Skip to main content

Edisi Sabtu 27 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Rumah Susun Solusi Alih Fungsi Lahan Denpasar (Bali Post) Alih fungsi di Bali semakin tinggi. Luas lahan pertanian yang beralih fungsi lebih banyak untuk permukiman yang dipicu perkembangan pariwisata. Belum lagi pertumbuhan penduduk yang tinggi di masa mendatang juga akan membutuhkan hunian yang makin banyak. Penyediaan rumah susun dipandang sebagai solusi. Namun rumah susun yang dibangun harus menyesuaikan dengan produk hukum dan arsitektur Bali. Salah satunya tidak melebihi ketinggian di atas 15 meter. Solusi alih fungsi lahan pertanian dengan pembangunan rumah susun ini disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik Universi-

tas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain di Sanur, beberapa waktu lalu. Menurut Rumawan, tuntutan tempat bermukim atau rumah pasti semakin tinggi. Di Denpasar saja jumlah penduduknya 1 juta. Sedangkan jumlah penduduk seluruh Bali lebih dari 4 juta. Terutama di sentra–sentra tempat pendidikan dan pusat industri atau tempat bekerja. Jika dikaitkan dengan visi Gubernur Bali yang pro-lingkungan, mestinya rencana perumahan yang dibangun harus mampu menekan alih fungsi lahan. Dengan menekan alih fungsi lahan, perumahan atau tempat bermukim itu mesti dirancang sesuai dengan tuntutan zaman. Penyedi-

aan rumah susun, menurut Rumawan, merupakan salah satu pilihan solusi. Tetapi, lanjut Rumawan, rusun yang dibangun tetap menjaga nilai budaya dan identitas–identitas budaya Bali yang mesti tampil di dalam nilai ruangnya. Nilai ruang ini harus memberikan kesempatan yang sepenuhpenuhnya kepada nuansa arsitektur tradisional Bali, masuk ke dalam susun rumah itu. Sehingga peranan bahan, ornamen, struktur dan bentuk mendapat tempat yang maksimum di dalam rusun yang diusulkan. Bali sebelumnya sudah menetapkan peraturan terkait tinggi bangunan tidak lebih dari 15 meter, sehingga rumah susun ini harus tunduk dengan perda itu. ‘’Sehingga rusun tidak lebih dari tiga atau maksimum empat lantai. Itu pun masih bisa ditambah dengan dua lantai ke bawah yang disebut dengan basement untuk fungsi–fungsi pendukung rumah itu,’’ imbuhnya. Selain itu, menurut Rumawan, harganya pun dapat ditekan dan seluruh komponen masyarakat yang tinggal d a n b e ke rja d i Bali dapat memiliki rumah di Bali.

menggodok rencana rumah susun. Progress pembangunan rumah susun terakhir berada di bidang hukum Pemprov Bali. Ketua DPD REI Bali Pande Agus Widura sebelumnya menyampaikan, untuk mendukung program sejuta rumah

dari Presiden Jokowi. REI juga sedang fokus menyasar market milenial. Ini didasarkan pengalaman sebelumnya, pembeli rumah 70 persen merupakan pembeli end user. Dari 70 persen tersebut, 40

persennya merupakan pembeli dari generasi milenial. Namun permasalahan yang dihadapi REI saat ini adalah tidak semua lahan di Bali dapat dibangun perumahan, terutama perumahan bersubsidi karena tingginya harga lahan di daerah–daerah tertentu seperti Denpasar, Badung dan Gianyar. Maka dari itu untuk dapat menekan harga lahan, salah satu

solusi yang ditawarkan REI adalah membuat rumah vertikal ke atas, sehingga lahan yang harganya cukup tinggi dapat dibangun rusun di Denpasar ataupun Badung dan Gianyar. Ini akan membuat para pekerja dapat menempuh jarak yang lebih dekat, sehingga rumah yang dibangun benar – benar efektif dan tepat guna. (kmb42)

Produk Hukum DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali sedang

Bupati Kudus Kena OTT KPK Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pimpinan daerah yang diduga terlibat tindak pidana jual-beli jabatan. Kali ini pimpinan daerah yang kena OTT adalah Bupati Kudus, Jawa Tengah Muhammad Tamzil. Bersama Tamzil diamankan pula delapan orang lainnya. ‘’KPK mengamankan total sembilan orang sampai saat ini. Mereka terdiri dari unsur kepala daerah, staf, ajudan bupati, serta calon kepala dinas setempat,’’ kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Jakarta, Jumat (26/7) kemarin. Sebelumnya, kata Basaria, KPK menerima informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi dan setelah dilakukan pengecekan di lapangan terhadap bukti-bukti awal sehingga KPK segera melakukan tindakan cepat. ‘’Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK yang masih dihitung. Kami menduga terjadi sejumlah pemberian terkait pengisian jabatan ini,’’ ungkap Basaria. Pihak-pihak yang diamankan tersebut, lanjutnya, segera dibawa ke kantor kepolisian setempat untuk proses lebih lanjut. ‘’Pemeriksaan intensif sedang dilakukan. Sesuai dengan mekanisme dan hukum acara yang berlaku, maka KPK diberikan waktu 24 jam untuk menentukan status perkara dan status hukum pihak-pihak yang diamankan, apakah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka ataupun saksi,’’ kata Basaria. Pernah Dipenjara Tamzil baru menjabat 10 bulan sebagai Bupati Kudus. Sebelumnya Tamzil pernah menjabat di jabatan yang sama pada periode 2003-2008 dan kasus korupsi sempat menjeratnya. Pengadilan memvonis 1 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara. Kasus korupsi yang mengantarkannya ke jeruji besi terkait bantuan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004. Setelah bebas dari penjara, Tamzil mengikuti kontestasi Pilbup Kudus 2018 dan berhasil terpilih. (ant)

TKN Dibubarkan Jakarta (Bali Post) – Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang merupakan tim pemenangan JokowiMa’ruf Amin, Jumat (26/7) kemarin secara resmi dibubarkan. Usainya kontestasi pilpres menjadi pertimbangan pembubaran. Meski TKN dibubarkan, KIK dipastikan akan tetap solid. Kepada seluruh tim TKN, Jokowi mengucapkan terima kasih atas kerja keras siang dan malam. ‘’Intinya tadi pembubaran TKN, evaluasi-evaluasi, intinya semuanya baik, semua baik,’’ kata Jokowi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat kemarin. Kerja tim TKN selama pelaksanaan pilpres dinilai sudah sangat baik. ‘’Manajemen bagus, pengaturan dari satu tempat ke tempat lain juga sangat rapi,’’ ujarnya. Jokowi yang memberikan pernyataan kepada wartawan, tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada kerja keras dari tim TKN. Hal. 15 Tetap Solid

’’Ya, kita tetep bertemu TKN, meski sudah dibubarkan, bertemu dengan para sekjen, dengan ketua-ketua umum, kita kan mengatur kapan ketemunya. Kalau sudah sangat urgen 5 menit saja ditelepon kita ngumpul kok.’’ Joko Widodo

Pertemuan dalam acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) dipastikan tidak membahas soal perubahan di Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Hal ini untuk membantah isu-isu yang menyatakan bahwa akan terjadi perubahan jumlah partai yang bergabung dalam KIK pascapembubaran TKN. Meski demikian, jika dinilai perlu, perubahan di koalisi dimungkinkan demi memperkuat kinerja pemer-

Bali Post/ant

PEMBUBARAN - Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo berfoto dengan sejumlah petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) sebelum pertemuan di Jakarta, Jumat (26/7) kemarin. Agenda pertemuan membahas pembubaran TKN.

Tak Bahas Koalisi

intah. Soal tak dibahasnya soal koalisi dinyatakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko. Dia membantah acara pembubaran TKN di sebuah restoran Menteng, Jumat sore membahas koalisi. ‘’Konteksnya tadi bukan bicara koalisi, konteksnya bicara dengan TKN, beda lho ya antara tim kampanye nasional dengan koalisi. Dalam TKN melibatkan sekjen partai politik

pendukung, di situ juga ada organ tim kampanye nasional, jangan rancu,’’ kata Moeldoko. Acara yang dihadiri sejumlah tokoh tersebut hanya berisikan pembubaran dan evaluasi TKN. ‘’Hari ini khusus Presiden berbicara tentang tim kampanye nasional yang hari ini mulai dibubarkan udah sampai situ,’’ lanjutnya. Menurutnya, Jokowi sama sekali tidak menyinggung terkait koalisi, bahkan mengenai

rencana mengumpulkan ketua partai politik belum disampaikan. ‘’Pak Jokowi belum mengumpulkan ketua partai politik secara keseluruhan. Nanti harus bagaimana tunggu saja sebentar,’’ ujarnya. Penambahan partai dalam koalisi masih dimungkinkan jika dinilai dapat memperkuat kinerja pemerintahan. ‘’Kalau bisa diperkuat lagi kenapa enggak, tapi intinya dengan yang ada itu sudah solid banget,’’ tambahnya. (ant)

Pelabuhan Sanur dan Tanah Ampo Segera Dituntaskan Denpasar (Bali Post) Pembangunan infrastruktur dua pelabuhan untuk menunjang pariwisata Bali segera dituntaskan masing-masing pelabuhan di kawasan Sanur dan Pelabuhan Tanah Ampo, Karangasem. Pelabuhan di kawasan Pantai Sanur untuk melayani tingginya minat wisatawan ke Nusa Penida. Sementara Tanah Ampo dikhususkan untuk melayani kapal pesiar. Selama ini pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo diketahui mangkrak bertahuntahun. Kepastian pembangunan dua pelabuhan tersebut didapatkan dari kunjungan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di Bali, Jumat (26/7) kemarin. Budi meninjau sejumlah lokasi rencana pengembangan infrastruktur

penunjang pariwisata di Bali, mulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit, dan Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem. ‘’Bali adalah tujuan utama wisata. Presiden ingin tempattempat wisata ini diberikan suatu dukungan agar turisturis itu mendapatkan suatu fasilitas yang baik,’’ ujarnya didampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar. Terkait rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit, lanjut Budi Karya, pembiayaannya didesain dengan skema APBN dan KPBU (Kerja Sama Pemer-

intah Badan Usaha). ‘’Kalau dikelola swasta diharapkan lebih profesional. Kita harapkan swasta yang bergabung punya pengalaman internasional. Kita ingin agar Bali punya standar internasional,’’ ujarnya. Pengembangan Pelabuhan Sanur diharapkan bisa meningkatkan angka kunjungan ke Nusa Penida, dari sekarang 1 juta menjadi 3 juta per tahun. Anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan mencapai Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar. Pola pembangunan yang sama juga akan dilakukan untuk Pelabuhan Tanah Ampo. Pemerintah akan menggandeng pihak swasta untuk mengembangkan Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem. ‘’Proyek ini memang kolaborasi antara pemda tingkat I, tingkat

II sama pusat. Untuk selanjutnya kita ingin lebih profesional. Oleh karenanya, kita akan kerja sama bersama swasta,’’ ujar Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek pembangunan fasilitas Pelabuhan Tanah Ampo. Hal. 15 Pihak Swasta TINJAU-- Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di Bali, Jumat (26/7). Budi didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meninjau sejumlah lokasi rencana pengembangan infrastruktur penunjang pariwisata salah satunya pelabuhan Tanah Ampo Karangasem. pariwisata di BaliM


2

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Lagi, Sampah Menumpuk di TPS Kereneng Denpasar (Bali Post) Hari Raya Galungan memberikan dampak terhadap meningkatnya volume sampah di Kota Denpasar. Berdasarkan data dri Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, peningkatan volume sampah usai Galungan mencapai 40 persen selama rentang waktu Jumat (19/7) hingga Kamis (25/7). Jumlah ini meningkat di kisaran 160-200 ton dari hari normal, yakni 400-500 ton/hari. Akibatnya, terjadi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), salah satunya di TPS Kereneng. Dikonfirmasi Jumat (26/7) kemarin, Kadis DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada menjelaskan, secara umum DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar keagamaan senantiasa siaga. Hal ini lantaran lonjakan volume sampah cenderung meningkat saat hari besar keagamaan. “Kami tetap bersiaga kapanpun untuk memastikan kebersihan Kota Denpasar,” katanya. Wisada menambahkan, antisipasi terhadap penanganan lonjakan sampah ini dilaksanakan dengan mengintensifkan seluruh personel dengan pola penambahan jam kerja atau sistem lembur. Terdapat sedikitnya 13 TPS dan 1.450 tenaga kebersihan yang disiagakan bersama 40 armada truk yang dibantu moci di masingmasing kecamatan dan desa/kelurahan. “Kami bersinergi dengan semua elemen hingga desa/ lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan, yakni Galungan dan Kuningan

ini,” jelasnya. Menurut Wisada, lonjakan sampah tersebut didominiasi bahan organik yang sebagian besar disebabkan oleh sampah sisa upakara. Peningkatan volume sampah ini akan ditangani hingga Kota Denpasar kembali bersih. Wisada mengimbau masyarakat turut andil meminimalisasi jumlah sampah saat hari raya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. “Kami turut mengajak masyarakat untuk andil dalam menjaga kebersihan dengan memilah sampah dan membuang sampah sesuai dengan jam yang dianjurkan oleh swakelola sampah, sehingga sampah tidak menumpuk di pinggir jalan, dan kerja sama ini sangat penting menuju Kota Denpasar yang bersih dan asri,” tegasnya. Wisada juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan Kota Denpasar. Terlebih telah ada Perwali tentang tata cara pengelolaan sampah, yaitu Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah di Kota Denpasar yang Berbasis Lingkungan. Dalam Perwali itu, masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan dan di atas trotoar. “Bagi warga yang melanggar Perwali ini bisa dikenakan sanksi sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kebersihan. Tak main-main, denda yang diberikan maksimal hingga Rp 50 juta atau kurungan penjara selama tiga bulan,” katanya. (kmb12)

Rayakan Galungan di Padang

HARI raya Galungan di Sumatera Barat, Rabu (24/7) lalu terasa berbeda. Utamanya di Pura Jagatnatha. Di pura ini puluhan ibu-ibu PKK yang dipimpinan Nyonya Putri Suastini Koster melaksanakan persembahyangan. Mereka berbaur dengan umat Hindu setempat. Selain Nyonya Putri Koster, ikut tangkil Bupati Karangasem Mas Sumatri, istri

Wakil Bupati Buleleng Nyonya Sutjidra, Kadis PMD Provinsi Bali Anom Sutisna. Mereka berada di Sumatra Barat dalam rangka menghadiri Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-47 Tahun 2019. Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, sebagai umat Hindu hendaknya tidak meninggalkan kewajiban sembahyang

dimana pun bertugas. “Beliau ini (anggota TP PKK-red) sangat hebat dan luar biasa. Harus meninggalkan keluarga di saat Hari Raya Galungan. Tapi mereka sebelum ke Padang sudah menyiapkan sarana upakara sembahyang. Dengan demikian keluarga di rumah tidak perlu khawatir,” ungkapnya. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan punia kepada pangempon pura. (r)

Petani Masih Enggan Ikut Asuransi

Bali Post/kmb12

SAMPAH - Salah seorang warga melintas di depan tumpukan sampah di TPS Kereneng, Jumat (26/7) kemarin.

Pilkada Serentak

KPU Denpasar Tindak Lanjuti 19 Ribu Pemilih Tercecer Denpasar (Bali Post) Adanya pemilih tercecer yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) pada Pemilu 2019, menjadi perhatian khusus KPU Denpasar dalam pilkada serentak mendatang. Sebanyak 19 ribu pemilih tercecer dilakukan antisipasi saat pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota mendatang. Dalam rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan Kota Denpasar yang dihadiri oleh Disdukcapil Kota Denpasar, Bawaslu Denpasar, dan unsur terkait Jumat (26/7) kemarin, menjadikan data pemilih tercecer dalam pemilihan kepala daerah serentak nanti, khususnya pemilihan wali kota tidak lagi masuk dalam daftar pemilih khusus, melainkan sudah masuk dalam daftar pemilih tetap. Rakor juga mendapatkan monitoring dari Komisioner KPU Bali Gede Jhon Darmawan. Menurut Ketua KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya, rapat koordinasi ini merupakan sinergisitas dan evaluasi dari persoalan-persoalan

sewaktu pelaksanaan pemilu yang lalu. Catatan Pemilu 2019, DPK untuk Kota Denpasar mencapai 19.768 orang pemilih. Padahal mereka ini semuanya sudah memiliki KTP elektronik namun tidak masuk dalam DPT. Dari analisa, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, hal itu disebabkan karena mereka memang tidak terdaftar. Mereka terdaftar tapi tidak tahu, dan mereka terdaftar dan tahu tapi alamat domisili yang berubah. “Ini yang banyak terjadi sehingga mereka yang seharusnya sudah tercatat DPT, namun akhirnya masuk ke dalam DPK,” katanya. Untuk mengetahui nama pemilih yang masuk dalam DPK dan dimutakhirkan sebagai data berkelanjutan menjadi DPT, kata Arsa Jaya, nantinya KPU akan membuka langsung kotak suara Pemilu 2019 guna mengambil formulir model A DPK yang memuat nama-nama pemilih khusus. “Pembukaan kotak suara akan dilakukan setelah usai sidang sengketa pemilu di MK,” katanya. (kmb16)

Mahasiswi Pembuang Bayi Ditangkap Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Selatan (Densel) berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bayi di kolam utara Pertokoan Grand Sudirman di Jalan Sudirman, Panjer, Densel, Minggu (21/7) lalu. Pelakunya seorang mahasiswi, Simprosa D. (20) asal NTT. Tersangka Simprosa dibekuk di tempat tinggalnya di Jalan Tukad Gerinding Gang Badik, Denpasar, Senin (22/7) lalu. “Memang benar kasus tersebut sudah terungkap. Hari Senin (29/7) kami rilis kasus tersebut,” kata Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya, Jumat (26/7) kemarin. Berdasarkan informasi di lapangan, pengungkapan kasus ini berawal pada Minggu (21/7) lalu, Ricky Adi Saputra (24) saat hendak memancing di TKP, pukul 16.30 Wita. Ricky

tiba di TKP bersama Riga Apriliawan (22). Saat itu tercium bau busuk di sekitar tempat mereka memancing, tepatnya di kolam sebelah selatan. Setelah dicari sumber bau busuk tersebut, ternyata dilihat mayat bayi mengambang di tepi kolam. Ricky dan Riga langsung memberi tahu warga di sekitar TKP. Selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian. Beberapa menit kemudian, anggota Polsek Densel dan Polresta Denpasar tiba di lokasi kejadian. Polisi langsung melakukan olah TKP. Saat ditemukan, mayat bayi laki-laki itu posisi mengambang dalam kondisi tertelungkup dengan kepala menghadap ke timur. Tubuh membiru dan ada luka membusuk di punggung. Masih ada tali pusarnya dan dalam keadaan telanjang bulat. Berdasarkan laporan terse-

but, Tim Opsnal Polsek Densel dipimpin Panit 2 Iptu Nyoman Laba melakukan penyelidikan. Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi sekitar sana, petugas dapat informasi bahwa ada mahasiswi yakni Simprosa yang kondisinya mencurigakan. Pasalnya, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Bali tersebut seperti hamil. Selanjutnya polisi mendatangi tempat tinggal pelaku di Jalan Tukad Gerinding Gang Badik, Densel. Saat diinterogasi, pelaku langsung mengakui perbuatannya telah membuang mayat bayi itu di TKP. Polisi langsung mengamankan pelaku dan dibawa ke Mapolsek Densel. “Pelaku mengakui perbuatannya telah membuang bayi atau orok yang merupakan anaknya seorang diri. Keterangan pelaku masih didalami penyidik,” kata sumber. (kmb36)

FM 96,5

Topik : Petani Masih Enggan Ikut Asuransi Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5

web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Denpasar (Bali Post) Melindungi petani dari kerugian gagal panen akibat bencana ataupun serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OTP) selama musim tanam, pemerintah pusat menggulirkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program ini berupa subsidi pembayaran premi asuransi sebesar 80 persen. Untuk Bali, AUTP dijatahkan seluas 15.000 hektar. Sayangnya berdasarkan data terakhir, serapan program AUTP ternyata masih jauh dari target atau hanya sekitar 920,68 hektar. Masih jauhnya pencapaian target ini karena mayoritas petani masih enggan mengikuti AUTP dengan alasan tidak pernah merasa gagal panen hingga 75 persen per petak alami sesuai syarat klaim AUTP. Dikonfirmasi Jumat (26/7) kemarin, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Made Arinata mengatakan, capaian ini bukanlah angka akhir karena musim tanam AprilSeptember masih berjalan dan Oktober-Maret belum dihitung. Adapun jatah 15.000 hektar ini terbanyak dialokasikan ke Kabupaten Tabanan seluas 10.000 hektar, Kabupaten Badung seluas 3.500 hektar, Buleleng dan Denpasar masing-masing seluas 400 hektar, serta Gianyar dan Jembrana masing-masing seluas 200 hektar. Sementara Bangli, Klungkung dan Karangasem masing-masing 100 hektar. Untuk mencapai target

di tahun 2019, selain terusmenerus melakukan sosialisasi ke petani, beberapa kabupaten seperti Badung dan Tabanan juga sudah menyiapkan dana untuk menanggung sisa premi asuransi yang harusnya ditanggung oleh petani. Diharapkan dengan adanya bantuan pembayaran premi dari pemerintah kabupaten ini, luasan AUTP yang ditargetkan bisa tercapai. Menurut Arinata, ada beberapa hal yang menyebabkan petani masih enggan mengikuti AUTP. Salah satunya karena kebanyakan belum merasakan kerugian akibat gagal panen. Di sisi lain, kerusakan per petak alami yang ditanggung oleh AUTP adalah 75 persen. ‘’Selama ini kebanyakan petani

di Bali mengaku tidak pernah merasakan kerusakan sampai 75 persen. Ini yang menyebabkan petani enggan mengikuti program ini. Tetapi jika petani sudah mengalami gagal panen dan merasakan manfaat AUTP, mereka biasanya memperpanjang AUTP tahun berikutnya dan membayar premi 20 persen secara swadaya,’’ ujarnya. Selain itu, kata Arinata, premi yang harus dibayarkan adalah untuk per hektar lahan sawah. Sementara petani di Bali tidak ada yang memiliki lahan hingga luasan hektar. Rata-rata puluhan are saja. Karenanya untuk bisa mengikuti AUTP harus ada koordinasi yang baik dengan subak. Terutama dalam hal pendataan kepemilikan lahan sampai penghitungan pembayaran premi yang harus ditanggung tiap-tiap petani sesuai dengan luasan lahan yang dimilikinya. Inilah yang perlu didorong sehingga bisa meningkatkan luasan lahan sawah tertanggung AUTP. “Tahun ini pendaftarannya sudah lebih mudah karena online atau menggunakan aplikasi. Yang rumit cuma saat pengumpulan data di tingkat bawah. Inilah yang perlu didorong dan dibimbing,” ujarnya. Arinata menjelaskan, premi

AUTP sebesar Rp 180.000 per hektar. Premi ini 80 persennya ditanggung oleh pemerintah pusat atau sebesar Rp 144.000. Sementara sisanya Rp 36.000 ditanggung oleh petani. Beberapa Kabupaten seperti Tabanan dan Badung sudah mengalokasikan anggaran untuk membayar premi sebesar Rp 36.000 ini. ‘’Jika sudah berjalan, maka target AUTP untuk Tabanan sebesar 10.000 dan Badung seluas 3.500 hektar bisa tercapai setidaknya pada masa tanam Oktober-Maret mendatang,’’ ujarnya. Kelebihan mengikuti AUTP ini adalah petani mendapatkan perlindungan jika terjadi gagal panen baik karena bencana ataupun karena serangan OPT. Adapun nilai pertanggungan jika terjadi gagal panen adalah Rp 6 juta per hektar. Sepanjang tahun 2019, klaim AUTP sudah mencapai Rp 47.760.000 yang diberikan ke Subak Dalem Pesagi, Penebel, Tabanan seluas delapan hektar karena mengalami gagal panen akibat serangan tikus. (kmb24) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Penutupan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar

Seluruh Fraksi Setujui Empat Ranperda Ditetapkan Menjadi Perda SELURUH Fraksi DPRD Kota Denpasar menyetujui pengesahan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda). Keempat Ranperda tersebut terdiri atas Ranperda tentang Izin Usaha Jasa Konstruksi, Ranperda tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Rancangan Pioritas Anggaran Sementara TA 2020, serta Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Rancangan Prioritas Angaran Sementara Perubahan TA 2019. Hal tersebut terungkap saat penutupan Sidang Paripurna ke-13 Masa Persidangan II Tahun 2019 yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede di Gedung DPRD Kota Denpasar, Jumat (26/7) kemarin. Sidang yang mengagendakan pandangan umum fraksi ini dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Forkompinda Kota Denpasar, serta OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Sidang diawali dengan penyampaian pemandangan umum akhir fraksi yang diawali Fraksi Partai Demokrat yang dibacakan A.A. Susruta Ngurah Putra. Dimana, Fraksi Partai Demokrat secara umum dapat menerima dan menyetujui keempat Ranperda tersebut. Hal ini mengingat keberadaannya sangat penting untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan, utamanya dalam penyelenggaraan jasa konstruksi dan pembentukan produk hukum daerah. Sebagai pembicara kedua, Fraksi Partai Gerindra dalam pemandangan umum akhir

SIDANG - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat pelaksanaan Sidang Paripurna ke-13 Masa Persidangan II Tahun 2019 di Gedung DPRD Kota Denpasar, Jumat (26/7) kemarin. yang dibacakan M. Nuh Fatah pan ini mampu memberikan juga menerima dan menyetujui dukungan terhadap penetapan penetapan keempat Ranperda skala prioritas pembangunan, tersebut menjadi Perda. Di- pertumbuhan ekonomi, inovasi, harapkan dari penetapan terse- serta kegiatan yang mampu but dapat memberikan acuan memberikan dukungan terhakhususnya dalam penyeleng- dap kesejahteraan rakyat. garaan Jasa Konstruksi dan Sebagai pembicara terakhir, Pembentukan Produk Hukum Fraksi PDI-P yang dibacakan I Daerah. Wayan Suadi Putra menyamFraksi Partai Hanura dalam paikan hal yang senada dengan pandangan akhir fraksi yang empat fraksi lainnya yang dibacakan I.B. Ketut Kiana menyetujui keempat Ranperda juga menerima dan menyetujui yang diusulkan Pemerintah usulan keempat Ranperda oleh Kota Denpasar. “Fraksi PDI-P eksekutif. Secara umum hal DPRD Kota Denpasar berini guna memberikan acuan pandangan bahwa komposisi yang jelas serta mendukung Belanja Langsung dan Belanja pelaksanaan program prioritas Tidak Langsung yang tertuang untuk mendukung kesejahter- dalam KUA PPAS Perubahan aan rakyat melalui penyusunan TA 2019 dan Induk TA 2020 Rancangan Plafon Prioritas telah ideal, serta penetapan Anggaran. Perda Izin Usaha Jasa KonHal senada juga disampai- struksi dan Perda Pembentukan Fraksi Partai Golkar lewat kan Produk Hukum Daerah juru bicaranya yang kali ini dipandang sangat penting sedibacakan Putu Metta Dewinta bagai acuan dalam penyelengWandi, juga sependapat untuk garaan jasa konstruksi dan menerima dan menyetujui perancangan produk hukum keempat Ranperda tersebut. daerah,” paparnya. Sehingga diharapkan penetaDalam kesempatan yang

sama, seluruh Fraksi DPRD Kota Denpasar kompak memberikan apresiasi terhadap capaian dan prestasi yang berhasil ditorehkan Pemerintah Kota Denpasar. Seperti halnya dua inovasi Denpasar yakni Damakasmas dan Senyum Melia di Tubin berhasil menjadi Top 99 Inovasi Nasional, Penghargaan Kota Layak Anak, serta keberhasilan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra meraih Penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota dewan atas kesungguhan dan kerjasamanya hingga saat ini. Kerja sama yang didukung dengan koordinasi dan komunikasi yang sudah terbangun ini dapat mewujudkan suasana kondusif untuk mewujudkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk bahu-membahu dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar. Sehingga dapat terus berinovasi dalam memberikan pelayanan maksimal menuju kesejahteraan rakyat. Jaya Negara menambahkan, mengingat dalam keputusan dewan serta pendapat akhir fraksi masih ada catatan, komentar, usul atau saran yang konstruktif, maka hal tersebut akan dikaji dan ditindaklanjuti sesuai urgensi dan aspek kemanfaatannya. “Akan kami tindaklanjuti serta akan dijadikan bahan acuan dalam penyusunan program kerja APBD berikutnya,” katanya. (ad846)


Sabtu Pon, 27 Juli 2019

BADUNG

3

KPU Buka Kotak Suara DPK

KOTAK SUARA - KPU Badung membuka kotak suara DPK disaksikan oleh Bawaslu, kepolisian dan pemerintah daerah.

Bali Post/ist

Mangupura (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung membuka kotak suara hasil Pemilu 2019, dari Daftar Pemilih Khusus (DPK). Pembukaan kotak suara disaksikan oleh Bawaslu, kepolisian, pemerintah daerah dan instansi terkait. Ketua KPU Badung Wayan Semara Cipta mengatakan, pembukaan kotak pemilu itu guna memperoleh data yang akan dimanfaatkan dalam rangka penyusunan daftar pemilih untuk pilkada bagi kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada pada 2020. ‘’Ini semua data-data akan digunakan bahan awal data pemilih pelaksanaan pilkada. Sesuai surat KPU-RI nomor 942, ini merupakan awal dalam penyusunan daftar pemilih berkelanjutan untuk pilkada 2020,’’ ujar Semara Cipta, Jumat (26/7) kemarin. Menurutnya, data yang dipilih adalah DPK, yakni pemilihpemilih yang pada pemilu 2019 memilih dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). ‘’Setelah didata, mereka akan menjadi pemilih DPT pada pilkada mendatang. Jadi intinya kita melihat data pemilih-pemilih yang tercecer pada waktu pemilu 2019,’’ katanya. Diterangkannya, data yang diperoleh selanjutnya akan dilaporkan ke Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung untuk dilakukan pengecekan data ulang, sehingga akan terlihat hak suaranya pada pilkada nanti. ‘’Data kita cek lagi, karena kadang Nomor Induk Kependudukan ada, tapi tidak ada nomor Kepala Keluarganya (KK). Sehingga kita cari nomor KK-nya,’’ sebutnya. Selain itu, pihaknya juga melihat status pemilih, seperti, apakah masih punya hak memilih di Badung atau telah menikah ke luar serta telah cerai. ‘’Mungkin saja kemarin dia memilih di Badung, tapi sekarang dia sudah kawin, itu kan perlu di data,’’ ujarnya. Pelaksanaan pemutakhiran data, kata Semara Cipta ditargetkan selesai 2 Agustus mendatang. ‘’Awal Agustus minimal kita sudah melaporkan data, karena data pemilih harus terus di-update. Jadi, inilah tugas KPU, update data pemilih yang berkelanjutan,’’ jelasnya. Disebutkan, sebanyak 170 kabupaten/kota di Indonesia akan melaksanakan pilkada 2020. Untuk itu, KPU wajib melakukan pemutahiran data pemilih. ‘’Kami berharap pada pilkada di Kabupaten Badung nanti tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar,’’ tegasnya. (kmb27)

Program Beasiswa ke Luar Negeri Dipangkas Mangupura (Bali Post) -

Program Pemkab Badung dipangkas satu per satu. Kali ini program bidang pendidikan, yakni pemberian beasiswa ke luar negeri kena imbas rasionalisasi anggaran. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika saat dikonfirmasi Jumat (26/7) kemarin, tak menampik perihal tersebut. Dia berdalih masih fokus pada 20 mahasiswa S1 penerima beasiswa yang telah diberangkatkan tahun 2018. ‘’Saat ini Pemkab Badung fokus terhadap program prioritas dulu. Namun bukan berarti pendidikan tidak penting. Pendidikan penting, tapi karena keterbatasan anggaran juga maka program prioritas lainnya didahulukan,’’ ungkapnya. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengatakan, program beasiswa akan di-

jalankan kembali pada 2020 jika kondisi anggaran kembali pulih. Karena itu, pihaknya memilih fokus untuk membiayai 20 mahasiswa S-1 yang telah diberangkatkan tahun 2018. ‘’Kami buka beasiswa ke luar negeri khusus S-2 dan S-3, jadi semoga di 2020 bisa, setelah kondisi keuangan normal. Sekarang kami fokus biaya pendidikan 20 orang

itu dulu. Mereka juga butuh biaya,’’ tegasnya. Untuk diketahui, program beasiswa kembali dibuka tahun ini. Hanya saja beasiswa tidak untuk mahasiswa S-1 seperti tahun sebelumnya, melainkan mahasiswa S-2 dan S-3. Namun akibat keterbatasan anggaran, program beasiswa ke luar negeri untuk tahun ini ditiadakan. Padahal

2018 Pemkab Badung telah memberangkatkan 20 mahasiswa S-1 kuliah ke luar negeri. Biaya sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Badung. Per orang diberikan tanggungan maksimal sebesar Rp 500 juta per tahun. Sedangkan pada program beasiswa ke luar negeri khusus S-2 dan S-3 yang sedianya dilakukan tahun ini, akan diberikan kepada lima orang saja. Nah, bagi peserta yang terpilih,seluruh biaya selama menempuh pendidikan bakal ditanggung oleh Pemkab Badung. Per orang dianggarkan Rp 1,1 miliar per tahun. (kmb27)

Bali Post/edi

PERTEMUAN - PDAM Tirta Mangutama melakukan pertemuan dengan ITDC beberapa waktu lalu untuk membahas pasokan air.

Pengelola Hotel Diharapkan Manfaatkan Air PDAM

Bali Post/ist

TENGGELAM - Warga Jordania yang tenggelam saat berenang di Pantai Double Six akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Jumat (27/7) kemarin.

Tenggelam di Pantai Double Six Warga Jordania Tewas Mangupura (Bali Post) Warga negara Jordania, Mahmoud Mohammad Milhem (28) yang tenggelam di Pantai Double Six, akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas. Mayatnya ditemukan Tim SAR gabungan kurang lebih satu kilometer arah utara dari Last Know Position (LKP) pada Jumat (26/7) kemarin, pukul 15.20 Wita. Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) I Made Junetra menuturkan, sebelum ditemukan, seorang personel Balawista hendak mengajar surfing. Ketika mengayuh papan surfing-nya, personel Balawista ini menemukan jenazah mengapung. ‘’Sebelum penemuan kebetulan tim kami baru saja berkoordinasi dengan Bala-

wista di Pantai Kudeta. Secara kebetulan ia melihat jenazah terapung. Posisinya sekitar 50 meter dari bibir pantai,’’ jelasnya. Setelah mengetahui hal itu, Tim SAR segera membantu proses evakuasi dan memasukkan mayat ke dalam kantung jenasah untuk diangkut ambulan Balawista Badung. ‘’Ketika ditemukan korban sudah dalam kondisi tak mengenakan pakaian. Selanjutnya jenasah dibawa ke RSUP Sanglah,’’ bebernya. Sebelumnya, Jordania Mahmoud Mohammad Milhem hilang saat berenang pada Kamis (25/7) lalu, di Pantai Double Six. Mahmoud ketika itu berenang bersama istrinya, sekitar pukul 15.00 wita. Ia hilang di koordinat 8°41’46.71”S - 115° 9’32.20”E. Untuk mencari keberadaan

Mahmoud, Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian. Menurut Made Junetra, pihaknya menerima informasi 2 jam setelah kejadian dari Polair Kuta. Informasi itu langsung direspons dengan mengerahkan lima personel. Malam harinya, dilakukan penambahan personel dengan dilengkapi alut SAR berupa rubber boat. Namun pencarian tersebut belum membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan Jumat (26/7) kemarin, dengan menurunkan lebih dari 24 personel dari Basarnas Bali. Di hari kedua operasi SAR, pihaknya berusaha all out, semaksimal mungkin mengerahkan personel dan alut SAR. ‘’Sudah dari sekitar pukul 06.00 Wita penyisiran di perairan Pantai Double Six dilakukan dan tadi (kemarin-

red) pukul 08.10 Wita menyusul pencarian melalui udara dengan heli selama satu jam,’’ jelasnya. Sebanyak empat crew heli BO 105 terlibat dalam proses pencarian. Pencarian ini juga dibantu potensi SAR dari Balawista sebanyak enam orang, Polair Polda Bali sebanyak enam orang, SAR Samapta Polda Bali empat orang, SAR MTA tiga orang, SAR Radio 115 sebanyak dua orang. Diakuinya, karakteristik ombak di seputar Pantai Kuta cukup berisiko. Sudah sering ada kejadian orang tenggelam di kawasan tersebut. Untuk itu, pihaknya mengimbau wisatawan untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap kondisi ombak. Pihaknya berharap WNA tersebut dapat segera ditemukan. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Pariwisata di kawasan Badung Selatan yang terus berkembang. Otomatis kebutuhan air bersih meningkat. Namun akibat pasokan air PDAM yang belum maksimal, sejumlah pihak memilih menggunakan air bawah tanah (ABT). Penggunaan ABT untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri di Badung selatan pun terus mengalami peningkatan. Penggunaan ABT yang terus meningkat dikhawatirkan mempercepat intrusi. Dirtek PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung I Wayan Suyasa S.Sos. mengatakan, untuk mengurangi penggunaan ABT, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan. Hal ini mengingat kewenangan ABT berada di tingkat provinsi.

Untuk itu, pihaknya selaku penyedia air bersih hanya bisa berharap pengelola hotel di Badung selatan terutama di kawasan ITDC agar tetap memprioritaskan pengunaan air bersih dari PDAM. Meski demikian, pihaknya juga akan terus meningkatkan pelayanan terutama pelayanan kepada masyarakat. ‘’Dalam hal ini kita berusaha agar ada pengurangan terhadap penggunaan air bawah tahan. Karena penggunaan air bawah tanah itu sangat berpotensi pada intrusi air laut,’’ ujar Suyasa. Terkait penyediaan air bersih, PDAM Tirta Mangutama selalu berbenah. Berbagai upaya dilakukan. Seperti belum lama ini, PDAM melakukan pertemuan dengan ITDC untuk membahas kerja sama penyediaan air bersih di kawasan pariwi-

sata tersebut. Suyasa menyebutkan, pembahasan belum tuntas karena masih mencari format kerja sama. ‘’Kita sudah beberapa kali melakukan diskusi dengan ITDC tentang apa yang menjadi tujuan pokok dari kerja sama nanti. Ya intinya adalah bagaimana pelayanan air minum kita kepada masyarakat bisa lebih maksimal,’’ tegasnya. Diakuinya, dalam kerja sama harus ada payung hukum. Dengan siapapun, jika perusahaan daerah bekerja sama, harus ada payung hukum berupa perda. Inilah yang sedang dibahas di dewan. Setelah itu selesai, maka akan dilanjutkan dengan Peraturan Bupati yang kemudian dilanjutkan dengan peraturan direksi PDAM tentang kerja sama. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Satpol PP Kuta Selatan, Jumat (27/7) kemarin menertibkan sejumlah pedagang asongan dan pedagang berpayung karena berjualan di badan jalan dan trotoar. Para pedagang tersebut melanggar Perda No. 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Menurut Danru Satpol PP Badung Pos Kutsel Wayan Suharyana, keberadaan para pedagang ini dikeluhkan karena berjualan di jalur yang padat yaitu depan McD Jimbaran. Karena itu, begitu mendapatkan instruksi

dari Kabid Tibun Tranmas, pihaknya langsung mengamankan para pedagang tersebut. Saat diminta keterangan, para pedagang bendera ini mengaku berasal dari Lombok dan tinggal di Tabanan. Mereka langsung diberikan pembinaan karena masuk kategori melanggar ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. ‘’Mereka berjanji tidak lagi jualan di wilayah Kuta Selatan. Karena masih tahap pembinaan, kami berikan mereka pemahaman. Namun kalau kembali melanggar

akan kami tindak tegas,’’ ujarnya. Selain menertibkan pedagang keliling, pihaknya juga menertibkan pedagang berpayung yang sempat berjajar di sepanjang Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran hingga Nusa Dua. Para pedagang ini dikeluhkan oleh tokoh masyarakat setempat karena membuat jalan protokol terkesan kumuh. ‘’Begitu dikeluhkan, langsung kami tertibkan,’’ ujarnya sembari mengungkapkan, ada 5 pedagang berpayung yang sempat diberikan pembinaan. (kmb23)

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Panitia Kongres V PDI-P Bertemu Kapolda Denpasar (Bali Post) Terkait Kongres V PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Panitia Kongres dipimpin Wayan Koster

berkunjung ke Mapolda Bali dan diterima Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Jumat (26/7) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, panitia kon-

gres minta bantuan pengamanan. Pasalnya kongres tersebut dihadiri sekitar 5.000 hingga 10.000 ribu simapatisan PDI Perjuangan.

Bali Post/ist

PANITIA - Panitia Kongres V PDI Perjuangan dipimpin Wayan Koster saat sesi foto bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose.

Dukung ’’Green Lifestyle’’

Astra dan Gojek Uji Coba Penggunaan Motor Listrik di Indonesia ASTRA dan Gojek kembali berkolaborasi menginisiasi pilot project penggunaan motor listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia melalui aplikasi Gojek, khususnya layanan GoRide guna mendorong gaya hidup ramah lingkungan (green lifestyle). Inisiatif dari dua perusahaan nasional ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas motor EV sebagai alternatif layanan transportasi berbasis aplikasi, yang mana hasilnya diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian dan pengembangan EV tahap berikutnya. Direktur Astra Paulus Bambang Widjanarko mengatakan, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari kerja sama antara dua perusahaan nasional yakni Astra dan Gojek. Inisiatif ini sejalan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra di bidang lingkungan, yakni ‘’Astra untuk Indonesia Hijau’’ dan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. Chief Operations Officers Gojek Hans Patuwo menambahkan, melalui kombinasi pengalaman di bidang otomotif dan kepemimpinan di bidang teknologi, Astra dan Gojek senantiasa berupaya yang terbaik dalam menghadirkan berbagai inovasi untuk Indonesia. Dalam uji coba yang dilakukan di Jakarta, mitra driver Gojek terpilih akan melayani pelang-

gan dengan menggunakan Honda PCX Electric yang disediakan oleh Astra. Hasil dari uji coba yang mengintegrasikan Honda PCX Electric ke dalam ekosistem Gojek, baik pengalaman mitra driver maupun penumpang, kata Hans, akan menjadi masukan untuk menjajaki kemungkinan pengembangan kerja sama ke skala yang lebih luas. Uji coba penggunaan motor listrik ini mendukung ketersediaan transportasi ramah lingkungan bagi masyarakat,

KEIKUTSERTAAN Daihatsu di pameran GIIAS 2019 yang berlokasi di Hall 2A International Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, tentu bukan sekadar ajang memperkenalkan mobil-mobil anyar dan terbaik. Perhelatan internasional tahunan ini juga memberikan kesempatan Daihatsu untuk mengedukasi dan meningkatkan awareness terkait program layanan after-sales terbaik, termasuk informasi fasilitas bengkel yang lengkap dan nyaman serta cakupan jaringan layanan di seluruh Indonesia. Untuk itu, di GIIAS 2019, Daihatsu kini kembali menyiapkan after-sales booth yang menyediakan informasi seputar layanan after-

sales Daihatsu yang dihias dengan konsep booth youth & fun ambience. Untuk menambah suasana ceria, booth ini juga menawarkan aktivitas kekinian berupa Trick Art Photo yang bisa dimanfaatkan pengunjung yang berjiwa milenial untuk selfie. Sebagai apresiasi bagi pengunjung Booth Daihatsu After-Sales Service di GIIAS 2019 ini, pelanggan akan mendapatkan voucher diskon serbaguna untuk perawatan berkala, salon mobil maupun servis AC sebesar 10–15 persen. Pengunjung dapat memanfaatkan benefit ini mulai 18–31 Juli 2019 di seluruh bengkel Astra Daihatsu di wilayah Jabodetabek. Voucher yang hanya bisa didapat

serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan melalui desain dan teknologi yang mutakhir. Selain itu, Honda PCX Electric yang diuji coba juga menghemat biaya operasional dan biaya pemeliharaan. Selain digunakan untuk uji coba lapangan di Jakarta, satu unit Honda PCX Electric beserta charging station-nya dipamerkan di Booth Gojek pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD pada 25-26 Juli 2019. (bns1)

KERJA SAMA - Para mitra driver siap menguji coba Honda PCX Electric hasil kerja sama Astra dan Gojek untuk mendukung green lifestyle.

Promo Asyik Layanan After-Sales Daihatsu di GIIAS 2019

di acara GIIAS 2019 ini juga dapat diberikan kepada teman atau kerabat yang memiliki mobil Daihatsu dan ingin mencoba program layanan after-sales yang ditawarkan Daihatsu. ‘’Beli mobil baru bukan hanya tentang harga, model, fitur atau kebutuhan berkendara sehari-harinya. Layanan after-sales terpercaya, teknisi andal, kualitas hasil kerja bengkel dan jaringan yang luas juga perlu menjadi perhatian dan bahan pertimbangan Sahabat Daihatsu dalam memilih kendaraan. Kami berharap program layanan after-sales ini dapat memberikan kenyamanan dalam memiliki mobil Daihatsu,’’ ucap Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor. (bns4)

Dalam kunjungan tersebut, Wayan Koster yang juga Gubernur Bali ini didampingi IGN Kesuma Kelakan, IGN Jaya Negara, Tjokorda Gede Agung dan I Wayan Kariarta. Mereka diterima di Lounge Andalan Polda Bali. Wayan Koster menyampaikan PDI Perjuangan akan mengadakan kongres V di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar mulai 8 hingga 11 Agustus 2019. Kongres ini akan dihadiri 2.000 peserta dari kepala dan wakil kepala daerah serta Fraksi PDI-P se-Indonesia. Mereka diperkirakan tiba di Bali pada 7 Agustus 2019 dan malam harinya akan diadakan malam budaya. Kongres V tersebut rencananya akan dibuka Presiden RI Ir. H. Jokowi Wododo pada 8 Agustus 2019. Kongres kali ini tidak seperti biasanya karena akan dirangkaikan dengan perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus 2019. Berkaitan dengan hal tersebut akan ada penyerahan hewan kurban di beberapa masjid di wilayah Denpasar. Kapolda Golose mengatakan pihaknya akan mendukung penuh kegiatan tersebut dan akan mengerahkan personel dari berbagai satuan kerja (satker). Mereka akan ditugaskan di sejumlah tempat untuk melaksanakan

pengamanan terbuka dan tertutup yang dikendalikan Biro Ops Polda Bali. Terkait Presiden Jokowi akan hadir membuka kongres V tersebut, Kapolda mengaku akan berkoordinasi dan bersinergi dalam pengamanannya dengan menggelar Operasi Waskita. Jajaran Direktorat Lalu Lintas diminta melakukan pengecekan dan pemantauan di sekitar lokasi kegiatan atau jalur yang akan dilalui para peserta kongres. Bila perlu lakukan rekayasa lalu lintas agar arus lalu lintas ke lokasi kegiatan tetap lancar. ‘’Akan ditempatkan Polwan Motoris Ditlantas Polda Bali pada titik-titik tertentu dan jika ada tamu VIP wanita akan dikawal polwan yang sudah terlatih,’’ ujarnya. Terkait akan hadirnya puluhan ribu simpatisan PDI Perjuangan yang datang ke Bali melalui pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Golose memerintahkan Wadir Lantas AKBP Djoni Widodo mengecek kedatangan mereka dan diberikan pengawalan sehingga mereka tiba di lokasi tepat waktu. ‘’Polda Bali akan melakukan pengamanan secara maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan kongres V berjalan aman dan lancar,’’ imbuh jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini. (kmb36)

World’s Best Awards 2019

Mulia Bali Raih Peringkat Pertama Hotel Resort Terbaik di Indonesia MAJALAH pariwisata bergengsi Travel + Leisure barubaru ini mengumumkan daftar pemenang World’s Best Awards 2019 dan menobatkan The Mulia di peringkat pertama sebagai Hotel Resort Terbaik di Indonesia, peringkat ketiga Hotel Resor Terbaik di Asia dan peringkat ketujuh dalam 100 Hotel Terbaik di Dunia. Setiap tahunnya, para pembaca Travel + Leisure memberikan penilaian untuk hotel, destinasi, penerbangan, pelayaran, spa dan perusahaan jasa travel terbaik dalam survei World’s Best Awards. Peringkat yang diberikan kepada semua hotel pemenang diperoleh dari penilaian para pembaca atas lima kategori yakni fasilitas, lokasi, pelayanan, makanan, serta pengalaman keseluruhan. The Mulia, Mulia Resort & Villas-Nusa Dua merasa terhormat menerima penghargaan bergengsi tersebut yang telah diberikan para tamu dan pembaca Travel + Leisure. Penghargaan ini membuktikan bahwa tim Mulia Bali berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan berkelas untuk penyediaan akomodasi, pengalaman kuliner dan program kebugaran. Mulia Bali menawarkan tiga jenis akomodasi mewah di tepi pantai dengan pemandangan Samudera Hindia menakjubkan yang menciptakan destinasi impian dengan fasilitas dan pelayanan yang terbaik. Dengan kamar suite mewah dan luas dengan lounge unik serta kolam renang tepi pantai, akomodasi mewah dari Mulia Bali melampaui ekpektasi dalam gaya, kenyamanan serta

pelayanan. Para tamu dapat menikmati ragam kuliner yang tersedia di Mulia Bali, termasuk di antaranya restoran tepi pantai, Soleil yang menawarkan hidangan khas Mediterania dan Pan-Asia, hidangan ala Jepang di Edogin atau ragam minuman koktail di Sky Bar. Mulia Bali juga menawarkan

beragam program kebugaran di Mulia Spa yang telah memenangkan beberapa penghargaan internasional dengan 20 ruang perawatan, fitur Ice Room pertama di Asia Pasifik serta menu-menu perawatan holistic lainnya yang dirancang khusus untuk melepaskan lelah para tamu dalam suasana ketenangan di surga Oasis. (bns2)

Titiek Puspa Berkunjung ke Devdan Show SIAPA yang tidak kenal dengan Titiek Puspa, artis senior yang sering disapa Eyang ini masih produktif dan eksis di dunia hiburan Tanah Air. Pada 8 Juli 2019, Titiek Puspa berkunjung ke Bali Nusa Dua Theatre untuk menonton Devdan Show bersama keluarga. Liburan kali ini, Titiek Puspa dan keluarga memilih Devdan Show sebagai salah satu destinasinya, pertunjukan yang

menceritakan tarian budaya Indonesia dari bagian paling timur hingga barat Indonesia. Titiek Puspa ikut menari tarian budaya Indonesia (Kalimantan) yang merupakan salah satu tarian yang melibatkan interaksi tamu di dalamnya. Titiek Puspa dan keluarga membeli tiket VIP. Di mana salah satu keuntungan dari pembelian tiket VIP ini memiliki kesempatan untuk berfoto dengan para

DAIHATSU - Salah satu area Trick Art Photo di Booth Daihatsu GIIAS 2019 dengan suasana bengkel Daihatsu cocok untuk foto seru-seruan bareng.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

penari Devdan Show di atas panggung. Di sela-sela waktu berfoto tersebut beliau juga sempat berbincang-bincang dengan para penari dan crew Devdan. Budaya merupakan warisan nenek moyang yang tidak boleh ditinggalkan dan harus dijaga walaupun zaman selalu berubah. ‘’Cintai dan laksanakan seni budaya indonesia yang sangat indah dan agung ini selama-lamanya,’’ ungkap Titiek Puspa. (bns3)


DAERAH

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

5

Merajut Persatuan Indonesia

PEMILIHAN Presiden dan Wakil Presiden RI telah usai. Pihak pemenang sudah ditentukan. Oleh karenanya guna merajut persatuan Indonesia untuk membangun negeri ini adalah tugas seluruh masyarakat Indonesia. Kajati Bali Idianto, S.H., M.H. di puncak HUT Adyaksa pada 22 Juli 2019 lalu, mengajak semua lapisan masyarakat di Bali untuk tidak lagi tersekatsekat. Pasca-pilpres hendaknya masyarakat kompak membangun bangsa ini, sehingga tema yang diambil dalam HUT ke-59 Adyaksa kali ini dinilai sangat pas yakni ‘’Tingkatkan Pengabdian Demi Kemajuan, Keungulan dan Keutuhan Negeri’’. ‘’Tema ini sangat cocok dengan kondisi negeri saat ini. Baru saja kita selesai pilpres. Ada masyarakat berhadap-hadapan, ada perbedaan pendapat di masyarakat. Itu sudah berakhir dan pemenangnya sudah

ditetapkan,’’ tandas Idianto. Selaku pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, sekaligus perwakilan tangan dari Kejakasaan Agung, pihaknya mengajak masyarakat Bali saat ini kompak membangun negeri ini. Saat disinggung lebih spesifik soal Hari Bhakti Adyaksa, Kajati Idianto menjelaskan, peringatan itu rutin dilakuan setiap tahun. ‘’Setiap tahun juga kita introspeksi diri. Kita evaluasi. Seperti apa kemajuan yang telah dilakukan selama setahun. Dari evaluasi itu, pimpinan memberikan petunjuk pada kita di daerah, supaya kita sejalan dengan kebijakan di pusat,’’ tandas Idianto. Ditambahkan, bukan hanya soal penegakan hukum, namun bagaimana hukum itu bisa tegak dan benar sehingga ada kepastian hukum. Ada juga keadilan dan manfaat dari penegakan hukum itu sendiri. (asa)

BALAI - Beberapa buruh mengerjakan proyek Balai Budaya Kota Denpasar di Lumintang, Denpasar, Jumat (26/7) kemarin.

Bali Post/eka

Sarjana Teknik Divonis Sepuluh Bulan

Denpasar (Bali Post) -

Dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan tanpa hak atau melawan hukum menggunakan narkotika golongan I, Sendy Sujono (32) asal Desa Wadungsari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, belum lama ini dihukum selama 10 bulan. Majelis hakim pimpinan Kony Hartanto menyatakan terdakwa yang bergelar Sarjana Teknik (ST) tersebut terbukti bersalah sesuai Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Ni Luh Ari Suparmi yang sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum satu tahun dan enam bulan penjara. Sendy duduk sebagai pesakitan di PN Denpasar setelah ditang-

kap aparat dari Satnarkoba Polresta Denpasar. Dia ditangkap di kediamannya di Homestay 222 Kamar No. 109, Jalan Mahendradata, Padang Sambian Kelod, Denpasar, Kamis (21/2) lalu. Atas putusan ini, Sendy bersama penasihat

hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima. Sementara jaksa Ari Suparmi masih belum bersikap apakah menerima atau banding. Disebutkan dalam dakwaan JPU, penangkapan ter-

hadap Sendy berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, saksi I Ketut Sumardika dan I Putu Agus Saputra selaku anggota Satnarkoba Polresta Denpasar langsung melakukan penangkapan yang disertai dengan pengeledahan di kediaman terdakwa. Pada saat itu, petugas menemukan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi kristak bening, 1 bandel plastik klip, 1 buah bong, dan 1 buah pipa kaca. Setelah itu terdakwa bersama barang

bukti diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. ‘’Bahwa setelah dilakukan penimbangan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi kristal bening mengandung sabu dengan berat bersih 0,17 gram,’’ kata jaksa Ari Suparmi. Lebih lanjut, terdakwa mendapat barang haram itu dari Jonathan Albert (terdakwa dalam berkas terpisah) dengan cara membeli seharga Rp 750.000. Dia mengonsumsi sabu sejak Agustus 2017 dengan alasan menjaga stamina. (kmb37)

Warung Global

Idianto, S.H., M.H.

Bali Post/asa

Ditabrak Panther Pejalan Kaki Tewas Denpasar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berujung maut terjadi di Jalan Gatot Subroto Timur, tepatnya depan Rumah Makan Sari, Tohpati, Denpasar Timur (Dentim), Jumat (26/7) kemarin. Seorang pejalan kaki berinisial TRM (48) meregang nyawa setelah ditabrak mobil. Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo menyampaikan yang terlibat dalam lakalantas tersebut mobil Isuzu Panther dikemudikan ANS (43) berstatus PNS beralamat di Jalan Gunung Agung Gang Mertayasa IV, Denpasar. ‘’Kejadiannya pukul 05.20 Wita,’’ tegasnya. Kronologinya, mobil yang dikemudikan ANS melaju dari utara ke selatan. Kondisi jalan lurus, dua arah serta tidak berlubang dan licin. Sedangkan cuaca tempat kejadian cukup cerah. Pada saat bersamaan korban menyeberang jalan dari timur. Tubuh korban langsung ditabrak. ‘’Kepala korban pecah dan meninggal dunia di TKP. Sedangkan mobil tersebut mengalami kerusakan bagian kanan depan. Jasad korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans

BPBD Denpasar,’’ ucapnya. Kasatlantas mengatakan barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Denpasar. Selain itu, polisi juga memeriksa saksi-saksi terkait kejadian tersebut. (kmb36)

Pemerintah Harus Tegas Jalankan Aturan SAPI Bali terkenal unggul daripada sapi lokal lainnya. Menurut pakar, daging sapi Bali mempunyai beberapa kelebihan yang tak banyak orang ketahui saat ini. Di antara keunggulannya itu adalah kandungan proteinnya jauh lebih tinggi, lemak di dalam serat daging relatif rendah, serat dagingnya lebih lembut dan nilai persentase karkasnya sangat tinggi serta aroma cita rasa sangat familiar dengan bangsa ini. Selain itu, dalam hal daya simpan, daging sapi Bali tahan lebih lama dibandingkan dengan daging sapi bangsa persilangan. Di tengah permintaan sapi Bali yang kian meningkat jelang perayaan Idul Adha mendatang, aksi penyulundupan sangat marak. Tentu saja hal ini sangat merugikan peternak sapi Bali dan pemerintah Bali, dari segi pemasukan pajak. Berikut ini rangkuman opini Kawan Global dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global FM Bali menanggapi penyelundupan sapi Bali yang kian marak.

Sapi Bali memiliki kualitas yang paling baik ketimbang sapi lokal lainnya. Untuk itu, warga Bali harus berbangga. Tetapi begitu mudahnya dijiplak, apalagi sampai diselundupkan. Budiada di Tabanan hanya berharap ketegasan pemerintah menjalankan aturan yang ada. Kalau seperti ini, penyelundupan tak bisa dihentikan dan peternak kita menderita kerugian. Pendapatan daerah akan menurun karena penyelundupan lolos dari pajak. Selundup-menyelundup itu

hal biasa. Demikian pendapat Suardana di Tabanan. Ia juga menyarankan aparat berwenang harus tegas. Yang sudah tertangkap kenakan sanksi tegas sesuai aturan. Yuli di Tabanan melihat bahwa tingkat perhatian dan instrumen kebijakan pemerintah yang masih kurang gereget terhadap masa depan sapi asli Indonesia. Sapi Bali lebih unggul dari sapi lainnya. Saya harap pengelola hotel dan restoran di Bali diwajibkan menggunakan daging sapi Bali. (shika)


OPINI

6

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Menjadi Oposan Konstruktif

JUDUL di atas kira-kira kedengaran idealis. Banyak praktik di negara-negara, terutama yang menganut sistem parlementer, kaum oposan dipandang sebagai kelompok yang suka ambisius untuk memperoleh kekuasaan. Mereka terlalu menjalankan akal politiknya dibanding dengan akal negarawan. Kenyataan itu memang ada benarnya. Namun tidak semuanya seperti itu. Oposisi merupakan sebuah kepentingan yang berfungsi sebagai penyeimbang dalam menjalankan pemerintahan. Karena memang mempunyai fungsi yang positif, ia harus ada dan sengaja diciptakan. Bahwa konsep oposisi itu dimunculkan secara populer, itu disebabkan oleh dua hal. Yang pertama karena segala pernyataan dan kebijakannya bertentangan dari pemerintah, dan kedua, karena dengan sikap itu pemerintah menjadi sadar dan memperbaiki kinerjanya. Di Bali, ada konsep rwa-bineda. Secara positif ini artinya adalah penyeimbangan. Maka, menjadi oposisi yang konstruktif merupakan jalan untuk mencapai keseimbangan tersebut. Jadi, tidak perlu ragu menjadi kaum oposan sepanjang ia mempunyai upaya untuk memperbaiki jalannya sistem kenegaraan. Tetapi, jika oposisi hanya untuk mengacaukan jalannya pemerintahan, kemudian mengacaukan jalannya negara, kelompok ini memang harus diwaspadai. Kita di Indonesia sekarang masih sedang sibuk membicarakan masalah pemerintahan, kabinet, dan oposisi. Pada tingkat elite politik, perbincangan itu tertuju pada ikut bergabung atau tidak dengan pemerintahan. Pada tingkat masyarakat, yang dibicarakan, siapa yang menjadi personel kabinet nanti. Melihat arus perbincangan tersebut, kiranya kita tidak pernah selesai untuk menjalankan acara dan nilai-nilai pemerintahan dengan baik. Politisi kita, bahkan yang elite pun, kelihatan masih junior sekali. Kelihatan mereka sangat ketakutan apabila tidak ikut bergabung dengan pemerintahan. Di seberangnya, pemerintah juga seperti kelihatan ambigu, antara ingin menerima kompetitor dan menolaknya. Padahal, jika memutuskan untuk menjadi politisi, maka seharusnya mereka-mereka itu telah siap dengan segala macam, termasuk menjadi oposan. Pemerintah adalah politisi yang memerinah dan mendapat kesempatan menjalankan negara. Oposan adalah politisi juga yang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengingatkan jalannya pemerintah agar mencapai tujuan yang benar. Maka, menjadi pososan yang konstruktf itu sangat perlu dan berguna bagi nusa dan bangsa. Di mana mereka harus berada? Ada banyak tempat untuk menjadi oposan yang konstrutif tersebut. Misalnya, di parlemen. Sebagai anggota parlemen akan dapat memberikan kritisi kepada kebijakan pemerintah atau perundangan yang akan dibuat. Pada tingkat partai, pernyataan dan contoh kebijakan teoretis, dapat dimunculkan kepada media massa. Jika masyarakat yang menjadi oposan, silakan suarakan melalui media atau salurkan melalui cara lain yang berguna, semisal menulis surat atau di media sosial secara konstruktif pula. Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sumber daya negara ini. Begitu banyaknya ragam kekayaan yang dimiliki oleh negara Indonesia, memerlukan banyak keahlian untuk mengelolanya dengan baik. Sumber daya inilah yang harus dipakai objek sekaligus subjek dari peran oposisi. Sebagai objek, maka laut misalnya dapat diekspos cara pengelolaannya. Sebagai subjek, maka cara pengelolaan yang telah dilakukan oleh pemerintah yang harus dikomentari. Mau tidak mau, untuk menjadi oposan yang konstruktif tersebut harus juga memakai kajaiankaajian ilmiah. Sebutkan kesalahan dan kelemahan dari penanganan dan berikan cara-cara yang lebih baik untuk menangani persoalan. Hanya dengan cara inilah, kita akan dapat membangun negara yang lebih baik. Jadi, sebaiknya terima saja peran sebagai oposisi karena ini juga merupakan tugas yang mulia. Ini bukan sekadar kata-kata dan kalimat.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tetap demi Kepentingan NKRI Saya mengikuti perkembangan politik Tanah Air belakangan ini lewat media massa. Saya mendengar dan menontonnya di televisi. Saya juga membaca koran. Secara pribadi, saya bersyukur elite politik bisa akur setelah proses politik panjang. Mereka sudah mulai duduk semeja makan dan saling rangkul dan bercanda. Ini tentu potret politik yang bagus bagi perkembangan demokrasi ke depan. Namun, persoalan pilpres yang sudah lewat tampaknya tak cukup hanya diselesaikan di tingkat elite. Kader partai politik yang terjebak dalam dikotomi kepentingan para elite juga harus diajak berdamai. Jangan semua dianggap tuntas setelah para elite politik bertemu. Yang saya pahami, pelaku politik yang riil di negeri ini adalah kader. Konflik antarkader juga lebih sering terjadi dan mengarah ke gesekan sosial. Kondisi inilah yang mestinya segera dijernihkan dengan lebih seringnya para elite politik melakukan langkah-langkah politik yang bijak dan beretika. Jadikanlah kader aset partai bukan hanya sebagai pengawal kepentingan politik elite partai. Sering juga terjadi, ketika musim mencari suara selesai, ada banyak kader yang terpinggirkan. Mudah-mudahan ke depan, pertemuan elite politik di negeri ini benar-benar bicara kepentingan bangsa, bukan lobi-lobi untuk jatah kursi kekuasaan. Mudah-mudahan juga pertemuan para elite politik mengarah pada terjaganya komunikasi menjaga keutuhan NKRI dan tegaknya ideologi Pancasila. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Berkoalisi atau Jadi Oposisi Konstruktif Pertanyaan yang muncul dari masyarakat setelah pertemuan antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto adalah apakah akan terjadi koalisi pemerintahan antara barisan masing-masing pendukungnya dahulu?

Oleh

GPB Suka Arjawa ampai saat ini tidak ada jawaban yang jelas. Tetapi bahasa politik yang muncul adalah hal itu mungkin-mungkin saja terjadi. Di sini, salah satu praktik politik yang terbukti itu adalah kekaburan. Bahasa juga merupakan praktik politik karena bahasa akan mampu memengaruhi sikap orang. Hanya, yang harus dilihat secara sadar oleh masyarakat Indonesia adalah dalam bidang politik, tidak serta merta pertemuan antara kompetitor dalam pemilihan umum, harus diikuti dengan penggabungan diri dalam memerintah. Sebaiknya dalam politik, praktik upaya-upaya menggabungkan diri ini dihindari. Dari sisi kebijakan politik pemerintahan, penggabungan akan berbahaya karena membenturkan ideologi-ideologi politik partisan yang saling bertentangan. Ketika kandidasi presiden terbagi menjadi dua kubu, visi politik pasti berbeda, bahkan bertentangan. Ini disebabkan karena setiap kelompok mempunyai cara, metode, dan strategi yang yang berbeda untuk mencapai tujuan. Strategi tersebut pasti sebelumnya telah mengalami pematangan. Inilah yang menyebabkan berbahayanya benturan yang dapat terjadi. Maka yang paling bagus adalah kedua-duanya harus sama-sama aktif, yaitu aktif sebagai pemerintah dan aktif sebagai pengontrol pemerintah. Oposisi merupakan tempat yang paling bagus bagi kelompok yang tidak berhasil memenangkan

pemilu yang lalu. Jadi, sebaiknya Joko Widodo tidak menerima anggota dari kelompok yang beroposan saat pemilu yang lalu dan sebaiknya Prabowo Subianto dan kawan-kawan mempertahankan diri ada pada barisan oposisi. Ini merupakan cara yang sangat terhormat untuk memenangkan idealisme politik. Kalah dalam pemilu, bukan berarti kalah dalam penerapan atau pengenalan idealisme itu. Di negara-negara yang menganut sistem parlementer atau liberal dan menerapkan peran oposan secara konstruktif, kaum oposan sering kali memenangkan pemilu berikutnya karena berhasil memenangkan idealisme tersebut dari sisi oposisi. Bentuk penggabungan politik dalam pemeritahan itu salah satunya pemilihan anggota kabinet atau pemilihan menteri. Justru inilah yang harus diwaspadai karena ujung dari kebijakan presiden adalah menteri. Menteri yang berasal dari seberang, akan mempunyai program, sasaran, strategi berbeda dengan kelompok sendiri. Sebagai sebuah kementerian, akan mempunyai banyak unsur atau komponen untuk menjalankan. Komponenkomponen ini akan berasal dari kelompom mereka. Pemilihan staf ahli, dirjen, dan sebagainya akan berasal dari sana. Hal seperti ini pasti akan menambah potensi konflik dengan pemerintah. Penawaran program juga bentuk penggabungan. Tetapi jelas ini mengandung perbedaan strategi pencapaian tujuan. Positifnya adalah bahwa

penawaran program kepemerintahan tersebut pasti mempunyai tujuan akhir yang sama. Misalnya, eksplorasi laut untuk menyejahterakan masyarakat. Akan tetapi, jika strateginya berbeda, akan menimbulkan konflik politik di tengah jalan, saling tuding kesalahan yang membuat pemerintah berantakan. Saling serang komentar saja akan dapat membuat instabilitas pemerintah. Apalagi jika pencapaian tujuan tidak berhasil. Dengan demikian, jalan yang paling bagus adalah membiarkan kedua kontestan terpisah di dalam kesatuan. Terpisah artinya barisan koalisi Joko Widodo yang menjalankan pemerintahan Indonesia dan barisan koalisi Prabowo Subianto mengendalikan oposisi. Mereka semuanya bersatu untuk memperbaiki Indonesia di tengah dunia yang sedang berlari ini. Menghadapi dunia yang sedang berlari, tidak akan dapat dilakukan sendirian. Yang dimaksudkan dengan dunia yang berlari adalah pencapaian tujuan hidup entah manusia maupun negara, dilakukan dengan saling berkejaran akibat adanya pengetahuan tenologi yang semakin canggih dan selalu berkembang. Untuk itu, harus ada pendamping dan pengontrol agar tujuan tersebut dapat dicapai dengan lebih cepat. Pendamping diperlukan untuk memberikan nasihat tingkat pertama, sedangkan pengontrol memberikan peringatan apabila itu menyimpang. Pada dunia politik, sistem demokrasilah yang tepat untuk menghada-

pi dunia yang berlari ini. Artinya, pemerintah tetap memerlukan kelompok oposan (oposisi) untuk memperbaiki kualitas pemerintahan tersebut agar mampu ikut berlari menghadapi dunia yang terus berkembang ini. Pada konteks ini, partai-partai anggota koalisi dapat dipandang sebagai partai pendamping yang dapat memberikan nasihat. Tetapi harus juga dilihat, politik adalah upaya untuk melakukan pendekatan dengan pemerintah. Maka partai anggota koalisi tidak jarang juga terjerumus ketakutan memberikan kritik. Dalam arti hanya memberikan nasihat yang bagus-bagus. Sebab, jika memberikan nasihat yang bertentangan dengan keinginan pemerintah, berpotensi didepak (ingat kasus Benny Moerdani memberikan nasihat kepada Pak Harto saat bermain biliar di Cendana). Karena itulah, demi menghindari masalah tersebut, kelompok oposisi tetap diperlukan agar benar-benar mampu memberikan nasihat yang berupa kritisi. Nasihat seperti ini mempunyai sifat konstruktif, bukan sebaliknya semata-mata untuk menjatuhkan pemerintahan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pada sistem pemerintahan presidensial, seperti halnya di Indonesia, peran oposisi tersebut tidak mesti dominan. Pendapat inilah yang harus diperbaiki dan dikembangkan pada zaman dunia yang sedang berlari ini. Peran oposisi di parlemen sangat penting karena akan memberikan keseimbangan dan peringatan dalam pembuatan kebijakan. Bila perlu justru parlemen ini banyak oposan agar pemerintah benar-benar cerdas dalam membuat kebijakan. Pada sistem pemerintahan parlemen, pemerintahan yang berkuasa “ketakutan” sejak awal akan fungsi oposan tersebut sehingga

Nasi Goreng dan Politik Kasih Sayang

SILATURAHMI antar-elite politik perlu sering dilakukan. Persatuan dan kesatuan semestinya menjadi roh yang kental mewarnai jagat politik kita. Politik penuh kebencian dan permusuhan sudah saatnya kita akhiri karena tidak akan membawa keuntungan apa pun bagi proses kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto melakukan pertemuan di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan antara keduanya digambarkan sangat hangat. Selain ada momen perbincangan empat mata antara Megawati dan Prabowo, ada juga sajian menu spesial berupa nasi goreng bikinan Megawati untuk menjamu sang Ketua Umum Partai Gerindra itu. Prabowo pun memuji suguhan nasi goreng Megawati. “Luar biasa nasi gorengnya, saya sampai nambah. Padahal, beliau sudah ingatkan saya agar diet,” kata Prabowo sebagaimana dikutip sejumlah media nasional. Sekitar dua pekan sebelumnya, Prabowo telah pula bersua dengan Presiden Joko Widodo. Seperti pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo, pertemuan antara Megawati dan Prabowo, Rabu silam tersebut boleh jadi telah melegakan banyak pihak -- meski ada juga sebagian yang mungkin tidak rela dan merasa tidak senang. Dari pertemuan-pertemuan tersebut diharapkan suhu politik nasional

Oleh

Djoko Subinarto dapat semakin menurun serta kian sejuk dan kondisi demokrasi di Tanah Air bergerak ke arah yang semakin positif. Silaturahmi pada intinya adalah memanjangkan jalinan tali kasih sayang dan persaudaraan. Spirit kasih sayang dan persaudaraan sudah seharusnya terus kita gelorakan. Bukan malah menggelorakan spirit kebencian dan permusuhan. Kasih sayang dan persaudaraan adalah yang kita butuhkan untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa dan negara ini. Realita politik kita sejauh ini menunjukkan bahwa kasih sayang dan persaudaraan masih belum sepenuhnya mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Jagat politik kita selama ini justru kental dihiasi rasa kebencian dan permusuhan. Tengok saja bagaimana kontestasi Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 malah mencuatkan kebencian dan permusuhan yang demikian kentara di antara para pendukung kandidat yang mengikuti kontestasi pilpres. Hal tersebut pada akhirnya melahirkan apa yang disebut-sebut sebagai polarisasi politik. Masyarakat kita terbelah menjadi kubu-kubu yang saling berseberangan. Repotnya, polarisasi ini tidak lantas berhenti ketika kontestasi pilpres telah berakhir, melainkan terus berlanjut seolah ingin terus

diwariskan hinga ke generasi-generasi berikutnya. Polarisasi seperti itu tentu tidak bagus bagi proses kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Polarisasi yang terus dipelihara bahkan bisa kian memudahklan terjadinya perpecahan di antara elemen-elemen bangsa ini. Para elite politik sudah barang tentu ikut bertanggung jawab atas lahirnya polarisasi politik yang kental diwarnai dengan rasa kebencian dan permusuhan ini. Kebencian dan rasa permusuhan sangat tidak menguntungkan bagi kelangsungan demokrasi di negeri ini, karena setiap mereka yang memiliki pandangan dan pilihan yang berbeda cenderung selalu diyakini sebagai musuh. Padahal, salah satu inti dari demokrasi adalah kemampuan dan kemauan menerima dan menghormati setiap perbedaan secara tulus. Silaturahmi politik perlu terus dibangun. Politik yang dilandasi kasih sayang dan persaudaraan seyogianya dikedepankan. Elite politik perlu memberi teladan nyata bagi masyarakat bagaimana kasih sayang dan persaudaraan merupakan hal yang wajib diprioritaskan. Sudah saatnya politik yang penuh caci maki, olok-olok, dan kebencian kita sudahi karena hal-hal tersebut sangat tidak menopang bagi terjalinnya persatuan dan kesatuan bangsa ini, sebagaimana dicita-citakan dalam dasar negara kita.

dia sejak awal berusaha bijak dan cerdas membuat kebijakan politik. Ini kelebihan dari sistem parlementer. Tetapi sistem presidensial, “kelemahannya” adalah dia telah kuat sejak awal yang tidak dapat dijatuhkan parlemen, sehingga cenderung berkembang ke arah otoriter. Maka, demi menghindari hal itu dan membuat kebijakan yang baik, maka pengkritik di parlemen sangat perlu pada sistem pemerintahan presidensial ini. Dan suara-suara rakyat yang berupaya mengkritik pemerintah, akan digabungkan oleh oposisi sehingga menjadi konstruktif. Indonesia saat ini sesungguhnya sangat “melimpah” sumber daya oposisinya. Jika koalisi Prabowo dapat dikatakan sebagai oposisi, maka pada jajaran partainya sumber daya itu sangat besar. Di situ ada intelektual, agamawan, pebisnis, cendekiawan, budayawan yang sudah banyak makan asam garam di Indonesia. Ini saja diberdayakan secara konstruktif, sudah akan mampu memberikan pesan positif bagi negara. Di parlemen kekuatannya juga banyak. Bisa dibayangkan apabila ini juga dikonstruktifkan sebagai oposan. Rakyat yang memilih pasangan Parbowo-Sandi juga puluhan juta banyaknya. Ini bukan jumlah sembarangan. Maka, akan sangat terhormatlah dan demikian berguna bagi bangsa dan negara apabila mampu menjadi oposan yang konstruktif. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

POJOK Petani di Bali enggan ikut asuransi. - Enggan kurang paham. *** Beasiswa pendidikan ke luar negeri Pemkab Badung dipangkas. - Salah hitung. *** Bupati Klungkung minta koperasi dikuatkan di seluruh desa. - Di Bali koperasi harus kokoh.

Penulis adalah kolumnis dan bloger

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Diberikan Modal Usaha

Penyandang Disabilitas Diharapkan Mandiri

Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/bit

RUMAH DUKA - Istri Wayan Djanur beserta menantu dan cucunya saat ditemui di rumah duka.

Pengabenan Wayan Djanur Digelar 2 Agustus Tabanan (Bali Post) Suasana duka masih menyelimuti kediaman tokoh senior Tabanan I Wayan Djanur di Jalan Ngurah Rai, No. 64, Banjar Anyar Kecamatan Kediri, Jumat (26/7) kemarin. Wajan Djanur berpulang di usia 79 tahun pada 18 Juli lalu akibat sakit komplikasi yang dideritanya. Sejak tiga tahun terakhir sebelum kepergiannya, Djanur menderita diabetes dan harus bolak-balik dirawat di rumah sakit. Menurut rencana, upacara ngaben digelar 2 Agustus. Ini untuk memberikan kesempatan pada kerabat dan rekan almarhum, khususnya yang berasal dari luar Bali memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum. Sementara prosesi nyiramin dilaksanakan Minggu (28/7) besok. Sosok Wayan Djanur sangat disegani karena kiprah semasa hidupnya yang getol membela wong cilik dan sangat bermasyarakat. Masyarakat Tabanan merasa kehilangan atas kepergian tokoh kharismatik ini. Terbukti, di rumah duka berjejer karangan bunga ucapan duka cita dari sejumlah elit politik. Almarhum meninggalkan istri dan empat orang anak serta 11 orang cucu. Di mata Ni Nyoman Sunadi, suaminya merupakan pria yang memiliki kasih sayang yang luar biasa pada anak, menantu dan cucunya. Bahkan saat

sakit pun almarhum tidak pernah mengeluh baik pada keluarga maupun rekan yang hampir setiap hari datang berkunjung ke rumah. Semasa hidupnya, Djanur sangat aktif di organisasi masyarakat. Sebagai anak veteran, almarhum juga aktif dalam organisasi seperti Pemuda Panca Marga dan Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP). ‘’Karena sering aktif di organisasi masyarakat apapun, ada saja yang datang ke rumah bertamu berbincang-bincang. Ada saja topik yang dibahas. Bahkan sebelum pilpres kemarin banyak juga calon legislatif yang datang minta restu,’’ terang Sunadi didampingi menantunya, Ni Ketut Erawati. Saat sakit, almarhum masih meluangkan waktunya menerima rekannya yang datang ke rumah. ‘’Jarang mau mengeluh sakit. Ia ingin selalu terlihat sehat di mata teman dan keluarganya,’’ ucapnya. Sosok Wayan Djanur juga pernah mencuat saat memberikan pernyataan sikap agar patung Wisnu Murti kembali dibangun. Pertimbangannya, perempatan Kediri merupakan catus pata, tempat melaksanakan ritual keagamaan bagi masyarakat Banjar Anyar dan sekitarnya. ‘’Bapak (almarhum-red) memang jiwa sosialnya tinggi. Banyak yang meminta petunjuk dari dia,’’ ucapnya. (kmb28)

Truk Terguling Picu Kemacetan 9 Jam

Tabanan (Bali Post) Laju kendaraan di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk sempat tersendat sekitar 9 jam pada Jumat (26/7) kemarin. Hal ini lantaran lakalantas yang menyebabkan truk Mitsubitshi dengan nomor kendaraan DK 8119 AP yang dikemudikan Ari Hidayat (29) terguling dan melintang di badan jalan. Truk tersebut terguling setelah bertabrakan dengan truk Colt Diesel P 9583 UY yang dikemudikan Gunawan (34). Satlantas Polres Tabanan menerapkan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan. Apalagi sopir truk Colt Diesel sempat terjepit selama beberapa waktu. Dari informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi Kamis (25/7) malam, sekitar pukul 23.00 Wita di Banjar Payan Desa Antap Kecamatan Selemadeg. Dari keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian, truk Mitsubitshi datang dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Saat di lokasi kejadian yang berupa tanjakan dan tikungan landai ke kiri, dari arah berlawanan melaju mobil Innova yang tidak diketahui identitasnya mendahului truk yang dikemudikan Gunawan. Diduga akibat kaget akan keberadaan mobil di arah berlawanan, Ari Hidayat yang asal Randu Agung, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, banting setir ke kanan. Namun nahas justru

truk itu menabrak truk yang dikemudikan Gunawan. Truk Mitsubithi bermuatan besi rongsokan ini pun oleng dan terguling melintang di badan jalan dengan posisi kepala menghadap ke utara. Akibat kecelakaan tersebut, Gunawan sempat terjepit di bagian kaki selama 20 menit. Setelah berhasil dievakuasi, Gunawan yang membawa muatan barang elektronik itu selanjutnya dibawa ke Puskesmas Selemadeg dan dirujuk ke BRSUD Tabanan. Sementara Hidayat selamat tanpa luka meski truk yang dikemudikannya terguling. Namun, muatan besi rongsokan yang rencananya dibawa ke Surabaya, tumpah hingga membuat jalur nasional itu macet. Kasatlantas Polres Tabanan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari menjelaskan, evakuasi truk terguling itu menggunakan dua mobil derek. Evakuasi memakan waktu cukup lama lantaran material besi bekas yang berserakan di jalan. ‘’Ini yang membuat evakuasi lama dilakukan sampai macet 9 jam,’’ ucap AKP Kalpika Sari. Kanitlantas Polres Tabanan Iptu I Ketut Bagiana menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ‘’Kedua sopir selamat, satu sopir masih dirawat di BRSUD Tabanan akibat kakinya terjepit badan truk karena hantaman truk,’’ jelasnya. (kmb28)

Bali Post/ist

EVAKUASI - Proses evakuasi truk yang mengalami lakalantas di Desa Antap.

Menghapus kesan penyandang disabilitas fisik hanya akan memberatkan keluarga, Dinas Sosial Kabupaten Tabanan tahun ini memiliki program pelatihan bagi 25 penyandang disabilitas fisik. Pelatihan yang rencananya digelar mulai 5 Agustus mendatang bertujuan meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan mengatakan pelatihan akan digelar selama lima hari. Sebanyak 25 penyandang disabilitas akan diberikan pelatihan tiga kategori

keterampilan, yakni tata boga, mencukur dan menjarit. Peserta juga akan dibekali modal awal sebesar Rp 4 juta. ‘’Modal yang diberikan bukan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk

peralatan yang mendukung keterampilan yang mereka miliki,’’ terangnya, Jumat (26/7) kemarin. Menurutnya, sebagian dari peserta ada yang sudah memiliki keterampilan dan tinggal

ditingkatkan saja. Namun, sebagian lagi baru pertama kali mendapatkan pelatihan. ‘’Sebenarnya untuk disabilitas fisik, tiap tahun rutin kami kirim satu orang untuk mendapatkan pelatihan serupa di Balai Besar Solo selama enam bulan. Hanya saja tahun ini dari pihak Balai yang datang ke Tabanan meminta jumlah yang cukup banyak untuk dilatih sekaligus,’’ katanya.

Selama pelatihan, peserta juga akan didampingi pihak keluarga. Diharapkan dengan pemberian keterampilan tersebut, para penyandang disabilitas fisik, bisa hidup mandiri bahkan bisa menghidupi keluarga. Diakui Gunawan, para peserta cukup antusias dengan program ini. Bahkan mereka berharap program ini bisa digelar secara berkelanjutan. (kmb28)

Bali Post/bit

PECALANG - Tidak hanya melibatkan pecalang pria, pengamanan pujawali di Pura Luhur Batukau juga melibatkan pecalang perempuan.

”Pujawali” di Pura Luhur Batukau

Libatkan 18 Pecalang Perempuan

Tabanan (Bali Post) Ada yang menarik dalam pelaksanaan pujawali di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede Kecamatan Penebel yang digelar bertepatan dengan Umanis Galungan, Kamis (25/7). Sejumlah perempuan berbusana kebaya putih dipadukan dengan selendang dan kain dengan corak poleng, bertugas sebagai pecalang. Mereka bertugas memberikan imbauan kepada pamedek khususnya kaum perempuan agar menggunakan busana ke pura sesuai dresta. Para perempuan yang memakai kamen jadi yang

memperlihatkan belahan sampai paha atau menggunakan kebaya berlengan pendek, dihampiri oleh pecalang perempuan. Mereka diimbau untuk menaati ketentuan berbusana ke pura. Tidak hanya busana, aturan kerapian rambut sebelum masuk ke pura juga mendapat perhatian. Bagi yang tidak memakai sanggul, diimbau mengikat rambutnya. Bendesa Adat Wangaya Gede yang juga Ketua Umum di Pura Batukau I Ketut Sucipto mengungkapkan, pecalang perempuan ini sebagai upaya mengembalikan

kembali tata cara berbusana ke pura. Keterlibatan perempuan sebagai pecalang juga atas dasar pertimbangan emansipasi perempuan. ‘’Prinsipnya bagaimana mengembalikan adat busana Bali ke pura yang benar. Sifatnya pun hanya sebatas teguran. Para pamedek bersangkutan tetap boleh ngaturang nangkil. Dengan cara ini harapan kami lambat-laun akan membawa perubahan. Pada pujawali berikutnya diharapkan pamedek bisa menggunakan busana adat Bali ke Pura yang benar, apalagi akan ada karya agung

pada tahun 2020,’’ ucapnya. Pecalang perempuan berjumlah 18 orang. Kata Sucipto, mereka memiliki latar belakang profesi beragam. Ada yang merupakan ibu rumah tangga, pegawai salon, pedagang dan lainnya. ‘’Tidak ada syarat khusus untuk menjadi pecalang perempuan. Mereka ditunjuk oleh masing-masing banjar bersangkutan karena sifatnya ngaturang ayahan,’’ terangnya, Jumat (26/7) kemarin. Salah seorang pecalang perempuan yang ditemui saat bertugas di apit surat utama Pura Luhur Batu-

kau, Ni Made Yuni Suastini (40) mengatakan, pembentukan pecalang perempuan ini adalah yang pertama kalinya. Warga Desa Wangaya Gede ini menjelaskan, tugas utama mereka adalah memberikan teguran pada perempuan yang kurang rapi saat hendak nangkil. Saat bertugas di hari pertama ia mengaku sudah menegur banyak pamedek terutama remaja yang rambutnya tidak rapi. ‘’Setelah kami tegur, mereka kemudian merapikan rambutnya dan mengikatnya sehingga kelihatan rapi kembali,’’ jelasnya. (bit)

Eksekutif dan Legislatif Tabanan Sepakati Lima Ranperda Menjadi Perda Tabanan (Bali Post) Eksekutif dan Legislatif Tabanan sepakat menetapkan lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal itu terungkap saat rapat paripurna DPRD yang digelar di aula sidang DPRD Tabanan, Jumat (26/7) kemarin. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Forkompinda Tabanan, instansi vertikal dan BUMD serta OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Setelah materinya dikaji dan mengikuti ketentuan dan mekanisme pembentukan Perda di DPRD, akhirnya lima Ranperda yang diajukan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kepada DPRD Tabanan menemukan titik temu dan disepakati menjadi Perda. Kelima Ranperda yang disepakati menjadi Perda tersebut, yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018, Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan 2019-2027, Ranperda tentang Pengembangan Agribisnis Terintegrasi berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata,

Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 16 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Perusahaan Daerah Air Minum dan Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amerta Buana. Dengan telah disetujui lima ranperda tersebut, Bupati Eka menyampaikan dalam pendapat akhirnya bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan memberi penghargaan terhadap Legislatif. ‘’Dapat disampaikan bahwa kami selaku Kepala Daerah memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap pimpinan dan seluruh anggota DPRD Tabanan. Karena Ranperda yang telah kami ajukan kepada DPRD melalui program pembentukan Perda sebagai amanat UU 23 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah telah berjalan sebagaimana mestinya,’’ ucap Bupati Eka. Bupati Eka menambahkan, dengan telah disetujuinya lima Ranperda ini menjadi Perda semakin bertambah produk hukum, khususnya Perda yang dihasilkan oleh eksekutif dan legislatif Kabupaten Tabanan. ‘’Sebagai bahan dari usaha kita bersama untuk mewujudkan azas kepastian hukum dalam penyelenggaraan Pemerintahan sesuai dengan Undang-undang No-

mor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan,’’ jelas Bupati Eka. Tidak lupa juga Bupati Eka mengucapkan terima kasih kepada pihak legislatif. ‘’Pimpinan dan anggota Dewan yang saya hormati, sejalan dengan semangat Undangundang 23 Tahun 2014, maka kerja sama DPRD dan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah

senantiasa terus ditingkatkan. Sehubungan dengan hal tersebut, pada rapat paripurna ini kami mengucapkan terima kasih, dan kerja sama yang baik selama ini agar dapat teruji sebagai pengabdian untuk terwujudnya masyarakat Tabanan yang Sejahtera Aman dan Berprestasi,’’ kata Bupati Eka. Sebelum rapat paripurna ditutup, Ketua DPRD Taban-

an I Ketut Suryadi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir saat itu atas partisipasinya. ‘’Yang terhormat Saudari Bupati, kami ucapkan terima kasih atas pendapat akhirnya. Sebelum kami tutup, kami juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas partisipasinya,’’ ucap politisi yang akrab disapa Boping itu. (kmb28)

Bali Post/ist

TANDA TANGAN - Penandatanganan kesepakatan penetapan Ranperda menjadi Perda pada rapat paripurna DPRD Tabanan yang digelar, Jumat (26/7) kemarin.


BULELENG

8

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Sepeda Motor Terjun ke Jurang

Pengendara Tewas, Dua Kakak Beradik Luka Parah

Singaraja (Bali Post) – Nasib nahas dialami pengendara sepeda motor DK 4034 EV Ketut Rastini (35). Warga Banjar Dinas Banjar Tingkih Kerep, Desa Jineng Dalem, Kecamatan Buleleng itu meninggal dunia ketika sepeda motor yang dikendarainya terjun ke jurang sedalam 8 meter. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) ini juga mengakibatkan dua penumpang kakak beradik yaitu Wayan Juli Andari (15) dan Kadek Ebil Sastra Wiguna (8) mengalami luka parah. Bahkan, Sastra Wiguna hingga sekarang tidak sadarkan diri karena luka parah yang dideritanya.

Bali Post/ist

PENGENDARA TEWAS – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng melakukan olah TKP di lokasi kejadian lakalantas OC yang mengakibatkan satu pengendara tewas dan dua penumpang luka parah.

Informasi yang dikumpulkan di lapangan Jumat (26/7) kemarin, lakalantas akibat out of control (OC-red) terjadi di jalan Singaraja – Bedugul Km 12 wilayah Banjar Dinas Pererenan Bunut Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Sebelum kejadian, pengendara sepeda motor Rastini datang dari arah Bedugul menuju Singaraja. Pengendara itu membonceng Juli Andari dan Sastra Wiguna. Memasuki lokasi kejadian pukul 12.15 Wita, pengendara tidak bisa mengendalikan sepeda motornya. Ditambah kondisi jalanan menurun dan tikungan tajam ke kanan. Sepeda motor itu melaju lurus dan tidak bisa dihentikan. Saat itu, pengendara dan dua penumpang terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 8 meter. Akibat benturan saat kejadian, pengendara dan dua penumpang itu terluka parah. Warga yang melihat kejadian itu kemudian mengevakuasi ketiga korban untuk mendapatkan perawatan medis. Saat dirawat di RSUD Buleleng, pengendara Ketut Rastini dinyatakan meninggal dunia. Juli Andari mengalami luka parah dan sadar. Sedangkan Sastra Wiguna menderita luka serius

dan hingga sekarang belum sadarkan diri. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi di lokasi kejadian, lakalantas itu disebabkan OC. Dikatakan, saat melintas di lokasi kejadian, diduga pengendara sepeda motor itu kurang hati-hati, hingga tidak bisa mengendalikan sepeda motornya. Dalam situasi itu, pengendara tidak mampu mengendalikan kendaraan dan terjadi lakalantas OC tersebut. “Saat kejadian, kondisi jalan kering. Pandangan tidak terhalang. Dugaan kami, pengendara kurang awas. Saat kendaraan melaju tidak pada jalurnya. Indikasinya, pengendara tidak mampu mengendalikan sepeda motornya. Akibatnya, pengendara bersama penumpang jatuh ke jurang,” katanya. Saat ini, kasus lakalantas itu ditangani Unit Lalu Lintas (Lantas) Polsek Sukasada dibantu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng. Sepeda motor itu rusak parah, akibat benturan keras. Sepeda motor itu telah diamankan sebagai barang bukti. (kmb38)

Sisa Lahan Kolam Nirmala Asri Cegah Terseret Kasus Hukum, ASN Dibentengi Pemahaman Makna Gratifikasi Dijadikan Lokasi Pasar Tumpah Singaraja (Bali Post) – Mencegah Aparatur Sipil Negara (ASN) terseret kasus hokum, maka ASN di Buleleng diberikan sosialisasi gratifikasi di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Jumat (26/7) kemarin. Sosialisasi ini digelar Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) serangkaian Road Show Bus KPK Jelajah Negeri di Buleleng. Sosialisasi ini meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang gratifikasi sekaligus upaya preventif kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi. Sosialisasi ini juga mewujudkan penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, bersih, dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Tampil menjadi narasumber Kepala Biro Umum KPK RI Yonathan Demme Tangdilitin, dan tim gratifikasi KPK RI. Yonathan Demme mengatakan, ada dua kategori gratifikasi yakni gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan dan harus dilaporkan. Yang tidak wajib lapor itu seperti kompensasi atau honor yang

tidak melebihi standar sumber anggaran internal. Sementara yang wajib lapor itu seperti penerimaan hadiah yang terkait kedinasan atau kompensasi atau honor yang melebihi standar instansi penerima. Selain itu, batasan dibolehkan pemberian hadiah kepada rekan kerja PNS dan penyelenggara negara. Dia mencontohkan, pemberian untuk rekan kerja batasan maksimal itu Rp 200.000. Sementara jika untuk memberi cenderamata pada pisah sambut pejabat daerah atau

kepala dinas diperkenankan dengan catatan maksimal tiap orang itu batasan pemberiannya Rp 300.000. Dalam kesempatan itu, Yonathan mengingatkan agar ASN yang menemukan pemberian hadiah (gratifikasi) maka segera laporkan kepada Unit Pengendalian Gratifikasi atau KPK. Waktu maksimal laporan itu adalah 30 hari sejak menerima gratifikasi. Kalau lebih dari 30 hari tidak melapor, maka si penerima memiliki niat menerima (gratifikasi). Ini

Bali Post/kmb38

SOSIALISASI GRATIFIKASI – ASN di Buleleng mengikuti sosialisasi terkait gratifikasi, Jumat (26/7) kemarin.

akan dikenakan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun sesuai pasal 12 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menegaskan, setiap ASN penting memahami gratifikasi itu. Ini karena pemahaman apa saja yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan dalam menerima gratifikasi akan bisa menghindari ASN itu terserat kasus hukum. Untuk itu, pemahaman tentang gratifikasi harus satu persepsi. Hal itu penting agar tidak ada penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. ‘’Menjadi hal urgen kita sebagai pejabat baik itu di desa, kecamatan, dan kabupaten agar senantiasa berhati-hati. Apalagi ada keterkaitan dengan bidang ekonomi agar tidak main-main. Kalau terkena hukum agar dengan sadar harus tidak menerima atau mencoba bermain. Dengan cara itu maka kita bisa melaksanakan kegiatan transparan dan pastinya aman,” katanya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Sisa lahan Kolam Nirmala Asri, Kelurahan Banyuasri, Singaraja akan dimanfaatkan sebagai tempat pasar tumpah. Alasannya, lokasi berjualan saat ini yakni di lambung timur Terminal Banyuasri yang sedang direnovasi itu relatif sempit. Akibatnya, pedagang meluber hingga di pinggir Jalan Ahmad Yani. Lokasi penampungan sementara itu sekitar 50 meter dari Terminal Banyuasri. Tepatnya di sebelah barat Jembatan Banyuasri. Luasnya diperkirakan 60 are. Sebelum dijadikan lokasi pasar tumpah, pemerintah akan melakukan pemadatan areal menggunakan tanah uruk. Untuk pemadatan ini diperkirakan menghabiskan material hingga tiga ribu meter kubik. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Ketut Suparto belum lama ini mengatakan, pemindahan pedagang pasar tumpah itu atas petunjuk Bupati Buleleng. Solusi itu dilakukan setelah mengevaluasi perkembangan aktivi-

tas pasar tumpah setelah pemindahan padagang yang sebelumnya menempati lambung barat ke lambung timur terminal. Akibat aktivitas pedagang itu, arus lulu lintas di ruas Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan patung Sapi Gerumbungan krodit. Dikhawatirkan akan menambah gangguan lalu lintas, saat seluruh pedagang Pasar Banyuasri menempati lokasi pasar darurat, yang dibangun di lambung barat terminal yang ditempati pedagang pasar tumpah itu. Kondisi itu juga diyakini akan diperparah oleh aktivitas pembongkaran dan pengerjaan Pasar Induk Banyuasri. “Kalau di lokasi baru itu malah memungkinkan semua pedagang pasar tumpah akan dipindah ke areal kolam Nirmala Asri. Tetapi kalau tidak cukup di sana, bisa saja pedagang bermobil, agar tidak mengganggu lalu lintas,” katanya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Ketut Suparta, mengatakan, sebelum

dimanfaatkan sisa lahan di kolam renang itu, perlu dilakukan penataan. Saat ini, pihaknya masih menghitung keperluan anggaran untuk penataan tersebut. Ini karena ada beberapa pekerjaan yang perlu dana besar. Seperti pemadatan lokasi dan membuat senderan untuk memperkokoh Daerah Aliran Sungai (DAS) Banyuasri. Untuk memadatkan areal diperkirakan memerlukan tanah uruk sekitar 3.000 meter kubik. Sedangkan untuk struktur penguatan bantaran Tukad Banyumala itu, dari hasil ukur ditemukan tinggi senderan 4 meter dengan panjang senderan 15 meter. PUPR akan mengusulkan penguatan bantaran sungai ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Ini dilakukan mengingat, kewenangan penanganan alur sungai ada di BWS Bali Penida. “Memang akan dimanfaatkan untuk pasar, tetapi lokasinya masih perlu ditata. Kami masih menghitung berapa proyek itu akan menghabiskan anggaran,” jelasnya. (kmb38)

Berikan Efek Jera

Dewan Malas Sidang Di-’’publish’’ ke Publik Perilaku anggota DPRD yang malas mengikuti persidangan atau kegiatan penting lain, mulai mendapat atensi ajaran Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI). Untuk memberi efek jera, anggota dewan yang sering “bolos” itu disarankan diumumkan (di-publish - red) secara transparan yakni nama maupun partai politik (parpol) yang mencalonkannya. Sebab, bagaimanapun penegakan hukum yang sudah diatur dalam kode etik perlu diterapkan secara nyata oleh Badan Kehormatan (BK). Lalu, bagaimana upaya-upaya efektif yang harus dilakukan untuk menekan dewan yang malas bersidang itu? HAL itu terungkap dalam program sosialisasi antikorupsi anggota DPRD dan partai politik di gedung dewan Jumat (26/7) kemarin. Sosialisasi ini serangkaian roadshow bus KPK 2019 “Jelajah Negeri Bangun Anti-Korupsi”. Tampil sebagai narasumber tunggal dalam agenda itu Penasihat KPK RI M. Tsani Anna Fari. Tsani Anna Fari mengatakan, bibit korupsi di kalangan anggota dewan dikategorikan beragam. Salah satunya adalah disiplin wakil rakyat

mengikuti sidang, rapat, termasuk kegiatan penting lainnya. Anggota dewan melaksanakan kegiatan. Lalu pemerintah yang membayar dari pajak rakyat. Kalau anggota dewan tidak hadir dalam kegiatan dan tetap menerima uang hadir itu, maka hal itu sudah termasuk korupsi. “Peluang korupsi di mana pun masih ada. Seperti tugastugas anggota dewan. Katakanlah kalau tidak hadir kemudian menerima uang hadir dalam kegiatan itu. Maka, hal

itu termasuk bibit korupsi,” katanya. Memberantas bibit korupsi perlu dilakukan upaya pencegahan dengan cara penegakan aturan yang sudah dibuat melalui Tata Tertib (Tatib) DPRD. Penegakan aturan itu dilakukan oleh Badan Kehormatan (BK) dengan mengedepanan prinsip transparansi. Selan penegakan sanksi sesuai regulasi, pemberian sanksi untuk memberi efek jera terhadap disiplin anggota dewan itu dengan cara mem-publish (mengumumkan) secara transparan nama anggota dewan yang tidak hadir pada sidang atau kegiatan lain. Publish itu hanya mengumumkan anggota yang malas, namun tetap saja mereka mendapat uang sidang. Dengan diumumkan maka konstituen (pendukung -red) dan warga dapat menilai kinerja wakilnya di gedung terhormat itu. Dengan mengetahui kinerja itu, konstituen bisa saja nantinya tidak akan memilih wakil rakyat yang memang memiliki perilaku tak disiplin tersebut. “Ini lebih pada memberikan efek jera. Karena dengan

di-publish seperti itu, publik tahu siapa saja dewan yang suka bolos. Sanksi itu harus dilakukan secara transparan. Siapa pun konstituennya bisa memberikan atensi dengan tidak memilih kembali dewan bersangkutan dalam pemilihan periode berikutnya,” jelasnya. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menyambut positif penegakan sanksi bagi anggota dewan yang malas bersidang. Selama ini, anggota dewan yang tidak hadir dalam sidang paripurna berturutturut enam kali baru bisa diberikan sanksi. Seharusnya, pemberian sanksi ini bisa diperketat, sehingga siapa pun anggota dewan itu wajib menaati aturan main yang sudah dibuat. “Aturan disiplin itu memang agak lemah. Ada klausul berturut-turut enam kali tidak hadir dalam sidang paripurna baru dikenakan sanksi. Perlu memang ke depan, wujud punishment itu diperbaiki. Caranya dibuat aturan yang lebih ketat dan mengikat disiplin para dewan itu sendiri,” katanya. Terkait publish anggota

dewan yang malas sidang, Supriatna mengaku cara itu bisa saja dilakukan. Untuk itu, memasuki pergantian

anggota dewan periode 20192023, peran BK yang akan dibentuk itu, diharapkan bisa melaksanakan saran KPK itu.

Yakni tidak pandang bulu, siapa pun anggota dewan yang malas bersidang itu harus diumumkan. (mud)

Bali Post/mud

SOSIALISASI ANTIKORUPSI – Anggota DPRD Buleleng dan pimpinan parpol mengikuti sosialisasi antikorupsi di gedung dewan Jumat (26/7) kemarin. Sosialisasi terkait roadshow Bus KPK 2019 “Jelajah Negeri Bangun Anti-Korupsi”.


GIANYAR Polres ”All Out” Tangani Kemacetan di Ubud

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Gianyar (Bali Post) Kemacetan di Ubud kembali menjadi perhatian aparat kepolisian. Bahkan Kapolres

Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo memastikan akan all out menangani kemacetan arus lalin di kampung turis

tersebut. Dikonfirmasi Jumat (26/7) kemarin, Priyanto Priyo Hutomo menegaskan, pi-

haknya sudah memetakan sejumlah pos untuk meredakan kemacetan di Ubud. Bahkan pihaknya memastikan akan

Bali Post/kmb35

MENYEBERANG - Pasangan wisatawan sedang menyeberang di tengah kemacetan lalu lintas di Catus Pata Ubud, Jumat (26/7) kemarin.

Uang Miliaran Rupiah Tak Jelas

Rumah Ketua Koperasi Disegel Warga Gianyar (Bali Post) Koperasi Serba Usaha (KSU) Banjar Triwangsa Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang ternyata juga merupakan koperasi yang bermasalah di Kabupaten Gianyar. Ketua KSU Banjar Triwangsa Sebali I Wayan Nampan yang tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, akhirnya memilih kabur. Akibat kondisi tersebut, warga setempat mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar. Warga yang geram dengan uangnya tidak kunjung kembali, akhirnya memilih untuk menyegel rumah milik ketua koperasi tersebut dengan spanduk bertuliskan “Lahan dan Rumah Ini dalam Pengawasan Banjar Adat Sebali dan Triwangsa Sebali”. Bendesa Pakraman Sebali I Made Mupu mengungkapkan, sejak enam bulan lalu rumah Ketua KSU Triwangsa Sebali disegel dengan spanduk tersebut. “Ketua koperasi ini tidak bisa mempertanggungjawabkan keuangan. Malah ia kabur ke Tabanan,” ujarnya. Menurut Mupu, KSU yang berdiri sejak 2003 ini awalnya merupakan koperasi banjar. Di awal pengelolaan, koperasi berkembang dengan baik hingga I Wayan Nampan dipercayai sebagai ketua. Namun sejak beberapa tahun ini mulai terjadi kegoncangan pengelolaan koperasi tersebut. Mupu mengatakan, anggota koperasi tersebut seluruh warga Banjar Triwangsa Sebali, Desa Keliki. Bahkan iuran desa adat setiap bulannya per orang sebesar Rp 50 ribu ditabung di koperasi banjar itu yang total jumlahnya sekitar Rp 40 juta. Belum lagi dengan nasabah lainnya yang menaruh uang puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sehingga total uang yang tidak ada pertanggungjawaban mencapai Rp 2 miliaran. “Kerugiannya ada sekitar Rp 2 miliar. Itu pertanggungjawaban tidak ada, uangnya entah kemana. Karena nota tidak ada, catatan juga merugi terus,” katanya. Lama tidak mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, I Wayan Nampan akhirnya menjual satu unit rumah miliknya yang berisi art shop. “Rumahnya yang masih jadi pengawasan kita itu ternyata sudah dijual kepada orang lain. Jadi, tidak bisa dijadikan jaminan juga,” ungkapnya. Saat semua sudah terjual, kemudian I Wayan Nampan bersama anak, istri dan kedua orangtuanya kabur membeli rumah di daerah Penebel, Tabanan. “Pihak banjar sudah sempat mencari ke sana. Saya juga sudah sempat ke kantor desa di sana. Katanya mereka sudah ikut mabanjar dan memiliki KTP di desa setempat. Namun, di Banjar Sebali sendiri mereka belum sah keluar, karena belum ada menyampaikan apa-apa ke kita dan pertanggungjawabannya juga tidak ada,” tegasnya. Mupu menambahkan, sampai saat ini papan nama koperasi itu masih terpampang di Balai Banjar Sebali. Sementara itu, masyarakat setempat sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke ranah hukum. “Sekarang kasusnya sudah ke ranah hokum. Kita dan para nasabah sudah lapor ke polisi,” imbuhnya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan mengakui pihaknya saat ini memang sedang mendalami kasus korupsi yang menyeret sejumlah pengurus koperasi. Namun ia enggan menjabarkan koperasi mana yang sedang dilidik tersebut. “Nanti kalau sudah fix ada tersangka, saya kabari,” katanya. (kmb35)

mengambil tindakan tegas untuk pelanggar parkir yang menjadi salah satu pemicu kemacetan. “Pos-posnya disiapkan untuk personel berjaga di titik macet, tentunya penegakan hukum harus ada sifat memaksa,” katanya. Khusus untuk pelanggaran parkir, Priyanto Priyo Hutomo mengakui para pelangar ini kerap main kucing-kucingan. Pihaknya berharap di kawasan Ubud terpasang CCTV. “Nanti coba saya komunikasikan ke Bapak Bupati Gianyar, karena tentunya ini akan kembali ke APBD,” katanya. Apabila ada CCTV khusus di jalan, kata dia saat ada pelanggar tinggal di-zoom untuk mencatat plat nopol kendaraan. Selanjutnya tanda tilang tinggal dikirim ke rumah sesuai alamat nopol tersebut. “Alamatnya sudah ada di database. Misalnya, nopol sekian tinggal dikirim, lengkap dengan screen shoot fotonya,” katanya. Namun, Priyanto Priyo Hutomo mengakui mekanisme tersebut membu-

tuhkan anggaran yang tidak sedikit. Apalagi selain CCTV, juga harus ada center khusus. “Selama ini kan itu yang mahal. Belum lagi operasional biaya internet. Kalau di DIPA kami tidak ada,” ujarnya. Sebelumnya, Staf Ahli Bupati Gianyar Bidang Ekonomi dan Pembangunan A.A. Bagus Ari Brahmanta mengungkapkan, ada belasan titik kemacetan arus lalin di kawasan Ubud. Kondisi itu paling rentan terjadi dari pukul 13.00 Wita sampai dengan pukul 19.00 Wita. Dalam jangka wakttu tersebut, kemacetan hampir terjadi di seluruh kawasan objek wisata Ubud. Bahkan kemacetan juga terjadi pada sejumlah jalur menuju Ubud. Guna mengurai kemacetan tersebut, ada sejumlah solusi yang bisa dilakukan. “Pertama kendaraan roda empat yang masuk Ubud agar sebisa mungkin parkir pada sentral parkir yang telah disediakan, yaitu di Padangtegal atau Jaba Pura Batukaru, Ubud,” katanya. Solusi lainnya, kendaraan angkutan barang tidak boleh

9

masuk ke Ubud pada jam padat kunjungan, yakni dari pukul 11.00 Wita sampai dengan 19.00 Wita. Ia memperhitungkan, setiap industri pariwisata di Ubud paling sedikit memiliki lima supplayer yang mengangkut barang, seperti gas, sayuran, air, es krim, minuman, laundry dan lainnya. “Di pusat Ubud ada 390 restoran, akomodasi sekitar 629. Kalau ini dikalikan tiga saja, kendaraan yang memadati jalan di Ubud hampir dua ribuan,” katanya. Selain itu, pada jam padat kunjungan juga dibutuhkan papan informasi untuk penyedia layanan parkir di Ubud. Seperti central parkir yang dikelola Desa Pakraman Padangtegal, Ubud memiliki kapasitas seribu lebih kendaraan. “Kondisinya sekarang tidak ada papan informasi atau rambu lalu lintas yang memberikan informasi tempat parkir yang tersedia, baik itu dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, sehingga banyak sopir yang bingung di mana tempat parkir terdekat,” ujarnya. (kmb35)

Bentrok Antarburuh Berbuntut Saling Lapor Polisi Amankan 13 Tersangka

Gianyar (Bali Post) -

Bentrok antarburuh bangunan di Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang berbuntut saling lapor polisi. Polres Gianyar yang ikut menindak kasus ini mengamankan 13 pelaku. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam hingga enam unit sepeda motor yang rusak akibat bentrokan yang terjadi saat Penampahan Galungan itu. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, ada 13 tersangka yang diamankan polisi dari pengungkapan kasus bentrokan tersebut. Polisi juga menyita enam unit sepeda motor rusak, dua bilah kayu, dua bongkah batu kapur, empat senjata tajam, dan dua HP. “Kasus bentrokan ini dibagi dalam tiga laporan polisi,” ujar Priyanto Priyo Hutomo, Jumat (26/7) kemarin. Menurut Priyanto Priyo Hutomo, enam tersangka ditangani Polsek Tegallalang, dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama. Tiga tersangka ditangani jajaran Polres Gianyar dengan pasal yang sama. Selanjutnya ada empat tersangka diamankan di Polres Gianyar karena membawa senjata tajam. “Yang dilaporkan terkait pasal 170 KUHP dan UU Darurat pasal 12 tentang membawa, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin,” katanya. Perwira melati dua di pundak ini menambahkan, bentrok antarburuh bangunan asal Sumba ini dilatarbelakangi saling pandang hingga berujung salah paham antara tersangka Yacob Pungo dengan Susanto Rangga Dari. “Mereka yang terlibat ini bahkan masih saudara, asalnya satu kecamatan di

Sumba. Awalnya hanya salah paham saja, padahal masih bisa diselesaikan secara baikbaik,” ujarnya. Kesalahpahaman itu berujung saling tantang melalui telepon. Awalnya kelompok Yacob yang berjumlah enam orang mendatangi proyek di Desa Sayan, Ubud untuk mencari Susanto, Minggu (21/7). Namun orang yang dicari tidak ketemu. Mereka hanya bertemu dengan Martin, teman Susanto. Tidak puas dengan hasil itu, Yacob kembali menelepon Susanto, mengajak bertemu di pertigaan Bangkiang Sidem di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang. Susanto yang menyanggupi tantangan itu mengajak 14 orang temannya mendatangi Yacob di proyek Bangkiang Sidem. Namun, di tengah jalan mereka dicegat oleh pecalang dan disuruh pulang. Keesokan harinya pada Selasa (23/7) sekitar pukul 14.00 Wita, Yacob dan lima orang temannya kembali mencari Susanto ke Desa Sayan. Di sinilah dua pemuda yang berseteru ini bertemu dan berkelahi. Namun kala itu Susanto dikeroyok oleh Yacob dan temannya. Perkelahian yang tidak seimbang tersebut membuat Susanto lari, sembari berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh pekerja lainnya asal Jawa dan menyuruh kelompok Yacob

Bali Post/kmb35

DIGIRING - Para tersangka bentrok di Desa Keliki saat digiring di halaman Mapolres Gianyar, Jumat (26/7) kemarin. untuk pulang. Susanto yang tidak terima dikeroyok, akhirnya mengajak 11 rekannya balas dendam, dengan menyerbu ke Banjar Bangkiang Sidem. Dalam penyerbuan itu, kelompok Susanto langsung melengkapi diri dengan senjata tajam. Setiba di Banjar Bangkiang Sidem, kelompok Yacob yang sudah siap langsung menghadang kelompok Susanto, bentrokan antarburuh bangunan itu pun tidak terhindarkan. Kala itu kelompok Susanto dilempari

batu hingga lari kocar-kacir ke arah sawah. Sementara Susanto yang tidak sempat melarikan diri, akhirnya kembali dikeroyok oleh dua tersangka dari kelompok Yacob. Warga Desa Keliki yang melihat kejadian ini langsung membunyikan kulkul bulus, dan mengamankan warga dari kelompok Susanto. Sementara itu, kelompok Yacob melampiaskan amarahnya dengan merusak sepeda motor milik kelompok Susanto. Selanjutnya, aparat kepoli-

sian datang mengamankan dua kelompok buruh yang berseteru itu. Priyanto Priyo Hutomo menambahkan, perkelahian dua kelompok itu berujung saling lapor polisi. Dari kelompok Yacob melaporkan pengeroyokan dengan korban Tomas Tari Wungok. Sementara dari kelompok Susanto juga melaporkan hal yang serupa dengan korban Susanto sendiri. “Mereka akhirnya saling lapor dalam kasus ini,” tegasnya. (kmb35)

Sestama BNN RI Kukuhkan Relawan KPU Gelar Rapat Persiapan Anti-Narkoba dan ” Launching” Durancil Pelantikan DPRD Terpilih Tinjau Desa Bersih Narkoba Gianyar (Bali Post)Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar menggelar rapat untuk rangkaian pelantikan anggota DPRD terpilih, Jumat (26/7) kemarin. Dalam rapat itu, KPU mengusulkan supaya anggota DPRD terpilih yang sudah ditetapkan dibuatkan SK untuk selanjutnya diambil sumpah dan janjinya. Berkas 40 nama dewan terpilih diusulkan ke Gubernur Bali. “Kami mengusulkan calon terpilih ke Gubernur Bali melalui Bupati Gianyar, untuk dibuatkan SK dan diambil sumpah dan janjinya. Kami serahkan suratnya tadi pagi (kemarin-red),” ujar Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna usai rapat di Kantor KPU Gianyar yang dihadiri Ketua Bawaslu Gianyar, Sekretaris DPRD Gianyar, Kabag Tapem, Bagian Hukum dan Kesbangpol Gianyar. Menurut Agus Tirta Suguna, ada dua hal yang menjadi dasar pengusulan pelantikan tersebut. Pertama, berdasarkan pasal 12 ayat (2) Peraturan KPU RI Nomor 5

Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih. “Penetapan calon terpilih sudah kami lakukan. Sehingga, kami mengusulkan pelantikan calon terpilih,” jelasnya. Dasar kedua, yakni pasal 37 ayat (2) Peraturan KPU RI mengenai pengajuan harta kekayaan para anggota DPRD terpilih. “Pengusulan calon terpilih apabila pasangan calon sudah mengajukan bukti harta kekayaannya ke KPK-RI, melalui tanda terima dari KPK yang diserahkan ke KPU,” jelasnya. Agus Tirta Suguna menambahkan, seluruh laporan harta kekayaan sudah diterima oleh KPU Gianyar. Sehingga pihaknya bisa melakukan pengusulan calon terpilih ke Gubernur Bali melalui Bupati Gianyar. Seperti diketahui, dari 40 anggota DPRD Gianyar, hanya lima partai yang menduduki kursi. Yakni, PDI-P dengan 26 kursi, Golkar dengan lima kursi, Demokrat dengan lima kursi, Gerindra dengan tiga kursi dan PKPI dengan satu kursi. (kmb35)

D E S A Bukian adalah salah satu desa yang dikukuhkan menjadi Desa Bersih Narkoba (Bersinar) pada 15 November 2018 oleh Kepala BNN RI Komjen Pol. Heru Winarko. Desa Bukian terdiri dari 11 banjar, delapan desa adat serta penduduk desa

sebanyak 7.025 jiwa. Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si. serta Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede

MENGUKUHKAN - Sestama BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si. serta Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengukuhkan 80 orang komponen masyarakat menjadi Relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba.

Suastawa, S.H. mengukuhkan, 80 orang komponen masyarakat menjadi relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba. Selain itu, me-launching Duta Relawan Anti-Narkoba Anak Kecil (Durancil) dan peninjauan Desa Bersinar. Pada acara yang berlangsung di Kantor Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Jumat (26/7) kemarin, juga hadir pejabat BNN Provinsi Bali, jajaran bendesa adat serta undangan lainnya. Kegiatan dimulai dengan ucapan selamat datang yang disampaikan Kepala Desa Bukian I Made Junarta, yang merasa bangga Desa Bukian bisa menjadi salah satu desa pelopor bersih narkotika di Kabupaten Gianyar. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengukuhan Relawan Anti-Narkoba oleh Sestama BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. didampingi Deputi Rehabilitasi serta Kepala BNN Provinsi Bali sekaligus penyematan pin relawan kepada 15 orang per-

wakilan relawan yang dikukuhkan. “Saya sangat senang bisa datang ke Desa Bukian ini. Saya berikan apresiasi kepada BNN Provinsi Bali dan jajaran dalam hal ini BNN Kabupaten Gianyar yang sudah menggandeng desa adat dan desa dinas dalam bentuk pengukuhan relawan dan pararem antinarkoba di Kabupaten Gianyar, khususnya Desa Bukian,” ujarnya. Menurut Adhi Prawoto, narkoba sudah mengintai ke berbagai lapisan masyarakat. Tentunya dibutuhkan perlindungan maksimal dan partisipasi seluruh masyarakat. Indonesia yang merupakan negara kepulauan adalah tantangan dalam kegiatan pemberantasan narkoba, sindikat narkoba saat ini makin cerdik, penduduk Indonesia sangat banyak dan jadi potensi sindikat untuk memperjualbelikan narkotika di Indonesia, fenomena lembaga pemasyarakatan menjadi tempat beredar narkotika oleh oknum. Pararem sangat strategis dan mengikat kra-

ma-nya atau masyarakatnya. Apabila ada masyarakat yang terlibat narkoba, maka akan terkena hukum negara dan sanksi adat yang mengikat. Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Puslitkes UI menyebutkan, sekitar 1,77 persen atau 3,3 juta penduduk Indonesia menjadi penyalah guna narkoba. Dengan jumlah tersebut, tercatat jumlah kerugian ekonomi maupun sosial mencapai Rp 84,7 triliun. “Saya ucapkan terima kasih di sini sudah dibentuk relawan. Kita tinjau Desa Bersinar dan kita launching Durancil. Semoga hal ini menjadi contoh teladan dan semangat untuk temanteman di seluruh Indonesia,” tegasnya. Adhi Prawoto berharap seluruh desa dapat melaksanakan kegiatan ini, bahkan seluruh desa di Bali dapat mengikuti giat Kabupaten Gianyar ini. Sebab, peran desa bukan hanya mengeluarkan sistem, namun juga menjadi problem solving khususnya masalah narkoba. (bns)


JEMBRANA

10

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Pacu Produksi, Petani Dimotivasi Tanam Jagung KABUPATEN Jembrana ternyata memiliki potensi untuk menghasilkan jagung hingga 1.500 hektar setiap tahunnya. Sedangkan potensi yang tergarap baru 600 hektar. Sementara setiap hektarnya baru menghasilkan 10 ton dari potensi sebesar 12–15 ton jagung hibrida. Untuk memotivasi petani, Pemkab Jembrana bersama Kodim 1617 Jembrana mengadakan Acara Gerakan Massal Penanaman Jagung Hibrida bertempat di Areal Persawahan Subak Tegal Jati, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jumat (26/7) kemarin. Pada acara tersebut Bupati Jembrana I Putu Artha beserta Wabup Made Kembang Hartawan dan Sekda Made Sudiada beserta sejumlah kepala OPD Pemkab Jembrana dan anggota TNI Kodim 1617 melakukan penanaman jagung secara simbolis di areal persawahan tersebut.

Nantinya di tempat penanaman seluas 75 are akan diikutsertakan pada event lomba menanam jagung yang diselenggarakan Korem 163/Wirasatya. Selain penanaman jagung secara simbolis, Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan bibit jagung hibrida kepada Subak Tegal Jati dengan luasan tanam 20 hektar. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan I Wayan Sutama mengatakan, acara tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-74 RI dan juga HUT ke-124 Kota Negara. Menurut Sutama, Gerakan Massal Penanaman Jagung Hibrida merupakan dukungan terhadap program pemerintah pusat yang mengintensifkan penanaman Pajale Babe (Padi, Jagung, Kedelai, Bawang dan Cabai). Untuk Kabupaten Jembrana, menurut Sutama, potensi tanaman jagung masih

besar. “Harapannya, petani juga melirik komoditas jagung ataupun kedelai yang juga unggulan di Jembrana. Selain itu, dari pusat kita mendapatkan bantuan sebanyak 9,5 ton untuk 631 hektar,” ungkap Sutama. Bupati Artha pada kesempatan tersebut menyatakan mengapresiasi kegiatan tersebut mengingat potensi besar komoditas yang dimiliki Kabupaten Jembrana. Menariknya, Artha juga memberikan tantangan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan agar bisa juga menanam jagung di daerah lain utamanya di subak yang tidak aktif. “Kepada klian subak yang menerima bantuan agar merawat dan memelihara tanaman jagung yang ditanam dengan sebaik-baiknya. Saya berharap target potensi sebesar 12–15 ton jagung hibrida bisa dicapai” ujar Artha. (ad848)

JAGUNG - Bupati Artha meninjau Gerakan Massal Penanaman Jagung Hibrida di Subak Tegal Jati, Desa Baluk, Jumat kemarin.

PDI-P, Golkar dan Gerindra Kuasai Kursi Pimpinan

Negara (Bali Post)Pascapenetapan rapat pleno hasil pemilihan legislatif Jembrana, Senin (22/7), KPU Jembrana memasang hasil suara pileg di areal kantor setempat. Dari hasil perolehan tersebut, tertera 35 orang nama calon legislatif (caleg) yang terpilih berikut jumlah suara. Dari informasi perolehan kursi tersebut, PDI Perjuangan mendapatkan kursi dan suara terbanyak yakni 18 kursi dengan total suara di lima daerah pemilihan (dapil) 266.581 suara atau 47,49 persen. Meskipun secara suara masih di bawah 50 persen, akan tetapi untuk perolehan kursi di DPRD, PDI Perjuangan meraih suara 51 persen. Golkar di urutan kedua dengan 19.569 suara atau 10,7 persen dengan meraih enam kursi. Di posisi ketiga, Partai Gerindra dengan total suara 18.144 suara (9,92) persen meraih empat kursi. Menyusul di peringkat keempat Partai Demokrat dengan total terpaut tipis dengan Gerindra yakni 16.208 suara. Demokrat pada periode ini meraih tiga kursi. Merujuk UU Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan

Kedua Atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), parpol pemenang pemilu berhak memperoleh jatah kursi pimpinan DPRD. Di Jembrana, sesuai proporsi jumlah kursi dalam DPRD yakni 35 orang, ditetapkan ada tiga orang pimpinan DPRD. Praktis ketiga parpol yang memenangi pileg dari nomor satu hingga tiga akan mendapatkan jatah kursi pimpinan DPRD tersebut. Satu Ketua DPRD dan dua Wakil Ketua DPRD. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, Jumat (26/7) kemarin mengatakan, terkait hasil pileg DPRD Jembrana telah ditetapkan pleno dan hasilnya selain di web resmi KPU RI, juga dipasang di papan informasi KPU Jembrana. Menurutnya hasil itu su-

Perilaku Anak Jalanan Resahkan Warga Mendoyo Negara (Bali Post)– Sejak dua hari belakangan ini, warga di Kecamatan Mendoyo khususnya yang tinggal di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk resah dengan perilaku gerombolan anak jalanan. Para remaja yang disinyalir masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk ini menyetop kendaraan bahkan tidur di depan rumah warga seperti gelandangan. Seperti yang terjadi pada Jumat (26/7) pagi di Halte bus Timur Pura Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin. Warga yang resah dengan aktivitas gerombolan ini bahkan sempat menegur dan memarahi gerombolan remaja ini. Belasan remaja baik laki dan perempuan ini tidur di halte sejak Kamis (25/7) malam. Yang membuat warga geram, salah satu pasangan memperagakan adegan tak senonoh meskipun masih berpakaian. Alhasil warga mendatangi dan memberitahu gerombolan yang rata-rata masih remaja tersebut. Belasan remaja itu akhirnya kabur meninggalkan halte. “Sudah dari tadi pagi-pagi mereka tidur di halte. Kami berharap ini ditertibkan karena meresahkan,” kata salah seorang warga, Jero Darmada. Selain di sekitar Rambut Siwi, gerombolan ini juga sempat terlihat di sekitar pasar malam Pergung. Mereka yang berjalan bergerombol ini bahkan sempat nekat menaiki truk yang saat itu sedang berhenti. Warga juga mengaku telah menginformasikan ini ke pihak berwajib termasuk ke Satpol PP. Diperkirakan, rombongan remaja ini akan terus berdatangan ke Bali. (kmb26)

dah sesuai rapat pleno dan nama-nama yang terpilih juga tertera sebanyak 35 orang. Selanjutnya hasil itu dapat dijadikan dasar untuk nantinya resmi pelantikan. “Hasilnya kita pasang di sini (KPU Jembrana), di Situng (web KPU) juga ada jumlah suara dan nama-nama terpilih,” ujar Tangkas. Sementara itu, Sekretariat DPRD Jembrana I Made Sudantra mengaku telah menerima hasil pleno penetapan yang dihadirinya Senin lalu. Hasil tersebut juga telah disampaikan ke Gubernur untuk nantinya menunggu Surat Keputusan (SK) terkait penetapan. “Kita sudah menerima hasil pleno. Sekarang kita menunggu SK dari Gubernur untuk nantinya pelantikan 13 Agustus mendatang. Tetap sesuai jadwal,” ujar Sudantra. (kmb26)

Terbesar 7.335, Terkecil 637 Suara

KPU Jembrana telah memasang hasil suara pileg di areal kantor setempat. Dari hasil perolehan tersebut, terdapat 35 orang nama calon legislatif (caleg) yang terpilih berikut jumlah suara. Adapun suara terbesar diraih Ni Made Sri Sutharmi. Kader PDI Perjuangan ini meraih 7.335 suara. Sementara kader Partai Persatuan Pembangunan meraih suara 637 atas nama Mujahidin. Ia juga menjadi satu-satunya kader PPP yang akan duduk di DPRD Jembrana periode 2019-2024. Berikut nama yang akan menjadi wakil rakyat di Jembrana: Partai Kebangkitan Bangsa: 2 kursi. n H. Muhamad Yunus: 2.794. n Sajidin : 2.082. Partai Gerakan Indonesia Raya: 4 kursi. n I Ketut Sadwi Darmawan, S.E.: 2.690. n I Md. PT. Yudha Baskara: 2.322. n I Gusti Putu Wiradi: 1.771. n I Ketut Astawa Putra: 1.005. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan: 18 kursi. n Ni Made Sri Sutharmi: 7.335. n I Dewa Putu Merta Yasa: 6.112. n Ir. I Ketut Suastika Yasa: 4.611. n Drs. Ida Bagus Susrama: 4.533.

n Ni Made Artini: 4.361. n Adrimin: 4.052. n I Nyoman Sudiasa, S.H.: 3.828. n I Ketut Suastika, S.Sos., M.H.: 3.315. n I Dewa Komang Wiratnadi, S.T.: 2.999. n I Gede Putu Suegardana Cita, S.E : 2.813. n I Ketut Suasana, S.H.: 2.701. n Ni Putu Lilyana, S.E : 2.625. n I Ketut Sudiasa, S.E.: 2.498. n Ida Ayu Putu Mona Windayanti: 2.454. n Ni Ketut Muliasih, S.H :2.312. n Ni Komang Sri Kendel: 2.209. n I Gede Riawa: 2.125. n I Gede Mulyadi: 1.240.

n Ni Wayan Wirti: 2.241. n I Made Sabda: 2.215. n I Ketut Gama: 1.678. n I Komang Dekritayasa: 1.537. n I Ketut Angpribawa, S.E.: 1.471.

Partai Golongan Karya: 6 kursi. n I Wayan Suardika, SP. Msi: 2.271.

n n n

Paratai Hati Nurani Rakyat: 1 kursi. n I Ketut Suarta: 1.996. Partai Demokrat: 3 kursi I Komang Gede Leon Satriana WIJAYA : 3.304. Drs. I Wayan Wardana: 2.657. I Ketut Catur, S.E: 2.407.

Takaran Tak Sesuai, Satu Pompa SPBU di Melaya Dihentikan Sementara

Taman Pecangakan Tidak Terawat PEMKAB Jembrana sering menggaungkan penataan ruang terbuka hijau bagi masyarakat. Di beberapa sudut kota taman dibuat, namun dinilai tidak diimbangi dengan perawatan sehingga terkesan terbengkalai. Seperti di Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana. Sejak beberapa bulan ini tampak kotor. Sejumlah tong sampah yang disediakan penuh karena tidak diangkut dan dibersihkan. Bahkan ada bak penuh berisi sampah sampai terguling dan kotor. ‘’Sayang tamannya bagus namun tak terawat. Harusnya ada petugas yang rutin bersih-bersih di sini,’’ kata Made Wirawan, seorang warga Pendem, Kamis (26/7). Sementara itu, Kadis LHKP Jembrana Wayan Sudiarta dikonfirmasi mengatakan pihaknya melakukan perawatan di dalam halaman kantor bupati dulu. ‘’Yang di taman Pecangakan menyusul setelah selesai di kantor bupati,’’ jelasnya. (kmb)

Partai Persatuan Pembangunan: 1 kursi. n Mujahidin: 637.

Bali Post/kmb26

PENGECEKAN – Petugas dari Koperindag melakukan pengecekan mesin pompa BBM yang sempat dikeluhkan konsumen di salah satu SPBU di Kecamatan Melaya.

Negara (Bali Post) Lantaran diketahui tak sesuai takaran, satu unit mesin pompa bahan bakar Premium di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Melaya dihentikan sementara, Jumat (26/7) kemarin. Hal tersebut dilakukan saat Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana turun melakukan pengecekan. Sebelumnya, di salah satu SPBU di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk wilayah Melaya ini sempat menuai keluhan dari konsumen. Seorang pengemudi mobil menyangsikan pengisian sudah sesuai takaran. Akhirnya untuk memastikan, petugas dari Dinas Koperindag mengecek langsung menggunakan bejana ukur 20 liter. “Memang ada takaran yang melebihi ambang batas toleransi,” ujar Kepala Dinas Koperindag Jembrana, I Komang Agus Adinata. Agus Adinata menyebutkan, dari hasil pengecekan menggunakan bejana ukur 20 liter yang dibawa dinas itu, ada perbedaan dari hasil pengecekan terakhir bulan April lalu. Mesin pompa BBM diberikan batas toleransi kurang dari 0,65 mililiter. Tetapi dari hasil pengecekan, mencapai 0,100 mililiter. Sehingga melebihi batas toleransi. Sehingga ukurannya kurang dari satu liter. Karena melebihi dari ambang batas yang disyaratkan, Dinas pun memutuskan untuk sementara pengisian Premium di mesin pompa itu dihentikan. Sambil menunggu dilakukan tera ulang oleh UPTD Metrologi Legal Buleleng. “Kalau mesin yang lain boleh karena dari pengecekan sudah sesuai. Yang belum sesuai takaran kita stop sementara,” ujar Adinata. Sejatinya, di hampir seluruh SPBU yang beroperasi di Jembrana rutin dilakukan tera ulang Dinas Koperindag bersama oleh UPTD Metrologi Legal Buleleng. Teranyar pada April lalu juga telah dilakukan tera ulang. (kmb26)

Terkait N-Max Atas Nama Pribadi

Dinas PMD Sarankan Kembalikan Uang

TAMAN PECANGAKAN - Salah satu sudut di Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana.

Negara (Bali Post) – Sejumlah desa yang diduga membeli sepeda motor dinas atas nama pribadi ditelusuri Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jembrana. Dari hasil penelusuran, diketahui dua desa yang membeli sepeda motor Yamaha N-Max atas nama pribadi. Kepala Dinas PMD Jembrana I Gede Sujana, Jumat (26/7) kemarin mengatakan, dari konfirmasi Dinas memang ada beberapa desa yang membeli sepeda motor dinas di tahun 2018. Anggaran yang digunakan dari APBDes melalui pos Bagi Hasil Pajak. Dari sekitar tiga desa itu, semuanya masih menggunakan plat hitam. Hal ini dikarenakan untuk membuat plat merah ternyata ribet dan pihak penyedia (dealer) tidak

bisa memenuhi. Tetapi dari sejumlah desa itu sudah ada desa yang kepala desanya berinisiatif mengembalikan dana ke desa. Lalu mengganti pembelian dengan dana pribadi, sehingga sepeda motor itu resmi menjadi milik pribadi. Namun masih ada satu desa yang menurutnya terlanjur sudah atas nama pribadi hingga saat ini dioperasionalkan di desa yakni di Desa Cupel, Kecamatan Negara. “Semestinya memang menggunakan e-katalog. Memang di sana atas nama pribadi, semestinya pemerintah desa,” ujar mantan Camat Mendoyo ini. Menurutnya, terkait atas nama pribadi ini tidak ada unsur kesengajaan. Melainkan karena memang dari pihak pengadaan tidak mampu untuk mengubah menjadi plat merah.

Solusinya, Dinas menyarankan secara teknis kendaraan tersebut agar dialihkan menjadi atas nama desa. Atau apabila memang sulit, pihak yang tercantum di kendaraan atas nama pribadi itu agar mengembalikan uang ke kas desa sebagai pendapatan lain-lain. Singkatnya, kepala desa yang bersangkutan membeli kendaraan itu. “Yang jelas tidak ada unsur sengaja. Kami memberikan saran ke desa yang bersangkutan,” tambahnya. Diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala desa/perbekel di Kabupaten Jembrana membeli sepeda motor dengan merk dan jenis yang sama menggunakan anggaran APBDes. Namun di salah satu desa kendaraan tersebut atas nama pribadi kepala desa/perbekel. (kmb26)

I Gede Sujana

BP/kmb26


Karangasem

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

11

Bali Post/kmb41

AKTIVITAS VULKANIK MENURUN - Aktivitas vulkanik dan juga kegempaan Gunung Agung sedikit menurun.

Dapur Ludes Terbakar Kerugian Rp 30 Juta Amlapura (Bali Post) Peristiwa kebakaran dapur kembali terjadi di Karangasem. Dapur milik warga I Nyoman Kari di Dusun Saren Anyar, Desa Budekeling, Bebandem ludes terbakar Kamis (25/7) malam. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian materiil diperkirakan hingga Rp 30 jutaan. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari, Jumat (26/7) kemarin mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa kebakaran itu terjadi pukul 22.35 Wita. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung

menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan pemadaman api. “Pascamenerima laporan adanya kebakaran, kita langsung meluncur ke lokasi. Kita terjunkan 13 personel dengan lima unit mobil damkar untuk melakukan proses pemadaman. Setelah berjuang keras, sekitar satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api,” ujarnya. Diduga penyebab kebakaran dapur itu, kata Tari, karena pemilik rumah lupa mematikan sisa kayu bakar usai melakukan pengolahan pakan ternak sekitar pukul 17.00 Wita. Setelah selesai

mengolah pakan ternaknya, sang pemilik langsung meninggalkan dapur tanpa mengecek kembali apakah api itu masih hidup atau sudah padam. Pemilik baru mengetahui dapurnya terbakar sekitar pukul 22.00 Wita. “Besarnya kobaran api, membuat hampir seluruh barang di dapur itu ludes terbakar. Dugaan sementara penyebab kebakaran itu akibat sisa kayu bakar usai memasak belum dimatikan. Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu. Sementara akibat peristiwa itu, pemilik rumah mengalami kerugian materiil hingga Rp 30 juta,” ujarnya.(kmb41)

Dua Bulan Gunung Agung Tak Erupsi

Kegempaan dan Aktivitas Vulkanik Menurun

Amlapura (Bali Post) Hampir dua bulan belakangan ini, Gunung Agung tak pernah erupsi lagi. Kondisi itu menandakan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Bali itu mulai sedikit tenang. Demikian juga kegempaan yang mengikuti juga terpantau menurun. Hal itu diakui Kasubbid Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Jumat (26/7) kemarin. Kalau aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini kata Devy Kamil Syahbana, memang sedikit mulai tenang. Pasalnya, hampir dua bulan belakangan ini, gunung tertinggi di Pulau Dewata ini tidak pernah mengalami erupsi lagi. “Dari sisi kegempaan juga relatif ada penurunan,” ujarnya. Kendati Gunung Agung

sedikit terlihat tenang, kata Devy Kamil, akan tetapi dari data deformasi sejauh ini memang masih terekam adanya indikasi tekanan magma, meskipun volumenya tidak terlalu signifikan. “Meskipun kondisi saat ini relatif tenang, tetapi Gunung Agung masih berpotensi terjadi erupsi. Saat ini, volumenya masih teru-

kur dan data deformasinya masih kecil, sehingga indikasi terjadi erupsi besar, belum teramati,” lanjut Devy Syahbana. Fase tenang Gunung Agung itu, kata Devy Syahbana, bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, tahun 2018 sejak 17 Juli tidak pernah mengalami erupsi. Gunung Agung sempat istirahat sekitar lima

bulan dan baru kembali erupsi Desember 2018. “Hal seperti ini memang lumrah terjadi pada gunung api termasuk Gunung Agung. Jadi, masyarakat perlu sedikit bersabar dengan kondisi ini,’’ pinta Devy Shahbana. Masyarakat, katanya, harus tetap waspada terhadap ancaman bahaya Gunung Agung itu. Caranya dengan tidak melakukan aktivitas di radius empat kilometer dari puncak. ‘’Karena itu, juga tidak diizinkan melakukan aktivitas pendakian,” ujar Devy Syahbana. (kmb41)

Susun DPK, KPU Buka Kotak Suara Pemilu

Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem, Jumat (26/7) kemarin, melakukan pembukaan kotak suara pemilu dan pengambilan formulir model DPK serta C7 dalam agenda kegiatan pemutakhiran daftar pemilih secara berkelanjutan. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan, pembukaan kotak suara pemilu itu untuk

pemutakhiran data pemilih. Daftar Pemilih Khusus (DPK) katanya, merupakan pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak 17 April lalu. Namun, belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sehingga dicatat dalam formulir A-DPK oleh KPPS. “Kotak suara ini untuk seluruh TPS di Karangasem. Pembukaan kotak suara ini kita lakukan guna melihat

daftar hadir masyarakat pada pencoblosan 17 April lalu. Pembukaan kotak suara itu dimulai 26 sampai 30 Juli mendatang,” ujarnya. Krisna menambahkan, setelah dibuka dan dicermati, maka selanjutnya data itu akan di-input, disalin, kemudian diunggah. Selanjutnya, data itu disinkronkan dengan DPT serta data dari Disdukcapil. Setelah itu, baru bisa diketahui pengguna KTP saat

pemilihan itu yang belum masuk DPT. “Data ini akan kita fotokopi. Setelah itu, data itu kembali kita masukkan ke kotak masing-masing. Selanjutnya, disimpan dengan baik,’’ ujarnya. Pihaknya berharap, pembukaan kotak suara ini, nantinya dapat membuat daftar pemilih khususnya pada pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 semakin valid. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PEMADAMAN API - Petugas damkar saat melakukan pemadaman api.

Kekurangan Ruang Kelas

Belasan SMP Terapkan ’’Double Shift’’

Amlapura (Bali Post) Tercatat belasan sekolah SMP di Karangasem terpaksa harus menerapkan sistem double shift. Program kelas pagi dan sore itu terpaksa dilakukan agar proses belajar mengajar berjalan lancar. Sistem tersebut diberlakukan mengingat di sekolah itu penerimaan siswanya cukup banyak. Sementara ruang belajar yang dimiliki masih terbatas. Kabid SMP Disdikpora Karangasem I Wayan Sarya mengungkapkan, sampai saat ini memang masih ada SMP yang menerapkan sistem double shift dalam proses belajar mengajar. Kata dia, SMP yang menerapkan double shift itu di antaranya SMPN 1 Rendang, SMPN 1 Kubu, SMPN 1 dan SMPN 2 Selat, SMPN 1 Sidemen, SMPN 1 Bebandem, SMPN 1 Manggis, SMPN 1 dan SMPN

2 Amlapura, serta SMPN 1 dan SMPN 2 Abang. “Kondisi ini disebabkan tidak seimbangnya siswa SD yang melanjutkan dengan keberadaan ruang SMP. Jumlah siswa SD yang melanjutkan ke SMP jauh lebih banyak. Sementara siswa yang tamat SMP jumlahnya sedikit. Ruang belajar yang dimiliki sekolah masih terbatas, sehingga tidak dapat menampung banyak siswa. Mau tidak mau, kondisi itu diatasi dengan cara menerapkan double shift,” ujar Wayan Sarya baru-baru ini. Sarya menambahkan, kendati masih banyak SMP yang menerapkan double shift, tetapi semua itu tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar siswa. Guru-guru yang mengajar ditugaskan secara bergiliran. Ada yang mendapatkan jam mengajar pagi, ada yang da-

pat jam mengajar sore. “Sejauh ini, sekolah yang menerapkan double shift tidak ada masalah dalam proses belajarnya. Semuanya berjalan lancar-lancar saja. Materi pelajaran yang diberikan oleh guru sama antara siswa yang masuk pagi dan sore. Karena itu, siswa tidak terganggu ketika harus masuk sore,” katanya. Atas kondisi ini, ke depannya memang perlu dibangun SMP. Rencananya, pembangunan SMP akan dilakukan di Kecamatan Abang, Rendang, dan Karangasem. Dengan dibangunnya SMP itu, maka sekolah yang siswanya membeludak bisa diarahkan ke sekolah yang baru. Langkah itu merupakan solusi tepat dalam upaya mengakomodir siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang SMP. (kmb41)

BUKA KOTAK SUARA - KPU Karangasem saat membuka kotak suara pemilu.

Bali Post/kmb41

Entaskan Gepeng, Fokus Program Riil di Masyarakat Angka kemiskinan di Kabupaten Karangasem masih cukup tinggi. Dari data yang ada di Dinas Sosial, jumlah warga miskin di Gumi Lahar mencapai 42.128 KK. Dalam mengupayakan pembangunan secara lebih merata, maka angka kemiskinan itu harus dijadikan fokus program riil di masyarakat. Solusinya, pemkab melalui Dinas Sosial menggelontorkan sejumlah bantuan ke KK miskin tersebut. Lalu, apa saja bentuk bantuan konstruktif yang diberikan secara nyata kepada warga miskin itu? KEPALA Dinas Sosial Kabupaten Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari men-

gatakan, warga miskin di Karangasem sampai saat ini memang cukup tinggi.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kepala keluarga (KK) miskin di Gumi Lahar itu mencapai 42.128. Dari jumlah itu, kata Puspa Kumari, 22 ribu sudah mendapatkan bantuan pemerintah. Bukan saja untuk warga miskin perorangan juga dalam lingkup keluarga. Bantuan yang digelontorkan kepada warga miskin tersebut melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Warga yang menerima bantuan ini sudah masuk Basis Data Terpadu (BDT).

“Bantuan PKH ini untuk meningkatkan gizi keluarga. Bantuan PKH itu mengacu pada beberapa kriteria. Di antaranya hanya diperuntukkan bagi ibu hamil dan memiliki anak sekolah. Bantuan yang diberikan lewat program PKH ini Rp 500 ribu per tiga bulan. Sedangkan BPNT diberikan bantuan Rp 110 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulannya. Sementara untuk penyandang cacat dan lansia kurang mampu mendapatkan jaminan yang jumlah bantuannya Rp 3 juta per bulan,”

ujarnya. Selain program itu, ada juga agenda pengentaskan angka kemiskinan. Dalam hal itu, pihaknya melakukan pengentasan gelandangan dan pengemis melalui program desaku menanti. Sebelumnya, warga yang menggepeng itu diberikan bantuan satu unit rumah untuk 50 orang di Muntigunung. Selain diberikan bantuan rumah, warga penerima juga diberikan modal untuk membuat usaha ekonomi produktif masing-masing Rp 5 juta.

“Jadi, bantuan yang diberikan itu harus dipergunakan untuk membuat usaha seperti usaha dupa, kripik, atau usaha lainnya. Jenis usahanya sesuai keinginan mereka sendiri,’’ tambahnya. Namun, usaha yang dibentuk itu diawasi oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Jadi, uang itu tidak bisa dipakai selain untuk membuat usaha. Karena untuk pencairan uang itu harus melalui persetujuan LKS. Lebih lanjut, kata Puspa Kumari, masih ada bantuan lewat pemberdayaan warga,

khususnya kepada yang benar-benar tidak mampu. Program itu melalui kelompok usaha bersama (Kube). Warga wajib membuat usaha bersama. Seperti usaha ternak sapi, babi dan lainnya. Modal bantuan yang diberikan ini Rp 20 juta. Dana itu berasal dari Kementerian Sosial. “Warga yang diberikan bantuan ini harus masuk BDT. Upaya ini dilakukan sematamata untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok. Ini juga salah satu upaya pengentasan kemiskinan,” tegas Puspa Kumari. (nan)


KLUNGKUNG

12

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Puncak Perayaan Hari Koperasi Ke-72

Bupati Suwirta Minta Lembaga Ekonomi Fokus pada Koperasi BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menghadiri perayaan Hari Koperasi Indonesia ke-72 tahun 2019 tingkat kabupaten di Wantilan Pura Agung Kentel Gumi, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Jumat (26/7) kemarin. Perayaan tahun ini mengambil tema “Reformasi Koperasi di Era Revolusi industri 4.0”. Dalam pidatonya, Bupati Suwirta mengatakan koperasi harus mampu mandiri dan dimiliki masyarakat serta disesuaikan dengan perkembangan zaman. Koperasi juga harus bisa bergerak di bidang usaha yang lain dan tidak mesti hanya simpan pinjam, perdagangan maupun pertokoan. Namun, koperasi ke depan harus berkolaborasi dengan para entrepreneur dan wadah ekonomi yang lain yang ada di desa, seperti Gerbangsadu, BUMDes, LPD, BUMDA. Dengan modal entrepreneur yang ada, nantinya ko-

perasi akan dapat menangkap peluang dan potensi yang ada di desa masing-masing. Namun di sisi lain, Bupati Suwirta juga menyampaikan kegundahannya terkait perhatian pemerintah pusat terhadap koperasi yang sudah semakin kabur, dan yang tersisa hanya undang-undangnya saja. Menurutnya, pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian terlalu banyak menciptakan lembaga ekonomi di desa. Sehingga membingungkan masyarakat dan pemerintah daerah, lembaga mana akan dikembangkan dan dikuatkan. Ia sangat yakin dan berani berdebat bahwasanya koperasi merupakan satu-satunya lembaga ekonomi yang sangat kuat karena sudah berbadan hukum dibandingkan lembaga ekonomi lain yang ada di desa. “Untuk di Bali, sebenarnya cukup hanya dua lembaga ekonomi, satu untuk desa adat dan satu lagi untuk desa ainas dan semua kegiatan dalam

Bali Post/gik

PEMERIKSAAN - Propam saat melakukan pemeriksaan.

Propam Periksa Seluruh Personel Polres

Semarapura (Bali Post) Sebagai upaya penegakan disiplin personel Polres Klungkung, Propam melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen, Jumat (26/7) kemarin. Objek pemeriksaan meliputi seluruh anggota, baik Perwira, Bintara dan PNS Polres Klungkung. Kasi Propam Ipda Ida Bagus Ketut Arsa, mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan dilakukan setelah apel pagi, yang dipimpin langsung Kabag Sumda Polres Klungkung Kompol Ni Made Mindriwati. Pemeriksaan ini sebagai salah satu upaya melaksanakan pembinaan disiplin, pemeliharaan ketertiban, termasuk pengamanan internal dalam rangka penegakan disiplin di lingkungan Polri. Pengecekan kelengkapan dokumen anggota harus rutin dilakukan untuk menekan pelanggaran. Sehingga anggota selalu menjaga disiplin, tidak ada yang melakukan pelanggaran sekecil apa pun. Pemeriksaan menyeluruh ini meliputi KTA anggota, ke-

lengkapan STNK, SIM, NPWP, BPJS, dan kelengkapan ranmor dinas maupun ranmor pribadi. Selain memeriksa kelengkapan surat anggota, penampilan anggota seperti rambut dan penggunaan seragam juga menjadi sorotan, agar sesuai dengan ketentuan dinas. Dengan penampilan yang rapi, seorang anggota Polri akan percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, masalah penampilan ini menjadi perhatian khusus. “Polri institusi penegak hukum, harus taat pada aturan dan bisa jadi contoh masyarakat, sebelum melaksanakan tugas harus mempersiapkan piranti yang diperlukan,” ucap Kasi Propam Polres Klungkung. Dari mulainya pemeriksaan sampai dengan berakhirnya kegiatan, tidak ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan personel Polres Klungkung. Ini sebagai respons baik dari personel atas tanggung jawabnnya sebagai pelayanan dan pengayom masyarakat. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida terus meningkat. Apalagi pada bulan Agustus, puncak kunjungan wisatawan asing ke pulau yang terpisah dengan Bali daratan itu. Hal tersebut rupanya menjadi perhatian Pemkab Klungkung. Bahkan, sejak lama telah direncanakan membangun jalan lingkar untuk mengatasi kemacetan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra, Perbekel Desa Ped I Ketut Karya meninjau jalan yang menjadi jalur utama kendaraan di Pelabuhan Banjar Nyuh,

Nusa Penida, Kamis (25/7) lalu. Jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan masyarakat sehari-hari. Seiring perkembangan pariwisata yang sangat pesat di Nusa Penida, ruas jalan tersebut menjadi sangat krodit. Hal itu dikarenakan armada yang tergabung dalam usaha jasa travel jumlahnya makin banyak, ditambah pemungutan retribusi bagi wisatawan yang prosesnya cukup membutuhkan waktu, sehingga berdampak pada kemacetan. Atas kondisi tersebut, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali berencana untuk mematangkan jalan lingkar. Jalan

pemberantasan kemiskinan seharusnya melibatkan koperasi yang sudah berbadan hukum, sehingga lebih fokus,” Ujar Bupati yang sering diundang mengisi seminar tentang koperasi ini. Sementara itu, Ketua Dekopinda Klungkung Drs. Ngakan Made Natha dalam sambutannya mengajak seluruh penggiat koperasi untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi (IT) dalam menggerakkan usaha koperasi. Ngakan Made Natha mengajak semua penggiat koperasi yang hadir untuk melek IT, dan meninggalkan sistem manual. Ia juga menyampaikan rasa bangganya akan kondisi koperasi di Klungkung, meskipun jumlah koperasi di Klungkung tidak sebanyak daerah-daerah lain di Provinsi Bali yang bisa mencapai ribuan. Klungkung meskipun koperasinya hanya berjumlah sekitar 130-an, namun koperasi di Klungkung telah dikunjungi 567 koperasi

dari seluruh wilayah Indonesia yang mengadakan studi banding untuk belajar bagaimana pengelolaan koperasi yang baik dan benar. “Bayangkan kalau tidak ada koperasi, pasti Klungkung akan dipandang sebelah mata karena tidak punya potensi di koperasi,” ujar Drs. Ngakan Made Natha yang juga Ketua Kopas Srinadi Klungkung. Selain pemotongan tumpeng oleh Bupati Suwirta, dalam puncak peringatan hari koperasi ini juga diserahkan bantuan kursi roda dan penyerahan piala kepada para pemenang lomba dalam rangka memeriahkan Hari Koperasi. Untuk lomba koperasi berprestasi dimenangkan oleh KUD Jaya Werdhi Desa Takmung, untuk koperasi konsumen berprestasi dimenangkan oleh KPRI Sedia Pemkab Klungkung serta untuk koperasi Simpan Pinjam berprestasi diraih oleh KSP Agung Artha Kusuma Nusa Penida. (ad847)

POTONG TUMPENG - Bupati Suwirta potong tumpeng bersama Ketua Dekopinda Klungkung Ngakan Made Natha dalam perayaan Hari Koperasi Indonesia ke-72.

Pembangunan Akomodasi Marak Badan Perizinan Segera Turun

Semarapura (Bali Post) Maraknya pendirian akomodasi pariwisata di daerah Kepulauan Nusa Penida, memicu kekhawatiran baru. Pembangunan tanpa terkendali dikhawatirkan akan menimbulkan banyak pelanggaran. Kantor Perizinan diminta turun lebih sering ke lapangan. Kalau memang proses pembangunannya tidak berizin, sebaiknya segera ditertibkan. Demikian disampaikan Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, belum lama ini. Dia mengaku khawatir, karena geliat pembangunan akomodasi pariwisata kini tidak hanya di pesisir pantai, juga merambah

pelosok desa. Khususnya di jalur menuju objek wisata. Masifnya pembangunan tersebut, Baru pun mempertanyakan apakah sudah

dilandasi proses perizinan pada awal pembangunannya. ‘’Pembangunan akomodasi pariwisata itu marak. Bahkan, sampai badan jalan

Bali Post/kmb31

NUSA PENIDA - Wisatawan saat turun dari fastboat di Nusa Penida. Jumlah kunjungan wisatawan asing ke pulau itu semakin meningkat.

Dimatangkan, Rencana Jalan Lingkar di Nusa Penida lingkar tersebut akan menjadi salah satu solusi untuk memecahkan masalah kemacetan yang terjadi saat ini. Untuk merealisasikan jalan lingkar tersebut, pemkab sudah merencanakan survei tanah milik negara yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif jalan lingkar tersebut. ‘’Jalan lingkar adalah solusi dari kemacetan di jalur Pelabuhan Banjar Nyuh. Kami masih melihat tanah negara mana saja yang bisa digunakan,’’ ujar Suwirta. Selain masalah kemacetan, Suwirta juga menyoroti warungwarung dan pasar yang ada di Pelabuhan Banjar Nyuh. Ia pun meminta Perbekel Desa Ped

untuk memanfaatkan BUMDes guna mengelola Pasar Banjar Nyuh. Bangunan-bangunan pasar yang tidak digunakan bisa dimanfaatkan sebagai warung maupun restoran agar seluruh pedagang menjadi satu tempat di area itu. Selain menjual makanan, di pasar tersebut juga diminta untuk disediakan kerajinan dan barang khas Nusa Penida untuk dijual kepada wisatawan. Sehingga bisa menjadi sarana promosi untuk wisatawan. Ketika wisatawan sedang menunggu boat maupun yang menunggu jemputan travel, bisa melihatlihat dan berbelanja di pasar tersebut. (kmb31)

Bali Post/kmb31

JALAN LINGKAR - Bupati Suwirta saat kunjungan ke Nusa Penida terkait rencana jalan lingkar.

pun dibanguni akomodasi pariwisata. Ini bagaimana? Tolong perizinan lebih sering turun ke Nusa Penida,’’ katanya. Menurutnya, situasi di lapangan nampaknya sudah kian tidak terkendali. Kalau tidak ditertibkan dari sekarang maka ke depan akan sulit sendiri bagi pemerintah daerah melakukan penertiban. ‘’Tidak hanya pembangunan akomodasi, menjamurnya mobil travel juga perlu ditertibkan. Karena banyak yang tak mengantongi izin,’’ ujar Baru. Anggota dewan lainnya, Wayan Mudiana, juga mempertanyakan peran Dinas Perizinan. Tidak hanya untuk akomodasi yang baru dibangun, tetapi juga akomodasi yang sudah telanjur melanggar. ‘’Bagaimana dengan rencana kebijakan izin bersyaratnya. Yang mana akan dikeluarkan izin bersyarat atau langsung diberangus saja. Satpol PP juga tunjukkan taringmu,’’ katanya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Klungkung I Made Sudiarkajaya mengakui dalam tiga sampai empat tahun terakhir, pengeluaran perizinan didominasi sektor pariwisata. Tumbuhnya pariwisata, membuat jasa akomodasi tumbuh tinggi, karena dini-

lai menguntungkan. Saat ini dalam jasa akomodasi menerapkan transfer payment. Untuk menerapkan itu maka setiap akomodasi harus mengantongi izin. Sudiarkajaya mengakui banyak akomodasi pariwisata yang belum mengantongi izin. ‘’Kami banyak menolak permohonan izin, karena pemohon tidak sanggup memenuhi persyaratan,’’ kata Sudiarkajaya. Permohonan banyak ditolak untuk akomodasi yang dibangun di dekat pantai, karena melanggar sempadan pantai. Baik pantai yang berpasir sejauh 100 meter maupun yang di dekat tebing, dengan batas minimal dua kali kedalaman tebing. Sementara, berapa akomodasi yang berizin dan tidak berizin, dia mengaku tak tahu. Demikian pula besaran pendapatan yang masuk dari akomodasi pariwisata. ‘’Silakan tanyakan ke Dinas Pariwisata,’’ jelasnya. Mengenai izin bersyarat, dikatakan, akan dikeluarkan bagi akomodasi yang telanjur melanggar, namun memenuhi syarat sesuai ketentuan pemerintah. Namun, ditegaskan ini masih direncanakan dan sifatnya temporer. Tujuannya agar mampu mendongkrak capaian retribusi sektor pariwisata. (kmb31)

ta, sampah plastik dianggap sangat mengganggu keindahan lingkungan. Para pemuda setempat bergerak dari pedagang ke pedagang lainya, memberikan tas berbahan ramah lingkungan kepada pedagang hingga pembeli. Mereka sekaligus menyampaikan pesan-pesan upaya menekan penggunaan plastik, dengan menggunakan tas ramah lingkungan yang bisa dipakai berkali-kali. “Kami tidak gagah-gagahan. Kami ingin memberi contoh, kegiatan kecil yang bisa berdampak

bagi kebiasaan masyarakat,” katanya. Tas yang dibagikan kepada pedagang, mencapai 200, disebar kepada masyarakat yang melakukan transaksi di pasar terbesar di Kecamatan Nusa Penida itu. Proses ini juga berlangsung unik, karena salah satu dari anggota STT ada yang berpakaian celuluk, untuk mencuri perhatian warga sekitar. Dia kelihatan mencolok dari anggota lainnya, sehingga pemuda tersebut mencuri perhatian warga yang berada di pasar. (kmb31)

Perangi Sampah Plastik STT Sebar Tas Ramah Lingkungan

Semarapura (Bali Post) Persoalan sampah tidak hanya terjadi di kota besar. Di desa pun sampah menjadi permasalahan serius, khususnya sampah plastik. Sampah plastik ini penyumbang terbesarnya berasal dari kantong barang belanjaan. Pemerintah Provinsi Bali mengatensi permasalahan sampah plastik dengan menyetop pemakaian kantong plastik sebagai tempat penyimpan barang belanjaan. Mendukung kebijakan tersebut, STT Sila Jaya, Banjar Batununggul Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida berinisiatif menyebar tas belanja ramah lingkungan di Pasar Mentigi. Ketua STT Sila Jaya I Dewa Gede Hendradinata, belum lama ini mengatakan, momentum hari raya Galungan dimanfaatkan untuk melakukan ini, para pemuda setempat kompak turun ke jalan menyerahkan langsung tas belanja ramah lingkungan ini kepada seluruh pedagang dan pusat-pusat keramaian di lingkungan sekitar. “Ini sebagai wujud kepedulian kita terhadap sampah plastik khususnya sebagai penyimpan belanjaan. Kantong plastik yang digunakan sebagai penyimpan barang belanja tersebut berdampak pada lingkungan sekitarnya. Terlebih lagi masalah sampah plastik sangat pelik terjadi di Kecamatan Nusa Penida,” katanya. Sebagai daerah pariwisa-

Bali Post/gik

RAMAH LINGKUNGAN - Anggoa STT menyerahkan tas ramah lingkungan kepada salah satu pedagang.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr Sales Exc u/Distributor, Hub. PT.Aldavi : 721873/08123869229 B.BP.001.07.19.0000833

Dcr Admin, Sopir, Teknisi Mbl Tk Bangunan, Hub:08123676218 B.BP.004.07.19.0000842

Dcr S1/D3 Tek.Mesin,Singel,Komputer,SIM C/A,Akan di kursuskn Utk Konsul.Tek Hub:0811395185 B.BP.001.07.19.0000828

Dcr Sopir SIM A Jl.Bypass Ngrh Rai u/Klinik Hewan 0361-723777 B.BP.001.07.19.0000829

Dcr Staf Cafe New Asri T.Dalam Jl.Soputan I/73 H.082147883816 B.BP.001.07.19.0000831

SERVICE

DIJUAL RUMAH

SERVICE

KURSUS

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

Dibutuhkan Segera Waitress dan Bartender. Hub:08123673166

Waiter/Ksr Bali Roostary Coffee Jl.D.Toba 7 Sanur.081805628430

B.BP.001.07.19.0000822

B.BP.001.07.19.0000821

Dicari Pembantu Rumah Tangga Tinggal dalam dan bisa masak dan jujur Kontak Telp.0821 24 458 758 B.BP.004.07.19.0000789

Dicari Penjahit, untuk garment daerah Kesambi,Kerobokan. telp:081246126741 B.BP.004.07.19.0000836

Dicari Sopir serabutan (packing + kirim sayur) Hub:087760157946/087862163222 B.BP.001.07.19.0000830

Head SPG Butik Seminyak Female Experience English WA only Diana 08123932061 B.BP.004.07.19.0000838

Sgr Sopir Shuttle Bus Karyawan SIM B1 Min Pglmn 2th Gaji & Faslitas mnarik H:085107030000 B.BP.004.07.19.0000805

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Avanza GM/T’2004 Kuning DK asli 77jt Ng Kond.Bgs 08123969166 B.BP.001.07.19.0000845

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Guesthouse Jimbaran Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.07.19.0000089

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Jual/Kontrak Rmh Cinere estate, Blok G 245/246, Depok.lingk Tenang. Dekat tol Antasari. LT 570 m2. SHM LB 420 m2, 4KT, garasi,tilp, 4400 VA, Kt/Km pembantu. jual 6.4M Sewa 250Jt/2thn.Hub.0811883923 Bpk.George Arthur. TP B.BP.031.07.19.0000840

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon ±35A Ubud-Tegallalang.Hp:0811394712 B.BP.001.07.19.0000006

Jual Rmh Kos Dlm Kota Denpasar 4Are,16Kmr TP.Hub.08123655107

3A bs ambil 1A Jl.Glogor Carik Gg.Kangguru No.2. 085101818655

B.BP.001.07.19.0000823

B.BP.154.07.19.0000849

Dijual Tnh Lok.Medewi Pinggir Pantai,Cocok utk Villa 5Are. 12,8Are &18,65Are Harga 120Jt150Jt/Are.Hb:08123917970/Siong B.BP.001.06.19.0000758

Dijual Kav Anturan Bllng DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.07.19.0000098

Tnh 190Are Pgr Jln.Utama Lok. Desa Buahan Kaja Kec.Payangan Kab.Gianyar Hub.08123635089 B.BP.001.07.19.0000844

KURSUS Les Private Musik Keyboard / Piano u/ anak2.WA:081238178763 B.BP.001.07.19.0000839


BANGLI

14

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

Armada Damkar Minim, Dua Rusak Bangli (Bali Post) -

Jumlah armada pemadam kebakaran (damkar) yang dimiliki Pemkab Bangli terbilang minim. Menangani musibah kebakaran yang terjadi, pemkab saat ini hanya mengandalkan dua unit damkar yang masih efektif digunakan. Sementara dua unit armada damkar lainnya kondisinya sudah tua dan rusak. Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma, Jumat (26/7) kemarin, mengatakan total armada damkar yang dimiliki berjumlah empat unit ditambah satu unit mobil tangki air. Dari empat armada yang ada, hanya dua yang masih bisa dioperasikan. Sedangkan dua lainnya rusak. Dijelaskan Suryadarma, pihaknya selama ini tidak bisa melakukan perbaikan terhadap dua unit armada damkar yang rusak tersebut lantaran status asetnya belum jelas. Sebagaimana yang disampaikan pihak aset kepadanya, dua unit armada damkar itu dulunya merupakan pemberian dari pemerintah pusat. Namun, saat damkar masih menjadi bagian Dinas PU, dua unit kendaraan damkar itu ternyata tidak terdaftar sebagai aset Pemkab Bangli. ‘’Sehingga saat diserahkan dari PU ke Satpol PP dan Damkar dua unit armada damkar itu, tidak masuk dalam penyerahan aset,’’ terangnya. Saat ini, status dua unit kendaraan damkar itu masih abuabu. Karenanya, pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan. ‘’Kalau kami perbaiki salah karena bukan aset kami,’’ ujarnya. Lanjut dikatakan Suryadarma, dengan luas wilayah Bangli yang

RUSAK - Kondisi armada damkar milik Pemkab Bangli yang rusak dan tak terawat.

Ruang Bagian Hukum Dipakai Kemas Narkoba

Pengamanan Kantor Setda Diperketat Bangli (Bali Post) – Pengamanan di lingkungan Kantor Setda Kabupaten Bangli kini diperketat. Hal itu dilakukan menyusul diciduknya seorang oknum sopir pejabat lantaran kasus narkoba. Sesuai hasil interogasi yang dilakukan pihak kepolisian, terungkap bahwa sopir berinisial INM alias S kerap menggunakan salah satu ruangan kantor Bagian Hukum untuk menyimpan dan mengemas sabu-sabu. Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma yang ditemui Jumat (26/7) kemarin mengatakan, pascatertangkapnya salah seorang oknum ASN di Bagian Hukum yang tersangkut kasus narkoba, Sekda Bangli telah menginstruksikan masing-masing unit/OPD untuk melakukan langkah antisipasi agar jangan sampai ada oknum yang menggunakan ruangan kantor sebagai tempat melakukan aktivitas terlarang. Instruksinya yakni meminta seluruh unit/ bagian di Setda menyerahkan seluruh kunci ruangan kepada petugas Satpol PP yang bertugas di pos penjagaan setelah jam pulang kantor. Tidak diperkenankan bagi siapa pun memiliki kunci

cadangan di masing-masing ruangan. Setiap kepentingan yang akan dilakukan di ruangan kantor di luar jam kerja, agar melapor terlebih dahulu di pos penjagaan Satpol PP. ‘’Instruksi ini diberlakukan mulai hari ini. Malam nanti akan dilakukan pengecekan terhadap kunci di masingmasing ruangan,’’ terangnya. Selama ini kunci ruangan di lingkungan kantor Setda, diakui Suryadarma, tidak pernah diserahkan ke petugas Satpol PP. Usai jam kantor, kunci biasanya dibawa oleh pegawai di masing-masing unit/bagian. ‘’Sesuai instruksi Sekda, mulai hari ini harus diserahkan ke petugas jaga Satpol PP,’’ ujarnya. Suryadarma mengungkapkan, sebelum diciduk polisi, oknum ASN yang bertugas sebagai sopir Kabag Hukum tersebut selama ini memang kerap diketahui petugas Satpol PP mendatangi ruangan Bagian Hukum usai jam kantor. Saat ditanya, alasannya mencari wifi untuk main game online. ‘’Sempat saya tanya langsung beberapa waktu lalu, pengakuannya karena dia di rumah sering terganggu anaknya. Sehingga dia datang ke kantor cari wifi,’’ ungkapnya. Pihaknya saat itu memper-

cayai alasan tersebut lantaran di saat yang bersamaan wifi di Bagian Hukum juga menyala hingga di pos jaga Satpol PP. ‘’Kalau masalah dia ngajak orang, kita tidak pernah tahu. Karena petugas kita yang jaga di depan tidak pernah lihat dia ngajak orang lain. Apakah orang yang diajak lewat samping atau belakang kita kurang tahu,’’ ujarnya. Disinggung mengenai keberadaan CCTV untuk mengawasi kegiatan di areal Setda, Suryadarma mengatakan, sejatinya keberadaan kamera CCTV sudah ada terpasang beberapa unit. Namun sejak hampir setahunan terakhir, kamera pengawas yang dipasang Diskominfo itu tidak lagi berfungsi karena rusak disambar petir. Untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya pun kini akan mengintensifkan patroli di areal kantor Setda usai jam pulang pegawai. Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra saat dikonfirmasi terpisah mengaku prihatin dan tidak menyangka ada oknum ASN di Pemkab Bangli yang menjadi pemakai dan pengedar narkoba. Untuk mengantisipasi adanya ruangan dinas dipakai oleh oknum tertentu untuk aktivitas terlarang, ia

mengaku sudah menginstruksikan seluruh unit, bagian dan OPD di lingkungan Pemkab Bangli agar menyerahkan kunci ruangan usai jam kantor berakhir ke pos jaga Satpol PP. ‘’Bagi yang akan melaksanakan kegiatan di kantor, di luar jam kerja, agar melapor di Satpol PP,’’ kata Giri Putra. Giri Putra mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Kabag Hukum untuk melakukan koordinasi ke Polres Bangli dan meminta informasi dan data terkait penangkapan oknum ASN tersebut. Untuk selanjutnya dijadikan dasar pertimbangan pemberian sanksi terhadap oknum yang bersangkutan. Sesuai arahan Bupati, Giri Putra mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan kerja sama dengan BNN untuk sewaktu-waktu melakukan sidak di kantor Setda termasuk kantor OPD di lingkungan Pemkab Bangli. Ia menegaskan, sidak tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Bangli melindungi pegawai agar jangan sampai terjerumus narkoba. ‘’Tujuan kita baik. Jangan sampai ada lagi ASN di Bangli yang jadi pengguna apalagi pengedar narkoba,’’ ujar Giri Putra. (kmb40)

Polisi Masih Selidiki Pembuang Mayat Bayi Bangli (Bali Post) – Pelaku pembuangan mayat bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan Susut, belum terungkap. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap pembuang mayat bayi malang tersebut. Di sisi lain, pascapenemuan mayat bayi, pihak Desa Adat Lumbuan akan segera menggelar upacara Rsi Gana di lokasi. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi Jumat (26/7) kemarin, mengatakan, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan melakukan pengecekan ke desa-desa terkait keberadaan ibu hamil sebelumnya, serta pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap pelaku pembuang mayat bayi tersebut. Sementara untuk mengetahui penyebab kematian bayi lakilaki itu, polisi telah membawa mayat bayi ke RS Sanglah untuk diautopsi. “Autopsinya masih menunggu jadwal dari RSUP sanglah,” terangnya. Sulhadi mengatakan, polisi akan berupaya agar kasus tersebut dapat segera terungkap. Pihaknya berharap apabila ada masyarakat yang mengetahui informasi yang berkaitan tentang kejadian tersebut agar segera melapor

ke kepolisian. Sementara itu, Bendesa Adat Lumbuan I Putu Artawa yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pascapenemuan mayat bayi di wilayah Lumbuan pada hari raya Galungan, Rabu (24/7) lalu, pihaknya bersama krama saat ini sedang mempersiapkan upacara Rsi Gana. Rencananya, upacara pembersihan tersebut akan dilaksanakan pada 31 Juli mendatang. Upacara Rsi Gana akan dilaksanakan di dua tempat yakni di lokasi penemuan mayat bayi dan di catus pata desa setempat. “Sesuai kepercayaan kami, kalau ada kejadian seperti itu wajib meaksanakan pembersihan secara niskala melalui upacara Rsi Gana,” jelasnya. Artawa mengatakan pihaknya belum mengetahui informasi terkait perkembangan kasus penemuan mayat bayi tersebut. Pihaknya menyerahkan penanganan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, warga di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut digegerkan dengan sesosok mayat bayi yang ditemukan tergeletak di tengah jalan wilayah desa setempat, saat hari raya Galungan, Rabu (24/7). Mayat bayi tersebut berjenis kela-

min laki-laki. Mayat bayi yang masih ada tali pusarnya itu pertama kali ditemukan oleh saksi Ni Wayan Kartini, warga desa setempat sekitar pukul 11.30 wita. Saksi kemudian memberitahukan hal itu kepada

suaminya I Wayan Suweta yang selanjutnya disampaikan ke I Putu Widiyuta, anggota Polres Bangli. Oleh I Putu Widiyuta, kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Susut guna penanganan lebih lanjut. (kmb40)

terdiri empat kecamatan, pihaknya saat ini membutuhkan tambahan dua unit armada damkar. Jika penambahan bisa dilakukan lagi dua unit, maka pihaknya akan bisa menyiagakan satu di antaranya di wilayah Kintamani. Untuk pengadaan tambahan armada damkar, pihaknya mengaku berupaya berjuang agar bisa mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Di samping tetap mengajukan usulan dalam APBD Bangli. Tak hanya kekurangan armada damkar, Satpol PP dan Damkar Bangli saat ini juga kekurangan tenaga petugas pemadam kebakaran. Suryadarma menyebut jumlah personel damkar yang dimiliki saat ini hanya 30 orang. Masih kurang 20 orang personel lagi. Sebab, dalam satu regu idealnya terdiri dari 10 personel. Dalam satu hari, ada tiga regu yang ditugaskan yang dibagi dalam tiga shift. ‘’Karena terbatas, saat ini satu regu jumlah personelnya ada yang 7 orang, ada juga 6 orang,’’ kata Suryadarma. Sementara itu, berdasarkan pantauan di pos damkar, dua unit armada damkar yang rusak terparkir di utara tembok kantor Bagian Ekonomi. Karena tak terawat, kondisi armada damkar keluaran lama itu kini mulai ditutupi semak di bagian bannya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Laklak Jelekungkang Diminati Wisatawan

LAKLAK salah satu jenis jajanan tradisional di Bali yang masih eksis sampai sekarang. Kue berbentuk bulat dengan tekstur lembut ini hingga sekarang masih mendapat tempat di hati para pencinta jajanan tradisional. Di Banjar Jelekungkang, Desa Tamanbali terdapat sebuah warung yang menyediakan jaja laklak. Menariknya jaja laklak yang disediakan dimasak langsung di tempat secara tradisional menggunakan tungku kayu bakar. Keberadaan warung laklak ini mampu menjadi pelengkap daya tarik bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Air Terjun Dedari. Mencari warung laklak tersebut cukup mudah. Lokasinya berada di pinggir jalan menuju Air Terjun Dedari. Warung yang menyediakan beberapa bale bengong sederhana beratap jerami tersebut, selama ini cukup banyak dikunjungi anak muda, pencinta jajanan tradisional dan wisatawan dari sejumlah wilayah tak hanya Bangli namun juga luar Bangli. Ketut Wahyu Semara Dewata, pemilik warung laklak tersebut, mengatakan dirinya dan keluarganya sudah memulai usaha jaja laklak sejak enam bulan terakhir. Ide usaha jaja laklak ini muncul setelah banyak wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Dedari. Jaja laklak yang dimasak langsung secara tradisonal ini sengaja dihadirkan sebagai pelengkap daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Air Terjun Dedari. Dalam sehari, ia bisa membuat adonan laklak hingga 15 kilogram. Alasan mema-

sak jaja laklak menggunakan tungku kayu bakar, agar menarik dan rasa jaja laklak yang dihasilkan lebih gurih. Per satu porsi kue yang berbahan tepung beras itu dijual relatif murah. Hanya Rp 3 ribu per porsi. ‘’Bukanya dari siang sampai sore hari,’’ ujarnya saat ditemui, Jumat (26/7) kemarin. Sementara itu, salah seorang pencinta jajanan

tradisional, Wayan Sugiarta, mengatakan jaja laklak menjadi salah satu favoritnya sejak kecil. Jaja laklak paling cocok disajikan sebagai teman kopi. Pria yang tinggal di Denpasar ini mengatakan pembuatan jaja laklak yang masih menggunakan tungku kayu bakar menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. (ina)

Bali Post/ina

LAKLAK - Jaja laklak dibuat secara tradisional menggunakan tungku kayu bakar.


Sabtu Pon, 27 Juli 2019

OLAHRAGA

15 1.470 Pesilat Marakkan Bali Internasional Denpasar (Bali Post) Tercatat 1.470 pesilat ikut menyemarakkan kejuaran pencak silat terbuka bertajuk ‘’Bali International Championship I/2019’’ di GOR Lila Bhuana mulai Jumat (26/7) kemarin sampai Minggu (28/7) besok. Kejuaraan ini mempertandingkan nomor seni dan laga mulai kategori SD, SMP, SMA dan mahasiswa/dewasa. Ketua Panpel Romy Ardiansyah kemarin mengemukakan, sebelumnya pihaknya telah menggelar event serupa, seperti Yogyakarta Championship, Tugu Muda Championship, Bandung Lautan Api Championship, dan Malang Championship I. Kejuaraan

bersifat terbuka ini bertujuan untuk selalu mengenalkan dan memopulerkan pencak silat kepada khalayak ramai supaya tidak kalah dengan bela diri impor. Kejuaraan ini juga diikuti pesilat dari mancanegara, seperti dari Malaysia dan Singapura. Ia bertekad, kejuaraan ini akan berjalan lebih baik dari event yang telah ada, agar tercipta bibit–bibit berbakat yang memiliki prestasi dunia. ‘’Kami berharap semua insan pencak silat bisa berpartisipasi pada kejuaraan ini dalam rangka meramaikan dan membudayakan pencak silat sebagai warisan luhur budaya bangsa,’’ katanya. (022)

Pasangan Kevin/Marcus melaju ke semifinal.

Japan Open 2019

Indonesia Tempatkan Lima Wakil di Semifinal

Tokyo – Indonesia menambah wakil di semifinal Japan Open 2019 menjadi total lima wakil setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Jonatan Christie menyusul lolos ke babak empat besar. Kevin/Marcus melangkah ke semifinal usai mengalahkan Aaron Chia/Soh Woo Yik. Dalam pertandingan perempatfinal di Musashino Forest Sport Plaza, Jumat (26/7) kemarin, Kevin/Marcus harus

melewati pertarungan sepanjang tiga gim. Menang mudah di gim pertama, Kevin/Marcus kemudian dapat perlawanan sengit dari Aaron/Soh di gim kedua. Setelah kehilangan gim

kedua, Kevin/Marcus akhirnya menang 21-14, 22-24, 21-15. Di semifinal, Kevin/Marcus akan menghadapi Li Junhui/ Liu Yuchen. Ganda putra asal China yang merupakan unggulan ketiga itu lolos setelah

menang rubber game atas pasangan tuan rumah Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 22-24, 21-12, 21-12. Dari nomor tunggal putra, Jonatan jadi satu-satunya wakil Indonesia yang menembus semifinal. Jonatan lolos ke semifinal setelah menang 2112, 21-14 atas wakil Denmark Anders Antonsen. Di babak semifinal, Jonatan akan menghadapi pebulutang-

kis Denmark lainnya, Jan O Jorgensen. Jorgensen melaju setelah menang 11-21, 21-14, 21-13 atas Rasmus Gemke. Dengan demikian, Indonesia menempatkan lima wakil di babak semifinal. Nomor ganda campuran menciptakan all Indonesian semifinal antara Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja. (kmb33/ant)

Dewan Hakim Sidangkan Tiga Atlet Mutasi

Denpasar (Bali Post) Dewan hakim yang diketuai Fredrik Billy menyidangkan perkara mutasi tiga atlet yang hendak pindah ke Badung, di KONI Bali pada Jumat (26/7) kemarin. Mereka adalah dua atlet balap motor asal Denpasar Komang Arya Darmaputra dan Made Gede Sadhu Sakabakti serta seorang atlet bola voli asal Buleleng Gede Setiawan. Berdasarkan keterangan yang terungkap dalam sidang, ditambah bukti-bukti, Billy menjelaskan Gede Setiawan sudah dibikinkan KTA oleh Buleleng pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Akan tetapi, sejauh ini Gede Setiawan merasa belum pernah mengurus KTA. Bahkan pada Porprov Bali di Gianyar dua tahun lalu, Gede Setiawan belum pernah diturunkan, sebab tidak lolos seleksi. Selanjutnya, Setiawan yang pindah ke Badung hendak diuruskan KTA-nya, tetapi tidak bisa.

‘’Setiawan berniat mengurus KTA tetapi terganjal,’’ ungkap Billy. Sementara dua atlet balap motor Denpasar Komang Arya dan Gede Saka telah mengundurkan diri terhitung Agustus 2018 lalu. Namun versi KONI Denpasar, pengajuan mutasi baru diajukan April lalu. ‘’Sidang mutasi tiga atlet ini akan kami putuskan pada Senin 5 Agustus mendatang,’’ jelasnya. Selain menyidangkan tiga atlet, Billy juga memediasi perpindahan atlet balap sepeda asal Jembrana Axel Gavan ke Tabanan. Di sisi lain, Wakil Ketua Umum KONI Denpasar Nyoman Mardika mengakui pengunduran diri atlet berarti atlet bersangkutan sudah tidak menekuni atlet lagi. Kenyataannya, belakangan baru muncul pengurusan mutasi ke Badung. ‘’Saya kira aturan Porprov sudah jelas dan harus ditegakkan,’’ tandas Mardika. (022)

Pihak Swasta Namun, pihak swasta juga diharapkan memiliki kompetensi untuk meningkatkan konektivitas laut. Terutama dalam mendatangkan cruise (kapal pesiar) atau yacht ke Pelabuhan Tanah Ampo. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pengembangan kawasan Pelabuhan Sanur merupakan bagian dari program infrastruktur darat, laut, dan udara yang terintegrasi. Khususnya terkait dengan segitiga Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan. Ada tiga sasaran yang ingin dijangkau. Yakni kepentingan transportasi masyarakat lokal Nusa Penida yang hilir-mudik ke Denpasar,

pelayanan umat se-Bali ketika ada piodalan di Pura Penataran Agung Dalem Ped, serta kepentingan pariwisata. Terkait Pelabuhan Tanah Ampo, menurut Koster, didesain untuk memberikan pelayanan cruise yang datang ke Bali. Oleh karena itu, pelabuhan mesti dibuat berstandar internasional. Pengembangan dengan konsep KPBU supaya pelayanan pelabuhan lebih profesional dan berkualitas untuk meningkatkan daya saing dalam bidang kepariwisataan. ‘’Ini pembangunan (pengembangan - red) sedang berlangsung, tentu kita berharap dalam waktu dua tahun ke depan sudah selesai. Total investasi belum bisa saya buka sekarang, masih ada studinya,’’ ujarnya. (kmb32)

Bali Post/ist

MEDIASI - Upaya mediasi atlet balap sepeda asal Jembrana Axel Gavan yang hendak pindah ke Tabanan oleh KONI Bali pada Jumat (26/7) kemarin.

Tetap Solid

‘’Ucapan terima kasih karena kerja pagi, siang, malam dari TKN. Hampir satu tahun kerja keras pagi, siang, malam bersama-sama secara gotong royong,’’ pungkas Jokowi. MEski dibubarkan Jokowi mengatakan KIK akan tetap solid dan terus berkoordinasi. ‘’Ya, kita tetep bertemu TKN, meski sudah dibubarkan, bertemu dengan para sekjen, dengan ketua-ketua umum, kita kan mengatur kapan ketemunya. Kalau sudah sangat urgen 5 menit saja ditelepon kita ngumpul kok,’’ kata Jokowi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding mengatakan pembubaran TKN karena telah usainya pilpres. ‘’TKN dibubarkan karena tugasnya untuk memenangkan pasangan

Sabtu, 27 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Line Dance Cera 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Ball Ganesh (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Shadow Boxes 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik

11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa Tiwa Matatah dan Mamukur (1) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Lima Yowana SMAN 1 Negara Juara Mobile Legend Tingkat Nasional 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Nangun Yadnya Upacara Caru Nawa

Gempang, Buta Crurik lan Rsi Gna di Kedonganan 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Bali Kumara Generasi Ke-5 Eps 2 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Puseh Beng Carang Sari (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

capres-cawapres Joko WidodoMa’ruf Amin sudah selesai,’’ kata Abdul Kadir Karding di depan restoran tempat pertemuan TKN, di Menteng, Jakarta, Jumat kemarin. Tampak hadir di restoran tersebut, antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang juga Wakil Ketua TKN, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, Bendahara TKN Trengganu, Wakil Ketua TKN Johny G Plate (NasDem) serta Abdul Kadir Karding (PKB). Tampak hadir juga

Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, yang juga politisi PDI Perjuangan, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang juga politisi PDI Perjuangan. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, setelah pembubaran TKN, kemungkinan ada banyak perubahan hingga Oktober mendatang. Berdasarkan jadwal, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden pada forum sidang paripurna di MPR-RI pada 20 Oktober mendatang. (ant)

Bali Post/ist

SILAT - Seorang pesilat memperagakan jurus di nomor seni tunggal pada hari pertama Bali International Championship di GOR Lila Bhuana, Jumat (26/7) kemarin.

Sertu Anny akan Berlaga di SEA Games

Denpasar (Bali Post) Anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Jasdam IX/Udayana Sertu (K) Ni Kadek Anny Pandini beberapa kali meraih medali emas di cabang olahraga judo. Saat ini Anny sedang mengikuti Traning Center (TC) Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games dan CSIM Olympiade Military World Games di Jakarta. Atlet kelahiran Denpasar, 10 Mei 1993 ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan purnawirawan TNI-AD I Wayan Sarjana. Sementara ibunya bernama Ni Desak Putu Redini. Dia memiliki seorang kakak, Ni Putu Rina Ayuwangi, dan adik yang juga merupakan anggota TNI-AD Serda I Komang Bagus Bayuanan. ‘’TC Pelatnas sudah dilaksanakan mulai Maret hingga Desember mendatang untuk mewakili Indonesia di ajang SEA Games Filipina yang digelar pada bulan Desember 2019 mendatang,’’ ujar Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G., Jumat (26/7) kemarin. Sementara TC CSIM Military World Games akan dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2019. Menurut Kapendam, The 7th CISM Military World Games merupakab multiolahraga untuk olahragawan militer yang diselenggarakan oleh Dewan Olahraga Militer Internasional. Kegiatan tersebut akan digelar di Kota Wuhan, China, dari 15 hingga 30 Oktober 2019. ‘’Olimpiade yang telah diadakan sejak tahun 1995 ini, mencakup 23 cabang olahraga CISM Disciplines dan

satu olahraga demonstrasi,’’ ungkapnya. Nantinya, Sertu Anny yang saat ini mengikuti TC di Jakarta dan akan dipanggil pada saat pertandingan ke China bersama atlet lainnya. Sedangkan TC cabang olahraga judo pada Agustus sudah try out ke luar negeri. ‘’TNI-AD selaku organisasi sangat peduli terhadap anak bangsa yang berprestasi. Ni Kadek Anny Pandini akhirnya bergabung menjadi prajurit TNI-AD melalui program Caba Unggulan Khusus Atlet. Dia juga termotivasi ayahnya yang juga seorang prajurit TNI-AD,’’ tegas Kolonel Jonny. Prestasi yang pernah diraih oleh Anny, di antaranya medali perak PON Kaltim 2008, perak SEA Games 2011, emas PON Riau 2012, perunggu SEA Games Myanmar 2013, emas SEA Games Singapura 2015, emas Kejurnas Bandung 2015, emas PON Jawa Barat 2016, emas Kartika Cup Palembang 2018, perunggu Asian Judo Open Taipei 2018 dan emas Kejurnas Judo Jakarta 2019. (kmb36)


KESEHATAN

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Sabtu Pon, 27 Juli 2019

’’Swing’’ Viral di Instagram

TOP BlogerINdan Komunitas VASI

Film Jepang Kunjungi Teras Ceking Bali WONDERFUL BALI

K AU M milenial Jepang kini sedang deman wisata swing dan spa. Bahkan, atraksi wisata swing di sejumlah desa wilayah di Gianyar, Bali kini sedang viral di instagram di Jepang. Bahkan, wisata atraksi mendapat perhatian khusus di negeri Sakura tersebut. Untuk mengetahui lebih dekat tentang daya tarik wisata swing ini, sejumlah vloger dan bloger serta komunitas film dari Jepang datang khusus ke Teras Ceking di Desa Tegallalang, Gianyar. Di wilayah ini atraksi swing tumbuh pesat dan tingkat kunjungan wisatawannya sangat tinggi. Wisata ini juga dipadukan kopi luwak dan menjadikan alam sebagai daya tarik utamanya. Kedatangan mereka ke objek

wisata Teras Ceking ini serangkaian kunjungan lima hari ke Indonesia yang difasilitasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan KJRI Osaka. Selain mengunjungi Bali, mereka juga telah berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Tedyanzah Jayadi, staf Konsul Jenderal Republik Indonesai (KJRI) di Okasa, Jepang yang mendampingi para vloger ke Bali kepada Bali Post, Jumat (26/7) kemarin menceritakan, saat ini kaum milenial di Jepang sangat tertarik dengan atraksi wisata swing yang menjamur di Desa Wisata Tegallalang, Gianyar. Foto-foto wisatawan sedang swing kini sedang viral di Jepang. ‘’Para vloger dan bloger ini datang ke Bali untuk membuktikan keindahan wisata atraksi ini. Minat generasi muda Jepang datang ke Bali sangat tinggi. Potensi inilah sedang digarap Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan KJRI di Osaka. Para vloger dan bloger dan komunitas film ini siap mendukung, mempromosikan serta mengajak kalangan muda Jepang datang ke Bali,’’ jelasnya.

BUDAYA

Tedyanzah Jayadi mengatakan, umumnya para vloger ini mengaku sangat antusias dengan cara Bali merawat destinasi wisata yang ada. Peran masyarakat dalam membangun objek-objek wisata alternatif, kreatif dan inovatif ini menurutnya merupakan salah satu kekuatan Bali bertahan sebagai destinasi wisata favorit di Jepang. ‘’Pelibatan masyarakat dan masih kuatnya budaya yang menjadi identitas pariwisata Bali mendapat apresiasi dari mereka,’’ jelasnya. Mereka bahkan sangat menikmati wisata atraksi swing ini. Tedy menjelaskan para bloger yang datang ke Bali di antaranya Kazuhiko Hamazaki (kameramen), Kotoe Onda (reporter), Aya Otoi (komunitas film), Machiko Matsumoto, Akemi Takeuchi, Taiki Fujita dan Nusiaga Putri. Para vloger, bloger dan komutias film ini banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan spa di Ubud setelah jalan-jalan di pasar tradisional Ubud. Kehadiran kalangan profesional ini ke Bali diharapkan membantu Kementerian Pariwisata melakukan promosi tentang daya tarik Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata di Jepang. Untuk itu, ke depannya pihaknya berharap Bali bisa tetap membangun daya saing pariwisatanya mengingat bagi warga Jepang jika musim liburan, mereka akan berwisata ke luar negeri. ‘’Potensi inilah yang mestinya digarap secara optimal dan famtrip ini adalah salah satu strategi untuk promosi,’’ jelasnya.

PENDIDIKAN

Asterisk Band SENIMAN Siap Ramaikan Industri Musik Bali

SELAIN sastra, aktivitas bermusik di Buleleng semakin menggeliat. Buktinya, beberapa band indie terlahir di bumi Den Bukit. Yang terbaru adalah Asterisk Band yang turut meramaikan industri musik Bali. Di tengah persaingan ketat, band yang beranggotakan empat orang ini menawarkan warna musik berbeda dengan mengusung genre pop rock. Salah satu personel Asterisk Band, Putu Rico Miharja, Jumat (26/7) kemarin mengatakan ide awal membentuk band indie tidak lain karena memiliki hobi bermusik. Di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, Rico yang menempati posisi gitar/backing vocal dan tiga rekannya yakni I Putu

Agus Mertayasa pada vocal, Kadek Diatmika memegang drum dan Kadek Delly Suparditya pada bass mencoba untuk berkarya. Hasilnya, dua lagu dengan judul ‘’Kenangan Manis’’ dan ‘’Megedi’’ berhasil diciptakan. Dua lagu itu sekarang sudah dilengkapi video klip yang bisa ditonton lewat Youtube. Dengan keberhasilan itu, Rico dan rekannya kemudian membentuk Asterisk Band tepatnya 1 Juni 2014 yang lalu. Sejak dibentuk, Asterisk Band dua kali merombak personel. Dari pergantian vocalis hingga mengganti pemain bass. Saat ini Asterisk Band diawaki empat orang pemuda Bali Utara. ‘’Kami

sama-sama bekerja dan memiliki hobi musik, kemudian kami bentuk band ini (Asterisk - red). Untuk saat ini baru dua hasil karya kami yang bisa dinikmati melalui Youtube,’’ katanya. Asterisk mengusung genre pop rock karena dianggap yang paling cocok dengan setiap karakter personelnya. Dengan genre pop rock, Asterisk Band mencoba memberi hiburan musik menyenangkan pada setiap event. Dengan tujuan ke depannya bisa menjadi salah satu band indie Bali yang meraih ‘’bintang’’ di belantika musik Bali. (mud)

Personel Asterisk Band.

Sementara itu, dari lima hari kunjungannya di Indonesia para vloger ini juga menghabiskan waktunya di objek wisata Labuan Bajo, NTT. Perwakilan media, komunitas, blogger, dan vlogger dari Jepang ini mengeksplorasi Labuan Bajo. Destinasi yang mereka jelajahi Pulau Padar, Pink Beach, hingga Pulau Rinca tak henti membuat decak kagum mereka. Labuan Bajo tidak hanya populer dengan destinasi wisata Taman Nasional Komodo. Kota dengan pemandangan matahari terbenam memukau ini memiliki banyak objek wisata. Di kawasan ini, wisatawan dapat

menikmati paket komplit, mulai dari wisata bahari, destinasi dataran yang indah hingga menikmati pemandangan dari atas bukit yang mengagumkan. Tak jauh dari Labuan Bajo terdapat Pulau Bidadari. Awalnya masyarakat menyebutnya Pulau Bidara, nama yang diambil dari sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Pulau ini merupakan salah satu spot terbaik untuk snorkeling dan diving. Pulau Padar, Pink Beach, hingga Pulau Rinca tak pernah berhenti menjadi buah bibir wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo. (dir)

Bali Post/ist

KULINARI - Ketua DWP KBRI Harare Hanna Sastrawan (kedua dari kiri) sedang menjelaskan kulinari Indonesia kepada Ibu Negara Zimbabwe Amai Auxillia C. Mnangagwa (ketiga dari kiri) disaksikan Dubes RI Harare Dewa J. Sastrawan (paling kiri).

Melalui Pameran Kulinari

KBRI Harare Dukung Penggunaan Dolar Zimbabwe

Bali Post/mud

PEMERINTAH Zimbabwe pada 24 Juni 2019 mengeluarkan kebijakan yang hanya menggunakan mata uang dolar Zimbabwe untuk transaksi dalam negeri dan melarang penggunaan mata uang asing, khususnya dolar AS, rand Afrika Selatan dan pula Botswana. Kebijakan ini diambil guna menstabilkan nilai tukar mata uang dolar Zimbabwe, sebagai bagian dari Transitional Stabilisation Program (TSP) dan implementasi Visi 2030 di mana Zimbabwe mencapai status negara berpenghasilan kelas menengah atas. Melalui KBRI Harare, Indonesia senantiasa mendukung upaya reformasi ekonomi Zim-

babwe untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Zimbabwe pada umumnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan KBRI Harare untuk mendukung program pemerintah setempat adalah memenuhi undangan Ibu Negara Zimbabwe Amai Auxillia C. Mnangagwa untuk berpartisipasi pada Zim Food & Cultural Festival yang diselenggarakan Zimbabwe Tourism Agency dan Angel of Hope Foundation di bawah naungan Ibu Negara. Dalam pameran kulinari Indonesia ini, KBRI Harare diwakili oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Harare. Dalam promosi kuliner Indonesia tersebut, DWP

KBRI Harare menerima pembayaran dalam dolar Zimbabwe dan uang elektronik (Ecocash). ‘’Ini adalah langkah DWP KBRI Harare untuk mendukung kampanye penggunaan dolar Zimbabwe dalam transaksi lokal,’’ kata Ny. Hanna Sastrawan, Ketua DWP KBRI Harare, di sela-sela pameran kuliner dan budaya tersebut. Dengan menerapkan transaksi seperti ini maka KBRI Harare secara tidak langsung mendukung program pemerintah Zimbabwe yang sedang melakukan reformasi ekonomi, khususnya dalam program kampanye transaksi dengan menggunakan dolar Zimbabwe. (kmb)

Pameran Seni Rupa ’’Water Holi(c)’’

Air Elemen Penting Dalam Sirkulasi Kehidupan EKOSISTEM bumi telah terancam karena ulah kita yang tidak sadar lagi terhadap alam, terutama air. Air adalah elemen penting dalam ekosistem bumi. Delapan puluh persen permukaan bumi diisi oleh air. Air adalah urat nadi kehidupan bumi. Air sebagai elemen penting dalam sirkulasi kehidupan di muka bumi. Kurator seni I Wayan Seriyoga Parta dan Made Susanta Dwitanaya menyampaikan hal itu dalam pameran seni rupa bertajuk ‘’Water Holi(c)” di Lv8 Resort Hotel Berawa, Canggu, Badung, Jumat (26/7) kemarin. Kata Seriyoga Parta, pameran ini adalah program rutin yang dilaksanakan Lv8

Resort Hotel Berawa yang sudah dimulai sejak tahun 2016 dengan tajuk ‘’Site Art Corner’’. Perupa yang terlibat terutama yang tergabung dalam Mangurupa Badung, beserta perupa Bali lainnya. Termasuk perupa undangan dari Yogyakarta dan Sulawesi. Pameran kali ini melibatkan hampir seratus perupa dengan lebih dari 150 karya seni lukis dan patung. Pameran akan berakhir 24 September 2019 mendatang. Disampaikan, kerangka kurasi pameran kali ini mengajak para perupa untuk meninjau dan memaknai air sebagai elemen penting dalam sirkulasi kehidupan di bumi.

Air kini tengah terancam akibat perilaku manusia sendiri, mulai dari pencemaran hingga pemanasan global. Air yang menjadi berkah dan urat nadi kehidupan, juga menjadi ancaman terbesar bagi kehidupan di bumi. Terkait dengan penyikapan perupa terhadap tema yang ditawarkan yaitu ‘’water holi(c)’’, kurator menawarkan subtema yang dapat diterjemahkan antara lain air suci dalam tradisi dan ritual, air bagi masyarakat dan budaya, air dan kehidupan agraris, air dan kehidupan pesisir, air dan bencana, air dan sampah serta pencemaran. ‘’Karya-karya yang dipres-

entasikan dalam pameran ini diharapkan dapat memberikan ruang penghayatan yang lebih mendalam, merupakan persepsi visual yang diresapi oleh para perupa atas tanggapannya terhadap fenomena. Kreativitas dalam karya perupa diharapkan dapat menggugah pengalamanpengalaman estetik yang menyentuh perasaan para penikmat,’’ ujarnya. Lebih jauh diharapkan dapat menjadi sebuah ajakan untuk memberi ruang pada kesadaran merefleksi persoalan-persoalan yang tengah menyelimuti kehidupan ‘’kita’’ terutama persoalan air. (lun)

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 27 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu