terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 161 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
selasa pon, 28 januari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Penanam Ganja Asal Rusia
‘‘Pamelastian’’ Digelar Rabu Besok
Koperasi Bodong di Sangkan Buana
Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali terus mendalami kasus penanaman ganja di Puri Gading, Jimbaran. Pelakunya sepasang kekasih asal Rusia. Ternyata mereka sudah dua tahun menyemai ganja dengan cara hidroponik.
Proses Pamelastian terkait rangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Penebel dimulai Rabu (29/1). Berbagai persiapan pun terus dilakukan dan dimatangkan pada rapat Senin (27/1) kemarin. TABANAN | HAL. 5
KSP Sumber Rejeki Sangkan Buana, Semarapura Kauh rupanya beroperasi tanpa izin. Persoalan ini akhirnya terbongkar setelah Wakil Bupati Made Kasta melakukan sidak ke tempat itu , Senin (27/1) kemarin
BADUNG | HAL. 3
KLUNGKUNG | HAL. 7
Peletakan Batu Pertama Kantor MDA Provinsi Bali
Gubernur Koster Minta Majelis Desa Adat Berfungsi dengan Baik
Peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali berlangsung di eks Kantor Bawaslu Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Senin (27/1) kemarin. Acara diawali dengan persembahyangan bersama di-puput Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawawangsa Pemayun. Setelah itu dilakukan upacara nasarin berturutturut oleh Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet,
Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, dan Gubernur Bali Wayan Koster. ‘’Dengan adanya Perda Desa Adat, kemudian juga sudah dibentuk Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, maka desa adat harus betul-betul diberdayakan dan untuk memberdayakan desa adat ini secara baik, perlu dilakukan pembinaan dan untuk melakukan pembinaan ini ada Majelis Desa Adat tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan,’’ ujar Gubernur Bali Wayan
Koster. Oleh karena itu, lanjut Koster, MDA harus memiliki kantor yang representatif supaya bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Dalam hal ini, tidak lagi numpang di Dinas Kebudayaan karena selain ruangannya kecil juga tidak sesuai dengan nama besar adat Bali yang diusung. Nantinya, kantor baru yang didesain tiga lantai itu akan diisi dengan sarana dan prasarana memadai. Hal. 11 Biaya Operasional
’’Kalau serius, komit kita semua terhadap adat istiadat Bali, menghormati, mencintai, dan menjunjung tinggi budaya Bali, itu harus diwujudkan secara riil. Perdanya sudah, dinasnya sudah, kantornya sudah, maka ke depan harus dilakukan pembinaan secara baik.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
S O L U S I Kecerdasan Finansial
BATU PERTAMA - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama saat acara peletakan batu pertama kantor MDA Provinsi Bali, Senin (27/1) kemarin.
Momentum Berbenah bagi Pariwisata Bali Sekali lagi, masa sulit pariwisata Bali kemungkinan akan terjadi. Meski tidak diharapkan, ini menjadi momentum yang harus dimanfaatkan melakukan introspeksi dan berbenah. Laju pariwisata sudah terlalu kencang, membius bagai candu seakan-akan Bali sengsara tanpa pariwisata. Padahal justru pariwisata yang tak terkendali telah merusak Bali.
Oleh : I Wayan Suartana DI TENGAH-TENGAH turbulensi ekonomi global, kita dikejutkan oleh indikasi permasalahan menimpa perusahaan negara yang memiliki sejarah panjang yaitu PT Asuransi Jiwasraya. Tekanan keuangan yang menimpa perusahaan tersebut menyebabkan ekuitas negatif atau modal tergerus berakibat tingkat kesehatan perusahaan menurun. Diduga terjadi kesalahan pengambilan keputusan investasi yang notabene mengelola dana masyarakat atau dana publik. Kekeliruan atas keputusan yang dibuat bisa saja tidak memperhatikan aspek kehati-hatian esensi penting dalam pengelolaan risiko. Peristiwa ini bersifat indikasi kasus dan tidak ada efek industrinya (tidak berdampak sistemik terhadap industri keuangan) tetapi patut diwaspadai karena menyangkut kepercayaan. Dalam era real time saat ini, persepsi terkadang mengalir deras dalam hitungan detik meluncur bagaikan efek bola salju. Karena itu, tidak boleh ada kesimpulan atau generalisasi (gebyah uyah) bahwa semua perusahaan dan produk asuransi bermasalah. Sepanjang melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik dengan konsisten, perusahaan asuransi tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat, menjadi institusi penjaga proteksi masa depan maupun media tempat berinvestasi. Hal. 11 Membuat Kisruh
J
ika membaca data mengenai industri pariwisata Bali, akan tersaji angka menakjubkan. Jumlah wisatawan saja mencapai 6 juta lebih di tahun 2018 dan 2019. Jika digabungkan dengan jumlah wisatawan domestik yang ada di kisaran 10 juta orang, maka Bali setiap tahun dijejali 16 juta manusia. Belum termasuk penduduk Bali yang mencapai 4 juta jiwa. Sementara jumlah fasilitas akomodasi parwisata juga sangat berlimpah ruah. Tercatat ada 2.079 hotel dengan hampir 130 ribu kamar. Ini belum termasuk sarana penyedia jasa pelayanan turisme lainnya seperti restoran, Spa, artshoop dan tempat hiburan. Jumlahnya bisa jadi ratusan ribu. Uniknya jumlah yang demikian fantastis itu seakan-akan masih saja kurang. Setiap tahun selalu ada rencana pembangunan hotel baru, sehingga tanah di tepi pantai, jurang dan sawah produktif diburu investor. Karena masih kurang, laut pun direklamasi. Bali kini menjadi tempat banyak masalah. Kemacetan, sampah dan kriminalitas. Belum termasuk kerusakan lingkungan akibat perubahan tata ruang. Sampah menjadi persoalan yang sudah mengganggu wisatawan, terutama dari Eropa. ‘’Wisatawan Eropa paling sering menanyakan persoalan sampah. Introspeksi di sini contoh konkretnya kita coba siapkan materi untuk meng-counter kekhawatiran mereka terhadap penanganan sampah,’’ papar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa ditemui di Kantor BTB Bali, Senin (27/1) kemarin. Hal. 11 Daya Saing
Riskan jika Bali Hanya Bergantung pada Pariwisata PEMERINTAH Tiongkok telah mengeluarkan larangan kepada warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri. Ini terkait dengan merebaknya virus Corona di Wuhan, Tiongkok. Tak ada yang bisa memprediksi kapan larangan itu akan dicabut. Kondisi ini tentu akan berpengaruh pada pariwisata Bali. Apalagi Tiongkok telah menyumbang 1,28 juta wisatawan pada 2019. Jumlah ini kedua terbesar setelah Australia. Bayangkan saja kalau target wisman ke Bali tahun 2020 sekitar 6,5 - 7 juta tentu akan sulit tercapai karena momen Tahun Baru Imlek di awal tahun 2020 ini diharapkan lebih banyak turis asal Tiongkok berkunjung ke Bali. ‘’Ini benar-benar sudah terjadi force majeur sesuai kondisi darurat yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
Kalau kondisi wabah virus Corona belum bisa ditangani, apalagi nantinya sampai meluas ke beberapa negara di luar Tiongkok, tentu besar kemungkinan terjadi penurunan kunjungan wisatawan dari berbagai negara ke berbagai negara tujuan destinasi wisata, termasuk Bali,’’ tandas Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia Wilayah Bali Dr. I Putu Anom, S.E., M.Par., Senin (27/1) kemarin. Dikatakannya, pemerintah dan pelaku pariwisata sudah berusaha seoptimal mungkin untuk mendatangkan wisatawan dari negara-bwgara lain yang potensial untuk berkunjung ke Bali. Tentu dengan bernegosiasi agar lebih banyak direct flight ke Bali dengan biaya perjalanan lebih murah. Hal. 11 Industri Pariwisata
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Penarukan Berupaya Angkat Potensi Lokal
Harian Bisnis Bali Transaksi Daging Babi Turun Tajam Kematian ternak babi yang terjadi secara mendadak dan massal akhir-akhir ini tidak hanya berdampak pada kerugian peternak. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap menurun tajamnya transaksi daging babi di pasaran. www.bisnisbali.com
DESA Adat Penarukan, Kerambitan, salah satu pusat seni ukir di Tabanan. Coraknya yang khas menjadikan ukiran gaya Penarukan punya pasar tersendiri di Bali. Tak hanya seni ukir, ternyata banyak potensi yang telah berkembang di wilayah itu. Di antaranya produksi garam yang telah terbentuk dalam kelompok dan jajan upakara. Kini desa di wilayah pesisir tersebut ingin membentuk desa wisata.
Harian DENPOST
Pondok Edukasi Uma Urip Timpag Pondok Edukasi Uma Urip Timpag, Kerambitan, Tabanan, punya program holistik dan mencakup bidang pertanian, pariwisata, pelestarian lingkungan hidup, edukasi, dan kuliner. www.denpost.id
Bali Post/ist
POTENSI - Seni dan budaya yang dimiliki Desa Adat Penarukan menjadi salah satu potensi yang terus dibangkitkan untuk dilestarikan dan menjadi pendukung desa wisata.
Sebagai jalur perlintasan wisata menuju Pantai Kelating, Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Tabanan terus berbenah dan berproses untuk bisa mengantongi SK desa wisata tahun 2025 mendatang. Hal ini tentunya sejalan dengan program Gubernur Bali untuk
memaksimalkan potensi yang ada di desa adat. Di mana dengan keberadaan desa wisata nantinya akan dimasukkan ke dalam Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA). Seperti disampaikan Bendesa Adat Penarukan Ida Bagus Tenaya, saat ini baik adat mau-
pun dinas tengah berkolaborasi memanfaatkan potensi seni dan budaya serta keunikan yang dimiliki untuk bisa dikembangkan sebagai konsep yang dirasa pas untuk bisa mewujudkan desa wisata. Hal. 11 Tukang Bangunan
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Dikukuhkan sebagai Mabida Kwarda Bali Gubernur Koster Puji Peranan Gerakan Pramuka GUBERNUR Bali, Wayan Koster, memuji Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah pendidikan non-formal yang mampu menciptakan generasi muda Indonesia yang unggul. Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat acara pelantikan Majelis Pembimbing Daerah, Pengurus Kwartir Daerah, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Masa Bakti 2019-2024 yang dihadiri langsung Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, Senin (27/1) di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar. “Gerakan Pramuka punya peranan besar dalam menciptakan, mendidik generasi muda yang memiliki kepribadian, berbudi luhur dan Pancasilais. Mengembangkan sikap moral serta mental anak-anak kita,” kata Gubernur Koster. Gubernur Koster yang dalam kesempatan itu dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Bali mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap geliat Pramuka khususnya di Pulau Bali.
“Pramuka telah menjadi ekstra kulikuler wajib di berbagai jenjang pendidikan, dan saya berharap ke depan akan lebih banyak terobosan-terobosan yang dilakukan gerakan Pramuka, sesuai minat dan bakat anggota serta lebih mengikuti perkembangan zaman, ilmu dan teknologi,” harap Gubernur kelahiran Sembiran, Kabupaten Buleleng ini. Mantan anggota DPR RI tiga periode ini juga menyinggung Undang Undang RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, dimana di dalamnya memuat intisari gerakan Pramuka serta struktur organisasi yang punya sejarah panjang sebagai organisasi kepanduan di Tanah Air tersebut. “Saya sendiri turut membidangi lahirnya Undang Undang Gerakan Pramuka, dan kini saya sangat berbahagia diamanatkan untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut. Gerakan Pramuka khususnya di Bali, bisa berperan penting dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” urai pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali tersebut. Gubernur Koster bersama
anggota Mabida lain dilantik Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso. Mantan Kabareskrim Polri ini terlebih dulu menanyakan kesediaan Gubernur Koster dan jajaran menjadi ketua dan anggota Mabida Gerakan Pramuka Bali dalam seremoni pelantikan dengan pengucapan sumpah Tri Satya Pramuka. Selanjutnya, Gubernur Koster langsung melantik Pengurus Kwartir Daerah, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Masa Bakti 2019-2024 dengan pembacaan janji disaksikan Ketua Kwartir Nasional. Sementara itu, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso dalam sambutannya menyatakan rasa syukurnya dengan Undang Undang Gerakan Pramuka yang menurutnya telah memperkuat keberadaan Pramuka dengan produk hukum yang jelas. “Dalam sepuluh tahun terakhir ada revitalisasi gerakan Pramuka di Indonesia yang saya lihat bisa jadi nilai tambah bagi keberadaan gerakan Pramuka di tengah distorsi nasionalisme generasi muda. Revitalisasi ini diharapkan bisa menumbuhkan lagi rasa cinta dan bela tanah air
pemuda kita,” tegasnya. Ke depan menurut Mantan Kepala BNN ini, Gerakan Pramuka akan terus diperkuat dengan mengedepankan pem-
binaan menuju pramuka yang unggul, berkarakter dan berkepribadian kuat. “Ditambah dengan penguasaan atas keterampilan yang sesuai dengan kebu-
tuhan masyarakat, menangkal penggunaan narkoba, pornografi dan perusak mental kaum muda lain,” ujar pria yang akrab disapa Buwas ini. (kmb)
PRAMUKA - Acara pelantikan Majelis Pembimbing Daerah, Pengurus Kwartir Daerah, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Masa Bakti 2019-2024.
Bali Belum Terpapar Virus Corona Denpasar (Bali Post) -
Bali dinyatakan masih bebas atau belum terpapar virus Corona. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi mengenai penanganan virus Corona yang dihadiri semua stakeholders di bidang kesehatan, Senin (27/1) kemarin. Rapat dipimpin Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya. Dewa Indra mengatakan rapat ini diadakan sebagai upaya dalam pengendalian virus Corona sebaik mungkin, sekaligus melakukan pengelolaan informasi mengenai keberadaan virus ini di Bali. ‘’Meski hingga saat ini Bali masih bebas dari virus Corona, tetapi virus ini mematikan dan dampaknya akan sangat luar biasa bagi pariwisata Bali. Sehingga memerlukan pengendalian yang baik dan terkoordinasi. Tentu saja informasi
yang terkendali juga. Sebab, jika pariwisata kita berdampak, perekonomian Bali juga berdampak,’’ ujarnya. Lebih lanjut Dewa Indra mengajak awak media untuk lebih bijaksana dalam menulis pemberitaan mengenai virus Corona. ‘’Jangan sedikit demam saja langsung dibilang suspect. Padahal ciri pasien suspect itu ada kriterianya. Tidak sekadar ada demam dan pilek. Untuk ini kami dari pemerintah akan menerapkan informasi
satu pintu mengenai kecurigaan virus ini. Informasi akan dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali,’’ tegasnya. Dalam rapat ini juga dibicarakan mengenai cara pencegahan virus ini masuk ke Bali. Apabila masuk, bagaimana tatalaksana penanganannya sampai upaya menghentikan peredaran virus. Ditegaskan Dewa Indra, Bali sudah melakukan antisipasi pencegahan di pintu masuk yaitu dengan
memasang alat deteksi. Jika dari pemeriksaan ini terdeteksi, Bali sudah siap dengan sarana kesehatannya dalam hal ini rumah sakit, baik SDM, ruang isolasi, maupun sarana dan prasarana. ‘’Dalam rapat ini juga kami undang Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk menyiapkan sarana kesehatannya. Sebab, kasus ini bisa saja terjadi di luar Kota Denpasar. Jadi tahu kemana akan dirujuk dan rumah sakit mana saja yang siap,’’ jelas Dewa Indra. Hingga saat ini, kata Dewa Indra Bali belum melakukan penutupan untuk masuknya wisatawan Tiongkok seperti yang diterapkan Jepang. ‘’Belum
Terapkan Pasar Rakyat E-Digital
Rai Mantra Resmikan Pasar Tradisional Phula Kerti Sesetan MENGGERAKKAN sektor ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan perekonomian desa. Kali ini, Banjar Kaja Kelurahan Sesetan yang bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar, Bank Indonesia Bali, Bank BPD Bali dan PT Jamkrida melaksanakan revitalisasi Pasar Rakyat Phula Kerti yang pembangunannya sudah rampung pada awal tahun 2020 ini. Pasar Rakyat Phula Kerti ini diresmikan langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita serta peninjauan pasar, Senin (27/1) kemarin. Selain itu, Wali Kota Rai Mantra juga berkesempatan melaksanakan persembahyangan bersama dan me-launching aplikasi e-Semeton yang merupakan sebuah aplikasi berbelanja online yang bisa di-download di smartphone android. Melalui aplikasi ini masyarakat yang tidak sempat pergi ke pasar bisa berbelanja melalui smartphone mereka dan semua pembelanjaan nantinya akan diantar oleh kurir ke rumah para pembeli. Di pasar ini masyarakat konsumen juga bisa bertransaksi nontunai dengan menggunakan mobile banking dari BPD Bali dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau sistem pembayaran barcode untuk memudahkan masyarakat. Tampak hadir juga dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho, Dirut BPD Bali Nyoman Sudarma, OPD terkait, camat, bendesa, Lurah Sesetan serta Kepala Pasar Phula Kerti. Saat ini pasar tradisional masih menjadi sektor penting dalam menggerakkan ekonomi utamanya ekonomi masyarakat. Sehingga revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar dinilai penting untuk memaksimalkan pengembangan ekonomi kerakyatan. Dengan
APLIKASI – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat me-‘’launching’’ aplikasi e-Semeton yang merupakan sebuah aplikasi berbelanja online dalam peresmian Pasar Rakyat Phula Kerti, Banjar Kaja Sesetan, Senin (27/1) kemarin. adanya revitalisasi pasar tentu akan membuat kepercayaan masyarakat akan pasar tradisional semakin meningkat, dan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pasar dan ekonomi kerakyatan ke depannya, demikian disampaikan Wali Kota Rai Mantra saat ditemui di sela-sela peresmian. Lebih lanjut dikatakan, Pasar Rakyat Phula Kerti ini bisa dikatakan pasar yang hebat. Pasar ini milik warga masyarakat Banjar Kaja Sesetan, pemerintah hanya men-support dengan semua ketentuan untuk memajukan perekonomian rakyat. ‘’Bisa dilihat sekarang, Pasar Phula Kerti menerapkan pasar rakyat tradisional berbasis digital pertama dengan meluncurkan aplikasi bernama e-Semeton untuk memudahkan masyarakat yang tidak sempat pergi ke pasar bisa berbelanja melalui smartphone mereka dan semua pembelanjaan nantinya akan diantar oleh kurir ke rumah para pembeli, selain menggunakan transasksi nontunai. Ini merupakan suatu kemajuan teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal. Saya harapkan bisa dicontoh oleh pasar-pasar tradisional
lainnya di Denpasar,’’ ungkap Rai Mantra. Sementara itu, Kepala Pasar Phula Kerti, I Wayan Agus Indrawan, mengatakan revitalisi pasar ini dilaksanakan hampir setahun dengan cara swadaya yang melibatkan partisipasi pedagang, pemilik, pengelola dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar dan bekerja sama dengan PT Bank BPD Bali dan PT Jamkrida dalam penyaluran kredit bagi para pedagang. Hasil revitalisasi, di Pasar Phula Kerti kini terdapat 229 kios dan los yang terdiri dari 48 kios, 92 los kering, 90 los basah, 1 unit kantor dan sarana penunjang pasar serta ditambah dengan 4 unit ruko dan 1 unit kantor koperasi. Pasar Phula Kerti juga telah dilengkapi dengan fasilitas parkir yang representatif di areal pasar, baik yang ada di dalam basement maupun yang ada dipelataran pasar, yang dapat menampung kurang lebih 80 roda empat dan 300 kendaraan roda dua. Selain itu, Pasar Phula Kerti juga dilengkapi dengan tempat bongkar muat barang, TPS, Wifi Corner, CCTV, Pojok ASI serta pengelolaan limbah pasar. (ad692)
sampai ditutup. Terlebih pemerintah Tiongkok sudah mengisolasi seluruh kota Wuhan. Jadi sudah tertangani di sana,’’ paparnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, menambahkan, dalam rapat tersebut disimpulkan tiga hal. Pertama, Bali belum terpapar virus Corona. Semua kasus yang dicurigai masih dalam tahap pengawasan dan belum masuk ke ranah suspect. Kedua, Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam memberikan informasi kepada pelaku pariwisata, bahwa Bali masih aman terhadap virus Corona. ‘’Kesimpulan ketiga
adalah kesiapsiagaan dan antisipasi masuknya virus Corona yang sudah dilakukan di pintu masuk sampai kesiapan sarana dan prasarana serta SDM termasuk protapnya. Untuk di Bali ada tiga rumah sakit ruju-
kan, yaitu RSUP Sanglah, BRSU Tabanan, dan RSUD Sanjiwani,’’ ujarnya. (san) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Topik : momentum berbenah bagi pariwisata bali
Raih Nilai SAKIP BB
Pemkot Denpasar Dinilai Tunjukkan Tingkat Akuntabilitas Kinerja Sangat Baik KEMENTERIAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) menyerahkan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kepada 161 Pemerintahan Provinsi, kabupaten/kota di wilayah II tahun 2019. Hasil Evaluasi SAKIP ini diserahkan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN RB Muhamad Yusuf Ateh, dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Senin (27/1) kemarin di Nusa Dua Bali. Hasil evaluasi Kementerian PAN RB terhadap Pemkot Denpasar dengan nilai BB dan berhak menerima piagam penghargaan yang diterima Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota Denpasar. Untuk diketahui, hasil evaluasi Kementerian PAN RB kepada Pemkot Denpasar yang telah menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja pemerintah yang sangat baik (predikat BB) dengan nilai 72,02. Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN RB Muhamad Yusuf Ateh mewakili Menteri PAN RB mengatakan tuntutan masyarakat saat ini adalah pelayanan yang baik bagi setiap aparatur pemerintah. Presiden Joko Widodo sudah menekankan bagaimana meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemerintah yang fokus dan tepat sasaran. Instansi pemerintah harus berorientasi pada hasil bukan lagi input maupun output. “Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus memberikan manfaat ekonomi untuk rakyat utamanya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Dikatakan, dalam rangka mendorong percepatan implementasi SAKIP Kemen-PAN RB terus melakukan bimbingan teknis terhadap 84 kementerian lembaga dengan 418 unit kerja, 34 pemerintah provinsi, dan 500 kabupaten/kota tentu
dengan maksimal berusaha memberikan pelayanan yang terbaik, namun memang harus diakui belum banyak yang dapat dilayani karena memang keterbatasan dari anggota yang tidak lebih dari 50 tenaga teknis. Untuk mengukur perkembangan implementasi SAKIP ini kita melakukan pembinaan yang berkesinambungan, kementerian PAN RB setiap tahunnya melakukan evaluasi SAKIP pada sejumlah kementerian lembaga dan Pemda. Evaluasi ini telah dapat memetakan instasi pemerintah pada beberapa kategori, dilakukan dalam rangka untuk memetakan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran yang merupakan hasil implementasi manajemen kinerja secara berkesinambungan. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan capaian ini menjadi cambuk untuk lebih meningkatkan kinerja, serta mendorong semangat bagi seluruh jajaran. Inovasi dan program muali dari perencanaan, penganggaran hingga capaian kinerja yang efektif dan efisien yang harus terus
diselaraskan bersama seluruh jajaran OPD. Hal ini nantinya dapat mendukung program pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat sesuai dengan harapan Presiden RI Jokowidodo. “Kami mengapresiasi semua jajaran ASN Pemkot Denpasar sehingga mampu mempertahankan predikat BB dengan nilai yang meningkat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Denpasar I.B. Alit Adhi Mertha mengatakan hasil evaluasi SAKIP Pemkot Denpasar tahun ini mengalami peningkatan nilai. Pada tahun sebelumnya dengan nilai 70,07, dan tahun ini yakni Tahun 2019 meningkat dengan nilai 72,02. ‘’Hasil penilaian dan evaluasi dari Kementerian PAN RB yang kami terima menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja, kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi dan orientasi penyelenggaraan pemerintah pada hasil, serta efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya pada Kota Denpasar sudah sangat baik,’’ ujarnya. (ad685)
TERIMA PENGHARGAAN - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menerima penghargaan SAKIP yang diserahkan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN RB Muhamad Yusuf Ateh, Senin (27/1) kemarin di Nusa Dua Bali.
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Bupati Giri Prasta Hadiri ’’Palebon’’ Ida Pedanda Nyoman Temuku BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri upacara palebon Ida Pedanda Nyoman Temuku, Geria Cebaang Giri Kusuma, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar, Senin (27/1) kemarin. Turut mendampingi anggota DPRD Provinsi Bali, I Bagus Alit Sucipta dan Kabag Humas Badung I Made Suardita. Tampak hadir pula Panglingsir Puri Ubud, Puri Gianyar, pasemetonan pura dan geria seluruh Bali. Bupati Giri Prasta didampingi anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta berkesempatan memanjatkan doa di sisi layon Ida Pedanda, sebagai bakti penghormatan terakhir. Selanjutnya Bupati menghaturkan punia Rp25 juta yang diterima oleh istri almarhum, Ida Pedanda Istri Agung. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam kesempatan tersebut mengucapkan dukacita yang mendalam atas berpulangnya sulinggih yang juga sekaligus tokoh spiri-
tual. ‘’Bali kehilangan tokoh spiritual Ida Pedanda Nyoman Temuku. Beliau adalah tokoh spiritual yang menggerakkan kekuatan alam dan manusia dengan istilah wariga (dedauhan/waktu) di mana dengan konsep ini kita diberikan jalan bagaimana menjalani roda kehidupan dengan perputaran waktu, sehingga dapat menentukan kapan hari baik untuk menentukan tujuan,’’ ungkap Bupati Giri Prasta. Di samping itu pula, sambungnya, beliau (Ida Pedanda) tetap mengarahkan kepada umat sedharma khususnya umat Hindu bagaimana melaksanakan adat, agama, seni dan budaya yang ada di Bali ini. Beliau mewajibkan umat Hindu bersama-sama melestarikan dan bagaimana pula diberikan konsep yang betul-betul sakral tidak boleh diganggu gugat, sebagai sebuah tatanan kehidupan yang kita dapat. ‘’Sebagai salah satu putra Bali kami akan tetap berpedoman pada ajaran-
ajaran yang beliau berikan secara tulis maupun lisan, dengan konsep ini ke depan kami akan gunakan sebagai pedoman untuk mengisi keberadaan Pulau Dewata yang kita cintai ini sudah barang tentu akan menjadi Pulau Bali yang lebih bagus dan lebih hebat, dan suatu saat nanti harus menjadi juara. Semoga atman beliau menyatu dengan Brahman dan mencapai kebahagiaan yang sejati dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,’’ ucap Bupati Giri Prasta. Ida Pedanda Nyoman Temuku lebar (berpulang) pada Selasa, 17 Desember 2019 sekitar pukul 18.00 di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar karena penyakit komplikasi. Sulinggih yang semasa walaka bernama Ida Bagus Putu Kertayasa semasa hidupnya adalah penekun wariga. Beliau telah menulis buku metode mekala-kala yang dikenal dengan ‘’Wariga Belog’’. Dalam hal ini, Belog
tidak diterjemahkan sebagai bodoh, melainkan akronim dari Behavior (tingkah laku), Environment (alam/lingkungan) dan LOGos yang memiliki arti (harmonisasi perilaku) manusia dengan alam. Wariga merupakan ilmu astronomi Bali kuno dan hanya beliau yang mampu mempelajarinya secara detail. Bahkan berkat menekuni ilmu tersebut beliau dikenal oleh banyak tokoh mulai dari Bali sampai ke pejabat nasional dan internasional. Semasa hidupnya, Ida Pedanda Nyoman Temuku pernah menjabarkan bahwa Wariga Belog merupakan perhitungan ilmu perbintangan, yang menggunakan matahari sebagai penanda jarak bintang dan bulan, di mana ketiganya berpengaruh pada kehidupan manusia. Dari analisis itulah, Ida Pedanda memberikan petunjuk ke mana, kapan, bagaimana, dan apa yang harus diperbuat agar orang tersebut tidak menemukan halangan dalam mencapai tujuannya. (ad700)
PALEBON - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri upacara Palebon Ida Pedanda Nyoman Temuku, Geria Cebaang Giri Kusuma, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar, Senin (27/1) kemarin.
Virus Corona Berpotensi Guncang Pendapatan Badung Mangupura (Bali Post) –
Bali Post/kmb23
BARANG BUKTI - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan (tengah) bersama jajaran menunjukkan barang bukti ganja dan peralatan tanam yang diamankan dari dua orang warga Rusia. Keduanya diamankan terkait kasus home industry penanaman ganja di rumah kontrakan di Jalan Jaya Sari, Jimbaran.
Penanam Ganja Sepasang Kekasih Asal Rusia
Mangupura (Bali Post) Tim gabungan Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali terus mendalami kasus penanaman ganja di rumah kontrakan di Jalan Jaya Sari, Perumahan Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Pelakunya sepasang kekasih asal Rusia, Iurii Chernov (31) dan Mishel Kvara Tskheliya (27). Ternyata mereka sudah dua tahun menyemai ganja dengan cara hidroponik. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat menggelar press release di TKP, Senin (27/1) kemarin. Kombes Ruddi menyebut pihaknya mengungkap home industry narkoba. Pasalnya, pelaku menanam ganja tersebut mulai dari menyemai, menanam, merawat hingga panen. ‘’Bayangkan, satu batang pohon menghasilkan enam kilogram ganja. Sedangkan barang bukti disita 106 batang. Silakan
hitung sendiri jumlah ganja yang dipanen pelaku,’’ ujarnya. Terungkapnya kasus ini berawal dari tim dipimpin Kanit I Satrenarkoba Iptu Putu Budi Artama mendalami informasi jika ada warga Rusia menanam dan menjual ganja di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan di TKP, pada Rabu (22/1) pukul 13.15 Wita petugas melihat pelaku berada di dalam rumah tersebut. Selanjutnya dilakukan penggerebekan. ‘’Pelaku bisa menyamai ganja seperti ini belajar di internet. Pelaku menerapkan sistem hidroponik. Awalnya biji ganja disemai. Setelah tumbuh dipindahkan ke pot, lalu dimasukkan ke ruang khusus pakai lampu ultraviolet. Ada juga ditanam di pipa. Setelah besar baru dibawa ke belakang rumah,’’ ucapnya. Dari kasus ini disita enam toples berisi ganja dengan berat bersih 710 gram, 14 pot berisi bibit tanaman ganja, 14 ke-
cambah dalam mangkok kaca kecil, dua timbangan elektrik, satu cerobong, satu alat pres, satu lampu UV, satu saringan, dua kipas angin, satu alat isap, pengukur suhu, tiga bungkus pupuk, mesin air cooler dan HP. Selain itu diamankan laptop, kipas blower, delapan pot kecil berongga, tujuh pot sedang, 13 pot kecil merah, dua karung tanah, 15 pot coklat, 17 pot sedang hitam, 45 pot besar hitam, dan satu lemari tripleks modifikasi. ‘’Tiap tiga bulan pelaku panen ganja. Sedangkan dia (pelaku) sudah dua tahun tinggal di rumah ini. Kami masih memburu pemasok biji ganja berinisial A,’’ tegas mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. Sebelumnya, untuk kesekian kalinya Polresta Denpasar mengungkap home industry narkoba. Kali ini Tim Satresnarkoba Polresta mengungkap warga negara asing (WNA) menanam ganja di tempat tinggal di Puri Gading. Jimbaran, Kuta Selatan. (kmb36)
Larangan wisatawan Tiongkok mengunjungi Indonesia, khususnya Bali, berpotensi mengguncang pendapatan Kabupaten Badung. Betapa tidak, sebagai kabupaten terkaya di Bali, sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan pemerintah di Gumi Keris. Saat ini wisatawan Tiongkok menguasai posisi kedua kunjungan wisatawan ke Badung. Dari data yang ada, wisatawan Tiongkok pada bulan November 2019 mencapai 80.434 orang dan wisatawan India mencapai 39.618 orang. Posisi pertama adalah wisatawan Australia mencapai 107.818 orang. Sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019 secara menyeluruh mencapai 6.196.910 orang dan tahun 2020 ditarget 6.150.000 orang. Angka target ini fluktuatif melihat kondisi, isu pariwisata di lapangan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pesedahan Agung Badung I Made Sutama mengaku waswas dengan larangan turis Tiongkok ke Bali lantaran isu virus Corona. ‘’Ini nantinya akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah di Kabupaten Badung,’’ ujar Made Sutama, Senin (27/1)
kemarin. Menurutnya, kunjungan wisatawan dari Negeri Tirai Bambu ini menempati posisi kedua dalam sepuluh pasar potensial pariwisata. Kondisi ini dipastikan memengaruhi transaksi belanja dan memengaruhi pendapatan pajak hotel dan restoran nantinya. ‘’Tetapi kami belum bisa memastikan nilainya berapa persen terdampak dari sektor pendapatan pajak. Tidak hanya tamu Tiongkok saja yang terpengaruh, tamu lainnya juga pasti akan berpengaruh mengunjungi Bali dan Badung,’’ ungkapnya. Karena itu, pihaknya berharap masalah tersebut segera teratasi, sehingga kerja sama antarlintas negara dapat berjalan kembali. ‘’Ini adalah isu dunia, jadi bukan hanya masalah kita di Bali saja, sehingga masalah ini bisa ditangani secara bersama,’’ tegasnya. Di sisi lain, Kepala Dinas
Pariwisata Badung Made Badra saat dikonfirmasi belum dapat memastikan tingkat penurunan kunjungan wisatawan dari Tiongkok ini. ‘’Kami masih terus memantau perkembangan isu virus Corona ini,’’ ujarnya. Dikatakannya, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Badung mencapai 1,2 juta orang dari 31 provinsi di negara tersebut. Adanya isu virus Corona ini pasti akan memengaruhi target kunjungan wisatawan ke Badung, begitu juga merembet ke hal yang lain. ‘’Dari analisis data kami transaksi belanja wisatawan
Tiongkok berbeda-beda, ada yang kelas atas, menengah dan ada yang kelas bawah. Tapi jika dirata-ratakan mereka belanja sekitar Rp600 ribu hingga Rp800 ribu satu paket trip (kunjungan) selama dua sampai tiga hari yang paling rendah,’’ sebutnya. Kendati demikian, birokrat asal Kuta ini belum mengetahui pasti berapa jumlah pembatalan terbang dari Tiongkok ke Bali, sehingga belum dapat mengestimasi terhadap berapa wisatawan yang batal datang ke Bali dan Badung. ‘’Upaya yang akan kami lakukan jika wisatawan Tiongkok ini menurun adalah menggenjot promosi ke wilayah Eropa dan India untuk meningkatkan jumlah kunjungan,’’ pungkasnya. (kmb27)
Kunjungan Wisatawan ke Badung Per November 2019 nAustralia 107.818 orang nTiongkok 80.434 orang nIndia 39.618 orang nKunjungan wisman 6.196.910 orang nTahun 2020 ditarget 6.150.000 orang.
Polisi Usut Pengeroyok Lutfi Mangupura (Bali Post) Kasus pengeroyokan hingga mengakibatkan korban jiwa di Jalan Legian sedang diusut anggota Polsek Kuta. Korbannya Muhammad Lutfi (25) asal Dusun Langsatan, Desa Suka Makmur, Jember, Jawa Timur. Kasus pengeroyokan tersebut dilaporkan keluarga korban ke Polsek Kuta, Sabtu (25/1) lalu. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa, Senin (27/1) kemarin mengatakan, hasil penyelidikan dilakukan anggotanya, telah diperiksa beberapa saksi, sejumlah rekaman CCTV dan video. Oleh karena itu, dapat disimpulkan kronologinya yaitu korban pengeroyokan tiba di TKP Jalan Raya Legian, depan Panin Bank Kuta dan memarkir sepeda motor Yamaha R15 di depan Peddy’s Bar. Selanjutnya korban jalan kaki menuju Monumen Ground
Zero dan masih menggunakan helm putih merek KYT. Setelah sampai di dekat monumen, tepatnya di samping Apotek Guardian, korban pinjam korek api kepada warga, Nengah Nebel. Pada saat Nebel akan memberikan korek, korban malah menolak. Dia mengatakan akan mengambil korek api di bawah jok sepeda motornya sendiri. Padahal jok motor yang dimaksud adalah punya orang lain. ‘’Dari sini saja bisa kita menilai yang bersangkutan gimana?’’ ucapnya. Karena jok motor tersebut terkunci, korban mencoba membukanya tetapi tidak berhasil. Dia lalu menaruh jaket di atas motor. Korban mengambil helm yang ada di motor tersebut lalu berusaha memakainya, padahal saat itu korban masih mengenakan helmnya sendiri. ‘’Melihat hal itu, Lutfi dia-
mankan warga atas tuduhan mencuri helm. Warga terus berdatangan. Karena dia tidak bisa diajak berkomunikasi dan mencoba melarikan diri ditambah ada isu dia mencuri motor, massa langsung menghajarnya hingga kritis,’’ ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. Iptu Ika menegaskan, telah mengamankan sejumlah video pengeroyokan tersebut. Pihaknya akan melacak orangorang yang terlibat. Seperti diberitakan, seorang pria dikeroyok hingga kritis oleh sejumlah orang di Jalan Legian, Kuta, Jumat (24/1) lalu. Kabar yang beredar pelaku disebut diduga mencuri sepeda motor, ada juga informasi dia maling helm. Sempat dirawat di RSUP Sanglah, pria asal Jember, Jawa Timur ini akhirnya meninggal dunia. (kmb36)
Tunggu Petunjuk Pusat, Hasil Seleksi Pegawai P3K Ngambang Mangupura (Bali Post) – Hampir setahun Pemeritah Kabupaten Badung menggelar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun hasil seleksi P3K yang telah dibuka sejak Februari 2019, hingga kini masih mengambang. Berdasarkan catatan Bali Post, Pemerintah Kabupaten Badung membuka seleksi pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I tahun 2019 pada Februari 2019. Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, sebanyak 51 orang yang terdiri atas 20 peserta penyuluh pertanian dan 31
peserta tenaga guru honorer kategori 2 (K2) mengikuti Computer Assisted Test (CAT) di SMAN 1 Kuta Utara. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (27/1) kemarin, tak menampik perihal tersebut. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengakui belum mendapatkan kabar kelanjutannya dari pemerintah pusat. ‘’Ya... benar hasil seleksi P3K dari pusat belum keluar sampai sekarang, karena kami hanya seleksi saja, tapi untuk tindak lan-
jutnya belum ada,’’ ujarnya. Menurutnya, pihaknya tidak dapat berbuat banyak lantaran sepenuhnya seleksi P3K kewenangan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kem-PAN RB). Karena itu, hingga kini di Badung belum memiliki P3K. ‘’Kami belum berani katakan dia (sebanyak 51 orang yang telah mengikuti Computer Assisted Test - red) sudah P3K. Jadi kami belum punya P3K. Kemarin itu hanya seleksi saja, karena tindak lanjutnya belum ada,’’ pungkasnya. (kmb27)
Bali Post/ist
PERIKSA - Sejumlah petugas KKP saat melakukan pemeriksaan terhadap kru dan pesawat Lion Air yang tiba di Bandara Ngurah Rai, Minggu (26/1) malam.
Otoritas Bandara Cek Kesehatan Kru Pesawat Datang dari Wuhan
Denpasar (Bali Post) – Guna menangkal penyebaran virus Corona masuk Bali, Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV melakukan pengecekan terhadap kru dan pesawat Lion Air yang baru tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu (26/1) malam. Pemeriksaan dilakukan terhadap pesawat Lion Air JT 2168 yang terbang dari Wuhan ke Denpasar. Menurut Kepala Kantor Otban Wilayah IV, Elfi Amir, Senin (27/1) kemarin
pesawat ini mendarat di Bandar Ngurah Rai pukul 23.38 Wita dengan membawa 9 orang kru dan 2 orang engineer on board (EOB). Pesawat ini tanpa penumpang (ferry flight). Ia menjelaskan, proses pemeriksaan kesehatan dilakukan petugas KKP terhadap 9 orang kru dan 2 orang EOB, dan dinyatakan tidak ada suspect terjangkit virus Corona. Dikatakan, pihak Lion Air juga telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada pesawat sesuai
prosedur yang berlaku di keberangkatan dan kedatangan sebagai langkah pencegahan. “Setiap kedatangan pesawat dan kru serta penumpang yang datang dari Wuhan, pastinya akan dicek. Ini dilakukan untuk menangkal penyebaran virus ke Pulau Dewata ini,” katanya. Di lain pihak, Communication and Legal Manager Angkasa Pura I, Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsannurohim menambahkan, rute Denpasar (DPS)-Wuhan (WUH) dan begitu juga
sebaliknya, ada delapan jadwal penerbangan setiap minggu. Namun, penerbangan tersebut telah dihentikan sejak 23 Januari 2020. “Untuk 24 dan 26 Januari 2020, pihak Lion Air tetap berangkat dari DPS-WUH untuk memulangkan wisatawan yang sudah terlanjur beli tiket. Sementara, saat kembali dari Wuhan tidak membawa penumpang. Untuk itu, keseluruhan penerbangan akan dihentikan sampai 2 Februari 2020,” ucapnya. (kmb21)
Selasa Pon, 28 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Bersinergi Urai Kekerasan di Sekolah
SEKTOR pendidikan di Bali kembali menjadi sorotan. Salah seorang guru SD di Badung diduga telah mencabuli dua siswanya. Hal serupa tak hanya terjadi kali ini. Setahun lalu juga pernah terjadi. Korbannya adalah anak SMA di Denpasar. Kekerasan di dunia pendidikan bukan hanya itu. Banyak tipe kekerasan lain yang dilakukan antarsiswa. Namun terkadang luput dari perhatian guru dan orangtua. Salah satunya soal bully antarsiswa. Sering persoalan ini dicarikan jalan pintas oleh orangtuanya yakni memindahkan anaknya ke sekolah yang lain. Mencermati hal ini, kita patut dan sangat pantas untuk melakukan evaluasi terhadap metode pembelajaran dan menganalisis kondisi lingkungan pembelajaran. Korelasi antara beban ekonomi, korelasi antara perkembangan teknologi dan mentalitas anak juga layak dicermati. Besar kemungkinan faktor ekonomi, perkembangan teknologi, dan lingkungan memberikan pengaruh dominan terhadap terjadinya kekerasan dalam dunia pendidikan. Untuk itulah sangat mustahil jika kita memberikan kepercayaan dan meyakini guru mampu mengatasi hal ini secara perseorangan. Kekerasan pada anak didik atau kekerasan yang terjadi di sekolah tetap harus diurai secara bersinergi. Optimalisasi peran guru, orangtua, komite, pemerintah, dan kebijakan politik dalam dunia pendidikan harus dilakukan. Guru harus membuka ruang seluasluasnya kepada komponen lainnya dalam pembentukan karakter anak didik. Dalam membangun dan mendesain sebuah sistem pembelajaran yang kondusif guru hendaknya tidak menyelesaikan masalah siswa sendirian. Guru tetap harus melibatkan orangtua dan juga sekolah. Pola ini tentu bukan dimaksudkan mendegradasi, apalagi menggerogoti hak guru. Dalam hal ini justru sinergi akan menghadirkan cara-cara terbaik mengatasi masalah. Ada kemungkinan. Dalam mengatasi kekerasan di sekolah guru seharusya mendapatkan pelatihan yang tidak melulu metode pembelajaran, tetapi juga keterampilan mencegah dan menangani kekerasan di sekolah. Selain itu, pemerintah juga harus membuat program berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas guru terutama dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah. Dalam konteks lainnya, sudah saatnya kita sebagai elemen bangsa harus tetap meluangkan waktu sebagai komponen pendidikan. Artinya, ruang partisipasi masyarakat dan orangtua dalam pembelajaran hendaknya dimanfaatkan secara arif dengan ikut mendampingi, membimbing, serta menjadi teladan. Masyarakat hendaknya menyiapkan lingkungan pembelajaran perilaku yang sehat dan bijak. Jangan sampai lingkungan yang buruk berkontribusi buruk pada pertumbuhan perilaku dan etika anak. Harus diakui ‘’kekerasan’’ terhadap anak terkadang tak pernah terungkap. Mulai dari sebuah ketidakpahaman psikologi pendidikan oleh pendidik dan orangtua, hingga perilaku kekerasan secara fisik yang diberlakukan pada peserta didik.
POJOK Gubernur Koster minta Majelis Desa Adat berfungsi dengan baik. - Baik untuk Bali. *** Turis Tiongkok turun, momentum bagi Bali untuk berbenah. - Jangan semua diobral. *** Desa Adat Penarukan, Kerambitan terus gali potensi lokal. - Potensi sejahterakan krama.
Saatnya Bali Berbenah
BALI harus berbenah. Demikian pandangan sebagian besar netizen yang berkomentar di akun Facebook @balipost mengenai pariwisata Bali bersiap masuki masa jeda sebagai imbas wabah virus Corona di Tiongkok. Netizen menilai masa jeda pariwisata Bali bukan hal yang perlu ditakutkan. Justru ini merupakan momen yang tepat untuk melakukan pembenahan di berbagai sektor. Tidak hanya pembenahan infrastruktur dan akomodasi pariwisata, tetapi juga memberikan perhatian lebih alam dan budaya. Ini saatnya Gubernur beserta seluruh komponen masyarakat Bali mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ demi kesucian dan keharmonisan alam Bali. Netizen juga memberikan masukan kepada pemerintah untuk menggali potensi Bali di luar pariwisata. Sebab, sebagaimana diketahui, sektor pariwisata sangat rentan terhadap berbagai isu. Berikut beberapa komentar netizen. Dewa Ariawan Kita sudah mengalami hal-hal buruk sebelumnya. Kita masih tetap eksis dan bertahan. Bagaimanapun market Tiongkok memang terkuat saat ini, mungkin ada baiknya kita berbenah. Adi Giggsy Kita selama ini sangat tergantung dengan pariwisata. Saatnya pemerintah daerah mulai mencari alternatif pemasukan ekonomi dari segi yang lain, karena pariwisata ada naik dan turunnya. Ignasa Rahponk Al Kesempatan Bali berbenah. Infrastruktur, fasum, objek-objek wisata serta kantong-kantong wisata mesti dibenahi dan dipercantik. Kabel listrik yang semrawut. Fasum pejalan kaki yang kumuh dan sempit mesti jadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota agar berbenah menjaga estetika daerah tujuan wisata layaknya tempat orang mencari ketenangan. Pemerintah Tiongkok sangat tepat mengambil tindakan untuk stop warganya berwisata. Ini demi keselamatan warga negara asli di negara yang dikunjunginya.
S URAT PEMBACA
Solusi Hadapi Masa Jeda Pariwisata
Mencermati tulisan Koran Bali Post edisi 26 Januari 2020 dengan judul ‘’Pariwisata Bali Bersiap Memasuki Masa Jeda’’, hal ini berhubungan terinfeksinya negara Tiongkok sebagai pemasok wisatawan hampir 26,7%, setara 1,29 juta orang. Di samping itu ada 12 negara lainnya juga telah terindentifikasi terinfeksi virus Corona, sehingga sinyalemen yang ditulis Bali Post hampir menjadi kenyataan. Peluang terjadinya masa jeda pariwisata Bali berpotensi terjadi. Sebagai warga Bali, meskipun merantau di luar Bali ingin memberikan sumbang saran atas solusi maupun bagaimana pencegahan terhadap masalah yang diuraikan
Kadek Diartha Solusinya obral harga hotel, diskon sampai 50 persen. Pajak yang dipungut pemda yaitu pajak hotel serta makanan dan minuman didiskon 50 persen selama masa jeda. Sehingga hotel dan restoran bisa beroperasi, bisa menggaji karyawan dan mengurangi risiko PHK. Wayan Sudanta Radin Pemerintah bilang pemasokan terbanyak dari wisatawan Tiongkok, tetapi menurut saya sebagai pelaku pariwisata, hanya agen-agen tertentu yang menikmatinya. Lokal tidak begitu banyak. Tapi mudah-mudahan all to be fine. I Made Lebih Umbarayana Baguslah kalau itu benar. Manfaatkan waktu jeda ini sebaik-baiknya untuk menata kembali Bali agar tak semrawut. Goris Raya Kesempatan bagi pemda di Bali memperbaiki infrastuktur. Misalnya jalan raya dan lampu jalan yang masih kurang. Jangan hanya pungutin pajak.
Ketut De Sujana Mahartana Cari market lain. Optimalkan promosi Eropa dan Asia, selain Tiongkok. Joe Susila Lebih baik jeda daripada nyawa taruhannya. Made Sedanayasa Lebih baik jeda daripada ada wabah. Syarif Tjateng Market Bali kan yang terbesar lokal sekarang. Jiwa I Nyoman Tidak apa-apa, yang terpenting dampak virusnya tak sampai masuk ke Bali. I Wayan Siara Bali juga tidak butuh dijual murah. Kalau semua dijual murah, untung buat masyarakat Bali apa? Ujung-ujungnya investor yang punya uang banyak memanfaatkan diam dan keacuhan orang Bali dengan daerahnya saat ini. Intinya, Bali jangan dibikin murah, pastikan tamu berkualitas yang datang. Kalau semua
murah, yang datang hanya tamu murahan. Toga Tampubolon Mari perkuat lagi sektor pertanian. Pariwisata sektor yang rapuh akan kondisi force majeure. Dewa Gede Suardatika Untuk keselamatan penduduk Bali dan wisatawan yang berkunjung ke Bali, lebih baik distop dulu kunjungan turis Tiongkok dari daerah yang terdampak. Citra pariwisata Bali dipertaruhkan. Donny Jaya Laksmana Inilah kenapa harus ada pemasukan cadangan ketimbang terlalu mengandalkan pariwisata di saat tidak ada lagi objek wisata yang tersisa di Bali karena digerus pembangunan yang terlalu banyak sampai-sampai taksu dari pariwisata Bali hilang dan akhirnya sektor pariwisata hilang. Seharusnya pemerintah di Bali bisa memprediksi hal simpel seperti ini. Namun nyatanya tidak ada sama sekali. Padahal bisa saja mengembangkan sektor pertanian, namun lebih tergiur dengan pembangunan perumahan.
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. Bali Post. Saya ingin memberikan sumbang saran sebagai berikut: (1) Semua komponen pariwisata Bali harus bekerja sama dalam memberikan pelayanan terbaiknya agar pariwisata Bali bisa terus berlanjut dan terhindar dari masa jeda. Misalnya PHRI, meminta agar rate hotel pada hari libur diberikan harga promo, transportasi lokal, pedagang valuta asing, biaya-biaya tempat objek wisata, pemandu wisata, artshop, pedagang acung dan lain-lainnya, ditata dengan intensif, sehingga semuanya merasa ikut berpartisipasi secara masif dengan beroperasi tetap mencari untung tetapi dengan persentase yang lebih kecil dari biasanya. (2) Diperlukan lobi khusus dari Gubernur Bali untuk membicarakan masalah ini dengan stakeholders pariwisata yang ada di Jakarta, termasuk Presiden,
Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan dan lain-lainnya. (3) Presiden diharapkan menghidupkan kembali kebijaksanaan yang dilakukan presiden sebelumnya yaitu menata hari libur nasional sehingga Jumat, Sabtu, Minggu menjadi hari pariwisata (liburan). Ini untuk meningkatkan wisata domestik berkunjung ke Bali. (4) Menteri Pariwisata bekerja sama dengan kedutaan negara kita yang di luar negeri, yang negaranya tidak terinfeksi virus Corona mengintensifkan promosi pariwisata Indonesia. (5) Menteri Perhubungan agar mendiskusikan dan meminta seluruh pemangku transportasi baik udara, laut, darat untuk memberlakukan biaya transportasi promo pada hari libur (Jumat, Sabtu, Minggu). (6) Menteri Pendidikan untuk mengimbau
sekolah-sekolah mengadakan study tour sambil melakukan karya ilmiah tentang tempat pariwisata yang dikunjunginya. (7) Para jurnalis dan pemimpin redaksi media baik cetak maupun online ikut terus mewartakan keunggulan pariwisata Bali, dan memberikan alasannya yang valid dan menarik mengapa para wisatawan perlu wisata ke Bali. (8) Di samping aparat, seluruh masyarakat Bali harus peduli dan ikut menjaga keamanan, kenyamanan, terhadap kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Demikianlah sumbang saran yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat. Dr. A.A. Ketut Diatmika, S.E., M.M. Pegiat Sosial, dosen universitas swasta tinggal di Jakarta
SPBRI Gelar ’’Exhibition Match’’ dengan CEO BRI SERIKAT Pekerja Bank Rakyat Indonesia (SPBRI) menggelar exhibition match SPBRI with CEO BRI di Lapangan Samudra, Kuta, Badung pada Jumat (24/1). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Rapimnas SPBRI ke-5. Pertandingan ekshibisi sepak bola antara SPBRI yang berseragam oranye dan tim CEO BRI yang berseragam biru berlangsung seru, meriah dan penuh gelak tawa. Pertandingan itu bukan pertandingan serius, namun pertandingan persahabatan untuk bersuka cita dan riang gembira dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara karyawan dan manajemen Bank BRI. Dalam pertandingan itu, tampak tim biru mendominasi pertandingan sejak peluit wasit dimulai. Bahkan di babak pertama, tim biru berhasil membobol gawang tim oranye dengan skor 4-0. Sejumlah gol dari tim biru disumbangkan langsung oleh Direktur Utama BRI Sunarso hasil kerja sama dengan sesama tim biru. Di babak kedua, tim oranye berusaha mengejar ketertinggalan dan bahkan berhasil menyamakan kedudukan empat sama dan pada akhirnya melalui adu penalti yg dimenangkan tim biru (CEO). Menurut Ketua SPBRI Nasional Bank BRI Ruslina Harsono, pertandingan ini bertujuan meleburkan karyawan dan manajemen BRI dalam suatu keg-
iatan riang gembira untuk meningkatkan persaudaraan dan soliditas yang memudahkan pencapaian target kinerja tahun 2020. Exhibition match SPBRI with CEO BRI merupakan rangkaian acara Rapimnas yang diselenggarakan pada 23 dan 24 Januari di Denpasar. Rapimnas diikuti seluruh serikat pekerja BRI dari seluruh wilayah di Indonesia. Rapimnas 2020 ini bertemakan ‘’Sinergi Membangun Negeri Melalui Transformasi BRI’’’. Agenda Rapimnas salah satunya yaitu menyosialisasikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati bersama antara manajemen dan pekerja BRI periode 2019-2020. ‘’Rapimnas ini sebenarnya lebih pada konsolidasi internal SPBRI. Perjanjian kerja bersama ini perlu disampaikan secara langsung pada seluruh ketua serikat pekerja di seluruh Indonesia supaya lebih bisa tersosialisasi dengan baik, langsung kepada mereka,’’ bebernya. Rapimnas diadakan di awal tahun agar pekerja BRI menjadi lebih semangat dan terus menjadi yang terbaik. Mengingat laba BRI tercatat yang terbesar dari seluruh Bank Himbara dan tetap sebagai penyumbang deviden terbesar kedua kepada pemerintah setelah BUMN Pertamina. Konsolidasi ini juga sekaligus merupakan tekad bulat serikat pekerja untuk pencapaian kinerja yang lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang.
CEO BRI - Serikat Pekerja Bank Rakyat Indonesia (SPBRI) saat menggelar exhibition match SPBRI with CEO BRI di Lapangan Samudra, Kuta, Badung pada Jumat (24/1). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Rapimnas SPBRI ke-5. Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan sangat menikmati pertandingan sepak bola bersama karyawan. Pertandingan ini memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kebersamaan dalam rangka meningkatkan kinerja.
Model interaksi antara manajemen dan karyawan seperti ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dan semangat saling menghormati dalam rangka bersama-sama memajukan Bank BRI ke depan. (ad702)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Pengamanan Jalur Terus Dimatangkan
’’Melasti Karya Agung Pangurip Gumi’’ Digelar Rabu Besok PENGAMANAN prosesi pamelastian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel yang dimulai Rabu (29/1) besok, terus dimatangkan. Sejauh ini berbagai persiapan intensif terus dilakukan. Hal itu diupayakan semata-mata agar rangkaian melasti karya agung itu dapat berjalan lancar. Lalu sejauh ini bagaimanakah pihak instansi terkait melakukan koordinasi antara satu dengan lainnya agar pelaksanaan pamelastian Karya Agung Pangurip Gumi itu bisa berjalan lancar?
KOORDINASI - Instansi terkait terus melakukan koordinasi pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau agar karya agung itu berlangsung lancar.
119 Babi Mati di Marga Tabanan (Bali Post) Kematian babi di Kabupaten Tabanan kian meluas ke sejumlah desa. Dari laporan terbaru Senin (27/1) kemarin, di Kecamatan Marga ada beberapa desa mengalami kejadian serupa. Bahkan total babi mati setelah didata mencapai 119 ekor. Hanya saja berapa pastinya total babi mati, hingga Senin kemarin belum dapat dipastikan seluruhnya. Alasannya, pihak Dinas Pertanian masih terus melakukan pendataan. “Kami masih terus mendata. Rata-rata hampir tiap hari ada saja laporan babi mati,” beber Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suamba. Sembari melakukan pendataan, pihaknya terus turun sosialisasi kepada warga dan juga peternak babi sebagai upaya antisipasi penyebaran virus African Swine Fiver (ASF). Di wilayah Kecamatan Marga, kata Suamba, babi yang mati ada di beberapa desa. Seperti di Desa Selanbawak sebanyak 79 ekor, Desa Kukuh 37 ekor, Desa Beringkit 1 ekor, dan 2 ekor karena penyakit lain. Di samping itu, di Desa Cau Belayu 2 ekor. “Hari ini kami masih lakukan pendataan di Kecamatan Marga yang terdampak kematian babi itu,” ujarnya. Pendataan, kata Suamba, tidak hanya di Kecamatan Marga, melainkan juga menyasar kecamatan lainnya. Seperti Kerambitan dan Selemadeg Timur. “Berapa total pastinya jumlah babi mati sampai saat ini belum seluruhnya kami rekap. Tim masih melakukan pendataan di Kerambitan dan Selemadeg Timur,” jelasnya. Suamba mengakui kematian babi sudah meluas ke daerah lain. Pertama kalinya diketahui di Desa Jegu, Kecamatna Penebel. Ditegaskannya kembali, kematian babi itu tidak sepenuhnya disebabkan virus ASF. “Kemungkinan kematian babi dipicu hal lainnya,” imbuhnya. Untuk mengantisipasi terserang virus corona, pihaknya melakukan sosialisasi dengan menekankan kebersihan kandang dan membatasi orang masuk kandang. Khususnya tukang jagal yang membawa langsung tempat babi harus disemprot disinfektan atau kaporit sebagai upaya pencegahan dini. Sebelumnya di Tabanan sudah ada tujuh desa yang terdampak kematian babi secara mendadak. Awalnya ditemukan di Desa Jegu, selanjutnya di Desa Rejasa Kecamatan Penebel. Desa Buahan Kecamatan Tabanan. Desa Cepaka dan Desa Kaba-Kaba Kecamatan Kediri. Desa Tegal Mengkeb Kecamatan Selemadeg Timur. Dan Desa Kukuh Kecamatan Marga. Ditambah yang terbaru tiga desa di Kecamatan Marga, yakni Desa Cau Belayu, Desa Selanbawak, dan Desa Beringkit. (kmb28)
an seluruh rangkaian kegiatan karya agung itu. Kabag Ops pada rapat ini telah berkoordinasi dengan seluruh panitia karya khususnya yang tergabung dalam seksi keamanan. Koordinasi intens digelar dengan ekspektasi seluruh rangkaian upacara pamelastian itu dapat berjalan aman dan lancar. ‘’Khusus pengamanan kegiatan melasti yang melibatkan masyarakat secara massal yang akan mengiringi Ida Batara melasti menuju Pura Tanah Lot. Jadi, banyak akses jalur yang dilalui Ida Batara akan ditutup. Polres Tabanan sudah siap memploting anggota yang akan mengamankan jalur serta berkoordinasi dengan Dishub Tabanan dalam pengalihan arus lalu lintas,’’ ungkap Gede Putu Putra Astawa. Semua pihak diharapkan melaksanakan pengamanan jalur agar selalu berkoordinasi, sehingga kegiatan melasti berjalan lancar, serta masyarakat
umum pengguna jalan dapat jalur alternatif menuju tempat aktivitasnya. Kadishub Tabanan menyampaikan pihaknya sudah membagi anggotanya pada titik-titik yang dilalui iring-iringan melasti. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polres Tabanan terkait rekayasa arus lalu lintas Asisten III Pemkab Tabanan Agus Harthawiguna menyampaikan pihaknya juga sudah koordinasi dengan para panitia dan pangempon pura dengan melibatkan para pecalang. Selain itu, juga sudah konfirmasi ke pangempon pura mana saja yang akan menjadi tempat persinggahan selama perjalanan Ida Batara. Hal itu sudah disampaikan kepada semua pihak terkait. Namun tidak menutup kemungkinan ada Pura-pura lain yang akan menjadi tempat persinggahan. Sudah pasti jika dapat petunjuk Ida Batara Pura Luhur Batukau yang diiringi saat melasti.
Kabag Ops Polres Kompol Gede Putu Putra Astawa pada kesempatan ini mengajak seluruh masyarakat agar mendukung kelancaran dan suksesnya Karya Agung Pangurip Gumi Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau. ‘’Mari sukseskan seluruh rangkaian Karya Agung Pangurip Gumi Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau. Mohon kesabaran para pengguna jalan saat berlangsungnya pelaksanaan upacara melasti. Kegiatan itu sudah pasti menghambat arus lalu lintas. Namun untuk rekayasa lalu lintas Polres Tabanan sudah melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk panitia karya,’’ ujarnya. Diharapkan masyarakat dapat mengatur waktu serta mencari jalur alternatif menuju tempat aktivitasnya jika kebetulan lewat jalur yang akan dilalui iring-iringan ritual melasti Ida Batara. (bit)
Datang dari Tiongkok, Pramugari Didiagnosis Bronchitis Pasca-Observasi Virus Corona
Tabanan (Bali Post) Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan menerima rujukan pasien observasi Corona-virus dari RS Kasih Ibu Denpasar. Hingga Senin (27/1) kemarin, pasien yang berprofesi sebagai pramugari dan memiliki riwayat datang dari Tiongkong masih dilakukan observasi di ruang isolasi. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika mengatakan pasien diterima Minggu (26/1) sekitar pukul 23.00 Wita. Dari hasil observasi pada pasien itu, tidak ditemukan gejala infeksi radang paru-paru (pneumonia) yang mengarah pada suspect Corona. ‘’Hasil observasi sementara, pasien dirawat karena gejala bronchitis. Tidak ada riwayat suspect Corona. Usai penerbangan dari Tiongkok memang protapnya wajib diobservasi. Jika kondisinya membaik maka bisa dipulangkan. Perlu diketahui masa inkubasi penyakit ini mencapai 14 hari,’’ terangnya. Kriteria suspect virus Corona, lanjut Suratmika, adalah jika seseorang ada latar belakang bepergian ke Tiongkok. Selain itu, ada tanda-tanda infeksi radang paru-paru yang disebut
Curi Motor, Residivis Ditangkap Lagi Tabanan (Bali Post) Seakan tidak pernah kapok berurusan dengan pihak kepolisian. I Gede Sugiarta (38), residivis serta buronan narapidana (napi) yang kabur dari Lapas Bangli itu kembali diringkus Satreskrim Polres Tabanan. Tersangka diciduk lantaran melakukan aksi curanmor dan juga penjambretan di wilayah hukum Polres Tabanan. Dari informasi yang dihimpun, terungkapnya kasus pencurian sepeda motor setelah korban Ni Wayan Budiasih (42) tanggal 18 Desember 2019 kehilangan sepeda motor N-Max yang terparkir di depan warungnya di Banjar Pandak Bandung, Desa Pandak, Kediri. Motor korban saat itu diparkir dalam keadaan kunci diletakkan di bagasi kecil bagian depan oleh anaknya sepulang sekolah. Beberapa saat kemudian ada seorang berbelanja membeli rokok membayar dengan uang Rp50 ribu. Karena tidak ada uang kembalian, ibu korban Ni Wayan Denda, saat itu tengah menjaga warungnya pulang ke rumah menukar uang. Kesempatan itulah digunakan tersangka mengambil sepeda motor milik korban. Tidak puas dengan hasil curian sepeda motor, tersangka kembali melakukan aksi kriminalitas, yakni penjambretan di Banjar Pengabetan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Korbannya seorang pedagang emas bernama Ni Komang Veronika Amanda (23). Kasus penjambretan
Belakangan ini koordinasi antara instansi terkait baik Pemerintah Kabupaten Tabanan maupun pihak kepolisian terus dilakukan. Seperti Senin (27/1) kemarin, Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Gede Putu Putra Astawa, S.H. melaksanakan koordinasi dengan Asisten III Pemerintah Tabanan I Made Agus Harthawiguna di kantor Bupati Tabanan. Hadir Kadishub I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, Kasubbag Bin Ops Bag Ops Polres AKP I Wayan Sudita, S.H. dan staf Asisten III Anak Agung Putu Ngurah. Koordinasi yang dilakukan lebih banyak membahas rangkaian kegiatan Karya Agung Pangurip Gumi Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau, utamanya kegiatan pamelastian. Melasti akan dilaksanakan mulai tanggal 29 Januari 2020. Pada prosesi ini Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo ditunjuk selaku Ketua Koordinator Pengaman-
pneumonia. ‘’Pasien di Rumah Sakit Tabanan memang ada riwayat bepergian ke Tiongkok. Namun hanya ditemukan gejala pneumonia. Jadi kasusnya bukan suspect tetapi baru pengawasan atau observasi,’’ terangnya. Pasien itu memang ada riwayat datang dari Tiongkok. Sebelumnya sempat berobat ke rumah sakit di Denpasar. Hanya belum selesai dilakukan pemeriksaan lengkap, sudah dirujuk ke RS Tabanan. Alasannya, BRSU Tabanan merupakan satu dari tiga rumah sakit rujukan yang ditunjuk Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk kasus ini, selain Rumah Sakit Sanglah, dan Rumah Sakit Gianyar. ‘’Ini merupakan pembelajaran agar semua siaga dengan kasus virus Corona. Ini koordinasi di bawah Dinas Kesehatan Provinsi Bali,’’
OBSERVASI - Rumah Sakit Tabanan saat ini menerima pasien observasi Corona-virus. ucapnya. Sebagai rumah sakit rujukan regional, BRSU Tabanan sudah siap menangani kemungkinan virus ini. Selain lantaran sudah adanya dokter terlatih, juga termasuk ruangan dan sarana pendukung terutama alat pelindung diri. ‘’Jadi kita siap meski saat ini masih terbatas alat perlindungan diri. Namun Di-
nas Kesehatan Provinsi Bali siap mem-back-up dengan anggarannya,’’ pungkasnya. Terhadap pasien itu, dikatakannya, masih terus dimonitor dokter ahli. Kalau tidak ada keluhan bisa saja dirawat di rumah atau dirawat di ruangan biasa. ‘’Dokter tetap bertugas sesuai prosedur, tetap menggunakan masker dan alat pelindung diri,’’ katanya.
Terkait virus Corona, Suratmika meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Gejala penyakit virus Corona hampir mirip flu, demam mirip pneumonia. Namun ada indikasi lebih serius, yakni gangguan saluran pernapasan. ‘’Intinya perilaku hidup bersih wajib ditingkatkan,’’ sarannya. (kmb28)
Pendidikan 20 Tahun SMK PGRI 3 Denpasar
”Move to Digital” Memberi Jaminan Masa Depan
DIMINTAI KETERANGAN - Pelaku saat dimintai keterangan petugas kepolisian, Senin (27/1) kemarin. ini pun baru dilaporkan 25 Januari 2020. Tersangka yang statusnya DPO (Daftar Pencarian Orang) itu purapura menjual emas kepada korban. Korban pada awalnya tidak merasa curiga, meski kondisi kendaraan yang dibawa tersangka masih dalam posisi hidup. Saat lengah itulah tas korban dirampas dan dibawa kabur. Isinya barang berharga, seperti HP Vivo, Iphone Gold, dua buah gelang, satu anting, satu bandong yang diduga emas. Kerugiannya diperkirakan sekitar Rp13.200.000. Korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Atas laporan ini, petugas pun melakukan penyelidikan h i n g g a a k h i r n y a p e l a ku asal Banjar Kapas Jawa, Desa Tinggarsari, Busungbiu, Buleleng itu diketahui keberadaannya di sekita-
ran Ubud Gianyar. Polisi pun langsung bergerak di Gianyar. Berkat petunjuk warga, tersangka Sugik akhirnya ditangkap di depan kos pacarnya di Banjar S i n d u , D e s a S a y a n , K ecamatan Ubud, Gianyar, Sabtu (25/1) lalu. Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Putu Budiarta, mengatakan pelaku merupakan napi dari Lapas Bangli yang kabur. Jadi statusnya yang masih Napi ini lagi melakukan aksi kejahatan pencurian sepeda motor dan penjambretan. “Jadi dia (pelaku) ini residivis,” ungkapnya Senin (27/1). Saat ini pelaku masih dimintai keterangan secara intensif. Siapa tahu pelaku melakukan aksi kejahatan di tempat lain, selama jadi buronan. “Kami masih minta keterangan secara itensif kepada tersangka,” ucap Iptu Budiarta. (kmb28)
KELUARGA besar SMK PGRI 3 Denpasar yang akrab dipanggil Trigriska, Senin (27/1) kemarin merayakan HUT ke-20 dengan meriah di gedung baru bernilai puluhan miliar rupiah itu. Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bersama Kadisdikpora Bali diwakili Kabid SMK Disdikpora Bali Made Sutarjana. Puncak HUT kemarin dihadiri Pembina YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. Gede Wenten Aryasuda, Bendahara Kota PGRI Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.M., Ketua Provinsi PGRI Bali I Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd. dan Kasek di lingkungan YPLP Kota PGRI Denpasar. Kasek Madiadnyana mengungkapkan rasa gembiranya karena kado ultah Trigriska tahun ini sangat istimewa. Istimewanya karena sukses membangun sarana sekolah berupa gedung berlantai tiga di atas lahan 22 are dengan cara swadaya. Warga Trigriska juga sukses nyanggra upacara Ngenteg Linggih dan Macaru Wrespati Kalpa, serta HUT ke- 20 Trigriska. Gedung ini dipakai ruang parkir, praktik lab dan ruang belajar. Ini sesuai komitmen Nengah Madiadnyana yang bertekad menjadikan SMK PGRI 3 Denpasar sung-
guh-sungguh sekolah kejuruan yang lengkap sarana dan prasarananya guna menghasilkan SDM siap kerja. Madiadnyana belum berhenti dengan prestasi tersebut. Memasuki pendidikan era revolusi 4.0, SMK PGRI 3 Denpasar memasuki era digital alias move to digital. Semua pelayanan akan berbasiskan TI sebagai ciri khas dunia digital. Itu dimulai dari bentuk pelayanan keuangan kepada siswa, pelayanan dan pelaporan akademik, serta sistem PBM berbasiskan elearning. Diakuinya, siswa dan guru SMK PGRI 3 Denpasar wajib hukumnya mengusai TI dan sistem pembelajaran berbasiskan e-learning jika tak ingin digilas kemajuan zaman. Kedua, SMK PGRI 3 Denpasar memberi jaminan masa depan. ’’Sebagai lembaga pendidikan vokasional, orientasi lulusan kami adalah meraih pekerjaan,’’ tegasnya. Untuk bisa profesional dan menjadi SDM siap pakai, sekolah menyiapkan pelayanan berkualitas, SDM guru profesional sekaligus fasilitas setara dengan lingkungan kerjanya di hotel dan restoran. Sekolah yang ber-homebase di Jalan Drupadi Denpasar ini tercatat sebagai SMK terakreditasi A dari BAS-M-Prov. Bali, serta ber-ISO 9001-2008 pertama SMK swasta di Bali.
PUNCAK HUT - I Nengah Madiadyana bersama Sutarjana dan pimpinan PGRI usai memotong kue saat puncak HUT ke-20 SMK PGRI 3 Denpasar. Untuk itu, Kasek Nengah Madiadnyana didampingi Koordinator Wakasek Drs. I Wayan Sarjana, M.M., Waka I Made Rejadi, Ni Wayan Suarti, I Made Sugiartana dan I Nengah Karji mengajak masyarakat yang ingin putraputrinya cepat kerja segera bergabung dengan SMK PGRI 3 Denpasar di Jl. Drupadi XVII Gang Dewi Tara No 7. Dan juga di Jl. Narakusuma Tanjung Bungkak. Tahun ini sekolah ini menerima 667 calon siswa baru untuk Program Keahlian Perhotelan dan Jasa Boga. Acara semakin semarak karena diisi penampilan para juara aneka lomba. Saat itu Dr. Gede Wenten Aryasuda memuji keberhasilan SMK
PGRI 3 Denpasar menjadi sekolah hebat yang awalnya numpang di negeri kini menjadi sekolah swasta favorit. Pujian juga datang dari Kabid SMK Disdikpora Bali Sutarjana yang mengungkapkan SMK PGRI 3 Denpasar ini adalah sekolah hebat dengan berbagai kemajuan. Ketua Panitia HUT I Made Sugiartana, SST.Par. menambahkan, serangkaian HUT ke-20 itu digelar berbagai lomba. Di antaranya lomba ngelawar, gebogan, pidato bahasa Bali, dan bahasa Inggris, selain karaoke pop Bali termasuk dharma wacana. Dilaksanakan juga aksi sosial kemanusiaan donor darah dan job fair selain dipentaskan Jegeg-Bagus. (ad679)
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Budaya
AWK Tetap Tegaskan Seluruh Brahmana Dwijati adalah ’’Surya’’
Hadiri Undangan Ida Pedanda Gede Wayahan Bun di Sanur Pejeng
SANUR PEJENG - Shri Arya Wedakarna bersama keluarga Ida Pedanda Gede Wayahan Bun di Geria Sanur Pejeng, Tampaksiring. PASCAVIRAL pidato tokoh Hindu Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terkait keberadaan Brahmana dan Surya, Senator Arya Wedakarna (AWK) benar–benar secara ksatria hadir di Geria Sanur Pejeng, Tampaksiring, untuk memenuhi undangan dari Ida Pedanda Nabe Gede Wayahan Bun yang sedang melaksanakan Karya Manusa Yadnya untuk putra–putrinya, yakni Ida Bagus Wedaka Mahendra dan Ida Ayu Wedastuti. Dalam kesempatan itu juga hadir panglingsir puri di Bali, di antaranya Ida Dalem Semaraputra, Cokorda Nindia, Ida Dalem Agra Pemayun, serta tokoh Brahmana dari berbagai wilayah. Shri Arya Wedakarna didaulat oleh Ida Pedanda untuk memberikan sambutan kehormatan di hadapan para undangan. Apresiasi pun diberikan kepada keluarga Geria Sanur Pejeng yang secara historis merupakan Geria Pingit dengan 10 generasi kesulinggihan tanpa terputus sejak zaman leluhur. Kini dengan adanya sosok Ida Pedanda Nabe Gede
Wayahan Bun, Geria Sanur Pejeng semakin harum di mata masyarakat, termasuk kalangan ksatria. ‘’Secara pribadi, hubungan tiang dengan Ida Pedanda Gde Wayahan Bun sangat dekat. Beliaulah yang selama ini menuntun tiang. Beliau yang melaspas The Sukarno Center Tampaksiring pada 2011 dan mengupacarai ngabennya Bung Karno (Nilapati) pada 10 November 2011 di Istana Mancawarna Tampaksiring yang dihadiri A.A. Puspayoga (Wagub Bali saat itu). Beliau pula yang meng-abhiseka Sukmawati Soekarno dengan gelar Niskala Ratu Tribhuwana Uttungga Dewi pada 11 November 2011 (11-11-11) di Merajan Geria ini. Beliau menjadi upasaksi atas peresmian organisasi Bakti Pertiwi Jati bersama Dirjen Kebudayaan atas inisiatif DPDRI beberapa waktu lalu. Beliau adalah sosok sulinggih dengan pemikiran out of the box dan ini membuat kami anak muda Hindu merasa dekat dan terayomi. Semoga beliau menjadi Maharesi bagi umat Hindu di
Agama
masa modern ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Shri Arya Wedakarna juga menyambung rasa dengan Ida Pedanda terkait isu yang viral di media sosial tentang pidato dharma wacara AWK di Geria Bhujangga Sesetan, Denpasar. Saat itu AWK membela sulinggih dari soroh Pasek, Arya, Bhujangga dan Dukuh agar mendapatkan kesetaraan. ‘’Dalam kitab Weda sudah dijelaskan posisi sulinggih itu sama, apa pun soroh dan latar belakangnya. Di lapangan banyak ada masalah antara Tri Sadaka dan Sarwa Sadaka dan itu fakta. Mungkin tiang adalah orang yang paling sering turun dan berkeliling Bali serta bertemu banyak kalangan sulinggih. Jadi, tidak ada maksud mendiskreditkan golongan sulinggih dan kasta tertentu. Di pidato saya tidak ada menyinggung nama gelar A atau B atau sulinggih yang mana. Jadi, tiang sebagai ksatria tetap harus meluruskan dan melindungi para sulinggih yang masih terdiskriminasi. Nika yang tiang klarifikasi, termasuk gelar Surya ini menurut tiang yang berhak menggunakan hanya Brahmana Dwijati. Kalau belum abhiseka, kalau belum dwijati, bukan Surya. Semua orang berhak dengan gelar Surya karena semua leluhur orang Bali ini suci. Sama seperti di Pasemetonan Tegeh Kori, jelas tiang sebut Bhagawan Dalem titiang sebagai Surya. Terlepas dari pro-kontra, tiang akan tetap pengaruhi rakyat Bali dengan kebenaran. Kalau ada yang kurang setuju, sah– sah saja, dan tiang percaya itu adalah kelompok kecil manten,’’ papar Arya Wedakarna. Pada kesempatan itu, AWK mendapatkan nasihat dan piteket dari sulinggih terkait hal di atas. ‘’Ida Pedanda sudah mendengar langsung penjelasan nanak Gusti Wedakarna dan tidak ada maksud beliau mendiskreditkan golongan Brahmana,‘‘ ujar Ida Pedanda Nabe Gede Wayahan Bun. (ad675)
BPBD Tangani Pohon Tumbang dan ’’Palinggih’’ Roboh Gianyar (Bali Post) – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar sejak Minggu (26/1) sore lalu. Hal itu memicu pohon tumbang dan palinggih roboh. Bencana ini mendapat atensi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Senin (27/1) kemarin. Kepala BPBD Gianyar Anak Agung Oka Digjaya menjelaskan, pascahujan disertai angin
kencang anggotanya menangani empat lokasi bencana. Pohon tumbang terjadi di dua lokasi, yaitu di Banjar Pengaji, Desa Tegallalang dan di Desa Bukian, Kecamatan Payangan. Pohon tumbang yang terjadi di Banjar Pengaji berjenis pohon blalu. Lokasinya di jalur Desa Keliki dengan Banjar Pengaji. Pohon menimpa badan jalan. Meski tidak mengakibatkan korban jiwa, kejadian itu sempat mem-
buat kemacetan panjang jalan tersebut. Selanjutnya pohon tumbang terjadi di Desa Bukian, yaitu jenis pohon pule. Tidak mengakibatkan korban jiwa, karena tumbangnya menimpa badan jalan. Petugas juga menangani sebuah bangunan palinggih roboh di Desa Tegallalang. ‘’Palinggih yang roboh di Banjar Pengaji milik Wayan Suja, terdiri atas apit lawang, palinggih Taksu dan bale pi-
yasan dengan kerugian mencapai Rp80 juta,’’ ungkapnya. Pada Minggu malam anggotanya juga menangani ular masuk rumah warga di Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati. Ular jenis piton itu panjangnya sekitar lima meter. ‘’Kami kerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta perlengkapan guna mengevakuasi ular piton tersebut,’’ tandas Oka Digjaya. (kmb35)
Ekonomi
Setelah E-Retribusi, Bank BPD Bali Fasilitasi Pedagang Gunakan Alat Pembayaran QRIS BANK BPD Bali terus bergerak nyata dalam rangka mewujudkan ekosistem transaksi pembayaran nontunai. Setelah memfasilitasi retribusi pasar dengan retribusi elektronik (e-retribusi) di seluruh pasar di Bali, kini Bank BPD Bali hadir dengan memfasilitasi pedagang di pasar rakyat menggunakan transaksi nontunai berbasis QR Code Indonesia Standard (QRIS). Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, nantinya QRIS di masing-masing pedagang akan digunakan sebagai alat pembayaran oleh pembeli. Pembeli tinggal memindai QR code yang ada di pedagang untuk melakukan pembayaran. Sampai saat ini, QRIS BPD Bali sudah digunakan di Pasar Peninjoan, Pasar Phula Kerti dan beberapa pasar lain di Bali yang telah menerapkan e-retribusi. “Di Pasar Peninjoan, pedagang yang menggunakan QRIS nambah terus,” ungkapnya. Di Pasar Phula Kerti, Bank BPD Bali telah memfasiliasi 46 pedagang dari 232 pedagang di pasar tersebut. Launching implementasi QRIS BPD Bali dilakukan, Senin (27/1) kemarin. Launching penggunaan QRIS BPD Bali ini merupakan satu rangkaian acara digitalisasi pasar rakyat, pamelaspasan serta peresmian Pasar Phula
Kerti usai direvitalisasi. Menurutnya, pasar yang retribusinya telah menggunakan sistem elektronik akan bergerak lagi menggunakan QRIS BPD Bali sebagai alat pembayaran. Tidak hanya di pasar, transaksi nontunai menggunakan QR Code juga dilakukan di tempat-tempat wisata. Penggunaan QRIS BPD Bali tumbuh pesat terutama pada UMKM-UMKM di seluruh Bali, tidak hanya di Denpasar. Saat ini telah ada 1.000 merchant yang menggunakan QRIS termasuk termasuk tempat ibadah. Hanya, edukasi pada masyarakat masih menjadi kendala penetrasi QRIS. “Ada yang HP-nya belum mendukung, takut, gaptek, dan lain-lain,” bebernya. Selain implementasi penggunaan QRIS, pada kesempatan tersebut juga diserahkan CSR Bank BPD Bali berupa pengadaan tempat sampah di Pasar Phula Kerti, Banjar Kaja, Sesetan. Bank BPD Bali juga mengucurkan kredit sebesar Rp4,6 miliar yang diberi nama kredit pasar. Kredit pasar ini diberikan kepada UMKM-UMKM dalam rangka kepemilikan los. Agunannya menggunakan los pedagang, plafonnya rata-rata Rp50 juta dengan bunga 12 persen setahun. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, Den-
TRANSAKSI - Wali Kota Denpasar bertransaksi di Pasar Phula Kerti menggunakan QRIS BPD Bali didampingi Kepala BI KPw Bali dan Dirut Bank BPD Bali. pasar adalah smart city, maka pasarnya juga harus digitalisasi dan QRIS menjadi salah satu instrumen pembayaran. “QRIS akan menjadi dahsyat pada UMKM dan pedagangpedagang ini karena dengan data yang ada di QRIS itu, bank-bank yang punya, bisa memberikan kredit dan bisa membantu pedagang-pedagang itu lebih maju lagi,” ungkapnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyatakan, ekosistem
transaksi nontunai sudah lama terbentuk di Kota Denpasar dengan kehadiran perbankan dalam hal ini BPD Bali. Ia pun merasa diuntungkan dengan adanya ekosistem ini, karena dari sisi mentalitas ada unsur pemberdayaan pedagang di pasar rakyat. Proses pembangunan pun dari segi ekonomi kerakyatan bisa dipercepat, tidak harus menunggu bantuan dan anggaran yang belum pasti mereka dapat. (ad703)
Natal di Yayasan Dwijendra
Buktikan Kampus yang Menghargai Kebinekaan
UMAT Kristiani keluarga besar Dwijendra dan Yayasan Dwijendra mengadakan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di kampus Undwi. Perayaan Natal diawali doa dan pemberkatan dipimpin Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD. Acara ini diprakarsai oleh Yayasan Dwijendra Denpasar dan Universitas Dwijendra Denpasar. Perayaan Natal tahun ini mengambil tema ‘’Sahabat bagi Semua Orang’’. Acara dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.Hum., Rektor Universitas Dwijendra Dr. Gede Sedana, M.MA., tokoh umat Kristen Irjen Pol. (Purn) Bigman L. Tobing, Ikatan Flobamora Bali dan pimpinan unit di lingkungan Dwijendra. Romo Paskalis Nyoman
Widastra mengatakan, Tuhan Yesus hadir bukan hanya untuk umat Nasrani dan Yahudi, namun untuk semua orang. Yesus hadir untuk dunia membawa terang dan cahaya. Untuk itu, jadikanlah hidup ini sebagai sahabat bagi semua umat karena Indonesia hidup dalam keberagaman. Yesus saja, lanjut Romo, membuka dirinya bagi semua orang, bukan saja kepada manusia pintar, namun juga masyarakat rendah seperti pengembala. Rektor Undwi Dr. Gede Sedana, M.MA. menekankan, kali pertama menggelar perayaan Natal sebagai bentuk implementasi hidup dalam kebinekaan. Perbedaan jangan dipertentangkan melainkan menumbuhkan kedamaian. Marilah kita bersahabat di Dwijendra dan di luar Dwijendra sehingga negara kita
Ribuan Krama Ikuti Prosesi ’’Palebon’’ Ida Pedanda Nyoman Temuku Gianyar (Bali Post) – Di tengah guyuran hujan, ribuan krama antusias mengikuti prosesi palebon almarhum Ida Pedanda Nyoman Temuku, Senin (27/1) kemarin. Prosesi palebon dilaksanakan pada pebasmian di halaman Museum Gubuk Derita Gua Hantu, Geria Cebaang Guru Kesuma di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Menantu almarhum, Ida Ayu Diah Kencana Dewi, menerangkan prosesi palebon almarhum sudah dilaksanakan sejak Minggu tengah malam, hingga Senin dini hari, yakni melaksanakan upacara nunas toya panembak. ‘’Pukul 00.00 Wita kami sekeluarga melaksanakan upacara nunas toya penembak, kemudian Ngeliwet gender sesuru dan metetangi, seperti membuat bubur dipersembahkan untuk ratu (almarhum - red),’’ jelasnya. Sementara persiapan prosesi palebon dimulai sektiar pukul 23.30 Wita. Memasuki pukul 12.00 Wita lewat, prosesi palebon pun dimulai. Jenazah almarhum penemu Wariga Belog ini lantas diusung secara bergantian oleh keluarga, ratusan sisya dan warga setempat. Proses pengusungan jenazah menuju areal pebasmian yang
jaraknya sekitar 40 meter menarik perhatian seluruh krama yang hadir. Setibanya di lokasi, jenazah almarhum diusung memutari pebasmian tiga kali. Setelah itu secara bertahap jenazah almarhum diletakkan pada Lembu putih pada areal pebasmian. Selanjutnya prosesi palebon di-puput oleh Ida Pedanda Gde Nyoman Manuaba. Usai prosesi palebon dilaksanakan upacara panyupitan pangiriman lan mapenyawan, diikuti prosesi nganyut ke Pantai Masceti. Dayu Diah mengatakan, lokasi pebasmian di halaman Museum Gubuk Derita Gua Hantu sudah disiapkan almarhum semasa hidupnya. Selain membuat museum khusus untuk mempelajari Wariga Belog, di museum tersebut sengaja dibuat halaman yang cukup untuk prosesi palebon almarhum. ‘’Dulu almarhum berpesan untuk prosesi palebon mengambil tempat pebasmian di sini. Ya, sekarang kami melaksanakan itu,’’ jelasnya. Ida Pedanda Nyoman Temuku lebar di RSUP Sanglah pada 17 Desember 2019. Sebelum meninggal, sulinggih 72 tahun ini diketahui mengalami sesak napas akibat penyempitan jantung. (kmb35)
kuat dilandasi nilai-nilai kerukunan. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Ketut Wirawan memberi apresiasi positif atas kerja keras umat Kristiani Keluarga Besar Dwijendra menggelar malam Natal dengan khusyuk dan semarak. Ini membuktikan Dwijendra yang berlandaskan pada agama Hindu dan budaya Bali menghormati dan sangat toleransi antarumat beragama. Dwijendra menghormati kebinekaan dan pluralisme karena mahasiswa Dwijendra juga banyak menganut agama Kristen. Lewat perayaan Natal ini Dwijendra ingin membentuk SDM yang cerdas, berkarakter dan spiritual. Dengan demikian dari Dwijendra kita bisa membangun Indonesia yang maju. Apalagi Dwijendra dikenal sebagai lembaga
pendidikan yang berkomitmen menjaga dan menerapkan empat pilar kebangsaan adalah kampus multietnis. Kita sering merasa diri paling hebat, padahal Tuhan tak mengajarkan demikian melainkan kasih kepada sesama umat. Dwijendra, kata Wirawan, tetap konsisten dengan nasionalisme berbasiskan agama Hindu dan budaya Bali. Mahasiswa diberikan pelajaran agama dan guru sesuai dengan agama yang dianutnya. Bigman L. Tobing memberikan ceramah tentang membangun tali kasih antarumat beragama. Ketua Perayaan Natal, Cendly, mengungkapkan perayaan Natal adalah momen indah dan baik karena pertama kali diadakan di Dwijendra. Siapa lagi mengusung nilai-nilai toleransi antarumat beragama. (ad690)
NATAL - Ketua Yayasan Dwijendra dan Rektor Undwi Gede Sedana bersama Bigman L. Tobing saat perayaan Natal di Dwijendra.
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Bupati Suwirta Terima Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019 dengan ’’Predikat B’’
TERIMA HASIL EVALUASI - Bupati Suwirta saat menerima Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019.
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra dan Kabag Organisasi Setda Kabupaten Klungkung Ketut Sujana menghadiri Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019, ‘’SAKIP Award 2019’’, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) Republik Indonesia di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Senin (27/1) kemarin. Hadir Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Gubernur Bali
Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Daerah wilayah II, meliputi Bali, DKI Jakarta, Nusa Tenggara, Jawa Timur, Kalimantan dan Lampung. Untuk Raport SAKIP 2019, Kabupaten Klungkung mendapat nilai 65,53 atau dengan predikat penilaian ‘’B’’. Terkait hasil SAKIP 2019 ini, Bupati Suwirta menyatakan akan menindaklanjuti evaluasi-evaluasi yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB, sehingga tujuan dan cita-cita pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat bisa diwujudkan, tentunya sesuai dengan peraturan dan mekanisme yang ada. ‘’Ke depan kita akan perbaiki atau
tindak lanjuti evaluasi-evaluasi yang diberikan oleh Kementerian PAN RB, sehingga tujuan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan sesuai mekanisme yang ada,’’ ujar Bupati Suwirta. Dijelaskan, kesesuaian program kerja Kabupaten Klungkung dengan provinsi dan pusat harus terus disesuaikan. Menurut Bupati, di Kabupaten Klungkung ada sekitar 72 program yang sudah disusun dan disesuaikan dengan program provinsi dan pusat, sehingga ke depan Klungkung bisa mencapai yang terbaik. ‘’Yang jelas evaluasi mandiri sudah kita lakukan, tinggal memantapkan koordinasi,’’ jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Yusuf Ateh mengatakan dalam rangka mendorong percepatan implementasi SAKIP, Deputi Kementerian PAN RB melakukan bimbingan teknis dan asistensi terhadap kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Pemerintah fokus pada pencapaian prestasi pembangunan nasional melalui perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi efektifefisien serta monitoring dan evaluasi hasil pembangunan yang dilakukan secara konsisten dan berkala. Setiap tahun Kementerian PAN RB melaksanakan evaluasi atas implementasi SAKIP pada seluruh kemen-
terian, lembaga, dan pemerintah daerah. Tujuannya, untuk mengukur perkembangan implementasi SAKIP serta melakukan pembinaan yang berkesinambungan di seluruh instansi pemerintah. Evaluasi tersebut telah dapat memetakan instansi pemerintah pada beberapa kategori. Kementerian PAN RB juga memberikan rekomendasi dalam rapor tersebut, agar setiap pemerintah daerah mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran agar sesuai sasaran yang telah ditetapkan demi kesejahteraan masyarakat. ‘’Kami berharap terus ada peningkatan dalam penerapan SAKIP itu,’’ imbuhnya. (ad697)
Pendidikan
STPBI Jalin Kerja Sama Bidang Pengabdian Masyarakat dengan Dinas Pariwisata Kota Denpasar SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI), Senin, (27/1) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Penandatanganan MoU terkait kerja sama pengabdian masyarakat di bidang pariwisata itu dilakukan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. mengatakan, kerja sama pengabdian kepada masyarakat itu merupakan progran Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertama merupakan wujud pengajaran yang dilakukan di kampus, lalu penelitian, kemudian pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian, kata Made Sudjana, merupakan dharma yang ketiga. Namun, kerja sama kali ini dilakukan dengan pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Kerja sama ini, lanjut Sudjana, bertujuan menjalin relasi konstruktif saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Bagi STPBI, wujud kerja sama itu adalah agar mahasiswa bisa melakukan pengabdian
kepada masyarakat. Sedangkan buat Dinas Pariwisata adanya fasilitas seperti gedung DNA agar dimanfaatkan sehingga bisa mengembangkan pariwisata secara lebih berarti ke depannya. “Saat ini salah satu yang konsen dilakukan adalah kerja sama di bidang kebersihan. Bahkan pola kebersihan yang dirancang itu sesuai taraf internasional. Kebersihan yang dilakukan sesuai yang diberikan di kampus ini yang memang sudah termasuk kualifikasi Internasional,” pungkasnya. Ke depannya kerja sama pengabdian masyarakat itu diharapkan Sudjana terus bisa berlanjut, termasuk di bidang penelitian. “Jadi banyak sekali kerja sama di bidang penelitian bisa dilakukan. Salah satunya terkait pengembangan pariwisata di Denpasar. Kita harapkan mahasiswa bisa memiliki wawasan yang betul-betul komprehensif terkait pengembangan pariwisata,” harapnya. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ir. M.A. Dezire Mulyani, M.Si. mengatakan adanya kerja sama dengan STPBI diharapkan segenap bidang-bidang yang dikerjasamakan itu bisa berkem-
bang. Selain itu mahasiswa di STPBI dapat memanfaatkan keberadaan gedung DNA untuk pembelajaran. Terkait kerja sama itu STPBI juga memberikan masukan kepada Dinas Pariwisata. “Kerja sama saat ini dilakukan dalam bidang diklat. Di sini dijadikan tempat pelatihan mahasiawa. Salah satu jurusan yang ada di STPBI diharapkan bisa memanfaatkan keberadaan gedung ini untuk tempat praktik,” terangnya. Kepala Unit Penelitian STPBI Drs. I Wayan Pantiyasa, M.M. menambahkan, program pengabdian kepada masyarakat, merupakan bagian core bisnis STPBI. Pada kegiatan kali ini, peserta yang berpartisipasi merupakan mahasiswa yang menekuni program house keeping. Diungkapkannya, khusus pengabdian kepada masyarakat STPBI sendiri telah memenangkan hibah di Desa Plaga, yakni program kemitraan atau pendampingan desa mitra. Selain itu STPBI juga memenangkan dua hibah nasional, yakni program desa mitra PPDM. “Mudah-mudahan pengabdian ini bisa bermanfaat khususnya bagi Dinas Pariwisata,” harapnya. (ad687)
FOTO BERSAMA - Ketua STPBI bersama jajaran, Kepala Dinas Pariwisata Denpasar dan jajaran berfoto bersama di sela penandatanganan MoU terkait kerja sama Pengabdian kepada masyarakat, Senin (27/1) kemarin.
TURUN LANGSUNG - Wabup Kasta saat turun langsung ke lokasi KSP Sumber Rejeki.
Bali Post/kmb31
Wabup ”Bongkar” Koperasi Bodong di Sangkan Buana
Semarapura (Bali Post) -
Kasus gigitan anjing rabies terhadap lima warga Kupang, membuka masalah tempat para korban ini bekerja di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sumber Rejeki. Koperasi yang mengontrak di sebuah rumah di Lingkungan Sangkan Buana, Kelurahan Semarapura Kauh itu rupanya beroperasi tanpa izin dari Pemkab Klungkung. Persoalan ini akhirnya terbongkar setelah Wakil Bupati Made Kasta bersama Kepala Satpol PP dan Damkar melakukan sidak ke tempat itu, Senin (27/1) kemarin. Malah koperasi itu sudah berdiri sejak tahun 2009. Namun, hanya mengantongi izin dari Pemkot Denpasar saja. Padahal, kalau beroperasinya lintas kabupaten, seharusnya mengantongi izin dari provinsi. Kalau beroperasi di Klungkung, tentu harus ada izin Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung. “Namun badan hukum koperasi itu tidak jelas,” kata Wabup Kasta. Dia lantas meminta Ke-
pala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung, Wayan Ardiasa, untuk datang langsung ke lokasi dan mengecek keabsahan koperasi abal-abal ini. Setelah Ardiasa mengecek, dipastikan koperasi tersebut tidak pernah melaporkan kegiatannya. Koperasi itu juga tidak pernah RAT (Rapat Anggota Tahunan). Ini menandakan koperasi sesungguhnya tidak sehat. “Kami akan telusuri lagi
keabsahannya. Termasuk badan hukum yang dicantumkan di koperasi itu. Kami serahkan pemeriksaannya ke OJK Provinsi Bali agar dicek lebih lanjut,” terang Ardiasa. Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi, Ni Nengah Mastini, menegaskan kembali bahwa Koperasi Sumber Rejeki itu tidak mengantongi izin. Mastini menyarankan agar operasional KSP Sumber Rejeki ditutup sementara. Alasannya, ang-
gotanya tidak jelas. Tujuannya, agar tidak ada warga lainnya jadi korban. Sebab, belakangan ini cukup banyak koperasi bodong yang akan merugikan para nasabahnya. Ketua KSP Sumber Rejeki, Gde Ardika, beralasan memilih lokasi di Klungkung biar lebih dekat. Meski berizin dari Kota Denpasar, nasabahnya diakuinya lebih banyak ada di Klungkung, Bangli dan Karangasem. Total nasabah KSP Sumber Rejeki, kata Ardika, 200 orang. 20 orang di antaranya ada di Kecamatan Klungkung. Ardika juga berdalih tidak mengurus izin di Klungkung karena sebelumnya sudah pernah punya izin dari Kota Denpasar. Dia mengira kalau izinnya itu bisa dipakai beroperasi di Klungkung dan kabupaten lainnya. (kmb31)
Hilang Kendali, Pemuda Asal Rendang Tewas Tabrak Pohon Perindang Semarapura (Bali Post) Kecelakaan fatal merenggut nyawa I Wayan Deana (18), warga asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Minggu (26/1) malam. Korban hilang kendali saat melintas di TKP Jalan Raya Besakih-Klungkung, tepatnya di depan JFC Ca-
bang Desa Selat, Kecamatan Klungkung. Saat hilang kendali, korban menerjang pohon perindang di kiri jalan, hingga sepeda motornya hancur dan korban mengalami luka parah. Korban pun akhirnya meninggal dunia di TKP. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Made
Teja Dwi Permana, Senin (27/1) siang, mengatakan sebagaimana keterangan saksi-saksi yang dimintai keterangan di TKP, saat itu situasi jalan sepi, sekitar pukul 23.30 Wita. Di lokasi juga tidak ada hujan, sehingga kondisi jalan masih kering. Korban melaju dari arah
Bali Post/kmb31
KECELAKAAN TUNGGAL - Kondisi sepeda motor korban hancur usai kecelakaan tunggal di Desa Selat, Klungkung.
utara mengendarai sepeda motor Honda Genio dengan nomor polisi DK 5067 XZ. Ketika hilang kendali inilah, korban tiba-tiba melaju di luar jalur dan menabrak batu besar dan pohon perindang di timur jalan setempat, hingga kondisi sepeda motornya hancur. ‘’Ini kecelakaan tunggal.
Sepertinya korban hilang kendali lantas nabrak pohon,’’ kata Kasat Lantas. Akibat kecelakaan tragis itu, korban mengalami luka terbuka pada pipi kiri, retak kepala kiri, keluar darah dari hidung, cedera kepala berat, lecet pada tulang selangka dan lutut kiri. Luka
parah yang dideritanya itu, mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP. Polisi kemudian membawa korban ke Ruang Jenazah RSUD Klungkung. Kasat Lantas AKP Made Teja kembali mewanti-wanti agar berhati-hati saat berkendara. Terlebih saat malam
hari. Dia mengingatkan agar mengecek lebih dulu kondisi kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor. Kondisinya harus dipastikan layak pakai dan kondisi rem serta lainnya dipastikan masih berfungsi. Sehingga saat melaju di jalan raya, tidak berakibat fatal. (kmb31)
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Puncak Usaba Pura Dalem Puri
MO Besakih Turunkan Puluhan Petugas Tangani Sampah Amlapura (Bali Post) Puncak Usaba Pura Dalem Puri, Desa Besakih, Rendang, Karangasem, berlangsung Senin (27/1) kemarin. Membeludaknya umat Hindu yang tangkil meninggalkan banyak sampah. Sampah plastik dan bekas sarana upacara yang dibuang pamedek menumpuk di areal pura. Untuk mengangkut sampah tersebut, Manajer Operasional (MO) Pura Agung Besakih menyiapkan puluhan tenaga kebersihan. ‘’Kami libatkan 24 petugas untuk mengangkut sampah tersebut,” jelas Manajer Operasional Pura Agung Besakih, Jro Mangku Ngawit, Senin (27/1) kemarin. Pengangkutan sampah dilakukan tiga kali, yaitu pagi, siang dan sore. Sampah di sepanjang jalan dan sampah dari ped-
agang yang berjualan di Dauh Umah sampai di Kedungdung dikumpulkan dan diangkut pada pagi sampai siang hari. Sementara sore harinya, petugas mengangkut sampah di areal Parahyangan di Pura Dalem Puri. Untuk pengangkutan sampah pada pagi dan siang, pihaknya tetap melihat situasi pamedek yang tangkil. ‘’Seperti kemarin (Minggured), karena pamedek yang tangkil dari pagi sampai sore membeludak, maka kami lakukan pengangkutan malam harinya,” ujarnya. Staf Manajer Opersional Pura Agung Besakih bagian kebersihan yang bertugas di Besakih juga ikut terlibat dalam penanganan sampah. Mereka berbaur dengan petugas lainnya mulai pukul 06.00 sampai 22.00 Wita. Lebih lanjut dikatakannya, selain petugas keber-
sihan MO melakukan pengangkutan sampah di Pura Dalem Puri selama usaba berlangsung, pangayah dan pangemong Pura Dalem Puri ikut membantu mengangkut sampah yang ada. Tidak ketinggalan sejumlah instansi dan sekaa teruna-teruni Besakih sempat ngaturang ayah mareresik sampah yang ada di areal pura. Menurut Jro Mangku Ngawit, sampah yang ditangani cukup banyak, sehingga membutuhkan banyak tenaga untuk mengangkutnya. Sampah juga tidak bisa diangkut sekali, melainkan harus berkalikali. Pengakutan sampah menggunakan empat armada, dua unit carry, satu unit engkel bantuan Kantor Camat Rendang dan satu unit truk dam sampah bantuan Pemkab Karangasem. (kmb41)
Antisipasi Virus Corona
Diskes Terbitkan SE Peningkatan Kewaspadaan Dini Amlapura (Bali Post) -
Munculnya virus Corona di Tiongkok yang memakan banyak korban jiwa, menjadi perhatian serius semua pihak tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Karangasem. Untuk mengantisipasi virus tersebut, Dinas Kesehatan (Diskes) Karangasem mengeluarkan surat edaran (SE) peningkatan kewaspadaan dini terhadap serangan virus mematikan itu ke sejumlah instansi. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan virus Corona menjadi perhatian serius pihaknya karena penyebarannya sangat cepat. ‘’Kami telah menghadiri rapat koordinasi di p r o v i n s i t e r k a i t k e s i a psiagaan dalam menghadapi kasus virus ini,’’ ucapnya, Senin (27/1) kemarin. Langkah awal yang dilakukan Dinas Kesehatan Karan-
gasem adalah mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini terhadap penyebaran penyakit pneumonia yang disebabkan oleh virus Corona ke seluruh puskesmas, RSUD pemerintah dan swasta. ‘’Kami juga melaksanakan surveilans aktif oleh petugas pengawasan puskesmas ke pustu, poskesdes dan desa untuk pencegahan terjadinya kasus pneumonia,’’ katanya.
Selain itu, jelas Pertama, pihaknya melakukan koordinasi lintas program baik di Dinas Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi untuk memantau setiap perkembangan virus ini, termasuk surveilans aktif oleh petugas dari Dinas Kesehatan ke RSUD dan RS BaliMed. Melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) berbasis online, setiap ditemukan ada penyakit
yang berpotensi mewabah di masyarakat, dilakukan verifikasi alert ke rumah pasien untuk pencegahan dini. ‘’Kami juga melakukan koordinasi dengan KKP di Pelabuhan Padangbai untuk antisipasi virus ini. Bagi masyarakat yang menemukan kasus gejala pneumonia ini, supaya segera melaporkan ke kami. Dinas Kesehatan akan melakukan penyelidikan epidemiologi dan meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai perkembangan kasus serta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat melalui germas,’’ tegas Putra Pertama. (kmb41)
Kesehatan
Penyebab Ambeien dan Tips Mengatasinya Oleh dr. Made Ayu Laksmi Ratmayanti
AMBEIEN (wasir) merupakan gangguan pada daerah anus yang sering dijumpai. Ambeien dalam bahasa medis disebut hemorrhoid. Hemorrhoid adalah kondisi terjadinya pembengkakan pada pembuluh darah vena di daerah anus. Terjadinya kondisi ini dihubungkan dengan beberapa faktor seperti sembelit atau diare kronis, kebiasaan mengedan, kehamilan, kebiasaan duduk di toilet terlalu lama, mengangkat beban berat secara rutin, kebiasaan makan makanan rendah serat dan berhubungan seks melalui anus. Hemorrhoid dibagi dalam dua jenis, yaitu hemorrhoid interna dan hemorrhoid eksterna. Hemorrhoid interna adalah pembengkakan pembuluh darah vena pada rektum, sedangkan hemorrhoid eksterna
adalah pembengkakan pembuluh darah vena pada anus bagian luar. Hemorrhoid interna dibagi berdasarkan tingkat keparahannya. Derajat 1, pembengkakan vena berada pada rectum dan gejala yang sering timbul, yaitu adanya darah segar pada tinja pada saat buang air besar dan tanpa disertai rasa nyeri. Pada hemorrhoid derajat 2 terdapat benjolan yang merupakan pembengkakan vena dan benjolan tersebut keluar melalui anus pada saat mengejan, namun dapat masuk kembali secara spontan. Pada hemorrhoid derajat 3, benjolan menonjol keluar di anus saat mengejan, namun benjolan tersebut harus didorong atau dimasukkan kembali secara manual. Sementara pada hemorrhoid derajat 4, benjolan menonjol keluar anus
Oleh dr. Maximiliano Agustian Mahardhika
dan tidak dapat didorong masuk kembali. Bila benjolan sudah keluar melalui anus dapat menimbulkan gejala nyeri atau tidak nyaman pada anus, terdapat lendir yang menempel pada pakaian dalam, buang air besar terasa tidak tuntas. Hemorrhoid eksterna merupakan kondisi di mana terjadi pembengkakan pembuluh darah vena yang terletak di luar anus dan mungkin terasa gatal atau nyeri, terkadang bisa robek dan berdarah. Pada haemorrhoid eksterna dapat timbul penyumbatan pada pembuluh darah vena tersebut dan menimbulkan nyeri hebat dan peradangan. Penanganan haemorrhoid pertama yang dapat Anda lakukan di rumah adalah melakukan perubahan gaya hidup seperti makan makanan tinggi serat, banyak minum air, meningkatkan aktivitas fisik atau olahraga, duduk di bak yang berisi air hangat selama 10 menit tiga kali sehari. Hal yang harus Anda hindari, yaitu menunda buang air besar, mengangkat beban berat, duduk di toilet terlalu lama dan mengedan saat buang air besar. Bila setelah melakukan perubahan gaya hidup dalam enam minggu tidak menimbulkan perubahan, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Pilihan tindakan yang dapat dilakukan pada hemorrhoid dapat berupa non-operatif atau operatif tergantung dari tingkat keparahan haemorrhoid Anda. Apabila timbul nyeri hebat, perdarahan hebat pada anus, pusing melayang, terutama bila terdapat perubahan konsistensi tinja disertai darah segar secara terus menerus, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter karena perdarahan pada anus juga dapat disebabkan oleh hal lain seperti kanker colorectal. (ad677)
Jenazah Pustakawan Tusthi Eddy Dikremasi Keluarga Terima Piagam Penghargaan dari Dispustaka Amlapura (Bali Post) Jenazah pustakawan asal Karangasem, Nyoman Tusthi Eddy, dikremasi (makingsan ring geni) di Setra Desa Adat Karangasem, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem, Senin (27/1) kemarin. Dalam upacara itu, Dinas Perpustakaan menyerahkan piagam penghargaaan atas jasa almarhum selama menjadi sastrawan semasa hidupnya. Piagam yang diserahkan oleh Kepala Dispustaka Karangasem, I Wayan Astika, didampingi Ketua Komunitas Literasi Karangasem, I Made Regeg, diterima sang istri, Ni Nengah Wijani, didampingi beberapa putra-putri, cucu dan keluarga yang lain. Wayan Astika mengatakan, piagam ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasa alamarhum bagi pengembangan kepustakawanan sastra Indonesia dan sastra Bali modern di Karangasem dan Bali. Eddy
aktif di bidang seni sastra dan literasi budaya Bali serta kesenian pertunjukan. “Alamarhum adalah tokoh yang konsisten terhadap dunia literasi sastra dan kepustakawanan. Ratusan karyanya di bidang puisi, cerpen dan esai telah menasional. Karya almarhum telah dicetak dalam puluhan buku dan dijadikan referensi oleh rekan-rekan sesama penekun sastra,” ujar Astika. Khusus di bidang kepustakawanan, almarhum merupakan anggota Pemustaka Setia Perpustakaan Umum Karangasem. Meski usianya tua, hampir dua sampai tiga kali dalam seminggu berkunjung ke Perpustakaan Umum Karangasem untuk membaca dan meminjam buku. “Jasa beliau sangat besar. Beberapa kali almarhum menjadi juri dalam lomba bidang sastra yang digelar Perpustakaan Umum Karangasem. Koleksi
Apa Itu Rinosinusitis? Ayo Kenali Lebih Dekat!
buku perpustakaan miliknya mencapai empat ribuan buah,” katanya. Ketua Komunitas Literasi Karangasem, I Made Regeg, mengatakan Karangasem telah kehilangan sosok sastrawan besar. Ia mengharapkan karyakarya beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda selanjutnya. Istri almarhum, Ni Nengah Wijani, mengucapkan terima kasih kepada pihak Dinas Perpustakan dan Kearsipan Karangasem atas penghargaan yang diberikan kepada suaminya. “Semoga penghargaan ini memberi semangat kepada putra-putri dan cucunya meneruskan semangat bersastra,” ungkapnya. Nyoman Tusthi Eddy lahir di Dusun Pidpid, Kecamatan Abang, 12 Desember 1942, anak kelima dari lima bersaudara. Almarhum dikaruniai lima anak, 10 orang cucu dan tiga cicit. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PIAGAM - Kepala Dispustaka Karangasem didampingi Ketua Komunitas Literasi Karangasem menyerahkan piagam penghargaaan kepada Nyoman Tusthi Eddy (alm) yang diterima istrinya, Ni Nengah Wijani.
PENYAKIT rinosinusitis merupakan gabungan dari rinitis dan sinusitis. Rinitis adalah peradangan pada lapisan kulit dalam hidung, sedangkan sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Istilah sinusitis sekarang sudah tidak dipakai, digantikan oleh istilah rinosinusitis. Hal ini disebabkan karena sinusitis selalu terjadi bersamaan dengan rinitis. Sebelum membahas lebih jauh tentang rinosinusitis, kita harus tahu tentang sinus. Sinus merupakan rongga-rongga kecil berisi udara yang terdapat pada tulang tengkorak di sekitar hidung. Terdapat empat pasang sinus yang terletak di bagian belakang tulang dahi, bagian dalam tulang pipi, kedua sisi tulang hidung dan di belakang mata. Rinosinusitis dapat dibagi menjadi akut dan kronis. Akut bila penyakit terjadi < 12 minggu, sedangkan kronis bila penyakit terjadi ≥ 12 minggu. Orang-orang dengan riwayat alergi, asma, kelainan bentuk tulang hidung, adanya polip, infeksi pada gigi atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih besar terkena rinosinusitis. Faktor lain yang dapat berpengaruh adalah sering terpapar asap rokok dan udara dingin. Infeksi virus, bakteri atau jamur merupakan penyebab terjadinya penyakit ini. Gejala yang paling khas dari rinosinusitis adalah adanya nyeri pada rongga wajah atau sinus yang bertambah parah saat sedang menunduk. Infeksi pada sinus menyebabkan peradangan dan bengkak sehingga timbul rasa nyeri. Nyeri tersebut dapat dirasakan di bagian dahi, rahang atas dan gigi, pipi, sekitar hidung atau di area mata.
Gejala lainnya dapat berupa hidung berlendir, dengan lendir berwarna hijau kekuningan atau keruh. Hidung tersumbat, kesulitan bernapas, gangguan penciuman, batuk, suara serak, demam dan bau napas tidak sedap juga merupakan gejala yang dapat terjadi pada penyakit ini. Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis THT supaya bisa mendapatkan pengobatan yang tepat dan tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh di daerah hidung dan wajah, serta mungkin pada telinga dan tenggorokan bila terdapat keluhan. Pemeriksaan radiologi seperti foto rontgen dan CT-scan kepala mungkin diperlukan untuk membantu menegakkan
diagnosis. Anda tidak perlu khawatir karena rinosinusitis dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat. Obat yang diberikan tergantung berat ringannya penyakit dan gejala yang ada. Antibiotik, antiradang, dekongestan (melegakan pernapasan), penurun panas dan antinyeri merupakan obat-obatan yang biasanya diresepkan oleh dokter. Apabila keadaan lebih parah dokter juga dapat menganjurkan dilakukan operasi. Pencegahan rinosinusitis dapat dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh kita, seperti mengurangi paparan terhadap asap rokok, istirahat yang cukup, olahraga teratur serta minum air yang cukup. Melakukan imunisasi flu sesuai jadwal juga dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi. (ad676)
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Air Danau Batur Berubah Warna Pembudi Daya Ikan Khawatir
Bangli (Bali Post) –
Air Danau Batur di Kintamani berubah warna, Senin (27/1) kemarin. Kondisi itu diduga terjadi karena adanya semburan belerang dari dasar danau. Fenomena itu membuat para pembudi daya ikan di Danau Batur khawatir dengan kondisi ikan mereka yang dibudidayakan dalam keramba jaring apung (KJA). Dari informasi yang dihimpun, air Danau Batur itu mulai mengalami perubahan warna sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita. Air danau yang biasanya berwarna kebiruan berubah warna menjadi hijau keputih-putihan. Made Antara, petani ikan di Desa Buahan mengatakan, kondisi itu terjadi di hampir
semua wilayah. “Hampir seratus persen air danau berubah warna,” ungkapnya sore kemarin. Dia mengaku belum tahu secara pasti bagaimana kondisi ikannya di KJA dengan adanya perubahan warna air danau tersebut. Sebab ia sendiri belum berani menengok ikan-ikannya di KJA.
“Sudah tidak bisa ngomong apa,” ujarnya pasrah. Petani ikan lainnya, Ketut Jembawa, menduga perubahan warna air Danau Batur itu terjadi akibat adanya semburan belerang dari dasar danau. Sebagaimana fenomena yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Selain berubah warna,
Jembawa mengatakan air Danau Batur juga mengeluarkan bau menyengat seperti belerang. Hingga sore kemarin, dia mengaku belum mengetahui kondisi ikannya di KJA. Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, semburan belerang di Danau Batur itu sangat mengancam kehidupan ikan di KJA. Semburan belerang dapat menyebabkan kematian ikan tergantung tingkat keparahannya. Biasanya, kondisi seperti ini berlangsung selama tiga
Peringatan HUT Ke-68 Dinkes dan Hari Gizi Nasional Dorong Generasi Milenial Sadar Gizi
PADA peringatan HUT ke-68 Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Hari Gizi Nasional ke-60, Senin (27/1) kemarin, jajaran kesehatan berkomitmen mengatasi permasalahan gizi di masyarakat yang hingga saat ini masih ada. Selain memenuhi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dan menjaga keseimbangan gizi ibu hamil, pemerintah saat ini sedang menerapkan dan mendorong sadar gizi untuk generasi milenial. Kepala Dinas Kesehatan Provinzi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, saat ini Indonesia masih menghadapi permasalahan kekurangan gizi seperti stunting dan gizi buruk. Tidak hanya kekurangan gizi tetapi juga menghadapi kelebihan gizi, yaitu obesitas dan permasalahan gizi mikro, seperti anemia pada ibu hamil. Masalah gizi ini, kata dia, tidak langsung terjadi tetapi membutuhkan periode yang cukup lama. Bahkan dari kehamilan. Karena itu, untuk mengatasi permasalahan ini harus dilakukan semenjak dini. Ia melanjutkan selain memenuhi gizi di 1.000 hari pertama kehidupan, saat ini juga didorong pemenuhan gizi pada generasi milenial. ‘’Pemenuhan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan dimulai saat usia kandungan selama sembilan bulan dan hingga usia dua tahun. Pada masa kehamilan kebutuhan gizi ibu dan janin dipenuhi baik mikro dan makro. Penerapan ASI eksklusif selama enam bulan dan kemudian ASI tetap diberikan hingga dua tahun ditambah makanan tambahan,’’ jelasnya. Pemenuhan gizi ini dipandang penting dimulai sejak dini untuk mencegah terjadinya stunting, gizi buruk dan permasalahan gizi lainnya. Karenanya pada Hari Gizi Nasional tahun 2020 ini diambil tema ‘’Gizi Optimal untuk Generasi
PELEPASAN BALON - Dalam memperingati HUT ke-68 Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Hari Gizi Nasional ke-60, Senin (27/1) kemarin, jajaran kesehatan berkomitmen mengatasi permasalahan gizi di masyarakat yang ditandai pelepasan balon. Milenial’’. Jika asupan gizi yang cukup diterapkan sejak remaja, diyakini kesadaran pemenuhan gizi ke depan akan terpenuhi. Langkahlangkah mengajak generasi milenial agar sadar akan asupan gizi yang cukup adalah dengan melakukan sosialiasi melalui media sosial. ‘’Kita harus melakukan pendekatan dengan cara milenial juga. Jadi sosialisasi melalui media sosial. Selain itu juga menggandeng perguruan tinggi di bidang kesehatan. Seperti Poltekkes untuk menyasar generasi milenial ini,’’ ujarnya. Direktur Poltekkes Bali A.A. Ngurah Kusumajaya menambahkan, sebagai lembaga perguruan tinggi kesehatan, Poltekkes Bali bertugas membantu pemerintah dalam hal pemenuhan gizi di masyarakat. Mengenai pemenuhan gizi generasi milenial ini, pihaknya mengajak
generasi muda untuk memperhatikan isi piringku. ‘’Maksud gerakan ini mengajak generasi muda mulai melihat nilai gizi yang ada di dalam piring makanannya. Bukan berarti hanya sekadar pamer di medsos atau sekadar mengikuti trend makanan,’’ ujarnya. Ia mengakui kebanyakan generasi muda saat ini asupan gizinya tidak seimbang. Bahkan masih sangat jarang mengonsumsi buah dan sayur. Cara makan dan minumnya pun terkadang tidak sehat. Sehingga secara perlahan, kesadaran memenuhi asupan gizi yang seimbang diberikan kepada generasi muda. ‘’Apabila generasi muda sudah sadar akan gizi yang cukup dan seimbang, maka mereka akan menerapkan asupan gizi yang baik pada anakanaknya di kemudian hari,’’ ujar Kusumajaya. (ad674)
hari. Kalau ada angin dan ombak, belerang di danau itu akan cepat hilang. Namun sebaliknya kalau kondisi danau tenang, belerang di Danau Batur akan lebih lama. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Wayan Sarma, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah menerima laporan soal fenomena perubahan warna air Danau Batur kemarin pagi. Perubahan warna terjadi hampir merata di semua wilayah. Hingga sore kemarin
pihaknya belum menerima adanya laporan terkait kematian ikan akibat dampak perubahan warna air danau tersebut. “Laporan kematian ikan belum kami dapatkan. Mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya. Terkait fenomena itu, Sarma mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel air danau di beberapa titik, yakni di wilayah Seked, Buahan dan Kedisan. Sampel air itu diambil diuji laboratorium guna mengetahui penyebab perubahan warna air terse-
but. “Kalau belerang biasanya muncul di bulan Juli-Agustus. Fenomena ini belum tentu akibat semburan belerang. Untuk memastikannya nanti lihat hasil lab. Belum ada bau belerang di danau,” terangnya. Untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat fenomena ini, Sarma mengimbau pembudidaya tidak menambah populasi ikan di KJA sementara waktu ini. Pembudidaya juga diimbau untuk memanen dini ikannya di KJA. (kmb40)
LPK Best College Gelar Wisuda Perdana Lulusannya Dijamin Terserap di Kapal Pesiar
LEMBAGA Pelatihan Kerja (LPK) Best College di Jalan Sedap Malam No.55A, Kesiman, Denpasar Timur, berdiri sejak tahun 2010. Meski tergolong baru, andil LPK Best College ini besar sekali dalam menekan angka pengangguran. Bagaimana tidak, ratusan lulusannya langsung terserap kerja di kapal pesiar luar negeri. Bahkan Best College ini kewalahan memenuhi permintaan agen penyalur tenaga kerja kapal pesiar. Pada Senin (27/1) kemarin, Best College menggelar acara Wisuda Perdana Program Hospitality Basic Level di Hotel Grand Bali Beach, Sanur. Tercatat 120 mahasiswa ambil bagian dalam wisuda itu. “Sebagian besar wisudawan kami tidak bisa hadir, karena mereka sudah bekerja di kapal pesiar. Ini adalah kebanggaan kami karena lulusan Best College langsung terserap di kapal pesiar. Kami jamin 100 persen lulusan kami pasti kerja di kapal pesiar,” ujar Executive Director LPK Best College Made Sudiarta, S.S., M.Par. Menurut Sudiarta, Best College membuka dua program Hospitality Basic Level, yaitu untuk Program Reguler ada Jurusan Kantor Depan, House Keeping, Food and Beverage (FB) Service dan FB Product. Program Executive, ada Jurusan Bartender dan English For Job Interview. “Kami sudah memiliki alumni sekitar 600 orang. Mereka semuanya sudah bekerja. Ke depan ada program bagus untuk anak-anak baru lulus, yaitu diberikan kompetensi khusus yang mendaftar tahun ajaran 2020 ini. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di tempat kami ini setara Diploma 1. Masa teorinya 6 bulan dan 6 bulan
WISUDA - LPK Best College menggelar acara Wisuda Perdana Program Hospitality Basic Level di Hotel Grand Bali Beach, Sanur. praktik. Karena itu jadwalnya sangat padat,” ucapnya. Keistimewaan Best College adalah mahasiswa yang sudah selesai di kelas hospitality, kemudian mereka dilatih dan dibimbing supaya proses keberangkatannya ke kapal persiar bisa dipercepat. Selain itu diberikan harga khusus 50 persen lebih murah dari kelas eksekutif umumnya. “Ini keunikan lembaga kami dibandingkan LPK lainnya. Terutama mencetak SDM sesuai Visi Best College. Komitmen totalitas kami itu semata-mata ingin mengurangi pengangguran. Karena itu kami pun langsung menyalurkan ke sasaran kerja. Dosen pengampunya minimun S-1 Sastra Inggris, ada S-2 bahkan S-3 termasuk dosen perguruan tinggi negeri banyak mengajar di tempat kami. Sehingga kualitas lembaga kami tidak jauh beda dengan yang negeri,” ujar Sudiarta. Mahasiswanya pun tidak hanya dari Bali, melainkan go nasional karena dari berbagai daerah.
Di antaranya dari Lampung, Jakarta, Bangka Belitung, Riau, Pekan Baru dan Kupang. “Kami juga ada koperasi. Bagi lulusan kami yang kekurangan dana untuk berangkat ke luar negeri bisa memanfaatkan koperasi tersebut. Untuk pembayarannya bisa diatur,” tutupnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar Drs. I Gusti Agung Rai Anom Suradi, M.M. mengatakan, pihaknya sebagai lembaga pembina akan membina apa yang dihasilkan LPK ini. Bagaimanapun juga LPK ini berkontribusi positif bagi Pemkot Denpasar dalam kaitannya menekan angka pengangguran. “Kami mengimbau agar LPK menerapkan 3M, yaitu melatih, mensertifikasi dan menempatkan. Kami menekankan poin ketiga, yaitu menempatkan. LPK harus mampu menempatkan anak didiknya di dunia kerja sehingga semakin dipercaya,” harap Gusti Agung Rai Anom Suradi. (ad668)
Ngusaba Sambah
Warga Subaya Buat Ayunan Belasan Meter KRAMA Desa Subaya akan menggelar Karya Ngusaba Sambah di Pura Bale Agung desa setempat. Uniknya, jelang pelaksaaan karya, krama membuat susunan bambu sebagai ayunan setinggi belasan meter. Bagaimanakah keunikan Ngusaba Sambah?
Bali Post/ist
MERAKIT BAMBU - Krama desa sedang merakit bambu untuk ayunan.
Perbekel Desa Subaya, Nyoman Diantara, Senin (27/1) kemarin mengatakan, ayunan tersebut didirikan di areal Jaba Tengah Pura Bale Agung. Pembuatan ayunan bambu itu sudah dilakukan krama sejak Minggu (26/1) lalu. Ayunan yang dirakit dari batang bambu setinggi 12-15 meter itu nantinya akan digunakan maayunan saat wayonan, yakni sehari setelah puncak karya. Di puncak ayunan akan dihaturkan bhakti/banten. “Nanti satu hari itu khusus maayunan saja. Semua krama, terunateruni dan anak-anak nanti maayunan secara bergiliran,”
ungkap Diantara. Puncak Karya Ngusaba Sambah di Pura Bale Agung itu akan dilangsungkan 30 Januari mendatang. Diantara mengatakan upacara Ngusaba Sambah rutin dilaksanakan krama di Subaya setiap tahun sekali saat Sasih Kapitu. “Puncak karya dilangsungkan jam 12 malam,” ujarnya. Ketut Suar, selaku penasihat Prajuru Adat Desa Subaya mengatakan pembuatan ayunan setinggi belasan meter itu dilakukan selama tiga hari. Di puncak ayunan itu terdapat asagan yang dipakai sebagai tempat menghatur-
kan banten. Ayunan dibuat sebagai persembahan krama kepada Ida Batara Ratu Ayu di Pengubengan. “Memang harus dibuat setinggi itu. Nanti Ida Batara kalinggihang di sanggah ayunannya. Sementara di bawahnya dipakai krama maayunan,” terangnya. Dikatakannya, prosesi maayunan akan dilaksanakan selama sehari penuh
pada saat wayon, yakni satu hari setelah puncak karya. Lontaran ayunan bisa mencapai ketinggian 7 sampai 9 meter. Suar mengatakan yang unik, meski tinggi namun selama ini belum pernah ada krama yang mengalami musibah saat maayunan. “Berapapun tingginya tidak pernah terjadi musibah. Walaupun ada yang jatuh tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.
Maayunan hanya boleh dilaksanakan saat Karya Ngusaba Sambah. Tidak boleh di luar itu. “Kepercayaan leluhur dulu, kalau bisa diharapkan semua krama biar dapat maayunan. Walaupun tidak tinggi, ya sebatas dapat naik di ayunan saja cukup. Pada intinya suatu keharusan bagi krama,” pungkas mantan Perbekel Desa Subaya itu. (ina)
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Warga Temukan Tengkorak di Hutan
Singaraja (Bali Post) Tengkorak manusia ditemukan di kawasan hutan produksi terbatas tidak jauh dari kawasan Labuhan Lalang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Tengkorak itu pertama kali ditemukan oleh saksi Putu Suladra (28), warga Banjar Dinas Garuda, Desa Pejarakan. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, Minggu (26/1) lalu, saksi ini masuk ke hutan produksi tersebut. Ia terkejut setelah menemukan tengkorak manusia. Saksi kemudian memberitahukan hal itu kepada Satpam Hotel Pelataran Pulau Menjangan, Made Suasana (38), dan diteruskan ke aparat desa. Kejadian itu lantas dilaporkan ke Polsek Gerokgak untuk diselidiki. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Senin (27/1) kemarin, membenarkan menerima
laporan penemuan tengkorak manusia. Selain tengkorak, juga ditemukan tulang-belulang yang sudah rapuh. Barang bukti itu kemudian dievakuasi untuk dititip di ruang jenazah RSUD Buleleng. Polisi belum memberi keterangan pasti terkait temuan tengkorak dan tulang-belulang itu dengan alasan masih diselidiki. Selain itu, polisi masih menunggu hasil identifikasi oleh tim Laboratorium Forensik Cabang Denpasar. “Kalau laporan penemuannya benar, kasus ini masih didalami Polsek Gerokgak,” katanya. Informasi lain menyebut, di sekitar temuan tengkokrak ditemukan ada bekas tanah galian. Tanah galian itu mirip seperti lubang kuburan dengan panjang sekitar 1,5 meter. Dari pengamatan kasat mata, tengkorak dan bekas tanah galian itu diperkirakan lebih dari enam bulan ada di lokasi. (kmb38)
Pembebasan Lahan Bendungan Tamblang
237 Pemilik Tanah Setuju Ganti Rugi Uang Tunai Singaraja (Bali Post) -
Tim pembebasan lahan proyek pembangunan Bendungan Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, melaksanakan musyawarah terkait bentuk ganti rugi tanah yang masuk dalam jalur proyek. Tercatat 237 orang pemilik dengan 212 bidang tanah menyebar di empat desa meliputi; Desa Bila, Bontihing (Kecamatan Kubutambahan), Bebetin dan Desa Sawan (Kecamatan Sawan) setuju ganti rugi dengan uang tunai. Musyawarah ganti rugi dihadiri Kepala BPN Buleleng Komang Wedana bersama Kepala BWS Bali-Penida Airlangga Mardjono, aparat kecamatan dan perangkat desa terkait. Komang Wedana mengatakan, sesuai mekanisme tim pembebasan lahan wajib mengundang pemilik tanah yang terkena jalur proyek. Setiap pemilik tanah dimintai persetujuannya terkait bentuk ganti rugi. Semua pemilik menyepakati ganti rugi dalam bentuk uang
tunai. Tim pembebasan lahan kemudian memvalidasi berkas kepemilikan tanah dan dokumen lain. Setelah lengkap dan lolos validasi, tim pembebasan lahan menunjukkan perhitungan nilai ganti rugi yang sudah dihitung oleh appraisal independen. Kalau pemilik setuju, BPN menerbitkan surat lolos validasi dan dilanjutkan dengan membayar ganti rugi. Jika pemilik keberatan dengan nilai ganti rugi, tim pembebasan la-
han mempersilakan menempuh mekanisme konsinyasi di PN Singaraja. Menurut Kepala BWS BaliPenida Airlangga Mardjono, semua berkas kepemilikan tanah warga ditargetkan dibayarkan dalam minggu ini. Sebanyak 212 bidang tanah itu akan diganti rugi dengan anggaran dana APBN Tahun 2020 senilai Rp260 miliar. “Berapa nanti yang lolos validasi segitu kami realisasikan. Kami targetkan lima hari kerja tuntas,”
katanya. Setelah pembayaran ganti rugi tanah tuntas, BWS akan menginjak pada pelaksanaan konstruksi. BWS sudah memulai tahap persiapan proyek sejak akhir tahun 2019 yang lalu. Pekerjaan ini meliputi pembukaan akses jalan untuk mobilidasi alat berat dan pembangunan base camp di lokasi proyek. Setelah pembebasan tanah ini, pengerjaan struktur fisik akan dimulai hingga tuntas tahun 2020 mendatang. Struktur fisik Bendungan Tamblang dibangun dengan pagu anggaran Rp769 miliar. Salah seorang pemilik tanah, Ketut Suartana, asal Desa/ Kecamatan Sawan, mengaku senang setelah mengetahui nilai ganti rugi atas tanahnya. Pasalnya, tanah dibeli pemerin-
tah Rp33 juta per are. Padahal, harga pasaran berkisar Rp22 juta per are, sehingga dirinya menyetujui nilai ganti rugi atas tanah miliknya itu. Akan tetapi, ada pemilik tanah yang sepertinya ragu dengan nilai ganti rugi. Terutama pemilik tanah yang produktif seperti sawah dan perkebunan. Selain itu, ada warga pemilik tanah minta sisa tanah yang tidak masuk dalam garis proyek agar ikut diganti rugi. Alasannya, kalau diusahakan tanah tersebut tidak akan membeli hasil optimal karena sempit. Seperti diungkapkan pemilik tanah Gede Tarsa. Tanah miliknya seluas 15 are terkena garis proyek seluas 10 are, sehingga sisanya 5 are diusulkan agar ikut dibebaskan oleh pemerintah. (kmb38)
Pangdam Pantau Pendidikan Siswa Secata menggunakan akal dan nalar selama menjalani pendidikan, terutama kesehatan. Pangdam juga memberikan penekanan kepada organik Secata “A” Rindam IX/ Udayana agar dalam mendidik dan membina para Prajurit Siswa berinovasi, sehingga dapat melaksanakan seluruh kegiatan secara maksimal dan tercapainya tujuan pendidikan. “Tumbuhkan motivasi dan ciptakan kreasi-kreasi dalam mendidik peserta didik, agar mereka dapat secara maksimal melaksanakan pendidikan yang diwajibkan,” jelasnya. (kmb38)
PERIKSA - Polisi melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan tengkorak dan tulang-belulang manusia di hutan produksi Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak.
Singaraja (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. memantau proses pendidikan Prajurit Siswa Secata “A” Rindam IX/Udayana beberapa waktu lalu. Pangdam bersama Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri memberi motivasi kepada ratusan siswa dari beberapa provinsi di Tanah Air. Benny Susianto mengingatkan siswa agar mengikuti materi pendidikan dengan baik dan menjaga kesehatan. Aturan dan jadwal waktu yang sudah ada wajib diikuti dengan baik. Pendidikan akan ditempuh 5 bulan dan sekarang baru masuk 2 bulan atau 40 persen. Itu artinya para siswa ini memiliki sisa waktu cukup panjang sebelum menamatkan pendidikannya. Para Prajurit Siswa mesti
Cr Hairdresser Bs Facial+Cream bath,Mani-Pedi Gj1,5jt+Kom 10% Lok.Dewi Sri,081237385791 Wina
Dcr Driver,Garden,Engnring.Hub Bhuwana Ubud Htl(0361)971915 Email:hr@bhuwanaubudhotel.com
Dcr tenaga Serabutan,SIM C Gatsu Tengah 322, 081338324935
Bali Post/ist
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!2Karyawati, 2 Checker Pria Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran(dekat SPBU)
B.BP.004.01.20.0000679
Cari Staf Money Changer(Pria) hub.08123636456
B.BP.001.01.20.0000691
Dcr Sgr Sopir Pribadi Bw Matic Hub:085238321559/0361-751223 B.BP.001.01.20.0000686
B.BP.001.01.20.0000661
Cr Staff Administrasi/Akunting Perusahaan Kosmetika Renon Dps WA Chat.081558074104 B.BP.004.01.20.0000681
Dcr Cook min Tamatan SMK tdk diutmkn pglmn di Hotel Jepun Bali Kuta/0361-763585 B.BP.154.01.20.0000695
LOKER
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
B.BP.004.01.20.0000629
Dcr PRT wnt tgl dlm Gj.2,1jt serius kerja Telp.087734684240
B.BP.004.01.20.0000678
Dcr Segera Karyawati bersih2 utk villa rental di Legian. Diutamkan yg jg bisa ke Sanur & Batubulan.PArttime (jam 7-11) Hub:081337967727 di jam 8-15
B.BP.001.01.20.0000672
SISWA - Ratusan Prajurit Siswa Secata “A” Rindam IX/Udayana menerima kunjungan kerja Pangdam IX/Udayana.
B.BP.001.01.20.0000666
DcrTng Krim lele(pake spd Mtr) H.081246682139/081916982311 B.BP.004.01.20.0000680
Dicari Sopir SIM B1 Pria Umur Max 35th&Helper Pria max 30th untuk kerja di Perusahaan CV Surya Buana Jl.Sekar Sari No. 23 Dps Timur Hub.081337070443 B.BP.001.01.20.0000520
Bali Post/ist
Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445 B.BP.001.01.20.0000662
Sales Punya Motor + Accounting Jl.Gatsu Barat WA.081953505908 B.BP.001.01.20.0000665
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh 2 are Dalung 400jt Hub.082147454248 B.BP.164.01.20.0000688
DIJUAL TANAH
DIJUAL TANAH
Dijual salah satu.3Bidang Tanah di Ibukota baru 6HA,4HA&0,8 HA,SHM Kec Sepaku Kab Penajam Kaltim Hub.081347640122
Tanah 6,7Are Cok Agung Tresna Renon Dps.Hub:081934595660 TP
B.BP.033.01.20.0000694
Djl Tnh Kav aspek Perum.Dentim dkt dr Jl.Induk 081337141817
B.BP.001.01.20.0000664
KEHILANGAN Hlg BPKB Psd Mtr Ymh DK4149LU, An:I Ketut Subawa,081236889010
B.BP.001.01.20.0000635
B.BP.001.01.20.0000673
Jual Tnh SHM 2are Jl.Gatsu I/V Dps, 081353099090
TlhHlg BPKB mtr Vario DK5414ZQ a/n AnakAgung Kade Sumertadana
B.BP.001.01.20.0000667
B.BP.159.01.20.0000682
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Charoen Pokphand Foundation Indonesia Gelar Pelatihan ’’Bakti pada Guru’’ CHAROEN Pokphand Foundation Indonesia menggelar pelatihan bagi guruguru SD dan SMP se-Jembrana bertajuk ‘’Bakti pada Guru’’ di GOR Krisna Jvara di Kelurahan Dauhwaru, Kabupaten Jembrana, Senin (27/1) kemarin. Pelatihan yang digelar selama dua hari (Senin-Selasa) ini menghadirkan trainer dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Diharapkan melalui pelatihan ini, para guru yang nantinya mencetak para penerus bangsa bisa menambah wawasan dan pengetahuan terutama dalam hal mengajar. Memberikan energi baru dalam berinteraksi baik dengan para murid dan lingkungan sekolah. Sekjen Charoen Pokphand Foundation Indonesia Andi
Magdalena mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu persembahan Charoen Pokphand Foundation Indonesia bagi para guru yang akan mencetak para generasi emas dalam program ‘’Bakti pada Guru’’. Dengan mengambil tema ‘’Pengembangan Diri bagi Guru yang Ideal’’ diharapkan melalui workshop ini dapat meningkatkan kompetensi dan wawasan para guru khususnya berkaitan dengan pendidikan karakter. Memasuki era revolusi industri 4.0 ini, para guru yang ideal dituntut bukan hanya mengejar prestasi anak didik maupun mengikuti perkembangan teknologi saja. Prestasi itu juga harus diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat. Di sinilah guru memberikan
pendidikan karakter bagi anak didik mereka, sehingga para siswa bukan hanya unggul dalam prestasi kelas, tetapi juga mempunyai fondasi karakter positif yang kuat. Tiga poin yang menjadi kunci sukses ke depan nantinya yakni keterampilan, literasi dan karakter. Program ‘’Bakti untuk Guru’’ oleh Charoen Pokphand Foundation Indonesia ini sudah digelar di 44 kabupaten/kota di Indonesia dari Sumatera hingga Papua. Di Provinsi Bali, selain di Jembrana kegiatan serupa juga akan digelar di Tabanan. Bupati Jembrana I Putu Artha yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana Ni Nengah Wartini menyambut baik pelatihan pendidikan karakter bagi
guru yang digelar Charoen Pokphand Foundation ini. Guru sebagai ‘’insan pembangun cendekia’’ dan ‘’penggerak Indonesia maju’’ perlu meningkatkan ompetensi dan wawasan menuju sosok guru yang ideal. Sehingga nantinya proses pembelajaran peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa. Bupati berterima kasih kepada Charoen Pokphand Foundation yang sudah berkenan menyambangi Jembrana untuk memberikan pelatihan ini dan diharapkan terus berkelanjutan. (ad689)
Daya Saing
Peringati Hari Gizi
Astra Motor Bali Berbagi dengan Anak-anak
MEMPERINGATI Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020, Astra Motor Bali mengadakan kegiatan kunjungan ke sekolah Taman Kanak-kanak Margajati yang berlokasi di lingkungan sekitar Main Dealer Honda. Kunjungan kali ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar perusahaan khususnya di Hari Gizi dengan menyerahkan bantuan 50 buku mewarnai dan puzzle, serta bola untuk menambah koleksi di area kids corner sekolah. Kegiatan yang dikemas dengan happy fun bersama anak-anak, diisi dengan games dan tebak kata yang menarik, serta permainan puzzle yang diikuti seluruh anak taman kanak-kanak. Suasana riang ceria terlihat di wajah anakanak apalagi saat pihak Astra Motor membagikan 150 botol susu yoghurt yang merupakan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Corporate Communica-
tion Astra Motor Bali Sri Mayuni mengatakan Hari Gizi Nasional bukan sekadar momentum, namun dijadikan sebagai bentuk peringatan bahwa gizi berperan penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang. ‘’Kunjungan dalam rangka Hari Gizi ini adalah wujud kedekatan kami
selaku pihak Honda dengan stakeholder yang berada 500 meter dari perusahaan. Kami ingin berbagi dengan anakanak sekaligus mengenalkan ke mereka bahwa hari ini adalah Hari Gizi, harapan kami kunjungan dan bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat dan membawa kebaikan untuk semua,’’ ungkap Sri Mayuni. (bns)
Diterangkannya, Desa Adat Penarukan memiliki 740 KK adat dengan asumsi cacah jiwa hampir 3.000 penduduk. Sebagian besar warganya memiliki profesi ekonomi produktif, pengusaha dan tukang bangunan. Sementara untuk sektor pertanian, meski memiliki potensi lahan seluas 55 hektar, diakuinya, belum maksimal lantaran bersifat sawah tadah hujan. ‘’Kami pernah mengusulkan fasilitasi pengairan yang mengangkat air Tukad Yeh Abe yang ada di sebelah timur desa. Karena membutuhkan biaya besar akhirnya belum tercapai saat ini. Sehingga untuk pertanian hanya menjadi sampingan,’’ terangnya, Senin (27/1) kemarin. Meski demikian, Ida Bagus Tenaya mengatakan, potensi lainnya yang dimiliki seperti seni budaya dan potensi ekonomi di Desa Adat Penarukan tidak kalah dengan desa lain-
nya, bahkan berani bersaing. Misalnya untuk potensi desa di bidang kesenian, Desa Adat Penarukan tengah berupaya membangkitkan kembali kesenian lama dengan menggandeng para generasi muda dalam wadah kreasi yowana, yang dinamai Ananta Winangun. Untuk potensi seni, setiap banjar memiliki cerita Calonarang dengan judul dan ikon yang berbeda. Demikian pula seni tradisional lain seperti Topeng Sidakarya, dan geguntangan. Selain juga memiliki potensi seni ukir, yaitu stile ukiran Penarukan yang beda dengan jenis ukiran lainnya. ‘’Untuk potensi seni, para yowana sering tampil di Festival Kerambitan dan dijadwalkan akan ikut PKB 2021,’’ ucapnya. Sementara potensi ekonomi, Desa Adat Penarukan mampu menjadi nomor satu di tingkat Kecamatan Kerambitan untuk capaian aset LPD sebesar Rp47,2 miliar dan nomor tujuh di tingkat kabupaten. ‘’Semua ini tidak terlepas dari
kepercayaan warga, selain juga didukung oleh aktivitas ekonomi masyarakatnya berupa kelompok usaha pedagang garam, kelompok usaha jajan upakara, dan juga ada kelompok serati banten,’’ terangnya. Di samping itu, Desa Adat Penarukan juga terus membentengi diri agar tidak terkontaminasi budaya luar dengan awig-awig dan pararem. Mengingat Desa Adat Penarukan juga dilintasi wisatawan yang hendak menuju Pantai Kelating. ‘’Karena menjadi pelintasan ke objek wisata Kelating inilah kami punya rencana jangka panjang menjadi desa wisata, kita siap siap mengambil peluang itu dengan membangun dasar-dasar pariwisata,’’ terangnya. Konsep yang rencananya ‘’dijual’’ yakni mempersiapkan hunian homestay dikombinasikan pertunjukan pentas seni tari dan jamuan makan malam, di samping atraksi tradisional seperti matekap, dan kunjungan kepada kube-kube kesenian ukir. (kmb28)
‘’Saat ini pemerintah harus membuat kebijakan yang memberikan kemudahan dan keringanan persyaratan bagi wisman yang datang ke Indonesia, termasuk ke Bali. Demikian juga pihak industri pariwisata bisa memberikan insentif, keringanan biaya kepada wisman agar keberlangsungan bisnis pariwisata tetap berjalan,
karena bisnis pariwisata sangat terkait dengan kegiatan sektor-sektor ekonomi yang lain,’’ tukas mantan Dekan Fakultas Pariwisaa Unud ini. Selain itu, Bali yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi tentu seharusnya mulai memikirkan pengembangan sektor lain yang potensial. Sebab, sektor pariwisata sangat rentan dengan berbagai kondisi yang tidak bisa diprediksi. Jadi
sangat riskan kalau hanya bergantung pada sektor pariwisata. Meskipun ini tugas yang berat bagi pemerintah Bali, namun harus dilakukan, sehingga Bali tidak terus-terusan bergantung pada sektor pariwisata. ‘’Semoga ada jalan keluar terbaik yang bisa ditempuh untuk tetap bisa memajukan perekonomian Bali yang bisa menyejahterakan masyarakat Bali ke depannya,’’ pungkasnya. (win)
Industri Pariwisata
Selasa, 28 Januari 2020
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Eksistensi Upacara Yadnya di Tengah Dinamika Budaya (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Saba Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Gatra Praja Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini
Menurut Astawa, masih ada hal positif dengan adanya jeda karena wabah virus Corona ini. Bali bisa menata kembali pariwisatanya, sehingga ke depan memiliki daya saing yang lebih kuat. Termasuk mengatasi masalah sampah, kemacetan, hingga krisis air yang selama ini menjadi momok pariwisata Bali. Pada intinya melakukan introspeksi secara sekala dan
niskala. Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana menambahkan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati baru saja mengeluarkan surat edaran tentang imbauan kejadian penyakit virus Corona. Salah satu isinya; hotel/akomodasi diminta tidak mengenakan cancellation fee terhadap agen perjalanan/wisatawan Tiongkok yang membatalkan kunjungan. Menurut Partha, pembata-
lan kunjungan wisatawan Tiongkok otomatis menurunkan tingkat hunian atau okupansi hotel. Dalam suasana perayaan Imlek, rata-rata okupansi biasanya mencapai 80-90 persen. Dengan adanya pembatalan, kemungkinan turun antara 30-40 persen. Namun pihaknya masih menunggu data pasti terkait penurunan okupansi tersebut. Ketua Divisi Bali Liang (Pangsa Pasar Tiongkok) Asita Bali Elsye Deliana men-
gatakan, sejak 27 Januari kemarin pemerintah Tiongkok sudah mengeluarkan larangan untuk warganya ke luar negeri dan berwisata ke seluruh dunia. ‘’Kita mengharapkan dalam 2-3 bulan bisa selesai, dan kita juga akan berpromosi terus karena Bali adalah salah satu yang disenangi turis-turis dari Tiongkok. Jadi kita tetap sesudah ini reda kita promosikan Bali dan sampai sekarang untungnya Bali belum tertular virus,’’ katanya. (kmb32)
Biaya Operasional
Tukang Bangunan
05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
BAKTI PADA GURU - Regional Head CPI Area Bali Nusra Maluku Papua Charoen Pokphand, Mr. Sanit, berjabat tangan dengan Kadisdikpora Jembrana Ni Nengah Wartini menandai dibukanya Workshop ‘’Bakti pada Guru’’ di Jembrana.
11:05 Wita Bali TV Shop Lutut 11:30 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Taman Sari TK Cis Dalung (1) 17:30 Wita Bali TV Shop
Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Ista Dewata Pura Kahyangan Jagat Pesimpenan Baturaya Siwa Budha Mahayana Sana 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Folk Song 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam
Tak ketinggalan SDM-nya atau pegawai dan sekaligus diberikan biaya operasional. Termasuk kendaraan dengan sopirnya, sehingga MDA Provinsi Bali dapat berfungsi dengan baik terkait tugasnya membina 1.493 desa adat di Bali. Desa adat di Bali utamanya diharapkan tidak menjadi arogan ataupun menjadi sumber masalah. ‘’Kalau serius, komit kita semua terhadap adat istiadat Bali, menghormati, mencintai, dan menjunjung tinggi budaya Bali, itu harus diwujudkan secara riil. Perda-nya sudah, dinasnya sudah, kantornya sudah, maka ke depan harus dilakukan pembinaan secara baik,’’ jelasnya. Koster menambahkan, pem-
bangunan kantor yang ditarget rampung dalam sembilan bulan ini memakai dana CSR BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta sebesar Rp9,8 miliar. Secara keseluruhan, pihaknya sampai saat ini sudah berhasil mengumpulkan total dana CSR sebesar Rp18,9 miliar dan masih akan bertambah lagi. Selain untuk membangun kantor MDA Provinsi, juga untuk membangun kantor MDA kabupaten yang tidak memiliki anggaran cukup dalam APBD-nya. ‘’Tahun ini yang akan dibangun Tabanan sama Jembrana. Kalau Gianyar dari APBD kabupaten. Nanti Badung dan Denpasar saya kira sendiri, kalau tidak kita akan kasih. Berikutnya Buleleng, Klungkung, Karangasem,’’ imbuhnya. Ketua DPRD Bali I Nyoman
Adi Wiryatama mengapresiasi dan mendukung pembangunan kantor MDA Provinsi. Sebab, baru pertama kali ada gubernur yang bisa mewujudkan upaya penguatan adat istiadat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali secara nyata. Mulai dari menerbitkan Perda tentang Desa Adat di Bali, membentuk Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, mengalokasikan dana desa adat masingmasing Rp300 juta langsung ke rekening desa adat, dan sekarang segera mewujudkan kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi. ‘’Kita tahu bersama bahwa adat kita adalah tulang punggung dari pembangunan kita di Bali juga, khususnya di bidang budaya,’’ ujarnya. Penyarikan Agung MDA Provinsi Bali I Ketut Sumarta mengatakan, sesuai Perda No.4
Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, MDA Provinsi salah satunya bertugas membuat pedoman hukum adat di Bali seperti pararem dan awig-awig. Selain itu, MDA Provinsi juga bertugas melakukan peradilan adat khusus yang terkait dengan wicara atau perkara adat murni. Sebagai contoh masalah hak waris, perebutan setra atau pura. Dikatakan bahwa negara tidak berwenang menyelesaikan perkara adat murni tersebut. ‘’Itu sudah dipraktikkan selama ini, cuma sekarang diakui oleh negara lewat perda. Ditegaskan lagi, MDA sebagai wadah bersama desa adat, bukan forum bendesa, diberi kewenangan untuk memutus perkara adat yang tidak terselesaikan di tingkat desa adat,’’ ujarnya. (kmb32)
Membuat Kisruh Produk investasi asuransi memutar dana kelolaan dalam rangka pembayaran klaim dan stabilitas solvabilitasnya. Proses bisnis khas seperti itu menggunakan mekanisme pasar dan dilakukan atas legalitas yang kuat (Pasal 5, POJK No.71 Tahun 2016) tentang aset yang diperkenankan dalam bentuk investasi. Karena itu, kecerdasan finansial menjadi menarik dalam konteks ini mengantisipai investasi penuh risiko. Uang memang bukan segalanya dan segalanya tidak semua bisa diselesaikan dengan uang, tetapi kalau alpa kecerdasan, uang akan membuat kisruh. Kecerdasan sendiri ada tiga; intelektual, emosional dan spiritual. Kecerdasan intelektual adalah bottom line standar kompetensi karena sifatnya kelihatan, tetapi banyak hasil riset yang menyebutkan kecerdasan emosional dan spiritual bisa menjadi determinan utama kesuksesan dan kegagalan sebuah misi penugasan. Kecerdasan intelektual penting tetapi belum cukup bila tidak disertai dengan kecerdasan emosional dan spiritual. Apakah kecerdasan finansial menyangkut ketiganya? Jawabannya ya, dana tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada orang tetapi juga kepada Tuhan (agar tidak kena mirat dana dan merta matemahan wisya). Mirat dana kurang lebih artinya mengemplang dana sebuah perbuatan dosa, sedangkan merta matemahan wisya artinya rezeki berubah jadi racun. Dua Dimensi Kecerdasan finansial memiliki dua dimensi; individual (unit keputusan perorangan) dan institusi yang diproksikan keputusan manajemen. Bersifat individual maksudnya cerdas mengelola isi dompet sendiri kemudian secara institusi dicirikan cerdas mengelola dana perusahaan apalagi itu dana publik. Pertama, dari sisi investor atau konsumen individual mereka harus mempunyai pengetahuan yang cukup untuk berinvestasi. Seyogianya dia memiliki kapasitas keuangan personal bagaimana merencanakan masa depan, hari tua dan proteksi jiwa/kesehat-
an. Kalau belum mampu mereka bisa memanfaatkan jasa konsultan keuangan (wealth management) mengelola surplus dana yang mereka miliki. Kedua, dari sisi penerima dana (lembaga keuangan) harus menjaga kepercayaan nasabahnya secara berkelanjutan dengan memberikan pelayanan paripurna dan edukasi. Agen perusahaan asuransi, misalnya, sepatutnya memberikan detail manfaat yang diperoleh dan bila si agen berhenti bekerja atau pindah ke perusahaan atau tempat kerja lainnya memberi tahu nasabahnya. Kontak person dan identitas jelas, sehingga mudah dihubungi saat membayar premi maupun mengurus klaimnya. Memang semua serba online tetapi nasabah akan merasa senang bila selalu didampingi pada saat dibutuhkan. Pada level manajerial yang mempunyai kewenangan keputusan investasi, kecerdasan finansial bisa juga diartikulasikan mampu dan bijak untuk menempatkan dana dengan profil risiko yang dinilai rendah hasil tinggi. Teori manajemen keuangan modern mempunyai hipotesis bahwa hubungan antara risiko dan return (hasil) bisa berbentuk huruf U terbalik artinya return yang tinggi tidak selalu garis lurus dengan risiko yang tinggi pula. Risiko bisa dikelola salah satunya dengan tata kelola perusahaan yang baik dan memampukan hasil return yang tinggi pula. Bila risk management tidak diperhatikan sama saja memindahkan risiko (risk shift) kepada masyarakat luas pemilik dana publik. Memindahkan risiko bermakna masyarakat menanggung kerugian perusahaan asuransi karena kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi. Risiko banyak ragamnya tetapi yang sulit diprediksi adalah volatilitas dalam risiko pasar surat berharga. Risiko operasional pun penting tetapi tidak bisa menilai kejujuran dan baru terukur secara post pacto atau ketika diberi diskresi. Faktor demografi nasabah dan pelaku usaha jasa keuangan yang bervariasi menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan perlindungan yang sehat. Realita muncul antara lain dalam bentuk konsumen atau calon nasabah yang
kurang peduli dengan risiko dari suatu tawaran investasi. Perilaku latah-latahan tetap ada di masyarakat kita. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha jasa keuangan harus dibarengi dengan upaya peningkatan budaya sadar risiko yang mencakup pengetahuan konsumen/nasabah atas hak dan kewajiban termasuk hak mendapatkan perlindungan hukum. Kecerdasan finansial diatribusikan dengan keuangan personal. Aplikasi keuangan personal contohnya bagaimana merencanakan dan memilih keuangan untuk hari tua, dan keuntungan dan kerugian antara asuransi atau tabungan hari tua. Memilih membutuhkan pengetahuan sebagai proses pengambilan keputusan meskipun dia tetap independen dengan hasil, sebab hari esok adalah kumpulan dari ketidakpastian. Proses yang baik umumnya akan menghasilkan hasil baik. Keputusan berbau spekulatif bak perjudian lokusnya ada di luar domain keuangan normatif, Bias Personal Dinamika penetrasi jasa keuangan internasional disertai adanya mobilitas modal, akselerasi teknologi informasi, dan inovasi arsitektur produk keuangan menjadi ladang baru dalam berinvestasi. Ragam investasi bermunculan dan bertebaran di mana-mana dengan berbagai variannya. Pada saat bersamaan juga muncul perilaku-perilaku oportunistik dan moral hazard yang memanfaatkan setiap peluang untuk mengeruk keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya. Ini adalah kendala dan tantangan dari pelaksanaan corporate governance. Ada masalah keagenan yang mengganggu tatanan perusahaan. Teori keagenan bertumpu pada tiga premis; biaya keagenan, informasi yang tidak simetris dan moral hazard. Biaya keagenan bisa dikurangi dengan tindakan monitoring, informasi tidak simetris dengan keadilan mengakses informasi. Yang paling sulit adalah moral hazard di mana monitoring dan evaluasi (monev) sekalipun tidak akan efektif manakala memang sudah diniatkan sejak awal oleh oknum pelakunya. Niat
prediktor terbaik dari perilaku. Investasi bodong modus yang sering muncul misalnya, merupakan fenomena keperilakuan bersifat bias personal. Perilaku tersebut dicirikan oleh rasa percaya diri berlebihan (over confident) atas keputusan yang dibuatnya. Hal ini bisa juga menimpa manajer keuangan perusahaan asuransi dalam mengelola portofolio bisnisnya. Perilaku percaya diri tanpa disadari akan meningkatkan kesalahan estimasi hasil investasi dana kelolaan. Bias personal percaya diri berlebihan misalnya manajer keuangan menginvestasikan kembali dana masyarakat atau dana publik dalam surat berharga meskipun saham-saham tersebut belum tentu memiliki kinerja baik, kapitalisasi serta likuiditas yang cukup. Terhadap indikasi kasus PT Asuransi Jiwasraya pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah yang patut diapresiasi. Audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi umpan balik penting untuk menelusuri bias personal yang mungkin menjadi penyebab dari kasus gagal bayar. Kita mendapat pelajaran yang berharga mengapa aset berisiko tinggi masih linear dengan keuntungan yang tinggi. Bagaimana tentang profil risiko dan langkah-langkah pengelolaan risikonya. Instrumen untuk mengelola dan mengendalikan lewat regulasi dan kebijakan yang ketat, transparan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat akan meminimalisir perilaku bias personal serta meningkatnya kepercayaan terhadap industri keuangan. Beberapa kemungkinan permasalahan yang menimpa industri keuangan bisa menjadi jangkar dalam mengambil keputusan mikro investor dan pilihan kebijakan strategis makro regulator. Dengan strategi edukasi dan literasi yang tepat diharapkan kecerdasan finansial meningkat dan bisa memitigasi bias pengetahuan dan emosional yang mungkin muncul, baik individual maupun institusi pengelola dana publik. Penulis, Guru Besar FEB Unud
Selasa Pon, 28 Januari 2020
Belum Dipastikan ASF
Pasokan Babi Dijamin Aman Jelang Galungan Denpasar (Bali Post)-
Ratusan babi yang mati di Tabanan dan Badung belum lama ini belum bisa dipastikan terkena virus ASF (African Swine Fever). Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali belum menerima hasil laboratorium pemeriksaan ratusan babi yang mati, sehingga belum berani menyebut wabah ASF. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali drh. IKG Nata Kesuma, M.MA., Senin (27/1) kemarin mengatakan, saat ini ia sedang menunggu hasil laboratorium pemeriksaan babi. Sehingga, ia menegaskan, pascawabah kematian babi, pasokan babi masih aman. Apalagi menjelang Galungan yang jatuh pada bulan Februari
nanti. Menurutnya, jaminan pasokan babi ini berdasarkan pada pengalaman peternak babi di Bali yang disiplin menerapkan bio security dan pemberian pakan yang bermutu sehingga babinya aman dari penyakit. ‘’Stok babi aman untuk Galungan karena masih banyak peternak yang disiplin menerapkan bio security,’’ ungkapnya. Peternak babi di Bangli Ketut Mupu dihubungi, Senin
kemarin mengatakan, kematian ratusan babi di Tabanan, Badung, dan Denpasar tidak berdampak pada babi di Bangli. Menurutnya, kematian babi tersebut hanya bersifat lokal, di daerah selatan saja. Ia menduga karena pemberian makanan sisa hotel. Sementara ia sendiri menerapkan peternakan tradisional. Di peternakannya ada proses breeding, penyapihan dan penggemukan. Pakannya men-
datangkan dari luar Bali dan ada juga yang dicampur sendiri agar kandungan nutrisinya betul–betul sesuai yang dibutuhkan oleh ternak. Pakan babinya terdiri dari jagung, dedak, konsentrat. Sehingga pasokan babi jelang Galungan pun ia tak khawatir karena pakan dan pemeliharaan yang dilakukan sudah sesuai dengan instruksi pemerintah. Salah satu pedagang daging babi di Pasar Phula Kerti Denpasar, Nyoman Namiati, mengatakan omzet penjualan daging babi masih normal yaitu 300 kg sehari. Harga daging babi pun stabil yaitu di tingkat pedagang harganya Rp58.000
per kg dan di tingkat pemotong Rp55.000 per kg. Hanya, penangkap babi agak waswas ketika menangkap babi karena adanya kabar virus ASF yang menyerang babi. Karena ia sendiri adalah pedagang babi, sekaligus pemotong dan menangkap langsung. Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana dalam surat resminya mengatakan, ASF di Indonesia telah terjangkit di 16 kabupaten di Sumatera Utara dan Provinsi Bali merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman masuknya penyakit ASF. (kmb42)
Bali Post/eka
BABI - Beberapa orang menangkap babi untuk ditimbang beratnya di Denpasar. Babi ini nantinya akan dipotong dan dijual ke pasar.
Hindari Sengketa Seniman Disarankan Daftarkan Karyanya MINIMNYA kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan karyanya sebagai hak kekayaan intelektual (HKI), sering menimbulkan sengketa. Selama ini banyak karya seni seseorang diklaim orang lain. Terkait dengan itu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Bali menyarankan penggiat seni, khususnya pelukis, agar mendaftarkan karyanya sebagai hak kekayaan intelektual. Kepala Kanwil Kemenkum HAM Bali Sutrisno mengatakan, banyak karya seni lukis yang sering bermasalah karena saling klaim. Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada seniman untuk mendaftarkan
karya lukisannya ke Kanwilkum HAM. ‘’Karena ini merupakan hak cipta, agar tidak dipalsukan, perlu didaftarkan,’’ ucapnya. Dikatakannya, mendaftarkan hak cipta bisa dilakukan secara online. Selain karya seni lukis, kata Sutrisno, karya apa pun bisa didaftarkan. Menurutnya, Bali memiliki karya seni yang paling banyak dibandingkan daerah lain. Namun, katanya, masih banyak masyarakat yang enggan mendaftarkan hak ciptanya. ‘’Bali memiliki banyak karya seni dan hasil kekayaan bumi. Contoh, saat ini kopi Bali sudah meiliki sertifikat,’’ katanya saat ditemui usai membuka pa-
Bali Post/ant
LUKISAN - Kepala
Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant Meninggal LEGENDA basket NBA dan Los Angeles Lakers Kobe Bryant meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di California, lapor TMZ Sports, Minggu waktu setempat (Senin, 27/1 WIB). Bryant meninggal dunia dalam usia 41 tahun. Gianna Maria Onore Bryant, putri Kobe Bryant, juga menjadi salah satu korban meninggal akibat kecelakaan helikopter tersebut. Kecelakaan tragis itu dikonfirmasi oleh ABC 7 di Los Angeles bahwa Bryant adalah salah seorang dari empat orang yang naik helikopter pribadinya di atas Calabasas ketika terjadi masalah pada heli itu yang kemudian berputar-putar di udara, lapor TMZ Sports. Menurut TMZ, tidak ada yang selamat dalam kecelakaan ini, sedangkan penyebab kecelakaan sedang diselidiki oleh pihak berwajib. Istri Bryant, Vanessa, tidak ikut bersamanya saat kecelakaan itu terjadi. Bryant memperkuat Los Angeles Lakers selama dua dekade dengan lima kali mengantarkannya juara NBA dan 18 kali memainkan All-Star Games sebelum pensiun setelah musim 2016. Gianna merupakan anak kedua Kobe Bryant dari pernikahannya dengan Vannesa pada 2001 silam. Bak buah jatuh tak jauh dari pohonnya, dalam nadi Gianna juga mengalir darah kehebatan ayahnya dalam mengolah si kulit bundar. Gadis berusia 13 tahun itu memang menyukai olahraga basket seperti sang ayah. Ia tergabung dengan Mamba Akademi yang didirikan Kobe Bryant. Bahkan, Kobe sempat menyatakan bahwa putrinya akan terlahir sebagai pewarisnya kelak. Dalam beberapa kesempatan, Bryant sering mengajak putrinya untuk menyaksikan pertandingan bola basket. Ia pun tak memerlukan anak laki-laki sebagai penerus tongkat estafet di dunia basket. ‘’Saya seharusnya memiliki seseorang yang meneruskan tradisi dan warisan saya. Na-
mun kemudian Gianna seolah berkata ‘Saya bisa melakukannya’,’’ ujar Kobe Bryant beberapa waktu lalu seperti dilansir HuffPost. Rasa bangga Kobe Bryant terhadap Gianna sering ia tunjukkan dalam unggahan Instagram. Ia sering mengunggah video Gianna tengah berlatih. Bahkan Gianna bisa menirukan gerakan fade away jump andalan Kobe Bryant untuk mencetak angka. (ant)
meran di Kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai, Senin (27/1) kemarin. Pameran seni lukis bersama Art Community Bunga Karang (ACBK) Bali ini mengambil tema ‘’Unity in Diversity’’. Pameran ini digelar dalam rangka Hari Bakti Imigrasi ke-70. Pameran yang diikuti 20 seniman ini berlangsung 27 Januari sampai 4 Februari 2020. Dikatakan Sutrisno, pameran ini merupakan amanah dari UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Salah satunya, pameran lukisan ini untuk membangkitkan ekonomi kreatif. ‘’Ini merupakan pendorong supaya ekonomi kreatif dapat tumbuh dengan baik,’’ ucapnya. (kmb23)
Kanwil Kemenkum HAM Bali Sutrisno (kanan) saat melihat lukisan, Senin (27/1) kemarin.
Saksikan balitv berhadiah
SOSIALISASI NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI WUJUDKAN BALI ERA BARU Bali Post/edi
Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” sebagai upaya mewujudkan Bali Era Baru akan disosialisasikan ke desa adat seluruh Bali yang jumlahnya mencapai1.493 desa. Kegiatan ini akan disiarkan Bali TV dalam program acara “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” pada hari Kamis,30 Januari 2020 Pkl 18.00 WITA lipsus 15 menit di segmen akhir Seputar Bali Malam. Untuk menyempurnakan kualitas program acara tersebut, diselenggarakan polling berhadiah dengan cara mengisi dan menyetorkan polling ini paling lambat tanggal 31 juli 2020 Hasil polling bisa dikirimkan ke Kantor Bali Post, Jl. Kepundung No. 67A, Denpasar, Kantor Bali TV Jalan Kebo Iwa No. 63A, Denpasar, dan balai banjar di masing-masing pengisi polling. Polling akan diundi pada akhir program untuk memperebutkan hadiah utama berupa 2 unit Motor Listrik.
POLLING BERHADIAH
“Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Menuju Bali Era Baru” di Bali TV
Data Pemirsa 1.Nama: …………………………………………………………….…………….……………. 2.No KTP: …………………………………………………………….…………….…………… 3.No HP: …………………………………………………………….…………….…………….. 4.Usia: …………………………………………………………….…………….……………...... 5.Pekerjaan: …………………………………………………………….…………….………… 6.Alamat: …………………………………………………………….…………….……………. 7.Apakah Bpk/Ibu/Sdr menonton program Acara “Nangun Sat Kertih Loka Bali, Menuju Bali Era Baru” di Bali TV? o Ya o Tidak 8.Bagaimana pendapat Bpk/Ibu/Sdr tentang program Acara “Nangun Sat Kertih Loka Bali, Menuju Bali Era Baru di Bali TV”? o Cukup Baik o Baik o Baik Sekali 1 UNIT PENGGILING DAGING 108 UNIT kalung omkara 1.000 minyak taru urip
1 UNIT juicer
1 UNIT Kipas angin
18 UNIT magic com