Skip to main content

Edisi Rabu 28 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Diduga Bodong

Kekurangan Guru

Dilanda Kekeringan

Setelah menyisir tempat hiburan malam, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung juga menertibkan akomodasi pariwisata. Tim yustisi berhasil menemukan 66 akomodasi pariwisata yang disinyalir belum mengantongi izin alias bodong. BADUNG | HAL. 3

Kekurangan guru dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) masih terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Tabanan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, kekurangan guru berstatus ASN mencapai 1.514 guru untuk tingkat SD dan 357 guru tingkat SMP.

Nusa Penida dikenal sebagai daerah tandus. Di musim kemarau ini, tentu kondisi alamnya semakin memprihatinkan. Dampaknya pun sangat terasa. Selain sulit bercocok tanam, peternak juga kesulitan mencari pakan dan air minum ternak. Akibatnya banyak petani mulai merasakan dampak secara ekonomi. KLUNGKUNG | HAL. 12

TABANAN | HAL. 7

Pembangunan Dermaga Tanah Ampo Dilanjutkan

Gubernur Koster Harap 70 Persen Hasil Dinikmati Karangasem NASIB kelanjutan pembangunan proyek Dermaga Tanah Ampo, Karangasem yang telah cukup lama terkatung-katung, akhirnya mulai menemui titik terang. Yakni dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan, Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem terkait

pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo, Selasa (27/8) kemarin di Wiswa Sabha Pratama Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Menurut Gubernur Koster bahwa kelanjutan pembangunan dermaga bertaraf internasional di wilayah kabupaten ujung timur Pulau Bali ini adalah sebagai keseriusan

komitmen pemerintahannya mewujudkan visi pengembangan infrastruktur terintegrasi darat, laut dan udara. ‘’Dermaga Tanah Ampo yang dari dulu tidak selesai-selesai saya anggap penting dalam rangka mengintegrasikan infrastruktur di Bali. Sudah ada lampu hijau dari Bapak Presiden

PELABUHAN TANAH AMPO - Direktur Jenderal Hubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub Agus Purnomo, Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menunjukkan nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan, Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem terkait pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo, Selasa (27/8) kemarin, di Wiswa Sabha Pratama Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Restoran Akame Diminta Ditutup Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bila proses administrasi dan dasar hukum pelaksanaan reklamasi seluas 85 hektar di sekeliling Pelabuhan Benoa oleh PT Pelindo III sejatinya sudah memenuhi syarat. Hanya dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) pelabuhan dan Amdal. Selain itu, sebaiknya di pelabuhan tidak dibangun fasilitas umum di luar kepentingan pelabuhan seperti restoran. Koster mengaku tidak mau tahu dengan proses reklamasi yang sudah berjalan 88,81 persen. Bagi Ketua DPD PDI-P Bali ini yang terpenting adalah lingkungan harus dijaga. Oleh karena itu, Koster sejak awal juga telah meminta agar proyek pengembangan pelabuhan tidak diisi dengan pembangunan fasilitas umum. Termasuk meminta Pelindo untuk menutup Restoran Akame yang berada di dekat pelabuhan. ‘’Restoran Akame pun saya minta tutup saja,’’ kata Koster ditemui di Kantor Gubernur Bali, Selasa (27/8) kemarin. Terkait penghentian reklamasi, ditegaskan, argumentasi utamanya adalah karena tidak dilaksanakannya Amdal. ‘’Seharusnya di situ sebelum direklamasi, dibangun dulu tanggul penahannya, kedua penyaringnya seperti di Ngurah Rai (reklamasi Bandara Ngurah Rai red). Karena tidak dibuatkan tanggul penahan, ditimbun tanah di sana, galian dari Pelabuhan Benoa itu sekarang meluber ke mana-mana,’’ ujar Koster. Tanah yang diduga mengandung zat-zat berbahaya itu, lanjut Koster, utamanya masuk ke wilayah mangrove sehingga mangrove menjadi mati. Mantan anggota DPR-RI ini sebetulnya tidak mempersoalkan pembangunannya, tetapi dampaknya karena tidak dikelola secara benar sesuai dengan SOP-nya. Mengingat, tanah yang luber itu halus dan padat seperti semen, sehingga membuat akar mangrove tidak bisa berkembang dan mati semua. Kalaupun ditanami mangrove baru juga tidak mungkin akan tumbuh, karena tanah juga mengandung zat-zat yang diduga berbahaya. ‘’Pembangunan Pelindo di kawasan yang tidak ada kaitannya dengan reklamasi jalan terus, yang kita minta adalah reklamasi di dumping I dan II supaya ditata dan dikembalikan sebagai kawasan terbuka hijau,’’ jelasnya. (kmb32)

’’Restoran Akame pun saya minta tutup saja.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Harian Bisnis Bali Solusi Atasi Kekeringan di Buleleng

Kekeringan sampai saat ini masih menjadi PR bagi sejumlah daerah ketika memasuki musim kemarau. Tidak terkecuali di Kabupaten Buleleng. Saat musim kemarau, sejumlah lahan pertanian khususnya padi mengalami kekeringan. Apa solusinya?

www.bisnisbali.com

(Joko Widodo), Bapak Menteri juga sudah melihat langsung. Untuk itu, sekarang tahapan-tahapannya harus diselesaikan agar secepatnya terlihat progres dari proyek ini,’’ kata Gubernur kelahiran Sembiran Kabupaten Buleleng ini. Hal. 15 Bertaraf Internasional

Proses Pemindahan Ibu Kota Masih Panjang Jakarta (Bali Post) – Pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru memunculkan pro dan kontra. Namun setelah pengumuman lokasi oleh Presiden Jokowi, masih panjang jalan yang harus dilalui untuk mewujudkan ibu kota negara benar-benar pindah. Kajian-kajian mendalam, penyiapan rancangan undang-undang hingga meminta persetujuan DPR-RI merupakan tahapan awal yang harus dijalani. Dengan demikian dibutuhkan waktu bertahun-tahun mengingat pemindahan pusat pemerintahan negara dari Jakarta dilakukan secara total. ‘’Jadi masih panjang, masih ada beberapa langkah yang harus ditempuh sampai dengan DPR, maka baru kita bahas lagi tentang RUU tata ruangnya, dibuat perencanaan yang fixed,’’ kata Wapres Jusuf Kalla (JK) kepada wartawan

di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (27/8) kemarin. Setelah pemilihan lokasi oleh Presiden, langkah selanjutnya adalah mengkaji lebih rinci mengenai bentuk ibu kota baru oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan

Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas). ‘’Soal kajiannya, perlu pendalaman dari semua sektor, (seperti) sektor pemerintahan tentu, faktor ekonomi, dan sebagainya; yang kemudian menjadi di tingkat kajian

akademis. Dari situ baru RUU (rancangan undang-undang), nanti dibahas di DPR,’’ jelasnya. Kajian tersebut harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia dan tidak sepenuhnya mengacu pada

negara dengan pengalaman serupa. Menurut JK, hampir semua negara yang memindahkan ibu kotanya memiliki sistem administrasi negara bagian atau federal. Hal. 15 Dokumen Kajian RAJA MALAYSIA - Presiden Joko Widodo bersama Raja Malaysia Sri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agong XVI Sultan Abdullah Ri’ayatauddin Al Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah memeriksa pasukan saat upacara kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/8) kemarin. Preiden Jokowi nampak menunjukkan pakaian tentara tardisional masing-masing suku yang ada di Indonesia. Pemerintahan Jokowi memang sering memperkenalkan keanekaragaman kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia kepada tamu kehormatan.

Pimnas Ke-32 di Universitas Udayana Resmi Dibuka

Menristekdikti Harapkan Lahir Unicorn Masa Depan Indonesia

Mangupura (Bali Post) Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Ke-32 Tahun 2019 resmi dibuka oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) Mohamad Nasir di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Badung, Selasa (27/8) kemarin. Pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Bali, Rektor Universitas Udayana, para pejabat eselon I dan II Kemenristekdikti, rektor perguruan tinggi, dan seluruh peserta. Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. pada kesempatan tersebut menyampaikan, peserta Pimnas ke-32 merupakan jumlah peserta terbesar dari tahuntahun sebelumnya. Yaitu sebanyak 1.614 mahasiswa

dan 460 dosen pendamping dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia. Mereka terbagi dalam 460 tim terpilih dari Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai tahun 2019 sebanyak 3.621 proposal. Dikatakannya, ini adalah putra-putri terbaik di Indonesia. Dalam Pimnas ini, pihaknya ingin mencoba, bagaimana inovasi yang dihasilkan mahasiswa bisa menjadi startup yang akan didorong agar bisa menghasilkan industri baru. ‘’Mudah-mudahan dari peserta Pimnas ini bisa menjadi Unicorn masa depan Indonesia. Mudah-mudahan dari kalian menjadi orang yang sukses di negeri ini,’’ harapnya. Hal. 15 Mengubah Ekonomi

BUKA PIMNAS - Suasana pembukaan Pimnas ke-32 tahun 2019 yang ditandai dengan membunyikan ceng-ceng, Selasa (27/8) kemarin di GWK.


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Dukung Inovasi Industri Kreatif 4.0

Sampoerna Dorong Kemandirian dan Daya Saing Bangsa Melalui Pengembangan Sains dan Teknologi PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia, mendukung visi pemerintah dalam mendukung inovasi industri kreatif 4.0 untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), sains, dan teknologi. Hal ini ditegaskan Sampoerna pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 untuk terus mengembangkan bisnis yang berbasis sains dan inovasi. Manager Regulatory Affairs Reduced Risk Products Sampoerna Tias Gatra Annisaa menyatakan selama 106 tahun kehadirannya di Indonesia, Sampoerna senantiasa mengambil peran aktif untuk mendorong kemandirian dan daya saing bangsa melalui pengembangan program yang berbasis inovasi dan teknologi. Lebih dari 10 tahun perusahaan telah menjalankan program Sampoerna Entre-

preneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC) guna meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). ‘’Peringatan Hakteknas kali ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk industri untuk mewujudkan peran nyata penerapan teknologi dan inovasi. Hal ini tentunya akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi kesejahteraan masyarakat,’’ kata Tias dalam keterangan resminya, Selasa (27/8) kemarin. Tias menjelaskan, sejak tahun 2007 program SETC telah menerima sekitar 96.000 pengunjung, melatih sekitar 46.000 pebisnis di 79 kota/kabupaten di seluruh Indonesia, dan membantu 3.000 UKM. Sampoerna juga telah mengimplementasikan 90 proyek penelitian terapan yang telah diuji di bidang pertanian terintegrasi. Sementara dalam program

SRC, Sampoerna mengembangkan ketahanan dan daya saing pada lebih dari 110.000 pedagang tradisional di seluruh Indonesia. Perusahaan juga terus meningkatkan kualitas program di tengah tantangan era industri 4.0. Salah satunya melalui peluncuran aplikasi mobile ‘’Ayo SRC’’ sebagai terobosan inovatif dalam memperkuat ekosistem komersial perusahaan dan mengintegrasikan para anggota menggunakan teknologi digital. Aplikasi ini menghubungkan seluruh anggota SRC dengan mitra penyalur, seperti pedagang grosir dan konsumen. ‘’Kami terus memicu diri tidak hanya dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, namun juga dalam memberikan inspirasi, motivasi, serta bertindak sebagai sarana bagi masyarakat dalam mencapai kemandirian. Dengan demikian, Sampoerna telah memanfaatkan pengetahuan bisnisnya dalam memberdayakan pelaku UKM di Indone-

Anggota Propam Raih Predikat Polisi Teladan hiran Desa Tegallalang Kecamatan Tegallalang, Gianyar ini mengaku memilih mengabdi kepada negara dengan menjadi anggota Polri dan lulus pendidikan pada 15 Juni 1981. Pendidikan diikutinya di Pusdik Porong Sidoarjo, Jawa Timur, dengan pangkat Serda dan ditugaskan di Polsek Kuta hingga tahun 1984. ‘’Saya berkesempatan mengikuti Pendidikan Perwira Polri di Sukabumi selama 11 bulan dan langsung menyandang pangkat Letnan Dua. Selanjutnya saya ditugaskan di Pol-

PENGHARGAAN - Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha menyerahkan penghargaan kepada Kompol Dewa Putu Oka karena berhasil meraih juara I Polisi Teladan.

res Gianyar sebagai Kasubag Watpers Bagmin,’’ ujarnya. Kariernya terus menanjak dan berkat dukungan keluarga serta atas dedikasi pengabdiannya. Tahun 2001 ia dipercaya sebagai Kapolsek Tegallalang, Gianyar dan setelah itu ditugaskan di satuan Densus 88 Antiteror Polda Bali. Kompol Oka juga menginiasi berdirinya SMK Negeri 1 Tegallalang, Gianyar yang kini menjadi salah satu sekolah favorit yang sudah menamatkan 2.300 anak didik. Ia juga terlibat dalam pembentukan Badan Pengelola Objek Wisata Ceking dan di-launching pada 10 Maret 2012 dikelola langsung desa adat. Dari pemasukan objek wisata tersebut, dapat menunjang pembangunan pura dan upacara keagamaan sehingga tidak memberatkan masyarakat. Selain itu, perekonomian masyarakat meningkat. Salah satu contohnya, hasil kerajinan masyarakat dapat terjual kepada wisatawan yang berkunjung. Dari data, kunjungan wisatawan per hari 1.200 hingga 1.600 orang. ‘’Usai melaksanakan tugas di kepolisian, saya akan mengabdikan diri di desa,’’ ungkap ayah dua anak ini. (kmb36)

Bintang Darmawati menambahkan, dari peninjauan ini diharapkan memberikan rekomendasi dalam mendukung percepatan pembangunan. Dari hasil peninjauan, keempat proyek pembangunan fisik ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai rencana. “Sudah sesuai rencana, dan keempatnya melebihi target realisasi. Tentunya akan terus kami awasi bersama pembangunannya,” jelasnya. Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan, pembangunan Pasar Suwung Batan Kendal yang dilaksanakan oleh PT Taurus Bali dengan nilai kontrak Rp 3,5 miliar lebih ini ditarget selesai 16 Desember 2019. Saat ini realisasi fisik tercatat sebesar 33,24 persen dari rencana awal 17,75 persen. Hal ini menunjukan deviasi positif sebesar 15,49 persen. Sedangkan pembangunan SDN 6 Padangsambian yang dilaksanakan oleh CV Perama Dewata dengan nilai kontrak

sebesar Rp 1,6 miliar lebih ini ditarget selesai 13 Desember 2019. Realisasi fisik saat ini sebesar 17,53 persen dari rencana awal 15,95 persen atau menunjukan deviasi positif sebesar 1,57 persen. Selanjutnya, pembangunan gedung SMPN 13 Denpasar yang dilaksanakan oleh PT Megatama Karya dengan nilai kontrak Rp 11,8 miliar lebih ditarget selesai 12 Desember 2019. Dari peninjauan ini tercatat realisasi fisik sebesar 51,6 persen dari rencana awal 40,909 persen atau menunjukkan deviasi positif sebesar 10,694 persen. Sedangkan pembangunan SDN 11 Pemecutan yang dilaksanakan oleh PT Megahtama Perkasa dengan nilai kontrak Rp 2,3 miliar lebih ditarget selesai 23 Desember 2019. Dari peninjauan ini tercatat realisasi fisik sebesar 25,84 persen dari rencana awal 8,863 persen atau menunjukkan deviasi positif 16,977 persen. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Setelah menjalani beberapa kali seleksi yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Polisi Teladan Polda Bali 2019, Kompol Dewa Putu Oka berhasil meraih juara I. Penyerahaan penghargaan kepada Kepala Urusan Penelitian Personel Subbidpaminal Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Bali itu dilakukan oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha di Mapolda Bali, Senin (26/8) lalu. Perwira melati satu kela-

Bali Post/ist

sia,’’ kata Tias. Selain pengembangan sumber daya manusia, Sampoerna juga mendorong pengembangan inovasi produk. Menurut Tias, industri tembakau secara global mengalami perubahan, baik dari sisi produk maupun selera konsumen. Terkait hal itu, Philip Morris International, afiliasi dari Sampoerna telah melakukan transformasi pada industri tembakau melalui inovasi produk bebas asap, seperti produk tembakau yang dipanaskan. ‘’Dengan bertumbuhnya tantangan di era industri 4.0, Sampoerna percaya bahwa peningkatan kualitas UKM melalui kontribusi teknologi adalah hal yang krusial. Oleh karena itu, kami berharap agar terbentuk sinergi antara Sampoerna dan para pemangku kepentingan, khususnya di Bali, dalam menciptakan ekosistem yang memberikan akses kepada masyarakat atas inovasi produk bebas asap, seperti produk tembakau yang dipanaskan ini,’’ ucapnya.

Saat ini Sampoerna memiliki Laboratorium Scientific Technical Services (STS) yang terletak di Pasuruan, Jawa Timur. Laboratorium ini merupakan satu dari empat laboratorium super yang dimiliki PMI di seluruh dunia. Di sini STS melakukan penelitian dan pengujian terhadap produk tembakau konvensional dan produk bebas asap. STS memiliki 65 ilmuwan, insinyur, dan teknisi lokal dari berbagai bidang ilmiah, termasuk kimia, teknik kimia, biokimia, serta teknik listrik. ‘’Kami secara aktif mendorong riset dan meningkatkan inovasi teknologi yang akan membuat industri tembakau semakin bertumbuh, terutama bagi pengembangan produk tembakau alternatif, seperti produk bebas asap di Indonesia. Langkah yang dilakukan Sampoerna juga sejalan dengan visi-misi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang menginginkan adanya peran serta dari swasta dalam

Bali Post/ist

PEMBANGUNAN - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat memimpin pelaksanaan peninjauan lapangan pembangunan fisik di Kota Denpasar, Selasa (27/8) kemarin.

pengembangan riset dan inovasi teknologi di Indonesia,’’ ujarnya. Dengan segala program dan pengembangan bisnis berbasis sains dan teknologi yang sudah dijalankan selama ini, Tias optimistis Sampoerna dapat berpartisipasi dalam mewujudkan visi pemerintah. ‘’Kami siap berjalan bersama pemerintah, terutama Kemenristekdikti yang dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada Mei lalu dan Pemerintah Provinsi Bali yang sangat terbuka dengan hadirnya produk-produk inovasi. Hal ini demi mendorong

Kami secara aktif mendorong riset dan meningkatkan inovasi teknologi yang akan membuat industri tembakau semakin bertumbuh, terutama bagi pengembangan produk tembakau alternatif, seperti produk bebas asap di Indonesia. Tias Gatra Annisaa perekonomian Indonesia yang mampu berdaya saing dengan didukung kualitas SDM, inovasi, dan teknologi yang unggul, terutama dari kalangan UKM,’’ tegas Tias. (kmb)

Dishub Didesak Evaluasi Tempat Parkir Truk di Pondok Indah Denpasar (Bali Post) -

Keluhan warga perumahan di Jalan Pondok Indah, Ubung, akhirnya disikapi jajaran Fraksi PDI-P DPRD Denpasar. Sejumlah anggota fraksi terbesar di dewan ini langsung meninjau kondisi di kompleks perumahan tersebut. Para wakil rakyat ini pun melihat lalu-lalang kendaraan besar yang melintas di jalan tersebut. Karena itu, mereka mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar untuk melakukan evaluasi terhadap rekomendasi yang telah dikeluarkan sebelumnya. Anggota Fraksi PDI-P Eko Supriyadi, Wayan Suadi Putra, dan Nyoman Sumardika, Selasa (27/8) kemarin langsung meninjau lokasi yang dilalui kendaraan-kendaraan besar tersebut. Pihaknya menyadari adanya keluhan warga setempat, karena kendaraan yang lewat di jalan tersebut cukup besar. Tonasenya dinilai melebihi kapasitas jalan yang ada. Karena itu, pihaknya meminta kepada Dishub untuk melakukan evaluasi terhadap

rekomendasi yang dikeluarkan sebelumnya. Menurut Suadi Putra, pihaknya melihat dalam surat rekomendasi tersebut, pada poin 4 memungkinkan adanya evaluasi atas kebijakan yang dikeluarkan. Evaluasi dilakukan bila ada keluhan dari masyarakat. “Saya kira rekomendasinya ini sudah sangat fleksibel dan bisa dievaluasi lagi,” kata politisi Desa Sidakarya ini. Sementara itu, Kepala Di-

Tim Pembangunan Tinjau Empat Proyek Fisik

Denpasar (Bali Post) Pemkot Denpasar secara berkelanjutan mendorong terciptanya pembangunan baik fisik maupun nonfisik yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Guna mendukung hal tersebut, tim pembangunan secara rutin menggelar peninjauan lapangan terhadap proyek fisik di Kota Denpasar. Selasa (27/8) kemarin peninjauan lapangan menyasar empat proyek pembangunan fisik yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Denpasar A.A. Ngurah Bagus Airawata, dan Kepala Inspektorat Kota Denpasar I.B Sidarta. Empat proyek fisik yang menjadi tujuan peninjauan kemarin, yakni pembangunan Pasar Suwung Batan Kendal, pembangunan SDN 6 Padangsambian, Pembangunan Gedung SMPN 13 Denpasar dan pembangunan SDN 11 Pemecutan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Bintang Darmawati di sela-sela peninjauan menjelaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini sebagai upaya untuk menciptakan dan memastikan realisasi pembangunan baik fisik, nonfisik, serta keuangan yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. “Tentunya peninjauan ini penting dilaksanakan, sehingga dapat diketahui capaian progres pengerjaan dan bagaimana nantinya pembangunan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Tias Gatra Annisaa

shub Kota Denpasar Ketut Sriawan mengaku siap melakukan evaluasi. Mengingat sudah ada keluhan dari masyarakat terkait dengan keberadaan tempat parkir kendaraan angkutan barang di wilayah itu. “Kami siap melakukan evaluasi atas rekomendasi ini,” ujarnya. Menurut Sriawan, munculnya tempat parkir ini akibat adanya keluhan warga terhadap truk parkir di tepi jalan. Setelah itu, dilakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak kelurahan, LPM, serta yang lainnya mengemuka ada yang membuat kantong parkir di salah satu tanah warga. Parkir ini sudah dikerjasamakan dengan PD Parkir. “Saat memberikan surat rekomendasi, saya sudah mewanti-wanti terkait keluhan

ini. Dikatakan sudah tidak ada lagi keluhan. Jadi kami keluarkan rekomendasi dengan syarat, bila ada keluhan akan dievaluasi,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kendaraan besar yang lalulalang di kompleks Perumahan Pondok Indah tersebut membuat kenyamanan warga terganggu. Selain karena getaran terlalu keras, juga dampak lainnya, yakni debu yang cukup mengganggu warga setempat. “Setiap lewat pasti menimbulkan getaran. Jalan kami hancur dan terjadi polusi udara. Ada warga sana anaknya balita harus dibawa ke kampung karena polusi udara akibat aktivitas truk. Saya berharap dalam evaluasi ini aktivitas truk ini distop agar warga tidak terganggu lagi kenyamanannya,” ujar warga setempat, Nyoman Suwanta. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Topik : CURANG, POMPA SPBU DISEGEL Bali Post/kmb12

KUNJUNGI - Suasana di kawasan Perumahan Pondok Indah saat dikunjungi anggota Fraksi PDI-P DPRD Denpasar, Selasa (27/8) kemarin.

Kota Marseille Prancis Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Denpasar KEBERHASILAN pengelolaan pariwisata budaya di Kota Denpasar mendapat perhatian dunia internasional. Kali ini Pemkot Denpasar kembali menerima permohonan kerja sama dari Pemerintah Kota Marseille, Prancis di bidang pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif. Sebelumnya Denpasar juga sudah menjalin kerja sama dengan empat Negara, dan sudah menandatangani Letter of Intent (LoI), yakni Kota Mossel Bay Provinsi Cape Town Afrika Selatan, Kota Perth Australia, Kota Gyeongju Korea, dan Kota Bolgar Rusia. ‘’Kedatangan saya ke Kota Denpasar untuk bertemu dengan Bapak Wali Kota Rai Mantra guna menjalin kerja sama yang erat dengan Denpasar mengenai pariwisata, seni budaya dan dibidang ekonomi kreatif. Kami melihat antara Denpasar dan Marseille banyak persamaan. Untuk itu saya ingin sekali mengadakan kerja sama di sini,’’ kata Wakil Wali Kota Marseille, Prancis Bidang Perhubungan International dan Mediteranian, Jean Roatta, saat bertatap muka dengan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dhamawijaya Mantra di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Selasa (27/8) kemarin.

Jean Roatta mengatakan, melihat warga Prancis yang banyak datang ke Bali, Pemerintah Kota Marseille sangat ingin sekali memperkenalkan dan mempromosikan Kota Denpasar sebagai ibu kota Bali yang memiliki destinasi cagar budaya yang penuh dengan sejarah Bali. Dimana pariwisata budaya di Denpasar sangatlah menarik untuk di dikunjungi oleh wisatawan, selain keindahan alam Bali. Selain itu, penerbangan maskapai Turkish Airline langsung dari Marseille Denpasar via Istanbul pada Juli 2019 untuk memudahkan nanti kerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar. ‘’Saya sangat mengapresiasi Wali Kota Denpasar yang masih menjaga keberadaan tempat-tempat bersejarah heritage serta cagar budaya yang ada di Denpasar, dan bisa menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata kota Denpasar. Karena, kalau cuma menonjolkan keindahan alam, masih banyak tempattempat indah di belahan dunia ini. Untuk itu saya sangat tertarik dengan culture tourism yang ada di Denpasar. Selain itu, saya ingin sekali melakukan pertukaran budaya di Kota Denpasar dan ingin mengundang Denpasar untuk menampikan kebudayaan dan

kesenian saat parade festival di Marseille,’’ ungkapnya. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra menyambut baik kedatangan Wakil Wali Kota Marseille untuk menjalin kerja sama dengan Pemkot Denpasar, khususnya di bidang pariwisata budaya. Sebab, banyak sekali tempat-tempat bersejarah di Denpasar yang bisa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang bisa dijadikan wisata budaya. ‘’Saya sangat senang kalau bisa menjalin kerja sama di bidang

pariwisata budaya dengan Pemerintah Marseille dan alangkah baiknya selain pariwisata budaya, bisa terjadinya kolaborasi budaya nantinya antara Denpasar dengan Marseille. Karena sejak zaman dulu pertukaran budaya itu sudah ada di Bali, dan saya juga mengundang Pemerintah Marseille untuk bisa hadir di dalam Denpasar Festival pada akhir tahun ini untuk ikut berkolaborasi menampilkan kesenian budaya Marseille di Denfest ini,’’ ujarnya. (ad869)

MENERIMA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima Wakil Wali Kota Marseille, Prancis Bidang Perhubungan International dan Mediteranian, Jean Roatta, Selasa (27/8) kemarin.


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Kerja Sama Pembangunan Antardaerah

Pemkab Badung dan Pemkab Batubara Teken MoU PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung bersama Pemkab Batubara, Provinsi Sumatera Utara menandatangani kesepakatan bersama atau MoU tentang pembangunan antardaerah, khususnya bidang peternakan dan pariwisata. Penandatanganan MoU dilakukan Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. bersama Bupati BaKERJA SAMA - Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa menerima kunjungan Pemkab Batubara Provinsi Sumatera Utara sekaligus menandatangani MoU tentang pembangunan antardaerah, Selasa (27/8) di Puspem Badung.

tubara Ir. H Zahir, MAP., bertempat di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Selasa (27/8) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Bupati Batubara didampingi Sekda Batubara Sakti Alam Siregar dan para Camat. Bupati H. Zahir mengungkapkan, kunjungan kerja ini sebagai kelanjutan kunjungan ke Badung beberapa waktu lalu. Sekarang ditindaklanjuti dengan penandatangan MoU antara Pemkab Badung dengan Pemkab Batubara. Melalui kerja sama dan ilmu yang didapat dari Badung, diharapkannya dapat meningkatkan pembangunan di Kabupaten Batubara. ‘’Kami sangat tertarik belajar ke Badung, karena Indonesia salut dengan

keberhasilan di Badung. Kami sangat mengagumi terdapatnya laboratorium dan pengembangan peternakan sapi, termasuk kemajuan desa wisata di Badung. Melalui MoU ini kami akan minta semacam pelatihan dari Badung demi kemajuan daerah Batubara,’’ jelasnya. Wabup Badung Ketut Suiasa juga menyambut baik MoU dengan Pemkab Batubara. Kerja sama tersebut akan saling menguntungkan bagi kedua daerah dalam membangun wilayah masingmasing. ‘’Kami sambut baik dan merasa senang dengan MoU ini sebagai sebuah komitmen untuk membangun negeri dengan sinergitas antardaerah. Hal ini menggambarkan keseriusan dan komitmen Beliau demi

percepatan pembangunan di Kabupaten Batubara,’’ jelas Suiasa. Menurutnya, pembangunan pariwisata sudah menjadi salah satu prioritas pembangunan di Badung berdasarkan Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPNB). Dengan MoU ini diharapkan dapat membangun kepariwisatan yang berkualitas dan berkelanjutan di kedua daerah. Sementara soal peternakan, Suiasa menegaskan hal tersebut juga menjadi atensi khusus Pemkab Badung dan akan terus ditingkatkan ke depannya. ‘’Ini sudah menjadi komitmen dan program kami untuk pengembangan bibit sapi Bali di Badung,’’ tambahnya. (ad863)

Kasus Kericuhan Berdarah

Dua Pelajar Dijerat Pasal Berlapis Mangupura (Bali Post) Dua pelajar yang terlibat kasus pembunuhan di Jalan Raya Kerasan, Desa Sedang Kecamatan Abiansemal, Dewa EAM (15) dan Putu BWS (15), diperiksa intensif di Polres Badung. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo, Selasa (27/8) kemarin mengatakan, pemeriksaan dan pendalaman keterangan kedua pelaku terus dilakukan penyidik. Saat ini masih dua pelaku dan sejumlah saksi diperiksa. ‘’Kami hanya memproses terkait pidana Pasal 338 dan 170 ayat (1) angka 3 KUHP,’’ tegasnya. Terkait kemungkinan di-

lakukannya pemeriksaan narkoba, AKP Laorens belum bisa berkomentar banyak. ‘’Kalau masalah narkoba, mungkin bisa koordinasi ke Satresnarkoba,’’ ujarnya. Hal senada disampaikan Kasatresnarkoba Polres Badung AKP I Komang Ngurah Sujahayadi. ‘’Saya belum dapat informasi tentang hal itu (pemeriksaan narkobared),’’ tegasnya. Sedangkan menurut sumber, perbuatan pelaku dengan sadis membunuh korban harus didalami. ‘’Memang saat kejadian pelaku mabuk miras. Tapi tidak ada salahnya jika dilakukan pemeriksaan apakah mereka pengguna narkoba atau tidak,’’ kata sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Terkait dilimpahkannya kasus ini dari Polsek Abiansemal ke Polres Badung, menurut

sumber tersebut, pertimbangannya karena dikhawatirkan dampaknya meluas. Pasalnya, kasus tersebut melibatkan pemuda beda banjar. Selain itu, pelimpahan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika diproses di Polsek. ‘’Lebih aman ditangani Polres Badung,’’ ucapnya. Sebelumnya, kericuhan terjadi di salah satu kafe di Jalan Raya Kerasan Desa Sedang Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/8) lalu. Dua kelompok pemuda ribut dan terjadi saling pukul. Kejadian itu berlanjut hingga di Jalan Kerasan Desa Sedang. Akibat kejadian tersebut, I Kadek Roy Adinata (26) tewas akibat sejumlah tusukan dan Agus Gede Nurhana Putra (17) status mahasiswa dalam kondisi kritis. Pelakunya dua siswa berinisial Dewa EAM (15) dan Putu BWS (15). (kmb36)

Kemendag Segel Tiga Pompa di Dua SPBU

Mangupura (Bali Post) Tiga pompa di dua SPBU di Kabupaten Badung disegel jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) Selasa (27/8) kemarin. Penyegelan ini dilakukan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) saat sidak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di dua lokasi, yakni satu pompa di kawasan Jalan By-pass Ngurah Rai Nusa Dua, dan dua pompa di Sunset Road, Kuta. Menurut Dirjen PKTN Veri Anggrijono, sidak tersebut merupakan tindak lanjut pengawasan yang telah dilakukan dan bertujuan untuk melindungi konsumen dari SPBU yang terindikasi melakukan tindak pidana di bidang metrologi legal. Dari sidak tersebut, petugas menemukan dua SPBU yang melakukan kecurangan. Pada SPBU tersebut ditemukan kawat segel tanda jaminan pada pompa ukur dalam kondisi terputus. ‘’Selain itu, berdasarkan hasil pengujian, kebenaran kuantitasnya melebihi batas kesalahan yang diizinkan,’’ katanya. Pada sidak ini, Veri juga memberikan pengarahan kepada pemilik SPBU agar tidak merusak kawat tanda tera yang dibubuhkan pada pompa ukur BBM tersebut. Pengawas metrologi telah memasang segel metrologi sebagai bentuk pengamanan pada saat melakukan pengawasan. Direktorat Metrologi telah melakukan pengawasan SPBU di sembilan kabupaten/kota di Bali pada 6 hingga 9 Agus-

Bali Post/par

PENERTIBAN - Satpol PP Badung sidak akomodasi pariwisata. Kegiatan ini dilakukan guna mendata kembali potensi pajak daerah.

Satpol PP Sidak di Kuta Selatan

Bali Post/edi

PENGECEKAN - Tim Kementerian Perdagangan melakukan pengecekan salah satu pompa di SPBU Nusa Dua, Selasa (27/8) kemarin. tus. Dari pengawasan tersebut, empat SPBU terindikasi melakukan kecurangan, yaitu dua di Kabupaten Bangli dan dua di Kabupaten Badung. Berdasarkan hasil pengawasan di Bangli, ditemukan dugaan pemasangan alat tambahan pada pompa ukur berupa rangkaian Elektronic Printed Circuit Board (PCB) di dua SPBU yang diawasi tersebut. Menurut Veri, SPBU yang diawasi ini diduga telah melanggar Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 27 jo Pasal 25 huruf b Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. ‘’Apabila terdapat bukti pelanggaran pidana, akan ditindaklanjuti ke proses penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ tegasnya. Veri menambahkan, BBM merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan masyarakat. ‘’Ketersediaan BBM akan berpengaruh terha-

dap kestabilan dan keamanan perekonomian di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah menganggap penting menjaga ketersediaan, pendistribusiannya, serta jaminan kebenaran hasil pengukuran sampai ke masyarakat,’’ jelasnya. Pengawasan metrologi legal merupakan salah satu ujung tombak dalam penegakan hukum di bidang metrologi legal. Pasal 36 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 mengamanatkan kepada instansi pemerintah yang ditugaskan dalam pembinaan untuk melaksanakan pengawasan, pengamatan, dan penyidikan terhadap tindak pidana yang ditentukan dalam undangundang tersebut. Selama 2019 telah dilakukan pengawasan SPBU di 33 kabupaten/kota dari 9 provinsi yaitu di Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Maluku Utara, dan Gorontalo. (kmb23)

66 Akomodasi Pariwisata Diduga Bodong Mangupura (Bali Post) -

Setelah menyisir tempat hiburan malam, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung juga menertibkan akomodasi pariwisata. Tim yustitusi berhasil menemukan 66 akomodasi pariwisata yang disinyalir belum mengantongi izin. Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara Selasa (27/8) kemarin mengungkapkan, pihaknya melakukan sidak sejak Senin (26/8) lalu. Sidak menyasar hotel, rumah sewa, kondotel, vila hingga rumah kos. Sidak diawali di Kelurahan Jimbaran, Desa Ungasan, dan Pecatu di Kecamatan Kuta Selatan. Pada sidak tersebut, petugas mendapati 39 akomodasi pariwisata yang disinyalir tak berizin alias bodong. Sementara kemarin, tim gabungan menyasar Ke-

Semua Komponen Diminta Tingkatkan Pengawasan terhadap Anak Mangupura (Bali Post) Kericuhan di kafe yang berujung pembunuhan dengan pelaku di bawah umur membuat prihatin berbagai kalangan. Kasus tersebut diharapkan tidak terulang. Untuk itu, pengawasan terhadap anak-anak perlu ditingkatkan. Divisi Hukum dan Advokasi Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini, S.H., Selasa (27/8) kemarin menyatakan pengawasan harus ditingkatkan agar anak-anak tidak sampai masuk tempat hiburan malam. Anak-anak bisa ada di tempat hiburan malam diakibatkan kurangnya pen-

gawasan orangtua dan orang dewasa di sekitarnya. Pemilik atau pengelola usaha tempat hiburan malam pun harus meningkatkan pengawasan agar tidak sampai ada anak-anak yang masuk tempat hiburan malam, terlebih menenggak minuman keras. Ditegaskannya, tempat hiburan malam bukanlah tempat yang layak untuk anak, sehingga ketika ada pendirian tempat usaha seperti itu harus ada persyaratan pembatasan usia yang bisa masuk ke dalamnya. Dia pun berharap pemerintah membuatkan regulasi khusus yang mengatur hal itu. Dalam hal pencegahan,

menurut Yastini KPPAD akan mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan perlindungan anak dalam berbagai aspek, termasuk di dalamnya pelarangan atau pembatasan anak untuk mengakses areal atau tempat yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi anak. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Ketut Widia Astika menegaskan, untuk mencegah tindak kriminal yang melibatkan anak-anak, pengawasan dari orangtua dan keluarga sangatlah penting. Dia juga mengimbau kepada semua pihak untuk sama-sama

mengawasi siswa baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. ‘’Orangtua harus tahu kalau anaknya keluar pada malam hari tujuannya ke mana. Sebisa mungkin jangan membiarkan ke luar saat malam hari, kan seharusnya anak-anak di rumah,’’ katanya. Selain sekolah, peran masyarakat juga penting untuk menciptakan keamanan di lingkungan sekitar. Terhadap keberadaan warung remang-remang, masyarakat harus peduli dan melaporkan kepada pihak terkait sebelum terjadi halhal yang tidak diinginkan. (kmb16/kmb27)

lurahan Tanjung Benoa dan Desa Kutuh. Lagi-lagi petugas menemukan akomodasi pariwisata yang diduga bodong. Jumlahnya mencapai 27 unit. ‘’Sehingga total ada 66 usaha yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan izin. Ada beberapa pengelola yang ditemui sempat mengelak. Misalnya, menyatakan tempat tersebut bukan disewakan. Ada juga yang mengaku yang tinggal di sana adalah saudaranya. Tapi setelah ditunjukkan bahwa ada iklan penyewaan di internet, mereka tak bisa

mengelak,’’ tuturnya. Dari puluhan akomodasi yang didata, usaha yang mendominasi belum memiliki izin adalah jenis vila. ‘’Kamis (besok - red) kami panggil ke kantor Camat Kuta Selatan agar yang bersangkutan dapat menunjukkan izinnya. Kami tunggu di sana,’’ tegasnya. Jika pengelola usaha tidak bisa menunjukkan kelengkapan izin, maka langkah penertiban akan dijalankan. ‘’Ini tidak terlepas dari perintah Bupati Badung. Sebab disinyalir banyak akomodasi pariwisata

yang tak berizin,’’ ungkapnya. Penertiban dilakukan guna mengoptimalisasikan pendapatan daerah dari sektor pajak dan meningkatkan ketaatan pelaku usaha terhadap Perda dan Perbup Badung terkait pendirian usaha akomodasi pariwisata. Penertiban akan berlangsung hingga September mendatang. Pihaknya pun mengimbau pemilik usaha akomodasi pariwisata agar melengkapi perizinan. ‘’Di samping melegalkan usaha yang dijalankan, juga ikut membangun Kabupaten Badung dengan memenuhi kewajiban, salah satunya berupa pajak,’’ tegas Suryanegara. (kmb27)


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Seminar Nasional Unwar

Pengelolaan Pendidikan Tinggi pada Zaman Revolusi Industri 4.0 PERGURUAN tinggi (PT) sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) saat ini menghadapi dua tantangan besar dalam pengelolaannya. Yakni peningkatan kualitas dan akses. Terlebih dengan adanya revolusi industri 4.0 yang semuanya berbasis teknologi, menyebabkan PT harus menyiapkan sarana dan prasarana yang berbasis digital dan SDM yang mampu menguasai teknologi agar mampu bisa menghadapi tantangan tersebut. Untuk itu, Universitas Warmadewa (Unwar) sebagai salah satu PT swasta di Bali, selain sarana dan prasarana juga menyiapkan SDM. Sebagai salah satu penyiapan SDM-nya, Selasa (27/8) kemarin digelar seminar nasional dengan tema ‘’Pengelolaan Pendidikan Tinggi pada Zaman Revolusi Industri 4.0’’. Rektor Unwar Prof. Dr. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan saat ini dalam hal pengelolaan PT menghadapi dua isu besar yaitu kualitas dan akses. Untuk kualitas, menurutnya, meski sudah merangkak naik, namun masih tertinggal dengan negara lain. Sehingga diperlukan pelayanan yang prima dan untuk mencapai ini harus memiliki pelayanan yang cepat dan tepat. ‘’Pelayanan cepat dan tepat untuk zaman ini harus ada dukungan teknologi. Karenanya Unwar saat ini mengadopsi kemajuan teknologi informasi,’’ ujarnya. Sementara untuk akses, saat ini juga masih kalah dengan negara Asia lain yaitu di bawah 35 persen. Untuk bisa meningkatkan akses ini diperlukan perluasan kampus. ‘’Langkah memperluas kampus tentu saat ini tidak bisa dilakukan karena sudah maksimal. Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menerapkan teknologi dalam hal pembelajaran yaitu metode e-learning,’’ imbuh Widjana. Unwar sendiri saat ini mulai mempersiapkan diri untuk bisa mengadopsi e-learning dalam

SEMINAR NASIONAL - Acara seminar nasional Unwar dengan tema ‘’Pengelolaan Pendidikan Tinggi pada Zaman Revolusi Industri 4.0’’, Selasa (27/8) kemarin. rangka membantu meningkatkan akses. Bahkan saat ini Unwar memiliki korner e-learning. ‘’Kami serius mengangkat elearning sebagai salah satu metode pengajaran yang akan segera dilakukan di Unwar. Untuk itu, perlu perubahan mindset dari para dosen, terutama yang senior yang sudah nyaman dengan revolusi 3.0. Inilah tujuan dilakukan seminar nasional ini,’’ ujar Widjana. Hal yang sama dipaparkan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Menurutnya, untuk bisa menghadapi revolusi industri 4.0 yang sebentar lagi akan menjadi revolusi industri 5.0, sebagai penghasil SDM, PT harus mampu menghadapi revolusi juga. Sebab, jika tidak maka akan tergilas teknologi itu sendiri. Sebagai salah satu PT di Bali, Unwar berusaha untuk tidak hanya mampu menghadapi perubahan, tetapi juga ikut mewarnai perubahan itu.

Untuk siap landing, Universitas Warmadewa telah menerapkan digitalisasi dalam semua proses yang ada di kampus. ‘’Selain itu juga kita melakukan perubahan mendalam utamanya berkaitan dengan mindset dan culturset SDM baik itu dosen dan karyawan yang ada, sehingga mampu menjalankan teknologi dalam pengelolaan perguruan tinggi,’’ ujarnya. Salah satu pembicara dalam seminar nasional tersebut, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. mengatakan selain revolusi industri 4.0, tantangan yang dihadapi PT adalah isu negatif seperti radikalisme, terorisme dan SARA yang masuk dalam kehidupan kampus, sehingga menghalangi mahasiswa menyerap ilmu yang diberikan kampus. ‘’Sehingga PT perlu menyiapkan infrastruktur yang mendukung agar mahasiswa bisa mendapatkan bekal untuk menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menamengi mereka dari isu negatif,’’ ujarnya. (ad848)

Menristekdikti Beri Kuliah Umum pada Pembukaan PKKMB PNB POLITEKNIK Negeri Bali (PNB), Selasa (27/8) kemarin menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019/2020. Kegiatan yang diikuti sebanyak 1.799 mahasiswa baru ini, dibuka secara resmi oleh Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. PKKMB ini akan berlangsung selama empat hari, dari 31 Agustus sampai 3 September 2019. Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir juga menyampaikan kuiah umum dengan tema ‘’Membangun Generasi Milenial Indonesia yang Berkarakter dengan Semangat Prestasi’’. Di hadapan ribuan mahasiswa ini, pihaknya mengajak seluruh mahasiswa agar mampu menjadi SDM yang berkualitas. Mengingat saat ini PNB masuk menjadi 10 politeknik terbaik di Indonesia. Diungkapkannya, perkembangan politeknik di Indonesia saat ini mengalami perubahan, mengalami kemajuan yang lebih baik. Ini berkat langkah revitalisasi terhadap 12 politeknik yang lakukan. Dengan tujuan yaitu meningkatkan kualitas lulusan supaya mendapatkan kompetensi di bidangnya. Supaya lulusan dari politeknik kualitasnya meningkat dengan baik, dosen-dosen juga harus dilakukan reskilling atau retooling, yaitu supaya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perguruan tinggi itu. ‘’Kar-

PEMBUKAAN PKKMB - Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. berfoto bersama saat menghadiri pembukaan PKKMB PNB, Selasa (27/8) kemarin. ena mahasiswa dituntut untuk mendapatkan kompetensi, maka dosennya harus lulus kompetensi juga pada bidangnya. Kalau ini bisa dilakukan, maka mahasiswa makin baik mendapatkan pembelajaran dari dosennya,’’ ujarnya. PNB yang berhasil menjadi nomor 10 terbaik dari ribuan politeknik di Indonesia, katanya, ini menandakan proses pembelajaran di PNB bagus. Ini juga menandakan PNB berhasil menjalankan kebijakan-kebijakan yang dilakukan Direktur Politeknik dan ekosistem yang ada. Sementara terkait dengan konsep green tourism yang diusung PNB, pihaknya berharap supaya bagaimana ikut berparti-

sipasi menjaga lingkungan agar lebih baik. Karena saat ini kita menghadapi global warming. Direktur PNB I Nyoman Abdi S.E., MeCom. Menjelaskan, untuk PKKMB tahun ini diikuti 1.799 mahasiswa baru. Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan, untuk meningkatkan kualitas lulusan, pihaknya juga melakukan kelas kerja sama dengan sejumlah industri pariwisata. Pihaknya patut berbangga. Pasalnya PNB tahun ini masuk dalam claster 10 besar pendidikan vokasi terbaik se-Indonesia. ‘’Kita patut berbangga karena sudah bisa bersaing dengan ribuan politeknik di Indonesia,’’ pungkasnya. (ad866)

Suyasa Beri Dukungan SSB Putra Perkanthi Jimbaran Siap Berlaga di Kemenpora Cup

WAKIL Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa, Selasa (27/8) kemarin menerima audiensi para pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Perkanthi Jimbaran, Kuta Selatan. Saat menerima audiensi tersebut, Suyasa sangat mengapresiasi prestasi atlet-atlet Badung yang sampai ke tingkat nasional. Ketua SSB Putra Prekanthi Jimbaran Ketut Sukadana didampingi Dewan Penasihat SSB Putra Prekanthi Made Darma mengatakan kedatangan sejumlah pengurus Putra Prekanthi ke Wakil Ketua DPRD Badung adalah memohon motivasi serta support-nya untuk para atletnya yang akan berlaga di Kemenpora Cup nanti pada September mendatang. ‘’Atlet kami terpilih mewakili turnamen Kemenpora Cup untuk usia 16 tahun (U-16) dan kami butuh dukungan semua pihak dalam laga tersebut. Kami tahu semangat Bapak Suyasa dalam mendukung atletatlet berprestasi di Badung, sehingga kami berterima kasih atas support yang telah diberikan,’’ ujarnya. Sementara itu, Wayan Suyasa mengatakan pihaknya berterima kasih kepada pengurus SSB Putra Perkanthi sudah mau berkoordinasi dengan lembaga dewan terkait perkembangan atlet-atlet berprestasi di

MOTIVASI - Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa saat menyerahkan dana motivasi kepada pengurus SSB Putra Perkanthi untuk atlet sepak bola yang akan berlaga di turnamen Kemenpora Cup di Tangerang. Kabupaten Badung, khususnya atlet sepak bola. ‘’Saya senang dengan adanya atlet berprestasi ini meski belum ada anggaran di lembaga dewan untuk membantu para atlet berprestasi ini. Saya secara pribadi akan siap memberikan motivasi. Karena saya memiliki rasa peduli meski bantuan ini belum maksimal.

Kami berharap sepak bola di Badung semakin bagus dan berkembang dan semakin profesional,’’ ungkapnya. Pada akhir audiensi, Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa menyerahkan bantuan dana motivasi sebesar Rp 10 juta untuk atlet yang akan berlaga ke Kemenpora Cup. (ad859)

3.300 Mahasiswa Baru Ikuti Ganesa Maba Unmas

Tolak Rasisme, Perkuat Penguasaan Bahasa Asing

JUMLAH mahasiswa Unmas Denpasar 2019 kembali yang terbanyak di Bali yakni mencapai 3.300 orang, tersebar di semua fakultas. Mereka mengikuti Gema Penerimaan Acara Eksekutif Muda Mahasiswa Baru (Ganesa Maba) Unmas Denpasar, dibuka Gubernur Bali diwakili Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Ida Bagus Kade Subhiksu, Selasa (27/8) kemarin. Gubernur dalam sambutan tertulisnya mengacungkan jempol bahwa Unmas sangat banyak berperan untuk pembangunan Bali dalam melaksanakan Tri Dharma PT. Tinggal sekarang program pengabdian masyarakatnya diperkuat lagi dengan mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Ketua BEM Unmas I Putu Ruddy Hanza didampingi Ketua Panitia Ni Kadek Ayu Sudiasih menjeaskan, Ganesa Maba 2019 adalah untuk kali pertama dilakukan serentak sejak bergabungnya dua fakultas yakni Fakultas Farmasi dan Fakultas Bahasa Asing (FBA). Ganesa Maba menekankan pada pengenalan kampus, SDM dan fasilitas serta ceramah soal kebangsaan, narkoba dan kampus yang menolak rasisme. Ini sesuai dengan tema ‘’Meningkatkan Peran Mahasiswa di Era Milinial untuk Menjadi Garda Terdepan dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Berlandaskan Rasa Cinta Tanah Air’’. Ganesa Maba hari pertama diisi oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Dr. Totok Prasetyo. Dia memaparkan soal kiat sukses kuliah di era milinial dan perguruan tinggi yang taat asas dan sistem tata kelola. Tema ini mendapat apre-

GANESA MABA - Asisten II Setwilda Bali I.B. Kade Subikshu didampingi Made Sukamerta, Bagus Ketut Lodji dan Sastra Wibawa saat membuka Ganesa Maba Unmas 2019. siasi Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. Guna memperkuat empat pilar kebangsaan mahasiswa Unmas, katanya, menjadi garda terdepan dalam menegakkan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Mahasiswa Unmas diharapkan juga menjaga image dan predikat sebagai kampus bebas narkoba, bebas asap rokok dan bebas dari paham radikal. Sukamerta didampingi para wakil rektor bersyukur sejak tambahan dua fakultas baru di Unmas, kini diserbu masyarakat. Banyak calon mahasiswa baru yang ditolak karena kelebihan kapasitas. Sebab, Unmas tetap menjaga budaya mutu. Dia menegaskan, dalam Ganesa Maba ini tak ada praktik rasisme dan perpeloncoan, melainkan mengedepankan edukasi untuk mempersiapkan mahasiswa baru cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus. Ketua Yayasan PR Saras-

wati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. tampak tersenyum melihat kekompakan mahasiswa baru Unmas yang jumlahnya 3.300 orang dengan penuh semangat dan disiplin mengikuti Ganesa Maba. Ini mencerminkan input mahasiswa baru Unmas berasal dari SDM yang disiplin dan berkarakter. Yayasan, katanya, sudah menyiapkan sarana terbaik, termasuk relokasi kampus baru Unmas ke kawasan Padanggalak. Yayasan juga berinisiatif membuat parkir bertingkat di kawasan kampus, sehingga kemacetan bisa diurai secara perlahan. Kemudian menghadapi persaingan di era milenial, Bagus Ketut Lodji berpesan perkuat semua mahasiswa di semua prodi dengan bahasa asing. Kerja sama Unmas dengan Pemkot Denpasar dan Cambridge bisa dimanfaatkan agar lulusan Unmas memiliki grade bahasa Inggris standar Cambridge. Dengan demikian mereka bisa diterima bekerja di mana saja. (ad865)

’’Grand Opening’’ Klinik Pratama East West di Gatsu Barat Hadirkan Layanan Unggulan Fisioterapi FISIOTERAPI adalah sebuah profesi medis khusus menangani dan menyembuhkan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan permasalahan di otot, saraf dan tulang melalui berbagai terapis fisik. Di tengah masyarakat sendiri, permasalahan otot, saraf dan tulang banyak terjadi. Dari ringan hingga berat. Karenanya, untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memberikan perawatan fisioterapi yang dibutuhkan, Klinik East West membuka cabang di Bali, tepatnya di Jalan Gatsu Barat Denpasar. Acara grand opening Klinik Pratama East West dilaksanakan Sabtu (24/8) lalu dan dibuka sekaligus diresmikan oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose. Holding East West sekaligus Direktur Operasional RS Pantai Indah Kapuk dr. Th. Peter Budisusetija, MARS. mengatakan Klinik Pratama East West yang ada di Gatsu Barat Denpasar ini adalah cabang pertama di luar Jakarta. ‘’Selama ini East West berkembang di Jakarta. Sekarang sudah ada tiga cabang. Untuk di luar Jakarta, Bali yang pertama,’’

ujarnya. Dipilihnya Bali, selain mendapatkan partner yang sevisi, juga karena Bali dianggap berpotensi dan membutuhkan perawatan fisioterapi. Terlebih, Bali sendiri adalah gerbang pariwisata, baik domestik maupun internasional di Indonesia, sehingga kelengkapan layanan kesehatan sangat dibutuhkan. Lanjut Peter, di Klinik Pratama East West ini selain didukung sarana dan prasarana yang lengkap serta terapis yang andal, pasien juga diajarkan untuk mandiri dan tidak tergantung dengan terapisnya. ‘’East West memiliki visi dan misi memberikan kemampuan kepada pasien untuk bisa menjaga dan mengembalikan fungsi tubuhnya yang bermasalah. Tugas terapis hanya melatih dan siap membantu apa yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh pasien,’’ ujarnya. Menurut Peter, inilah yang menjadi salah satu kelebihan di East West, di mana pasien benar-benar dilatih dan diajarkan untuk bisa mandiri sehingga tidak harus sering bolak-balik ke klinik, kecuali memang sangat diperlukan. Ini tentu menghemat tenaga, waktu dan tentu juga uang. Selain itu, Peter juga

berharap agar Klinik Pratama East West ini melakukan kerja sama yang diperlukan dengan Dinas Kesehatan Denpasar untuk bersama-sama memecahkan permasalahan kesehatan yang ada. Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose mengatakan adanya Klinik Pratama East West ini tentu sangat membantu meningkatkan mutu kesehatan masyarakat Bali. ‘’Terlebih bagi yang suka kegiatan fisik. Potensi mengalami cedera otot, tulang maupun saraf cukup besar sehingga perawatan fisioterapi memang dibutuhkan,’’ ujarnya. Klinik Pratama East West sendiri membuka layanan seperti penanganan berbagai masalah musculoskeletal atau masalah pada fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang. Layanan rehabilitasi pascaoperasi, layanan untuk cedera akibat olahraga serta peningkatan performa, terapi manual, pembentukan postur dan kekuatan postur, rehabilitasi neurologis dan pascastroke, masalah kesehatan wanita, konsultasi ergonomis serta pilates klinis. (ad862)

POTONG PITA - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian Klinik Pratama East West, Sabtu (24/8) lalu.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Pedagang Pasar Kidul Bangli Mengadu ke Senator RI Terkait Pemindahan Kios

Wedakarna Dukung Pembangunan SMPN 5 Abiansemal Tanpa Harus Menggeser Pedagang Pasar Latu

SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna (AWK) memenuhi undangan pedagang di Pasar Kidul Bangli dengan turun ke lapangan dan saat mengadakan RDP di Kantor Pemkab Badung bersama pedagang Pasar Latu, Abiansemal.

PARA pedagang pasar di Bali, khususnya di Bangli dan Badung, kompak masadu atau mengadu ke Senator DPD-RI termuda dari Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Di Bangli, sejumlah pedagang di Pasar Kidul menyampaikan curhat kepada Senator Arya Wedakarna (AWK) terkait dengan rencana dipindahkannya sejumlah kios kain ke pasar baru yakni Pasar Loka Çrana. Padahal menurut pedagang, masih banyak tanggungan dari para pedagang yang belum lunas, termasuk juga pedagang pasar yang merasa lelah untuk selalu berpindah-pindah tempat. Saat dikunjungi AWK dan rombongan DPD, disambut Nengah Sudibya (Kadis Perdagangan), Nengah Sabda Negara (Kepala Pasar) dan juga Kadek Juniartini (Perwakilan Pedagang). Terhadap hal ini, Senator AWK memberikan pengertian kepada para pedagang yang seharusnya mengikuti program dan penataan dari pemerintah Bangli. ‘’Memang sepatutnya pedagang dengan komoditi basah dan kering agar dipisahkan. Itu yang akan dilakukan pemerintah Bangli. Terkait dengan

Rangkaian Harkiteknas 2019

keinginan pedagang kain untuk tetap bertahan di Pasar Kidul, bagi kami itu juga aspirasi yang harus dihormati. Jika sudah ada surat perjanjian dan kesepakatan dengan dinas terkait serta kepala pasar, sebelum saya hadir ya... jalankan saja itu. Asal bisa menerima risiko masing-masing ya. Silakan saja jalankan, asal tidak melanggar aturan dan UU,’’ kata AWK. Selama meninjau Pasar Kidul dan Pasar Loka Çrana, Bangli, Senator AWK juga sempat menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Bangli untuk membangun pasar seni dengan konsep modern untuk menggaet wisatawan yang melalui jalur Kintamani. ‘’DPD mendukung jika ke depan, setelah penataan Geopark Kaldera Batur Kintamani tuntas dan mendapatkan APBN, maka demi menghidupkan kota Bangli harusnya semua orang menuju Kintamani tidak lagi melalui Gianyar, tetapi melalui jalur Bangli. Secara tidak langsung Susut, Tembuku, Dawan akan bergerak ekonominya, termasuk pasar-pasar yang ada di kota Bangli. Saya mendukung penataan yang dilakukan pemkab, khususnya agar merapikan

lahan parkir, menaikkan seluruh pedagang basah ke atas gedung, sehingga tidak ada jalan duwe yang terhalang dan kebersihan terjaga. Bangli walau kota kecil tapi harus jadi contoh kota yang ideal dan semua akan dimulai dari penataan pasar, termasuk memberikan perhatian kepada para pedagangnya,’’ terang AWK yang juga Duta Besar UMKM Dunia (WUSME) yang berbasis di San Morino, Italia. Setelah dari Bangli, bertempat di Kantor Bupati Badung bersama dengan Ketut Suiasa (Wakil Bupati Badung), Senator AWK menggelar rapat dengar pendapat terkait aspirasi masyarakat pedagang Pasar Latu, Mambal, Abiansemal yang resah akibat ancaman tergusurnya pasar dengan rencana pembangunan SMP Negeri 5 Abiansemal. Dalam penyampaiannya di hadapan Wabup Badung dan DPD-RI, para pedagang meminta kebijakan agar mereka yang dahulunya pernah tergusus dari Pasar Mambal ini tidak dipindahkan ke pasarpasar yang letaknya jauh dari tempat sekarang. ‘’Terkait dengan aspirasi warga pedagang, saya akan mendukung jika pasar ini

tetap ada di lokasi saat ini. Kita rekomendasi pembangunan SMP Negeri 5 tetap berjalan dan pasar tetap ada di lokasi sekitar. Solusinya pintu masuknya dibedakan. Saya kira ini opsi paling adil. Hal ini juga sudah tiang sampaikan di hadapan pedagang dan juga bendesa adat saat mereka hadir di Istana Mancawarna beberapa waktu lalu,’’ ucap Senator AWK. Dalam RDP itu, Senator AWK juga sempat menyinggung terkait dengan pemilihan lokasi pembangunan sekolah yang mengorbankan pasar. ‘’Di zaman Joko Widodo ini pemerintah mendorong lahirnya pasar-pasar yang bisa membantu ekonomi daerah. Agak aneh jika di Badung ada pasar digusur untuk bangun sekolah. Sedangkan di Abiansemal lokasi dan tanah masih cukup besar. Kalaupun rekomendasi DPD dijalankan dengan menggeser Pasar Latu di tanah khusus dimaksud, tetap saja buang-buang anggaran ya. Tapi sudahlah, yang penting sekarang sekolah terbangun dan pasar hidup. Apalagi seluruh pedagang yang ada adalah krama Bali, pedagang Sukla. Saya dukung semua. This is Satyagraha,’’ imbuh Senator AWK. (ad873)

Indonesia Power Bekerja Sama dengan Unit Dalmas Polda Bali

Menristekdikti Buka Seminar Nasional Penyiapan Gelar Simulasi Penanganan Unjuk Rasa SDM Unggul Dalam Penanggulangan HIV/AIDS SERANGKAIAN Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harkiteknas) 2019, Selasa (27/8) kemarin digelar seminar nasional dengan tema ‘’Penyiapan SDM Unggul dengan Optimalisasi RS Pendidikan dan Perguruan Tinggi dalam Penanggulangan HIV/AIDS’’. Seminar yang digelar di Inna Bali Beach Sanur ini dibuka Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Ditemui usai pembukaan, Prof. Mohamad Nasir mengatakan seminar ini digelar untuk bagaimana bisa meningkatkan pendidikan kedokteran. Dalam hal ini bisa mengatasi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depan menjadi SDM unggul. ‘’Kalau kesehatan tidak baik, maka SDM tidak bisa unggul,’’ katanya. Untuk itu, pihaknya mengharapkan bagaimana mulai dari awal, ini harus dirintis dari kehamilan, lahir, masa usia emas 1.000 hari pertama. Hal ini, katanya, menjadi hal yang sangat penting supaya nanti anak-anak ini tidak stunting dan mendapatkan gizi yang baik, sehingga bisa menghasilkan SDM berkualitas. Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID) Kemenristekdikti Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc. Ph.D. menyebutkan tahun 2045 Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor empat dunia. Namun, syaratnya adalah harus bisa menghasilkan

obat dan alat-alat kesehatan secara sendiri. Karena seperti diketahui, sekarang 90 persen alat kesehatan masih impor. Pidato Presiden belum lama ini menekankan, selain infrastruktur sekarang ini, SDM juga menjadi perhatian. Diharapkan SDM unggul harus disiapkan sejak ibu hamil. ‘’Jadi ibu hamil itu harus direncanakan,’’ ujarnya. Pada seminar ini, Dr. Baby Siti Salamah, S.Psi., M.Psi. menyampaikan tentang keadaan lapangan dari situasi HIV dan AIDS di Indonesia. Di mana sekarang angka HIV dan AIDS itu hampir mendekati setengah

juta orang. Dengan HIV dan AIDS yang perlu dicermati juga modus penularan itu adalah pada kelompok heteroseksual. Seperti kelompok laki-laki yang menyukai perempuan dan perempuan yang menyukai laki-laki. Itu, katanya, jauh lebih banyak dibanding pada pecandu narkotika suntik. ‘’Kasus HIV itu banyak karena perilaku seks kita kebanyakan tidak aman, sehingga itu pada gilirannya seperti di datanya Kementerian Kesehatan bahwa jumlah ibu rumah tangga merupakan profesi yang paling rentan terinfeksi HIV dan AIDS,’’ pungkasnya. (ad867)

Bank BPD Bali Meraih Bintang 4 Dalam TOP GRC Award

BANK BPD Bali kembali menorehkan prestasi pada bidang tata kelola, manajemen risiko dan manajemen kepatuhan dalam pelaksanaan TOP GRC Award yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/8) lalu oleh TopBusiness. Bank BPD Bali dinilai sebagai TOP GRC 2019 #4 Stars. Selain mendapatkan penghargaan tersebut secara lembaga, Bank BPD Bali juga meraih penghargaan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 atas nama I Nyoman Sudharma selaku Direktur Utama Bank BPD Bali. Dalam kesempatan tersebut, penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars dan The Most Committed GRC Leader 2019 diterima I Nyoman Sudharma yang diwakili Direktur Kepatuhan Drs. I Wayan Sutela Negara, M.M. Bank BPD Bali dinilai berhasil dalam penerapan sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di perusahaan dalam tingkat yang sangat baik, sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan. Sementara itu, Sudharma sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dinilai memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung kelengkapan sistem dan infrastuktur serta keberhasilan implementasi GRC di perusahaan. TOP GRC Award adalah kegiatan corporate rating (award) tahunan, di bidang tata kelola perusahaan (GCG), manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan yang dilaksanakan TopBusiness bekerja sama dengan KNKG (Komite

PENGHARGAAN - Direktur Kepatuhan Drs. I Wayan Sutela Negara, M.M. mewakili Direktur Utama Bank BPD Bali dalam menerima penghargaan TOP GRC Award, Kamis (22/8) lalu di Hotel Borobudur, Jakarta. Nasional Kebijakan Governance), IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), dan ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia) dan Asia Business Research Center. Begitu juga didukung beberapa perusahaan konsultan GCG dan manajemen risiko, manajemen kepatuhan, akan menyelenggarakan kegiatan corporate rating atau (award) yakni TOP GRC 2018 (Governance, Risk, & Compliance). Pelaksanaan award ini bertujuan mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi tata

kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi secara terintegrasi. Sebagai informasi, dalam triwulan II 2019 ini, Bank BPD Bali berhasil membukukan total aset sebesar Rp 25,05 triliun atau tumbuh 8,84% year on year (y-o-y). Di mana total laba bersih mencapai Rp 311 miliar didorong dari hasil ekspansi kredit yang tumbuh sebesar 6,91% y-o-y, dengan total kredit yang disalurkan sebesar Rp 17,5 triliun dan diimbangi dengan kenaikan fee based income 24,41% y-o-y dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 20,8 triliun atau tumbuh 11,07%. (ad844)

MASYARAKAT melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Indonesia Power pada Selasa (27/8) kemarin. Mereka menuntut agar dijadikan karyawan Indonesia Power sebagai kompensasi atas berdirinya pembangkit listrik di lingkungan mereka. Teriakan massa saling bersahut-sahutan menuntut kompensasi kepada pihak Indonesia Power. Sempat terjadi aksi dorong-mendorong di pintu pagar Indonesia Power. Sementara dari pihak pengamanan Indonesia Power sesuai dengan prosedur menyiapkan regu tanggap darurat, mengevakuasi semua karyawan. Namun massa terus menuntut. Melihat kondisi memanas, koordinator satuan pengamanan menghubungi polisi untuk memback-up kegiatan tersebut. Kedua belah pihak memutuskan untuk bernegosiasi. Pihak pendemo menyampaikan tuntutan mereka. Pimpinan Indonesia Power bersedia menerima pendemo. Aspirasi pendemo pun diterima dan mereka membubarkan diri. Demikian aksi simulasi yang dilaksanakan Indonesia Power Pembangkitan Bali bekerja sama dengan Unit Dalmas Polda Bali pada Selasa (27/8) kemarin. Kasi Pasdal Subdit Dalmas Dit Sabhara Polda Bali Kompol I Putu Gunawan, S.H., M.H. menyampaikan dalam simulasi ini ada 15 personel dari Unit Dalmas dan 100 satuan pengamanan dari IP yang dilibatkan. Dalam simulasi itu juga diturunkan mobil rantis dari Sabhara Polda Bali. Menurutnya, penanganan unjuk rasa yang mengancam objek vital pemerintah harus betul-betul dilakukan simulasi yang benar sesuai dengan prosedur dan langkah-langkah yang dilakukan sesuai protap yang sudah ditetapkan. Manager Operasi dan Pemeliharaan Indonesia Power Unit Pem-

SIMULASI - Kegiatan simulasi yang dilaksanakan Indonesia Power bekerja sama dengan Unit Dalmas Polda Bali saat mengamankan pengunjuk rasa. bangkitan Bali I Wayan Suda mengatakan simulasi ini merupakan agenda rutin. Simulasi dikatakan dilakukan minimal sekali dalam setahun. Simulasi ini dilakukan untuk me-refresh anggota satuan pengamanan Indonesia Power agar lebih sigap dalam menangani kejadian-kejadian atau ancamanancaman yang datang dari luar maupun internal, terutama terkait huru-hara. Dikatakan, beberapa tahun belakangan, tidak pernah ada aksi unjuk yang mengancam Indonesia Power. Karena Indonesia Power melakukan pendekatan terhadap masyarakat sekitar, terutama di dalam mengantisipasi ancaman unjuk rasa. Indonesia Power melibatkan masyarakat sekitar dalam melakukan langkah-langkah, sehingga masyarakat merasa memi-

liki perusahaan tersebut. Dengan demikian akan lebih mudah dalam melakukan negosiasi ke depannya. ‘’Kami sebagai pengelola pembangkit di sini, memang lebih banyak ancaman demo atau unjuk rasa. Tapi syukur sekian tahun tidak pernah ada,’’ pungkasnya. Indonesia Power tidak hanya siap dalam menghadapi ancaman pengunjuk rasa, tetapi juga soal menghadapi bencana gempa, kebakaran, tumpahan, tsunami dan lainnya. Karena berbagai jenis simulasi sudah pernah dilakukan. Apalagi Indonesia Power merupakan objek vital nasional sehingga harus dijaga keamanannya. Diperlukan personel-personel yang andal dan tanggap terhadap risiko-risiko. (ad870)

ditingkatkan, tidak hanya dalam wujud fisik aktivitas berupacara, namun juga kecerdasan mental dan spiritual harus juga seiring berjalan. Lebih lanjut dikatakan, sebagai pelanjut generasi Kenceng Tegeh Kori yang merupakan cikal bakal Kerajaan Badung di masanya, haruslah selalu menjaga semangat membangun keharmonisan dunia. Trah Arya Kenceng Tegeh Kori harus selalu diingatkan agar selalu menjaga kesatuan dan persatuan. Sejarah Tegeh Kori mencatat empat generasi memimpin Kerajaan Tegeh Kori yang pernah ada di Tegal Badung dan selanjutnya harus hengkang dari kerajaan karena prahara keluarga dan akhirnya beristana di Puri Agung Tegaltamu sampai sekarang. Meski demikian, keutuhan keluarga besar hendaknya selalu diusahakan dengan momentum-momentum seperti ini. Manggala Karya I Gusti Made

Utama menambahkan, piodalan di Pura Kawitan Arya Kenceng Tegeh Kori yang sampai saat ini diempon seribu kepala keluarga yang tersebar di Pulau Bali berlangsung sangat baik. Setiap piodalan menjadi momen untuk meningkatkan rasa persaudaraan. Dalam setiap kesempatan piodalan biasanya dibarengi dengan kegiatan lainnya seperti matatah massal, pendidikan kepemangkuan dan juga kegiatankegiatan sosial kemasyarakatan yang tentunya menunjang program pemerintah. Dalam upacara Karya Padudusan dan Mapulang Lingga ini semua dibangun dan dilaksanakan Semeton Ageng Arya Kenceng Tegeh Kori Bali. Dalam kesempatan yang baik ini, manggala karya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya upacara ini dengan baik dan semoga labda karya. (ad864)

’’Mapulang Lingga’’ di Pura Kawitan Arya Kenceng Tegeh Kori

HARI ini, bertepatan dengan piodalan di Pura Kawitan Arya Kenceng Tegeh Kori yang berpusat di Puri Agung Tegaltamu Batubulan, dilaksanakan upacara Mapulang Lingga. Ini sebuah ritual lanjutan sejak panglingsir Puri Tegaltamu melakukan diksa dua tahun silam yang sekarang bergelar Ida Pedanda Rsi Agung Ngurah Tegaltamu bersama Ida Pedanda Istri Tirta Savitri. Upacara ini memang sengaja digelar sebagai sebuah penyempurnaan seorang diksa dalam menjalankan kewajibannya serta meningkatkan kewenangan dalam melakukan dan memimpin acara ritual di Bali. Acara ini disaksikan seluruh Semeton Ageng Arya Kenceng Tegeh Kori yang tersebar di seluruh Bali dan juga masyarakat Desa Adat Tegaltamu, Guru Nabe dari Geria Menara Sideman Ida Pedanda Oka Manuaba dari Geria Toko Sanur serta Ida Pedanda Putra Kemenuh dari Geria Agung Tegal Badung. Dalam kesempatan yang baik ini upacara Mapulang Lingga juga dihadiri Pasaban Rsiwara Narawangsa Sri Nararya Damar Bali-Nusantara yang terdiri dari seluruh sulinggih Trah Arya Damar. Ketua Umum Arya Kenceng Tegeh Kori Bali I Gusti Ngurah Pertu Agung menyatakan kebahagiaannya mampu menggelar Mapadudusan Agung di Pura Kawitan dirangkai dengan upacara Mapulang Lingga. Ini sebagai wujud bakti kepada leluhur Ida Batara Kenceng Tegeh Kori sekaligus wujud pelaksanaan yadnya yaitu Rsi Yadnya. Acara ini adalah sebagai wujud menjaga dan melestarikan tradisi Bali yang baik dan secara kualitas hendaknya selalu


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

BUMDes untuk Pemerataan dan Cegah Urbanisasi DI BALI berlomba-lomba desa membuat Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Banyak juga belum seumur jagung nasibnya tak karuan karena didirikan jenis usaha yang tak sesuai dengan kondisi di lapangan dan potensi desa. Atau akibat pengelolaan yang kurang profesional. Sebut saja misalnya membuat usaha dagang minimarket, namun kenyataannya harga yang ditawarkan sama dan kalah bersaing dengan warung milik rakyat. Juga ada BUMDes usaha produksi, namun lokasinya ada di dekat kuburan alias setra. Dengan demikian usaha BUMDes ini tak berkermbang maksimal. Ini artinya ilmu ekonomi yakni penerapan manajemen dan akuntansi yang profesional harus tetap dijalankan karena menyangkut keberlanjutan usaha desa dan menjadi sumber pendapatan desa demi kesejahteraan masyarakat. Syaratnya adalah dikembangkan oleh untuk dan dari masyarakat desa. Beragam permasalahan yang menghambat tumbuhnya BUMDes. Ini yang menyebabkan tidak semua BUMDes di Bali berkembang dengan baik. Di sinilah diperlukan analisis SWOT sederhana agar mementingkan keberlanjutan bukan hanya berhenti saat dibentuk dan diresmikan. Di sinilah pentingnya peran perguruan tinggi guna memberi sentuhan manajemen dan tertib akuntansi pengelolaannya. Salah satu contoh BUMDes baik di Bali kita bisa meniru Lurah Serangan. Kelurahan ini memiliki BUMDes terpadu sesuai dengan potensi desa dan masyarakatnya. Seperti diungkapkan Lurah Serangan I WayanKarma, sejumlah unit BUMDes-nya adalah jasa parkir karena desa ini banyak dikunjungi wisatawan. Jasa dermaga ponton karena banyak perahu bersandar di kawasan ini, juga jasa kuliner karena dikejar oleh kafe dan restoran. Selain ada LPD yang maju pesat. BUMDes wisata desa terpadu merupakan keterpaduan antara BUMDes dan potensi wisata desa yang ada di Serangan. Tinggal dikembangkan melalui portal website seperti yang dilakukan di Yogyakarta semua BUMDes yang mengelola desa wisata dapat melakukan promosi wisata desanya kepada masyarakat luas. Serangan memiliki banyak potensi wisata yang menarik minat pengunjung dari kota. Pengembangan potensi tersebut dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di desa. Ini sesuai dengan agenda penguatan desa yang diamanatkan UU No. 6 Tahun 2014 adalah dihadirkannya lembaga ekonomi berbasis desa yang diberi nama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Strategi penguatan potensi desa wisata melalui BUMDes merupakan salah satu solusi untuk melepaskan ketergantungan masyarakat desa terhadap bantuan pemerintah. Manfaat yang diperoleh dari proyek perubahan optimalisasi operasional BUMDes di antaranya manfaat bagi masyarakat berupa kepastian hukum dalam mengelola BUMDes dan membuka lapangan pekerjaan. Bagi wisatawan berupa tersedianya produk hasil BUMDes yang menarik dan tersedianya destinasi wisata BUMDes. Sedangkan untuk pemerintah manfaat yang diperoleh yaitu meningkatnya pendapatan asli desa, efektivitas dan meningkatkan ekonomi kerakyatan serta kepercayaan masyarakat pada BUMDes. Apalagi BUMDes merupakan sebuah badan usaha yang penyertaannya berasal dari desa dan ditujukan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. BUMDes bukan hanya menjadi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat namun juga meningkatkan daya saing desa. Pengembangan BUMDes dilakukan pula untuk menekan urbanisasi, membuka lapangan pekerjaan baru guna mengurangi jumlah pengangguran dan berpotensi membuka peluang usaha secara dinamis dan berkesinambungan. Ini artinya BUMDes dikembangkan selain untuk pemerataan pembangunan di desa sehingga uang lebih banyak berputar di desa dibandingkan di kota, juga untuk mencegah urbanisasi yakni menumpuknya penduduk danpencari kerja di kota. Kita patut dukung penguatan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.

Optimalisasi Badan Usaha Milik Desa Adat Badan Usaha Milik Desa Adat yang disingkat BUMDA menjadi sangat strategis dalam menggerakkan dan mewujudkan kekuatan ekonomi Hindu yang sejalan dengan program Nawa Cita yaitu membangun Bali dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Ajeg Bali. Sampai saat ini, Pemerintah Daerah Bali (Gubernur Bali) telah mengeluarkan komitmen dengan vsinya ‘’Nangun Sat kerthi Loka Bali’’, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang mengandung makna ‘’Menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia sekala dan niskala sesuai prinsip Tri Sakti Bung Karno yaitu; Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. Ini berarti, dengan dibangunnya Badan Usaha Milik Desa Adat sangat tepat dan strategis sebagai lumbungnya ekonomi Hindu.

Oleh Bambang Gede Kiswardi

S

ejalan dengan perkembangan ekonomi Bali yang serba sulit maka sangat diperlukan strategi pemberdayaan terhadap ekonomi Bali yang bernapaskan agama Hindu, sehingga akan mendorong bangkitnya gerakan ekonomi Hindu. Untuk itu, diperlukan adanya dorongan partisipasi, kreasi, dan inovasi bagi krama Bali untuk bisa produktif dalam mengolah potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia juga termasuk mengelola aset-aset desa adat, dengan tujuan agar mampu menghasilkan pendapatan asli desa adat yang lebih besar. Sampai saat ini Bali mewilayahi desa adat sebanyak kurang lebih 1.493 desa adat, dan kurang lebih 4.325 banjar adat yang merupakan aset dan potensi bagi BUMDA. Satu pendekatan dan kajian baru yang diharapkan mampu mendorong dan menggerakkan roda perekonomian desa adat adalah melalui membentuk kelembagaan ekonomi Hindu yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa adat. Lembaga ekonomi ini didirikan atas dasar keinginan masyarakat krama Bali yang berawal dari adanya potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya adat dan budaya yang begitu besar. Jika dikelola secara optimal dan profesional akan memberikan peluang dan kesempatan untuk meningkatkan perekonomian desa adat. Badan Usaha Milik Desa Adat merupakan unit usaha milik desa adat yang melaksanakan kegiatan usaha di bidang ekonomi riil, jasa, dan atau pelayanan umum, ke-

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mengapresiasi Penyetopan Reklamasi Saya mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster untuk menyetop pengurukan pantai di kawasan Benoa. Langkah ini memang harus dilakukan, jika Bali ingin tetap menjaga keseimbangan lingkungannya dan tetap menjadikan laut sebagai kawasan suci. Terlepas dari kepentingan ekonomi dan program pembangunan ke depan, saya menilai langkah Pelindo III menguruk kawasan Benoa hendaknya tetap memperhatikan aspirasi krama Bali. Jangan semua didasari kepentingan bisnis. Yang jelas, saya melihat apa yang terjadi belakangan dan melihat foto-foto penimbunan kawasan Benoa oleh Pelindo III sudah sangat memprihatinkan. Mestinya kematian hektaran hutan bakau di dekat kawasan ini disikapi secara jelas. Yang saya tahu ada UU

Lingkungan yang bisa menjerat pelanggar lingkungan. Jika ada hal yang dilanggar mestinya Dinas Lingkungan Hidup bersikap. Saya juga mengapresiasi kini banyak tokoh dan banyak pihak bicara soal reklamasi dan menyatakan dukungannya dengan langkah Gubernur Bali. Mudahmudahan sikap ini bukan semata-mata karena keinginan tetap sejalan dengan Gubernur, tetapi juga karena kecintaan terhadap Bali. Masalahnya dulu ketika rencana reklamasi bergulir dan ditentang sejumlah elemen, ada pihak-pihak yang juga diam. Mari kita jaga Bali bersamasama dengan mengedepankan keseimbangan pembangunan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

cuali usaha di bidang keuangan, yang diselenggarakan berdasarkan hukum adat serta dikelola dengan tata kelola modern untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian krama desa adat, sesungguhnya telah diamanatkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Bahwa desa adat sebagai kesatuan masyarakat hukum adat berdasarkan filosofi Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, dengan dijiwai ajaran agama Hindu dan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang hidup di Bali, sangat besar peranannya dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara sehingga perlu diayomi, dilindungi, dibina, dikembangkan, dan diberdayakan guna mewujudkan kehidupan krama Bali yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Badan Usaha Milik Desa Adat diharapkan mampu sebagai pilar dan lokomotif perekonomian desa adat yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial. Dalam hal ini, Badan Usaha Milik Desa Adat sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat desa adat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial, sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumber daya lokal (barang dan jasa) ke pasar. Dengan demikian, desa adat bisa menjadi episentrum terciptanya pemerataan kesejahteraan, keadilan ekonomi, dan kemakmuran masyarakat desa adat yang berlandaskan kekeluargaan, tolongmenolong, dan gotong royong atau

manyama braya. Pengembangan ekonomi desa adat harus mampu memberikan kesejahteraan ekonomi sekaligus kemakmuran kepada masyarakat desa adat. Maka dari itu, pemanfaatan dana desa adat dan potensi aset-aset desa adat diarahkan untuk sebesar-besarnya untuk membangun infrastruktur desa adat, dan percepatan pengelolaan usaha ekonomi desa adat yang berbasis sumber daya lokal (resources based) melalui Badan Usaha Milik Desa Adat. Dengan demikian, keberadaan Badan Usaha Milik Desa Adat di seluruh Bali maupun di luar Bali menjadi sangat penting dan strategis dalam memperbaiki dan membangun ketertinggalan ekonomi desa adat. Adapun solusi untuk mewujudkan optimisme membangun dan mengembangkan Baga Padruwen Desa Adat seperti; Pertama, membangun dan mempersiapkan pasar-pasar desa adat dan Tenten yang mampu menampung dan memasarkan produk barang dan jasa yang dihasilkan ole Badan Usaha Milik Desa Adat. Kedua, memberikan tenaga ahli pendampingan bagi Badan Usaha Milik Desa Adat dalam hal pemahaman dan wawasan entrepreneurship yang berbasiskan kearifan lokal dan ekonomi kreatif. Ketiga, memberikan kemudahan dan keringanan dalam proses pembiayaan bagi Badan Usaha Milik Desa Adat dalam mengembangkan dan meningkatkan investasi untuk usaha-usaha yang berorientasi pemenuhan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier bagi masyarakat desa adat. Keempat, menggerakkan ekonomi desa adat dengan berbasis kreatif, inovatif, gagasan-gagasan, ide-ide,

dan e-commerse yang diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan potensi ekonomi desa adat menjadi produk-produk yang berkualitas dan berstandarkan global dengan branding ‘’sukla’’. Sejalan dengan solusi tersebut, Badan Usaha Milik Desa Adat yang diharapkan menjadi lumbungnya ekonomi Hindu, mampu menggerakkan ekonomi kreatif diyakini memiliki pengaruh (dampak) yang signifikan terhadap perekonomian desa adat pada khususnya dan perekonomian nasional pada umumnya seperti; 1) ekonomi Hindu dapat menurunkan tingkat pengangguran di desa adat, semakin meningkat peran ekonomi Hindu dalam suatu perekonomian desa adat dapat lebih cepat mengurangi tingkat pengangguran di desa adat tersebut. 2) Pertumbuhan ekonomi Hindu memberikan nilai tambah terhadap kontribusi dalam Pendapatan Asli Desa Adat (PAD) sekaligus terhadap Produk Domistik Bruto (PDB), karena semakin berkembang ekonomi Hindu dapat mendorong pertumbuhan kontribusi terhadap PAD dan PDB desa adat maupun nasional. 3) Ekonomi Hindu dapat mendorong pertumbuhan produk-produk unggulan desa adat yang berorientasi ekspor, melalui peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produk usaha krama Bali yang diproduksinya. 4) Salah satu pengaruh terpenting dari ekonomi Hindu terhadap perekonomian desa adat yaitu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi pelaku usaha krama Bali untuk turut mengelola potensi ekonomi desa adat dan aset-aset desa adat menjadi produk unggulan yang berorientasi pasar. 5) Ekonomi Hindu dapat memberikan motivasi terhadap peningkatan pengembangan sosial dan budaya Bali yang memiliki karakteristik kearifan lokal yang sesuai dengan lingkungan masyarakat desa adat setempat. 6) Hasil peningkatan output yang dihasilkan oleh ekonomi Hindu dapat memberikan peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat desa adat. 7) Inti dari ekonomi Hindu adalah berbasiskan kepada kemampuan masyarakat desa adat untuk memberikan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan, hal ini memberikan

kesempatan lebih luas terhadap kaum melinial Hindu yang memiliki ide-ide kreatif, inovatif, dan gagasan-gagasan cemerlang untuk dapat dikembangkan. Dengan demikian, dapat meningkatkan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha dari kaum melinial Hindu. 8) ekonomi Hindu sangat dipengaruhi oleh sosial kehidupan masyarakat krama Bali itu sendiri, adat dan budaya Hindu, sehingga mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat desa adat menjadi kekuatan untuk membangun perekonomian desa adat. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK

Nusa Penida dilanda kekeringan, petani menjerit. - Pak Bupati pasti punya solusi. *** 66 akomodasi pariwisata di Kuta Selatan bodong. - Pariwisata bodong. *** Tingkatkan produksi, petani di Jembrana dibantu bibit unggul. - Acungan jempol untuk bupati. ***

Warung Global

Jangan Berhenti pada Penertiban BUNTUT kericuhan berdarah sampai mengakibatkan seorang tewas ditebas oleh pelaku yang masih berstatus pelajar di Warung Madu, Abiansemal Badung, membuat Satpol PP Badung terjun ke lapangan melakukan penertiban sampai penutupan beberapa warung dan kafe remang-remang di Badung sesuai perintah Bupati Badung. Para pendengar setia Radio Global 96,5 FM menyampaikan bahwa kejadian perkelahian di kafe yang berujung hilangnya nyawa, bukan kali ini saja terjadi. Untuk itu Kawan Global berpendapat agar pengawasan terhadap tempat usaha sejenis kafe/warung baik yang berizin apalagi tidak mengantongi izin ditutup saja jika melanggar peraturan.

Pemerintah harus tegas dengan menutup usaha warung/kafe remangremang itu, demikian Fera di Tabanan mengusulkan. Tak jarang keberadaan kafe remang-remang ini memicu perkelahian/keributan dan sebagainya. Kafe digunakan tidak semestinya. Ibarat buah simalakama, Bratayasa di Sangeh menyampaikan, satu sisi pemilik akan rugi jika usaha ditutup selain itu akan banyak yang kehilangan pekerjaan. Kafe awalnya adalah tempat bersantai, ngopi dan sejenisnya. Tapi kafe terkesan berkonotasi negatif. Ia hanya berharap kafe difungsikan semestinya. Sementara pemerintah harus tegas dalam menjalankan aturan soal izin usaha, jam berapa buka dan tutup, pembatasan pengunjung dan sebagainya. Semua usaha, menurut Ketut Mursi di Denpasar, menimbulkan risiko. Ia sepakat dengan pendapat pengopini

sebelumnya. Jika ada yang melanggar, kenakan sanksi, jangan ada kongkalikong, merasa ewuh-pakewuh karena pemilik usaha adalah oknum pejabat atau “orang besar”. Ayu di Petang menyampaikan, yang namanya remang-remang identik dengan ketidakbaikan. Tutup, jika sudah melakukan pelanggaran. Jangan ada kongkalikong, jangan sampai kebakaran jenggot lagi, demikian pesannya. “Sudah biasa itu, ada kejadian baru bertindak,“ demikian Werdha di Tegallalang. Jika ditelisik dalam penertiban ini katanya ada pelanggaran. Soal izin dan sebagainya. Sama halnya dengan kawan lain, mendengar kata kafe, masyarakat beranggapan negatif. Bukan hanya di Badung, di wilayah lain di mana pun pemerintah harus tegas, jangan berhenti pada urus izin, bayar retribusi, selesai. Pengawasan tetap dilakukan. (sikha)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Peringatan HUT Ke-32 SMA Surya Wisata Diwarnai ”Launching” Tari Surya Candra ADA yang berbeda dalam perayaan HUT ke-32 SMA Surya Wisata yang digelar Selasa (27/8) kemarin. SMA swasta terbaik di Tabanan yang memiliki konsep pembelajaran sekolah umum plus pariwisata ini juga me-launching tari Surya Candra sebagai tari maskot sekolah tersebut. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi tari ini digarap hanya dalam tiga bulan. Puncak HUT juga diisi pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur serta penyerahan hadiah bagi pemenang lomba yang telah digelar sebelumnya. Kepala SMA Surya Wisata Drs. I Wayan Sudirya mengungkapkan, tema ‘’Beexcelent’’ pada perayaan HUT kali ini, sejalan dengan visi sekolah yaitu mewujudkan insan, beriman dan berbudaya, sarat prestasi, unggul dalam bidang pariwisata. Untuk itu, meski dikemas sederhana, peringatan HUT sekolah tahun ini diharapkan bisa menjadi

ajang introspeksi dan inspirasi untuk terus menjaga citra sekolah agar tetap jaya di tengah persaingan yang makin ketat. Tidak dipungkiri, sebagai sekolah swasta tentu mengalami pasang-surut. Namun hal itu diakuinya tidak menjadi masalah berarti, karena dengan dukungan pihak yayasan serta stakeholder terkait lainnya, ia yakin SMA Surya Wisata bisa terus berkembang. Apalagi kini SMA Surya Wisata tengah berproses untuk mengikuti model pembelajaran abad 21, yaitu dengan pengembangan IT. ‘’Mau tidak mau kami harus mengikuti perkembangan teknologi, kalau tidak ingin ketinggalan,’’ terangnya. Selain itu, didukung pula konsisten menerapkan aturan sekolah serta pemberian jamjam tambahan dan mengemas ekstra pariwisata sedemikian rupa. Apalagi diakui Sudirya, beberapa alumni mampu bersaing di industri pariwisata

hingga tingkat internasional. Hal ini berkat pelatihan dan teori di sekolah yang telah mereka dapatkan sebelumnya. Di sekolah ini siswa diberikan pelatihan bahasa asing secara intens sebagai modal utama industri pariwisata maupun praktik langsung di bidang IT dan industri pariwisata sebagai bekal bagi para siswa yang ingin langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus SMA. ‘’Rata-rata lulusan kami 70 persen diserap langsung dunia kerja. Sedangkan 30 persen melanjutkan pendidikan ke universitas,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Surya Wisata I Gusti Made Bagus Damara mengatakan, semangat yang luar biasa dari yayasan dan keluarga besar SMA Surya Wisata menjadi pondasi kuat bagi sekolah untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas lulusan. Apalagi pendirian SMA Surya Wisata dengan konsep sekolah

umum plus pariwisata ini lahir dari keinginan Tabanan 32 tahun silam dalam hal pengembangan pariwisata berbasis perdesaan (kerakyatan). ‘’Buktinya saat ini euforia konsep pengembangan desa wisata kembali getol disuarakan. Tentunya diperlukan SDM yang bisa menangani pelayanan di perdesaan,’’ ucapnya. Keberhasilan SMA Surya Wisata hingga usia ke-32 tahun, dikatakan tokoh pariwisata ini, juga tidak terlepas dari sinergi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan. ‘’Ke depan kami akan terus meningkatkan jaringan khususnya untuk penempatan siswa yang ingin magang ataupun penempatan bekerja di bidang pariwisata, meski saat ini sudah banyak dunia kerja yang kami ajak bekerja sama. Akan kami tambah lagi khususnya untuk luar negeri baik Asia maupun Eropa,’’ tegasnya. (ad860)

POTONG TUMPENG - Puncak HUT ke-32 SMA Surya Wisata ditandai pemotongan tumpeng oleh Pembina Yayasan.

Tabanan Kekurangan Seribuan Guru ASN Tabanan (Bali Post) -

Kekurangan guru dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) masih terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Tabanan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kabupaten Tabanan kekurangan guru berstatus ASN mencapai 1.514 guru untuk tingkat SD dan 357 guru tingkat SMP.

I Wayan Miarsana

Bali Post/bit

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, kebutuhan guru SD berstatus ASN di Tabanan mencapai 3.153 guru. Namun jumlah yang tersedia hanya 1.639 guru. Jumlah SD negeri di Tabanan sebanyak 309 SD dengan 1.899 kelas. Kurang jumlah guru ASN diakibatkan banyaknya guru yang pensiun dalam beberapa tahun terakhir.

‘’Untuk SD guru kelas yang kurang, guru olahraga, guru bahasa daerah, dan guru bahasa Inggris. Sementara untuk guru agama jumlahnya berlebih karena memang perekrutan dari Kanwil Agama,’’ ujar Miarsana, Selasa (27/8) kemarin. Hal serupa terjadi di tingkat SMP. Dengan jumlah SMP negeri di Tabanan sebanyak 38 SMP dan 606 kelas, idealnya jumlah guru

SMP sebanyak 1.355 guru. Namun yang ada hanya 998 guru, sehingga ada kekurangan 357 guru. ‘’Untuk guru SMP kekurangan pada guru mata pelajaran, seperti guru prakarya, Bahasa Bali, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, olahraga, guru teknologi informasi dan komunikasi, serta banyak lagi,’’ ucapnya. Kendati demikian, Miarsana menyatakan, hal ini tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar, mengingat pihaknya menyiasatinya dengan guru honorer dan tenaga pengabdian. ‘’Mengisi kekosongan juga ada tenaga kontrak

dan tenaga pengabdi, namun juga kekurangan dan diefekifkan. Secara riil di lapangan, jam mengajar mereka tidak hanya 24 jam namun lebih sampai 40 jam. Mau tidak mau dengan jumlah murid yang banyak harus seperti itu keadaannya,’’ terangnya. Terkait perekrutan guru ASN, memang diakui Miarsana terbentur keterbatasan anggaran di daerah. Dana Alokasi Khusus (DAU) tidak bisa seluruhnya dimanfaatkan untuk pembayaran gaji melainkan juga mandatori untuk infrastruktur. (kmb28)

Hingga Juli Ditemukan Delapan Kasus Gizi Buruk Tabanan (Bali Post) Kasus gizi buruk masih dijumpai pada anak-anak di Kabupaten Tabanan. Namun, jumlahnya relatif kecil. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tabanan, tahun ini hingga Juli teridentifikasi delapan kasus gizi buruk. Kasus gizi buruk rata-rata bukan akibat kurangnya asupan gizi, melainkan adanya penyakit bawaan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya, Selasa (27/8) kemarin mengatakan, penderita gizi buruk di Tabanan kebanyakan terjadi pada usia 11 hingga 55 bulan. Kasus ini muncul bukan murni akibat balita kekurangan asupan makanan, namun lebih disebabkan faktor penyakit bawaan seperti jantung bocor dan bronkitis. ‘’Pernah kami jumpai tahun 2018 karena pola asuh yang keliru. Dengan ini diintervensi edukasi dan konseling terhadap keluarga,’’ bebernya. Selain gencar melakukan edukasi dan konseling untuk mencegah kasus gizi buruk, juga sudah dilakukan program penimbangan di Posyandu. Jika ada anak-anak terindikasi bermasalah dengan gizi, langsung dirujuk ke puskesmas untuk diperiksa dan bisa diintervensi dengan pemberian PMT pemulihan di samping dilakukan pemantauan, konseling dan menentukan diagnosa. Petugas gizi pun akan terus melakukan pemantauan ke rumah sasaran. ‘’Pemantauan berkesinambungan sampai gizinya membaik. Jika terdiagnosa sebagai gizi buruk akibat penyakit penyerta, bisa dirujuk ke rumah sakit atau dokter spesialis,’’ tegas Supardiyadnya. Meski angka kasus gizi buruk di Tabanan tergolong kecil, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak. Dinas Kesehatan dalam hal ini terus melakukan pemantauan dari usia 0 sampai 59 bulan. ‘’Semua yang terdiagnosa gizi buruk sudah tertangani. Bahkan berdasarkan riset Kesehatan Daerah Tahun 2018 dari Kemenkes dalam buku IPKM Tahun 2018 Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Tabanan menduduki peringkat IV Nasional,’’ tegasnya. (kmb28)

Bali Post/win

SEKOLAH LAPANG - Para peserta mengikuti Sekolah Lapang Geofisika.

Potensi Bencana Tertinggi di Bali

Tabanan Jadi Pelaksana Sekolah Lapang Geofisika Tabanan (Bali Post) Dalam upaya penguatan peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan pemahaman stakeholders dalam kesiapsiagaan gempa bumi dan mata rantai peringatan dini tsunami BMKG, Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar menggelar kegiatan Sekolah Lapang Geofisika di salah satu hotel di Tanah Lot. Dengan kegiatan ini, diharapkan peran BPBD bisa semakin kuat sebagai simpul utama informasi gempa bumi di daerah. Dipilihnya Kabupaten Tabanan sebagai tempat penyelenggaraan Sekolah Lapang Geofisika, karena kabupaten ini merupakan daerah yang

memiliki potensi bencana tertinggi di Bali. Hal ini didasarkan atas indeks informasi dan risiko bencana Indonesia yang dikeluarkan BNPB pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa Tabanan adalah salah satu daerah yang memiliki nilai indeks risiko gempa bumi yang tinggi. ‘’Sekolah Lapang Geofisika ini menjadi wadah bagi BMKG dan BPBD untuk saling berkoordinasi, menguatkan peran masing-masing dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi,’’ ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Selasa (27/8) kemarin. Lebih jauh dikatakan, secara umum Indonesia meru-

pakan daerah rawan gempa bumi. Hal ini lantaran Indonesia dilalui jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke arah utara dan menyusup ke dalam Lempeng Eurasia. Sementara Lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat. Jalur pertemuan ketiga lempeng ini berada di laut, sehingga apabila terjadi gempa bumi besar dengan kedalaman dangkal, berpotensi menimbulkan tsunami. ‘’Wilayah Indonesia rawan kegempaan dan tsunami, sehingga mitigasi bencana perlu kita sampaikan kepada ma-

syarakat. Peran BPBD sangat penting dalam menyampaikan warning dari BMKG. Cara meneruskan informasi dini itu harus tepat kepada masyarakt. Peran media juga sangat diharapkan menjadi pioneer menyebarkan informasi BMKG dan harus mampu menangkal berita hoax,’’ jelasnya. Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, Tabanan memang memiliki potensi bencana yang tinggi. Sebab, Tabanan memiliki kondisi geografis yang nyegara gunung dan memiliki garis pantai yang panjang. Ada sembilan komponen bencana yang sering terjadi di wilayah Tabanan, seperti gempa bumi, tsunami, longsor

dan angin kencang. Kendati demikian, pemetaan mitigasi bencana telah dilakukan. Bahkan Tabanan telah membangun budaya siaga bencana. Sementara itu, Kepala BMKG Wilayah III Denpasar M. Taufik Gunawan didampingi Kepala Stasiun Geofisika Sanglah Ikhsan mengatakan, saat ini Bali telah memiliki sembilan sirine yang terpasang di berbagai daerah yang rawan terjadi gempa bumi yang menimbukan tsunami. Sirine tersebut bahkan telah diserahkan dan dikelola masing-masing daerah. Sirine-sirine tersebut rutin dibunyikan sebulan sekali untuk memastikan masih berfungsi maksimal atau tidak. (win)

22 Warga Binaan Lapas Lulus Rehabilitasi Sosial Tabanan (Bali Post) Rehabilitasi sosial bagi 22 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan yang terjerat kasus narkoba, ditutup Selasa (27/8) kemarin. Warga binaan tersebut dinyatakan berhasil setelah hasil tes menunjukkan negatif narkoba. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana menyampaikan, selama 24 pekan, mulai Maret sampai dengan Agustus, ke-22 warga binaan tersebut mengikuti beragam kegiatan, seperti screening assesment dan pemeriksaan kesehatan,

Bali Post/ist

REHABILITASI SOSIAL - Rehabilitasi sosial bagi 22 warga binaan Lapas Tabanan yang terjerat kasus narkoba, ditutup Selasa (27/8) kemarin.

tes urine, konseling adiksi individu dan kelompok, penyuluhan kesehatan dan materi umum. Serta tidak ketinggalan pula juga kegiatan yoga dan meditasi, bimbingan agama dan spiritual, pelatihan vokasional, sidang kasus, family support group, olahraga, hiburan dan rekreasi, kunjungan keluarga, pembinaan berbangsa dan bernegara, penyuluhan hukum dan lainnya. ‘’Kami sangat berterima kasih pada stakeholders eksternal yang telah bersama-sama membantu kegiatan rehabilitasi sosial untuk memulihkan para narapidana agar tidak lagi terjerat bahaya gelap narkoba,’’ ucapnya. Menurut Murdiana, warga binaan pengguna narkoba ini sebenarnya sudah dirampas kemerdekaannya. Sehingga,

untuk memulihkan atau menyembuhkan dari ketergantungan narkoba, mereka wajib melaksanakan rehabilitasi supaya tidak ketergantungan lagi terhadap narkoba. Secara umum, Lapas Tabanan juga bisa bebas dari peredaran gelap narkoba karena permintaan narkoba menjadi zero atau nol. Sementara untuk jumlah narapidana kasus narkoba, Murdiana menyebutkan sebanyak 60 orang. Dari jumlah itu, baru 22 orang yang mengikuti rehabilitasi sosial, karena disesuaikan dengan anggaran yang ada. ‘’Ada yang sudah ikut rehabilitasi tahun lalu, ada pula yang belum. Untuk selanjutnya akan dilakukan rehabilitasi tahun depannya lagi,’’ terangnya. Ketua Tim Dokter Lapas Tabanan yang menangani

masalah rehabilitasi, Dr. Tresna Dewi mengatakan, rehabilitasi sosial ini merupakan kegiatan terapi komunitas tanpa menggunakan obat-obatan. Rehabilitasi ini memiliki keunggulan yakni setiap peserta rehab secara bersama-sama mencari solusi untuk pemulihannya. Sementara itu, Kepala bidang Rehabilitasi BNNP Bali AKBP Agung Sanjaya menegaskan, warga binaan yang telah mengikuti masa rehabilitasi dan dinyatakan bebas, diharapkan tidak kembali ke komunitas lama. Jika itu sampai terjadi, dikhawatirkan mereka akan kembali terjerat narkoba. ‘’Mari selalu hidup sehat, berfikir positif dan terus meningkatkan keterampilan sebagai bekal hidup di masyarakat yang tanpa narkoba,’’ ujarnya. (kmb28)


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

DISKUSI – Pihak konsorsium melakukan diskusi bersama Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. terkait pelaksanaan FS lokasi Bandara Internasional

Konsorsium Kaji Lokasi Proyek Bandara Bali Utara

Bali Utara.

Bali Post/kmb38

Singaraja (Bali Post) –

Wacana pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional Bali Utara sejauh ini masih terjadi tarik ulur, walau sejumlah pejabat tinggi di Tanah Air berkunjung ke lokasi bandara di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan. Namun, tindak lanjut proyek itu masih belum jelas kapan dan bagaimana folow up-nya. Setelah relatif lama mereda, wacana proyek itu sekarang kembali mencuat. Hal itu terbukti dengan kehadiran konsorsium yang berkunjung ke Buleleng, Selasa (27/8) kemarin. Konsorsium itu adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. dan PT Angkasa Pura (Persero). Rombongan konsorsium ini diterima Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Gede Suyasa, Kepala Badan Perencana Pembangunan Pengembangan Penelitian (Bappeda-Litbang) Nyoman

Genep dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gede Gunawan Adnyana Putra. Intinya, kunjungan pihak konsorsium itu meninjau lokasi dibangunnya bandara di Bali Utara. Pihaknya mengklaim bandara di Buleleng itu dalam waktu dekat ini

akan dibangun. Jika benar dibangun, hal itu menjawab “mimpi” warga di Den Bukit bisa memiliki infrastruktur perhubungan udara. Keberadaan bandara itu dipastikan memberikan multiplier efek begitu besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Presiden Direktur PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Lukman Hidayat mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya bersama PT Angkasa Pura (Persero), pemerintah pusat dan Perusahaan Daerah (Perusda) Bali sudah melakukan feasibility study (FS). Hal itu untuk mengkaji secara detail terkait kelayakan lokasi bandara yang diwacanakan di Desa Kubutambahan. Dengan FS ini jika ada masalah muncul setelah pemerintah pusat menerbitkan izin penetapan lokasi (penlok) dan dilanjutkan tahapan pelaksanaan proyek, maka

akan bisa ditangani sejak dini. Dengan demikian setiap tahapan pembangunannya nanti dapat berjalan sesuai program dan juga arah kebijakan pembangunan pemerintah. “Sebagai pemrakarsa kami ingin memastikan kondisi di lapangan lewat FS itu. Hari ini kami sampaikan hasilnya kepada pemerintah di sini melalui Wabup Sutjidra,’’ katanya. Kajian yang dilakukan terkait desain bandara, masih menunggu peran pihak perusda di Bali dalam pembangunan infrastruktur ini. Selain itu, pihaknya juga

menunggu rekomendasi Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Hal itu menyangkut lahan yang akan dituangkan dalam izin penlok bandara. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menyambut baik upaya yang dilakukan pihak konsorsium. Semua regulasi yang diterbitkan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub-RI) sudah ditindaklanjuti pihak konsorsium. Atas upaya itu, pihaknya mendukung tahapan yang dilakukan. Meski demikian,

pemkab bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dan Desa Pakraman Kubutambahan akan bersama-sama melakukan koordinasi teknis terkait penyiapan lahan bandara. “Kami akan tindak lanjuti dengan pembicaraan yang lebih intensif lagi untuk mempercepat prosesnya,” katanya. Pihak konsorsium telah mendiskusikan syarat yang dipenuhi sebelum penlok terbit. Di antaranya hasil FS, kajian teknis, kesiapan dan pengamanan lahannya. Mengacu hasil studi ini Kemenhub RI akan menerbitkan penlok bandara. (kmb38)

Lengkapi Diler dengan Layanan 3S Plus

Suzuki Optimis Target Penjualan di Buleleng Tercapai Singaraja (Bali Post) – Pengguna kendaraan Suzuki di Singaraja sekarang dimanjakan adanya showroom dengan pelayanan lengkap. Ini setelah PT Suzuki Indo Mobil Sale (SIS) resmi membuka outlet showroom 3S (Sale, Service, dan Spareparts) ketujuhnya di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Selain melayani penjualan semua varian Suzuki, showroom ini dilengkapi bengkel body repair, dan cat. Layanan yang biasa disebut 3S plus ini diyakini PT SIS dapat meningkatkan capaian target bisnis otomotif di Bumi Den Bukit. Showroom itu diresmikan Presiden Director PT Sejahtra Buana Trada Grup Setiawan Surya didampingi Presiden Director PT SIS Seiji Itayama, Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) dan Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. Acara ini juga dihadiri Seles Director PT SIS Makmur, After Sales Director PT SIS Reicky Patryaudha, General Manager PT Sejahtera Indo Mobil Trada Isbowo Priyo Haryono dan pelanggan setia Suzuki. Setiawan Surya didampingi Seiji Itayama mengatakan, Buleleng memiliki potensi dalam bisnis otomotif yang tak kalah dengan daerah lainnya. Ini tidak lepas dengan keberadaan Bali Utara yang sedang berkembang. Ditambah lagi program kebijakan pembangunan dari pemerintah. Hal itu diyakini menumbuhkan investasi. Salah satu pastinya di bidang otomotif. Peluang itu “ditangkap” PT SIS dengan mem-

berikan layanan showroom yang mengusung 3S plus. Plusnya unit body repair dan cat. Dengan hadirnya showroom ini, pihaknya optimis mampu meningkatkan target penjualan varian Suzuki dan target jasa perawatan dan servis. Showroom ini bukan hanya untuk Suzuki, tetapi kompetitor lain juga bisa digarap di unit showroom ini. “Apalagi sekarang mulai dibangun jalan. Malah ada wacana pembangunan bandara. Saya kira daerah ini mulai berkembang. Sudah benar menggarap investasi otomotif. Salah satunya layanan showroom 3S plus ini,” katanya. Seles Director PT SIS Makmur mengatakan, saat ini Suzuki menguasai pasar di Singaraja dan sekitarnya sebesar 19 persen. Capaian ini memang masih di bawah target pasar Suzuki di Indonesia. Namun demikian, pihaknya optimis bisa meningkatkan market itu hingga tutup tahun 2019. Pasalnya, Suzuki didukung kehadiran varian mobil. Seperti Baleno, Ertiga, Ignis, dan beberapa varian andalan lainnya. Selain itu, juga kendaraan niaga, All New Carry dan teranyar varian Jimny. Varian terbaru untuk kendaraan komersil ini sekarang menduduki persentase penjualan tertinggi. Dirinya pun lebih optimis penguasaan pasar itu akan terdongkrak dengan kehadiran pelayanan bengkel dan body repair. “Showroom ini yang compact karena memberikan pelayanan lengkap. Dengan strategi seperti ini kami yakin akan semakin memanjakan setiap

pengguna mobil Suzuki,” katanya. Sementara After Sales Director PT SIS Reicky Patryaudha mengatakan, kapasitas bengkel yang disiapkan sekarang mampu melayani 150 unit per bulan. Sejak mulai beroperasi beberapa bulan lalu, bengkel ini rata-rata melayani 40 unit per bulan. Sedangkan layanan body repair, Patrayudha yang ke-22 di Indonesia. Untuk body repair Shooroom ini diklaim memiliki SOP yang mengusung konsep ecogreen. Itu sebagai komitmen mendukung kebijakan pemerintah memperhatikan kelestarian lingkungan dari dampak pencemaran General Manager PT Sejahtera Indomobil Trada (SIT) Isbowo Priyo Haryono mengatakan, selain memberikan layanan sesuai SOP yang ada, showroom ini juga memberikan program layanan terbaik untuk konsumen. Program itu mulai dari service gratis lima kali untuk varian All New Carry. Selain itu, layanan emergency juga dilakukan, pelayanan service dan penjualan tetap buka meskipun di hari libur Bupati PAS mengaku bangga daerahnya dilirik perusahaan otomotif dengan membuka bisnisnya di Buleleng. Dia pun menjamin siapapun investor yang akan menanamkan investasi, pasti berkembang. Ini didukung dengan mengembangkan infrastruktur. Pihaknya meminta agar penetapan tenaga kerja lokal diutamakan, namun tetap mengedepankan skill yang ada. (bns1)

Bali Post/kmb38

RESIDIVIS – Seorang residivis spesial pencuri HP asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada ditangkap Satuan Reskrim Polres Buleleng.

Residivis Pencuri HP Ditangkap

Singaraja (Bali Post) – Seorang residivis pencuri HP asal Desa Pegayaman, Sukasada berhasil ditangap jajaran Reskrim Polres Buleleng. Tersangka AY (37) ditangkap setelah mencuri HP milik sopir mobil boks pada 14 Agustus 2019 sekitar pukul 15.00 Wita. HP curiannya itu rencananya dijual, namun tersangka lebih dahulu berhasil dibekuk polisi di rumahnya tanpa perlawanan. Wakapolres Kompol Loduwyk Tapilaha mengatakan hal itu, Senin (26/8) lalu. Menurutnya, sebelum penangkapan itu korban Ketut

Bali Post/kmb38

hilang. Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi,” kata Waka Polres didampingi Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto. Dari penyelidikan di lokasi kejadian dan keterangan saksi tambah Loduwyk, polisi berhasil melacak keberadaan tersangka. Dengan bukti tersebut, tersangka berhasil dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan. Saat diinterogasi tersangka mengaku mengambil HP milik korbannya. Selain itu, polisi juga menemukan HP yang diduga hasil curian dan setelah ditunjukkan kepada korban, memang

benar HP itu adalah miliknya. Selain mengakui mencuri HP korban, tersangka juga pernah mencuri HP lainnya. Jejak kriminal itu menegaskan tersangka itu merupakan residivis spesial mencuri HP. Setiap beraksi, tersangka menggunakan sepeda motor. Dia menyasar calon korbankorbannya ketika sedang lengah. Hp hasil curiannya itu kemudian dijual. Dan uangnya dipergunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Atas perbuatannya itu, tersangka melanggar Pasal 362 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. (kmb38)

Simpan Sejumlah Peninggalan Panji Jadi Desa Warisan Sejarah Desa Panji, Kecamatan Sukasada dikenal sebagai daerah kelahiran Raja Buleleng Ki Anglurah Panji Sakti. Sebagai tanah kelahiran sang raja tersohor, Desa Panji menyimpan sejumlah warisan peninggalan sejarah masa Kerajaan Buleleng. Sudah sangat pantas, desa itu dipilih menjadi lokasi monumen perjuangan masa veteran merebut Kemerdekaan 45. Kawasan itu hingga kini dikenal dengan nama Monumen Bhuana Kerta Desa Panji. Lalu, potensi apa lagi yang dimiliki desa ini yang bisa dikembangkan?

GUNTING PITA - Presiden Director PT Sejahtra Buana Trada Grup Setiawan Surya (kanan) didampingi Presiden Director PT Suzuki Indo Mobil Sale (SIS) Seizi Itayama (tengah) dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (kiri) meresmikan Showroom 3S PT Sejahtra Indo Bali Trada, Selasa (27/8) kemarin.

Sudiarta (35) yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Gang Dewi Sita Singaraja itu melaporkan HP miliknya telah hilang. HP milik korban ditaruh pada dashboard mobil boks yang dikemudikannya. Karena kelelahan korban saat itu terlelap tidur. Bersamaan dengan itu, tersangka datang menghampiri mobil boks dan mengambil HP korban itu. Setelah mencuri HP itu, AY kabur menggunakan sepeda motor miliknya DK 6075 UK. “Kejadiannya saat itu korban terlelap tidur akibat kelelahan. Tidak disangka setelah bangun HP-nya sudah

DESA Panji memang menjadi desa warisan sejarah. Hal itu membuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng merancang sebuah konsep pelestarian dan pengembangan Desa Panji, sebagai desa sejarah. Agenda program itu dilakukan dengan cara merancang heritage Desa Panji. Pengem-

bangan ini tidak saja demi kepentingan edukasi sejarah di kalangan generasi muda. Namun, peninggalan sejarah itu sangat potensial dikelola sebagai paket wisata desa dewasa ini. Kepala Dinas PMD Buleleng Made Subur, Minggu (25/8), mengatakan pengembangan Heritage Desa Panji itu dijadikan proyek percontohan yang dimulai dalam waktu dekat ini. Pengembangan dilakukan dengan memfasilitasi desa menyusun program pengelolaan potensi di desa tersebut. Dengan cara itu dipercaya warisan sejarah di Desa Panji seperti keberadaan Pura Pajenengan Ki Anglurah Panji Sakti sebagai tempat tinggal Raja Buleleng bersama keluarga pada masa lampau itu dilakukan program pelestarian. Peninggalan yang masih tersimpan di keluarga raja itu perlu juga dilakukan upaya-upaya penyelamatan. Dengan cara itu, dapat mencegah punahnya warisan sejarah itu sendiri. “Salah satunya Pura

Pajenengan. Pura tua itu merupakan warisan sejarah di Desa Panji terkait konsep pengembangan heritage ini. Karenanya desa itu kita fasilitasi terkait mengelolaan potensi sejarahnya itu. Nantinya selain untuk edukasi menjadi daya tarik kunjungan wisatawan,” katanya. Potensi sejarah lain kata Subur, masih ada di Desa Panji yang potensial mendukung konsep heritage ini. Salah satunya Monumen Bhuana Kerta. Monumen ini dibangun untuk memenuhi janji para pejuang Kemerdekaan 45 silam setelah markas yang sekarang dikenal Monumen Bhuana Kerta ini berhasil dipertahankan dari serangan penjajah. Bukti sejarah lain masih melekat menjadi ikon Desa Panji di pusat desa itu terdapat patung. Dari referensi yang ada, patung ini menunjukkan bahwa Desa Panji menjadi posisinya di tengah-tengah atau dikenal dengan penyeimbang antara Buleleng Timur dengan Buleleng Barat. Konon,

posisi patung di pusat desa ini lurus dengan posisi Pura Segara Penimbangan. “Ini yang membuat Desa Panji kaya akan bukti sejarah dan kami jadikan pilot proyek pengembangan heritage untuk mendukung pengembangan kepariwisataan di daerah kita,” jelasnya. (mud)

Bali Post/kmb38

Made Subur


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Pesanan Tembakau Menurun

Gianyar (Bali Post) Banjar Gelumpang, Desa Sukawati selama ini dikenal dengan produksi tembakaunya. Produksi tembakau ini tetap dipertahankan sejumlah petani di kawasan tersebut, di tengah minimnya masyarakat yang mengkonsumsi tembakau untuk nginang. Petani tembakau Ni Made Jarnu mengatakan, saat ini pesanan tembakau memang menurun. Hal ini terjadi karena mereka yang dulunya sering membeli tembakau untuk nginang, sebagian besar sudah meninggal dunia. Sementara generasi muda hampir tidak ada yang meneruskan budaya nginang mako. “Yang nginang ini biasanya para orang tua, sedangkan sekarang sudah sangat jarang sekali yang nginang,” kata Jarnu, belum lama ini. Menurut Jarnu, tembakau yang diproduksinya juga sering digunakan untuk bahan upakara atau pelengkap banten tertentu. “Sekarang lebih banyak yang membeli tembakau untuk bahan upakara dan sebagai bahan rokok,” jelasnya. Kendati pesanan tembakau menurun, Jarnu mengaku masih terus mempertahankan usaha rumahan yang sudah ditekuninya sejak lama. Dikatakan, proses pembuatannya memerlukan waktu lumayan panjang dan berhari-hari agar menghasilkan rasa mako atau tembakau yang pas. (kmb35)

MENDEM BAGIA Setelah masineb Jumat (23/8) lalu, Karya Agung Dirgayusa Bumi di Pura Dalem Deng lan Gianyar dilanjutkan aedan terakhir, yakni Mendem Bagia Pulakerti, Selasa (27/8) kemarin. Ribuan masyarakat dua desa adat merasa bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa bahwa yadnya yang mereka persembahkan berlangsaung lancar tanpa ada hambatan.

Bali Post/kmb35

MENJEMUR - Tembakau olahan dijemur di pinggir jalan di wilayah Banjar Gelumpang, Desa Sukawati.

Mobil Terjun ke Jurang

Mantan Kepala Sekolah Tewas

Gianyar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas yang merenggut satu korban jiwa terjadi di Jembatan Tukad Sangsang, Jalan Raya Sempalangan, Desa Temesi, Gianyar, Selasa (27/8) siang. Mobil Toyota Kijang DK 1557 JL yang dikemudikan Nyoman Asta Antara terjun dari jembatan ke jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter di lokasi tersebut. Korban berusia 64 tahun asal Desa Sidan ini sempat dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar, namun nyawa mantan kepala SD yang sudah pensiun ini tidak tertolong. Informasi yang dihimpun di lapangan, korban melaju dari arah barat mengendarai mobil warna biru itu pada Selasa siang sekitar pukul 11.00 Wita. Setiba di jembatan, terdengar ledakan dari arah mobil korban. “Seperti suara ban meletus,” ujar warga setempat, Wayan Adi. Usai terdengar suara ledakan itulah mobil yang dikemudikan korban kehilangan kendali, hingga akhirnya menabrak bagian utara pembatas jembatan. Ironisnya, mobil itu terjun ke jurang, bahkan beberapa kali terguling hingga mobil tersebut ringsek. Warga setempat yang melihat kejadian itu sontak terkejut. Tidak berselang lama, sejumlah aparat kepolisian bersama anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibantu warga setempat turun ke jurang untuk melakukan upaya penyelamatan. Selama proses penyelamatan itu, korban Nyoman Asta nampak masih bernapas, namun tidak sadarkan diri. Korban lantas dibopong oleh warga naik ke atas, selanjutnya dilarikan ke RSUD Sanjiwani. Sempat menjalani perawatan beberapa saat, nyawa korban tidak tertolong. “Bapak Antara sudah meninggal. Sempat tadi dirawat, tapi beliau tidak tertolong,” ujar sepupu korban, I Made Sarjana, saat ditemui di RSUD Sanjiwani. Sarjana mengaku tahu ada kecelakaan saat melintas di seputaran lokasi tersebut. Ketika dicek, ternyata korban laka lantas itu adalah sepupunya. “Sempat saya takut beliau mengajak cucu karena biasanya bersama cucu, tapi ternyata sendiri,” terangnya. Sarjana mengungkapkan, korban merupakan pensiunan guru yang juga sempat menjadi kepala sekolah pada salah satu SD di Gianyar. Sesudah pensiun, korban memang lebih banyak olah raga, dan beraktivitas bersama cucu. “Biasanya Bapak lari di Lapangan Astina Gianyar bersama cucunya,” katanya. Terkait upacara yang akan diselenggarakan untuk korban yang memiliki tiga orang anak ini, Sarjana mengaku masih akan dirembukkan dengan keluarga besar. “Saat ini saya sedang memproses pemulangan jenazah,” tegasnya. Kanit Lantas Polres Gianyar Iptu I Ketut Nariawan mengatakan, saat kejadian korban meluncur dari arah barat. Saat kejadian itu, mobil korban diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi. “Diduga karena laju kendaraan di atas rata-rata, selanjutnya menabrak pembatas jembatan hingga terjun ke jurang,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

RINGSEK - Kondisi mobil korban yang ringsek karena terjun ke jurang, Selasa (27/8) kemarin.

Warga Padangtegal dan Wisatawan Keluhkan LPJ Mati

Gianyar (Bali Post) -

Warga dan wisatawan mancanegara mengeluhkan matinya lampu penerangan jalan (LPJ) di Desa Pakraman Padangtegal, Ubud. Pasalnya, LPJ yang mati ini sudah berlangsung lama, bahkan sampai dua minggu lebih. Kondisi ini tentu disayangkan mengingat kawasan tersebut merupakan jalur yang ditinggali banyak wisatawan. Dikonfirmasi, Selasa (27/8) kemarin, Bendesa Pakraman Padangtegal Ubud I Made Gandra mengatakan, saat ini ruas jalan di seputaran desanya memang gelap, karena matinya LPJ di pinggir jalan. “Padangtegal gelap gulita, karena lampu penerangan jalan semua mati. Ini seperti tidak dipedulikan oleh pemerintah,” katanya. Menurut Gandra, kondisi ini berlangsung sudah cukup lama, bahkan sampai dua minggu lebih. Dikatakan, areal yang mati secara keseluruhan di ruas Jalan Sugriwa. Hal serupa juga terjadi di Jalan Raya Monkey Forest, Ubud. “Jalan Sugriwa semua mati, Jalan Monkey Forest ada beberapa mati,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sejumlah ruas jalan di seputaran Desa Pakraman Padangtegal, Ubud malah tidak terdapat LPJ. Ruas tersebut seperti di Jalan Jembawan hingga Jalan Bimamuka. “Jalan Bimamuka yang nyambung dengan Jalan Jembawan itu gelap tidak ada lampu,” katanya. Gandra menegaskan, pihaknya sudah lama mengajukan permohonan LPJ ke pemerintah, namun hingga kini tidak ada respons. “Kami sudah usulkan karena di beberapa ruas jalan memang tidak ada lampunya,” ujarnya. Sementara itu, Kadis Perhubungan Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, pihaknya segera mengatensi kondisi LPJ yang mati di

seputaran Ubud. “Ini segera kami atensi,” tegasnya. Suamba menambahkan, pihaknya sudah menurunkan petugas ke Desa Pakraman Padangtegal, Selasa sore kemarin. Hasil pengecekan, diketahui ada korsleting pada boks LPJ di Jalan Sugriwa. “Di Jalan Sugriwa itu ada boks yang terbakar,” katanya. Disinggung terkait permohonan LPJ untuk sejumlah ruas jalan di Desa Paktaman Padangtegal, Suamba mengatakan saat ini dari 25 ribu titik kebutuhan LPJ, pihaknya masih kekurangan LPJ untuk 20 ribu titik. “Kekurangan itu untuk ruas jalan kabupaten dan jalan desa. Pengadaan LPJ tersebut kan dilakukan secara bertahap,” tegasnya. (kmb35)

MATI - Wisatawan yang tinggal di kawasan Desa Padangtegal Ubud sedang melintasi jalan yang lampu penerangan jalannya mati.

Gianyar (Bali Post) Polisi membekuk dua orang penyalah guna narkoba. Yakni, Koming (26) asal Ubud dan Ardi Febrianto (23) asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Koming yang masih berstatus ibu rumah tangga (IRT) ini mengaku mengkonsumsi narkoba karena lama ditinggal suami. Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu, Selasa (27/8) kemarin mengatakan, pengungkapan ini bermula dari penangkapan tersangka Koming di seputaran Desa B a t u a n , K e c a m a t a n S ukawati, Rabu (22/8). Kala itu wanita asal Ubud yang sudah sejak lama dilidik ini

langsung dihentikan polisi. “Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu,” katanya didampingi Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP Nyoman Pawana Jaya Negara dan Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu Ketut Suarnata. Usai pengungkapan itu, pelaku yang masih berstatus IRT ini mengaku membeli narkoba dari Ardi Febrianto. Kebetulan malam itu pelaku Ardi berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Pria asal Yogyakarta ini diamankan polisi saat melintas di traffic light Simpang Batuan Kecamatan Sukawati. “Dari tangan Ardi,

Bali Post/kmb35

IRT Mengaku Konsumsi Narkoba karena Ditinggal Suami

Bali Post/kmb35

BARANG BUKTI - Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu menunjukkan barang bukti milik tersangka, Selasa (27/8) kemarin.

polisi menemukan enam paket sabu-sabu dengan berat total 2,85 gram netto,” katanya. Berdasarkan dari barang bukti yang dijual, dipastikan Ardi sudah lama menjadi pengedar narkoba. Sementara tersangka Koming mengaku baru beberapa kali menggunakan sabu-sabu. “Dari mana Ardi mendapat barang haram itu, tidak berhasil dideteksi karena jaringan terputus,” katanya. Tersangka Koming mengaku baru menggunakan narkoba. Barang haram itu ia konsumsi untuk melepaskan kegundahan hatinya pascaditinggal suaminya enam bulan lalu. (kmb35)

Pemkab Luncurkan Pelayanan Sampah Berbasis ”Online”

Gianyar (Bali Post)Berulang kali melakukan penggodokan tentang sistem pelayanan sampah, Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya menemukan metode inovatif dan efektif. Pertama kalinya, pelayanan sampah akan dilakukan dengan sistem online. Dengan Rp 10 ribu per keluarga per bulan, warga sudah mendapat pelayanan plus mengetahui posisi, pergerakan petugas serta seluruh proses penanangan sampah dari hulu hingga hilir. Hal itu terungkap dalam rapat persiapan sekaligus sosialisasi dari DLH Gianyar bersama perbekel/ lurah se-Gianyar, Selasa (27/8) kemarin. Dalam rapat itu, Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menghadirkan utusan dari Bali Investama Tecnologi (Suarti Group) dan Yayasan Bumi Sasmaya, lembaga yang nantinya berperan banyak dalam urusan teknis. Hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dewa Ngakan Adi. Pelayanan sampah online ini ditargetkan beroperasi 1 Oktober mendatang. Dari paparan perwakilan Bali Investama Technologi, Arya Trimanda Wibisana, pihaknya mengaku sudah menyiapkan 85 truk sampah sebagai tahap awal rencana ini. Pemerintah tidak akan

dibebankan biaya operasional. Sebab, pembiayaan mulai dari honor petugas, biaya perawatan, proses pengolahan sampah sudah manjadi tanggung jawab pengelola. Termasuk pula lahan untuk pengolahan sampah sudah disiapkan, sehingga tidak lagi menambah baban TPA Temesi yang sudah overload. “Sebagai kepesertaannya, warga nantinya akan dikenakan Rp 10 ribu rupiah per KK per bulan,” terangnya. Menariknya lagi, keluhan warga terhadap pelayanan sampah dipastikan dapat diminimalisasi. Karena dengan berbekal aplikasi, semua warga akan dapat mengetahui pergerakan petugas sampah di lapangan. Di samping itu, pejabat mulai dari perbekel hingga bupati akan bisa memantau kendala di lapangan dari layar monitoring yang ada di setiap kantor perbekel/lurah, camat, DLH hingga Kantor Bupati. “Intinya, teknologi ini ditopang dengan data manajemen tentang wilayah sebaran sampah di suatau wilayah atau desa. Teknologi ini nanti akan membaca sebaran sampah, kapan sampah yang telah dan belum terangkut, dan lainnya,” katanya. Arya Trimanda Wibisana menambahkan, pelayanan sampah berbasis online ini dipastikan tidak tumpang-tindih dengan pengeloaan sambah swakelola yang kini sudah ber-

Bali Post/kmb35

SOSIALISASI - Dinas Lingkungan Hidup Gianyar mensosialisasikan pelayanan sampah berbasis online kepada perbekel/lurah se-Gianyar, Selasa (27/8) kemarin. jalan di beberapa desa. Bahkan jika dikolaborasikan, swakelola sampah desa ini dipastikan akan berjalan lebih maksimal. “Kami mengembangkan teknologi ini karena sampah merupakan sumber daya yang tak pernah berkurang. Namun, pemanfaatan teknologi ini ada tahapannya, sepanjang semua pihak berkomitmen serius untuk menangani sampah secara baik dan benar,” tegasnya. Pelayanan sampah online ini mendapat sambutan positif dari perbekel dan lurah. Perbekel Serongga Nyoman Gede Triyasa dan Perbekel Keramas I Gusti Putu Sarjana mengaku tidak sabar lagi agar pelayanan

sampah ini segera beroperasi. Menurut mereka, program penanganan sampah yang difokuskan dari hulu ini akan menjawab persoalan sampah. “Walaupun kami sudah membangun swakelola sampah di desa, kami akan kolaborasikan. Semakin banyak pihak dan jenis pelayanan, akan menjawab persoalan sampah,” ujar Sarjana. Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, pihaknya akan mengintesifkan penanganan sampah di desadesa yang mulai serius dalam penanganan sampah. Tindak lanjut dari koordinasi ini, DLH Gianyar dengan pihak

ketiga siap terlibat langsung dalam penanganan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Terlebih lagi, penanganan sampah membutuhkan langkah komprehensif atau totalitas baik pemerintah, lembaga atau komunitas, warga desa bahkan rumah tangga. “Saya optimis, penanganan sampah di Gianyar akan mencapai kemajuan pesat dibandingkan sebelumnya. Kami bangga karena para perbekel dan lurah serta komunitas peduli lingkungan ini punya komitmen yang sama untuk menangani sampah secara menyeluruh dan sistematis,’’ jelasnya. (kmb35)


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

”Roadshow” KPK di Jembrana

Bupati Artha Tegaskan Komitmennya Berantas Korupsi

Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Jembrana dalam rangka roadshow Bus KPK 2019, Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi, Selasa (27/8) kemarin, disambut antusias undangan yang hadir. Bupati Jembrana I Putu Artha berinisiatif untuk mengimplementasikan sejumlah program KPK dalam rangka pencegahan korupsi di Jembrana.

Bali Post/olo

BUS KPK - Bupati Artha bersama jajaran dan Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK Herry Muryanto saat meninjau bus KPK.

Bupati Artha dalam sambutannya mengatakan, di tengah maraknya kasus korupsi melibatkan pejabat di daerah, kampanye antikorupsi ke kabupaten kota se-Indonesia membawa angin segar dalam upaya pencegahan korupsi. “Saya mewakili seluruh komponen masyarakat Jembrana menyambut baik kampanye yang digelar KPK dalam rangka roadshow Bus KPK 2019, Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi,” ujarnya. Menurut Bupati, menghilangkan korupsi tidak hanya penegakan hukum, namun perlu upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan publik sebagai kontrol. Karena itu, bupati menyambut baik kampanye yang dilakukan KPK melibatkan pelajar dari jenjang paling bawah hingga perguruan tinggi. “Mereka harus sejak dini diberikan pemahaman untuk selalu berbuat jujur dalam setiap langkah dan berintegritas,” tegasnya. Kehadiran KPK dalam roadshow ke Jembrana diharapkan mampu memberikan penyadaran pada masyarakat yang muaranya nanti pada peningkatan partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. Masyarakat harus mulai terbiasa untuk melaporkan segala hal yang terindikasi kecurangan. “Hal ini penting dilakukan, meng-

ingat masyarakatlah yang dirugikan jika terjadi korupsi,” tegasnya. Bupati menambahkan, pemberantasan korupsi bukanlah misi mudah. Untuk mencapainya perlu disinergikan dengan semua komponen dan diperlukan komitmen kuat. “Pada Kesempatan ini saya tegaskan komitmen untuk tidak memberikan ruang terhadap terjadinya korupsi di Jembrana,” tegasnya. Salah satu komitmen yang telah dilakukan dalam rangka pemberantasan korupsi di Jembrana melalui sejumlah inovasi mulai dari pelayanan perizinan satu loket, hingga memperkuat jajaran inspektorat daerah sebagai lembaga yang berperan penting dalam upaya pemberantasan korupsi di daerah. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat agar berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi,” tegasnya. Deputi Pengawasan Internal dan pengaduan masyarakat KPK Herry Muryanto mengatakan, kegiatan kampanye antikorupsi sebagai upaya dari KPK untuk mendekatkan program pencegahan korupsi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggunakan media bus yang diberi nama “Bus Tayo”. Tujuannya untuk mengajak seluruh komponen masyarakat terutama di kabupaten dan kota yang dilewati

oleh bus KPK agar berperan aktif dalam upaya pencegahan korupsi. Di setiap daerah yang dikunjungi, KPK akan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui programprogram pencegahan korupsi baik untuk pelajar, mahasiswa, anggota legislatif, pengurus DPD partai politik, aparatur daerah dan masyarakat sipil, pelaku usaha. “Kegiatan ini dirancang untuk membangun semangat sekaligus mempererat keterlibatan masyarakat secara aktif sehingga merasakan kehadiran KPK secara langsung,” tegasnya. Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melihat ke dalam bus KPK yang berada di depan kantor Bupati Jembrana. Dalam kegiatan tersebut sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pendidikan pada pelajar hingga sosialisasi mengenai pencegahan korupsi pada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana dan anggota DPRD Jembrana. KPK juga melakukan sosialisasi pada mahasiswa di Akademi Komunitas Negeri Jembrana yang juga diikuti taruna dari Poltek KP Pengambengan serta mahasiswa UT Jembrana. (ad871)

Gudang Sabut Kelapa di Baluk Terbakar

SOSOK Laporkan jika Ada Oknum Mengaku KPK Adanya oknum yang membawa-bawa nama KPK dan lembaga yang menyerupai KPK, diminta agar dilaporkan. Apalagi jika ada indikasi pemerasan dan pengancaman. Dipastikan lembaga seperti itu tidak memiliki keterkaitan dengan institusi KPK. KPK juga tidak akan mentolerir LSM yang mengaku-ngaku antikorupsi namun justru berulah meresahkan. Ketua Satgas Pencegahan KPK Arif Nurcahyo, Selasa (27/8) kemarin meminta dengan tegas agar ulah lembaga atau oknum yang turun hingga ke desa-desa itu dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Ia mengatakan sudah membuat surat edaran kepada seluruh kepala daerah. Intinya KPK tidak memberikan rekomendasi terhadap organisasi yang mengatasnamakan KPK. “Kami tidak pernah berafiliasi dengan pihak manapun,” ungkapnya. Ia juga menegaskan KPK tidak memiliki lembaga underbow (di bawah) yang mengakungaku asuhan dari KPK bahkan mengklaim bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan. Institusi yang berhak melakukan penyelidikan dan penyidikan hanya aparat penegak hukum, KPK, kepolisian dan kejaksaan. Kalau memang ada oknum dan lembaga yang melakukan pemaksaan hingga pemerasan, bisa langsung dilaporkan kepada aparat penegak hukum setempat. “Ada pengaduan yang kita terima. Kita ada fungsi pengaduan masyarakat. Sangat meresahkan,” ucapnya. (kmb)

Bali Post/olo

PADAMKAN API - Petugas dari pemadam kebakaran turun memadamkan api yang nyaris membakar pabrik pengolahan sabut kelapa di Baluk.

Negara (Bali Post) – Diduga akibat percikan api dari semak belukar yang terbakar, pabrik pengolahan serabut kelapa di Banjar Anyar, Baluk, Kecamatan Negara, Selasa (27/8) kemarin terbakar. Untungnya, api yang sudah mulai menjalar dan membakar bahan-bahan yang mudah terbakar bisa segera dipadamkan. Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memastikan api benar-benar padam. Dari informasi, api diketahui muncul di dalam areal pabrik penuh dengan bahan sabut kelapa itu sekitar pukul 16.00 Wita. Titik api terlihat dari sisi timur gudang. Lantaran angin yang cukup kencang, api semakin besar disertai kepulan asap. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya lahan di dalam areal pabrik tersebut. Namun, disinyalir ada percikan api dari semak belukar yang terbakar di luar pabrik. Karyawan pabrik, Putu Pedoman, menyebut pertama kali ia melihat api dari atas tembok. Kemudian bara api itu jatuh ke dalam areal pabrik dan membakar serabut kelapa yang ada dalam gudang. Panik dengan kondisi tersebut, puluhan karyawan yang berada di pabrik beramairamai memadamkan api dengan air yang ada. Selain upaya dari karyawan pabrik, tak berselang lama datang tiga unit mobil pemadam kebakaran membantu memadamkan api. Untungnya api segera bisa dipadamkan sebelum merembet ke tumpukan serabut kelapa yang hendak diolah. Kepala Perlindungan Masyarakat Satpol PP Jembrana I Putu Pranajaya mengungkapkan mobil pemadam diterjunkan selain memadamkan api yang membakar juga memastikan seluruh bagian sudut atau titik pabrik aman. Petugas menyemprotkan air ke sejumlah bagian gudang. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan bara api masih tersisa hingga menimbulkan kebakaran lagi. “Kita pastikan agar tidak muncul lagi api,” terang Pranajaya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, dan areal yang dipadamkan juga tidak sampai bangunan. (kmb26)

Tingkatkan Produksi Padi Petani Dibantu Bibit Unggul Negara (Bali Post) – Memasuki pertengahan 2019, produksi pertanian di Jembrana sudah mampu memenuhi target. Namun untuk di musim tanam kedua mendekati akhir tahun ini, sangat tergantung dengan kondisi alam. Khususnya pasokan air dan cuaca. Dari hasil evaluasi Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, rata-rata hasil panen subak di Gumi Makepung antara 7,5 ton - 8,5 ton. Ini merupakan produksi rata-rata yang saat ini tertinggi di Bali. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama, Selasa (27/8) kemarin, mengatakan secara keseluruhan telah melakukan sejumlah upaya untuk peningkatan produksi pertanian khususnya padi di Jembrana. Jembrana memiliki luas 6.725 hektar areal subak dan sebagian di antaranya mampu panen dua kali dalam setahun. Guna mempertahankan produksi rata-rata itu, upaya yang dilakukan dengan pendampingan di lapangan. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan mulai dari penanaman hingga akhir (penjualan). Pendampingan melalui pemenuhan pupuk, penyediaan varietas benih unggul, dan

percepatan pengolahan tanam dengan alsintan (alat mesin pertanian). Pada masa tanam kedua ini, pemerintah daerah juga mendukung dengan menyediakan bibit unggul bagi para petani. “Salah satu yang penting dimulai dari penyediaan varietas bibit unggul. Kita di daerah mengalokasikan bantuan itu. Di samping juga dari provinsi,” terang Sutama. Sehingga pemanfaatan luas tanam bisa terpenuhi target realisasinya. Meskipun pemerintah terus berupaya memberikan bantuan dan pendampingan, pencapaian produksi maksimal tetap masih sangat tergantung dengan alam. Apalagi sampai mendekati September ini, masih terjadi kekeringan. “Faktor yang paling utama sebenarnya alam. Kita tidak bisa lepas dari itu, terutama ketersediaan air,” tandasnya. Dari data sejak tahun 2012 lalu, di Jembrana terdapat 85 subak basah dengan luas lahan 6856 hektar. Produksi padi di Jembrana merupakan salah satu yang tinggi di Bali selain Tabanan. Index Pertanaman (IP) dalam satu tahun di Jembrana rata-rata di angka 1, 4 persen. Artinya dalam setahun masa tanam sawah rata-rata hingga dua kali. Sisanya 0,60 persen ditanami Palawija. (kmb26)

Bali Post/olo

Sawah – Areal sawah di salah satu subak di Jembrana. Diharapkan pada masa tanam kedua di tahun ini hasil produksi pertanian khususnya padi tetap tinggi.


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Gayas Serang Satu Hektar Pepaya Petani di Abang Amlapura (Bali Post) Petani papaya kalina di Desa Abang Kecamatan Abang mengeluh. Penyebabnya, tanaman papaya kalina milik petani itu rusak akibat diserang hama gayas. Kondisi itu membuat petani gigit jari karena dipastikan produksi pepayanya akan menurun alias merugi.

DISERANG GAYAS - Pohon pepaya kalina petani diserang hama gayas.

Pascakonsultasi ke Mendagri

KPU Pastikan Pilkada 2020 Jalan Tanpa APBD-P Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan Pilkada Karangasem yang akan dilangsungkan September 2020 tetap bisa berjalan, kendati karena sesuatu hal tidak dialokasikan dana dari APBD Perubahan. Kapastian itu diperoleh KPU Karangasem pascakonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan hal itu, Selasa (27/8) kemarin. Menurutnya, kejelasan itu diperoleh setelah pihaknya melakukan konsultasi ke Kemendagri. Dari konsultasi yang dilakukan diperoleh tiga solusi sumber dana sebagai disampaikan Kemendagri. Sumber pendanaan itu sebetulnya ada tiga. Dari APBD Perubahan atau bisa juga memakai Perkada (Peraturan Kepala Daer-

ah), atau menggunakan Silpa. ‘’Itu solusi masalah pendanaan yang diberikan ke KPU Karangasem. Hal itu bila nantinya tidak dialokasikan anggaran dari APBD Perubahan,’’ tegas Krisna. Solusi itu dilakukan, kata Krisna, jika pelaksanaan Pilkada Karangasem itu tidak memungkinkan ditunda. Terlebih ada PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan pemilihan gubernur dan bupati. Tahun depan 2020 rencananya akan ada pilkada serentak di 270 wilayah di Indonesia. ‘’Pada 1 Oktober sudah penandatanganan NPHD. Kemudian akan dilanjutkan November launching pilkada,’’ ujarnya lagi. Di samping itu juga pada Oktober ada pengajuan syarat dukungan bagi paslon yang maju melalui jalur perseorangan yang dimulai 26 Oktober. Kemudian pembentukan badan adhoc per 1 Januari 2020. Lebih lanjut dijelaskan, rancangan anggaran yang diajukan pada APBD Perubahan hanya sekitar Rp 2,2 miliar. Sementara untuk di APBD Induk 2020 sebesar Rp 28,8 miliar. KPU Karangasem mengajukan anggaran sebesar Rp 31 miliar. Proposal anggaran rencananya akan diajukan dua tahap yakni pada pada APBD Perubahan 2019 dan APBD Induk 2020. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Petani Desa Abang, Ketut Madiasta, menjelaskan pohon pepaya kalina milik warga mulai diserang hama gayas. Bahkan serangan gayas itu sudah sejak sebulan terakhir ini. Kondisi itu memang biasa terjadi setiap tahun. Hama gayas itu tidak saja menyerang kemudian merusak semua jenis tanaman. Penyebabnya hingga kini belum diketahui pasti. Namun, intinya hama gayas itu merusak akar pohon hingga berimbas ke buah. ‘’Pohon pepaya kalina itu tidak bisa tumbuh seperti biasanya. Hal itu disebabkan akar pohon pepaya itu dimakan gayas. Akibatnya, daun dan juga buah jadi tidak tumbuh normal. Petani enggan memanen buah pepayanya karena rusak,’’ tambahnya. Sebelumnya, kata Madiastra, petani memang sudah sempat memanen beberapa buah pepaya yang matang untuk dijual sebelum hama gayas lebih ganas menyerang. Upaya petik

awal itu dilakukan dengan harapan kerugian yang dialami petani itu tidak terlalu besar. ‘’Pepaya yang dikembangkan adalah pepaya jenis kalina,’’ katanya. Perbekel Abang I Nyoman Sutirtayana menambahkan, lahan pertanian penduduk yang diserang gayas itu hampir satu hektar lebih. Tanaman pepaya itu tersebar di beberapa banjar. Di antaranya Banjar Waliang, yang menjadi sentral tanaman pepaya kalina itu. Selain itu di Banjar Dinas Abang Kaler. Hampir semua pohon pepaya di sana sudah rusak. ‘’Banyak pepaya warga rusak dimakan hama gayas. Bahkan ada bibit pepaya kalina milik Dewa Gede Rai sudah dirusak gayas,’’ ujarnya Malah di Banjar Waliang sebagian kebun pepaya dirusak hama gayas. Padahal di sana hampir 50 persen masyarakat melakukan budi daya pepaya kalina. (kmb41)

Berantas Narkoba BNN Tes Urine Karyawan Hotel

Bali Post/kmb41

TES URINE - Karyawan Hotel Puri Bagus Candidasa saat dites urine. Hasil tesnya, semua karyawan negatif dari penyalahgunaan narkoba.

Amlapura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem menyasar karyawan Hotel Puri Bagus Candidasa guna menjalani tes urine yang dilakukan Selasa (27/8) kemarin. Dari hasil tes yang digelar, semua negatif kandungan narkotikanya. Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Karangasem I Nengah Gunawan mengungkapkan hal itu, Selasa kemarin. Pihaknya tidak hanya melaksanakan tes urine kepada pegawai pemerintahan dan lintas sektor saja, akan tetapi juga terhadap karyawan swasta. Jadi, semua harus ikut bertanggung jawab dalam pemberantasan narkoba ini. ‘’Ada 10 sampel yang kita tes urine tadi. Semuanya negatif narkoba. Dengan begitu artinya karyawan hotel tidak ada yang terlibat penyalahgunaan norkoba,’’ ujarnya. Kenapa menyasar karyawan hotel. Alasannya, BNN membangun sinergitas dengan semua lapisan masyarakat dalam upaya memberantas narkoba. ‘’Dari aktivitas ini kami bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjerumus dengan

narkoba,’’ ujarnya. Di lingkungan hotel cukup rentan terjadi penyalahgunaan narkoba. Pasalnya mereka terlibat langsung dengan pengunjung maupun yang lainnya. ‘’Kami harap karyawan hotel yang belum dites urine, nanti bisa dites guna memastikan semua karyawan hotel tidak ada yang terjerumus narkoba,’’ katanya. Manajer Resort Hotel Puri Bagus Candidasa I Gusti Agung Bagus Agung Krisna Putra mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung adanya tes urine yang dilakukan kepada karyawan hotelnya. Dengan tes urine ini pihaknya dapat mengetahui apakah ada karyawannya terlibat kasus narkoba atau tidak. ‘’Jumlah karyawan kami semuanya 87 orang. Tadi baru 10 orang yang dites dan hasilnya semua negatif. Rencanana semua karyawan hotel akan dites urine,’’ katanya. Apabila nanti ada karyawan yang positif mengonsumsi narkoba maka pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas kepada yang bersangkutan. Pasalnya, hal itu sudah menjadi peraturan perusahaan. (kmb41)

Operasi Patuh Agung 29 Agustus

Sasar Delapan Item Pelanggaran Pengendara Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karangasem akan melaksanakan Operasi Patuh Agung 2019. Operasi yang akan memeriksa semua jenis kendaraan berikut kelengkapan pengendaranya itu akan dilangsungkan mulai 29 Agustus mendatang. Petugas kepolisian dalam operasi itu akan menyasar delapan item pelanggaran yang dilakukan pengendara. Lalu apa saja yang harus dibawa pengendara agar tidak terjerat Operasi Patuh Agung 2019 itu?

I Gede Krisna Adi Widana

Bali Post/kmb41

KASAT Lantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti, Selasa (27/8) kemarin mengungkapkan, sebelum menggelar Operasi Patuh Agung 2019 itu, pihaknya sudah lebih dulu melaksanakan sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi sudah dijalankan dengan melakukan penyebaran informasi melalui media sosial intragram, facebook, spanduk-spanduk, baliho ke radio-radio, pemberian brosur ke sekolah-sekolah dan kepada pengendara di jalan raya. Anne Parwisti menambahkan, pada Operasi Patuh Agung nanti pihaknya akan menindak delapan item pelanggaran yang dilakukan pengendara lalu lintas. Pelanggaran itu meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, tidak membawa SNTK, SIM, menggunakan HP saat berkendara. Selain itu berkendara terpengaruh minuman beralkohol, pengendara di bawah umur, pelanggaran tidak menggunakan safety belt, termasuk melanggar lampu rotator. ‘’Operasi Patuh Agung akan di-

laksanakan selama 14 hari mulai 29 Agustus sampai 11 September. Dalam operasi nanti kita mengedepankan cara bertindak penegakan hukum secara humanis preemtif dan preventif. Pola pendekatan humanis itu diupayakan dalam upaya meningkatkan simpati masyarakat kepada Polantas,’’ ujarnya. Operasi digelar itu semata-mata demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas di wilayah hukum Polres Karangasem. Selama pelaksanaan operasi, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Karangasem supaya selalu memperhatikan kelengkapan surat-surat kendaraan, seperti STNK, helm dan SIM ketika mengendarai kendaraan hendak menjalankan aktivitasnya ketiga hendak bepergian. ‘’Kami harap masyarakat lebih sadar dan tertib dalam berlalu lintas di jalan raya. Masing-masing pengendara harus berupaya menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan raya,’’ pinta Anne Parwisti. (nan)

AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti

Bali Post/kmb41


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Nusa Penida Dilanda Kekeringan Semarapura (Bali Post) -

Para petani di daerah kepulauan Nusa Penida tak bisa berbuat banyak terhadap areal pertaniannya. Ketiadaan air lantaran kemarau panjang, membuat petani berbulan-bulan tak bisa mengolah lahan. Beternak pun sulit, karena kemarau panjang menyebabkan petani kesulitan mencari pakan. Situasi demikian dialami petani di Subak Moncong Berbunga, Desa Batumadeg, Nusa Penida. Klian Subak Nyoman Suryawan, Selasa (27/8) kemarin, mengatakan para petani di subak itu sudah kesulitan bertanam sejak dua bulan terakhir. Padahal, proses penggarapan areal pertaniannya sudah siap, tinggal menunggu hujan tiba. Setelah hujan tiba, baru petani bisa bertanam dengan sistem tumpang sari, seperti menanam kacang, jagung dan ketela pohon dalam satu areal pertanian yang sama. Ia belum bisa memperkirakan, sampai kapan situasi ini akan terus berlanjut. Padahal, warga setempat sangat men-

gandalkan hasil pertanian untuk kebutuhan sehari-hari. “Terakhir, setelah panen singkong, sudah tidak bisa bertanam lagi, masih menunggu hujan,” katanya. Dalam situasi normal, biasanya petani setempat bisa bertanam kacang dan jagung setahun dua kali dan ketela pohon sekali setahun. Suryawan mengatakan, pihaknya bersama 40 anggota subak lainnya, hanya bisa menunggu hujan tiba, karena di sekitar desa itu juga tidak ada sumber mata air. “Kami berharap hujan segera turun. Biar lahan kami tak semakin lama menganggur,” katanya. Setelah tak bisa bertani, warga subak setempat se-

mentara memilih aktivitas lain dengan beternak. Seperti memelihara ternak. Namun, untuk beternak sapi, Suryawan mengaku kesulitan memperoleh pakan, karena kemarau panjang membuat rumput dan makanan sejenisnya tak bisa tumbuh. Sementara, mereka masih bertahan mengandalkan daun bunut dan daun nangka di lokasi yang cukup jauh. Tidak hanya itu, kesulitan lainnya adalah, warga juga kesulitan memberikan minum ternak, karena cubang di sekitarnya juga sudah kering. “Kalau ngasi minum ternak, terpaksa harus bawa sendiri dari rumah,” keluh Suryawan. (kmb31)

Bali Post/gik

Lahan pertanian - Petani Nusa Penida saat mengolah lahan pertanian, sambil menunggu hujan turun.

Pramuka Harus Mampu Cetak Generasi Unggul

SOSOK

Siapkan Empat Satgas

Semarapura (Bali Post) Era Revolusi Industri 4.0, gerakan pramuka harus mampu beradaptasi dengan pengetahuan digital. Anggota pramuka harus melek teknologi, termasuk mampu memanfaatkan media sosial untuk belajar, bukan ikut menyebarluaskan hoaks. Dari organisasi pramuka inilah, anakanak tertempa dengan baik, sehingga menjadi lingkungan yang tepat untuk pendidikan karakter, guna mencetak generasi yang unggul. Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat membuka Klungkung Scout Festival 2019 di Monumen Puputan Klungkung, Selasa (27/8) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suwirta mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah daerah untuk mencetak generasi muda yang unggul. Di era revolusi ini, Bupati Suwirta mengajak gerakan pramuka dan semua elemen untuk menjadi bagian dari revolusi mental. “Semua harus menyadari kata revolusi mental itu muncul, karena citacita bangsa belum tercapai. Untuk itu kita semua harus melakukan revolusi mental,” katanya. Selain itu, ia juga mengatakan kegiatan pramuka berpotensi sangat

Operasi Patuh Agung 2019 dijadikan momentum bagi Polres Klungkung untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas. Termasuk sejumlah pelanggaran, yakni tak menggunakan helm saat berpakaian adat. Saat operasi berlangsung nanti, hal-hal demikian langsung ditindak tegas. Bahkan, Polres Klungkung mengerahkan empat satgas untuk memaksimalkan penindakan dalam pelaksanaan operasi nanti. Hal itu ditekankan Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Command Center, Selasa (27/8) kemarin. Kapolres menjelaskan, Operasi Patuh Agung merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, dari 29 Agustus sampai 11 September, dengan menindak tegas para pelanggar saat berkendara. “Penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas dilakukan secara humanis yang diimbangi dengan kegiatan preemtif dan preventif guna meningkatkan kamtibcarlantas di daerah rawan macet, dan kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas,” ungkap kapolres. Kapolres menyiapkan empat satgas dalam mendukung kegiatan ini, mulai dari Satgas Preemtif, Preventif, Gakkum dan Banops. Kegiatan ini melibatkan 60 personel Polres Klungkung, menyasar delapan pokok pelanggaran berlalu lintas. Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat, agar selalu melengkapi administrasi diri sendiri, seperti SIM, STNK, KTP saat berkendaraan atau identitas diri lainnya. Selama ini di Bali, ada kebijakan boleh tidak memakai helm saat berpakaian adat atau mau sembahyang. Namun, kali ini meskipun berpakaian adat, tetap harus menggunakan helm demi keamanan dan keselamatan. “Saat berkendara roda dua gunakan helm SNI. Kalau tidak, ya kita libas,” ujarnya. (gik)

besar dalam mendidik karakter. Sebab, dalam pramuka anak didik bisa langsung diajarkan keterampilan, ketangkasan, kerja sama dan pembentukan karakter yang mungkin tak cukup didapatkan dari sekolah saja. Pada Bulan Pramuka ini Bupati Suwirta berharap, gerakan pramuka mampu berinovasi dan mencetak generasi yang lebih baik. “Kepramukaan tidak cukup hanya melakukan baris-berbaris dan penjelajahan saja. Pramuka harus mampu berinovasi dan mencetak generasi yang lebih baik,” harap Bupati Suwirta. Sementara itu, Ketua Panitia Klungkung Scout Festival, Wayan Sarjana, mengatakan Klungkung Scout Festival 2019 ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-58 dan Bulan Pramuka tahun 2019. Tujuan Klungkung Scout Festival 2019 untuk mengembangkan potensi anggota pramuka dalam bidang teknik kepramukaan, meningkatkan kompetensi anggota pramuka dan menumbuhkembangkan sikap peduli dan cinta lingkungan. “Klungkung Scout Festival ini baru pertama kali digelar di Klungkung. Untuk tahun ini diikuti oleh 60 kelompok,” imbuhnya. Klungkung Scout Festival digelar selama 5 hari, yakni 27-31 Agustus.

Selain itu, Sarjana juga menyampaikan dalam agenda Klungkung Scout Festival digelar berbagai kegiatan, di antaranya, penjelajahan tunas muda

penegak, penjelajahan tunas muda penggalang, gelar aksi siaga, lomba gugus depan tergiat dan renungan suci. (kmb31)

Bali Post/gik

FESTIVAL - Anak-anak pramuka saat mengikuti pembukaan Klungkung Scout Festival, di Monumen Puputan Klungkung.

Dewan Lama Nunggak 26 Ranperda

Semarapura (Bali Post) Wajah baru lembaga DPRD Klungkung periode 2019-2024 kaget dengan sisa pekerjaan yang belum tuntas dari lembaga dewan sebelumnya. Ketua DPRD Sementara A.A. Gde Anom, Selasa (27/8) kemarin, mengatakan rupanya masih ada 26 usulan ranperda yang belum tuntas dibahas legislatif periode sebelumnya. Anom berjanji mengkebut pembahasan tunggakan itu dengan eksekutif agar segera dituntaskan tahun ini. Ia pun mendorong eksekutif agar segera melengkapi usulannya dengan kajian akademis. Sisa ranperda sebanyak itu dikatakan cukup menjadi PR berat. Dari 26 usulan ranperda tersebut, ada tiga usulan ranperda inisiatif dewan dan 23 usulan ranperda dari pihak eksekutif. Guna mempercepat proses penyelesaiannya, eksekutif harus melengkapi setiap usulan ranperda itu dengan kajian akademis. Selain itu, pimpinan dewan juga harus difinitif terlebih dahulu,

baru tugas-tugas berikutnya dapat dilakukan. “Untuk unsur pimpinan masih dua partai yang mengusulkan nama pimpinan, yakni dari Partai Gerindra dan Golkar,” kata Anom. Tumpukan ranperda sebanyak itu, menurutnya, jelas tidak sejalan dengan prinsip pemerintah, yang menuntaskan pekerjaan, sebagai prinsip kerja, kerja, dan kerja. Tidak hanya legislatif periode sebelumnya, Anom juga menyorot nunggaknya 26 ranperda ini juga sebagai dampak dari eksekutif yang belum siap untuk menuntaskan ini. Jika ini tak dituntaskan, maka pembahasan APBD Perubahan nanti, juga bisa ikut terpengaruh. “Bila eksekutif ingin 23 usulannya cepat dibahas dan disepakati, lengkapi dengan kajian akademis. Karena syarat lolosnya ranperda adalah adanya kajian akademis,” tegasnya. Kabag Hukum Made Sulistiawati, Selasa (27/8) kemarin, belum berani memastikan jumlahnya 26 ranperda.

Namun, dia juga belum berani memastikan berapa sesungguhnya yang belum diselesaikan. Guna memastikannya, dia akan mengecek dulu, sebelum memberikan keterangan lebih lanjut. Sehingga, belum pula bisa dirinci ranperda soal apa saja dari 26 judul ranperda tersebut. Sementara itu, Anom juga berharap dua partai yang belum menyampaikan nama unsur pimpinannya, segera menyikapinya. Anom memberikan waktu sampai September, agar seluruh nama unsur pimpinan dapat diisi. Di sisi lain, Ketua DPC Partai Gerindra Wayan Baru saat dihubungi, Selasa (27/8) kemarin, mengakui pihaknya belum mengusulkan nama untuk unsur pimpinan di lembaga dewan. Baru beralasan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pengurus pusat. Sementara, dari Partai Golkar, salah satu legislator dari partai itu, Wayan Mardana, saat dikonfirmasi belum bisa memberi penjelasan. (kmb31)

Porprov Bali, Klungkung Ingin Perbaiki Peringkat Semarapura (Bali Post) Sebanyak 340 atlet dari Klungkung siap bersaing dalam ajang Porprov Bali di Tabanan. Mereka resmi dilepas dari Monumen Puputan Klungkung, Selasa (27/8) kemarin, agar semangat puputan melandasi semangat para atlet untuk bertanding nanti. KONI Klungkung dengan barisan atlet saat ini, ingin memperbaiki peringkat, dimana dalam Poprov Bali dua tahun lalu di Gianyar, Klungkung merebut 20 emas dan mengunci peringkat lima. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia mengatakan, pada Porprov yang dilaksanakan di Kabupaten Tabanan ini, Kontingen Klungkung berjumlah 469 orang, terdiri dari 340 orang atlet, 40 orang pelatih dan 69 orang official. Atlet akan turun di 32 cabang olahraga yang dipertandingkan. Di antaranya atletik, binaraga, basket, bola voli, bridge, bulutangkis, catur, criket, gateball, judo, karate, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, taekwondo, tarung derajat, tenis meja, tinju, woodball, sepak bola, dansa, balap motor, pentaque, babaddi, kempo, softball, wushu dan futsal. Berbagai persiapan juga telah dilakukan KONI Klungkung untuk terjun di ajang ini. Di antaranya merekrut atlet peraih medali pada ajang Porprov terdahulu, menyeleksi

atlet melalui berbagai event lomba, mengadakan latihan rutin, membentuk tim monev guna mengetahui perkembangan atlet serta latihan bersama. Subamia berharap akan terjadi peningkatan perolehan medali emas dari Porprov sebelumnya pada 2017 di Gianyar, dimana saat itu merebut 20 emas dan mengunci peringkat lima. Upaya ini tentu diharapkan membawa hasil peningkatan pada peringkat di klasemen akhir Porprov 2019 nanti. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai melepas kontingen mengatakan, pemilihan tempat di area bersejarah Monumen Puputan Klungkung sangat tepat. Sebab, inilah simbol semangat puputan masyarakat Klungkung. Namun, kali ini bukan puputan berperang, tetapi puputan bertanding menjadi yang terbaik. Dengan demikian diharapkan dapat membangkitkan semangat puputan para atlet untuk berjuang mengharumkan Klungkung di bidang olahraga. “Saya tahu bahwa kalian terpilih pada ajang ini telah melalui seleksi secara profesional oleh KONI Klungkung dan kalianlah yang terbaik. Untuk itu berbuatlah dan berjuanglah demi menjadi yang terbaik dalam kompetisi ini,” ujar Bupati Suwirta. (kmb31)

LEPAS - Para atlet saat dilepas di Monumen Puputan Klungkung, Selasa kemarin.

Bali Post/gik


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari segera 1 org Bartender Hub:085238101605

B.BP.001.08.19.0000748

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.08.19.0000780

DIJUAL MOBIL

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah. Gaji 2 juta SMS WA 0816571027 B.BP.004.08.19.0000850

Dcr Sopir sgr utk PT.Sarana Dayuh Sini.Tlp ke 081939084292 WR.Supratman dpn SPBU Tohpati

Dicari Staff Pria/wanita untuk toko Gelato Hub.08123813891 B.BP.154.08.19.0000858

Dicari Tukang Masak u/Catering Gaji 80Rb/hr&Tk.Cuci u/Laundry bs Pk Setrika Uap.081999384996 B.BP.001.08.19.0000819

Dcr sopir Prbd Pglmn,SMS:nama Umur,Alamat Hub.085954096100

The Griya Villas di Bunutan Amed,Dcr:Supervisor Restaurant FO.Kirim CV:info@thegriya.com

B.BP.001.08.19.0000740

B.BP.012.08.19.0000716

B.BP.001.08.19.0000855

BIRO JASA

BIRO JASA

Dicari:Tenaga Admin(Wanita)Max. 28th Min.SMK/SMA untuk Bekerja di Perusahaan Carton Box. Jalan Sekar Sari No.23 Segera Hub.081337070443 B.BP.001.08.19.0000652

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

SERVICE

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Inova Diesel’10 As.DK Hitam + Kjg LGX Diesel’01 087862547783 B.BP.001.08.19.0000853

PROPERTY DISEWAKAN RUKO

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

Djl Tnh SHM LT29A & LT9A Lok. Ds.Kutuh Kuta Selatan(Br.Dinas Jaba Pura) Hub.081511365348, 08121089331, 081353154021, 083119647261BankMandiriTaspen

B.BP.001.08.19.0000828

KEHILANGAN

KEHILANGAN Hlg BPKB SPM an I Gst Md Kasta DK 8043 FX Hub.085738226772 B.BP.166.08.19.0000861

RUPA-RUPA

Disewakan murah Ruko 2Lt diCokroaminoto dkt McD 087856227779

Hilang BPKB NO.H01578696-O DK 886 QS An.I Wayan Suyadnya,SS

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

SERVICE

SERVICE

SERVICE

B.BP.033.08.19.0000852

B.BP.001.08.19.0000847

B.BP.001.08.19.0000633


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Wabup Sedana Arta Sambut Kunjungan Kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Suastini Koster melaksanakan kunjungan kerja ke Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut, Selasa (27/8) kemarin. Kedatangan istri Gubernur Bali tersebut disambut Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Nyonya Sariasih Sedana Arta serta sejumlah pimpinan OPD Pemkab Bangli. Kunjungan kerja dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah dengan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru dengan sinergitas program kegiatan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali bersama OPD Provinsi Bali. Hadir juga dalam acara tersebut Nyonya Putri Cok Ace, pejabat dari OPD terkait Provinsi Bali, Pimpinan DPRD Bangli beserta Ketua Gatriwara, Ketua Darmawanita Kabupaten Bangli serta masyarakat Banjar Kayuambua. Kunjungan diawali dari Puskesmas Kayuambua menuju Banjar Serai dan terakhir di Banjar Kayuambua. Berbagai kegiatan dilak-

sanakan, di antaranya pelayanan kesehatan gratis, pameran hasil pertanian dan kerajinan masyarakat lokal Bangli. Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bangli sebagai salah satu lokasi kunjungan kerja kemarin. Disampaikan Sedana Arta, bantuan yang diberikan dalam kunjungan kerja kemarin berupa perlengkapan pakaian sekaa gong dan sembako, merupakan bantuan terbesar yang diberikan ke Kabupaten Bangli dari seluruh kabupaten/ kota yang ada di Pulau Bali. Hal ini menurutnya merupakan salah satu wujud komitmen dan perhatian pemerintah Provinsi Bali khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Bali serta TP PKK Provinsi Bali kepada masyarakat Bangli. Utamanya dalam upaya pelestarian seni dan budaya. “Hal ini sesuai dengan visi Nangun Sad kerti Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru yang salah satunya adalah pelestarian seni budaya yang menjadi roh dari

kehidupan masyarakat Bali,” terangnya. Meskipun bantuan berupa perlengkapan pakaian sekaa gong ini belum bisa menjangkau seluruh sekaa gong yang ada di Bangli namun Wabup menyampaikan banyak terima kasih. Ke depan sekaa yang belum bisa tersentuh bantuan bisa diusulkan dan dianggarkan melalui dana yang tersalurkan ke desa baik itu ADD maupun dana desa lainnya yang secara aturan memungkinkan untuk mendukung kegiatan pelestarian seni dan budaya di wilayahnya masing-masing. Dalam kesempatan kemarin, Nyonya Putri Suastini Koster menyampaikan bahwa para wanita dapat mengambil peran dalam pemberdayaan keluarga. Bukan hanya sebagai ibu rumah tangga semata tetapi lebih luas bagaimana peran ibu-ibu dalam mendukung suami untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan mengasuh dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang suputra. “Tugas seorang wanita bukan hanya bisa berkarier di

segala bidang, tetapi yang lebih mulia adalah bagaimana wanita dan seorang ibu meningkatkan pola asuh dan bisa menghasilkan generasi penerus yang memiliki SDM yang unggul yang mampu meneruskan warisan leluhur baik itu adat dan seni budaya yang ada di Bali, dan menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi dunia,” kata Nyonya Suastini Koster. Lanjut disampaikannya, salah satu warisan dari leluhur masyarakat Bali adalah nama berdasarkan urutan lahir yaitu Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut. Saat ini nama Bali tersebut sudah mulai berkurang. Karenanya Nyonya Suastini Koster mengimbau kepada masyarakat untuk kembali melestarikan nama ini. “Tidak perlu khawatir karena sejatinya anak adalah titipan Tuhan. Saat dia lahir sudah membawa rezekinya sendiri yang tanpa kita sadari telah dititipkan pada orangtuanya masing-masing sampai dia bisa menghasilkan uang sendiri. Selama kita mau berusaha pasti ada jalan dan kita harus bekerja keras untuk itu,” imbuhnya. (ad868)

KUNJUNGAN - Wabup Sedana Arta bersama Nyonya Sriasih Sedana Arta mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Suastini Koster saat melaksanakan kunjungan kerja ke Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut, Selasa (27/8) kemarin.

Pompa Air Rusak

Warga Konsumsi Air Danau yang Tercemar Bangli (Bali Post) -

Ratusan warga di Dusun Alengkong dan Bukit Sari, Desa Songan, Kintamani, terpaksa mengkonsumsi air Danau Batur sejak beberapa bulan terakhir. Hal itu dikarenakan pompa air bantuan pemerintah yang selama ini dipakai menarik air di sumur bor sudah rusak dan belum bisa diperbaiki. Warga sejatinya khawatir air danau yang dikonsumsi akan berdampak buruk pada kesehatan mengingat kualitas air danau saat ini yang sudah tercemar.

TERCEMAR - Suasana Danau Batur, Kintamani, yang kondisinya tercemar

Bali Post/kmb40

Kepala Dusun Alengkong, Nengah Mandiasa, Selasa (27/8) kemarin mengungkapkan, untuk kebutuhan konsumsi, selama ini warga di dusunnya dan dusun tetangganya, Bukit Sari, memanfaatkan air sumur bor yang ada di wilayah Banjar Hulundanu. Penarikan air dilakukan dengan menggunakan tiga mesin pompa yang diberikan pemerintah sekitar enam tahun lalu. Namun, sejak tiga bulan terakhir, salah satu dari tiga mesin pompa tersebut rusak dan tidak bisa dipakai. Kondisi itu memaksa warga memanfaatkan air Danau Batur untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. “Selama ini untuk kebutuhan rumah tangga, warga kami memanfaatkan air sumur bor. Kalau untuk kebutuhan pertanian, pakai air Danau Batur. Sekarang karena mesin pompa untuk sumur bornya rusak, terpaksa kami memanfaatkan air danau,” jelasnya. Terkait kerusakan mesin pompa itu, Mandiasa mengaku sudah sempat menyampaikannya kepada Bupati Bangli. Dengan harapan agar bisa segera mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah. “Tapi belum ada tanggapan. Mungkin karena kesibukan beliau,” ujarnya. Diakuinya masyarakat di dusunnya

saat ini belum bisa melakukan perbaikan mesin pompa secara swadaya. Sebab biaya yang dibutuhkan cukup tinggi. Yakni mencapai Rp 80-an juta. “Kalau diperbaiki pakai dana di desa kan belum bisa juga. karena harus dianggarkan setahun sebelumnya,” terang dia. Sejatinya, warga di dusunnya sangat khawatir akan dampak kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi air danau. Sebab, sebagaimana yang diketahui, kualitas air Danau Batur telah menurun akibat tercemar berbagai limbah. Namun demikian, Mandiasa mengatakan tidak ada pilihan lain bagi warganya. Selain memanfaatkan air Danau Batur untuk memenuhi kebutuhan air di rumah tangga. Diungkapkannya, pengalaman buruk pernah dialami warganya beberapa tahun lalu. Akibat memanfaatkan air danau untuk kebutuhan sehari-hari, warganya sempat terkena penyakit kulit massal. “Sebenarnya kami sangat khawatir. Tapi mau bagaimana lagi. Sekarang kami hanya bisa berharap pemerintah bisa segera membantu perbaikan mesin pompa yang rusak. Kalau diperbaiki, tidak butuh waktu seminggu sudah selesai,” harapnya. (kmb40)

Bangun Pasar Senilai Rp 180 Miliar, Bupati Minta Bantuan DPR-RI Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli mengajukan usulan bantuan pembangunan Pasar Kintamani ke pemerintah pusat. Nilai bantuan yang diusulkan mencapai Rp 180 miliar. Agar usulan pembangunan pasar bisa mendapat perhatian pusat, Bupati Bangli I Made Gianyar mengaku telah meminta bantuan anggota DPRRI Rieke Diah Pitaloka yang juga akrab dipanggil Oneng, untuk membantu mengawal usulan tersebut. “Untuk pen-

gusulan pembangunan pasar senilai Rp 180 miliar, kita minta bantuan beliau. Proposalnya sudah kita serahkan langsung,” kata Made Gianyar saat acara audiensi anggota DPR-RI Rieke Diah Pitaloka bersama tenaga honorer di DPRD Bangli, Senin (26/8) lalu. Selain pembangunan pasar, Rieke, kata Gianyar juga diminta bantuannya untuk pembangunan kebun raya di Balingkang. Made Gianyar mengaku dirinya sudah dimintai DED oleh wanita yang juga

Pilkel Serentak

Tujuh Desa Belum Ada Calon, 25 Desa Perpanjang Masa Pendaftaran Bangli (Bali Post) Sebanyak 25 dari 50 desa di Kabupaten Bangli yang menggelar pilkel serentak tahun ini, terpaksa memperpanjang masa pendaftaran bakal calon. Sebab hingga masa pendaftaran bakal calon berakhir 1 Agustus lalu, jumlah bakal calon yang mendaftar belum memenuhi persyaratan. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli, adapun 25 desa yang memperpanjang masa pendaftaran bakal calon perbekelnya yakni Desa Abuan (Susut) Kutuh, Banua, Penglumbaran, Awan, Abang Songan, Abuan (Kintamani), Bayung Gede, Belancan, Batukaang, Bunutin, Belanga, Bantang, Gunung Bau, Langgahan, Lembean, Mangguh, Mengani, Pinggan, Pengejaran, Satra, Subaya, Suter, Ulian, dan Desa Tiga. Perpanjangan dilakukan lantaran jumlah bakal calon yang mendaftar belum memenuhi persyaratan minimal dua orang. Bahkan dari jumlah itu 16 desa di an-

taranya memperpanjang masa pendaftaran lantaran nihil calon. “Untuk saat ini masih ada 7 desa yang belum ada calonnya,” kata Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra dihubungi, Senin (26/8) sore. Sesuai jadwal, perpanjangan masa pendaftaran telah dibuka sejak 16 Agustus hingga 4 September. Riana Putra tidak bisa memberi jawaban pasti saat ditanya terkait adanya sejumlah desa yang nihil bakal calon. “Kita tidak bisa pastikan. Mungkin karena menjadi perbekel dianggap pekerjaan yang susah. Yang jelas kita tunggu sampai perpanjangan pendaftaran berakhir,” terangnya. Jika sampai masa perpanjangan berakhir, ternyata masih ada desa yang nihil bakal calon, Riana mengatakan hal tersebut sudah ada ketentuannya. Pemkab Bangli nantinya akan mengisi kekosongan jabatan perbekel di desa tersebut dengan penjabat (Pj.) ketika TMT Perbekel definitifnya sudah berakhir. (kmb40)

duta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut. “Begitu dimintai DED saya sudah langsung telepon kepala Bapeda. Kita sudah tidak bisa kerja biasa-biasa. Harus kerja luar biasa,” terangnya. Kalau menunggu konsultan, menurut Made Gianyar, maka pembangunan kebun raya dipastikan tidak bisa direalisasikan tahun 2020. “Sehingga yang penting ada usulannya dulu. Bagian mana yang harus dikerjakan oleh desa dan bagian mana yang

harus dikerjakan oleh pemerintah,” katanya. Menanggapi hal yang disampaikan Bupati Made Gianyar, Rieke Diah Pitaloka mengaku siap membantu Bangli. Namun, ia menegaskan dirinya tidak menjanjikan usulan itu bisa berhasil. “Tapi saya janji akan saya perjuangkan,” ungkap wakil rakyat yang pernah berperan sebagai Oneng dalam sinetron komedi tersebut. Rieke dalam pertemuan itu sempat tertawa dan menyebut Bupati Bangli sebagai bupati

yang gaya lantaran punya keinginan membangun pasar dengan biaya Rp 180 miliar, melebihi PAD Bangli yang hanya Rp 139 miliar. “Tapi tidak apa-apa. Itu sebuah mimpi. Artinya bayangkan kalau pasar itu dibangun pakai PAD Bangli, kata Oneng, Si Oon saja pasti gak cukup hitungan matematikannya,” terangnya. Menurutnya, yang terpenting nantinya setelah dibangun Pasar Kintamani bisa menjadi pilot projek percontohan dan bisa menghidupkan ekonomi

rakyat. “Ini mimpi kita. Mimpi kita ingin ada pasar percontohan. Kalau ini berhasil, ini akan jadi percontohan di Indonesia,” ujarnya. Dengan adanya bantuan pusat, nantinya Pasar Kintamani diharapkan bisa menjadi pasar induk terintegrasi. Dalam pasar itu diharapkan ada industri pengolahan sampah yang menghasilkan energi listrik, menghasilkan pupuk yang kemudian bisa langsung disalurkan ke petani. Hasil panen petani dijual dan dipasarkan

di pasar induk. Untuk menjaga kesegaran hasil panen, di Pasar Kintamani juga perlu dibuatkan cold storage seperti yang ada di Kudus. Di mana hasil pertanian berupa cabai dan bawang yang disimpan di sana bisa bertahan hingga 6 sampai 8 bulan. “Keren gak? Bisa gak di Bangli ada? Ini tergantung anggota DPRD Bangli. Jangan saya yang jauh-jauh dari Karawang Bekasi Purwakarta saja yang ngotot. Uang itu ada di pusat. Bagaimana kita berjuang bersama,” pungkasnya. (kmb40)


Rabu Kliwon, 28 Agustus 2019

Teco Minta Pemain Fokus Denpasar (Bali Post) – Bali United menjamu Borneo FC dalam lanjutan pertandingan kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (28/8) malam ini pukul 21.30 Wita. Laga ini dipastikan berjalan menarik mengingat tren kedua tim yang cukup positif dalam beberapa partai terakhir. Bali United sukses meraih tujuh kemenangan beruntun musim ini. Hasil ini menempatkan tim Serdadu Tridatu di puncak klasemen dengan nilai 37 hasil 15 kali berlaga dan menjadi juara paruh musim menyusul kekalahan besar PS Tira Persikabo dari Persela Lamongan. Sementara Borneo FC belum sekali pun menderita kekalahan dalam 10 laga terakhir. Mereka sekarang menghuni peringkat kelima mengumpulkan 24 poin dari 14 kali turun. Pelatih kepala Bali United Stefano ‘’Teco’’ Cugurra minta anak asuhannya menjaga fokus dan konsentrasi ketika kehilangan bola. Ia berharap apa yang ditampilkan Fadil Sausu dan kawan-kawan di laga sebelumnya bisa kembali

diperlihatkan saat menjamu Borneo FC. ‘’Tim Borneo FC bermaterikan pemain-pemain berkualitas. Kami mesti bisa bermain secara seimbang ketika bertahan dan menyerang,’’ tegasnya dalam konferensi pers di Stadion Dipta, Selasa (27/8) pagi kemarin, seperti dikutip dari situs Bali United. Menurutnya, skuad asuhannya sudah siap menjalani laga kontra Borneo kendati jadwal pertandingan cukup padat. Ia pun berharap dukungan penuh suporter tim Serdadu Tridatu. ‘’Sama seperti sebelumnya kami bermain tiga hari sekali, sehingga lebih fokus pada pemulihan pemain. Kami sadar pertandingan melawan Borneo FC tidak akan mudah. Kami berharap dukungan penuh dari suporter agar

Badung Bertekad Juara Porprov

Mangupura (Bali Post) – Kontingen Kabupaten Badung bertekad menjadi juara umum kedelapan kalinya secara berturut–turut pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Untuk itu, KONI Badung menyiapkan atletnya secara matang dengan menggelar pemusatan latihan sejak Juni lalu. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menilai persiapan selama tiga bulan sudah cukup guna mempertahankan gelar juara umum Porprov Bali. Hal ini dikatakannya saat melepas kontingen Badung di Puspem Badung, Selasa (27/8) kemarin. Menurutnya, pihaknya sebenarnya mengajukan diri menjadi tuan rumah Porprov Bali tahun ini, namun KONI Bali menjatuhkan pilihan

pada Tabanan untuk pemerataan. Badung dipastikan menjadi tuan rumah pada Porprov XV/2021. ‘’Sebelum menjadi tuan rumah, kami akan membenahi venue termasuk stadion,’’ ujarnya. Terkait maraknya perebutan atlet oleh beberapa daerah, Suiasa menegaskan proses mutasi harus mengikuti prosedur dan aturan main, serta serahkan kepada atlet untuk menentukan pilihan daerah yang akan dibelanya di Porprov Bali. Kontingen Badung berkekuatan 700 atlet lebih pada Porprov Bali 2019. Atlet yang meraih medali emas akan diberikan bonus Rp 60 juta. ‘’Kami percaya pada kemampuan atlet dan Badung akan kembali merebut juara umum,’’ tuturnya. (022)

kami bisa tampil semangat dan meraih hasil positif,’’ kata Teco. Soal pertemuannya dengan gelandang serang Borneo FC, Renan Da Silva, Teco memberikan pujian untuk mantan anak asuhannya ini. Renan merupakan pemain asing yang cukup cepat beradaptasi dengan gaya main sepak bola di Indonesia. Dikenalnya di Liga Thailand, Renan kemudian dibawanya ke Persija Jakarta musim lalu. Ia menyebut pemain asal Brazil ini merupakan gelandang serang yang memiliki akurasi umpan dan tendangan berkualitas dengan kaki kirinya. Termotivasi Bek sayap Bali United, Dias Angga Putra, yang hadir dalam sesi jumpa wartawan menegas-

Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini sangat berharap kelanjutan pembangunan dermaga bertaraf internasional di kawasan Tanah Ampo akan berdampak terhadap pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Karangasem. ‘’Kita di provinsi tidak minta banyak, biar Kabupaten Karangasem yang lebih banyak menikmati hasilnya, sampai 70 persen tidak masalah jika sudah beroperasi nanti. Karena tugas kita juga di provinsi untuk membantu

kan, dirinya dan rekan-rekannya berambisi mempertahankan posisi Bali United saat ini. ‘’Mewakili pemain lainnya, saya sampaikan bahwa kami sudah siap menghadapi Borneo FC. Dengan modal kemenangan di beberapa pertandingan terakhir, pastinya kami sangat termotivasi untuk bisa menang lagi,’’ ujarnya. Dikatakannya, setiap poin yang didapatkan sangat berharga agar Bali United bisa tetap bertahan di posisi sekarang. ‘’Semoga kami bisa meraih hasil positif sebelum away ke kandang Persipura,’’ imbuhnya. Terkait kemungkinan berhadapan dengan sayap-sayap cepat Borneo FC seperti Terens Puhiri dan Amrizal Umanailo, Dias yang sudah memasuki tahun ketiga berseragam Bali United tidak akan memberikan ruang kepada kedua pemain tersebut. Dias Angga sejauh ini tampil cukup apik ketika mendapat kepercayaan tampil dari pelatih Bali United. Bergantian dengan

neningkatkan perekonomian di daerah seperti Karangasem,’’ terangnya. Namun, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengingatkan agar ke depan pengelolaan dermaga yang ditujukan sebagai salah satu infrastruktur penunjang pariwisata Bali ini dilakukan secara profesional. ‘’Selama ini ada anggapan kita hanya bisa membangun, dan tidak bisa memelihara. Harus dihilangkan anggapan itu, dikelola secara baik, professional, sehingga bisa betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama di Karangasem,’’

I Made Andhika Wijaya mengawal sisi kanan pertahanan, konsistensi mantan punggawa Persib ini menjadi salah satu kunci kokohnya lini pertahanan tim Serdadu Tridatu. (kmb)

Bertaraf Internasional pinta Gubernur. Selanjutnya terkait sistem pembangunan dermaga yang akan mengakomodasi kapal pesiar atau cruise dari mancanegara ini akan menggunakan pola kerja sama antara pemerintah pusat, daerah dan swasta. ‘’Saya lihat desainnya bagus sekali,’’ sebut mantan anggota DPR-RI tiga periode ini. Sementara itu, Direktur Jenderal Hubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub Agus Purnomo mengungkapkan bahwa progres pembangunan Dermaga Tanah Ampo telah berjalan sesuai tahapan dan rencana. Kemenhub

sendiri, menurutnya, akan memberi dukungan penuh terhadap proyek ini. ‘’MoU ini adalah langkah awal yang penting untuk tahapan selanjutnya. Saya bersyukur di Bali semuanya bersemangat untuk mewujudkan dermaga ini, dan tentunya akan sangat mmeudahkan tahapan ke depannya,’’ puji Purnomo. Sementara untuk tahap awal pembangunan pada tahun ini, menurutnya, akan dimulai dengan menyempurnakan dermaga sebagai tempat penyandaran kapal-kapal berukuran besar. ‘’Selanjutnya baru akan dilanjutkan dengan pem-

bangunan-pembangunan terminal dan sarana pendukung lainnya, terutama untuk mendukung industri pariwisata setempat,’’ jelas Purnomo. Pada kesempatan yang sama, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengaku sangat bersyukur dengan progres cepat penyelesaian pembangunan Dermaga Tamah Ampo. ‘’Tentu kami berharap dengan beroperasinya dermaga ini, bisa membantu Karangasem untuk membangun perekonomian, mengejar ketertinggalan dengan kabupaten lain,’’ harapnya. (kmb)

raban dan aksi peduli lingkungan, serta wisata kota. Seluruh rangkaian tersebut akan digelar di Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Bali, 27-31 Agustus 2019. ‘’Kami harap seluruh peserta dapat berkompetisi sesuai dengan ketentuan peraturan yang telah dibuat, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan bersama,’’ ungkapnya. Pembukaan Pimnas ke32 ini juga dimeriahkan oleh atraksi kebudayaan Nusan-

tara, yaitu tari Pendet serta sendratari Gadjah Mada yang dibawakan oleh ribuan mahasiswa. Tepat di bawah patung Garuda Wisnu Kencana, sajian kesenian yang ditampilkan sangat hidup. Di akhir sendratari, terdapat pembacaan ikrar mahasiswa untuk kedaulatan bangsa dan negara Indonesia. Penutupan Pimnas ke-32 dilaksanakan pada Jumat (30/8) di Ardha Candra Art Center Denpasar yang diisi dengan pengumuman pemenang dan berbagai hiburan. (ad874)

sekarang hampir selesai di Oktober nanti. ‘’Kalau DPR sekarang kan tinggal sisa sebulan lebih tugasnya, jadi mungkin dibahas nanti lebih dalam oleh DPR berikutnya. DPR juga itu belum terbentuk, mengatur komisinya, itu makan tempo juga itu, deal-deal-

nya,’’ ujarnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Senin (26/8), telah resmi memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru negara Indonesia, yang meliputi sebagian daerah di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. (ant)

Mengubah Ekonomi Dalam kaitan hal ini, yang menjadi penting adalah bagaimana membangun infrastruktur, ekosistem yang ada di perguruan tinggi, yang bisa menghasilkan inovasiinovasi baik. Oleh karena itu kolaborasi dosen dan mahasiswa menjadi penting untuk menghasilkan startup yang baik. ‘’Mudah-mudahan apa yang kita bangun, akan menjadi pemuda Indonesia yang mampu mengubah ekonomi

Indonesia mendatang, yang maju dan berkembang dengan baik,’’ pungkasnya. Rektor Universitas Udayana Prof. A.A. Raka Sudewi menyampaikan, Pimnas ke32 tahun 2019 yang digelar Unud mengambil tema ‘’Mewujudkan Mahasiswa Indonesia yang Kreatif, Inovatif, Unggul, dan Mandiri Berlandaskan Budaya Nasional dalam Bingkai Kebhinekaan’’. Dengan maskot bernama Garuda Unggul yang bermakna manusia Indonesia yang unggul.

Dijelaskannya, agenda utama Pimnas ke-32 adalah presentasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lima bidang, PKM Gagasan Tertulis, PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK), serta lomba poster dan gelar produk PKM. Pimnas ini juga diisi dengan agenda ilmiah penunjang, antara lain studium generale, sarasehan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan, lomba Pimnas non-PKM, SMA Goes to Campus, bazaar dan PKM Investments Summit, keak-

Dokumen Kajian

Bali Post/022

LEPAS - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa (kiri) saat melepas kontingen Porprov Badung di Puspem Badung, Selasa (27/8) kemarin.

Sehingga, pengalaman itu akan menjadi berbeda jika diterapkan dalam kajian pemindahan ibu kota di Indonesia. ‘’Hampir semua negara yang pindah itu sebena-

Rabu, 28 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiw-tiwa Matatah lan Mamkur Kepaon(5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sundara Kanda (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Bali TV Shop 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping

11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Vanili Kembali Dikembangkan 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shooping

16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Kartun Sundara Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita Dunia Kita 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

rnya negara federal, hampir semuanya. Kalau di Myanmar lain lagi, karena petunjuk orang-orang pintar, maksudnya supranatural sehingga dia harus pindah ibu kota,’’ jelasnya. Selanjutnya, dengan berbekal dokumen kajian perencanaan pembangunan ibu

kota baru, pemerintah kemudian mengusulkan Kaltim sebagai calon ibu kota pemerintahan baru ke DPR-RI. Wapres pun memperkirakan pembahasan RUU ibu kota dan RUU terkait lainnya baru akan dikerjakan oleh anggota DPR di periode 2019-2024, karena masa jabatan yang


RABU KLIWON, 28 Agustus 2019

Tawarkan Musik Beragam Tema GRUP band D’MBP yang memainkan lagu-lagu berbahasa Bali, akhirnya memiliki album rekaman penuh. Meskipun terbilang baru, yang terbentuk setahun lalu, D’MBP sudah menuntaskan album #1 yang diberi judul ‘’Lakukan yang Terbaik’’. Sesuai judulnya, D’MBP Band berusaha melakukan dan memberikan karyanya yang terbaik. Karenanya, band ini tidak puas hanya merilis single demi single, namun mereka memutuskan untuk menuntaskan rekaman satu album sekalian. Tak mau membatasi diri dalam berkarya, D’MBP Band pun tidak mengkhususkan permainan mereka dalam satu jenis atau genre musik. Sebab, pada album #1, D’MBP menawarkan musik yang beragam atau bisa dibilang all genre. Begitu pun tema lagu sangat beragam. Dari soal percintaan, persahabatan, hingga kritik sosial. Semuanya dikemas ke dalam lirik yang ringan dengan bahasa yang lugas. Sebagian besar lagu menggunakan lirik berbahasa Bali, meski ada juga yang memasukkan unsur bahasa Indonesia. Selain dipublikasik a n m e l a lui sejumlah platform m u s i k digital serta media berbagi seperti Youtube, album ‘’Lakukan yang Ter-

baik’’ juga diedarkan secara terbatas dalam format CD audio. ‘ ’ Kena p a ka m i m em b eri jud ul la g u ‘Lakukan yang Terbaik’ juga sebagai judul album? karena kami memang ingin seperti itu. Selalu melakukan yang terbaik,’’ ujar Alit, vokalis D’MBP, belum lama ini. Ada 10 lagu original yang mereka rangkum di album yang sudah mulai diperkenalkan ke publik sejak akhir bulan lalu. Bahkan, dua lagu sudah mereka rilis sebelumnya, yaitu ‘’Bahagia’’ dan ‘’Oo o o’’. Sementara lagu lain dalam albumnya ini yaitu ‘’Boncol Ake’’, ‘’Lakukan yang Terbaik’’, ‘’Buaya Stress’’, ‘’Jambu (Janjimu Busuk)’’, ‘’Jangan Pergi’’, ‘’Stel Peleng’’, ‘’Peluh’’, dan ‘’Menyama’’ yang sudah dibuatkan pula video klipnya. Selain itu juga ada dua track bonus, lagu ‘’Bahagia’’ remix versi DJ Weepra dan ‘’Bahagia’’ remix versi DJ Abe Kuronima . Menurut Alit, sedari awal membentuk grup band, obsesinya memang membuat album rekaman secara fisik. Hanya ia dan personel D’MBP tak pernah menargetkan berapa lama album yang mereka impikan akan rampung. Niat makin kuat untuk merilis album justru muncul saat bergabungnya Lutir Vedi yang sebelumnya hanya m e n c i p takan lagu. Setelah a l b u m ‘’Lakukan yang Terbaik’’ beredar secara luas, kini D’MBP mulai merancang acara tour ke sejumlah tempat untuk mempromosikan karya mereka. Grup band D’MBP dibentuk secara resmi 20 Juli 2018. Saat itu Alit sebagai vokalis sedang mencari teman untuk diajak nge-band sebagai project barunya. Bermula saat Alit sebagai solois mendapat kesempatan tampil di salah satu tempat hiburan di Kuta, namun dalam format band. Suatu ketika Alit yang sedang bersama gitaris Eka Arimika, bertemu dengan Lubak Tapis, drummer Kavami Band dan Hanz Setiawan, bassist Vana Band. Kumpul-kumpul yang diisi dengan nge-jamz itu akhirnya menghasilkan ide untuk membentuk band baru yang diberi nama D’MBP. Nama D’MBP dipilih karena personelnya adalah anggota komunitas Musisi Bali Peduli (MBP). Sejak akhir 2018, grup ini jadi berlima dengan bergabungnya Lutir Vedi yang turut mengisi vokal. (win)

Aksesori Batok Kelapa Dipuji Jokowi BARA Silver baru saja mengeluarkan produk baru. Tidak jauh dari kerajinan perak, kali ini Bara Silver memiliki desain baru di luar ekspektasi sebuah aksesoris. Ia membuat aksesori dari limbah batok kelapa. Limbah batok kelapa itu kemudian diukir dan dipadukan dengan tembaga atau perak. Aksesori dari batok kelapa yang dibuat bisa berupa kalung, serutan kain dan bros. Ditemui di galerinya di Celuk, Gianyar, belum lama ini, Owner Bara Silver Putu Sudiadnyani menuturkan, sebulan lalu ia mengikuti Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta. Dalam pameran produk– produk binaan Bank Indonesia (BI) itu, Jokowi beserta istrinya, Iriana Jokowi, hadir dalam kesempatan itu. ‘’Bapak Jokowi memuji produk saya lho…,’’ ujarnya sumringah. Proses pembuatan hiasan batok kelapa tersebut yakni dengan cara diukir terlebih dahulu

oleh perajin-perajinnya kemudian dihias atau dikombinasikan dengan tembaga atau perak. Diakui, ide membuat aksesori dari batok kelapa ini dari berbagai sumber. ‘’Kalau orang gila idenya dari mana-mana ya, hahaha…,’’ celotehnya. Putu Sudiadnyani sangat menyukai warna cokelat. Sementara batok kelapa yang dihias juga berwarna cokelat. Jika diukir, akan muncul kesan etnik dari batok kelapa itu. Lalu ia coba kombinasikan warna cokelat dari batok kelapa dengan warna emas atau warna hitam. ‘’Hasilnya bagus sekali,’’ ungkap wanita yang akrab disapa Bu Bara ini. Belum sebulan meluncurkan produk ini, dikatakannya, respons dari masyarakat sangat luar biasa, bahkan dipuji Presiden Jokowi. Dari batok kelapa itu ia bisa menjual dengan harga yang tinggi, hingga Rp 1,5 juta. Tidak heran harganya cukup mahal, lantaran proses p e m -

buatannya memakan waktu tiga bulan untuk satu produk. Selain itu, kalung dari batok kelapa ini juga diukir layaknya produk seni sehingga terkandung nilai seni dari para perajinnya. Sampai saat ini jumlah perajin mencapai ratusan orang di seluruh Bali. Namun rumah produksi tidak ia bangun karena ia tidak ingin mempekerjakan perajin dengan target-target yang ia buat. Maka dari itu, desain-desain ia berikan pada perajinnya, kemudian para perajin mengerjakannya di rumah masingmasing. Karena baginya produk seni yang dikerjakan dengan seni akan membuat produk tersebut bernyawa (mataksu). Sebesar 99 persen pemasaran kerajinan aksesorisnya adalah domestic, sehingga desainnya pun menyesuaikan dengan selera pasar domestik. Kebanyakan permintaan datang dari pemerintahan, bank–bank, dan masyarakat umum. ‘’Saya cinta domestik, 99 persen desain saya domestic style. Berharap ekspor sih iya. Tapi saya lagi asyik banget bermain di domestik. Karena kalau kita bermain dengan hati, dengan jiwa, saya merasa puas. Jadi tidak melulu uang,’’ pungkasnya. Karya-karya desain aksesorisnya ada beberapa yang telah diberi hak paten seperti agraprana berupa kalung pegagan. Bentuknya seperti daun pegagan, terbuat dari perak atau tembaga. (kmb42)

AKSESORIS - Putu Sudiadnyani menunjukkan aksesoris dari batok kelapa berupa kalung dan serutan kain.

RAMAI - Pengunjung tampak ramai memasuki areal Forbbiden City, Minggu (25/8) lalu.

Bali Post/lun

Mengunjungi Forbbiden City

Warisan Kerajaan Padat Pengunjung CUACA Kota Beijing sangat cerah, Minggu (25/8) lalu. Langit kota itu biru tanpa awan. Namun sinar matahari terasa sedikit menyengat. Suhu udara yang agak panas, tak menyurutkan wisatawan mengunjungi objek wisata Gugong (Forbidden City) Beijing. Disebut kota terlarang, karena dulu tempat ini didiami keluarga raja. Luas istana ini mencapai 720.000 meter persegi. Sekitar pukul 10.00 Wita, para pengunjung sudah memadati jalan menuju areal objek wisata ini. Mereka ingin melihat dari dekat warisan peninggalan kerajaan di Beijing tersebut. Mereka antre, kemudian memasuki kawasan melalui gerbang istana. Jumlah pengunjung saat itu lumayan banyak karena bertepatan dengan hari libur, Minggu.

Ada yang datang secara perorangan, ada yang bergrup. Bahkan saking banyaknya, ada tercecer dari grupnya, sehingga mereka harus menunggu yang tercecer di pintu keluar istana usai berkunjung. ‘’Per hari sekitar 80 ribu wisatawan mengunjungi tempat bersejarah ini. Di antara mereka, ada tamu mancanegara, selebihnya wisatawan domestik. Kunjungan bertambah saat hari libur,’’ ujar Zhai Yuom Fei kepada Bali Post. Memasuki tempat ini, para wisatawan dikenakan biaya. Jika dirupiahkan mencapai Rp 120 ribu. Tetapi kalangan mahasiswa dan pelajar mendapat diskon 50 persen, dan anakanak digratiskan. Memasuki Forbidden City ini, pengunjung bisa memasuki lima lorong yang di atasnya adalah bangunan tinggi

besar seperti gapura. Dulu ketika kerajaan ini masih ada, lorong paling tengah hanya digunakan sebagai akses masuk sang raja. Empat lainnya adalah tempat masuk kerabat raja, para patih, dan sebagainya. Kini, pengunjung menggunakan kelima lorong itu untuk memasuki areal kerajaan. Namun, sebelum memasuki lorong, pengunjung diperiksa ketat oleh petugas menggunakan metal detector. Menurut pemandu wisata, Zhai Yuom Fei, hampir semua bangunan yang ada dalam kondisi baik sampai sekarang. Termasuk perabotan yang ada di dalamnya. Istana kerajaan ini dikelilingi kolam yang cukup luas. Di bagian belakang tumbuh sejumlah pohon pinus yang usianya mencapai ratusan tahun. Pohon-pohon itu dijaga

keberadaannya. Ada satu bangunan utama yang tinggi dan luas, dulunya digunakan sebagai tempat penobatan raja. Tai He Dian namanya. Ada ratusan bangunan di sana, termasuk bangunan untuk para selir raja. Semua bangunan tampak megah, berornamen indah. Bangunanbangunan itu menjadi pusat perhatian pengunjung. Tak boleh dimasuki. Pengunjung hanya boleh melihat isi dalam bangunan dari luar. Pemerintah setempat melalui dinas terkait menjaga dan melestarikan warisan kerajaan ini dengan baik. Kalangan anak-anak dan pelajar didorong mengunjunginya, untuk mengenalkan secara dini warisan budaya nenek moyang, sekaligus edukasi pelestarian nilai-nilai budaya. (subrata)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 28 Agustus 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu