Skip to main content

Edisi 28 September 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 40 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis umanis, 28 september 2017

@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Erupsi Tinggal Menunggu Waktu

Gunung Agung ’’Membengkak’’ Amlapura (Bali Post) Aktivitas kegempaan vulkanik dalam maupun vulkanik dangkal cenderung menurun. Namun energi gempa yang dihasilkan makin besar. Terbukti, pada Rabu (27/9) kemarin pukul 13.00 Wita terjadi gemba 4,3 SR. Kekuatan gempa ini terbesar sejak level Gunung Agung dinaikkan dari Siaga ke Awas. Selain itu, berdasarkan pemotretan satelit, terjadi pembengkakan di perut Gunung Agung. Kondisi ini menandakan potensi untuk terjadinya erupsi semakin besar dan tinggal menunggu waktu.

Bali Post/ant

PENDETEKSI - Alat pendeteksi erupsi Gunung Agung yang dipasang BNPB di Pura Bale Agung, Desa Selat, Karangasem.

BNPB Pasang Alat Pendeteksi Erupsi

Amlapura (Bali Post) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memasang alat untuk mendeteksi bakal terjadinya erupsi pada Gunung Agung. Alat tersebut dipasang di Pura Bale Agung Desa Selat, Karangasem, Rabu (27/9) kemarin. Berdasarkan pantauan, terlihat alat berwarna orange menyerupai pemancar yang tingginya sekitar 4 meter itu sudah berdiri kuat di dalam pura. Alat tersebut merupakan alat peringatan ketika Gunung Agung akan erupsi. Menurut informasi, alat tersebut akan berbunyi dua jam sebelum gunung erupsi. Selain di Selat, alat yang sama dipasang di empat kecamatan lainnya. Hal. 19 Alami Peningkatan

Peduli Pengungsi Gunung Agung

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG ESDM I Gede Suartika, Rabu kemarin mengungkapkan, aktivitas gempa-gempa vulkanik dalam maupun vulkanik dangkal yang terjadi memang cenderung mengalami penurunan dari jumlah sebelumnya. Meski gempa berkurang, namun energi gempa yang dihasilkan semakin besar. ‘’Kekuatan gempa yang terjadi naiknya memang tidak terlalu tajam dan masih merangkak. Ini menandakan Gunung Agung saat ini masih kritis. Dan ini artinya potensi untuk terjadinya erupsi semakin besar dan tinggal menunggu waktu saja. Karena per-

gerakan magma kini berada di kedalaman 1-2 kilometer di bawah permukaan. Gempa yang terjadi akibat dorongan magma yang ingin menerobos ke atas,’’ ungkapnya. Suartika menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan dari satelit, saat ini Gunung Agung mulai mengalami perubahan yakni terjadinya pembengkakan di perut gunung. Kata dia, dengan adanya pembengkakan ini menandakan kalau Gunung Agung masih tetap aktif. ‘’Aktivitas itu kita lihat dari gempa-gempa yang terjadi selama ini,’’ katanya. Hal. 19 Lereng Gunung

pengungsi usia sekolah

Kabupaten

Badung Bangli Buleleng Denpasar Gianyar Jembrana Klungkung Tabanan Karangasem

Jumlah 30 595 720 348 305 58 2.740 220 60

Asap Putih Terus Muncul, Magma Dekati Permukaan

Amlapura (Bali Post) Banyak tanda yang menguatkan bahwa Gunung Agung berpotensi untuk erupsi. Selain gempa yang lebih besar, naiknya magma mendekati permukaan, juga muncul asap putih dari kawah yang tingginya 500 meter. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menegas-

kan, potensi Gunung Agung untuk erupsi cukup besar. Itu bisa dilihat dari magma yang saat ini sudah berada sekitar 1-1,5 kilometer dari permukaan kawah. Namun kapan meletus belum bisa dipastikan. Karena tren untuk turun dari level awas masih belum ada. Mengingat desakan energi magma untuk bisa menerobos ke atas terus

terjadi. ‘’Ahli mana pun belum tahu kapan akan erupsi, satu jam atau besok kita belum tahu. Tinggal menunggu waktu saja,’’ tegas Kasbani sembari menyatakan sudah ada asap putih di puncak dengan ketinggian sekitar 500 meter yang terlihat terus terjadi. Hal. 19 Otoritas Penerbangan

KEGIATAN DI KAWASAN RAWAN BENCANA

Bali Post Jumat (22/9) kemarin menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Karyawan Halo Bali Spa dan INKO Bali Rp 4.050.000 Staf Guru dan Siswa SD Bina Insan Mandiri Sejahtera Abianbase, Badung Rp 3.060.000 Werner Alfred Bellezer Rp 3.000.000 SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar Rp 2.448.600 Team Bola Volly Putri Denpasar Rp 2.165.000 Yayasan Widya Wrddhi Sabha, Denpasar Rp 1.500.000 Kie Tjeng, Jakarta Rp 1.000.000 Luh Rita Suastari Rp 1.000.000 Karyawan PT Setiawan Sedjati Rp 730.000 Ciawignam, Jl. Pratama Gg. Badak 4 Nusa Dua Rp 700.000 I Gede Ngurah, Peguyangan Rp 700.000 Hendra Madra, S.Pd., Pramuka SMP Pemecutan Denpasar Rp 500.000 Keluarga Besar Jl. Nenas No. 3 Denpasar Rp 500.000 IB Gede Wirananda Rp 500.000 Siswa Kelas VI SDN 7 Sumerta, Denpasar Timur Rp 405.000 AA Ayu Martini, S.Sos., M.Si. Rp 100.000 Wanda Ponika Jakarta 5 ball tisu, 1 dus sampo, 25 pcs sikat gigi, 20 botol minyak telon, 24 botol minyak kayu putih, 5 lusin pasta gigi, 20 pak detergen, 40 pcs sabun mandi, 20 botol antinyamuk, 10 lusin lotion antinyamuk Hal. 19 Jumlah diterima kemarin Rp 22.358.600

BNPB dan instansi terkait telah melarang masyarakat untuk melakukan kegiatan di kawasan rawan bencana pascapenetapan status awas Gunung Agung. Namun hal tersebut belum sepenuhnya ditaati. Tampak warga merawat tanaman sawi di kawasan Desa Rendang, Karangasem, Rabu (27/9) kemarin. Selain itu, warga Dusun Pemuteran, Karangasem menaikkan sapinya ke atas mobil untuk dibawa ke tempat penampungan, Rabu kemarin. Sementara itu puluhan warga Pemuteran juga menggelar upacara di pura setempat untuk memohon keselamatan.

Aktivitas di Pengungsian

Jual ’’Porosan’’ untuk Beli Lauk-pauk

Bali Post/gik

BAWA HEWAN - Sejumlah pengungsi Gunung Agung membawa serta hewan peliharaannya ke pengungsian. Selain ayam, ada pula yang membawa anjing dan monyet.

BERADA di pengungsian tentu sangat tidak diharapkan. Apalagi mereka yang sudah terbiasa berkegiatan setiap harinya. Diam di tenda pengungsian tentu sangat menjemukan. Namun tidak demikian halnya pengungsi di Banjar Dinas Griya Cucukan, Desa Selat, Klungkung. Ibu-ibu di pengungsian disibukkan dengan membuat porosan (sarana upacara – red). Bukan untuk mereka, namun dijual ke pasar. Keuntungannya tak langsung masuk kantong, tetapi dibelikan bahan lauk-pauk sebagai teman nasi. Tak ada yang merasa istimewa. Semua sama. Pengungsi asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, Desak Ayu Sugiantini, menuturkan aktivitasnya itu telah dilakoni sejak 23 September, sehari setelah mengungsi. Itu juga untuk menghilangkan rasa kantuk. ‘’Biar tidak jenuh, makanya buat porosan. Ini dijual,

biar ada pakai beli lauk,’’ tuturnya. Ia yang mengungsi bersama anak dan suaminya juga membuat anyaman bambu. Bahannya didapatkan dari sekitar balai banjar. Diberikan warga setempat. Keterampilan itu bukan baru pertama kali dilakoni. Tetapi sudah bertahuntahun, sebelum kenyataan pahit mengharuskannya untuk mengungsi ke bumi serombotan. Hal. 19 Mengaku Beruntung NGUKIR - Warga Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem mengungsi di Balai Banjar Griya Cucukan, Desa Selat, Klungkung. Guna menghilangkan rasa jenuh, mereka memilih untuk mengukir. Seperti yang terlihat Rabu (27/9) kemarin.


denpasar

2

Kamis Umanis, 28 September 2017

figur TAMAN - Sejumlah warga Kota Denpasar memanfaatkan fasilitas yang disediakan di Taman Edukasi Digital di Taman Kota Lumintang, Denpasar. Suasana di kawasan ini juga sejuk, sehingga sangat cocok bagi pelajar dan mahasiswa sebagai tempat belajar.

Bali Post/par

’’Standby’’ di Pengungsian

ANCAMAN bencana erupsi Gunung Agung yang mengakibatkan puluhan ribu masyarakat mengungsi mendapat simpati semua pihak. Tak terkecuali, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama, Badung. Bahkan, perusahaan pelat merah ini menyiapkan truk tangki mengangkut air bersih untuk memenuhi kebutuhan di pos-pos pengungsi. Dirut PDAM Kabupaten Badung Ketut Golak mengatakan, pihaknya telah menyiagakan dua truk tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pengungsian. Dua truk air ini akan memenuhi kebutuhan air bersih di setiap lokasi pengungsi sesuai dengan arahan koordinator di lapangan. ‘’Kami menyiagakan dua truk tangki di lokasi pengungsian. Truk ini akan berkeliling untuk memenuhi kebutuhan air, seperti di Sidemen dan Tohjiwa,’’ ujar Ketut Golak, Selasa (28/9) kemarin. Menurut Golak, pihaknya siap mendukung kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang terkena dampak dari erupsi Gunung Agung. ‘’Sepanjang ada permintaan dari pemerintah setempat, kami siap membantu kebutuhan air bersih,’’ ujarnya. Terkait antisipasi dampak erupsi, Golak mengaku telah mengoptimalkan sumber mata air yang ada di Badung. Pihaknya optimis dapat mengatasi permasalahan yang ditimbulkan akibat erupsi Gunung Agung. ‘’Kami ada memanfaatkan sumber mata air di wilayah Gianyar, seperti Sungai Penet dan Ayung. Kalau di sana terkena dampak erupsi, otomatis kami pasti terganggu. Namun, kondisi ini akan kami siasati dengan meningkatkan suplai air dari sumber-sumber mata air yang ada di Badung,’’ terangnya. Ia menambahkan, suplai air yang dikelola PDAM Tirta Mangutama untuk memenuhi kebutuhan air di Gumi Keris bersumber dari Sungai Ayung sebanyak 395 liter per detik, estuaridam 440 liter per detik, spam Penet 120 liter per detik dan Sungai Petanu 55 liter per detik serta puluhan sumur. ‘’Ada 40 sumur yang menghasilkan 400 liliter per detik. Lokasi sumur dominan ada di daerah Darmasaba yang merupakan bantuan dari pemerintah Australia. Jadi, total produksi air baku yang kita kelola di luar Sungai Petanu dan Ayung mencapai 1.250 liter per detik. Jumlah ini saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan massyarakat Badung,’’ jelasnya. Guna mengurangi kebocoran, Golak mengaku akan memasang penot. Alat ini berfungsi untuk mengukur debit air yang dihasilkan. Dengan begitu, kebocoran yang terjadi dapat diminimalisasi. ‘’Kami akan mengukur akurasi produksi dengan penot, sehingga tahu berapa hasil produksi dan ada pembanding dengan water meter. Ketika berbeda, kita tahu ada kebocoran,’’ tegasnya. (par)

Pengungsi Mandiri Perlu Bantuan Logistik

Denpasar (Bali Post) – Status awas Gunung Agung, Karangasem menimbulkan gelombang pengungsian yang semakin besar. Warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) mulai meninggalkan rumahnya secara bertahap sejak meningkatnya status Gunung Agung naik dari level III (siaga) ke level IV (awas). Warga yang mengungsi bahkan sampai ke luar Bali, Lombok. Mereka memilih tinggal di tempattempat keluarganya. Kondisi ini juga terjadi di Denpasar. Sejumlah pengungsi memilih tinggal bersama keluarganya. Seperti yang terlihat di Jalan Sakura Gang VI Nomor 7. Rumah milik Wayan Sumerta ini kini ditinggali bersama 19 anggota keluarganya yang mengungsi dari Desa Jungutan. “Sebenarnya, jumlahnya mencapai 50 orang. Namun karena tempat di sini tidak mencukupi, sebagian pindah ke tempat lain,” ujar Sumerta, Rabu (27/9) kemarin. Sementara itu, anggota DPRD Denpasar Putu Oka Mahendra berharap para pengungsi mandiri tersebut tetap mendapat bantuan logistik. Pasalnya, selama ini ada beberapa pengungsi yang belum mendapatkan bantuan. “Kami berharap semua pengungsi bisa mendapatkan bantuan. Karena selama di pengungsian, mereka membutuhkan logistik,” katanya. Plt. Kepala BPBD Denpasar I Made Prapta yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, para pengungsi yang tinggal di keluarganya diharapkan melaporkan dulu kepada kepala lingkungan, perbekel atau lurah. Kemudian lurah atau perbekel yang akan berkoordinasi dengan BPBD atau Dinas Sosial untuk bantuannya. “Nanti bantuannya akan melalui desa setelah ada kajian dari Dinas Sosial,” katanya. Di sisi lain, jumlah pengungsi yang datang ke Denpasar terus meningkat. Hingga kemarin, tercatat jumlah pengungsi mencapai 9.660 jiwa. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah karena sejumlah desa yang masuk KRB mulai ditinggalkan warganya. (kmb12)

Dampak Status Awas Gunung Agung

Rekanan Diminta Antisipasi Kelangkaan Material

Denpasar (Bali Post) –

Sejumlah proyek berskala besar yang digarap Pemkot Denpasar kini sedang dalam proses pengerjaan. Seperti Pasar Badung, gedung Balai Budaya dan sejumlah proyek fisik lainnya. Kini, muncul kekhawatiran proyek tersebut akan molor, akibat terkendala material terutama pasir dan batu. Oleh karena itu, rekanan diminta melakukan antisipasi agar proyek tetap bisa rampung sesuai jadwal yang ditentukan. Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi dan anggotanya Wayan Suadi Putra mengatakan, kejadian status Gunung Agung yang memasuki level awas, tidak bisa dijadikan alasan bagi rekanan untuk menyelesaikan proyeknya

tidak tepat waktu atau molor. Karena dalam ketentuan yang ada, sebuah proyek bisa disebut terdampak force majeure, bila kejadiannya di lokasi bersangkutan. “Kalau sekarang, kondisi ini tidak masuk kategori itu karena Denpasar kondisinya tidak ter-

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

kontrak 640/2525/DPUPR/2017 tertanggal 10 Mei 2017. Proyek ini ditangani konsultan perencana PT Kencana Adi Karma dan konsultan pengawas PT Narada Karya. Sedangkan untuk Pasar Badung digarap Nindya Karya dengan anggaran dari dana perbantuan Kementerian Perdagangan sebesar Rp 75 miliar dan dana pendamping APBD Denpasar Rp 15 miliar. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

DPD-RI Minta Sekolah Tampung Pelajar dan Imbau Balai Banjar Adat Terima Pengungsi

NAIKNYA level status Gunung Agung membawa pelajaran tersendiri bagi rakyat Bali dalam kehidupan manyama braya. Sikap Tat Twam Asi orang Bali diuji lewat penanganan proses evakuasi warga Karangasem yang kini tersebar di seluruh Bali. Pujian akan sigapnya gotong royong warga Bali khususnya sesama krama Hindu Bali disampaikan oleh Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III usai turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo di Karangasem dan Klungkung dalam rangka penyerahan bantuan negara senilai Rp 7,1 miliar. “Tingginya solidaritas semeton Bali terhadap saudara-saudaranya yang sedang terkena bencana sungguh menggembirakan. Munculnya aksi penggalangan dana, anak-anak muda di sekaa teruna-teruni, aksi pelajar dan mahasiswa yang menjadi relawan, PMR, Pramuka, aktivis dan seniman semua sigap menolong warga serta kepedulian warga desa membantu pengungsi juga patut diapresiasi. Di sini Bali menunjukkan kepada dunia bahwa orang Bali itu memiliki

kualitas kemanusiaan yang baik,” ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan penanganan pengungsi, pihaknya sebagai anggota Komite III Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menilai bahwa manajemen bencana di Bali masih jauh dari harapan. Ini ditandai dengan masih ditemui sejumlah kendala teknis di lapangan. “DPD sudah menginventaris sejumlah permasalahan yang ada, mulai dari adanya imbauan meninggalkan desa dari aparat tapi di satu sisi tidak tersedianya kendaraan pengangkut termasuk untuk ternak-ternak yang ditinggalkan. Selain itu, tidak adanya cluster atau zonasi untuk warga pengungsi yang seharusnya dikategorikan menurut tempat tinggal mereka. Jadi, sekarang warga yang tinggal di radius 9 kilometer dari puncak gunung dengan warga desa yang jauh dari terdampak berbaur menjadi satu. Belum lagi tumpang-tindih koordinasi antarkabupaten/kota penampung, serta tidak adanya satu Crisis Center yang terpadu. Di sini saya baru menyadari bahwa manajemen bencana kita ini sangat lemah. Ini yang harus

diperbaiki dan disempurnakan sebelum bencana itu benarbenar terjadi,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun mengaku sudah memberikan solusi kepada pemerintah agar penanganan pengungsi mulai ditata. “Saya menolak pengungsi ditempatkan di lapangan, karena urusan dengan penyakit, sanitasi dan juga kesehatan. Tiang cenderung lebih suka pengungsi ditampung di balai banjar dan dijaga oleh krama langsung. Di balai banjar itu fasilitas lengkap, ada toilet, ada dapur umum, ada listrik dan juga ada atap untuk melindungi warga. Ini untuk mengurangi faktor banjir saat hujan kemarin. Maka dari itu, saya minta kepada umat Hindu khususnya yang ada di 1.488 desa adat di Bali agar membuka balai banjarnya untuk menampung pengungsi. Ini sebagai ujian nyata kepedulian kita terhadap sesama manusia. Ini yadnya sesungguhnya, membantu melayani Tuhan yang ada dalam diri sesama. Secara sekala pendataan warga jika ditempatkan di balai banjar akan lebih terkontrol,“ ungkap Gusti Wedakarna.

SAPA PENGUNGSI – Presiden RI Joko Widodo didampingi Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyapa pengungsi. Terkait dengan erupsi Gunung Agung, pihaknya meminta kepada warga Bali agar mengikhlaskan. “Sebagai umat Hindu Bali kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang kebetulan di Bali. Jika pun Gunung Agung meletus, maka anggap saja sebagai pralina atas segala kekotoran dan keserakahan yang

diciptakan oleh manusia itu sendiri. Tiang pribadi sudah ikhlas sembari terus memohon agar tidak ada korban jiwa. Teknologi pun seharusnya bisa meminimalisir dampak bencana. Semoga Bali Shanti,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia. (ad1785)

Rai Mantra Kembali Tinjau Posko Pengungsi Ajak Produktif, Beri Pelayanan Kesehatan hingga Pendidikan

WALI Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra kembali turun meninjau posko pengungsian warga Karangasem di Denpasar. Hal yang sama sebelumnya juga tampak dilakukan Wali Kota Rai Mantra meninjau posko pengungsian Pemkot Denpasar dan pengungsian mandiri dengan berbagai persiapannya. Rabu (27/9)

kemarin, Wali Kota Rai Mantra didampingi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Denpasar kembali meninjau posko pengungisan mandiri dan posko pengungsian Pemkot Denpasar di Lapangan Kompyang Sujana. Kunjungan pertama di posko pengungsian mandiri di Jalan Trijata, Desa Dangin Puri

FM 96,5

web E-mail

telah ditentukan. “Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap sejumlah proyek yang ditangani saat ini. Kondisi Gunung Agung yang memasuki level awas, tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda penyelesaikan proyek,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, dua proyek besar saat ini sedang dikerjakan. Yakni, pembangunan Balai Budaya di Lumintang. Proyek ini dianggarkan dana pagu sebesar Rp 46,9 miliar. Namun, setelah lelang nilai kontraknya hanya Rp 41,4 miliar yang dimenangkan oleh PT Bianglala Bali dengan nomor

Wedakarna Dampingi Presiden Joko Widodo Tinjau Penampungan Pengungsi

081 337 032 965, (0361) 819446

Topik : BNN GEREBEK PABRIK NARKOBA Sampaikan opini Anda hari iniW di acara Warung Global FM 96,5

dampak,” kata Eko Supriadi, Rabu (27/9) kemarin. Suadi Putra menambahkan, rekanan bisa membeli lebih awal material yang akan diperlukan. Bahkan, bila sangat terdesak, dimungkinkan membeli dari luar. Artinya, proyek fisik yang sudah berjalan saat ini harus selesai tepat waktu. “Komitmen rekanan harus tetap sama, yakni menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditentukan,” tegasnya. Bukan hanya masalah stok material yang menjadi perhatian para wakil rakyat di Denpasar ini. Kualitasnya juga jangan sampai di bawah standar yang

MENINJAU - Wali Kota Rai Mantra meninjau lansia berumur 105 tahun di pengungsian mandiri di Jalan Trijata, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (27/9) kemarin.

Kangin. Kehadiran Rai Mantra langsung meninjau lansia yang berusia 105 tahun, pengungsi warga Dusun Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem. Penanganan kesehatan lansia tersebut langsung dilakukan Rai Mantra untuk dapat segera dibawa ke panti jompo yang nantinya dapat pelayanan kesehatan lebih lanjut. Berada dalam satu rumah yang sama, keluarga yang mengalami kelumpuhan segera mendapatkan penanganan kesehatan menuju ke RSUD Wangaya. Wali Kota Rai Mantra melanjutkan meninjau posko pengungsian di eks Kantor Desa Pemecutan Kaja. Sebanyak 126 pengungsi berada di lokasi tersebut yang sedang sibuk membuat ceper dan membersihkan ruangan. Selanjutnya menuju posko pengungsian mandiri di kawasan Banjar Mertha Yoga Kelurahan Pemecutan, tercatat 40 orang warga asal Desa Griana, Karangasem yang mengungsi di kawasan tersebut. Sementara di Posko pengungisan Pemkot Denpasar di Lapangan Kompyang Sujana, Desa Tegal Kertha baru terdapat tujuh orang warga asal Desa Ujung Karang-

asem dan telah mendapatkan pelayanan dari Dinas Sosial dan instansi terkait. Selanjutnya, Wali Kota menuju pengungsian mandiri di kawasan Banjar Batu Paras Desa Padangsambian Kaja dengan jumlah 40 orang warga Karangasem asal Desa Tulamben Karangasem. Wali Kota Rai Mantra di setiap kunjungan tak henti-hentinya mengajak pengungsi untuk produktif seperti berjualan canang, membuat penjor hingga berjualan pisang goreng. Tentu langkah ini telah dilakukan di beberapa desa dan kelurahan yang memfasilitasi untuk mengajak para pengungsi produktif agar tidak jenuh. Seperti di Desa Dangin Puri Kangin, ada salah satu pengungsi yang berjualan pisang goreng, serta pengungsi di Pemecutan Kaja yang produktif membuat ceper dan canang. Wali Kota Rai Mantra terus mengingatkan kepada perbekel dan lurah untuk melakukan pendataan anak-anak sekolah. Hal ini agar segera bisa membantu anak-anak untuk melanjutkan mengenyam pendidikan selama berada di pengungsian. Pelayanan kesehatan kepada lansia,

bayi, balita dan ibu hamil di samping telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari puskesmas, serta dalam keadaan darurat dapat melapor di nomor emergency 112. “Kepada para pengungsi untuk dapat melaporkan diri kepada kadus/ kaling, perbekel, lurah dan para petugas yang siaga di setiap posko pengungsian. Sehingga, nantinya segera dapat difasilitasi bantuan,’’ ujarnya sembari memberikan bantuan boks bayi. Salah satu pengungsi, Wayan Sumerta, asal Desa Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem mengatakan, pihaknya sempat mengungsi berpindahpindah di kawasan Karangasem dan akhirnya menetap mengungsi di Desa Dangin Puri Kangin. Ia juga mengaku telah mendapatkan berbagai pelayanan dari pihak desa setempat, serta sanak keluarga yang masih duduk di bangku sekolah telah bersekolah kembali di sekolah terdekat. “Kami menetap di pengungsian mandiri bersama dua bayi, dua balita, dan dua lansia serta telah mendapatkan pelayanan kesehatan dan bantuan lainnya,” ujarnya. (ad1781)


BADUNG

Kamis Umanis, 28 September 2017

3

Penahanan Diperpanjang

Eksepsi Mantan Hakim Ditolak Majelis Hakim Denpasar (Bali Post) Harapan mantan hakim yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tentang menghalangi penyidikan dan juga eksekusi terhadap perkara korupsi, terdakwa Ida Bagus Rai Patiputra, untuk lepas dari jeratan hukum belum berhasil. Majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila, Rabu (27/9) kemarin, menolak seluruh eksepsi yang diajukan terdakwa dan kuasa hukumnya karena apa yang disampaikan sudah masuk pokok perkara. Sehingga sidang dengan agenda pembuktian bakal dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa. Di samping itu, kata JPU Hary Soetopo, perpanjangan penahanan terdakwa juga sudah dilakukan. “Minggu depan tinggal pembuktian,” katanya. Sebelumnya, pihak terdakwa menyatakan bahwa dakwaan jaksa error in persona dan tidak jelas. Bahkan, mantan hakim tersebut dalam sidang yang terbuka untuk umun kembali menyeret nama Bupati Gianyar dan mantan Sekda Gianyar. Dijelaskan, bahwa pihak terdakwa percaya akan sewa tanah dan jumlah sewa sebagaimana yang disampaikan Pemkab Gianyar. Apalagi, objek perkara dijelaskan milik Pemkab Gianyar. Bahkan, uang sewa yang diserahkan terdakwa diterima pejabat Pemkab Gianyar. “Kami juga terima kuitansi,” jelasnya. Atas dasar itu, terdakwa menerima SK Bupati Gianyar yang ditembuskan ke Gubernur Bali, Kepala Biro Aset dan Biro Hukum dan HAM Bali. Namun, tanah yang dia sewa diakui dipasang plang sitaan Kejati Bali. Atas dasar itu, terdakwa bersurat ke kejaksaan namun tidak mendapatkan tanggapan. KPK yang mendapatkan tembusan, kata kuasa hukum terdakwa justru menyatakan bahwa perkara itu bukanlah perkara korupsi. Kini, perkara tersebut sedang bergulir dan tinggal menunggu fakta persidangan. (kmb37)

Terkait Kasus Yonda

DPRD dan Gerindra Belum Bersikap

Mangupura (Bali Post) Wakil rakyat di DPRD Badung belum menentukan keputusan menyikapi kasus yang menimpa anggota DPRD Badung I Made Wijaya alias Yonda. Dewan masih menunggu proses hukum dari kasus tersebut, sehingga memiliki keputusan hukum tetap. Seperti diketahui, Yonda yang juga menjabat Bendesa Adat Tanjung Benoa ditahan oleh Polda Bali. Yonda ditetapkan sebagai tersangka, setelah dilaporkan oleh Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali ke Polda Bali karena melakukan reklamasi liar pesisir barat Pantai Tanjung Benoa. Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung I Nyoman Sentana mengatakan, dewan masih menunggu sampai ada keputusan hukum tetap. “Secara khusus kita di dewan belum membahas (kasus hukum Yonda - red). Tapi, kami menyampaikan rasa keperihatinan dari seluruh anggota dewan,” ujar Sentana, Rabu (27/9) kemarin. Sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Badung, kata Sentana, pihaknya juga belum menyikapi kasus yang menimpa kader Partai Gerindra tersebut. Nasib politisi Partai Gerindra yang telah menjadi tahanan Polda Bali itu, kini masih menunggu proses hukum. “Kami sudah mengetahui salah satu kasus hukum yang menimpa Yonda. Kita sudah mengetahuinya. Saat ini, kita masih menunggu proses hukum yang harus dilalui, sampai ada keputusan hukum yang tetap,” katanya. Terkait kasus ini, kata Sentana, asas praduga tak bersalah harus dihormati. “Yang bersangkutan telah menunjuk pengacara. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau diminta kita akan memberikan pendampingan hukum,” tegasnya. Menurut Sentana, pihaknya akan memantau proses hukum agar benar-benar dilaksanakan sesuai kaedah hukum yang berlaku. (kmb27)

Mantan Kasatker Divonis Setahun Penjara

MANTAN Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Unit Pengembangan Kapasitas Tenaga Kebinamargaan (UPKTK) Kementerian PUPR Wilayah III Bali, terdakwa Hartono alias Hartana (53), divonis bersalah oleh majelis hakim pimpinan Ni Made Sukereni, Rabu (27/9) kemarin. Terdakwa dihukum atau divonis selama satu tahun penjara atas perkara mark up sewamenyewa aset ruko Wisma Bina Marga di Jalan Raya Kuta, Badung. Di samping hukuman fisik, terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Menurut majelis hakim, dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti serta fakta-fakta di persidangan, terdakwa Hartono tidak terbukti bersalah sebagaimana dakwaan primer. Sehingga, terdakwa dibebaskan dari dakwaan primer. Namun, terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Vonis tetsebut lebih ringan enam bulan dari tuntutan JPU I Wayan Suardi. Terkait putusan ini, jaksa masih pikir-pikir. Sedangkan terdakwa langsung menerimanya. Usai persidangan, terdakwa tak kuasa menahan kesedihannya. Sembari memeluk rekan dan kerabatnya, Hartono nampak menangis. Dalam surat dakwaan disebutkan, kasus ini bermula dari laporan salah satu calon penyewa kios yakni saksi korban Eddy Harliyanto. Oleh terdakwa, Eddy Harliyanto diminta membayar ongkos sewa kios Rp 70 juta per tahun. Padahal, penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk satu unit sewa kios ke negara, sebesar Rp 34.760.000. Sehingga, terjadi pungli Rp 35.240.000 atau dua kali lipat dari penyetoran PNBP. Saksi juga merasa dipaksa agar disuruh membayar biaya sewa paling lambat tanggal 28 Februari. Sedangkan dalam perjanjian, pelunasan sewa menyewa paling lambat 30 April 2017 mendatang. (asa)

Bali Post/kmb23

ANTREAN - Menjelang pemberlakuan uang elektronik untuk transaksi di Jalan Tol Bali Mandara, antrean panjang hampir terjadi setiap hari di pintu masuk tol.

Transisi Penerapan Unik

Pengendara Numpuk di Gerbang Tol

Mangupura (Bali Post) -

Menjelang pemberlakuan uang elektronik (unik) untuk transaksi di Jalan Tol Bali Mandara, pemandangan antrean panjang hampir setiap hari terjadi di pintu masuk tol. Hal ini tak pelak menimbulkan keluhan bagi pengendara yang melintas di sana. Seperti yang terlihat Rabu (27/9) kemarin, khususnya di pintu tol titik Nusa Dua, antrean hampir memenuhi jarak antara gerbang dan mulut tol.

Public Relations Officer PT Jasamarga Bali Tol Drajad Hari Suseno saat dikonfirmasi, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kondisi itu terjadi pada masa transisi untuk penerapan sistem pembayaran tol nontunai secara total yang akan berlaku 1 Oktober mendatang.

Menurut Drajad Hari Suseno, ada beberapa faktor yang kemungkinan menimbulkan hal tersebut. Pertama, karena ada pengendara yang masih belum punya unik, kedua karena ada yang masih bayar pakai cash. Ketiga, karena ada yang bawa unik tapi saldonya kurang. Jika ketiga

kondisi itu terjadi, katanya, pengendara yang sudah siap dengan uniknya juga bisa ikut terjebak dalam barisan antrean. “Kami menyarankan seluruh pengguna untuk bisa mempersiapkan diri sebelum memasuki Jalan Tol Bali Mandara. Misalnya, menyiapkan unik dengan saldo yang mencu-

kupi,” sarannya. Drajad Hari Suseno berharap agar seluruh pengguna bisa memaklumi kondisi yang terjadi di masa transisi ini. Pasalnya, transaksi tol akan segera secara penuh menerapkan sistem nontunai. Pihaknya meyakini, kondisi seperti ini akan terjadi di awal-awal penerapan saja. Bila semua sudah terbiasa dan sadar akan kepentingan bersama, pihaknya percaya perjalanan melalui jalan tol akan sangat lancar. “Ini bukanlah pemaksaan, karena perubahan

ini sudah sejak jauh-jauh hari kami sosialisasikan. Sosialisasi itu sudah kami lakukan melalui berbagai media,” tegasnya. Sebagai pengelola Jalan Tol Bali Mandara, kata Drajad Hari Suseno, pihaknya sesungguhnya sudah sangat siap akan penerapan transasksi nontunai secara penuh per 1 Oktober mendatang. “Kami sudah siap, sekarang tergantung bagaimana para pengguna menyikapinya. Termasuk di antaranya dalam hal infrastruktur transaksinya,” katanya. (kmb23)

Kasus OTT di Dinas DPMPTSP Gianyar

Dugaan Keterlibatan Kadis Dibongkar Lewat Eksepsi PASCAdibacakannya dakwaan yang disebut-sebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar oleh JPU Wayan Suardi, pihak terdakwa Kabid Perizinan dan Nonperizinan B Drs. I Nyoman Sukarja, M.Si. mengajukan eksepsi, Rabu (27/9) kemarin. Meski disebut kasus ini sebagai OTT, namun dalam dakwaan yang dibacakan di depan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila sebelumnya, tidak diuraikan bagaimana penangkapan yang dilakukan polisi. Peran polisi dalam dakwaan jaksa hilang. Di sana hanya dijelaskan bagaimana terdakwa meminta bayaran Rp 15 juta dalam pengurusan perpanjangan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang diajukan oleh Dewa Nyoman Oka Trisandi. Dalam kasus ini, baru satu terdakwa yang diajukan dan dalam

dakwaan jaksa hanya menguraikan peranan terdakwa semata walau kepolisian telah menetapkan tersangka lain. Atas dasar keganjilan itu, pihak terdakwa melalui penasihat hukum (PH) mengajukan eksepsi. Dalam eksepsinya kemarin, Sukarja yang didampingi tim penasihat hukumnya, Gede Erlangga Gautama dan kawan-kawan mengungkap peran atasannya, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Gianyar I Ketut Mudana. “Mencermati dakwaan JPU sebelumnya seolah-olah terdakwa melakukan perbuatannya dengan sendirian karena tidak tercantum junto pasal 55. Padahal, sesuai kronologi ada rangkaian yang tidak terputus,” bela kuasa hukum terdakwa. Selain itu, yang juga ganjil tidak ada peran polisi dalam melaksanakan OTT. Sehingga, lanjut Erlangga, atas ganjilnya dakwaan JPU selain menilai dakwaan prematur, pihaknya juga memohon kepada majelis hakim

untuk menerima eksepsi terdakwa dan membatalkan seluruh dakwaan JPU. Dalam dakwaan JPU Wayan Suardi dijelaskan bahwa Mei 2017 Dewa Nyoman Oka Trisandi mendatangi Kantor DPMPTSP untuk mengurus perpanjangan TDUP dan TDP. Saksi disodorkan sejumlah syarat dan diberikan blangko. Setelah selesai isi blangko, disetor ke petugas di sana. Seminggu kemudian, saksi kembali datang ke kantor perizinan tersebut menanyakan masalah pengajuan perpanjangan TDUP dan TDP. Kala itu, saksi bertemu dengan petugas yang bernama Wijana. Hari itu, saksi diminta mengurus surat laik sehat. Saksi mengurus surat laik sehat di Dinas Kesehatan Gianyar. Setelah surat laik sehat berikut gambar selesai dibuat, saksi membawanya ke Kantor DPMPTSP. Sesuai dakwaan jaksa, petugas di sana mengatakan bahwa bila berkas sudah selesai diperiksa petugas, maka pihak pengurus

izin akan dihubungi via telepon. Selang dua hari, saksi Trisandi kembali datang ke kantor itu untuk menemui saksi Wijana. Namun, suratnya dibilang belum ditandatangani pimpinannya. Begitu hendak pulang dan berada di parkiran, saksi dipanggil oleh Wijana dan mengatakan bahwa surat perpanjangan izin sudah selesai. Saat itulah saksi diarahkan ketemu terdakwa Nyoman Sukarja selaku Kabid. Dikatakan memang surat perpanjangan izinnya selesai. Saksi mengatakan “berapa bayar”. Terdakwa mengatakan “lima belas”. Namun karena tidak bawa uang, saksi pulang menemui saksi Pande Nyoman Rata karena dia yang minta Trisandi mengurus izin. Pande Rata mengatakan “mahal” dan minta Trisandi menawar. Pada 14 Juni 2017, Trisandi menghubungi terdakwa sembari menawar. Selanjutnya, tanggal 16 Juni saksi Trisandi mendatangi Kantor DPMPTSP sembari mem-

bawa uang. Saat itu kembali ditawar dan terdakwa mengatakan boleh kurang Rp 1 juta. Namun, sebagaimana dakwaan jaksa, disebutkan bahwa saksi Dewa Oka Trisandi hanya mengambil Rp 550.000, karena salah hitung dan uang itu diserahkan ke Pande Rata selaku orang yang minta Trisandi mengurus izin. Sehingga, yang diterima terdakwa Rp 14.450.000. Dalam dakwaan jaksa dijelaskan bahwa Nyoman Sukarja selaku Kabid Perizinan dan Nonperizinan B meminta sejumlah uang untuk mengurus perpanjangan ijin. Hal itu dinilai bertentangan dengan standar operasional prosedur dan Perda Gianyar Nomor 61 Tahun 2015 tentang Retribusi Daerah. Jaksa menyampaikan bahwa untuk pengurusan perpanjangan izin TDUP dan TPD tidak dikenakan biaya. Sehingga dalam kasus ini, terdakwa dijerat pasal 12 huruf e UU Tipikor dalam dakwaan primer dan pasal 11 UU yang sama dalam dakwaan subsider. (asa)

Warga Karangasem Mengungsi

Harga Sapi di Pasar Beringkit Bergejolak

Mangupura (Bali Post) Harga ternak sapi di Pasar Hewan Beringkit, Mengwi selama sepekan terakhir ini mengalami gejolak. Kondisi ini dipicu oleh masuknya ternak sapi asal Karangasem yang dijual di bawah harga pasar, lantaran ditinggal mengungsi. Kepala Pasar Hewan Beringkit I Made Budayasa mengakui kondisi Gunung Agung yang tak menentu membuat para peternak menjual sapi mereka dengan harga murah di bawah harga pasaran. Terutama, sapi yang masuk dari Kabupaten Karangasem. “Memang harga sempat bergejolak, karena banyak yang datang dari Karangasem dan dijual dengan selisih harga sekitar Rp 3 juta dari harga normal. Misalnya, sapi potong 40 ribu per kilogram berat hidup itu oleh peternak dijual hanya Rp 35 ribu,” ujar Budayasa, Rabu (27/9) kemarin. Menurut Budayasa, sapi yang masuk ke Pasar Hewan Beringkit mencapai 91 ekor, Kamis (21/9) lalu. Sedangkan Jumat (22/9) lalu jumlahnya mencapai 203 ekor. Ternak sapi yang masuk dominan berasal dari Karangasem dengan harga rata-rata di bawah standar, seperti bibit sapi dijual dengan Rp 2,5 juta dari harga normal Rp 5 juta. “Walaupun sebetulnya saat itu bukan hari pasaran, hewan yang masuk puluhan hingga ratusan ekor ke Pasar Hewan BerBali Post/dok ingkit. Harga saat itu rata-rata turun. SAPI - Suasana tempat penjualan sapi di Pasar Hewan Beringkit, Mengwi. Sepekan Saya menduga peternak menjual heterakhir, harga sapi mengalami gejolak harga yang dipicu masuknya ternak sapi asal wan ternaknya dengan harga murah, Karangasem yang dijual di bawah harga pasar lantaran ditinggal mengungsi oleh karena sebelumnya kesulitan untuk menitipkan ternak mereka,” jelasnya. pemiliknya.

Kendati demikian, kondisi Pasar Hewan Beringkit saat ini telah kembali normal. Pergerakan hewan baik masuk dan keluar hingga siang tercatat 1.168 ekor. “Sudah normal seperti sediakala. Harga juga relatif stabil, yakni kisaran Rp 40 ribu per kilogram berat hidup,” ujarnya. Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Badung mengoptimalkan segala kebutuhan dan ketersediaan logistik untuk para pengungsi Gunung Agung yang tinggal di rumah kerabatnya yang ada di enam kecematan yang ada di Badung. “Kami sudah melakukan langkah-langkah menjaga ketersedian logistik ini dan juga berkoordinasi dengan camat, perbekel (kepala desa) dan kepala lingkungan untuk memastikan berapa banyak kebutuhan logistik yang diperlukan pengungsi yang ada di rumah keluarganya,” kata Kepala BPBD Badung Nyoman Wijaya. Saat ini, BPBD Badung sudah menyiapkan 3.000 buah masker untuk mengantisipasi apabila terjadi erupsi Gunung Agung untuk didistribusikan ke masing-masing kecamatan dan mendistribusikan bantuan 900 buah matras serta 300 buah selimut untuk didistribusikan ke pengungsi di wilayah Kabupaten Badung. Berdasarkan informasi terakhir, jumlah pengungsi di Kabupaten Badung telah mencapai 5.077 orang. Mereka tersebar di Petang sebanyak 266 orang, Abiansemal (1.011), Mengwi (1.095), Kuta (331), Kuta Utara (1.262) dan Kuta Selatan sebanyak 1.112 orang. (kmb27)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rangkaian Dies Natalis Ke-55 Unud

Rembug Ilmiah dan Jalan Sehat Bersama Ribuan Mahasiswa

RIBUAN mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang terdiri atas 13 fakultas tumpah ruah mengikuti jalan sehat, senam bersama dan acara kekeluargaan lainnya dalam Dies Natalis ke-55 Unud di Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Rabu (27/9) kemarin. Acara dibuka langsung Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K). ‘’Kegiatan terkait dies natalis ini adalah untuk merepleksikan diri Universitas Udayana dalam usianya yang ke-55 tahun, serta keberhasilan apa yang sudah dicapai. Berdasarkan capaian itu diharapkan membuat tonggak di masa yang akan datang,’’ jelas Prof. Raka Sudewi. Berbagai kegiatan dilakukan Unud dalam rangkaian Dies Natalis ke-55, di antaranya acara ilmiah seperti orasi ilmiah, seminar ilmiah yang melibatkan masyarakat seperti rembug nasional di tingkat daerah tentang masalah kesehatan. ‘’Kami juga mengadakan bakti desa yang melibatkan seluruh desa di Bali dengan mendatangkan menteri desa,’’ jelasnya. Selain itu, melakukan bakti sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan. ‘’Nah, sekarang (kemarin) adalah kegiatan keluarga, yaitu olahraga dan seni yang dilombakan,’’ ucap Prof. Sudewi. Menurutnya, tak salah jika tema dies natalis kali ini bermakna ‘’Meningkatkan kualitas tata kelola untuk mewujudkan Unud sebagai pusat inovasi na-

BUKA – Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) mengibaskan bendera saat membuka acara jalan sehat di Kampus Bukit Jimbaran, Rabu (27/9) kemarin. sional’’. Tata kelola adalah dasar pelayanan yang bagus, baik administrasi maupun keuangan. Ini sesuai misi ‘’Unud yang Unggul dan Berbudaya’’ yang diharapkan tercapai. Rektor Prof. Raka Sudewi menyatakan di usianya yang ke-55 ini, Unud yang merupakan wadah penghasil sumber daya manusia (SDM) unggul, mandiri dan berbudaya dengan mahasiswa sebagai ujung tombak pengembangan ilmu pengetahuan, diharapkan focus, sehingga menghasilkan karya ilmiah yang mempunyai nilai inovatif.

Ketua Panitia Sayu Ketut Sutrisna Dewi menambahkan, acara olahraga, seni dan kekeluargaan berlangsung seharian. ‘’Ini adalah satu rangkaian kegiatan. Sehari penuh acara kekeluargaan. Seluruh civitas akademika hadir. Dosen, mahasiwa dan stakeholder, bahkan mahasiswa asing juga ikut dilibatkan,’’ jelasnya. Melalui momen ini, pihaknya ingin berbagi budaya dengan mahasiswa asing. ‘’Jumlahnya ribuan. Ini menunjukkan tanggapan aktif seluruh civitas akademika,’’ tandas Sutrisna Dewi. (ad1784)

Sardana (Matematika), Agus Arsana (Biologi), Krisna Dwitama (Komputer), Kevin Cahyadi (Fisika) dan Raka Swastika (Kimia), siswa Foursma atas nama Rhamandana (Biologi) juga ikut serta karena yang bersangkutan masuk 15 besar. ‘’Siswa Foursma yang mendapat medali di bidang Biologi hanya satu, tetapi karena dalam pelatnas Biologi dicari 15 besar maka Rhamandana juga masuk pelatnas,’’ ujarnya. Pada OSN 2016 lalu, siswa Foursma juga berhasil meraih sejumlah medali. Bidang pelajaran Biologi merebut perak dan perunggu, Kimia menyabet perunggu dan Komputer mendapatkan medali perunggu.

Menurut Martha Widya Wiryanti, keberhasilan siswa-siswi SMAN 4 Denpasar mengikuti pelatnas untuk persiapan ke jenjang internasional tidak lepas dari peran serta semua warga sekolah dan para alumni. ‘’Semoga ke depannya anakanak klub sains Foursma dapat berjaya di tingkat nasional dan internasional,’’ katanya. Kepala SMAN 4 Denpasar Wayan Rika berharap siswanya semakin memantapkan diri untuk belajar, sehingga mampu mencapai prestasi gemilang. Pihaknya berterima kasih kepada guru, pegawai, dan orangtua siswa yang telah mensuport para siswa, sehingga berhasil meraih berbagai prestasi. (ad1788)

Enam Siswa SMAN 4 Denpasar Ikuti Pelatnas OSN

SISWA-SISWI SMAN 4 Denpasar (Foursma) tak hanya berjaya dalam lomba debat bahasa Inggris dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Siswa sekolah di bawah kepemimpinan Dr. I Wayan Rika ini juga berprestasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN). Pada OSN 2017 di Pekanbaru, Riau, Juli lalu, SMAN 4 Denpasar memperoleh tiga medali perunggu atas nama Raka Swastika (Kimia), Agus Arsana (Biologi), Kevin Cahyadi (Fisika) dan dua medali perak yang dipersembahkan Krisna Dwitama (Komputer) dan Jimmy Sardana (Matematika). Kini, mereka mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) bersama peraih medali OSN lainnya untuk persiapan ke jenjang internasional. Pelatnas diadakan selama satu bulan mulai September hingga Oktober 2017 di sejumlah daerah. Pelatnas bidang pelajaran Matematika, Fisika dan Kebumian dilaksanakan di Yogyakarta pada 17 September hingga 15 Oktober. Pelatnas bidang pelajaran Biologi, Kimia dan Astronomi di Bandung pada 24 September hingga 22 Oktober. Pelatnas bidang pelajaran Geografi di Jawa Barat mulai 24 September hingga 22 Oktober dan pelatnas bidang pelajaran Komputer diselenggarakan di Bogor pada 24 September hingga 22 Oktober. Pembina Klub Biologi Foursma Made Martha Widya Wiryanti, M.Pd. didampingi Waksek Humas Dr. I Nyoman Miarta Putra menyampaikan hal itu, Rabu (27/9) kemarin. Dikatakannya, dalam pelatnas selain Jimmy

MEDALI OSN - Siswa Foursma peraih medali dalam OSN 2017. Saat ini mereka mengikuti pelatnas persiapan ke jenjang internasional.

LAGI-LAGI resto keluarga dari Singapura yang satu ini bikin heboh. Menghadirkan banyak menu lezat mulai dari nasi goreng ayam, mie goreng ayam, bak kut teh goreng (fried ribs), salted egg pork ribs kekinian, bakso dengan kuah bak kut teh dan yang lain masih banyak lagi. Harga menu baru pun sangat bersabat, mulai dari Rp 35.000. Apalagi pada Senin–Jumat, Resto SING Bak Kut Teh memiliki paket-paket menarik seperti Rp 35 ribu sudah termasuk 1 nasi goreng ayam dan 1 minuman dingin (porsi nasi dan mie gorengnya lumayan besar, bisa untuk

1-2 orang). Walau restoran menyediakan makanan non-halal, klaim dari mereka adalah bahwa untuk masakan non-pork menggunakan peralatan masak yang berbeda di dalam dapurnya. Menu-menu baru yang menarik dan unik seperti bakso dengan mee sua yang lembut, direbus dan dipadu dengan kuah bak kut teh yang sedap menjadi salah satu menu baru yang favorit. Tidak kalah menggugah selera adalah nasi goreng dan mie goreng telur, andalan menu baru SING Bak Kut Teh yang juga menjadi pilihan favorit para

Kamis Umanis, 28 September 2017

STP Bali ’’Launching’’ Pusat Kajian Pariwisata Berbasis Masyarakat

BERTEPATAN dengan Hari Pariwisata Internasional, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali menggelar Launching CCBT (Center for Community Based Tourism) atau Pusat Kajian Pariwisata Berbasis Masyarakat, Rabu (27/9) kemarin. Bertempat di kampus setempat, kegiatan ini dihadiri stakeholder pariwisata. Menurut Pembantu Ketua I STP Bali Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par., CHE., peluncuran CCBT juga diisi diseminasi penelitian pariwisata di lingkungan STP. ‘’Terkait kegiatan kepariwisataan yang menyangkut tentang Community Based Tourism (CBT) haruslah segera diterapkan. CBT ini mempunyai peran dan andil sangat besar dalam pengembangan pariwisata,’’ katanya. Menurutnya, CBT merupakan bentuk dari kegiatan pariwisata bertanggung jawab yang harus disuport oleh masyatakat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tentunya kegiatankegiatan ini diupayakan untuk membangun destinasi yang berbasis kepada kebutuhan masyarakat, sehingga ke depan STP Bali bisa mengembangkan kegiatan berbasis lokal. ‘’Ke depannya kami mengupayakan kapasitas masyarakat lokal bisa

LAUNCHING - Suasana Launching CCBT (Center for Community Based Tourism) di Kampus STP Bali, Nusa Dua.

SAAT ini pendidikan tinggi diharuskan meninjau ulang kurikulum yang sudah dilaksanakan selama ini. Hal itu disesuaikan dengan Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta Permenristek Dikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Permenristek Dikti No. 44 tersebut mengharuskan standar lulusan masing-masing level pendidikan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Standar kompetensi lulusan diwujudkan dengan penetapan capaian pembelajaran yang ditetapkan secara nasional dikembangkan oleh forum program studi sejenis. Untuk itu, sebagai langkah untuk mengembangkan kurikulum yang sudah dilakukan mulai pertengahan tahun 2016, Politeknik Negeri Bali (PNB), Rabu (27/9) kemarin menggelar Workshop Validasi Kurikulum. Validasi ini dilakukan untuk Program Studi (Prodi) Usaha Perjalanan Wisata, Prodi Perhotelan dan Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata, Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali. Workshop ini juga diisi penandatanganan MoU antara PNB, PHRI dan Asita Bali. Program Pendidikan Diploma III sesuai dengan KKNI, berada pada level 5 dan Diploma IV berada pada level 6 serta dengan jelas sudah disampaikan deskripsi kompetensi untuk masing-masing level tersebut.

MOU – Workshop Validasi Kurikulum yang diadakan PNB Bali diisi penandatangan MoU antara PNB, PHRI dan Asita Bali.

secara bersinergi membangun pariwisata nasional. Bagaimana kami mengupayakan masyarakat lokal ini menjadi basis kekuatan pariwisata di Indonsia,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, CBT menjadi model pembangunan berkelanjutan dengan pendekatan Buttom up yang nantinya diharapkan mampu mendukung visi STP sebagai centre of excellence di bidang pendidikan kepariwisataan di Indonesia. Misi dari implementasi visi yang sudah diwujudkan adalah penelitian terapan.

Eka Mahadewi menambahkan, sasaran pendirian CCBT diharapkan mampu menjadi sumber informasi dan database pariwisata khususnya dalam bidang pariwisata berbasis masyarakat. Dalam pelaksanaannya nanti, CBT sebagai wadah kegiatan diskusi para akademisi dan praktisi dalam menuangkan pemikiran dan pengalaman profesional untuk mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat. ‘’Kegiatan yang akan ada di CCBT, yaitu melakukan kajian-kajian untuk bisa membuat database,’’ terangnya. (ad1789)

Jurusan Pariwisata PNB Lakukan Validasi Kurikulum

Menurut Ketua Panitia Drs. I Dewa Made Suria Antara, M.Par., pengembangan kurikulum yang dilakukan mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Tahapan pengembangannya dimulai dari beberapa tahapan. ‘’Sebelum dilakukan validasi kurikulum, kami juga melakukan diskusi draf kurikulum yang sudah dibuat bersama dengan pemangku kepentingan, yaitu Dinas Pariwisata Bali, PHRI, Asita dan Hilton Hotel,’’ ujarnya. Direktur PNB Ir. Made Mudhina, M.T. pada kesempatan tersebut menyampaikan, dalam menyiapkan kurikulum, haruslah dibangun bersama-sama dengan pihak industri, asosiasi dan

pemerintah. Hal ini dipandang perlu karena dalam pelaksanaan pembelajaran nanti, harus sesuai dengan kebutuhan dunia industri. ‘’Hal ini perlu dilakukan karena di Politeknik Negeri Bali lulusannya harus sudah siap pakai dan sudah siap kerja,’’ ungkapnya. Ditambahkannya, apa yang akan diselenggarakan di Politeknik Negeri Bali khususnya di jurusan Pariwisata, itulah yang memang diinginkan oleh dunia industri. Oleh karena itu, kompetensi dari lulusan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri. ‘’Kami berharap tidak ada lagi lulusan yang tidak memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,’’ tandas Mudhina. (ad1787)

Sanur Goes Organic

Pasar Petani Organik Baru di Restoran Spice by Chris Salans Sanur

Banyak Menu Baru di Resto SING Bak Kut Teh

pengunjung. Untuk minuman, mereka menghadirkan es milo dinosaur yang digandrungi di Singapura. Bulan September–Oktober 2017, SING Bak Kut Teh mengadakan event ‘’Makan Enak Berhadiah Jutaan Rupiah, Cash!’’ Untuk setiap pembelanjaan Rp 200.000 akan mendapatkan kesempatan memperoleh Rp 1.000.000 cash yang akan diundi setelah 31 Oktober 2017 melalui Facebook streaming SING BKT. Untuk makanan dengan kelas, rasa dan kualitas seperti ini, harga yang ditawarkan sangatlah terjangkau. Bagi Anda pencinta kuliner dan keluarga yang ingin menikmati momen istimewa bersama keluarga, tentu akan sulit untuk tidak mencoba sajian khas Singapura ini. Segera datang ke SING Bak Kut Teh di Mal Bali Galeria Lantai 1 No. VI a (tepat berada di drop off area utama). Informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi 0823-31505609. Pemesanan makanan juga dapat dilakukan melalui Go-Food. SING Bak Kut Teh merupakan resto khas Singapura sejak tahun 1976 dan memiliki cabang di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Manado dan Semarang. (ad2546)

SANUR Goes Organic adalah nama pasar petani baru yang diadakan setiap Sabtu di Restoran Spice by Chris Salans Sanur, Jalan Danau Tamblingan No. 140 (di samping Hotel Maison Aurelia). Gratis tiket masuk dan semua kalangan termasuk anak-anak dipersilakan berkunjung. Penawaran diskon 50% untuk semua produk segar setelah pukul 15.00 Wita untuk memastikan semua sayuran para petani terjual. Gagasan pasar petani ini muncul ketika Chris Salans diperkenalkan kepada komunitas petani Indonesia dari Jawa (AKP) yang mendapatkan sertifikasi untuk produk organik pertama di Indonesia dari seluruh dunia (Jepang, Eropa dan Amerika Serikat). Salans dan timnya menyukai gagasan untuk mempromosikan produk organik Indonesia. Tujuan utama acara ini adalah menjadi jembatan bagi para pengguna produk organik untuk dapat berhubungan langsung dengan para petani dan produsen. Hal ini telah dilakukan sebelumnya. AKP bertanya kepada Chris Salans apakah setuju melakukan demo memasak dan memberikan edukasi kepada para pengunjung pasar petani tentang bagaimana cara menggunakan produk organik serta perbedaan dan manfaat mengonsumsi produk organik. Dengan kemauan tinggi, Salans dan tim chef-nya menambahkan beberapa stan untuk demo di pasar petani, yaitu stan untuk jus

organik, diporganik, suporganik dan stan untuk aneka olahan beras organik. Tantangannya adalah memasak dengan bahan-bahan dari pasar petani dan memberikan resep kepada pengunjung untuk dibawa pulang. Begitu konsepnya lahir, Chris

Chris Salans Salans menghubungi semua petani dan produsen dari Restoran Spice dan meminta mereka untuk bergabung dengan pasar petani. Datang dari Jawa dan seluruh penjuru Bali, termasuk Munduk, Bedugul dan Singaraja, pasar petani ini merupakan kolaborasi nyata antara pencinta organik, yaitu petani dan chef. Daftar produk yang tersedia saat ini mencakup sayuran, buah-buahan, salad, herbal, keju, susu segar, nasi, gandum, biji-bijian, kacangkacangan, rempah-rempah, kopi,

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

teh, gula, garam, madu, biskuit, kue dan banyak lagi. Chris Salans menjelaskan, semua produk segar di Sanur Goes Organic dipanen pada pagi hari dan dijual hari itu juga. ‘’Tidak ada yang disimpan untuk hari berikutnya. Semuanya dijual dengan harga pasar, yang membuatnya lebih murah daripada harga di supermarket, dan semuanya organik. Jadi lebih murah, lebih segar, dan lebih sehat dibandingkan berbelanja di mana pun di Bali,’’ ujarnya. Chef Chris Salans, pendiri Mozaic Restaurant Gastronomique di Ubud yang terkenal di dunia dan Spice Gastro-Bar, serta penggagas Sanur Goes Organic, sekarang berencana memperluas konsep pasar petani untuk melibatkan masyarakat sekitar secara lebih luas dengan mengundang chef tamu dan tamu pembicara dari Sanur untuk datang memberikan demo memasak serta edukasi mengenai gaya hidup sehat. Rencananya dua chef tamu dan dua tamu pembicara setiap Sabtu. Inisiatif baru ini akan diluncurkan pada 30 September, saat Chef Massimo dari Restoran Massimo yang sangat populer di Sanur, memberikan demonstrasi memasak di pasar petani. Mewakili Spice, Chris Salans yang akan melakukan demo untuk salah satu hidangan sayuran favoritnya di Spice. Kunjungi @ sanurgoesorganic di Instagram atau Facebook untuk informasi lebih lanjut. (bns1)


Kamis Umanis, 28 September 2017

daerah

Pemprov Bali Tangani Anak Pengungsi agar Tak Putus Sekolah PENINGKATKAN aktivitas Gunung Agung menyebabkan gelombang pengungsi dari wilayah yang ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) ke daerah aman yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se-Bali. Di tengah upaya penanganan para pengungsi, Pemprov Bali melalui Dinas Pendidikan menaruh perhatian pada keberlanjutan pendidikan anak usia sekolah yang terpaksa ikut mengungsi dengan orangtuanya. Pemprov Bali telah melakukan sejumlah upaya antisipasi dan hingga saat ini terus melakukan konsolidasi guna memastikan tak ada anak pengungsi yang sampai putus sekolah. Penegasan itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. setelah berkoordinasi dengan Sekretaris Dinas Pendidikan I Wayan Serinah, Rabu (27/9) kemarin. Terkait keberlanjutan pendidikan anak pengungsi, Pemprov Bali telah melakukan langkah antisipasi sejak Gunung Agung masih berstatus waspada (level III). Saat itu tepatnya 22 September 2017, Pemprov Bali langsung mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada kepala sekolah di wilayah KRB, kepala sekolah di luar KRB, Dinas Pendidikan serta UPT Disdik di kabupaten/kota. Dalam surat edaran itu, kepala sekolah beserta seluruh jajarannya diminta mendata peserta didik yang mengungsi dan yang kemungkinan mengungsi, termasuk lokasi tujuan mereka mengungsi. Selain itu, kepala sekolah dan jajarannya diminta melakukan persiapan penyelamatan dan pengamanan dokumen penting dan aset sekolah. Selanjutnya memberi petunjuk, pengarahan

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H., Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Bali. dan bimbingan terkait kewaspadaan dan tanggap bencana sehingga peserta didik selalu waspada, tenang dan siap menghadapi situasi dan kondisi terkait aktivitas Gunung Agung berikutnya. Sementara sekolah yang lokasinya di luar KRB diminta berperan aktif dalam penanganan bencana yang diakibatkan peningkatan aktivitas Gunung Agung. Mereka diharapkan mendata siswa yang mengungsi di lingkungan sekolah masing-masing dan memfasilitasi anak pengungsi agar mendapatkan kelanjutan pendidikan sesuai jenjangnya. ‘’Intinya, siswa dari warga yang mengungsi wajib diterima di sekolah terdekat dari tempat pengungsian, baik di sekolah negeri maupun swasta,’’ tandas Mahendra Putra. Menurutnya, pada prinsipnya sejauh ini upaya menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak pengungsi telah berjalan cukup baik. Ia mengapresiasi sikap proaktif yang ditunjukkan Dinas Pendidikan dan kepala sekolah jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di kabupaten/kota. Setelah memastikan seluruh siswa pengungsi mendapat

tempat belajar, langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan sekolah mereka seperti buku, seragam dan lainnya. ‘’Tahap pertama, yang penting mereka masuk dulu dan tak ada yang tercecer,’’ tegasnya. Saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Bali terus melakukan pendataan siswa yang berada di pengungsian. Hingga Selasa (26/9), siswa jenjang SD, SMP, SMA/SMK dan SLB yang berhasil didata berjumlah 5.076 orang. Mereka tersebar di sembilan kabupaten/kota dan sebagian besar sudah mengikuti pendidikan di sekolah dekat pengungsian. Jumlah ini diperkirakan masih fluktuatif mengingat pendataan masih terus dilakukan, khususnya pengungsi mandiri yang tinggal di rumah sanak saudara mereka. Untuk siskronisasi dan validasi data, dalam waktu dekat Disdik Bali akan menggelar rakor dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Bali. Pada kesempatan itu, Dewa Mahendra berharap masyarakat ikut proaktif memfasilitasi anak pengungsi untuk kembali bersekolah. (ad1790)

Berkunjung ke GOR Swecapura

Annisa Pohan Salurkan Bantuan ke Pengungsi

BANTUAN untuk warga Kabupaten Karangasem yang mengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, terus mengalir. Tak hanya dari warga, namun juga Yayasan Tunggadewi yang didirikan Annisa Larasati Pohan, menantu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, bekerja sama dengan Yayasan Seni Rudana, Gianyar. Bantuan kemanusiaan ini disalurkan langsung, Rabu (27/9) sore kemarin. Istri Agus Harimurti Yudhoyono itu tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 Wita bersama Ketut Friska Laprina Rudana, adik Ketua Yayasan Seni Rudana Putu Supadma Rudana, diterima langsung Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBPD) Klungkung I Putu Widiada. Selain menyerahkan bantuan, ia juga menyapa dan berbincang-bincang dengan pengungsi di dalam GOR dan anak-anak yang berada di Taman Bermain. Di sela-sela itu, Annisa Pohan menyatakan kedatangannya ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama lansia yang menjadi fokus dari yayasannya. Selain suport, pengungsi juga diberikan beberapa bantuan, seperti

TINJAU PENGUNGSI - Annisa Pohan meninjau pengungsi di GOR Swecapura bersama Ketut Friska Laprina Rudana, adik Ketua Yayasan Seni Rudana Putu Supadma Rudana, Rabu (27/9) kemarin. perlengkapan bayi dan mainan untuk anak-anak. ‘’Ini sebagai bentuk keprihatinan. Kami ingin berbagi. Bantuan mainan untuk membuat anak-anak senang tinggal di sini,’’ katanya. Penanganan pengungsi oleh pemerintah ini dinilainya sudah cukup baik. Pengungsi juga mengaku mulai merasa nyaman. Meski demikian, perhatian serius terutama terhadap lansia mesti terus berjalan.

‘’Saya lihat sudah cukup baik. Warga juga mengaku mulai nyaman,’’ ungkapnya. Kehidupan pengungsi ini diharapkan bisa segera berakhir dan cepat kembali ke kampung halaman. Dengan demikian, kesibukan yang telah ditinggalkan beberapa hari ini bisa dijalani kembali. ‘’Saya juga merasa sedih melihat warga. Berharap semuanya cepat berakhir,’’ imbuh Annisa Pohan. (ad1791)

Desa Pakraman Batur

’’Ngaturang Bhakti Pamlehpeh’’ dan ’’Paneduh Jagat’’

Bangli (Bali Post) Desa Pakraman Batur, Kintamani, Bangli, Rabu (27/9) kemarin melaksanakan upacara bhakti pamlehpeh dan paneduhan jagat. Upacara yang dilaksanakan di tiga tempat itu bertujuan memohon

kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar masyarakat Bali dijauhkan dari semua bentuk bencana dalam hal ini bencana letusan Gunung Agung. Pangemong Pura Ulundanu Batur di Desa Pakraman Batur, Kintamani,

Bali Post/kmb40

KESELAMATAN - Krama Desa Pakraman Batur, Kintamani, melaksanakan upacara bhakti pamlehpeh dan paneduhan jagat untuk memohon keselamatan.

Jero Gede Batur, didampingi prajuru adat Ketut Wijaya mengatakan upacara bhakti pamlehpeh dan paneduhan jagat dilaksanakan di tepi Danau Batur, Pura Jati dan Penataran Pura Ulundanu Batur di Desa Pakraman Batur. Upacara diikuti oleh seluruh krama di desa pakraman setempat. Dijelaskannya, upacara ini dimaksudkan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar masyarakat Bali dijauhkan dari semua bentuk bencana dalam hal ini bencana letusan Gunung Agung. Kalaupun nantinya Gunung Agung meletus, diharapkan letusannya tidak sedahsyat pada tahun 1963 dan semua masyarakat Bali selamat. ‘’Jika meletus, lahar dan awan panasnya jangan sampai mengenai penduduk,’’ terangnya. (kmb40)

5 Level 21 Mall

Tuan Rumah ’’Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival’’

ASOSIASI Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Kementerian Pariwisata kembali menggelar Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival. Kali ini, Level 21 Mall terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival mulai 27 September hingga 6 Oktober mendatang. Para pengunjung Level 21 Mall dimanjakan dengan berbagai sajian kuliner lokal legendaris plus disajikan dengan nuansa budaya lokal tradisional berserta berbagai thematic exhibition menarik dan berbagai pertunjukan meriah. ‘’Level 21 Mall merupakan anggota termuda dari APPBI. Menjadi bagian dari asosiasi ini merupakan sebuah motivasi besar bagi kami, terutama untuk turut meningkatkan potensi pariwisata khususnya wisata belanja,’’ ujar Mall Manager Level 21 Mall, Zen Zen Guisi Halmis, dalam Grand Opening Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival, Rabu (27/9) kemarin. Pembukaan festival dirangkaikan dengan Grand Opening Food Land di Level 21 Mall. Grand opening festival dan food land sama-sama dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra. Dikatakannya, mall tidak hanya berfungsi sebagai pusat

belanja dan ranah hiburan masyarakat, tapi juga memiliki kontribusi dari segi edukasi, sosial, budaya sekaligus pengembangan potensi ekonomi kreatif. ‘’Kami bersyukur menjelang memasuki tahun pertama beroperasi, didukung potensi masyarakat kota yang sangat positif dan kreatif, kami optimis dapat terus tumbuh dan berkembang ke arah yang semakin baik secara sinergis bersama-sama memajukan Bali khususnya Kota Denpasar,’’ jelas Zen Zen. Bicara Food Land di Level 21 Mall, ia menyatakan saat ini sudah didukung oleh 15 tenant atau 100 persen terisi. Tempat ini tidak hanya dikonsep untuk anak muda, tetapi juga keluarga. Sebab, ada fasilitas playground yang disediakan di area food court khusus untuk anak-anak. Selain itu, dilengkapi free WiFi dan tentu saja pilihan menu makanan yang beragam dari dalam dan luar negeri. Food Land mulai beroperasi sejak 21 April lalu. ‘’Ada makanan Indonesia, camilan, makanan berat seperti nasi uduk, empek-empek, siomay dan dessert. Semua lengkap, tidak usah ke mana-mana kalau mau menikmati sajian bisa datang ke food land karena harganya terjangkau,’’ ungkapnya. Asisten Marketing Man-

PEMBUKAAN - Pembukaan Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival yang dirangkaikan dengan Grand Opening Food Land di Level 21 Mall ditandai pengguntingan pita. ager Level 21 Mall, Denisha Sinay, mengatakan berada di pusat kota tak membuat mall ini menjadi metropolis. Level 21 Mall justru selalu membawa ragam adat dan budaya Bali. Itulah mengapa pihaknya optimis festival yang mengangkat tema ‘’A Taste of Paradise’’ ini akan mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke Bali. ‘’Selama 10 hari ke depan, mari kita nikmati a taste of paradise dimulai dari jantung Kota Denpasar,’’ katanya.

Menurut Denisha, akan ada berbagai event mulai dari festival kuliner lokal hingga konten acara berbasis kultur budaya daerah. Di antaranya demo memasak yang menggabungkan makanan internasional dengan sambal khas Bali, yaitu sambal matah, demo mixing minuman bertaraf internasional dengan berbagai bahan baku lokal, workshop inspiratif, serta hiburan dan penampilan begitu banyak insan kreatif yang bermukim di Denpasar. (br1794)

Siaga Darurat Gunung Agung

Rentan Timbulkan Inflasi Lokal

Denpasar (Bali Post) – Kondisi siaga darurat Gunung Agung pascanaik ke level IV atau awas sangat rentan menimbulkan inflasi lokal, mengingat aktivitas perekonomian di radius yang dilarang saat ini terhenti untuk sementara. Oleh karena itu, kestabilan harga terutama untuk sembilan bahan pokok (sembako) mesti dijaga untuk menekan inflasi. ‘’Kami harap inflasi tidak tinggi, terutama inflasi lokal karena dampaknya bisa merembet ke daerah yang lain,’’ ujar Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra di sela-sela penandatanganan MoU dengan Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Bali Wahyu Susanto di Kantor Bulog Divre Bali, Rabu (27/9) kemarin. MoU antara Kadin dan Bulog sangat terkait dengan upaya untuk menjaga kestabilan harga sembako. Dalam hal ini, pemerintah dan dunia usaha bersinergi menyalurkan sembako agar lebih mudah dijangkau masyarakat melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Tidak hanya anggota Kadin yang diajak menyukseskan kerja sama ini, tetapi juga koperasi dengan membentuk satu koperasi induk, serta melibatkan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain diharapkan dapat menekan inflasi, juga untuk mengetahui kebutuhan bahan pokok di Pu-

Bali Post/kmb32

MOU - Penandatanganan MoU oleh Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra (tengah) dan Kepala Forum Bulog Divre Bali Wahyu Susanto. lau Dewata. ‘’Kami berharap dalam tiga sampai enam bulan ke depan, bisa diketahui berapa kebutuhan bahan pokok di Bali,’’ jelasnya. Menurut Wiraputra, sekitar 1.000 RPK yang akan didirikan untuk menindaklanjuti MoU antara Kadin dan Bulog. Sembako yang dipasarkan dipastikan mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, Wahyu

Susanto mengungkapkan, kerja sama dengan Kadin akan sangat membantu tugas Bulog dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Selain itu, proses pengawasan akan leb ih m ud a h d ila kuka n. RPK sebetulnya tidak hanya didirikan oleh dunia usaha. Perorangan atau ibu rumah tangga juga bisa mendirikan RPK asalkan memiliki tempat untuk memasarkan kebutuhan pokok.

‘’Harga yang diberikan sesuai ketentuan pemerintah. Contohnya gula pasir, di pasaran harus dijual dengan harga HET Rp 12.500. Sementara pelaku usaha atau perorangan yang ikut mendirikan RPK diberikan harga lebih murah berkisar Rp 11.900 per kilogram untuk yang sudah dikemas. Jadi, dari sini pedagang atau RPK sudah mendapatkan keuntungan,’’ ungkapnya. (kmb32)

mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan. Menurut penuturan cucu korban, I Wayan Sudiarsa, setelah mendengar kabar Gunung Agung ditetapkan berstatus awas, penduduk di sekitarnya diimbau mengungsi, begitu juga keluarganya. Ribek kaget dan tidak mau diajak mengungsi oleh keluarganya. ‘’Kar kija ne?

Kar kija ne? (mau ke mana ini?),’’ katanya menirukan ucapan neneknya. Warga asal Desa Temega, Karangasem itu pun akhirnya diajak keluarganya mengungsi ke Banjar Kancil, Kerobokan, Badung. Sejak itu nafsu makannya menurun. Ini berimbas pada kondisinya. ‘’Makan mau, tapi sedikit-sedikit. Sering lemas,’’

tuturnya. Sudiarsa memperkirakan neneknya masih trauma akibat meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 dulu. Sebab, saat masih di rumah, Ribek dalam keadaan sehat. ‘’Kalau dulu nenek tidak mengungsi. Makanya selama di pengungsian dia ingin pulang terus ke rumah,’’ tambahnya. (kmb42)

Pengungsi Berusia 69 Tahun Meninggal

Denpasar (Bali Post) Setelah kematian bayi dalam janin di pengungsian, kini seorang wanita berusia 69 tahun bernama Ni Nengah Ribek dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu (27/9) kemarin. Ribek dilarikan ke RSUP Sanglah pukul 17.58 Wita menggunakan angkot dan diperkirakan

Buntut Dugaan Penyalahgunaan Dana LPD

Desa Pakraman Denpasar Gelar Upacara ’’Madewa Saksi’’ Denpasar (Bali Post) – Dugaan penyalahgunaan dana Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pakraman Denpasar yang terungkap Maret 2010 lalu, terus berlanjut. Bahkan, prajuru desa setempat menggelar upacara madewa saksi di Pura Desa/ Puseh Desa Pakraman Denpasar, Rabu (27/9) kemarin. Hadir prajuru, Tedung Desa Pakraman Denpasar Cokorda Pemecutan XI dan A.A. Oka Ratmadi, S.H., Jro Bendesa Pakraman Denpasar A.A. Oka Suwetja, S.H., prajuru Kertha Desa, pemangku kahyangan tiga,

mantan pengurus LPD dan para klian banjar se-Desa Pakraman Denpasar. Meski hanya dihadiri dua dari 11 mantan pengurus LPD, upacara berlangsung khidmat. Ditemui di sela-sela upacara, Sekretaris Desa Pakraman Denpasar A.A. Putu Gede Wibawa mengatakan, upacara madewa saksi dilaksanakan terkait kasus LPD tahun 2010 lalu, saat LPD mengalami kerugian dana nasabah yang cukup besar. Kepala LPD dan karyawannya mengakui telah menyalahgunakan uang LPD Rp 2,6 miliar. Namun, setelah

dilakukan audit oleh akuntan publik Prof. I Wayan Ramantha, ternyata nilai kerugian LPD mencapai Rp 6,4 miliar lebih. Atas temuan tersebut, dilaksanakan paruman agung. Dalam paruman agung diputuskan tiga hal, yakni melanjutkan kasus LPD ke ranah hukum, melaksanakan upacara madewa saksi serta mantan ketua dan pengurus LPD kasepekang. Keputusan pertama, yakni melanjutkan ke ranah hukum, tidak dilaksanakan. Ini didasari atas kasus LPD yang lain, setelah menem-

puh kasus hukum biaya banyak habis, namun tidak ada hasil. ‘’Kalau jalur hukum ini ditempuh biayanya banyak, tapi uang kerugian tak kembali. Keputusan ketiga, yakni kasepekang, juga tidak dilaksanakan,’’ ujar Gede Wibawa. Hanya keputusan kedua, yaitu madewa saksi, dilaksanakan. ‘’Upacara ini tujuannya agar Ida Batara Kahyangan Tiga yang memberikan pamatut, apakah para pengurus LPD saat itu bersalah atau tidak. Biarlah Beliau nantinya yang memutuskan,’’ jelasnya. (kmb12)


OPINI

6

Kamis Umanis, 28 September 2017

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjabarkan Swadharma ’’Manyama Braya’’ MELIHAT antusiasme masyarakat untuk turut serta meringankan beban masyarakat terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung, sungguh mengharukan. Mengharukan, karena begitu spontan dan tanpa ada perintah. Tua muda, besar kecil ikut terpanggil. Tanpa memandang kaya miskin, berpangkat atau tidak, berpendidikan ataupun bukan, mereka ikut merasakan betapa beratnya beban itu. Meninggalkan rumah, sawah, tegalan, tempat suci dan sebagainya, sungguh menyesakkan dada. Tetapi lihatlah, kita begitu bersemangat. Begitu tulus ikhlas melakukan swadharma manyama braya. Ikut merasakan penderitaan dalam sebuah keluarga besar. Ini sungguh mengharukan. Bantuan mengalir begitu deras. Uang, pakaian, makanan, obat-obatan, tenaga dan sebagainya. Ada yang menyanggupi untuk menampung masyarakat terdampak bencana, ada yang menyediakan lahannya untuk menampung ternak, menghibur, menyediakan apa pun di sejumlah posko. Pemeritah pun tanggap. Bersama aparat keamanan serta badan yang memang ditugasi untuk itu, BNPB, BPBD, SAR, volunteer dan sebagainya. Begitu semangat menyingsingkan lengan baju. Kalaupun ada ketidaksinkronan, ketidaknyamanan, kesalahan, tentu itu bukan disengaja. Dalam sebuah antisipasi bencana besar, kita tidak mungkin rasanya semuanya berjalan sangat mulus. Di sana-sini, pasti ada kendala atau ketidaksesuaian. Tetapi harap diingat, hal itu bukanlah masalah besar yang perlu dibesar-besarkan. Akan tetapi, harus diingat pula, sekadar mengingat ke belakang, saat Gunung Agung meletus 1963. Proses pra dan post erupsi itu lama dan sangat melelahkan. Tentu kita mesti berhemat tenaga. Ada manajemen bencana yang sudah dimiliki aparat terkait. Waktu, mungkin, masih panjang. Kita mesti berhemat semuanya. Jangan sampai semangat ini kendur dan melemah di tengah jalan. Masyarakat terdampak tentu akan lebih merasakan hal itu. Kita mesti pikirkan soal mereka. Sekolah, pekerjaan serta masa depan mereka. Sekali lagi, ini bukan waktu yang pendek. Terus terang, semangat ini menjadi citra positif bagi masyarakat luar. Kita benarbenar dalam satu saudara, sebuah keluarga besar yang merasakan sakit yang sama. Benar-benar mengharukan. Jangan sampai momen ini justru berbalik menjadi peristiwa antiklimaks ketika kita memerlukan waktu yang lama untuk berbagi. Adik-adik pelajar kita yang mengamen di simpang empat jalan, sungguh luar biasa. Kita sangat apresiatif dengan langkah mereka. Mencari sumbangan di tengah teriknya panas dan deru debu beterbangan. Semangat mereka sungguh luar biasa. Jangan sampai kemudian tindakan mereka menjadi kontraproduktif karena dianggap mengganggu kenyamanan pengendara. Kita saling mengingatkan. Aparat yang berada di garis depan bencana, semoga tetap tabah dan selalu awas dan waspada. Menjaga kesehatan agar selalu bisa bertugas dengan baik. Api semangat manyama braya ini harus tetap dikobarkan. Kita pelihara, kita jaga. Masyarakat terdampak bencana itu bukan semata-mata pengungsi, mereka tidak pernah meminta belas kasihan. Jangan kita perlakukan mereka terlalu berlebihan sebagai pengungsi. Membuat mereka selalu dihargai, tentu akan membuat semuanya menjadi lebih baik. Selalu berdoa agar semuanya terhindar dari bencana, merupakan langkah pemungkas kita dalam hidup bermasyarakat yang saling asah, asih, dan asuh.

S URAT PEMBACA

Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Pendidikan Anak Pengungsi Para pengungsi dari Karangasem terus merangsek ke daerah-daerah penerima pengungsi yang hampir melibatkan semua kabupaten/kota di Bali. Dalam pengungsian itu, anak-anak mereka biasanya diajak ikut serta. Pada satu desa yang warganya ikut mengungsi, terdeteksi empat jenis pola hubungan (antara anak atau siswa dengan gurunya) seperti ini 1. Siswa ikut mengungsi, sementara gurunya tidak ikut, 2. Gurunya mengungsi sedangkan siswa tidak, 3. Kedua komponen, yaitu siswa maupun guru mengungsi pada daerah tujuan yang berbeda (siswa mengungsi ke daerah A, guru mengungsi ke daerah B), dan 4. Kedua komponen sama-sama mengungsi dan daerah tujuan pengungsiannya sama, misalnya sama-sama menuju daerah A. Dari kenyataan di atas, penulis merasa prihatin dan memprediksi pendidikan mereka (anak-anak) akan tidak efektif. Ini disebabkan masih perlu penyesuaian diri dan sebagian masih mengalami tekanan psikis. Jangankan memikirkan sekolah, mengurus dirinya saja akan kelabakan ditambah lagi “label” anak pengungsi yang rawan dengan pembulian yang dilakukan teman-temannya di sekolah yang dituju. Atas dasar itu, pihak terkait (sekolah, UPP/UPT, dan Kepala Dinas Pendidikan) hendaknya benar-benar fokus untuk memikirkan dan menindaklanjuti pendidikan mereka. Ingat, anak-anak adalah aset bangsa yang kelak akan menjadi penerima estafet kepemimpinan. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Siklus Alam, Kuasa Tuhan

Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Bali, dan juga merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia yang termasuk memiliki letusan yang amat dahsyat. Bagi umat Hindu, Gunung Agung ini merupakan kiblat, karena di kaki Gunung Agung itulah Pura Besakih sebagai pura terbesar di Bali itu dulu dibangun oleh Rsi Markandeya— penyebar agama Hindu di Bali.

Oleh I.B. Putera Manuaba ini, Gunung Agung kembali menunjukkan tanda-tanda akan meletus. Ditandai dengan adanya gempa berkalikali, suara gemuruh, dan percikan api di kawah yang luasnya ratusan meter. Dalam sejarahnya, Gunung Agung pernah meletus berkali-kali, yang terakhir pada tahun 1963, lima puluh empat tahun silam. Letusannya amat dahsyat, memakan ribuan korban manusia, harta benda, hewan, dan lingkungan. Dalam tahun ini, seperti letusan yang akan terjadi, kita belum tahu, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)—baik yang ada di Indonesia maupun di dunia-belum mampu memrediksi kapan meletus dan bagaimana kualitas letusannya. Banyak orang menyebut meletusnya gunung berapi sebagai sebuah bencana alam. Itu tak salah, karena memang setiap gunung yang meletus itu, pastilah akan memakan korban (bisa manusia, bina-

tang, tumbuhan, dan juga lainnya). Namun, kalau direnungkan, apa yang disebut bencana itu, sesungguhnya juga merupakan siklus alam. Ada saatnya gunung berapi tenang untuk beberapa lama, dan ada kalanya akan membara dan meletus. Jika panas bumi sudah memuncak, maka panas bumi itu akan keluar melalui gunung berapi. Kapan sebuah gunung meletus--dan khususnya juga kapan Gunung Agung meletus-tak seorang pun dapat memprediksinya secara tepat. Tapi gunung berapi itu meletus merupakan suatu kepastian. Dan, mungkin hanya Tuhanlah yang tahu. Oleh karena itu, siklus alam itu adalah kuasa Tuhan. Tuhanlah Sang Arsitek Agung, yang mencipta alam yang salah satunya adalah gunung, dan menentukan kapan gunung meletus. Manusia hanya dapat menduga-duga dan mengira-ngira berdasarkan pengetahuannya yang sangat terbatas dan tak mampu menyamai kemahatahuan Tuhan. Sebagai manusia, kita juga

tak akan mungkin dan tak perlu melawan kehendak Tuhan sebagai Yang Mahakuasa. Maka itu, kitalah sebagai manusia yang harus tahu diri dan menyesuaikan diri dengan apa yang merupakan keniscayaan Tuhan selaku Yang Mahakuasa. Kita hanya dapat memohon dan berdoa, agar semua makhluk di kawasan gunung bisa selamat dan tak menjadi korban. Jika cukup tahu bahwa gunung itu adalah gunung berapi yang pasti akan meletus, maka penduduk mesti tinggal dalam jarak tempat (radius) yang direkomendasi oleh pihakpihak yang mengetahui radius bahaya jika terjadi gunung meletus. Atau, paling tidak, ketika gunung mau meletus, kita harus berada dalam zona aman. Untuk Gunung Agung agar tinggal dalam radius lebih dari dua belas kilometer. Memang tak semua orang mampu menyikapinya seperti itu, apalagi jika penduduk sudah lahir, hidup, dan beranak-pinak di kawasan zona merah—sebagai zona yang tak

direkomemndasi. Keterikatan penduduk dengan tempat yang sudah dialaminya sejak kecil, biasanya membuat orang sulit untuk meninggalkan desanya yang terkena kawasan. Tapi mau tidak mau, hal itu harus dilakukan jika ingin tak mengalami bencana. Sebab, jika alam atau gunung sudah memuntahkan laharnya dan berbagai material dari lubang kawahnya, sudah tak akan ada kompromi lagi. Meletusnya gunung, sebagaimana yang dipahami banyak penduduk, juga dianggap sebagai sebuah siklus yang harus terjadi. Orang Tengger misalnya, termasuk orang-orang yang memiliki kepercayaan bahwa meletusnya gunung itu diyakini sebagai suatu anugerah. Oleh karena, jika gunung meletus maka akan ada abu vulkanik yang dapat menyuburkan tanah. Juga material seperti pasir dan batu yang melimpah, yang dibutuhkan oleh manusia. Seperti ketika Gunung Merapi Yogyakarta meletus, jutaan kub i k p a s i r d a n b e b a t ua n dimuntahkan, selain abu vulkanik yang subur. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa meletusnya gunung itu—termasuk Gunung Agung dulu dan mungkin nanti—dapat dikatakan sebagai sebuah bencana alam yang membawa berkah. Hanya, kita berharap semoga dalam prosesi meletusnya Gunung Agung tak sampai memakan korban

Benang Kusut Seputar Misi KPK

Siapa pun orangnya di republik ini pasti tahu mengapa dibentuk lembaga khusus yang bernama KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi? Pada awal pembentukannya, asa rakyat pun membuncah akan berakhirnya praktik yang mengahancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa karena banyak aset bangsa digerogoti koruptor. Ternyata dalam perjalanannya kemudian, rakyat justru dihadapkan dengan mimpi kosong yang menimbulkan gemas cenderung frustrasi melihat apa yang riil tersaji. Bukannya hanya berhadapan dengan kasus-kasus korupsi lama sebelum era reformasi, sebelum KPK terbentuk, justru kasus-kasus baru pun lebih seru bak pepatah: patah tumbuh hilang berganti. Aneh bin anomali, berulang kali terjadi gaduh manakala KPK berhasil mengungkap korupsi yang melibatkan petinggipetinggi penyelenggara negara, berkali-kali pula pimpinan KPK dikriminalisasi bahkan sempat ada yang ditahan polisi walau akhirnya bisa diredam. Kegaduhan terakhir, respons DPR lebih parah lagi karena langsung membuat hak angket untuk KPK menyusul terungkapnya keterlibatan pimpinan DPR dan beberapa oknum lainnya dalam kasus megakorupsi KTPEl. Apabila disimak, jalan terjal yang dihadapai KPK hingga 15 tahun keberadaannya, ada beberapa keanehan yang merajut benang kusut dan menyelimuti misi mulia KPK melawan mafia korupsi yang terasa sangat sulit menemukan ujungnya. Keanehan pertama, berkaitan

Oleh I Ketut Suparta dengan pembuatan UU-KPK. Ada pernyataan pakar hukum yang mengaku terlibat dalam proses pembuatan UU-KPK justru membuat kebingungan di masyarakat, yang jika tidak diklirkan, bangsa ini akan terus terjebak dalam perdebatan mengenai hal-hal yang sepatutnya sudah final. Sangat sulit dipahami kenapa orang yang terlibat dalam pembuatan UUKPK menyatakan bahwa apa yang ditampilkan KPK saat ini sesungguhnya bukanlah yang diharapkan, dengan argumentasi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh dalam menyelamatkan uang negara. Publik pun terperangah, KPK disamakan dengan perusahaan negara atau BUMN yang berorientasi bisnis. Siapa pun tahu kalau KPK itu bukanlah badan bisnis melainkan mengemban misi khusus yaitu merestorasi moral bangsa yang amat dahsyat tergerus. Menjadi pertanyaan besar, benarkah pertimbangan biaya dan hasil itu tersirat atupun tersurat dalam UU-KPK? Apabila tidak tersurat maka argumen sipembuat UU – KPK itu dapat diartikan sebagai upaya memojokkan KPK semata sekaligus memberi angin surga bagi para mafioso. Berkali-kali juga dilontarkan bahwa yang diharapkannya adalah pencegahan, bukan seperti yang saat ini dilakukan KPK yaitu penangkapan demi penang-

kapan. Terasa amat janggal, dia yang membuat, dia yang memberi nama komisi pemberantasan, namun dia juga yang menafikannya. Pada saat korupsi sudah demikian masifnya seperti penyakit kanker, apakah masih relevan bicara pencegahan? Kanker itu adalah penyakit yang sudah terlambat diantisipasi, sehingga satu-satunya langkah hanyalah membunuh selnya dengan kemoterapi dan radiasi. Selain itu, KPK juga dikatakan belum berhasil menaikkan Indeks persepsi korupsi (IPK), dengan kata lain langkah penindakannya pun diragukan. Jika pergunakan nalar yang baik, maka amat wajar IPK itu belum membaik, karena KPK bukan hanya berjuang menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi sebelum reformasi, justru dikeroyok lagi oleh kasus-kasus baru yang jauh lebih galak. Bagaimana bisa memperbaiki angka IPK, jika kasus itu bak pepatah, hilang satu tumbuh seribu? Jika angka IPK yang menjadi acuan, mestinya bukan menyalahkan KPK, bukan mau memereteli kewenangannya, tetapi seluruh komponen bangsa harus membantu kendala-kendala yang dihadapi KPK. Misalnya memberi solusi terhadap kendala personel KPK yang sangat terbatas tetapi harus menjelajah wilayah yang amat luas. Keanehan yang lebih rumit, terlihat jelas pada komitmen lembaga dewan yang sangat jauh melenceng dibanding saat awal

berdirinya KPK. Sebelum KPK dibentuk, semangat memerangi korupsi sangat terasa jelas bak gayung bersambut antara suara rakyat dengan komitmen wakil-wakilnya yang duduk di lembaga dewan yang akhirnya melahirkan UU-KPK. Namun, dalam perjalanannya kemudian, gayung bersambut itu berubah total menjadi nyanyiannya Broery Pesolima yang berjudul “Aku Begini Engkau Begitu”. Sangat kontras, rakyat tak henti-hentinya menyuarakan “Save KPK” namun beberapa anggota dewan justru beberapa kali terlibat sebagai pelaku korupsi, abai atas komitmen awal lembaga dewan. Rakyat berharap agar lembaga dewan itu selalu menopang eksistensi KPK dengan terusmenerus memberi senjata ampuh untuk memburu musuh bersama, namun yang terjadi adalah jauh panggang dari api. Bahkan belakangan sudah terang-terangan terlontar wacana untuk bubarkan KPK, atau yang paling anyar adalah bekukan KPK, menyusul apa yang disebut dengan hak angket DPR untuk KPK sebagai respons terhadap terungkapnya oknum anggota dewan terlibat kasus megakorupsi KPT-El. Fenomena ini mau tidak mau, suka tidak suka, dapat dikatakan sebagai kemenangan besar bagi mafia korupsi yang telah sukses membalikkan keadaan di mana si pembuat UU antikorupsi akhirnya dapat dikuasai dan masuk dalam jaringanya. Inilah fakta yang amat mencemaskan bangsa ini, karena terbukti di lembaga dewan pun terdapat celah korupsi yang menganga lebar.

manusia. Kalau korban harta benda, itu sudah pasti. Untuk itu, langkah pengungsian sementara merupakan langkah yang mesti ditempuh sebagai sebuah langkah penyelamatan nyawa manusia dari kuasa alam, yang notabene itu juga adalah kuasa Tuhan. Mengungsi dari kampung halaman atau desa kelahiran, memang merupakan hal yang tak mengenakkan dan menyesakkan. Sebab, dalam pengungsian itu, akan ada banyak masalah, baik masalah fisik, psikis, sosial, dan juga ekonomi. Namun, demi selamatnya nyawa, itulah yang utama yang barangkali patut dilakukan, karena alam tengah melakukan prosesinya. Yang terpenting, sepanjang bantuan dan juga jaminan kehidupan dasar penduduk yang mengungsi, masih tak masalah. Dalam pengung sian, mungkin juga dapat melakukan apa saja yang bisa dilakukan, sambil menunggu tuntasnya prosesi meletusnya gunung berapi. Ini agar tidak bengong dan jenuh. Akhirnya, kita mendoakan agar prosesi meletusnya Gung Agung, berjalan lancar. Tak sampai memakan korban nyawa. Ini bisa dilakukan, karena sebelum meletus sudah ada upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah, melalui pemerintahan provinsi dan kabupaten, dan para relawan bencana. Penulis, Guru Besar Ilmu Humaniora pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya

POJOK Pengungsi jual “porosan” untuk beli laukpauk. -Sangat kreatif. *** BNPB puji penanganan pengungsi di Bali sudah baik. -Semangat ‘’menyama braya’’. *** Kabupaten terdampak Gunung Agung bisa ajukan beras ke Dinsos. -Yang kurang gas, bukan beras.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta.Ombudsman:Jimmy Silalahi Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

PASAR KUMBASARI Aktivitas pedagang di Pasar Kumbasari, Denpasar tampak ramai, Rabu (27/9) kemarin. www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

Kamis Umanis, 28 September 2017

Sepekan Diintai, BNN Gerebek Pabrik Narkoba

Guru KRB Diharap Mengajar di Pengungsian Denpasar (Bali Post) Guru-guru dari Karangasem yang sekolahnya masuk kawasan rawan bencana (KRB) diharapkan mengajar di tempat pengungsian atau di sekolah tempat anak didiknya belajar sementara. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali Wayan Sarinah mengatakan hal itu, Rabu (27/9) kemarin. Menurut Sarinah, dengan kehadiran guruguru asal sekolah siswa di tempat mengungsi atau di sekolah tempat anak didiknya belajar sementara, diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam kondisi yang tetap baik. Selain dapat saling mengisi dengan guru-guru di sekolah tempat siswa pengungsi belajar sementara, kehadiran guru-guru asal sekolah siswa diharap dapat memotivasi dan memberi semangat. ‘’Pengungsi dari Karangasem yang berstatus pelajar SD, SMP, SMA/SMK, kini rata-rata sudah mendapatkan pendidikan yang layak di sekolah terdekat tempat mengungsi. Mereka tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali,’’ imbuh Sarinah. Ia memberi contoh, siswa SMAN 1 Kubu dan SMKN 1 Kubu, Karangasem, sebagian besar belajar sementara di SMAN 1 dan SMKN 1 Tejakula, Buleleng. Demikian juga dari siswa dari SMAN 1 Selat ada yang belajar sementara di SMAN 1 Sidemen. Demikian juga banyak siswa pengungsi dari Karangasem yang belajar sementara di Denpasar. Sarinah menegaskan, Disdik Bali belum mengambil kebijakan lain terkait dengan aktivitas Gunung Agung. Jika kondisi ini sampai berlarut-larut, kata Sarinah, Disdik Bali baru akan mengambil kebijakan, terkait dengan keberadaan siswa dan guru. Sarinah menambahkan, Disdik Bali sudah menginstruksikan kepala sekolah pada kawasan rawan bencana (KRB) dan seluruh jajarannya agar mengambil keputusan dan kebijakan terbaik untuk menyikapi situasi pada lokasi sekolah dengan prinsip bahwa keselamatan peserta didik dan warga sekolah adalah utama. Selanjutnya mendata peserta didik yang sudah mengungsi dan yang kemungkinan akan mengungsi termasuk di mana lokasi pengungsiannya atau lokasi pengungsian yang akan dipilih. Kepala sekolah wajib menetapkan dan menginformasikan media komunikasi resmi sekolah kepada seluruh peserta didik dan orangtua siswa untuk memudahkan dan memastikan akses informasi tentang situasi sekolah. (kmb)

7

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Denpasar (Bali Post) -

Pabrik narkoba walau skala kecil atau home industry memang ada di Bali. Setelah sepekan melakukan pengintaian, akhirnya tim gabungan BNN RI dan BNNP Bali menggerebek pabrik narkoba di Jalan Betenpoh, Denpasar Selatan, Rabu (27/9) kemarin.

Bali Post/gik

PEMBAGIAN MAKANAN- Puluhan pengungsi sedang mengambil makanan di salah satu lokasi pengungsian di Karangasem. Selain dibantu relawan, sejumlah pengungsi juga dilibatkan dalam menyiapan makanan untuk pengungsi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, penggerebekan itu dilakukan pukul 13.00 Wita. Tim Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen BNNP Kompol Saifudin Jupri. “Penyelidikan kasus ini cukup lama karena membutuhkan bukti akurat. Selain itu, pengungkapannya harus tuntas,” ujar sumber tersebut. Hasil penggerebekan tersebut, petugas mengamankan beberapa orang yang identitasnya masih dirahasiakan. Selain itu, disita beberapa barang bukti di antaranya cairan bahan sabu-sabu dan korek kayu dalam jumlah banyak. “Kalau sabu-sabu ditemukan di pipet. Informasinya, pabrik ini baru beroperasi sejak seminggu lalu dan baru tahap uji coba,” ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Pembuatan pabrik tersebut melibatkan banyak pihak, di antaranya penyandang dana, penyedia tempat dan peracik. Penyandang dana dan penyedia tempat, pelakunya dari Bali. Sedangkan peraciknya didatangkan dari

Bali Post/kmb36

BARANG BUKTI - Petugas mengamankan barang bukti yang disita di pabrik narkoba. Jawa Timur. Setelah menggerebek rumah di TKP, petugas melakukan pengembangan ke Klungkung. Hingga berita ini diturunkan petugas masih melakukan penggeledahan di sana.

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat dikonfirmasi terkesan enggan komentar. “Mungkin nanti pihak BNN yang akan merilis. Saya belum banyak tahu soal penggerebekan tersebut,” tegasnya. (kmb36)

Dua Bulan di Bali Antisipasi Peredaran PCC, Polisi ”Sweeping” Sejumlah Apotek Pengedar Narkoba Asal NTB Diringkus Negara (Bali Post) Guna mengantisipasi peredaran obat terlarang, khususnya Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC), jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jembrana, Rabu (27/9) kemarin melakukan sweeping di sejumlah apotek. Operasi ini juga melibatkan Dinas Kesehatan. Sedikitnya, ada tujuh apotek dan toko obat yang berada di Kota Negara disasar petugas yang dipimpin langsung Kasat Reskoba Gusti Komang Muliadnyana. Dari sweeping tersebut, tidak ditemukan penjualan obat terlarang maupun indikasi adanya pemesanan obat yang menjadi atensi. Dari keterangan para pengelola apotek dan toko obat, obat tersebut sama sekali tidak dijual. Termasuk dextro yang sebelumnya boleh dijual, kini sudah dihentikan penjualannya setelah muncul larangan. Petugas juga memeriksa obat yang dipajang di rak depan maupun di tempat penyimpanan di dalam ruangan. Salah satu pengelola apotek Dewi Farma, Budiana Anggraeni, mengatakan pihaknya menjamin apoteknya bebas dari obat berbahaya. Selama menjadi apoteker, pihaknya juga tidak pernah ada orang yang memesan obat yang dimaksud.

Bali Post/olo

SWEEPING – Sejumlah petugas dari Satuan Reskoba Polres Jembrana dan Dinas Kesehatan saat melakukan sweeping di salah satu apotek di Jembrana, Rabu (27/9) kemarin. Sementara itu, Kasat Reskoba Muliadnyana mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya peredaran obat terlarang, termasuk pil PCC. Namun, dari pemeriksaan ke sejumlah apotek dan toko obat tersebut, tidak ditemukan adanya obat dimaksud. Selain itu, sweeping ini dilakukan juga untuk memastikan bahwa peredaran

pil yang berbahaya itu beredar di Kabupaten Jembrana. Dari data yang dihimpun, di Jembrana terdapat 30 toko obat dan apotek yang terdaftar. Sweeping ini menurutnya akan dilakukan secara berkala untuk langkah antisipasi. Ketika ada ditemukan obat terlarang tersebut, petugas akan melakukan tindakan tegas. (kmb26)

Mangupura (Bali Post) Pengedar narkoba banyak masuk ke Bali. Seperti pelaku berinisial MS (40) yang ditangkap anggota Satuan Resnarkoba Polres Badung, belum lama ini di kamar kosnya di wilayah Pemecutan Klod, Denpasar. Tersangka MS asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sengaja datang ke Bali sekitar dua bulan lalu untuk mengedarkan narkoba. ‘’Padahal, tersangka punya keahlian di bidang kaca. Tapi keahliannya itu tidak dipakai, malah memilih jadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu,’’ kata Kasat Resnarkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi seizin Kapolres Badung, Rabu (27/9) kemarin. Dari tangan tersangka MS, petugas mengamankan barang bukti enam paket sabusabu (SS) seberat 9,45 gram, plastik klip, dan timbangan. Selain itu, petugas juga men-

ciduk pengedar lainnya, BCM (38) di wilayah Sidakarya, Denpasar Selatan. Barang bukti yang disita yaitu enam paket SS seberat 6,25 gram, plastik klip, dan timbangan. Sedangkan di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan, diringkus HR (24). Hasil penggeledahan di kamar tersangka, polisi mengamankan tujuh paket SS seberat 2,95 gram, timbangan, beberapa gunting, dan plastik klip. Selain itu, petugas juga mengamankan lima pengguna narkoba yaitu UHW (37) dengan barang bukti satu paket SS seberat 0,56 gram beserta bong, MA dengan barang bukti 0,83 gram SS beserta alat isapnya, AP (41) dengan barang bukti satu paket ganja seberat 2,55 gram, PTW (24) dan KMA yang ditangkap bersamaan, dengan barang bukti SS seberat 0,55 gram. ‘’Kami berhasil mengung-

Bali Post/ist

DITAHAN - Pengedar dan pengguna narkoba saat ditahan di Mapolres Badung. kap kasus ini berkat informasi dari masyarakat dan dilanjutkan dengan penyelidikan. Kami akan terus memburu peredaran narkoba dan bahan berbahaya lainnya,’’ tegasnya. Di samping itu, upaya pencegahan juga intens di-

lakukan tim dipimpin mantan Kanit 1 Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar ini. Pihaknya menggandeng instansi terkait melakukan sosialisasi dan pengawasan obat-obat keras dijual tanpa izin di antaranya PCC. (kmb36)


BANGLI

8

Kamis Umanis, 28 September 2017

Pengungsi akan Difokuskan di Beberapa Lokasi Bangli (Bali Post) – Ribuan pengungsi Gunung Agung yang saat ini keberadaannya tersebar di puluhan titik di Bangli rencananya akan ditarik dan difokuskan ke beberapa titik pos pengungsian. Hal itu dilakukan untuk memudahkan penyaluran bantuan. Rencana tersebut diungkapkan Komando Posko yang juga Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung saat ditemui di Pengotan, Rabu (27/9) kemarin. Dikatakan Letkol Susanto, saat ini Bupati Bangli I Made Gianyar sudah mengeluarkan SK tentang Penetapan StaBali Post/ina tus Keadaan Darurat Susanto Lastua Manurung Bencana Peningkatan Aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Bangli. Setelah adanya penetapan status itu, pihaknya akan bergerak melakukan langkah-langkah penanganan pengungsi Gunung Agung di Bangli. Selain melakukan validasi data, pihaknya juga akan segera mendirikan posko induk dan beberapa titik posko pengungsian. Rencananya posko induk yang akan dijadikan sebagai kantor dan tempat menyimpan bantuan logistik didirikan di GOR Kubu dan areal sekitarnya. Sementara untuk beberapa posko pengungsian rencananya akan didirikan di beberapa titik seperti GOR Tamanbali, gedung SKB di Kayuambua Susut dan beberapa titik lainnya. ‘’Pos pengungsi rencananya akan dibuat sekitar tiga atau empat titik, tergantung asesmen besok,’’ terangnya. Untuk mendirikan posko pengungsi, Susanto mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti ketersediaan fasilitas air, MCK termasuk kondisi jalan untuk masuk kendaraan. Posko pengungsian dan posko induk ini perlu didirikan lantaran tidak ada yang bisa memastikan sampai kapan situasi seperti ini akan berlangsung. Pengungsi yang saat ini tersebar di sejumlah titik termasuk di rumah-rumah penduduk harus disiapkan tempat yang layak untuk kenyamanan bersama. (kmb40)

Dinas Satpol PP Imbau Warga Tak Galang Donasi di Jalanan Bangli (Bali Post) Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Bangli mengimbau warga Bangli yang berempati dengan kondisi para pengungsi Gunung Agung untuk tidak menggalang donasi atau sumbangan di jalanan. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga ketertiban umum serta menghindari adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi saat ini untuk kepentingan tidak jelas. Diwawancarai, Rabu (27/9) kemarin, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma mengungkapkan, Bali Post/ina belakangan ini cukup Dewa Agung Suryadarma banyak pihak yang menggalang donasi di jalanan untuk membantu pengungsi Gunung Agung. Penggalangan donasi yang selama ini terpantau, dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat dan pemuda di jalan yang ramai. ‘’Di Bangli sempat ada kelompok pemuda dan kelompok siswa yang menggalang donasi di lampu merah seperti di depan SMAN 1 Bangli dan di dekat RSU Bangli yang lama,’’ ungkapnya. Dikatakan Suryadarma, meski tujuannya baik namun penggalangan dana di jalan bisa mengganggu ketertiban di jalan raya dan berpeluang dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan tidak jelas. Oleh karenanya, sesuai instruksi dari Dinas Satpol PP Provinsi Bali yang diterimanya beberapa hari lalu, penggalangan dana di jalanan oleh kelompok masyarakat wajib ditertibkan. ‘’Kami sudah sempat tertibkan kelompok pemuda yang melakukan kegiatan seperti itu di jalan. Walaupun mengantongi izin dari klian di desanya, tidak kami izinkan. Kami sudah beri pengertian untuk tidak memungut sumbangan di jalan,’’ jelasnya. Suryadarma menambahkan, sebaiknya kalau ada masyarakat yang berniat menyumbang untuk membantu pengungsi Gunung Agung agar membawa sumbangannya langsung ke posko resmi. Sehingga bantuan yang diberikan bisa sampai tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan. (kmb40)

Bali Post/ina

PENGUNGSIAN - Mensos Khofifah Indar Parawansa saat bercengkerama dengan anak-anak di pos pengungsian Desa Pengotan, Rabu (27/9) kemarin.

Mensos Pastikan Anak-anak Pengungsi Tetap Bersekolah

Bangli (Bali Post) -

Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa, Rabu (27/9) kemarin, mengunjungi pengungsi Gunung Agung yang ada di Kabupaten Bangli. Selain memastikan segala kebutuhan logistik aman, dalam kunjungannya ke pos pengungsian di Desa Pengotan sore kemarin, Khofifah juga memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak di pengungsian. Kedatangan Khofifah di lokasi pengungsian di Desa Pengotan disambut Bupati Bangli I Made Gianyar dan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta serta sejumlah unsur Forkompinda dan OPD di Bangli. Khofifah juga disambut puluhan anakanak pengungsi yang telah cukup lama menunggu kedatangannya di dalam tenda pengungsian. Di dalam tenda pengungsian, bersama Bupati dan

Wabup, Khofifah mengobrol langsung dengan sejumlah anak. Dia juga menyempatkan diri mengajak anak-anak pengungsi bernyanyi dan menghibur mereka dengan membagikan sejumlah mainan. Khofifah berpesan agar mereka selalu rajin berdoa untuk memohon kesehatan dan keselamatan. ‘’Walaupun sekarang tinggal di pengungsian, saya minta anak-anak tetap bersekolah,’’ katanya. Tak hanya menengok anak-

anak di dalam tenda, Khofifah juga menengok langsung pengungsi dewasa dan lansia yang ada di balai desa. Di sana, Khofifah secara simbolis memberikan bantuan berupa sejumlah perlengkapan sehari-hari kepada pengungsi. ‘’Kedatangan saya ke sini untuk memastikan kondisi dan logistik untuk pengungsi aman. Karena pengungsi ada di banyak titik lintas kabupaten,’’ terangnya saat diwawancara awak media.

di Bangli kali ini merupakan yang ketiga kalinya di tahun 2017. Sebelumnya Mensos Khofifah sempat datang ke Bangli untuk menengok kondisi korban bencana di Desa Songan dan memberikan bantuan jaminan hidup untuk korban bencana di Museum Geopark Kintamani. Gianyar menyebutkan, berdasarkan data terakhir, total jumlah pengungsi mandiri asal Karangasem yang ada di Bangli mencapai 8.997 jiwa. Mereka tersebar di seluruh desa/kelurahan di Bangli. ‘’Pengungsi terbanyak ada di Desa Pengotan dengan jumlah 1.081 jiwa yang 75 di antaranya lansia dan 74 di antaranya balita,’’ kata Gianyar. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Seorang bayi perempuan asal Desa Pemuteran Kecamatan Rendang, Karangasem yang turut menjadi pengungsi Gunung Agung di pos pengungsi Desa Pengotan menjadi bayi yang paling beruntung saat Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke pos pengungsian setempat, Rabu (27/9) kemarin. Tak hanya sempat digendong oleh sang Menteri, bayi perempuan berumur satu bulan yang merupakan putri pasangan Ni Wayan Artini dan Wayan Panji itu juga diberi nama spesial oleh Khofifah. Adapun nama yang diberikan oleh Khofifah, sama dengan nama Ibu Negara RI saat ini yakni Iriana. Pemberian nama itu terjadi saat Khofifah menyempatkan diri menemui dan mengobrol secara langsung dengan beberapa pengungsi yang ada di balai Desa Pen-

gotan. Jelang akhir kegiatannya, Khofifah melihat salah seorang bayi yang tengah digendong oleh ibunya. Khofiah pun menyempatkan diri menggendong bayi tersebut. Setelah sempat berbincang-bincang dengan orang tua si bayi, bayi perempuan itu pun akhirnya diberi nama Iriana. Khofifah mengatakan, dia memberikan nama pada bayi tersebut lantaran sang ibu belum memberikan nama. ‘’Nanti ada nama Balinya di depannya,’’ terangnya. Sementara itu, Ni Wayan Artini mengakui bahwa anak pertamanya diberi nama Iriana oleh Mensos Khofifah. Dia pun merasa senang dengan nama tersebut. ‘’Sebelumnya belum punya nama. Tadi Ibu Menteri yang ngasi nama Iriana,’’ ujarnya. Rencananya nama lengkap si anak akan ditambah dengan nama khas Bali yakni Ni Wayan. (kmb40)

Khofifah Berikan Nama Bayi di Pengungsian

Hibur Pengungsi, Polsek Susut Putar Cenk Blonk

Bangli (Bali Post) – Guna mengurangi kejenuhan para pengungsi bencana Gunung Agung khususnya yang menempati Balai Banjar Kayuambua Desa Tiga, Polsek Susut memberikan hiburan berupa pemutaran Wayang Cenk Blonk, Selasa (26/9) malam. Di kegiatan tersebut, jajaran Polsek Susut juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada para pengungsi khususnya agar selalu waspada terhadap orang yang memanfaatkan situasi dan kondisi pengungsi. Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan didampingi Kanit Bimmas Polsek Susut Aiptu Ketut Suparsa mengatakan, hiburan berupa pemutaran video Wayang Cenk Blonk di lokasi pengungsian merupakan salah satu bentuk kepedulian Polsek Susut terhadap pengungsi. Diharapkan hiburan yang disuguhkan Polsek Susut ini mampu mengurangi kejenuhan para pengungsi yang sudah meninggalkan rumah dan tanah kelahiran mereka di Karangasem sejak beberapa hari terakhir. ‘’Kegiatan yang kami laksanakan ini adalah sebagai wujud kepedulian Polri kepada para pengungsi agar tetap terhibur dan semangat serta tabah menghadapi musibah ini,’’ terangnya. Salah seorang pengungsi, Komang Gunawan mengucapkan terima kasih atas hiburan yang diberikan Polsek Susut. Klian Dinas Banjar Alas Ngandang Desa Pempatan Rendang, Karangasem ini mengungkapkan, dirinya dan beberapa warga lainnya terpaksa mengungsi ke Susut karena wilayah dusunnya masuk dalam wilayah terlarang yang radiusnya 9 km dari puncak Gunung Agung. ‘’Saya ucapkan terima kasih atas perhatian serta kepedulian dari pihak Polri khususnya polsek Susut dan juga masyarakat Banjar Kayuambua Desa Tiga yang sudah menerima dan memberikan fasilitas dan segala sesuatu yang dibutuhkan warga kami selama berada di pengungsian,’’ ucapnya. (kmb40)

Dia juga mengungkapkan, kedatangannya sekaligus untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak selama berada di pengungsian. Khofifah mengatakan, selama berada di pengungsian, anakanak harus mendapat perhatian dan hiburan sehingga psikologis mereka bisa tetap sehat dan ceria. ‘’Jangan dianggap ringan. Anak-anak butuh forum butuh suasana, butuh ekspresi. Agar bagaimana dalam keadaan di pengungsian mereka bisa tetap ceria. Ceria selama berada di pengungsian bagi kami itu penting,’’ jelasnya. Sementara itu, Bupati Made Gianyar menjelaskan, kedatangan Mensos Khofifah

Bali Post/ina

BAYI - Mensos Khofifah saat menggendong bayi yang kemudian dinamainya Iriana.

Wabup Terima Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Pusat

KABUPATEN Bangli, Rabu (27/9) kemarin dikunjungi Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Pusat. Kunjungan tim verifikasi yang diketuai dr. Sapa Hutagalung tersebut diterima langsung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. Turut mendampingi Wabup, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nengah Nadi, Camat Bangli Wayan Wardana dan Kepala Dinas PMD Bangli Dewa Agung Riana Putra. Wabup Sedana Arta dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada tim verifikasi kabupaten/kota sehat tingkat pusat. Dikatakan Sedana Arta, kabupaten sehat merupakan suatu kondisi yang bersih nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegritas dan disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Wabup Sedana Arta berharap tim verifikasi bisa melakukan tugas dengan sebaik-baiknya. Apabila ada

kekurangan-kekurangan, Sedana Arta menegaskan pihaknya akan berupaya segera melengkapinya. ‘’Komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli, kami akan berusaha maksimal untuk mewujudkan Bangli menjadi kabupaten sehat,’’ terangnya. Pihaknya juga mengharapkan seluruh jajarannya untuk bisa bersinergi dan saling melengkapi sehingga hal-hal yang belum sempurna bisa disempurnakan berikutnya. Sementara itu, Ketua Tim Pusat Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat dr. Savaart Hutagalung mengatakan, penyelenggaraan kabupaten/kota sehat pada intinya bertujuan mewujudkan kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman dan sehat yang dilakukan melalui berbagai upaya kesehatan berbasis masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota secara berkesinambungan. Program kabupaten/kota sehat bukanlah hanya tanggung jawab dari sektor kesehatan namun merupakan program multisektor, sehingga diperlukan peranan semua sektor/OPD yang berkesinambungan. (ad1786)

Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat menerima tim verifikasi kabupaten/kota sehat tingkat pusat.


Kamis Umanis, 28 September 2017

GIANYAR

9

Bupati Agung Bharata Buka TMMD di Tegallalang

TMMD - Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata saat membuka TMMD di Tegallalang, Rabu (27/9) kemarin. KEGIATAN TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 yakni pembukaan jalan sepanjang 1,6 km dengan lebar 7 meter dan gorong-gorong di Tegallalang. Pembukaan TMMD dibuka secara resmi oleh Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata yang mewakili Gubernur Bali, disaksikan Kasdam IX/ Udayana Brigjen Stephanus Tri Mulyono dan segenap jajarannya di Lapangan Banjar Calo, Desa Pupuan, Tegallalang, Rabu (27/9) kemarin. Dandim 1616/Gianyar Letkol Asep Noer Rokhmat melaporkan, pelaksanaan TMMD ke-100 Kodim 1616/Gianyar ditetapkan di Desa Pupuan dengan pertimbangan daerah tersebut masih dalam kategori terpencil. Akses masuk menuju desa tersebut masih

sangat minim sehingga sangat diperlukan pembukaan jalan baru untuk menumbuhkan infrastuktur daerah setempat. ‘’Pengerjaannya kami target selesai 26 Oktober mendatang,’’ ucapnya. Personel tetap keseluruhan, kata dia, berjumlah 150 orang. Terdiri dari 143 anggota TNI, 2 orang dari Polres Gianyar dan 5 orang tim teknis Pemkab Gianyar. Selain itu, juga akan didukung tenaga tidak tetap dari Pemkab Gianyar dan organisasi masyarakat setempat. Kegiatan nonfisik juga digalakkan melalui penyuluhan tentang bela negara, ceramah agama, pertandingan voli, lomba seni tabuh dan tari hingga lomba menganyam alat-alat upacara. ‘’Kami lakukan bertahap

dan berkelanjutan,’’ katanya. Gubernur Bali dalam sambutan yang dibacakan Bupati Gianyar Agung Bharata mengatakan, keterlibatan TNI dalam pemberdayaan masyarakat merupakan wujud kemanunggalan yang nyata. Perubahan positif ini ditentukan sikap mental, gerakan secara menyeluruh, pola pikir dan cara kerja dalam tatanan bermasyarakat. ‘’TNI sebagai simbol pertahanan negara wajib memiliki etos kerja, integritas dan jiwa gotong royong,’’ ucapnya. Lebih lanjut, Gubernur menaruh harapan besar untuk memotivasi masyarakat sebagai subjek pembangunan, dengan semangat jiwa baru. Dan pada akhirnya nanti, akan mempercepat akselerasi pembangunan pemerintah. ‘’Saya mengajak semua pihak bulatkan tekad, tingkatkan pengabdian terhadap daerah yang kita cintai, sesuai kapasitas masing-masing melalui semangat kebersamaan,’’ tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Agung Bharata tak lupa untuk mengajak segenap masyarakat untuk berdoa dan berempati terhadap para sameton yang mengungsi akibat ancaman erupsi Gunung Agung. Pihaknya telah menginstruksikan jajarannya, untuk menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan di penampungan induk pengungsi di Kabupaten Gianyar. ‘’Tim logistik, tenaga kesehatan, pengajar dan lainnya, saya turunkan untuk melayani para pengungsi agar kenyamanan mereka terjamin,’’ ujarnya. (ad1782)

Terinspirasi Kesedihan Pengungsi

Raka Sidan Ciptakan ’’Gending Lara’’

Gianyar (Bali Post) Musisi Bali A.A. Raka Sidan menuangkan kesedihan masyarakat Bali yang kini dilanda bencana Gunung Agung. Ia pun menciptakan lirik yang akhirnya tertuang dalam lagu berjudul ‘’Gending Lara Para Pengungsi’’. Sejak diunggah pertama kali melalui akun Facebook-nya, lagu yang dibagikan secara cuma-cuma ini langsung viral. Bahkan, lagu yang diaransemen Dek Artha itu, hingga Rabu (27/9) kemarin sudah tayang lebih dari 350.946 kali. Dalam unggahan itu, Raka Sidan mengatakan hanya perlu waktu satu jam untuk menyelesaikan lirik lagu ini. Raka Sidan mengaku sampai meneteskan air mata saat rekaman lagu ini. Dia berharap lagu tersebut bisa mengetuk hati para donatur untuk membantu para korban bencana. Dikatakannya, lagu yang mengisahkan tentang ancaman erupsi Gunung Agung dengan intensitas gempa yang terjadi sepanjang hari ini, dipersembahkan kepada seluruh masyarakat. Penyanyi yang hits dengan lagu ‘’Song Brerong’’ ini pun

Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184

membagikan secara cumacuma lagu ini via media sosial alias tidak dijual. Pihaknya berharap, bantuan tidak hanya lancar pada prabencana tetapi

juga saat bencana dan pascabencana. ‘’Titiang akan shoot secepatnya sambil membagikan bantuan di pengungsian,’’ tegasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

GALANG DONASI - Para pemuda yang sudah mengantongi izin menggalang donasi masyarakat di kawasan simpang Lapangan Astina Gianyar, Rabu (27/9) kemarin.

Satpol PP Tertibkan Penggalangan Donasi

Gianyar (Bali Post) -

Pemprov Bali telah mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat tidak turun ke jalan meminta donasi untuk pengungsi bencana Gunung Agung. Terkait hal ini, Pemkab Gianyar telah menindaklanjutinya dengan melakukan penertiban dan sosialisasi. Meski demikian, pada Rabu (27/9) kemarin masih ada sejumlah remaja mengenakan pakaian adat yang menggalang dana di simpang Lapangan Astina Gianyar. Mereka adalah pemuda asal Kecamatan Sidemen, Karangasem, yang telah membawa surat izin dari Perbekel Desa Kertha Buana, Sidemen. Para pemuda ini membawa surat izin bernomor: 666/IX/ KTB/2017 yang ditandatangani Perbekel Desa Kertha Buana I Ketut Alit Eka Yustadi. Menurut pemuda dari STT Kusuma Giri, Banjar Tohjiwa, Putu Hendra Sagita, mereka menggalang dana demi membantu para pengungsi di Sidemen. Tidak hanya di simpang Lapangan Astina, mereka juga menyebar di sejumlah titik

lainnya mulai dari Sidemen, Klungkung, dan Gianyar. Disinggung apakah pihaknya rutin bergerak di Kota Gianyar, dikatakannya baru pertama kali. Beberapa hari sebelumnya, mereka mengambil lokasi lain. Diungkapkannya, setiap hasil sumbangan masyarakat diserahkan ke posko pengungsian di Kecamatan Sidemen. ‘’Hasil ini langsung kami serahkan ke posko untuk membantu para pengungsi,’’ katanya. Sementara itu, Satpol PP Gianyar sudah melakukan penertiban terhadap masyarakat yang turun ke jalan meminta sumbangan untuk korban bencana Gunung Agung. Tindakan ini dilakukan untuk menjalankan imbauan yang dikeluarkan Satpol PP

Provinsi Bali. ‘’Kita melaksanakan imbauan Gubernur, yang ditindaklanjuti Satpol PP Provinsi, meminta kita melakukan penertiban,’’ ucap Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa. Dikatakannya, penertiban ini dilakukan sebagai antisipasi adanya oknum yang memanfaatkan situasi. ‘’Kita bukan negative thinking, tetapi ini patut diwaspadai, siapa tahu karena ini tidak berizin. Kalau sudah ada izin, misal dari desa, kan silakan,’’ terang pria asal Puri Peliatan, Ubud ini. Cok Agusnawa menjelaskan, imbauan ini sudah disampaikan ke sejumlah kelompok masyarakat yang turun ke jalan seperti di kawasan Kota Gianyar, Blahbatuh, dan Sukawati. ‘’Saya mendekati mereka perlahan, bahwa untuk meminta sumbangan tidak di jalan raya apalagi saat malam. Bagaimana kalau nanti mereka tersenggol kendaraan?’’ ucapnya. Mantan Asisten I Setda

Gianyar ini juga mengimbau masyarakat yang ingin memberikan sumbangan agar langsung membawanya ke posko pengungsian yang sudah disediakan pemerintah misalnya posko Lapangan Sutasoma, Sukawati. ‘’Kalau bisa, jangan di jalan raya, tetapi adakan posko sendiri menghimpun sumbangan dengan izin perbekel, atau langsung ke posko yang sudah disiapkan pemerintah,’’ ujarnya. Sementara itu, berdasarkan data BPBD Gianyar, hingga kemarin terdapat 9.818 orang pengungsi di Gianyar. Mereka tersebar di tujuh kecamatan. Jumlah terbanyak di Kecamatan Sukawati yakni 4.647 pengungsi. Disusul Kecamatan Gianyar 1.826 orang, Blahbatuh 1.446 orang, Ubud 707 orang, Tegallalang 567 orang, Payangan 334 orang, dan di Kecamatan Tampaksiring dengan 291 orang. Khusus di posko Lapangan Sutasoma, sudah ada 596 pengungsi yang terdata. (kmb35)


KLUNGKUNG

10

Kamis Umanis, 28 September 2017

3.285 Siswa Pengungsi Masuk Sekolah

Disdik Data Guru Jadi Relawan Pengajar Semarapura (Bali Post) -

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Klungkung hingga saat ini telah menerima 3.285 siswa pengungsi. Para pelajar itu mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK. Dari jumlah itu, para siswa ini mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Klungkung sejak Senin (25/9) lalu. Mereka belajar tersebar di sejumlah sekolah. Berdasarkan data BPBD Klungkung, dari jumlah tersebut, sebanyak 230 siswa TK/ PAUD bersekolah di Kecamatan Klungkung dan Banjarangkan. Sedangkan 1.637 siswa SD tersebar di Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan dan 860 siswa SMP serta 558 siswa SMA/SMK tersebar di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Klungkung. Untuk memaksimalkan pelayanan pendidikan kepada siswa tersebut, pihak Disdik Kabupaten Klungkung mulai melakukan pendataan guru-guru yang mengungsi di posko pengungsian yang tersebar di 123 titik (data terakhir pukul 08.56 Wita). Setelah terdata, rencananya guru-guru tersebut akan dijadikan relawan untuk mengajar di sekolah-sekolah. Sebab, kemungkinan terjadinya double shift di sekolah-sekolah tertentu akan diberlakukan, mengingat jumlah pengungsi, terutama pelajar terus mengalami peningkatan. Untuk itu, pelayanan pendidikan kepada siswa pengungsi lebih maksimal. “Kemungkinan akan kami berlakukan double shift, sehingga tenaga pengajar kami kekurangan. Namun, kami sudah mendata guru-guru yang mengungsi dan akan kami tugaskan untuk memberikan pelajaran. Saya baru bawa datanya 20 orang guru yang mengungsi karena baru semalam (dua hari yang lalu) kami umumkan di posko-posko. Masih ada guru yang belum terdata,” ujar Kadisdik Kabupaten Klungkung, Dewa Gde Darmawan, Rabu (27/9) kemarin. Untuk pendapatan dan hak-hak para guru relawan ini, nantinya akan dikoordinasikan dengan Disdik Kabupaten Karangasem. Sementara untuk segala tugasnya akan sepenuhnya diarahkan oleh Disdik Kabupaten Klungkung. “Untuk tahap awal kita nyatakan anak didik ini sebagai siswa titipan dan kalau bencana ini lama statusnya pindah sementara, sehingga kita antisipasi sampai ujian. Laporan nilainya akan kami koordinasikan dan sinkronkan dengan sekolah sebelumnya,” tandasnya. Ditambahkan, sejauh ini proses belajar mengajar siswa pengungsi berjalan sesuai harapan dengan menggunakan sistem brother school. Setiap kelas disisipkan 10 orang siswa yang lengkap dengan sarana dan prasarana pendukungnya. “Kami juga sudah mengerahkan 1.300 guru ke posko-posko untuk mendata dan telah membuka posko data pendaftaran guru,” ujarnya. Upaya yang telah dilakukan ini diharapkan bisa memenuhi misi yaitu secara psikologis siswa yang mengungsi tidak trauma tentang bencana, sehingga tetap melihat situasi pendidikan secara normal. Di samping juga untuk keberlanjutan pendidikan, sehingga tidak ada siswa yang putus sekolah. “Dengan semangat Gema Shanti kita gunakan misi yadnya widya untuk mengabdi,” harapnya. (win)

Bali Post/sos

PELABUHAN - Pantai Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Di sinilah Pemkab Klungkung berencana membangun pelabuhan segitiga emas untuk memperlancar akses ke Nusa Penida.

Rencana Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas di Pesinggahan

Langkah Strategis Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Semarapura (Bali Post) -

Rencana Pemkab Klungkung untuk membangun pelabuhan segitiga emas di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan mendapat respons positif dari pemerintah desa setempat. Pelabuhan yang dirancang satu pintu untuk akses menuju Nusa Penida ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Perbekel Pesinggahan, I Ny-

oman Suastika, Rabu (27/9) kemarin, mengatakan wacana pembangunan itu memang sudah berembus di masyarakat. Bahkan, lokasinya dikabarkan sudah ditentukan berada di barat Pura Goa Lawah. Meski demikian, informasi resmi dari pemkab belum ada. Namun, jika itu dapat terealisasi, masyarakat merespons positif. “Secara resmi belum disampaikan, seperti melalui pertemuan. Tapi kami merespons positif rencana

itu,” katanya. Pelabuhan tersebut, diyakini akan memberikan dampak positif untuk perekonomian masyarakat, terutama yang bermukim di kawasan pesisir. Selain itu, dari sisi kunjungan wisatawan sektor pariwisata juga akan turut terkena imbas. “Apalagi Pesinggahan jadi desa wisata. Ini bisa berdampak bagus. Kami berharap bisa terealisasi,” ungkapnya. Mendukung rencana itu,

Pemerintah Berencana Bangun Sumur Bor Baru

Status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem masuk level awas sejak beberapa hari lalu. Jika gunung tertinggi Bali ini itu meletus, distribusi air bersih ke Kabupaten Klungkung berpotensi terputus. Sebab, sumbernya dipastikan terkena dampak. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung berupaya melakukan langkah antisipasi guna mengatasi pemenuhan kebutuhan vital itu dengan mengoptimalkan sumber air yang ada di lokasi lain. Pemkab pun berencana membangun lima sumur baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Bali Post/win

pemkab,” sebutnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra mengungkapkan pembangunan pelabuhan itu menjadi program prioritas pemkab. Tahun ini, prosesnya sudah masuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan master plan dengan anggaran Rp 375 juta yang bersumber dari APBD. “Tahapannya sudah berjalan,” tandasnya. (kmb45)

Antisipasi Krisis Air jika Gunung Agung Erupsi

Semarapura (Bali Post) -

Dewa Gde Darmawan

Suastika menyatakan juga terus menggali potensi wisata di desa. Kini yang diupayakan untuk bisa tersentuh penataan adalah Bukit Tengah. Tempat ini belakangan sudah sering dijadikan jalur trekking dan cycling. Hanya, mewujudkan itu, masih terkendala akses. “Jalan ke bukit itu kan milik provider. Kadang-kadang ditutup. Ini yang jadi kendala pengembangan. Tapi kami sudah memohon supaya jalan itu dikelola

Direktur PDAM Klungkung Nyoman Renin Suyasa, Rabu (27/9) kemarin menjelaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih untuk warga, khususnya di kota Semarapura sangat bergantung pada sumber air yang ada di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem. Jika dibandingkan dengan yang lain, sumber air ini memiliki debit paling besar, yakni 90 liter per detik yang mampu memenuhi kebutuhan sekitar 15 ribu pelanggan. Jika

gunung itu erupsi, pendistribusian air berpotensi terputus sangat besar. Sebab, lokasinya berada di zona merah. “Itu sumber paling besar yang dimanfaatkan Klungkung. Alirannya juga ada sampai ke Banjarangkan,” jelasnya. Menangani kemungkinan terburuk, pemkab telah mempersiapkan solusi untuk tetap bisa memberikan layanan air bersih. Bahkan ini sudah dibahas sebelum status gunung level siaga.

Pengoptimalan pemanfaatan air pada sumber lain menjadi strategi. Beberapa di antaranya pada sumur di GOR Swecapura dari 10 menjadi 15 liter per detik, sumur di RSUD dari 5 menjadi 15 liter per detik. Selain itu, juga dilakukan dengan pemasangan pompa tambahan pada sumber air di Desa Akah, Klungkung. “Sumber air yang debitnya masih surplus, akan dioptimalkan,” tegasnya. Sesuai hasil koordinasi

dengan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, pemenuhan juga dilakukan dengan pembuatan sumur bor di Lapangan Puputan Klungkung, sekitar Pura Kentel Gumi, Dusun Bajing Desa Tegak, Dusun Cucukan Desa Selat dan SMAN 1 Banjarangkan. “Jika diperlukan, sudah siap untuk mengerjakan. Kami sudah siapkan solusi. Anggaran dari BWS,” jelas Suyasa. Selain air, aliran lahar dingin juga berpotensi melanda 13 desa yang terlintasi Tukad Unda, yakni Desa Selat, Tegak, Akah, Kelurahan Semarapura Kangin, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Desa Kamasan, Gelgel, Sulang. Selain itu juga Desa Sampalan Kelod, Gunaksa, Tangkas, Jumpai dan Gunaksa. Hal ini juga mengacu pada

peta rawan bencana letusan Gunung Agung yang disusun Bappeda Provinsi Bali bekerja sama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Unud. Penduduk seluruhnya mencapai sekitar 52.000 jiwa. Menangani hal itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan sudah membuat pemetaan jalur evakuasi, jika nantinya harus dilakukan pengungsian. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan pemerintah desa. “Tempat-tempat pengungsian juga sudah dipetakan. Untuk yang bermukim di barat Tukad Unda, diungsikan ke wilayah barat. Yang timur, ke timur,” tandasnya didampingi Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada. (kmb45)

BNPB Imbau Warga Sumbangan Barang Membeludak, Gubernur Imbau Berupa Uang Pengungsi Jangan Kembali ke Rumah Semarapura (Bali Post) -

Semarapura (Bali Post) -

Sejak status Gunung Agung ditetapkan ke level IV (awas) membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginstruksikan kepada masyarakat Kabupaten Karangasen yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III untuk meninggalkan tempat tinggal mereka. Bahkan, sejak itu evakuasi langsung dilakukan. Pada Rabu (27/9) hingga pukul 08.56 Wita, pihak BPBD mencatat jumlah pengungsi di Kabupaten Klungkung mencapai 21.514 jiwa (5.051 KK). Jumlah ini diprediski akan terus mengalami peningkatan. Kendati ditetapkan ke level awas dan telah dilakukan evakuasi, namun beberapa warga masih tetap kembali ke rumahnya dengan alasan mengurus ternak yang mereka tinggalkan ke daerah pengungsi masing-masing. Padahal hal itu sangat berisiko jika terjadi letusan. “Di lapangan kami menghadapi kendala, yaitu masih ada masyarakat yang kembali ke rumahnya untuk mengurus ternak. Seharusnya hal itu tidak boleh dilakukan karena kapan Gunung Agung erupsi tidak ada yang tahu,” ujar kepala BNPB Willem Rampangilei. Melihat hal itu, pihak BNPB pun menginstruksikan kepada Satgas Siaga Darurat agar melarang para warga untuk kembali ke rumah mereka, utamanya yang berada di radius 9 kilometer dari Gunung Agung. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika sewaktu-waktu gunung meletus. “Langkah ini kami lakukan agar tidak ada korban jiwa. Karena tidak ada yang tahu kapan Gunung Agung akan erupsi,” tegasnya. (win)

Warga Karangasem yang mengungsi ke kabupaten lain di Bali menyusul situasi Gunung Agung yang tak kondusif telah mencapai puluhan ribu. Mereka pun sudah mendapat bantuan logistik. Atas kondisi tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat meninjau pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, Rabu (27/9) kemarin, mengimbau supaya bantuan selanjutnya dapat berupa uang. Imbauan tersebut tak terlepas dari hasil pantauannya. Sumbangan beras dan kebutuhan pangan lainnya sangat membeludak. Bahkan itu sampai kekurangan tempat penyimpanan. Di sisi lain, kebutuhan pendukungnya seperti elpiji masih tergolong minim. Sedangkan kebutuhan sangat besar. ‘’Ada beras banyak, mi banyak, tapi gasnya tidak ada. Jadi masaknya tidak bisa. Kalau bisa, saya minta tolong, sumbangannya berupa uang. Misalnya punya Rp 200 ribu, ya… tidak apa-apa. Tapi kalau bawa yang lain, tetap diterima,’’ katanya. Sumbangan itu, sambung Gubernur asal Buleleng ini, juga karena belum cairnya anggaran dari pemerintah lantaran masih status siaga darurat. Anggaran akan keluar jika sudah menginjak tanggap darurat. ‘’Kita kan tidak tahu sampai kapan siaga darurat ini,’’ imbuhnya. Penanganan pengungsi ini harus dilakukan secara maksimal oleh pemerintah. Jangan sampai ada pejabat yang terkesan mengabaikan. Apalagi terlalu sering pergi ke luar kabupaten. ‘’Karangasem pelat mobilnya apa? S kan? Pelat merah sering saya lihat mondar-mandir di Denpasar. Saya saja besok (hari ini - red) ada rapat, ditunda. Mau fokus menangani pengungsi,’’ tandasnya. (kmb45)

TINJAU PENGUNGSI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika meninjau pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, Rabu (27/9) kemarin.


Kamis Umanis, 28 September 2017

BULELENG

11

Program TMMD Ke-100

Jalan di Yeh Selem Dibeton

Bali Post/kmb38

BUKA TMMD – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. membuka program TMMD ke-100 di Desa Pangkung Paruk, Seririt, Rabu (27/9) kemarin.

Singaraja (Bali Post) – Sekitar 300 kepala keluarga (KK) Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, sekarang bisa melintasi jalan di wilayah mereka dengan nyaman, setelah dibeton. Jalan itu sekarang bisa dilintasi sepeda motor dan kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil kebun. Jalan selebar dua meter ini diperbaiki berkat Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 tahun 2017 digulirkan jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan warga masyarakat di Pangkung Paruk. Rabu (27/9) kemarin, Program TMMD ke100 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. di lapangan Desa Pangkung Paruk. Acara ini dihadiri Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Slamet Winarto dan perwira

di jajaran Kodam IX/Udayana. Dandim Letkol Inf. Slamet Winarto mengatakan, jalan ini dibeton sejak pra-TMMD yaitu dari 4 September hingga 27 September. TNI bersama warga telah menuntaskan pembetonan jalan dan sudah bisa dilalui masyarakat sebesar 30 persen dari total panjang jalan yang dibeton 2.289 meter. Pembetonan jalan lingkungan itu berlanjut Rabu (27/9) hingga tuntas seratus persen pada 27 Oktober 2017 mendatang. Selain itu, di lokasi ini juga telah dibangun tembok pembatas jalan dengan tanah milik warga dan gorong-gorong. Selain menuntaskan pekerjaan dari pra-TMMD, selama sebulan penuh, TNI juga membuat fasilitas untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Sementara kegiatan nonfisik yang juga digelar dalam TMMD tahun ini seperti ceramah wawasan

kebangsaan, penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, pemeriksaan kesehatan, penebaran benih ikan (restocking), hingga penampilan kesenian tradisional. Selain fasilitas jalan, lanjut Dandim Letkol Inf. Winarto, TMMD di Pangkung Paruk telah membantu masyarakat mendapatkan akses telekomunikasi. Sebelumnya di wilayah ini blank spot, namun sejak TMMD digulirkan, sekarang ratusan warga sudah bisa menikmati akses telekomunikasi dengan baik. Ini karena dipasangnya tower oleh salah satu operator telepon seluler. Pelaksana Tugas (Plt.) Perbekel Desa Pangkung Paruk, Made Widhiarsana, menyambut positif pelaksanaan program TMMD di daerahnya. Dia mengatakan, infrastruktur jalan di Dusun Yeh Selem sejak lama belum bisa diperbaiki

karena persoalan anggaran. Sehingga warganya kesulitan mengangkut hasil kebun untuk dijual ke luar desa. Kini, jalan sudah dibeton, kendaraan pun bisa melintas, sehingga warganya terbantu dengan program TMMD ini. “Kami dan warga sangat terbantu karena berkat TMMD ini, jalan di sana bisa dilalui dengan nyaman oleh warga. Kami yakin akses yang semakin bagus ini akan mendorong pengembangan ekonomi di Yeh Selem karena selain ada potensi pertanian, wilayah ini juga memiliki air terjun sehingga bisa dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata,” jelasnya. Sementara Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, salah satu tolok ukur keberhasilan TMMD adalah meningkatkan semangat gotong royong di masyarakat. Pihaknya menyambut positif program TMMD ini. (kmb38)

Enam Hari Menghilang

Ditemukan Mengambang di Danau Tamblingan

Singaraja (Bali Post) – Sesosok mayat ditemukan mengambang di Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Selasa (26/9) lalu. Setelah diidentifikasi, mayat tersebut adalah Dewa Putu Sudarma (39), warga Dusun Taman, Desa Munduk. Korban ditemukan setelah enam hari tidak pulang ke rumahnya. Kepala Subbagian (Kasubag) Humas AKP Nyoman Suartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya, Rabu (27/9) kemarin, mengatakan korban tidak kembali ke rumahnya sejak enam hari. Keluarganya berusaha mencarinya, namun gagal menemukan keberadaan korban. Dikatakannya, mayat tersebut ditemukan Ketut Sukada (49), warga Dusun Tamblingan Desa Munduk. Saat mancing ikan, saksi menemukan mayat itu mengambang di pinggir danau. Saksi kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat. Tidak berselang lama, polisi tiba di lokasi kejadian. Polisi bersama petugas puskesmas melakukan identifikasi dan dikenali mayat itu adalah Dewa Sudarma. Dari pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tandatanda kekerasan. Diduga korban terjatuh dari jurang kemudian meninggal, lalu mayatnya mengambang di pinggir danau. ‘’Benar kita menerima laporan penemuan mayat dan setelah kita periksa tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kemungkinan korban terjatuh dari tebing sekitar lima hari lalu dan mayatnya mengambang di tepian danau. Keluarga menyatakan menerima kejadian itu dan menolak dilakukan autopsi,’’ jelasnya. (kmb38)

Suara Buleleng

PILKEL – Sebelas desa di Buleleng melaksanakan pemungutan suara pilkel serentak, Rabu kemarin.

Sebelas Desa Gelar Pilkel Serentak Pemungutan Suara Lancar

Singaraja (Bali Post) –

Kunjungan Presiden Bermakna bagi Buleleng Kunjungan Presiden Jokowi ke Buleleng sangat bermakna bagi Buleleng. Ini merupakan kunjungan ke-3 Presiden Indonesia ke Buleleng. Diharapkan, apa yang telah disampaikan Bupati Buleleng bisa disikapi oleh Presiden Jokowi sehingga pembangunan di Buleleng bisa lebih maju dan berkembang. Kunjungan Presiden ke Buleleng diharapkan memberikan dampak yang sangat luas nantinya sebagai upaya Buleleng bisa membangun ke depannya, sehingga bisa menyejahterakan warganya. Gung De, Ngurah Rai Nang Mologan, Mayong

Penyerahan Sertifikat Sertifikat tanah penting untuk kepastian hukum bagi pemilik tanah. Apa yang disampikan Presiden agar diresapi, seperti saat penyerahan sertifikat di Buleleng. Presiden berharap sertifikat tersebut jangan digunakan agunan untuk membeli kendaraan. Nang Mologan, Mayong

Pembangunan di Pinggir Sungai

Sebelas desa di Buleleng melaksanakan pemilihan perbekel (pilkel) serentak gelombang kedua, Rabu (27/9) kemarin. Pemilih mulai mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak pukul 08.00 Wita. Proses pemungutan suara berlangsung lancar hingga tidak menimbulkan antrean pemilih. Ini karena setiap TPS menyediakan empat bilik (tempat nyoblos). Perolehan suara sementara pada pilkel di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, cukup mengejutkan. Calon incumbent yang juga Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Kepala Desa Kabupaten Buleleng Drs. Made Suteja mengantongi suara sah sebanyak 477. Sedangkan pesaingnya Putu Budiasa unggul dengan mengumpulkan suara sah 1.479. Calon lainnya, I Putu Budiarta, mengumpulkan suara 491, dan Putu Artawan hanya mendapat 28 suara. Suara tidak sah ditemukan

sebanyak 23 suara. Panitia Pilkel Desa Dencarik Gede Pastima mengatakan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat 3.541 pemilih. Dari jumlah itu, sejak TPS buka hingga dinyatakan tutup pukul 13.00 wita, yang hadir 2.498 pemilih. “Pencoblosan sudah berjalan dan masing-masing TPS sudah menyelesaikan penghitungan suara. Nantinya, hasil final akan ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi yang dijadwalkan Kamis (28/9) ini. Sementara hasil penghitungan suara sementara

Panitia Pilkel Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt calon incumbent Ketut Sudiarsana, S.E. unggul dengan merebut suara 2.866. Sedangkan lawannya Ketut Marita mendapat suara 499. Ketua Panitia Pilkel Desa Pangkung Paruk Gede Arsa Wijaya mengatakan, dari total DPT sebanyak 4.911 pemilih yang hadir ke TPS tercatat 3.390. Sementara hingga siang kemarin, penghitungan suara di sembilan desa lainnya calon perbekel yang merebut suara terbanyak yakni Drs. EC. Gede

Perbaikan Jalan Rusak Pihak terkait agar memerhatikan jebolnya jembatan di jalan perbatasan Desa Tajun dan Desa Tunjung. Kerusakan itu mengakibatkan gorong-gorongnya juga jebol. Ini sudah dari dua tahun lalu dan sudah sempat diuruk pakai tanah, sekarang sudah bergelombang. Pak Malen, Tajun

Telepon Penting BULELENG 3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842 41010 25755 27511 29973 22531 21113

Buaksana (calon Perbekel Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak) mengantngi suara sebanyak 966. Di tempat terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gede Sandhiyasa mengatakan, berdasarkan ketentuan, rekapitulasi perolehan suara resmi diputuskan oeh masing-masing panitia pilkel di desa pada Kamis (28/9) hari ini. Pleno ini nantinya selain menetapkan perolehan suara, juga menghitung partisipasi pemilih. Setelah pleno di panitia desa, panitia kabupaten selanjutnya akan memproses calon perbekel terpilih untuk persiapan pelantikan. Rencananya, pelantikan digelar serentak pada 30 November 2017 mendatang. (kmb38)

luarganya, karena keluarganya bekerja di kebun tersebut. Dia dan anggota keluarganya membawa sekitar 60 ekor sapi. Rencananya, sapinya itu akan dijual. “Kami tak mau berpisah dari keluarga. Di sini untuk ternak juga lebih nyaman. Tidak masalah buat kami harus tinggal di bawah tenda seperti ini,” katanya. Senada diungkapkan pengungsi lainnya, Ketut Murti. Pria berusia sekitar 70 tahun ini juga ikut mengungsi membawa sapinya ke Dusun Sanih, Desa Bukti agar bisa diselamatkan. Murti mengungsi bersama anak dan cucunya. Dia mengungkapkan apa yang terjadi saat ini hampir sama dengan kejadian pada tahun 1963. Hanya, sekarang sudah banyak kendaraan sehingga warga lebih mudah mengungsi ke tempat yang lebih jauh. Sementara pada tahun 1963, tidak ada kendaraan sehingga warga terlambat untuk mengungsi karena harus berjalan kaki puluhan kilometer mencari tempat yang aman. “Petugas desa meminta kami untuk mengungsi supaya selamat, supaya tidak seperti dulu banyak yang menjadi korban. Hampir sama dengan waktu Gunung Agung meletus tahun 1963, banyak korban karena tidak ada kendaraan seperti sekarang,” jelasnya. Seorang warga setempat,

Gede Bily, mengatakan aparat dusun sudah menerima mereka dengan baik. Aparat dusun juga menawarkan tempat yang lebih baik, namun para pengungsi justru menolak karena alasan ternak sapi mereka tidak bisa ditinggal. Sejauh ini, aparat TNI juga sudah siap membantu memasang tenda jika pengungsi dikumpulkan menjadi satu dalam satu tempat yang lebih luas di Dusun Sanih. Bily berharap pemerintah bisa mengoordinasikan mengenai bantuan makanan untuk pengungsi di Dusun Sanih. Pasalnya, pengungsi ini belum mendapatkan bantuan makanan dari pemerintah. Beruntung, mereka telah menerima sumbangan dari donatur. Perbekel Desa Bukti, Gede Wardana, mengatakan pihaknya sudah melakukan pendekatan dan menyarankan agar warga mengungsi di posko pengungsian. Tetapi karena alasan membawa ternak, pengungsi bertahan di rumah kerabatnya di Bukti. Sementara setelah desa mendata pengungsi yang ada, distribusi logistik sudah dilakukan. Hanya, pengungsi di Desa Bukti sangat membutuhkan bantuan tenda. Sekarang, pengungsi hanya beratap terpal. Jika turun hujan dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan. (kmb38)

Bawa Sapi, Ratusan Warga Dukuh dan Ban Mengungsi di Desa Bukti

Pemkab Buleleng agar memerhatikan adanya pembangunan di pinggir sungai. Apakah hal ini diperbolehkan. Hal tersebut supaya bisa diantisipasi oleh pihak pemkab, supaya nantinya tidak terjadi pelanggaran sempadan sungai. Nyoman Suparta, Kerobokan

SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang Pospol Wisata Lovina Pospol Pancasari Siaga Reskrim Siaga Intel Siaga Lantas Pemadam Kebakaran

Ngurah Sadu Adnyana (calon Perbekel Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula), dengan peolehan suara sah 1.410. Drs. Nengah Sariada (calon Perbekel Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula) merebut suara sah 1.254., Putu Arya Suyasa (calon Perbekel Desa Sangsit, Kecamatan Sawan 1.875 suara, I Putu Madia (calon Perbekel Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng 825 suara, Ketut Budiasa (calon Perbekel Desa Sidatapa) dengan raihan suara 1.629, Ketut Ngurah (calon Perbekel Desa Sepang Kelod) dengan suara 924, I Made Gelgel (calon Perbekel Desa Tukadsumaga) merebut suara 2.128 suara, Nyoman Arya Swabawa (calon Perbekel Musi) dengan raihan suara 822, dan Ketut

Bali Post/kmb38

TERNAK – Sejumlah warga Karangasem mengungsi di rumah kerabatnya yang memiliki lahan untuk mengandangkan ternak sapi. Singaraja (Bali Post) – Gelombang pengungsi dari Kabupaten Karangasem ke Buleleng terus mengalir. Kini, 289 jiwa warga Desa Dukuh dan Desa Ban, Kecamatan Kubu mengungsi secara mandiri di beberapa lokasi di Dusun Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan. Pengungsi ini ada yang tinggal

di tengah-tengah hutan jati dengan keadaan serbaterbatas. Mereka juga membawa puluhan ternak sapinya. Data yang dikumpulkan di lapangan Rabu (27/9) kemarin, pengungsi ini terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan keluarga dadia. Kebanyakan pengungsi mencari keluarganya yang sudah menetap di Dusun

Sanih. Aparat dusun sebenarnya sudah menawarkan balai dusun sebagai tempat pengungsian, namun karena perlu lahan untuk menitipkan ternak sapi, mereka menolak pindah ke sana. Seorang pengungsi, Nengah Parianta, mengatakan alasan menempati kebun jati bersama 18 kepala ke-


JEMBRANA

12

Bupati Artha Sambut Baik Dua Proyek Strategis Pengembangan Kelautan di Pengambengan

PROYEK – Bupati Jembrana I Putu Artha bersama TP4D saat berkoordinasi dengan KKP RI terkait pengembangan dua proyek nasional di Pengambengan. RENCANA pemerintah pusat di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun infrastruktur kelautan di Pengambengan disambut positif Bupati Jembrana I Putu Artha. Rencananya dua proyek strategis bernilai miliaran rupiah itu akan segera dibangun. Meliputi Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara senilai Rp 48 miliar berupa pengerukan kolam labo, pembuatan turab, pembangunan cold storage, ice plate, TPI (Tempat Pelelangan Ikan) higienis serta pembangunan gedung perkuliahan Politeknik Kelautan Jembrana yakni gedung asrama mahasiswa, tempat praktik serta sarana perkuliahan lainnya senilai Rp 44 miliar.

Bahkan gedung perkuliahan yang berdiri di atas lahan seluas 19 hektar itu sudah akan dibangun per 1 Oktober 2017 nanti. Menurut Artha, dua proyek nasional itu akan berdampak besar. Apabila rampung nanti akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Jembrana. Ia menyatakan siap mendukung prosesnya. ‘’Kita tentu berbangga Jembrana mendapat proyek pembangunan nasional di bidang kelautan. Jika nanti terwujud tentu perekonomian masyarakat akan meningkat,’’ terang Artha usai mengikuti rapat pembahasan pelaksanaan pembangunan bertempat di RR Rapat Direktorat Pelabuhan Perikanan Gedung Mina Bahari Jakarta, Rabu (27/9) kemarin.

Dalam rapat pembahasan itu, Bupati Artha juga mengajak Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) sebagai tim pendampingan. Hadir Kajari Jembrana Anton Delianto, Wakapolres Jembrana Kompol Ni Nyoman Wismawati, Asiten II Bidang Ekonomi Pembangunan I Gusti Putu Mertadana serta Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana Made Dwi Maharimbawa. Sementara dari pihak KKP RI hadir Direktur Pelabuhan Perikanan Dirjen Kementerian Tangkap KKP RI Ir. Frits Penehas Lesnusa. Saat rapat pembahasan, Bupati Artha meminta pelaksanaan proyek harus berjalan sesuai dengan spek yang telah ditentukan. Selain itu pelaksanaan pembangunan juga senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memudahkan sosialisasi di masyarakat terkait yang sedang maupun akan dikerjakan ke depannya. ‘’Kita juga ingin dalam pembangunan nanti semangat kearifan lokal bisa dipertahankan, baik dalam pelibatan tenaga kerja, sarana pendukung dengan menggunakan bahan-bahan asal Jembrana agar keberadaan proyek ini bisa dirasakan masyarakat kami. Paling tidak rekanan pemenang mesti berkolaborasi

dengan masyarakat pembangunan, menggunakan material lokal tanpa mengurangi spek yang ditentukan,’’ terang Artha. Kepada warga Pengambengan, Artha juga berharap mereka ikut serta menjaga dan membantu kelancaran proyek sampai nanti selesai. Memanfaatkan keberadaan Poltek Negeri Kelautan Perikanan dengan menyekolahkan putraputri mereka di sana, sehingga diharapkan potensi kelautan dan perikanan di Jembrana dapat terus digali secara maksimal demi kemajuan Jembrana. Di sisi lain, Frits Penehas Lesnusa mengucapkan terima kasih atas koordinasi yang sudah baik dengan Pemkab Jembrana sejak tahap perencanaan. Ia juga berharap keberadaan dua proyek pusat di Pengambengan ini nantinya memberikan dampak positif khususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat saat pascapanen tangkap maupun pelayanan bagi parkir kapal di pelabuhan perikanan Pengambengan. Selain itu, Kabupaten Jembrana juga akan diuntungkan dari pemasukan retribusi dari sektor ini. Sedangkan berdirinya Poltek Kelautan Perikanan dengan lulusan D-3 disebutnya secara sinergis akan mendukung potensi sumber daya kelautan dan perikanan di Jembrana. (ad1783)

Kamis Umanis, 28 September 2017

Eksekusi Putusan MA

Winasa Ditahan Tujuh Tahun Penjara Negara (Bali Post) –

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana akhirnya mengeksekusi terdakwa kasus korupsi beasiswa Stitna/Stikes I Gede Winasa di Rutan Negara, Rabu (27/9) kemarin. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 520 K/Pid.Sus/2017 tanggal 20 Juni 2017, memutuskan mantan Bupati Jembrana dua periode ini menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun. Selain itu, Winasa juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 500 juta dan uang pengganti Rp 2,322 miliar. Pelaksanaan putusan pengadilan dilakukan di dalam Rutan Negara dengan berita acara ditandatangani Kepala Rutan Negara Anak Agung Gede Ngurah Putra dan Kasi Pidsus Jembrana I Made Pasek Budiawan. Sejak mendapati kedatangan tiga jaksa eksekutor yang dipimpin I Wayan Mearthi, Winasa terlihat kooperatif dan langsung menandatangani berita acara eksekusi tersebut. Winasa yang sebelumnya terpidana kasus korupsi pabrik kompos ini diberikan waktu untuk membayar denda dan uang pengganti sesuai putusan MA. Bila terdakwa tidak membayar uang pengganti senilai Rp 2,322 miliar itu maka

dilaksanakan hukuman tambahan tiga tahun penjara. Ditambah lagi bila tidak membayar denda Rp 500 juta akan diberikan tambahan hukuman penjara selama delapan bulan, sehingga total 10 tahun delapan bulan. Terkait denda dan uang pengganti ini, Winasa yang ditemui seusai eksekusi mengaku masih berpikir. “Kalau ada uang pasti akan dibayar,” akunya. Begitu juga kemungkinan untuk upaya hukum lainnya, pihaknya masih berkoordinasi dengan kuasa hukum. Dalam amar putusan dengan Ketua Majelis Dr. Salman Luthan disebutkan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan

bersalah melakukan tindakan korupsi bersama-sama dan berlanjut. Kepala Rutan Negara AA Gede Ngurah Putra mengatakan telah menerima dan menandatangani berita acara eksekusi dengan terdakwa I Gede Winasa tersebut. Selama proses hukum ini Winasa telah ditahan di Rutan Negara sejak 2016 lalu. Vonis putusan MA ini jauh lebih berat dibandingkan putusan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Sebelumnya I Gede Winasa divonis bersalah dan dipidana penjara 3,5 tahun denda Rp 50 juta dan subsider dua bulan penjara. Winasa selanjutnya mengajukan kasasi ke MA. (kmb26)

JUAL RUMAH Jl. Bongan Jawa-Pejaten Bongan Jawa Kangin- Tabanan

Type 36/70 Finishing

Fas. : SHM, Lokasi Strategis Jalan Paving, Listrik 1300 Watt, Sumur Bor, 2 Kamar Tidur, 1 Km/WC, R.Tamu, Dapur, Carport.

Hub:

087 861 608 999 085 100 873 530 081 338 291 818 L.0000186-bls


Kamis Umanis, 28 September 2017

KARANGASEM

13

Demi Ternak, Masih Banyak Belum Ngungsi Populasi Sapi 127 Ribu Ekor

Amlapura (Bali Post) -

Gelombang pengungsian dari aktivitas vulkanik Gunung Agung berlanjut. Beberapa desa di KRB I yang semula menjadi tempat pengungsian, Rabu (27/9) kemarin, juga sudah ikut bergeser ke zona yang lebih aman. Namun, karena alasan kasihan dengan ternaknya, beberapa warga yang seharusnya sudah mengungsi, ternyata masih bertahan di kampungkampung mereka. Bali Post/kmb23

PERSEMBAHYANGAN - Sejumlah warga mengikuti persembahyangan, mohon keselamatan di Pura Penataran Agung Pemuteran, Rabu (27/9) kemarin.

Warga Pemuteran Gelar Upacara Mohon Keselamatan

Amlapura (Bali Post) Sejak pagi, warga Dusun Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, berkumpul di Pura Penataran Agung, Pemuteran. Meski seluruh warga mengungsi ke kabupaten tetangga, Bangli, namun mereka kembali ke desanya untuk melakukan persembahyangan di Pura Penataran Agung Pemuteran, Rabu (27/9) kemarin. Warga pada hari itu melakukan upacara mengayu-ayu. Prosesi itu bertujuan memohon kepada Hyang Widhi agar diberi keselamatan. Dari Dusun Pemuteran, wajah indah Gunung Agung itu tampak jelas. Karena jarak dari Gunung Agung sampai Dusun Pemuteran hanya sekitar 9 kilometer. Meski tempat tersebut merupakan kawasan rawan bencana, namun masih ada beberapa warga yang tinggal di sana dan belum pindah ke pengungsian. Malah dari pantauan di lokasi, masih ada sejumlah warga yang melakukan aktivitas seperti biasanya dalam kondisi normal. Jro Mangku Pasek, salah seorang pemangku di pura setempat, mengatakan Desa Pemuteran itu dihuni 500 kepala keluarga. Secara keseluruhan, jumlah warga yang tinggal di sana sebanyak dua ribu jiwa. Diungkapkannya, sebagian besar warga sudah mengungsi ke daerah Pengotan, Bangli, karena warga merasa tempat tersebut yang paling aman. Mangku Pasek menuturkan sewaktu Gunung Agung itu meletus tahun 1963. Saat itu Pura Penataran Agung Pemuteran ini dijadikan tempat berlindung dari material letusan Gunung Agung. Dikatakannya, dahulu informasi dan transportasinya belum secanggih sekarang ini. Pihaknya berharap semoga semua baik-baik saja tahun ini. “Prosesi itu merupakan upacara pikebeh jagat mengayuayu. Biasanya upacara ini kami laksanakan selama tiga hari. Namun, karena situasi status Gunung Agung itu sudah awas maka kami kemudian laksanakan sehari saja. Tujuannya untuk memohon agar diberikan keselamatan,’’ ujarnya. (kmb23)

Di Desa Datah, Kecamatan Abang, misalnya. Jika mengacu letusan tahun 1963, desa itu memang tak diterjang lahar panas. Pasalnya, posisi daerah itu terhalang bukit. Namun dalam pemetaan kerawanan saat itu, di desa tersebut tidak tertutup kemungkinannya akan terdampak semburan awan panas dan juga debu vulkanik. Sehingga sebagian besar warganya sudah mengungsi. Salah seorang warga Bingin, Datah, Gede Buda (46), mengatakan saat ini sejumlah tetangganya masih bertahan di kampungnya. Mereka belum mengungsi karena kasihan dengan sapinya. “Kakak saya juga masih di kampung. Dia punya enam ekor sapi. Kami masih bingung sapi itu harus dibawa ke

mana,” ungkapnya. Buda mengakui saat letusan 1963 dia aman dari lahar. Namun untuk kondisi saat ini, dia berharap segera ada solusi dari pemerintah sehingga ternak-ternak warga khususnya sapi, juga terselamatkan. “Kalau babi sudahlah, repot juga ngurus babi. Tapi untuk sapi, mohon agar masyarakat bisa dibantu,” harapnya. Kadis Peternakan Bali I Putu Sumantra yang ditemui di Posko Induk Tanah Ampo mengatakan saat ini pihaknya bersama Dinas Peternakan kabupaten/kota terus menambah tempat-tempat penitipan sapi. Sementara yang sudah ada di antaranya di Nongan, Kertabuana dan Tista. Semuanya ada di wilayah Karangasem. Selain itu juga ada di Klungkung, Bangli,

Amlapura (Bali Post) Polres Karangasem mengeluarkan imbauan kepada para pengusaha galian C agar menutup usahanya alias stop beroperasi. Selain berbahaya karena berada di zona KRB, aktivitas tambang itu juga menimbulkan kekroditan arus lalu lintas dengan adanya lalu-lalang truk pengangkut material. Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (27/9) kemarin, lalu lintas truk galian C saat ini mengarah ke Kecamatan Kubu. Informasi menyebutkan, di sana setidaknya ada satu usaha yang masih buka. Utamanya galian di wilayah Tukad Abu, Desa Tulamben. Di sana puluhan truk masih hilir-mudik untuk membeli pasir. Sejatinya, usaha galian itu sudah tidak berproduksi lagi. Semua perkakas ker-

janya malah sudah dipindahkan. Kalaupun ada lalu-lalang truk, itu karena pemilik usaha ingin menghabiskan stok pasirnya saja. Pemilik hanya menjual pasir yang telanjur diproduksi. “Sudah sejak status awas ditutup. Sekarang sebatas menjual pasir saja, agar tak rugi banyak,” ungkap salah seorang warga setempat. Sejak Gunung Agung itu naik statusnya, usaha galian C lain di Kubu juga sudah berhenti beroperasi. Namun, bedanya usaha-usaha itu sudah tak punya lagi stok pasir, sehingga truk-truk itu numplek di galian di Tukad Abu tersebut. Setali tiga uang, sopir truk-truk itu sebagai konsumen juga tak mau menyianyiakan kesempatan. Selagi masih ada stok pasir, masih akan dikejar sampai kondisinya sudah tidak memung-

Bali Post/kmb

CARI PAKAN SAPI- Masyarakat nampak kembali ke kampung halamannya melihat sekaligus mencarikan pakan untuk sapi peliharaannya. dan Les, Buleleng. “Untuk yang di daerah Datah, kita sudah siapkan tempat di Desa Tista,” ujar Kadis Peternakan Karangasem Wayan Supandi. Supandi mengatakan pop-

ulasi sapi di Karangasem saat ini mencapai 127 ribu ekor. Yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Agung mencapai 49 ribu ekor. Dari jumlah masih ada sekitar 17 ribu ekor yang belum terevakuasi.

Saat ini, lanjut Supandi, proses evakuasi masih terus diupayakan. Untuk pakannya di tempat penitipan, akan diberikan dalam bentuk pakan jadi bantuan dari pemerintah pusat. (kmb)

kinkan lagi. “Ini pekerjaan satu-satunya. Kalau tak nyari pasir lalu dapat yang di mana dan makan apa,” ucap Nyoman Elsa (45), sopir truk asal Tabanan itu. Lalu-lalang truk galian C di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Agung itu banyak menuai protes. Kehadiran truk-truk itu dirasa sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Soalnya selain sangat lambat, beberapa titik ruas jalan menjadi tempat pemberhentian yang sudah pasti memicu kemacetan. Kapolres Karangasem AKBP Wayan Gede Ardana mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan imbauan kepada seluruh usaha galian C agar menghentikan aktivitasnya. Imbauan setop itu untuk memperlancar proses evakuasi penduduk ke tempat pengungsian.

Pengawasan terhadap itu dibebankan kepada masing-masing Polsek yang di wilayah kerjanya ada aktivitas galian C. Kapolres berharap semua pihak bisa bekerja sama untuk mencip-

takan suasana kondusif. “Saat ini sudah ditetapkan status darurat bencana. Untuk kelancaran arus lalu lintas, semua galian C agar menghentikan aktivitasnya,” tegas Kapolres. (kmb)

Pengusaha Galian C Diminta Stop Operasi

Bali Post/kmb

TRUK MELINTAS – Masih ada truk galian C melintas di ruas jalan Amlapura-Klungkung padahal sudah ada imbauan agar truk tidak beroprasi mencari galian C.

LPD di Zona Merah Juga Ikut Ngungsi Sebaiknya Tarik Dana Seperlunya Bali Post/kmb41

DITITIPKAN - Sejumlah warga menitipkan sapi mereka di tempat penitipan sapi di Desa Nongan, Rendang, Karangasem, Rabu (27/9) kemarin.

159 Ekor Sapi Dititipkan di Banjar Manggaan

Amlapura (Bali Post) Bagi para pengungsi yang masih memiliki sapi yang belum dijual sudah banyak yang menitipkan sapinya di tempat penitipan Banjar Manggaan, Desa Nongan, Rendang, Karangasem. Sampai kemarin pukul 14.00 Wita, jumlah sapi yang sudah masuk 159 ekor sapi. Koordinator Evakuasi Ternak di Banjar Manggaan, Desa Nongan, Rendang, Karangasem, Ni Madi Sukerni, mengatakan penitipan sapi ini sudah ada sejak 22 September lalu. Luas tempat penitipan sapi ini mencapai 1,5 hektar. Lahan itu merupakan tanah milik Pemerintah Provinsi Bali. Sebetulnya, penitipan sapi itu tersebar di beberapa titik. Di antaranya di Tanah Ampo, Kubu, Les, Ban, Klungkung. “Untuk di Manggan, jumlah sapi yang sudah masuk 159 ekor. Terdiri dari 100 jantan dan 59 betina. Tapi jumlah ini akan terus ada penambahan,” ungkapnya. Dia mengungkapkan, dibukanya penitipan sapi, itu untuk membantu masyarakat agar sapi yang dimiliki tidak dijual dengan harga murah. Kata dia, jika sudah disiapkan tempat penitipan itu, maka petani yang belum sempat menjual sapinya di bawah harga normal, bisa menitipakan di sini. Setelah ada penitipan sapi ini, para petani kemudian urung menjual sapinya dengan harga murah. Mereka pun bisa tersenyum sumringah. “Kalau sudah di sini nanti mereka bisa menjual sapinya dengan harga normal. Kalau belum sesuai jangan dijual,” ucapnya, Dia menjelaskan, untuk pakan sapi, saat ini masih dibantu pemilik sapi sendiri. Namun, tadi (kemarin - red) sudah ada bantuan pakan berupa rumput, jagung, dan batang pisang dari masyarakat sebanyak satu truk. “Jadi, bantuan hijauan ini akan kami pakai stok jika gunung benar mengalami erupsi,” terangnya. Salah seorang warga yang menitip sapi asal Banjar Batumadeg, Desa Besakih, I Nengah Suana, mengungkapkan jika dirinya baru kemarin menitipkan sapi miliknya itu. Menurutnya, ia menitipkan sapi sebanyak delapan ekor. “Dulu saya punya 12 sapi. Empat sapi kami sudah dijual murah. Jadi hanya sisa delapan sapi, kemudian saya titip di sini,” katanya. (kmb41)

Lembaga keuangan mikro seperti LPD ikut terkena imbas dari meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung. Karena itu, beberapa LPD di zona merah itu ikut mengungsi ke tempat aman. Itu dilakukan untuk mengamankan dana dan memberi pelayanan. Karena itu, pelayanan tetap dilanjutkan di tempat pengungsian. Bagaimana kemudian mekanisme warga yang ingin menyimpan maupun menarik dananya? KETUA BKS (Badan Kerja Sama) LPD Kabupaten Karangasem Made Mastiawan, Rabu (27/9) siang kemarin, mengatakan beberapa LPD yang sudah pindah, antara lain LPD Sogra ke wilayah Sukahet, Sidemen. LPD Selat juga sama ke wilayah Sidemen. Demikian juga LPD Nangka dikatakan sudah pindah ke lokasi pengungsian di Lapangan Ulakan, Kecamatan Manggis. “LPD yang berada di zona merah, hampir semua sudah pindah. Mereka khawatir dengan naiknya status Gunung Agung menjadi level awas. Lebih rincinya sedang kita data,” kata Mastiawan. Untuk memudahkan nasabah berhubungan, antar-LPD juga sudah menjalin kerja sama penempatan dana. Sehingga LPD yang sudah menjalin kerja sama itu, nasabahnya tinggal

dilayani saja, meski beda LPD. “Misalnya, Selat sudah melakukan kerja sama penempatan dananya dengan Sibetan. Jadi, nasabah Selat juga bisa narik maupun menabung ke LPD Sibetan,” tegasnya. Disinggung utang nasabah, apakah bunga kredit itu tetap berjalan normal meski dalam situasi seperti ini? Mastiawan mengatakan belum ada kebijakan melakukan pemutihan. Khusus untuk nasabahnya, banyak nasabah saat ini yang hanya membayar bunga. Pihaknya juga memaklumi beratnya kondisi nasabah dalam situasi seperti ini. Untuk masalah itu, solusinya nanti akan dibicarakan lebih jauh dengan pihak terkait. Dalam melakukan langkah selanjutnya, pihaknya mengaku sudah membahas dampak

naiknya status Gunung Agung menjadi level awas ini dengan BKS LPD Provinsi Bali. Salah satu fokus yang dibicarakan adalah memberikan bantuan dana talangan untuk penguatan likuiditas (kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya) dari BKS LPD maupun LP LPD. Karena BKS LPD itu punya dana penyangga likuiditas dari laba per tahun yang disetor dalam persentase tertentu. Dana ini yang akan didistribusikan kepada LPD yang membutuhkan. “Kami juga sedang saling melakukan penempatan dana atau dana sosial. Dana sosial itu bisa dimanfaatkan sebagai likuiditas. Nanti akan ditindaklanjuti pada rapat 2 Oktober,” tegasnya. Secara umum, likuiditas LPD di Karangasem saat ini sebenarnya masih bagus. Cuma, perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi, agar tidak semakin memburuk di tengah situasi seperti ini. Pascapenarikan besarbesaran oleh warga yang ingin mengungsi itu, dia mengatakan keuangan masing-masing LPD sudah berangsur pulih. Itu terjadi, karena warga

makin sadar. Masyarakat merasa tidak aman membawa uang dalam jumlah banyak saat mengungsi. Karena itu, hasil penjualan ternak sapi dan babi warga di lereng Gunung Agung bergegas uangnya disimpan di LPD. Ini terjadi, setelah LPD Sibetan melakukan lebih dulu. Sehingga menjadi contoh LPD lainnya dalam menjaga stabilitas keuangan LPD. Beberapa LPD juga melakukan pelayanan langsung ke pos-pos pengungsian. Seperti yang dilakukan LPD Bebandem. Inisiatif itu dilakukan untuk mendekatkan pelayanan. Sedangkan

LPD Sibetan saat ini hanya memusatkan pelayanan di kantor, karena keterbatasan karyawan ke lokasi pengungsian. Sebelumnya, Dinas Koperasi dan UKM Karangasem, melalui surat yang diteken langsung Kepala Dinas I Gede Ngurah Yudiantara, juga sudah mengimbau setiap LPD agar memberikan pemahaman yang benar, soal dana para nasabah. Segala dokumen simpan pinjam juga sudah disimpan dengan baik. Kalau pun mau menarik tabungan, sebaiknya dalam jumlah seperlunya, artinya yang wajar-wajar. Hanya untuk memenuhi keperluan sehari-hari. (gik)


TABANAN

14

Kamis Umanis, 28 September 2017

Cakupan Asuransi Nelayan Hampir 100 Persen

Tabanan (Bali Post) Jumlah nelayan di Kabuten Tabanan 1.077 orang. Untuk menjamin keselamatan nelayan melakukan kegiatan sehari-hari di laut, pemkab memberikan apresiasi dalam wujud asuransi jiwa, melalui Kementerian Kelautan. Sejauh ini, yang telah dijalankan untuk nelayan hampir men-cover seratus persen. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan, I Made Subagia, Rabu (27/9) kemarin, mengatakan program asuransi jiwa untuk nelayan ini dikeluarkan sejak tahun 2016. Saat itu, tercatat 427 nelayan Tabanan telah mendapatkan asuransi. Tahun 2017 ini, tercatat 325 nelayan sudah keluar kartu asuransinya. Masih sekitar 318 sedang dalam proses verifikasi. “Kami targetkan yang sedang menjalani verifikasi itu juga akan segera keluar kartu asuransi jiwanya,” ujar Subagia. Jika dijumlahkan maka nelayan yang akan ter-cover asuransi mencapai 1.070. Jadi, hanya menyisakan tujuh orang lagi. Boleh disebutkan, capaiannya hampir seratus persen. Pada tahun 2016, ini sudah terjadi tiga kali klaim. Klaim pertama diberikan kepada nelayan di Selemadeg Barat karena meninggal dunia. Dana klaimnya Rp 160 juta. Klaim kedua, diberikan kepada nelayan yang kecelakaan dengan jumlah klaim Rp 18 juta, dan terakhir untuk nelayan di Selemadeg Timur yang meninggal dunia dengan jumlah klaim Rp 160 juta. Pemerintah kata Subagia, hanya menanggung premi tahun pertama sebesar Rp 175 ribu per tahun. Artinya, nelayan yang sudah mendapatkan bantuan pembayaran premi asuransi itu jika ingin memperpanjangnya harus membayar secara mandiri untuk tahun berikutnya. “Aturannya, nelayan yang sudah mendapatkan program ini tidak bisa lagi mendapatkan pada tahun berikutnya. Alasannya, premi yang dibayar pemerintah hanya setahun. Sehingga jika ingin memperpanjang premi tahun berikutnya, maka para nelayan harus membayarnya secara swadaya,” jelas Subagia. Dikatakan, minat nelayan memperpanjang asuransi secara swadaya sudah mulai ada. Terlebih mereka sudah melihat manfaat dari asuransi jiwa tersebut. “Sudah ada yang berminat. Kita lihat satu atau dua bulan karena asuransi nelayan di tahun 2016 berakhir Oktober hingga November 2017 ini,” ujarnya. (kmb24)

Pengungsi Perlu Obat-obatan dan Masker

Tabanan (Bali Post) Sejak Gunung Agung berstatus awas dan banyak pengungsi datang ke Tabanan, bantuan pun terus mengalir. Sejauh ini, bantuan itu masih terfokus pada makanan, minuman serta kebutuhan pokok lainnya. Padahal justru bantuan kesehatan berupa obat-obatan dan masker perlu disiapkan sebagai upaya antisipasi terjadinya letusan. Mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan Tabanan kemudian membuat surat edaran ke instansi kesehatan terkait baik itu RS swasta, apotek, klinik, maupun sekolah kesehatan. Isinya diimbau agar bantuan itu juga dialokasikan untuk obat-obatan dan masker. “Kondisi seperti ini diperkirakan berlangsung lama. Jadi, kami mengimbau agar setiap instansi kesehatan bisa menyumbangkan bantuan secara bertahap. Khususnya obat-obatan dan masker,” pinta Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Rabu (27/9) kemarin Semua bantuan ini nantinya akan disalurkan satu pintu melalui Dinas Sosial Tabanan. Bantuan itu nantinya didistribusikan oleh dinsos kepada yang memerlukan. Apabila berbentuk uang menurut Suratmika juga akan dibelikan masker atau obat-obatan yang diperlukan sehingga bantuan nantinya tidak mubazir. Untuk layanan kesehatan sendiri setiap puskesmas telah disiagakan melayani pengungsi. Selama ini kesehatan para pengungsi sudah diceck di setiap posko yang ada. Dalam hal pemberian pelayanan khusus pengungsi kata Suratmika tidak dipungut biaya dan masik dalam daftar laporan penanganan pengungsi. Kesiapan logistik BRSU Tabanan terutama untuk obatobatan dan masker, menurut Susila sudah tersedia hingga Desember. Mengenai jalur distribusi obat kata Susila selama ini dari darat jadi apabila Gunung Agung meletus masih bisa diatasi. “Stok obat di BRSU cukup hingga bulan Desember. Jika kurang tentu akan dibeli sesuai prosedur,’’ ujar Susila. (kmb24)

Bali Post/kmb

PENGGALANGAN DANA - Petugas Satpol PP Tabanan saat memberikan arahan dan pembinaan bagi kelompok orang yang tengah melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Sosial.

Penggalangan Dana Kemanusiaan

Wajib Kantongi Izin Dinsos Tabanan (Bali Post) -

Sejak adanya prediksi Gunung Agung akan meletus, banyak warga Karangasem mengungsi ke sejumlah daerah. Di satu sisi, masyarakat lain merespons dengan berlomba-lomba menggalang bantuan kemanusiaan untuk membantu para pengungsi tersebut. Ada yang sifatnya meminta bantuan langsung ke instansi, masyarakat, bahkan menggelar aksi turun ke jalan. Namun, hal itu dikhawatirkan menimbulkan ekses lain. Sehingga pemerintah mengimbau agar berbagai pihak yang menggali sumbangan untuk para pengungsi Gunung Agung itu hendaknya mengantongi izin dari Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten setempat. Kepala Satpol PP Kabupaten Tabanan I Wayan Sarba saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, kelompok masyarakat yang berminat mengumpulkan dana sosial bagi kemanusiaan harus mengantongi izin dari instansi terkait, yakni Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tabanan. Hal itu sejalan dengan instruksi Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Made Sukadana, yang ditujukan

Agar Rakyat Tak Rugi, Jalur Hijau Harus Dibeli atau Disubsidi RAKYAT yang punya lahan tentu ingin tempatnya itu produktif. Di sisi lain, pemerintah melalui perda, justru melarang melalui jalur hijau, sehingga lahan itu tidak bisa dialihfungsikan. Bagaimana solusinya, mau tidak mau pemerintah harusnya membeli lahan rakyat itu. Sebab, jika lahan itu tidak diproduktifkan, otomatis kena pajak, apalagi lahan itu tidak menghasilkan apa-apa. Jadi, terlalu banyak kerugian menimpa rakyat. Jika jalur hijau itu tidak boleh dialihfungsikan, agar rakyat tidak rugi mestinya pemerintah membeli atau membantu mencarikan solusinya paling tidak diberikan subsidi. Demikian opini yang berkembang dalam acara warung Global dengan topik “Alih Fungsi Lahan Rambah DTW Jatiluwih’’ di Radio Global FM 96,5 Bali Rabu (27/9) kemarin. Acara ini juga dipancarluaskan Genta Bali FM, Singaraja FM, dan Swara Negara FM. Gung Derah di Denpasar menyatakan alih fungsi lahan itu pasti telah diatur dalam Perda. Jadi, Satpol PP berger-

Bupati Eka Wanti-wanti Soal Asupan Gizi

Bali Post/kmb28

Tabanan (Bali Post) – Keberadaan pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Tabanan terus mendapatkan pantauan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Terlebih, jumlah pengungsi terus bertambah. Seperti Rabu (27/9) kemarin, Bupati Eka kembali memantau keberadaan pengungsi dari Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, di pos induk Kecamatan Marga. Pada kesempatan itu, Bupati Eka berpesan agar masalah kesehatan pengungsi menjadi salah satu perhatian utama. Hal itu ditekankan Bupati Eka saat memantau dapur pos pengungsian. Kepada sejumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang kebetulan sedang memasak, Bupati Eka meminta agar konsumsi para pengungsi divariasikan setiap harinya. Diharapkan, jenis makanan instan dikurangi. “Jangan terus-terusan makanan instan. Tidak baik juga buat kesehatan. Kalaupun mau dikonsumsi harus diolah dengan bumbu buatan sendiri. Kalau bisa konsumsi sayuran juga. Saya akan minta supaya (sayur) terus dipasok,” kata Bupati Eka seraya menyampaikan rasa salutnya kepada beberapa Tagana

pemerintah. “Sejak dua hari terakhir ini, kami juga telah melakukan sweeping di sejumlah lokasi yang kerap digunakan untuk penggalangan dana sosial. Mereka kita berikan pemahaman agar mengurus izin ke dinas sosial terlebih dahulu, sebelum melakukan aksinya,” ujarnya di sela-sela kunjungan Bupati Tabanan ke posko pengungsian di Kecamatan Marga, Rabu (27/9) kemarin.

direspons Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila. Ia mengatakan, sah-sah saja jika hendak melakukan aksi sosial untuk membantu warga yang tengah mengalami musibah bencana itu. Namun, akan lebih baik jika kegiatan itu terlebih dahulu dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah, sehingga ada pengawasan dari pihak sekolah. Alasannya, banyaknya anak-anak yang masih berstatus pelajar tumpah ruah ke jalan raya, tanpa adanya pengawasan. “Saya sudah instruksikan kepada seluruh anak didik untuk tidak melakukan aksi menggalang dana di jalan raya. Tentu sangat berbahaya bagi mereka, apalagi tidak ada koordinasi dengan pihak sekolah,” ucapnya. (kmb28)

Warung Global

Pantau Pengungsi Karangasem

TINJAU PENGUNGSI - Bupati Tabanan saat meninjau pengungsi di Kecamatan Marga.

kepada seluruh Kepala Satpol PP kabupaten/kota. Dalam instruksi itu setidaknya ada empat poin penekanan bagi jajaran Satpol PP, untuk menjaga ketertiban, ketenteraman di tempat pengungsian dalam kaitan menjaga aktivitas masyarakat yang berpartisipasi. Salah satunya menertibkan kelompok masyarakat di jalan raya yang meminta sumbangan untuk Gunung Agung yang tidak memiliki izin dari

Pejabat asal Marga itu menerangkan, keluarnya instruksi tersebut kemungkinan karena adanya kekhawatiran sejumlah kelompok masyarakat yang memanfaatkan kondisi yang ada saat ini. Apalagi mereka yang dilibatkan itu kebanyakan dari kalangan pelajar yang tentunya sangat berisiko, dalam hal keselamatan di jalan raya. “Kenapa diatur, supaya penggalangannya jelas dan peruntukannya juga jelas serta tepat sasaran. Dana itu bisa dipertanggungjawabkan karena aksi itu menghimpun dana masyarakat untuk tujuan sosial,” tegasnya. Di sisi lain, maraknya kalangan pelajar yang turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana sosial, itu juga

yang sedang memasak saat itu. Selain memantau tempat tidur dan dapur, Bupati Eka yang saat itu didampingi sejumlah pimpinan instansi terkait sempat bercengkrama serta makan siang dengan para pengungsi. Bahkan, Bupati Eka juga ikut menghibur anak-anak pengungsi di tempat itu dengan membuat lomba menyanyi kecilkecilan dengan hadiah uang tunai. Serta, membagikan perlengkapan sekolah bagi anakanak pengungsi. “Sebetulnya ingin agar semuanya dikumpulkan ke dalam satu posko induk. Maksudnya agar kesehatan dan jaminan logistik bagi pengungsi lebih terjamin dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh Bupati Eka. Masih kepada para pengungsi, Bupati Eka juga mengajak agar para pengungsi menganggap para petugas maupun masyarakat sekitar posko sebagai saudara. Sehingga, selama masa pengungsian ada aktivitas yang bisa dilalui. “Kami semua bersaudara. Karena itu, bergaul dan bersosialisasi yang positif. Anakanak juga harus tetap sekolah. Kebetulan di sini ada dari pihak Dinas Pendidikan agar memerintahkan UPTD menyiapkan bantuan seragam kepada anak-anak sehingga mereka tidak merasa asing saat bersekolah. Sedangkan, untuk perlengkapan sekolah dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah disiapkan,” katanya. Untuk yang dewasa, sambungnya, pihaknya berharap bantuannya, agar ikut menjaga kebersihan lingkungan. “Yang ibu-ibu bisa ikut bantu-bantu memasak. Kami samasama berdoa semoga bencana ini cepat berlalu sehingga kita bisa kembali beraktivitas seperti semula,” tandasnya. Dari data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Tabanan, sampai dengan Selasa (26/9) lalu, jumlah pengungsi dari Karangasem di Kabupaten Tabanan telah mencapai angka 3.041 jiwa. Bahkan, jumlah itu diperkirakan bisa bertambah. (kmb28)

ak berdasarkan payung hukum yang telah ada. Pemkab Tabanan menurutnya harus memiliki komitmen melestarikan daerah Tabanan itu sebagai lumbung berasnya Bali. Jadi, alih fungsi lahan itu apalagi di kawasan wisata Jatiluwih yang menjadi warisan budaya dunia itu harus tetap dipertahankan. Werdha di Gianyar sering kali melihat penerapan dan penegakan aturan yang dibuat pemerintah selalu merugikan masyarakat. Mestinya sebuah aturan itu menguntungkan semua pihak. Rakyat yang punya lahan tentu ingin tempatnya itu produktif. Di sisi lain, pemerintah melalui Perda, justru melarang melalui jalur hijau, sehingga lahan itu

tidak bisa dialihfungsikan. Bagaimana solusinya, mau tidak mau pemerintah seharusnya membeli lahan rakyat itu. Sebab jika lahan itu tidak diproduktifkan, otomatis kena pajak apalagi lahan itu tidak menghasilkan apa-apa. Jadi, terlalu banyak kerugian yang menimpa rakyat. Jika jalur hijau itu tidak boleh dialihfungsikan, agar rakyat tidak rugi mestinya pemerintah membeli atau membantu mencarikan solusinya paling tidak diberikan subsidi. Ditambahkan Ayu di Petang, jika belum jelas payung hukumnya, ya harus dijelaskan ke publik. Nyoman Mastra di Gianyar menimpali rakyat sering terjebak aturan-aturan yang dibuat pemerintah karena ketidaktahuan masyarakat

akibat tak ada sosialisasi. Utamanya mana lahan yang terindikasi terjadi pelanggaran atau yang mana aman. Dari kejadian itu tidak jarang rakyat itu terjebak pada peraturan itu. Nang Kenceng di Jimbaran, mengatakan memang ada dilema jadinya bagi si pemilik lahan itu. Maunya lahan itu diproduktifkan, tetapi terbentur aturan. Ia berharap pihak-pihak berkepentingan segera mencari win-win solutions. Febri, cukup sering mengantar wisatawan ke DTW Jatiluwih. Namun di sana sering kesulitan lahan parkir. Jika pemerintah komit memajukan pariwisata, mau tidak mau lahan parkir juga mestinya disiapkan secara memadai. Ya salah satunya mengalihfungsikan lahan itu. Ini juga penting untuk mendongkrak PAD. Pariwisata juga salah satu sektor pendukung, jadi jangan terlalu menekan masyarakat pemilk lahan itu. Setiap penegakan aturan idealnya harus ada sanksi objektif. Arya di Den-

pasar justru melihat tim yustisi Satpol PP itu seolah ada rasa ketakutan. Bisa saja si pemilik lahan itu adalah orang yang memiliki kekuasaan. Hal ini perlu ditelusuri. Semua sama di mata hukum. Jika benar dia itu melanggar harus ditindak entah itu pejabat maupun rakyat biasa. Jero Wijaya di Kintamani menyampaikan alih fungsi lahat itu adalah hal yang biasa. Alih fungsi itu tidak bisa dihalangi, jika suatu daerah itu masih dihuni oleh penduduk yang berkembang. Yang paling serius dilakukan di Bali adalah tempat-tempat suci itu seperti pura dan puncak gunung yang di bawahnya ada pura harus disetop sebagai tujuan pariwisata. Salah satu contohnya Gunung Agung atau mahagiri di Bali. Puncak Gunung Agung itu tidak boleh diinjak oleh manusia, jika tidak sedang sembahyang. Mohon wisatawan yang mendaki ke Gunung Agung itu dilarang menginjak tempattempat suci itu kalau tidak sembahyang. (sikha)


15

Kamis Umanis, 28 September 2017 Jadwal Pertandingan Liga Eropa Jumat (29/9) dini hari --------------- Grup A ------------------------------------------------Astana vs Slavia Prague Maccabi Tel-Aviv vs Villarreal --------------- Grup B ------------------------------------------------Skenderbeu vs Young Boys Partizan Belgrade vs Dynamo Kiev --------------- Grup C ------------------------------------------------Braga vs Istanbul Basaksehir Ludogorets vs Hoffenheim --------------- Grup D ------------------------------------------------AC Milan vs Rijeka AEK Athens vs Austria Vienna --------------- Grup E ------------------------------------------------Everton vs Apollon Limassol Lyon vs Atalanta --------------- Grup F ------------------------------------------------Sheriff Tiraspol vs FC Copenhagen Lokomotiv Moscow vs Zlin --------------- Grup G ------------------------------------------------Lugano vs FCSB Viktoria Plzen vs Hapoel Beer-Sheva --------------- Grup H ------------------------------------------------BATE Borisov vs Arsenal Cologne vs Red Star Belgrade --------------- Grup I ------------------------------------------------Konyaspor vs Vitoria Guimaraes Salzburg vs Marseille --------------- Grup J ------------------------------------------------Ostersund vs Hertha Berlin Athletic Bilbao vs Zorya Luhansk --------------- Grup K ------------------------------------------------Nice vs Vitesse Arnhem Lazio vs Zulte Waregem --------------- Grup L ------------------------------------------------Zenit St Petersburg vs Real Sociedad Rosenborg vs Vardar Hasil Liga Champions --------------- Grup E ------------------------------------------------Spartak Moscow vs Liverpool 1-1 Sevilla vs Maribor 3-0 1. Sevilla 2. Liverpool 3. Spartak Moscow 4. Maribor

2 2 2 2

1 0 0 0

1 2 2 1

0 0 0 1

5-2 3-3 2-2 1-4

4 2 2 1

Kemenangan Pertama di Signal Iduna Dortmund -

Cristiano Ronaldo mencetak dua gol pada penampilan ke-150 di pertandingan Eropa untuk membawa Real Madrid menang 3-1 di markas Borussia Dortmund, Rabu (27/9) kemarin. Satu gol lain dihasilkan Gareth Bale dengan indah saat Real memetik kemenangan perdana di Stadion Signal Iduna. ‘’Saya gembira dengan penampilan Ronaldo dan Bale. Tim bekerja keras. Pemain-pemain tengah bekerja sangat keras. Saya luar biasa gembira karena mereka bermain amat bagus di pertandingan ini,’’ puji pelatih Real Zinedine Zidane. Kemenangan itu juga ditentukan dengan keberhasilan pemain-pemain Real menjaga irama permainan. Meski skor sempat hampir terkejar 1-2, namun para pemain tidak gugup. ‘’Kami menunjukkan dominasi. Kami menghadapi banyak masalah di awal babak kedua tapi kami kemudian mampu mengeksploitasi mereka. Pertandingan ini berjalan sempurna,’’ lanjutnya. Bagi Real Madrid, kemenangan tersebut merupakan yang pertama saat menghadapi Borussia Dortmund di Jerman dan merupakan kemenangan yang kedua dari dua pertandingan di Grup H Liga Champions yang telah dijalani. Ronaldo mencetak kedua gol di Stadion Signal Iduna setelah Bale yang memba-

wa Real memimpin melalui sepakan voli pada menit ke18. Pemain Portugal ini kemudian menuntaskan perlawanan tim Jerman dengan menaklukkan kiper Roman Buerki pada menit ke-50 dan 79 dengan tembakan kerasnya. Pierre-Emerick Aubameyang sempat mencetak satu gol balasan pada menit ke54 untuk Dortmund, namun tidak mampu mengulangi seperti musim lalu mencetak dua gol untuk menyamakan skor 2-2. Real memiliki enam poin dari dua pertandingan grup mereka, selevel dengan Tottenham Hotspur yang menang 3-0 atas APOEL Nicosia. Pemuncak klasemen Liga Jerman Dortmund berada di posisi terakhir tanpa satu poin pun, setelah kalah pada pertandingan pembukaan mereka di kandang Spurs. Tiga Gol Di Siprus, Harry Kane memborong tiga gol yang membawa Spurs mencatatkan kemenangan keduanya dari dua pertandingan den-

--------------- Grup F ------------------------------------------------Manchester City vs Shakhtar Donetsk 2-0 Napoli vs Feyenoord 3-1 1. Manchester City 2. Shakhtar Donetsk 3. Napoli 4. Feyenoord

2 2 2 2

2 1 1 0

0 0 0 0

0 1 1 2

6-0 2-3 4-3 1-7

6 3 3 0

--------------- Grup G ------------------------------------------------Besiktas vs RB Leipzig 2-0 Monaco vs Porto 0-3 1. Besiktas 2. FC Porto 3. RB Leipzig 4. Monaco

2 2 2 2

2 1 0 0

0 0 1 1

0 1 1 1

5-1 4-3 1-3 1-4

6 3 1 1

--------------- Grup H ------------------------------------------------APOEL Nicosia vs Tottenham 0-3 Borussia Dortmund vs Real Madrid 0-3 1. Tottenham 2. Real Madrid 3. Dortmund 4. APOEL Nicosia

2 2 2 2

2 2 0 0

0 0 0 0

0 0 2 2

6-1 6-1 2-6 0-6

6 6 0 0

Indonesia Optimis Calonkan Diri untuk Piala Dunia 2034

Jakarta (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yakin Indonesia bisa menyelenggarakan Piala Dunia 2034 bersama dengan Thailand. ‘’Kalau tidak optimistis tidak mungkin kami mengajukan diri. Kami punya keyakinan Indonesia akan bertumbuh menjadi lebih baik 17 tahun dari sekarang,’’ ujar Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono ketika berbincang di Jakarta, Rabu (27/9) kemarin. Joko melanjutkan, ‘’pertarungan’’ demi menjadi tuan rumah Piala Dunia selalu terkait dengan adu rencana jangka panjang. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tidak menilai calon penyelenggara dari apa yang ada saat ini. ‘’FIFA itu nanti melihat rencana calon tuan rumah seperti apa, proyek apa saya yang akan dibuat. Apakah semua itu masuk akal atau tidak. Jadi bukan diputuskan berdasarkan apa yang ada saat ini,’’ tutur Joko. Oleh karena itu, PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia sudah mengarahkan program-programnya menuju Piala Dunia 2034. Namun, PSSI juga tidak bisa berjalan sendiri. Joko menegaskan, kesuksesan untuk menjadi tuan rumah ajang Piala Dunia butuh kerja sama semua pihak, termasuk Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) dan pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo sudah memberikan restu untuk usulan Indonesia menjadi tuang rumah Piala Dunia 2034 yang diresmikan dalam surat Menteri Sekretaris Negara Pratikno bernomor B-902/M.Sesneg/Set/HI.01.00/09/2017. Secara garis besar, PSSI menyatakan ada dua hal penting yang menjadi fokus menuju tuan rumah Piala Dunia 2034 yaitu aspek daya saing tim nasional dan soal siapnya kondisikondisi pendukung seperti infrastruktur, sumber daya manusia, keimigrasian, perpajakan, bea cukai dan sebagainya. Terkait tim nasional, PSSI berusaha meningkatkan kualitas tim nasional yang salah satu indikatornya adalah bisa tampil di Olimpiade 2024. ‘’Kalau dirunut, timnas yang berpotensi tampil di Olimpiade itu adalah timnas U-15 saat ini,’’ tutur Joko. Selain itu, dari unsur pendukung, penting untuk menyiapkan infrastruktur seperti stadion dan hal-hal lain seperti akomodasi, transportasi. Perihal stadion, Joko Driyono pun memastikan dalam beberapa tahun ke depan akan ada pembangunan stadion baru. ‘’Stadion baru pasti akan dibangun. Akan tetapi, yang terpenting dari semua perihal pencalonan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 ini adalah Indonesia jangan sampai kehilangan kesempatan. Kita harus bisa membayangkan Indonesia ini akan maju dalam waktu 17 tahun dari sekarang. PSSI sudah menyediakan kesempatan dan saatnya kita semua bekerja sama untuk mewujudkannya,’’ ujar Joko. Adapun kepastian majunya Indonesia bersama Thailand untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 diputuskan dalam Rapat Dewan AFF ke-12 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/9). (ant)

Gelandang Liverpool Philippe Coutinho.

Bali Post/rtr

The Reds Perlu Lebih Kejam

London Liverpool masih kurang kejam menghadapi lawan-lawan yang bermain defensif. Hasil imbang 1-1 melawan Spartak Moscow pada pertandingan Liga Champions, Rabu (27/9) kemarin di Moskow adalah salah satu contohnya. The Reds tertinggal lebih dahulu sebelum mampu menyamakan kedudukan. Kiper Loris Karius terlalu lambat untuk bereaksi terhadap tendangan bebas dari jarak 25 meter yang dilepaskan pemain Spartak Fernando pada menit ke-23. Delapan menit kemudian ketika Sadio Mane yang kembali setelah skors tiga pertandingan domestik, berkombinasi dengan Coutinho, sebelum pemain Brazil itu melepaskan bola melewati kiper Spartak Artem Rebrov. Tim Rusia itu kemudian lebih senang bertahan dan meredam tekanan di mana Liverpool menyia-nyiakan sejumlah peluang untuk mengunci kemenangan. ‘’Itulah sepak bola, Anda akan meng-

hadapinya dan Anda harus mengatur permainan,’’ kata Henderson kepada BT Sport. ‘’Menurut saya, kami bertahan dengan baik untuk mayoritas permainan dan menciptakan peluang demi peluang, namun kami harus menyelesaikan permainan tim-tim lawan dan menjadi lebih kejam,’’ jelas kapten Liverpool Jordan Henderson. Dengan dua hasil imbang dari dua pertandingan di Liga Champions, Liverpool tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen Grup E Sevilla, dan Henderson mengatakan ia kecewa dominasi timnya tidak menghasilkan kemenangan pada malam itu. ‘’Kami mengendalikan permainan sejak awal sampai akhir, maka semestinya dapat menang dengan mudah. Kami kecewa,’’ tambahnya. Pada laga lain Sevilla menggulung Maribor 3-0. Wissam Ben Yedder meborong gol kemenangan wakil Spanyol itu pada menit ke- 27, 38 dan penalti 83. (kmb39/rtr/ant)

Bali Post/rtr

CETAK GOL - Penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo (belakang) memeluk rekan setimnya Gareth Bale usai mencetak gol pada pertandingan melawan Borrusia Dortmund di pertandingan Liga Champions, Rabu (27/9) kemarin. gan menaklukkan juara Siprus APOEL Nicosia dengan skor 3-0. Kane tidak terkawal untuk mengukir gol pertamanya beberapa saat sebelum turun minum menyusul kekacauan di pertahanan lawan.

Gol keduanya tercipta pada menit ke-62 melalui sepakan kaki kanan dari tepi kotak penalti. Lima menit kemudian ia melengkapi tiga golnya dengan menanduk umpan silang Kieran Trippier. Tim Inggris itu sempat

mendapat sedikit ancaman pada kedua babak dari klub Siprus, namun kiper asal Prancis Hugo Lloris melakukan dua penyelamatan dari peluang Roland Sallai dan Stathis Aloneftis. (kmb39/rtr/ant)

Manchester Gol Kevin De Bruyne menit ke-48 dan gol telat Raheem Sterling membawa Manchester City menang 2-0 atas Shakhtar Donetsk pada pertandingan Liga Champions, Rabu (27/9) kemarin. Pasukan Pep Guardiola meraih kemenangan kedua beruntun di penyisihan Grup F. Namun, pada pertandingan tersebut penyerang City asal Argentina Sergio Aguero menyia-nyiakan peluang untuk menyamakan rekor gol sepanjang masa klub ketika eksekusi penaltinya digagalkan kiper Shakhtar Andriy Pyatov. Kegagalan ini membuat dirinya tertinggal satu gol dari Eric Brooks, yang mengoleksi 177 gol di semua kompetisi.

Babak pertama membuat frustrasi pemain City yang gagal menuntaskan serangan lewat sentuhan akhirnya, sementara Shakhtar mengancam melalui serangan balik. Pemain Belgia De Bruyne memecah kebuntuan melalui tembakan kaki kanan dari tepi kotak penalti setelah mendapatkan operan dari David Silva menit ke-48. Pemain pengganti Sterling menyia-nyiakan peluang bagus dari umpan silang mendatar De Bruyne, namun menebusnya pada menit terakhir ketika ia memaksimalkan penetrasi Bernardo Silva. Di Naples, gol Lorenzo Insigne pada menit ke-7 membuka jalan bagi Napoli untuk menang 3-1 atas Feyenoord. Dries Mertens dan Jose Calle-

jon menambahi gol pada menit ke-39 dan 70 ketika Napoli mencatatkan poin pertama mereka setelah kalah dari Shakhtar Donetsk pada pertandingan pembukaan. Feyenoord memiliki peluang untuk mengurangi ketertinggalan untuk menjadi 1-2 ketika mereka mendapatkan penalti pada menit ke-68. Namun eksekusi Jens Toornstra dapat digagalkan kiper Pepe Reina. Sofyan Amrabat mencetak gol hiburan beberapa detik sebelum pertandingan usai. Klub Rotterdam ini menandai kembalinya mereka ke Liga Champions setelah 15 tahun absen dengan kekalahan 0-4 dari Manchester City pada pertandingan pembukaan grup mereka. (kmb39/rtr/ant)

De Bruyn dan Sterling Bawa City Petik Kemenangan Kedua

Bali Post/rtr

TEMBAKAN - Gelandang Manchester City Kevin De Bruyne melepaskan tembakan yang membuka gol kemenangan saat melawan Shakhtar Donetsk pada pertandingan di Stadion Etihad, Rabu (27/9) kemarin.

Werner Tak Kuat Bisingnya Stadion Vodafone

Bali Post/afp

KAWAL - Penyerang Leipzig Timo Werner (kiri) dikawal pemain Besiktas Gary Medel.

Istanbul Gol-gol di babak pertama dari Ryan Babel dan Talisca memastikan Besiktas menang 2-0 atas RB Leipzig pada pertandingan Liga Champions, Rabu (27/9) kemarin. Klub juara Liga Turki itu mencatatkan kemenangan beruntun kedua di Grup G. Tim tuan rumah terlihat mengancam sejak awal dan Babel memaksimalkan peluang pada menit ke-11 ketika Cenk Tosun bergerak memotong dari sisi kiri dan mengirim umpan silang. Babel meneruskannya dengan tembakan kaki kiri melewati kiper Leipzig Peter Gulacsi. Talisca menggandakan keunggulan klub Istanbul itu pada menit ke-43, menyambar umpan silang dari Ricardo

Quaresma dengan sundulan kepala dari jarak dekat. Klub Liga Jerman tampil lebih baik pada awal babak kedua namun momentum mereka terganggu ketika terjadi mati listrik selama sepuluh menit. Setelah listrik kembali menyala Besiktas menambahi tekanan dan Leipzig tidak mampu menemukan jalan untuk memperkecil ketertinggalan pada pertandingan kedua mereka di Liga Champions. Laga ini jugwa diwarnai insiden dengan mundurnya penyerang Leipzig Timo Werner. Pemain timnas Jerman itu minta digantikan pada menit ke-32 karena tidak kuat mendengar riuh rendah sorakan pendukung Besiktas. Padahal sebelumnya ia

telah meminta kapas untuk menutupi kupingnya. Pemain berusia 21 tahun itu mengaku pusing dengan kebisingan suasana di Stadion Vodafone Arena. Besiktas memimpin Grup G dengan enam poin, sedangkan Leipzig memiliki satu poin, sama dengan semifinalis musim lalu AS Monaco yang takluk 0-3 dari tamunya tim peringkat kedua Porto. Monaco yang tak lagi diperkuat Kylian Mbappe yang dipinjam Paris St Germain, tak kuasa menahan gempuran tim tamu apalagi mencetak gol balasan. Vincent Aboubakar memborong dua gol pada menit ke-31 dan 69 untuk Portoa. Satu gol lagi dihasilkan Miguel Layun (89). (kmb39/rtr/ant)


olah raga

16

Kamis Umanis, 28 September 2017

Pecatur Made Garjaya Juara Denpasar (Bali Post) Pecatur Made Garjaya dari The Patra keluar sebagai juara dalam Kejuaraan Catur Antarkaryawan Hotel yang dihelat Bali Travel News (BTN), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, serta Bali Hotels Association (BHA) di wantilan Hotel Prama Sanur Beach, Rabu (27/9) kemarin. Bahkan, selama melakoni delapan babak, Garjaya selalu mengalahkan lawan-lawannya dan senantiasa memetik kemenangan hingga meraup poin sempurna 8. Juara II direbut Ngakan Gede Astika dari Pepper Seminyak yang mengoleksi poin 7, serta juara III Ketut Rio Krisna Hadi dari Sofitel Bali Nusa Dua, yang meraih poin 6. Turnamen ditutup Government Relations and Event Manager Andy. Dia menyebutkan, event serupa tahun lalu menggunakan sistem Swiss tujuh babak, sedangkan tahun 2017 ini, peserta harus menuntaskan delapan babak. ‘’Rupanya kejuaraan yang diadakan selama dua hari, dan tiap hari peserta dituntut bertarung selama empat babak, cukup menguras energi pecatur,’’ kata Andy. Terbukti, peta kekuatan berdasarkan hasil akhir, juga berubah total. Juara tahun lalu, Mahendra Rahmat (The Jayakarta) harus puas di urutan keempat. Sementara juiara II tahun lalu, Sang Putu Sutarsa (The Jayakarta) justru terlempar ke peringkat 16. Andy mengakui, Garjaya sosok pecatur yang sering ikut turnamen, bahkan pernah tercatat sebagai pecatur junior Kota Denpasar. ‘’Untuk juara II Ngakan Astika dan juara III Ketut Rio merupakan pendatang baru,’’ jelas Andy. Dikemukakan, para peserta sangat antusias dan enjoy selama bertanding. Untuk itu, mereka tetap berharapan BTN, BHA dan PHRI tetap rutin menggelar kejuaraan olahraga asah otak di kalangan karyawan hotel, dan tahun depan lebih semarak lagi. (022)

Bali Post/ist

KE FINAL - Tim PSAD memastikan tiket ke final turnamen sepak bola memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana pascamenang besar atas Putra pegok dengan skor 5-1 di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Rabu (27/9) kemarin. Pada laga pamungkas, Sabtu (30/9) nanti, PSAD bakal menantang tim pemenang antara FKPPI melawan Susila Putra, Kamis (28/9) ini.

PSAD ke Final Piala Pangdam

Denpasar (Bali Post) -

Petenis Spanyol Rafael Nadal.

Bali Post/rtr

Nadal Puji Ide-ide Moya Madrid Kehadiran Carlos Moya di tim kepelatihan Rafa Nadal memberi kepuasan tersendiri bagi petenis nomor satu dunia itu. Petenis Spanyol itu merasa latihan rutinnya menjadi lebih segar dan berenergi positif dengan ide-ide Moya. Moya, mantan petenis peringkat satu dunia, bergabung ke tim Nadal yang di dalamnya juga terdapat paman Nadal, Toni. Kedatangan pria Spanyol sejak Desember silam itu membantu mendongkrak kembali karier petenis berusia 31 tahun itu. Dihantam sejumlah cedera dan kehilangan penampilan terbaiknya pada dua tahun terakhir, Nadal bangkit menuju peringkat satu dunia dengan memenangi gelar Prancis Terbuka kesepuluhnya serta AS Terbuka ketiganya tahun ini. Ia kalah dari seteru abadinya, Roger Federer, pada final Australia Terbuka. ‘’Carlos memiliki dukungan hebat. Dia datang dengan kegembiraan dan juga kepercayaan terhadap beberapa hal, saya dapat memperbaiki hasil-hasil saya. Dan itu sangat membantu,’’ kata Nadal kepada surat kabar Spanyol El Espanol, Rabu (27/9) kemarin. ‘’Ini merupakan embusan udara segar, energi positif. Kami telah mengubah cara kami berlatih dan untuk Toni ini juga bagus.’’ Nadal mengatakan Moya datang ke timnya dan mempelajari sesi-sesi latihan hariannya sebelum menawarkan ide-ide spesifik mengenai bagaimana ia dapat memperbaiki permainannya. ‘’Ketika seseorang baru datang, lebih mudah untuk mendengarnya karena itu adalah sesuatu yang berbeda. Untuk Toni, memiliki kekuatan Carlos ketika dia berbicara kepada saya, telah membuat berbagai hal menjadi lebih mudah.’’ Toni mengatakan pada awal tahun ini ia berniat untuk mengundurkan diri dari perannya pada akhir musim, dan Nadal memuji usaha-usahanya saat bekerja bersama Moya dan Francisco Roig. ‘’Mereka telah menjadi tim hebat dan saya sangat puas dengan pekerjaan mereka, dengan ketiganya,’’ ucapnya. Nadal akan tampil di turnamen Beijing dan Shanghai bulan depan. Ia berniat untuk mengamankan peringkat satu pada akhir tahun dan memenangi gelar ATP Finals perdananya. (afp/ant)

Keanon Santoso Waspadai Pembalap Italia

Jakarta (Bali Post) Pembalap muda Indonesia Keanon Santoso mewaspadai pesaing-pesaingnya asal Italia dalam Kejuaraan Dunia gokart Rok Cup di South Garda Lenato, Italia, 11-14 Oktober 2017 mendatang. ‘’Saya paling mewaspadai pembalappembalap Italia karena selain di sana banyak nama-nama yang memiliki kualitas baik, mereka juga punya keunggulan sebagai pebalap tuan rumah,’’ kata Keanon di Jakarta, Rabu (27/9) kemarin. Sebagai tuan rumah, lanjut Keanon, pembalap-pembalap Italia memiliki keuntungan mengenal kesulitan dan cara mengatasi kesulitan di lintasan lebih baik dibandingkan peserta dari negara lainnya. ‘’Itu sama kondisinya mereka kita undang ke Indonesia dan main di Sentul, karenanya saya dan tim akan mempersiapkan balapan ini dengan baik dengan mempelaari karakter lintasan di sana melalui rekaman pertandingan yang ada,’’ ujarnya. Keanon yang akan berangkat ke Italia pada 6 Oktober 2017, akan menggunakan tim lokal Italia TKM Racing yang menangani sang kakak, Kezia Santoso, di ajang yang sama pada 2016 lalu. Meski tim itu dari Italia, dia menegaskan bahwa dirinya selalu menjaga komunikasi dengan tim terkait balapan kejuaraan dunia ini dan meyakini akan meraih hasil maksimal dengan memenuhi target utama menembus ke putaran final. ‘’Ini tim yang menangani kakak waktu tahun lalu dan saya juga sudah ada kontak dengan mereka dan karena sudah menangani dari tahun lalu mereka sudah tahu harus bagaimana setting-an teknisnya, jadi nanti saya tinggal implikasikan saja dengan tim dan berusaha bisa beradaptasi. Saya harap kerjasama ini bisa memberikan hasil maksimal di balapan ini,’’ ujarnya. Kejuaraan Dunia Gokart 2017 di Italia ini diikuti sebanyak 100 pembalap. Kejuaraan ini akan melalui tahapan putaran kualifikasi sebanyak empat kali untuk menentukan 34 pebalap terbaik untuk masuk ke putaran final Kelas A dan selebihnya masuk ke final Kelas B dan C. Sebelum berlaga di Italia, pembalap kelahiran Jakarta ini sempat menjuarai Nasional Championship 2016, Overal Minirok Champion, Eshark Rok Cup Indonesia 2016 Overal Champion Senior Rok, Indonesia Rok Cup Champion Seri 2, Indonesia Rok Cup Champion Seri 4, Singapura Rok Cup Champion 2017. (ant)

Kesebelasan PSAD memastikan tiket ke final setelah menang atas lawannya Putra Pegok dengan skor 5-1 pada babak semifinal, turnamen sepak bola memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana, di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Rabu (27/9) kemarin. PSAD pada laga pamungkas bakal menghadapi pemenang semifinal lainnya, antara FKPPI Bali melawan Susila Putra Sibang Kaja, Kamis (28/9) ini. Gol pembuka kemenangan PSAD hasil bidikan Tongki, ketika pertandingan yang dipimpin wasit Wildan Albari baru bergulir 16 menit. Bomb-

er Tongki yang mengenakan kostum nomor punggung 9, kembali menggandakan kemenangan timnya di menit ke-24, setelah gocekannya

yang mengarah ke gawang gagal diantisipasi kiper Putra Pegok Indra Bayu Mulyadi. Hingga turun minum, PSAD unggul 2-0.

Kejurnas Petanque

Atlet Jabar Windu Juara di Shooting Putra

Tabanan (Bali Post) Atlet petanque Jabar Windu Aji Prasetuo keluar sebagai juara di nomor shooting putra setelah di final menundukkan lawannya Andri Irawan (DKI) pada hari pertama Kejurnas Petanque 2017, di lapangan kompleks Stadion Debes Tabanan, Rabu (27/9) kemarin. Sementara juara III direbut Reza Oktavian (Banten), serta juara IV Abunawan (Jambi). Sementara di triple putri, tim Bali yang menurunkan I Gusti Ayu Ade Dwi Yosiana Sari/Kadek Mia Widiartati/ Firdanila Nuranisa menuju babak semifinal dan bakal meladeni Sumut yang menurunkan atletnya Yuyun Danaty Manulla/Cintami Rahmadani Jambak/Nosanta Yevi BR Ginting. Semifinalis lainnya mempertemukan Jambi yang diperkuat Hayaturrahmi/Ermika/Andini Segona meladeni DKI bermaterikan Dwie Anggraini/Richa Anggraeni/Novia Nurianingsih. Untuk triple putra, Bali yang menerjunkan pemainnya I Gusti Putu Guna Dharma Putra/I Gede Putra Widhi Guna Dharma/Made Khrisna Dwipayana, di semifinal, menantang lawannya

Bali Post/ist

KEJURNAS — Suasana hari pertama Kejurnas Petanque 2017, di Lapangan Petanque, Kompleks Stadion Debes Tabanan, Rabu (27/9) kemarin. DKI yang diperkuat Fajar Kurniawan/M. Andika Mahardika P/Fadella Ari Andika Fazri. Semifinalis lainnya Jabar (Asep Rahmat/Irwan/ Wildan Putra Pratama Suandana) meladeni Kalbar (Ahmad Rosadi/Rifky Adytya/ Heru Dwinandes). Ketua Pengprov FOPI Bali Nyoman Yamadhiputra di sela-sela kejurnas menerangkan, atlet petanque yang diterjunkan pada Kejurnas

2017 ini merupakan pemain yang juara di Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, pekan lalu. ‘’Kejurnas ini diikuti 219 atlet dari 19 provinsi,’’ jelas Yamadhiputra. Kejurnas mempertandingkan shooting putra dan putri, triple putra dan putri, single putra dan putri, double putra dan putri, beregu putra dan putri, triple mix (2 putra dan 1 putri), serta triple mix (2 putri dan 1 putra). (022)

Memasuki paruh kedua, pertandingan baru berjalan semenit, pemain PSAD Fransisko kembali menggetarkan jala Indra Bayu, hingga timnya unggul 3-0. Tertinggal 0-3, Putra Pegok tetap melakukan perlawanan dan tak putus asa. Alhasil, pemain Putra Pegok yakni Putra Windu tendangannya menjebol gawang PSAD yang dikawal Agus

Salim. Gol Putra Windu membuat Putra Pegok masih tertinggal 1-3. Akan tetapi, PSAD justru mampu memperbesar kemenangan timnya lewat sontekan Rico di menit ke-72. Bahkan, di injury time menit ke-90, Galuh menambah pundi-pundi golnya hingga PSAD yang ditangani pelatih Doni Kristian menang besar 5-1. (022)

Jakarta (Bali Post) Cabang olahraga catur menjadi penyumbang medali terakhir bagi kontingen Indonesia pada kejuaraan Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) 2017 di Asghabat, Turkmenistan, Rabu (27/9) kemarin. Berdasarkan data tim media AIMAG, atlet catur yang mempersembahkan medali perunggu itu adalah duet Chelsea Monca Sihite dan Ummi Fisabillah dari nomor catur kilat U-23. Untuk peraih medali emas adalah Iran dan medali perak direbut oleh tim Tiongkok. Perunggu tidak hanya direbut Indonesia, namun juga direbut oleh tim Kazakhstan. ‘’Keberuntungan juga sangat berpengaruh di nomor ini,’’ kata manajer tim catur Indonesia Kristianus Liem dalam keterangannya. Apa yang diraih Chelsea dan Ummi ternyata tidak diikuti oleh tim putra yang diperkuat Novendra meski pada awal perlombaan mampu membuat kejutan dengan mengalahkan pecatur peringkat satu junior, GM Wei Yi. Begitu juga dengan Yoseph Taher

yang mengalahkan GM Lu Shaglei. Dengan tambahan satu medali perunggu di hari terakhir pelaksana AIMAG, kontingen Indonesia sukses mengumpulkan dua medali emas, empat perak dan 14 perunggu. Komandan kontingen (CdM) Indonesia Andhika Monoarfa mengaku cukup bangga dengan raihan medali yang dipersembahkan atlet-atlet Indonesia mengingat level kejuaraan lebih tinggi dibandingkan dengan SEA Games 2017 di Malaysia beberapa waktu lalu. ‘’Alhamdulilah, ini adalah prestasi yang di luar dugaan. Mereka berjuang sangat serius dan benar-benar membuktikan bahwa mereka siap menghadapi ajang besar Asian Games di Jakarta-Palembang 2018 mendatang,’’ kata Andhika. Pada AIMAG 2017, Indonesia mengirimkan 140 atlet yang berlaga di 13 dari 21 cabang olahraga yang dipertandingkan. Medali emas sendiri dipersembahkan oleh tim putra poomsae dan dari tenis tunggal putri lewat Beatrice Gumulya. (ant)

Chelsea dan Ummi Sumbang Perunggu

ITdBI 2017

Rebellin Rajai Etape Pertama

Banyuwangi (Bali Post) Pertama turun laga di ajang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), pembalap asal Italia Davide Rebellin langsung menjadi juara. Dalam etape I sejauh 137,7 kilometer, Rabu (27/9) kemarin, pembalap dari tim Kuwait Cartucho tersebut menjadi yang pertama tiba di garis finis. Catatan waktunya, 3 jam, 20 menit 18 detik. Selain tercepat, pembalap berumur 46 tahun itu juga memboyong tiga jersey sekaligus, kuning, biru dan polkadot. Masing-masing untuk raja tanjakan (King of Mountain), raja sprinter dan tercepat tiba di finis. Sementara itu, posisi kedua ditempati Drew Morey dari Australia, membela Terengganu Cycling Team, Malaysia. Catatan waktu hanya berselisih 1 menit 35 detik. Sedangkan posisi ketiga ditempati Marcus Culey asal Australia yang membela ST.George Continental Cycling Team. Kemenangan Rebellin sudah terlihat sejak start dimulai dari Pasar Wongsorejo. Meski sempat di belakang rombongan, dia tetap santai. Baru ketika balapan melintasi tanjakan Pakel pada kilometer 115,3, dia baru melakukan attack. Rebellin menyalip sembilan pembalap saat melakukan breakaway. ‘’Rute yang kita lalui memang cukup menantang, terutama tanjakan. Kalau cuaca, tak masalah. Sama seperti di negara saya,’’ kata Rebellin usai

lomba. Prestasi kali ini sejatinya bukan mengherankan. Maklum, Rebellin memang memiliki spesialisasi ruterute classics. Ajang klasik di Eropa tersebut biasa digelar sebelum grand tour, seperti Giro d’Italia, Vuelta a Espana dan Tour de France. Balapan bergengsi memiliki ruterute yang mengandalkan ketahanan fisik. Para pembalapnya bertarung sendirian. Karena itu, di 20km terakhir menuju finish ITdBI, Rebellin sendirian menantang para pembalap. Meski juara, di etape 2, Kamis (28/9) ini, Rebellin rencananya tak akan terlalu ngotot menaklukkan medan. Dia akan lebih banyak menyimpan tenaga. Tujuannya, tampil maksimal di etape ketiga yang mendaki lereng Ijen. ‘’Etape ketiga sebenarnya berbeda dengan karakter saya. Tapi saya akan berusaha keras untuk tampil sebaikbaiknya di sana. Saya punya tim yang bagus dan dukungan kepada saya sangat bagus,’’ jelasnya. Jersey Merah Putih Sementara itu, Aiman Cahyadi, pembalap nasional yang membela Team Sapura Cycling, Malaysia berhasil memboyong jersey Merah Putih. Kostum ini untuk penghargaan pembalap tercepat untuk nasional. Di kelompok internasional, Aiman

masih mampu mempertahankan posisinya di empat besar. ‘’Alhamdulillah karena mendapat poin di tanjakan posisi saya masih di empat besar. Di etape dua saya akan menjaga posisi saja agar maksimal di etape tiga,’’ kata Aiman. Chairman ITdBI 2017 Guntur

Priambodo mengatakan setelah absennya Peter Pouley yang menjuarai ITdBI beberapa kali, Rebellin berpotensi menjadi juara ITdBI tahun ini. Sebab, pengalamannya dalam berbagai tur menantang pernah dilalui. ‘’Dia punya modal dan peluang besar juara,’’ ujarnya. (kmb30)

Bali Post/udi

Pembalap Italia Davide Rebellin menjadi juara dalam ITdBI etape pertama, Rabu (27/9) kemarin.


Kamis Umanis, 28 September 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Driver PT.QRG Resort 8480383

Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk Bangunan,Hub:085253988660

Dicr Segera Sopir + Serabutan Hub.081246967070

Dcr petugas gudang pria, tdk merokok,max25th,tmatan SMA lamaran ke PT.PKS JL.Suli 102

Lowongan CS Pria,Tukang Kebun bisa Teknisi.Lamaran Bawa ke STIKES Bali Jl.T.Balian 180

B.BP.004.09.17.0001747

B.BP.001.09.17.0001527

Dcr Sales Suka Tantangan 3700435

B.BP.001.09.17.0001674

B.BP.004.09.17.0001659

B.BP.001.09.17.0001741

B.BP.001.09.17.0000471

B.BP.004.09.17.0001753

Dc serabutan pria SIM C/SIM A Hub:081999677757/8446530

B.BP.001.09.17.0001686

Dcr Adm bs Com Inggris Lam Bw Lsg PT.Bali Dewata By Ngr 355A Blanjong Sanur WA 082145099005

Dcr Sekretaris bs Ms.Office & Photoshop Basic.Lamaran ke Jl.Kerobokan 96,Br.Taman (Toko Kenny Furniture)

B.BP.001.09.17.0001655

Dcr Staf wnt SMK/sdrjt Jl.T.Perahu 2X T.0361 9348949

B.BP.001.09.17.0001751

Dcr 2 Wnt Tkg Jarit yg Pnglmn u/Tailor Gj Blnn 081999958825

B.BP.001.09.17.0001611

Sgr!Sklh Baru Bth Guru TK/PG Min SMU ada Diklat,0811380028

Dcr Design Graphis bs corel,AI P.shop & srbtn Hb.081246900403

Urgent! Bar Waitress Sent CV to Mamas German Rest Telp.0361 754831/kadimamas@yahoo.co.id

B.BP.001.09.17.0001698

Dicari 1 Staf Laki u/Villa di Sanur Tdr Dlm H. 081239285583

B.BP.166.09.17.0001776

B.BP.001.09.17.0001754

B.BP.164.09.17.0001649

!Dcr Guru PAUD untuk di Dalung Hub.0817350308,089519974851

B.BP.001.09.17.0001614

B.BP.166.09.17.0001777

PT.Cahaya Putih (Buddhawear) membutuhkan posisi:Administrasi, Accounting,Social Media, Driver (able to Speak English) Dcr sgr tkng jarit yg pglmn u/ Dcr Karyawan/i bs Bhs.Inggris dan pekerja serabutan.Kirim garmen H:0361-8475290/8475294 Lamaran ke:Jl.Kerobokan 96, B.BP.001.09.17.0001744 lamaran ke hrd@buddhawear.com Br.Taman (Toko Kenny Furniture) Dcr tenaga pelaksana bangunan atau bawa langsung ke JL.Intan B.BP.001.09.17.0001654 Permai No.108 (Timur LP STM/Diploma Hub:081353461179 Dicari Debt collector wanita Kerobokan),Phone:085100050706 kirim CV:razankarya@yahoo.com berpengalaman Hub:085333333535 B.BP.004.09.17.0001752

B.BP.001.09.17.0001766

FOTOCOPY

B.BP.001.09.17.0001759

SERVICE

Looking for Hotel Operational Manager for Le Pirate Nusa Ceningan, 10 rooms Restaurant & Pool, speak English,min 5 years’ Experience in Hotel(F&B,HK,FO, operation).Accommodation & Transport,BPJS.Max 35 year old Send cv to hrd@lepirate.com, phone 0361 487240

B.BP.004.09.17.0001663

Cari Housekeeping untuk Villa di Canggu/Pererenan.Bw Lamaran Langsung Tgl 1 Okt Jam 1 Siang Hub.0812-1023775

Looking for Villa Manager /butler,Location Nusa Ceningan,Holiday Rental Property, 4 Bedrooms, Swimming Pool,Clift Top, Accommodation & Scooter Provide,BPJS,max 33 year old, sent cv to hrd@lepirate.com, Phone 0361 487240 B.BP.004.09.17.0001664

Needed Housekeeping. Lam ke reception@kutadeniaresidence.com / Jl.Kubu Anyar 28 Kuta 0361-8468828

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.001.09.17.0001765

B.BP.001.09.17.0001697

Camry 2.4V Hitam Th’2010+PickUp,Hub.0811510588/0361-499289 B.BP.164.09.17.0001648

Djl Innova G2006 DKHijau Mulus Metalik Pribadi-08123899391 TP B.BP.001.09.17.0001756

BIRO JASA

A

WASTAFEL BATHUB SALURAN AIR DLL HLI MAMPET GARANSI BL I NY O M A N

081 238 554 653 087 861 626 582 C.0001211-brj

BIRO JASA

SERVICE PANGGILAN

SERVICE MAMPET

POMPA AIR KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER, KOMPOR GAS

ALUMINIUM

HUB. GARUDA SERVICE Jl. WR. Supratman No. 9, Denpasar

Telp. 085100493221

WC GARANSI

SPA

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491

C.0001350-SRV

RUPA-RUPA

AURA TEKNIK Service Panggilan

AC

GESEK TUNAI & PELUNASAN

KERJA DITEMPAT

BENGKEL LAS

B E R G A R A N S I

KULKAS FREEZER SHOWCASE WATER HEATER

COLDROOM MESIN CUCI

081 999 540 284 082 247 418 281 C.0001323-brj

Free

SERVICE

n

Desig

C.0001169-RPA

TOP COOL

DIJUAL MOBIL

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

AC

ANUGERAH DEWATA

KULKAS R A CHEELER N F R I Z E R SI Kerja Ditempat

Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

081238348418 081999074576

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

C 0000051 bkl

DIJUAL MOBIL

SPECIALIS G A

C.0001880-srv

SERVICE

BIRO JASA

AHLI SUMBAT Atasi WC Mampet, ATASI:

H. 08-1234567-113

WC

GARANSI

Saluran Air, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras

081337666135 082359392760 C.0001457-BRJ

SPA

DICARI MOTOR 081338294465 Beli Motor Bekas Segala Merk B.BP.001.09.17.0001778

BIRO JASA

Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A 60Jt/A Bs Kredit 087862450004

B.BP.001.09.17.0001625

BatuBulan 325JT ng JlMobil Viw Ketwl 200ng+230ng 087761245398

RUPA-RUPA 1Hr Cair,KTA/BPKB/Stfkt 0,5% H.087862223922 / 082237457658

Jl Mrh BUC Jl.Jepun Pipil Gatsu,Jl.Dewi Sri 2-Legian Hub.HP :081 138 99 108

Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5% Hb.430373/74-081239991966

Jual Murah-SHGB Jl.Trengguli Penatih LT 41,9A H.08113899108

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.001.09.17.0000991

B.BP.001.09.17.0001771

TANPA BONGKAR

SERVICE

B.BP.001.09.17.0000185

BU dijual tnh 2A di Gor Buruan Gianyar Hrg miring Hub 0819966 77288 Maaf Tanpa pelantara

TOYOTA

KURAS - CLOSET

KERJA DITEMPAT BERGARANSI

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

Avanza S’2011 Pmk,Silver,Asli DK(115Jt)T.085100433703 TT/Krd

BLI NYOMAN

SERVICE

B.BP.001.09.17.0001740

Jual Murah-SHGB Jl.By Pass I.B Mantra-Ktwl LT.29A/LB.8000M2 4Lt Hub:081-138-99108

B.BP.001.09.17.0001775

WC

B.BP.001.09.17.0001743

B.BP.001.09.17.0001760

B.BP.001.09.17.0001742

-

B.BP.001.09.17.0001755

Tanah 1,5are di Dalung Permai Jl.6m aspal Hub:087761536716

DIJUAL TOKO Dkontrkn toko Jl.Ry Pdang Lwih Utr 9X Dalung Hub:085792075000

Splash GL th 2012 tangan 1 Silver Hub.087862270180

B.BP.154.09.17.0001714

Tanah 1 are Tukad Balian Renon dekat Jalan Raya 081353171816

DISEWAKAN RUMAH Diknt rmh Jl.Kertha Raharja VI No.4 Hub B.Yorni 081338317456

SUZUKI

AHLI WC MAMPET

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.09.17.0001606

Djual Sedan Baleno Htm th’2000 Hrg 46jt Hub:082144452288

Dicari Pegawai utk Catering Hub.0818550811/087861838922

Dicari Tng cucimobil dibtbulan Hb.081805514000(SMS),%,Um,Bons

B.BP.001.09.17.0001758

B.BP.164.09.17.0001779

B.BP.001.09.17.0001692

Dcr:FO,BellBoy,HK,Driver, Scurity,Enginering,Laundry,u/Htl. E:newarenahotelkutabali@gmail.com /Hub.PO Box 2005 Kuta Bali

DIJUAL RUMAH Dijl Rmh 1A+Tnh 1A Buana Raya Hrg 1,5 Nego Hub.087861826487

Dijual Rumah,SHM,2Lt,5Kmr Tdr, B.BP.001.09.17.0001748 Ls Tanah 2 Are,Sanur dekat RS. Tanah 1a Jl.Utma Sulatri Masuk Bali Mandara Hub:081337785806 200M Gatsu Timur 081237148880

B.BP.001.09.17.0001489

HONDA

B.BP.135.09.17.0001773

B.BP.001.09.17.0001717

B.BP.141.09.17.0001774

CRV’10+14Prestige Pth+Fortuner TRD’12Pth+Sportige’13Pth+Mini Cooper’13Pth+RR.Evoque’12Pth+G Cherokee12Htm+CX7,085737180911

*** Supir *** Hub: Jl.Gadung No.81,Kreneng Dps

Dcr Aplikator Pengendali Hama Gj 2,3Jt+Makan Siang Hub:03614733218,081337553373

Inova’07 Silver H.120jt+XOver 2010 bsKrd Dp20jt,085100856999

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.09.17.0001706

B.BP.821.09.17.0000624

Travel Agent Bth Reservation Staffs Bhs Inggris/Computer Exp Min 1Th T.287555 E:Ptworldsurfaris@gmail.com

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.09.17.0001768

Dcr Baker Pastry Pengalaman Bisa Buat Cake Hub.08123637000

B.BP.001.09.17.0001780

AC

Dbthkan Furniture designer utk Bali; CAD,3dmax,excel; inggris aktif; kirim cv & portfolio ke:info@yunibali.com

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.09.17.0001619

B.BP.001.09.17.0001767

B.BP.164.09.17.0001647

B.BP.164.09.17.0001645

B.BP.001.09.17.0001554


EKONOMI

18

Kamis Umanis, 28 September 2017

Stok Beras Prinlog Aman

Bisa Dipakai Kabupaten Terdampak Gunung Agung Denpasar (Bali Post) Kabupaten yang terdampak siaga darurat bencana Gunung Agung bisa mengajukan perintah logistik (prinlog) untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat. Baik itu Kabupaten Karangasem yang menjadi lokasi bencana maupun kabupaten/kota lain yang menerima pengungsi dari Bumi Lahar. ‘’Kami rasa, potensi untuk pengajuan beras melalui prinlog ini akan terus ada. Mengingat hingga saat ini kita belum

mengetahui kepastian sampai kapan masyarakat ada di pengungsian,’’ ujar Kepala Bidang Pengadaan dan Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog Divisi Regional Bali, Made Agustama, Rabu (27/9) kemarin. Menurut Agustama, kabupaten yang sudah memanfaatkan prinlog yakni Buleleng untuk memenuhi kebutuhan pengungsi sebanyak 17.286,40 kg, Bangli sebanyak 13.600 kg, dan Klungkung sebanyak 3.362 kg. Sementara untuk stok

beras prinlog, saat ini masih ada sekitar 40 ton. ‘’Jumlah tersebut sewaktu-waktu bisa bertambah sesuai kondisi karena prinlog ini juga merupakan bagian dari penanggulangan bencana,’’ imbuhnya. Agustama menambahkan, prinlog tidak mengurangi alokasi cadangan beras normal yang ada di Bulog. Pasalnya, beras prinlog merupakan hak Kementerian Sosial yang dianggarkan untuk bencana alam. Di daerah, dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi atau kabupaten/kota. Selain

prinlog, juga ada cadangan beras pemerintah (CBP). Namun terkait bencana Gunung Agung, yang bisa mengajukan CBP hanya Kabupaten Karangasem untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. ‘’Hingga saat ini yang sudah dicairkan itu sebanyak 100 ton sesuai alokasi per tahun. Apabila menginginkan CBP lagi, pemerintah setempat (Karangasem) bisa mengajukan ke provinsi, karena Pemprov mendapatkan alokasi 200 ton per tahun,’’ jelasnya.

Stok beras Bulog sendiri termasuk CBP, lanjut Agustama, mencapai 15.300 ton yang dapat memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan. Setiap bulannya, kebutuhan akan beras mencapai 2.295 ton termasuk beras sejahtera (rastra). Penyerapan kembali akan dilakukan bila stok mulai menipis atau hanya cukup untuk tiga bulan saja. Penyerapan dilakukan pada Bulog Divre lain yang mengalami surplus seperti Jawa Timur, Sulawesi atau NTB. (kmb32)


19

Kamis Umanis, 28 September 2017

Kasus E-KTP

Dirut Quadra Solution Tersangka

Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) tahun 2011-2012 pada Kemendagri. Anang Sugiana Sudihardjo diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Rabu (27/9) kemarin, mengatakan penetapan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka baru dalam kasus proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) berdasarkan fakta persidangan. ‘’Penetapan Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka setelah KPK mencermati fakta persidangan terhadap para terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi e-KTP yang telah disidangkan, yaitu Irman dan Sugiharto yang telah divonis bersalah dan Andi Agustinus yang persi-

Bali Poist/ant

Laode M Syarif

dangannya sedang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,’’ katanya, Rabu kemarin. Anang Sugiana Sudihardjo diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena kedudukannya atau jabatannya sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara. ‘’Sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp 5,9 triliun dalam paket pengadaan e-KTP pada Kemendagri,’’ kata Syarif.

Syarif menjelaskan bahwa indikasi peran Anang Sugiana Sudihardjo terkait kasus itu antara lain diduga dilakukan bersamasama dengan Setya Novanto, Andi Agusitnus alias Andi Narogong, Irman dan Sugiharto dan kawan-kawan. PT Quadra Solution merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pelaksana proyek KTP-elektronik (eKTP) yang terdiri dari Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Artha Putra. Menurut Syarif, Anang Sugiana Sudihardjo diduga berperan dalam penyerahan uang terhadap Setya Novanto dan sejumlah anggota DPR-RI melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait dengan proyek e-KTP. ‘’Sugiharto menyatakan pernah meminta Anang Sugiana Sudihardjo untuk menyiapkan uang sejumlah 500 ribu dolar AS dan Rp1 miliar untuk diserahkan kepada Miryam S Haryani,’’ tuturnya. (ant)

Alami Peningkatan Dari Hal. 1 Sementara itu, evakuasi warga masih berlangsung, Rabu kemarin. BPBD mencatat jumlah pengungsi di Kabupaten Klungkung 21.514 jiwa (5.051 KK). Jumlah ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan. Walaupun berada di pengungsian, beberapa warga masih tetap kembali ke rumahnya dengan alasan mengurus ternak yang mer-

eka tinggalkan di kampung. Kegiatan berisiko ini utamanya dilakukan oleh kaum pria. ‘’Di lapangan kami menghadapi kendala, yaitu masih ada masyarakat yang kembali ke rumahnya untuk mengurus ternak, yang seharusnya tidak boleh dilakukan, karena kapan Gunung Agung erupsi tidak ada yang tahu,’’ ujar kepala BNPB Willem Rampangilei. Melihat kejadian itu, BNPB menginstruksikan

kepada Satgas Siaga Darurat agar melarang para petani tersebut untuk kembali ke rumah mereka, utamanya yang berada di radius 9 km dari Gunung Agung. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika sewaktu-waktu gunung meletus. ‘’Langkah ini kami lakukan agar tidak ada korban jiwa nantinya. Karena tidak ada yang tahu kapan Gunung Agung akan erupsi,’’ tegasnya. (nan/win)

Mengaku Beruntung Dari Hal. 1 ‘’Di rumah juga buat anyaman. Jadinya sudah terbiasa. Syukur sekarang masih ada tempat,’’ katanya. Di belakang balai banjar juga terdengar suara ketok-ketok. Saat ditengok, rupanya sejumlah pengungsi tengah sibuk ngukir. Tak terlihat beban dari wajahnya. Seakan hidupnya tak dirundung pahit. ‘’Ini (kayu - red) bawa dari rumah. Diangkut saat mengungsi dengan mobil,’’ ujar I Wayan Ardana, pengungsi yang juga dari Desa Muncan. Ukiran itu pesanan dari warga asal Desa Manikaji, Bangli. Pengerjaannya tak dilakukan sendiri. Tetapi bersama istrinya, Komang Asih, dan kerabatnya. Ia mengaku beruntung mendapat tempat pengungsian yang masyarakatnya sangat menerima. Memberikan perhatian layaknya keluarga sendiri. ‘’Un-

Lereng Gunung Dari Hal. 1

Disinggung dengan gejala-gejala yang ditunjukkan apakah ada indikasi terjadinya letusan di lereng gunung, Suartika menegaskan, kalau berkaca pada peristiwa tahun 1963, kalau benar terjadi erupsi maka kemungkinan besar letusannya tetap akan terjadi di puncak. ‘’Itu baru sebatas prediksi saja. Kalau pastinya kita belum tahu,’’ terangnya. (kmb41)

tung masih ada tempat. Bisa lanjut ngukir. Ini harus selesai dua bulan,’’ ucapnya. Keinginan untuk merasakan kampung halaman sudah pasti ada. Hanya itu harus dikubur dalam-dalam hingga situasi Gunung Agung benar-benar kondusif. ‘’Pulang pasti ingin. Tapi karena seperti ini, bagaimana. Lebih baik utamakan keselamatan dulu,’’ imbuhnya. Klian Banjar Dinas Griya Cucukan Ida Bagus Maha Putra mengatakan, keinginannya untuk membantu pengungsi bukan karena

paksaan. Melainkan sebuah keinginan yang langsung keluar dari hati. Warga pun tak mempersoalkan. ‘’Kami memang benar-benar ingin membantu,’’ terangnya. Selain menekuni dua kesibukan itu, beberapa pengungsi juga diarahkan untuk bekerja menjadi buruh tani. Mereka diperlakukan layaknya warga setempat. ‘’Kemampuan apa yang dimiliki, kami fasilitasi agar tersalurkan,’’ sebutnya seraya menambahkan, pengungsi yang tertampung di banjar itu 55 jiwa. (sos)

Jumlah diterima kemarin Rp 22.358.600 Dari Hal. 1 OK Band Bali 10 matras, jaket, selimut, Biskuit, Kaos kaki Bapak Suryadi Wanda 6 dus susu cair, 20 kotak bubur bayi, 20 bungkus biskuit Fabiola Elfriede Utami 3 sak beras @10kg, 6 kotak susu bayi, 8 kotak masker, 3 dus air mineral botol, 4 pack pampers EJ Staff Kuta 1 dus biskuit, 1 dus susu, 1 dus alat mandi, 1 dus gula, 1 dus kopi, 1 dus teh 10 sak beras, 20 kerat telur, Halo Bali Spa & Inko Bali 10 dus air mineral, 1 dus pakaian layak pakai, 1 dus selimut Diana Abdulah 6 galon air mineral Cok Er, Dps 2 dus mie, 2 tas sembako Arya 2 dus pakaian bayi, 3 dus air mineral, 1 karung beras Jumlah diterima kemarin Rp 22.358.600 Jumlah sebelumnya Rp 86.329.600 Jumlah seluruhnya Rp 108.688.200

Kamis, 28 September 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya (2) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Serial Kartun Adi Parwa (3) 08.00 Education On Bali TV 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.00 Wawancara Eksklusif Tanggap Bencana 10.05 Lejel Home Shopping 11.05 Bali Channel Tourist TV 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wecana Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya (3) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali

13.30 Folk Song 14.05 Klip Bali 14.30 Kidung Interaktif 15.30 Bali Channel Tourist TV 16.05 Dialog Interaktif Pemulihan Jiwa (Dedy Susanto) 17.00 Nangun Yadnya Karya Pitra Yadnya Massal Nusa Penida 17.30 Wawancara Eksklusif Tanggap Bencana 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Dialog Interatif Pemulihan Jiwa (Dedy Susanto) 21.00 Puppet Show Adikamaks 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Wawancara Eksklusif Tanggap Bencana 23.00 Berita dan Bincang Terkini 23.05 Lila Cita Calonarang Bresela (2)

Otoritas Penerbangan Dari Hal. 1 Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/ B G E S D M I G e d e S u a rtika, Rabu (27/9) kemarin juga mengungkapkan, atas beberapa gejala tersebut, maka pihaknya telah melayangkan surat peringatan perubahan warna kepada otoritas penerbangan Bandara Ngurah Rai dari warna kuning ke orange. Hal ini dikarenakan kondisi Gu-

nung Agung semakin kritis dan siap-siap akan erupsi. Hal itu sebagai peringatan untuk penerbangan. Karena dengan begitu pihak bandara bisa melakukan antisipasi lebih awal kalau Gunung Agung benar-benar erupsi. ‘’Surat peringatan kuning ke orange kita sudah layangkan Rabu pukul 18.44 Wita. Sementara surat peringatan kuning kita keluarkan pada tanggal 18 September pukul 21.15 Wita,’’ tegasnya. (kmb41)


16 Pages

180 Number 9th Year

Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos

online: http://www.intern

‘Kingsman’ r for ‘It’ as It’s all ove tops box office sequel Thursday,

September

Indonesia ready to divert tourists as Bali volcano rumbles

om. http://epaper.inte

L O N A A T I E R N I N T

, Septembe Thursday

ationalbalipost.c

r 28, 2017

28, 2017

Paramount’s

added “mother!” last weekend’s

to openThe Golden just $3.3 million the lowest debut $7.5 million, itself Jennifer Lawrence comedy “Kingsman: on its horror ing gross for a ON - Spy American box offices It ousted release. movie folWASHINGT North Monday. film in wide figures showed for two weeks. Darren Aronofsky’s Circle” dominated her husband, industry weekend lows Lawrence and the crown as their weekend, had held in its opening “It” Javier Bardem, when box office played by hit “It”, which of $123 million, are upended featur-

cast Michelle with revenue impressive earnings tranquil lives Harris and Tatum, With a star-studded in only three strangers (Ed up at their country still boasts Firth, Channing ing Colin and even Elton John, of $266.1 million Pfeiffer) show mil“F” animation home. Halle Berry raked in $39 weeks. was new drew a rare the In at third “Kingsman” weekend, according website, The movie Ninjago Movie”, Bros.’ ComScore strong 67 lion for the monitor Exhibitor “The Lego of Warner from the installment Rotten franchise, despite a relatively to box office rating on The third Lego Movie” Relations. “The to “Kingsman: percent approval $20.4 million. The sequel “The Golden which made behind in fourth was Tomatoes. 10 were: out the top million) organiTrailing far Secret Service,” starring DyRounding British spy ($3.2 with Assassin,” “black ops” Circle” sees join forces “American CIA “Home Again” ($2 million) Statesman lan O’Brien as a up with crusty zation Kingsman “Friend Request”($1.611 million) counterpart who teams Keaton to American a new global threat. “Stronger” Bodyguard” ($1.608 King recruit agent Michael took in to take on Hitman’s River” ($1.3 milveteran on a Stephen The film Skarsgard fight terrorists. bringing its total “The “It,” based “Wind a starring Bill two million) novel and clown who menaces just $6.3 million, million in lion)(afp) to $26.2 as a creepy town, earned $29.8 earnings from last sleepy Maine half its takestormed the weeks. million -But having weekend.

ot to get opez Brigitte Bard in Saint-Tr a statue

will be be Brigitte Bardot where a on screen goddessresort of St Tropez, NICE - French in the Riviera actress will be unveiled Thursday statue of the honoured (eight-foot) after she helped 2.5-metre with the town as a semi-naked role her 83rd birthday. synonymous The Woman”. Bardot became her breakthrough fishing God Created the map in put it on in the 1956 film “Andit was still a bohemian in seductress in St Tropez when jet-setters film was shot with internationaland withdrew village. there in 1958, career in 1973 to devote Bardot movedgave up her film of the town She the outskirts hot pursuit. on an home on rights. animal Tropez is based to her secluded promoting commissioned by St young Bardot -- the herself to statue husband), a curvaceous The bronze drawings ofRoger Vadim (her first as Italian illustrator’s filmmakers Malle. the unveiling Louis attend muse of such to the Godard and is not expected the town for the Jean-Luc Bardot note, she thankedimmortalising The reclusive statue you In a hand-written ” “I’m sending ceremony. honour” of the “magnificent she wrote.(afp) “immense God created in Saint-Tropez!! in my eyes,” woman that with tears thanks, all huge

You can Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor

onal Bali find Internati Smirnof Cafee 19 No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan

No. 106 Dps Jl. Raya Puputan No 148 Mandala Renon Renon Kopi Made Jl. Raya Niti 148 Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget

Post at:

AFP / BAY

ISMOYO

the volcano, resorts from than 75,000 nearest tourist to help more one of the been sent Amed beach, bedding have and boats at aid centres. facemasks and fishing crowded sit near huts laden with food, flew in to visit as locals Vehicles president at dawn 27, 2017. Indonesian the background September of Bali, as the looms in of Bali on island Mount Agung on the island on the tourist a volcano in Karangasem have fled people who

divert s a ready to Indonesi i volcano rumble Bal tourists as

for the an flights destined to divert volcano stoke fears are on standby authorities tremors from a rumbling Ausfrequent SEM - Indonesian its flights between KARANGA of Bali as increasingly for some ofBali in case it is forced Airlines holiday island be imminent. warning travellers tralia and Singapore could turn back. travelling between sued advisories eruption caution. Indo- to could kilometres

75 to exercise of an eruption, said customers October 2 Mount Agung, the tourist hub In the case divert flights headed September 23 andask for a refund. from or inplans to 6 (47 miles) been shaking since rebook flights other airports, to page the nesia has Continued to erupt for and for Bali to ten Lombok and the of Kuta, on nearby 50 years August, threatening also be heard to cluding Jakarta. more than to News can at Global first time in than 80,000 people capital will be diverted it in “Bali Image” from 9.30 96.5 “The planeslocation or where forcing more Radio FM am. Listen to flee their homes.millions of foreign their nearest off from,” transport until 10.00 FM at http:// said. Bali attracts year to its palm- originally took m Global Radio Karya Sumadi ten2myradio.co visitors every and an eruption minister Budi watching the situaat http:// globalfmbali.lis streaming http:// its tourismAirlines are 100 buses have been fringed beaches or live video li.com and a blow to li. and would be economy. radioglobalfmbanel/global-fm-ba tion closely evacuate tourists. be capital ustream.tv/chan dependent prepared to in Bali’s said it would The airport not been affected, Virgin Australia stop in Darwin has including making an extra fuel Denpasar countries isbut several Singapore have and Australia

kamis umanis, 28 september 2017

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

TERTIDUR – Anak-anak dan balita tampak tertidur di tempat pengungsian, baru-baru ini.

Bali Post/gik

MAKAN Seorang warga dari Banjar Galih, Desa Jungutan, Karangasem memberi makan anjing peliharaannya, beberapa hari lalu. Ratusan warga dari banjar ini mengungsi ke Banjar Kreteg, Desa Sibetan.

Bali Post/edi

PERMAINAN - Sejumlah anak terlihat menikmati suasana permainan yang disediakan di lokasi pengungsian, GOR Swecapura, Rabu (27/9) kemarin. Berbagai fasilitas untuk anak-anak disiapkan di lokasi pengungsian, mulai dari wahana permainan, body painting hingga atraksi badut.

Bali Post/gik


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 28 September 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu