Skip to main content

Edisi Selasa 28 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Bali Segera Terbitkan Pergub Atur Zonasi Transportasi Konvensional dan ’’Online’’ GUBERNUR Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan transportasi konvensional di Bali. Bukan tanpa alasan hal ini dilakukan, mengingat transportasi konvensional memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung perkembangan dan citra sektor pariwisata yang menjadi pendongkrak utama ekonomi Bali saat ini. ‘’Walaupun sudah ada yang lebih modern seiring perkembangan zaman, tapi kita jangan sampai melupakan yang sudah ada lebih dulu. Para driver transpor konvensional ini sudah ada jauh-jauh sebelumnya, yang direkrut berdasarkan kriteria-kriteria khusus, bukan asal-asalan,’’ tegas Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui ratusan anggota perhimpunan Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (27/5) kemarin.

Menurut Gubernur Bali, seiring perkembangan pariwisata Bali, driver transpor konvensional ini ikut membangun Bali. Dengan menjadi para driver yang didukung kemampuan dalam menjelaskan keunggulan Bali yang berbasis pariwisata budaya kepada para tamunya. Artinya mereka ikut membangun pariwisata Bali. Untuk itu, para driver ini harus tetap didukung, bila perlu terus ditingkatkan kemampuannya. ‘’Jadi jangan ragukan komitmen saya, akan terus saya dukung keberadaan transportasi konvensional,’’ kata Koster. Gubernur menjelaskan, walaupun saat ini telah ada peraturan menteri yang mengatur keberadaan sarana transportasi di Bali, baik konvensional maupun online, namun Bali tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Hal ini dikarenakan Bali sebagai daerah wisata harus memiliki penunjang sarana

Aktivitas Gunung Agung Meningkat

Periode Erupsi Enam Hari Sekali

APAKAH suatu kebetulan atau memang menjadi ‘’kebiasaan’’, erupsi Gunung Agung akhir-ahkir ini berlangsung secara periodik. Sebulan terakhir terjadi erupsi sebanyak tiga kali. Bahkan rutin setiap enam hari sekali. Erupsi pertama terjadi tanggal 12 Mei 2019 dilanjutkan pada 18 Mei dan terakhir erupsi terjadi 24 Mei. Pada erupsi terakhir, paparan abu sampai ke Tabanan. Sejak dua minggu terakhir, Gunung Agung mengalami peningkatan aktivitas. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali meyakinkan masyarakat bahwa sampai saat ini belum ada tanda-tanda erupsi dengan kapasitas besar. Ini sesuai hasil pantauan Kementerian ESDM melalui PVMBG di Pos Pantau Rendang, Karangasem. ‘’Pantauan seismograf di Pos Pantau Rendang, belum menunjukkan adanya getaran maupun peningkatan kapasitas erupsi Gunung Agung,’’ ujar Kepala BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, Senin (27/5) kemarin. Menurut Rentin, kesiapsiagaan tetap harus ditingkatkan dalam mengantisipasi setiap kemungkinan erupsi. Di samping itu dilakukan pula upaya edukasi, sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat Bali, khususnya Karangasem. ‘’Artinya dengan kita ketahui intensitas, kemudian pola erupsi yang katakanlah periodik tanggal 12, 18, 24, enam hari sekali, maka masyarakat Bali dan Karangasem khususnya menjadi terbiasa,’’ imbuhnya. Terbiasa di sini, lanjut Rentin, bukan justru meremehkan setiap erupsi yang terjadi. Namun dengan terbiasa seperti itu, semua pihak menjadi lebih siap dan tahu ketika terjadi erupsi dalam kapasitas besar. Terutama mengenai pergerakan dalam proses evakuasi. BPBD Bali bersama BPBD Karangasem yang dibantu 28 desa lingkar Gunung Agung atau Pasebaya, juga sedang berupaya merampungkan rencana evakuasi dengan dua hal besar di dalamnya. Paling tidak, rencana pergerakan tersebut bisa rampung dalam waktu 2 hingga 2,5 bulan ke depan. ‘’Dusun-dusun dalam desa terdampak itu radius 4 km kami petakan dengan data real by name, by address dan ke mana pergerakannya,’’ jelasnya. Rentin menambahkan, evakuasi nantinya dilakukan dengan dua pilihan. Yakni evakuasi terpimpin yang dikomandoi kepala desa dan atau kepala dusun, serta evakuasi mandiri. Untuk evakuasi mandiri, masyarakat di desa terdampak bisa menuju keluarga terdekatnya. Baik yang masih berada di Karangasem maupun keluar dari kabupaten. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan erupsi Gunung Agung beberapa hari lalu memang sempat menghentikan beberapa penerbangan. Namun sudah bisa berjalan normal kembali pada pagi keesokan harinya hingga sekarang. ‘’Bagaimana sikap kita di swasta, bagaimana juga pemerintah itu sudah punya SOP. Jadi tidak masalah,’’ ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Cok Ace menambahkan, surat pernyataan resmi juga sudah langsung dikeluarkan terkait erupsi Gunung Agung. Termasuk surat pernyataan mengenai situasi pasca-pemilu serentak yang sempat memicu adanya travel advisory dari sejumlah negara ke Indonesia. ‘’Cepat kita langsung bereaksi,’’ pungkasnya. (kmb32)

transportasi yang mengedepankan pelayanan. Koster pun berjanji akan segera mengambil langkahlangkah yang mendukung keberadaan transpor konvensional. Salah satunya, segera menerbitkan peraturan gubernur (pergub) yang mengatur zonasi operasi antara konvensional dan taxi online (taxol). ‘’Dalam pergub akan dimuat pengaturan wilayah, jadi taxol tidak boleh memasuki wilayah transpor-transpor konvensional yang sudah memiliki pangkalan tetap dan menjalin kerja sama dengan organisasi peguyuban. Jika taxol ingin ikut, ya… mereka harus terdaftar sebagai anggota peguyuban. Kita pun akan dukung kualitas para driver konvensional ini, semisal kita bantu fasilitasi peremajaan kendaraan bersama BPD, tentunya dengan bunga paling rendah,’’ urai Koster yang disambut dukungan para anggota

BTB. Sebelum berinisiatif menemui ratusan anggota BTB untuk menyampaikan komitmennya secara langsung, Koster sebelumnya juga berkesempatan menerima audiensi dari perwakilan BTB di ruang kerjanya. Dalam kesempatan itu, Ketut Suriadi selaku pembicara menyampaikan harapannya agar ada jalan keluar dari pemerintah untuk mengatur keberadaan sarana transportasi konvensional bersama taxol, supaya bisa meredam perselisihan yang sering timbul. Ia pun menjelaskan bagaimana para driver transportasi konvensional tergabung dalam sebuah peguyuban dan hanya bisa menarik penumpang di pangkalan yang dibawahi paguyubannya. Hal. 15 Tidak Berhak

ANGGOTA BTB - Gubernur Bali Wayan Koster berada di tengah-tengah ratusan anggota perhimpunan Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (27/5) kemarin.

Empat Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuhan Perusuh 21-22 Mei

Jakarta (Bali Post) – Mabes Polri kembali mengungkap fakta penting terkait aksi rusuh 21-22 Mei lalu. Sebelumnya polisi menangkap mantan Danjen Kopassus Soenarko terkait dugaan penyelundupan senjata dan menetapkan hampir 200 perusuh pascaperistiwa pembakaran 21-22 Mei. Kini polisi kembali mengungkap adanya rencana pembunuhan empat tokoh nasional oleh kelompok perusuh. ‘’Kelompok ini diduga kuat ingin menciptakan martir atau kerusuhan di dalam aksi unjuk rasa 21 dan 22 Mei 2019 lalu,’’ kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal di Media Center Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (27/5) kemarin.

Target

Membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Tersangka

Enam orang, salah satunya perempuan. Mereka berbagi peran masing-masing. Ada yang mencari eksekutor, sebagai eksekutor dan penjual senjata.

Peran Tersangka HK, warga Bogor.

- Perannya leader mencari senjata api, mencari eksekutor sekaligus eksekutor. - Memimpin tim turun aksi 21 Mei. - Saat kerusuhan 21 Mei membawa revolver jenis Taurus. - Menerima uang Rp 150 juta. - Ditangkap Selasa (21/5) pukul 13.00 di lobi Hotel Megaria, Menteng, Jakarta Pusat. AZ, warga Ciputat, Tangerang Selatan.

Bali Post/ant

SENJATA API - Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam menunjukkan barang bukti senjata api dan rompi antipeluru, Senin (27/5) kemarin. Enam tersangka itu yakni berinisial HK (Iwan), Azeb, IF, TJ, AD dan AF alias Fifi, yang masing-masing memiliki peran yang berbeda. ‘’Pada 14 Maret 2019, HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang. Seseorang itu kami kantongi identitasnya dan tim mendalami. TJ diminta membunuh dua orang tokoh nasional. Saya tidak sebutkan (identitasnya) di depan publik,’’ katanya.

Polisi tak mau mengungkap nama dua tokoh nasional yang jadi target pembunuhan. Namun, kata Iqbal, baik Polri maupun TNI sudah tahu siapa targetnya dan juga siapa ‘’seseorang’’ yang meminta pembunuhan itu. Tak berhenti di situ, ternyata ada tambahan permintaan untuk membunuh dua tokoh nasional lain, selain yang sudah diminta untuk dibunuh sebelumnya. ‘’12 April 2019,

HK mendapat perintah untuk membunuh tokoh nasional. Jadi empat target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional,’’ ujar Iqbal. Selain ada perencanaan membunuh tokoh nasional, ada perintah lain untuk membunuh pimpinan suatu lembaga (swasta) survei. Tersangka tersebut sudah beberapa kali mengintai rumah target. Hal. 15 Senjata Rakitan

- Peran mencari eksekutor sekaligus eksekutor. - Ditangkap Selasa (21/5) pukul 13.30 WIB di terminal 1 C Bandara Soekarno-Hatta. IF, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

- Perannya eksekutor menerima uang Rp 5 juta. - Ditangkap Selasa (21/5) pukul 20.00 WIB di pos Peruri kantor Sekuriti KPBD Kebon Jeruk, Jakarta Barat. TJ, warga Cibinong.

- Peran sebagai eksekutor. - Menguasai senpi rakitan Mayer Cold 22, senpi laras panjang Mayer Cold 22. - Menerima uang Rp 55 juta. - Ditangkap Jumat (24/5) pukul 08.00 WIB di parkiran Indomaret Sentul, Citereup. AD, warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.

- Peran penjual 3 pucuk senpi. Satu rakitan jenis Mayer, satu laras pajang, satu laras - pendek ke HK. Menerima Rp 26,5 juta. - Ditangkap Jumat (24/5) pukul 08.00 WIB di daerah Swasembada. AF alias Fi (perempuan), warga Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan.

- Peran pemilik dan penjual senpi Revolver Ttaurus ke HK. - Menerima Rp 50 juta. - Ditangkap Jumat (24/5) di Bank BRI Thamrin.

Jembrana Jangan Hanya sebagai Jalur Perlintasan (1)

Jadikan Kawasan Industri dan Pergudangan Kabupaten Jembrana yang berada di ujung barat Bali selama ini hanya sebagai perlintasan kendaraan. Sebagai wilayah pinggiran sekaligus perbatasan, sejatinya banyak potensi yang dapat mengangkat ekonomi masyarakatnya. Tanpa mengesampingkan pariwisata Bali Barat yang sedang gencar dikembangkan daerah, banyak potensi yang mampu mengangkat derajat masyarakat Jembrana berbasis ekonomi kerakyatan.

I Putu Artha

I Made Kembang Hartawan

Perlu keseriusan dan sinergi dari berbagai pihak untuk bersama-sama memandang Jembrana sebagai satu-kesatuan Bali. Bukan sekadar menjadi daerah perlintasan kendaraan ataupun penjaga pintu masuk Bali saja. Sejumlah solusi sejatinya sudah digagas sejak awal kepimpinan Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wabup Made Kembang Hartawan. Dalam setiap kesempatan, Bupati Artha menyebutkan bahwa Pemkab Jembrana telah mengusulkan dan sudah masuk di RTRW Provinsi Bali. Salah satunya, lima desa ditetapkan sebagai kawasan industri. Kelimanya: Desa Pengambengan,

Baluk, Tegal Badeng Timur dan Tegal Badeng Barat serta Cupel. Kelimanya meliputi areal seluas 950 hektar dan disebut sebagai kawasan perekonomian terpadu. Usulan itu didasarkan karakteristik yang cocok untuk industri sebagai daerah penyangga, sehingga mengurangi juga kemacetan di Denpasar-Badung akibat truk-truk bermuatan besar melintas. ‘’Yang sudah terealisasi baru gudang transit otomotif di Klatakan, Melaya. Sebenarnya banyak lahan yang terbuka di sini. Dari sisi lokasi juga strategis (dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk), lahan masih memadai dan biaya tenaga kerja yang lebih

murah. Kami sangat terbuka dengan luasan (tanah) yang memadai untuk investor datang,’’ ujar Bupati Artha. Namun, katanya, hal itu perlu komitmen bersama dari berbagai lini. Satu jalur dalam pengembangan daerah mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga ketika pergudangan atau transit berbagai produk baik untuk lokal ataupun ekspor berada di Jembrana, otomatis sektor lain untuk kesejahteraan seperti tenaga kerja dan ekonomi masyarakat otomatis terdongkrak. ‘’Tidak perlu warga kita kerja sampai ke Badung, perekonomian berjalan di sini dan membangun desa,’’ ujar Bupati Artha. Terkait kendaraan berat yang melintas, Pemkab Jembrana juga telah menyediakan lahan seluas 4 hektar di Gilimanuk yang dapat dikembangkan menjadi transit kendaraan barang. Sehingga truk bermuatan berat yang selama ini dinilai sebagai ‘’biang kerok’’ kemacetan bisa berkurang minimal

saat jam-jam padat kendaraan. Solusi untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan DenpasarGilimanuk juga sejatinya telah dipikirkan. Di samping terus memperjuangkan jalan tol dan kereta api, juga telah diusulkan sejumlah solusi jangka pendek. Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan membeberkan, selain terus memperjuangkan jalan tol dan kereta api, juga ada tiga solusi jangka pendek terkait permasalahan transportasi darat ini. Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan ini, solusi pertama di antaranya mengintensifkan prasarana yang ada saat ini. Salah satunya Terminal Kargo di Gilimanuk. Kendaraan bertonase berat agar transit di Terminal Kargo (Gilimanuk) sampai waktu yang ditentukan malam hari atau di atas jam 21.00 Wita, sehingga kendaraan lebih leluasa di saat jam padat (siang). Hal. 15 Jalankan Aturan


2

Selasa Pon, 28 Mei 2019

FIGUR Kedepankan Profesionalitas SEJUMLAH jabatan kepala dinas di lingkungan Pemprov Bali akan ditinggal pensiun oleh pejabatnya. Saat ini ada pula satu jabatan yakni Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali akan segera mempersiapkan pengisian jabatan yang nantinya kosong tersebut. ‘’Kalau tidak salah, ada lima sampai enam yang akan kosong, termasuk Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kita akan persiapkan dan kita lapor dulu sama pimpinan, apakah nanti akan dilakukan promosi atau mutasi horizontal,’’ ujar Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana di Denpasar, Senin (27/5) kemarin. Untuk jabatan yang masih kosong akan kembali diadakan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama. Mekanisme lelang berikut tahapan sama seperti sebelumnya sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN. Siapa pun boleh mengikuti seleksi terbuka, baik pejabat di lingkungan Pemprov Bali maupun di luar Pemprov, sepanjang mendapat rekomendasi dari atasannya. ‘’Kita mengedepankan sebuah profesionalitas yang kita dorong sesuai dengan kompetensi, kualifikasi, rekam jejaknya, sehingga benar-benar nanti menghasilkan kepala dinas yang bisa mengikuti ritme dan irama pimpinan,’’ jelas mantan Kepala Dinas PMD Provinsi Bali ini. (rin)

Interpol Gadungan Dibui Empat Bulan Denpasar (Bali Post) Makelar mobil asal Iran, terdakwa Shiraziniya Azad (53) dan Shirazi Nia Hossein (41), dipidana empat bulan oleh majelis hakim pimpinan IGN Partha Bhargawa Senin (27/5) kemarin. Dalam melakukan aksi jahatnya, terdakwa mengaku sebagai seorang polisi. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kedua terdakwa dinyatakan bersalah melakukan pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 363 Ayat 1 ke-4 KUHP tentang Pencurian. Kedua interpol gadungan asal Iran ini dalam waktu dekat dipastikan sudah bebas. Pasalnya, kedua terdakwa sudah menjalani penahanan beberapa bulan di Lapas Kerobokan, titipan dari Kejaksaan Negeri Badung sehingga masa hukumannya tinggal sepekan. Hal itu juga diakui kuasa hukumnya, Iswahyudi. Dikatakan, kedua terdakwa sudah bebas dalam rentang delapan hari ke depan. Tak berlebihan jika terdakwa langsung menerima putusan hakim. Dalam persidangan yang terbuka untuk umum itu, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana perampasan barang milik orang lain yang merupakan warga negara asal Tiongkok. Dalam melakukan aksinya, dua terdakwa berpura-pura menjadi interpol untuk mengelabuhi korban dan mengaku sedang mencari buronan narkoba. Mereka mencuri uang milik korban Long Zhihong (46) yang saat itu sedang berjalan kaki di depan sebuah hotel yang ada di Jalan Patih Jelantik Kuta, Badung. Aksi kedua terdakwa dilakukan pada 30 Januari 2019. Saat itu Azad turun dari mobil dan memeriksa bagian badan dan saku celana korban, kemudian meminta dompet korban untuk diperiksa. Korban yang tidak tahu bahwa kedua terdakwa ini polisi palsu, memberikan dompetnya. Setelah memeriksa isi dompet korban di dalam mobil terdakwa, Azad mengembalikan dompet korban dan langsung meninggalkannya. Korban menyadari ditipu saat memeriksa isi dompet. Ternyata uang senilai 1.400 dolar Amerika atau setara Rp 19 juta sudah lenyap disikat kedua terdakwa. (kmb37)

Perda Keolahragaan Belum Punya Pergub

Denpasar (Bali Post) Bali sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Keolahragaan. Namun hingga kini belum memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur secara teknis terkait implementasinya. Padahal keberadaan perda diharapkan bisa memberi kepastian dalam hal dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan olahraga. “Pemprov dan DPRD Bali bersama-sama telah melahirkan satu perda tentang keolahragaan. Namun implementasinya perlu ada suatu pergub yang mengatur teknis. Nanti akan ditindaklanjuti,” ujar Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di sela-sela Pembukaan Porsenijar Provinsi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Senin (27/5) kemarin. Kendati demikian, lanjut Suwandi, sinergi dengan pemerintah sebetulnya telah dijalin. Baik dalam pembinaan olahraga, maupun menghargai atlet-atlet berprestasi. Keberadaan perda menjadi landasan hukum sebagai pijakan untuk melakukan koordinasi, pembinaan, penganggaran, hingga memberikan penghargaan bagi atlet. Termasuk di dalamnya penyelenggaraan Porsenijar, sebagai bagian dari pendidikan olahraga dan pembentukan karakter menuju prestasi. Sekalipun belum ada pergub, tidak menjadi masalah besar karena yang penting adalah komunikasi. Ketua Harian BAPOPSI Bali I Gusti Agung Gede Susila mengatakan, olahraga dibagi tiga, yakni olahraga prestasi yang bernaung di bawah KONI, olahraga pelajar di bawah BAPOPSI, dan olahraga rekreasi masyarakat di bawah FORMI. Keberadaan regulasi tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang di Bali sudah diturunkan menjadi perda, semakin menguatkan pelaksanaan kegiatan olahraga. Terutama dalam hal pembinaan dan pengembangan. “Setiap kegiatan olahraga akan didukung oleh pemerintah daerah. Kalau tidak ada perda, boleh dikatakan masih ngambang,” ujarnya. Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, pergub saat ini sedang digodok sebagai tindak lanjut Perda Keolahragaan. Inti dari pergub, salah satunya pembinaan bibit-bibit muda. Porjar yang tahun ini kembali dipadukan dengan seni (Porsenijar - red) merupakan salah satu wahananya. “Kami bersama kabupaten/kota, BAPOPSI melakukan pembinaan generasi muda, atlet-atlet berprestasi yang berbakat dari sejak dini,” ujarnya. (kmb32)

Topik :

Proyek fisik di bangli nihil

Tak Bisa Tutup Taksi ’’Online’’

Gubernur Wajibkan Sopir Ber-KTP Bali Denpasar (Bali Post) -

Taksi berbasis aplikasi online tidak bisa ditutup begitu saja. Namun, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberadaan taksi konvensional. Mengingat, taksi konvensional telah ada sejak lama dalam melayani pariwisata di Bali dan sudah terorganisasi dengan baik. Oleh karena itu, zonasi atau kawasan operasional antara taksi konvensional dengan taksi online akan diatur di dalam peraturan gubernur (pergub).

‘’Sekarang tiba-tiba muncul taksi dengan aplikasi. Tidak tahu siapa orangnya, KTP dari mana saja, kemudian tidak semua berpelat Bali, pangkalannya tak jelas, dan juga berbagai tata laksana lainnya yang sebenarnya kurang pas dalam konteks pelayanan kepariwisataan,’’ ujar Koster saat menemui massa Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (27/5) kemarin. Sebelum menemui massa, Koster sempat memanggil sejumlah perwakilan BTB untuk berdiskusi di ruangannya. Dikatakan, memang perlu ada penataan dalam penyelenggaraan transportasi sesuai dengan standardisasi

pelayanan kepariwisataan. Pihaknya akan membuat pergub untuk mengatur wilayah-wilayah pariwisata yang menjadi pangkalan taksi konvensional, nantinya tidak boleh dimasuki oleh taksi online. Di sisi lain, taksi konvensional juga akan ditata sebaik mungkin supaya dapat menjadi ikon transportasi pelayanan pariwisata Bali. ‘’Misalnya, pelan-pelan akan dilakukan peremajaan mobil, modalnya dari BPD dengan bunga paling rendah di bawah lima persen. Selain itu juga akan dibuatkan kostum atau seragam yang modelnya bagus,’’ jelas Ketua DPD PDI-P Bali ini. Gubernur Koster menambahkan, taksi konvensional

juga akan diregister dan dibuatkan aplikasi khusus dengan sistem tertutup. Dalam hal ini, anggotanya hanya sopir taksi konvensional saja. Salah satu tujuannya adalah untuk memperlebar akses pasar mereka agar tak sekadar mangkal, tetapi bisa mengambil penumpang di mana saja. Untuk sopir taksi online akan diatur harus ber-KTP Bali, memakai kendaraan berpelat DK, serta tergabung dalam satu organisasi. Kendaraan yang dipakai mesti berpelat DK lantaran mereka mencari nafkah dengan wara-wiri di jalan Bali. Selain itu, taksi online tidak boleh liar karena rentan merugikan wisatawan dan ujung-ujungnya men-

Bali Post/kmb32

MASSA - Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui massa yang tergabung dalam Paguyuban Bali Transport Bersatu.

coreng citra pariwisata. ‘’Jangan meragukan komitmen saya. Pasti saya berpihak kepada yang konvensional. Kepala Dinas Perhubungan yang baru saya tugaskan menyusun pergub dalam waktu sesingkat-singkatnya harus selesai. Kostumnya diatur dalam APBD Perubahan 2019,’’ paparnya. Ketika ditanya apakah kebijakannya ini tidak akan bertentangan dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub), Koster dengan tegas menyebut Bali tidak seperti daerah-daerah lain. Namun, Bali adalah daerah khusus karena merupakan destinasi pariwisata dunia. Kendati Permenhub berlaku di seluruh Indonesia, kalau memang tidak cocok di daerah, bisa mengikuti aturan di daerah saja yang sesuai dengan kondisi daerah. ‘’Yang kami tangani ini kan pariwisata, jadi harus dengan pelayanan khusus. Harus bisa bahasa Inggris, jelas orangnya, begitu. Jangan sampai nyasarnyasar,’’ terangnya. Pembatasan Lokasi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta mengatakan, pergub akan selesai dalam waktu dua minggu. Pihaknya masih menelaah secara teknis terkait pembatasan lokasi beroperasi. ‘’Di mana nanti lokasi-lokasi yang sudah clear ada semacam pengelola transportasinya, nah itu akan kita coba batasi. Taksi online hanya bisa ngedrop, tidak bisa mengambil di situ,’’ ujarnya memberi contoh. Menurut Samsi Gunarta, masih banyak opsi yang perlu dibicarakan dan belum tentu semuanya bisa disetujui. Di sisi lain, ada batasan kewenangan yang dimiliki gubernur. Hal itu perlu disinkronkan agar masalah tidak muncul berulang. Di dalam Permenhub, gubernur antara lain memiliki kewenangan untuk menentukan tarif batas atas dan batas bawah, menentukan kuota,

serta penerbitan kartu pengawas. Untuk pemberlakuan wilayah, masih dilihat seberapa jauh bisa diterapkan. ‘’Tapi memang ada hal yang demikian, terutama terkait dengan pengaturan transportasi kawasan,’’ ujarnya. Ketua Umum BTB Nyoman Suendra mengaku cukup puas walaupun taksi online tidak bisa ditutup sepenuhnya. Paling tidak sudah ada titik terang dari perjuangan para sopir taksi konvensional selama ini. Komitmen Gubernur Bali termasuk solusi yang ditawarkan berupa penerbitan pergub akan terus dikawal. Pihaknya juga akan terlibat dalam penyusunan pergub tersebut. ‘’Biar tidak ada dusta di antara kita lagi. Misalnya ada bahasa-bahasa yang beda nanti. Kami jujur dari teman-teman sudah merasa puas, Gubernur luar biasa menyikapi, sudah berpihak pada kita juga,’’ ujar pria yang akrab disapa Jero Jhon ini. Sebelum mencapai kesepakatan, BTB antara lain menuntut agar taksi online beridentitas seperti halnya taksi konvensional. Kemudian, taksi online tidak boleh masuk ke daerah pariwisata yang selama ini menjadi tempat mangkal taksi konvensional. Kuota taksi online juga harus jelas agar tidak semrawut seperti sekarang. Belum lagi, taksi online kebanyakan memakai kendaraan berpelat luar Bali dan sopirnya hanya mengenakan celana pendek atau kaos oblong. ‘’Di Bali kan ada tatanannya. Kami di konvensional antre di hotel-hotel memakai uniform, rapi lagi, dan kami jelas bisa berbahasa Inggris. Mereka (taksi online red), orang (wisatawan - red) mau ke rumah sakit diajak ke swalayan. Kan ini bahasanya tidak nyambung,’’ ujarnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

PPDB 2019

Calon Siswa Bisa Gunakan Surat Keterangan Domisili Denpasar (Bali Post) – Petunjuk teknis (juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Denpasar mulai babak baru. Terlebih, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) setempat telah melakukan pembahasan dengan DPRD serta para perbekel dan lurah, Senin (27/5) kemarin. PPDB tahun ini dipastikan tetap mengacu pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB, yakni terbagi dalam tiga jalur, yakni zonasi (90

persen), prestasi (8 persen) dan perpindahan tugas orangtua (2 persen). Dalam rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Wayan Mariyana Wandhira didampingi Ketua Komisi I Ketut Suteja Kumara dan Kadisdikpora Wayan Gunawan terungkap bila dalam jalur zonasi tersebut bisa menggunakan surat keterangan domisili. Surat tersebut dibuat orangtua siswa yang diketahui oleh kepala lingkungan/kadus dan perbekel/lurah. Surat keteran-

gan domisili ini bisa diperoleh bagi siswa yang bersekolah di Denpasar dan orangtuanya memang tinggal di Denpasar juga. ‘’Bila anaknya sekolah di Denpasar, namun orangtuanya tinggal di Batubulan, mereka ini tidak bisa mendapatkan surat keterangan domisili,’’ ujar Gunawan di hadapan para perbekel dan lurah. Di sisi lain, salah seorang perbekel sempat menanyakan soal legalisir KK dan sebagainya yang kini banyak permohonan masuk. Namun, hal ini

dijawab oleh Gunawan, bahwa legalisir KK atau sejenisnya tidak diperlukan. Karena nanti yang ditunjukkan aslinya. ‘’Jadi, tidak perlu ada legalisir KK,’’ katanya. Dalam rapat kerja tersebut juga disepakati bahwa untuk jalur zonasi (90 persen) terbagi ke dalam jalur miskin (10 persen), jalur lingkungan atau jarak (40 persen) dan jalur kawasan atau waktu (40 persen). Dalam PPDB kali ini, nilai ujian nasional (UN) tidak direkomendasikan untuk acuan

penerimaan siswa. Selain itu, Disdikpora juga membagi sekolah-sekolah di Denpasar menjadi empat kawasan dengan masing-masing desa/lurah di sekitarnya. Misalnya, kawasan I terdiri dari tiga atau empat sekolah dengan 9-12 desa/ lurah yang bisa mendaftar di sekolah tersebut. Pembagian ini berlaku untuk zonasi waktu dan siswa miskin. Sedangkan untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua siswa bisa mendaftar di semua sekolah. (kmb12)

Jadi Narasumber pada Seminar Nasional Undiknas

Rai Mantra Gugah Jiwa Wirausaha Mahasiswa, Tekankan Pengembangan Ekonomi Kreatif DIKENAL sebagai sosok dengan segudang pengalaman baik teori maupun praktik sebagai pengusaha menjadikan sosok I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sangat sering diundang sebagai pembicara, khususnya membahas sektor ekonomi dan bisnis. Kali ini pria yang juga Wali Kota Denpasar ini kembali didapuk menjadi narasumber pada Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk ‘’Creative Preneur Nowdays atau Berkarya Bersama Zaman’’ yang dilaksanakan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas). Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini dibuka Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa di Kampus Undiknas Denpasar, Senin (27/5) kemarin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran civitas akademika Undiknas, senat mahasiswa, serta perwakilan inkubator bisnis dari berbagai perguruan tinggi. Rai Mantra menjadi narasumber bersama dua pembicara lainnya, yakni Content Creator Agung Hapsah, dan CEO Radja Cendol Danu Sofwan. Rai Mantra menjelaskan, memasuki era Revolusi Industri 4.0 tentunya memberikan peluang sekaligus tantangan tersendiri. Beberapa segmen yang kini menjadi kebiasaan masyarakat justru akan tergantikan oleh mesin. ‘’Kalau di era Revolusi Industri 3.0 kita menggunakan komputer untuk bergerak dan berinovasi, saat ini

memasuki era Revolusi Industri 4.0 ini kita cukup dengan gawai saja,’’ katanya. Rai Mantra mengatakan, hal ini tentu harus disikapi bersama dengan bijak. Kuncinya ada pada diri kita sendiri. Persaingan saat ini tidak hanya manusia dengan manusia, melainkan manusia dengan mesin atau kemajuan teknologi informasi. Adapun beberapa cara dapat dilaksanakan untuk tetap mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0 ini, salah satunya adalah kreatif. ‘’Kreatif adalah cara untuk menjawab tantangan saat ini. Pemkot Denpasar sangat mendukung tumbuhnya sektor industri kreatif melalui penyediaan kemudahaan dalam perizinan, modal serta ruang kreatif melalui co-working space yang kemudian tumbuh menjadi inovasi yang muaranya berada pada pengembangan ekonomi kreatif,’’ jelasnya. Rai Mantra menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif wajib dilakukan. Berbagai penelitian menyatakan sektor ekonomi kreatif memberikan peluang besar terhadap pertumbuhan ekonomi selain sektor pertambangan, agraris dan pariwisata. ‘’Kuncinya kreatif itu tidak boleh menunggu peluang, melainkan menciptakan peluang dengan inovasi dan kreativitas yang disertai rasa percaya diri,’’ katanya. Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa mengaku sangat bangga

SEMINAR - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menyampaikan materi pada Seminar Nasional Kewirausahaan di Kampus Undiknas Denpasar, Senin (27/5) kemarin. dalam kesempatan seminar kali ini dapat dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar. Sebagai tokoh ekonomi kreatif yang berlatar pengusaha, sosok Rai Mantra sangat tepat menginspirasi mahasiswa. ‘’Beliau sangat tepat menginspirasi karena berasal dari kalangan praktisi dan akademisi,’’ jelasnya. Ketua UKM Kewirausahaan Undiknas I Wayan Budatama Putra mengatakan, semiar ini merupakan

kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Beragam narasumber mulai dari praktisi hingga akademisi turut dihadirkan. Diharapkan UKM Kewirausahaan Undiknas mampu menjadi wadah tumbuhkembangnya wirausaha muda. ‘’Beragam narasumber telah kami undang, dengan beragam disiplin ilmu dan jenis usaha, sehingga diharapkan jiwa kewirausahaan mahasiswa dapat terangsang sejak dini dan terarah,’’ ujarnya. (ad999)


Selasa Pon, 28 Mei 2019

BADUNG

3

Wabup Suiasa Resmi Tutup BBAF 2019

BBAF - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa secara resmi menutup Berawa Beach Arts Festifal (BBAF) 2019, Minggu (26/5), dengan melakukan penuangan air dari dalam kendi.

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa secara resmi melakukan clossing ceremony atau penutupan Berawa Beach Arts Festifal (BBAF) 2019, Minggu (26/5) lalu. Festival tersebut sudah berlangsung selama empat hari yang pembukaannya dilaksanakan pada 23 Mei. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Suiasa didampingi Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa, Kepala Satpol PP Badung, Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya, perwakilan dari Dinas Pariwisata Badung serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan itu diawali pementasan perkusi nusantara music instrument. Penutupan festival dilakukan oleh Wabup Suiasa didampingi Camat, Perbekel dan perwakilan dari Dinas Pariwisata Badung dengan melakukan penuangan air dari dalam kendi ke pasir. Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya memberikan apresiasi kepada panitia karena selama empat hari pe-

nyelenggaraannya, BBAF 2019 sudah berjalan dengan sukses. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung karena sekali lagi sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Tibubeneng dapat mewujudkan acara ini dengan anggaran yang begitu besar. ‘’Selain itu, kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan dengan seluruh panitia agar BBAF untuk tahun-tahun berikutnya bisa ditingkatkan dengan baik,’’ ujarnya. Made Kamajaya juga mengapresiasi para panitia, Karang Taruna Dharma Satya Manggala, serta semua elemen masyarakat Desa Tibubeneng baik khususnya Sanggar Tari Witcitra Desa Tibubeneng yang sudah membawakan tari maskot Tibubeneng dengan baik. BBAF yang ke-2 ini bukan hanya menjadi event nasional, tetapi sudah menjadi event berskala internasional. ‘’Event seperti ini akan terus diselenggarakan oleh masyara-

kat Desa Tibubeneng ke depannya. Tiada lain ini adalah sebagai wujud partisipasi dan peran aktif kita dalam meningkatkan sektor pariwisata di Bali, khususnya di Kabupaten Badung,’’ jelasnya. Sementara itu, Wabup Suiasa sangat senang dapat hadir kembali di acara penutupan BBAF 2019. Suiasa mengapresiasi dan merasa bangga terhadap apa yang sudah dilakukan masyarakat Tibubeneng dengan pemerintah desanya yang sudah berkomitmen dan bersungguh-sungguh membuat agenda Berawa Beach Arts Festival yang ke-2 pada tahun ini. Lebih lanjut dikatakannya, dengan diadakannya kegiatan semacam ini, akan ada perputaran ekonomi untuk masyarakat. ‘’Karena kegiatan ini adalah benar-benar dan oleh untuk masyarakat itu sendiri. Untuk menggerakkan perekonomian di masyarakat, kita harus menjadi orang yang kreatif dan inovatif sehingga akan tercipta ruang yang sel-

uas-luasnya bagi masyarakat,’’ ujarnya. Wabup Suiasa juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Tibubeneng yang sudah bersama-sama berpartisipasi dalam menggerakkan roda ekonomi. Dengan begitu, Kabupaten Badung bisa selalu mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Di sisi lain, kegiatan yang berbasis budaya seperti BBAF ini dapat menggali kreativitas dan inovasi berbasiskan budaya. ‘’Maka dari itu, apa yang berakar dari budaya ini kita bisa dieksplorasikan untuk kegiatan semacam ini dan juga kita gunakan sebagai konsumsi positif dari pergerakan promosi pariwisata, sehingga promosi pariwisata itu tidak hanya dilakukan sebatas tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi melalui kegiatan semacam ini para elemen masyarakat otomatis juga ikut bergerak dalam promosi pariwisata yang dikemas dalam budaya,’’ jelasnya. (ad994)

Selama Lebaran, Bank BRI Siap Layani Masyarakat dengan Dukungan Teknologi

SELAMA libur Lebaran tahun 2019, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) memastikan kesiapan untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Selain menyediakan layanan yang konvensional, BRI juga menyiapkan layanan e-channel dengan dukungan teknologi. BRI akan melakukan layanan operasional terbatas pada 30 Mei serta 3 hingga 7 Juni 2019. Menurut Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragi Rumahorbo, pada tanggal tersebut BRI juga menerima layanan penebusan BBM/non BBM Pertamina, pembayaran SPP Bulog, layanan pick-up service PT Pos, PT ASDP, dan Garuda Indonesia. Sedangkan untuk Visa On Arrival (VOA) dilayani oleh BRI setiap hari selama libur panjang Lebaran. ‘’Layanan PT Taspen dan ASABRI akan dilakukan pada tanggal 1 Juni 2019, dan layanan penerimaan PNBP Polri pada tanggal 3 dan 7 Juni 2019,’’ katanya didampingi Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia saat ditemui, Senin (27/5) kemarin. Meski tidak semua unit kerja BRI buka pada libur panjang Lebaran, kata Osbal, masyarakat diharapkan tidak khawatir. Masyarakat tetap dapat melakukan transaksi perbankan layaknya di Bank

melalui 410.000 Agen BRILink di seluruh Indonesia dan ada sebanyak 24.245 Agen BRILink yang tersebar sampai ke pelosok Bali, NTB, dan NTT. Sementara untuk wilayah Bali ada sebanyak 10.505 Agen BRILink. Diungkapkannya, selain melalui Agen BRILink, masyarakat juga bisa melakukan transaksi perbankan e-channel BRI seperti mesin ATM, CRM, EDC, dan lain-lain. Bank BRI memiliki 1.208 mesin ATM dan 190 mesin CRM di Bali, NTB, dan NTT yang buka selama 24 jam. Untuk wilayah Bali, Bank BRI menyediakan 570 mesin ATM dan 111 CRM. Sementara untuk pick-up service masuk ke masyarakat yang membutuhkan penjemputan uang selama liburan, BRI juga menyiapkan layanan teras keliling. Menurutnya, ada sebanyak 133 mobil-mobil teras keliling dan ada 57 e-Buzz di seluruh Indonesia. ‘’Jadi, hampir 200 mobil yang disiapkan selama liburan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan,’’ terangnya. Untuk menjaga availability dan realibility atau keandalan jaringan, pihaknya memastikan itu harus benar -benar terjaga. Untuk itu BRI membangun posko-posko baik di pusat, di kanwil maupun di cabang. ‘’Semua jaringan e-channel itu

harus berfungsi dengan baik sehingga bisa memberikan kemudahan kepada para masyarakat yang akan mengakses layanan Bank BRI,’’ tegasnya. Pihaknya menegaskan kembali bahwa layanan internet banking, ini juga menjadi andalan BRI. Bahkan tahun lalu Bank BRI yang menyediakan uang tunai hampir Rp 62 triliun, untuk tahun ini pihaknya menyediakan hanya sebesar Rp 48,2 triliun. Ini berarti ada pengurangan, mengingat saat ini kesadaran masyarakat untuk menggunakan cashless sudah semakin baik. Dikatakan, masyarakat saat ini sudah tidak takut kalau nanti membutuhkan uang atau kelebihan uang. Karena mereka tahu bahwa saat ini sudah disediakan fasilitas ATM maupun CRM termasuk juga internet banking untuk membantu masyarakat baik melakukan penarikan maupun penyetoran dan transfer. ‘’Bank BRI sebagai bank besar ingin memastikan bahwa masyarakat bisa terlayani kebutuhan keuangannya selama liburan, bukan saja di Bali tapi di seluruh pelosok tanah air karena kita memiliki jaringan yang sudah terkoneksi dengan baik,’’ ujarnya. Pihaknya mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak ragu untuk menggunakan cashless baik itu untuk pembayaran tol maupun pembayaran lain. Karena Bank BRI juga menyiapkan sejumlah posko untuk memberikan layanan tersebut. Untuk di Bali, Bank BRI menyiapkan dua titik layanan posko mudik di Kanwil Denpasar yaitu di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai dan satu lagi di Pelabuhan Gilimanuk pada 28 Mei hingga 4 Juni 2019. Adapun layanan yang diberikan yaitu penjualan kartu BRIZZI, top up BRIZZI, mini ATM untuk pembayaran listrik, beli pulsa, bayar tagihan finance, Traveloka dan lain sebagainya. Selain itu juga ada layanan kesehatan serta pemberian takjil gratis kepada 40 pemudik setiap harinya. (ad1002)

Mangupura (Bali Post) Selama libur Lebaran, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) akan mempersiapkan sumber daya operasional secara penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol. Seluruh sumber daya operasional seperti Patroli Jalan Tol, PJR, ambulan, rescue, derek dan posko Lebaran disiagakan 24 jam. Menurut Direktur Utama JBT Enkky Sasono Anas Wijaya, selama libur Lebaran petugas operasional siap memberikan layanan optimal. Selain menyiapkan petugas operasional, pemantauan kondisi traffic terkini melalui CCTV,

VMS atau rambu informasi elektronik dan alat pengukur kecepatan angin atau anemometer juga terus dilakukan. Meski demikian, Enkky mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan tol untuk tetap berhati-hati dan selalu mematuhi rambu lalu lintas setiap kali berkendaraan di jalan tol. ‘’Jika mendapat kesulitan di jalan tol, silakan menghubungi sentral komunikasi jalan tol di (0361) 729999 dan posko Lebaran yang dipersiapkan untuk membantu para pengguna jalan. Petugas akan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan,’’ jelasnya. Ditambahkan Enkky, JBT akan memberlakukan diskon

sebesar 15 persen bagi pengguna jalan tol. Diskon tarif tol ini merupakan keputusan dari Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) yang merupakan bentuk pelayanan dan apresiasi bagi pengguna jalan tol. ‘’Selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1440 H tahun 2019, bagi pengguna Jalan Tol Bali Mandara akan mendapatkan diskon sebesar 15 persen,’’ tambahnya. Enkky menjelaskan, diskon tarif tol akan diberlakukan pada periode arus mudik pada 27 Mei pukul 00.00 Wita sampai dengan 29 Mei pukul 23.59 Wita dan periode arus balik mudik pada 10 Juni pukul 00.00 Wita sampai dengan 12 Juni pukul 23.59 Wita. (kmb23)

BRI - Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragi Rumahorbo (kiri) didampingi Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia.

JBT Optimalkan Sumber Daya Operasional Selama Libur Lebaran

Jalan Tol Bali Mandara

Bali Post/edi

NARKOBA - Konferensi pers terkait pengungkapan kasus penyelundupan narkoba.

Bali Post/rah

Penyelundup Asal Thailand Telan 100 Kapsul Berisi Narkoba Mangupura (Bali Post) -

Petugas Bea Cukai Ngurah Rai, Kuta menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu (SS) yang dilakukan oleh Prakob Seetang (29) dan Adison Phonlamat (20) asal Thailand, Senin (13/5) lalu. Mereka ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari perut Prakob Seetang diamankan 49 butir kapsul SS seberat 528,03 gram bruto dan Adison Phonlamat sebanyak 51 kapsul butir seberat 554,45 gram bruto. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Bali, NTB dan NTT Untung Basuki didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono, Senin (27/5) kemarin, menyampaikan kedua pelaku menumpang pesawat Air Asia FD 398 dengan rute Bangkok-Denpasar. Mereka tiba di Bali pada Senin pukul 02.00 Wita. ‘’Saat melewati mesin Xray, anggota kami curiga dengan kondisi tubuh kedua pelaku. Karena ada benda mencurigakan di perutnya,’’ kata Untung Basuki yang juga didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT Husni Syaiful. Pemeriksaan mendalam pun dilakukan terhadap badan kedua pelaku, termasuk rontgen di rumah sakit.

‘’Hasil rontgen terindikasi ada benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan kedua tersangka,’’ ujar Husni Syaiful. Menurut Untung Basuki, modus yang dilakukan pelaku tergolong ekstrem yaitu menelan pil. Selain dapat membahayakan si penyelundup, juga sulit untuk dideteksi oleh petugas. ‘’Inilah salah satu manfaat pemeriksaan badan yang dilakukan petugas Bea Cukai, yaitu untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke Indonesia,’’ ujarnya. Setelah dilakukan upaya pengeluaran, dari dalam saluran pencernaan Prakob Seetang, diamankan 49 bungkusan kapsul SS dan dari tersangka Adison Phonlamat disita 51 bungkusan kapsul SS. ‘’Nilai edar 1 gram metamphetamine (SS) adalah Rp

1,5 juta. Sehingga total 989,66 gram metamphetamine yang disita ditaksir nilai edarnya Rp 1.484.490.000. Jika sampai beredar, dapat dikonsumsi 4.947 orang,’’ tegasnya. Sementara itu, Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Nyoman Sebudi menyampaikan, kedua pelaku baru pertama kali ke Bali. Namun mereka pernah melakukan perbuatan yang sama beberapa bulan lalu di Hongkong dan Malaysia. Masing-masing pelaku dapat bayaran 15 ribu bath. ‘’Kedua pelaku ini orang pedalaman dan sama sekali tidak bisa bahasa Inggris. Kami sudah koordinasi dengan Konsulat Thailand dan mendatangkan penerjemah dari Jawa. Prakob Seetang pekerjaannya tukang listrik dan Adison Phonlamat tukang tato,’’ kata Sebudi. Saat dilimpahkan dari

Bea Cukai ke BNNP Bali, lanjut mantan Kapolsek Kuta ini, masih tersisa dua butir. Karena khawatir meledak, pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya bisa dikeluarkan. ‘’Jam empat pagi keluar dua butir lagi. Muncul kekhawatiran kalau sampai (kapsul SS) meledak, bisa mati ini orang,’’ tegasnya. Model swallow atau menelan hanya bisa bertahan 12 jam dan selama itu tidak boleh mengonsumsi apa pun. ‘’Bayangkan, satu bungkus sabu-sabu ini beratnya 10 gram. Kalau satu butir saja meledak, bisa mati pembawanya,’’ ucap mantan Kepala BNNK Karangasem ini. Hasil penyelidikan, katanya, rencananya penyerahan barang terlarang itu dilakukan di salah satu hotel di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Namun penerima barang tersebut tidak kunjung datang. ‘’Pelaku ini tidak tahu pemberi perintah dan penerima narkotika ini. Komunikasi lewat HP pakai sandi berbahasa Thailand,’’ ungkap perwira melati tiga asal Singaraja ini. (kmb36)

Tingkatkan Status Puskesmas Abiansemal I Pemkab Tambah Fasilitas Penunjang

Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menambah fasilitas penunjang di Puskesmas Abiansemal I. Penambahan fasilitas puskesmas yang terletak di Desa Blahkiuh Kecamatan Abiansemal ini dalam rangka peningkatan status puskesmas menjadi rumah sakit tipe C. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, Senin (27/5) kemarin mengatakan, pemerintah telah menganggarkan Rp 40 miliar untuk proyek tersebut. Pihaknya pun sudah memulai tahap tender di

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. I Gede Putra menjelaskan, meskipun kewenangan pengelolaan puskesmas ada di bawah Diskes, untuk kegiatan fisik tetap di tim teknis dalam hal ini Dinas PUPR. Penambahan fasilitas merupakan salah satu persiapan untuk meningkatkan status Puskesmas Abiansemal I menjadi rumah sakit. Tak hanya itu, persiapan menjadi rumah sakit juga memerlukan izin, peralatan dan SDM. ‘’Makanya segala sesuatunya dipersiapkan. Fisik bisa dikerjakan, alat juga tinggal

dianggarkan saja, kebutuhan orang sementara bisa diambil dari rumah sakit. Untuk izin, ini yang susah. Tidak bisa diprediksi lama tidaknya. Kalau harapannya kami, lebih cepat lebih baik,’’ paparnya. Dia berharap, dengan peningkatan status Puskesmas Abiansemal I menjadi rumah sakit tipe C pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih maksimal. Dengan berubah status menjadi rumah sakit, maka akan ada dokter spesialis, seperti spesialis bedah, penyakit dalam, anak, dan kandungan. ‘’Terdapat juga tiga spesialis tambahan, yakni radiologi, laboratorium, dan

anastesi. Dengan demikian, pasien yang memerlukan pelayanan bisa segera ditangani,’’ sebutnya. Sementara dalam dokumen tender, proyek tersebut diberi nama Belanja Modal Gedung dan Bangunan Pengadaan Bangunan Kesehatan, Bangunan Klinik/Puskesmas/ Laboratorium, Peningkatan Puskesmas Abiansemal I. Tertera pula dalam dokumen tender bahwa tender sudah dibuka untuk umum sejak 24 Mei 2019. Tender akan resmi ditutup pada 11 Juni mendatang. Hingga kemarin sudah ada 12 rekanan yang berminat menggarap proyek tersebut. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Made Urip Sebar Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan

Tembus 255 Ribu Suara DPR-RI Tertinggi Kelima Nasional

USAI penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU di Jakarta, dipastikan PDI Perjuangan memperoleh enam kursi DPR-RI. Salah satunya Drs. I Made Urip, M.Si. sebagai peraih suara terbanyak DPR-RI Dapil Bali dan tertinggi kelima nasional dengan menembus 255.130 suara. Setelah terpilih lima periode kembali menjadi anggota dewan yang dijuluki petani di Bali sebagai ‘’Wakil Rakyat Sejuta Traktor’’ ini, tak pernah lelah dan berhenti turun ke tengah masyarakat. Kali ini, usai mendatangi sejumlah undangan kerakyatan, anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI itu kembali menyebarkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang dipusatkan di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Serongga, Desa Pangkungkarung, Kerambitan, Tabanan, Minggu (26/5) malam. Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Made Dirga juga ikut mendampingi bersama dua narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan I Wayan Gunadi dan I Wayan Dika Sumantra yang membedah nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang dihadiri ratusan anggota dan pengurus STT se-Desa Pangkungkarung bersama krama desa dan ibu PKK beserta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Bendesa Adat Serongga I Made Wisnam mengakui tanggapan masyarakat terkait kehadiran pentolan PDI Perjuangan ini sangat baik karena setiap pembangunan di antaranya bale gong dan bale kulkul selalu datang membantu. ‘’Itu berkat perjuangan Pak Made Urip dan Pak Made Dirga,’’ ujarnya seraya ditambahkan Ketua II Panitia Penggalian Dana I Ketut Alit Antara terkait sosialisasi yang digencarkan Made Urip. Menurutnya, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini sangat dibutuhkan generasi muda dari lima banjar ini. ‘’Karena itu, kita mengucapkan terima kasih atas pemahaman 4 Pilar Kebangsaan untuk generasi muda. Ini wujud nyata kita mengundang Pak Urip dan Pak Dirga untuk ikut menjaga

SEBARKAN - Anggota Bangar MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. saat menyebarkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Serongga, Desa Pangkungkarung, Kerambitan, Tabanan, Minggu (26/5) malam. persatuan dan kesatuan mudamudi,’’ imbuhnya saat didampingi Ketua I Panitia Penggalian Dana I Wayan Sumandi yang juga mengakui respons masyarakat sangat luar biasa. Di sisi lain, Ketua STT Banjar Serongga I Gede Rai Putra Dharmawan mengaku merespons positif sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini. Apalagi sudah banyak kegiatan masyarakat, termasuk generasi muda yang telah dibantu Made Urip. ‘’Kita harap Pak Made Urip dan Dirga bisa terus turun membantu masyarakat, khususnya kegiatan bagi generasi milenial,’’ sebutnya. Pada kesempatan itu, Made Dirga menegaskan, meskipun sudah terpilih, Made Urip tetap semangat berkeliling menemui masyarakat sampai ke pelosok desa. Bahkan, kali ini datang menyosialisasikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan setelah pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019. Karena itu, bersama Made Urip juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat, sehingga kembali terpilih menjadi wakil rakyat untuk periode kali ketiga hingga menembus 12.153 suara. Sementara itu, terkait sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, Made Urip menegaskan sebagai tugas MPR-RI yang menjadi komitmen bersama untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara dari kepentin-

gan sempit yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan. Apalagi akibat menguatnya politik identitas dan kepentingan agama bisa meretakkan keutuhan bangsa dan negara. Karena itu, lewat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini harus terus digenjot di Tanah Air hingga ke luar negeri, seperti Amerika, Hongkong, Malayasia yang juga perlu mendapatkan nilai-nilai implementasi 4 Pilar Kebangsaan. ‘’Mereka juga perlu mendapatkan penguatan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Karena jutaan penduduk Indonesia juga berada di luar negeri,’’ beber anggota Komisi IV DPR-RI tersebut. Ketua DPP PDI Perjuangan ini juga berharap para kaum melenial harus paham betul 4 Pilar Kebangsaan, terutama wawasan dan implementasinya untuk menjaga keutuhan bangsa dari Sabang sampai Merauke. Tujuannya agar negara tidak dicabik-cabik oleh kepentingan agama dan politik identitas, sekaligus untuk menjaga NKRI. ‘’Itu sebagai tugas generasi muda untuk melanjutkan tongkat estafet kemimpinan. Jadi harus dipahami 4 Pilar Kebangsaan ini, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Sedangkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan NKRI sebagai bentuk negara serta terakhir Bhinneka Tunggal Ika sebagai simboyan negara,’’ jelasnya. (ad995)

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Kerja Sama dengan MSU Malaysia

PNB Luncurkan Kelas Internasional POLITEKNIK Negeri Bali (PNB) bekerja sama dengan Management & Science University Malaysia (MSU) meluncurkan kelas internasional yang akan dimulai tahun ajaran 2019-2020. Peluncuran program ini sesuai dengan kebijakan Kemenristekdikti untuk program internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Menurut Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. didampingi Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Ir. I Wayan Arya, M.T., kegiatan internasionalisasi PNB sebenarnya sudah lama dilakukan dalam upaya mewujudkan visi yaitu terdepan, profesional, dan berdaya saing internasional. Bentuk kegiatan internasionalisasi PNB meliputi transfer credit, lecturer exchange, & student exchange dengan sejumlah universitas di luar negeri. Seperti dengan Angers University France, Lecturer Exchange dengan Rajamanggala University Thailand, Research Collaboration dengan Brunel University UK, Rajamanggala Thailand, dan Keio University Japan, Overseas internship dengan beberapa universitas di Taiwan dan masih banyak lagi kerja sama internasional lainnya. Dijelaskan Abdi, hingga akhir tahun 2019, target internasionalisasi PNB lebih fokus untuk wilayah Asia Pasific (Aspac). ‘’Meski demikian, saat ini PNB juga sudah mulai mengembangkan sayapnya untuk bekerja sama dengan beberapa universitas di Uni-Eropa seperti Swiss, Jerman, dan Belanda,’’ katanya di sela-sela peluncuran kelas internasional, Senin (27/5) kemarin di Gedung Widya Guna, kampus setempat. Sementara terkait kelas internasional kerja sama PNB-MSU, Wakil Direktur Bidang Akademik A.A. Ngurah Bagus Mulawarman, S.T., M.T. didampingi Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg. (Kepala Pusat Kerja Sama, Pemberdayaan Aset,

PELUNCURAN - Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. (dua dari kanan) didampingi Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Ir. I Wayan Arya, M.T. (dua dari kiri), Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg. (kanan) saat peluncuran kelas internasional kerja sama PNB-MSU, Senin (27/5) kemarin. dan Hubungan Internasional) menjelaskan, yang ditawarkan untuk kelas internasional ini adalah Program Sarjana S-1 (Bachelor Degree) dengan waktu studi tiga tahun di PNB plus satu tahun di MSU. Selain itu, juga program Fast Track S-2 (Master Degree) dengan waktu studi tiga tahun di PNB plus dua tahun di MSU. Dipaparkannya, sebagai luaran dari program ini, mahasiswa akan memperoleh ijazah ahli muda dari PNB dan ijazah S-1 MSU untuk Bachelor Degree dan ijazah S-2 MSU untuk Master Degree. Adapun enam program studi yang ditawarkan yaitu Bachelor in Hospitality Management and Tourism, Bachelor in International Business, Bachelor in Accountancy, Bachelor in Electrical Engineering, Bachelor in Informatics Technology, dan Bachelor in Mechanical Engineering. Sementara untuk proses seleksi

kelas internasional ini, mengikuti jalur kelas reguler, yaitu jalur PMDKPN, UMPN, dan Mandiri. Saat ini seleksi kelas internasional baru melalui jalur PMDKPN. Adapun jumlah calon mahasiswa kelas internasional yang sudah mendaftar melalui PMDKPN adalah 116 orang dari target sejumlah 180 orang (6 kelas). Sementara untuk kekurangannya akan diseleksi lagi melalui jalur UMPN dan jalur Mandiri. Program serupa yang saat ini sedang dipersiapkan dan segera menyusul adalah kelas internasional kerja sama antara PNB dengan beberapa universitas di Taiwan, termasuk untuk Program Studi Civil Engineering. ‘’Penyelenggaraan kelas internasional ini merupakan salah satu wujud nyata visi PNB sekaligus sebagai bentuk komitmen untuk selalu berperan aktif dalam meningkatkan daya saing SDM kita di kancah internasional,’’ tambahnya. (ad993)

Perayaan HUT Ke-14 BPR Padma

Dirangkai ’’Launching’’ Web Terbaru www.bankpadma.id PUNCAK HUT BPR Padma yang ke-14 pada 23 Mei tahun 2019, perayaannya dilaksanakan di UC Silver, Jalan Raya Batubulan, Gianyar, Minggu (26/5). Adapun tema HUT kali ini yakni ‘’Peningkatan Kualitas Sumber Daya untuk Menyongsong Era Digitalisasi Transaksi Keuangan’’. Pada saat itu juga di-launching web terbaru BPR Padma yakni www.bankpadma.id. Di mana dalam web tersebut sudah di tambahakan fitur pengajuan permohonan kredit, pembukaaan rekening tabungan, deposito dan update kegiatan terbaru serta laporan publikasi, sehingga masyarakat bisa lebih berinteraksi dan mengetahui laporan perkembangan BPR Padma secara langsung. Selaku pemegang saham, Putu Gede Budiada dalam sambutannya menyatakan tetap selalu men-support pertumbuhan dan perkembangan BPR Padma dan peningkatan teknologi untuk bisa memenangkan persaingan. Begitu juga tetap menjadi tiga besar BPR di Bali.

DIBAGIKAN - Alfamart dan LAZISNU telah membagikan 45 paket hidangan buka puasa, yang diselenggarakan di Panti Asuhan Yassika di Jalan Bukit Catu, Subagan, Kabupaten Karangasem, Rabu (22/5) lalu.

Alfamart Gandeng LAZISNU Bagikan Ribuan Paket Buka Puasa

Gede Mahadewa selaku Direktur Utama menyatakan pada HUT yang ke-14 ini, BPR Padma dengan di-support seluruh karyawan bisa tumbuh dengan sehat dan memenangkan persaingan. Dalam acara puncak tersebut dirangkaikan juga penyerahan kepada lima orang karyawan

berprestasi, pemberian Pin Emas kepada karyawan yang sudah memiliki masa kerja 10 tahun. Penyerahan cenderamata kepada pencetus sekaligus desainer tas Go Green BPR Padma dan penyerahan hadiah gerebek pasar bagi karyawan yang memperoleh nasabah terbanyak. (ad1000)

PT SUMBER Alfaria Trijaya Tbk., pengelola jaringan ritel minimarket Alfamart, bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) membagikan 3.200 paket hidangan buka puasa untuk anak yatim dan duafa di seluruh Tanah Air. Khusus di Bali, Alfamart dan LAZISNU telah membagikan 45 paket hidangan buka puasa, yang diselenggarakan di Panti Asuhan Yassika di Jalan Bukit Catu, Subagan, Kabupaten Karangasem, Rabu (22/5) lalu. Branch Manager Alfamart Lombok Suriadi mengatakan, Ramadhan sudah sewajarnya

menjadi momen untuk saling berbagi berkah dengan sesama, terutama kepada mereka yang kurang beruntung. ‘’Kegiatan buka bersama ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi kegiatan kemanusiaan antara Alfamart dengan LAZISNU,’’ katanya. Bantuan tersebut disalurkan kepada panti asuhan, yayasan kemanusiaan atau komunitas pra-sejahtera. Kegiatan pemberian hidangan buka puasa dan santunan tersebut terselenggara berkat program donasi konsumen atau uang receh kembalian selama tiga bulan, yaitu April - Juni 2018 lalu.

Hasil pengumpulan donasi selama periode itu selanjutnya dikelola LAZISNU. ‘’Kami mengutamakan untuk memberi anak yatim dan duafa, karena memang merekalah yang sewajarnya mendapatkan bantuan,’’ ujar Suriadi. Kegiatan buka puasa bersama yatim dan duafa dilaksanakan di 32 kota dan daerah di berbagai wilayah di Indonesia. Masing-masing kota dan daerah akan menyalurkan 100 paket hidangan untuk berbuka puasa. Selain membagikan hidangan untuk berbuka puasa, anak-anak yatim piatu dan kaum duafa juga mendapatkan santunan. (ad997)

70 Persen Lulusan SMP Ganesha Denpasar Diterima di Sekolah Negeri Kini Wakili Densel di Lomba UKS dan PKTP

KEPALA SMP Ganesha Denpasar Drs. I Ketut Jawita, Senin (27/5) kemarin melepas 448 siswa kelas IX. Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan siswa oleh Kasek I Ketut Jawita kepada Wakil Ketua Komite I Nyoman Jestera. Acara diawali dengan pementasan tari kebesaran SMP Ganesha ‘’Satyaning Ganesha’’. Menariknya, acara pelepasan yang dilakukan secara sederhana di aula sekolah menjadi meriah. Saat itu digelar pentas seni (pensi) dengan menampilkan berbagai atraksi siswa. Di antaanya tari Legong, lawak, dance dan teater. Kasek Ketut Jawita mengungkapkan lulusan yang dilepas adalah SDM Bali yang cerdas dan berkarakter. Hampir 70 persen lulusannya diterima di SMA dan SMK negeri di Kota Denpasar. Ini artinya, SMP Ganesha Denpasar sukses menanamkan budaya berprestasi. Untuk itu, Jawita meminta alumninya tetap menunjukkan prestasi di sekolah yang lebih tinggi. Tunjukkan diri sebagai SDM yang disiplin dan penuh tanggung jawab.

Kepercayaan pemerintah terhadap SMP Ganesha Denpasar juga terus meningkat. Tahun ini saja, kata Ketut Jawita yang dikenal akrab dengan siswa ini, akan mewakili Densel untuk lomba Sekolah Sehat (UKS) dan Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP). SMP Ganesha di kawasan Sesetan, Densel tetap menjadi incaran masyarakat. Alasannya sederhana, sekolah ini mengalami kemajuan pesat dalam akademis dan fasilitas gedung. Yayasan mampu merampungkan gedung baru berlantai empat di bagian barat. Gedung ini sudah dipakai untuk peserta didik baru. Dengan demikian SMP Ganesha hingga kini memiliki 21 RKB. SMP Ganesha juga sudah membuka pendaftaran PPDB 2019-2020. Hingga Senin kemarin sudah 550 calon siswa yang mendaftarkan di sekolah ini sekalipun kelulusan siswa SD belum diumumkan. Namun, dia menegaskan pendaftaran PPDB akan ditutup hingga memenuhi kuota 11 kelas. Biaya pendaftaran hanya dikenakan Rp 40 ribu.

Bagi warga Densel yang berprestasi, kata Ketut Jawita, diberikan diskon 25-50 persen uang gedung, termasuk bagi siswa berkategori khusus yakni dari KK tak mampu, anak yatim piatu, anak kembar atau memiliki saudara sekolah di SMP Ganesha. Kasek Jawita didampingi Waka Kurikulum Dra. Ni Wayan Gandawati, M.M.Pd., Waka Kesiswaan Drs. Dewa Adi Adnyana, Waka Humas dan Sarpras Nyoman Sujana, S.Pd. menambahkan, sekolahnya memiliki berbagai keunggulan dalam iklim akademik. Sekolah ini setiap tahun menyerahkan bonus dan penghargaan kepada pemenang dan peraih medali di Wali Kota Cup dan Porjar Kota Denpasar. Hal ini dilakukan untuk memberi apresiasi atas prestasi yang diraih siswanya sekaligus memotivasi siswa lain berprestasi. Ketua Yayasan Ganesha Drs. I Made Ruta juga menekankan agar lulusan SMP Ganesha Denpasar menunjukkan disipilin dan prestasi di tempat lain. Kedua, tetap menjaga nama baik al-

PELEPASAN - Kepala SMP Ganesha Ketut Jawita bersama Ketua Yayasan Made Ruta dan wakasek saat melepas siswa kelas IX SMP Ganesha. mamater. Ini pas dengan tema pelepasan ‘’Pergi dengan ilmu pengetahuan, datanglah dengan prestasi’’. Dia mengungkapkan kini yayasan sudah memandang fasili-

tas SMP Ganesha sudah berkualitas, tinggal fokus pada mutu PBM dan SDM guru. Apalagi sekolah ini dikenal sebagai sekolah kembarannya SMPN 6 Denpasar. Soal prestasi SMP Ganesha adalah

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

gudangnya. Di ajang Porjar 2019 anak-anak SMP Ganesha meraih lima perak dan delapan perunggu. Di Wali Kota Cup 2019, meraih satu emas, tiga perak dan dua perunggu. (ad996)


DAERAH

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Minimalisasi Kredit Macet

5

Senator RI Temui Ratusan Umat Hindu di Perumahan Kampial

Diskop UMKM Denpasar ’’Pamelaspasan’’ Pura Terate Bang Rancang ’’E-Checking’’ Simbol Kebangkitan Ajaran Hindu di Bedugul

Denpasar (Bali Post) Koperasi di Denpasar akan diprogramkan layanan echecking. Layanan ini akan memberikan kemudahan bagi koperasi untuk melihat data anggota (nasabah), terutama dalam penyaluran kredit. Hal tersebut diungkapnkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar I Made Erwin Surya Dharma Sena, Senin (27/5) kemarin. Dikatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan meluncurkan layanan e-checking untuk koperasi. E-checking ini sangat penting bagi koperasi, terutama dalam menekan terjadinya kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Layanan ini akan memberikan data nasabah, terutama sebagai debitur yang menerangkan riwayat kredit tentang ada atau tidaknya calon debitur memiliki kredit di koperasi lain. ‘’Melalui data ini koperasi bisa melihat calon debitur, apakah sudah memiliki kredit di tempat lain (koperasi). Selain itu, bagaimana kemampuannya juga akan terlihat, sehingga koperasi lebih teliti dalam mengeluarkan kredit. Dengan demikian, mampu memperkecil terjadinya kredit bermasalah,’’ jelas Erwin. Erwin mengatakan, setiap orang berhak menjadi anggota di banyak koperasi, namun jika calon dibitur telah memiliki banyak kredit, tentu menjadi pertimbangan. Sehingga mengetahui profil dari calon debitur akan membantu koperasi dalam menganalisis kredit yang akan disalurkan. Dikatakan, rancangan program ini akan diluncurkan pada peringatan Hari Koperasi, pada Juli mendatang. Layanan ini pun akan disosialisasikan terlebih dahulu, dan mengambil satu kecamatan di Denpasar sebagai pilot project penyediaan layanan e-checking ini. ‘’Kami akan coba pada koperasi-koperasi di salah satu kecamatan di Denpasar untuk dijadikan pilot project. Dan jika ini berjalan dengan baik, maka akan disosialisasikan lebih lanjut,’’ ujarnya. (kmb12)

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa kembali dielu-elukan rakyat Bali saat hadir di suatu acara. Kehadiran sosok pemuda Bali karismatik ini mampu memberikan warna tersendiri di acara apa pun yang dikunjungi. Hal ini terbukti dari antusiasme semeton Bali untuk menghampiri, bersalaman dan juga meminta swafoto dengan Senator termuda asal Bali ini. Demikian terekam saat Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir di upacara pujawali di Pura Terate Bang di kawasan Kebun Raya Bedugul, Baturiti, Tabanan. Dalam kesempatan itu, Senator AWK disambut Jero Mangku Ketut Yasa, I Wayan Puja Ambara (Bendesa Adat Bukit Catu), Nyoman Suta (anggota DPRD Kabupaten Tabanan), Wayan Sarma (Klian Dinas Bukit Catu), panitia karya, tim PKK serta STT Desa Adat Bukit Catu. Antusiasme warga Hindu terhadap Senator AWK terlihat dari bagaimana umat setia menunggui Senator Bali ini dengan sabar hingga dapat berswafoto dengan tokoh kebanggaan Bali ini. Sebagaimana disampaikan Wayan Suta di sela-sela mendampingi Senator AWK, belum pernah ada pejabat di Bali yang be-

gitu dielu–elukan oleh warga seperti AWK. ‘’Beliau hadir membawa aura yang baik, apalagi kami ingat pada saat pura ini terkena longsor batu dan hancur beberapa tahun yang lalu. Beliau langsung hadir meninjau dan mengawal di pusat sehingga pura ini bisa diperbaiki dengan baik. Apalagi, beliau juga yang membantu pembuatan Prasasti Pura Terate Bang yang terbuat dari pelat tembaga dan diserahkan di Istana Mancawarna Tampaksiring. Ke depan kami akan terus memohon agar Ratu Ngurah membina dan membantu penyempurnaan penataan kawasan ini,’’ kata Nyoman Suta yang merupakan tokoh desa ini. Terkait dengan Pura Terate Bang, Senator AWK memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membatu mewujudkan renovasi dan pembangunan ulang pura yang termasuk Khayangan Jagat ini. ‘’Akhirnya bencana tempo hari membawa hikmah. Pura sekarang lebih indah. Jika dulu menggunakan batu hitam bekas lahar gunung, sekarang sudah menggunakan bahan batu merah ala Majapahit dan terlihat sangat megah sekali. Ini sudah kehendak niskala bahwa pralina menghasilkan kekuatan baru. Saya yakin ini

adalah ciri kebangkitan umat Hindu di Bedugul. Lihat saja, jika Ida Batara sudah berstana dengan baik, maka akan ada kebaikan yang mengikuti. Bangkitlah Bedugul agar jadi simbol Siwa Budha. Apalagi dulu Bung Karno adalah pengagum sejarah pura pingit ini,’’ tutur Gusti Wedakarna. Hal senada juga disampaikan Senator AWK saat menyambangi Pura Merta Sari Nuansa Utama di Kampial, Kuta Selatan. Yang mana kegiatan odalan di pura padat penduduk ini menjadi simbol kebangkitan Hindu. ‘’Nanti saya sumbangkan speaker untuk pura ini agar Hindu eksis, agar umat peduli dengan Tri Sandya. Ini pura patut dipertahankan dan mohon tradisi budaya Bali dan Hindu agar terus dikembangkan, khususnya di kalangan milenial. Jadikan pura sebagai pusat kebijaksanaan. Pura menjadi pusat kecerdasan dan jadikan Purapura di perumahan sebagai pasraman. Sudah saatnya pura bangkit kembali sebagai pusat kebangkitan Hindu Nusantara, sebagaimana ramalan Sabdo Palon Nayogenggong. Di Kampial, Senator AWK disambut I Ketut Wendra (Kepala Lingkungan Menesa), I Made Kaseh (Klian Adat Menesa), I Wayan Badra

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Prajuru Pura Terate Bang Bedugul Tabanan dan Pura Merta Sari Kampial, Nusa Dua, Badung (Bendesa Adat Kampial), I Wayan Wijana (Sekcam Kuta Selatan) dan I Wayan Loka Astika (anggota DPRD Badung terpilih dari PDI-P). Hal yang sama juga terjadi di Kampial, di mana antuasiasme masyarakat untuk bertemu Arya Wedakarna terlihat di lapangan.

Tua-muda, laki-perempuan dan semua kalangan menghampiri AWK untuk bersalaman dan berfoto. Sungguh luar biasa karisma dari AWK yang juga peraih 742.781 suara tertinggi di Pemilu 2019 dan tercatat dalam sejarah Bali sejak Indonesia Merdeka. (ad1004)

Amankan Idul Fitri

Personel Polresta Dilarang Bertindak Arogan Denpasar (Bali Post) -

Polresta Denpasar menggelar Latihan Pra-Operasi (Lat Praops) Ketupat Agung 2019 dipimpin Wakapolresta AKBP Benny Pramono, Senin (27/5) kemarin. Salah satu perintah Benny Pramono kepada anggotanya yakni selama bertugas dilarang arogan dan harus menjaga nama baik Polri.

Bali Post/ist

BASARNAS - Basarnas Denpasar akan menyiagakan 100 personel pada titik-titik rawan selama arus mudik.

Amankan Mudik Lebaran Basarnas Siagakan 100 Personel

Mangupura (Bali Post) Selama pelaksanaan siaga SAR khusus arus mudik Lebaran, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar akan menyiagakan 100 personel pada titik-titik rawan terutama pelabuhan, bandara, jalur rawan dan objek wisata. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Hari Adi Purnomo, S.H. di sela-sela apel kesiapan personel serta pengecekan peralatan SAR dan kendaraan operasional, Senin (27/5) kemarin mengungkapkan, selain personel, alat utama pun akan dikerahkan. Menurutnya, alat utama yang dikerahkan yakni rescue truck sebanyak satu unit, rapid deployment land SAR unit sebanyak tiga unit, rescue car tiga unit, communication mobile satu unit, truk angkut personel empat unit, kapal SAR KN SAR Arjuna 229, jetski sebanyak tiga unit, Rigid Inflatable Boat lima unit dan rubber boat di setiap pos SAR. Sesuai rencana, Posko Siaga Terpadu akan difokuskan di Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Benoa serta Pelabuhan Toya Pakeh Nusa Penida. ‘’Di samping itu juga dilakukan pemantauan lapangan bergerak pada jalur-jalur yang dianggap rawan terjadi kecelakaan dan beberapa objek wisata,’’ ucapnya. Diharapkan strategi penempatan titik-titik posko tersebut dapat meng-cover seluruh Bali, tentunya juga didukung dengan koordinasi yang baik bersama unsur SAR. Sebagai pusat pengendali secara keseluruhan di wilayah Bali, ditetapkan berada di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang berlokasi di Jimbaran. Pada H-5 Lebaran, KN SAR Arjuna 229 akan berlayar memantau perairan sekitar Benoa – Padangbai - Laut Bali Banyuwangi, dan sandar sampai dengan H+2 di Pelabuhan Aspal. ‘’Pelaksanaan siaga SAR khusus arus mudik Lebaran 1440 H sejak tanggal 28 Mei hingga 13 Juni 2019. Siaga SAR tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Bali dan perairan di sekitarnya,’’ ungkapnya. (kmb23)

Kuasai Ratusan Ekstasi

Pria Asal Jember Divonis 11 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Diadili atas kepemilikan 796 butir ekstasi dan menyimpan 617,4 gram sabu, Mohamad Faisal (21), Senin (27/5) kemarin dipidana penjara selama 11 tahun. Di samping itu, pria asal Jember, Jawa Timur itu juga didenda Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan. Dalam perkara ini, majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami menjerat terdakwa dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Vonis itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU Dewa Lanang Arya Raharja sebelumnya menuntut terdakwa pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider empat bulan penjara. Atas putusan itu, Faisal yang didampingi tim penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima. Sedangkan jaksa Lanang Arya mengaku masih pikir-pikir. (kmb37)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna Pesat Gatra dan diikuti puluhan personel. Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, Polresta mengerahkan 166 personel, terdiri dari Satgas Turbinjali 103 orang, Satgas Kamseltibcar Lantas 23 orang, Satgas Lidik Sidik 21 orang dan Satgas Ban Ops 19 orang. ‘’Kepada seluruh personel yang terlibat dalam Lat Praops Ketupat Agung 2019 ini, agar selalu melakukan koordinasi dan tetap solid dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan demikian mampu mencegah dan menangkal kemungkinan gangguan-gangguan yang dapat timbul serta mampu menjaga situasi tetap kondusif,’’ ujar Benny Pramono. Mantan Wakapolres Badung ini menekankan beberapa hal kepada anggotanya, yaitu jangan arogan dan jaga nama baik Polri setiap melaksanakan tugas, tindak te-

gas segala bentuk pelanggaran dan kejahatan, termasuk pelaku yang meresahkan masyarakat. ‘’Tetap lakukan koordinasi dengan instansi terkait di lapangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelum dan sesudah melaksanakan tugas jangan lupa berdoa,’’ ucap perwira melati dua di pundak ini. Benny Pramono mengaku yakin dan optimis dengan segala keterbatasan sarana serta prasarana yang Polresta miliki, tetapi dapat memberikan yang terbaik untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. ‘’Niat yang tulus ikhlas disertai kerja keras yang kita lakukan merupakan komitmen yang harus selalu dijaga untuk merebut hati masyarakat. Hal ini kita bangun dalam rangka menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat kepada Polri,’’ imbuhnya. (kmb36)

Bali Post/ist

LATIHAN - Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono saat membuka Latihan Pra-Operasi Ketupat Agung 2019.

Warung Global

RPH agar Dikelola SDM Berkompeten BERTAHUN-TAHUN mangkrak, Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar akan diaktifkan kembali. Pemprov Bali menghibahkan RPH ke Pemkab Gianyar. RPH Temesi ini rencananya akan dikembangkan sebagai sentra pengolahan daging. Kawan Global dalam acara dialog interaktif di Radio Global 96,5 FM menyampaikan beberapa saran agar RPH ini dikelola SDM yang berkompeten. Berikut rangkuman selengkapnya.

Menurut pendapat Ketut Mursi di Denpasar, pengelolaan RPH ini harus jelas. Pengelola dari Pemkab Gianyar, namun tetap diawasi Pemprov Bali. Budiada di Tabanan menyatakan jika ingin berbisnis, harus serius sehingga bisa berkelanjutan. Jangan orientasinya fee semata. Ia melihat perencanaan awal belum matang. Ini artinya tidap produktif, terkesan menghamburkan uang. Jika sekarang dihibahkan ke Pemkab Gianyar, harus

dikelola SDM yang berkompeten. Pengelolanya harus nasionalis. Jika diberi wewenang harus bertanggung jawab. Ia harap Gubernur Bali memecat jika pengelolanya main-main. Berbeda dengan apa yang dikatakan Febri di Gianyar. Warga Bali mengonsumsi daging babi. Kalau di Jawa lebih baik karena banyak yang mengonsumsi daging sapi. Pasti ada ketidakberesan dalam SDM pengelolanya. Demiki-

an perkiraan Fera di Tabanan. Untuk itu, jika difungsikan lagi, pengelolanya harus berkompeten. Jika ada yang tak beres, seharusnya memang dievaluasi. Hal ini disampaikan Werdha di Gianyar. Jika RPH Temesi disiapkan untuk pengolahan daging, maka agar bisa juga menyiapkan untuk suplai daging upakara di Bali. Jangan sampai RPH ini tak berfungsi sebagaimana mestinya. (sikha)

Flu Singapura pada Anak SEBAGIAN besar orangtua pasti pernah mendengar tentang flu Singapura atau yang dalam istilah medis disebut HFMD (Hand Foot Mouth Disease), tetapi sebenarnya apa sih penyebabnya dan bagaimana gejalanya? HFMD adalah penyakit yang sering disebabkan infeksi coxsackie virus yang menyerang bayi ataupun anakanak kurang dari lima tahun. HFMD termasuk airborne disease yang artinya dapat menular melalui udara saat pasien bersin atapun batuk namun bisa juga menular melalui kontak langsung dengan pasien. Gejala awal HFMD adalah demam, nyeri tenggorokan

dan malaise yang diikuti dengan munculnya bercak kemerahan dan blister pada tangan dan kaki serta sariawan di rongga mulut satu sampai dua hari setelah mulai demam. Hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua saat anaknya terkena HFMD adalah asupan cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat rasa sakit saat anak menelan yang dapat dicegah dengan memberikan minum dalam porsi kecil namun lebih sering, makanan yang diberikan pun makanan dengan konsistensi lunak namun tetap mengandung gizi yang sama dengan sebelum anak sakit. Pengobatan HFMD sendiri

bersifat simtomatis atau hanya untuk meredakan gejala yang muncul karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri telan, obat antihistamin atau calamin lotion dapat diberikan bila anak merasa gatal dan cenderung menggaruk bercak atau blisternya, beberapa dokter akan meresepkan antibiotik sebagai pencegahan terhadap infeksi sekunder bakteri. Perhatikan dosis pemberian obat agar efeknya maksimal. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk melindungi anak dari HFMD,

namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan memutus rantai penularan HFMD di antaranya dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, membersihkan mainan anak secara rutin, menghindari sharing alat ma-

kan dan minum anak dengan saudara atau teman yang sedang sakit dan menggunakan masker bila di sekolah atau area bermain terdapat teman yang sedang sakit. l dr. I Gede Kade Dwi Dharma Kayika


OPINI

6

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Aturan Jelas Kompromi Jalan Terus DUNIA pendidikan yang muaranya melahirkan manusia unggul dan berkualitas tak kunjung memiliki sistem baku dalam perekrutan peserta didik. Perubahan nyaris terjadi sepanjang tahun. Dan setiap perubahan digulirkan dinamika dan problemnya nyaris sama. Siswa bingung, orangtua bingung, bahkan sekolah juga bingung. Tak terkecuali Dinas Pendidikan selaku lembaga yang menentukan sistem perekrutan juga bingung. Problem tahunan ini nyaris tak kunjung tertangani dengan baik. Sistem terbaru hanya berlaku setahun dan setelahnya sistem ini mandul. Dulu, ketika zaman nilai Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA) Nasional dilakukan, siswa tak perlu sibuk mencari sekolah. Cukup mendafat di sekolah, maka nilai EBTA akan memutuskan siswa diterima atau ditolak di sekolah tujuannya. Sistem ini juga tak membuat orangtua resah. Sistem ini sempat berlaku beberata tahun, namun akhirnya dianulir ketika orang mulai meragukan kejujuran siswa dalam menghadapi ujian. Sistem dengan memberikan hak penuh kepada sekolah untuk menentukan anak didik yang diterima juga pernah diberlakukan. Ini juga direvisi. Kemudian secara bergantian sepanjang tahun bermunculan sistem perekrutan siswa baru. Sayangnya belakangan ini campur tangan politisi dalam menentukan model perekrutan calon siswa juga sangat kental. Yang pasti, sistem PPDB saat ini lahir dari kempromi politik dan gagasan ideal pelaku pendidikan. Sistem yang lahir dari kompromi ini ternyata lebih banyak menimbulkan beban di masyarakat dibandingkan kemudahan. Yang jelas, kita sebagai warga negara dan penduduk yang berdaulat tentu sangat berharap dunia pendidikan segera merumuskan aturan baku dalam pengelolaan perekrutan siswa baru. Kepastian harus menjadi salah satu kata kuncinya. Tolok ukur harus jelas. Ketegasan juga harus menjadi bagian dari penerapan sistem. Selama ini sistem yang ideal sering kali menjadi liar, ketika campur tangan politisi membuat pengambil kebijakan tidak tegas. Faktanya bisa kita lihat di sekolah-sekolah negeri. Kuota yang diterima, sekolah mungki jauh dari kata ideal dalam pembelajaran dan sarana yang ada. Yang pasti, inilah sistem yang berlaku saat ini. Aturan jelas, kompromi jalan terus. Kita berharap PPDB jangan terus menyisakan persoalan. PPDB tahun 2019 dengan sistem zonasi harus dipublikasikan secara intensif dan dipatuhi. Sistem zonasi yang mengacu pada kedekatan jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan. Ini sesuai Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB Tahun 2019. Proporsi siswa yang diterima melalui jalur zonasi mencapai 90 persen, sisanya lewat jalur prestasi lima persen dan lima persen lagi melalui jalur perpindahan orangtua. Dalam sistem zonasi ini juga diatur jarak maksimal tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah yang dituju maksimal lima kilometer. Artinya, jika jarak tempat tinggal siswa di luar/lebih dari lima kilometer, dinilai sudah di luar zonasi. Kita tentu menyadari keluarnya sistem zonasi ini dijiwai semangat memeratakan kualitas pendidikan. Dengan sistem zonasi, sebaran siswa berprestasi diharapkan bisa merata. Tidak ada lagi dikotomi sekolah favorit yang diserbu siswa berprestasi dengan sekolah non-favorit. Ke depan tentu semua sekolah berpotensi favorit karena memiliki siswa berprestasi. Sayangnya, ada yang dilupakan dalam mengejar proporsional sekolah favorit dan siswa berprestasi. Proporsi fasilitas sekolah belumlah merata di semua zonasi. Ada sekolah yang memiliki fasilitas (pendidikan) seperti laboratorium dan sejenisnya begitu lengkap. Di sisi (zonasi) lain, ada sekolah yang jangankan memiliki fasilitas seperti laboratorium lengkap, bangku dan meja untuk belajar siswa pun alakadarnya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menjaga Kesucian Gunung Agung

Gunung Agung, gunung yang disucikan umat Hindu belekangan ini terus erupsi. Abu vulkaniknya pun menyebar ke sejumlah wilayah di Bali. Letusan Gunung Agung secara pelan-pelan ini tentu patut kita syukuri. Jika Gunung Agung meletus dahsyat, tentu dampaknya tak terhingga bagi Bali. Banyak sektor yang akan terdampak. Sebagai umat Hindu, alangkah baiknya ke depan agar umat Hindu dan petinggi pemerintahan di Bali mulai memikirkan agar gunung yang kita sucikan ini bebas dari kepentingan pendakian. Mari kita jaga kesucian Gunung Agung. Saya berharap Gunung Agung benar-benar kita posisikan sebagai salah satu kekuatan spiritual bagi alam Bali yang telah memberikan identitas dan keagungan bagi Bali. Mudah-mudahan kita sebagai umat Hindu mampu menjaga kesucian Gunung Agung, sehingga tak sembarangan orang bisa naik ke puncak gunung. Jika dibuka jalur pendakian, mestinya dibatasi hanya pada madianing (pertengahan) gunung. Terkait erupsi belakangan ini, sebagai warga Bali saya juga berharap penjelasan yang terbuka dan intens dari para pihak berwenang. Belakangan saya baca di Bali Post, bahwa Gunung Agung tak berpotensi meletus dahsyat. Jika ini benar, tentu kita warga Bali patut bersyukur. Jika kita bayangkan letusan Gunung Agung tahun 1963, maka tentu apa yang terjadi saat ini hendaknya kita syukuri sebagai kebaikan alam terhadap Bali. Alam tidak melakukan penyeimbangan bumi dengan dahsyat, tetapi tetap memberi ruang kepada umat untuk hidup damai. Mari kita jaga alam Bali untuk keharmonisan hidup di Bali. I Gede Sudarma Putra Singaraja, Bali

Mendesain Sekolah Ruang Pembenihan Berkualitas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hanya dipahami dari sisi kepentingan calon siswa. Padahal PPDB memiliki aspek yang berkaitan erat dengan sistem pendidikan yang digerakkan oleh sekolah. Penerimaan siswa baru berdasarkan zona, misalnya mengutamakan kepentingan masyarakat dalam kemudahan akses. Zonasi sama sekali memosisikan sekolah sebagai lembaga yang harus menerima siapapun calon siswanya asal dalam suatu zona.

Y

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

ang semakin diabaikan dalam PPDB adalah hak sekolah dalam menentukan “kualitas” calon siswa. Hal ini terjadi di semua lembaga sekolah negeri. Tidak ada lagi sekolahsekolah dengan nilai-lebih (akademik dan nonakademik) yang ditawarkan dan masyarakat tidak memiliki pilihan, selain sekolah di zona tempat tinggalnya. Sekolah adalah areal pembenihan atau pembibitan dalam suatu herbaium, yang menyediakan media tumbuh terbaik. Para guru susungguhnya tidak hanya mengajar tetapi juga orang-orang yang punya andil dalam menentukan bibit siswa yang akan disemai. Nah peran inilah tak ada lagi di tangan para guru. Para ahli botani di herbarium kerja tekun untuk memilih aneka biji pohon, tunastunas semak, bunga anggrek hutan yang telah dibuahi serangga, yang disiapkan secara telaten untuk nantinya, pada musim yang paling baik disemai dengan penuh harapan di bedeng-bedeng. Tidak semua biji, tunas, bunga-bunga lolos di tangan ahli botani karena disaring dengan sangat ketat untuk memperoleh kualitas unggul tumbuhan yang akan memberi berkah bagi alam dan kesejahteraan masyarakat. Hanya biji kualitas terbaik yang akan disemai dan keputusan ini mutlak pada ahli botani. Dengan cara yang amat ketat inilah sebuah herbarium menghasilkan aneka tanaman kualitas unggul, memberi buah, bunga, dan kayu bagi hidup.

Sekolah pun sedemikian, herbarium sosial, di mana pendidikan adalah penyediaan bedeng-bedeng penyemaian terbaik. Di sini siswa disemai dan para guru yang setia akan membantu siswa tumbuh unggul. Namun demikian, sekolah sebagai sebuah herbarium, sama sekali tidak memiliki lagi peranan dalam memilih “biji-biji”. Sistem PPDB memposisikan sekolah dan para guru harus menerima, apapun kualitas siswa. Dengan beranalogi kehidupan para ahli botani, para guru di sekolah tidak berperan dalam memilih calon siswa. Pada kondisi semacam ini, sekolah ada untuk semata-mata memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Pada kondisi inilah proses belajar di ruang-ruang kelas atau ruang subsosial setingkat satuan

pendidikan bergerak dalam irama yang monoton. Sistem belajar yang diputar oleh para guru merasa tidak perlu lagi berbuat lebih untuk mengubah kualitas ratarata bibit siswa menjadi lebih baik atau terbaik secara massal. Inilah awal mula stagnasi atau rutinitas pembelajaran. Guru hanya melihat siswa dalam kualitas tinggi sehingga tidak perlu lagi memberi perlakuan khusus yang melelahkan. Tentu sikap guru yang demikian tidak bisa disejajarkan dengan tahapan kerja ahli botani. Seharusnya tugas guru mampu mengubah kualitas bibit yang biasa saja menjadi hebat atau unggul dalam penyemaian-penyemaian sekolah dan pada setiap pokok atau diri siswa yang biasa saja itulah keringat para guru bercucuran, menjadi pupuk moti-

Seharusnya, tugas guru mampu mengubah kualitas bibit yang biasa saja menjadi hebat atau unggul dalam persemaian-persemaian sekolah dan pada setiap pokok atau diri siswa yang biasa saja itulah keringat para guru bercucuran menjadi pupuk motivasi dan penghargaan bagi setiap siswa, sehingga mereka mendapat pengalaman yang mengesankan dan bermakna.

vasi dan penghargaan bagi setiap siswa, sehingga mereka mendapat pengalaman yang mengesankan dan bermakna. Di luar sistem PPDB sekolah pemerintah yang mendominasi struktur sosial dewasa ini, memang masih ada sekolah-sekolah yang berbeda, di mana untuk memperoleh calon siswa para guru bekerja keras sebagaimana halnya seorang ahli botani yang dengan telaten dan tekun memilih bibit bagi penyemaiannya di herbarium yang sejuk. Sekolah-sekolah ini memang khusus, yang sebagian besar sekolah swasta dan sekolah negeri yang mengemban misi khusus. Tulisan ini adalah renungan sebuah pengalaman ketika penulis terlibat dalam salah satu tahap PPDB di SMA Negeri Bali Mandara. Di sini setidaknya ada tiga tahap PPDB, yakni seleksi administrasi, kunjungan rumah, dan wawancara/FGD. Semua tahap tersebut pada hakikatnya pihak sekolah sedang memilih bibit-bibit yang tepat bagi bedeng-bedeng penyemaian. Siswa yang lahir di keluarga miskin dan dengan sedikit prestasi serta dengan motivasi besar untuk berubah, mau meninggalkan kemiskinan, didapat melalui kunjungan rumah yang dilakukan langsung oleh guru dan pegawai serta kepala sekolah. Hal ini dilakukan agar objektif. Dalam kunjungan inilah para guru dan pegawai SMAN Bali Mandara bertemu dengan kemiskinan yang membelit keluarga-keluarga. Data-data potret kemiskinan siswa direkam oleh guru dan pegawai, dijadikan pijakan mengambil keputusan untuk bisa mengikuti tahap selanjutnya, yakni wawancara dan FGD (diskusi kelompok). Pada tahap wawancara dan FGD calon siswa yang lolos masuk asrama selama tiga hari dan menjadi waktu ketika sekolah ini melibatkan pihak luar untuk turut serta memilih calon siswa yang jumlahnya kurang dari setengah dari jumlah yang lolos tahap kunjungan rumah. Mereka yang

Problematika Guru dan Pengelolaan Pendidikan AKSI para guru honorer K2 yang melakukan unjuk rasa sampai menginap di jalanan seberang Istana beberapa waktu lalu harus berakhir sia-sia. Presiden Joko Widodo terkesan abai dan enggan menanggapi aksi demonstrasi yang diklaim diikuti 70.000 guru honorer itu. Tak dapat dimungkiri, hal tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia mengusulkan guru honorer mendapat gaji minimal setara UMR. Usulan tersebut disampaikan ke Kementerian Keuangan. Persoalan itu menjadi cukup fundamental dalam profesi guru di Indonesia disebabkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mewacanakan akan mengundang guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia. Menurut Puan, saat ini Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa negara untuk mengundang para pengajar, salah satunya dari Jerman. Saat ini jumlah guru honorer di Indonesia mencapai 700.000 orang. Dari pandangan penulis, ada tiga skema dalam penyelesaian guru honorer, yakni mengangkat guru honorer melalui proses CPNS yang masih memenuhi syarat dari segi usia maupun kualifikasi, jalur PPPK,

Oleh Marjan Miharja, S.H., M.H. dan memberikan tunjangan setara dengan UMR. Dilansir dari Rangkuman Statistik Persekolahan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2017/2018 sekolah swasta untuk SLB 1.594, SD 16.270, SMP 15.733, SM 16.954, SMA 6.763 dan SMK 10.191 (06/01/2019). Artinya, beban dan tanggung jawab guru swasta (guru honorer) tidaklah mudah. Diperlukan efektivitas formulasi peraturan perundang-undangan agar wajah pendidikan dan wajah guru di Indonesia mengalami kemajuan sesuai target serta dapat terukur. Tentunya ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Pertama, undang-undang harus didorong ada perubahan secara hirarki. Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang profesi guru (termasuk gaji bukan UMR harusnya di atas UMR) yang berpihak kepada guru perlu dibuat secara sungguh-sungguh dan serius oleh Eksekutif dan legislatif. Sebab, sangat menyedihkan apabila hanya sekadar tataran wacana atau janji pada momentum-momentum pilkada, pileg, atau pun pilpres dengan

motif menarik suara rakyat, bukan dilaksanakan secara sungguh-sungguh dari pasal 28 D UUD RI 1945. Kedua, aparatur guru honorer dalam situasi ini harus memiliki kualifikasi yang relevan, bukan lagi menjadi pelarian profesi, atau bahkan hanya dijadikan pekerjaan sampingan. Oleh karena itu, lembaga/ yayasan yang mempekerjakan guru harus memiliki seleksi ketat dan standar keahlian yang tinggi dengan komitmen yang tinggi pula. Ketiga, sarana dan prasarana. Seharusnya sudah tidak ada guru honor yang dikenal dengan “Oemar Bakri” yang menampilkan kesederhanaan dengan menggunakan sepeda ontel. Kemudian, proses belajar mengajar di lingkungan pendidikan selama ini belum diimbangi dengan teknologi yang mutakhir. Begitu banyak sekolah swasta yang tidak memiliki sarana-prasarana yang memadai. Padahal semuanya itu dibutuhkan guna meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka dapatkan supaya guru juga dimudahkan dalam mengajarkannya dalam bentuk praktik. Jika kebutuhan itu terbenahi,

tentunya kompetensi yang didapatkan siswa lebih baik dan barang tentu tidak membuat guru ragu dalam materi ajarnya. Keempat, peran masyarakat terutama orangtua. Setiap anak peserta didik lahir, tumbuh dan berkembang di tengah keluarga di Indonesia, masyarakat membentuk pola perilaku atau kebiasaan. Guru memang memiliki peranan startegis dan fundamental dalam pembentukan karakter anak di sekolah. Akan tetapi, orangtua memiliki tanggung jawab penuh kepada anak-anak pada saat di rumah, bukan menyerahkan pendidikan semata hanya kepada guru di sekolah. Bagaimana pun, guru bukan lah montir dan sekolah bukan bengkel. Orangtua menjadi pihak utama yang paling bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak. Saling memahami peran masing-masing akan sangat meringankan beban yang ada di sektor pendidikan. Guru semestinya tidak harus ditekan terus di tengah problematika terkait kesejahteraan mereka yang belum tuntas dari dulu hingga sekarang. Harapannya, polemik guru, terutama honorer akan menemukan titik terang ke depannya.

terlibat dari berbagai kalangan, seperti dosen, wartawan, komite sekolah, universitas atau politeknik pemberi biasiswa, politisi, dan lain sebagainya. Pada tahap wawancara, satu per satu calon menghadapi tim pewawancara dengan sejumlah pertanyaan dan di sinilah mereka mulai berbicara (dengan susah payah karena selama sembilan tahun sebelumnya mereka kehilangan kesempatan) tentang dirinya, dengan jujur dan berani, termasuk terhadap realitas keluarganya, seperti seorang anak tumbuh dengan kebencian terhadap ayah kandungnya karena menganiaya ibunya yang akhirnya meninggalkan dirinya, dan ia memilih menjadi anak angkat; tentang ibunya yang cacat tetap dan ayah dipenjara di Lapas Kerobokan, menjadikan dirinya merasa tidak boleh memiliki kerinduan sedikitpun terhadap sosok ayahnya. Dan masih banyak kejujuran dan keberanian lain yang terungkap dan larut dalam tetesan air mata. Pada tahap FGD cerita personal tidak ada lagi. Di sini dengan sangat jelas tampak, siapa yang menjadi pemimpin kelompok yang sigap dan memiliki inisiatif. Demikianlah jalan panjang PPDB yang dilakukan dengan kesadaran sosial di atas ideologi pemerataan pendidikan dan pendidikan bagi kaum miskin namun dengan catatan tebal: pendidikan bagi kaum miskin pendidikan kualitas terbaik. Jadi, bukan semata-mata kemudahan akses dan pemerataan. Karena itu biaya yang disediakan bagi mereka sangat mahal. PPDB ini adalah ikhtiar ideologis seorang ahli botani yang tekun bekerja di sebuah herbarium untuk satu tujuan: menemukan bibit “unggul” bagi bedeng-bedeng persemaian, tempat bertumbuh selama tiga tahun untuk dipanen bibit yang siap memasuki universitas dan kehidupan. Penulis, dosen Universitas pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja.

POJOK Banyak potensi di Kabupaten Jembrana yang mesti diangkat. - Angkat kesejahteraan rakyat. *** Gubernur Koster pastikan akan tetap lindungi taksi konvensional. - Jangan lupakan sejarah. *** Masuki triwulan II, proyek fisik di Kabupaten Bangli masih nihil. - Biar lambat asal selamat.

Penulis, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Depok-Jakarta

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Anggaran Terbatas, Tabanan Hanya Ikuti 14 Materi PKB Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/bit

SIDANG - Sidang pembacaan tuntutan terkait tindak pidana pemilu dengan terdakwa mantan Ketua KPPS TPS 29 Desa Delod Peken I Wayan Sarjana.

Mantan Ketua KPPS Dituntut 10 Bulan Percobaan

Tabanan (Bali Post) Sidang ketiga tindak pidana pemilu dengan terdakwa I Wayan Sarjana digelar Senin (27/5) kemarin. Pada sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, terdakwa dituntut pidana penjara lima bulan dengan masa percobaan selama 10 bulan dan denda Rp 4 juta subsider 2 bulan kurungan. Dimulai sekitar pukul 12.30 Wita, sidang kali ini juga mendapat perhatian jajaran Bawaslu dan Komisioner KPU Tabanan. Terdakwa pun nampak lebih tenang dibandingkan sidang sebelumnya. Dalam sidang tersebut jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim yang diketuai Luh Sasmita Dewi dengan hakim anggota Pulung Yustisia Dewi dan Adhitya Ariwirawan. Tuntutan itu diberikan setelah terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemilu. Tuntutan tersebut, kata JPU Gede Hadi, berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan. Mulai dari keterangan saksi dan video, serta terdakwa tidak keberatan atas keterangan saksi. ‘’Terdakwa juga menyerahkan semua kepada majelis hakim,’’ tegasnya. Sementara hal yang dapat meringankan hukuman terdakwa adalah terdakwa telah menyadari kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya. ‘’Apalagi terdakwa belum pernah dipenjara,’’ imbuhnya sembari menambahkan, hal yang memberatkan terdakwa adalah dirinya yang merupakan penyelenggara pemilu yakni Ketua KPPS. Sementara itu, terdakwa I Wayan Sarjana di hadapan majelis hakim memohon agar hukumannya diperingan mengingat dirinya tulang punggung keluarga dan prajuru adat. ‘’Karena anak saya masih sekolah dan saya sebagai prajuru adat, akhir-akhir ini ada kegiatan agama di banjar. Saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut. Saya juga minta maaf sebesar-besarnya,’’ ujarnya. Atas tuntutan tersebut, majelis hakim mengatakan akan mempertimbangkan tuntutan tersebut dan menunda sidang hingga Rabu (29/5) besok, dengan agenda pembacaan putusan. ‘’Permohonan saudara akan dipertimbangkan dan keputusan akan dibacakan pada sidang putusan,’’ tegas ketua majelis hakim, Luh Sasmita. (kmb28)

Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2019 akan segera digelar. Sejumlah daerah telah menyiapkan duta kesenian masing-masing untuk tampil di ajang tersebut. Di Kabupaten Tabanan, akibat keterbatasan anggaran, tahun ini hanya bisa mengikuti 14 materi dari 25 materi wajib. Itupun yang akan tampil adalah kesenian yang bergengsi dan menjadi unggulan pelaksanaan PKB, seperti gong kebyar, lomba dan parade. Pada rapat pleno persiapan PKB tingkat kabupaten dan provinsi tahun 2019, Senin (27/5) kemarin, Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji mengatakan, pelaksanaan PKB tingkat Kabupaten Tabanan tahun ini dikemas berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pembukaan atau seremonial dilaksanakan terlebih dahulu dengan menampilkan empat sekaa duta Tabanan yang akan tampil di tingkat provinsi. ‘’Selain sejumlah kesenian, juga akan ditampilkan pameran kerajinan, kuliner, berbagai lomba, serta gong kebyar anak-anak, wanita dan dewasa,’’ ucapnya. Menurutnya, PKB tahun ini mengambil tema ‘’Bayu Permana’’ yaitu konsep memuliakan sumber daya angin. Untuk PKB tingkat kabupaten yang digelar tanggal 7 hingga 9 Juni, mengacu pada beberapa materi seperti parade, lomba, pagelaran,

pameran dan dokumentasi. Sementara PKB tingkat provinsi yang digelar 15 Juni hingga 13 Juli, mengacu pada materi parade, lomba, pagelaran, pameran, dokumentasi dan sarasehan. Untuk di tingkat provinsi, Tabanan telah menyiapkan 20 kesenian yang siap dipentaskan. Kesenian tersebut antara lain pawai, parade gong kebyar, parade ngelawang, parade wayang kulit dalang remaja, parade topeng Panca, parade drama gong remaja, parade dramatari arja dan lomba baleganjur. Terkait pelaksanaan PKB ke-41, Asisten II Setda Kabupaten Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah memberikan apresiasi terhadap para seniman Tabanan yang telah menyiapkan diri sebaik mungkin agar bisa tampil maksimal di tingkat provinsi. Di sisi lain, untuk pelaksanaan PKB tingkat kabupaten yang juga diisi pameran kuliner, Dalem Tresna

Bali Post/bit

RAPAT PLENO - Rapat pleno finalisasi persiapan pelaksanaan PKB tingkat kabupaten dan provinsi tahun 2019. menekankan agar kuliner yang ditampilkan tidak monoton, karena banyak kuliner khas Tabanan yang patut dimunculkan dan diperkenalkan kepada masyarakat. Ia juga memberikan penekanan untuk petugas keamanan dalam hal ini Satpol PP Tabanan agar

stand untuk sama-sama menjaga kebersihan sekitar areal PKB. Serta satu lagi, untuk kesiapan kantongkantong parkir, karena saya yakin akan banyak masyarakat yang datang untuk bisa melihat lebih dekat penampilan para seniman,’’ ucapnya. (kmb28)

Kementerian Agama Gelar Kemah Religi Mahasiswa Hindu di Baturiti

Pembangunan Spot Wisata Utama Nikosake

Desa Wanagiri Siapkan Lahan Tujuh Hektar Tabanan (Bali Post) Sebagai salah satu desa di kawasan nila, kopi, salak dan kelapa (Nikosake), Desa Wanagiri Kecamatan Selemadeg mendapatkan bantuan dari Pemkab Tabanan untuk pembangunan spot wisata utama. Terkait pembangunan tersebut, Pemerintah Desa Wanagiri telah menyiapkan lahan seluas tujuh hektar yang berlokasi di Banjar Sarinbuana. Sementara untuk mendukung Nikosake, Pemerintah Desa Wanagiri sudah mengembangkan wisata trekking yang menawarkan pemandangan kebun salak, pertanian dan hutan tropis Gunung Batukaru. Pj. Perbekel Desa Wanagiri I Made Giriasa, Minggu (26/5) mengatakan, lahan yang disiapkan tersebut merupakan milik pribadi. Mengenai pembangunannya, sedang menunggu keputusan Pemkab Tabanan. Salah satu wisata pendukung yang sudah berjalan di Desa Wanagiri adalah jalur trekking menyusuri perkebunan salak dan menuju Gunung Batukaru yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Meski sudah ada wisatawan yang menjajal jalur trekking, namun menurut Giriasa belum ada tarif resmi yang dikenakan pihak desa. ‘’Adanya sukarela, belum ada tarif resmi,’’ ujar Giriasa. Selain jalur trekking, lanjut Giriasa, Desa Wanagiri juga sedang menggali potensi wisata lain, salah satunya air terjun. Sayangnya akses jalan ke air terjun masih sulit. Pemerintah Desa berencana membuat akses menuju air terjun tersebut. Mengenai produk unggulan berupa salak, menurut Giriasa, petani saat ini mulai mengembangkan salak gula pasir atau salak madu. Luas lahan yang pengembangan salak mencapai ratusan hektar. Meski sudah banyak petani yang mengembangkan salak madu, ternyata masih sedikit yang mengelola salak menjadi produk olahan seperti keripik. Hal ini dikarenakan harga jual salak madu di tingkat petani dinilai masih mahal, yaitu Rp 10.000 per kilogram saat panen raya. Jika salak diolah, maka modalnya cukup besar. ‘’Jadi untuk sementara ini, petani masih fokus menjual buah salak madu karena harga jualnya masih memberikan keuntungan. Terlebih permintaan untuk buah saja masih kurang dan tidak ada lebih untuk dibuat produk olahan,’’ jelas Giriasa. Namun ke depan, Pemkab akan mendorong pengolahan salak madu menjadi produk olahan. Spot utama di Desa Wanagiri yang nantinya bernama Buana Korsika akan fokus pada kegiatan pembibitan salak serta pengolahan salak menjadi produk olahan. Di samping itu, Desa Wanagiri akan menawarkan wisata lain seperti edukasi farming, organic farming, pemandangan kebun salak, pertanian serta hutan hujan Gunung Batukaru. (kmb24)

melakukan penertiban pada para pedagang kaki lima di areal PKB, agar bisa memberikan kesempatan maksimal pada stan kuliner khas Tabanan. ‘’Untuk kebersihan juga harus mendapat perhatian. Siapkan kantong-kantong sampah dan koordinasi pada pemilik

KEMAH RELIGI - Kemah Religi di Bumi Perkemahan The Sila’s Agrotourism Candikuning, Baturiti, Tabanan, yang diikuti 60 mahasiswa dari 13 PTKH. SEBANYAK 60 mahasiswa dari 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) negeri dan swasta di Indonesia mengikuti Kemah Religi di Bumi Perkemahan The Sila’s Agrotourism Candikuning, Baturiti, Tabanan.

Acara dengan tema ‘’Bersama Kita Menuju Pribadi yang Mandiri Berdasarkan Dharma Agama dan Dharma Negara’’ tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimas Hindu Prof. Drs. I Ketut Widnya, Senin

(27/5) kemarin. Kemah yang berlangsung hingga Rabu (29/5) ini bertujuan mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa Hindu dan menjalankan revolusi mental. Kegiatan yang digelar

Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama itu juga bertujuan mengantisipasi radikalisme dan terorisme yang mengancam bangsa. Prof. Widnya saat membuka acara mengatakan, kemah religi merupakan salah satu kegiatan prioritas di Kementerian Agama. ‘’Jika diartikan, kemah ini berhubungan dengan pembangunan kebangsaan dan religi bersangkutan dengan agama. Kenapa kemah dikaitkan dengan religi, karena saat ini dasar pemikiran agama menjadi radikal,’’ paparnya. Dasar pemikiran agama menjadi radikal ini menjadi latar belakang digelarnya kemah religi. ‘’Karena mulai radikal, Kementerian Agama mendorong masingmasing Dirjen melalui perguruan tinggi menggelar kemah religi dengan melibatkan mahasiswa,’’ ujar Widnya Kemah religi diharapkan menghasilkan solusi masalah kebangsaan di

kalangan mahasiswa, penguatan agama, pendidikan dan karakter. Ia melanjutkan, kemah religi ini juga d i h a r a p ka n m e m b a n g u n semangat kekeluargaan. ‘’Dengan zaman modern yang mulai mengarah ke sifat individual, diharapkan lewat kemah religi ini membangun semangat kekeluargaan. Kita ini semua menjadi keluarga yang satu,’’ katanya. Ia melanjutkan, kemah religi juga dalam rangka mengajak para pemuda berdialog untuk mencari solusi persoalan-persoalan yang terjadi saat ini dan melahirkan pemikiran kreatif, filosofis, teologis dan pembangunan sosial. Diharapkan pula pada kemah ini akan menghasilkan mahasiswa militan yang mau mengerti dan melaksanakan ajaran agama Hindu secara baik dan kuat. Selama tiga hari pelaksanaan kemah religi, mahasiswa juga akan diberikan materi seperti yoga, hipnoterapi dan bakti sosial. (ad991)

BBPOM Sidak Distributor Pewarna

Tabanan (Bali Post) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Bali gencar melakukan pengawasan penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan. Pasalnya, bahan berbahaya seperti rhodamin B (kesumba merah), methanyl yellow (kesumba kuning), formalin dan boraks masih kerap ditemukan pada pangan. Karena selain murah, bahan itu juga mudah didapat baik di warung/toko kelontong maupun pasar tradisional. Pada Senin (27/5) kemarin tim dari BBPOM Denpasar yang dipimpin Kepala Bidang Penindakan BPPOM Denpasar Bali Drs. I Wayan Eka Ratnata, Apt. turun langsung melakukan pengawasan ke salah satu sales di wilayah Desa Sesandan Kecamatan Tabanan. Di sela-sela pengawasan, Eka Ratnata mengatakan, pengecekan ke salah satu sales atau distributor di wilayah Kabupaten Tabanan ini dalam rangka menindaklanjuti temuan pekan lalu di Denpasar. Di Tabanan diinformasikan ada distributor yang sejenis untuk pewarna. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi yang ditunjuk, ternyata benar masih ada pewarna kesumba merah dan kuning. Hanya jumlah temuan sedikit lantaran sudah banyak terjual. Temuan berupa kesumba merah sebanyak dua bal berisi masing-masing 100 kotak kecil dan kesumba kuning sebanyak satu bal. Semua bahan pewarna baik itu Cap Gajah maupun ABC tersebut selanjutnya diamankan petugas BBPOM untuk diproses

SIDAK - Petugas BBPOM Denpasar melaksanakan sidak distributor pewarna di Tabanan. lebih lanjut. Terkait pewarna dalam kemasan kotak kecil, kata Eka, sesuai aturan Menteri Perdagangan tidak boleh lagi diedarkan. Sebab, pewarna jenis ini kerap disalahgunakan oleh sejumlah oknum pengusaha penganan. Untuk pewarna yang diperbolehkan hanyalah kemasan satu kilogram dan itu pun yang mengedarkan harus memiliki izin pengecer terbatas bahan berbahaya. Izin itu dikeluarkan oleh Gubernur dan Gubernur melimpahkan

kewenangan ke dinas terkait dalam hal ini Disperindag. ‘’Minimal dengan langsung turun ke distributor sekaligus pembinaan, diharapkan peredaran pewarna di warung bisa berkurang,’’ ucapnya. Tidak hanya pewarna, tim di lokasi yang sama juga menemukan puluhan dus berisi permen banten. Selanjutnya petugas juga akan mengecek kebenaran kode registrasi PIRT, apakah sudah sesuai dengan nomor yang ada atau tidak. Sementara itu, guna

menekan penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan, Pemprov Bali telah membentuk tim koordinasi pengawasan penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan yang diketuai oleh Sekda Bali Dewa Made Indra. Tim pengawas ini juga telah membuat surat edaran yang ditujukan pada pemilik/penanggung jawab toko/warung. Surat edaran berisi tentang Peraturan Menteri Perdagangan nomor 75/MDAG/PER/10/2014, yang di dalamnya disebutkan, yang boleh menjual bahan berbahaya

Bali Post/bit

adalah pengecer terdaftar bahan berbahaya yang mendapat izin usaha perdagangan khusus bahan berbahaya dari Gubernur. Serta berisi pula tiga poin hal yang harus mendapat perhatian, yakni dilarang menjual bahan berbahaya tersebut, bahan berbahaya agar dikembalikan kepada pemasoknya, dan tiga bulan setelah tanggal surat edaran akan dilakukan monitoring. Bila masih ditemukan produk dimaksud, akan disita dan ditindak sesuai peraturan perundang-undangan. (kmb/28)


BULELENG

8

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Tunggu Regulasi, Pembayaran TPBK Ditunda ASN Hanya Terima Gaji Pokok dan THR

Singaraja (Bali Post) – Meskipun ASN (aparatur sipil negara) sudah menerima gaji pokok dan tunjangan hari raya (THR), namun pejabat pemerintahan dan ASN di Buleleng belum menerima Tunjangan Penghasilan Beban Kerja (TPBK). Untuk sementara pembayaran TPBK ini ditunda karena masih menunggu penegasan terkait regulasi yang dijadikan acuan membayar hak pejabat pemerintahan dan ASN tersebut. Sebelumnya, pemkab sudah merealsiasikan THR pada 24 Mei 2019 lalu. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran senilai Rp 8 miliar. Dana itu seharusnya direalisasikan untuk Bali Post/kmb38 melunasi TPBK yang cair Gede Sugiartha Widiada berbarengan dengan pem-

bayaran THR. Hanya, dana itu belum direalisasikan karena ada klausul pasal dalam regulasi yang belum jelas. Kalau merujuk realisasi THR 2018 lalu di mana THR terdiri dari gaji pokok dan sejumlah tunjangan termasuk TPBK. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Gede Sugiarta Widiada, Senin (27/5) kemarin, membenarkan TPBK belum

direalisasikan. Menurutnya, alasan TPBK itu membayarkan ditunda karena terbentur Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2019 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 58 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan yang bersumber dari APBN. Dalam pasal 3 ayat (3) huruf a, tidak diatur terkait pembayaran TPBK. Tetapi ada klausul yang menyebut tunjangan kinerja (tukin). ‘’Ada

perbedaan dengan 2018 lalu, sehingga realisasinya kita tunda sementara,’’ jelasnya. Terkait hal itu, pihaknya kini masih menunggu petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang sudah bersurat ke kementerian, sehingga keputusan apakah dibayarkan atau tidak, hal itu masih menunggu instruksi lebih lanjut. ‘’Seluruh Bali TPBK belum dibayarkan, sehingga pemprov bersurat ke pusat. Sekarang sifatnya masih menunggu seperti apa nanti petunjuknya,’’ jelas mantan Kepala Dinas Pemadam Kebaaran (Damkar) Buleleng ini. (kmb38)

Tempatkan Material Bangunan di Atas Trotoar

Pemilik Toko Diberikan Surat Teguran Singaraja (Bali Post) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menertibkan pelanggaran ketertiban umum di Jalan Imam Bonjol, Singaraja, Senin (27/5) kemarin. Pelanggaran itu dilakukan salah satu pemilik toko yang menaruh material bahan bangunan di atas trotoar. Otomatis mengganggu badan jalan. Atas pelanggaran itu, pemilik toko diberikan surat peringatan. Mereka bersedia membersihkan material bangunan tersebut agar tidak mengganggu pengguna jalan dan mengganggu lalu lintas jalan. Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Buleleng Putu Dana mengatakan, sebelum menerjunkan anggotanya dan PPNS, pihaknya menemukan salah satu pemilik toko itu menaruh material bangunan di atas trotoar. Gundukan material bahan bangunan berupa pasir dan batu bata itu meluber sampai di pinggir jalan. Saat pelanggaran itu ditemukan, anggotanya telah memberi peringatan dan menginformasikan kalau penempatan material bangunan itu otomatis terindikasi melanggar ketertiban umum. ‘’Anggota kami melakukan

patroli dan menemukan ada material ditaruh di atas trotoar sampai di pinggir jalan. Ini termasuk pelanggaran ketertiban umum, sehingga kami melakukan penindakan,’’ katanya. Setelah memberikan peringatan lisan, pemilik toko tidak mengindahkan peringatan petugas. Atas fakta itu, kemarin personel Satpol PP dan PPNS kembali meningkatkan pengawasan ke lapangan. Saat pengawasan itu, material bangunan belum dibersihkan. Tidak ingin menimbulkan keluhan pada pengguna jalan dan mengganggu arus lalu lintas kendaraan, Satpol PP dan PPNS langsung menertibkan pelanggaran tersebut. Pihak pemilik toko telah menandatangani surat pernyataan yang pada intinya harus membersihkan material bangunan yang menutup trotoar di pinggir jalan tersebut. ‘’Surat pernyataan sudah ditandatangani. Kami terus akan mengawasi. Mulai hari ini Senin (27/5) material bangunan itu harus dibersihkan, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum,’’ jelas birokrat asal Desa Penglatan Kecamatan Buleleng ini. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DI ATAS TROTOAR – Satpol PP menertibkan salah satu pemilik toko di Jalan Imam Bonjol yang nekat menaruh material bahan bangunan di atas trotoar hingga di pinggir jalan.

Hasilkan ”Grade” Berkualitas

Areal Budi Daya Tembakau Virginia Bertambah 30 Hektar PETANI di Buleleng kembali tertarik membudidayakan tembakau virginia. Padahal 2018 tahun lalu, petani banyak putus asa hingga luas lahan budi daya menjadi turun drastis. Namun, memasuki musim tanam tahun ini, lahan budi dayanya meningkat 30 hektar. Salah satu penyebab areal budi daya naik karena pengalaman budi daya tahun sebelumnya, para petani mampu menghasilkan grade tembakau berkualitas. Dampak positifnya petani mampu menjual tembakau dengan harga relatif tinggi. Lalu jika dilihat dari segi luas lahan penanaman tembakau virginia itu apakah relatif signifikan jumlah peningkatan arealnya? Meningkatnya grade kualitas komoditas tembakau virginia di Buleleng, sejatinya disebabkan banyak faktor. Salah satunya adalah dukungan cuaca relatif baik. Hal itu turut menyemanganti petani menambah luas areal tanam tembakau

virginia di Bali Utara. Dari data di Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, Senin (27/5) kemarin, diperoleh tahun ini luas areal budi daya tembakau di Bali Utara itu mencapai 309,5 hektar. Lahan ini menyebar di beberapa desa yang selama ini poten-

sial ditanami tembakau virginia. Seperti di Kecamatan Buleleng, Sawan, Sukasada, dan sebagian di Kecamatan Seririt. Sementara tahun 2018 lalu, areal budi daya tanaman perkebunan itu seluas 279,5 hektar. Dengan demikian, terjadi kenaikan luas budi daya sekitar 30 hektar. Sejak awal usaha pertanian itu digeluti petani di Den Bukit bekerja sama dengan perusahaan sebagai mitra petani. Budi daya jenis tembakau virginia itu dilakukan dengan perusahaan mitra yaitu PT Gudang Garam dan Beringin Bali. Selain itu, ada juga budi daya dilakukan langsung oleh petani atau tanpa kerjasama perusahaan. Budi daya dengan cara ini dilakukan petani di Kecamatan Seririt. Sedangkan tembakau yang dibudidayakan itu jenis rajangan. Pelaksana Teknis (Plt.)

Bali Post/dok

GRADE TERTINGGI – Musim tanam tahun ini areal budi daya tembakau virginia dan tembakau rajangan di Buleleng meningkat dibandingkan luas areal budi daya tahun 2018 lalu. Ini karena kualitas tembakau sebelumnya memenuhi grade tertinggi, sehingga petani meraup keuntungan maksimal.

Kep a la Dist an B uleleng Made Sumiarta didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Putu Oka Sastra mengatakan, sesuai hasil analisis lapangan peningkatan luas budi daya di musim tanam tahun ini karena pengalaman petani di musim sebelumnya mampu menghasilkan tembakau dengan grade berkualitas tinggi. Tentu saja, pengalaman itu secara langsung memotivasi petani menambah luas budi daya mereka di musim tanam tahun ini. Selain itu, cuaca di musim kering sekarang ini diyakini membuat benih tembakau yang ditanam akan mampu tumbuh normal. “Dari tahun ke tahun usaha tani ini mengalami fluktuasi. Seperti di tahun ini ada peningkatan luas areal. Hal itu terjadi karena hasil tanam sebelumnya memberikan keuntungan optimal. Ditambah cuaca bersahabat, sehingga petani semakin bersemangat membudidayakan tembakau itu,” katanya. Sumiarta menambahkan keseluruhan lahan budi daya itu memasuki tahap pengolahan tanah saat ini. Sebagian besar petani menyewa lahan dengan tarif ditentukan sesuai lokasi dan ketersedian irigasi. Dua aspek ini menentukan tinggi dan rendahnya tarif sewa lahan. Dengan lokasi strategis dan kuntur tanah cocok ditanami tembakau akan memudahkan petani melakoni usaha tani itu. Dipercaya akan mampu memberikan keuntungan sesuai harapan. “Masih tahapan penyiapan lahan dan benih. Kalau tidak terjadi cuaca buruk, maka petani mulai menanam beberapa bulan ke depan ini. Kami di Distan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di masing-masing wilayah binaan melakukan pendampingan, baik dari teknis budi daya, termasuk juga fasilitasi sebelum musim pemetikan daun tembakau dan penjualan ke perusahaan mitra petani,” jelasnya. (mud)

Tergolong Kualitas Unggul di Pasaran Produk Tenun Asli Dioptimalkan Singaraja (Bali Post) – Beragam produk tenun tradisional asli Buleleng belakangan semakin mendapat perhatian serius baik dari pemerintah daerah maupun lembaga lain. Ini karena produk tenun asli dari Den Bukit itu memiliki keunggulan yang mampu mendongkrak nilai jual di pasaran. Dalam upaya mengoptimalkan kualitas dan akses pasar itu, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Buleleng berpartisipasi dalam meningkatkan mutu sumberdaya manusia (SDM) penenun itu. Upaya itu dilakukan agar mampu menghasilkan produk tenun sesuai permintaan pasar. Pastinya juga dapat meningkatkan produktivitas serta memiliki kualitas memadai. Demikian diungkapkan Ketua Dekranasda Buleleng I Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana saat menerima kunjungan Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Provinsi

Bali, akhir pekan lalu. Aries menambahkan di tengah persaingan produk kain dari daerah lainnya, kain tenun asli Buleleng ini relatif potensial. Pastinya kain tenun ini masih bisa bersaing. Buktinya, beberapa jenis kain tenun yang diproduksi dari tangan trampil penenunnya tetap diminati baik di pasar dalam negeri maupun di luar negeri. Produksi tenun itu seperti songket sangat bagus dikerjakan perajin dari Desa Jinang Dalem, Kecamatan Buleleng. Ada juga endek dari Desa Sawan, Kecamatan Sawan. Sedangkan tenun di Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng, juga ada tenun dari Desa Tigawasa, dan Desa Pedawa, Kecamatan Banjar. “Kain tradisional di daerah kita ini masih bisa bersaing baik dalam negeri. Bahkan beberapa di antaranya sudah dilirik tamu mancanegara,” katanya. Tenun endek dan kain songket itu kata Aries Sujiati

memiliki keunggulan dan bisa menambah nilai jual ketika produk itu dipasarkan. Dia mencontohkan, tenun endek dan songket di Buleleng itu memiliki desain yang tidak sama dengan produk tenun dari daerah lainnya di Bali. Selain itu, penenun di Buleleng itu menciptakan hasil karyanya menggunakan bahan alami, pewarna yang berasal dari alam. Keunggulan perwarna alam itu menjadi “modal” yang terus bisa dikembangkan, sehingga tenun asli Buleleng itu tetap lestari dan penenunnya mendapatkan hasil maksimal dari penjualan hasil karya seni mereka. “Ke depan jika kain tenun endek dan songket itu dikelola dengan baik. Artinya dengan kualitas hasil desain yang bagus. Maka saya yakin tenun endek dan songket Buleleng ini pasti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Aries Sujiati Suradnyana itu optimis. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TENUN ENDEK - Buleleng memiliki produk tenun endek dan songket yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Potensi ini mendapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya di Buleleng.


GIANYAR

Selasa Pon, 28 Mei 2019

9

Tingkatkan Konsumsi Ikan

Anak-anak PAUD Se-Kabupaten Gianyar Ikuti Parade Gemarikan ANAK-ANAK PAUD seKabupaten Gianyar mengawali sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dengan mengadakan parade. Parade yang mengambil tema tentang dunia ikan dan lingkungannya itu disaksikan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar yang sekaligus juga Ketua Forum Peningkataan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra di depan Open Stage Bali Budaya Gianyar, Senin (27/5) kemarin. Selayaknya dunia anakanak, parade ini pun berlangsung sangat meriah dengan berbagai tingkah kepolosan yang ditunjukkan anak-anak. Mereka mengintepretasikan apa itu ikan, bagaimana menjaga lingkungan habitat ikan hidup, hingga menu olahan ikan sesuai dengan pikiran dan kreasi mereka sebagai anakanak. Seperti yang ditegaskan oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, dengan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar, tema parade kali ini adalah tentang ikan dan manfaat makan ikan.

Bagaimana mereka diajarkan sejak dini, bagaimana cara menjaga lingkungan kali, kolam, sungai maupun laut tempat ikan tinggal agar tetap bersih, sekaligus mengajak agar anak-anak doyan makan ikan, yang tentu saja disesuaikan dengan umur mereka. Menurut Ny. Surya Adnyani Mahayastra, parade ini merupakan salah satu cara untuk memberikan ruang pada anak-anak PAUD juga gurunya untuk bisa berkreasi sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Mereka di sekolah sudah diajarkan bagaimana menari dan menyanyi, parade ini adalah wadahnya. “Selain daging, ikan juga mengandung protein yang penting untuk tumbuh kembang anak karena ikan terbukti mengandung Omega 3 yang sangat penting bagi perkembangan otak anak,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Ny. Adnyani Mahayastra didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra, S.H., M.H. mengatakan, Bupati Gianyar sudah menerbitkan SK Bupati Gianyar Nomor 761/E-05/

HK/2019 tentang Penegerian dan Penetapan PAUD, SDN, SMPN Berbasis Agama Hindu di Kabupaten Gianyar. Ada 10 lembaga pendidikan yang menerima SK tersebut yaitu TK Kumara Wiyata Manukaya, TK Kerta Winangun Santi Tulikup, TK Widya Craya Peliatan Ubud, TK Kumara Santhi Guwang, SDN I Bona, SDN 4 Batuan, SDN 1 Bukian, SMPN 3 Blahbatuh, SMPN 2 Sukawati dan SMPN 2 Payangan. “Kita coba dari awal bangun pondasinya, sehingga ke depannya kita mampu menghasilkan anak-anak yang beretika sesuai dengan Agama Hindu,” tegasnya. Ketua Panitia yang juga Kabid PAUD Dinas Pedidikan Kabupaten Gianyar D.N.P Manuaba, S.P., M.Si. menjelaskan, selain parade dan sosialisasi gemarikan, juga diadakan lomba menggambar bersama keluarga yang diikuti oleh 21 peserta wakil dari tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar. Sedangkan untuk anak-anak PAUD diikuti hampir 350 anak-anak PAUD kecamatan se-Kabupaten Gianyar. Menurut Manuaba, lomba ini bertujuan memberikan

Kualitas Udara di Gianyar Belum Tercemar Gianyar (Bali Post) Kualitas udara di kawasan Kabupaten Gianyar dipastikan masih baik. Hal ini diketahui berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara dengan metode passive sample, Indeks Kualitas Udara (IKU). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Gianyar Ni Putu Darmiyanti dan Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Gianyar Ni Luh Putu Diah Mantiasih mengatakan hal itu, Senin (27/5) kemarin. Menurut Kujus Pawitra, IKU adalah suatu nilai yang menunjukkan mutu atau tingkat kebaikan udara menurut sifatsifat unsur pembentuknya. IKU merupakan gambaran atau nilai hasil transformasi parameter-parameter (indikator) individual polusi udara yang berhubungan menjadi suatu nilai, sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat awam. “IKU dihitung berdasarkan emisi dari dua polutan udara yaitu karbon monoksida (CO2) dan

nitrogen oksida (NO2). Kedua jenis polutan ini dijadikan sebagai komponen IKU karena pengaruh keduanya yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia,” jelasnya. Kujus Pawitra mengatakan, pemantauan kualitas udara dilakukan sejak tahun 2014. Hasilnya, udara di Gianyar belum tercemar. Sedangkab metode yang digunakan adalah metode passive sample, dengan pemakaian peralatan dan bahan yang diam. Peralatan dan bahan ditempatkan pada satu tempat, alat tersebut selanjutnya diambil paling lambat 14 hari sejak dipasang. Setelah diambil, selanjutnya diuji di Laboratorium Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta. “Untuk mengetahui hasilnya, kita harus menunggu tiga bulan setelah diuji di lab,” jelasnya. Kujus Pawitra mengungkapkan, pemantauan IKU dilakukan rutin setiap tahun dalam dua tahapan. Yakni, tahap pertama pada Mei dan yang kedua pada Oktober. Sedangkan untuk lokasi pemantauannya di empat lokasi, yaitu daerah pemukiman, industri, transportasi dan perkantoran.

“Karena dana yang bersumber dari APBN tersebut terbatas, untuk pemantauan ditempatkan di wilayah perkotaan. Hasil dari tahun 2014-2018, kondisi udara di Kabupaten Gianyar tidak tercemar,” ujarnya. Sementara untuk tahun 2019, tahap pertama pemantauan dilaksanakan di empat tempat. Untuk kawasan pemukiman ditempatkan di rumah Dewa Oka Dwijayawantara di Lingkungan Candi Baru, Gianyar. Untuk kawasan transportasi ditempatkan di SDN 1 Gianyar, di Jalan Ngurah Rai Gianyar. Sementara untuk daerah industri dan kawasan pertokoan ditempatkan di rumah Kadek Suartana di Lingkungan Teges, Gianyar. Sedangkan untuk kawasan perkantoran ditempatkan di kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana di Jalan Manik Gianyar. “IKU ini akan digunakan dalam penerbitan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Gianyar. Selain IKU, untuk penerbitan IKLH juga diperlukan Indeks Kualitas Air dan Indek Titipan Lahan,” katanya. (kmb35)

Ludahi dan Aniaya Pengendara Motor

Pria Asal Sumba Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) Aparat Polsek Sukawati mengamankan seorang pelaku penganiayaan, Elfis L.K. Djawa, Minggu (26/5) malam. Pria berusia 26 tahun asal Sumba Timur ini melakukan penganiayaan terhadap Putu Sudiatmika di By-pass I.B. Mantra, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati pada Minggu malam. Akibat kejadian itu, korban asal Buleleng ini mengalami luka lebam di wajah. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Minggu sekitar pukul 19.00 Wita, Sudiatmika mengendarai sepeda motor meluncur dari Pantai Pabean, hendak menyeberang ke utara di By-pass I.B. Mantra Desa

Ketewel. Saat itu Elfis yang meluncur dari arah barat sontak kaget, karena Sudiatmika mendadak menyeberang di ruas jalan tersebut. Saking kesalnya, Elfis lantas meludahi korban berusia 49 tahun itu. Hal ini membuat Sudiatmika menghentikan kendaraan. Sementara Elfis yang melihat hal tersebut ikut berhenti, kemudian mendekati korban. Tanpa banyak bicara, Elfis langsung memukulkan helm yang dipegangnya ke arah korban. Pukulan dengan helm itu dilayangkan sebanyak tiga kali, pukulan itu langsung membuat pelipis korban bengkak hingga berdarah. “Setelah pelaku turun dari

kendaraan langsung memukul pelapor dengan menggunakan helm yang mengenai pelipis kiri, mengakibatkan luka benjol dan berdarah,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Winangun, Senin (27/5) kemarin. Sudiatmika yang tidak terima dengan kejadian ini lantas memilih melapor ke polisi. Menerima laporan itu, Unit Opsnal langsung melakukan olah TKP hingga didapati ciri-ciri pelaku. “Tim melakukan penyelidikan dan pelaku dapat ditangkap lengkap dengan barang bukti, kemudian pelaku dan barang bukti kami bawa ke Mapolsek Sukawati untuk penanganan lebih lanjut,” kata Winangun. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PELAKU - Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Winangun saat menunjukkan pelaku Elfis dalam kondisi diborgol di Mapolsek Sukawati, Senin (27/5) kemarin.

suatu media pada anak-anak dalam upaya menumbuhkembangkan minat anak-anak untuk mengkonsumsi menu berbahan serba ikan. Di mana, program gemarikan merupakan salah satu langkah dalam mewujudkan pemahaman kesadaran masyarakat. Hal senada juga ditegaskan dalam sambutan Bupati Gianyar yang dibacakan oleh Plt. Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra, S.H., M.H. Dikatakan, pemerintah selalu mendukung setiap upaya untuk membantu meningkatkan kecerdasan dan tumbuh kembang anakanak di Gianyar. Ditegaskan juga, untuk PAUD ke depan akan terus ditingkatkan untuk mendapatkan standar mutu pendidikan sehingga mampu menghasilkan generasi yang cerdas serta berakhlak baik. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar Ir. Dewi Hariani, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gianyar Cok. Lesmana Trisnu, Wakil Ketua II TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya dan beberapa undangan dari OPD terkait. (ad1005)

PARADE - Sosialisasi Gemar Makan Ikan diawali dengan parade yang melibatkan anak-anak PAUD se-Kabupaten Gianyar.

BPJS Kesehatan Bidik Badan Usaha Nakal Gianyar (Bali Post) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Klungkung saat ini tengah membidik badan usaha di Bali Timur yang nakal. Terutama badan usaha yang masih enggan menjaminkan kesehatan para pekerjanya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Badan usaha yang melanggar ini bisa dikenakan sanksi administrasi, bahkan sampai sanksi pidana dengan ancaman hukuman hingga dua tahun penjara. Dikonfirmasi, Senin (27/5) kemarin, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung dr. Endang Triana Simanjuntak mengatakan, pihaknya sudah mendata sekitar 252 badan usaha di Kabupaten Gianyar. Dari jumlah itu, ada beberapa badan usaha yang belum mendaftarkan pekerjanya. Terdiri dari badan usaha berupa hotel, vila, losmen, produk garmen dan produk kesehatan. “Ada hotel, vila, losmen, perusahaan produk garmen, dan produk kesehatan. Kesannya kecil, ternyata punya pegawai 30 sampai 60 orang. Kalau belum juga bisa koordinasi, maka lanjut ke kejaksaan,” ujar Kepala BPJS yang juga membawahi wilayah Kabupaten Gianyar ini. Dari hasil pemetaan, kata Endang Triana, estimasi potensi pekerja yang belum terdaftar BPJSKes sekitar 1.200 orang. “Dari data, ada 252 badan usaha di Gianyar. Potensinya sekitar 1.200 pekerja yang belum masuk JKN. Sudah koordinasi kejaksaan, agar badan usaha tunduk ikuti regulasi. Kalau dia pekerja, seharusnya tidak bayar mandiri, bisa beralih kepesertaan. Jadi, keuntungan dan hak pegawai,” terangnya. Endang Triana menegaskan, ada dua jenis sanksi yang bisa dikenakan pada badan usaha nakal tersebut. Pertama, sanksi administratif sesuai PP 86 menyangkut izin usaha. Kedua, bisa sanksi pidana dengan

ancaman hukuman dua tahun penjara. “Dari BPJS bisa mengenakan sanksi administratif sesuai PP 86, bisa izin usahanya dicabut. Ini yang kami sinergikan dengan Kejaksaan. Kalau tidak juga dipenuhi, bisa sampai sanksi pidana,” katanya mengingatkan. Endang Triana mengatakan, sampai saat ini badan usaha nakal tersebut belum dikenakan sanksi administratif maupun sanksi pidana. Pihaknya masih melakukan upaya pendekatan agar badan usaha mau mendaftarkan pekerjanya jadi peserta BPJSKes. “Sampai sekarang kami belum memberikan sanksi administratif, baru sebatas pemanggilan. Kami tidak bisa sebut mana-mana saja, karena mekanismenya sedang berjalan,” ujarnya. Menurut Endang Triana, BPJSKes telah menjalin kerjasama dalam hal kepatuhan dengan Kejaksaan Negeri Gianyar. “Kami punya forum kepatuhan, membuat suatu kesepakatan mewajibkan badan usaha mendaftarkan pekerjanya jadi peserta BPJSKes,” katanya. Endang Triana menegaskan, sebagai upaya penegakan hukum terkait kepatuhan badan usaha untuk mendaftar dan membayar iuran BPJS Kesehatan, Kejaksaan Negeri Gianyar melakukan penandatanganan MoU dengan BPJS Kesehatan Cabang Klungkung yang mewilayahi Kabupaten Gianyar, Klungkung, Karan-

gasem dan Bangli di aula Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar, Rabu (22/5) lalu. Penandatanganan dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Gianyar I Made Juri Imanu, S.H. dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung dr. Endang Triana Simanjuntak. Acara juga dirangkai dengan kegiatan Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Kabupaten Gianyar Tahun 2019. Forum ini diketuai Kepala Kejaksaaan Negeri Gianyar, Sekretaris adalah Kepala BPJS Kese hatan Cabang Klungkung, anggotanya Kasi Datun Kejari

Gianyar, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Teradu Satu Pintu serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gianyar. Endang Triana menambahkan, tujuan dibentuknya forum ini, yakni tercapainya komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan utama terkait pelaksanaan program BPJSKes, meliputi penyampaian saran dan gagasan, pemecahan masalah serta perumusan rencana kerja sama yang strategis, serta penegakan hukum bagi pemberi kerja yang tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (kmb35)

Dr. Endang Triana Simanjuntak

Bali Post/kmb35

Buntut Kasus Laporan Palsu

Sukerti Diganjar Satu Tahun Penjara Gianyar (Bali Post) Masih ingat kasus laporan palsu oleh Ni Wayan Sukerti terkait kasus penculikan di Mapolsek Sukawati, beberapa waktu lalu? Kasus tersebut sudah menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Senin (27/5) kemarin. Dalam persidangan tersebut, majelis hakim PN Gianyar yang diketuai Dori Melfin dengan hakim anggota Ida Bagus Made Ari Suamba dan Wawan Edi Prastiyo menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun kepada terdakwa Ni Wayan Sukerti. Hakim anggota sekaligus Humas PN Gianyar Wawan Edi Prastiyo mengatakan, penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Gianyar menuntut pidana penjara selama dua bulan kepada terdakwa Ni Wayan Sukerti. Namun, majelis hakim PN Gianyar berpendapat berbeda atas tuntutan JPU tersebut. Majelis hakim berpendapat, akibat perbuatan terdakwa berusia 38 tahun ini yang menebar berita bohong tersebut telah menciptakan kegaduhan dan meresahkan masyarakat di tengah panasnya tahun politik. “Perbuatan terdakwa

menimbulkan ketakutan dan kecemasan di masyarakat terkait berita penculikan anak,” imbuhnya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, majelis hakim akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun penjara terhadap terdakwa. Terdakwa dipastikan melanggar Pasal 242 ayat 1 KUHP. “Terdakwa dijatuhkan hukuman setahun penjara,” ujar Wawan Edi Prastiyo. Atas putusan majelis hakim tersebut, baik terdakwa maupun penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Wawan Edi Prastiyo menambahkan, proses persidangan kasus ini berlangsung cukup lama, karena terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit saat di persidangan. Seperti diberitakan sebelumnya, Ni Wayan Sukerti diajukan dalam persidangan di PN Gianyar, lantaran pada minggu 4 November 2018 membuat laporan palsu di Polsek Sukawati. Dalam laporan tersebut, terdakwa mengaku anaknya mengalami percobaan penculikan. Laporan penculikan terhadap bocah berusia 1,5 tahun itu dikatakan terjadi

pada 1 November 2018 sekitar pukul 10.30 Wita. Dalam laporannya, upaya penculikan tersebut dikatakan terjadi di sebelah utara Pura Subak Uma Desa, jalan Batuyang gang Walet, Banjar Dlodrurung, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati yang dilakukan dua orang pengendara sepeda motor yang tidak dikenalinya. Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh Polsek

Sukawati dan pengakuan terdakwa Ni Wayan Sukerti, ternyata peristiwa percobaan penculikan terhadap anak terdakwa tersebut tidak pernah terjadi. Hal itu hanya karangan terdakwa. Sedangkan berita bohong yang dibuat oleh terdakwa Ni Wayan Sukerti tersebut terlanjur viral di media sosial, sehingga membuat masyarakat resah. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PUTUSAN - Suasana sidang putusan dengan terdakwa Ni Wayan Sukerti di PN Gianyar, Senin (27/5) kemarin.


JEMBRANA

10

Selasa Pon, 28 Mei 2019

”Showroom” Sempat Terdampak Banjir

Pengusaha Bursa Mobil Jembrana Mulai Bangkit Negara (Bali Post) Banjir yang terjadi di wilayah Negara, Jumat (24/5) lalu, bukan saja menyebabkan rumah warga tergenang air cukup tinggi. Sejumlah usaha juga terdampak, salah satunya usaha penjualan mobil yang lokasinya difasilitasi pemkab di Jalan Udayana, Negara. Saat banjir yang sempat melumpuhkan jalur DenpasarGilimanuk itu, lokasi Bursa Mobil Jembrana yang berada di tempat yang lebih rendah dari jalan menjadi limpasan ini hingga setinggi dada orang dewasa. Puluhan mobil yang dipajang pun nyaris tenggelam. Ketua Bursa Mobil Jembrana I Komang Aridana belum lama ini mengatakan, para penjual hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut. ‘’Kita maklumi itu bencana mau dibilang apa lagi, tapi tetap kita bersihkan mobil-mobil yang sempat

tergenangi air,’’ ujarnya. Di lokasi tersebut, terpajang kurang lebih 20 unit mobil baik dari anggota Komunitas Jual-Beli Mobil Jembrana, maupun masyarakat yang menitipkan menjual mobil di sana. Sejumlah anggota menurutnya, saat air surut langsung memperbaiki mobil jualan mereka. Terutama bagian yang tergenang, seperti karpet-karpet interior dan ganti oli mesin. Sementara kondisi lokasi, menurutnya juga akan dibersihan menunggu lumpur kering. ‘’Sekarang sudah buka lagi, di sini siapa saja boleh menitipkan menjual bukan hanya anggota. Harapannya agar terpusat di sini, tidak di pinggir-pinggir jalan dan mengganggu lalu lintas,’’ terang Aridana. Sementara itu, beberapa instansi yang sempat kebanjiran seperti di kantor PDAM Jembrana dan Perusda juga mulai berbenah. Beberapa dokumen atau

berkas yang basah, kemarin nampak dijemur. Di Kantor PDAM yang lokasinya lebih rendah dibanding jalan raya, merupakan langganan banjir. Apalagi saat banjir bandang yang saat itu air sampai menggenangi Jalan Udayana. Air menggenangi bangunan hingga masuk ke ruangan-ruangan. Meskipun sempat kebanjiran, aktivitas kantor PDAM Jembrana pada Senin (27/5) kemarin tetap beroperasi. Termasuk di bagian kasir dan pelayanan umum. (kmb26) KEBANJIRAN – Kondisi Bursa Mobil Jembrana di pinggir Jalan Udayana tergenangi air saat banjir akhir pekan lalu. Sejumlah pengusaha jual beli mobil kembali bangkit meskipun mobil-mobil jualan mereka sempat terendam banjir.

PPDB SMA di Jembrana

Pastikan Zonasi, Peserta Wajib Lampirkan KK atau Surat Domilisi PASANG RAMBU – Sejumlah anggota Polres Jembrana memasang pembatas jalur di areal Terminal Kargo, Lingkungan Penginuman, Gilimanuk. Di lahan lapang seluas empat hektar ini akan menjadi titik transit mobil sebelum masuk jalan menuju pelabuhan.

Terminal Kargo Kembali Dijadikan Transit Mobil Pemudik Negara (Bali Post) – Jelang pengamanan mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Polres Jembrana mulai melakukan langkah antisipasi dengan memasang sejumlah rambu-rambu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat arus mudik dipastikan ribuan kendaraan baik roda dua maupun roda empat pemudik akan berjubel antre menunggu giliran menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk. Di luar Pelabuhan, anggota dari Polres Jembrana sejak Minggu (26/5) lalu mulai memasang atribut serta ramburambu untuk memperlancar arus kendaraan. Salah satunya di areal parkir sementara di Terminal Kargo, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk. Di lahan seluas empat hektare ini diperkirakan bisa menampung ribuan mobil pribadi sebelum nantinya diarahkan ke tiga jalur jalan gang permukiman menuju parkir manuver (pelabuhan). Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko di sela-sela pemasangan garis pembatas di Terminal Kargo mengatakan, pola pengaturan lalu lintas (rekayasa) untuk jalur mudik tahun ini seperti tahun sebelumnya. Untuk mengurangi panjang antrean mobil pribadi sampai di pertigaan Cekik, maka seluruh mobil akan ditampung di dalam areal Terminal Kargo. Berkaca pada tahun lalu, di lahan seluas empat hektare ini bisa menampung ribuan mobil pribadi. Dengan rekayasa dalam lokasi terminal Kargo itu dibagi menjadi 10 lajur kendaraan. Sementara untuk kendaraan lain seperti sepeda motor, truk dan bus jalurnya langsung ke pelabuhan melalui jalan Denpasar-Gilimanuk. ‘’Seperti tahun lalu, mobil pribadi kita arahkan di jalan gang-gang di Gilimanuk. Bila penuh, kita arahkan ke dalam terminal kargo dulu,’’ ujar AKP Yoga. Dari hasil monev tahun lalu, rekayasa yang diterapkan tahun lalu berhasil mengurai kemacetan di Cekik. Karena itu dengan diterapkannya kembali pola ini diharapkan bisa memperlancar arus kendaraan khususnya mobil. ‘’Hari ini kita pasang pembatas dan beberapa rambu. Besok dari Dinas Perhubungan juga akan menambah lagi,’’ tambah Yoga. Selain itu, di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk dari Pengeragoan hingga Gilimanuk juga mulai dibangun sejumlah pos pengamanan (pos pam). Utamanya di titik-titik rawan laka di lima kecamatan yang menjadi jalur mudik. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2019 dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali telah turun dan akan segera diterapkan di Jembrana. Berdasarkan mekanisme PPDB berbasis zonasi ini, masing-masing sekolah menerapkan tiga jalur. Jalur zonasi (warga sekitar) dengan alokasi 90 persen dari total murid, 5 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur perpindahan orangtua/wali. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jembrana I Putu Prapta Arya, Senin (27/5) kemarin mengungkapkan, salah satu persyaratan terkait zonasi ini adalah Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan domisili dari orangtua/ wali dilegalisir kepala dusun/kepala desa/lurah setempat. Untuk jalur zonasi, memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat sekolah sesuai zona yang telah ditetapkan. ‘’Sudah ditetapkan zonanya, berdasarkan desa atau dusun terdekat dari sekolah,’’ ujar Prapta Arya.

Untuk jalur ini, menurutnya mencakup anak keluarga tidak mampu, anak inklusi, anak banjar adat/desa adat/desa pakraman dan zonasi wilayah. Untuk calon siswa SMA ini, dapat mendaftar maksimal dua SMA yang masuk dalam zona yang ditentukan. Sementara untuk jalur prestasi, berdasarkan nilai Ujian Nasional dan pembobotan sertifikat penghargaan hasil perlombaan di bidang akademik maupun non-akademik. ‘’Peserta didik yang masuk jalur prestasi juga dapat memilih di luar jalur zonasi,’’ tambah

Prapta Arya yang juga Kepala SMAN 1 Negara ini. Begitu halnya untuk jalur perpindahan orangtua/wali yang alokasinya hanya 5 persen, diperuntukkan bagi siswa yang ikut pindah orangtua/wali karena bertugas. Untuk jalur ini harus dibuktikan dengan surat penugasan dan surat keterangan domisili dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakan. Perbedaan waktu pendaftaran juga diterapkan. Untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan, lebih dahulu dibuka pada akhir bulan Juni. Sementara jalur zonasi menyusul pada akhir bulan Juli mendatang bersamaan dengan PPDB SMK yang hanya menerapkan satu jalur. Peserta Didik Baru yang tidak tertampung di sekolah pilihannya, akan disalurkan ke sekolah negeri maupun swasta terdekat yang masih tersedia daya tampung. (kmb26)

I Putu Prapta Arya

Pasar Murah Diserbu Warga, Beras Premium Paling Laris Negara (Bali Post) – Pasar murah yang diadakan menjelang hari raya di Peken Ijogading, Senin (27/5) kemarin di luar dugaan diserbu masyarakat. Sejumlah bahan kebutuhan pokok khususnya beras, minyak goreng dan telur ludes diserbu warga sekitar pasar murah. ‘’Antusiasnya tinggi, karena masih banyak warga yang belum dapat. Kita akan gelar sehari lagi,’’ ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana. Dari pengamatan kemarin, barang yang paling laris diserbu masyarakat adalah beras premium yang disediakan Bulog. Kendati harga jual hanya terpaut sekitar Rp 1.000 lebih murah dari HET di pasaran, namun banyak masyarakat yang membeli beras kemasan lima kilogram tersebut. Harga di pasaran HET beras premium berkisar Rp 11-12 ribu per kilogram, namun dalam pasar murah kemarin dijual seharga Rp 10 ribu per kilogram. Petugas bahkan harus sampai tiga kali mengirimkan stok beras untuk memenuhi keinginan warga. Selain beras, barang yang paling laris dicari warga adalah min-

Pilkel Serentak

yak goreng dan telur. Beberapa warga yang ditemui mengaku mengetahui adanya pasar murah ini dari mulut ke mulut. ‘’Harapan saya agar pasar murah seperti ini sering dilakukan. Meskipun terpaut sedikit tapi sangat membantu,’’ terang Hepi (29), salah seorang ibu rumah tangga. Sementara itu Kepala Gudang Bulog Jembrana Nyoman Sudira mengatakan, pada pasar murah kemarin Bulog menyalurkan lebih dari 200 bungkus beras 5 kilogram. Dan diakuinya pada pasar murah ini antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari pihak pemkab menurutnya juga meminta agar diselenggarakan sehari lagi. Pejabat asal Gianyar ini juga memastikan untuk stok bahan kebutuhan pokok pada hari raya ini di Jembrana tercukupi. Terutama bahan pokok seperti beras, minyak dan lain-lain. ‘’Untuk stok kebutuhan hari raya ini kami pastikan tercukupi,’’ ujarnya. Beras kemasan lima kilogram ini menurutnya memang paling diminati. Selain harga terjangkau, juga menjadi bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat. (kmb26)

PASAR MURAH – Pasar murah di Peken Ijogading yang digelar kemarin mendapat respons antusias dari warga sekitar. Bahkan pihak penyelenggara harus mendatangkan beberapa kali beras yang paling dimintai warga.

Hingga Akhir Mei Sudah Ditetapkan 15 Calon

Negara (Bali Post) – Meskipun pemilihan perbekel (pilkel) serentak baru digelar pada September mendatang, tahapan pemilihan sudah mulai digelar. Bahkan sudah ada lima desa di tiga kecamatan yang sudah masuk tahapan penetapan calon perbekel/ kepala desa. Ada 15 orang yang telah ditetapkan sebagai calon perbekel dan berhak bersaing dalam pilkel serentak. Informasi yang dihimpun Senin (27/5) kemarin, lima desa yang telah masuk tahapan penetapan calon perbekel itu di antaranya di Kecamatan Mendoyo, Desa Penyaringan dan Desa Pohsanten. Di Kecamatan Pekutatan ada dua, yakni Desa Pulukan dan Desa Pangyangan. Dan terakhir di Kecamatan Negara, baru satu desa yakni Desa Berangbang. Di lima desa tersebut, sudah ditetapkan 15 orang calon perbekel/kepala desa. Ratarata merupakan incumbent yang masa jabatannya sudah habis pada Mei ini. Dari sisi jumlah peserta, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo sementara paling banyak memiliki peserta, yakni lima orang calon. Camat Mendoyo I Putu Nova Noviana dikonfirmasi membenarkan, dari delapan desa di Mendoyo yang akan melangsungkan pilkel serentak, sudah ada dua desa yang memasuki tahapan penetapan calon perbekel, yakni di Desa Penyaringan dan Desa Pohsanten. Di Penyaringan terdapat lima calon dan di Desa Pohsanten tiga calon. Sementara itu dari informasi untuk

di Penyaringan, tiga calon di antaranya merupakan perangkat desa. Satu mantan perbekel dan dua kepala kewilayahan (klian banjar). ‘’Dari lima itu ada tiga perangkat desa. Satu incumbent (perbekel) sudah habis masa jabatan. Dan ada dua klian banjar, status keduanya sekarang cuti,’’ terang Gede Sudendia, Ketua Panitia Pemilihan Perbekel Desa Penyaringan. Diakui untuk tahapan selanjutnya menurutnya baru akan dilakukan Agustus nanti, yakni sosialisasi ke-13 banjar dinas yang ada di Desa Penyaringan. Sementara itu di Desa Berangbang, Kecamatan Negara sudah ditetapkan dua calon perbekel. Meski ada delapan desa yang akan menyelenggarakan Pilkel Serentak, baru satu desa yang sudah tahap penetapan calon. Empat lainnya masih proses, dan tiga sisanya belum dimulai karena masa jabatan perbekel/ kepala desa belum habis. Selanjutnya, Kecamatan Pekutatan juga dari informasi sudah dua desa yang masuk tahapan penetapan calon. Di Desa Pangyangan telah ditetapkan tiga calon perbekel dan di Desa Pulukan dua calon perbekel. (kmb26)

PILKEL – Dokumentasi suasana pilkel di salah satu desa di Jembrana beberapa waktu lalu. Pada September tahun ini, 35 desa akan menyelenggarakan pilkel serentak.


Selasa Pon, 28 Mei 2019

Karangasem

11

Material Kubah Lava Masih 25 Juta Meter Kubik Sekali Erupsi Lontarkan Satu Juta Meter Kubik

Amlapura (Bali Post) Aktivitas vulkanik Gunung Agung sampai saat ini masih saja tinggi. Terbukti gunung tertinggi di Bali itu lebih sering mengalami erupsi belakangan ini. Bahkan erupsi yang terjadi disertai lontaran kubah lava pijar hingga tiga kilometer dari puncak. Kendati demikian, PVMBG masih menetapkan status Gunung Agung level III (Siaga - red).

Bali Post/kmb41

SOSIALISASI - OPD di lingkungan Pemkab Karangasem saat mengikuti kegiatan sosialisasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan jasa konstruksi tahun anggaran 2019 diperuntukkan kepada penyedia jasa dan pengguna jasa, yang dilaksanakan di Wantilan Kantor Bupati, Senin (27/5) kemarin.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Senin (27/5) kemarin mengungkapkan, sampai saat ini aktivitas Gunung Agung masih relatif tinggi. Kendati demikian, belum ada peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. “Aktivitas masih fluktuatif. Erupsi terus berpotensi terjadi. Namun erupsi masih di radius empat kilometer,” ujarnya.

Belakangan ini, kata Devy, erupsi memang terus terjadi karena masih ada pergerakan magma menuju ke permukaan. Hal itu bisa dilihat lantaran masih terekamnya gempa vulkanik. Hanya sampai saat ini belum ada indikasi terjadinya erupsi yang lebih besar. ”Bila terjadi erupsi, pastinya masih relatif sama dengan erupsierupsi sebelumnya,” ujarnya yakin.

Keberadaan kubah lava sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan. Sejauh ini, tambah Devy, volume kubah lava di dalam kuba Gunung Agung masih sekitar 25 juta meter kubik. Rata-rata volume magma saat erupsi terjadi sekitar satu juta meter kubik. “Persisnya jumlah lontaran material yang dikeluarkan saat Gunung Agung erupsi tidak

bisa diprediksi. Tapi kemungkinan jumlahnya sekitar 1 juta meter kubik. Namun bisa juga lebih dari 1 juta meter kubik. Sebagian kuba itu keluar dalam bentuk gas, abu maupun erufsi minor,” jelas Devy Kamil Syahbana. Disinggung kenapa setiap Gunung Agung erupsi terjadi pada dini hari? Kata Devy, pihaknya tidak dapat memastikan apa penyebab seperti itu. Tetapi, tidak menutup kemungkinan erupsi bisa juga terjadi pada siang hari. “Kita juga tidak tahu kenapa terjadi erupsi lebih sering dini hari,” tegas Devy Kamil Syahbana. (kmb41)

Digelar Sosialisasi dan Diseminasi

Tumbuhkan Kesadaran Tufoksi Jasa Konstruksi

Amlapura (Bali Post) Dalam upaya menumbuhkan kesadaran tugas dan fungsi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab menggelar kegiatan sosialisasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan jasa konstruksi tahun anggaran 2019. Sosialisasi itu dihelat kepada pihak penyedia jasa dan pengguna jasa konstruksi di Wantilan Kantor Bupati, Senin (27/5) kemarin. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi itu khususnya ditujukan kepada penyedia jasa dan pengguna jasa, yakni

Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Agenda itu digelar guna menumbuhkan pemahaman dan kesadaran tugas dan fungsi serta hak dan kewajiban masing-masing di dalam meningkatkan kemampuan guna mewujudkan tertib usaha jasa kontruksi. Selain itu, tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan tertib pemanfaatan hasil pekerjaan konstruksi. “Lewat kegiatan ini diharapkan pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dengan begitu, dapat memperkecil risiko yang

ditimbulkan dari pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi tersebut,” katanya. Penting, kata Bupati Mas Sumatri, adanya peningkatan SDM dalam menghadapi pembangunan infrastruktur yang semakin kompetitif, berkualitas dan berdaya saing. Pihak jasa konstruksi menyatakan setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja. Karena itu diperlukan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi. Diharapkan sertifikasi itu dapat diupayakan oleh semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah, pusat sampai masyarakat jasa konstruksi sendiri. (kmb41)

Lindungi Konsumen dari Kecurangan Digelar Tera Ulang Timbangan Pasar Amlapura Barat Amlapura (Bali Post) Tera ulang dilaksanakan di Pasar Amlapura Barat, Senin (27/5) kemarin. Tera ulang itu digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem dalam upaya melindungi konsumen dari kecurangan para pedangang. Kabid Distribusi dan Perdagangan Disperindag Karangasem Ni Wayan Rawi di selasela kegiatan mengatakan tera ulang ini memang rutin dilakukan setiap tahunnya. Agenda ini sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen dari kecurangan saat berbelanja. ‘’Tera ulang ini memang san-

gat perlu dilakukan untuk melindungi konsumen dari kecurangan,” ujarnya. Dalam program itu, kata Rawi, pihaknya menjalin kerja sama dengan UPT Mitro Logi Singaraja. Pasalnya, sampai saat ini belum bisa melaksanakan tera ulang secara mandiri. Alasannya belum ada lembaga, petugas, alat, termasuk gedung untuk melakukan tera ulang. “Ini baru diterapkan provinsi untuk kabupaten. Sekarang ini kita baru melakukan persiapan agar bisa melakukan tera ulang secara mandiri,’’ ujarnya Pihaknya mengaku sudah memiliki tenaga teknis dua orang. Sekarang masih ditu-

gaskan di Dinas PUPR. Nanti mereka kita tarik. Sedangkan untuk alatnya dapat bantuan lewat DAK sebesar Rp 1,4 miliar. ‘’Semoga ke depannya kita dapat melakukan tera ulang mandiri,” jelas Rawi. Petugas tera ulang I Wayan Sukasna mengatakan, kalau dalam melakukan tera ulang ini pihaknya melakukan perbaikan dan pembersihan terhadap timbangan. Timbangan yang sering dipergunakan itu biasanya mengalami sedikit perubahan. ‘’Perlu dilakukan tera ulang secara berkala, sehingga timbangan kembali normal. Kapan waktu teranya, tidak bisa diprediksi,” ujarnya. (kmb41)

KUBAH LAVA - Kondisi kubah lava Gunung Agung saat erupsi beberapa waktu lalu.

BBPOM Denpasar Lakukan Pengawasan Kandungan Makanan 22 Sampel yang Diambil Semuanya Negatif

TERA ULANG - Disperindag Karangasem saat melakukan tera ulang timbangan pedagang di Pasar Amlapura Barat, Senin (27/5) kemarin.

BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar melakukan pengawasan atau pengecekan kandungan makanan buka puasa di Pasar Sengol Amlapura Barat dan Pasar Karangsokong, Senin (27/5) kemarin. Namun, dari 22 sampel yang diambil untuk dicek di laboratorium, semua hasilnya negatif dari kandungan berbahaya. Kepala BBPOM di Denpasar IGA Adhi Aryapatni mengungkapkan, pengawasan makanan buka puasa dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan. Pengecekan itu dilakukan di dua tempat berbeda, yakni di Pasar Sengol Amlapura Barat dan Pasar Sengol Karangsokong. Ada 22 sampel yang diambil untuk dilakukan pengecekan. Sampel itu adalah jenis makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Seperti borak, pormalin, rodamin B dan Metamelelo. “Namun dari 22 sampel makanan yang diuji itu semuanya negatif. Semua makanan itu bebas dari keempat kandungan bahan-bahan berbahaya tersebut,” ucap IGA Adhi Aryapatni menegaskan.

mengendarai sepeda motor vario melewati Klungkung menuju wilayah Karangasem. Selanjutnya, pihak BNN langsung bekerja sama dengan petugas Polsek Sidemen untuk melakukan penyetopan terhadap sepeda motor yang dicurigai tersebut. Saat petugas melakukan penyetopan bukannya pelaku berhenti, malah sebaliknya pelaku langsung menggeber sepeda motornya lebih kencang. Hal itu membuat petugas sempat kehilangan jejak pelaku. Petugas nyaris tidak bisa melacak pelaku hingga dua jam setengah. Tetapi setelah mencari informasi, akhirnya petugas menemukan ciri-ciri berikut kendaraan yang dipergunakan pelaku menuju salah satu rumah. Setelah ditanyakan kepada penghuni, saat itu pintu dibuka anaknya sendiri. Selanjutnya anaknya langsung

memanggil orangtuanya. Saat membuka pintu orang yang dicari adalah dia, maka polisi langsung melakukan penyergapan terhadap pelaku di rumahnya sendiri. “Kita amankan pelaku di rumahnya di Banjar Kalanganyar, Sibetan, Bebandem sekitar pukul 20.00 Wita. Setelah kita lakukan penggeledahan, petugas menemukan banyak barang bukti seperti sabu-sabu, alat isap, bong,’’ ujarnya. Pelaku mengakui dirinya baru selesai mengonsumsi sabu-sabu tersebut. Arta menambahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh saat interogasi, pelaku mengaku mendapatkan barang haram itu dari salah satu orang penghuni di Lapas Kerobokan, Denpasar. Caranya, barang itu ditempelkan di salah satu tempat sampah di pinggir jalan di Gatsu Barat. Pelaku meng-

Bali Post/kmb41

Bali Post/kmb41

Aryapatni menambahkan, hasil yang didapat ini tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan Dinas terkait selama ini. Pihaknya berharap pemerintah terkait supaya terus dapat melakukan pembinaan intensif. Tujuannya agar tidak ada lagi pedagang yang menggunakan bahan berbahaya, terutama dalam mengolah makanan siap saji yang akan dijual.

“Tidak hanya dimonitor saat buka puasa saja. Tetapi setiap waktu bisa dilakukan pemantauan seperti ini,” katanya. Pemerintah Provinsi, kata Aryapatni, sudah berkomitmen untuk membebaskan Bali dari empat bahan berbahaya itu. Karena kandungan itu sering kali didapat pada jajan tradisional, termasuk jajan untuk sarana upakara.

PENGAWASAN MAKANAN - BBPOM Denpasar saat melakukan pengawasan makanan buka puasa di Pasar Amlapura Barat, Senin (27/5) kemarin.

Jadi, pihaknya mengimbau produsen pembuat makanan supaya tidak menggunakan empat bahan berbahaya tersebut. Termasuk distributor yang mungkin masih mempunyai produk berbahaya itu supaya dapat dikembalikan ke suplayer-nya. “Sekda sudah membuat surat edaran kepada distributor, pengedar, pengecer bahan berbahaya. Mereka dilarang menjual bahan berbahaya tersebut. Setelah surat edaran Sekda diterima, kita kembali akan lakukan monitoring,’’ ujarnya Apabila masih ditemukan atau ada pihak yang mendistribusikan empat bahan berbahaya ini, maka akan diberikan sanksi tegas. ‘’Sudah pasti, sanksinya sesuai kasusnya seperti apa,’’ tegas IGA Adhi Aryapatni sembari menyatakan, pembuatan sarana upacara salah satunya segehan warna-warni tidak diperkenankan menggunakan pewarna berbahaya. Sebab, bila itu dimakan ayam, babi, otomatis binatang itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, jika nantinya daging binatang itu dikonsumsi sudah pasti dampaknya sangat buruk bagi kesehatan. (ad992)

Cerai dari Istrinya, Nata Wijaya Dibekuk karena Konsumsi Sabu-sabu

Pelaku I Wayan Nata Wijaya ibarat jatuh tertimpa tangga. Bukan saja bahtera rumah tangganya hancur setelah cerai dengan istrinya. Pria 26 tahun asal Banjar Kalanganyar Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem itu akhirnya terjun ke lembah hitam mengonsumsi sabu-sabu sejak satu setengah tahun lalu. Bak falsafah tupai, sepandai-pandai tupai melompat pasti akhirnya akan jatuh jua. Demikian juga Nata bisa menghindar lebih dari setahun dari kejaran polisi. Namun akhirnya Nata dibekuk di rumahnya oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem, Sabtu (18/5). Lalu dari siapakah Nata memperoleh barang haram sabu-sabu tersebut? KEPALA BNNK AKBP I Ketut Arta, Senin (27/5) kemarin, mengatakan kasus itu terungkap berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat. Disebutkan ada warga Kalanganyar, Sibetan, Bebandem diduga penyalah-

gunaan alias melakukan peredaran gelap narkoba, Sabtu (18/5). Menerima laporan itu, petugas BNNK langsung melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 18.30 Wita pihaknya mendapatkan informasi A-1, ada seorang laki-laki

gunakan sabu-sabu sekitar satu setengah tahun lalu, pascacerai dari istrinya. Pelaku mengakui kalau selama ini sabu-sabu yang dibelinya itu tidak dijual, melainkan hanya dikonsumsi sendiri. “Pelaku mengaku tidak tahu siapa orangnya. Karena dia hanya tahu nomor HP-nya saja,’’ tambahnya Cara mereka berkomunikasi lewat handphone saja. Kita berhasil mengamankan 1,4 gram. Setelah kita kurangi dilakukan pengecekan di laboratorium, jadi berat neto yang diamankan 0,4 gram. Saat ini masih terus dilakukan pengembangan untuk mengetahui siapa orang yang memberikan nomor HP itu. Juga diselidiki dari siapa sabu-sabu itu dibeli pelaku,” jelas Arta sembari menambahkan, pelaku sudah dititipkan di Lapas Kelas IIB Karangasem.

Pelaku I Wayan Nata Wijaya mengakui kalau satu paket sabu-sabu yang dibelinya itu seharga Rp 800 ribu.

“Saya sekitar 15 kali ambil paket sabu-sabu di Denpasar. Tempatnya tidak menetap,” jelas singkat. (nan)

Bali Post/kmb41

DIAMANKAN - Petugas BNNK pengamankan warga asal Kalanganyar, Sibetan, Bebandem di rumahnya setelah mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.


KLUNGKUNG

12

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Derita Gangguan Kandung Kemih

Ida Pedanda Pelantun Puja Trisandya Dirawat di RS BaliMed Denpasar Riwayat gangguan kandung kemih Ida Pedanda Gede Made Tembau, sosok pelantun puja Trisandya, kambuh lagi. Kondisi tersebut terpaksa membuatnya kembali masuk ruang perawatan ICU Rumah Sakit BaliMed Denpasar, sejak empat hari lalu. Hingga Senin (27/5) kemarin, sulinggih berumur 74 tahun ini masih mendapat perawatan intensif pihak tim medis rumah sakit.

Kabar terganggunya kesehatan Ida Pedanda, begitu cepat tersebar di kalangan umat di Bali. Geria Kulon, Desa Aan, Banjarangkan, langsung dipadati kerabat dan umat dalam beberapa hari terakhir, yang ingin mengetahui bagaimana kondisi terakhir kesehatannya. Anak bungsunya, Ida Bagus Wibawa, saat dihubungi Senin (27/5) kemarin, mengatakan bahwa riwayat gangguan kandung kemihnya itu sudah cukup lama. Namun, mulai kambuh sejak setahun terakhir. Bahkan, sebelumnya dikatakan Ida Pedanda sempat mengalami kencing darah. Saat itu, Ida Pedanda sempat mendapat perawatan di RSUP Sanglah. Kondisinya sudah semakin mem-

baik setelah penanganan di rumah sakit, kemudian rutin melakukan kontrol kesehatan. Belakangan riwayat gangguan kesehatan kandung kemihnya kambuh lagi. Wibawa mengakui sakitnya kambuh lagi, lantaran terlambat melakukan kontrol kesehatan. “Pascakencing darah itu, kami rutin kontrol kesehatannya. Terakhir ini, kambuh lagi memang karena terlambat kontrol. Sekarang masih dalam penanganan di RS BaliMed Denpasar,” kata Wibawa. Dalam kondisi perawatan intensif di rumah sakit, Ida Pedanda ditemani keluarga besarnya. Pihak keluarga berharap doa umat untuk kesembuhan Ida Pedanda, agar segera pulih dan kembali ke

Griya Kulon untuk melayani umat seperti sedia kala. Guru dan Seniman Ida Pedanda Gede Made Tembau saat walaka bernama Ida Bagus Gde Diksa. Dalam perjalanan kariernya, beliau dikenal sebagai guru SD, kemudian menjadi Kepala SDN 1 Akah. Hasil pernikahannya dengan sang istri, melahirkan dua anak yakni Ida Ayu Mayun dan Ida Bagus Wibawa. Keduanya sudah menikah, sehingga total sudah memiliki lima cucu. Banyak pihak yang penasaran dengan sosoknya, karena rekaman suara Tri Sandya yang setiap hari diputar di radio dan televisi, bahkan di desa-desa secara rutin, adalah hasil dari suara beliau. Banyak pihak menilai suara rekaman itu amat berkarakter berat, dengan ritme yang khusyuk dan berkarisma. Rupanya, hasil karya demikian yang begitu melekat dalam benak umat selama bertahuntahun, lahir dari Ida Pedanda saat walaka. Tokoh masyarakat Klungkung Dewa Soma, Senin kemarin, mengatakan ketika

masih aktif sebagai guru, Ida Pedanda juga aktif sebagai seniman drama gong dalam kelompok Bintang Bali Timur. Ketika itu beliau kerap memainkan peran sebagai sosok Ida Bhagawan maupun sosok Raja Tua. Sempat juga dipercaya menjadi juri nasional dalam ajang Utsawa Dharma Gita tingkat Nasional. Setelah mantap dengan segudang pengalaman sebagai seniman, alumni PGA ini akhirnya memutuskan ikut jalan sang kakak, Ida Pedanda Gde Putra Tembau, yang sekaligus sebagai guru nabenya. Sementara nabe saksinya adalah Ida Pedanda Gde Putra Bajing Geria Tegal Jingga. Beliau mengambil tanggung jawab sebagai sulinggih siwa, dari tiga ajaran kesulinggihan Tri Sadhaka, yakni Siwa, Budha, Bujangga. “Beliau amat bersahaja. Ramah dan tidak saklek. Begitu dekat dengan umat,” kata tokoh budayawan Klungkung ini. Dia berharap sang sulinggih segera mendapatkan kesembuhannya dari ancaman gangguan kesehatan kandung kemih itu. (gik)

MAPUJA - Ida Pedanda Gde Made Tembau saat mapuja ketika dalam kondisi sehat. Sejak penyakit kandung kemihnya kambuh, beliau dirawat di ruang perawatan ICU Rumah Sakit BaliMed Denpasar. Hingga Senin (27/5) kemarin, sulinggih berumur 74 tahun ini masih mendapat perawatan intensif pihak tim medis rumah sakit.

Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa SMA Pariwisata Saraswati

SOSOK Turun ke Pasar

SATGAS Binluh Operasi Bina Kusuma Agung 2018 Polres Klungkung, menyambangi sejumlah tempat keramaian, melanjutkan misi kemanusiaan, yakni memberikan penyuluhan tentang melawan premanisme dan kekerasan. Operasi ini juga membawa misi mengimbau masyarakat tentang larangan mengkosumsi minuman keras dan narkoba. Upaya polisi menyasar pusat-pusat keramaian ini, menurut AKP I Nyoman Suastana, Kasat Binmas Polres Klungkung, guna memberikan penyuluhan kamtibmas kepada warga dan pedagang yang ada di Pasar Satria. Sesuai dengan bidang tugasnya, Suastana meminta warga yang hadir untuk tidak melakukan pungutan liar, judi, serta mengkosumsi miras yang berlebihan. Pada kesempatan ini juga, Kasat Binmas, mengajak warga agar dapat bekerja sama dengan jajaran kepolisian. Bila mengetahui adanya perjudian, tempat pembuatan miras yang berskala besar serta kelompok pemuda yang suka memalak, untuk segera menyampaikannya kepada kepolisian. Ini sebagai wujud sinergitas Polri dan masyarakat dalam memberantas penyakit masyarakat bersama–sama. Operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif (imbauan) dan preventif (pencegahan). Sebagai upaya penanggulangan penyakit masyarakat (pekat) dalam bentuk kenakalan remaja dan premanisme yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Seperti mabuk-mabukkan, geng motor, jambret, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, maupun praktek prostitusi. Dengan pendekatan demikian kepada masyarakat, diharapkan tidak ada sekat yang lebar antara pihak kepolisian dengan masyarakat. Namun, bisa saling mengisi dalam jalinan kerjasama yang simultan dan berkelanjutan. (gik)

Masih Ragu Penyebab Luka Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Semarapura (Bali Post) Sat Reskrim Polres Klungkung terus mendalami laporan orangtua siswa SMA Pariwisata Saraswati Klungkung atas kasus dugaan penganiayaan. Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, khususnya yang melihat kejadian di TKP saat acara pelulusan itu, tidak ada yang menyampaikan ada upaya penganiayaan maupun cucuran darah di sana. Polisi kini malah tak yakin kalau luka robek di sekitar bibir, yang dialami korban disebabkan oleh terlapor, yakni Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Senin (27/5) kemarin, mengatakan setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak sekolah, pihaknya belum bisa menyimpulkan luka yang dialami korban Komang Putri, akibat hantaman benda tumpul. Di dalam rekaman CCTV sekolah memang ada sedikit dorongan terhadap korban. Tetapi, itu tidak bisa serta merta disimpulkan sebagai tindakan pemukulan atau pasal penganiayaan. ‘’Memang pada korban ada sedikit luka. Kalau ada luka, pasti ada sebabnya. Tugas kami mencari tahu penyebabnya,’’

kata Mirza Gunawan. Keterangan saksi-saksi sementara juga menguatkan, kalau tidak ada darah saat korban jatuh di sekolah. Lalu, bagaimana ceritanya korban melapor ke Polres Klungkung dengan kondisi bibir sudah luka dan berdarah? ini membuat pihak kepolisian masih penasaran. ‘’Setelah meminta keterangan dari pihak sekolah, kami juga berencana akan meminta keterangan orangtua korban. Kami tak mau terburuburu tetapkan tersangka,’’ tegas Mirza Gunawan. Untuk memperjelas kasus ini, pihaknya akan meminta pihak

rumah sakit untuk memberikan surat keterangan perihal penyebab sedikit luka robek yang dialami pelapor. Selain itu, juga akan dilakukan prarekonstruksi di lokasi kejadian, untuk membantu penyidik mengetahui alur kronologis sesungguhnya. Mirza mengaku harus benar-benar berhati-hati dalam menangani kasus ini. Sebab, ini sangat sensitif terhadap keberlangsungan dunia pendidikan selanjutnya. Demikian juga faktor anak, dalam dugaan penganiayaan, semua proses penyelidikan harus dilakukan secara proporsional. Sementara itu, Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman

Kesuma, menyampaikan belum ada permintaan visum atau pun surat keterangan perihal hasil analisa luka yang dialami pelapor dari pihak kepolisian. Menurut penelusuran staf yang membidangi medikolegal, belum ada surat permintaan demikian yang masuk ke RSUD Klungkung dari kepolisian. Sebelumnya, pihak sekolah secara khusus sudah sempat datang ke rumah korban untuk memediasi persoalan ini di rumahnya di Tojan. Namun, saat itu niat baik pihak sekolah untuk menjelaskan duduk persoalannya ditolak orangtua korban. Pihak sekolah berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata menegaskan pihaknya tidak mungkin ada niatan men-

ganiaya siswa. Terlebih, itu siswanya sendiri. ‘’Sebagai kepala sekolah, saya selalu memikirkan yang terbaik untuk siswa. Saat kejadian, tidak ada sedikit pun niat untuk menganiaya. Meski demikian, karena ini sudah masuk ranah hukum, saya dan guru-guru akan menghormati proses hukumnya di Mapolres Klungkung,’’ tegas Subrata. (kmb31)

Gemakan ke Seluruh Desa

Dinas Lingkungan Hidup Diminta Rancang TOSS Center Semarapura (Bali Post) Tempat Olahan Sampah Setempat (TOSS) yang tercetus di Klungkung, cukup mencuri perhatian pemerintah daerah lain, dalam inovasi pengolahan sampah. Namun, Pemkab Klungkung belum puas dengan capaian itu, karena masih banyak pula desa lain yang belum mendirikan TOSS. Untuk menggemakan TOSS ini di seluruh desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, diminta membuat perencanaan baru, agar Klungkung menjadi TOSS Center. Demikian ditekankan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta

saat menerima kedatangan PT Indonesia Power dengan General Manager IGAN Wardiana Yasa dan Universitas Warmadewa melalui Rektor Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP., SP. Park di Ruang Rapat Widya Mandala Pemkab Klungkung, Senin (27/5) kemarin. Ketiganya mengikat kerjasama, agar bersama-sama berperan aktif dan saling bersinergi. Ini dalam upaya pengembangan TOSS. ‘’Saya minta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mengkemas ulang TOSS ini, sebagai upaya pengembangan menjadi TOSS Center,’’ katanya.

Kerja sama dengan Indonesia Power dan Universitas Warmadewa tersebut, untuk pengembangan TOSS seluruh desa dan meningkatkan pemanfaatan produk TOSS dalam sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Klungkung I Gusti Gede Gunarta, menambahkan Indonesia Power diharapkan dapat mendorong produk TOSS terserap lebih banyak ke sektor EBT. Sedangkan Universitas Warmadewa, dalam bidang pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, da-

pat meningkatkan efisiensi, efektivitas, inovasi, serta mutu pelaksanaan program pembangunan daerah. Sekaligus juga pengembangan potensi sumber daya daerah Klungkung. Universitas Warmadewa diharapkan bisa mengimplementasikan ilmu pengetahuannya, untuk menyelaraskan antara program kerja Universitas Warmadewa dengan Pemkab Klungkung. ‘’Dengan temanteman akademisi, kami juga sedang merancang program edukasi kepada anak-anak muda Klungkung, programnya entrepreneur masuk desa,’’

katanya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Anak Agung Ngurah Kirana mengatakan, upaya pengembangan TOSS sudah terus dilakukan. Menindaklanjuti Klungkung sebagai TOSS Center, sasarannya adalah bagaimana seluruh desa mau proaktif mengelola sampahnya sendiri. Tahun ini empat desa baru sedang di garap untuk bisa juga menerapkan TOSS di desanya. Jadi, target akhir tahun 2019, ada 22 TOSS yang sudah bekerja maksimal di setiap desa itu. Selanjutnya tinggal menggarap desa yang lain. (kmb31)

TOSS - Bupati Suwirta saat menjelaskan rencana TOSS ke depan. Untuk menggemakan TOSS ini di seluruh desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung diminta membuat perencanaan baru agar Klungkung menjadi TOSS Center.

AKP Mirza Gunawan


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Pon, 28 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr:FO,Housekeeping,Security, Laundry, Engineering.Email: new arenahotelkutabali@gmail.com

B.BP.164.05.19.0000859

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.05.19.0000941

Dcr Admin Pria Bs Kom u/Dealer Taman Agung Hub.081236700700 B.BP.001.05.19.0000785

Dcr Guru/Pendamping TK/bs Krja Team,082145707300/089621759346

Dcr Security (Ijazah Security) Max30th Kerja Shiff Gj min UMR & Asisstant HRD Pria Max. 25th, Bs Computer/IT Kemauan Keras Utk Belajar Personalia. Kirim Lamaran Lsg ke: Y Sports Bar Jl.Padma Utara No.4 Legian

B.BP.001.05.19.0000989

Dicari PRT,Rajin,Tinggal Dalam Gj.1,3 H.081236389645/Pribadi

B.BP.001.05.19.0000961

Dicari Sgr 2 Org Admin,1 Org Sopir. Hub WA:087862383760 B.BP.001.05.19.0000975

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.05.19.0000707

SERVICE

Dicari tenaga serabutan wanita tinggal dalam.Hub.081999666658

DIJUAL MOTOR

Dicari: Sopir,Helper,Sales u/ Prsh Distributor.Hub:(0361)426 276,081999561887,087860070399

B.BP.004.05.19.0000979

B.BP.001.05.19.0000962

Perusahaan jasa konstruksi di Dps memerlukan 1 Quantity Surveyor,1Drafter S1/D4 Teknik Sipil Peng.Min1th 081936256259 / astina28@yahoo.com B.BP.001.05.19.0000986

Travel bth Sopir umur max. 30Th single Ph:4771576/08123803997 B.BP.004.05.19.0000982

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

KEHILANGAN

KEHILANGAN

HONDA

DISEWAKAN RUMAH

Dijual Honda Vario 150 Silver (04-2019) Hub.081999631184

Dikontrakan Rumah Jln.Kertha Dalem Sari 1B Blok Liva No.7 Sidakarya. 081239903699

BPKB No.7009161-J DK 1175 XK An.I Dewa Nyoman Gede

Hilang Sertifikat No.Hak.M7571 Dalung Luas 135M2 An.Putu Adi Kertawisma

B.BP.001.05.19.0000900

B.BP.001.05.19.0000966

Marketing 085101421578/0361485 849/cvasri@dps.centrin.net.id

Informasi pasang iklan Telepon

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078 B.BP.164.05.19.0000858

Djl Rmh Lt2 Jln. Tkd.Balian Renon Hub.085100888379 B.BP.004.05.19.0000988

Djl Rumah 3are Panji Singaraja Hub.0811178493/0811561919 B.BP.001.05.19.0000969

B.BP.004.05.19.0000973

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh 29Are Bs Sbgaian di Banjar Umakepuh,BudukH.081236877147 B.BP.001.05.19.0000976

PROPERTY DIJUAL RUKO

Jual/Sewa Ruko 2Lt/b.170m2 Cokroaminoto460Hub.085100141368 B.BP.033.05.19.0000980

B.BP.001.05.19.0000971

Hlg BPKB DK 3271 HN K.00451735 O an.Oktaviana EG Tutuhatunewa

B.BP.167.05.19.0000983

Hlg BPKB No.B0195141-0 a.n I Made Yasa Temukus Buleleng

B.BP.004.05.19.0000985

Hlg BPKB No.F2638282-0 a.n.I Made Wenten Karangasem

B.BP.004.05.19.0000987

Hlg BPKB No.M03660048-O DK4340QP An.Isna Ery Etikowati B.BP.001.05.19.0000963

Hlg BPKB No:J03266056-O an. I Komang Arsana,Karangasem. B.BP.012.05.19.0000978

B.BP.001.05.19.0000968

Hlg BPKB No:L-12935461 a.n. IGA Mahatma Pratama B.BP.012.05.19.0000977

Hlg BPKB No:R122041 DK 8499 SJ an:Dsk kt.Yudihasih,Karangasem B.BP.012.05.19.0000981

ELEKTRONIK Obral Sisa Proyek TV Samsung 43" Hanya Rp.3,5Jt, Stok Terbatas.Horizon Sejati Elk. Telp.0361-263958/081916633260 B.BP.001.05.19.0000974


BANGLI

14

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Atlet Didorong Berprestasi Bangli (Bali Post) Atlet kini bukan sekadar pekerjaan sampingan. Atlet sudah menjadi industri. Sebab jika berprestasi, di situ akan ada banyak bonus. Tidak saja uang, bahkan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun sudah banyak didapatkan oleh para atlet. Hal itu dikatakan Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra di Kantor Bupati Bangli, Minggu (26/5) sore. Karena itu ia berpesan kepada para atlet untuk melakukan yang terbaik demi meraih prestasi. “Karena masa depan atlet sekarang semakin jelas,” ujarnya saat melepas kontingen Kabupaten Bangli pada Pekan Olah Raga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali tahun 2019. Dikatakan Giri Putra, porjar merupakan kegiatan rutin yang diikuti Kabupaten Bangli setiap tahun. Pemerintah Kabupaten Bangli dalam hal ini, selalu mendukung perjuangan seluruh atlet untuk berprestasi. Apalagi melalui event ini, kata Sekda Giri Putra, Bangli cukup banyak melahirkan atlet handal berprestasi. Atlet-atlet ini tidak saja teruji pada event nasional, bahkan internasional. Atlet yang berkesempa-

tan memperkuat kontingen Bangli pada Porjar Provinsi Bali tahun ini, menurutnya tentu merupakan atlet pilihan terbaik yang sudah melewati tahapan seleksi dan penjaringan di masing-masing cabor yang ditekuni. Oleh karenanya, Giri Putra berharap agar para atlet bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya tanpa mengesampingkan semangat sportivitas untuk memberikan prestasi tertinggi bagi Kabupaten Bangli. Sementara itu, dalam Porjar yang akan berlangsung di Denpasar 26-31 Mei, Bangli mengirim kontingen 330 orang. Dengan rincian 250 orang atlet cabang olahraga (cabor) dan 80 orang pelatih dan official. Ketua kontingen Porjar Bangli Sang Nyoman Nada mengatakan pada Porjar Provinsi Bali tahun ini, kontingen Bangli hanya mengikuti 16 dari 26 cabor yang dipertandingkan. Adapun cabor yang diikuti seperti atletik, bulu tangkis, sepak takraw, tenis lapangan, pencak silat, judo, karate, taekwondo, tarung derajat, wood ball, balap sepeda, panahan, dance sport, shorinji kempo, petanqui dan renang. (kmb40)

Bali Post/kmb40

MANGKRAK - Kondisi bangunan jembatan Metra-Kedui di Kecamatan Tembuku yang kini mangkrak. Jembatan tersebut merupakan salah satu dari empat jembatan yang dibangun Dinas PUPRPerkim Bangli tahun 2018.

Kegiatan Proyek Fisik Masih Nihil

Bangli (Bali Post) -

Pelaksanaan kegiatan proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli hingga jelang memasuki bulan keenam tahun ini masih nihil. Sekretaris Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma mengakui hal itu. Dia megatakan sejauh ini semua kegiatan proyek yang direncanakan terlaksana tahun ini masih berproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Bali Post/kmb40

ATLET - Pelepasan atlet kontingen Bangli yang akan berlaga di ajang Porjar.

Hingga Akhir Mei, TPG Triwulan I Belum Cair Bangli (Bali Post) – Hingga mendekati akhir Mei, tunjangan profesi guru (TPG) triwulan I (JanuariMaret) belum juga cair. Padahal sesuai ketentuan, para guru yang telah mengantongi sertifikasi mestinya sudah bisa menerima hak mereka itu pada pertengahan bulan April lalu. Informasi yang dihimpun, Senin (27/5) kemarin menyebutnya, belum cairnya TPG triwulan I ini hingga saat ini mulai dikeluhkan para guru. Sebagian mempertanyakan penyebab lambatnya pencairan TPG. “Tapi guru malas ribut-ribut. Karena hal seperti ini sudah sering terjadi,” ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya. Lanjut dikatakannya, di kabupaten lain informasinya TPG triwulan I sudah cair. Sesuai aturan, pencairan TPG dilakukan pada minggu kedua setelah triwulan. Untuk triwulan I (Januari-Maret) misalnya, pencairan TPG dilakukan pada minggu II bulan April. Ketua PGRI Bangli Nengah Wikrama juga mengakui bahwa TPG triwulan I tahun 2019 belum cair sampai sekarang. Terkait hal itu, pihaknya mengaku sudah sempat melakukan koordinasi ke pihak Disdikpora Kabupat-

en Bangli. Pihak Disdikpora menyampaikan pencairan TPG untuk triwulan I saat ini sebagian masih dalam proses. “Ada yang masih menunggu SKTP (surat keputusan tunjangan profesi). Seperti itu info dari Disdikpora,” ujarnya. Dikatakan Wikrama, sesuai juknis, pencairan TPG dilakukan per triwulan. Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja saat dikonfirmasi kemarin menjelaskan bahwa penyebab belum cairnya TPG triwulan I tahun ini karena pihaknya sampai sekarang masih menunggu tuntasnya proses verifikasi yang dilakukan Sekdispora. Dijelaskan Suteja bahwa untuk pencairan TPG triwulan I ini, pihaknya sejauh ini sudah memproses 129 SKTP yang masuk pada tahap I dan 80 SKTP yang masuk pada tahap II. Sebanyak 229 total SKTP yang telah diprosesnya itu, saat ini sudah dibuatkan SPM (surat perintah membayar). Sebelum bisa dicairkan, hal itu masih harus diverifikasi oleh Sekdispora. “Jadi yang 229 itu maunya saya amprah tapi masih harus diverifikasi oleh sekdis. Dan itu belum selesai diverifikasi sampai sekarang,” terangnya. (kmb40)

Ditemui di Kantor Pemkab Bangli, Senin (27/5) kemarin, Soma mengatakan hingga sekarang ini belum ada satupun kegiatan proyek di dinasnya yang berjalan. Ia beralasan lambatnya pelaksanaan kegiatan tahun ini dikarenakan adanya perubahan peraturan baru dari pusat yang

mesti diikutinya. Peraturan yang dimaksud menyangkut perubahan harga satuan sehingga pihaknya harus melakukan perubahan RAB. Adanya perubahan aturan ini, kata Soma, hampir terjadi setiap tahun. Hal inilah yang menjadi kendala dalam melaksanakan kegiatan.

“Dari tahun ke tahun seperti ini. Penyebab pertama karena dari sisi aturan ada peraturan baru turun sehingga kami menyesuaikan lagi sesuai aturan yang ada. Jadi PPK kami mesti menyesuaikan lagi sesuai aturan baru tersebut,” jelasnya. Penyebab lainnya, lanjut Soma, karena ada be-

berapa konsultan melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat pihaknya harus melakukan pengecekan lagi. Sementara itu, Soma tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa total kegiatan proyek tahun ini yang ditangani dinasnya. Sejauh ini, kata dia, beberapa kegiatan seperti yang dananya bersumber dari DAK masih sedang diproses di ULP. Disinggung mengenai adanya libur panjang berkaitan hari raya Lebaran tahun ini, Soma mengakui hal itu akan berpengaruh terhadap proses

kegiatan yang telah dirancang. Pihaknya berencana akan melakukan koordinasi dengan pihak ULP mengenai adanya kemungkinan pengadaan bisa dilakukan saat hari libur. (kmb40) “Dari tahun ke tahun seperti ini. Penyebab pertama karena dari sisi aturan ada peraturan baru turun sehingga kami menyesuaikan lagi sesuai aturan yang ada. Jadi PPK kami mesti menyesuaikan lagi sesuai aturan baru tersebut.” Made Soma

Lestarikan Anjing Kintamani

Pemerintah Diminta Buat Program Khusus Bangli (Bali Post) – Pemerintah kabupaten dan pemerintah Provinsi Bali diharapkan dapat membuat program khusus dalam upaya melestarikan anjing Kintamani. Salah satunya dalam bentuk penyelenggaraan festival atau lomba. Melalui festival atau lomba, para peternak anjing juga akan bisa tergugah dan termotivasi untuk menghasilkan anjing yang berkualitas. Anggota DPRD Bangli Nengah Darsana mengatakan hal itu saat ditemui di Desa Pengotan belum lama ini. Kata Darsana, saat ini anjing Kintamani telah mendapat pengakuan sebagai anjing ras dunia oleh Federation Cynologique International (FCI). Hal ini diakuinya membawa dampak positif terhadap anjing Kintamani dan para peternak. Menurut pria yang juga peternak anjing Kintamani, dengan adanya pengakuan FCI terhadap anjing Kintamani, semestinya pemerintah bisa semakin memberikan perhatian lebih kepada anjing Kintamani. Baik dalam bentuk pembinaanpembinaan ke peternak tentang tata cara pembudidayaan dan pemeliharaan, serta dengan menyelenggarakan kegiatan festival atau lomba anjing Kin-

tamani. “Kalau dulu, pemerintah luar biasa perhatiannya terhadap anjing Kintamani. Baik pemeliharaan, pembinaan ke peternak, sering mengadakan lomba-lomba,” ungkapnya. Dia menyayangkan, pada tahun ini Pemkab Bangli tidak lagi melaksanakan festival atau lomba anjing Kintamani pada HUT Bangli awal Mei lalu. Padahal menurutnya sangat efektif untuk semakin mengenalkan anjing Kintamani ke masyarakat luas serta menggugah kesadaran masyarakat dalam memelihara anjing Kintamani dengan cara yang benar. Dengan diselenggarakannya festival atau lomba, akan tumbuh motivasi di kalangan peternak dan masyaraakt untuk menghasilkan dan memiliki anjing Kintamani yang berkualitas. Ia juga mengharapkan pemerintah bisa lebih gencar mensosialisasikan bahaya rabies ke masyarakat. Menurutnya saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya memelihara anjing dengan benar seperti dikandangkan atau diikat. Masih banyak yang melepasliarkan. Hal inilah yang membuat zona merah rabies susah dihapus. (kmb40)

Bali Post/kmb40

DIPELIHARA - Anjing Kintamani dipelihara dengan cara dikandangkan.


OLAHRAGA

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Pengurus Perseden Diisi 46 Personel

Denpasar (Bali Post) – Askot PSSI Denpasar masa bakti 2019–2023 yang dipimpin AAN Garga Candra Gupta alias Turah Mantri telah merampungkan susunan pengurusnya. Susunan pengurus itu telah dikirim ke Asprov PSSI Bali dan sudah menerbitkan surat keputusan (SK). Jadwal pelantikannya ditetapkan 3 Juni mendatang di Kantor Wali Kota Denpasar. Sekretaris Umum Askot PSSI Denpasar I Gede Made Anom Prenatha menjelaskan, pengurus yang dibentuk Turah Mantri berkekuatan 46 personel. Kabinet ini menitikberatkan pada bidang kompetisi. ‘’Bidang kompetisi melibatkan 12 orang pengurus,’’ ujarnya di Denpasar, Senin (27/5) kemarin. Setelah dilantik nanti, para pengurus langsung bekerja menggulirkan kompetisi internal melibatkan 20 klub anggota Perseden Denpasar. Sebagai langkah awal, ke-20 tim sal-

Bali Post/ist

Jalankan Aturan ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (provinsi) terkait ini. Tinggal bagaimana konsisten menjalankan aturan ini,’’ ujar Kembang Hartawan. Solusi kedua, bisa dilakukan dengan pelebaran jalan Denpasar-Gilimanuk. Kembang mencontohkan sejumlah ruas jalan utama di di Jawa Timur, juga menerapkan hal tersebut (pelebaran jalan). Setidaknya, ada sela kendara-

an menyalip truk yang selama ini sering berjalan beriringan. Selama puluhan tahun, jalan Denpasar-Gilimanuk masih sebatas dua lajur kendaraan. Solusi ketiga adalah melalui pembangunan shortcut. Di beberapa ruas jalan tanjakan menikung seperti di Pekutatan diatasi dengan shortcut, sehingga dapat memangkas jarak dan waktu tempuh. Kembang meyakini dengan tiga solusi jangka pendek, permasalahan transportasi darat bisa teratasi. (olo)

Tidak Berhak ‘’Di luar area itu, kami tidak berhak mengambil penumpang, karena kami juga menghormati mereka yang memiliki pangkalan itu. Jadi kami tidak semba-

Juve Tak Inginkan Guardiola

Roma – Juventus membantah desas-desus yang beredar di Italia bahwa mereka berencana menarik Pep Guardiola sebagai pelatih baru pengganti Massimiliano Allegri yang mengunduran diri. Si Nyonya Tua berkilah belum pernah berbicara dengan manajer Manchester City asal Spanyol itu.

I Gd. Md. Anom Prenatha ing berkompetisi. Peringkat pertama sampai 10 klasemen akhir masuk Divisi Utama, sedangkan ranking 11 sampai 20 menghuni Divisi I. ‘’Jika ada klub pendatang baru dimasukkan ke Divisi II,’’ tambah Anom Prenatha. (022)

rang ambil penumpang. Untuk masuk peguyuban, kami juga harus melewati seleksi dengan kriteria tertentu dan membayar kontrak dengan jumlah tertentu. Itu yang perlu diketahui, agar bisa saling menghormati antar-driver,’’ ujarnya. (kmb)

‘’Ini adalah dunia yang aneh, kami tidak pernah melakukan kontak dengan Guardiola dan kami juga tidak pernah memikirkannya mengingat dia terikat kontrak,’’ kata Direktur Olahraga Juve Fabio Paratici kepada DAZN menjelang pertandingan hari terakhir kompetisi Serie A Liga Italia di Sampdoria, Senin (27/5) dini hari kemarin. Paratici menambahkan, Juve akan menunggu hingga akhir musim untuk mengumumkan pengganti Allegri. ‘’Kami ingin membangun tim terbaik dan kami akan bertindak berdasarkan rekomendasi dari manajer baru. Masih ada kompetisi yang sedang berlangsung dan saya pikir kami harus tetap diam untuk menghormati orang lain,’’ tegasnya. Pelatih Chelsea Maurizio Sarri dan bos Lazio Simone Inzaghi termasuk di antara favorit untuk bertugas di Stadion Allianz. Juve yang memastikan gelar kedelapan beruntun Seri A minggu lalu sedang

Dari tangan keenam tersangka, pihak kepolisian juga menyita sejumlah senjata api rakitan, baik itu laras panjang maupun pendek. Dari tangan salah satu tersangka, kepolisian juga menyita rompi antipeluru (kevlar) yang bertuliskan ‘’Polisi’’. Iqbal mengatakan, kelompok ini merupakan kelompok yang berbeda dengan yang diungkap oleh Menkopolhukam Wiranto bersama dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa waktu lalu. ‘’Ini beda dengan yang Pak Menkopolhukam sampaikan. Ini tindakan preventif kami. Bayangkan kalau kami tidak bergerak cepat,’’ ujar Iqbal. Berikut keenam tersangka yang ditangkap polisi terkait dengan upaya kericuhan saat

Mangupura (Bali Post) – Menjelang laga pekan ketiga kompetisi Shopee Liga 1 2019 kontra Persija Jakarta pada Jumat (31/5) nanti, manajemen Bali United meminjamkan empat pemain ke klub Liga 2, Sulawesi Utara (Sulut) United, yang bermarkas di Manado. Pemain tersebut adalah bek Nyoman Adi Parwa, Gusti Sandria, Ahmad Maulana

Cold 22, senpi laras panjang Mayer Cold 22. Menerima uang Rp 55 juta. Ditangkap Jumat (24/5) 08.00 WIB di parkiran Indomaret Sentul, Citereup. TJ kita periksa urinnya positif methamphetamine dan amphetamine. AD, warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara. Perannya penjual tiga pucuk senpi. Satu rakitan jenis Mayer, satu laras pajang, satu laras pendek ke HK. Menerima Rp 26,5 juta. Ditangkap Jumat (24/5) pukul 08.00 WIB di daerah Swasembada. Dia juga positif amphetamine dan metamphetamine dan benzo. AF alias Fifi (perempuan), warga Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan. Peran pemilik dan penjual senpi revolver Taurus ke HK. Menerima Rp 50 juta. Ditangkap Jumat (24/5) di Bank BRI Thamrin. (ant)

Selasa, 28 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santi Desa Markisa (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Solusi Alternatif Soman 12:05 Wita Dharma Wacana

Dharma Santi (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Dialog Interaktif Hypnotreapy Condesname 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita

mencari bos baru setelah menyingkirnya Allegri awal bulan ini karena hanya mampu membawa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sampai ke babak perempatfinal Liga Champions.

tangan baru,’’ ujar Hoeness kepada penyiar Bavaria BR.

Kontrak Boateng di Bayern berakhir dua tahun lagi. Ia baru-baru ini dikaitkan dengan kepindahan ke Inter Milan atau Paris SaintGermain. Boateng nyaris pindah ke PSG tahun lalu, namun transfer

Boateng Bek tengah Jerome Boateng berada di ambang meninggalkan Bayern Munich setelah Presiden Klub Uli Hoeness mengatakan kepadanya untuk menemukan klub baru. Pemain 30 tahun ini semakin tampak tidak bahagia di Bayern setelah kehilangan posisinya di tim akibat kalah bersaing melawan Niklas Suele. Setelah tetap di bangku cadangan saat Bayern memenangkan final Piala Jerman pada Minggu (26/5) lalu, Boateng segera menghilang di terowongan setelah peluit akhir dan tidak bergabung dengan perayaan bersama rekanrekan satu timnya. ‘’Saya menyarankan dia untuk meninggalkan klub. Saya pikir dia membutuhkan tan-

akhirnya gagal. Direktur Olahraga Bayern Hasan Salihamidz i c menuduh klub Prancis itu menerapkan taktik aneh. Boateng bersama Mats Hummels dan Thomas Mueller juga tidak masuk Timnas Jerman y a n g dilatih Joachim Loew. (afp/ kmb)

Adi Parwa Dipinjamkan ke Sulut United

Senjata Rakitan 22 Mei 2019. HK, warga Bogor. Perannya leader mencari senjata api sekaligus mencari eksekutor sekaligus eksekutor. Memimpin tim turun aksi 21 Mei. Dia ada pada saat 21 Mei membawa revolver jenis Taurus. HK menerima uang Rp 150 juta, ditangkap Selasa (21/5) pukul 13.00 WIB di lobi Hotel Megaria, Menteng, Jakarta Pusat. AZ, warga Ciputat, Tangerang Selatan. Peran mencari eksekutor sekaligus eksekutor. Ditangkap Selasa (21/5) pukul 13.30 WIB di terminal 1 C Bandara Soekarno-Hatta. IF, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Perannya eksekutor menerima uang Rp 5 juta. Ditangkap Selasa (21/5) pukul 20.00 WIB di pos Peruri kantor Sekuriti KPBD Kebon Jeruk, Jakarta Barat. TJ, warga Cibinong. Peran sebagai eksekutor menguasai senpi rakitan Mayer

15

Calonarang Desa Adat Darmasabha (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

dan Martinus Novianto. Keempat pemain tersebut dipastikan memperkuat kontestan baru Liga 2 tersebut pada kompetisi tahun ini. CEO Bali United Yabes Tanuri mengatakan pemainnya itu akan menjalani masa peminjaman selama

keikutsertaan Sulut United di kompetisi Liga 2 2019. ‘’Setelah menjalin komunikasi dengan tim pelatih dan manajemen Sulut United, kami putuskan untuk meminjamkan Gusti Sandria, Ahmad Maulana, Martinus dan Adi Parwa ke

sana. Kami juga melihat keseriusan Sulut United untuk berprestasi tahun ini,’’ ujar Yabes Tanuri dikutip dari situs Bali United, Senin (27/5) kemarin. Dipinjamkannya Adi Parwa, Gusti Sandria, Ahmad Maulana dan Marti-

nus Novianto diharapkan mampu memberikan menit bermain yang lebih kepada empat pemain tersebut. Keempatnya memang belum mendapatkan menit bermain bersama Bali United di dua laga awal Liga 1 2019. (kmb)


ul

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Pon, 28 Mei 2019

Furama Villas & Spa Akomodasi Unik dan Alami

ANDA ingin merasakan suasana akomodasi pariwisata yang alami dan unik? Cobalah menginap di Furama Villas & Spa. Akomodasi yang terletak di area persawahan Banjar Bindu, Kecamatan Abiansemal, Badung ini sangat indah dan alami. Lokasinya sangat stretegis. Sekitar 20 menit dari Ubud, 20 menit dari Kota Denpasar dan sekitar satu jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Khusus dari kawasan wisata Desa Ubud, dapat diakses dengan layanan transportasi shuttle. Furama Villas & Spa menawarkan suasana alam perkampungan yang sangat dekat dengan masyarakatnya. Memiliki view persawahan hijau, petani penggarap sawah yang ramah, dan suara burung-burung. Hubungan semua itu memang sengaja dijaga, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana (hubungan baik dengan sesama, dengan alam lingkungan dan dengan Tuhan). Penataan kamar juga tergolong unik, yakni 24 vila berciri khas Bali yang dilengkapi kolam renang pribadi berpadu asri dengan suasana sekitar yang tenang. Semua vila menampilkan gaya interior yang sederhana, namun berkelas karena menghadirkan suasana menyenangkan

dan kenyamanan maksimal. ‘’Furama Villas & Spa benar-benar menawarkan suasana perdusunan yang sangat nyaman,’’ kata General Manager I Wayan Sumandia. Para tamu benar-benar dilayani secara maksimal, didukung dengan berbagai fasilitas. Ada kolam renang pribadi dan gazebo untuk layanan pijat di dalam vila. Hal itu menjadi sebuah akomodasi sesuai untuk tamu yang mendambakan tempat dekat dengan alam. Resor Bali ini memiliki 19 Deluxe Pool Villa dan 5 Royal Pool Villa yang ditata dengan sentuhan dekorasi khas Bali yang apik, sehingga menciptakan suasana hangat sambil menikmati waktu berlalu. Furama Villas & Spa menawarkan pilihan one-bedroom villa untuk pasangan, juga twobedroom villa sesuai untuk teman-teman dan keluarga. Semua vila didesain untuk memberi kesempatan kepada tamu untuk bermanja di suasana yang tenang dan menyegarkan. Masing-masing vila degan gaya tradisional Bali dilengkapi dengan kamar mandi luas dan bak mandi, dengan layanan housekeeping. Spa Furama menawarkan beraneka pilihan perawatan spa di dalam ruang perawatan khusus

yang memanjakan raga dan memberi sensasi rileksasi. Padi restoran menawarkan panorama pemandangan padi yang alami di sekitar resor. Tempat makan dan minum ini menampilkan aneka menu Bali dan internasional. Sementara Thalas Pool Bar menyajikan aneka minuman menyegarkan dan makanan ringan dengan suasana nyaman. ‘’Kami juga memiliki program belajar memasak, mengukir kayu, tarian tradisional atau berkeliling area dengan berjalan atau bersepeda di pedesaan sekitar resor,’’ papar Sumandia. Selama menginap di Furama Villas & Spa, tamu dapat menjelajahi kehidupan pedesaan khas Bali, juga mencicipi pengalaman kehidupan tradisional orang Bali melalui berbagai aktivitas yang tersedia di resor ini. Dengan mengikuti kegiatan Balinese Cooking Class dipandu oleh Executive Chef Wayan Sugata, tamu akan diajak kunjungan ke pasar tradisional setempat kemudian mempersiapkan hidangan Bali berdasarkan resep yang telah disiapkan chef, dan diakhiri dengan menikmati santapan yang telah mereka siapkan bersama.(bud)

KULINER KULINER KULINER

Shibo Sushi Tawarkan Masakan Jepang

ONIGIRI, sushi, takoyaki dan onomiyaki, sudah akrab di lidah pencinta kuliner, khususnya yang menyukai masakan Jepang. Salah satu warga Bali, I Gusti Putu Aditya Kurniawan, berupaya mengembangkan masakan ini. Bahkan, sudah dipasarkan secara online lewat Istagram. Pasca-drop out (DO) dari Fakultas Sastra Unud tak membuat I Gusti Putu Aditya Kurniawan berhenti berkarya. Pasca-DO, ia melanjutkan sekolah pariwisata di Monarch. Belum sempat menyelesaikan studi, ia telah diterima bekerja di kapal pesiar sebagai sushi chef. Selama 3,5 tahun bekerja di kapal pesiar, kemudian ia memutuskan bekerja di Bali sembari berwirausaha. Aditya memulai pekerjaannya di sebuah resort di Canggu. Tak jauh dari bidang sebelumnya, ia bekerja di bagian food and beverage, spesialis sushi chef. Berbekal pendidikan dan pengalaman itu, ia memulai usaha membuat makanan Jepang khususnya snack Jepang seperti onigiri, sushi, takoyaki, onomiyaki, ramen dan termasuk makanan Indonesia seperti nasi bakar dan pisang cokelat. Kesukaannya akan Jepang, budaya Jepang, etos kerja dan kedisiplinan orang Jepang membuatnya menekuni masakan Jepang. Kesukaannya akan Jepang telah lama muncul, bahkan sejak SMA. Terlihat dari life style-nya yang tak jauh dari nuansa Jepang, pilihan studi saat SMA juga bahasa Jepang, bahkan foto prawedding-nya pun mengenakan busana Jepang. Setiap harinya puluhan potong sushi dan onigiri dibuat. Makanan yang dibuat per paket itu terdiri atas satu potong sushi dan onigiri. Ia jual

ke sekolah-sekolah dan perkantoran. Penggemarnya mulai pelajar SD hingga mahasiswa. Sementara di perkantoran, ia jual di koperasi. Selain sistem titip, ia juga memasarkannya secara online melalui instagram dengan nama Shibo Sushi. Pemesannya lumayan, untuk katering ulang tahun atau acara arisan. Makanan Jepang yang ia buat bukan sembarangan. Pasalnya, bahan baku yang digunakan pilihan. Bahan baku ia dapatkan dari suplier dan pasar. Menurutnya, sekarang bahan baku mudah diperoleh di pasar karena makanan Jepang sudah begitu familiar pada masyarakat Bali. Seperti mirin, cuka beras, nori, wasabi, dll. Itu merupakan bahan baku untuk membuat sushi yaitu campuran dari olahan nasinya. Dikatakannya, sushi bukanlah nama makanan, melainkan sistem pengawetan makanan di Jepang. Orang Jepang menyukai makanan dengan cita rasa asli bahan makanan, sehingga makanan mentah menjadi pilihan. Agar dapat menikmati makanan mentah dengan aman, maka sistem

KESEHATAN

KESEHATAN

TOP IN VASI

TOP IN VASI WONDERFUL BALI

pengawetan makanan dibuat dengan cara sushi ini. Jika Jepang menyukai makanan dengan cita rasa asli bahan baku makanan, berbeda halnya dengan makanan Bali yang lebih kuat rasa bumbunya daripada makanan aslinya. Kecintaannya akan Jepang, membuat Aditya menekuni segala hal tentang Jepang baik sebagai chef, pengusaha dan etos kerjanya. (may)

KULINER KESEHATAN TOP IN VASI

Bali Post/bud

SUASANA perkampungan - Furama Villas & Spa menawarkan suasana alam perkampungan.

WONDERFUL Rastafara Cetamol BALI Bius Penonton

BUDAYA KONSER musik peluncuran album perdana band raggae Buleleng, Rastafara Cetamol, berlangsung semarak di kampus Undiksha, Singaraja, Minggu (26/5). Acara persembahan Manik Bumi Foundation bertajuk ‘’KiriKanan’’ itu mampu membius penonton. Pada peluncuran album perdananya ini, mereka dibantu kawan-kawan Gamasera dan beberapa komunitas yang turut hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. Di antaranya komunitas Scooter Komunitas Secret yang melakukan live mural saat acara berlangsung. Kadek Hadi Idris dari Manik Bumi Foundation mengatakan band Rastafara Ce-

tamol merupakan band yang selalu berjalan beriringan dengan Manik Bumi Foundation. Terlebih saat melakukan edukasi-edukasi kepedulian terhadap lingkungan. Melakukan edukasi kepedulian terhadap lingkungan dan penyadaran akan pentingnya menjaga kebersihan adalah langkah yang bijak agar lingkungan tetap asri melalui gigs-gigsnya. Dalam acara ini juga dilakukan pemutaran klip single berjudul ‘’Kiri-Kanan’’ yang dihadiri Erick Est selaku sutradara klip ‘’Kiri-Kanan’’. Erick berpesan agar momentum tersebut bisa meningkatkan soliditas dan kreativitas Rastafara Cetamol dalam bermusik, serta tetap menjadi musisi yang low profile. Manager Rastafara Cetamol, Gendo Suardana, bercerita mengenai awal mula bagaimana kenal dengan band ini dan tertarik untuk

PENDIDIKAN

SENIMAN

memanajerinya. Dikatakan, Buleleng kaya dengan musisi lokal yang amat berpotensi dan memiliki musikalitas yang baik, namun minim akses. Berangkat dari pemikiran itu, Gendo tertarik untuk membantu memanajeri band ini hingga sampai pada titik di mana kawan-kawan Rastafara Cetamol mampu merampungkan album ‘’Kiri-Kanan’’ yang di dalamnya terdapat 7 lagu. Gendo berterimakasih kepada kawan-kawan Gamasera yang merupakan komunitas Himpunan Mahasiswa Seni Rupa Undiksha. ‘’Kami memilih launching di sini (Kampus Tengah Undiksha - red) sebab kawan-kawan RC lahir di sini, mereka ratarata merupakan mahasiswa Undiksha dan berkumpul sehingga bisa main band bareng dan terbentuklah Rastafara Cetamol sejak 2014,’’ tandas Gendo. (win)

WONDERFUL BUDAYA BALI

Bali Post/win

peluncuran ALBUM - Penampilan Rastafara Cetamol Band saat peluncuran album perdana ‘’Kiri-Kanan’’ di kampus tengah Undiksha, Minggu (26/5) malam.

PENDIDIKAN

BUDAYA

Anggin Bertekad SENIMAN Kembangkan Bakat PENDIDIKAN PENYANYI pop Bali bermunculan. Belakangan ada nama Anggin. Pemilik nama lengkap Ni Luh Anggin Delia Oktaviani ini baru saja merilis single sekaligus video klip berjudul ‘’Sing Taen Berubah’’. Sebagai pendatang baru, Anggin memiliki tekad untuk menunjukkan karya sendiri. Lewat lagu ‘’Sing Taen Berubah’’,

SENIMAN

ia tak hanya m e n g h i b u r p enikmat musik, juga ingin menyampaikan sebuah perasaan hati. Wanita 22 tahun dari keluarga sederhana ini memang ingin mengembangkan bakatnya di bidang musik pop Bali. Itu citacitanya dari kecil. Meskipun pada awalnya ia tak

yakin, karena merasa itu adalah hal yang mustahil diwujudkan. Anggin terjun ke dapur rekaman tak lepas dari peran seorang teman yang menawarkan satu lagu. Merasa cocok, Anggin bersemangat mendengarkan lagu tersebut. Siapa sangka akhirnya niatnya untuk mengembangkan hobi bernyanyi banyak mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Lagu ‘’Sing Taen Berubah’’ yang diciptkan Elina Dewi dan diaransemen Dek Artha ini diangkat dari sebuah kisah nyata perjalanan cinta sepasang kekasih yang sudah lama menjalin hubungan. Anggin mengatakan, saat mendengarkan lagu ini hatinya merasa tersentuh. ‘’Lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sudah lama berpacaran. Si doi selalu membuat si cewek merasa nyaman berada di dekatnya. Tak terasa 7 tahun mereka menjalin cinta. Hingga suatu ketika si doi melamar si cewek dan akhirnya sepasang kekasih ini memutuskan hubungan untuk ke arah yang lebih serius dari sekadar berpacaran,’’ ujar Anggin di Denpasar, Senin (27/5) kemarin. Saat pembuatan video klip yang digarap Jibolba Baker, mahasiswi Unhi Denpasar ini tidak merasa kesulitan. Anggin berharap lagu perdananya ini bisa diterima masyarakat pecinta musik pop Bali dan menjadi inspirasi. ‘’Lewat lagu ini saya ingin mengajak agar setia pada pasangan masing-masing,’’ ucapnya. Anggin tercatat cukup aktif menyanyi. Beberapa kali mengikuti lomba tingkat remaja di kampus-kampus. Selain menyanyi, wanita kelahiran Denpasar, 6 Oktober 1997 ini juga punya bakat di bidang tari. Bahkan, ia pernah menari pada ajang PKB saat parade gong kebyar dewasa mewakili Kota Denpasar. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook