Skip to main content

Edisi Senin 28 Januari 2019 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 157 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Pon, 28 Januari 2019

Cuaca Ekstrem

Rumah di Jateng Terendam, 68 Meninggal di Sulsel Jakarta (Bali Post) –

Ribuan rumah di tiga wilayah kabupaten/kota eks-Keresidenan Pekalongan, Jawa Tengah terendam banjir, menyusul hujan deras yang terus mengguyur daerah itu sejak Sabtu (26/1) malam hingga Minggu (27/1) pagi. Informasi yang diperoleh, ribuan rumah yang terendam banjir antara lain terdapat di Kelurahan Proyonangan Tengah, Kauman, Karanganyar, Watusalit, Desa Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Klidang Lor, dan Klidang Wetan. Ketinggian banjir di sejumlah wilayah kelurahan dan desa di Batang ini hingga mencapai 1 meter, sehingga ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Selain merendam ribuan rumah, banjir juga mengakibatkan tergenangnya rumah sakit di Batang. Akibatnya puluhan pasien dievakuasi. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan, ketinggian air yang merendam rumah penduduk rata-rata mencapai 1 meter,

sehingga warga terpaksa harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Korban Maninggal Sementara itu, banjir, longsor dan puting beliung yang melanda wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak 22 Januari 2019 hingga saat ini mengakitkan 68 orang meninggal dan ribuan warga harus mengungsi. ‘’Hingga 27 Januari 2019, tercatat 188 desa terdampak bencana di 71 kecamatan, korban 68 orang meninggal, tujuh orang hilang, 47 orang luka-luka, dan

6.757 orang mengungsi,’’ kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulis, Minggu kemarin. Daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros dan Wajo. BNPB terus mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan darurat di Desa Sapaya, Desa Bontomanai, Desa Mangempang, dan Desa

Buakang di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang mengalami banjir dan longsor dengan jumlah korban 29 orang meninggal. Tim SAR gabungan juga masih melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. Sedangkan pembangunan jembatan darurat balley dilakukan oleh TNI dibantu instansi terkait dan warga. ‘’Prioritas penanganan saat ini adalah membersihkan lumpur dan material yang menutup jalan, lingkungan dan rumah setebal hingga 50 sentimeter dan kondisinya mulai mengeras, sehingga sulit dibersihkan. Alat berat dikerahkan membersihkan material lumpur,’’ jelas Sutopo. (ant)

Lingkungan Rusak Penyebab Bencana Sulsel

Bali Post/ant

WARGA BINAAN - Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Pekalongan dievakuasi menuju truk karena terdampak banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (27/1) kemarin.

Dua Bom di Filipina, 21 Orang Tewas Manila Pengeboman ganda saat Misa Minggu di sebuah gereja di Filipina Selatan menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 71 lainnya, kata pejabat keamanan. Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah referendum otonomi di wilayah mayoritas muslim itu dimenangkan suara ‘’ya’’ (mendukung). Ledakan pertama muncul di dalam katedral di Jolo, di Provinsi Sulu, disusul ledakan kedua di tempat parkir mobil, hingga menewaskan personel militer dan warga sipil, kata pejabat. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Pengeboman terjadi setelah muncul pengumuman pada Jumat, yang menyebutkan bahwa daerah itu, wilayah mayoritas muslim di negara yang mayoritas penduduknya memeluk Katolik, mengesahkan rencana pemerintahan mandiri pada 2020. Langkah tersebut meningkatkan harapan perdamaian di negara itu, yang beberapa wilayahnya dilanda konflik, sekaligus salah satu negara termiskin di Asia. Referendum pada Senin

lalu menghasilkan 85 persen suara dukungan bagi pembentukan wilayah otonomi bernama Bangsamoro. Meskipun Sulu menjadi salah satu dari sedikit daerah yang menolak otonomi, daerah itu tetap akan menjadi bagian entitas baru tersebut. Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut dan meminta warga setempat untuk waspada dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencegah terorisme menang. ‘’Kami akan menggunakan kekuatan penuh hukum untuk mengadili para pelaku di balik insiden ini,’’ kata Lorenzana dalam sebuah pernyataan. Warga sipil menanggung serangan itu, yang juga menewaskan tujuh tentara. Juru Bicara Komando Militer Mindanao Barat Kolonel Gerry Besana mengatakan pemeriksaan material bom akan mengungkap dalang serangan. Kepala Kepolisian Nasional Oscar Albayalde mengatakan gerilyawan kelompok Abu Sayyaf kemungkinan terlibat dalam insiden itu. Hal. 15 Unjuk Kekuatan

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) disebabkan dua faktor yaitu cuaca dan kerusakan lingkungan. ‘’Ini masalah dua hal, yaitu cuaca yang tidak bisa kita kontrol tapi juga kerusakan di hulu DAS Bawakaraeng,’’ kata Wapres usai rapat koordinasi penanganan bencana di Sulawesi Selatan di kantor Gubernur di Makassar, Minggu (27/1) kemarin.

Karena itu, Wapres memerintahkan agar daerah hulu yang rusak tersebut harus segera diperbaiki sesuai dengan aturan terutama terkait tanamantanaman yang bisa ditanam. Selain itu, daerah ketinggian yang tanaman-tanaman muda yang bisa menimbulkan longsor seperti jagung dan lainnya diusahakan segera diganti dengan tanaman keras. Hal. 15 Ahli Waris

Bali Post/ant

SUPORTER - Pebulu tangkis Liliyana Natsir melambaikan tangan ke arah suporter saat pesta perpisahannya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1) kemarin.

BULU TANGKIS

Butet Pensiun

Bali Post/afp

LEDAKAN - Polisi dan tentara berjaga-jaga di luar sebuah gereja di Jolo, Provinsi Sulu, Mindanao, Minggu (27/1) kemarin. Sebelumnya dua bom menghantam kawasan gereja.

Danjen Kopassus Nyoman Cantiasa

Kualitas SDM Bali Harus Digenjot

SETELAH resmi menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI I Nyoman Cantiasa, S.E. melangsungkan persembahyangan di tanah kelahirannya di Desa Bubunan, Seririt, Buleleng, Sabtu (26/1). Pada saat itu Mayjen TNI Cantiasa juga melepas rindu dengan sang ibu Ni Ketut Mari dan segenap keluarga besarnya. Persembahyangan ini dijalaninya sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan Leluhur setelah menjabat Danjen Kopassus. Selain itu, Mayjen TNI Cantiasa tidak henti-hentinya memberikan petuah kepada keluarganya dan anak-anak muda generasi bangsa untuk menanamkan sikap cinta Tanah Air dan menjadi SDM Bali yang berkualitas.

Mayjen TNI Cantiasa mengatakan, SDM Bali sejatinya banyak kelebihan dibandingkan di daerah lain. Terutama dalam hal budi pekerti, sikap, mental, dan mencintai seni dan budaya Bali. Meski memiliki kelebihan unggul, ia mengingatkan agar kualitas manusia Bali perlu digenjot. Dengan meningkatnya kualitas dan berani bersaing, ia optimis manusia Bali akan mampu bersaing dalam melakoni semua sisi kehidupan. ‘’Tinggal di-crate-kan lagi dan saya kira modal sikap jujur, pekerja keras, komitmen dan berbudaya ini sudah baik untuk bisa bersaing dengan SDM di daerah lain. SDM yang bagus akan berdaya saing, tapi kalau bodoh akan ‘dimakan’,’’ katanya. Hal. 15 Pengarang Buku

Bali Post/kmb38

UCAP SYUKUR – Danjen Kopasus TNI-AD Mayjen TNI Nyoman Cantiasa, S.E. menggelar persembahyangan di tanah kelahirannya Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Sabtu (26/1).

’’Hari ini adalah hari yang sangat berat buat saya, 24 tahun saya berkarier dalam bulu tangkis, dan 17 tahun saya menjadi pemain profesional di Pelatnas PBSI Cipayung,’’ demikian ucapan sang legenda ganda campuran bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir di Stadion Istora, Senayan, Jakarta, Minggu (27/1) kemarin, sambil menahan air mata yang seakan tidak terbendung. Turnamen Indonesia Masters 2019 menjadi penampilan terakhir atlet berusia 33 tahun itu sebelum memfokuskan diri pada bisnis yang digelutinya sejak 2015. ‘’Hari ini, Minggu 27 Januari 2019, saya menyatakan untuk pensiun sebagai atlet profesional bulu tangkis. Saya tidak pernah menyesal menjadi atlet bulu tangkis. Dunia ini yang membesarkan nama saya, dunia ini yang membuat saya bisa memberikan terbaik bagi bangsa dan negara,’’ kata atlet peraih gelar Juara Dunia 2005, 2007, 2013, dan 2017. Pemain yang akrab disapa Butet ini mengatakan tidak akan menjauh dari bulu tangkis sebagai cabang olahraga yang mengangkat namanya, baik di dalam ataupun luar negeri. ‘’Saya ingin memberikan kesempatan kepada junior saya. Saya ingin adik-adik atlet saya menjadi pemenang-pemenang baru ke depan,’’ kata atlet peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Tontowi Ah-

mad ini. Selepas ‘’gantung raket’’, Butet mengaku akan berkecimpung dalam tiga bisnis yang menjadi fokus kesehariannya yaitu Nine Familiy Reflexology dan properti di Serpong Tangerang Selatan, serta bisnis penukaran mata uang yang baru dirintisnya. ‘’Sampai jumpa di lain kesempatan, maju terus bulu tangkis Indonesia,’’ katanya. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan ucapan salam perpisahan dan terima kasih kepada Liliyana Natsir, Minggu kemarin. ‘’Apa pun yang terjadi dengan hasil Liliyana ‘Butet’ Natsir. Dia membuktikan mental juaranya dengan tetap tampil luar biasa pada akhir masa pensiun dan berhasil mencapai final,’’ ujar Menpora pada acara perpisahan Butet di Istora. Menpora menyampaikan terima kasih atas prestasi Butet bagi Indonesia dalam berbagai turnamen bulu tangkis internasional, seperti

SEA Games, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, All England, hingga yang paling istimewa Olimpiade. ‘’Sampai sekarang, peristiwa emas Olimpiade Rio 2016 menjadi salah satu momentum terkenang bagi saya selama menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga,’’ kata menteri asal Bangkalan, Madura itu. Sementara itu, Ketua Umum PP PBSI Wiranto mengatakan bulu tangkis Indonesia tidak boleh kehilangan prestasi meskipun Butet telah pensiun sebagai atlet. ‘’Kita kini ditinggalkan salah satu pemain legendaris. Liliyana telah mengukir prestasi luar biasa di Indonesia dan dunia. Dia adalah pemain pelatnas terlama selama 16 tahun,’’ kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan ini. Wiranto berharap atlet-atlet lain dapat mengikuti jejak Liliyana dan terus berjuang demi prestasi bulu tangkis Merah-Putih dalam kejuaraan internasional. (ant)

’’Hari ini, Minggu 27 Januari 2019, saya menyatakan untuk pensiun sebagai atlet profesional bulu tangkis. Saya tidak pernah menyesal menjadi atlet bulu tangkis. Dunia ini yang membesarkan nama saya, dunia ini yang membuat saya bisa memberikan terbaik bagi bangsa dan negara.’’ Liliyana Natsir


DENPASAR

2

Senin Pon, 28 Januari 2019

Tari Kontemporer ’’Lost Control’’

FIGUR Merusak Lingkungan PEMPROV Bali sangat concern terhadap pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai dengan menerbitkan Pergub Nomor 97 Tahun 2018. Sebab, penggunaan plastik berlebihan bisa merusak lingkungan dan mempercepat terjadinya global warming. Sedangkan untuk kesehatan, kandungan dioksin dan zat beracun serta adiktif pada plastik bisa memicu penyakit kanker. “Plastik tidak tahan panas dan dapat mencemari produk yang akan berakibat buruk terhadap kesehatan konsumen. Perlu diingat, plastik bermasalah untuk lingkungan karena merupakan bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat,” ujar pemerhati lingkungan, Putu Putra Juliana, Minggu (27/1) kemarin. Ia menjelaskan, plastik merupakan material yang terbuat dari minyak bumi dan memiliki sifat ringan, sehingga sebagian besar dari bagian plastik tidak bisa mengurai dan diurai oleh tanah. Bahaya lainnya dari plastik, lanjutnya, bila dibakar asapnya bisa membuat batuk-batuk dan sesak napas. Artinya, plastik saat dibakar dan asapnya dihirup manusia, maka turut membiarkan racun masuk dalam tubuh. Bahaya lainnya yaitu apabila plastik dibuang sembarangan bisa merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem makhluk hidup di sekitarnya. “Kita harus segera melakukan reduce, reuse, dan recycle. Ini harus kita terapkan kepada seluruh elemen masyarakat, siswa di sekolahsekolah sejak dini,” imbuhnya. Dijelaskan, reduce artinya mengurangi pemakaian plastik. Misalnya, membawa gelas dari rumah ke sekolah atau membawa tas saat berbelanja. Reuse adalah menggunakan kembali plastik. Di sini masyarakat harus kreatif merubah plastik menjadi barang yang bisa dipergunakan kembali. Sementara recycle adalah mendaur ulang plastik, sehingga tidak boros penggunaan tas berbahan plastik. “Untuk anak dan cucu kita, lebih baik hindarilah penggunaan plastik secara berlebihan. Mari kita semua berkomitmen melakukannya secara bersama dengan baik dan menjaga lingkungan. Bumi ini harus kita rawat dan jaga agar kita bisa hidup dengan baik,” tegasnya. (win)

Terseret Arus Sungai, Dua Pelajar Tewas Denpasar (Bali Post) Saat bermain di aliran Sungai Banyu Kuning di Jalan Lebak, Denpasar Barat (Denbar), dua pelajar yakni Adam (7) dan Ilham (8) terseret arus lalu hilang, Sabtu (26/1). Setelah dilakukan pencarian, akhirnya Adam ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di aliran Sungai Banyu Kuning, tepatnya di bawah jembatan timur traffic light (TL) simpang Jalan Teuku Umar Barat-Jalan Mahendradata, Denpasar, Minggu (27/1) kemarin. Sedangkan jasad Ilham ditemukan di Dam Tukad Mati Umadui di Jalan Gunung Soputan, Denbar. ‘’Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan terkait kejadian ini,’’ kata Kapolsek Denbar AKP Johannes. Adam yang beralamat di Jalan Bikini Gang Sandat I, Padangsambian dan Ilham di TKP sama-sama tercatat sebagai siswa Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA). Dari keterangan Ansor (8), pelajar Kelas III Yayasan SPMAA, pada Sabtu (26/1) pukul 13.30 Wita, dia berada di pinggir sungai dekat rumah. Saat itu dia melihat kedua korban bermain menggunakan pelapah pisang di sungai. Ansor lalu memberi tahu ibunya jika korban bermain di sungai. ‘’Setelah itu kedua korban tidak ditemukan lagi,’’ ungkapnya. Sementara menurut Savio Bhirawa Anuraga Muchtar (17), siswa SPMAA, setelah mendapat kabar korban hilang, pencarian dilakukan melibatkan instansi terkait dan kepolisian. Minggu pukul 11.30 Wita, Adam ditemukan di bawah jembatan timur TL Jalan Mahendradata - Jalan Teuku Umar Barat. Posisinya miring, kepala berada dalam air dan yang kelihatan hanya tangan korban. Dia langsung mengangkat korban dan dibawa ke yayasan menggunakan sepeda motor bersama Mizan. ‘’Saat ditemukan, korban (Adam) mengenakan seragam pramuka,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Sementara jenazah Ilham ditemukan Yitno (49) di Dam Tukad Mati Umadui. Menurut Yitno, setelah mendengar kabar ada anak hilang, dia ikut mencari keberadaan anak tersebut. Yitno menelusuri sungai dari yayasan sampai akhirnya korban ditemukan di selatan pintu dam tersebut. Selanjutnya dilaporkan kepada BPBD Denpasar yang saat itu ikut mencari korban. Pukul 13.35 Wita, jenazah korban dievakuasi dari sungai oleh petugas BPBD dan dibawa ke yayasan. ‘’Dari kejadian ini, korban meninggal dunia karena tenggelam pada aliran Sungai Banyu Kuning saat bermain. Orangtua kedua korban mengikhlaskan kematian anaknya dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Sehingga mereka tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,’’ ujarnya. Rencananya, jenazah Adam akan dibawa ke Pasuruan, Jawa Timur oleh pihak keluarga. Sementara jenazah Ilham akan dimakamkan oleh pihak keluarga di Kampung Islam Kepaon, Densel. (kmb36)

Bali Post/ist

EVAKUASI - Petugas mengevakuasi jenazah pelajar yang tenggelam di sungai.

819446 / 081337032965

Topik : KUALITAS SDM BALI HARUS DIGENJOT

Ketika Manusia Terpenjara Kecanggihan Teknologi LOST Control. Komposisi tari kontemporer itulah yang dipentaskan GOA Production pada event Januari GOA Festival (JGF) di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (26/1) malam. Karya tari berdurasi sekitar 30 menit ini terinspirasi dari kehidupan manusia di era digitalisasi ini yang dihadapkan dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi. Ibarat dua sisi mata uang, kecanggihan teknologi itu menawarkan dampak positif dan negatif. Bijak menyikapi dan memanfaatkan perkembangan teknologi, maka kesuksesan hiduplah yang dituai. Namun tidak sedikit pula manusia yang terjerat dan terpenjara di ‘’belantara’’ kecanggihan teknologi tersebut. Mereka berubah menjadi makhluk individuliasme, apatis, tidak memiliki kepekaan sosial bahkan menjadi depresi. Sejatinya, ‘’Lost Control’’ yang komposisi gerak tarinya digarap dengan sangat artistik oleh koreografer muda berbakat Rama Wijaya dan iringan musik oleh Wahyu Dinata serta art director Bagas Karayana ini sangat sarat dengan pesan moral. Jangan pernah meninggalkan kehidupan sosial dan gunakanlah teknologi dengan bijaksana dan seefektif mungkin. Ketua GOA Production I Made Widi Artha didampingi Sektretaris I Ni Putu Vikky Aldelia mengatakan, GOA Production berintikan para mahasiswa Semester V Program Studi Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar. Pembentukan GOA Production sejatinya ditujukan untuk

mengimplementasikan teori ke dalam bentuk praktik yang diajarkan pada mata kuliah Tata Kelola Seni Pertunjukan. Di akhir mata kuliah ini, ia bersama rekan-rekannya diwajibkan menggelar sebuah pertunjukan dan dipertontonkan kepada publik sebagai bahan penilaian utama. Menariknya, mereka dituntut mempersiapkan pertunjukan itu secara profesional. Mulai dari aspek administrasi, manajemen sekaligus memproduksi karya dengan matang sehingga mampu menjelma menjadi sebuah pertunjukan yang layak jual sekaligus pantas diapresiasi oleh penikmat seni di Bali dari segi kualitas. ‘’Sebagai kiprah perdana GOA Production, kami mempersembahkan Januari GOA Festival (JGF) dengan karya utama berupa tari kontemporer Lost Control ini. Sebagai kandidat sarjana seni tari, kami tidak hanya dituntut piawai menari dan menciptakan karya tari sesuai kompetensi keilmuan yang diajarkan di bangku kuliah. Namun kami juga ditantang untuk mampu membiayai sendiri pertunjukan tersebut, mencari artis pendukung acara sekaligus menjual pertunjukan itu kepada publik. Yang terpenting lagi, di sini kami dituntut mampu bekerja dalam team work yang kompak karena seluruh rangkaian proses pertunjukan itu harus ditangani secara mandiri,’’ katanya seraya berharap kiprah GOA Production tidak berhenti pada event JGF semata, tapi tetap berlanjut hingga mereka menamatkan pendidikan di ISI Denpasar kelak. Widi Artha menambah-

Bali Post/ian

ADEGAN – Salah satu adegan dalam tari kontemporer ‘’Lost Control’’ yang dipentaskan di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, Sabtu (26/1) malam. kan, JGF menampilkan karya tari, musik dan fashion show yang dikemas dalam sebuah pertunjukan berdurasi sekitar tiga jam. Untuk materi musik, pihaknya menampilkan bintang tamu Lebri Partami, Gamelan Suling Gita Semara dan Harmonia. Sementara untuk seni tari, GOA Production secara khusus menggarap koreografi tari ‘’Lost Control’’ yang didukung

oleh Sanggar Seni Tindak Alit, Badung. Ikut tampil juga ABCD yang berkolaborasi dengan karya lukis Mang Su dan penampilan karya dari Komunitas Bumi Bajra. Sedangkan untuk fashion show, pihaknya menampilkan kostum-kostum karnaval rancangan Agung Rahma Putra dari Komunitas Seni Pancer Langiit. ‘’Divisi Produksi GOA Production hanya menggarap

sebuah koreografi tari saja. Sementara untuk materi lainnya kami mengundang seniman-seniman Bali yang memang sudah eksis di bidangnya. Sebagian dana yang terkumpul dari event ini juga kami sisihkan untuk didonasikan kepada Yayasan Peduli Anak Cacat (YPAC) Bali sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kaum disabilitas,’’ tegasnya. (ian)

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali Prof. Supartha mengatakan, lahan pertanian di Bali sangat sempit. Apalagi ada tanaman lain yang dikembangkan seperti pajale babe (padi, jagung, kedelai, bawang, cabai). Sehingga tidak memungkinkan dikembangkan lahan tebu untuk industri gula. “Industri itu harus cukup dari sisi bahan baku, itu ciri industri. Jangan main-main kalau kita sudah tahu rohnya mesin, rohnya industri. Industri itu perjalanan dalam bahan baku sampai jadi harus nyambung dari A ke B, B ke C, C ke D. Oleh karena itu, prinsip industri harus dipahami,” katanya mengingatkan. Supartha menegaskan, pada industri gula dibutuhkan

bahan baku yang rutin. Maka luasan lahan harus menjadi pertimbangan pembangunan industri. “Tapi kalau bahan baku tidak cukup, luasan lahan tidak cukup, jangan bikin masalah baru,” tegasnya. Selain itu, kata Supartha program ini harus sudah ada janji atau kesepakatan dengan petani. Dengan adanya kesepakatan dengan petani, berarti petani diajak bergabung dalam mendukung pabrik itu dan petani dijamin kehidupannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (kmb42)

Bangun Pabrik Gula, Kontinuitas Bahan Baku Mesti Diperhatikan

Denpasar (Bali Post) -

Bali akan mengembangkan pertanian tebu di Buleleng. Jika syarat luas lahan terpenuhi, maka akan dibangun pabrik gula di Bali. Namun pembangunan pabrik gula tersebut mesti memikirkan kontinuitas bahan baku sehingga tidak menjadi masalah baru bagi Bali. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Bali Lanang Aryawan mengatakan, pihaknya baru menyelesaikan penanaman tebu seluas 1.200 ha tahun 2018 di Singaraja. Tahun 2019 akan dikembangkan lagi 2.000 ha, sehingga total luas lahan mencapai 3.200 ha. Jika luas lahan memenuhi syarat, maka di Bali rencananya dibangun pabrik gula. “Rencananya pertengahan tahun ini penjajakan lahan dan studi kelayakannya,” ujar Lanang Aryawan, Minggu

(27/1) kemarin. Menurut Lanang Aryawan, tanaman tebu yang ditanam pada tahun 2018 sudah tumbuh dengan baik. Jika tidak tumbuh, maka harus disulam agar tidak bolong. Nanti hasil panennya akan dibawa ke Pabrik Asem Bagus, sesuai perjanjian kerja sama dengan PTPN XI Surabaya. Dalam proses penanaman tebu pada periode lalu, Lanang Aryawan mengaku kesulitan mendapatkan bibit tebu karena pasokannya terbatas. Sementara itu, kebutuhan di Jawa

juga sangat tinggi, sehingga target penuntasan penanaman menjadi molor dari target yang dijadwalkan Agustus hingga September. “Tahun ini kami sudah antisipasi agar tidak seperti tahun lalu,” katanya. Tahun ini, kata Lanang Aryawan pihaknya menyiapkan 300-400 hektar (ha) lahan untuk calon bibit tahun 2019. Sehingga cukup untuk kebutuhan Bali. “Lahan untuk bibit tebu sudah kita siapkan hingga 400 ha. Kita butuh hanya 200 ha lahan bibit. Tapi kita siapkan 400 ha,” imbuhnya.

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Diskusi Terbatas Inkindo Bali (1)

Revisi Perda RTRWP Jangan Sampai Timbulkan Masalah Baru DPRD bersama eksekutif di Pemprov Bali kini tengah menggodok revisi Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali. Salah satu materi yang akan diubah adalah ketinggian bangunan pada kawasan tertentu, seperti rumah sakit, kantor pemerintah dan sekolah. Sementara saat ini, batas maksimal ketinggian bangunan di Bali adalah 15 meter. Menyikapi hal tersebut, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Bali menggelar Diskusi Terbatas ‘’Penyesuaian Ketinggian Bangunan di Provinsi Bali’’ di Warung 63 Bali Coffee, Jalan Veteran, Denpasar, Jumat (25/1). Ketua Inkindo Bali Ir. Ketut Gupta mengatakan, penyempurnaan Perda RTRWP Bali lewat revisi jangan sampai menimbulkan masalah baru bagi Bali. Oleh karena itu, pihaknya mengumpulkan tokoh-tokoh yang bisa memberikan pemikiran terkait revisi Perda RTRWP Bali. Di antaranya MUDP Bali, IAI Bali, Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali, LPJKP Bali, DPD REI Bali, Kadin Bali, Dinas Perumkim Provinsi Bali, Bappeda Litbang Provinsi Bali, Kelompok Ahli Gubernur, PHDI Bali, akademisi, serta anggota Inkindo Bali. Hasil diskusi akan terus dikawal sampai ke Gubernur Bali dan pansus di DPRD Bali. Mengingat para konsultan yang diwadahi dalam Inkindo inilah yang nanti akan menggarap tata ruang khususnya isu ketinggian bangunan. ‘’Mudah-mudahan ini menjadi suatu masukan yang positif, pemikiran yang positif, karena diskusi hari ini tidak ada beban, tidak ada sejenis tekanan-tekanan atau titipantitipan dari pihak manapun,

Ir. Ketut Gupta

Jero Gede Suwena Putus Upadesha

sehingga kita menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi Pulau Bali,’’ ujarnya. Ketua MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesha mempertanyakan pembangunan atau peningkatan ketinggian bangunan apakah memang untuk orang Bali. Pihaknya mempersilakan jika memang orang Bali membutuhkan adanya peningkatan ketinggian bangunan. Asalkan hal itu tidak merusak tatanan Bali seperti Tri Mandala, Tri Kaya Parisudha, Catur Purusa Artha, dan lainnya. ‘’Tapi kalau itu terganggu, nanti dulu karena sekarang ini yang saya lihat, kebetulan saya orang desa tinggal di Muncan, Karangasem, di kaki Gunung Agung yang tidak berhenti meletus. Dari kacamata saya, erupsi itu sudah peringatan buat kita semua karena terganggunya ekosistem yang ada di dunia ini,’’ ujarnya. Jero Gede Suwena juga mengaku sempat berbicara dengan tiga menteri dan mendapatkan informasi bahwa Bali sebagai tujuan wisata akan didatangi oleh banyak orang. Sejalan dengan itu, banyak pula infrastruktur yang dibutuhkan. Pihaknya

I Made Gde Sudharsana

mengingatkan agar jangan sampai tanah Bali habis untuk pembangunan infrastruktur. Kalau memang peningkatan ketinggian bangunan hanya untuk kawasan tertentu seperti rumah sakit, kantor pemerintah dan sekolah, agar diusahakan tidak di kota. ‘’Bagaimana untuk membangun Bali ini yang berkelanjutan, yang tidak merugikan konsep-konsep yang adiluhung sebagai titipan, warisan yang kita terima dari para leluhur,’’ tegasnya. Amanat Konstitusi I Made Gde Sudharsana dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi (LPJKP) Bali melihat saat ini banyak bangunan yang menggunakan lantai dasar sebagai lantai dua. Sehingga penghitungan ketinggian bangunan 15 meter baru dimulai dari lantai dua tersebut. Sementara lantai di bawahnya disebut dengan basement. ‘’Ini yang perlu didiskusikan, apakah bangunan ini diizinkan atau tidak. Banyak lantai dasar diambil di atas, padahal tanahnya itu mungkin 5 meter di bawah,’’ ujarnya. Kabid Infrastruktur Bappe-

Made Sudiarsa

da Litbang Provinsi Bali Made Sudiarsa mengatakan, revisi Perda RTRWP adalah amanat konstitusi. Dalam hal ini, perda bisa ditinjau dan dievaluasi dengan masa berlaku sekurang-kurangnya lima tahun. Sementara usia Perda RTRWP saat ini sudah hampir 10 tahun. Proses review sudah didasari dengan kajian sejak 2015 dan sejak 2016 urusan penataan ruang sudah diambil alih oleh Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali. ‘’Perda Nomor 16 Tahun 2009 yang di-review ini lebih mengatur sebagai arahan bahwa ketinggian bangunan itu tertuang secara jelas diatur maksimum 15 meter, kecuali bangunan umum dan bangunan khusus seperti tower, tiang listrik, dan pemancar. Itu dikecualikan dengan persyaratan,’’ ujarnya. Sudiarsa menambahkan, ketinggian bangunan maksimum 15 meter sesungguhnya sudah diatur sejak 1974 dalam Perda Tata Ruang. Kemudian muncul Perda Nomor 8 Tahun 2015 tentang Arahan Peraturan Zonasi (APZ) sebagai implementasi Perda

Ngakan Putu Kirim

Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali. Di dalam APZ, implementasi ketinggian bangunan dihitung dari permukaan tanah sampai ketinggian 15 meter. ‘’Ketika sekarang muncul wacana bagaimana ketinggian bangunan ini dilakukan review dalam tata ruang, wacana ini muncul tidak dari tataran eksekutif. Ini muncul dari kalangan masyarakat luas, dan kami di tataran eksekutif prinsipnya akan mengakomodasi dan selanjutnya membicarakan lebih lanjut,’’ jelasnya. Kabid Tata Ruang Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali Ngakan Putu Kirim mengatakan, Bali merupakan satu-satunya provinsi yang sudah memiliki Perda Tata Ruang sebelum pemerintah pusat menetapkan Undang-undang tentang Tata Ruang. Saat ini Kawasan Wilayah Terbangun sudah 14 persen dan semakin hari akan semakin naik. ‘’Termasuk daerah daya dukung kita itu sudah hampir 17 persen. Itu sebagai dasar sehingga kenapa kita butuhkan ketinggian bangunan,’’ ujarnya. (rin)


Senin Pon, 28 Januari 2019

BADUNG

3

Bali Post/edi

SAMPAH - Tumpukan sampah di ‘’stop over’’ Kuta tidak bisa langsung diangkut akibat kroditnya TPA Suwung.

TPA Suwung Kerap Krodit, Sampah Menumpuk di ’’Stop Over’’ TPS bersama berbasis kecamatan dengan zero waste,’’ kata Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan, Minggu (27/1) kemarin. Pihaknya sudah sempat melakukan pertemuan dengan warga belum lama ini

di kantor Lurah Benoa. Dari pertemuan tersebut, disepakati TPSB bersama ini akan dikelola mandiri dan dijadikan pilot project di Indonesia. Lahan yang direncanakan sebagai TPSB berada di sebelah Setra Adat Bualu dan Kampial. Luas lahan itu totalnya enam hektar. Lokasinya representatif, karena jauh dari permukiman warga. Namun, lanjut Eka Merthawa, tidak semua lahan digunakan. Hanya diperlukan 1,5 hektar untuk TPSB. Sel-

uas satu hektar akan dipakai TPSB dengan dikerjasamakan dengan pihak ketiga dan sisanya akan dikontrak pihaknya untuk pangkalan armada DLHK Kuta Selatan. ‘’Jadi TPS ini nanti lahannya dari desa adat, bangunan, peralatan dan operator itu dari pihak ketiga yang mampu mengelola sampah secara zero waste. Jika ini disetujui, maka ini yang akan dijajaki ke depan,’’ tegasnya. Dia berharap Desa Adat Bualu dan Kampial membahas

PENGUKUHAN pengurus Semeton Jegeg Bagus Kabupaten Badung dilaksanakan di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (26/1). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Badung Ir. I Made Badra, Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Badung I Nyoman Suardana dan Camat se-Kabupaten Badung. Pengukuhan Semeton Jegeg Bagus tahun 2018-2020 ini ditandai penyematan tanda Pasemetonan kepada salah satu Semeton Jegeg Bagus Badung. Kadispar Badung I Made Badra mengatakan, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung mengungkapkan, Jegeg Bagus Badung merupakan duta pari-

wisata. ‘’Ini merupakan salah suatu perpanjangan pemerintah untuk mempromosikan pariwisata Badung melalui kegiatan-kegiatan anak muda di zaman milenial,’’ katanya. Pengukuhan ini dilakukan dengan harapan Semeton Jegeg Bagus Badung dapat memberikan peluang kepada generasi berikutnya di tingkat desa, kelurahan, termasuk kecamatan untuk bergabung sebagai duta pariwisata untuk mendampingi Dispar Badung dalam melakukan kegiatankegiatan promosi baik di dalam maupun luar negeri. ‘’Mereka yang akan menampilkan potensi-potensi adat, seni dan budaya yang sangat diminati oleh wisatawan mancanegara secara live saat kegiatan di luar negeri. Mereka yang akan menambah

keyakinan bagi para calon wisatawan untuk menikmati keindahan alam di Bali dan Badung khususnya,’’ ujar Badra. Ketua Paguyuban Semeton Jegeg Bagus Kabupaten Badung Gede Bagus Taruna Satria Arimbawa didampingi pengurus lama Dewa Putu Yogi Andhika mengatakan, pengukuhan ini sebagai momentum sangat penting bagi generasi muda Badung. Sebab, di dalamnya juga disampaikan program-program yang tujuannya meningkatkan kualitas generasi muda Kabupaten Badung. ‘’Kami akan mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga Badung tetap menjadi tujuan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,’’ jelasnya. (ad1051)

Mangupura (Bali Post) Negara Nepal mulai belajar dari Bali, terutama dalam hal meningkatkan kunjungan wisatawan. Seperti yang dilakukan berbagai travel agent yang berkonsultasi dengan Bali Tourism Board (BTB) belum lama ini. Menurut Wakil Sekretaris Bali Tourism Board (BTB) Luh Suciari, pihaknya menyambut baik langkah kerja sama yang dilakukan Nepal dalam promosi parawisata. Secara

umum, budaya Bali dan Nepal memiliki kesamaan. Hanya paket wisata di Nepal memiliki kekhususan yakni untuk kalangan adventure. Potensi wisata yang dikembangkan adalah kawasan pegunungan. Berbeda dengan Bali yang lengkap memiliki potensi. ‘’Nepal menginginkan adanya kerja sama dalam pariwisata. Kita juga berharap akan ada timbal balik, yakni dengan kunjungan dari Nepal ke Bali,’’ ucapnya.

Dari data yang dimiliki BTB, kunjungan wisatawan asal Nepal tidak terlalu besar, bahkan tidak secara spesifik dirinci. Angka kunjungan wisatawan dari negara itu digabung dalam data kunjungan wisatawan dari India yang saat ini berada di posisi ketiga atau di bawah Australia dan Tiongkok. Ia pun berharap, dengan adanya langkah tersebut, dapat mensupport wisatawan asal Nepal untuk berkunjung ke Bali. Sementara itu, Director/

Mangupura (Bali Post) -

TPA Suwung kerap krodit. Akibatnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung kesulitan mengangkut sampah ke TPA tersebut, terutama di musim sampah kiriman seperti saat ini. DLHK pun terpaksa membiarkan sampah menumpuk di sejumlah stop over. Tak hanya itu, di Kuta Selatan penyedia jasa pengangkutan sampah sampai enggan membawa sampah ke TPA suwung. Sampah justru dibuang di tempat TPA ilegal. Menyikapi persoalan tersebut, DLHK Badung berencana membangun Tempat Pengelolaan Sampah Bersama (TPSB) di wilayah Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Lahan milik Desa Adat Bualu dan Kampial yang berada dekat

setra setempat diusulkan menjadi lokasi TPSB Kecamatan Kuta Selatan berbasis zero waste atau tanpa limbah. ‘’Ini adalah inovasi dari DLHK bersama desa adat dan Lurah. Kami hanya memfasilitasi. Kita harap ini menjadi

SOSOK Lirik ’’Sport Tourism’’ SELAIN memanfaatkan pariwisita budaya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung, Pemkab Badung kini mulai melirik sport tourism. Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan, pengembangan sport tourism dilakukan melalui berbagai event olah raga. ‘’Langkah ke depan, pemerintah akan mendorong desa-desa di Badung untuk membangun sarana dan prasarana olahraga yang representatif, bahkan bertaraf internasional,’’ katanya. Dua desa di Badung Selatan yang akan dikembangkan, kata Adi Arnawa adalah Pecatu dan Kutuh. Kedua desa ini telah mampu membangun stadion bertaraf internasional sehingga momentum ini digunakan untuk mendorong desa lain di Badung untuk berinovasi. Lebih lanjut disampaikannya, salah satu event yang akan di-support penuh Pemkab Badung adalah International Football Championship. Kejuaraan sepak bola tingkat anak-anak bertaraf internasional yang akan menjadi event tahunan di Badung. Event ini akan menggunakan stadion di Kutuh dan Pecatu. ‘’Untuk terwujudnya kegiatan ini, Bapak Bupati Badung ikut mendorong melalui anggaran APBD Badung di tahun 2019, yakni sebesar Rp 2 miliar. Kegiatan ini juga kita harapkan di samping untuk menarik wisatawan, tapi juga dapat memotivasi bagi anak-anak di Badung untuk berlatih bermain bola,’’ tegasnya. (par)

terlebih dahulu secara internal menyangkut rencana tersebut terutam dari sisi pendapatan TPSB. Selain itu, dia berharap ada pararem dan kesepakatan formal dari Lurah dan prajuru desa adat guna mendukung pembangunan TPSB. ‘’Kita berharap agar di awal Februari ini sudah ada kesepakatan tertulis antara kedua desa adat terkait. Jika itu lancar, diperlukan waktu 2 minggu konsolidasi dengan pihak ketiga dan maksimal dalam kurun enam bulan, TPS

bersama sudah bisa beroperasi,’’ jelas Eka Merthawan. Sembari menunggu proses tersebut, untuk sementara waktu pihaknya menyarankan agar lahan tersebut dijadikan tempat pengumpulan sampah. Hal ini sebagai langkah darurat penanganan sampah wilayah Bualu, Kampial dan Peminge. Tujuannya agar tidak ada lagi tumpukan sampah di beberapa titik yang bisa menimbulkan citra negatif bagi kawasan pariwisata Kuta Selatan. (kmb23)

Pengurus Semeton Jegeg Bagus Badung 2018-2020 Dikukuhkan

PENGUKUHAN - Kepala Dinas Pariwisata Badung Ir. I Made Badra mengukuhkan pengurus Semeton Jegeg Bagus Kabupaten Badung, Sabtu (26/1) di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.

Gaet Wisatawan, Nepal Tiru Bali Province Chief of Nepal Tourism Board (NTB) Mani Raj Lamichanne menyampaikan, program promosi pariwisata ini sangat penting untuk Nepal. Bali sebagai destinasi wisata dunia tentu memberikan dampak yang baik untuk kemajuan wisata Nepal. Dijelaskannya, Indonesia juga menjadi salah satu penunjang wisatawan untuk Nepal. Dari data, tahun 2018 kedatangan turis dari Indonesia ke Nepal sebanyak 7.639 orang dari

total turis sebanyak 1.173.072 orang. ‘’Kita juga belajar dari Bali dalam mempromosikan wisata. Harapannya, lebih banyak lagi wisatawan ke Nepal terutama juga dari Indonesia,’ katanya. Ditambahkannya, banyak destinasi wisata di Nepal yang terkenal di dunia, di antaranya Golden Triangle of Nepal, tempat kelahiran Budhha, pagoda, stupa, daya pikat Kota Phokara yang sangat hijau, dan lain sebagainya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Baksos FH Universitas Ngurah Rai

Dari Pengobatan Gratis hingga Buat Biopori FAKULTAS Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) melaksanakan bakti sosial (baksos) di Kelurahan Penatih pada Sabtu (26/1). Bakti sosial itu berupa pengobatan medis dan nonmedis, penyuluhan hukum, penanaman pohon, dan pembuatan biopori. Pengobatan nonmedis yang dilakukan FH UNR melibatkan Perguruan Siwa Murti. FH UNR juga mengundang BNN Kota Denpasar untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Dekan FH UNR IWP Sucana Aryana, S.E., S.H., M.H. mengatakan, pelaksanaan bakti sosial ini merupakan kegiatan yang istimewa, karena dilaksanakan di lingkungan wilayah kampus UNR. Kegiatan bakti sosial adalah implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi wajib melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu kegiatan penghijauan di wilayah Kelurahan Penatih dan pembuatan lubang biopori. Kegiatan penghijauan dilakukan dengan penanaman pohon tabebuya. Sedangkan pembuatan lubang biopori dilakukan di rumah– rumah penduduk agar peresapan air lebih optimal dan kualitas tanah lebih baik. Kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari filosofi Tri Hita Karana yakni palemahan. Filosofi inilah yang digunakan sebagai lambang UNR. Kelurahan Penatih dipilih menjadi tempat bakti sosial karena merupakan wilayah yang berada di ibu kota provinsi yakni Kota Denpasar. Kota Denpasar yang merupakan tempat UNR berdiri juga memiliki kompleksitas permasalahan. Secara faktual, banyak permasalahan yang mengancam masa depan para generasi penerus bangsa, seperti narkoba. Menurut catatan BNN, peredaran narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, melainkan saat ini barang haram tersebut sudah

TAS - Pemberian tas secara simbolik sebagai wujud dukungan mengurangi sampah plastik. masuk ke dunia anak-anak dengan kerugian akibat penyalahgunaan narkoba sekitar Rp 63,1 triliun. Selain itu permasalahan lain yang dihadapi generasi muda yaitu kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh remaja. Hal ini karena orangtua yang permisif mengizinkan anak menggunakan kendaraan sendiri, karena aktivitas orangtua yang padat, dan sebagainya. Melihat fenomena tersebut, BNN Provinsi Bali dan dosen–dosen FH UNR memberikan penyuluhan hukum mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja serta tertib lalu lintas. ‘’Tema penyuluhan ini merupakan tindak lanjut atas audiensi dari Lurah Penatih yang begitu prihatin dengan kondisi para remaja saat ini,’’ ungkapnya. Kegiatan bakti sosial FH UNR dilengkapi dengan layanan pengobatan medis dan nonmedis yang diberikan secara cuma-cuma. Pengobatan nonmedis diberikan agar seimbang antara medis dan nonmedis, sehingga harapan sembuh bisa lebih tinggi. Rektor UNR Dr. Drs. Nyoma Sura Adi Tanaya, M.Si. mengapresiasi FH UNR karena telah

menetapkan Kelurahan Penatih sebagai tempat baksos. Keinginan Lurah Penatih untuk melanjutkan kerja sama pengabdian ini akan terus berlanjut dan akan diatur dalam MoU di tingkat universitas dan fakultas. Ia berharap semua fakultas mengarahkan semua kegiatannya di tahun mendatang untuk menjadikan Penatih sebagai lokasi pengabdian. Oleh karena itu, ke depan kerja sama harus dilakukan secara kontinu dan berkelanjutan. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi– tingginya kepada UNR yang telah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingginya yaitu pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya ada pemberian tas kepada Lurah, yang diterima siswa–siswi. Diharapkan siswa-siswi itu mampu dan ikut menyosialisasikan Perwali No. 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan sampah plastik. Gerakan ini agar diikuti universitas lain, terutama ikut menyosialisasikan program Wali Kota di dalam pengurangan sampah plastik. (ad1049)

STD Bali Bersama Dinas Koperasi UMKM dan Kemasan UKM Bali Gelar ’’Workshop’’ untuk Pelaku UMKM

SEKOLAH Tinggi Desain (STD) Bali bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Bali serta Kemasan UKM Bali menggelar workshop kewirausahaan teknologi pengemasan dan branding untuk meningkatkan nilai jual produk (packaging, branding, labelling). Workshop yang dilaksanakan pada Sabtu (26/1) di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) ini diikuti oleh para pelaku UMKM se-Bali. Hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M., dosen STD Bali I Komang Angga Maha Putra, S.Ds., M.Sn., ACA. dan Putu Rupani, S.E. selaku praktisi & konsultan kemasan. Acara ini merupakan wujud dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, di mana STD Bali bersama pembicara tersebut memberikan materi mengenai pentingnya desain kemasan untuk meningkatkan nilai jual produk. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua STD Bali Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn., Sekolah Tinggi Desain Bali sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Provinsi Bali dalam berbagai kegiatan. Hal tersebut merupakan wujud dari komitmen STD Bali untuk selalu bersinergi dengan pemerintah dan praktisi, sehingga UMKM di Bali semakin bersaing dan maju. ‘’Kami sangat bangga dengan perkembangan industri kreatif di Bali. Ke depannya bidang tersebut yang akan memegang kendali perekonomian. Namun di sisi lain kita juga harus tetap menaruh

Puncak Perayaan HUT Ke-8 SMK Bali Dewata dan HUT Ke-6 SMK Kesehatan Bali Dewata SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata di bawah naungan Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala merayakan hari ulang tahun (HUT) di sekolah setempat, Sabtu (26/1). Puncak perayaan HUT ke-8 SMK Bali Dewata dan HUT ke-6 SMK Kesehatan Bali Dewata ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala I Wayan Cahyadi Adiguna, S.E. Perayaan puncak HUT dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ni Made Metti Utami mewakili Gubernur Bali, Penggerak PKK Provinsi Bali yang diwakili Wakil Ketua IV Anak Agung Sri Utari, S.E., Kadisdikpora Kota Denpasar, Camat Denpasar Utara, Panglingsir Puri Peguyangan, Lurah Peguyangan, Perbekel Peguyangan Kaja, tokoh masyarakat, orangtua siswa, dan seluruh siswa/siswi, serta keluarga besar SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata. Pada hari yang berbahagia tersebut dilakukan pelantikan kepala sekolah baru oleh Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala. SMK Bali Dewata dikepalai oleh Ni Ketut Sukarsih, S.E. dan SMK Kesehatan Bali Dewata dikepalai oleh Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep. Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilaunching Tari Maskot SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata yang diberi nama tari ‘’Laksmi Kirana’’. Berbagai jenis hiburan menarik juga ditampilkan untuk memeriahkan acara. Seperti paduan suara dan pembacaan puisi mengenang almarhum Drs. I Made Suparta, M.M. yang merupakan Pendiri Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala. Di akhir acara diumumkan pemenang lomba, sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. Ketua Panitia HUT I Gede Martha Widyatmika, S.Pd. mengatakan berbagai jenis kegiatan dan perlombaan telah dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT ke-8 SMK Bali Dewata dan HUT ke-6 SMK Kesehatan Bali Dewata. Di antaranya, lomba eksternal yang melibatkan siswa SMP se-Bali, seperti lomba tari Condong, lomba Paskibraka, dan lomba Panjat Tebing. Sementara lomba internal yang melibatkan

POTONG TUMPENG - Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asmara Mandala I Wayan Cahyadi Adiguna, S.E. memberikan potongan tumpeng kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ni Made Metti Utami pada puncak perayaan HUT ke-8 SMK Bali Dewata dan HUT ke-6 SMK Kesehatan Bali Dewata, Sabtu (26/1). antarsiswa Bali Dewata, seperti lomba membaca puisi, lomba tari Sekar Jempiring, lomba modern dance, lomba menyanyi solo, dan lomba band. Di samping juga menggelar lomba kompetensi keahlian produktif, seperti lomba making bed, lomba fruit carving, lomba cerdas cermat akuntansi, lomba membuat logo desain ekstrakurikuler desain grafis, lomba merakit jaringan peer to peer, nursing skill competition, dan lomba teknik pembuatan sediaan obat bentuk pulvis dan pulvures. Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asmara Mandala I Wayan Cahyadi Adiguna, S.E. didampingi Kepala SMK Bali Dewata Ni Ketut Sukarsih, S.E. dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep. merasa bersyukur karena telah diberikan kesempatan dan rezeki untuk ikut andil dan memberikan sumbangsih, serta pelayanan dalam bidang pendidikan kepada masyarakat. Dikatakan, SMK Bali Dewata memiliki beberapa program keahlian/jurusan, di antaranya Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga, Teknik Komputer Jaringan, dan Akuntansi. Sedangkan SMK Kesehatan Bali Dewata memiliki dua program keahlian/ jurusan unggulan, yaitu Keperawatan dan Farmasi. Saat ini Sekolah Bali Dewata yang telah terakreditas A (unggul) memiliki sebanyak

1.200 siswa yang pada mulanya hanya 10 orang siswa. Bahkan, sekolah Bali Dewata saat ini ditunjang oleh kualitas guru yang memadai yang sudah banyak terkualifikasi S-2. Tidak hanya itu, fasilitas fisik gedung dan sarana-prasarana termasuk laboratorium sudah dimiliki hampir lengkap di Sekolah Bali Dewata yang terletak di Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar Utara ini. ‘’Mudah-mudahan kami terus dapat berkembang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan, sehingga dapat menyerap dan menggunakan lulusan dari lembaga kami. Ke depan semoga kami bisa mewujudkan angan-angan almarhum pendiri yayasan ini, ayah saya Bapak Drs. I Made Suparta, M.M. untuk membuat perguruan tinggi, sehingga dapat memenuhi tuntutan pasar kerja dengan kualitas SDM yang berkualitas,’’ tandas Cahyadi Adiguna, Sabtu (26/1). Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga berharap agar kepala sekolah baru mampu mengemban tugas sesuai visimisi sekolah, sehingga SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata tetap eksis, ajeg, dan bisa menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencerdaskan kehidupan anak bangsa dengan melahirkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. (ad1050)

Tegaskan UU LKM, UU Bali, Perda Adat, dan LPD Harus Selaras

Senator Wedakarna Pahami Sikap Gubernur Koster Terkait Desa Adat dan Labda Pacingkreman Desa

PEMBICARA - Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. (kedua dari kiri) dan I Komang Angga Maha Putra, S.Ds., M.Sn., ACA. (kelima dari kiri) bersama Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. dan pembicara lainnya. perhatian terhadap UMKM agar bisa kuat dalam persaingan. Yang mana, dalam hal ini packaging, branding, labelling, merupakan elemen dasar untuk makin memperkuat nilai produk. Sehingga UKM dapat makin memikat konsumen dan kuat dalam pemasaran,’’ ungkapnya di sela-sela acara. Kegiatan workshop ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Road to Dies Natalis Sekolah Tinggi Desain Bali yang sudah berlangsung sejak bulan Desember tahun lalu dan akan berlanjut hingga akhir Februari ini. Kegiatan lainnya yang digelar adalah berbagai seminar dan pelatihan, Seminar Nasional De-

sain dan Arsitektur (Senada) 2019, turnamen futsal dan e-sport, bakti sosial, kompetisi Putra Putri Kampus, pameran seni desain dan ilustrasi, hingga pagelaran seni yang puncaknya akan dilaksanakan pada 23 Februari mendatang. Saat ini STD Bali sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru TA 2019/2020 untuk jenjang S-1 Desain Komunikasi Visual, Desain Interior dan Fashion Design. Informasi tentang pendaftaran dapat dilihat di http://www. std-bali.ac.id/ atau Instagram @stdbali, Fanpage FB Sekolah Tinggi Desain Bali, dan dapat juga melalui layanan telepon 0361-8955648. (ad1048)

PT Dunlopillo Bali Tepis Isu ’’Hoax’’ yang Beredar PT Dunlopillo Bali mengaku menjadi korban hoax dan memberi klarifikasi. Mereka menyatakan semua isu yang beredar terkait PT Dunlopillo Bali adalah informasi bohong atau hoax. ‘’Dengan ini kami menyampaikan pemberitahuan kepada semua pihak, sekaligus menanggapi isu-isu beredar yang kami anggap hoax yang menyebutkan bahwa PT Dunlopillo Bali ada hubungannya dengan Tokyo (anak dari San Ke), Raja Gaharu, Red Hat Restaurant atau Yi Ping Chen Xiang Centro dan pihak lainnya, termasuk yang ada kaitan dengan aplikasi-aplikasi lain yang merusak pasaran sekarang.’’ ‘’Kami PT Dunlopillo Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa kami tidak ada hubungannya dengan beberapa pihak seperti yang ada dalam pemberitaan di atas,’’ ujar pihak PT Dunlopillo Bali dalam keterangan rilis yang disampaikan pimpinan PT Dunlopillo Bali yakni Djohan dan Lamianti Pamungkas. PT Dunlopillo Bali yang beralamat di Jalan By-pass Ngurah Rai

Senin Pon, 28 Januari 2019

No.89, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, menurut Djohan, saat ini hanya dipimpin oleh dua orang pimpinan yaitu Djohan dan Lamianti Pamungkas (pemilik Raja Walet Centro). ‘’Kebenaran perihal pemilik PT kami bisa dicek dalam

akta pendirian PT. Kepada semua pihak, mohon dicek kebenarannya, jangan sebar hoax (informasi bohong) dulu sebelum tahu kebenaran, karena sekarang sudah ada undangundang tentang perusakan nama baik,’’ tegas Djohan. (ad1057)

SIKAP negarawan dan solidaritas satu jalur ditunjukkan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga seorang wakil rakyat Bali di DPD-RI terkait dengan penguatan peran dan fungsi desa adat serta LPD di Bali khususnya yang berhubungan dengan perjuangan Bali untuk menggolkan RUU Provinsi Bali sebagai pengganti UU No.64 Tahun 1958 serta rencana pengajuan Perda Desa Adat dalam waktu dekat. Dukungan politik pun diberikan oleh Senator Arya Wedakarna tentang usulan Gubernur Bali Dr. Wayan Koster terkait dengan nomenklatur dan judul Perda yakni Desa Adat dan juga perubahan nama LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa (LPD). Adapun alasan Senator Arya Wedakarna sangat logis, karena nantinya eksekutiflah yang akan menjalankan amanat UU serta produk turunannya. ‘’Saya sudah mengamati proses ini perjalanan draf Perda Desa Adat, dan ini sangat positif. Tapi sayang sekali, banyak pihak di Bali yang tidak paham akan masalah, tapi berbicara terlalu banyak. Saya tegaskan perubahan nomenklatur Desa Pakraman ke Desa Adat itu penting, karena selaras dengan UU terkait hukum dan hak adat, termasuk UUD 1945. Begitu banyak ada produk UU yang menggunakan nomenklatur adat termasuk di Pemajuan Kebudayaan, Cagar Budaya, Hukum Perdata, LKM, Hak Ulayat Adat, Agraria dan lain sebagainya. Dengan bahasa sederhana, dalam produk UU republik sama sekali tida ada kata ‘pakraman’. Jadi jangan berkutat di masalah terminologi apakah adat itu berasal dari bahasa Arab atau bukan, yang penting manfaatnya dan ada payung hukum. Saya minta Gubernur Koster maju terus terkait denga nomenklatur ‘adat’, dan beliau Pak Koster adalah orang yang sudah berpengalaman di DPR-RI terkait UU. Banyak perjuangan beliau yang sukses melindungi misi kebudayaan. He is a right man on the right place,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu, terkait dengan

RUU Bali – Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III disaksikan Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, Wagub Bali, Ketua MUDP saat Deklarasi RUU Bali di Kantor Gubernur. perubahan pengertian LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa (LPD), menurutnya, juga sudah sesuai. ‘’LPD yang sekarang kan murni menggunakan terminologi bahasa Indonesia, dan ke depan bisa bias, apalagi nanti kalau ada pihak luar yang menggugat UU tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM), bisa kalah debat kita di sidang MK. Tapi jika ada bahasa dengan nuansa Bali (Labda Pacingkreman Desa), ini akan memperkuat argumentasi kita. Apalagi sudah ada pernjelasan dari OJK dan lembaga yang lain bahwa itu aman. Jadi percayakanlah kepada pemerintah, kepada kami dan jangan ragukan komitmen dari pemerintah Joko Widodo terhadap Bali. Ini murni kerja politik, silakan menerima aspirasi dari manapun, tapi finalnya tetap harus lewat proses politik di DPRD Bali, fokus saja ke sana,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen ) ini. Terlepas dari semua itu, Arya Wedakarna justru menyayangkan sikap sejumlah bawahan dari Gubernur yang terkesan membiarkan dinamika ini berjalan sendiri. ‘’Secara etika politik, seharusnya Gubenur Koster yang juga ketua partai berkuasa harus menginstruksikan bawah-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

annya di DPD, DPC, PAC, Ranting termasuk Fraksi di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota agar membantu meluruskan hal ini. Begitu juga Wakil Gubernur dan para SKPD agar bergerak sebagai sebuah kesatuan sistem. Kalau seperti ini, saya jadi simpati karena terkesan sekali Gubernur Koster berjuang sendiri dan hanya didukung rakyat. Saya minta pada Pak Gubernur akan mengamankan ide ini secara politik, karena mumpung satu jalur dan momentumnya tepat sekali. Di sinilah bukti kalau Tri Sakti Kepribadian Budaya diuji apakah sebatas retorika atau aksi nyata. Dan jika ini berhasil, maka nama Wayan Koster akan harum seperti nama Ida Bagus Mantra (alm) dan tidak masalah jika generasi yang hidup sekarang punya kualitas lebih dari leluhur. Ingat pesan Bung Karno, setiap zaman akan melahirkan anak zaman dan secara politik, saya berikan dukungan penuh untuk Gubernur Bali Wayan Koster. Lanjut saja, yang penting bagaimana pemerintah pusat bisa membantu Bali, baik dari segi anggaran dan kebijakan publik. Sudah ya, jangan gaduh, saatnya manusia Bali bersatu,’’ pungkas Shri Arya Wedakarna yang juga Penasihat di Garda Jokowi Bali ini. (ad1047)


DAERAH

Senin Pon, 28 Januari 2019

5

Kabur dari RSJ, ODGJ Curi Sejumlah Motor

Mangupura (Bali Post) Polsek Mengwi mengungkap kasus curanmor yang terjadi di depan Balai Banjar Denkayu Baleran, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (26/1) lalu. Pelakunya diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), I Putu Suastika (28) asal Buleleng. Pelaku melakukan aksinya itu setelah kabur dari RSJ Bangli. ‘’Sebelumnya pelaku pernah diamankan oleh Satreskrim Polres Jembrana terkait dengan curanmor. Karena diduga dia ODGJ lalu dibawa ke RSJ Bangli untuk menjalani observasi kejiwaan,’’ kata sumber, Minggu (27/1) kemarin. Hasil penyidikan polisi, pada 20 Januari 2019, pelaku melarikan diri dari RSJ Bangli. Selanjutnya dia mencuri sepeda motor Yamaha Vixion DK 6600 RO di wilayah Bangli dengan cara memotong kabel pada bagian switch. Motor curian itu lalu dipakai sampai di wilayah Mengwi. Karena kehabisan bensin, motor Vixion tersebut ditinggal di depan Balai Banjar Denkayu Baleran. Selanjutnya pelaku mencuri sepeda motor Yamaha N-Max DK 3052 FAF dengan cara memotong kabel pada bagian switch. ‘’Pelaku membawa motor curian N-Max sampai di Selabih dan dititipkan di warung. Pelat nopol motor itu diganti menjadi P 9193 UI,’’ ujarnya. Pada Sabtu (26/1) pukul 01.30 Wita terjadi curanmor di belakang Terminal Persiapan, Tabanan, yaitu Yamaha N-Max DK 3461 GAH dengan modus operandi yang sama. Berdasarkan hasil rekaman CCTV yang ada di TKP, pelaku adalah Suastika. Selanjutnya tim opsnal gabungan Polres Tabanan, Polres Jembrana dan Polsek Mengwi melakukan koordinasi. Polisi lalu melakukan penyisiran dari Terminal Pesiapan, lalu ke Penyalin dan Megati, Tabanan. Pukul 13.00 Wita, tim gabungan mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku di Megati, Tabanan. Pelaku sempat kabur, tetapi polisi berhasil meringkusnya. ‘’Berdasarkan hasil koordinasi antara Satreskrim Polres Jembarana, Satreskrim Polres Tabanan dan Unitreskrim Polsek Mengwi, pelaku dibawa oleh anggota Polres Jembrana untuk proses observasi. Sedangkan motor yang dicuri di depan Balai Banjar Denkayu Baleran dibawa ke Mapolsek Mengwi,’’ ucap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Kapolsek Mengwi AKP I Gede Eka Putra Astawa, didampingi Kanitreskrim Iptu I Wayan Sujana saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. (kmb36)

Tersangkut Kasus SS, Hengky Wijaya Diadili

Denpasar (Bali Post) Johanes Hengky Wijaya (40) harus duduk di kursi panas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Akhir pekan kemarin, pria asal Surabaya ini didakwa Pasal 112 dan 115 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, atas dugaan menguasai 23,98 gram neto sabusabu (SS). JPU Made Ayu Citra Maya Sari, Jumat (25/1) lalu menjelaskan, terdakwa sebelumnya ditangkap polisi di depan Palapa Fitnes di Jalan Palapa XI Banjar, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, jaksa dari Kejari Denpasar itu mengatakan, polisi bergerak berawal dari informasi masyarakat. Pada 2 Oktober 2018 sekitar pukul 22.00 Wita, petugas Sat Narkoba Polresta Denpasar melakukan lidik dan menangkap terdakwa. Malam itu terdakwa sedang duduk di atas motor di depan arena fitnes. Ketika digeledah, tepat di celana jeans yang dipakai terdakwa ditemukan lima plastik klip di saku kiri bagian belakang, tiga plastik klip dari saku kiri bagian depan, dan satu plastik klip pada genggaman tangan kiri. Semuanya berisi SS. Atas barang bukti itu, polisi kembali menggeledah tempat tinggal terdakwa di sebuah kamar kos di Jalan Tukad Badung XXX, Renon, Denpasar Selatan. Di sana kembali disita 11 plastik klip masing-masing berisi SS yang disimpan di dalam sebuah tas minibel warna biru, persisnya di lemari pakain terdakwa. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah alat diduga yang berkaitan dengan keberadaan barang-barang narkoba dalam penguasaan terdakwa. Saat ditimbang, berat keseluruhan SS yang ditemukan pada terdakwa sebanyak 23,98 gram neto. Terdakwa mengaku mendapat barang haram itu dari seseorang yang bernama Nawir. (kmb37)

Banyuwangi (Bali Post) -

Sedianya para penumpang ini akan menggunakan armada Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 56. Namun, kapal yang sedianya ditumpangi batal berangkat akibat cuaca buruk. Para penumpang ini terpaksa bertahan di pelabuhan. Menginap di ruang tunggu keberangkatan. Tidur be-

ralaskan karpet dan kain sarung. Mirisnya, tak hanya penumpang dewasa. Beberapa anak-anak ikut bersama orangtua masing-masing. Cuaca yang tak bersahabat membuat mereka kedinginan. Mirisnya lagi, calon penumpang ini juga membawa bahan pokok. Salah satu-

nya, sayuran yang terancam membusuk. ‘’Cuacanya buruk. Kapalnya tak jadi berangkat. Padahal, bekal kami juga menipis,’’ keluh Alan, salah satu calon penumpang. Sedianya, Alan bersama calon penumpang lain bergerak ke Sapeken. Dia membawa dagangan bahan pokok. Pihaknya kha-

watir, jika kapal tak kunjung berangkat, perbekalannya akan habis. Keluhan senada diungkapkan Fahmi, calon penumpang lainnya. Pria yang datang dari Bali ini mengaku sempat akan berangkat Jumat (25/1) pagi. Namun, akibat cuaca buruk, pelayaran ditunda lagi. Pihaknya berharap cuaca segara membaik, sehingga pelayaran ke Madura segera dibuka. Petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi, Banyuwangi, Ade Sucipto, mengatakan penundaan pe-

Denpasar (Bali Post) Mr. X ditemukan tergeletak di Jalan Warmadewa, Denpasar Utara, Sabtu (26/1). Kemudian oleh warga dibawa ke rumah sakit. Beberapa saat ditangani tim medis, Mr. X akhirnya meninggal dunia. Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) AKP Johannes, Minggu (27/1) kemarin, membenarkan adanya kejadian itu. Dari keterangan saksi, Rina Riyana, pukul 21.00 Wita dia lewat di TKP. Saat itu dia melihat banyak orang

berkumpul di sana. Pelajar SMK beralamat di Jalan Singosari Utara, Denpasar ini lalu turun dari mobilnya. Setelah didekati, korban tergeletak dan tidak sadarkan diri. Rina langsung membantu mengangkat dan membawa korban ke Rumah Sakit Surya Husada. ‘’Setibanya di rumah sakit, korban langsung ditangani oleh dokter,’’ ujarnya. Keterangan dr. Cok Putra (27), saat tiba di rumah sakit korban masih bernapas. Hasil pemeriksaan awal, korban

mengalami pendarahan dari hidung dan mulut, diduga akibat benturan jatuh di trotoar. Selanjutnya korban ditangani tim medis. Namun beberapa menit kemudian korban meregang nyawa. ‘’Dugaan sementara korban mempunyai gejala sakit stroke, saat melintas di TKP dia jatuh. Akibatnya korban mengalami pendarahan dari hidung dan mulut. Mayat korban sudah berada di RSUP Sanglah,’’ tegas mantan Kapolsek Kuta Utara ini. (kmb36)

EVAKUASI - Mayat Mr. X dievakuasi dan dimasukkan ke ambulans.

Cuaca buruk yang melanda perairan utara Jawa membuat aktivitas pelayaran kapal dari Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, terganggu. Imbasnya, seminggu terakhir, puluhan calon penumpang kapal menuju kepulauan sekitar Madura telantar. Seperti terlihat Minggu (27/1) kemarin. Mereka gagal berangkat lantaran cuaca tak bersahabat. Para penumpang ini makin resah lantaran jadwal keberangkatan kapal belum pasti.

TAMAN - Taman Laksamana Duta dirusak oleh orang tak dikenal. Kejadian ini telah dilaporkan ke polisi.

Taman Laksamana Duta Dirusak Orang Tak Dikenal

Mangupura (Bali Post) Taman Laksamana Duta yang terletak di Desa Abiansemal, Sabtu (26/1) dirusak orang tak dikenal. Sejumlah tanaman yang mengihiasi taman dicabut dan dibuang ke kolam. Kejadian ini baru diketahui ketika petugas membersihkan taman. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan membenarkan perihal tersebut. Perusakan taman ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. ‘’Hal ini sudah kami laporkan ke Bapak Bupati, termasuk ke polisi, karena perbuatan itu sudah kelewat batas,’’ ungkapnya, Minggu (27/1) kemarin. Dia memperkirakan perusakan taman dilakukan sekitar pukul 05.00 Wita, ketika petugas tidak berada di lokasi. Sejumlah pohon jenis pucuk merah dan agape ditemukan berserakan di tengah kolam. ‘’Kami mendapatkan laporan dari mandor Taman Laksamana Duta yang mendapat pesan lewat WA dari tenaga kebersihan yang menyapu di sekitar taman. Setelah dicek, tanaman yang ada di sekitar kolam dicabut dan dibuang ke kolam,’’ jelasnya. Melihat kondisi tersebut, mantan Kabag Humas Badung ini pun geram dan meminta mandor melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib. Sebab, apa yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab ini jelas-jelas melanggar hukum karena merusak aset Pemkab Badung. ‘’Saya minta mandor Wayan Sumerta yang keseharian bertugas di sana melaporkan kondisi itu ke Polsek Abiansemal agar kemudian hari masyarakat atau oknum perusak inventaris milik pemerintah sadar dengan kelakuannya,’’ tegasnya. Akibat kejadian tersebut, Eka Merthawan mengakui pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 4.800.000. Kendati nilainya kecil, namun pihaknya ingin aksi serupa tidak terulang. ‘’Bukan nilainya yang kami permasalahkan, tapi kelakuan ini sangat disayangkan. Perlu kiranya diberikan efek jera si pelaku,’’ ucapnya. Taman tersebut akan ditata kembali setelah pihak kepolisian melakukan penyidikan. Perbaikan taman akan dilakukan rekanan mengingat masih dalam masa pemeliharaan hingga November mendatang. (kmb27)

layaran ke Madura dipicu gelombang tinggi di utara Jawa. Selain itu angin kencang. ‘’Sesuai jadwal, KM Sabuk Nusantara 56 berangkat 22 Januari lalu. Tapi karena cuaca buruk, pelayaran ditunda,’’ jelasnya. Sedianya kapal akan diberangkatkan Minggu (27/1) siang. Namun, tetap menunggu cuaca membaik. KM Sabuk Nusantara melayani pelayaran dari Banyuwangi ke beberapa pulau sekitar Madura. Seperti Sapeken, Kalianget dan Masalembo, Surabaya. Pelayaran dilayani seminggu dua kali. (udi)

Diduga Stroke, Jatuh di Trotoar, Mr. X Tewas

Berpolemik, Pejalan Kaki Medan-Banyuwangi Diperiksa Polisi Bali Post/par

Bali Post/udi

Cuaca Buruk, Penumpang Kapal Telantar di Tanjungwangi

TELANTAR - Puluhan calon penumpang kapal ke Madura telantar di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Sabtu (26/1).

Banyuwangi (Bali Post) Aksi berjalan kaki MedanBanyuwangi yang dilakukan Amuruddin (44), warga Kampung Mandailing, Desa/Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berakhir di polisi. Pria bujangan ini terpaksa berurusan dengan Polsek Kalipuro, Banyuwangi lantaran aksinya memicu polemik. Belakangan, pria yang bernadar setelah sakit lumpuh itu ternyata berbohong. Orangtua yang akan dicari ke Banyuwangi ternyata tidak ada. Pihak Desa Ketapang, Banyuwangi akhirnya menyerahkan pria itu ke Polsek, Minggu (27/1) kemarin. Meski sudah mengakui berbohong, pihak desa terpaksa membawanya ke Polsek untuk menghindari pro-kontra. Termasuk, aksi protes dari warga yang sudah banyak membantunya. ‘’Amiruddin ini awalnya berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi. Katanya, bernadar setelah lumpuh 7 bulan. Tapi, tidak ada warga kami yang disebut sebagai orangtuanya. Ini yang memicu polemik,’’ kata Kades Ketapang, Banyuwangi Slamet Kasiono. Pejabat ini menuturkan, awalnya, pihaknya tak curiga dengan aksi pelaku. Sejak viral di Salatiga, Jawa Tengah, pihaknya terus berusaha mencari sosok ibu pelaku yang disebut tinggal di dekat Pelabuhan Ketapang. Alhasil, tidak ditemukan. ‘’Kami akhirnya berusaha melacak identitas Amiruddin. Ternyata, ibunya itu masih tinggal di Sumatera,’’ kata Slamet. Meski begitu, pihaknya tetap berpikir

Bali Post/udi

DIPERIKSA - Amiruddin, pejalan kaki dari MedanBanyuwangi (kiri) diperiksa di Polsek Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (27/1) kemarin. positif. Kecurigaan baru muncul setelah Amiruddin tiba di Situbondo, Sabtu (26/1) siang. Menurut Slamet, warga mulai berpolemik. Sebab, pelaku diketahui tidak memiliki keluarga di Banyuwangi. Puncaknya, pelaku tiba di Banyuwangi, Sabtu sore. Padahal, sesuai jadwal, kedatangan di Banyuwangi, Minggu (27/1) sore. Tiba di Banyuwangi, pelaku langsung dibawa ke Kantor Desa Ketapang, ditemani relawan. ‘’Pelaku tiba diantar relawan dengan naik mobil dari Situbondo, bukan jalan kaki,’’ jelas Slamet. Untuk menghindari polemik panjang, pihak desa menyerahkan pelaku ke Polsek. Yang mencurigakan lagi, dari aksi jalan kaki, pelaku mengantongi tabungan cukup besar. Nyaris Rp 70 juta. Di tabungannya diklaim ada Rp 49 juta, sedangkan di tas yang dibawa senilai Rp 25 juta. ‘’Uang itu, kabarnya

dari berbagai sumbangan selama aksi jalan kaki,’’ jelas Slamet. Terkait kejadian ini, pihaknya menyerahkannya ke Polsek Kalipuro. Hingga Minggu sore, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek. Sementara itu, Amiruddin mengaku memang pernah sakit 7 bulan. Lalu, bernadar berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi. Aksi itu mulai dilakukan 20 November 2018 dan tiba di Banyuwangi 26 Januari 2019. ‘’Saya memang bernadar, jika sembuh dari lumpuh akan jalan kaki ke Banyuwangi. Tapi, saya khilaf dan salah, menyebut orangtua di Banyuwangi,’’ ujarnya. Amiruddin berharap bisa segera pulang setelah aksi jalan kakinya selesai. Selama aksi jalan kaki, Amiruddin sempat viral. Bahkan, mendapat simpati dari banyak relawan. Termasuk, para pejabat daerah yang dilaluinya. (udi)

Bali Post/ist

RSUD Mangusada Kekurangan Lemari Penyimpan Jenazah Mangupura (Bali Post) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada, Kapal, Badung masih kekurangan lemari pendingin untuk penyimpan jenazah. Lemari pendingin yang ada saat ini hanya mampu menyimpan 12 jenazah. Dirut RSUD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta tak menampik perihal tersebut. Idealnya lemari penyimpan jenazah yang diperlukan adalah lemari berkapasitas 12-30 jenazah. ‘’Yang kita miliki sekarang lemari dengan kapasitas yang cukup kecil, idealnya kita perlu lemari pendingin yang bisa untuk 25 sampai 30 orang. Sekarang maksimal hanya bisa menampung 12 jenazah,’’ ungkap dr. Gunarta, Minggu (27/1) kemarin. Menurutnya, kekurangan lemari pendingin untuk menyimpan jenazah tidak terlepas dari keterbatasan tempat. Namun, pria asal Desa Sibang Gede Kecamatan Abiansemal ini mengatakan sedang mengkaji untuk perluasan areal RSUD Mangusada, di luar pembangunan gedung baru di blok D, F, dan G, yang sekarang sudah dalam proses pengerjaan fisik. ‘’Perluasan areal RSUD Mangusada ini salah satunya untuk pembangunan kamar jenazah baru, rumah singgah mengantisipasi kebutuhan akan ruang perawatan kanker, sama untuk tempat perawatan geriatri (lanjut usia),’’ ujarnya. Disebutkan, rencana perluasan areal RSUD Mangusada sedang masuk tahap melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Bila FS selesai tahun ini, pada tahun depan akan masuk tahap berikutnya yakni pembebasan lahan. ‘’Sekarang FS masih dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),’’ katanya. Seperti diketahui, recananya gedung baru akan dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan, seperti gedung D rencananya akan digunakan untuk poliklinik dengan sistem cluster, dan ruang rawat inap untuk kelas II dan kelas I. Kemudian untuk gedung F dimanfaatkan untuk pusat onkologi pelayanan khusus kanker, ruangan pelayanan eksklusif seperti pelayanan bayi tabung, dan ruangan khusus rawat anak. Ruang penghubung kedua blok ini akan digunakan untuk ruangan operasi emergency. Sedangkan blok G untuk pusat pelayanan cuci darah, di mana saat ini ada 300 pasien yang rutin melakukan cuci darah. Blok ini juga menjadi pusat manajemen, untuk pendidikan dan pengembangan, dapur serta laundry. ‘’Kami juga sudah menyampaikan permakluman barangkali menyebabkan ketidaknyamanan selama pengerjaan proyek,’’ pungkasnya. (kmb27)


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bersatu Mewujudkan Bali yang Hijau PEMERINTAH di Bali kini perang terhadap sampah plastik. Tak hanya sebatas aksi bersihbersih, juga lewat peraturan gubernur. Peraturan yang dikeluarkan Gubernur Koster itu membatasi penggunaan kantong plastik di swalayan dan toko modern. Semua itu ditujukan untuk menciptakan Bali bersih dan hijau. Selain aksi dan regulasi, falsafah Tri Hita Karana harus tetap dijadikan dasar pijakan terutama dalam edukasi kepada masyarakat. Sebab, konsep tersebut telah membumi dan diakui oleh seluruh pemangku kepentingan di Bali. Ini perlu digarisbawahi karena beberapa tahun terakhir ini kualitas lingkungan Bali makin berkurang, hutan makin menciut, bahkan rusak. Sungai makin kotor, ditambah lagi banjir mudah sekali terjadi. Wajah lingkungan makin muram, dan tampaknya makin susah untuk kembali ke masa silam, yang udaranya begitu bersih dan air begitu sehat. Tri Hita Karana, sebuah landasan yang utuh dan tidak boleh diabaikan dalam pembangunan berkelanjutan di Bali. Konsep apa pun, realitas pembangunan di Bali, kabupaten maupun kota harus didasari kebijakan Tri Hita Karana yang sudah diakui dunia. Bali mestinya dilihat secara makro dengan memahami esensinya yang dapat menjamin hak hidup setiap orang. Sehingga setiap orang memiliki harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh. Bisa hidup, bertempat tinggal, bekerja dengan baik, dan sebagainya. Ada rasa aman dan nyaman dalam menjalani semua itu. Sampah plastik harus menjadi fokus utama. Sebab, penggunaannya semakin masif dan dibuang secara sembarangan. Kita bisa lihat sampah plastik berserakan di objek wisata. Bahkan, Pantai Kuta yang dikenal dunia juga tak luput dari sampah plastik. Tentu ini harus menjadi perhatian kita bersama. Demikian pula bidikan kamera wisatawan asing terhadap tumpukan sampah di Pantai Kusamba, Klungkung beberapa tahun lalu menorehkan ‘’luka’’ yang dalam bagi pariwisata Bali. Ini juga merupakan promosi buruk bagi citra destinasi Bali. Ini menunjukkan pemerintah maupun masyarakat kurang memberikan perhatian terhadap program mewujudkan Bali yang bersih dan hijau. Padahal program ini diluncurkan mengingat terbatasnya sumber daya alam di Bali. Misalnya, alih fungsi lahan yang mencapai ratarata 800 hektar per tahun, menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air, pendangkalan sungai dan danau, abrasi pantai, kerusakan terumbu karang, dan kerusakan hutan. Abrasi pantai telah terjadi hampir di seluruh pantai di Bali di sepanjang 67,1 kilometer atau sekitar 15,6 persen dari panjang pantai Bali. Untuk mewujudkan Bali Clean and Green perlu dukungan desa pakraman, pemerintah, pengusaha dan lembaga swadaya masyarakat lainnya. Keterlibatan ini dapat menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. Bali yang bersih dan hijau harus mampu terbebas dari pencemaran dan kerusakan sumber daya alam. Kearifan lokal Tri Hita Karana merupakan landasan dasar yang harus dipedomani oleh pemerintah, lembaga tradisional desa pakraman dan subak dalam melaksanakan berbagai aktivitasnya. Membangun Bali Clean and Green adalah aktualisasi dari Tri Hita Karana yaitu mewujudkan alam atau lingkungan yang bersih dan hijau. Pola hidup bersih pun agar semakin ditingkatkan, mulai dari rumah-rumah, pekarangan rumah maupun di luar rumah, dan jangan membuang sampah sembarangan. Bila desa pakraman atau lembaga subak dapat mengaktualisasikan pembangunan jiwa bersih dan hijau dalam pararem awig-awig-nya ini merupakan langkah mulia dan maju membangun peradaban Bali ke depan.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menjaga Rasa Keadilan Masyarakat Pilihan-pilahan sikap politik termasuk keputusan pemerintah hendaknya tetap memperhatikan aspirasi masyarakat kebanyakan. Keputusan hendaknya jangan berdasarkan kepentingan politik semata, namun hendaknya dapat membuat publik merasa nyaman. Mudah-mudahan para pengelola negara ini tetap berpihak pada kepentingan kenyamanan rakyat banyak, bukan hanya untuk membela kepentingan segelintir orang. Di negeri ini, sepanjang empat pilar kebangsaan benar-benar diterapkan yakni Pancasila, UUD Negara Repbulik Indonesia (NRI) 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, maka oknum yang tak sejalan dengan itu haruslah dibina. Jangan sampai karena ada kepentingan politik dibangun negosiasi. Orang yang jelas-jelas menentang empat pilar itu hendaknya ditindak, bukan malah diayomi. Mudah-mudahan rasa aman itu menjadi milik warga negeri ini. Artinya, penduduk negeri ini perlu diberikan jaminan keamanan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Senin Pon, 28 Januari 2019

Menuju Bali Bebas Sampah Plastik Merujuk data tahun 2018 dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) dan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah Tiongkok. Di pengujung tahun 2018 kita dibuat terkejut dan perihatin dengan berita kematian hewan laut yang berturutturut dan semuanya diduga disebabkan oleh sampah plastik. Di bulan November 2018 tiga ekor penyu ditemukan mati di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Di bulan yang sama seekor paus jenis Perm Wale ditemukan mati di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, di bulan Desember 2018 seekor penyu ditemukan mati di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Ketiga kasus kematian hewan laut ini diduga hewanhewan tersebut memakan sampah plastik. Bali pun beberapa kali menjadi sorotan nasional dan internasional karena permasalahan sampah plastik. Maret 2018 seorang penyelam asal Inggris membuat video yang memperlihatkan banyaknya sampah plastik di perairan Nusa Penida, Bali. Di bulan Desember 2018, sebuah foto hasil jepretan warga negara Inggris lainnya viral di media sosial karena memperlihatkan pantai di Bali yang penuh dengan sampah.

Oleh

Mery Linda Kesuma emerintah pusat maupun daerah tentunya menyadari kewajibannya dalam usaha pelestarian lingkungan dan perlunya aksi nyata dalam memerangi sampah, termasuk sampah plastik. Pemerintah pusat telah menargetkan pengurangan 70 persen sampah plastik di laut pada tahun 2025. Selanjutnya, sebagai bagian dari komitmennya dengan dunia internasional, pemerintah pusat dengan dukungan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk ikut serta dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Surtainable Development Goals), termasuk Target 11.6. yang berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan perkotaan per kapita yang merugikan, termasuk memberi perhatian khusus pada kualitas udara, termasuk penanganan sampah kota. Namun hasil Survei Potensi Desa (Podes) 2018 oleh BPS mencatat bahwa di Provinsi Bali baru sekitar 37 persen atau sebanyak 266 desa/kelurahan dari total 716 desa/ kelurahan yang memiliki kegiatan pelestarian lingkungan, dan hanya sekitar 22 persen atau 156 desa/kelurahan dari total 716 desa/kelurahan yang memiliki kegiatan pengolahan/ daur ulang sampah. BPS dan Dinas Kebersihan Kota di Indonesia mencatat bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah sampah anorganik (yang di dalamnya termasuk sampah plastik) di Kota Denpasar naik 60 persen dari 616,25 meter kubik di tahun 2016 menjadi 982,97

meter kubik di tahun 2017. Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam penanggulangan masalah sampah khususnya sampah plastik, baru-baru ini dipertegas dengan pemberlakuan Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dengan pelarangan penggunaan kantong plastik di toko-toko dan pusat perbelanjaan, mulai tanggal 1 Januari 2019. Denpasar menyusul tiga kota lainnya di Indonesia yang sudah terlebih dahulu menetapkan larangan penggunaan kantong plastik, yaitu Banjarmasin, Balikpapan, dan Bogor. Pelarangan penggunaan kantong plastik juga dilakukan di beberapa negara lain, seperti Kenya, Zimbabwe, United Kingdom, Taiwan, Amerika Serikat (Kota Seattle dan negara bagian California), Australia, Kanada, dan Prancis. Di tanggal yang sama dengan Kota Denpasar, 1 januari 2019 Korea Selatan juga mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik di pusat-pusat perbelanjaan. Lalu, efektifkah pelarangan penggunaan kantong plastik tersebut? Kota Banjarmasin yang pertama kali menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik, melaporkan bahwa mereka telah berhasil mengurangi 54 juta lembar kantong plastik dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Situs ReuseThisBag melaporkan bahwa di Amerika Serikat, Kota San Jose di California melaporkan penurunan sebesar 59 persen untuk sampah

plastik di lingkungan perumahan dan penurunan sebesar 60 persen untuk sampah plastik di sungai-sungai sejak tahun 2012, sedangkan di Kota Seattle, dalam kurun waktu lima tahun sampah plastik di perumahan turun sebesar 48 persen. Selanjutnya, Ecowatch melaporkan bahwa di Eropa, Center for Environment, Fisheries and Aquaculture Science (CEFAS) mencatat penurunan jumlah sampah plastik sekitar 30 persen di perairan Norwegia, Jerman, Prancis dan Irlandia. Melihat efektivitas pelarangan penggunaan kantong plastik di beberapa kota dan negara lain di atas, besar harapan pelarangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar dapat memberikan dampak positif berupa penurunan jumlah sampah plastik di Kota Denpasar. Namun, untuk jangka panjang, dampak yang diharapkan tentunya tidak hanya Kota Denpasar yang mampu mengurangi jumlah sampah plastiknya, tapi lebih luas lagi, Bali yang bersih dan bebas sampah plastik. Penetapan peraturan pelarangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar adalah awal yang baik. Namun untuk Bali yang lebih bersih dan bebas sampah plastik, pelarangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar tentunya tidak cukup. Untuk menuju Bali yang bersih dan bebas sampah plastik, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan dan ditingkatkan. Pertama, membuat peraturan daerah yang

lebih inklusif, baik dengan memperluas cakupan wilayah peraturan, juga dengan memperluas jenis cakupan penggunaan plastik yang dilarang. Peraturan pelarangan penggunaan kantong plastik yang saat ini hanya diterapkan di Kota Denpasar perlu diperluas meliputi seluruh wilayah kabupaten/kota di Bali. Cakupan jenis plastik yang dilarang juga perlu diperluas, misal dengan mencakup pelarangan board karangan bunga dari plastik, wadah tempat makanan dari plastik, dan seterusnya. Kedua, mempertegas peraturan penggunaan plastik. Kenya dikenal sebagai negara yang menerapkan peraturan penggunaan plastik paling keras di dunia, di mana orang dilarang untuk memproduksi, menjual, atau bahkan membawa kantong plastik dengan ancaman hingga empat tahun penjara atau denda hingga sebesar $40.000 atau sekitar hampir Rp 570 juta. Australia menetapkan denda hingga sebesar $4.600 atau sekitar Rp 65 juta untuk para penjual yang menggunakan kantong plastik. Ketiga, kerja sama semua pihak, pemerintah, swasta, tokoh adat/masyarakat, dan perlu ditingkatkan untuk mencapai Bali yang bersih dan bebas sampah plastik. Pemerintah memegang peranan penting dalam memberikan edukasi dan sosialisasi pelestarian lingkungan hidup, termasuk di dalamnya sosialisasi kebersihan, pengelolaan sampah dan bahaya atau dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik. Pemerintah juga memiliki kewenangan untuk memfasilitasi kegiatan pengelolaan sampah plastik dan kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Hasil Podes 2018 mengindikasikan bahwa pemerintah daerah Provinsi Bali masih memiliki banyak ruang untuk dapat meningkatkan kegiatan pelestarian lingkungan hidup dan kegiatan pengelolaan/ daur ulang sampah di tiaptiap wilayah desa/kelurahan. Pihak swasta dan tokoh adat/ masyarakat dapat mengambil peran dengan meneruskan sosialisasi pemerintah mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat dan mematuhi peraturan pemerintah mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, serta

mengambil bagian dalam aksi nyata penanggulangan sampah, misalnya dengan ikut serta dalam aksi bersih-bersih pantai, memangkas penggunaan plastik di wilayah kerja, membuat lomba-lomba kebersihan dan inovasi bebas sampah plastik antarbanjar, dan sebagainya. Keempat, yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan karakter masyarakat yang sadar akan pentingnya kebersihan, sadar untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik. Bagaimana caranya kita menjadikan kesadaran membuang sampah pada tempatnya sebagai budaya, bukan lagi sekadar untuk mematuhi peraturan pemerintah, atau karena takut akan denda dan ancaman pidana lainnya. Sebagai contoh di Jepang, negara yang terkenal kebersihannya, membuang sampah pada tempatnya sudah membudaya di masyarakat. Membuang sampah sembarangan merupakan perbuatan yang memalukan sehingga tanpa disediakan tempat sampah pun, masyarakat di Jepang akan secara sadar dan sukarela membawa sampah mereka di dalam tas terlebih dahulu sampai menemukan tempat sampah. Sebenarnya masyarakat Bali sudah memiliki modal konsep filosofi dan budaya yang tak kalah dengan Jepang dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Masyarakat Bali mengenal filosofi Tri Hita Kirana yang didalamnya termasuk menjaga hubungan yang harmonis dengan alam sekitar, termasuk bagaimana agar manusia hidup berdampingan dengan alam, menjaga kelestariannya serta mencegah keru sakan alam. Maka seharusnya, jika masyarakat Bali sudah teredukasi tentang bahaya sampah plastik untuk alam dan jika masyarakat dapat meresapi betul-betul filosofi Tri Hita Kirana, seyogianya akan tumbuh karakter dan budaya masyarakat Bali yang sadar akan kebersihan, termasuk kesadaran untuk mengurangi sampah plastik. Mimpi Bali bersih dan bebas sampah plastik pun akan bukan lagi sekadar mimpi. Penulis, Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Seksi Statistik Kependudukan

Mitigasi Bencana Dalam Kurikulum Sekolah POJOK

KOMPLEKSITAS kondisi demografi, sosial dan ekonomi di Indonesia berkontribusi besar pada tingginya tingkat kerentanan masyarakat terhadap ancaman bencana, serta minimnya kapasitas masyarakat dalam menangani bencana menyebabkan risiko bencana di Indonesia menjadi lebih tinggi. Bencana alam yang ada di Indonesia sudah banyak terjadi pada tahun 2018. Bencana gempa bumi, banjir, longsor, letusan gunung berapi, hingga tsunami terus terjadi silih berganti di beberapa daerah Indonesia. Tingginya potensi bencana selama ini di Indonesia tidak diiringi dengan tingginya mitigasi gempa yang ada di Indonesia. Tidak mengherankan, setiap bencana yang ada memakan banyak korban jiwa. Dari perspektif pendidikan, pelajaran mitigasi bencana alam yang ada di Indonesia sedikit sekali di kurikulum. Minimnya mitigasi bencana ini perlu dievaluasi kembali sehingga edukasi tanggap darurat bencana di Indonesia menjadi lebih baik. Seperti halnya yang terjadi di Jepang, mitigasi sudah terintegrasi dalam kurikulum. Tujuan dari adanya pengurangan risiko bencana alam di dalam kurikulum sekolah adalah memastikan generasi bangsa mampu mengembangkan kapasitasnya untuk merespon bencana sehingga mereka dapat selamat dan berkontribusi untuk menyelamatkan orang lain. Kedua, untuk mengembangkan pengetahuan tentang aspek kebencanaan di sekolah, sehingga semua sekolah di Indonesia mempunyai manajemen bencana dan risiko yang baik. Ketiga, mampu memastikan seluruh sekolah yang ada di Indonesia itu memiliki level keselamatan yang tinggi sehingga mampu merencanakan program penanggulangan gawat darurat secara reguler dan terlatih. Penanganan mitigasi bencana yang masuk kurikulum ini seharusnya dimulai dari seluruh tingkatan siswa, baik dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Penanganan ini memastikan bahwa seluruh tingkat pendidikan mendapatkan pelatihan secara reguler

Oleh

I Kadek Darsika Aryanta, S.Pd., M.Pd. untuk manajemen risiko bencana. Dengan diberlakukannya integrasi kurikulum bencana di sekolah, siswa bisa berperan sebagai agen perubahan dalam memberikan informasi dan membagi pengetahuannya tersebut kepada keluarga sekitar. Selain itu, manajemen risiko untuk bencana alam ini harus dari multidisiplin ilmu tidak hanya dari salah satu mata pelajaran saja, tetapi gabungan dari berbagai mata pelajaran sehingga mampu berkolaborasi dalam peningkatan mitigasi bencana yang ada di Indonesia. Manusia memegang peran penting dalam terjadinya bencana, mereka bisa menjadi faktor utama pencegahan bencana dan juga bisa menjadi faktor yang paling bertanggung jawab terhadap terjadinya bencana. Tentunya manusia menjadi faktor utama dalam upaya pencegahan bencana dengan memberikan pendidikan siaga bencana sejak usia sekolah dasar sehingga akan lahir generasi sadar, siaga, dan tanggap bencana. Banyaknya bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, maka dipandang perlu dicanangkannya kurikulum pendidikan siaga bencana di satuan pendidikan formal sejak dini. Sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan pendidikan siaga bencana alam dalam kurikulum. Perlunya menanamkan dan menumbuhkan sikap sadar, siaga, dan tanggap bencana kepada masyarakat. Berbagai pendekatan integrasi dalam kurikulum untuk mereduksi bencana ini bisa dilakukan dengan menggunakan integrasi ke dalam mata pelajaran. Integrasi kurikulum ini bisa dilakukan melalui mata pelajaran seperti misalkan di dalam mata pelajaran IPA, IPS, Geografi, ataupun dalam matapelajaran yang lain, sehingga tidak perlu membentuk suatu mata pelajaran lain lagi, namun sudah terintegrasi dalam satu mata pelajaran seperti itu. Konten materi ajar yang dapat dilakukan dalam pembelajaran mitigasi

ini dalam kurikulum bisa dengan berbagai cara, yang pertama adalah dengan menggunakan pemberian buku ajar di mana siswa mempelajari buku-buku yang ada. Selain memberikan buku teks khusus kebencanaan, pemerintah juga dapat mengimplementasikan pendidikan kebencanaan ini melalui sekolah-sekolah tertentu sebagai pilot project. Sekolah tersebut bisa mengimbaskan penanganan mitigasi bencana tersebut ke sekolah yang ada di sekitarnya. Langkah ketiga bisa juga dilakukan dengan menggunakan event pelatihan kebencanaan yang dilakukan di sekolah. Pendekatan-pendekatan ini dapat dipilih oleh pemerintah untuk mengintegrasikan pembelajaran mitigasi bencana. Cara pengajaran yang dilakukan oleh guru dalam mengurangi dampak dari bencana ini dapat menggunakan berbagai macam metode, yaitu dengan menggunakan interactive learning, brainstorming, diskusi dengan teman sebaya atau teman dalam satu kelompok. Untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap bencana dapat juga dilakukan dengan menghadirkan narasumber tentang bagaimana dampak dari bencana. Penggunaan inquiry learning juga bisa dilakukan, yaitu bagaimana siswa membuat suatu studi kasus terhadap suatu konteks kebencanaan. Juga menggunakan metode field experience learning, di mana dengan menggunakan studi lapangan ini siswa dapat memahami bahwa potensi bencana tersebut seperti apa. Strategi belajar yang lain yang mungkin dapat dilakukan oleh sekolah adalah dengan cara action learning excellent kegiatan ini bekerja sama dengan suatu komunitas ataupun kelompok masyarakat untuk meningkatkan kepekaan mereka terhadap bencana. Strategi yang lain juga dapat dilakukan dengan metode kampanye dan menggunakan teater teatrikal.

Danjen Kopassus Nyoman Cantiasa minta SDM Bali cinta tanah air. - Cinta lahir batin. *** Sejumlah ST di Bali kembali pasang baliho tolak reklamasi Teluk Benoa. - Wujud cinta tanah air. *** Wisatawan Cina yang datang ke Bali turun sampai 35,51 persen. - Turun-naik hal biasa.

Penulis, Guru Fisika, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN Bali Mandara

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Pon, 28 Januari 2019

Program Nikosake Terkendala Anggaran Tabanan (Bali Post) Tabanan saat ini sedang mengembangkan kawasan Nikosake (nila, kopi, salak dan kelapa) yang mengintegrasikan produk pertanian sebagai potensi desa dengan pariwisata. Tahun ini sedang disiapkan masterplan dan paket-paket wisata. Sayangnya karena anggaran terbatas, tidak semua rencana ini bisa terealisasi. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja, Minggu (27/1) kemarin mengatakan, saat ini Nikosake sedang on progress, tetapi perkembangannya cukup lambat karena terkendala anggaran. ‘’Meski demikian, pelatihan-pelatihan tetap berjalan. Begitu juga sudah membentuk kelompok,’’ ujarnya. Masterplan program Nikosake yang tengah disusun, katanya, adalah pedoman untuk pembangunan fisiknya penunjang Nikosake serta pedoman paket-paket wisata. Dana penyusunan masterplan berasal dari pusat. Sayangnya untuk pembangunan fisik yang mengandalkan APBD, tidak bisa terealisasi tahun ini karena tidak adanya alokasi untuk hal tersebut. Ia menjelaskan, untuk membuat paket-paket wisata membutuhkan infrastruktur yang memadai seperti jalur trekking, homestay, wantilan dan lain sebagainya. Namun proses ini dilaksanakan bertahap dan membutuhkan waktu cukup lama. ‘’Untuk permasalahan anggaran, kita tunggu masterplan-nya dulu. Kalau sudah jadi, baru bisa dipikirkan langkah sharing budget dengan Dana Desa,’’ jelasnya. Program Nikosake dibuat dalam rangka pemerataan pembangunan di Kabupaten Tabanan. Kawasan Nikosake telah ditetapkan dalam SK Bupati Tabanan Nomor 180/178/02/ HK&HAM/2018 tentang lokasi pengembangan agribisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata kawasan Nikosake. Kawasan Nikosake termasuk dalam Kawasan Prioritas Pembangunan Nasional (KPPN). Dari 23 desa di kawasan KPPN, baru lima desa yang dikembangkan sebagai pilot project dengan masing-masing produk unggulannya yaitu nila, kopi, salak dan kelapa. Lima desa dimaksud yakni Wanagiri, Belimbing, Sanda, Munduktemu dan Lumbung Kauh. Pengembangan kawasan Nikosake diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup masyarakat setempat. (kmb24)

Bali Post/san

SAWAH - Hamparan sawah di Desa Belimbing. Desa Belimbing merupakan salah satu desa yang menjadi pilot project program Nikosake.

100 Guru SD Pensiun Tahun Ini

Tabanan (Bali Post) Kekurangan guru masih menjadi permasalahan dunia pendidikan yang tak kunjung terpecahkan. Hal ini lantaran minimnya perekrutan guru oleh pemerintah pusat dan banyaknya guru yang pensiun tiap tahunnya. Seperti di Kabupaten Tabanan, berdasarkan data Dinas Pendidikan, ada 100 guru SD yang memasuki masa pensiun tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila, Minggu (27/1) kemarin mengatakan, guru yang memasuki masa pensiun ada di semua jenjang pendidikan. Namun yang terbanyak adalah di tingkat SD. Jumlahnya cukup banyak akibat pada tahun 1974, terjadi pengangkatan tenaga guru secara besar-besaran pascaterbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1. Inpres ini memudahkan pengangkatan guru, terutama guru SD. Terkait hal itu, pihaknya masih menunggu penempatan guru yang telah lolos CPNS tahun 2019. Sebab berdasarkan informasi, di

UPTD Pendidikan Kecamatan Pupuan sudah ada 40 guru SD yang akan ditugaskan sesuai dengan kelulusan CPNS 2019. ‘’Mudahanmudahan dengan pensiunan guru yang jumlahnya 100 ini dapat dipenuhi oleh pelamar CPNS yang melamar guru,’’ imbuh Susila. Mantan Sekwan Tabanan ini pun berharap guru yang ditugaskan sesuai dengan lamaran yang diajukan khususnya di daerah pelosok. Para guru baru ini diharapkannya tidak sesuka hati mengajukan permohonan pindah. Apalagi Badan Kepegawaian sudah mempersyaratkan guru hanya boleh pindah setelah 10 tahun mengajar. ‘’Kecuali jika ada guru pengganti, maka akan dipertimbangkan. Kalau hanya ingin pindah begitu saja, hal tersebut tidak diberikan. Sesuai arahan pimpinan, kami juga tidak diperkenankan asal rekomendasi. Karena jika semua seperti itu maka tidak ada guru yang akan mengajar di daerah pelosok, guru akan numplek di kota saja,’’ tegasnya.

Sementara terkait sosialisasi aturan baru mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 khususnya jalur miskin, dia menyatakan pihaknya sudah melaksanakan rapat bersama dengan pihak terkait. Sosialisasi pun akan segera dilakukan. ‘’Yang jelas untuk jalur zonasi bukan menggunakan kecamatan, tetapi sekarang adalah sekolah terdekat,’’ tegasnya. (kmb28)

Wabah Diare Akibat Mata Air Terkontaminasi E.Coli Tabanan (Bali Post) Setelah hampir dua pekan sejak dinyatakan KLB diare, penyebab terjadinya wabah diare di Banjar Sandan Desa Bangli, Kecamatan Baturiti akhirnya diketahui. Lewat sampel air yang diperiksa di laboratorium, diketahui penyebab diare adalah bakteri E.coli. Hal ini dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (27/1) kemarin. Suratmika menjelaskan, setelah mengetahui pemeriksaan laboratorium, tim turun ke lapangan untuk melihat proses penyebaran bakteri ini. Dari pemantauan di lapangan, ternyata mata air yang menjadi sumber air Pamsimas terkontaminasi bakteri E.coli. Bakteri ini berasal dari sungai yang mengalir di atasnya.

‘’Saat musim hujan, air dari sungai merembes dan mengontaminasi sumber mata air yang ada di bawahnya. Dari sana bakteri E.coli kemudian menyebar ke tempat penampungan minum warga,’’ ujar Suratmika. Jumlah bakteri E.coli yang menyebar, lanjut Suratmika, tidak terlalu banyak dan hanya ditemukan di beberapa penampungan air milik warga. ‘’Karenanya, tidak semua warga terkena wabah diare. Hanya beberapa KK yang kebetulan penampungan airnya terkontaminasi E.coli,’’ ujarnya. Setelah mengadakan pengobatan keliling di banjar tersebut, sesuai propat penanganan KLB, saat ini sudah tidak ada lagi pasien diare. Namun pihaknya

tetap melakukan sosialisasi untuk langkah pencegahan kasus serupa. Pihaknya juga meminta agar Pemerintah Desa setempat memperbaiki sarana dan prasarana Pamsimas, terutama untuk mencegah agar sumber airnya tidak mudah lagi terkontaminasi bakteri dari luar. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mengubah kebiasaan minum air mentah dengan selalu memasak air sebelum dikonsumsi. Juga diharapkan untuk menambahkan kaporit di penampungan ait untuk mencegah perkembangan bakteri. ‘’Untuk kaporit, bisa diminta di puskemas. Diharapkan masyarakat maupun pihak pengelola Pamsimas rutin menambahkan kaporit di penampungan air,’’ ujar Suratmika. (kmb24)

Koperasi Swadana Arta Gelar RAT Tahun Buku 2018 Tiap Tahun Jumlah Anggota Meningkat

RAT - Suasana RAT Koperasi Swadana Arta yang digelar di Balai Banjar Beringkit, Desa Kaba-kaba Kecamatan Kediri.

KOPERASI Swadana Arta menggelar rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2018, bertempat di Balai Banjar Beringkit, Desa Kaba-kaba Kecamatan Kediri, Minggu (27/1) kemarin. Kegiatan ini merupakan agenda wajib terkait pertanggungjawaban pengurus koperasi selama satu tahun kepada anggota koperasi. Ketua Koperasi Swadana Arta I Wayan Setiawan didampingi Manajer Koperasi Ni Ketut Indrawati serta Pengawas Koperasi I Made Karta menyampaikan, kualitas Koperasi Swadana Arta terus mengalami peningkatan. Tidak hanya dari segi penambahan anggota melainkan juga dari keuntungan yang didapat. Tidak salah jika koperasi yang berlokasi di

Jalan Ahmad Yani I Kaba-kaba ini meski baru berusia 8 tahun sudah pernah meraih predikat sebagai koperasi terbaik III di tahun 2016 tingkat Kabupaten Tabanan untuk jenis koperasi KSP/USP. ‘’Prestasi ini yang selalu kami jadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Koperasi untuk peningkatan daya saing koperasi,’’ ucapnya. Kepercayaan anggota terus mengalami peningkatan. Jika jumlah anggota saat awal pembukaan koperasi hanya 50 orang, di tahun 2017 meningkat menjadi 420 orang. Pada akhir tahun 2018 kembali meningkat menjadi 446 anggota. Sementara untuk total aset, hingga akhir tahun 2018 mencapai Rp 18,5 miliar, simpanan (dana masyarakat

dan anggota) sebesar Rp 14,3 miliar, pinjaman Rp 14,4 miliar dan SHU sebesar Rp 602 juta. Sementara modal/ekuitas sebesar Rp 1,9 miliar. Dikatakannya, penambahan jumlah anggota menjadi target yang terus dikejar. Tentu saja kesejahteraan anggota tetap menjadi prioritas utama. Untuk itulah peluang-peluang usaha akan digarap. Salah satu terobosan tahun ini berupa pemberian modal untuk peternak babi. Seperti yang dijelaskan Manajer Koperasi Swadana Arta Ni Ketut Indrawati, program ini berupa pemberian modal tunai dalam jangka waktu tertentu pada anggota. Jangka waktu dimaksud 4 sampai 5 bulan. Jika nantinya peternakan babi sudah menghasilkan, barulah

anggota akan dikenakan bunga untuk pinjaman modal tersebut. ‘’Modal tunai ini nantinya akan dijadikan modal awal mereka untuk usaha ternak babi. Setelah ternak mereka menghasilkan kurang lebih 4 atau 5 bulan, barulah anggota mengembalikan pokok beserta bunganya, dan program ini akan terus dilalukan pengawasan sehingga memang benar modal tersebut tepat guna dan tepat sasaran,’’ terangnya. Menurut Indrawati, perkembangan sebuah koperasi tidak terlepas dari dukungan anggotanya. Buktinya, Koperasi Swadana Arta selalu meminta masukan dan menyikapi keluhan yang disampaikan anggota. Pembenahan akan dilakukan demi pelayanan lebih baik lagi ke depannya. (ad1046)


BULELENG

8

Senin Pon, 28 Januari 2019

Krisis Seniman, Buleleng Hanya Ikuti 16 Pementasan di Arena PKB 2019 Bali Post/kmb38

AKSI DAMAI – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) melakukan aksi damai. Mereka memprotes keputusan pemberian remisi terhadap narapidana kasus pembunuhan wartawan.

KJB Tolak Remisi Narapidana Pembunuh Wartawan Singaraja (Bali Post) – Aksi penolakan keputusan Presiden Joko Widodo menyetujui pemberian masa pengurangan tahanan (remisi) untuk narapidana kasus pembunuhan wartawan terus bergulir, Minggu (27/1) kemarin. Wartawan yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) itu melakukan aksi penolakan pemberian remisi di depan Tugu Singa Ambararaja, di depan kantor Bupati Buleleng. Aksi itu diisi pementasan teatrikal dan pembacaan pusi berjudul ‘‘Surat untuk Ayah’’. Berita penting itu sebagai aksi protes atas keputusan remisi terhadap I Nyoman Susrama, terpidana pembunuhan wartawan A.A. Gde Bagus Narendra Prabangsa. Ketua KJB Buleleng I Ketut Wiratmaja mengatakan, aksi damai itu merupakan bentuk kekecewaan para jurnalis atas terbitnya Keputusan Presiden (Kepres) No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup, mengacu Kepres itu I Nyoman Susrama, jadi dipenjara 20 tahun. Kepres itu, kata Wiratmaja, telah melukai rasa keadilan pada keluarga korban, serta para jurnalis yang ada di Indonesia. Terlebih kasus pembunuhan Prabangsa itu adalah satu-satunya kasus pembunuhan insan pers yang berhasil terungkap hingga ke akar-akarnya. “Sama saja seperti langkah mundur kebebasan pers di Indonesia. Kami mendesak Presiden Jokowi mencabut pemberian remisi atas terpidana I Nyoman Susrama,” katanya. Selain menggelar aksi damai, pekerja media di Bali Utara itu membacakan tiga poin pernyataan sikap. Pertama, wartawan di Buleleng merasa prihatin atas remisi yang diterima I Nyoman Susrama. Kedua, mendesak Presiden Joko Widodo mencabut remisi terpidana I Nyoman Susrama. Ketiga, meminta pemerintah menegakkan hukum secara tegas dan adil. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Menjelang gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019, Pemkab Buleleng mulai melakukan persiapan. Dari persiapan itu, rupanya duta kesenian asal Bali Utara terpaksa absen dalam beberapa pementasan di PKB tahun ini. Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng telah menetapkan hanya mengikuti 16 pementasan dari total 24 jadwal pementasan yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali. Jumlah pementasan yang diikuti duta kesenian Buleleng bahkan terbilang paling sedikit dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada tahun 2018 lalu, misalnya, Disbud Buleleng memutuskan ikut serta pada 24 pementasan. Kepala Bidang (Kabid) Kesenian Disbud Buleleng Wayan Sujana, Minggu (27/1) kemarin, membenarkan sejumlah kesenian yang tidak diikuti dalam PKB tahun ini. Beberapa pemen-

tasan yang memang tak diikuti di antaranya lomba Bapang Barong, Arja Klasik, Drama Gong Klasik, Tembang Girang, Prembon, Kesenian Kolosal, dan Janger Melampahan. Alasan mengapa

kesenian itu tidak diikuti karena belum memiliki seniman untuk tampil pada pementasan terse-

but. Dia mencontohkan, kesenian Arja pada PKB tahun sebelumnya Buleleng hanya mengikuti Arja remaja dan itu dengan susah payah. Sekarang harus Arja klasik dengan 11 orang pemain, pihaknya kesulitan mencari seniman Arja sebanyak itu. Begitu pula dengan pementasan drama klasik. Meski memiliki sejumlah sanggar drama gong, ternyata tak ada yang siap mementaskan drama klasik. “Jadi kami putuskan tidak ikut tahun ini. Masalahnya harus mengangkat dari lakon panji (malat - red). Ini yang menyebabkan sanggar tidak siap,” katanya. Jika ada kesenian yang tidak bisa diikuti, namun di sisi lain

minat sekaa dan sanggar untuk terlibat dalam pementasan gong kebyar, sangat tinggi. Meski dana yang diberikan terbatas, sejumlah sanggar bersedia mengikuti seleksi agar bisa tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra. Pagelaran gong kebyar anakanak diperebutkan oleh tiga sanggar. Masing-masing Sanggar Anglocita Penarungan, Sanggar Udiyana Sari Padangbulia, dan Sanggar Werdhi Guna Nagasepaha. Pementasan gong kebyar remaja akan diikuti Sanggar Tari dan Tabuh Bayu Teja Budaya Lokapaksa, sedangkan pementasan gong kebyar wanita diikuti Sanggar Seni Wahana Santhi Umajero. (kmb38)

Warga Keluhkan Peternakan Babi

Diduga, Limbah Cair Mengalir ke ”Pangkung’’

WARGA yang tinggal di sekitar kandang peternakan babi di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan mengeluh. Masyarakat mengeluh atas kenyamanan mereka terganggu akibat aktivitas peternakan babi PT Anugrah Bersama Sukses (ABS). Beberapa warga yang tinggal di sekitar kandang itu terganggu suara bising ternak babi yang dipelihara perusahaan itu. Warga menemukan aliran yang diduga limbah cair pada kali (pangkung - red) yang berbatasan dengan bangunan kandang. Lalu bagaimanakah harapan warga terhadap peternakan babi itu? Dari pantauan Minggu (27/1) kemarin, peternakan babi itu punya dua lokasi peternakan. Sejak beroperasi kandang di sebelah atas difungsikan untuk memelihara babi. Lahan bawah itu difungsikan menampung limbah padat dan limbah cair. Di bangunan bawah ini perusahaan sudah membangun bak untuk penampungan limbah cair. Di bangunan kandang perusahaan itu dibuat got untuk mengalirkan air hujan. Belakangan, warga menemukan bahwa ujung got yang berbatasan dengan pangkung itu ditemukan ada aliran air. Diduga, limbah bekas peternakan. Salah seorang warga yang tinggal di sekitar kandang, Jro Mangku Karda, menuturkan temuan di pangkung itu mengalirkan limbah peternakan babi sekitar tiga hari lalu. Pangkung

yang biasanya mengalirkan air buangan ketika hujan, namun ketika tidak ada hujan, dia menemukan aliran air yang mirip limbah bekas peternakan. Aliran air warnanya cokelat pekat dan menyebarkan aroma pesing. “Dulu sejak mulai beroperasi memang kami tahu kalau limbah itu diambil orang dari Desa Bulian. Limbah itu dijadikan pupuk tanaman Buah Naga. Namun tidak tahu pengambilannya distop,’’ ujarnya. Karena itu dirinya curiga, di pangkung itu biasanya hanya mengalir air ketika hujan. Namun saat itu tidak ada hujan. ‘’Saya terkejut aliran air itu warnanya cokelat dan berbau pesing,” katanya. Hal senada diungkapkan Wayan Marsa. Dia mengaku kenyamanannya terganggu suara bising babi, terutama di malam hari. Tidak hanya itu, pihaknya terganggu aroma tidak sedap yang muncul mengikuti arah mata angin. Akibat aroma tak sedap itu, Marsa merasa khawatir kalau kesehatannya terganggu. Pernah satu kali aroma tidak sedap tidak menyebar. Ketika itu dia sedang menggelar upacara kematian dan selama melaksanakan upacara itu sama sekali tidak muncul aroma tidak sedap. Setelah selesai upacara, aroma yang mengganggu itu kembali menyebar. Setelah ditelusuri, ternyata baru diketahui ada kegiatan perusahaan meny-

emprotkan cairan khusus guna menangkal aroma tidak sedap itu. Setelah tidak ada aktivitas warga, perusahaan tidak merespons keluhan warga akibat gangguan lingkungan tersebut. Warga lain, Jro Padma, yang tinggal di dekat kandang khawatir kalau suara babi dan aroma tidak sedap itu disebabkan pembuangan limbah ke pangkung. Pastinya mengganggu kenyamanan dan kesehatan. Apalagi, beredar nyamuk yang bisa saja menularkan virus JE. Sudah pasti hal itu sangat membahayakan. Imbasnya kesehatan terancam. Instansi berwenang kami harap memberikan atensi memadai. “Kami terus kumpulkan bukti dan fakta. Kami akan sampaikan bukti ini agar pihak terkait memperhatikan kenyamanan warga,’’ tegasnya. Aktivitas wisata di dekat kandang juga terganggu. Kebetulan warga membuka wahana foto selfei yang mulai ramai dikunjungi tamu. Salah seorang warga yang sering mengantar wisatawan, Wayan Suarsana, membenaran, aroma tidak sedap itu disebabkan kandang babi yang mulai mengganggu kenyamanan tamu berkunjung ke tempat selfei di dekat kandang babi itu. Atas kondisi ini, dia khawatir kalau tidak ditangani, bisa saja banyak wisatawan komplin akibat dampak peternakan babi tersebut. Direktur Utama PT ABS I

Bali Post/kmb38

LIMBAH CAIR – Buangan limbah cair usaha peternakan babi milik PT ABS diduga dialirkan ke pangkung. Warga di sekitar usaha peternakan itu mengeluh sebaran bau tidak sedap. Selain babi yang dipelihara oleh perusahaan itu sangat bising. Made Widiana mengatakan, selama ini limbah cair yang dihasilkan ditampung di bak penampungan di lahan kandang bawah. Bak pertama dan yang kelima itu menampung limbah yang sudah diolah. Selama ini limbah itu difungsikan menyiram tanaman di lahan bawah. Pihaknya memastikan tidak ada limbah yang dialirkan ke pangkung di sebelah utara kandang. Dirinya mengakui kalau lahan kandang di atas ada kamar mandi dan bak untuk mencuci keperluan peternakan. Terkait gangguan suara

bising dan bau tak sedap, Widiana mengatakan hal itu sudah ditangani. Pengujian ini dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali memakai indikator level zona. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng juga rutin melakukan uji terkait suara dan sebaran bau yang dikeluhkan warga itu. “Pada intinya peternakan ini mengikuti aturan pemerintah. Masalah bau dan suara bising kami sedang lakukan penanganan. Tunggu hasil tes di instansi berwenang,” katanya. (mud)


GIANYAR

Senin Pon, 28 Januari 2019

9

Senin Ini, Tawur Agung di Pura Er Jeruk Gianyar (Bali Post) Se ra ng ka ia n ka ry a d i Pura Er Jeruk, krama akan menggelar upacara Tawur Agung Pedanan, Senin (28/1) hari ini. Serangkaian acara itu, Minggu kemarin digelar upacara Mapepada Alit di pura tersebut. Manggala 1 Nyoman Oka menerangkan, upacara Mapepada Alit bertujuan untuk menyucikan sarana upacara atau wewalungan yang akan digunakan saat upacara Tawur Agung Pedanan, Senin ini. ‘’Dimaksud wewalungan di sini ialah heMAPEPADA - Sejumlah wewalungan diupacarai pada saat mapepada alit serangkaian karya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Minggu kemarin.

Gelapkan Perhiasan, Suparta Ditahan Polisi Gianyar (Bali Post) Jajaran Reskrim Polsek Sukawati menahan seorang sales, I Gusti Ngurah Suparta (35). Pelaku yang berasal dari salah satu desa di Kecamatan Tampaksiring ini harus berurusan dengan polisi karena menggelapkan perhiasan senilai ratusan juta rupiah. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Sukawati. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan, penangkapan pelaku ini bermula dari laporan korban Made Kita asal Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. Dikatakan, pelaku telah menggelapkan beberapa cincin permata milik korban. “Jadi, cincin itu diberikan oleh korban untuk dijualkan, namun malah digelapkan oleh pelaku,” ujar Jaya Winangun seizin Kapolsek Sukawati AKP Suryadi, Minggu (27/1) kemarin. Jaya Winangun menambahkan, pelaku mengambil barang di tempat korban. Sebelumnya, antara korban dengan pelaku sudah terikat perjanjian. “Semestinya pelaku ini menjualkan barang milik korban. Namun sampai batas waktu yang telah ditentukan, pelaku tidak memenuhi kewajiban untuk mengembalikannya,” ujarnya. Korban selaku pemilik Art Shop Kita sempat menghubungi pelaku karena melarikan perhiasan senilai Rp 210.700.000. Namun tidak ada iktikad baik dari pelaku, sehingga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukawati. Berdasarkan laporan itu, Tim Opsnal Polsek Sukawati dikomandoi oleh Panit Opsnal Ipda Komang Sudarsana mencari pelaku. Dengan mudah pelaku diamankan polisi. Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku di wilayah Kecamatan Tampaksiring. Dalam penggeledahan, ditemukan sebuah cincin permata blue sapir, sebuah cincin permata birma, dua lembar nota pembelian dari Art Shop Kiwi dan tiga lembar nota pembelian dari Art Shop Kita. Mendapati bukti tersebut, pelaku langsung digiring menuju Mapolsek Sukawati. “Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 372 ayat (1) KUHP,” ujar Jaya Winangun. (kmb35)

wan yang digunakan untuk upacara Tawur Agung Pedanan, dalam upacara Mapepada Alit ini juga ada banten otonan, harapannya agar setelah upacara hewan ini dapat tempat yang baik, jadi disucikan, tidak lagi menjadi binatang,’’ terangnya. Nyoman Oka juga menjabarkan, wewalungan yang diupacarai Minggu kemarin kerbau brutuk , banteng, kambing, wedus (kambing loreng), angsa putih, angsa blanyak (angsa loreng), kucit butuan, anjing bangbungkem kemudian ditambah kepala kambing dan kepala penyu. Upacara Mapepada Alit ini di-puput Ida Pedanda Istri Ngurah dari Geria Gede Kutri Singapadu. Selain Mapepada Alit, Minggu kemarin krama juga

mempersiapkan Sate Tegeh di areal wantilan Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk. Nyoman Oka menerangkan, Sate Tegeh dengan tinggi 4,5 meter ini merupakan simbol pemutaran Gunung Mandara Giri. ‘’Sate terbuat dari daging babi ini, di bagian bawahnya juga ada empas atau penyu, sesuai dengan cerita pemutaran Gunung Mandara Giri,’’ katanya. Sate tegeh ini juga dihiasi dengan senjata Dewata Nawa Sanga. Dikatakan, sate tegeh ini dibuat atas petunjuk para sulinggih. ‘’Menurut beliau (sulinggih) siapa tahu dalam mantra dan pemuja ada kekurangan, mengisi kekurangan itulah ada persembahan ini, makanya selain sate tegeh juga ada gebogan dan lainnya,’’ jabarnya. (kmb35)

Dilewati Kendaraan Investor, Warga Tutup Akses Jalan Swadaya Gianyar (Bali Post) Warga melakukan penutupan akses jalan di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan. Penutupan menggunakan beton ini dilakukan warga setempat, lantaran tidak terima jalur tersebut dilewati kendaraan investor. Apalagi material yang diangkut oleh truk milik investor itu kerap mengganggu pertanian milik warga setempat. Perwakilan warga Banjar Susut I Ketut Kudu mengatakan, pemasangan portal beton di Banjar Susut, Sabtu (26/1) sore, merupakan keputusan warga. Yakni, sesuai hasil rapat yang digelar di wantilan Pura Puseh setempat beberapa waktu lalu. “Pemasangan portal beton dengan tujuan agar alat berat dan truk besar tidak melalui akses jalan swadaya yang dibuat pada tahun 2010 lalu,” kata Kudu, Minggu (27/1) kemarin. Kudu mengungkapkan, truk proyek yang mengangkut material batu dan pasir itu selama ini sudah merusak jalan swadaya milik warga tersebut. “Hal ini mengakibatkan jalan cepat rusak. Selain itu, tanaman padi petani setempat menjelang berbuah rusak tertimbun material yang dibawa truk proyek tersebut,” ujarnya.

Kudu menuturkan, dulu warga Banjar Susut yang memiliki lahan di kawasan tersebut memang tidak memiliki akses jalan. Kala itu warga hanya menyusuri jalan setapak. “Dulu warga berjalan menelusuri jalan setapak pada saluran air subak. Karena tidak ada akses, maka warga memperjuangkan agar ada jalan yang bisa dilalui sepeda motor,” katanya. Menurut Kudu, proses pembuatan jalan dengan pembebasan tanah, dulunya cukup sulit. Namun kini setelah ada jalan, investor datang dan membangun di wilayah tersebut tanpa permisi. “Yang disayangkan, sekarang investor dengan seenaknya melintasi jalan tersebut tanpa izin. Tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dan tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat setempat,” keluhnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PORTAL - Puluhan warga Banjar Susut, Desa Buahan, Payangan saat memasang portal beton di jalan swadaya.

Peringatan Satu Tahun FK BPD dan Pengukuhan FK Perbekel/Lurah Se-Kabupaten Gianyar

JALAN SANTAI - Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengibarkan bendera start jalan santai berhadiah, Minggu (27/1) kemarin. Kegiatan ini mengawali peringatan 1 tahun FK BPD Kabupaten Gianyar.

FORUM Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FK BPD) Kabupaten Gianyar genap berusia satu tahun. Peringatan hari jadi FK BPD Kabupaten Gianyar berlangsung meriah dirangkaikan dengan beberapa kegiatan di Wantilan Pura Desa Sebatu, Minggu (27/1) kemarin. Kegiatan dimulai pukul 06.30 Wita diawali dengan jalan santai berhadiah bekerja sama dengan Bank Werdhi Sedana Gianyar yang diikuti oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kab Gianyar, Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab Gianyar, perangkat desa/ kelurahan se-Kabupaten Gianyar serta masyarakat umum. Seusai kegiatan jalan santai, Bupati Mahayastra juga menyempatkan diri melakukan pemeriksaan kes-

ehatan serta donor darah sebagai bentuk dukungan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI. Selain memperingati HUT ke-1 FK BPD Kabupaten Gianyar, Bupati Mahayastra pada kesempatan itu juga mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Perbekel/Lurah se-Kabupaten Gianyar, pelepasan enam orang kepala OPD yang sudah purnatugas, serta penyerahan secara simbolis bantuan 30 meja tenis meja kepada sekaa teruna seKabupaten Gianyar. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, dalam konteks pemerintahan desa, BPD merupakan unsur penyelenggara pemerintahan desa bersama kepala desa/perbekel. BPD memiliki peran dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa melalui musyawarah membahas dan menyepakati rancangan per-

aturan desa. Keberadaan forum ini dapat menjadi wadah saling bertukar pikiran sesama anggota mengenai berbagai masalah maupun upaya-upaya dalam memaksimalkan potensi yang ada di desa. Begitu juga dengan pembentukan FK perbekel/lurah se-Kabupaten Gianyar merupakan upaya secara bersama-sama, baik dari pemerintahan desa/ kelurahan dengan pemerintah daerah bersinergi dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Gianyar sehingga berdampak pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya ingin perkuat Desa Layak Anak, Kabupaten Layak Anak dan Desa Siaga dan disambut baik oleh anggota FK BPD. Artinya, komunikasi di wilayah, di daerah sangat bagus. Itu mesti dijaga. Itu adalah aset, aset yang pertama menjadi modal kita membangun adalah rasa persatuan dan kes-

atuan kita,” tegas Mahayastra. Mahayastra menambahkan, tahun 2019 merupakan tahun tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Gianyar, karena Bupati telah mendeklarsikan bahwa tahun 2019 merupakan Tahun Kebangkitan Kabupaten Gianyar. Hal ini dilihat dari APBD Kabupaten Gianyar yang mencapai Rp 2,6 miliar. Begitu juga dengan pembangunan yang dilaksanakan seperti pembangunan rumah sakit, pasar, penataan kota Gianyar, pembangunan desa pakraman serta yang lainnya. “Ini perlu dukungan yang besar dari kita semua. Karena Rp 1 triliun APBD yang kita rancang, pendapatan kita harus dikawal setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan. Jadi, nanti ada deklarasi-deklarasi yang saya inginkan dari kades-kades. Deklarasi semua wajib pajak memegang NPWP,” tegasnya. (ad1045)


10 Warga Loloan Barat Keluhkan Pelayanan Kelurahan Negara (Bali Post) – Warga di Loloan Barat yang hendak mengurus administrasi di Kelurahan belakangan ini mengeluhkan pelayanan di kantor tersebut. Lurah yang sakit, hingga kini belum ada penggantinya. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan. Meskipun ada pelaksana tugas yang dilakukan oleh Kasi yang telah ditunjuk, namun kewenangannya tidak seperti lurah definitif. Dampaknya pelayanan ke masyarakat tersendat. Lurah Loloan Barat, Ahmadi, diketahui sudah lama tidak masuk karena sakit. Terkait hal tersebut, Camat Negara I Komang Agus Adinata dikonfirmasi, Minggu (27/1) kemarin membenarkan Lurah Loloan Barat sudah lama tidak masuk kantor dan melaksanakan tugas lantaran sakit. Namun, untuk sementara mengisi jabatan Lurah ditunjuk pelaksana tugas dari Kasi di kelurahan tersebut. Selaku Camat, Agus Adinata juga sudah mengusulkan penggantian lurah Loloan Barat ke Badan Kepegawaian Sumberdaya Manusia (BKSDM) Jembrana. Kemungkinan penggantian akan dilakukan bersamaan dengan mutasi bersama yang dari informasinya akan dilakukan dalam waktu dekat. (kmb26)

JEMBRANA

Senin Pon, 28 Januari 2019

Banyak Pelanggaran, Bawaslu Segera Gelar Penertiban Negara (Bali Post) – Meskipun telah diberikan peringatan, masih banyak Alat Peraga Kampanye (APK) milik peserta pemilu yang tidak sesuai ketentuan terpasang. Bahkan di antaranya terpasang dengan cara memaku di pohon. Selain itu banyak APK yang terpasang tidak sesuai dengan zona pemasangan. Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, Minggu (27/1) kemarin mengatakan, sesuai dengan koordinasi bersama KPU Jembrana dan Satpol PP, penertiban APK akan dilakukan pada pekan ini. Tim akan menyisir ke masing-masing kecamatan mulai Selasa (29/1) ini, dimulai dari Kecamatan Pekutatan. “Di masingmasing kecamatan ada banyak (pelanggaran), segera kita tertibkan,” tandas Pande.

Sejatinya sejak November lalu, KPU menyikapi rekomendasi Bawaslu telah menyurati kepada peserta pemilu. Saat itu, pelanggaran sebagian besar di antaranya pemasangan yang tidak sesuai tempatnya seperti di pohon dan di luar zona. KPU memberikan waktu kepada peserta pemilu yang melanggar pemasangan APK itu untuk menertibkan. Tetapi hingga saat ini, masih banyak yang tidak mengikuti aturan. Sesuai aturan, APK yang dinyatakan

melanggar tetap terpasang maka akan ditertibkan. Selain banyak yang melanggar, juga terdapat APK yang rusak hingga roboh dibiarkan begitu saja. Terkait APK yang rusak ini, menjadi tanggung jawab peserta pemilu dalam pemeliharaan dan penggantian. Termasuk APK yang disediakan oleh KPU, begitu telah diserahkan menjadi tanggung jawab penerima. Dari informasi Bawaslu Jembrana, banyak APK yang melanggar di masing-masing kecamatan. Penertiban akan dilakukan bertahap mulai dari Kecamatan Pekutatan berlanjut ke kecamatan berikutnya. Masing-masing kecamatan dijadwal dua hari untuk penyisiran dan penertiban. (kmb26)

Pemkab Jembrana Siap Terima dan Manfaatkan Anjungan Cerdas Jalan Nasional

JEMPUT BOLA - Dinas Dukcapil melakukan jemput bola perekaman e-KTP untuk warga dan keluarga yang sakit di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Serta menggandeng KPU Jembrana untuk memastikan setiap warga wajib memiliki e-KTP dan terdaftar dalam daftar pemilih pemilu.

Rekam E-KTP, Dinas Dukcapil Jemput Bola Negara, (Bali Post)Guna memaksimalkan perekaman e-KTP, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jembrana melakukan langkah jemput bola ke masyarakat. Tidak hanya menyasar sekolah-sekolah bagi pelajar yang sudah cukup umur untuk memiliki KTP, namun juga menyasar lansia dan warga yang sakit. Bahkan Dinas Dukcapil juga bersinergi dengan KPU Jembrana memastikan setiap warga yang memenuhi syarat wajib memiliki e-KTP dan terdaftar dalam daftar pemilih pemilu. Sejak sepekan belakangan ini Dukcapil Jembrana tidak hanya sibuk melakukan perekaman di MAN Negara, tetapi juga makukan kegiatan jemput bola rekam e-KTP terhadap warga yang sakit di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru Kecamatan Negara. Kegiatan dilaksanakan Kamis (24/1). Dinas Dukcapil didampingi langsung oleh Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara. Perekaman jemput bola dilakukan di rumah Zainal Abidin (34) yang mengalami kanker getah bening dan kondisinya lemah. Zainal karena sakitnya tidak bisa berjalan apalagi datang ke Dinas Dukcapil untuk rekam e-KTP. Demikian juga istrinya, Nur Haika karena harus merawat suami dan dua anaknya sehingga belum sempat mengurus e-KTP. “Kami berupaya melakukan pelayanan maksimal dan menindaklanjuti infornasi warga yang belum rekam eKTP karena sakit parah atau lansia. Kami tindak lanjuti. Kami berkoordinasi dengan aparat banjar/desa dulu,” kata Kepala Dinas Dukcapil Jembrana I Ketut Wiaspada, Minggu (27/1). E-KTP diperlukan karena erat kaitan dengan pengurusan kartu KIS dan keperluan administrasi kependudukan lainnya. Wiaspada mengatakan pihaknya kerap menerima permohonan untuk jemput bola rekam e-KTP dan berupaya untuk memaksimalkan pelayanan secara bertahap. “Kami prioritaskan warga sakit dan lansia yang tidak bisa datang ke kantor dinas untuk perekaman. Kami harapkan juga para klian banjar aktif dalam memantau dan mendata warga yang belum memiliki e-KTP,” harapnya. Wiaspada mengatakan warga yang belum rekam eKTP tidak terlalu banyak karena itu pihaknya berusaha menuntaskannya. (kmb)

ANJUNGAN Cerdas Jalan Nasional yang terletak di Rambut Siwi sudah bisa dimanfaatkan dan akan diserahterimakan kepada Pemkab Jembrana. Hal tersebut terungkap saat Rapat Tindak Lanjut Pengelolaan Kawasan Anjungan Cerdas Rambut Siwi, Kabupaten Jembrana bertempat di Ruang Rapat Gedung G BPIW Lantai 2, Kementerian PUPR Jakarta Selatan pada hari Kamis (24/1). Rapat tersebut dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Ketut Swijana, Asisten Administrasi Umum Nengah Ledang, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah I Dewa Gde Kusuma Antara. Rombongan diterima Sekretaris Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Firman H. Napitupulu.

Sekretaris Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Firman H. Napitupulu menyampaikan, bahwa Pemkab Jembrana sudah bisa memanfaatkan Anjungan Cerdas Jalan Nasional sambil menunggu terlaksananya proses hibah. “Menunggu proses hibah, kita memberikan izin pemanfaatan aset tersebut. Dengan catatan saat pemanfaatan tersebut tidak boleh disewakan,” ungkap Firman H. Napitupulu. Serah terima tersebut akan melalui sejumlah proses seperti komitmen kesiapan, penandatanganan serah terima aset yang menurut Firman memakan proses hingga satu tahun. Bupati Artha pada kesempatan tersebut mengatakan Pemkab Jembrana siap memanfaatkan aset tersebut. Artha juga menyampaikan rasa terima kasih dan kesiapannya

menerima hibah yang akan diserahterimakan. Artha siap dengan petunjuk yang akan diberikan Kementrian PUPR untuk serah terima. Artha berharap Anjungan Cerdas membawa manfaat positif bagi masyarakat Jembrana di bidang ekonomi dan pariwisata, selain itu diharapkan Anjungan Cerdas Jalan Nasional bisa meningkatkan PAD Kabupaten Jembrana. Anjungan Cerdas Jalan Nasional Rambut Siwi merupakan proyek Kementrian PUPR, bertujuan sebagai tempat beristirahat bagi pengendara yang melewati jalan nasional sekaligus tempat berwisata yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Proyek yang menelan APBN Rp 67 miliar ini memiliki sejumlah fungsi, antara lain informasi, edukasi, ekonomi, dan hiburan. (ad1056)

SERAH TERIMA - Bupati Artha bersama jajaran Kementerian PUPR seusai rapat terkait serah terima ACJN Rambut Siwi akhir pekan lalu.

Kampanyekan ”Millenial Road Safety”

Polisi Gandeng Komunitas Klub Motor

KONVOI – Konvoi Polsek Kota Negara bersama komunitas klub motor mendukung kampanye “Millennial Road Safety Festival”.

Negara (Bali Post) Dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas dan menumbuhkan disiplin pengguna jalan, sejumlah upaya dilakukan Polres Jembrana. Seperti yang dilakukan jajaran Polsek Kota Negara menggandeng komunitas klub motor di Jembrana dengan konvoi bersama di jalan protocol, Sabtu (26/1) lalu. Kapolsek Kota Negara, Kompol I Ketut Maret, Minggu (27/1) kemarin mengatakan, upaya ini merupakan salah satu kampanye program Millennial Road Safety Festival. Dengan sasaran komunitas kendaraan bermotor yang didominasi kaum milenial usia 17 tahun sampai dengan usia 35 tahun. Sebelum menggelar konvoi bersama, Kapolsek memberikan pengarahan kepada anggota komunitas klub motor. Setiap anggota komunitas diharapkan memahami aturan lalu lintas dan berkendara dengan aman. “Tidak hanya untuk dirinya saja, tetapi juga pengguna jalan lain. Millennial Road Safety Festival dalam rangka Wujudkan Millennial Cinta Lalu lintas yang menuju Indonesia Gemilang,” terang Kompol Maret. Ketua klub motor Ketut Sunarbawa didampingi sekjennya, Made Agus Nur Sandiyana, menyambut baik upaya yang dilakukan Polsek Kota Negara ini. Konvoi yang melibatkan lebih dari 58 kendaraan ini sengaja mengambil rute di seputaran Kota Negara untuk kampanye kepada pengguna jalan lainnya. Rute mulai pos Sudirman Agung – jalan Ngurah Rai – Dr. Sutomo – hingga kembali ke Sudirman. Upaya ini juga akan menyasar komunitas kendaraan lainnya yang belakangan semakin banyak bermunculan di Jembrana. Para anggota sebagian besar merupakan kaum milenial yang masih muda. Sehingga diharapkan informasi tentang keselamatan berkendara juga ditularkan ke sesama pengguna jalan lainnya. (kmb26)


Senin Pon, 28 Januari 2019

KARANGASEM

11

Dipenuhi Sampah Plastik, Objek Wisata Yeh Malet Tak Menarik Amlapura (Bali Post) Yeh Malet yang lokasinya berada di perbatasan antara Karangasem dan Klungkung telah ditetapkan sebagai objek wisata. Untuk membuat objek wisata baru itu, Dinas Pariwisata Karangasem menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar. Di tempat itu juga ditata sebagai rest area. Belakangan ini objek wisata itu memang mulai dilirik pengunjung. Hanya disayangkan kawasan itu dipenuhi sampah plastik. Tampak sampah plastik berserakan di tempat itu. Kondisi itu membuat objek wisata terlihat kumuh. Berdasarkan pantauan, objek wisata Yeh Malet memang terlihat indah. Tetapi sayang masih banyak ada sampah plastik berserakan, selain material bekas penataan. Kondisi itu pun membuat kawasan Yeh Malet jadi terlihat tidak menarik. Hal itu diakui pengunjung asal Jakarta, Saiful Rohim. Dia menjelaskan, dilihat dari depan objek wisata Yeh Malet sangat bagus sekali. Tetapi setelah pandangan diarahkan ke arah pantai malah tampak kotor. Sebab, banyak sampah berserakan di belakang. Kondisi seperti itu sangat disayangkan.

‘’Dari depan sangat bagus saat difoto. Saya hanya sayangkan banyak sampah berserakan. Itu yang mengganggu pemandangan. Maunya foto di pantai, tapi kok banyak sampah,’’ katanya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem I Wayan Astika, Minggu (27/1) kemarin, tidak menampik sampah-sampah masih berserakan di kawasan pantai Yeh Malet. Untuk membersihkannya, para pedagang yang berjualan di areal itu sudah komit menjaga kebersihan pantai dengan baik. Termasuk melakukan gotong royong untuk menghilangkan

sampah yang ada di kawasan tersebut. Namun, Astika menambahkan, penataan rest area belum selesai sepenuhnya. Pasalnya, tahun ini penataan kembali dilanjutkan. Pada penataan lanjutan malah akan dibuat pusat informasi,gazebo, toilet, termasuk tangga menuju pantai. ‘’Penataan lanjutan nanti akan dialokasikan anggaran Rp 2,3 miliar melalui APBD Kabupaten 2019. Kita lakukan pembersihan pantai untuk menjaga agar pantai tetap bersih,’’ jelas Astika. (kmb41)

Bali Post/kmb41

SAMPAH - Sampah menumpuk di kawasan objek wisata Pantai Yeh Malet, perbatasan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Klungkung.

Peringatan Hari Kelahiran I Gusti Bagoes Oka

Dipanjatkan Doa agar Alam Bali Selalu Bersahabat

Bali Post/ist

PERAYAAN - Suasana perayaan hari kelahiran Dewata Ratu Bagoes Oka (I Gusti Bagoes Oka), Sabtu (26/1).

SABTU 26 Januari 2019, I Gusti Bagoes Oka (alm) genap berusia 109 tahun. Acara peringatan hari kelahiran Dewata Ratu Bagoes Oka (I Gusti Bagoes Oka) dilaksanakan secara sederhana di Puri Candidasa, Gedong Gandhi Ashram Candidasa, Bali, Sabtu (26/1). Peringatan acara tersebut sarat dengan doa-doa agar alam Bali yang saat ini cuacanya tidak menentu, bisa bersahabat dan semeton krama Bali diberkati kerahayuan. Selain itu, doa juga dipanjatkan semoga Pilpres 2019 bisa berjalan damai. Viraguna Bagoes Oka, salah satu putra almarhum, Minggu (27/1) kemarin menyampaikan, dalam acara tersebut juga didoakan semoga keteladananketeladan yang diwariskan oleh para pendahulu kita terutama menjaga keajegan dan kemandirian Bali berbasis Tri

Hita Karana (THK), Desa Kala Patra dan Catur Purusa Arta dan Tat Twam Asi, benar-benar bisa menjadi panglima bagi para pemimpin masa kini. Pada kesempatan itu juga diluruskan tokoh yang menjadi Gubernur Bali pertama. ‘’Kita jangan membiarkan kesalahan informasi bahwa Pak Suteja sebagai Gubernur pertama Bali, yang itu perlu diluruskan. Kan orang-orang juga bingung bacanya Gubernur Bali pertama Pak Suteja, Gubernur Bali kedua Pak Oka (Gusti Bagoes Oka), terus Gubernur Bali ketiga Pak Suteja lagi. Jadi perlu dijelaskan bahwa sebelum Provinsi Sunda Kecil (SK) dipecah menjadi tiga provinsi (Provinsi Bali-NTB-NTT), Bali dipimpin oleh kepala daerah tingkat II, di mana kepala daerah terakhir di bawah Provinsi Sunda Kecil tersebut itu adalah

Pak Suteja. Kemudian dengan Provinsi Sunda Kecil tersebut dilebur jadi tiga provinsi, maka Provinsi Bali dipimpin Gubernur pertama yakni I Gusti Bagoes Oka yang sebelumnya Residen Sunda Kecil. Setelah itu Gubernur kedua adalah Pak Suteja yang sebelumnya pernah jadi Kepala Daerah Tingkat II Bali sewaktu di bawah Provinsi Sunda Kecil,’’ ujar Viraguna Bagoes Oka yang mantan Direktur BI Kpw Bali. Berdasarkan data, I Gusti Bagoes Oka sempat menjadi Gubernur Bali dan sebelumnya Wakil Gubernur (Residen) Provinsi Sunda Kecil. Beliau sebelumnya pernah sebagai Sekretaris Paruman Agung (Dewan Raja-raja di Bali) sebagai transisi pemerintahan di zaman Hindia Belanda ke Pemerintahan Republik. I Gusti Bagoes Oka juga merupakan salah satu pendiri

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan juga Wakil Ketua pertama PHDI pertama. Dalam kariernya, Bagoes Oka di samping menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan, beliau juga aktif terlibat di berbagai kegiatan sosial, mulai sebagai Ketua Yayasan Bali Dharma Yadnya hingga mendirikan Ashram Gandhi di Candidasa. I Gusti Bagoes Oka dilahirkan di Karangasem pada tanggal 26 Januari 1910 dan meninggal 22 Juli 1992 pada umur 82 tahun. Beliau merupakan bagian dari Puri Kawan, Karangasem. Beliau menikahi Ibu Gedong Bagoes Oka, putri dari seorang anggota dewan di Karangasem. Keduanya memiliki visi yang sama maka dari itu keduanya sangat aktif dalam kegiatan politik dan sosial. Ketika Kon-

ferensi Malino diselenggarakan pada tahun 1946, I Gusti Bagoes Oka adalah salah satu wakil Bali. Pada konferensi itu, beliau menyatakan bahwa Bali ingin menjadi sebuah provinsi independen di bawah naungan Republik Indonesia. Bagoes Oka juga menjadi salah satu dari 57 wakil Bali dalam Konferensi Denpasar di tahun yang sama. Konferensi tersebut menghasilkan pembentukan Republik Indonesia Timur. I Gusti Bagoes Oka pertama kali memegang jabatan publik ketika ditunjuk menjadi Camat Rendang pada tanggal 29 Januari 1934. Rendang merupakan kecamatan strategis di Karangasem karena di dalamnya terdapat Pura Besakih. Ayah beliau, I Gusti Made Bengkel, juga merupakan Camat Rendang pada periode 1894-1914. (lun)

Tata Rias ’’Pusung Tagel’’ Secara Mandiri, Warga Wisma Kerta Diajak Lebih Ekonomis Penggunaan pusung tagel dalam tata rias rambut pada perempuan menjadi sebuah ciri khas wanita dalam kaitan ikut menjaga dan melestarikan bagian dari tradisi tua Bali. Disadari, ada kecenderungan warga khususnya perempuan, justru menganggap penggunaan pusung tagel itu susah dan ribet. Akibatnya, banyak perempuan enggan menggunakannya karena dianggap tidak praktis. Lalu bagaimana melakukan tata rias pusung tagel mandiri yang cepat dan ekonomis? WORKSHOP Tata Rias Kecantikan Pusung Tagel digelar Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Agenda yang bekerja sama dengan Harian Bisnis Bali itu memperkenalkan cara membuat pusung tagel secara praktis. Pastinya sudah tentu lebih ekonomis. Pasalnya, hal itu bisa dilakukan sendiri. Workshop itu digelar di Banjar Buluh Desa Wisma Kerta Kecamatan Sidemen, yang menyasar

ibu-ibu PKK dan remaja putri. Pada kesempatan Minggu (27/1) kemarin diberikan pengetahuan tentang cara penggunaan pusung tagel yang baik dan benar. Pakar kecantikan sekaligus pemilik LKP Agung Dr. Dra A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. sebagai narasumber mengatakan penggunaan pusung tagel sebagai ciri khas wanita Bali. Karena itu idealnya tradisi tidak tergerus zaman. Penggu-

naan pusung tagel sejatinya tidak ribet jika mengetahui tekniknya dengan baik. Pada kesempatan itu dipraktikkan tata cara penggunaan pusung tagel beserta

pusung gonjer. Salah satu peserta workshop dijadikan sebagai model. Penggunaan pusung tagel dan pusung gonjer yang dilakukan pun hanya membutuhkan waktu

beberapa menit. Antusiasme peserta sangat tinggi mengikuti. Pada program itu, kata Dr. Ketut Agung, juga dipraktikkan cara menggu-

nakan make-up. Diawali membersihkan wajah, penggunaan bedak ataupun alas bedak, hingga penggunaan eye shadow, lipstick dan blush on. Tidak lupa pihaknya menyosialisasikan tata busana yang baik dan benar untuk pergi ke pura. Workshop itu dipercaya dapat memberi manfaat kepada masyarakat. Jadi, warga yang sudah bisa merias secara mandiri, mereka tidak perlu pergi lagi ke salon. Dengan demikian, dikatakannya, mampu menambah nilai ekonomis keluarga. Perbekel Desa Wisma Kerta I Wayan Suyasa yang membuka acara ini memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini. Menurutnya, di era milenial saat ini tata rias sudah menjadi kebutuhan masyarakat, khusunya perempuan. Berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat akan dirasa kurang lengkap jika tidak

didukung tata rias. ‘’Saat ini di desa-desa banyak terbentuk kelompok masyarakat. Seperti sekaa kidung, sekaa rejang dan sebagainya. Masyarakat memerlukan tata rias untuk memberikan penampilan yang terbaik,’’ ujarnya. Kegiatan itu dipercaya dapat mengedukasi masyarakat, sehingga warga mampu melakukan tata rias secara mandiri. ‘’Dengan mampu berhias sendiri, pengeluaran jadi berkurang. Dana yang biasanya dibawa ke salon bisa dialihkan memenuhi keperluan upakara atau lainnya,’’ terangnya. Dengan diadakannya workshop yang mendatangkan langsung pakar kecantikan, diharapkan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana menjadi wanita Bali yang baik dan mampu menjaga kelestarian budaya yang dimiliki. (kmb)


KLUNGKUNG

12

Senin Pon, 28 Januari 2019

SOSOK Pelayanan Kembali Normal Angin kencang, Kamis (24/1) sore lalu menumbangkan banyak pohon. Ini menimbulkan dampak lainnya, yakni pelayanan listrik ke pelanggan terganggu karena banyak kabel listrik PLN terputus. Bahkan, beberapa tiang listrik patah. PT PLN ULP Cabang Klungkung mencatat setidaknya ada sembilan titik jaringan PLN mengalami gangguan. “Proses perbaikan kami kebut malam itu juga. Sekarang pelayanan sudah normal lagi. Dampak seperti ini terjadi di seluruh Bali,” kata Manajer PT PLN ULP Cabang Klungkung Gusti Putu Agus Wiadi, Minggu (27/1) kemarin. Proses perbaikan jaringan listrik dipercepat, agar tidak membahayakan warga di dekat jaringan listrik. Selain itu, ini juga untuk mencegah adanya gangguan pelayanan. Sembilan titik gangguan jaringan PLN itu, terjadi di Desa Satra, Sarimerta, Tohpati, Guyangan, Bangun Urip, Kelemahan, Bodong, Celuk dan Sakti. Guna mengantisipasi peristiwa serupa, BMKG sudah mengeluarkan surat edaran tentang Perkiraan Cuaca Ekstrem, maka dengan itu, instansi terkait diminta melakukan upaya mitigasi pemotongan atau pemangkasan pohon. Khususnya yang terindikasi rawan, rapuh, akar tidak kuat, atau patut diduga akan roboh serta membahayakan keselamatan jiwa. BPBD Klungkung sendiri langsung menindaklanjuti arahan itu, dengan melakukan upaya mitigasi, memotong pohonpohon rawan tumbang di sekitar jalur By-pass Prof. Ida Bagus Mantra. Sementara petugas PLN masih disibukkan untuk mengamankan jaringan listrik di sejumlah titik lainnya yang berada di dekat pohon yang sudah miring. Selain itu, permintaan warga untuk sekalian memotong pohon-pohon besar yang sudah miring di pinggir jalan juga cukup banyak. Seperti di sekitar timur Pura Dalem Gaduh di Kampung Gelgel. Pohon sukun sudah miring, rawan roboh jika ada angin kencang lagi. Demikian juga kondisi serupa, di depan Pura Puseh Selat. “Putusnya kabel kami disebabkan karena tertimpa pohon. Antisipasinya para pihak yang terkait harus melakukan pengamanan pohon sebagai penyebabnya itu. Sebab, proses pemulihan jaringan cukup sulit,” katanya. Cuaca diharapkan kembali normal, sehingga PLN bisa mengecek kondisi jaringan secara tuntas. (gik)

LONGSOR - Wabup Kasta saat meninjau lokasi longsor di Penasan, Sabtu lalu.

Longsor Tutup Irigasi Subak Penasan Semarapura (Bali Post) Longsor pada tebing di wilayah Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Senin (21/1) lalu berdampak terhadap aktivitas petani setempat. Material longsor rupanya menutup penuh saluran irigasi Subak Penasan yang persis berada di bawahnya. Perbekel setempat, Sabtu (26/1) lalu, menyampaikan harapan agar masalah ini

Produk Masuk Minimarket

UKM Belum Siap, Pemkab Tak Pasang Target Semarapura (Bali Post) Guna memberdayakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), produknya akan didorong masuk ke seluruh minimarket lokal maupun berjaringan. Ini sejalan dengan upaya pemkab menertibkan minimarket tak berizin. Pemkab belum berani memasang target, berapa produk lokal yang harus tersedia di setiap minimarket. Namun, bila sudah ada produk UKM yang siap, pemkab mendorongnya agar langsung masuk ke minimarket. “Kita belum perlu pasang target berapa. Apalagi, kalau produk UKM-nya sendiri belum siap. Tak perlu menunggu produknya lengkap berapa persen. Yang jelas harus masuk dulu,” kata Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai studi

banding ke Kabupaten Kulon Progo, DIY, belum lama ini. Nantinya dalam regulasi perda, hanya akan diatur batas maksimal produk UKM masuk ke minimarket, misalnya 10 persen. Dengan adanya dasar regulasi perda, maka otomatis setiap minimarket harus mau menampung produk UKM warga, sebagai upaya pemberdayaan pelaku UKM. Wujud produknya bermacam-macam, mulai dari kebutuhan pokok dari beras, telur hingga garam, termasuk juga berbagai jenis jajan dan berbagai produk lainnya. Seluruh produk UKM Klungkung akan memiliki peluang untuk ditampung di setiap swalayan. Setiap produk lokal milik UKM, harus memiliki standar agar mampu bersaing dengan

STUDI BANDING - Bupati Suwirta saat studi banding ke salah satu minimarket berjejaring yang diberi nama Tomira yang sudah menampung produk lokal di Kabupaten Kulon Progo.

produk luar. Guna mempersiapkan ini, Bupati Suwirta sudah menginstruksikan seluruh dinas terkait, khususnya untuk melakukan pembinaan agar siap menangkap peluang tersebut. “Untuk langkah awal, akan kami tindak lanjuti dengan imbauan, agar swalayan mau menampung produk lokal warga Klungkung. Selanjutnya, baru akan diatur dalam perda. Cuma kelemahannya, kesiapan produk lokal kita, ini yang harus segera disiapkan dengan matang,” tegas Bupati Suwirta. Bupati Suwirta menegaskan, rencana ini sudah tercetus sejak lama. Namun, saat ini momennya tepat menyusul upaya penertiban toko berjaringan milik pihak luar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi didorong untuk mampu menggenjot sektor UKM agar siap menangkap peluang pasar lokal yang sudah mulai terbuka ini. “Jika swalayannya milik orang lokal, juga ada produk lokal yang tersedia, maka tenaga kerjanya juga diupayakan orang lokal. Jadi, tidak ada lagi perilaku tak adil, bagi karyawan, seperti pengalaman karyawan lokal yang bekerja di toko berjejaring itu, yang hanya dimanfaatkan di awal operasional toko saja. Habis itu, setelah semuanya siap, orang lokalnya diganti sama orang luar,” katanya. (kmb31)

segera tertangani sehingga petani setempat tidak kesulitan melakukan pengairan ke sawah. Perbekel Desa Tihingan I Wayan Sudiarta menyampaikan longsor terjadi di tebing setinggi kurang lebih empat meter, di sekitar perbatasan BTN Penasan dengan Banjar Dinas Mengguna, Desa Tihingan, sekitar pukul 02.00 dini hari. Saat itu terjadi hujan

lebat disertai angin kencang. “Longsor tersebut juga menutup aliran irigasi Subak Penasan yang kebetulan berada di bawah tebing,” ujarnya. Ia pun berharap kepada Pemkab Klungkung untuk membantu perbaikan saluran irigasi yang tertimbun longsor ini. Sebab, sekarang petani sudah kesulitan melakukan pengairan terhadap lahan garapannya. Padahal, di ten-

gah musim hujan, seharusnya petani lebih mudah melakukan pengairan sawah. Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, sempat meninjau langsung kondisi tebing terakhir tebing di sekitarnya. Longsor terjadi setelah curah hujan terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, disertai angin kencang. Menindaklanjuti longsor ini, pihaknya mengaku

sudah berkoordinasi dengan BPBD Klungkung guna segera melakukan pendataan dan berkoordinasi lebih lanjut. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada juga mengaku mengecek lokasi longsor dan sekaligus lokasi terdampak. BPBD segera melakukan pendataan untuk selanjutnya merencanakan proses perbaikannya. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Banyak kolam ikan air tawar yang dikelola pemerintah daerah maupun milik perseorangan, kini mengering. Warga yang melakukan budi daya sulit berkembang dan akhirnya mati suri. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung menyatakan situasi ini terjadi akibat harga pakan ikan air tawar yang semakin tinggi.

dengan instruksi Bupati Suwirta, jangan sampai perputaran ekonomi, sedikit pun keluar Klungkung. Sehingga perekonomian tetap berputar di Klungkung, walaupun nilainya kecil. (kmb31)

Harga Pakan Mahal, Budi Daya Ikan Air Tawar Sulit Berkembang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Wayan Durma belum lama ini mengatakan, pemkab ingin segera keluar dari permasalahan ini. Para peternaknya harus diberdayakan. Beberapa langkah telah dilakukan agar budi daya ikan air tawar ini kembali bergairah. Durma mengatakan sempat mengumpulkan calon pembeli dari Batur, kemudian menghadirkan pihak pabrik pakan. Dari hasil pertemuan tersebut, kemudian dibentuk asosiasi pada November lalu. “Pelaku budi daya cukup bersemangat. Ingin meniru yang ada di Bangli. Nanti asosiasi ini kita berdayakan. Zonanya sesuai kecamatan,” kata Durma. Dengan adanya asosiasi ini, nantinya proses penjualan dilakukan satu pintu. Sebab, sebagaimana pengalaman sebelumnya, kalau langsung menjual ke pengepul, harganya malah dipermainkan dan petani mengaku selalu merugi, sistem yang tidak terlalu kontrol, justru pengepul yang diuntungkan. “Kalau masalah pakan, masih dipikirkan.

Dulu sempat ada pelatihan buat pakan, tetapi belum optimal. Saat ini, jumlah peternak aktifnya masih sedang didata,” imbuhnya, didampingi Kabid Perikanan I Made Gunadnya dan Kabid Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan I Nyoman Tirtayasa. Selain menyiapkan langkah itu, Durma mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan juga menyiapkan sejumlah inovasi sejalan dengan instruksi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Dimulai dari pemanfaatan kolam ikan, baik kolam yang di dinas maupun yang telah matisuri milik warga di beberapa tempat. Durma ingin melakukan intensifikasi Integrasi kolam ikan. Intensif, dimaksudkan harus sesuatu yang intens. Sementara integrasi, ada hubungan yang satu dengan lainnya, seperti menyasar kolam ikan. “Kalau disingkat, inovasi ini kami beri nama Inti Kolam Ikan,” katanya. Kolam ikan nantinya akan menjadi tempat rekreasi, termasuk tempat edukasi un-

tuk masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, juga disiapkan induk ikan bersertifikat. Jadi, kolam ikan ini menyangkut keseluruhan, terintegrasi dengan tempat rekreasi, juga tempat ikan. Konsep ini nantinya juga dirancang kerja sama dengan koperasi. “Nanti di sana ada kolam pancing juga, hingga rumah makan ikan air tawar. Tujuan lebih besarnya, sejalan

Wayan Durma


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Pon, 28 Januari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr cpt 2 PRT+1Baby Siter Gj.2Jt Tdr Dlm Hb.082237995324 B.BP.001.01.19.0001054

Dicari 1 Org Pelaksana D3 Teknik Sipil yg Berpengalaman BangunanGedungH.081238374565 B.BP.001.01.19.0001025

Dcr Guru SD/PGSD bisa Kerja Team.082145707300,085237089296 B.BP.001.01.19.0000827

*Dcr Receptionist,Therapist,OB Reborn Spa,Jl.SunsetA1 P:766744 B.BP.001.01.19.0000897

Dcr Dokter Umum Pria/Wanita, Lulusan S1 mampu Bhs.Inggris, memiliki STR usia maks 35thn, memiliki sertifikat ATLS/ACLS Kirim CV ke:info@pbmcgroup.com B.BP.001.01.19.0000886

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.01.19.0000966

Admin Garment Production Hub: Call/WA:085100050706 Email:hrd@buddhawear.com B.BP.004.01.19.0000926

Cr Admin pengalaman siap kerja Krm CV ke PT.BCSS Jln.Raya Tuban 6X Hub.081337827322 B.BP.154.01.19.0001055

Dbthkn Acct(Min D3),Admin,Cust Service(Max 28Th)Krm Lam:Jl.Gn Soputan I/107. Tlp.0361-8466317 B.BP.001.01.19.0000609

Dbthkn Staf Admin,Acct(P)bsKom bs Buat Lap.Pjk Min Pglmn 1Th Ditemptkn Di Dps & Tabanan.Lam sgr ke Jl.Nangka Utr G.Blibis No.38(Jam Kerja) Telp.422235 Fasl:UM,GP,Bns,BPJS,Insent,Dll

Dcr Tng Kirim Ikan Lele (Pke SpdMtr)081246682139/0818503603 B.BP.001.01.19.0001040

Dcr tukang perak, max.35 th. Hub .085100480049 B.BP.004.01.19.0000979

Dcr, tukang poles max. 22 th, pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049. Segera B.BP.004.01.19.0000981

Dcr:Sopir Prbd SIM A Srbtn, 35 Th,TdrDlm,KTP Bali,08123928624 B.BP.001.01.19.0000968

Dcri Guru Private Bhsa Inggris untuk anak, sabar dan telaten. Kirim CV : rismasata@gmail.com B.BP.001.01.19.0000939

Dcr Akunting Pengalaman/Admin, Kasir,Pramuniaga,Supir Pribadi 081939084292 CV dayusini

Dibutuhkan Staf Admin,Laki/Perempuan Pend S1, Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt,Penempatan Jimbaran 0361-4465228

B.BP.001.01.19.0000824

B.BP.001.01.19.0000702

B.BP.001.01.19.0000919

Dcr PRT Wnt Tggl Dlm srius Jujur Gj.2,2jt Telp.087762800029 B.BP.001.01.19.0001043

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

Villa Seminyak Security Malam punya KTA-SMS 081999882123 B.BP.004.01.19.0000964

DIJUAL RUMAH

Dicari Karyawan Bag.Kredit KSU Putra Aswin Swadana Jl.Tukad Petanu 4C DpsTlp.082144214422 B.BP.001.01.19.0001015

Dicari Salesman/Girl, Gaji, Transport, Komisi, Bonus. Hub HP:087761391444(Tidak SMS) B.BP.001.01.19.0000264

Dicari Sopir SIM A/B1 yang siap Kerja Lembur untuk Event Hub : 0361465624 B.BP.031.01.19.0000969

Int’l Restaurant Seeking for English Speaking Waitress 4 Sanur W/A 082247478200 B.BP.004.01.19.0001039

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.03

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

Sopir SIM A u/Krm Brg Jl.Pulau Batam No.10 Hub.0811393313 B.BP.001.01.19.0001014

Urgent! Mamas German Rest Looking for Cook Speak English Western or Indonesian Food & Flexibility to WorkShift.Sent CV to Mamas German Rest Tel.754831 / kadimamas@yahoo.co.id / mamas. german.restaurant@soejasch.com Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05

DIJUAL MOBIL BMW

Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222 B.BP.153.01.19.0001053 TOYOTA

Dijl Kijang LGX Efi thn.2002 Hub:08123695563 B.BP.154.01.19.0001042

B.BP.001.01.19.0001041

Dijual Kav Pancasari Tbn View DP 10% Bunga Krd 1% Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.01.19.0000835

Djl Tnh Kavling & Sawah di Dps Hub.0811398086 / 0361-245460 B.BP.001.01.19.0001017

DISEWAKAN GEDUNG Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2,08123812222 B.BP.153.01.19.0001052

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.01.19.0000764

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

G.07

B.BP.001.01.19.0001044

B.BP.001.01.19.0001033

G.01

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

BENGKEL LAS n

Desig

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

SERVICE

G.04

DIJUAL TANAH 1 Ha di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636

Fortuner 2015 Tipe G Matic VNT Hitam, Jl.Tkd Languan 25 Panjer

Money Back Guarantee

ALUMINIUM

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818

�

SERVICE

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.01.19.0001031

Free

BIRO JASA

Informasi pasang iklan Telepon


BANGLI

14

Senin Pon, 28 Januari 2019

Sampah Tiga Truk Diangkut dari Tukad Bubuh

Bangli (Bali Post) Ribuan warga Desa Tembuku, Minggu (27/1) pagi kemarin turun ke daerah aliran Tukad Bubuh, Desa Tembuku, untuk melakukan gerakan nyata bersihbersih sungai. Aksi ini bertujuan mengembalikan lingkungan Tukad Bubuh menjadi bersih dan terbebas dari sampah plastik. Dalam kegiatan yang melibatkan pelajar, relawan dan unsur pemerintahan ini, sampah sebanyak tiga truk berhasil diangkut dari wilayah aliran sungai. Bendesa Adat Desa Pakraman Tembuku Kelod, Dewa Gede Anom, mengakui bahwa Tukad Bubuh selama ini dilanda persoalan sampah. Sampah yang mencemari sungai bersumber dari ulah oknum tak bertanggung jawab yang sengaja menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Selain melaksanakan aksi bersih-bersih, pihaknya bersama Desa Pakraman Tembuku Kaja sejak beberapa waktu lalu telah menerapkan larangan buang sampah sembarangan. Sesuai hasil pararem, warga yang nekat membuang sampah di sungai akan dikenakan sanksi adat berupa melaksanakan pacaruan mancawarna. “Sebab, selama ini sungai ini adalah tempat yang kami sucikan sebagai tempat nganyut,” terangnya. Warga yang membuang sampah sembarangan juga akan dijerat dengan Perda No. 10 Tahun 2018 dengan

ancaman pidana kurungan penjara selama enam bulan atau denda Rp 50 juta. Untuk mengingatkan warga, pihaknya telah memasang sejumlah spanduk imbauan. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi semangat masyarakat yang dimotori komunitas relawan Transformer untuk melakukan perang terhadap sampah. Aksi ini merupakan awal yang sangat baik untuk menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah plastik. Menurutnya, sampah yang selama ini mencemari pesisir pantai di Bali semua pada dasarnya datangnya dari hulu. Sebagai wilayah yang ada di hulu, gerakan pembersihan yang dilakukan warga Tembuku sudah sangat tepat. Dia juga mengapresiasi keterlibatan Desa Pakraman Tembuku yang telah menerapkan aturan tegas dan pemasangan pengumuman dan sosialisasi

tentang sampah. Sekda Bangli I.B. Gde Giri Putra yang turut hadir dalam kegiatan itu juga mengapresiasi gerakan bersih-bersih sampah di sungai. Dikatakannya, sampah plastik juga merupakan persoalan negara. Pemerintah akan terus mendorong agar lebih banyak lagi kegiatan serupa yang bisa dilakukan secara simultan di seluruh wilayah Bangli didasari pada Pergub tentang instruksi mengurangi sampah plastik. “Yang terpenting dari itu, bagaimana kita merubah atau meningkatkan sikap mental masyarakat untuk tidak lagi menggunakan plastic baik untuk sarana sehari-hari maupun dalam pelaksanaan upacara adat,” katanya. Kadis Ida Ayu Yudi Sutha menambahkan, sampah yang berhasil dikumpulkan dan diangkut dari Tukad Bubuh kurang lebih tiga truk. “Sementara sudah bersih. Kami akan dicek bulan depan,” ujarnya. (kmb40)

BERSIH - Kegiatan bersih-bersih sampah plastik di aliran Tukad Bubuh, Desa Tembuku.

Akses Jalan Utama di Kayupadi Tertutup Material Longsor

Bangli (Bali Post) Aktivitas warga di beberapa dusun di Desa Songan, Kintamani, terganggu lantaran akses jalan utama yang ada di Dusun Kayupadi, desa setempat, tertimbun material longsor. Longsor yang menimbun seluruh badan jalan di wilayah itu terjadi akibat hujan deras yang terus-menerus

mengguyur wilayah Bangli sejak beberapa hari terakhir. Kadus Kayupadi B, I Komang Brata Adiyanto, mengatakan, longsor di wilayah dusunnya, tepatnya di tebing Celok diketahui warga, Minggu (27/1) pagi kemarin. Longsor yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan akses jalan utama di dusun set-

empat tak bisa dilalui kendaraan lantaran tertimbun material batu paras berukuran besar. Dampaknya, aktivitas warga terganggu. Warga sulit mengangkut hasil pertaniannya. Tak hanya itu, longsor juga menyebabkan warga sulit menuju tempat persembahyangan piodalan di Pura Dadia Ida Ratu Nengah Gunung Agung Pasek

TERTUTUP - Jalan di Dusun Kayupadi, Desa Songan, tertutup material longsor.

Olah Sampah Jadi Barang Kerajinan Bangli (Bali Post) – SMPN 2 Tembuku menjadi satu dari dua sekolah di Bangli yang berhasil meraih penghargaan bergengsi tingkat nasional, yakni sebagai Sekolah Adiwiyata. Kesuksesan merebut penghargaan tersebut tidak terlepas dari sejumlah inovasi yang telah dilakukan sekolah yang beralamat di Desa Peninjoan, Tembuku itu. Salah satunya mengolah sampah plastik menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Kepala SMPN 2 Tembuku I Made Degdeg, Minggu (27/1) kemarin, mengungkapkan inovasi mengolah sampah plastik menjadi barang kerajinan sudah dimulai sekolahnya sejak 2016 lalu. Untuk memulai inovasi itu, pihak sekolah mengirim beberapa guru mengikuti pelatihan. Hasil pelatihan yang didapat selanjutnya dikembangkan di sekolah bersama para siswa saat jam pelajaran keterampilan. Selama inovasi itu dilakukan, sudah banyak kerajinan berbahan sampah plastik yang berhasil diciptakan. Di antaranya tas, bokor, sokasi untuk upacara serta barang kerajinan dan keperluan rumah tangga lainnya. Bahan baku sampah plastik yang diolah menjadi kerajinan merupakan

sampah yang dihasilkan oleh kantin sekolah dan rumah siswa. “Kami mempunyai ruang khusus untuk keterampilan,” kata kasek asal Banjar Karangsuung, Desa Peninjoan, Tembuku, itu. Tak hanya dipajang di sekolah, produk kerajinan berbahan limbah plastik buatan siswa SMPN 2 Tembuku pernah dipamerkan di Lapangan Kapten Mudita difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli. Produk kerajinan sampah plastik siswanya cukup laris manis. “Waktu itu laku hingga lebih dari Rp 3 juta,” ujarnya. Sampai saat ini produk kerajinan dari sampah plastik buatan siswanya masih banyak peminat. Tak jarang siswanya mendapat pesanan untuk membuat barang kerajinan dari warga sekitar. “Inovasi pengolahan sampah ini memang menjadi salah satu poin sekolah kami berhasil meraih Adiwiyata Nasional,” ungkapnya. Inovasi lain yang dilakukan SMPN 2 Tembuku selama ini yakni mengolah hasil kebun sekolah terutama tanaman obat keluarga dalam bentuk loloh (jamu). Degdeg berharap inovasi yang telah dilakukan sekolahnya ditiru oleh sekolah lainnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Celagi yang lokasinya ada di Desa Songan. “Jangankan kendaraan, jalan kaki saja sulit karena semua badan jalan tertimbun material,” terangnya. Dijelaskannya, badan jalan yang tertimbun longsor itu selama ini menjadi akses utama warga Desa Songan menuju Dusun Kayupadi, Munduk Lantang (Desa Songan), Desa Belandingan dan Desa Pinggan. Untuk menuju pusat Desa Songan, warga dari Dusun Kayupadi dan Munduk Lantang sejatinya bisa melalui jalan alternatif lewat Desa Belandingan dan Pinggan, akan tetapi jaraknya sangat jauh. Tak hanya itu, kondisi jalan juga tidak nyaman dilalui lantaran sempit dan rusak. Untuk menangani dampak longsor, pihaknya telah melapor dan meminta bantuan ke BPBD dan Dinas PUTRPerkim Bangli untuk segera menurunkan alat berat ke lokasi. Upaya pembersihan sulit dan tak memungkinkan dilakukan masyarakat secara manual lantaran volume material longsor yang menimbun jalan sangat banyak dan berat, di samping karena faktor cuaca. Dari informasi yang didapatnya, rencananya proses penanganan material longsor akan dibantu petugas dari instansi terkait pada Senin (28/1) ini, setelah alat berat milik Pemkab Bangli selesai digunakan untuk membersihkan material longsor di Desa Sekaan. “Tebing di Celok ini mirip sekali dengan yang ada di Bukit Abang dan sering juga dilanda longsor. Bedanya pada material. Kalau di Bukit Abang material longsor didominasi batuan dan tanah, sedangkan di Tebing Celok lebih lebih banyak berupa batuan paras,” imbuh Brata. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Balingkang Kintamani Festival

Tiga Ribu Wisatawan Cina Bakal Kunjungi Kintamani Bangli (Bali Post) – Sebanyak tiga ribu wisatawan Cina diperkirakan berkunjung ke Kintamani untuk menyaksikan acara Balingkang Kintamani Festival pada Februari mendatang. Festival yang rencananya digelar di wilayah Desa Batur, Kintamani, tersebut akan menampilkan parade kesenian akulturasi budaya Cina dan Bali. Rencana pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival diungkapkan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat menghadiri Rakercab PHRI Bangli di Kintamani, Jumat (25/1) lalu. Dikatakannya, Balingkang Kintamani Festival digelar untuk pertama kalinya di Kintamani. Dalam festival ini akan ditampilkan kesenian budaya yang mengangkat kisah asmara Raja Jayapangus dan putri asal Cina, Kang Cing Wie, yang hingga saat ini masih melegenda. Ia memastikan festival nanti bakal dibanjiri tiga ribuan wisatawan Cina. “Selama ini belum pernah dalam sejarah pariwisata Bangli dihadiri ribuan wisatawan Cina sekaligus,” ujarnya. Menurutnya, pelaksanaan event tersebut merupakan kesempatan yang bagus bagi Bangli untuk mempromosikan pariwisata yang dimiliki. Oleh karenanya, itu, momen ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua pihak. Sedana Arta berharap semua komponen terutama yang bergerak di bidang pariwisata di Kabupaten Bangli ikut mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan festival. “Kalau ini bisa dikemas dan

dipromosikan dengan baik, sesuatu yang besar akan terjadi. Wisatawan Cina akan semakin banyak datang ke Bangli,” terangnya. Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Balingkang Kintamani Festival juga disampaikan Ketua PHRI Bangli Ketut Mardjana. Menurutnya, acara festival yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali tersebut merupakan upaya yang sangat tepat dan efektif untuk menarik kembali minat turis Cina berkunjung ke Bali yang sebelumnya sempat turun. Dengan penyelenggaraan festival, diharapkan membawa dampak luar biasa pada tingkat kunjungan turis Cina ke depannya. “PHRI Bangli memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan festival tersebut,” ungkapnya. Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Adnyana mengatakan, Balingkang Kintamani Festival akan dilaksanakan 6 Februari di depan Pura Ulundanu Batur, Kintamani. Acara festival akan diisi parade budaya dan fragmentari kisah asmara JayapangusKang Cing Wie selama kurang lebih dua jam mulai pukul 10.00 Wita. Untuk meningkatkan citra pariwisata Bali di mata wisatawan Cina, penyelenggaraan festival ini sekaligus untuk merayakan Imlek. “Selama ini Kintamani hanya dikenal dengan keindahan panorama Gunung Batur dan wisata alamnya. Padahal Kintamani juga punya wisata budaya dan spiritual,” kata Adnyana. (kmb40)


15

Senin Pon, 28 Januari 2019

YLPK Minta BPJS Kesehatan Berbenah Denpasar (Bali Post) Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) meminta BPJS Kesehatan berbenah. Karena selama ini banyak keluhan dari konsumen terkait pelayanan kesehatan. Masyarakat banyak yang belum mendapat informasi tentang hak-haknya sebagai peserta BPJS. Direktur YLPK Bali I Putu Armaya berharap BPJS Kesehatan ataupun pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan jangan hanya membuat kebijakan baru, tanpa melakukan perbaikan pada pelayanannya. ‘’Apa pun kebijakan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan dan pemerintah ke depan, selama dia memenuhi unsur-unsur yang tertuang di Pasal 4 UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, disitu disebutkan konsumen berhak atas informasi yang baik benar dan jujur. Itu artinya informasi terkait pelayanan apapun dari BPJS

agar konsumen tahu,’’ tegasnya, Minggu (27/1) kemarin. Selama ini yang menjadi keluhan konsumen adalah informasi terkait obat yang ditanggung dan tidak ditanggung belum secara gamblang diketahui konsumen. ‘’Banyak konsumen yang tidak paham tentang itu, sehingga sampai di rumah sakit seolah-olah konsumen terjebak. Dia tidak mengerti dan ternyata harus bayar,’’ bebernya. Maka dari itu, ia berharap apa pun kebijakan itu misalnya fasilitas obat yang ditanggung, dan hak-hak lain harus disampaikan oleh pihak BPJS ke konsumen. ‘’Itu yang menjadi keluhan paling pertama. Pihak BPJS harus memberikan saluran informasi yang seluas - luasnya kepada masyarakat,’’ tegasnya. Keluhan kedua konsumen, kurangnya petugas BPJS Kesehatan yang ada di tiap kecamatan. ‘’Kalau di perkotaan, petugas BPJS sudah ada. Namun jangan

lupa petugas - petugas yang ada di puskesmas, karena puskesmas merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan,’’ tandasnya. Selama di puskesmas, petugas BPJS Kesehatan jumlahnya masih kurang, sehingga petugas puskesmaslah yang diperbantukan menggantikan peran BPJS Kesehatan. Sehingga informasinya terkadang tidak sesuai atau kadang tidak tahu. ‘’Jadi tidak ada informasi yang cukup kepada konsumen yang ada di puskesmas,’’ ungkapnya. Ke depan jika BPJS Kesehatan ingin benar-benar berbenah, maka harus siap dengan pelayanan di puskesmas. Karena puskesmas itu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan sehingga harus ada petugas di sana. Akses informasi yqng menyeluruh tentang layanan BPJS Kesehatan itu harus diketahui oleh masyarakat di tingkat kecamatan, karena tiap kecamatan ada puskesmasnya. (kmb42)

Tabrak Mobil, Pengendara Moge Tewas Denpasar (Bali Post) Tabrakan maut terjadi median depan Mapolsek Denpasar Timur (Dentim) di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Denpasar, Minggu (27/1) kemarin. Saat mobil dikemudikan Dewa Putu Oka (41) belok ke selatan, ditabrak pengendara motor gede (moge) berinisial MF (31) asal Makassar, Sulawesi Selatan. Akibat kejadian itu, MF tewas di tempat kejadian. ‘’Kasus ini masih kami selidiki dan pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung,’’ ucap Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo. Menurut AKP Adi, laka-

lantas mengakibatkan korban meninggal tersebut terjadi pukul 13.00 Wita. Awalnya, Oka yang pegawai BUMN ini mengendarai mobil DK 1537 CL. Mobil tersebut melaju dari barat dan setibanya di TKP memutar di median jalan hendak ke barat. Pada saat bersamaan, moge B 3600 LOE dikendarai MF datang dari timur, diduga melaju dengan kecepatan tinggi. Tabrakan tak terelakkan. Saking kerasnya tabrakan tersebut membuat mobil DK 1537 CL terguling, sedangkan moge hancur. Akibat kejadian itu, MF mengalami patah pergelan-

gan tangan kanan dan cedera kepala berat (CKB). Sementara Oka beralamat di Jalan WR Supratman, Denpasar ini mengalami luka di kepala. Atas kejadian itu, anggota Polsek Dentim langsung keluar dari kantornya menuju TKP. Selanjutnya proses evakuasi dilakukan dan para korban dibawa ke rumah sakit. ‘’Terkait kejadian ini, anggota saya langsung ke TKP. Mengamankan barang bukti dan cek korban di rumah sakit. Kami mengimbau kepada pengguna jalan supaya lebih hati-hati dan mematuhi aturan berlalu lintas,’’ pinta Adi. (kmb36)

Pengarang Buku Dari Hal. 1 Cantiasa lahir di Buleleng, Bali, 26 Juni 1967. Ia merupakan anak ketiga pasangan I Nengah Tinggen-Ni Ketut Mari. Ayahnya guru yang juga penekun sastra dan pengarang buku Bahasa Bali. Tamat SMAN 1 Singaraja tahun 1986, ia lolos Akademi Militer. ‘’Ada tiga hal yang membuat saya memilih dunia militer. Pertama karena memang citacita. Kedua, paman saya (almarhum Wayan Sada, anak buah I Gusti Ngurah Rai) merupakan inspirator. Pada masa perang, tugasnya sebagai tim khusus I Gusti Ngurah Rai bagian utara yaitu Buleleng untuk mematikan atau memotong

aliran listrik, telepon penjajah. Ini adalah kemampuan langka dan khusus pada masa perang. Ayah banyak bercerita tentang paman saya ini. Ketiga, lingkungan saya dekat dengan orangorang berseragam. Ada kebanggaan jika bisa memakai seragam militer,’’ ungkap Cantiasa yang sangat suka kolak dan pisang goreng buatan ibunya ini. Sang ayah memang merestui ketika Cantiasa berniat masuk dunia militer. Tetapi, ibunya sempat ragu-ragu. Setelah diberi pemahaman dan diyakinkan bahwa terjun di dunia militer merupakan tugas mulia, akhirnya sang ibu merestui. Cantiasa masuk Akmil tahun 1987 dan lulus tahun 1990. Saat lulus, ia meraih

penghargaan Bintang Adhi Makayasa dan Bintang Tri Sakti Wirautama langsung dari Presiden RI Soeharto. Selama di TNI, berbagai posisi pernah diembannya. Ia cukup lama bertugas di Kopassus. Selama berkarier ia pernah menjabat sebagai Dan Unit Den 81 Gultor/ Kopassus, Wadan Sub Tim 2 Den 81 Gultor/Kopassus, Dantim Den 81 Gultor/Kopassus, dan Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha/Kopassus. Ia juga pernah menjabat Danseko Pusdikpassus dan Dansepara Pusdikpassus. Saat pangkatnya Letnan Kolonel, ia menjabat sebagai Dandenma Kopassus, Waasintel Danjen Kopassus, dan Dansat-81/Kopassus (2010). (kmb38)

Senin, 28 Januari 2019 05:00 05:52 05:56 06:00 06:05 06:35 07:05 07:35 08:00 09:00 09:30 10:00

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan & Serati Banten (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Adi Parwa (3) Bali Channel Tourist TV Yowana Magz Juara Lomba Film Pendek SMKN 1 Mas, Ubud Parameter Berita dan Bincang Terkini

10:05 11:00 12:05 12:30 13:00 13:30 14:05 14:30 15:30 16:05

Lejel Home Shopping Bali Channel Tourist TV Dharma Wacana Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mupuk Padagingan lan Penilepatian (1) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Yowana (Live) SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bali Channel Tourist TV Lila Cita Sanggar Tari Rajapala (2)

17:00 17:05 17:30 18:00 19:00 19:30 20:00 21:00 21:30 22:05 23:05 23:30

Berita dan Bincang Terkini Dunia Kita Kartun Sabha Parwa (1) Puja Trisandya Seputar Bali Orti Bali Dialog Interaktif Dedy Susanto DIABEMED Taksu Nyoman Sukanta, Seniman Ukir Telur Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida 2) Folk Song Bali Channel Tourist TV

Jokowi Minta Muslimat NU Wujudkan Islam Moderat

Bali Post/ant

HARLAH - Presiden Joko Widodo saat Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/1) kemarin.

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo meminta agar Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Tanah Air turut serta berkontribusi mewujudkan Islam yang moderat. ‘’Kita ingin Islam moderat, moderasi Islam terus digaungkan,’’ kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan sekitar 100.000 Muslimat NU yang hadir dari seluruh Tanah Air di Maulidurrasul-Harlah 73 Tahun Muslimat NU dan Doa untuk Keselamatan Bangsa, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (27/1) kemarin. Presiden hadir dalam perayaan Hari Lahir Muslimat NU yang ke-73 yang penyelenggaraannya diketuai oleh Yenny Wahid. Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Anies Baswedan. ‘’Sudah disampaikan oleh Ibu Ketua Umum Muslimat NU, Ibu Khofifah

Indar Parawansa bahwa Islam yang Aswaja yang penuh toleransi, yang penuh dengan moderasi, yang saling menghargai, saling menghormati, itulah semangat yang disampaikan oleh Muslimat NU,’’ katanya. Jokowi menyambut baik kehadiran lebih dari 100.000 anggota Muslimat NU dari berbagai penjuru nusantara ke Jakarta. ‘’Kita merayakan Harlah Muslimat NU yang ke-73. Ini adalah organisasi yang besar yang kita lihat tadi lebih dari 100 ribu dari seluruh penjuru Tanah Air berkumpul di Gelora Bung Karno,’’ katanya. Pada kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan ucapan selamat hari lahir kepada Muslimat NU. Presiden sekaligus menyampaikan harapan agar pada Hari Lahir Muslimat NU yang ke-73, Muslimat NU bertambah jaya, barokah, dan Indonesia menjadi negara makmur dan sejahtera. (ant)

Wisatawan Cina Menurun 37,51 Persen

Denpasar (Bali Post) -

Data Badan Pusat Statistik tahun 2017, Cina menduduki peringkat pertama jumlah wisatawan yang datang ke Bali. Namun pada November 2018, wisatawan Cina menurun, dikalahkan wisatawan Australia. Australia menduduki peringkat pertma dan Cina peringkat kedua. Penurunannya mencapai 37,51% dibandingkan bulan Oktober 2018 dan menurun 14,06% dibandingkan November tahun 2017. Wisatawan Cina menurun pasca-sidak yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali beserta stakeholder pariwiata di sejumlah toko ilegal Cina. Menurut pengamat pariwisata Universitas Udayana Drs. I Made Sendra, M.Si., penutupan toko ilegal Cina ini merupakan salah satu faktornya. Upaya telah dilakukan pemerintah untuk kembali mendatangkan wisatawan Cina. Salah satunya adalah event Festival Kintamani, Februari nanti. Menurut Sendra, ini merupakan upaya yang tepat karena Bali dan Cina memiliki hubungan diplomasi kebudayaan sejak abad ke-1 Masehi. Dalam penelitiannya ten-

tang Cina, ke depan Cina akan kembali menghidupkan silk road (jalan sutra) yang dulu pernah membuat Cina menguasai dunia. Silk road ini akan dihidupkan kembali dalam satu konsep one belt, one road. Dalam kaitannya dengan pariwisata, Cina ingin merealisasikan one belt, one road, one heritage. Bali memiliki potensi untuk kembali mendapatkan wisatawan Cina. Karena Bali memiliki hubungan budaya yang sangat kental. Dibuktikan dengan adanya uang kepeng, tari Baris Cina, folklore Jaya Pangus dengan Kang Cing Wie, dan banyaknya kongco dan klenteng yang tersebar di Bali. ‘’Namun hubungan dekat, connectivity antara budaya

Ahli Waris Dari Hal. 1 ‘’Gubernur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan menyelesaikan itu,’’ tambah Wapres. Wapres menginstruksikan agar Kementerian Sosial segera menyalurkan santunan ahli waris korban meninggal dunia dan segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak. ‘’Kerusakan-

kerusakan yang terjadi di masyarakat juga akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada, dibantu bukan diganti semua,’’ katanya. Wapres yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebelumnya meninjau Bendungan BiliBili dan jembatan Jenelata di Gowa yang putus. (ant)

Cina-Bali belum dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh travel agent, yang digali untuk dijadikan daya tarik wisata budaya. Karena Bali ini kan cultural tourism,’’ tandasnya. Maka dengan terjadinya penurunan kunjungan wisatawan Cina yang diduga karena sidak toko ilegal, ke depan Bali harus merumuskan aturan, karena saat ini belum ada aturan yang mengatur. ‘’Jadi perlu dikaji dulu aturannya, mana travel yang memiliki leason supaya secara resmi diizinkan masuk ke sini untuk beroperasi. Sehingga nantinya tingkat kebocoran dalam bidang tu bisa diantisipasi,’’ bebernya. Akibat kejadian adanya toko

ilegal Tiongkok itu, stakeholder pariwisata seperti kebakaran jenggot. Karena dampaknya saat ini adalah terjadi penurunan kunjungan wisman. Selain itu, ia menilai banyak faktor yang menyebabkan wisawatan Cina menurun. Salah satunya karena adanya pengembangan 10 Bali baru. ‘’Karena wisatawan Cina tertarik tidak hanya dengan culture, juga hal baru lain, sehingga mereka mungkin terdistribusi. Bali sebagai hub, karena Bali memiliki jaringan internasional. Mereka datang ke Bali, dari Bali nanti akan didistribusikan,’’ bebernya. Menurutnya, wisatawan Cina tergolong wisatawan psikosentrik. Berbeda karakteristiknya dengan Eropa. Wisatawan psikosentrik adalah wisatawan yang datang ke DTW yang memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan yang ada di negaranya. (kmb42)

Unjuk Kekuatan Dari Hal. 1 ‘’Mereka ingin mengganggu keamanan dan ketertiban, mereka ingin unjuk kekuatan dan menabur kekacauan,’’ kata Albayalde di radio. Jolo adalah benteng Abu Sayyaf, yang dikenal lewat serangkaian pengeboman dan kebrutalan, serta berbaiat kepada ISIS. Gerilyawan kelompok itu juga sering terlibat dalam pembajakan dan pencu-

likan. Referendum pekan lalu digelar pada masa-masa kritis Filipina, yang berharap dapat mengakhiri konflik separatis puluhan tahun di Mindanao yang menurut para ahli telah meningkatkan ekstremisme. Konflik itu dikhawatirkan dapat menarik gerilyawan asing ke Mindanao untuk memanfaatkan perbatasan yang rapuh, hutan dan pegunungan, serta melimpahnya persenjataan. (afp/ant)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Pon, 28 Januari 2019

JUARA – Pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon merayakan keberhasilannya menjadi juara ganda putra Indonesia Masters 2019.

Piala Asia 2019 Perempatfinal Sabtu (26/1) Qatar vs Korea Selatan Uni Emirat Arab vs Australia

1-0 1-0

Semifinal Senin (28/1) Jepang

vs Iran

Selasa (29/1) UEA

vs Qatar

Durant Pimpin Warriors Kalahkan Celtics

Boston – Kevin Durant mencetak 33 poin ketika juara bertahan NBA Golden State Warriors memenangi pertandingan ke-10 berturut-turut dengan mengalahkan Boston Celtics 115-111 di Boston Garden dalam lanjutan kompetisi NBA, Minggu (27/1) kemarin. Stephen Curry mencetak 24 poin dan Klay Thompson selesai dengan 21 poin untuk Warriors di depan 18.600 penonton. ‘’Mereka memulai kuarter keempat dengan sedikit usaha untuk memangkas keunggulan dan kami tetap tenang. Rekan satu tim mendukungku. Untuk mendapat kemenangan di Boston cukup sulit,’’ kata Durant. Kyrie Irving mencetak 32 poin dan 10 assist, sedangkan Al Horford mencetak 22 poin dan 13 rebound untuk Boston yang sebelumnya menang lima kali beruntun. Di tempat lain, LaMarcus Aldridge yang bermain sambil menahan rasa sakit pada pergelangan tangan kirinya membuat 28 poin dan 12 rebound ketika San Antonio Spurs mengatasi New Orleans Pelicans 126-114. Aldridge mencetak 16 poin di babak pertama dan menambahkan 12 poin lagi di kuarter ketiga, sedangkan Rudy Gay menghasilkan 22 poin dan 11 rebound untuk Spurs. Jrue Holiday menghasilkan 29 poin dan Jahlil Okafor menambahkan 24 poin dan 15 rebound untuk Pelicans yang menelan kekalahan ketiga berturut-turut. Anthony Davis, Julius Randle, Nikola Mirotic dan E’Twaun Moore tidak turun karena cedera. Laga di arena Smoothie King Center ini disaksikan 17.700 penonton. Nikola Jokic menghasilkan tripledouble saat Denver Nuggets menundukkan Philadelphia 76ers dengan skor 126-110. Jokic selesai dengan 32 poin, 18 rebound dan 10 assist. Joel Embiid menjadi pencetak poin terbanyak 76ers. Hasil lengkap: Boston Celtics vs Golden State Warriors 111-115, Portland Trail Blazers vs Atlanta Hawks 120-111, Denver Nuggets vs Philadelphia 76ers 126110, Memphis Grizzlies vs Indiana Pacers 106-103, New Orleans Pelicans vs San Antonio Spurs 114-126. (afp/kmb)

Kevin/Marcus Pertahankan Gelar Jakarta (Bali Post) – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses mempertahankan gelar juara dalam turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2019 setelah menang atas pasangan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada laga final di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1) kemarin. Kevin/Marcus yang akrab disapa pasangan Minions menang dua game langsung 21-17, 21-11 selama 26 menit. Catatan pertemuan kedua pasangan itu pun menjadi 5-2 bagi Kevin/ Marcus. ‘’Kami sering berlatih bersama.

Kami sudah tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing,’’ kata Kevin seusai pertandingan. Tahun lalu Minions meraih gelar setelah mengalahkan Li Junhui/ Liu Yuchen (Cina) 11-21, 2110, 21-16 di final. Kemenangan Minions gagal diikuti ganda campuran

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini kalah 21-19, 19-21, 16-21 dari Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (Cina) di partai puncak. Catatan pertemuan Owi/ Butet dengan Zheng/Huang kini menjadi 1-4. Walaupun tidak mampu mempersembahkan gelar juara, Owi/Butet tidak henti-hentinya mendapatkan dukungan dari para penonton. Para penonton terus meneriak-

kan “Owi... Butet” sepanjang 56 menit permainan dan ketika keduanya naik podium. Selepas pertandingan, Butet memberikan salah satu kaosnya kepada Huang dan dibalas pelukan kedua pemain itu. Sementara itu, tunggal putra Denmark Anders Antonsen membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama Kento Momota (Jepang) 21-16, 14-21, 21-16 di final. Padahal Antonsen yang datang ke Istora GBK tanpa pelatih. Sebelumnya, Antonsen tidak pernah menang melawan Momota selama tiga kali pertemuan terakhir. Usai mengunci titel juara,

Djokovic Rebut Gelar Ke-15 Melbourne – Novak Djokovic yang tampil sempurna memenangkan gelar tunggal putra Australia Terbuka untuk ketujuh kalinya usai mengalahkan Rafael Nadal dengan skor 6-3, 6-2, 6-3 pada final di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (27/1) kemarin. Petenis nomor satu dunia asal Serbia itu mendominasi unggulan kedua dari Spanyol untuk memenangkan gelar grand slam ke-15 hanya dalam waktu 2 jam 4 menit. Keberhasilan itu membuat Djokovic (31) unggul atas Roger Federer dan Roy Emerson, yang samasama memenangkan enam gelar tunggal putra Australia Terbuka. Djokovic berlutut dan mencium tanah setelah menaklukkan saingan terbesarnya tersebut. ‘’Saya hanya mencoba merenungkan perjalanan dalam 12 bulan terakhir. Saya men-

jalani operasi tepat 12 bulan yang lalu. Berdiri di sini di depanmu hari ini dan berhasil memenangkan gelar ini luar biasa,’’ kata Djokovic yang berhenti sejenak berbicara untuk menenangkan diri dan tidak menangis. Sementara itu, pasangan Pierre-Hugues Herbert/Nicolas Mahut (Prancis) mengalahkan Henri Kontinen/John Peers (Finlandia/Australia) dengan skor 6-4 7-6(1) untuk meraih gelar ganda putra. Herbert/Mahut melengkapi gelar grand slam-nya setelah sebelumnya menjuarai AS Terbuka, Wimbledon dan Prancis Terbuka. Di bagian putri, petenis Jepang Naomi Osaka menjadi petenis nomor satu dunia yang baru setelah melalui pertandingan dramatis mengalahkan Petra Kvitova (Ceko) di final tunggal, Sabtu (26/1). Osaka, juara AS Terbuka 2018 berusia 21 tahun dan unggulan keempat, memenangi pertandingan dengan skor akhir 7-6 (7-2), 5-7, 6-4. Osaka menebar senyum saat prosesi penyerahan trofi. ‘’Saya sebelumnya sudah membuat catatan, tapi masih lupa kata-kata yang akan saya ucapkan. Terima kasih semua, saya benar-benar merasa terhormat karena bisa mencapai final,’’ ujarnya. (afp/kmb/ant/rtr)

Denpasar Rancang Strategi Menuju Juara Porprov Denpasar (Bali Post) – Sejak Pekan Olahraga Daerah (Porda) berganti nama jadi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, Kota Denpasar tidak pernah sekalipun mencicipi gelar juara umum. Sudah enam kali edisi Porprov, kontingen Kabupaten Badung selalu berjaya, sedangkan Denpasar terus berada di urutan kedua sehingga dijuluki kontingen spesialis runner-up. Pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang, Denpasar tetap membidik juara umum. ‘’Tidak mungkin target kami runner-up. Jadi, harus ada peningkatan target. Untuk mewujudkan itu, kami menggelar rapat kerja (raker) KONI Denpasar yang tujuan intinya merancang strategi menuju juara umum,’’ terang Ketua Umum KONI Denpasar I.B. Toni Astawa didampingi Humas Dewa Gede Rai usai membuka raker di ruang rapat Rumah Makan Bendega, Sabtu (26/1).

Pria yang akrab disapa Gus Toni itu sangat optimis Porprov di Tabanan menjadi momentum terbaik Denpasar menggeser dominasi Badung. Alasannya, ada larangan atlet berprestasi (meraih medali) internasional ikut Porprov meski Denpasar juga banyak punya atlet level itu. ‘’Ini artinya Porprov di Tabanan akan diikuti atlet level junior se-Bali. Denpasar selama ini memang fokus pembinaan atlet-atlet muda, sehingga secara langsung memberikan peluang menjadi juara di Porprov,’’ tandasnya. Kans Denpasar semakin besar karena beberapa cabor andalan yang tidak dipertandingkan pada Porprov 2017 di Gianyar diikutkan di Tabanan seperti senam. Sementara taekwondo yang diskorsing sehingga tidak tampil pada Porprov dua tahun lalu, bisa turun lagi. ‘’Jadi, inilah momentum Denpasar untuk kembali ke jalur juara umum. Untuk mewujudkan itu, pastinya harus

Antonsen berlari mendekati tribun dan melemparkan kausnya ke penonton. ‘’Luar biasa bisa bermain di arena ini. Semangat bulu tangkis di Indonesia sangat hebat dan penontonnya luar biasa. Merupakan mimpi bagi saya untuk bisa memenangi turnamen ini di Istora Senayan,’’ ujarnya. Ganda putri unggulan kedua asal Jepang Misaki Matsumoto/ Ayaka Takahashi menjadi juara setelah menundukkan Kim So Yeong/Kong Hee Yong (Korea Selatan) 21-19, 21-15. Matsumoto/ Takahashi yang menyisihkan ganda Indonesia Greysia Polii/ Apriyani Rahayu hanya membutuhkan waktu 40 menit. (ant)

didukung dengan persiapan sangat maksimal seluruh cabor,’’ tegas Gus Toni. Banyak hal dibahas dalam raker, khususnya menyangkut persiapan atlet. Efektif persiapan akan dilakukan usai Piala Wali Kota 2019 mulai awal Februari selama sekitar sebulan dengan melibatkan seluruh cabor anggota KONI Denpasar. ‘’Piala Wali Kota bisa dijadikan ajang seleksi terakhir bagi cabor-cabor, meski sejumlah cabor sudah membentuk tim bayangan. Setelah Piala Wali Kota, semua cabor diharapkan sudah punya tim bayangan untuk selanjutnya KONI Denpasar bersiap-siap menggelar TC desentralisasi,’’ tambahnya. Untuk memaksimalkan persiapan Denpasar, cabor-cabor juga diberikan kesempatan melakukan uji coba selain melaksanakan latihan rutin. Cabor yang tidak mengagendakan uji coba bisa mendatangkan lawan dijadikan sparing. Kekuatan

kontingen Denpasar pada Porprov nanti sekitar 800 orang termasuk ofisial. Menurut Dewa Gede Rai, raker diikuti 38 cabor anggota KONI Denpasar. Diharapkan semua cabor memanfaatkan waktu

beberapa bulan ke depan untuk mempersiapkan atlet terbaiknya secara maksimal. ‘’Jika persiapan dilakukan secara matang, saya optimis gelar juara umum pada Porprov di Tabanan bisa direbut Denpasar,’’ sebutnya. (kmb)

Bali Post/ist

RAKER – Suasana Raker KONI Kota Denpasar tahun 2019.

Bali Post/ist

GOWES - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta saat ‘’gowes’’ di wilayah Petang.

Polres Badung Gelar ’’Gowes’’ Bareng

Mangupura (Bali Post) Polres Badung menggelar gowes bareng, Minggu (27/1) kemarin. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengajak anggotanya bersepeda menempuh jarak 24 kilometer di wilayah Kecamatan Petang. Sejak menjabat Kapolres Badung pertengahan Mei 2017, salah satu yang menjadi perhatian AKBP Yudith Satriya Hananta yakni tentang semangat untuk mewujudkan reformasi birokrasi menuju perbaikan kinerja Polri. Selain itu, lulusan Akpol 1998, Yon Parama Satwika ini ingin anggotanya memiliki fisik kuat, tangguh dan cekatan, namun tetap humanis. Mantan Kapolres Muna, Sulawesi Tenggara ini ingin membangun fisik anggota tangguh, kuat dan sehat. ‘’Tadi pagi (kemarin) saya mengajak anggota jajaran Polres Badung mengikuti gowes bareng mulai pukul 06.00 Wita,’’ ungkap perwira yang mengawali kariernya sebagai Danton 3 KI-1 Satbrimob Polda Papua ini. Bersepeda bareng ini menempuh rute sepanjang 24 kilometer. Agar olahraga ini tidak menjenuhkan, ia sengaja memilih rute melintasi perkebunan, persawahan yang hijau, udaranya segar dan sejuk, dari Polsek Petang hingga Obwis Air Alam Tirta Outbound di Banjar Samuan, Desa Carangsari, dan kembali ke Polsek Petang. ‘’Untuk menjaga tubuh tetap sehat. Bila tubuh sehat, jiwa kita juga sehat,’’ ujar mantan Kaden Gegana Satbrimob Polda Sultra ini. Olahraga bersepeda ini merupakan kegiatan rutin. Tujuan lainnya untuk menyegarkan pikiran, mempererat kebersamaan, keharmonisan antarsesama anggota dan pimpinan. Kebersamaan dan soliditas ini menjadi peran penting dalam proses reformasi menuju perbaikan kinerja Polri. Tidak kalah urgennya dalam rangka patroli bersama menyapa masyarakat di pedesaan. ‘’Sekalian bisa melihat pemandangan dan aktivitas masyarakat di pagi hari,’’ tandas perwira asal Buleleng ini. (kmb36)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook