Skip to main content

Edisi Selasa 27 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 99 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Dukung GEN, Bali akan Jadi ’’Trade Center’’ Perlu Juga Dibangun Pelabuhan Ekspor

PRESIDEN Joko Widodo terus mendorong peningkatan ekspor dengan melakukan Gerakan Ekspor Nasional (GEN). Ekspor tidak hanya dilakukan oleh industri besar saja, industri kecil dan menengah juga digalakkan untuk ekspor. Maka dari itu, Bali Creative Industry Center (BCIC) diharapkan menjadi trade center bagi wirausaha di Indonesia. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, Bali merupakan showroom produk wirausaha karena tempat bertemunya turis. Turis tidak hanya berlibur ke Bali, juga melakukan ri-

set terkait produk yang bisa dikembangkan untuk berbisnis dengan Bali. ‘’Nah di Bali ini produknya tidak hanya dibuat oleh IKM Bali, tapi ada yang dari Banyuwangi, Jawa Tengah dan bahkan Jawa Barat, jadi dipromosikan di sini (di Bali),’’ ungkapnya saat Penga-

nugerahan Desainer Terbaik, Senin (26/11) kemarin di BCIC, Tohpati, Denpasar. Oleh karenanya, Kemenperin memfasilitasi produk– produk IKM seluruh Indonesia untuk dipamerkan di BCIC. ‘’Kalau mereka (turis) sudah lihat, orang asing kan pasarnya

Lima Komoditas Utama Ekspor dari Bali 30 % 25 % 20 % 10 %

44.45%

7,20% 5,8 4%

1%

5,5

5% 0

Ikan dan udang

Pakaian jadi bukan rajutan

Perhiasan atau permata

Kayu, Perabot, barang penerangan dari kayu rumah

Tak Ada Jenis Pajak Baru Jakarta (Bali Post) – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengatakan pemerintah tidak akan mengenakan jenis pajak baru. Kepala BKF Kemenkeu Suahasil Nazara dalam diskusi bertema ‘’Pertaruhan Bisnis pada Tahun Politik’’ di Jakarta, Senin (26/11) kemarin, mengatakan meskipun tidak ada jenis pajak baru, pemerintah tetap berupaya mengerek naik penerimaan pajak dari realisasi upaya pemenuhan kewajiban (compliance) wajib pajak. ‘’Tidak ada jenis pajak baru, hanya Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai. Berarti kami ingin compliance lebih tinggi,’’ ujar Suahasil. Menurut Suahasil, momentum ketika tingkat compliance wajib pajak semakin baik seperti saat ini, maka akan dimanfaatkan untuk mendorong rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini juga terkait dengan perbaikan pascapenerapan amnesti pajak. Hal. 15 Ekonomi Global

Stop Kampanye KB Dua Anak di Bali Kampanye KB dengan dua anak diminta distop karena tidak pas dengan kultur budaya Bali. Gubernur Bali Wayan Koster berpendapat, jumlah penduduk Bali sejak lima tahun terakhir stagnan. Ini artinya berdampak pada makin sedikitnya krama Bali di tanah kelahirannya. Makanya, dia tak setuju dengan pemerintah pusat yang mengampanyekan KB dua anak di Bali. Halaman 2

Gaya Hidup Generasi Muda Makin Memprihatinkan Secara nasional, penderita HIV didominasi usia 15 hingga 24 tahun. Sementara di Tabanan, usia terbanyak 20 hingga 29 tahun. Pergeseran infeksi virus HIV ke usia lebih muda menunjukkan pergaulan generasi muda memperihatinkan, karena mulai condong ke pergaulan bebas dan melakukan seks usia dini. Halaman 7

Amerika Serikat

% 7,94

9,62% 7,16%

Gudang Serkel Kayu Terbakar

Halaman 8

Bawaslu Sidang Pelanggaran Kampanye Bawaslu Gianyar menggelar sidang perdana terkait laporan pelanggaran kampanye di kawasan pura. Dalam sidang yang berlangsung di Kantor Bawaslu Gianyar, pelapor membawa satu orang saksi. Belum ada keputusan yang bisa diambil dari sidang tersebut. Halaman 9

han ekspor. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Putu Astawa berharap Bali memiliki pelabuhan ekspor. Karena menurut data BPS, 42 persen barang ekspor Bali melalui Surabaya, yang berarti ada devisa Bali akan hilang atau berkurang. ‘’Diharapkan Bali juga memiliki pelabuhan ekspor untuk barang-barang internasional,’’ ujarnya. Sebelumnya pernah ada wacana untuk menyeimbangkan perekonomian di

Singapura Jepang Tiongkok Australia Negara lainnya

Bali Utara dan Selatan, akan dibangun pelabuhan ekspor di Celukan Bawang. Saat ini pun rencana itu masih dalam kajian. ‘’Cuma masalahnya dari Bali Selatan ke Celukan Bawang itu perlu ada shortcut, supaya jarak tempuhnya tidak terlalu panjang,’’ tandasnya. Selama ini wirausaha Bali mengekspor produk melalui Surabaya, sehingga cost yang dikeluarkan cukup tinggi. Ia berharap Gubernur baru bisa mewujudkan pelabuhan ekspor ini. (kmb42)

Nilai Ekspor Bali 540.000.000

29,06% 14,43% 11,91%

tandasnya. Tak dimungkiri juga Bali memang banyak didatangi produk dari provinsi lain. Seperti dari Lombok, Yogya, Solo, dll. Semua produk itu berorientasi ekspor. ‘’Kalau mereka naruh barang di sini, nanti pasti akan ekspor, cuma kadang-kadang dibuat menjadi made in Bali,’’ pungkasnya. Untuk mendukung GEN, diperlukan pelabuhan ekspor untuk efisiensi bagi pengusaha Bali. Sementara itu, Bali belum memiliki pelabu-

Lima Negara Tujuan Utama Ekspor dari Bali

24,87%

15 %

pasti ekspor, nah inilah salah satu kegiatan untuk mendukung gerakan ekspor nasional,’’ ungkapnya. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan, Bali memiliki daya tarik tidak hanya wisata tetapi juga berwirausaha. Jika BCIC Bali akan dijadikan trade center maka untuk mendatangkan wisatawan ke tempat tersebut perlu koordinasi dengan Asita. ‘’Tapi kita lihat dulu apa saja yang akan ditaruh di sini,’’

536.547.921

530.000.000 520.000.000 510.000.000 500.000.000 490.000.000

505.117.567 496.681.699

480.000.000 470.000.000

2015

2016

2017

Presiden

TNI Harus Rencanakan Program Pertahanan Keamanan Bandung (Bali Post) Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus mulai merencanakan program strategi pertahanan keamanan, baik jangka menengah maupun jangka panjang demi menjaga stabilitas negara. ‘’Strategi keamanan sangat perlu dalam pembangunan kita, baik untuk sekarang, jangka menengah maupun jangka panjang,’’ ujar Presiden Joko Widodo saat menghadiri gelar apel Danrem-Dandim di Pussenif (Pusat Persenjataan Infanteri) di Bandung, Senin (26/11) kemarin. Kepada ratusan Danrem dan Dandim, Presiden menekankan program strategi pertahanan keamanan bisa dilakukan di sisi anggaran. Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan dengan melakukan riset-riset atau kajian pemindahan markas-markas komando dalam upaya memetakan strategi pertahanan ke-

amanan ke depan. Menurutnya, hal tersebut untuk merespons perubahan politik dan ekonomi dunia yang berubah sangat cepat. Oleh karena itu, diperlukan pula sebuah strategi untuk menghadapi kondisi perubahan tersebut. ‘’Misalnya, apakah memindahkan markas-markas ke timur atau ke barat atau utara, itu semuanya harus memerlukan kajian dan penelitian sehingga bisa diputuskan di mana pastinya,’’ ujar Kepala Negara. Tak hanya strategi keamanan, Jokowi juga menyinggung soal netralitas TNI. Ia meminta agar TNI tetap menjaga nilai-nilai netralitas terutama dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. ‘’Artinya netralitas TNI itu betul-betul harus dijaga, demi stabilitas politik untuk pembangunan,’’ katanya. Hal. 15 Tegaskan Netral

Bali Post/ant

APEL - Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada Apel Danrem Dandim terpusat di Gedung Yudha Wastu Pramuka Bandung, Senin (26/11) kemarin. Apel yang diikuti Dandim dan Danrem dari seluruh Indonesia itu dilaksanakan dalam rangka menyamakan pola pikir, koordinasi, serta evaluasi tindakan para Dandim dan Danrem jelang Pemilu 2019.

’’Shortcut’’ Singaraja-Mengwitani

DPRD Dukung Revisi Perda RTRW Singaraja (Bali Post) – Proyek pembangunan shortcut jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani tentu akan mengambil lahan. Untuk menekan dampak lingkungan, DPRD Buleleng sependapat dengan pemda untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengendalikan pemanfaatan ruang setelah shortcut. Salah satunya melalui revisi Perda RTRW Bali yang akan diikuti dengan RTRW Kabupaten maupun Rencana Detail Tata Ruang Wilayah (RDTR). Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa, Senin (26/11) kemarin. Putu Mangku Budiasa mengatakan, setelah memaha-

mi desain termasuk membaca dari referensi teknis, proyek shortcut di lokasi lima dan enam melintasi kawasan budi daya pertanian dan sebagai daerah resapan air. Untuk konstruksi yang menggunakan tiang pancang, dampak gangguan terhadap lahan pertanian itu tidak terlalu keras. Pasalnya, karena hanya beberapa fondasi tiang pancang memerlukan lahan pertanian. Sebaliknya, untuk badan jalan yang posisinya landai dipastikan akan mengorbankan lahan pertanian dan otomatis akan mengurangi cakupan vegetasi tanaman untuk menyerap resapan air. Hal. 15 Proyek Strategis

Lingkungan Jangan Dikalahkan Kepentingan Ekonomi Ada kekhawatiran pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani diikuti dengan bertumbuhnya fasilitas pariwisata di kawasan tersebut. Utamanya di Bedugul dan daerah puncak di wilayah Buleleng yang berhawa sejuk dengan panorama yang indah. Tentu ini harus menjadi perhatian. Jadi konsep ekonomi harus tetap mendukung lingkungan dan lingkungan harus tetap bersinergi dengan ekonomi.

Bali Post/dok

LONGSOR - Tebing di wilayah Candikuning rawan longsor. Hal serupa juga sering terjadi di jalur Singaraja-Bedugul.

K et u a P u s l i t P P L H Unud Dr. Made Sudarma, M.S. mengatakan, daerah yang dilalui nanti merupakan daerah tangkapan air hujan. ‘’Tapi kita tidak bisa membuat oposisi antara lingkungan dengan ekonomi. Jadi bagaimanapun juga konsep ekonomi harus tetap mendukung lingkungan dan lingkungan harus tetap bersinergi dengan ekonomi,’’ ujarnya, Senin (26/11) kemarin. Dari segi aspek infrastruktur kaitannya dengan efisiensi ekonomi, membuat keberadaan jalan yang mem-

percepat perjalanan dari Denpasar ke Singaraja itu diperlukan. Hanya ada beberapa opsi. Namun perlu diperhatikan dampak lingkungannya. Ia berharap kajian amdalnya betul-betul dibaca dan dikaji terkait dampak yang akan terjadi terhadap lingkungan. Jika shortcut melewati Bedugul maka perlu diperhatikan keberlangsungan daerah penyangga tersebut. Bedugul adalah daerah hulu, baik daerah hulu Bali Selatan maupun Bali Utara. Daerah hulu ekosistem yang dominan adalah hutan. Sementara

fungsi hutan adalah menjaga siklus hidrologis. Maka dari itu dengan pembangunan shortcut, fungsi hidrologis hutan jangan sampai terkoyak. Apalagi keberadaan Danau Beratan berdampingan dengan Danau Tamblingan dan Buyan. Hal itu akan sangat bergantung dari vegetasi yang tumbuh di hulu itu sendiri. Maka diharapkan pemotongan atau penebangan pohon itu bisa diminimalisir, sehingga fungsi hulu sebagai catchment area bisa terjaga. Hal. 15 Danau Beratan


DENPASAR

2

Selasa Umanis, 27 November 2018

FIGUR Persentase Tertinggi KANKER payudara merupakan penyakit dengan persentase tertinggi dibandingkan kanker lainnya di dunia. Dari data hasil penelitian, sejak Januari-September 2018, di seluruh dunia tercatat sebanyak 627.000 penderita kanker payudara. ‘’Sebanyak 42,1 persen dari seluruh penyakit kanker merupakan kanker payudara. Dari 42,1 persen itu, 17 persen pengidap kanker payudara meninggal dunia karena sudah parah,’’ kata Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Amalia Sari Agum Gumelar saat memberikan paparan serangkaian Festival Kampung Berseri Astra di Auditorium Widya Sabha Kampus Unud, Jimbaran, Senin (26/11) kemarin. Sesuai data dari Globalcan 2018, katanya, kanker payudara merupakan kanker dengan persentase kasus baru tertinggi di dunia, yaitu sebesar 42 persen. Sementara untuk di Indonesia, kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi, yaitu sebesar 30,9 persen atau sebesar 58.256 dari total 188.231 kasus baru kanker di Indonesia. Untuk itu, pihaknya melalui YKPI memiliki misi untuk menuju Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut tahun 2030. ‘’Ini sesuai dengan SDGS yang juga di tahun 2030 yang harus ada capaiannya,’’ ujarnya. Ia mengatakan, di Indonesia banyak terjadi kematian akibat kanker payudara. Sebanyak 70 persen yang meninggal dunia karena keterlambatan penanganan. Bahkan, banyak juga akibat ketakutan dan ketidaktahuan terhadap penyakit tersebut. Dikatakan, selama ini permasalahan yang dialami di masyarakat adalah memang belum meratanya informasi tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara. Selain itu, biaya yang relatif mahal mengakibatkan masyarakat enggan untuk memeriksakan diri. Untuk itu, masyarakat diharapkan melakukan periksa payudara rutin secara klinis. ‘’Berbagai permasalahan memang dialami masyarakat, baik itu kurangnya informasi, biaya yang mahal, bahkan dukungan terhadap penderita kanker payudara selama ini juga masih sangat kurang,’’ katanya. (edi)

SEKOLAH ALAM – Areal persawahan di wilayah Subak Padanggalak yang akan difungsikan sebagai sekolah alam.

Subak Padanggalak Dirancang Jadi Sekolah Alam

Denpasar (Bali Post) – Keberadaan Subak Padanggalak, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur kembali akan dimanfaatkan secara maksimal. Jika sebelumnya sudah dilengkapi dengan areal wisata dengan penambahan jogging track, kini akan dijadikan sekolah alam. Khususnya untuk sekolah yang berada di sekitar wilayah desa setempat. Paling tidak program ini sudah bisa direalisasikan pada awal tahun 2019. Perbekel Desa Kesiman Kertalangu I Made Suena men-

gatakan hal itu, Senin (26/11) kemarin. Menurut Suena, Subak Padanggalak sebelumnya memang sudah sempat dijadikan sekolah alam. Namun belakangan kegiatannya vakum. Kini program tersebut kembali dimatangkan dan diefektifkan lagi. Dikatakan, subak tersebut sebenarnya sudah dilakukan penataan pada 2016. Bahkan penataan subak sebagai tempat edukasi bagi siswa paling pertama di Denpasar. Kini pihaknya akan kembali

menata subak tersebut dengan melengkapi fasilitas lainnya yang akan memudahkan siswa mengenal alat-alat yang digunakan petani di subak. “Sekarang kita kembali tata Subak Padanggalak itu dengan melibatkan pengurus subak (pakaseh - red),” katanya. Suena mengatakan, siswa akan diberikan pengetahuan tentang irigasi. Seperti mana yang bernama pundukan (pematang sawah), pangempelan, gerugan, sampai nama-nama alat yang digunakan dalam

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu dengan para guru di Bali pada resepsi HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2018 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (26/11) kemarin. Saat itu Koster meminta kampanye Keluarga Berencana (KB) dengan dua anak distop, karena tidak pas dengan kultur budaya Bali.

Topik : Gubernur Minta Stop Kampanye KB Dua Anak di Bali

Pernyataan Gubernur Koster ini kontan saja mencengangkan ribuan guru yang hadir. Koster berpendapat, jumlah penduduk Bali sejak lima tahun terakhir stagnan. Ini artinya berdampak pada makin sedikitnya krama Bali di tanah kelahirannya. Makanya, dia tak setuju dengan pemerintah pusat yang mengampanyekan KB dua anak di Bali. ‘’Bayangkan, saat ini saja nama Nyoman dan Ketut sudah langka. Pokoknya jangan tiru saya yang punya dua anak,’’ tegasnya. Koster juga tidak setuju dengan program Lomba Kampung KB di Gianyar. Lomba ini mensyaratkan keberhasilan program KB dan tingkat kemiskinan. ‘’Saya akan pang-

gil bupati dan Kepala BKKB Bali soal ini, karena tidak cocok dengan kultur Bali,’’ ujarnya. Koster menilai KB dua anak harus diubah menjadi Keluarga Berkualitas. Untuk itu, para guru diminta jangan ikut mengampanyekan. apalagi menjadi KB dua anak. ‘’Minimal krama Bali harus memiliki empat anak, kalau bisa. Kalau tidak bisa, mau bagaimana,’’ ujarnya seraya memberi contoh pedagang bunga cempaka di Badung bisa menyekolahkan anaknya hingga di Fakultas Kedokteran. Koster mengaku berani melawan kebijakan pemerintah pusat karena dia khawatir krama Bali makin menyusut

Peringati HUT Ke-47, Korpri Badung Berbagi Rasa dan Kasih

Wabup Suiasa Kunjungi Dua Panti Asuhan

SERANGKAIAN HUT Korpri, anggota Korpri Pemerintah Kabupaten Badung mengunjungi Panti Asuhan Sidhi Astu Desa Adat Tuka, Dalung, Kuta Utara dan Panti Asuhan Widya Asih Bali Banjar Cica, Abianbase, Mengwi, Senin (26/11) kemarin. Rombongan dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I.B. Yoga Segara, Staf Ahli Hukum dan Politik I Ketut Marta, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Ni Luh Dessy Dharmayanthy, Kadis Kebakaran I Wayan Wirya, Kadis Sosial I Ketut Sudarsana, Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa, Kepala Desa Dalung Made Arif serta anggota Korpri di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa menyerahkan bingkisan kepada anak-anak di dua panti asuhan tersebut. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi keberadaan Panti Asuhan Sidhi Astu Tuka dan Widhya Asih Bali dalam melaksanakan amal bakti kepada insan-insan yang memerlukan perhatian, kasih dan sayang. Hal ini tentu bagi para anggota Korpri dan Pemerintah Kabupaten Badung selalu berkomitmen untuk membangun Badung yang kuat dan sejahtera melalui pendidikan maupun kesehatan warganya. Apa yang dilakukan yayasan ini sangat mulia, di mana mereka merupakan para anak bangsa yang harus diberikan kasih sayang dan dimanusiakan apa pun agamanya, dari mana pun latar belakangnya patut diberi kasih dan sayang agar mereka juga bisa hidup layak dan menata kehidupannya

mengolah areal persawahan agar siap ditanam bibit padi. Dengan begitu, para siswa yang ada di sana menjadi lebih paham tentang subak, dan tidak sekadar melihat saja lantaran akan dipandu langsung oleh pengurus subak. Suena memaparkan, keseluruhan kawasan Subak Padanggalak seluas 80 hektar. Saat ini yang sudah ada jogging track sepanjang 1,5 kilometer saja. Di sepanjang pinggiran jogging track itulah pihaknya akan mengisi sistem

irigasi tersebut, sehingga sambil berjalan bisa dijelaskan langsung oleh pemandu dari pakaseh. “Pada beberapa titik sepanjang jalan itu juga kita akan tanam pohon dan tanaman yang biasanya ditemui di persawahan. Tapi, kami utamakan tanaman yang sering digunakan bahan pelengkap upakara, ini juga sangat berpengaruh terhadap pengetahuan siswa. Selain teori, mereka juga bisa secara langsung melihat atau praktiknya,” jelasnya. (kmb12)

menjalankan Wajib Belajar 12 Tahun secara bertahap mulai 2019 di Bali. Karena UU belum ada strategi yang diambil, yakni menaikkan angka partisipasi kasar melanjutkan ke SLTA dari 80 persen menjadi 85 persen pada 2020 dan 2021 mencapai 95 persen. Bahkan, nanti dia akan memberi anggaran fokus pada pendidikan. Mulai 2019, kata Koster, di Karangasem akan dibangun SMA seperti Bali Mandara sejenis pasraman yang dilanjutkan di Jembrana dan Buleleng, karena tiga daerah ini masih dinilai terlambat. Termasuk menyiapkan anggaran untuk sekolah swasta. Menanggapi hal itu, Ketua Provinsi PGRI Bali Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. sepakat jumlah penduduk khususnya krama Bali harus tetap dijaga karena kita mewariskan kultur nama empat anak dari Wayan, Made, Nyoman dan Ketut. Bahkan, orangtua dulu sampai memi-

liki 12 anak juga tak masalah. Apalagi dari segi agama, kita harus membuka keran bagi leluhur kita untuk punarbhawa. Soal bantuan untuk sekolah swasta, kata Wenten Aryasuda, memang menjadi tugas pemerintah, karena saat ini tak boleh lagi ada dikotomi sekolah negeri dan sekolah swasta. Apalagi dikotomi guru negeri dan swasta. Untuk itu, dia bersyukur memiliki gubernur yang peduli pendidikan dan kultur Bali, serta sedang menyiapkan kantor sekretariat untuk PGRI. Saat puncak HUT HGN, Koster menyerahkan hadiah bagi guru pemenang lomba LKTI dan Wenten Aryasuda menyerahkan hadiah bagi PGRI kabupaten/kota se-Bali. (025)

Gubernur Minta Stop Kampanye KB Dua Anak di Bali

Denpasar (Bali Post) -

819446 / 081337032965

Bali Post/eka

MENGUNJUNGI - Serangkaian HUT Korpri, Wabup Suiasa mengunjungi Panti Asuhan Sidhi Astu Desa Adat Tuka, Dalung, Kuta Utara dan Panti Asuhan Widya Asih Bali Banjar Cica, Abianbase, Mengwi, Senin (26/11) kemarin. di kemudian hari. ‘’Kemuliaan para suster dan pengasuh di panti asuhan ini telah ikut berbagi untuk memberikan kasih dan sayang yang begitu tulus kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi insan-insan yang berguna bagi nusa dan bangsa dalam pembangunan NKRI ke depan,’’ jelasnya. Ketua Panti Asuhan Sidhi Astu Tuka Dalung Suster Saferin dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas sumbangsih dan perhatian Pemerintah Kabupaten Badung dengan kehadirannya di Panti Asuhan Sidhi Astu Tuka. Dikatakan, keberadan Panti Asuhan Sidhi Astu Tuka yang berdiri sejak tahun 1958 merupakan panti asuhan yang menampung anak-anak dari berbagai suku dan agama yang berbeda dari seluruh Indonesia. Dengan lima suster dan 10 tenaga, pihak panti asuhan agak kewalahan menangani 40 orang yang ada di dalam panti dan 40 orang di luar panti asuhan. ‘’Semuanya kami bantu secara kasih sayang

dan sosial. Kami berharap anakanak di panti asuhan ini nantinya dapat menjalankan kehidupan yang lebih baik untuk membangun jati diri dan masa depannya. Kehadiran Bapak Wakil Bupati beserta rombongan dan anggota Korpri Pemerintah Kabupaten Badung telah memberikan sinar kasih dan kemulian yang sangat berarti bagi kami,’’ ujarnya. Sementara pada kunjungan di Panti Asuhan Widya Asih Bali, Ketua Panti Asuhan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah kabupaten Badung telah memberikan sumbangsih dan bantuan kepada keberadaan Panti Asuhan Widya Asih Bali yang ada di Banjar Cica, Abianbase, Mengwi ini. ‘’Di Panti Asuhan Widya Asih Bali terdapat 43 orang anak asuh yang terdiri dari anak-anak yang sudah bersekolah di SD, SMP, SMA dan SMK terdekat. Kami mohon maaf jika keberadaan mereka hari ini tidak lengkap, karena keberadaan mereka masih melaksanakan kegiatan belajar di sekolah masing-masing,’’ tuturnya. (ad1037)

jumlahnya. Mereka adalah pendukung budaya Bali. Di Singapura saja yang warganya cenderung memiliki satu anak, kini diberikan insentif bagi mereka yang memiliki dua anak atau lebih. Kedua, dari segi anggaran Bali akan rugi jika penduduknya sedikit karena semua anggaran pemerintah dihitung sesuai jumlah penduduk. Demikian juga bantuan sekolah atas jumlah siswa. Pada kesempatan tersebut, Koster juga bercerita dengan nostalgianya berjuang melahirkan RUU Guru dan Tunjangan Profesi Guru. Dia tegaskan, UU ini lahir berkat perjuangan PGRI, bukan dari dosen. Koster mengatakan akan

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Pemerintah Tiongkok Undang Khusus Sukmawati dan Wedakarna The Sukarno Center Rayakan Hari Jadi Ke-10 di Guangzhou, Minco, Zhuhai dan Shenchen RASA hormat Pemerintah Republik Tiongkok kepada perjuangan Bapak Bangsa Indonesia Dr. Ir. Soekarno dibuktikan dengan diundang khususnya lembaga internasional yakni The Sukarno Center ke negeri Tiongkok pada 11-18 November 2018 lalu. Delegasi yang dipimpin oleh Sukmawati Soekarno Putri (Dewan Pembina TSC) juga diikuti oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Sukarno Center) dan Putera Perwira Utama (cucu Bung Karno) serta tim protokol TSC. Tujuan kunjungan tersebut untuk mempererat hubungan kebangsaan, khususnya kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok, dan pemerintah Peoples Republic Of China (PRT) melalui Kedutaan Besar RRT di Jakarta, meminta kesediaan The Sukarno Center untuk mengikuti sejumlah acara besar di empat kota di daratan Cina, yakni Guangzhou, Minco (Hakka), Zhulai dan Shenchen. Dalam kesempatan itu, Sukmawati Soekarno juga didaulat untuk menyampaikan pidato kehormatan yakni pada acara 21st Century Maritime Silk Road Forum On Literature Development. Dalam kesempatan tersebut, Sukmawati Soekarno menyatakan bahwa hubungan sejarah Indonesia dan Cina sudah jauh terpatri sejak zaman kerajaan Buddha Sriwijaya dan dikonkritkan dalam perjuangan pascakemerdekaan. “Bung Karno bersahabat baik dengan Tuan Mao (Pemimpin Cina) di zaman kemerdekaan. Persahabatan ini membawa banyak hasil positif untuk Asia, salah satunya perjuangan Indonesia berhasil mendorong Cina sebagai anggota Tetap DK PBB yang saat itu didominasi oleh Barat. Republik Tiongkok juga ikut membantu Indonesia saat membanguan Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno Senayan. Belum lagi pengaruh agama, budaya dan juga tradisi China, sangat berpengaruh menjadikan Indonesia sebagai negara yang Bhinneka Tunggal Ika. Dan saya sebagai putri Bung Karno, berkepentingan

HARI JADI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Sukmawati Soekarno Putri di acara 21st Century Maritime Silk Road Forum On Literature Development di Guangzhou. agar Indonesia menjadikan hubungan persahabatan bilateral dengan RRT menjadi prioritas,” ungkap Sukmawati Soekarno. Hal senada juga diungkapkan oleh President The Sukarno Center Dr. Arya Wedakarna, yang menganggap bahwa keberadaan Tiongkok saat ini penting untuk mengimbangi dominasi negaranegara superpower khususnya untuk menegakkan kedaultan Asia. “Selama di Tiongkok, The Sukarno Center menyaksikan bagaimana Cina menjelma menjadi negara yang sangat pesat kemajuannya. Kami bertemu dengan pejabat di level kota besar, begitu juga berkeliling ke kota-kota kecil dan pedesaan, dan yang menjadi kejutan bahwa seluruh pembangunan di sini sangat merata. Infrastruktur yang amat sangat maju, dan konsep pembangunan yang hightech membuat Tiongkok wajar disebut sebagai negara maju yang akan menggantikan posisi negara-negara superpower di masa depan. Secara geopolitik, peran Tiongkok bisa menjadi penyeimbang dominasi barat. Kita bisa tergantung dengan Cina dibanding dengan negara Barat yang mungkin belum sesuai

visinya dengan negara-negara Asia. Berada saat ini di Cina seperti berada di masa depan. Tiongkok telah melaksanakan amanat Bung Karno, yakni pembangunan yang progresif revolusioner,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggota DPD/MPR-RI ini. Selama di Tiongkok, petinggi The Sukarno Center juga merayakan Hari Jadi The Sukarno Center Tampaksiring yang ke-10 dan berbagi kebahagiaan dengan seluruh masyarakat. “Saat diresmikan pada 10 November 2008 di Museum Blanco, Ubud, Gianyar, The Sukarno Center masih sangat sederhana. Tapi di usia satu dasawarsa ini, TSC menjelma menjadi lembaga internasional yang bisa memiliki sejumlah museum, pusat kajian dan juga lembaga berwibawa dimata dunia. Semua demi Bung Karno dan Pancasila. Dan Bali sangat beruntung, justru The Sukarno Center ini didirikan di Pulau Dewata. Mohon doa restu agar The Sukarno Center bisa front liner untuk melestarikan ajaran Bung Karno,” ungkap Dr. Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) ini. (ad1029)


OTOMOTIF

Selasa Umanis, 27 November 2018

Konferensi Pers Daihatsu Setia 2018 di Surabaya

Para pemenang Daihatsu Setia 2018 area Jawa Timur berfoto bersama manajemen Daihatsu setelah serah terima mobil hasil rekondisi Daihatsu Setia

Para pemenang merasa terkejut dan bahagia saat melihat kembali mobil lamanya direkondisi menjadi seperti baru kembali pada Daihatsu Setia 2018 di Surabaya

Manajemen Daihatsu menjelaskan kepada salah satu pemenang Daihatsu Setia bahwa rekondisinya menyeluruh sampai dengan ruang mesin

U.0001003


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

FISIP Unwar Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Siangan SERANGKAIAN peringatan Hari Ulang Tahun Badan Kekeluargaan (HUT-BK) ke-34 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa (FISIP Unwar), seluruh civitas akademika FISIP Unwar menggelar pengabdian kepada masyarakat di Desa Siangan Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama dua hari, mulai 24-25 November 2018. Kegiatan sosial ini dibuka langsung Dekan FISIP Unwar Drs. I Wayan Mirta, M.Si. yang dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A Gede Oka Wisnumurti, M.Si., seluruh dosen dan pegawai di lingkungan FISIP Unwar, serta 150 lebih mahasiswa FISIP angkatan 2018. Mirta mengatakan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama warga negara Indonesia termasuk di dalamnya adalah Perguruan Tinggi (PT) dan seluruh civitas akademikanya. Salah satu wujud dari pelaksanaan pembangunan dituangkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebab, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurut Mirta, masyarakat di wilayah pedesaan merupakan potensi dan basis dari pembangunan nasional secara keseluruhan. Di mana keberhasilan pembangunan masyarakat di wilayah pedesaan merupakan tolok ukur dari keberhasilan pembangunan yang tercermin dari kemajuan negara. Apalagi, sebagian besar penduduk Indonesia hidup di wilayah pedesaan, maka segala upaya dan pikiran perlu dikerahkan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. ‘’Hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak, baik lembaga pendidikan, instansi pemerintah/swasta maupun pemerintah itu sendiri,’’ tandas Mirta, Senin (26/11) kemarin. Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya bersama seluruh civitas akademika FISIP Unwar meny-

DIRESMIKAN - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali yang juga merupakan salah satu tokoh Puri Desa Siangan Dr. Drs. A.A Gede Oka Wisnumurti, M.Si. didampingi Dekan FISIP Unwar Drs. I Wayan Mirta, M.Si. saat meresmikan tembok panyengker dan prasasti nama Pura Beji Petapan Desa Siangan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh FISIP Unwar, Minggu (25/11) lalu. elenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Siangan, Kabupaten Gianyar. Pada hari pertama kegiatan yang dilaksanakan berupa simakrama dengan tema ‘’Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Melalui Manajemen Kelembagaan Desa Guna Pemberian Pelayanan Prima kepada Masyarakat’’ dan ‘’Mengelola Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal’’ dengan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gianyar. Selain itu, kegiatan lainnya yaitu menggelar lomba-lomba antara mahasiswa FISIP Unwar dengan Karang Taruna Desa Siangan. Di antaranya lomba bulu tangkis, sepak bola dan lomba tarik tambang. Tujuan diadakannya lomba tersebut, yaitu untuk menggali potensi pemuda setempat serta meningkatkan sportivitas. Pada malam harinya masyarakat Desa Siangan disuguhkan dengan acara hiburan berupa bondres dari grup Dadong Rerod sekaligus diisi dengan sosialisasi penyuratan awig-awing. Acara ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unwar. Sementara itu, pada hari kedua

kegiatan pengabdian masyarakat ini diisi dengan kegiatan penanaman pohon jepun dan bersih-bersih yang dilaksanakan di areal Pura Beji Petapan Desa Adat Siangan. Pada kesempatan ini dilaksanakan peresmian tembok panyengker dan prasasti nama Pura Beji Petapan Desa Siangan. Selaku pimpinan, Mirta mengucapkan terima kasih kepada aparat Desa Siangan yang telah memberikan waktu dan tempat untuk melaksanakan kegiatan pengabdian tersebut. Salah satu tokoh Puri Desa Siangan Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan kegiatan ini dilakukan FISIP Unwar guna memberikan manfaat dan pengalaman baru bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kehidupdan di desa. Lewat kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan dampak yang positif terhadap mahasiswa untuk bersosialisasi dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dengan potensi kreativitas yang ada. Pengabdian ini diharapkan memberikan manfaat selain untuk mahasiswa itu sendiri juga untuk masyarakat di Desa Siangan. (ad1036)

HGN di SMK PGRI 4 Denpasar

Siswa Serahkan Piala Juara Umum III Porsenijar Sekolah PGRI

PERINGATAN Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-73 PGRI di SMK PGRI 4 Denpasar, Senin (26/11) kemarin berjalan meriah. Saat itu para siswa menyerahkan sekuntum bunga kepada Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. dan kepada para guru. Pada apel bendera, Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Ketut Suarya yang bertindak sebagai inspektur upacara juga menerima piagam dan piala kepada siswa berprestasi. Para siswanya menyerahkan sejumlah piala setelah meraih juara umum III Porsenijar VI Sekolah PGRI Kota Denpasar dan Bali Post Goes to School. Di ajang tersebut, anak-anak Fourgriska meraih juara II pidato Bahasa Inggris atas nama Keny Fransisca Librantia. Juara II juga diraih di cabang catur oleh tim. Meraih juara III lomba tari Tarunajaya oleh A.A. Putri Ulandari. Sementara itu, siswa SMK PGRI 4 Denpasar juga sukses di Bali Post Goes to School. Masing-masing meraih juara harapan I di lomba lagu dan gerak Bali Post, dan Indra Putra meraih nominasi terbaik 10 besar. Siswanya sukses mengantarkan SMK PGRI 4 Denpasar juara umum III Porsenijar Sekolah PGRI adalah prestasi kedua dari sekolah ini. ‘’Saya bangga. Tahun depan kita pasti bisa menembus juara umum I,’’ ujar Suarya. Siswa SMK PGRI 4 Denpasar juga meraih juara I di lomba film pendek Peon Cup Sisma 2018. Tim Fourgriska yang dibina I Kadek Arya Sugiantara, S.Kom. dan IA Kartika Dewi, S.Kom. memborong

BUNGA - Kepala SMK PGRI 4 Ketut Suarya tampak akrab dengan para guru saat menerima bunga di HGN dan HUT PGRI di sekolah setempat. penghargaan sebagai film terfavorit, profesional. Guru yang profesional ini aktor terbaik oleh Darma, aktris mampu mengantarkan perubahan terbaik, Yuni dan sutradara terbaik dan memiliki kecerdasan intelekoleh Narendra Prema. tual, pedagogik, sosial, kepribadian Dia mengaku bangga siswanya dan profesi. Untuk itu, guru yang mampu memberikan prestasi gemi- baik adalah mampu melahirkan lang kepada sekolah. Ini menunjuk- kebiasaan, ditingkatkan menjadi kan siswa SMK PGRI 4 Denpasar budaya dan karakter yang baik. SMK terus berprestasi. PGRI 4 Denpasar yang memiliki Di puncak HGN dan HUT PGRI, 1.300 siswa lebih ini terus membina dia minta siswa dan guru menjun- siswanya untuk tetap eling dengan jung tinggi nilai-nilai kejujuran dan Catur Guru. integritas diri. Guru harus mampu Ini berarti siswa mampu mengimmemberi suasana belajar yang me- plementasikan integritas diri bahwa nyenangkan, mengajar dengan hati siswa SMK PGRI 4 Denpasar sangat dan menjadi teman sejati siswa. Ini menghargai gurunya. SMK PGRI 4 yang dia katakan sebagai bentuk kita Denpasar juga dipilih sebagai sekobersama memuliakan guru. Guru lah kemitraan keluarga dan sekolah yang mulia adalah selain mengajar ber-ISO. Degan BMW (bekerja, juga mendidik, mampu menginspi- melanjutkan dan wirausaha) anakrasi dan menggerakkan ke arah yang anaknya pasti sukses di dunia kerja. lebih baik. Makanya dia akan terus menambah Dia mengatakan guru ke depan guru muda produktif dengan kualitas harus menjadi guru bermartabat dan terbaik dan kalangan muda. (k250)

Perdiknas Denpasar Peringati HGN dan HUT PGRI

Siswa Beri Guru Hadiah Bunga dan Cokelat

PERKUMPULAN Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar memperingati Hari Guru Nasional (HGN) lewat kegiatan apel bendera di halaman Perdiknas, Senin (26/11) pagi kemarin. Apel diikuti guru dan siswa di SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional serta staf Perdiknas. Usai apel, para siswa kemudian memberikan guru-guru mereka hadiah. Mayoritas adalah bunga, tetapi ada juga yang menghadiahkan cokelat sebagai ucapan terima kasih atas jasa dan pengabdian para guru. HGN sejatinya jatuh pada 25 November bersamaan dengan HUT ke-73 PGRI. ‘’Peringatan HGN maupun HUT PGRI kami gelar secara rutin setiap tahunnya,”’’ ujar Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi, S.Pd. Menurut Supadmi, para siswa selalu antusias memperingati Hari Guru dan berinisiatif sendiri untuk memberikan hadiah. Bahkan, ada satu kelas yang secara khusus memberikan kejutan dengan memberikan puisi berbahasa Bali. Isi puisi tidak hanya ucapan terima kasih kepada para guru, tetapi juga memberikan semangat bagi guru dalam membimbing mereka, sekaligus terselip permohonan maaf. ‘’Itu kejutan dari kelas 7A, kami pun tidak tahu. Kami sangat terharu sekali. Di zaman sekarang ini siswa kami bisa memberikan sesuatu yang spesial, apalagi puisi Bahasa Bali,’’ jelasnya.

HADIAH - Para guru diberi hadiah bunga oleh siswa-siswi SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional di bawah naungan Perdiknas Denpasar saat memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI. Tahun ini, lanjut Supadmi, ada besok (Selasa - red),’’ ujar Kepala 769 siswa dan 47 guru yang mem- SMK Teknologi Nasional Ni Nyoman peringati HGN sekaligus HUT PGRI. Sulasmini, S.Pd. Pihaknya berharap bisa memberikan Sulasmini menambahkan, perinsesuatu bagi para siswa, lebih dari gatan Hari Guru diikuti 21 guru dan sekarang. Pun sebaliknya. Selain 189 siswa-siswi SMK Teknologi Naapel, peringatan Hari Guru juga diisi sional. Para siswa juga memberikan dengan lomba kebersihan antarkelas ucapan selamat bagi para guru, serta dan lomba budaya. Sama seperti di memberikan bunga dan cokelat. SMP Nasional, lomba-lomba digelar Sebagai kepala sekolah dan sedi SMK Teknologi Nasional dalam laku pribadi, Sulasmini berharap rangka memperingati Hari Guru. guru-guru, khususnya di unit-unit Di antaranya lomba pidato dan puisi Perdiknas Denpasar dapat lebantarsiswa. ih profesional. ‘’Terutama dalam ‘’Peringatan Hari Guru ini ber- mengemban tugas sebagai guru, barengan dengan ujian akhir seko- sehingga benar-benar bisa memberilah. Tapi di Perdiknas Denpasar, kan, membimbing, dan mengarahSMP dan SMK tetap bisa meluang- kan anak-anak lebih baik lagi untuk kan waktu untuk perayaan Hari menghadapi era revolusi industri 4.0 Guru. Ujian dilaksanakan mulai ini,’’ pungkasnya. (ad1035)

Selasa Umanis, 27 November 2018

Badung Happy Movement Tirtayatra untuk Terapkan Tri Hita Karana

BADUNG Happy Movement adalah gerakan kemanusiaan menuju masyarakat Badung yang sehat, bahagia dan sejahtera lewat yoga tertawa. Gerakan yang diresmikan Bupati Badung pada 16 September 2018, saat ini sudah memiliki anggota 650 orang. Pesatnya perkembangan ini disebabkan karena semakin banyaknya warga Badung yang mendapatkan manfaat positif dari yoga tertawa. Pada Minggu (25/11), sebanyak 528 orang dari peserta yang ada mengadakan tirtayatra ke Pura Teratai Bang. Ary Widnyani, pimpinan gerakan Badung Happy Movement yang juga selaku ketua rombongan tirtayatra, mengatakan tujuan dari kegiatan ini guna mempererat tali persaudaraan di antara peserta yoga tertawa di Puspem Badung, mendekatkan diri pada alam dan mendekatkan diri kepada Tuhan (Tri Hita Karana). Dipilihnya Pura Teratai Bang sebagai tujuan tirtayatra, mengingat letak pura ini berada di kawasan Kebun Raya Bedugul. Menurut Ari Widnyani, di tempat yang luas tersebut bisa dilakukan tiga hal sekaligus, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan di Pura Teratai Bang.

TIRTAYATRA - Ary Widnyani dengan peserta tirtayatra saat di Kebun Raya Bedugul. Setelah sembahyang di pura, lalu Kedua Acharya ini adalah hasil didi kebun raya bisa melakukan dua dikan khusus dari pengembang yoga hal yaitu mendekatkan diri dengan tertawa di Indonesia yaitu Kadek alam dan mempererat persaudaraan Siwa Ambara. dengan latihan yoga tertawa berDari Bedugul peserta diajak sama, mendengar pencerahan dan berkunjung ke Pasraman Kahyanmakan bersama. gan yang didirikan Dalang Cenk Pencerahan dengan topik me- Blonk. Di pasraman yang berbentuk munculkan kebahagiaan dari dalam mirip Candi Prambanan ini peserta diri diberikan oleh Acharya Yu- diberikan pencerahan langsung dadana. Pencerahan dengan topik oleh Dalang Cenk Blonk tentang ‘’Sehatkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa’’ pentingnya bersyukur atas karunia diberikan oleh Acharya Yoginam. Tuhan. (ad1033)

Kado HGN dan HUT PGRI di Dwijendra

Yayasan Naikkan Honor Guru dan Gaji Dosen Berprestasi

INI kabar gembira bagi guru dan dosen di lingkungan Yayasan Dwijendra Denpasar. Yayasan Dwijendra akan memberi bonus di Hari Guru Nasional (HGN) kepada guru dengan menaikkan honor mengajar 10-15 persen. Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. saat menjadi pembina upacara pada puncak HGN dan HUT ke-73 PGRI, Senin (26/11) kemarin. HGN diperingati keluarga besar Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar secara semarak. Yang menarik apel bendera tak hanya diikuti para guru TK-SMA/SMK, namun juga para dosen Undwi dipimpin Rektor Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Bukan itu saja, para dosen muda Undwi, kata Chandra Jaya, yang dinilai berprestasi gajinya akan disetarakan dengan dosen senior. Hal ini dilakukan yayasan karena sudah menerapkan kesejahteraan berbasiskan produktivitas kerja. Para guru mengemban tugas mulia, makanya hampir setiap tahun kesejahteraannya diperhatikan oleh yayasan. Kedua, ingin memberikan reward kepada dosen muda berprestasi untuk memotivasi dosen lain berprestasi. Ditanya soal kesejahteraan guruguru di Dwijendra, Chandra Jaya mengungkapkan gaji guru di lingkungan Yayasan Dwijendra minimal di atas UMR. Hal ini akan ditambah dengan tanggungan BPJS mulai 2015 untuk memberi kenyamanan dan kepastian masa tua dan kesehatannya di kemudian hari. Ketiga, Dwijendra yang menganut motto ‘’Manyamabraya Rahayu Kapanggih’’ berlandaskan ajaran agama Hindu tetap memandang guru dan dosen setara dengan kaum brahmana.

HUT PGRI - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya saat menjadi pembina upacara di HUT PGRI dan HGN di Yayasan Dwijendra Denpasar. Ketua Yayasan Chandra Jaya mengungkapan peran dan tugas guru sama dengan seorang brahmana. Tugas mulia itu harus dihormati oleh siapa pun juga sebagai penentu nasib bangsa dan pencerdasan anak bangsa. Termasuk harus diperhatikan kesejahteraannya. Makanya Chandra Jaya mengatakan di Dwijendra guru dihormati sebagai seorang brahmana. Dalam posisi menjalankan tugastugas kebrahmanaannya, guru tak boleh dikriminalisasi, diberikan beban berlebihan di luar tugas profesionalismenya, justru para guru harus diberikan hak istimewa. Bahkan, dia mengusulkan guru perlu mendapatkan renumerisasi seperti pegawai Departemen Keuangan. Acara kemarin juga dihadiri Kepala SD Ni Wayan Sriyotini, S.Pd., M.Pd., Kepala TK Ni Luh Dewa Sumaryati, S.Pd., Kepala SMP Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., Kepala SMA Dwiendra Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. dan Kepala SMK Dwijendra Ida Bagus Dwi Oka

Putra, S.Si. Saat itu semua guru mendapat hadiah sekuntum bunga dari para siswa. Yang terbanyak mendapat buket bunga adalah sang Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Chandra Jaya. Chandra Jaya tampak tersenyum dan bergembira dengan para siswa dan langsung memberi ucapan selamat atas HGN dan HUT PGRI. Selain itu, sejumlah prestasi dipersembahkan oleh siswa SMA Dwijendra. Di antaranya sukses pentas di Nawanatya. Juara III mading pramuka, juara II melukis dan juara III mading di Forkom Festival, juara III dan harapan LKTI Kimia tingkat Nasional dan juara II CC Empat Pilar Kebangsaan. Selain itu juga meraih juara II LKTI Agama Hindu se-Bali, juara II lomba makekawin se-Bali dan juara II melukis se-Bali. Siswa SMP Dwijendra antara lain juara II melukis, dan busana ke pura dan kasual, juara II membuat figura, juara III dan harapan lagu pop Bali dan juara II wushu open. (ad1028)

HUT PGRI di SMK PGRI 5 Denpasar

Raih 20 Piala, Dua Siswa Juara Nasional Pencak Silat

SUASANA puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2018 dan HUT ke-73 PGRI begitu semarak di SMK PGRI 5 Denpasar. Siswa dan guru berbaur berbagi hadiah dan bunga. Apel HGN dipimpin Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka. Saat itu tercatat 20 piala diserahkan siswa kepada sang kasek. Mereka mengukir prestasi luar biasa selama dua bulan belakangan ini. Prestasi teranyar juga diukir siswanya di cabang olahraga pencak silat. Di antaranya meraih juara I tingkat Nasional Pencak Silat Pandu Samudra Cup Open 2018 oleh I Kadek Putra Sudarma Yasa (X-AP9). Sementara Ray Nawa Yoga meraih juara II Nasional Pencak Silat Pandu Samudra Cup Open 2018 yang memperebutkan piala bergilir Presiden IPSI. Di bidang keahlian akomodasi perhotelan (AP) para siswanya sampai meraih juara I tingkat Nasional lomba making bed kategori putra dan putri di Poltek Negeri Bali. Prestasi itu diukir siswa kelas XII AP-5, Luh Juni Artini dan I Putu Agus Eka Jaya. Masih di bidang keahlian AP, pestasi teranyar lainnya yakni juara I lomba making bed di Kampus Dyanapura, juara I making bed di LP3 Prasanti Nilayam, juara I lomba honeymoon setup competition di LP3 Prasanti, dan juara I lomba making bed di Kampus Monarch Gianyar. Segudang prestasi lainnya yakni juara II lomba making bed di Kampus Mapindo Tabanan, juara II making bed di kampus Stipar Triatmajaya, juara II making bed competition di LP3 Prasanti Nilayam. Juara II honeymoon setup competition di LP3 Prasanti Triatmajaya dan juara II making bed di Kampus Monarch

TERBAIK - Kasek Ni Ketut Nuka bersama guru terbaik pilihan siswa di sela-sela apel bendera HGN dan HUT PGRI di SMK PGRI 5 Denpasar. Gianyar. Sementara predikat juara anak-anaknya memegang piala III diraih siswanya di berbagai juara I Nasional. Prestasi ini juga event, seperti juara III making bed sebagai laporan kepada masyarakat di Kampus Mapindo Tabanan, juara bahwa SMK PGRI 5 Denpasar terus III making bed competition di LP3 berkomitmen menjamin pendidikan Prasanti Nilayam, juara III making bermutu. Saat itu dia juga menybed di Kampus STPBI. erahkan penghargaan kepada guru Sementara itu, siswanya juga berprestasi pilihan siswa. Guru meraih prestasi luar biasa di kompe- terdisiplin diraih Agus Prima Praytensi keahlian jasa boga. Di antaran- ita, guru idola diraih Ni Made Dwi ya juara III Balinese Sweet Competi- Wulandari, predikat guru favorit tion di STPBI dan harapan III lomba oleh I Gusti Agung Gede Suarjana Flair Bartender di Kampus Monarch dan guru simpatik diraih I Komang Gianyar. Di ajang bergengsi lainnya Gunarta. yakni Porsenijar Sekolah PGRI ke Kasek Ketut Nuka ikut larut 6 meraih juara II di lomba dharma dalam kegembiraan dan menerima wacana oleh Komang Triska Putri puluhan bunga dari siswanya. Guru Atajaya, dan juara III catur. Di ajang tari ini juga menjamu siswa berBali Post Goes to School anak-anak prestasi dan guru pembinanya denSMK PGRI 5 Denpasar meraih juara gan syukuran makan bersama di ruII lomba lagu dan gerak Bali Post ang restoran termewah SMK di Bali. serta menjadi tim berbusana terbaik Dia berharap dengan HGN dan HUT di ajang itu dengan menampilkan PGRI, guru SMK PGRI 5 Denpasar model gelungan burung merak. terus meningkatkan kualitas diri dan Kasek Ketut Nuka tampak berba- mengutamakan pembentukan moral hagia dan tersenyum menyaksikan para siswa. (ad1027)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Umanis, 27 November 2018

iNFO SEREMONIAL

HGN di SMK PGRI 3 Denpasar

Madiadnyana Serahkan Bonus dan Jamu Siswa serta Guru Berprestasi PERINGATAN Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-73 PGRI di SMK PGRI 3 Denpasar, Senin (26/11) kemarin berjalan meriah. Saat itu para siswa menyerahkan sekuntum bunga kepada Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan kepada para guru. Saat upacara bendera, Kasek Madiadnyana yang bertindak sebagai inspektur upacara juga menerima piagam dan piala kepada siswa berprestasi. Para siswanya menyerahkan puluhan piala tetap dan bergilir serta kebanyakan piala juara umum setelah berprestasi di akademik dan nonakademik. Termasuk lima kali meraih juara umum I Porsenijar VI Sekolah PGRI Kota Denpasar dan juara umum I untuk Bali Post Goes to School. Siswa SMK PGRI 3 Denpasar juga juara umum napak tilas merebut piala bergilir Wali Kota dan juara umum pariwisata di Monarch Dalung. Di BPGTS, Trigriska meraih juara umum setelah mengantongi juara I di lomba gerak dan lagu Bali Post, dan juara III lomba jurnalistik atas nama Rosi. Sementara di Porsenijar Sekolah PGRI, Trigriska meraih juara umum dengan meraih emas di lomba dharma wacana oleh Luh Made Sri Ariani, tari Teruna Jaya oleh Dewa Ayu Ayun Ayuni, lagu pop Bali oleh I Gusti Ayu Putu Diah Cantika Dewi dan di senam PGRI. Siswanya juga meraih perak di lomba sekar agung oleh Dwik Risna dan Anggi Sagita, dan perunggu di pidato bahasa Inggris oleh Raden Ayu Maharani Widana. Di ajang akademik, anak-anak Trigriska juga tak kalah dengan sekolah negeri. Di ajang bergengsi di PNB, siswa SMK PGRI 3 Denpasar meraih juara II making bed putra dan juara II making bed putri. Di lomba boga siswa SMK PGRI 3 Denpasar meraih juara I dan III fruit carving. Di making bed putra prestasi itu diukir I Ketut Suardika (XII

POTONG KUE - Kepala SMK PGRI 3 Nengah Madiadnyana mengajak para guru bergembira saat potong kue perayaan HGN dan HUT PGRI di sekolah setempat. AP 11) dan di making bed putri Ni Luh Wanda Apriliana Putri (XI AP 2). ‘’Kami baru pertama ikut lomba sudah langsung juara,’’ tegas kedua siswa binaan Ni Putu Ayu Puri Sintya Dewi, S.Par. dan I Putu Suhartana, SST.Par. Sementara di boga juara I lomba fruit carving diraih Nanda Mahendra (XI TB 2) dan juara III oleh Darma Laksana (XII TB 1). Di ajang lain siswa SMK PGRI 3 Denpasar meraih juara juara II lomba kreasi hidangan daerah di Dyanapura atas nama Widi Pramana dan Widya. Semua siswa dan guru pembina yang berprestasi menerima bonus Rp 300.000- Rp 500.000. Bahkan mereka dijamu khusus di lab restoran oleh kepala sekolah. Acara HGN dan HUT PGRI makin semarak karena diisi dengan acara potong kue ultah. Para guru pun kebanjiran hadiah bunga dari siswanya. Madiadnyana mengaku bangga siswanya mampu memberikan

prestasi gemilang kepada sekolah. Ini menunjukkan siswa SMK PGRI 3 Denpasar terus berprestasi karena prestasi akan lahir dari guru yang berprestasi. Di acara itu, Madiadnyana menekankan agar siswanya eling dengan Catur Guru. Kita patut menghormati guru karena dialah bisa maju dan menempuh pendidikan. Bahkan, dia menyarankan siswanya jangan sampai alpaka guru yakni melanggar perintah para guru. Sebab, mereka yang menjalankan perintah guru dengan baik, akan diberikan jalan kehidupan yang baik pula. Di puncak HGN dan HUT PGRI, dia minta siswa dan guru menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan integritas diri. Ini yang dia katakan sebagai bentuk bersama memuliakan guru. Guru yang mulia adalah guru yang selain mengajar juga mendidik, mampu menginspirasi, dan mampu menggerakkan ke arah yang lebih baik. (ad1032)

Peringati HUT Ke-73 PGRI dan Hari Guru

SMP Dharma Wiweka Tanamkan Kunci Kecerdasan adalah Disiplin SISWA dan guru SMP Dharma Wiweka memadati lapangan sekolah di Jalan Pulau Moyo I, Denpasar Selatan, Senin (26/11) kemarin. Mereka berkumpul di sana untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-37 PGRI dan Hari Guru Nasional 2018. Sebagai pembina upacara, Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. Dalam amanatnya, Mariana berharap dengan kekuatan dimiliki saat ini akan mampu dan bisa terus memajukan pendidikan, khususnya di Yayasan Dharma Wiweka. Dalam kesempatan baik tersebut, ia menyampaikan beberapa hal. Pertama, peringatan Hari Guru dan PGRI tersebut menjadi momentum serta landasan kuat dan selalu berpegang teguh terhadap apa yang harus dilakukan demi kemajuan dunia pendidikan. Kedua, dalam kesempatan ini, ia ingin mengingatkan khususnya para siswa sebagai generasi penerus bangsa, bahwa sejarah telah membuktikan di mana tokoh sentral pendidikan Ki Hadjar Dewantara benar-benar mampu mengamati, mendeteksi daripada apa yang harus dilakukan di negara ini. Salah satu jawabannya adalah pendidikan. ‘’Negara maju karena pendidikan, itulah kunci pertama dan utama yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Pendidikan itu mutlak, menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara walaupun hidup dalam keseharian. Orang cerdas, orang pintar, orang bijak, akan mampu menyelamatkan dirinya, secara luas akan mampu menyelamatkan negara RI,’’ ujarnya. Secara khusus orang cerdas, pintar, dan bijak akan mampu menghadapi kehidupan sehari-hari. ‘’Yang bodoh akan tertindas, yang malas akan terjepit, inilah yang harus kita hilangkan. Budaya malas, budaya arogan harus kita basmi karena itu penyakit yang tidak kita inginkan untuk kemajuan baik di lingkungan diri maupun negara kita,’’ ungkap Nyoman Mariana. Kunci jawaban kecerdasan itu adalah disiplin. Disiplin itu kunci mati untuk keberhasilan, kekuatannya ada di sana. Hal itu telah dibuktikan di Yayasan Dharma Wiweka. Dengan kekuatan disiplin itu, pihaknya bisa dan mampu seperti sekarang ini. Pasalnya kecerdasan itu mutlak yang harus dikejar dan pendidikan itulah harus diperkuat. ‘’Tugas kita adalah belajar, belajar,

UPACARA - SMP Dharma Wiweka melaksanakan upacara bendera memperingati HUT ke-37 PGRI dan Hari Guru Nasional 2018, Senin (26/11) kemarin. belajar. Konteks belajar itu adalah santapan setiap saat. Kalau itu kita lakukan bersama, saya yakin dan percaya kita berani mengatakan maju, pasti bisa mewujudkan. Teori harus dilandaskan dengan praktik. Praktik kuncinya adalah disiplin dan belajar. Generasi muda, belajarlah kalian dengan baik dan sungguhsungguh, karena tantangan ke depan tidak mudah, lebih-lebih kalau kita lihat tema hari ini bagus sekali yaitu profesional guru,’’ tandasnya. SMP Dharma Wiweka telah membuat filosofi budaya. Ada tiga hal kekuatan yang harus dipegang terus. Pertama, menjawab profesional itu dengan runguang diri sendiri (perhatikan diri sendiri), apa status saya, apa tugas saya dan apa tanggung jawab saya? Ini harus diperkuat pada diri sendiri, dengan memperkuat diri sendiri, tidak akan ada saling menyalahkan. Inilah tugas yang harus diperkuat pada diri sendiri. Kedua, runguang murid (perhatikan siswa). Betul-betul bertanggung jawab pada anak didik karena jadi guru. Profesional guru di sana. Guru kunci segalanya dari siswa itu. Ini yang harus dibangun sehingga momentum peringatan tahun ini supaya perkuat profesionalisme selaku guru. Ketiga, runguang sekolah (perhatikan sekolah). Maknanya berani jadi guru, berani berada di jajaran Yayasan Dharma Wiweka ini maka tanggung jawabnya bagaimana kita berjuang untuk cita-cita itu. ‘’Ini yang harus kita mulai, mengingatkan diri kita khususnya teman-teman SMP Dharma Wiweka. Harapan saya perkuatlah filosofi tiga hal itu, siapa saya, tugas saya, dan di mana saya. Dengan ketulusan mengabdi saya ya-

kin dan percaya yayasan ini ke depan jaya dan terus berkembang,’’ ujarnya. Nyoman Mariana mengaku bangga karena anak didiknya tidak hanya jago kandang. Pasalnya tim bola volinya mampu bersaing di Kabupaten Badung dan meraih juara II. Selain itu SMP Dharma Wiweka menyabet juara III lomba sekolah sehat tingkat Provinsi Bali. ‘’Kami tidak menyangka ditunjuk mewakili Kota Denpasar dan mampu merebut prestasi tingkat Provinsi Bali. Dengan disiplin tinggi kita mampu merebut juara tiga, ini tidak main-main. Atas nama pribadi dan sekolah mengingatkan semua pihak bahwa pendidikan itu adalah kunci segalanya. Bangsa yang cerdas, rakyat yang cerdas maka akan cepat maju. Marilah kita terus giat belajar, berjuang bersama mewujudkan kecerdasan ini,’’ harapnya. Terkait perkembangan SMP Dharma Wiweka, Mariana mengatakan sangat pesat. Selain kerja keras dan disiplin tinggi, kesuksesan pelajar tersebut karena diterapkan budaya di antaranya seken, jengah dan bersyukur. Di samping itu didukung infrastruktur memadai yaitu ruang belajar lantai tiga, lingkungannya asri, tenang dan nyaman. Perpustakaan berstandar nasional, ruang IT, dan lab komputer, serta fasilitasnya lengkap dan full AC. ‘’Jumlah siswa baru kami terus meningkat. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah kami sangat tinggi. Kami pun tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ini. Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan disiplin,’’ tegasnya. (ad1034)

Terlibat Narkotika, Pria Asal Lamongan Divonis Lima Tahun Denpasar (Bali Post) Pria asal Lamongan, Jawa Timur, terdakwa Andri Purnama (22) divonis bersalah dan dihukum lima tahun penjara oleh majelis hakim pimpiman I Wayan Kawisada. Majelis dalam sidang akhir pekan lalu menjelaskan terdakwa terbukti bersalah memiliki, menyimpan, dan menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I, bukan tanaman berupa tembakau sintetis. Selain dipidana penjara selama lima tahun, terdakwa juga didenda Rp 800 juta. Apabila tidak bisa membayar, maka diganti dengan pidana empat bulan kurungan. Majelis hakim sepakat dengan dakwaan primer yang diajukan jaksa Gusti Ayu Putu Hendrawati. Dalam perkara ini terdakwa bersalah dalam Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi penasihat

hukumnya, Dodi, menerima putusan hakim. Penangkapan terdakwa berawal dari informasi masyarakat. Pada 7 Juni 2018 sekitar pukul 14.40 Wita, petugas Polresta Denpasar melakukan penggeledahan di kamar kos terdakwa di Jalan Cepaka, Denpasar. Di sana ditemukan narkotika di dalam tas berisi daun kering warna cokelat dengan berat bersih 6,43 gram. Petugas juga menemukan satu kotak plastik dengan tutup warna biru dan di dalamnya berisi daun warna cokelat tua diduga mengandung narkotika dengan berat bersih 15,86 gram. Juga didapat satu plastik klip warna emas dan di dalamnya berisi daun kering warna hijau dengan berat bersih 10,61 gram. Ditemukan juga satu bungkus rokok berisi 11 linting daun kering, sepuluh lembar potongan kertas, dua bungkus pelinting rokok. (kmb37)

5

Puncak HGN di SMPN 3 Denpasar

Siswa-siswi Raih Juara I Baleganjur dan Borong Juara Penelitian di Denpasar SELAIN dikenal sekolah berkualitas, kini predikat SMPN 3 Denpasar bertambah. Sekolah ini resmi ditetapkan sebagai sekolah rujukan satu-satunya di Bali tahun 2018. Di puncak Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-73 PGRI, Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdhana, S.Pd., M.PSi. kebanjiran hadiah bunga dari siswanya. Demikian juga sekolah ini kebanjiran prestasi. Saat menjadi inspektur upacara, Murdhana juga menyerahkan piala dan hadiah bagi siswa berprestasi. Prestasi teranyar Sekaa Gong Tri Suara Gita Spentri (SMPN 3) meraih juara I lomba baleganjur seBali. Sementara itu siswanya juga memborong juara penelitian, dari juara I sampai harapan II di lomba Inovation Award Guru dan Pelajar 2018 di Denpasar. Dengan demikian SMPN 3 Denpasar berhak atas piala juara umum. Di ajang ini juara I diukir Ketut Rayana Rahadiva Diana, bidang humaniora, juara I juga diraih Ni Made Galuh Cakrawati Dharmawijaya, bidang teknik I Putu Evan Priya Saguna dan Gede Mardika. Juara II hingga harapan diraih Ni Putu Renara Mawardani, Putu Sekarasri Upadani dan I Ketut Cahaya Tirta Dharma Putra. Prestasi pemuncak siswanya juga tembus di tingkat nasional dan internasional. Di antaranya meraih predikat terbaik di Kalbe Junior Sacientist Award atas nama Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya. Galuh bersama Agung Aditya dan Cahahya Tirta juga meraih medali emas di World Youth Invention and Exhibition di Malaysia. Sementara Agung meraih emas di Indonesian International Invention Festival di Malang 2018.

JUARA - Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdhana bersama siswa yang meraih juara penelitian di Denfest 2018. Siswa lainnya yang tergabung dalam tim Spentri Sang Ayu Rania Kallista Astarina (Gek Rani), Galuh, Agung, Desta Pradnyasari, Cahaya, dan Dioladiva meraih medali perak dan best presentasi di ajang World Invention Creativity Olimpiade 2018 di Korea. Medali emas diraih rekannya, Gek Rani dan Galuh. Guru Pembina Spentri Sri Utami dan Ananta Wijaya juga meraih penghargaan sebagai guru berprestasi. Siswa lainnya, Sang Ayu Bulan, Cok. Gek Sita, Agung Aditya dan Vania Apsari meraih medali emas dan special award di ajang Indonesian International Invention Festival di Malang. Sang Ayu, Ariana Kusuma, Putri Indraswari dan Devi Maheswari meraih medali perak di Korea. Kasek Murdhana mengungkapkan rasa bangganya karena jumlah prestasi ini bisa dipakai indikator sejauh mana kualitas sekolahnya. Makanya di HGN dan HUT PGRI ini dia mengajak para guru untuk

terus menyeimbangkan pembentukan keilmuan dan karakter siswa, khususnya moral. Dengan demikian prestasi yang mereka raih sejalan dengan perilaku yang mereka tunjukkan sehari-hari. ‘’Saya justru ingin menekankan pendidikan moral dan penguasaan TI di era sekarang ini,’’ ujarnya. Dia menegaskan sejak dulu pendidikan di SMPN 3 Denpasar berlandaskan kasih sayang dan hati. Ini artinya siswa diajarkan dan dididik sampai mengerti, tugas guru bukan sekadar menghabiskan materi. Kedua, sekolah ini dipakai sebagai sekolah rujukan nasional dan satu-satunya di Kota Denpasar. Dengan demikian, sebagai sekolah model, dia bersama guru berhak menyebarkan dan menjadi model bagi sekolah lainnya, baik dalam kualitas PBM, model pendidikan, karakter dan penataan lingkungan sekolah. ‘’Ini tugas berat, namun mulia yakni memajukan SDM Bali,’’ tegasnya. (ad1031)

”Talkshow’’ Kesehatan, Isi Rangkaian Festival KBA di Unud

HARI kedua rangkaian Festival Kampung Berseri Astra (KBA) diisi dengan talkshow terkait kesehatan yang digelar di Auditorium Widya Sabha Kampus Unud, Jimbaran, Senin (26/11) kemarin. Selain diikuti seluruh civitas akademika Unud, kegiatan ini juga dihadiri para peserta Festival KBA perwakilan dari 16 provinsi di Indonesia. Tidak hanya itu, Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Amalia Sari Agum Gumelar turut hadir untuk memberikan pemahaman terkait kanker payudara. Pada kesempatan tersebut, selain dilakukan penyerahan hadiah untuk berbagai lomba, juga diisi dengan pelantikan perwakilan dari KBA seluruh Indonesia. Pelantikan ini ditandai dengan pemakaian rompi kepada perwakilan KBA yang diikuti seluruh anggota. Wakil Rektor III Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S. mewakili Rektor Unud pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan ini. Pihaknya berharap kerja sama antara Astra dan Unud bisa terus berlanjut dan bisa ditingkatkan lagi. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari Astra untuk melakukan talkshow ini. Ke depan kami harap kerja sama seperti ini bisa terus ditingkatkan,’’ pungkasnya. ESR Division Head PT Astra International Riza Deliansyah mengatakan untuk kegiatan ini, memang berbeda dengan yang dilakukan pada Minggu (25/11) di Renon. Untuk kegiatan ini memang targetnya adalah lebih kepada mahasiswa. Untuk itu konsepnya lebih

FESTIVAL KBA - Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Amalia Sari Agum Gumelar (tiga dari kanan) saat menghadiri rangkaian Festival Kampung Berseri Astra (KBA) di Unud, Senin (26/11) kemarin. kekinian dengan menghadirkan pembicara yang sudah disesuaikan. Dikatakan, Festival KBA ini merupakan bentuk apresiasi kepada penggiat kesehatan sekaligus juga peringatan Hari Kesehatan. Menurutnya, kegiatan ini untuk mengajak semua pihak lebih memperhatikan aspek kesehatan. Karena, kata Riza, Indonesia ini tidak akan maju kalau salah satu dari empat pilar yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan dan wirausaha tidak dijalankan bersamasama, terutama bidang kesehatan. Keinginan Astra selama ini adalah untuk sejahtera bersama bangsa. Untuk itu, diakui Astra tidak bisa maju sendiri. Hal itu bisa diwujudkan dengan bersama

untuk memajukan bangsa. ‘’Dengan adanya program seperti ini, kami berharap keempat pilar yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan dan wirausaha bisa menjadi program yang terintegrasi,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Umum YKPI Linda Amalia Sari Agum Gumelar menyampaikan apresiasi kepada Astra atas diselenggarakannya Festival KBA ini. Melalui filosofi Catur Dharma Astra yang dirumuskan melalui empat pilar, ini sudah mencakup semua sektor pembangunan untuk menuju Indonesia yang mandiri dan sejahtera. Ini menjadi ujung tombak untuk bagaimana bergandengan tangan untuk meningkatkan kualitas kesehatan. (bns1)

Polisi Kesulitan Usut Kasus Ekstasi Kemasan Khusus

Denpasar (Bali Post) Kasus ekstasi kemasan khusus yang berhasil diungkap Satresnarkoba Polres Badung, kini terus dikembangkan. Akan tetapi, polisi nampaknya kesulitan mengusut siapa bandar dan dari mana asal barang haram tersebut. Pasalnya tersangka Abdul Manan sepertinya pasang badan karena dia berdalih tidak tahu identitas lengkap napi yang memasok ekstasi tersebut. ‘’Tidak bisa diusut kalau hanya nama panggilan saja. Kalau tahu nama aslinya baru bisa dilakukan pemeriksaan,’’ kata Kasatresnarkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi, Senin (26/11) kemarin. Kuat dugaan pelaku berupaya melindungi napi berinisial G yang jadi bandar narkoba tersebut. Padahal dia kenal dengan G saat sama-sama mendekam di lapas. Apakah pelaku tahu asal ekstasi itu? ‘’Itu yang sulit diungkap. Pelaku mengaku dapat kiriman seperti itu (dikemas khusus) dengan sistem tempel. Jadi pelaku mengaku tidak tahu siapa yang menaruhnya,’’ ujarnya. Terkait kasus ini, mantan Kanit I Satresnarkoba Polresta Denpasar ini mengimbau kepada masyarakat supaya lebih waspada. Menurutnya, banyak modus baru dilakukan sindikat narkoba supaya polisi sulit melacaknya. ‘’Apalagi dikemas khusus seperti itu, sepintas pasti dikira obat. Berarti bandarnya punya pabrik khusus, termasuk pengemasannya,’’ ucapnya. Seperti diberitakan, walau banyak kurirnya ditangkap, tetapi napi yang menjadi pengendali peredaran narkoba tidak kapok-kapok. Seperti pengakuan tersangka Abdul Manan yang ditangkap di Jalan Sidakarya, Gang Dewata, Denpasar Selatan ini, Senin (19/11) lalu. Ia mengaku menerima pasokan dari napi berinisial G. Barang bukti yang disita sebanyak empat paket abusabu seberat 31,73 gram bruto dan 200 butir ekstasi logo omega. Ratusan butir ekstasi tersebut dikemas khusus mirip obat. Di kemasan tersebut, selain berisi logo ineks, juga tercantum jumlah isi masing-masing kemasan. (kmb36)

Bali Post/rah

BARANG BUKTI - Kasatresnarkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi menunjukkan barang bukti ekstasi kemasan khusus.


OPINI

6

Selasa Umanis, 27 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Reformasi Mental Korpri

KORPS Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang di dalamnya termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN/Pegawai Negeri Sipil-PNS) boleh dikatakan begitu identik dengan birokrasi. Sementara berbicara masalah birokrasi di Indonesia, identik dengan pelayanan yang berbelit-belit. Sampai-sampai, ada istilah “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah’’. Birokrasi seperti ini berlangsung bertahun-tahun, sampai-sampai ada anggapan negatif itu sudah menjadi budaya kalangan di birokrasi. Sejalan dengan era reformasi, didengungdengungkan pula reformasi birokrasi di Tanah Air. Reformasi birokrasi untuk mengubah mental “dilayani” yang telanjur melekat di kalangan birokrat menjadi budaya “melayani”. Ini sejalan dengan Pasal 10 UU ASN yang menyebutkan pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Kasarnya masyarakat menyatakan, mereka digaji dari uang rakyat untuk memberikan pelayanan maksimal dan profesional kepada masyarakat (pembayar gaji). Berkaca dari penilaian masyarakat selama ini, peringatan HUT ke-47 Korpri tanggal 29 November ini harus benar-benar menjadi momentum reformasi birokrasi yang sesungguhnya, bukan sekadar wacana. Hari Korpri ini hendaknya tidak hanya menjadi refleksi untuk menjaga solidaritas dan soliditas, tetapi benar-benar mampu mengubah stigma masyarakat yang berkembang selama ini. Korpri benar-benar abdi negara, abdi masyarakat yang mampu memberikan layanan maksimal dan profesional kepada publik. Beberapa pemimpin, baik di pusat maupun daerah, telah melaksanakan reformasi birokrasi dengan mengubah pola pikir mereka maupun yang menjadi bawahan/aparaturnya. Langkahlangkah strategis maupun berbagai kebijakan telah diambil sebagai tindak lanjut dan wujud reformasi birokrasi ini. Tentunya hal ini harus diikuti dan sampai ke aparatur terbawah, bahwa Korpri itu sebagai abdi dan pelayan masyarakat. Bahwa mereka digaji dari uang rakyat, maka wajib hukumnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Reformasi birokrasi yang telah dilakukan ASN maupun Korpri, tidaklah akan berhasil jika masyarakat sendiri tidak melakukan reformasi mental. Masyarakat haruslah mengikuti dan menaati segala aturan yang telah dibuat birokrat dengan tujuan menertibkan sekaligus memperlancar dan memudahkan birokrasi. Masyarakat tidak boleh lagi melakukan praktik kolusi dan nepotisme, menyuap jajaran Korpri dalam berurusan dengan birokrasi. Karena masyarakat yang tertib merupakan modal awal dari reformasi birokrasi itu sendiri. Tidak lama lagi, rakyat Indonesia akan menggelar pesta demokrasi pemilihan umum legislatif (pileg) maupun eksekutif (pemilihan presiden dan wakil presiden/pilpres). Tiap kali ada hajatan politik ini, jajaran Korpri utamanya ASN/PNS selalu menjadi sorotan. Mungkin karena solidaritas dan soliditas Korpri sehingga menjadi “sasaran empuk” untuk digerakkan mendulang kemenangan. Dalam kaitan ini, hampir tiap kali ada pesta demokrasi, pemilu pula ASN selalu wanti-wanti menjaga netralitasnya. Ini sudah tentu kembali pada ASN dan jajaran Korpri sebagai pelayan dan abdi masyarakat. Jika jajaran Korpri dan ASN tidak mampu menjaga netralitasnya, tentu sangat berpengaruh pada pelayanan pada masyarakat. Momentum Hari Korpri ini sekaligus mengingatkan hal itu, jajaran Korpri dan ASN harus netral memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal kepada masyarakat.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kondisi Jalan Plawa dan Banjir Sebagai orangtua siswa yang sehari-hari melintasi Jalan Plawa Denpasar merasa prihatin melihat jalan ini, yang cukup lama tak disentuh proyek perbaikan. Padahal, PAD Kota Denpasar cukup tinggi, masak memperbaiki jalan di tengah kota tak mampu. Coba lihat kondisi Jalan Plawa Denpasar yang penuh lubang dan berukir. Bahkan, pengaspalannya terkesan kalah jauh dengan jalan di Kapten Japa yang ruas jalannya hampir sama. Padahal, Jalan Plawa seharihari dilalui oleh siswa dan ortu siswa yang bersekolah sekitar Jalan Kamboja. Yang memprihatinkan lagi ketika musim hujan, pertigaan Jalan Plawa dan Jalan Hayam Wuruk sering kebanjiran. Masalahnya karena jalan ini rendah dan selalu tergenang saat hujan ringan, apalagi hujan lebat. Untuk itu, kami mohon Wali Kota memberi perhatian serius dengan kondisi Jalan Plawa. Bu Sri Denpasar

Mengawal Jiwa Kebersamaan Korpri Korpri termasuk di dalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN) harus benar-benar memahami peta kompetisi ke depan yang penuh tantangan. Peran aktif Korpri dalam ikut serta menuntaskan program pembangunan nasional melalui gerakan perubahan, melalui kreativitas dan inovasi yang berlandaskan pada sandaran aturan.

Oleh

Oka Wiranata ejak tanggal 29 November 1971 dijadikan sebagai Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), oleh pemerintah mengingat pada tanggal itulah ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korps Pegawai Republik Indonesia. Korpri dibentuk sebagai satu-satunya wadah untuk menghimpun dan membina seluruh pegawai Republik Indonesia di luar kedinasan, guna lebih meningkatkan pengabdiannya dalam mengisi kemerdekaan dan pelaksanaan pembangunan. Keanggotaan Korpri yang dibentuk pada tahun 1971 terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Perusahaan Umum (Perum), Pegawai Perusahaan Djawatan (Perdjan), pegawai daerah, pegawai bank milik negara, dan pejabat/petugas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di desa. Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar Korpri dilakukan perubahan mengenai sifat, keanggotaan, dan misi dari

organisasi Korpri. Disebutkan bahwa Korpri adalah wadah untuk menghimpun seluruh pegawai Republik Indonesia demi meningkatkan perjuangan, pengabdian, serta kesetiaan kepada cita-cita perjuangan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bersifat demokratis, mandiri, bebas, aktif, profesional, netral, produktif, dan bertanggung jawab. Adapun keanggotaan Korpri yaitu menjadi PNS; pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Badan Layanan Umum (BLU), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta anak perusahaannya; dan perangkat pemerintahan desa atau nama lain dari desa. Sementara itu, dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan makna dari isi Panca Prasetya Korps Republik Indonesia, abdi negara dan abdi masyarakat ini diharapkan akan dapat mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang

memiliki integritas, profesionalitas, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Lebih diperjelas lagi pada pasal 10 UU ASN menyebutkan bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Atas tuntutan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai ASN dapat melaksanakan fungsinya tersebut dengan baik, tentunya harus dibekali dengan kemampuan teknis dan keterampilan sesuai tupoksi masing-masing dalam menjalankan tugas. Tidak sebatas kebutuhan penunjang aktivitas sebagai pegawai, tetapi yang lebih prinsip pemerintah melalui Korpri, harus memerhatikan pula pemenuhan hak-haknya sebagai pegawai. Dengan ter-

penuhinya hak-hak pegawai dan keluarganya dengan baik, maka seyogianya para PNS dapat dengan tenang menjalankan tugasnya secara profesional dan memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Peringatan HUT ke-47 Korpri harus menjadi momentum bagi pengurus dan anggotanya dalam melakukan refleksi untuk menjaga soliditas, upaya menjaga solidaritas. Selain itu, hendaknya bisa mengakomodir kepentingan dan ikut memperjuangkan pemenuhan hak-hak anggotanya. Termasuk pendampingan tatkala ada di antara anggotanya terjerat kasus hukum. Pendampingan ini sangat diperlukan dalam upaya mendapat rasa nyaman bagi para anggota dalam menjalankan tugas-tugas bersentuhan langsung dengan pelayanan publik yang rentan terjadi kesalahan administrasi. Selain memberikan konsultasi dan bantuan hukum, juga dapat memberikan edukasi atau pendidikan hukum kepada anggotanya. Masih banyak, atau bahkan mayoritas, anggota Korpri yang awam tentang pemahaman hukum, sehingga ketika berhadapan dengan aparat hukum mereka sering tidak berdaya karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman harus berbuat apa dan berkonsultasi ke mana. Di samping itu, juga diharapkan dengan adanya edukasi atau

Menjadi Guru Milenial bagi ”Digital Native’’ Menurut Teori Generasi, terdapat lima generasi yang berbeda sepanjang seratus tahun terakhir, yaitu Generasi Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y, Generasi Z, dan Generasi Alpha. Generasi Baby Boomers adalah generasi yang lahir sebelum tahun 1960. Generasi X adalah generasi yang tahun kelahirannya antara 1961 hingga tahun 1980. Generasi Y atau Generasi Milenial adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1981 hingga tahun 1994. Sedangkan Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1995 hingga tahun 2010. Generasi Z mendapat julukan iGenerations atau Net-Generations. Terakhir adalah Generasi Alpha yang lahir antara tahun 2011 hingga 2024. Generari Z dan Generasi Alpha lahir dengan teknologi di genggamannya. Kedua generasi ini berada pada kelompok generasi digital native sebab mereka sudah sangat fasih dengan teknologi sedari lahir. Generasi inilah yang saat ini merupakan anakanak kita yang berada pada usia sekolah. Pola pikir digital native cenderung instan. Teknologi terutama perangkat gawai bagi digital native bak kebutuhan primer. Kehidupan mereka cenderung bergantung kepada teknologi. Untuk menemukan solusi permasalahan sederhana pun mereka mengandalkan teknologi. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Tidak ada yang salah pula dengan generasi tersebut. Sebab, dengan perkembangan teknologi dan ketersediaan teknologi memang wajib untuk dinikmati dan dikuasai. Tetapi sebagai seorang guru, sebagai seorang pendidik, sudah siapkah kita melayani digital native? Guru-guru kita saat ini sebagian besar berasal dari Generasi X dan Generasi Y yang terma-

Oleh

Ika Desi Budiarti, M.Pd. suk ke dalam kelompok generasi digital immigrant yaitu kelompok generasi yang mengalami perkembangan pesat perubahan teknologi, dari tidak ada menjadi ada. Yang mengalami fase belum selesai mempelajari satu teknologi harus bersedia melompat dengan cepat mempelajari teknologi teranyar yang menginvasi. Yang sebagian masih terseok-seok mengikuti perkembangan zaman. Digital immigrant pada masa sekolah formalnya dulu umumnya masih menikmati suasana belajar dengan metode pembelajaran lama. Pada zamannya, metode klasikal, berkompetisi di kelas, dan situasi kelas kaku dan monoton memang berhasil mencetak mereka menjadi orang-orang terbaik di bidang-nya. Akan tetapi, untuk yang berprofesi sebagai guru, jika masih ingin menerapkan kondisi kelas seperti yang pernah me-reka alami dulu kepada digital native, maka yang terjadi adalah kebosanan dari digital native. Bagi digital native duduk diam mendengarkan penjelasan oleh guru adalah suatu siksaan berat, tanpa mereka diberikan kesempatan mengeksplorasi sendiri suatu pemahaman yang tentunya dengan bantuan teknologi. Siswa digital native memiliki karakteristik yang bebas tidak suka terkekang oleh aturanaturan kaku, suka bermain bukan hanya bekerja, ekspresif tidak hanya reseptif, cepat dan enggan menunggu, suka mencari sendiri bukan sekadar menunggu instruksi, suka mengunggah konten bukan sekadar mengunduh konten, interakif bukannya komunikasi satu arah, serta lebih tertarik untuk berkolaborasi dan tidak hanya berkompetisi. Tantangan besar

memang bagi yang memilih profesi sebagai guru, jika tidak bersedia mengikuti perubahan dan tidak mau memahami kebutuhan digital native. Adalah hal yang keliru jika memaksa digital native mengikuti gaya belajar zaman dulu, karena dari cara berpikir, cara belajar, dan cara bersikap saja sudah berbeda. Maka yang hendaknya berubah adalah para guru yang berasal dari kelompok digital immigrant, sebab kita tidak akan dapat mengontrol perkembangan teknologi yang masif dan cepat yang memfasilitasi keseharian digital native. Digital native membutuhkan guru yang walaupun tidak murni native, tetapi yang menguasai teknologi selayaknya mereka. Digital native membutuhkan suasana kelas yang menyenangkan, santai tapi penuh aktivitas belajar, yang memanfaatkan teknologi dengan tepat, konektivitas materi dengan keseharian nyata yang mereka alami, kolaborasi antarteman untuk berhasil meraih kesuksesan bersama, kesempatan untuk mengomunikasikan ide dan gagasan baru dari mereka, dan tidak lupa penghargaan terhadap usaha mereka sekecil apa pun itu. Guru digital immigrant jika ingin menjadi guru milenial yang layak bagi digital native, haruslah mau mentransformasi diri dan menyesuaikan diri terhadap karakteristik dan pemahaman yang dianut digital native, yaitu belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Mereka memahami semua orang adalah guru, semua orang adalah siswa, di mana pun adalah kelas, dan kapan pun adalah jam belajar. Guru milenial bukanlah instruktur, tapi merupakan fasilitator dan partner belajar. Satu

metode pemahaman konsep yang dipahami guru bukan mutlak satu-satunya cara yang benar, guru hanya salah satu fasilitator bagi mereka, ada banyak fasilitator lain yang bisa membantu mereka dalam mencapai pemahaman konsep tersebut. Peran guru milenial di sini adalah bersedia melihat segala pemahaman siswa dari berbagai sudut pandang, mengoreksi jika diperlukan, bukan memaksakan pemahaman mereka terhadap siswa. Fokus pembelajaran era milenial bukan lagi tentang bagaimana seorang guru mengajar, tetapi lebih kepada bagaimana siswa dapat belajar dan menikmati proses pembelajaran. Pengintegrasian beragam teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah salah satu bentuk penyesuaian pembelajaran menyesuaikan dengan karakteristik digital native. Perpaduan pembelajaran online dan tatap muka dan pastinya dengan strategi yang tepat akan membuat siswa memperoleh kebermaknaan pembelajaran. Permainan yang menarik, kegitan belajar yang eksploratif, pemanfaatan aplikasi online dan bentuk penghargaan kekinian yang melibatkan media sosial adalah alternatif pembelajaran bagi digital native. Terakhir, satu yang pasti, peran guru tidak akan bisa digantikan oleh teknologi, tetapi jika guru tidak mau menguasai teknologi, maka siswa tidak akan menemukan kebermaknaan pembelajaran pada eranya. Siswa tidak belajar dari mendengar tapi melihat teladan dari gurunya, entah itu dari sudut pandang kognitif ataupun dari sudut pandang pendidikan karakter. Sudah siapkah kita menjadi guru milenial bagi digital native? Penulis, guru SMAN 2 Mengwi

pendidikan hukum tersebut, anggota korpri dapat lebih memahami bagaimana agar dalam menjalankan tugas jabatannya tidak menimbulkan permasalahan hukum. Selebihnya setiap anggota Korpri harus terus memperbaiki diri, dengan meninggalkan cara-cara yang sifatnya rutin dan perkuat semangat debirokratisasi. Ke depan, Korpri menghadapi tuntutan untuk dapat mempererat solidaritas para anggotanya dan tuntutan untuk mendorong pengembangan kompetensi sumber daya manusianya agar menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang profesional. Pada era digital dengan persaingan terbuka seperti saat ini, berbagai tantangan harus dihadapi. Kreativitas dan berinovasi serta perkembangan teknologi bahkan mampu mengubah lanskap ekonomi, lanskap kehidupan sosial politik, hingga lanskap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan ini menjadi tantangan bagi Korpri. Apalagi memasuki tahun politik, Korpri dituntut untuk netral, tidak memihak terhadap satu partai tertentu. Korpri harus mampu menjaga netralitas organisasi, harus mampu menempatkan pelayanan masyarakat di atas kepentingan pribadi, kepentingan organisasi dan kepentingan golongan, dan tidak memihak dalam memberikan pelayanan. Penulis, alumni S-2 Unhi

POJOK Gubernur Koster minta stop kampanye KB dua anak di Bali. - Keajegan manusia, budaya, dan agama. *** Pemerintah pastikan tidak ada pungutan pajak jenis baru. - Pemerintah dan rakyat sama-sama berat. *** Kata Jokowi, TNI harus rencanakan program pertahanan keamanan. - Pertahanan dari segala arah.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Umanis, 27 November 2018

Senderan Pura Dalem Gunungsari Ambrol

Tabanan (Bali Post) Hujan yang kembali mengguyur Kabupaten Tabanan, Senin (26/11) kemarin, menyebabkan bencana longsor di sejumlah titik. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Dari informasi yang dihimpun, longsor di wilayah Jatiluwih Kecamatan Penebel terjadi sekitar pukul 01.30 Wita. Senderan jaba Pura Dalem Desa Pakraman Gunungsari ambrol akibat digerus hujan yang terjadi sejak Minggu (25/6) malam. Senderan yang ambrol itu berukuran 30 x 3,5 meter. Material senderan tersebut menimbun sawah milik Pakaseh Jatiluwih I Wayan Mustra. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan, pembersihan areal sekitar akan dilakukan sesegera mungkin. ‘’Pengurus adat Gunungsari masih men-

cari waktu untuk membersihkan material longsoran tersebut,’’ ujarnya. Selain di Jatiluwih, tanah longsor sebelumnya juga terjadi di Jalan Raya Seribupati Desa Cau Belayu Kecamatan Marga. Tembok panyengker Pura Pasimpangan Dalem Nusa milik I Wayan Suartama (43), warga Banjar Cau Belayu Desa Cau Belayu ambrol. Kapolsek Marga AKP I Gusti Made Sudarma mengatakan, kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 Wita. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta. Material tanah longsor tidak sampai menutup jalan. (kmb28) LONGSOR - Hujan lebat memicu tanah longsor di Jatiluwih.

Tutupi Defisit Anggaran, Pemkab dan Dewan Kesulitan Sumber Dana

Tabanan (Bali Post) -

Setelah sempat dua kali tertunda, akhirnya Badan anggaran (Banggar) DPRD Tabanan bersama Tim Anggaran Pemerindah Daerah (TAPD) Tabanan menggelar rapat kerja membahas RAPBD 2019, Senin (26/11) kemarin. Dalam rapat tersebut, Banggar dan TAPD kesulitan mencari solusi menutupi defisit anggaran lantaran potensi pendapatan sudah tidak ada lagi. Defisit anggaran dalam RAPBD 2019 mencapai Rp 229 miliar lebih. Dalam rapat yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Ketua TAPD yang juga Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa menjelaskan, beberapa hal terkait kondisi keuangan Tabanan. Menurutnya, setelah melalui serangkaian pembahasan, ada penambahan pendapatan daerah sebesar Rp 45 miliar. Ini didapat dari rencana penerimaan PAD yang semula dipasang Rp 373 miliar menjadi Rp 390 miliar. Selain itu, ada dana perimbangan sebesar Rp 36 miliar. Sementara di sisi lain, dengan berbagai program yang

7

TABANAN

dibuat, ada penambahan kebutuhan khususnya belanja wajib sebesar Rp 275 miliar. Dana itu untuk kenaikan gaji PNS sebesar lima persen, rekrutmen CPNS, pembayaran JKN KIS, Dana Desa serta kebutuhan mendadak lainnya. ‘’Untuk menutupi, kami melakukan rasionalisasi beberapa program,’’ sebutnya. Beberapa program yang dirasionalisasi seperti pemotongan dana hibah infrastruktur sebesar Rp 50 miliar, perjalanan dinas Rp 10 miliar dan makan-minum di OPD Rp 10 miliar. Selain itu, terdapat rasionalisasi gaji CPNS yang

hanya lulus tes dan masih berproses sebesar Rp 15 miliar dan pengurangan dana tunjangan kinerja pegawai sebesar Rp 73 miliar dari sebelumnya dipasang Rp 190 miliar. ‘’Masih ada kekurangan sekitar Rp 51 miliar,’’ ucapnya. Menurut anggota TPAD yang juga Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratamaja, defisit sebesar Rp 51 miliar itu rencananya ditutupi dengan Silpa tahun 2019, karena sudah tidak ada lagi potensi pendapatan yang bisa digali. Namun itupun dengan catatan Silpa minimal mencapai Rp

76 miliar. ‘’Namun jika tidak, mudah-mudahan ada keajaiban dari pusat. Kami berharap agar terjadi Silpa. Setiap OPD agar mengefisiensikan perencaaan namun tidak mengurangi kewajiban,’’ tegas Wiratmaja. Sementara itu, Ketua Banggar I Ketut Suryadi sepakat beberapa slot anggaran termasuk hibah sebesar Rp 50 miliar dipenuhi untuk pemenuhan belanja mandatori. Karena, jika tidak maka akan ada sanski dari pusat. Meskipun dari total dana yang sudah diefisiensi oleh TAPD pemenuhan selisih baru mencapai Rp 178 miliar, maka ada sisa sekitar Rp 51 miliar. “Ini buntu pemenuhan Rp 51 miliar, sehingga kami tutup pakai Silpa tahun 2019, meskipun sebelumnya ada juga penolakan-penolakan perencanaan,’’ tegasnya. (kmb28)

RAPAT - Rapat kerja pembahasan RAPBD 2019 di gedung DPRD Tabanan.

Bali Post/bit

Bali Post/ist

Pansel Calon Sekda Jadwalkan Ulang Tahapan Seleksi Tabanan (Bali Post) Tes kompetensi manajerial sebagai rangkaian seleksi calon Sekda Tabanan sudah selesai dilakukan. Namun sampai sekarang hasil tes assesment tersebut belum turun dari Pusat penilaian Kompetensi Kepegawaian Negara (Puspenkom). Padahal berdasarkan jadwal, hasilnya sudah keluar sepekan pascates. Akibat belum jelasnya pengumuman hasil tes assesment tersebut, tahapan seleksi lanjutan seperti rekam jejak belum bisa dilakukan. Pansel pun akhirnya menjadwalkan ulang tahapan seleksi calon sekda. Kabid Formasi dan Pengembangan BKPSDM Tabanan Ni Luh Putu Mahadi, Senin (26/11) kemarin menyampaikan, dari jadwal awal semestinya empat calon sekda mengikuti seleksi lanjutan, yakni rekam jejak pada Rabu (21/11) lalu, dilanjutkan dengan tahapan penulisan makalah dan

presentasi yang seharusnya dilakukan Senin (26/11) kemarin. ‘’Sudah kita re-schedule jadwal seleksi, tetapi belum selesai. Rencananya hasilnya turun seminggu setelah seleksi, namun setelah dikoordinasikan kembali, ternyata mundur selama dua minggu,’’ ucapnya. Banyaknya waktu yang dibutuhkan, dikarenakan penilaian dilakukan secara detail. Meski harus molor dari jadwal yang ditentukan sebelumnya, Mahadi memastikan hal itu tidak sampai mengganggu proses seleksi. Ditargetkan seluruh tahapan seleksi rampung sebelum Desember tahun ini, karena seluruh tahapan menggunakan APBD 2018. Pada seleksi rekam jejak, calon sekda akan dinilai oleh atasan, teman sejawat dan tokoh masyarakat. Untuk seleksi pembuatan makalah serta presentasi, tema akan diberikan oleh Pansel, misalnya terkait

visi dan misi serta target perencanaan ke depan. Sekadar mengingatkan, setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Pansel, empat pejabat yang berebut posisi Sekda Tabanan pada 12 November lalu mengikuti uji kompetensi manajerial yang digelar selama dua hari oleh Puspenkom. Keempat pejabat tersebut yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil I G.A. Rai Dwipayana, Kepala Dinas Pendidikan I Gede Susila, Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah I Wayan Kotio dan Kepala Satpol PP I Wayan Sarba. Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa akan memasuki masa pensiun per 1 Februari 2019. Jabatan sekda sangat strategis sehingga tidak boleh kosong. Maka dari itu, seleksi pengganti Wirna Ariwangsa dilakukan sejak dini. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Secara nasional, penderita HIV didominasi usia 15 hingga 24 tahun. Sementara di Tabanan, usia terbanyak 20 hingga 29 tahun. Pergeseran infeksi virus HIV ke usia lebih muda menunjukkan pergaulan generasi muda memprihatinkan, karena mulai condong ke pergaulan bebas dan melakukan seks usia dini. Hal ini terungkap lewat kasus dan pengumpulan data yang dilaksanakan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Tabanan. Ketua KPA Tabanan Ketut Randem, Senin (26/11) kemarin, mengatakan kasus anak muda yang ditemukan terinfeksi HIV di Tabanan ada yang ditemukan pada anak usia 15 tahun. Dari penelusuran, yang bersangkutan terinfeksi bukan dari orangtuanya tetapi karena perilaku seks dini. Infeksi virus HIV akibat faktor risiko heteroseksual ini menjadi peringatan tersendiri agar pihak-pihak terkait baik pemerintah, sekolah maupun keluarga memberikan informasi mengenai risiko seks dini maupun bahaya HIV dan bagaimana penyebarannya kepada generasi muda. Untuk KPA Tabanan, kata

Randem, rutin melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Randem juga mengimbau agar orangtua lebih memperhatikan pergaulan anak dan pemantauan pemakaian teknologi dalam hal ini internet. Randem melanjutkan, selain mengancam generasi muda, HIV tidak hanya mengancam kelompok risiko tinggi seperti orang yang berperilaku seks bebas atau berganti-ganti pasangan dan memakai narkoba, tetapi juga mengancam kelompok risiko rendah seperi ibu rumah tangga dan bayi. Orang yang masuk kelompok faktor risiko rendah ini biasanya menerima virus dari pasangannya yang memiliki gaya hidup risiko tinggi. Untuk itulah saat ini langkah yang diambil KPA Tabanan tidak hanya menyasar kelompok risiko, tetapi juga risiko rendah. Sayangnya, meski infeksi HIV sudah tidak mengenal usia maupun kelompok risiko, di Tabanan kesadaran untuk memeriksakan diri lebih awal masih rendah. Biasanya penderita akan datang berobat jika sudah menimbulkan gejala atau masuk ke tahap AIDS. Padahal

setiap puskesmas di Tabanan sudah memiliki fasilitas pemeriksaan HIV dan konseling. ‘’Jika diketahui saat masih dalam tahap HIV, maka pengobatan bisa dilakukan sejak dini, sehingga penderita tidak sampai jatuh ke tahap AIDS. Tetapi kebanyakan yang datang memeriksakan diri sudah ada gejala atau sakit dalam hal ini sudah masuk tahap AIDS,’’ jelasnya. Hal ini bisa dimaklumi, karena diskriminasi untuk penderita HIV/AIDS masih terjadi di masyarakat. Bagi penderita yang masih anak-anak atau remaja, dikucilkan dari pergaulan di sekolah. Sementara untuk penderita HIV/AIDS yang meninggal, masih ada warga yang tidak mau memandikan jazadnya. Pihaknya terus melakukan sosialisasi jika HIV itu tidak menular hanya karena bersentuhan dengan penderita. Berdasarkan data, secara komulatif dari tahun 1987 hingga September 2018, kasus HIV/AIDS di Tabanan tercatat 1.039 kasus dengan rincian HIV (453) dan AIDS (586). Saat ini penderita terbanyak ditemukan pada usia 20 hingga 29 tahun. (kmb24)

Gaya Hidup Generasi Muda Makin Memprihatinkan

Naker Perlu Kantongi Sertifikat Kompetensi Profesi Tabanan (Bali Post) Persaingan tenaga kerja (naker) di era globalisasi semakin ketat. Oleh karena itu, naker harus terus mengasah wawasan dan skill. Tak hanya itu, naker harus mengantongi sertifikat kompetensi profesi. Untuk itu pemkab Tabanan lewat dana APBD serta Pemerintah Pusat melalui Program PSS BNSP TA 2018 yang diadakan Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSPKP) mengadakan pelatihan terhadap aparatur Dinas Perikanan dan pelaku usaha perikanan. Pelatihan ini berlangsung di P2MKP Karya Lestari yang merupakan satu-satunya tempat uji kompetensi profesi bagi pelaku industri kelautan dan perikanan di Bali. Penyerahan sertifikat kompetensi kepada aparatur Dinas Perikanan dan pelaku usaha perikanan kabupaten/kota seBali dilakukan, Senin (26/11) di Gedung Maria, Tabanan. Sepanjang tahun 2018, tercatat

sebanyak 290 orang mengikuti uji kompetensi yang diadakan di P2MKP Karya Lestari. Ketua TUK P2MKP Karya Lestari Ni Made Putriningsih Wirna mengungkapkan, tujuan pelatihan tersebut untuk mengantisipasi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dalam hal ini diperlukan upaya untuk memperkuat daya saing naker Indonesia dipasar global maupun kinerja aparatur pemerintah, serta pelaku usaha perikanan dengan menempatkan penguasaan kompetensi sebagai fokus pengembangan SDM kelautan dan perikanan. Dijelaskannya, jumlah peserta yang telah mengikuti uji kompetensi sebanyak 290 orang dengan rincian 240 orang melalui anggaran PSS BNSP tahun 2018, 30 orang dari APBD Tabanan melalui dana hibah ke P2MKP Karya Lestari dan 20 orang dari APBD melalui kegiatan di Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan.

Direktur LSP KP Herry Maryoto berharap pencanangan Indonesia Kompeten bisa lebih cepat terwujud. ‘’Saya lihat prestasi Kabupaten Tabanan dalam pengakuan kompetensi sangat luar biasa. Berdasar laporan P2MKP, saat ini sudah tercatat 290 orang. Saya optimis bahwa Tabanan bisa mendukung Indonesia Kompeten,’’ ungkapnya. Dijelaskan, sertifikat kompetensi ini memberikan banyak manfaat di antaranya dapat menghadapi MEA dan persaingan kerja serta jaminan dan pengakuan yang akan didapatkan oleh pemegang sertifikat atau industri tersebut. ‘’Manfaat pertama adalah jaminan kualitas produk yang dihasilkan industri, karena yang mengerjakan SDM yang berkompeten. Sementara untuk SDM sendiri, jaminannya untuk diakui oleh industri dan negara. Akan ada standar penggajian bagi SDM yang memiliki sertifikat ini. Sedang

kami susun,’’ jelasnya. Sementara itu, Wakil Bubati Tabanan Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasinya kepada LSP-KP, Dinas Perikanan, P2MKP Karya Lestari serta semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, dalam upaya pemanfaatan potensi sumber daya perikanan yang cukup besar diperlukan SDM yang berkualitas dan memiliki kompetensi profesi. Dengan sertifikat kompetensi profesi yang telah dimiliki, para pelaku industri di sektor perikanan akan mampu memproduksi ikan dan membuat aneka olahan ikan yang bergizi tinggi, harga terjangkau dan digemari masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Tabanan mendorong juga sertifikasi UKM pengolahan ikan sebagai bukti autentik atas mutu dan kelayakan konsumsi produk olahan hasil perikanan untuk meningkatkan daya saing di era MEA,’’ imbuhnya. (kmb24)

Bali Post/san

SERTIFIKAT KOMPETENSI - Penyerahan sertifikat kompetensi oleh Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya kepada aparatur Dinas Perikanan dan pelaku usaha perikanan.


BULELENG

8

Selasa Umanis, 27 November 2018

Tahun Depan, Siswa Difasilitasi Program Angkutan Umum Gratis Sin-

garaja (Bali Post) – Mulai tahun depan, siswa di Buleleng difasilitasi angkutan umum gratis. Sebelum merealisasikan program ini, Dishub akan melakukan survei lapangan. Hal itu penting untuk mengetahui keperluan jumlah armada di Bali Utara, kelengkapan dokumen, trayek, dan jumlah kebutuhan dana untuk membiayai pelaksanaan program tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan, belum lama ini mengatakan, layanan angkutan gratis untuk anak sekolah itu merupakan program pengganti. Sebab, Tahun Anggaran 2017 dan 2018, Dishub sudah pernah mengusulkan bantuan tambahan armada bus sekolah ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sayang, tahun itu ada penilaian Wahana Tata Nugraha, karena itu anggaran bus sekolah tidak dialokasikan pemerintah pusat. Atas kondisi ini, dana alokasi khusus Dinas Perhubungan dialihkan untuk membiayai bidang lainnya. Sehingga, berimplikasi terhadap usulan bus sekolah gratis itu gagal. Sebagai gantinya, Dishub merancang peluncuran angkutan gratis. Dengan cara itu, target pemerintah melayani siswa dengan angkutan gratis di Bali Utara bisa terealisasi optimal. “Kalau program bus sekolah itu memang sudah dihentikan. Usulan penambahan armada bus juga batal, sehingga solusinya kami coba rancang angkutan gratis untuk siswa,” katanya. Mantan Kabag Humas Protokol Sekkab Buleleng ini menambahkan, mulai 2019 mendatang pihaknya akan melaksanakan survei yang melibatkan pihak ketiga. Tujuannya dapat memperoleh angka pasti, berapa jumlah angkutan di Buleleng dan berapa keperluan angkutan gratis untuk anak sekolah, kebutuhan trayek dan berapa dana yang diperlukan. Hasil survei nanti akan dijadikan acuan Dishub untuk mengajukan rencana program kepada pimpinan daerah sekaligus mengajukan kebutuhan anggaran kepada pemerintah dan disetujui DPRD. Untuk survei jangkauan trayek, Dishub merancang kebutuhan anggaran Rp 50 juta. “Hasil itu akan kami ajukan kepada Bapak Bupati dan DPRD Buleleng untuk dibahas lebih lanjut,” tegasnya. Setelah jangkauan trayek ditetapkan, berapa biaya yang diperlukan dan dana sudah dialokasikan di APBD, kemudian pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) untuk memetakan sekolah yang dilintasi trayek angkutan gratis untuk siswa itu. Semoga usulan program angkot gratis itu bisa dimanfaatkan tahun depan oleh siswa di Buleleng.(kmb38)

Bali Post/kmb38

SERKEL KAYU TERBAKAR - Gudang serkel kayu “Adisika” di Kelurahan Banyuning Timur Kecamatan Buleleng terbakar, Minggu (25/11) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Gudang Serkel Kayu Terbakar

Uang Tunai Rp 500 Juta Ludes, Kerugian Rp 2,5 Miliar Singaraja (Bali Post) -

Bali Post/kmb38

KLARIFIKASI – Caleg DPR-RI Ketut Sudikerta usai memberi klarifikasi terkait dugaan pelanggaran kampanye saat menghadiri persembahyangan di Pura Dalem Desa Pakraman Bebetin, Senin (26/11) kemarin.

Diadukan Langgar Kampanye Pemilu

Bawaslu Minta Klarifikasi Saksi Caleg DPR-RI

Singaraja (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali bersama Bawaslu Buleleng menindaklanjuti pengaduan dugaan pelangaran kampanye pemilihan umum (pemilu), Senin (26/11) kemarin. Saksi yang diundang memberikan klarifikasi adalah Ketut Sudikerta, yang sekarang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) DPR-RI Partai Golkar. Klarifikasi ini setelah Bawaslu Bali menerima pengaduan dugaan pelanggaran kampanye pemilu di Pura Dalem Desa Pakraman Bebetin 17 November 2018 lalu. Dugaan ini diawali Ketut Suparjo yang juga caleg Partai Nasdem, diduga mengundang Ketut Sudikerta hadir pada persembahyangan di Pura Dalem Bebetin. Dalam laporan bernomor 01/LP/PL/Prov/17.00/2018, kehadiran caleg DPR-RI itu diduga mengarah pada pelanggaran kampanye. Kegiatan persembahyangan itu beredar luas pada jejaring media sosial (medos). Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani bersama Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana mengumpulkan keterangan terkait dugaan tersebut. Proses klarifikasi berjalan alot dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dan berakhir pukul 12.00 Wita. Saat itu, Ketut Sudikerta bersama tim pemenangannya datang ke Sekretariat Bawaslu Buleleng mengendarai mobil pribadi DK 988 DC. Setelah mengisi buku tamu, pria yang menjabat Ketua DPD Partai Golkar Bali itu memberikan keterangan secara tertutup kepada komisioner Bawaslu Bali dan anggota Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Usai memberikan keterangan, Ketut Sudikerta mengatakan, kehadirannya ke Desa Bebetin atas dasar undangan yang disampaikan Gede Suparmen yang menjabat anggota DPRD Buleleng asal Desa Bebetin. Dia diundang hadir mengikuti prosesi persembahyangan. Saat berbaur bersama warga, pihaknya ditemani Ketut Suparjo. “Yang mengundang adalah Pak Parmen (Suparmen - red) lewat telepon. Meskipun tidak menjabat, sehari saya dapat undangan 4 sampai 6 kegiatan, termasuk yang di Bebetin ini karena diundang ya saya hadir,” katanya. Beredar Rekaman Video Di sisi lain, Sudikerta membantah beredarnya foto-foto dan rekaman video kehadirannya di Pura Dalem Bebetin melalui facebook @Tommy Sudikerta. Dia menyebut jika dirinya tidak pernah mengunggah foto atau video yang kemudian diadukan sebagai dugaan melanggar kampanye pemilu. “Akun @Tommy Sudikerta digunakan saat Pilgub lalu. Sekarang sudah selesai, akun saya @ Ketut Sudikerta. Saya tidak tahu apakah ada yang melacak akun saya, karena nomor telepon saya sudah hilang dan sekarang sudah ganti,” tegasnya. Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana mengatakan, penanganan dugaan pelanggaran kampanye ini dilakukan setelah pihaknya menggelar rapat pleno bersama Sentra Gakumdu. Untuk menjalankan keputusan pleno tersebut, pihaknya mengundang para pihak yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran kempanye pemilu tersebut. Dari penanganan ini, Sudi Ardana mengaku fokus pada dugaan pengaduan di mana beredar foto dan rekaman video acara persembahyangan yang dihadiri saksi (Sudikerta). Atas pengaduan itu, kalau berdasasrkan pasal 280 Undang-undang (UU) No. 7 Tahun 2018 pasal 5 UU No. 21 diatur bahwa kampanye dilarang dilakukan di tempat ibadah. Sedangkan, pada penjelasan pasal 280 itu, tempat ibadah itu boleh dijadikan tempat kampanye asalkan pihak yang hadir atas dasar surat undangan. “Kalau pengaduan yang kita terima memang kegiatan itu disebarkan melalui jejaring media sosial (medsos) dan yang mengadukan itu menganalisis kalau itu diduga melanggar. Kita tidak berani langsung putuskan melanggar. Sebab, acuan kami tetap regulasi yang ada sebelum nantinya diputuskan apakah termasuk pelanggaran,” jelasnya. (kmb38)

Peristiwa kebakaran terjadi di Kelurahan Banyunining Timur Kecamatan Buleleng, Minggu (25/11) malam lalu. Serkel kayu “Adisika” milik Gede Merta Widiada (55) terbakar sekitar pukul 20.00 Wita. Selain serkel, rumah hunian milik korban di sebelah utara gudang serkel itu juga ikut terbakar. Tidak diketahui penyebab pasti kebakaran hebat tersebut. Diperkirakan, total kerugian material mencapai Rp 2,5 miliar, dengan Rp 500 juta uang tunai. Kebakaran itu membuat warga berhamburan keluar rumah mendatangi lokasi kejadian. Akibatnya, ruas Jalan Pulau Komodo Singaraja macet total hingga dua jam. Pemadam kebakaran memerlukan waktu sekitar dua jam untuk menjinakkan korban api itu. Akhirnya, api baru bisa dipadamkan setelah mengerahkan empat unit mobil pemadam dan bantuan dua unit mobil tangki suplai air bersih milik Dinas Perumahan Permukiman Pertamanan (Perkimta) Buleleng. Seorang saksi mata, Ketut Darmawan, menceritakan sebelum kejadian saat itu saksi hendak keluar rumah. Ketika lewat di depan serkel

itu, Darmawan menemukan ada percikan api di bangunan serkel milik korban. Tidak berselang lama, api cepat berkobar. Atas kejadian itu, Darmawan kemudian berteriak “kebakaran”. Saat bersamaan, warga ke luar rumah. Masyarakat langsung membantu memadamkan api itu menggunakan alat seadanya. Saksi sempat mendobrak pintu kamar rumah korban di sebelah utara serkel. Saat itu istri korban Luh Budi, dan anaknya sedang beristirahat. Keduanya kemudian dengan cepat dievakuasi dari lokasi kejadian. “Kebetulan saya mau keluar rumah. Waktu itu saya lihat ada api dan tidak lama

api sudah membakar gudang serkel itu. Saya panggil pemiliknya yang masih ada di dalam kamar. Saya bantu mereka keluar rumah. Setelah itu, api terus membesar,” katanya. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Singaraja, Pos Kubutambahan, dan Pos Seririt. Kobaran api yang terus membesar itu membuat pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00 Wita. Hal itu disebabkan api membakar kayu gelondongan, olahan kayu setengah jadi, dan limbah berkas olahan

kayu yang sudah mengering, sehingga api dengan cepat membesar. Keterangan Saksi Minim Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan kejadian itu, anggotanya turun kemudian mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hanya, keterangan saksi masih minim, sehingga apa penyebab kebakaran belum bisa diketahui secara pasti. Terkait kerugian, Kapolsek mengatakan, berdasarkan keterangan korban, kerugian meteriil akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Ini karena, selain uang sekitar Rp 500 juta, barang berharga seperti 12 lembar sertifikat, perhiasan emas, cek, peralatan mesin serkel, dan barang berharga lain tinggal menjadi puingpuing akibat dilalap si jago

merah. “Kasusnya masih ditangani dan kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi, untuk menguak tabir penyebab kebakaran itu,” katanya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada di lokasi kejadian mengatakan, saat dilaporkan api sudah membakar gedung serkel milik korban. Anggotanya sempat kewalahan memadamkan api. Pasalnya, hampir semua kayu gelondongan terbakar menjadi bara api. Pemadaman pun kemudian fokus memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain. “Kami terjunkan empat mobil dibantu mobil Dinas Perkimta. Api cukup lama baru kita kuasai. Habis sekitar 17 tangki air. Setelah itu, api bisa dipadamkan total dan tidak merembet ke bangunan lain. Soal, penyebab dan kerugian masih diselidiki,” katanya. (kmb38)

Batal, Perluasan TPA Desa Bengkala Singaraja (Bali Post) – Perluasan areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkab Buleleng di Desa Bengkala, Kubutambahan dibatalkan. Pemkab fokus melakukan langkah pemilahan sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA menurun dari volume yang ditampung sekarang ini. Sebetulnya, perluasan TPA Bengkala itu masuk program prioritas sejak 2017 lalu. Pada APBD 2018, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalokasikan anggaran Rp 2,27

miliar untuk perluasan lahan TPA. Namun pada APBD Perubahan 2018, anggaran itu dirasionalisasi. Selanjutnya, dalam rancangan APBD 2019, anggaran untuk pembebasan lahannya justru tidak dialokasikan. Kepala DLH Putu Ariadi Pribadi saat rapat di gedung DPRD Buleleng, Senin (26/11) kemarin, mengatakan kini pemerintah tengah menyusun strategi pengurangan volume sampah. Sehingga rencana perluasan TPA Beng-

kala itu akan dikesampingkan hingga waktu belum ditentukan. Ada beberapa strategi yang diterapkan yakni membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang membatasi penggunaan kantong sekali pakai. Nantinya, masyarakat tidak lagi menggunakan kantong plastik saat belanja di swalayan, namun diarahkan menggunakan tas belanja. Selain itu, konsumsi di instansi pemerintahan tak lagi menggunakan kotak serta minuman dalam ke-

masan plastik. Masyarakat juga didorong melakukan pemilihan sampah mulai tingkat rumah tangga. Untuk mengoptimalkan proses pemilahan itu, DLH mendorong seluruh desa membentuk bank sampah. Dengan langkah-langkah itu, ia optimistis sampah yang masuk ke TPA Bengkala bisa berkurang minimal 30 persen. “Sampah organik nanti bisa diolah jadi kompos padat atau cair. Sampah plastik yang ada nilainya, bisa dibawa

ke pengepul. Residunya ini yang dibawa ke TPA, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa dikendalikan,” katanya. Ariyadi menambahkan, volume sampah yang masuk ke TPA rata-rata antara 400 sampai 450 meter kubik setiap hari. Akibatnya, sampah terus menggunung dari hari ke hari. Apabila areal TPA tidak diperluas, diperkirakan TPA sudah tidak mampu lagi menampung sampah sampai 2021 mendatang. (kmb38)

Tarik Ulur Pembahasan Kenaikan PAD 2019

Pemkab Pasang Rp 440 M, Dewan Minta Rp 460 M Pembahasan Rancangan APBD 2019 kembali dilanjutkan, Senin (26/11) kemarin, di gedung DPRD. Pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berlangsung alot. Dalam pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) diwarnai situasi tarik ulur. Lalu bagaimanakah TAPD menyikapi target naik yang diminta DPRD itu? ADA dua opini berbeda antara Banggar dan TAPD. Masing-masing punya pandangan sendiri-sendiri. Dewan mematok angka PAD agar dinaikkan. Sedangkan, TAPD memilih bertahan dengan angka yang telah dipasang. Rapat pembahasan PAD 2019 itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara. Pembahasan

berlangsung sejak pukul 13.00 Wita dan belum juga tuntas hingga pukul 17.00 Wita. Banggar DPRD Buleleng berpendapat pemerintah masih bisa menaikkan potensi PAD. Saat ini, angka PAD baru dipasang Rp 440 miliar. Sementara Banggar berharap agar angka PAD kembali dinaikkan menjadi Rp 460 miliar, sehingga memenuhi

proporsi 20 persen dari total APBD 2019. Anggota Komisi III Putu Tirta Adnyana mengatakan, alasan dewan menaikkan target PAD karena masih ada beberapa celah potensi pendapatan yang bisa dikerek naik. Di antaranya potensi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan. Apabila proses pemetaan telah dilakukan, dewan optimistis dapat dana signifikan dari sektor PBB. Selain itu, dewan juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam proses kinerja, sehingga yang dilakukan pemerintahan berlangsung efektif dan efisien. “Celah di sektor PBB baik dalam intensifikasi maupun

ekstensifikasi. Selain itu, pemberian insentif bagi petugas pungut juga harus disesuaikan. Insentif itu harus dilakukan secara proporsional sesuai kinerja setiap sumber daya manusia (SDM) di bidang pajak,” katanya. Selain dari sektor PBB, dewan juga menyebut potensi pendapatan dari dana kapitasi kesehatan cukup besar. Ini terbukti, tahun 2019 mendatang, pemerintah merancang dana hingga Rp 110 miliar untuk membayar iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meski banyak mendapat desakan menaikkan target PAD, namun analisis TAPD menyebut rancangan target PAD yang dipasang sudah maksimal.

TAPD telah menaikkan angka PAD hingga Rp 60 miliar. Dalam rancangan awal, PAD hanya dipasang Rp 382 miliar. Namun, setelah melalui pembahasan dengan Banggar DPRD Buleleng, TAPD sepakat menaikkan PAD menjadi Rp 440 miliar. Ketua TAPD yang juga Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, hal itu sangat sulit dilakukan. Kalau tetap dipaksakan target PAD dinaikkan, maka dikawatirkan hanya menjadi angka-angka semu. Untuk itu, target yang dipasang saat ini sudah yang paling realistis. Angka Rp 440 miliar itu kita anggap sangat memungkinkan bisa direalisasikan. (mud)


Selasa Umanis, 27 November 2018

GIANYAR

9 Gianyar Utara Rawan Bencana Tanah Longsor

SOSOK Dorong Generasi Muda Berwirausaha

Warga Diminta Waspada Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang terjadi sejak beberapa hari terakhir memicu sejumlah bencana di Kabupaten Gianyar, terutama di wilayah Gianyar bagian utara. Bencana tersebut seperti tanah longsor, pohon tumbang hingga tiang listrik tumbang. BPBD Kabupaten Gianyar yang menerima laporan ini langsung bergerak untuk melakukan evakuasi. Senin (26/11) kemarin ada laporan terjadi bencana tanah longsor yang menutup akses jalan di Banjar Jasan menuju Banjar Timbul. Material longsoran menutup akses jalan tersebut. Kondisi ini berlangsung cukup lama, hingga petugas BPBD Gianyar turun ke lokasi untuk membersihkan material longsoran tersebut. Hujan deras juga menyebabkan tanah longsor yang menutupi jalan menuju Objek Wisata Gajah Taro di Banjar Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang. “Akibat diguyur hujan lebat, bagian tanah yang labil di sekitar lokasi longsor dan menutup badan jalan,” ujar Penjabat Perbekel Desa Taro I Nyoman Karang. Menurut Karang, proses evakuasi material longsoran selain melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Gianyar, juga dibantu warga setempat. Memasuki musim hujan, ia meminta warga lebih waspada terhadap bencana longsor dan pohon tumbang. ”Di sini wilayah rawan bencana tanah longsor dan pohon

GENERASI muda harus didorong untuk bergerak dalam sektor wirausaha. Kabupaten Gianyar yang tumbuh dalam dunia pariwisata, memberi banyak peluang kepada generasi muda untuk berkreativitas dalam dunia usaha pariwisata. “Gianyar sebagai daerah wisata memberi peluang besar bagi pemuda kita untuk bergerak di sektor wirausaha,” ujar Ketua BKS LPD Bali Nyoman Cendikiawan, Senin (25/11) kemarin. Dikatakan, peluang yang terbuka lebar ini harus diambil oleh generasi muda Gianyar dengan membuka usaha pariwisata. Apabila di rumah sendiri sudah bisa berusaha, pemuda di desa tidak perlu merantau ke kota. Menurutnya, ada sejumlah usaha pariwisata yang bisa digerakkan oleh generasi muda, seperti wisata trekking, cycling, swing, ATV adventure, pementasan seni budaya atau membuka homestay. Sejumlah usaha ini kini sedang digandrungi di wilayah Gianyar, khususnya Kecamatan Tegallalang. “Gianyar memiliki alam yang asri. Masyarakatnya masih kental ajeg-kan seni budaya, sehingga wisatawan akan terus berkunjung,” ujarnya. Ia mengaku memberikan apresiasi positif kepada sejumlah generasi muda yang sudah memulai wirausaha di sektor pariwisata. Walaupun dimulai dengan modal kecil, bila ditekuni dengan serius bisa menjadi usaha yang besar di kemudian hari. “Berwirausaha memang semakin menjadi pilihan generasi muda, mungkin karena mereka sudah melek dengan pelung yang ada. Saya harap hal ini diikuti pemuda yang lain,” katanya. Pihaknya di BKS LPD sudah menginstruksikan LPD se-Gianyar bahkan Bali, untuk membantu permodalan dalam mendorong generasi muda berwirausaha. “Kami membuka bantuan permodalan untuk generasi yang mau berusaha mandiri, dengan proses kredit yang cepat dan persyaratan mudah serta bunga kredit relatif ringan,” tegasnya. (nik)

MEMBERSIHKAN - Petugas membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan di wilayah Kecamatan Tegallalang, Senin (26/11) kemarin.

Lindungi TKI di Luar Negeri

Diduga Kampanye di Kawasan Pura

Bawaslu Gelar Sidang Perdana Dua Caleg

Gianyar (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar menggelar sidang perdana terkait laporan pelanggaran kampanye di kawasan pura. Dalam sidang yang berlangsung di Kantor Bawaslu Gianyar, Senin (26/11) kemarin, pelapor I Nyoman Arjawa membawa satu orang saksi. Belum ada keputusan yang bisa diambil dari sidang tersebut. Rencananya sidang akan dilanjutkan, Selasa (27/1) hari ini. Sidang yang berlangsung di Kantor Bawaslu Gianyar itu dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Sidang tersebut dipimpin Majelis Ketua Bawaslu I Wayan Hartawan dan dua anggota Bawaslu I Wayan Gede Sutirta, S.H. dan Ni Made Sumiari Siartikawati, S.E. Sidang juga diikuti Sekretaris Pemeriksa Ni Luh Supricahayani, S.Sos. Map. Selain itu ada I Putu Vebi Piscayanti sebagai notulen, I Wayan Wiranata sebagai prisala dan I Wayan Wijaya sebagai asisten pemeriksa. Sidang dibuka oleh majelis I Wayan Hartawan dengan agenda menghadirkan saksi dari pihak pelapor, Ni Kadek Sriani. Dalam persidangan itu, perempuan kelahiran tahun 1979 asal Banjar Buruan

ini membenarkan ada kegiatan reses dari anggota DPRD Bali berinisial KD dan DPRD Gianyar berinisial MR pada 4 November 2018 di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Buruan. Di lokasi tersebut, kedua wakil rakyat yang juga caleg untuk Pemilu 2019 ini disebut memberikan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 100 juta kepada PKK Banjar Buruan. Selain memberikan bansos, dua caleg ini juga disebut meminta dukungan, dan membagikan selembaran kartu peserta caleg sebanyak dua lembar kepada masing-masing anggota PKK. Mereka juga disebut melakukan simulasi pencoblosan untuk memilih kedua caleg tersebut. Sementara itu, majelis Wayan Hartawan mengatakan, pelapor I Nyoman Arjawa baru

Bali Post/kmb35

SIDANG - Suasana proses sidang di Kantor Bawaslu Gianyar, Senin (26/11) kemarin. membawa satu orang saksi. Guna mendukung laporan tersebut, pihak Bawaslu menganggap pihak pelapor perlu menghadirkan saksi lagi. “Katanya ada lagi saksi dari pelapor, namun berhalangan hadir

Senin siang ini (kemarin-red),” ujarnya. Hartawan menambahkan, sidang akan dilanjutkan, Selasa (27/11) hari ini dengan agenda pemeriksaan saksi yang diajukan dari pihak pelapor

maupun terlapor. Sementara terlapor dalam sidang Senin kemarin diwakili oleh kuasa hukum. “Dua orang terlapor (caleg - red) tidak hadir, mereka diwakilkan kuasa hukum,” katanya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Warga Desa Padangtegal Tengah, Ubud dikejutkan dengan musibah kebakaran, Minggu (25/11) sore. Api melahap dua bangunan di areal rumah milik A.A. Istri Siram. Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut. Dugaan sementara, kebakaran akibat korban yang berusia 62 tahun ini lupa mematikan kompor saat memasak air. Berdasarkan informasi di lapangan, awalnya korban memasak air yang akan digunakan untuk mandi sekitar pukul 17.30 Wita. Sambil menunggu air tersebut mendidih, korban melakukan aktivitas lain. Sementara itu, kompor ditinggalkan dalam kondisi apinya tetap menyala. Saat korban kembali, api sudah membesar. Bahkan sudah membakar beberapa bagian di dapur tersebut. Korban yang terkejut langsung berteriak minta tolong. Namun api yang makin membesar dengan cepat merembet ke bangunan lain yang mepet dengan dapur tersebut. Di saat yang bersamaan, sejumlah warga membantu memadamkan api. Selanjutnya petugas pemadam kebakaran yang memperoleh informasi langsung menuju lokasi kebakaran. Sebanyak dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.15 Wita. Tidak ada korban dalam musibah tersebut. Namun korban mengalami kerugian material berupa kerusakan dapur dan dua kamar tidur beserta isinya gosong. Kerugian ditaksir mencapai

ratusan juta rupiah. Dikonfirmasi Senin (26/11) kemarin, Kapolsek Ubud Kompol Made Raka membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. (kmb35)

Lupa Matikan Kompor, Dapur dan Kamar Tidur Terbakar

Bali Post/kmb35

MEMADAMKAN - Petugas sedang memadamkan api yang melahap bangunan dapur milik A.A. Istri Siram, Minggu (25/11).

tumbang. Masyarakat harus lebih waspada dan hati-hari,” katanya. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Payangan, Gianyar, Minggu (25/11) malam juga menyebabkan sebuah tiang listrik tumbang di Desa Kerta. Tiang listrik bertegangan tinggi itu tumbang ke jalan raya, hingga menutup akses lalu lintas pada jalur jurusan Denpasar-Gianyar-Bangli. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun proses evakuasi harus dilakukan ekstrahati-hati. Warga di sekitar lokasi sempat ketakutan, karena muncul percikan api dari kebel listrik tersebut. Setelah petugas PLN Gianyar memutus aliran listrik, barulah warga secara gotong-royong berani memindahkan tiang listrik ke pinggir jalan. Perbekel Desa Kerta I Wayan Gunawan mengatakan, proses evakuasi tiang listrik yang tumbang tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, petugas PLN serta masyarakat sekitar. ”Begitu aliran listrik dipastikan sudah mati, barulah petugas BPBD Gianyar dan warga bergotongroyong memindahkan tiang listrik kepinggir jalan,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Gianyar A.A. Gede Oka Digjaya membenarkan terjadinya sejumlah bencana akibat tingginya curah hujan. Dikatakan, sudah menjadi fenomena rutin setiap memasuki musim hujan, bencana tanah longsor dan pohon tumbang akan banyak terjadi di kawasan Gianyar Utara, meliputi Kecamatan Payangan, Tegallalang dan Tampaksiring. “BPBD siap 24 jam menangani bencana. Masyarakat juga kami imbau waspada,” ujarnya. (kmb35)

Peneliti Komisi IX DPR-RI Cek Kesiapan Gianyar

Gianyar (Bali Post) Warga Kabupaten Gianyar yang bekerja di luar negeri cukup banyak. Mereka dipastikan harus mendapat perlindungan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Melihat hal tersebut, Peneliti/Tenaga Ahli Timwas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Komisi IX DPR-RI turun ke Kabupaten Gianyar guna memastikan perlindungan untuk tenaga lokal yang bekerja di luar negeri. Dalam pengecekan itu, Tenaga Ahli Komisi IX DPRRI Aryanti diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar A.A. Dalem Jagadhita di Kantor LTSP Disnaker, Desa Buruan, Gianyar, Senin (26/11) kemarin. Pertemuan juga melibatkan pihak keimigrasian, kepolisian, BNN dan Perusahaan Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) serta OPD terkait. Aryanti mengatakan, kedatangannya ke Gianyar untuk mengecek kesiapan daerah dalam mengimplementasikan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI). Dikatakan, dalam UU ini telah diatur dengan jelas apa yang

menjadi hak dan kewajiban para pekerja migran Indonesia, seperti berhak mendapat pekerjaan sesuai kompetensinya, upah, memperoleh dokumen dan perjanjian kerja hingga berhak memperoleh perlindungan dan bantuan hukum jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Menurut Aryanti, setiap WNI berhak mengadu nasib keluar negeri, asalkan memenuhi syarat yang ditentukan, seperti berusia minimal 18 tahun, memiliki kompetensi, sehat jasmani dan rohani, terdaftar dan memiliki nomor kepesertaan jaminan sosial dan memiliki dokumen lengkap yang dipersyaratkan. Sementara itu, Kepala Disnaker Gianyar A.A. Dalem Jagadhita mengatakan, di Kabupaten Gianyar minat warga untuk berkeja di luar negeri cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data, jumlah tenaga migran di Kabupaten Gianyar pada 2016 sebanyak 601 orang, selanjutnya pada 2017 mencapai jumlah 997 orang dan tahun ini dari Januari hingga akhir Oktober 2018 sudah tercatat sebanyak 641 orang. “Yang paling banyak adalah negara tujuan Turki sebagai pekerja spa atau therapist,” katanya.(kmb35)


JEMBRANA

10

Selasa Umanis, 27 November 2018

Warga Berharap Fasilitas Bermain Anak di Ruang Publik Ditambah Negara (Bali Post) Hingga saat ini penyediaan fasilitas bermain untuk anak di ruang publik dinilai masih kurang. Sejumlah warga pun mempertanyakan fasilitas yang mestinya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah tersebut. Warga berharap seluruh ruang terbuka hijau yang telah dibangun dan ditata bisa dilengkapi dengan wahana bermain anak. Made Kusuma (29) asal Mendoyo mengatakan, pembangunan ruang terbuka masih belum terintegrasi, padahal pemerintah menggalakkan pembanguTERBATAS — Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jembrana yang menyediakan fasilitas bermain untuk anak masih minim. Padahal fasilitas tersebut sangatlah dibutuhkan oleh warga.

Mobil ’’Pick-up’’ Selundupkan Motor Curian

Disembunyikan di Tumpukan Durian Negara (Bali Post) Anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang berjaga di pintu keluar Bali, Senin (26/11) sore mengamankan mobil pick-up L300 penuh muatan durian. Mobil dengan nomor polisi P 8049 Q yang dikemudikan M. Haririn (17) asal Tegalan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Jember ini selain mengangkut durian, juga diduga menyelundupukan sepeda motor curian. Dugaan polisi ternyata benar karena setelah ditelusuri dan dimintai keterangan, sepeda motor Vixion DK 5259 BK ini merupakan motor curian. Pihak pengirim sengaja menyembunyikan motor di tengah tumpukan durian agar tidak terlihat. Selain durian, untuk menutupi bagian belakang mobil itu diselimuti terpal warna biru. Petugas yang curiga dengan mobil yang hendak keluar Bali itu kemudian menghentikan sebelum masuk pelabuhan. Petugas kemudian memeriksa surat kendaraan dan membuka terpal di belakang mobil. Dan memang benar ada sepeda motor di antara tumpukan durian. Setelah diinterogasi, ternyata sopir mobil barang ini sudah berulangkali melakukan tindakan serupa. Dari keterangan pengemudi, dirinya sudah empat kali mengangkut kendaraan dari Denpasar dengan tujuan Jember. Yang terakhir dan ketahuan adalah sepeda motor yang dikirim kemarin itu. Ia mengaku mendapat pesanan pengiriman dari seseorang bernama Ri, seorang buruh bangunan di wilayah Panjer. Dari pengiriman itu, M Haririn menerima ongkos angkut Rp 300.000 hingga Rp 350.000. Untuk mengelabui petugas di pos pemeriksaan, ia menutupi sepeda motor yang diangkut dengan barang-barang lain. Seperti barang pindahan rumah ataupun rongsokan. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa dikonfirmasi kemarin, penangkapan oleh anggotanya di Pos I tersebut berawal dari informasi. Petugas diinformasikan mobil angkut durian yang diduga juga mengangkut sepeda motor curian. Selanjutnya baik barang bukti mobil dan motor serta pengemudi diserahkan ke Polsek Kuta Selatan. (kmb26)

Bali Post/kmb26

Periksa Mobil – Petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk memeriksa mobil pick-up yang mengangkut sepeda motor yang disinyalir hasil curian. Untuk mengelabui petugas, motor ditaruh di tengah-tengah durian.

Telepon Penting jembrana RSU Negara

(0365)41006/41806

Pemkab Jembrana

(0365) 41210

DPRD Jembrana

(0365) 41039

KODIM 1617 Jembrana (0365) 41025 KPU Jembrana

(0365) 3944

Kejari Negara

(0365) 41165

Piket Kejari Negara

(0365) 41164

Piket PN Negara

(0365) 41204

TNBB Koramil Negara

(0365) 41173/61060 (0365) 41013

Kelurahan Gilimanuk (0365) 61038 Kantor BPN

(0365) 41135

Kantor Agama

(0365) 41087

Kantor Camat Negara (0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya (0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan (0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo (0365) 42443 Polsek Kota Negara 087762879788

nan ruang terbuka hijau. “Kenapa tidak sekalian dibangun fasilitas untuk anak. Apalagi pembangunan di desa dan kelurahan, seharusnya sekalian disediakan,” tandasnya. Budi Bangsawan (43), warga Pekutatan, mengatakan sangat perlu adanya fasilitas bermain yang aman bagi anak pada ruang-ruang publik. Menurutnya, wahana bermain anak sangat d i p e r l u k a n k a r e n a k etika orangtua olahraga, anaknya bisa bermain dengan aman. “Sekarang baru di tower saja ada tempat bermain. Itu pun masih terbatas,” jelasnya. Kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kabupaten Jembrana I Wayan Darwin menyatakan, sepengetahuan pihaknya baru dua lokasi ruang terbuka hijau yang sudah dilengkapi fasilitas

bermain anak, yakni di Gedung Kesenian Bung Karno dan di Lapangan Umum Gilimanuk. Pihaknya mengakui penyediaan fasilitas bagi anak-anak sangat penting sehingga wajib diadakan karena ruang terbuka hijau di samping fungsi rekreasi dan edukasi, infrastrukturnya juga harus ramah anak. Diakui saat ini ketersediaan RTH di Jembrana belum maksimal. Dimana seharusnya kabupaten seperti Jembrana ada 40 persen RTH, tapi dengan luasan wilayah Jembrana, saat ini baru tersedia 20 persen. Pihaknya mengaku akan melengkapi RTH yang ada saat ini dengan fasilitas ramah anak termasuk wahana bermain. Ke depan katanya di setiap RTH secara bertahap akan dilengkapi fasilitas untuk anak-anak. Selain ramah anak juga harus ramah bagi difabel. (kmb)

Pembangunan Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan

Pembayaran kepada Subkontraktor Tak Ada Kepastian Negara (Bali Post) Keinginan sejumlah subkontraktor proyek pembangunan Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan di Pengambengan agar jasa mereka dibayar nampaknya belum ada kejelasan. Meskipun sejumlah subkontraktor dari PT Sartonia Agung, pelaksana proyek yang kontraknya sudah diputus pihak KKP, sempat mengadukan masalah ini ke DPRD Jembrana dan bersurat ke Bupati Jembrana, namun belum ada keputusan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa, Senin (26/11) kepada wartawan mengatakan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan terkait permasalahan pembayaran material yang dipasok subkontraktor untuk PT Sartonia Agung. Sebab, hal tersebut merupakan kewenangan dari KKP. Diakui para subkontraktor yang sebagian besar dari Jembrana itu sempat mengirimkan surat kepada Bupati Jembrana guna difasilitasi terkait pembayaran. Terkait hal tersebut, pemerintah daerah hanya bisa membantu koordinasi dengan KKP. Di samping itu, dalam per-

masalahan ini posisi subkontraktor agak lemah karena tidak diketahui oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) KKP. Namun demikian, Dinas bersama DPRD Jembrana telah mengagendakan ke KKP guna membahas permasalahan subkontraktor ini. Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama mengatakan, dengan adanya pertemuan itu diharapkan permasalahan ini bisa selesai. Artinya pihak PT Sartonia Agung yang saat ini sudah diputus kontrak bisa membayar tunggakan terhadap subkontraktor. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kedatangan sejumlah sub-

kontraktor material dan alat pembangunan Politeknik KP Jembrana. Salah seorang subkontraktor asal Pengambengan, Salim saat itu mengharapkan mereka bisa ditemukan langsung dengan pihak KKP selaku pengguna jasa dan kontraktor PT Sartonia Agung sehingga ada kejelasan. Sejak awal pihak KKP sudah berjanji akan mempertemukan dengan kontraktor itu. Tetapi tidak ada kejelasan, sehingga mereka tambah resah. Para subkontraktor ini juga menunjukkan bukti kontrak kerja dengan PT Sartonia Agung yang saat ini sudah diputus kontrak. Nilai sisa pembayaran yang belum terbayar hingga miliaran rupiah.

Bali Post/kmb26

MINTA KEPASTIAN– Sejumlah subkontraktor proyek pembangunan Kampus Politeknik KP yang belum lama ini mendatangi DPRD Jembrana. Mereka mengharapkan dapat dipertemukan dengan pihak rekanan PT Sartonia Agung untuk mendapatkan kepastian soal pembayaran. Hingga saat ini, pengerjaan Polteknik KP masih berlangsung dilanjutkan perusahaan lain, yakni PT Bianglala Bali. Sebelumnya PT Sartonia Agung selaku pemenang tender senilai Rp 44,3 miliar diputus kontrak

oleh KKP lantaran pekerjaan tidak rampung sesuai waktu kontrak. Meskipun ada penambahan waktu hingga tiga bulan, pengerjaan juga belum mencapai progres yang diharapkan. (kmb26)

Pertamina DPPU Ngurah Rai Serahkan Jalak Bali ke TNBB

SEBAGAI wujud kepedulian terhadap ekosistem di Bali, PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian burung Jalak Bali di habitat aslinya, Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Pertamina DPPU Ngurah Rai bersama Yayasan Bali Kasih, Senin (26/11) kemarin bertempat di Labuan Lalang menyerahkan burung Jalak Bali hasil penangkaran. Sebanyak empat ekor hasil penangkaran masyarakat di Sibang Kaja ini diserahkan untuk nantinya dilepasliarkan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Senior Supervisor Receiving, Storage & Distribution Pertamina DPPU Ngurah Rai, Reffly SB. Tumewan kepada Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Dirjen KSDAE Indra Exploitasia didampingi Kepala Balai TNBB Ngurah Agus Krisna. Reffly menyebutkan penyerahan burung hasil penangkaran masyarakat Sibang ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap ekosistem di Bali, khususnya burung Jalak Bali. “Kita menyumbangkan burung Jalak Bali ini kerja sama dengan masyarakat Sibang. Harapannya dengan kontribusi ini, kita bisa membantu lingkungan Bali,” ujarnya. Ke depannya, Reffly

berharap burung yang masuk kategori langka ini bisa terjaga dengan baik. Terutama di kawasan endemiknya, yakni kawasan Bali Barat. Ketua Yayasan Bali Kasih, Gede Suarta mengatakan, burung Jalak Bali yang diserahkan ke TNBB ini merupakan hasil penangkaran konservasi Jalak Bali di Sibang Kaja. Sejak 2016 lalu, Yayasan Bali Kasih melakukan pendampingan penangkaran dari awalnya 18 ekor sekarang sudah 52 ekor. “Sebagian juga sudah kita sebarkan ke masing-masing kelompok masyarakat di Sibang. Sekarang kita juga ingin melepasliarkan bekerja sama dengan TNBB,” ujarnya. Harapannya, agar populasi burung Jalak Bali yang merupakan satwa endemik Bali Barat ini bisa lebih banyak di alam liar. Di samping membantu program pemerintah dalam konservasi satwa langka. Selain penangkaran Jalak Bali, Yayasan juga memberikan pendampingan dalam penyediaan pakan burung menggunakan limbah makanan. Salah satunya pakan berbahan limbah Kepiting. Masyarakat diajarkan agar bisa mandiri menyediakan pakan memanfaatkan limbah di sekitar lokasi. “Kebetulan ada Kampung Kepiting yang merupakan binaan Pertamina

JALAK BALI – Wakil Kepala Pertamina DPPU Ngurah Rai menyerahkan empat ekor burung Jalak Bali kepada TNBB. Burung tersebut merupakan hasil penangkaran masyarakat Sibang Kaja yang merupakan binaan Pertamina. juga. Olahan limbah kepiting itu baik untuk sumber mineral dan memperindah warna bulu burung,” pungkasnya. Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna mengatakan, pelepasliaran ini merupakan salah satu upaya melestarikan burung langka ini. Dalam pelepasliaran kemarin total ada 30 ekor dari kandang habituasi di tiga lokasi. Yakni 8 ekor di Labuan Lalang, 10 ekor di Cekik, dan 12 ekor di Brum-

bun. Pelepasliaran di Labuan Lalang merupakan seremonial melepas secara simbolis burung Jalak Bali di alam. Berdasarkan hasil monitoring burung Jalak Bali yang dilakukan terakhir terdapat 141 ekor burung yang hidup liar di alam. Dengan adanya pelepasliaran ini maka akan menambah lagi jumlahnya. Termasuk kontribusi dari Pertamina melalui penangkaran burung oleh masyarakat.(ad1030)

Kebun Raya Jagatnatha

Proyek Prestisius yang Dibayangi Molornya Waktu Pengerjaan Kebun Raya (KR) Jagatnatha mulai dibangun Agustus 2016 lalu merupakan proyek prestisius jajaran pimpinan di Pemkab Jembrana. Hanya saja pembangunan yang dirancang berlangsung selama 3 tahun tersebut nyaris selalu dibayangi molornya waktu pengerjaan. Bahkan hingga mendekati waktu launching, yakni akhir 2018 nanti, ternyata masih ada sejumlah pengerjaan yang belum rampung. Adakah kebun raya yang menelan dana APBN dan APBD puluhan miliar rupiah tersebut tidak direncanakan dengan matang? Untuk kabupaten/kota di Bali, Jembranalah yang paling pertama mengajukan usulan membangun kebun raya yang dikelola pemerintah daerah. Keinginan pemkab di bawah pimpinan Bupati I Putu Artha ini disambut baik oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai pihak yang diberikan kewenangan berdasarkan undangundang mengawasi pembangunan kebun raya. Maka pada bulan November 2015, Pemkab Jembrana dan LIPI menandatangani MoU

pembangunan sebuah Kebun Raya yang diberi nama Kebun Raya Jagatnatha. Nampaknya pertimbangan pemberian nama Jagatnatha karena lokasinya yang menyatu dengan Pura Jagatnatha Jembrana, persis di sebelah timur civic centre. Dengan ditandatanganinya MoU antara Bupati Artha dengan Kepala LIPI Iskandar Zulkarnaen, Pemkab Jembrana dapat mengajukan proposal bantuan dana pembangunan ke Kementrian PUPR. Artinya, pembiayaan akan di-support dari

APBN. Dari informasi yang beredar di media massa, pembangunan kebun raya yang berlokasi di pinggir jalan utama penghubung Gilimanuk- Denpasar ini dibiayai dari APBN sebesar Rp 30 miliar. Ini belum anggaran pembangunan keseluruhan karena masih ada juga menggunakan dana dari APBD. KR Jagatanatha layak disebut proyek prestisius karena direncanakan memiliki keunikan dibandingkan kebun raya lainnya. Pertama, karena lokasi kebun raya yang berada di pusat kota bahkan di jalur utama jalan nasional. Kedua, KR Jagatnatha akan memiliki koleksi tanaman yang tematik, yakni mengkhususkan diri untuk tanaman upakara dan usadha (pengobatan tradisional Bali). Ketiga, KR yang dibangun di areal seluas 5,8 hektar ini dilengkapi tembok dengan relief unik yang memiliki nilai seni. Keunikan KR Jagatnatha diakui Kepala Pusat Konservasi Tumbu-

han Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko saat bertemu jajaran Pemkab Jembrana beberapa bulan silam. Didik meyakini, jika KR Jagatnatha ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Jembrana. Namun, keinginan membangun kebun raya yang monumental nampaknya tidak disertai perencanaan yang matang. Pengerjaan sejumlah bangunan fisik selalu dibayangbayangi keterlambatan atau molor dari waktu yang telah ditetapkan. Seperti pengerjaan wantilan dan tembok keliling yang dihiasi relief bernilai seni yang harusnya rampung Oktober 2018 lalu, hingga akhir November baru rampung 93 persen. Ini jelas melampaui batas waktu lebih dari sebulan. Berita soal waktu pengerjaan yang molor juga terjadi di tahun 2017 lalu. Pengerjaan pagar pembatas mengelilingi KR Jagatnatha, pembangunan bangunan bertingkat melebihi batas waktu perjanjian

kerja. Alasannya karena bahan yang digunakan berupa batu lahar dari Karangasem dan juga dari Lombok pengirimannya tersendat. Sesuai ketentuan, rekanan yang mengerjakan proyek terkait menurut keterangan pemkab telah dikenai sanksi penalti. Pada keterlambatan yang terjadi proyek tahun 2018 ini rekanan konon didenda Rp 10 juta lebih per hari karena nilai proyeknya Rp 10.232.942.000. Selain bangunan fisik yang molor, pengerjaan KR Jagatnatha juga dibayang-bayangi masalah matinya sejumlah tanaman. Yang ironis adalah terkesan adanya pembiaran dari rekanan terkait matinya tanaman tersebut. Meski pihak pemkab menyatakan, bahwa rekanan diwajibkan untuk mengganti tanaman yang mati, tentu masalahnya adalah pada waktu launching yang makin dekat, sementara tanaman yang harusnya telah tumbuh diganti dengan yang masih kecil. (ata)


Selasa Umanis, 27 November 2018

Karangasem

11

PDAM Bangun 1.500 Sambungan

Amlapura (Bali Post) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berencana membangun 1.500 sambungan. Program itu dilakukan untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2019 mendatang. Sejauh ini, pihak PDAM telah memerintahkan kepala desa mensosialisasikan program ini kepada warganya. Direktur PDAM Karangasem Gusti Made Singarsi, Senin (26/11) kemarin mengungkapkan, pihaknya memang

berencana membangun 1.500 sambungan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ada di seluruh kecamatan. Dia berharap, kepala desa/ lingkungan bisa mengoordinasikan dan mengimbau kepada warganya. “Kita sudah sampaikan kepada kepala desa. Kami persilakan warga yang ingin mendaftar program MBR ini,” ujarnya. Setelah ada yang mendaftar, kata Singarsi, pegawai PDAM nantinya akan melakukan pengecekan ke lokasi.

Bila petugas menyatakan pemohon itu layak, selanjutnya dilakukan verifikasi oleh konsultan guna memastikan mereka itu bisa diterima. Kalau dinyatakan sudah lolos, nama pemohon itu akan diajukan ke pusat. ‘’Setelah terpasang kembali dilakukan pengecekan. Administrasi diperiksa oleh konsultan BPKP provinsi untuk proses pengajuan dana hibah ke pusat melalui kementerian PU. Kementerian Keuangan lalu memproses keluarnya dana hibah itu kepada Pem-

kab Karangasem,” ujarnya. Biaya penyambungan itu kata Singarsi, Rp 900 ribu. Biaya sebesar itu sebetulnya jauh lebih murah dibandingkan biaya normal yang mencapai Rp 2.300.000 hingga Rp 2.500.000. Hanya warga yang berpenghasilan rendah yang bisa mendaftar, dengan tegangan listrik kurang dari 1.300 VA atau tidak memiliki listrik. “Syarat pendaftaran disiapkan KTP, nomor telepon, dan lokasi permohonan,” katanya.

Pihaknya belum menghitung, karena itu Singarsi belum tahu jumlah warga yang sudah mendaftarkan diri. ‘’Namun, sudah banyak warga di desa berminat pelayanan ini. Pendaftaran dibuka hingga Maret 2019. ‘’Kita masih menunggu surat rekomendasi pemda, berapa besar sebetulnya dana hibah itu diberikan ke PDAM,” jelas Singarsi. (kmb41)

Pemilik Mobil Mewah Tak Taat Bayar Pajak

Amlapura (Bali Post) Banyak masyarakat yang memiliki mobil mewah di Karangasem tak taat membayar pajak. Dari data yang diperoleh di KUPT Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali (Kantor Samsat Karangasem), dari 76 mobil mewah, baru 12 unit yang melunasi wajib pajak. Kepala KUPT Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali (Kantor Samsat Karangasem) I Ketut Yasa Suarsana mengatakan hal itu, Senin (26/11) kemarin.

Bali Post/kmb41

KADIS SOSIAL – Kadis Sosial Ketut Puspa Kumari (kiri) didampingi Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Ni Luh Sriasih.

Menurutnya, masih banyak yang tidak taat membayar pajak terutama mobil yang punya nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) di atas Rp 500 juta. Buktinya dari 76 unit kendaraan mewah yang dimiliki para orang kaya yang tersebar di delapan kecamatan itu, sampai saat ini, baru 12 unit yang sudah melunasi wajib pajaknya. Sedangkan, sisanya belum melakukan

pembayaran pajak kendaraan sama sekali. Alasan pun memang beragam. Seperti pengaruh ekonomi lesu pasca-erupsi Gunung Agung. “Lucunya, hal itu ada di delapan kecamatan. Namun, petugas kita terus turun menemui para pemilik kendaraan itu. Bahkan, kita melibatkan Kepala Dusun tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dari 76 unit kendaraan mahal itu, terhitung nilai pajaknya Rp 770.944.300. Namun hingga Senin (26/11) kemarin, tercatat 31 kendaraan masih dikuasai pemiliknya, 36 unit sudah terjual, 5 unit pindah alamat, 4 unit rusak. Dari jumlah itu tercatat 12 unit kendaraan mewah yang sudah melunasi pajaknya. Nilai pajak yang diakumulasikan Rp

148 juta lebih. “Dari pola door to door yang kita lakukan, 11 pemilik dari 11 unit kendaraan mewah yang ada, mereka sudah berjanji melunasi pajak kendaraannya sampai batas akhir pemutihan 14 Desember, bulan depan,” terangnya. Tak hanya kendaraan mewah, pihaknya juga mengejar kendaraan kelas menengah dengan NJKB Rp 300 juta ke atas. Tercatat sampai saat ini ada 119 kendaraan yang belum melunasi pajaknya dengan nilai pajak Rp 550. 661.000. ‘’Dari jumlah itu baru 10 unit yang melunasi pajak,’’ ujarnya. (kmb41)

Jabatan Kesbangpolinmas Sepi Pelamar

Bantuan Beras Sejahtera Distop, Waktu Pendaftaran BPNT Diharapkan Cair Desember Diperpanjang Tiga Hari

Amlapura (Bali Post) Program bantuan rastra – beras sejahtera -- kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak lagi digulirkan alias distop. Pasalnya, mulai awal Desember 2018, Dinsos berencana menerapkan Bantuan Pangan NonTunai (BPNT). Kadis Sosial Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari mengatakan hal itu, Senin (26/11) kemarin. Menurutnya, per 1 November 2018, pihaknya tidak lagi menerapkan bantuan rastra kepada KMP. Alasannya, sejak November dana bantuan tunai sudah mulai masuk dari pemerintah pusat. Hanya, sampai saat ini, pihaknya belum bisa mencairkan bantuan itu melalui BPNT. Pasalnya, perlu dilakukan verifikasi dan validasi untuk mencairkan BPNT itu sehingga tidak memunculkan permasalahan di kemudian hari. ‘’Sejauh ini, masih dilakukan verifikasi dan validasi terkait pembukaan buku rekening terhadap calon

penerima BPNT,’’ ujarnya. Seharusnya, November ini mulai diterapkan BPNT. Akan tetapi, kita belum bisa menerapkan hal itu lantaran tim masih melakukan verifikasi dan validasi termasuk menunggu pembukaan buku rekening calon yang nantinya selaku penerima di masing-masing desa. Ada sejumlah desa masih sedang proses administrasi. Karena itu, bantuan BPNT bulan Maret belum bisa dicairkan. Mudah-mudahan akhir November sudah selesai dilakukan verifikasi. ‘’Sehingga pencairan BPNT bisa diberikan Desember,” ucapnya. Dalam melakukan verifikasi dan validasi itu, kata Pusp a Kumari, memang ada beberapa kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Salah satu hambatannya, warga tidak bisa hadir akibat sakit, sehingga tidak dapat mengikuti verifikasi. ‘’Satu petugas disiapkan melakukan verifikasi di masing-masing desa. Warga

yang tidak bisa hadir kita datangi langsung ke rumahnya. Dengan cara itu proses verifikasi bisa lebih cepat,” jelas Puspa Kumari. Jumlah KPM yang berhak menerima BPNT dari jumlah data dari Bank BRI 22.661. Mereka membuka buku rekening tabungan dari jumlah total KPM penerima 22.771 orang. Sisanya gagal dibukakan buku rekening tabungan, akibat alamatnya tidak sesuai. Penerima BPNT nanti akan mendapat bantuan Rp 110 ribu per bulan. Yang punya kartu gesek berupa ATM dapat ditukarkan di e-warong di masing-masing desa. Satu e-warong dapat melayani 200-250 warga. “Nanti warga bisa menukarkan uang itu dengan mengambil beras dan telur. Barang yang disediakan di e-warong itu hanya berupa beras dan telur. Namun, bagi yang tidak mengonsumsi telur, mereka bisa menukarkan dengan beras saja,” ujarnya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Pendaftaran pengisian jabatan lowong Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) masih sepi pelamar. Karena alasan itu, waktu pendaftaran kemudian diperpanjang hingga tiga hari ke depan. Sekda Karangasem Gede Adnya Mulyadi mengatakan, Senin (26/11) kemarin, waktu pendaftaran seharusnya sampai 23 November dipotong hari libur. Namun, sampai saat ini, baru dua orang saja yang melamar untuk menempati posisi itu. Karena peserta minim, maka waktu pendaftaran diperpanjang tiga hari hingga 28 November. “Waktu pendaftaran diperpanjang karena sampai saat ini baru dua orang yang mendaftar. Paling tidak minimal ada tiga orang kandidat,” ujarnya. Adnya Mulyadi mengatakan, pihaknya tidak tahu pasti jabatan itu sepi peminat. Padahal sudah disampaikan ke masing-masing pihak terkait. Panitia seleksinya (Panselnya)

ada lima orang yang berasal dari perguruan tinggi, BKD, dan Sekda sendiri. “Tapi kita belum tahu apa penyebab baru dua orang saja yang mendaftar. Mungkin mereka lagi menyiapkan visi dan misi. Nanti pasti akan ada pelamar lainnya,” ujar Mulyadi. Disinggung isu yang beredar sudah ada kandidat yang menempati jabatan itu, sehingga pelamar lainnya enggan mendaftar. Namun, Mulyadi membatah dengan tegas, dikatakan tidak ada desain seperti itu. Dari informasi yang dihimpun, disebutkan sudah ada nama-nama yang akan ditunjuk menempati posisi tersebut. Bisa jadi, karena itu beberapa tokoh pejabat enggan ikut melamar. “Dulu, saya sempat ikut, tetapi tidak masuk. Makanya saya tidak ikut melamar lagi. Bagus kalau tes itu dilakukan transparan. Sehingga kita tahu kualitas dan kemampuan calon pelamar. Jika santer ada

isu sudah ada nama yang akan menempati pos itu, pasti orang berpikir untuk ikut,’’ jelas pejabat yang namanya enggan dikorankan. (kmb41)

Tingkatkan Kunjungan

Wisata Pondok Edelweis Ditata Lebih Apik Objek Wisata Pondok Edelweis di Banjar Temukus, Desa Besakih, Rendang sudah mulai dikenal masyarakat luas. Pascadibuka setahun lalu, objek wisata yang menawarkan keindahan alam itu mulai ramai dikunjungi. Tak hanya warga asal Karangasem, juga sejumlah warga di luar daerah ingin tahu lebih dalam tentang objek wisata itu. Guna meningkatkan jumlah kunjungan, pihak pengelola terus melakukan penataan objek itu secara apik, agar terlihat lebih indah dan memesona. Bagaimanakah model penataan itu dilakukan?

Bali Post/kmb41

WISATA ADELWEIS - Pengelola Objek Wisata Pondok Edelweis terus melakukan penataan untuk meningkatkan jumlah kunjungan.

BIDANG Riset dan Pengembangan Objek Wisata Pondok Edelweis I Nengah Sueca mengungkapkan, sejak mulai dibukanya Objek Wisata Pondok Edelweis itu setahun lalu, memang pengunjung yang datang lumayan ramai setiap harinya. Rata-rata pengunjung yang datang ada pada kisaran seratus pengunjung. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Karangasem, namun banyak juga dari luar daerah. Mereka bukan saja ingin menikmati kebun edelweis itu, juga udara sejuk, bersih, dengan bentang pemandangan luas, serta kebun indah. Karena itu, tidak heran para pengunjung bisa berlama-lama menikmati keindahan alam yang ditawarkan di sana. “Pengunjung biasanya ramai ketika liburan. Demikian juga ketika hari raya keagamaan seperti Galungan dan Kuningan, relatif ramai tamu yang berkunjung,’’ ujarnya. Objek yang ditawarkan kata Sueca, adalah keindahan panorama alam Gunung Agung, gugusan perbukitan, kebun edelweiss, dan taman kebun marigold. Selain bunga edelweis, juga hamparan tanaman edelweis yang luas, panggung edelweis, balingbaling edelweis, dan pondok edelweis. Pihaknya mengusung jargon White Valley Eternity yang menjadi daya tarik kalangan milenial.

“Kita masih terus lakukan penataan objek wisata itu. Penataan itu sangat penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Bahkan saat ini, kita menambah spot selfie, termasuk pengembangan areal kebun utama dan penataan kawasan kuliner,” katanya. Ke depannya tim pengelola kata Sueca, akan melakukan kerja sama dengan beberapa pengusaha pariwisata. Seperti yang sudah dilakukan kerja sama dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Bali terkait promosi kawasan wisata. Pada bulan November akan ada pula pasar edelweis yang sudah dirancang bersama GenPi Bali. Kegiatan itu diharapkan dapat menarik perhatian pengunjung. Selain itu, pihaknya juga selalu mengembangkan objek wisata yang berbasis kearifan lokal sehingga memiliki daya tarik yang berbeda dengan objek wisata lainnya. “Promisi sudah kita lakukan. Seperti terlibat dalam event pameran secara langsung, promosi melalui jejaring sosial dan kerja sama dengan pihak pemerintah daerah dan pariwisata. Termasuk melakukan promosi secara digital. Bahkan mengikuti kegiatan pameran terkait pariwisata. Yang paling utama melakukan peningkatan pelayanan prima terhadap pengunjung,” tegas Sueca. (eka)


KLUNGKUNG

12

Selasa Umanis, 27 November 2018

SOSOK Siap Berangkat ke Solo Cabang olahraga panjat tebing menjadi salah satu andalan Klungkung dalam berbagai kejuaraan. Meski menjadi andalan, KONI Klungkung terus memberi ruang kepada para atletnya untuk berkompetisi di luar meningkatkan kompetensinya agar semakin memiliki daya saing dan memotivasi generasi berikutnya untuk tumbuh. Demikian disampaikan Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia, Minggu (25/11) lalu, terkait dua atlet panjat tebing Klungkung yang bergabung dengan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Provinsi Bali, guna mewakili provinsi di ajang Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Jateng pada 27 November sampai 2 Desember nanti. Ada dua atlet panjat tebing Klungkung yang bergabung dengan FPTI Provinsi Bali. “Mereka akan membela Bali pada ajang itu. Saya berharap keduanya mampu meningkatkan performa di sana dan menjadi juara. Ini akan memberi kesan penting dalam persiapan atlet lain menyongsong Porprov Bali 2019,” tegas Subamia. Dengan dikirimnya atlet panjat tebing Klungkung, menurut Subamia, semakin menambah keyakinan dan rasa percaya diri atlet panjat tebing Klungkung lainnya untuk mampu berbicara di event kejuaraan yang lebih tinggi tidak stagnan pada level provinsi. Oleh karena itu, dia mendorong agar FPTI Klungkung semakin termotivasi membina atletnya untuk terus bertumbuh dan memiliki daya saing. (gik)

Jelang Porprov Bali 2019

Seluruh Atlet Mulai Fokus Latihan

Semarapura (Bali Post) Menjelang Porprov Bali 2019, seluruh atlet Klungkung mulai fokus latihan di GOR Swecapura Klungkung mulai Minggu (25/11) lalu. Para atlet termotivasi untuk tampil lebih maksimal dan meningkatkan prestasi. Pada kesempatan ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung menyerahkan dana motivasi kepada sejumlah atlet peraih prestasi selama tahun 2018. Porprov Bali akan berlangsung 3 hingga 19 September 2019 di Kabupaten Tabanan. Porprov Bali mengambil tema “Sport, Tourism, and Culture” melibatkan sekitar 6.000 peserta. Terdapat 36 cabor yang akan dipertandingkan dan dua cabor ekspedisi yang pertandingannya akan tersebar di sembilan kecamatan di Tabanan. “Kami berharap nanti ada kejutan dari Klungkung di Tabanan,” kata Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia. Dalam kegiatan latihan bersama, ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga dilakukan sejumlah tes. Di antaranya Tes Kelincahan, Tes VO2 Max, Tes Kecepatan, Tes Daya Ledak Otot Tungkai, Tes Daya Tahan Otot Lokal (Push Up, Sit

Up dan Squat Jump) serta tes Keseimbangan. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dan perkembangan kondisi fisik atlet. Para pelatih berasal dari Binpres Litbang KONI Klungkung. Sedangkan sebanyak 28 atlet prioritas untuk proyeksi Porprov Bali 2019, didatangkan pelatih John Seran yang merupakan mantan atlet jalan cepat Klungkung, peraih emas empat kali. Pemberian dana motivasi merupakan bentuk penghargaan kepada para atlet, agar terus termotivasi berbuat maksimal untuk Klungkung. Kepada para atlet yang belum mampu menyumbangkan prestasi, Wayan Subamia mengingatkan untuk tidak berkecil hati, dan terus berlatih. Menurutnya, KONI Klungkung akan selalu memantau perkembangan para altet serta akan terus mendukung ke mana pun atlet akan bertanding dan mengantarkan ke jenjang lebih tinggi. Sementara itu, Wakil Ketua KONI Dewa Ketut Wirata menambahkan, tercatat sebanyak 38 atlet menerima dana motivasi ini. 38 atlet ini terdiri dari 7 orang untuk kategori anak dan 31 kategori senior. (kmb31)

PENGARAHAN - Para atlet saat mendapat pengarahan dalam latihan bersama di GOR Swecapura Klungkung serangkaian persiapan Porprov Bali yang akan berlangsung 3 hingga 19 September 2019 di Kabupaten Tabanan.

TIMPA RUMAH - Pohon kelapa tumbang menerjang rumah Ketut Suwesen di Desa Tegak, Klungkung.

Pohon Kelapa Timpa Rumah Ketut Suwesen di Tegak

Semarapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang menumbangkan pohon kelapa di Banjar Kelod Kangin, Desa Tegak, Senin (26/11) kemarin. Akibatnya, pohon tumbang menerjang rumah Ketut Suwesen (70), hingga atapnya hancur. Beruntung, peristiwa ini tidak sampai mengancam keselamatan penghuni rumah. Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, jajarannya bergegas ke lokasi melakukan penanganan, setelah menerima laporan masyarakat setempat melalui call center. Menurut penghuni rumah, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 wita, saat hujan lebat disertai angin kencang melanda

Klungkung. BPBD Klungkung langsung mengerahkan 10 anggota TRC BPBD Klungkung dibantu beberapa warga setempat untuk melakukan penanganan. BPBD menggunakan dua unit mobil rescue dan operasional, serta dua unit gergaji mesin, untuk memotong batang pohon

dan membersihkannya dari atap rumah Ketut Suwesen. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian jutaan rupiah. Memasuki musim hujan, pepohonan di sekitar akses jalan umum maupun di sekitar rumah mulai membahayakan. BPBD Klungkung memperingatkan agar me-

waspadai bencana pohon tumbang saat terjadi hujan lebat. Sebab, belakangan peristiwa ini sudah semakin sering terjadi. Sebelumnya, pohon kelapa menghantam rumah Nyoman Sudarta (32), warga Banjar Tengah, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan belum lama ini. Bagian atap hingga tembok rumahnya langsung hancur. Beruntung, pemilik rumah bisa selamat dari peristiwa tersebut. Pohon tumbang juga pernah terjadi di Banjar Dinas Buayang,

Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Melihat situasi demikian, BPBD Klungkung mengimbau agar masyarakat selalu waspada apalagi kalau sedang di jalan. Bahaya longsor dan pohon tumbang serta banjir bandang, akan selalu mengancam. “Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Kalau ada pohon yang dekat dengan rumah, agar bisa dipangkas untuk menghindari kerugian yang lebih besar,” katanya. (kmb31)

Bulan Tertib Lalu Lintas, Penindakan Ditingkatkan Semarapura (Bali Post) Spanduk tertib berlalu lintas mulai terpasang di sejumlah jalur utama Kota Semarapura, Senin (26/11) kemarin. Sat Lantas Polres Klungkung ingin menyampaikan pesan, agar pengguna jalan meningkatkan ketertiban berlalu lintas. Khusus pada bulan tertib berlalu lintas ini, Sat Lantas Polres Klungkung akan meningkatkan proses penindakan. Langkah Sat Lantas Polres Klungkung ini sebagai bentuk upaya kampanye Program B12 Program 6 Quick Wins. Pemasangan spanduk oleh Personel Sat Lantas Polres Klungkung dipimpin langsung KBO Sat Lantas Iptu I Gusti Ngurah Sutarka. “Kami ingin memberikan penekanan kepada pengguna jalan agar lebih baik dalam berlalu lintas, sehingga terciptanya kamseltibcarlantas,” kata Kasat Lantas AKP Taufan Rezaldi. Di samping itu langkah ini juga sebagai tindak lanjut target pelaporan B12 Program 6 Quick

Wins dari rencana aksi bulan tertib lalu lintas secara tematik. Di mana, polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik. Maka, dalam rencana aksi ini, Sat Lantas Polres Klungkung bertindak sebagai satker pendukung rencana aksi. Implementasinya, akan terlihat dengan terlaksananya program tertib lalu lintas di jalan umum dengan prioritas penindakan, khususnya pada pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm SNI, dan pelanggaran penggunaan lampu isyarat rotator. Penindakan diambil karena pelanggaran-pelanggaran tersebut tak kalah serius berakibat terenggutnya nyawa korban di jalan raya. “Spanduk sebagai tindakan preventif. Setelah itu, tetap dilakukan penindakan. Kalau bentuk imbauan tak diindahkan, maka selanjutnya tentu penindakan tegas,” kata Kasat Taufan Rezaldi. (kmb31)

SPANDUK - Sat Lantas Polres Klungkung saat melakukan pemasangan spanduk. Sat Lantas Polres Klungkung ingin menyampaikan pesan agar pengguna jalan meningkatkan ketertiban berlalu lintas.

Desa Wisata Paksebali

Dikelola BUMDes, Integrasikan Pengelolaan Sampah dan Pasar Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, dengan segala potensinya, mulai dikembangkan sejak setahun terakhir. Salah satunya karena keberadaan objek wisata Kali Unda dengan destinasi tirai air terjunnya. Objek ini selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun pecinta fotografi, termasuk pasangan pengantin yang melakukan foto prewedding. Desa Paksebali memiliki potensi alam, budaya dan seni tersendiri. Potensi ini kemudian dikemas menjadi wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Kami ingin mengembangkan destinasi wisata berbasis lingkungan, dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah dan pasar,” kata Perbekel Desa Paksebali Putu Ariadi usai launching Desa Wisata Paksebali, di Resto Kali Unda, Senin (26/11) kemarin. Dengan melihat potensi di desa, pihaknya ingin menjadikan sebuah wisata yang berkembang menjadi wisata berbasis lingkungan yang menjadi satu kesatuan destinasi

wisata lainnya. Formulasi inilah yang akan dikembangkan dalam perjalanan desa wisata ini. Aspek pariwisata diharapkan mampu memberikan dampak terhadap kepentingan lingkungan, sekaligus memaksimalkan potensi pasar desa sehingga tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjaga nilai kearifan lokal yang menjadi keunikan tersendiri bagi desa. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyatakan, dengan segala potensi dan kekurangan yang ada, pihaknya lega Desa Paksebali telah berani memulai. Namun, dia menegaskan, langkah strategis yang diambil Desa Paksebali ini tidak cukup dilakukan oleh perbekel dan jajarannya saja. Tetapi harus didukung oleh semua komponen masyarakat. “Kita juga akan dukung penuh desa wisata ini. Desanya serius, saya juga lebih serius,” ucapnya. Menurut Bupati, launching tentu bukan segala-galanya dari tujuan desa wisata. Tetapi ini adalah awal dari sebuah cita-cita besar yang dilakukan untuk menjadi desa wisata

yang hebat. Pihak desa diharapkan bisa menggali semua potensi yang ada, sehingga akan menimbulkan multiplier effect, baik kepada UMKM, petani, pengerajin dan sebagainya. “Semua potensi agar digali sehingga menimbulkan multiplier effect ke semua komponen masyarakat,” ujar Bupati Suwirta. Acara peluncuran Desa Wisata Paksebali dimeriahkan penampilan tari maskot Desa Paksebali berjudul “Subali”. Dimana diceritakan desa ini dahulu bernama Desa Subali. Dikaitkan dengan tokoh pewayangan Subali, yang mempunyai karakter gagah berani, bijaksana dan penuh wibawa. Desa Subali lama-kelamaan menjadi Desa Paksebali. Hadir pula dalam kesempatan itu, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, anggota DPRD Klungkung A.A Sayang Suparta dan Ketut Juliarta, instansi terkait, pelaku pariwisata dan tokoh masyarakat setempat. Meski sempat diguyur hujan hampir satu jam, tidak menghalangi peresmian desa wisata ini. (gik)

PAKSEBALI - Tari Subali memeriahkan peluncuran Desa Wisata Paksebali.


Selasa Umanis, 27 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Sopir Pribadi Bujangan Srbutan Max30Th H:081238708515

B.BP.001.11.18.0001016

Dcr Hair Stylist/hair Dreser di Kuta 0819 0777 5248 Segera

B.BP.001.11.18.0001020

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692 B.BP.004.11.18.0000981

Challenging Job for University Graduate Deputy Manager 21-29 y.o.Private Villa in Ubud,Bali Job Responsibilities:Managing Staff, care of the Property, able to Travel Everywhere, Daily Reports.CV(Mention Desired Salary) & Colour Photo to lowongan747@yahoo.com/to Biyu Siyu,PO Box 5000,Ubud

B.BP.031.11.18.0001012

Dicari Sgr Therapist Wnta/Pria Gaji Rp.2.200.000/Bln+UM.Krm Lmrn ke: chiimax92@gmail.com atau ke no.081236320992/WA B.BP.031.11.18.0001010

BIRO JASA

Cr Sopir,Sales,Tng Serabutan, Tlp.467606WA/SMS.085737400706 B.BP.001.11.18.0001006

Dcr 3Tk Kbn,3PRT Berpengalaman Hub .Villa Ayu Br. Kuwum Kauh II/21X Krbkn Ph.4731979

B.BP.154.11.18.0001009

Dcr Adm SMA/D3 min 1th&Akuntan D3/S1 min 2th(u/Garment) Syrt: bs compt,word&Excel, jujur, bs kerjasama dgn tim, menguasai Bhs Inggris,u/Akuntan bs menyu sun lap keu.akuntansi(PSAK), invoice,budget,R/C & pajak Lam ke:meita@sjbali.com / bawa lam ke Jl.Gn.Andakasa Gg.Mawar No.40X Denpasar

B.BP.001.11.18.0001001

Dcr Karyawati Notaris/PPAT bisa Ms Office Hub. 081999752758/08179721358 B.BP.154.11.18.0001008

Dcr PRT Pg-Sore bs Msk.Teuku Umar Brt 081353224186 B.BP.004.11.18.0001013

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS WA 0816571027 B.BP.004.11.18.0000955

DIJUAL MOBIL

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

Dicari PRT tinggal dalam gaji memuaskan Hub:08123660036

DIJUAL MOBIL

Dicari Sopir SIM A/B1 Jasa Dekorasi Hub.081337374747

Accord’2006 Manual Htm,Istmw Full-Ori,KM 86Rb,STNK Baru, Antik Rp.98,5Jt 0811395363

HONDA

B.BP.001.11.18.0001004

B.BP.001.11.18.0000919

Sopir + Produksi Suplier Hotel di A.Yani-DPS. HP:081239989698

B.BP.821.11.18.0001007

SUZUKI

B.BP.001.11.18.0001002

Gran Vitara JLX AT Th09 Silver VR22 AsBali H081238169620Prbdi

Staf Produksi, Lulusan Listrik /Mekanik,Pengalaman.Lamaran ke : info@tsbali.com

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH Tanah 5Are,bisa ambil 1Are Lok Jl.Sekar Tunjung XXA (Jalan 8 meter) Hub.082339206080

B.BP.001.11.18.0001018

DIJUAL RUKO Djl Ruko Baru Lt2 Lbr 5 meter H.1,3M Panjer-Dps H.0817555444 B.BP.001.11.18.0001021

B.BP.001.11.18.0001025

TOYOTA

B.BP.031.11.18.0001011

Corola GL Th85 Audio,VR,Mulus H.081238169620Pribadi BU Cepat

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.001.11.18.0001023

Inova’14 Putih mulus.MilPri, Jl. Kenyeri Gg II/3.HP081338569160

G.01

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.001.11.18.0000997

G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818

G.03

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.04

B.BP.001.11.18.0001019

KEHILANGAN HlgBPKBNoEBBN065/VII/2014GR DK 1154 KR A.n I Kadek Sukaana

DIJUAL TANAH

Hlg BPKB No.F4999386-O DK 8452 CS A.n Ida Bagus Eka Puji Arta Hub:087860994329

B.BP.001.11.18.0000856

Dijual Tanah Murah @Renon-Dps 520m2 Hub.0816572675.Maaf TP

B.BP.001.11.18.0001022

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.11.18.0001024

Ahli Rmh Bocor,Dak,Dinding,Tlg dll Grs P.Joni 085237991833

DIJUAL RUMAH

Tnh Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 50Jt/A Bs Kredit.087862450004

G.05

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

Rumah Type 36/70 Harga 230Jt Sembung-MengwiHP:081315477138

B.BP.001.11.18.0000999

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.

DIJUAL RUMAH

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.004.11.18.0001015

B.BP.001.11.18.0000998

HlgBPKBNo.K06781885-ODK1507 AV An.Ni Putu Dian Eka Pertiwi B.BP.001.11.18.0001000


BANGLI

14

Selasa Umanis, 27 November 2018

Hujan Deras, Gedung Wakil Rakyat Bocor Bangli (Bali Post) – Gedung DPRD Bangli sudah tidak representatif. Bangunan yang sudah berusia tua itu mengalami kebocoran di sana-sini. Seperti pada Senin (26/11) kemarin, akibat kebocoran atap, lantai lobi ruang Ketua dan Wakil Ketua DPRD tergenang air hujan. Genangan air itu muncul dari tetesan air di beberapa titik plafon. Karena kondisi itu, meja staf Sekpri Ketua DPRD yang semula berada di depan ruang Ketua DPRD terpaksa dipindahkan ke barat. Anggota DPRD Bangli I Wayan Kariasa mengaku prihatin melihat kondisi gedung DPRD. Meski demikian, pihaknya belum mampu memperjuangkan perbaikan

gedung, mengingat kondisi keuangan daerah saat ini yang sedang morat-marit. Menurut Kariasa, munculnya rembesan air itu disebabkan kondisi bangunan sudah tua. Sepengetahuannya, bangunan itu didirikan pada zaman mantan Bupati Bangli Ida Bagus Ladip. Dengan usia yang sudah mencapai puluhan tahun, sudah semestinya kantor DPRD Bangli mendapat perbaikan menyeluruh. ‘’Kalau diservis, mubazir. Buang-buang anggaran saja karena kondisi kerusakannya sudah parah,’’ terangnya. Dengan kondisi saat ini, pihaknya berharap pemerintah bisa membangun gedung baru. Jika memungkinkan, pembangunan dilakukan tahun 2020. ‘’Kalau tahun 2019

sudah tidak memungkinkan, mengingat kondisi keuangan yang bisa dibilang sedang susah,’’ katanya. Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma juga mengungkapkan hal senada. Dia tidak memungkiri gedung yang ditempatinya sudah jauh dari kata representatif. Meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mendorong pemerintah membangun gedung baru. Dengan kondisi keuangan daerah Bangli saat ini yang sangat terbatas, pembangunan tidak memungkinkan dilakukan. ‘’Anggaran saat ini lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan masyarakat. Jangan sampai gedung kantor mewah tapi kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi,’’ tegas Basma. (kmb40)

Bali Post/ina

Gedung DPRD Bangli

Dirumuskan, ”Blueprint” Pendidikan Jangka Panjang Bangli (Bali Post) -

PENGHARGAAN - Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra dan para penerima penghargaan berfoto bersama Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Koperasi dan UMKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga di sela-sela acara yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Kamis (22/11) lalu.

Bangli Sabet Penghargaan Kabupaten Pendukung Program KUR Terbaik I Luar Jawa

SETELAH ditetapkan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Berprestasi di Kawasan Indonesia Timur dan Berprestasi Kawasan Jawa-Bali, Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinan Bupati I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn. dan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, S.E. kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini Kabupaten Bangli ditetapkan sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Luar Pulau Jawa, Pendukung Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2018 terbaik I (satu). Penghargaan berupa piala dan piagam ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution didampingi Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga kepada Sekda Bangli Ir. I.B. Gde Giri Putra, M.M. di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Kamis (22/11) lalu. Menko Perekonomian Darmin Nasution pada kesempatan itu menyampaikan, dalam perkembangannya, program KUR telah mengalami beberapa perubahan, baik skema maupun regulasi. Salah satu perubahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi terus mendukung perkembangan UMKM adalah penurunan suku bunga. Menurutnya, suku bunga KUR pada tahun 2015-2016 sebesar 12 persen. Kemudian pada tahun 2017 diturunkan menjadi 9 persen dan tahun ini kembali diturunkan menjadi 7 persen. Penurunan suku bunga ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo yang mengamanatkan suku bunga kredit menjadi single digit. Ia juga menyampaikan,

perubahan skema, regulasi dan sistem informasi tersebut membawa dampak positif bagi kinerja program KUR. Tercatat, dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018, KUR sudah tersalurkan kepada 13.258.016 UMKM, dengan total plafon mencapai Rp 317 triliun. ‘’Kinerja penyaluran KUR yang baik tersebut juga diikuti dengan terjaganya kualitas KUR yang tercermin dari tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah KUR sampai tahun 2018 ini hanya sebesar 1,24 persen,’’ jelasnya. Seusai acara, Sekda Giri Putra menyampaikan, keberhasilan Bangli menyabet penghargaan tersebut tidak lepas dari beberapa inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Bangli seperti pendelegasian kewenangan penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) oleh Bupati kepada para Camat dan keberhasilan Pemkab Bangli memfasilitasi dan memberikan pendampingan, sehingga program KUR di Bangli yang disalurkan melalui Bank BRI, Bank BPD dan Bank Mandiri terserap maksimal. Bahkan, saking banyaknya masyarakat Bangli yang menginginkan KUR, tidak semua UMKM kebagian. Selain maksimalnya penyerapan program KUR di Bangli, yang tidak kalah penting adalah, dari semua kredit yang terserap, tidak ditemukan kasus kredit macet. Ini tentu tidak lepas dari kerja keras tim KUR yang secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi serta pembinaan terhadap para debitur. ‘’KUR adalah program tanpa jaminan. Biasanya kredit tanpa agunan kencenderungannya sering macet. Tetapi berkat

pendampingan yang dilakukan oleh tim KUR Kabupaten Bangli, baik di Dinas Koperasi UMKM, Bagian Ekonomi dan OPD terkait lainnya, NPL KUR di Bangli bisa dinolkan. Tentu ini keberhasilan yang sangat luar biasa,’’ terangnya Sekda Giri Putra menjelaskan, hingga Oktober 2018, pelaku UMKM di Kabupaten Bangli tercatat 42.934 UMKM. Dari jumlah tersebut, dalam tiga tahun terakhir sebanyak 22.555 pelaku UMKM atau 50 persen lebih sudah mengakses KUR, dengan total plafon mencapai Rp 520.821.100.000. ‘’Di samping komitmen dan kepatuhan dalam menyajikan data debitur KUR, inovasi dan maksimalnya penyerapan KUR di Bangli, mungkin menjadi salah satu pertimbangan tim menetapkan Bangli sebagai kabupaten/ kota luar Pulau Jawa, pendukung program KUR 2018 terbaik I,’’ ujarnya. Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan harapannya agar tahun 2019 mendatang plafon KUR di Bangli bisa terus ditingkatkan, mengingat program ini memberikan manfaat bagi pembangunan UMKM. Melalui program KUR, ia juga mengaku ingin terus mendorong agar wirausahawan muda di Bangli bisa terus tumbuh, sehingga salah satu beban pemerintah kaitannya dengan penyediaan lapangan pekerjaan akan teratasi. ‘’Melalui pengembangan usaha kecil mikro, kita ingin pemuda di Bangli bukan lagi sebagai pencari kerja, tetapi siap untuk mandiri, bahkan bisa menjadi penyedia lapangan pekerjaan,’’ tegasnya. (ad1026)

Bangli (Bali Post) – Program Kartu Identitas Anak (KIA) mulai dijalankan Pemkab Bangli sejak tahun 2017. Hingga mendekati akhir tahun ini, jumlah anak-anak di Bangli yang sudah mengantongi KIA mencapai 3.683 orang. Sejauh ini pencetakan KIA belum bisa maksimal lantaran terkendala peralatan. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra, Senin (26/11) kemarin, mengatakan total jumlah anak di Kabupaten Bangli yang wajib mengantongi KIA sebanyak 67.305 orang. Itu artinya masih banyak anak-anak di Bangli yang belum memiliki KIA. Dia mengakui, pencetakan KIA masih belum maksimal. Masih

minimnya pencetakan KIA disebabkan terbatasnya printer. Untuk mencetak KIA, Disdukcapil meng gunakan printer pencetak e-KTP. Padahal tingkat ketahanan panas keping KIA dan e-KTP terhadap mesin printer berbeda. ‘’Hambatannya printer. KTP tingkat ketahanan terhadap panas beda dengan KIA. Kemarin ada dua keping KIA yang tersangkut di dalam mesin printer, dan alatnya saat ini masih kita perbaiki,’’ jelasnya. Agar pencetakan KIA bisa dilakukan maksimal, pihaknya telah mengusulkan pengadaan satu unit printer khusus di APBD 2019. Untuk pengadaan satu unit printer khusus itu anggaran yang dibutuhkan Rp 50 juta.

Dijelaskan Sumantra, sesuai ketentuan, mereka yang dikenakan program KIA adalah anak-anak di bawah 17 tahun. Salah satu syarat seorang anak bisa mengantongi KIA adalah Akta Kelahiran. Selama ini pencetakan KIA di Bangli diprioritaskan pada anak usia TK dan SD. Menurutnya, kepemilikan KIA sangat penting. Fungsi KIA hampir sama dengan eKTP. Dalam KIA tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menjadi identitas diri anak. Meski hampir sama dengan e-KTP, penerbitan KIA sedikit berbeda karena tidak melalui proses perekaman data. ‘’Data yang dipakai di KIA diambil dari database Akta Kelahiran,’’ imbuhnya. (kmb40)

Pencetakan KIA Terkendala Minimnya Peralatan

Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli tengah merumuskan blueprint pendidikan untuk 25 tahun ke depan. Blueprint ini diperlukan sebagai acuan agar pendidikan di Bangli lebih terarah dan berkelanjutan. ‘’Bangli belum memiliki blueprint tentang bagaimana pendidikan Bangli ini dibangun dalam jangka panjang. Ini diperlukan. Agar setiap terjadi pergantian Bupati, tidak terjadi pergantian pondasi kebijakan pendidikan,’’ kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli Prof. Wayan Lasmawan saat ditemui di Kintamani, Sabtu (24/11) lalu. Menurut Lasmawan, lantaran belum adanya blueprint atau rencana induk pembangunan pendidikan, ada kesan pendidikan di Bangli selama ini tidak memiliki arah yang jelas dan terpotong-potong. Dia mencontohkan, banyak sekolah hanya mengalokasikan anggaran untuk kegiatan rutin seperti pembelian ATK. Hal ini lantaran tidak ada target dan tantangan jelas. ‘’Kalau ada blueprint, ada kejelasan. Sekolah misalnya tahun depan harus mencetak prestasi akademik dua orang atau satu guru berprestasi per sekolah, sehingga dengan itu alokasi anggarannya bisa diarahkan mendukung untuk itu. Selama ini, itu belum terjadi. Sehingga istilahnya seadanya buat

perencanaan,’’ jelasnya. Oleh karena itu, pihaknya memandang penyusunan blueprint pendidikan wajib hukumnya jika menginginkan pendidikan di Bangli bisa dikelola dengan baik. Dengan adanya blueprint, seluruh sekolah akan tahu yang mesti dilakukan di tahun pertama, kedua dan seterusnya, mengacu pada blueprint yang telah dibuat pemerintah. Wakil Rektor II Universitas Pendidikan Ganesha ini menyampaikan, saat ini blueprint yang dimaksud tengah dirumuskan pihaknya bersama Disdikpora dan beberapa pakar pendidikan dari Undiksha. Setelah rampung, pihaknya merencanakan blueprint pendidikan itu akan dipaparkan

dalam focus group discussion (FGD) pada minggu kedua Januari mendatang. Dalam FGD tersebut, pihaknya akan mengundang seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Bangli termasuk orangorang sukses asal Bangli yang selama ini tinggal di luar kabupaten. ‘’Banyak orang Bangli yang hebat-hebat tinggal di luar. Nanti bagaimana mereka bisa berkontribusi membangun pendidikan Bangli, yang merupakan tanah kelahirannya,’’ kata Bali Post/ina Lasmawan. Prof. Wayan Lasmawan (kmb40)

DLH Tarik Sejumlah Bak Sampah di Kawasan Kota

Bali Post/ina

SAMPAH - Tumpukan sampah di depan SDN 5 Kawan. Bangli (Bali Post) Sejumlah bak penampungan sampah di wilayah Kota Bangli ditarik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli.

Alasannya, bak sampah tersebut tidak hanya dimanfaatkan masyarakat di lokasi sekitar, namun juga dari luar. Kepala DLH Kabupaten

Bangli Ida Ayu Yudi Sutha, Minggu (25/11) lalu, mengatakan bak penampungan sampah yang ditarik ada di beberapa titik, di antaranya di depan SMPN 2 Bangli, depan SDN 5 Kawan, di LC Uma Bukal dan beberapa titik lainnya. Menurutnya, masyarakat luar kawasan tersebut banyak yang memanfaatkan bak sampah dimaksud. Bahkan tak sedikit oknum yang menggunakan mobil pick-up, membuang sampah pada bak penampungan itu. Alhasil, sampah kerap meluber. ‘’Sampah-sampah tersebut sudah kami angkut, tapi tidak lama, penuh lagi. Jadi seolaholah kami tidak bekerja. Tidak ngangkut sampah,’’ ungkapnya. Kini setelah bak penampungan sampah diambil, Yudi Sutha mengklaim sudah tidak ada lagi pemandangan kotor

berupa sampah meluber di lokasi bak sampah sebelumnya. Dia mencontohkan di depan SMPN 2 Bangli, tepatnya di bawah pohon leci. ‘’Sekarang sejak sudah kita tarik bak penampungan sampah di sana, lokasi tersebut kini menjadi bersih. Tidak lagi seperti tempat pembuangan akhir sampah,’’ ujarnya. Sebagai ganti ditariknya beberapa bak sampah di wilayah perkotaan, pihaknya kini memberikan pelayanan pengangkutan sampah. Dalam pelayanan itu, warga hanya diminta menaruh sampah yang telah dibungkus plastik atau karung di depan rumah setiap sore hari. Sampahsampah itu nantinya akan diangkut setiap pagi oleh DLH. ‘’Dalam masa uji coba ini, hasilnya sudah lumayan berhasil,’’ tegasnya. (kmb40)


15

Selasa Umanis, 27 November 2018

Gubernur Wayan Koster

Tak Ada Negara Pendidikannya Berhasil Tanpa Guru yang Berkualitas

Bali Post/kmb27

Warga Lereng Timur Rinjani Terima Bantuan Pembaca Bali Post Mataram (Bali Post) Warga Dusun Idiempas, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, sumringah menyambut kedatangan Kelompok Media Bali Post (KMB), Senin (26/11) kemarin. Maklum saja, warga lereng timur Gunung Rinjani ini baru dua kali tersentuh bantuan pascabencana gempa beberapa bulan lalu. Desa di ujung timur Lombok itu berada jauh dari pusat kota. Perlu waktu empat jam mencapai lokasi tersebut. Kondisi jalanan yang berbukit membutuhkan tenaga ekstra

untuk mencapainya. Ketua RT setempat, Yani, mengatakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembaca Bali Post, Suara NTB, dan pemirsa Bali TV. Bantuan yang diberikan sangat berharga bagi 63 kepala keluarga (KK) korban gempa. ‘’Kami bersyukur masih ada orang yang peduli dengan kondisi kami. Terus terang saja sejak bencana (gempa - red), kami baru dua kali menerima bantuan termasuk yang diberikan masyarakat dari Bali ini. Kami tidak bisa berkata banyak selain terima kasih,’’ ungkapnya dengan

raut wajah gembira. Bantuan berupa pangan dan sandang itu diserahkan Pemimpin Redaksi Bali Post Wayan Dira Arsana. Bantuan korban gempa Lombok yang dititipkan lewat KMB tiba di Lombok, Minggu (25/11) lalu. Hari pertama, bantuan pembaca koran Bali Post dan Suara NTB serta pemirsa Bali TV diserahkan kepada masyarakat Dusun Selat, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Pendistribusian bantuan dilanjutkan ke Dusun Idiempas, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. (kmb27)

Perayaan Divali di Bali

Bali Post/ist

PERAYAAN DIVALI - Gubernur Bali diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Dewa Putu Beratha bersama Konsul India di Bali dan undangan lainnya menyalakan api suci saat perayaan Divali, Minggu (25/11) lalu.

ACARA Divali Dhamaka VII dirayakan di Kuta, Badung, Minggu (25/11). Acara dihadiri Gubernur Bali diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, Konsul India, Konsul Tiongkok dan undangan lainnya. Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Dewa Putu Beratha menyatakan hubungan Bali dan India merupakan sejarah yang tidak bisa dilupakan. Karena Bali dan India punya historis yang sangat erat. Salah satunya adalah acara Divali. Di Bali acara serupa dikenal dengan perayaan hari raya Galungan. Maknanya sama yakni merayakan kemenangan dharma atas adharma. Kata Gubernur, dengan perayaan Divali ini, hubungan Bali dengan India akan semakin erat. Perayaan Divali dimeriahkan dengan pesta kembang api dan berbagai tarian india dan aneka makanan India. Acara diawali dengan penyalaan api suci oleh Gubernur yang diwakili Dewa Putu Beratha bersama Konsul India di Bali dan undangan lainnya. (ist)

Proyek Strategis

Shortcut ini adalah proyek strategis nasional dan setiap kebijakan apa pun sudah pasti akan memicu dampak positif dan negatif. ‘’Seperti shortcut di lokasi lima dan enam itu, saya yakin dampak lingkungan

pasti ada, terutama jalan yang dibangun di atas lahan pertanian di Desa Pegayaman dan sekitarnya,’’ katanya. Meminimalisir terjadinya gangguan lingkungan, mantan Perbekel Desa Selat Kecamatan Sukasada ini mengaku sependapat dengan gagasan Bupati Buleleng Putu Agus Su-

radnyana (PAS) untuk mengendalikan gangguan lingkungan setelah revisi Perda RTRW Bali yang akan berlanjut revisi Perda RTRW Kabupaten termasuk menyusun Perda RDTR. Lewat revisi itu, pemerintah daerah bisa mengatur terkait aturan pemanfaatan ruang di sepanjang jalur shortcut. (kmb38)

Danau Beratan Apalagi Bedugul merupakan daerah rawan longsor sehingga aspek keamanan dari longsor perlu juga diperhatikan. ‘’Dari pengamatan empiris, daerah timur dari Danau Beratan sering terjadi longsoran. Saya khawatir mudah-mudahan itu sudah menjadi perhitungan,’’ ujarnya. Dengan dibangunnya jalan di daerah rawan longsor tersebut, beban tanah di daerah itu tentu akan

menjadi berat. ‘’Tentu ada getaran, itu akan menjadi lebih mudah longsor. Kalau itu sudah terbangun itu pasti akan ramai. Maka perkiraan volume kendaraan, getaran dan besarannya itu mestinya sudah muncul dalam amdal,’’ pungkasnya. Selain itu, daerah Bedugul merupakan daerah hutan lindung. Jika dipakai sebagai shortcut maka luas tutupan hutan lindung menjadi berkurang. ‘’Selama ini kan indeks luas tutupan hutan kita kurang dari 23 persen, padahal tutupan hutan

lindung minimal 30 persen. Kalau daerah tutupan itu dipakai ruas jalan, maka akan menjadi berkurang lagi,’’ pungkasnya. Ia berharap shortcut yang dibangun seperti daerah di Tabanan menuju Gilimanuk yaitu berupa jembatan-jembatan. Fungsinya tetap sama untuk memotong panjang jalan dan juga menghindari kecelakan lalu lintas. ‘’Kita berharap mudah-mudahan itu berupa jembatan, tentu akan meminimalisir pengurangan daerah tutupan area hutan,’’ tandasnya. (kmb42)

Tegaskan Netral Sementara itu, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menegaskan, prajurit dari Korem dan Kodim harus netral saat penyelenggaraan Pemilu 2019 dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis. ‘’Kita harus benarbenar memahami bahwa TNI milik nasional yang berdiri di atas semua golongan dan tidak terkotak-kotak oleh politik praktis,’’ ujar Mulyono dalam Apel Komandan Korem dan Kodim di Pusat Kesenjataan Infantri TNI-AD, Bandung, kemarin. Mulyono mengatakan, pe-

nyelenggaraan Pemilu 2019 menjadi ajang pembuktian bagi seluruh prajurit TNI dalam menciptakan situasi kondusif, aman, dan damai di samping netralitas politik. Ia pun mewanti-wanti terkait ancaman yang mengintai saat Pemilu 2019. Menurutnya, terdapat polarisasi dukungan politik masyarakat menjelang pemilu yang dapat menimbulkan potensi pelanggaran aturan dan konflik antarpendukung. ‘’Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk berkomitmen mewujudkan pemilu yang aman, bebas dari kerusuhan, demonstrasi maupun konflik sosial yang

mengarah pada aksi-aksi anarkis yang dapat membahayakan stabilitas keamanan nasional,’’ katanya. TNI juga harus bersinergi bersama Kepolisian Indonesia dan aparat kewilayahan dalam menjaga keamanan penyelenggaraan Pemilu 2019 di daerah masing-masing. ‘’Selain itu peran aparat Kodam dan Kodim juga perlu dioptimalkan untuk membantu Polri dalam mengatasi kerentanan kerawanan di wilayah masing-masing,’’ katanya. Apel Komandan Korem dan Kodim ini dihadiri sekitar 430 anggota yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. (ant)

SEMUA negara yang maju dalam berbagai bidang itu kuncinya adalah keberhasilan membangun pendidikan. Kalau kita mau memajukan suatu negara itu kuncinya satu adalah bagaimana pendidikan itu maju, berkualitas. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Peringatan HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2018 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Senin (26/11) kemarin. Koster mengatakan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas maka kuncinya ada pada komponen guru. ‘’Tidak ada negara yang berhasil pendidikannya tanpa guru yang berkualitas,’’ katanya. Oleh karena itu, ia menilai guru memiliki posisi yang sentral dan sangat strategis untuk membangun dunia pendidikan. Apalagi, menurutnya, pendidikan di Bali ke depan dicanangkan untuk membangun daya saing agar SDM Bali kompetitif dalam memasuki dunia persaingan yang sangat ketat di era globalisasi. Mantan anggota Komisi X DPR-RI yang membidangi pendidikan ini juga mengatakan dengan adanya UU Guru dan Dosen, tingkat kesejahteraan guru sudah cukup memadai. Namun ke depan ia menilai perlu ada insentif lain untuk memberikan motivasi lebih besar kepada para guru agar semakin berprestasi dalam melaksanakan tugastugasnya. Pada kesempatan ini, Gu-

HUT PGRI - Gubernur Bali Wayan Koster pada acara peringatan HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2018 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Senin (26/11) kemarin. bernur Koster juga menyampaikan sejarah lahirnya UU Guru dan Dosen di mana sebagai anggota DPR-RI. Usai dilantik menjadi anggota DPR tahun 2004, Koster berperan besar dengan melibatkan PGRI merumuskan rancangan UU, sehingga pada tahun 2005 lahir UU Guru dan Dosen. Dalam acara peringatan ini, Gubernur Koster juga

menyampaikan kepada guru visinya di bidang pendidikan. Salah satunya wajib belajar 12 tahun yang secara bertahap akan dimulai pada tahun 2019. Ia juga akan membangun sekolah sejenis SMA Bali Mandara di daerah lain dan perlunya memberikan perhatian kepada sekolah swasta. Selain itu, ia ingin memasukkan konten kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan

di Bali. ‘’Konten pendidikan akan kami perbarui dengan kearifan lokal,’’ ujarnya. Acara peringatan juga dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusumawardhani, Ketua PGRI Bali I Gde Wenten Arya Suda, Rektor IKIP PGRI Bali dan beberapa pejabat di bidang pendidikan lainnya. (ad1038)

Surabaya (Bali Post) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bakal mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 5,6 triliun dari Kementerian Keuangan untuk melunasi tunggakan yang belum dibayarkan ke rumah sakit mitra kerja sama.

Dia berjanji, begitu suntikan dana tambahan tersebut cair, pihaknya akan segera mengoptimalkannya untuk membayar tunggakan-tunggakan rumah sakit beserta denda-denda yang sesuai ketentuan. Dana tersebut akan segera didistribusikan ke rumah sakit seluruh Indonesia sesuai dengan tagihan-tagihan masuk yang sudah diverifikasi. ‘’Kami mohon kepada rumah sakit untuk tetap melayani dengan baik. Komitmen ini komitmen kami bersama unuk tetap menjaga program ini tetap berkelanjutan,’’ ujarnya. (ant)

BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Dana Rp 5,6 Triliun Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris ditemui di Universitas Airlangga Surabaya, Senin (26/11) kemarin, menyebutkan suntikan dana itu merupakan review kedua yang dihasilkan dari rapat dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. ‘’Jadi hasil review kedua yang baru bersifat sementara

itu adalah sudah diputuskan pemerintah akan menyuntik lagi dana subsidi Rp 5,6 triliun. Jadi ini akan segera berproses,’’ kata Fachmi. Dia menjelaskan, review kedua tersebut merupakan lanjutan dari pertama yang dihasilkan sekitar dua bulan lalu. Saat itu hasil review pertama memutuskan pemerintah menyuntik dana tambahan Rp 4,9 triliun. Yang itu sudah

dibayarkan kepada rumah sakit yang ditunggak. Hanya belum melunasi semua tunggakan. Mengenai suntikan dana tambahan tersebut, BPJS Kesehatan sudah mengirimkan surat ke Kemenkeu terkait proses administratif pencairan dana. Proses administratif tersebut terkait penggunaan dana pemerintah yang besar itu.

Rupiah Menguat

Ditopang Penurunan Hasil Obligasi AS Jakarta (Bali Post) Penguatan nilai tukar rupiah sebesar tujuh poin ke posisi 14.533 dibandingkan sebelumnya 14.540 per dolar, Senin (26/11) pagi, ditopang penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin kemarin, mengatakan

pergerakan dolar AS cenderung tertahan terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah di tengah perayaan Thanksgiving . ‘’Pergerakan imbal hasil obligasi AS juga cenderung bergerak turun, sehingga menambah topangan bagi rupiah,’’ katanya. Dari dalam negeri, ia menambahkan, pelaku pasar uang masih mencermati

defisit transaksi berjalan serta terkait revisi aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI. ‘’Meski demikian, situasi itu tidak menghalangi penguatan rupiah yang mampu memanfaatkan pelemahan sejumlah mata uang global,’’ katanya. Reza mengharapkan sentimen dari dalam negeri tetap kondusif, sehingga

tidak menghalangi apresiasi rupiah. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan, nilai tukar rupiah yang bergerak menguat juga seiring harga minyak mentah dunia yang sedang berada dalam tren pelemahan. ‘’Turunnya harga minyak diperkirakan dapat membantu mengurangi defisit neraca migas,’’ katanya. (ant)

Ekonomi Global Kemenkeu sebagai bendahara negara, lanjut Suahasil, ingin menciptakan postur APBN yang mampu meredam tekanan ketidakpastian akibat

kondisi ekonomi global dan dinamika tahun politik pada 2019. Pemerintah juga akan mendorong bergulirnya insentif pajak. BKF melaporkan hingga akhir 2017, penerapan insentif pajak telah menghapuskan

potensi penerimaan pajak sebesar Rp 154,4 triliun. Nilai pajak yang terhapus atau tidak jadi dipungut bernama Belanja Perpajakan. ‘’Itu adalah nilai uang yang tidak jadi dikumpulkan negara karena insentif pajak,’’ ujarnya.

Nilai pajak yang tidak terkumpulkan itu setara dengan satu persen terhadap PDB. Adapun nilai pajak yang tidak terserap dari belanja insentif pajak pada tahun lalu tersebut meningkat dari sebelumnya Rp 143,4 triliun pada 2016. (ant)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Umanis, 27 november 2018 Klasemen Grup D 1. PS Badung 2. Lampung Sakti 3. Perssu 4. Persedikab

1 1 1 1

1 1 0 0

0 0 0 0

0 0 1 1

1-0 1-0 0-1 0-1

3 3 0 0

PS Badung Tekuk Persedikab Mangupura (Bali Post) Tim tuan rumah PS Badung unggul 1-0 (1-0) atas lawannya Persedikab Kabupaten Kediri, Jatim. Partai tersebut adalah laga perdana Kompetisi Liga 3 putaran nasional babak 32 besar, Grup D, di Lapangan samudra Kuta, Senin (26/11) kemarin. Gol semata wayang kemenangan Tim Keris hasil bidikan Ryan Egy Saputra di menit ke-25. Gol itu berawal dari umpan Nana Supriana kepada Ryan Egy. Selanjutnya, Ryan Egy melesakkan bola ke gawang Persedikab, dan gagal dihalau oleh kiper. Gol itu menjadi satu-satunya gol kemenangan bagi Tim Keris. Meskipun unggul tipis 1-0, pelatih Kepala PS Badung AAK Bramastra mengaku penampilan asuhannya tidak maksimal karena masih tegang pada laga perdana ini. Bahkan beberapa taktik dan strategi tidak dapat dijalankan para pemain PS Badung. ‘’Kami mengamati anak-anak masih sering miskomunikasi di lapangan,’’ kilah Agung Bram. Untuk itu, pihaknya bakal mengevaluasi sebelum melakoni laga berikutnya. Di sisi lain, Manajer Tim Nyoman Graha Wicaksana mengomentari, skuad Tim Keris memang agak tegang, maklum pertandingan pertama. Kendati demikian, katanya, kemenangan ini patut disyukuri mengingat Persedikab tim tangguh yang lolos dari wilayah Jatim. ‘’Kami harapkan pada laga berikutnya, performance anakanak meningkat dan kembali memetik kemenangan,’’ harapnya. Hasil lain di Grup D, kemarin, Lampung Sakti juga menang tipis 1-0 atas Perssu Sumenep, Madura, di Lapangan Beji Mandala, Pecatu. (022)

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

AS Roma Vs Real Madrid

profil

Laga Penentu Kelolosan

Roma – AS Roma akan menjamu Real Madrid di Stadio Olimpico pada matchday 5 Grup G Liga Champions 2018/19, Rabu (28/11) dini hari nanti. Dua tim ini sama-sama berpeluang besar lolos ke babak selanjutnya. Roma (9) cuma butuh hasil imbang untuk memastikan diri finis di dua besar dengan satu laga tersisa. Roma juga bisa lolos meski kalah, selama CSKA Moscow (4) gagal menang saat menjamu Viktoria Plzen (1) di partai satunya. Sementara itu, Madrid (9) akan lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup dengan kemenangan di Olimpico. Pada matchday 1, Madrid mengalahkan Roma 3-0 di Santiago Bernabeu. Gol-gol Isco (45), Gareth B a l e ( 5 8 ) dan Maria n o D i a z (90+1) memastikan sang juara bertahan, yang kala itu masih dilatih Julen Lopetegui, mengawali langkah dengan poin penuh. Namun, Roma bisa bangkit dari kekalahan tersebut dengan tiga kemenangan beruntun di grup ini, dan sekar a n g

Ducati Desmosedici GP19 Luar Biasa valencia Jack Miller telah menjajal motor Desmosedici GP19. Kesan menakjubkan diutarakan Miller setelah mencobanya. Miller menjajal motor Desmosedici GP19 di tes MotoGP Valencia pada 20-21 November 2018, selang dua hari setelah musim 2018 selesai bergulir. Pembalap Pramac Racing itu sebelumnya mengendarai Desmosedici GP17 selama musim 2018. Setelah mencoba kualitas Desmosedici GP19, Miller tak menyangka jika motor tersebut berasal dari pabrikan yang sama yakni Ducati. ‘’Saya tidak percaya motor ini berasal dari pabrikan yang sama. Semuanya baru, girboks dan handlebars. Sangat sulit dipercaya motor ini hanya dua tahun lebih muda dari yang saya pakai, tetapi perubahannya sangat gila,’’ ungkap Miller, Selasa (26/11) kemarin. ‘’Segalanya jauh lebih baik. Menikung, pengereman, pemberhentian, dan akselerasi. Rasanya lebih lembut. Semuanya juga terasa mudah. Apalagi, motor cukup enteng ketika dibawa tikungan-tikungan dengan perubahan arah yang cepat,’’ sambungnya. Pada tes MotoGP Valencia hari pertama, Miller berada di posisi ke-14 dengan catatan waktu terbaiknya 1 menit 32,555 detik. Di hari kedua, Miller naik ke posisi keempat dengan catatan waktu 1 menit 30,939 detik. Miller menempati peringkat ke-13 klasemen akhir. Musim depan, ia berkesempatan menggeber motor spesifikasi terbaru, sama seperti Danilo Petrucci. Jack Miller punya kesempatan bagus untuk kembali menguji coba Desmosedici GP19 pada tes pascamusim kedua di Sirkuit Jerez pada pekan ini. Setelah itu, para pembalap akan berlibur dan baru kembali menaiki motornya pada tes pramusim di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Februari 2019. (kmb33/afp)

perolehan poinnya sejajar dengan Madrid. Roma masih dihantam badai cedera. Bek andalan Kostas Manolas harus absen lantaran cedera pergelangan kaki saat membela negaranya, Yunani. Sang kapten De Rossi pun masih belum bisa bermain sejak cedera lutut yang dialaminya pada bulan Oktober. Tak hanya itu, Javier Pastore dan Diego Perotti pun dipastikan belum bisa dimainkan. Namun, pelatih Eusebio di Francesco tetap optimis. ‘’Kami pasti menang dan lolos. Madrid bukanlah lawan yang harus ditakuti. Kami akan bermain di kandang jadi merupakan keuntungan,’’ ujarnya, Senin (26/11) kemarin. Edin Dzeko, yang merupakan top scorer sementara Liga Champions musim ini bersama Lionel Messi, tak mencetak gol dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk klub dan tim nasional. Roma pasti berharap Dzeko bisa menemukan kembali ketajamannya saat melawan Madrid, terutama dengan kelolosan yang sudah berada di depan mata. Madrid sendiri sempat tumbang di kandang CSKA, sebelum kemudian mengalahkan Plzen kandang dan tandang. Saat menang 5-0 di markas Plzen pada matchday 3, Los Blancos sudah ditangani Santiago Solari, pengganti Lopetegui yang dipecat. Roma dan Madrid akan turun di laga ini usai akhir pekan kemarin sama-sama menelan kekalahan di liga. Roma dikalahkan tuan rumah Udinese 0-1 di Serie A, sedangkan Madrid dipermalukan tuan rumah Eibar di La Liga. Pelatih Madrid Santiago Scolari mengaku timnya tampil buruk. ‘’Mereka bermain sangat baik dan kami tidak cukup tangkas menghadapi tantangan. Ada hal-hal mendetail yang saya tak mau bicarakan karena itu bisa saja mengganggu tim,’’ kata Solari. Sang pelatih menegaskan bahwa Madrid saat ini berada dalam kondisi di bawah performa dan ada banyak hal yang harus diperbaiki. Laga nanti tentunya akan berlangsung sangat menarik. (kmb33/afp) PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Roma (4-2-3-1): Olsen; Florenzi, Manolas, Fazio, Kolarov; Lorenzo Pellegrini, Nzonzi; Under, Zaniolo, El Shaarawy; Dzeko. Pelatih: Eusebio Di Francesco. Madrid (4-3-3): Courtois; Carvajal, Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Modric, Kroos, Ceballos; Isco; Bale, Benzema. Pelatih: Santiago Solari. ANDALAN - Striker Gareth Bale akan menjadi andalan bagi Real Madrid saat melawat ke kandang AS Roma dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (28/11) dini hari nanti.

Memilih untuk Berlibur Roger Federer nampaknya tengah merencanakan liburan usai gagal mengantongi gelar dalam turnamen Final ATP 2018 di London. Harapan petenis asal Swiss meraih gelar ATP ke100-nya pupus di tangan petenis muda asal Jerman Alexander Zverev di babak semifinal. Ditanya mengenai rencana ke depan, Federer mengaku ingin berlibur dulu. ‘’Saya akan berlibur sampai awal Desember. Kemudian kami akan kembali dan latihan saya akan dimulai di Dubai, akhir tahun saya akan terbang ke Perth dan akan memainkan pertandingan pertama saya lagi pada 30 Desember melawan Inggris Raya,’’ ungkap Federer, Senin (26/11) kemarin. Meski ingin menikmati masa liburan, suami dari Mirkha Federer mengaku tetap konsisten menjalankan latihan. Peraih 20 gelar grand slam itu menyatakan akan berlatih lebih keras lagi, terutama secara fisik. Pasalnya para pesaing Federer didominasi oleh petenis muda, yang notabene memiliki stamina yang lebih darinya. ‘’Di musim off saya ingin bekerja lebih sering datang ke lapangan lagi dan pada forehand saya untuk memukul dengan kekuatan penuh lagi,’’ kata Federer. Di usia ke-37 tahun, Federer yang kini menduduki peringkat II dunia menilai kebugaran menjadi fokus utamanya. Faktor itulah yang akan menentukan keputusannya hadir di setiap turnamen. Namun, Federer yang telah bermain tenis sejak usia 8 tahun tersebut tetap yakin akan meraih hasil gemilang tahun depan. ‘’Juga kebugaran akan menjadi fokus, keputusan apakah saya akan bermain di lapangan tentu saja akan memengaruhi segalanya,’’ kata petenis berjuluk Fed Ex tersebut ‘’Tapi saya tidak menyesali kesempatan yang terlewat. Musim adalah seperti itu. Dan memberi saya kesempatan untuk melakukan yang lebih baik, memberi saya kepercayaan diri untuk tahun depan. Terutama karena aku jatuh, aku bisa bermain lebih baik. Dan itu tidak seperti saya kalah 6-2, 6-2 di pertandingan-pertandingan penting,’’ tutupnya. (kmb33/afp)

Alit Putra Pimpin Inkai Bali 31 Tahun

Makna Tanda Merah di Pipi Pemain-pemain Liga Italia

Turin – Ada pemandangan menarik dalam pertandingan-pertandingan pekan ke-13 Liga Italia 2018-2019. Seluruh pemain dan pelatih yang bertanding menggoreskan warna merah di pipi mereka. Apa arti goresan merah tersebut? Aksi menggoreskan warna merah di pipi tersebut merupakan bagian dari gerakan Un rosso alla violenza yang kira-kira berarti ‘’Tanda merah untuk melawan kekerasan’’. Ini dilakukan

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

untuk membuat publik sadar dan peduli dan tujuan akhirnya menghentikan kasus-kasus kekerasan pada perempuan. Para pemain berpose bersama para istri dan pasangan mereka. Para WAGs juga memakai lipstik senada dengan warna yang dioleskan di pipi. Kekerasan terhadap perempuan menjadi isu darurat nasional di Italia. Dua insiden dalam sepekan terakhir menjadi gambaran betapa pentingnya

kampanye melawan kekerasan pada perempuan. Beberapa hari lalu, seorang pria melanggar perintah penahanan untuk membakar rumah mantan istrinya. Insiden tersebut menyebabkan tewasnya anak 11 tahun dalam kobaran api. Dalam insiden terpisah, seorang pria Italia melakukan perjalanan hingga ke Spanyol untuk menyiram mantan pacarnya dengan cairan asam. (kmb33/afp)

Denpasar (Bali Post) I Gusti Bagus Alit Putra memimpin Pengprov Inkai Bali selama 27 tahun sampai dengan 2018 ini. Bahkan, Alit Putra baru saja dilantik kembali menakhodai induk perguruan karate Inkai ini, empat tahun ke depan untuk masa bakti 2018-2022. Alit Putra dilantik Sekjen PP Inkai Machrup Elrick di Denpasar, Sabtu (24/11) lalu. Sekum Inkai Bali Gede Kusam Wijaya di Denpasar, Senin (26/11) kemarin menjelaskan, dalam AD/ART Inkai tidak disebutkan batasan masa kepemimpinan. ‘’Yang penting mampu dan sukses mengukir prestasi,’’ sebut Gede Kusuma Wijaya. Terbukti, katanya, Inkai Bali meloloskan dua karateka ke Asian Games 2018 yakni Made Budi Kertiysa dan Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki. ‘’Dua karateka kami Ni Made Dwi Puspitasari dan Kadek Krisna bakal menyusul masuk pelatnas,’’ ujar Gede Kusuma Wijaya. Khusus Coki yang turun di kelas -55 kg, kini bercokol di urutan 12 dunia. Dia berpeluang tampil di Olimpiade Tokyo 2020 nanti, sebab tiket diberikan kepada karateka petingkat 50 dunia. Atas dasar sukses inilah, Alit Putra dipercaya memimpin Inkai Bali sejak menjabat Bupati Badung 1991 silam. Sementara itu, Waketum Inkai Bali Maryoto Subekti menuturkan, program Inkai mencetak atlet berprestasi melalui pelatihan kepada pelatih, termasuk Majelis Sabuk Hitam (MSH) yang diketuai Jro Made Supatra Karang dan Sekretaris Nyoman Sumayasa memberikan masukan teknik-teknik kepada pelatih. ‘’Kualitas SDM pelatih makin ditingkatkan mulai tingkat ranting dan dojo, sampai kabupaten dan kota,’’ ucapnya. Selain itu, diperlukan latihan bersama (gashuku), berikut Pengkab dan Pengkot Inkai, dituntut lebih getol lagi menggelar berbagai kejuaraan sebagai ajang unjuk gigih bagi karateka. ‘’Melalaui berbagai kejuaraan inilah, para pelatih bisa mengevaluasi penampilan dan taknik karateka asuhannya,’’ jela Maryoto. (022)

Bali Post.ist

INKAI - Ketua Inkai Bali I Gusti Bagus Alit Putra (kanan) bersama Sekjen PP Inkai Machrup Elrick.

Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup

Atlet Putri Duta Kodam Udayana Lolos Babak 8 Besar

Bali Post/ist

DUTA KODAM - Serda (K) Ni Putu Prapti Virginiya Wedayanti (sabuk merah) merupakan duta Kodam IX/ Udayana.

Denpasar (Bali Post) Masih di laga babak penyisihan Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8 tahun 2018, para atlet berjuang agar lolos final dan mampu meraih medali. Salah satu atlet itu, Serda (K) Ni Putu Prapti Virginiya Wedayanti dari Jasdam IX/Udayana yang turun di kelas - 55 kg berhasil lolos babak delapan besar. Putu Prapti, Senin (26/11) kemarin menyampaikan, sebelum menggeluti beladiri Yongmoodo, ia menekuni judo sejak SMP. Berkat keuletan, ketekunan dan disiplin tinggi, mengantarkannya meraih prestasi di berbagai event yaitu Olimpiade di Korea tahun 2015 dan berhasil meraih medali perunggu, Pekan Olahraga Nasional di

Jawa Barat tahun 2016 dan berhasil merebut medali perak. Sedangkan dalam Kejurnas Judo 2018 di Palembang, ia berhasil merebut medali emas setelah mengalahkan petarung andalan dari Kopassus. Guna laga Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8 ini, ia mengaku berlatih intensif di bawah asuhan tiga pelatihnya yaitu Serka Sang Made Yudiartana, Serka I Gusti Putu Yudha Arimbawa dan Serka Yunus. Kali ini dia turun di kelas - 55 kg dan berhasil menumbangkan Evi Rusmita D., petarung dari Pengprov Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan kemenangan ini Putu Prapti memastikan diri masuk ke babak delapan besar. ‘’Saya bangga diberikan kesem-

patan tampil sebagai duta Kodam IX/Udayana dalam Kejurnas Kasad Cup ke-8 bersama dengan rekan atlet seperjuangan lainnya. Selain jadi kebanggaan, saya mendapat kesempatan berharga untuk menempa diri, menambah pengalaman dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penguasaan teknik dan taktik beladiri Yongmoodo,’’ tegasnya. Ia berharap dapat lebih berprestasi pada kesempatan dan event berskala nasional maupun internasional di masa yang akan datang. Sementara itu, Kapendam IX/ Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyampaikan memasuki hari ketiga ada 160 orang atlet yang bertanding. Para atlet tersebut wakil

dari Kotama, Balakpus TNI-AD dan Pengda Provinsi seluruh Indonesia untuk berlaga berebut tiket masuk ke posisi delapan besar. Dari 160 orang atlet itu terdiri dari atlet putra sebanyak 96 orang di kelas - 60 kg, - 65 kg, - 70 kg, - 75 kg, - 80 kg, - 85 kg, - 90 kg dan kelas + 90 kg. Sedangkann untuk atlet putri telah berlaga sebanyak 64 orang di kelas - 55 kg, - 60 kg, - 65 kg dan + 65 kg. ‘’Hadir menyaksikan pertandingan hari ini (kemarin - red) Bapak Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Asops Kasdam IX/Udayana, Aspers Kasdam IX/Udayana, Kajasdam IX/ Udayana, Dandenma Kodam IX/ Udayana dan sejumlah pejabat lainnya,’’ ujarnya. (kmb36)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 27 November 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu