Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Menkop Puspayoga Lampaui Target Jokowi PDB Koperasi Capai 5,1 Persen Denpasar (Bali Post) Kinerja Menteri Koperasi dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga patut diapresiasi rakyat Indonesia. Selain melakukan reformasi total koperasi, dia juga mampu memenuhi dan melampaui target Presiden Jokowi dalam capaian Produk Domistik Bruto (PDB) Koperasi hingga 5,1 persen. Banyak hal yang dilakukan pemerintah dalam mereformasi total koperasi seiring era revolusi industri 4.0. Reformasi total dilakukan berupa reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi. Untuk reorientasi koperasi yang ada di Indonesia tidak hanya jumlah tetapi koperasi yang berkualitas. ‘’Jadi yang diutamakan bukan banyaknya koperasi, tapi bagaimana mewujudkan koperasi yang berkualitas,’’ tegas Puspayoga pada puncak peringatan HUT ke-72 Koperasi di Lapangan Lumintang, Denpasar, Sabtu (27/7) kemarin.
Koperasi berkualitas dan berteknologi inilah yang menjadi tema HUT ke-72 Koperasi tahun ini ‘‘Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0’’. Ia melanjutkan untuk mereorientasi koperasi menjadi berkualitas dilakukan langkah rehabilitasi. Sejak 2014 hingga tahun 2018, Kementerian Koperasi dan UKM telah membubarkan setidaknya 50.000 koperasi. ‘’Semangatnya bukan membubarkan tetapi menata, membuat database sehingga koperasi yang ada menjadi berkualitas. Ini
terbukti sudah banyak yang beromzet triliunan rupiah, dua koperasi masuk burza efek dan satu koperasi masuk sebagai koperasi terbaik di dunia. Dari 300 koperasi dunia masuk dalam ranking 94,’’ ujar Puspayoga. Langkah penataan kembali koperasi dan mengutamakan kualitas juga terlihat dari peningkatan Produk Domistik Bruto (PDB) Koperasi yang memenuhi bahkan melampaui target yang diberikan Presiden RI Jokowi. Hal. 11 Target 2020
BPM/wan
BERI KETERANGAN - Menteri Koperasi dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga didampingi Ketua DPRD Denpasar Gusti Ngurah Gede memberi keterangan kepada wartawan saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-72 Koperasi di Denpasar, Sabtu (27/7) kemarin.
Di Bali
600 Koperasi Tak Sehat, 150 Segera Dibubarkan Menteri Koperasi dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga dalam perayaan puncak HUT ke-72 Koperasi, Sabtu (27/7) kemarin mengatakan, dalam melakukan reformasi total koperasi, yang dilakukan adalah membentuk koperasi berkualitas dan tidak me-
lihat kuantitas. Mengenai hal ini, Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan rehabilitasi terhadap koperasi yang ada. Saat ini dari 4.964 koperasi yang ada di Bali, sekitar 600 koperasi masuk dalam kategori tak sehat. Rencananya dari 600 ini, akan dibubarkan sebanyak
150 koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, Sabtu (27/7) kemarin mengatakan, dalam melakukan reformasi total koperasi, hal yang harus dilakukan adalah melakukan rehabilitasi koperasi yang ada. Khu-
susnya untuk koperasi tidak aktif diberikan pendampingan dan bimbingan sehingga secara internal koperasi didorong untuk kuat, kembali maju dan berkeinginan menjadi koperasi yang sehat. Hal. 11 Dua Tahun
Anak Sengaja Ditelantarkan Kado Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu membuat sejumlah pejabat kaget, lantaran Dinas Sosial Provinsi Bali mencatat sedikitnya 3.000 anak telantar di Bali dengan berbagai latar belakang. Angka ini bisa lebih besar di lapangan karena cenderung tak dilaporkan. Ini artinya anak-anak tak menikmati masa bermain dengan baik dan kehidupan yang layak lainnya. Faktor anak telantar terbanyak di Bali karena ekonomi. Oleh karena itu anak ditelantarkan, berarti mereka tidak mendapatkan hak pendidikan mental dari orangtuanya. Ketua Yayasan Lentera Anak Bali (LAB) Dr. dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ. menjelaskan, kriteria anak telantar yaitu kedua orangtua tidak mampu memberikan pengasuhan pada anak karena ketidakmampuan secara fisik, material, mental (sakit, gangguan mental), dan juga karena anak sengaja ditelantarkan orangtuanya. Kriteria lainnya yaitu anak tidak diberikan hak-haknya sebagai seorang anak, misalnya hak paling dasar yaitu identitas diri, perumahan, makanan, pakaian dan pendidikan. Selain itu anak juga tidak diberikan hak pendidikan mental dari orangtuanya. Kasus terbanyak yang terjadi di Bali yaitu anak sengaja ditelantarkan karena dieksploitasi. Juga
Bantuan Pemerintah Masih Kecil DI Kabupaten Karangasem terdapat puluhan anak telantar. Mereka telantar karena tidak memiliki orang tua kandung setelah ditinggalkan meninggal. Saat ini mereka diasuh oleh keluarga terdekat. Namun, anggaran yang diberikan pemerintah lewat dana APBD masih tergolong kecil sehingga bantuan yang diterima juga menyesuaikan. Kasi Anak Telantar dan Lanjut Usia Dinas Sosial Karangasem I Dewa Agung Ayu Dewi mengungkapkan, kasus anak telantar di Karangasem memang masih tetap ada. Tidak hanya di Karangasem, di kabupten kota di Bali juga kasus anak telantar masih ada. “Untuk di Karangasem sendiri jumlah anak telantar tidak terlalu tinggi. Kalau dilihat jumlahnya hanya mencapai 60 orang,” ujarnya.
dipekerjakan di usia muda dengan menyuruhnya mengemis dan bekerja di daerah berisiko seperti di tempat pelacuran, daerah pengeboran minyak yang sangat berisiko bagi anakanak. Dengan mengeksploitasinya, anak akan kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan dan masa bermain. Kriteria penelantaran yang lain, yaitu anak menjadi korban perceraian dari orangtuanya sehingga anak dalam status quo. Ibu dan ayah seperti mengajak anaknya tersebut secara tidak sungguh-sungguh. Hal. 11 Kebutuhan Dasar
ANAK-ANAK - Sejumlah anak-anak mengais rezeki menjual jasa sebagai tukang suwun di areal Pasar Badung, Sabtu (27/7) kemarin.
Mengintip Sekolah Ramah Anak Tingkat Nasional
Penuh Ekstra Ajeg Bali Tanpa Praktik Kekerasan Masyarakat Bali patut berbangga memiliki SMP Dwijendra Denpasar. Selain dikenal sebagai sekolah berbasiskan agama Hindu dan budaya Bali, sekolah ini ditetapkan pemerintah pusat sebagai sekolah pertama di Bali yang meraih predikat sekolah ramah anak tingkat nasional. Apa saja keunggulannya?
BPM/dok
RAMAH ANAK - Putri Koster didampingi Kasek Ni Wayan Nadi Supartini saat meninjau siswa sekolah ramah anak SMP Dwijendra Denpasar ''majejahitan''.
ATAS prestasi tersebut, SMP Dwijendra kini menjadi objek wisata pendidikan untuk program sekolah ramah anak. Komisi VIII DPR-RI dipimpin Dr. Sodik Mudjahid dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Koster pun bangga memiliki sekolah ini. Keduanya menilai SMP Dwijendra Denpasar wajar meraih predikat ini lantaran ketika menginjak kaki di sekolah ini mereka su-
dah menemukan suasana yang berbeda, yakni kompetensi ajeg Balinya. Siswa sekolah ini sangat piawai dalam magender wayang, ngerindik, manabuh, tari, yoga hingga yek-yel sekolah ramah anak. Tim juga disuguhkan atraksi nyurat aksara Bali dalam bentuk tradisi dan komputer, serta berdialog di radio komunitas SMP Dwijendra. Hal. 11 Penuhi Syarat
Ayu Dewi menambahkan, anak yang telantar ini tidak memiliki orang tua. Pasalnya, orang tua kandung mereka sudah meninggal dunia. Untuk saat ini anak-anak yang telantar ini diasuh oleh keluarga yang lainnya. “Ada pamannya yang mengasuh mereka sebagai pengganti orang tua mereka yang sudah tidak ada. Tapi ada beberapa anak berada di panti asuhan. karena mereka masih memerlukan pengasuh,” katanya. Dia menambahkan, selama ini pihaknya telah melakukan berbagai terobosan untuk memperhatikan anak-anak yang telantar ini. Jelas dia, pihaknya setiap tahun menyalurkan bantuan kepada anak-anak telantar berupa peralatan sekolah termasuk paket sembako. Hal. 11 Tidak Serentak
Sejumlah Anak PA Tak Miliki Dokumen yang Jelas ANAK-ANAK telantar berdasarkan UU harus dipelihara negara. Memelihara anak telantar ini salah satunya melalui panti asuhan (PA), kemudian diberikan dana untuk memelihara anakanak tersebut. Namun dalam praktiknya, panti asuhan terkadang berjalan tidak sesuai koridornya memberikan pengasuhan alternatif. Bagian Divisi Hukum dan Advokasi Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini, S.H. mengungkapkan, beberapa kasus yang pernah ditangani KPPAD Bali, salah satu panti asuhan di Kota Denpasar berhadapan dengan persoalan hukum karena oknum pengurus panti melakukan kekerasan seksual terhadap anak asuhnya. Kasusnya pun telah menyentuh ranah hukum. Namun pascaberhadapan dengan kasus, panti tersebut
dikatakan melakukan perpanjang izin melalui Dinas Sosial. Adanya kasus dalam panti seperti ini menurut Yastini, Dinsos harus lebih selektif dan mengawasi secara ketat panti asuhan yang ada, agar anakanak tidak menjadi korban. Selain itu, yang menjadi atensinya adalah 70 persen anak-anak panti asuhan di Bali berasal dari luar Bali. Menurutnya kondisi ini memprihatinkan karena anakanak tersebut akan tumbuh tercerabut dari akar budayanya. “Anak- anak yang sekarang ada di Bali banyak juga dari luar Bali,” ungkapnya, Jumat (26/7) lalu. Menurutnya, proses yang harus dilakukan untuk membawa anak keluar dari daerah asalnya adalah harus mendapat surat rekomendasi dari dinas sosial asal anak tersebut. Hal. 11 Ikuti Aturan
2
Minggu Wage, 28 Juli 2019
Pemkot Denpasar ’’Launching’’ Aplikasi E-Checking Serangkaian Harkopnas Ke-72 Tingkatkan Efisiensi dan Berikan Kemudahan Inventarisasi Nasabah Koperasi HARI Koperasi Nasional (Harkopnas) diperingati insan koperasi Indonesia setiap tanggal 12 Juli, tak terkecuali di Kota Denpasar.
Puncak Peringatan Harkopnas ke-72 di Kota Denpasar berlangsung semarak yang juga dirangkaikan dengan Peringatan Harkop-
nas Tingkat Provinsi Bali serta Launching Aplikasi E-Checking yang dipusatkan di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Sabtu (27/7) ke-
LAUNCHING - Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra beserta jajaran saat launching Aplikasi E-Checking serangkaian Harkopnas di Taman Kota Lumintang, Sabtu (27/7) kemarin.
marin. Peringatan tahun ini dirasa istimewa atas kehadiran Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga beserta jajaran. Turut hadir Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, jajaran Forkompinda Provinsi, Kota dan Kabupaten se-Bali, serta ribuan pengurus dan manajemen Koperasi se-Bali. Menkop UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga saat diwawancarai usai kegiatan menjelaskan, peringatan Harkopnas ke-72 Tahun 2019 mengangkat tema ‘’Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0’’. Melalui tema besar ini diharapkan mampu memberikan perubahan yang produktif terhadap pengelolaan koperasi. “Presiden RI menaruh perhatian besar terhadap kemajuan koperasi di Indo-
Villages Indonesia Gregor Hadi Nitihardjo ditandai dengan pengibasan bendera start. ‘’Pemerintah Kota Denpasar dan saya pribadi sangat mendukung kegiatan lari ini, apalagi olahraga ini digunakan sebagai ajang donasi untuk kelangsungan anakanak asuh yang ada dalam komunitas SOS Children’s Villanges guna mewujudkan masa depan yang baik untuk ribuan anak. Ini kegiatan yang sangat mulia, semoga bisa terus berlangsung. Untuk para pelari harus selalu menjaga kesehatan, karena ini olahraga berlari yang panjang,’’ kata Rai Iswara di sela-sela kegiatan. Di bagian lain, Gregor Hadi Nitihardjo menyatakan tahun 2019 merupakan kali ketiga Run To Care diadakan sebagai ajang charity run yang
BPM/kmb
BUKA - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi National Director SOS Children’s Villages Indonesia Gregor Hadi Nitihardjo membuka Run To Care Bali 150 KM ditandai pengibasan bendera start di Lapangan Lumintang.
digagas oleh SOS Children’s Villages Indonesia. Menggandeng 90 komunitas lari dan 300 pelari, acara lari amal ini mengambil jarak sejauh 150 km. Para pelari tak hanya berlari, tetapi juga berbagi kebaikan dengan melakukan penggalangan dana melalui halaman donasi atas nama masing-masing pelari. Seluruh hasil penggalangan dana diperuntukkan bagi peningkatan kualitas pengasuhan, pendidikan, dan kesehatan anak-anak yang berada di bawah pengasuhan SOS Children’s Villages Indonesia. Mengusung tema #TogetherforChildren, SOS Children’s Villages mengajak masyarakat Indonesia mengambil bagian dalam kerja SOS dan berkontribusi langsung bagi 5.500 anak yang berada di Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Bogor, Lembang, Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Flores. Perhelatan ini dilaksanakan 26–28 Juli. Dari Lapangan Lumintang, peserta melintasi Baturiti, Singaraja, Lovina, Pupuan, dan akan finis di SOS Children’s Village Bali di Desa Bantas, Selemadeg, Tabanan. Sejak sore hari 300 peserta dilepas flag off pada pukul 22.00 Wita oleh National Director SOS Chidren’s Villages Indonesia dan Sekda Kota Denpasar dengan cut off time (COT) atau waktu maksimal selama berlari 38 jam. Peserta dibagi dalam tiga kategori yaitu individu 150 km, relay dua orang masing-masing 75 km, dan tim empat orang masing-masing 35, 40, 35, dan 40 km. (kmb)
akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Pesatnya perkembangan digitalisasi harus didukung oleh kualitas SDM yang mumpuni. “Koperasi harus terus tumbuh dan mengikuti arus digitalisasi untuk dapat bergerak dan berinovasi dalam memberikan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya. Rai Mantra menambahkan, peran koperasi dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar sangat dirasakan masyarakat. Tidak hanya menjadi sarana untuk simpan-pinjam dan serba usaha, keberadaan koperasi juga telah mampu memberikan kemudahaan bagi masyarakat dalam pelaksanaan upacara adat dan keagamaan. “Bayak koperasi di Kota Denpasar yang sudah mampu melaksanakan matatah massal, ngaben massal, mamukur massal, serta berkontribusi dalam memberikan jaminan bagi masyarakat yang baru lahir, menikah, sakit, dan meninggal. Inilah sejatinya fungsi koperasi dalam memberikan kesejahteraan masyarakat,” paparnya. Erwin Suryadarma Sena
menjelaskan, E-Checking merupakan sebuah inovasi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar yang bertujuan memberikan informasi tentang profil nasabah. Hal ini tentu memberikan kemudahan dalam menginventarisasi serta melaksanakan monitoring terhadap aktivitas nasabah, khususnya dalam lingkup koperasi. “Nantinya dari aplikasi ini akan menjadi acuan dalam memberikan rekomendasi bagi nasabah untuk pengajuan kredit, serta melihat track record nasabah baik dalam melaksanakan transaksi simpanan/tabungan maupun pinjaman/kredit,” katanya. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka menyambut Harkopnas ke72 di Kota Denpasar. Mulai dari jalan sehat, Workshop Motivasi dari Merry Riana, Sarasehan, serta Puncak Peringatan Harkopnas. Dalam kesempatan yang sama turut diserahkan penghargaan bagi koperasi berprestasi di Kota Denpasar serta sertifikasi profesi bagi manajemen dan pegawai koperasi. (ad871)
Cegah Anak Ditelantarkan Pentingnya Konsultasi Pranikah
Denpasar Dukung ’’Run to Care Bali’’ Denpasar (Bali Post) – Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan Komunitas SOS Children’s Villages, lembaga non-pemerintah yang fokus kepada pengasuhan anak berbasis keluarga, mengadakan Run To Care Bali 2019 di Lapangan Lumintang, Jumat (26/7) malam. Mengusung konsep Ultra Marathon 150 kilometer, Run To Care Bali 2019 merupakan atmosfer baru dalam olahraga yang melibatkan 300 pelari, lebih dari 6.400 donatur, dan puluhan mitra korporasi yang berkomitmen mewujudkan masa depan bagi ribuan anak. Dalam perhelatan ini, Kota Denpasar menjadi tempat start. Run Care Bali 2019 dibuka Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi National Director SOS Children’s
nesia. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan kesejahteraan rakyat sesuai prinsip koperasi yang memberikan kesejahteraan bagi anggota,” ujar Puspayoga. Lebih lanjut dijelaskannya, memasuki era revolusi industri 4.0 ini seluruh elemen bangsa termasuk koperasi harus melek terhadap kemajuan teknologi. Namun demikian, hal tersebut harus diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang kompeten. Termasuk Aplikasi E-Checking yang baru saja di-launching oleh Pemkot Denpasar. Hal ini sebagai bentuk digitalisasi dan wujud inovasi dalam mendukung kemajuan koperasi di era revolusi industri 4.0. “Semua harus menggunakan teknologi dengan terus meningkatkan kualitas SDM yang kompeten dalam menggunakan teknologi,” paparnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan, koperasi di era revolusi industri 4.0
FAKTOR kesulitan ekonomi dan psikologis yang tidak siap orangtua untuk memiliki anak menjadi alasan paling banyak terjadinya penelantaran pada anak. Untuk mencegah ini terjadi, konsultasi pranikah sangat diperlukan. Jadi, sebelum mengarungi rumah tangga, calon pengantin akan tahu bagaimana kehidupan berumah tangga dan apa saja yang harus disiapkan jika memiliki anak. Psikiater BRSUD Tabanan dr. I Gusti Ngurah Bagus Mahayasa, Sp.KJ. mengatakan, dalam kasus penelantaran bayi dan alasannya selalu sama karena faktor ekonomi atau orangtua tidak siap memiliki anak karena anak tersebut lahir dari hubungan di luar pernikahan. “Salah satu langkah untuk mencegah ini adalah dengan konsultasi pranikah. Orang yang akan menikah benar-benar mengetahui apa saja yang disiapkan saat berkeluarga, baik dari ekonomi maupun mental,” ujarnya. Selain konsultasi pranikah, pendidikan seks usia dini juga diperlukan. Dengan begitu, kejadian kehamilan di tingkat remaja atau kehamilan di luar pernikahan bisa dicegah yang tentunya akan mencegah terjadinya penelantaran anak. Untuk mengatasi anakanak yang ditelantarkan terutama yang masih bayi, lanjut Mahayasa, yang saat ini diperlukan Bali adalah
TELANTAR - Bayi telantar di Klungkung diserahkan ke Pemprov Bali. tempat untuk merawat anakanak tersebut. Di tempat ini anak-anak telantar akan dibesarkan dan diberikan kasih sayang layaknya orangtua. Dengan demikian, trauma yang dirasakan akibat ditelantarkan bisa diminimalisir. Akan tetapi tempat untuk
menampung anak telantar terutama yang masih bayi di Bali masih jarang. Itu pun masih berjalan secara swadaya dan mendapatkan bantuan donasi dari beberapa donatur. Sementara operasional untuk merawat bayi-bayi telantar tidaklah kecil. Oleh karenanya,
BPM/dok
Mahayasa berharap pemerintah memberikan perhatian dengan memberikan bantuan terhadap yayasan yang sudah ada atau membentuk tempat untuk merawat anak telantar khususnya bayi, sehingga mereka bisa dirawat dan diberikan kasih sayang. (san)
”Karya Eka Dasa Warsa Pangratep Pujawali Padudusan Agung” di Pura Sakenan Denpasar (Bali Post) Pujawali Pura Dalem Sakenan, Desa Pakraman Serangan, Denpasar secara rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali, bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau Hari Suci Kuningan. Tahun 2019 ini bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (3/8) mendatang, kembali digelar pujawali di Pura Sakenan, dengan tingkatan upakara yang digunakan lebih besar dari biasanya. Demikian diungkapkan Panglingsir Pangempon Pura A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana didampingi Prawartaka Karya Ida Bagus Gede Pidada, Sabtu (27/7) kemarin. I.B. Gede Pidada menjelaskan, pada Kuningan nanti pujawali di Pura Dalem Sakenan bertepatan dengan Eka Dasa Warsa. Setiap 10 tahun sekali dilaksanakan pujawali dengan rangkaian Karya Eka Dasa Warsa Pangratep Pujawali Padudusan Agung madu-
lur antuk Pamlehpeh Segara. ‘’Tingkatan upakara madudus agung dengan caru panca kelud ke pertiwi dan pakelem kambing, angsa, bebek dan ayam ke segara,’’ ujarnya. Seluruh rangkaian Karya Eka Dasa Warsa Pengratep Pujawali Padudusan Agung di Pura Dalem Sakenan akan dimulai Minggu (28/7) ini yang diawali ngingsah, melaspas dan macaru panca kelud. Selanjutnya pada Rabu (31/7) upacara melasti, mendak agung, dan mendak siwi. Kamis (1/8) dilaksanakan upacara mapepada karya. Puncak karya pada Saniscara Wuku Kuningan, Sabtu (3/8). Setelah puncak karya, Ida Batara Nyejer/Ngadeg selama tujuh hari dengan dilaksanakan bhakti panganyar yang diawali oleh Pemkot Denpasar pada Minggu (4/8). Selanjutnya berturutturut Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kecamatan Denpasar Barat, dan Kecamatan
Denpasar Utara. Sementara bhakti panyineb dilaksanakan oleh Pemkab Badung pada Sabtu (10/8). I.B. Gede Pidada menambahkan, seluruh rangkaian pelaksanaan karya diikuti oleh krama penyiwi sebagai wujud Yasa Kerthi. Pangempon Pura Sakenan adalah Puri Kesiman, pangamong terdiri atas Desa Serangan, Desa Pamogan, Desa Suwung Kepaon, dan Desa Kelan Badung, sedangkan pangiring yakni Pura Dalem Cemengaon, Pura Dalem Braban, Pura Wana Mera dan 18 pura di Samuan Agung. Dijelaskannya, Karya Eka Dasa Warsa Pangratep Pujawali Padudusan Agung merupakan wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat santhi. Masyarakat atau pamedek yang hendak tangkil bersembahyang di Pura Dalem Sakenan agar tidak fokus terhadap puncak karya atau bertepatan dengan
Kuningan dan Umanis Kuningan. Hal ini lantaran pada hari tersebut masih terdapat rangkaian karya. Untuk menciptakan suasana yang nyaman dalam pelaksanaan persembahyangan, pamedek dapat memanfatkan bhakti panganyar yang dilaksanakan selama tujuh hari untuk menghaturkan bhakti. Selain itu, pamedek dan masyarakat diimbau mengurangi penggunaan kantong plastik saat tangkil, utamanya saat nunas tirta Ida Batara. ‘’Pengurangan penggunaan plastik sudah menjadi komitmen kami selaku prawartaka dan pangempon sejak tahun lalu. Masyarakat yang hendak tangkil nunas tirta dapat menggunakan sangku, toples, atau bumbung pakuluh sebagai sarana. Hal ini untuk mendukung dan menyukseskan program Pemkot Denpasar dan Bali dalam mengurangi penggunaan plastik,’’ pungkas I.B. Gede Pidada. (kmb)
BPM/kmb
PIODALAN - Suasana piodalan di Pura Sakenan saat Kuningan enam bulan lalu.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Wage, 28 Juli 2019
Legalisasi Arak Bali untuk Hidupkan Ekonomi Kerakyatan
Denpasar (Bali Post) Legalisasi arak Bali terus diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Dengan harapan, tidak ada lagi pelarangan untuk memperjualbelikan arak Bali di masyarakat. Hal ini diyakini dapat memacu dan menghidupkan ekonomi kerakyatan. “Pertama, harus ada dasar hukum, didukung uji lab dari Badan POM agar tidak ada masalah, terutama dari sisi kesehatan,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi tim Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di rumah jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (26/7) malam. Menurut Koster, minuman beralkohol dari luar selama ini boleh masuk ke Bali. Oleh karena itu, mesti ada dukungan terhadap produk lokal
dengan memperkuat regulasi sebagai dasar hukumnya. Setelah nantinya dapat diperjualbelikan sesuai ketentuan yang berlaku, perlu didukung dengan adanya nota kesepahaman (MoU) antara petani atau penyadap tuak dan kalangan industri arak. Dengan demikian, petani juga mendapat nilai ekonomis yang lebih disamping kalangan industrinya. “Ini penting, sebab ini adalah usaha untuk ekonomi kerakyatan,” tegas Ketua DPD PDI-P Bali ini. Koster menambahkan, pet-
ani lokal sebenarnya memiliki kemampuan secara otodidak untuk mem-branding produknya. Jika rasa dan aroma arak yang dihasilkan sudah bagus, berikutnya kemasan harus diperbaiki dan dibangun pemasarannya. Peluang besar ini pun sudah didukung dengan terbitnya Pergub No.99 Tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Lokal. Ditekankannya, keberadaan arak Bali harus bisa menyaingi minuman sejenis seperti sake dari Je-
pang atau arak China. “Harus bisa saingi sake Jepang dan arak China, sebagai branding Bali,” imbuh pria kelahiran Sembiran, Buleleng, ini. Sementara itu, Dirjen Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim menyebutkan, perlu ada wadah untuk mengakomodasi petani dan industri pembuat arak Bali. “Saran saya, industri jangan hanya berhubungan dengan satu dua petani, melainkan sebanyak-banyaknya,” ucapnya. Misalnya, lanjut Abdul Rochim, dengan membuat koperasi atau lembaga lain yang bisa menghimpun petani, sehingga kelangsungan arak Bali bisa berjalan dengan lebih baik lagi. (kmb32)
BPM/kmb40
PIMPIN - Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo memimpin patroli bersepeda di wilayah Kota Bangli.
Kapolres Bangli Patroli Bersepeda ke Gang Kecil
BPM/dok
BUAT ARAK - Perajin arak tradisional di Karangasem membuat arak.
Bangli (Bali Post) Polres Bangli terus berupaya menciptakan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat. Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan adalah dengan menggelar patroli. Sabtu (27/7) kemarin patroli dilakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda. Dipimpin langsung Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, patroli bersepeda dilaksanakan di
wilayah Kota Bangli. Kegiatan patroli dimulai dari Mako Polres Bangli, selanjutnya berkeliling melintasi gang-gang kecil yang ada di wilayah kota. Dalam kesempatan tersebut, Agus sekaligus melaksanakan patroli dialogis dengan masyarakat. Agus mengatakan, kegiatan patroli bersepeda dilaksanakan guna menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Pihaknya tidak
lupa memberikan pesanpesan kamtibmas secara humanis dan mengimbau masyarakat terkait keamanan di sekitar tempat tinggalnya. “Tujuan patroli bersepeda ini adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Dengan kehadiran polisi, maka orang akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan kriminal,” kata perwira asal Jawa Tengah ini. (kmb40)
Pemkot Kembali Gelar ’’Denpasar Book Fair’’ Denpasar (Bali Post) – Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar Bazar Buku yang dikenal dengan “Denpasar Book Fair” tahun 2019 ini. Event yang dihelat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar bekerja sama dengan Komunitas Madyapadma ini dirancang berbeda dari tahun sebelumnya. Beragam kegiatan turut memeriahkan pelaksanaan kegiatan kali ini yang akan dihelat di Aula SMPN 4 Denpasar, 12-14 Agustus mendatang. Menurut Kabid Perdagangan Disperindag Kota Denpasar I.B. Yoga Endharta, Sabtu (27/7) kemarin, pelaksanaan kegiatan ini dikemas berbeda dan lebih kreatif dibanding tahun sebelumnya. Ada pun kegiatan
yang akan dilakukan di Book Fair, di antaranya pameran buku yang melibatkan penerbit Indie dan penerbit Mayor Label, kompetisi literasi seperti lomba kording, reportase, karikatur, dan resensi yang melibatkan pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa seProvinsi Bali. Kegiatan lainnya meliputi mendongeng, bedah buku, gerakan peduli dan berbagi buku, talkshow dan workshop terkait buku, pameran jurnalistik dan ilmiah, pertemuan Pers Pelajar se-Provinsi Bali, pertemuan Ilmiah Remaja se-Kota Denpasar, diskusi tele-conference, pemutaran Film-film karya Madyapadma (BISMA), dan peluncuran buku karya pelajar dan mahasiswa. Dikatakannya, Book Fair
ini sejatinya dilaksanakan lantaran hingga sekarang belum ada kegiatan festival buku di Bali yang efektif dan optimal untuk membangun hubungan timbal balik yang mempertemukan antara penulis buku, penerbit, distributor, konsumen buku, pemegang kebijakan, dan media massa. Pelaksanaan Denpasar Book Fair ini dapat menjadi media literasi sehingga mampu memberikan dukungan dalam membangun iklim perbukuan yang semarak sehingga ikut menggerakan roda perekonomian. “Sebagai media literasi tentunya Denpasar Book Fair 2019 dapat menjadi wahana bertemunya insan perbukuan guna membangkitkan minat baca masyarakat dan siswa. Hal ini lantaran dengan
membaca dan merefleksikan pengetahuan akan menimbulkan suatu inspirasi atau ide kreatif dan diharapkan muncul aksi positif dalam menunjang Denpasar sebagai Kota Cerdas atau Smart City,” jelasnya. Yoga Endharta meng harapkan kegiatan ini mampu memberikan dukungan terhadap eksistensi buku di tengah pesatnya perkembangan arus digitalisasi. “Melalui kegiatan ini besar harapan kami dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membaca sebagai kebutuhan hidup dan mengembangkan industri penerbitan di Kota Denpasar, serta menjadi wahana inovasi dan kreativitas hiburan sehat,” tandasnya. (kmb)
Pelaksanaan Denpasar Book Fair tahun 2018.
BPM/kmb
Tantangan SMK Pariwisata di Era Revolusi Industri 4.0
Mesti Terapkan PBM Digitalisasi, Siapkan SDM ke Luar Negeri DI Kota Denpasar ada dua SMK swasta bidang pariwisata yang termasuk sekolah besar karena setiap tahun sukses merekrut lebih dari 500 siswa baru, yakni SMK PGRI 5 Denpasar dan SMK PGRI 3 Denpasar. Meski demikian, kedua sekolah ini tak lupa berbenah diri guna menghadapi era revolusi industri 4.0 di bidang pendidikan. Di era revolusi industri 4.0 ini, hampir semua bidang akan dirambah dengan penggunaan robot. Era robotik ini bukan sebuah khayalan, namun sudah menjadi kenyataan dalam teknologi kedokteran. Demikian juga penggunaan robot entah kapan itu juga akan menyasar dunia pendidikan. Menurut Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., hal itu tak dipungkiri, namun bisa dikalahkan dengan
SDM unggul dan profesional. Makanya SMK sebagai produsen SDM siap pakai tak boleh lengah, harus menyiapkan lulusan yang bermutu. Salah satu strateginya yakni menerapkan PBM berbasis digitalisasi. Jangan sampai lulusan SMK tak tahu mengoperasikan komputer atau internet. Sebab, dunia kerja ke depan semuanya akan berbasis digitalisasi. Ditegaskannya, tidak semua jenis pekerjaan bidang pariwisata bisa digantikan oleh robot. Untuk itulah kita harus cerdas memilih SMK yang benarbenar menyiapkan SDM berkualitas dan padat praktiknya, sehingga lulusannya benar-benar terampil dan berkompeten di bidangnya. Madiadnyana yang juga Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar mengungkapkan, PBM (proses belajar mengajar) berbasis digitalisasi
juga penting bagi siswa Tata Boga guna mengakses jejaring untuk pasar online. Oleh sebab itu, SMK yang dipimpinnya kini fokus pada tantangan tersebut sehingga ada nilai manfaat yang diperoleh setelah tamat. Buktinya tahun ini SMK PGRI 3 Denpasar merekrut 737 siswa baru untuk program keahlian Akomodasi Perhotelan dan Jasa Boga. Selain ber-ISO 9001-2008, sekolah ini memiliki keunggulan guru profesional. Dari 93 gurunya, 50 persen sudah S-2 dan dari kalangan profesional. Selain itu, SMK PGRI 3 Denpasar memiliki sarana lab. yang lengkap dan suasana belajar yang nyaman serta dikelola secara profesional. Pecahkan Rekor SMK PGRI 5 Denpasar sejak dipimpin Dra. Ni Ketut Nuka terus mengalami kemajuan. Jumlah siswa
barunya sejak tahun lalu memecahkan rekor terbanyak di Bali. Tahun ini sukses merekrut 968 siswa baru.
Mereka terdiri atas 467 siswa Akomodasi Perhotelan dan 501 siswa Jasa Boga. Membeludaknya siswa
Ni Ketut Nuka
Nengah Madiadnyana
masuk ke SMK PGRI 5 Denpasar, menurut Kasek Ni Ketut Nuka, sudah diantisipasi sejak lama dengan menyiapkan ruang kelas baru dan tambahan lima guru produktif yang ahli di bidangnya. Kini sekolah ini memiliki 32 kelas, empat lab hotel, dan dua lab komputer. Lab ini dipakai untuk UNBK, bahkan ujian semester di sekolah ini sudah menerapkan e-learning. Model PBM berbasis digitalisasi ini wajib dilakukan di era revolusi industri 4.0 bidang pendidikan khu susnya pariwisata. Hal ini dilakukan SMK PGRI 5 Denpasar guna menyiapkan SDM Bali yang profesional di bidang pariwisata. Hal ini dibuktikan 90 persen lulusan yang dilepas belum lama ini sudah bekerja, lima di antaranya di Jepang. Pasar luar negeri kini menjadi perhatian SMK
PGRI 5 Denpasar. Penguatan TI dan bahasa asing wajib dilakukan agar lulusannya bisa menembus p asar lua r negeri. SMK PGRI 5 Denpasar tiap tahun mengantarkan lulusannya bekerja di luar negeri, demikian juga SMK lainnya. ‘’Hal ini mesti diperbanyak lagi sehingga lulusan SMK tak hanya menjadi jago kandang,’’ tegas Ketut Nuka. SMK lain bisa meniru langkah Ni Ketut Nuka. Sekolah ini sudah memiliki college kemitraan di Jepang dan Thailand. SMK ini padat dengan penguatan life skill dan soft skill guna mencetak lulusan berkualitas. Untuk tampil berkualitas, tak hanya siswanya yang belajar dan magang, juga gurunya. Hal ini dilakukan guna mengintip perkembangan tuntutan kompetensi di dunia kerja era revolusi industri 4.0. (sue)
4
Minggu Wage, 28 Juli 2019
Menuju Sekolah Tanpa Diskriminasi
TANGGAL 23 Juli selalu diperingati sebagai hari anak nasional. Pertanyaannya, sudahkah anak Indonesia sejahtera? Sudahkah anak Indonesia mendapat tempat yang nyaman dan mendapatkan fasilitas yang layak, baik pendidikan maupun kesejahteraannya sebagai seorang anak? Tulisan Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. mencoba memotret dan merenungkan sulur-sulur kehidupan anak Indonesia. Cara-cara berpikir dan terobosan yang baru memang harus diperkenalkan dan diciptakan untuk mengatasi permasalahan pendidikan pada saat ini dan masa yang akan datang. Pendidikan adalah hak setiap orang yang dalam pelaksanaan sistemnya tidak boleh terdapat diskriminasi. Sistem zonasi adalah imperatif action sebagai solusi mengatasi kurangnya pemerataan pendidikan yang dilaksanakan tanpa maksud sedikit pun memberikan peluang terciptanya diskriminasi dan merupakan esensi suatu pendidikan yang merata tanpa kasta. Demikian penutup dan penegasan tulisan Yuli Agustina (penulis.ukm. um.ac.id). Media konvensional dan media sosial masih saja ramai membicarakan PPDB zonasi. Pembicaraan tersebut terasa berat sebelah karena yang “ribut” hanya sekelompok masyarakat yang merasa dirugikan. Sekelompok kecil masyarakat yang anaknya cerdas, mengklaim paling dirugikan. Mereka tidak mau tahu kebijakan pendidikan pemerintah, menerima siswa baru dengan mengabaikan prestasi atau nilai ujian tetapi cukup dengan zonasi atau jarak tempat tinggal dan sekolah. Pandangan masyarakat yang mengukur keberhasilan pendidikan dari prestasi angka, masih kuat. Kali ini perubahan yang ditawarkan terancam digagalkan. Jadi, PPDB zonasi berhadapan dengan pandangan picik segelintir orang tua. Mereka ini ingin sekolah yang siswanya kumpulan anak-anak cerdas belaka. Ini alasan mereka menolak PPDB zonasi. Esai ini bermaksud mengajukan satu kisah ironis, seperti berikut: I Putu Geo (sebut saja demikian nama anak pintar, cerdas, genius, berprestasi, dll.) dipersiapkan oleh orangtuanya untuk memasuki sekolah favorit di pusat kota. Kedua orangtuanya amat yakin, anaknya
pasti lolos. Memang benar I Putu Geo diterima di sekolah favorit di kota, yang mana sekolah ini telah menamatkan orang-orang hebat, seperti politisi, menteri, ilmuwan, pengusaha, dokter, arsitek, bupati, ekonom, apoteker, sastrawan, panglima, dan lain sebagainya. Reputasi sekolah ini telah dimulai sejak zaman Belanda, berlanjut semasa Revolusi Fisik, Revolusi Indonesia, Orde Baru, hingga Reformasi dan sesudahnya.
Pada suatu acara rapat orang tua, bapaknya hadir. Sudah tentu dia dapat melihat kenyataan secara langsung. Tidak banyak orang tua karena mereka sibuk bekerja di pasar atau berburuh bangunan. Di antara yang hadir ini pun tidak mencerminkan orang tua yang menaruh harapan tinggi kepada pendidikan anak-anak mereka. Orangtua Geo tentu terkejut. Dia kini menyadari bahwa PPDB zonasi yang menyebabkan perubahan. Dia seperti tengah menyadari kekeliruannya. Prestise yang diharap tidak ada lagi. Ia merasa sangat bodoh dan menyesal. Di samping menyesal dia mencoba mengerti lebih jauh. Sekolah favorit ada karena semua siswanya cerdas, dijaring melalui sistem rangking nilai. Sekolah tertentu bebas mengambil anak-anak yang pintar. Sekolah lain mendapat sisa-sisa. Demikianlah pandangannya. Ia tiba-tiba merasa salah karena memaksakan diri memasukkan anaknya di sekolah yang ternyata bukan lagi sekolah favorit. Zona Untuk menebus kekeliruannya, pada semester dua, ia memindahkan anaknya ke sekolah zonanya, di perkampungan. Ia ingin anaknya mengharumkan nama sekolah ini lewat prestasi yang diraih dalam berbagai kompetisi. Nama sekolah ini pun mulai merangkak berkat beberapa prestasi bergengsi yang disumbangkan Geo. Pihak sekolah menjalin hubungan yang bagus dengan orangtuanya dan dilibatkan dalam
sekolah favorit yang memiliki ekstrakurikuler drama atau seni teater yang bagus. Sayang, ayah Hanung menyekolahkannya ke sekolah lain yang menurut Hanung, antiseni. Ia pun protes. Namun, ayahnya berkata, “Hei, Nak! Kalau sekolahmu tidak ada teaternya, ya kamu bikin! Jangan malah ngambek. Ajari teman-temanmu biar menyukai keinginanmu”. Termotivasi dari ucapan ayahnya itu, Hanung kemudian membentuk ekstrakurikuler teater dan berhasil meraih juara di Festival Teater SMA. “Berat sih. Tapi menyenangkan,” tulisannya dalam status Facebook-nya, Hanung Bramantyo Anugroho. Ayahnya mengajarkan bahwa diri kitalah yang membuat sebuah tempat menjadi favorit, bukan justru mencari sekolah favorit. Ia pun berniat mengajak anak-anaknya bersekolah di sekolah yang dekat dengan rumah. “Sebelum Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan zonasi sekolah, saya sudah dididik oleh bapak saya untuk selalu menciptakan sekolah favorit sendiri di rumah. Karena pendidikan yang paling utama adalah di rumah. Di tengah keluarga. Buat Pak Menteri Muhadjir, lanjutkan perjuangan Anda, Pak. Bismillah! Tidak mudah memegang amanah di negeri ini,” tulis Hanung (Desliana Maulipaksi, “Kata Mereka tentang Kebaikan Sistem Zonasi dalam PPDB”). lDr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
Guru Betapa bangga karena harapannya sejak Geo PAUD menjadi kenyataan, diterima di sekolah tersebut. Tetapi! Kini sekolah tersebut sama sekali telah berubah. Gairah mengajar para guru menurun. Prestise sosial mereka pun hilang. Mereka mengeluh karena yang diajar anak-anak bodoh (menurut istilah guru) yang keadaan mereka selalu dibandingkan dengan siswa tahun-tahun sebelumnya. Ketika pagi atau saat pulang, jalan depan sekolah macet dan dari pintu mobil “cling” penjemput merebak aroma wangi, pengharum kendaraan. Kini anak-anak datang dan pulang sekolah tak ada yang mengantar. Mereka jalan kaki karena rumah mereka dekat sekolah. Putu Geo dan beberapa temannya adalah segelintir siswa yang diantar jemput karena rumah mereka jauh dari sekolah ini. Keadaan tersebut tidak jua dipahami oleh orang tuanya, apa sesungguhnya yang terjadi sekarang di sekolah ini, sejak beberapa tahun terakhir ketika PPDB zonasi diberlakukan. Semenjak itu tidak ada lagi kumpulan anak-anak cerdas di sini. Kualitas siswa sesuai dengan keadaan warga masyarakat di zona. Kondisi siswa yang bervariasi seperti ini, ditemukan di seluruh sekolah, baik di kota maupun di desa. Di sekolah ini Geo tidak istimewa, hanya siswa yang ada di atas rata-rata.
Kisara
Ukuran Payudara Halo Kak! Namaku Kiki usia 14 tahun. Aku sering banget dengar dari teman-temanku kalau pingin payudaranya besar harus diremasremas atau dipegang-pegang Kak. Benar gak sih Kak? Aku penasaran Kak, soalnya entah kenapa teman-temanku berlomba-lomba untuk punya payudara besar. Aku tunggu jawabannya ya, Kak! Terima kasih Kak! Hi Kiki! Terima kasih atas pertanyaan kamu ya! Ini sering banget jadi pertanyaan teman-teman remaja yang baru memulai masa pubertas, loh! Kita bahas yuk. Payudara terdiri dari jaringan lemak yang ditutupi kulit, semakin banyak lemak maka ukuran payudara akan semakin besar. Biasanya, perempuan yang lebih berisi cenderung memiliki payudara yang lebih besar. Ada dua hal yang menyebabkan payudara itu membesar, di antaranya faktor hormon (estrogen dan progesterone) dan berat badan. Pada perempuan hamil, payudara cenderung akan membesar karena ada peningkatan hormon. Payudara kamu bisa memiliki ukuran yang berbeda dari waktu ke waktu. Kenapa bisa gitu? Karena, balik lagi ke kedua faktor tersebut. Apabila kamu mengalami peningkatan berat badan, ukuran payudara kamu juga bisa ikut meningkat, loh! Kalau kamu bandingkan ukuran payudara kamu dan teman kamu, pasti bentuknya atau ukurannya akan berbeda walaupun misalnya kalian punya tinggi dan berat badan yang serupa. Selain kedua faktor di atas, ukuran payudara juga sangat bergantung pada faktor genetik. Jadi, kalau ibu kamu punya payudara besar, kamu pun punya kemungkinan untuk memiliki payudara besar. Lalu, benar gak sih kalau meremas payudara bikin ukurannya tambah besar? Nah, seperti yang Kisara jelaskan, ukuran payudara di-
pengembangan sekolah. Tahun-tahun berikutnya nama sekolah ini melambung karena prestasi Geo dan beberapa siswa adik kelasnya. Pemerintah dan masyarakat mulai membicarakan dan memuji-muji. Orangtua Geo semakin menyadari bahwa pembangunan sekolah unggul/favorit ditentukan oleh kualitas siswa. Hal ini harus dibangun bersama-sama dan setiap orangtua juga harus berperan aktif. Lambat laun di berbagai sekolah yang semula terpuruk bertahun-tahun, semata-mata karena mengasuh anak-anak siswa “sisa pilih”, kini bangkit dan berkembang berprestasi. Sementara itu, sekolah unggul/ favorit di kota, semakin terpuruk karena para guru dalam keadaan frustrasi. Di pihak lain, sekolah-sekolah pinggiran di pedesaan atau kota kecamatan tumbuh pesat karena memang di sini siswa-siswa berprestasi dilahirkan dan berdomisili. Demikianlah, I Putu Geo tamat. Sejak itu PPDB tidak lagi menimbulkan persoalan dan bahkan kuota untuk siswa berprestasi tidak ada. Tidak ada lagi sekolah mendapat perlakuan istimewa dari masyarakat dan pemerintah daerah. Tidak ada lagi sekolah mercusuar. Sekolah dibangun bersama-sama dengan melibatkan masyarakat. Mutu sekolah merata. Sekolah tumbuh dan berkembang secara alamiah, sosial, dan berkeadilan. Apa yang dialami Geo, telah dilakukan oleh Hanung Bramantyo. Hanung Bramantyo menceritakan pengalamannya saat masih usia sekolah. Ia ingin masuk
pengaruhi oleh 3 hal di atas. Kalau meremas/memegang tentu tidak masuk ke dalam faktor di atas ya! Meremas payudara akan merangsang payudara sehingga payudara akan membesar, namun ini hanya bersifat sementara. Kalau rangsangannya hilang, ya ukuran payudaranya akan kembali ke ukuran normal. Kalau cewek harus punya payudara besar gak sih, guys? Jawabannya, tidak! Payudara besar tidak mempengaruhi jumlah air susu, loh! Jadi, mau besar atau kecil tentu tidak masalah, kan? Namun, kebanyakan perempuan memang masih berpikir bahwa bentuk payudara yang indah adalah payudara yang besar dan kencang karena akan terlihat lebih seksi dan memesona. Padahal, semua orang punya ukuran payudaranya masing-masing. Cintailah tubuh kalian sendiri dan nikmati setiap proses perkembangannya, ya! Ingat, jaga kesehatan dengan makan-makanan yang bergizi dan olahraga teratur agar tubuh (termasuk payudara) kamu sehat.
Manfaat Bola untuk Rampingkan Pinggang Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I: Buka kedua kaki lebar, tangan kanan ditekuk memegang bola sedangkan tangan kiri rileks, letakkan pada paha kiri. Luruskan tangan kanan ke atas sembari melakukan kaki kiri dan lakukan pada 2x8 hitungan setelah itu lakukan pada arah berlawanan.
1
Dengan memanfaatkan alat bantu bola, latihan merampingkan pinggang menjadi suatu latihan y a n g m e n y - enangkan. Lakukan dengan rileks dan
janganlah menghentakkan gerakan dan ikuti peragaan berikut ini bersama instruktur Dewi Laksmi dari Lala Studio.
4
2
Gb. III: Tetaplah berdiri dengan kedua kaki dibuka, tangan kiri lurus ke atas memegang bola sedangkan tangan kanan rileks di bawah. Tarik pinggang kiri lalu bergantian tarik pinggang kanan pada hitungan 4x8.
Gb. II: Berdirilah tegak dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua siku lengan ditekuk depan memegang bola. Putarkan badan jauh ke kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan setelah putar badan jauh ke kanan. Lakukan beberapa kali hitungan.
Kupon
3
Gb. IV: Berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka, lalu serongkan kaki kanan lurus ke kiri sembari meluruskan tangan kanan ke samping kanan sedangkan tangan kiri ditekuk memegang bola. Gerakkan kaki kiri ke samping kanan lalu ulangi hingga pada 2x8 hitungan, setelah itu lakukan juga pada kaki satunya.
Selamat berlatih merampingkan pinggang bagi pembaca yang mendambakan pinggang yang ramping serta salam bugar dari Lala Studio.
5
Minggu Wage, 28 Juli 2019
Capricorn Jangan sia-siakan kesempatan bagus di minggu ini segera follow up janjijanji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Masih ada harapan untuk bisa meraih keuntungan besar karena peluang cukup terbuka lebar. Bila ada tawaran sebaiknya segera ditindaklanjuti. Asmara: Masih sulit untuk bisa menjalin komunikasi yang baik, karena si dia masih ragu akan cinta Anda padanya. Aquarius Peluang tampak terbuka lebar, hanya saja faktor kecerobohan dominan sekali menghiasi langkah Anda, untuk itu jangan biarkan kesuksesan yang sudah tampak di depan mata itu hilang begitu saja hanya karena kesalahan sendiri yang seharusnya bisa dihindari. Pemasukan tinggi tidaklah ada artinya jika tidak bisa mengendalikan pengeluaran. Asmara: Visi ke depan sebaiknya mulai dipersiapkan dan didiskusikan dengannya mulai sekarang. Pisces Di minggu ini cobalah lebih konsisten dengan setiap ucapan yang telah Anda utarakan, jangan sampai membikin kacau segala rencana yang sedang berjalan, cobalah Anda berjalan di atas rel yang telah Anda susun. Mengenai keuangan masih perlu pengaturan yang tepat dalam memanage semua dana yang masih cukup banyak ini sehingga kebutuhan bisa tercukupi semuanya. Asmara: Jangan berpikiran yang bukan-bukan jika hanya akan bikin hati menjadi tak tenang saja. Aries Jangan pernah berputus asa, bukankah tidak ada permasalahan yang tidak ada titik temunya, walaupun semua itu terkadang harus mau berkorban demi penyelesaikan masalah tersebut. Carilah pengorbanan terkecil dari semua solusi yang ada, sehingga Anda segera bisa hidup tenang dan tidak dihantui oleh permasalahan tersebut. Boleh saja berhemat tetapi juga harus bisa fleksibel dan tak terkesan kikir. Asmara: Cobalah positive thinking dengan segala sikapnya tersebut sehingga persoalan tersebut cepat dapat ditemukan solusi yang tepat. Taurus Pertahankan kinerja Anda apalagi simpati tampak semakin berdatangan men-support Anda. Teruslah melangkah maju dengan penuh keyakinan diri, apalagi pintu kesuksesan sudah tampak. Di minggu ini janganlah meremehkan tawaran yang datang sekalipun sepintas terlihat cukup kecil keuntungannya. Yang penting tetap untung itu sudah bagus. Asmara: Tak perlu emosi dalam menghadapi sikapnya yang agak keras itu, bersabarlah karena watak memang sulit untuk diubah. Gemini Tidak ada yang tidak mungkin jika Anda kerjakan dengan penuh kesungguhan hati dan tidak setengah-setengah. Cobalah Anda manfaatkan situasi yang berprospek ini untuk dapat meraih hasil yang lebih baik dibandingkan harihari kemarin. Mengenai finansial Anda permasalahan masih terletak pada sulitnya untuk mengendalikan pengeluaran. Asmara: Masih terasa dingin dan kurang ada gairah, cobalah Anda lebih atraktif lagi agar suasana bisa kembali menghangat. Cancer Perbintangan Anda tampak bersinar dengan terangnya sehingga akan mampu membuat simpati bagi orang yang melihatnya. Laksanakan segala rencana yang sempat tertunda. Keuangan cukup kuat dan solid walaupun kebutuhan masih meninggi. Untuk saat ini jangan memberi pinjaman dulu. Asmara: Si dia ada yang mengincarnya maka dari itu perbaiki sikap Anda, yang tadinya selalu bersikap dingin sekarang mulai diubah untuk bisa bersikap lebih hangat dan sayang lagi. Leo Di minggu ini tak perlu menghiraukan omongan orang kalau akhirnya hanya akan membikin diri Anda menjadi lengah saja. Inilah saat yang baik untuk mencoba sesuatu yang baru bagi Anda, yang sudah lama ingin Anda lakukan mumpung kemujuran masih memayungi perbintangan Anda. Dari segi keuangan meski pemasukan meningkat, akan tetapi pengeluaran juga terus meningkat. Asmara: Suasana percintaan Anda kurang begitu menggairahkan, maka dari itu cobalah untuk sedikit lebih agresif. Virgo Permasalahan bisa timbul dari kelengahan dan kesembronoan Anda sendiri yang seharusnya bisa dihindari. Di minggu ini kemujuran masih cukup bisa diandalkan, akan tetapi masalah yang datang juga tidak bisa diremehkan. Segala rencana masih dapat berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga keuangan tak akan mengalami masalah. Asmara: Sikapnya yang menjengkelkan itu tak perlu dihadapi dengan emosi. Libra Tak perlu terpengaruh dengan prediksiprediksi dari orang lain yang hanya akan mengacaukan konsentrasi Anda saja. Walaupun suasana tampak lebih tenang, sebaiknya Anda tetap berlaku waspada dan giat untuk mempersiapkan segala rencana yang akan Anda terapkan di kemudian hari. Keuangan cukup lancar tinggal tergantung bagaimana Anda memanfaatkan setiap peluang. Asmara: Usahakan untuk tidak menyinggung hatinya walaupun Anda beranggapan apa yang Anda lakukan itu adalah benar. Scorpio Meski di minggu ini cukup banyak urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja. Suasananya memang kurang begitu menggairahkan, akan tetapi kewaspadaan dan kerja keras tetap harus dijaga agar prestasi kerja tetap bisa meningkat. Kebutuhan dapat teratasi semua sehingga Anda bisa tenang dan santai di minggu ini. Asmara: Buat apa punya kekasih kalau tidak bisa diajak berbagi baik suka ataupun duka, untuk itu tak perlu takut untuk curhat kepadanya. Sagitarius Tak perlu takut untuk berani ambil tindakan tegas,walau itu terasa berat dan penuh risiko. Keputusan tetap harus berada di tangan Anda, jangan sampai didikte oleh rekan Anda. Sekalipun kebutuhan melambung tinggi. Akan tetapi pemasukan masih cukup lancar. Teruslah berpatokan pada anggaran yang telah Anda rencanakan agar tak timbul kebocoran. Asmara: Ketergantungan pada orang luar hanya akan bikin kacau saja,untuk itu masalah intern sebaiknya tetaplah dijaga rapat-rapat. Cukup mesra walau selisih pendapat kadangkala muncul, akan tetapi masih bisa diredakan.
Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu
Berlaku : 28 Juli - 3 Agustus 2019
Hiasan Sejati adalah Ucapan Dalam Dharma keyurani na bhusayanti purusam hara na candrojjvalah na snanam na vilepanam na kusumam nalankrta murdhajah vanyeka samalankaroti purusam ya samskrta dharyate ksiyante khalu bhusanani satatam vagbhusanam bhusanam (Bhartrhari Satakam 104)
“Gelang-gelang (lengan dan tangan), kalung (di leher) bersinar bagaikan rembulan cemerlang, mandi bersih, mengoleskan bedak (dan minyak) harum (pada badan), memakai hiasan-hiasan bunga (harum, atau) menghias rambut (sedemikian rupa), (semua itu) tidak membuat orang terlihat cantik menarik. Satusatunya hanya ucapan kata yang menjadi hiasan seseorang, yaitu ucapan kata (atau bahasa) yang beradab. Segala hiasan (badan lainnya) menjadi (sirna) tanpa arti di hadapan ucapan kata yang tertata sempurna, karena sesungguhnya hiasan sejati manusia adalah hiasan dalam bentuk ucapan kata yang beradab.” P enggunaan bahasa seringkali dianggap sebagai alat ukur kecerdasan seseorang. Orang terpelajar umumnya menggunakan bahasa yang lebih tersusun rapi, pemilihan kalimat yang tepat, terarah, dan jelas maksudnya. Sedangkan yang kurang terpelajar cara bicaranya tidak terarah dan pemilihan kata kurang tepat. Masyarakat Bali yang masih menjunjung tinggi tradisi, hal semacam itu mendapat perhatian seperti saat prosesi “masuaka” atau “mamadik” alias lamaran dalam tahapan upacara pernikahan. Masing-masing pihak, keluarga pria dan wanita, akan memilih “juru raos” atau juru bicara yang handal. Tidak han-
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
ya cerdas dalam memahami tradisi dan lihai dalam bicara, tetapi juga “uning sor-singgih bhasa” alias mahir dalam berbahasa Bali halus. Peran “juru raos” sangat fital dalam menjaga nama baik keluarga dan keberhasilan proses lamaran. Perbincangan antara “juru raos” menjadi bagian yang sangat menarik dan mendapat perhatian yang tinggi. Pemakaian bahasa yang bagus dan sempurna dapat dilihat dalam sastra-sastra literatur Veda seperti upanisad, itihasa, purana-purana, dan juga pada kebanyakan sastrasastra lontar. Resi Canakya menyebutkan ucapan/katakata bijak yang terbentuk sempurna, bersama dengan makanan dan air adalah ratna permata berharga (prthivyam trini ratnani, annamapah subhasitam). Bhartrhari menyebutkan hiasan sejati manusia hanyalah ucapan tertata baik dalam peradaban dan bukan hiasan-hiasan luar yang menghiasi badan. Menurut Pusat Penelitian dan Pembinaan Bahasa, Indonesia memiliki 746 bahasa. Indonesia merupakan bangsa dengan Bahasa terbanyak. Namun banyak yang terancam punah karena tidak lagi dipergunakan oleh generasi masa kini. Secara umum bahasa leluhur bangsa Indonesia mempunyai tingkat-tingkat tutur yang memungkinkan bahasa memberikan nuansa rasa dalam berbicara. Barangkali hal ini dirasakan sulit bagi kebanyakan generasi sekarang selain “dianggap” bahasa yang tidak mendatangkan uang. Bahasa-bahasa di Asia pada umumnya mempunyai 2 tingkat tutur. Menurut seorang kawan, bahasa Jawa mempunyai 5 tingkat tutur.
Akan tetapi, ada pula yang mengatakan 3 tingkat tutur. Tingkat tutur bahasa Bali pada umumnya ada dua; halus (singgih, madia, sor) dan kasar (lumrah, kasar pisan, jabag). Leluhur bangsa Indonesia khususnya Jawa dan Bali tidak menjadikan bahasa sebagai alat komunikasi saja. Ia hanyalah langkah awal terdepan. Selanjutnya fungsi bahasa adalah sebagai pembentukan karakter. Dapat dikatakan, bahasa itu sendiri adalah karakter. Sangat penting mengajarkan “bahasa ibu” pada anak-anak supaya mereka tidak “menendang” peradabannya sendiri. Mengajarkan dan menyemangatkan anak-anak menggunakan “bahasa ibu” dengan sendirinya mengingatkan generasi penerus tentang akar budaya dari mana mereka berasal. “Bahasa ibu” adalah bahasa dari suku mana seseorang itu berasal. Pepatah mengatakan “bahasa menunjukkan bangsa”. Cara seseorang bertutur kata, memilih kata-kata, dan dari logatnya akan mencerminkan dari mana ia berasal. Sebuah penelitian dilakukan oleh dua ahli bahasa, yaitu Asifa Majid and Stephen C. Levinson dari Max Planck Institute, Jerman, menyatakan bahwa terdapat hubungan sangat erat antara bahasa dengan panca indria, bagaimana seseorang mengungkapkan apa yang dirasakan oleh indria-indrianya. Bahasa berkaitan erat dengan prilaku atau kebiasaan suatu masyarakat. Ketika seseorang berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa misalnya, sikapnya pasti langsung berubah. Dalam marah pun bahasa Jawa ada sikapnya. Dalam segala hal, seperti mengungkapkan rasa cinta, berdagang, menasihati, dalam bertengkar, semua memiliki sikap dan bahasa yang berbeda. Seorang rekan pernah menyampaikan tentang sebuah artikel yang pernah dibacanya tentang sebuah sekolah di Jawa. Pada awalnya siswasiswa sekolah tersebut sering bertengkar dan menggunakan kata-kata kasar. Melihat hal
tersebut, kepala sekolah lalu membuat aturan, yaitu di luar jam pelajaran para siswa harus menggunakan bahasa Jawa halus. Sejak itu tidak ada lagi pertengkaran antar siswa di sekolah. Bisa dibayangkan bagaimana sebuah pertengkaran dengan menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Bali halus. Bahasa sangat penting dalam hidup dan peradaban. Merupakan langkah bijak ketika para orang tua memberikan ketegasan pada anakanak agar sejak kecil menggunakan bahasa ibu karena “di sanalah leluhurnya” berada. Melalui bahasa ibu menyelami leluhur, mereka akan mengetahui kehebatan leluhurnya. Bahayanya kalau tidak mempelajari ”bahasa ibu” adalah orang akan jadi “penghilang” tegaknya peradaban maha tinggi leluhurnya. Orang tidak menyadari jika dirinya sedang “menghancurkan” kemuliaan. Sangat berbahaya jika orang tidak memahami ”bahasa ibu”. Mereka yang ingin menegakkan kemuliaan leluhur akan menyemangatkan anak-anaknya untuk menggunakan ”bahasa ibu” sebagai yang utama, sedangkan bahasa lain tetap dipelajari seperlunya. Tentu saja sangat penting bahasa utama dunia seperti bahasa Inggris. Anak-anak kita harus bisa berbahasa Inggris. Akan tetapi, bisa berbahasa Inggris bukan berarti tidak berbahasa ibu. Bila hal itu terjadi, itu adalah kesalahan fatal. Tentu saja para orang tua patut berbangga anaknya bisa berbahasa Inggris di saat dirinya hanya mengerti “thank you” dan “how are you”, sedangkan anaknya fasih berceramah dalam bahasa Inggris. Dalam sebuah penerbangan dari Denpasar ke Jakarta, ada dua gadis duduk di sebelah kiri penulis. Mereka berbicara dalam bahasa Inggris sangat bagus. Karena mereka ”nyerocos” dengan bahasa Inggris, penulis pikir mereka orang asing. Pronounciation Englishnya sangat bagus, padahal sepertinya masih dalam usia SMA. Seandainya di rumahnya mereka masih berbahasa ibu, hal itu pastilah luar biasa. Hebat berbahasa ibu dan hebat berbahasa asing.
Jika ingin menjadikan keturunan terbentuk oleh “darah daging leluhur yang penuh isi”, tentu para orang tua harus menyemangatkan mereka untuk mempelajari peradaban dan bahasa leluhur. Peradaban leluhur Jawa dan Bali itu maha tinggi. Ketika orang melihat kekurangan, sering berarti diri sendiri yang kurang karena tidak menyelami arti dan maknanya. Leluhur menciptakan tradisi indah dan agung namun keturunannya menganggap jelek karena tidak mampu memahaminya. Orang tua yang bijak akan sangat berhati-hati membawa anak-anaknya ke masa depan. Mereka akan melepas anaknya pelahan-lahan untuk menjadi dirinya sendiri karena anakanak tidak akan selalu menjadi seperti orang tuanya. Karena itu, orang tua perlu membantu dia untuk menjadi dirinya; diri yang tidak jauh, tidak menjauh, apalagi “menghancurkan” leluhur. Bisa juga terjadi seolah-olah dia menghargai leluhur, tetapi dia sesungguhnya sedang menghancurkan leluhur. Misalnya, leluhur tidak pernah berbicara kasar dan mem-“bully” orang, tetapi kenyataan di internet sekarang mudah sekali menemukan orang berbicara yang kasar dan jorok melalui “bahasa ibu ciptaan”-nya. Orang tua memang perlu berhati-hati melepas anakanak untuk ber-“jalan sendiri” ke masa depannya. Demi orang tua merasa lega melepasnya “mandiri”, sejak dini perlu diperkenalkan ajaran-ajaran mulia leluhur. Kalau tidak, anakanak bisa menjadi penentang dan penghancur peradaban leluhur, dan itu berarti “penghancur” kemuliaan sendiri. Bahasa dalam warisan leluhur adalah bahasa yang keluarnya dari bha yang artinya sinar, mulia, kecerdasan, pengetahuan agung, peradaban tinggi. Bhasa berarti bahasa atau ucapan kata yang indah, mulia dan terbentuk sempurna dalam peradaban. Bahasa (bukan) hanya alat komunikasi. Bukan pula hanya sebagai alat untuk bercerita melainkan pembentuk insan “terbentuk” dalam peradaban sempurna. Menjauh dari ”bahasa ibu” berarti menjauh dari hidup dan peradaban mulia.
MIMBAR AGAMA
Tian Shang Sheng Mu Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian ( Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan ) UMAT agama Khonghucu selain menyampaikan sembah sujut kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa juga menyampaikan sembah sujud kepada Arwah Leluhur dan Arwah Suci, dengan maksud agar Roh dari alam Xian Tian dapat memberikan bimbingan dan tuntunan bagi kehidupan ini agar peroleh pencerahan. Salah satu Arwah suci
yang juga di sembah Umat Agama Khonghucu adalah Tian Shang Sheng Mu (Ibunda Suci di Alam Kekal ) julukan “ Hai Shen Niang Niang ” atau Dewi Samudera diberikan kepada seorang gadis luhur berbudi mulia bernama Lin Mo Niang yang dilahirkan pada tahun 960 Bulan 2 tanggal 23 Imlek, di Provinsi Fu Jian daerah Fu Jian di kepulauan Mei Zhou, ayahnya bernama Lin Yuan bertugas sebagai pejabat patrol perairan, karena penduduk kepulauan banyak bermata pencaharian sebagai nelayan. Dinamakan Mo Niang, karena sang gadis sejak lahir tidak pernah rewel atau menangis, lebih banyak diam.
Bersyukur KEKUATAN dan keunggulan memiliki kelemahankelemahan. Kesempatan dan celah senantiasa punya hambatan. Namun, kecerdasan dan ketajaman otak melahirkan kreativitas dan inovasi buat menangkal serangan akibat kelemahan maupun hambatan. Suatu upaya dan kerja keras tidak selalu menuai sukses, sebab sebagai umat beragama setiap orang harus percaya dengan nasib dan takdir. Agar tidak menyesali nasib dan putus asa, orang harus punya keyakinan, yaitu berharap untuk hasil terbaik, namun siap-siap menerima kegagalan! “Jangankan kita di Timur, masyarakat Barat pun punya ungkapan, ‘hope for the best, prepare for the worst!‘. Orang Bali yang punya warisan leluhur dalam budaya dan cara berpikir, berupaya untuk tidak menyalahkan dirinya bila menghadapi kegagalan atau sering ditimpa nasib sial. Demikian pula ketika menerima nasib baik secara bertubi-tubi, mereka diharapkan untuk tidak terlalu berbangga diri.
brolan BALE BANJAR ARIDUS Leluhur atau orang-orang tua selalu mewanti-wanti, sebet kelawan demen, aget kelawan lacur sing ngidang tagih utawi ulah, ento maadan rwa bhineda. Nasihat ini sebenarnya berlaku universal. Tidak ada manusia yang selalu beruntung, juga tidak ada orang yang terus mengalami sial. Untuk itulah orang Bali diwariskan sanggah, untuk tempat persembahyangan keluarga, yang di dalamnya ada dua altar atau pelinggih penting. Kemulan buat memuja leluhur dan taksu untuk mempertahankan martabat serta harkat. Kedua
Maka diberi nama Mo yang artinya diam tidak banyak berbicara. Sedangkan Niang adalah nama julukan atau sebutan bagi seorang gadis. Sebagai gadis yang hidup di kepulauan, Mo Niang memiliki kemampuan renang, dayung perahu dan aktifitas perairan. Beliau sering menolong para nelayan atau penumpang kapal yang mengalami musibah di tengah laut. Selain itu beliau juga tekun belajar mendalami astronomi , ilmu cuaca, pengobatan dan bahkan meramal, sampai usia 20 tahun lebih beliau tidak menikah. Beliau mengabdikan hidupnya kepada kemanusiaan. Suatu ketika saat usia 28 tahun be-
liau pergi ke tengah laut menolong orang yang tertimpa musibah dan tidak pernah kembali lagi. Oleh penduduk sekitar didirikan Altar Persembahan guna menghormati Arwah Suci diberi nama Altar Ma Cu (Ibunda Leluhur) kaisar dinasti Song Yong Xi pada tahun pemerintahan ke 4 membangun Kelenteng untuk penghormatan bagi Ma Cu diberi gelar Tian Hou (Permaisuri Alam Suci ) atau gelar Tian Shang Sheng Mu. Karena banyak pejabat, pedagang maupun nelayan saat tertimpa musibah di tengah laut , berkat penampakan Arwah Suci Roh Lin Mo Niang datang memberi pertolongan
berupa tuntunan arah dan selaras dengan kekuatan alam hingga pelayaran berjalan dengan lancar. Umat Khonghucu yang berasal dari Provinsi Fu Jian dalam merantau banyak yang membawa papan Arwah Ma Cu sebagai bekal agar dapat memperoleh petunjuk dan tuntunan agar perjalanan pelayaran lancar. Saat ini Ma Cu atau Tian Shang Sheng Mu juga di hormati bukan hanya para nelayan, pedagang akan tetapi menyebar luas dikalangan Umat Khonghucu, Bahkan di Kong Miao Taman Mini Indonesia Indah Jakarta juga terdapat altar persembahan bagi Arwah Suci Tian Shang Sheng Mu.
hal yang menjadi komponen harga diri ini diperoleh bila mereka bisa menyatukan antara ucapan dan perbuatan berazaskan kebaikan dan keluhuran budi. Jadi, saat sial atau beruntung harus tetap bersyukur pada para leluhur, bila masih diberikan kesehatan fisik dan mental oleh Hyang Widhi Wasa. Di sanggah juga ada altar buat memuja Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, saat Galungan dan Kuningan, ritual dan sesajen dihaturkan di sini buat berterima kasih dan bersyukur pada-Nya dan arwah para leluhur,'' ulas Rubag. “Benar, saat aku masih kecil dimana waktu itu, setra atau kuburan masih banyak berisi gegumuk atau nisan, setelah sembahyang di sanggah, aku dan saudara-saudaraku diajak maturan ke Pura Kahyangan dan Prajapati, setelah itu menghaturkan punjung di atas gegumuk keluarga yang berlum diaben. Beberapa menit setelah dihaturkan, sesajen berupa makanan di atas gegumuk dilebar dan disurud, lalu kita makan bersama di sekitarnya, dengan harapan agar kita dilindungi dalam keseharian oleh arwah almarhum. Sayang, kini sangat sedikit ada gegumuk di kuburan, karena
kebanyakan orang meninggal langsung diaben, sehingga tradisi mamunjung ke setra nyaris punah. Untung di masing-masing rumah masih ada sanggah atau pemerajan, sehingga kekerabatan keluarga masih tetap terpelihara. Tidak keliru kalau aku berpendapat bahwa benteng terkuat dari budaya dan agama Bali, pusatnya di sanggah atau pemerajan, setelah itu banjar, seterusnya Pura Kahyangan Tiga. Tanpa sadar, para leluhur mengajarkan kita untuk bersyukur, baik saat Galungan dan Kuningan maupun pada hari-hari suci yang disebut rerainan gede, terutama tumpek, anggarkasih, kajeng kliwon, purnama, tilem dan lain-lain. Ternyata orang Bali telah melakukan investasi berkesinambungan di bidang ritual yang membuat pulau ini memiliki daya tarik pariwisata yang besar di dunia. Sehingga dulu ada pemeo di kalangan turis yang berbunyi, ‘See Bali before die!‘. Orang Bali melakukan semua secara ikhlas tanpa pamrih atau lascarya, hanya mohon keselamatan alam dan manusia yang berdiam di pulau ini,'' komentar Nyoman Sdiantara. “Pemeo yang sempat disalahartikan Amrozy dan kawan-
kawan. Matilah di Bali, lalu bom bunuh diri dilakukan di Legian, 12 Oktober 2002. Untunglah berkat bekal nasihat dari para leluhur orang Bali tidak bertindak agresif saat pulau tercintanya dinodai. Mereka respons peristiwa tragis tersebut dengan upacara bernama Karippu Baya. Saat bom serupa terjadi lagi 1 Oktober 2005, mereka melakukan upakara Mapekelem di laut dekat Pantai Jimbaran. Mereka bersyukur karena percaya berkat upacara keagamaan tersebut semua jaringan teroris di dunia terungkap dan khususnya di Indonesia semua diberantas oleh Densus 88. Ejekan dan ucapan sinis yang ditujukan pada masyarakat Bali yang senantiasa sibuk dengan upacara adat, tidak direspons dengan sikap yang sama. Bahkan kata Bali dikatakan sebagai akronim ‘ Banyak Libur ‘ juga dibalas dengan senyum. Sebab orang Bali punya kepercayaan ikhwal tebar tuai atau Karma Phala, yakni keburukan akan kembali diterima yang melakukannya. Jadi, kita selalu bersyukur dan berterima kasih pada Bhatara-Bhatari serta Hyang Widhi yang berstana di pulau ini, Om Swaha!“ pungkas Made Surjanegara.
6 Nglawang Barong Bangkung
Bali
Redité Wage, 28 Juli 2019
Cihna Rainan Galungan-Kuningan RAINAN Galungan wawu pisan kalintangin. Yadiastun asapunika, kahanan pakéling kawijayan Dharma ngasorang Adharma punika kantun karasayang olih krama sangkaning antuk makatah parindikan. Minakadi jagi mataki-taki nyanggra rerainan Kuningan sané pacang rauh taler sangkaning sarana marupa penjor kantun becik tur asri matancebang ring ajeng lebuh soang-soang paumahan. Satios punika, mawit Umanis Galungan ketah kapanggihin sesolahan barong bangkung ring sisin marginé sané manados sinalih tunggil cihna rerainan Galungan miwah Kuningan. Barong bangkung wantah sesolahan sané ketah kasolahang ring pidabdab sané kawastanin antuk nglawang olih sekaa barong bangkung sané ring kahanané mangkin akéhan kamargiang olih alit-alit miwah yowana. Ring sekaa wénten sané dados juru tabuh gegambelan bebatelan, wénten sané nyolahang barong, wénten sané dados tapel tur wénten taler sané mundut tedung. Ngeninin indik nglawang wantah mawit saking kruna “lawang” sané artos ipun wantah pamesuan, dadosné nglawang wantah nyolahang barong utawi barong bangkung saking pamesuan kapertama kantos pamesuan salanturnyané utawi ring lebuh paumahan antuk tetujon nyomya sekancan parindikan sané nénten becik mangda nénten ngulgul kahanan krama. Nénten makasami wewidangan ring Bali nyungsung patapakan Ida Bhatara marupa barong bangkung, nanging majanten sesolahan ngla-
wang inucap prasida kapanggihin duaning wénten kémanten sekaa nglawang barong bangkung sané rauh saking genahnyané ka désa utawi banjar sané nampek wiadin kantos desa sané kaucap doh saking genah sekaa inucap meneng. Sakadi sané ketah kapanggihin, sekaa barong bangkung mamargi tur sampun kajantosang olih krama ring ajeng pamesuan utawi lebuh sané raris ngupah utawi ngaturang sesari ring sekaa i wawu. Barong bangkung masesolah kairingang antuk gegambelan bebatelan ring lebuh krama. Wénten taler sané masolah kantos ngranjing ka natah paumahan krama inucap. Ngeninin indik barong bangkung sané kanggén nglawang, wénten sané kasungsung olih krama sekaa barong bangkung, wénten taler pinaka sarana seni sané propan. Indik rupan barong wantah sakadi bawi alas antuk prerai mawarna selem taler mapanganggé satmaka awakipun sané kakaryanin saking kain beludru. Rupanyané sakadi bawi alas satmaka ngélingang malih indik satua Purana ngeninin Ida Bhatara Brahma miwah Ida Bhatara Wisnu sané pada-pada nyinahang kasaktian Idané. Tatkala punika Ida Bhatara Siwa tedun antuk rupanida pinaka lingga saking “kristal” utawi batu galang sané tegeh pisan. Ida raris nganikain Ida Bhatara Brahma sané nyuti rupa dados kedis sesapi mangda ngrereh muncuk lingga tur nganikain taler Ida Bhatara Wisnu sané nyuti rupa dados bawi alas sané galak mangda ngrereh bongkol lingga punika. Sangkaning punika
Sangkaning Rasa Bhakti SAMPUN satmaka dresta saking nguni, ring rerainan suci Galungan lan Kuning ketah kapanggihin sekaa barong bangkung nglawang utawi nyolahang barongnyané ring wewidangan désa wiadin banjar. Ring banjar utawi désa sané kramanipun nyungsung patapakan Ida Bhatara minakadi barong, janten jagi ngamargiang parikrama ngiring patapakan Ida Bhatara mamargi utawi malancaran minakadi antuk pidabdab ngunya wiadin nglawang. Parindikan nglawang taler manados sinalih tunggil cihna ring rainan Galungan lan Kuningan. Minakadi ring Banjar Nyelati, tatkala parikrama ngiring patapakan Ida Bhatara Sesuhunan kantos lintangan balé agung kamargiang, Jero Mangku I Ketut Sutiyasa maosang, akéh krama ring wewidangan désa sané kalintangin ngaturang canang asebit sari ring ajeng lebuhnyané soang-soang. Parindikan punika kamargiang yadiastun krama inucap boya krama panyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan druén krama Banjar Nyelati. Samian punika kamargiang antuk rasa bhakti sané ageng majeng ring Ida Bhatara. Tios punika malarapan antuk sarana maturan i wawu, krama inucap taler nunas mangda makasami warga ring pakarangannyané, tetanduran sané kadruénang ring tegalan miwah sekancan beburon sané kaupapira prasida rahayu. Tatkala punika taler nénten arang krama sané maturan jagi makta gelas sukla sané madaging antuk muncuk dadap miwah bawang, utamannyané krama sané madué angga kulawarga sané kantun sungkan ring paumahannyané. “Kramané punika nyantenang antuk sarana tirta sané katunas, krama punika nunas panawar utawi nunas tamba saha panglukatan saking Ida Bhatara sané jagi kaicén ring angga kulawarganyané wiadin jagi kaicén ring beburonnyané mangda prasida gelis kenak sakadi jati mula,” asapunika Jero Mangku nyantenang. (was)
Kruna AKSARA BALI
1.
degeng 1.
2.
dekah
3.
dekdek 3.
4.
deket
5.
BAhAsa INDONESIA
d)g%,
diam
d)k;,
batuk
d)kÑ)k/,
hancur
4.
d)k)t/,
rekat
dekil
5.
d)kil/,
kotor
6.
deleg
6.
d)2g/,
gabus
7.
demek
7.
d)m)k/,
lembab
8.
demit
8.
d)mit/,
kikir
9.
dengkal 9.
d)\Ðl/,
nakal
10. depuk
2.
10. d)puk/,
wang olih sekaa barong bangkung. Pidabdab punika taler satmaka jalaran nglimbakang miwah nglestariang kasenian tetamian para panglingsir nyabran nganem bulan apisan. (was)
BARONG BANGKUNG – Satmaka sampun manados cihna rainan Galungan lan nuju rainan Kuningan, pastika kapanggihin sesolahan barong bangkung. Nglawang sané kairing antuk tabuh bebatelan inucap ring kahanané mangkin ketah kamargiang olih alit-alit sané ngranjing ring sekaa barong bangkung.
Ngiring Patapakan Ida Bhatara Sesuhunan
Bencingah
Basa Bali
raris kajantenang yéning rupan Ida Bhatara Wisnu pinaka bawi ring satua Purana s a n é kanggén tetuladan m a karya barong bangkung taler kanggén ngla-
ikat
Ngawit Wewidangan Banjar Kantos ”Liwat Balé Agung” RERAINAN Galungan sané rauh nyabran 210 raina apisan wantah macihna pisan. Napi malih majeng krama Hindu. Kahanannyané taler kantun ramia duaning ketah kapanggihin sekaa barong bangkung sané nglawang satmaka dresta saking panglingsiré kantun becik kamargiang. Wénten taler parikrama tios sané kamargiang olih krama pinaka dresta, minakadi ngiring patapakan Ida Bhatara Sesuhunan lunga malancaran. Parikrama malancaran saha nyolahang barong ring sajebag banjar utawi désa taler kamargiang olih krama panyungsung patapakan Ida Bhatara Sesuhunan sané marupa barong, rangda miwah sané siosan. Sakadi sané kabaosang Jero Mangku I Ketut Sutiyasa, Jero Mangku Pura Dalem Harum Nyelati, ri kala rainan Galungan majanten kamargiang pidabdab ngiring Ida Bhatara mamargi utawi “ngunya” ring sajebag wewidangan Banjar Nyelati. Kajantenang tetujonnyané satmaka jalaran Ida Bhatara macecingak ring panjak utawi krama ring raina inucap. Wusan mamargi irika wawu
kalanturang bénjangnyané utawi ring Manis Galungan antuk malancaran liwat balé agung utawi nglintangin wates désa, sané ketah kamargiang wantah ngalérang rauh ring wewidangan Désa Selat Péréan. Indik pamarginnyané kakawitin saking jam kutus semeng, sakéwanten pungkuran puniki pidabdab inucap kamargiang ring raina Galungan lingsiran utawi ngraris riwusan Ida Bhatara ngunya sajebag wewidangan Banjar Nyelati. “Ida Bhatara jagi mamargi tur masolah ring genah-genah kramané mapupul ngaturang upakara taler sembah pangubhakti. Ri kala wénten kacuntakan utawi krama sané kalayusekaran ring wewidangan banjar, sinah dresta inucap kamargiang ring galah sané tiosan minakadi ring raina Pamacekan Agung, Kuningan miwah sané siosan. Cutetné sadurung raina Buda Kliwon Pahang sampun polih mamargi duaning tatkala punika wantah tanjek piodalan ring pura linggih patapakan Ida Bhatara Sesuhunan,” baos dané. Parikrama ngunya taler kamargiang olih krama ring sa-
jebag wewidangan Desa Blahkiuh, sakadi sané kabaosang olih Jero Mangku Wayan Masna, Jero Mangku Pura Dalem Majapahit Blahkiuh. Pidabdabnyané kamargiang ring raina Manis Galungan miwah Kuningan utawi ping kalih nganem bulannyané sakéwanten yéning kahanannyané kirang becik sinah dados apisan kémanten. Tatkala kamargiang, kramané jagi maturan ring soang-soang lebuh pakarangan, sakéwanten patapakan Ida Bhatara Sesuhunan wantah mamargi tan padagingin antuk masesolahan tur banten kramané jagi kasiratang miwah kapaicayang tirta lan bija kémanten olih Jero Mangku. Irika taler kamargiang parikrama nglawang ring galah sané nénten kajantenang sakadi ngunya i wawu. Tatkala punika wawu patapakan Ida Bhatara jagi masolah ring ajeng soang-soang lebuh paumahan kramané tur kamargiang kantos liwat balé agung sané wates ipun nganutin saking kahanan kramané tatkala punika. Tetujon saking nglawang punika kabaosang dané wantah ngundang sekancan bhuta kala ring soang-soang paumahan krama
Dura désa
Barong Banyuwangi
Kasenian Asli Suku Osing Kemiren BANYUWANGI wantah sinalih tunggil kabupatén sané makéh madué tetamian seni lan budaya. Sinalih tunggil kasenian kuna sané kasub wantah Barong Kemiren utawi kasub kasengguh Barong Banyuwangi. Kasenian kuna puniki wantah kasenian asli suku Osing Kemiren. Kasenian barong katengetang pisan. Barong Kemiren puniki mapaiketan pisan ring kawéntenan Buyut Cili. Ring raina sané sampun kajantenang, barong inucap pastika polih kaupacarain taler katuran sesajén. Ring basa Sansekerta, barong mateges maruang. Satios punika, barong taler martos sesolahan sakadi beburon. Antuk punika, barong kategesin pinaka sinalih tunggil kasenian sesolahan barong. Ring Blambangan utawi Banyuwangi, wénten tetiga soroh barong, minakadi; Barong Kemiren, Barong Perejeng, miwah Barong Using/Blambangan. Barong kacaritayang mawit saking payudan kalih bangsawan sakti saking Bali miwah Blambangan, ipun wantah
Manik Bedewang miwah Alit Sawung. Sang kalih marupa macan ageng miwah kedis garuda. Sang kalih pamuput dados siki sangkaning pituduh Widhi taler rupan sang kalih masikian. Indik busana, soang-soang busana ring sesolahan barong madué teges taler tetuek. Kampid garuda mateges saling gelut, saling precaya majeng sesamén krama. Tenggek garuda majeng ungkur mateges patut matur suksma antuk matolihan ka ungkur, miwah matan garuda mateges prasida manggihin samian kahanan kauripan. Nyabran upacara sané kamargiang krama suku Osing, kawéntenan
mangda medal ka pamesuan jagi nonton sesolahannyané tur nénten ngulgul krama sané nuenang paumahan. Punika mawinan nglawang patut kamargiang ring makasami pamesuan paumahan krama. “Sané patut kauningayang, parikrama ngunya ring raina Manis Galungan kamargiang olih sesuhunan saking sajebag Jagat Blahkiuh sajabaning saking Pura Dalem Suargan duan-
ing pangunyan Ida wantah ring raina Paing Galungan. Ring raina Kuningan wawu makasami ngunya sinarengan. Pidabdab nglawang wantah kamargiang olih patapakan Ida Bhatara Sesuhunan saking Pura Dalem Majapahit sané maparagayang Barong Landung antuk sesolahan lanang istri taler mapupuh minakadi Sinom wiadin Ginada taler mawewangsalan,” dané nartayang. (was)
SESUHUNAN – Nénten wantah nglawang barong bangkung, ring rerainan Galungan-Kuningan taler kapanggih pidabdab ngiring Patapakan Ida Bhatara Sesuhunan ngunya wiadin nglawang kantos liwat balé agung.
barong setata kautamayang kasolahang. Minakadi ring acara agama sané kawastanin Barong Ider Bumi, selametan désa, miwah Tumpeng Sewu. Ring upacara Ider Bumi, wénten petang soroh sesolahan barong sané patut kasolahang taler madué carita s a n é matios-tiosan. Makapatpat barong inucap luiré; Barong Tua, Barong Remaja, Barong Anakanak, m i -
wah Barongsai. Makapatpat soroh barong punika wantah niyasa krama sané meneng ring Désa Kemiren. Yéning barongsai ring upacara inucap wantah niyasa ngajiang kawéntenan krama Tionghoa. Yadiastun ketah kasolahang ring upacara-upacara sakral, sané mangkin wénten taker barong sané kakaryanin pinaka hiburan utawi barong profan. Barong inucap ketah kasolahang ring acara pawiwahan, khitanan, miwah pagelaran seni tiosan sané tetujonnyané wantah pinaka hiburan. Kawéntenan barong puniki taler matetujon pinaka utsaha nglestariang kasenian barong, pamekas ring Banyuwangi. (pusdat/berbagai sumber)
Nyastra
Redité Wagé, 28 Juli 2019 LUH Drupadi tumbén inguh dinané nika. Yén di umur dong suba antes ngantén. Yén alihang buin suba antes ngelah sentana. Sakéwala, kayang jani enu demen dadi anak luh genten. Jatiné liu anak muani ané ngorahang demen tekén ia. Kéwala, sabilang anak muani maekin makejang tusing demenina. Ia nawang ada ané kanti ngalihang lengis colék, sengégér apa adana. Masi tusing mintulin. Misi nuturin nyen ia. “Lamun lakar ngalih tiang eda ja ngéndah pélag. Eda kanti nganggo sengégér nganggurin tiang.” Anaké ané nganggurin jeg prajani pesu peluh pidit krana tawanga dayané lakar ngalih déwékné. Ia ipidan ada mesenin. “Luh, karman Luhé ada di Kamasan. Ditu ia lekad.” Tusing sanget ngugu Luh Drupadi krana dugasé ento ia enu marasa tekén déwékné cerik buina enu demen malali lan malajahang awak. Luh Drupadi demen tekén isin keneh, demen tekén isin rasa. Sabilang ada anak nuturang kasujatian dadi manusa, ia tetep ada, tetep ningehang kanti ané palajahina neket di kenehné. Dedemenané masi ngalih tongos ané madan ening. Di segara ada tongos ening, ia kema ngrastitiang awakné. Di gunung ada tongos melah, ia tangkil kema. Sabilang dina melah, maan dogén ia ngisinin kenehné baan pajalan idup. Ping kuda-kuda reramané ngorahin apang énggal dogén Luh Drupadi ngantén tetep tusing nyak. “Enu demen malajah. Enu demen padidian, Pa,” kéto ia masaut. Reramanné med ngorahin lantas adinné ngamalunin ngantén. Ia tusing masi marasa jejeh tekén awak. Baan inget, ada ané ngorahang karmanné ada di Kamasan. “Pa, tiang lakar ka Kamasan.” “Ngujang kema, Luh?” “Lakar meli wayang Kamasan, Pa.” “Dadi joh pesan meli wayang? Dini dogén ada ngujang lelehé alih.” “Yén di Kamasan maan nepukin carané ngambar wayang, Pa.” “Ooooooooooooooooo kéto.” “Nah, nyén lakar ajak kema?” “Padidian.” “Padidian?” “Beneh. Nyén ajak? Lekad padidian, Pa.” Bapanné tusing buin nyangetang sentanané. Suba tawanga ia bisa ngisi kenehné. Luh Drupadi nyemak sepéda motorné. Ia majalan ka Kamasan. Di jalan, ia makeneh-keneh. “Dadi i déwék buka kéné jani. Ipidan liu anaké nglemesin ngorahang demen, tusing ada ané nyet di keneh. Dadi jani mantas orahanga karmané di Kamasan suba kema. Nah yén saja buka munyin anaké ento? Yén tusing, ngujang lantas kema? Ngaé jengah dogén. Ah, ngujang ento sangetang. Jalanin dogén, kija ja lakuna batisé majalan lakar jalanin. Ané penting, iraga tusing malaksana singsal.” Tusing sanget kéweh Luh Drupadi ngalih Désa Kamasané. Désa Kamasan suba liu ané nawang. Tongos anak ngalih gambar wayang Kamasan. Tongos anak ngalih pis bolong. Tongos anak ngalih bokor selaka. Anut tekén adané Kamasan, ‘bibit ané melah’ ento
Ngalih Arjuna di Kamasan IBW Widiasa Keniten ngranayang sabilang gaéna nuldulin rasa kalangen. Wayang-wayangné magenepan ada. Satua Ramayana, satua Mahabrata, satua Sutasoma, lan ada satua Diah Tantri. Sinah suba demen tekén satua-satua ané utama ento. Tusing nyidaang ngambar yén tusing nawang isin satuané. Isinné tawang sinah gambaranné mataksu. Ané sanget demenina tekén Luh Drupadi, tuah di Kamasan dogén uli ilu ngambar wayang. Wayang tan bina nyatuang lelampahan idup manusané. Sinah ada melah, ada ané tusing, ada beneh ada pelih. Dadinné rwabhinéda matemu. Tongos wayangé masi ada di kenawan ada di kébot apang dacin idupé tusing baatan anéh. Ipidan ia ngelah timpal madan Ayu Sri, timpalné demen masi ngambar wayang. Orahanga uli pekakné suba ngambar wayang kanti jani. Temontemon kawitanné marupa kabisan ngambar wayang. “Ngujang dadi wayang tamianga tekén kawitanné?” kéto Luh Drupadi matakon. Makenyem Ayu Sri. “Man, apa lantas tamiang lénan tekén gegambaran
idup? Sesai iraga ngambarin idupé ené. Ada melah, ada jelé. Ada sebet, ada bagia. Ada tegeh ada éndep, ada tuna, ada dueg. Tuah akétoan dogén isin idupé. Nah ja inget-ingetang. Bekel tuah akétoan. Bekel ané lakar setata marengin pajalan idupé. Kija ja iraga masi ngaba lawat idup. Lawat pinaka wayang idup iragané.” Jeg engsek Luh Drupadi mara maan munyi buka kéto alah caket bibihné. “Malah ja matakon. Sajan bibih tusing nawang tongos. Dadiné i déwék ené tusing taén inget tekén wayang idupé kalahanga tekén Ayu Sri? Lek jengah numitis, tusing bisa tekén paileh idup.” Takonanga umah timpalné . “Drika paak ajak banjar umahné.” Luh Drupadi majalan menang kangin. Suba ada tepukina gegambaran wayang liu ngenah. “Sinah ené umahné Ayu Sri?” Ia macelep sinambi ngamaksanayang déwékné, “Om Swastyastu.” Ada anak tua pesu. “Patut puniki jeroné Ayu Sri?” Luh Drupadi matakon. “Patut, Ibu saking dija?” “Tiang timpalné.”
“Rarisang munggah.” Luh Drupadi ka balé daja. Makejang maukir tampul umahné kayang témbok balé dajané. Gambaran wayangné magantung di temboké. Sabilang wayang tlektekanga tekén Luh Drupadi. “Kéné melah wayang Kamasané. Antes suba makejang demen mai. Ené ada Déwi Saraswati. Déwi Saraswati pinaka lingga sarwa kaweruhané. Sesai nyurat Déwi Saraswati, sesai ngambar Déwi Saraswati sinah sayan malingga Ida di keneh. Antes suba Ayu Sri tusing énggal gedeg. Kéné isin kenehné.” Ia nlektekang angsané mabulu putih di betén Déwi Saraswatiné. Angsa pinaka kawicaksanaan. Sang maraga pradnyan sinah sayan wicaksana. Kéweh gedeg, tusing ngagu ngaba keneh. Ia nlektekang tunjungné. Ané pinaka linggih Déwi Saraswati, “Tunjung idup di enduté, bungané ngamiikang gumi. Ia nlektekang rebab Déwi Saraswatiné, rebab ngwetuang rasa kalangen ring Hyang Suksma. Ia masi nlektekang ganitriné, pinaka niasa kaweruhané tusing pegat-pegat. “Yadin ririh enu liu paplajahan,” kéto Ki Dalang Tangsub nyurat di geguritan Basuré. Buin jebosné sagét ada nundikin. Luh Drupadi makesib. “Ampura,” kéto Ayu Sri mamunyi. Luh Drupadi makesiab krana timpalné mabaju sarwa petak. “Suba dadi tapakan jani?” “Orahina ngayah tekén leluhuré. Maan sakit ipidan. Yén sing nyak ngayah, ditu orahina ngayah. Makeneh-keneh masi tiang. Dini malu ngayah pragatang di guminé. Manian ditu ngayah di tongosé Suung nglanturang ngayah ané tusing sida pragat di guminé.” “Man kénkén jani tiang ngomong?” “Patuhang dogén cara ipidan. Tusing kénkén. Iraga patuh kenehé buka ipidan. Tumbén ka Kamasan, lakar ngujang?” Luh Drupadi tusing bani nyambat kenehné. Kimud nyambat ané tusing antes sambat tekén Ayu Sri rasaanga suba tegeh tongosné. “Iseng dogén. Meled malali apang maan ningalin wayang Kamasan.” “Ooooooooooooooooo kéto. Lamun kéto, ditu ada buin gambar wayang.” Ayu Sri nyemak gambar wayangné ané tondén pragat. Dugasé nika, Ayu Sri sedek ngambar Arjuna matapa. Sang Arjuna ngranasika apang maan Pasupati Sastra. Liu gegodanné nekain, ané pinih ngenaha ada Momosimukha. Ada dedari Supraba ané mapi-mapi lek nyambat demen tekén Arjunané. Dedariné méndahan tepuk polahné apang lebar tapanné I Arjuna. Masi tetep I Arjuna kukuh matapa krana inget lakar ngrajegang gumi. Luh Drupadi alah kadaut kenehné tekén gambar wayang Arjuna matapa. Ia matakon di keneh, “Buin pidan suud matapa Arjunané ené?” Ipidan ané ngorahang karmané ada di Kamasan madan I Nyoman Arjuna. “Dadi wayangé ené negul keneh déwéké. Apa ené Nyoman Arjuna?” Luh Drupadi tusing med-med nlektekang gambar Arjunané krana di kenehné mamunyi kéné, “Suba uli pidan antiang, dadi mara teka?” Luh Drupadi kememegan. -0-
Ida Wayan Bagus Putra Santosa
Satua
Nelebin Sesolahan Mawit Kantun Alit EMBAS ring kulawarga sané raket ring widang kasenian ngawinang Ida Wayan Bagus Putra Santosa manados seniman saking alit. Mawit kantun alit, Gus Putra—sapunika dané ketah kasambat sampun nelebin widang seni sesolahan sané kaajahin olih kulawargan dané. Pungkuran, dané ngawit sareng masolah pinaka pragina drama tari Gambuh sané kawentuk olih Pasraman Bajra Jnana, Banjar Triwangsa, Desa Budakeling, Karangasem. Sesolahan Gambuh wantah sinalih tunggil sesolahan dramatari sané gerakannyané rimit. Gambuh kocap kabaosang pinaka dasar taler sumber saking makudang-kudang soroh sesolahan klasik Bali. Ring sesolahan dramatari Gambuh puni- k a , G u s
I Belog Mantu (7) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) KAGELISING satua, mani semengané pradang teka I Belog ngajakin luas ka alasé ngalih ubi. Suba yatna ngaba prabot, tambah, kandik tekén arit gedé. Bapan Luh Sariné masi kéto, pada tragia tekaning takilan gedé tegena. Nah suba jani teked di alasé, mamunyi I Belog kéné, “Bapa, melahan ja pada mangkuhan. Bapa dini ngalih ubi, né apa punyan ubi liu pasaja dini, depang icang ditu di sisin pangkungé malihan.” Masaut bapanné Luh Sari, “Nah kema té suba cai, depang bapa dini.” I Belog lantas ia nylisih ka sisin pangkungé, ada punyan tiing emben. Ento kandika bungkilné, ingenan ené amun-amun lengené gedénné. Suba liu ia maan, laut wadahina kisa gedé, dadi duang kisa batu mamaat. Suba reko sanja sing ia menékan. Bapan Luh Sari kenyel suba ngebét ubi, pelan suba liu pesan ia maan. Liatliat masih sing teka I Belog, laut seduk basangné, lantas gagaha takilané keneng-keneng ia madaar. Jani mara teka ia I Belog, suba saru-saru mua magrégohan negen bungkil tiing. Lantas ia makaukan, “Bapa, Bapa, kénkén suba liu maan ubi? Dong jalan mulih.” Masaut bapan Luh Sari, “Suba né apa, endén malu bapa nu nudul. Cai kénkén Belog, dong sing madaaran, kadén bapa cai suba mulih, malah nelahang nasiné.” Masaut I Beloh, “Nah depang icang suba, jalan ja mulih.” Pragat ia pada mrantosin tategenané, pada mawadah kisa gedé masanan tambah, ia majalan mulih. Teked jani suba paek umahné, ada kayehan ditu mrérén bapan Luh Sari ngajakin manjus. Pada ngejang tategenan mapunduh, pada manjus. I Belog malunan suud, manyaru awakné dingin ngetor. Mamunyi ia sambilanga ngejer, “Bapa icang maluan ja mulih, awak icang dingin.” Masaut bapan Luh Sari, “Nah kema ja!” (Masambung)
P u t r a polih masolah pinaka Prabu Mataram. Daweg raina Saniscara, 29 Juni 2019 lintang, dané kasarengin sawitrané kajudi nyolahang Dramatari Gambuh ring kalangan Angsoka pinaka duta Kabupatén Karangasem ring Pesta Kesenian Bali. “Tiang seneng prasida ngibur krama tiosan antuk masesolahan. Yadiastun ri kala péntas, naen tiang lali ring mabebaosan napi sané patut baosang tiang. Aget tiang prasida nglintangin samian punika. Tiang marasa bangga prasida masolah ring Pesta Kesenian Bali,” baos dané. Kasenengan siswa kelas 6 SD Insan Mandiri Amlapura puniki majeng sesolahan Gambuh ngawinang dané mapangapti kapungkuran mangda prasida dados panguruk masesolahan pamekas sesolahan Gambuh majeng alit-alit wiadin krama tiosan. Sapisanan pinaka utsaha nglestariang sesolahan Gambuh pinaka sinalih tunggil kasenian Klasik Bali mangda ajeg kawéntenané kantos kawekas. “Sesolahan Gambuh yukti makanten sukil. Sang pragina patut waged masolah
taler mabasa Kawi. Yéning sampun madasar seneng, samian sané kamargiang pastika marasa dangan tur ngawinang liang. Sakadi sané setata kaajahin olih kakiang tiang, aji, miwah kulawargan tiangé,” baos anak alit sané embas daweg 20 Januari 2007 puniki sinambi makenyem. Yadiastun rimit taler nénten dangan, nanging Gus Putra ngangken marasa seneng prasida nyolahang dramatari Gambuh sané pinaka kasenian klasik. Napimalih kantos prasida masolah ring Pesta Kesenian Bali pinaka duta Kabupaten Karangasem. (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 13.edsib)tn/, Dé Sibetan,
mtpÓpÀelonÂnÑnin/,
mataptap alon nandanin, \n)dun*,
nganedunang, s*hyumtil(,
Sang Ayu matilar, denÑodenÑopm(gien,
dando-dando pamarginé, kditnßnÓ¡kÉ&khê±n/,
kadi tan mantuk ring kahyun, mtil(sk&eto;l\Ð^,
matilar saking Toh Langkir, kdu*kdiklulutn/,
kadung kadi kalulutan, r&peyognuæenwwu,
ring payogan sané wawu, sidm\áihinuædÉs,
sida manggihin sadrasa, mnu\ál*,
manunggalang, útÓmn&ms)mai,
utamaning masemadhi, rssuktnÓnÑi\n/.
rasa suka tan tandingan.
Saking Langit Bali Jatiluwih Mawit saking sétra lawas Jaton Ayu nguni kawastanin Mangkin kaloktah Jatiluwih Genah cariké sané maundag-undag Irika pertiwi kupapira Nganutin Tri Hita Karana Yukti luwih nganyudang manah Taksunnyané tan patanding Akéh tamiu sané ngrauhin Angob ngantenang kahanan luwih Wénten saking dura negara Taler wisatawan nusantara Jatiluwih sampun subaga Ring sawewengkon dura negara Jatiluwih sampun kaangken Pinaka warisan budaya dunia Ketut Sugiartha
8
Minggu Wage, 28 Juli 2019
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Soneta Sebuah Buku
Setumpuk Jerami
Serombotan
Setumpuk jerami menghadap negeri Pahlawan sejati angsoka pertiwi Hidup sekali berbuah padi Jasad mati darah nadi
Kadang aku disebut pustaka, terdengar seperti peninggalan Masa lalu. Ada yang mengibaratkan jendela dunia Tapi aku tak kan membawamu ke mana-mana jika Kau tak melintas lewat daunku yang terkuak
lima sayur peladang baik hati sambal dari cabe peladang baik budi lima kacang peladang bijaksana jadi satu di depan kita Setumpuk jerami meregang nyawa Menetas pagi mengeram senja hadiah dunia Peluh petani hirup berjuta melalui seorang ibu Pada pertiwi berbalas jasa Adalah sia-sia menjemputku menyodorkan dengan tangannya di toko buku jika kaubiarkan tak berdebu Setumpuk jerami menjadi abu Aku bertapa dalam rak. Hangus di bumi hangat di kalbu Kendati kau pikir aku berharga, jangan bimbang Pejuang mati anak beribu Aku bukan semacam kekasih tak tercium bau tuba Dalam hati didamba selalu yang minta dipuja menyebabkan benci Aku takkan bicara kepada seisi bumi I Gede Suwartama jika kau tak menyapa jangan bimbang 21619 tercium aroma Aku ini entitas pasif tak bersuara menyebabkan cinta Tapi jika kau mengajakku kepada penghuni semesta berdialog dengan cerdas Aku kan bicara ladang yang menyebabkan murka dengan kepintaran yang kaudamba hilangkan dari ingatan ladang yang membuat amarah jiwa kelir ruang luas Dan jika kau lelah lupakan cintaku, lupakan tampak lembut sesungguhnya keras Aku tak kan protes, ladang yang membuat garang lebih keras dari padas selalu menunggu dengan sabar jangan lagi dikenang Siap berbagi gagasan yang kuperam di dalamnya bercerita sebelum menyantap Dalang terlihat muda Ketut Sugiartha kita saling tatap sesungguhnya tua 2019 ingatkan diri masing-masing lebih tua dari dunia pada dunia tak selamanya berpaling tak kukatakan Serombotan, sayur khas Kota Klungkung yang Dia ceritakan IDK Raka Kusuma cerita yang sama istri bergegas dari tidur (2019) kita tafsir berbeda sebelum para tetangga menyiapkan cinta kita kisahkan lagi tak sama di rumah daur baur hanya kukatakan betapa terharu yang diceritakan dengan tulus ia hidangkan sarapan kehidupan penghuni dunia pada sepetak penantian skala dan niskala yang mengharu biru yang pernah ada yang kini ada lalu tak terasa yang belum ada sepotong pagi telah ia tanak Hujan Salah satu porsi cerita telah masak duduk bersama di tempat yang sama Musim di Matamu I Wayan Esa Bhaskara kita khidmati ucapan Dalang (2018) di bawah lampu berbentuk Wayang pada angin kering yang melintas di beranda tafsirmu IDK Raka Kusuma engkau bertanya: siapa yang mencatat kesetiaan (2019) musim yang kadang berlalu tak meninggalkan pesan
Kelir
I Wayan Nuriarta
Dapur
I Dewa Komang Mahadewa
Elegi Yeh Sungi
lengang tak ada jawab hanya semacam gumam yang lewat mungkin lubuk menyimpan wajah-wajah tak terduga
: Mangku Lanus Sumatra
lalu kau terbayang sawah-sawah ada padi dan rumput yang tumbuh sungai-sungai di luar kota berkelok alir pada keras batu batu merawat ikan ikan sepi bersama lumut nyeri dan senja seperti kamar temaram yang memelihara lukisan panorama berjarak dari renik rahasia butiran tanya itu menjelma mendung yang menempuh kemarau mendaki bukit bukit hampa meninggi mengawang dalam kelembaman hingga tebaran garam dari tingkap langit menjadikan bulir air merintis gerimis yang mengiris mekar menjadi hujan yang menumpahkan segala ingatan pada luka kata
Bajra Bagaskara
Fotografi
Menyusuri Pagi karya Gabriella Okki Alfian PENGGEMAR fotografi yang hobi traveling wajib menguasai teknik-teknik fotografi di luar ruangan (outdoor). Tentunya kurang afdol jika berwisata ke sebuah destinasi tanpa meng-
abadikan tempat-tempat yang indah atau momen-momen yang menarik. Pencahayaan alami atau pencahayaan yang mengandalkan sinar matahari merupakan
Pengawal Kuda karya Gede Sudika Pratama
Budhi Setyawan Jakarta, 2015
Dari jauh kenangan itu mengalir Menyelinap di sela bebatuan kali Senja menabur angin kering Pada dedaunan yang rindu gerimis Di tepi Yeh Sungi aku terpekur renungi batu Yang tak lagi berbagi senyum seperti dulu Burung-burung pun bersenandung parau Kehilangan biji-biji yang direnggut kemarau Tak lagi air Yeh Sungi bening Padanya limbah senyawa asing Bersekongkol keruhkan kali Engkau yang berstana di pura beji Bergeming diliput kabut dupa wangi Entah menyimak rapal doaku yangsunyi Ketut Sugiartha 2019
Fotografi ”Outdoor” dengan Pencahayaan Alami unsur penting dalam fotografi outdoor. Pencahayaan yang bagus biasanya terjadi waktu pagi atau sore hari. Golden time yang biasanya sangat bagus untuk mengambil gambar pada pagi hari umumnya pukul 05.00-07.00 dan pukul 16.00-18.00 pada sore hari. Pencahayaan alami memang merupakan pencahayaan terbaik untuk mengambil foto, tapi hindari memotret pada siang hari. Pada saat itu, matahari berada tepat di atas kepala dan menyinarkan cahayanya yang paling terang. Kamera kita akan terpapar cahaya yang terlalu keras dan tidak bisa dikontrol. Cahaya yang kuat tersebut juga biasanya dibarengi dengan bayangan yang tajam. Jika memang terpaksa harus mengambil foto pada siang hari, lakukanlah dengan berdiri di atas bayangan. Cara ini akan menciptakan efek dramatis pada hasil foto. Saat melakukan pemotretan secara outdoor, setting kamera untuk menangkap gambar dalam format RAW. Pada dasarnya, file foto dalam format RAW merupakan versi yang belum termodifikasi sama sekali atau dihasilkan langsung dari sensor foto kamera. Foto dalam format RAW mengandung banyak sekali jumlah piksel apabila dibandingkan dengan format JPEG. Mungkin hal tersebut akan memakan lebih banyak kapasitas penyimpanan kartu memori, tetapi pengaturan foto dalam format RAW memberi lebih banyak keleluasaan dalam proses editing. Mengatur ISO yang tepat
menjadi salah satu hal penting dalam fotografi outdoor untuk mengatur pencahayaan yang pas agar gambar terlihat pas. Jika memotret di tempat yang terbuka (outdoor), sebaiknya menggunakan ISO rendah sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu tinggi. Namun, bukan berarti kita tidak boleh menaikkan ISO. Ketika harus memotret objek yang bergerak cepat, kita harus menggunakan shutter speed yang cepat pula. Noise pada foto akibat tingginya ISO akan lebih susah terlihat. Kemudian setting aperture sekitar f/11 dan f/16. Bukaan lensa yang kecil tersebut akan membuat cahaya yang masuk ke dalam kamera menjadi berkurang. Keuntungan lainnya, penggunaan aperture
Gubuk di Tengah Rawa karya Mario Blanco
Bermain Bersama karya Komang Andika Dharmawan kecil cenderung menghasilkan gambar yang lebih fokus. Penggunaan filter polarisasi yang dipasang pada lensa kamera juga akan sangat membantu saat melakukan pemotretan di luar ruangan. Alat ini memungkinkan kamera untuk mengambil gambar dengan membiarkan cahaya masuk pada angle tertentu. Dengan memutar filter sesuai keperluan, kita bisa menghilangkan silau dari sinar matahari. Selain itu, filter polarisasi juga mampu menghilangkan refleksi yang muncul ketika kita memotret jendela, air, dan sebagainya. Untuk hasil foto yang lebih tajam dam maksimal, tidak ada salahnya menggunakan tripod. Selamat memotret di luar ruangan! (ian)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Wage, 28 Juli 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Receptionist,HK & Spv HK E: theapartmentscanggu@gmail.com
Urgent! Bar Girl,Waitress, Cook,Chasier. Sent CV to Mamas German Rest Telp.754831 kadimamas@yahoo.co.id
Dicari Pemborong unt bangunan Lt.3 Luas 1100m2. 081339102188
B.BP.001.07.19.0000867
Dcr Marketing Properti,Wanita 20-30th,Pglmn Min 1th,Gj 2,5jt Bonus,BPJS Hub:085339318820 Email:ruditheonebali@gmail.com B.BP.001.07.19.0000852
Dcr Pgw Hotel Kls Melati Tmtan bbs,Gatsu Brt Hp.081236297575 B.BP.001.07.19.0000870
B.BP.004.07.19.0000858
B.BP.001.07.19.0000754
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps. Gaji 2 Juta SMS/WA 0816571027 B.BP.004.07.19.0000861
Dicr 2 Cook,Chops Meat & Gin.082 247101089.E:aariputu@gmail.com B.BP.001.07.19.0000832
Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th BsKerjaTeam.Hub:082145707300
Dcr S1/D3Tek.Mesin,Singel,Komputer,SIM C/A,Akan di kursuskn Utk Konsul.Tek Hub:0811395185
Dicr QC u/ Garmen Jl.Gn.Guntur No.882-883 Dps 0361-8450511
B.BP.001.07.19.0000828
B.BP.001.07.19.0000859
BIRO JASA
B.BP.001.07.19.0000426
KURSUS
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUKO
BUC Dijual Rumah di Saba dekat Rumah Sakit Kasih Ibu, 100m2, 2KT, 1KM, Carport, 300 jutaan Hubungi : 082141296158
Jual Ruko Jl.Kartini No.33 Dps Uk 5,5x18m Nego 081239588889
B.BP.004.07.19.0000863
Rmh LT.160 LB.140, Lotus Garden Jl.Jepun Kuning 3,085228387360 B.BP.001.07.19.0000834
Rumah LT100M2,3KT,2KM,Dpr,R.Tm Grsi.Lok Strtgis Ubung-DPS Utr Hrg700 Jt Nego Hub:085253633843 B.BP.001.07.19.0000862
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Kav Bypas Kediri Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433
B.BP.004.07.19.0000099
B.BP.004.07.19.0000841
PROPERTY DISEWAKAN TEMPAT
Over Kontrak Spa,Jl.Melasti No 22 Legian Kuta, WA:087750699656 B.BP.001.07.19.0000856
KEHILANGAN HlgBPKBNo.A5567802-ODK8167 AV An.I Wayan Darman,Dps B.BP.001.07.19.0000857
PRIVATE ***Menerima Les Bahasa Inggris Hub:081353003120 B.BP.001.07.19.0000860
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
10
Minggu Wage, 28 Juli 2019
Mendatar: 1. Pura di Bali ; Satu Pura Pusat dan 18 Pura Pendamping 5. Lumbung beras bali 9. Logam berwarna putih 10. Obat yang bekerja membantu bekerjanya obat lain 11. Serum anti tetanus 13. Diam pikirkan sesuatu 15. Dibalik ; Sendi senyawa antara tulang yang hubungannya berupa gerigi yang berpautan satu sama lain. 16. Gembira 17. Karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa yang dapat menggugah rasa. 19. Lumatkan ; Giling 20. Makanan pokok penduduk Indonesia timur 21. Lucu 22. Di ujung jari 25. Tidak beruntung ; Sial 28. Tata surya 30. Liar 31. Jenis gula yang aman dikonsumsi penderita kencing manis 32. Tuang 34. Satu peradaban yang sangat berpengaruh di Eropa pada abad ke-15. 35. Babak 36. Dibalik ; Gula-gula 37. Selatan ; Kanan (Klasik)
Vaksinasi pada Wisatawan
Vaksin Wajib, Rekomendasi atau Rutin? VAKSINASI adalah proses pemberian bahan/substrat yang nantinya diharapkan dapat memicu sistem imun tubuh untuk mencegah suatu infeksi mikroorganisme. Vaksin dapat diberikan kepada bayi yang baru lahir, anak-anak, remaja, serta orang dewasa. Wisatawan yang akan bepergian ke luar dari negara tempat tinggal juga harus diberikan vaksinasi tertentu untuk mencegah terinfeksi oleh bakteri atau virus tertentu, sesuai dengan daerah tujuan wisatawan. Vaksin yang diberikan bersifat individual, tergantung dari riwayat vaksinasi pada wisatawan sebelumnya, daerah/ negara yang akan dikunjungi, tipe dan lama perjalanan, serta waktu yang tersedia sebelum keberangkatan. Vaksinasi pada wisatawan dikelompokkan menjadi vaksin rutin, vaksin rekomendasi dan vaksin wajib. Efektivitas vaksinasi pada wisatawan akan maksimal apabila diberikan beberapa minggu sebelum perjalanan wisata dilaksanakan. Pada umumnya vaksinasi pada wisatawan diberikan 4-6 minggu (beberapa buku menyebutkan 2-3 bulan) sebelum perjalanan, yaitu pada saat konsultasi pra-travel dilaksanakan, untuk mendapatkan efek proteksi yang maksimal. Wisatawan sebaiknya melaksanakan konsultasi pratravel pada travel-travel klinik yang tersedia di daerah masing-masing. Tujuan dari konsultasi pra-travel adalah untuk menilai risiko individual wisatawan di daerah wisata, untuk memberikan edukasi dalam mengantisipasi serta pencegahan risiko kesehatan yang akan dihadapi wisatawan, memberikan imunisasi penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, serta pengobatan preventif (seperti pencegahan malaria) atau self-treatment yang bisa dilakukan oleh wisatawan untuk beberapa penyakit atau sebagai pengobatan pertolongan pertama sebelum datang ke pusat kesehatan di daerah wisata. Vaksin Rutin Vaksin rutin adalah vaksin yang diberikan tanpa memandang apakah seseorang akan melakukan perjalanan atau tidak, dan vaksin ini adalah vaksin yang menjadi program nasional bagi satu negara. Pada umumnya wisatawan sudah mendapatkan vaksin rutin semasa kecil, dan mungkin memerlukan vaksin booster pada waktu tertentu. Menurut buku Yeloow Book/ Centre for Disease Control
Polio, YF, seasonal influenza, meningokokus, MERSCoV dibutuhkan oleh calon jemaah haji, terutama yang berasal dari daerah endemis penyakit tersebut. (CDC) tahun 2018 dan juga WHO, vaksin rutin yang harus di-update pada saat konsultasi pra-travel adalah vaksin Haemophylus influenza type B, Hepatitis B, Human papilloma virus, Influenza, Measles Mumps Rubella, Pneumococcal, Polio, Rotavirus, Tetanus Diphteri Pertussis, Varicella, Zozter. Vaksin hepatitis B direkomendasikan pada wisatawan yang akan mengunjungi daerah wisata dengan prevalensi hepatitis B ≥2% (Yellow book 2018). Vaksin hepatitis B sebagai vaksin rutin yang sudah diberikan pada masa bayi, harus dievaluasi titer vaksin untuk melihat efek proteksinya. Titer vaksin (Anti HBs titer ≥ 10 mIU/mL) dianggap masih memiliki efek protektif sehingga tidak perlu diberikan booster. Booster diberikan apabila titer anti HBs kurang dari titer tersebut. Vaksin wajib Vaksin wajib adalah vaksin yang diwajibkan pada orang untuk memasuki wilayah tertentu, seperti yang diwajibkan oleh International Health Regulatory (IHRs). Contoh vaksin wajib adalah vaksin Yellow fever untuk mencegah penyakit Yellow fever. Vaksin ini diwajibkan bagi mereka yang akan memasuki wilayah Afrika dan Amerika Selatan. Sebagaimana disebutkan oleh WHO, telah terjadi outbreak kasus Yellow fever dari 1 Juli 2017 sampai 28 Februari 2018, kasus yang confirm Yellow fever di Brazil adalah sebanyak 723 kasus, dengan 237 kematian. Oleh karena itu mereka yang akan memasuki daerah tersebut diwajibkan melakukan vaksinasi Yellow fever. Vaksin ini dapat mencegah penyakit Yellow fever dan terakhir pada tahun 2018, WHO pada tanggal 16 Januari 2018 menyarankan menggunakan vaksin ini satu dosis, minimal 10 hari sebelum memasuki daerah terjangkit Yellow fever, cukup memberikan proteksi seumur hidup, serta tidak diperlukan booster. Selain vaksin Yellow fever, vaksin meningokokus juga adalah vaksin wajib untuk mencegah penyakit meningokok, ditujukan terutama bagi para Jemaah Haji yang akan melaksanakan ibadah haji ke Arab Saudi. Pada tanggal 9 Juni 2019, WHO mengisyaratkan vaksin
Vaksin rekomendasi Vaksin yang secara medis disarankan berdasarkan risiko penyakit yang ada, terlepas dari ada atau tidak adanya persyaratan memasuki negara tertentu. Contoh vaksin kelompok ini adalah vaksin kolera, BCG, Tick Bone Encephalitis (TBE), Japanese Ensefalitis, rabies, meningococcal disease, hepatitis A and B, typhoid fever, traveler’s diarrhea. Vaksin kolera umumnya disarankan untuk wisatawan yang berkunjung ke daerah-daerah yang mengalami bencana alam atau kamp-kamp pengungsian. Vaksin kolera dapat diberikan peroral. Vaksin mencegah TBC diberikan pada wisatawan yang bepergian dalam waktu relatif lama pada daerah endemis tinggi TBC. Vaksin TBE diberikan pada wisatawan yang bepergian ke daerah endemis TBE atau wisatawan yang beraktivitas seperti hiking, camping di hutan. Vaksin JE diberikan pada wisatawan yang menetap > 30 hari pada daerah endemis JE atau < 30 hari tetapi banyak beraktivitas di luar ruangan. Vaksin rabies diperuntukkan pada wisatawan yang berwisata ke daerah endemik rabies. Selain pembagian tersebut di atas, vaksin juga digolongkan menjadi vaksin hidup/ dilemahkan, atau vaksin mati tergantung dari komponen vaksin tersebut. Contoh vaksin hidup adalah vaksin polio (OPV), varicella, Yellow fever. Pemberian vaksin hidup tidak disarankan pada penderita dengan imunodefisiensi seperti HIV atau membutuhkan persyaratan tertentu seperti jumlah CD4+ yang harus lebih dari 200 sel/mm3 sebelum diberikan vaksin hidup. Jadi pilihan vaksinasi akan tergantung dari daerah wisata yang akan dikunjungi serta kondisi imun seorang wisatawan. Vaksin bisa didapatkan pada seluruh layanan kesehatan yang menyediakan sarana vaksinasi. Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, SpPD-KPTI Dokter spesialis penyakit dalam, konsultan penyakit tropik dan infeksi Staf Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Pelaku Travel Medicine di RS Kasih Ibu Denpasar
Menurun: 1. Seni lawak bali 2. Pura terletak di wilayah bali selatan 3. Apitan yang berputar ; Penggilingan 4. Ladang padi di tanah kering 5. Tuil 6. Nama desa di Kec.Selemadeg, Kab.Tabanan 7. Sebuah merek hotel berskala menengah milik grup accor 8. Mendorong dengan tangan atau tubuh 12. Dipasang pada kaki ayam aduan 14. Tinggi, untuk badan 15. Pertunjukkan ; Tontonan 18. Kabar angin ; Desas-desus 19. Kakak laki-laki (Minangkabau) 22. Senapan mesin 23. Batuk seratus hari ; Batuk Rejan 24. Makelar 26. Bianglala 27. Ditawan sebagai jaminan 28. Pakaian jadi 29. Dibalik ; Juru tulis ; Kelerek 32. Tenang 33. Jalan
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 408 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 3 Agustus 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 11 Agustus 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 406 Mendatar: 1. Prambanan 5. Rupee 8. OKU 9. Smoker 12. Kupon 13. Angka 15. Ambu 16. Pra 17. Natal 19. IUD 21. Aset 22. Saur 23. DHF 25. TNT 27. Ban 28. Axe 29. Ide 30. ACI 32. GAM 34. THR
36. Mara 37. Amla 38. Tis 40. Gabus 43. SKA 44. Itai 45. Arrow 47. Ribet 48. Umpama 50. UIN 51. Atlas 52. GatotKaca (Gatot Kaca) Menurun: 1. Pulaki 2. Mask 3. Aso 4. Norma 5. Rukun 6. Puput
7. Etnologi 10. Mataram 11. Earth 14. Gudang 16. Pedet 18. ASN 20. USA 24. Firma 25. Temaram 26. Tartar 27. Bulgaria 31. Cai 33. Ayu 35. Hakim 39. Sewaka 41. Bebal 42. Situs 43. Saung 46. Rank 49. Ago
Pemenang TTS No. 406 1. Ni Wayan Sudiati Dsn.Ceningan Kangin, Desa Lembongan, Kec.Nusa Penida, Kab.Klungkung (HP:081-934-300-XXX) 2. Desi Megawati Jl.Raya Denpasar – Gilimanuk No.64, Kec.Pekutatan, Kab.Jembrana (HP:085-238-598-XXX) 3. Rabita Janata Rahmadani SD Negeri No.5 Sumerta, Kel.Sumerta, Denpasar (HP:081-999-686-XXX) 4. Ni Wayan Mandri Jl.Ngurah Rai, Desa Karangasem, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:087-862-657-XXX) 5. I Wayan Sukeh Jl.Nusa Indah No.3 Gianyar, Kab.Gianyar (HP:081-264-696-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Made Wirya Alamat: Br.Serampingan Kaja, Desa Megati, Kec.Selemadeg Timur, Kab.Tabanan (HP:081-805-559-XXX)
Burung Siberia Dikhawatirkan Tak Bermigrasi Lagi ke TN Sembilang WAHANA Lingkungan Hidup Sumatera Selatan menyebut burung-burung asal Siberia kemungkinan tidak akan mampir atau bermigrasi lagi ke Taman Nasional Berbak-Sembilang Kabupaten Banyuasin, jika dilakukan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api. Ketua Walhi Sumsel, Hairul Sobri di Palembang, Sabtu (27/7), mengatakan bahwa burung-burung asal Siberia Australia tersebut setiap akhir tahun datang ke TN Berbak-Sembilang mencari pasokan ikan yang berkurang di daerah asalnya karena pengaruh musim dingin. “Sementara saat ini ekosistem ikan di TN Sembilang posisinya terancam berkurang oleh perubahan bentang alam dampak aktifitas pembangunan KEK Tanjung Api-api,” ujar Hairul. TN Berbak-Sembilang seluas 202 ribu hektar lebih, menurutnya terdiri dari hamparan vegetasi hutan mangrove,
rawa belakang, hutan rawa air tawar, dan hutan rawa gambut, lokasi KEK Tanjung Api-api berdampingan langsung dengan TN tersebut. Selain itu, TN Berbak Sembilang sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2018 karena menjadi habitat Harimau Sumatera, Lumba-lumba air tawar dan berbagai spesies langka yang dilindungi serta terancam punah, sehingga perlu kebijakan serius untuk menjaganya. Walhi Sumsel menganggap karakteristik wilayah tersebut tidak cocok dijadikan pelabuhan dan kawasan industri, terdapat ekosistem tempat ribuan nelayan menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan yang akan terganggu dampak pembangunannya jika terealisasi. Sejauh ini, kata dia sudah ada alih fungsi hutan dan kerusakan hutan mangrove di lokasi KEK TAA, akibatnya pemukiman warga kerap dilanda banjir lebih tinggi dari tiga tahun sebelumnya. (ant)
BPM/ant
BURUNG - Puluhan juta burung migran dari berbagai belahan dunia menetap sementara di Semenanjung Taman Nasional Sembilang, Sungai Bungin, Banyuasin, Sumsel.
Warga Pesisir Tulungagung Tangkarkan Telur Penyu Langka SEJUMLAH warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Sanggaria, Desa Jengglungharjo, Tulungagung, Jawa Timur, pekan ini mengumpulkan telur penyu yang dipendam induknya di dalam pasir Pantai Jung Pakis, dan selanjutnya ditetaskan di penangkaran sementara. Aksi konservasi warga itu disaksikan oleh sejumlah pejabat dinas terkait, baik dari pariwisata, Bappeda, kelautan hingga perhutani setempat selaku pemangku wilayah. “Penangkaran ini rutin kami lakukan dengan maksud melindungi atau menghindarkan telur penyu dari ancaman predator alaminya, maupun juga ulah manusia,” kata Ketua BUMDes Mulyoharjo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Tomi Suryo Atmojo. Telur penyu yang berhasil
dievakuasi atau dikumpulkan warga pecinta lingkungan itu total berjumlah 158 butir. Namun delapan di antaranya kondisi rusak akibat pecah, warna menguning tanda pembusukan ataupun faktor lainnya. Menurut keterangan Tomi maupun anggota pokdarwis lain, telur penyu telah diidentifikasi sejak sebulan lalu. Mereka mengetahui dari jejak pergerakan penyu yang terlihat acak dalam luasan tertentu. “Jejak acak itu sengaja dibuat induk penyu untuk mengaburkan agar telur-telurnya yang dipendam dalam pasir sedalam 1,5 meter tidak digali dan ditemukan predator alami maupun ulah manusia,” kata Purjo Lompong, Ketua Pokdarwis Sanggaria. Dibiarkan selama sekian pekan, telur penyu yang lokasinya sudah ditandai itu kemudian dibongkar. (ant)
Minggu Wage, 28 Juli 2019
Kebutuhan Dasar Dalam menangani anak telantar, negara harus hadir. Yaitu bisa melalui panti asuhan, pengasuhan orang tua sambung, adopsi orang yang berhak atau yang lebih dekat. Negara hadir dengan adanya UU Perlindungan Anak. Namun dalam pelaksanaannya, Sri Wahyuni mengatakan, belum semua daerah khususnya Bali meratifikasi dalam bentuk Perda Perlindungan Anak di Bali. Penelantaran ini seharusnya ada negara hadir di belakangnya. Tapi negara tidak memiliki fasilitas yang cukup untuk memberikan pengasuhan yang terbaik kepada anak-anak telantar walaupun sudah dikatakan KLA (Kota Layak Anak). Dampak mental bagi anak-
anak yang telantar ini baik yang masih tinggal dalam keluarga maupun tinggal di institusi (panti asuhan, lembaga pengasuhan berbasiskan agama maupun layanan kesehatan universal) hanya memperhatikan kebutuhan dasar anak, yaitu makan, perumahan, pakaian dan pendidikan. Untuk mengisi mental anak ini karena dampak dari penelantaran itu dinilai belum optimal sehingga masih muncul anak-anak yang agresif, anak yang depresi, bahkan mengalami gangguan mental yang berat yaitu psikotik. “Tapi yang sering itu adalah gangguan mood, yaitu depresi atau gangguan afektif bipolar, karena mereka lebih banyak ingin sesuatu yang bagus, tanpa ada usaha yang kuat,” jelasnya. Ada juga anak yang menjadi sukses dan berhasil karena latar
belakang traumanya berbedabeda dalam merealisasi kehidupannya. Maka ia menjadi termotivasi untuk sukses. Walaupun berhasil, namun adanya latar belakang trauma penelantaran akan membuat anak tersebut mudah depresi, tidak pernah bahagia, tidak pernah puas. “Kelemahan-kelemahan mental pada anak-anak yang pernah telantar ini memang berdampak menjadi antisosial, dan sukses. Namun keduanya sama-sama berpotensi mengalami gangguan mental, rata-rata mengalami depresi,” ungkapnya. Dinas Sosial mendata ada 3.000 anak telantar, namun menurutnya bisa lebih dari itu. Karena anak telantar yang didata oleh Dinsos adalah anakanak yang ada di panti asuhan. Sementara kriteria anak telantar menurut UU Perlindungan
Target 2020
Kata Puspayoga pada tahun 2014, PDB Koperasi Indonesia tercatat 1,71 persen dan ditargetkan bisa mencapai lima persen di tahun 2019. Saat ini PDB Koperasi sudah mencapai 5,1 persen dan untuk tahun 2019 yang penghitungannya akan dikeluarkan tahun 2020, Puspayoga yakin PDB Koperasi bisa mendekati enam persen. ‘’Jadi yang diperlukan sekarang bukan jumlahnya yang banyak. Jumlah badan usahanya boleh kecil tetapi anggotanya diperbanyak,’’ tegas Puspayoga. Mengenai era digitalisasi terutama di era revolusi industri 4.0 ini lanjut Puspayoga mau tidak mau koperasi wajib meng-
gunakan teknologi. Ini pun sudah dituangkan dalam peraturan Menteri Koperasi dimana salah satunya adalah melakukan RAT dengan cara online. Langkah ini selain efesien juga efektif, namun dalam menerapkan teknologi, koperasi harus meningkatkan kualitas SDM-nya terlebih dahulu. ‘’Percuma punya teknologi tetapi SDM-nya tidak mampu mengoperasikan. Jadi sebelum menerapkan teknologi, tingkatkan juga SDM-nya,’’ ujarnya. Ketua Plt. Dekopinwil Bali Ketut Tiwi Efendi mengatakan, saat ini Bali memiliki 4.964 koperasi dengan jumlah anggota sebanyak 1.880.338 orang. Jumlah anggota ini mencakup 70 persen masyarakat dewasa yang ada di Bali. Ke depan diharapkan cakupan anggota koperasi bisa men-
capai 100 persen masyarakat dewasa yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota koperasi. Mengenai kekuatan koperasi di Bali, dipaparkan Efendi, modal sendiri yang dikelola sebesar Rp 3.033.000.000.000 dan mengelola modal luar sebesar Rp 9.818.000.000.000. Sementara SHU di tahun 2018 sebesar Rp 538 miliar. Kekuatan yang dimiliki koperasi yang ada di Bali ini membuat koperasi dipandang berpotensi untuk ikut memutar perekonomian Bali dan mensejahterakan masyarakat Bali. Karenanya untuk memanfaatkan kekuatan ini memerlukan sinergi antara koperasi dan tentu mengikuti perkembangan dan menerapkan teknologi. Wali Kota Denpasar Ida Ba-
Penuhi Syarat
Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. mengungkapkan, dari ratusan sekolah yang diusulkan mendapat sekolah ramah anak, hanya SMP Dwijendra yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai sekolah ramah anak tingkat nasional. SMP Dwijendra sukses memenuhi syarat sekolah ramah anak dengan konsep BARIISAN yakni sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman. Selain itu sekolah tanpa tindak kekerasan pada perempuan dan anak. Berbagai kebijakan kasek ikut mendukung program ini, yakni memberi pelayanan penuh kasih sayang kepada siswa, menyiapkan 32 jenis ekstra di sekolah guna mengisi waktu luang siswa. Bahkan sebagian besar esktranya bernuansa ajeg Bali. Tidak hanya intelektualnya diasah di sekolah ini juga kesehatan fisik, mental, emosi dan spiritualnya seperti lewat meditasi, yoga dan literasi cerita Bali. Yayasan ikut menperkuat pendidikan karakter semua siswa dengan pola disiplin dan budaya literasi. Gurunya wajib bercerita 15 menit sebelum mengajar. Sementara aula, kelas dan fasilitas sekolah dijamin aman dan nyaman bagi siswa. Ketua Komisi VIII DPR-RI Sodik Mudhjahid mengungkapkan rasa kagumnya bahwa SMP Dwijendra Denpasar
Tidak Serentak “Bantuan yang diberikan tidak serentak, tapi secara bergilir. Karena anggaran yang digelontorkan untuk itu masih cukup kecil. Jadi, kita berikan bantuan menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Kita harap, ke depannya anggaran yang diberikan untuk program itu bisa lebih ditingkatkan lagi,” harapnya. (nan)
sukses menjalankan pendidikan karakter berbasiskan Hindu dengan kurikulum nasional. Anak-anak terjamin mendapatkan hak pendidikan berkualitas, rekreasi, makan, kesamaan dan hak berperan dalam pembangunan. Makanya, kata dia, sangat wajar SMP Dwijendra Denpasar menyandang predikat sekolah ramah anak, karena pendidikannya sarat dengan karakter dan berbudi luhur dan kreatif. Sekolah ini kini menjadi model bagi sekolah lainnya di Bali dan Indonesia. Putri Koster mengagumi model pendidikan di sekolah Dwijendra Denpasar. Selain dikenal bermutu secara akademis, mereka juga membentuk SDM Bali yang cerdas spiritual dan emosional. Ini dibuktikan aktivitas siswanya sarat dengan nuansa Bali. Bahkan spirit agama Hindu dan Bali sudah dijalani Dwijendra sejak lama sehingga disebut sekolah pemangku. Putri Koster menggarisbawahi peran sekolah ini dalam upaya untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Bali dengan memformat bahasa Bali untuk generasi
zaman now. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. I Ketut Wirawan, M.Hum. menekankan penguatan bahasa Bali sejalan dengan visi Gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan visi Dwijendra yakni sebagai pusat pelestarian dan pengembangan agama Hindu dan budaya Bali. Untuk itu gedung Dwijendra terbuka bagi masyarakat umum jika dipakai untuk kegiatan bernuansa spiritual dan seni budaya Bali. Tim Penggerak PKK Pemkot Bitung yang dipimpin langsung Dra. Khouni Lomban Rawung, M.Si. mengaku, SMP Dwijendra, sekolah swasta yang sarat dengan muatan kearifan lokal dan mampu mengalahkan sekolah negeri. Untuk itu ia berterima kasih diterima dengan baik di Kota Denpasar karena Bitung patut banyak belajar dari sekolah ini. Dia pun mengajak para camat untuk menjadikan semua kecamatan di Bitung layak anak. Makanya dia tak salah pilih belajar dari SMP Dwijendra. Sebelumnya 25 delegasi International Conference on Family Planning (ICFP) juga
Anak juga termasuk anak yang ditelantarkan secara psikis akibat perceraian ataupun dieksploitasi. Anak-anak ini tidak tinggal di panti asuhan namun di tengah-tengah keluarganya. Panti asuhan pun tidak sepenuhnya menangani anakanak telantar, anak yatim atau yatim piatu, namun terkadang dalam beberapa kasus, untuk memenuhi kapasitas/ kuota panti asuhan, sehingga “dipaksa” dipisahkan dari orang tuanya dengan alasan pendidikan. “Padahal seharusnya bisa dibantu dengan memberikan uang sekolah atau beasiswa,” tandasnya. Pengasuhan di panti, kata dia, berbeda dengan pengasuhan orang tua. Kasih sayangnya tidak seperti kasih sayang orang tua walaupun dengan berbagai keterbatasan. (may)
gus Rai Dharmawijaya Mantra menambahkan, gerakan koperasi di Kota Denpasar selama ini sangat berkontribusi dalam keberhasilan pembangunan di Kota Denpasar di mana indeks pembangunan manusia mencapai 82,58 persen dengan tingkat kesenjangan 0,35 persen. Tantangan ke depan koperasi adalah penerapan teknologi dalam layanannya. Sebab, di era teknologi saat ini masyarakat menginginkan layanan yang cepat, instan, dan prima. Karenanya penerapan teknologi tidak lagi menjadi pilihan tetapi keharusan agar Koperasi tidak ditinggalkan masyarakat akibat kalah saing dengan lembaga keuangan lain yang sudah menerapkan teknologi. (kmb24)
mengunjungi sekolah ini. Mereka melihat dari dekat Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)Smara SMP Dwijendra Denpasar, peraih juara I PIK-R Nasional. Para delegasi ICFP tampak bergembira menyaksikan berbagai atraksi seni tradisi Bali seperti tari pendet, yel-yel, kolaborasi kecak, serta lagu Bali. (sue)
Dua Tahun
‘’Kami berikan waktu dua tahun. Kami bina dan dampingi. Tetapi jika dalam jangka waktu tersebut, koperasi tetap tidak berkeinginan untuk kembali bangkit maka akan dibubarkan,’’ ujarnya. Lanjut Dewa Indra, dari 4.964 koperasi yang ada di Bali, 600 sedang dibina karena dalam kondisi tidak aktif. Tahun 2019 akan diusulkan 150 koperasi dibubaran. ‘’Ini adalah komitmen pemerintah
untuk mewujudkan koperasi yang berkualitas,’’ ujarnya. Untuk menjadi koperasi yang berkualitas, kata Dewa Indra, seluruh perangkat koperasi mulai dari pengawas, pengurus hingga anggota harus berperan aktif terhadap koperasinya. Dia juga menawarkan metode merger. Contohnya, beberapa koperasi kecil dalam satu desa atau dalam satu pemerintahan disatukan sehingga lebih efisien, memperbesar modal serta memperbanyak anggota yang berujung pada pening-
Ikuti Aturan
“Dalam prosesnya, panti asuhan harus mengikuti peraturan yang ada, paling tidak ketika dia mengambil anak di suatu daerah dibawa oleh panti-panti yang berdiri di Bali. Seharusnya ada surat pengantar dari Dinas Sosial daerah asalnya, misalnya dari NTT, NTB yang dibawa ke Bali, yang menyatakan bahwa anaknya direkomendasikan ditaruh di panti asuhan yang ada di Bali karena tidak memungkinkan ditaruh di panti asuhan di NTT atau NTB,” bebernya. Beberapa kasus ia temu-
kan, anak-anak yang diambil dari berbagai daerah dibawa ke Bali, namun tidak ada dokumen yang jelas, akta, tidak ada rekomendasi dari Dinas Sosial setempat yang menyatakan bahwa tidak ada panti di tempat asalnya yang bisa menampung. “Dinas Sosial harus menjadikan itu sebagai bagian dari monitoringnya, karena seharusnya panti itu sebagai pengasuh alternatif ketika orang tua tidak bisa mengasuh, akan dibawa ke panti sebagai pengasuh alternatif,” ungkapnya sembari mengatakan panti asuhan saat ini istilahnya LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak).
katan kualitas koperasi. Mengenai penerapan teknologi, lanjut Indra, harus disertai dengan peningkatan kualitas SDM. Bali sendiri untuk level manager, sudah tersertifikasi sebanyak 85 persen. Sementara SDM di bawah manager seperti kasir, tukang tagih dan lainnya yang tersertifikasi baru 5-20 persen. Inilah yang akan terus ditingkatkan. Sebab, penerapan teknologi tidak akan berhasil jika tidak diiringi dengan peningkatan kualitas SDM. (kmb24)
Pengasuhan alternatif itu pun sebaiknya dilakukan di tempat asalnya, sesuai dengan adat istiadat anak itu. Dengan demikian anak itu tidak tercerabut dari akar budayanya. Kecuali dalam kondisi tertentu anak tersebut harus dibawa keluar dari daerah asalnya. Kondisi ini justru membuat anak akan menjadi korban karena jauh dari orang tuanya dan jauh dari masyarakat aslinya. Selama ini yang terjadi di Bali, 70 persen anak di panti asuhan berasal dari luar Bali dan ia mendapat informasi tidak semuanya memiliki dokumen lengkap. (may)
Minggu, 28 Juli 2019 05:00:00 Wita 05:52:00 Wita 05:54:00 Wita 05:56:00 Wita 06:00:00 Wita 06:05:00 Wita 06:35:00 Wita 07:00:00 Wita 07:35:00 Wita 08:00:00 Wita 09:00:00 Wita 09:05:00 Wita 09:30:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Metatah dan Mamukur (1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Bugar Lansia Indonesia Bersama PWS Kota Denpasar Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini KartunBall Ganesh (2) Belajar Menggambar Menggambar Teratai
10:00:00 Wita 10:05:00 Wita 10:30:00 Wita 11:00:00 Wita 11:05:00 Wita 11:30:00 Wita 12:00:00 Wita 12:05:00 Wita 12:30:00 Wita 13:00:00 Wita 13:30:00 Wita 14:30:00 Wita 15:30:00 Wita 16:00:00 Wita 16:05:00 Wita
Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Metatah dan Mamukur (2) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Harmoni Bali
17:00:00 Wita 17:30:00 Wita 18:00:00 Wita 18:05:00 Wita 19:30:00 Wita 20:00:00 Wita 21:00:00 Wita 22:00:00 Wita 22:05:00 Wita 23:00:00 Wita 23:05:00 Wita 23:30:00 Wita
Protokol Terapi Pada Pasien dengan Celah Bibir dan Langit-langit Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Tri Srikandi Indi Band Generation Deva Dianjaya Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Pura PusehBeng Carang Sari (5) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu WAGE, 28 Juli 2019
Made Sisca Sumbang Perak di ASG
Denpasar (Bali Post)Petenis meja Bali Ni Made Sisca Pratiwi ikut andil menyumbangkan medali perak di nomor beregu putri pada ASEAN School Games (ASG) di Semarang, pada 19-25 Juli lalu. Sementara di nomor ganda putri, Made Sisca yang berpasangan dengan Della berhasil menyumbang perunggu. Seorang atlet Bali lainnya, Made Galung Kesuma Negara juga ikut andil menyumbang medali perunggu di nomor beregu putra. Pelatih tenis meja Gede Ardika yang di kontak Sabtu (27/7) kemarin, menyatakan pihaknya bangga petenis meja Bali bisa ikut andil menyumbangkan medali untuk Timnas Merah Putih. Apalagi selama ini Made Sisca berlatih di daerah kurang maksimal, dan menjalani pemusatan latihan bersama Timnas hanya sebentar. Sementara Made Galung Kesuma Negara selama ini pembinaannya di Sekolah Ragunan, Jakarta. Gede Ardika menyatakan atlet tenis meja Bali ini bisa diproyeksikan ke ajang pra PON. “Saya kira prestasi tenis meja Indonesia lumayan mampu menyumbangkan satu perak dan dua perunggu, sedangkan beregu diperkuat enam atlet” ucapnya. Ardika Optimis petenis meja Bali sudah teruji dan memiliki jam terbang lumayan, hingga diharapkan bisa lolos ke PON Papua 2020. “Kami akui Made Sisca dan Made Galung mampu menyumbang medali, sesungguhnya diluar prediksi kami” tuturnya. (022)
BPM/AFP
PRAMUSIM - Pemain Real Madrid Dani Carvajal berseteru dengan pemain dari Atletico dalam laga pra musim di Metlife Stadium Arena, East Rutherford, New Jersey.
Tampil Sangat Buruk
El Real Dipermalukan Atletico New York-
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane tak mau mencari pembelaan setelah timnya dibantai Atletico Madrid, Sabtu (27/7). Pelatih asal Prancis tersebut mengakui timnya tampil sangat buruk pada laga tersebut. Tren negatif Real Madrid di pra musim kali ini kembali berlanjut. Kali ini mereka dikalahkan oleh tetangga mereka, Atletico Madrid di Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, El Real kalah dengan skor telak 7-3. Striker Atletico Madrid, Diego Costa berhasil mencetak empat gol ke gawang Thibaut Courtois. Dalam konferensi persnya, Zidane mengakui bahwa timnya tampil mengecewakan pada laga tersebut. “Apa yang
terjadi tadi adalah kami mengawali pertandingan dengan sangat buruk,” keluh Zidane. Menurut Zidane, pemain Real Madrid terlalu terpaku terhadap gol-gol cepat Los Rojiblancos dan mereka tidak segera memberikan gol balasan sehingga mereka kehilangan momentum.
“Ini adalah pertandingan dengan level yang sangat tinggi, namun kami mengawalinya dengan sangat buruk. Baru delapan menit berjalan kami sudah tertinggal 2-0.” “Kami tidak memberikan respons apapun terhadap gol tersebut. Babak pertama
benar-benar sulit bagi kami, dimana kami tidak benarbenar bermain di laga itu. Kami kalah di semua lini, termasuk dalam masalah intensitas.” Pada kesempatan ini Zidane juga mengakui bahwa Atletico Madrid memang tampil dengan sangat luar biasa pada hari ini. “Hari ini mereka (Atletico) membuat tujuh gol dan itu seharusnya tidak boleh terjadi. Para pemain kami juga tahu ini tidak boleh terjadi sehingga mereka benarbenar kecewa.”
“Kami tidak boleh memutarbalikkan sesuatu. Ini adalah pertandingan pra musim dan mereka benarbenar lebih baik dari kami. Jadi tidak ada yang perlu dibahas lagi.” Setelah menuntaskan pertandingan di Amerika Serikat ini, Real Madrid akan segera kembali ke Eropa. Mereka dijadwalkan akan mengikuti ajang Audi Cup, dimana mereka akan menghadapi Tottenham Hotspur sebagai lawan pertama mereka. (afp)
Japan Open 2019
Minions Bangga Bisa Lakoni ”All Indonesian final”
Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon.
BPM/ant
Jakarta (Bali Post)Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku bangga bisa kembali menjalani putaran final All Indonesian untuk kedua kalinya secara berturut-turut melawan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. “Indonesia bisa ciptakan all Indonesian lagi, pasti suatu kebanggaan buat kita punya ganda putra yang cukup merata. Bisa dua kali all final berturut-turut, itu hal yang jarang juga di era sekarang,” tutur Kevin melalui keterangan resmi, Sabtu (27/7). Minions akan kembali berhadapan dengan The Daddies di putaran final Japan Open 2019, setelah sebelumnya juga berhadapan di final BliBli Indonesia Open 2019 dua pekan lalu. Kevin/Marcus berhasil menyusul The Daddies yang lebih dulu ke final dengan mengalahkan Li Jun Hui/Liu Yu Chen dari China 16-21, 21-11, 21-18 dalam waktu 50 menit. Sementara Hendra/Ahsan
mengamankan kursi final dengan menundukkan pasangan tuan rumah Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 22-20, 21-10 hanya dalam waktu 34 menit. “Besok pasti akan sangat seru, mereka adalah pemain yang berpengalaman dan tidak mudah untuk dikalahkan. Penampilan mereka sekarang sudah stabil,” kata Kevin menambahkan. Saat menghadapi Li/Liu, Minions menceritakan sempat mengalami kesulitan di gim pertama akibat belum bisa menikmati permainan secara menyeluruh. “Di gim pertama kami belum bisa in, sering mati-mati sendiri, di awal gim kedua juga sama. Waktu pertengahan gim kedua sampai terakhir baru mulai keluar permainan kami. Cara membalikkan keadaan waktu tertekan ya kalau saya pribadi sih lebih fokus dan meyakinkan diri sendiri,” ujar Kevin. Li/Liu juga dinilai lebih siap dalam bertanding sehingga pola permainan mereka lebih menekan Minions. (ant)
Panjat Tebing Pastikan Digelar di Tabanan Tabanan (Bali Post)Cabor panjat tebing dipastikan digelar di Tabanan pada Porprov Bali XIV, di Tabanan September mendatang. Saat ini sudah di bangun venue panjat tebing berlokasi di areal Lapangan Alit Saputra Dangin Carik. Sekum KONI Tabanan Made Nurbawa di Tabanan, pekan lalu menerangkan hanya dua cabor yang digelar di luar Tabanan, yakni renang di Kolam Renang Blah Kiuh dan cabor tembak di Desa Sembung, Badung. Ia mengemukakan, pembangunan papan lintasan panjat tebing sedang digarap dan
diharapkan rampung sebelum pelaksanaan hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali. Sementara cabor tenis lapangan, babak penyisihan dipertandingkan di Lapangan Tenis KONI Bali, Denpasar, sedangkan babak berikutnya dihelat di Lapangan Tenis Tabanan yang lokasinya juga di areal Lapangan Alit Saputra. Menurut dia, upacara pembukaan Porprov dilaksanakan Taman Kota pada Senin (9/9) mendatang pukul 16.00 Wita. Beberapa cabor menda-
hului, seperti judo, basket, yong moodo, grass track, catur, sepak bola, sepak takraw dan tenis meja. Made Nurbawa menambahkan, untuk progres pembangunan GOR Debes tengah dikerjakan dan bisa di fungsikan ketika Porprov berlangsung. (022) PANJAT TEBING Pembangunan venue panjat tebing di areal Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik Tabanan.
Made Sisca Pratiwi
BPM/ist