Skip to main content

Edisi Rabu 27 Februari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pariwisata Halal Tidak Sesuai Potensi, Karakter dan ’’Branding’’ Pariwisata Bali KETUA Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan konsep Parwisata Halal yang disuarakan calon wakil presiden Sandiaga Uno tidak cocok dikembangkan di Bali. ‘’Konsep pariwisata halal tidak sesuai dengan potensi, karakter serta branding pariwisata Bali yang selama ini telah mendunia,’’ ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini, Senin (25/2) malam di Denpasar.

Cok Ace

Kata dia, jika konsep itu dipaksakan di Bali malah akan menyebabkan kemunduran pariwisata Bali. Karena inilah maka semua pelaku pariwisata di Bali menolak konsep pariwisata halal itu. Konsep pariwisata halal layak dikembangkan di destinasi-destinasi wisata yang memiliki kedekatan kultur dengan kebudayaan Timur Tengah dan memiliki potensi untuk menarik kedatangan pelawat

Pergub 99 Hanya untuk Panen Raya Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara soal implementasi Pergub No.99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Terlebih setelah legislator di DPRD Bali menyebut penerapan peraturan ini serba salah. Ditegaskannya, pergub ini utamanya untuk menyerap produksi petani pada saat panen raya. Hal. 15 Mekanisme Lain

’’Polling’’ Pemilu Serentak 2019 PESTA demokrasi 2019 sudah makin dekat. Partisipasi pemilih akan menentukan kualitas demokrasi pada pemilu serentak. Untuk mengetahui tingkat partisipasi, pilihan politik serta calon presiden dan wakil presiden yang Anda pilih, Bali Post dan Bali Post.com melakukan polling di seluruh kabupaten/kota di Bali. Ikuti pollingnya di Bali Post.com dengan mengakses http://www.balipost.com/polling-pemilu-serentak-tanggal-17-april-2019 atau klik banner di halaman utama balipost.com.

dari kawasan itu. ‘’Potensi wisatawan Timur Tengah bagi Bali sangat kecil sehingga secara pertimbangan ekonomi tidak masuk akal melakukan investasi besar-besaran membangun pariwisata halal di Bali,’’ paparnya. Merujuk data pariwisata Bali, Cok Ace menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir penyumbang wisatawan terbanyak bagi Bali adalah negara-negara Asia sep-

erti Cina, Jepang, Korea, Taiwan dan India, serta negara-negara Barat seperti Australia, Inggris, Amerika, Jerman, Prancis dan Belanda. ‘’Inilah potensi pasar yang harus terus-menerus kita jaga dan kembangkan,’’ tambahnya. Menariknya, negara-negara pasar terbesar itu mencerminkan hubungan yang erat dengan karakter pariwisata Bali. ‘’Karakter pariwisata kita adalah pariwisata budaya, sebuah model pembangunan pariwisata yang bersifat kerakyatan dan berkelanjutan. Pariwisata budaya ini dijiwai oleh kearifan lokal masyarakat Bali dan secara filosofis dilandasi oleh ajaran Hindu,’’ ujar Cok Ace yang Wakil Gubernur Bali itu. Wisatawan dari negara-negara Barat itu

datang ke Bali karena tertarik dengan keunikan kebudayaan Bali. Sedangkan wisatawan dari negara-negara Asia berkunjung ke Bali karena mereka merasakan adanya hubungan kultural yang dekat dengan Bali. ‘’Contohnya Cina dan India. Kedua wilayah ini sudah memiliki hubungan kebudayaan dan ikatan emosional dengan Bali sejak berabad-abad lampau,’’ tegasnya. Menurutnya, kebijakan pengembangan pariwisata Bali sudah tepat. ‘’Karena kita pariwisata budaya tentunya yang kita kembangkan adalah pasar yang wisatawannya tertarik dan peduli dengan kebudayaan Bali,’’ tegas mantan Bupati Gianyar ini. Hal. 15 Tokoh Muslim

Ranperda Desa Adat Tetap Cantumkan Labda Pacingkreman Desa Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster mengundang para pimpinan DPRD Bali dan Pansus Ranperda Desa Adat di ruang kerjanya, Selasa (26/2) kemarin. Pertemuan itu untuk menyinkronkan sejumlah ketentuan yang diatur dalam Ranperda tentang Desa Adat. Koster bahkan menyebut sudah ada kesepakatan antara dirinya dan dewan terhadap sejumlah ketentuan itu. Pertama adalah berkaitan dengan nama Lembaga Perkreditan Desa itu di dalam peraturan daerahnya tetap dicantumkan namanya adalah Labda Pacingkreman Desa. ‘’Namun harus diatur dengan peraturan daerah tersendiri,’’ ujar Koster usai pertemuan. Sepanjang peraturan daerah tentang Labda Pacingkreman

Desa itu belum ditetapkan, lanjut Koster, maka yang berlaku adalah Perda No.3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengklaim kesepakatan tersebut sudah sesuai dengan apa yang disepakati dalam kegiatan ramah tamah dengan LPD di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Jumat (15/2) lalu. ‘’Sudah seperti itu. Saya kira solusi yang bagus, tinggal ini disinkronkan secara legislasi saja,’’ jelasnya. Untuk rencana pembentukan Lembaga Otoritas Perekonomian Adat (LOKA), Koster menyebut akan dihapus yang berkaitan dengan LPD. Kendati LPD tetap memerlukan adanya pengawas dan pembina. Hal. 15 Diatur Perda

BERTEMU - Pertemuan antara Gubernur dan pimpinan DPRD Bali.

TIM Nasional (Timnas) Indonesia menjadi juara Piala AFF U-22 setelah mengalahkan Thailand 2-1 pada partai final di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2) malam. Dua gol dari Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Ardiles Haay mengantar Indonesia mengubur keunggulan yang sempat dimiliki Thailand melalui Saringkan Promsupa. Ini kali kedua Indra Sjafri membawa Indonesia juara di tingkat AFF setelah menjuarai Piala AFF U-19 2013 silam. Selepas turun minum, Thailand masih mempertahankan strategi mereka mencari bolabola mati hingga akhirnya Promsupa berhasil membawa pasukan Gajah Putih unggul lewat tandukannya menyambut tendangan bebas pada menit ke-57. Namun keunggulan itu tak bertahan lama, lantaran dalam kesempatan serangan balasan pertama Sani melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang sempat membentur pemain bertahan Thailand sebelum mengecoh Korraphat dan membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 pada menit ke-59. Sukses menyamakan kedudukan, Indra Sjafri berusaha menambah tenaga

segar dengan memasukkan Todd Rivaldo Ferre menggantikan Gian Zola Nasrulloh Nugraha. Momentum positif bagi Indonesia berlanjut dan Osvaldo kemudian dilanggar di sisi kanan serangan. M. Luthfi yang menghadapi bola mengirimkan umpan lambung yang berhasil disundul Osvaldo untuk memperdaya kiper Thailand dan melesak ke sudut tiang jauh sekaligus membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 pada menit ke-64. Thailand kembali memperoleh kesempatan menyamakan kedudukan, namun tendangan bebas Jedsadakorn Kowngam masih berhasil dijinakkan Awan Setho. Kondisi tertinggal membuat Thailand memasukkan tiga penyerang. Di tengah upaya Thailand menyamakan kedudukan dengan memasukkan tiga penyerang ke dalam lapangan, Indonesia justru berpeluang menambah keunggulan ketika umpan jauh Todd berhasil ditemui Osvaldo di tepi kotak penalti pada menit ke-86. Namun, Osvaldo kurang tenang ketika berhadapan satu lawan satu dengan Korraphat dan tendangannya mudah dimentahkan sang kiper. Hal. 15 Kurang Diuntungkan

TROFI - Timnas Indonesia merayakan kemenangan dengan mengangkat trofi kejuaraan setelah memenangkan pertandingan final sepak bola AFF U-22 tahun 2019 antara Indonesia dan Thailand di Stadion Nasional di Phnom Penh, Selasa (26/2) malam.

Bali Post/Ist

Piala AFF, Indonesia Juara

Bali Post/kmb42

MENYERAHKAN - Direktur Utama Bank BPD Bali menyerahkan mockup kepada Direktur OVO didampingi Direktur Kepatuhan dan Direktur Kredit.

Bank BPD Bali dan OVO Bersinergi Majukan UMKM

PT BANK Pembangunan Daerah Bali dan PT Visionet Internasional (OVO) meresmikan kerja sama strategis untuk memperluas penetrasi transaksi nontunai di Bali, khususnya bagi UMKM, Selasa (26/2) kemarin. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang dilakukan Direktur OVO dan Direktur Utama Bank BPD Bali. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, setelah penandatanganan MoU ini, implementasi teknisnya sedang dibahas. Ia ingin memperluas jaringan UMKM sesuai dengan visi BPD Bali yaitu menjadi bank terkemuka dalam UMKM. ‘’Kita meng-grab memang UMKM kita dengan model seperti ini, tentunya dengan gerakan nasional nontunai,’’ ujarnya. Hal. 15 Program Pemerintah

Bali Post/afp

Rakornas TP-PKK Dibuka Mendagri

Suastini Koster: Peran Perempuan Sangat Sentral

RAKORNAS - Ketua TP-PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten/Kota se-Bali serta Dinas PMD Provinsi Bali foto bersama di sela-sela Rakornas TP-PKK yang dibuka Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Selasa (26/2) kemarin.

Jakarta (Bali Post) Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dibuka Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Selasa (26/2) kemarin. Dari Bali langsung hadir Ketua TP-PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. Ia didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten/Kota se-Bali serta Dinas PMD Provinsi Bali. Di sela-sela acara, Suastini Koster mengatakan, walaupun rutin, kegiatan ini merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, tiap program yang telah disusun dari pusat sampai ke daerah ini harus dikoordinasikan sehingga program yang dilaksanakan tepat sasaran dan berhasil guna. ‘’Tadi arahan dari Bapak Mendagri adalah supaya ibuibu berperan aktif ikut menyosialisasikan pemilu yang

akan dilaksanakan pada 17 April 2019 supaya berjalan lancar. Agar dapat wakil rakyat dan pemimpin yang sesuai dengan pilihan rakyat, serta pelaksanaannya tertib dan aman,’’ ucap Putri Suastini. Dia menjelaskan, tahun ini bertepatan dengan tahun politik karena di tahun ini bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilu yang untuk pertama kali pemilu legislatif dan pemilu presiden dilaksanakan secara serentak. Peran kaum perempuan, menurut Putri Suastini, sangat sentral dan meliputi berbagai bidang kehidupan masyarakat. Karenanya, harus terus ada upaya meningkatkan kualitas peran dan tanggung jawab kaum perempuan dan ibu-ibu yang ada di Bali hingga ke desa-desa. ‘’Karena peran perempuan sangat sen-

tral. Termasuk dalam Ipoleksusbudhankam,’’ tegasnya. Putri Suastini menegaskan, kegiatan rakornas merupakan rujukan bagi TP-PKK di tiap wilayah termasuk di Bali dan seluruh kabupaten/ kota di Pulau Dewata. Pihaknya pun terus berupaya membuat program unggulan untuk penguatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Bali. Begitu juga dengan program unggulan lainnya. Misalnya lansia dan balita. Kemudian kaum perempuan dan ibu-ibu penggerak PKK memberi edukasi penyakitpenyakit yang dialami kaum perempuan seperti kanker serviks. Saat ini, katanya, masih ada pekerjaan dari TP-PKK di Bali yaitu program unggulan Hatinya PKK (Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman PKK).

‘’Itu belum diterapkan di rumah-rumah penduduk. Ini yang akan terus kita berikan pendidikan kepada masyarakat. Kita ingin para Penggerak PKK mewujudkan hal tersebut. Tidak hanya menjadi contoh ketika hanya mengikuti lomba saja. Tetapi benar-benar diterapkan dalam keseharian,’’ tegasnya. Ketika ditanya tentang persoalan gizi buruk yang saat ini diderita anak-anak di sejumlah wilayah di Indonesia, Putri Suastini mengaku bersyukur karena anak-anak di Bali tidak mengkhawatirkan. ‘’Terkait stunting kalau dilihat dari data yang ada di Bali tidak mengkhawatirkan. Jadi soal masalah gizi buruk di Bali belum mengkhawatirkan. Apalagi peran PKK di posyandu di Bali sangat aktif,’’ tegasnya. Hal. 15 Kerja Sama


DENPASAR

2

Rabu Pon, 27 Februari 2019

Dikolaborasikan dengan Pelestarian Subak

KEBERADAAN subak di Denpasar semakin sedikit. Alih fungsi lahan menambah semakin cepatnya subak terkikis. Kini, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata yang berwawasan budaya. Pengembang pariwisata akan dikolaborasi dengan upaya pelestarian subak. Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Ir. M.A. Dezire Mulyani, M.Si. mengungkapkan, pengembangan pariwisata mulai dikolaborasi dengan subak. Pada tahap awal, Diparda telah memberikan penyuluhan mengenai keberadaan Subak Pakel di Ubung Kaja sebagai destinasi pariwisata budaya dengan mempertahankan kearifan lokal yang dimiliki desa. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya menggandeng seni tradisional untuk melakukan sosialisasi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan sektor pariwisata dengan mengoptimalkan keberadaan subak dan menumbuhkan sadar wisata masyarakat. Mantan Perbekel Desa Ubung Kaja I Wayan Mirta mengapresiasi kegiatan yang diadakan di wilayahnya. Mirta mengharapkan dengan adanya kolaborasi pariwisata dengan subak di wilayahnya, subak semakin produktif. (*)

WISATA - Tukad Bindu, salah satu objek wisata baru di Denpasar yang dikelola dengan konsep community based.

Kembangkan Sektor Pariwisata

Dorong Pertumbuhan ”Community Based” SEKTOR pariwisata di Denpasar telah menjadi lokomotif utama dalam menopang perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi yang besar ini tidak terlepas dari posisi Denpasar yang menjadi pusat kegiatan bisnis, pendidikan, pemerintahan, dan pariwisata. Ini artinya, sektor pariwisata memiliki nilai strategis untuk bisa dikembangkan. Terlebih, Denpasar juga menjadi ibu kota provinsi yang menjadi urat nadi perkembangan di berbagai sektor. Karena itu, tidak salah bila Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra

menaruh perhatian besar di sektor ini. Mengingat, sektor pariwisata memberikan kontribusi pada PAD mencapai 32 persen. Jumlah ini terus meningkat yang membuktikan perkembangan kepariwisataan di Denpasar semakin baik. Rai Mantra mengatakan, dengan semakin pesatnya pertumbuhan pariwisata di Bali khususnya di Kota Denpasar, memang menjadi angin segar bagi semua pihak. Kendati demikian, pihaknya mengajak semua pihak agar tidak terlena, melainkan terus mengikuti perkembangan sehingga mampu memberi-

kan pertumbuhan ekonomi di segala bidang. “Pariwisata harus memberikan dampak bagi semua kalangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga sektor terbawah sebagai wujud pemerataan,” ujar Rai Mantra pada suatu kesempatan. Pemerataan ini dapat diwujudkan dengan menggali potensi dengan menciptakan destinasi wisata baru dengan mendorong terbentuknya komunitas (community based) sehingga kemajuan pariwisata ini tidak hanya dinikmati oleh golongan tertentu saja. “Sebagai masyarakat, tentu kita harus mampu ber-

sama-sama melihat peluang sehingga semakin banyak adanya ide kreatif dengan menggali potensi yang ada, dapat menciptakan objek wisata baru dengan tetap menjaga kearifan lokal yang ada,” ujarnya. Pihaknya mencontohkan kawasan Tukad Bindu, kawasan Tukad Loloan, kawasan Taman Kumbasari Tukad Badung, serta sungai lainnya yang telah direvitalisasi. Melalui program tersebut, tentu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sungai itu bukan tempat sampah ataupun tempat pembuangan limbah. Sehingga dengan didukung

pengembangan Smart City Kota Denpasar yang salah satunya adalah smart river walk yang dapat memberikan nilai tambah bagi sungai itu sendiri. Rai Mantra menuturkan, bahwa selain sungai, pasar rakyat (tradisional) sebagai penggerak ekonomi kerakyatan juga gencar direvitalisasi. Hingga saat ini terdapat sedikitnya 33 pasar tradisional yang telah direvitalisasi dan sebagian besar menjadi objek wisata baru. Dengan munculnya objek wisata baru ini, tentu akan memberikan zonasi secara langsung terhadap pengembangan objek wisata, khususnya di Kota Denpasar. (*)

BRANDING - Wali Kota Denpasar didampingi Kadis Pariwisata saat peluncuran co-branding, beberapa waktu lalu.

DALAM menjual produk, keberadaan sebuah branding memiliki peran yang strategis. Tidak terkecuali dalam menjual produk pariwisata, yakni sebuah destinasi kepada calon wisatawan. Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI telah membuat branding untuk sepuluh destinasi utama di Indonesia. Dari sepuluh destinasi utama itu, termasuk salah satunya Bali. Dengan branding ini diharapkan upaya untuk mempromosikan Bali semakin mudah dalam menggaet wisatawan berkunjung ke Bali. Dinas Pariwisata Denpasar juga menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan meluncurkan co-branding.

Hal ini tidak terlepas dari Denpasar yang memiliki keunikan memberikan daya tarik tersendiri bagi keberlangsungan pariwisata. Melalui launching Co-Branding “Wonderful Indonesia Denpasar the Heart of Bali”, yang dirangkai dengan penyerahan sertifikat green hotel, pengukuhan unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Denpasar dan soft launching Denpasar Bike, diharapkan dapat membangun pariwisata Kota Denpasar yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Sejak tahun 2010 melalui branding “Denpasar The Heart of Bali”, Denpasar seakan memosisikan diri sebagai jantung atau

pusat dari Pulau Bali. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memberikan apresiasi atas inovasi-inovasi yang dihadirkan Dinas Pariwisata, termasuk program Denpasar Bike. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, logo branding kali ini merangkai lima warna sesuai dengan warna Wonderful Indonesia yaitu hijau, orange, biru, unggu, dan merah. Selain itu, inovasi-inovasi terus, termasuk pengukuhan unsur penentu kebijakan badan promosi yang senantiasa akan bersama bersinergi mewujudkan programprogram positif kepariwisataan Denpasar. (*)

”Co-Branding”, Perkuat Promosi Denpasar

Tawarkan ”Heritage City Tour”

PROMOSI - Sekda Kota Denpasar saat mengikuti kegiatan promosi pariwisata dan memperkenalkan wisata heritage.

PAKET Heritage City Tour Denpasar yang di-launching Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra pada tanggal 29 Maret 2015, direspons positif kalangan pariwisata. Terlebih, dari data yang ada, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan. Data yang tercatat di tahun 2018 sebanyak 609.507 wisatawan berkunjung ke Denpasar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 567.243 orang merupakan wisata mancanegara dan 42.264 orang merupakan wisata domestik.

Paket Heritage City Tour yang dipromosikan, meliptui Pura Agung Jagatnatha, Museum Bali, Pasar Badung dan Kumbasari, kawasan Jalan Gajah Mada, Puri Jero Kuta serta Hotel Inna Bali. Selain dimanfaatkan untuk tempat berwisata, salah satu objek city tour seperti Museum Bali juga banyak diminati untuk melakukan prewedding. Lokasinya menyuguhkan nuansa sangat kental dengan budaya Bali, tempat ini juga sangat indah yang dikelilingi tanaman hingga

membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama di tempat tersebut. Program Denpasar Heritage City Tour yang kembali di-launching Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata, mendapat apresiasi dari pelaku pariwisata. Namun, untuk keberhasilan program ini perlu dukungan politik dari jajaran DPRD Denpasar. Hal ini penting dilakukan, karena menyangkut alokasi anggaran untuk keberlanjutan program ini. Terutama untuk penyediaan infrastruktur pendukungnya. (*)

SUBAK - Potensi subak di Denpasar yang masih tersisa kini ditata untuk mendukung pengembangan wisata budaya.

Siapkan Transportasi Dokar

DOKAR Hias yang di-launching sejak 13 Oktober 2017, mulai diminati warga Denpasar dan beberapa wisatawan. Dari pengamatan selama ini, pengunjung terlihat ramai naik dokar agar bisa berkekeliling menikmati kawasan Kota Denpasar. Terutamanya pada saat hari libur. Dokar Hias ini mangkal di depan Kantor Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar, Jalan Surapati. Penumpang bisa menikmati Denpasar dengan naik dokar. Salah satu kusir dokar, Made Puja, mengaku penumpang mulai ramai. Mulai dari anak-anak sekolah, sampai wisatawan. “Mungkin sudah banyak yang tahu, sehingga mereka ingin mencoba,” katanya. Keberadaan dokar ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar. Rutenya mengelilingi Heritage City Tour Kota Denpasar, di antaranya Hotel Inna Bali, kawasan Jero Kuta, kawasan Jalan Gajah Mada, Lapangan Puputan. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, dokar hias ini di-launching untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek Heritage City Tour Kota Denpasar. Mengingat lebih dari 50 persen pendapatan masyarakat Denpasar bersumber dari pariwisata. Jaya Negara juga mengaku pendapatan Kota Denpasar lebih banyak berasal dari pajak hotel dan restoran. Maka dari itu, salah satu terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan memanfaatkan dokar hias ini. (*)

DOKAR - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat mencoba naik dokar keliling mengunjungi objek city tour. Realisasi Pajak Hotel 2014 --- Rp 119.103.974.297

(112,41 persen)

2015 --- Rp 133.349.921.856

(111,88 persen)

2016 --- Rp 149.192.694.647

(111,34 persen)

2017 --- Rp 161.589.921.912

(108,45 persen)

2018 --- Rp 176.187.949.328

(105,50 persen)

Realisasi Pajak Restoran 2014 --- Rp 65.059.349.397

(110,27 persen)

2015 --- Rp 73.837.361.490

(111,25 persen)

2016 --- Rp 87.131.331.490

(116,18 persen)

2017 --- Rp 107.556.622.846

(116,28 persen)

2018 --- Rp 129.737.612.194

(104,63 persen)


Rabu Pon, 27 Februari 2019

BADUNG

PENYESUAIAN - Dishub Badung kembali melakukan penyesuaian lalin di Jalan Nakula, Legian.

3 Terus Dikaji, Dampak Penyesuaian Lalin di Jalan Nakula

Bali Post/edi

Mangupura (Bali Post)bUji coba pengalihan arus lalu lintas (lalin) di Jalan Nakula, Legian dan sekitarnya sudah dilakukan sejak 14 Februari lalu. Dalam uji coba tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung melakukan sejumlah penyesuaian. Tujuannya mengakomodir kebutuhan pengendara sepeda motor. Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Badung Tofan Priyanto, pihaknya melakukan penyesuaian dengan memperbolehkan pengendara sepeda motor menuju arah barat di jalan tersebut. Pihaknya akan melihat perkembangan lebih lanjut terkait penyesuaian ini. Setelah dirasa cukup bagus, baru akan dilakukan rapat evaluasi. ‘’Senin atau Selasa depan akan dirapatkan lagi. Dibukanya jalur untuk sepeda motor ke arah barat di Jalan Nakula ini baru dilakukan dua hari lalu,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (26/2) kemarin. Diungkapkannya, selama pengalihan arus lalin, masyarakat sebagian besar memberikan dukungan karena arus lalin menjadi lebih lancar. Namun diakuinya ada beberapa pihak yang merasa keberatan dengan dilarangnya seluruh kendaraan melaju ke arah barat di Jalan Nakula. Ada yang tidak setuju karena dengan alasan jauh, dan ada juga dengan alasan ekonomi akibat

omzet dagangannya turun. ‘’Kita coba kaji lagi dengan uji coba sepeda motor boleh ke barat, pengaruhnya seperti apa. Nanti setelah kondusif dan bagus baru kita putuskan,’’ ucapnya. Menurut Tofan, penyesuaian hanya untuk di Jalan Nakula. Sementara untuk di Jalan Padma Timur yang sempit, hal itu tidak memungkinkan dilakukan. Kata Tofan, seperti prediksi awal, dengan ditutupnya arus lalin dari arah timur, otomatis perpotongan atau crossing menurun jauh seperti di Jalan Plawa dan Jalan Arjuna. Dari 16 titik perpotongan, bisa turun menjadi tiga titik perpotongan. Dengan diperbolehkannya sepeda motor ke arah barat di Jalan Nakula, titik perpotongan akan kembali menjadi 16, namun pengaruhnya tidak signifikan. ‘’Titik perpotongan tetap menjadi 16, namun volumenya beda. Dimensi kendaraan beda, jauh lebih kecil,’’ jelasnya. Lebih lanjut dia mengakui, dampak pengalihan lalin di sejumlah kawasan ini menyebabkan peningkatan volume kendaraan di kawasan lainnya. Terutama di jalan Sri Rama, karena warga sebagian besar beralih lewat jalan tersebut. Kemudian untuk di Jalan Plawa juga berpengaruh. Meski demikian, secara umum dampak positif pengalihan lalin ini cukup besar. (kmb23)

Rancu, Data Kemiskinan di Badung Mangupura (Bali Post) -

Data angka kemiskinan di Kabupaten Badung rancu. Sejumlah instansi yang menjadi rujukan, selama ini mengantongi angka yang berbeda-beda. Data di Badan Pusat Statistik (BPS) Badung, misalnya, menunjukkan angka kemiskinan 12 ribu jiwa. Sementara data Kementerian Sosial, angka kemiskinan di Badung mencapai 21 ribu jiwa. Namun, Pemkab Badung mencatat data hanya 6 ribu jiwa. Perbedaan tersebut diakui Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/2) kemarin, Wabup Suiasa mengatakan perlu adanya koordinasi lebih lanjut antarinstansi guna menyikapi belum sinkronnya data kemiskinan di Badung. ‘’Kami minta pihak BPS Badung melakukan koordinasi bareng agar tidak menjadi beban data kemiskinan,’’

ungkapnya. Menurut pejabat asal Desa Pecatu ini, BPS menggunakan pola ekonomi makro. Dalam hal ini penduduk miskin yang telah menetap selama enam bulan di Kabupaten Badung masuk hitungan. Kendati bukan warga Badung atau ber-KTP Badung, mereka masuk data BPS sebagai warga miskin, sehingga menemukan angka 12 ribu jiwa.

‘’Hal ini sangat berbeda dengan pola yang kami lakukan, yakni dengan pola by name by address. Pola ini adalah data riil yang kami dapat dari desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Badung,’’ jelasnya. Dengan pola tersebut, pihaknya menemukan angka kemiskinan di Badung hanya ada enam ribu jiwa atau satu persen dari jumlah penduduk

Badung yang mencapai 600 ribuan jiwa. ‘’Nanti kita akan kombinasi data BPS dan data yang riil kami miliki, sehingga nantinya tidak lagi menjadi beban. Namun kami tetap by name by address,’’ tegasnya. Terkait langkah yang akan dilakukan guna menekan angka kemiskinan di Badung, Wabup Suiasa menyebutkan, pemerintah akan merancang pola pendampingan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Saat ini UEP di sejumlah desa sudah jalan dan diarahkan untuk warga miskin. Namun pendampingannya yang belum jelas. ‘’Kami sudah rancang un-

tuk pendampingan bantuan UEP ini agar tepat sasaran dan efektif mengurangi kemiskinan. Selama ini belum ada pendampingan untuk pengelolaan dana yang kami kucurkan sebesar Rp 15 juta ini,’’ jelasnya. Dengan konsep pendampingan, terang mantan Wakil Ketua DPRD Badung itu, UEP akan benar-benar bermanfaat dan terarah. Karena itu, pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan BPD Bali atau LPD di desa terkait untuk menyediakan tenaga pendamping UEP. ‘’Untuk penanganan kemiskinan skala besar di tingkat kabupaten, kami

akan melakukan kerja sama dengan desa. Sehingga selain APBD, APBDes juga ikut membantu mem-back up program pengentasan kemiskinan,’’ tegasnya. (kmb27)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : PENGHAPUSAN UPT DISDIK DINILAI KURANG TEPAT Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Politeknik Kesehatan Kartini Bali Laksanakan Praktik Kerja Lapangan POLITEKNIK Kesehatan Kartini Bali, yang dahulu bernama Akademi Kebidanan (Akbid) Kartini Bali melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8-22 Februari 2019, diawali dengan serah terima mahasiswi Politeknik Kesehatan Kartini Bali oleh Direktur Politeknik Kesehatan Kartini Bali kepada Perbekel Desa Kayubihi pada Pertemuan Tingkat Desa (PTD). Kegiatan PKL diakhiri dengan Pertemuan Tingkat Akhir (PTA) pada Jumat (22/2). PTA dihadiri Perbekel Desa Kayubihi, Kapolres dan Kapolsek Bangli, Danramil Bangli, Kepala Puskesmas Bangli Utara, Ketua BPD dan Ketua LPM, Ketua PD IBI Provinsi Bali dan PC Bangli, Ketua Yayasan Kartini Bali, Direktur Politeknik Kesehatan Kartini Bali, Kepala SDN 3 Kayubihi, Kepala SMKN 2 Bangli, Bendesa Adat Kayubihi, Klian Banjar, Kadus, ibu PKK, kader, masyarakat dan seluruh mahasiswi peserta PKL. Direktur Politeknik Kesehatan Kartini Bali Gusti Ayu Martha Winingsih, S.ST., M.M., M.Kes. menyampaikan PKL ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan asuhan kebidanan komunitas yang diikuti 60 mahasiswi semester VI. Program yang dijalankan selama PKL di antaranya Pertemuan Tingkat Desa (PTD), Survei Mawas Diri (MMD) dan berakhir dengan Pertemuan Tingkat Akhir (PTA). ‘’PKL ini sangat bermanfaat untuk mahasiswi. Mereka bisa mengenal karakteristik masyarakat yang sebenarnya, terutama di pedesaan. Karena ketika tamat mereka tidak hanya kerja di kota, tetapi juga bisa di pedesaan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan sewaktu PKL yakni

PKL - Politeknik Kesehatan Kartini Bali, yang dahulu bernama Akademi Kebidanan (Akbid) Kartini Bali melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, pada 8-22 Februari 2019. penyuluhan terkait PHBS seperti merokok, pemberantasan jentik (PSN), penyuluhun HIV/AIDS dan kenakalan remaja, penyuluhan ASI eksklusif dan KB, kunjungan rumah ke KK Binaan, serta kegiatan gotong royong di sekitar Banjar Kayubihi,’’ katanya. Selain itu, Direktur Poltekkes Kartini Bali juga mengatakan Akbid Kartini Bali kini telah berganti menjadi Politeknik Kesehatan Kartini Bali dengan SK Perubahan Bentuk per tanggal 28 Desember 2018 disertai penambahan dua prodi yaitu D-4 (Diploma 4), Promosi Kesehatan (Promkes) dan D-4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK). SK ini diserahkan langsung Kepala LLDikti Prof. Dr. I Nengah Dasi, M.Si. kepada Pembina Yayasan Kartini Bali. Sehingga saat ini Politeknik Kesehatan Kartini Bali memiliki tiga Prodi, yaitu D-3 Kebidanan, D-4 Promosi Kesehatan, dan D-4 Manajemen Informasi

Kesehatan. Tahun ini Politeknik Kesehatan Kartini Bali sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru mulai Januari sampai dengan Agustus 2019. Perbekel Desa Kayubihi mengapresiasi PKL Politeknik Kesehatan Kartini Bali di desanya. Warga juga menyambut baik, karena dinilai sangat bermanfaat. Perbekel menegaskan akan menindaklanjuti kegiatan yang sudah dilakukan mahasiswi dalam upaya hidup sehat dengan memaksimalkan peran kader-kader di desanya. Kegiatan PKL diakhiri dengan PTA. PTA berlangsung haru, sebab mahasiswi peserta PKL yang sudah dianggap menjadi bagian dari warga setempat, harus meninggalkan tempat PKL setelah mengabdikan diri selama dua minggu. Sebagai salam perpisahan mahasiswi menyerahkan sejumlah kenang-kenangan seperti peta wilayah dusun, tong sampah, piagam dan plakat. (ad887)

Pemkot Gelar Seminar Nasional Denpasar Kota Budaya

Rai Mantra Tekankan Penguatan Kebudayaan Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif

SERANGKAIAN menyambut HUT ke-231 Kota Denpasar tahun 2019, Pemkot Denpasar melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar kembali menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘’Denpasar Kota Budaya Menuju Keadaban dan Kesejahteraan’’. Kegiatan yang turut menghadirkan narasumber tingkat nasional ini dibuka langsung Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid ditandai pemukulan gong yang disaksikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama seluruh peserta seminar di Hotel Inna Grand Bali Beach, Selasa (26/2) kemarin. Hadir pula dalam kesempatan tersebut selaku keynote speaker Sekretaris Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR RI Ir. Firman H. Napitupulu yang membawa materi tentang permasalahan kota di dunia serta budaya sebuah pilihan. Mantan Wakil Menteri PU Dr. Ir. Hermanto Dardak, akademisi UGM Laretna T. Adhisakti serta Tim Ahli Pembangunan Pemkot Denpasar. Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar Ida Ayu Ketut Purbadewi menjelaskan, tujuan pelaksanaan seminar nasional ini adalah guna membahas secara holistik mengenai pengetahuan budaya serta pentingya penguatan kebudayaan di Kota Denpasar. Dengan demikian, upaya pemajuan kebudayaan di Kota Denpasar yang telah diamanatkan dalam undang-undang dapat dimaksimalkan. ‘’Tentunya sebelum diterapkan, harus dilaksanakan beragam diskusi, seminar dan FGD sehingga pemajuan kebudayaan yang bermuara pada penguatan kebudayaan dapat terlaksana dengan maksimal,’’ jelasnya. Seminar ini turut membahas beberapa topik, yakni pemahaman filosofi, indikator dan infrastruktur Kota Budaya, regulasi, manajemen, dan tahapan pelaksanaan

Rabu Pon, 27 Februari 2019

Senator Hadiri FGD Konversi dan Rekonversi Hindu di IHDN

Dr. Wedakarna Apresiasi Pengobatan Massal Pesraman Agung Yayasan Mandala Suci

PENYELENGGARAAN acara diskusi publik sekaligus FGD di Kampus Pascasarjana Program Doktoral IHDN Denpasar dengan tema ‘’Konversi dan Rekonversi Hindu’’ mendapat apresiasi dari Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Tampak hadir dalam acara itu Ketua Umum PHDI Pusat, Rektor IHDN, peneliti konversi agama serta sejumlah tokoh Hindu dan para intelektual Hindu dari berbagai kampus. Ditemui usai menyaksikan seminar, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan dukungannya atas kajian akademik terkait dengan fenomena maraknya umat Hindu pindah agama, baik karena alasan pendidikan, kemiskinan atau ruwetnya upacara umat Hindu, mengingat hal–hal yang berbau SARA sudah seharusnya dibicarakan secara mendalam, bukan sebaliknya dihindari. ‘’Salah satu kekuatan kampus bahwa kampus adalah satu-satunya tempat yang tepat untuk mengkaji berbagai fenomena sosial yang terjadi masyarakat, termasuk maraknya usaha dari sekelompok orang yang ingin memindahkan kepercayaan orang Bali yang awalnya beragama Hindu menjadi agama lain. Dengan adanya nuansa akademik, jadi setiap penelitian, pandangan dan pendapat bisa dipertanggungjawabkan dan IHDN sebagai institusi kebangaan Hindu Indonesia harus menjadi yang terdepan untuk menyuarakan kebenaran dharma melalui produk ilmiah. Dan dialog hari ini sangat mencerahkan, karena isu yang diangkat cukup berat yakni isu konversi Hindu yang sudah menjadi kekhawatiran umat Hindu di lapangan,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Namun, ia menambahkan bahwa di tengah maraknya informasi berbasis digital, akan sangat sulit bagi oknum untuk dengan mudah mengubah kepercayaan umat lain, apalagi di kalangan generasi milenial yang sudah semakin melek politik. ‘’Saya punya pandangan bahwa aksi konversi ini pasti tetap ada dan menjadi tantangan umat beragama dalam menyelesaikan hal-hal seperti ini dan kita akui, komunitas Hindu Indonesia, termasuk Hindu di luar Bali menjadi sasaran strategis untuk dibujuk rayu agar pindah agama. Tapi kini dengan banyaknya tersedia konten media sosial berbasis Hindu, maka masyarakat dengan mudah mencari penge-

KUNKER – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana (Pak Oles) dan Mayjen TNI Purn Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum PHDI Pusat), Rektor IHDN dan Wabup Tabanan di Kampus IHDN Denpasar. tahuan tentang Weda misalnya, begitu juga materi debat agama yang bisa mencerahkan. Yang pasti gerakan konversi pasti ada, tapi secara teknis akan sangat sulit. Ya… ini tugas lembaga Hindu agar selalu turun memberikan pencerahan. Termasuk upaya mengembalikan umat Hindu yang sudah pernah pindah agama untuk kembali ke Hindu (rekonversi), ternyata dari angka yang disampaikan, cukup banyak juga umat kita yang kembali ke Hindu ya,’’ ungkap Dr. Arya Wedakarna. Lainnya, Senator AWK mengapresiasi kegiatan pengobatan massal yang diadakan oleh Pesraman Agung Yayasan Mandala Suci bertempat di Waribang Denpasar. Kehadiran Wedakarna disambut oleh Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr. (Pak Oles) dan Jero Bhawati Ir. Nengah Atmaja (Ketua Yayasan Mandala Suci). Di hadapan ratusan undangan, Senator AWK didaulat untuk me-

nyampaikan sambutan kehormatan, khususnya ucapan selamat kepada Dr. Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles yang telah mencapai gelar Doktor. ‘’Sinergi kegiatan Pak Oles dan Yayasan Mandala Suci ini sangat baik, karena pengetahuan dan teknik yang dilakukan adalah berdasarkan ajaran Vedic. Umat Hindu harus banyak diperkenalkan dengan kultur kehidupan yang suci, dan itu hanya bisa didapat jika gaya hidup masyarakat kita benarbenar berpikir positif terhadap apa pun. Pengobatan secara niskala dengan metode meditasi dan yoga bisa mengembalikan aura kesucian seseorang, dan teknik ini tercantum dalam budaya Hindu. Sekali lagi selamat atas kegiatan ini, dan semoga suatu saat tiang bisa hadir di Pesraman Agung ring Penebel. Hal–hal seperti ini harus dibantu oleh pemerintah,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. (ad885)

Menyandang Status Pailit Tidak Menghalangi Hardys Grup untuk Berbagi

BUKA SEMINAR - Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka seminar nasional ‘’Kota Budaya Menuju Keadaban dan Kesejahteraan’’ di Inna Grand Bali Beach, Selasa (26/2) kemarin. Kota Budaya, Implementasi Kota Budaya dengan modal dasar budaya unggul dalam kaitanya dengan indeks pembangunan kebudayaan serta indikator di era pemajuan kebudayaan. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, Denpasar sejak awal terus berkomitmen dalam mendukung pembangunan kebudayaan. Hal ini tertuang dalam visi-misi pembangunan Denpasar berwawasan budaya. Pembangunan di Kota Denpasar menempatkan kebudayaan sebagai potensi dasar, sebagai cara atau pendekatan serta sebagai tujuan. Rai Mantra menambahkan, pengembangan kebudayaan akan memberikan dampak terhadap berkembangnya sektor ekonomi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi hendaknya harus sejalan dengan pemajuan kebudayaan yang dikenal dengan istilah ‘’orange ekonomi’’ yang bermuara pada pengembangan ekonomi kre-

DAIHATSU - Manajemen Daihatsu, Astec, Frisian Flag, dan PBSI berfoto bersama sambil menunjukkan pose ‘’Daihatsu Sahabatku’’.

atif. ‘’Dari seminar yang dikemas dengan diskusi di masing-masing divisi ini diharapkan mampu menghadirkan pemikiran untuk pemajuan kebudayaan sebagai pengembangan sektor ekonomi kreatif,’’ ujarnya. Sementara itu, Keynote Speaker Sekretaris badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR RI Ir. Firman H. Napitupulu yang membawa materi tentang peramasalahan kota di dunia serta budaya sebuah pilihan menjelaskan, Denpasar dapat menjadi pilot project pengembangan kota budaya. Saat ini Denpasar telah mumpuni dan memenuhi beragam indeks pembangunan kebudayaan yang ditetapkan oleh Kemendikbud RI. ‘’Beragam indeks telah ada, dan daerah lain dapat menjadikan Denpasar percontohan program pemajuan kebudayaan di Indonesia. Jadi, daerah di Indonesia dapat mencontoh Denpasar,’’ jelasnya. (ad886)

HAMPIR seluruh masyarakat di Provinsi Bali mengenal Hardys. Usaha ini didirikan oleh putra dan putri Bali ini yakni Ir. I Gede Agus Hardiawan dan Ni Ketut Rukmini, S.P. pada 11 Juli 1997. Banyak sekali rintangan yang pernah dihadapi oleh Hardys Grup dan yang terberat saat ini adalah status bankruptcy/pailit yang disandang oleh Hardys Grup. Dimulai pada 25 September 2017 Hardys Grup yaitu PT Hardys Retailindo, PT Grup Hardys dan pendirinya sendiri Ir. I Gede Agus Hardiawan dinyatakan dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), hingga resmi dinyatakan pailit melalui Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya pada 9 November 2017 yang dimuat di media cetak pada 14 November 2017. Sebagai tindak lanjut recovery pada 22 November 2017 ditetapkannya Putusan Going Concern, sehingga unit bisnis di bawah Hardys Grup tetap beroperasi dengan pengawasan dan kendali dari Tim Kurator. Kegiatan berbagi yang dulunya dilakukan hampir setiap bulan, sempat terhenti akibat adanya proses PKPU dan Kepailitan. Sekarang kegiatan berbagi tersebut dimulai kembali. Kegiatan berbagi yang bertajuk ‘’Hardys Peduli’’ dilakukan melalui wadah Hardys Foundation. Salah satu kegiatan berbagi yang dilakukan Hardys Grup dalam kondisi pailit adalah pada 24 Desember 2018

HARDYS PEDULI – Kegiatan Hardys Peduli berupa penanaman sejuta pohon di Desa Pendem Kota Negara bersama founder, karyawan dan generasi penerus Grup Hardys. berbagi kepada korban terdampak banjir bandang Tukad Bilukpoh dengan nominal sumbangan Rp 20.000.000 terdiri atas 108 paket sembako yang diserahkan kepada 58 KK di Desa Penyaringan dan 50 KK di Desa Bilukpoh. Kegiatan berbagi kali ini tidak hanya keluarga Hardys Grup tetapi juga diikuti oleh generasi muda dan penerus Hardys Grup yaitu Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy beserta anak-anak yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Celotehan dari anakanak tersebut yang sadar akan

penyebab bencana banjir dan cara pencegahan, langsung ditanggapi oleh Hardys Grup, pada 25 Desember 2018 dengan penanaman pohon yang dilakukan di Desa Pendem, Negara. Kegiatan ini juga melibatkan generasi muda Hardys Grup beserta anak-anak lainnya yang merupakan pencetusnya. Bagi Hardys Grup berbagi merupakan kunci dari keberhasilan, karena berbagi tidak seperti hitungan matematika seperti contoh 10 dikurangi 5 sama dengan 5, akan tetapi dengan berbagi 10 dikurangi 5 bisa menjadi 20, cetus Gede Hardy. (ad889)

Daihatsu Astec Open 2019 ’’Naik Kelas’’ ke Level Internasional SETELAH sukses menyelenggarakan Daihatsu Indonesia Masters 2019 pada Januari lalu dan Daihatsu Astec Open tahun lalu, Daihatsu kembali bekerja sama dengan Alan & Susy Technology (Astec) menyelenggarakan turnamen bulu tangkis untuk keempat kalinya sejak tahun 2016 lalu, yaitu Daihatsu Astec Open 2019. Turnamen Daihatsu Astec Open 2019 terasa berbeda dan istimewa karena peningkatan level turnamen menjadi tingkat internasional yakni

Badminton Asia Confederation (BAC) di lima kota, dan Sirkuit Nasional B di dua kota. Meningkatnya level turnamen ini merupakan apresiasi dari Daihatsu, atas tingginya animo masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di Indonesia. Turnamen bulu tangkis yang telah terdaftar dalam agenda Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini berlangsung di tujuh kota besar di Indone-

sia dari 12 Maret hingga 9 November 2019. Tak hanya itu, para atlet muda yang berlaga di turnamen ini, selain dapat memperbesar peluang untuk masuk seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), juga memiliki peluang untuk meraih skor atau poin resmi lebih tinggi yang terdaftar dan diakui oleh Badminton World Federation (BWF) yang merupakan federasi bulu tangkis tingkat dunia. Turnamen ini diawali di kota Medan (11-16 Maret), Balikpapan

(26-30 Maret), Bandung (2-6 Juli), Yogyakarta (20-24 Agustus), Makassar (1014 September), Surabaya (8-12 Oktober), dan final di Jakarta (4-9 November). Kejuaraan Daihatsu Astec Open 2019 dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan umur, dimulai dari U-13, U-15, U-17, U-19, dewasa dan veteran. Selain menggelar pertandingan, turnamen ini juga mengadakan coaching clinic yang langsung melibatkan Alan dan Susy sebagai pembicara. ‘’Kami mengucapkan

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

selamat datang kepada seluruh atlet bulu tangkis yang mengikuti kejuaraan Daihatsu Astec Open 2019 ini. Semoga dengan meningkatnya level turnamen ke level internasional ini, semakin memotivasi dan melahirkan bibit-bibit muda bulu tangkis dari berbagai daerah di Indonesia, serta berkontribusi pada kejayaan bulu tangkis Indonesia hingga ke ajang kompetisi tingkat dunia,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)


DAERAH

Rabu Pon, 27 Februari 2019

5

Mengajar Bahasa Bali dengan Cara Kekinian PERATURAN Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali diimplementasikan dengan Bulan Bahasa Bali sejak awal Februari lalu. Momentum ini disambut antusias oleh elemen warga Bali. Tak terkecuali I Gede Sweta Getas, guru mata pelajaran Bahasa Bali di SMP PGRI 1 Denpasar (Grissa). Getas berpendapat, berbagai kompetisi

I Gede Sweta Getas

yang digelar selama satu bulan penuh, seperti nyurat lontar, lomba meme berbahasa Bali, puisi, pidato, makidung, komik berbahasa Bali dan sebagainya, secara tidak langsung merangsang krama Bali untuk memuliakan bahasa ibu sebagai sebuah kekayaan yang layak dibanggakan. Sehingga stigma ‘’Basa Bali sing dadi anggo ngalih pipis’’ (Bahasa Bali tidak bisa menjadi alat untuk mencari uang) terbantahkan. Dengan berbagai perlombaan, dikatakan generasi muda akan tertarik berkompetisi jika konsepnya dikemas secara kekinian. ‘’Saya yakin, generasi muda Bali sangat tertarik, khususnya dengan lomba membuat meme berbahasa Bali dan komik. Pemenangnya dapat hadiah dari panitia, bisa juga diterbitkan dalam bentuk buku cetak dan digital. Ini kan jadi sumber penghasilan,’’ ujar Getas di Denpasar, Selasa (26/2) kemarin. Getas mengaku merasakan betul hikmah dari bahasa Bali. Beberapa kali ia sukses menorehkan prestasi sebagai pelatih maupun saat tampil langsung sebagai kontingen. Yang paling anyar, ia sukses meraih juara II pada lomba pidato berbahasa Bali antarguru se-Kota Denpasar belum lama ini. Untuk bersaing dengan 76 kompetitor sesama guru bahasa Bali itu, pihaknya melakukan persiapan matang selama tiga pekan. ‘’Saya memaksimalkan waktu yang mepet itu dengan berlatih ekstra. Karena ini ajang pembuktian kualitas saya sebagai pendidik yang tak hanya dituntut trasfer knowledge, tapi kompetensi pribadi,’’ tandas guru asal Desa Antiga Kecamatan Manggis, Karangasem ini. Dia berharap ke depan kegiatan-kegiatan serupa terus digaungkan sebagai upaya pelestarian budaya Bali adiluhung yang diwariskan, patut dijaga, dan dilestarikan jangan sampai punah. Di samping sebagai upaya mendukung program pemerintah dengan diterbitkannya Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali. Selaku pendidik, ia tak menampik mengajarkan bahasa Bali kepada anak asuhnya menjadi tantangan tersendiri di tengah gerusan arus modernisasi. Apalagi di Denpasar yang peserta didiknya sangat majemuk, berasal dari berbagai daerah. Kuncinya memang harus dikemas kekinian dalam mengajar. (win)

Tradisi Unik ’’Masakapan Pasih’’ di Kesiman

Membangun SDM Hindu Berkualitas, Kedepankan Gotong Royong JIKA krama Bali di Kuta mengenal upacara ngangkid, di Desa Pakraman Kesiman masyarakatnya memiliki tradisi unik odalan ke segara atau sering disebut masakapan pasih. Dikatakan demikian karena puncak upacaranya yakni natab banten dan melepas jukung ke laut atau pasih. Upacara manusa yadnya ini dilestarikan dan diwajibkan di Desa Pakraman Kesiman untuk mengemban amanah leluhur guna melahirkan SDM Hindu yang berkualitas. Setiap keluarga yang sudah memiliki anak berumur enam bulan, wajib menggelar upacara ini. Namun, dalam perjalanannya upacara ini tak bisa dilakukan secara mandiri tiap keluarga karena memerlukan biaya tinggi. Untuk itu, Puri Ageng Pemayun Kesiman mengambil inisiatif merangkul warga Kesiman untuk menyelenggarakan masakapan pasih secara massal dan biaya ditanggung puri. Upacara ini dipusatkan di Pantai Padanggalak, Kesiman, Selasa (26/2) kemarin, diikuti 230 krama dari 33 banjar adat dan disaksikan ribuan warga. Upacara yang digelar bersamaan odalan ke segara A.A. Ngurah Gede Kusuma Negara Pemayun ini diawali dengan natab dan sembahyang di segara, sungai dan campuhan serta ditandai melepas jukungan. Dilanjutkan persembahyangan

Bali Post/eka

RUSAK - Petugas KPU Kota Denpasar menunjukkan surat suara pemilu anggota DPR-RI Dapil Bali yang rusak, Selasa (26/2) kemarin. Sekitar 116 orang tenaga dikerahkan KPU Denpasar dalam pelipatan 473.415 lembar surat suara Pemilu anggota DPR-RI Dapil Bali.

Penculik Anak Disabilitas Diganjar Empat Tahun

Denpasar (Bali Post) -

Heboh kasus penculikan anak di Jalan Pulau Saelus yang videonya sempat viral di media sosial (medsos), Selasa (26/2) kemarin memasuki persidangan tahap akhir. Majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada menghukum terdakwa Hasan Al Hadad alias Acan dengan pidana penjara selama empat tahun. Masih dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar denda Rp 60 juta, subsider dua bulan kurungan.

yang merupakan orangtua korban. Dia langsung menanyakan maksud terdakwa membawa anaknya. Terdakwa menyatakan akan membawa saksi korban kembali pulang. Lalu ketika ditanyakan di mana rumahnya, terdakwa tidak bisa menjawab dan hanya mengatakan akan mengajak saksi korban jalan-jalan. Kemudian Jro Wiratni meminta kunci sepeda motor dan KTP, tetapi terdakwa tidak memberikannya. Keributan inilah yang membuat heboh, hingga polisi datang dan terdakwa hampir dihajar massa. (kmb37)

Di ruangan sidang, hakim menyatakan terdakwa Hasan dinilai telah terbukti bersalah, karena membawa korban inisial SDL (keterbelakangan) tanpa seizin dan sepengetahuan orangtuanya. Terdakwa kemudian dijerat Pasal 76 F jo Pasal 83 UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun

2002 tentang Perlindungan Anak. Hukuman itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU Ni Luh Ari Suparmi sebelumnya menuntut terdakwa dihukum lima tahun penjara. Peristiwa yang sempat menggemparkan itu terjadi pada 22 Oktober 2018 sekitar pukul 17.00. Saat di lokasi, terdakwa melihat korban se-

Denpasar (Bali Post) Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) BPK RI merampungkan tugasnya terhadap laporan Satuan Jajaran Kodam IX/Udayana. Laporan hasil audit tersebut diserahkan kepada Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto, Senin (25/2) lalu di Makodam, Denpasar. Dalam sambutannya, Pangdam Benny Susianto mengatakan sekitar delapan hari melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaan di wilayah Kodam IX/Udayana, Tim Wasrik BPK mendapatkan temuan-temuan penting. Mencermati hasil temuan tersebut, Benny Susianto menyampaikan terima kasih dan berkomitmen untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. ‘’Kepada para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam IX/Udayana yang menjadi objek pemeriksaan agar segera mempelajari serta melakukan perbaikan serta penyempurnaan sesuai petunjuk, arahan dan rekomendasi dari Tim Wasrik BPK RI,’’ ujarnya.

Dengan demikian pelaksanaan program kerja dan anggaran berjalan secara transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika para Dansat/Kabalak masih mengalami kendala agar dikoordinasikan dengan Tim Wasrik BPK RI. Ia berharap Tim Wasrik BPK dapat mewadahi dan memberikan arahan serta masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan program kerja dan anggaran ke depan. Sehingga Kodam IX/Udayana sebagai salah satu Kotama TNI Angkatan Darat dapat berkontribusi positif dalam upaya mencapai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pada waktu bersamaan, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri mewakili Pangdam menerima laporan hasil wasrik Tim Post Audit Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad). Tim Wasrik Itjenad melaksanakan tugasnya sekitar 15 hari di satuan jajaran Kodam IX/Udayana. Brigjen Kasuri mengatakan, hasil temuan Wasrik tersebut

akan ditindaklanjuti dengan cara melakukan perbaikan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Temuan dan koreksi maupun atensi hasil pemeriksaan yang diberikan serta penjelasan tentang berbagai perubahan diperlukan agar segera ditindaklanjuti para kepala dan komandan di masing-masing satuan. Dengan demikian tidak terulang lagi adanya kesalahan yang sama, sehingga pelaksan-

aan program kerja yang akan datang dapat berjalan lebih efisien, efektif dan akuntabel. ‘’Kepada Tim Wasrik Post Audit Itjenad, apabila masih terdapat hal-hal yang perlu dikomunikasikan lebih lanjut dengan objek pemeriksaan, kami siap membantu dan memfasilitasi secara optimal untuk memperlancar penyelesaian dan perbaikan program yang masih memerlukan perbaikan,’’ ujar Kasdam. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Terdakwa Sumarno (30) asal Ngawi, Selasa (26/2) kemarin menjalani sidang di pengadilan. Terdakwa diduga menjadi bandar narkoba dan mempunyai jaringan yang luas, sehingga dituntut pidana penjara selama 14 tahun. Dalam perkara ini, terdakwa diajukan ke pengadilan atas 21 paket sabu-sabu siap edar. Jaksa penuntut umum (JPU) NP Widyaningsih mengatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar ketentuan Pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dituntut pidana hukuman fisik selama 14 tahun, terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 1 miliar, subsider tiga bulan kurungan. Jaksa menjelaskan, lelaki yang tinggal di Jalan Petanu Gang Belibis, sebuah pondok kos di bilangan Sidakarya, Denpasar Selatan itu ditangkap polisi di parkiran SE Supermarket Jalan Mahendradata, Denpasar. Di sana terdakwa kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu dan juga disita ponsel merek Oppo. Atas barang bukti itu, terdakwa digelandang ke ru-

mah kosnya di Jalan Petanu Gang Belibis, Denpasar Selatan. Di sana kembali ditemukan beberapa plastik klip berisi sabu yang totalnya sekitar 21 paket

dengan jumlah 10,4 gram. ‘’Terdakwa tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyedikan narkotika golongan 1 bukan tanaman, yang

beratnya melebihi lima gram,’’ tandas jaksa. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui pensahit hukumnya akan mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. (kmb37)

dang berjalan. Terdakwa meminta korban untuk naik ke sepeda motornya. Korban yang merupakan anak disabilitas itu pun naik, dan terdakwa pergi mengarahkan sepeda motornya menuju Jalan Pulau Saelus. Sesampai di sana terdakwa berhenti untuk membeli bensin. Saat itulah terdakwa dihampiri saksi Jro Wiratni

Tim BPK Audit Satuan Kodam IX/Udayana

Bali Post/sue

MELEPAS JUKUNG - Umat Hindu Desa Kesiman melepas jukung saat upacara ‘’masakapan pasih’’ massal yang digelar Selasa (26/2) kemarin. ke Pura Kahyangan Kesiman, perempatan agung, bale agung dan Pura Petilan. Esok harinya digelar upacara majaya-jaya. Semua lokasi ini simbol sumber kehidupan Tri Kona yakni utpatti, (Brahma), stitti (Wisnu) dan pralina (Siwa). Yang menarik, semua upakara dibuat secara gotong royong di puri. Menurut tokoh masyarakat Kesiman dari Puri Ageng Pemayun Kesiman I Gusti Ngurah Gede, S.H., budaya gotong royong kembali dia bangkitkan agar generasi milenial Bali tak meninggalkan akar budayanya sendiri. Odalan ke pasih merupakan tradisi krama Kesiman sebagai bentuk pembersihan bhuana agung dan bhuana alit untuk jagadhita. Kedua, seba-

gai bentuk sudamala diri dan para leluhur yang manumadi jika dalam kehidupan sebelumnya pernah masesangi yang belum dibayarkan. Maknanya, membangun SDM Hindu yang berkualitas demi kebaikan di masa mendatang. Kepala Desa Kesiman Wayan Mariana menyampaikan terima kasih karena dalam upacara ini masyarakat merasa sangat diringankan. Sementara itu, Panyarikan Desa Pakraman Kesiman I Nyoman Widastra bersyukur dengan cara gotong royong membuat upakara, umat Hindu juga diringankan dan yang lebih penting ada proses pembelajaran bagi masyarakat di tengah budaya yang serba membeli. (sue)

Bali Post/ist

HASIL AUDIT - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menerima hasil audit dari Tim Wasrik BPK RI.

Bandar Narkoba Dituntut 14 Tahun Penjara

Bali Post/ist

SOSIALISASI - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat sosialisasi bahaya teroris, narkoba dan premanisme.

Kapolresta Ingatkan Bahaya Terorisme Denpasar (Bali Post) Kesadaran akan pentingnya keamanan di Bali sebagai tujuan wisata dunia terus digaungkan Polresta Denpasar. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan tidak bosan-bosannya mengimbau dan mengingatkan akan bahaya terorisme serta radikalisme. Seperti saat bertemu dengan warga LDII Kota Denpasar, bertempat di Gedung Serbaguna LDII di Jalan Padang Griya, Padangsambian, Denpasar Barat, Senin (25/2)

pukul 20.30 Wita, Kombes Ruddi mengingatkab kalau di Bali pernah terjadi Bom Bali 1 dan Bom Bali 2. Kata dia, jaringan teroris itu terstruktur di Indonesia yang didominasi oleh Jamaah Anshorut Taukid (JAT). ‘’Jangan sampai ada kejadian Bom Bali lagi,’’ tegasnya. Selain itu, Kapolresta Ruddi juga mengingatkan warga supaya waspada terhadap peredaran narkotika dan premanisme. Pasalnya daerah Bali masih dijadikan sasaran

kejahatan. Oleh karena itu diharapkan warga lebih waspada. ‘’Apabila ada yang dicurigai agar segera dilaporkan. Mari bersatu melawan terorisme. Karena terorisme merupakan paham kelompok dengan melakukan ancaman yang dapat menimbulkan rasa takut untuk suatu tujuan tertentu. Terakhir kami mohon dukungan untuk menjaga situasi menjelang pemilu, agar Pemilu 2019 dapat berjalan aman dan damai,’’ pintanya. (kmb36)


OPINI

6

Rabu Pon, 27 Februari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Politik Masuk Pendidikan

POTRET dunia pendidikan tinggi kita dewasa ini tampaknya masih mencari bentuk. Tiap saat, kebijakan pendidikan tinggi berubah. Misalnya saja dua bulan lalu, menteri menyampaikan bahwa satu universitas diwajibkan memiliki minimal sepuluh program studi dan tiap prodi minimal diampu enam dosen. Saat ini, kebijakan itu tak jadi dilakukan diganti dengan menambah program vokasi yakni diploma dengan syarat dosen minimal lima orang. Begitulah seterusnya. Termasuk soal masa pensiun dosen dari 65 tahun menjadi 70 tahun semuanya ada kepentingan politik. Belum lagi soal dana penelitian bagi dosen juga sarat nuansa politiknya. Dari besarnya dana riset, kata Menristekdikti Mohamad Nasir, juga naik terus. Lima tahun lalu, biaya riset RI hanya 0,08 persen, setelah Jokowi memimpin terus naik dan 2017 mencapai 0,25 persen. Naiknya juga luar biasa yakni 0,17 dalam rangka melahirkan unicorn dan start up baru. Sementara di polteknik sistemnya disederhanakan lagi dengan aturan meme (multi entry multi exit) agar tak ada mahasiswa yang DO. Nah, jika politik dipakai untuk memajukan anak bangsa sangatlah bagus. Seperti dana penelitian bagi mahasiswa dan dosen, namun juga harus diikuti dengan sejauh mana implementasinya selama ini bagi masyarakat dan dunia industri. Ini yang belum ada yang mengontrol. Makanya banyak penelitian doktor dan profesor hanya di atas kertas, namun jarang diterapkan di dunia kerja. Kemenristekdikti mulai tahun ini menyerderhanakan peraturan nomenklnatur. Tujuanya semua perguruan tinggi (PT) bisa bergerak cepat guna menghasilkan makin banyak PT yang bermutu dan terjangkau. Pelayanan pun dipersingkat dari berbulan-bulan menjadi hanya 15 hari. Nah, kalau yang begini baru namanya politik positif. Kalau melihat kondisi di daerah, data menunjukkan dari 172 PTS di Bali, NTB, dan NTT, 76 persen sudah terakreditasi, yang belum adalah prodi baru. Hanya, dari Akreditasi Institusi Perguruan Tinggin (AIPT) baru terakreditasi 43 persen, padahal 2019 adalah masa akhir AIPT. Ini menunjukkan kualitas PT kita memerlukan political will dari pemerintah agar mereka setara dan sejajar. Dengan demikian, baru kita bisa me-maping SDM Indonesia. Misalnya dengan menggelontorkan dana untuk kelengkapan sarana dan prasarana, droping dosen berkualitas dan lain-lain. Jika dilihat kondisi daerah Bali, Gubernur Wayan Koster sudah menebarkan politik positif dalam bidang pendidikan. Dia menawarkan kolaborasi penangangan pendidikan tinggi di Bali sekalipun tanggung jawab pendidikan tinggi ada di pusat. Kedua, dia menawarkan penelitian dosen yang tematik dan disinergikan dengan program pemerintah. Misalnya kerja sama Pemprov Bali dengan Fakultas Pertanian, dalam ide sederhananya dia ingin mengajak mahasiswa Fakultas Pertanian turun ke desa, menggarap masyarakat petani, meneliti, dan langsung diterapkan ke petani. Ini yang dia sebut penelitian tematik. Demikian juga dengan kerja sama bidang lainnya, agar jangan lagi, kata Koster, hasil penelitian dosen hanya masuk laci. Nah, good will dari pemerintah ini harus menjadi tantangn perguruan tinggi di Bali. Mau serius atau santai saja?

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mohon Penjelasan Waktu Eksekusi Saya I Ketut Karma Wijaya sebagai Bendesa Pakraman Pakudui, beralamat di Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Tegallalang memohon penjelasan terkait waktu atau rencana eksekusi atas putusan Pengadilan Negeri Gianyar No. 09/ Pdt.G/2012/PN Gir, tertanggal 19 September 2012 yang telah dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi Denpasar No. 41/PDT/2013/PT DPS tertanggal 29 April 2013 Jo Putusan Kasasi No. 2421 K/PDT/2013 tertanggal 22 Mei 2014 Jo putusan Peninjauan Kembali No. 429 PK/PDT/2016 tertanggal 21 September 2016 dan telah berkekuatan hukum tetap. Perlu kami jelaskan kami sudah dijanjikan berkali-kali sejak 2015 untuk dieksekusi namun sampai hari ini tidak pernah dilakukan dengan berbagai alasan. Bahkan, kami merasa dipaksa melakukan perdamaian kembali yang diinisiasi Kapolres Gianyar. Ini kami rasa bertentangan dengan isi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah proses eksekusi terhadap putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap memerlukan pesetujuan Bupati atau Kapolres. Kami ingin menyampaikan ini kepada Ketua Mahkamah Agung dan Kapolri serta Kapolda Bali untuk melakukan tindakan atau teguran terhadap aparat yang masih bermain-main dengan hukum. Demikian hal ini kami sampaikan agar menjadi perhatian Bapak Presiden Jokowi, Bapak Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, dan Kapolri Bapak Tito Karnavian, serta Ketua Komisi Judisial. Atas perhatiannya, kami menyampaikan terima kasih. I Ketut Karma Wijaya Bendesa Pakraman Pakudui, Gianyar-Bali Dusun Pakudui, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Gianyar

Dukungan Perguruan Tinggi ke Capres Memasuki tahun 2019, dukungan ke dua pasang capres-cawapres mengalir dari berbagai kalangan. Di antara mereka, kelompok terpelajar dari kalangan alumni Perguruan Tinggi (PT) juga menyatakan arah dukungan politiknya.

Oleh Dewa Gde Satrya

D

i Jakarta, baik Jokowi maupun Prabowo, samasama mendapat dukungan dari alumni PT yang berbeda. Di Surabaya juga demikian, dukungan dari alumni PTN diarahkan ke Jokowi. Survei yang dilakukan LSI pada Januari 2019, Denny JA menyatakan pemilih yang merupakan kaum terpelajar mencapai 11,5 persen. Sebanyak 18,1 persen lainnya belum menentukan dukungan. Di ranah ini, dukungan dari kalangan civitas akademika PT menarik untuk ditinjau. Civitas akademika sebenarnya yang memiliki eksistensi utama adalah mahasiswa, sementara dukungan yang diberikan mengatasnamakan PT datang dari kalangan alumni. Mengasosiasikan alumni PT sebagai agent of social change sebenarnya tidak ada salahnya, oleh karena status sebagai alumni PT memungkinkan para alumni dekat dengan identitas atau jati diri mahasiswa. Tanpa berlarut dalam dikotomi gerakan alumni PT sebagai gerakan moral atau gerakan politik, namun yang perlu menjadi perhatian sentral adalah gerakan yang mengatasnamakan PT haruslah elegan, bermartabat dan mencerahkan yang akan memenangkan hati masyarakat. Dengan tiga tipikal gerakan ala alumni PT (elegan, bermartabat, dan mencerahkan) yang ditampilkan di sejumlah aksi dukungan ke capres

akan menentukan keberhasilan pencapaian tujuan gerakan. Karena itu, dalam setiap aktivitasnya berorganisasi dan bergerakan, alumni PT haruslah mencerminkan idealisme pendidikan. Keberhasilan maksud gerakan mahasiswa angkatan 98 misalnya, selain ditinjau dari aspek-aspek organisatoris seperti adanya isu sentral, juga esensi mahasiswa sebagai gambaran manusia dewasa yang ideal dan layak diharapkan tampak nyata. Gerakan mahasiswa waktu itu yang tetap relevan hingga saat ini dan masa selanjutnya haruslah mencerminkan model manusia akademik dengan kepemilikan tiga hal sekaligus, yaitu attitude yang baik (perilaku etis, jujur, rajin, disiplin, dan amal saleh), keunggulan psikomotorik

(keterampilan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah, terampil bekerja), dan kognitif yang unggul (pengetahuan luas dan mendalam). Gabungan dari ketiga aspek tersebut menjadikan gerakan yang membawa nama PT terbebas dari cap gerakan yang tidak berbobot dan hanya menimbulkan keresahan. Sebaliknya, dengan empati dan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, gerakan yang membawa nama PT haruslah pertama-tama menunjukkan kegiatan yang bersimpatik, atraktif, dan harmonis di antara bauran massa. Dan karena itu gerakan yang membawa nama PT amat berbeda dengan barisan ribuan massa partai politik. Secara luas, sebagaimana

‘’Praktik kepemimpinan menjadi lesson learning yang berharga mahasiswa dalam berorganisasi dan melakukan gerakan. Sebagaimana dialami mantan tokoh mahasiswa era 66 dan 98 yang beberapa di antaranya menduduki kepemimpinan nasional, era melakukan konsolidasi gerakan mahasiswa merupakan masa-masa kaderisasi kepemimpinan yang berharga.’’

dikhawatirkan publik, masalah keamanan diharapkan tetap terkendali, namun tiada pengawasan yang represif yang hanya akan menimbulkan korban. Di sektor kehidupan yang sensitif terhadap kerumunan massa, seperti industri jasa dan pariwisata, masalah keamanan seperti ikan dan air, tak terpisahkan dan saling memengaruhi. Untuk menghasilkan gerakan yang membawa nama PT yang mampu memenangkan hati masyarakat, maka gerakan itu sendiri haruslah berbasis akademik, sebagaimana dunia perguruan tinggi adalah dunia akademik. Pertama, dunia akademik memiliki budaya tersendiri yang disebut budaya akademik. Kedua, dalam budaya akademik, peran pikiran (rasio) lebih dominan dibanding peran emosi. Ini berbeda dengan dunia pergaulan sehari-hari. Ketiga, semua pernyataan memiliki argumentasi yang dapat dinilai benar dan salahnya. Keempat, setiap argumentasi harus dapat ditelusuri fakta-fakta yang mendukung. Kelima, kejujuran merupakan prasyarat utama. Keenam, segenap nilai dalam dunia akademik termuat dalam etika akademik (Daldiyono, 2009: 46). Kepemimpinan Heroik Praktik kepemimpinan menjadi lesson learning yang berharga mahasiswa dalam berorganisasi dan melakukan gerakan. Sebagaimana dialami mantan tokoh mahasiswa era 66 dan 98 yang beberapa di antaranya menduduki kepemimpinan nasional, era melakukan konsolidasi gerakan mahasiswa merupakan masamasa kaderisasi kepemimpinan yang berharga. Di antara sejumlah referensi dan praktik gaya kepemimpinan yang efektif, sekiranya yang tercermin dalam setiap aksi mahasiswa adalah gaya kepemimpinan

Menumpas ’’Cyber Crime’’ Lewat ’’Virtual Detective’’ PADA era informasi, keberadaan suatu informasi mempunyai arti dan peranan yang teramat vital bagi seluruh aspek kehidupan. Anne W. Brascomb (1986) dalam bukunya yang berjudul ‘’Toward a Law of Global Communication Network’’ mengungkapkan bahwa informasi merupakan salah satu kebutuhan hidup bagi semua orang baik individual maupun organisasi, terlebih bagi generasi muda digital natives. Karenanya, bisa dikatakan bahwa dalam masyarakat informasi, informasi telah berfungsi sebagaimana layaknya aliran darah sumber kehidupan bagi tubuh manusia. Apalagi, bagi generasi milenial tentu teramat vital. Informasi yang membeludak di dunia maya tentu sangat menguntungkan bagi kita yang ingin mengetahui banyak hal dengan mudah. Namun, di sisi lain, ada bahaya yang mengincar pada kondisi yang bersamaan, yaitu mudahnya terjadi penyebaran berita dan informasi bohong atau yang sering kita sebut sebagai hoax. Bahkan, orang terpelajar sekalipun sulit membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoax. Penyebaran tanpa dikoreksi maupun dipilah, pada akhirnya akan berdampak pada informasi hoax-pun dapat memecah belah publik (Rahadi, 2017). Belum lagi dampak lain yang tak kalah mengerikan seperti ujaran kebencian, politik adu domba, kampanye hitam, dan kejahatan digital lainnya yang pada intinya punya misi

Oleh Suwanto tertentu bagi individu ataupun kelompok tertentu. Merespons berbagai persoalan tersebut artinya Indonesia dewasa ini tengah dalam keadaan mendesak virtual-detective. Dalam hal ini yang mengendalikan peran adalah generasi muda. Mengingat generasi muda sangat lekat dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Apalagi, melihat kenyataan bahwa tingkat cyber crime di Indonesia sudah mencapai tahap memprihatinkan. Terkait dengan membangun virtual-detective oleh generasi muda di Indonesia hendaknya dilakukan memenuhi empat fondasi yang mendukung perkembangan teknologi informasi termasuk di dalamnya pengembangan virtual-security yaitu: pengembangan perangkat lunak (software), pengembangan perangkat keras (hardware), pengembangan sarana dan prasarana teknologi informasi, dan pengembangan manajemen isi (content management). Selain memenuhi keempat fondasi utama virtual-security langkah lainnya yang mutlak dilakukan adalah pengorganisasian terkait dengan penggunaan sistem teknologi informasi dengan memerhatikan empat hal utama yaitu sistem informasi (information systems) dan kedua, kompetisi organisasi (organizational competi-

tion); ketiga, information systems (sistem informasi) dan organizational decision making (sistem informasi dan pengambilan keputusan dalam organisasi); keempat, pengorganisasian penggunaan sistem informasi (organizational use of information systems). Di samping itu, virtual-detective oleh generasi muda ke depan, hendaknya dibangun atas beberapa bidang dasar yaitu pertama adanya kepastian hukum. Dalam hal ini adalah undang-undang virtualcrime atau UU ITE benar-benar ditegakkan. Mengingat selama ini undang-undang tersebut semacam sapi ompong yang lemah di level penindakan. Para pelaku ujaran kebencian, hoax, dan kejahatan digital lainnya bebas berkeliaran tanpa merasa takut atas apa yang telah dilakukannya. Hukum belum menimbulkan efek jera bagi si pelaku. Kedua, yang tidak kalah penting yaitu capacity building dan pendidikan pengguna. Dalam hal ini literasi media pengguna internet juga perlu diedukasi. Selain itu, kampanye publik dan komunikasi terbuka dari ancaman virtual-crime perlu disosialisasikan. Literasi media dapat juga dikatakan sebagai tindakan melek media. Literasi media adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan agar setiap hal yang

dijumpai di media informasi tidak ditelan mentah-mentah. Menurut Laporan ‘National Leadership Conference on Media Education’ (Aufderheide, 1992) menyatakan pentingnya literasi media sebagai kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, dan mengomunikasikan pesan dalam pelbagai bentuknya. Literasi media ini tentunya sangat penting bagi generasi milenial. Karenanya perlu diedukasi ke mereka agar menjadi generasi digital natives. Sementara itu, dalam konteks di Indonesia, terdapat regulasi yang juga membahas tentang literasi media yakni di dalam Undang-undang No.32 Tahun 2003 tentang Penyiaran, khususnya dimuat di dalam pasal 52 yang memaknai literasi media sebagai “kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan sikap kritis masyarakat” (Iriantara, 2009: 25). Literasi media ini sangat penting, terlebih bagi pengguna untuk menganalisis, memilah, dan memilih informasi yang ada di dunia maya. Kalau menemukan konten yang memuat hoax atau ujaran kebencian hendaknya jangan disebar, melainkan dilaporkan. Penulis, peneliti kajian Multiple-Representation Learning di PPs. Pend. Kimia UNY, Interdisciplinary Islamic Studies pada Fak. Adab. & Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, dan Culture Studies di UGM

heroik. Model kepemimpinan yang semestinya secara alamiah dimiliki oleh setiap orang itu berakar pada gagasan bahwa kita semua adalah pemimpin, dayanya berasal dari dalam, menjadi cara hidup dan bukan sebatas tindakan, dan bahwa seluruh kehidupan kita penuh dengan kesempatan-kesempatan untuk memimpin. Kepemimpinan heroik tidak mengandalkan mekanisme perintah dan kontrol seperti sedianya dipahami dan dijalani pada model kepemimpinan umumnya. Sebaliknya, kepemimpinan heroik mendasarkan pada empat hal, yaitu kesadaran diri, ingenuitas, cinta dan heroisme (Chris Lowney, 2005). Di situ, tampak bahwa kepemimpinan heroik tidak haus kekuasaan dan tidak menghendaki nasib buruk pada setiap orang yang dipimpin. Sebaliknya, dengan penuh cinta menghendaki supaya setiap orang yang dipimpin mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan lingkungan sosial di mana pun mereka berada. Dengan demikian, mereka dapat menyemangati orang yang lain untuk mempraktikkan hal yang serupa. Model kepemimpinan heroik ini diyakini sedang dijalankan oleh alumni PT yang mengalirkan dukungan ke capres tertentu. Harapannya pula, capres dan cawapres terpilih nantinya, juga menjalankan amanah rakyat, memberi kesejahteraan kepada masyarakat. Dan di sanalah gagasan kepemimpinan heroik menjadi nyata. Penulis, dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

POJOK Pariwisata halal tak sesuai potensi dan branding pariwisata Bali. - Tak sesuai budaya Bali. *** Pemilik ada di luar negeri, kendala persertifikatan tanah di Bali. - Ayo kembalikan Bali ke Bali. *** Sinkronisasi pasal Ranperda Desa Adat, Gubernur undang pimpinan DPRD. - Nangun sat kerthi loka Bali sujati.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Pon, 27 Februari 2019

Desa Kukuh Terus Berbenah Tabanan (Bali Post) Desa dituntut untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing. Hal ini sejalan untuk bisa menciptakan ekonomi kreatif sesuai dengan visi-misi pembangunan Kabupaten Tabanan. Seperti yang tengah disiapkan oleh Desa Pakraman Kukuh. Tahun ini, Desa Pakraman Kukuh selaku pengelola Alas Kedaton diusulkan sebagai penerima penghargaan Kalpataru 2019 kategori penyelamat lingkungan. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali telah melakukan verifikasi lapangan ke DTW Alas Kedaton. Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto mengatakan, pada penilaian tahun 2014 dan 2015, Desa Pakraman Kukuh hanya meraih piagam penghargaan karena masuk nominasi Kalpataru kategori penyelamat lingkungan. ‘’Semoga tahun ini bisa meraih trofi Kalpataru,’’ kata Sugianto. Ia menceritakan, Desa Pakraman Kukuh telah berbuat maksimal. Dari luas hutan adat 8 hektar kini seluas 12 hektar. Upaya reboisasi juga sudah dilaksanakan, namun hanya pohon sengon di utara hutan yang bisa tumbuh subur. ‘’Perlu pengawasan ekstra untuk reboisasi agar tanaman tidak diganggu kawa-

Bali Post/bit

I Made Sugianto

nan kera,’’ imbuhnya. Upaya lainnya yakni dalam pelestarian habitat bukal atau kelelawar berukuran besar. Populasi bukal hampir punah. Beruntung dua warga Kukuh berhasil mengembangbiakkan bukal sehingga terhindar dari kepunahan. Demikian pula warga lainnya secara sadar membawa buah-buahan dan makanan untuk pakan kera. Bukal dan kawanan kera bahkan bisa diajak berswafoto sehingga menjadi nilai lebih berkunjung ke DTW Alas Kedaton. ‘’Kami juga sering melibatkan mahasiswa, siswa, dan kelompok masyarakat untuk memun-

gut sampah plastik di DTW Alas Kedaton,’’ ungkap Sugianto. Dijelaskan, Alas Kedaton yang lestari telah memberikan dampak positif untuk ekologi, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat Kukuh dan sekitarnya. Positif ekologi dibuktikan dengan sumber mata air yang terjaga hingga jarak 10 kilometer dari kawasan hutan. Di ujung utara Alas Kedaton ada Ulun Danu (embung) yang airnya tetap terjaga untuk mengairi persawahan di dua subak. Bahkan sumber airnya dimanfaatkan untuk konsumsi lembaga pemerintah. Demikian pula di sekitar hutan banyak mata air yang debitnya konstan meski musim kemarau. Secara budaya, ada tradisi mapeed gebogan saat Tumpek Uye untuk persembahan kepada sarwa sato atau binatang yang hidup di Alas Kedaton. Bahkan tradisi ini berdampak pada ekonomi yakni meningkatkan jumlah kunjungan ke DTW Alas Kedaton dan buah-buahan lokal terserap untuk bahan gebogan. ‘’Lestarinya hutan dengan populasi kera dan kelelawar serta keunikan pura menjadikan hutan adat ini sebagai objek wisata. Banyak tenaga kerja terserap sebagai pemandu lokal,’’ terang Sugianto. (kmb28)

Lansia di Tireman Gantung Diri Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Tireman Desa Bengkel Sari Kecamatan Selemadeg Barat, Selasa (26/2) kemarin digegerkan dengan kasus gantung diri seorang pria lanjut usia bernama I Made Serper (71). Santer tersiar kabar korban nekat mengakhiri hidupnya karena hidup sebatang kara. Dia tidak menikah. Dari informasi yang dihimpun, kasus gantung diri d i ke t a hui s e ki t a r p ukul 07.00 Wita. Saat itu seorang saksi Ni Ketut Meni (52) berniat ke kebun yang berlokasi di sebelah barat rumah korban. Namun saat melintas di depan kamar korban, saksi

kaget melihat Made Serper dalam kondisi tergantung. Sontak saja, saksi memberitahu suaminya, I Made Arjaya (57) dan meneruskan informasi itu kepada Klian Dinas I Made Arjaya Dwi Putra. Barulah kemudian kasus ini dilaporkan ke Polsek Selemadeg Barat. Mendapat informasi, sejumlah petugas Polsek Selemadeg Barat langsung menuju ke TKP. Petugas langsung melakukan pemeriksaan luar. Saat itu korban dinyatakan meninggal gantung diri. Di tubuh korban tidak ditemukan tandatanda kekerasan. Kapolsek Selemadeg Barat AKP I Wayan Su-

7

TABANAN

gita menjelaskan, korban ditemukan tergantung di blok kayu yang berada di depan kamar korban yang tingginya dua meter dari lantai. Korban dalam posisi tergantung dengan menggunakan dua lembar kain udeng. ‘’Hasil pemeriksaan, korban murni gantung diri,’’ ucapnya. Kuat dugaan korban nekat lantaran hidup sebatang kara. Korban tidak menikah di samping itu sudah sering mengeluh sakit karena usianya sudah tua. ‘’Sekarang jenazah diurus oleh keluarga dekatnya. Untuk kapan diupacarai, keluarga masih rembuk,’’ terang AKP Sugita. (kmb28)

Bali Post/bit

ZONA INTEGRITAS - Pencanangan zona integritas di Polres Tabanan ditandai penandatanganan pakta integritas dan komitmen bersama Forkompinda.

Pencanangan Zona Integritas

Ombudsman Ingatkan Jangan Sebatas Seremonial Tabanan (Bali Post) -

Terkait pencanangan zona integritas, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab yang hadir dalam kesempatan itu menekankan agar kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial belaka. Yang terpenting adalah penerapannya, yakni aparat bisa menjadi pribadi pelayan publik yang berintegritas. Penekanan itu tidak hanya untuk Polres Tabanan saja, melainkan juga untuk seluruh jajaran birokrasi lainnya. ‘’Saya harap semua aparatur, baik itu di kepolisian maupun di birokrasi lainnya ke depan bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Jadi, laporan pengaduan masyarakat ke Ombudsman bisa berkurang,’’

tegasnya. Selaku perwakilan Ombudsman di Bali, dirinya sangat mengapresiasi pencanangan zona integritas di Polres Tabanan. ‘’Ini sungguh momen langka di mana Ombudsman berdiri di hadapan para aparatur yang memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan. Ini sebuah kehormatan bagi saya,’’ ucapnya. Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa menyampaikan, pencanangan zona integritas di jajaran Polres Tabanan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat. ‘’Kegiatan hari ini merupakan langkah awal komitmen Polres Tabanan menuju wilayah

bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani,’’ terangnya. Di samping itu, sejumlah terobosan kreatif untuk lebih mendekatkan pelayanan pada masyarakat juga telah diterapkan dengan nama “Bale Bengong Corner Weekend” yang berlokasi di depan pos quick response Jalan Gajah Mada, Tabanan. ‘’Ada pos pelayanan dari kepolisian tiap malam Minggu di dekat pasar senggol Tabanan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir saat berlibur karena masih bisa mendapatkan pelayanan baik SKCK, sidik jari, perpanjangan SIM dan pembayaran samsat,’’ terangnya. Kapolres juga meminta masyarakat untuk tidak

memberikan kontribusi pada penyimpangan yang dilakukan oleh personel Polres Tabanan, seperti halnya penggunaan jasa pelayanan SIM agar tidak menggunakan calo dan tidak berharap ada orang yang dapat menyelesaikan permasalahannya dengan memberi imbalan di luar ketentuan. ‘’Jadi masyarakat pemohon SIM langsung datang ke kantor polisi mengikuti setiap tahapan proses yang sesuai dengan mekanisme ketentuan yang berlaku,’’ tegasnya. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan, kegiatan ini sangatlah positif. Dia menyatakan, tanpa kerja sama yang baik maka pencegahan korupsi di semua lini tidak akan tercapai. ‘’Apalagi dari penilaian triwulan IV tahun 2018, Tabanan mendapat peringkat II dari sembilan kabupaten/ kota di Bali untuk aksi dan pencegahan korupsi,’’ terangnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) – Seakan jadi tradisi, jelang hari raya di Bali biasanya diiringi dengan lonjakan harga kebutuhan pokok. Ini terjadi lantaran lonjakan permintaan. Mencegah hal itu, sekaligus untuk menstabilkan harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan menggelar pasar murah jelang hari raya Nyepi Çaka 1941. Namun pasar murah hanya dilangsungkan di dua kecamatan, yakni Marga dan Baturiti. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan Ni Wayan Primayani saat mendampingi Kadisperindag I Gusti Nyoman Arya Wardana menyebutkan, pihaknya secara rutin setiap menjelang hari raya keagamaan seperti Galungan, Kuningan, Nyepi dan hari besar lainnya menggelar pasar murah. Pasar murah digelar untuk membantu me-

ringankan beban masyarakat, terutama kalangan kurang mampu dengan mendapatkan sembako harga murah. ‘’Pasar murah ini rutin kami gelar setiap tahun. Selain membantu masyarakat juga untuk menstabilkan perekonomian dan harga-harga menjelang hari raya,’’ ungkap Primayani, Selasa (26/2) kemarin. Untuk hari raya Nyepi tahun 2019, pihaknya menggelar satu paket pasar murah. Namun melihat perkembangan di lapangan, kegiatan ini dipecah menjadi dua lokasi yakni di Marga dan Baturiti. Di Kecamatan Marga telah digelar Minggu (24/2). Sementara untuk Kecamatan Baturiti akan digelar di Lapangan Umum Luwus, Kamis (28/2) besok. ‘’Kami menggelar satu paket pasar murah dibagi dua di dua kecamatan, yakni Marga dan Baturiti,’’ jelasnya. Dalam pasar murah di Ta-

banan disiapkan 400 paket seharga Rp 100 ribu termasuk pajak. Dalam paket sembako tersebut berisi beras 5 kilogram, minyak goreng, gula dan telur yang dibungkus dengan totebag bukan tas berbahan plastik. ‘’Mereka yang berhak mendapatkan sembako murah ini akan mendapatkan kupon, sehingga tidak berebut,’’ katanya. Selain menjual paket sembako murah tersebut, pihaknya juga menggandeng OPD lain, seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Perikanan, serta PDDS dan Bulog untuk turut serta menjual produknya dengan harga relatif lebih murah dari harga pasar. Pihaknya menyiapkan tenda dan meja untuk berjualan. ‘’Rencananya juga akan mendatangkan distributor elpiji untuk ikut berpartisipasi,’’ ucapnya. Ditambahkan, gelaran pasar murah ini juga sebagai

upaya menstabilkan harga menjelang hari raya. Pihaknya setiap pekan rutin melakukan pemantauan harga di pasar dan pedagang grosir. Menjelang hari raya Nyepi, ada kenaikan harga beberapa produk, namun tidak terlalu signifikan. ‘’Ada kenaikan tapi tidak terlalu signifikan, semuanya berlaku hukum pasar sesuai pasokan dan permintaan,’’ imbuhnya. Diharapkan, dengan adanya pasar murah termasuk adanya keterlibatan stakeholder lainnya, mampu meringankan beban masyarakat menghadapi hari raya terutama menjelang hari raya Nyepi yang segera datang. Kegiatan ini rutin dan terus akan digelar sehingga masyarakat merasakan manfaatnya. ‘’Selain itu, pasar murah juga upaya untuk menstabilkan harga-harga terutama kebutuhan pokok saat menjelang hari raya,’’ tegasnya. (kmb28)

Belakangan ini jajaran pemerintahan dan birokrasi di Kabupaten Tabanan berlomba-lomba melakukan pencanangan zona integritas wilayah bebas korupsi. Setelah sebelumnya digelar di Kejaksaan Negeri Tabanan dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, kini giliran Polres Tabanan yang mencanangkan pembangunan zona integritas wilayah dan birokrasi bebas korupsi. Kegiatan digelar Selasa (26/2) kemarin, di Mako Polres setempat.

Pasar Murah Hanya Sasar Dua Kecamatan

Bali Post/ist

TKP - TKP gantung diri di Banjar Tireman Desa Bengkel Sari Kecamatan Selemadeg Barat.

Terkait Surat Penolakan Kunjungan Cawapres Sandiaga Uno

Bawaslu Minta Klarifikasi ”Prajuru” Desa Pakraman Pagi Tabanan (Bali Post) Penolakan kunjungan calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno oleh krama Desa Pakraman Pagi Desa Senganan Kecamatan Penebel yang direncanakan Minggu (24/2) lalu, ditindaklanjuti Bawaslu Tabanan. Pada Selasa (26/2) kemarin, seluruh aparat desa yang menandatangani surat penolakan dipanggil ke kantor Camat Penebel untuk dimintai klarifikasi terkait hal itu. Dari pantauan di lapangan, sekitar pukul 10.00 Wita sejumlah prajuru di Desa Pakraman Pagi seperti Bendesa I Wayan Yastera, Klian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan dan Klian Banjar Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya tampak memberikan penjelasan di hadapan Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada serta sejumlah Komisioner Bawaslu. Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada menjelaskan, pemanggilan para perangkat Desa Pakra-

man Pagi ini dalam rangka meminta penjelasan terkait alasan pembuatan surat penolakan kunjungan Cawapres Sandiaga Uno ke Subak Ganggangan, Desa Senganan. Namun dari hasil klarifikasi yang dilakukan kali ini, Bawaslu belum bisa memutuskan apakah hal itu melanggar atau tidak, karena masih harus dikaji lebih mendalam dan melihat peraturan perundang-undangan yang berlaku. ‘’Saat ini hanya sebatas klarifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam surat tersebut. Hasilnya akan kita bahas dalam tim di Bawaslu. Jadi masih proses pengumpulan hasil kelengkapan klarifikasi yang akan dijadikan dasar apakah ada pelanggaran atau tidak,’’’ ucapnya. Rumada mengatakan, dari penjelasan yang diberikan, pihak desa pakraman menyatakan hal itu bukanlah sebuah penolakan melainkan masyarakat belum siap menerima calon karena tidak

ada surat pemberitahuan dan sifatnya mendadak. ‘’Masyarakat merasa kaget juga mendapat rencana kunjungan dan tidak tahu menahu tentang surat itu. Ditegaskan lagi, masyarakat tidak menolak hanya saja belum siap,’’ tegasnya. Dalam waktu dekat, Bawaslu juga akan meminta keterangan dari sejumlah masyarakat setempat terkait dengan hal itu. Sementara itu, Bendesa Pakraman Pagi I Wayan Yastera menyatakan, dirinya beserta krama setempat tidak menolak kedatangan Cawapres Sandiaga Uno ke Desa Pakraman Pagi. Pihaknya hanya tidak siap menerima kunjungan tersebut lantaran ada kegiatan adat. Selain itu, untuk menjaga situasi Desa Pakraman Pagi tetap kondusif. ‘’Mohon maaf sebelumnya kami bukan menolak. Bisa diklarifikasi dulu, karena ada kesibukan adat sehingga kami tidak siap menerima dan

agar situasi Desa Pakraman Pagi menjadi kondusif. Tidak ada tekanan dari manapun,’’ ungkapnya. Bila kesibukan persiapan adat sudah selesai pihaknya siap menerima kedatangan Cawapres Sandiaga Uno. ‘’Murni ini karena kesibukan adat agar kondisi masyarakat di desa tetap kondusif,’’ tegasnya. Lebih lanjut Yastera mengakui jika dirinya tidak mendapatkan surat terkait kedatangan Sandiaga Uno. Ia justru mendapatkan informasi via telepon dari tim Cawapres Sandiaga Uno. Seperti diketahui, Cawapres Sandiaga Uno Sabtu (23/2) lalu melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten di Bali. Salah satunya di Kabupaten Tabanan. Namun sayang kedatangan Sandiaga Uno di Tabanan yang direncanakan di Banjar Pagi Desa Senganan dibatalkan lantaran ada surat dari krama desa pakraman setempat. (kmb28)

Bali Post/bit

KLARIFIKASI - Bawaslu Tabanan saat meminta klarifikasi terkait penolakan Desa Pakraman Pagi, Penebel, terhadap kunjungan Cawapres Sandiaga Uno.


BULELENG

8

Rabu Pon, 27 Februari 2019

Anjing Positif Rabies Gigit Tiga Anak di Desa Banjar

Singaraja (Bali Post) – Kasus gigitan anjing positif tertular virus rabies kembali ditemukan di Buleleng. Seekor anjing yang diperkirakan baru berumur dua bulan menggigit tiga orang anak di desa itu. Dua orang di antaranya adalah anak pasangan suami-istri (pasutri) Putu Mardika dan Luh Masparwati, Kadek Sri Dewi (3) dan Gede Dimas (8), warga Dusun Ambengan, Desa Banjar. Selain itu, anjing tersebut juga menggigit seorang anak tetangganya yakni Ketut Budi (5). Luh Masparwati, Selasa (26/2) kemarin menuturkan, sebelum kejadian itu anjing miliknya itu terlihat jinak. Anjing itu menurut ketika anaknya Sri Dewi mengajak bermain-main. Entah mengapa, anjing itu tiba-tiba saja menggigit kaki kiri Sri Dewi sekitar dua minggu lalu. Sedangkan Minggu (24/2) lalu Gede Dimas yang digigit hingga menyebaban luka pada telapak tangan kirinya. Di hari yang sama seorang anak tetangganya, Ketut Budi, diserang anjing tersebut. Akibat gigitan anjing itu Budi terluka pada pergelangan tangannya. ‘’Awalnya anak keduanya digigit setelah anjing itu diajak bermain-main. Sedangkan Minggu lalu anak pertama kami giliran digigit. Kemudian anak tetangga yang digigit,’’ katanya. Tidak ingin lebih banyak lagi jadi korban digigit anjingnya itu, suaminya kemudian membunuh anjing tersebut. Kemudian juga melaporkan kejadian itu kepada aparat terdekat. Laporan itu ditindaklanjuti petugas dokter hewan Kecamatan Banjar. Petugas langsung melakukan observasi di lokasi kejadian. Sampel kepala anjing itu lalu dikirim ke Balai Besar Viteriner (BB-VET) Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Bali, Senin (25/2) lalu. Selanjutnya, uji sempel itu sudah terbit. Hasilnya kalau sempel otak anjing itu positif tertular rabies. ‘’Anjingnya langsung dibunuh suami saya. Setelah dilaporkan anjing itu memang positif rabies,’’ jelasnya. Mengantisipasi penularan rabies ke manusia, tiga anak yang tergigit anjing itu telah mendapatkan suntikan Vaksin Anti-Rabies (VAR). Suntikan VAR itu baru didapatkan setelah orangtua anak itu mencari VAR ke Puskesmas Tejakula. Sementara stok VAR di Puskesmas Banjar kosong. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswa) Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Drh. Wayan Susila membenarkan kasus itu positif rabies di Dusun Ambengan Desa Banjar. Sesuai hasil koordinasi bersama aparat pemerintahan desa dan kecamatan telah dilakukan upaya mencegah terjadinya kasus gigitan anjing rabies. (kmb38)

Dua Pemakai Narkotika Ditangkap Singaraja (Bali Post) – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng kembali menangkap dua pelaku penyalahgunaan narkotika. Dua pelaku ini merupakan saudara kandung dan sang kakak merupakan residivis karena tahun 2016 lalu menjalani penahanan selama satu tahun terkait kasus menggunakan narkotika. Dua pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Sayangnya, seorang pengedar gagal ditangkap, sehingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Satnarkoba Polres Buleleng. Kasat Narkoba AKP I Ketut Suparta, S.H. didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (26/2) kemarin, mengatakan, pertama kali polisi mendapat informasi dari masyarakat. Awalnya, warga curiga maraknya transaksi narkotika di wilayah Kota Singaraja. Polisi kemudian menindaklanjuti dengan saksama, dengan melakukan pengintaian. Hasilnya, Senin (18/2) sekitar pukul 16.30 wita, di Jalan Pantai Indah, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, pelaku Firmansyah alias Amang (36), asal Kelurahan Kampung Kajanan, ditemukan dan diduga baru saja bertransaksi narkotika. Untuk mendapatkan barang bukti, polisi kemudian menggeledah barang bawaan pelaku. Dari pemeriksaan itu, ditemukan satu paket sabu-sabu seberat 0,37 gram bruto atau 0,17 neto. Pelaku Firmansyah menyebutkan kata AKP Suparta, kalau kiriman narkotika yang diambilnya itu ditujukan kepada saudara kandungnya Firdaus alias Agus (34). Dari info itu, pada hari yang sama, polisi memburu pelaku Firdaus yang saat itu terdeteksi sedang nongkrong di Jalan Ahmad Yani, Singaraja. Polisi kemudian meringkus yang bersangkutan tanpa perlawanan berarti. Dari pemeriksaan badan, polisi menemukan satu paket sabu-sabu dengan berat sama seperti yang dibawa kakaknya. AKP Suparta menambahkan, dari keterangan dua pemakai narkotika itu, pihaknya sudah mengantongi identitas pengedar dua paket sabu-sabu yang digunakan pelaku kakak-adik itu. Keduanya mengaku bahwa narkotika itu dibeli Rp 500.000 dari pengedar berinisial A yang dikenal pemasok jaringan Kota Singaraja. (kmb38)

NORMALISASI DANAU BUYAN – Kementerian PUPR-RI belum menyetujui usulan normalisasi Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.

Normalisasi Danau Buyan Perlu Rp 150 Miliar

Belum Ada Persetujuan dari PUPR-RI

Singaraja (Bali Post) – Normalisasi areal Danau Buyan Desa Pancasari Kecamatan Sukasada belum disetujui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI). Ini karena anggaran yang diperlukan untuk menormalisasi danau itu mencapai Rp 150 miliar. Meski demikian, pemerintah daerah masih berjuang, agar usulan yang sudah dilengkapi masterplan penanganan kerusakan danau dapat direalisasikan. Sebelum usulan itu dikirim ke Kementerian PUPR-RI di Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida telah menyusun masterplan normalisasi meliputi kawasan hulu dan hilir termasuk areal genangan danau itu. Secara garis besarnya, kerusakan danau yang terjadi sekarang ini rencananya akan ditangani. Solusinya, dibuat tanggul sebagai batas antara danau dengan tanah perkebunan warga. Tanggul itu juga dipercaya dapat mencegah aliran material endapan sedimentasi yang

sering terjadi akibat erosi lahan perkebunan warga atau dari lereng hutan lindung. Sepanjang tanggul, kemudian difungsikan sebagai sarana wisata alam berupa jogging track. Untuk pengendalian aliran air hujan, BWS juga akan membuat kolam untuk menahan material sedimentasi. Tujuannya, agar tidak langsung masuk ke areal genangan danau itu. Air hujan itu dibendung sembari material sedimentasi itu disaring, sehingga buangan air yang masuk ke areal genangan danau itu tidak lagi menghanyutkan lumpur tanah seperti yang terjadi belakangan ini.

Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Selasa (26/2) kemarin, membenarkan usulan penataan dan normalisasi Danau Buyan telah diusulkan ke Kementerian PUPR-RI. Bahkan, usulan itu telah dilengkapi master plan yang disusun BWS Bali-Penida. Usulan itu diserahkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, kepada Menteri PUPR-RI Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono. Penyampaian usulan itu diperkuat dukungan politik melalui anggota dewan di daerah. Setelah diajukan setahun lalu, usulan itu belum mendapat tanggapan. “Kebetulan saya yang mendampingi Pak Bupati saat

membawa usulan itu. Cuma tindak lanjut kita dan BWS masih sama-sama menunggu. Kemungkinan pimpinan akan kembali mengomunikasikan sehingga ada kepastian. Penataan itu dirancang dari hulu sampai hilir termasuk di genanganan danau,” katanya. Mengapa usulan normalisasi itu belum ditindaklanjuti, bisa jadi karena pertimbangan biaya. Sebab, tergolong anggarannya besar mencapai Rp 150 miliar. Kebutuhan anggaran sebesar itu diakuinya, cukup menguras APBN, sehingga wajar pemerintah pusat belum menanggapi usulan dari daerah. Sejauh ini, Kementerian PUPR-RI telah menyetujui penanganan daerah rawan banjir dalam kota di Desa Baktiseraga dan daerah permukiman Jalan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Dari total usulan senilai Rp 29 mili-

ar, tahun ini baru disetujui Rp 9,2 miliar. “Selain normalisasi Danau Buyan, kami juga mengusulkan penanganan daerah rawan banjir di Baktiseraga dan sekitarnya. Hal itu justru sudah disetujui tahun ini. Mudah-mudahan saja, setelah itu tuntas, bisa diikuti persetujuan normalisasi Danau Buyan,” jelasnya. Karena belum disetujui, pemerintah daerah tidak bisa menyusun program untuk mengatasi pendangkalan dan pembersihan eceng gondok dan semak liar yang menutupi genangan danau itu. Hal itu menyangkut kewenangan lembaga pemerintah yang ditugaskan menangani kerusakan danau tersebut. “Kembali soal kewenangan. Apa pun kondisinya sekarang, penanganan kerusakan danau itu menunggu kebijakan pemerintah pusat,” tegasnya. (kmb38)

Alasan Gaji Kecil

Satpam Vila Curi Laptop

Singaraja (Bali Post) – Seorang oknum satpam vila, Putu Darmaja Alias Cekok (43), yang berasal dari Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt ditangkap polisi. Pasalnya, dia mencuri laptop di rumah korban Ketut Surata (44), warga Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, 20 Januari 2019 lalu. Kasus ini berawal ketika korban melaporkan kehilangan laptop yang sebelumnya ditaruh di teras rumahnya. Korban tidak sengaja meninggalkan laptopnya di teras rumah itu saat pergi ke kebun. Kembali dari kebunnya, laptop yang biasa digunakan saat bekerja di kantor Camat Busungbiu itu telah hilang. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Busungbiu melakukan penyelidikan. Pedagang yang sering masuk ke rumah-rumah penduduk pun dicurigai. Namun hal itu belum memberikan

petunjuk siapa pelaku pencuri laptop korban itu. Bahkan, pihaknya melakukan penyelidikan hingga ke wilayah Gerokgak, tetapi identitas pelaku belum terungkap. Polisi terus melakukan penyelidikan. Kemudian terkuak informasi ada seseorang akan menggadaikan laptop di Desa Lokapakasa, Kecamatan Seririt. Setelah diintai, polisi mendapatan keterangan kalau yang menggadaikan laptop itu adalah pelaku Darmaja alias Cekok. Tidak membuang waktu, polisi menangkap yang bersangktan ketika ia sedang bekerja sebagai satpam di sebuah vila di Desa Lokapaksa. Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, pelaku dengan mudah mengambil laptop itu karena korban sedang berada di kebun. Pelaku berusaha menjual lap-

top curiannya itu dengan harga murah. Namun gagal karena calon pembeli yang ditawari itu takut membeli laptop itu karena diduga barang curian. Karena cukup lama laptop itu tidak laku terjual, pelaku kemudian menggadaikan laptop korban Rp 400.000. Maunya Dijual Murah “Sambil melintas saat itu, laptop korban itu langsung diambil. Maunya dijual murah, tetapi tidak laku, sampai akhirnya digadaikan. Barang bukti laptop yang kita sita itu diakui pelaku dicuri di rumah korban,” katanya. Pelaku mengakui perbuatannya mencuri laptop itu karena saat melintas, melihat rumah korban itu sepi, sehingga muncul niatnya mengambil laptop yang bukan miliknya itu. Uang hasil penjualan laptop itu digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Bali Post/kmb38

BERI KETERANGAN – Kapolsek Busungbiu, AKP Made Agus Dwi Wirawan (kiri), saat memberikan keterangan terkait penangkapan pencuri laptop di Mapolres Buleleng Selasa (26/2) kemarin. “Saya menyesal. Maunya saya jual, tetapi tidak ada yang mau. Uang itu saya pakai untuk keperluan sehari-hari. Sebab, gaji yang saya dapat kerja di vila itu kecil. Saya minta maaf karena mengambil diam-diam laptop korban itu,”

jelasnya. Meski menyesali perbuatannya, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia melanggar pasal 362 KUHP tentang Pencurian Biasa dengan acaman lima tahun penjara. (kmb38)

Revitalisasi Pasar Banyuasri

Alokasi Anggarannya Gunakan Skema Tahun Jamak

REVITALISASI Pasar Banyuasri disepakati dikerjakan selama dua tahun anggaran (2019 dan 2020). Untuk mencapai target itu pemerintah daerah bersama DPRD Buleleng, sepakat pelaksanaan revitalisasi proyek itu selama dua tahun menggunakan skema anggaran tahun jamak. Artinya, seluruh biaya revitalisasi Rp 188 miliar lebih itu dialokasikan dalam dua tahun anggaran. Dengan skema seperti itu nantinya pelaksanaan proyek itu dilakukan satu kali tender. Pengerjaannya tahun 2020 tetap dilakukan oleh rekanan pemenang tender di awal. Apakah yang menjadi pertimbangan pemkab dan dewan, sehingga pengerjaan proyek itu perlu skema anggaran tahun jamak?

KESEPAKATAN memakai skema tahun jamak sudah dituangkan dalam penandatanganan nota kesepakatan Senin (25/2) lalu. Penandatanganan itu dilakukan setelah sidang paripurna pembahasan tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) di Gedung DPRD Buleleng. Penandatanganan ini dihadiri Bupati Putu Agus Suradnyana. Sebelum penandatanganan, anggota dewan diberikan kesempatan menyampaikan pendapatnya. Pada intinya, skema pelaksanaan revitalisasi tahun jamak itu disetujui untuk dilaksanakan. Keputusan menuntaskan revitalisasi Pasar Banyuasri dalam dua tahun ke depan. Proyek itu saat disosialisasikan melibatkan lebih dari 500 pedagang pasar. Lalu, muncul desakan pedagang agar pemerintah memberikan jaminan terkait kepastian waktu pelaksanaan proyek itu. Pedagang tidak ingin revitalisasi pasar itu mandek di tengah jalan, karena alasan anggaran yang tersedia justru tidak cukup. Bupati Putu Agus Surad-

Bali Post/mud

NOTA KESEPAKATAN – Bupati Putu Agus Suradnyana (tengah) menunjukkan nota kesepakatan pelaksanaan revitalisasi Pasar Banyuasri dengan skema anggaran tahun jamak di Gedung DPRD Buleleng, Senin (25/2) lalu. nyana mengatakan, pertimbangan memakai skema tahun jamak ini karena pemerintah daerah tidak ingin revitalisasi Pasar Banyuasri itu berjalan lambat. Hal seperti itu justru dapat menimbulkan dampak tidak baik bagi pedagang itu sendiri. Apalagi, pengalaman pelak-

sanaan proyek bertahap, ketika pemerintah melanjutkan pengerjaan ke tahap berikutnya, harus dilakukan pada masa pemeliharaan pekerjaan yang telah dikerjakan. Bahkan, masa pemeliharaan ini berlangsung enam bulan, sehingga kalau skema lama itu digunakan,

Bupati khawatir revitalisasi Pasar Banyuasri tidak bisa dikerjakan tuntas seratus persen. “Pelaksanaan teknis di lapangan agar dipermudah. Kita tidak ingin diprotes pedagang. Akibat terlalu lama proyeknya tidak tuntas, sehingga kita sepakati bersama dewan memakai skema

tahun jamak dan tahun 2020 anggarannya sudah dipasang dan pelaksanaan berlanjut,” katanya. Terkait teknis pelaksanaan revitalisasi, pemerintah tidak ingin kualitas pengerjaan proyek itu berubahubah dari dokumen perencanaan yang sudah disusun. Ini penting karena kalau pelaksanaan bertahap dilakukan dengan dua kali tender. Maka pemenang tender tahap kedua nanti bisa saja tidak sama kualitas pekerjaannya dengan yang dilakukan pada tahap awal. “Kalau dikerjakan saat tahun jamak, nanti masa pemeliharaannya dilakukan setelah proyek tuntas seratus persen, sehingga akan menghindari pelaksanaan proyek molor dari target yang sudah ditentukan,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, revitalisasi Pasar Banyuasri mulai digarap tahun 2019 ini, berlanjut 2020 mendatang. Untuk membangun pasar semimodern pertama di Bali Utara, pemkab memerlukan total anggaran Rp 188 miliar. Tahun ini akan diker-

jakan konstruksi awal dengan menelan anggaran Rp 94,289 miliar lebih. Paket pekerjaan ini sudah masuk tahap persiapan pengumuman pekerjaan dan tender di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Sekkab Buleleng. Selain itu, pemerintah juga sedang membangun pasar darurat untuk menampung lebih dari 500 pedagang yang mulai direlokasi April 2019 mendatang. Untuk tahap dua pada tahun 2020, pemerintah melanjutkan pengerjaannya hingga tuntas seratus persen dengan alokasi anggaran Rp 85,710 miliar lebih. Acara itu juga dihadiri Sekkab Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Asisten Perekonomian Ni Made Rousmini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pengembangan Penelitian (Bappeda Litbang) Nyoman Genep, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Ketut Suparto, dan utusan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan, DPRD dipimpin Ketuanya Gede Supriatna bersama anggotanya. (mud)


GIANYAR

Rabu Pon, 27 Februari 2019

9 Berkeliaran di Ubud

Sembilan Gepeng Diamankan Satpol PP

GEPENG - Aparat Satpol PP Gianyar mengamankan sejumlah gepeng yang sedang beraksi di Ubud, Selasa (26/2) kemarin.

Meningkat, Kasus Kriminalitas di Wilayah Sukawati Gianyar (Bali Post) Wilayah hukum Polsek Sukawati memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Gianyar. Bahkan jumlah kasus kriminalitas di wilayah yang berbatasan dengan Kota Denpasar ini meningkat setiap tahunnya. Contohnya kasus tindak pidana di wilayah hukum Polsek Sukawati yang mengalami peningkatan 16 kasus dari 2017 ke 2018. Berdasarkan data penanganan kriminalitas Polsek Sukawati, tercatat laporan kasus sepanjang 2017 sebanyak 46 laporan. Dari jumlah itu dapat diselesaikan 42 kasus, sehingga masih tersisa empat kasus. Sedangkan kasus pada tahun 2018, dari 62 laporan sudah dapat diselesaikan 56 kasus, sehingga masih tersisa enam kasus. “Jadi, dari 2017 ke 2018 ini terjadi peningkatan 16 kasus,” kata Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun, S.H., Selasa (26/2) kemarin. Menurut Jaya Winangun, tindak pidana yang menonjol pada 2017 yakni pencurian dengan pemberatan (curat) mencapai sembilan laporan dengan tujuh kasus terselesaikan. Ada pula pencurian biasa sebanyak tujuh laporan dan semuanya dapat diselesaikan. Sementara pencurian dengan kekerasan (curas) tercatat lima laporan, pengeroyokan tiga laporan dan membawa senjata tajam tanpa izin sebanyak tiga kasus. Selain kasus tindak pidana, juga terdapat kasus lain seperti penjualan minuman keras mencapai tujuh kasus. Sementara kasus lainnya tercatat 13 kasus, yakni kebakaran tiga kasus, gantung diri, orang tenggelam dan orang meninggal di parit dua kasus. Kasus penemuan peluru, meninggal dunia dalam kamar, meninggal dunia karena tertimpa bangunan dan kecelakaan kerja masing-masing satu kasus. Sementara tahun 2018 tercatat 62 laporan yang masuk, masing-masing curat 15 kasus semuanya terselesaikan, penggelapan dan penipuan 11 kasus, penganiayaan tujuh kasus, pencurian biasa dan penipuan masing-masing empat kasus, curanmor tiga kasus. Kasus judi, penggelapan, keterangan palsu atau laporan palsu penipuan dan penggelapan masing-masing dua kasus. Kasus yang lainnya percobaan penculikan anak, pencurian dan penggelapan, penganiayaan ringan, pengeroyokan, penggelapan dan pencurian dalam keluarga, percobaan pencurian, perbuatan cabul, kekerasan terhadap anak menyebabkan meninggal dunia masing-masing satu kasus. Laporan paling menonjol yakni kasus tinggal dalam satu wilayah tidak melapor lebih dari 14 hari kepada pihak berwenang mencapai 19 kasus, tipiring miras lima kasus dan KDRT satu kasus. Sedangkan kasus yang lain mencapai 13 laporan yakni kebakaran lima kasus, penemuan mayat dua kasus, orang meninggal dunia dalam proyek, gantung diri, orang tenggelam, orang jatuh ke septictank WC, penemuan kaki bayi, dan penemuan orok masing-masing satu kasus. Kapolsek Sukawati AKP Suryadi mengatakan, kasus tersebut paling banyak terjadi di wilayah Desa Batubulan. Hal ini terjadi karena wilayah Batubulan penduduknya heterogen, khususnya pendatang dari berbagai wilayah. Selain itu cukup banyak rumah yang kosong ditinggal kerja. Mengantisipasi kasus tindak pidana, pihaknya meminta warga kembali memperdayakan siskamling, dan meningkatkan patroli wilayah. ”Di wilayah Batubulan sering terjadi tindak pidana karena wilayahnya padat penduduk pendatang dan rumah sering kosong karena ditinggal bekerja,” jelasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

Gianyar (Bali Post) Kedatangan gelandangan dan pengemis (Gepeng) ke Kabupaten Gianyar, khususnya ke kawasan Ubud memang sulit dibendung. Ironisnya, tidak jarang mereka mengganggu wisatawan yang berkunjung ke kampung turis tersebut. Seperti sembilan orang Goreng yang diamankan petugas Satpol PP Gianyar di kawasan Pengosekan, Ubud, Selasa (26/2) kemarin. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa membenarkan jajarannya mengamankan Sembilan orang gepeng di sekitar SPBU Pengosekan, Ubud, Selasa kemarin. Pengamanan ini menyusul pengaduan Tim Ombudsman yang datang langsung ke Kantor Satpol PP Gianyar. “Tadi tiga orang Ombudsman datang langsung ke Kantor Satpol PP Gianyar mengadukan adanya gepeng di seputaran SPBU Pengosekan yang sedang mengemis. Saya langsung tugaskan anak buah untuk menangkapnya,” ujarnya. Dari Sembilan gepang yang ditangkap, kata Agusnawa, enam orang di antaranya anak-anak dan tiga orang wanita dewasa. Selanjutnya mereka digelandang ke Kantor Satpol PP Gianyar. “Setelah didata, mereka dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk dipulangkan ke daerah asalnya,” katanya. Agusnawa menambahkan, para gepeng yang diamankan itu merupakan wajah-wajah lama yang berulang kali datang ke Gianyar untuk mengemis. Mereka dipastikan melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. “Para gepeng ini merupakan wajah-wajah lama atau berulangkali beraksi di wilayah Gianyar,” tegasnya. (kmb35)

Penghapusan UPT Disdik Dinilai Kurang Tepat Sekolah Dikhawatirkan Kesulitan Koordinasi Gianyar (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Gianyar kini harus melakukan penghapusan sejumlah Unit Pelayanan Teknis (UPT) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2017. Sementara itu, kalangan anggota DPRD Gianyar menilai penghapusan UPT ini kurang tepat. Khususnya penghapusan UPT Dinas Pendidikan (Disdik), dikhawatirkan akan mempersulit koordinasi ratusan SD dan SMP di kawasan seni ini. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara, Selasa (26/2) kemarin.

Bali Post/kmb35

Putu Gede Pebriantara

Menurut Pebriantara, UPT khususnya pada Disdik masih dibutuhkan perannya di Kabupaten Gianyar. Namun karena masalah aturan Permendagri Nomor 12 Tahun 2017, Pemkab Gianyar diwajibkan mengikuti. “Karena ini aturan pusat, ya harus diikuti. Namun akan menjadi kendala terkait koordinasi, karena tenaga UPT harus ditarik kembali,” katanya. Politisi PDI-P asal Kecamatan Sukawati ini mencontohkan, kebijakan serupa yakni aturan SMA/SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurutnya, kebijakan ini sebenarnya belum waktunya, karena dibebankan pada koordinasi yang cukup jauh, sehingga dinilai kurang efisien. “Begitu pula dengan penghapusan UPT ini sebena-

rnya belum saatnya dihapus, seharusnya disosialisasikan dan diberlakukan secara bertahap sampai daerah siap,” katanya. Pebriantara menambahkan, kebijakan ini mungkin tidak berdampak untuk daerah yang wilayahnya kecil. Namun daerah yang memiliki wilayah luas seperti Jawa dan Kalimantan, pasti koordinasinya akan terlalu jauh, sehingga menimbulkan masalah baru. “Tapi yang namanya aturan, kita memang mesti menjalankan. Namun, masalahnya sementara menumpuknya beban UPT di dinas nantinya,” paparnya. Sebelumnya, Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Kabupaten Gianyar I Gede Windia Berata, S.E.,

M.M. menerangkan, penghapusan UPT itu sesuai Permendagri Nomor 12 Tahun 2017. Dikatakan, sesuai Permendagri tersebut, Pemprov Bali melakukan evaluasi terhadap UPT. “Karena tidak sesuai dengan Permendagri, maka tidak direkomendasikan (dihapus - red) oleh Pemprov,” katanya. Windia Berata mengatakan, UPT yang dihapuskan adalah UPT Perikanan di Kecamatan Payangan karena tidak mendapat rekomendasi dari Pemprov Bali. Sementara yang mendapat rekomendasi hanya UPT Perikanan yang ada di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar. “Rekomendasi ini berkaitan dengan kinerja. UPT Perikanan ada yang tidak direkomendasikan, hanya satu

Bawaslu Seleksi 1.502 PTPS

Gianyar (Bali Post) Kebutuhan seleksi tenaga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gianyar kini sudah terpenuhi. Yakni petugas sebanyak 1.502 orang sesuai jumlah TPS di Gianyar. Kini seluruh petugas itu mengikuti tes wawancara yang diselenggarakan Bawaslu Gianyar di masing-masing kecamatan. Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan mengatakan, ada 1.502 orang yang mengikuti seleksi PTPS. Seluruh petugas ini akan mengawasi jalannya pemilu di seluruh TPS di Gianyar. “Tahapan rekrutmen calon PTPS telah memasuki tahap penelitian berkas dan wawancara yang saat ini sedang berlangsung,” ujar Hartawan, Selasa (26/2) kemarin. Menurut Hartawan, proses itu dilaksanakan oleh jajaran Panitia Pengawas Kecamatan

(Panwascam) serta dibantu oleh Pengawas Pemilu Desa dan Kelurahan. Terkait proses wawancara ini, ditekankan pada komitmen PTPS, pengalaman dari calon bersangkutan serta pengetahuan tetang kepemiluan. “Tidak kalah penting adalah calon PTPS bukan anggota atau simpatisan dari peserta pemilu,” katanya. Tahapan selanjutnya, setelah berkas lengkap dan selesai diwawancarai, calon PTPS akan diumumkan di masing-masing kantor camat dan kantor desa. “Tujuan diumumkannya calon PTPS itu untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari masyarakat tentang track record dari calon yang bersangkutan,” jelasnya. Apabila ada tanggapan dan masukan dari masyarakat, kata Hartawan, maka akan dilakukan klarifkasi kepada calon yang bersangkutan sebelum diumumkan

sebagai calon terpilih. “Kami berharap mendapatkan calon PTPS yang hersih dari kepentingan peserta pemilu, sehingga benar-benar dapat melaksanakan tugas secara independen dan profesional,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bawaslu Gianyar sudah mengumumkan perekrutan tenaga PTPS. Hal ini mengacu kepada UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pengumuman sudah dipasang masing-masing kantor desa, balai banjar, dan kantor Camat. Dalam rekrutmen ini, Bawaslu juga meminta bantuan klian banjar agar disampaikan dalam pertemuan warga setempat. Petugas PTPS ini nantinya akan bertugas melakukan pengawasan di masing-masing TPS yang tersebar di tujuh kecamatan, mulai dari pendistribusiaan logistik sampai pemungutan suara

yang direkomendasikan yakni yang di Siangan. Sementara UPT di Payangan tidak direkomendasikan,” katanya. Sementara itu, Disdik yang sebelumnya memiliki tujuh UPT, semuanya tidak direkomendasikan. Beban kerja seluruh UPT yang dihapuskan itu dikembalikan ke fungsional, yakni sekolah masing-masing berkoordinasi dengan Disdik. “Dulu UPT kan di masingmasing kecamatan. Sekarang itu sudah tidak ada, sehingga sekarang sekolah-sekolah itu langsung menangani masalah yang sebelumnya ditangani di kecamatan. Jadi, difungsikan sekolahnya kembali,” ujarnya. Dengan adanya kebijakan sesuai Permendagri Nomor 12 Tahun 2017, kata Windia Berata, fungsi UPT Disdik dikembalikan ke sekolah masing-masing. “UPT memang tidak ada. Untuk fungsinya itu dikembalikan lagi ke sekolah. Tugas-tugas UPT yang sebelumnya dilaksanakan di kecamatan, sekarang diambil alih oleh sekolah,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

WAWANCARA - Suasana tes wawancara peserta seleksi PTPS oleh panitia Panwascam, Selasa (26/2) kemarin. sampai akhir rekapitulasi suara. ”Masa kerja PTPS selama dua bulan yakni 23 hari sebelum pe-

mungutan suara dan tujuh hari setelah pemungutan suara,” jelas Hartawan. (kmb35)

Lomba Yel-yel 10 Program Pokok PKK

Meriahkan Jambore PKK Tahun 2019 di Kabupaten Gianyar

LOMBA - Wakil Bupati Gianyar A.A. Mayun didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menghadiri lomba yel-yel 10 Program Pokok PKK di depan Open Stage Balai Budaya Gianyar, Selasa (26/2) kemarin.

DIAWALI dengan lomba yelyel 10 Program Pokok PKK di depan Open Stage Balai Budaya Gianyar, Selasa (26/2) kemarin pelaksanaan Jambore PKK Tahun 2019 di Kabupaten Gianyar berlangsung meriah. Dibuka oleh Wakil Bupati Gianyar A.A Mayun didampingi oleh Ketua TPPKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, dan pengurus PKK lainnya, Jambore PKK kali ini juga menggelar lomba tata rias dan rambut serta lomba peragaan busana ke pura berpasangan. PKK merupakan gerakan masyarakat sebagai mitra kerja pemerintah yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai etika, moral dan sikap dalam keluarga sebagai kesatuan terkecil dan sendi dasar kehidupan masyarakat melalui pelaksanaan 10 Program

Pokok PKK. Maka dari itu, dalam pelaksanaan Jambore PKK serangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 di Kabupaten Gianyar diadakan lomba-lomba yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Ket ua TPPKK Ka b up a t en Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menegaskan, pelaksanaan jambore diawali dengan lomba yel-yel yang merupakan sebuah bentuk implementasi dari para kader PKK desa/kelurahan. Sehingga yel-yel yang disampaikan adalah merupakan penjabaran dari 10 Program Pokok PKK, yang tidak hanya berupa program namun langsung dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula halnya dalam lomba busana ke pura berpasangan bagi anakanak TK per gugus se-Kabupaten

Gianyar, maupun lomba tata rias wajah dan rambut bagi TP PKK desa/kelurahan se-Kabupaten Gianyar. Ny. Adnyani Mahayastra mengatakan, tujuan dari lomba ini adalah ingin menanamkan sikap cinta akan budaya Bali melalui busana daerah. Apalagi sudah ada Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat di Bali. Begitu pula halnya dengan lomba tata rias wajah dan rambut, tujuannya agar masyarakat terutama ibu-ibu terbiasa berdandan sendiri. Apalagi banyak kegiatan adat yang mewajibkan memakai busana adat. Jika sudah bisa berdandan sendiri, tentu akan mengurangi biaya ke salon. “Kami bersama teman-teman di PKK selalu bekerja keras. Kami ingin apa yang kami kerjakan ini

benar-benar nyata sejalan dengan visi dan misi pemerintah, sehingga apa yang kami kerjakan benarbenar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar A.A. Mayun seusai membuka secara resmi kegiatan Jambore PKK serangkaian HKG PKK ke-47 di Kabupaten Gianyar, berharap para peserta Jambore dapat menjadikan kegiatan ini sebagai media untuk menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK, guna mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Hal ini sangat penting terutama bagi para kader, dalam melakukan pembinaan dan penyuluhan di tengah masyarakat di samping untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (ad888)


JEMBRANA

10

Rabu Pon, 27 Februari 2019

SPSI Harapkan Perusahaan Penuhi UMK

Negara (Bali Post) Upah Minimun Kabupaten (UMK) Jembrana yang tahun ini ditetapkan Rp 2.356.559 belum merata diterapkan perusahaan ke pekerja. Masih ada pekerja yang mendapatkan kurang, tetapi juga ada yang lebih dari UMK. Hal tersebut terungkap saat monitoring UMK yang dilakukan terhadap sejumlah perusahaan di Kecamatan Melaya, Selasa (26/2) kemarin. Monitoring yang dilakukan antara SPSI, Apindo dan Dinas Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana kemarin, mengambil sampel empat perusahaan. Ketua SPSI Jembrana Sukirman

mengatakan, dari hasil monitoring di Kecamatan Melaya itu secara umum ada perbaikan dibanding tahun sebelumnya. Hanya saja, meskipun perusahaan sudah menerapkan UMK, tidak merata untuk semua pekerja. Artinya ada pekerja yang menerima gaji lebih dari UMK, di satu sisi juga ada pekerja menerima belum memenuhi UMK dari segi komponen gaji. Seperti diketahui, UMK Kabupaten Jembrana saat ini ditetapkan Rp 2.356.559. Jumlah ini menurutnya sudah sesuai PP 78 tahun 2015 mempertimbangkan inflasi serta pertumbuhan ekonomi di Jembrana yakni 8,03 persen. Penetapan ini juga

dilakukan secara tripartid, antara SPSI (pekerja), Apindo (perusahaan) dan pemerintah daerah. Selain itu, yang menjadi perhatiannya adalah terkait sistem kerja perusahaan, kelengkapan kerja seperti jaminan sosial dan per janjian kerja. Karena itu pihaknya meminta agar perusahaan lebih proaktif mengkaji sistem kerja itu. Monitoring ini, menurutnya dari sisi pekerja dilakukan untuk memberikan perlindungan pekerja. Dan secara bertahap akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Jembrana. Pihaknya berharap agar seluruh perusahaan mentaati aturan UMK yang telah ditetapkan. (kmb26)

Bali Post/olo

VAKSINASI – Upaya vaksinasi anjing yang dilakukan di salah satu desa di Jembrana beberapa waktu lalu. Meskipun temuan jumlah anjing rabies terus menurun, namun warga diharapkan tetap waspada.

Jumlah Anjing Rabies Menurun, Warga Diminta Tetap Waspada

Negara (Bali Post) -

Meski dalam setahun terakhir, temuan kasus hewan penular rabies (HPR) khususnya anjing di Jembrana berkurang dibanding tahun sebelumnya, namun masyarakat diharapkan tetap waspada. Upaya vaksinasi serta pemeliharaan anjing dengan baik agar dilakukan di samping tetap waspada gigitan anjing maupun HPR lainnya.

Bali Post/olo

MONITORING – SPSI, Apindo dan Dinas Tenaga Kerja melakukan monitoring UMK di sejumlah perusahaan di Melaya kemarin.

Pemanfaatan Bendungan Benel untuk Air Minum

Pipanisasi Rampung, Tunggu Tempat Pengolahan

Negara (Bali Post) – Pemanfaatan air baku Bendungan Benel untuk kebutuhan air minum masih menunggu pembangunan tempat pengolahan. Sedangkan pembangunan pipa transmisi dari Benel hingga Desa Berangbang yang dilakukan tahun lalu bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah rampung. Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Wayan Widnyana, Selasa (26/2) kemarin mengatakan, untuk pengerjaan pemasangan pipa transmisi sudah selesai. Tinggal saat

ini perlu adanya tempat pengolahan air baku menjadi air minum untuk disalurkan ke masyarakat. Informasi dari pihak pengelola air minum, pihaknya baru membebaskan lahan untuk tempat itu. “Kalau yang sudah selesai sekarang pipa transmisi dari Benel ke Berangbang,” tandasnya. Air yang digunakan untuk air baku dari Bendungan Benel ini diharapkan tidak mengganggu kepentingan irigasi. Sejak awal Bendungan Benel dibangun tahun 2006 lalu ini memiliki berbagai fungsi. Selain untuk irigasi sawah, juga kelebihan air digunakan untuk air baku. Jumlahnya untuk fungsi air baku ini, 64 liter per detik.

Dari data yang dihimpun di Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, selama 2018 ada 12 kasus anjing rabies. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya dimana ditemukan 14 kasus. Bila dirunut selama em-

pat tahun terakhir, kasus anjing rabies terus menurun. Temuan tertinggi di tahun 2015 yakni 74 kasus. Selanjutnya menurun menjadi 28 kasus di 2016, 14 kasus 2017 dan terakhir menjadi 12 kasus. Kabid Keswan-Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Drh. I Wayan Widarsa, Selasa (26/2) kemarin, mengatakan meski-

pun terus menurun masyarakat diharapkan tetap waspada. Dinas melalui Bidang Keswan-Kesmavet berupaya melakukan upaya penanganan preventif rabies dengan vaksinasi, kontrol populasi, eliminasi selektif serta sosialisasi ke sekolah. Untuk vaksin menurutnya Dinas menyediakan 26.000 dosis bersumber dari APBN

dan 2.500 dosis vaksin dari APBD Kabupaten. “Upaya mencegah rabies yang terpenting kesadaran seluruh masyarakat. Bila memelihara anjing supaya benar-benar dipelihara dengan baik, rutin divaksin,” tandasnya. Sementara dari data 12 kasus anjing selama tahun 2018 itu menurutnya lokasinya tersebar di 9 desa dalam 3 wilayah kecamatan. Yakni di Melaya, Desa Yehembang Kangin, dan Desa Belimbingsari, Desa Tuwed, Desa Candikusuma, Desa Kaliakah, Desa Penyaringan, Desa Delodberawah. (kmb26)

Khusus untuk air minum akan menggunakan kelebihan air yang berada di Bendungan. Misalnya, kalau musim kemarau, air tidak mungkin diganggu, sehingga khusus untuk irigasi saja. Bendungan Benel ini mengairi lima subak dengan luas 1.047 hektar. Selain untuk menampung air hujan, bendungan ini menampung air dari sumber mata air sungai Tukadaya dan Pegubug. Dari pengamatan kemarin, pipa berukuran besar sudah terpasang di bagian bawah bendungan. Namun meskipun sudah terpasang, pipa tersebut belum dimanfaatkan. Sementara kondisi Bendungan Benel nampak normal. Debit air yang tertampung di Bendungan cukup tinggi. (kmb26)

Bali Post/olo

TERGERUS – Tanah di sekitar Pura di Nusasari yang tergerus akibat pertemuan air laut dengan banjir sungai di Nusasari.

Erosi di Muara Sungai Nusasari

Tanah Sekitar Pura Pesimpangan Penataran Ped Tergerus

Bali Post/olo

PIPA TERPASANG – Pipa transmisi yang nantinya digunakan untuk pemanfaatan air baku nampak telah terpasang. Pipa ini menyambung dari Benel hingga Berangbang.

Negara (Bali Post) Selain di Gilimanuk dan Pebuahan, abrasi yang terjadi di pesisir pantai Jembrana juga menggerus tanah di Nusasari, Kecamatan Melaya. Bahkan belakangan daratan yang sebelumnya memisahkan pantai dengan Pura Pesimpangan Pentaran Ped lan Batu Medau sudah menyusut. Sejatinya dari keterangan warga, hal ini sudah sering terjadi. Selain dari

air laut pasang, gempuran dan rongrongan air juga datang dari derasnya aliran sungai. Yang terparah terjadi pada saat air pasang akhir tahun 2018 lalu. Tergerusnya tanah ini disinyalir akibat pertemuan air laut pasang dengan banjir dari aliran sungai Sangyang Cerik. Hal tersebut disampaikan warga kepada Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba di sela-sela reses

ke Nusasari belum lama ini. Dari pengecekan, lenyapnya tanah ini disebabkan banjir dari hulu dimana saat itu juga bersamaan dengan air laut pasang. Sehingga aliran sungai yang semestinya lurus langsung ke laut saling bertemu dan berbelok hingga merenggut tanah di luar tembok penyengker Pura. “Kita sudah sampaikan kepada masyarakat, usulan ini harus berproses dari bawah, mulai Desa

lalu Kecamatan dan Kabupaten baru ke Balai. Ini akibat erosi sungai,” terang Tamba. Dari pengamatannya, jarak antara tembok penyengker Pura dengan garis pantai dan sungai hanya sekitar satu meter. Sejumlah pepohonan besar yang sebelumnya rimbun tumbuh di sekitar lokasi, satu per satu mulai ambruk dan di antaranya sudah kondisi miring. (kmb26)

Menjaga Kelestarian Estuari Perancak dari Ancaman Sampah Estuari Perancak yang meliputi Desa Budeng dengan kawasan hutan mangrove-nya saat ini menjadi salah satu paruparu Jembrana. Di samping menjadi salah satu hutan bakau di Pulau Bali, kawasan ini dengan sendirinya menjadi ekosistem berbagai tumbuhan dan hewan. Selama 10 tahun terakhir, luas areal mangrove berkembang secara alami hingga sembilan hektar. Namun, ancaman yang utama saat ini adalah sampah dari hulu. Sebab ketika areal bakau dicemari sampah, akan berdampak pada pertumbuhan mangrove. Aliran sungai yang menjadi pertemuan antara Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Perancak dan DAS Tukad Ijogading ini sering dilintasi sampah. Ketika air perairan tercemar, juga akan berdampak pada ekosistem. Berdasarkan penelitian, di

dua DAS (daerah aliran sungai) yang bermuara di Muara Perancak memiliki permasalahan yang berbeda. Saat ini hutan mangrove yang luas ini selain berada di atas tanah milik Angkasa Pura, juga tumbuh di lahan negara milik BPOL (Balai Penelitian Observasi Laut) atau Seacorm (Kementerian Kelautan dan Perikanan) serta Kementerian Kehutanan. Sayangnya, potensi ekowisata itu belum maksimal digarap. Potensi untuk mengembangkan menjadi wisata berbasis alam sejatinya masih sangat terbuka. Harapannya juga

agar menjadikan kawasan hutan ini lestari, bertambah dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kawasan pesisir Perancak ini merupakan satu di antara empat lokasi yang menjadi kawasan mangrove di Bali. Tiga lainnya ada di Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Nusa Penida dan Tahura Denpasar. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mangrove Village Budeng I Gede Wijaya mengungkapkan, potensi mangrove ini menjadi salah satu kekayaan alam Budeng saat ini. Namun, diakui yang menjadi kendala klasik adalah sampah yang notabene merupakan sampah kiriman dari aliran sungai. Karena itu, pokdarwis berupaya secara rutin melakukan

pembersihan areal mangrove ini selain untuk kelestarian tanaman itu sendiri juga ekosistem di dalamnya. Di areal mangrove ini juga merupakan habitat hewanhewan perairan seperti Kepiting, burung dan lain-lainnya. Sampah plastik dampak dari pencemaran terutama mikroplastik yang secara kasat mata tidak nampak karena sangat kecil berbahaya. Sampah plastik sulit terurai hingga ratusan tahun dan berpotensi menjadi makanan organisme. Karena itu pentingnya upaya untuk menjaga kebersihan sungai perlu dilakukan. Upaya ini juga harus dilakukan secara keseluruhan dan dukungan dari seluruh pihak. Mulai dari hulu hingga di bantaran sungai. (olo)

Bali Post/olo

ESTUARI PERANCAK – Sungai Perancak di wilayah Budeng yang dikelilingi dengan hutan mangrove menjadi salah satu potensi desa kecil ini.


Rabu Pon, 27 Februari 2019

Karangasem

11

Rusak Parah, Jalan Kemuning Menuju Butus Amlapura (Bali Post) Akses jalan yang menghubungkan Banjar Kemuning, Desa Nangka menuju Desa Butus mengalami kerusakan cukup parah. Jalan itu rusak disebabkan hujan lebat, kemudian air yang sangat besar mengalir lalu merusak jalur tersebut. Tidak pelak, kondisi seperti itu membuat aktivitas warga terganggu. Warga Desa Nangka, Wayan Tunas, Selasa (26/2) kemarin, mengungkapkan jalan itu mulai mengalami kerusakan sejak erupsi Gunung Agung pertama 2017, sudah lewat dua tahun lalu. Kerusakan jalan itu semakin parah ketika musim penghujan turun belakangan ini. Pasalnya, banjir sering terjadi dan menerjang jalur tersebut. Bahkan, batu ukuran besar pun terbawa banjir. Kemudian menutupi akses jalan itu. Sehingga warga harus mencari jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh. “Atas kondisi ini, saya hanya bisa berharap jalan itu bisa diperbaiki. Bahkan, kalau memungkinkan nanti bisa dibuatkan jembatan sehingga akses di sana bisa lancar,” ujarnya. Tunas menambahkan, pem-

bangunan jembatan itu memang sangat diperlukan. Pasalnya, selain warga, anak-anak sekolah setiap hari melintasi jalur ini. Ketika turun hujan lebat dan terjadi banjir, sering para siswa tidak bisa sekolah. Kalaupun sekolah, orang tuanya mengantar anaknya melalui jalur lain yang jaraknya mencapai lima kilometer. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Ketut Prama Budarta mengatakan, pihaknya tidak menampik jika jalur Kemuning menuju Butus itu mengalami kerusakan parah. Perbaikannya kata Prama Budarta, akan dilakukan tahun ini. “Masih dalam perencanaan. Mudah-mudahan saja dapat prioritas dan bisa diperbaiki tahun ini,” jelas Prama Budarta.(kmb41)

Jelang Karya Panca Wali Krama di Besakih

APK Caleg di Jalur ’’Melasti’’ Diminta Diturunkan

Amlapura (Bali Post) Panitia Karya Tawur Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih melayangkan surat imbauan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangsem dan Bawaslu Karangasem. Isi imbauan itu agar Alat Peraga Kampanye (APK) caleg yang akan dilalui Ida Batara, serangkain upacara melasti segera diturunkan. Sebab, prosesi melasti selama tiga hari sudah akan dilaksanakan mulai tanggal 2 - 4 Maret mendatang. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Selasa (26/2) kemarin mengungkapkan, pihaknya memang mendapatan surat imbaun terkait penurunan APK caleg itu. APK yang bertebaran di pinggir jalan itu harus steril saat Ida Batara melasti serangkaian Karya Tawur Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih tanggal 2 hingga 4 Maret mendatang. Selain KPU Karangasem, Bawaslu Karangasem dan Bawaslu Klungkung juga mendapatkan surat imbauan ini. Pasalnya, saat melasti nanti, ada 29 desa pakraman dari dua kabupaten akan dilalui, mulai dari Kecamatan Rendang, Klungkung, Sidemen, dan Selat. Krisna menambahkan, setelah mendapat surat dari panitia karya di Besakih, pihaknya sudah menindaklanjuti dengan menyampaikan ke masing-masing partai politik (parpol). Penurunan APK itu diserahkan ke masing-masing parpol. Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah parpol sudah menurunkan APK tersebut. “Infonya di Klungkung, Sideman, Selat

sudah ada parpol yang menurunkan APK calegnya. APK yang kecil-kecil banyak yang sudah diturunkan. Sedangkan baliho yang besar belum. Bahkan, ada caleg langsung menurunkan APK-nya. Dengan ngayah seperti itu, diyakini banyak hal dipercaya dapat diperoleh,’’ ujar Krisna. Sesuai permintaan Panitia Karya, penurunan APK itu paling lambat sampai 28 Februari. Permintaan itu dilakukan guna menciptakan karya yang merupakan pelaksanaan ritual yang kuat nilai kearipan lokalnya itu berjalan lancar. Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, membenarkan bahwa pihak panitia karya melayangkan surat imbauan penurunan APK caleg kepada KPU Karangasem, Bawaslu Karangasem, KPU Klungkung, Bawaslu Klungkung per 20 Februari. “Imbauan itu kita sampaikan agar sepanjang jalur melasti yang dilalui Ida Batara itu bersih dari APK. Karena ini merupakan upacara besar sepuluh tahun sekali, sehingga kita nantinya bisa menciptakan karya agung itu dengan sida shidaning don,” ujarnya. Mangku Widiartha menambahkan, pihaknya berharap supaya jalur yang dilalui Ida Batara benar-benar bebas dari APK caleg. Pihaknya mengucapkan terima kasi kepada caleg yang dengan penuh kesadaran menurunkan APKnya di sepanjang jalur melasti itu. Setelah upacara melasti selesai tanggal 4 Maret, APK itu dipersilakan kembali dipasang. Karena itu merupakan domain KPU dan Bawaslu Karangasem termasuk KPU dan Bawaslu Klungkung. Khusus APK di sepanjang Besakih saat ini sudah mulai diturunkan. ‘’Yang masih belum turun, kita akan berkoordinasikan lebih lanjut,’’ ujar Mangku Widiartha. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JALAN RUSAK - Akses jalan yang menghubungkan Banjar Kemuning, Desa Nangka menuju Desa Butus, mengalami kerusakan cukup parah.

Ditinggal Antar Anak Sekolah, Isi Dapur Ludes Terbakar Amlapura (Bali Post) Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Karangasem, Selasa (26/2) kemarin. Sebuah dapur semipermanen milik I Ketut Koroh asal Banjar Dinas Kangin, Desa Seraya Timur, Karangasem semua isinya ludes terbakar. Dugaam sementara kebakaran itu dipicu korsleting listrik serta sisa-sisa api yang ada di tungku. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi pukul 10.00 Wita. Sebelum dapur itu terbakar, sekitar pukul 05.00 Wita, istri I Ketut Koroh yakni Ni Ketut Sumi memasak didapur menggunakan kayu. Sekitar pukul 06.30 Wita, saat itu pemilik rumah meninggalkan rumah

untuk mengantar anaknya ke sekolah. Sekitar pukul 10.00 Wita, seorang warga, Putu Sutanaya, melihat ada asap dari dalam rumah. Warga sempat melakukan pemadaman api dengan cara manual, tetapi belum bisa memadamkan kobaran api yang lumayan besar itu. Karena tidak mampu memadamkan api secara manual, warga kemudian menelepon petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 11.00 Wita, petugas pemadam kebakaran tiba di TKP dan langsung melakukan pemadaman. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Sutirtayasa setelah mendapat informasi kebakaran, pihaknya menerjunkan sejumlah petugas dan

mobil tangki. Sampai di TKP, petugas berupaya memadamkan kobaran api. “Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 Wita,” ujarnya. Sutirtayasa mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut antara korsleting listrik serta sisasisa api yang ada di tungku. Sebab, pemiliknya juga sempat menyalakan api di dalam rumah setelah itu ditinggal mengantar anaknya ke sekolah. “Isi dapur berupa jagung 1.000 buah dan juga beras 25 kilogram serta isi lainnya yang ada di dalam dapur, semuanya ludes terbakar. Akibat kejadian itu, pemilik rumah mengalami kerugian materiil hingga Rp 25 juta,” jelas Sutirtayasa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PADAMKAN API - Petugas Damkar Karangasem saat melakukan pemadaman api.

LOMBA STORY TELLING - Sebanyak 20O anak TK/ PAUD mengikuti lomba story telling penanggunglangan sampah plastik. Lomba ini dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Karangasem di Aula dinas setempat, Selasa (26/2) kemarin.

Gede Krisna Adi Widana

Bali Post/kmb41

Setop, Pendakian ke Gunung Agung

Masih adanya kegiatan pendakian secara diam-diam oleh warga, tamu domestik, maupun tamu asing di tengah tingginya aktivitas Gunung Agung, mengundang keprihatinan banyak pihak. Lebih-lebih belakangan ini, kembali sering erupsi dan juga embusan asap. Hal itu benar-benar membahayakan. Karena itu, Sekda I Gede Adnya Mulyadi memerintahkan semua pihak untuk menyetop kegiatan pendakian itu. Bagaimanakah ekspektasi Pemkab Karangasem kepada banyak pihak terkait larangan mendakli ke Gunung Agung itu? SEMUA pihak diharapkan mengikuti imbauan tidak melakukan pendakian ke Gunung Agung. Sebab, memang sangat membahayakan. Bahkan rencananya, Pemkab Karangasem memasang plang imbanuan larangan melakukan

aktivitas pendakian itu. Sekretaris Daerah I Gede Adnya Mulyadi mengatakan, jika pihaknya selama ini sudah melarang semua pihak, baik itu warga lokal, wisatawan local, lebih-lebih wisatawan asing untuk melakukan aktivitas

pendakian. ‘’Larangan itu sebetulnya sudah berulang-ulang disampaikan,’’ ujar Adnya Mulyadi. Larangan itu menjadi penting diperhatikan. Alasannya, aktivitas Gunung Agung belakangan ini kenyataannya masih tinggi. Buktinya, belakangan ini sering mengeluarkan embusan asap dan erupsi. “Kita berharap semua pihak bisa mengikuti imbauan agar tidak mendaki ke puncak Gunung Agung. Selain itu, kita juga minta semua pihak mulai dari desa dinas maupun desa adat dapat bekerja sama mencegah wisatawan melakukan pendakian,’’ ujar Sekda. Pihaknya relatif tegas soal larangan itu. Karena hal itu sudah ditentukan pihak PVMBG. Pada radius empat kilometer

memang harus steril. Di radius itu memang tidak diperbolehkan ada aktivitas. Apalagi pendakian sama sekali tidak diizinkan. Lebih-lebih sekarang ini sedang persiapan upacara besar Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh. ‘’Hal itu memang sangat berbahaya. Nanti bila terjadi apa-apa malah pemerintah yang disalahkan,” tambah Adnya Mulyadi. Guna mengantisipasi kembali terjadinya aktivitas pendakian itu, pihaknya berencana memasang papan plang larangan pendakian di jalur-jalur yang biasa dipergunakan untuk melakukan pendakian. “Mekanismenya lebih lanjut, kita masih akan koordinasikan dengan BPBD,” jelas Adnya Mulyadi. (nan)

Bali Post/kmb41

SETOP PENDAKIAN - Gunung Agung erupsi beberapa hari lalu. Sekda I Gede Adnya Mulyadi menyatakan setop untuk para pendaki naik ke Gunung Agung. Gunung Agung harus steril dari aktivitas apa pun pada radius empat kilometer.


KLUNGKUNG

12

Rabu Pon, 27 Februari 2019

Hari Keempat Pencarian

Siswa SMKN 1 Nusa Penida Ditemukan Meninggal Tersangkut di Tebing

Hari keempat proses pencarian I Made Candra Udiana (18), siswa SMKN 1 Nusa Penida, akhirnya membuahkan hasil, Selasa (26/2) kemarin. Kerja keras Basarnas Denpasar, jajaran Polda Bali, Polsek Nusa Penida, Balawista BPBD Klungkung, keluarga korban dan masyarakat, berhasil menemukan posisi korban, tersangkut di tebing bagian bawah. Namun, pelajar asal Banjar Angkal Desa Suana ini ditemukan sudah meninggal.

EVAKUASI - Proses evakuasi jenazah korban dari tebing menuju perahu.

Proses pencarian lanjutan oleh Tim Gabungan ini dilakukan sejak pagi sekitar pukul 08.30 Wita di sekitar Saren Cliff, Desa Batumadeg. Tim gabungan ini, antara lain, Basarnas Denpasar menerjunkan 11 personel yang dipimpin Kasi Ops I. B. Surya Wirawan. Dit Sabhara Polda Bali sebanyak 4 personel, sebagai Padal Iptu Eddy Hariyanto. Polsek Nusa Penida sebanyak 8 personel yang dipimpin Padal Iptu Sang Ketut Susila. Ada juga dari

Soal Wantilan Desa Selat

Penyebab Kerusakan Disebutkan karena Gempa Semarapura (Bali Post) erjakan secara bertahap. Desa Selat, Kecamatan Klungkung, belaMenanggapi soal adanya surat kaleng soal kangan terus menjadi sorotan. Belum selesai pembangunan wantilan yang dikirimkan ke persoalan pembangunan kantor perbekel, Kejati Bali yang isinya menyebut ada yang hingga membuat jajaran Polda Bali turun tidak beres penggunaan dana bantuan Tika melakukan penyelidikan, kini muncul lagi Winawan menegaskan hal tersebut rentan masalah pembangunan wantilan Desa Adat menjadi fitnah. “Desa Selat belakangan ini Selat yang disebutkan mengalami keretakan dibuat ribut gara-gara surat kaleng. Model dan rentan roboh. Ada dugaan pembangunan orang seperti ini pasti tidak ada niat memtak sesuai spesifikasi karena adanya unsur bangun. Melainkan pasti ada rasa iri pada ketidaksesuaian penggunaan dana bantuan. proses pembangunan di desa. Surat kaleng Namun, dugaan ini dibantah karena kerusa- ini rentan sekali berbau fitnah,” kata Tika kan lebih disebabkan adanya gempa Lombok Winawan. beberapa waktu lalu. Putu Tika mengaku prihatin desanya Demikian disampaikan salah satu tokoh dibuat gaduh seperti ini. Padahal, menurutsetempat Putu Tika Winawan, Selasa (26/2) nya era bendesa adat yang sekarang punya kemarin. Menurut mantan Ketua DPRD niat baik yang tinggi untuk membangun Klungkung tersebut, kerusakan yang terjadi desa. Memperjuangkan desa adat hingga sekarang itu karena beberapa kali diguncang mendapat bantuan wantilan. Bahkan, segempa bumi Lombok, yang berdampak di jumlah pura juga akhirnya bisa direhab, Bali. Itu sangat wajar terjadi, mengingat dengan segala keterbatasan di desa adat. guncangan dampak gempa saat itu di Bali, Melihat progres yang baik, menurutnya memang banyak merusak fasilitas umum memang ada pihak-pihak tertentu yang masyarakat, seperti pura maupun wantilan. ingin mencari-cari kesalahan bendesa, Melihat sejumlah bagian ukuranpadahal masyarakat Selat sendiri nya dinilai tidak ideal, seperti tidak ada yang mempersoalkan. pilarnya terlalu kecil, seba“Surat kaleng ini sepertinya ulah gai mantan kontraktor, satu orang, bukan mayoritas dia menduga ukurannya masyarakat Selat. Benar kata dibuat lebih kecil di perbekel kami, di masyarakat awal, karena dalam di Selat tidak ada memperproses finishing, pisoalkannya,” tegas Putu Tika larnya akan dibuatkan Winawan. lebih lebar bersamaan Dia berharap masyarakat saat proses menempelDesa Adat Selat tidak ternya dengan batu alam. pancing dengan cara-cara Mengenai palang beton menyerang desa adat sepatapnya tiba-tiba melengerti ini. Kalau pun ada kung, menurutnya itu terjapersoalan yang perlu diperdi ketika corannya belum totanyakan, agar distal kering, tetapi sudah ampaikan ke dalam diguncang gempa. Denparuman atau pergan proses pembangutemuan-pertemuan nan yang demikian, resmi lainnya di seharusnya sebagai desa adat. Sebab, kamasyarakat biasa atau lau setiap persoalan tokoh masyarakat sudigiring ke aparat dah seyogyanya mempenegak hukum, bantu proses pembanke depan siapapun gunannya agar tuntas. tidak ada yang akan Membangun wantilan mau ngayah memsebesar itu, menurutbangun desa adat. Putu Tika Winawan. nya memang harus dik(kmb31)

Balawista BPBD Klungkung Pos Nusa Penida, masyarakat sekitar dan pihak keluarga korban sekitar 23 orang. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, awalnya pihak warga sebanyak 19 orang turun ke tebing melalui jalur yang biasa warga lalui untuk memancing, guna mencari tanda-tanda keberadaan korban. Namun karena medan sulit, warga kembali ke pos titik kumpul. Akhirnya, pihak keluarga memilih opsi

lain. Ada sebanyak tiga orang menyusuri laut menggunakan perahu, kemudian satu orang mendekati lokasi diduga korban jatuh, dengan cara berenang lanjut memanjat tebing, untuk menuju lokasi keberadaan korban. Di sisi lain, Tim Gabungan Basarnas menerjunkan dua orang personelnya ke bawah tebing dengan ketinggian sekitar 250 meter dengan kecuraman 90 derajat, untuk menuju lokasi tanda-tanda keberadaan korban. Akhirnya, kerja keras Tim Gabungan membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.00 Wita, upaya pencarian oleh keluarga korban I Made Mawan, yang menggunakan jukung lalu berenang dan memanjat tebing, menemukan posisi persis korban tersangkut di tebing. “Untuk mengevakuasinya, tubuh korban diikat dengan tali selanjutnya diulur menuju ke pantai berbatu yang ada di bawahnya. Dari sana, tubuh

korban ditarik dengan menggunakan tali menuju perahu,” terang Widiada. Tim SAR gabungan sempat bergerak menuju titik penemuan dengan menggunakan RIB. Namun, kondisi ombak tidak memungkinkan RIB untuk merapat ke pinggir tebing, maka diputuskan agar jukung yang mengevakuasi korban. Beberapa orang berenang hingga pantai bebatuan untuk menjangkau jenazah korban. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam dan pukul 13.20 Wita korban akhirnya telah dinaikkan ke jukung. Personel yang berada di RIB terus memantau proses evakuasi dan mengawal pergerakan jukung. Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR I.B. Surya Wirawan mengungkapkan, bahwa posisi penemuan jenazah sekitar 8 hingga 10 meter ke selatan titik jatuhnya. “Yang pertama kali melihat korban adalah pihak keluarga, saat mereka

melakukan penyisiran menggunakan jukung,” tuturnya. Sementara tim darat berkoordinasi dengan Rumah Sakit Pratama, Nusa Penida untuk mempersiapkan ambulans dari Puskesmas Nusa Penida 3. Penjemputan korban disiapkan di Pelabuhan Banjar Nyuh. Selanjutnya jenazahnya evakuasi menuju RS Pratama Nusa Penida untuk tindakan lebih lanjut. Pada pukul 14.20 Wita jukung telah sandar di Pelabuhan Banjar Nyuh, selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Pratama. Diberitakan sebelumnya I Made Chandra Udiana terjatuh dari tebing setinggi 200 meter itu, Sabtu (23/2) malam. Ketika itu ia bersama dengan teman sekelasnya kemah di sekitar tebing Perairan Saren Cliff Point. Malam harinya mereka mencari kayu bakar, namun nahas, karena kondisi gelap korban diduga tak melihat pinggiran tebing dan terperosok jatuh. (gik)

Bangkitkan Kembali Petani Rumput Laut

Pemerintah Wajib Bantu Permodalan dan Pemasaran

Semarapura (Bali Post) Para petani rumput laut Nusa Penida telah mendengarkan hasil kajian akademis budi daya rumput laut di Wantilan Pura Ped, Nusa Penida, Selasa (26/2) kemarin. Mayoritas petani rumput laut bersedia kembali terjun melakukan budi daya rumput laut untuk membangkitkan kembali salah satu sektor yang pernah besar dan menjadi ikon Bumi Serombotan ini. Pemerintah daerah menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan petani, asalkan petani sendiri komitmen untuk menekuni ini lagi, agar sejalan berkembang dengan pesatnya perkembangan pariwisata setempat. Made Raja, salah seorang petani rumput laut, mengaku siap kembali bertani, jika pemerintah membantunya menyediakan bibit, membantu permodalan hingga pemasaran serta mengatasi pencemaran akibat aktivitas boat yang tinggi. Alasan terakhir ini, cukup dirasakan petani sebelumnya. Namun, pemerintah daerah sesuai hasil kajian memastikan limbah tidak berpengaruh pada proses tumbuhnya rumput laut. Pemda Klungkung bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali siap membantu bibit unggul serta lahan untuk gudang penyimpanan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat sosialisasi hasil kajian ini menegaskan, pembeli rumput laut juga sudah disiapkan. Kelompok tani rumput laut, akan bernaung dalam koperasi yang berbadan hukum. Sehingga jika ada yang tidak serius akan berkonsekuensi pada hukum. Selanjutnya Bupati Suwirta memerintahkan Perbekel Batununggul dan Ped untuk mendata berapa orang yang mau menjadi petani rumput laut. “Bantuan permodalan bukan

menjadi masalah, namun yang paling utama adalah komitmen kuat para petani untuk menggalakkan kembali rumput laut Nusa Penida,” ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini, seraya menegaskan sebelum dimulai pembibitan, Bupati Suwirta sedang merancang sistem yang lebih baik dari hulu sampai hilir, sehingga budi daya produksi rumput laut Nusa Penida bisa kembali ke masa jayanya. Menurut Bupati Suwirta, di tengah pesatnya perkembangan pariwisata mestinya budi daya rumput laut juga turut berkembang, bukan malah sebaliknya. Karena perekonomian di Nusa Penida pasti juga akan meningkat. Bupati Suwirta mengingatkan para petani untuk tidak selalu menggantungkan diri dari bantuan pemerintah. Namun pemerintah akan selalu hadir memberikan bantuan dan pendampingan yang berfungsi sebagai pengawas. Kajian akademis ini, sesungguhnya dilakukan untuk membangkitkan kembali produksi budi daya rumput laut sebagai penunjang ekonomi di Nusa Penida selain sektor pariwisata yang telah berkembang pesat.

Langkah melakukan kajian merupakan instruksi Bupati Suwirta pada 2017 saat produksi rumput laut anjlok pada tahun 2016. Hasil kajian yang didapat pada akhir tahun 2018, didapatkan hasil tidak adanya pencemaran air laut akibat limbah hotel yang mempengaruhi budidaya rumput laut. Rumput laut jenis Spinusum dan Katoni yang telah diujicobakan di tiga lokasi berbeda, yakni Desa Suana, Batununggul dan

Lembongan berhasil dengan baik. Minat kelompok tani untuk kembali membudidayakan rumput laut juga tinggi yakni 90 persen. Mendapatkan hasil kajian tersebut Bupati Suwirta kembali menanyakan komitmen para kelompok tani untuk serius menggalakkan budi daya rumput laut. Para kelompok tani yang berasal dari Desa Ped dan Batu Nunggul ini pun menjawab siap. “Pariwisata ini sektor yang memang sangat menggiurkan. Namun sektor ini sangat sensitif dan tiba-tiba bisa anjlok oleh ragam faktor. Maka, saya ingin masyarakat Nusa Penida untuk melirik kembali sektor lain seperti budi daya rumput laut yang sempat jaya dulu di tahun 2000-an,” tutupnya. (kmb31)

RUMPUT LAUT - Para petani rumput laut Nusa Penida saat mengecek, memilah dan memetik hasilnya.

Amankan Perayaan Nyepi

Nyambi Jadi Pengedar Narkoba, Bhabinkamtibmas-Pecalang Atur Pola Pengamanan Seorang Koki Diringkus Semarapura (Bali Post) Satnarkoba Polres Klungkung kembali meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS). Pelaku I Made Mahendra (IMM) diamankan di rumahnya di Jalan Werkudara, Semarapura Kelod Kangin, belum lama ini. Dari tangannya, polisi mengamankan satu paket SS dan tiga plastik klip yang diduga inex. Kasatnarkoba Polres Klungkung AKP I Gusti Ngurah Yudistira, Selasa (26/2) kemarin mengatakan, pemuda berumur 24 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai koki. Dia mengedarkan narkoba menggunakan sistem tempel dan berkomunikasi dengan penjual maupun pembelinya lewat pesan singkat Whatsapp. Setiap nempel paket dan berhasil, dia mendapatkan fee sebesar Rp 25 ribu. Bahkan, kalau bisa nempel 10 paket, dia dapat bonus dari jaringannya sebesar Rp 1 juta dan sabu-sabu buat konsumsi dia sendiri. Pergerakannya sebagai pengedar narkoba akhirnya tercium masyarakat sekitar. Kemudian dilaporkan kepada Satnarkoba Polres Klungkung. Tidak butuh

waktu lama, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan mengendus jaringannya. Setelah memastikan sebagai pengedar narkoba jenis SS, pelaku lantas diamankan di rumahnya di Jalan Werkudara, Semarapura Kelod Kangin. Proses penangkapan itu dilakukan tengah malam, 3 Februari lalu, sekitar pukul 02.30 wita. “IMM langsung ditetapkan sebagai tersangka,” terang AKP I Gusti Ngurah Yudistira. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti satu paket kristal bening yang diduga mengandung sediaan narkotika jenis SS dengan berat 9,89 gram bruto. Selain itu, disita pula tiga buah plastik klip berisi tablet yang diduga mengadung sediaan narkotika (inex) sebanyak 15 butir dengan berat total 7,03 gram bruto. Barangbarang milik tersangka lainnya, seperti HP, satu buah alat isap dan barang bukti lainnya, juga ikut diamankan ke Mapolres Klungkung. Tersangka mengakui seluruh perbuatannya. Penghasilannya sebagai koki sebenarnya sudah cukup besar mencapai Rp 7 juta

per bulan. Tetapi, dia nekat melakoni kerjaan tambahan menjadi pengedar narkoba, yang sudah jelas melanggar hukum karena terdesak dengan kebutuhan sekolah adiknya. Sebab, penghasilannya sebagai koki itu dirasakan masih kurang. Lantaran selama ini hanya berkomunikasi lewat Whatsapp, dia sendiri mengaku tidak kenal siapa bos dari SS yang dia edarkan itu. Meski demikian, polisi tidak mudah percaya begitu saja sehingga menegaskan terus akan mengembangkan hasil pengungkapan kasus ini, untuk membongkar lebih jauh jaringan pengedar narkoba di Klungkung. Sejauh ini, tersangka masih terkesan tertutup. Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika. Pelaku terancam dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar Rp 8 miliar ditambah lagi sepertiganya. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Menjelang perayaan Nyepi, Polres Klungkung meningkatkan komunikasi dengan dengan para pecalang. Polres akan memaksimalkan ujung tombaknya di setiap desa, yakni Bhyangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) agar melakukan sinergi dengan para pecalang di setiap desa. Sebab, intensitas pengamanan akan ditingkatkan mulai pengerupukan dimana ada arak-arakan ogoh-ogoh dan pelaksanaan catur brata panyepian. Sat Bimas Polres Klung-

kung, secara khusus melakukan pertemuan dengan perwakilan para pecalang dari seluruh desa di Gedung Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (26/2) kemarin. Ada sekitar 557 perwakilan pecalang di tempat itu. Kasat Bimas AKP I Nyoman Suastana mengatakan, menyambut Tahun Baru Çaka 1941 sinergitas dalam bertugas harus dipersiapkan dengan matang. Agar proses pengamanan berjalan dengan baik. Sebab, banyak aspek pengamanan yang harus diantisipasi. Mulai dari penga-

manan Pangerupukan yang rentan terjadi konflik pada pengarakan ogoh-ogoh dan minum-minuman keras. Pada saat itu juga dilaksanakan upacara tawur agung kasanga, hingga prosesi melasti pada desa-desa tertentu menjelang pelaksanaan Nyepi. “Misalnya, saat umat melaksanakan melasti ke Segara, sinergi itu misalnya Bhabinkamtibmas bersama satuan lainnya melakukan pengamanan lalu lintas, pecalangnya mengatur warganya, agar kegiatan berjalan lancar,” kata

PERTEMUAN - Para pecalang saat mengikuti pertemuan sinergitas dengan Sat Bimas Polres Klungkung menjelang Nyepi.

AKP Suastana. Pihaknya berharap seluruh desa adat dapat mengawal seluruh proses rangkaian Nyepi ini dengan maksimal. Cegah sedini mungkin setiap potensi konflik dan keributan yang akan terjadi, agar Nyepi berlangsung kondusif. Sementara itu, Bendesa Madya MMDP (Majelis Madya Desa Pakraman) Klungkung Dewa Made Tirta, dalam kesempatan tersebut menekankan pemahaman tugas-tugas Pecalang, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman. Dalam pasal 17 sudah dijelaskan, bahwa tugas Pecalang sebagai keamanan dan ketertiban wilayah desa pakraman dalam hubungan tugas adat dan agama di desa pakraman. Pecalang diangkat dan diberhentikan oleh desa pekraman berdasarkan paruman desa, maka pecalang tersebut memiliki tanggung jawab dalam menciptakan suasana aman dan nyaman dalam setiap pelaksanaan rangkaian upacara. “Pecalang menjadi satuan tugas keamanan tradisional masyarakat Bali yang mempunyai wewenang untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, baik di tingkat banjar pakraman dan atau di wilayah desa pakraman. Pengayomannya memberi perlindungan kepada desa pakraman,” tegasnya. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Pon, 27 Februari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER

Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01

Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 KASIR

Kasir SMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.06 COOK

Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448

G.04 DRIVER

SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08 SEKRETARIS

Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv G.11 IT

Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street G.07 AKUNTANSI

Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818

G.03

BIRO JASA

G.05

TOUR

Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168 G.09

Sarjanadiploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email: sekretariat@semarang.tv

G.13

TEKNIK

Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv G.12 JURNALIS

Dcr Cook/CDP pglm.Bw CV:Dungki Tales Cafe Jl.Labuan Sait 432 Pecatu. Hub.Tj 087859111140

B.BP.145.02.19.0000873

Dcr D3/S1 Listrik,mak 30th, Lki U/Teknisi/Ahli Lift akan dikur suskan di Jkt.Sgr H:0811395185 B.BP.001.02.19.0000824

Bth Sgr Marketing Bali/Lombok, P/W,Min SMA,Siap Krj dg Target Pny Kend Sndr.Lam Lkp:Ruko Sudirman Agung Blok C-18 Dps.Tlp 0361-241169.bali@libratama.com

Dicari Design Grafish bs Menguasai Corel,Ilustrator,Fotoshop bisa Bekerja dengan Team Kerja dari Senin-Sabtu.085333175402

Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2.Hub.Diponegoro 51,228872

Dicari Segera House keeping, team work,Kerja Keras,Jujur Krm CV : hrdbali2019@gmail.com

B.BP.001.02.19.0000839

B.BP.001.02.19.0000864

Dicari Segera Accounting,Kirim CV ke : hrdbali2019@gmail.com

B.BP.001.02.19.0000787

Dcr Karyawan Laundry di Kuta Jl.Kerobokan 78X, 081933110424

B.BP.001.02.19.0000863

Dcr Pembantu,tukang Kebun u/villa di Canggu Echo Beach berpengalaman Bhs.Inggris Hub.082144791014

B.BP.001.02.19.0000880

B.BP.001.02.19.0000786

Dicari Sopir Logistik Kontraktor Hub.081239693760 B.BP.001.02.19.0000867

Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak.Hubungi:0361-8446108 B.BP.001.02.19.0000866

Dcr cpt supervisor u/fastboat hub .08123918373/0877 60279795 B.BP.004.02.19.0000881

Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv

Dcr PRT,Wnt,Jaga Anak,Bersih2, Tdr Dlm! 1,5-2Jt, 087846166366

Admin Wanita 18-30th bs Part Time,SMU/SMKWA:081999575838

Dcr Tkg Masak u/Warung Cece Jl. Kepaon Indah No.8/087863552696

Jazz IDSI’2006 Manual DK Abu2 Met FullVar Istmw 081236662091

B.BP.154.02.19.0000876

B.BP.001.02.19.0000878

DIJUAL MOBIL

SERVICE

G.10.

B.BP.001.02.19.0000875

B.BP.004.02.19.0000877

B.BP.001.02.19.0000743

DIJUAL MOBIL HONDA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

SERVICE

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN GUDANG

DIJUAL RUMAH

Dikontrkn Gudang + Kantor,Luas Gudang1125M2,LT13Are,PLN3500 Sumur Bor,KT5,KM2.Jln. A.Yani Utara.085238063577(Harga Bagus

Rumah Dijual Semivilla Lt2 di Tibubeneng,960Jt,081237842652

B.BP.001.02.19.0000714

PROPERTY DIJUAL RUKO

Dijual Ruko Lantai 3 di Gajah Mada Tabanan,Hub.087861855599 B.BP.001.02.19.0000707

B.BP.001.02.19.0000679

Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04

PROPERTY

PROPERTY

KONTRAKTOR

DIJUAL TANAH

Aditya Design Bngn/Renov R.Ting gal Vila Ruko IMB 081237911954

Tanah 150M2 10Mnt ByPass 5Mnt Simpang6Neg800JtH08111072500

B.BP.166.02.19.0000879

B.BP.001.02.19.0000636

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Cpt Rmh Lt.2 Gatsu 1/XXII Dps,Tanah 80m2 Jl.Merdeka Raya IV Kuta,Tanah 315m2 Lombok,Tanah 1 Are Bima dkt Pantai Hub.082147446666 B.BP.004.02.19.0000874

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH BIRO JASA

Informasi pasang iklan Telepon

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.02.19.0000572

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.02.19.0000578

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Rabu Pon, 27 Februari 2019

Kaldera Jeep Adventure Tawarkan Sensasi Berwisata Mengendarai Jeep di Kaldera Batur

Bali Post/ist

TERBAKAR - Kondisi rumah korban yang terbakar.

Rumah Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah Bangli (Bali Post) Warga di Banjar Cekeng, Desa Sulahan, Susut, Selasa (26/2) pagi kemarin dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang melanda rumah milik I Ketut Sugiarta (26), warga setempat. Kebakaran yang meludeskan satu unit bangunan beserta isinya itu diduga terjadi karena dipicu korsleting listrik. Akibat musibah itu korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 10.00

Wita. Kebakaran pertamakali diketahui oleh saksi I Nengah Salin (46) yang saat itu sedang beristirahat sambil ngopi. Saat menoleh ke utara dari tempatnya beristirahat, saksi melihat adanya kepulan asap yang membumbung tinggi. Untuk memastikannya, bersama empat orang temannya, saksi kemudian mendatangi lokasi sumber asap. Saat berada di lokasi, saksi terkejut melihat adanya kobaran api yang membakar rumah korban. Saksi pun langsung berte-

riak meminta tolong kepada warga lainnya untuk membunyikan kentongan. Tak berapa lama kemudian, sejumlah warga lainnya berdatangan ke lokasi untuk membantu memadamkan api dengan alat seadaanya agar tak menjalar ke bangunan lainnya. Baru sekitar sejam kemudian, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan warga. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kebakaran tersebut mengakibatkan rumah korban hangus. Sejumlah ba-

rang elektronik, uang tunai, perhiasan emas dan barang rumah tangga lainnya yang ada di dalam rumah juga turut ludes terbakar. Akibat musibah itu, korban ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 100 juta. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu,” ujarnya. Mengenai penyebab kebakaran, Sulhadi mengatakan, diduga akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting). “Saat ini kejadian tersebut dalam penanganan Polsek Susut,” imbuhnya. (kmb40)

Sejak Januari, PTT dan GTT Belum Terima Gaji Bangli (Bali Post) -

Ribuan pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Bangli belum menerima gaji sejak Januari lalu. Ngadatnya pencairan gaji PTT dan GTT ini karena Pemkab Bangli masih melakukan proses pembaharuan perbup. Sesuai rencana, gaji yang akan diterima para PTT dan GTT di Bangli di tahun 2019 ini mengalami kenaikan menjadi di atas Rp 1 juta per bulan. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra saat dikonfirmasi, Selasa (26/2) kemarin, mengatakan, bahwa hingga saat ini Perbup yang mengatur terkait PTT dan GTT masih diproses di Bagian Hukum. Hal ini menyebabkan perpanjangan kontrak PTT dan GTT belum bisa dilakukan. “Setelah diperpanjang, baru bisa dilakukan pengamprahan gaji,” terangnya. Dikatakan bahwa peruba-

han perbup dilakukan karena pada tahun ini Pemerintah Kaupaten Bangli berencana menaikkan gaji para PTT dan GTT. Dari awalnya Rp 990 ribu menjadi Rp 1.250.000 per bulan. Dikatakan juga bahwa perpanjangan kontrak PTT akan dilakukan oleh masing-masing pimpinan OPD. Dalam perpanjangan kontrak itu, pimpinan OPD yang telah diberikan kewenangan

oleh Bupati akan terlebih dahulu melakukan evaluasi terharap kinerja PTT masing-masing. “Jadi pengertian perpanjangan kontrak itu juga sekaligus melakukan evaluasi terhadap kinerja mereka,” jelasnya. Giri Putra berharap proses pembaharuan perbup dapat selesai secepatnya. Sehingga para PTT dan GTT bisa segera menerima haknya. “Kami berharap bisa sele-

saikan secepatnya, karena sudah menjelang hari raya nyepi,” ujarnya. Sebagaimana yang diketahui Pemerintah Kabupaten Bangli mulai tahun ini memberlakukan kenaikan gaji bagi PTT dan GTT. Kenaikan gaji dilakukan sebagai upaya untuk memberikan rasa keadilan bagi para PTT dan GTT pasca dinaikannya tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk pegawai berstatus ASN. Kenaikan gaji ini juga bertujuan untuk memotivasi kinerja PTT. Ke depan Gaji PTT dan GTT akan dirancang naik kembali sampai tahun 2021 hingga diangka Rp 2 juta lebih. (kmb40)

TMMD Ke-104 di Desa Peninjoan Dibuka

Bangun Jalan Sepanjang 1,5 Km, Tumbuhkan Semangat Gotong Royong PROGRAM Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-104 Tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Peninjoan, Tembuku, resmi dibuka di Lapangan Desa Peninjoan, Selasa (26/2) kemarin. Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali, Danrem 163/Wirasatya, Dandim 1626/Bangli, Bupati, Wakil Bupati Bangli serta sejumlah pejabat. Dalam pelaksanaan TMMD kali ini, jajaran Kodim 1626 tak hanya menyasar terbangunnya akses jalan penghubung Banjar Penarukan dengan Banjar Tampuagan sepanjang 1,5 km, namun juga terbangunnya atau tumbuhnya semangat gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan, program TMMD dilaksanakan dalam upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus membangun keswadayaan masyarakat dalam pembangunan. Keterlibatan TNI dalam pembangunan merupakan bentuk nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan masyarakat akan mempercepat pembangunan di desa sebagaimana yang tertuang dalam butir ke-3 dari Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Dijelaskannya bahwa pada tahun 2015 Pemerintah telah

Bali Post/kmb40

DIBUKA - TMMD ke-104 di Desa Peninjoan, Tembuku dibuka, Selasa (26/2) kemarin. mengikrarkan gerakan perubahan mendasar yang dikenal dengan revolusi mental. Hal itu harus dimaknai sebagai suatu gerakan fundamental baik cara pandang, cara pikir dan cara kerja setiap elemen baik pemerintah, TNI dan seluruh masyarakat yang dituangkan dalam tiga pilar revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong. Kegiatan TMMD ke-1004 ini diharapkan dapat memacu dan memotivasi usaha dalam pemberdayaan masyarakat dengan semangat dan jiwa baru yang berintegritas, beretos kerja dan gotong-royong yang akan mempengaruhi jalannya penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksa-

naan pembangunan nasional, khususnya di Provinsi Bali. Sementara itu, Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto selaku Dansatgas TMMD menjelaskan, dipilihnya Desa Peninjoan sebagai lokasi pelaksanaan TTMD ke-104 tahun 2019 berdasarkan usulan dari masyarakat yang sangat mengharapkan terbentuknya jalan sepanjang 1,5 km, penghubung antara Banjar Penarukan dengan Banjar Tampuagan. Selama ini masyarakat sering memanfaatkan jalan setapak yang ada sebagai akses dalam melaksanakan kegiatan upacara keagamaan dan kegiatan sehari-hari untuk perekonomian para petani. Dana yang dialokasikan

untuk mendukung kegiatan pembuatan jalan ini bersumber dari APBD Kabupaten Bangli Rp 1,5 miliar ditambah pendampingan desa sebesar Rp 150 juta untuk mendukung kegiatan nonfisik dan kegiatan seremonial upacara pembukaan dan penutupan termasuk juga bedah rumah. Mabes TNI juga memberikan dukungan dana berupa uang saku dan uang makan untuk para personel TNI yang berjumlah 150 orang. “Dengan program TMMD ini sasarannya bukan hanya terbentuk jalan sepanjang 1,5 km, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat gotong royong budaya adiluhung yang diwariskan nenek moyang kita. Bukan hanya untuk kalangan masyarakat saja tetapi juga jalinan wahanan gotong royong antara masyarakat dengan TNI, Polri dan aparat lain baik itu ASN di Kabupaten Bangli termasuk pihak-pihak dari luar Kabupaten dalam hal ini adalah dari Provinsi Bali,” jelasnya. Selain pembuatan jalan, juga dilaksanakan kegiatan nonfisik berupa sosialisasi/ penyuluhan belanegara, ketahanan pangan, hukum, KB, kesehatan dan lainnya. Hal menarik dalam TMMD kali ini, Kodim Bangli juga akan melibatkan sejumlah warga binaan Rutan untuk pengerjaan bedah rumah. Ini sebagai upaya untuk mempersiapkan mereka kembali ke tengahtengah masyarakat. (ina)

KEINDAHAN alam kaldera Batur, Kintamani kini bisa dinikmati wisatawan dengan cara baru dan berbeda. Yakni dengan touring sambil menjajal black lava yang ada di wilayah kaldera Gunung Batur mengendarai mobil Jeep. Kendaraan Jeep ini disediakan oleh Kaldera Jeep Adventure (KAJA), sebuah organisasi penyedia jasa transportasi khusus Jeep di wilayah Kaldera Batur. Kehadiran KAJA yang kini ikut memberi warna baru pada dunia pariwisata di Kintamani disosialisasikan secara resmi di Balai Banjar Dalem, Desa Songan, Selasa (26/2) kemarin. Acara sosialisasi dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Adnyana, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli Gede Arta, Ketua PHRI Bangli Ketut Mardjana, serta sejumlah undangan lainnya dari Polres, Kodim serta BKSDA Bali. Ketua Umum KAJA I Wayan Juliawan Edi Suswanto menjelaskan KAJA sudah dibentuk sejak 3 November 2018 lalu. KAJA memiliki 38 anggota yang berasal dari beberapa desa di wilayah kaldera Batur. KAJA dibentuk untuk menyediakan jasa transportasi bagi wisatawan yang ingin berkeliling dan menjajal keindahan alam kaldera Batur menggunakan kendaraan Jeep.

“Hari ini kami adakan sosialisasi untuk memperkenalkan KAJA,” terangnya. Dijelaskannya, saat ini sudah ada sekitar 19 mobil jeep KAJA yang beroperasi dan bisa dimanfaatkan wisatawan. Dengan mobil itu, wisatawan bisa melakukan touring berkeliling Gunung Batur sambil menjajal black lava yang memiliki kontur keras berbatu. Tentu hal itu akan memberikan sensasi berbeda dan pengalaman petualangan unik yang bisa memacu adrenalin. “Sensasi offroad-nya bisa dirasakan apalagi saat naik ke black lava. Track di sana berbeda, bukan jalur yang biasa dilalui kendaraan,” terangnya. Juliawan berharap kehadiran KAJA mendapat suport penuh pemerintah. Melalui KAJA, pihaknya berharap dapat ikut mengembangkan pariwisata di Kintamani yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Kepala Disparbud Kabupaten Bangli Wayan Adnyana menyambut baik kehadiran KAJA. Menurutnya kehadiran KAJA tentu dapat menambah gairah wisatawan untuk berkunjung ke Kaldera Batur yang sejak 2012 lalu telah diakui Unesco sebagai salah satu jaringan geopark dunia. Pihaknya berpesan KAJA dapat tetap menjaga lingkungan agar lestari. “Harapan kita, goal akhirnya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kadishub Bangli Gede Arta. Pihaknya sangat mendukung kehadiran KAJA dalam menyediakan jasa transportasi kepada wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Kaldera Batur secara keseluruhan. Pihaknya menekankan kepada KAJA agar dalam beroperasi tetap memperhatikan fasilitas kendaraan yang disediakan. “Kendaraan harus diperhatikan dan dipastikan layak jalan agar wisatawan tetap nyaman. Termasuk pengemudinya harus benar-benar memiliki kemahiran mengemudi. Tidak boleh coba-coba,” jelasnya. Ketua PHRI Kabupaten Bangli Ketut Mardjana juga menyambut senang kehadiran KAJA yang kini ikut meramaikan dan mengembangkan pariwisata di Kintamani. Kehadiran KAJA diyakini akan menambah gairah dan semangat wisatawan untuk berkunjung ke Kaldera Batur. Pihaknya berharap KAJA serta organisasi yang bergerak di bidang kepariwisataan lainnya di Kintamani ke depan bisa bersamasama berkolaborasi dan bergandengan tangan dalam memberi pelayanan kepada wisatawan dengan membuat paket wisata yang menarik. Untuk semakin meningkatkan kunjungan ke kaldera Batur, pihaknya berharap kepada pemerintah dan BKSDA untuk mengkaji kembali terkait pungutan masuk ke wilayah kaldera Batur. (ad883)

KAJA- Anggota Kaldera Jeep Adventur (KAJA) berfoto bersama usai acara sosialisasi di Banjar Dalem, Desa Songan, Kintamani.

Puluhan Ribu Surat Suara Rusak, Target Pelipatan Dipastikan Molor Bangli (Bali Post) Puluhan ribu lembar surat suara Pemilu April mendatang, ditemukan rusak selama proses penyortiran yang dilakukan KPU Bangli sejak Senin (18/2) lalu. Akibatnya, target penyortiran dan pelipatan surat pun dipastikan molor. Berdasarkan data yang dihimpun dari KPU Bangli, total surat suara DPRD Kabupaten yang ditemukan rusak jumlahnya mencapai 39.210 lembar. Dengan rincian untuk surat suara DPRD Kabupaten Dapil Bangli I kerusakannya sebanyak 19.488 lembar, Dapil Bangli 2 sebanyak 254 lembar, Dapil Bangli 3 sebanyak 1.046 lembar, Dapil Bangli 4 sebanyak 298 lembar, dan Dapil Bangli 5 sebanyak 18.124 lembar. Selain surat suara DPRD

Kabupaten, kerusakan juga ditemukan pada surat suara DPRD Provinsi sebanyak 2.900 lembar. Bentuk kerusakannya beragam, ada yang robek, terdapat bercak tinta, dan kotor. Menurut Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan kerusakan surat suara itu disebabkan proses pencetakan yang kurang rapi. Surat suara yang masuk kriteria rusak sengaja disisihkan dan tidak ikut dilipat, untuk menghindari adanya kecurigaan ketidaknetralan KPU. “Misalnya, ada surat suara yang pada gambarnya terdapat bercak tinta. Kami tidak berani lipat, agar jangan sampai KPU dianggap memberikan penandaan yang bisa merugikan atau menguntungkan salah satu peserta,” terangnya.

Pujawan mengatakan, terkait banyaknya kerusakan surat suara yang ditemukan, pihaknya telah melaporkannya secara resmi ke KPU RI dan KPU Provinsi. Tindak lanjutnya, KPU RI melalui Karo Logistik belum lama ini sudah sempat turun langsung ke Bangli untuk mengecek kondisi surat suara yang dilaporkan rusak. Rencananya surat suara yang rusak akan segera diganti. Disinggung mengenai target penyelesaian proses penyortiran dan pelipatan surat suara, Pujawan memastikan tidak bisa diselesaikan sesuai target awal. Pihaknya menjadwalkan proses penyortiran dan pelipatan surat suara tuntas selama sepuluh hari dari tanggal 18 Februari hingga 28 Februari ini. (kmb40)


15

Rabu Pon, 27 Februari 2019

Kendala PTSL, Tak Semua Pemilik Tanah Ada di Bali

Rudi Rubijaya ‘’Tahun ini target kami 147 ribu, mudah-mudahan kita bisa lebih cepat dari target nasional. Kalau nasional kan tahun 2025, tapi di Bali mudah-mudahan ta-

hun ini sudah terdaftar lengkap se-Bali,’’ ujar Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali Rudi Rubijaya di sela-sela Pencananganan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Kanwil BPN Provinsi Bali, Selasa (26/2) kemarin. Menurut Rudi, salah satu kendala sertifikasi tanah di Bali adalah tidak semua pemilik tanah ada di Bali. Ada pemilik yang tinggal di luar kota, bahkan di luar negeri. Pihaknya mengimbau agar masyarakat yang tanahnya belum disertifikasi untuk tidak ragu datang ke kantor desa atau kantor pertanahan. ‘’Kita akan bantu proses sertifikasinya. PTSL itu untuk biaya sertifikasi ditanggung oleh negara. Namun demikian, ada biaya-biaya di

luar sertifikasi. Misalnya, kalau keterangan warisnya belum ada, silakan diurus dengan desa. Misalkan mau buat patok batas atau surat-surat keterangan, tidak di-cover oleh negara,’’ jelasnya. Rudi pun mendorong masyarakat agar dari sekarang memasang tanda batas tanahnya masing-masing. Sebab, pengukuran tanah untuk keperluan sertifikasi tidak bisa dilakukan kalau batasnya masih belum jelas. Oleh karena itu, waktu di awal tahun ini masih dimanfaatkan untuk memberi sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. ‘’Sehingga di awal tahun memang belum banyak sertifikat yang terbit. Bulan ini kurang lebih ada 2000 sertifikat sudah siap,’’ imbuhnya. Dari target 147 ribu tahun

ini, lanjut Rudi, terutama fokus di tujuh kabupaten. Pasalnya, PTSL di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sudah lengkap. Namun demikian, proses pemeliharaan data masih tetap berjalan karena PTSL memiliki 4 kluster produk. ‘’Terbanyak (tanah yang belum disertifikasi - red) di Tabanan dan Buleleng, karena secara geografis wilayahnya luas,’’ tandasnya. Diwawancara terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Pemprov Bali mendukung program PTSL yang tahun ini di Bali ditarget sebanyak 147 ribu sertifikat rampung. ‘’Kalau ini tercapai, Bali sudah akan mencapai angka prestasi luar biasa 100 persen tanah di Bali sudah bersertifikat. Ini sesuatu yang harus didukung oleh semua pihak,’’ ujarnya. Koster secara khusus mengatensi sertifikasi tanah milik desa adat yang kini sudah mencapai 85 ribu bidang tanah. Sisanya, termasuk sertifikasi tanah pelaba pura yang masih tinggal sedikit lagi diharapkan tuntas tahun ini. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur telah mencanangkan diri sebagai rumah sakit sayang ibu dan anak, Selasa (26/2) kemarin. Pencanangan ini sesuai dengan UU dan peraturan pemerintah bahwa rumah sakit harus mendukung program pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan anak (AKI dan AKA). Direktur RSBM dr. Bagus Darmayasa, M.Repro. mengatakan, RSBM mencanangkan Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak (GRSIA) karena kewajiban institusi rumah sakit mendukung program pemerintah berdasarkan UU. ‘’Dan kita baru setahun berdiri sudah langsung melakukan

itu,’’ ujarnya. Diakuinya, RSBM ingin mengambil langkah cepat untuk perkembangan rumah sakit. Termasuk mempercepat pencanangan GRSIA. Selain itu, RSBM pada 2025 menuju RS kelas dunia. ‘’Artinya kita mengikuti akreditasi internasional, JCI,’’ ungkapnya. RSBM memiliki kesiapan peralatan fasilitas untuk perawatan ibu dan anak. Di antaranya ruang IGD bersalin, ruang PICU, NICU, dan tim medis yang concern terhadap penanganan ibu dan anak. RSBM juga dilengkapi dengan ruang laktasi sebagai tempat untuk pasien menyusui. Tidak hanya sarana dan prasarana, juga kualitas perawatan pada ibu dan anak.

Angka kematian ibu dan bayi di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali tersebut nol. Bahkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) di bawah 1.500 gram, mampu bertahan hidup. ‘’Artinya penanganan persalinannya sudah bagus. Kita banyak menerima rujukan–rujukan yang kondisinya sudah tidak bagus. Contoh bayi BBLR. Itu harus dimasukkan dalam inkubator yang bagus,’’ bebernya. Selanjutnya, pada Mei 2019, RSBM akan mengikuti akreditasi KARS. Kepala Instalasi Ibu dan Anak RSBM dr. I.A. Indira Mandini Manuaba, Sp.OG. memaparkan, ada 10 penilaian dalam menentukan keberhasilan penilaian sebagai rumah sakit sayang

ibu dan anak. Titik fokusnya pada pemberian ASI eksklusif. Selain itu juga Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dilakukan di RS tersebut. Untuk bayi BBLR, perawatan metode kanguru juga dilakukan. Metode kanguru membuat bayi dari lahir sudah langsung dekat dengan ibu. Setelah itu anak-ibu langsung IMD, baik lahir normal maupun cesar. Setelah lahir pun bayi akan terus ada di samping ibu, dirawat gabung dengan ibunya. ‘’Untuk perawatan misalnya menggunakan selendang atau baju khusus. Metode kanguru itu sebenarnya pengganti inkubator. Dada ibu dan dan anak akan dekat jadi bayi itu hangat,’’ bebernya. (kmb42)

Surabaya (Bali Post) – Pengusaha optimistis pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang berjalan lancar. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. ‘’2019 ini adalah tahun pesta demokrasi. Tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran secara berlebihan,’’ kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito saat mejadi pembicara di acara Bincang Bisnis yang mengambil tema ‘’Optimisme Perdagangan & Ekonomi 2019’’ di Surabaya, Selasa (26/2) ke-

marin. Menurutnya, hasil referendum 23 Juni 2016 yang menghasilkan keputusan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) ditambah lagi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok membawa dampak dan pengaruh tidak hanya untuk kawasan Uni Eropa, juga pada dunia global. Tantangan global ini akan memengaruhi perekonomian dan keuangan domestik. Yaitu, ketidakpastian global, risiko

ekonomi, perang dagang dan proteksionisme, normalisasi suku bunga dolar Amerika, dan volantilitas harga komoditas. ‘’Pernah ekspor komoditi nenas dan sarang burung Indonesia dihambat ekspornya oleh pemerintah Tiongkok. Maka saya juga membalas dengan melarang masuknya jeruk Mandarin asal RRC jelang Imlek,’’ tegas Politisi Partai Nasionalis Demokrat (Nasdem) ini. Akibat kebijakan tersebut, katanya, banyak eksportir di

Tiongkok yang merasa terimbas keputusan tersebut. Akhirnya, Perdana Menteri Tiongkok menemui Presiden Joko Widodo, dan membahas hal tersebut. Akhirnya, disepakati Tiongkok mencabut kebijakan larangan impor nenas dan sarang burung dari Indonesia, serta ditambah lagi kuota ekspor jutaan ton komiditi virginat coconut oil (VCO) dan Mendag kemudian mencabut kebijakan pelarangan jeruk Mandarin. (kmb/059)

Denpasar (Bali Post) Tahun 2019 ini Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali menargetkan seluruh bidang tanah di Pulau Dewata sudah bersertifikat lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). BPN Kanwil Bali hanya tinggal merampungkan sertifikasi 147 ribu bidang tanah, yang diharapkan selesai Juni mendatang. Terlebih di tahun 2018 lalu, sertifikasi bisa tercapai untuk 270 ribu bidang tanah.

RSBM Canangkan Diri sebagai Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak

Pengusaha Optimistis Pemilu Lancar

Kerja Sama

Tokoh Muslim Selain itu, konsep pariwisata budaya ini telah menjadi branding yang sangat kuat di tingkat global dan telah terbukti membawa kemakmuran bagi para pelaku industri pariwisata serta masyarakat Bali. Di tataran global, branding itu membuat Bali dikenal sebagai The Last Paradise, surga terakhir yang dihuni oleh pemeluk Hindu yang selalu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Pencipta dan Alam-nya. ‘’Branding ini bisa rusak jika kita mengembangkan konsep pariwisata yang tidak cocok dengan keunikan dan karakter budaya Bali, misalnya konsep pariwisata halal itu,’’ tegas Cok Ace. Ide Sandiaga Uno untuk mengembangkan pariwisata halal di Bali tidak hanya memantik penolakan dari para pelaku pariwisata, juga dari warga muslim sendiri. Salah satunya adalah M. Bakkri, tokoh komunitas muslim yang bermukim di Canggu, Kuta Utara. Menurut Bakkri, selama bertahun-tahun tinggal dan berwiraswasta di daerah yang dikenal sebagai pusat turis di Bali itu, ia sangat jarang ber-

jumpa dengan wisatawan dari negara-negara Arab. ‘’Yang jumlahnya membeludak itu bule dan turis Cina. Itu makanya ide Pak Sandi itu saya bilang gak masuk akal. Ngapain sibuk-sibuk ngurusin yang jumlahnya sedikit? Kan lebih bagus yang sudah pasti jumlahnya banyak yang diurusi,’’ katanya sembari tersenyum. Pendapat senada disampaikan pula oleh Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Prof. Dr. Ir. Made Damriyasa. ‘’Tidak ada keraguan bahwa keunikan budaya Bali merupakan faktor yang paling menentukan dalam keberhasilan Bali menjadi destinasi wisata terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia,’’ tegasnya. Dalam konteks ini, keberlanjutan pariwisata Bali akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah, pelaku pariwisata, serta masyarakar Bali dalam menjaga keunikan budaya tersebut. Termasuk dalam mempertahankan nilai-nilai tradisi, spiritualitas serta kearifan lokal yang menjiwai kebudayaan Bali. ‘’Konsep-konsep pariwisata yang berpeluang mengikis keunikan budaya tersebut tentunya harus ditolak dengan tegas. Pariwisata halal termasuk ke dalam konsepkonsep itu,’’ tegasnya. (ad890)

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tahun 2019 di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (26/2) kemarin. Rakornas diikuti Ketua Ketua TP-PKK Provinsi, Ketua TPPKK Kabupaten/Kota serta Dinas PMD Provinsi se-Indonesia. Hadir dalam Rakornas tersebut Ketua Umum TPPKK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Hadir juga sejumlah istri menteri Kabinet Kerja yang menjadi penggerak di tingkat pusat seperti Ny. Bintang Puspayoga. Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya mengatakan pemerintah pusat mengapresiasi Rakornas TPPKK untuk meningkatkan kerja sama, saling memahami, menjaga toleransi sekaligus sebagai wadah untuk bertukar informasi tentang perkembangan daerahnya masing-masing. ‘’Rakornas ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja seluruh pengurus PKK baik dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga

Rabu, 27 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 11:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan lan Serati Banten (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hanoman (2) Bali Channel Tourist TV Inovator Ista Dewata Pura Taman Limut Lejel Homeshopping Bali Channel Tourist TV

12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Mamungkah,Ngenteg Linggih, Br. Pengembungan Sari,Bongkasa, AbiansemalBadung (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Agrobisnis Peternakan Trigona Kian Dikembangkan 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram

17:00 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Profit Indonesia 21:00 Wita Dialog Interaktif Kominfo 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Geseng Waringin, Merajan Agung Puri Satria Klungkung (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel

ke tingkat pemerintahan desa dalam upaya untuk membantu percepatan pembangunan khususnya mengenai kesehatan yang ada di lingkungan masing-masing,’’ tegas Mendagri. Ketua Umum TP-PKK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dalam laporannya menyatakan Rakornas 2019 mengusung tema ‘’Peranan TP-PKK dalam Pencegahan Stunting melalui 10 program pokok PKK’’. ‘’Keterlibatan antara Pokja menjadi bagian yang sangat krusial untuk saling bersinergi dalam pencapaiannya, sehingga tidak terjadi dominasi Pokja yang mengakibatkan konflik internal. Di sinilah diperlukan koordinasi untuk mendapatkan solusi yang tepat dan disepakati bersama, sebagai arah kebijakan khususnya untuk mendukung percepatan penanganan stunting,’’ sebut Erni. (ad891)

WARUNG GLOBAL

Keterlambatan Gaji Pengaruhi Kinerja ‘’SUDAH jatuh tertimpa tangga pula’’. Barangkali kalimat ini pas bagi para guru kontrak di salah satu SD di kawasan Dalung, Kuta Utara yang belum menerima gaji bulan ini. Apakah ini akan memengaruhi kinerja? Tentu saja sangat memengaruhi. Demikian pendapat para pendengar Radio Global 96,5 FM yang disampaikan dalam acara dialog interaktif Warung Global, yang disiarkan, Selasa (26/2) kemarin. Berikut rangkumannya. Menurut Febri di Denpasar, pihak yang terlambat menyetorkan berkas sebaiknya diberikan sanksi. Karena terlambat mendapat gaji akhirnya berimbas pada kinerja, apalagi guru kontrak mengajar murid. Ia justru heran, Badung kabupaten kaya tak mungkin terlambat memberikan gaji. Sementara Ketut Mursi di Denpasar melihat bahwa sistem penggajiannya yang kurang profesional. Ibarat sudah jatuh tertimpa meja dan

tangga pula. Dua hari saja terlambat, akan kelimpungan. Budiada di Tabanan ingin mengetahui sistem perekrutan tenaga kontrak ini. Jika tak bisa menggaji, buat apa direkrut? Tentu saja keterlambatan gaji tiap bulan ini berpengaruh besar. Tenaga kontrak juga perlu makan. Demikian juga disampaikan Ayu di Petang. Ia mengatakan, harus cek yang mengurus hal ini. Anak istri jadi korban, daya beli masyarakat menurun.

Diatur Perda

‘’Jadi, tetap ada seperti yang sudah berjalan selama ini. Tapi tidak sekuat yang diatur oleh perda dalam LOKA tersebut,’’ tandasnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, pihaknya memang diundang oleh Gubernur untuk konsultasi dan harmonisasi Ranperda tentang Desa Adat. Utamanya pada beberapa pasal yang masih perlu dikaji secara lebih mendalam sesuai hasil pembahasan Pansus dan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Dikatakan, Gubernur memang mengusulkan agar nama Labda Pacingkreman Desa dicantumkan dalam ranperda. ‘’LPD

tetap diatur melalui Perda No.3 Tahun 2017, penguatan di bidang pengawasan diatur melalui pergub. Terkait nama Labda Pacingkreman Desa dalam Ranperda Desa Adat, lebih lanjut akan dikonsultasikan ke Kemendagri agar tidak bias,’’ ujarnya. Sugawa Korry melanjutkan, nama Labda Pacingkreman Desa agar tidak bias dengan makna yang terkandung dalam Pasal 39 ayat 3 Undang-undang No.1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. Sebab, pasal tersebut secara rigid mengatur pengecualian Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Di luar masalah nama LPD, dewan dan Gubernur menyepakati struktur Majelis Alit yang sebelumnya hilang tetap ada dalam Ranperda

Werdha di Gianyar menyampaikan, keberadaan guru kontrak ini patut kita cermati. Gaji kecil, sering terlambat pula, tetapi kenapa mau menjadi tenaga kontrak? Apakah ini karena ASN oriented atau memang tenaga kontrak itu orang yang mampu. Kemudian penyetor berkas perlu juga ditelusuri, apa sebab terlambat menyetor sehingga berimbas pada pencairan gaji tiap bulan. Ia berharap hal seperti ini tidak terulang lagi. (sikha p) Desa Adat. ‘’Fungsi dan kewenangan Majelis Desa Adat diatur agar tidak menimbulkan dualisme kepemimpinan di daerah. Pengaturan usaha di sektor riil, BUMDa (BUPDA - red) agar diatur juga melalui perda. Termasuk tentang tata cara pemilihan bendesa juga agar disempurnakan lagi,’’ imbuh politisi Golkar ini. Berkaitan dengan LOKA, Sugawa Korry menyebut tetap ada untuk mewadahi BUPDA. Akan tetapi tidak dalam konteks mencampuri tata kelola LPD. Untuk LPD, ada pemisahan yang tegas antara kepemilikan dengan tata kelola. Pasalnya, LPD sebagai lembaga keuangan tetap harus dikelola secara profesional dan prudent. (kmb32)

Program Pemerintah Dengan cashless seperti ini, kata Sudharma, Bank BPD Bali juga turut menyukseskan program pemerintah yaitu Gerakan Nasional Non-Tunai. ‘’Kita bersama-sama bersinergi untuk masing-masing institusi ini untuk memb-branding lembaga masing-masing,’’ ujarnya. Dalam kerja sama itu, Bank BPD Bali bertindak selaku mitra resmi penyedia rekening settlement bagi para pelaku UMKM. Sebagai tahap awal kemitraan QR code OVO akan segera tersedia di gerai-gerai UMKM di pasar, layanan publik, dan tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah atau desa adat yang ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 gerai. ‘’Sementara kita

‘’Jadi begini, belum tentu produk kita ini mencukupi kebutuhan yang ada. Nah, yang kita minta itu kan pada saat panen itu wajib menggunakan yang punya Bali,’’ ujar Koster di Denpasar, Selasa (26/2) kemarin. Di saat tidak panen, lanjut Koster, tentu harus menggunakan mekanisme lain. Hotel, misalnya, dapat mendatangkan produk pertanian dari luar Bali.

Kurang Diuntungkan

Indonesia lantas berada dalam posisi kurang diuntungkan ketika Bagas Adi diganjar kartu merah langsung oleh wasit lantaran melakukan jegalan dua kaki terhadap pemain lawan pada menit ke-89. Beruntung lima menit masa injury time, Indonesia berhasil mempertahankan skor 2-1 demi mengangkat trofi Piala AFF U-22 untuk pertama kalinya. (kmb33/ant)

jadi bank settlement saja. Nasabah kita yang menggunakan ada OVO-nya, transaksinya kan lewat Bank BPD Bali. Sedangkan yang lain sedang dibahas timnya dari OVO. Nanti akan dikembangkan model kerja sama yang lain seperti di desa wisata, e-retribusi, dan pungutan-pungutan lain bisa kita kerjasamakan seperti samsat, universitas,’’ bebernya. Di universitas nanti sekaligus memberi pemahaman kepada anak muda, yang menjadi tulang punggung ekonomi ke depannya. Sampai saat ini sudah ada lebih dari 1.600 UMKM yang menjadi potensi ke depan. ‘’Itu nasabah kita, nanti transaksinya lewat OVO,’’ ujar Sudharma. Direktur OVO Johnny Widodo mengatakan, kerja sama ini berfokus untuk mendukung

cashless society. ‘’Jadi, kita mencoba membangun ekosistem, contohnya yang akan kita coba dulu, dari sisi pasar,’’ ujarnya. Transaksi OVO dengan menggunakan QR code. Simpel, hanya perlu menggunakan QR code sudah bisa melakukan pembayaran. ‘’Itu dari sisi user dan pedagang tapi tentunya kita juga melihat dari pedagang dan pemda misalnya ada transaksi seperti retribusi dan di wilayah pasarnya ada parkir dan lain-lain. Kita tidak menutup kemungkinan hanya melakukan kerja sama di Pasar Badung saja yang ada sekitar 1.600 pedagang. Kita sangat open untuk explore beyond, seperti SKCK, SIM, pembayaran di universitas, wisata, dan transaksi lainnya,’’ beber Johnny Widodo. (bns2)

Dengan catatan, produk tersebut jangan memakai merek Bali atau dilabeli sebagai produk lokal Pulau Dewata. ‘’Jangan dong ditabrakin. Kan yang kita minta hanya pada musimnya. Kalau pada saat tidak musim, hotel memerlukan, kan boleh dong mendatangkan dari luar. Tapi jangan merek Bali, merek sono, nanti Bali lain,’’ jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Koster mengaku serius untuk menggerakkan pergub lantaran terkait dengan pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan

dan industri lokal Bali. Saat ini bahkan tengah disiapkan SOP untuk implementasinya. Sebelumnya diberitakan, implementasi Pergub 99 dinilai akan serba salah. Pasalnya, ada kemungkinan pergub akan dilanggar dengan mendatangkan suplai dari luar Bali, namun diakui sebagai produk lokal. ‘’Serba salah itu lho. Umpamanya menyangkut buah, dari segi kuantitas sangat terbatas. Kalau sudah tidak musim, tidak ada buah. Kualitas juga begitu,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Bali Ketut Suwandhi. (kmb32)

Mekanisme Lain


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Pon, 27 Februari 2019

KEJAR - Pemain Persija Bruno Matos (tengah) berusaha melewati kejaran dua pemain Becamex Binh Duong pada pertandingan Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (26/2) kemarin.

Piala AFC

Persija Ditahan Becamex

Jakarta (Bali Post) – Persija Jakarta bermain imbang tanpa gol kontra Becamex Binh Duong asal Vietnam dalam pertandingan pertama Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (26/2) malam kemarin. Skor tersebut membuat Persija dan Becamex mengisi dua tempat teratas klasemen sementara karena dua klub lain, Ceres Negros (Filipina) dan Shan United (Myanmar) bertanding kemudian. Kedua tim bermain disiplin dan saling melancarkan serangan meski tidak banyak peluang berbahaya yang tercipta. Persija yang mengandalkan Riko Simanjuntak di sisi sayap dan menurunkan dua pemain asing barunya Silvio Escobar serta Rohit Chand sejak menit pertama beberapa kali

membuat lawan kesulitan. Pertahanan rapat Becamex yang digalang Ali Rabo membuat pemain tuan rumah tidak leluasa menusuk ke kotak penalti. Skuad Macan Kemayoran terpaksa melakukan tendangan-tendangan jarak jauh yang tidak terlalu efektif membongkar lini belakang Becamex.

PABBSI Bidik Tujuh Kualifikasi Olimpiade Jakarta (Bali Post) – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) membidik tujuh kejuaraan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 dengan kuota anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) lebih dari Rp 11 miliar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. ‘’Kami sudah mengirim atlet-atlet untuk lolos kualifikasi Olimpiade ke kejuaraan Thailand dan Cina pada Januari-Februari. Lalu, kami akan menggirim mereka dalam Kejuaraan Asia pada April. Kami juga memantau perkembangan hasil capaian mereka dalam setiap kejuaraan,’’ kata Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono di Jakarta, Selasa (26/2) kemarin. Ia mencontohkan atlet angkat besi putra andalan Indonesia Eko Yuli Irawan harus mengikuti setidaknya tiga kejuaraan lain meskipun telah meraih medali emas dalam Piala Dunia 2019 di Fuzhou, Cina, Sabtu (23/2) lalu. PB PABBSI telah mengajukan Pelatnas SEA Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 dengan jumlah total 20 atlet yang terdiri atas atlet senior dan junior. Program pelatnas 2019 dimulai sejak 4 Januari lalu. PB PABBSI meminta kemudahan pengelolaan anggaran dan tidak terbatas pada Rp 11 miliar yang disepakati oleh Kemenpora. Djoko berharap anggaran Rp 11 miliar untuk pelatnas cabang angkat besi menuju SEA Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 cair pada Jumat (1/3) nanti. ‘’Kami akan menyesuaikan honor untuk masing-masing atlet tapi tidak sampai keluar dari Standar Biaya Masukan Lainnya (SBML). Jika alokasi sampai Rp 10 juta misalnya, kami hanya meminta Rp 4 juta untuk atlet-atlet junior,’’ sebutnya. Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyepakati anggaran pelatnas cabang angkat besi, bulu tangkis dan wushu menuju SEA Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade 2020. Total dananya Rp 500 miliar. Dana ini dibagi dua yaitu untuk cabang prestasi Rp 312 miliar dan untuk Komite Paralimpiade Nasional Rp 150 miliar sebagai persiapan tim ASEAN Para Games. (ant)

Nasib serupa juga dialami sang lawan. Sektor belakang Persija yang kokoh dengan duet bek tengah Ryuji Utomo dan Maman Abdurdahman membuat penyerang Becamex Wander Luiz tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Situasi itu membuat skor 0-0 bertahan sampai pertandingan

memasuki masa jeda. Di babak kedua, Persija mulai berani merangsek ke dalam kotak penalti lawannya. Tercatat dua kali kesempatan diciptakan melalui skema tersebut lewat Riko Simanjuntak (62) dan Novri Setiawan (66), tetapi tendangan mereka masih menerpa sisi gawang. Pemain pengganti Becamex Vo Ngoc Thinh hampir menciptakan gol pada menit ke-70. Sudah berhadapan dengan kiper Persija Andritany Ardhiyasa, dia gagal memasukkan bola karena tendangannya dapat ditepis. Wasit asal Thailand Mon-

gkolchai Pechsri memberikan tambahan waktu tiga menit di ujung laga, tetapi tak ada gol yang berhasil ditorehkan kedua tim sampai pertandingan tuntas. Sejumlah suporter Persija atau Jakmania rela izin libur kerja demi menonton laga perdana Grup C Piala AFC 2019 ini. Marchel Indrawan (21) suporter dari Pluis Bersatu asal Jakarta mengaku sudah meminta izin kepada pimpinannya untuk bisa menyaksikan tim kesayangannya bertanding. Marchel sudah lima tahun

Teco Matangkan Persiapan Hadapi Mitra Kukar

Mangupura (Bali Post) – Bali United kembali menggelar latihan di Lapangan Tri Sakti, Legian, Selasa (26/2) sore kemarin. Latihan kali ini difokuskan sebagai persiapan jelang laga perdana menghadapi Mitra Kukar pada Minggu (3/3) mendatang. Ditemui usai latihan, pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra mengatakan persiapan tim Serdadu Tridatu jelang laga perdana Piala Presiden 2019 sudah semakin matang. ‘’Sebagai persiapan untuk menghadapi Piala

Presiden 2019, para pemain sudah diberi latihan fisik. Hari ini mereka berlatih teknik dan masih ada waktu latihan kurang lebih tiga hari ke depan untuk sesi latihan taktikal sebelum kami berangkat ke Bekasi,’’ ujarnya seperti dikutif dari situs Bali United. Disinggung mengenai lawanlawan tim Serdadu Tridatu di babak penyisihan Grup B, pria yang akrab dipangggil Teco itu mengungkapkan, yang menjadi fokusnya saat ini adalah pertandingan perdana menghadapi Mitra Kukar.

bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan ekspedisi logistik. Sejak 2007 menjadi suporter Persija, ia selalu menyaksikan laga baik secara langsung maupun melalui televisi atau streaming internet. Beberapa suporter Persija lainnya tampak mengajak buah hatinya menonton di SUGBK. Bukan tanpa alasan mereka membawa buah hati. Seperti yang disampaikan salah satu Jakmania asal Ciledug, Tangerang, Coki. Menurutnya, salah satu tujuan membawa anak adalah untuk regenerasi sebagai Jakmania.

Walau bercampur dengan suporter dewasa, beberapa Jakmania yang membawa anak yakin buah hatinya dapat menonton pertandingan dengan aman. Sebelum menyaksikan pertandingan, suporter harus melewati tiga lapis penjagaan, mulai dari pintu masuk GBK, depan stadion dan tepat di pintu masuk stadion. Di depan stadion, petugas memeriksa bawaan supporter serta menyita beberapa barang di antaranya senjata tajam, korek api, rokok dan botol minuman. (ant)

‘’Saat ini saya ingin fokus kepada lawan pertama di Piala Presiden yaitu Mitra Kukar. Kami tetap respek terhadap Mitra Kukar meskipun musim lalu degradasi. Saya tidak bisa bicara banyak tentang mereka karena kekuatannya pasti berbeda dibandingkan tahun lalu,’’ paparnya. Seperti yang diketahui, tim Serdadu Tridatu berada di Grup B Piala Presiden 2019 bersama tiga tim lainnya yaitu Mitra Kukar, Semen Padang dan Bhayangkara FC. (kmb)

Bali Tunggu Putusan PP IMI

Denpasar (Bali Post) Pengprov IMI Bali masih menunggu keputusan PP IMI tentang nomor yang akan dipertandingkan pada PON XX/2020 di Papua. Itu dilontarkan Ketua Panitia Rakerprov IMI Bali Made Arka usai Rakerprov di Gedung KONI Bali, Denpasar, Selasa (26/2) kemarin. Meski demikian, pada Porprov Bali 2019 di Tabanan sudah pasti dipertandingkan dua nomor yaitu grasstrack dan motocross. ‘’Lomba akan digelar di Sirkuit Tengkudak,’’ tuturnya. Rakerprov IMI Bali diisi penyusunan program kerja 2019 seperti Porprov, PraPON dan PON di Papua. Made Arka mengharapkan setiap event otomotif yang dihelat di Bali pelaksanaannya lebih berkualitas. Caranya, dalam tiap lomba harus melibatkan pengawas yang memiliki lisensi minimal B atau A. Pihaknya juga perlu mengadakan seminar kepada pengawas lomba. Klub–klub yang hadir dalam

Soal Nomor di PON

Bali Post/022

BERSAMA ATLET - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama atlet usai membuka Piala Wali Kota X/2019 di GOR Lila Bhuana.

Bali Post/ist

RAKERPROV - Suasana Rakerprov IMI Bali di Gedung KONI Bali, Denpasar. Rakerprov IMI juga mengusulkan agar rutin digelar Bali Automotive Fiesta. Sebab, ajang ini diyakini mampu mempererat tali silaturahmi antaranggota klub otomotif. Terkait pengurusan Kartu Izin Start (KIS), anggota yang mau mengurus KIS harus punya KTA di klubnya masing–masing. ‘’Tanpa

KTA dari klub, kami tidak menerima pengurusan KIS,’’ terangnya. Pada bagian lain, Ketua IMI Bali Tony Susiartono menyatakan keputusan rakerprov ini telah disepakati seluruh klub yang hadir. Sebelumnya, program kerja ini juga dimatangkan dalam rapat koordinasi teknis (rakornis). (022)

LA Lakers Makin Sengsara

Memphis – Mike Conley mencetak beberapa lemparan bebas pada menit terakhir dan selesai dengan 30 poin ketika Memphis Grizzlies menambah kesengsaraan LA Lakers musim ini dengan kemenangan 110-105 dalam kompetisi NBA, Selasa (26/2) kemarin. Bintang Lakers, LeBron James, membuat triple double LeBron James

yaitu 24 poin, 12 rebound dan 11 assist. Ia menjadi pemain pertama yang masuk peringkat ke-10 besar dalam daftar assist dan skor sepanjang masa NBA. James mencatat 8.525 assist sepanjang kariernya, melampaui Andrew Miller yang turun ke urutan ke-10 dalam daftar pencetak assist sepanjang masa. Brandon Ingram memimpin Lakers dengan 32 poin dan Kuzma selesai dengan 22. Ini kekalahan keempat Lakers dalam lima pertandingan terakhir sehingga rekor menang-kalahnya menjadi 29-31 musim ini. James tampaknya frustrasi dengan kekalahan ini dan berbicara tentang kurang-

nya fokus Lakers setelah pertandingan. Klay Thompson mencetak 26 poin dan DeMarcus Cousins mengumpulkan 24 poin ketika juara bertahan dua kali Golden State Warriors mengalahkan Charlotte Hornets 121-110. Kevin Durant menghasilkan 20 poin dan 7 rebound untuk Warriors tidak pernah kalah sejak 27 Desember lalu. Cody Zeller membuat 28 poin untuk Hornets yang kalah dua kali berturut-turut. Houston Rockets mengalahkan Atlanta Hawks dengan skor 119-111. Bintang Rockets, James Harden, mencetak 28 poin. Dia mendapatkan bola pada permainan terakhir tetapi

tidak berusaha menambah total skornya. Harden mencetak 50 atau lebih empat kali termasuk 61 saat Rockets menang atas New York Knicks pada 23 Januari. Chris Paul menambah 20 poin dan Eric Gordon menyumbang 16 poin. Hasil Lengkap: LA Clippers vs Dallas 121-112, Brooklyn vs San Antonio 101-85, Miami vs Phoenix 121-124, Chicago vs Milwaukee 106-117, Houston vs Atlanta 119-111, Memphis vs LA Lakers 110-105, Minnesota vs Sacramento 112-105, New Orleans vs Philadelphia 110-111, Charlotte vs Golden State 110-121, Cleveland vs Portland 110-123, Detroit vs Indiana 113-109. (afp/kmb)

Rai Mantra Targetkan Denpasar Juara Porprov

Denpasar (Bali Post) Kontingen Kota Denpasar yang selama ini selalu menduduki peringkat kedua, mematok target juara umum pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Hal itu ditegaskan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Piala Wali Kota X/2019 di GOR Lila Bhuana, Selasa (26/2) kemarin. Denpasar menargetkan juara umum asalkan pelaksanaan hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali itu menjunjung tinggi nilai–nilai sportivitas dan fair play. ‘’Dalam olahraga, menang dan kalah itu hal yang biasa. Yang penting berlangsung sportif dan fair play,’’ ucap Rai Mantra. Menurut Ketua Kontingen Kota Denpasar Nyoman Mardika, persiapan atlet sudah mencapai 70%. Mereka masih menjalani program lanjutan berupa tes fisik. Ia optimis Denpasar mampu menjadi juara umum Porprov Bali karena sudah berhitung tentang peluang mengoleksi medali. Dikatakannya, selisih medali emas Denpasar dan juara umum Badung pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar hanya tiga keping. Padahal saat itu cabor senam tidak dipertandingkan dan Denpasar absen pada cabor taekwondo. Senam yang kembali dipertandingkan pada Porprov di Tabanan dan taekwondoin Denpasar bisa berlaga. Selain itu, dimasukkan dua cabor baru yaitu bela diri yongmoodo asal Korsel dan catur gajah (pexi). ‘’Kami harapkan cabor itu mampu mendulang medali guna memuluskan langkah Denpasar merebut gelar juara umum,’’ jelas Mardika. Wakil Ketua KONI Denpasar itu menambahkan, ajang Piala Wali Kota bertujuan menjaring atlet pelapis. Piala Wali Kota sudah memasuki usia ke-10. Artinya, jika pada Piala Wali Kota pertama lalu usia atlet pemula baru menginjak 12 atau 13 tahun, saat ini mereka memasuki 22-23 tahun atau berada di puncak prestasi. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook