Tresna Asih yang terletak di Jalan Matahari Klungkung. Pada setiap gereja ini ada 5 sampai 10 personel Polres Klungkung bersama dengan personel Kodim 1610/Klungkung melaksanakan pengamanan

ibadah Natal. Karendal Ops menambahkan, sebelum ibadah gereja dimulai personel Polres Klungkung bersama pihak keamanan dari masing-masing gereja telah mensterilkan terlebih dahulu lingkungan gereja agar ibadah gereja tidak terganggu. Hingga berakhir pelaksanaan Natal, umat pun dapat melaksanakan ibadahnya tanpa ada gangguan keamanan. (kmb31)

AMAN DAN DAMAI - Jajaran kepolisian dan TNI saat bertugas bersama melakukan pengamanan gereja serangkaian perayaan Natal hingga perayaan dapat berjalan aman dan damai.

DIRUSAK - Sekda Klungkung Putu Gede Winastra saat naik ke atas pohon mengecek kondisi lampu hias saat melakukan monitoring dan evaluasi hasil pembangunan 2018. Banyak ditemukan lampu hias yang dirusak tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Percepat Penyelesaian Program Kerja

Dinas PMDPPKB Andalkan Bursa Inovasi Desa

Semarapura (Bali Post) Setiap OPD kini bersaing membuat sebuah inovasi untuk mendorong kinerja pemerintah daerah. Inovasi diandalkan untuk percepatan pelaksanaan dan realisasi program kerja. Seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) menciptakan Bursa Inovasi Desa (BID). Kepala Dinas PMDPPKB Klungkung I Wayan Suteja, belum lama ini, menyampaikan BID ini telah menjadi kegiatan dalam Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID). Dengan BID ini, Suteja menyampaikan pihaknya dapat menginformasikan inovasi desa kepada semua pihak, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa. BID merupakan media untuk memperkenalkan inovasi masyarakat di setiap desa dalam menyelesaikan masalah dan mendukung peningkatan kualitas pembangunan. Dalam BID ini pemerintah daerah dapat menawarkan berbagai kegiatan terkait pembangunan desa yang telah dinilai inovatif dalam penyelesaian masalah. Demikian juga inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa yang lebih efektif dan inovatif. BID ini melibatkan per-

Kapolda Gelorakan Semangat Persatuan dan Kesatuan Semarapura (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose secara khusus mendarat di Lapangan GOR Swecapura, Klungkung, Rabu (26/12) lalu, dengan pesawat helikopter yang ditumpanginya. Tepat di tengah umat Hindu melaksanakan hari raya Galungan, Kapolda khusus bertemu dengan Ketua FKUB Pusat Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet

yang sekaligus sebagai panglingsir Puri Denbencingah, Klungkung. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Petrus R. Golose menyerukan kerukunan antarumat, di tengah mayoritas warga Bali merayakan hari raya Galungan. Kapolda Bali didampingi Kasat Brimob Polda Bali Kombes Pol. Yopie Indra Prasetya dan Kabid Humas AKBP Hengky Widjaja.

Mereka khusus naik Heli Bell-429/P-3201 dengan pilot Kompol Prasetyo Wi bowo bersama AKBP Agus Herli Sudiawan. Kedatangan mereka sekitar pukul 14.40 Wita, diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Waka Polres Klungkung Kompol Adnan Pandibu, sebelum bergerak bersama-sama menuju Puri Denbencingah Klungkung. Orang nomor satu di Polda

SERUKAN KERUKUNAN - Kapolda Bali saat di Puri Denbencingah Klungkung. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Petrus R. Golose menyerukan kerukunan antarumat di tengah mayoritas warga Bali merayakan hari raya Galungan.

Bali ini mengaku ingin terus membangun nuansa kamtibmas yang kondusif dan mengajak para panglingsir setempat dan seluruh tokoh masyarakat yang hadir di tempat tersebut, untuk bersama-sama mewujudkannya. Situasi demikian tidak terlepas dari komitmen Kapolda dan jajarannya dalam menumpas premanisme dan penyalahgunaan narkoba di Pulau Dewata. Pada kesempatan itu, Kapolda Bali juga mendorong personel untuk menggelorakan Commander Wish 2019, yakni Gelorakan Semangat Persatuan dan Kesatuan. “Teruslah menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan, bersama semua pihak. Gelorakan terus setia dalam perbedaan,” ujar Kapolda Bali. Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet mengungkapkan seluruh elemen umat beragama di Bali, tentu sejalan dengan seruan Kapolda Bali mewujudkan Bali yang aman dan shanti. Menurutnya, momen perayaan Galungan ini, kesempatan bertemu dengan Kapolda Bali mempertegas kembali komitmen lembaga FKUB dengan jajaran keamanan dalam upaya mewujudkan Bali penuh dengan nuansa kebersamaan

dalam keberagaman. Dalam upaya pengamanan perayaan Galungan dan momen pergantian tahun ini, Waka Polres Klungkung Kompol Adnan Pandibu, menegaskan sudah diatensi khusus melalui Operasi Lilin 2018 dan Operasi OMB Polres Klungkung. Tujuan operasi ini, kata Adnan adalah bagaimana jajaran kepolisian dapat memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat. “Kami wujudkan dalam bentuk memberikan pelayanan, memberikan rasa aman dan nyaman. Sehingga rangkaian kegiatan masyarakat berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya. Kabag Ops Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika mengatakan, sesuai arahan Waka polres, dilaksanakan giat pengamanan dengan tiga prioritas, yaitu pengamanan jalur, pengamanan lokasi, dan pengamanan pusat titik warga melangsungkan persembahyangan. Sejauh ini seluruh proses pengamanan berjalan sesuai rencana dan belum ada peristiwa menonjol. Pihaknya berharap, situasi aman kondusif tetap terwujud hingga berakhirnya tahun 2018 dan datangnya tahun 2019 nanti. (kmb31)

bekel se-Kabupaten Klungkung, Unsur BPD dan perwakilan dari perempuan seKlungkung, OPD terkait, Tim Inovasi Kabupaten, TPID se-Klungkung, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, serta PD dan PLD se-Klungkung. BID ini terakhir digelar di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Klungkung pekan lalu, didampingi Konsultan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali. Bupati Nyoman Suwirta bersama Ayu Suwirta juga berkesempatan hadir saat itu. Menurut Bupati Suwirta, BID ini menjadi salah satu cara membangun desa yang

mandiri. Dia menegaskan, inovasi itu jangan diartikan sebagai program kerja, namun inovasi itu dibuat untuk mempercepat penyelesaian program kerja. Sebelum berinovasi, alangkah baiknya ketahui dulu permasalahan yang ada di desa hingga potensi yang ada di desa. Sehingga output dari sebuah inovasi itu bukan akhir dari sebuah pekerjaan, melainkan berapa orang yang menikmati dan sejahtera karena inovasi tersebut. Dia berharap BID ini menjadi jawaban atas tantangan yang diberikan pemerintah pusat terhadap perhatian besar yang diberikan kepada desa. (kmb31)

BURSA INOVASI DESA - Peserta Bursa Inovasi Desa saat digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Klungkung.


Jumat Paing, 28 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN !!Admin SMA/K-S1, CV: personalia.an@gmail.com

B.BP.001.12.18.0000748

!!Admin SMA/K-S1, CV: personalia.akt@gmail.com

B.BP.001.12.18.0000749

Asisten Produksi untuk Garment Factory(Paham:Kalkulasi Harga, Pola,Cutting,Sewing)Hub:WA 085 100050706 hrd@buddhawear.com

B.BP.004.12.18.0000809

Butuh Apoteker, Lamaran Kirim ke: info@tsbali.com

B.BP.031.12.18.0000805

Dcr Sopir Pariwisata B.Inggris Hub.Merrys Tours 235700

B.BP.001.12.18.0000787

Dcr Karyawan Cook,Cook Helper Hub:288415

B.BP.001.12.18.0000808

Dcr:Wanita Bag.Admin Min.SMA Hub.081807000688-081382483388

B.BP.001.12.18.0000679

Penerbit Yudhistira Cr marketing u:Gyr,Klk,K.Asem,Sgr,Ngr, Kuta,min d3 max40th,T.9075695 Email: yudhistiradps@yahoo.com

B.BP.001.12.18.0000766

Dibthkn Acct Min D3,Admin,Cust Service,Driver,Ops Support & Office Boy Max 28Th.Lmrn ke Jl Gn.Soputan I/107 Dps.T:8466317

B.BP.001.12.18.0000609

Dicari Karyawan Laundry di Kerobokan-Kuta 082147086628

Dicari Wanita Akunting Pajak Telp.753763 / WA:087860118299

Dibutuhkan 2 Tenaga Watress Speak English Call 082247478200 /WA.08553716666

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 081238553358

Dicari Chef untuk Restoran Internasional di Ubud Kirim Lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman 38 Ubud Tlp/WA 081239307827

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.081238553358

B.BP.001.12.18.0000798

B.BP.001.12.18.0000783

G.01

B.BP.004.12.18.0000810

G.02

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.081238553358

B.BP.004.12.18.0000795

Juru Masak / Koki / Cooker (Tabanan),Lulusan Tataboga, Hub Dewi, Hp:081236222509

G.03

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, WA/SMS 081238553358

B.BP.031.12.18.0000804

G.04

Look for SPG,exp.in Silver Shop.Bring your CV to Sura Jewelry,Jl.Kayu Cendana No.1 opposite Seminyak Square

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp/WA 081238553358 G.05

B.BP.001.12.18.0000788

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept.Store, telp.756302, Hp.081238553358

Sales/Marketing,Produk Makanan Pengalaman, National Area, Lamaran ke: info@tsbali.com B.BP.031.12.18.0000801

G.06

Drafter AutoCad,Sales Mrkting, Surveyor Lapangan:085103167222

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.12.18.0000807

Sekuriti (Pabrik Tabanan), Sertifikat, Pengalaman, Hub: Dewi, Hp:081236222509 B.BP.031.12.18.0000803

Teknisi Listrik / Mekanik (Tabanan).Pengalaman, Hub: Dewi, Hp:081236222509

B.BP.031.12.18.0000802

BIRO JASA

RUPA-RUPA

DAIHATSU

B.BP.001.12.18.0000790

KOST

Sewa Kos Jl.Astasura 24B Peguyangan H.08123839232 B.BP.001.12.18.0000792

DIJUAL TANAH

20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud - Bali Cp+6281318685007,No Brokerage B.BP.004.12.18.0000800

Djl Tanah 2 Are Dalung 1,5A 7A Buduk Villa BU H.082147454248 B.BP.001.12.18.0000811

Tanah 10are,30mtr dari By Pass Nusa Dua,10 menit dari Airport 5 menit dari Pintu Tol,View Laut Teluk Benoa,081337362222 B.BP.001.12.18.0000606

KEHILANGAN

Tlh Hilang BPKB Dump Truck A/N Harwoto 1.DK-8603-FD 2.DK-8595 FD3.DK-8594-FDH:082340804444 B.BP.101.12.18.0000772

BIRO JASA

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.12.18.0000197

Daihatsu Xenia Xi Fam’2009 Htm, H.Vario Tekno’2016, 08123645564

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

B.BP.001.12.18.0000815

B.BP.001.12.18.0000200

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Rmh Over Kredit Bank Lt2 Jl.Ry Patih Jlantik Gyr 081916087050

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


BANGLI

14

Jumat Paing, 28 Desember 2018

Kapolda Minta Anggota Tak Perjualbelikan Asrama

KUNJUNGI - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose saat mengunjungi Polres Bangli, Kamis (27/12) kemarin.

KPU akan Rekrut 5.901 Tenaga KPPS Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli akan merekrut 5.901 tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 mendatang. Meski tahap perekrutan baru akan dilakukan pada Februari, KPU Bangli sudah mulai melakukan persiapan yakni menyosialisasikan ke jajaran penyelenggara di bawahnya untuk menyiapkan serta menginventarisir warga yang akan direkrut menjadi calon KPPS. Hal itu dilakukan berdasarkan pengalaman pada pemilihan sebelum-sebelumnya, pembentukan KPPS kerap terkendala SDM. Ketua KPU Kabupaten Bangli Putu Pertama Pujawan, Kamis (27/12) kemarin, mengatakan sesuai jadwal, tahapan pembentukan KPPS akan mulai dilakukan 28 Februari hingga 27 Maret 2019. Walau masih beberapa bulan lagi, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat dan jajaran di bawahnya seperti PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia

Pemungutan Suara) untuk melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat seperti kepala desa, kadus dan tokoh masyarakat lainnya agar menyiapkan serta menginventarisir calon KPPS. ‘’Dalam Pilgub Bali kemarin kami memang sempat menemui kendala seperti hampir tidak adanya warga yang mau dan melamar menjadi KPPS. Namun demikian, dengan koordinasi dan sosialisasi yang telah dilakukan jauh hari sebelumnya, akhirnya bisa terpenuhi,’’ jelasnya. Dikatakannya, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi KPPS. Di antaranya WNI, setia kepada Pancasila dan UUD 45, berusia minimal 17 tahun, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, tidak menjadi anggota parpol yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau sekurang-kurangnya dalam waktu lima tahun tidak lagi menjadi anggota parpol yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus parpol yang berangkutan, berdomisili dalam wilayah kerja PPK, PPS,

KPPS, PPLN dan KPPSLN, sehat jasmani dan rohani, pendidikan teredah sekolah menengah atau sederajat dan tidak pernah dipidana. Berbekal pengalaman pembentukan KPPS pada pilkada serentak tahun 2018, Pujawan tetap optimis pembentukan KPPS untuk Pemilu 2019 bisa terpenuhi. ‘’Dari beberapa PPS yang telah dihubungi, nama– nama calon KPPS di wilayah TPS sudah mulai ditabulasi serta diberikan pemahaman bahwa untuk bisa menjadi KPPS ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi,’’ ungkapnya. Oleh karena Pemilu 2019 merupakan pemilu serentak yang pertama, menurutnya, beban kerja yang akan diemban anggota KPPS sangatlah berat. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar SDM yang dipersiapkan benar-benar yang terbaik. Sesuai simulasi yang telah dilakukan KPU RI, diperkirakan proses pemungutan dan penghitungan suara pada 17 April 2019 akan berlangsung hingga tengah malam. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Malam pergantian tahun biasanya dirayakan Pemkab Bangli dengan menggelar sejumlah acara hiburan seperti pertujukan seni, resepsi dan tiup terompet bersama. Namun, tak demikian dengan malam pergantian tahun pada 31 Desember yang akan datang. Oleh karena anggaran terbatas, Pemkab Bangli akan merayakan dengan sembahyang bersama di Pura Kehen. Menurut Kabag Tata Pemerintahan Pasek Lanang Sadia selaku Panitia Acara, Kamis (27/12) kemarin, malam pergantian tahun kali ini akan dirayakan secara sederhana. Beberapa acara yang dulu dilaksanakan untuk menyambut malam pergantian tahun seperti jalan santai, resepsi, tiup terompet

bersama, ditiadakan. Pemkab Bangli hanya akan menggelar acara persembahyangan bersama di Pura Kehen pada 31 Desember malam. Acara persembahyangan bersama juga akan diisi refleksi akhir tahun oleh Bupati Bangli. ‘’Selain karena anggaran terbatas, juga kebetulan habis karya di Pura Kehen. Jadi, kami rayakan dengan sederhana saja,’’ kata Lanang Sadia. Untuk memberi sedikit hiburan kepada masyarakat, Pemkab Bangli juga menyiapkan panggung untuk beberapa band lokal guna mengisi perayaan malam pergantian tahun. Band lokal akan dipentaskan di Lapangan Kapten Mudita dan dikoordinir Disparbud. Untuk menyiapkan acara ini, pemkab hanya menganggarkan Rp 25 juta.

Lanang Sadia mengatakan, merayakan malam tahun baru dengan sederhana bukan yang pertama kali. Sejak tahun lalu, malam pergantian tahun baru tidak dirayakan dengan menggelar berbagai acara. Meski dirayakan sederhana, diharapkan tak mengurangi makna malam pergantian tahun. Pihaknya mempersilakan masyarakat yang ingin merayakan malam pergantian tahun di Lapangan Kapten Mudita asalkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban. ‘’Kami harapkan malam pergantian tahun dirayakan dengan khidmat dan sederhana. Kalaupun masyarakat ingin merayakan, ya… kami imbau cukup di lapangan saja, agar tidak hurahura di jalan,’’ pungkasnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Bangli (Bali Post) – Asrama Polres Bangli telah rampung dibangun. Asrama yang memiliki empat lantai ini diresmikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose, Kamis (27/12) kemarin. Dalam acara peresmian, Kapolda berpesan kepada anggotanya yang akan menempati asrama baru untuk merawat dengan baik dan tidak memperjualbelikan asrama kepada penghuni selanjutnya. Kapolda Bali datang ke Bangli menggunakan helikopter. Kedatangan Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daereh Bali Nyonya Barbara Golose dan beberapa pejabat Polda Bali lainnya disambuat Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, Dandin 1626 Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedan Arta dan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. Pengalungan bunga dilakukan oleh polisi cilik Polres Bangli. Peresmian Asrama Parama Radmila Graha Polres Bangli ditandai pemotongan pita oleh Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Nyonya Barbara Golose. Kapolda juga menyempatkan diri meninjau asrama didampingi para pejabat lainnya serta melakukan penanaman pohon secara simbolis di lingkungan asrama. Petrus Golose mengatakan, semua tentu sangat berbahagia dengan dibangunnya asrama Polres Bangli yang baru ini. Asrama dapat dibangun dengan waktu dan biaya yang sudah terencana. Pem-

bangunan asrama ini bisa selesai berkat kerja keras semua pihak. ‘’Pesan saya untuk anggota Polri yang menempati asrama ini untuk merawat asrama dengan baik dan tidak diperjualbelikan kepada penghuni selanjutnya,’’ ujarnya. Dengan keberadaan asrama baru ini, Kapolda Bali mengharapkan para personelnya dapat meningkatkan kinerja. ‘’Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dan mendukung selama pembangunan asrama Polres Bangli,’ katanya. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolda Bali. Dia juga menyampaikan terima kasih karena berkat Kapolda pembangunan asrama Polres Bangli dapat selesai tepat waktu dan dengan anggaran yang sudah ditentukan. ‘’Dengan adanya asrama yang layak dan bagus ini kami sebagai anggota Polri tentu akan lebih maksimal dalam melayani dan mengayomi masyarakat Bangli. Kami juga akan merawat asrama ini sebagai mana layaknya rumah pribadi. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,’’ ungkapnya. Di akhir acara dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Kapolda Bali serta penyerahan surat izin penempatan asrama oleh Kapolres Bangli kepada perwakilan penghuni. Asrama Parama Radmila Graha Polres Bangli yang dibangun dengan anggaran Rp 16,9 miliar akan dihuni 48 personel Polres Bangli. (kmb40)

Warga Keluhkan Kondisi Trotoar di Kintamani Bangli (Bali Post) -

Kondisi trotoar di wilayah Kintamani tepatnya dari simpang empat Batur ke utara, dikeluhkan warga. Pasalnya, trotoar itu telah rusak sejak lama dan sudah banyak memakan korban. Warga pun berharap instansi terkait segera turun tangan memperbaiki trotoar yang rusak.

Pergantian Tahun, Pemkab Gelar Sembahyang Bersama

Bali Post/ist

RUSAK - Kondisi trotoar di wilayah Batur yang rusak.

Ketut Putranata adalah salah satu warga yang mengeluhkan kondisi trotoar di wilayah tersebut. Warga asal Batur ini mengatakan, kondisi trotoar di sepanjang jalur dari simpang empat Batur hingga ke Pura Ulun Danu Batur, cukup membahayakan pejalan kaki karena sudah rusak. Kerusakan terjadi pada bagian tutup drainase yang jebol dan menyisakan lubang menganga. Menurutnya, sudah beberapa pejalan kaki terperosok akibat kondisi trotoar rusak. Bahkan belum lama ini, anaknya menjadi korban saat berjalan di lokasi sehingga mengalami lukaluka. ‘’Lokasi trotoar yang jebol ada di sebelah selatan Pura Ulun Danu Batur, sekitar 500 meter dari pura,’’ ungkapnya, Kamis (27/12) kemarin. Putranata menyatakan rusaknya trotoar sudah terjadi cukup lama. Untuk menghindari adanya warga yang menjadi korban berikutnya, mantan Ketua PHRI Bangli ini sangat mengharapkan instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan. Terlebih di jalur itu kondisi penerangan sangat kurang saat malam hari. ‘’Kalau malam-malam di sana tidak bisa melihat apa-apa karena gelap. Jadi, kami harapkan pemerintah

segera memperbaiki kerusakan itu. Jangan tunggu ada korban lagi, apalagi sekarang ini musim hujan,’’ jelasnya. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles tak menampik kondisi itu. Dia mengungkapkan, sedikitnya ada empat titik trotoar di dekat Pura Ulun Danu Batur yang rusak dan jebol. Kondisi yang sama juga banyak terjadi pada trotoar yang ada di dekat Kantor Desa Batur Utara. Beberapa waktu lalu Dinas PU Provinsi Bali selaku pihak yang berwenang sudah memperbaiki trotoar yang jebol, namun tak berapa lama kembali rusak. ‘’Pas musim hujan ini banyak yang jebol lagi. Rusak kembali lantaran usia saluran drainase sudah tua,’’ ujar Carles. Terkait hal itu, pihaknya berharap Dinas PU Provinsi Bali bisa merenovasi total seluruh trotoar berikut saluran drainase yang ada dengan model baru dan lebih lebar seperti trotoar di daerah lainnya. ‘’Trotoar itu sudah tahun 90-an, pada zaman almarhum Bupati Ladip, semestinya Dinas PU Provinsi secepatnya merenovasi total karena sudah banyak sekali korbannya. Apalagi trotoar itu sering dilalui pamedek ke Pura Ulun Danu Batur,’’ sebut wakil rakyat asal Batur itu. (kmb40)


15

Jumat Paing, 28 Desember 2018

Izin Lokasi Baru Reklamasi Teluk Benoa

Bangkitkan Ancaman Pertambangan Pasir di NTB KESATUAN Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai izin lokasi baru Teluk Benoa yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membuka peluang baru bagi pelaksanaan reklamasi Teluk Benoa, termasuk membangkitkan ancaman tambang di perairan NTB yang disebut-sebut menjadi tempat material untuk pengurukan rencana reklamasi. ‘’Merujuk pada ketentuan reklamasi, izin lokasi menjadi dasar untuk dapat kembali mengulang analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal untuk mendapatkan izin lingkungan,’’ sebut Ketua Harian DPP KNTI Marthin Hadiwinata dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (23/12). Dia mengingatkan, izin lokasi yang diberikan harus menyesuaikan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah RZWP-3-K yang telah disahkan. ‘’Penerbitan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan Menteri Susi jelas menyalahi aturan. Karena, proses penyusunan RZWP-3-K Provinsi Bali masih berlangsung dan belum ditetapkan menjadi peraturan daerah,’’ imbuhnya. Padahal jika mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 28/PERMENKP/2014 tentang Perizinan Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Pasal 13 ayat 3 menyebutkan menteri memiliki kewenangan menolak dan tidak menerbitkan persetujuan terbitnya Izin Lokasi Reklamasi. Atas dasar itu, sebenarnya Menteri Susi Pudjiastuti dapat menggunakan dasar penolakan berupa tiadanya dasar lokasi kesesuaian reklamasi dengan RZWP3K karena hingga hari ini RZWP3K masih belum terbit (Pasal 11 ayat (3) Permen KP 28/2014) hingga hak masyarakat Bali dalam pengelolaan wilayah pesisir

dan pulau-pulau kecil (Pasal 60 ayat (1) UU No. 1/2014). Ditambah lagi, dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Bali tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulaupulau Kecil (RZWP-3-K), mayoritas masyarakat Bali secara tegas menolak reklamasi dan mengusulkan wilayah Teluk Benoa ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Perairan. Marthin mengatakan tindakan menerbitkan izin lokasi oleh Menteri Susi Pudjiastuti jelas mencederai aspirasi besar dan perjuangan panjang masyarakat Bali dalam menolak rencana reklamasi di Teluk Benoa. ‘’Serta tidak kalah penting membangkitkan kembali ancaman pertambangan pasir di perairan Selat Alas di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),’’ tegasnya. Ia membayangkan kerusakan besar yang terjadi di perairan laut NTB apabila benar menjadi tempat untuk mengambil material urukan untuk reklamasi. Sebab, area reklamasi yang luasnya mencapai 700 hektar dengan prakiraan kasar, jumlah material pasir urukan akan mencapai 443 juta meter kubik (m3) pasir

urukan. Jika Teluk Benoa ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan di dalam Ranperda RZWP-3-K Provinsi Bali, maka reklamasi secara mutlak tidak dapat dilakukan di wilayah tersebut. Aktivitas yang boleh dilakukan dalam wilayah konservasi hanya terbatas pada kegiatan penelitian, pemanfaatan untuk pelestarian laut dan perikanan berkelanjutan. Kecuali, dalam forum konsultasi RZWP-3-K antara Pemprov Bali dan KKP terjadi manuver politik yang bertujuan untuk mengubah status alokasi ruang di Teluk Benoa menjadi Zona Pemanfaatan Umum. Namun, dengan perpanjangan izin lokasi baru itu, menjadi sangat terang bahwa masukan dari masyarakat Bali tentang penetapan Kawasan Konservasi Laut Teluk Benoa telah diabaikan dalam proses penyusunan RZWP-3-K tersebut. Seperti mengulang kejadian pemberian izin lokasi pada 25 Agustus 2014. Di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah pimpinan Sharif Cicip Sutarjo menerbitkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang diberikan kepada PT TWBI. Padahal, izin lokasi reklamasi dinyatakan secara nyata telah tidak berlaku sejak tanggal 25 Agustus 2018 lalu. Ketidakberlakukan izin lokasi tersebut, berdasarkan Pasal 19 ayat (1) Perpres No.122/2012 yang mengatur bahwa masa berlaku dari izin lokasi reklamasi adalah dua tahun dan dapat diperpanjang paling lama dua tahun. Ketua DPW KNTI Provinsi

NTB Amin Abdullah menambahkan, jumlah pasir urukan akan berdampak langsung kepada kegiatan perikanan nelayan tradisional di Provinsi NTB di mana Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi NTB tahun 2017-2037 telah menetapkan adanya wilayah pertambangan pasir laut. Amin mengatakan, diduga keras wilayah tambang pasir laut di perairan Lombok Timur akan menjadi sumber material bagi reklamasi Teluk Benoa apabila jadi dilaksanakan. Sebelumnya, Menteri Susi Pudjiastuti menjelaskan, pada dasarnya siapa pun boleh mengajukan permohonan izin dan memperpanjangnya kembali selama kawasan Teluk Benoa itu belum diubah kembali menjadi kawasan konservasi. ‘’Selama mengizinkan itu bisa diperpanjang. Selama tata ruangnya menginzinkan. Bisa siapa saja, bisa Angkasa Pura, misalnya mau perpanjang. Selama koordinatnya di kawasan konservasi izin lokasi harus kita kasih. Sebab, kalau tidak kita bisa di-PTUN-kan orang,’’ tegasnya. Ketika ditanya tentang adanya ketentuan masa perpanjangan hanya boleh satu kali untuk perpanjangan izin, ia menegaskan kembali bahwa perpanjangan bisa dilakukan tiap tahun selama Perpres tentang Sarbagita menyatakan bahwa kawasan itu merupakan budi daya yang bisa dimanfaatkan. ‘’Tiap tahun tiap orang bisa memperpanjang izin, kalau selama izin tata ruang itu benar, ya boleh,’’ tegasnya. (kmb4)

Jangan Permisif

Sudarma mengingatkan agar pemerintah jangan permisif terhadap pelanggaran tata ruang, sebab kondisi lingkungan sudah sedemikian

mengkhawatirkan. Gubernur Bali Wayan Koster pun mengakui bahwa kondisi sungai dan DAS di Bali sudah banyak mengalami kerusakan. Khusus sungai, pendangkalan sudah sangat mengkhawatirkan. Demikian juga kualitas

air yang tidak baik serta banyaknya sampah di sungai. Tentu saja Pemprov Bali di bawah kepemimpinannya tidak tinggal diam terhadap kondisi tersebut. Koster mengaku akan menyusun peraturan gubernur (pergub) untuk konservasi

sumber daya air yang di antaranya mencakup danau, sungai, pantai dan mata air. Payung hukum ini diharapkan mampu menekan laju kerusakan sumber daya air. ‘’Ini bagian dari danu kertih dan segara kertih,’’ kata Koster. (may/ded)

Kawasan Hilir Pemerintah sejatinya sudah berupaya memperbaiki kerusakan sungai seperti dengan pengerukan terutama di kawasan hilir dan program normalisasi lainnya. Namun program-program tersebut tidaklah cukup. Program penyelamatan sungai haruslah terintegrasi dari hulu ke hilir secara menyeluruh, bukan sekadar mengantisipasi bencana. Dalam hal ini, perlu dipikirkan juga upaya penyelamatan ekosistem di dalamnya.

Contohnya di Kabupaten Badung. Pemkab setempat tahun ini menebar 250 ribu benih ikan air tawar yang bertujuan menambah populasi ikan di perairan umum. Lomba-lomba mancing yang digelar masyarakat juga mendapat dukungan penuh pemerintah. Kegiatankegiatan seperti itu mungkin terlihat sepele. Tetapi jika dilakukan berkesinambungan dengan melibatkan semua komponen, pelan-pelan kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan akan muncul. Permasalahan sungai sudah demikian kompleks dan bukan

saja tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat. Sangatlah sulit harus memulai perbaikan dari mana. Namun tentu ada poin terpenting sebagai pertimbangannya yakni bagaimana mengubah perilaku masyarakat yang selama ini mengabaikan sungai dan DAS. Untuk itu, pintu masuknya bisa melalui pendidikan dan penegakan aturan. Kalau sejak dini generasi muda diajak mengenali dan mencintai lingkungan, ke depan mereka akan mampu mengelola lingkungan dengan lebih baik. Demikian pula jika aturan terkait ling-

Sampah Plastik Pihaknya menargetkan dalam setahun bisa mengurangi sampah plastik hingga 60-70 persen. Peran serta masyarakat dan desa adat/ pakraman akan didorong untuk mewujudkan hal itu. Agar pelaksanaannya berjalan efektif, tim akan dibentuk untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan. Tim inilah yang nantinya bertugas melakukan edukasi, sosialisasi, konsultasi, bantuan teknis, pelatihan/pendampingan dalam penggunaan bahan nonplastik oleh produ-

sen, distributor, penyedia dan masyarakat pada umumnya serta penegakan hukum. ‘’Tim ini terdiri dari unsur instansi vertikal, perangkat daerah akademisi, LSM, pengusaha, tokoh keagamaan dan tokoh masyarakat,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini. Sebagai bentuk apresiasi, lanjut Koster, Pemprov Bali akan memberikan penghargaan bagi yang taat melaksanakan pergub ini dengan baik. Sebaliknya, sanksi akan diberikan bagi pihak-pihak yang tidak mematuhi ketentuan dalam pergub dengan dasar hukum UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan

Sampah, UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah tersebut. Pergub ini antara lain bertujuan untuk menjaga kesucian, keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup, mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat penggunaan plastik sekali pakai, menjaga ekosistem, menjamin kesehatan masyarakat, hingga menjamin generasi masa depan untuk tidak tergantung pada penggunaan plastik sekali pakai. (kmb32)

kungan dan tata ruang ditegakkan tanpa pandang bulu, akan muncul efek jera yang tentunya diharapkan mampu meminimalisir perusakan kawasan sungai ke depan. Perubahan zaman tentu memengaruhi suatu peradaban. Namun, kita tentu sama-sama berharap masyarakat Indonesia khususnya Bali adalah masyarakat yang beradab, bukan biadab. Sebab, tinggi dan rendahnya peradaban suatu bangsa diukur dari kemampuan mengolah, memanfaatkan dan melestarikan lingkungan. (dedy)

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat

Jakarta (Bali Post) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM meningkatkan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) terhitung pukul 06.00 WIB. Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo menyampaikan, peningkatan status ini didasarkan pada hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 27 Desember 2018 pukul 05.00 WIB. ‘’Sehubungan dengan tingkat aktivitas level III (Siaga) tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah,’’ kata Antonius atau akrab disapa Purbo pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/12) kemarin. Purbo mengingatkan saat hujan abu turun, masyarakat diminta untuk mengenakan masker dan kacamata bila beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta untuk tetap tenang dan dapat melakukan

kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat. Sebelumnya, pada Rabu (26/12) dilaporkan terjadi hujan abu vulkanik di beberapa wilayah, yakni di Cilegon, Anyer, dan Serang. Tim Tanggap Darurat PVMBG telah melakukan cek lapangan untuk mengonfirmasikan kejadian tersebut dan melakukan sampling terhadap abu vulkanik yang jatuh. Terkait potensi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menunjukkan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter kurang lebih 2 km merupakan kawasan rawan bencana. Potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material pijar, aliran lava dari pusat erupsi dan awan panas yang mengarah ke selatan. Sedangkan sebaran abu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin. Dalam pengamatan aktivitas, saat ini Gunung Anak Krakatau mempunyai elevasi

tertinggi 338 meter dari muka laut (pengukuran September 2018). Karakter letusannya adalah erupsi magmatik yang berupa erupsi eksplosif lemah (strombolian) dan erupsi efusif berupa aliran lava. Pada tahun 2016 letusan terjadi pada 20 Juni 2016, sedangkan pada tahun 2017 letusan terjadi pada tanggal 19 Februari 2017 berupa letusan strombolian. Sejak tanggal 29 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau kembali mengeluarkan letusan hingga tanggal 22 Desember berupa letusan strombolian. Pascakejadian tsunami pada 22 Desember lalu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap tinggi. Secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 500 meter dari puncak dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat daya. Kegempaan masih didominasi oleh tremor menerus dengan amplitudo mencapai 32 mm (dominan 25 mm). (ant)

2020, Bank Mesti Perkuat IT Denpasar (Bali Post) Menghadapi era MEA Perbankan tahun 2020, perbankan harus berani berinvestasi pada IT. Karena era MEA tahun 2020, IT merupakan kuncinya. Akibatnya nanti, tenaga kerja perbankan juga akan berkurang. ‘’Dunia perbankan lama– lama akan digital. Setahun lalu ketika saya pergi ke Melbourne, dalam surat kabar di Australia menyebutkan bank di Australia dalam waktu tiga tahun akan berkurang jumlah tenaga kerjanya dan saya analisis kenapa, digital penyebabnya, dan Indonesia sudah mulai digital sekarang. Ada gopay, OVO, dll,’’ demikian disampaikan akademisi Undiknas Prof. Gede Sri Darma, Sabtu (22/12). Dengan demikian, otomastis tenaga manusia akan berkurang. Maka tahun 2020 ketika industri perbankan boleh masuk, mau tidak mau industri perbankan di Indonesia

harus mampu menghadapi. Perbankan di Indonesia harus memperkuat sistem IT-nya. ‘’Karena kalau enggak kuat investasi di IT, ditinggal oleh nasabahnya. Karena IT adalah dasar kepercayaan. Karena uangnya nanti cashless bahkan menjadi cryptocurrency kalau bitcoin diizinkan oleh BI,’’ tandasnya. Di era MEA Perbankan, bunga simpanan bank juga akan mendekati nol. Kondisi ini dinilai akan bagus karena dengan demikian suku bunga kredit juga akan turun. ‘’Semakin dekat nol kan semakin bagus bagi ekonomi. Karena uang diharapkan berputar, dipakai untuk usaha, diharapkan tidak menyimpan uang di bank. Seperti Inggris, bahkan tidak dapat bunga, ditambah uangnya dipotong oleh pajak, biaya administrasi. Kalau dia berani menyimpan di bank, uangnya akan berkurang,’’ bebernya.

Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputa mengatakan, era MEA Perbankan tahun 2020 akan jauh lebih menguntungkan bagi pengusaha. Karena bisa meminjam kredit di Singapura, Thailand dan seluruh ASEAN. Justru ini merupakan tantangan bagi perbankan Indonesia. ‘’Mampu enggak mencari nasabah di luar Indonesia, bagaimana terhadap perlakuan dan jaminan terhadap pengusaha-pengusaha luar itu,’’ bebernya. Dari sisi bunga juga akan lebih murah karena suku bunga pinjaman di ASEAN sekitar 4 persen. Dengan suku bunga kredit murah, tentu akan membuat DPK Perbankan ASEAN lebih kecil. Ini justru bagus untuk ekonomi. Karena masyarakat tidak akan menaruh uangnya lagi di luar negeri. ‘’Dia pasti investasi dan berwirausaha,’’ ujanrya. (kmb42)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Paing, 28 Desember 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Hazard Ingin Jadi Legenda Chelsea

profil

London – Penyerang sayap Chelsea, Eden Hazard, mencetak dua gol saat mengantarkan timnya mengatasi tuan rumah Watford 2-1 dalam laga pekan ke-19 Liga Inggris di Stadion Vicarage Road, Kamis (27/12) pagi kemarin. Itu merupakan gol ke-100 dan ke-101 yang dibuat kapten tim nasional Belgia ini di Chelsea. Hasil itu membuat Chelsea kembali mengamankan peringkat keempat klasemen dengan perolehan 40 poin setelah sempat digusur oleh Arsenal (38) selama kurang dari dua jam. Hazard kembali ditempatkan sebagai penyerang tengah oleh pelatih Maurizio Sarri kendati bukan posisi aslinya, namun tak serta merta mengurangi ketajamannya. ‘’Itu sangat berarti, terutama karena kami menang hari ini. Gol ke-100 dan ke-101 dengan klub luar biasa,

Eden Hazard

Bali Post/afp

sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Sekarang para penggemar, saya, staf, para pemain dan kami menginginkan lebih. Saya ingin mencetak lebih banyak gol untuk klub ini dan menjadi legenda seperti Lampard, Terry atau Drogba,’’ kata Hazard usai pertandingan. Masih ada keraguan tentang masa depan Hazard di Stamford Bridge terkait kontraknya yang akan berakhir pada 2020 dan desas-desus terus-menerus tentang minat dari Real Madrid. ‘’Hazard bisa bermain di setiap posisi. Hari ini dia bermain sangat baik dengan dua gol dan bisa memiliki dua atau tiga assist,’’ ujar Sarri. Liverpool Liverpool kian mantap berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris diikuti Tottenham Hotspur yang naik ke peringkat kedua selepas rangkaian sembilan laga Boxing Day rampung digelar sejak Rabu (26/12) petang hingga pagi kemarin. Liverpool meraih 51 poin, disusul Tottenham (45), Manchester City (44), Chelsea (40), Arsenal (38) dan Manchester United (32). Si Merah yang menjamu Newcastle United meraih kemenangan telak 4-0 yang diwarnai gol pertama Dejan Lovren musim ini serta gol perdana Fabinho bersama The Reds. Tottenham memukul tamunya Bournemouth 5-0 di Wembley yang antara lain disokong dwigol Son Heung-min. Sementara juara bertahan City menelan kekalahan 1-2 melawan tuan rumah Leicester City. Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menilai situasi memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin yang

tengah dialami timnya saat ini sangat baik namun masih ada 19 pertandingan lagi untuk dijalani hingga musim berakhir. ‘’Kami menjadi tim pertama Liverpool yang tak terkalahkan dalam 19 pertandingan Liga Inggris, catatan sejarah dan langkah yang baik. Kami hanya kebobolan tujuh gol hingga saat ini, angka yang sangat-sangat baik. Situasi yang baik, namun masih ada 19 pertandingan lagi,’’ jelasnya. Klopp menyebutkan bahwa timnya masih akan menghadapi para pesaing seperti Arsenal, City dan Tottenham yang juga berpeluang ditemui tidak hanya di Liga Inggris tetapi kompetisi lain. ‘’Jadi sangat sulit, jalan masih panjang dan kami semua tahu itu,’’ tambahnya. Laju pemuncak klasemen Liga Italia, Juventus, tertahan di markas Atalanta. Mereka diimbangi 2-2 oleh tuan rumah Bergamo. Juve sempat unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Berat Djimsiti saat laga baru berlangsung dua menit. Atalanta membalas dan membalikkan keadaan berkat gol-gol Duvan Zapata. Cristiano Ronaldo menyelamatkan raihan satu poin bagi Bianconerri melalui golnya pada menit ke-78. Hasil imbang kedua Juventus di liga musim ini tersebut membuat pasukan Massimiliano Allegri kini memiliki 50 poin, unggul sembilan poin atas tim peringkat kedua Napoli. Napoli yang bertamu ke markas Inter Milan takluk 0-1 akibat gol semata wayang pemain pengganti Lautaro Martinez. Lazio mengokohkan posisinya di peringkat keempat klasemen setelah menang 2-0 di kandang Bologna. (ant/rtr/afp/kmb)

Raptors Buat Rekor Terbaik Toronto – Danny Green mencetak poin pada 22 detik tersisa untuk membawa Toronto Raptors memetik kemenangan 106-104 atas Miami Heat pada lanjutan kompetisi NBA, Kamis (27/12) kemarin. Hasil ini meningkatkan rekor menang-kalah Raptors menjadi 26-10, terbaik di NBA saat ini. ‘’Aku hanya berlari ke sudut dan entah bagaimana terbuka lebar. Saya memiliki cukup ritme untuk melepaskan tembakan,’’ kata Green yang membuat total 18 poin. Kawhi Leonard mencetak 30 poin dan Fred VanVleet menghasilkan 16 poin untuk Raptors. “Kami melakukan pekerjaan dengan baik melawan (pertahanan Miami),’’ tambah pelatih Nick Nurse. Bintang Heat, Dwayne Wade, melewatkan dua peluang untuk memperpanjang

permainan. Justise Winslow juga melewatkan upaya tiga poin kunci di akhir pertandingan. Winslow mencetak 21 poin, Josh Richardson 17 dan Hassan Whiteside 16 poin untuk Heat. Di tempat lain, Joe Harris mencetak dua poin penentu kemenangan Brooklyn Nets atas Charlotte Hornets dengan skor 134-132. Harris menghasilkan 27 poin, sedangkan Spencer Dinwiddie 37 poin dan 11 assist untuk Nets yang menang untuk kesembilan kalinya dalam 10 pertandingan. Sementara itu, DeMar DeRozan membuat 30 poin dan LaMarcus Aldridge mencetak 27 saat San Antonio Spurs mengalahkan Denver Nuggets 111-103. Bryn Forbes menambah 15 poin bagi Spurs yang memenangkan delapan dari 10 pertandingan terakhir. Juancho Hernango-

mez mencetak 27 poin untuk Nuggets yang rekornya turun menjadi 21-11, namun masih memimpin Divisi Barat Laut di atas Oklahoma City. Hasil lengkap, Clippers vs Sacramento 127-118, Dallas Mavericks vs New Orleans 122-119, San Antonio Spurs vs Denver Nuggets 111-103, Atlanta Hawks vs Indiana Pacers 121-129, Brooklyn Nets vs Charlotte Hornets 134-132, Miami Heat vs 104, Toronto Raptors 104-106, Chicago Bulss vs Minnesota Timberwolves 94-119, Memphis Grizzlies vs Cleveland Cavaliers 95-87, Detroit Pistons vs Washington Wizzards 10695, Orlando Magic vs Phoenix Suns 120-122. (afp/kmb)

Julio dan Kornelis Layak Masuk Timnas

Denpasar (Bali Post) Dua petinju Kota Denpasar yakni Julio Bria di kelas bantam (56 kg) dan Kornelis Kwangu Langu (kelas layang/49 kg) yang baru saja mendulang medali emas pada kejuaraan tinju di Lampung, layak masuk skuad tim nasaional Indonesia yang diproyeksikan berlaga pada SEA Games di Filipina tahun

depan. Pelatih Yulianus Leo Bunga melontarkan hal itu di Denpasar, Kamis (27/12) kemarin. Menurutnya, kedua petinju asuhannya pernah menyabet emas pada hajatan multi-event dua tahunan antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Saat ini pihaknya menunggu agenda seleknas sambil menanti

Jakarta (Bali Post) – Tim Satuan Tugas Mafia Sepak Bola menangkap anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Indonesia (Exco PSSI) yang turut menjabat Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng karena diduga terlibat skandal pengaturan skor laga sepak bola nasional Liga 3. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (27/12) kemarin, mengatakan, penangkapan berlangsung pukul 10.12 WIB di areal kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Proses penangkapan Johar dipimpin oleh Inspektur Dua Polisi Elia Umboh, dan tersangka langsung dibawa ke markas Polda Metro Jaya. Johar menumpang pesawat Citilink Nomor QG-122 dari Solo, Jawa Tengah. Menurut keterangan Argo, Johar ke luar dari badan pe-

sawat sekitar pukul 10.06 dan beberapa menit setelahnya langsung diamankan petugas. Johar diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor pertandingan sepak bola nasional Liga 3 2018. Dugaan itu salah satunya didasari keterangan mantan Ketua Asprov PSSI Banjarnegara Budhi Sarwono. Budhi dalam sebuah acara bincang-bincang yang disiarkan televisi nasional mengaku pernah memberi Johar Rp1,3 miliar untuk biaya pengaturan skor Liga 3 2018. Walau demikian, Johar belum memberi tanggapan atau konfirmasi terkait tuduhan tersebut. Satgas Antimafia Bola dibentuk khusus untuk memberantas mafia pengaturan skor sepak bola. Tim ini akan mengawasi setiap pertandingan dan memantau perilaku wasit dalam tiap laga sepak bola. Satgas juga berkoordinasi dengan PSSI dalam menjalankan tugasnya. (ant)

Polisi Tangkap Terduga Mafia Skor

kepastian apakah peraih perak di Kejurnas Lampung seperti Krispinus Mariano W. (kelas layang ringan/46 kg) dan Gregorius Gheda Dende yang meraih perunggu (kelas welter ringan/64 kg) juga dipanggil mengikuti seleknas. Ia mengaku bangga, sebab di final Kornelis bisa menaklukkan petinju Asian Games Mario Kali (NTT), sedangkan

Julio Bria ingin membuktikan kedigjayaanya dengan duel melawan petinju Asian Games lainnya Sunan Agung (Maluku Utara). ‘’Sayangnya, Sunan Agung absen,’’ ungkapnya. Rencananya, Pelatnas SEA Games digelar di Bogor dan Kupang (NTT) mengingat Ketua Umum PP Pertina saat ini Jhony Asadoma menjabat Wakapolda NTT. (022)

I Gusti Made Adi Swandana

Dua Momen Paling Berkesan

BALI pernah memiliki petinju tangguh bernama I Gusti Made Adi Swandana. Adi yang sekarang pelatih kepala tim nasional tinju, berkibar ketika menaklukkan petinju nasional Samsul Anwar Harahap (DKI) dua kali pada PON 1980 di Jakarta dan Sarung Tinju Emas (STE) 1980 di Lampung. ‘’Sepanjang karier tinju saya di tingkat nasional, yang paling berkesan adalah ketika bisa menaklukkan Samsul Anwar di kelas welter ringan (63,5 kg),’’ kenang Adi Swandana yang lahir di Denpasar, 3 Mei 1960. Momen keduanya yang tidak pernah dilupakan adalah saat yakin menang atas peraih perak Olimpiade Rudy Vink (Jerman Timur) pada final turnamen internasional terbuka di Italia tahun 1982. ‘’Saya memukul roboh Rudy tiga kali dan mendapat hitungan, namun sang juara tetap Rudy,’’ ujar suami Vera Ligo ini. Kala itu kuartet petinju Bali naik ring mengibarkan bendera Merah Putih, yakni Adi Swandana, Bambang Reni, Cornelis Pitoh dan Cok Bisma. Usai bertarung, kontingen Indonesia makan di restoran. Saat itu mereka didekati wasit juri seraya mengemukakan bahwa sejujurnya Adi Swandana yang layak juara. ‘’Saya rasa penilaian tinju subjektif, mulai kejuaraan tingkat lokal, regional, nasional sampai internasilonal, terutama di laga final,’’ tuturnya. Pelatih yang mengantongi sertifikat Bintang Dua dari Amateur International Boxing Association (AIBA) ini mencontohkan petinju asuhannya Julio Bria kalah diskualifikasi atas petinju tuan rumah Riau pada PON 2012 silam gara-gara dianggap memukul bagian kemaluan. Anehnya, Julio yang kalah di babak penyisihan justru dipanggil masuk timnas SEA Games. Adi Swandana sejak remaja gemar berolahraga silat, karate dan basket. Ia mulai menekuni tinju saat duduk di bangku SMEA Pembangunan di Yangbatu. Setelah berprestasi di tinju, ia pindah ke SGO serta berlatih di Sasana Setia Budi, Surya Jaya dan Garuda Agung. Peraih perak pada SEA Games 1981 di Filipina dan 1983 di Singapura yang kini menjadi guru olahraga di SMKN 5 Denpasar ini mempunyai obsesi melahirkan petinju Bali dengan mendirikan Sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) di Panjer. Kenyataannya, hingga kini belum ada pemuda Bali yang menggeluti olahraga adu jotos ini. Untuk itu, ia mengajak generasi muda supaya menghindari tawuran karena tidak ada gunanya. ‘’Lebih baik disalurkan ke tinju. Jika berprestasi, bisa mendapatkan uang,’’ sebut ayah dua putra ini. (nel) MENANG - Danny Green mencetak poin penentu kemenangan Toronto Raptors atas Miami Heat dalam kompetisi NBA.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 28 Desember 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu