Skip to main content

Edisi Selasa 27 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 10 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa wage, 27 Agustus 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Munculkan Lebih Banyak ‘’Startup’’

Warung Madu Disegel

Tari Makepung Diiringi Jegog

Dalam lima tahun ada 1.350 startup di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lain, Iran, 2004-2014 hanya menghasilkan seribu startup. Itu artinya Indonesia masih lebih unggul karena dalam lima tahun saja sudah bisa menghasilkan lebih dari seribu startup.

Satpol PP Kabupaten Badung akhirnya menyegel Warung Madu di Desa Sedang, Abiansemal. Penutupan warung remang-remang ini menyusul adanya kericuhan yang dilakukan oleh pelajar SMA hingga menimbulkan korban jiwa.

Tari kreasi Makepung sering dipentaskan diiringi gamelan Jegog. Dalam berbagai acara kesenian maupun pentas seni, tari yang menggambarkan tradisi Makepung ini kembali digalakkan. Tari kreasi ciptaan almarhum I Ketut Suwentra atau yang lebih dikenal Pekak Jegog ini muncul pertama tahun 1984. Tari kreasi ini mencerminkan budaya agraris di Jembrana khususnya atraksi Makepung.

BADUNG | HAL. 3

DENPASAR | HAL.2

JEMBRANA | HAL. 10

AKADEMISI DUKUNG LANGKAH GUBERNUR KOSTER

LANGKAH Gubernur Wayan Koster menghentikan proyek reklamasi di Pelabuhan Benoa diapresiasi sejumlah akademisi. Mereka itu: Prof. Dr.

Wayan Windia M.A., Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra dan Prof. Dr. I Made Surada. Mereka menilai kebijakan Gubernur merupakan langkah tepat dan berani dalam penyelamatan alam Bali. Guru Besar IHDN Denpasar Prof. Dr. I Made Surada, M.A. menyatakan penghentian pengurukan wilayah laut yang telah menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektar serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran adalah langkah tegas yang secara nyata ‘’berani’’ diputuskan oleh seorang pemimpin Bali. Sebab, di dalam kehidupan orang Bali mengenal slogan ‘’Seken, Saja, Bani’’. Saat

ini slogan tersebut telah dilaksanakan oleh Gubernur Koster yang berani menghentikan proyek reklamasi di areal Pelabuhan Benoa. ‘’Slogan orang Bali Seken, Saja, Bani telah dilaksanakan oleh Pak Koster. Gubernur telah berani secara tegas menghentikan proyek reklamasi di Pelabuhan Benoa. Itu pertanggungjawaban beliau selaku umat dan ketegasan beliau selaku pemimpin untuk membuat Bali ini menjadi kuat dan utuh kembali sesuai dengan kejatiannya,’’ ujar Wakil Rektor I IHDN Denpasar, Senin (26/8) kemarin. Dijelaskan, dalam agama Hindu laut merupakan tempat yang disucikan dan disakralkan, sehingga dimasukkan dalam program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Karena disucikan, seharusnya keberadaan laut tidak boleh diutak-atik

dengan alasan dan tujuan apa pun. Sebab, apabila keseimbangan laut terganggu, maka akan menimbulkan dampak secara sekala dan niskala. Sementara itu, sikap Gubernur juga diapresiasi Prof. Dr. Wayan Windia. Kepala Pusat Penelitian Subak Universitas udayana ini mengatakan, penghentian reklamasi di kawasan Pelabuhan Benoa menunjukkan konsistensinya seorang pemimpin yang mengabdikan diri untuk kepentingan Bali. Sebab, visinya ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ juga mengandung makna menjaga kelestarian dan kesucian alam Bali. Kata Windia, pembangunan di Bali Selatan memang sudah seharusnya dimoratorium. Lalu geser ke lokasi lain. Ketimpangan regional adalah penyakit yang kini masih menggerogoti Bali. Oleh karena itu jan-

gan semua pembangunan numplek di selatan. ‘’Gubernur Koster memang hebat sekali. Tidak ada demo-demo yang menentang, tiba-tiba saja Pak Gub mengambil keputusan yang keras dan tegas. Berbeda dengan kasus Teluk Benoa. Ramai sekali tantangan dari para LSM di Bali. Ini pertanda bahwa Gubernur Koster selalu awas terhadap Bali. Pak Gub menunjukkan concern-nya pada alam Bali, manusia Bali dan budaya Bali,’’ tegasnya. Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, Guru Besar Hukum Ekonomi Internasional Universitas Udayana, mengatakan sikap Gubernur melalui Surat Gubernur No. 660.1 merupakan sikap yang konsisten dengan amanat konstitusi, UU HAM, dan peraturan perundang-undangan lainnya di bidang lingkungan hidup, tata ruang, dan RPJP. Setiap pembangunan/

Ida Bagus Wyasa Putra

Wayan Windia

pengembangan kawasan di Bali oleh setiap pemangku kepentingan perlu memperhatikan minimal 4 syarat: ekonomi, ekologi, religi, estetika. Karena keempatnya menyangkut hak asasi manusia masyarakat Bali yang dipayungi konstitusi dan UU HAM, serta kepentingan nasional negara

dalam rangka pengembanan visi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Mudah-mudahan semua pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga Bali demi keberlanjutan posisi dan fungsi Bali sebagai salah satu lokomotif perekonomian Indonesia. (kmb)

Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota

Di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara PRESIDEN Joko Widodo mengumumkan hasil kajian pemerintah mengenai lokasi ideal bagi pembangunan ibu kota baru Republik Indonesia. Melalui serangkaian kajian selama tiga tahun belakangan, Presiden menetapkan dua wilayah di Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru. ‘’Hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,’’ ujarnya di Istana Negara, Senin (26/8) kemarin. Dalam siaran Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden menyebutkan, ada sejumlah alasan yang mendasari pemerintah untuk memutuskan Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia. ‘’Satu, risiko bencana minimal baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor,’’ ucapnya. Selain dianggap minim risiko bencana, lokasi Kalimantan Timur yang berada di tengah-tengah Indonesia juga menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah. Hal itu menjadi alasan kedua pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi pem-

bangunan ibu kota baru yang memang bertujuan untuk pemerataan ekonomi ke Indonesia Timur. Ketiga, lokasi yang telah ditetapkan tersebut berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang. ‘’Yang ketiga, berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda,’’ tuturnya. Selain itu, infrastruktur yang relatif telah tersedia dan kepemilikan lahan pemerintah seluas kurang lebih 180 ribu hektar juga menjadi pertimbangan dipilihnya provinsi tersebut. ‘’Yang keempat, telah memiliki infrastruktur yang

relatif lengkap. Yang kelima, telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektar,’’ kata Presiden. Ia juga menegaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota merupakan sebuah gagasan yang telah lahir sejak lama, bahkan sejak era Presiden pertama Indonesia Soekarno. ‘’Sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya,’’ ujarnya. Pemindahan ibu kota negara dipandang sebagai sesuatu yang sudah sangat mendesak. DKI Jakarta, kata Presiden, sudah menanggung banyak beban

yang teramat berat. ‘’Beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Juga (menanggung beban) bandara udara dan pelabuhan laut yang terbesar di Indonesia,’’ ucapnya. Selain itu, Kepala Negara juga memandang bahwa ibu kota baru negara sudah selayaknya berada di luar Pulau Jawa. Kepadatan penduduk Indonesia yang lebih dari separuhnya terpusat di Pulau Jawa juga menambah beban bagi Pulau Jawa. ‘’Beban ini akan semakin berat bila ibu kota pemerintahan pindahnya tetap di Pulau Jawa,’’ tutur Presiden. (kmb)

Pelindo Stop Sementara

Bali Post/edi

MANGROVE - Vice President Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata menunjukkan lokasi penanamam kembali pascamatinya mangrove akibat proses reklamasi.

Harian Bisnis Bali Terganjal Efisiensi Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah turun menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini disertai harapan agar suku bunga kredit menjadi single digit. Namun harapan ini masih jauh panggang dari api. Sebab, merealisasi single digit tersebut masih terganjal tidak efisiennya lembaga keuangan di Indonesia hingga saat ini.

www.bisnisbali.com

Denpasar (Bali Post) PT Pelindo III (Persero), Senin (26/8) kemarin menghentikan sementara seluruh aktivitas pengerjaan pengembangan Pelabuham Benoa. Keputusan ini diambil setelah Gubernur Bali Wayan Koster melayangkan surat resmi pada 22 Agustus 2019, yang meminta agar reklamasi terkait pengembangan Pelabuhan Benoa dihentikan. Sebab, adanya dampak lingkungan yang terjadi berupa rusaknya lingkungan yang sangat parah dan mengakibatkan kematian vegetasi hutan mangrove beserta ekosistem lainnya seluas 17 hektar berlokasi di timur laut lokasi Dumping II. Vice President Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata Senin kemarin, mengatakan semua rekomendasi dari surat tersebut akan diakomodir seluruhnya. Terkait surat tersebut, pihaknya menyampaikan terima kasih atas pengawasan dari pemerintah. Kalau memang ada kekurangan, tentu bisa dikomunikasikan dengan duduk bersama. ‘’Arahan tersebut akan kita jalankan. Per hari ini (Senin) kita stop project ini. Kami juga secara simultan menginformasikan

kepada seluruh operator kapal pesiar di dunia terkait project ini. Terkait kapal pesiar yang tertarik untuk berlayar ke Bali agar bisa di-rescedule,’’ pungkasnya. Ia memastikan Pelindo III akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat untuk mendesain pembangunan sesuai dengan harapan penduduk setempat. Sebab, pembangunan pelabuhan dilakukan untuk kepentingan warga Pulau Dewata. Terkait kawasan suci yang dikatakan dilabrak, pihaknya menyebut sudah melakukan komunikasi dengan desa adat. Bahkan sudah disepakati untuk membangun area pamelastian seluas satu hektar. Ini sesuai dengan permintaan masyarakat setempat di tahun 2017. Hal. 15 Sejak 2017

Koster Berencana Panggil Pelindo III GUBERNUR Koster telah bersurat ke Pelindo III agar menghentikan kegiatan reklamasi di kawasan itu. Selain bersurat, Gubernur juga berencana memanggil pihak Pelindo III. Karena berdasarkan dokumen yang ada, reklamasi yang dilakukan Pelindo

III terhadap lahan 86 hektar, di antaranya dumping I seluas 38 hektar, dumping II seluas 47 hektar, tidak sesuai Amdal. Gubernur Koster juga meminta pemulihan kerusakan lingkungan agar secepatnya dilakukan. Bahkan, Gubernur Koster mengancam akan mempolisikan jika kegiatan penghentian reklamasi dan pemulihan tidak dilakukan. ‘’Kami bisa laporkan ke pihak berwajib kegiatan reklamasi tersebut,’’ katanya, Minggu (25/8) lalu. Langkah tegas Gubernur mendapat dukungan DPRD Bali. Wakil rakyat Bali ini telah mengeluarkan surat No.091.1/2692/DPRD. Surat ini ditandatangani langsung Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dan ditujukan untuk Gubernur Bali. Surat tertanggal 26 Agustus 2019 itu memuat tiga poin penting. Pertama, pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa disebut mengakibatkan rusaknya lingkungan serta kematian vegetasi hutan mangrove beserta ekosistem serta terganggunya wilayah yang disucikan dan hilangnya keindahan alam di kawasan perairan Teluk Benoa. Kedua, proyek pengembangan tidak sesuai dengan visi daerah Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna ‘’menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala’’. Hal. 15 Solusi Terbaik


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Dua Kali Langgar Perda

DLHK Minta Pelanggar Dihukum Kurungan Denpasar (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melalui satgasnya secara rutin melakukan pemantauan terhadap para pelanggar. Seperti para pembuang sampah sembarangan dan pembuang limbah. Mereka yang tertangkap melakukan tindakan melanggar perda digiring ke sidang tindak pidana ringan (tipiring). Kini, DLHK berharap agar pelaku yang sudah dua kali melakukan pelanggaran yang sama agar dijatuhi hukuman kurungan. Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada menegaskan hal itu di sela-sela sidang tipiring di Kantor Camat Denpasar Barat, Senin (26/8) kemarin. Pada sidang kemarin, DLHK menggiring 20 orang pelanggar. Mereka terdiri dari pelanggar kebersihan dan pembuang limbah sablon, tahu serta tempe. Wisada mengatakan, pihaknya sudah sejak lama menggiring para

Bali Post/eka

YUSTISIA - Sejumlah pelanggar perda mendengarkan putusan hakim pada sidang yustisia di Kantor Camat Denbar, Senin (26/8) kemarin.

pelanggar ke sidang tipiring. Para pelanggar ini dijatuhi hukuman denda. Ke depan, untuk membuat efek jera, pihaknya berharap agar majelis hakim bisa menjatuhkan hukuman kurungan. Paling tidak, ini akan dirasa berat oleh pelanggar, sehingga tidak mengulangi perbuatannya. Dalam sidang kemarin, sebanyak 10 pelanggar lingkungan yakni membuang limbah di saluran sungai dijerat dengan hukuman denda. Hakim Pengadilan Negeri Denpasar Angeliky Handajani Day, S.H.,

M.H. dan Panitera Agustini Mulyani, S.H. menjatuhkan denda Rp 3 juta bagi pelanggar lingkungan ini. Mereka rata-rata membuang limbah dalam keadaan belum diukur ambang batas kandungan zat kimianya yang harus dipatuhi. Limbah sablon yang mereka buang dinilai mencemari lingkungan, karena bahan yang digunakan sulit terurai dengan lingkungan. Sementara pelanggar yang membuang limbah tahu, tempe dan usaha katering dijatuhi hukuman denda Rp 1,5 juta. Setelah hakim menjatuhkan hukuman denda, subsider hukuman kurungan dari tiga hingga tujuh hari, semua memilih untuk membayar denda. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

FIGUR Pantau Kesehatan Jemaah Haji KEPULANGAN jemaah haji ke Tanah Air tetap menjadi fokus perhatian pemerintah, utamanya di bidang kesehatan. Para jemaah yang kembali ini akan dipantau kesehatannya kurang lebih 14 hari setelah sampai di Tanah Air. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terbawanya suatu penyakit infeksi ke Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, penanganan awal kesehatan jemaah haji yang baru datang ke Tanah Air dilakukan oleh KKP dan pemberian Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH). ‘’Kartu ini digunakan untuk pemantauan kesehatan mereka selama 14 hari dari kedatangan. Apabila mereka sakit dalam waktu rentang tersebut, segera periksa ke puskesmas terdekat dengan membawa kartu tersebut,’’ katanya, Senin (26/8) kemarin. Dikatakan, masing-masing puskesmas juga memiliki kewajiban untuk memantau kesehatan jemaah haji, baik sebelum dan setelah kedatangan untuk memastikan mereka sehat dan tidak tertular penyakit. Adapun penyakit infeksi yang diwaspadai adalah MersCov, SARS, Ebola dan penyakit menular yang sering terjadi. ‘’Untuk di Arab yang sering terjadi itu adalah MersCov,’’ ujarnya. MersCov atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus adalah infeksi pada paru-paru karena coronavirus. Orang yang terinfeksi terkadang tidak memiliki gejala. Setelah periode inkubasi selama kurang lebih lima hari, pasien akan mulai batuk dan demam yang dapat berkembang menjadi gagal pernapasan dalam seminggu. Gejala umum dari infeksi MersCov adalah demam, batuk, napas pendek, mual, muntah, diare, infeksi paru-paru, nyeri dada, pegal dan menggigil. Penyakit ini persentase menyebabkan kematiannya sebesar 36 persen dan menular lewat kontak dengan sumber. Karenanya, pemantauan kesehatan jemaah haji ini dianggap penting sehingga mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit infeksi yang lebih luas. ‘’Selama ini dan untuk saat ini jemaah haji yang pulang tidak ada yang sampai terinfeksi penyakit menular,’’ ujarnya. (san)

Hakteknas Diharapkan Munculkan Lebih Banyak ”Startup”

Denpasar (Bali Post) Sejak 2015 hingga sekarang telah ada 1.350 startup di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lain, contohnya Iran, antara 2004-2014 hanya menghasilkan seribu startup baik besar, sedang, maupun kecil. Itu artinya Indonesia masih lebih unggul karena dalam lima tahun saja sudah bisa menghasilkan lebih dari seribu startup. “Kami ingin dorong bagaimana startup daerah muncul dengan adanya Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang kami selenggarakan di daerah-daerah,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Mohammad Nasir usai meresmikan rangkaian 20 kegiatan ilmiah yang merupakan bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang ke-24 di Sanur, Denpasar, Senin (26/8) kemarin. Nasir berharap peringatan Hakteknas di daerah juga dapat mendorong riset, prototipe dan inovasi ke depan menjadi lebih baik. Dalam lima tahun terakhir telah ada riset terkait bahan bakar minyak (BBM) dari minyak kelapa sawit yang bisa diolah menjadi green gasoline, bensin, green diesel atau solar, serta green avtur untuk pesawat terbang. Tahap berikutnya adalah membawa hasil riset itu masuk ke industri. “Kami sudah uji coba di industri. Kilang di Cilacap, Plaju, maupun Dumai milik Pertamina. Ini sudah jalan. Oleh karena itu, harus ada beberapa penyesuaian engine,” jelasnya. Menurut Nasir, pihaknya memang lebih banyak memfasilitasi startup di hulu. Untuk contoh BBM dari minyak kelapa sawit, anggaran yang digelontorkan Kemenristek Dikti mencapai sekitar Rp 20 miliar. Sedangkan di hilir, industri yang diharapkan bisa memanfaatkan. Pada saat riset sudah menjadi prototipe, perlu ada scalling-up melibatkan industri karena anggaran yang dibutuhkan akan semakin besar. Menristekdikti Mohammad Nasir menyebut komitmen masyarakat Indonesia terhadap inovasi Iptek makin menguat di era Revolusi Industri 4.0. Hal itu tampak pada peningkatan posisi Indonesia dalam World Competitiveness Ranking 2019 atau Peringkat Daya Kompetisi di Dunia 2019 yang dikeluarkan oleh International Institute for Management Development (IMD) pada 28 Mei 2019. Dari 63 negara yang dinilai, Indonesia berhasil melompat sejauh 11 peringkat dibanding tahun sebelumnya. Koreksi positif ini ditopang oleh berbagai perbaikan oleh pemerintah, termasuk perbaikan infrastruktur penelitian dan pendidikan. “Perbaikan profil Iptek negara terlihat dari melambungnya produksi publikasi ilmiah Indonesia yang pada 2018 volumenya hanya terpaut sedikit di bawah Malaysia yang menduduki posisi pertama di ASEAN,” ujarnya. Sebaliknya, lanjut Nasir, dengan mengumpulkan akumulasi registrasi 2.842 paten, posisi Indonesia di tahun 2018 berada di peringkat pertama ASEAN. Nilai registrasi tersebut cukup jauh di atas capaian Singapura (1.609 paten) dan Malaysia (1.248 paten). Perkembangan akumulasi registrasi paten ini menggembirakan karena mengindikasikan perbaikan persepsi komunitas Iptek terhadap kondusivitas iklim inovasi di Indonesia. Untuk riset, dari hanya 5.250 di tahun 2014 kini sudah mencapai 33.750 dan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Tak hanya digenjot dari segi jumlah, kualitas riset kini juga didorong agar lebih baik lagi. Selain itu, kata Nasir, hasil riset didorong agar memiliki hilir di industri melalui berbagai program yang dapat diakses perguruan tinggi, lemlitbang dan industry, termasuk kalangan masyarakat. (kmb32)

Topik : Pascakericuhan berdarah warung madu ditutup

Bali Post/kmb42

BANTUAN - Penyerahan bantuan PSBI kepada dua lembaga pendidikan dan satu desa wisata di Tampaksiring, Gianyar, belum lama ini.

BI Bina 858 UMKM Separuhnya Miliki Produk Premium Siap Ekspor

Denpasar (Bali Post) Sesuai dengan mandat menjaga kestabilan moneter, Bank Indonesia (BI) harus memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi ini, BI berupaya berkontribusi untuk memajukan UMKM. Sementara Bali adalah salah satu daerah yang memiliki UMKM dengan produk kualitas premium untuk siap ekspor, selain Jawa Timur. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, BI sudah cukup lama masuk untuk mengembangkan UMKM. Saat ini ada 858 binaan BI di seluruh Indonesia. ‘’Kalau dikatakan binaan, kami memberikan bantuan teknikal asisten, bantuan saprodi (saranprasarana produksi) sampai bentuknya pendampingan. Kami menginginkan bantuan-bantuan itu membuahkan hasil, bernilai tambah tidak sekadar dalam periode yang pendek,’’ ujarnya

saat penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) pada dua lembaga pendidikan dan satu desa di Tampaksiring, Gianyar, belum lama ini. Dari 858 binaan BI itu, kata Dody Budi Waluyo, separuhnya memiliki produk berkualitas premium. Terdiri dari produk pertanian, peternakan, tenun, hingga alas kaki. Produk tersebut akan dijadikan binaan sepanjang produk tersebut bisa membantu pada pencapaian mandat BI. ‘’Misalnya untuk mengendalikan inflasi, kami akan dukung UMKM-UMKM pangan. Kalau untuk mandat menjaga nilai tukar, kami akan dukung UMKM yang produk-produknya berorientasi ke ekspor, menghasilkan devisa,’’ katanya. Dari separuh UMKM binaan BI yang mempunyai produk premium, katanya, 100 UMKM sudah memiliki pasar ekspor. ‘’Ini yang dikatakan tidak hanya menjadi stempel atau merek UMKM tapi

sudah membawa nama Indonesia ke pasar global. Kami berharap UMKM menjaga kualitasnya, karena itu membawa nama Indonesia,’’ imbuhnya. Dody Budi Waluyo mengatakan, produk ekspor dari Bali misalnya Bara Silver, kopi, tenun, songket, batik. Menjadi binaan BI ini didapatkan secara bergulir. ‘’Kami mendampingi. Kalau mereka sudah berhasil diharapkan mereka menularkan ke UMKM lain, tidak hanya dimiliki sendiri,’’ tegasnya. Dody Budi Waluyo menambahkan, tantangan perang dagang antara China dan Amerika Serikat tentunya berdampak pada ekonomi Indonesia bahkan negara lain. Oleh karena itu, ekspor diarahkan pada negara selain dari dua negara itu. ‘’Perang dagang tidak bisa dihindari karena merupakan masalah tekanan yang ada di eksternal. Tapi yang penting adalah bagaimana Indonesia bisa

mengurangi dampak dari perang dagang karena dampak itu dirasakan oleh semua negara,’’ katanya. Dody Budi Waluyo mengingatkan, jangan melihat dengan adanya perang dagang akan membuat ekonomi Indonesia melemah. Pelemahan ekonomi sudah pasti terjadi. ‘’Tetapi kita tidak boleh pesimis. Indonesia paling tidak sampai triwulan II ini akan masih tumbuh cukup baik,’’ imbuhnya. Sementara bagi Bali, kata Dody Budi Waluyo, pengembangan UMKM adalah salah satu bentuk cara bertahan di tengah lesunya ekonomi. Karena UMKM menyerap lapangan pekerjaan dan ekonomi tumbuhnya inklusif. ‘’Dengan itu (UMKM - red) didorong ekonomi itu harusnya bisa bernilai tambah lebih besar. Harapannya kalau perang dagang sudah selesai, ekspornya membaik tentunya ekonomi bisa tumbuh lebih cepat,’’ ujarnya. (kmb42)

Rektor Asing Bukan Bentuk Penjajahan Denpasar (Bali Post) Rektor asing yang pertama kali masuk ke Indonesia tercatat bertugas di Universitas Cyber Asia. Perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Universitas Nasional Jakarta ini juga menjadi yang pertama di Indonesia berbasis online. Rektor asing itu adalah Jang Youn Cho. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Mohammad Nasir mengatakan, rektor asing pertama di Indonesia itu memiliki pengalaman memimpin perguruan tinggi. Di antaranya memimpin Universitas Hankuk di Korea Selatan dan pernah menjadi dosen di Amerika Serikat. “Targetnya adalah meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar - red), mutu harus menjadi baik, dan daya saingnya nanti di tingkat internasional,” ujar Nasir di hadapan para wartawan, Senin (26/8) kemarin.

Nasir berharap mahasiswa Universitas Cyber Asia tidak hanya berasal dari Indonesia. Sebab, ada pula permintaan agar mahasiswa bisa berasal dari Asia Tenggara, Asia Barat maupun Afrika. Untuk rektor asing di perguruan tinggi negeri, pihaknya kini tengah memperbaiki sejumlah peraturan pemerintah sehingga baru bisa berjalan di tahun 2020. “Harapan saya, mereka bisa berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas. Jadi, bukan lagi kita berpikir masalah penjajahan. Tidak ada di dunia pendidikan tinggi di dunia mana pun,” jelasnya. (kmb32) REKTOR ASING - Menristekdikti Mohammad Nasir saat diwawancarai terkait rektor asing di perguruan tinggi oleh para wartawan, Senin (26/8) kemarin.

Bali Post/ ist


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Kantor Kejari Badung ’’Role Model’’ Nasional Pengurangan Sampah

Sekda Resmikan Kawasan Khusus Bebas Sampah dan Kantong Plastik BUPATI Badung diwakili Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan dua role model nasional instansi vertikal di Kabupaten Badung, bertempat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung, Senin (26/8) kemarin. Dua role model yang diresmikan adalah kawasan khusus bebas sampah dan kantong plastik serta peresmian bank sampah mandiri komunal. Dalam sambutannya, Sekda Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada komponen Kejari Badung yang telah berkomitmen menjaga kebersihan dengan pengurangan sampah dari sumbernya secara berkelan-

jutan. ‘’Proyek percontohan ini memberikan dampak luas sebagai garda depan mewujudkan Badung bersih dan hijau. Hal ini selaras dengan konsep Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Badung,’’ ungkapnya. Kepala Kejari Badung Sunarko, S.H., M.H. menyambut baik kolaborasi Pemkab Badung khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dengan komponen Kejari Badung untuk secara total mengurangi penggunaan kantong plastik serta menjadikan sampah dari musibah menjadi berkah melalui bank sampah.

Kejari Badung siap mengawal komitmen Bupati Badung untuk mewujudkan konsep terintegrasi dan berkelanjutan melalui Gertak Badung Bersih. Kajari juga berkomitmen dalam penjabarannya nanti akan membuat SOP khusus di internal Kejari Badung agar program yang mulia ini bermanfaat untuk mewujudkan Badung bersih dan hijau. Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan dalam laporannya menyampaikan, dasar dari kegiatan ini adalah Perbup No. 47 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Perbup No. 48 Tahun 2018

tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recyle melalui Bank Sampah. Keberadaan Kejari Badung sebagai role model nasional patut disyukuri karena komitmen yang tinggi dari semua komponen Kejari Badung dan hal ini akan terus diketoktularkan kepada instansi vertikal lainnya baik di Badung, Bali bahkan Indonesia. Acara tersebut dihadiri anggota Komisi III DPRD Badung I Made Yudana, Polres Badung, Ketua Gatriwara Badung, DWP Badung, Tim TP PKK Badung serta Ketua IAD dan pimpinan perangkat daerah terkait. (ad832)

KOMPAK - Sekda Badung dan Kajari Badung berfoto bersama setelah peresmian kawasan khusus bebas sampah dan kantong plastik serta bank sampah mandiri komunal.

Buntut Kericuhan Berdarah

Satpol PP Tutup Warung Madu Mangupura (Bali Post) –

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, Senin (26/8) kemarin menutup Warung Madu yang berlokasi di Jalan Kerasan, Desa Sedang, Abiansemal. Penutupan warung remang-remang ini menyusul adanya kericuhan hingga menimbulkan korban jiwa.

Bali Post/par

PENERTIBAN KAFE - Satpol PP Badung menurunkan belasan personel guna menertibkan sejumlah warung remang-remang atau kafe. Salah satunya Warung Madu yang menjadi lokasi kericuhan.

Diusulkan Pindah Kantor PDAM Tunggu Petunjuk Dewan

Mangupura (Bali Post) Tindak lanjut usulan pemindahan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, masih menjadi tanda tanya. Sejauh ini Direksi PDAM tak mau gegabah, meski DPRD Badung telah memberikan lampu hijau terkait perpindahan kantor induk dari Denpasar ke Badung. DPRD Badung mengusulkan kantor induk perusahaan pelat merah itu dibangun di kawasan Puspem Badung.

Sebab merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, harus ada di wilayah setempat. ‘’Perpindahan kantor induk merupakan usulan dari jajaran dewan meminta kantor PDAM dibangun di areal Puspem Badung. Namun kami akan tindaklanjuti dengan berkoordinasi kembali,’’ ujar Dirut PDAM Tirta Mangutama I Ketut Golak, belum lama ini. Menurutnya, lokasi pendirian kantor induk tidak

menjadi masalah, asalkan dapat mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Bahkan lokasinya pun bergantung kesediaan Pemkab Badung. ‘’Harus direncanakan dulu sehingga apa yang menjadi keinginan dewan bisa dilakukan. Kami akan kembali berkoordinasi dengan dewan dan dinas terkait untuk pindahnya kantor induk PDAM. Sebab, kami belum berani putuskan di mana dan kapan, karena ini usulan dewan. Jadi kami serahkan kembali ke dewan,’’

Kepala Satpol PP Badung I GAK Suryanegara membenarkan penutupan warung remang-remang atau kafe tersebut. Pihaknya juga memerintahkan jajarannya untuk menertibkan warung kafe yang ada di wilayah tersebut. ‘’Kami telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus penertiban. Kami melakukan pendataan dan memastikan perizinan serta pengawasan selanjutnya. Kami bersama dengan pihak desa,’’ ujarnya. Menurutnya, dengan adanya insiden berdarah tersebut, pihaknya bersama perangkat desa, desa adat dan kecamatan, bersama-sama memberikan pembinaan. ‘’Kami juga agak susah. Mungkin saja selama ini masyarakat menganggap itu warung-warung biasa, sehingga tidak dijadikan suatu permasalahan. Namun kejadian ini sebagai koreksi kita terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini,’’ terangnya. Kendati demikian, tim Yustitusi Badung mengancam menutup kafe atau warung di seluruh Badung yang memperjualbelikan minuman keras secara bebas, sehingga dengan mudah dikonsumsi anak-anak di bawah umur. ‘’Dengan kejadian ini kami tidak akan berikan toleransi lagi. Bapak Bupati sudah memerintahkan untuk melakukan penutupan,’’ tegasnya. Menurut Suryanegara, tindakan tegas awalnya tidak bisa dilakukan terhadap kafe atau warung, karena belum ada laporan dari masyarakat. Namun, karena kejadian tewasnya I Kade Roy Adinata, hal ini sudah tidak bisa ditol-

eransi. ‘’Kasus perkelahian di kafe kawasan Abiansemal yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia jadi pembelajaran. Makanya kami akan cepat bertindak supaya kejadian tidak terulang,’’ katanya seraya menyebutkan, Bupati sudah memerintahkan untuk melakukan penertiban seluruh warung dan kafe remang-remang. Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta menyayangkan ricuh menimbulkan korban jiwa tersebut. Terlebih pelaku masih menyandang status pelajar. Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan perlunya perhatian dan kerja sama semua pihak dalam hal pengawasan lingkungan. ‘’Perlu diawasi kafe-kafe yang ada. Apakah diyakini di sana tidak jual miras. Perlu juga diawasi agar minuman yang kategori miras agar tidak dikonsumsi oleh orang yang belum atau tidak layak dari segi umur,’’ ujarnya. Politisi asal Pecatu ini berpendapat, secara atributif penguasa wilayah atau desa dan kepala lingkungan, hendaknya banyak melakukan pengawasan. Sedangkan kepala dinas terkait agar rutin melakukan penyuluhan kepada generasi muda, baik di sekolah maupun masyarakat. ‘’Jika pemilik tidak mengantongi izin, maka sudah sepatutnya harus ditertibkan. Jika pun sudah mengantongi izin, perlu ada pemeriksaan dan pembatasan pengunjung, sehingga orang yang masih di bawah umur tak diizinkan masuk. Harus ada pembatasan,’’ tegasnya. (kmb27)

terangnya. Untuk diketahui, perpindahan kantor induk PDAM Tirta Mangutama sempat dirancang beberapa tahun lalu. Bahkan rencana itu telah dibuatkan Detail Engineering Design (DED) yang dianggarkan pada APBD Perubahan 2015. Sedangkan fisiknya pada APBD Induk 2016. Gedung baru itu rencananya dibangun di atas lahan milik Pemprov Bali di Jalan Raya Kapal, tepatnya di depan RSUD Badung. (kmb27)

Belum Maksimal, Penerimaan dari Elektronifikasi Pembayaran

BANK Indonesia sedang menggenjot elektronifikasi sistem pembayaran di seluruh Indonesia, termasuk di Bali. Transaksi elektronifikasi diharapkan tidak hanya dilakukan dari sisi pengeluaran tapi juga penerimaan. Dari sisi pengeluaran, sudah banyak transaksi dilakukan melalui elektronik. Namun dari sisi penerimaan, belum banyak dilakukan secara elektronik. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Bali Trisno Nugroho mengatakan, elektronifikasi menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diterapkan di Bali. Sampai saat ini baru tiga kabupaten yang telah menerapkan elektronifikasi dari sisi penerimaan. Sementara dari sisi pengeluaran, sudah banyak lembaga dan pemerintah daerah yang menerapkan elektronifikasi. Pengelolaan pengeluaran di pemerintah dae-

rah adalah BKAD dan BPRD atau Dispenda. Ada 13 retribusi pajak yang dipungut Dispenda. ‘’Masih kecil, belum banyak kalau dari sisi penerimaan. Kalau pengeluaran sudah 100 persen,’’ ungkapnya Senin (26/8) kemarin.

Dengan elektronifikasi, harapannya PAD naik karena akan lebih efisien. Selain itu, dapat mengurangi kebocoran, mengurangi atau menghindari hal-hal yang kurang baik ke masyarakat. Dengan demikian pemerintah dapat lebih optimal melakukan sesuatu untuk masyarakat. Masih minimnya penggunaan elektronifikasi dari sisi penerimaan, menurutnya karena belum optimalnya dukungan IT dan SDM. Ia berharap Bank BPD Bali menjadi backbone transaksi elektronifikasi di Bali selain Bank Himbara. Dikatakannya lebih lanjut, Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Bali sangat besar. Penerimaan PHR ini menjadi lebih optimal dan transparan dengan elektronifikasi. ‘’Karena kalau kita bayar makanan di restoran itu kena Trisno Nugroho

pajak. Jadi harus bayar pajak. Ini harus diyakinkan agar yang dibayarkan konsumen itu sudah dikirim ke kantor pajak. Dengan cara online ini bisa meyakinkan masyarakat,’’ tegasnya. Meski semester I 2019 pariwisata sedang lesu, ia berharap triwulan III 2019 pariwisata bisa tumbuh 600 ribu kunjungan wisman. Dengan kunjungan wisman tersebut, ekonomi Bali triwulan III 2019 bisa tumbuh 6,1 persen. Konsumsi juga menjadi salah satu pilar penting ekonomi di Bali. Maka untuk menjaga konsumsi masyarakat, inflasi penting dijaga. ‘’Inflasi rendah, pertumbuhan tinggi. Bisa dikatakan pertumbuhan ekonomi perfect. Artinya, pendapatan masyarakat naik, kemampuannya meningkat,’’ ungkapnya. Dengan menjaga inflasi, mendorong pariwisata Bali tumbuh lebih kuat maka akan memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat sehingga angka kemiskinan juga dapat ditekan. (kmb42)

Kantor PDAM Badung yang berlokasi di Denpasar.

Bali Post/ist


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Dewan Badung Bedah Masalah Kunjungi Perumahan Brimob di Mengwi, Wedakarna Perumda Pasar Mangu Giri Sedana

Senator RI Minta Warga Lokal Selemadeg Prioritas Peroleh Perumahan Bersubsidi

Setuju Anggaran untuk Rumah Susun bagi Polri

SENATOR RI kebanggaan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir dalam kunjungan kerja di Kabupaten Tabanan dan Badung terkait dengan aspirasi masyarakat tentang perumahan anggota Brimob di kawasan Mengwi, Badung. Begitu juga aspirasi tentang adanya rumah murah di Desa Gadung Sari, Selemadeg Timur, Tabanan. Dalam kunjungan kerja ke Satuan Brimob Batalyon B Pelopor Polda Bali, Senator Arya Wedakarna (AWK) disambut AKBP Nyoman Carmadana, S.H. (Komandan Batalyon Brimob B) dan jajarannya. Ia mendapatkan informasi tentang perumahan anggota Brimob dari pihak satuan. Selain melakukan pertemuan resmi, AWK juga berkenan untuk mengunjungi sejumlah mes, rumah anggota Polri yang bisa dikatakan jauh dari kata layak. Terhadap hal ini, Senator AWK menyampaikan persetujuannya dengan rencana pembangunan perumahan (housing) untuk kesejahteraan anggota Brimob. ‘’Setelah berkeliling dan melihat langsung, saya tidak menyangka sistem perumahan anggota Polri, khususnya Satuan Brimob di Badung ini jauh dari kata layak. Ini sesungguhnya wajah Kabupaten Badung, mengingat satuan ini menjadi stabilitas daerah paling makmur di Bali. Belum lagi tupoksi dan jangkauan kerja hingga batas Badung seperti Tabanan. Menurut saya, hal ini bersifat urgen dan semua pihak, baik Polri, pemerintah daerah dan tentu juga DPD akan membantu mewujudkan hal ini. Silakan saja ajukan ke APBN melalui anggaran Polri secara berjenjang dan saya selaku anggota DPD-RI akan memberikan rekomendasi resmi dan siap mengawal anggaran di tingkat pusat. Solusi dari saya, karena lahan yang ada tidak terlalu banyak dibanding personel, silakan bangun dengan sistem rumah susun. Hampir sama dengan perumahan Polri di Jalan Kamboja, depan Polda Bali. Itu kan bagus dan bisa menampung maksimal. Prinsip saya dukung,’’ ungkap AWK yang juga bagian dari Komite I Bidang Hukum DPD-RI di Senayan ini. Begitu juga dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Tabanan. Di mana menurut aspirasi terdapat perumahan di Desa Gadung Sari, Selemadeg Timur terkait dengan program subsidi pusat. Di Desa Gadung Sari, Senator AWK disambut Nengah Lendra (bendesa adat), I Wayan Sukadama (perbekel), I Nyoman Supartha (pengembang) dan AWK mendapatkan penjelasan terkait

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Arya Wedakarna saat meninjau perumahan murah di Seltim, Tabanan dan meninjau perumahan Brimob di Mengwi. dengan keberadaan perumahan ini. Ada sejumlah nasihat AWK terhadap pejabat desa, prajuru dan pengembang. Di antaranya tentang ketahanan desa adat menghadapi maraknya serbuan pendatang ke desa setelah muncul perumahan murah. ‘’Desa adat jangan terkesima dengan sumbangan punia atau fasilitas tertentu dari pengembang. Tapi desa adat harus paham konsekuensi ke depan jika muncul perumahan di wilayah mereka. Desa adat akan berhadapan dengan penduduk pendatang yang membawa budaya dan tradisi mereka yang mungkin belum tentu cocok dengan dresta adat Bali. Belum lagi sampah, limbah, polusi suara serta penyakit sosial. Jadi mohon berhati-hati, sebelum memberikan izin kepada pengembang. Semuanya harus dipikirkan selektif, termasuk jangan sampai memanfaatkan lahan produktif untuk membangun perumahan,’’ terang AWK. Setelah meninjau area perumahan, ia meminta agar pengembang/developer benarbenar memprioritaskan warga adat atau krama adat Bali untuk bisa memiliki rumah murah bersubsidi. ‘’Saya minta agar prioritaskan semeton di desa, beri kemudahan untuk pasangan suami-istri anak muda Bali mendapatkan KPR dan jangan persulit mereka. Perumahan

murah dari pusat harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk warga lokal. Ini penting untuk tidak semakin mudah para kaum tamiu memiliki tanah di Bali. Ke depan Bali harus dijual mahal, jangan murahan dan itu perlu ideologi yang tebal. Yang pasti tiang sudah berikan nasihat dan peringatan,’’ tegas AWK yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. Di sejumlah kesempatan, AWK selalu menyampaikan sikap politiknya bahwa program perumahan di Bali. AWK dikenal keras dalam hal memberi pandangan terhadap perumahan yang merugikan sistem adat Bali, bahkan berkali-kali AWK meminta sejumlah desa adat untuk bisa menolak perumahan dan memperkuat awig-awig dan pararem. Selain itu, AWK juga meminta kepada Kemen-PUPR agar hanya benar-benar merekomendasikan pengembang yang menjadi anggota asosiasi perumahan resmi untuk menjadi mitra pemerintah. Hal ini untuk menghindari penipuan berkedok perumahan murah di Bali yang kini banyak menjerat warga asli Bali. Selain itu, banyak pihak yang merasa salut dengan sikap politik AWK yang mendukung pembangunan rumah vertikal (rusun) di Bali untuk menghindari alih fungsi lahan yang masif di Bali. This is Satyagraha Bali. (ad841)

COI 2019 Itekes Bali Diikuti 403 Mahasiswa Baru

Dorong Mahasiswa Berlomba Ciptakan Teknologi Inovatif Dalam Kesehatan INSTITUT Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali adalah PTS pertama yang menuntaskan proses penerimaan calon siswa baru. Sekaligus memperkokoh diri sebagai PTS bidang kesehatan yang berkualitas dan terpercaya. Hal ini disebabkan kampus ini mampu menjaga budaya mutu sehingga jumlah mahasiswanya meningkat tiap tahun. Tahun 2019 Itekes Bali menerima 403 mahasiswa. Termasuk 13 orang mahasiswa magister keperawatan, 32 orang jalur alih jalur dari akademi ke sarjana keperawatan, 63 orang mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari SPK ke D-3 Keperawatan. Para mahasiswa baru tersebut mulai Senin (26/8) kemarin mengikuti Campus Orientation and Inauguration (COI) di kampus Itekes Bali. COI dibuka Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka dan Rektor Itekes Bali Gede Putu Darma Suyasa, S.Kep., M.Ng., Ph.D. ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan atribut COI. Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka meminta mahasiswa baru untuk berlomba berinovasi dalam teknologi dan pelayanan kesehatan. Sebagai kampus go international, Itekes Bali akan sering dikunjungi dan mengirim mahasiswa serta dosen ke luar negeri. Untuk itu, dia minta mahasiswa baru menunjukkan etos kerja dan pelayanan berkelas internasional dan penuh disiplin, penuh senyum tanpa kekerasan. Agenda COI ini dipakai secepatnya menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus dan membekali diri dengan bahasa asing. Sementara itu, Rektor Darma Suyasa menjelaskan, COI kali ini mengambil tema ‘’Itekes Bali Mendukung Prestasi dan Terdepan Dalam Inovasi’’. Hal

KOMISI III DPRD Badung, Senin (26/8) kemarin melakukan sidak ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung. Dalam sidak tersebut, ada sejumlah persoalan yang menjadi sorotan komisi yang membidangi pendapatan dan aset tersebut, di antaranya masalah overload-nya pegawai, permodalan dan sarana berupa gedung. Secara khusus, Komisi III bahkan mengusulkan agar unit Pasar Beringkit diremajakan, sehingga pasar yang satu lokasi dengan Pasar Hewan tersebut bisa menjadi pasar tradisional modern lengkap dengan mall-nya. Sidak Komisi III dipimpin langsung Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata. Sidak diikuti anggota Komisi III seperti I Wayan Sandra, I Made Retha, I Nyoman Satria, I Made Suryanda Pratama, Nyoman Triani dan Nyoman Graha Wicaksana. Sementara dari pihak Perumda Pasar hadir Dirut I Made Sukantra beserta jajarannya. Alit Yandinata usai pertemuan menegaskan, banyak persoalan yang sejatinya perlu dibenahi di Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. Persoalan-persoalan tersebut, menurutnya, adalah persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan. ‘’Permasalahan yang dari dulu ada di Perumda Pasar ini adalah overload SDM, masalah permodalan dan sarana gedung,’’ ungkapnya. Khusus masalah SDM, ia meminta Perumda segera mencari solusi, sehingga kelebihan SDM ini tidak terus-terusan menjadi beban perusahaan. Sebagai salah satu solusi, pihaknya mengusulkan agar unit Pasar Beringkit yang notabene unit pasar terbesar milik Perumda itu dilakukan peremajaan gedung. Ia bahkan berharap pasar ini

SIDAK - Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata beserta anggota menggelar sidak ke Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung, Senin (26/8) kemarin. bisa disulap menjadi pasar tradisional modern lengkap dengan mall. Dengan begitu, SDM yang selama ini banyak ‘’nganggur’’ bisa dioptimalkan untuk diposisikan di pasar ini. ‘’Usul kita, Pasar Beringkit agar diremajakan menjadi pasar tradisional modern dan dilengkapi mall. Dengan begitu, SDM bisa dimaksimalkan, pendapatan pun kita harapkan bisa ditingkatkan. Sehingga Pemkab tidak rugi memberikan penyertaan modal Rp 33 miliar,’’ ujarnya. Sejauh ini, Alit Yandinata menilai langkah-langkah yang diambil jajaran direksi belum mampu secara optimal mengangkat kebaradaan Perumda terutama dari segi pendapatan. Praktis penyertaan modal sebesar Rp 33 miliar yang digelontorkan Pemkab Badung ke Perumda belum memberikan keuntungan balik ke pemerintah. Dari sembilan unit pasar yang dikelola Perumda, belum semuanya memberikan kontribusi positif bagi Perumda

dan PAD Badung. ‘’Kami lihat secara hitung-hitungan bisnis, sudah sangat tidak rasional. Perumda ini kan menjual jasa bukan barang. Yaitu dengan menyewakan kios dan parkir di sembilan unit pasar yang dikelolanya. Masalahnya masak kios seratus, pegawainya seratus. Loginya di mana dapat untung?’’ tegas Alit Yandinata. Dengan terbangunnya Pasar Beringkit berwajah baru nanti, pihaknya berharap selain mampu memaksimalkan SDM yang sudah ada, juga bisa meningkatkan pendapatan pasar. Saat ini ada 224 pegawai Perumda Pasar yang tersebar di sembilan unit pasar di Badung. Mengenai anggaran untuk peremajaan Pasar Beringkit, ia menyebut bisa bersumber dari APBN, APBD dan ataupun kerja sama dengan swasta. ‘’Yang penting bagaimana menggeliatkan pasar itu, sehingga bisa mendapat untung dan menyejahterakan pegawai,’’ tegasnya. (ad838)

Persiapan Porprov 2021, Komisi IV Panggil Sejumlah OPD Badung

GUNA menindaklanjuti kesiapan Kabupaten Badung menjadi tuan rumah Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) 2021, Komis IV DPRD Badung memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, KONI Badung dan RSD Mangusada. Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Sumerta, Senin (26/8) kemarin, mengatakan pemanggilan OPD untuk rapat kerja ini adalah untuk mengawali pihaknya di Komisi IV melakuan sinergi dengan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Badung. ‘’Ada sejumlah bahasan yang dibahas mulai dari persiapan Porprov di Kabupaten Badung tahun 2021 hingga melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Mangusada,’’ ungkapnya. Setelah Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung yang ditunjuk oleh kegiatan Porprov 2021. ‘’Secara keseluruhan kami siap dan dulu sejumlah venue masih layak untuk digunakan, namun perlu kita cek lagi apakah masih bagus seperti dulu. Nanti kita akan melakukan studi banding juga ke Tabanan untuk mengecek venue mereka saat Porprov tahun ini,’’ ujarnya. Lebih lanjut Sumerta yang didampingi sejumlah anggota Komisi IV tersebut juga mengatakan,

RAPAT - Komisi IV DPRD Badung menggelar rapat dengan sejumlah OPD guna membahas persiapan menjadi tuan rumah Porprov 2021. pembahasan persiapan Porprov ini cukup urgen untuk dibahas, karena KONI Badung memerlukan persetujuan dewan untuk menjadi tuan rumah Porprov di tahun 2021. ‘’Kami juga mendorong bagaimana peserta-peserta Porprov di seluruh Bali ini bisa tinggal di Badung atau menginap di Badung dan secara otomatis bisa memutar roda perekonomian masyarakat di Badung. Selain itu pihaknya mengharapkan semua cabang harus bisa diikuti dan kita harapkan panjat tebing bisa maksimal dan venue balap sepeda juga bisa dipersiapkan dengan baik,’’ paparnya. Terkait dengan cabang sepak

bola, pihaknya mengharapkan bisa dilakukan di lapangan di kawasan Kutuh dan Pecatu, karena kita tahu bersama lapangan tersebut sudah pernah dilakukan kegiatan yang bertaraf nasional dan internasional. Terkait dengan rumah sakit, kata Sumerta, pihaknya tetap berharap pembangunan di RSD Mangusada dilanjutkan. ‘’Kita rancang perluasan rumah sakit ke selatan untuk rawat inap mapun ruang untuk kemoterapi pasien dan kita dorong tahun 2020 bisa terlaksana dan setiap gedung tersebut dilengkapi parkir bawah tanah,’’ ungkapnya. (ad839)

Identifikasi Topeng Koleksi

UPTD Museum Bali akan Gelar Diskusi Terpumpun

COI - Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka dan pengurus yayasan serta Gede Putu Darma Suyasa membuka COI Itekes Bali 2019. ini mengandung makna di era globalisasi civitas akademika Itekes Bali harus cerdas, berani bersaing, bersikap kritis, berprestasi dan menghasilkan inovasi yang berujung pada peningkatan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, dia mendorong mahasiswa Itekes Bali menciptakan karya inovatif bidang kesehatan. ‘’Selama ini kami bergerak di bidang jasa, kini diarahkan menciptakan teknologi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat,’’ tegasnya. Program COI Itekes Bali berlangsung selama tiga hari hingga 28 Agustus 2019. Sebelumnya diadakan pertemuan dengan orangtua mahasiswa guna membahas langkah-langkah strategis dalam rangka menyukseskan program pendidikan di Itekes Bali. COI dilanjutkan dengan pengenalan sistem pendidikan tinggi, pen-

genalan sistem kampus dan orientasi sistem pendidikan di Itekes Bali, juga program bela negara dan pengabdian masyarakat berupa kerja bakti di lingkungan kampus. Saat itu juga diperkenalkan kepengurusan YPPLPK Bali yang diketuai Drs. Ida Bagus Arka, Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. sebagai pembina, Drs. I Nyoman Murdana, MBA., M.M. sebagai sekretaris, Drs. I Wayan Sandiyasa, A.Md. Kep. sebagai bendahara, I Made Sudika, S.KM., M.M. sebagai pengawas dan Arimbawa sebagai anggota. Ketua Pormasi Ketut Santra, Sekretaris Rektor dipercayakan kepada IA Lisa, WR I Dina Susanti, WR II Ketut Alit Adiantha merangkap Dekan Fakultas Teknologi, Dekan Fakultas Kesehatan Kadek Nurianto, para kaprodi dan dosen serta tenaga kependidikan. (ad837)

UNIT Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Bali saat ini memiliki koleksi topeng sebanyak 411 buah yang sudah teregistrasi dan re-eventarisasi. Namun, dari jumlah tersebut semuanya belum teridentifikasi secara jelas siapa perajin dan tahun berapa topeng tersebut dibuat. Oleh karena itu, untuk mengetahui dan melengkapi data koleksi topeng, UPTD Museum Bali akan menggelar diskusi terpumpun pada 30 Agustus 2019 mendatang. Diskusi yang mengusung tema ‘’Penguatan Identifikasi Ikonografi Topeng Koleksi Museum Bali’’ ini akan menghadirikan tiga narasumber yang akan mengidentifikasi topeng koleksi Museum Bali. Di antaranya I Ketut Kodi, S.SP., M.Si., Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.ST., M.A. dan Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Peserta yang akan dilibatkan sebanyak 10 orang dari kalangan pengamat, akademisi, mahasiswa, perajin topeng, seniman topeng, dan tim kajian topeng Museum Bali. Kepala UPTD Museum Bali I Wayan Andra Septawan, S.SKar., M.Si. mengatakan, selain untuk mengidentifikasi gopeng koleksi, diskusi terpumpun juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai koleksi topeng yang ada di Museum Bali. Di samping juga memberikan wawasan dan meningkatkan pelayanan Museum Bali kepada masyarakat. ‘’Melalui diskusi terpumpun ini, nantinya akan dapat diidentifikasi keberadaan koleksi

TOPENG - Kasi Koleksi dan Konservasi UPTD Museum Bali I Putu Sudana memperlihatkan topeng koleksi Museum Bali yang akan diidentifikasi dalam diskusi terpumpun pada 30 Agustus mendatang. topeng yang ada di Museum Bali. Siapa pembuatnya, tahun berapa dibuat, dan apa fungsi serta makna topeng tersebut untuk masyarakat,’’ ujar Andra Septawan, Senin (26/8) kemarin. Kasi Koleksi dan Konservasi UPTD Museum Bali I Putu Sudana menambahkan, fungsi museum adalah untuk menjaga, merawat dan memelihara karya-karya budaya manusia yang memiliki nilai-nilai luhur. Di samping itu, museum juga memiliki fungsi strategis untuk mengkaji dan meneliti koleksi yang dimiliki. Salah satunya mengidentifikasi koleksi yang dimilikinya, sehingga koleksi tersebut memiliki identitas yang valid. ‘’Kita berharap

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

dari 411 jumlah topeng yang kita miliki, minimal 30 sampai 40 topeng dapat diidentifikasi, sehingga identitas dari topeng tersebut diketahui oleh masyarakat,’’ imbuh Putu Sudana. Lebih jauh dikatakan, topeng selain merupakan hasil karya seni yang monumental, topeng juga memiliki fungsi dan peranan dalam berkesenian. Baik yang bersifat wali, bebali, dan bali-balian. Oleh karena itu, sangat penting untuk diketahui keberadaan identitasnya. Apalagi, identitas koleksi topeng ke depannya akan berfungsi sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi generasi berikutnya. (ad834)


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Made Urip Bombardir Bantuan Alsintan Rp 1,035 Miliar di Jembrana Genjot Kedaulatan Pangan Program Nawa Cita

USAI menyerahkan punia kerbau atau kebo senilai Rp 40 juta di Desa Pakraman Pujungan, Pupuan, Tabanan, Sabtu (24/8 lalu, anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali membombardir bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) di Kabupaten Jembrana. Bantuan alsintan dari APBN tahun 2019 ini diserahkan secara simbolis oleh Made Urip di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Minggu (25/8) lalu. Penyerahan bantuan berbagai alat dan mesin pertanian modern ini juga disaksikan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana Putu Artha dan Made Kembang Hartawan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana, bersama jajaran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jembrana beserta ratusan klian subak dan pekaseh penerima bantuan. Bantuan qlsintan senilai Rp 1.035.500.000 ini berupa 10 unit power thresher (@Rp 22,5 juta) senilai Rp 225 juta, 1 unit combine harverster sedang Rp 400 juta, 5 unit power thresher multiguna (@Rp 26,5 juta) senilai Rp 132,5 juta dan 8 unit corn sheller (@Rp 20,5 juta) senilai Rp 228 juta. Seperti diungkapkan Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana

I Wayan Sutama, S.P., M.Si., bantuan aspirasi ini terus diperjuangkan Made Urip. ‘’Terima kasih yang mendalam kepada Bapak Made Urip yang telah berkomitmen dan konsisten memberikan bantuan di Kabupaten Jembrana. Tidak kali ini saja, tapi sudah terus-menerus memberikan bantuan kepada petani dan krama subak,’’ paparnya. Di sisi lain, Made Sukarta selaku Ketua Kelompok Tani Jaya juga menyampaikan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberi bantuan petani berupa alsintan yang akan digunakan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. ‘’Bantuan ini akan meningkatkan kesejahteraan para petani di Jembrana. Ini berkat Pak Urip yang selalu berkunjung langsung. Hanya Pak Made Urip yang bisa memperjuangkan dan yang lainnya belum ada dan ke depannya kita harap lebih banyak lagi bantuan lainnya,’’ bebernya seraya ditambahkan Ketua Kelompok Tani Subak Tibu Beleleng I Nyomah Tehnik yang mengaku menerima bantuan berupa pompa air karena saat musim kering sangat dibutuhkan. ‘’Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Urip untuk bantuan pengairan ini. Mudah-mudahan bantuan

lainnya bisa kembali disalurkan,’’ harapnya. Termasuk Bupati Putu Artha juga mengucapkan terima kasih atas bantuan alsintan ini. ‘’Mudah-mudahan menjadi menteri pertanian. Astungkara. Kan bisa lebih banyak bantuan pertanian nantinya,’’ tandas Bupati Jembrana dua periode ini. Wakil Bupati Kembang Hartawan juga menyebutkan selama ini Made Urip terus membantu alsintan untuk kelompok tani dan subak di Jembrana. Bantuan ini akan mewujudkan kemandirian pangan dengan menggerakkan perekonomian yang strategis, salah satunya sektor pertanian dalam arti luas. ‘’Bantuan Pak Urip kita mohon digunakan dengan baik. Jangan sampai diberikan alat dari pusat, tapi tidak digunakan. Kita sangat berterima kasih kepada Pak Made Urip yang membantu petani kita untuk memajukan sektor pertanian di Jembrana,’’ imbuhnya. Pada kesempatan itu, Made Urip menegaskan sangat berbahagia bisa bertatap muka dengan para petani dan krama subak, khususnya di Jembrana yang mampu mengelola sektor pertanian menjadi lebih baik. Untuk itulah, program

’’Masimakrama’’ di STPBI

Menristekdikti Dorong PT di Bali Berkelas Internasional PENDIRI yayasan dan para rektor, baik dari perguruan tinggi (PT) swasta maupun negeri seBali, Minggu (25/8) malam masimakrama dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D. Bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) Denpasar, para rektor dan ketua yayasan berkesempatan bertanya sekaligus minta solusi terkait kemajuan PT, termasuk mekanisme peningkatan status PT dan juga pertanggungjawaban keuangan oleh yayasan apa oleh PT itu sendiri. Menristekdikti M. Nasir dalam kesempatan itu mengaku sudah menutup sekitar 200 perguruan tinggi abal-abal. Ke depan, pihaknya meminta semua perguruan tinggi harus mampu berbenah dan meningkatkan publikasi di tingkat dunia. ‘’Saya ingin dorong PT di Indonesia untuk selalu meningkatkan akreditasi. Akreditasi adalah suatu standar ukuran mutu yang bisa diukur. Jika PT bisa meningkatkan akreditasi itu artinya bisa meningkatkan kualitas. PT yang bisa terukur dengan baik,’’ ucap M. Nasir. Meski demikian, sambung Menristekdikti, yang terpenting bagaimana meningkatkan kualitas PT itu menjadi lebih baik. Salah satunya adalah melakukan kolaborasi kerja sama atara PT satu dengan yang lain. Dan PT dalam negeri dengan luar negeri. Apalagi di Bali, lanjut M. Nasir, secara umum ekosistemnya sudah bagus. Jika ekosistem bagus di kelas dunia, maka PT-nya juga harus

DIALOG - Menristekdikti RI Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D. saat berdialog dengan para rektor di STPBI Denpasar, Minggu (25/8) malam. kelas internasional. Oleh karena itu, M enristekdikti berharap dari Bali ada PT yang bekerja sama dengan PT asing. ‘’Salah satu harapan saya ada rektor asing. Dan ini bisa terwujud di Bali. Sudah ada PT yang mengajukan di Bali. Kita harus berkolaborasi,’’ tegasnya. M. Nasir meyakini itu terwujud karena sudah ada yayasan yang melapor ingin menggunakan rektor dari luar negeri. Pihaknya sangat mendukung dan merespons positif. ‘’Karena era ini harus menuju globalisasi, dan kita tidak bisa menghindar,’’ sebutnya. Sebagai upaya suport dari kementerian, pihaknya akan mempermudah soal regulasi perizinan, yakni disederhanakan. Contoh ngurus izin yang lama, sekarang cukup dua minggu. Semua proses harus dilakukan penyederhanaan. Jangan berbelit-belit, sepanjang

tidak melanggar norma yang ada. Lantas, apakah di Bali sudah ada yang memenuhi kriteria PT go international? Menristekdikti dengan semangat mengatakan ada. Tidak hanya negeri, swasta juga banyak berpeluang. ‘’Kita harus dorong. Bagaimana dari yang kecil, kita dukung, untuk menuju ke hal yang lebih tinggi. ‘’Di Bali PT-nya punya potensi yang baik,’’ tandasnya. Atas dasar itu, pihaknya meminta ke Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi untuk melakukan diskusi, melakukan advokasi PT swasta yang menginginkan kerja sama di internasional. ‘’Kita mencari di wilayah Bali, Wilayah VIII, mana yang bisa didorong untuk akreditasi A. Kita akan dampingi, di bawah Direktorat Jenderal Kelembagaan. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik. Saya yakin bisa, asal kerja keras,’’ tutup Menristekdikti, M. Nasir. (ad833)

Cuci Gudang Parts dan Oli untuk Sahabat Klub Daihatsu SECARA umum, setiap barang yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari pasti membutuhkan sebuah perawatan. Terlebih lagi sebuah kendaraan, yang sudah pasti aktif digunakan dan selalu bergerak di kondisi yang beragam untuk membantu mobilitas penggunanya dalam rutinitas seharihari. Dari beragam kondisi dan rutinitas para penggunanya, Daihatsu mengerti dan melihat bahwa merawat kendaraan dan menyediakan kebutuhan bagi pelanggan dalam menjaga kesehatan mobil Daihatsu kesayangannya menjadi sebuah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, tidak melulu tentang menjual mobil baru, Daihatsu juga dikenal baik dengan kemudahannya perawatan dan penyediaan parts dalam pelayanan purnajualnya. Melalui Daihatsu Part Bazaar 2019, program cuci gudang parts dan oli genuine dari Daihatsu ini sengaja diadakan sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna Daihatsu yang tergabung dalam klub binaan Daihatsu untuk mendapat suku cadang original dengan harga spesial dan memudahkan dalam perawatan mobil Daihatsu kesayangannya. Uniknya, di bazaar tidak hanya tersedia suku cadang untuk mobil baru, tetapi juga untuk mobil Daihatsu produksi lawas. Parts dan oli genuine Daihatsu ini bisa didapat dengan dua cara, pertama, via offline di Service Parts Center, PT Astra Daihatsu Motor, Cibitung pada 24 Agustus 2019 yang hanya berlangsung satu hari, atau via online untuk mempermudah Sahabat pelanggan yang sibuk lewat online marketplace Shopee.co.id yang bekerja

DAIHATSU - Sahabat Klub Daihatsu melakukan pengecekan parts untuk siap dibawa pulang. sama dengan Daihatsu pada 24 Agustus - 9 September 2019. Pada program ini, Daihatsu memberikan diskon spesial yakni diskon sampai dengan 40 persen untuk pembelian via online di Shopee untuk oli pelumas mesin sintetik genuine dari Daihatsu 3 varian : DGO 10W-40 SN, DGO 5W-30SN, dan DGO 0W–20 SN. Kemudian diskon 25 persen via online di Shopee untuk maintenance parts atau komponen ringan yang biasa diganti saat perawatan berkala seperti filter oli, busi, brake pad, saringan udara, dan lain-lain. Tak hanya itu, juga diskon 80 persen khusus untuk transaksi cash atau transfer di lokasi acara yaitu cuci gudang untuk pembelian parts special seperti komponen eksterior, interior, dan mesin seperti bumper depanbelakang, kaca jendela mobil, panel instrumen, doortrim, piston mesin, dan lain-lain. Kemudian

khusus untuk pembelian oli genuine, Sahabat juga berkesempatan mendapatkan hadiah grandprize 1 unit Daihatsu Ayla, 10 unit TV LED 32’, 50 unit smartphone, dan 100 unit smartwatch melalui Undian Asli Sejoli dengan mengunjungi microsite oliaslidaihatsu. co.id. Bagi Sahabat Daihatsu yang melakukan pembelian melalui Shopee, selain cash, bisa juga dengan paket cicilan selama 24 bulan dan bunga 0 persen (syarat & ketentuan berlaku). ‘’Daihatsu Part Bazaar 2019 merupakan salah satu apresiasi untuk Klub Daihatsu mendapatkan parts dan oli Daihatsu dengan harga spesial. Kami berharap pengguna Daihatsu yang tergabung dalam Klub Daihatsu dapat terus merawat mobil kesayangannya dengan parts dan oli genuine dari Daihatsu,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)

Pemkab Jembrana diminta harus menyentuh para petani, terutama di pascapanen agar harganya tidak anjlok di pasaran. Apalagi mendapat prioritas dari program Nawa Cita untuk kemandirian pangan melalui bantuan ABPN, seperti lewat DAK pertanian. ‘’Kenaikan anggarannya signifikan dan hampir Rp 71 triliun, belum lagi bantuan subsidi pupuknya juga hampir Rp 30 triliun. Selain itu, ada subsidi benih unggul yang dilepas untuk membantu para petani di daerah. Karena jika tidak disubsidi harganya sangat mahal, karena bahan pupuknya dari impor,’’ tegas Made Urip sekaligus menyebutkan anggarannya akan selalu didukung dan perjuangkan lewat APBN dan terus berusaha berbuat sebaik-baiknya untuk para petani. ‘’Saya dari tahun 1999 akan terus mengawal pahlawan pangan dari hulu ke hilir. Saya tidak akan pindah ke mana-mana lima periode di DPR-RI,’’ tambahnya. Made Urip menegaskan bantuan alsintan ini agar digunakan dengan baik, karena bantuan APBN selalu diaudit oleh BPK dan sewaktuwaktu akan diperiksa. ‘’Jangan membuat kelompok petani yang

BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali membombardir bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) di Kabupaten Jembrana. fiktif. Dapat bantuan tidak digunakan, karena akan banyak bantuan yang akan kita perjuangkan,’’ paparnya, sembari menyampaikan di tahun 2020 akan menghadapi pilkada serentak di 271 kabupaten dan 9 provinsi. ‘’Untuk Pilkada Jembrana kita punya Pak Wakil

Bupati (Kembang Hartawan - red) tidak ada yang lain lagi maju sebagai calon Bupati Jembrana. Pak Kembang yang ganteng ini yang akan maju sebagai calon bupati di tahun 2020 dan petani dan krama subak agar bersatu mendukung satu jalur,’’ tutupnya. (ad836)

Wawali Denpasar Jaya Negara Tutup SVF 2019 SANUR Village Festival (SVF) XIV yang berlangsung lima hari ditutup secara resmi oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditandai dengan pemukulan gong, Minggu (25/8) malam. Pada kesempatan tersebut Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan festival tahunan yang telah terselanggara sebanyak 14 kali. ‘’SVF merupakan sebuah kegiatan promosi kreatif yang semakin menunjukkan kualitas dan telah memberikan dampak ekonomi yang luar biasa. Ini juga menjadi sarana promosi pariwisata Kota Denpasar,’’ katanya. Ketua I Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) I Gusti Agung Alit Kencana mengatakan berbagai program dan kegiatan telah dilakukan di antaranya olahraga, permainan, kesenian, bazar kuliner, musik, malam budaya, serta green program. ‘’Serangkaian SVF kami masih akan menggelar program post event yakni Open Cross Country pada September dan International Triathlon pada November 2019,’’ katanya saat memberikan sambutan. Ia menjelaskan, SVF yang masuk 10 besar kalender kegiatan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan mendapatkan pujian dari Menpar sebagai benchmark pariwisata berbasis masyarakat terbaik di Indonesia. Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau akrab disapa Gusde mengatakan telah menerima kunjungan Bupati Banyuwangi yang menginginkan adanya kerja sama sister festival dan Bupati Mentawai akan melakukan stu-

SVF - Suasana penutupan Sanur Village Festival yang dilakukan Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara dengan pemukulan gong. di lanjutan berkenaan dengan kepariwisataan dan inovasi pemanfaatan bambu seperti tema festival kali ini. ‘’Kami sangat terbuka dengan berbagai kerja sama dan kesepahaman untuk meningkatkan pariwisata dan potensi masyarakat di masingmasing wilayah,’’ katanya. Pada hari terakhir, Minggu sore, digelar pawai budaya di sepanjang Jalan Danau Tamblingan yang melibatkan banjar dan hotel di kawasan Sanur serta peserta tamu dari kesenian Jegog Lelateng, Kabupaten Jem-

brana serta Okokan dari Kediri, Tabanan. Seusai penutupan, ribuan pengunjung menyaksikan hiburan di dua panggung yang menghadirkan penyanyi Anggis Devaki, Old Taroo Band, Isyana Saraswati, Navicula, dan Joni Agung & Double T. Kadis Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani mengapresiasi penyelenggaraan festival seperti ini. Pihaknya mendukung kegiatan yang mampu menjadi media promosi bagi perkembangan pariwisata Denpasar ke depan. (ad835)

Lepas 102 Calon Wisudawan

Indeks Prestasi Lulusan FISIP UNR Meningkat 0,88 Persen PROGRAM Studi (Prodi) S-1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Ngurah Rai (UNR) melepas 102 calon wisudawan pada Senin (26/8) kemarin. Dengan demikian total lulusan FISIP UNR sebanyak 1.605 orang. Dari sisi indeks prestasi, yudisium periode ini mengalami peningkatan 0,88 persen. Karena IPK tertinggi tahun ini adalah 4,00 dan IPK rata–rata 3,50. Jika tahun lalu IPK terendah 2,72 persen, tahun ini IPK rata-rata meningkat yaitu 3,01. Terjadi peningkatan 0,29 persen. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNR Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP. mengatakan indeks prestasi calon wisudawan ini mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Ada dua orang yang mendapatkan indeks prestasi 4,00, sedangkan indeks rata-rata 3,50. ‘’Artinya bahwa keseriusan mahasiswa atau calon wisadawan ini benar-benar serius di dalam menggapai cita-cita dan menempuh pendidikan di UNR,’’ ungkapnya. Ia berharap ilmu yang didapatkan di bangku kuliah harus mampu diimplementasikan, kemudian mahasiswa diharapkan mampu berinovasi dengan ilmu yang didapatkan. ‘’Yang tidak kalah penting adalah menciptakan hal-hal baru, apa yang didapatkan di bangku kuliah itu,’’ ujarnya. Dalam rangka menyongsong revolusi industri 4.0, ia berharap SDM yang dihasilkan FISIP UNR terus memacu diri dan tidak cepat berpuas diri. Maka dari itu, calon wisudawan diharapkan terus meningkatkan pendidikan secara formal dan informal. Calon wisudawan yang diyudisium pada hari ini, dikatakan, sudah ada yang bekerja di segala bidang seperti karyawan swasta, PNS, dan bergabung di organisasi partai politik. ‘’Ini artinya kami tidak meluluskan

YUDISIUM - Dekan FISIP UNR Gede Wirata meyudisium calon wisudawan pada Senin (26/8) kemarin. calon pengangguran atau menambah terus-menerus melakukan pembenaderetan pengangguran,’’ ujarnya. han dengan terus menambah jumlah FISIP UNR juga berupaya me- literatur yang diperlukan. ‘’Kami nambah wawasan mahasiswa, den- bersyukur banyak melakukan kerja gan secara rutin menyelenggarakan sama dengan pihak swasta maupun kuliah umum setiap semester, men- pemerintah, utamanya adalah dengadakan seminar, regional, nasional gan pihak pemerintah desa. Sekarang maupun internasional. Mahasiswa di desa ada BUMDes, membangun juga diikutsertakan dalam pengab- pariwisata budaya,’’ ujarnya. dian masyarakat untuk mengapFISIP UNR mendukung penuh likasi teori-teori yang didapatkan di program desa ini dengan menbangku kuliah serta menggali potensi erjunkan beberapa mahasiswa yang ada di masyarakat kemudian untuk membantu masyarakat desa dipecahkan bersama-sama dengan mengembangkan potensi-potensi dosen. yang ada di desa. Karena banyak FISIP UNR terus-menerus sekali potensi yang belum tergali melakukan pembenahan, baik SDM oleh masyarakat desa. ‘’Sehingga maupun sarana-prasarana. Dari sisi kami membantu dengan menuSDM, terdapat 18 orang dosen baik runkan mahasiswa ke lapangan, PNS maupun dosen tetap yayasan. membantu masyarakat mengemTerdiri dari 7 orang dosen S-3 atau bangkan potensi-potensi yang ada,’’ doktor, 5 orang dosen sedang mengi- bebernya. kuti program belajar S-3 dan 6 orang Ia berharap kepada pemerintah dosen S-2. ‘’Ini artinya FISIP UNR desa yang membutuhkan bantuan sangat siap dalam persaingan dunia tenaga dari perguruan tinggi, ia meglobal karena didukung SDM yang nyatakan siap berjibaku untuk meandal,’’ pungkasnya. nyumbangkan pemikiran agar desa Dari sisi sarana-prasarana, ia itu bisa berkembang. (ad738)


Selasa Wage, 27 Agustus 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menyelaraskan Pembelajaran dengan Perkembangan Anak BELAJAR atau menuntut ilmu sepanjang hayat mungkin masih sangat melekat bagi banyak warga negeri ini. Ajakan ini tentu patut kita apresiasi sehingga ruang untuk belajar semestinya tak terbatas waktu, ruang dan usia. Namun, dalam praktiknya belajar atau ruang untuk menuntut ilmu juga terkendala banyak hal, di antaranya sarana, biaya dan obsesi personal. Mungkin bercermin dari kebijakan di bidang pendidikan pun terus mengalami perubahan. Inovasi terus dilakukan. Langkah ini patut kita yakini ebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun sering kali inovasi menimbulkan polemik dan penentangan dari banyak pihak. Bahkan uji coba kebijakan pendidikan sering juga tak didasari kajian dan tanpa mendengarkan respons publik. Langkah-langkah yang kita tempuh dalam upaya menata sektor pendidikan tentu harus meminimalkan polemik dan masalah. Kini memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, full day school kini sudah diterapkan di sejumlah sekolah. Durasi yang panjang di sekolah membuat peserta didik bisa belajar dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah sampai jam 3 atau 4 sore dalam pengawasan guru. Namun tidak semua kalangan dapat menerima sistem full day school ini. Muncul berbagai reaksi penolakan dan polemik dari berbagai elemen masyarakat. Dari pihak yang setuju menilai kebijakan ini sangat baik untuk menempa mental anak-anak SD dan SMP agar mendapat input yang baik, karena sekarang ini banyak orangtua yang sibuk bekerja hingga sore dan anakanak akan berada di rumah tanpa pengawasan orangtua. Mencermati hal ini, termasuk makin maraknya kasuskasus kriminal yang melibatkan anak karena kurangnya pengawasan orangtua, maka full day school memang layak menjadi alternatif. Namun bagi pihak yang kontra, konsep full day school sama dengan memenjarakan anak, dan menganggap niat menempa mental dan membentuk karakter siswa malah membuat siswa menjadi stres. Kalau kita cermati kembali, full day school merupakan salah satu solusi memperbaiki karakter bangsa dengan menyasar seluruh peserta didik di seluruh Indonesia melalui sekolah. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etika), olah rasa (estetika), olah pikir (literasi), dan olahraga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Karakter yang ingin dikembangkan dalam program ini adalah filosofi pendidikan karakter yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara yang berupa antara olah hati, olah rasa dan karsa, dan olahraga yang muncul dalam nilai-nilai karakter yang ada seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, gotong royong dan nilai-nilai karakter yang lainnya di kristalisasi menjadi penguatan pendidikan karakter yang memuat nilai utama yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas, yang diharapkan dapat mengkristal di hati siswa. Mengacu pada semua fenomena di atas, jika pemerintah benar-benar ingin tetap melanjutkan program full day school, diharapkan agar mau meninjau ulang silabus program dan juga membantu para siswa untuk menunjang kegiatan mereka. Misalnya melengkapi fasilitas-fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah, khususnya sekolah yang ada di desa-desa, daerah terpencil, dan di daerah perbatasan. Itu semua agar para siswa tetap merasa nyaman belajar dengan keadaan kondusif. Juga bisa membuat para siswa tetap fokus belajar dan merasa tidak membosankan. Pembelajaran dan model pengajaran hendaknya sejalan dengan perkembangan jiwa anak. Sebagai individu anak harus diberikan ruang untuk menikmati masa anak-anaknya.

Mengevaluasi ”Full Day School” Program full day school kini sedang diuji coba berjalan pada beberapa sekolah. Sambil program itu berjalan, ada baiknya kita lakukan evaluasi guna menuju kebaikan. Program full day school itu merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia yang menerapkan program lima hari sekolah. Kebijakan itu lebih dikenal dengan istilah full day school.

Oleh

Aisyah Anggraeni ini, saat diujicobakan program itu mengundang banyak reaksi dari berbagai kalangan. Bukan hanya lembaga resmi yang angkat bicara. Tapi ketidaksetujuan ini juga datang dari pihak orangtua para peserta didik. Wajar jika akhirnya Presiden Joko Widodo turun tangan. Sebetulnya program pendidikan yang dibuat Kemendikbud itu sesuai anjuran Kurikulum 2013. Kurikulum ini menetapkan bahwa siswa-siswi SD, SMP, maupun SMA diharapkan mengikuti kegiatan belajar di sekolah selama 8 jam perhari dalam 5 hari efektif belajar. Yaitu dimulai Senin hingga Jumat. Jika waktu itu dijumlahkan dalam waktu seminggu, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan berlangsung selama 40 jam. Sedangkan waktu istirahat dalam sehari hanya 90 menit, dan jika ditotalkan dalam seminggu, jumlah waktunya hanyalah 8 jam. Maka didapatlah perbandingan antara waktu belajar dengan waktu istirahat

yang mereka miliki 1:5. Hasil perbandingan itu sangatlah memprihatinkan. Padahal, jika dikaji ulang dengan riset Report College of Education and Human Development mengenai waktu yang efektif belajar di kelas bagi para siswa hanyalah 3 sampai 4 jam perhari. Berdasarkan riset, waktu otak manusia untuk berpikir dengan fokus adalah mulai pukul 09.00-11.00. Sebab pada waktu ini hormon stres kortisol berada dalam kadar sedang. Hormon ini sangat membantu berpikir fokus. Uniknya, kondisi ini dialami semua golongan umur. Sedangkan pada pukul 13.0015.00, kemampuan otak untuk berpikir bisa dikatakan sangatlah tidak produktif. Apalagi setelah makan siang, akan terjadi penurunan suhu tubuh yang biasanya membantu menenangkan untuk tidur. Dikarenakan tubuh sedang mencerna makan siang, tubuh pun menarik darah dari otak ke perut dan berharap bisa beristirahat sejenak. Maka, penerapan full day

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga Kami panitia pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan kerendahan hati kepada umat memohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenan dengan hal tersebut, untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya sebesar Rp 1,89 miliar. Berkenan dengan hal tersebut karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha. Saat ini untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama panitia pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak, dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

school bisa membuat para siswa merasa terlalu lelah dan letih dikarenakan membuat mereka pulang terlalu sore. Terlebih banyak di antara mereka yang sehabis pulang sekolah langsung lanjut pergi mengikuti les atau bimbingan belajar. Atau bagi murid tingkat SD untuk pergi mengaji. Belum lagi guru di sekolah yang tetap memberikan PR (pekerjaan rumah) dan juga tugas jangka panjang yang memperumit keadaan para siswa. Memang tujuan para guru memberikan PR adalah baik, yakni memberi pemantapan materi kepada para siswa. Namun apa boleh buat, hampir seharian penuh waktu siswa dihabiskan di sekolah. Ini membuat banyak siswa mengerjakan tugas dan menyiapkan hal lainnya pada waktu malam. Atau lebih parahnya lagi, mereka sampaisampai rela bergadang hanya untuk menyelesaikan tugastugas itu. Perlu kita renungkan fenomena di atas. Durasi di sekolah

sekitar delapan jam. Masuk pukul 07.00 dan para siswa baru bisa pulang pukul 16.00 selama lima hari setiap pekan. Dan ditambah dengan banyaknya intensitas kegiatan belajar yang mereka hadapi, banyak pihak yang khawatir program ini berdampak tidak baik pada diri peserta didik. Durasi berada di sekolah yang terlalu panjang, dikhawatirkan bisa menimbulkan tingkat stress yang lebih tinggi bagi peserta didik. Karena itu, bagi para siswa haruslah cerdas dalam mengatur waktunya semaksimal mungkin agar semua kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Dan juga yang tidak kalah penting bagi para siswa untuk senantiasa menjaga kesehatan. Tapi solusinya tidak bisa

Penulis, peneliti Fresh/Civitas Akademika PGSD FIP Universitas Negeri Padang (UNP)

Penerapan full day school bisa membuat para siswa merasa terlalu lelah dan letih dikarenakan membuat mereka pulang terlalu sore. Terlebih banyak di antara mereka yang sehabis pulang sekolah langsung lanjut pergi mengikuti les atau bimbingan belajar. Atau bagi murid tingkat SD untuk pergi mengaji.

WARUNG GLOBAL

Pemerintah Harus Konsisten

GUBERNUR Koster telah mengambil langkah tegas menghentikan reklamasi di Pelabuhan Benoa. Gubernur meminta PT Pelindo III menghentikan reklamasi di kawasan itu. Ada beberapa alasan mengapa proyek itu harus dihentikan. Di antaranya parahnya kerusakan lingkungan dan vegetasi hutan mangrove akibat reklamasi. Meskipun dinilai terlambat, tetapi para pendengar setia Radio Global 96,5 FM memberikan apresiasi kepada Gubernur. Pemerintah diharapkan selalu konsisten menjalankan aturan. Apresiasi atas ketegasan Gubernur disampaikan Sugik di Mambal. Investor boleh membangun proyek asal ikuti aturan, jika melanggar pemerintah dimintanya tegas. Apalagi sampai merusak alam. Ketut Mursi di Denpasar juga menyampaikan apresiasinya. Gubernur harus tegas jika ada yang melanggar termasuk investor. Tak masalah investor merugi karena proyeknya dihentikan. Menurut Made Jemet di Denpasar dan Fera di Tabanan, investor telah keluar uang banyak, mereka tak akan mau jadi pihak yang dirugikan. Jika proyek sudah berjalan, sepertinya tak bisa dihentikan. Apalagi investor sudah banyak mengeluarkan uang untuk memuluskan proyek mereka. Jika memang akan merusak alam, mestinya ditolak dari dulu. “Jangan diam-diam membangun Bali,” demikian Nyoman Mastra menyampaikan. Akan berakhir tidak bagus, pemerintahan sebelumnya salah,

diharapkan dari sisi siswa saja. Mengingat semua fenomena di atas, jika pemerintah benarbenar ingin tetap melanjutkan program full day school, diharapkan agar mau meninjau ulang silabus program dan juga membantu para siswa untuk menunjang kegiatan mereka. Misalnya, melengkapi fasilitas-fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah, khususnya sekolah yang ada di desa-desa, daerah terpencil, dan di daerah perbatasan. Itu semua agar para siswa tetap merasa nyaman belajar dengan keadaan kondusif. Juga bisa membuat para siswa tetap fokus belajar dan merasa tidak membosankan.

melanggar tetapi diizinkan. Sementara alam tidak menerima akhirnya terjadi kerusakan. Kenapa baru sekarang ketahuan jika proyek reklamasi Pelabuhan Benoa ini melanggar ketentuan dalam Amdal. Ada apa ini. Apa ada yang ditutuptutupi? Demikian pertanyaan Werdha di Tegallalang. Indonesia dan Bali ini jangan dipakai coba-coba, kalau dilarang dihentikan sementara, setelah ganti pemimpin lanjut lagi proyeknya, seolah mencoba dulu, risiko diperhitungkan belakangan. Ia beharap kita semua harus taat aturan, konsisten. Reklamasi di Pelabuhan Benoa apa dampak positif dan negatifnya. Selain itu, ia juga bertanya soal kelanjutan Perpres 51/2014 kepada Gubernur Koster. Menurut Ketut Dawi di Abiansemal, jika pemerintah menyetop total proyek yang dibangun investor yang telah menelan biaya banyak mana mau, pasti investor akan melakukan perlawanan. (sikha)

POJOK DPRD Bali dukung langkah Gubernur Koster hentikan reklamasi di Pelabuhan Benoa. - Lho kok baru. *** Pascaperistiwa berdarah, Satpol PP Badung akhirnya tutup Warung Madu. - Baru tahu dampaknya. *** Presiden Jokowi sebut pemindahan ibu kota sudah direncanakan sejak Soekarno. - Baru terealisasi.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Edy Pramana Dipastikan Masuk ”List” Bantuan Bedah Rumah Tabanan (Bali Post) Nama Made Edy Pramana, warga Banjar Gulingan Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat akhirnya dipastikan masuk dalam list penerima bantuan bedah rumah dari BKK Badung. Nama Edy sebelumnya sempat hilang dari data penerima bantuan tersebut. Nama Edy sempat hilang dari data penerima bantuan. Padahal sebelumnya namanya diusulkan dan telah dipastikan masuk dalam list, karena menggantikan salah satu warga yang dinilai tidak layak mendapatkan bantuan bedah rumah. Sementara untuk warga yang digantikan tersebut, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Gede Nyoman Gunawan masuk dalam list usulan penerima bantuan rehab rumah dari anggaran Kemensos yang berjumlah 200 unit di tahun 2020. Per unit diberikan bantuan sebesar Rp 15 juta.

‘’Saat ini kami sudah mengajukan perubahan SK. Setidaknya dari hasil verifikasi di lapangan, dari total penerima 300 unit tersebut, 90 di antaranya ada perubahan dan itu atas masukan para Perbekel. Rata-rata salah nama ataupun alamat, dan adapula yang dinilai tidak layak karena rumahnya masih bagus. Ini sifatnya hibah-bansos, maka harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil,’’ terangnya, Senin (26/8) kemarin. Kata Gunawan, dari total penerima bantuan bedah rumah sebanyak 300 unit, sudah dilakukan pencairan dana sebanyak tiga kali yakni pertama 180 unit, disusul 76 unit dan 10 unit. ‘’Terakhir kami juga sudah ajukan 11 unit untuk pengamprahan dana ke Bakeuda. Tinggal kekurangannya 23 unit,’’ ucapnya. Munculnya nama warga yang akhirnya dinilai belum layak mendapatkan program bedah

rumah, dikatakan Gunawan, karena sebelum ada bantuan BKK Badung, data yang diusulkan sebanyak 300 unit itu kemungkinan berasal dari masyarakat, PU, Bappeda ataupun Bakeuda. Ditegaskannya data itu bukan berasal dari Dinas Sosial. ‘’Kemungkinan karena ada informasi ada bantuan BKK Badung, jadi data yang diusulkan masih bersifat global dan setelah dilakukan verifikasi dari 300 unit tersebut, memang ada 90 di antaranya dinilai kurang layak dan diganti dengan SK perubahan. Itupun juga berdasarkan masukan Perbekel apakah warganya layak atau tidak menerima bantuan disesuaikan dengan kondisi sebenarnya,’’ terangnya. Pihaknya akan selalu membantu memfasilitasi beragam persoalan yang kemungkinan muncul dalam realisasi bantuan program bedah rumah. Dalam artian, program ini agar benar-

benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan. Seperti diberitakan sebelumnya, Edy Pramana merasa was was lantaran namanya terancam tidak tercantum sebagai penerima bantuan bedah rumah bantuan BKK Badung. Padahal sebelumnya namanya diusulkan oleh aparat desa setempat menggantikan warga lainnya yang dinilai tidak layak mendapatkan bantuan dari hasil verifikasi lapangan. Lantaran yakin namanya masuk dalam daftar penerima bantuan, Edy Pramana telah rampung membangun rumah secara swadaya. Dia meminjam dana hingga Rp 50 juta. Dengan maksud, jika bantuan tersebut cair akan langsung dilunasi. Edy yang berprofesi sebagai sopir ini hanya menunggu kepastian dinas terkait, karena dari rekomendasi aparat desa setempat, dia memang layak mendapatkan bantuan. (kmb28)

Bali Post/dok

RUMAH - Rumah Made Edy Pranama, warga Banjar Gulingan, Desa Antosari yang telah rampung, sebelum bantuan BKK cair.

Pajak 12.638 Kendaraan Belum Dibayar

RAZIA - Razia gabungan yang digelar UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan.

AKD Belum Bisa Dibentuk

Tabanan (Bali Post) Meski anggota DPRD Tabanan sudah dilantik pada 5 Agustus lalu, sampai sekarang belum ada penetapan pimpinan dewan definitif. Pasalnya, baru PDIP yang mengeluarkan rekomendasi yaitu kepada I Made Dirga sebagai Ketua DPRD Tabanan. Sementara dua partai lainnya yakni Golkar dan Gerindra belum, sehingga pimpinan definitif belum bisa ditetapkan. Konsekuensi belum ditetapkannya pimpinan definitif, salah satunya belum bisa dibentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Dikonfirmasi tentang belum adanya rekomendasi dari Gerindra, Ketua DPC Partai Gerindra Tabanan Sri Labantari mengakui belum menerima SK atau rekomendasi penunjukan dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD Tabanan. Namun pihaknya sudah mendapakan informasi dari DPP, jika dirinya yang dituntuk mengemban tugas tersebut. ‘’SK-nya sudah ada. Saya harus jemput ke Jakarta Selasa besok (hari ini-red),’’ ucapnya, Senin (26/8) kemarin. SK tersebut akan difoto dan dikirim melalui WA ke Sekretariat DPRD Tabanan, sehingga bisa menjadi dasar

untuk penetapan pimpinan definitif. Apalagi rencananya rapat penetapan pimpinan dewan akan digelar, Rabu (28/8) besok. Rekomendasi dari Partai Golkar juga belum turun. Bahkan Bendahara DPD Golkar Tabanan Ni Made Meliani ketika dikonfirmasi belum mau banyak berkomentar banyak, meski dikatakannya induk partai sudah menetapkan pimpinan defintif dewan Tabanan. ‘’Saya masih menunggu sampai SK tersebut turun. Jadi, belum mau berkomentar banyak dulu,’’ terangnya. Belum ditetapkannya pimpinan definitif tentu saja

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) UPTD Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Tabanan mengungkapkan, banyak wajib pajak di Kabupaten Tabanan yang belum tertib membayar pajak kendaraannya. Tercatat jumlah tunggakan jatuh tempo belum daftar ulang (BDU) dari periode 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2019 mencapai 12.638 unit kendaraan. Sebagai upaya mengoptimalkan pendapatan pajak kendaraan untuk mendukung pendapatan asli daerah Bali, Senin (26/8) kemarin Badan Pendapatan (Bapenda) Provinsi Bali bekerja sama dengan kepolisian dan Jasa Raharja menggelar razia gabungan melalui Unit PPRD kabupaten/kota secara serentak. Untuk di Tabanan kegiatan dipusatkan di simpang patung Adipura, Pesiapan. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 Wita tersebut berhasil menjaring puluhan kendaraan yang melanggar, baik tidak melengkapi surat kendaraan ataupun belum

membayar pajak. Bahkan didapatkan pula kendaraan yang tidak melakukan pembayaran pajaknya selama empat tahun. Kepala UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan Drs. I Nengah Suarnata didampingi Kasi Pelayanan I Gusti Ngurah Nyoman Wiraguna mengatakan, razia gabungan ini menyasar kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat, dengan tujuan memberikan efek jera kepada wajib pajak yang membandel atau belum melakukan kewajibannya membayar pajak. Tidak hanya saat ini saja, kegiatan serupa juga rutin dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Tidak hanya dalam bentuk razia gabungan, sebagai upaya mengurangi tunggakan wajib pajak, UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan juga memiliki program door to door dan layanan samsat ke rumah tinggal. Pada layanan samsat ke rumah tinggal, petugas dibekali dengan aplikasi terkait pembayaran pajak kendaraan secara online. (kmb28)

Sehari, BRSUD Tabanan Terima Puluhan Pasien Kejiwaan Tabanan (Bali Post) Problematika sosial maupun ekonomi terkadang membuat sebagian warga harus berjuang mengatasi tekanan hidup serta mampu beradaptasi dengan perubahan ling-

berdampak pada pembahasan di dewan. Saat ini dewan sedang membahas aturan tentang tata tertib, kode etik dan tata cara beracara di dewan. Bahkan dewan sempat menggelar konsultasi ke Jakarta. Dengan belum ditetapkannya pimpinan definitif, maka DPRD Tabanan belum bisa membentuk AKD seperti Komisi, Badan Kehormatan dan Badan Legislasi. Meski demikian, sudah bisa dipastikan semua AKD akan dikuasai Fraksi PDIP. (kmb28)

kungan. Bahkan tidak sedikit warga akhirnya memiliki tingkat frustasi, depresi dan stres yang tinggi hingga menimbulkan masalah kesehatan jiwa. Di BRSUD Tabanan, dari keterangan Psikiater BRSUD Tabanan dr. I Gusti Ngurah Mahayasa, pasien yang melakukan pemeriksaan kejiwaan jumlahnya 30 sampai 40 orang per hari. Dari jumlah tersebut, ada yang mengalami gangguan jiwa ringan dan gangguan jiwa berat. ‘’Kebanyakan pasien berusia 30 sampai 40 tahun dan dominan mengalami gangguan kejiwaan ringan yang akibat rasa cemas yang terlalu tinggi,’’ terangnya

Senin (26/8) kemarin. Dikatakannya, banyak pasien yang awalnya tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan kejiwaan ringan akibat cemas. Pasalnya, gejala yang dialami mirip seperti sakit jantung yakni mengeluh tidak bisa tidur, berdebar, sempoyongan, lemas dan gangguan lambung kronis. ‘’Bukan kejiwaan yang muncul tetapi fisik yang menonjol. Dan yang paling penting perasaan hati. Sehingga pasien gangguan cemas itu sering minta pertolongan ke dokter, istilahnya shooping dokter,’’ terangnya. Sementara untuk gangguan jiwa berat, ada banyak tipe. Ada tipe pencuriga atau cemburu, tipe kaku berlebihan, dan tipe kekanakkanakan. Untuk tipe pencuriga, memiliki sifaf curiga dan cemburu kepada orang lain. Biasanya pasien akan berhalusinasi. ‘’Banyak kita dengar penderita gangguan jiwa dr. I Gusti Ngurah Mahayasa

membunuh orang. Ini yang paling berbahaya,’’ tegasnya. Sementara untuk tipe kekanak-kanakan, mereka suka telanjang dan suka mengumpulkan barang bekas. Sedangkan tipe kaku berlebihan, memiliki ciri-ciri berjalan seperti robot dan lebih banyak diam seperti patung. ‘’Dari tipe itu yang paling banyak dijumpai adalah tipe pencuriga,’’ ucapnya. Guna mengatasi hal tersebut, pihaknya selalu memberikan obat secara rutin sesuai dengan yang diderita pasien. Pasien tidak boleh putus obat selama menjalani perawatan. Pihaknya juga memberikan pemahaman terhadap keluarga untuk mengantisipasi stres dengan cara menguatkan ketahanan mental seseorang. Agar hal itu tercapai saat masih kanak-kanak harus menjaga pola asuh yang benar, terutama dari usia 0 sampai 6 tahun. ‘’Jadi ini sangat penting sekali pola asuh anak. Meski gangguan jiwa terjadi ada yang karena genetik,’’ bebernya. (kmb28)

Wujudkan Tabanan Sehat Bupati Minta IDI Berinovasi

PELANTIKAN - Pelantikan Pengurus IDI Cabang Tabanan.

Bali Post/ist

Tabanan (Bali Post) Peran dokter dalam pembangunan Kabupaten Tabanan khususnya dalam mewujudkan Tabanan yang sehat sangatlah besar. Maka dari itu, para dokter diharapkan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Hal itu diungkapkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di sela-sela pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tabanan periode 2019-2022, Senin (26/8) kemarin. Menurut Bupati Eka, para dokter melayani masyarakat luas terutama masyarakat kecil yang belum tentu mempunyai pengetahuan tinggi. Untuk itu, ia berharap para dokter di Tabanan selalu bersabar dalam melayani masyarakat. ‘’Jangan juga membiarkan

masalah. Karena kalau masalah dibiarkan maka suatu saat akan menjadi beban. Tingkatkan pelayanan dan kesabaran. Saya titip Tabanan ini agar menjadi Tabanan yang sehat. Kalau sudah masyarakatnya sehat, saya yakin dan tentu akan banyak inovasi, pemikiran-pemikiran yang baik serta terobosan-terobosan yang akan lahir untuk kemajuan Tabanan,’’ ujar Eka. Sementara itu, pengurus IDI Cabang Tabanan periode 2019-2022 dilantik oleh Ketua IDI Bali dr. I Putu Suteja. Selama tiga tahun ke depan, organisasi ini akan dinakhodai dr. I Wayan Arya Putra Manuaba, menggantikan ketua sebelumnya, dr. Wisma Brata. Ketua IDI Cabang Tabanan dr. I Wayan Arya Putra Manu-

aba menyatakan pihaknya memastikan akan menjalankan roda organisasi dengan baik. ‘’Misi kami agar IDI sejahtera. Ada dua unsur bagaimana teman sejawat bisa aman terpenuhi segala kebutuhan sebagai dokter dan tidak meninggalkan standar kompetensi dan layanan,’’ ucapnya. Tidak hanya itu, ke depan pihaknya akan melakukan penyempurnaan database dan manajemen organisasi. Pihaknya juga akan berupaya meningkatkan kegiatan kompetensi salah satunya akreditasi dokter praktik serta membantu pengurusan kelengkapan surat izin praktik, MoU, kartu tanda anggota, dan pengolahan limbah. Terkait izin praktik dokter di Kabupaten Tabanan, pengurus

IDI yang juga Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika mengatakan, dokter praktik wajib melengkapi diri dengan surat izin praktik yang dikeluarkan oleh PTSP. Dinas Kesehatan secara teknis hanya mendampingi seperti visitasi di lapangan selain melakukan monev untuk memastikan para dokter menjalankan praktik sesuai standar terutama pada klinik dan rumah sakit swasta. ‘’Yang harus diawasi biasanya klinik baru. Jangan sampai di bawah standar, seperti tidak ada petugas jaga sampai malam. Karena umumnya RS maupun klinik saat mengajukan izin lengkap, tetapi baru berjalan sudah mulai menurunkan SDM dengan alasan tidak bisa membayar,’’ terangnya. (kmb28)


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Marak, Penimbunan Lahan di Pancasari Literasi Masyarakat SOSOK

ERA milenial belakangan ini membuat setiap lini kehidupan bersinggungan dengan teknologi informasi (TI). Tidak terkecuali, sikap pelajar, mahasiswa dan generasi muda. Mereka seperti tergantung kecanggihan teknologi. Gerakan literasi itu wajib digalakkan. Itu untuk mencegah dampak negatif zaman serba internet ini. Gerakan literasi belakangan mulai menggeliat terutama di unit pendidikan formal. Selain itu, gerakan literasi secara mandiri yang dilakukan beberapa tokoh terus saja bermunculan. Seperti di Desa Batungsel, Pupuan. Di Desa yang dikenal sebagai penghasil kopi ini mulai tahun 2018 lalu lahir komunitas literasi “Desa Belajar”. Pendiri Komunitas Desa Belajar Batungsel, I Wayan Artika, mengatakan sejak membentuk gerakan literasi, dirinya ingin membangkitkan sebuah budaya literasi yang berbasis masyarakat. Gerakan literasi ini sejatinya sulit dibangkitkan. Namun, hal itu tak menyurutkan niatnya mengabdi di tanah kelahirannya. Gerakan literasi berbasis masyarakat ini menyadarkan masyarakat akan pentingnya literasi setiap anggota keluarga. “Di mana pun literasi itu sulit dibangkitkan. Namun, apapun kondisinya di zaman ini literasi itu harus digalakkan. Anak-anak dan masyarakat umum bisa melaksanakan literasi di lingkungan sendiri semisal tradisi budaya membaca,” katanya. Dosen Sastra Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja itu menambahan, komunitas Desa Belajar rintisannya itu memiliki misi agar masyarakat tergugah melakukan literasi. Sejak didirikan, Desa Belajar menjadi mitra kerja Balai Bahasa Bali, memfasilitasi siswa SD di Desa Batungsel, SMPN 1 dan SMAN 1 Pupuan dengan menyiapkan bahan bacaan, baik formal dan pengetahuan umum. Setiap melaksanakan kegiatan, peserta diberikan wawasan tentang pelatihan menulis. Pada setiap kegiatan komunitas ini mengedepanan konsep pembelajaran dengan pendekatan lingkungan dan alam terbuka. “Desa menfasilitasi literasi ini dengan memberian bahan bacaan, membimbing tentang menulis hingga diskusi yang setiap pelaksanaannya selalu bersahabat dengan alam. Batungsel sendiri kental dengan budaya agrarisnya,” jelasnya. Sejak berjalan 2018 lalu, komunitas Desa Belajar sendiri mulai dikenal dari komunitas literasi luar desanya. Itu terbukti dengan kunjungan atau mengikuti kegiatan dilakukan siswa atau kelompok media sekolah. Seperti siswa SMAN 1 Tabanan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar. (mud)

Warga Khawatir Banjir Saat Musim Hujan

Singaraja (Bali Post) – Pemilik tanah di kawasan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada belakangan ini marak menimbun lahan mereka yang rendah dengan tanah galian. Tanah untuk menimbun itu didapat warga dari proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Menguwitani yang dikenal dengan proyek shortcut. Sejak ramai-ramai dilakukan penimbunan itu, warga bukan pemilik tanah khawatir dengan dampak penimbunan itu menyebabkan terjadi banjir saat musim hujan. Apalagi di sana belum dibangun drainase dengan baik, sehingga wajar warga resah terjadi banjir yang bisa saja dari aliran air di lereng hutan atau luapan air danau terulang kembali. Warga melalui klian banjar dinas di lingkungan Desa Pancasari menyampaikan kekhawatiran itu kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dilayangkan surat tertanggal 21 Agustus 2019. Isi surat itu substansinya meminta pemerintah daerah mengkaji dan mencari solusi mencegah dampak penimbunan itu. Menariknya, surat itu tidak diketahui perangkat desa dan juga kecamatan. Tidak ingin hal ini menimbulkan gejolak di masyarakat, Bupati memanggil Perbekel Desa Pancasari Wayan Darsana, para klian banjar dinas, dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Klian Banjar Dinas Yeh Mas Wayan Komiarsa menjelaskan, penimbunan tanah milik warganya itu tidak bisa dilarang. Pasalnya, sejak bertahun-tahun tanah warganya itu tidak produktif. Ala-

sannya, lokasi tanah itu lebih rendah dari jalan. Bahkan tanah itu sempat tenggelam karena air danau meluap. Setelah tanah itu ditimbun dengan cara meminta tanah bekas galian proyek shortcut itu, otomatis membuat tanah warganya bisa lebih baik. ‘’Kami khawatir itu memicu banjir dari lereng hutan dan juga air danau meluap,’’ tambahnya. Karena itu pihakya sepakat bersurat kepada bupati agar kekhawatiran itu bisa dicegah dengan dilakukan solusi permanen. “Kami sangat setuju tanah warga itu ditimbun karena sudah lama tidak menghasilkan. Tanah warga memang pernah tenggelam akibat luapan air danau. Cuma kami ingin ada solusi untuk mencegah terjadinya banjir apalagi musim hujan sebentar lagi tiba,” jelasnya. Bendesa Desa Pakraman Pancasari A.A. Ngurah Dharma Wirata mengatakan,

hal senada. Pihaknya juga khawatir kalau dampak penimbunan itu menimbulkan gangguan lingkungan seperti banjir. Selain itu saat ini akses jalan dari depan kantor Perbekel Desa Pancasari menuju Dusun Dasong sering

dilalui kendaraan pengangkut tanah atau alat berat. Dampaknya jalan yang sudah dirabat beton oleh pemerintah itu akan mengalami kerusakan. Mencegah tidak terjadi kerusakan pada jalan itu, dirinya memohon pemerintah daerah melakukan upaya antisipasi melalui kebijakan pemerintah. Menanggapi pengaduan itu, Bupati Agus Suradnyana, mengatakan, warga yang memiliki tanah lebih rendah wajar saja menimbun lahannya agar terhindar dari banjir atau luapan air danau. Untuk mencegah kerusakan lingkun-

gan di Pancasari, drainase memang masih belum terbangun secara optimal. Sejauh ini, pihaknya telah menugaskan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperbaiki drainase agar lebih cepat bisa mengalirkan air hujan, sehingga tidak menimbulkan gangguan lingkungan. “Saya minta drainase di sana dipelihara dengan baik sehingga air hujan tidak sampai memicu banjir. Mencegah gangguan lingkungan maka akan dicarikan solusi efektif lainnya,” jelasnya. (kmb38)

DITIMBUN – Warga pemilik tanah di tepian Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada menimbun lahannya dengan tanah bekas galian proyek shortcut. Maraknya penimbunan tanah itu dikhawatirkan memicu banjir hingga kemungkinan meluapnya air danau ketika musim hujan.

Istri Tak Dapat Stan Warung, Ketut RK Nekat Tebas Gelis Singaraja (Bali Post) – Kasus penganiayaan dengan senjata tajam (sajam) menghebohkan pengunjung di lapangan Seririt, Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt, Senin (26/8) kemarin. Terduga pelaku Ketut RK nekat menebas Ketut Suarjana alias Gelis (44), warga Desa Sulanyah. Akibatnya korban mengalami luka tebas pada bagian lengan kirinya. Diduga, korban ditebas setelah terlibat selisih paham saat persiapan membuat stan warung serangkaian Festival Seni Budaya (Fesrida) di Seririt. Sebelum kejadian, korban

lebih awal mempersiapkan perlengkapan membuat stan warung di lapangan Seririt. Sekitar pukul 08.30 Wita, pelaku Ketut RK (40) yang merupakan warga sekampungnya itu juga datang ke lokasi Fesrida. Bukannya pelaku membuat stan warung, tetapi mendekati korban dan bertanya dengan bernada tinggi. “Siapa yang tidak mengizinkan istri saya berjualan,” ujar Ketut RK sengit. Korban menjawab tidak ada yang melarang. Setelah itu, tiba-tiba pelaku menghunus celurit yang dibawanya. Tanpa pikir pan-

jang pelaku menebaskan celurit itu ke arah korban. Merasa diserang, korban berusaha menghindar. Namun nahas dari lima kali tebasan pelaku, dua kali aksi pelaku itu mengenai lengan kiri korban. Kontan saja, aksi itu membuat warga heboh dan melaporkan kejadian itu ke polisi. Korban yang terluka langsung diantar berobat ke rumah sakit. Dari pemeriksaan dokter, luka tebas yang dialami korban sepanjang 10 sentimeter. Sementara polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengamankan pelaku dan menyita barang

bukti celurit. Kapolsek Seririrt Kompol Made Uder seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan kasus itu. Menurutnya, setelah mengamankan pelaku dan barang bukti, pihaknya juga telah mendengarkan keterangan saksi yang mengetahui kejadian itu. Dari keterangan saksi, kasus ini diduga karena pelaku emosi setelah mengetahui istrinya tidak mendapat lokasi stan warung TKP itu. Tidak terima hal itu, pelaku kemudian datang ke lokasi menemui korban dan pelaku nekat melakukan

penganiayaan berat kepada korban. “Dari pemeriksaan yang kami lakukan, yang bersangkutan itu emosi dengan korban. Pelaku menanyakan siapa melarang istrinya jualan. Korban menyahut dengan kata-kata, tidak ada melarang. Setelah itulah korban ditebas hingga luka dan sempat dirawat di rumah sakit,” katanya. Saat ini, Unit Reskrim Polsek Seririt masih mengembangkan kasus ini. Pelaku melanggar Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukumannya 15 tahun. (kmb38)


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

SOSOK Siapkan TPA Negeri DINAS Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar berencana menyiapkan Tempat Penitipan Anak (TPA) negeri pertama di wilayahnya. TPA negeri tersebut rencananya dibangun untuk membantu pegawai Pemkab Gianyar yang memiliki bayi. Lokasinya di Jalan Manik atau tepatnya di belakang Kantor Bupati Gianyar. Kepala Disdik Gianyar I Wayan Sadra mengatakan hal itu, belum lama ini. Dikatakan, TPA negeri ini merupakan inovasi dari Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Tujuannya untuk membantu para pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar yang sedang memiliki bayi. “Tujuan Bapak Bupati, agar pegawai yang memiliki bayi itu tidak perlu jauh-jauh atau izin pulang untuk menengok dan menyusui bayinya. Jadi, bisa lebih dekat,” ujarnya. Bangunan untuk TPA akan dirancang serepresentatif mungkin. Sehingga bisa memberi kenyamanan bagi bayi dan ketenangan bayi pegawai yang menitipkan bayinya. “Sekarang kami masih siapkan perencanaan, kemungkinan pada tahun 2020 bangunan untuk TPA ini akan mulai dikerjakan,” katanya. Lokasi sementara yang akan dijadikan TPA adalah bangunan di Jalan Manik atau tepatnya di belakang Kantor Bupati Gianyar. Lokasi ini sangat strategis, dekat dengan seluruh Kantor Pemkab Gianyar. “Tentu bangunannya akan disesuaikan. Ini masih tahap perencanaan,” ujarnya. Untuk pelayanan di TPA, kata dia, tentu pemerintah akan menyiapkan perawat khusus anak, termasuk dokter anak. “Ini yang paling penting, karena yang dirawat itu bisa anak dari usia 0 hingga 3 tahun atau lebih. Jadi, kami akan siapkan SDM terbaik di bidang ini yang bertugas di TPA nanti,” jelasnya. Memantapkan rencana ini, pihaknya sudah berkoordinasi ke Dirjen PAUD. Dikatakan, dari pihak Dirjen PAUD sudah memberikan dukungan p e n u h untuk membangun TPA negeri tersebut. “Daerah lain belum ada yang mewujudkan ini, kemungkinan Kabupaten Gianyar akan menjadi yang pertama di Indonesia,” katanya. Selain untuk pegawai Pemkab Gianyar, TPA ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Gianyar. Bupati Gianyar merencanankan TPA ini akan dibuka gratis. “Rencananya gratis, jadi orangtua tidak perlu memikirkan biaya,” tegasnya. (nik)

Bali Post/kmb35

MENGANGKUT - Petugas gabungan mengangkut kendaraan roda dua yang parkir sembarangan di kawasan Objek Wisata Ceking, Senin (26/8) kemarin.

Petugas Gabungan Tertibkan Parkir Liar di Ceking Sejumlah Motor Diangkut ke Mapolsek Tegallalang

Kabid Lalulintas Dishub Gianyar Nurwidyaswanto mengatakan, penertiban parkir liar ini merupakan operasi terpadu bersama jajaran Polsek Tegallalang. Petugas menyasar kendaraan yang parkir di kawasan terlarang di seputaran Objek

Wisata Ceking yang sering memicu kemacetan lalu lintas. “Pada operasi kali ini, yang terjaring operasi dominan kendaraan roda dua,” katanya. Nurwidyaswanto menambahkan, kendaraan roda dua yang parkir sembarangan itu

langsung diangkut ke mobil dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Tegallalang. “Ada beberapa sepeda motor yang dibawa ke Mapolsek. Selanjutnya, para pemilik kendaraan itu diwajibkan datang ke Mapolsek Tegallalang,” tegasnya.

Menurut Nurwidyaswanto, penertiban di sepanjang Jalan Raya Tegallalang ini gencar dilakukan sejak Juni lalu. Namun, sempat dihentikan beberapa untuk memantau kesadaran para pengendara pascapenertiban. “Ternyata masih saja ada pelanggaran parkir di sini. Makanya, kami sekarang rutin lagi menggelar penertiban,” ujarnya. Nurwidyaswanto menambahkan, puluhan kendaraan yang diangkut oleh petugas sebagian besar milik pen-

komitmen bersama menangani masalah ini,” tegasnya. Bendesa Pakraman Padangtegal, Ubud I Made Gandra mengatakan, pihaknya memberi dukungan penuh jika Dishub Gianyar dan Satlantas Polres Gianyar melakukan penertiban terhadap parkir liar di seputaran Ubud, khususnya di wilayah Desa Pakraman Padangtegal. “Kami memang mengharapkan Pemkab Gianyar membebaskan sejumlah ruas jalan di Ubud dari parkir liar,” katanya. Gandra mengingatkan, beberapa tahun lalu sudah ada kesepakatan tertulis yang ditandatangani lintas instansi untuk menata lalu lintas di Ubud, termasuk di dalamnya tentang sanksi untuk parkir liar. Namun, kini kesepakatan itu tidak dijalankan. “Sudah ada kesepakatan, itu tinggal dijalankan. Sekarang kan belum pernah ada penindakan, palingan beberapa kali dilakukan tilang,” keluhnya. Saat awal kesepakatan itu ditandatangani, kata Gandra, pernah ada penindakan. Namun, penindakan yang dilakukan itu minim, sehingga tidak memberikan efek jera. Selain itu tidak dilakukan secara kontinu, dan kini pelanggaran kembali marak. “Ke depan harus lebih tegas, kalau melanggar parkir itu digembok,” tandasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Warga Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh diresahkan dengan perilaku Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Ni Nyoman Sunarti. Wanita berusia 49 tahun ini kerap mengamuk di rumahnya, sehingga meresahkan warga setempat. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar yang menerima laporan ini langsung mengamankan Sunarti, Senin (26/8) kemarin. Petugas Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta mengatakan, Satpol PP Gianyar menerima laporan ODGJ mengamuk pada Senin pagi kemarin sekitar pukul 09.45 Wita. Menerima laporan ini, petugas langsung mengarah ke Desa Buruan. “Kami dapat informasi dari kantor desa setempat, bahwa yang bersangkutan mengamuk di rumahnya,” katanya. Menurut Nasta, saat men-

gamuk Sunarti kerap menghancurkan barang-barang yang ada di rumahnya. Hal ini sangat meresahkan pihak keluarga dan warga setempat. “Semua barang-barang dibuang. Termasuk pelangkiran tempat sesajen di kamarnya diturunkan, sehingga pihak keluarga melapor ke kantor perbekel,” paparnya. Akhirnya, Nasta bersama sejumlah rekannya datang ke lokasi untuk mengamankan Sunarti. Saat didekati oleh Nasta, ODGJ yang masih lajang ini tidak melakukan perlawanan. Namun, ia hanya menangis tersedu-sedu. Selanjutnya petugas Satpol PP dan pihak keluarga mengantarnya ke Rumah Sakit Jiwa di Bangli. “Tidak ada perlawanan, tapi ia menangis saat diamankan karena baru pertama kali diajak ke RSJ Bangli. Kami juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat,” katanya. (kmb35)

DIAMANKAN - Petugas saat mengamankan Ni Nyoman Sunarti, Senin (26/8) kemarin.

Gianyar (Bali Post) -

Petugas gabungan yang berintikan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar dan Polsek Tegallalang menggelar penertiban parkir liar di seputaran Objek Wisata Ceking, Desa Tegallalang, Senin (26/8) kemarin. Dalam penertiban ini, petugas langsung mengamankan kendaraan yang parkir di kawasan terlarang. Sepanjang Agustus ini, tercatat sudah puluhan kendaraan yang diangkut ke Mapolsek Tegallalang.

Kesepakatan Tertib Lalin Ngamuk, ODGJ di Ubud Dilabrak Diamankan Satpol PP Gianyar (Bali Post) Kemacetan lalu lintas di kawasan Objek Wisata Ubud kembali menuai keluhan kalangan anggota DPRD Gianyar dan tokoh masyarakat Ubud. Pasalnya, penanganan lalu lintas di kampung turis itu tidak ada kontinuitas. Padahal, beberapa tahun lalu sudah ada kesepakatan tertib parkir di Ubud. Namun, setahun setelah ditandatangani, kesepakatan itu tidak dilaksanakan lagi alias dilabrak. Dikonfirmasi, Senin (26/8) kemarin, anggota DPRD Gianyar Ketut Karda mengatakan, untuk mengatasi kemacetan di kawasan Ubud membutuhkan penanganan secara kontinu. Dikatakan, mulai akhir 2017 hingga pertengahan 2018, arus lalu lintas di Ubud sempat tertata dengan baik. Sebab, saat itu ada tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan tertib lalin di Ubud. “Sempat gencar ada penindakan petugas, seperti penggembosan ban atau derek oleh petugas Dishub atau tilang oleh aparat kepolisian,” katanya. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Beberapa kali pergantian pimpinan di Dishub dan kepolisian, justru penanganan lalu lintas di kampung turis itu tidak berlanjut. Hingga kini memasuki pertengahan 2019, kemacetan di Ubud makin

parah. “Jangan gara-gara pergantian pimpinan, penanganan malah kurang, karena penataan lalu lintas di Ubud itu perlu kontinuitas,” tegasnya. Karda berharap petugas Dishub Gianyar dan Satlantas Polres Gianyar kembali gencar menangani kemacetan di Ubud. Ia juga meminta kembali dilakukan pola pengaturan arus lalin, misalnya jalur satu arah pada jam-jam tertentu. “Terutama parkir liar ini harus tegas ditertibkan, terutama pada ruas yang sudah terisi larangan parkir,” katanya mengingatkan. Sementara itu, Kepala Dishub Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, menangani kemacetan di Ubud membutuhkan kesadaran bersama. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat yang ada di seputaran Ubud untuk bersinergi dalam menaati aturan lalu lintas. “Kami sudah menerjunkan personel untuk mengatur lalu lintas. Namum, ini tetap perlu sinergitas,” ujarnya. Menurut Suamba, pihaknya akan kembali melakukan koordinasi lintas instansi guna menanganani kemacetan di Ubud, yakni meliputi pihak desa adat, tokoh masyarakat Ubud hingga kepolisian. “Kami akan koordinasi dulu dengan instansi terkait, agar ada

Bali Post/kmb35

PADAT - Suasana arus lalu lintas yang padat di Catus Pata Ubud, beberapa hari lalu.

gunjung yang merupakan wisatawan. Selain itu juga ada kendaraan milik karyawan yang bekerja di toko di seputaran objek wisata tersebut. “Kalau wisatawan biasanya malas ke tempat parkir yang telah disediakan, kemudian mereka mengaku hanya melintas untuk menuju Kintamani. Namun, nyatanya mereka berhenti melihat pemandangan dan parkir di tempat yang sudah terpasang pelang larangan parkir,” katanya menyesalkan. (kmb35)

Post/kmb35


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Jembrana

SOSOK

Bupati Artha Sambut Baik ”Roadshow” Bus KPK

Strategi ”Branding” IMAGE institusi tidak terlepas dari image personal di tempat bekerja. Menjaga citra pemerintah menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pimpinan tertinggi sampai staf terbawah. “Saya mengajak jajaran ASN menggunakan media sosial secara bijak dan cerdas. Gunakan medsos untuk kemajuan dan perubahan, membangun branding serta citra positif pemerintah daerah,” ujar Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di sela-sela apel, Senin (26/8) kemarin. Menurut mantan Ketua DPRD Jembrana ini, teknologi informasi di era digital sekarang ini seperti pisau bermata dua. Jika tepat menggunakan akan berdampak positif. Sebaliknya jika salah akan berdampak fatal. Justru menjadi preseden buruk dan menghilangkan kepercayaan masyarakat. Wabup Kembang juga menyampaikan pentingnya strategi branding pemerintah di era digital. Branding menurutnya, tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar saja, namun lingkup pemerintah juga harus memahami. Strategi branding yang tepat kata Kembang, akan membentuk citra yang baik, sekaligus memosisikan diri agar dikenal masyarakat. Pemerintah daerah memiliki sejumlah saluran media komunikasi digital yang bisa dimanfaatkan. Seperti website pemerintah, videotron, sosial media resmi dan lain-lain. Ini harus dimanfaatkan untuk hal yang positif. Dukungan sederhana dari ASN bisa disumbangkan dengan menjadi pribadi bijak dalam bermedia sosial. Caranya, dengan tidak memposting hal-hal yang merugikan institusi, memposting saat galau atau emosi, atau membagikan informasi yang belum jelas atau salah. “Terlebih lagi kegiatan yang tidak tepat itu diposting saat jam kantor berlangsung, dengan masih menggunakan seragam pegawai. Penilaian masyarakat pun akan berbeda,” tandas penghobi bulu tangkis ini. Hal-hal seperti itu disebut Kembang lebih banyak negatif daripada manfaat yang bisa diambil. Jejak digital seseorang di media sosial juga sangat mudah terpantau. Di berbagai perusahaan, kata Kembang, mulai merekrut karyawan dengan melihat akun media sosial sebagai seleksi awal. Tindakan itu untuk mengetahui karakter calon karyawannya. “Jadi mulailah dari sekarang. Kalaupun ada yang sudah terlanjur, segera hapus dan hentikan. Lebih baik dukung pemerintah daerah dengan mensosialisasikan program dan kebijakan melalui medsos masing-masing. Itu lebih bermanfaat,” harap Kembang Hartawan. (olo)

JELAJAH Negeri Bangun Anti Korupsi tiba di Kabupaten Jembrana. Jembrana menjadi daerah ke-18 yang disambangi lembaga antirasuah ini sejak memulai perjalanan dari Kantor KPK Jakarta, Jumat (21/6) lalu. Selama dua hari, Selasa (27/8) hari ini dan Rabu (28/8) besok, roadshow tersebut akan melakukan sejumlah kegiatan untuk pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Berbagai program pencegahan berupa kegiatan pendidikan dan kampanye anti korupsi menyasar semua level masyarakat. Ketua Tim Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi, Dani Rusdani, mengatakan roadshow Bus KPK ini lebih menekankan pencegahan dan edukasi, bukan pengaduan. “Kami di sini tidak membuka pengaduan tapi memberikan ruang konsultasi pencegahan dan edukasi mekanisme pengaduan. Kalau pengaduan harus melalui berbagai sarana atau saluran yang sudah disediakan,” jelasnya. Seperti edukasi dari tingkat TK sampai Mahasiswa, ASN, Perangkat Desa, DPRD, politisi dan masyarakat umum di Jembrana. Ia juga mengaku selama rangkaian acara roadshow ini juga akan dihadiri personel Pimpinan KPK. “Anak usia dini sudah menjadi

target edukasi nilai-nilai kejujuruan dan nilai-nilai antikorupsi sejak dini,” pungkasnya. Di Jembrana menerjunkan sebanyak 12 anggota yang merupakan personel gabungan dari Divisi Pencegahan, Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kordinator Wilayah (Korwil) Bali. Bupati Jembrana I Putu Artha menyambut baik sekaligus mengapresiasi kegiatan roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi KPK di Kabupaten Jembrana. Kegiatan itu dinilainya positif sebagai bentuk sosialisasi antikorupsi di berbagai segi pemerintahan dan layanan publik yang ada. Ia juga berharap melalui roadshow itu meningkatkan partisipasi masyarakat, pemahaman yang benar dalam memberantas korupsi, khususnya di Kabupaten Jembrana sendiri. Selama dua hari, yakni 27 – 28 Agustus, banyak kegiatan yang akan dilakukan, di antaranya edukasi antikorupsi, games interaktif pengenalan pendidikan korupsi sejak dini, mendongeng, diskusi publik serta pendidikan antikorupsi di berbagai lembaga pemerintahan. Pemkab Jembrana bersama KPK serta instansi vertikal, juga akan menggelar pameran pelayanan publik yang

TINJAU LOKASI – Bupati Artha bersama sejumlah OPD meninjau lokasi pameran pencegahan dan edukasi Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi dari KPK di civic center Jembrana. melibatkan pelayanan di berbagai OPD Pemkab Jembrana. Di antaranya pelayanan kependudukan dan catatan sipil, unit pelayanan perizinan, hasilhasil pertanian perkebunan, layanan perpustakaan keliling, pajak, SIM Online, pelayanan di bidang pertanahan, kelompok informasi masyarakat,

hasil-hasil kerajinan dan industri kecil Jembrana. Berbagai kegiatan itu bisa diikuti segenap lapisan masyarakat Jembrana sekaligus berinteraksi langsung mengedukasi masyarakat tentang pemahaman antikorupsi. Pameran digelar di halaman depan kantor Bupati Jembrana. (ad842)

Kusir Dokar Harapkan Perhatian Lebih Negara (Bali Post)Kendaraan tradisional jenis dokar yang sempat mengalami kejayaan di Jembrana kini keberadaanya semakin sedikit. Tak ubahnya para kusir yang mempertahankan dokar sebagai alat transportasi seperti hidup segan mati tak mau. Apalagi sebagian besar kusir dokar kini sudah lanjut usia. Jarang terlihat kusir dokar masih muda. “Banyak pemilik dokar, terpaksa menjual dokarnya karena tidak mampu lagi bekerja. Apalagi anaknya tidak meneruskan pekerjaan orang tuanya,” tandas Gede Wastra (70) dari Baluk, Negara belum lama ini. Kondisi ini, katanya, secara langsung mempengaruhi keberadaan dokar di Jembrana yang jumlahnya makin menurun. “Dulu jumlahnya 300 sekarang tinggal 13 dokar,” tambah Agung Ketut Puja, kusir dokar dari Dangintukadaya. Untuk bisa bertahan, para kusir dokar tersebut berharap diperhatikan lebih oleh pemerintah sehingga bisa lebih eksis dan tidak punah. Pendapatan kusir dokar, katanya, juga tidak menentu. Sementara pakan kuda sekali makan bisa sampai Rp 10 ribu. Belum ditambah rumput. “Tidak nuntut sebenarnya dengan pendapatan. Kami hanya dapat perhatian setahun sekali hanya saat pawai dokar dengan bayaran Rp 500 ribu. Semoga ke depan ada perhatian lebih,” harap mereka. Dalam sehari, sambung dia, kadang dapat Rp 20 ribu dan kadang juga kosong. Sehingga pendapatan tidak menentu. Kusir dokar makin terdesak oleh kendaraan yang makin padat. Bahkan mereka kini tergusur. “Semakin susah belakangan ini. Warga sudah banyak yang punya sepeda motor, penumpang sepi. Belum lagi pangkalan dokar yang diambil,” jelas mereka. Dulunya, keberadaan dokar di Jembrana, menjadi primadona sebagai alat transportasi. Namun, kini mereka semakin tergeser lantaran warga semakin mudah mendapatkan sepeda motor. Juga pangkalan mereka mulai digusur dan dijadikan lahan parkir kendaraan. Kalau bukan karena suka pelihara kuda dan tidak ada yang memerintah, katanya, mungkin mereka tidak bertahan sebagai kusir dokar. Mereka berharap dokar di Jembrana ini tidak punah. Sementara itu beberapa wisatawan dari Madura yang jalan-jalan keliling Kota Negara mengaku naik dari depan Pasar Negara. Karena mereka kebetulan berkunjung ke rumah keluarga. “Keliling kota naik dokar asik juga. Foto-foto di Taman Pecangakan dan di depan Jagatnatha. Carter satu dokar Rp 100 ribu keliling kota,” ceritanya. Bu Anis, seorang wisatawan juga berharap dokar unik itu tidak sampai punah dan dipertahankan keberadaannya. (kmb)

Bali Post/kmb

KUSIR - Kusir dokar di Jembrana mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah.

Bali Post/dok

PILKEL – Suasana pemilihan perbekel di salah satu desa beberapa waktu lalu.

Pilkel Serentak Panitia Siapkan 276 TPS

Negara (Bali Post) Kurang dari sebulan pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) serentak di 35 desa se- Jembrana, panitia melakukan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing desa. Dari pendataan, ada 276 TPS yang tersebar akan dibuat oleh masingmasing panitia pilkel desa. Sedangkan untuk pengamanan, melibatkan Linmas, TNI dan Kepolisian. Diperkirakan, melibatkan ratusan personel yang tersebar di masing-masing TPS. “Sudah dilakukan pendataan jumlah TPS. Total ada ratusan,” ujar Ketua panitia

Pilkel tingkat Kabupaten, I Nengah Ledang, Senin (26/8) kemarin. Asisten I Sekda

Jembrana ini mengungkapkan, pilkel serentak akan dilaksanakan sesuai jadwal. Yakni, 23 September mendatang. Dari 35 desa yang mengadakan pilkel, total ada 276 TPS. Selain dari panitia dan linmas, pengamanan juga akan melibatkan semua aparat keamanan. Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Gede Sujana menyebutkan untuk pengaman-

an di setiap TPS, melibatkan Linmas yan merupakan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Sementara untuk pengamanan dari Kepolisian dan TNI menurutnya koordinasi antarinstansi. Tergantung dari induk organisasi yang menentukan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna pengamanan hajatan pemilihan perbekel ini.

Diharapkan, dalam pemilihan serentak yang melibatkan ratusan calon perbekel dan 35 desa ini berjalan aman dan kondusif. Pihaknya mengapresiasi selama tahapan pemilihan hingga saat ini pelaksanaan berjalan kondusif. Terkait jumlah pengamanan, untuk Linmas sesuai dengan jumlah TPS yang ada. Sementara dari kepolisian dan TNI masih menunggu hasil koordinasi. (kmb26)

Kreasi Tari Makepung Diiringi Gamelan Jegog TARI kreasi Makepung kini sering dipentaskan bersamaan dengan tabuh gamelan Jegog. Dalam berbagai acara kesenian maupun pentas seni, tari yang menggambarkan tradisi Makepung ini kembali digalakkan. Tari kreasi ciptaan almarhum I Ketut Suwentra atau yang lebih dikenal Pekak Jegog ini muncul pertama tahun 1984. Tari kreasi ini mencerminkan budaya agraris di Jembrana khususnya atraksi Makepung. Umumnya, tarian ini dimainkan sekitar tujuh penari, dengan rincian tiga laki-laki dan empat perempuan. Para penari memiliki peran masing-masing yang menggambarkan gerakan dalam perlombaan Makepung. Di antaranya empat orang sebagai roda, satu penari sebagai misa (kerbau), serta masingmasing satu penari untuk kusir dan penunggang kerbau. Gerakan tari kreasi ini cenderung berbeda dengan tarian pada umumnya. Seperti penari yang berperan sebagai kerbau, menarikan gerakan selayaknya kerbau. Misalnya berjalan, minum air, mandi dan lainnya dituangkan melalui gerak gemulai tarian. Kostum yang digunakan, para penari perempuan umumnya menggunakan sejumlah aksesoris yang dikenakan kerbau saat bertanding, termasuk gemericik lonceng-lonceng yang dipasang di kaki. Sedangkan penari lelaki, mengenakan pakaian layaknya kusir makepung dengan membawa pecut (cambuk). Selain kerbau, para penari lainnya memiliki gerakan yang berbeda sesuai dengan perannya. Saat dipadukan menjadi satu, membentuk gerakan-gerakan atau simbol yang serasi menggambarkan Makepung. Terutama di akhir menjelang tarian rampung. Dalam pementasannya, sejak permulaan hingga akhir sangat terasa atmosfer Jembrana. Terlebih tarian ini diiringi Jegog yang juga salah satu ciri khas Jembrana. Bila ditarikan secara utuh, tergambar gerakan-gerakan mulai dari persiapan sebelum lomba

hingga pelaksanaan perlombaan Makepung. Semakin ke belakang, tabuhan gambelan berbahan bambu itu semakin cepat. Tiga penari laki-laki juga menirukan gerakan Makepung dengan menjunjung salah satu penari yang berperan sebagai kusir lebih tinggi. Sehingga nampak seperti satu kesatuan atraksi Makepung. Tarian Makepung ini memang sering dipentaskan secara utuh

di sejumlah event budaya. Tarian disesuaikan dengan luas tempat pementasan, dan bisa dilakukan secara massal melibatkan ratusan siswa. Tetapi pada umumnya, tarian ini dipentaskan oleh tujuh penari. (olo)


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Tertimpa Pohon

Dua ’’Palinggih’’ Pura Manik Naga Basuki Rusak Amlapura (Bali Post) Pohon tumbang jenis bunut menimpa sebuah Pura Manik Naga Basuki di Banjar Dinas Besang, Desa Ababi, Abang, Senin (26/8) kemarin. Akibatnya, dua palinggih yang tertimpa pohon itu mengalami kerusakan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem Ni Wayan Asmi Sukmawati mengungkapkan, kejadian pohon tumbang itu sekitar pukul 10.35 Wita. Pohon yang tumbang itu jenis bunut. ‘’Pasca-adanya laporan kami langsung menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan penanganan dibantu pangempon pura. Sekarang pohon tumbang itu sudah tertangani. Penyebab pohon tumbang

karena sudah rapuh itu ditiup angin sehingga tumbang,’’ ujarnya. Pohon tumbang itu, kata Asmi, menimpa dua palinggih di Pura Manik Naga Basuki. Akibatnya, dua palinggih itu mengalami kerusakan. ‘’Untungnya kerusakan yang terjadi tidak parah,’’ katanya. Sementara itu, BPBD bersama PMI Karangasem menyerahkan bantuan sejumlah logistik kepada warga yakni I Ketut Werdikari asal Banjar Dinas Beji, Desa Bungaya, Bebandem yang rumahnya terbakar. ‘’Kami harap bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat,’’ harapnya. Penyerahan bantuan itu disaksikan langsung Babinda dan Perbekel setempat. (kmb41)

18 Koperasi Belum Laksanakan RAT

Bali Post/kmb41

POHON TUMBANG - Petugas saat menangani pohon tumbang yang menimpa dua palinggih di Pura Manik Naga Basuki di Banjar Besang, Desa Ababi, Abang.

Angka ’’Stunting’’ Masih Tinggi

Dibuat, Perbup Penanggulangan Terintegritas Amlapura (Bali Post) Jumlah kasus balita yang mengalami stunting (gagal tumbuh atau berkembang tak normal) masih cukup tinggi di Karangasem. Dari data yang diperoleh di Dinas Kesehatan, angka kasus stunting masih di atas 25 persen. Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Putra Pertama mengungkapkan hal itu, Senin (26/8) kemarin. Menurutnya, dari data Riskesdas 2018, prevalensi status gizi pada anak umur 0-29 bulan atau di bawah dua tahun sebesar 35,11 persen. Dan prevalensi status gizi pada anak umur 0-59 bulan atau di atas 2 tahun sebesar 26,23 persen. ‘’Kalau dilihat datanya kasus balita di Karangasem yang mengalami stunting masih cukup tinggi,’’ ujarnya. Faktor-faktor balita mengalami stunting itu, kata Pertama, adalah kekurangan gizi, cacingan dan jenis penyakit lainnya. Khusus ibu hamil harus memperhatikan pola makan yang baik. Hal Bali Post/kmb41 itu penting agar anak-anak di daI Gusti Putra Pertama

lam kandungan itu mendapatkan asupan gizi mencukupi. Terutama pada masa 1.000 hari kehidupan balita itu. ‘’Maka dari itu ibu hamil wajib mengonsumsi sayur-sayuran dan buahbuahan. Hal itu penting agar bayi di dalam kandungan tumbuh sempurna,’’ pesannya. Untuk menekan kasus stunting itu pihaknya telah melakukan berbagai program. Mulai dari germas yakni aktivitas fisik, perilaku hidup sehat, ketahanan pangan dan gizi, pencegahan dan deteksi dini penyakit dan peningkatan kualitas air bersih serta sanitasi lingkungan. Agenda lain juga dilakukan seperti gerakan intervensi gizi dengan PTM dan pemberikan vitamin kepada ibu hamil, IMD dan ASI eksklusif, ASI sampai dua tahun, pemberian obat

cacing, akses air bersih dan sanitasi lingkungan, imunisasi lengkap fortifikasi dan JKN. ‘’Kami juga sudah melakukan penyuluhan mencuci tangan agar bersih dan buang air tidak sembarangan,’’ tambahnya. Faktor-faktor kebersihan juga dapat menimbulkan terjadinya stunting itu. Pihaknya sejauh ini sedang membuat peraturan bupati tentang gerakan penanggulangan stunting terintegritas. Program itu untuk mencegah dan menekan kasus stunting di Karangasem. Sebab, saat ini pencegahan stunting itu menjadi perhatian khusus bahkan sudah masuk instruksi presiden. Program itu dilakukan semata-mata untuk menciptakan SDM yang unggul ke depannya. Biasanya angka kasus balita yang mengalami stunting ini, tambah Pertama, berada di daerah perbukitan dan lahan kering. Di antaranya di Abang dan Kubu. Pasalnya, perilaku warga di sana tentang hidup sehat masih rendah. ‘’Karena itu serapan gizi maksimal menjadi terganggu,’’ pungkas Pertama. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Tercatat 18 koperasi di Karangasem belum menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Mengacu pada regulasi undangundang, RAT itu sejatinya wajib dilakukan oleh sebuah koperasi. RAT itu merupakan aporan pertanggungjawaban kepada anggota koperasi. Dari ratusan koperasi yang ada di Bumi Lahar sejauh ini ada belasan koperasi yang belum menggulirkan RAT itu. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah Karangasem I Nengah Toya, Senin (26/8) kemarin mengungkapkan, di Kabupaten Karangasem ada sebanyak 209 koperasi yang wajib melaksanakan RAT. Dari jumlah itu baru 198 koperasi yang sudah melaksanakan RAT. Jadi sebanyak 18 koperasi belum melaksanakan RAT. ‘’Jadi, koperasi yang belum melaksanakan RAT sebanyak 18 koperasi. Dan seharusnya koperasi-koperasi yang sampai saat ini belum melaksanakan RAT tersebut seharusnya Juni

2019 lalu sudah harus melakukan RAT,’’ ungkap Toya. Sejatinya, kata Toya, setiap koperasi memang berkewajiban melaksanakan RAT. Pasalnya, RAT sangat penting dilakukan untuk melaporkan pertanggungjawaban keuangan setiap tahunnya kepada anggota koperasi. Agenda yang dibedah dalam RAT itu relatif kompleks. Mulai dari pembahasan keuntungan yang didapatkan selain laporan penting lainnya. ‘’Kami terus mendorong supaya koperasi yang belum menggelar RAT ini, secepatnya menggelar RAT. Minimal koperasi itu melaksanakan RAT sekali setahun. Kami harap tahun 2020 mendatang, semua koperasi wajib melaksanakan RAT. Tidak ada lagi koperasi yang sampai tidak melakukan RAT. Jelas-jelas tindakan konyol itu sudah melanggar regulasi yang ada,’’ tegas pejabat yang sebelumnya dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini. (kmb41)

I Nengah Toya

Bali Post/kmb41

Ratusan Siswa SLB Simulasi Bencana Gempa Bumi

Transformasi Berulang-ulang kepada Anak Bisu-Tuli Simulasi kebencanaan gempa bumi terhadap siswa terus digencarkan. Seperti Senin (26/8) kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem turun membagi-bagi ilmunya kepada siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Karangasem. Para siswa yang menjadi sasaran kegiatan simulasi itu sangat antusias mengikuti simulasi yang diberikan meski ada bisu-tuli. Lalu bagaimanakah transformasi pengetahuan kebencanaan itu diberikan kepada anakanak yang ada masalah dengan bisu-tuli itu? KALAK BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, kegiatan simulasi kebencanaan gempa bumi ini sudah dilakukan di sejumlah sekolah di Karangasem. Simulasi ini digelar dalam rangka meningkatkan kewaspadaan siswa menghadapi bencana gempa bumi dan gunung meletus. ‘’Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk memberikan bagaimana cara siswa menghadapi bencana gempa bumi. Setelah diberikan teorinya, kemudian mereka akan tahu tindakan apa yang harus dilakukan bila terjadi gempa bumi. Mereka bisa menyelamatkan diri bila bencana itu tiba-tiba saja terjadi,’’ ujar Arimbawa. Arimbawa menambahkan, pihaknya berharap kegiatan simulasi bencana gempa bumi ini secara rutin dilakukan sebulan sekali setiap tanggal 26. Tidak fixs (tetap) sifatnya, bisa dilakukan maju dan bisa juga mundur. Minimal kegiatan ini dilangsungkan sebulan

sekali. Dengan begitu maka siswa semakin siap dan sigap menghadapi segala bentuk bencana yang terjadi. ‘’Kita minta para guru juga bisa menyanyikan lagu kebencanaan setiap pagi sebelum memulai proses belajar mengajar. Dengan setiap hari lagu itu dinyanyikan, maka mereka akan ingat bila tiba-tiba ada bencana gempa bumi muncul,’’ tambahnya. Jangan lupa guru-guru kelas bisa mengarahkan apa yang mesti dilakukan siswa. Mekanismenya, siswa itu harus diselamatkan lebih dulu. Siswa lebih diprioritaskan. Karena itu ketika terjadi gempa bumi, tidak boleh guru lebih dulu lari tunggang-langgang meninggalkan siswanya. Kepala SLBN 1 Karangasem Mudi Dwikora Hesti mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BPBD ini. Dengan dilaksanakan kegiatan ini maka hal itu memberikan pelajaran baru

bagi anak-anak maupun para guru tentang kebencanaan gempa bumi. ‘’Melalui simulasi ini, anak-anak bisa mengetahui bagaimana cara menyelamatkan diri bila ada gempa bumi dan bencana lainnya,’’ ujarnya. Hanya, kata Hesti, dalam simulasi ini ada sejumlah kendala yang dihadapi. ‘’Salah satunya menjelaskan kepada anak-anak yang mengalami masalah bisu dan tuli,’’ tambahnya. Mengatasi siswa yang bermasalah pada alat bicara dan pendengarannya itu, pihaknya harus memberikan praktik kepada siswa secara berulang-ulang. Transformasi pengetahuan dengan cara berulang-ulang itu harus dilakukan, maksudnya agar mereka benar-benar mengerti secara pribadi. ‘’Metodenya kepada anak-anak bisu-tuli itu adalah harus diberikan secara berulang-ulang, agar mereka paham dan mengerti dengan jelas apa simulasi kebencanaan itu,’’ katanya. (nan)

SIMULASI - Siswa SLBN 1 Karangasem saat mengikuti simulasi bencana gempa bumi.

Bali Post/kmb41


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

SOSOK

Kasus Kekerasan Siswi SMP

Diversi di Pengadilan Korban Enggan Pilih Damai Semarapura (Bali Post) -

Setelah upaya diversi gagal di Polres Klungkung dan Kejari Klungkung, upaya diversi terhadap kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMP kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Semarapura, Senin (26/8) kemarin. Pada upaya damai yang ketiga ini, keluarga korban tetap memilih enggan berdamai atas perlakuan yang sudah diterima korban. Pihak keluarga korban mengaku masih pikir-pikir untuk berdamai, sehingga tahapan diversi kembali ditunda sampai Selasa (10/9) nanti. Ketiga tersangka datang ke PN Semarapura sekitar pukul 10.00 Wita. Kedatangan para tersangka ditemani orangtua masing-masing. Namun, berbeda dari pelaksanaan dua diversi sebelumnya. Kali ini korban memilih opsi pikirpikir untuk berdamai. Sehingga keputusan apakah proses diversi kali ini gagal atau tidak belum bisa disimpulkan.

Perpendek Rantai Pemasaran

Sehingga proses diversi akan dilanjutkan kembali pada 10 September nanti. “Diversi ditunda. Pihak keluarga korban memilih masih pikir-pikir,” kata Pendampingan Hukum dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Klungkung Ketut Latri. Pihaknya berharap kasus ini menemukan titik temu

dengan tujuan akhir berdamai, sehingga kedua belah pihak diharapkan berpikir jernih dan mementingkan masa depan anak-anak. Dia menegaskan, masih ada waktu 30 hari untuk berpikir dalam proses diversi ini, agar diperoleh keputusan terbaik. Bila upaya diversi gagal lagi di PN Semarapura maka kasusnya akan lanjut ke meja

hijau pada tahap persidangan. Upaya diversi sebagai proses pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Sat. Reskrim Polres Klungkung akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMP Ni Ketut APP (15) yang sempat viral di media sosial dengan TKP di Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Dawan, beberapa waktu lalu. Mereka adalah Ni Kadek KD (17), PR (16) dan MP (16). Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka,

namun sementara tidak akan melakukan penahanan. Ketiga tersangka aktif menganiaya korban. Ada yang mau menelanjangi korban, menendang korban serta melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Saat pemeriksaan, di Sat. Reskrim mereka mengakui perbuatan dan memang ada dalam video tersebut. Karena masih di bawah umur, penyelesaian kasusnya dengan sidang diversi atau pengadilan anak. Bila upaya diversi gagal, para tersangka ini dapat dijerat dengan Pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang sudah diubah ke dalam UU Nomor 35 Tahun 2014. (kmb31)

AGENDA Pasar Tani yang diselenggarakan setiap Minggu di depan Pendopo Puri Agung Klungkung, mendapat antusias masyarakat. Dalam Pasar Tani ini diikuti kalangan petani, pelaku usaha dan kelompok UKM. Setelah memasuki pelaksanaan pekan keenam, program ini mulai terlihat efektif. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, Senin (26/8) kemarin. Tujuan Pasar Tani ini, kata dia, tiada lain untuk memperpendek mata rantai pemasaran produksi hasil pertanian masyarakat Klungkung. Sehingga nilai produk pertanian yang dihasilkan petani menjadi lebih tinggi, karena langsung berhadapan dengan konsumen. Juanida berharap Pasar Tani ini, bisa membuat para petani dan konsumen samasama mendapatkan keuntungan. “Petani bisa menjual dengan harga yang lebih baik, sedangkan konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah,” katanya. Kelompok UKM tersebut terdiri dari berbagai kelompok, di antaranya KUD, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Gapoktan dan kelompok lainnya yang menjadi bagian dari UKM hasil pelatihan di Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Ketahanan Pangan. Berbagai produk tani asli hasil petani dengan kualitas baik ini, yakni, sayuran segar, buah-buahan dan beras serta berbagai hasil pertanian lainnya maupun usaha UMKM yang bisa dibeli dengan harga ekonomis. “Adanya Pasar Tani di kawasan CFD (Car Free Day), dapat memudahkan masyarakat. Setelah melakukan kegiatan olahraga masyarakat bisa memilih kebutuhan untuk kebutuhan sehari-hari,” tegasnya. (gik)

Jelang Operasi Patuh Agung

Delapan Sasaran Penindakan Sat Lantas Polres Klungkung Semarapura (Bali Post) Jajaran Sat Lantas Polres Klungkung, Senin (26/8) kemarin, nampak turun ke jalan di sekitar Catus Pata hingga ke Jalan Darmawangsa, Kota Semarapura. Petugas mengingatkan kembali pengguna jalan yang belum mematuhi aturan berlalu lintas, agar mengikuti standar aturan berkendara. Ini sebagai peringatan kepada masyarakat, menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019, dari 29 Agustus sampai 19 September nanti. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Made Teja Dwi Permana mengatakan, Operasi Patuh Agung ini nanti digelar serentak seIndonesia. Dikatakan, ada delapan sasaran penindakan pelanggaran lalu lintas yang akan diberikan sanksi tegas, yakni, pengendara sepeda motor tanpa helm dan pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk keamanan (safety belt). Sasaran lainnya, pengguna jalan yang mengendarai kendaraan melebihi kecepatan, ranmor yang melawan arus, pengguna jalan yang masih di bawah umur, maupun yang sedang mabuk saat mengendarai ranmor. Selain itu, polisi juga fokus pada pengguna jalan yang menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan bermotor. Ini persoalan serius karena kerap memicu terjadinya kecelakaan. Kendaraan yang menggunakan lampu strobo, rotator dan sirine yang tidak sesuai aturan, semua

juga akan dilakukan penindakan di lapangan oleh aparat. Pada prinsipnya, menjelang Operasi Patuh Agung, pihaknya berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. “Tidak hanya menjaga keselamatan sendiri, tetapi juga keselamatan pengguna jalan lain saat berada di jalan raya,” tandas Kasat Lantas saat ditemui di Jalan Darmawangsa, kota Semarapura. Upaya meningkatkan kembali kesadaran berlalu lintas ini, dikatakan cukup penting. Terlebih, kasus lakalantas cukup tinggi. Bahkan, terakhir ada kasus tabrak lari yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Korbannya adalah seorang kaur (kepala urusan) di Desa Banjarangkan, I Made Wardana (58), menjadi korban tabrak lari, pada Selasa (20/8) pagi. Kaur Pemerintahan asal Banjar Nesa ini, ditabrak dengan keras oleh sepeda motor warna putih, yang belum diketahui identitas pengendaranya. Korban sempat dirawat di RSUP Sanglah, namun kerasnya benturan dengan kendaraan itu membuat korban mengalami cedera berat dan menghembuskan napas terakhir, Rabu (21/8) dini hari. Ini menjadi salah satu cermin, buruknya tertib berlalu lintas masyarakat. Sehingga, perlu diingatkan kembali agar benar-benar fokus dan mematuhi aturan berlalu lintas. Polisi masih kesulitan mengidentifikasi pelaku, karena minim bukti dan saksi di TKP. (kmb31)

Bali Post/kmb31

OPERASI - Polisi saat memberikan penjelasan kepada salah satu pengguna jalan saat Sat Lantas turun ke jalan, menjelang Operasi Patuh Agung 2019.

KIPAS - Beberapa produk kipas yang berhias lukisan Kamasan, hasil karya pelukis Sinarwati, di Banjar Pande, Kamasan.

Bali Post/kmb31

Media Lukisan Kamasan dari Kanvas Beralih ke Kipas Semarapura (Bali Post) Keberadaan lukisan klasik gaya Kamasan, belakangan terus berkembang. Tidak hanya menggunakan media kanvas, tetapi juga dilukis di media kipas. Salah satu penekun seni lukis klasik gaya Kamasan, Sinarwati, belum lama ini mengatakan, produk ini mulai mendapat tempat tersendiri di kalangan penikmat seni, hingga pasangan pengantin yang hendak melakukan foto pernikahan. Wisatawan asing juga sangat menggemari produk ini, ketika mereka melihat langsung ke Desa Kamasan. Media seni lukis kamasan lewat kipas ini terlihat menarik. Terbuat dari kayu, kemudian dilukis beberapa penggalan kisah pewayangan, dan yang tersirat banyak pesan dan

filsafat. Sinarwati mengatakan, satu produk kipas baru bisa tuntas digarap selama tiga hari. Dia mengaku mengerjakan dengan santai di rumahnya di Banjar Pande, Desa Kamasan, agar hasilnya maksimal. Dia mengakui permintaan kipas berlukiskan khas Kamasan, cukup diminati pengunjung. Bahkan, ada yang pesan langsung. Satu produk dijual seharga Rp 600 ribu. Metode melukisnya hampir sama. Diawali dengan sketsa, baru diberikan pewarna yang menarik, sesuai dengan karakter dan situasi yang tersirat di dalam lukisan. Media kipas ini cukup menjadi solusi, ketika lukisan di atas kanvas sepi order. Ini juga bagian dari kreativitas seni, karena dalam seni melukis, terlebih khas Kamasan, inovasi

itu penting untuk menjaga minat pasar terhadap produk khas yang sudah mendunia ini. “Saat ini permintaan untuk kipas cukup stabil. Kipas ini bagus digunakan saat prawedding. Sangat pas dengan gaya busana apapun yang dikenakan,” tandas wanita yang konsisten bergelut di bidang karya seni lukis khas Kamasan bersama suaminya, Wayan Pande Sumerta. Sinarwati mengakui, ada pembeli datang langsung ke rumahnya untuk membeli produk dalam bentuk kipas. Ada juga yang bertanya bagaimana cara membuatnya. Bahkan, sejumlah mahasiswa, khusus penelitian ke rumahnya. Dia pun tidak pernah menutup-nutupi informasi. Sebagaimana yang disampaikan Pande

Sumerta, bahwa lukisan klasik gaya Kamasan ini harus dilestarikan. Tidak hanya bagi warga Kamasan, tetapi juga warga lain yang memiliki niat tinggi dalam upaya pelestariannya. Sebab, dia sendiri menegaskan tidak mudah membuat hasil karya yang sempurna. Butuh ketenangan, ketekunan dan kesabaran dalam kenciptakan karya seni yang memiliki kualitas tinggi. “Saya saja dari kelas IV SD belajar melukis, khusus lukis klasik Kamasan ini. Sampai sekarang sudah tua masih tetap belajar. Jadi, memang tidak mudah. Butuh ketekunan. Pandai, tetapi kalau tidak tekun mengerjakan sesuatu tidak ada hasil apa-apa. Sia-sia juga,” katanya. (kmb31)

Klungkung Bersaing Jadi Kota Layak Pemuda Semarapura (Bali Post) Setelah menjadi kota layak anak, kini Klungkung berupaya menjadi kota layak pemuda. Namun, untuk menjadi kota layak pemuda tidak mudah, karena tentu harus terintegrasi dengan kegiatan kepemudaan yang memberi pengaruh positif terhadap tumbuh kembang lingkungan kepemudaan. Selain itu, Klungkung juga harus siap bersaing dengan 20 kota lain se-Indonesia. Demikian terungkap saat Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klungkung, menggelar rapat koordinasi, Senin (26/8) kemarin, di Gedung Pemuda, Tegallinggah, Semarapura Kangin, menyikapi proses penilaian yang akan berlangsung September nanti. Kepala Dinas Kebudayaan Wayan Sudiarta mengatakan Klungkung cukup berpeluang menjadi kota layak pemuda. Ini melihat aktivitas kepemudaan, seperti induk organisasi kepemudaan seperti KNPI yang cukup aktif beraktivitas. “Minimal bisa lolos ke tingkat madya,” kata Sudiarta. Tidak hanya itu, pengembangan pemuda dari Dinas Pendidikan seperti adanya PMR, Pasraman Pemuda, Re-

lawan Penanggulangan Bencana dan kegiatan lainnya, termasuk kegiatan OSIS dan Senat. Mampu menumbuhkembangkan dialog pemuda dan kecintaan terhadap NKRI. Apa saja kegiatan yang dilaksanakan selama ini nantinya diarsipkan sebagai bahan lomba dalam penilaian kota layak pemuda. Kabid Kepemudaan Wayan Suarta menambahkan, kota layak pemuda ini sebagai salah satu cara untuk memantik peran pemuda dalam berbagai proses pembangunan. Bahkan, mampu menjadi penggerak pembangunan di masa mendatang. Namun, dalam proses penilaian nanti, bagaimana peran pemerintah daerah mewujudkan itu. Ini yang menjadi fokus penilaian. Kriteria yang dinilai dalam penilaian seperti adanya regulasi peraturan daerah. Bobot penilaiannya mencapai 40 persen. Sementara dari pendanaan skornya 20 persen. Termasuk kegiatan yang ada di KNPI, juga menjadi acuan dalam penilaian oleh tim pusat nanti. Sinergi pendanaan lintas sektoral dari pihak ketiga juga sangat berperan dalam penilaian kali ini. Seperti adanya bantuan dari BPD, Telkom atau

Bali Post/kmb31

PEMUDA - Dinas Kebudayaan saat menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, untuk persiapan penilaian kota layak pemuda. BUMD lainnya. Tidak hanya itu, aspek penilaian lainnya meliputi aktivitas kepemudaan itu sendiri. Misalnya, adanya kegiatan antinarkoba yang semakin merusak generasi muda, termasuk

kegiatan surat menyurat yang terdokumentasi dengan baik. Termasuk mampu menghindarkan pemuda dari seks bebas dan perlindungan pemuda dari penyakit HIV/ AIDS.

“Menghindarkan pemuda dari tindak kekerasan serta tidak ikut-ikutan menyebar hoaks dan menghindari pengaruh radikalisme, juga menjadi faktor penilaian,” tandas Suarta. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 27 Agustus 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !Dcr Kywti Adm Konsultan Pajak Bs Komputer,SIM C.085102831808 B.BP.001.08.19.0000810

Adm Penagihan,Welder Las Pipa, Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.08.19.0000815

Cr Krywn suami istri Serabutan bisa Sopir diutmkn Jujur n Tgjwb Hub .082144985598

B.BP.004.08.19.0000824

Dcr Mrktng Ulet.Pnglmn Kredit/ TbunganH.0361-4783512-8423787

B.BP.001.08.19.0000689

Dcr PRT Wnt tggl dlm area Kuta Hub/SMS 087862389529

B.BP.154.08.19.0000831

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Dcr Sgra Sopir Laundry di Kuta Jl.Kerobokan78 WA 081236015546

B.BP.004.08.19.0000780

B.BP.001.08.19.0000825

Dcr Administrasi bs computer Jl.Tukad Saba No.2 Denpasar B.BP.001.08.19.0000776

SERVICE

B.BP.001.08.19.0000829

Dcr Staf Adm Wnt Bs Comp.Sopir, Stok Gudang pria, 08986832546 Dibth Drafter Hub:0361430845/430846 B.BP.001.08.19.0000737

SERVICE

Dicari Tukang Masak u/Catering Gaji 80Rb/hr&Tk.Cuci u/Laundry bs Pk Setrika Uap.081999384996 B.BP.001.08.19.0000819

Dicari:Staff bisa Bhs Inggris, Muda.Hub:Nova Dive Center.Jl.D Tamblingan 192 Sanur.Ph.271354 E:nova.divecenter@yahoo.com B.BP.001.08.19.0000818

House Keeping u/Vila Taman Mumbul Nusa Dua Bali.087881251499

Sgra Urgnt Adm lancar Excel, P.Kawe 58, 081238226287 B.BP.004.08.19.0000823

The Griya Villas di Bunutan Amed,Dcr:Supervisor Restaurant FO.Kirim CV:info@thegriya.com B.BP.012.08.19.0000716

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

TOYOTA

Avanza Veloz AT Th 2014 Hitam Tangan 1.Hub:08123605780 BUC!!

B.BP.154.08.19.0000830

DIJUAL MOBIL HONDA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijual Mtr Honda Supra X-125 Jl.Pulau Batam No10, 0811393313

Djl Tnh SHM LT29A & LT9A Lok. Ds.Kutuh Kuta Selatan (Br.Dinas Jaba Pura) Hub.081511365348, 08121089331, 081353154021, 083119647261BankMandiriTaspen

B.BP.001.08.19.0000822

B.BP.001.08.19.0000828

B.BP.001.08.19.0000812

DIJUAL MOTOR HONDA

Motor Vario’10,Hitam, Hrg 6,5Jt Jl.G.Ringin 1 Dps.081911846415 B.BP.001.08.19.0000808

B.BP.001.08.19.0000817

Need Sales Marketing and Reservation for travel agent in Kuta send CV info@balieasytrip.com

Informasi pasang iklan Telepon

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Jazz’08 silver stone smst Mei V-tec Hub.Tlp/WA 081337649988

Rumah Tnh 4A,Jln Gajahmada Gg. Dewi Kunti 9B Sgr.081911846415

B.BP.001.08.19.0000814

B.BP.001.08.19.0000807

KEHILANGAN BPKB No.1989345-O DK 8505 KH An.I Made Bangbang MertaSujaya B.BP.001.08.19.0000820

Hlg BPKB No.C1970490-O DK 8699 AO, a/n Ni Ketut Bered B.BP.001.08.19.0000816

KEHILANGAN Hlg BPKB No.C3103266-O DK 1016 A An.Walikota Denpasar,BPKB Toyota No.9544769-O DK 1111 A An PemdaBadung&BPKBSuzuki/125 RCDF NO.H04327878-O DK.2091 I An.Walikota Denpasar B.BP.001.08.19.0000809

Hlg BPKB Spm an I Gusti Md Kasta DK 8043 FX H.085738226772 B.BP.166.08.19.0000827

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.08.19.0000162


Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Tingkatkan Produksi Beras Padi Hibrida Dikembangkan di Subak Bangbang Let

PADI HIBRIDA - Kegiatan penanaman padi hibrida di Subak Bangbang Let, Desa Bangbang, Senin (26/8) kemarin.

18 Sekolah Diisi Kasek Plt.

Bangli (Bali Post) – Jabatan kepala sekolah (kasek) di Kabupaten Bangli banyak yang lowong. Sesuai data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, total ada 19 sekolah di Bangli yang saat ini tidak memiliki kasek definitif. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja menyebutkan 19 sekolah tersebut terdiri dari 15 SD dan 4 SMP. Dari seluruh sekolah yang tidak punya kasek definitif, 18 sekolah di antaranya Bali Post/ina sementara ini diisi dengan Nyoman Suteja kasek berstatus pelaksana tugas (Plt). Sedangkan satu sekolah lainnya posisi kaseknya masih kosong. “Yang masih kosong di Satap 7 Kintamani di wilayah Bunut Madya. Kami masih gunakan kepala SD untuk membantu di sekolah itu,” ungkapnya saat ditemui, Senin (26/8) kemarin. Untuk mengisi kasek definitif, Suteja mengatakan pihaknya sudah mengajukan usulan ke BKD. Ada sebanyak 20 guru yang diusulkan untuk mengikuti sertifikasi calon kepala sekolah (cakep) sebagai syarat utama untuk bisa mengemban tugas sebagai kasek. Diakui pejabat asal Sidembunut ini, dengan belum adanya kasek definitif cukup mengganggu kegiatan di sekolah. Namun hal itu bisa diatasi dengan penunjukan Plt. Kasek berstatus Plt bisa menjalankan tugas dan kewenangan sebagaimana kasek definitif. Penandatanganan ijazah siswa, maupun pencairan dana BOS bisa dilakukan kasek Plt. “SK Plt. ini dikeluarkan Bupati,” jelasnya. Selain kekurangan kasek, Disdikpora Bangli juga kekurangan ratusan tenaga guru, di antaranya guru kelas dan penjas. Suteja menyebutkan, sesuai data rekap per kecamatan, untuk di Kecamatan Susut saat ini masih kekurangan 12 guru, Kecamatan Bangli 15 guru, Kecamatan Tembuku 13 guru dan Kintamani 114 guru. Persoalan kekurangan guru di Bangli selama ini diatasi dengan memberdayakan guru tidak tetap (GTT) dan pengabdi. (kmb40)

Bali Post/ina

Bangli (Bali Post)Kabupaten Bangli mengalami minus beras 3.637 ton. Itu terjadi karena produksi beras berada di bawah kebutuhan konsumsi. Upaya untuk meningkatkan produksi beras, selama ini terus dilakukan pemerintah. Seperti halnya yang dilakukan di Subak Bangbang Let, Desa Bangbang, Tembuku, Senin (26/8) kemarin. Di lahan seluas lima hektar, pemerintah mencoba mengembangkan padi varietas hibrida. Pengembangan padi hibrida dilakukan menggunakan sumber dana APBD Provinsi Bali. Total bibit yang dikembangkan sebanyak 75 kilogram. Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sarma mengatakan, pengembangan padi hibrida ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pengembangan padi menuju swasembada berkelanjutan dan sekaligus meningkatkan pendapatan kesejahteraan petani. Dijelaskannya, padi hibrida memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibanding padi inbrida.

Potensi produksi varietas padi inbrida sekitar 5-8 ton/hektar, sedangkan potensi produksi benih padi hibrida mencapai 9-11 ton/ hektar. Karena itu, pergantian varietas inbrida dengan varietas hibrida akan dapat memberikan lonjakan peningkatan produksi yang sangat signifikan. Teknologi pengembangan padi hibrida yang diterapkan secara intensif mampu meningkatkan produktivitas sebesar 15-20 persen. “Keberhasilan penanaman padi hibrida secara intensif menunjukan bahwa varietas padi hibrida merupakan teknologi yang praktis daalam peningkatan produksi padi,” jelasnya. Benih padi hibrida yang ditanam di Subak Bangbang Let oleh anggota subak dan sejumlah perwakilan instansi terkait, diperkirakan sudah bisa dipanen 115-120 hari ke depan. Dikatakan Sarma, sesuai data yang dimiliki, produksi beras di Bangli saat ini 18.474,52 ton. Sementara kebutuhan konsumsi 22.167,6 ton. Dengan tingginya kebutuhan beras, Bangli minus beras 3.637 ton. “Tingkat konsumsi beras di Bangli 98 kg per kapita/ tahun,” terangnya. (kmb40)

Harga Tomat Anjlok Petani Enggan Panen Bangli (Bali Post) –

Harga tomat di tingkat petani anjlok sejak sebulan terakhir. Tomat yang biasanya laku dijual petani dengan kisaran harga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogramnya, kini turun drastis di harga Rp 1.000 per kilogramnya. Lantaran harganya yang anjlok sejumlah petani di wilayah Kaldera Batur enggan panen dan membiarkan tomatnya busuk di pohon. Salah seorang petani tomat di Banjar Ulundanu, Desa Songan, Kintamani Jro Widiarta mengungkapkan, anjloknya harga tomat sudah terjadi beberapa hari setelah hari raya Galungan, bulan lalu. Sebelumnya tomat masih laku dijual petani di kisaran harga Rp 5 ribuan per kilogramnya. “Setelah Galungan, seketika harganya anjlok,” ungkapnya, Senin (26/8) kemarin. Menurutnya, anjloknya harga tomat terjadi karena masa panen yang bersamaan dengan petani tomat di Pulau Jawa. Sehingga menyebabkan stok tomat dari daerah luar banyak masuk ke Bali dan harga buah tomat di pasaran menjadi sangat murah. “Sudah biasa seperti ini, kalau barang dari Jawa masuk ke Bali, petani di sini semua menangis,”ujarnya. Dengan harga jual tomat sekarang yang hanya Rp 1.000 per kilogram, Widiarta mengaku merugi. Sebab dengan harga itu tidak sebanding dengan biaya

produksi yang dikeluarkan. Agar petani bisa mendapat untung, harga jual tomat idealnya Rp 5-6 ribu per kilogram. Di tengah anjloknya harga tomat saat ini, petani tomat di Kintamani banyak yang enggan memanen buahnya. Buah tomat yang sudah mulai siap panen banyak yang dibiarkan matang di pohon. Bahkan tak sedikit petani yang menjadikan buah tomat mereka sebagai pakan babi. “Karena kalau dijual, kan butuh tenaga untuk memetik buahnya. Dengan harga jual sekarang, tidak cukup untuk bayar tenaganya karena itu petani memilih tidak memanennya,” ujarnya. Widiarta mengaku tidak bisa memastikan sampai kapan harga jual tomat akan membaik. Ia hanya bisa berharap pemerintah bisa membantu membatasi masuknya komoditas pertanian dari pulau Jawa sehingga harga hasil panen petani di Bali bisa terjaga. (kmb40)

Bali Post/ina

TOMAT - Tanaman tomat di Kintamani. Harga tomat di tingkat petani kini anjlok hingga mencapai angka Rp 1.000 per kilogramnya.

Gaji GTT dan PTT Dirancang Naik Lagi Bangli (Bali Post) – Belum genap setahun, Pemerintah Kabupaten Bangli berencana akan menaikkan kembali gaji untuk para guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Dengan kenaikan tersebut, para GTT dan PTT di Bangli dirancang akan menerima gaji di angka Rp 2 juta, meningkat dari saat ini yang hanya Rp 1.250.000 per bulan. Adanya rencana kenaikan gaji itu disampaikan langsung Bupati Bangli I Made Gianyar di hadapan sejumlah perwakilan GTT, PTT, dan tenaga kontrak non PNS lainnya di Gedung DPRD Bangli, Senin (26/8) kemarin. Dalam acara audiensi yang dipimpin pimpinan DPRD Bangli sementara dan dihadiri anggota DPRD Bangli serta anggota DPR-RI Rieke Diah Pitaloka tersebut, Bupati mengaku telah memerintahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait rencana kenaikan gaji yang akan diberlakukan tahun 2020 tersebut. Menurut Made Gianyar, kenaikan gaji bagi GTT utamanya, perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. “Katanya guru kan masuk dalam tujuan negara di pembukaan alinea keempat, mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, kalau yang tugasnya mencerdaskan saja hidupnya sulit bagaimana mungkin. Sehingga saya berketapan 2020 nanti tenaga kontrak kita minimal gajinya Rp 2 juta,” kata Made Gianyar. Dalam rapat itu, Made Gianyar juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan merekrut CPNS sebelum

persoalan tenaga pengabdi dan kontrak di Bangli bisa terselesaikan dan diangkat menjadi PNS. Khusus mengenai keberadaan tenaga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Non-PNS, Gianyar menyebut pemerintah pusat hanya mau enaknya saja. Sebab pada saat pengalihan status tenaga PLKB, yang ditarik hanya tenaga PLKB yang berstatus PNS. Sementara yang tenaga PLKB non PNS tidak ikut ditarik sebagai tenaga pusat. “Jadi mereka tugasnya melaksanakan tugas pusat, tapi gajinya dibayar kabupaten,” terangnya. Karenanya Made Gianyar meminta anggota DPR-RI Rieke Diah Pitaloka untuk membantu memperjuangkan nasib tenaga PLKB non PNS ke pusat termasuk juga tenaga GTT dan PTT yang sudah lama mengabdi di Bangli agar bisa mendapat prioritas un-

tuk diangkat menjadi CPNS. Harapan yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Bangli sementara Wayan Diar. Ia mengatakan pihaknya selama ini berkomitmen dan terus berupaya berjuang agar tenaga GTT, PTT dan honorer lainnya bisa diberi prioritas untuk diangkat menjadi CPNS. Dengan kehadiran Rieke Diah Pitaloka, Diar mengharapkan aspirasi di daerah selama ini bisa diperjuangkan di pusat. “Kita di daerah sifatnya kan hanya aspirasi. Regulasi secara nasional, DPR-RI yang punya kewenangan,” kata Diar. Dikatakan juga bahwa jika memang dibutuhkan, pihaknya siap untuk setiap saat membuat rekomendasi terkait pengusulan honorer tersebut. Sementara itu, anggota DPR--RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan, dirinya hadir di Bangli karena baginya Bali memiliki arti penting bagi Indo-

Bali Post/ina

AUDIENSI - Acara audiensi yang membahas permasalahan tenaga honorer yang bekerja di Pemkab Bangli, di DPRD Bangli, Senin (26/8) kemarin.

nesia. Bali merupakan simbol keberagaman, dan demokrasi yang mengedepankan toleransi. Sesuai rencana Jokowi meningkatkan pembangunan SDM, menurutnya, kiranya itu bisa dimulai dengan memperhatikan para pegawai non PNS sebagai pekerja negara yang berada di garda terdepan pelayanan publik. “Hari ini sudah ada keputusan lisan. Mudah-mudahan jadi keputusan tertulis, ada di dalam APBD yang akan disahkan yaitu kenaikan upah bagi yang belum berstatus tetap menjadi Rp 2 juta, dan jaminan kesehatan,” terangnya. Pihaknya mengaku sangat mendorong ter-

kait rencana kenaikan gaji bagi tenaga pengabdi dan honorer tersebut. Disinggung mengenai aspirasi yang disampaikan perwakilan GTT dan PTT di Bangli kemarin, politisi PDI-P ini menegaskan dirinya tidak berani menargetkan kapan bisa merealisasikan untuk bisa mengangkat para tenaga honorer, tenaga kontrak dan pegawai tidak tetap untuk jadi CPNS. Saat ini sedang dilakukan pembahasan revisi UU ASN di DPR. “Saya tidak bisa memastikan. Sebab, itu harus dibahas dengan pemerintah dan ada fraksi-fraksi lain di DPR. Untuk Fraksi PDI-P sampai

saat ini masih concern. Tapi seluruh fraksi menurut saya, karena masih diputuskan dalam Prolegnas prioritas, kita didukung 10 fraksi. Ini perjuangan seluruh partai

politik sebetulnya. Tinggal menunggu pembahasan dan mungkin ada beberapa daftar inventarisir dari pemerintah agar ini segera dibahas,” kata Rieke. (kmb40)


OLAHRAGA

Selasa Wage, 27 Agustus 2019

Popnas dan Peparpenas di Papua Dibatalkan

Persiapan Atlet Bali Tak Terganggu

Denpasar (Bali Post) Pembatalan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX di Papua tidak berpengaruh pada kesiapan tim Bali. Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Drs. I Made Rentin AP, M.Si. memastikan hal itu, Senin (26/8) kemarin. Ia membenarkan pembatalan kegiatan Popnas XV dan Peparpenas IX di Papua sebagaimana surat dari Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Nomor SS.8.23.5/SET/ VII/2019, tertanggal 23 Agustus 2019. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Dispora Provinsi di seluruh Indonesia. Dalam surat tersebut disampaikan pembatalan Papua sebagai tuan rumah tahun 2019 berdasarkan surat dari Gubernur Papua pada 20 Agustus lalu yang memohon pemindahan penyelenggaraan Popnas XV dan Peparpenas IX 2019. Adapun alasannya adalah terkait kondisi terkini di Papua, seperti persoalan keamanan yang sedang tidak stabil dan persoalan teknis perihal lelang venue yang hingga 50 hari menjelang perhelatan belum kunjung tuntas. Rentin menjelaskan, pascapembatalan oleh Papua, pihaknya masih menunggu kepastian selanjutnya terkait lokasi pelaksanaan kedua ajang tersebut. ‘’Dampak dari pembatalan kegiatan di Papua secara signifikan tidak berpengaruh, mengingat sampai saat ini Bali masih dalam tahap persiapan atlet untuk menghadapi kejuaran yang akan berlangsung Oktober 2019 tersebut,’’ katanya. Saat ini, Tim Dispora Bali sedang melakukan seleksi atlet beberapa cabang olahraga (cabor). Proses seleksi sesuai rencana akan berlangsung hingga awal September 2019. Rentin yang menargetkan tim Bali dapat bertahan di ranking ketujuh, akan lebih memaksimalkan cabor-cabor yang berpotensi mendapatkan medali. (kmb16)

Bali Post/ist

PIALA – Para wakil pemenang mendapat piala dari BTN, BHA, dan PHRI Bali.

Tim Futsal Jayakarta Pertahankan Gelar Denpasar (Bali Post) Tim futal Hotel The Jayakarta sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Four Points Seminyak dengan skor 8-0 pada final turnamen futsal antarkaryawan hotel di Lapangan Jalan Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, Minggu (25/8) lalu. The Jayakarta juga keluar sebagai juara dalam ajang serupa tahun lalu. Selama melakoni kejuaraan ini, tim The Jayakarta mencatat kemenangan telak. Mereka antara lain menggelontor Alila Uluwatu dengan skor 15-1, menggebuk The Seminyak 10-2, memukul Laguna, dan menghentikan langkah Four Points di partai puncak. Juara III direbut Tanjung Sari setelah menang atas Fairmont dengan skor 3-2. Pemain The Jayakarta, Ade Mahendra, dinobatkan menjadi pemain tersubur dengan mengoleksi 12 butir gol. Turnamen ini digelar Bali Travel News (BTN) bersama Bali Hotels Association (BHA), dan Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Bali. Government Relation and Event Manager BHA Andy, Senin (26/8) kemarin, menyebutkan selama kejuaraan ini digelar baru sekarang ada juara dua kali berturut-turut. Pada penyelenggaraan 2017 dan sebelumnya juaranya selalu bergantian. Ajang tahun ini diikuti 42 tim yang digelar serangkaian Sanur Village Festival. (022)

Griezmann Jadi Bintang Barcelona – Antoine Griezmann mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 Barcelona atas Real Betis pada laga kedua kompetisi La Liga Spanyol, Senin (26/8) dini hari kemarin. Pemain timnas Prancis ini meniru superstar bola basket LeBron James untuk merayakan gol keduanya di Nou Camp, sedangkan tendangan melengkung ke sudut menurutnya terinspirasi oleh Lionel Messi. “Saya melihat Leo melakukan ini dalam pelatihan, jadi saya mencoba menyalinnya. Untuk perayaan itu, aku suka ritual yang LeBron lakukan sehingga kami mencoba melakukannya juga,” ujar Griezmann usai pertandingan. Griezmann menjadi bintang saat Messi duduk di tribun karena masih kekurangan kebugaran setelah cedera betis. Performa Barcelona yang brilian juga memberikan tanggapan gemilang terhadap keraguan yang timbul akibat kekalahan dari Athletic Bilbao pada pekan lalu, di antaranya adalah ketergantungan pada Messi, kebutuhan akan Neymar dan masa depan Ernesto Valverde sebagai pelatih. Gol Barca lainnya dihasilkan Carles Perez, Jordi Alba dan Arturo Vidal. “Setelah kekalahan, selalu ada reaksi besar. Kami benar-benar ingin memainkan permainan lain dan ketika begitu banyak pemain yang hilang, tim melangkah,” tambah Griezmann yang sebelumnya membela Atletico Madrid. “Saya harus mengakui hari ini adalah hari yang penting bagi Antoine,” sebut Valverde. Dalam laga lainnya, Atletico Madrid mengatasi tuan rumah Leganes 1-0 berkat gol Vitolo pada menit ke-71, Real Madrid ditahan 1-1 oleh Real Valladolid, Alaves bermain imbang 0-0 kontra Espanyol, dan Real Mallorca ditundukkan Real Sociedad 0-1. Barcelona tetap berada di belakang Atletico yang membuat awal sempurna musim ini. Chelsea Frank Lampard merayakan kemenangan pertamanya sebagai manajer Chelsea setelah tim mudanya meraih kemenangan 3-2 atas tuan rumah Norwich di Liga Utama Inggris, Sabtu (24/8). Tammy Abraham dan gol kedua Mason Mount memberi The Blues kemenangan pertama di era Lampard pada upaya keempat. Abraham membuat gol pertamanya untuk Chelsea sebelum Todd Cantwell menyamakan kedudukan dari jarak dekat. Mount menempatkan

kemarin. Kadek Agung, Diky, dan Arapenta rencananya menjalani TC hingga 30 September mendatang. Tiga punggawa tim Serdadu Tridatu ini bertolak menuju Yogyakarta, Senin pagi kemarin untuk langsung bersiap menjalani latihan perdana pada sore hari. Total tujuh pemain Bali United dipanggil menjalani pelatnas. Empat nama lainnya adalah I Made Adhika Wijaya, Ricky Fajrin, Irfan Bachdim, dan Stefano Lilipaly. Keempat pemain ini mengikuti pelatnas timnas senior yang dipersiapkan menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2022. Sementara itu, tim Bali United U-20 akhirnya harus mengakui keunggulan Persebaya U-20 dengan skor 0-1 dalam

Selasa, 27 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Metatah Lan Mamukur Kepaon (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop 11:30 Wita Taksu Ida Bagus Hari Subawa, Komit Ngayah Ajegkan Seni Calonarang 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Metatah Lan Mamukur Kepaon (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif

Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Nangun Yadnya Tawur Balik Sumpah Desa Pakraman Semaagung Klungkung 17:30 Wita Kartun Sundara Kanda (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Luhur Tirta Mas manik Muncar - Blandingan 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita DW TV 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Chelsea kembali di depan tetapi striker Norwich Teemu Pukki meraih gol penyeimbang kedua dengan gol kelimanya musim ini sebelum babak pertama. Abraham mencetak gol keduanya di babak kedua. ‘’Saya senang, sangat senang dengan hasilnya. Kami ingin memenangkan pertandingan. Saya tidak ingin awal yang lambat. Kami memiliki awal yang sulit dan saya harus mengatakan saya senang dengan banyak pertunjukan. Tapi kamu tidak bisa berteriak terlalu keras jika tidak memenangkan pertandingan. Jadi, itu mengubahnya untukku hari ini,’’ papar Lampard. Chelsea dipermalukan 0-4 oleh Manchester United di pertandingan pembuka, kemudian ditahan di kandang oleh Leicester. The Blues kini bersuka ria karena gol mereka datang dari dua pemain yang naik peringkat di Stamford Bridge. Abraham menghabiskan banyak waktu dengan status pinjaman di Aston Villa, sedangkan Mount menghabiskan tahun lalu dengan Lampard di Derby. Pada pertandingan lainnya, juara bertahan Manchester City menundukkan tuan rumah Bournemouth 3-1 melalui dua gol Sergio Aguero dan Raheem Sterling, Tottenham Hotspur dipermalukan Newcastle 0-1, dan Wolves ditahan Burnley 1-1. (kmb/afp)

Hendra/Ahsan Motivasi Pemain Muda

Kudus (Bali Post) – Mantan pebulu tangkis nasional dan pemilik rekor empat kali juara dunia, Liliyana Natsir, dibuat kaget oleh pencapaian pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menjadi juara dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss. “Terus terang saya surprise dengan pencapaian dia (Hendra/Ahsan). Dia cukup konsisten setelah comeback,” kata Liliyana Natsir di sela mengikuti Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Alunalun Kudus, Jawa Tengah, Minggu (25/8). Mantan pemain bulu tangkis yang akrab dipanggil Butet itu berharap apa yang dilakukan oleh pasangan nomor dua dunia itu memotivasi pemain muda Indonesia

Kadek Agung Dipanggil Timnas U-23 Mangupura (Bali Post) – Tiga pemain Bali United yakni Kadek Agung Widnyana Putra, Mochammad Diky Indriyana, dan Arapenta Lingka Poerba kembali mendapat kesempatan menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-23. Ketiga pemain tersebut masuk dalam 23 pemain lainnya yang akan menjalani TC di Yogyakarta. ‘’Pemain yang terpilih pada pemusatan latihan periode Juli lalu dan Agustus ini nantinya akan melengkapi 40 pemain yang akan kami daftarkan saat pendaftaran pemain SEA Games 2019. Proses entry by name dilakukan tanggal 2 September mendatang,’’ kata pelatih kepala Timnas U-23 Indra Sjafri seperti dikutip dari situs resmi pssi.org, Senin (26/8)

15

laga lanjutan seri 2 penyisihan grup C Elite Pro Academy Liga 1 U-20 di Stadion Dipta, Minggu (25/8) malam. Gol kemenangan Persebaya dibukukan Denny Agus pada menit ke-41. Pelatih kepala Bali United U-20 Wayan Arsana mengakui permainan tim Persebaya berada di atas anak asuhannya. Namun, ia juga tetap memberikan apresiasi atas kerja keras Rakasurya Handika dan kawan-kawan terutama di babak kedua. Tim Serdadu Tridatu Muda masih menghadapi dua pertandingan sisa di seri 2 ini. (kmb)

yang saat ini masih kesulitan mencapai prestasi tertinggi. “Semangatnya itu yang harus dicontoh. Usia tidak menjadi kendala,” ujar mantan pemain yang selama ini berpasangan dengan banyak pemain dan yang terakhir adalah Tontowi Ahmad. Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke final setelah memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Pasangan berjuluk The Daddies yang menjadi unggulan keempat ini menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal. Pada laga puncak, The Daddies yang juga juara dunia 2013 dan 2015, menundukkan unggulan ke-12 Takuro Hoki/ Yugo Kobayashi. (ant)

DUA GOL – Antoine Griezmann mencetak dua gol untuk Barcelona ke gawang Real Betis di kompetisi La Liga Spanyol.

Sejak 2017

Wilis menjelaskan, sebelum proyek berjalan, seluruh izin pembangunan pelabuhan telah dikantongi oleh Pelindo III. Proyek yang mulai dikembangkan sejak 2017 itu, juga sudah diawasi oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah atau TP4D Kejati Bali. Dijelaskannya, total lahan Pelindo di Pelabuhan Benoa seluas 128 hektar. Dengan rincian, luas eksisting yaitu 58

hektar dan pengembangan seluas 70 hektar. Dari 70 hektar pengembangan, lahan reklamasi untuk lokasi dumping 1 di bagian barat pelabuhan seluas 25 hektar dan dumping 2 di sisi utara pelabuhan seluas 45 hektar. ‘’Saat ini progres reklamasi sudah mencapai 95 persen,’’ katanya. Permasalahan mangrove yang mati, katanya, memang diakibatkan karena luberan lumpur masuk ke kawasan mangrove saat proses reklamasi. Untuk memulihkan kondisi hutan mangrove, sejak

Solusi Terbaik

Ketiga, DPRD Bali mendukung Gubernur Bali terhadap penghentian kegiatan reklamasi pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, serta langkah-langkah

perbaikan sebagai akibat dampak pengembangan dimaksud. Terkait proyek yang hampir rampung, Wiryatama mengaku tidak mau tahu. Namun dengan direm sekarang, tentu dapat segera dicarikan solusi yang terbaik. Proyek

awal tahun 2019 sudah dilakukan penanaman mangrove. Sebanyak 50 ribu bibit mangrove sudah ditanam bulan Februari lalu. Secara bertahap ini kembali akan dilakukan sampai hutan mangrove kembali hijau. ‘’Kami sudah lakukan penanaman kembali pascadibuatkan kanal untuk mengairi mangrove. Februari lalu sudah ditanam 50 ribu, bulan depan akan kami tanam lagi 50 ribu, begitu selanjutnya sampai semua hijau,’’ pungkasnya. (kmb23) ini tidak dicegah sejak awal karena memang pemerintah pusat tidak mengajak daerah untuk duduk bersama. Setelah reklamasi berjalan, baru tampak kerusakan lingkungan yang terjadi. ‘’Kita tidak terima kalau lingkungannya rusak,’’ pungkasnya. (dar/rin)


SELASA WAGE, 27 Agustus 2019

Kunjungan Jurnalis Bali, NTB dan NTT ke Tiongkok

Capital Museum Sajikan Peradaban Beijing Mulai Zaman Batu

’’Bali & Beyond’’ Digelar

Upaya Perkenalkan Bali di Vietnam

DALAM rangka peringatan HUT ke-74 RI, KBRI Hanoi bekerja sama dengan KJRI Ho Chi Minh City telah menyelenggarakan kegiatan ‘’Bali & Beyond’’ di Hall B, Crescent Mall, Ho Chi Minh City, dari 23 hingga 25 Agustus 2019. Kegiatan Bali & Beyond diikuti 24 perusahaan Indonesia dengan 42 delegasi, yang terbagi dalam tiga cluster yakni hospitalities/hotel, restoran; travel agents, adventure tours, trading yakni fesyen/garmen, perhiasan, wine, kopi, cokelat. Selain ekshibisi, Bali & Beyond juga menampilkan beberapa presentasi dari beberapa peserta seperti ekosistem/ WoW Bali; tour adventure/ Seawalker; dan Story of Bali, serta penampilan tarian tradisional Bali dan pemberian pelatihan dasar-dasar tari Bali. Hal ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kesenian dan budaya Indonesia kepada masyarakat Vietnam. Dalam sambutannya, Duta Besar RI Hanoi menyampaikan harapan untuk lebih memperkuat interaksi antara

Indonesia-Vietnam, khususnya Ho Chi Minh City dan Bali. Kegiatan Bali & Beyond menggunakan momentum telah dibukanya penerbangan langsung Ho Chi Minh City Denpasar sejak Mei 2019. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk dapat meningkatkan potensi ekonomi kedua negara dalam rangka pencapaian target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar pada 2020. Pembukaan Bali & Beyond dihadiri Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Singapura, Laos, Malaysia, dan perwakilan perusahaan Indonesia yang beroperasi di Vietnam. Para pengunjung acara ini tidak hanya menikmati berbagai produk Bali, namun juga dimanjakan dengan berbagai kesenian, tarian, demo masak nasi goreng, permainan/ games, voucher dan suvenir sumbangan para pengusaha peserta Bali & Beyond. Di sela-sela penyelenggaraan Bali & Beyond, delegasi peserta dipertemukan dengan para mitra pengusaha Vietnam potensial dalam business

meeting. Hingga Sabtu (24/8) malam transaksi telah mencapai VND 92,103,000 (US$ 4,004) serta paket meeting room dan travel Jimbaran Bay Beach Resort senilai US$ 42,330, sehingga total mencapai US$ 46,334. Keberhasilan delegasi Bali tidak terlepas dari kekompakan seluruh tim yang dipimpin oleh Ibu Putu Ana Anandhi dan juga Jero Gede Witama yang mengomunikasikan kepentingan bisnis kedua negara Indonesia (Bali) dan Vietnam (Ho Chi Minh). Delegasi Bali tampak sejak acara pembukaan bahagia karena mendapatkan booth yang strategis untuk berjualan. Begitu juga tersenyum lebar saat penutupan karena mereka menghasilkan banyak transaksi dalam VND (Vietnam National Dong). Dengan keberhasilan ini semoga pemerintah selalu membuka jalan dan memberikan fasilitas expo yang sama di negara lain. Para delegasi mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah Vietnam. (ad840)

Spesial untuk Kekasih

Yessy Diana terus berkarya. Setelah meluncurkan single ‘’Ngenehang’’ tiga bulan lalu, kini dara cantik asal Nusa Penida ini kembali meluncurkan karya terbarunya. Bahkan, single kelima yang diberi judul ‘’Wantah Beli’’ ini telah dirilis pada 18 Agustus lalu di akun youtubenya dan dapat di-request di radio seluruh Bali dan beberapa radio di Lombok. Namun, untuk video klipnya baru dirilis Minggu (25/8). Single ‘’Wantah Beli’’ ini pada intinya menceritakan kisah pribadi Yessy Diana yang telah menemukan cinta terbaiknya. ‘’Aku buat lagu ini

buat pacarku sendiri. Dulu itu aku punya mantan yang suka banget ngatur-ngatur aku, suka banget marah-marah, aku gak pernah benar di mata dia. Akhirnya putus dan aku bisa mendapatkan cowokku yang sekarang. Dia itu baik banget, polos banget, tidak pernah marah dan selalu mendukung aku,’’ ujar Yessy Diana, Minggu (25/8). Pemilik nama lengkap Dewa Ayu Yessi Diananingsih ini mengatakan, single ‘’Wantah Beli’’ yang diciptakan Budi Rajapala dan diaransemen oleh Dek Artha ini spesial dipersembahkan kepada kekasihnya yang telah menemaninya selama delapan tahun. Bahkan, video klip yang digarap Rafly J Flames ini melibatkan sang pacar sebagai modelnya. ‘’Awalnya dia sempat deg-degan syuting video klip bareng aku, karena dia antikamera. Tapi, astungkara syutingnya lancar,’’ ungkap wanita kelahiran Batununggul, 20 Desember 1993 ini. Yessy Diana berharap karyanya ini bisa diterima dan mendapat respons positif dari pencinta lagu Bali. Sehingga lagunya ini bisa menjadi salah satu lagu favorit di radio-radio di Bali. Seperti diketahui, Yessy Diana mengawali kariernya menjadi foto model, lalu terlibat langsung dalam beberapa video klip musik Bali, kemudian memberanikan diri untuk berkarier solo dengan single pertamanya ‘’Pada Ngelahang’’. Tidak hanya itu, Yessy Diana juga lihai dalam adu akting. Menjadi pemeran utama dalam film ‘’Leak’’ edisi 2 diperankannya dengan sukses. Selain itu, ia juga menjadi salah satu pemeran pada film ‘’Napak Pertiwi’’ yang konsep identik dengan agama, adat, dan budaya Bali. (win) Yessy Diana

PARA pengunjung dengan tertib memasuki gedung Capital Museum China, di Beijing, Sabtu (24/8). Satu per satu memasuki gedung dengan pemeriksaan yang ketat dari petugas. Mereka kemudian menaiki gedung berlantai enam di sisi barat. Mengamati satu per satu koleksi museum. Antusias masyarakat mengunjungi museum ini sangat tinggi. Selain pelajar dan mahasiswa, pengunjung juga banyak dari kalangan masyarakat berbagai profesi. ‘’Kalau hari libur, kunjungan per harinya bisa mencapai 4.000 orang,’’ ujar salah satu pemandu museum, Liu Lusha, kepada para jurnalis dari Bali, NTB dan NTT dalam kunjungan ke Tiongkok, 2431 Agustus 2019. Sebanyak 10 jurnalis ini diundang pemerintah Tiongkok melalui Konjen RRT di Denpasar, Bali. Gedung museum bergaya modern ini dibangun tahun 2006, menampilkan situs sejarah tentang peradaban Beijing dari zaman batu hingga perkembangan selanjutnya. Gedung ini berdiri megah dengan dua blok, di sisi barat dan timur. Di sana, pengunjung dapat melihat peninggalan peradaban masyarakat Beijing pada paleothic age atau zaman batu. Kemudian peninggalan pada zaman perunggu. Pada zaman perunggu, masyarakat Beijing sudah menggunakan alat transaksi berupa uang kepeng yang di Bali lebih dikenal dengan pis bolong. Alat transaksi ini kemudian tampak lebih sempurna pada zaman berikutnya. Demikian juga perabotan sehari-hari, termasuk alat sembahyang, digambarkan sudah mengalami kemajuan, seperti pada zaman Dinasti Han, 221 BC-AD 220. Demikian juga peradaban berikutnya pada Dinasti Sui kemudian Tang telah mengalami kemajuan pesat. Pada salah satu bilik bangunan, pengunjung dapat melihat gambaran tentang kemajuan ekonomi dan perdagangan masyarakat Beijing dengan dibangunnya pelabuhan lengkap dengan alat angkutnya berupa perahu. Termasuk gambaran tradisi dan budaya yang berkembang pada berbagai era, seperti kesenian barongsai, busana dan sebagainya. ‘’Museum ini menyajikan koleksi

Bali Post/lun

MUSEUM - Para pengunjung tampak mendatangi Capital Museum, Sabtu lalu. peradaban pada zaman batu hingga peradaban berikutnya. Jadi masyarakat khususnya pelajar betul-betul mendapatkan edukasi tentang peradaban masyarakat Beijing ketika datang ke museum ini. Mereka tidak dipungut biaya masuk, alias gratis. Namun karena pengunjung banyak, mereka harus booking dulu,’’ ujar Lui Lushi didampingi Erika Gunawati dari Konjen RRT Denpasar yang memimpin rombongan jurnalis tersebut. Sementara itu jurnalis Bali, NTB dan NTT mendapat kesempatan berkunjung ke Tiongkok selama satu minggu. Mereka bertolak menuju Beijing, Sabtu (24/8) dini hari. Sebelum berangkat, Jumat (23/8) mereka melakukan pertemuan dengan Konjen RRT Mr. Gou Haodong sekaligus diundang santap malam di rumah jabatannya di Denpasar. Konjen menyampaikan, kedatangan para jurnalis ini diharapkan dapat menginformasikan tentang Tiongkok, dengan melihat atau mengamati langsung. Sebab, pepatah

kuno menyebutkan, melihat sekali jauh lebih baik daripada mendengar seratus kali. Kunjungan para wartawan ini diharapkan dapat mengambil peran untuk mempromosikan Tiongkok yang sesungguhnya. Dikatakan, hubungan Indonesia dengan Tiongkok sudah terjadi sejak lama. Diharapkan dalam perkembangan ke arah lebih maju ke depan, kedua negara bisa saling mendukung dan melengkapi. Di Beijing, para jurnalis dari sejumlah media tersebut mengunjungi National Centre for the Performing Arts of China, China Capital Museum, Forbidden City dan Mu Tian Yu Great Wall. Para jurnalis itu juga mengunjungi Beijing Planning Exhibition Hall. Juga berkunjung ke Jiangxi Nanchang melihat objek wisata desa Huangling yang menonjolkan kekhasan bangunan desa daerah Jiangnan dan berkunjung ke Huang yue, menyaksikan langsung kerajinan pembuatan porselen. (subrata)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook