Skip to main content

Edisi Sabtu 28 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 43 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

SABTU UMANIS, 28 September 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Alih Fungsi Lahan Tak Terbendung

Warga Australia Diamankan

Sampah Dikelola Jadi Gas Metana

Dinas Pertanian (Distan) Denpasar mengaku tidak bisa membendung alih fungsi lahan pertanian yang ada. Kepala Distan Denpasar I Gede Ambara Putra menegaskan hal itu saat rapat kerja di DPRD.

Anggota Satpol PP Gianyar mengamankan warga Australia Nyleven Semken. Wanita berusia 49 tahun itu mengamuk diduga karena depresi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem berencana mengelola sampah di TPA Linggasana dan Butus, Desa Bhuana Giri. Sampah-sampah itu diolah jadi gas metana.

DENPASAR | HAL. 2

GIANYAR | HAL. 9

KARANGASEM | HAL. 11

Jangan Tunda Penerbitan Perppu

Yogyakarta (Bali Post) – Pernyataan Presiden Jokowi yang akan mempertimbangkan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) harus segera dilaksanakan. Terbitnya perppu terkait pembatalan UU KPK hasil revisi jangan ditunda-tunda, sebab akan menjadi solusi mengatasi gelombang aksi massa. Sementara pihak Istana mengatakan sedang mempersiapkan draf perppu. Namun belum mengetahui kapan Presiden akan benar-benar menerbitkannya.

Bali Post/ade

USUT TUNTAS - Puluhan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melakukan aksi solidaritas untuk Randy yang tewas saat aksi menolak revisi KUHP dan UU KPK di Kota Kendari, di depan gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (27/9) kemarin. Dalam aksinya mereka meminta agar Polri mengusut tuntas siapa pun pelaku yang menyebabkan korban meninggal dalam demo mahasiswa tersebut.

Tertembaknya Dua Mahasiswa

Kesalahan Prosedur atau Ulah Kelompok Teroris?

Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) La Randi (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia dengan luka tembak. Keduanya adalah peserta aksi unjuk rasa yang menolak revisi undang-undang kontroversial di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9). Polri diperintahkan melakukan investigasi apakah ada kesalahan prosedur pengamanan ataukah ada keterlibatan kelompok teroris? Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian untuk menginvestigasi anggotanya yang melakukan tindakan represif terhadap para mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di sejumlah kota. ‘’Sudah sejak kemarin, saya ulangi lagi, kepada Kapolri juga agar jajarannya tidak bertindak represif dan saya perintahkan juga agar menginvestigasi seluruh jajarannya,’’ kata Presiden Joko Widodo di depan Masjid Baiturrahman Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/9) kemarin. Hal. 15 Tidak Taat

Bali Post/ant

LEMPAR BATU -- Massa melemparkan batu ke arah barisan polisi saat unjuk rasa menolak UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP di kawasan Titik Nol Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/9) kemarin. Unjuk rasa mahasiswa dan pelajar tersebut berakhir bentrok dengan petugas kepolisian, menyebabkan gedung DPRD Medan dan Sumut yang tak jauh dari lokasi itu rusak terkena lemparan.

Ketua Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Oce Madril saat jumpa pers di Sekretariat Pukat UGM, Yogyakarta, Jumat (27/9) kemarin, menilai gelombang protes dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia terhadap UU KPK sebagai kondisi yang mendesak yang harus segera direspons Presiden dengan menerbitkan perppu sesuai dengan Pasal 22 UUD 1945. ‘’Pasal 22 konstitusi harus digunakan oleh Presiden untuk menerbitkan perppu karena memang keadaan sangat mendesak dan memaksa untuk mengatasi protes-protes yang terjadi di seluruh Indonesia,’’ kata Oce. Dengan mengeluarkan perppu, menurutnya, Presiden bisa mengatasi persoalan yang terjadi belakangan ini khususnya gelombang protes mahasiswa dan masyarakat sipil yang telah menjatuhkan korban jiwa. Apabila Presiden Joko Widodo telah mempertimbangkan membuat Perppu KPK, menurut Oce, seharusnya tidak menunda dan dapat menerbitkan secepatnya. Sebab, mempertimbangkan upa-

ya itu, menurutnya, artinya Presiden sadar bahwa kondisi saat ini memang mendesak dan genting. ‘’Gambaran saya mestinya Selasa atau Rabu minggu depan sudah diterbitkan,’’ katanya. Isi dari perppu, katanya, sebaiknya sederhana saja yakni mencabut UU KPK yang baru atau hasil perubahan. Dengan demikian, UU KPK yang lama otomatis kembali berlaku sesuai sistem atau model penegakan hukum yang lama. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mempersiapkan draf perppu. ‘’Kata Pak Presiden kemarin, kita antisipasi apa pun keputusan Presiden dalam waktu beberapa hari ke depan,’’ kata Pratikno di depan Masjid Baiturrahman Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat kemarin. Namun, Pratikno tidak menyampaikan kapan Presiden resmi akan mengeluarkan perppu tersebut. ‘’Pokoknya tugasnya staf menyiapkan segala sesuatu yang akan diputuskan pimpinan jadi,’’ tambah Pratikno. (ant)

Warga Berbondong-bondong Tinggalkan Wamena Bali Post/ade

DITAHAN - Tersangka mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/9) kemarin. Imam Nahrawi resmi ditahan KPK terkait kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah terhadap KONI melalui Kemenpora.

Mantan Menpora Ditahan

Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (27/9) kemarin menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (IMR), tersangka kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018. ‘’IMR ditahan 20 hari pertama di Rutan Pomdam Jaya Guntur,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat kemarin. Di hari yang sama, KPK memeriksa Imam sebagai tersangka kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018. Imam yang telah mengenakan rompi tahanan KPK keluar dari gedung KPK pada pukul 18.18 WIB setelah menjalani pemeriksaan sekitar 8 jam. ‘’Teman-teman yang saya hormati, saya sudah dimintai keterangan sebagai tersangka. Sebagai warga negara saya mengikuti proses hukum yang ada. Saya yakin hari ini takdir saya dan setiap manusia menghadapi takdirnya. Allah maha baik dan takdirnya tak pernah salah. Semoga semua berjalan dengan baik,’’ ucap Imam. Hal. 15 Total Rp 26,5 miliar

Harian Bisnis Bali Dongkrak Daya Saing Dalam membangun suatu usaha agar bisa berjalan dengan baik, memiliki izin dinilai menjadi sesuatu yang sangat penting. Jika telah mengantongi izin, apa saja manfaatnya?

www.bisnisbali.com

Jayapura (Bali Post) – Pascarusuh, Wamena Jayawijaya menjadi daerah yang tidak nyaman terutama bagi warga pendatang. Ribuan warga yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini pun berbondong-bondong meninggalkan Wamena. Bandara Wamena dipadati warga yang hendak mengungsi atau kembali ke daerah asal. Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah misalnya memerintahkan jajarannya untuk mempercepat evakuasi 153 jiwa warga NTB di Wamena. Sedangkan Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat Hendrajoni mengatakan setidaknya terdapat 327 kepala keluarga asal Sumatera Barat di Jayawijaya, dan lebih dari

separuhnya merupakan warga Pesisir Selatan. Jumat (27/9) kemarin, Pesawat Hercules milik TNI-AU mengangkut sebanyak 300 orang pengungsi dari Bandara Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ke Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat kemarin.Hal. 15 Dua Kali PADATI BANDARA Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (27/9) kemarin. Warga Wamena terus memadati bandara untuk meninggalkan Wamena pascakerusuhan pada Senin (23/9).

Bali Post/ant

Cerita Gou Haodong tentang Tiongkok

Dulu Terbelakang Kini Negara Makmur REPUBLIK Rakyat Tiongkok (RRT), 1 Oktober ini genap berusia 70 tahun. Lebih muda empat tahun dari Republik Indonesia. Selama 70 terakhir, banyak kemajuan dicapai negara tirai bambu ini. Dengan ketekunan, kegigihan serta kepercayaan diri yang kuat, Tiongkok mampu menciptakan keajaiban ekonomi yang mengagumkan dunia. Dari negara terbelakang menjadi negara yang makmur. Kendati maju di bidang teknologi, Tiongkok sangat memperhatikan budaya warisan leluhur. Bagaimana Tiongkok membangun negaranya se-

hingga berkembang seperti sekarang? Berikut wawancara khusus Bali Post dengan Konjen RRT di Denpasar Gou Haodong. Tiongkok mengalami perubahan pesat di berbagai bidang. Produk domestik bruto (PDB) Tiongkok pada tahun 2018 mencapai 13,6 triliun dolar AS. Angka ini naik 176 kali lipat dibandingkan tahun 1952, dengan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 8,1 persen. Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok memberikan kontribusi hampir 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Pada 2018 total Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita mencapai 9.732 AS dolar, lebih tinggi dari tingkat rata-rata negara berpendapatan menengah. ‘’Seperti tembok besar China yang dibangun menggunakan satu per satu batu bata, keajaiban pembangunan Tiongkok adalah ketekunan, kegigihan dan kerja keras 1,4 miliar rakyat Tiongkok. Tentu saja pembangunan dalam 70 tahun bukanlah perjalanan yang mulus. Kami juga

pernah berbuat kesalahan, tetapi orang Tiongkok pandai belajar dari kesalahan untuk dijadikan suatu pelajaran. Seperti pepatah mengatakan, kesalahan adalah ibu kesuksesan. Kami selalu eksplor, akhirnya menemukan jalur perkembangan yang sesuai dengan kondisi negara,’’ ujar Gou Haodong, Kamis (26/9). Menurutnya, jika suatu negara ingin berhasil dalam pembangunan, ada dua unsur yang mesti diperhatikan. Pertama, menemukan jalur pengembangan yang sesuai kondisi negara sendiri. Kedua, ketekunan dan kerja keras. Pemerintah Tiongkok dalam mencapai perkembangan negara telah merumuskan rencana pembangunan jangka panjang (100 tahun), jangka menengah (20 tahun) dan jangka pendek (5 tahun). Ini terus dapat diimplementasikan dengan stabil, untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Hal. 15 Pelestarian Budaya


Sabtu Umanis, 28 September 2019

FIGUR Sudah Ada Pergeseran SEMANGAT berolahraga harus terus digelorakan. Bahkan harus dijadikan kebutuhan dan gaya hidup, mengingat derajat kebugaran masyarakat Indonesia tercatat masih rendah. “Tapi sekarang sudah ada pergeseran di masyarakat,” ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam puncak peringatan Hari Olahraga Nasional Tahun 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Jumat (27/9) kemarin. Di masa lalu, katanya, masyarakat harus didorong-dorong untuk berolahraga, baik dalam bentuk penyadaran, ajakan maupun sosialisasi. Tapi sekarang olahraga sudah menjadi kebutuhan dan masyarakat mau melakukannya tanpa disuruh. “Ukurannya sederhana saja. Lihat saja lapangan ini hari Minggu, enggak ada yang nyuruh, penuh (masyarakat berolahraga - red). Di mana-mana fasilitas olahraga penuh, itu artinya sudah ada pergeseran mindset masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, olahraga kini sudah menjadi kebutuhan untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan berolahraga, dipercaya dapat mengimbangi kesibukan dalam pekerjaan, pola makan, dan gaya hidup agar tidak mengalami masalah seperti obesitas, asam urat, atau gula darah tinggi. Fasilitas umum (fasum) seperti lapangan hanya merupakan salah satu sarana untuk mewadahi semangat itu. “Kalau semangatnya tidak ada, fasumnya sebagus apapun tidak akan dimanfaatkan. Lapangan Renon ini kan dari dulu ada. Tapi dulu sepi, sekarang ramai,” imbuhnya. Ditegaskan, kesegaran jasmani dan kesehatan yang baik juga akan memudahkan lahirnya bibit-bibit potensial di bidang olahraga. Terlebih prestasi olahraga kini tengah dikuatkan agar bisa berjaya hingga pentas nasional, bahkan dunia. (rin)

Gubernur Koster Dukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kawasan Pura GUBERNUR Bali Wayan Koster mendukung sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pura yang dilaksanakan PHDI Pusat bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dukungan itu disampaikan Gubernur Koster saat menerima audensi Badan Kesehatan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat dan Kemenkes di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (27/9) kemarin. Sebab hal itu menurut Gubernur Koster sangat selaras dan sinergis dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Yakni, menjaga kesucian alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan krama Bali yang sejahtera bahagia sekala niskala. Guna mewujudkan tujuan itu, salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan membentuk lingkungan Bali yang bersih dan sehat. Untuk mengawali langkah tersebut, Gubernur Koster telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai. Ke depan Gubernur akan menerbitkan Pergub tentang pengelolaan sampah yang akan membersihkan sampah sejak di tingkat hulu. Dengan peraturan ini, nantinya akan diatur larangan membuang sampah di sumber air, seperti danau, sungai dan laut. “Apalagi di pura. Ini termasuk yang harus dikelola. Menanamkan budaya hidup bersih. Perilaku hidup bersih harus dibangun di masyarakat,” kata Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. Ia mengatakan, dalam Pergub ini nantinya ditanamkan perilaku hidup bersih. Dalam kaitan hidup sehat, Gubernur Koster juga meminta agar pelaksanaan aturan kawasan tanpa rokok di pura sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok, supaya betul-betul dilaksanakan. Ketua Badan Kesehatan PHDI Pusat drg. Nyoman Suartanu mengatakan, pihaknya sejak tahun 2010 sudah memiliki MoU dengan Kemenkes untuk melakukan sosialisasi Germas

MENERIMA - Gubernur Koster saat menerima audiensi Badan Kesehatan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat dan Kemenkes di Kantor Gubernur Bali, Jumat (27/9) kemarin. dan PHBS di pura. Pada tahun ini kegiatan Kerthi Loka Bali. “Tidak ada satu organisasi kembali dilakukan di pura-pura Khayangan yang bisa menyelesaikan masalah di lapangan, Jagat di sembilan kabupaten/kota se-Bali. “Kita perlu kolaborasi, perlu bersinergi untuk memmulai dari pura dulu akan kita kerja sama den- bangun potensi untuk memperbaiki masalahgan desa adat nanti, karena kami akan keliling masalah yang sedang dihadapi pemerintah Indonesia untuk membangun peradaban ke daerah,” ujarnya. depan, khususnya peradaban umat manusia, Audiensi juga dihadiri oleh Kepala Dinas umat Hindu,” katanya. Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Suartanu menambahkan, PHDI Pusat me- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali miliki komitmen untuk membantu pemerintah Drs. I Made Teja dan pengurus PHDI Provinsi daerah Bali mewujudkan visi Nangun Sat Bali. (kmb)

Alih Fungsi Lahan Pertanian Bapenda Diminta Tak Terbendung Intensifkan Pendataan WP Dongkrak Perolehan Pajak

Denpasar (Bali Post) Perolehan pajak daerah cukup signifikan dalam mendongkrak tumbuhnya PAD Kota Denpasar. Karena itu, upaya untuk tetap mempertahankan perolehan pajak daerah harus selalu menjadi perhatian bersama, baik eksekutif maupun legislatif. Ke depan, untuk meningkatkan perolehan pundi-pundi pendapatan daerah, instansi terkait diminta untuk lebih mengintensifkan pendataan wajib pajak (WP), sehingga bisa menekan kebocoran pajak daerah. Hal ini terungkap saat jajaran Komisi II DPRD Denpasar melakukan kunjungan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Jumat (27/9) kemarin. Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi II I Wayan Suadi Putra, yang diterima Kepala Bapenda Kota Denpasar Dewa Nyoman Semadi didampingi sejumlah kepala bidang. Menurut Semadi, komposisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar sebgian besar masih bersumber dari pajak daerah yang mencapai Rp 663 miliar lebih. Dimana stabilitas dan keamanan serta pertumbuhan ekonomi mempengaruhi penerimaan pajak daerah, di samping berkembangnya jumlah wajib pajak. Sementara itu, ada beberapa problema terkait dengan pajak daerah. Antara lain, masih adanya piutang yang belum tertagih, adanya celah regulasi, pemungutan pajak pada sebagian wajib pajak yang kurang maksimal, serta pemeriksaan dan pengawasan belum berjalan maksimal. Guna memaksimalkan pemungutan pajak daerah, kata Semadi, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan OPD terkait. Seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Kami bekerja sama dengan Dinas Perizinan agar semua yang mengurus izin melunasi pajak. Sedangkan dengan BPN terkait dengan pecah sertifikat,” ujarnya. Menurut Semadi, ada sembilan jenis pajak yang ditangani. Antara lain pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak bumi dan bangunan, BPHTB dan pajak parkir. Dari sembilan jenis pajak itu, pajak bumi dan bangunan merupakan tugas yang paling berat. Potensinya sangat besar, namun pendapatannya relatif kecil. Ini akibat keterlambatan dalam pendataan wajib pajak. Terkait hal itu, jajaran Komisi II minta agar Bapenda mengintensifkan pendataan wajib pajak. Wakil Ketua Komisi II I Wayan Gatra mengatakan, selama ini apa yang dilakukan Bapenda sudah cukup bagus, karena setiap tahun pendapatan terus meningkat. Namun, kata Gatra Bapenda masih perlu melakukan invonasi, karena dari segi pertumbuhan cenderung turun, seperti yang terjadi tahun 2018. “Bapenda merupakan jantungnya Pemkot Denpasar, sehingga inovasiinovasi perlu terus dilakukan. Khususnya terkait dengan pendataan wajib pajak,” ujarnya. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) – Tantangan terbesar dalam pengembangan sektor pertanian di kawasan perkotaan, yakni tingginya alih fungsi lahan pertanian untuk kepentingan non pertanian. Karena itu, diperlukan langkah strategis dalam mengelola sektor pertanian agar tetap bisa produktif serta berkelanjutan. Dinas Pertanian (Distan) Denpasar mengaku tidak bisa membendung alih fungsi lahan pertanian yang ada. Kepala Distan Denpasar I Gede Ambara Putra menegaskan hal itu saat rapat kerja dengan jajaran Komisi III DPRD Denpasar, Jumat (27/9) kemarin. Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi didampingi Wakil Ketua DPRD Wayan Mariyana Wandhira, selain menghadirkan Distan, juga hadir Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dan Disperindag. Ambara Putra pada kesempatan tersebut menyampaikan, hambatan yang cukup besar

dihadapi kali ini adalah alih fungsi lahan pertanian. Pihaknya tidak bisa membendung sendiri alih fungsi lahan tersebut. Karena itu, pihaknya meminta dukungan dari Komisi III untuk ikut serta mendukung upaya yang dilakukan agar alih fungsi lahan bisa dikurangi. Wakil Ketua DPRD Wayan

Mariyana Wandhira juga mengakui adanya alih fungsi lahan pertanian yang semakin banyak. Ini akibat semakin berkembangnya kebutuhan perumahan, kantor serta bangunan lainnya. Karena itu, diperlukan langkah jelas untuk membendung alih fungsi lahan pertanian tersebut. Seperti misalnya melakukan tindakan terhadap pelanggar jalur hijau. Saat ini dalam rancangan Perda RTRW sudah dibuat agar lahan sawah yang produktif tidak bisa dibangun rumah. Selain itu, pajaknya juga sudah disubsidi pemerintah. Berdasarkan data yang dimiliki Distan Denpasar, Luas subak di Denpasar pada 2018 seluas 2.170 hektar, sedangkan sesuai hasil digi-

tasi BPN dan kegiatan lapangan 2018 mencapai 1.913,94 hektar. Sedangkan untuk pemetaan sawah non produktif yang dilakukan 2019 ini luasannya mencapai 914,88 hektar. “Yang tergolong tidak produktif ini hanya untuk jenis padi. Karena masih ditanami jenis lain, seperti kedelai, jagung, semangka, serta yang lainnya. Sawahnya masih ada, namun sudah kering,” jelas Ambara Putra. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Waria Dituntut 1,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Alda Intan (38) dituntut pidana penjara selama 1,5 tahun. Waria ini diduga spesialis pembobol rumah kosong mewah. Bahkan, ia sebelumnya pernah diadili kasus yang sama (residivis) pada tahun 2012 dan 2015. Meskipun sudah pernah dibui, faktanya Alda tidak berhenti beraksi. Dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai, Alda mendengarkan jaksa penuntut umum (JPU) I Gede Agus Suraharta membacakan tuntutan di muka majelis hakim yang diketuai Kony Hartanto. Jaksa mengatakan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Terdakwa sebelumnya pernah dipidana pada 2012 dengan pidana penjara empat bulan dan 2015 dipidana penjara selama enam bulan. JPU meyakini terdakwa terbukti bersalah melakukan pencurian dengan modus congkel jendela sebuah rumah kosong di Jalan Drupadi I Nomor 21 Banjar Basangkasa, Seminyak, Kuta, Badung. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP. Atas hal itu, jaksa mminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5 tahun) dikurangi terdakwa selama berada di dalam masa tahanan. Mendengar tuntutan JPU, terdakwa asal Makassar itu langsung menunduk lesu. Ia meminta diberikan keringanan hukuman. Alda beralasan memiliki dua anak kecil yang perlu perhatian. “Saya janji, ini yang terakhir. Saya tidak akan mengulanginya lagi,” katanya mengiba. (kmb37)

Topik : DENPASAR HENTIKAN PEMBERIAN PHR KE BANGLI

SAWAH - Keberadaan sawah di Denpasar cukup sulit dipertahankan, karena tergerus alih fungsi lahan.

Bali Post/kmb12

160 Ribu Unit Kendaraan Sudah Ikuti Pemutihan

Denpasar (Bali Post) Kebijakan pemutihan yang telah digulirkan Pemprov Bali sejak 5 Agustus lalu rupanya sudah melampaui target. Per 23 September saja tercatat sudah ada 160 ribu unit kendaraan yang berpartisipasi dengan nilai pajak kurang lebih Rp 70 miliar. Sementara kebijakan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ini hanya menargetkan 118 ribu unit kendaraan dengan nilai pajaknya Rp 63 miliar hingga 6 Desember mendatang. “Kami tetap mendorong ma-

syarakat supaya segera memanfaatkan ruang dan kebijakan Gubernur Bali melalui pemutihan ini. Jangan ditunda-tunda karena kita bersama instansi terkait sesegera mungkin mensosialisasikan tentang Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Made Santha, Jumat (27/9) kemarin. Menurut Santha, Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor atau Regident menjadi salah satu yang diatur dalam Peraturan Kapolri tersebut. Kendaraan yang tidak membayar pajak selama lima tahun berturut-turut akan dibeku-

kan. Sedangkan tahun depan Pemprov Bali kemungkinan besar tidak akan lagi mengeluarkan kebijakan pemutihan. “Artinya, masyarakat harus benar-benar konsentrasi terhadap kebijakan yang masih ada sisa waktu kurang lebih dua bulan ke depan. Harus benar-benar dimanfaatkan,” jelasnya. Pasalnya, lanjut Santha, pemilik kendaraan yang sudah kadung dibekukan harus membayar pajak secara penuh. Meliputi pajak pokok, bunga, dan denda selama menunggak pajak. Peraturan Kapolri dipastikan segera berlaku karena seluruh Dirlantas, Kepala

Dinas Pendapatan dan Jasa Raharja se-Indonesia sudah diundang rapat oleh Mabes Polri bulan lalu. Dari enam rekomendasi dalam rapat tersebut, salah satunya agar pemerintah daerah bersama-sama Tim Pembina Samsat di daerah sesegera mungkin mensosialisasikan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012. “Kami sudah mempersiapkan ini karena nanti rapatnya akan dipimpin langsung oleh Sekda selaku pembina di daerah. Salah satunya akan segera kami lakukan sosialisasi. Pelaksanaan Peraturan Kapolri tentu dari kepolisian,” imbuhnya. (kmb32)


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Bupati Giri Prasta Tanda Tangani MoU dengan STMIK Primakara

Ajak Kaum Milenial Kuasai Teknologi untuk Penguatan Bangsa ke Depan DI hari jadi yang ke-6 STMIK Primakara Renon, Denpasar, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa, Jumat (27/9) kemarin, di aula STMIK Primakara. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja beserta staf, Kabag Humas Setda Badung I Made Suardita, para dosen dan civitas akademika STMIK Primakara. Ketua STMIK Primakara I Made Artana pada kesempatan tersebut menyambut baik kehadiran Bupati Giri Prasta. Artana juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Giri Prasta yang berkenan hadir di hari jadi ke-6 STMIK Primakara. ‘’Kami atas nama STMIK Primakara mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung beserta jajaran yang telah hadir di tengah-tengah

keluarga besar STMIK Primakara,’’ ucapnya. Artana juga menyampaikan ingin bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten dalam bidang IT dan SDM. Sebab, Badung telah menjadi salah satu kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi percontohan Smart City. ‘’Di hari jadi yang ke-6 ini kami ingin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam bidang IT dan SDM. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut dan memberikan yang terbaik bagi anak bangsa dan negara,’’ ujarnya. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama antara Pemkab Badung dan STMIK Primakara. ‘’Langkah ini sangatlah baik demi kemajuan anak bangsa ke depan. Kita harus genggam dan kuasai teknologi, sebab yang cepat akan menguasai yang lambat,’’

kata Bupati. Lebih lanjut dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung akan selalu memberikan ruang bagi mereka yang bisa diajak bekerja sama, khususnya untuk membangun Kabupaten Badung dan Bali secara umum. Pria asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang ini mengatakan, Badung kini menjadi salah satu kabupaten/ kota di Indonesia yang menuju Smart City. Badung punya Badung Command Center (BCC). Pusat data secara IT ada di BCC tersebut. ‘’BCC didukung juga beberapa teknologi terkini, seperti sistem Borderless Video Wall RGB Laser dan Image Processing. Platform Command Center Badung juga mengintegrasikan beberapa aplikasi, di antaranya peta batas wilayah, CCTV, Video Analitycs, Aplikasi OPD, Pendapat Daerah, dan Media Analitycs,’’ papar Bupati.

Lima Pemuda Gelapkan Puluhan Elpiji 3 Kg Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Reskrim Polsek Abiansemal mengungkap kasus penggelapan tabung elpiji 3 kg, Kamis (26/9) lalu. Pelakunya masing-masing bernama Patrianus Mite (20), Osto Wasok (20), Nobertus Dhei (23), Stevanus Ifantri Mema (27), dan Viktorius Zuna (26). Mereka menggelapkan 53 tabung elpiji 3 kg. Kapolsek Abiansemal Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa didampingi Kanitreskrim Iptu Nyoman Sudarma, Jumat (27/9) kemarin, mengatakan TKP-nya di gudang tabung gas di Jalan Tanah Putih, Banjar Bucu, Desa Darmasaba, Abiansemal. Kejadiannya berlangsung pada Selasa (10/9) dan dilaporkan Rabu (25/9) lalu oleh Komang Yudi Santika (39). Setelah menerima laporan, tim dipimpin Panit Opsnal Iptu Gusti Ngurah Subandi melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi-saksi dan olah TKP,

BCC yang mengusung tagline Kidung Mangapura atau Komunikasi Informasi Badung merupakan pusat pemantauan seluruh sensor dan data-data dari aplikasi yang ada di perangkat daerah Kabupaten Badung sehingga terintegrasi dan ditampilkan dalam wall display BCC. ‘’Apa yang telah dilakukan merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat Badung untuk memberikan pelayanan yang transparan, cepat, pasti dan murah, serta tepat sasaran. Selain itu, layanan masyarakat bisa menjadi lebih efisien, terintegrasi dan berkesinambungan,’’ jelasnya. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta juga sempat berdialog dengan beberapa mahasiswa terkait kemajuan teknologi informasi. Bupati juga memberikan pemaparan kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung dengan Pro-

KULIAH UMUM - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa, Jumat (27/9) kemarin, di Aula STMIK Primakara. gram Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang telah diterima dan dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Badung.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Bupati Giri Prasta dengan Kepala STMIK Primakara I Made Artana. Usai penan-

Dampak Rasionalisasi Anggaran

Pemeliharaan LPJ Tak Maksimal

Mangupura (Bali Post) -

Lampu penerangan jalan (LPJ) di kawasan Kuta Selatan (Kutsel) kerap padam. Hal ini sangat disayangkan mengingat Kutsel merupakan kawasan pariwisata internasional. LPJ yang kerap padam akan merusak citra pariwisata sekaligus membahayakan pengguna jalan. Bali Post/ist

DITAHAN - Pelaku kasus penggelapan tabung elpiji ditahan di Mapolsek Abiansemal. kecurigaan mengarah kepada Patrianus yang merupakan karyawan di gudang milik korban. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan. Akhirnya polisi meringkus Patrianus. Saat diinterogasi, pelaku mengakui beraksi bersama teman-temannya. Selanjutnya giliran Osto Wasok, Nobertus Dhei, Stevanus Ifantri Mema dan Viktorius Zuna, diringkus di wilayah

Tabanan dan Denpasar. Hasil interogasi, para pelaku mengakui telah melakukan penggelapan dan menjual tabung tersebut di sejumlah warung yang berada di seputaran Badung dan Denpasar. ‘’Modusnya, pelaku melancarkan aksinya dengan dikomandoi oleh kepala gudang yang bekerja di TKP. Kasus ini masih kami dalami,’’ ujarnya. (kmb36)

DLHK Sebut Kebakaran TPST Kapal Akibat Kelalaian Petugas Mangupura (Bali Post) Kebakaran di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Desa Adat Kapal, Mengwi, ditanggapi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan menilai kebakaran tersebut akibat kelalaian petugas TPST setempat. ‘’Saya sudah jauh hari mengimbau jangan anggap remeh sampah. Pengelola harus betul-betul mengawasi sehingga potensi kebakaran bisa diminimalisir,’’ ujar Eka Merthawan, Jumat (27/9) kemarin. Menurutnya, pengelola TPST harus sigap mengatasi segala kemungkinan, termasuk mengawasi seluruh pegawai. Contohnya, saat bekerja pegawai dilarang merokok, menjauhkan alat-alat yang berkaitan dengan listrik karena sampah yang menumpuk akan menghasilkan gas metan yang mudah terbakar. Tak hanya itu, pengelola TPST juga harus menyediakan tenaga penunggu atau mengkunci TPST bila ditinggalkan. ‘’Gas metan yang dihasilkan dari sampah ini bisa terbakar.

Jadi, pegawai yang merokok harus diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Mesin pencacah juga mesti diposisikan jauh karena listrik dan solar,’’ jelasnya. Birokrat asal Sempidi, Mengwi ini mengakui telah menurunkan tim untuk mengatasi kebakaran di TPST dengan mengedukasi pengelola. ‘’Ada 22 TPST resmi di Badung akan kami edukasi terkait pengelolaan sampah agar tidak dianggap remeh,’’ tegasnya. Selain edukasi, pihaknya juga akan menertibkan tempat pembuangan sampah liar yang ada di Badung. Sebab sampah yang tidak terkolola dengan baik akan menjadi malapetaka. ‘’Yang tidak berizin akan kami tertibkan. Bila perlu ditutup atau dikenakan denda,’’ katanya. TPST Desa Adat Kapal dilalap si jago merah pada Kamis (26/9) dini hari. Kepala UPT Damkar Badung Utara Putu Danu Swatika mengungkapkan, penyebab kebakaran diduga akibat gas dalam sampah terkena terik matahari sehingga menimbulkan percikan api. (kmb27)

datanganan MoU, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng peringatan hari jadi ke-6 STMIK Primakara yang didampingi para dosen. (ad936)

Ditemui saat rapat kerja DPRD Badung dapil Kutsel belum lama ini, anggota DPRD Badung dapil Kutsel Wayan Sugita Putra dan Wayan Loka Astika berharap dinas terkait pro aktif turun ke lapangan guna mengecek kondisi LPJ. Pemeliharaan LPJ juga diharapkan bisa dilakukan berkesinambungan. Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Tofan Priyanto, menyatakan LPJ mati merupakan masalah klasik yang dihadapi setiap tahunnya. Pihaknya pun sudah beru-

paya menangani hal tersebut. Menurutnya, kewenangan pengelolaan LPJ dikembalikan ke Dinas Perhubungan sejak awal 2019. Tahun ini Dinas Perhubungan Badung memiliki anggaran pemasangan LPJ sebanyak Rp 25 miliar. Jika direalisasikan, dana sebesar itu bisa membangun 2.500 titik LPJ di seluruh Kabupaten Badung. Namun sayangnya, karena pertimbangan kondisi keuangan daerah anggaran tersebut dirasionalisasi. Secara teknis pihaknya sudah sempat menganggarkan senilai Rp

Bali Post/ist

TES URINE - Wabup Badung I Ketut Suiasa mengikuti tes urine yang digelar BNNK Badung, Jumat (27/9) kemarin, bertempat di Puspem Badung.

2,5 miliar, namun itu juga terkena rasionalisasi. Akibatnya, pembangunan LPJ tahun ini ditiadakan. Untuk biaya pemeliharaan, Pemkab sejatinya menganggarkan Rp 3 milyar. Namun anggaran itu pun terdampak rasionalisasi dan turun drastis menjadi hanya Rp 500 juta. Anggaran tersebut untuk meng-cover LPJ sebanyak 5.000 titik di kabupaten Badung. Meski demikian Tofan menegaskan, Pemkab Badung tidak tinggal diam. Pihaknya berupaya mengop-

timalkan teknisi dan pemeliharaan yang sifatnya kecil dengan anggaran Rp 500 juta tersebut. Diharapkan pemeliharaan tersebut mampu mengatasi persoalan terkait LPJ. Teknisi LPJ di Dinas Perhubungan Badung sebanyak 26 orang. Mereka disebar ke enam kecamatan. Para teknisi setiap harinya melakukan pemantauan. Namun eksekusinya tidak bisa maksimal seperti yang diharapkan karena kondisi keuangan. Sementara itu, Camat Kutsel I Made Widiana mengimbau masyarakat agar melaporkan jika ada LPJ padam ke kelurahan atau Pemerintah Desa. Lurah atau Kepala Desa nantinya akan menindaklanjuti laporan tersebut. (kmb23)

Ratusan ASN Dites Urine

Mangupura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung menggelar tes urine di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat (27/9) kemarin. Sekitar 300 ASN diperiksa guna memastikan seluruh pegawai bebas dari narkoba. Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini mengatakan, tes urine kali ini dilakukan guna mengimplementasikan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 yang mengamanatkan ASN wajib untuk melaksanakan tes urine dalam rangka melindungi mereka agar menjadi lebih baik. ‘’Adapun sample urine yang kami laksanakan sebanyak 300, khusus untuk pejabat mulai dari eselon IV ke atas. Sedangkan untuk para pegawai kami secara random melakukan tes urine,’’ jelasnya. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, pihaknya secara rutin dan periodik bekerja sama dengan BNNK Badung menggelar tes urine bagi pegawai dan seluruh pejabat yang ada di Kabupaten Badung. Hal ini lantaran Pemkab Badung berkomitmen untuk membangun integritas para pegawai dalam membangun sikap mental dan ingin selalu memotivasi agar hidup sehat dan bermanfaat. ‘’ASN harus mampu menunjukkan kualifikasi kehidupan mereka. Saya berharap tidak ada teman-te-

man yang terlibat narkoba,’’ ujarnya. Menurutnya, pihaknya ingin ASN memberikan contoh kepada masyarakat dengan melaksanakan tes ini. Dia pun berharap ASN Badung bersih dari narkoba sehingga akan mampu menjadi contoh dan mampu melayani masyarakat dengan baik. ‘’Saat ini Pemkab Badung sudah mendapatkan penghargaan tingkat nasional menjadi salah satu kabupaten yang tanggap penanganan tentang narkoba. Penghargaan yang merupakan suatu apresiasi dari pemerintah pusat atas komitmen ini, harus senantiasa dikawal dengan baik,’’ terangnya. Wabup Suiasa juga mengimbau agar seluruh jajaran ASN Pemkab Badung dan masyarakat Kabupaten Badung khususnya, harus benar-benar bersih dari narkoba dan mampu bersama-sama menyatakan perang dengan narkoba. Diharapkan semua komponen menjauhi penggunaan zat-zat adiktif, karena hal tersebut merupakan ancaman bagi semua pihak. ‘’Sayangi diri kita, sayangi keluarga kita dan mari kita pikirkan masa depan generasi kita di masa yang akan datang,’’ kata Suiasa seraya menambahkan, hasil pemeriksaan urine 300 ASN semuanya negatif atau tidak ada indikasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (kmb27)

Pencegahan Narkoba Gencar Dilakukan di Kawasan Wisata KUNJUNGAN wisatawan yang semakin banyak akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun terdapat pula dampak negatifnya, seperti masuknya sindikat narkoba. Untuk itu BNNK Badung gencar melakukan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kawasan wisata. Contohnya di Desa Adat Tuban, Kuta. Tujuannya, meminimalisir peredaran WAYANG - Warga menonton Wayang Cenk Blonk yang digelar BNNK Badung bersinergi dengan Desa Adat Tuban, Kuta.

barang terlarang tersebut. ‘’Tadi malam (Kamis-red) kami melaksanakan sosialisasi P4GN di Desa Adat Tuban, Kuta. Karena di sana ada upacara payadnyan atma wedana. Kami menggandeng wayang Cenk Blonk,’’ ungkap Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H., Jumat (27/9) kemarin. Pagelaran seni budaya P4GN melalui pementasan Wayang Cenk Blonk, menurut AKBP Masmini dalam rangka mewujudkan masyarakat Desa Adat Tuban yang unggul, berdaya saing, sejahtera dan bersih dari narkoba. Untuk itu BNNK Badung bersinergi dengan Desa Adat Tuban melak-

sanakan kegiatan tersebut. ‘’Kami terus bekerja keras beri pemahaman dan edukasi tentang langkah P4GN, sehingga tertanam sikap tegas untuk berani menyatakan penolakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,’’ tegasnya. Selama ini pihaknya menggandeng Wayang Cenk Blonk dan terus berinovasi dalam merangkul masyarakat untuk ikut terlibat aktif mengimplementasikan upaya P4GN. Di samping itu, tujuannya untuk melestarikan seni dan budaya. Pasalnya, Wayang Cenk Blonk dinilai lebih kreatif, persuasif, dan menarik bagi masyarakat untuk menyampaikan upaya P4GN.

‘’Terlaksananya kegiatan ini menunjukkan suatu tekad dan semangat yang tinggi masyarakat Desa Adat Tuban turut serta dalam upaya menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Selain itu, turut serta menjaga dan melestarikan seni budaya Bali yang kian punah karena tergerus globalisasi,’’ ungkap mantan Kabag Sumda Polres Badung ini. Masmini turut berkolaborasi dengan dalang Cenk Blonk untuk mengisi materi tentang P4GN. Dalam pementasan disampaikan pesan-pesan tentang penanggulangan permasalahan narkoba di lingkungan masyarakat. (bns1)


Sabtu Umanis, 28 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

ISI Denpasar Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai perguruan tinggi seni di Bali telah banyak melahirkan seniman-seniman nasional maupun internasional. Sebagai perguruan tinggi memiliki keunggulan yang berbeda dibandingkan dengan yang lain umumnya, ISI Denpasar mengajak seluruh civitas akademika untuk bersiap dalam menghadapi era revolusi undustri 4.0. Hal ini terungkap dalam kuliah umum Program Megister, Program Pascasarjana, ISI Denpasar yang bertemakan ‘’Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi Seni di Era Revolusi Industri 4.0’’ diselenggarakan di Gedung Citta Kelangen, lantai dua, ISI Denpasar, Jumat (27/9) kemarin. Kegiatan diikuti sekitar 150 orang, terdiri dari mahasiswa S-1, S-2 dan para dosen. Kuliah umum menghadirkan pembicara Dr. Lucky Wijayanti dari Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta. Ketua Program Studi Seni, Program Megister, Program Pascasarjana ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. mengatakan saat ini arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia, disertai dengan perkembangan teknologi yang makin cangkih, dunia memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pola digital ekonomi, artificial inteligen, big data, robotik dan lainnya, atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Dengan demikian, sistem pembelajaran di perguruan tinggi pun dituntut agar menyesuaikan dengan perkembangan yang ada

KULIAH UMUM - Ketua Program Studi Seni, Program Megister, Program Pascasarjana ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada bersama Dr. Lucky Wijayanti dari Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta dan peserta kuliah umum berpose bersama usai kegiatan. dengan berbasiskan aplikasi. ISI Denpasar merupakan perguruan tinggi yang mempunyai spesifikasi, di mana bidang seni merupakan keunikan dan keunggulan, yang membedakannya dengan universitas umum lainnya. Dengan seni ISI Denpasar dapat berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. ‘’Walaupun memasuki era industri yang mengalami perkembangan dari 1.0 hingga 4.0, namun keunggulan dan keunikan ini jangan sampai ditinggalkan. Seniman atau pengajar profesional di ISI harus tetap ilmiah dalam menghasilkan karya-karya,’’ katanya. Selain tantangan tersebut di

atas, peluang di era industri 4.0 agar dapat dimanfaatkan sebagai driver untuk mendukung proses pembelajaran secara teknis. Tenaga pendidik di era revolusi industri harus meningkatkan pemahaman dalam mengekspresikan diri di bidang literasi media, memahami informasi yang akan dibagikan kepada para peserta didik serta menemukan analisis untuk menyelesaikan permasalahan akademik literasi digital. Selain itu, melalui era revolusi industri 4.0, bagaimana nantinya mahasiswa setelah lulus karyakarya yang dihasilkan tersebut juga secara finansial juga menjadi penghidupan mereka. (ad928)

Pelantikan DPW Artipena Bali

Perguruan Tinggi Se-Bali Berkomitmen Cegah Penyalahgunaan Narkoba DALAM uaya pengendalian dan pengawasan secara ketat dan seksama terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus, perguruan tinggi (PT) se-Bali membentuk Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena). Bahkan, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Artipena Wilayah Bali periode 2019-2021 dilantik secara resmi oleh Dr. Suyanto, Ketua Bidang Organisasi DPP Artipena Pusat, di Aula ITB-Stikom Bali, Jumat (27/9) kemarin. Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. yang juga Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar dilantik menjadi Ketua DPW Artipena Bali, dibantu tiga Wakil Ketua yakni Drs. I Made Legawa, M.Si., I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. dan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan dilantik menjadi sekretaris dan Selvianti Joenoes, S.H., M.H. menjadi bendahara. Pelantikan dihadiri perwakilan BNN Provinsi Bali, perwakilan Gubernur Bali, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Swasta se-Bali, dan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Bali. Wakil Ketua III Artipena Bali selaku Ketua Panitia Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan peredaran narkoba di Bali yang merupakan destinasi tujuan wisata dunia mesti terus diwaspadai. Bahkan secara umum kondisi di mana-mana dapat dikatakan darurat narkoba. Perguruan tinggi menjadi salah satu target sasaran para pengedar. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan bahaya narkoba masuk kampus. ‘’Perguruan tinggi se-Bali harus bersinergi dan bergandengan tangan, berkoordinasi secara intens untuk mencegah agar kampus-kampus kita tidak menjadi sasaran pengedaran narkoba. Sehingga pengedaran narkoba di Bali semakin sempit ruang geraknya, bahkan nol,’’ ujar Dr. Radendra. Radendra yang juga Ketua Yayasan Handayani Denpasar

tersebut menjelaskan, perguruan tinggi selain memiliki tanggung jawab moral menciptakan SDM unggul dan berkualitas juga memiliki tanggung jawab sosial kepada publik antara lain mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. ‘’Kita akan berkomitmen lebih kuat lagi dalam melawan penyalahgunaan narkoba, dan kita menggandeng beberapa lembaga yang secara tupoksinya sudah ditugaskan oleh negara untuk memberantas narkoba, seperti BNN, Kapolda Bali, Gubernur Bali, dan pemerintah daerah lainnya, sehingga tindakan kita ini menjadi sangat bermakna dan berarti,’’ tandasnya. Ketua DPW Artipena Bali Dr. Sukamerta mengatakan perguruan tinggi di Bali sejatinya telah mendeklarasikan diri sebagai kampus antinarkoba. Bahkan setiap penerimaan mahasiswa baru, mereka diberikan pencerahan tentang bahaya narkoba oleh BNN dan pihak kepolisian. Namun, dengan terbentuknya Artipena di Bali, komitmen untuk memberantas penyalahgunaan narkoba semakin terorganisir dan riil dalam mendukung pemerintah agar penyalahgunaan narkoba tidak masuk ke dunia pendidikan tinggi. Bahkan,

pihaknya mendorong agar setiap perguruan tinggi di Bali memiliki UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) khusus tentang pengendalian penyalahgunaan bahaya narkoba. Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dasi Astawa berharap dengan terbentuknya DPW Artipena Bali ini, perguruan tinggi mampu menyadarkan mahasiswa sebagai generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba. Sebab, narkoba dapat merusak generasi muda, bahkan meluluhlantahkan masa depan anak muda bangsa. Sehingga pencegahannya harus dilakukan secara sistematis, masif, dan terstruktur oleh perguruan tinggi. Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Bali yang mewakili Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa berharap Artipena dapat menjadi kekuatan dan energi baru dalam program P4GN di semua perguruan tinggi di Bali. Apalagi, BNNP Bali sudah sejak dini telah melakukan sosialisasi P4GN hampir di seluruh perguruan tinggi. Terbukti saat ini tingkat prevalensi narkoba di Bali turun dari peringkat 11 secara nasional menjadi peringkat 23 pada tahun 2018. (ad930)

ARTIPENA - Ketua Bidang Organisasi DPP Artipena Pusat Dr. Suyanto melantik DPW Artipena Bali Periode 2019-2021 di Aula ITB-Stikom Bali, Jumat (27/9) kemarin.

Ideologi di Balik Perang Puputan Badung

Anak Agung Ketut Adi Antara Doktor Ke-70 Unhi Denpasar PROGRAM Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor pada ujian terbuka promosi Doktor, Jumat (27/9) kemarin. Ia adalah seorang anggota kepolisian RI Drs. Anak Agung Ketut Adi Antara, M.Si. Pria kelahiran Denpasar, 6 Mei 1961 ini adalah Doktor ke-70 yang lulus pada Program Studi Doktor (S-3) Ilmu Agama dan Kebudayaan Pascasarjana Unhi Denpasar. Mengangkat disertasi berjudul ‘’Ideologi di Balik Perang Puputan Badung’’, Adi Antara lulus dengan predikat sangat memuaskan. Penelitian tulisan disertasinya ini mengungkap ideologi di balik perang Puputan Badung yakni pertama wirang atau sifat kepahlawanan yang menjadi etos kepemimpinan Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung saat itu. Bahkan, sifat kepahlawanan ini sudah ditunjukkan ketika Raja Denpasar dan Badung melakukan aksi penolakan terhadap Belanda yang melakukan negosiasi terkait dengan ganti rugi atas hilangnya uang 3.000 ringgit di kapal Sri Komala yang mendarat di Sanur. Penolakan ini dikatakan heroik karena Raja Denpasar dan Badung tidak memiliki peralatan perang yang lengkap dan canggih. ‘’Jika dikaji sikap raja saat itu, menunjukkan pandangan hidup dan nilai-nilai yang diyakini sebagai seorang tedung jagat. Raja memahami yang namanya wira rasa atau rasa kepahlawanan yang mesti dikobarkan ketika menghadapi penjajah. Bahkan, puncak ide-

SIDANG - Dr. Drs. Anak Agung Ketut Adi Antara, M.Si. berfoto bersama pimpinan sidang yang juga Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (5 dari kiri) beserta seluruh dewan penguji seusai sidang terbuka promosi Doktor Unhi Denpasar, Jumat (27/9) kemarin. ologi wirang ini terlihat saat raja melakukan puputan atau berjuang sampai darah kenghabisan melawan kolonialisme,’’ ujar Adi Antara. Selain ideologi kepahlawanan, perang Puputan Badung juga tidak bisa dilepaskan dari soal kehormatan dan harga diri raja dan rakyatnya, pandangan hidup serta nilai-nilai yang diyakini raja saat itu yaitu Rana Yadnya dan Mati Tan Tumut Pejah, serta konservatisme yang merupakan salah satu ideologi politik yang menghendaki tradisi atau budaya tetap lestari, terjaga, dan terpelihara. ‘’Penanaman ideologi Puputan Badung dilakukan melalui pe-

wayangan, karya sastra, serta keluarga dan pemerintahan,’’ ungkapnya. Sementara itu, dalam konteks kekinian ideologi Puputan Badung dapat dilihat melalui beberapa peristiwa dan peringatan. Seperti perang Puputan Margarana, melalui peringatan Puputan Badung, dan aksi lingkungan. Ujian terbuka promosi Doktor dipimpin Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.A., Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. selaku Promotor, dan Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. selaku Kopromotor, dan diuji 8 dewan penyanggah lainnya. (ad929)

’’Outing’’ Pratama Widya Pasraman dan Pelantikan Himprawira Kabupaten Badung KANTOR Kementerian Agama Kabupaten Badung menyelengarakan ‘’Outing Pratama Widya Pasraman’’ di Wantilan Pura Taman Mumbul, Sangeh, Badung, Jumat (27/9) kemarin. Kegiatan ini diikuti sekitar 90 orang anak setingkat taman kanak-kanak dan 36 guru maupun pendamping dari lima Pratama Widya Pasraman se-Kecamatan Mengwi dan Abiansemal. Outing Pratama Widya Pasraman yang mengambil tema ‘’Kita Bangun Generasi Muda Hindu yang Mandiri, Cerdas, Unggul serta Memiliki Nilainilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dalam Bingkai NKRI’’ ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan, kebudayaan Hindu, dan menanamkan agama Hindu dari usia dini. Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Gusti Agung Gede Manguningrat, kegiatan yang pertama kali diadakan ini bertujuan untuk mengenalkan anakanak pada lingkungan yang ada di sekitarnya. Menanamkan pemahaman tentang pura (tempat ibadah agama Hindu) dan palinggih-palinggih yang ada di dalamnya. Mengajak anak sejak kecil ke tempat-tempat suci, maka secara otomatis dalam ingatan mereka akan tertanam tempat suci tersebut. Bayangan tempat suci itu tidak akan lepas dari pikiran si anak. Dengan begitu pemahaman akan tempat suci memberikan ketenangan dan kebaikan tertanam di pikiran mereka. Yang nantinya mereka akan senang ke tempat suci dan tentunya belajar agama Hindu dengan baik. ‘’Nah dari inilah, kenapa kita tanamkan pemahaman tempat suci pada anak-anak. Agar anak-anak tertarik, pingin ke pura. Jadi mereka tahu tentang tempat ibadah,’’ terang Agung Manguningrat.

Selanjutnya, ke depan pihaknya akan rutin melaksanakan kegiatan seperti ini tiap tahun. Namun tempat pelaksanaan kegiatan akan mengambil lokasi yang berbeda di wilayah Badung. Pada Outing Pratama Widya Pasraman, peserta akan diberikan pemahaman oleh beberapa narasumber melalui cerita. Ini dikarenakan anak-anak di usia tersebut cenderung gemar mendengar cerita. Selain itu, peserta nantinya juga diajak untuk malukat dan sembahyang bersama. ‘’Bagaimana anak-anak kita, mulai dari kecil kita tanamkan nilai keagamaan, mengenal lingkungan mulai dari kecil,’’ tegasnya. Ketua Himprawira (Him punan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Pratama Widya Pasraman) I Wayan Wikrawan bersama Kasi Pendidikan Agama

Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung Ida Bagus Windu menambahkan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan dan penyerahan SK Himprawira. Ini merupakan himpunan pertama yang terbentuk di Badung, bahkan mungkin di Indonesia. Himprawira adalah semacam kelompok kerja guru dan siswa setingkat taman kanak-kanak. Di dalam Himprawira terdapat beberapa Pratama Widya Pasraman. Pengertian Pratama Widya Pasraman sendiri adalah sekolah keagamaan Hindu setingkat taman kanak-kanak, di mana sekolah ini berada di bawah Kementerian Agama. Di Kabupaten Badung baru ada lima Pratama Widya Pesraman. Untuk sekretariatnya, ada di Pratama Widya Pasraman Adnyani Gerih, Abiansemal. (ad935)

OUTING - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Gusti Agung Gede Manguningrat membuka Outing Pratama Widya Pasraman di Taman Mumbul, Sangeh, Badung, Jumat (27/9) kemarin.

Kehamilan di Luar Kandungan KEHAMILAN ektopik atau hamil di luar kandungan adalah komplikasi kehamilan. Hamil ektopik terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim, namun menempel dan bertumbuh di tuba fallopi. Kondisi ini dikatakan serius dan sangat mungkin membahayakan nyawa ibu. Sebab, sel telur yang tumbuh di luar rahim tidak dapat bertahan hidup. Setelahnya sel telur akan menempel di jaringan. Di mana ia menempel dan menghancurkan jaringan tersebut. Ini

menyebabkan pendarahan internal dan infeksi. Tidak mudah untuk mempertahankan bayi pada kehamilan ektopik. Kemungkinan besar, bayi harus digugurkan. Kehamilan ektopik cukup umum terjadi. Rata-rata dari setiap 100 kehamilan setidaknya ada dua ibu yang hamil ektopik. Tanda atau gejala yang sering terjadi di awal kehamilan ektopik adalah nyeri panggul. Kemungkinan juga ada perdarahan yang keluar dari vagina. Umumnya kondisi ini bisa menimbulkan nyeri pada

perut dan ingin buang air besar terus-menerus dan gejala lain seperti mual dan muntah, nyeri pada perut bawah, kram perut, nyeri pada satu sisi tubuh, pusing atau lemah, nyeri pada pundak, leher, atau rectum dan pingsan (jarang terjadi). Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikanlah dengan dokter Anda. Bisakah saya hamil lagi setelah ektopik? Sebagian besar wanita yang mengalami

kehamilan ektopik umumnya bisa hamil normal dan sehat lagi di masa depan. Umumnya bila hamil ektopik disebabkan karena saluran tuba falopi rusak atau bermasalah, dokter akan mengangkat saluran tersebut. Lalu, jika salah satu saluran tuba diangkat, satu saluran tuba lainnya yang masih sehat tetap bisa membantu proses kehamilan. Jika hamil ektopik Anda disebabkan karena infeksi atau penyakit menular seksual, maka pengobatan dengan obat atau tindakan perawatan lain

bisa membantu. Akan tetapi jika kehamilan ektopik terjadi karena paparan dietilstilboestrol (DES), terjadinya kehamilan normal kemungkinan kecil terjadi. Periksakan diri dan konsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda merencanakan kehamilan berikutnya. Semakin dini Anda mencegah kehamilan ektopik, semakin kecil kerusakan tuba dan semakin besar kemungkinan untuk bisa hamil normal dan sehat. Kapan boleh mencoba hamil lagi? Sebetulnya tidak ada bukti cukup yang bisa menen-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

tukan harus menunggu seberapa lama untuk mencoba lagi setelah mengalami kehamilan ektopik. Dikutip dari The Ectopic Pregnancy Trust, para ahli kandungan menyarankan untuk mencoba hamil kembali setelah 3 bulan atau sekitar 2 sampai 3 kali masa mentruasi Anda lewat. Bukan tanpa tujuan. Menunggu setidaknya selama 3 bulan berfungsi untuk mengembalikan siklus haid yang normal sebelum memulai mencoba hamil kembali. l dr. D.N. Krisna Arijaya


Sabtu Umanis, 28 September 2019

SMP PGRI 3 Wakili Denpasar di LSS Tingkat Provinsi Bali

Sambut Dies Natalis Ke-56

Unhi Denpasar Gelar Jalan Santai dan Donor Darah DALAM rangka menyambut Dies Natalis ke-56 yang akan dirayakan pada 3 Oktober 2019 mendatang, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar kegiatan jalan santai yang melibatkan seluruh civitas akademika Unhi Denpasar, Jumat (27/9) kemarin. Para peserta jalan santai dilepas Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. Selain jalan santai, berbagai jenis kegiatan dan perlombaan juga dilakukan. Di antaranya tarik tambang, lari karung, tenis meja, tenis lapangan, Futsal Rektor Cup dan aksi sosial berupa donor darah. Rektor Unhi Denpasar Prof. Damriyasa mengatakan kegiatan Dies Natalis ke-56 ini mengusung tema ‘’Pelestarian Budaya Bali Melalui Perlindungan Kekayaan Intelektual’’. Tema ini sejalan dengan visi Unhi Denpasar sebagai kampus umat Hindu berbasis agama dan kebudayaan. Apalagi, budaya yang dimiliki Bali tidak terlepas dari karya-karya intelektual para leluhur yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Oleh karena itu, pada puncak Dies Natalis ke-56 nanti, pihaknya akan mengundang dan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berkaitan dengan tema Dies Natalis. Bahkan, Dirjen Kebudayaan RI juga diundang untuk memberikan orasi ilmiah tentang pelestarian budaya. ‘’Artinya, visi dan misi Unhi adalah bagaimana melestarikan ilmu pengetahuan tradisional Bali yang kita miliki, yang ke depannya bagaimana kita memanfaatkan teknologi informasi dalam

POTONG PITA - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. saat melepas peserta jalan santai dalam rangka Dies Natalis ke-56 dan Utsawa Bali Sani, Jumat (27/9) kemarin. menghadapi era revolusi industri 4.0. Bahkan, kami di Unhi memanfaatkan revolusi industri 4.0 ini untuk melestarikan tradisi, budaya dan pengetahuan tradisional Bali,’’ ujar Prof. Damriyasa. Sementara itu, tujuan dari kegiatan jalan santai dan berbagai perlombaan lainnya adalah untuk menumbuhkan solidaritas, rasa bakti dan hormat seluruh civitas akademika Unhi Denpasar kepada institusi yang pola ilmiah pokoknya adalah agama dan kebudayaan. Dengan dilaksanakannya berbagai jenis kegiatan dalam rangkaian Dies Natalis ini, masyarakat bisa

melihat dan merasakan perkembangan Unhi Denpasar. Sehingga masyarakat umum bisa lebih mencintai dan memilih Unhi sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi. Sebab, dari segi kualitas dan kuantitas, serta akademik, Unhi Denpasar telah melaksanakan standar-standar nasional. Selain kegiatan jalan santai, berbagai kegiatan ilmiah juga dilakukan. Seperti bedah buku, seminar, dan akan dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat berupa pelayanan pengobatan tradisional gratis di Desa Penebel, Tabanan. (ad934)

Rangkaian Dies Ke-57

Unud Komit Kurangi Timbulan Sampah Plastik SERANGKAIAN Dies Natalis ke-57 Universitas Udayana (Unud), Jumat (27/9) kemarin digelar berbagai kegiatan kekeluargaan. Dengan tema ‘’SDM Unud Unggul dan Berkarakter Indonesia’’, kegiatan ini diharapkan menjadi momen refleksi untuk kemajuan Unud ke depannya. Pada kegiatan ini, selain diisi dengan momen kekeluargaan juga dilakukan peluncuran kampanye penggunaan tumbler di lingkungan Unud. Langkah ini dilakukan Unud untuk ikut melaksanakan peraturan Gubernur Bali terkait pengurangan timbulan sampah plastik. Ini juga sebagai bentuk komitmen Unud untuk mengurangi timbulan sampah plastik. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan launching aplikasi Udayana Mobile. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). saat ditemui di sela kegiatan menyampaikan rangkaian kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan dengan berbagai kegiatan. Seperti seminar, olahraga, konferensi internasional, pengabdian masyarakat, bakti sosial yang dilakukan oleh berbagai unit di lingkungan Unud. Untuk Jumat kemarin, rangkaian Dies Natalis diisi dengan acara kekeluargaan dipadukan dengan aksi lingkungan. Diawali jalan sehat yang diikuti seluruh civitas akademika keluarga besar Unud juga melakukan pemungutan sampah plastik sepanjang jalan. Tak hanya itu, acara keke-

luargaan juga diisi senam jantung sehat, donor darah dan berbagai lomba. ‘’Melalui kegiatan ini, kami harapkan dapat mempererat rasa persaudaraan di antara keluarga besar Unud untuk bergandengan tangan maju bersama. Saling bersinergi dalam mewujudkan Unud yang unggul mandiri dan berbudaya,’’ harapnya didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Nyoman Gde Antara. Dies Natalis ini diharapkan bisa dijadikan momen untuk introspeksi diri. Dalam hal ini harus bisa mencermati, seberapa jauh capaian Unud dalam usia yang ke-57 tahun. Tentunya, katanya, tahun

demi tahun harus bisa ditingkatkan capaiannya sesuai dengan target yang sudah dicanangkan. ‘’Dies ini bisa menjadi momen untuk introspeksi diri demi kemajuan Unud ke depannya,’’ ucapnya. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi, baik tingkat nasional maupun internasional serta mereka yang mendapatkan juara pada kegiatan Pimnas. Sedangkan pada puncak acara pada 29 September mendatang di Gedung Widya Sabha, mahasiswa asal Papua akan diberikan kesempatan untuk mementaskan budaya mereka. (ad932)

ANGKAT TUMBLER - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). bersama jajaran dan seluruh civitas akademika mengangkat tumbler menandai peluncuran kampanye penggunaan di lingkungan Unud, Jumat (27/9) kemarin.

Implementasi Trias UKS Wujudkan Manusia Unggul SETIAP tahun Provinsi Bali menggelar Lomba Sekolah Sehat (LSS). Pemenangnya nanti akan mewakili Bali di tingkat nasional. Untuk memilih wakil Bali ini, tim penilai mendatangi sekolah perwakilan kabupaten/kota untuk melakukan penilaian. Untuk Kota Denpasar di tingkat SMP, terpilih SMP PGRI 3 Denpasar. Di mana penilaiannya berlangsung Jumat (27/9) kemarin. Selain berlomba menjadi sekolah sehat untuk menjadi wakil Bali di tingkat nasional, hal terpenting dari lomba ini adalah implementasi trias UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) di lingkungan sekolah sehingga bisa menciptakan generasi atau manusia unggul. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan LSS ini adalah sebuah sarana untuk menunjukkan jika sekolah sudah menerapkan trias UKS di lingkungannya. ‘’Hal yang paling penting itu adalah bagaimana proses menjadi sekolah sehat, bagaimana sekolah melaksanakan dan merealisasikan trias UKS,’’ ujarnya. Sri Armini melanjutkan, pendidikan kesehatan di sekolah itu tidak hanya dengan teori, tetapi juga lewat praktik di berbagai macam bidang. Menjadi sekolah sehat tidak sekadar penanganan siswa yang sakit, tetapi yang utama adalah mengajari mereka bagaimana cara pencegahan (preventif) agar tidak menjadi sakit. Dan bagaimana cara menyebarluaskan informasi pencegahan ini (promotif) tidak hanya lingkungan sekolah, tetapi juga lingkungan sekitarnya seperti lingkungan keluarga siswa. ‘’Sebab dalam kesehatan tidak hanya kuratif atau pengobatan, tetapi juga ada tindakan preventif dan promotif,’’ ujarnya. Untuk bisa mencapai ini, ten-

PRASASTI KESEPAHAMAN - Penandantanganan prasasti kesapahaman mewujudkan SMP PGRI 3 Denpasar sebagai sekolah sehat dalam penilaian lomba sekolah sehat tingkat Provinsi Bali, Jumat (27/9) kemarin. tunya memerlukan sinergi dari semua pihak. Menurutnya, sinergi ini sudah terlihat di Kota Denpasar. Salah satunya bisa dilihat dari angka stunting Denpasar yang rendah dan masuk 10 besar terendah di Indonesia. Stunting sendiri adalah pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan usianya. ‘’Penerapan trias UKS di sekolah berkontribusi besar. Ini tidak bisa dicapai hanya dengan satu tahun atau dua tahun. Tetapi setidaknya 10 tahun. Selain stunting, lewat trias UKS kita bisa menekan penyakit infeksi lainnya seperti DBD. Dan bisa dilihat sekarang kasus infeksi DBD di Denpasar terus mengalami penurunan,’’ papar Sri Armini. Ia berharap dengan penerapan nyata trias UKS bisa menghasilkan ma-

nusia unggul dan menjauhkan anak-anak dari pengaruh negatif. Sementara itu, Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. mengatakan dalam melaksanakan trias UKS, pihak sekolah menggelar program dan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Seperti penyediaan air bersih dan air minum, penyediaan dan pengaturan air limbah, pembuatan biopori, tong sampah underground hingga pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Selain itu, juga ada ragam inovasi untuk meningkatkan kualitas dan kinerja UKS seperti program Jumat bersih, penataan lingkungan dan penghijauan, pengadaan green house, taman mini dan hidroponik. (ad931)

Seminar World Tourism Day 2019

Usung Tema ’’Tourism & Jobs A Better Future For All’’ SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) Denpasar - Sekolah Perhotelan Bali (SPB) di Jalan Kecak, Jumat (27/9) kemarin menyelenggarakan seminar di kampus setempat. Sebagai motor dalam seminar ini adalah Jurusan Pariwisata Management. Seminar ini juga dirangkai dengan Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day 2019. Tema yang diusung dalam seminar yang menghadirkan tiga orang pembicara itu adalah ‘’Tourism & Jobs A Better Future For All’’. Pembicara itu adalah anak muda sukses seperti Wahyu Mahendra yang akan membawakan ‘’Travel & Lifestyle Photographer–Influencer’’, A.A. Bagus Bhaskara, S.ST.Par. sebagai General Manager at the Evitel Resort Ubud Passionate Hotelier dan Ida Bagus Bama Rupa, Director PT Bali Coklat (POD Chocolate). Kaprodi Diploma 4 Managemen Pariwisata STPBI Denpasar Komang Trisna Pratiwi Arcana, S.ST. Par., M.Rech.CHE. mengatakan World Tourism Day 2019 adalah Hari Pariwisata Dunia yang diselenggarakan serentak di dunia yang diselenggarakan setiap 27 September. Tema ini diusung dengan alasan industri pariwisata bisa dan mampu memberikan lapangan kesempatan kerja pada siapa pun. Baik mereka yang nemiliki kesempurnaan maupun yang me-

miliki keterbatasan atau kaum disabilitas. Dalam kegiatan ini juga mengusung tema yang intinya untuk mengurangi penggunaan plastik. Dan itu sudah dikampanyekan mahasiswa bersama sebuah komunitasnya untuk mendorong dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, generasi muda, untuk mengurangi penggunaan plastik di dunia. Dengan demikian, untuk memuluskan dan mencapai target, dalam seminar ini juga hadir atau melibatkan pesertanya dari civitas akademika STPBI, mengundang palajar SMA/SMK, wisata binaan seperti Desa Wisata Jehem dan Selumbung, juga hadir dari Dinas Pariwisata. Mengapa pembicara banyak anak muda? Komang Trisna Prati-

wi Arcana mengatakan saat ini generasi Z dan milineal sudah mendominasi penggerakan yang ada di dunia. Aktivitas anak muda juga bisa mendukung kreativitas mereka untuk mendukung industri pariwisata. Dalam seminar ini, Komang Trisna Pratiwi Arcana berharap dalam mata kuliah pariwisata berkelanjutan. Jadi setelah seminar ini, mereka diharapkan bisa mewujudkan dan mengimplementasikan konsep-konsep sustainability. Tidak hanya dalam kegiatan keseharian mereka, namun juga mendorong kegiatan generasi yang lain untuk mengusung konsep sustainability. Dalam hal ini menyeimbangkan tiga pilar yang ada yakni sosial budaya, ekonomi dan lingkungan. (ad937)

Kawan Lama Retail Ekspansi di Tegal

Informa dan Toys Kingdom Buka Toko Pertama KAWAN Lama Retail, grup bisnis penyedia berbagai produk perlengkapan rumah, furnitur, dan gaya hidup, terus berekspansi dengan membuka toko baru di Tegal, tepatnya di Pacific Mall Jalan Mayjend Sutoyo, Pekauman, Rabu (25/9) lalu. Bisnis unit yang dibuka pada kali ini adalah Informa pusat furnitur dan aksesoris untuk hunian dan bisnis, dan Toys Kingdom pusat mainan dan hobi untuk segala usia. Nana Puspa Dewi, Marketing Director Kawan Lama Group, menjelaskan konsistensi dalam menambah toko baru merupakan wujud komitmen untuk hadir lebih dekat dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Tegal merupakan kota dinamis dengan potensi ekonomi yang besar dan perlu untuk ditunjang produk furnitur dan aksesoris yang tidak hanya fungsional, namun juga modern dan stylish. Selain itu, kebutuhan akan produk mainan berkualitas juga perlu diakomodir seiring pertumbuhan gaya hidup masyarakat. Setelah membuka ACE, pusat kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup, dan Chatime, penyedia freshly brewed bubble drink pada akhir 2018 lalu, kini Kawan Lama Retail kembali berekspansi di Kota Tegal dengan membuka toko pertama Informa dan Toys Kingdom. Harapannya, kedua toko baru ini dapat memberikan kemudahan bagi

masyarakat Tegal. Informa terletak di lantai satu dengan luasan area 3.500 m2. Informa Pacific Mall merupakan toko pertama di Tegal sekaligus toko ke-89 yang tersebar di 42 kota di Indonesia. Tersedia beragam jenis furnitur dan aksesoris untuk berbagai ruangan pada hunian. Selain menawarkan rangkaian produk yang up to date, Informa juga menyediakan layanan furniture protection dan electronic protection. Informa juga memiliki aplikasi mobile untuk mendukung kenyamanan belanja bagi pelanggan melalui beragam fitur penting, seperti katalog dan notifikasi promo, panduan menemukan lokasi toko, serta digital customer care yang akan membuat pelanggan seperti memiliki asisten pribadi. Aplikasi ini dapat diunduh melalui pencarian kata kunci ‘’INFORMA’’ dari Google Playstore bagi pengguna Android, atau Apple AppStore bagi pengguna iOS. Toys Kingdom Sebagai destinasi mainan dan hobi untuk segala usia, Toys Kingdom Pacific Mall merupakan toko pertama di Tegal sekaligus toko ke-45 di 19 kota di Indonesia. Toko ini terletak di lantai satu dengan area seluas lebih dari 250 m2 menghadirkan berbagai mainan eksklusif yang hanya dapat ditemukan di Toys Kingdom seperti

Salam Sisters dengan koleksi mainan boneka muslim berkarakter unik, Kongsuni, boneka perempuan dari seri kartun Korea, serta Go Go Dino dan Tobot yaitu robot animasi populer dari Korea. Beragam jenis mainan lainnya juga ditawarkan seperti mainan edukasi, mainan outdoor, mainan koleksi, keperluan bayi, kostum profesi anak-anak, hingga produk komersial seperti playground set serta meja dan kursi belajar untuk anakanak. Secara kualitas, Toys Kingdom menghadirkan produk mainan yang aman karena bebas dari kandungan bahan berbahaya, desain yang tidak tajam dan runcing, serta telah berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia). Mengusung slogan ‘’Creating Smile’’, Toys Kingdom menawarkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan melalui Dancing Time, yaitu tarian yang dilakukan oleh staf di jam tertentu diiringi dengan jingle Toys Kingdom untuk menambah suasana ceria di dalam toko. Pelanggan juga bisa menikmati layanan gratis bungkus kado serta demo produk yang dibantu oleh staf toko. Tidak ketinggalan, untuk menjalin hubungan yang dekat dengan pelanggan khususnya anak-anak, Toys Kingdom memiliki maskot bernama TIGGI yaitu perwujudan dari anak Harimau Sumatera berkarakter pemberani, selalu ingin tahu, dan baik hati yang

bisa diajak bemain dan menari bersama anak-anak. Bagi pelanggan setia, Informa dan Toys Kingdom memberikan reward dan kemudahan melalui program membership yaitu Informa Rewards dan Smile Club dengan berbagai keuntungan antara lain poin setiap belanja nominal tertentu, gratis layanan antar dan instalasi, serta belanja lebih hemat menggunakan poin yang dimiliki melalui program Pay All with Points. Untuk kemudahan bertransaksi, tersedia fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan menggunakan kartu kredit bank partner. Untuk pembelanjaan produk Informa secara online, dapat mengunjungi informa.co.id/shop atau melalui authorized online retailer Kawan Lama Retail di www.ruparupa.com/informa. Sedangkan untuk pembelanjaan produk Toys Kingdom secara online dapat melalui www. toyskingdom.co.id. Memeriahkan pembukaan toko terbaru di Pacific Mall Tegal, Informa menghadirkan beragam penawaran menarik seperti Hot Deals, yaitu harga hemat hingga 60% untuk produk pilihan dengan jumlah terbatas yang berlangsung hanya 5 hari mulai tanggal 25-29 September 2019. Selain itu, tersedia hadiah langsung untuk pembelanjaan dengan minimum transaksi tertentu, Shocking Price yaitu harga spesial

FOTO BERSAMA - (Dari kiri ke kanan) Benhard Siagian selaku Senior Operation Manager Toys Kingdom, Vonny Tresno Santoso selaku Management Pacific Mall Tegal, Danang Hariwibowo selaku Deputy Store Operations Director Informa, Ahmad Sofyan selaku Area Manager Informa, dan Harry Wibowo selaku Store Manager Informa Pacific Mall Tegal saat peresmian Informa di Pacific Mall Tegal. produk tertentu dan Serba 99 Ribu untuk beragam produk pilihan, serta voucher senilai Rp 300 pada brosur pre-opening hingga 6 Oktober 2019. Sedangkan Toys Kingdom menghadirkan diskon hingga 70% dan Buy 1 Get 1 Free untuk produk pilihan, serta hadiah eksklusif untuk 100 pembeli pertama yang berlangsung hingga 6 Oktober 2019. Bagi pelanggan yang belum tergabung sebagai pemegang Smile Club, dapat memanfaatkan program free membership dengan pembelanjaan minimal Rp 500.000 menggunakan kartu kredit Bank Mandiri. Kegiatan sosial juga menjadi agenda perayaan pembukaan Informa dan Toys Kingdom Pacific Mall Tegal melalui Kawan Lama Sahabat Bangsa, yaitu yayasan yang

menaungi kegiatan CSR Kawan Lama Group dengan melakukan kegiatan bersih-bersih di Masjid Agung Tegal yang merupakan masjid terbesar dan warisan budaya Kota Tegal pada 18-19 Sempember 2019. Selain itu, Kawan Lama Sahabat Bangsa juga memberikan donasi peralatan kebersihan, rak sepatu dan rak untuk Alquran, serta lampu LED hemat energi untuk mendukung program kampanye peduli lingkungan yang dicanangkan pemerintah. Program ini merupakan perwujudan dari salah satu pilar kegiatan CSR Kawan Lama Sahabat Bangsa yaitu aksi lingkungan, di samping pilar kegiatan lainnya yaitu aksi pendidikan, kemanusiaan, pengembangan masyarakat, dan tanggap bencana. (bns1)


Sabtu Umanis, 28 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Jaga Pendidikan Anak Kita

UNJUK rasa yang dilakukan oleh anak-anak SMA di Jakarta sehari setelah unjuk rasa mahasiswa cukup mengejutkan dan memprihatinkan. Kita menyebutnya demikian karena sepanjang orde reformasi ini, sangat jarang bahkan tidak pernah ada unjuk rasa yang dilakukan pelajar. Jika nuansa unjuk rasa mahasiswa tersebut ada unsur politisnya -- setidaknya unjuk rasa itu sendiri -- kiranya apa yang dilakukan siswa itu masih jauh dari hal itu. Jika mereka anak-anak Sekolah Menengah Atas kelas XII, kita harus tahu bahwa anak-anak itu akan segera mengikuti ujian akhir dan akan ikut ujian masuk perguruan tinggi. Bukan perkara mudah sekarang untuk lolos perguruan tinggi. Jika mereka itu anak-anak kelas X atau kelas XI, masih belum mempunyai pemahaman tentang persoalan ketatanegaraan. Pendek kata, anak-anak Sekolah Menengah Atas itu adalah pelajar yang benar-benar harus mempersiapkan diri untuk proses belajarnya. Persoalan unjuk rasa yang kini sedang melanda Indonesia, boleh kita katakan sebagai persoalan kompleks. Memang ada masalah terhadap Rancangan Undang-undang KPK juga KUHP. Tetapi itu memerlukan kajian yang cukup mendalam tentang apa yang menjadi kekeliruan dan kesalahannya. Kajian yang mendalam itulah yang harus dilakukan oleh para ahli agar benar-benar sesuai dengan kajian yang seharusnya. Sekali lagi, karena ini menyangkut masalah nasional dan menyangkut hajat hidup orang banyak, maka para ahlilah yang paling pantas untuk mengkajinya. Dari konteks ini, mahasiswa pun seharusnya melakukan kajian dulu terhadap apa yang dilakukan oleh ahli. Jika memang perlu melakukan unjuk rasa, itu pun dilakukan setelah melakukan dialog dengan parlemen atau pemerintah. Jika dialog berhasil dilakukan, tidak haruslah dilakukan unjuk rasa. Pada konteks itulah, kita harus memikirkan sikap dari anak-anak kita yang masih Sekolah Menengah Atas. Sekali lagi, mereka masih remaja dan haruslah banyak belajar terlebih dahulu. Bahwa unjuk rasa itu ada hubungan dengan politik, itu merupakan bagian dari politik. Dan persepsi masyarakat juga demikian. Bagaimanapun itu merupakan strategi dan cara untuk mencapai tujuan. Nah, pada konteks itulah, kita tidak tega melibatkan anak-anak remaja sekolah menengah untuk ikut dalam unjuk rasa jalanan yang mempunyai nuansa politik. Jika kita kaitkan dengan politik, maka janganlah disalahkan kalau banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan rekayasa politik. Apalagi kemudian pertengahan bulan Oktober nanti ada pelantikan presiden. Mudah sekali kemudian orang mengaitkan itu dengan rekayasa politik dengan agenda tertentu. Maka, hati-hatilah dengan kegiatan yang dilakukan dan berkaitan dengan masalah-masalah politik. Dari titik ini, maka orang tua mempunyai peran yang besar, memberikan nasihat dan berdialog dengan putra-putrinya agar paham dengan apa yang namanya politik dan mengarahkan kepada putra-putrinya agar mampu mengarahkan anak-anaknya ke arah yang positif. Di sini peran sentral orangtua yang diperlukan karena lebih tahu kondisi psikologis dari anak-anak mereka. Orangtua juga yang mempunyai waktu lebih banyak face to face dengan anak-anak mereka. Punishment dan reward juga akan lebih efektif jika dilakukan oleh orangtua. Tentu saja guru-guru mempunyai peran besar untuk menertibkan dan memberikan petunjuk kepada anak-anak asuhnya di sekolah. Jadi, demi masa depan anak-anak juga, demi ketertiban mari kita bersamasama menjaga anak-anak kita agar mereka lebih berkonsentrasi untuk belajar. Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sedang remaja kecuali belajar. Sekali lagi, belajar dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Demikian juga dengan anak-anak kita yang telah mahasiswa. Kalaupun ada pihak-pihak yang suka memancing di air keruh, janganlah anak-anak sekolah menengah kita dijadikan peserta seperti ini. Paling bagus, hentikankah kegiatan seperti ini. Pada zaman sekarang, yang sangat diperlukan adalah stabilitas sosial, karena dengan kondisi seperti itulah, kita bisa membangun Indonesia jaya.

WARUNG GLOBAL

Pemerintah Harus Tegas MORATORIUM hotel di Bali kembali diperbincangkan dalam acara dialog interaktif Warung Global kali ini. Para Pendengar setia Radio Global 96,5 FM juga menganggap pemerintah tidak serius menyikapi hal ini. Buktinya kamar hotel terus bertambah tiap tahunnya yang menyebabkan over supply kamar hotel. Akibat lainnya terjadi perang harga di saat low seasons seperti saat ini. Lalu apa saja masukan dari Kawan Global terkait hal tersebut? Berikut rangkuman opini selengkapnya. Pemerintah harus tegas dan duduk bersama dengan pelaku pariwisata, stakeholders lainnya. Demikian Ketut Mursi di Denpasar. Meskipun Gubernur akan menerapkan one management, harus disesuaikan dengan wilayahnya, tak ada istilah turun harga, di sinilah perlu gebrakan dan inovatif. Pembangunan hotel, awalnya dari pengeluaran izin oleh pemerintah. Nyoman Mastra di Gianyar menyampaikan ke pemerintah, bagaimana caranya agar Bali ini jadi tempat favorit, tetap menarik bagi pengunjung dan mereka tak memikirkan harga sewa kamar untuk menginap. Pariwisata butuh keamanan. Jika bicara alam Bali, menurut Sridham di Mengwi, Bali selalu menjadi tempat menarik. Namun, jika urusan politik masuk ke dunia pariwisata, akan susah. Seperti ini jadinya. Sementara Nyoman Mastra alias Nang Oman di Tabanan menyarankan agar semua pembangunan mempertimbangkan kemampuan daya dukung, daya tampung, kualitas SDA & SDM, keseimbangan ekologi, perdayaan masyarakat pedesaan/desa adat yang menjadi benteng pertahanan kekhasan kebudayaan Bali yang menjadi rohnya berkehidupan di Bali yang berlandaskan agama Hindu. Sehingga terjaminnya harmonisasi, keseimbangan dan keberlanjutan. (sikha)

Mengapa Harus Berunjuk Rasa? Unjuk rasa yang terjadi secara masif tanggal 23 dan 24 September 2019 yang lalu, cukup mengejutkan kita semua. Semangat mereka cukup tinggi dalam menyuarakan aspirasi terutama tentang ketidakpuasan terhadap revisi Undang-undang KPK, revisi KUHP, dan beberapa revisi undang-undang lainnya. Tumben juga ditulis jika sehari setelah peristiwa itu, juga ada unjuk rasa yang dilakukan oleh para siswa. Meski dikatakan tuntutannya tidak jelas, tetapi mirip-mirip dengan apa yang diminta oleh pengunjuk rasa sebelumnya.

Oleh

GPB Suka Arjawa amun, di balik maraknya unjuk rasa tersebut tetap ada persoalan-persoalan seperti isu bahwa sebagian unjuk rasa tersebut merupakan gerakan yang ditunggangi oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu. Salah satunya adalah isu menggagalkan pelantikan presiden yang akan berlangsung pertengahan Oktober 2019 mendatang. Di sinilah persoalan-persoalan yang kemudian mencederai unjuk rasa yang berlangsung. Unjuk rasa ini terjadi memang berdekatan dengan akan berlangsungnya pelantikan presiden. Setidaknya, dalam tulisan ini, unjuk rasa dimaknai sebagai metode sosial atau metode politik untuk mengungkapkan keinginan atau perasaan. Dalam konteks politik, unjuk rasa ini sering diidentifikasi dengan demonstrasi, dan dalam realitas politik Indonesia mutakhir, sering kali berakhir dengan kerusuhan. Akibatnya, masyarakat Indonesia sering mengidentifikasikan unjuk rasa itu dengan kerusuhan bahkan kekacauan. Padahal seharusnya tidak demikian. Unjuk rasa merupakan upaya terakhir bagi masyarakat untuk memperlihatkan ketidakpuasannya terhadap kebijakan tertentu, dengan cara-cara yang sesuai dengan etika sosial. Ada kata rasa di dalamnya yang mengandung makna pemahaman atas rasa di luar diri kita, rasa masyarakat. Jadi, meskipun rasa diri kita kecewa, marah, tidak puas terhadap kebijakan tertentu, tapi dalam kondisi demikian harus juga mengetahui rasa masyarakat, yang ingin tetap tertib. Karena itu,

silakan keluarkan ketidakpuasan itu kepada umum tetapi harus bisa menjaga ketertiban umum, tidak mengganggu norma-norma sosial. Itulah unjuk rasa, sebuah tindakan yang seharusnya dilakukan secara tertib. Karena disebut sebagai upaya terakhir, maka seharusnya unjuk rasa tersebut benar-benar dipersiapkan dengan baik, rapi dan sebagainya sehingga mengenai sasaran. Harus juga dikaitkan dengan budaya dan situasi lingkungan. Dalam konteks Indonesia adalah budaya yang tidak memperlihatkan kekerasan. Karena orang Indonesia itu memenuhi kebutuhan hidupnya (bekerja) di luar rumah (kantor, kebun, buruh, dsb.), maka unjuk rasa tidak boleh mengganggu aktivitas yang disebutkan di atas. Tidak boleh mengaku-aku yang paling memperjuangkan diri. Dengan situasi yang tertib, pesan yang disampaikan akan jelas. Orang akan menyimak segala ketidakpuasan itu, juga dengan jelas dan tenang sehingga menimbulkan suasana yang mendukung dan paham akan tuntutan yang dilakukan. Mengapa dikatakan sebagai jalan terakhir? Ini disebabkan pendekatan yang dilakukan sebelumnya mandek. Upaya dialog yang dilakukan kemungkinan menemui jalan buntu. Demikian juga imbauan yang disampaikan melalui media massa. Kemungkinan pendekatan personal juga gagal. Apabila dilihat dari sisi fenomenanya, baik unjuk rasa maupun demonstrasi mempunyai sisi negatif yang cukup tinggi. Ini disebabkan karena unjuk rasa tersebut mengandung unsur kerumunan. Meski unjuk rasa

SURAT PEMBACA

itu dikoordinasikan, tetapi begitu sampai di lapangan, ribuan orang yang semula terkoordinir itu secara mudah akan menjadi kerumunan. Situasi lingkungan, mental, kondisi fisik, dan faktor lain seperti bertambahnya anggota, akan membuat ribuan orang itu sulit dikoordinasikan. Udara panas, kurang asupan minuman dan makanan, mental yang belum siap dengan suasana atau berlipatnya anggota membuat situasinya berubah menjadi kerumunan. Dan, kerumunan akan mudah sekali berubah menuju hal-hal yang sifatnya destruktif. Kerumunan sangat sulit dikontrol. Di sinilah sisi kritis dan krisis dari unjuk rasa tersebut. Jika unjuk rasa yang dianggap sebelumnya telah dikoordinasikan, maka ketika menjadi kerumunan, itulah yang sering membuat keterkejutan. Kerumunan itu mudah dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk disusupi. Di samping sudah tidak terorganisasi, kerumunan juga sudah tidak terpola lagi. Relasi sosial sudah mulai kacau dan kawan atau kenalan sudah mulai merenggang. Bukan karena merenggang secara psikologis tetapi merenggang secara sosial. Kawan yang sebelumnya dapat bergandengan tangan, kini sudah hilang yang mungkin disebabkan oleh karena keadaan kacau sehingga dia terselip di barisan belakang. Manusia mempunyai kelemahan juga dalam mengenali ciri-ciri seseorang. Dalam satu angkatan, mahasiswa misalnya tidak akan mungkin mengenal seluruh rekannya. Apalagi di dalam sebuah kerumunan. Dari situlah maka, memang harus hati-hati dalam mengelola atau menggelar unjuk

rasa. Pada masa lalu, unjuk rasa tersebut disebut dengan demonstrasi. Mungkin kata demonstrasi ini mempunyai konotasi kekerasan dan liar sehingga kemudian pemerintah mengubahnya menjadi unjuk rasa dengan harapan berlangsung tertib seperti yang dijelaskan di depan. Unjuk rasa yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, terutama saat usai pemilu serentak bulan April lalu, menakutkan masyarakat. Iklim demokrasi dan hak untuk mendapatkan informasi itu, membuat televisi menayangkan unjuk rasa itu ke seluruh Indonesia. Akibatnya, kekerasan dan rasa menakutkan itu menyebar ke seluruh wilayah nusantara. Harus diakui bahwa inilah sisi negatif dari kebebasan yang dituntut oleh demokrasi tersebut. Dalam hal unjuk rasa yang menakutkan itu, dalam konteks pemahaman seperti yang diungkapkan di atas, kelihatan tidak memerhatikan rasa dari pihak yang ada di luar pengunjuk rasa. Dalam arti, perasaan masyarakat. Bagaimana mungkin masyarakat dapat menyerap tuntutan yang diinginkan kalau rasa yang menyelimuti dirinya adalah sebuah ketakutan. Itu pasti menyebar ke seluruh nusantara jika disiarkan oleh televisi secara langsung. Pada lingkungan di mana unjuk rasa itu digelar, di samping rasa takut yang menyusup, juga gangguan mobilitas sosial. Masyarakat perlu dan harus bekerja untuk menjalankan kehidupannya. Bagaimana mungkin mereka dapat menjalankan dinamika sosialnya jika aset utama untuk itu, yaitu jalan raya terganggu. Sehari saja terganggu, penghasilan satu keluarga bisa hilang, karier orang akan meredup dan anak-anak kemungkinan terlambat makan. Jangan main-main dengan akses untuk dinamika sosial ini. Apalagi kemudian ditambah dengan perasaan takut. Pada unjuk rasa yang terjadi minggu keempat bulan September 2019 ini, banyak pimpinan perguruan tinggi tidak setuju mahasiswanya turun ke jalan.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Gotong Royong Jaga Lingkungan

Budaya peduli lingkungan kini mulai bergulir di Bali. Ini sejalan dengan gerakan Bali Bersih oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Gerakan ini pun tampaknya sudah ditindaklanjuti oleh pemerintahan desa. Desa sebagai pemerintahan terbawah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa menjadi gerakan terdepan dalam menjabarkan Bali Bersih. Kini, gotong royong di banjar-banjar sudah mulai bangkit. Tak hanya krama banjar pria, kini PKK juga turut menjaga lingkungan. Gotong royong kini memang telah bangkit kembali. Saya yakin Bali Bersih ini jika dijabarkan dengan gerakan terpadu hasilnya akan lebih efektif. Jadi, gerakan dengan berbasis banjar di bawah kendali kepala desa akan

membuat gerakan ini menjadi budaya. Artinya, tak perlu lagi Gubernur harus turun tangan mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan Bali. Gubernur sudah menginisiatori gerakan ini dengan mengajak berbagai kalangan. Sekarang, tinggal kita menumbuhkan kesadaran menjaga Bali. Gerakan Bali Bersih ini saya yakin bisa menjadi kebiasaan dan tanggung jawab moral jika ke depan jadwal gotong royong dilakukan lebih sering di tiap banjar. Kepala desa hendaknya menjabarkan gerakan ini. Jika kegiatan ini memerlukan anggaran, saya pikir dana desa bisa dialokasikan untuk ini.

Kamis 26 September 2019 kemarin, saya menemukan dompet tercecer di Jl. Imambonjol, Denpasar, yang berisi e-KTP, SIM A dan SIM C, atas nama I Wayan Sandiasa dengan alamat Br.Alasangker, Desa Alasangker, Buleleng. Yang merasa kehilangan agar menghubungi saya

di nomor telepon/HP : 085-101528181. Bagi semeton yang tahu nomor telepon bapak Wayan Sandiasa, tolong bantu informasikan. Terima kasih.

I Kadek Rajendra Gianyar, Bali

Saya Menemukan Dompet

Nyoman Suandi 085-101-528181

Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga Kami panitia pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat momohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya, kami berharap umat turut menyalurakn bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha.

Saat ini, untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneran, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha

Tetapi bahwa mahasiswa tetap turun ke jalan, para pemimpin perguruan tinggi mengatakan bahwa itu bukan atas nama lembaga yang dipimpinnya. Tetapi harus dilihat bahwa para pemimpin perguruan tinggi itu juga mempertimbangkan unsur dan asas demokrasi. Jika para pimpinan perguruan tinggi itu tidak menyetujui mahasiswa turun ke jalan, pasti ada alasannya, yaitu bahwa cara seperti itu sudah tidak efektif dilakukan sekarang. Cara itu dapat mengganggu stabilitas sosial dan mengganggu suasana dalam rangka untuk mengejar ketertinggalan negara dibanding dengan negara lain. Dengan demikian, dialog dan tatap muka merupakan cara yang paling baik. Inilah cara yang intelek, sesuai dengan budaya Indonesia. Harus ada keterbukaan di sini dan melalui perwakilan. Pemerintah dan DPR harus mau berdialog. Mahasiswa juga demikian. Di sinilah kejantanan, kepintaran, kecerdasan, keterdidikan akan kelihatan. Mahasiswa adalah insan intelektual muda yang harus menggali ranah keilmuan. Maka dalam dialog inilah kesaktiannya harus keluar. Mereka harus mengumpulkan rekanrekan terbaik untuk menggali dan mengecek informasi, tidak sekadar membaca media, tidak percaya hoax apalagi gugun tuwon. Dia harus mencari bukti dan kemudian mencari teori yang ada, lalu menganalisisnya. Dengan itulah mereka akan menantang anggota DPR dan pemerintah yang sudah tentu mempersiapkan diri juga menghadapi mahasiswa. Siaran langsung televisi atas peristiwa ini, pasti menarik. Bagaimana dengan anak-anak SMA? Barangkali masih terlalu muda untuk terjun ke ranah ini. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

POJOK Presiden Jokowi diminta jangan tunda terbitkan perppu. - Jangan ada kesempatan kacaukan bangsa *** Dampak rasionalisasi anggaran, lampu penerangan jalan di Kuta Selatan sering padam. - Saatnya mulai berbenah. *** Pendapatan per kapita Bali Rp 54 juta, namun 3,79 persen penduduknya masih miskin. - Ayo bangkit.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Debit Air Telaga Tunjung Menurun

Pelayanan PDAM di Delapan Desa Terganggu Tabanan (Bali Post) -

Penurunan debit air Telaga Tunjung yang berlokasi di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, mengakibatkan penurunan produksi air bersih PDAM Tabanan. Pelayanan PDAM di sejumlah desa di Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur pun mengalami gangguan. Guna mensiasati kondisi tersebut, PDAM Tabanan menerapkan distribusi bergilir ke sejumlah desa, dengan jadwal pengaliran empat hari sekali, dimulai Jumat (27/9) kemarin. Dari data yang dihimpun, ada delapan desa yang terdampak dan dibagi dalam dua zona. Zona 1 yakni Desa Bantas dan Desa Mambang di Kecamatan Selemadeg Timur. Sementara zona 2 yakni Desa Megati, Desa Tangguntiti, Desa Tegal Mengkep, Desa Beraban, Desa Selemadeg dan Desa Serampingan. ‘’Kami terpaksa menerapkan pola penggiliran pengaliran untuk delapan desa tersebut mulai hari ini (kemarin-red). Ini karena

sampai saat ini debit di bendungan Telaga Tunjung masih kecil,’’ beber Kasubag Humas PDAM Tabanan Wayan Agus Suanjaya. Pada distribusi air bergilir tersebut, kata Suanjaya, jika desa di zona 1 mendapatkan giliran air, maka desa di zona 2 air mati. Begitu pula sebaliknya. Sistem ini diberlakukan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan atau sampai debit air kembali normal. ‘’Mudahmudahan musim penghujan segera datang, karena dengan debit air baku yang kecil tersebut produksi air bersih kami menurun,’’ terangnya. Dijelaskannya lebih lanjut, kemarau panjang secara tidak langsung mempengaruhi ket-

Bodong, Lima Usaha Potong Ayam Ditutup Satpol PP

Tabanan (Bali Post) Lima tempat usaha potong ayam di Banjar Dadakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kamis (26/9) malam disidak Satpol PP Tabanan. Selain dikeluhkan oleh warga lantaran limbah usaha tersebut dibuang ke sungai. Saat pengecekan, kelimanya ternyata tidak mengantongi izin usaha alias bodong. Satpol PP pun langsung melakukan tindakan tegas dengan melakukan penutupan usaha tersebut. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan, penertiban terhadap lima tempat usaha potong ayam ini dalam rangka menindak lanjuti aduan dari masyarakat terhadap pembuangan limbah ke sungai. Setelah ditelusuri, laporan tersebut benar adanya. ‘’Kelima usaha ini lokasinya berdekatan dan dibelakangnya ada pipa berjejer yang memang mengalir ke sungai,’’ terangnya, Jumat (27/9) kemarin. Kelima usaha potong ayam tersebut yakni milik Radinie dan Moh. Asyik yang masing-masing berasal dari Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pemekasan, usaha milik Suhaimi yang asal Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, usaha milik Syafi asal Desa Payudan Nang-

ersediaan dan distribusi air bersih ke pelanggan PDAM. PDAM memiliki 33 sumber mata air baku dengan rincian 24 titik mata air dan 9 titik air permukaan. Selain itu PDAM memiliki sumur dalam. Ratarata seluruhnya mengalami penurunan debit air sebanyak 20 persen. Dengan diterapkannya distribusi air bergilir, pihaknya mengimbau masyarakat agar menampung air saat mendapatkan pelayanan. ‘’Hanya sebatas itu imbauan kami, karena memang kondisi serupa tidak hanya terjadi di Tabanan saja. Hampir seluruh daerah di Bali mengalami hal serupa, karena ini faktor alam,’’ terangnya. (kmb28)

Bali Post/dok

TELAGA TUNJUNG - Debit air Telaga Tunjung saat ini sangat kecil sehingga menyebabkan produksi air PDAM Tabanan menurun.

Vaksinasi HPR Sasar Anjing Baru Lahir Tabanan (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui dinas terkait terus gencar melakukan pencegahan kasus rabies melalui kegiatan vaksinasi hewan perantara rabies (HPR). Bahkan serangkaian peringatan hari rabies sedunia yang jatuh Sabtu (28/9) hari ini, di Kabupaten Tabanan akan dilakukan aksi penyisiran anak anjing baru yang belum divaksin. Rencananya vaksinasi baru akan digelar pada pertengahan Oktober dengan menyasar seluruh desa di Kabupaten Tabanan. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Suamba mengatakan, untuk aksi tersebut pihaknya juga sudah bersurat kepada tim di setiap kecamatan. ‘’Masing-masing Puskeswan sudah kami surati. Pertengahan bulan Oktober kemungkinan sudah bisa dilaksanakan, karena vaksin masih menunggu dari provinsi,’’ terangnya, Jumat (27/9) kemarin. Untuk kegiatan penyisiran anak anjing baru lahir tersebut, kata Suamba, dari hasil koordinasi dengan tim dari provinsi akan disediakan 4.200 dosis. Jumlah ini nantinya akan disebar ke 133 desa yang ada di Kabupaten Tabanan. ‘’Jadi tidak ada zona atau kawasan prioritas. Seluruhnya akan disisir,’’ ucapnya. Dikatakannya, untuk kegiatan operasional turun ke lapangan selama

ger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep dan milik Anwar Nuris asal Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk. Para pemilik usaha itupun kemarin telah dimintai keterangan dan mendapat pembinaan dari Satpol PP Tabanan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui jika kelimanya belum memiliki izin usaha. Padahal usaha mereka sudah beroperasi sekitar tiga bulan lalu. ‘’Karena memang tidak berizin, terpaksa tutup sementara sembari mereka mengurus izin dan memperbaiki pipa pembuangan limbahnya agar tidak dibawa ke sungai,’’ tegas Sarba. Mantan kasubag Humas Pemkab Tabanan ini menjelaskan, kelima pengusaha potong ayam tersebut melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga. ‘’Interogasi kami lanjutkan Senin depan, karena tadi (kemarin-red) tertunda karena mereka harus shalat Jumat,’’ jelas Sarba. Tidak hanya menindak usaha potong ayam yang tak berizin, di hari yang sama petugas Satpol PP bersama-sama anggota Polres Tabanan, Kesbangpol, DLH dan Bakeuda, melakukan penertiban baliho yang kedaluwarsa di Kecamatan Tabanan. (kmb28)

Bali Post/dok

VAKSINASI - Kegiatan vaksinasi hewan perantara rabies di Tabanan rutin digelar oleh instansi terkait.

ini memang masih mengandalkan bantuan APBN. Jadi, untuk tiap kegiatan turun ke lapangan pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan provinsi untuk bisa mendapatkan anggaran operasional. Berkat gencarnya vaksinasi HPR selama ini, Suamba menegaskan tahun ini di Kabupaten Tabanan masih nol positif atau belum ada kasus rabies. Meski diakuinya untuk angka kasus gigitan memang masih ada. Hanya saja lebih banyak dikarenakan anjing yang diprovokasi atau memang galak. ‘’Angka kasus gigitan jumlahnya saya tidak hapal karena saat ini saya sedang ada koordinasi di provinsi. Yang jelas, kebanyakan karena anjing diprovokasi ataupun memang galak dan bukan risiko rabies,’’ ujarnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengharapkan partisipasi masyarakat khususnya yang memiliki anjing untuk mendukung kegiatan vaksinasi, dengan datang ke lokasi vaksinasi massal dengan membawa peliharaannya. ‘’Kami tidak ingin sampai ada anjing yang kelewatan dan tidak divaksin. Kami harap kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi,’’ jelasnya. Terkait masih adanya anjing liar yang rawan terjangkit rabies, Budana juga berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam pemberantasan rabies. Salah satu cara, dengan tidak membuang anjing di tempat sampah, lapangan bahkan di areal kuburan. Anjing liar inilah yang rawan terjangkit rabies dan sulit dideteksi untuk divaksin. (kmb28)

Pasukan Biru Lapas Ikut Cor Jembatan TMMD ADA yang menarik dalam pengerjaan jembatan penghubung Desa Gubug dengan Desa Bongan, Kecamatan Tabanan yang merupakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 yang dilaksanakan Kodim 1619/Tabanan Jumat (27/9) kemarin. Puluhan narapidana dari Lapas IIB Tabanan dengan mengenakan kaos biru lengkap dengan topi orange, berbaur dengan jajaran Kodim 1619/Tabanan, Polres Tabanan, masyarakat dan Saka Wira Kartika (Pramuka binaan Kodim) dalam kegiatan pengecoran jembatan pra TMMD. Tanpa melihat perbedaan status, mereka bergotong-royong membangun jembatan. Tidak ada rasa canggung saat ratusan orang dari berbagai elemen ini melakukan pekerjaannya. Obrolan ringan dan canda menghiasi proses pengecoran kolam jembatan selebar 50 cm dengan kedalaman 1 meter tersebut. Walaupun suasananya santai, 20 narapidana Lapas Tabanan ini tentu saja tetap dalam pengawalan 10 petugas. Mereka adalah para narapidana yang sudah sekian tahun menjalani masa hukumannya dengan beragam kasus dan dalam waktu dekat sudah kembali bisa menghirup kebebasan. ‘’Senang saja diajak bantu buat jembatan. Sekalian refreshing sebentar ke luar Lapas,’’ ucap Ketut Darma, narapidana berusia 70 tahun asal Kecamatan Pupuan akibat kasus pencabulan. Hal senada disampaikan Wayan Sudana (41), narapidana kasus narkotika asal Kecamatan Kediri. Dia mengaku selama di dalam Lapas banyak pembinaan yang telah didapatkannya, seperti pertukangan, membuat tempe dan dupa hingga mengurus kebun. Dia pun merasa senang karena turut dilibatkan dalam pembangunan jembatan. ‘’Minimal sudah bisa ikut membantu, senang saja,’’ terangnya. Saat meninjau proyek, Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto didampingi sejumlah pejabat Kodim mengatakan, pembangunan jembatan penghubung dua desa dalam program TMMD ini merupakan aspirasi dari warga Desa Gubug dan Desa Bongan. Warga desa sudah

mengusulkan pembangunan sejak tahun 2009. Hanya saja baru tahun ini bisa terealisasi. Program mencakup pembuatan jalan, jembatan dan senderan itu menelan dana APBD Tabanan sebesar Rp 1,2 miliar. Berkat pengerjaan secara swakelola, pembangunan jembatan ini mampu menghemat APBD sebesar Rp 900 juta. Sebab perhitungan Dinas PU, jika dikerjakan pihak rekanan pembangunan akan menghabiskan Rp 2,1 miliar. ‘’Saat ini sudah 85 persen pengerjaan dan semua ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak baik jajaran anggota TNI, anggota Polres Tabanan, masyarakat terkait dari desa Gubug dan Desa Bongan yang tiap harinya bergiliran membantu pengerjaan, dan komponen masyarakat lainnya. Seperti saat ini kami melibatkan juga 20 narapidana Lapas Tabanan,’’ terangnya. Menurut Dandim, jembatan yang tengah digarap tersebut akan memiliki panjang 17 meter dan lebar 5,5 meter. Sedangkan jalan yang dibuat memiliki panjang 65 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 0,12 meter. Urgensi pemililihan sasaran TMMD dilihat dari sisi pendidikan yaitu mencegah dan mengurangi kecelakaan lalu lintas. Jembatan akan mempers-

ingkat waktu tempuh siswa menuju sekolah. Siswa yang biasanya memerlukan waktu 1 jam ke sekolah, dengan adanya jembatan, akan mampu menempuhnya hanya dalam 15 menit. Dilihat dari sisi sosial, jembatan tersebut merupakan sarana pendukung bagi kedua desa dalam berkomunikasi sosial dan silaturahmi. ‘’Ditinjau dari segi ekonomi juga dapat memperlancar transportasi hasil pertanian dari dan menuju Desa Gubug-Bongan sehingga dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan dapat meningkatkan nilai jual tanah yang ada di sekitar sasaran TMMD,’’ ungkap Dandim. Permintaan akan adanya jembatan di atas Sungai Yeh Empas ini dibenarkan Klian Adat Banjar Tonja, Desa Gubug, I Nyoman Sujana. Dikatakannya, permohonan pembangunan jembatan su-

dah seringkali diusulkan ke pemerintah daerah sejak tahun 2009 silam dan baru terealisasi tahun ini. ‘’Kami juga sangat berterima kasih pada semua pihak yang telah membantu pengerjaan jembatan karena ini memang harapan dan cita-cita kami sejak lama,’’ ucapnya. Jembatan penghubung Desa Gubug dan Desa Bongan sangat penting karena sebelumnya warga khususnya siswa banyak yang terpaksa menyeberang sungai jika ingin mempersingkat waktu tempuh. ‘’Jika sebelumnya untuk bisa menuju Desa Gubug dari Desa Bongan membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan harus melewati Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang cukup ramai, nanti setelah jembatan ini rampung, paling cepat 10 atau 15 menit sudah sampai dan tidak terjebak macet,’’ terangnya. (bit)

Bali Post/bit

PENGECORAN - Proses pengecoran jembatan penghubung Desa Bongan dan Desa Gubug, Jumat (27/9) kemarin.


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Gelar Senadimas IV, Undiksha Ajak Pemerintah Bersinergi Hilirisasi Produk Penelitian SEMINAR Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (Senadimas) kembali digelar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Jumat (27/9) kemarin. Program yang menginjak tahun IV itu sebagai salah satu media publikasi hasil pengabdian yang telah dilakukan para akademisi yang mengedepankan sisi inovasi. Pendekatan inovasi-inovasi itu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing bangsa. Ketua LPPM Undiksha Prof. Dr. Gede Astra Wesnawa, M.Si. menjelaskan, seminar itu dilaksanakan di Hotel Saranam, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Seminar melibatkan akademisi yang berasal dari 32 perguruan tinggi 15 provinsi di Indonesia. Seminar itu mempresentasikan beragam jenis dan bentuk pengabdian masyarakat. “Di sini momen sharing berbagai hasil pengabdian masyarakat. Pertukaran informasi itu membuat bisa

saling adopsi. Ujung-ujungnya hasil produk-produk inovatif itu bisa diterapkan di daerah lain,’’ jelasnya. Lebih lanjut disampaikan, animo peserta ambil bagian pada seminar ini cenderung meningkat setiap tahun. Khusus pelaksanaan kali ini, jumlahnya melebihi target. Hal itu dapat apresiasi positif dari semua pihak. Itu menunjukkan, kesadaran akademisi menggulirkan program pengabdian di masyarakat juga semakin meningkat. “Semakin banyak yang terlibat, sudah tentu semakin banyak ide dan gagasan-gagasan kreatif didapatkan,” katanya. Khusus untuk Undiksha, pengabdian masyarakat sudah dikemas dalam desa binaan, yang di dalamnya ada pengembangan potensi ekonomi kreatif. Seperti produksi gula semut di wilayah Karangasem, produksi suvenir di daerah Banyuning, Buleleng, dan produksi wine berbahan anggur di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng. “Semua produk yang sudah dihasilkan itu, diupayakan ada

dampaknya di masyarakat bahkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” imbuhnya. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., mengungkapkan, pengabdian kepada masyarakat itu merupakan salah satu hilirisasi produk-produk penelitian. Karena itu, menurutnya, desiminasi produk-produk penelitian ke masyarakat itu harus terus dilakukan, sehingga universitas tidak dikatakan sebagai Menara Gading. “Perguruan tinggi, khususnya Undiksha siap selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Memberikan solusi-solusi efektif terhadap permasalahan yang muncul,” tegasnya. Seminar yang mengusung tema “Sinergitas Perguruan Tinggi dan Pemerintah Melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Kata rektor asal Nusa Dua, Kabupaten Badung itu, produk sinergi itu sangat relevan diterapkan. Diyakini, hal itu berdampak pada produk-produk penelitian

yang dihasilkan universitas itu secara nyata dapat dihilirisasi, baik ke masyarakat maupun ke industri. “Jika tidak ada sinergitas yang baik, maka akan banyak produk penelitian yang dihasilkan universitas jadi tak sesuai kebutuhan masyarakat maupun industri. Perlu hasil-hasil penelitian dipergunakan secara riil di masyarakat. Bukannya hanya berhenti di lemari atau sekadar sebagai sebuah laporan,” katanya. Melalui seminar ini, perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan pihak-pihak terkait lainnya bisa duduk bersama serta merancang penelitian-penelitian ataupun kajian-kajian ke depan yang dibutuhkan warga, instansi, dan industri. “Pemerintah atau industri harus memberikan kepercayaan kepada perguruan tinggi, melakukan penelitian-penelitian dan juga kajian-kajian yang dibutuhkan. Begitu juga perguruan tinggi harus mampu menunjukkan dirinya dengan menghasilkan produk-produk penelitian yang berkualitas

dan sesuai kebutuhan industri maupun masyarakat,” harap Jampel. Untuk bisa tetap eksis dan tetap berkontribusi, Undiksha, kata Prof. Jampel, terus berupaya meningkatkan kualitas. Mulai peningkatan kualitas sumber daya manusia, status akreditasi, jumlah

publikasi, jumlah produk yang terdaftar Kekayaan Intelektual, prestasi-prestasi mahasiswa baik nasional maupun internasional, serta indikator lainnya. Sehingga, hal itu dapat berdampak konstruktif dan semakin baiknya pemeringkatan Undiksha di kancah nasional. Hal ini

sejalan dengan visi Undiksha “Menjadi universitas unggul di Asia tahun 2045 yang berbasis Tri Hita Karana”. Pada seminar itu juga hadir Asisten I Pemerintah Provinsi Bali Ni Made Wiratni dan juga pemateri, Kepala Bappeda Bali Wayan Wiasthana Ika Putra. (kmb)

Dewan Usulkan Pergantian Armada Mobil Damkar

Bali Post/kmb38

TERTIMBUN – Selasar (teras - red) dan sebagian atap RKB SMPN 5 Busungbiu di Desa Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu tertimbun tanah longsor, Kamis (26/9) lalu.

Ruang Kelas SMPN 5 Busungbiu Tertimbun Longsor

Puluhan Siswa Direlokasi ke Ruang Lab IPA Singaraja (Bali Post) – Setelah cukup lama dilanda kemarau panjang, hujan mulai turun di Buleleng. Hujan pada awal musim itu ternyata memicu terjadinya bencana alam. Buktinya, bencana tanah longsor terjadi Kamis (26/9) lalu. Tanah longsor itu menimbun ruang kelas belajar (RKB) di SMPN 5 Busungbiu di Desa Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu. Akibatnya, 34 siswa terpaksa direlokasi ke RKB darurat, menggunakan ruang Lab IPA di sekolah setempat. Sebelum kejadian, hujan deras melanda wilayah Desa Pucak Sari dan sekitarnya sejak pukul 14.30 Wita hingga 15.00 Wita. Akibat hujan lebat setelah lama tanah mengering, tanah tinggi yang sudah disender dengan beton di atas tiga lokal RKB di sekolah setempat itu tiba-tiba longsor. Apesnya, tanah dan bongkahan beton itu tepat menimbun RKB yang ditempati siswa. Selain menimbun bagian selasar (teras -red) di depan ruang kelas, benturan saat tanah longsor itu juga merusak sebagian atap dan rangka ruang kelas itu. Beruntung, saat kejadian, ruang kelas kosong. Pasalnya, saat itu siswa sudah mengakhiri proses belajar mengajar (PBM), sehingga korban jiwa terhindar dari peristiwa ini. Setelah kejadian itu, sejak Jumat (27/9) kemarin, ruang kelas itu tidak ditempati. Alasannya, ruangan itu penuh tim-

bunan tanah. Apalagi, dikhawatirkan hujan kembali turun sehingga diprediksi terjadi tanah longsor susulan. Saat ini, 34 siswa yang menempati ruang kelas itu direlokasi ke ruang Lab IPA, sehingga siswa tetap bisa mengikuti PBM seperti biasa. Kepala SMPN 5 Busungbiu Made Armada membenarkan telah terjadi tanah longsor yang merusak salah satu RKB di sekolahnya itu. Dia mengatakan di atas ruang kelas itu ada tebing dengan tinggi sekitar 3,5 meter. Padahal, tebing itu sudah disender permanen. Memang, sejak kemarau, tanah itu banyak mengalami retakan. Diduga, karena kontur tanah itu terlalu lama kering, ada retakan kemudian air menggerus, sehingga tanah itu longsor. Dari pengukuran, panjang tanah yang mengalami longsor itu sekitar lima meter dan tinggi tiga setengah meter. “Pertama

kali hujan setelah musim kering ini, padahal sudah disender. Namun, karena tergerus air hujan, senderan yang menyangga itu tidak kuat. Kemudian tanah itu longsor dan menimbun ruang kelas yang ada di bawahnya,” katanya. Pascakejadian itu, pihaknya telah mengambil langkah-langkah merelokasi siswa ke kelas darurat, dengan memanfaatkan ruang Lab. IPA, sehingga tidak menganggu PBM. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Berharap pemerintah memberi bantuan darurat untuk membersihkan tanah yang menimbun selasar dan sebagian ruang kelas itu. Selain itu, Armada meminta penanganan darurat untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Pasalnya, sisa

tanah tebing itu masih utuh. Sekarang ini rawan tergerus jika turun hujan. Bila kembali hujan, bangunan di atas RKB itu rawan ambruk. Otomatis, membahayakan keselamatan anak-anak yang menggunakan gedung RKB di bawahnya. “Mudah-mudahan dapat bantuan penanganan darurat. Sebab kalau hujan lagi, bangunan di atas RKB itu rawan ambruk. Sebab, sebagian senderannya sudah longsor,” jelasnya. Sementara personel BPBD bersama Camat Busungbiu Gede Putra Aryana dan staf Disdikpora sudah melakukan assessment di lokasi kejadian. Rencananya, personel Posko Siaga Bencana, instansi terkait, dan warga sekolah melakukan gotong royong untuk membersihkan tanah yang menimbun ruang kelas tersebut. Sementara untuk pencegahan dampak longsor susulan itu akan dilakukan penanganan darurat dengan menguatkan senderan bekas longsor itu. Warga yang sekolah di sana juga diingatkan agar waspada jika turun hujan deras. Diharapkan tidak menempati RKB di bawah tanah tinggi tersebut. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng tampaknya memerlukan tambahan armada mobil pemadam kebakaran yang baru. Hal ini karena, armada mobil pemadam yang dioperasikan saat ini umur kendaraanya lebih dari 15 tahun. Dampak dari pengoperasian mobil pemadam berusia tua itu, sering menghambat petugas dalam menjalankan kewajibannya. Atas dasar itu, DPRD Buleleng mengusulkan agar pemerintah daerah mengatensi kondisi kendaraan tua itu dengan cara memprogramkan peremajaan armada mobil pemadam kebakaran yang baru. Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan hal itu, Jumat (27/9) kemarin. Politisi PDI Perjuangan yang menjabat dua periode sebagai ketua itu mengatakan, pemerintah seharusnya memprogramkan pergantian armada mobil pemadam. Alasannya, mobil itu sudah berusia tua. Kalau tidak diremajakan, pihaknya khawatir petugas Damkar selalu disalahkan warga. Bisa jadi dicap tidak bisa memberikan

pelayanan maksimal. Dia mencontohkan, saat kejadian kebakaran bengkel las karbit di Jalan Hasanudin beberapa waktu lalu. Satu armada mobil pemadam mogok saat bertugas. Bahkan, petugas Damkar itu harus mendorong mobil dengan tonase berat agar mesin kembali bisa dihidupkan. “Rata-rata usia kendaraan sudah 15 tahun ke atas. Bahkan, ada tahun

1960-an. Kondisi kendaraan itu sudah tidak layak dioperasikan. Kami menawarkan perlu diprogramkan penambahan armada mobil pemadam yang baru,” katanya. Politisi PDI Perjuangan asal Desa Selat, Sukasada ini menyarankan agar Dinas Damkar segera melakukan perbaikan armada mobil yang sering mogok itu. (kmb38)

Putu Mangku Budiasa

Edukasi Pencegahan Kanker SMPN 3 Singaraja dan SDN 8 Sangsit menjadi duta Buleleng dalam lomba penilaian pelaksanaan terbaik Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) Bali 2019. Sebelumnya, kedua sekolah ini menjadi pemenang dalam lomba yang sama di kabu-

paten. Setelah menjadi terbaik di kabupaten, SMPN 3 dan SDN 8 Sangsit sekarang diadu dengan duta kabupaten dan kota di Bali. Rabu (25/9) lalu, kedua sekolah ini mengikuti penilaian dari tim penilai. Acara dihadiri Wakil Bu-

Bali Post/kmb38

PENILAIAN – Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menghadiri penilaian lomba PKTP Bali 2019, Rabu (25/9) lalu.

pati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Ida Ayu Wardhany Sutjidra. Ketua tim dr. Ni Wayan Tianing mengatakan, beberapa kriteria penilaian ditetapkan. Seperti pelaksanaan penanggulangan kanker. Penyuluhan, kebersihan lingkungan sekolah, simulasi organisasi, dan administrasi. Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan, kanker masih menjadi momok menakutkan di masyarakat. Alasannya, karena belum ditemui obat yang bisa menyembuhkan kanker stadium tinggi. Karena itu, pihaknya berharap lomba ini tidak menjadi ajang kompetisi. Namun menjadi edukasi tentang pencegahan kanker dan mengetahui penyebab kanker itu. (mud)

Beredar Isu Penolakan Bandara Bali Utara

Heboh, Respons Aparat Desa dan Tokoh Warga Entah dari mana dan siapa pihak yang mengembuskan isu bandara di Bali Utara itu ditolak. Atas isu tidak sedap itu, tak pelak membuat aparat Desa Kubutambahan merespons dengan heboh. Beredarnya isu penolakan rencana pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional Bali Utara itu memaksa aparat desa dan tokoh masyarakat melacak kebenaran kabar burung yang tak rasional itu. Lalu, bagaimanakah kejelasan berita rencana bandara internasional di Bali Utara itu?

Bali Post/mud

PENOLAKAN BANDARA – Aparat Desa Kubutambahan dibuat heboh dengan beredarnya informasi penolakan pembangunan bandara. Setelah ditelusuri, informasi itu tidak benar. Hanya ditemukan pemasangan baliho Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di atas lahan milik Desa Adat Kubutambahan.

DARI penelusuran aparat dan tokoh masyarakat, kabar penolakan itu ternyata tak benar adanya. Hanya di lapangan ditemukan pemasangan baliho berukuran besar berisi foto Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) bertuliskan “Nangun Sad Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana”. Baliho itu terpasang Jumat (27/9) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita. Pada kedua

ujung baliho itu diikat di atas pohon di tengah lahan milik Desa Adat Kubutambahan. Persisnya di Dusun Tukad Ampel jalan raya menuju Desa Bulian. Aparat Desa Kubutambahan yang melacak kejelasan informasi itu seperti Perbekel Gede Priadnyana, Klian Banjar Adat Tampak Dara Gede Redika, Klian Banjar Adat Kaja Kangin Komang Menek, tokoh masyarakat Ngurah Markota, Pecalang Desa Adat Kubutam-

bahan Gede Anggastia, dan tokoh masyarakat lain. Priadnyana didampingi Anggastia mengatakan, informasi rencana penolakan bandara itu diketahui beredar lewat pesan di jejaring media sosial (medsos -red). Pesannya, ada rencana penolakan pembangunan bandara di atas tanah milik desa adat setempat. Informasinya, penyampaian aspirasi itu dilakukan di perbatasan Desa Bulian dan Desa Bukti. Info itu dikhawatirkan dapat memicu masalah lebih besar, sehingga pihaknya menelusuri kebenaran informasi itu. “Kami terkejut setelah mendengar kabar burung yang tak sedap itu. Setelah ditelusuri justru tidak ditemukan siapa yang menyebar informasi itu. Warga yang melakukan aksi penolakan juga tidak kami temukan,” katanya. Dari hasil penelusuran itu, tidak ditemukan kejelasan rencana penolakan itu. Hanya, pihaknya di lapangan menemukan pemasangan baliho

berukuran besar berisi foto Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Pada lembar baliho itu juga tidak mencantumkan kata atau kalimat yang mengarah pada penolakan pembangunan bandara. Atas kondisi itu, Pariadnyana bersama aparatnya memutuskan membiarkan baliho itu terpasang di lokasi semula. “Kami tidak buka, walau dipasang di atas tanah desa adat. Tidak jelas siapa mamasang baliho itu. Pada baliho itu tidak ada informasi soal penolakan itu,” jelasnya. Salah seorang warga yang tinggal di lokasi pemasangan baliho itu,Nengah Lengka menuturkan, ketika akan mencari rumput untuk ternaknya, dia menemukan baliho besar itu sudah terpasang. Hanya, siapa warga yang memasang baliho itu tidak diketahui pasti. “Saya lihat ada orang di jalan saat itu. Kemudian, saya dekati gambar (baliho -red) malah sudah terpasang. Saya tidak tahu apakah menyangkut bandara atau yang

lain,” tegasnya. Dihubungi terpisah, Klian Desa Pakraman Sanih, Kecamatan Kubutambahan Made Sukresna mengatakan, setelah informasi penolakan itu beredar, pihaknya diminta menghadiri pertemuan warga. Hanya, permintaan menghadiri pertemuan warga itu diterima secara lisan. Tidak ada surat undangan resminya. Karena menyangkut jabatan dan lembaga desa pakraman, sehingga pihaknya memutuskan tidak menanggapi informasi itu. “Saya diminta hadir. Namun, tujuannya tidak jelas. Seandainya benar, harus didiskusikan dulu. Ada surat resminya tidak. Sebab, hal itu menyangkut desa pakraman,’’ tambahnya Tetapi ini aneh, dirinya diajak-ajak begitu saja tanpa surat resmi. Sehingga karena tidak jelas, pihaknya tidak ikut. ‘’Sejauh ini, saya tidak tahu kebenarannya terkait rencana kegiatan itu,” ujar Made Sukresna. (mud)


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Dewan Siapkan Perda ABT

Gianyar (Bali Post) -

Kabupaten Gianyar saat ini sudah mengalami penurunan air bawah tanah (ABT). Kondisi ini diduga terjadi akibat tingginya eksploitasi ABT, khususnya yang digunakan pengusaha besar seperti hotel dan restoran. Melihat kondisi ini, Komisi III DPRD Gianyar akan menyiapkan peraturan daerah (perda) untuk mengontrol penggunaan ABT. Ketua Komisi III DPRD Gianyar I Putu Gede Pebriantara menegaskan hal itu Jumat (27/9) kemarin.

Bali Post/kmb35

DIRESTORASI - Candi kurung Pura Budha Umanis yang sudah direstorasi bagian atapnya.

”Pangempon” Pura Budha Umanis Restorasi Candi Kurung Secara Swadaya

Gianyar (Bali Post) Puluhan pangempon Pura Budha Umanis, Banjar Sakih, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati melakukan restorasi pada Pamedal Agung atau candi kurung pura setempat. Restorasi secara swadaya para pangempon pura ini dilakukan untuk mempertahankan desain asli dari bangunan yang sempat rusak akibat gempa tahun lalu. Penyarikan Pura Budha Umanis Made Aritanaya menjelaskan, kerusakan akibat bencana ini sudah pernah didata oleh BPBD. Pihaknya juga sudah berupaya mengajukan permohonan bantuan ke Pemkab Gianyar dan Pemprov Bali, namun tak kunjung ada balasan. “Terakhir kami diarahkan mengajukan dana ke pusat,” kata Aritanaya, Jumat (27/9) kemarin. Menurut Aritanaya, Pemkab Gianyar dan Provinsi Bali ti-

dak ada dana untuk perbaikan kerusakan sejenis tersebut. Mendapati jawaban itu, pangempon pura ini akhirnya menggelar paruman. Hasil rapat memutuskan memperbaiki candi kurung pura setempat menggunakan dana swadaya dari krama pamaksan. “Karena ini juga mau odalan, jadi cukup agar kelihatan utuh saja dulu,” katanya. Aritanaya menambahkan, jumlah krama pamaksan pura sebanyak 34 KK. Jumlah dana yang dihabiskan untuk restorasi candi kurung pura sekitar Rp 25 juta. Proses restorasi candi kurung pura dilakukan selama sebulan, yakni Juli hingga Agustus 2019. “Kami juga sudah malaspas pada tanggal 18 September 2019,” ujarnya. Selain menggunakan anggaran swadaya, proses pengerjaan perbaikan, ini juga dilakukan oleh pangempon pura setempat. Perbaikan hanya dilakukan

pada bagian atas candi kurung dengan setinggi tujuh meter tersebut. “Kami melakukan restorasi ini untuk mempertahankan desain ukiran lama, karena ini usia ukirannya sampai 100 tahun lebih. Jadi, kami tidak mau mengganti dengan batu hitam atau semacamnya,” katanya. Pemangku Pura Budha Umanis Mangku Sedana Yoga mengatakan, candi kurung di pura tersebut sudah berusia lebih dari 100 tahun. Bentuk ukiran dan bahannya yang berupa batu padas hampir sama dengan Pura Desa Adat Guwang. Ditambahkan, pemaksan Pura Budha Umanis juga pernah merestorasi Padmasana dan Gedong Penyimpenan Bhatara Lingsir pada 1958 silam. Sementara Gedong Penyimpenan Bhatara Putra, Gedong Ratu Ngurah Batan Jepun dan palinggih lainnya masih asli. (kmb35)

Sebagai sumber daya yang penting, kata Pebriantara Kabupaten Gianyar memiliki mata air paling besar. Namun hasil rapat Komisi III DPRD Gianyar dengan jajaran PDAM Gianyar, terungkap bahwa saat ini tengah terjadi penurunan permukaan ABT di kawasan seni ini. “Salah satu penyebabnya adalah eksploitasi ABT secara berlebihan yang dominan dilakukan oleh perusahaan besar, seperti hotel dan restoran,” ujar mantan Ketua Komisi IV DPRD Gianyar itu. Apabila kondisi ini tetap dibiarkan, Pebriantara mengaku sangat khawatir akan terjadi kerusakan ABT. Bahkan, dampak paling terlihat adalah terjadinya kekeringan saat memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, perlu ada aturan dalam pemanfaatan ABT secara bijak, seperti yang sudah dilakukan DKI, Surabaya, dan Badung. “Keberadaan peraturan itu sangat urgent agar ABT digunakan secara bijaksana, efektif dan efisien. Penggunaan ABT harus ada izin dan harus dipasang perangkat berupa water meter,” tegasnya. Pebriantara juga memaparkan hasil koordinasi dengan PDAM Gianyar. Dikatakan, banyak pelanggan dari perusahaan milik daerah itu beralih ke ABT. Hal ini banyak dilakukan oleh perusahaan besar, sehingga memicu kerugian. “Kebanyakan itu memang perusahaan besar. Jika dibiarkan, perusahaan daerah kita pasti kehilangan

lebih banyak pelanggan,” katanya. Pebriantara mengingatkan, di Gianyar pembangunan akomodasi wisata seperti hotel restoran makin marak. Jika mereka dibiarkan menggunakan ABT tanpa kontrol, maka akan merusak salah satu sumber daya alam Gianyar. Oleh karena itu, ia menilai Perda ABT ini menjadi kebutuhan mendesak. “Kami di Komisi III DPRD Gianyar menargetkan awal 2020 mendatang perda ini sudah harus ram pung,” ujarnya. Melalui Perda ABT ini, kata Pebriantara perusahaan besar yang selama ini menggunakan ABT secara gratis akan mulai dikenakan pajak, sehingga bisa

Ngamuk di Hotel

Warga Australia Diamankan

”House Keeping” Curi Uang Jutaan Rupiah Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan Kadek Apriadi karena telah melakukan aksi pencurian di tempatnya bekerja pada salah satu vila di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring. House Keeping berusia 24 tahun ini dipastikan telah mencuri uang milik wisatawan yang menginap di vila tersebut. Bahkan aksi pencurian itu sudah dilakukan pelaku berulang kali. Kapolsek Tampaksiring AKP I Gusti Putu Dharmanatha menjelaskan, pengungkapan kasus pencurian ini bermula dari laporan pihak hotel pada 15 September 2019, bahwa telah terjadi beberapa kali pencurian uang milik tamu yang menginap. “Beberapa tamu yang menginap di vila tersebut komplain sering kehilangan. Berdasarkan laporan tersebut, kami melakukan penyelidikan di TKP dan juga ke tempat penukaran mata uang asing di wilayah Ubud,” ujar Dharmanatha, Jumat (27/9) kemarin. Dari salah satu tempat penukaran mata uang asing

(money changer) di seputaran Ubud, kata Dharmanatha pihaknya mendapat informasi ada pegawai vila yakni Kadek Apriadi yang beberapa kali melakukan penukaran mata uang asing. Berbekal informasi tersebut, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tampaksiring kemudian mencari terduga pelaku ke rumahnya di Desa Pejeng Kawan. “Saat melihat petugas datang ke rumahnya, pelaku langsung kabur ke kamar mandi,” katanya. Tidak mau kehilangan mangsa, polisi langsung berupaya melakukan penyergapan. Polisi beberapa kali menggedor pintu kamar mandi di rumah korban. Lama tidak dibuka, polisi akhirnya mendobrak pintu. Ketika pintu terbuka, pelaku sedang berupaya menghilangkan barang bukti berupa mata uang dolar, dengan cara dibuang ke kloset. “Masih ada uang yang nyangkut di kloset. Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengaku telah melakukan pencurian di vila tempatnya bekerja,” ujarnya. Berdasarkan hasil interogasi, kata Dharmanatha

pelaku yang baru sebulan bekerja di vila itu sudah berulang kali melakukan aksi pencurian. Pelaku yang bekerja sebagai House Keeping ini dengan leluasa mengambil uang milik tamu. “Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan empat kali pencurian di vila itu,” katanya. Dharmanatha menambahkan, pelaku sudah empat kali melakukan penukaran mata uang asing. Di antaranya, pada 23 Agustus, kemudian pada tanggal 6, 9 dan 10 September 2019. Total uang yang dicuri sebanyak Rp 6,9 juta. “Uang hasil curian digunakan untuk membayar cicilan sepeda motor, membeli baju dan kebutuhan lainnya,” katanya. Kini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Tampaksiring. Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pidana penjara maksimal lima tahun. “Ancaman hukumannya lima tahun penjara,” ujar Dharmanatha. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PELAKU - Kapolsek Tampaksiring AKP I Gusti Putu Dharmanatha saat menunjukkan pelaku dan barang bukti kejahatan, Jumat (27/9) kemarin.

menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru. Namun untuk besaran nilai pajak masih akan dibahas dalam rapat rancangan perda ini. “Nilai pajaknya mungkin tidak jauh dengan tarif PDAM saat ini,” katanya. Pebriantara menambahkan, secara teknis penghitungan ABT akan bersinergi dengan

PDAM. Sementara untuk pemungutan pajak akan dilakukan oleh BPKAD Gianyar. Politisi PDI-P Gianyar ini memastikan pajak ABT tersebut tidak berlaku untuk penggunaan pada rumah tangga. “Penggunaan ABT untuk rumah tangga oleh masyarakat Gianyar tidak dikenakan pajak. Kami menyasar perusahaan saja, seperti hotel, restoran dan lainnya,” tegasnya. Pebriantara menambahkan, pihaknya juga akan menggenjot kinerja PDAM Gianyar untuk mengoptimalkan pelayanan. Ditegaskan, PDAM Gianyar harus bergerak cepat untuk meminimalisasi tingkat kebocoran air yang selama ini banyak mengganggu pelayanan. (kmb35)

Bali Post/kmb35

DEPRESI - Petugas mengecek kondisi Nyleven Semken yang mengalami depresi dan mengamuk di hotel tempatnya menginap.

Gianyar (Bali Post) Anggota Satpol PP Gianyar mengamankan warga negasa asing (WNA), Nyleven Semken. Wanita berusia 49 tahun asal Australia ini diamankan karena mengamuk di hotel tempatnya menginap di kawasan Ubud. Nyleven Semken diduga mengalami depresi, sehingga harus diamankan oleh petugas Satpol PP Gianyar. Usai ditangkap petugas Satpol PP Gianyar, wanita ini diperiksa oleh petugas kesehatan. Didampingi petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Nyleven Semken kemudian dikirim ke RSJ Bangli untuk mendapat perawatan. Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha mengatakan, awalnya Satpol PP Gianyar menerima laporan dari pihak hotel yang melaporkan ada seorang wisatawan mengalami depresi dan men-

gamuk. Menerima laporan tersebut, petugas Satpol PP Gianyar langsung ke lokasi dengan mengerahkan petugas gabungan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. “Hasil pemeriksaan petugas kesehatan, wanita ini mengalami depresi sehingga harus mendapat perawatan di RSJ Bangli,” kata pejabat yang juga mantan Kadis Sosial Gianyar ini, Jumat (27/9) kemarin. Watha mengakui, belakangan ini petugas Satpol PP Gianyar sudah beberapa kali mengamankan orang asing yang mengalami depresi dan mengamuk sehingga harus mendapat perawatan di RSJ Bangli. “Ya, kami beberapa kali mengamankan orang asing yang mengalami depresi dan mengamuk, kemudian dibawa ke RSJ Bangli,” katanya. (kmb35)

akan seperti apa modelnya,” katanya. Menurut Putrawan, penataan objek wisata Candi Tebing sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Seperti menata parkir, toilet, dan beberapa sarana penunjang wisata lainnya. Sementara itu, Bendesa Desa Adat Tegallinggah I Ketut Riman, S.Pd. mengatakan, jauh sebelum diresmikan sebagai DTW, di Desa Adat Tegallingah

sudah memiliki kelompok atau penggiat wisata yang tujuannya sebagai penunjang Objek Wisata Candi Tebing. Salah satunya ada wisata watter tubing di jalur DAS Pakerisan dan wisata trekking di pesawahan di objek wisata tersebut. “Ke depan, kami juga rencananya melengkapi dengan wisata kuliner dan beberapa aktivitas wisata penunjang lainnya,” ujarnya. (kmb35)

Candi Tebing Tegallinggah Ditetapkan sebagai DTW

Gianyar (Bali Post) Candi Tebing Tegallinggah yang terletak di Desa Adat Tegallinggah, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh ditetapkan sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) oleh Pemkab Gianyar. Candi yang berada di pinggir daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan ini termasuk situs purbakala yang beberapa tahun lalu ditemukan oleh seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda. Pemandangan alam yang indah didukung oleh suasana yang tenang dan terkesan magis membuat DTW Candi Tebing lebih diminati sebagai wisata religi. Apalagi di lokasi itu juga terdapat tempat malukat berupa air Pancuran Sudamala. Namun seiring perkembangan waktu dan semakin canggihnya kekuatan media sosial (medsos), kawasan Candi Tebing ini banyak dimanfaatkan sebagai tempat prewedding. Melihat potensi ini sekaligus untuk menjaga kelestarian situs-situs purbakala yang terdapat di kawasan Candi Tebing Tegallinggah, Pemkab Gianyar melalui Dinas Pariwisata Gianyar mengadakan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama dengan Desa Adat Tegallinggah terkait dengan diresmikannya DTW Candi Tebing Tegallinggah.

“Dengan diresmikannya DTW Candi Tebing Tegallinggah ini, sudah tentu kami secara kedinasan bisa memungut retribusi dari penjualan tiket masuk,” kata Kepala Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Gde Putrawan usai me-launching DTW Candi Tebing Tegallinggah di areal parkir DTW Candi Tebing Tegallinggah, Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh Gianyar, Jumat (27/9) kemarin. Dari kerja sama itu, pihak desa adat setempat hanya mendapat bagian 30 persen keuntungan. Sementara 70 persen keuntungan akan diambil oleh Pemkab Gianyar. Meski hanya diberi 30 persen, Putrawan tetap berharap nilai itu dapat memberikan kesejahteraan bagi warga setempat. “Semoga hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. Putrawan menambahkan, perjanjian kerja sama yang sudah disepakati ini berlaku lima tahun ke depan. Jika sudah berakhir tentu akan diperbaharui lagi dengan perjanjian baru yang tentu saja disesuaikan lagi. “Begitu pula dalam hal pengelolaan, pihaknya juga sudah bersinergi dengan Pokdarwis setempat, sehingga lebih leluasa nantinya penataan ini

Bali Post/

CANDI TEBIG TEGALLINGGAH - terlihat rombongan Pemkab Gianyar saat melakukan pengecekan pada areal DTW Candi Tebig Tegallinggah pada Jumat kemarin.


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Bali Post/kmb

TERGULING - Sebuah truk bermuatan pakan ternak terguling Kamis (26/9) sore, di KMP Liputan XII. KMP tersebut berlayar dari LCM Ketapang menuju Gilimanuk. Truk DK 8681 WD tersebut dikemudikan Putu Mulianta dari Brangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kapten Kapal mengatakan saat berlayar dari pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi gelombak besar. Akibatnya tali pengikat truk putus dan mengakibatkan truk terguling. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berkas Judi Togel Oknum PNS Dilimpahkan Negara (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menerima berkas pelimpahan kasus judi togel dengan pelaku oknum PNS. Oknum ini diamankan polisi dengan sangkaan sebagai pengecer. Meskipun diamankan, pelaku tidak ditahan sejak proses penyelidikan hingga dilimpahkan ke Kejari Jembrana. Tersangka IWP (47) yang bertugas di salah satu Dinas di Pemkab Jembrana ini bertugas di Gilimanuk. Dari tersangka polisi menyertakan b a -

rang bukti berupa buku rekening bank. Saat ini tersangka bestatus tahanan kota. Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan, Jumat (27/9) kemarin kepada wartawan membenarkan adanya pelimpahan tahap dua dengan tersangka oknum PNS tersebut. Tersangka memang sejak awal penyelidikan tidak ditahan termasuk hingga di tahap kejaksaan lantaran adanya jaminan. Jaminan itu dikeluarkan dari Dinas tempatnya bertugas, karena tersangka masih dibutuhkan di dinas tersebut. Selanjutnya, perkara ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan. (kmb26)

Pilbup Jembrana 2020

Baru PDI-P Jaring Calon Negara (Bali Post) –

Kendati sudah mendekati tahapan Pemilihan Bupati (pilbup) Jembrana, masih sedikit figur yang dengan gamblang mencalonkan diri menjadi kepala daerah (Bupati dan Wakil Bupati). Begitu halnya di partai politik. Setahun menjelang Pilbup serentak, baru satu parpol yang sudah aktif membuka tahapan calon pimpinan daerah. Lesunya figur yang berani tampil, kemungkinan karena hanya ada tiga paslon yang bisa ikut kontestasi. Kecuali ada calon independen. Sementara itu, penyelenggara pemilu (KPU) pada Pilbup 2020 memasang anggaran untuk maksimal lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Di antaranya tiga paslon yang diusung parpol dan dua paslon dari perseorangan (non-parpol). Jumlah paslon ini merupakan jumlah maksimal. Sehingga paling tidak dari parpol ada tiga paslon yang memungkinkan diusung. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara, Jumat (27/9) kema-

rin mengatakan, anggaran yang diajukan dan sudah disetujui dari Pemerintah Daerah adalah untuk penyelenggaraan pemilu dengan maksimal lima paslon. Tetapi diakuinya, hingga saat ini belum ada paslon yang menanyakan terkait tahapan ini. “Secara nasional tahapan sudah dimulai 23 September lalu. Di sini kita menunggu NPHD dan begitu anggaran turun KPU akan sosialisasi untuk calon perseorangan,” ujar Tangkas. Adapun ang-

garan sebesar Rp 18,5 miliar selain untuk lima paslon, juga untuk penyelenggaraan pemilihan di 520 TPS. Sementara itu, dari pengamatan hingga menjelang Oktober, baru satu parpol yang sudah ancang-ancang melalui tahapan penjaringan calon, yakni PDI Perjuangan. Sebagai parpol yang memiliki suara terbanyak, PDI P memiliki peluang mengusung paslon sendiri. Dalam penjaringan di internal partai, ada tiga figur yang berminat mendaftarkan diri. Untuk bakal calon Bupati Made Kembang Hartawan dan Ida Bagus Susrama. Dan bakal calon Wakil Bupati I Dewa Putu Mertayasa. Berbeda dengan parpol lainnya yang mau tidak mau harus berkoalisi. Seperti Partai Golkar dan Gerindra yang masing-masing memiliki

Atap Rumah Roboh

Nenek Salimah Belum Tersentuh Bedah Rumah SALIMAH (70) warga Banjar Taman Desa Tuwed, Kecamatan Melaya nyaris menjadi korban bencana. Minggu tegah malam lalu atap rumah yang ditempatinya roboh. Padahal tidak ada angin apa lagi hujan saat itu. Jadi praktis robohnya atap tersebut karena sudah lapuk. Ditemui di rumahnya Jumat (27/9), Salimah menceritakan saat itu dia ada dalam kamar yang terbuat dari bedek dan beralas tanah. Namun tiba-tiba atap rumahnya roboh. Kemudian dia keluar dan melihat sebagian atap rumahnya ambruk. “Ya rumah ini sudah lama sekali dan saya belum bisa perbaiki. Sejak anak-anak masih kecil saya sudah ditinggal meninggal suami. Jadi anak-anak saya hidupi dari mencari kerang

di pantai dan hidup apa adanya. Dulu ada yang adopsi, tapi saya tidak mau pisah dengan anak,” cerita ibu tujuh orang anak ini. Kini anak-anaknya semua sudah menikah dan juga hidup pas-pasan karena kerja serabutan. “Ya meski anak sudah besar-besar dan peduli sama nenek, tapi melihat kondisi mereka juga tidak tega minta terus. Jadi nenek tetap cari kerang untuk dijual,” jelasnya. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan bedah rumah. Padahal sangat berharap mendapat bantuan. “Sudah sering di foto, tapi tidak pernah dapat. Hingga akhirnya roboh. Bersyukur anak-anak mau gotong royong perbaiki atap rumah sehingga sekarang bisa dipakai lagi,” katanya. Dari pengamatan, meski

atap rumah gedek Nenek Salimah sudah diperbaiki dengan asbes, namun dinding bedek yang sudah lapuk masih tampak tidak aman. “Ya yang penting masih bisa ditempati, nenek tidak apa-apa,” jelasnya. Tanah yang ditempati Salimah merupakan milik sendiri dan ada sertifikatnya. Hal ini diakui Klian Banjar Taman, Desa Tuwed, Wayan Riyasa. Ia membenarkan Salimah merupakan KK miskin dan layak untuk dibantu. “Kami sebagai Klian banjar sudah mengusulkan bedah rumah. Tapi kami tidak tahu apa kendalanya sampai kini belum dapat. Ya mungkin masih masuk daftar tunggu. Karena itu kewenangan Desa dan Pemkab. Yang jelas kami sudah usulkan sudah lama,” jelasnya. (kmb)

Salimah

enam kursi dan empat kursi di legislatif. Plt. Ketua DPD II Golkar Jembrana I Made Suardana, beberapa waktu lalu mengatakan terkait Pilbup Jembrana Golkar masih menunggu petunjuk dari DPD Provinsi dan Pusat. Golkar juga tengah melakukan survei untuk mencari figur bukan hanya di lingkup kader Golkar saja. Di internal Golkar Jembrana, beberapa figur juga memiliki kans untuk diusung. Seperti dirinya yang saat ini menduduki kursi DPRD Provinsi, I Ketut Widastra dan I Wayan Suardika. “Yang jelas kami juga melakukan survei dan menunggu petunjuk dari pusat. Termasuk komunikasi politik dengan parpol lain. Baik parpol penguasa maupun parpol lainnya,” ujar Suardana ditemui belum lama ini. (kmb26)


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Sempat Terombang-ambing Dua Jam

Jukung Tenggelam di Laut, Made Siki Selamat

Amlapura (Bali Post) Perahu Made Siki tenggelam saat pulang dari mencari ikan di perairan Selat Lombok, Jumat (27/9) kemarin. Untung, Hyang Widhi Wasa masih memberkati nelayan asal Banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya Tengah, Karangasem itu. Padahal, perahunya sempat terombang ambing dua jam sebelum terbalik. Korban bisa diselamatkan setelah dijemput keluarga dan kerabat sesama nelayan. Kabar perahu suaminya tenggelam, membuat istri Made Siki yakni Ni Ketut Gari hanya bisa meneteskan air mata. Kendati demikian, dengan sabar ia berharap agar suami selamat dari musibah itu. Ketika tahu perahu suaminya tenggelam, Gari hanya terdiam tanpa banyak berkata-kata. Ia terus memikirkan kondisi suaminya yang masih dalam proses perjalanan menuju pesisir setelah dijemput saudaranya. Tak hanya Gari, putra pertamanya, I Gede Suatrika, juga tidak bisa menahan air matanya. Dia juga ikut menangis di pangkuan ibunya sembari dengan sabar menunggu kedatangan bapaknya. Termasuk puluhan kerabat dekat dengan sabar menunggu kedatangan korban. Istri korban, Ni Ketut Gari, saat ditemui kemarin, menuturkan, sekitar pukul 03.30, ia sendiri ikut membantu suaminya mengambil jaring untuk ditaruh di jukung sebelum suaminya pergi ke tengah laut mencari ikan.

Sekitar pukul 04.00 Wita, barulah suaminya berangkat melaut. “Saya tidak ikut melaut. Yang turun cari ikan di laut hanya suami seorang diri saja,” ujarnya. Gari menambahkan, dirinya sudah menaruh curiga atau waswas jika suaminya yang biasanya sudah datang sekitar pukul 08.00 Wita. Namun, sudah sekitar pukul 10.00 Wita, suaminya belum kunjung datang pula. Atas kondisi itu, dirinya meminta saudaranya agar menghubungi suaminya untuk menanyakan bagaimana kondisinya di tengah laut. Saat ditelepon nyambung dan diangkat. Betapa kaget dirinya, setelah dihubungi, suaminya mengatakan, kalau perahunya sudah tenggelam. “Saat itu, suami sudah mau pulang, karena memang sudah selesai menangkap ikan. Tetapi, tiba-tiba di dalam perjalanan, perahunya tenggelam. Karena suami bilang perahu tenggelam, maka kerabat langsung turun mencari ke tengah

laut,” katanya. Tiga Perahu ke Laut Kadus Banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya Tengah, I Wayan Suwena, menjelaskan, ada tiga perahu atau jukung yang mencari korban ke tengah laut. Jukung pertama berangkat mencari korban dengan melibatkan tiga orang. Begitu juga jukung kedua sama, bermuatan tiga orang. Karena saat dikontak, jukung pertama dan kedua belum juga menemukan, sehingga dikirim lagi sampan ketiga, tetap dengan jumlah personel tiga orang untuk mencari keberadaan korban. “Dari tiga jukung yang mencari korban ke tengah laut, hanya dua jukung yang menemukan keberadaan korban yakni perahu pertama dan kedua. Dan satu perahu yang berangkat terakhir gagal. Karena sudah dua jukung itu yang berjumpa dengan korban,

maka satu jukung lainnya memutar balik lebih awal ke daratan,’’ ujarnya. Sementara Made Siki menuturkan sejatinya, dirinya sudah mau pulang karena sudah selesai menangkap ikan. Hanya, di dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada ombak besar yang menghantam perahu hingga terbalik kemudian tenggelam. Kondisi itu, membuat Siki sempat terapung sekitar dua jam di tengah laut. “Perahu sempat tenggelam karena tangkapan ikan banyak mencapai 2.500 ekor. Karena jukung terbalik, terpaksa ikan dibiarkan begitu saja di laut,” ujarnya. Siki mengakui dirinya sempat hendak menelepon keluarga. Hanya, hanphone-nya tidak berisi pulsa, sehingga tidak bisa menelepon siapa-siapa. “Sudah mau nelepon keluarga. Tapi hanhphone tidak ada pulsanya. Akhirnya, ketika keluarga menghubungi, barulah bisa bilang bahwa perahu yang saya bawa itu tenggelam. Selanjutnya, saya dijemput ke tengah laut,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

RAZIA - UPTD Samsat Karangasem bersinergi dengan Satlantas Polres Karangasem saat melaksanakan razia gabungan di Jalan Gatot Subroto, Amlapura, Jumat (27/9) kemarin.

Gelar Razia, Samsat Bersinergi dengan Satlantas Belasan Ribu Belum Bayar Pajak

Amlapura (Bali Post) UPTD Samsat Karangasem bersinergi dengan Satlantas Polres Karangasem melaksanakan kegiatan razia. Tilang – penindakan langsung dengan skema gabungan itu dilakukan di Jalan Gatot Subroto tepatnya di simpang tiga patung Tugu Pahlawan Ciung Wanara, Jumat (27/9) kemarin. Agenda yang dilakukan itu untuk mendata kendaraan yang belum membayar pajak. Tidak tanggung-tanggung angkanya mencapai belasan ribu. Kepala UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Bali di Karangasem, I Gusti Nyoman Adi Wijaya, mengungkapkan, kegiatan razia gabungan itu dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (28/9) ini. “Kemarin, kita laksanakan razia di Jalan Gatot Subroto, Amlapura. Sedangkan untuk kegiatan hari

ini di Jalan Veteran, persisnya di Jalur 11,” ucapnya. Wijaya menjelaskan, dalam operasi gabungan, petugas menindak puluhan pelanggar. Di antaranya kendaraan roda dua yang belum balik nama (BBN) tercatat 78 unit. Sedangkan roda empat 20 unit. Pengendara yang belum membayar pajak roda dua 12 unit dan roda empat satu unit. Sementara yang belum melakukan pongesahan STNK 5, SIM 8, KAP 1, TNKB 1. “Kegiatan ini dilakukan untuk menekan tunggakan pajak kendaraan bermotor di Karangasem,” katanya. Khusus di Karangasem kata Nyoman Adi Wijaya, sampai saat ini masih cukup banyak warga yang menunggak membayar pajak kendaraan yang dimiliki. Bahkan, jumlahnya mencapai belasan ribu. Pihaknya terus mengedukasi

agar masyarakat itu dengan sadar mau membayar pajak kendaaran lewat berbagai program. Di antaranya Samsat keliling, door to door, tedun ke banjar dan goes to banjar bekerja sama dengan pemerintah daerah. “Kita terus melakukan razia gabungan seperti ini. Dalam sebulan, kita akan gelar razia selama empat kali. Berharap lewat kegiatan ini dan lainnya, masyarakat lebih sadar membayar pajak kendaraan,’’ harapnya. Terlebih lagi saat ini ada pemutihan sejak 5 Agustus sampai 6 Desember mendatang. Dengan pemutihan itu, maka diharapkan warga Karangasem khususnya agar termotivasi membayar pajak. Mereka diminta berbondong-bondong membayar pajak kendaraan, yang menjadi tanggung jawabnya kepada negara. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem berencana mengelola dengan baik sampah-sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Linggasana dan Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem. Sampah-sampah itu diagendakan diolah jadi gas metana. Kadis DLH Karangasem, I Gede Ngurah Yudiantara, Jumat (27/9) kemarin, mengungkapkan, rencana pemanfaatan sampah itu nantinya dijadikan gas metana. Pengolahan sampah itu sebagai upaya mencegah terjadinya tumpukan sampah

organik maupun non-organik yang semakin banyak di TPA itu. Nantinya, gas metana itu bisa didistribusikan untuk warga sekitar. “Kita sudah sempat bicarakan dengan tim ahli dari Malang. Sebab, di Malang sampah yang ada di TPA dimanfaatkan pemerintah sebagai gas metana. Gas metana itu dapat dipakai warga untuk memasak. Fungsinya seperti tabung LPG yang bisa dipergunakan untuk memasak oleh warga,” katanya. Hanya, Kata Yudiantara, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Malang itu. Sebab, sampai saat ini, hasil kajian yang ditunggu-tunggu

belum juga keluar. Apakah sampah-sampah yang ada di TPA Linggasana dan Butus itu dapat dikelola untuk dijadikan gas metana sama halnya dengan di Malang. Hal itu belum bisa dijawab sekarang. “Namun, tim sudah melakukan survei ke lokasi TPA Linggasana dan Butus,’’ tambahnya. Bila nantinya sampahsampah di sana bisa dijadikan gas metana, maka perlu disiapkan alokasi anggarannya. Namun, saat ini masih belum tahu berapa anggaran yang diperlukan. ‘’Kita akan lakukan pembahasan lebih lanjut terkait rencana yang dimaksud,” tegas Yudiantara. (kmb41)

Sampah TPA Linggasana dan Butus Rencananya Dikelola Jadi Gas Metana

Bali Post/kmb41

SELAMAT - Nelayan Made Siki (tidak pakai baju) saat sampai di daratan dengan selamat setelah perahunya tenggelam saat melaut di Selat Lombok, Jumat (27/9) kemarin.

10.000 Liter Air Bersih Didistribusikan ke Ban Kubu

Bali Post/kmb41

AIR BERSIH - BPBD saat mendistribusikan air bersih ke Desa Ban, Kubu, Karangasem.

Amlapura (Bali Post) Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem ke Desa Ban, Kecamatna Kubu. Saat kondisi kering ini, BPBD terus melakukan pendistribusian air bersih umtuk warga yang mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa menjelaskan, penyaluran air itu dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di Banjar Dinas Belong, Desa Ban dan Banjar Dinas Bonyoh, Desa Ban Kubu. “Pendistribusian yang kita lakukan sesuai permohonan warga yang telah disampaikan secara resmi dengan surat sebelumnya,” ujarnya. Arimbawa menambahkan, pendistribusian air ke Banjar Dinas Belong sebanyak 5.000 liter. Begitu juga penyaluran air bersih

ke Banjar Dinas Bonyoh dengan jumlah yang sama, 5.000 liter. “Untuk air di Banjar Dinas Belong akan dimanfaatkan 20 kepala keluarga. Termasuk air di Banjar Dinas Bonyoh juga diberikan kepada 20 KK. Kita berharap bantuan air itu bermanfaat bagi warga yang nantinya menggunakan air bersih itu untuk kebutuhan sehari-hari,” harapnya. Dia menjelaskan, bagi desadesa yang warganya mulai kesulitan air bersih, maka pihak desa bisa melakukan pendataan. Untuk mendapatkan bantuan air itu, lebih dulu disampaikan permohonan bantuan air dengan surat resmi yang ditembuskan ke Dinas Sosial, BPBD, dan PMI Karangasem. “Kalau memang warga di desa tersebut kesulitan air bersih, maka pasti kita akan bantu. Dengan catatan harus bersurat secara resmi,” ujar Arimbawa. (kmb41)

Akses ke Pura Dukuh Sakti Pingit Darmaji Berdebu

Bali Post/kmb41

GAS METANA - DLH Karangasem berencana memanfaatkan sampah di TPA Linggasana, Desa Bhuana Giri, Bebandem. Sampah-sampah di TPA itu rencananya dijadikan gas metana.

Minta Diaspal Sampai ke Pura

Akses jalan kabupaten di Desa Pakraman Darmaji, Desa Ban, Kubu, Karangasem pemprihatinkan. Pasalnya, jalan menuju Pura Dukuh Sakti Pingit Darmaji itu berdebu sangat tebal sehingga sulit dilalui. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga setempat menjadi terganggu akibat debu beterbangan saat ada kendaraan lewat. Lalu, bagaimanakah harapan masyarakat untuk menghilangkah debu itu, sehingga akses ke pura bisa lancar? BERDASARKAN pantauan di lapangan, jalan yang berdebu itu berada di perbukitan. Jaraknya sekitar empat kilometer dari keramaian rumah penduduk. Namun, jalan menuju Pura Dukuh Sakti Pingit Darmaji masih sekitar dua kilometer belum diaspal. Pemangku Pura Dukuh Sakti Pingit Darmaji Jro Mangku Kas, Jumat (27/9) kemarin

menjelaskan, akses jalan itu sering dilintasi masyarakat, anak-anak sekolah, termasuk para pamedek yang hendak tangkil untuk persembahyangan ke pura itu. Bila ada pamedek yang tangkil sembahyang memakai kendaraan roda empat, mereka tidak bisa melintas. Alasannya, jalannya licin akibat debunya sangat tebal. Khusus anak-anak seko-

lah masih bisa berjalan kaki, kendati kaki mereka dipenuhi debu. “Kondisi jalannya memang memprihatinkan. Selain jalan berdebu juga sudah ada kerusakan di sejumlah titik. Kondisi itu, membuat pengendara sulit melintas. Meski bisa, namun mereka harus berjibaku dengan debu yang tebal itu,” ujarnya. Dia menjelaskan, memang ada dua jalan yang bisa dilalui oleh warga. Yakni jalur barat di Darmaji dan jalur timur yang tembus ke Daya. Hanya, jalur yang biasa dilintasi warga maupun anak-anak sekolah itu adalah jalur barat. Jalur barat itu merupakan jalur tembus ke SD Filial. Pihaknya hanya bisa berharap atas kondisi jalan yang memprihatinkan itu, supaya pemkab bisa mengaspal sisa jalan yang masih berdebu tebal itu.

“Jalan ini sebelumnya sudah sempat diperhatikan sekitar tiga tahun lalu, 2016. Namun disayangkan, pengaspalan masih belum sampai di pura. Jadi, kita hanya memohon pengaspalan yang dilakukan bisa dilanjutan hingga ke pura,’’ harap Jero Mangku Kas. Sehingga warga, anakanak sekolah, maupun pamedek tidak lagi terganggu dengan kondisi jalan berdebu tebal seperti sekarang ini. Sementara itu, Perbekel Ban, I Wayan Potag, menjelaskan, akses jalan tersebut merupakan jalan milik kabupaten. “Jalan memang sudah diaspal sekitar tiga kilometer. Sayangnya belum sampai di Pura. Semoga nanti bisa dilanjutkan diaspal sampai ke Pura Dukuh Sakti Pingit Darmaji yang ada di atas,” kata Potag. (nan)

Bali Post/kmb41

BERDEBU - Akses jalan menuju Pura Dukuh Sakti Pingit Darmaji di Desa Ban, Kubu, Karangasem berdebu.


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Pasca-Audit BUMDes Besan

Bupati Suwirta Minta Lembaga Keuangan Mikro Lainnya Diaudit Semarapura (Bali Post) -

Proses audit BUMDes Kertha Jaya Desa Besan, Kecamatan Dawan oleh Inspektorat Daerah, rupanya atas permintaan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Upaya ini ditempuh untuk menguak benang kusut permasalahan di dalam tubuh BUMDes ini, yang sudah berembus sejak 2018. Setelah menyelesaikan BUMDes Besan, Bupati Suwirta, Jumat (27/9) kemarin, meminta Inspektorat Daerah agar melakukan proses audit kepada lembaga keuangan mikro lainnya, seperti koperasi maupun LPD. Proses ini menurutnya sangat penting dilakukan, agar dana masyarakat maupun uang negara di dalamnya dapat dipertanggungjawabkan. Dia tidak spesifik menuding, apakah praktik serupa terjadi pada BUMDes lain, maupun pada LPD dan koperasi. Tetapi, setiap lembaga keuangan, potensi adanya penyimpangan itu pasti ada. Sehingga harus diantisipasi dengan baik. “Saya

sudah minta tahun 2020, Inspektorat Daerah melakukan proses audit, kepada seluruh BUMDes, maupun koperasi dan LPD,” katanya. Menurutnya, tidak sulit melakukan itu kepada seluruh lembaga keuangan mikro ini. Inspektorat tinggal mencermati apa yang menjadi unit usahanya, misalnya unit simpan pinjam, lakukan pencermatan pada seluruh data simpan pinjam. Pasti-

kan seluruh prosesnya sesuai dengan regulasinya. Dia saat ini sedang merancang untuk membuat sistem aplikasi manajemen keuangan yang sama, antara LPD, Koperasi dan BUMDes. Sehingga, proses pemeriksaannya ke depan menjadi lebih mudah, karena tinggal melakukan uji petik. Khusus mengenai kasus pada BUMDes di Besan, setelah hasil audit turun,

kini permasalahannya sudah jelas. Karena ada unsur pidana, disinggung mengenai langkah selanjutnya, apakah pihak desa harus menempuh upaya hukum dengan membawa permasalahan ini ke polisi, menurut Bupati Suwirta langkah tersebut bisa saja ditempuh oleh pihak Desa Besan. Sebab, khusus mengenai temuan keuangan, temuan Inspektorat ada pada penyaluran kredit, baik dugaan kredit fiktif dan ada juga yang diduga digunakan langsung oleh sekretaris dan bendahara. BUMDes ini terpaksa diaudit oleh Inspektorat Pemkab Klungkung, karena sejak tahun 2018 belum pernah menyampaikan laporan keuangan ke desa. Perbekel

Desa Besan I Ketut Yasa, menjelaskan, BUMDes Ketha Jaya didirikan sekitar tahun 2014 dengan modal utama dari Program Gerbangsadu senilai Rp 1,2 miliar. BUMDes Kertha Jaya memiliki unit usaha simpan pinjam dan pertokoan. Namun, sejak dirinya menjabat Perbekel Besan, belum pernah menerima laporan keuangan dari BUMDes. Sehingga, pihaknya bersurat ke Inspektorat agar dilakukan audit dan pembinaan. Kepala Inspektorat Klungkung I Made Seger, Kamis (26/9) lalu mengatakan, pengurus BUMDes ini telah menandatangani surat pernyataan, bahwa siap mengembalikan dananya sebesar Rp 645 juta. (kmb31)

Ngaben Unik, Bade Diarak ke Tengah Laut

Bali Post/gik

DATA - Bupati Suwirta saat mengecek langsung data di rumah sakit, Jumat kemarin.

RSUD Didorong Terapkan Pelayanan Berbasis Teknologi Semarapura (Bali Post) Kemajuan teknologi membuat pelayanan dituntut dapat dilakukan dengan cepat. Guna meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan, RSUD Klungkung berencana menerapkan pelayanan berbasis elektronik, khususnya dalam pemberian jaspel (jasa pelayanan), sistem rekam medik, serta akuntingnya. Sehingga, pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta seusai meninjau sejumlah tempat pelayanan di RSUD Klungkung, Jumat (27/9) kemarin. Ia meminta cara-cara manual harus dikurangi. Kecepatan dan keakuratan dalam menyampaikan data harus menggunakan media yang berbasis elektronik. Sehingga, RSUD harus ada satu aplikasi untuk mengakses data. Tujuannya, untuk memberikan informasi seluruh data base di RSUD. Seperti jasa pelayanan (jaspel). Jaspel tersebut bisa menggunakan sistem berbasis elektronik, sama halnya seperti e-tukin yang sudah berjalan untuk PNS di Pemkab Klungkung. Jadi, seluruh staf di rumah sakit harus mempunyai handphone yang bisa diinstal dan mengakses e-jaspel. Sementara untuk e-rekam medik, tujuannya untuk mempermudah dokter melihat riwayat penyakit pasien dengan cepat, sedangkan e-acounting untuk mempercepat proses administrasi di rumah sakit. Dengan adanya e-rekam medik masing-masing ruangan dan dokter harus ada satu

laptop untuk menginstal aplikasi, dan dokter juga harus bisa mengoperasikan laptop tersebut. Sehingga saat ada pasien datang, dengan hanya menunjukkan kartu BPJS, semua rekam medik pasien tersebut sudah tersimpan diaplikasi, tidak lagi mencari-cari rekam medik pasien di kertas maupun di buku catatan rekam medik manual. “Dokter harus mengikuti kemajuan zaman, karena kebutuhan data itu harus bisa diakses sangat cepat. Masyarakat yang datang ke rumah sakit nanti, bisa merasakan imbas dalam pelayanannya yang berbasis elektronik ini,” tegasnya. Bupati Suwirta juga meminta kepada RSUD agar aplikasi tersebut harus dimatangkan dulu sebelum direalisasikan. Dalam mengoperasikan aplikasi tersebut, harus ada SDM di bidang IT yang andal karena dalam mengelola aplikasi tidaklah mudah. Sehingga SDM di bidang IT yakni staf yang menjadi programmer di rumah sakit harus lebih diperhatikan, agar nanti bisa mengembangkan aplikasiapilkasi yang sudah ada, sehingga tidak perlu lagi membeli aplikasi dari luar. Bahkan, programmer RSUD mampu membuat aplikasi sendiri, agar ke depan saat ada penambahan layanan pada aplikasinya, programmer ini bisa dengan gampang mengolah aplikasinya. “Rumah sakit jangan pakai kertas lagi. Segala hal bisa selesai dalam satu aplikasi. Kita wujudan zero paper di tempat ini,” tegasnya. (kmb31)

NUSA Penida selalu menarik dilihat dari dekat. Bukan hanya karena keindahan alamnya, juga karena budaya masyarakatnya. Ini terlihat saat pelaksanaan ngaben di wilayah kepulauan tersebut. Sarana ngaben seperti bade dan petulangan diarak ke tengah laut. Prosesi ini cukup unik, sehingga kerap menjadi daya tarik tersendiri baik bagi warga setempat maupun wisatawan. Pemandangan langka ini, kembali terlihat ketika pelaksanaan ngaben massal di Desa Batu Mulapan, Kamis (26/9) lalu. Pelaksanaan ngaben massal di desa ini, dilaksanakan setiap lima tahun sekali pada bulan September atau Oktober, tergantung hari baik saat

itu. Agenda ngaben massal kali ini, dilaksanakan trah Arya Kenceng Tegeh Kori dan Arya Tanwikan, dengan total 37 sawa. Bendesa Adat Batu Mulapan, Wayan Suweca, mengatakan, pelaksanaan ngaben massal tahun ini digelar dua merajan setempat. Meski diagendakan lima tahun sekali, namun kenyataannya ngaben massal digelar setiap tahun, karena digelar secara bergiliran oleh setiap merajan. Setelah prosesi ini, baru bade dan petulangan ini diarak ke lokasi pemuhunan di setra Desa Pakraman Batumulapan. “Kami memiliki dua banjar yakni Banjar Kauh dan Banjar Kangin. Di dua banjar tersebut, ada be-

berapa kelompok pamerajan (klan). Jadwal pengabenan diatur, sehingga kelompok atau beberapa kelompok gabungan warga dapat giliran ngaben setiap lima tahun sekali,” kata Suweca. Secara umum, pelaksanaan ngaben di tempat ini lazimnya sama dengan yang lain. Namun, yang membedakan adalah iring-iringan ngaben ini, seperti bade dan petulangan gajah mina tidak melalui jalan raya. Melainkan diarak masyarakat setempat melewati laut sejauh kurang lebih satu setengah kilometer dari lokasi upacara. Prosesi ini oleh masyarakat setempat disebut niwakang. Antara bade dan petulangan di pertemukan di tengah laut oleh para pengusung.

Suasana semakin meriah tatkala gamelan baleganjur mulai ditabuh. Semakin keras hentakan gamelan, maka proses niwakang bade dan petulangan semakin menarik dan menegangkan. Ini menjadi momen langka, karena dari sekian banyak budaya di Bali, jarang proses ngaben sampai diarak tengah laut. Ini sangat menarik wisatawan lokal dan mancanegara, untuk mengabadikan momen tersebut. Sejumlah wisatawan nampak terkesan melihat langsung prosesi ini. Seperi wisatawan asal Serbia, Givana dan Ninos. Dia mengaku sudah tertarik untuk datang, sejak melihat pengumumannya di media sosial. Bahkan, keduanya setelah turun dari bandara

BADE - Warga Batu Mulapan saat mengarak bade dan petulangan ke tengah laut.

mengaku langsung menuju Nusa Penida, agar tidak ketinggalan momen. Demikian pula warga lokal, tak kalah antusias. Mereka nampak sibuk mengabadikan momen ini, baik foto maupun video. Salah satu warga Dewa Santana, juga mengaku tak mau kehilangan momen. Menurutnya, hampir semua warga di pesisir punya tradisi niwakang di tengah laut. Namun, karena abrasi keras, tradisi mengarak bade ke tengah laut semakin jarang dilakukan. Saat ini, yang masih bertahan ada di beberapa desa. Selain di Batumulapan, ada pula di Banjar Kutapang, Desa Kutampi dan Banjar Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida. (gik)

Bali Post/ist

Edukasi Penggunaan Obat, Diskes Kerahkan Apoteker Semarapura (Bali Post) Penggunaan obat-obatan belakangan sudah semakin tinggi. Namun, kesadaran masyarakat untuk cermat menggunakan obat, masih rendah. Ini bisa mengakibatkan adanya resisten dan alergi terhadap obat-obatan. Dinas Kesehatan mulai gencar mengampanyekan cermat menggunakan obat-obatan, dengan mengerahkan apoteker di setiap tempat pelayanan kesehatan, agar masyarakat memperoleh penjelasan yang benar terhadap obat, kasiat, dosis, cara menggu nakan maupun efek sampingnya. Kepala Dinas

Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Suapatni, Jumat (27/9) kemarin, mengatakan ini sejalan dengan program Kementerian Kesehatan, yang dikemas ke dalam program Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Dia ingin memperluas gerakan ini agar sampai pada lapisan terluar masyarakat di tingkat desa. Sehingga, masyarakat teredukasi dengan pemahaman yang benar tentang obat. “Proses edukasi ini harus masuk sampai ke desa. Makanya, ini harus melibatkan semua pihak. Salah satunya, adalah petugas apoteker sebagai agen perubahan. Mereka siaga di tempat-tempat pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Adi Suapatni.

Dia menambahkan, menurut WHO penggunaan obat dikatakan rasional, apabila pasien mendapatkan obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya. Artinya, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan. Saat ini diperkirakan lebih dari 50 persen obat diresepkan dan digunakan secara tidak tepat, termasuk di Indonesia. Menurut penelitian, ditemukan bahwa sebesar 35,2 persen, menyimpan obat untuk swamedikasi. Sedangkan, sebesar 27,8 persen obat yang disimpan tersebut adalah antibiotik yang diperoleh tanpa resep dokter. Ini memperlihatkan perilaku yang salah dan tidak rasional dalam memahami swamedikasi. Dengan pemahaman yang benar tentang obat, maka ma-

syarakat akan mandiri dalam mengonsumsi obat yang dibutuhkan tubuhnya. Sehingga penggunaan obat menjadi rasional. Tidak hanya apoteker, Dinas Kesehatan juga mengerahkan lembaga lain, seperti PKK dan Posyandu. Bahkan, Kader Gebrak juga turut dikerahkan, agar Gema Cermat ini semakin masif. Sehingga masing-masing pribadi dapat memahami dan menjelaskannya kepada setiap keluarganya. “Mari jaga keselamatan keluarga kita. Kenali dulu obatnya, jangan konsumsi sembarangan. Saat ini, apotek pun tidak akan sembarangan mengeluarkan obat. Apalagi itu obat keras, harus ada resep dokter,” tegasnya. Dinas Kesehatan Provinsi Bali, juga gencar mengedu-

kasi masyarakat di setiap kabupaten. Tahun ini, Gema Cermat ini digelar menyasar Kabupaten Klungkung, Jumat kemarin. Tim Sosialisasi dan Evaluasi Gema Cermat Provinsi Bali, Ni Made Metti Utami, mengatakan, evaluasi diperlukan agar tercapainya kemandirian masyarakat dalam menilai obat. Tahun ini, khusus di Klungkung ada 15 apoteker atau AOC (Agent of Change) yang sudah dipersiapkan untuk membawa misi khusus ini kepada masyarakat. “Saat sosialisasi di Dapoer Lebih tadi, juga hadir sekitar 150 orang warga, baik tokoh masyarakat maupun elemen masyarakat terkait. Semoga ini mempercepat proses kemandirian dalam memahami obat,” tegasnya. (kmb31)


Sabtu Umanis, 28 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Kami mencari Accounting Tim Senior selama 6 bulan pengalaman AP, garment, gaji 6jt/bln kantor:Semer-Kerobokan 6hr kerja,Sabtu setengah hari silakan kirim CV ke: accounts@indigokidsglobal.com B.BP.004.09.19.0000882

Dicari tenaga lapangan, min SMA/STM,Pria, Gaji UMR, Email: kjpp.shr.bali@gmail.com Tlp.087800672536 B.BP.004.09.19.0000925

Cr Tkg Patri Perak, bs krj dgn Kuningan Peng 1th, 081805376522 B.BP.004.09.19.0000924

Dcr QC Interior Pria Min 1th Email: b.est_fur@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000911

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

FOTOCOPY

Dicari Sales/Mktg, pglmn kerja min 1th. Email: hr@acsindo.com Tel:081324737877 /0361-3160522 B.BP.004.09.19.0000794

Dcr Waiter speak English Resto BerawaCangguWA087838225522 B.BP.004.09.19.0000731

Dcr Staf waitress/kitchen, Japanese Warung Umi Canggu SMK/SederajatHub.081237170506 B.BP.001.09.19.0000913

Dibthkan sgr Bag:Adm & Mkt,wnt max25th,blm nikah,min SMA/SMK/ sdrjt, penglmn Adm 1th,penampilan menarik,enerjik,bekerja keras,mandiri,dpt berkomunikasi dgn baik,mampu mengoperasikan komputer,mampu ber-Bhs Inggris pasif,bs bawa spd motor. Kirim lamaran dgn subjek Adm Bali ke syifa@interniasia.co.id B.BP.004.09.19.0000926

Dcr salesPelumasminSMA,max.35 HRD.SMPETROMITRA@GMAIL.COM B.BP.001.09.19.0000759

Dibutuhkan PRT Cewek dan Cowok U/Rmh di Sanur SMS:08123877799 B.BP.004.09.19.0000843

Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234

B.BP.001.09.19.0000230

Prs exp Ubud cari Admin utk Asisten Mgr/Admin QC. Pnglmn/ baru lulus SMK/S1/Diploma Jr Administrasi.Hub:087866297668 B.BP.031.09.19.0000918

Dicari Staff Maintenance dan Engineering sudah pengalaman untuk kerja di Villa-Hotel di Daerah Seminyak. SMS ke Nomor 08123666567 B.BP.004.09.19.0000879

Dicari Scurity utk Denpasar Hub.SMS 087801148532 B.BP.001.09.19.0000903

SERVICE

SERVICE

SERVICE

BENGKEL LAS

PT BPR Mambal Jl Raya Mambal AbsBadung(0361)469289,4713022 Membutuhkan AO & Marketing Kredit Khusus Pria B.BP.001.09.19.0000786

Pusdiklat di Dps Bth Staf IT, Staf Admin&UmumMinSMKPaham Team Work diutamakan punya SIM A,Honor Menarik,Kluar Kota Hubungi: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000789

SMK Akreditasi A di Dps Butuh Menejer Koperasi,Staf LSP/LDP Staf IT. Lulusan SMK Terkait Hubungi: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000790

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Persh Makanan di Batubulan bth tng pengiriman Hub.08123879601 B.BP.001.09.19.0000872

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Xenia 04 Li Orisinil Total Jl. Anggrek No.25 Dps 08123959695 B.BP.001.09.19.0000912 TOYOTA

Agya’2014 hitam sporty,Tgn 1 asli Bali Hub.081338520456 B.BP.001.09.19.0000902

Calya thn 2017, hitam STNK panjang Hub 081315704040(Ria) atau 081353052000 (Ersa) B.BP.031.09.19.0000921

Fortuner’09,Putih,Diesel Matic Hubungi: 08123955322 B.BP.001.09.19.0000901

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN RUMAH

Jl.Drupadi 2Lt 2,6A,5KT,3KM SHM,IMBHub.081338466479BUC

3 KT,2 KM,Garase,Jl.Karangsari V/16 Gatsu Brt,WA:08123882193

B.BP.001.09.19.0000904

PROPERTY DIJUAL TANAH

B.BP.004.09.19.0000760

BIRO JASA

Djual Tnh 2A Rp.425.000 Perum Bayuh Permai-Bukit-Sertifikat Nego Hub.081.805.671.307 Dps

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

Tanah SHM luas 225 m di Teuku Umar Barat Jl.Pura Demak Gg 1 Hub. Lala 081213282323

Hlg Kartu Pengawasan Ijin Angkutan Pariwisata:Kode 515185001 DK9099AF No Uji DPR61342K, Kode 515185002 DK9099AE No Uji DPR61343K,Kode515185003DK909 9BB No Uji DPR71966K,Kode 5151 85004DK9099BANoUjiDPR71967 K,Kode 515185005 DK9219AG No UjiDPR58081K.Hub.081236753881

B.BP.001.09.19.0000908

B.BP.004.09.19.0000883

PROPERTY DISEWAKAN GUDANG

DikontrakanGudang+Toko+Kantor LT 13 Are, PLN 3500 Murah. Jl.Ayani Utara.Hp:085238063577

B.BP.001.09.19.0000044

B.BP.001.09.19.0000334

KEHILANGAN

B.BP.001.09.19.0000905


Sabtu Umanis, 28 September 2019

Bupati Kecewa, Denpasar Putus Pemberian Dana PHR Ancam Uruk Sungai dengan Sampah Bangli (Bali Post) –

Pemerintah Kota Denpasar tahun ini memutus pemberian dana bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR) untuk Kabupaten Bangli. Hal ini rupanya membuat Bupati Bangli I Made Gianyar kecewa. Dalam rapat pembahasan RAPBD Perubahan 2019 di DPRD Bangli, Jumat (27/9) kemarin, Made Gianyar mengaku sudah menyurati Pemkot Denpasar berkaitan dengan pemutusan pemberian dana itu. Jika tahun ini tidak ada pemberian dana PHR untuk Bangli, Made Gianyar mengancam akan menguruk sungai yang mengalir ke Denpasar dengan sampah dan oli.

Bali Post/kmb40

RAPBD - Suasana rapat kerja pembahasan RAPBD Perubahan 2019 di DPRD Bangli, Jumat (27/9) kemarin.

Dana GGS akan Dipangkas 50 Persen Bangli (Bali Post) Program Gerbang Gita Santi (GGS) yang telah dianggarkan Pemkab Bangli dalam APBD 2019 terpaksa akan dipangkas untuk menutupi kekurangan anggaran tahun ini. Dari total Rp 82 miliar yang dianggarkan, pemkab rencananya hanya mencairkan lima puluh persen dana GGS tahun ini. Ditemui usai rapat di DPRD Bangli, Jumat (27/9) kemarin, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, melihat kondisi keuangan sekarang, program GGS yang tahun ini telah dianggarkan Rp 82 miliar tidak bisa direalisasikan sepenuhn y a . Karena kekurangan dana, d i r e n canakan dana GGS tahun 2019 hanya akan

dicairkan lima puluh persen pada APBD Perubahan. “Jadi tahun ini, yang dicairkan hanya lima puluh persen,” terangnya. Sesuai hasil rapat pembahasan RAPBD kemarin, Made Gianyar mengatakan, pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran kegiatan dalam bentuk GGS khusus kepada anggota DPRD pendatang baru pada APBD Perubahan tahun ini. Adapun nilai anggaran yang akan diberikan untuk masingmasing anggota dewan new comer Rp 50 juta. “Untuk DPRD new comer kanggeang dulu segitu. Untuk dewan yang lama tidak dapat lagi di anggaran perubahan,” ujarnya. Dikatakan Made Gianyar, untuk sisa kegiatan GGS yang tahun ini belum bisa direalisasikan, akan diupayakan untuk dilaksanakan tahun 2020

mendatang, dan dijadikan sebagai prioritas. “Jadi, tinggal realisasi saja tahun 2020. Boleh menambah kegiatan, kalau ada uang,” imbuhnya. Sementara itu, anggota DPRD Bangli Nengah Darsana yang dihubungi terpisah mengatakan, GGS selama ini menjadi program unggulan Pemkab Bangli. Kegiatan yang dirancang dari dana GGS merupakan aspirasi masyarakat. Karenanya, kegiatan itu wajib direalisasikan. Jika memungkinkan, pihaknya berharap dana GGS yang sudah dianggarkan dalam APBD 2019 tidak dipangkas terlalu tinggi, hingga 50 persen. “Melihat kondisi keuangan kita sekarang ini, kalau ujung-ujungnya memang harus dipangkas 50 persen, kita legowo saja,” ungkapnya. Namun, Darsana mempertanyakan terkait mekanisme pencairannya nanti. “Apakah semua program yang sudah dirancang itu by name by adress dipotong 50 persen. Misalnya yang awalnya dapat Rp 100 juta dipotong Rp 50 juta. Atau apakah sebagian kegiatan ditunda, tidak dijalankan. Ini harus dikomunikasikan dengan baik. Sehingga kita bisa berikan info gamblang kepada masyarakat calon penerima,” kata Darsana. (kmb40)

Mencuri di Dua TKP, Tingkih Diciduk di Buleleng

Bangli (Bali Post) Kasus pencurian yang sempat terjadi di warung di wilayah Desa Penglumbaran Susut, dan Kintamani belum lama ini, berhasil diungkap polisi. Pelakunya I Ketut Diasa alias Tingkih (54) pria asal Sawan, Buleleng. Dia diamankan beserta sejumlah barang bukti hasil curian. Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Akbar Samosir, Jumat (27/9) kemarin mengatakan, Tingkih berhasil dibekuk setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan. Berbekal informasi kecurigaan terhadap sepeda motor pelat Singaraja dan informasi dari anggota opsnal Buleleng tentang residivis pelaku pencurian

dengan modus yang hampir sama, pihaknya bergerak ke wilayah Buleleng untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku. “Pelaku berhasil kami tangkap di rumah kontrakan istri keduanya di wilayah Buleleng,” terangnya. Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku sempat melakukan pencurian di wilayah Bangli tepatnya di wilayah Susut dan Kintamani. Di wilayah Susut, pelaku mengaku melakukan pencurian pada tanggal 6 Mei sekitar pukul 18.00 di warung milik I Wayan Najer di samping SPBU Kayuambua. Saat kejadian, korban I Wayan Najer sempat meninggalkan

Bali Post/kmb40

DIAMANKAN - Pelaku pencurian diamankan di Mapolres Bangli.

warungnya beberapa saat untuk membeli pisang pada seorang pedagang pisang yang menggunakan mobil yang berhenti sekitar 15 meter di selatan warungnya. Setelah membeli pisang, korban kembali ke warung. Saat istri korban yang bernama Ni Ketut Asti datang, I Wayan Najer sempat pulang ke rumahnya untuk mandi. “Setelah mandi kembali lagi ke warung dengan maksud menutup warungnya. Saat korban akan mengambil tas selempang warna cokelat miliknya yang ditaruh di laci bawah meja dagangan, ternyata tas tersebut sudah tidak ada di tempatnya. Tas tersebut berisi uang Rp 19 juta,” ujarnya. Tak hanya berisi uang, tas yang dicurinya itu juga berisi perhiasan emas dengan berat hingga puluhan gram dan beberapa surat penting seperti STNK, KTP, dan SIM. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 90 juta dan mengadukan peristiwa tersebut ke Polsek Susut. Sementara di Kintamani, pelaku mengaku sempat mencuri di toko milik korban Siti Saadah pada 18 September lalu. Dari toko itu, pelaku mengambil tas selempang warna biru milik korban yang ditaruh di bawah meja kasir. Kejadian tersebut mengakibatkan korban mengalami kerugian Rp 10 juta dan mengadukan kejadian ini ke Polsek Kintamani. (kmb40)

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, Made Gianyar mengungkapkan selama ini Kota Denpasar rutin memberikan dana bagi hasil PHR-nya untuk Kabupaten Bangli. Dalam APBD 2019, Bangli telah memposting bantuan dana PHR Denpasar sebesar Rp 2,9 miliar. Namun kenyataannya, tahun ini Denpasar tidak memberikan dana itu lagi untuk Bangli. “Kita sudah bersurat ke Denpasar. Kita berharap wali kota mengalokasikan. Kalau tahun ini Kota Denpasar benar-benar tidak memberikan dana PHR lagi ke Bangli, maka sungai yang ke Kota Denpasar akan kita jadikan TPA,” ungkap Made Gianyar. Lebih lanjut dikatakan-

nya, untuk menjadikan sungai menjadi TPA, Made Gianyar mengaku sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar nantinya tak lagi membawa sampah ke TPA Regional melainkan ke sungai. Bahkan, Made Gianyar juga mengaku tak segan-segan membuang oli bekas ke sungai. “Bupati akan jadi pengepul oli bekas,” ujarnya. Dalam rapat tersebut, Made Gianyar meminta para anggota dewan menyetujui idenya itu. Made Gianyar bahkan meminta para anggota dewan seharusnya bisa lebih garang dari dirinya. “Bapak seharusnya lebih garang dari saya, kalau kita ingin jadi terhormat. Dukung dong pak, masak air dan udara kita

dipakai, kok kita memble. Kalau tahun ini Bangli tidak dikasi dana PHR, saya akan jadi pengumpul oli bekas. Mana sungai yang airnya ke Kodya saya akan buangi oli,” kata Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. Kabupaten Bangli, menurutnya, berhak mendapat dana bagi hasil PHR dari Denpasar termasuk kabupaten lainnya karena telah berkontribusi menyediakan air dan udara bersih. Dalam Perda RTRW, Bangli ditetapkan sebagai daerah penyangga dan daerah konservasi. Hal ini menyebabkan pembangunan Bangli tidak bisa berkembang dan menyamai kabupaten lain karena hanya mendapat tugas menjaga kelestarian lingkungan. (kmb40)

Dewan Usulkan Kewenangan PJU Dialihkan ke Provinsi Bangli (Bali Post) Keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Bangli banyak yang tidak berfungsi. Seperti lampu PJU yang ada di jalur Kintamani. Banyak lampu PJU di jalur itu yang kondisinya padam akibat anggaran Pemkab Bangli yang terbatas. Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles mengusulkan Pemkab Bangli menyerahkan kewenangan lampu di jalur itu ke Pemprov Bali. Ditemui belum lama ini,

Carles mengakui kondisi lampu PJU di Kintamani banyak yang mati. Ia mencontohkan di kawasan Desa Batur. Padamnya lampu PJU di jalur desa itu sudah terjadi sejak lama. Sejak PJU masih menjadi tanggung jawab desa. “Sekarang ini masih mendingan lagi sedikit, agak lancar sejak PJU jadi tanggung jawab kabupaten. Digilir dihidupkannya,” ujarnya. Carles mengaku sudah sempat melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli terkait

kondisi lampu PJU di Kintamani. Dari hasil koordinasinya, diketahuinya, Dishub Bangli selama ini sengaja menggilir menyalakan lampu PJU untuk penghematan. Mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama dan jalur pariwisata, menurut Carles, keberadaan lampu PJU di jalur itu sangat penting. Agar beban Pemkab Bangli bisa lebih ringan untuk urusan PJU, politisi asal Desa Batur itu mengusulkan Pemkab Bangli menyerahkan saja kewenangan PJU

ke Pemprov Bali. Mengingat lampu PJU yang ada terpasang di ruas jalan yang berstatus jalan provinsi. “Status jalan di Batur ke utara itu punya provinsi. Trotoarnya juga. Jadi, apa tidak selayaknya diserahkan saja sekalian tanggung jawab PJU-nya ke Pemprov Bali,” kata Carles. Untuk PJU yang ada di jalan desa, barulah sebaiknya menjadi kewenangan pemerintah desa. Demikian juga PJU di ruas jalan kabupaten, menjadi tanggung jawab pemkab. (kmb40)

GELAP - Suasana jalan di Kintamani yang gelap gulita karena PJU banyak yang padam.

Bali Post/kmb40


15 Singkirkan Kevin/Marcus

Derby Madrid

Perebutan Posisi Puncak

Madrid – Pekan ketujuh Liga Spanyol bakal dipanaskan dengan laga Atletico Madrid kontra Real Madrid. Kedua tim ini sedang berada di papan atas klasemen. Laga yang bertajuk Derby Madrid itu berlangsung di Wanda Metropolitano, Minggu (29/9) dini hari. Madrid saat ini duduk di puncak klasemen dengan 14 poin, Atletico tepat di bawahnya dengan 13 angka. Pada pertemuan pertama musim lalu kedua tim bermain imbang 0-0. Los Blancos baru berhasil menang 3-1 pada putaran kedua di markas Atletico. Atletico kemungkinan cuma kehilangan Thomas Lemar pada laga ini karena mengalami cedera hamstring. Alvaro Morata dipastikan absen setelah mendapat dua kartu kuning di laga melawan Mallorca. Atletico dalam situasi yang

jauh dari baik dibandingkan dengan Los Rojiblancos. Ferland Mendy, Luka Modric, Marco Asensio, dan Marcelo mengalami cedera sehingga tidak bisa tampil. Madrid akan mengandalkan Eden Hazard dalam laga nanti. Sejauh ini Hazard sudah tampil di tiga pertandingan di seluruh kompetisi tanpa sumbangan gol. Derby Madrid diharapkan Hazard bisa menandai gol perdana untuk tim barunya. ‘’Anda tahu bagaimana atmosfer di pertandinganpertandingan semacam ini, gairah, rivalitas di antara fans, terutama ketika Anda memiliki dua tim di kota yang sama seperti Real Madrid dan Atletico,’’ ujar Hazard, Jumat (27/9) kemarin ‘’Aku ingin mencetak gol

dan menang di laga derby. Aku cuma ingin membuat fans merasa gembira,’’ imbuhnya. Pascatumbang dari PSG, Madrid kembali menemukan performa terbaiknya. Hal ini tidak terlepas dari kontribusi duo pemain Brazil, Rodrygo dan Vinicius Junior. Sebab, kedua pemain mampu mencetak gol ke gawang Osasuna pekan lalu dan memberi bukti bahwa mereka layak untuk bersaing. Penjaga gawang Areola juga pantas mendapat kredit tersendiri karena meraih cleansheet pada laga debutnya. Dia menjadi bukti bahwa Real Madrid punya opsi lain di posisi penjaga gawang. Laga derby ini menjanjikan pertandingan seru yang layak untuk disaksikan. (kmb33/afp)

Fajar/Rian Melaju ke Semifinal Korea Open

Incheon – Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil mengalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo di babak perempatfinal turnamen bulu tangkis Korea Open 2019. Mereka menang dua set langsung. Dalam pertandingan perempatfinal di Incheon Ariport Skydome, Jumat (27/9) kemarin, Fajar/Rian hanya membutuhkan laga dua set untuk membekuk Kevin/Marcus. Fajar/Rian menang 22-20, 21-17. Set pertama berjalan cukup alot, Fajar/Rian sempat kesulitan dan kehilangan enam poin beruntun saat unggul 5-4. Namun, Fajar/ Rian menang dengan keunggulan 22-20. Memasuki set kedua, Fajar/Rian lebih santai. Mereka selalu unggul sejak

kedudukan 5-4 dan menyudahi laga dengan skor 21-17. Kemenangan itu juga menambah rekor kemenangan Fajar/Rian atas Kevin/ Marcus menjadi 2-5. Fajar/ Rian juga menumbangkan Kevin/Marcus di Malaysia Open 2019. Di semifinal, Fajar/Rian akan menghadapi unggulan ketiga ganda putra, Li Jun Hui/Liu Yu Chen. Pasangan China itu melaju ke empat besar juga dengan menyingkirkan rekan senegara mereka, ganda China Huang Kai Xiang/Liu Cheng. Semifinal ganda putra lain diisi oleh Choi Solgyu/ Seo Seung Jae dari Korea Selatan menghadai pemenang laga antara Takeshi Kamura/Keigo Sonoda/Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen dari Denmark. (kmb33)

Total Rp 26,5 Miliar Diketahui, KPK pada Rabu (18/9) mengumumkan Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum (MIU), sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Tiongkok sangat mementingkan teknologi dan pendidikan. Deng Xiaoping salah satu pimpinan RRT pernah berkata sains dan teknologi adalah kekuatan produktif utama. Indonesia tentu juga sangat mementingkan teknologi dan pendidikan. Menurut Guo Haodong, ini strategi perkembangan yang sangat tepat. Pemerintah Tiongkok menempatkan strategi peremajaan negara melalui teknologi dan pendidikan, membina SDM yang berkualitas untuk memperkuat negara, dan menggerakkan inovasi untuk pembangunan. Dikatakan, selama 70 tahun terakhir, teknologi Tiongkok mengalami peningkatan yang signifikan. Tenaga kerja di bidang reseach and development (R&D) menduduki peringkat atas di dunia. Pada tahun 2018, tenaga kerja di bidang R&D di seluruh Tiongkok mencapai angka 4.190.000 orang, dari tahun 1991 mengalami peningkatan 7 kali lipat. Dana atau anggaran penelitian dan pengembangan juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 mencapai 276,3 miliar dolar AS, dari tahun 1991 naik sebanyak 139 kali lipat, menjadi negara dengan anggaran penelitian dan pengembangan terbesar kedua di dunia setelah Amerika. Di tengah kemajuan teknologi yang dicapai, komitmen pemerintah Tiongkok terhadap pelestarian budaya sangatlah tinggi. Tiongkok adalah negara peradaban kuno yang memiliki sejarah

Ekonomi dan Kerja Sama Sejak berdiri 70 tahun lalu, kata Gou Haodong, Republik Rakyat Tiongkok mengalami proses urbanisasi terbesar dan tercepat dalam sejarah dunia. Karena itu pemerintah Tiongkok sangat mementingkan perkembangan perkotaan. Skala perkembangan kota terus diperluas. Kekuatan ekonomi perkotaan terus meningkat. Penampilan perkotaan menjadi serba baru. Urbanisasi dan pembangunan kota mencapai prestasi yang luar biasa. Dalam konteks itu ada

tiga unsur yang sangat dipentingkan pemerintah Tiongkok, yaitu layak huni, smart city dan perlindungan lingkungan. Ketika ditanya apakah ada dampak hubungan yang memanas antara Tiongkok dan AS, terutama terhadap investasi di Indonesia? Gou Haodong dengan tegas mengatakan pengaruhnya minim. Jika Tiongkok-Indonesia dapat memperkuat kerja sama, perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat sebaliknya mungkin dapat membawa dampak positif bagi Indonesia. Contohnya Tiongkok sekarang dapat mengimpor produk pertanian dan perikanan dari Indonesia. Selama ini kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali cukup tinggi, bahkan pernah menduduki peringkat teratas. Gou Haodong akan semakin aktif mempromosikan Pulau Bali kepada masyarakat Tiongkok agar kunjungan wisatawan makin bertambah. Terkait dengan HUT ke70 RRT, Konjen berharap semoga masyarakat kedua negara lebih aktif dalam memahami dan mengenal satu sama lain, dari saudara jauh menjadi saudara dekat. Semoga di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi, kedua negara dapat memperkuat kerja sama pragmatis, memperdalam pemahaman dan persahabatan satu sama lain. Hubungan persahabat antara masyarakat Tiongkok dengan populasi 1,4 miliar jiwa dan Indonesia dengan 260 juta jiwa, tentunya akan membawa kontribusi yang luar biasa untuk perkembangan dan perdamaian Asia dan dunia. (lun)

Sabtu, 28 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Implementasi Karya Ngenteg Linggih Dalam Kehidupan (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Line Dance 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar MenggambarBurung Robin 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Bali TV Shop 12:05 Wita Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu Karena Beban Sesaji (1) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Ocydia Home Shopping 13:30 Wita DW TV 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Prestasi Jurusan Tari dan Karawitan SMKN 5 Denpasar 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini

16:05 Wita Dunia Kita 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Tamara Dewi, Agus Weda, Indira Chintya

gunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar. Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar. Imam dan Ulum disangka-

kan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (ant)

Dua Kali

Pelestarian Budaya sepanjang 5.000 tahun lebih. Sebanyak 56 suku etnis saling berinteraksi dan berhubungan menjalin kerukunan, yang membentuk budaya Tiongkok yang cemerlang. Namun, Tiongkok dalam perkembangannya juga pernah melakukan kesalahan. Dalam sejarah Tiongkok pernah terjadi ‘’Revolusi Kebudayaan’’ yang menurut Gou Haodong, periode ini disebut ‘’revolusi anti-budaya’’. Saat itu perusakan terhadap peninggalan budaya sangat serius. Untungnya, rakyat Tiongkok sangat menghargai warisan budaya dan situs sejarah mereka sendiri. Pemerintah Tiongkok sekarang sangat mementingkan perlindungan dan pengembangannya dengan mengucurkan anggaran yang besar juga. ‘’Indonesia dan Tiongkok bangsa yang luar biasa. Memiliki beragam peninggalan budaya. Melindungi budaya dan sejarah sendiri sangat penting. Hanya dengan tahu dari mana kita berasal, maka kita dapat lebih memahami arah masa depan,’’ ujarnya.

Imam diduga menerima uang dengan total Rp 26,5 miliar. Uang tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Uang tersebut diduga di-

21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Diah Ratna Kama,Pura Dalem Khayangan, Desa Adat Serangan (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

Komandan Skadron Udara (Danskadud) 32 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Letkol PNB Surya Anggoro, usai landing dari Wamena, di Base Ops Lanud Silas Papare Sentani, Kabupaten Jayapura mengatakan sejak pagi hingga sore ini telah dilakukan dua kali penerbangan. ‘’Kebetulan kami diperintahkan berangkat dan baru sampai

Biak Numfor sekitar pukul 03.30 WIT tadi, dan langsung laksanakan evakuasi dua kali, insyaallah direncanakan tiga kali pada sore ini,’’ katanya didampingi Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso. Menurutnya, dari dua kali penerbangan pesawat Hercules yang diawakinya bersama 15 orang kru telah mengangkut 300 orang pengungsi. ‘’Total dua kali penerbangan itu 300 penumpang, yang tadi baru

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta meminta aparat penegak hukum harus mengusut tuntas kemungkinan adanya anggota yang tidak taat. Memang sesuai SOP dan instruksi Kapolri bahwa petugas yang mengamankan unjuk rasa mahasiswa tidak menggunakan senjata dengan peluru tajam, peluru karet maupun peluru hampa. Meskipun demikian, kata Riyanta, kemungkinan adanya anggota yang tidak taat masih bisa terjadi. Selain itu, lanjutnya, ke-

mungkinan adanya pihak lain yang mencoba memperkeruh suasana dengan melakukan aksi penembakan patut diwaspadai. Dia lalu mengatakan bahwa wilayah Sultra yang dekat dengan basis kelompok teroris di Poso merupakan wilayah rawan penyusupan oleh kelompok yang tidak asing dengan penggunaan senjata. Aksi-aksi kerusuhan yang terjadi di Jakarta dan beberapa tempat lainnya cukup kompleks, jelasnya. Selain melibatkan banyak pihak dan banyak kepentingan, namun nampak jelas bahwa unjuk rasa mahasiswa yang murni untuk menentang beberapa UU/RUU,

turun sebanyak 150 orang dan untuk bantuan sosial itu tadi 12 ton per pesawat yang diangkut ke Wamena. Dan sekarang juga akan segera dinaikkan bantuan sosial yang kedua,’’ katanya. Ia mengaku termotivasi karena ketika landing di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, warga terlihat antusias sekali. ‘’Terlihat sekali mereka ingin terbang ke Jayapura,’’ kata Letkol PNB Surya Anggoro. Secara terpisah, Yudi salah satu warga yang menjadi ko-

Tidak Taat

aksi mereka juga ditunggangi oleh pihak antipemerintah. Investigasi Polri akan melakukan investigasi. Selain itu, Polri juga akan mencari keterkaitan peristiwa penembakan dua mahasiswa dengan penembakan terhadap seorang warga yang rumahnya sekitar dua kilometer dari Gedung DPRD Sulawesi Tenggara. ‘’Dua orang itu (mahasiswa) masuk dan keluar tembakannya, tapi tidak ditemukan proyektil. Yang ditemukan proyektil di ibu itu. Semoga barang bukti proyektil itu dapat membuat terang insiden

rban di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, mengaku cukup trauma dengan kondisi beberapa hari lalu. ‘’Pada umumnya warga ingin memilih kembali pulang ke kampung halaman karena melihat situasi yang kurang mantap,’’ katanya. Hingga kini, data yang diperoleh dari berbagai sumber, jumlah warga yang mengungsi dari Wamena Kabupaten Jayawijaya ke Sentani Kabupaten Jayapura sebanyak 1.096 orang lebih. (ant) ini,’’ kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. M. Iqbal di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat kemarin. Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol. Iriyanto mengatakan, seorang ibu muda yang sedang mengandung enam bulan ikut menjadi korban penembakan orang tidak dikenal. ‘’Ibu Putri (23) dibangunkan rasa nyeri di betis sebelah kanan lalu suaminya mengantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara dan ternyata peluru bersarang di betis ibu tersebut,’’ kata Kapolda kepada wartawan di Kendari, Jumat kemarin. (ant/kmb14)


SABTU UMANIS, 28 September 2019

JR17 Band Dukung Program KB Bali WACANA program Pemerintah Provinsi Bali yang mensosialisasikan KB Bali 4 orang anak setiap keluarga dijadikan inspirasi sebuah lagu oleh JR17 Band. Menurut band yang terbentuk sejak 17 Agustus 2018 ini, program pemeri n t a h tersebut sangat baik untuk menjaga kelangsungan penduduk krama Bali untuk mengawal d a n menjaga budaya dan tanah

Bali ke depannya. Lagu tersebut diberi judul “Keluarga Krama Bali”. Menurut Yuda, vokalis sekaligus pencipta lagu, tema program KB Bali sangat menarik diangkat menjadi sebuah lagu. Apalagi, dalam lagu ini tersirat pesan untuk masyarakat dan tanggapan masyarakat tentang program tersebut. Pihaknya sangat mendukung program KB Bali 4 orang anak ini. Bahkan, ia dan personel lainnya juga ingin memiliki 4 anak di rumah agar ramai dan bisa saling mengisi dalam keluarga, mengingat

tanggung jawab dan aktifitas adat sebagai orang Bali itu cukup kompleks. “Jadi memang butuh banyak orang dalam keluarga agar bisa bergotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, khususnya dalam bidang adat,” ujar Yuda, Jumat (27/9) kemarin. Lagu “Keluarga Krama Bali” ini sempat ingin dibawakan oleh penyanyi lain. Namun, atas pertimbangan bersama akhirnya lagu ini dibawakan sendiri oleh JR17 Band. Meskipun antara antara

Beras Ungu Tabanan

Perluas Pasar, Tunggu Sertifikasi PSAT SELAIN beras merah dan beras hitam, Tabanan juga memiliki beras ungu. Padi penghasil beras ini pertamakali ditemukan di lahan pertanian di wilayah Desa Angkah, Selemadeg Barat. Kemudian dikembangkan s e c a r a personal oleh petani setempat. Beras ungu ini kemudian menjadi salah satu produk beras unggulan yang ditawarkan Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan. Saat ini pemasaran beras ungu masih terbatas dan sedang menunggu sertifikasi PSAT (Pangan Segar Asli Tumbuhan) yang menjadi syarat untuk bisa masuk ke toko modern. Direktur PDDS Tabanan I Putu Sugi Darmawan memaparkan, pengembangan padi beras ungu ini masih terbatas. Hanya dikembangkan secara personal oleh petani di Subak Angkah. ‘’Beberapa waktu lalu beras ungu ini diberikan sampelnya oleh BUMDes Angkah. Sudah coba ditanak dan rasanya hampir sama dengan beras hitam. Hanya beras ungu ini lebih wangi,’’ ujarnya. Dalam memenuhi permintaan akan beras

ungu, menurut Sugi, pihaknya bekerja sama dengan Subak Angkah dalam hal penanaman beras ungu. Saat ini sudah ditanam di lahan seluas 1,5 hektar. Luas lahan sebanyak itu bisa menghasilkan lima sampai tujuh ton gabah yang setara dengan tiga sampai empat ton beras. ‘’Untuk saat ini penanaman tidak bisa kami perluas. Sebab pasar masih terbatas,’’ ujarnya. Agar bisa menambah luas penanaman dan meningkatkan pemasaran, saat ini pihak PDDS Tabanan sedang mengurus sertifikasi PSAT untuk beras ungu. ‘’Kami sedang proses. Jika sudah dapat sertifikat PSAT diyakini permintaan akan meningkat karena bisa masuk ke toko modern,’’ ujarnya. Saat ini beras ungu hanya dijual lewat store milik PDDS Tabanan. Selain itu juga akan dibawa ke pameran Pangan Nusa Dua pada bulan Oktober nanti. Diharapkan lewat pameran-pameran ini akan semakin banyak yang mengetahui tentang varian beras ungu dan tentunya akan meningkatkan permintaan. (san)

peluncuran mini album dengan single ini jaraknya sangat singkat, akan tetapi JR17 Band tetap fokus promo untuk lagu-lagu mereka yang ada di dalam mini album “Suksma Rupaka” yang dirilis beberapa bulan lalu. “Harapan kami semoga lagu ini dapat dinikmati oleh penggemar lagu Pop Bali dan pesan-pesannya tersampaikan dan dapat diterima. Untuk video klip single ini kemungkinan juga akan kami rilis, hanya menunggu waktu sambil memikirkan konsepnya seperti apa,”tandasnya. Meskipun terbilang

baru di belantika musik Bali, JR17 Band yang dirintis oleh tiga sahabat, yaitu Yuda, Wid pada guitar melodi dan Agus Adi di guitar rhytem ini sudah membuktikan keseriusan mereka dengan merilis mini album perdana beberapa bulan yang lalu. Bahkan, dalam perform mereka di panggung mereka dibantu 3 teman lainnya, yaitu Tole pada keyboard, Yudi pada bass dan Alex pada drum. (win)

Perlu Waspadai Perkembangan Wisata Dunia BALI perlu mewaspadai perkembangan wisata dunia. Pasalnya kondisi ini berisiko menahan laju pertumbuhan ekonomi Bali. Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali Bali M. Setyawan Santoso menegaskan itu saat Diseminasi Hasil Survei KPw Provinsi Bali, Rabu (25/9). Tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Bali diprediksi 5,7–6,1 persen dan titik tengahnya 5,9 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi bisa lebih dari 5,9 persen jika faktor pendorongnya terjadi, seperti adanya direct flight, peningkatan realisasi dana desa, kenaikan gaji ASN, dan pembangunan proyek. ‘’Jika ada faktor penahan yang terjadi, maka prediksi ekonomi Bali tahun ini yaitu 5,7 persen,’’ ujarnya. Sementara faktor penahan laju pertumbuhan ekonomi di antaranya berkembangnya destinasi wisata dunia termasuk wilayah ASEAN, prakiraan melambatnya kinerja ekonomi negara mitra dagang utama Bali seperti Tiongkok, tingginya harga tiket pesawat, dan musim kemarau yang lebih panjang. ‘’Kita tidak boleh lemah, kesulitan neraca pembayaran dari negara–

negara ASEAN, cadangan devisa mereka kurang. Jadi tidak hanya Indonesia, mereka akhirnya genjot pariwisata,’’ ungkapnya. Digenjotnya sektor tersier ini oleh negara tersebut, menurutnya, karena pariwisatalah yang lebih mudah dibangun dan lebih cepat. ‘’Tata lokasi, lalu promosi, maka turis akan datang, dibandingkan mereka harus membangun manufaktur,’’ pungkasnya. Ekonomi Bali diprediksi tumbuh 5,9 persen dengan nilai PDRB Rp 200 triliun. Dengan demikian uang beredar harus Rp 200 triliun. ‘’Jika lebih dari itu, maka akan terjadi inflasi,’’ imbuhnya. Sementara ekonomi

Bali triwulan III tumbuh 5,7 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya dibandingkan triwulan yang sama tahun 2018. Ekspor Tiongkok dinilai hebat karena mampu melakukan efisiensi, produknya bagus dan murah. Oleh karena itu, Amerika memproteksi produk dari Tiongkok. Tiongkok juga memproteksi produk Amerika ke Tiongkok, terjadilah perang dagang. ‘’Akhirnya ekspor Tiongkok melemah. Karena itu, ekspor kita ke Tiongkok juga lemah karena pendapatan Tiongkok lemah. Indonesia juga terkena dampaknya,’’ bebernya. Produk ekspor Bali pun melemah akibat perang

dagang itu, karena tujuan ekspor Bali juga ada ke Tiongkok dan Amerika. Sementara ekonomi Amerika juga melemah dari 2,9 persen menjadi 2,3 persen. Tahun 2019, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,1 persen dan Bali 5,9 persen. Pelemahan pertumbuhan ekonomi Bali ini, menurutnya, wajar karena nasional dan global juga melemah. Kabar baiknya, dari sisi komponen pendapatan seperti lapangan usaha pertanian dan perdagangan menguat. ‘’Pertanian kita masih bagus karena pada April (triwulan II) panen raya sehingga produksi pertanian banyak,’’ ungkapnya. (may)

TRANSAKSI - Beberapa warga tengah melakukan transaksi di deretan pedagang buah di bekas Tiara Grosir, Denpasar.

SMP PGRI 3 Jago Denpasar Juara LSS Se-Bali

Miliki Tong Sampah Bawah Tanah, Jamin Asupan Gizi Siswa

DINILAI - Ketua Tim LSS Wayan Yudha diterima Kasek Dr. I Made Suada, Ketua YPLP Madiadnyana, Ketua PGRI Bali Aryasuda dan Camat A.A. Wijaya saat menilai SMP PGRi 3 Denpasar.

SMP PGRI 3 Denpasar selain dikenal sekolah besar, juga sekolah ramah anak, nyaman, sejuk dan sehat. Tahun ini SMP PGRI 3 Denpasar menjadi duta Denpasar pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) yang dinilai, Jumat (27/9) kemarin. Ketua Tim LSS Provinsi Bali Drs. I Wayan Yudha, M.Ag. langsung diterima oleh Wali Kota diwakili Kadiskes Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes., Kepala SMP PGRi 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si., Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Camat Denbar A.A. Ngurah Wijaya. Begitu tim penilai tiba sudah disambut dengan yel-yel sekolah sehat, Denpasar Bersih dan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Saat itu juga ditandatangani prasasti SMP PGRI 3 Denpasar Sekolah Sehat oleh Kadiskes Sri Armini dan Kasek Made Suada dibarengi

dengan pemukulan kulkul di sembilan penjuru sesuai warna Dewata Nawa Sanga. Kasek Made Suada mengungkapkan untuk menciptakan sekolah sehat, warga sekolah sudah terbiasa dengan budaya hidup sehat. Karena sudah menjadi budaya, makanya dia dengan mudah menggerakkan warga sekolah untuk terus meningkatkan diri mewujudkan visi Lomba Sekolah Sehat sesuai visi ‘’Sekolah beriman, berkarakter, menguasai iptek dan berwawasan budaya lingkungan’’. Dia sadar sekolah sehat bisa membawa optimalisasi PBM, jiwa yang kuat dan pendidikan berkualitas. SMP PGRI 3 Denpasar yang akrab dipanggil Spiga ini kini memiliki 1.116 siswa dan menganggarkan Rp 540 juta untuk menjadi sekolah sehat dan sekolah ramah anak. Belum termasuk 20 persen uang yayasan. Salah satu keunggulannya dalam

manajemen sampah. Sekolah ini memiliki tong sampah di bawah tanah, biopori dan air layak minum. Semua ini hasil penelitian siswa dan hasilnya untuk warga sekolah. Bahkan model pengolahan sampahnya mendapat penghargaan belum lama ini dari Menteri KLH–RI. Kata Made Suada, anakanak SMP PGRI 3 Denpasar terjamin asupan gizinya. Sekolah yang menerapkan lima hari sekolah ini memperhatikan gizi siswanya. Mulai dari sarapan, snack pagi, makan siang, dan snack sore. ‘’Untuk itu guru mengawasi gizi anak-anak agar jangan didominasi gula dan karbohidrat, melainkan didominasi sayur dan buah,’’ tegasnya. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana merasa bangga sekolah PGRI kerap menjadi duta Denpasar di event penting seperti UKS. Ini semua berkat kerja keras kepala seko-

lah dan jajarannya yang termotivasi menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Bali. Soal hidup sehat juga diungkapkan Kadiskes Sri Armini bahwa LSS ini bukan untuk mencari juara, melainkan sebuah proses meningkatkan kualitas hidup dimulai dari perilaku hidup sehat. Sementara itu, Ketua Tim LSS Provinsi Bali I Wayan Yudha mengaku bangga sekolah swasta mampu tampil beda dengan pesaingnya. Termasuk sekolah ini memiliki buku khasiat Tanaman Obat Keluarga (Toga). Namun, dia mengingatkan tak boleh ada jentik di sekitar sekolah, tak memiliki keluarga merokok di rumah. Juara I Sekolah Sehat di Bali akan menjadi duta Bali ke tingkat nasional. Di sisi lain, Camat Denbar A.A. Ngurah Wijaya menerima tantangan itu dengan menyatakan SMP PGRI 3 Denpasar siap menjadi duta Bali di ajang nasional. (ad933)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 28 September 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu