Skip to main content

Edisi Minggu 27 Oktober 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 72 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TPA Suwung Ditutup Warga

Mengenali Depresi

Tumpek Kandang

TPA Regional Sarbagita atau TPA Suwung ditutup warga Pesanggaran. Akibatnya truk-truk sampah meluber sejak Jumat hingga Sabtu (26/10) kemarin.

Depresi bisa dialami semua orang. Termasuk orang kaya. Apa hubungannya dengan neurotransmiter di otak?

Di era milenial, umat Hindu di Bali tetap melaksanakan upacara Tumpek Kandang. Tumpek Kandang mengandung berbagai makna filosofis.

GAYA | HAL. 4

DAERAH | HAL. 2

ORTI BALI | HAL. 6

Bangli Komit Jaga Sumber Air Bali TANPA kawasan hutanBangli, sebagian wilayah daerah Bali Selatan tak mungkin mendapatkan suplai air yang memadai. Ibaratnya, mereka berkorban untuk orang lain. Dikatakan demikian banyak desa di kawasan Bangli yang memberikan suplai air ke daerah lain, sementara warganya sendiri kesulitan mengangkat air ke permukaaan. Makanya sangat tepat Bangli ditetapkan sebagai kawasan konservasi dalam Perda RTRW Provinsi Bali.

”Bangli yang secara kewilayahan berada di hulu Bali, tidak mungkin dieksploitasi seperti kabupaten lain yang ada di hilir. Hutan dan alam di Bangli harus tetap dijaga. Pembangunan harus dibatasi. Kita mengenal konsep Tri Hita Karana, hulu-teben, segara-gunung yang sudah diwariskan nenek moyang terdahulu. Tidak bisa disamakan antara di hulu dengan di hilir. Kalau di hulu alamnya dieksploitasi dan dialihfungsikan, maka debit air akan menurun dan sumber mata air akan hilang.”

S

ebagai daerah konservasi dan penyangga, Bangli menjadi kabupaten penghasil udara dan air bersih untuk Bali. Dalam menjaga daerah konservasi tetap lestari, Pemerintah Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinan Bupati I Made Gianyar dan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta sangat komit menjalankan Perda dan terus menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi menjaga kelestarian alam dan hutan. Namun sayang, perhatian yang didapat Kabupaten Bangli selama ini masih sangat minim. Bupati Bangli I Made Gianyar menilai kebijakan dan keputusan Pemerintah Provinsi Bali menetapkan Kabupaten Bangli sebagai daerah konservasi dan penyangga memang sangat tepat. Baik secara keilmuan maupun konsep Hindu di Bali. Bangli yang secara kewilayahan berada di hulu Bali, tidak mungkin dieksploitasi seperti kabupaten lain yang ada di hilir. Hutan dan alam di Bangli harus tetap dijaga. Pembangunan harus dibatasi. Hal. 11 Tri Hita Karana

Made Gianyar Bupati Bangli

Pasar Kidul Bernilai Sejarah, Tiga Kali Terbakar PASAR KIDUL BANGLI 500

400

300

200

100

0

108 orang

pemulihan dengan merenovasi dan merevitalisasi bangunan pasar. Proses perenovasian dilakukan secara bertahap. Tahun 2013, perenovasian di beberapa bagian bangunan pasar dilakukan menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP). Pembangunan berlanjut tahun 2014 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan tahun 2015 menggunakan APBD. Sedangkan toko-toko, karena ada kendala soal HGB-nya sempat tertunda pembangunannya. Hal. 11 Kebakaran Kedua

414 orang

kerajaan,” ujarnya. Dalam perjalanannya, Pasar Kidul telah mengalami perubahan dan perkembangan. Pasar yang memiliki dua lantai ini juga mengalami beberapa kali musibah kebakaran. Musibah kebakaran pernah terjadi di Pasar Kidul pada tahun 90-an. Pascakebakaran, Pemkab Bangli di bawah kepemimpinan Bupati Ida Bagus Ladip melakukan pembangunan pasar. Selain menggunakan dana pemerintah, pembangunan pasar kala itu juga dilakukan oleh masyarakat. “Tanahnya disiapkan pemerintah, tokotokonya dibangun masyarakat,” ungkapnya. Kemudian tahun 2012, musibah kebakaran kembali terjadi, tepatnya tanggal 11 September. Kebakaran hebat saat itu memaksa ratusan pedagang direlokasi ke terminal dan sejumlah tempat lainnya. Setahun kemudian, Pemerintah Kabupaten Bangli melakukan

57 orang

JIWA Kewirausahaan warga Bangli patut diberi apresiasi. Daerah ini dikenal paling sulit ‘’dikalahkan’’ penduduk pendatang dalam urusan bisnis. Mereka mengisi semua sektor ekonomi primer. Hal itu kita bisa lihat di Pasar Kidul, Bangli. Pasar Kidul selama ini menjadi salah satu pusat perekonomian masyarakat Bangli. Berbagai macam komoditi dapat ditemukan di pasar itu. Berada di sebelah selatan Puri Denpasar, pasar rakyat ini memiliki nilai sejarah karena sudah ada sejak zaman kerajaan dan pernah mengalami beberapa kali musibah kebakaran. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nengah Sudibya, dinamakan Pasar Kidul karena lokasinya yang berada tepat di sebelah selatan pusat Kerajaan Bangli. Kidul sendiri berarti selatan. “Di Bali, pasar biasanya selalu berada di pusat kota, dekat pusat

Pedagang Toko Pedagang bumbu sembako Pedagang komoditi hasil bumi


2

Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

Petugas BPBD Bagi-bagi Masker DAMPAK kebakaran yang melanda TPA Suwung mulai mengganggu warga. Terutama akibat kepulan asap yang cukup tebal. Terlebih, kebakaran yang terjadi di TPA ini masih terjadi hingga Sabtu (26/10) kemarin. Dikhawatirkan warga mulai terserang penyakit akibat kabut asap. Meminimalisasi dampak asap akibat kebakaran tersebut, petugas BPBD Denpasar bukan saja melakukan pemadam api di TPA. Mereka juga membagikan masker yang bisa digunakan warga. “Ya kita juga membagikan masker untuk warga yang terdampak asap kebakaran di TPA. Sejumlah petugas kami terjunkan ke rumah-rumah di sekitar TPA,” ujar Kepala BPBD Denpasar I.B.Joni Wirabawa. Terkait untuk meminimalisasi sebaran api di TPA, pihaknya masih melakukan langkah pemadaman. Sejumlah armada masih tetap dioperasikan untuk proses pemadaman. Bahkan dua unit pemadam dari Damkar Badung juga diminta bantuan untuk proses pemadaman api,” ujar Joni. Seperti diketahui, setiap musim kemarau kasus kebakaran di TPA Suwung sering terjadi. Kali ini, kebakaran mulai terjadi Jumat (25/10) lalu. Sedikitnya dua hektar lahan yang tertimbun sampah terbakar. Asap tebal membumbung ke atas pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 Wita. Sejumlah petugas kemudian berinisiatif untuk melakukan pemadaman api. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil, karena api terus merembet semakin luas. (ara)

BPM/ist

MASKER - Petugas BPBD Denpasar membagikan masker kepada warga yang terdampak asap kebakaran di TPA Suwung, kemarin.

TRUK SAMPAH - Deretan truk sampah di jalan dari Pulau Serangan yang hendak masuk ke TPA Sarbagita, Denpasar, Sabtu (26/10) kemarin. Antrean truk sampah ini terjadi karena TPA Sarbagita ditutup sementara untuk memperlancar proses pemadaman api di dalam tumpukan sampah.

Dampak Kebakaran TPA Ditutup Sementara

BPM/eka

Denpasar (Bali Post)-

Penutupan TPA Regional Sarbagita atau TPA Suwung telah ditegaskan Klian Adat Banjar Pesanggaran I Wayan Widiada, dalam Konsultasi Publik Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Sarbagita Suwung di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (25/10) lalu. Dengan adanya penutupan ini, semua pihak diajak untuk merenung. Pasalnya, hingga kini tak kunjung ada kepastian penanganan sampah di TPA Suwung. Ditambah lagi, kebakaran kembali melanda TPA Suwung bersamaan dengan acara konsultasi publik tersebut. Di sisi lain, Widiada juga mempertanyakan teknologi apa yang akan dipakai dalam PSEL. Termasuk kesiapan pemerintah untuk mengadopsi teknologi itu. Kalau memang sudah diterapkan di daerah lain, pihaknya juga harus diajak untuk melihat langsung. Mengingat masyarakat dikatakan sudah gerah dengan persoalan sampah yang tak kunjung ada penyelesaian. Sementara kondisi TPA Suwung bisa dikatakan sudah overload. “Berapa lama kami harus

menunggu, ini masyarakat sudah marah,” ujarnya. Saat dikonfirmasi kembali, Widiada menyebut hanya menutup sementara aktivitas di TPA Suwung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat kebakaran akibat gas metan yang dihasilkan sampah umumnya juga disertai dengan ledakan. “Kalau situasi sudah aman, ya tidak ada masalah. Kan TPA tempat pembuangan sampah,” ujarnya. Pihaknya memang selalu turun tangan setiap kali

ada masalah seperti kebakaran supaya terselesaikan dengan humanis. Sebab, masyarakat terkadang emosi dengan situasi tersebut. “Kalau tidak ditutup sementara, pas kebakaran takutnya nanti mobil-mobil yang mengangkut sampah kan bisa terjebak karena asap. Ditutup sementara juga untuk memperlancar aktivitas Damkar,” jelasnya. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, apa yang disampaikan Klian Adat Pesanggaran merupakan ekspresi dari akumulasi kekecewaan bertahun-tahun. Untuk diketahui, penanganan sampah di TPA Suwung sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Baru sekarang penanganan dilakukan oleh provinsi dengan adanya PSEL menggunakan mekanisme KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) sesuai arahan pemerintah pusat.

“Jadi, jangan semua kesalahan dibawa ke kami. Kami sudah hadir membantu mengatasi persoalan,” ujarnya. Terkait teknologi dalam PSEL, Dewa Indra mengatakan memang tidak bisa ditentukan sekarang. Tapi harus menunggu investor yang nanti mengajukan penawaran terkait teknologi yang akan digunakan lengkap dengan skema pembiayaan dan waktu kerja sama. Ketua Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana mengatakan, persoalan sampah di TPA Suwung tidak boleh dibiarkan berlarutlarut. Apalagi Bali merupakan daerah tujuan pariwisata yang membutuhkan keamanan, kenyamanan, kebersihan dan keindahan. Sementara TPA Suwung berada di posisi vital, dekat tol Bali Mandara, Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, hingga Pertamina. Saat ada kebakaran di TPA Suwung, tentu akan sangat mengganggu “muka” Bali

dalam pandangan wisatawan. “Terkait dengan lokasi TPA, kalau boleh saya punya usul lokasinya dipindahkan. Karena menurut saya, pemilihan lokasi TPA Suwung dahulu itu tidak tepat. Logika berfikir saya adalah kenapa sampah dari desa, dari Gianyar, dari Tabanan, dari Badung itu justru dilokalisasi di TPA Suwung. Kenapa buang sampah ke kota,” ujarnya. Menurut Diana, dari 4 kabupaten/kota Sarbagita, Tabanan yang paling memungkinkan untuk lokasi TPA. Sebab, wilayah Tabanan paling luas dan belum padat. Selain itu, Politisi PDI-P asal Gianyar ini berharap PSEL di TPA Suwung memiliki hasil nyata. Pihaknya sepakat soal teknologi harus difikirkan yang tepat guna, bermanfaat, dan tidak mengganggu lingkungan. Yakni melebur sampah menjadi energi sehingga mengurangi volume sampah di TPA Suwung. (kmb32)

Genjot Target Maksimal

Pegadaian Wilayah VII Datangkan Pakar Komunikasi Mangupura (Bali Post)Per September 2019, target pencapaian PT Pegadaian (Persero) Wilayah VII Denpasar telah tercapai 101 persen dari Rp 4,5 triliun. Namun target tersebut akan terus dimaksimalkan hingga akhir tahun 2019 mencapai Rp 4,9 triliun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas komunikasi dari karyawan melalui gathering yang dilakukan pada Sabtu (26/10), di International Conference Center (ICC) Mall Bali Galeria. Deputi Bisnis Areal Denpasar 2 PT Pegadaian (Persero) I Ketut Winata, S.E., M.Si., mengatakan, gathering ini sengaja dibuat oleh Pinwil PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar Nuril Islamiah, S.E., M.M., sebagai ajang mempersatukan visi Pegadaian, terutama cabang-

cabang Pegadaian yang ada di Denpasar. Tujuan gathering ini agar Pegadaian bisa mencapai target di tahun 2019, terutama target exceed (target lebih) yang sudah ditetapkan. Target Pegadaian 2019 yaitu KPI (Key Performance Indicators) dan OSL (outstanding loan). “Itulah yang ingin kita capai terutama item–itemnya, terutama OSL, target exceed yang ditetapkan kantor pusat. Itu sudah tercapai, cuma beberapa yang belum. Itulah yang dimotivasi dengan mendatangkan motivator dan pakar komunikasi, sehingga sisa waktu 2 bulan bisa mencapai target,” ujarnya. Target OSL Pegadaian Wilayah VII Denpasar sebesar Rp 4,5 triliun telah tercapai Rp 4,6 triliun, sehingga targetnya sudah mencapai 101 persen per September

2019. “Pimpinan tidak hanya menginginkan target itu tercapai. Kami diberikan target, tantangan lain untuk mencapai Rp 4,9 triliun,” ungkapnya. Target OSL yang mendominasi diakui produk gadai 75 persen dan 25 persen non gadai. Ia pun optimis, target tersebut bisa tercapai dengan tekad dari seluruh karyawan Pegadaian dan bimbingan dari atasan. Tercapainya target Pegadaian, menurutnya bukan berarti Pegadaian tidak terpengaruh pada lesunya ekonomi. Karena menurut Winata, bisnis Pegadaian tidak hanya gadai. Pegadaian juga mengembangkan bisnisnya, misalnya fidusia (mikro). “Jadi kalau boleh kita bilang, yang datang ke Pegadaian bukan orang yang kurang saja, orang yang berlebihan

pun bisa datang ke Pegadaian untuk berinvestasi. Kurang kebutuhan modal juga bisa datang,” tandasnya. Pertumbuhan ekonomi yang stabil ataupun meningkat juga berpengaruh pada bisnis Pegadaian. Karena roda ekonomi akan berjalan lebih kencang, tentu kebutuhan dana dan tenaga kerja akan lebih banyak. Pakar Komunikasi dan Motivator Dr. Aqua Dwipayana mengapresiasi Pemimpin Wilayah VII Denpasar. Karena, selain menjadi role model di bidang komunikasi, menurutnya Nuril juga melakukan hal yang tepat untuk bisa melebihi target dengan waktu tinggal 2 bulan. “Beliau sengaja mengundang saya, itu berarti beliau menyadari apapun tugasnya, salah satu mencapai sukses, mencapai target yaitu dengan men-

dalami komunikasi karena semua produk PT Pegadaian perlu dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya. Komunikasi meliputi komunikasi dengan internal karyawan Pegadaian dan eksternal yaitu dengan nasabah dan calon nasabah. “Jadi saya melihat, kemampuan komunikasi perlu ditularkan pada jajarannya. Ini adalah modal yang baik untuk mewujudkan semua target – target Pegadaian Wilayah VII Denpasar ini dan saya optimis Pak Nuril bisa mencapai itu bahkan melebihi target,” imbuhnya. Kunci sukses berkomunikasi adalah menggunakan hati dan harus berhati–hati. Maka dari itu ada lima komunikasi yang efektif menurutnya yaitu Respect, Empati, Audible, Clear dan Humble. (kmb42)

BPM/may

MOTIVASI - Aqua Dwipayan memberikan motivasi pada karyawan Pegadaian Wilayah VII Denpasar.

Disparda dan BKraf Denpasar Gelar Seminar DenpaStart

Rangsang Tumbuhnya ”Start-up” dengan Memanfaatkan Era 4.0 DINAS Pariwisata Kota Denpasar bersama Badan Kreatif (BKraf) Denpasar mengadakan DenpaStart

Seminar pada Sabtu (26/10), di Prama Sanur Hotel. Dengan tema “Start Small, Think Big dan Grow Fast”, seminar

SEMINAR - Keempat pembicara menyampaikan pemaparannya pada acara Seminar DenpaStart.

ini diisi oleh A.A. Duwi Arsana, content creator, dr. Ketut Gede Budhi Riyanti, CEO dan Co Founder MediCall, I Gusti Putu Bayu Susila, Founder dan CEO ramerame.co.id, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wali Kota Denpasar. Seminar itu diikuti ratusan milenial dan calon start-up. Ketua Panitia Putu Yuliartha mengatakan, melalui seminar yang menghadirkan narasumber yang telah go nasional, diharapkan dapat merangsang tumbuhnya start-up – start-up baru dan mempercepat bertumbuhan start-up yang sudah ada. “BKraf sengaja menampilkan lokal hero yang telah go nasional. Kami ingin menginfluence masyarakat bahwa di era digital ini sebenarnya banyak permasalahan yang bisa diakomodir. Jadi sengaja kita menampilkan mereka (narasumber) untuk mengun-

dang reaksi peserta bahwa banyak permasalahan yang bisa divalidasi kemudian dirubah menjadi start-up,” bebernya. Saat ini Indonesia berada di masa transisi menuju era 4.0. “Perubahan zaman ada di era saat ini. Segala hal skill bisa diapresiasi. Bukan karena perusahaan kecil besar, tapi siapa yang cepat itu yang menang,” ungkapnya. Untuk dapat tumbuh secara cepat, start-up harus mengikuit arah arus perubahan. Ia mengumpamakan perjalanan start up seperti seorang peselancar. Surfer selalu membaca arah gelombang air laut, diharapkan start-up, juga dapat mengikuti arah arus perubahan. Diungkapkan, China telah memiliki 206 unicorn dengan pertumbuhan 97 unicorn setiap tahunnya. Sedangkan Indonesia baru memiliki lima

unicorn. Dengan perbandingan jumlah penduduk China dan Indonesia, selayaknya Indonesia memiliki 40 unicorn. Melalui pelatihan ini diharapkan akan tumbuh unicorn–unicorn di Indonesia, termasuk dari Bali. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ir. MA. Dezire Mulyani mengatakan, DenpaStart ditujukan bagi peserta yang akan memulai usaha dan bahkan sudah mempunyai usaha, ingin mengembangkan diri. Ia melihat pemuda memiliki peluang untuk mengembangkan usaha di industri kreatif. Apalagi di era industri 4.0, teknologi informasi sangat berkembang, maka start-up diharapkan memanfaatkan momentum ini. “Agar peluang itu ataupun kesempatan itu diambil untuk membantu anak muda dan pengusaha yang

baru memulai usahanya,” imbuhnya. Tampak peserta sangat antusias mengikuti peserta. Lantaran hampir semua kursi terisi penuh. Ia pun terpaksa menutup pendafataran karena membeludaknya anak muda yang ingin mengikuti acara tersebut. Hal itu berarti peserta yang notabene kebanyakan anak muda berinisiatif sendiri untuk dapat dan mengikuti seminar. “Banyak dari luar daerah juga yang mendaftar, sampai kami stop pendaftarannya karena sudah mencapai 300 peserta,” ungkapnya. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam pemaparannya menyampaikan, tidak hanya pelaku usaha tapi di tataran pemerintahan juga harus mengubah bisnis model di era revolusi industri 4.0. Era 4.0 menuntut orang

berkembang dengan bakat yang dimiliki, kreatif, dan produktivitas tinggi. “Ini tidak menyangkut masalah umur dan juga lingkungan, tapi era ini akan membentuk pola mindset dan perilaku kita,” ungkapnya. Founder dan CEO ramerame.co.id I Gusti Putu Bayu Susila mengatakan, banyak pengusaha pemula yang mengalami kegagalan dan bahkan memang setiap usaha akan mengalami kegagalan. Biasanya pengusaha akan mengalami kegagalan di tahun ketiga dan sedikit usaha yang bisa bertahan hingga tahun kelima. Permasalah pelaku usaha adalah takut gagal dalam setiap menjalani usaha. Permasalahan yang umum dialami, lokasi tempat usaha tidak representatif, waktu, produk, manajemen operasional, manajemen keuangan. (ad785)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

Hari Ini, Pencoblosan Pilkel Serentak

Denpasar (Bali Post)Ajang pesta demokrasi tingkat desa, yakni pemilihan perbekel (pilkel) di Kota Denpasar digelar serentak, Minggu (27/10) hari ini. 23 desa akan melakukan pencoblosan hari ini. Guna memastikan seluruh persiapan berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur, Pemkot Denpasar bersama stakeholder terkait melaksanakan pemantauan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara bersama Ketua Panitia Pilkades I Made Toya, serta pimpinan OPD terkait di Lingkungan Kota Denpasar. Peninjauan pertama di TPS 3 Desa Dauh Puri Kauh di Banjar Tainsiat, TPS 1 Desa Dauh Puri Kangin di Banjar Gemeh TPS 2 Desa Sanur Kauh di Banjar Puseh Kauh dan TPS Banjar Kedaton Desa Sumerta Kelod, Sabtu (26/10). Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara meninjau satu per satu sarana dan prasarana yang menjadi kelengkapan TPS. Mulai dari lokasi bilik suara, tempat duduk saksi, lokasi kotak suara hingga tempat tinta pemilih. Jaya Negara mengatakan bahwa pemantauan ini dilaksanakan guna memastikan

seluruh persiapan di TPS sudah terlaksana dengan baik serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini berkaitan dengan denah memilih yang harus disesuaikan, sehingga proses pemungutan suara dapat berjalan dengan lancar. Jaya Negara juga mengajak seluruh masyarakat yang sudah berhak memilih untuk menggunakan

hak pilih di TPS. “Pemkot Denpasar bersama Forkompinda, Kepolisian, TNI, Kejari, Pengadilan dan DPRD sudah melaksanakan koordinasi dengan baik, dengan harapan pemilihan perbekel ini bisa berjalan dengan lancar, aman, dan damai. Dan saya mengimbau kepada masyarakat kota Denpasar yang di desanya ada pemili-

han perbekel untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya dengan baik serta harus saling menghargai hak pilih walau berbeda karena ini merupakan sebuah pesta demokrasi di tingkat desa”, tandasnya. Sementara Ketua Panitia Pilkades serentak Kota Denpasar I Made Toya mengatakan, bahwa kesiapan seluruh TPS yang jumlahnya sebanyak 588 yang tersebar di empat kecamatan ini telah dilakukan pemantauan melalui PPK, PPS. Sehingga kemungkinan terjadinya masalah dapat diminimalisir. Selain itu, pihaknya juga telah memastikan 254.069 masyarakat yang telah terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya. (kmb12)

TPS - Suasana peninjauan TPS menjelang pelaksaan pilkel hari ini.

Peserta ”Touring” ADV Satu Hati Jelajah Nusantara Bikin Ceria Siswa SD

PROFIL Diserahkan pada Rakyat PEMILIHAN Wali Kota ( Perwali) memang masih jauh. Namun, saat ini masyarakat Denpasar sedang mencari kandidat yang pas untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Salah satunya nama tokoh Puri Pemayun Kesiman, I Gusti Ngurah Gede, S.H., termasuk nama kuat sebagai calon Wakil Wali Kota, pendamping IGN Jaya Negara. Maklum dari segi karier politik, I Gusti Ngurah Gede adalah dua kali menjabat Ketua DPC PDI-P Kota Denpasar, juga dua kali dipercaya menjadi Ketua DPRD Kota Denpasar.Tokoh ini dinilai berkeringat untuk pemenangan PDI-P di Bali dan pemenangan Presiden Jokowi. Namun, ketika ditanya soal peluang, Gusti Ngurah Gede mengatakan semua diserahkan pada rakyat. Apapun keputusan rakyat itulah yang terbaik. Dia berharap semua komponen melihat pemilihan pemimpin adalah momentum penting bagi masyarakat. Yang terbaik adalah menggunakan kader yang benar-benar penuh semangat, termasuk semangat tuyuh membesarkan partai. ‘’Saya tak ambisius, tunduk pada aturan dan terus semangat memperjuangkan aspirasi rakyat,’’ tegasnya. Denpasar menurut Gusti Ngurah Gede memerlukan calon pemimpin yang berani, termasuk berani mengambil gebrakan. Potensi untuk itu sangat besar, tinggal kita mengkolerasikan kebijakan daerah dan pusat yang penting memberi implikasi dan nilai manfaat bagi masyarakat Denpasar. (sue)

Diseminasi Informasi P4GN Melalui Pementasan Wayang Cenk Blonk

DALAM rangka upaya mewujudkan masyarakat Desa Adat Taman yang unggul, berdaya saing, sejahtera dan bersih dari narkoba, BNN Kabupaten Badung bersinergi dengan Desa Adat Taman melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi P4GN melalui Pementasan Wayang Cenk Blonk pada Selasa (25/10) malam. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H., beserta jajaran dan dihadiri pula oleh Perbekel Desa Taman diwakili Sekretarisnya, Bendesa Adat dan Klian Banjar Adat se-Desa Taman, Babinsa dan BabinPolmas, klian dinas se-Desa Taman, pekaseh dan klian subak se-Desa Adat Taman, serta Ketua Karang Taruna, PKK dan Sekaa Teruna seDesa Adat Taman. Kegiatan diawali dengan tari penyambutan Sekar Jepun yang dibawakan oleh para teruni dari Desa Adat Taman dan dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Sekretaris Desa Taman, Bendesa Adat Taman, dan dilanjutkan Kepala BNN Kabupaten Badung yang diakhiri dengan Pementasan Wayang Cenk Blonk. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan edukasi tentang langkah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sehingga tertanam sikap tegas untuk berani menyatakan penolakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. BNN Kabupaten Badung menggandeng Cenk Blonk untuk menghadirkan inovasi dalam merangkul masyarakat untuk ikut terlibat aktif mengimplementasikan

BPM/ara

upaya P4GN. Di samping dapat melestarikan seni dan budaya, pagelaran Wayang Cenk Blonk dianggap upaya yang lebih kreatif, persuasif, dan menarik bagi masyarakat untuk menyampaikan upaya P4GN. Dalam sambutannya Kepala BNN Kabupaten Badung menegaskan bahwa melalui kegiatan ini menunjukkan suatu tekad dan semangat yang tinggi masyarakat Desa Adat Taman turut serta dalam upaya menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan turut serta menjaga dan melestarikan seni budaya Bali yang kian punah karena tergerus globalisasi. Di samping hal tersebut, di dalam ajaran agama manapun terdapat larangan untuk tidak menyalahgunakan narkoba. Dalam pementasan Wayang Cenk Blonk selain disampaikan pesan-pesan tentang penanggulangan permasalahan narkoba di lingkungan masyarakat, Kepala BNN Kabupaten Badung turut berkolaborasi dengan dalang Cenk Blonk untuk mengisi materi tentang P4GN. Kegiatan mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Desa Adat Taman, Sekretaris Desa Taman memberikan apresiasi terhadap program BNN yang telah menyentuh masyarakat sehingga memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya narkoba. Komitmen masyarakat Desa Adat Taman dalam langkah P4GN salah satunya aktif mengundang BNNK Badung dalam setiap kesempatan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba. Antusiasme penonton terlihat dengan tetap mengikuti kegiatan hingga pertunjukan wayang selesai. (ad790)

BPM/kmb36

BANTUAN - Peserta ADV Satu Hati Jelajah Nusantara dan perwakilan Astra Motor Bali menyerahkan bantuan di SDN 12 Sumbawa Besar.

HINGGA hari ketiga “ADV Satu Hati Jelajah Nusantara” Bali-Lombok-Sumbawa, peserta touring masih gesit menjajal jalanan dengan Honda ADV 150, melintasi pegunungan. Pada Sabtu (26/10) kemarin ada tiga objek menjadi target, yaitu Jembatan Samota, SDN 12 Sumbawa Besar dan 0 Km Point. Ketika memasuki SDN 12 Sumbawa Besar, puluhan siswa dan siswi termasuk para guru sudah menunggu. Di sekolah tersebut selain penyerahan bantuan alat tulis dari Astra Motor Bali, tim touring mengajak siswa dan siswi di sana bernyanyi serta lomba. I Gusti Agung Lanang Oka Pradipta selaku Supervisor Marketing Astra Motor Bali menyampaikan, kunjungan pertama ke Jembatan Samota menjadi salah satu ikon di Kota Sumbawa. Selanjutnya berkunjung ke SDN 12 Sumbawa Besar, dimana di sana

dari Astra Motor Bali dan juga dari komunitas Indonesia Bali Chapter mengadakan aksi peduli terhadap pendidikan. “Kita ada sedikit memberikan hiburan kepada anakanak siswa SD. Kita juga ada memberikan bantuan berupa alat tulis kepada siswa-siswi,” ujarnya. Bantuan tersebut di antaranya berupa buku tulis, pensil, pulpen, dan penghapus yang bisa dipakai oleh mereka untuk sehari-harinya. “Kenapa kami memilih SDN 12 Sumbawa Besar, pertama kalau misal memilih SD yang sudah favorit biasanya tingkat ekonominya sudah lebih baik. Supaya kami lebih tepat sasaran,” ujarnya. Perjalanan dilanjutkan ke Kilometer Nol di Kecamatan Sape. Untuk sampai di sana peserta melalui rute yang sangat menantang, dan boleh dibilang sangat indah. (kmb36)

Diapresiasi Wali Kota Denpasar

ST Tunjung Mekar Pentaskan Sejumlah Seni Denpasar (Bali Post)Untuk pertama kalinya ST Tunjung Mekar, Banjar Abianangka Klod, Kesiman Petilan, Denpasar yang menggelar pentas seni budaya. Bertajuk “Ngunda Rasaning Klangon”, pagelaran pentas seni yang diinisiasi Ketua ST Tunjung Sari, Ida Bagus Eka Haristha, S.Pd. mendapat apresiasi dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Bahkan Rai Mantra membuka langsung kegiatan pentas seni tersebut yang ditandai dengan pemukulan kulkul, Rabu (23/10). Sejumlah seni dipentaskan pada pembukaan tersebut. Di antaranya, pawai budaya, seperti demonstrasi mural, demonstrasi seniman tua (Ida Bagus Anom Widia), roras pesel, baleganjur, adi merdangga, okokan Tabanan, kostum karnaval, dan fire dance. Rai Mantra mengatakan, bahwa seni dan budaya merupakan warisan yang adi luhung. Tentunya sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Bali, khususnya genersi muda secara bersama untuk menjaga, melestarikan serta mengembangkan sesuai den-

gan amanat pemajuan kebudayaan. Peran generasi muda sangatlah penting dalam pengembangan seni budaya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan menggali kreativitas dengan penyediaan wadah kreatif. Inisiator kegiatan, Eka Haristha mengatakan, kegiatan pentas seni ini merupakan upaya pelestarian dan pengembangan seni yang melibatkan generasi muda. Sebab, seni dan budaya Bali yang merupakan warisan leluhur yang menjadi roh pariwisata Bali sangat penting untuk ditanamkan pada setiap generasi muda Bali. Sehingga seni budaya yang menjadi kekuatan Bali akan tetap ajeg ke depannya. Apalagi tema yang diangkat yaitu “Ngunda Rasaning Klangon” yang berarti matemu rasa dari junioritas hingga senioritas, sehingga sama rasa dan saling memiliki untuk berkreativitas menampilkan sajian kreasi seni yang mengkolaborasikan seni tari, seni musik, seni drama dan juga seni rupa. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi cikal bakal dan menjadi wadah bagi gen-

erasi muda, khususnya di Desa Kesiman Petilan untuk menuangkan segala potensi kreativitas seni yang dimiliki. Sehingga kegiatan semacam ini bisa dijadikan embrio dalam hal pelestarian dan pengembangan seni yang ada di Desa. Di samping untuk

mempersatukan perbedaanperbedaan yang ada disetiap desa. Kegiatan pentas seni ini berlangsung hingga 28 Oktober 2019. Pada 24 dan 25 Oktober juga telah digelar lomba tari jauk manis dan makendang tunggal se-Bali.

Sedangkan pada puncaknya akan dipentaskan sejumlah hiburan menarik. Di antaranya, Dolanan, Janger Ngandrung, tari kebesaran “Kumuda Sumar”, yang diakhiri dengan pelantikan pengurus baru ST Tunjung Mekar periode 20192022. (win)

BPM/ist

KENANGAN - Wali Kota Denpasar Rai Mantra menyerahkan kenang-kenangan kepada Ketua ST Tunjung Sari, Ida Bagus Eka Haristha, S.Pd.

Kasus DBD Menurun, Diskes Tabanan Tetap Galakkan PSN

Tabanan (Bali Post)Dalam dua bulan terakhir, kasus Demam Berdarah Denque (DBD) di Tabanan mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tabanan, kasus DBD tahun 2019 hingga bulan September mencapai 160 kasus. Pada bulan Juli, kasus DBD tercatat 21 kasus dan kemudian pada bulan Agustus dan September menurun menjadi masing-masing dua kasus. Meski menurun, pihak Dinas Kesehatan tetap menggalakkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika,

BPM/san

dr. Nyoman Suratmika

Sabtu (26/10) mengatakan, meski DBD kasusnya menurun, bukan berarti tidak mengancam dan mengalami peningkatan. ‘’Kasus bisa ditekan jika vaktornya dihilangkan dalam hal ini nyamuk. Karena itu diperlukan tindakan pencegahan seperti PSN,’’ ujarnya. Pada musim transisi antara musim kemarau dan ke musim hujan ditakutkan kasus DBD akan mengalami peningkatan jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Selain melakukan jadwal fogging atau tindakan pengasapan dalam membunuh nyamuk dewasa di beberapa daerah yang terjadi kasus positif DBD, lanjut Suratmika pihak Dinkes juga akan menjadwalkan langkah ULV (Ultra Low Violet). ‘’ULV ini biasanya dilakukan sebelum musim penularan. Biasanya dijadwalkan akhir tahun,’’ ujar Suratmika. Dari langkah-langkah ini, kata Suratmika, yang terpenting tetaplah melakukan PSN dimana memberantas jentik nyamuk di tempat penyimpanan air atau tempat-tempat yang berpotensi menampung genangan air, seperti tempat tirtha, bagian pembuangan kulkas maupun sampah kaleng. Saat ini, menurut Suratmika setiap puskesmas memiliki satu

petugas pemantau jentik yang bertugas di masing-masing desa yang menjadi lingkup tanggung jawab puskesmas. Jika menemukan jentik di rumah ataupun lingkungan ia bertugas, petugas akan menginformasikan kepada puskesmas

untuk ditindak lebih lanjut serta sekaligus memberikan informasi kepada warga untuk segera melakukan PSN dan menaburkan bubuk abate. ‘’Ke depan, petugas jumantik ini tidak hanya ada di setiap desa tapi ada di setiap rumah.

Dimana satu anggota keluarga menjadi juru pemantau jentik. Dengan adanya juru pemantau jentik di setiap rumah diharapkan angka penularan DBD di Tabanan pun akan semakin menurun,’’ harap Suratmika. (kmb24)


4

Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

Mengenal Lebih Dekat Tentang Depresi GAYA hidup hedonis menjadi trend di masyarakat saat ini. Tidak hanya remaja, orang tua mereka juga sama. Seorang artis, orang kaya sekalipun dapat menderita gangguan depresi. Karena depresi bisa dialami oleh seseorang bukan karena sudah punya segala yang diinginkan, semua terpenuhi. Namun, jika seseorang mengalami ketidakseimbangan regulasi hormon atau neurotransmiter di otak, juga dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi. Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSUP Sanglah Dr. dr. AA. Sri Wahyuni, Sp.KJ (K) mengatakan, potensi untuk bunuh diri tidak meningkat, namun percobaan bunuh diri meningkat. Keinginan bunuh diri adalah salah satu tanda gangguan depresi berat. Menurut data Riskesdas tahun 2013, 6 persen, penduduk Indonesia mengalami depresi, bahkan usia termuda yang mengalami depresi adalah 15 tahun. Seseorang yang depresi mengalami gejala yaitu, tidak pernah bisa merasakan senang, bahagia, selalu merasa kosong, kesepian, tidak dapat menikmati halhal yang seharusnya membuat senang, merasa tidak berguna, mudah lelah, konsentrasi menurun bahkan sulit konsentrasi. “Saat merasa tidak berguna, tidak tahu apakah yang dicari dalam hidup, tidak ada teman yang diajak ngobrol,

GANGGUAN MENTAL - Keinginan bunuh diri merupakan tanda adanya gangguan mental, depresi berat atau gangguan mental berat seperti gangguan psikotik dan skizoprenia. Bunuh diri bukan hanya karena tidak terpenuhinya keinginan secara materi saja, namun lebih luas lagi adalah rasa tidak percaya diri dari sejak anak–anak, merasa gagal, tidak berguna, tidak dibutuhkan, di-bully atau diejek sehingga putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya.

keinginan dan pikiran ingin mengakhiri hidup semakin kuat. Perasaan ingin mengakhir hidup lebih diperkuat dengan pengaruh gravitasi bumi pada tubuh seseorang. Apalagi disertai sulit tidur, perlu diwaspadai perubahan waktu antara lain pukul 12.00 siang, 17.30 sore, 04.30 dinihari. Pada jam-jam itu menimbulkan dorongan untuk mengakhiri hidup semakin kuat,” ungkapnya, Kamis (24/10). Remaja Kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan bunuh diri memang bisa terjadi karena emosi remaja masih belum stabil. Apalagi jika remaja tersebut sedang mengalami depresi karena berbagai sebab. Hal–hal yang dapat mempengaruhi ketahanan stres kehidupan seperti stres belajar, ingin mendapatkan kesenangan seperti yang ditonton di media internet atau TV, mudah memperoleh sesuatu tanpa ada

upaya keras yang dilakukan, anak dan remaja yang tidak didampingi dalam menonton setiap tayangan, durasi menonton lebih dari 3 jam akan mempengaruhi atau membuat kecanduaan, remaja sering menyalahkan orang lain/orang tua atas apa yang dialami atau menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan apa yang diinginkan segera. Keinginan bunuh diri merupakan tanda adanya gangguan mental, seperti depresi berat atau gangguan mental berat seperti gangguan psikotik dan skizoprenia. Bunuh diri bukan hanya karena tidak terpenuhinya keinginan secara materi saja, namun lebih luas lagi adalah rasa tidak percaya diri dari sejak anak–anak, merasa gagal, tidak berguna, tidak dibutuhkan, di-bully atau diejek sehingga putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya. Ketergantungan K-pop, sinetron, game online dan orang yang terhipnotis karena

fokus pada satu hal lebih dari 30 menit per hari akan mempengaruhi suasana, perasaan seperti ikut menjadi pemain atau menjadi pasangan dengan tokoh atau pemeran utama sehingga jika pemain utama mati bunuh diri, penonton yang sudah terhipnotis ingin melakukan tindakan yang sama atau merasa bersalah.

depresi, harus dilakukan sejak anak-anak, dikuatkan mentalnya dengan bercerita tentang perjuangan hidup untuk mendapatkan sesuatu, dari makanan sampai untuk mencapai cita-cita itu adalah proses. Proses tersebut dengan mengajak anak merasakan secara langsung pengalaman hidup orang tua dan contoh orang lain yang sukses. “Bukan menyuruh anak seperti contoh itu, tapi bagaimana semangat orang tua dalam perjuangan hidup untuk sukses,” imbuhnya. Anak–anak dan remaja juga diajak beraktivitas fisik seperti olahraga, kegiatan domestik rumah seperti menyapu, menolong diri sendiri, cuci pakaian, memasak. Anak terutama yang akan menuju remaja juga perlu dilatih manajemen stres sesuai umur. Sehingga remaja tidak mudah putus asa dan menyerah pada suatu tantangan dan hambatan dalam setiap proses kehidupan sebagai remaja. (may)

Mental Saat ini perlu meningkatkan ketahanan mental masyarakat terutama yang rentan yaitu remaja dengan pengasuhan penuh cinta, komunikasi yang sehat dalam keluarga. Contoh perilaku saling menghargai dan menerima kekurangan masing-masing anggota keluarga. “Sehingga di manapun dan kapanpun dapat menyesuaikan diri dengan segala tantangan dalam proses kehidupan ini,” ujarnya. Untuk mencegah remaja mengalami

Cara Praktis Merampingkan Pinggang Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

1

Dapat dipastikan semua wanita mendambakan pinggang yang ramping, oleh sebab itu berlatihlah

Gb.I: Posisi berdiri tegak, kedua kaki dibuka dan ditekuk, lengan kanan lurus ke atas dan condongkan badan ke arah kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan. Tegakkan kembali lalu ulangi gerakan hingga 2 x hitungan, setelah itu lakukan dengan arah kebalikannya dengan cara dan hitungan yang sama.

dengan tekun setiap hari yang gerakannya focus untuk pinggang. Berkonsentrasilah pada gerakan

Gb. II: Posisi berdiri tegak dengan tumpuan berat badan kaki kiri, sedangkan kaki kanan silang ke belakang. Lengan kanan lurus ke atas dan lengan kiri rileks depan tubuh. Gerakan bahu kanan ke arah atas dan bawah dalam posisi lengan tetap lurus. Lakukan 2 x 8 hitungan setelah itu lakukan arah kebalikan dengan cara yang sama.

yang sedang dilakukan agar hasilnya maksimal. Ikuti peragaan berikut ini bersama Nita dari Lala Studio.

Gb. III : Tetaplah berdiri tegak, kedua kaki tutup rapat sedangkan kedua siku lengan ditekuk belakang kepala. Miringkan badan ke kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan, lalu tegakkan badan dan miringkan ke kanan. Ulangi gerakan tadi hingga 2 x 8 hitungan.

2 3

Kisara

“Hai Kisara. Kenalin aku Resta. Aku mau nanya dong Kak, boleh gak sih kalau rambut kemaluan kita dicukur? Ada efek sampingnya gak Kak kalau dicukur? Makasi Kak. Dijawab ya.” Halo Resta. Salam kenal juga ya. Hmmm banyak ya yang bertanya-tanya, terutama para wanita nih. Sebenarnya boleh gak sih kita mencukur rambut kemaluan kita? Apa gak ada efek sampingnya tuh? Dikutip dari Health Line, rambut kemaluan biasa juga disebut sebagai “pelumas kering”. Kenapa? Karena lebih mudah menggosokan rambut dengan rambut daripada kulit dan kulit. Hal ini berarti rambut kemaluan mampu menghantarkan rangsangan seksual juga. Selain itu pada dasarnya rambut kemaluan berfungsi untuk menjaga kemaluan tetap

hangat, menjebak kotoran yang akan masuk ke dalam vagina (seperti partikel atau mikroorganisme yang berbahaya) karena folikel rambut ini menghasilkan minyak yang mampu mencegah berkembangbiaknya penyakit. Maka dari itu, secara singkat rambut kemaluan bisa melindungi kamu dari infeksi menular seksual tertentu. Manfaat Meskipun memiliki banyak manfaat, namun jika rambut kemaluan atau rambut di area sensitif tumbuh secara berlebihan bisa menimbulkan ketidaknyamanan juga

Gb. IV : Berdiri tegak dengan tumpuan berat badan pada kaki kiri, sedangkan kaki kanan silangkan ke depan kedua siku lengan di tekuk depan dada lalu putar badan ke arah kanan hingga terasa tarikan pinggang kanan, lalu lakukan pada arah kebalikan.

4 Miliki pinggang ramping dengan berlatih rutin serta salam bugar dari Lala Studio.

Kupon

Mencukur Bulu di Area Sensitif loh. Hal ini bisa aja membuat kemaluan terlalu lembab sehingga memicu rasa gatal. Banyak orang yang lebih memilih untuk memotong rambut kemaluannya. Namun, memotong di sini bukan berarti membuatnya habis tak bersisa. Para ahli menganjurkan untuk merapikan bagian ujung rambut secara rutin setelah masa menstruasi guna mencegah penimbunan bakteri atau timbulnya rasa gatal. Ada beberapa alasan lain juga yang membuat orang mencukur rambut kemaluannya seperti adanya rasa tidak nyaman jika rambut terlalu panjang, norma sosial, anggapan pribadi bahwa mencukur habis rambut kemaluan membuatnya lebih menarik, tuntutan pasangan dan banyak lagi. Hal ini tergantung lagi pada persepsi tiap orang.

Jika ingin mencukur rambut kemaluan kalian, maka hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan alat-alat yang bersih, proses pencukuran yang hati-hati agar tidak menimbulkan luka, tidak menggunakan pakaian dalam ketat setelah mencukur rambut kemaluan dan cukurlah ke arah pertumbuhan rambut untuk mencegah iritasi atau luka. Pada dasarnya, mencukur rambut diperbolehkan, asalkan tidak sampai gundul mengingat banyaknya fungsi dari rambut kemaluan itu sendiri. Hal yang dapat terjadi setelah mencukur rambut kemaluan secara sembarang adalah luka akibat tidak hati-

hati saat mencukur, iritasi kulit karena mencukur hingga gundul, muncul bisul atau bengkak nanah akibat infeksi dan kemungkinanan penuluran penyakit seksual. Nah sahabat Kisara, meskipun mencukur rambut kemaluan adalah hal yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan fungsi organ seksual, hendaknya kalian harus tetap hati-hati. Ingatlah untuk hanya merapikannya dan jangan sampai membuatnya gundul. Mau dicukur atau tidak, itu adalah pilihan masing-masing individu yang berhak untuk dihormati. Intinya, harus sesuai dengan kebutuhan dan tetap menjaga kebersihan organ seksual dan reproduksi kita ya.


5

Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

Capricorn Peruntungan: Yang jeli dan cermat dalam mengamati situasi yang ada, tak perlu menuruti suasana hati yang terus gelisah. Pekerjaan yang lagi Anda tangani ini sudah setumpuk maka pandaipandailah membagi waktu sehingga rejeki tidak sampai lari begitu saja. Kesehatan: Jangan banyak melamun karena bisa berdampak negati bagi kondisi badan Anda. Cinta: Demi kebahagiaan dan ketenteramannya maka tidak ada salahnya jika mengalah saja. Aquarius Peruntungan: Keresahan yang Anda rasakan akhir-akhir ini terasa lebih gencar dan seakan-akan siap menghantam diri Anda. Maka dari itu, persiapkan hati dan pikiran agar bisa lebih tenang dan berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Kesehatan: Kesadaran yang tinggi untuk mau lebih disiplin dalam berpola hidup sehat. Cinta: Jalani dengan hati lapang dan penuh syukur, tak perlu terlalu dipikir secara mendalam karena bisa cepat tua nantinya. Pisces Peruntungan: Jangan asal bicara tanpa pikir panjang sebab itu hanya akan bikin masalah baru saja. Minggu ini sekilas tenang akan tetapi sebenarnya masih bergolak. Kesehatan: Senam di pagi hari tidak ada salahnya mulai digalakkan lagi. Cinta: Sikap keras Anda hanya akan membuat suasana menjadi tidak tenang dan membuatnya gelisah. Aries Peruntungan: Saat-saat ini penuh pergolakkan sehingga tak heran jika suasana tampak menjenuhkan. Tak perlu menonjolkan diri saat seperti ini. Ada baiknya Anda bersikap biasabiasa saja agar terhindar dari orang yang iri dan dengki. Kesehatan: Jaga kondisi dengan minuman vitamin. Cinta: Ketenangan bisa tercipta jika kedua belah pihak saling memahami sifat dan karakter masing-masing. Taurus Peruntungan: Tetap fokus dengan pekerjaan dan tugas-tugas yang ada saat ini. Jangan terombang-ambing dengan isu-isu yang berkembang karena hal itu hanya akan mengacaukan dan mengaburkan saja. Kesehatan: Tak perlu cemas karena kondisi Anda tak pernah sebaik ini. Cinta: Tetap berusaha dan tidak lupa selalu berdoa memohon yang terbaik untuk ke depannya. Gemini Peruntungan: Tenangkan pikiran dan hati Anda sehingga bisa tetap berpikiran jernih. Suasana sudah lebih tenang akan tetapi suasana hati masih merasa gelisah karena selalu terbayang oleh masalah yang cukup rumit. Kesehatan: Berusahalah selalu bisa tampil menarik dan disiplin dengan menjaga kondisi badan Anda. Cinta: Jangan arogan kepadanya, karena itu hanya akan membuat suasana menjadi bertambah panas saja. Cancer Peruntungan: Ada harapan untuk meningkat, tinggal tergantung bagaimana Anda mengatur waktu dengan benar. Minggu ini peruntungan Anda lagi baikbaiknya sehingga hampir tiada hambatan yang cukup berarti. Kesehatan: Jangan lupa selalu bangun pagi dan lakukan olahraga yang tak terlalu berat. Cinta: Jangan dengarkan omongan orang kalau akhirnya akan berdampak buruk bagi hubungan Anda dengan si dia. Leo Peruntungan: Dalam menghadapi partner kerja yang kurang serius, tidak perlu takut ataupun segan, bersikaplah lebih tegas lagi. Rencana penting direalisasikan saja minggu ini, karena semua elemen tampak mensupport Anda. Kesehatan: Hindari makan yang terlalu masam. Cinta: Tak perlu ragu dengan kesungguhan hatinya, yakinlah dengan kesetiaan yang ada pada dirinya. Virgo Peruntungan: Order sudah mulai mengalami penurunan, maka prestasi kerjanya harus ditingkatkan agar tidak sampai mengalami kemunduran. Hadapilah masalah dengan serius, pasti akan lain hasilnya jika dihadapi dengan sepenuh hati. Kesehatan: Jangan biarkan kekecewaan terlalu lama terpendam di dalam hati jika tidak ingin kesehatan Anda terganggu. Cinta: Tiap jumpa kok selalu bikin hatinya jengkel. Bukankah lebih baik jika sekali-sekali memberinya surprise kepadanya biar si dia bisa tersenyum bahagia. Libra Peruntungan: Jangan terpancing omongan, cobalah Anda lebih jeli dalam melihat setiap persoalan. Minggu ini peruntungan lagi buruk, sehingga jika ada rencana penting sebaiknya ditunda dulu pelaksanaannya. Kesehatan: Sehat tidaknya sangatlah dipengaruhi oleh pikiran Anda yang tampak sering gelisah akhir-akhir ini. Cinta: Akhir-akhir ini hubungan Anda berdua menjadi buah bibir. Tetap selalu jaga kekompakan bagaimanapun situasinya. Scorpio Peruntungan: Jangan terpancing oleh omongan yang menyakitkan hati, anggaplah semua itu angin lalu yang tak perlu dimasukkan hati. Semua permasalahan masih bisa diselesaikan selama bisa meredam segala amarah Anda. Kesehatan: Suasana hati yang tenang akan membantu penyembuhan penyakit Anda. Cinta: Rundingkan dulu permasalahan yang terjadi dengannya sebab hanya dengan begitulah maka kegelisahan hati akan bisa tertanggulangi. Sagitarius Peruntungan: Perkembangan lamban tetapi akan segera membaik dan menanjak ke atas. Tak ada gunanya menyimpan kesedihan di dalam hati terus-menerus karena hanya akan mengganggu kinerja Anda sehari-hari. Kesehatan: Usahakan posisi duduk selalu benar agar tidak ada yang terkilir. Cinta: Masih diliputi dengan keceriaan maka tak perlu cemas dengan situasi di sekitar Anda.

Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 27 Oktober 2 November 2019

10 Tiang Kokoh Ajeg Dharma asamyatatmana yogo dusprapa iti me matih vasyatmana tu yatata sakyo‘vaptum upayatah

Redaktur Khusus

(Bhagavad-gita 6.36)

WAKYA

“Mereka yang tidak mengendalikan pikirannya tidak mungkin mencapai keberhasilan di dalam yoga. Akan tetapi, mereka yang senantiasa berusaha dan berhasil mengendalikan pikirannya, maka mereka akan berhasil di dalam yoganya. Itulah pendapat-Ku.” Terdapat 11 indria (ekadasendriya) yang dalam lontar Tutur Kumara Tattwa dijelaskan sebagai sangat menentukan naik atau turunnya arah hidup manusia. Jika orang berhasil mengendalikan ekadasendriya maka orang akan mendapatkan keberhasilan dalam hidup material dan spiritualnya. Sebaliknya, gagal mengendalikan ekadasendriya menyebabkan orang mengalami berbagai kesulitan dalam hidup material maupun spiritual. Ekadasendriya atau sebelas (11) indria tersebut adalah: (1). Panca Karmendriya (lima indria penggerak), yaitu; Vakindriya (indria mulut), Panindriya (indria tangan), Padendriya (indria kaki), Payvindriya (indria pengeluaran/ anus), dan Upasthendriya (indria seksual), (2). Panca Buddhindriya (lima indria perasa), yaitu: Caksvindriya (indria penglihatan), Srotendriya (indria pendengaran), Tvakindriya (india perasa pada kulit), Jihvendriya (indria perasa pada lidah), Ghranendriya (indra penciuman), dan (3). Manah (pikiran). Pikiran adalah indria ke11 dan merupakan raja dari seluruh indria. Keberhasilan dalam yoga dimulai dari pengendalian pikiran karena pikiranlah yang mengendalikan seluruh kehidupan manusia. Orang-orang bijaksana berusaha mengendalikan pikiran demi mengendalikan seluruh indria. Sarasamuccaya

weda

Darmayasa

menyebutkan, “apan ikang manah ngaranya, ya ika witning indriya, maprawrtti ta ya ring subhasubha-karma, matangnyan ikang manah juga prihen kahrtanya sakareng” (karena pikiran itu adalah yang menggerakkan indria-indria, dia juga yang menentukan perbuatan baik dan buruk, maka dari itu segeralah bertekad untuk mengendalikan pikiran). Lontar Wrhaspati Tattwa mengingatkan bahwa “ikang citta hetu nikang atman pamukti swarga, citta hetu ning atma tibeng neraka, citta hetu nimittanyan pangdadi tiryak, citta hetunyan pangjanma manusa, citta hetunyan pamanggihaken kamoksan mwang kalepasan, nimittanya nihan”, yang artinya pikiranlah yang membuat atma mencapai surga, pikiranlah yang menyebabkan atma sampai di neraka, pikiranlah yang menjadi penyebab kelahiran sebagai binatang, pikiran yang menyebabkan penjelmaan sebagai manusia, pikiran pula yang membuat tercapainya moksa dan bebas dari keterikatan duniawi. Orang-orang suci memahami kekuatan pikiran yang begitu hebat dan kuat. Mereka mengontrol pikiran untuk mengendalikan indria-indria (dasendriya). Keberhasilan mengendalikan pikiran akan dapat menyelamatkan badan dan atma agar tidak terseret ke dalam jurang kehancuran. Pustaka-pustaka suci upanisad, purana, itihasa, dan dharma sastra seperti Manawa Dharma Sastra mengajarkan bahwa orang-orang bijaksana mengendalikan indria-indrianya bagaikan seorang kusir mengendalikan keretanya. Badan jasmani

kekerasan, tidak menyakiti makhluk lain, baik lewat tindakan, kata-kata, bahkan pikiran/niat), satya (tegak pada kebenaran, jujur, tidak ingkar janji), asteya (tidak mencuri), brahmacarya (pengendalian nafsu seksual), aparigraha (tidak menginginkan milik orang lain). Niyama juga terdiri dari lima bagian yang terdiri dari: sauca (selalu menjaga kebersihan lahir batin), santosa (selalu damai dalam setiap keadaan), tapa (kemampuan pengendalian diri dalam berpikir, berkata, dan bertingkah laku), swadhyaya (belajar ajaran-ajaran suci Veda, mawas diri/introspeksi), iswarapranidhana (tekun dalam pemujaan dan penyerahan diri totalitas pada Tuhan Yang Maha Kuasa). Sarasamuccaya dan pustaka-pustaka suci Veda lainnya menyebutkan ada sepuluh jenis Brata yang disebut dengan istilah Yama Vrata, yang terdiri dari: anrsangsya (tidak mementingkan diri sendiri, peduli pada makhluk lain), ksama (mudah mengampuni kesalahan, seimbang dalam setiap keadaan, suka dan duka, gagal dan berhasil, dan sebagainya), satya (menegakkan kebenaran, setia pada kata-kata yang diucapkan), ahimsa (tidak melakukan kekerasan pada semua makhluk), dama (penyabar dan mawas diri), arjawa (jujur dalam menegakkan dan mempertahankan kebenaran), priti (mengasihi semua makhluk), prasada (kesucian hati, tanpa pamrih menjalankan dharma), madhurya (sopan dan santun, keindahan prilaku dan tutur kata), mardawa (ketundukan hati). Selain Dasa Yama Brata, Sarasamuccaya juga mengajarkan mengenai Dasa Niyama Brata (nyang brata ikang inaranan yama, pratyekanya nihan, sapuluh kwehnya), tetapi dengan tegas disampaikan bahwa Dasa Yama Brata wajib dilakukan setiap saat sedangkan Dasa Niyama Brata bisa dilakukan secara tidak tetap dan hanya dilakukan bila diperlukan (lawan yama ikang prihen nitya ca gawayakena, kuneng ikang niyama, wenang ika tan langgengen gawayakena, apan ika sang maneket gumawayaken ikang niyama). Bahayanya bila tidak

menjalankan Yama Brata adalah kejatuhan ke dalam neraka (tatan yatna ri kagawayaning yama, tiba sira ring niraya-loka). Dasa Niyama Brata (nyang brata sapuluh kwehnya, ikang niyama ngaranya) menurut Sarasamuccaya adalah: dana (beramal, bersedekah), ijya (melakukan pemujaan dan persembahan yajna kepada Tuhan dan leluhur), tapa (mengendalikan tingkah laku), dhyana (selalu memusatkan pikiran pada Sang Maha Pencipta), swadhyaya (tekun mempelajari ajaran Veda), upasthanigraha (mengendalikan nafsu birahi), brata (mengendalikan makanan dan minuman, mengendalikan indria-indria), upawasa (mendekatkan diri pada Tuhan), mauna (pengendalian ucapan), snana (mandi dan melakukan pemujaan pada saat sandhya atau pergantian waktu). Wrhaspati Tattwa mengajarkan ajaran pertapaan dan bebratan (puasa dan pengekangan diri) yang dinamakan Dasa Sila (nahan yang dasasila ngaranya, pangraksa ri sang yogisvara ring samadhi nira). Praktik puasa dan pengekangan diri tersebut merupakan gabungan dari Yama dan Niyama yang terdiri dari: ahimsa (artinya tidak menyakiti makhluk lain), brahmacari (tidak kawin), satya (benar, setia, tidak ingkar janji), awyawaharika (tidak turut campur urusan orang lain, tanpa pamrih, dan tidak menghakimi), asteya (tidak mencuri, tidak mengambil milik orang lain), akrodha (bebas dari sifat pemarah), guru susrusa (hormat dan mengabdi kepada guru), sauca (menjaga kebersihan diri lahir dan batin), aharalaghawa (makan dan minum secukupnya, tidak rakus dan sembarangan dalam makan dan minum), apramada (waspada, teliti, tidak ceroboh). Yama dan Niyama Vrata membentuk dasar maha kuat bagi penegakan ajaran Dharma. Oleh karena itu, leluhur nusantara melalui ajaran-ajarannya dalam lontar-lontar sangat menekankan pentingnya praktik Yama-Niyama. Ia merupakan 10 Tiang Kokoh Dharma dan patut ditegakkan oleh setiap umat demi ajegnya Sanatana Dharma, agama yang kekal abadi.

dijelaskan tentang peran Bunda Maria. Menjelang wafat-Nya di salib, Kristus mengaruniakan Bunda Maria kepada murid-Nya, yaitu Yohanes. Bunda Maria lalu menjadi ibu bagi murid itu, yang mewakili seluruh murid Kristus. Dengan demikian, Bunda Maria menjadi ibu segenap murid Kristus, ibu Gereja. Sesudah Putranya naik ke surga, Bunda Maria menyertai Gereja awal mula dengan doa-doanya, bahkan sampai sekarang Bunda Maria senantiasa mendoakan Gereja. Demikian pula Kisah Para Rasul mencatat peran Bunda Maria. ‘’Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersamasama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus’’. (Kis 1:13-14). Dalam

doa-doa bersama menantikan turunnya Roh Kudus, Bunda Maria berada di antara para murid Kristus, dan karena itu menjadi Bunda Gereja. Setelah diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya, Ibu Maria tetap menjadi Bunda Gereja dengan tetap menjalankan peran sebagaimana yang telah diembannya selama hidup di dunia. Setelah di surga, Ibu Maria membantu kita memperoleh karunia-karunia demi mengantar kita kepada keselematan kekal. Karunia-karunia itu berasal dari Putranya, namun diperoleh oleh Bunda Maria untuk ‘’disalurkan’’ kepada kita di dunia. Peran Bunda Maria yang demikian, tidak mengecilkan atau mengurangi peran Kristus sebagai pengantara tunggal. Justru sebaliknya, Bunda Maria menegaskan lebih kuat lagi peran Kristus sebagai pengantara satu-satunya. Mengapa? Sebab, semua karunia yang diperolehnya dari Kristus, oleh Bunda Maria lalu diberikan kepada kita. Karena peran istimewa itu, Bunda Maria dihormati oleh Gereja dengan devosi yang spesial. Sejak zaman kuno, Sang Perawan sudah digelari Bunda Allah. Meski begitu,

bakti kepada Bunda Maria tak dapat disejajarkan dengan bakti dan penyembahan kepada Putranya, Sang Firman yang menjadi manusia. Penghormatan kepada Bunda Maria tak mengecilkan dan mengurangi penghormatan dan penyembahan kepada Sang Kristus, Tuhan. Sebab, penghormatan kepada Sang Perawan selalu atomatis merupakan penghormatan kepada Sang Kristus. Bunda Maria tak pernah ‘’berdiri sendiri’’, melainkan selalu menunjuk dan terkait dengan Sang Kristus. Bahkan, sebagai buktinya, semua dogma Gereja mengenai Bunda Maria tak pernah ‘’demi’’ Sang Perawan sendiri, melainkan selalu menunjuk kepada Sang Kristus. Per Mariam ad Iesum, melalui Maria kepada Yesus, demikian ujaran tradisional dalam ajaran Gereja Katolik. Gereja menghormati Santa Perawan sebagai Bunda Tuhannya sekaligus Bundanya sendiri. (D.Y. Istimur Bayu Ajie) Empat hari lagi (1 November) adalah ‘’Hari Raya Semua Orang Kudus’’ dan ‘’Jumat Pertama’’; dan 2 November ‘’Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman’’ dan ‘’Sabtu Imam’’.

satuan, fenomena tersebut merupakan peristiwa yang diharapkan. Bagi orang yang paham politik, perdamaian, persaingan dan permusuhan dalam perebutan kekuasaan, dianggap hal yang sangat wajar. Sebab mereka mahfum, dalam politik hanya kepentingan yang abadi, sedangkan kawan dan lawan tidak ada yang permanen!’’ tegas Rubag. ‘’Setuju! Harus disadari yang paling dekat dengan dunia sandiwara justru ranah politik. Bila diandaikan thesaurus, keduanya ada dalam satu slot. Berpurapura, hipokrit, jangankan berjanji, bersumpah untuk diabaikan juga sering terjadi. Lebih baik menyindir lewat lirik ‘Panggung Sandiwara’ untuk urusan pengkhianatan dalam politik daripada memakai ‘Kegagalan Cinta’ yang terkesan cengeng! Penonton acara yang kamu katakan tertawa, kurasa mereka menertawakan si pelantun syair. Sudah tahu tidak ada pertemanan yang langgeng dalam politik, kok

menyamakan politik dengan dunia asmara? Bisa dijamin enggak, kalau si pengujar syair tidak pernah berkhianat dalam politik? Orang yang berkali-kali dikhianati dalam bercinta banyak yang sadar, dunia tidak selebar daun kelor. Putus satu cari yang lain! Di zaman sekarang kalau meniru kisah Romeo dan Juliet, payah! Menurut Ian Antono, penyusun melodi lagu ‘Panggung Sandiwara’ yang syairnya ditulis Taufiq Ismail, masyarakat di tahun 1980-an sudah dipenuhi kepura-puraan dan tipu-menipu. Termasuk juga di dunia politik, kendati saat itu mazab otoritarian mewarnai sistem pemerintahan. Manusia bertipe ‘yes man’ memenuhi panggung politik yang mau berperan apa saja demi jabatan dan duit. Coba simak prolog lagu itu! Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Kisah Mahabharata atau tragedi dari Yunani. Apa maknanya itu?’’ tanya Nyoman Sudiantara di akhir paparannya. ‘’Agak mirip memparodi-

kan suasana politik dari dua tahun lalu hingga sekarang. Kisah Mahabharata khususnya, kemunculan Sengkuni yang meretakkan hubungan persaudaraan Astinapura menjadi Pandawa dan Kurawa. Untung saja tidak terjadi perang saudara berkat pandangan hidup bangsa yakni Pancasila. Sebenarnya jumlah pengacau tidak begitu banyak, namun suara mereka yang provokatif dan agitatif dibesar-besarkan beberapa media dibantu medsos. Untung ada kisah Kuda Troya dari Yunani versi Indonesia. Bila dalam kisah aslinya, Athena hancur lebur karena kiriman kuda kayu raksasa dari Sparta, kita di sini justru tercipta perdamaian. Sengkuni dan kawan-kawan ditinggalkan, karena tabiatnya yang sejati terbongkar. Mudah-mudahan menjadi perdamaian yang abadi untuk menuju Indonesia Maju dan langgengnya NKRI. Tidak usah lagi meneriakkan harga mati tapi NKRI Abadi!’’ komentar Made Surjanegara.

diibaratkan sebagai sebuah kereta, seluruh kuda penarik kereta adalah indria-indria, kusir kereta adalah kecerdasan, sedangkan tali kereta yang menarik seluruh “kuda” indria adalah pikiran, dan penumpang sekaligus pemilik kereta adalah atma (roh). Untuk mengendalikan kuda, sais atau kusir kereta memerlukan pengendalian tali kekang yang sempurna. Pengendalian tali kekang adalah pengendalian diri atau pengendalian pikiran melalui praktik-praktik tapa, brata, yoga, dan samadhi. Tapa adalah pertapaan yang lebih banyak mengarah pada pengendalian gebuan-gebuan keinginan badani, sedangkan brata lebih menekankan pada pengendalian kerlap-kerlip pikiran. Ketika seseorang berhasil mengendalikan gerak pikirannya maka ia pasti berhasil mengendalikan sikap atau tingkah lakunya. Dengan demikian, brata menjadi hal penting yang hendaknya dilakukan bila umat menginginkan keberhasilan dalam yoga dalam tujuan mendekatkan diri pada Tuhan YME, Ida Sang Hyang Parama Isvara. Pustaka Yoga Sutra Patanjali adalah pustaka tertua tentang yoga yang dijumpai sampai saat ini. Pada bagian Sadhana-pada-nya menjelaskan perihal Yama dan Niyama-vrata yang masing-masing ada 5 (lima) bagiannya; Yama terdiri dari Ahimsa, Satya, Asteya, Brahmacarya, dan Aparigraha, sedangkan Niyama-vrata adalah: Sauca, Santosa, Tapah, Svadhyaya, dan Isvara-pranidhana. Bagian dan tangga penitian praktik yoga dikenal dengan nama Astanga Yoga. Tangga awal dari Astanga Yoga adalah pemantapan ajaran Yama dan Niyama. Panca Yama Brata merupakan tahapan pertama sedangkan Panca Niyama Brata merupakan tahapan kedua dari delapan tahapan untuk menyatukan diri dengan Tuhan (asta = delapan; anga = tahapan/bagian; yoga = mendekatkan diri pada Tuhan). Yama terdiri dari lima bagian yaitu: ahimsa (tanpa

MIMBAR AGAMA

Peran Bunda Maria Ignatius Suharto ‘’Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku,’’ seru Elisabet kepada Maria. (Injil Lukas 1:42-43) BAGI Gereja Katolik, Oktober adalah Bulan Rosario. Maka, begitu memasuki bulan Oktober, umat Katolik setiap hari (selalu ada yang) berdoa Rosario, dengan intensi mereka masing-masing. Ketika mendengar bahwa presiden dan wakil presiden terpilih akan dilantik pada 20 Oktober, maka salah satu intensi doa mereka adalah agar pada hari pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, negara dalam situasi kondusif dan aman. Ternyata Tuhan mengabulkan. Upacara pelantikan berlangsung lancar. Deo Gratias. Syu-

Kuda Troya "Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta. Tak kan terulang kedua kali di dalam hidupku. Ho-ho-ho ya nasib ya nasib. Mengapa begini. Baru pertama bercinta, sudah menderita. Kau yang memulai kau yang mengakhiri. Kau yang berjanji kau yang mengingkari. Kalau tahu begini akhirnya, tak mau dulu ku bermain cinta." ‘’Syair lagu berjudul ‘Kegagalan Cinta’ tersebut mengalun dengan irama rap di sebuah acara televisi, Selasa (22/10) lalu. Padahal acara itu bukan kontestasi dangdut, melainkan debat politik dalam bungkusan hukum dan keadilan. Syair dilafalkan seorang politisi disertai tawa berderai-derai, namun sorot matanya bernuansa kekesalan. Orang Bali menyebut tawa seperti itu kedek jengah! Peserta lain dan penonton ikut tertawa, namun tidak jelas apakah menertawakan si pengujar

kur kepada Allah. Injil Lukas mencatat bahwa Bunda Maria adalah Ibu Tuhan kita. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring. ‘’Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku. Sebab sesungguhnya ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia yang telah percaya sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan terlaksana.’’ (Injil Lukas 1:41-45). Dalam berdoa Doa Rosario umat Katolik bersama Bunda Maria berdoa kepada Allah, dan mohon Bunda Maria berkenan mendoakan mereka kepada Allah. Sebab, Bunda Maria adalah ibunda Tuhan Yesus, ibunda Kristus, ibu Gereja dan ibu segenap murid Kristus. Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 963-972

brolan BALE BANJAR ARIDUS syair ataukah kelompok yang disindir lewat kalimat-kalimat lagu. Bukan rahasia lagi, kebanyakan pemirsa TV tahu kalau dalam kancah politik sekarang telah terjadi peristiwa yang mencengangkan sekaligus menggembirakan bagi pencinta kedamaian. Mereka yang sejak dua tahun hingga pelantikan Presiden periode 2019-2024 gontokgontokan, kini bersepakat berdamai dan berekonsiliasi. Memang menyakitkan bagi kaum fanatikus, namun bagi yang mendambakan ketenangan, keharmonisan dan per-


Bali

6

Redité Kliwon, 27 Oktober 2019

Upacara Tumpek Kandang

Suksmaning Manah ring Sarwa Prani UPACARA yadnya wantah parindikan sané mabuat sajeroning kahuripan krama Hindu utamanipun ring Bali, wénten sané kamargiang sarahina saha wénten taler sané kamargiang ring rerahinan-rerahinan sané sampun janten kémanten. Tatkala becik kauratiang sekancan upacara sané kamargiang olih krama Hindu wénten tetueknyané soang-soang sané sujatinné yéning becik katelebang wantah nénten rimit tur dangan kaanutin. Punika satmaka nyinahang sapunapi kawagedan lan kapradnyanan saking para panglingsiré nguni ngamedalang daging-daging tattwa agama malarapan antuk parikrama upacara yadnya sané raris katamiang kantos mangkin. Sinalih tunggilnyané, upacara Tumpek Kandang sané sampun kamargiang daweg Saniscara Kliwon wuku Uyé sané sampun lintang. Tumpek Kandang utawi Tumpek Uyé wantah rerahinan sané rauh nganem bulan apisan utawi nyabran rahina Saniscara Kliwon Wuku Uyé. I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H., dosén Tattwa ring UNHI Denpasar maosang, sané kaupacarain tatkala rahinan Tumpek Kandang wantah sekancan beburonam ngawit sané mabatis dadua, patpat kantos sané nénten mabatis. Sangkaning sané pinih nampek ring kawéntenan kramané wantah beburon sané kaupapira sinah punika kémanten sané kaupacarain satmaka

panyeledii saking sekancan beburonan rumasuk beburon ring alasé. Sakadi sané munggah ring Lontar Sundarigama, Saniscara Kliwon Uyé pinaka prakertining sarwa sato sané kirang langkung tegesnyané wantah “Ring dina Saniscara Kliwon Wuku Uyé sapatutnyané kanggén pangawit nglestariang sekancan beburon”. Kruna “nglestariang” manut tetuek Agama Hindu wantah malarapan antuk ngrestitiang, ngamargiang upacara taler becik-becik ngupapira mangda kawéntenanipun setata lestari duaning bénjang pungkuran prasida kanggén ring upacara yadnya. Ngamargiang upacara Tumpek Kandang taler kanggén jalaran olih kramané ngrastiti ring Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk prabawanida pinaka Sanghyang Siwa Pasupati sané mapeséngan Sanghyang Raré Angon mangda sekancan beburon ngamolihang kahuripan sané becik tur rahayu. “Punika nyinahang sané kasiwi ring rahinan Tumpek Kandang wantah Ida Sanghyang Raré Angon pinaka panganggon ring para beburon,” baos dané. Dané malih maosang, pabuat ngamargiang upacara Tumpek Uyé ring para beburon punika duaning ipun makasami wantah pikardian Ida Sanghyang Widhi Wasa sané setata nyarengin parikrama kahuripan kramané. Minakadi ring masané nguni pidabdab “transportasi” jagi

Bencingah Upacara lan Ngupapira UPACARA yadnya antuk sekancan pidabdab taler upakarannyané wantah sinalih tunggil tetamian budaya saking para panglingsiré nguni. Kawéntenan ipun kantun becik ring kahuripan krama Hindu Bali sané kasinahang antuk kahanannyané kantun kamargiang kantos mangkin jangkep taler antuk sakatah upakaranipun. Yadiastun asapunika, nénten makasami kantun pateh sakadi nguni, wénten kemanten pabinayanipun napi malih ring aab jagat sakadi mangkin. I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. maosang, ring masané mangkin krama Hindu Bali ngamargiang agamannyané akéhan sané ngutamayang upacara kémanten, nanging kirang becik nelebang tur nabdabang daging tattwa ring sajeroning upacara inucap. Minakadi rerahinan Tumpek Uyé utawi Tumpek Kandang sané tatkala punika kamargiang upacara majeng ring para beburon nyabran rahina Saniscara Kliwon Wuku Uyé nanging kramané mangkin akéhan sané ampah ring pidabdab mangda ngamecikang kahuripan sekancan beburonan pamekas beburon Bali ring pakraman minakadi asu Bali. Napi malih sané taler ngawinang sebet wantah beburonan Bali minakadi asu Bali lan meong Bali inucap kahanané mangkin sayan akéh kapadem-pademang ngawag tur kalunta-lunta uripnyané tan pawénten sané ngundukang. Punika satmaka cihna yéning kahanané mangkin pidabdab ngamargiang upacara inucap wantah doh pisan sareng ngamargiang tetuekipun, inggih punika ngaptiang tur ngutsahayang mangda kahuripan beburon setata becik ring jagaté puniki. “Punika mawinan malarapan antuk parikrama Tumpek Uyé dumogi krama Bali pamekas sané magama Hindu prasida kayun mawali ring jati ragannyané soang-soang saha nénten ampah antuk kawéntenan beburon Bali ring kahuripan puniki,” dané nartayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. engsap

1. h)\uæp/,

lupa

2. engseb

2. h)\uæ)b,

terbenam

3. engsut

3. h)\uæut/,

sangkutkan

4. ening

4.

h)n&,

jernih

5. enjek

5.

h)zé)k/,

injak

6. enjit

6.

h)zéit/,

bakar, hidupkan

7. enjung

7. hzé¡*,

tanjung

8. entak

8.

panas

9. entas

9. h)nÓs/,

lewat

10. enteb

10. h)nÓ)b/,

tebang

h)nÓk/,

ngawigunayang beburon sané sampun becik kaupapira minakadi jaran. Sios punika taler sareng nabdabdang pakaryan jadmané minakadi sampi sané nyarengin matekap ring carik. Sios punika ipun taler kanggén sajeroning upacara yadnya utamanipun kanggén caru, minakadi ngawigunayang ayam miwah asu sané ketah kaupapira olih kramané wiadin beburonan alas minakadi rasé, landak taler buron alas siosan sané ketah kanggén caru ring upacara-upacara ageng minakadi Eka Dasa Rudra ring Besakih. Wénten taler sané munggah ring Lontar Sunarigama, ayuwa tan masih ring sarwa prani, apan prani ngaran prana sané teges ipun kirang langkung “Becikang ngupapira lan nguratiang kahuripan para beburon duaning wantah druén jagat sané patut setata kabecikang mangda jagaté setata landuh, becik lan kerta raharja”. Punika mawinan wantah jadma pinaka pakardin Ida Hyang Paramakawi sané kaucap pinih becik tur madué Tri Pramana sané prasida ngamargiang makatah upacara sinalih tunggilnyané upacara Tumpek Uyé. “Ngamargiang upacara nyuciang beburon taler dados jalaran kramané ngaturang suksmaning manah ring beburonan sami antuk sekancan parikrama sané sampun kamargiang majeng ring kahuripan krama,” asapunika dané nartayang. (was)

TUMPEK – Kawéntenan upacara Tumpek Kandang wantah sinalih tunggil kapatutan sané kamargiang olih krama Hindu pamekas sané meneng ring Bali. Punika wantah pangrastiti mangda sekancan beburon setata rahayu.

Soroh Upakara pinaka Cihna Pangrastiti Beburon SAKADI sané sampun kawedar, Tumpek Kandang wantah sinalih tunggil upacara sané kamargiang krama Hindu utamanyané ring Bali nyabran rahina Saniscara Kliwon Wuku Uye. Upacara inucap mabuat pisan kamargiang duaning wantah rahina para beburon ring sajebag jagat kaupacarayang antuk upakara lan yadnya tur kaaptiang mangda setata ngamolihang kahuripan sané becik ring jagaté puniki. Sakéwanten sané ketah iwang kapikayunang olih kramané, sané kaupacarayang ring Tumpek Kandang wantah beburon sané kaupapira ring paumahan kémanten minakadi asu, ayam, sampi, bawi miwah sané siosan. Duaning sujatiné beburon alas lan beburon sané nénten kaupapira taler kaupacar-

ayang ring rahinané punika antuk panyeledi saking para beburon sané kaupapira. Tetujonnyané nénten tios mangda sekancan beburon prasida becik ngamargiang swadharmanipun ring kahuripannyané. Indiké punika raris kabaosang I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. jagi kasinahang saking puja mantra sané tegesnyané kirang langkung “Sekancan beburon wantah pakardin Ida Sanghyang Widhi Wasa lan pinaka jadma wantah ngaptiang mangda Ida Hyang Paramakawi lédang mapaica karahayuan ring beburoné makasami”. Beburon sané kaupacarayang inucap kabinayang saking upakara sané kaaturang tatkala punika sakadi sané munggah ring tutur Lontar Sunarigama. Inggih

punika yéning upakara sané kaaturang minakadi tumpeng tetebasan, panyeneng, sesayut lan canang raka punika wantah pangrastiti majeng ring buron mabatis patpat minakadi conto sampi, kebo, gajah, jaran asapunika taler ring buron sané nénten mabatis minakadi lindung, ulam miwah tiosan. Yéning punika wantah bawi, sinah upakara i wawu kadagingin malih antuk tumpeng, canang raka, penyeneng, ketipat lan belayag. Yéning upakara sané kaaturang wantah madaging antuk tipat kedis, tipat kukur, tipat gelatik taler maimbuh antuk penyeneng, tetebus lan kembang payas sinah sané kaupacarayang wantah beburon minakadi ayam, bébék, kedis, angsa lan soroh kedis-kedisan tiosan. “Antuk ngaturang

soroh-soroh upakara sakadi punika, makasami beburon sané cecirennyané sakadi i wawu sareng kasuciang lan kaaturang pangrastiti yadiastun kamargiang saking genah beburon sané kaupapira kémanten,” baos dané. Malih dané maosang, ngeninin indik galah ngamargiang upacara inucap majanten nganutin dresta ring soang-soang wewidangan. Sakéwanten beciknyané ngamargiang upacara Tumpek Kandang inucap semengan risampuné endag matan ainé utawi sanja tatkala buron sané kaupapira punika wusan kapandusang miwah kawaliang ka kandangnyané soang-soang. Tatkala punika beburon inucap pinaka sampi krama punika taler jagi matepung tawar. Palinggih sané patut taler kaélingang,

sadurung ngamargiang upacara inucap patut pisan kramané nunas tirta ring palinggih sané kadruénang tur kasuciang ring wewidangan pakaranganipuné. Minakadi ring palinggih rong telu, dados ring taksu, ring palinggih surya utawi palinggih sané siosan. Tirta punika sané raris kanggén ri sajeroning upacara saha kaketisin ring beburon. Wusan punika wawu lungsuran blayag wiadin sanganan dados tatedan ring beburon punika. “Manawita krama punika nénten madué beburon sané kaupapirayang, sinah upacara Tumpek Kandang prasida kamargiang ring palinggih rong telu antuk pangapti mangda sekancan beburon ring jagaté prasida nemuang karahayuan,” dané nartayang. (was)

Dura désa

Tari Topéng Malangan

Nyolahang Carita Panji SATIOS ring Bali, ring Jawi taler nglimbak sesolahan topéng wiadin wayang wong. Minakadi sinalih tunggil sesolahan topéng saking wewidangan Malang, Jawa Timur. Tari Topéng Malangan, sapunika wastan sesolahan sané pinaka asil pepadonan saking budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan, miwah Jawa Timuran (Blambangan miwah Osing). Dasar sesolahan topéng puniki madaging antuk unsur kekayaan dinamis miwah gamelan saking Jawi, Madura lan Bali. Carita sané kasinahang taler akéhan indik Carita Panji.

Tari Topéng Malangan rumasuk ring wisata budaya Banyuwangi puniki sampun wénten mawit abad 20. Tari topéng puniki wantah niyasa ambek i manusa, santukan akéh topéng sané nyinahang kahanan sebet, bagia, kimud, galak, miwah sané tiosan. Sajeroning masolah, Tari Topéng malangan puniki kasolahang olih makudang-kudang pragina. Carita sané kasinahang ketah marupa carita Panji antuk tokohnyané minakadi Raden Panji Inu Kertapati (Panji Asmarabangun), Galuh Candrakirana, Dewi Ragil Kuning, Raden Gunungsari, miwah sané tiosan. Ri kala masolah, wénten makudang-kudang pale-

tan carita. Mawit saking paletan jejer jawa, jejer sabrang, perang gagal, gunungsari-patrajaya, perang brubuh, miwah bubaran. Satios punika, pateh sakadi carita sajeroning pawayangan, tokoh sajeroning Topéng Malangan puniki taler kapah dados makudangkudang soroh, minakdi bolo tengen (ksatria jawa), bolo kiwo (raksasa/ klono), dewa, pragina istri, miwah punakawan. Tios punika, sajeroning pementasan Tari Topéng Malangan taler wénten dalang. Satios nguratiang pamargin carita,

dalang taler maparikrama ngicén sesaji taler ngwacén mantra ri kala ngaturang sesaji. Ngeninin indik gamelan sané ngiringang, Tari Topéng Malangan puniki kairingang antuk gamelan tradisional minakadi kendang, bonang, gong, miwah piranti gamelan tiosan. Sajeroning panglimbaknyané, tari Topeg Malangan puniki sayan rered sangkaning kirangnyané regenerasi miwah rasa eling krama nglestariang saha nglimbakang sesolahan puniki. Yadiastun asapunika, makudang-kudang

sanggar ring Malang kantun kukuh nglimbakang budaya tetamian puniki. Utsaha pelestarian inucap kabuktiang antuk ketahnyané ngamargiang pementasan antuk makudang-kudang paweweh gerak sané nénten lémpas saking pakem sesolahan Topéng Malangan. Utsaha inucap majanten muatang uratiang saking pemerintah taler samian krama mangda kawéntenan tetamian budaya inucap lestari. (pusdat/berbagai sumber)


Redité Kliwon, 27 Oktober 2019 MELAH gati-gati baana mataki-taki, sikut lanus perahné ten maan selah makelid ané bakat puponin. Ampun plapan baana nglampahin, slimputan masih, kanti ngemasin makakeb. Kasah-kasah. Ampun pensiun, ayah-ayah nyada, kari sih kapica nutugang tuwuh, acep-acepan Wayahan Supaté among lakar utun ngempu cucu, nuju malang maan matulung di nyama braya, pang maan mauwadan uwaté. Kari té ngelah truna bin aukud, cukuhan anggon prabéan masamayut ngantén ampun ngelah. Ganti ten dadi kelidin. Tuyuh bakat duduk gantusin. “Cutet tiang maserah tekén Beli, kéngkén ja baan Beli, tulungin tiang. Nawegang olasin liwatang lepet tiangé.” Pabaliha kemikan bibih misan Wayahan Supaté. Mabudi meték baana. Jeg aluhanga gati ngitukang layah. Laguté té ten lakar katanjung. Laguté té nyama perahné anggon di malu. Beneng ané kénékéné anggona nylimpuk. Bungeng keneh Wayahan Supaté. “Nggih té, baang malu Beli makeneh.” Jemak sikut di awak, nyabatang blakas matali, sinah ngenén acepané, ngidih olas Wayahan Supat tekén anak cerik ané kari truna, apang nyak nyuang mindo anggona kurenan, ten gati nyak. Bedug upih ten dadi anasang. Ampun cara adi sodet, kénten koné. Akéténg pelud ten dadi tawah. Tarinin anak cerik ané kelihan, anak cerik ten nyak ngamaduang, mantu ten nyak memadu. Kapi ja mapi-mapi. Imih! Bulangkep kelidin aget. Yéning ten té misi ngilidang jengah, makita baana nglimbakang nunas tulung. Keda-keda masih Wayahan Supat. Anak cerik baan meting-meting idih olasin, ten kisinan baan, kaling anak. Bisa pajengahina. “Guru naké nganggon kurenan. Ampun makelo gati té i mémé ngalahin. Apang wénten napi ajak Guru mapitungan.” Duegan panak ngalihang titi. Panak bakat anggon guru. Perah gumi, kénten mirib. Cara celedu usud di tendas, kadén lakar manuh, ikut nyuled ngatitem, kalud misi ngutahang upas. Payu mabungklik baana. “Serahang tiang panak tiangé tekén Beli. Anggon kurenan Beliné. Akuin dogén. Tulungin liwatang jengah tiangé.” Kadirasa nyegekang poos makada sukak. “Nggih té, dija wénten perah kaponakan anggon kurenan? Laguté té ngidih olas, ané kéné-kéné maidih-olasang. Kedék nyen guminé.” “Kaponakan di sampingan té. Liwatang masamayut dogén. Déngen jengah tiang. Beli masih bareng jengah. Nika yéning Beli marasa ngelah nyama buka tiang. Kadung dimarané suud masamayut, belas Beli makurenan ajak panak tiangé, tunas tiang legan Beliné. Manian lekad cucun tiangé, lanus pait getihné, pang ngelah ané akuina guru, panak tiangé ten kutang nyama. Nika dogén.” “Kaponakan anggon kurenan. Cucu akuin panak. Perah cara dijané koné niki? Metu té baan kaketék kakénten.” Jelé tiang ulihan Beli ané ten nyak matulung tekén tiang. Melah tiang ulihan Beli ané olas matulung tekén tiang. Jelé melah tunas tiang tekén Beli. Ané engkén ja lega baang Beli. Pamekas Beli ané mangkin.” Caket baana Wayahan Supat. Keneh gantut ngaba bajang, lepet tepuk, paling ngalih paglantingan. Cara tuké ulung di pasihé, paling patigamgam patigabag

Nyastra

Timpas Bancut Komang Berata ngalih ané lakar glantingin, pang ten kanti puntag-pantigang ombak. Kadung dui kétkét dui kihkihan tepuk, glantingin masih. Kadung matatu baana, nyanéh nekekang magisian. Pamuput payu Wayahan Supat masamayut ngantén, nyak pindana kajangkepang ngajak kaponakan di misan, masaksi nyama akilitan mimbuh prajuru désa. Misi tuyuh ngidih olas gati apang maan tebengan masamayut. Belat makatelun masamayut, kaponakan ané anggon kurenan, nutug rarama di umah bajang. Belas tidong, makurenan boya. Kéngkén kapa unduké, déréng genep awuku nutug rerama di umah bajang, teka kaponakan Wayahan Supaté ané ajaka masamayut ngantén nika. Ten nyak makaad. Jeg lengeh gati keneh anaké cerik. Dijanan koné pejanga kaketékné? Ampun maan galang keneh Wayahan Supaté, pramangkin bet cara tabug laluhu di TPA. Baan bisané té ngutang aluh ngalih tuyuh. “Guru ané ajak tiang masamayut ngantén, Guru ané tongosin tiang driki.” Nggih té. Luh Surat… Luh Surat. Sangkan kéné té abeté ngaba keneh? Ngluku gati té. Tuuh mara pitulas tiban, awak magoba, ulihan lepet ngaba awak, payu anak matuuh séket kutus tiban lebih bakat tongosin. Sedeng anggon odah, perahné. Maan wanengan mélan-élanan telung sangkepan dogén, liwatan nika ampun materag tedun mayahan. Ampun bulang-

kep, ten dadi kelidin ugi tedun mayahan. Lén bin uyak undangan, matulung gaé di nyama di sandingan. Mapuglig nyen baana diwang karang. Ketil ngalih malang. Yén nyak belas makurenan di mara suudé masamayut, ten kéné tepuk. Nongos di jumah bajang, kari maan mélan-élanan maméndra ngisinin keneh. Ten kanti lima bulan makurenan, lekad anak cerik Luh Suraté. Muani. Panyumu among pakrimik di nyama. Telubulanan anaké cerik, panyamaan teka nebengin gamana apang ten linyok kadung bakat nampi undangan, ten wénten marengin mabhakti, ten masih wénten ané nganggoang tataban anaké cerik. Jotan tataban tampina, daara ten. Kingsananga di bongkol entik-entikané. Di kaduriané, kéngkén lakara? Lekad anak cerik Luh Suraté, panyamaan ten ngakuin, kapi ampun nyak Wayahan Supat meras anaké cerik. Meras baanga, ten nyak akuina anggona nyama. Nggih té. “Idep-idepang tiang cara entik-entikan ané kadung bakat punggel tiang. Punyan kayu bakat punggel, kari ngelah tongos makecupitan. Punyan biu bakat punggel, kari masih ngelah selah mabuah. Punyan nyuh punyan buah bakat punggel, tutug ampun lepeté. Ten koné nyamané nyak nampi tataban panak tiangé, ten koné nyamané nyak ngajak manyama panak tiangé, tunas tiang, lakar tohin tiang

panak tiangé atuwuhan tiangé. Kadung ampun bakat kecuhang tiang, ten dadi baan tiang nuduk.” “Yéning dadi idih Guru, mrika kalahin anaké cerik luas. Mrika tutugang malu masekolah, ten lakar kutang Guru, lakar tutug Guru, cara Guru nutug panak sodet Guruné. Makita muruk magaé, masih dadi. Sih Widhiné, manian sugih Luh, ngutgut nyen pamastun kaliyugané. Kija lakun Luh maléngkas, mrika aliha.” “Nika yéning sugih baan tiang mangkuhan. Yéning ten laut? Guru pagandongin tiang tuyuh, kénten?” “Ampun ten gati ngelah sikut nyamané makemélan.” “Keneh nika cara gegaman. Pejang bangklekang, dadi, tulus ya bisa kanti telah amah barak. Gisi, kadut, selet masih dadi. Anggon meeban anggon matektekan, sara legané. Kadung maceleban, ten tiang lakar matingtingan. Mememan, mandus, kadung silemanga tiang, tunas tiang sara lédang ida danéné. Kadanan jelé tiang, kadanan luung tiang, ulihan tiang kari idup né makada. Ilid tanah, ten wénten ané lakar ngringsunang tiang.” “Padalem naké ragané, Luh, alihang ragané ané antes ajak Luh. Alihang ragané tongos.” “Mara teked driki ané tepukin tiang, Guru.” “Cara dongkang kerok-kerok matekep tengkulak, asuteran tengkulak dogén ané tepuk. Badingang, tungkayakang, yén dadi baan sabatang, kutang tengkulaké, baang uwat batisé mauwadan, pang galang tepuk baan payaré.” “Sinah manian. Mangkin déréng.” Gegaman puntul bakat igalang, ten kelét baana kulité. Daap-deep Wayahan Supat. Padalema gati telah lemah Luh Suraté di tegal duwén panglingsir Wayahan Supaté, ngasih-asihin tanah neng tibanan, lakar tajukina. Bayu bajang, ten dadi papas. Laguté élahina, kayang anak cerik ané kari barak, kapi ampun matelubulanan, ajaka di tegalé. Payu kayang cucun Wayahan Supaté bareng gerun ka tegalé. Nges Luh Surat mapagehan. Tekes Luh Surat ngapesin pagehan. Pitik mara kepit ten nyidaang nyuwal pageh-pagehan Luh Suraté. Tetani ten bani maakin pagehan Luh Suraté. Ampun kena sasapan punyan teep. “Bani iba ngutgut pagehan kainé, camput iba. Lén laku iba mangkuhan. Da dini.” Ten camput baana lemah petengé kapi busan-busan anggona jambal. Cara patapan lembungan ngongék-ngongékané, pecik di kébot, di kenawan malenting. Cara kayu katéwél, ulihan mapasah ané makada luput, ten amah bubuk. Baan ten taéné tepukina marebat, cara maboyané kwalon Luh Suraté ané kari truna, “Kari mampuh gurun tiangé maméndra?” “Mara timpas bancut, bakat boyanin, bakat enjekin patin timpasé, selimputan batisé matindakan. Cémal baana batisé, bakat tanjung rain timpasé.” “Metu baana kén gurun tiangé? Kaponakan té?” “Pules mameteng, ten tepukina kaponakan.” Kajemah-kajemih baana Wayahan Supat. Angen kenehné, kaponakan akuin kurenan, cucu akuin anak cerik. Kapi mapi-mapi, pang tutug masih baana pailehé mapi-mapi makurenan. -0-

Ida Bagus Surya Kastawa

Satua

Sarjana Teknik sané Kadaut ring Seni

Ni Clepuk (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) SAMPUN tengah lemeng, bangun raris ipun I Memedi jagi ngaukin Ni Clepuk. Wau rauh I Memedi drika diwangané Ni Clepuk, raris piragina Ni Clepuk mulang laklak. Ditu lantas makaukan I Memedi, “Puk.” Ditu masaut Ni Clepuk, “Endén malu.” Raris I Memedi masaut, “Jalan, anak suba lemah.” Buin Ni Clepuk masaut, “Apa anak suba lemah, buin kesep dogén ko lemah!” Reh asapunika raris mapenpen Ni Clepuk tur mamunyi, “Nah jalan, maluan ké majalan!” Ditu I Memedi masaut, “Maluan ja nyai majalan!” Ditu lantas Ni Clepuk malunan majalan ajak I Memedi ané majalan durian raris mararian sareng kalih. Inggih mangkin rauh ring Pasangkan, raris ngrengkeng Ni Clepuk, “Tondén ja lemah?” “Ah kadung suba neked dini, jalan ja adéng-adéng majalan,” asapunika pasaut I Memediné. Kacarita mangkin makaukan kekanténanipuné sané jati, “Puk,” nénten wénten masaut. “Kija jenenga Ni Clepuk, suba majalan kénkén ka peken. Yén pules kénkén kanti kali jani,” asapunika kekanténané ngrenggeng. Déning kantos ping kalih makaukan, raris masaut uané, “Anak suba majalan, to nyai busan suba makaukan.” Irika raris ipun mamanah-manah, “Bah, lacur jani Ni Clepuk. To nyén ajaka ka peken. Ah melahan ja buung ka peken.” (Masambung)

SAJERONING panglimbak musik pop Bali, utaminnyané sané mapaiketan ring gendinggending sané katembangang para raré, wastan Ida Bagus Surya Kastawa sampun kaloktah pinaka pangripta tembang. Sampun akéh tembang reriptan dané sané ngranjing ring album Anak Pewaris Bali Dwipa (APBD). Yadiastun madué gelar sarjana teknik, dané geleng ngrereh pangupajiwa ring widang seni musik santukan saking riin sampun madué anléh punika. “Dumun, tiang meled kuliah ring Institut Kesenian Jakarta,” sapunika dané nyawis daweg katakénin antuk kasenengannyané ring musik pop. “Nanging, duaning ajin tiang ten kayun madohan sareng tiang, pamuputné tiang kuliah ring Fakultas Teknik Unversitas Udayana.” Putran Ida Bagus Subawa lan Ida Ayu Partiwi puniki kadaut seni musik daweg kantun SMP. Dané sané seneng ring olah raga baskét, ngangken nénten pati renga ring parindikan matembang sadurung kasudi antuk gurundané miletin swayembara santukan daweg punika méweh ngrereh murid lanang sané midep nembang. Ngawit galah punika rabin Ida Ayu Chintya Premashanti puniki raris seneng ring musik. Tui nénten pocol dané nelebin musik kantos ngaonin olah raga baskét. Saking kateleban dané, makudang prestasi sampun prasida kapolihang minakadi: Juara I Bintang Radio & Televisi RRI Denpasar warsa 2007 lan 2008, Juara II Bintang Radio & Televisi Tingkat Nasional warsa 2007, lan 10 Besar Indonesia Idol Audisi Denpasar warsa 2003. Risampun waneh miletin swayembara,lanang sané naen ngwedar tem-

bang (single) mamurda “Aku Bosan”, “Cerita Dua Cinta” lan ”Lara Hati” puniki raris polih pakaryan pinaka pelatih vocal ring Sanggar Cressendo Gria Musika Sukawati, Gianyar lan ring Bali Kumara. Sajeroning ngamargiang swadarma pinaka guru, dané kantun madué galah ngripta tembang. Indik malajah ngripta tembang dané ngandikayang, “Astungkara, duaning icéna galah malajah antuk Bapak Komang Darmayuda sané nuénang Bali Kumara.” Satios ngripta tembang ring Bali Kumara ngawit Bali Kumara Generasi 3 kantos Generasi 7, ajin Ida Bagus Raka Adi Putra Kastawa lan Ida Bagus Aundra Devandaru Kastawa puniki taler ngripta tembang sané katembangang antuk raré-raré Alit Pewaris Bali Dwipa (APBD) duénidané. Lianan ring tembang sané kaunggah ring yutub, reriptan dané wénten ring album APBD 2018 taler ring album APBD 2019 sané jagi kalaunching ring UC Silver Batubulan, Gianyar, 10 November 2019 sané jagi rauh. Ring galahé puniki taler jagi kalaksanayang swayembara tembang pop Bali. Gus Saka, sapunika wastan populer dané, pungkuran puniki sayan ijek ngayah dados juri swayembara tembang raréraré kantos ka sekolahsekolah ring makudang kabupaten. Munguing suka lan duka s a n é sampun katerapin sajeroning ngayah r i n g wewidangan seni musik, dané ngandikayang, “Duka ten wénten, samian suka. Manawi santukan niki ngayah. Ten maperih pikolih sané akéh, nanging astungkara, sekayan tiang setata akéhan ring sané aptiang tiang.”

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 23.wusæuniktitê*\tur*vkÓi,

Wus punika titiang ngaturang bakti,

mtu(suk×ß,

matur suksma, mnu\ál*h(s,

manunggalang arsa, kdisuwu*p)\álieh,

kadi suung penggalihé, \w*hw*rsmbu(,

ngawang-awang rasa mabur, \ly*luhur&l\it/,

ngalayang luhuring langit, tenÀl&r&sikên/,

tan éling ring sikian, rssuew)titê*mtu(,

rasa sué titiang matur, wwuehl&mr&hwk/,

wau éling maring awak, segetÙnÓ)n/,

sagét wénten, w))rire\brkæuti;,

werirangé barak putih, phicnÀidvtr.

paican Ida Bhatara.

Saking Langit Bali Meka Mameka Nyuluhin iba Anggon nandan Tindakané di kalangan Gumanti tepuk Solah bikasé ané buuk Ané sliwah patikacuh Ané punyah ngandang nganjuh

Mameka Jalanin setata I Ketut Aryawana Kenceng


8

Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

Catatan Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Awalnya, tak sengaja tulis ingatan dengan tangis kebisuan

Menjinakkan Luka

Berikutnya, sepotong doa percikan air bunga cempaka isinya tak perlu kau tahu

Pada bagian paling nyeri tubuh sakit hanya kenangan akan tinggal mungkin pula nama atau jejak tangan yang petang pernah menulisnya di suatu narasi selebihnya sunyi beranjak pelahan dari serpih hati

Akhirnya, terus kusisakan waktu tuk catat dosa di kota paling kudus lI Wayan Esa Bhaskara

tiada diri perkasa engkau melunak pasrah atau mengeluh sia-sia, betapa tipis jarak tempat bersinggah dengan jalan pergi

Sendiri

betapa kebanggaan diri rebah tengadah oleh rahasia maut dalam detik-detik menunggu

Aku sendiri menekuri riuh dunia keindahannya dan kepalsuannya kulumat dengan mata bayangan itu membuatku lupa ada yang berbisik lirih suara suara langit aku mengeja setiap aksara tak jua kudapat makna aku terkungkung dalam kurung fana terjerembab melupa tanpa suara aku terjaga sendiri saat jauh dari Nun..... Yang dengannya aku dituntun

pada ibukota segala nyeri nalar dengan lisan tak lagi tertib berbagi kata hanya sembab hanya sesal amat terlambat membacamu trenyuh betapa lahir batinmu masih asing terhadap idiom hakiki kalam ilahi lHerry Lamongan

Penari dan Perupa

lAgus Buchori

Liukan jemari lentik Ni Reneng praginaBanjar Kelandis Menumpah aroma bunga Memetik cahaya bulan Di pelataran pucuk-pucuk senja Tajam garis-garis sapuan warna Ida Bagus Made Poleng dan yang lainnya Melambungkan wangi bianglala Warna warni cerita purbani Perjalanan sungai sejarah Berkilau kilau Memilin sekujur cinta Persembahan cahaya kalbu Sekilau wajah purnama Senandung kidung tanah dewata Gemulai bertaburan Bersunting bunga cempaka

Angin Tenggara angin tenggara yang dingin menyapa kemarau Juli gigil ini mengingatkanku pada segara wedhi kuikuti jejakmu dalam gelap menaiki puncak hanya untuk menjemputmu pagi itu menjadi pagi kita kala saling bergenggaman menikmati hangatnya jingga lAgus Buchori

lI Ketut Aryawan Kenceng

Tirta Gangga

Aku Bersetia

Udara melentingkan perangai embun Ketepi –tepi kolam berlumut lembut Mengucup wajah keruh mengucap salam Tatap jernih mata bening mata air dan mata ikan-ikan yang bermunculan berseliweran Membinarkan mata hati mata hati rimbun rindu Tak tahan tak mencebur meliuk indah Berkecipak dalam nikmat paling dalam Debur hening yang memancur dari patung-patung, kerling teratai dan rahasia purbamu Yang terperam penuh kuntum cinta Menonjok gegap pengap Menawan sesak jejak Di tubuhmu yang segar mekar

Sesekali berkata sesekali kutulis sajak Pada telapak tangan-Mu Sesekali berjanji sesekali merayakan diri pada ibadah puisi “aku bersetia, masa lalu tak boleh halau denyut dada kita” lI Wayan Esa Bhaskara

lI Ketut Aryawan Kenceng

fi a r g to

Fo

Menyiasati Pencahayaan Minim pada Fotografi Panggung

Barong dan Pengunying karya I Wayan Sumatika

Pentas Karawitan karya I Wayan Sumatika

TANTANGAN terberat yang dihadapi para penggemar stage photography atau fotografi panggung hampir seragam. Yakni, kondisi low light atau pencahayaan yang minim saat pemotretan. Pasalnya, sebagian besar pementasan baik itu pementasan tarian, teater dan musik dilaksanakan pada malam hari. Ada yang digelar di dalam gedung dan adapula di luar gedung. Di manapun pementasan itu digelar, karakter utama fotografi panggung adalah low light photography, yakni fotografi dengan pencahayaan minim. Umumnya, pementasan itu dirancang untuk ditonton pengunjung dan bukan untuk kepentingan difoto. Sehingga, seringkali penataan pencahayaan (lighting) sepanjang pementasan kurang “bersahabat” dengan fotografer yang mengabadikan pementasan tersebut. Oleh karena itu, sang fotografer harus pintar-pintar menyiasati kondisi tersebut. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan sehingga Anda tetap punya peluang untuk mendapatkan foto-foto panggung yang menarik? Langkah pertama yang harus dipersiapkan dalam fotografi panggung, tentu saja mempersiapkan peralatan, yakni kamera dan lensa untuk memulai “perburuan”. Tidak ada patokan baku tentang focal lenght lensa yang paling ideal untuk memotret sebuah pementasan. Pemilihan lensa itu sangat tergantung dari posisi atau jarak fotografer dengan panggung pementasan. Meskipun bukan sebuah keharusan, penggunaan lensa tele-

New Selimpat Dance karya I Wayan Sumatika

zoom seperti 70-200 mm sangat disarankan karena dengan lensa ini kita bisa “mengejar” foto-foto close up sehingga punya peluang lebih besar untuk menangkap ekspresi para penampil di atas panggung. Namun, penggunaan lensa yang jangkauannya lebih pendek seperti 18-55 mm, bukan berarti kita praktis akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan foto-foto menarik. Kita tetap bisa mendapatkan “kepuasan” yang setara. Fokus saja memotret keseluruhan panggung. Dalam pementasan tarian, misalnya, foto wide yang menampilkan keseluruhan adegan di atas panggung juga tidak kalah menarik. Apalagi jika kita jeli menangkap komposisi para penari yang dikenal sebagai blocking atau floor pattern (pola lantai). Saat memotret pementasan, baik itu pentas tarian, teater maupun musik, white balance kamera sebaiknya di-setting daylight agar mendekati mata manusia melihat. Artinya, merah akan terekam merah, biru terekam biru. Untuk memastikan hasil terbaik, biasanya memakai format file RAW karena kita masih dapat mengatur warna menggunakan komputer sesuai kebutuhan artistik yang ada. Mengingat kondisi pencahayaan cenderung lowlight, biasanya pengaturan ISO minimal 400 dan lensa cepat dengan bukaan lensa terbesar minimal f/2.8. Bukaan lensa yang besar akan memudahkan kita membidik objek dalam suasana cahaya remang. Namun, bukan berarti kita harus memakai f/2.8 sepanjang pertunjukan. Sesuai-

kanlah dengan kondisi pencahayaan yang ada karena intensitas cahaya sepanjang pementasan biasanya tidak statis tapi senantiasa berubah-ubah. Metoda pengukuran pencahayaan (metering) pada fotografi panggung bisa M (manual) bisa pula A (aperture priority). Pemakaian M disarankan jika kondisi pencahayaan demikian rumit, misalnya bagian yang tercahayai sangat sedikit. Secara umum, dianjurkan memakai A agar segala perubahan pencahayaan bisa “dikejar” oleh kamera, bukan oleh kita. Metoda metering pada M sebaiknya spot, sedangkan pada A sebaiknya matrix. Gunakanlah mode yang paling dikuasai dan membuat kita merasa nyaman untuk melakukan eksekusi. Untuk menjamin hasil terbaik, pemilihan posisi yang paling pas dan nyaman untuk memotret juga sangat menentukan. Pemilihan posisi ini sangat berhubungan dengan peralatan yang akan digunakan. Jika kita hanya membawa lensa dengan focal lenght atau jangkauan yang pendek, maka usahakan mengambil posisi terdekat dengan panggung. Saat memotret sebuah pementasan, khususnya pentas tarian, disarankan mengambil posisi memotret agak menyamping ke kiri maupun ke kanan dari bagian depan panggung atau tidak tepat berada di tengah-tengah. Pasalnya, sebagian besar tarian cenderung menerapkan pola lantai yang cenderung diagonal atau menyamping. Apabila dipotret persis dari depan, terkadang hasil foto menjadi terkesan flat atau datar. (ian)

Belenggu Medsos karya I Wayan Sumatika


Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Receptionist,HK.Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Bali

Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email:calculus2050@gmail.com

Dcr. Segera Adm, Prod. Wanita. Usia Max.25 th. Bisa komputer, Pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049

B.BP.004.10.19.0000714

Dcr segera S1 Teknik Sipil Krm lamaran ke WA 081238032984 B.BP.001.10.19.0000786

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.10.19.0000736

B.BP.004.10.19.0000652

Dcr:Waker,PRT. Jln.Moh Yamin No. 50 Renon Denpasar B.BP.001.10.19.0000737

BIRO JASA

Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering, Scurity,Garden: newarenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.10.19.0000787

Dibthkan Karyawan Accounting & Pemasaran.Lamaran : Guna Merta Mandiri Tabanan 087760421032 B.BP.001.10.19.0000784

Dicari Sales Bahan Bangunan Hub.CahayaAbadi(081337655559) B.BP.001.10.19.0000748

DIJUAL RUMAH

SMK di Dps Bth Guru Bhs Coding Staf IT,Humas syarat SMK/Diploma Teamwork,Ke LN Gratis, Honor Menarik.E:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.10.19.0000780

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL HONDA

HRV Mugen Matic Th 2017, Putih TP.Tangan 1 Hub:081237544219

B.BP.001.10.19.0000483

PROPERTY DIJUAL TANAH

Sawah di Dps 125jt/A(Total 10A) jog trek Peguyangan08123816666

B.BP.004.10.19.0000783

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

Djl Tnh Sawah,SHM,Ls. 20700M2 Dpn Hardis Land Jl.Panjisakti DawuhJembranaHub.08123801491 B.BP.001.10.19.0000739

Djl Tnh,SHM,Ls 1980M2,Pinggir Jln .Raya,pinggir sungai Telaga WajaRendang,Krgsm08123801491

B.BP.001.10.19.0000738

PROPERTY DISEWAKAN BANGUNAN

Dikont Bgn(IMB)/200M Gerbang IB Mantra/ 90Jt per thn(10thn) LT=600m2/LB=45m2.08113862300

B.BP.001.10.19.0000758

KEHILANGAN

Tanah 1,5A Lok.Pering&Rmh Lok. Monang-Maning.Hub:081339506814

Hilang SHM No.HM 09192 Padangsambian.Luas 100M2 AN.Ahmad S.

B.BP.001.10.19.0000747

B.BP.001.10.19.0000774


10

Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

Mendatar: 1. Gundul 4. Sampul surat 7. dibalik; usungan jenasah kekuburan (Bali) 8. Pemain atau penyanyi musik cadas 10. Penunjuk waktu 13. Ibu Kota Tirana 15. Syair atau nyanyian yang mengandung ungkapan dukacita 17. Nopoleon……………. 21. Suruh (Inggris) 23. Sesuatu tak bernama 24. Puncak 26. Geladak kapal 29. Penjiplak 33. Ibu Kota Negara Ceko 35. Pengawai tidak tetap 37. Salah satu bentuk karya sastra 38. Ikan laut 40. Hewan pengakut beban 41. Bungkus pelindung barang 42. Pusat

Olahraga untuk Penderita Nyeri Sendi Lutut SENDI lutut merupakan salah satu sendi besar yang menopang berat badan manusia saat beraktivitas, seperti berdiri, berjalan, dan berlari. Sendi lutut yang sudah dipakai sejak masa kanak-kanak sampai dewasa sangat mungkin mengalami gangguan nyeri. Nyeri pada lutut dapat disebabkan oleh cedera, berat badan yang berlebihan dan proses usia menua atau yang dikenal dengan pengapuran. Di klinik sangat sering dijumpai pasien nyeri lutut, terutama disebabkan pengapuran yang dalam istilah medis disebut osteoarthritis. Osteoartitis adalah keadaan dimana terjadi penipisan pada tulang rawan/ tulang muda di sendi lutut. Fungsi tulang rawan ini sebagai bantalan persendian agar saat lutut bergerak tetap terjadi gerakan yang mulus. Kondisi peningkatan beban berlebihan di lutut menyebabkan tulang rawan tidak mulus sehingga sering secara kasat mata penderita osteoarthritis lututnya tampak bengkok. Beberapa olahraga dapat

menambah beban di sendi lutut sehingga memicu rusaknya tulang rawan. Olahraga yang bertipe high impact pada lutut yang harus dihindari, yaitu yang melibatkan gerakan lompat dan lari. Penderita osteoarthritis lutut bukan tidak boleh berolahraga, tetapi harus memilih jenis olahraga yang tepat. Olahraga yang dipilih adalah yang tujuannya untuk penguatan otot-otot tungkai terutama di areal sekitar lutut sehingga sendi yang kondisinya sudah kurang stabil dapat ditopang oleh otot yang kuat. Tujuan lainnya supaya persendian lutut tidak kaku serta gerakan pada olahraga yang tidak menambah beban di lutut. Dengan tetap melakukan olahraga, penderita akan aktif bergerak maka kebugaran jantung dan paru akan dapat tetap terjaga. Olahraga disarankan juga karena

dapat memicu timbulnya hormon endorphin, yaitu hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari yang berpengaruh salah satunya sebagai analgesik yang berarti mengurangi persepsi rasa sakit. Olahraga yang aman dilakukan antara lain bersepeda dan berenang. Penderita osteoarthritis lutut kebanyakan sudah berusia lanjut. Lalu, bagaimana dengan usia lanjut yang fungsi keseimbangannya sudah mulai menurun dan mungkin takut mengendarai sepeda atau penderita masih muda tapi tidak bisa mengendarai sepeda, masih bisakah melakukan olahraga bersepeda? Mereka masih bisa melakukan olahraga dengan mengendarai sepeda statis. Sepeda statis terdapat di ruang latihan (gymnasium) pada pusat rehabilitasi medik yang ada di rumah sakit atau klinik swasta. Aplikasi penggunaannya disesuaikan dengan mengatur terlebih dulu ketinggian sepeda, disesuaikan secara individual sebelum memulai latihan. Bisa juga sepeda

Menurun: 1. Di pinggiran atau terletak jauh dari pusat 2. Orang yang memberi perawatan penyakit 3. Bengkak atau balut 4. Lalai 5. Penuh 6. Alat pencetak 9. Gembel 11. Menciduk atau mengumpulkan dengan tangan 12. Huru hara atau keributan 14. Tidak atau bukan 16. Kumandang 18. Mengalahkan atau menang atas (Inggris) 19. Berbau tidak sedap 20. Meja persembahan 22. Kemana (Bali) 25. Satelit bumi yang diluncurkan oelah Uni Soviet 27. Kesalahan 28. Perkemahan besar Pramuka 30. dibalik; rumah peristirahatan 31. Tulus hati 32. Bimbing 33. Nama buah yang pahit 34. Daerah atau wilayah 36. dibalik; arak jepang 39. Lari (Inggris)

statis dimiliki di rumah, dengan konsep cara latihannya mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari dokter rehab medik. Bagi penderita osteoarthritis yang tidak bisa berenang dengan berbagai gaya, tetap bisa melakukan aktivitas latihan gerakan di dalam air, dengan mendapatkan resep latihan lebih dulu dari dokter rehabilitasi medis. Seberapa perendaman yang dianjurkan dan gerakan latihan apa saja yang disarankan, terutama pada pasien dalam kelompok usia lanjut banyak hal yang harus dijadikan bahan pertimbangan sebelum memulai olahraga di dalam air. Olahraga di dalam kolam akan memanfaatkan sifat fisik dasar air, salah satunya daya apung yang dapat mengurangi beban badan seseorang sesuai dengan seberapa dalam badan seseorang terendam di dalam air. Berkurangnya

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 419 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 2 Nopember 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 10 Nopember 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 417 Mendatar: 1. MEMO 3. PLEKUR 8. ERANG 9. N I K A R A GUA 13. UHU 14. KASIP 15. AMN 16. MALTA 18. AUR 19. TEDUN 20. AZIMUT 23. GUA 25. BANTUAN 28. HIO 30. SABANA 33. MAKAM

34. LEO 35. BUTIK 38. COR 39. NYIUR 40. UGI 42. URETRITIS 44. ULAMA 45. SAGREP 46. AKOR Menurun: 1. MONTANA 2. ODAH 3. PIA 4. KRAKATAU 5. REKSADANA 6. JAMPANG 7. AGRARIA

10. KUNTI 11. RUM 12. GOL 17. AFTA 21. ZAI 22. UBIKUITAS 24. UAN 26. NIMBRUNG 27. ASLI 28. HALIMUN 29. OMONGAN 31. ANCIT 32. AGRESOR 36. TIE 37. KUR 41. GITA 43. TKP

Pemenang TTS No. 417 1. Ni Putu Erniyawati Jl.Raya Jatiluwih No.215, Desa Wanagiri, Kec.Penebel, Kab.Tabanan (HP:081-238-707-136) 2. Ni Luh Budi Hindari Br.Coblang, Desa Bengkala, Kec.Kubutambahan, Kab. Buleleng (HP:081-353-986-661) 3. A. A. Ayu Oka Sawidhiani Br.Kertasari, Desa Peguyangan, Kec.Denpasar Utara, Denpasar (HP:081-339-820-216) 4. Ni Made Tirta Jl.Gebyar Duduk No.26, Kec.Abiansemal, Kab.Badung (HP:081-337-447-037) 5. I Wayan Wira Jl.Veteran No.3, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:085-953-903-958) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : NI MADE ULIASIH Alamat : SD Negeri 2 Ketewel, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-239-754-683)

berat badan karena sifat fisik air inilah yang secara langsung akan mengurangi besarnya beban di lutut, sehingga olahraga/latihan tetap dapat dilaksanakan tanpa rasa nyeri dan tujuan penguatan otot, pelemasan sendi, serta kebugaran jantung paru tetap bisa diperoleh. Olahraga yang tepat untuk penderita osteoarthritis lutut akan dibahas lebih lanjut dalam Seminar dan Demo Manajemen Rehabilitasi Medik yang diadakan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) Bali Nusra pada 2 November 2019, di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. dr. Cendy Dhamayanti, SpKFR Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Bali-Nusra.

Karya APBD 2019 Siap Diluncurkan

Perkenalkan Bahasa Bali pada Anak-anak

WAJAH BARU - Wajah baru grup penyanyi anak-anak APBD 2019.

BPM/win

GRUP penyanyi anakanak, Alit Pewaris Bali Dwipa (APBD) berformasi baru. Pada 2018 grup ini melibatkan lima anak, namun tahun 2019 beranggotakan enam penyanyi berbakat yang tak asing lagi di kancah lagu Bali anak-anak. Mereka adalah Mirah Dhivya dengan lagu “Swadarmaning I Bapa”, Kesawa dengan lagu “Topeng Sidakarya”, Surya Gory “Ajahan Dharma”, Gung Mas Pemayun dengan lagu “Bakti Ring Guru”, Luna Archa dengan lagu “Angayubagia” dan Purnalaksmi dengan lagu “Ijek Masekolah”. Selain menerapkan bahasa Bali dalam judul, lirik-lirik lagu di dalamnya juga menggunakan bahasa lokal Bali, termasuk busana dalam video musik. Pelatih vokal APBD, Gus Saka menjelaskan, karya ini memang berangkat dari keresahan orangtua apabila anaknya tidak mengenal bahasa daerah. Karya ini sekaligus menjadi wahana edukasi kepada anak-anak agar mengenal bahasa Bali sejak dini. “Orangtua sangat mendu-

kung, anak-anaknya juga atas kemauan mereka, jadi sudah punya tujuan yang sama,” ujar Gus Saka saat konferensi pers, Kamis (24/10) lalu. Dikatakannya, edukasi dan semangat belajar tentang bahasa Bali juga akan diterapkan pada peluncuran album APBD 2019, tepat pada Hari Pahlawan 10 November mendatang. Peluncuran bakal dikemas dengan lomba menyanyi berhadiah total Rp 2,5 juta yang akan berlangsung di UC Silver, Gianyar. Edukasi tentang kearifan lokal Bali seperti bahasa merupakan satu di antara banyak manfaat yang didapat anak ketika minatnya tersalurkan. Ayah Kesawa, dr. Made Tangkas menyatakan, setiap judul dan lirik merupakan pesan luhur yang ingin ditanamkan kepada anak-anak APBD 2019. Sebab, apabila sebuah pesan disampaikan dengan cara yang menarik dan disukai anak, maka akan dapat diterima dan menjadi kebiasaan anak. Selain membentuk karakter, penyaluran hobi menyanyi ini berdampak pada prestasi dan

minat belajar anak di sekolah. Para orangtua mengaku setuju, bahwa merawat anakanak dengan mendukung hobi mereka yang positif merupakan cara mendidik yang tepat. Hobi akan membentuk karakter yang jujur dan ikhlas, sehingga anak akan merasa menjadi dirinya sendiri. “Kita tidak bisa pungkiri, karya itu adalah seni, seni tanpa kejujuran dan ikhlas akan hambar. Makanya melalui hobi ini mereka sekaligus dibentuk jujur dan ikhlas,” kata dr. Tangkas. Hal senada diungkapkan Agung Jambe, ayah dari Gung Mas Pemayun. Menurutnya, menyalurkan anak pada hobi bernyanyi juga berdampak keluarga menjadi harmonis dan membentuk lingkungan positif. Bahkan bernyanyi menjadi kebiasaan keluarga pada waktu-waktu senggang. “Kadang kalau dia (Gus Mas Pemayun-red) pulang sekolah, pasti nyanyi dulu. Saudara yang lain ikut nyanyi. Otomatis lingkungan jadi harmonis, sekaligus merangsang lingkungan untuk menyalurkan hobi-hobi positif,” pungkasnya. (win)


Minggu Kliwon, 27 Oktober 2019

Desa Wisata Catur

Tonjolkan ”Homestay” dan Tanaman Herbal Bangli memang banyak memiliki desa wisata. Sebagian besar bernilai manfaat bagi warganya. Kini wisatawan tak hanya mengunjungi Desa Penglipuran, namun ada yang baru di Desa Wisata Catur, Kintamani. Meski baru menyandang status sebagai desa wisata setahun lalu, Desa Catur berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Desa yang terletak di Kecamatan Kintamani itu ditetapkan sebagai juara II dalam lomba desa wisata yang digelar Pemerintah Provinsi Bali, belum lama ini. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat dan inovasi pemerintah desa serta masyarakat setempat dalam menggali dan mengangkat segala potensi yang dimiliki. Perbekel Desa Catur I Made Agus Antara mengungkapkan, Desa Catur ditetapkan sebagai desa wisata berdasarkan SK Bupati Bangli tahun 2018 lalu. Sejak menyandang status desa wisata, pihaknya bergerak membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan badan pengelola pariwisata. Bersama masyarakat pihaknya terus berupaya mengangkat potensi alam yang ada untuk menjadi daya tarik wisatawan. Dalam mengangkat dan mengembangkan potensi wisata, pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas dan sekolah tinggi pariwisata. Beberapa potensi yang selama ini telah berhasil dikembangkan dan mampu menjadi daya tarik wisatawan salah satunya tracking. Agus Antara mengatakan, panjang lintasan tracking yang disediakan bagi wisatawan yang menyukai wisata berkeliling desa kurang lebih 1-6 km. Jalurnya melewati perkebunan

kopi warga. Sebagaimana yang diketahui, Desa Catur terkenal sebagai salah satu desa penghasil kopi Kintamani terbaik. Hamparan kebun kopi di desa itu sangat luas. Di samping itu, potensi air terjun yang ada di dua lokasi, juga ditata dan dikembangkan. “Selain alam, alkulturasi budaya Hindu-Budha juga kita tonjolkan untuk menjadi daya tarik wisata,” terangnya. Desa Wisata Catur juga

menonjolkan keberadaan homestay. Disebutkan Agus Antara, jumlah homestay yang tersedia di Desa Wisata Catur sekitar 40-45 unit. Keberadaan homestay mampu menjadi daya tarik, karena tak hanya bisa menginap, wisatawan juga bisa beraktivitas serta berbaur langsung dengan masyarakat pedesaan. Tentu sensasi tersebut tidak mudah didapatkan wisatawan di tempat lainnya. “Rumah-rumah warga kita fungsikan sebagai homestay.

Kenapa rumah warga kita fungsikan, karena otomatis warga akan mendapat hasilnya sendiri,” jelasnya. Untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang pariwisata, pihak desa pun terus melakukan upaya pemberdayaan serta pelatihan tentang pariwisata. “Bagaimana masyarakat itu mampu dalam memberikan pelayanan terhadap wisatawan yang menginap di rumahnya. Rumah tidak harus bagus. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan,” ujarnya. Daya tarik lainnya yang dimiliki Desa Wisata Catur,

adalah adanya pengembangan tanaman herbal. Agus Antara mengatakan saat ini Desa Wisata Catur sudah punya kebun induk khusus untuk tanaman herbal. Ada 160 jenis tanaman herbal yang dikembangkan di sana. Tanaman herbal tersebut telah diolah masyarakat yang tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT) menjadi aneka macam produk obat. Pengembangan tanaman herbal ini juga berhasil menghantarkan Desa Catur keluar sebagai juara III dalam lomba

Toga yang digelar Pemerintah Provinsi Bali tahun 2019 ini. “Ke depan kami ingin Desa Catur menjadi desa wisata herbal, sesuai petunjuk bupati. Dengan terwujudnya desa wisata herbal, nanti Desa Catur otomatis menjadi tujuan wisata dan studi tiru luar daerah,” terangnya. Dalam mengembangkan desa wisata, Agus Antara mengakui ada banyak tantangan yang dihadapinya. Utamanya datang dari masyarakat. Di awal-awal upaya pengem-

bangan desa wisata, banyak tokoh yang tidak setuju dan meragukan hasil dari pengembangan Catur sebagai desa wisata. “Tapi dengan semangat, kami terus beri pemahaman bagaimana membangun desa. Apa yang kami lakukan ini adalah pondasi buat anak cucu kita ke depan. Itu prinsip saya,” kata Agus. Ke depan rencananya Desa Wisata Catur juga akan mengembangkan wisata spiritual tempat panglukatan Tirta Pebini. (ina)

Tri Hita Karana “Dalam Agama Hindu kita mengenal konsep Tri Hita Karana, hulu-teben, segaragunung yang sudah diwariskan nenek moyang terdahulu. Tidak bisa disamakan antara di hulu dengan di hilir. Kalau di hulu alamnya dieksploitasi dan dialihfungsikan, maka debit air akan menurun dan sumber mata air akan hilang,” kata Made Gianyar. Namun demikian, di tengah status yang disandang sebagai daerah konservasi, rakyat Bangli juga tetap memerlukan kesejahteraan. Menurut Made Gianyar, ketika Bangli harus menjalankan kewajiban menjaga alam dan hutan demi menjaga ketersediaan air bersih di Bali, maka harus ada komitmen dan kontribusi dari Pemerintah Provinsi termasuk pemerintah kota/ kabupaten lainnya terhadap

Bangli. “Sekarang Bangli sangat komit menjadi daerah konservasi dan penyangga. Bangli tidak membangun hotel berbintang. Masyarakat bergerak di sektor pertanian dan terus bergerak di ekonomi primer. Kemarin saat hutan terbakar, rakyat bahumembahu memadamkan api biar hutan tidak gundul. Biar debit air terjaga. Lalu apa yang didapatkan rakyat Bangli?” ujarnya. Kata Made Gianyar semua pihak harus lebih memahami dan menyadari peran Bangli dalam menjaga ketersediaan air dan udara bersih di Bali dengan memberi kontribusi dalam bentuk apapun juga. “Jangan ada yang berpandangan Bangli hanya menjadi peminta-minta,” tambahnya. Diakui Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini, selama ini memang sudah ada beberapa kabupaten seperti Badung dan Denpasar yang

memberikan kontribusi untuk Bangli dalam bentuk bantuan dana penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Rencananya Gianyar juga akan menyisihkan hasil PHR-nya untuk Bangli. Ke depan, kesadaran dari kabupaten lain utamanya yang memanfaatkan sumber air dari Bangli juga diharapkan bisa terbangun. “Sekarang bagaimana format yang disepakati gubernur dan kabupaten lain. Kita inginnya bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Sama rasa, sama rendah,” ujarnya. Dalam menjaga kelestarian alam dan sumber air, bupati yang menjabat untuk dua periode ini juga mengharapkan ada partisipasi dari pemerintah provinsi dan pusat. Gianyar sudah membuat perencanaan tentang pengelolaan kelestarian danau. Pihaknya merencanakan membuat tanggul-tanggul air untuk menekan sedimentasi

Kebakaran Kedua Belum tuntas pasar direnovasi, tahun 2017, tepatnya tanggal 6 Maret, musibah kebakaran lagi melanda Pasar Kidul, di selasar bagian utara pasar. Pascamusibah itu, Pemkab Bangli kembali melakukan perbaikan. Dengan dana TP yang diberikan pusat, Pemkab merenovasi dan membangun selasar bagian utara, timur dan selatan hingga tuntas. “Pembangunan selasar itu adalah untuk menanggulangi kekroditan sebetulnya yang ada di Pasar Kidul. Sehingga yang di bawah bisa difungsikan lagi sebagai tempat parkir. Jadi bisa dikatakan Pembangunan Pasar Kidul sudah tuntas di tahun 2018,” katanya. Tak hanya merenovasi Pasar Kidul, Pemkab juga mendirikan pasar di atas lahan terminal Loka Çrana. Pembangunan pasar yang berkonsep modern itu dilakukan untuk mengatasi kekroditan pedagang di Pasar Kidul. Pasar Loka Çrana saat ini sudah ditempati pedagang kain

dan aksesoris. “Bapak bupati selama ini sangat komit membangun Pasar. Namun, karena keterbatasan anggaran pembangunan dilakukan secara bertahap, sehingga di semua aspek pembangunan lainnya bisa berjalan,” kata Nengah Sudibya. Pejabat asal Penglipuran ini mengatakan, jumlah pedagang di pasar Kidul tercatat ratusan orang. Rinciannya, toko sebanyak 57 buah, pedagang sembako, bumbu di lantai I sebanyak 414 orang, dan 108 orang pedagang di lantai II yang menjual komoditi hasil bumi, bunga, sarana upakara, perabotan rumah tangga dan pedagang tidak tetap. Sebagian besar pedagang yang selama ini menghidupkan Pasar Kidul merupakan warga lokal Bangli. Dulunya Pasar Kidul hanya buka tiga hari sekali saat hari pasaran. Namun, seiring tingginya animo pedagang yang berjualan, sejak 2014 pasar Kidul buka setiap hari. Sudibya mengatakan, meski pembangunan dan perenovasian pasar Kidul dapat dikatakan sudah tuntas, na-

mun upaya pemeliharaan dan penataan terhadap pasar rakyat tersebut akan terus dilakukan menyesuaikan tren dan perkembangan zaman. Pemkab akan terus mengupayakan Pasar Kidul serta semua pasar rakyat lainnya tertata mengarah standar pasar nasional. “Kalau dulu pasar rakyat kan kesannya kumuh, becek. Sekarang sudah tidak, sudah bisa tertangani. Meski demikian kita akan terus melakukan penataan dan kita akan terus belajar dengan pasar modern,” terangnya. Tidak hanya membangun dan memperbaiki infrastruktur pasar, Pemkab Bangli juga terus berupaya meningkatkan kualitas pedagang dalam hal pemberikan pelayanan kepada konsumen melalui pembinaan. Kualitas yang dimaksud mulai dari kualitas produk yang dijual, kualitas pelayanan, bagaimana pedagang bisa senyum dengan konsumen, kualitas dalam menyajikan ke pembeli, termasuk kualitas moral. ‘’Kejujuran sangat penting,” imbuhnya. (ina)

Minggu, 27 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Ketatwaning Gria (5) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aerobik Dangdut ,Group Russ Buldog Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Membuat Garis dengan

10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita

Variasi Warna (2) Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Dunia Otomotif Baksos 1 Dekade SRMC di Desa Suter Kintamani Puja Trisandya Dharma Wacana Pitra Yadnya (1) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Tembang Bali Bali Channel Tourist TV

16:00 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Harmoni Bali Infeksi Odontogenik (Bahaya Penyebaran/Perluasan Dari Infeksi Gigi) Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Ayuni & Langlang Buana Indi Band Generation Wegix Oggiest Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida(1) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

di dasar Danau Batur. Di samping itu membuat batas yang jelas antara lahan pertanian dan danau untuk mengurangi pencemaran akibat pola pertanian nonorganik. Namun, sejauh ini dukungan riil yang diberikan untuk Bangli merealisasikan rencana itu belum dirasakan. (ina)

BPM/ist

CATUR-Suasana Desa Wisata Catur, Kintamani yang ramai dikunjujugi wisatawan.


MINGGU KLIWON, 27 oktober 2019

220 Kenshi Berlaga di Kejurprov Kempo Denpasar (Bali Post)Sekitar 220 kenshi remaja (15-18 tahun) mengikuti Kejurprov Shorinji Kempo memperebutkan Piala Hari Listrik Nasional (HLN) 2019 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, mulai Sabtu (26/10) kemarin sampai Minggu (27/10) ini. Para kenshi yang berlaga berdatangan dari sembilan kabupaten dan kota di Bali, serta Perkemi Kabupaten Tuban, Jatim, yang menerjunkan delapan atlet. Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy di sela-sela kejuaraan menuturkan, Kejurprov mempertandingkan kategori remaja sebagai persiapan

kabupaten dan kota menghadapi Porprov Bali XV/2021 di Badung. “Pembinaan atlet di kabupaten dan kota diharapkan menelorkan kenshi bertalenta yang muncul pada ajang ini. Regenerasi kenshi di Provinsi Bali tidak boleh terputus,’’ ujarnya. Kejuaraan dibuka Ketua Umum Perkemi Bali sekaligus General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman Suarjoni Astawa. Para kenshi turun pada 27 nomor yang dipertandingkan. Kejurprov Kempo HLN 2019 ini bertemakan ‘’Meningkatkan Prestasi Kenshi Remaja Menuju Prestasi yang Lebih Baik’’. (022)

BPM/wan

KOKOH - Bali United bertekad merebut poin penuh atas Barito Putera di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (27/10) malam ini, guna memperkokoh posisinya di puncak klasemen Liga 1.

Bali United Vs Barito Putera

Teco Minta Pengadil Lapangan Jujur Gianyar (Bali Post)-

Bali United menjamu Barito Putera dalam lanjutan Kompetisi Shopee Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (27/10) malam ini pukul 19.30 Wita. Pelatih Bali United (BU) Stefano ‘Teco’ Cugurra minta korps pengadil lapangan hijau baik wasit maupun hakim garis menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan soal kejujuran ini terkait kekalahan menyakitkan 0-1 yang diderita asuhannya dari tuan rumah Barito Putera dalam laga putaran pertama lalu. Teco kepada wartawan di Gianyar Sabtu (26/10) kemarin menjelaskan, Melvin Platje jelas-jelas mencetak gol murni ke gawang Barito Putera, tetapi dianulir wasit karena hakim garis mengangkat bendera off-side. Sebaliknya, pemain Barito Putera yang membuat gol ke gawang Bali United dan berbau off-side justru disahkan. Untuk itu, pelatih asal

Brazil itu menginstruksikan kepada Fadil Sausu dan kawan-kawan agar tampil maksimal demi meraih poin penuh di kandang. Kemenangan akan membuat Tim Serdadu Tridatu makin kokoh di puncak klasemen sementara. “Kami senant i a s a i ngin meraup tiga poin dalam tiap laga, sebab bertekad menjauhi rival terdekat,” tegasnya. Ia menyebut asuhannya

Grace Jadi Juri di Piala Ibu Negara Denpasar (Bali Post)Adolfina Grace Tangkudung dipercaya menjadi juri dalam Lomba Senam Pocopoco Nusantara Tingkat Nasional memperebutkan Piala Ibu Negara 2019 di Gedung Britama Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta, pekan lalu. Ia mewakili Bali bertugas bersama juri dari Jabar, Maluku, Sumsel, Sulsel, Jatim, dan Papua. Untuk menjadi juri senam poco-poco tingkat nasional tidaklah mudah, sebab harus mengikuti penataran dan ujian. Ada juri yang dinyatakan lulus murni, lulus bersyarat dan tidak lulus. “Saya bersyukur dinyatakan lulus murni dan mengantongi sertifikat sebagai juri nasional,” tuturnya Sabtu (26/10) kemarin. Grace yang juga Ketua

Harian Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Bali dan pemilik Lala Studio, memasukkan senam poco-poco ke Pulau Dewata sejak 1999 dan kini berkembang pesat. Ia merasa bangga sebab senam pocopoco sering dilombakan. Apalagi jika lomba dipimpin juri yang mengantongi sertifikat sebagai juri senam poco-poco atau kreasi, bukannya dipimpin juri aerobik atau justru tidak mengantongi sertifikat sama sekali. Di Bali terdapat Persatuan Juri Senam se-Bali (Perjusba). Dalam wadah ini berkumpul dewan juri senam aerobik, senam poco-poco, dan senam baku. “Juri senam poco-poco ini telah diuji kemampuan, pengetahuan, sikap dan karakternya,” terangnya. (022)

BPM/ist

JURI - Adolfina Grace Tangkudung (dua dari kanan) bersama juri senam poco-poco tingkat nasional.

dalam kondisi siap tempur, meskipun waktu pemulihan hanya sebentar. Itu merupakan modal penting untuk menaklukkan Barito Putera di depan pendukung setia Semeton Dewata. “Pertandingan ini sangat penting buat kami di kandang sendiri. Mudah-mudahan kami bisa main bagus lagi dan menang seperti pertandingan sebelumnya. Peluang untuk merebut gelar juara

musim ini terbuka lebar. Jadi kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” ujarnya. Tentang kekuatan Barito Putera yang dipastikan tidak diperkuat Evan Dimas dan Francisco Torres, Teco mengakui kedua pemain ini memiliki kualitas yang bagus. Meski demikian, ia yakin hal tersebut bukan jaminan bagi tim asuhannya bisa menang mudah. ‘’Torres yang di putaran pertama main untuk Badak Lampung merupakan penyerang cukup produktif. Evan Dimas, semua sudah tahu kualitasnya yang luar biasa. Tapi saya pikir mereka juga punya pemain lain yang siap menggantikan pemain yang

absen,” sebut Teco. Pemain sayap lincah Fahmi Al-Ayyubi bersama rekan setimnya berjanji bekerja keras guna memenangkan laga pada malam ini. Ia siap menceploskan bola ke gawang lawan jika mendapat peluang emas. Sebaliknya, jika ditempel ketat lawan, bola akan dioper kepada rekannya yang berdiri bebas. Pada bagian lain, pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman mengakui Bali United susah ditaklukkan di kandangnya. Kendati demikian, pihaknya tetap mengincar poin guna menjauhi dari zona degradasi. “Kami ingin menyetop laju kemenangan Bali United di kandangnya,” tandas Janur. (022)

Ngurah Wiryadarma

Nikmati Jadi MO

BPM/ist

Ngurah Wiryadarma

BER A W A L d a r i h o b i bermain bola serta sering membaca berita dan artikel tentang sepak bola, Ngurah Wiryadarma betul-betul menemukan dunianya. Ia diterima menjadi Media Officer (MO) Bali United sejak 2016 setelah dinyatakan lulus tes wawancara. Pria kelahiran Denpasar, 11 November 1991 ini menikmati tugasnya dengan enjoy, mengingat hobinya bermain bola dan getol membaca perkembangan tentang sepak bola tersalurkan. Apalagi dirinya juga pernah magang selama empat bulan menjadi jurnalis, sehingga menguasai teknik wawancara dan penulisan berita. “Saya merasa nyaman menjadi MO, karena tak jauh dari hobi dan keg-

emaran saya,” ungkap alumnus Jurusan Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Bali ini. Kesehariannya, pria yang akrab disapa Ngurah ini melayani para jurnalis, bekerja sama dengan kru Bali United, baik fotografer maupun juru rekam video. “Doakan agar Bali United bisa meraih gelar juara pada musim kompetisi ini,” kata suami dari Ni Nyoman Oktavia Ayu Suardi ini. Selaku kontestan Kompetisi Liga 1, Bali United juga menyiapkan tim putra U-16, U-18 dan U-20, serta tim putri. “Kami bersyukur tim Bali United U-13 baru saja keluar sebagai juara Kompetisi Rayon Bali,” ucap ayah dari Gede Ngurah Arsanendra Darma Wijaya (6 bulan) ini. (nel)

BPM/ist

REMAJA - Suasana Kejurprov Shorinji Kempo Remaja memperebutkan Piala HLN 2019 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Sabtu (26/10) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 27 Oktober 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu