Skip to main content

Edisi Kamis 27 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

PDI PERJUANGAN - Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster bersama para ketua DPC PDI-P se-Bali usai rapat, Rabu (26/6) kemarin.

Ketua DPD dan DPC PDI-P Se-Bali Kembali Diusulkan Jadi Ketua di Wilayah Masing-masing

Denpasar (Bali Post) Prestasi dan kinerja PDI Perjuangan di Bali memenangkan pasangan JokowiMa’ruf Amin dengan perolehan suara 91,68 persen dan kemenangan PDI-P pada pemilu legislatif di semua kabupaten/kota di Bali, maka Ketua DPD PDI-P Bali dan seluruh Ketua DPC kabupaten/kota se-Bali mendapat dukungan untuk maju sebagai calon ketua di wilayahnya masing-masing. Ini merupakan penghargaan atas prestasi yang telah dicapai, sesuai arahan dan hasil Rakernas ke-4 pada 19 Juni 2019 di Jakarta. Demikian terungkap pada rapat di Kantor DPD PDI-P Bali, Rabu (26/6) kemarin. Hadir pada rapat tersebut, Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster, Ketua DPC PDI-P kabupaten/

kota se-Bali serta Pengurus DPD dan DPC PDI-P. Rapat ini juga membahas persiapan pelaksanaan Kongres V PDI Perjuangan yang akan dilaksanakan pada 8-11

Agustus 2019 di Bali. Terkait kongres, kata Koster, semua bersepakat untuk mendukung Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan dalam

Kata Koster, dengan keputusan tersebut maka komposisi ketua DPD PDI Perjuangan Bali dan ketua DPC kabupaten/kota periode ini dipastikan sama untuk periode 2020-2025. Ini tidak lepas dari prestasi dan kinerja partai yang membuat pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang mutlak di Bali dengan perolehan suara 91,68 persen. ‘’Ketua DPD Bali dan ketua DPC kabupaten/kota seBali mendapat dukungan untuk maju sebagai calon ketua di wilayahnya masing-masing.

Ini merupakan penghargaan atas prestasi yang telah dicapai, sesuai arahan dan hasil Rakernas IV pada tanggal 19 Juni 2019 di Jakarta,’’ ujar Wayan Koster. Menurut Koster, hal itu akan diputuskan pada saat konfercab dan konferda. Ia sendiri yang kembali didukung menjadi Ketua DPD PDI-P Bali mengaku siap maju lagi jika memang diberi kepercayaan. ‘’Di PDI P istilahnya penugasan. Tidak boleh mencalonkan diri, harus ada yang mengu-

sulkan,’’ imbuhnya. Sementara itu rapat di Kantor DPD PDI-P Bali, lanjut Koster, diikuti oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali dan Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali serta pengurus DPD dan DPC partai. Utamanya membahas persiapan pelaksanaan Kongres V PDI Perjuangan yang akan dilaksanakan pada 8-11 Agustus 2019 di Bali. Sejauh ini, pihaknya sudah siap untuk melaksanakan kongres. (kmb32)

Putusan MK Sudah Rampung Tinggal Dibacakan Kamis Ini

Prabowo-Sandi Nobar Sidang di Kertanegara Jakarta (Bali Post) – Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mengundang pimpinan partai politik koalisi Indonesia Adil Makmur memantau pembacaan putusan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) oleh Mahkamah Konstituasi (MK) di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta. ‘’Besok kami nonton bareng sidang putusan MK di Kertanegara bersama Prabowo. Kami undang teman-teman Koalisi Adil Makmur untuk bersamasama menyaksikan pembacaan putusan MK,’’ kata Sandiaga Uno di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Rabu (26/6) kemarin. Dia mengatakan, dirinya dan Prabowo juga akan menerima Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi yang akan melaporkan hasil putusan MK. Menurutnya, setelah itu apabila diperlukan maka dirinya dan Prabowo akan memberikan pernyataan resmi pascaputusan MK terkait PHPU tersebut. ‘’Insya Allah besok kami akan memberikan pernyataan, namun harus koordinasi dahulu dengan teman-teman koalisi,’’ ujarnya. Selain itu, Sandi mengatakan, dirinya baru saja bertemu Prabowo untuk bertukar pikiran dan berdiskusi terkait perkembangan politik terkini. Menurutnya, dirinya dan Prabowo mengucapkan terima kasih kapada seluruh tim hukum dan juga masyarakat yang memastikan bahwa situasi persidangan di MK dalam keadaan yang kondusif, aman tenteram dan damai. ‘’Tim hukum BPN yang sudah bekerja keras mempresentasikan perbaikan-perbaikan dalam sistem demokrasi yang secara fundamental kita bisa perlihatkan pada masyarakat berbagai penyimpangan,’’ ujarnya. Dia berharap agar keputusan para hakim MK berpihak kepada kebenaran dan keadilan, serta mengimbau kepada semua pihak untuk terus menjaga situasi aman tenteram dan kondusif. (ant)

Kongres V nanti. Ini merupakan penghargaan kepada Ibu Megawati karena berkat kepemimpinan beliau partai bisa solid seperti sekarang dan mampu meraih kemenangan secara gemilang pada pemilu serentak 17 April lalu, menang pilpres dan pemilu legislatif. ‘’Kita sangat membutuhkan kepemimpinan beliau dalam menghadapi perkembangan politik nasional ke depan dalam mengawal pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi,’’ tegas Koster.

Jakarta (Bali Post) – Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) MK khusus membahas perkara sengketa hasil Pilpres 2019 telah selesai dilaksanakan dan Kamis (27/6) hari ini siap dibacakan. Demikian penegasan Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono Soeroso. ‘’RPH pembahasan perkara sudah selesai, sehingga MK memastikan siap menggelar sidang pengucapan putusan besok (Kamis, 27/6),’’ kata Fajar di Gedung Mahka-

mah Konstitusi RI, Jakarta, Rabu (26/6) kemarin. Mengenai kegiatan MK menjelang pembacaan putusan, Fajar menyebutkan sejumlah rapat internal digelar MK untuk persiapan akhir penyelenggaraan sidang pembacaan putusan. ‘’Ketua MK, wakil ketua, dan hakim konstitusi memberikan arahan-arahan kepada panitera dan Sekretaris Jenderal MK, serta tim gugus tugas,’’ ujar Fajar. Hal. 15 Majukan Jadwal

Jakarta (Bali Post) Meski tidak mengantongi izin dari kepolisian, sejumlah elemen masyarakat antara lain GNPF Ulama, FPI, PA 212, serta komunitas emak-emak tetap menggelar aksi mengawal Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka yang tergabung dalam Gerakan Tahlil

Akbar dan Halalbihalal 266 mulai memadati kawasan patung kuda di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (26/6) kemarin, sejak pukul 11.00 WIB dan mulai berorasi di atas mobil komando sekitar pukul 13.00 WIB. Hal. 15 Tidak Melanggar

Tanpa Izin, Massa Gelar Aksi Kawal MK

Bali Post/ade

GEDUNG MK - Kawat berduri dipasang di luar gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (26/6) kemarin. Sebanyak 13.747 personel gabungan TNI-Polri disiagakan jelang putusan sengketa pilpres.

Lindungi Tenaga Kerja Lokal, Koster Dukung Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan ’’Yang kita atur adalah jumlah minimum kerja yang diperlukan perusahaan. Kalau izin, harus diganti pada hari lain, supaya tetap terpenuhi jam kerjanya. Dewan agar mempertimbangkan untuk mengatur hal ini, agar tak digunakan sebagai dalih oleh perusahaan untuk tidak menerima tenaga lokal Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

GUBERNUR Bali Wayan Koster menyambut baik serta mengapresiasi inisiatif Dewan menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Bali tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Hal ini diungkapkan saat penyampaian pendapat Gubernur atas Ranperda Inisiatif Dewan tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan pada Rapat Paripurna ke-9 DPRD Provinsi Bali di Gedung DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (26/6) kemarin. Gubernur Koster mengatakan, sesuai dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB), yang secara substantif bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta

isinya. Yakni untuk mewujudkan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala dan niskala, maka Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan adalah inisiatif cerdas dan bijak dalam kerangka pembangunan Bali berkelanjutan. ‘’Dengan adanya peraturan daerah ini nantinya diharapkan dapat menjadi landasan hukum dalam penyelenggaraan ketenagakerjaan, mencakup pembangunan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja, upaya perluasan kesempatan kerja, pelayanan penempatan tenaga kerja, pengupahan dan pembinaan hubungan industrial,’’ kata Kotsr yang juga Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. Seusai sidang, Gubernur Koster mengatakan dukun-

gannya terhadap ranperda ini. Sebab, Bali menghadapi permasalahan semakin sempitnya ruang untuk tenaga kerja lokal Bali yang berkaitan dengan profesionalisme, unsur-unsur yang bersifat lokal dan daya saing yang menurun. ‘’Karena itu perda ini sangat penting buat Bali dalam jangka panjang untuk memberikan proteksi kepada tenaga kerja lokal Bali, dan tentunya untuk menata ketenagakerjaan secara menyeluruh,’’ ujar mantan anggota DPR-RI ini. Terkait daya saing, Gubernur Koster mengusulkan adanya pengaturan jam kerja, karena demikian padatnya aktivitas ritual keagamaan yang mesti dilakoni oleh masyarakat Bali hingga berpengaruh terhadap produktivitas sebagai

karyawan. ‘’Yang kita atur adalah jumlah minimum kerja yang diperlukan perusahaan. Kalau izin, harus diganti pada hari lain, supaya tetap terpenuhi jam kerjanya,’’ kata politisi asal Desa Sembiran ini. Ia berharap anggota Dewan mempertimbangkan untuk mengatur hal ini agar tak digunakan sebagai dalih oleh perusahaan untuk tidak menerima tenaga lokal Bali. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasi atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentang Pencabutan Perda Nomor 5 Tahun 2006 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Daerah dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018. (kmb)


DENPASAR

2

Kamis Pon, 27 Juni 2019

Pelantikan Caleg Terpilih Disarankan Gunakan Busana Adat Bali Denpasar (Balipost) Calon legislatif (caleg) terpilih dalam pemilu lalu disarankan menggunakan busana adat Bali saat acara pelantikan. Hal ini sebagai wujud kepekaan para caleg terhadap budaya Bali dan mendorong pelaku usaha masyarakat Bali, khususnya perajin busana adat Bali. Saran penggunaan busana adat ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di hadapan Bupati dan Wali Kota se-Bali serta para pimpinan OPD kabupaten/kota. “Saya membaca di media, anggaran seragam pelantikan anggota dewan sampai miliaran rupiah. Mengapa tidak gunakan busana adat Bali saja?” katanya. Menurut Koster, penggunaan busana adat saat pelantikan ini bisa dilakukan dengan kesepakatan. Terlebih dahulu dilakukan majaya-jaya, dilanjutkan dengan pelantikan. “Hal ini bisa dilakukan asalkan disepakati bersama. Presiden saja dalam upacara nasional

pakai busana daerah,” katanya. Saat ini, pascakeluarnya Pergub 79 Tahun 2018, Gubernur telah mengeluarkan surat edaran agar setiap event yang bersifat international maupun nasional agar menggunakan busana adat Bali. Bahkan, saat ini semua instansi vertikal maupun harizonal yang ada di Bali agar menjalankan program busana adat Bali ini setiap Kamis. Dalam penggunaan identitas Bali khususnya busana adat Bali, kata Koster, pelantikan eselon II di lingkungan Pemprov Bali telah menggunakan busana adat Bali. Hal yang sama akan diterapkan dalam pelantikan pejabat eselon III dan IV, di mana mereka menggunakan pakaian adat ciri khas daerahnya masing-masing. “Yang dari Tabanan gunakan ciri khas busana adat Tabanan, dari Karangasem gunakan ciri khas Karangasem, demikian pula daerah lainnya,” katanya. Koster menambahkan, penggunaan busana Bali dengan ciri khas masing-masing ini untuk pemerataan bagi pelaku usaha pakaian adat Bali, sehingga tidak terpusat di Denpasar saja. Dengan pakaian adat ciri daerah masing-masing, maka pelaku usaha di setiap kabupaten juga bisa menikmatinya. Ditegaskan, kebijakan penggunaan busana Bali ini juga memiliki dampak terhadap ekonomi kerakyatan. Pelaku usaha, sejak adanya pemberlakuan kebijakan ini asetnya meningkat hampir 30 persen. “Untuk itu, para bupati agar mendorong di setiap daerahnya dalam hal penggunaan pakaian adat sehingga juga membantu industri kecil,” katanya. (kmb16)

Curi Arloji, Oknum Pilot Dituntut Lima Bulan Denpasar (Bali Post) Gara-gara mencuri arloji merek Seiko di Bandara Ngurah Rai, oknum pilot sebuah maskapai penerbangan, terdakwa Putra Setiaji alias Aji (30), dituntut pidana penjara selama lima bulan, Rabu (26/6) kemarin. JPU Made Gde Bamaxs Wirawibowo di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti melakukan pencurian sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 362 KUHP. Oknum pilot kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1988 itu melakukan aksinya pada Selasa (29/1) 2019. Ia mencuri di Toko Shop IDP di lantai

dua Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung. Kala itu, sang pilot datang melihat arloji yang ada di toko. Ia bertanya pada saksi I Wayan Candra (karyawan toko) tentang lokasi stand kacamata. Saksi kemudian mengantar terdakwa ke stand kacamata dengan posisi saksi berjalan di depan terdakwa. Saat berjalan itulah terdakwa mengambil satu buah arloji merek Seiko warna hitam dari meja toko. Arloji itu kemudian dimasukkan ke dalam saku celananya. Setelah itu, terdakwa pergi tanpa membayar arloji tersebut. (kmb37)

Kamis, 27 Juni 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Tari Palegongan Klasik, Sanggar Seni Saba Sari, Desa Saba, Kec. Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Tarian Khas Batak, Partisipasi Ikatan Keluarga Batak Bali (IKBB) Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Kesenian Soreng Langen Kridho Santoso, Partisipasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Lomba Wayang Kulit Parwa Tingkat Anak-anak, Desa Tejakula, Kec. Tejakula, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Wanita Pradnya

Paramesti, Desa Gumbrih, Kec. Pekutatan Duta Kabupaten Jembrana dengan Sekaa Gong Wanita Gita Bala Suari Akas, Desa Bakas, Kec. Banjarangkan, Duta Kabupaten Klungkung

Topik :

Bali Post/kmb12

POSKO - Suasana Posko Pengaduan PPDB yang dibuat Ombudsman RI Perwakilan Bali di Rumah Pintar yang dikunjungi orangtua siswa untuk menyampaikan keluhannya, Rabu (26/6) kemarin.

Orangtua Siswa Mengadu ke Posko Pengaduan PPDB Ombudsman

Denpasar (Bali Post) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri kini sedang berlangsung dan telah memasuki tahap pengumuman untuk jalur siswa miskin dan zonasi jarak terdekat. Secara umum, sistem yang diterapkan pada tahun ini mengalami perubahan dari PPDB tahun sebelumnya. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar tidak lagi menggunakan nilai Ujian Nasional sebagai acuan masuk sekolah. Penerapan zonasi menjadi penentu dalam PPDB kali ini. Penerapan sistem baru ini menimbulkan keluhan dari sejumlah masyarakat. Seperti yang terlihat di Posko Pengaduan PPBD yang dibuat Ombudsman di Rumah Pintar, Jalan Kamboja, Rabu (26/6) kemarin. Posko yang baru dibuat tersebut banyak dikunjungi orangtua siswa. Mereka mengadukan sejumlah persoalan yang dialami dalam PPDB kali ini. Beberapa orangtua siswa terlihat mendatangi Posko Pengaduan PPDB tersebut. Dari beberapa jenis pengaduan yang masuk, di antaranya menyampaikan ter-

kait masalah surat keterangan domisili. Akibat adanya penggunaan surat keterangan domisili tersebut, mereka yang jaraknya sekitar 500 meter dari sekolah tidak bisa masuk, karena kuota sudah penuh. Ada pula yang mengadukan terkait dengan penetapan titik koordinat yang tidak sesuai dengan aslinya. Akibatnya, salah seorang anak mengaku tidak diterima di SMP negeri, padahal jarak sekolah dengan rumahnya lebih dekat dibandingkan rumah anak yang diterima di sekolah tersebut. ‘’Saya ingin mengadukan

soal jarak karena anak saya bisa tidak diterima. Sedangkan anak tetangga saya yang jarak rumah dengan sekolahnya lebih jauh, bisa diterima,’’ ujar salah seorang orangtua siswa. Kepala Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, S.Sos., M.Si. mengatakan, pihaknya membuka Posko Pengaduan PPDB ini untuk mengakomodir keluhan masyarakat terkait dengan PPDB tahun ini. Mengingat, sistem yang diterapkan ini baru dilakukan, sehingga banyak masyarakat

yang belum tahu. Apabila ada pengaduan yang bersifat teknis, maka akan diserahkan kepada Disdikpora. ‘’Pada intinya, kami ikut serta memantau pelaksanaan PPDB ini agar bisa berjalan baik. Saya lihat masyarakat juga belum sepenuhnya paham dengan aturan baru ini,’’ jelasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Pendaftaran Zonasi Kawasan Mundur Sehari Denpasar (Bali Post) – Setelah terjadi kasus penundaan proses pendaftaran jalur zonasi jarak terdekat, kini kasus serupa kembali terulang. Bahkan, waktu penundaan selama sehari. Pendaftaran secara online untuk jalur zonasi kawasan yang dijadwalkan pada Kamis (27/6) hari ini, dimundurkan menjadi Jumat (28/6) pada pukul 17.00-24.00 Wita dan Sabtu (29/6) pukul 08.00-17.00 Wita. Selain itu, waktu pendaftaran ini juga dipangkas dari tiga hari menjadi dua hari saja. Dikonfirmasi Rabu (26/6) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengakui dilakukan penundaan untuk pendaftaran PPDB SMP negeri jalur zonasi kawasan. Hal ini terjadi akibat adanya verifikasi faktual yang dilakukan tim untuk jalur siswa miskin. Menurut Gunawan, pengumuman Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Denpasar Tahun 2019, khususnya jalur zonasi wilayah terdekat dan siswa kurang mampu telah diumumkan secara resmi pada pukul 09.00 Wita, Rabu (26/6) kemarin. Dari hasil tersebut, seluruh siswa yang dinyatakan lulus mengikuti verifikasi fak-

tual ke sekolah tujuan mulai tanggal 26 Juni pukul 11.00 – 15.00 Wita hingga 27 Juni pukul 08.00 – 15.00 Wita. Setelah tahap verifikasi faktual selesai dilaksanakan oleh tim verifikasi yang terdiri atas unsur Disdikpora, perbekel/ lurah dan IT, kata Gunawan, tahapan akan dilanjutkan dengan pengumuman hasil verifikasi faktual yang menentukan kelulusan siswa khusus di jalur zonasi wilayah terdekat pada 28 Juni pukul 10.0 Wita. “Pelaksanaan verifikasi faktual ini kami laksanakan guna menghindari adanya data invalid dan identitas calon siswa yang tidak sesuai, sehingga dapat meminimalisasi permasalahan yang mungkin timbul ke depanya,” katanya. Gunawan menambahkan, dengan adanya perubahan waktu, khususnya jam ini tentunya memberikan pengaruh pelaksanaan tahap selanjutnya. Di mana, pendaftaran Zona Kawasan yang perankingannya ditentukan oleh kecepatan dalam penerimaan sistem ini akhirnya dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 28 Juni pukul 17.00 Wita-24.00 Wita dan tanggal 29 Juni pukul 08.00 – 17.00 Wita. “Yang mengalami sedikit pergeseran jam adalah pendaftaran Zona Kawasan,

Bali Post/kmb12

PENGUMUMAN - Suasana pengumuman PPDB jalur siswa miskin di Rumah Pintar, Rabu (26/6) kemarin. dipilihnya pengunduran waktu lantaran melihat traffic penggunaan internet yang sedikit lengang pada jam-jam tersebut serta agar tidak mengganggu jam kerja orangtua calon siswa,” jelasnya. Selain perubahan beberapa jalur tersebut, kata Gunawan,

rangkaian PPDB berjalan sesuai dengan jadwal yang akan dilanjutkan kembali pada tanggal 26-27 Juni untuk jalur perpindahan orangtua/wali, jalur prestasi akademik, nonakademik, dan jalur penghargaan PKB. Untuk seleksi jalur prestasi akademik dan

nonakademik dilaksanakan pada Sabtu 29 Juni. Untuk pengumuman kelulusan zona kawasan tetap dilaksanakan pada 5 Juli bersamaan dengan jalur perpindahan tugas orangtua/wali, jalur prestasi akademik, nonakademik, dan penghargaan PKB. (kmb12)

Pendam Pererat Komsos dengan Insan Pers Denpasar (Bali Post) Upaya memupuk komunikasi sosial (komsos) dan soliditas dengan insan pers terus dilakukan Pendam IX/ Udayana. Rabu (26/6) kemarin, Pendam melaksanakan acara simakrama dengan awak media di Warung 63 di Jalan Veteran, Denpasar. Acara tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan keakraban. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP. dalam sambutannya yang dibacakan Waka Pendam Letkol Inf. Leo Handoko mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dilaksanakannya acara ini, sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, komunikasi sosial dalam rangka membangun kesamaan visi guna menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Bali. ‘’Peran media massa sangat besar dalam turut membangun, menjaga dan menciptakan situasi yang kondusif demi terwujudnya stabilitas

keamanan di wilayah Bali,’’ ujarnya. Agar tidak menimbulkan dampak sosial yang besar dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat, kata Leo Handoko, maka peran media massa melalui pemberitaan yang berimbang sangat dibutuhkan dalam upaya menetralisasi isu-isu negatif atau provokatif yang berkembang dan turut membantu meredam situasi. ‘’Kita sadari bersama begitu pentingnya peran media. Untuk itu, saya mengajak rekan-rekan wartawan bersama-sama membangun komunikasi positif melalui pemberitaan yang dapat menciptakan kondisi yang aman, nyaman, tenteram dan damai di tengah-tengah masyarakat,’’ ujarnya. Leo Handoko menambahkan, wartawan sebagai pelaku utama dalam media massa diharapkan mampu memberikan informasi yang akurat dan seimbang, memberikan edukasi, pencera-

han dan kontrol sosial yang membangun serta solusi alternatif terhadap berbagai permasalahan di ma-

syarakat. ‘’Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita

sekalian dalam meningkatkan kebersamaan membangun komunikasi,’’ katanya. (kmb36)

Bali Post/eka

SIMAKRAMA - Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Leo Handoko bersama sejumlah insan pers dalam simakrama Pendam IX/Udayana di Warung Bali Coffee 63, Denpasar, Rabu (26/6) kemarin.


BADUNG

Kamis Pon, 27 Juni 2019

3

Hadiri HUT ST Amertha Dharma Bhakti Ungasan

Wabup Suiasa Harapkan Sekaa Teruna Bentuk Karakter Generasi Muda

HADIRI HUT - Wabup Badung Ketut Suiasa menghadiri HUT ST Amertha Dharma Bhakti, Banjar Mekar Sari, Desa Adat Ungasan Kecamatan Kuta Selatan.

WAKIL Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa menghadiri HUT ST Amertha Dharma Bhakti, Banjar Mekar Sari Desa Adat Ungasan Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (25/6). HUT ST Amertha Dharma Bhakti mengambil tema ‘’Semangat Kebersamaan Suka maupun Duka Menuju Cita Bersama’’. Acara ini dirangkaikan dengan pelantikan pengurus ST Amertha Dharma Bhakti dan pengurus Sekaa Gong ST Amertha Dharma Bhakti. Tu-

rut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Provinsi Bali terpilih yang juga Bendesa Adat Ungasan Wayan Disel Astawa, anggota DPRD Kabupaten Badung Sugita Putra, Camat Kuta Selatan Made Widiana beserta masyarakat setempat. Wabup Badung Ketut Suaisa dalam sambutannya mengharapkan ST Amertha Dharma Bhakti agar selalu kompak dan belajar mengenai kegiatan sekaa teruna. Pihaknya juga berpesan agar

sekaa teruna membentuk karakter generasi muda. ‘’Saya harapkan kepada sekaa teruna ini agar ke depannya tetap kompak, karena dari organisasi ini kita bisa belajar lebih sabar, menghargai teman dan bisa menerima masukan ataupun pendapat dari anggota karena semua karakter pasti ada di dalam sekaa teruna ini,’’ katanya. Ni Kadek Wahyu Kusuma Dewi selaku Ketua Panitia HUT ke-12 ST Amertha

Dharma Bhakti mengungkapkan, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan sebelum kegiatan puncak HUT. Di antaranya, gotong royong dan lomba antarsekaa teruna seDesa Adat Ungasan. ‘’Adapun rentetan acara yang kami laksanakan sebelum acara puncak HUT ST Amertha Dharma Bhakti adalah gotong royong dengan masyarakat setempat dan lomba gebogan bunga antarsekaa teruna se-Desa Adat Ungasan,’’ ungkapnya. (ad698)

Pimpinan Yayasan Dikeroyok Sejumlah Pria Berbadan Kekar

Mangupura (Bali Post) Aksi premanisme terjadi di halaman Sekolah Harapan Bunda di Jalan Uluwatu I Gang Cempaka, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Selasa (25/6) lalu. Pimpinan yayasan sekolah tersebut, Jeanne Selvya Damorita (52), dikeroyok beberapa pria berbadan kekar yang diduga anggota ormas. Selain itu, pelaku mengeroyok staf sekolah dan yayasan, Mario Alcrisdo L. Bhalu (26), Benjamin Pesireron, serta Jemris Luka Molina (30). Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, Rabu (26/6) kemarin, pada Selasa sekitar pukul 20.45 Wita, Jeanne Selvia tengah berbincang dengan Bhabinkamtibmas Polsek Kutsel di halaman sekolah, terkait permasalahan jalan sekolah yang masih dalam sengketa. Permasalahan tersebut rencananya akan dibicarakan bersama Bendesa Adat Jimbaran. Namun, sekitar pukul

21.00 Wita, datang sekitar 50 orang laki-laki berbadan kekar, memaksa masuk ke areal sekolah. Bahkan mereka berteriak mengancam akan membunuh korban. Para pelaku berhasil masuk ke areal sekolah. Selanjutnya mereka langsung mengeroyok perempuan yang beralamat di Jalan Pertamina Blok L, Perum Bumi, Jimbaran itu. Melihat ibunya dikeroyok, Mario berusaha melerai. Tapi pelaku yang beringas malah menganiaya Mario. Demikian pula Benjamin Pesireron yang saat itu duduk di luar, juga menjadi sasaran penganiayaan hingga tergeletak akibat dipukul pakai kursi. Jemris Lukas yang melihat kejadian itu berusaha menolong, tetapi juga menjadi sasaran pengeroyokan. Setelah itu, para pelaku langsung pergi. Sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit. ‘’Informasinya, sore hari sebelum kejadian ada bapak-

bapak mengantar anaknya berenang di TKP. Waktu itu satpam sekolah hanya mengizinkan anak-anak saja yang boleh masuk. Sedangkan beberapa ayah anak-anak tersebut tidak diizinkan masuk,’’ ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya. Larangan tersebut membuat orangtua anak-anak tersebut emosi dan terjadi percecokan, tetapi tidak sampai adu jotos. Namun kala itu ada yang mengancam akan membawa massa ke TKP. Menurut informasi, peristiwa ini juga diduga dipicu masalah sewa kontrak tanah sekolah tersebut. Padahal masalah ini sudah memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan mengenai peristiwa tersebut. ‘’Ditangani Polsek Kutsel, silakan tanya ke sana,’’ tegasnya. (kmb36)

Lahan Pertanian Terus Berkurang Petani Didorong Tanam Padi Hybrida Guna meningkatkan produksi padi di tengah pesatnya laju alih fungsi lahan pertanian, peningkatkan produktivitas menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu, petani di Bali didorong untuk menanam padi jenis hybrida. Untuk diketahui, tingkat produktivitas padi di Bali menduduki peringkat III nasional setelah Yogyakarta dan Jawa Barat dengan nilai 60,7 kuintal per hektar. Dari 9 kabupaten/kota, tingkat produktivitas padi paling tinggi dipegang Kota Denpasar sebanyak 66,58 kuintal per hektar. Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Wayan Sunarta, Rabu (26/6) kemarin, mengatakan dari data tahun 2018, tingkat produktivitas padi di Bali sebanyak 60,7 kuintal per hektar. Nilai ini adalah rata-rata dari tingkat produktivitas padi di kabupaten/kota di Bali. Setelah Denpasar, tingkat produktivitas tertinggi kedua adalah Gianyar sebanyak 64,67 kuintal per hektar. Disusul Klungkung 63,20 kuintal per hektar, Karangasem 61,76 kuintal per hektar, Jembrana

61,07 kuintal per hektar, Badung 60,35 kuintal per hektar, Buleleng 60,33 kuintal per hektar, Tabanan 57,55 kuintal per hektar dan Bangli sebanyak 54,91 kuintal per hektar. Tingkat produktivitas ini dikalikan luas lahan panen dan menghasilan nilai produksi padi yang saat ini paling banyak dipegang oleh Tabanan dengan 212.012,474 ton. Tingginya nilai produksi padi Tabanan meski tingkat produktivitasnya menduduki posisi ke-8 dikarenakan luas panennya paling besar di antara kabupaten/kota lain yaitu mencapai 36.839 hektar. Sementara nilai produksi terendah dipegang kota Denpasar dengan nilai produksi 28.328,458 ton dengan luas panen 4.254,8 hektar. Menurut Sunarta, tingginya nilai produktivitas padi Kota Denpasar dikarenakan tanahnya subur, geografis sawahnya datar, air cukup, serta ada fasilitas bantuan dari pemerintah berupa bibit dan pupuk. Meningkatkan produktivitas padi sangatlah penting, mengingat dari tahun ke tahun luas sawah di Bali terus mengalami pengurangan akibat diserbu pembangunan maupun be-

ralih fungsi menjadi lahan perkebunan. Tahun 2018, penyusutan sawah mencapai sekitar 900 hektar. Lebih lanjut dijelaskannya, yang mempengaruhi produktivitas padi adalah penggunaan bibit varietas, teknologi budi daya pemupukan, ketersediaan air, serta bantuan benih dan alat pascapanen. Semua ini telah difasilitasi oleh pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten/ kota. Saat ini pemerintah sedang mendorong petani untuk menanam padi jenis hybrida. Padi jenis ini menghasilkan lebih banyak per hektarnya. Untuk itu, tahun ini Pemerintah Pusat melalui Pemprov Bali memberikan bantuan bibit padi hybrida kepada kabupaten yang mengajukan dan disesuaikan dengan potensi sawahnya. ‘’Pengajuan ini masih terbuka hingga September 2019 ini. Jadi tidak dibatasi asal lahan sawahnya berpotensi ditanami padi hybrida,’’ ujar Sunarta. Ke depan tentu diharapkan semua petani akan secara mandiri melakukan penanaman bibit Padi hybrida, sehingga bisa meningkatkan produktivitas yang tentunya berpengaruh pada nilai produksi padi. (kmb24)

Bali Post/may

DISKUSI - Suasana diskusi dan sosialisasi Pergub No. 99 Tahun 2018 yang digelar belum lama ini.

Maksimalkan Penyerapan Produk Pertanian Lokal

Sistem Penghubung Produsen dan Konsumen Perlu Dibangun Sejak diluncurkan Januari 2019, Pergub No. 99 Tahun 2018 gencar disosialisasikan. Setelah berjalan hampir tujuh bulan, sudah ada 37 kelompok tani yang menandatangani MoU dengan pelaku usaha terutama hotel, katering dan restoran untuk menyerap hasil produksi pertanian lokal. Sayangnya, penyerapan produk pertanian lokal belum masif. Dalam sebuah diskusi belum lama ini di Renon, terungkap bahwa pelaku usaha memerlukan sistem yang bisa menjembatani konsumen dengan produsen. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bali Ir. I.B. Wisnuardhana mengatakan, Pergub 99/2018 sudah disosialisasikan ke hotel, restoran dan katering. Saat ini pun sosialisasi terus dilakukan. Banyak masukan yang ia terima terkait pemasaran produk pertanian lokal. Salah satunya mengenai perlunya sistem yang menjembatani antara produsen dan konsumen. ‘’Kendalanya, mereka mengatakan sistem perlu diperbaiki. Kalau bisa sistemnya online. Misalnya hotel, restoran, kat-

ering perlu produk, kontaknya ke mana? Tapi sebenarnya di website Dinas Pertanian sudah ada contact person kelompok taninya, berapa produksinya, kapan produksinya dan standarnya. Itu sudah ada,’’ ujar Wisnuardhana. Oleh karena itu, tahun ini ia akan membuat sistem pemasaran tersebut bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) agar nanti bisa dibuatkan sistem online. Terkait kualitas produk pertanian lokal, berdasarkan kajian, 30 persen produk pertanian lokal memiliki kualitas grade 1. Maka dari itu, dalam Pergub 99/2018, hotel, katering dan restoran wajib menggunakan 30 persen hasil pertanian lokal dari total kebutuhan usaha. Sementara untuk toko, swalayan dan supermarket, diwajibkan 60 persen dari produk yang

dijual adalah produk pertanian lokal. Sebanyak 37 kelompok tani di Bali telah menandatangani MoU dengan konsumen baik hotel, restoran, katering dan toko modern. Namun, ia memprediksi sebelumnya telah banyak dilakukan kerja sama antara produsen dan konsumen. ‘’Tapi yang mandiri juga banyak. Sebelumnya petani juga sudah MoU dengan hotel, restoran, katering, cuma kan belum mengikuti ketentuan ini. Misalnya ketentuan harganya paling sedikit 20 persen di atas biaya produksi petani, kelompok tani, subak dan pelaku usaha tani,’’ tegasnya. Praktisi sekaligus pemerhati pertanian organik, Peni Cameron didampingi rekannya, Ir. I B.G. Arsana, mengupayakan produk organik ditanam di lahan pertanian khususnya

di Bali, karena lebih sehat. Masyarakat dunia pun sudah mulai menyadari pentingnya mengkonsumsi produk pertanian yang ramah tubuh, sehingga produk organik akan mudah diserap pasar. Menurutnya, pertanian organik tidak memerlukan biaya yang mahal seperti penggunaan pupuk kimia. Dengan input yang tidak begitu tinggi, maka produk yang dihasilkan akan mudah diterima pasar. Jika kondisi tanah pertanian diperhatikan dan penggunaan pupuk organik diterapkan, hasilnya tak kalah dengan pertanian konvensional. Selama ini, produksi produk organik cost-nya menjadi tinggi karena unsur hara dalam tanah berkurang sehingga bibit apapun yang ditanam hasilnya tidak maksimal. Kondisi tanah seperti ini disebabkan penggunaan produk kimia. Oleh karena itu, untuk mengembalikan kondisi tanah seperti semula diperlukan waktu lama dan biaya tinggi. (kmb42)

Manajemen Sidewalk Sepakat Bersihkan Parkir Liar

Bali Post/edi

PERTEMUAN - Pertemuan antara Camat Kuta Selatan dengan manajemen Sidewalk Jimbaran dan Uluwatu Square, Rabu (26/6) kemarin. Pertemuan ini membahas persoalan parkir di badan jalan.

Mangupura (Bali Post) Masalah parkir sembarangan di kawasan Jalan Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan, menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara Camat Kuta Selatan I Made Widiana dengan manajemen Sidewalk dan Uluwatu Square, Rabu (26/6) kemarin. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk membersihkan kawasan itu dari parkir liar. Camat Kuta Selatan I Made Widiana mengharapkan agar karyawan Sidewalk Jimbaran yang biasanya parkir di pinggir jalan agar ditertibkan. Dikatakannya, dari pengakuan karyawan Sidewalk, mereka juga dikenakan tarif parkir progresif oleh manajemen, sehingga banyak karyawan yang memarkir kendaraannya di badan jalan. ‘’Hal ini tentunya mengakibatkan kawasan tersebut sering krodit. Apalagi di sana merupakan jalur pariwisata,’’ ujarnya. Menurut Widiana, masalah ini cukup serius mengingat ada kaitannya dengan perwajahan wilayah. Apabila semua karyawan menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir, tentu tidak baik. Untuk itu pihaknya mengeluarkan surat pernyataan kepada manajemen Sidewalk untuk membantu agar kary-

awan tidak memarkir kendaraan di pinggir jalan. Dengan ditandatanganinya surat pernyataan sebagai asas pembinaan, apabila masih ditemukan ada yang memarkir kendaraan di pinggir jalan, pihaknya tidak akan segan-segan mengangkut kendaraan bersangkutan. ‘’Kami akan menugaskan Satpol PP untuk memantau, sehingga di sana benarbenar tertib. Ini akan kami lakukan utuk menciptakan suasana aman dan nyaman, karena di sana merupakan jalur pariwisata,’’ tegasnya. Sementara itu, HRD Sidewalk Jimbaran Okky Prasetya membantah bahwa karyawan dikenakan parkir progresif. Karyawan dikenakan tarif berlangganan bulanan yang harganya 50 persen lebih murah. Namun, diakuinya, banyak yang tidak mau membayar dan memilih parkir di luar. Untuk selanjutnya, pihaknya sepakat menindak karyawan yang parkir di pinggir jalan. Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Uluwatu Square dan Bank BNI yang juga berkantor di kawasan usaha tersebut. Pertemuan diisi penandatanganan kesepakatan mengenai penataan parkir. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Unmar Satu-satunya Institusi di Bali yang Konsisten Gelar Bulan Bung Karno Sejak Zaman Orba KETELADANAN Universitas Mahendradatta (Unmar) yang digagas Bung Karno pada tahun 1963 terkait dengan nilai-nilai pelestarian ajaran Bung Karno perlu ditiru. Bagaimana tidak, di saat zaman desukarnoisasi yakni saat rezim orde baru (orba) terjadi antara tahun 1967-1998, tercatat hanya Unmar yang konsisten melaksanakan Bulan Bung Karno yakni 1 Juni (hari lahir Pancasila), 6 Juni (hari lahir Bung Karno), 21 Juni (hari wafat Bung Karno) dan 4 Juni (hari lahir Partai Nasional Indonesia/ PNI). Konsistensi ini pun berbuah hasil dengan dijadikannya Unmar sebagai laboratorium hidup sejarah di Indonesia, khususnya di bidang pelestarian ajaran-ajaran Bung Karno. Untuk itu, Unmar bersama dengan unit-unit kerjanya menjadi satu-satunya kampus swasta di Indonesia yang dikunjungi seluruh Presiden RI di Indonesia. Di antaranya Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden SBY dan Presiden Joko Widodo, dalam rentang waktu yang berbeda. Semuanya karena menghargai jasa Bung Karno sebagai penggagas Universitas Marhaen bersama (Swargi) Shri Wedastera Suyasha, pendiri Unmar. Demikian yang terekam dalam acara hari Wafatnya Bung Karno yang diperingati di Monumen Bajra Shandi Renon, Denpasar, yang diikuti ribuan masyarakat Bali, termasuk civitas akademika Unmar, baik pejabat rektorat, dekanat, BEM, DPM dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Di hadapan masyarakat, Dr. Putri Anggraeni, M.M. (Rektor Unmar) menyampaikan terima kasihnya kepada civitas akademika Unmar, khususnya mahasiswa Marhaen yang dikenal militan dalam menjalankan tugas sebagai mahasiswa nasionalis. ‘’Saya merasa salut kepada mahasiswa Unmar yang sudah dengan gagah perkasa, setiap tahun konsisten menyelenggarakan acara Bulan Bung Karno. Ini merupakan pertanda baik bahwa kalian tidak lupa akan sejarah. Ini hal yang baik karena untuk menjadi seorang pemuda bangsa yang hebat tidak cukup hanya pintar semata di kampus, tapi juga harus cinta kepada sejarah, hormat pada ajaran Pancasila. Dari sanalah akan muncul

MARHAEN – Suasana peringatan Bulan Bung Karno oleh Civitas Akademika Universitas Mahendradatta di Bajra Shandi Renon, Denpasar dan Puri Agung Tampaksiring Gianyar. semangat nasionalisme Indonesia. Semoga kalian bisa meneladani kebaikan dari Bung Karno,’’ kata Dr. Putri Anggraeni yang juga pernah didaulat sebagai Ketua SC Perguruan Tinggi Anti Radikalisme yang dideklarasikan ribuan PTS dan PTN se-Indonesia di hadapan Presiden Joko Widodo. Dalam acara di Monumen Bajra Shandi, ditampilkan sejumlah fragmen seni dan juga pertunjukan unit mahasiswa di Kampus A FE, Kampus B FT dan FH serta Kampus C FISIP. Selain mengadakan kegiatan di Denpasar, pihak Unmar juga secara rutin mengadakan kegiatan hari lahir Bung Karno di Puri Agung Tampaksiring, Gianyar. Tampak hadir dosen-dosen FISIP Unmar dan Fakultas Hukum Unmar yang mendampingi ratusan pengurus BEM, DPM, HMJ Unmar. Sebagaimana disampaikan I Putu Gede Panji Wismayana (Presiden Mahasiswa Unmar) bahwa kegiatan Bulan Bung Karno

dirayakan dengan sederhana dan sengaja memilih lokasi di Puri Agung Tampaksiring Gianyar karena faktor sejarah. ‘’Selama di Puri Agung Tampaksiring, kami diterima dengan baik panglingsir dan juga mahasiswa diajak bersembahyang. Kita anak muda jadi paham, kalau dulu tanah Istana Kepresidenan RI Tampaksiring adalah tanah leluhur milik keluarga puri. Dan akhirnya diserahkan kepada Bung Karno untuk dijadikan pesanggrahan/istana. Di sini kami bisa mengenal sejarah dengan baik tentang peran Bung Karno, keluarga puri dan masyarakat Tampaksiring yang dikenal militan sebagai seorang Sukarnois,’’ jelas Panji. Tampak hadir Cokorda Swarna Putra, S.H., Dr. A.A. Ngurah Bima Wirakrama (Ketua L2M Unmar), Desa Karna (Anak Angkat Bung Karno di Tampaksiring), Enong Ismail (Dewan Kurator The Sukarno Center). (ad702)

Unud Terima Kunjungan Ambassador of The Republik of Poland

Membangun Kerja Sama Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Pertukaran Mahasiswa dan Dosen UNIVERSITAS Udayana (Unud) menerima kunjungan Ambassador of The Republik of Poland H.E. Beata Stoczyn´ska di ruang meeting Direktur Pascasarjana Unud Kampus Sudirman, Denpasar, Rabu (26/6) kemarin. Kadatangan Beata Stoczyn´ska diterima Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Informasi dan Kerja Sama Unud Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. bersama Secretary of Center for International Programs Unud I Made Budi Arsika, S.H., LL.M. dan Secretary of International Office Unud Cokorda Rai Adi Pramartha, S.T., M.M., Ph.D. Dalam kunjungannya tersebut, Ambassador of the Republik of Poland juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Program Pascasarjana Unud. Prof. Wyasa Putra mengatakan, secara reguler Ambassador Polandia melakukan trevel ke wilayah Indonesia. Saat ini sedang berkunjung di Bali. Sebagai perguruan tinggi terbesar di Bali, Unud tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya meminta Ambassador Polandia untuk memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Unud. Apalagi, Unud memiliki program internasional sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk bisa studi di luar negara asal mereka selama satu semester. Polandia merupakan salah satu

KUNJUNGAN - Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Informasi dan Kerja Sama Unud Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. (2 dari kanan) berfoto bersama Ambassador of the Republik of Poland H.E. Beata Stoczyn´ska (tengah) di sela-sela penerimaan kunjungan Ambassador Polandia, Rabu (26/6) kemarin. negara tujuan Unud ke depan untuk melakukan pertukaran mahasiswa. ‘’Polandia merupakan sebuah negara tujuan yang baik, karena mereka merupakan negara dengan kemajuan ekonomi luar biasa dan negara yang sangat maju di Eropa Tengah,’’ ujar Prof. Wyasa Putra. Selain itu, negara Republik Polandia juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, seperti Indonesia. Di samping juga memiliki banyak persamaan antara Polandia dan Indonesia, baik dari sisi ketatanegaraan maupun nilainilai kemasyarakatan. ‘’Saya kira Polandia bisa menjadi tujuan yang sangat baik bagi maha-

siswa Unud,’’ tandasnya. Apalagi, kerja sama antara Unud dengan berbagai universitas di Polandia telah dilakukan. Namun, kerja sama pada bidang riset, pengabdian masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen belum dilakukan secara spesifik. Kendati demikian, pihaknya telah membangun kerja sama melalui MoU terkait hal itu dengan berbagai universitas di Polandia. Malalui kunjungan Ambassador of the Republik of Poland ini diharapkan kerja sama pengembangan SDM dalam bidang pendidikan dapat terjalin, sehingga pembangunan SDM bangsa Indonesia bisa lebih hebat. (ad697)

Kamis Pon, 27 Juni 2019

BPR Lestari ’’Mebanjar’’ di Desa Adat Dalung BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) tahun ini kembali mebanjaran bersama krama Bali di Desa Adat Dalung melalui pelaksanaan dharma wacana yang diadakan pada Selasa (25/6) berlokasi di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Dalung. Acara ini menjadi salah satu rangkaian upacara Manusa dan Pitra Yadnya di Desa Adat Dalung. Mengangkat tema ‘’Sareng-sareng Ngewangun Umat’’ melarapan karya pangeritan manusa lan pitra yadnya ngiring pincapang kehanan pawongan agama Hindu, Ida Pandita Mpu Jaya Acarya Nanda menjelaskan bagaimana hidup sesuai dengan nila-nilai ajaran dharma dan penerapan upacara keagamaan dengan nilai-nilai keikhlasan. Topik ini dianggap sangat penting guna mengingatkan krama Bali akan makna dan ajaran agama yang sesungguhnya. ‘’Kami berterima kasih telah dihadirkan Ida Pandita yang dengan luar biasa membahas pemaknaan upacara Manusa dan Pitra Yadnya dalam ajaran agama Hindu. Saya mewakili seluruh warga Desa Adat Dalung berharap semoga BPR Lestari Bali terus mendukung kegiatan-kegiatan upacara krama

Bali,’’ ungkap Nyoman Widana, Bendesa Adat Dalung. Seluruh warga Desa Adat Dalung yang hadir terlihat sangat antusias mendengarkan dharma wacana yang disampaikan oleh Ida Pandita. Terbukti kursi yang disediakan panitia terisi penuh sampai akhir acara. ‘’Kami berterima kasih untuk krama Desa Adat Dalung yang telah memberikan kesempatan kepada BPR Lestari untuk dapat ikut berpartisipasi sekaligus diberi kesempatan untuk ikut beryadnya dalam upacara ini,’’ kata Ayu Silviananda, Corporate Secretary Manager BPR Lestari Bali.

‘’Lestari Mebanjar’’ merupakan salah satu kegiatan dari misi #MakeanImpact BPR Lestari Bali. ‘’Kami menyadari sepenuhnya keberadaan kami tidak terlepas dari peran serta bantuan dari masyarakat. Kami ingin membawa pengaruh yang positif kepada masyarakat yang kami mulai dari lingkungan di sekitar kantor. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut di kesempatan lainnya. Bagi krama Bali yang ingin mengundang BPR Lestari untuk mengadakan ‘Lestari Mebanjar’ di acara piodalan di desanya bisa segera menghubungi kami’’ tutup Ayu. (ad701)

Undiksha Menjadi Tuan Rumah APNME Conference

Ajang Memperluas dan Memperkuat Jejaring Kelembagaan ASIA Pacific Network for Moral Education (APNME) merupakan organisasi non-profit yang memfasilitasi hubungan, interaksi, dan kerja sama antara pendidik, periset maupun pemerhati internasional, khususnya di bidang pendidikan moral. Organisasi ini menyelenggarakan konferensi setiap tahun di negara yang berbeda-beda. Pada konferensi tahun 2018 di Taiwan, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja terpilih sebagai tuan rumah konferensi untuk tahun 2019 ini. Selaku tuan rumah, berbagai persiapan telah dilakukan hingga pembukaan konferensi yang ke-13 ini dilakukan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Rabu (26/6) kemarin. Konferensi ini akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang. Berbagai suguhan menarik ditampilkan pada pembukaan konferensi yang dibuka Wakil Rektor I Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.TI. Di antaranya tari Puja, tari Bunga, tari Payung, dan tari Aum Sundharam. Konferensi kali ini mengusung tema ‘’Moral Education and Cross Cultural Understanding’’. Tema ini mempresentasikan keajegan nilai-nilai budaya, norma, moral, serta tradisi dan pemahaman lintas budaya dalam menghadapi tantangan tersendiri di era Revolusi Industri 4.0. Di mana kemajuan teknologi dan informasi melesat dengan pesat dan tak terbendung. Bahkan, internet dan media sosial disinyalir menimbulkan pergeseran nilai-nilai termasuk gaya hidup dan cara berinteraksi khususnya pada generasi muda. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan moral merupakan sesuatu yang krusial. Mengacu pada fenomena tersebut, tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi akademisi dan periset yang tertarik untuk mengeksplorasi dan meningkatkan peran nilainilai moral dalam pendidikan baik di tingkat keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa hingga dunia. Konferensi ini juga merupakan ajang untuk mempresentasikan hasil riset dan ruang untuk berdiskusi, serta bertukar-pikiran khususnya tentang pendidikan moral. Secara khusus, konferensi ini diharapkan mampu mendorong

APNME - Wakil Rektor I Undiksha Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.TI. membuka secara resmi APNME Conference ke-13 tahun 2019 di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Rabu (26/6) kemarin. periset Indonesia untuk menghasilkan karya tulis berkualitas internasional serta gagasan yang relevan dengan penguatan peran pendidikan moral. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor I Dr. Rasben Dantes menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang diketuai Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. ini. Sebagai penyelenggara, tentunya Undiksha sendiri memperoleh sejumlah manfaat. Di antaranya implementasi kerja sama dengan APNME, adanya peningkatan keikutsertaan akademisi Undiksha dalam konferensi berskala Asia Pacific, serta perluasan dan penguatan jejaring baik secara individu maupun lembaga. Hal ini sejalan dengan Program Internationalization at Home Undiksha. Pihaknya berharap agar hubungan yang baik antaranggota APNME dan peserta konferensi dapat diperkuat, sehingga kegiatan-kegiatan yang bersifat kolaboratif dapat diinisiasi dan dikerjakan bersama di masa mendatang. Rektor juga berharap agar seluruh peserta dapat memperoleh manfaat dari kegiatan konferensi ini dan pe-

serta khususnya yang dari luar Bali menikmati kunjungan ke sekolah dan beberapa tempat wisata yang diprogramkan di sela-sela kegiatan konferensi. Ketua Panitia Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. menambahkan, pada awalnya telah terkumpul 82 makalah dari dalam dan luar negeri. Namun, setelah melalui proses seleksi yang ketat oleh reviewers, hanya 67 makalah, 5 poster, dan 3 simposium yang lolos seleksi. Walaupun demikian, peserta konferensi ini dihadiri oleh peserta sebanyak 137 dari 19 negara, seperti Cina, Taiwan, Malaysia, Jepang, Indonesia, Amerika, dan beberapa negara Eropa. Selain presentasi, termasuk juga dalam program konferensi ini adalah pertemuan rutin anggota APNME, kunjungan ke sekolah SMK Pariwisata Harapan Denpasar, di mana peserta melakukan observasi proses belajar mengajar untuk pelajaran yang mengandung muatan pendidikan moral termasuk interaksi dan diskusi dengan pengajar, serta kunjungan ke objek wisata yaitu Garuda Wisnu Kencana dan menikmati sunset dinner di Pantai Jimbaran. (ad700)

Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI KANKER payudara adalah kanker dengan jumlah kasus terbanyak, dan menjadi salah satu penyebab kematian utama karena sebagian besar pasien datang berobat pada stadium lanjut. Kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia. Kanker payudara sangat berbahaya dan harus diwaspadai sejak dini. Meskipun demikian, kanker payudara dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat, rutin melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dapat dilakukan oleh setiap perempuan. Untuk itu, jika terdeteksi dini dan segera diterapi, sebetulnya kanker bisa dikalahkan. Apa itu SADARI? Untuk mendeteksi adanya kanker payudara dapat dilakukan dengan cara SADARI. SADARI sangat mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Semakin sering memeriksa payudara akan semakin

mengenalnya dan semakin mudah menemukan sesuatu yang tidak beres pada payudara. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan payudara ditemukan penderita sendiri SADARI, umumnya bertujuan untuk mengetahui bentuk payudara normal, menyadari ada tidaknya perubahan pada payudara, dan agar perubahan apa pun dapat segera dikonsultasikan dan tidak terlambat ditangani. Kapan dan bagaimana melakukan SADARI? SADARI dapat dilakukan setiap bulan pada hari ke-7-10, terhitung dari hari pertama haid. Bukan tanpa alasan, jika Anda melakukannya di masa menstruasi, biasanya ukuran, bentuk, dan kondisi payudara tidak dalam keadaan normal karena pengaruh hormon. Pada tanggal yang sama setiap bulan bagi perempuan yang sudah menopause. Cara melakukan SADARI yakni berdiri tegak. Cermati bila

ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan atau perubahan pada puting. Bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris. Jangan cemas, itu biasa. Kemudian angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku

dan posisikan tangan di belakang kepala, dorong siku ke depan dan cermati payudara. Dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara. Selanjutnya posisikan kedua tangan pada pinggang, condong-

kan bahu ke depan sehingga payudara menggantung dan dorong kedua siku ke depan. Lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada Anda. Kemudian angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda. Cara selanjutnya yakni cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

bagian payudara hingga ke sekitar ketiak. Amati Perubahan Benjolan keras pada payudara atau ketiak. Perubahan pada permukaan kulit. kulit menjadi berkerut, atau terdapat cekungan. Perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika Anda mengangkat payudara atau menggerakkan lengan. Keluar cairan dari puting payudara, tetapi bukan ASI. Keluar darah dari puting. Terdapat bagian puting yang memerah dan menjadi lembap, serta tidak kunjung berubah menjadi seperti semula. Puting berubah bentuk, misalnya menjadi melesak ke dalam. Ruam di sekitar puting dan Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan pada payudara. Segeralah berkonsultasi ke dokter bila ditemukan perubahan pada payudara Anda. l dr. I Komang Botha Wikrama


DAERAH

Kamis Pon, 27 Juni 2019

ACE Terangi Kampung Betawi Setu Babakan dengan 1.250 Lampu Hemat Energi dan Lampu Hias ACE melalui Kawan Lama Foundation mendonasikan 1.250 lampu hemat energi dan lampu hias untuk fasilitas umum dan permukiman di Kampung Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Serah terima donasi secara simbolik dilakukan Faozul Wildan selaku Operational General Manager PT ACE Hardware Indonesia dan diterima Eddy Junaidi selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta didampingi Fery Farhati Ganis selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta pada Minggu (23/6) lalu, bersamaan dengan acara Pameran Kuliner Betawi Tempo Doeloe. Prita Wardhani, Corporate Social Responsibility Manager Kawan Lama Retail, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ‘’Berbagi Cahaya untuk Negeri’’ yaitu program donasi lampu LED oleh ACE yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar beralih ke lampu hemat energi, sekaligus mendukung program kampanye peduli lingkungan yang dicanangkan pemerintah. ‘’Kami memilih Setu Babakan sebagai lokasi kegiatan ini karena merupakan area wisata dan cagar budaya Betawi yang patut dilestarikan agar tetap dapat dinikmati generasi di masa mendatang,’’ katanya. S elain permukiman warga menggunakan lampu hemat energi, ACE juga menerangi fasilitas umum di Setu Babakan seperti di gerbang utama, mushola dan masjid dengan menggunakan lampu hias. Selain itu, kegiatan kali ini juga diisi dengan aksi bersih-bersih di area fasilitas

DONASI - Serah terima donasi oleh Faozul Wildan selaku Operational General Manager PT ACE Hardware Indonesia dan diterima Eddy Junaidi selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta didampingi istri Gubernur DKI Jakarta Fery Farhati Ganis yang juga sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta pada Minggu (23/6) lalu. umum yang melibatkan karyawan ACE, donasi alat kebersihan, dan 1.000 bibit pohon untuk penghijauan. ‘’Kami berharap kegiatan ini dapat semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat,’’ jelasnya. Sebelumnya program ini sudah menerangi fasilitas umum di berbagai kota seperti Masjid Terapung di Makassar, Masjid Nurul Kamal di Balikpapan, Masjid Baitul Musyahadah di Aceh, Masjid Al-Huda di Jember dan Masjid Agung Baitussalam di Purwokerto. Sementara untuk donasi pembagian bibit pohon, merupakan bagian dari kegiatan Trees for Tomorrow yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012

Kuota Jalur Prestasi SMA Tetap 5 Persen Denpasar (Bali Post) Dinas Pendidikan Provinsi Bali mengecek langsung pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua yang dimulai Rabu (26/6) kemarin. Antara lain di SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Negeri 7 Denpasar, dan SMA Negeri 4 Denpasar. Pantauan sementara, belum ditemukan kendala yang berarti. ‘’Di sekolah yang kami tinjau sudah berjalan teratur. Saya sudah instruksikan seluruh kepala sekolah, semuanya harus diatur. Di mana antre dan sebagainya. Dari mulai pendaftaran, nomor tunggu, diverifikasi, sampai kemudian di-input dan menunggu hasil pendaftaran,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa. Boy juga meminta agar pihak sekolah tidak terpaku dengan batas waktu pendaftaran mulai pukul 08.00 hingga pukul 14.00 atau 15.00 Wita. Sebab, ada saja calon peserta didik yang persyaratannya kurang sehingga harus kembali pulang untuk melengkapi. Pihak sekolah mesti menunggu jika memang demikian. ‘’Mudah-mudahan terus lancar sampai besok (hari ini - red). Jalur prestasi dan perpindahan orangtua ini kan berlangsung dua hari,’’ jelas mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali ini. Menurut Boy, kuota untuk jalur prestasi SMA tetap dijatah 5 persen. Dalam hal ini, Bali tidak mengikuti SE No. 3 Tahun 2019 tentang PPDB yang memungkinkan untuk merubah persentase tersebut menjadi maksimal 15 persen. ‘’Kita tidak ada masalah. Persoalannya bukan di sana, justru Bali dengan sekup yang lebih kecil, radius daripada zonasi kita perbesar, akan semakin banyak menampung,’’ paparnya. Boy menambahkan, calon peserta didik yang mendaftar di jalur prestasi namun tidak lolos, oleh sistem akan langsung dibawa ke jalur zonasi. (kmb32)

Bali Post/dok

DAFTAR - Sejumlah orangtua ketika mendaftarkan anaknya di salah satu sekolah di Denpasar.

Disdikpora Bentuk Tim Faktual Mengecek Surat Domisili PPDB Denpasar (Bali Post) Setelah ramai dibicarakan, sistem PPDB Kota Denpasar yang diduga menggunakan surat domisili, Disdikpora Kota Denpasar kini membentuk tim faktual untuk mengecek kebenaran surat domisili tersebut. Pasalnya, siswa yang tempat tinggalnya di luar Denpasar diberikan ikut PPDB dengan syarat melampirkan surat keterangan domisili. Surat keterangan domisili tersebut cukup diteken wali/orangtua siswa, kadus/kaling dan kades atau lurah. Namun peluang ini sangat berpotensi diselewengkan agar tempat tinggal di surat domisili dekat dengan letak sekolah. Padahal mereka tak pernah tinggal di lokasi tersebut. ‘’Hal inilah yang akan kita cek mulai hari ini (Rabu - red),’’ ujar Gunawan. Jika ditemukan ketidaksesuaian surat domisili dengan fakta di lapangan, maka siswa yang bersangkutan dicoret atau dikosongkan dari daftar calon siswa yang diterima di sekolah tersebut. Kekosongan ini akan diisi pada jalur zonasi kawasan. Dia menegaskan dalam juknis sudah ditegaskan pelaku perekayasa surat keterangan domisili dikenakan sanksi pidana. Untuk itu, dia sudah mengimbau kepada kadus dan kades/lurah berhati-hati mengeluarkan surat domisili untuk kepentingan PPDB. Surat ini, katanya, baru boleh dikeluarkan jika yang bersangkutan sudah enam bulan lebih berada di wilayah Denpasar. Soal penggunaan surat domisili ini juga sudah direvisi Disdikpora saat pendaftaran jalur kawasan. Pengguna surat domisili dibedakan dengan warga ber-KK Denpasar. Meski demikian, dia menegaskan pendaftaran jalur kawasan tetap menggunakan cepat-cepatan agar calon siswa yang jaraknya jauh dari sekolah terdekat mendapat peluang diterima. ‘’Kalau hanya pakai jarak, kasihan warga di Kesiman dan Kertalanggu tak pernah dapat sekolah negeri,’’ tegasnya. (025)

dan telah membagikan lebih dari 990 ribu bibit pohon. Berbagai kegiatan donasi ini merupakan wujud dari salah satu pilar yang dimiliki Kawan Lama Foundation, yakni aksi lingkungan. Selain itu, sebagai wujud komitmen lain dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, Kawan Lama Foundation memiliki beberapa kegiatan yang masih dijalankan secara berkesinambungan seperti menuju 20.000 kantong donor darah yang melibatkan pelanggan serta karyawan Kawan Lama Retail. Begitu juga Bersih Indonesia dengan membersihkan area dan fasilitas umum yang saat ini telah dilakukan di 30 kota di Indonesia. (bns1)

5

Forum Pemerhati Jembrana Apresiasi Visi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’

Berharap Pelebaran Jalan Denpasar-Gilimanuk Dipercepat VISI Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang kini telah menjadi visi daerah Bali mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya Forum Pemerhati Jembrana yang melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (25/6) malam. Audiensi diikuti 25 peserta forum yang merupakan tokoh-tokoh asal Jembrana dari berbagai bidang. Di antaranya dari bidang pariwisata, pendidikan, pertanian, dan properti, termasuk di dalamnya Kembang Hartawan. ‘’Masyarakat Jembrana sangat mengapresiasi visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang mengandung makna menyejahterakan masyarakat Bali tanpa mengorbankan seni budaya dan alam Bali,’’ ujar Koordinator Forum Pemerhati Jembrana Agung Ngurah Susrama Putra. Menurut Susrama, hal itu tampak dalam sejumlah peraturan gubernur (pergub) yang sudah diterbitkan Gubernur Koster. ‘’Pergub yang sudah dikeluarkan betul-betul menunjang visi untuk melestarikan seni budaya, alam dalam menyejahterakan masyarakat dan mewujudkan pemerataan,’’ jelasnya. Bicara pemerataan, Susrama pun meminta agar Gubernur Koster mempercepat proses pelebaran infrastruktur jalan Gilimanuk-Denpasar. Pasalnya, infrastruktur menjadi urat nadi perekonomian Jembrana. Sekaligus untuk mewujudkan keseimbangan pembangunan antara Bali Selatan dengan Bali Barat khususnya. ‘’Apalagi, infrastruktur jalan Denpasar-Gilimanuk sudah ada dalam program Gubernur. Kami berharap realisasinya dipercepat,’’ ucapnya.

AUDIENSI - Forum Pemerhati Jembrana saat melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan, Jayasabha, Selasa (25/6) malam. Pada saat audiensi, tokoh pariwisata asal Jembrana Dr. Gusti Kade Sutawa juga menegaskan bila jalur Denpasar-Gilimanuk perlu mendapatkan perhatian Gubernur. Mengingat saat ini jarak tempuh Denpasar ke Negara membutuhkan waktu sekitar tiga jam kalau kondisi lancar. ‘’Wisatawan akan mengunjungi objek-objek wisata jika perjalanannya tidak terlalu lama dan lancar,’’ imbuh Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali ini. Kembang Hartawan mengharapkan tol laut yang selama ini sudah berjalan dari Surabaya ke Lombok setiap Senin-Kamis bisa ditingkatkan intensitasnya. ‘’Selama ini sudah jalan seminggu dua kali, mungkin bisa ditingkatkan jadi empat kali seminggu sehingga truk-truk yang ke Lombok tidak lagi lewat jalur darat,’’ ujarnya. Sementara itu, Penasihat Forum Pemerhati Jembrana Ida Bagus Kade Perdana mengatakan, forum ini dibentuk guna menampung aspirasi

pemerhati (warga) Jembrana untuk ke depan lebih baik. Menyelaraskan aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah daerah dan sebaliknya ikut serta mengawal kebijakan pemerintah daerah yang ditetapkan. Terkait jalur Denpasar-Gilimanuk, Gubernur Koster mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi tidak setuju bila dibangun tol di sana lantaran bisa mematikan perekonomian di jalan umum. Ketimbang tol, dikatakan lebih baik membangun by-pass dan shortcut. ‘’Kita sudah rencanakan tahun 2020 dibangun shortcut di daerah Pangyangan Pekutatan,’’ ujarnya. Menurut Koster, koordinasi juga telah dilakukan dengan Kementerian PU. Untuk memperlancar jalur Denpasar-Gilimanuk akan ada pemisahan jalur distribusi yaitu jalur logistik ke utara Bali melintasi Buleleng, Karangasem lalu ke Lombok, serta jalur pariwisata ke arah selatan Bali. (ad699)

Dua Tahanan Kabur Belum Ditangkap Kapolsek Kutsel Dimutasi wilayah Kuta Selatan,’’ ucapnya. Dari mana pelaku dapat gergaji? ‘’Nanti saja soal itu. Yang penting ketangkap dulu,’’ ujar Arta. Sementara PS Kapolsek

Kutsel AKP Doddy Monza dimutasi sesuai TR Kapolda Bali No.STR/613/VI/KEP/2019 tanggal 25 Juni 2019. Doddy Monza dimutasi ke PS Kanit 4 Subdit 1 Ditreskrimum Polda

Bali. Penggantinya yaitu AKP Yusak Agustinus Sooai. Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono saat dikonfirmasi membenarkan adanya mutasi tersebut. Apakah mutasi tersebut terkait tahanan kabur? ‘’Tidak. Dia (Doddy - red) kan dapat promosi, dapat jabatan di Polda Bali. Kalau demosi, tidak dapat jabatan,’’ tegas mantan Waka Polres Badung ini. Sebelumnya kasus tah-

serta kembali naik pada Mei dengan pencapaian di angka 2.304. Selain difavoritkan masyarakat, berbagai penghargaan diraih Honda PCX. Di antaranya sebagai Bike of the Year pada ajang penghargaan Otomotif Award 2018 pada Maret lalu. Selain sebagai Bike of the Year, All New Honda PCX juga dinobatkan sebagai Best of Best Skutik dan Best of Skutik 150cc, yang juga meraih penghargaan Scooter Automatic 150cc terbaik pada Gridoto Award 2018 yang dirilis di Jakarta. Atas kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, PT AHM pada Mei lalu menghadirkan warna baru Magnificient Matte Brown pada Honda PCX. Penyegaran tampilan ini menambah kesan premium big scooter yang mampu memberikan kenyamanan berkendara terbaik di segmennya. Warna ini melengkapi varian sebelumnya seperti Wonderful White, Brilliant Black, Majestic Matte Red dan Sophisticated Matte Silver, kelima varian warna tersebut memiliki pilihan tipe CBS maupun ABS.

Guna menunjang keselamatan dalam berkendara pada tipe ABS, Honda PCX dilengkapi dengan fitur AntiLock Braking System (ABS). Didukung ban tubeless yang lebar dengan ukuran ban depan 100/80-14 dan belakang 120/70-14 semakin memberikan kenyamanan saat berkendara dalam aktivitas harian maupun menjalankan hobi bagi pengendaranya, sehingga memberikan sensasi pengalaman berkendara big scooter yang menyenangkan. Dari sisi fitur fungsional, big scooter premium ini memiliki kapasitas tanki BBM terbesar di kelasnya yaitu 8 liter dan fitur praktis berupa tombol pembuka tangki dan jok yang terintegrasi dengan kunci kontak. Selain itu model premium ini memiliki fitur penyimpanan luggage box besar berkapasitas 28,8 liter yang mampu menyimpan berbagai perlengkapan ketika berkendara. Honda PCX juga dilengkapi seat stopper yang menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang sehingga semakin memper-

mudah pengendalian bagi pengendaranya. Honda PCX dilengkapi Enhanced Smart Power (eSP) teknologi minim gesekan dan efisiensi pendinginan mesin, serta transmisi yang menghadirkan performa mesin terbaik pada model ini. Untuk kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan pada konsol box sisi depan, sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 piston caliper untuk tipe CBS yang memberikan kestabilan saat

Mangupura (Bali Post) -

Pengejaran terhadap dua tahanan Polsek Kuta Selatan (Kutsel) yang kabur, Wisnu Wardana dan Nabil, hingga saat ini belum membuahkan hasil. Tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kutsel belum mampu melacak keberadaan tersangka kasus curanmor dan narkoba tersebut. ‘’Masih kami kejar (tahanan kabur - red),’’ tegas Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Rabu (26/6) kemarin. Terkait keberadaan kedua pelaku tersebut, mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini yakin mereka masih di Bali. ‘’Kami masih melakukan penyisiran di

anan kabur kembali terjadi. Kali ini terjadi di Pospol Ungasan, Kuta Selatan (Kutsel), Selasa (25/6) lalu. Dua tahanan tersebut yaitu Wisnu Wardana terlibat kasus curanmor dan pengedar narkoba Nabil. Mereka kabur dengan cara membobol pintu sel pospol tersebut. Terkait dititipkannya kedua pelaku di Pospol Ungasan karena Rutan Polsek Kutsel sedang diperbaiki. (kmb36)

Mampu Pikat Hati Konsumen, Honda PCX Paling Diminati HONDA PCX sebagai salah satu sepeda motor yang diminati konsumen dalam hal skutik berteknologi tinggi, serta digunakan sebagai kendaraan pilihan utama untuk mendukung gaya hidup mampu pikat hati konsumen, khususnya wilayah Bali. Begitu juga dengan tren penjualan Honda PCX di wilayah Bali yang terus meningkat. Di awal tahun 2019 saja, penjualan Honda PCX berhasil dicatat sebanyak 1.750 yang disumbangkan dari type PCX Comby Brake System (CBS), PCX Anti-Lock Braking System (ABS) dan Honda PCX Hybrid. Hal ini sekaligus memperkuat penghargaan yang diraih Honda PCX 150 dengan gelar Favorite Motorcycle by Survey dalam Gridoto Award 2018 pada Okrober lalu. Peningkatan penjualan kembali dicapai pada Maret dengan pembukuan 1.772 unit. Meskipun di bulan sebelumnya mencatat 1.663 yang disebabkan bulan yang pendek. Namun peningkatan penjualan semakin signifikan pada bulan keempat yang tembus pada 1.950

pengereman. Selain itu terdapat lampu hazard di mana Honda PCX tercatat sebagai pelopor pengaplikasikannya pada skutik premium di Indonesia. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Bali telah menjadikan sepeda motor Honda sebagai teman berkendara yang menyenangkan untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk Honda PCX yang kali ini jadi primadona,’’ ungkap Wahyudi Saputr, selaku Region Head Astra Motor Bali. (bns2)

Warung Global

Petugas Tidak Becus agar Diberi Sanksi dan Diganti BELASAN orang dari Jawa terjaring razia kependudukan dalam operasi gabungan di depan Kantor Bupati Jembrana. Warga yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk ini mengaku hendak berkunjung (wisata) dan di antaranya juga pencari kerja. Namun saat dilakukan pemeriksaan KTP, mereka mengaku tidak membawa. Terjaringnya belasan warga ini menunjukkan lemahnya petugas pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk. Perlu dilakukan evaluasi agar penduduk tak ber-KTP tidak mudah masuk ke Pulau Bali. Seperti apa pendapat Kawan Global dalam acara interaktif yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (26/6) kemarin. Beratayasa di Sangeh mengaku sangat menyayangkan hal itu terjadi. Ini merupakan suatu yang kebablasan dan terjadi setiap tahun. Padahal di Pelabuhan Gilimanuklah tempat pertama menjaring duktang. Yang tidak memenuhi persyaratan agar dikembalikan

ke daerah asalnya. Kalau petugasnya yang tidak becus agar diberi sanksi dan diganti. Werda di Tegallalang menyatakan mestinya penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas tak sampai lolos, apalgi pemeriksaannya berlapis. Ini perlu dievaluasi di

mana letak celahnya. Pemprov Bali sebaiknya bekerja sama dengan Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan mulai dari Pelabuhan Ketapang, sebelum mereka menyeberang sehingga bila ada yang tidak memenuhi syarat tidak sampai lolos. Bu Ayu di Petang menilai penegak hukum dan penjaga keamanan harus meningkatkan keamanan i pintu masuk Bali. Selain pendatang, di dalamnya juga perlu diwaspadai dan adakan sidak. Sebab, masalah keamanan merupakan hal paling penting dan mendesak. Karenanya, pemerintah harus fokus ikut memberikan jaminan keamanan di Bali. Budiada di Tabanan mengatakan KTP merupakan identitas diri yang paling penting, sehingga bila terjadi ses-

uatu bisa diketahui dan diinformasikan. Petugas di daerah harus mempunyai manajemen dan tatanan yang baik serta memberikan sosialisasi ke warganya akan pentingnya identitas diri. Sementara Sugi di Mambal menambahkan, operasi di jalan raya maupun patroli supaya diperbanyak. Selain itu, perlu memperketat pemeriksaan di Gilimanuk, khusunya KTP bagi duktang yang masuk Bali. Pemeriksaan bisa diprioritaskan untuk orang dan kendaraan yang membawa barang. Vera di Tabanan berharap kepolisian membantu mencegah terjadinya berbagai ancaman dan gangguan keamanan wilayah Bali dengan melakukan pemeriksaan KTP dengan ketat di Gilimanuk. Keaman-

an merupakan harga mati bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional. Semua masyarakat dan petugas agar bekerja sama untuk menjaga Bali. Ini bukan tugas dari pihak keamanan saja tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat. Selanjutnya, Arik di Karangasem mengatakan, di pintu masuk Bali agar dilakukan pemeriksaan yang ketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak keamanan agar meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di sejumlah pintu masuk. Masyarakat harus turut membantu pengawasan lingkungan masing-masing dengan segera melapor jika melihat orang yang mencurigakan. (dika)


OPINI

6

Kamis Pon, 27 Juni 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Merevitalisasi Pariwisata Bali BALI menghadapi banyak masalah yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah geografis. Demikian Gubernur Koster pada rakor dengan kepala daerah di Bali (BP, 26/6). Ia pun memaparkan 17 isu strategis yang sedang dihadapi Pulau Bali. Di antaranya menurunnya daya saing SDM Bali, meningkatnya kerusakan lingkungan, dan meningkatnya ancaman bagi krama Bali karena menguatnya politik identitas. Masalah tersebut tentu mendesak untuk dipecahkan utamanya terkait dengan SDM dan lingkungan. Terlebih Bali yang mengandalkan pariwisata. Tentu penguatan SDM dan penjagaan lingkungan, dua hal yang sangat penting. Demikian pula hadirnya investor yang sudah terbukti menggusur investor lokal, juga menjadi tantangan tersendiri. Tak hanya investor, tenaga kerja luar juga mengalir ke Bali. Tak disadari kedatangan investor dengan modal yang banyak serta jaringan yang kuat, mengakibatkan investor lokal tergusur. Terbukti banyak homestay telah berubah menjai hotel berbintang. Demikian pula pemiliknya tak lagi lokal, tetapi mereka dari luar. Lalu bagaimana dengan SDM Bali? Mereka mulai ‘’dicampakkan’’ para juragan yang tak bisa menghargai adat dan budaya Bali. Mereka lebih banyak memilih tenaga luar dengan alasan jarang libur. Mereka juga lebih banyak menggunakan produk pertanian dari luar. Alasannya lebih berkualitas. Lalu masihkah Bali memerlukan pariwisata? Masih dan itu tidak bisa dibantah lagi. Sebab, ekonomi Bali digerakkan sektor pariwisata. Namun yang perlu dijawab, apa yang mesti dilakukan Bali sehingga manfaat pariwisata lebih banyak dirasakan oleh masyarakat lokal. Harus diakui, pariwisata telah memberikan kontribusi kesejahteraan ekonomi bagi masyarakatnya. Namun, pariwisata ternyata juga menyumbang pergeseran perilaku yang cenderung konsumtif. Pariwisata telah berkontribusi munculnya pergeseran budaya di kalangan generasi muda. Kenyataannya memang seperti itu. Pariwisata budaya hanya jadi jargon. Sekadar untuk menunjukkan masih ada komitmen kuat merawat warisan nilai tradisional itu. Hal itu berbanding lurus dengan investasi masuk Bali. Investasi yang tidak tahu tata krama justru menonjol dalam realitas potret pariwisata Bali belakangan ini. Praktik alih fungsi lahan pertanian makin merajalela demi investor. Kapital merupakan unsur vital pariwisata yang cara kerjanya selama ini tidak dikendalikan secara benar. Pariwisata mengandung potensi kemakmuran, tetapi pada sisi lainnya mengandung potensi penghancur. Proses kehancuran Bali merupakan efek dari cara kerja kapitalis yang menyusup ke dalam berbagai kemasan konsep dan instrumen ideologi, seperti: pembangunan, pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan konsep pasar. Pembangunan pariwisata menyerap gagasan kapitalisme secara total dan tanpa rem. Gagasan keadilan, demokratisasi ekonomi, pembangunan berbasis komunitas, pembangunan keberlanjutan (sustainability) sebagai rem kapitalisme diserap sekadar sebagai pemanis bibir. Kenyataan itu merisaukan kita semua. Generasi masa kini sedang berada di persimpangan jalan budaya. Di satu sisi, mereka dituntut tetap berperilaku sesuai budaya warisan leluhurnya. Di sisi lain, mereka berhadapan dengan daya tarik budaya baru pariwisata yang mengancam jati dirinya sebagai generasi berbudaya Bali. Bangunan pariwisata Bali seharusnya mulai direvitalisasi agar kembali menimbang kekuatan budaya adiluhung leluhurnya. Pariwisata Bali jangan sampai menimbulkan gegar budaya bagi generasi baru. Ada banyak ide ketika kita membicarakan masalah pariwisata. Pada masa lalu, Bali diperkenalkan sebagai daerah tujuan wisata internasional. Keunikan budaya menjadi daya tariknya. Interaksi sosialnya yang masih mementingkan keselarasan hidup dengan alam menjadi pedomannya. Cara bercocok tanam dan arsitektur tradisionalnya tetap mempunyai kaitan erat dengan keselarasan alam.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menyoal PPDB Zonasi Model Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Kota Denpasar kacau sedikit, kalau tak mau dikatakan kisruh. Ini semua karena PPDB menggunakan sistem zonasi yakni kedekatan dengan sekolah dan rumah warga. Namun, sebenarnya masih banyak yang perlu dipikirkan sebelum Pemkot Denpasar menerapkan sistem ini. Toh Jatim menerapkan PPDB versi sendiri dengan menggunakan nilai Ujian Nasional. Pertama, jika dipakai ukuran jarak, saya kasihan dengan warga Kesiman Petilan, Kesiman Kertalangu, dan Penatih jelas tak pernah mendapat kesempatan sekolah di SMP negeri. Pasalnya, dari data sementara hasil pengumuman jarak, yang diterima terjauh yakni 540 meter. Di luar dari itu semuanya out. Ini menurut saya kesalahan pemerintah yang tak mendirikan sekolah secara merata. Kedua, jalur PPDB ini memberikan kesempatan warga luar Denpasar ikut hanya dengan bekal surat domisili. Lalu, siapa yang mempertanggungjawabkan kebenarannya itu. Bisa jadi mereka memilih domisili sementara di dekat sekolah, toh tak ada yang mengecek. Makanya saya setuju pendapat Kepala SMP PGRI 9 Denpasar A.A. Sumitra, agar PPDB Denpasar mengutamakan warga wed atau ngarep. Berikan porsi tertentu juga untuk warga pendatang dengan jumlah terbatas. Ayo Denpasar segera berbenah, kasihan citra Denpasar sebagai smart city tercoreng akibat warganya merasa ketidakadilan pada PPDB 2019. Nang Eca Kesiman

Mendeteksi Sinyal Lemah Pariwisata Bali Caturwulan I 2019 diduga memberikan sinyal pariwisata Bali yang kian memerlukan perhatian. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia telah merilis angka jumlah kedatangan wisman ke Indonesia pada caturwulan pertama 2019 yang meningkat 3,22 persen dibandingkan catur wulan pertama 2018. Pasalnya, tidak demikian terjadi pada Bali yang disebut sebagai provinsi penyumbang sekitar 40 persen lebih jumlah wisman nasional. Kunjungan wisman ke Bali secara kumulatif malah turun -0,04 persen. Apalagi dengan kondisi kenaikan harga tiket pesawat, yang cukup menggiring opini publik bahwa “dialah” penyebabnya.

Oleh Dwi Yustiani, S.ST.

S

ebagai sebuah negara yang menempatkan subsektor pariwisata dalam salah satu program Nawa Cita yang secara substantif terkandung dalam semangat percepatan laju pertumbuhan ekonomi, sekiranya pariwisata menjadi sebuah concern nonpolitis yang sudah seharusnya disadari sebagai sebuah ekonomi yang memberikan efek domino cukup besar. Apalagi bagi Bali, yang senyatanya menempatkan pariwisata dalam sebuah prioritas utama, yang diisyaratkan oleh subsektor penyediaan akomodasi dan makan minum, yang mampu memberikan sumbangan tertinggi terhadap penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Bali di triwulan I 2019 (year on year) yakni 1,02 persen (data BPS). Kondisi terakhir menunjukkan sebuah kegamangan mengenai bagaimana tren selanjutnya pariwisata Bali. Kali ini, kondisi pariwisata Bali tidak searah dengan kondisi agregat nasional. Ketika kedatangan wisman ke Indonesia pada bulan April 2019 meningkat 0,11 persen dibandingkan April 2018, Bali justru menunjukkan kondisi sebaliknya, bahkan pada periode yang sama menurun cukup dalam hingga -7,83 persen (data

BPS). Jika dilihat ke belakang, prestasi Bali dalam mengundang wisman untuk berkunjung ke Bali pada tahun 2019 ini tidak segemilang pada tahun sebelumnya, bahkan pada bulan Juli 2018, Bali mampu mencapai rekor tembus hingga enam ratus juta wisman (624,37 ribu wisman) yang belum pernah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya. Mungkinkah kini Bali mulai ditepikan? Seiring dengan gencarnya promosi pariwisata terkait adanya 10 Bali Baru, Bali dirasa tidaklah merasa terancam. Karena Bali sesungguhnya yang menjadi trend setter dari pembentukan kesepuluh wilayah tersebut. Namun faktanya diduga berkata lain. Pasalnya, dari 16 pintu masuk udara berskala internasional, kedatangan wisman ke Bali pada bulan April 2019 yang melewati Bandara I Gusti Ngurah Rai memang menunjukkan penurunan sedalam -7,75 persen dibandingkan April 2018. Namun, beberapa bandara internasional di Pulau Sumatera menunjukkan peningkatan kedatangan wisman seperti di pintu masuk Bandara Sultan M. Badaruddin II (Sumatera Selatan) yang naik 65,51 persen, Bandara Sultan Syarif Kasim (Riau) naik 35,03 persen, Bandara Minangkabau (Sumatera Barat)

naik 27,44 persen, dan Bandara Kualanamu (Sumatera Utara) naik 17,71 persen (data BPS). Jika dikaitkan dengan 10 Bali Baru, tentu ada dua destinasi yang tergolong 10 Bali Baru berada di Pulau Sumatera yakni Danau Toba dan Tanjung Kalayang. Namun, untuk membuktikan opini ini tentunya membutuhkan kajian mendalam untuk menjawabnya secara ilmiah. Jika diamati dari sisi transportasi udara, memang kondisi keberangkatan penumpang internasional dari Bandara I Gusti Ngurah Rai pada bulan April 2019 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya hingga 3,45 persen, walaupun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya memang turun. Jika dikaitkan kondisi keberangkatan penumpang internasional di Pulau Sumatera seperti di Bandara Minangkabau (Sumatera Utara) pada April 2019 yang mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sedalam -3,41 persen. Apa tafsiran angka-angka tersebut? Di sini diduga ada kecenderungan bahwa Bali bukanlah menjadi destinasi wisata utama, malah ada kecenderungan wisatawan mancanegara kembali ke negerinya atau melanjutkan perjalanannya ke negara lain melalui Bali.

Secara lugas, diduga wisman datang ke Indonesia lewat pintu masuk lain, dan sebagai tujuan akhirnya adalah Bali. Ambillah contoh di Sumatera Utara yang memiliki destinasi 10 Bali Baru yaitu Danau Toba. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Sumatera Utara naik dari 45,37 persen pada bulan April 2018 menjadi 49,83 persen pada bulan April 2019. Sementara, kondisi sebaliknya untuk Bali, TPK hotel bintang turun dari 63,53 persen pada bulan April 2018 menjadi 60,33 persen pada bulan April 2019 (data BPS). Ada sinyal penting yang dapat ditangkap pada kondisi ini. Apakah memang kini Bali bukanlah menjadi destinasi utama lagi, atau malah adanya kecenderungan kemudahan akses seperti pembangunan jalan tol di berbagai daerah yang membuat wisatawan menempuh jalur darat saja dan berakhir di Pulau Bali. Di sisi wisatawan domestik, kondisi kenaikan tiket pesawat sering kali dikaitkan sebagai penyebab turunnya kedatangan wisatawan. Hal ini diduga berdampak pada pergerakan wisatawan domestik yang dapat diamati dari turunnya jumlah keberangkatan penumpang domestik pada bulan April 2019 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya hingga -1,54 persen, bahkan jika dibandingkan dengan April 2018 malah turun lebih dalam hingga -22,26 persen (data BPS). Dari potret kedatangan wisatawan domestik yang direkam oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali selama dua tahun terakhir menunjukkan tren kedatangan wisatawan domestik yang mengalami peningkatan pada bulan April 2017 dan April 2018, seharusnya pada April 2019 juga naik. Fenomena ini menjadi sangatlah penting, karena geliat wisatawan domestik yang menjadi harta karun dalam

Strategi Mengatasi Kesenjangan Kualitas Pendidikan KEKURANGAN guru yang terjadi di nusantara ini bukanlah rekaan karangan belaka. Namun, merekrut banyak guru nyatanya belum menjadi solusi akhir untuk pemerataan kualitas pendidikan kita. Persoalan ini ibarat gali lubang tutup lubang, menambah terus permasalahan baru tanpa adanya ujung yang final. Seperti yang terjadi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), beberapa program untuk mengatasi masalah kekurangan guru di sana adalah adanya guru garis depan (GGD) dan guru yang berada di daerah khusus. Meskipun begitu kebijakan-kebijakan baik tersebut nyatanya belum bisa menempatkan guru berkualitas di daerah 3T. Baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa sebab pokok yang membuat masalah ini tidak teratasi karena guru di daerah hanya bertahan sebentar, tidak lama kemudian mereka akan meminta mutasi. Pada laporan pusat data statistik Kemendikbud pada tahun 2016, rasio guru sekolah di wilayah terluar hanya berkisar 10,29 yang berarti jauh di bawah angka nasional yaitu 18,41. Dengan fakta tersebut, maka tentu kita dapat menerapkan sistem rotasi wajib bagi guru. Pada sistem ini, setiap guru akan mendapat giliran mengabdi di daerah 3T. Cara ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi kebutuhan pemerataan kualitas pendidikan ataupun guru. Cara ini diyakini mampu mengisi kekosongan guru. Tidak ada alasan bagi guru untuk tidak menerima konsekuansi ini terutama guru yang PNS. Pada pasal 29 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 dalam ayat 2 pasal tersebut telah dicantumkan bahwa guru yang diangkat pemerintah maupun pemerintah daerah wajib menandatangani pernyataan kesanggupan ditempatkan di daerah khusus selama dua tahun. Kemudian pemerin-

Oleh I Kadek Darsika Aryanta tah juga telah membuat SKB 5 menteri pada tahun 2011 yang dimaksudkan untuk pemindahan tugas dan guru dari kabupaten/ kota ke provinsi lain. Selama ini, kebijakan-kebijakan tersebut belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan guru di daerah dan juga keterbatasan pemerintah untuk merekrut guru baru. Pemerintah menilai, program guru garis depan yang mengajar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak efektif menciptakan pemerataan tenaga pengajar. Karena itu, pemerintah akan mengubah kebijakan tersebut dengan aturan baru yang mewajibkan setiap guru mengajar di daerah 3T melalui sistem rotasi atau bergilir. Hal ini tentu saja perlu diingatkan kepada guru-guru untuk tidak gelisah jika dipindah terkait adanya redistribusi guru sesuai penerimaan peserta didik baru acuannya sistem zonasi. Solusi ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah persebaran guru yang tak merata setelah memastikan kesenjangan pendidikan di setiap wilayah semakin mengecil. Skema utama rotasi guru adalah melakukan penyebaran di dalam zona pendidikan yang ditentukan Dinas Pendidikan Kabupaten atau Kota sesuai kebutuhan penerimaan peserta didik baru pada prinsipnya jangan sampai ada guru yang berada di sekolah yang sama selama bertahun-tahun apalagi hingga pensiun. Pemerataan guru diprioritaskan di setiap zona. Apabila ternyata masih ada kekurangan guru akan dirotasi antarzona rotasi guru antarkabupaten atau kota baru dilakukan jika penyebaran guru benar-benar tidak berimbang dan tidak ada guru dari luar kabupaten yang bersedia untuk dirotasi ke daerah tersebut.

Aturan rotasi guru ini tentu saja merupakan berita yang sangat baik bagi dunia pendidikan. Dengan adanya rotasi guru ini tentu saja akan meningkatkan kualitas pendidikan di daerahdaerah terpencil atau di dalam zona tersebut sehingga guru akan dapat memahami karakteristik dari peserta didik dari berbagai macam latar belakang tidak hanya pada itu-itu saja di dalam sekolah namun masih dalam skala tertentu. Pemerataan kualitas guru ini juga akan mampu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan karena dengan adanya pemerataan guru ini tentu saja akan dapat merotasi guru-guru tersebut untuk tetap mengajar. Ke depan, guru juga akan hampir mirip dirotasi seperti anggotan Tentara Nasional Republik Indonesia (TNI). Jadi, di mana pun ditempatkan harus siap. Hal-hal yang dapat menjadi keuntungan dari pemerataan kualitas pendidikan adalah bagaimana guru tersebut mampu meningkatkan kredibilitasnya untuk mengajar. Sehingga setiap guru yang mengajar tidak monoton itu-itu saja. Namun, ada hal yang perlu diantisipasi yaitu tentang bagaimana guru tersebut harus mampu beradaptasi dengan cepat kadangkala ada guru yang tidak cepat berubah namun sudah dimutasikan sehingga diperlukan adanya satu penanganan khusus bagi guru-guru yang tidak cepat berubah. Pola pemerataan guru dengan zonasi ini tentu akan dapat memberikan suasana baru bagi sekolah-sekolah. Apabila sekolah tersebut kekurangan guru, dengan adanya guru baru akan memberikan angin segar bagi sekolah untuk terus mengembangkan diri. Sehingga paradigma sekolah unggulan akan semakin hilang.

Pelaksanaan zonasi siswa dan guru akan menambah akselerasi kualitas pendidikan di Indonesia. Sampai saat ini, stigma sekolah unggulan masih terus bercokol di masyarakat. Hal ini masih ada karena guru-guru yang memiliki kualitas bagus masih dikumpulkan di satu sekolah, bahkan ada guru yang sampai kekurangan jam mengajar. Sementara itu, sekolah di pinggir sangat kekurangan guru. Dengan adanya rotasi guru ini dalam penerimaan CPNS guru maka peluang memerataan guru akan terbuka lebar. Tidak akan ada lagi sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Sistem rotasi yang dilaksanakan selama dua tahun di daerah terluar akan memberikan pemenuhan baru bagi siswa tersebut untuk terus mendapatkan akses pelayanan pendidikan yang lebih maksimal. Sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), maka pembangunan SDM yang merata merupakan prioritas yang utama. Jangan sampai SDM yang berkualitas berada di daerah perkotaan saja. Sementara daerah pinggiran merana tak mendapatkan asa untuk menuju pendidikan yang merata. Kebijakan peningkatan kualitas SDM selayaknya dimulai dari pinggiran seperti membangun Indonesia dari desa. Pembangunan SDM melalui rotasi guru yang merata di daerah pinggiran akan mampu meningkatkan sentuhan negara di daerah. Tentu ini akan meningkatkan kehadiran negara di seluruh pelosok bangsa Indonesia. Kehadiran negara ini akan menimbulkan kecintaan yang luar biasa dari para generasi muda yang diajar. Jadi, sudah selayaknya program ini bisa menjadi tindakan yang efektif untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang merata dari Sabang sampai Merauke.

kepariwisataan Bali yang akan tetap bertahan meskipun adanya guncangan pada kedatangan wisatawan mancanegara. Jika wisatawan domestik terguncang, apalagi dengan wisatawan mancanegara, dan bagaimana dengan nasib pariwisata Bali yang memang bagi sebagian besar masyarakat Bali menjadi tumpuan utama dalam keberlangsungan hidup. Dari sisi pangsa pasar, potret wisman pada caturwulan pertama 2019 menunjukkan kondisi yang sedikit berbeda. Pasalnya, pasar wisman yang di luar Asia seperti Eropa dan Amerika menunjukkan geliatnya. Secara komulatif caturwulan pertama 2019, kedatangan wisman ke Bali yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Jerman malah melaju kencang. Di tengah perlambatan kedatangan wisatawan Asia seperti turunnya secara kumulatif (caturwulan I 2019) kedatangan wisatawan Tiongkok ke Bali yang turun -0,22 persen, wisatawan asal Australia yang turun sedalam -1,32 persen, dan negara India yang dijuluki sebagai anak benua ini juga mengalami penurunan hingga -5,04 persen, Bali harus memandang hal positif dari kondisi ini, bahwa pariwisata Bali kini berkualitas. Wisatawan Eropa yang memang sudah dikenal sebagai wisman dengan karakteristik berpengeluaran tinggi diharapkan mampu menambah pendapatan daerah, yang nantinya berujung pada perbaikan kualitas pariwisata Bali itu sendiri. Kita jangan juga larut pada naiknya wisatawan Eropa, kecenderungan wisatawan Tiongkok, Australia, dan India yang bisa dikatakan merajai hampir di setiap periode harus mendapat perhatian juga. Apresiasi yang sangat tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Badung yang telah berupaya melakukan promosi pariwisata dengan mengikuti Beijing International Tourism Expo (BITE) pada 18-22 Juni 2019, dan berujung pada akan diselenggarakannya wisata China Town pada 28 Juni 2019 mendatang. Ada harapan mulia di balik proses tersebut, yakni mengembalikan kondisi kunjungan wisman ke Bali yang seperti tren sebelumnya didominasi oleh wisatawan asal negeri Tiongkok itu. Kekuatan promosi memang menjadi salah satu andalan untuk membuat Bali semakin dikenal penduduk dunia. Penulis, fungsional statistisi pada Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

POJOK Kamis ini keputusan sidang sengketa Pilpres di MK akan dibacakan. - Tentu harapannya semua damai. *** Gubernur Koster dukung ranperda lindungi tenaga kerja lokal Bali. - Setuju. *** Bali kini hadapi berbagai masalah, salah satunya soal kualitas SDM. - Kalah bersaing ya?

Penulis, Wakasek Bidang Kurikulum SMAN Bali Mandara

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN

Kamis Pon, 27 Juni 2019

Lancar, Hari Pertama Pendaftaran Jalur Zonasi

Tabanan (Bali Post) Sejak Rabu (26/6) kemarin pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi dibuka. Sejumlah siswa dan orangtua murid pun mulai melakukan pendaftaran ke masing-masing sekolah sesuai dengan zonasi tempat tinggal bersangkutan. Dari pantauan di lapangan, sejumlah sekolah yang dianggap favorit tampak ramai. Seperti di SMPN 2 Tabanan. Salah satu sekolah yang banyak peminatnya ini memiliki kuota 192 siswa atau 6 kelas dengan jumlah tiap kelas 32 orang siswa. Dari kuota tersebut, siswa yang sudah dipastikan tertampung 21 orang yakni 20 dari jalur prestasi dan 1 orang dari jalur perpindahan orangtua. Sementara 171 sisanya inilah nantinya yang diambil dari jalur zonasi. Ketua Panitia PPDB SMPN 2 Tabanan I Gusti Komang Sugendra mengatakan, hari pertama pendaftaran jalur zonasi sudah tercatat 117 pendaftar. ‘’Jumlahnya pasti akan bertambah, karena pendaftaran dibuka sampai dengan Jumat,’’ ucapnya. Setelah berkas pendaf-

taran diterima, akan dilakukan verifikasi berkas untuk menentukan siapa yang layak lolos melalui jalur zonasi. Diakuinya, hari pertama pendaftaran jalur zonasi berjalan lancar, meski sempat diwarnai kesalahan teknis. Kesalahan teknis dimaksud, ada orangtua siswa membawa KK baru namun tidak sesuai dengan juknis PPDB yang mensyaratkan terbit 6 bulan sebelum pendaftaran atau pada Juni 2019. Guna memperjelas, pihak sekolah menyarankan yang bersangkutan membawa KK lama. Namun, diakuinya, kesalahan teknis ini sudah dapat diselesaikan. Persoalan ini kemungkinan karena banyak orangtua siswa yang belum begitu paham mekanisme jalur zonasi. Kekeliruan lain juga muncul. Ada orangtua yang mendaftarkan anaknya menggunakan KK dan surat domisili dengan alamat berbeda. ‘’Nah, jadi ada dobel identitas yang dibawa. Ini membingungkan panitia saat pendaftaran,’’ jelasnya. Meskipun terjadi beberapa kekeliruan, seluruh persoalan sudah dapat diatasi. (kmb28)

7

Sempat Gagal Lelang

Pembangunan Gedung PMI Ditargetkan Mulai Juli

Tabanan (Bali Post) Proyek pembangunan gedung PMI Tabanan akan kembali dilanjutkan. Sebelumnya, proyek ini sempat mengalami gagal lelang. Pembangunan gedung dengan anggaran Rp 2,9 miliar dari BKK Badung tersebut ditargetkan mulai dikerjakan Juli mendatang. Kabid Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan Kadek Faridatini Suweca, Rabu (26/6) kemarin, mengakui adanya keterlambatan realisasi pengerjaan gedung PMI karena sebelumnya mengalami gagal tender. ‘’Kini masih proses lelang dan dalam masa sanggah sesudah pengumuman,’’ terangnya. Dikatakan Faridatini, jika tidak ada kendala atau gagal tender, kontrak pengerjaan direncanakan pada pertengahan Juli mendatang. ‘’Pengerjaan fisiknya sekitar empat bulan kalender,’’ ucapnya. Sebelumnya, gedung PMI berada di sebelah selatan Taman Makam Pancaka Tirta Tabanan, yang bergabung dengan Kwarcab Pramuka Tabanan dan PPTI. Kini, gedung PMI dan Unit Transfusi Darah akan dibangun di areal RS Nyitdah, Kecamatan Kediri. Dengan dua lantai, gedung PMI yang baru ini dibangun dengan luas 413 meter persegi. ‘’Dua lantai,

per lantainya lebih kurang 1 are atau 100 meter persegi,’’ ucapnya. Sebelumnya, Ketua PMI Tabanan yang juga wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya mengatakan, kondisi gedung PMI yang ditempati bersama dengan pramuka dan PPTI sudah sangat memprihatinkan. Banyak atap yang bocor dan kondisi gedung juga sudah tidak representatif untuk digunakan. Untuk itu, perlu peremajaan gedung, mengingat intensitas kegiatan PMI dan Unit Transfusi Darah di Tabanan semakin padat. Diharapkan dengan adanya gedung representatif, pelayanan PMI ke masyarakat semakin baik. Apalagi permintaan terhadap darah semakin banyak sehingga kinerja PMI perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai. Pihaknya berharap proses lelang dapat berjalan lancar sehingga pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu. ‘’Begitu gedung selesai, pemkab memenuhi peralatannya,’’ katanya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat jumlah penyalahgunaan narkoba di Bali selama tahun 2018 tercatat 31.178 orang. Dari jumlah tersebut, 5.318 orang berstatus pelajar dan mahasiswa. Hal itu diungkapkan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Rabu (26/6) kemarin, pada peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Tabanan. Di antaranya hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Bali, Kasdam Udayana, Staf Ahli Gubernur Bali, Wakil Bupati Tabanan, serta pejabat OPD. Kepala BNNP Bali Putu Gede Suastawa menjelaskan, berbagai strategi telah dilakukan untuk menekan angka kasus narkoba. Seperti tahun ini yang tengah gencar dilaksanakan yakni penyusunan pararem dan pembentukan relawan antinarkoba di seluruh desa di Bali, pembangunan balai rehabilitasi narkoba milik Pemprov Bali, dan implementasi kurikulum terintegrasi di lingkup SMP dan SMA. Selain itu, ada program meningkatkan peran seluruh OPD dan swasta dalam kampanye publik, deteksi dini melalui tes urine secara berkala kepada ASN serta koordinasi dengan Polda dan pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan personel dan pengembangan sarana dan prasarana. Di Kabupaten Tabanan, kata Suastawa, tahun ini ditargetkan 35 desa sudah memiliki pararem tentang bahaya narkoba. Ini penting mengingat Tabanan menduduki peringkat ketiga untuk angka kasus narkoba, setelah Denpasar dan Badung. ‘’Apalagi sebentar lagi akan terbentuk BNNK Tabanan dan tentu akan makin memperkuat upaya P4GN di Tabanan,’’ ujar Suastawa. Ketua BNK Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan, dari data Polres Tabanan, jumlah kasus narkoba di Tabanan tahun 2017 sebanyak

18 kasus. Pada 2018 meningkat menjadi 20 kasus, dan tahun 2019 sampai Juni sudah ada 9 kasus. Rentang usia didominasi generasi milenial. Mirisnya lagi, ada satu kasus melibatkan anak di bawah umur. ‘’Masih akan kita cek lagi kebenaran data ini. Mengapa ada anak di bawah umur bisa kena,

PMI - Gedung PMI yang kondisinya sudah tidak layak digunakan.

Bali Post/bit

BNNP Gencarkan Program ’’Pararem’’ Antinarkoba

Bali Post/bit

PPDB - Suasana pendaftaran hari pertama PPDB di salah satu SMP di Tabanan.

Konservasi di Marga

Ditemukan Lontar Tahun 1938

Tabanan (Bali Post) Penyuluh Bahasa Bali (PBB) Kecamatan Marga terus melakukan konservasi lontar. Kali ini giliran lontar milik I Gusti Ketut Aria di Jeroan Kangin Belayu, Banjar Gunung Siku, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga yang dikonservasi, Rabu (26/6) kemarin. Dalam konservasi tersebut ditemukan lontar kuno tahun 1938 berisikan salinan babad yang mengisahkan tentang Arya. Hanya sebagian kondisinya telah kusam, berdebu dan dimakan rayap. Koordinator PBB di Tabanan I Gede Putu Adi Saka Wibawa didampingi Penyuluh Bahasa Bali yang bertugas di Desa Peken Belayu Ni Putu Astridyanti mengatakan, konservasi lontar merupakan kegiatan rutin PBB, yang juga merupakan program Dinas Kebudayaan dalam upaya memelihara naskah kuno. Konservasi dilakukan atas permintaan pemilik lontar. Setidaknya ada 43 cakep lontar yang dikonservasi dan dominan ditemukan salinan babad yang menceritakan kisah tentang Arya. ‘’Terakhir naskah ini dibuka tahun 1977 atau 42 tahun lalu, dan sering kena tirta,’’ ucapnya. Meski dalam kondisi yang

kusam dan dimakan rayap, tulisan yang ada di lontar tersebut masih bisa dibaca walaupun ada beberapa aksara yang hilang. ‘’Lontar kami bersihkan dengan minyak sereh yang sudah dicampur alkohol. Kalau ada tulisan pudar kami beri kemiri yang dibakar supaya bisa terbaca,’’ bebernya. Sementara itu, Kasi Bidang Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Made Mahesa Yuma Putra mengatakan, setiap tahun pihaknya sudah melaksanakan program pelestarian dan pemeliharaan naskah kuno di masyarakat. Namun kali ini pihaknya bekerja sama dengan PBB yang tersebar di seluruh Provinsi Bali. Menurutnya, tujuan program berupa perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan naskah kuno. Isi lontar harus dijaga. Apalagi lontar akan dijadikan cerminan budaya demi kelanjutan generasi yang akan datang. Ditambahkannya, tahun 2020 akan ada program dari Kementerian Agama untuk membuat program mengklasifikasikan dan inventarisasi manuskrip di seluruh nusantara. Bali juga dianggap sebagai barometer manuskrip nusantara. (kmb28)

Bali Post/ist

LONTAR - Konservasi lontar di Kecamatan Marga.

dan ini akan saya jadikan role model akibat narkotika. Jangan sampai ada lagi kasus serupa,’’ tegas Sanjaya. Sementara itu, Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Kasuri berkesempatan memberikan penyuluhan tentang salam anak bangsa dalam pertahanan keamanan tentang dampak geo-

politik global serangan narkoba sebagai bentuk perang baru. Sedangkan Wakapolda Bali menyampaikan materi tentang penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Polda Bali terkait Commander wish Kapolda Bali dalam rangka akselerasi dan dinamisasi organisasi tahun 2019.

Bali Post/bit

SERTIFIKAT - Hari Anti-Narkotika di Kabupaten Tabanan diisi penyerahan sertifikat relawan antinarkoba dan Desa Bersih Narkoba.

Gubernur Bali diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi juga membacakan sambutan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Disebutkan, Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba. Pernyataan ini tak sekadar slogan. Indonesia saat ini bukan sekadar tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar narkotika terbesar di Asia. Wapres mengapresiasi upaya BNN, kepolisian dan pihak terkait yang telah mengambil langkah tegas demi memberantas narkotika. Seluruh elemen masyarakat harus mampu bekerja sama dalam upaya P4GN. Oleh karena itu, melalui momentum puncak peringatan HANI 2019 diharapkan dapat memperkuat aksi dan kerja sama di semua tingkatan untuk membangun kesadaran nasional agar hidup sehat dan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (kmb28)


BULELENG

8

Kamis Pon, 27 Juni 2019

Tertimpa Tiang Listrik, IRT Tewas

Singaraja (Bali Post) – Nasib apes dialami ibu rumah tangga (IRT), Komang Meliani (27). Wanita asal Desa Pidpid, Abang, Karangasem itu meregang nyawa setelah dia bersama suami dan anaknya tertimpa tiang listrik yang roboh di Desa Wanagiri, Selasa (25/6) sekitar pukul 18.00 wita. Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Landung, seizin Kapolres Buleleng, AKBP Suratno, S.IK., Rabu (26/6) kemarin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan, saat itu korban mengendarai sepeda motor DK 5769 UAP bersama suaminya Nengah Juli (26) dan anaknya. Namun sayang, sore itu, persisnya di Jalan Singaraja–Bedugul tepatnya di Km 19-20 wilayah Desa Wanagiri, korban tertimpa tiang listrik. Korban mengalami pendarahan dari mulut, hidung, dan telinga. Saat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Polisi menjelaskan, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban bersama suami dan anaknya datang dari tempat kosnya di Dusun Lalang Linggah, Desa Pancasari, Sukasada, untuk menuju Singaraja. Di lokasi kejadian, terdapat tujuh orang pekerja asal Jember, Jawa Timur (Jatim) menebang pohon albesia di areal kebun warga. Posisi pohon tersebut sudah miring ke arah jalan. Khawatir pohon tumbang menutupi jalan,

pekerja ini kemudian mengikat bagian atas pohon dengan tali kemudian ditarik ke timur. Setelah pohon terikat, salah satu pekerja bernama Mat Saleh (41) memotong bagian bawah pohon dengan gergaji mesin. Setelah sebagian batang pohon dipotong, tiba-tiba tali pengikat putus. Batang pohon bukannya roboh ke timur, namun berbalik ke barat dan menimpa kabel induk milik PLN di pinggir jalan. Karena tertindih pohon itu, tiang listrik yang menyangga kabel roboh. Saat itulah, sepeda motor DK 5769 UAP yang dikendarai korban melintas. Tak pelak, korban terjatuh dan lemas karena mengalami luka hingga berdarah. Helm korban pecah. Motor korban rusak. Sementara sang suami, Nengah Juli, dan anaknya selamat dan bahkan dia langsung melarikan istrinya ke IGD RSUD. Nahas dalam perjalanan, korban dinyatakan meninggal dunia. Atas peristiwa itu, aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Sukasada mengamankan tujuh orang pekerja yang menebang pohon untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan awal, pekerja ini menyebut pohon albesia itu dibeli dari pemiliknya untuk ditebang. Sebelum menebang, pekerja ini sudah mengikat batang pohon karena posisinya sudah miring ke arah jalan. Hanya, saat batang bawah dipotong, tali penarik tidak kuat dan putus. (kmb38)

Status Perkara Pencabulan Naik ke Penyidikan Singaraja (Bali Post) – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim (Satreksrim) Polres Buleleng telah meningkatkan status dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur di Kota Singaraja, dari penyelidikan menjadi penyidikan. Walau telah mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, termasuk hasil visum et revertum, hingga naik ke penyidikan, polisi belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus dugaan pencabulan yang menimpa korban berinisial PA. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (26/6)

kemarin, mengatakan peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan karena polisi sudah mendapatkan keterangan saksi korban dan saksi fakta yang mengetahui kejadian itu. Selain itu, hasil visum dari dokter di RSUD Buleleng sudah diterbitkan Selasa (25/6) lalu. Dokumen ini menambah bukti untuk mengungkap kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur tersebut. Ditanya siapa terduga pelaku dalam kasus ini, perwira asal Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu ini belum memberikan jawaban dengan pasti. Pasalnya, untuk penetapan siapa tersangkanya harus dikuatkan dengan keterangan saksi, barang bukti, dan pen-

gakuan korban. Sepanjang unsur tersebut terpenuhi dan mengarah pada calon terduga pelaku, maka polisi akan memproses si pelaku hingga pengadilan. Sebaliknya, jika dalam penyidikan tidak ditemukan bukti pendukung, maka proses hukumnya akan dihentikan. Diberitakan sebelumnya, orangtua PA melapor ke polisi karena anaknya diduga menjadi korban pencabulan. Sebagai terlapor dalam perkara ini adalah FA. Peristiwa ini diduga terjadi pada 24 Mei 2019 lalu. PA diduga dicabuli di rumah FA. Keduanya memang saling kenal karena korban sering melintas di depan rumah FA. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Seratus guru pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) jenjang TK, SD, SMP, dan SMA dari sembilan kecamatan mengikuti pelatihan pengelolaan UKS, Rabu (26/6) kemarin. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja bertujuan meningkatkan keterampilan para guru pembina mengelola UKS di sekolah masingmasing.

Pembinaan ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Dharmaja, M.Si. mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS). Gede Dharmaja mengatakan, penyehatan lingkungan sekolah menentukan proses dan perkembangan dalam pembentukan manusia yang berkualitas. Dalam proses pelajaran membutuhkan dukungan lingkungan sekolah yang sehat. Ini

diwujudkan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Salah satunya adalah pemeliharaan sanitasi, menjaga kebersihan ruang belajar, dan pemakaian air bersih. “Mutu dan prestasi sekolah dapat ditingkatkan melalui pengelolaan UKS yang memiliki kualifikasi paripurna. Kami menyambut baik pembinaan ini. Sehingga UKS dapat terkelola dengan baik,” jelasnya. (kmb38)

Optimalisasi Program UKS

Bali Post/kmb38

LOMBA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto memberikan hadiah usai menutup lomba tembak tahun 2019 di Lapangan Yudha Wastu Pramuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Buleleng, Rabu (26/6) kmenmarin.

Lomba Menembak Kodam IX/Udayana

Yonif Raider 900/SBW Rebut Juara Umum Singaraja (Bali Post) – Lomba Tembak Kodam IX/Udayana 2019 berakhir Rabu (26/6) kemarin. Lomba ini ditutup Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. di Lapangan Yudha Wastu Pramuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Buleleng. Hasil lomba tersebut, tampil sebagai juara umum adalah kesatuan Yonif Raider 900/SBW dengan perolehan 4 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Disusul juara dua kontingen Yonif 742/SWY dengan raihan 2 medali emas dan 1 perunggu. Juara tiga diraih perwakilan Yonif 743/PSY dengan merebut 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Khusus Kowad yang memperlombakan dua nomor menembak pistol putri yaitu nomor Materi-1 dan Falling Plate juara pertama diraih Sertu (K) Kadek Nova dengan 2 medali emas. Juara II diraih Sertu (K) Diah Retno dan Serda (K) Ni Luh Eka, dengan 1 medali perak dan juara III direbut

Sertu (K) Ika Risma dengan 2 medali perunggu. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengatakan, lomba ini tidak hanya mencari dan menjadi pemenang, namun ruang bagi prajurit TNI mengasah keahlian menembak. Dengan media ini, pihaknya optimis akan tumbuh jiwa kompetisi untuk menjadi prajurit terbaik dengan penguasaan teknik menembak yang andal. Selain itu, bagi para Komandan Satuan (Dansat), Pembina dan Pelatih lomba menembak ini mengukur sejauh mana hasil pendidikan di masingmasing kesatuannya. Dengan demikian akan muncul bibitbibit prajurit yang memiliki

kemampuan dalam menembak. Tidak saja memperkuat jajaran Kodam IX/Udayana, tetapi siap berkiprah tingkat nasional dan internasional. “Upaya peningkatan prestasi dalam menembak tidak boleh surut. Kekurangan yang didapat dalam lomba tembak kali ini, hendaknya menjadi pemacu untuk semakin meningkatkan pembinaan di satuan secara lebih terarah dan berlanjut. Sehingga pada saatnya akan dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi,” katanya. Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP. mengatakan, lomba tembak Kodam IX/Udayana sebelumnya dibuka Danrem 161/WS Brigjen TNI Syaiful Rahman, pada 17 Juni 2019 lalau di Lapangan Tembak Mabrigif 21/Komodo, Kupang. Tercatat 130 petembak dari Satuan Tempur (Satpur), Bantuan Tempur (Banpur) dan Kowad satuan

jajaran Kodam IX/Udayana mengikuti ajang bergengsi ini. Para peserta ini mengikuti lomba dengan materi menembak pistol putra dan putri. Karaben, senapan dan senapan otomatis memperebutkan 30 medali masing-masing 10 emas, 10 perak, dan 10 medali perunggu. Lomba tembak menguji hasil Latbakjatri Triwulan yang sudah berjalan dan evaluasi hasil pembinaan satuan di jajaran Kodam IX/Udayana 2019. Hasil lomba ini akan direkrut dalam latihan pembinaan menembak (Binbak) Kodam IX/Udayana Triwulan III 2019. “Selain evaluasi pendidikan dan program latihan, ini membentuk jiwa korsa, semangat juang, dan motivasi keprajuritan. Juga meningkatkan militansi dan sportivitas prajurit dan meningkatkan semangat belajar dan berlatih serta kompetisi,” tegasnya. (kmb38)


GIANYAR

Kamis Pon, 27 Juni 2019

9

Bangun TPST

DLH akan Gandeng Yayasan Bumi Sasmaya Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar terus berupaya menangani persoalan sampah di wilayahnya. Upaya itu dilakukan dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pada seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Gianyar. Guna merealisasikan rencana tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar akan bekerja sama dengan Yayasan Bumi Sasmaya. Hal itu terungkap dalam pertemuan Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra dengan relawan utama dari Yayasan Bumi Sasmaya Sean Nino Lotze alias Nino di Kantor DLH Gianyar, Rabu (26/6) kemarin. Nino mengatakan, untuk mewujudkan rencana itu, desa wajib menyediakan lahan sekitar 5 sampai 15 are. Desa juga perlu membuat regulasi tentang tata aturan pemisahan sampah organik dengan anorganik mulai dari rumah tangga. Selanjutnya, yayasan yang bermarkas di Jalan Raya Campuhan, Ubud ini akan membangun fasilitas unit komposting dan pemisahan sampah organik dengan anorganik. ‘’Total anggaran yang dikeluarkan yayasan untuk membangun fasilitas ini sekitar Rp 500 juta per unit,’’ katanya. Nino menambahkan, pihak yayasan juga akan memberikan edukasi hingga pendampingan tentang pengelolaan sampah secara terpadu. Output yang dihasilkan

dari sistem olah sampah di TPST ini berupa pupuk organik, biogas, dan bentuk lain. Sedangkan untuk jangka panjang, TPST ditargetkan bisa menghasilkan listrik. ‘’Rencana kami, jika desa siap, kami akan buat antara 3 sampai 5 TPST dulu untuk percontohan tahun 2019 dan selanjutnya ditambah 10 hingga 30 TPST, sampai semua desa siap,’’ jelasnya. Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra mengatakan, kerja sama antara DLH dengan Yayasan Bumi Sasmaya akan segera terwujud, asalkan desa juga punya keseriusan untuk menangani persoalan sampah. Dikatakan, selama ini DLH menerima banyak jenis tawaran kerja sama dengan pihak ketiga. ‘’Namun, baru kali ini rancangan kerja sama dengan yayasan ini paling memungkinkan,’’ jelasnya. Menurut Kujus Pawitra, penjajakan awal antara DLH dan Yayasan Bumi Sasmaya akan ditindaklanjuti dengan audiensi serta presentasi dengan Bupati Gianyar. Selanjutnya, kerja sama ini akan dipresentasikan kepada 64 perbekel dan 6 lurah di Kabupaten Gianyar. ‘’Saya optimis dengan kerja sama ini, karena pihak yayasan sendiri telah berhasil membangun TPST di Bali yakni di Pererenan. Hal yang sama juga dibuat di wilayah Badung dan Padangtegal juga bisa dipakai percontohan,’’ katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PERTEMUAN - Suasana pertemuan Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra dengan relawan utama dari Yayasan Bumi Sasmaya Sean Nino Lotze alias Nino di Kantor DLH Gianyar, Rabu (26/6) kemarin.

Jaringan Wifi Gratis Terkendala Letak Geografis

Gianyar (Bali Post) Program Pemerintah Provinsi Bali terkait pemasangan wifi gratis hampir terselesaikan di Kabupaten Gianyar. Ada sekitar 247 titik pemasangan, meliputi desa pakraman, puskesmas, dan objek wisata. Namun, saat ini beberapa daerah Gianyar bagian atas yang secara letak geografisnya berbukitbukit mengalami kendala pada jaringannya. Kabid E-Government Diskominfo Kabupaten Gianyar Wayan Manik Suhartanta mengatakan, terkait kendala jaringan tersebut akan disampaikan dalam rapat evaluasi. Sebab, pihaknya di daerah hanya sebagai operator. ‘’Ini kan program Pemprov yang bekerja sama dengan pihak Telkom. Pemasangan wifi itu juga ada kategorinya, mulai dari PT1, PT2, PT3, dan PT3C. Kalau nama istilahnya itu ada artinya,’’ jelasnya. Menurut Manik Suhartanta, PT1 tersebut merupakan pemasangan jaringan wifi di desa pakraman sudah siap digunakan. PT2 masih memerlukan upaya lagi dalam penggunaannya, PT3 masih memerlukan infrastruktur seperti tiang maupun alat. Sementara itu, pada PT3C inilah yang mengalami kendala, karena tidak adanya sinyal yang terjangkau.

‘’Kendalanya itu rata-rata lokasi Gianyar atas yang berdekatan dengan daerah Kintamani. Secara umum, penyebabnya adalah dari letak geografi. Kendala itu akan kita sampaikan dalam rapat evaluasi nanti yang akan dilaksanakan Kamis besok (hari ini - red). Entah akan diganti atau bagaimana, kita tunggu arahan saja,’’ ungkapnya. Manik Suhartanta mengatakan, kecepatan wifi yang dipasang itu per titiknya sebesar 20 mega byte per second (mbps). Wifi tersebut memiliki jangkauan mencapai 50 meter, namun itu jika lokasinya los tanpa ada batasan dengan tembok maupun benda lainnya. ‘’Beberapa tempat yang telah dipasangi wifi, sudah dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ katanya. Manik Suhartanta mengakui pemanfaatan wifi itu baru dilakukan oleh kalangan anak muda yang setiap hari meramaikan balai banjar. Ia berharap agar tokoh masyarakat ikut membantu dalam mengawasi pemanfaatan program ini, agar digunakan untuk hal yang positif. ‘’Beberapa lokasi memang sudah dipergunakan, namun sejauh mana pemanfaatannya itu kita kan tidak bisa mengawasinya. Ini perlunya dalam pengawasan keterlibatan dari kalangan prajuru adat, masyarakat, dan para orangtua,’’ tegasnya. (kmb35)

BANGUNAN – Sejumlah pekerja tampak mengerjakan konstruksi bangunan SMPN 4 Sukawati, Rabu (26/6) kemarin.

Bali Post/kmb35

Agustus, Pembangunan SMPN 4 Sukawati Ditargetkan Rampung Gianyar (Bali Post) Pembangunan SMPN 4 Sukawati yang berlokasi di Banjar Puseh, Desa Ketewel kini mulai dikerjakan. Pembangunan sekolah baru ini diperkirakan rampung pada Agustus 2019 mendatang. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar berharap SMPN 4 Sukawati bisa menerima siswa angkatan pertama pada tahun ajaran 2019/2020 ini. Pantauan Bali Post, Rabu (26/6) kemarin, puluhan pekerja tampak sibuk mengerjakan konstruksi bangunan. Sesuai informasi yang tertulis di papan proyek, pembangunan SMPN 4 Sukawati yang berdiri di atas lahan sekitar 27 are ini menelan biaya Rp 2,3 miliar lebih. Proyek dengan nomor kontrak 926/1009/DISDIK ini menggu-

nakan APBD 2019. Selaku kontraktor pelaksana adalah PT Anindyaguna yang beralamat di Jalan Sekarsari, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Pengawas proyek dari konsultan pengawas CV Gunung Agung Desain I Wayan Jaman mengungkapkan, pembangunan sekolah ini dikerjakan sejak 15 Maret 2019 lalu. Target penyelesaiannya selama 150 hari kalender. ‘’Targetnya selesai satu lantai saja dulu,’’ jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra mengatakan, sesuai kontrak pengerjaan bangunan tersebut harus rampung per Agustus mendatang. Ia memastikan, siswa baru akan belajar di gedung baru.

Namun yang menjadi kendala, jumlah ruang kelas yang dibangun tahap pertama hanya lima ruangan. ‘’Kami rencananya menerima lima kelas. Yang jadi kendala ketika nanti kebutuhan masyarakat melebihi lima kelas. Ya, terpaksa selama setahun akan meminjam beberapa ruang kelas di SD terdekat,’’ katanya. Apabila bisa pas sesuai kuota, kata Sadra, maka proses belajar mengajar di SMPN 4 Sukawati akan berjalan seperti biasa. Disinggung terkait tenaga pengajar, saat ini sedang disusun mutasi guru PNS. ‘’Tenaga pengajar nanti akan menggunakan guru honorer dulu. Sambil mengatur guru negeri untuk diarahkan ke sana. Kami akan segera susun mutasi guru,’’ jelasnya.

Lantas berapa jumlah calon siswa baru yang akan diterima di SMPN 4 Sukawati? Sadra mengaku belum bisa memastikan hal tersebut, karena PPDB masih berjalan. ‘’Yang daftar belum kita tahu, karena prosesnya terus berjalan. Yang jelas, sampai saat ini PPDB SMP negeri kondusif dan tidak ada masalah,’’ ujarnya. Menurut Sadra, PPDB SMP negeri saat ini sudah masuk tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan. Selanjutnya, Sabtu (29/6) mendatang, diagendakan seluruh berkas telah terkumpul di kabupaten. Hasil seleksi diumumkan serentak pada 8 Juli 2019, dilanjutkan dengan pendaftaran kembali pada 10-12 Juli. (kmb35)

Kantor Dijadikan Rumdin Bupati, Disnaker Kontrak Ruko

Gianyar (Bali Post) -

Tahun ini, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gianyar yang berlokasi di Jalan Raya Sidan akan disulap menjadi Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Gianyar. Menggunakan anggaran Rp 11,5 miliar dari APBD 2019, Rumdin Bupati Gianyar itu akan dibangun pada lahan seluas 19 are. Sementara itu, Kantor Disnaker Gianyar dipindah ke tempat baru dengan mengontrak ruko di seputaran Jalan Kebo Iwa Gianyar. Dikonfirmasi Rabu (26/6) kemarin, Kepala Disnaker Gianyar Anak Agung Dalem Jagaditha membenarkan jika kantornya kini mengontrak di Jalan Kebo Iwa, Gianyar. Belum diketahui sampai kapan pihaknya akan mengontrak ruko tersebut. ‘’Kami mengontrak dengan pihak swasta. Selama setahun, nanti kalau bagaimana bisa diperpanjang,’’ ujarnya. Dalem Jagaditha mengakui, kantor kontrakan di tempat baru berbeda dengan kantor lama di Jalan Raya Sidan. Kantor di Sidan memiliki halaman yang luas untuk parkir. Sedangkan di kantor kontrakan, halaman parkir tidak terlalu luas. Kendati demikian, pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. ‘’Dari segi space memang lebih luas di kantor yang di Sidan. Tapi, pelayanan tidak terganggu. Semuanya ter-cover,’’ jelasnya. Terkait pembangunan Kantor Disnaker yang baru, Dalem Jagaditha mengaku belum mengetahui secara pasti. Dikatakan, ada satu bidang di Disnaker yang pisah dengan kantor utama. Yakni, bidang Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) di Jalan Raya Buruan. LTSP itu untuk melayani keperluan tenaga kerja. ‘’Kalau kantor di Buruan lahannya milik provinsi,’’ jelasnya. Pantauan Bali Post kemarin, Kantor Disnaker di Jalan Kebo Iwa sudah tampak ada aktivitas. Namun

untuk masalah parkir, ada sejumlah kendaraan dinas yang parkir di badan jalan. Ada mobil dan sepeda motor pelat merah yang parkir di badan jalan. Rencana pembangunan rumdin untuk Bupati Gianyar ini dibenarkan oleh Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya. ‘’Rencana membangun rumah dinas untuk Bupati Gianyar memang ada,’’ ujarnya. Menurut Wisnu Wijaya, pembangunan rumah Dinas Bupati Gianyar memang menjadi kewajiban eksekutif. Terlebih, selama ini Bupati Gianyar tinggal di Denpasar. Sementara rumdin yang ada di kawasan Kantor Bupati Gianyar sudah dijadikan areal perkantoran. ‘’Tentunya kami ingin bisa koordinasi lebih cepat, dan pelaporan cepat. Sementara ini, Bapak Bupati masih tinggal di rumahnya di Denpasar,’’ katanya. Infrastruktur Rusak Sementara itu, anggota DPRD Gianyar I Wayan Gede Sudarta menyayangkan adanya rencana pembangunan rumdin untuk Bupati Gianyar. Terlebih anggaran yang digunakan dari APBD Gianyar 2019 cukup fantastis mencapai Rp 11,5 miliar. ‘’Apa ini urgen sekali? Sementara masih banyak fasilitas lain yang perlu diperbaiki dan seharusnya menjadi skala prioritas,’’ kata politisi Partai Golkar ini

Bali Post/kmb35

DIKONTRAK - Ruko di Jalan Kebo Iwa Gianyar yang kini dikontrak untuk Kantor Disnaker Gianyar. mengkritisi. Wakil rakyat dari Dapil Ubud ini menambahkan, di wilayahnya masih banyak infrastruktur yang membutuhkan anggaran untuk perbaikan, seperti trotoar dan jalan yang rusak. Termasuk juga Pasar Ubud yang terbakar beberapa tahun lalu, namun hingga kini tak kunjung dibangun ulang. ‘’Di Ubud masih banyak jalan dan trotoar yang rusak. Itu dilewati masyarakat kita dan wisatawan setiap harinya. Belum lagi Pasar Ubud yang hanya dijanjikan akan diperbaiki, namun tak kunjung terealisasi,’’ katanya. Sudarta juga menyoroti kondisi sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Gianyar yang menjadi pusat pelayanan. Seperti Kantor Disdukcapil Gianyar

yang menjadi pusat pelayanan setiap harinya, serta beberapa OPD di Gianyar yang harus mengontrak bangunan karena tidak memiliki kantor. ‘’Pembangunan Kantor Disdukcapil itu semestinya menjadi salah satu skala prioritas, karena menyangkut pelayanan publik setiap harinya. Namun, saat ini kondisi kantor itu memprihatinkan. Belum lagi kantor pada OPD lainnya,’’ katanya. Ketua Komisi II DPRD Gianyar Ida Bagus Nyoman Rai mengaku sudah sempat memberikan pertimbangan terkait rencana pembangunan rumdin Bupati Gianyar tersebut. ‘’Saat masih dalam perencanaan sudah kami kritisi itu. Tapi, pihak eksekutif bersikukuh agar pembangunan rumdin itu dapat dianggarkan,’’ ujarnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Pon, 27 Juni 2019

Dibangun dengan Dana Rp 67 Miliar

Terbengkalai, ACJN Rambut Siwi Jadi Sarang Kelelawar Negara, (Bali Post) Sejak selesai dibangun setahun lalu, Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi belum dimanfaatkan dengan maksimal. Bahkan ACJN kini terkesan terbengkalai. Hewan kelelawar pun banyak bersarang di tempat yang pembangunannya merupakan proyek dari pusat dengan anggaran Rp 67 miliar. Kondisi tersebut membuat prihatin Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Saat bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster, Selasa (25/6), Kembang berharap Pemprov bisa ikut memberikan solusi. “Bangunan sudah selesai namun statusnya masih Kementrian dan belum ada pengelolaan. Seperti bangunan mangkrak. Saya berharap bisa dicarikan solusi,” kata Kembang. Kekhawatiran bangunan yang pembebasan tanahnya sempat disoroti tersebut juga dikhawatirkan sejumlah warga Yehembang Kangin. Salah seorang warga, Rabu (26/6) kemarin mengatakan, kini kelelawar sudah menguasai wilayah itu. “Di sini banyak kelelawar nanti seperti yang dulu di rest area ini menjadi sarang kelelawar,” kata warga yang berjua-

lan di areal Rambut Siwi tersebut. Dari pengamatan, kini di sejumlah sudut bangunan sudah mulai rusak. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin sebelumnya mengatakan, ACJN belum sepenuhnya diserahkanterimakan oleh pihak pusat ke Pemkab Jembrana. Terkait pelebaran jalan juga memang dilakukan selain untuk tempat parkir juga penanganan banjir yang sering terjadi di jalan tersebut. Rekonstruksi jalan yang dilakukan karena jalan nasional di depan ACJN itu dinilai sempit. Sehingga kini akses lebih luas dan kendaraan bisa lebih leluasa. Anjungan Cerdas Jalan Nasional Rambut Siwi merupakan proyek Kementrian PUPR, bertujuan sebagai tempat beristirahat bagi pengendara yang melewati jalan nasional sekaligus tempat berwisata yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Pembangunan ACJN dari pusat ini dilakukan multiyears oleh PT Nindya Karya Wilayah VII sejak Oktober 2016 lalu. Pengerjaan anjungan cerdas ini rampung lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. (kmb)

Bali Post/kmb

TERBENGKALAI - Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi kini terkesan terbengkalai. Hewan kelelawar pun banyak bersarang di tempat yang pembangunannya merupakan proyek dari pusat dengan anggaran Rp 67 miliar.


Kamis Pon, 27 Juni 2019

KARANGASEM

11

Sidak Duktang, Satpol PP Tertibkan Puluhan Warga Tanpa KTS Amlapura (Bali Post) Gabungan tim yustisi dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karangasem bersama Disdukcapil dan TNI, Rabu (26/6) kemarin, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Petugas menyasar wilayah Kecamatan Karangasem. Hasilnya, ditemukan 28 warga yang tidak mengantongi Kartu Tinggal Sementara (KTS). Kasat Pol. PP Karangasem I Wayan Wage Saputra men-

gungkapkan, sidak pertama dilakukan di Jalan Sudirman, Karangasem. Di sana petugas menemukan sepuluh warga yang tidak mengantongi KTS. Selanjutnya, menyasar p e r ka m pungan di Jalan Bukit, Lingkungan Karangsokong, Subagan. Di sana, petugas kembali menemukan 13 warga pendatang yang tidak melengkapi diri dengan KTS. “Jadi, total warga pendatang yang tidak memiliki KTS 28 orang,” ujarnya.

Wage Saputra menambahkan, untuk mereka yang melanggar, petugas mengambil tindakan tegas. Yakni memberikan sanksi denda administrasi Rp 50 ribu sesuai dengan Perda No. 2 Tahun 2012 tentang Administrasi Kependudukan. “Kita akan terus melaksanakan sidak seperti ini. Upaya ini kita lakukan agar penduduk pendatang bisa mengikuti aturan yang berlaku,” tandas Wage Saputra. (kmb41)

Bali Post/kmb41

SIDAK – Gabungan tim yustisi saat melakukan sidak terhadap penduduk pendatang di Karangasem.

Puluhan Gepeng Dikembalikan ke Karangasem

Amlapura (Bali Post) Puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kebanyakan beraksi di wilayah Gianyar, dikembalikan ke wilayah asalnya, Karangasem. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial I Wayan Sukerena, Rabu (26/6) kemarin, mengungkapkan selama bulan Juni, warga Munti Gunung yang dikembalikan ke Karangasem sekitar 25 orang. Puspa Kumari membenarkan bahwa mereka kebanyakan mengemis di Kabupaten Gianyar.

Bali Post/kmb41

SEMBAKO - Warga kurang mampu saat menerima sembako dari Perumda Tirta Tohlangkir.

Perumda Tohlangkir Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Amlapura (Bali Post) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tohlangkir memberikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, Rabu (26/6) kemarin. Aksi sosial ini dilakukan serangkaian HUT ke-43 Tirta Tohlangkir, pada 29 Juni mendatang. Direktur Tirta Tohlangkir Karangasem I Gusti Made Singarsi mengatakan, kegiatan sosial pemberian bantuan

sembako kepada warga miskin ini dibagikan untuk 75 desa dan 3 kelurahan. Kata dia, pemberian sembako ini sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. “Bantuan yang diberikan sebanyak 400 paket sembako,” ujarnya. Singarsi berharap dengan kegiatan sosial ini, masyarakat yang kurang mampu bisa ikut menikmati hasil dari Perumda Tirta Toh-

langkir. Apalagi, katanya, masih banyak masyarakat yang kurang mampu membutuhkan uluran tangan. “Kita harap bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka, dan bisa mengurangi beban warga yang kurang mampu. Bantuan yang kita berikan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga sebulan,” tandas Singarsi. (kmb41)

“Kemarin (Selasa - red), ada tiga warga Munti Gunung yang mengemis di Ubud dan dikembalikan ke Karangasem. Mereka terdiri dari ibu dan membawa dua orang anak. Tapi anak itu, bukan anak kandungnya,” ujarnya. Puspa Kumari menambahkan, warga yang masih menggepeng tersebut merupakan warga Munti Gunung yang belum menerima bantuan Desaku Menanti. Sebab, warga yang sudah menerima bantuan program Desaku Menanti tidak ada lagi yang menggepeng. Jelas Puspa Kumari, sebelum dikembalikan ke rumahnya, gelandangan ini diberikan pembinaan agar tidak lagi melakukan aktivitas sebagai pengemis. “Harus ada komitmen dari diri sendiri termasuk suami. Kebanyakan istrinya mengemis karena suaminya penjudi. Jadi, kita harapkan, ke depannya tidak ada lagi warga Munti

Gunung yang mengemis lagi,” tandas dia. Kabid Rehabilitasi Sosial I Wayan Sukerena menambah-

kan, selama ini, pihaknya telah berupaya maksimal untuk memberikan bantuan kepada warga Munti Gunung yang

sebelumnya mengemis lewat Desaku Menanti. Kata dia, mereka telah dibantu rumah, diberikan pelatihan dan yang lainnya. “Kita masih mengupayakan bagi warga yang belum mendapatkan bantuan. Termasuk pelatihan juga kita upayakan agar semua warga yang sebelumnya mengemis mendapatkan pelatihan itu. Tidak lagi mengemis,” tegas Sukerena. (kmb41)

Bali Post/kmb41

GEPENG - Kadis Sosial Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial I Wayan Sukerena saat memberikan keterangan soal gepeng.


KLUNGKUNG

12 Soal PPDB, Bupati Suwirta Jamin Semua Siswa Dapat Sekolah Semarapura (Bali Post) Proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sempat kacau, karena sistem zonasi belum dipahami seutuhnya. Ini sempat terjadi bagi siswa SD yang mau melanjutkan ke jenjang SMP di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, belum lama ini. Menyikapi kericuhan tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Rabu (26/6) kemarin, menjamin tidak ada siswa yang tidak dapat sekolah. Bupati Suwirta sudah meminta Dinas Pendidikan, untuk turun ke lapangan. Segera selesaikan kekacauan itu dan berikan jaminan kepada orangtua siswa, bahwa pemerintah daerah pasti akan membantu agar anak-anak mendapatkan sekolah dan tetap melanjutkan pendidikan. Berikan penjelasan yang sederhana kepada orangtua siswa, agar mudah dipahami dan dimengerti. Sehingga, orangtua juga bisa memberikan penjelasan kepada anak-anaknya, dalam menentukan sekolah karena sudah diatur zonasi. “Kuncinya, orangtua jangan mudah panik. Pahami dulu aturan zonasi itu seperti apa. Semua siswa pasti dapat sekolah. Kuncinya ada di kepala sekolah. Kalau anak-anak sampai tidak sekolah, apa gunanya ada IPM (Indeks Pembangunan Manusia)?” katanya. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Gde Darmawan, sebelumnya menyampaikan Disdikpora Klungkung menjamin proses PPDB tahun ini, tak akan seribet tahun lalu. Sebab, sistem zonasi sudah dirancang sejak awal. Pada jalur zonasi, Disdikpora sempat memastikan tidak akan berebut lagi, karena sistem zonasi sudah ditekankan sejak awal. Bahkan, sudah dipetakan hingga kapasitas siswanya. Jadi, pada jalur zonasi ini, Disdikpora sudah mengatur sesuai zonanya, SD mana saja yang masuk ke dalam zona SMPN 1 Semarapura. Demikian juga SD mana saja yang masuk zona SMPN 2 Semarapura, zona SMPN 3 Semarapura dan zona SMPN 4 Semarapura. Sehingga, ketika siswa SD lulus, dia tinggal melanjutkan ke SMP sesuai zonanya. Tetapi, kenyataannya, orangtua siswa di Desa Takmung kelimpungan, ketika anaknya tidak mau bersekolah pada jenjang sekolah selanjutnya yang sudah ditentukan Disdikpora. Sehingga, mereka harus demo ke Kantor Perbekel Takmung, untuk meminta solusi. Total, siswa yang lulus SD dan akan mendaftar ke SMP sebanyak 3.149 siswa. Sementara siswa yang lulus SMP sebanyak 3.122 siswa. Disdikpora optimis, semua siswa yang lulus sesuai jenjangnya akan tertampung pada jenjang pendidikan berikutnya. “Apabila ada anak-anak yang masih kebingungan mencari sekolah, segera lapor ke Disdikpora. Atau bisa juga langsung sampaikan kepada saya. Tidak boleh ada anak-anak yang tercecer,” kata Bupati Suwirta. (kmb31)

Kamis Pon, 27 Juni 2019

Pemutihan, Solusi Terakhir Piutang Pengungsi Gunung Agung Berakibat Hilangnya Uang Jaspel Jajaran RSUD Semarapura (Bali Post) Piutang RSUD Klungkung Rp 1,6 miliar dari biaya penanganan pengungsi Gunung Agung, rencananya segera dilunasi Pemkab Karangasem. Namun, kapan akan dibayarkan, belum ada kepastian. Pemkab Klungkung pun menyiapkan sejumlah kebijakan untuk segera menuntaskan permasalahan ini agar tidak semakin berlarut-larut. Sebagai opsi terakhir, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta berencana mengeluarkan kebijakan pemutihan, dengan pertimbangan aspek kemanusiaan. Namun, kebijakan ini berakibat hilangnya hak jajaran RSUD Klungkung berupa uang jasa pelayanan (jaspel).

Puskesmas Dawan II Diharapkan Naik Status Dari Madya ke Paripurna Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung terus menyempurnakan kualitas pelayanan kesehatannya. Salah satu upayanya, dengan memperkuat setiap puskesmas. Seperti Puskesmas Dawan II dirancang segera berstatus paripurna. Predikat paripurna didasarkan pada sejumlah aspek penilaian meliputi administrasi dan manajemen, upaya kesehatan perorangan, serta upaya kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Dr. Ni Made Adi Swapatni menyampaikan itu ketika menerima Tim Surveyor Re-Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Klungkung pada Selasa (25/6) lalu. Pada kesempatan itu, dia menyatakan di Klungkung terdapat sembilan puskesmas, satu rumah sakit pratama satu rumah sakit daerah dan 2 rumah sakit swasta. Sementara Puskesmas Dawan II sejak tiga tahun lalu sudah berstatus madya. Puskesmas ini menjadi salah satu puskesmas yang menerima layanan rawat inap di Klungkung. Dengan kualitas pelayanan demikian, dia berharap pada tahun ini Puskesmas Dawan II dapat menjadi puskesmas dengan

status paripurna. Dalam kesempatan tersebut, Adi Swapatni juga memperkenalkan tim dari Puskesmas Dawan II yakni, Kepala Puskesmas Dawan II dr. Ni Ketut Suparni, S.Ked., Ketua Tim Mutu Drg. Ni Ketut Widiasih, Koordinator Mutu Administrasi Ni Putu Ayu Primayati, Koordinator Mutu UKM Ni Ketut Resini Swandari, Koordinator Mutu UKP dr. Anak Agung Indra Yuliastuti, Ketua Keselamatan pasien dr. Ngurah Putu Pradnya dan Ketua Auditor Internal dr. Ni Kadek Sri Indahyani. Menyimak keinginan Dinas Kesehatan, Tim Surveyor diwakili anggota Dewi Yuliani Satriani, S.SIT., M.Kes. mengingatkan kepada dokter hingga pegawai di Puskesmas Dawan II agar bisa rileks dan terbuka saat proses survei oleh Tim Surveyor Pusat. “Asalkan Sistem Pelayanan Mutu Kesehatan sudah berjalan, dokter dan pegawai di Puskesmas Dawan II tidak perlu merasa gugup,” ujarnya. Tim Surveyor Pusat akan melakukan penilaian konsep 80 persen dan bimbingan 20 persen. Tim Surveior akan mengadakan Survey Re-Akreditasi di Puskesmas Dawan II mulai 24-28 Juni 2019 nanti. (kmb31)

Bali Post/kmb31

TIM SURVEYOR - Tim dari Puskesmas Dawan II dan lembaga terkait lainnya saat menerima tim surveyor.

Bali Post/kmb31

RENCANA PEMUTIHAN- Gedung RSUD Klungkung yang saat erupsi Gunung Agung menerima pengobatan pengungsi hingga memiliki Rp 1,6 miliar yang pembayarannya oleh Pemkab Karangasem tidak jelas. Sebagai opsi terakhir, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta berencana mengeluarkan kebijakan pemutihan, dengan pertimbangan aspek kemanusiaan. Namun kebijakan ini berisiko menghilangkan uang jasa pelayanan (jaspel) jajaran RSUD Klungkung.

Bupati Suwirta, Rabu (26/6) kemarin, menyampaikan ingin mengambil kebijakan pemutihan utang, karena tidak ingin melihat persoalan ini terus berlarut-larut. Menurutnya, saat itu adalah situasi bencana bagi warga Karangasem, di mana penanganan dan rasa kemanusiaan harus tetap dikedepankan. Jangan sampai penanganan pengungsi yang sudah sangat baik oleh jajaran pemerintah daerah, tercoreng karena urusan sisa biaya yang belum bisa dilunasi sampai sekarang. “Jangan sampai kami terkesan mengungkit-ungkit lagi. Apa bisa diputihkan saja. Mari kedepankan rasa kemanusiaan,” kata Suwirta. Sebagai imbas dari kebijakan pemutihan, maka jasa pelayanan (jaspel) jajaran rumah sakit pada saat itu juga tidak akan dibayarkan. Oleh karena itu, Bupati Suwirta juga meminta agar jajaran RSUD Klungkung, baik dokter, perawat dan tim medis lainnya, juga mengikhlaskan jaspelnya untuk kemanusiaan saat penanganan pengungsi Gunung Agung. “Jangan pikirkan lagi soal jaspelnya. Mari ikhlaskan itu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Kalau piutang ini terus dibiarkan berlarut-larut, juga akan sangat mengganggu sistem akuntansi rumah sakit,” tegas Suwirta.

Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma menyampaikan terkait piutang tersebut, sesungguhnya sudah disanggupi untuk dibayarkan oleh Pemkab Karangasem. Itu tercetus, saat pertemuan terakhir di Dinas Kesehatan Provinsi bersama lembaga terkait. Mengenai kebijakan untuk melakukan pemutihan, menurutnya, itu menjadi kewenangan Bupati Suwirta sesuai dengan yang tertuang di dalam regulasi tarif pelayanan RSUD Klungkung. Namun, untuk sampai pada kebijakan melakukan pemutihan, dr. Kesuma menegaskan harus ada surat dari Pemkab Karangasem, yang menyatakan bahwa sudah tidak sanggup untuk melunasi piutang RSUD Klungkung tersebut. Surat tersebutlah yang menjadi dasar bagi Pemkab Klungkung, khususnya RSUD Klungkung untuk mengeluarkan kebijakan pemutihan. “Kami dari rumah sakit tetap menunggu sikap Pemkab Karangasem dalam upaya melakukan pelunasan piutang tersebut. Apabila piutang sudah tiga tahun tidak mampu dibayar, maka kepala daerah bisa mengeluarkan kebijakan pemutihan. Tetapi, apa pun yang menjadi kebijakan Bapak Bupati, itu sudah menjadi solusi terbaik bagi kita semua,” tegas dr. Kesuma. (kmb31)

TMMD Fokus Buka Daerah Terisolasi Semarapura (Bali Post) Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun ini, akan dipusatkan di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan. TMMD bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan wawasan kebangsaan. Fokus pengerjaan fisik adalah membuka daerah yang terisolasi sehingga perekonomian dapat berjalan dengan baik. Demikian disampaikan Dandim Klungkung Letkol Czi. Paulus Joni Simbolon dalam PraTMMD, Rabu (26/6) kemarin. TMMD bukan saja membangun desa, namun juga merupakan wahana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta kemanunggalan TNI-Rakyat dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Ratusan warga dalam menyambut Pra-TMMD Reguler ke-105 Tahun 2019, menyerbu target jalan tani. “Mereka sangat antusias bergotong royong membaur bersama Personel Kodim 1610/ Klungkung dalam rencana pembuatan badan jalan sepanjang 2.000 meter dengan lebar jalan 5 meter,” katanya. Pasiops Kodim 1610/Klungkung Kapten Inf. I Gede Suastika menyampaikan sasaran kegiatan fisik harus diutamakan untuk membangun infrastuktur, sarana dan prasarana yang betul-betul menjadi kebutuhan. Sarana yang dirasakan langsung oleh masyarakat terutama untuk membuka isolasi daerah terpencil, guna meningkatkan roda perekonomian masyarakat daerah serta mempermudah mengangkut hasil pertanian. Sedangkan sasaran kegiatan ini, fokus membersihkan lapangan Pau Desa Nyanglan yang akan digunakan sebagai tempat upacara Pembukaan TMMD ke-105. TMMD Reguler ke-105 akan dibuka 10 Juli 2019 nanti. Meliputi pembangunan jembatan,

Bali Post/kmb31

PRA TMMD- TNI saat melakukan kegiatan pra TMMD di Desa Nyanglan, Rabu (26/6) kemarin. TMMD Reguler ke-105 akan dibuka 10 Juli 2019 nanti. Meliputi pembangunan jembatan, pengerasan jalan, bedah rumah dan pembuatan jamban warga yang kurang mampu. pengerasan jalan, bedah rumah dan pembuatan jamban warga yang kurang mampu. Sedangkan, personel TMMD sendiri melibatkan TNI/ Polri dan unsur Pemkab Klungkung, serta masyarakat sekitar dalam membangun daerahnya menuju kesejateraan masyarakat sekitar ke depannya. Perbekel Desa Nyanglan I Nyoman September mengatakan, kehadiran TMMD di wilayah Desa Nyanglan mendapat sambutan positif dari warga. Kegiatan TMMD merupakan wujud dari

peran aktif TNI-AD dalam rangka membantu tugas Pemda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuannya tentu memperkuat daerah-daerah dan desa demi terwujudnya infrastruktur daerah yang handal berlandaskan simakrama antarmasyarakat dan menggairahkan semangat gotong royong. Dia bersyukur Desa Nyanglan menjadi lokasi TMMD tahun ini. “Program ini akan sangat membantu desa kami dalam meningkatkan kualitas infrakstruktur di desa,” katanya. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Pon, 27 Juni 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Serabutan N.Penida bs Bhs Bali 087854015171

Cri staf kntor wnita,SMA Bhs Inggris&Komptr H:085239532456

Dcr Sopir SIM B1 dan Mekanik Hub: 0361-425082/3

B.BP.004.06.19.0000683

B.BP.004.06.19.0000692

B.BP.001.06.19.0000682

Dcr Cpt PRT Jujur,Brsih,TdrDlm (Renon)Gj2Jt,WA/HP081339801122

Dcr Sopir Sim B1. Lamaran ke CV.Tristar Jl.Cargo 24/ 413324

Dcr Krywn min SMA Hub.Krisna Mart Jl.Gn Catur 100X-Gatsu Barat-Dps sgr Hub.082145521880

Dcr Tmt S1 Sipil,SMK Bangunan& Mesin,Admin,Sopir,Mekanik Alat Ringan,Waker.Hub:087760070441

B.BP.001.06.19.0000696

B.BP.004.06.19.0000689

Dcr PRT wnt tgl dlm Gj 2 jt serius jujur Tlp 087762800029

B.BP.004.06.19.0000684

Dcr Sablon/Jahit/Potong/Ob u/ Kaos di legian WA 08133838843

B.BP.154.06.19.0000661

SERVICE

B.BP.001.06.19.0000693

B.BP.001.06.19.0000611

Dcr krywan/ti utk Ktr Notaris, SMK,bs Comp,IT,berkantor di By Pas Ngr Rai,Tuban-Kuta.CV ke : notarisandys@yahoo.co.id B.BP.001.06.19.0000686

SERVICE

Dcr sgr Therapist P/W bersedia ditmptkn di Dps,pglm diutmkan, Gj+Bns mnrik Hub.081239621123 (Massaji Spa) B.BP.001.06.19.0000400

Dicari Arsitek/Interior Hubungi:081337029091

Sopir Pariwisata,Dom Dps,Jujur & basic English WA:08123841130 B.BP.004.06.19.0000685

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.06.19.0000652

Experienced Waitress/Waiter Staff are needed to join our team @Eko Cafe,Jl.Bumbak Umalas.Please email your CV to: hello@ekocafebali.com B.BP.001.06.19.0000605

Job Australi Korea Jpang WA: 08563925015 FB:Kadek Kizuna Bali B.BP.166.06.19.0000695

BIRO JASA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN RUKO

Dijual Rmh Lks Panjer Tnh 3Are Hub085102079227/081805303066

!!!Disewakan Ruko di Seberang BCA di Jl.Maluku Denpasar Hub.081558041018

B.BP.001.06.19.0000679

Djl Rmh Siap Bangun 50/75 Perum Candra Ayu Batubln, 082237597882 B.BP.001.06.19.0000681

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

PROPERTY

TOYOTA

DIJUAL TANAH

Avanza Veloz 1.5 AT Th 2014 Hitam Tgn.1 Hub.081236795940

BU Jual Tnh Kav, 1 Are Temesi, Gianyar Hub:081236785862

B.BP.004.06.19.0000691

PROPERTY KOST

Disewakan Kost Baru Jl.Keboiwa Selatan Hub.087763496996 B.BP.001.06.19.0000607

BIRO JASA

B.BP.001.06.19.0000694

B.BP.004.06.19.0000583

Kijang LGX Desel’01 AsDK Istmw Innova G’05 asDK 087862547783

Kav.325Jt/Are terima SHM Akses 4M.Lok.Cekomaria.085337826694

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

B.BP.001.06.19.0000687

B.BP.001.06.19.0000680

B.BP.001.05.19.0001019

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14 Eksekutif Diminta Nolkan Asumsi Pendapatan dari BKK PHR Bangli (Bali Post) – Pihak eksekutif diminta mengenolkan asumsi pendapatan yang bersumber dari bantuan keuangan khusus (BKK) Kabupaten Badung dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), baik dalam anggaran perubahan tahun 2019 maupun penyusunan KUA/PPAS anggaran induk tahun 2020. Jika memang belum ada kepastian soal nilai bantuan yang akan diberikan Badung untuk Kabupaten Bangli. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles usai rapat kerja yang digelar bersama delapan OPD sekaligus di Kantor DPRD Bangli, Rabu (26/6) kemarin. Menurut Carles, pengalaman tahun 2018 lalu semestinya dijadikan sebagai cermin oleh Pemkab Bangli dalam memasang asumsi pendapatan. Pada APBD tahun lalu, Pemkab Bangli memasang asumsi pendapatan yang bersumber dari bantuan BKK dengan nilai cukup tinggi yakni Rp 80 miliar, tetapi kenyataannya yang terealisasi hanya Rp 47 miliar. Tak sesuainya antara realisasi pendapatan dengan asumsi yang dipasang, menyebabkan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Bangli dari yang awalnya sedang turun menjadi rendah. Dampak dari minimnya realisasi menyebabkan kegiatan yang sudah direncanakan menjadi berantakan dan menjadi beban bagi daerah. ‘’Karena itu, lebih baik dikosongkan saja asumsinya kalau memang belum mendapat kepastian dari Badung,’’ kata Carles. Sebagaimana yang disampaikan BKPAD dalam raker kemarin, kata Carles untuk tahun anggaran berikutnya, nilai asumsi pendapatan yang bersumber dari PHR Badung telah dipasang Rp 50 miliar. Pendapatan itu direncanakan untuk membiayai kegiatan infrastruktur di Dinas PU. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai nilai bantuan BKK yang akan diberikan Badung untuk Bangli. Agar pengalaman 2018 tak lagi terulang,

maka Carles pun meminta eksekutif untuk mengenolkan asumsi bantuan PHR sebelum ada kepastian. ‘’Istilahnya kalau sudah tidak punya uang jangan merencanakan buat ini itu. Lebih baik berapa ada uang, itu saja yang direncanakan. Yang sudah pasti-pasti saja,’’ ujarnya. Sebelumnya, dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksifraksi DPRD Bangli terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018 yang digelar DPRD Bangli, Selasa (25/6) lalu, terungkap bahwa tidak terpenuhinya target pendapatan PHR Kabupaten Badung berimbas pada tak tercapainya target pendapatan Pemkab Bangli tahun 2018. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, Bupati Bangli I Made Gianyar melalui Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Gede Suryawan menjelaskan penyebab tidak terpenuhinya target pendapatan tahun 2018. Dikatakan Suryawan, untuk pendapatan asli daerah telah mampu melampaui target dengan realisasi 101,51 persen. Dari target Rp 120.860.000.000 terealisasi Rp 122.686.254.194,50. Sementara pada sisi pendapatan transfer pusat, kata Suryawan, hanya terpenuhi 94,41 persen. Itu disebabkan karena dana transfer DAK hanya terealisasi 89,76 persen dari anggaran Rp 123.630.664.000 direalisasikan Rp 110.965.262.834. DAK tahun 2018 disalurkan berdasarkan nilai kontrak yang ada. ‘’Sedangkan untuk bagi hasil pajak/bukan pajak realisasinya berdasarkan besaran pendapatan yang diterima negara pada tahun 2018,’’ terangnya. (kmb40)

Komang Carles

Bali Post/kmb49

Bupati Minta Gubernur Kawal Dua Usulan

Bangli (Bali Post) – Rapat Bupati dan Wali Kota se-Bali dengan Gubernur Bali, Selasa (25/6) lalu, menjadi harapan bagi Bupati Bangli kepada pemerintah provinsi untuk mengawal dua usulan daerahnya ke pusat. Dua usulan yang dalam bentuk proposal dan sudah masuk ke Presiden, di antaranya rencana pembangunan Pasar Kintamani dan pengangkatan jembatan Pinggan dan Blandingan. ‘’Kami dorong Gubernur bisa membantu ikut memperjuangkan proposal tersebut sehingga mendapatkan bantuan dari APBN,’’ kata Bupati Bangli I Made Gianyar. Bupati Made Gianyar mengatakan, beberapa waktu lalu, Gubernur Bali sudah sempat mengunjungi Pasar Kintamani. Disebutkan bahwa kondisi Pasar Kintamani kumuh dan sudah dibuatkan desain Pasar Kintamani yang terbaru. Dalam pasar nanti akan ada tempat khusus untuk membeli hasil bumi. Selain itu, dalam pasar juga akan dibangun sistem pengelolaan sampah menjadi energi. Dari konsep ini direncanakan menelan dana Rp 34 miliar, yang konsepnya dengan pembangunan multiyears. Selain Pasar Kintamani, Bupati Made Gianyar juga meminta Gubernur Koster mengawal proposal tentang rencana pengangkatan jembatan yang menghubungkan Pinggan dengan Blandingan. Termasuk pengusulan ke pusat agar ada jalan nasional, sehingga danau akan dikelilingi oleh jalan nasional sehingga akan sangat bagus. Bahkan, sebelum masa jabatannya berakhir, Bupati Made Gianyar juga berharap di kota Bangli tidak saja dibangun rumah sakit narko-

ba dan orang gila. Pihaknya meminta aset provinsi yang merupakan bekas rumah sakit, pada tahun 2020 dijadikan Taman Bung Karno, yang dilengkapi dengan taman bermain, kolam renang dan lainnya untuk rekreasi keluarga. (kmb16)

Kamis Pon, 27 Juni 2019

Pasar Loka Çrana Beroperasi Juli

Pedagang Kain Ngotot Tak Mau Pindah

Bangli (Bali Post) – Rencana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli memindahkan pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul ke Pasar Loka Çrana mulai Juli mendatang, rupanya masih mendapat penolakan dari sebagian besar pedagang. Para pedagang bersikukuh tidak mau dipindah ke Loka Çrana lantaran sudah kehabisan modal dan lelah berpindah-pindah tempat berjualan pascamusibah kebakaran Pasar Kidul tahun 2012 silam. Untuk menempati Pasar Loka Çrana, Disperindag diminta mencari pedagang baru yang bersedia berjualan di pasar baru itu. Ditemui Rabu (26/6) kemarin, Kadek Juniartini, salah seorang pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul, mengaku enggan dipindah ke Pasar Loka Çrana karena beberapa alasan. Pertama, ia menolak dipindah karena

modal yang selama ini dihabiskan untuk berjualan di lantai dua Pasar Kidul cukup banyak. Untuk menempati kiosnya sekarang, dirinya dan para pedagang kain lainnya harus meminjam uang di bank guna membeli dan memasang

Bali Post/kmb40

PENOLAKAN - Sejumlah pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul menunjukkan surat penolakan dipindah ke Pasar Loka Çrana.

Tak Ada Maksud Sengsarakan Pedagang MASIH adanya penolakan dari sejumlah pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul menjelang rencana pemindahan pedagang ke Pasar Loka Çrana, ditanggapi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya. Ia menegaskan pemindahan pedagang kain ke Pasar Loka Çrana yang dilakukan Pemkab Bangli tidak ada maksud untuk menyengsarakan pedagang. Pemindahan pedagang semata dilakukan untuk menata pasar. ‘’Kalau pedagang tidak mau ditata, kapan pasar akan bagus,’’ kata Sudibya saat ditemui usai mengikuti rapat kerja di gedung DPRD Bangli, Rabu (26/6) kemarin. Sudibya menjelaskan terkait rencana pemindahan pedagang ke Pasar Loka Çrana, pihaknya sudah menyusun jadwal. Para pedagang diberikan kesempatan mendaftar mulai tanggal 24 Juni - 2 Juli. Syarat pendaftaran, pedagang wajib membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK). ‘’Ini maksudnya agar jangan sampai nanti ada pedagang yang mendapatkan tempat jualan dobel,’’ terangnya. Sesuai perencanaan Disperindag, Pasar Loka Çrana yang selesai dibangun 2018 lalu disiapkan untuk pedagang yang kering-kering. Seperti kain, aksesori, dan barang kerajinan khas Bangli. Sementara Pasar Kidul nantinya disiapkan untuk pedagang lainnya yang barang dagangannya basah seperti buah dan sayur. ‘’Kita prioritaskan tempatnya untuk pedagang-pedagang lama,’’ ujarnya. Menjelang pemindahan pedagang, pejabat asal Penglipuran ini sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan pendekatan ke pedagang. Para pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul, kata Sudibya, sudah siap dipindah. Namun, ia tak memungkiri, jelang proses pemindahan ini ada pedagang yang kembali menolak. ‘’Karena itu, kita harus terus melakukan pendekatan ke pedagang-pedagang. Kita tetap sosialisasi secara kekeluargaan. Kita tidak mau ada ribut-ribut,’’ Bali Post/kmb40 ujarnya. (ina) Nengah Sudibya

rolling door, memasang lampu penerangan dan keperluan lainnya. Sebab oleh Pemkab Bangli, di kios yang mereka tempati sekarang dulunya hanya disediakan kerangka baja ringan. Alasan lainnya yang membuat dirinya dan pedagang kain lainnya enggan dipindah karena merasa sudah lelah berpindah-pindah tempat berjualan. Kadek Juni mengungkapkan, dua hari pascamusibah kebakaran Pasar Kidul 2012 silam, ia dan pedagang kain lainnya diberikan tempat berjualan sementara di emper toko selatan pasar. Tak sampai enam bulan berjualan di sana, para pedagang kain diminta pindah oleh pemerintah ke Terminal Loka Çrana karena alasan emper toko akan dipakai tempat menaruh material bangunan. Mirisnya saat pindah ke terminal, tak semua pedagang mendapat tempat berjualan. Sebagian pedagang yang tak dapat tempat, ada yang terpaksa ngontrak. Selanjutnya, setelah reno-

vasi Pasar Kidul rampung dan diserahterimakan, para pedagang kain diminta untuk pindah lagi menempati lantai dua sekarang. Awalnya, pedagang sempat menolak, namun akhirnya bersedia pindah setelah disurati Satpol PP. ‘’Akhirnya, kita pindah ke sini tiga tahun lalu. Kita pindah ke sini pakai biaya sendiri. Sekarang sudah nyaman jualan di sini malah diusik lagi dan diminta pindah ke barat (Pasar Loka Çrana),’’ jelas Juniartani yang diamini beberapa pedagang lainnya. Lanjut dikatakan Kadek Juni, sebagai bentuk penolakan, ia dan seratus lebih pedagang kain lainnya sempat menandatangani surat penolakan yang ditujukan kepada Bupati, Ketua DPRD, dan Kadisperindag. Akan tetapi, surat yang dikirimkan itu tidak pernah mendapat respons sampai sekarang. ‘’Tidak ada respons. Sosialisasi lanjutan juga tidak ada. Sosialisasi hanya dilakukan sekali saat awal-awal rencana pemindahan di Pasar Loka Çrana,’’ ungkapnya. Meski telah menyatakan menolak, pada Rabu (26/6) pagi kemarin para pedagang justru disurati Disperindag. Isinya menyampaikan terkait jadwal dan teknis pendaftaran pedagang untuk bisa mendapat tempat berjualan di Pasar Loka Çrana. ‘’Suratnya dikasi tadi pagi. Anehnya, dalam

poin pertama surat itu, kami disebut kompak bersedia pindah ke Loka Çrana. Faktanya, kami menolak itu,’’ ungkap Nengah Ariasih, pedagang kain lainnya. Yang juga membuat pedagang geleng-geleng kepala, surat Disperindag yang ditandatangani Kadisperindag Nengah Sudibya itu datangnya telat. Dalam surat itu pedagang diberi kesempatan untuk mendaftar mulai Senin (24/6) hingga Selasa (2/7), namun suratnya baru sampai di tangan pedagang Rabu (26/6) kemarin. ‘’Kita tetap menolak untuk dipindah. Kami akan tetap berjualan di sini. Kalau dipaksa pindah, apa dasarnya? kita di sini kan bukan pedagang liar. Kita pedagang resmi tercatat di Disperindag,’’ kata Ariasih. Sejumlah pedagang lainnya berpendapat, jika memang Pemkab Bangli mau serius menata pedagang Pasar Kidul, seharunya bukan pedagang kain saja yang terus diusik dan dipindah-pindah. Pemerintah diminta menata keberadaan pedagang lainnya seperti pedagang buah yang saat ini berjualan di emper pasar dan sebagian tempat jualannya di badan jalan. ‘’Semestinya itu yang dipindah. Karena los di lantai dua kan masih banyak yang kosong,’’ imbuh pedagang kain lainnya. (kmb40)

Sikapi Masalah PPDB, Disdikpora Kumpulkan Seluruh Kepala SMP

Bangli (Bali Post) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Rabu (26/6) kemarin mengumpulkan seluruh Kepala SMP di aula SMPN 5 Bangli. Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk menyikapi permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja yang ditemui usai pertemuan kemarin, mengakui sejumlah permasalahan mewarnai pelaksanaan PPDB di Bangli. Salah satunya soal zonasi yang menurutnya selak-seluk. Ia mengatakan, dalam penerapan sistem zonasi, masalah yang muncul adalah adanya perbedaan sekolah yang dituju siswa dalam satu wilayah yang sama. Dicontohkan di satu desa ada siswa yang sebagian sekolah ke SMP A, dan sebagian sekolah ke SMP B. Tergantung jarak dari masing-masing rumah ke sekolah terdekat. “Karena kita mengikuti benar pelaksanaan Permendibud 51. Sekolah menjadi titik koordinat dalam upaya menampung siswa,” terangnya. Mengenai daya tampung yang dimiliki sekolah SMP, Suteja mengatakan dari jumlah anak lulusan SD di Bangli

yang mencapai 3 ribu lebih, seluruhnya semestinya bisa tertampung. “Kita sekarang tinggal lakukan penyebaran secara merata terhadap sekolah itu,” terangnya. Dikatakannya, hingga saat ini tidak ada sekolah negeri di Bangli yang belum mendapatkan siswa. Namun, ia tidak memungkiri jika masih ada SMP yang kekurangan murid baru. Sementara tentang terbitnya Surat Edaran (SE) Mendikbud No. 3 Tahun 2019 yang mengatur penambahan kuota jalur prestasi dari 5 persen menjadi 15 persen, di-

akui Suteja, itu menimbulkan kecemburuan dari sekolah lain. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak merecoki pelaksanaan PPDB. Sebab, untuk pendaftaran lewat jalur prestasi sudah ada ketentuan tersendiri. Siswa bisa mendaftar melalui jalur prestasi dengan menunjukkan nilai pada Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), serta menunjukkan lampiran berupa sertifikat pemenang lomba yang diperoleh calon siswa. Dalam jalur prestasi ini, siswa bisa memilih sekolah di mana saja. Termasuk ke luar kabupaten. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PERTEMUAN - Pertemuan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Rabu (26/6) kemarin.


OLAHRAGA

Kamis Pon, 27 Juni 2019

15

Bali Post/022

PENYISIHAN - Babak penyisihan turnamen kabaddi Piala Pangdam IX/Udayana di GOR Praja Rakcaka, Denpasar.

Tujuh Tim Kabaddi Berebut Piala Pangdam

Denpasar (Bali Post) Tujuh tim putra dan putri dari Pengkab dan Pengkot Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) se-Bali, menyemarakkan turnamen memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana di GOR Praja Rakcaka, Kepaon, Denpasar, sejak Rabu (26/6) kemarin hingga Kamis (27/6) ini. Ketujuh peserta berasal dari Denpasar, Badung, Tabanan, Buleleng, Gianyar, Jembrana, dan Klungkung. Dua Pengkab FOKSI yang absen adalah Bangli dan Karangasem. ‘’Turnamen ini sekaligus untuk mensosialisasikan kabaddi kepada masyarakat. Kami ingin olahraga ini lebih memasyarakat di Bali,” ungkap Pengarah Acara Maryoto Subekti di sela-sela pertandingan.

Turnamen ini juga untuk membentuk tim yang diproyeksikan berlaga pada Thailand dan Korea Terbuka pada Agustus mendatang. Selain itu, Piala Pangdam sebagai ajang pemanasan bagi tim kabupaten dan kota sebelum mengikuti Porprov Bali di Tabanan yang berlangsung September. Maryoto yang juga Wakil Ketua Pengprov FOKSI Bali menambahkan, olahraga kabaddi sudah cukup dikenal di kalangan TNI-AD. Turnamen kabaddi sudah pernah digelar di Lapangan Makorem 163/Wira Satya, Denpasar beberapa waktu lalu. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) FOKSI dipegang IGB Alit Putra, sedangkan Ketua Pengprov FOKSI Bali dijabat Ketut Jelada. (022)

Denpasar (Bali Post) Bali menyiapkan tujuh atlet golf untuk berlaga pada ajang Pra-PON di Gowa, Sulawesi Selatan, pada akhir Juli mendatang. Mereka adalah Luke More, Budiada, Rishy, Toniko Anggara (putra), Ida Ayu Indira Melati Putri, Meva Schmit, dan Victoria Candra (putri). Manajer Tim Pra-PON Bali A.A. Ngurah Mahadipta di Denpasar, Selasa (25/6) menerangkan, tiap atlet bertanding secara individu untuk mendapatkan ranking di Pra-PON. ‘’Kami optimis ketujuh atlet mampu merebut tiket ke PON 2020 di

Papua,’’ katanya. Ia yakin dengan kemampuan atletnya karena dua pegolf putri Bali yakni Ida Ayu Melati dan Meva merupakan skuad tim nasional Indonesia. Bahkan, sebelum berlaga pada Pra-PON, Dayu Melati dan Meva mewakili Indonesia bertanding ke Vietnam. Ketujuh pegolf Pra-PON Bali ditangani duet pelatih Ian Andrew dan Made Ventje Subiakta. Ian Andrew sudah resmi beralih status ke pegolf profesional, sedangkan ajang Pra-PON dan PON khusus bagi atlet amatir. (022)

Pegolf Bali Bersiap ke Pra-PON

Majukan Jadwal Sebelumnya, MK menjadwalkan sidang pembacaan putusan pada hari Jumat (28/6). Namun, berdasarkan keputusan RPH pada hari Senin (24/6), para hakim konstitusi sepakat untuk memajukan jadwal pembacaan putusan menjadi Kamis (27/6) pada pukul 12.30 WIB. ‘’Soal kenapa kemudian dipilih tanggal 27, ya… itu murni pertimbangan internal majelis hakim yang memastikan bahwa putusannya siap untuk dibacakan pada tanggal 27. Kalau sudah siap, mengapa harus menunggu tanggal 28,’’ jelas Fajar. Bagian Kepaniteraan MK juga telah mengirimkan surat pemberitahuan sidang pem-

bacaan putusan kepada seluruh pihak yang berperkara pada hari Senin (24/6) pukul 14.15 WIB melalui surat elektronik. Fajar menjelaskan bahwa hukum acara di MK mengharuskan pihak MK untuk mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh pihak yang berperkara paling lambat 3 hari sebelum sidang digelar. ‘’Sidang di MK itu memang harus memberitahukan para pihak, artinya tidak sekonyong-konyong undangan hari ini, kemudian sidang pada hari ini juga,’’ kata Fajar. Fajar juga mengungkapkan bahwa seluruh pihak yang berperkara juga sudah mengirimkan surat konfirmasi bahwa seluruhnya akan hadir pada pembacaan putusan pada hari Kamis (27/6). (ant)

Tidak Melanggar Salah satu koordinator aksi Abdullah Hehamahua mengakui massa aksi yang mengatasnamakan diri Gerakan Tahlil Akbar dan Halalbihalal 266 tidak menerima izin dari kepolisian, tetapi hal itu tidak melanggar ketentuan hukum. Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengatakan aksi turun ke jalan yang dilakukan cukup memberi tahu kegiatan aksi kepada kepolisian tanpa perlu menunggu izin. ‘’Untuk melakukan apa saja dalam bentuk penyampaian aspirasi, unjuk rasa dijamin oleh Pasal 28 UUD 45, sehingga secara prosedural, siapa saja yang melakukan unjuk rasa itu tidak perlu meminta izin

tetapi hanya memberi tahu,’’ kata Abdullah. Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk berisi menolak kecurangan pemilu. Selain orasi, massa juga meneriakkan yel-yel dan menyanyikan lagu kebangsaan. Saat adzan zuhur berkumandang, peserta aksi sempat menghentikan aksinya. Peserta yang kebanyakan mengenakan pakaian serba putih itu menggelar salat zuhur berjamaah. Abdullah Hehamahua memastikan aksi massa akan kembali ke Gedung MK pada Kamis (27/6) pagi ini di lokasi yang sama di Tugu Patung Kuda Monas. ‘’Kami menggelar aksi sebagai bentuk dukungan kepada hakim MK untuk memutuskan (PHPU) berdasarkan keadilan sesuai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa,’’ katanya. (kmb4)

Bali Post/bu

GOL PERTAMA - Ricky Fajrin (24) dan kawan-kawan merayakan gol pertama Bali United ke gawang Kalteng Putra di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (26/6) kemarin.

Rekor Sempurna Bali United Terhenti

Denpasar (Bali Post) – Bali United gagal melewati ujian pertama dengan perolehan poin penuh di luar kandang. Tim Serdadu Tridatu ditahan tuan rumah Kalteng Putra dengan skor 2-2 dalam lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Rabu (26/6) sore kemarin. Hasil itu membuat rekor sempurna Bali United pada empat laga awal terhenti. Meski demikian, tim asuhan pelatih Stefano ‘’Teco’’ Cugurra tetap berada di puncak klasemen Liga 1 dengan perolehan 13 angka dari lima laga. Kalteng Putra naik ke posisi keempat dengan perolehan 8 angka. Bali United unggul lebih dulu pada babak pertama. Bek sayap Ricky Fajrin menceplos-

10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Dunia Kita 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini

gawang Bali United pada menit ke-48. Bola tendangan bebas yang dilepaskan Rizky Dwi Febrianto mengarah ke tiang jauh. Pahabol yang muncul dari lini kedua dan lepas dari pengawalan lini belakang Bali United menuntaskannya menjadi gol. Skor 1-1 sempat membuat pertandingan agak memanas. Wasit akhirnya mengeluarkan dua kartu merah masing-masing untuk penyerang Kalteng

Piala Dunia Wanita

Asia Tanpa Wakil di Perempatfinal Paris – Penalti Lieke Martens pada menit terakhir membawa Belanda lolos ke perempatfinal Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis, Rabu (26/6) kemarin. Tim Oranye bergabung dengan Italia mengukuhkan supremasi Eropa sekaligus mengakhiri harapan Asia. Belanda melewati Jepang dengan skor 2-1, sedangkan Italia mengalahkan Cina 2-0. Hasil ini membawa kedua tim ini bertemu guna memperebutkan tempat di semifinal. Tujuh dari delapan perempatfinalis adalah wakil Eropa, dengan pemegang dan favorit juara Amerika Serikat satu-satunya pengecualian. Sebelumnya, tidak pernah ada lebih dari lima tim Eropa di babak delapan besar. Sebaliknya, untuk pertama kalinya tidak ada wakil Asia yang masuk perempatfinal. Keluar awal sangat menyakitkan bagi Jepang yang memenangkan Piala Dunia 2011 dan menjadi finalis empat tahun lalu di Kanada. Martens melakukan tendangan penalti pada menit ke-90 dan memberi Belanda keunggulan pada menit ke-17 dengan tendangan backheel luar biasa. Jepang menyamakan kedudukan sesaat sebelum jeda lewat gol Yui Hasegawa. Belanda yang kalah dengan skor yang sama dari Jepang pada babak 16 besar tahun 2015 lolos ke perempatfinal untuk pertama kalinya. “Ini adalah sejarah yang kami buat. Kami benar-benar bangga tetapi belum selesai di sini. Kami benar-benar menantikan pertandingan berikutnya dan ber-

Kamis, 27 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sabha Parwa (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Jeruk Dekopon Mulai Dikembangkan 09:30 Wita Ocydia Home Shopping

kan gawang Kalteng Putra yang dikawal Dimas Galih Pratama pada menit ke-25. Gol pemain timnas itu lahir berkat umpan sepak pojok gelandang serang Paulo Sergio. Lolos dari kawalan pemain belakang lawan, ia menyundul bola setelah memenangkan duel udara. Kalteng Putra menyeimbangkan skor pada awal paruh kedua. Pemain sayap lincah Yohanes Pahabol menjebol

16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Taman Sari TK Tunas Santika 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Menuju Bali Era Baru, Mengupas Tuntas Tentang Perda Desa Adat 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

harap bisa lebih mengejutkan,” kata Martens. Tim Oranye mendapat hadiah penalti setelah tembakan Vivianne Miedema mengenai lengan kapten Jepang Saki Kumagai. “Itu adalah penalti, mengenai tangan saya. Tentu saja sangat sulit diterima. Saya sedih tapi itulah sepak bola,” ujar Kumagai sambil menangis. ‘’Kami harus melihat ke depan dan menerimanya,” tambah pelatih Asako Takakura. Cina lebih dulu angkat koper setelah ditaklukkan Italia melalui gol Valentina Giacinti dan Aurora Galli. Cina hanya mencetak satu gol dalam kemenangan 1-0 atas Afrika Selatan. ‘’Ini adalah turnamen besar yang memungkinkan kami melihat kelemahan. Kami masih memiliki pekerjaan yang

harus dilakukan untuk meningkatkan sepak bola Tiongkok. Kami memiliki banyak ruang untuk kemajuan,’’ ungkap pelatih Jia Xiuquan. Piala Afrika Stephane Bahoken mencetak gol dua menit setelah bangkit dari bangku cadangan untuk memastikan kemenangan 2-0 bagi juara bertahan Kamerun atas Guinea-Bissau pada laga Grup F Piala Afrika di Mesir. Gol pertama Kamerun dihasilkan bek Yaya Banana pada menit ke-66. Dalam pertandingan Grup F lainnya, Benin bermain imbang 2-2 dengan Ghana. Gol Benin diborong Pote pada menit ke-2 dan 63, sedangkan dua gol Ghana disumbangkan A. Ayew pada menit ke-9 dan J. Ayew menit ke-42. (afp/kmb)

Putra Diogo Campos Gomes dan bek tengah Bali United Leonard Tupamahu. Pergantian pemain yang dilakukan Teco membuahkan hasil pada menit ke-76. Gunawan Dwi Cahyo yang masuk menggantikan Fadil Sausu berperan besar atas gol kedua Bali United. Menerima umpan tendangan bebas di sisi kanan gawang Kalteng Putra, Gunawan memberikan umpan sundulan ke tengah yang langsung disambar Willian Pacheco dengan sundulan untuk membawa tim Serdadu Tridatu memimpin 2-1. Kemenangan Bali United

yang sudah di depan mata sirna pada akhir pertandingan. Pemain pengganti tuan rumah Antony Nugroho sukses mengecoh pemain belakang Bali United setelah menerima umpan dari Patrich Wanggai di kotak penalti. Nugroho lalu melepaskan tendangan mendatar yang gagal ditepis oleh Wawan Hendrawan pada menit ke-81. Upaya kubu Bali United untuk menambah daya gedor timnya dengan memasukkan penyerang Melvin Platje di sisa waktu tersisa tak membuahkan hasil. Tim Serdadu Tridatu harus puas bermain imbang 2-2 melawan Kalteng Putra. (kmb)


KESEHATAN

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

kamis Pon, 27 Juni 2019

TOP FRii IN Bali VASI Echo

Beach Hotel Favorit Para Surfer WONDERFUL BALI BERWISATA ke kawasan wisata Canggu, untuk mendapatkan tempat menginap yang tenang dan aman, datang saja ke FRii Bali Echo Beach, hotel bintang 3 dengan ornamen bernuansa unik. Lokasinya ada di Jalan Munduk Catu Canggu, Kuta Utara, Badung, sangat dekat dengan Pantai Echo Beach atau sekitar 5 menit berjalan kaki. Hotel ini berada dalam Central Canggu serta mudah dijangkau dari kawasan Kuta dan Kota Denpasar. FRii Bali Echo Beach yang berdiri sejak April 2014 lalu merupakan hotel langganan para penghobi olahraga surfing atau selancar, baik yang profesional maupun pemula. Setiap kamarnya menawarkan view yang berbeda-beda, namun sama-sama menarik. Ada sebanyak 77 kamar terdiri dari jenis kamar FRii Pool Access, FRii Ocean View, FRii Pool View, Family Room dan Standard Room. Setiap kamar dilengkapi fasilitas seperti TV, Wi-Fi, brangkas untuk menyimpan dokumen penting, mini cooler (pendingin), cofee, dan air mineral serta laundry under request. Seluruh kamar didesain bagi penghobi surfing dengan tema hotel tematik. Para pelayannya secara khusus mempelajari kehidupan surfer, sehingga dapat memberikan pelayanan serta menghormati budaya para tamunya. Walau demikian, para staf dan pegawai tetap memberikan pelayanan sesuai dengan kultur lokal yang ramah dan tulus, sehingga menjadi daya tarik. ‘’Setiap tipe kamar, memiliki keunggulan dan sangat pas bagi para petualang,’’ kata Hotel

BUDAYA

Manager Hasan Bisri. Kamar tipe Pool Akses dan tipe Ocean View merupakan dua jenis kamar paling favorit yang sudah menjadi rebutan bagi wisatawan. Sebab, setelah membuka pintu tipe kamar Pool Akses, wisatawan bisa langsung berenang dengan bebas. Berbeda dengan kamar tipe Ocean View, para tamu dapat melihat pemandangan alam Pantai Echo Beach lengkap dengan aktivitas masyarakatnya yang sudah menjadi keseharian. ‘’Kedua jenis kamar ini memang menjadi pilihan bagi para wisatawan, sehingga susah mencari kosongnya,’’ imbuh lelaki yang suka budaya Bali ini. Walau demikian, lanjut Hasan Bisri, tipe Family Room dan Standard Room bukan berarti tidak laku. Jenis kamar ini sering dipilih oleh para bule. Buktinya, sejak akhir 2018 dan awal 2019, okupansi hotel nyentrik ini selalu full. Wisatawan dari Eropa ataupun dari Australia sering memanfaatkannya sebagai tempat tinggal, setelah menaklukkan ombak laut lepas itu. ‘’Menginap di hotel yang memiliki tagline ‘My journey my story’ ini wisatawan dapat merasakan ketenangan area Canggu,’’ serunya. Fasilitas lain yang ada seperti Seaduction Resto & Bar, sebuah tempat makan dan minum yang terletak paling atas hotel. Sambil menikmati menu yang ada, wisatawan dapat melihat laut, sunset, serta alam Canggu 360 derajat. Restoran buka dari breakfast mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita. FRii Bali Echo Beach menawarkan paket Eat Sleep Well yang mendapatkan massage/spa, breakfast, sekali lunch/dinner, serta disediakan sepeda motor gratis selama tinggal FRii Bali Echo Beach selama 4 hari 3 malam. ‘’Semua itu dapat menciptakan perjalanan berwisata di Pulau Dewata yang berbeda, penuh kesenangan dan kenangan,’’ ucapnya. (bud)

Bali Post/ist

PENDIDIKAN

SENIMAN

Unik dan Khas, Lukisan Kaca Nagasepaha JIKA berkunjung ke Taman Budaya, Art Center Denpasar, serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, pengunjung akan disuguhkan sejumlah lukisan kaca unik dan khas di gedung pameran. Di situ sejumlah pelukis dari Sanggar Seni Lukis Kaca Nagasepaha, salah satu kelompok seni lukis di Buleleng, memajang lukisan dengan media kaca. ‘’Sketsa Bhima Swarga’’ karya Jro Dalang Diah terpajang di dinding sisi selatan. Sketsa di atas kertas dibuat tahun 2001, berukuran 45 cm x 60 cm. Juga ada lukisan kaca berjudul ‘’Dewi Saraswati’’ karya Nyoman Suberatha, lukisan ‘’Nawa Sanga’’ karya Ketut Suamba, ‘’Gatot Kaca Seraya’’ karya Made Santer. Dalam pameran ini juga dipajang lukisan menggunakan toples, gelas dan kaca genteng berjudul ’’Balance’’ karya Ketut Santosa. Karya Wayan Arnawa berjudul ‘’Tri Murti’’ juga menghiasi dinding gedung pameran tersebut.

KULINER

Bali Post/ist

SMK (SMEA) Saraswati 1 Denpasar Miliki Keunggulan Akuntansi, Administrasi RS dan Perhotelan SMK (SMEA) Sarasawati 1 Denpasar adalah sekolah kejuruan pertama didirikan Yayasan Perguruan Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar tepatnya Januari 1970. Makanya sekolah ini diberi nama SMEA Saraswati 1 Denpasar. Sejak kelahirannya SMK Saraswati 1 konsisten mengembangkan program keahlian bisnis manajemen. Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Drs. I Wayan Reta, M.PSi. memimpin sekolah ini sejak 2009 atau selama 10 tahun. Saat itu sekolah di Jalan Kamboja ini baru merangkak naik seirama dengan naiknya kesadaran masyarakat Bali akan pentingnya pendidikan menengah. Tiap tahun sekolah ini menerima tiga kelas siswa baru, namun sejak dipimpin Wayan Reta bisa menembus dela-

pan kelas siswa baru. Bahkan sampai menolak calon siswa baru. Didukung oleh 33 guru dan 60 persen adalah guru produktif, SMK (SMEA) Saraswati 1 Denpasar pada PPDB 2019/2020 dikejar calon siswa baru. Dari target menerima lima kelas siswa baru, masing-masing untuk Program Keahlian Akuntansi, Administrasi/Manajemen Perkantoran, Pemasaran dan Perbankan, tiga kelas sudah terisi dengan pelamar 500 orang lebih. Ini artinya tinggal dua kelas yang kosong diperebutkan 300 daftar pemilih dan pendaftar baru setelah pengumuman di sekolah negeri. Dua kelas ini akan diprioritaskan bagi calon siswa yang pertama mendaftar kembali karena sekolah ini tiap tahun sampai menolak calon siswa baru. Dengan pembangunan gedung baru diharapkan yayasan bisa menyiapkan tambahan ruang kelas untuk SMEA Saraswati Denpasar. S a l a h sa t u inovasi akad e m i k

yang dilakukan Wayan Reta adalah menambah keunggulan yakni Akuntansi Rumah Sakit (RS), Akuntansi Perhotelan, Administrasi Rumah Sakit dan Administrasi Perhotelan. Sebab, menurut Wayan Reta, dua bisnis ini memerlukan tenaga kerja yang spesialis di bidangnya. Lagi pula banyak tersedia studi lanjut untuk dua keunggulan baru tersebut. Sementara lulusannya banyak melakoni bisnis online saat masih belajar. Di antaranya dalam bidang fashion, kosmetik dan kuliner. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. memberi apresiasi positif inovasi yang dilakukan SMK Saraswati 1 Denpasar yang tampil dengan budaya mutu. SMK ini benarbenar menjadi SMK karena sukses membentuk lulusan berkarakter dan cepat kerja. Jika kampus baru Fakultas Farmasi dan Bahasa Asing Unmas sudah selesai, sekolah ini akan mampu merekrut calon siswa lebih banyak lagi. Sementara itu, belum lama ini Teater Takhta SMK Saraswati 1 Denpasar merayakan ultahnya dengan mengundang perwakilan teater di Denpasar dan Badung. Kasek I Wayan Reta idampingi Waka Kesiswaan Putu Yorniasih, S.Pd,, M.Pd., Waka Kurikulum G.A. Hendrastuti, S.Sos., M.M., Waka Sarpras Ni Ketut Sheri, S.Pd., Humas Dra. Ni Nyoman Suriati, M.Pd. mengakui anak-anak Teater Takhta SMK Saraswati 1 Denpasar banyak meraih prestasi, sekalipun mereka adalah siswa sekolah berbasis bisnis dan manajemen. Di antaranya juara I lomba musikalisasi puisi se-Bali, juara III lomba dramatisasi puisi Reinkarnasi Budaya se-Bali di Unud. Juga juara II musikalisasi puisi tingkat umum di Denpasar Book Fair 2018. Mereka dibina oleh Ngurah Arya Dimas Hendratno. (sue)

Bali Post/ist

lukisan kaca - Lukisan kaca yang dipamerkan di PKB.

KESEHATAN

TOP IN VASI ORANGTUA yang ingin anaknya kreatif sambil bermain, bisa mendatangi stan khusus untuk masyarakat berkebutuhan khusus di Pesta Kesenian Bali (PKB), Taman Budaya, Art Center Denpasar. Di sana dijual kerajinan puzzle hasil karya tunadaksa dari Bunga Bali Craft. Bentuk dari puzzle beraneka ragam, mulai dari mobil-mobilan sampai tokoh kartun serta bentuk binatang.

Karya dengan mengambil tema olahraga sepak bola juga dipamerkan di sana. Karya tersebut berjudul ‘’Piala AFF’’ karya Ketut Samudrawan. Termasuk karya Ni Made Nurining berjudul ‘‘Ganesha’’, karya I Gede Kenak Eriada berjudul ‘’Brahma, Wisnu, Siwa’’, karya Made Wijana bertitel ‘’Potret Family’’, Komang Putri berjudul ‘’Krishna’’, Ketut Putra Wibawa dengan karya ‘’Siwa Tunggal’’, Adi Mawa dengan karya ‘’Sinta Kapandung’’, Eriadnyana dengan karya berjudul ‘’Barong Dance’’, Arta Laksana berjudul ‘’Ramayana’’, Kadek Taruna Wijana ‘’Tari Trunajaya’’, Gede Setia ‘’Ganesha’’, Gede Ryan Praditya berjudul ‘’Arjuna’’, Gede Lila Praba dengan karya ‘’Monster’’, Putu Adi Ulantara ‘’Gadis India’’, I Kadek Sri Mertayasa dengan karya berjudul ‘’Baris’’ dan Kadek Arsana dengan karya ‘’Indrajit’’ serta Gede Apriadi Saputra dengan karya berjudul ‘’Tualen’’. Ketua Sanggar Seni Lukis Kaca Na-

gasepaha Ketut Santosa dalam katalog pameran ini menyampaikan, lukisan kaca pada awalnya diciptakan sang maestro Jro Dalang Diah pada tahun 1927 silam. Lukisan ini awalnya disebut lukisan wayang kaca karena motifmotif yang dibuat adalah motif wayang. Tetapi seiring dengan perkembangan seni rupa, tema yang diangkat pun beragam mulai dari tema sosial kemasyarakatan, hingga pendidikan. Kini, tekniknya pun mulai berkembang. Sanggar Seni Lukis Kaca Nagasepaha sudah menurunkan empat generasi yang nantinya akan mengembangkan potensi seni lukis kaca Nagasepaha. Potensi itu sudah dikembangkan di kalangan pendidikan melalui pembelajaran ekstrakurikuler di SD dan SMP. Sanggar ini sering pameran di Bali dan Jawa. Hal ini menjadi semangat untuk mewadahi kreativitas seni bagi siswa, mahasiswa dan masyarakat untuk belajar berkesenian, terutama di bidang seni lukis kaca. (kmb)

Kerajinan Puzzle Bermain Sambil Belajar

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Salah satu perajin permainan puzzle, Ketut Sumerta, saat ditemui Rabu (26/6) kemarin mengatakan bahan baku dari permainan puzzle yang dibuat berasal dari kayu mahoni. Sebelum membuat kerajinan ini, kata Sumerta, ia mendapatkan pelatihan terlebih dahulu selama tiga bulan. Motifnya dirancang sendiri perajin atau bisa juga mengambil dan mengeprint gambar yang diinginkan

PENDIDIKAN

untuk dibuat puzzle, kemudian digambarkan ke kayu mahoni kemudian dipotong-potong menjadi puzzle. Dalam membuat kerajinan permainan puzzle membutuhkan waktu beragam sesuai tingkat kesulitan model maupun gambarnya. ‘’Kalau mobil-mobilan kecil bisa selesai dalam satu hari. Begitu juga motif binatang. Kalau kapal-kapalan dan mobil berukuran besar, bisa dalam lima hari sampai satu min-

ggu,’’ ujarnya. Mengenai peminat selama PKB, kebanyakan yang membeli adalah orangtua untuk anak-anaknya. Harga yang ditawarkan juga bervariasi mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 300.000. Keuntungan dari penjualan ini, lanjut Sumerta, akan dibagikan kepada perajin yang semuanya tunadaksa. ‘’Untuk membuat ini ada sebanyak 15 orang perajin yang semuanya tunadaksa,’’ ujarnya. (san)

SENIMAN

Bali Post/san

PUZZLE - Kerajinan permainan puzzle yang bisa ditemui di stan PKB ke-41, Taman Budaya, Art Center Denpasar.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook