terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 160 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
senin paing, 27 januari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Demo Tolak Reklamasi
Nyaris Dibobol Residivis
Pembangunan di Ceking
Massa ForBALI kembali mendatangi Kantor Gubernur Bali untuk melakukan orasi, menolak reklamasi Teluk Benoa, Minggu (26/1) kemarin. Massa ForBALI itu menyampaikan beberapa sikap terkait rencana reklamasi Teluk Benoa.
Rumah I Gusti Nyoman Lana di Banjar Lambing, Abiansemal, disasar residivis kasus pencurian pratima. Pelaku memilih kabur karena aksinya dipergoki anak korban. Pelaku pun ditangkap, Jumat (24/1) lalu. BADUNG | HAL. 3
Badan Pengelola Objek Wisata Ceking segera menerapkan kebijakan moratorium pembangunan fasilitas pariwisata di kawasan itu. Langkah itu dilakukan mengingat tingkat investasi di kawasan Ceking tergolong tinggi.
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 6
Gedung MDA Provinsi Dibangun Berlantai Tiga dan Berarsitektur Bali
GEDUNG kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali didesain gagah dan berkarakter, yakni akan dibangun berlantai tiga lengkap dengan arsitektur khas Bali. Tak ketinggalan, ada aksara Bali menghiasi gedung tersebut yang berbunyi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Saya sendiri yang mengoreksi desainnya sampai jadi desain yang akan dibangun,’’ ungkap Gubernur Bali Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar, Minggu (26/1) kemarin. Menurut Koster, gedung MDA Provinsi akan dibangun di atas tanah milik Pemprov Bali. Tepatnya di bekas kantor Bawaslu Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar. Pihaknya baru pertama kali melakukan pembangunan gedung di luar skema APBD Provinsi, tetapi memakai dana CSR BUMN. ‘’Saya sempat ngobrol (dengan BUMN di Bali) bagaimana kalau CSR ini diarahkan penggunaannya untuk pembangunan yang sifatnya untuk publik, dilaksanakan langsung oleh masyarakat, dilihat oleh masyarakat dan berbekas lama,’’ paparnya. Hal. 11 Hanya Bali
’’Di antara 34 provinsi, hanya di Bali yang bertahan adatnya secara utuh dengan lembaganya yakni desa adat.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Langkah Konkret Majukan Desa Adat PELETAKAN batu pertama Kantor Majelis Desa Adat merupakan salah satu langkah konkret dari arah kebijakan dan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali yang menunjukkan orientasi dan keberpihakan dalam pemajuan adat di Bali. Demikian disampaikan Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S. Arah dan kebijakan terkait dengan pemajuan adat di Bali
diawali dengan regulasi yang memperkuat dan memberdayakan kedudukan serta kewenangan desa adat, sehingga desa adat menjadi subjek hukum yang kuat. ‘’Regulasinya diwujudkan melalui Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Selanjutnya provinsi membentuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang khusus menangani desa adat yaitu Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Tahun 2020 dinas terse-
but memantapkan tugas pokok dan fungsinya yang secara khusus mengurus desa adat. Di antaranya, kata Damriyasa, yakni memantapkan tata kelola keuangan desa adat yang bersumber dari APBD dan pembentukan tim yang bertugas mendampingi prajuru desa adat dalam melaksanakan program dan kewenangan sesuai dengan Perda Desa Adat yang melibatkan perguruan tinggi seBali. ‘’Tahun ini juga dilakukan Pembangunan Kantor Majelis
Desa Adat yang representatif dengan sarana-prasarana serta fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan adat,’’ kata Damriyasa. Semua arah kebijakan dan program tersebut untuk pemajuan adat, sehingga desa adat sebagai lembaga yang kuat dalam menyelenggarakan fungsinya antara lain: pelestarian dan pembinaan seni, budaya, dan kearifan lokal bagi krama Bali, memperkuat jati diri dan integritas moral krama Bali
Jalan Tol Jangan Caplok Sawah Pembangunan jalan tol sebagai kelanjutan dari Tol Trans Jawa-Bali nampaknya hanya menunggu waktu untuk direalisasikan. Kepentingan pariwisata dan investasi bagi Bali takkan bisa dibendung. Meski demikian, jalan tol harus dibangun sebagai jalan layang, jangan mencaplok hamparan sawah (landed road). Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik Unud Prof. Rumawan Salain menanggapi rencana pemerintah membangun jalan tol untuk memudahkan akses Denpasar-Gilimanuk. ‘’Seandainya jalan tol yang akan dibangun maka kriteria utama adalah agar jalan tersebut tidak dibangun di hamparan tanah sawah atau ladang (landed road). Melainkan dibangun sebagai jalan laying, sehingga kegiatan sawah atau ladang tetap dapat berlangsung dan pembangunan di kiri-kanan jalan tidak berlangsung seperti yang terjadi di Jalan Prof. Ida Bagus Mantra,’’ kata Rumawan. Menurut mantan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali ini, dengan membuat jalan melayang di atas permukaan lahan sawah atau ladang maka sawah dan ladang tetap lestari sebagai tumpuan utama budaya Bali. Hal. 11 Sewa Lahan
Peternak Babi Resah
www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Pedagang Pasar Loak Resah Para pedagang barang-barang bekas alias loak di lantai tiga Pasar Kereneng, di Jalan Kamboja, resah karena kios mereka kerap diacak-acak maling.
www.denpost.id
I Made Damriyasa
Wayan Budi Utama
Masa Jeda Pariwisata Bali di Depan Mata
Dampak virus Corona baru yang dikenal dengan novel coronavirus (2019-nCoV) semakin mengkhawatirkan. Pariwisata Bali nampaknya akan kembali terpukul mengingat Tiongkok, negara di mana virus paling banyak mewabah, merupakan pemasok wisatawan terbanyak bagi Bali. Pariwisata Bali siap-siap kembali memasuki masa jeda. Bali telah beberapa kali memasuki masa jeda pariwisata, yakni kondisi di mana jumlah kunjungan wisatawan stagnan bahkan menurun. Ada sejumlah penyebab terjadinya masa jeda meliputi faktor eksternal dan internal. Tahun 1963 hingga 2017, masa jeda banyak karena faktor internal. Lebih spesifik lagi karena bencana alam dan politik. Sementara faktor eksternal karena terjadi gejolak internasional seperti resesi ekonomi dunia (1980) dan Perang Teluk (1990). Wabah penyakit mematikan termasuk karena faktor eksternal dan internal. Masa jeda terparah dialami tahun 2001 hingga 2005 ketika berturut-turut Bali dihantam Bom Bali 1 dan 2
Harian Bisnis Bali
Kasus kematian babi secara mendadak membuat kalangan peternak menjadi resah. Ada juga peternak berhenti beternak babi dan beralih profesi pada sektor usaha lain. Apa dampaknya?
sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal, mengembangkan perekonomian rakyat dan mengembangkan tata kehidupan krama Bali sesuai nilai-nilai Sad Kertih. Sementara itu, dosen Pascasarjana Unhi Dr. Wayan Budi Utama mengatakan perlunya ada sosialisasi lebih lanjut kepada publik mengenai manfaat gedung MDA. Hal. 11 Tidak Mubazir
serta wabah SARS. Masa jeda pariwisata ditandai dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan. Tahun 2003, misalnya, kunjungan wisman minus 22,76 persen. Tahun 2006 juga minus 9,10 persen, lebih besar dari angka di tahun 2005 yang minus 5,65%. Tahun 2001 hingga 2006 menjadi tahun-tahun terberat bagi pariwisata Bali. Namun, kondisi yang lebih mengkhawatirkan untuk pariwisata karena virus Corona dapat terjadi mengingat Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir menjadi pemasok wisatawan terbanyak ke Bali. Tahun 2019, misalnya, hampir 26,9 persen wisatawan yang ke Bali berkewarganegaraan Tiongkok, menjadi nomor dua terbanyak setelah Australia. Sementara di tahun 2018, Tiongkok menjadi pemasok terbanyak nomor satu dengan angka mencapai 1,29 juta orang. Jika wabah Novel Coronavirus baru tidak segera mereda, dipastikan wisatawan dari Tiongkok akan menyusut. Ini berarti secara kuantitas Bali bisa mengalami pertumbuhan minus di tahun 2020. Dampaknya pertumbuhan ekonomi Bali akan semakin menurun, mengingat pariwisata penyumbang utama pendapatan domestik regional bruto bagi Bali. Tahun 2017 ketika erupsi Gunung Agung, pariwisata yang loyo membuat ekonomi Bali di triwulan IV hanya tumbuh 4,01 persen, jauh di bawah periode sama tahun sebelumnya yang ada di angka 6,03 persen. Langkah terbaik yang harusnya dilakukan komponen masyarakat Bali adalah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, terutama bagi ekonomi secara umum. Di tengah situasi yang sulit, terpukulnya pariwisata akan membuat ekonomi Bali semakin sulit. (nyoman winata)
Wisatawan Tiongkok Dilarang ke Bali SELURUH provinsi dan kota di Tiongkok telah melarang warga negaranya bepergian ke luar negeri (LN) terkait penyebaran virus Corona. Hal ini berdampak pada pembatalan kunjungannya ke Bali. Akibatnya, pelaku usaha perjalanan wisata di Bali merugi. Salah satu anggota Asita Bali dari Divisi Mandarin mengungkapkan, sampai hari ini dari seluruh travel agent
di Tiongkok sudah tidak lagi mengirim wisatawan ke luar negeri, termasuk ke Bali. ‘’Sampai hari ini dari seluruh travel agent di Tiongkok sudah berhenti mengirim wisatawan untuk ke luar negeri. Mulai tanggal 27 dan 28 Januari 2020 sudah tidak boleh ada lagi yang datang ke Bali,’’ tegasnya, Minggu (26/1) kemarin. Ia juga belum bisa menyebutkan jumlah pembatalan
kunjungan ke Bali. Namun yang jelas jumlah kunjungan yang akan ke Bali pada periode ini meningkat 2-3 kali lipat dari hari-hari normal. ‘’Sudah pasti semua travel agent di Bali mulai tanggal 27 Januari sudah tidak terima tamu Tiongkok lagi,’’ tegasnya. Ia pun belum bisa memastikan sampai kapan pemerintah Tiongkok melarang warga negaranya ke luar negeri.
Mereka mulai memesan perjalanan wisata sejak sebulan yang lalu dan semua grup sudah final. Mengingat ada momen Chinese New Year sehingga persiapan wisata jauh hari direncanakan. ‘’Mereka libur panjang mulai tanggal 22 Januari sampai tanggal 31 Januari,’’ ungkapnya. Berita pembatalan mulai diterima sejak Sabtu (25/1). Sudah 12 provinsi yang sudah
mengirimkan surat pernyataan. Per Minggu (26/1) dari seluruh travel agent di Tiongkok sudah tak lagi mengirim wisatawan ke luar negeri. ‘’Memang kami saat ini sangat kesulitan karena uang yang sudah dibayarkan ke hotel lumayan banyak. Karena distop begini, dari Tiongkok-nya kita juga enggak tahu kapan akan dibayarkan,’’ ungkapnya. Hal. 11 Belum Lapor
Senin Paing, 27 Januari 2020
Pernyataan Sikap ForBALI l Mendesak Presiden Joko Widodo segera menerbitkan peraturan presiden untuk memperkuat status Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim. l Menuntut Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo untuk tidak mengkaji ulang pembatalan reklamasi Teluk Benoa, serta upaya untuk melanjutkan proses kawasan konservasi Teluk Benoa hingga menjadi peraturan presiden. l Mendesak Edy Prabowo segera menjalankan rekomendasi Komisi IV DPR-RI hasil rapat kerja antara Komisi IV DPR-RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2015 lalu, untuk tidak melanjutkan reklamasi Teluk Benoa. l Meminta Pemprov Bali melakukan upaya untuk mendorong percepatan penerbitan peraturan presiden yang menguatkan status Konservasi Maritim Teluk Benoa. l Meminta Presiden Jokowi membatalkan Perpres 51 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita dengan memberlakukan kembali Perpres 45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita. Atau menerbitkan Perpres yang menetapkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. FORBALI - Massa ForBALI saat berjalan dari Lapangan Timur Bajra Sandi menuju depan kantor Gubernur Bali, Minggu (26/1) kemarin.
ForBALI Desak Jokowi Terbitkan Perpres Konservasi Teluk Benoa Bali Post/kmb37
Denpasar (Bali Post) -
Massa ForBALI kembali mendatangi Kantor Gubernur Bali untuk melakukan orasi, menolak reklamasi Teluk Benoa, Minggu (26/1) kemarin. Kendati sempat turun hujan, tidak menyurutkan semangat ratusan massa melakukan aksi tersebut. Massa ForBALi itu menyampaikan beberapa sikap terkait rencana reklamasi Teluk Benoa. Menteri Kelautan dan Perikanan menerbitkan Surat Keputusan Menteri tentang Kawasan Konservasi Maritim Teluk Benoa di Provinsi Bali, melalui SK No. 46/KEPMENKP/2019, yang ditetapkan 4 Oktober 2019 lalu. Walau Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan
Teluk Benoa sebagai konservasi perairan, upaya-upaya memuluskan rencana reklamasi Teluk Benoa masih terjadi hingga saat ini. Apalagi pada 19 November 2019 Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan pernyataan untuk mengkaji kembali pembatalan rencana
reklamasi Teluk Benoa. Atas dasar itu, ForBALI kembali menyampaikan beberapa sikap di depan kantor Gubernur Bali, Minggu sore. Salah satu pernyataan sikap itu adalah mendesak Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Peraturan Presiden untuk memperkuat status
Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim. Selain itu, menuntut Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo untuk tidak mengkaji ulang pembatalan reklamasi Teluk Benoa, serta upaya untuk melanjutkan proses kawasan konservasi Teluk Benoa hingga menjadi peraturan pPresiden. Juga mendesak Edy Prabowo segera menjalankan rekomendasi Komisi IV DPR-RI hasil rapat kerja antara Komisi IV DPR-RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun
2015 lalu, untuk tidak melanjutkan reklamasi Teluk Benoa. Juga pernyataan sikap meminta Pemprov Bali melakukan upaya untuk mendorong percepatan penerbitan pPeraturan presiden yang menguatkan status Konservasi Maritim Teluk Benoa. Atas itu pula, ForBALI meminta Presiden Jokowi membatalkan Perpres 51 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang kawasan perkotaan Sarbagita dengan
memberlakukan kembali Perpres 45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang kawasan perkotaan Sarbagita, atau menerbitkan perpres yang menetapkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. ‘’Jika perpres yang menetapkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi diterbitkan, demo itu tidak akan terjadi lagi,’’ tandas Wayan Gendo Suardana, Koordinator ForBALI. ‘’Terbitkan Perpres Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi,’’ teriaknya. Sementara itu dalam aksi
Kekerasan Seksual Marak
UU Perlindungan Anak Belum Residivis Curanmor Ditangkap di Bus Terimplementasi dengan Baik T AN GG U N G J AWAB orangtua dalam mengawasi dan membimbing anaknya semakin berat di zaman sekarang ini. Anak laki-laki jika salah pergaulan bisa jadi kurir narkoba atau begal, sedangkan anak perempuan jadi korban kekerasan seksual. Seperti awal tahun ini, terungkap kekerasan seksual terhadap anak terjadi di sejumlah daerah di Bali, di antaranya di Denpasar dan Badung. Oleh karena itu, para orangtua sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dan kepekaannya terhadap perilaku anak-anaknya. Bagaimana sikap kepolisian menyikapi kondisi ini? ‘’Kami mengimbau agar para orangtua menjaga anaknya selalu. Tanyakan saat anak pulang sekolah, apakah ada masalah atau tidak?’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Jumat (24/1) lalu. Para orangtua diimbau agar sesering mungkin mengajak anaknya ngobrol. Tujuannya supaya anak tersebut lebih terbuka dan menyampaikan masalah yang dihadapinya. ‘’Kami juga akan mengerahkan anggota Satbinmas sosialisasi masalah ke sekolah-sekolah. Supaya baik orangtua dan para guru lebih peduli serta waspada dengan keamanan anak-anaknya,’’ ucap mantan Kapolres Badung ini. Pelecehan seksual terhadap anak ternyata masih kerap terjadi di Bali, khususnya Denpasar. ‘’Kondisi ini menandakan bahwa Undang-undang Perlindungan Anak secara empiris masih belum terimplementasi dengan baik,’’ ucap praktisi hu-
Kekerasan terhadap Anak di Bali Tahun 2017 terjadi 223 kasus Tahun 2018 terjadi 257 kasus kum I Made Somya Putra, S.H., M.H. Sementara perkembangan hukuman untuk pelaku kejahatan seksual terhadap anak telah dilakukan dan kejahatan ini bersifat extraordinary crime. ‘’Oleh undang-undang, kasus seksual terhadap anak disetarakan dengan kejahatan narkoba, teroris dan korupsi. Sebab semua berdampak sistemik pada aset dan generasi penerus bangsa,’’ ungkapnya. Menurut Somya, kejahatan seksual terhadap anak sepertinya masih terjadi pada lingkungan masyarakat menengah ke bawah. Posisi anak menjadi kelompok yang sangat rentan, sehingga masalah ekonomi menjadi faktor dominan sebagai pendorong pelaku kejahatan. ‘’Kebijakan pimpinan di daerah perlu lebih efektif mencegah dan menggerakkan solidaritas sosial untuk menghentikan kejahatan seksual terhadap anak. Tertunya secara sosiologis juga mengurangi faktor ekonomi dan kesehatan mental masyarakat tersebut,’’ ucap praktisi hukum asal Kintamani, Bangli ini. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali, kasus kekerasan terhadap anak di Bali terhitung dari tahun 2017-2018 meningkat. Pada tahun 2017 terjadi 223 kasus dan tahun 2018 ada 257 kasus, dominan terjadi di wilayah Denpasar. (rah)
Topik : jalan tol jangan caplok sawah
Denpasar (Bali Post) Respons cepat Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali memburu residivis curanmor membuahkan hasil. Pelakunya Heri Purwanto (40) asal Jember, Jawa Timur. Dia ditangkap di dalam bus jurusan Denpasar-Jember di traffic light (TL) Pesiapan, Kediri, Tabanan, Sabtu (25/1) lalu. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Minggu (26/1) kemarin mengatakan, TKP-nya ada dua, yaitu di Jalan Kecak, Banjar Kedampal, Abiansemal, Badung, Jumat (17/1) pukul 13.00 Wita. Korbannya, Ni Wayan Sugiani (35). Saat itu korban menjemput keponakannya di SD 1 Abiansemal.
Di tengah jalanan korban melihat seseorang teriak maling, karena panasaran dia berhenti dan meninggalkan sepeda motor dengan kunci nyantol. Tiba-tiba pelaku lari ke arah motor korban dan langsung dibawa kabur. TKP kedua di depan supermaket Bintang di Jalan Raya Sanggingan, Kedewatan, Ubud, Gianyar, dan korbannya Putu Eka Artatika. Pada Kamis (23/1) Pukul 22.30 Wita, korban belanja di TKP dan memarkir motornya dengan kunci masih menyantol. Selesai berbelanja korban kembali ke parkir dan motornya hilang. ‘’Kami sering mengimbau supaya pemilik motor jangan
sampai lupa mengambil kunci kontaknya. Itu sama artinya memberi kesempatan bagi pelaku,’’ ungkapnya. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Resmob melakukan penyelidikan. Hasil olah TKP diamankan jaket, helm dan HP milik pelaku. Alhasil terlacak pelakunya asal Jember dan dia residivis curanmor. Pada Sabtu pukul 09.00 Wita, petugas dapat informasi jika pelaku naik bus DenpasarJember di Terminal Ubung. Pengejaran langsung dilakukan dan anggota Resmob berkoordinasi dengan polantas di Pos TL Pesiapan, Kediri, Tabanan. Setibanya di TL tersebut, bus itu langsung dicegat dan pelaku
berhasil ditangkap. ‘’Pelaku mencuri dua sepeda motor Yamaha NMax. Dia ditahan di Polda,’’ ucap Kombes Andi. (kmb36)
DITANGKAP Residivis kasus curanmor, Heri Purwanto, ditangkap dan selanjutnya di tahan di Mapolda Bali.
Persekusi Bisa Timbulkan Tindak Pidana Baru
Denpasar (Bali Post) Aksi main hakim sendiri dan atau melakukan persekusi terhadap orang yang diduga melakukan aksi kejahatan, fenomena menarik dicermati. Di Bali, selain viral kasus ‘’maling sakti’’ dengan tuduhan curi helm, juga ada kasus dugaan narkoba di Sanur. Di Sanur, anak muda diduga sedang nge-fly akibat pengaruh narkoba, hingga masyarakat menginterogasi tanpa melakukan penganiayaan. Sedangkan di Legian, dekat Monumen Bom Bali, terlihat adanya aksi tendangan dan pukulan terhadap seseorang, sebagaimana video yang beredar luas di media sosial. Lantas, apa konsekuensi hukum atas main hakim sendiri? Praktisi hukum I Gusti Putu Yudhi Sanjaya, S.H. menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan asas hukum. ‘’Negara kita negara hukum. Seharusnya masyarakat, apalagi penegak hukum, atau perpanjangan tangan penegak hukum, taat dengan hukum,’’ jelasnya,
Minggu (26/1) kemarin. Pria asal Buleleng itu berpendapat, hukum yang dimaksud adalah tatanan negara beserta komponenkomponennya dalam hal ini aparat penegak hukum dari masyarakat adalah polisi. Segala sesuatu, kata Gusti Yudhi, apabila ada indikasi adanya tindak pidana harus tunduk pada alat negara. Yakni lembaga yang sesuai UU diberikan kewenangan melakukan proses penegakan hukum, yakni aparat kepolisian. ‘’Negara tanpa hukum adalah tirani. Janganlah kita kembali menjadi peradaban barbar,’’ tegasnya. Aksi main hakim sendiri itu adalah tindakan yang tidak benar dan bisa menimbulkan tindak pidana baru. Sebab, sambung praktisi hukum ini, menghakimi sendiri tidak melalui pembuktian hukum sebenarnya adalah cermin atau perbuatan melawan hokum. Sehingga bisa disebut pelaku main hakim sendiri, bisa dikenakan tindak pidana. Kata dia, orang bersalah,
orang mencuri, orang melakukan perbuatan melawan hukum, harus melalui proses pembuktian. ‘’Pembuktian hukum yang dimaksud adalah melalui penyidikan hingga pemeriksaan di persidangan dan hingga benar-benar seseorang dinyatakan bersalah sesuai putusan hakim,’’ tandas Gusti Yudhi. Hal senada disampaikan Agus Gunawan Putra, S.H. Aksi main hakim sendiri merupakan perbuatan melawan hukum. ‘’Jika memergoki aksi pelaku tindak pidana, misalnya mencuri di pasar, mestinya pelaku diserahkan kepada keamanan pasar, lalu dibawa ke pihak berwajib dalam hal ini kepolisian,’’ katanya. Sambung praktisi hukum asal Gianyar ini, jika terduga pelaku itu dianiaya atau dimassa, itu bisa dikategorikan persekusi. ‘’Jadi jika ada main massa, hingga menggebuk ramai-ramai, si penggebuk bisa dipidanakan,’’ jelasnya. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk cerdas
menyikapi suatu permasalahan yang ada di sekitar lingkungan sekitar. ‘’Jika ada maling, serahkan ke polisi. Jangan main hakim sendiri,’’ katanya. Hal senada dikatakan I Wayan Sumardika. Pria asal Klungkung ini berpendapat, tidak seharusnya masyarakat berperilaku sewenangwenang terhadap terduga pelaku yang belum tentu kebenarannya. ‘’Harusnya begitu pelaku ditangkap, langsung serahkan ke polisi. Ini paling elegan,’’ jelasnya. Dalam aturan tidak dibenarkan atau tidak boleh main hakim sendiri. Masyarakat tidak memiliki wewenang untuk menghukum pelaku. ‘’Jika itu terjadi, berpotensi melanggar pasal 170 dan 351 KUHP,’’ tegasnya. (kmb37)
tolak reklamasi Teluk Benoa tersebut tampak hadir sosok perempuan cantik, Karin Novilda atau yang akrab dengan panggilan Awkarin. Dia terlihat berjalan beriringan dengan Jrx SID dan beberapa orang lain. Wanita yang rambutnya sekarang dipotong pendek itu juga menggunakan kaos Tolak Reklamasi. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Senin Paing, 27 Januari 2020
”Karya Padudusan Alit lan Ngenteg Linggih” Banjar Umahanyar Desa Darmasaba
Wabup Suiasa Ajak Warga Jaga Nilai-nilai Kesucian Balai Banjar
DI UMAHANYAR - Wabup Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri Karya Mupuk Padagingan Wraspati Kalpa di Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Jumat (24/1).
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa mengajak warga menjaga nilai-nilai kesucian balai banjar sebagai tempat untuk menghasilkan keputusan dan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan Wabup Suiasa saat menghadiri Karya Mupuk Padagingan Wraspati Kalpa Agung Padudusan Alit lan Ngenteg Linggih bertepatan dengan Tilem Sasih Kapitu bertempat di Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Jumat (24/1). Karya yang di-puput oleh Ida Pedanda Geria Jadi Kediri dan Ida Pedanda Geria Tunjuk Tabanan diawali 29 Desember 2019 lalu dan puncaknya akan jatuh pada 25 Januari 2020. Dalam pelaksanaan karya tersebut Wabup Suiasa melakukan persembahyangan di Padmasana Pura Melanting sebagai simbol upacara saksi disertai dengan menyerahkan dana upacara dari Pemkab Badung sebesar
Rp450 juta kepada manggala karya dan disaksikan oleh seluruh masyarakat setempat. Wabup Suiasa dalam sambutannya mengungkapkan, selaku Guru Wisesa merasa bangga karena masyarakat sudah mampu melaksanakan swadharma yang utama di tataran kehidupan beragama. Wabup juga mengimbau masyarakat untuk menumbuhkan sifat saling menghargai satu sama lain. “Dalam agama Hindu kita mengenal tiga konsep keseimbangan yang harus diterapkan untuk mencapai kedamaian dan keharmonisan yang disebut dengan Tri Hita Karana, yaitu tata sukerta agama, tata sukerta pawongan dan tata sukerta palemahan. Upacara yang dilaksanakan krama Banjar Umahanyar, Darmasaba, masuk dalam konsep tata sukerta agama, yaitu menjaga hubungan manusia dengan Sang Hyang Pencipta dengan mempersembahkan banten sebagai sarana wujud
bakti atas segala karunia dan berkah yang sudah dilimpahkan kepada semua warga,” imbuh Wabup seraya menekankan dalam setiap kegiatan upacara yadnya, masyarakat dan pemerintah harus bersatu agar tujuan yadnya untuk menciptakan kedamaian kemakmuran dan kebahagiaan di dunia bisa tercapai. Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Made Sukiasta melaporkan, upacara Mupuk Padagingan Wrespati Kalpa Agung Padudusan Alit lan Ngenteg Linggih ini digelar setelah rampungnya pembangunan fisik Balai Banjar dan Pura Melanting Banjar Umahanyar. Upacara ini melibatkan semua elemen masyarakat serta mengedepankan semangat ngayah sebagai wujud bakti ke hadapan Ida Batara Begawan Penyarikan dengan menghabiskan dana Rp750 juta yang bersumber dari urunan masyarakat. Dijelaskannya, tujuan di-
laksanakannya Caru Wraspati Kalpa guna mengharmoniskan hubungan manusia dengan alam lingkungan. Bahwa untuk menjamin terwujudnya tujuan hidup agar mendapatkan Dharma, Artha, Kama dan Moksha, terlebih dahulu harus melakukan Bhuta Hita. Bhuta Hita artinya mensejahterakan lingkungan dengan merawat lima unsur alam yang disebut Panca Maha Bhuta (tanah, air, api, udara dan ether). “Kalau kelima unsur alam itu berfungsi secara alami, akan tercipta kedamaian dunia,” katanya. Karya tersebut turut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Alit Yandinata, dan Ni Luh Putu Sekarini, Camat Abiansemal I.B. Mas Arimbawa, Kapolsek Abiansemal Kompol I.B. Mertayasa, Bendesa Adat Tegal beserta tokoh masyarakat setempat. (ad657)
Rumah Pensiunan PNS Nyaris Dibobol Residivis Kasus ”Pratima”
Mangupura (Bali Post) -
Rumah I Gusti Nyoman Lana (64), pensiunan PNS di Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuana, Abiansemal, Badung, Rabu (22/1) lalu disasar residivis kasus pencurian pratima, I Nengah Dana alias Ngilis (49). Pelaku memilih kabur karena aksinya dipergoki anak korban, I Gusti Ngurah Raditya Putra (19). Akhirnya pelaku ditangkap, Jumat (24/1). “Pelaku merupakan residivis kasus pencurian pratima. Dia juga melakukan pencurian di beberapa tempat di daerah Tabanan, Badung dan Karangasem. Pelaku kerap kali melukai bahkan membunuh korban apabila aksinya diketahui atau melawan,” kata Kapolsek Abiansemal, Kompol Ida
Bagus Putu Mertayasa, didampingi Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa, Minggu (26/1) kemarin. Selain itu, saat beraksi pelaku membawa pemutik yang diselipkan di pinggangnya. Garong asal Karangasem ini dikenal sangat licin dan lihai. “Berkat
Pemkab Uji Coba Sistem Penjernih Air PDAM Mangupura (Bali Post) – Guna menjernihkan air milik PDAM sehingga tidak menggunakan banyak zat kimia seperti saat ini, Pemkab Badung mencoba pemakaian membran bio reaktor. Sistem penjernihan air menggunakan membran dan bebas zat kimia diuji coba di hulu aliran ring sungai Puspem Badung. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, saat dimintai konfirmasinya, Minggu (26/1) kemarin, kelebihan sistem ini adalah sama sekali tanpa menggunakan zat kimia sehingga sangat aman dan ramah lingkungan. Sistem ini rencananya diaplikasikan pada aliran ring sungai Puspem Badung agar airnya selalu jernih. Dalam uji coba, aliran air yang awalnya cokelat, setelah masuk ke dalam proses membran bio reaktor menjadi jernih. Peralatan itu sempat ditinjau Bupati Ba-
dung I Nyoman Giri Prasta. “Itu masih dalam tahapan uji coba skala kecil, dan sepertinya Bapak Bupati tertarik,” ujarnya. M e n u r u t Suamba, saat ini masih dilakukan kajian dan penghitungan. Ke depannya, sistem Membran Bio Reaktor diharapkan bisa digunakan untuk menjernihkan air PDAM yang selama ini masih memakai sejumlah zat kimia. Apalagi perbandingan harga menggunakan zat kimia dan Membran Bio Reakor hampir sama. Namun, kelebihannya, air hasil penjernihan Membran Bio Reaktor bebas dari zat kimia. (kmb)
TINJAU - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta meninjau uji coba membran bio reaktor di kawasan Puspem Badung.
Kera Masuk Perumahan Dalung Mangupura (Bali Post) – Seekor kera cukup besar berkeliaran di kawasan Perumahan Dalung Permai, Desa Dalung, Sabtu (25/1). Hingga Minggu (26/1) kemarin belum bisa ditangkap. Padahal, kera tersebut juga masuk ke perumahan warga dan sekolah di kawasan Banjar Campuan Asri Kauh. Keberadaan kera itu diakui oleh Camat Kuta Utara, Putu Eka Parmana. Pihaknya masih mencari informasi karena kera tersebut belum ditemukan. “Petugas desa masih melakukan pemburuan. Informasi kemarin, kera tersebut sudah lari ke perbatasan Desa Dalung dengan Desa Tibubeneng,’’
ujarnya saat dimintai konfirmasinya. Ia mengharapkan masyarakat yang menemukan atau melihat kera tersebut segera melapor ke pihak kecamatan atau petugas desa. Sebab, pihaknya tidak tahu apakah binatang itu peliharaan warga yang lepas atau memang kera liar. Kera tersebut sempat masuk ke rumah warga di Blok S sehingga membuat penghuni rumah terkejut. Setelah itu kera melompat ke pertokoan dan masuk ke SDN 6 Dalung. Di sini kera tersebut memanjat palinggih Padmasana sekolah dan memakan sesaji yang ada. (kmb)
kesigapan anggota Reskrim Polsek Abiansemal dibantu masyarakat, pelaku berhasil ditangkap,” tegasnya. Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Opsnal Polsek Abiansemal dipimpin Panit Iptu I Gusti Ngurah Subandi menangkap pelaku di dekat Alas Pala, Desa Sangeh, Kecamatan Abi-
ansemal, Jumat lalu. Dia ditahan atas kepemilikan senjata tajam dan percobaan pencurian. “Pelaku masuk dengan cara melompati pagar rumah korban. Dia kabur pun dengan cara melompat. Barang bukti yang diamankan, yaitu sebilah pemutik, tang, obeng, besi betel dan senter,” ujar Oka Bawa. (kmb36) DITAHAN - I Nengah Dana alias Ngilis ditahan di Polsek Abiansemal.
Bali Post/ist
WNA Tanam Ganja di Jimbaran Mangupura (Bali Post) – Untuk kesekian kalinya Polresta Denpasar mengungkap home industry narkoba. Kali ini Tim Satresnarkoba Polresta mengungkap warga negara asing (WNA) menanam ganja di tempat tinggalnya di Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Jumat (24/1) lalu. Informasinya, pelaku juga meracik ganja sebelum diedarkan. Informasi yang diperoleh,
Minggu (26/1) kemarin, terungkapnya kasus ini setelah polisi melakukan penyelidikan beberapa hari. “Seperti biasa, awalnya ada informasi dari masyarakat. Informasi itu ditindaklanjuti dan ternyata benar,” kata sumber. Selanjutnya Tim Satresnarkoba dan Satgas CTOC Polda Bali dipimpin Kanit I, Iptu Putu Budi Artama, melakukan penggerebekan. WNA tersebut
langsung ditangkap dan disita belasan pohon ganja. “Ada juga barang bukti lainnya. Ada yang sudah dipanen. Pohonnya sekitar 14 batang dan tingginya belasan centimeter,” ucapnya. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin saat dimintai konfirmasinya membenarkan adanya pengungkapan kasus ini. “Besok (Senin ini - red) akan dirilis di TKP,” tegasnya. (kmb36)
Senin Paing, 27 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Sadarlah, Kerajaan Sudah Masa Lalu BARANGKALI perkembangan ekonomi dan politik kita di Indonesia demikian tidak bisa diduga. Atau mungkin juga tidak dapat diikuti sehingga melahirkan hal-hal yang aneh. Secara ekonomi, di Indonesia sudah banyak orang mampu, terutama di kota-kota. Banyak mereka yang sebelumnya termasuk golongan tidak mampu, tiba-tiba saja mempunyai modal besar, atau setidaknya bermobil. Dengan kemampuan digital seperti sekarang, siapa pun dapat cepat kaya. Tetapi, perkembangan persaingan juga tinggi. Mereka yang mengecap kesuksesan di masa lalu, tiba-tiba saja bangkrut. Demikian juga kita lihat di bidang politik. Praktik politik kita yang disebut demokrasi itu memunculkan orang-orang yang tidak terduga. Di akar rumput, mereka yang sebelumnya berandalan bahkan pendidikannya tidak beres, tiba-tiba muncul menjadi anggota legislatif. Dan bayangkan mereka inilah yang memproduksi aturan hukum tersebut. Betapapun ada tim ahlinya, tetap mereka ini yang mempunyai pengaruh. Dalam perjalanannya, banyak politisi yang kemudian jatuh, entah karena korupsi atau kalah saing. Termasuk yang berandalan itu dan kemudian digantikan oleh mereka yang juga berandalan. Maka, bukan tidak mungkin hal-hal inilah yang kemudian memunculkan hal-hal aneh di masyarakat. Ibarat komponen sistem yang pasti berpengaruh kepada komponen yang lain. Kita terkejut, ketika seorang politisi tiba-tiba beralih menjadi begitu dekat dengan hal yang berhubungan dengan Ketuhanan, sering mengunjungi situs suci, atau malah kemudian beralih jadi pendeta. Tidak lepas juga mereka yang sebelumnya berjaya di bidang ekonomi, bangkrut dan kemudian beralih menjadi orang yang begitu dekat dengan Tuhan. Mengatakan sebagai sebuah pelarian, mungkin kita salah. Tetapi mungkin di dalamnya ada semacam bentuk kesadaran atau mungkin pengampunan. Dalam konteks itulah kita juga mencoba melihat adanya kelompok-kelompok orang yang masih mengaku-aku diri menjadi raja atau membentuk kerajaan tersendiri dengan memberikan janji-janji palsu kepada masyarakat. Kelihatan di sini, orang kebingungan. Di republik yang sudah merdeka dan penuh dengan adegan demokrasi ini, masih tetap ada yang mencoba mengaitkan diri dengan kerajaan. Mungkin ada yang merasa untung secara ekonomi, dan mungkin juga ada yang mendapatkan keuntungan secara politik. Tetapi keuntungan seperti itu didapatkan dengan cara menipu yang cepat atau lambat pasti akan terungkap. Seperti kita ketahui, fenomena yang terjadi di Jawa Tengah, ternyata kedok ‘’raja’’ itu adalah sebuah penipuan, dan bahkan bermotif ekonomi. Maka, masyarakat haruslah kita beri tahu bahwa status sosial, status ekonomi, bahkan status politik tidaklah semudah itu didapatkan. Artinya status sosial tidaklah akan berubah jika terjebak ke dalam sistem kerajaan palsu tersebut. Salah-salah terjebak dan kemudian mendapatkan malu sendiri. Status sosial akan didapat kalau kita benar-benar mengabdi kepada hidup, yaitu kepada pekerjaan yang wajar dan bersungguh-sungguh mengabdi kepada masyarakat, yaitu berinteraksi dengan baik. Siapa pun yang mengaku-aku jadi raja, kita harapkan cepat sadar sesadar-sadarnya. Bahwa kedok seperti itu, cepat atau lambat akan ketahuan oleh masyarakat dan pasti akan membuat malu. Masyarakat juga akan menghukumnya secara sosial. Sadarlah kerajaan itu sudah masa lalu.
Ngusaba Dangsil, Politik dan Raja Gadungan Beberapa waktu lalu, di Jawa Tengah dihebohkan dengan adanya oknum yang mengaku raja dan mencoba memperlihatkan ‘’wibawanya’’ dengan menggelar karnaval sebelum kemudian ditangkap oleh pihak kepolisian. Ternyata itu hanya penipuan belaka kepada masyarakat dengan janji-janji palsu. Persoalan demikian tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi juga di Jawa Barat yang mencoba-coba meniru Kerajaan Sunda. Bahkan di Bali juga ada ribut-ribut soal Raja Majapahit. Fenomena ini terkesan kuno dan menggelikan, tetapi bahwa ada yang menjadi pengikut dan menjadi fanatisme raja gadungan demikian, memang seperti itulah kondisi rakyat Indonesia. Satu tulisan menyebutkan bahwa itu merupakan gejala masyarakat yang sedang sakit, berupaya mengutak-atik masa lalu karena merasa termarginalkan dalam kehidupan sosial. Jika masalahnya termarginalkan itu, pemerintah juga kelihatannya mempunyai peran di sini. unculnya kerajaan-kerajaan ‘’reborn’’, raja ‘’reborn’’ atau mengaku-ngaku raja yang tidak tahu malu itu, memang lekat dengan feodalisme yang merupakan fenomena kental dalam sistem sosial di Indonesia. Sebelum kemerdekaan yang baru berusia 74 tahun ini, Indonesia memang dicengkram dengan kerajaan. Perilaku, kebudayaan, sistem politik, dan sudah tentu sistem sosial, dapat dikatakan dibentuk oleh raja dan sistem kerajaan yang ada. Lapangan umum yang ada di depan pusat kerajaan, kiranya merupakan bagian dari pembentukan sistem sosial tersebut. Artinya di masa lalu lapangan bisa berfungsi bagi berkumpulnya rakyat, dengan pengarahan raja atau mahapatih dengan berbagai petuah dan perintahya. Maka, umur kemerdekaan yang ‘’baru’’ 74 tahun tidak cukup untuk menghapus sifat-sifat feodalisme yang mengakar di masyarakat. Generasi kedua dari orang tua yang masih terhubung dengan kerajaan (saat proklamasi kemerdekaan) saat ini masih tersosialisasi dan terinternalisasi dengan sifat feodalisme tersebut, yang kemudian meneruskannya kepada generasi ketiga yang kini masih beranjak dewasa tua. Hal ini mudah dilihat dari pada fenomena politik, di mana trahtrah kerajaan masih secara mudah memperoleh kekuatan politik, baik sebagai pemimpin pemerintahan maupun sebagai anggota legislatif. Ini masih menandakan bahwa masyarakat masih mudah melekat dan terpengaruh oleh dunia kerajaan tersebut. Dari situlah kemudian orang-orang yang merasa punyai karisma dan kemudian mempunyai kemampuan orasi tinggi, sumber daya ekonomi plus tidak tahu malu, secara mudah mengelaborasi diri dan mengikat masyarakat ke dalam pengaruhnya. Dalam hal ini adalah orientasi kerajaan dengan segala sistem dan tujuannya. Sayangnya, sekarang di masyarakat muncul lagi upaya-upaya untuk ‘’merebornkan’’ raja masa lalu itu. Masyarakat yang struktur sosialnya tersegmentasi ketat secara ekonomi, sosial maupun budaya, mempunyai kecenderungan tinggi
untuk percaya dan ikut ‘’terhisap’’ ke dalam budaya kerajaan palsu dan raja gadungan tersebut. Dalam masyarakat yang terstruktur dan tersegemntasi demikian, selalu saja dijumpai orang-orang yang tersilosasi, teralienasi atau merasa terjauh dan merasa tidak terakui. Maka, kedekatan dengan ‘’raja’’ akan menjadi pembenaran status sosialnya. Pada konteks ini, masyarakat Bali secara jujur arus hati-hati dan waspada terhadap adanya pendekatan-pendekatan pengaruh gadungan seperti itu. Secara jujur juga harus diakui bahwa sejarah Bali itu ‘’dipenuhi’’ dengan kerajaan. Dan bukan sekadar itu, berbagai kerajaan itu saling bersaing dan saling bertempur serta beraliansi di masa lalu. Bisa dibayangkan, bagaimana cerita kerajaan itu masih hidup hingga kini. Di samping ‘’dipenuhi’’ oleh lingkup kerajaan tersebut, stratifikasi masyarakat Bali sampai sekarang masih nyata tentang pengaruh kasta yang keliru itu, yang menstratifikasi masyarakat bahkan sampai menuju ranah kelahiran. Perkembangan mutakhir di Bali adalah terstratifikasi secara ekonomi. Pembangunan ekonomi masif melalui politik pariwisata, telah membuat modal banyak masuk menuju Bali. Akibatnya, mereka yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang memadai, dapat mengikuti perkembangan itu dan meraih keuntungan serta hidup yang lebih baik. Yang tidak mampu, secara serampangan mengejarnya melalui penjualan tanah, dan kemudian kalah telak setelah modalnya habis. Fenomena ini melahirkan marginalisasi baru dalam struktur sosial masyarakat di Bali. Barangkali inilah salah satunya yang memunculkan begitu banyaknya orang bertatto di Bali. Jadi, kondisi inilah yang harus diwaspadai masyarakat Bali ke depan agar tidak mudah terbius oleh hal-hal yang berbau feodal, raja dan kerajaan gadungan tersebut.
pesan budaya yang dapat ditafsirkan untuk dipakai cerminan dan patokan untuk merenung, bagaimana seharusnya raja dan bagaimana seharusnya bersistem sosial. Budaya merupakan hasil pemikiran yang sudah terkristalisasi dari pergulatan pikiran. Salah satu yang telah terkristalisasi dan dapat dimaknai melalui penafsiran itu adalah ritual Ngusaba Dangsil. Ritual ini berlangsung di Desa Bongaya di Karangasem, dan dilaksanakan setiap 12 atau 14 tahun sekali. Apabila direnungkan, ada banyak pembelajaran dari ritual tersebut, mulai dari sisi persaudaran kelompok, toleransi, penghormatan kepada pimpinan, bahkan pengerahan massa. Sederhananya, ritual ini mengusung beberapa dangsil yang diarak oleh ribuan massa. Dangsil tersebut mempunyai tingkatantingkatan, mirip dengan meru atau wadah yang bertumpang. Tingkatan tersebut mengandung makna dan simbolisasi pemimpin, mulai dari pemimpin (kerajaan di masa lalu) Bali, pemimpin regional (kabupaten/kerajaan di masa lalu) sampai pemimpin setempat. Dangsil inilah yang digotong ramai-ramai. Dangsil ditarik oleh seorang masyarakat yang berasal dari agama Islam. Dan ribuah masyarakat datang terlibat dalam ritual itu adalah masyarakat Bali Aga dari Karangasem. Mereka mengarak dan menggotong sebagai wujud hormat kepada pemimin (raja). Hanya raja yang memperhatikan rakyatlah yang mampu dingat dan dikenang sampai sekarang. Mereka menjaga kekompakan sebagai masyarakat Bali Aga dari berbagai kecamatan untuk hadir di Bongaya merayakan ritual tersebut. Dan mereka menjaga toleransi dan mengingat sejarah untuk memberikan peran kepada anggota masyarakat dari agama lain untuk menarik Dangsil. Inilah salah satu contoh penghormatan kepada pemimpin, persatuan dan toleransi antarsesama. Hanya raja yang benarbenar rajalah yang mendapat menghormatan seperti ini. Bukan raja gadungan.
Ngusaba Dangsil Bali mempunyai aneka ragam
Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
Oleh GPB Suka Arjawa
Penyeberangan Terancam Kolaps Jokowi Diminta Turun Tangan KETERLIBATAN Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dalam penetapan tarif angkutan penyeberangan dinilai langkah mundur, karena memperpanjang rantai birokrasi dan menghambat usaha. Hal ini terbukti dengan berlarutlarutnya penetapan tarif penyeberangan (kapal feri) yang telah diusulkan Kementerian Perhubungan sejak akhir tahun lalu karena harus dikaji kembali oleh Kemenko Marves. Padahal, pembahasan tarif di Kemenhub sudah molor selama 1,5 tahun dan belum pernah naik sejak tiga tahun lalu. Sesuai regulasi, evaluasi tarif penyeberangan seharusnya dilakukan enam bulan sekali. Bambang Haryo Soekartono, anggota DPR-RI periode 2014-2019, mengatakan keterlibatan Kemenko Marves dalam evaluasi tarif penyeberangan bertentangan dengan semangat Inpres No. 7/2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. ‘’Ke-
menko Marves justru menghambat kemudahan berusaha karena birokrasi makin panjang dan bertele-tele, tidak sesuai dengan jargon Presiden Jokowi memangkas regulasi dan birokrasi,’’ ujarnya, Selasa (21/1). Sejak era Orde Baru, jelas Bambang Haryo, birokrasi evaluasi tarif telah dipangkas dengan menghilangkan mekanisme melalui DPR-RI sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 21/1992 tentang Pelayaran. Ketentuan ini diperkuat dengan PP No. 82/1999 tentang Angkutan di Perairan, yang menyebutkan penetapan tarif cukup melalui Menteri Perhubungan. ‘’Orde Baru sekalipun menyadari tarif angkutan adalah masalah krusial karena menyangkut keselamatan penumpang dan logistik. Seharusnya pemerintahan Jokowi yang berorientasi maritim lebih sensitif dan responsif,’’ tuturnya. Bambang Haryo menilai Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan lamban merespons usulan tarif penyeberangan.
Menurutnya, dampak kenaikan tarif terhadap harga barang yang diangkut hanya 0,05% sehingga tidak perlu dikhawatirkan. ‘’Kenaikan itu mungkin kecil bagi pemilik barang, tetapi besar artinya bagi angkutan penyeberangan untuk menjaga kelangsungan usaha dan menjamin keselamatan nyawa publik,’’ ujarnya. Bambang Haryo mengatakan evaluasi tarif penyeberangan sebenarnya bukan domain Menko Marves, melainkan Menko Perekonomian. Jikapun terlibat, Menko sebaiknya hanya mengawasi dan membantu agar birokrasinya lancar. Bukan justru menciptakan birokrasi baru. Dia khawatir angkutan penyeberangan berhenti operasi dalam waktu dekat karena kesulitan membayar gaji karyawan dan kewajiban lain. ‘’Kalau penyeberangan kolaps dampaknya sangat luas, angkutan penumpang dan logistik terhenti sehingga ekonomi akan mandek,’’ katanya.
Oleh karena itu, dia mendesak Presiden Joko Widodo memperhatikan masalah ini karena sudah molor cukup lama, sementara kondisi usaha penyeberangan nasional semakin kritis. Presiden juga diminta menegur atau mengganti para pembantunya yang tidak paham dan tidak becus
mengurusi sektor transportasi. Selain terganjal birokrasi, ungkap Bambang, sektor pelayaran kini dibebani banyak regulasi baru yang menambah biaya hingga 100%, belum termasuk kenaikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 1.000%. (ad648)
Tolak Jembatan Jawa-Bali Rencana pembangunan jalan trans Jawa yang menyambung hingga Bali membuat publik bereaksi keras. Meski perencanaan secara detail belum dipaparkan khususnya mengenai ada tidaknya pembangunan jembatan, namun masyarakat sudah kembali dibayangi wacana pembangunan jembatan Jawa-Bali yang dulu sempat mengemuka. Di akun Facebook @ balipost, sebagian besar netizen secara tegas menolak pembangunan jembatan Jawa-Bali. Mereka khawatir keberadaan jembatan akan membawa dampak buruk terhadap kondisi sosial, budaya dan keamanan Bali. Berikut beberapa komentar netizen. ***** Bidi Sastra Secara pribadi saya tidak setuju dengan adanya jembatan penghubung antara Pulau Bali dan Pulau Jawa, mengingat selain merusak lingkungan juga akan mengganggu aspek sosial, budaya dan keamanan. Ricky Maringan Saya orang Jakarta, 20 tahun menetap di Bali, menolak penuh. Nanti pasukan ormas radikal datang lewat jembatan. Agus Dwi Pranajaya Batara leluhur Dang Hyang Sidhimantra menggoreskan tongkatnya di Segara Rupek yang sekarang menjadi Selat Bali tentu ada dasar pemikiran yang dalam kenapa Jawa dan Bali harus dipisahkan. Ada baiknya kita semua mulat sarira mengenai hal ini. Sujana Menurut saya, jika ada jalan tol yang menghubungkan Jawa-Bali akan muncul masalah baru di antaranya jalan di Bali terutama pusat kota atau pariwisata akan tambah macet, kriminalitas kemungkinan akan meningkat. Cukup buatkan jalan tol dari Gilimanuk ke wilayah Denpasar. Komang Nova Diatmika Saya sebagai masyarakat Bali menolak dengan tegas, karena jika terealisasi pasti akan ada urbanisasi besar-besaran ke Bali yang mana bisa mengikis kearifan lokal Bali, tradisibudaya Bali. Mari hormati kearifan lokal masing-masing, apalagi Bali daerah di Indonesia dengan budaya tersendiri. Ikah Dihardjo Saya orang Jawa Timur tinggal di Bali sudah lama juga. Sangat tidak setuju adanya jembatan Jawa-Bali karena akan berakibat buruk terhadap Bali. Jadi, biarkan apa adanya seperti keadaan sekarang ini. Yudiardana Saya yang asal Jawa juga menolak tegas Bali dihubungkan dengan Jawa. Selain menambah macet, masuknya kriminal dan juga penyelundupan akan leluasa masuk ke Bali. Bali sudah nyaman seperti ini, jangan samakan Bali dengan Jakarta. Eddy Soeprapto Saya saja orang Jawa tidak setuju. Pulau Jawa harus perbaiki dulu keamanan. Kalau sudah lebih baik dari Bali, bolehlah disambung. Agus Hendriyana Kurang setuju. Saya penikmat kapal penyeberangan, lebih syahdu menikmati alunan gelombang laut. Cakri Komang Belum ada jembatan saja Bali sering macet saat musim liburan karena wisatawan dari Jawa banyak yang datang pakai mobil, apalagi nanti setelah ada jembatan. Sumita Yasa Mari tolak, Bali tidak perlu ada jembatan penghubung dengan daerah luar Bali. Lebih baik jalan tol lingkar mengelilingi Bali biar koneksi transportasi lebih aman dan lebih lancar serta secara ekonomi lebih menguntungkan daerah Bali sendiri. Putu Sumariasa Lebih baik tol antarkabupaten yang dibangun. Kris Gomulja Mending Bali dibikinkan jembatan antarpulau mereka. Seperti Nusa Penida dan sekitarnya. Kalau dihubungkan tol trans Jawa, mungkin saya juga tidak setuju, walaupun saya suka liburan ke Bali dari Surabaya. Made Pinda Mungkin Bali akan lebih macet karena kendaraan mudah menyeberang. Saya paham, plus-minus pasti ada. Kadek Enny Harrington Harus ditolak. Mendingan dibangun tol saja dari Gilimanuk ke Denpasar atau kereta api biar tidak macet jurusan DenpasarGilimanuk. Rosid Abdullah Saya sangat setuju kalau ada tol trans Jawa-Bali. Bimantara Putra Cukup tol laut saja Jawa, Bali dan Lombok.
POJOK
Warga Tiongkok dilarang ke luar negeri termasuk ke Bali. - Langkah bijak. *** Pembangunan jalan tol di Bali jangan sampai caplok tanah sawah. - Selamatkan sawah Bali. *** Bangun gedung MDA, Koster wujudkan janjinya saat kampanye. - Satya wacana.
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Paing, 27 Januari 2020
Raih Akreditasi A
Civitas Akademika FH Unwar Studi Banding ke Korea Selatan
SELURUH civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) tengah berbangga. Pasalnya, Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum yang dikembangkan berhasil meraih akreditasi Unggul (A) per 11 September 2019 lalu. Berkat raihan prestasi prestisius tersebut, Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Unwar dan Rektor Unwar memberikan reward kepada civitas akademika FH Unwar. Di mana, seluruh civitas FH Unwar dibiayai melakukan studi banding ke Republik Korea Selatan. Dipimpin langsung Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., sebanyak 31 orang yang terdiri dari perwakilan yayasan, rektorat, tim penyusun borang, dan sejumlah dosen serta staf FH Unwar. Bahkan, dua mahasiswa FH Unwar pun diajak studi banding ke Daegu Chatolic University, Republik Korea Selatan. Di kampus ini salah satu dosen FH Unwar mempresentasikan sebuah makalah tentang peranan CSR sebuah perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bali yang berhubungan dengan investasi. Tema ini sesuai visi Unwar yang bermutu, berwawasan ekowisata, dan go global 2034.
Selain itu, selama enam hari berkunjung di Korea rombongan juga sempat melakukan kunjungan ke National Assembly Korea (DPR Republik Korea Selatan) dan sejumlah destinasi wisata ternama di Korea Selatan. Dekan FH Unwar Prof. Budiartha mengatakan meskipun penandatanganan MoU antara FH Unwar dengan Daegu Chatolic University belum ditandatangani oleh masing-masing pimpinan universitas (karena masingmasing rektor belum bisa hadir), namun ada sejumlah komitmen yang telah disepakati kedua belah pihak. Terutama kerja sama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Apalagi, Daegu Chatolic University yang telah berdiri sejak 1914 ini merupakan salah satu universitas ternama yang ada di Republik Korea Selatan. Dalam bidang pembelajaran, dikatakan, antara Daegu Chatolic University dengan Unwar, khususnya FH Unwar akan saling tukar dosen (change lecture), bahkan juga akan dilakukan pertukaran mahasiswa. Pada bidang penelitian juga dilakukan kesepakatan untuk melakukan penelitian bersama (join research). Nantinya, hasil join research itu akan dipublikasikan di masing-masing jurnal
universitas. Sedangkan pada bidang pengabdian kepada masyarakat diusahakan dijalin kerja sama, meskipun agak sulit karena objeknya yang berbeda. ‘’Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ke depan MoU ini bisa terlaksana yang ditandatangani masing-masing rektor,’’ ujar Prof. Budiartha. Kunjungan ke National Assembly Korea Selatan guna mengetahui perbandingan sistem pemerintahan Republik Korea dengan Negara Republik Indonesia. Bahkan, salah satu dosen FH Unwar tertarik melakukan penelitian tentang hal tersebut untuk studi doktornya. Studi banding yang dilakukan itu diharapkan mampu menjadi motivasi FH Unwar untuk terus berjuang mempertahankan, bahkan meningkatkan bobot nilai akreditasi A yang sudah diraih itu. Apalagi, dengan borang 9 kriteria, semua harus bekerja keras, tuntas, kreatif dan inovatif. Dengan akreditasi A itu untuk meningkatkan kualitas output lulusan, syarat penerimaan mahasiwa baru harus memiliki nilai toefl pada grade 400. Selain mahasiswa, para dosen juga ditingkatkan kualitasnya, sehingga lulusan FH Unwar mampu bersaing di kancah internasional. (ad647)
STUDI BANDING - Rombongan FH Unwar yang dipimpin langsung Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. saat studi banding di Daegu Chatolic University, Republik Korea, beberapa waktu lalu.
KPU Cek Ulang Berkas 122 Calon PPK syaratan, kata Weda Subawa pihaknya sekaligus mengecek keterlibatan calon PPK dalam partai politik. “Kami pengecek satu per satu pelamar, apakah mereka tergabung partai politik apa tidak. Kami lakukan pengecekan melalui Sipol (Sistem Informasi Partai Politik),” ucapnya. Dalam pengecekan administrasi itu, satu per satu berkas calon PPK untuk Pilkada Tabanan 2020 diteliti jajaran KPU Tabanan. Mulai kelengkapan persyaratan pas foto, fotokopi KTP, surat pernyataan, surat keterangan kesehatan, ijazah yang dilegalisir hingga daftar riwayat hidup calon PPK. Semua komisioner KPU Tabanan ikut turun langsung mengecek satu per satu berkas calon PPK bersama Tim Pokja dan pihak kesekretariatan KPU
Tabanan. Diberitakan sebelumnya, perekrutan calon PPK untuk Pilkada Tabanan mulai Rabu (15/1) sampai Jumat (17/1). Awalnya dua kecamatan, yakni Selemadeg dan Baturiti minim pendaftar. Namun akhirnya kuota terpenuhi hingga akhir masa pendaftaran. Ke-122 calon PPK yang mendaftar rinciannya dari Kecamatan Tabanan 12 orang, Kerambitan 13 orang, Selemadeg Timur 11 orang, Selemadeg 10 orang, Selemadeg Barat 11 orang, Pupuan 14 orang, Penebel 14 orang, Baturiti 10 orang, Marga 11 orang, dan Kecamatan Kediri sejumlah 16 orang. Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa pun menyambut baik antusiasme masyarakat yang ambil bagian perekrutan calon PPK. (kmb28)
HINGGA saat ini belum diketahui jelas penyebab puluhan ekor ternak babi mati mendadak di Desa Jegu, Kecamatan Penebel. Kekhawatiran kembali muncul di kalangan warga termasuk peternak di daerah lainnya. Pasalnya dari informasi yang dihimpun, kasus babi mati itu juga ditemukan di desa lainnya. Seperti di Desa Rejasa Kecamatan Penebel, Desa Cepaka dan Desa Kaba Kaba Kecamatan Kediri, Desa Buahan Tabanan, Desa Kukuh Marga serta Desa Tegal Mengkeb Selemadeg Timur. Berapa ekor babikah yang sudah mati secara mendadak di beberapa desa di Tabanan?
harus diperkuat dengan instruksi guna mempertegas larangan membuang bangkai babi ke sungai. “Jika perlu terapkan sanksi, karena ini sudah upaya pencemaran sungai,” pungkasnya. Perbekel Rejasa, Penebel, I Gede Wayan Wiarsa, juga membenarkan adanya babi mati di desanya, bahkan sudah ada sejak awal bulan Januari 2020. Jika ditotal sudah ada lebih dari 50 ekor babi yang mati. Gejalanya hampir sama, babi tidak mau makan. Muncul warna merah di tubuh babi. Setelah berselang lima hari langsung mati. Padahal sebelumnya babi itu sehat dan mau makan. “Hampir semua babi milik warga di Desa Rejasa ini mati mendadak, termasuk babi penggemukan milik saya 12 ekor mati,” jelasnya. Rencananya, ia akan melaporkan secara resmi ke Dinas Pertanian Tabanan, Senin (27/1) ini, termasuk melapor ke Dinas Kesehatan, lantaran warga Desa Rejasa banyak yang terkena Demam Berdarah. Demikian pula di Selemadeg Timur. Perbekel Desa Tegal Mengkeb, I Dewa Made Widarma, mengatakan ada lebih dari 20 ekor babi mati. Rencananya akan dilaporkan ke Dinas Pertanian Senin hari ini. (bit)
Tabanan (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan kembali memastikan proses penjaringan atau penerimaan calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah dilakukan mengacu regulasi yang jelas. Bahkan dipastikan tidak ada indikasi syaratsyarat dilanggar. Sebanyak 122 berkas calon PPK yang telah mendaftar tersebut, Minggu (26/1) kemarin telah dicek kembali jajaran KPU. Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, mengatakan sesuai tahapan pihaknya telah melakukan pengecekan persyaratan administrasi calon PPK yang menyerahkan berkas ke KPU Tabanan. “Semua berkas yang diserahkan kepada kami sudah dicek satu per satu,” ucapnya. Selain berkas yang disetor ke KPU sebagai per-
Kasus Babi Mati Mendadak Ada di Tujuh Desa
Perbekel Cepaka Drs. I Ketut Tedja, M.Si. saat dikonfirmasi, Minggu (26/1) kemarin, membenarkan adanya babi mati mendadak di desanya. Setidaknya selama dua minggu terakhir ini ada sekitar 25 ekor babi mati. “Sampai saat ini kami terus melakukan pendataan. Sebab, hampir tiap hari ada saja babi mati. Rata-rata sehari ada 2-4 ekor,” ucapnya. Pihaknya juga sudah melaporkan ke dinas terkait. Sudah ditindaklanjuti dimana petugas peternakan dari Dinas Pertanian Tabanan turun ke lapangan untuk mengecek. “Kami jadi bingung menghadapi para peternak. Apalagi memang tidak ada kompensasi babi mereka yang mati,” terangnya. Di satu sisi, Ketut Tedja juga menyayangkan aksi pembuangan bangkai babi di sepanjang aliran sungai Penet, Badung. Aliran sungai itu melintas melewati Desa Cepaka. “Itu sudah termasuk
pencemaran sungai. Kami tidak tahu dari mana bangkai babi itu dibuang. Kalau warga Cepaka saya pastikan mereka telah mengubur babinya yang mati itu,” terangnya. Bahkan karena sungai Penet itu mengalir melintasi banyak desa, membuat warga desa tetangga menjadi saling kaden. Mereka menduga pelaku pembuangan bangkai babi itu dari desa yang ada di hulunya. “Kemarin Perbekel Munggu sempat komplain mengimbau ke kita. Dikira kita yang buang babi itu ke sungai. Karena itu Desa Cepaka sendiri dapat imbas dari desa di hulu. Jadi muncul persepsi saling kaden. Belum diketahui dari mana sebenarnya asal dan juga pertama kali bangkai babi itu dibuang,” ucapnya. Karena itu, Ketut Tedja berharap dalam upaya penanganan kasus babi mati mendadak itu, bisa dilakukan secara keseluruhan. Tidak satu per satu dan juga
Bali Post/kmb28
WASWAS - Peternak babi di Tabanan sampai saat ini masih waswas akan dugaan virus ASF yang mewabah di Penebel.
Peternak Tuding Pemerintah Lamban Atasi Kemungkinan Virus ASF
Tabanan (Bali Post) -
Warga khususnya peternak babi di Kabupaten Tabanan sampai saat ini masih merasa resah dengan adanya dugaan virus ASF. Pascapuluhan babi mati di Kecamatan Penebel belum lama ini, peternak masih waswas. Apalagi hasil uji sampel darah babi yang dikirim Balai Besar Veteriner (BBVET) ke Medan masih belum turun.
Dampaknya peternak pun mengalami kerugian. Mereka khawatir yang memiliki 2 hingga 4 ekor babi langsung menjual ke pasaran dengan harga murah pascamunculnya isu virus ASF itu. Kemudian tidak sedikit, saudagar jadi calo. Merekalah yang merusak pasaran harga babi hidup yang masih sehat itu. Apalagi dalam waktu dekat, warga harusnya bisa meraup keuntungan jelang hari raya Galungan. Karena isu ASF itu terpaksa harus pasrah menjual babinya lebih dini. Kondisi inilah yang membuat peternak menyayangkan reaksi pemerintah yang terkesan lamban. Sebab, virus ASF itu sebenarnya sudah muncul pertama kali di Medan. Artinya dengan diketahuinya virus ASF itu sudah masuk ke Indonesia, idealnya pemerintah provinsi
maupun kabupaten sudah tanggap dan siap siaga. Apalagi Bali banyak dikunjungi wisatawan baik dari berbagai daerah maupun mancanegara. Tentunya hal itu menjadi salah satu faktor penyebaran virus ASF. ‘’Ini yang kami sayangkan, seakan hal itu tidak ada perhatian serius dari pemerintah. Semua terkesan menunggu, tidak proaktif. Untungnya sejauh ini di Bali tidak ada babi yang terjangkit ASF. Malah babi dari Bali dikirim ke luar Surabaya dan Jakarta,’’ ucap I Gusti Winiantara, peternak asal Gubug, Tabanan, Minggu (26/1) kemarin. Terbaru, sosialisasi tentang pencegahan penyebaran virus yang diduga ASF ini juga belum sepenuhnya menyasar seluruh peternak yang ada. Terbukti masih ada saja oknum warga atau peternak yang membuang
bangkai babi ke sungai. ‘’Kami minta agar yang berwenang menyelidiki. Karena bangkai babi yang semestinya dikubur justru dibuang begitu saja ke sungai. Kami khawatir virus ini bisa menyebar lebih cepat ke daerah lain,’’ sarannya. Kepala Bidang Peter nakan Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suamba, mengatakan sudah bersurat kepada Camat Penebel maupun Puskeswan serta Kepala Desa meneruskan kepada warga/peternak agar jika ada babi mati tidak dibuang ke sungai melainkan dikubur. ‘’Hanya diabaikan, ulah gampang karena malas buat bangbang,’’ terangnya. Meski demikian, petugas akan terus melakukan pemantauan agar tidak ada lagi warga yang melakukan hal serupa. Terkait sosialisasi,
kata Suamba, dalam waktu dekat ini ada rencana Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan sosialisasi ke Tabanan, sekaligus pemberian disinfektan. Suamba menambahkan sejauh ini stok disinfektan yang ada di Dinas Pertanian sudah habis. ‘’Kemarin sisa dua dus berisi 12 biji isian 1 liter disinfektan, sudah habis,’’ terangnya. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pertanian, I Nyoman Budana. Untuk ketersediaan disinfektan, pihaknya masih berkoordinasi dengan provinsi. ‘’Kita coba mohon di provinsi lagi,’’ ucapnya. Menurut Budana ketersediaan disinfektan di dinas pertanian Tabanan, kata Budana untuk tahun 2019 memang tidak ada pasokan/pengadaan baik dari kabupaten, provinsi maupun pusat. Disinfektan yang dibagikan tahun 2019 adalah pengadaan tahun 2018 sebanyak 24 liter dari APBD. ‘’Untuk pengadaan tahun 2020 kami anggarkan sebanyak 36 liter yang akan diadakan April 2020,’’ terangnya. (kmb28)
Senin Paing, 27 Januari 2020
Ini, ”Palebon” Moratorium Pembangunan Senin Ida Pedanda di Kawasan Ceking Diterapkan Nyoman Temuku Gianyar (Bali Post) – Menindaklanjuti kritik dan saran Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Badan Pengelola Objek Wisata Ceking (BPOWC) segera menerapkan kebijakan moratorium pembangunan fasilitas pariwisata di kawasan Ceking. Langkah ini diputuskan setelah BPOWC melakukan pendataan. Pemilik bangunan di kawasan ini segera dipanggil. Demikian disampaikan Ketua BPOWC, Made Dauh Wijana, saat sidak di kawasan Ceking, Minggu (26/1) kemarin. Dijelaskannya, langkah moratorium ini dilakukan mengingat tingkat investasi di kawasan ini tergolong tinggi. “Pembangunan di kawasan ini cenderung menghalangi objek utama. Ini yang akan kami tertibkan. Kami sudah dapat mandat dari desa adat untuk bersikap,” jelasnya. Moratorium ini murni untuk menjaga keindahan kawasan dan menjamin tetap lestarinya kawasan ini. Untuk itu, sampai konsep penataan diterapkan moratorium dilakukan. Sementara saat pendataan yang melibatkan
Sosial
pecalang desa adat setempat, sejumlah kios dan bangunan dikategorikan akan ditata ulang. Pemiliknya segera diundang untuk menyosialisasikan langkah-langkah BPOWC menata kawasan. Penertiban ini juga akan melibatkan Pemkab Gianyar dari sisi regulasi. “Yang pasti moratorium pembangunan dilakukan. Para pemilik lahan dan pengusaha agar memahami langkah ini,” tegasnya. Sementara itu, Bendesa Adat Tegallalang Drs. Made Jaya Kesuma M.M. mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Bupati Gianyar I Made Mahayastra. ‘’Di kawasan Objek Wisata Ceking ada tujuh view yang men-
Bali Post/kmb35
PECALANG - Sejumlah pecalang Desa Adat Tegallalang turun ke kawasan Ceking untuk melakukan pendataan kios dan restoran, Minggu (26/1) kemarin. jadi sorotan untuk dilakukan penataan. Kalau itu dihalangi oleh bangunan, akan dilakukan penataan,“ tandasnya. Pihaknya sudah mengerahkan pecalang untuk melakukan pendataan di tujuh view sepanjang Objek Wisata Ceking. Ia pun sudah hati-hati melakukan pendataan ini. Terlebih areal yang saat ini ban-
yak terdapat bangunan, merupakan tanah pribadi warga setempat yang dikontrakkan kepada investor menjadi kios atau restoran. “Saya hati-hati mendata ini agar nanti saat memberi solusi, tidak ada yang merasa dirugikan,“ sebutnya. Jaya Kesuma mengaku belum bisa memastikan berapa bangunan yang diperkirakan
terkena radius pendataan. Saat ini pecalang masih dalam proses pendataan di sebelah barat kawasan Objek Wisata Ceking yang masuk dalam wilayah Desa Adat Tegallalang. “Cukup banyak itu, belum bisa saya hitung. Yang pasti sekarang fokus dulu penataan di sebelah barat,“ tambahnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) – Prosesi palebon untuk almarhum Ida Pedanda Nyoman Temuku akan diselenggarakan Senin (27/1) ini. Prosesi palebon dipastikan tidak menggunakan bade. Jenazah almarhum akan diusung oleh para sisya menuju pebasmian (tempat pembakaran) yang masih berada di areal Geria Cebang Giri Kesuma di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Putra almarhum, I.B. Mayun Giri Kesuma, didampingi keponakan almarhum, I.B. Palguna, menerangkan prosesi palebon akan dimulai pagi. Namun, puncak prosesi palebon di pebasmian akan dilaksanakan siang sekitar pukul 13.00 Wita. Prosesi palebon untuk penemu “Wariga Belog” ini tidak menggunakan bade. Jasad almarhum akan diusung oleh para sisya menuju areal pebasmian yang terletak di sebelah utara Geria Cebang Gri Kesuma, tepatnya di depan parkir Museum Gubuk
Derita Gua Hantu. Jasad almarhum akan diusung dari merajan geria ke luar melalui jalan ke utara menuju tempat pebasmian, kurang lebih jaraknya 50 meter. Sepanjang jalan tersebut akan dibentangkan kain kafan. “Selama pengusungan layon dari merajan sampai ke tempat pebasmian, jalan sementara ditutup, tetapi setelah itu dibuka lagi,“ jelasnya. Teknis pengaturan arus lalu lintas hingga parkir akan dilaksanakan oleh pangayah pecalang Banjar Melinggih di bawah koordinasi Bhabinkamtibmas Polsek Payangan dan Babinsa Koramil Payangan. Pengaturan arus lalin menggunakan setengah badan jalan dengan menerapkan sistem buka-tutup. Apabila kepadatan meningkat akan dicarikan jalan alternative, yakni dari arah utara pertigaan Penginyahan ke timur menuju Desa Bukian. (kmb35)
Pertemuan Wantimpres dan The Sukarno Center di Kompleks Istana
Temui Wiranto, Wedakarna Sampaikan Bali Waspadai Perkembangan Sel Radikalisme Pascabubarnya HTI THE Sukarno Center Tampaksiring yang dipimpin oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menjadi tamu pertama Dewan Pertimbangan Presiden RI di awal tahun 2020. Bertempat di Kantor Wantimpres yang masih ada di kawasan Istana, hadir petinggi The Sukarno Center yakni Dr. Arya Wedakarna (AWK), Sukmawati Soekarno Putri (Ketua Dewan Pembina), Enong Ismail (Ketua Kurator) dan sejumlah pengurus. Di jajaran Wantimpres hadir Mayjen TNI (Purn) Wiranto (Ketua) dan para anggota Wantimpres di antaranya Arifin Panigoro, Puri K. Kusumawardani dan Sidarto. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup ini, The Sukarno Center menyampaikan sejumlah hal strategis
terkait beberapa program Presiden Joko Widodo khususnya dalam pembangunan SDM dan karakter, salah satunya yang paling strategis adalah kepentingan untuk menjaga konsensus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini disampaikan oleh Sukmawati Soekarno saat membuka pertemuan terbatas tersebut. “Saya mengapresiasi Wantimpres yang telah dilantik Presiden. Semoga lembaga ini bisa terus memberikan nasihat kepada Presiden Jokowi agar bersemangat dalam membangun Nusantara. Kepada Bapak Wiranto, kami sampaikan puji syukur karena diberikan keselamatan dan kesehatan sehingga bisa mendampingi Presiden Joko Widodo dalam mengawal Nawa Cita hingga 2024. The Sukarno Center
siap mendukung program pemerintah khususnya dalam pembangunan karakter anak bangsa,’’ ungkap Sukmawati Sukarno. Arya Wedakarna juga menyampaikan sejumlah pandangan khususnya terkait adanya gerakan antiPancasila, yakni radikalisme yang kini melanda Indonesia dan Bali harus mendapat perhatian lebih dalam rangka membasminya. “The Sukarno Center terdepan mendukung negara membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kami mengapresiasi juga negara tidak merespons terkait perpanjangan izin ormas front pembela agama. Bali yang mayoritas umat Hindu pernah menjadi korban dari kebiadaban teroris pada Bom Bali I dan II. Kita paham apa alasan mereka mengatasnamakan mengebom Bali di awal reformasi. Maka dari
itu, saya minta Presiden RI di periode singkat ini, yakni 2019-2024, bisa menghancurkan sel-sel radikalisme termasuk menguatkan Pancasila agar Indonesia tidak menjadi negara khilafah. Kini radikalisme sudah masuk ke bidang politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan pawisisata. Semoga Jokowi tuntas membereskan hal ini,’’ ujar Gusti Wedakarna yang juga Direktur The Marhaenisme Institute. AWK juga menyatakan kepada Wantimpres agar Presiden benar-benar memperhatikan pembangunan Bali yang sudah menyumbangkan 92% dan kemenangan Jokowi pada Pemilu 2019. “Bali membutuhkan jalan lingkar, airport baru, pelabuhan modern, jalan tol. Pusat tenaga listrik mandiri dan juga yang penting regulasi pro-Bali. Perjuangan Bali untuk RUU
Provinsi Bali juga mohon didukung Presiden, karena semua komponen di Bali sudah kompak baik gubernur, bupati/wali kota, DPRD, DPR-RI maupun DPD-RI. Semoga bisa diundangkan di Prolegnas 2020–2024. Begitu juga harus ada solusi saat pemerintah membangun 10 Bali Baru, agar Bali lama ini diperhatikan. Jangan diabaikan karena masyarakat kami banyak bergantung dari dunia pariwisata. Seharusnya Menteri Pariwisata dari Bali ya, itu yang saya sesalkan karena berbicara pariwisata adalah bicara roh budaya, bukan sekadar menteri dari latar belakang media. Yang terpenting dari semua itu adalah bertahannya Pancasila sebagai dasar negara, dan hanya dengan membubarkan radikalisme maka stabilitas keamanan Indonesia akan terjamin,’’
TERIMA – Ketua Wantimpres Wiranto didampingi anggota Wantimpres Arifin Panigoro, Sidarto dan Putri Kusuma Wardani saat menerima Sukmawati Soekarno, Dr. Arya Wedakarna dan Enong Ismail di Kantor Wantimpres. papar Senator AWK. Di akhir kesempatan, Senator AWK mengundang Ketua Wantimpres Wiranto untuk hadir di The Sukarno Center guna menerima penghargaan
atas prestasi pembubaran HTI yang dinilai sukses secara geopolitik dunia. Astungkara, gerbong nasionalis, TNI, Polri bersatu kuat memberantas radikalisme. (ad644)
Senin Paing, 27 Januari 2020
Dukung Pariwisata, Pemkab Prioritaskan Pembangunan Jalan di Nusa Penida
Bali Post/31
OBJEK WISATA - Bupati Suwirta saat mengajak rombongan Kementerian PUPR mengunjungi sejumlah objek wisata di Nusa Penida. Semarapura (Bali Post) Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melakukan survei dan pengumpulan data
di Nusa Penida, Sabtu (25/1) lalu. Ini terkait usulan kegiatan percepatan pembangunan KSPN Nusa Penida. Pemkab Klungkung menyampaikan
banyak usulan ke pusat. Salah satunya pembangunan akses jalan diharapkan diperbanyak dan jadi priotas utama guna mendongkrak sektor pariwisata yang semakin berkembang di Nusa Penida. Tim PUPR sendiri dipimpin Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR Koerswardono bersama Kepala Bidang Keterpaduan Infrastruktur Kawasan Strategis Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Maulidya Indah Junica. Kedatangan mereka disambut langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Kepulauan
Nusa Penida. Sesuai surat usulan Bupati Klungkung Nomor 910/293/ Baperlitbang, usulan yang diajukan ke Kementerian PUPR yakni pengembangan lahan jalan lingkar Nusa Penida 60 hektar dengan volume panjang 26,6 km. Jalan akses destinasi wisata, antara lain Jalan Mentigi-Geria Tengah, Jalan Paku-Pertigaan Banjar Bingin, Jalan Pertigaan Banjar Bingin Batukandik, Jalan Penangkidan Pasih Uug, Jalan Tanglad -Wates, Jalan Ponjok-Jurangbatu, Jalan Pejukutan-Gepuh, Jalan Behu-Bunga Mekar, dan Jalan Batukandik-Guyangan. Selain itu, juga ada usulan pengamanan pantai di wilayah KSPN, antara lain tanggul
Dermaga Gunaksa pada sisi timur, tanggul Sental Ped, tanggul Kutampi, tanggul Penida Sakti Crystal Bay, tanggul Jungutbatu Lembongan, tanggul Suana Batu Kuning Batu Medau, tanggul Batununggul Mentigi dan tanggul Ceningan Manta Point Blu Lagoon. Ada juga usulan pelabuhan segitiga emas yang di Pantai Pesinggahan, Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Air Nusa Penida yang terletak di Pantai Crystal Bay dan jembatan baru Nusa Lembongan-Nusa Ceningan. Pada kesempatan itu, Koerswardono saat ditemui di Villa Semabu Hills mengatakan, kedatangannya untuk menjawab usulan Bupati yang disampaikan ke
Menteri PUPR. Pihaknya meminta beberapa bahan untuk diperjuangkan ke pusat, karena ke depan Pulau Bali ini akan menjadi destinasi wisata hight class. ‘’Jika Nusa Penida ini bisa dimasukkan ke dalam rencana ini, maka pembangunan infrastrukturnya akan lebih nyambung,’’ ujar Koerswardono. Maulidya Indah Junica menambahkan, dalam kunjungannya ke beberapa tempat yang menjadi kawasan KSPN, survei ini untuk peningkatan penyelenggaraan pelayanan publik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Nusa Penida. ‘’Kami harus melihat fakta faktual di lapangan. Tim Kementerian akan melakukan penyusunan naskah akademis,
dan mendapatkan informasi terkini terkait kondisi dan status,’’ katanya. Bupati Suwirta berharap semua usulan yang diajukan ini bisa direalisasikan demi percepatan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nusa Penida. Ini akan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar kawasan di Nusa Penida dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi, termasuk pembangunan pariwisata. ‘’Kami harapkan pemerintah pusat memberikan dukungan sesuai usulan yang diajukan. Terutama jalan lingkar, penanganan sampah, air bersih, pengamanan pantai termasuk pelabuhan,’’ tegas Bupati Suwirta. (kmb31)
Senin Paing, 27 Januari 2020
Ketua DPRD Karangasem Bersama Mahasiswa STKIP-AH Amlapura Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Pantai Ujung BANYAKNYA sampah yang ada di pesisir Pantai Ujung, Desa Tumbu, Karangasem, mendapatkan perhatian semua pihak. Sabtu (25/1) lalu, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana bersama para alumni STKIP Agama Hindu, Amlapura, serta mahasiswa STKIP, melaksanakan aksi bersih-bersih sampah plastik di pesisir pantai tersebut. Gede Dana mengatakan, peserta aksi bersih-bersih sampah plastik ini bergerak menyusuri areal pantai untuk memunguti dan mengumpulkan sampah. Selanjutnya sampah dipilah dan dibuang ke tempat
pembuangan sampah. Sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak lima karung. Kegiatan bersih-bersih sampah plastik ini dilakukan untuk mendukung program Gubernur Bali dalam upaya membersihkan dan membebaskan Bali dari kepungan sampah plastik. Selain itu, untuk mendukung program pemerintah daerah yakni meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem. ‘’Taman dan Pantai Ujung ini kan merupakan situs budaya dan menjadi objek wisata. Jadi, harus dijaga keasrian dan kebersihannya. Kalau banyak
sampah plastik berserakan seperti ini, bagaimana wisatawan akan mau berkunjung ke sini?’’ ucapnya. Gede Dana menambahkan, melihat Taman Ujung sebagai salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Karangasem, seharusnya pemerintah daerah menjaga kebersihannya. Ia kurang tahu pasti apakah tenaga kebersihannya yang kurang atau bagaimana. ‘’Kalau misalnya kurang, mestinya ditambah petugas kebersihan untuk terus menjaga kebersihan di areal Taman Ujung ini,’’ katanya. Dijelaskannya, pemerintah juga harus lebih intens lagi
memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Termasuk mengedukasi warga agar memilah sampah di rumah mereka masing-masing. ‘’Mana sampah organik, mana sampah residu dan sampah plastik, sehingga memudahkan petugas dalam mengolah sampah tersebut,’’ tandas Gede Dana. (ad643) SAMPAH - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat melakukan aksi bersihbersih sampah plastik di Pantai Ujung, Desa Tumbu, Sabtu (25/1).
Akan Di-’’pelaspas’’, Pura Dadia Tangkas Kori Agung Cebulik Terbakar Amlapura (Bali Post) Kebakaran pura kembali terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem. Kini menimpa Pura Dadia Tangkas Kori Agung Cebulik, Banjar Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang. Pura yang di-empon sebanyak 40 kepala keluarga (KK) ini dilalap si jago merah pada Minggu (26/1) dini hari kemarin.
Bali Post/kmb41
TERBAKAR - Pura Dadia Tangkas Kori Agung Cebulik di Banjar Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, terbakar pada Minggu (26/1) dini hari kemarin.
Hari Ini, Puncak Usaba Pura Dalem Puri Besakih Amlapura (Bali Post) – Puncak Usaba Pura Dalem Puri, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, dilaksanakan Senin (27/1) ini. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Polsek Rendang telah memetakan arus lalu lintas (lalin) bagi para pamedek dan menerjunkan ratusan personel untuk berjagajaga di sejumlah titik. Polsek Rendang AKP I Made Sudartawan, Minggu (26/1) kemarin mengatakan, kendaraan roda empat yang datang dari arah Kintamni dan Kubu, di simpang depan SDN 2 Besakih diarahkan belok kiri menuju Pura Batumadeg dan turun menuju Terminal Ulun Setra, Besakih dan terminal lainnya. Sementara mobil roda enam, di simpang Teges diarahkan menuju arah selatan Rendang dan parkir di Terminal Kedungdung. Kendaraan yang datang dari arah Gianyar, Klungkung, Denpasar, Bangli dan Karangasem, melalui jalur Rendang. Sementara kendaraan yang masuk dari Banjar Batusesa diarahkan parkir di sepanjang jalan utama dan Terminal Kedungdung. ‘’Saat kembali, kendaraan diarahkan menuju jalur Batusesa. Untuk kendaraan yang parkir di Terminal
Bali Post/kmb41
PADAT - Pamedek memadati areal Pura Dalem Puri untuk melakukan persembahyangan. Kedungdung, diarahkan ke selatan yakni Tegenan,’’ jelasnya. Selama pelaksanaan usaba, pihaknya menerjunkan ratusan personel dari Polsek Rendang didukung anggota dari Polres Karangasem. ‘’Personel kami mencapai 135 orang. Mereka ditugaskan di sejumlah titik untuk mengatur lalu lintas,’’ kata Sudartawan. Membeludak Sehari menjelang puncak usaba, pamedek yang tangkil untuk melakukan persembahyang ke Pura Dalem Puri Besakih membeludak. Ramainya
pamedek memicu terjadinya kemacetan yang cukup panjang yakni hingga jalur jembatan Arca, Desa Menanga. Sementara di pura, krama Hindu harus berdesak-desakan untuk bisa masuk melakukan persembahyangan. Menurut Pangemong Pura Dalem Puri, I Gusti Mangku Kubayan, pamedek mulai tangkil melakukan persembahyangan sejak tiga hari lalu dan membeludak sejak dua hari ini. ‘’Pas tilem kemarin (Sabtu - red) pamedek cukup ramai, dan sekarang tambah ramai lagi,’’ ucapnya. (kmb41)
Kebakaran menghanguskan sedikitnya 10 palinggih yang ada di areal pura. Palinggih yang terbakar yaitu palinggih Pesamuhan, Pemetik, Gedong tujuh unit dan satu Meru Tumpang Tiga. Prajuru Pura Dadia Tangkas Kori Agung Cebulik Wayan Putra menuturkan, pura terbakar sekitar pukul 04.30 Wita. Saat itu kebetulan dirinya makemit bersama lima krama dadia yakni Ketut Suwena, Nyoman Wenten, I Ketut Giri, Nyoman Suastawan dan Komang Coglok. ‘’Saya lihat sumber api berasal dari palinggih Pesamuhan,’’ ujarnya. Melihat kobaran api terus membesar, dirinya langsung membunyikan kulkul (kentongan). Setelah itu, krama dadia berdatangan ke pura. Warga
berupaya memadamkan api dengan air seadanya. Tetapi karena si jago merah terlalu besar, api sulit dipadamkan oleh warga. Api baru bisa dipadamkan oleh petugas Damkar Karangasem yang datang beberapa saat kemudian. Sebelum kebakaran, Putra memang sempat melakukan persembahyangan, tetapi dupa yang dipakai sudah diturunkan dari palinggih. ‘’Secara pasti saya kurang tahu penyebab kebakaran ini. Tetapi saya menduga akibat korlesting listrik. Kerugian material akibat kejadian ini mencapai Rp600 juta,’’ jelasnya. Putra mengungkapkan, Pura Dadia Tangkas Kori Agung Cebulik sejatinya baru saja selesai direhab dan akan di-pelaspas dalam waktu dekat.
‘’Rencananya usai nyejerang di Pesamuhan, yakni 19 hari lagi, pura baru akan di-pelaspas. Tetapi belum di-pelaspas, pura ditimpa kejadian seperti ini,’’ ungkapnya. Bantuan Kejadian ini membuat pihaknya kebingungan mencari dana untuk pembangunan kembali palinggih yang terbakar. Pasalnya, krama sudah dikenai paturunan untuk perehaban. Untuk itu, ia berharap ada bantuan dari pemerintah dan komponen lainnya, termasuk wirasa Bali TV yang selama ini sering membantu. ‘’Kami sangat membutuhkan bantuan. Kalau mengandalkan urunan dari krama akan sulit. Di samping itu,
perekonomian krama masih di bawah rata-rata. Jadi, saya harap bantuan dari pihakpihak terkait, sehingga pura bisa kembali dibangun,’’ tandas Putra. Sementara itu pangempon pura, Mangku Karma, menjelaskan sebelum kejadian ada salah satu krama mendengar suara gemuruh di utara. Suara itu dikiranya ada orang kecelakaan. Setelah itu, ada suara seperti benda jatuh di utara pura dan terakhir ketel penghangat air yang terjatuh. ‘’Mungkin itu pertanda dari kejadian ini, namun kami tidak menyadari,’’ tandasnya. Menurut Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari, pihaknya menurunkan 11 personel dan dua unit mobil damkar dari Pos Selat untuk memadamkan api. ‘’Proses pemadalam dibantu Babinsa, polisi dan masyarakat setempat. Proses pemadaman berlangusng sekitar 40 menit,’’ sebutnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Krama Hindu sangat antusias melakukan persembahyangan serangkaian Usaba Dalem Puri Besakih, Rendang, Karangasem, Minggu (26/1) kemarin. Membeludaknya pamedek yang tangkil memicu kemacetan panjang di semua pintu masuk. Selain
itu, tiga pamedek pingsan di areal pura. Menurut Manajer Operasional Pura Agung Besakih, Jro Mangku Ngawit, pamedek pingsan akibat berdesak-desakan saat masuk ke dalam areal pura. Sebelumnya, mereka harus antre cukup lama hingga mendapat giliran melakukan
persembahyangan. ‘’Ada tiga pamedek yang pingsan. Mereka sudah dibawa petugas dari MO menuju pos kesehatan di areal pura untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tim medis. Pamedek yang pingsan usianya 40 tahun ke atas. Setelah mendapat perawatan,
ketiganya sadarkan diri,’’ ujarnya. Petugas kesehatan berjaga sejak Sabtu (25/1) lalu. Mereka rencananya ngaturang ayah sampai usaba kasineb pada 30 Januari nanti. Tim medis yang ngayah adalah petugas kesehatan dari sejumlah puskesmas. (kmb41)
Berdesak-desakan, Tiga ’’Pamedek’’ Pingsan
Senin Paing, 27 Januari 2020 FESTIVAL Balingkang Kintamani Festival yang dilaksanakan di depan Pura Ulun Danu Batur, Kintamani tahun lalu.
Kintamani Chinese Festival Bakal Ditunda
Bangli (Bali Post) Sebuah acara festival bertajuk Kintamani Chinese Festival rencananya akan digelar Pemprov Bali di Kintamani. Festival yang menampilkan parade akulturasi budaya antara Tiongkok dan Bali itu diadakan di objek wisata Penelokan, Kintamani pada 8 Februari mendatang. Namun kabar terbaru menyebutkan, pelaksaan festival itu ditunda lantaran kemunculan virus Corona yang merebak di Tiongkok. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli,Wayan Adnyana, Minggu (26/1) kemarin mengatakan, sesuai informasi yang diterimanya, pelaksanaan Kintamani Chinese Festival ditunda. Rencananya Senin (27/1) ini, Dinas Pariwisata Provinsi menggelar rapat soal pelaksanaan festival itu. Munculnya virus Corona sebagaimana heboh diberitakan akhir-akhir itu diungkapkannya, menjadi alasan penundaan pelaksanaan Kintamani Chinese Festival. (kmb40)
Arsip di Atas Sepuluh Tahun akan Dimusnahkan
Bangli (Bali Post) –
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli berencana akan memusnahkan sejumlah arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna. Itu dilakukan untuk mengurangi penumpukan arsip di depo penyimpanan arsip. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, mengatakan arsip yang memungkinkan dihapus itu, yakni yang umurnya sudah lebih dari 10 tahun. Pemusnahan arsip tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku. Pemusnahan arsip harus ada persetujuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia. Pemusnahan nantinya akan dilakukan tim yang dibentuk di kabupaten. “Pemusnahan arsip tidak mudah. Harus diperlakukan sesuai mekanisme,” terangnya. Dijelaskannya rencana pe-
musnahan arsip itu bertujuan dalam upaya efektivitas dan efisiensi baik dari sisi peralatan, SDM maupun pembiayaan pengelolaan arsip. Ketika arsip lama yang sudah tidak punya nilai guna tidak dimusnahkan, tentu volume arsip itu akan terus bertambah dan me-
RS BaliMed Gelar ”Karya Macaru Rsi Gana Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit” SELAMA 12 tahun terakhir, Rumah Sakit BaliMed Denpasar hadir melayani masyarakat Bali di bidang kesehatan. Peringatan berdirinya RS yang jatuh setiap 8 Januari, juga dirangkai dengan piodalan di Parahyangan RS setempat pada Rahina Tilem Sasih Kapitu. Bedanya, tahun ini RS BaliMed kembali mengulang rangkaian piodalan saat awal berdiri dulu, yakni dengan melaksanakan Karya Macaru Rsi Gana, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit yang digelar Jumat (24/1) lalu. “Setelah 12 tahun, kita nuwur pekuluh lagi ke Purapura Sad Kahyangan dan Pura Kahyangan Tiga untuk memberikan energi baru secara spiritual,” ujar Direktur RS BaliMed Denpasar dr. I Putu Oka Dharmawan, MARS. Menurut Oka, nuwur pekuluh dilaksanakan di Pura Lempuyang Luhur (putih), Pura Andakasa (barak), Pura Batukaru (kuning), Pura Ulun Danu Batur (selem), Pura Goa Raja dan Pura Penataran Besakih (berumbun), tambahan Pura Melanting, Pura Grya Anyar Tanah Kilap dan Pura Sidakarya, serta Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Padangsambian, pada 19 Januari lalu. Sehari sebelum puncak karya juga digelar persembahyangan
Siwaratri. Salah satu prosesi pada puncak karya adalah ngalinggihang Ida Batara dari seluruh Pura Sad Kahyangan di-puput Ida Pandita Nabe Mpu Jaya Acharya Nanda. “Kita mengulangi yang 12 tahun lalu untuk mengingatkan tujuan awal mendirikan RS, melayani rakyat Bali khususnya dan rakyat Indonesia umumnya. Kemudian, komitmen awal para pendiri ingin menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih baik di masa itu,” imbuhnya. Oka menambahkan, keberadaan RS dulu belum sebanyak sekarang. Terutama di wilayah barat, sehingga pemilik memutuskan membangun RS BaliMed di wilayah Denpasar Barat. Dengan harapan bisa melayani masyarakat di Denpasar, Badung, hingga Tabanan, sekaligus bisa mengatasi kesenjangan fasilitas kes-
ehatan kala itu. Tahun ini, peringatan hari jadi ke-12 RS BaliMed mengangkat tema “Mengabdi untuk Indonesia Sehat melalui Tri Hita Karana”. Aspek parahyangan diwujudkan melalui karya piodalan, aspek palemahan lewat program daur ulang sampah dan komitmen menjaga keluaran limbah cair, dan aspek pawongan melalui perbaikan aspek internal, dimana kondisi internal RS terus bertumbuh dan sedang bergerak menuju budaya mutu dan digital hospital. Beberapa kemajuan RS BaliMed dari 2008-2019 antara lain: Lulus Akreditasi Paripurna, Layanan Inseminasi Buatan, Aktivasi kembali Displasia Center (skrinning kanker mulut rahim), Pengembangan Pelayanan Urologi dan Ortopedi, dibukanya Poli Jantung dan Saraf dari pagi sampai malam (mendukung
pelayanan lansia). “Di SDM, ada alih jenjang beberapa profesi dan banyak kegiatan diklat internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta penambahan banyak dokter spesialis baru yang mendukung layanan spesialisasi dirawat jalan, rawat inap dan tindakan. Kemudian di keperawatan, kita sedang berproses untuk trans-cultural nursing. Tahun ini, kami ingin mutu itu menjadi jiwa pelayanan kami,” jelasnya. RS BaliMed, lanjut Oka, juga berkomitmen menyukseskan program jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Terbukti rata-rata kunjungan layanan, antara lain: 11 ribu rawat jalan di Poli Spesialis per bulan, 836 rawat inap per bulan, dan tindakan operasi yang pernah menembus 550 di tahun 2019. Dominan merupakan peserta BPJS Kesehatan. Pihaknya kini banyak membuka layanan-layanan canggih pasien BPJS. Seperti screening kanker, treadmill jantung, menembak batu ginjal, hingga tindakan laser di organ mata. Oka juga menyebutkan adanya pengembangan untuk mengisi ke empat arah mata angin di Bali, Karangasem (timur), Singaraja (utara) dan Negara (barat). (ad653)
menuhi tempat penyimpanan. “Mana-mana arsip yang bisa dimusnahkan ada ketentuannya. Makanya ada jadwal retensi arsip. Mana yang dimusnahkan, mana yang dipermanenkan,” jelasnya. Selama ini arsip milik Pemkab Bangli ada yang
disimpan di depo arsip dan ada juga yang disimpan di masing-masing OPD. Mantan Kabag Pembangunan ini mengatakan pihaknya ke depan berupaya meningkatkan penataan arsip di masing-masing OPD. Sebab selama ini diakuinya penataan arsip di OPD itu masih banyak yang belum sesuai ketentuan undang-undang kearsipan. Banyak arsip surat yang kodenisasinya tidak benar. “OPD BKD misalnya. Semua surat, kodenya dipakai kepegawaian. Padahal substansif kodenya misalnya bangunan gedung, tetapi dia pakai kodenya kepega-
waian. Padahal substansif dari suratnya bukan masalah kepegawaian,” ungkapnya. Untuk menata kearsipan itu, pihaknya akan membentuk arsiparis untuk masingmasing OPD. Saat ini jumlah arsiparis yang dimiliki Pemkab Bangli sebanyak 27 orang, 9 di antaranya ada di Dinas Kearsipan dan sisanya tersebar di beberapa OPD. “Kayaknya ada 15 OPD yang belum punya arsiparis. Ke depan kami akan bentuk arsiparis di masing-masing OPD. Mereka nantiya akan melakukan penataan kearsipan itu,” kata Sugiarta. (kmb40)
Serah Terima SK Lisensi LSP SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bersama TIM Lead Asesor BNSP Jakarta
LSP SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah resmi menjadi sebuah lembaga sertifikasi profesi dengan Lisensi Nomer: KEP.0078/ BNSP/I/2020 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia. Serah terima SK Lisensi kali ini dilakukan setelah Tim LSP yang terdiri dari Asesor kompeten di bidangnya melaksanakan kegiatan witness bersama Tim Lead Asesor BNSP Jakarta Sabtu, 25 Januari 2020 di Aula SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Adapun skema yang tersedia di LSP SMK Penerbangan Cakra Nusantara, yaitu: 1) Airframe Powerplant, 2) Electrical Avionics, 3) Teknik Transmisi Telekomunikasi, 4) Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, 5) Sumber Daya Manusia, 6) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kebandaraan. 7) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penerbangan, 8) Asisten Kesehatan Penerbangan, dan 8) Operator Computer. Ni Made Yuning Sari Parwati, M.Pd. selaku Ketua LSP SMK Penerbangan Cakra Nusantara menyatakan, “Witness oleh Tim Lead Asesor BNSP Jakarta akan meningkatkan kompetensi, kredibilitas, dan menjadi nilai tambah kepada para asesor LSP Penerbangan Cakra Nusantara guna
meningkatkan kualitas SDM Indonesia menjadi unggul dengan cara bersertifikasi”. LSP SMK Penerbangan Cakra Nusantara ini memberi kesempatan bagi sekolahsekolah yang berkeinginan menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) kepada peserta didiknya dengan skema yang dibutuhkan, dapat menghubungi 082219996889, atau 082219995887, dapat juga mengunjungi www.lspsmkpenerbangan.com LSP ini berada di naungan Sekolah Vokasi SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A Unggul yang memiliki reputasi baik. Tidak hanya pengelolanya, tetapi juga seluruh karakter Taruna/i-nya. Pentingnya Kejujuran dan Keadilan dalam suatu Organisasi menjadikan dasar Karakter Taruna/i SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Saat ini juga telah
membuka Penerimaan Siswa Baru TP 2020/2021 untuk dididik menjadi pemenang di era industri 4.0 dan society 5.0. Praktik yang dilakukan dengan teknologi ter-update. Sehingga SDM yang dicetak terampil dan mereka lebih awal dan cepat sukses. Sebab seluruh taruna-taruni adalah juara. Dengan 4 program keahlian yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan di antaranya: Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisidan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi serta Tatakelola Perkantoran (Bandara). Terdapat total beasiswa sampai dengan Maret 2020 senilai Rp20,4 juta. Dapat menghubungi nomor pendaftaran 03614742600 atau 081237098090 bisa juga kunjungi website www.smkpenerbangan.sch.id. (ad642)
Senin Paing, 27 Januari 2020
Tangkal Virus ASF
Pengawasan Usaha Peternakan Babi Dioptimalkan Singaraja (Bali Post) -
Bali Post/kmb38
MAGOAK-GOAKAN - Raja Buleleng Ki Anglurah Panji Sakti menciptakan tradisi Magoak-goakan. Kini, tradisi ini diusulkan menjadi WBTB Nasional.
Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
BPNB Kaji Tradisi ’’Magoak-goakan’’ MAGOAK-GOAKAN dikenal sebagai tradisi yang diwariskan Raja Buleleng Ki Anglurah Panji Sakti. Guna melindungi agar tidak dijiplak pihak lain, pemerintah daerah mengusulkan tradisi dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada itu menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Menindaklanjuti usulan itu, tim Balai Pelestari Nilai Budaya (BPNB) melakukan kajian. Peneliti BPNB, Nuuryahman, belum lama ini mengatakan, kajian yang dilakukan timnya dalam bentuk focus group discussion (FGD). Tujuannya, mensinkronkan antara data audio visual yang disetor dengan kondisi di lapangan. Hasilnya, yang perlu diusulkan menjadi WBTB adalah tradisi Magoakgoakan bukan permainan Magoak-goakan. Sebab, yang tidak bisa ditiru dalam tradisi ini adalah proses penciptaannya. Sedangkan, pemainnya bisa saja ditiru oleh pihak lain. ‘’Tradisi ini memiliki proses penciptaan yang
tidak bisa ditiru orang lain, sehingga dari kajian ini yang perlu diusulkan adalah tradisi Magoak-goakan yang diciptakan pada masa Raja Buleleng,’’ katanya. Setelah melakukan kajian, usulan WBTB akan disupervisi kembali hingga akhirnya menjalani sidang penentuan Agustus 2020 mendatang. Menjelang penentuan itu, Dinas Kebudayaan Bali yang didukung BPNB berupaya melengkapi dan menyempurnakan hal yang masih perlu diperbaiki. Setelah ditetapkan sebagai WBTB secara langsung memiliki hak paten dan pengakuan Nasional. Selain Magoak-goakan, lukisan wayang kaca di Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng juga telah diusulkan menjadi WBTB. ‘’Penetapan WBTB ini dalam upaya pemeritah melestarikan dan melindungi kekayaan budaya tak benda milik Indonesia agar tidak mudah dijiplak,’’ jelasnya. (kmb38)
Penyebaran virus African Swine Fever (ASF) belakangan membuat Distan Buleleng tak berdiam diri. Petugas dokter hewan dan PPL dikerahkan melakukan pengawasan terhadap aktivitas peternakan babi di Buleleng. Pengawasan ini fokus pada pengolahan makanan babi yang banyak memanfaatkan sisa-sisa makanan bekas wisatawan asing di restoran maupun hotel. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Distan, Made Suparma, Minggu (26/1) kemarin mengatakan, sejauh ini peternakan babi yang dikategorikan besar hanya ada di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan. Selain itu, babi dari luar daerah hanya dipelihara beberapa bulan saja kemudian dipotong dan dagingnya dijual ke pasar tradisional. Sehingga babi yang masuk ke Buleleng tidak tercatat dengan baik. Meski demikian, Suparma mengaku pihaknya bersama tim dari Provinsi Bali sudah turun untuk melakukan pengecekan. Daerah yang paling utama disasar dalam pengawasan ini di Kecamatan Banjar dan Kecamatan Gerokgak yang notabenenya adalah wilayah pariwisata. Ini karena virus ASF diindikasi menyebar melalui sisa-sia
Bendungan Tamblang Dianggarkan Rp260 Miliar
makanan yang dihidangkan kepada wisatawan yang kemudian digunakan sebagai pakan babi. ‘’Dari referensi menyebut kalau ASF ini awalnya kan dibawa oleh turis. Di daerah Bali Selatan banyak yang memanfaatkan sisa makanan hotel itu untuk pakan babi. Kami juga langsung mengecek wilayah Banjar dan Gerokgak karena itu wilayah pariwisata. Hasilnya, tidak terlalu banyak yang mengambil sisa makanan hotel untuk pakan babi,’’ katanya. Menurut Suparma, saat ini belum ditemukan babi yang tertular ASF. Meski demikian Buleleng tergolong rawan terjangkit virus tersebut. Sebab, para peternak kebanyakan mendatangkan babi dari luar daerah untuk dijual kembali. Sehingga kesehatan ternaknya tidak bisa dijamin. Untuk itu,
Suparma mengimbau kepada para peternak untuk sementara waktu tidak menambah babi dari daerah lain. Di sisi lain Suparma mengatakan, belum ditemukan vaksin untuk mencegah
penularan virus ini. ‘’Saat ini, petugas kami saat ini sedang mengikuti workshop tentang ASF. Petugas ini diajari cara mencegahnya dan hal penting lain agar terbebas dari serangan ASF,’’ ujarnya. (kmb38)
Bendungan Tamblang mulai awal tahun ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Bendungan Tamblang merupakan program nasional kedua setelah pembangunan Bendungan Titab - Ularan. Air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Daya dari Desa Tamblang akan dibendung. Bendungan ini diproyeksikan menambah cakupan sumber air baku bagi warga di Kecamatan Kubutambahan, Sawan dan sekitarnya. Penambahan persediaan sumber air baku ini
juga mengantisipasi rencana pemerintah pusat membangun Bandara Internasional di Desa Kubutambahan yang memerlukan persediaan air baku memadai. Selain itu, bendungan ini juga difungsikan untuk menambah pasokan irigasi pertanian pada lahan seluas 588 hektar terutama di Desa Bulian, Bungkulan, dan beberapa desa lain di Buleleng timur. Selain itu, bendungan ini juga mengendalikan banjir serta sebagai objek daya tarik wisata. (kmb38)
MERCEDEZ
PROPERTY
RUPA-RUPA
DIJUAL TANAH
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
Singaraja (Bali Post) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida membebaskan lahan warga untuk membangun Bendungan Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Tercatat, 72,8 hektar tanah milik masyarakat di tiga desa di Kecamatan Sawan dan Kubutambahan dibebaskan. Rencananya, nilai ganti rugi
itu dimusyawarahkan, Senin (27/1) hari ini di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bendungan BWS BaliPenida, Putu Wandira, Minggu (26/1) kemarin mengatakan, pihaknya sudah menugaskan tim appraisal untuk menghitung nilai ganti rugi untuk 112 bidang tanah warga. Semen-
tara pemiliknya menyebar di Desa Bila dan Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan. Selain itu, pemilik tanah berasal dari Desa/Kecamatan Sawan. Setiap bidang tanah tersebut, tim appraisal sudah menghitung secara independen berapa harga tanah dan tanaman yang tumbuh di atasnya. ‘’Besok (hari ini - red), Senin
(27/1) kita undang semua pemilik untuk bermusyawarah dan apa bentuk ganti rugi termasuk berapa nilainya itu akan disepakati dalam musyawarah nanti,’’ katanya. Untuk membayar ganti rugi tersebut, Wandira menyebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp260 miliar dari APBN Tahun 2020. Pi-
haknya optimis anggaran yang disediakan itu cukup untuk melunasi tanah masyarakat yang terkena jalur proyek. Apalagi, melihat dukungan para pemilik tanah begitu antusias. Sebelum ganti rugi direalisasikan, BWS sudah bisa mengawali persiapan proyek dengan membuka akses jalan menuju lokasi inti proyek. Di sisi lain Wandira mengatakan, realisasi ganti rugi ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat ini. Sebab, dari perencanaan yang ada, BWS melaksanakan kontruksi fisik
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Driver,Garden,Engnring.Hub Bhuwana Ubud Htl (0361)971915 Email:hr@bhuwanaubudhotel.com
Dcr:Admin wnt, Salesman/Girl Lam:Gatot Subroto I No.7 Dps/ Bedahulu 4 No.12 Dps email:gemilang_bali@yahoo.com
Dicari sgr 2 Tukang angkat, untuk kanvas, yg serius kerja H.081337776003WA:081237902022
Jl Cpt Mercy Hitam mulus ML200 th2015KM14Rb,Hub.08123633399
B.BP.004.01.20.0000641
B.BP.001.01.20.0000550
BWS Ganti Rugi 72,8 Hektar Lahan Warga
Dcr 2Sales,2Operation, 2Driver Travel Hub.0361-235700
B.BP.004.01.20.0000633
Dcr Sopir SIMA/B1,Ceker,Gudang usia max 35th,min SMA,Lamaran PT.Maya Bali Utama Jl.Gatsu II BI No.6 Dps Hp.08124646409 B.BP.001.01.20.0000627
LOKER
B.BP.004.01.20.0000629
Dicari Sopir SIM B1 Pria Umur Max. 35th&Helper Pria max. 30th untuk kerja di Perusahaan CV Surya Buana Jl.Sekar Sari No.23 Dps Timur Hub.081337070443
B.BP.004.01.20.0000632
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
B.BP.001.01.20.0000520
RUPA-RUPA
G.01
Free
Money Back Guarantee
BIRO JASA
Tnh 680m2 Jl.Sulatri Kesiman 200M Gatsu @450jt 081239999747 B.BP.001.01.20.0000658
B.BP.001.01.20.0000654
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
DAIHATSU
DIJUAL TANAH
RUPA-RUPA
Djl Truk Hino’10 H.08123931885 Jl.Cekomaria 131 Peguyangan
Tanah 5 Are @100Jt/Are Lok.BB Agung-Jembrana H:087860168252
Ahli Atasi Rumah Bocor Garansi Renov&BgnRmh.Ady-085101884685
Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 081.338.344.155 & 087887729409
B.BP.001.01.20.0000522
B.BP.001.01.20.0000649
B.BP.001.01.20.0000107
B.BP.001.01.20.0000640
ALUMINIUM
n
Desig
Bali Post/dok
TERNAK BABI - Menyusul merebaknya virus ASF, Distan Buleleng melakukan pengawasan menyasar usaha peternakan babi.
Senin Paing, 27 Januari 2020
Pendidikan
Semarak HUT Ke-20 SMK PGRI 3 Denpasar
Krama Bali Mesti Dukung Pendidikan Berbasis Hindu di Dwijendra SERANGKAIAN HUT ke-67 Yayasan Dwijendra Denpasar, sekitar 20 ribu keluarga besar Yayasan Dwijendra Denpasar, Minggu (26/1) kemarin mengikuti jalan sehat. Jalan sehat berbasiskan budaya dibuka Ketua Pembina Yayasan Dwijendra Denpasar Ida Bagus Erwin Ranawijaya, S.H., M.H. bersama Ketua Ikatan Alumni (Ika) Dwijendra yang juga Wabup Badung Drs. Ketut Suiasa, S.H., Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.H. beserta pengurus pleno. Jalan sehat diawali dengan atraksi drum band anak-anak TK Dwijendra, Sekaa Baleganjur SMP Dwijendra dan SMA Dwijendra. Ketua Ika Dwijendra yang juga Wabup Badung Ketut Suiasa meminta masyarakat Bali mendukung lembaga pendidikan di bawah Yayasan Dwijendra dalam pengembangan budaya dan keunggulan karakter Hindunya. Kedua, Yayasan Dwijendra sejak 67 tahun ikut membentuk dan mencetak SDM Hindu berkualitas. ‘’Kita tak melihat esensi yang lain, namun kontribusi Dwijendra langsung atau tak langsung ikut meningkatkan SDM Bali (Hindu). Dia harus ajeg sepanjang zaman,’’ tegasnya. Pemkab Badung, katanya, ikut mendukung pendidikan di Dwijendra
dengan menjalin MoU bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Undwi. Kerja sama ini juga diisi dengan mengirim pegawai Pemkab Badung untuk studi lanjut S-1 dan S-2 di Undwi. Dia setuju Dwijendra sebagai lembaga pendidikan dengan ciri khas memperkuat karakter Hindu dan budaya Bali, namun tetap menjaga rasa nasionalisme. Buktinya semua komponen bangsa dididik di Dwijendra secara berkualitas. Meski demikian, Dwijendra tak boleh tampil eksklusif, jaga soliditas dan solidaritas, juga mencetak SDM Hindu agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional. Hal itu juga menjadi penekanan Ketua Pembina Yayasan Dwijendra Ida Bagus Erwin Ranawijaya. Dia menegaskan sekolah di bawah naungan Yayasan Dwijendra dikembangkan sejalan dengan komitmen Kemendikbud dan Kemendikti untuk menyukseskan ‘’merdeka belajar’’ guna menyiapkan SDM yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0. Kini, katanya, eranya berlomba dalam kecepatan melayani dan akrab dengan digital. Caranya SDM guru dan dosen serta karyawan harus terus meningkatkan kualitas diri dan pelayanan. Dengan demikian lulusan Dwijendra go national dan go
JALAN SEHAT - Pembina Yayasan Dwijendra I.B. Erwin Ranawijaya bersama Ketua Yayasan Ketut Wirawan dan Wabup Badung Suiasa melepas jalan sehat HUT ke-67 Yayasan Dwijendra Denpasar. international namun kuat akar budayanya. Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.H. mempertegas komitmennya terus memajukan lembaga pendidikan dari PAUD/TK, SD, SMP, SLTA hingga perguruan tinggi. Lembaga pendidikan dikembangkan lewat budaya sebagai simbol identitas bangsa. Dwijendra mampu menjalankan itu secara seimbang antara seni dan sains. Kedua, di Dwijendra lahir dari dukungan umat Hindu. Di sini lahir PHDI, disusun Tri Sandya, dll. Makanya masyarakat Bali wajar mendukung Dwijendra karena memiliki keunggulan dalam agama
Hindu dan budaya Bali. Untuk itu, dia mengajak pada tahun ajaran ini umat Hindu yang ingin anak-anaknya cerdas dan berkarakter Hindu dan kuat nasionalismenya memilih Dwijendra. Wirawan juga memberi apresiasi positif terhadap kekompakan warga Dwijendra mengikuti jalan sehat yang diisi pentas seni. Saat itu juga diperkenalkan dua siswa asal Belanda yakni Jacky dan Wouter yang melakukan pertukaran siswa selama empat bulan di SMK Dwijendra. Selain jalan sehat, serangkaian HUT ke-67 juga digelar lomba tari dan yoga, lomba pentas seni, dan seminar kewirausahaan. (ad645)
Di Kebun Raya Jagatnatha
Ada Puluhan Tanaman Usada
Negara (Bali Post) – Pascadibukanya Kebun Raya Jagatnatha, masyarakat umum saat ini bisa dengan leluasa mengunjungi kebun raya yang berada di pusat kota tersebut. Kebun seluas sekitar 5,8 hektar lebih itu kini memerlukan pemeliharaan yang ekstra. Bukan hanya berkaitan dengan kebersihan, juga dengan keberlangsungan spesies tanaman yang ditanam. Untuk perawatan tanaman dan pengelolaan, saat ini ditempatkan secara khusus petugas dan karyawan yang bernaung di bawah Dinas Lingkungan Hidup Jembrana. Tetapi dengan luasan lahan, dibutuhkan tenaga yang ekstra. Dari inforamsi, di Kebun Raya ini memiliki beberapa divisi, seperti untuk pembibitan, perawatan dan kebersihan. Tetapi karena keterbatasan personel, para petugas di sana terkadang merangkap pekerjaan. Padahal untuk sarana dan prasarana yang ada di sana sangat banyak. Bukan hanya tanaman dan landscape, juga kolam, rumah pembibitan, rumah kompos, kantor hingga wantilan. Termasuk juga sejumlah toilet umum. ‘’Petugas-
nya terkadang merangkap. Ditambah lagi luasan lahan untuk memotong rumput tidak bisa selesai sehari,’’ terang salah seorang pegawai ditemui belum lama ini. Tak heran bila di beberapa titik masih ditemui ilalang yang tinggi dan belum dicukur, atapun puing bekas pembangunan. Belum lagi untuk areal pura yang juga memiliki tanaman dan landscape serta stage terbuka di dalamnya. Petugas mengaku kewalahan untuk menjaga areal tetap bersih dan tertata. Saat ini koleksi tanaman di Kebun Raya untuk usada (obat) dan upakara ini cukup banyak. Di antaranya untuk tanaman koleksi usada sebanyak 26 suku, 45 nomor koleksi, 36 genus, tanaman koleksi
upakara 38 suku, 101 nomor koleksi, 85 genus. Sedangkan tanaman koleksi endemik: 48 suku, 103 genus, 124 spesies, 428 spesimen, pembibitan 62 suku, 174 genus, 162 spesies, 1.234 spesimen. Sejak dibukanya Kebun Raya di tengah kota ini, warga yang datang bukan sekadar berekreasi juga ingin melihat langsung koleksi tanaman usada dan tanaman upakara. Kepala Dinas LH Jembrana I Wayan Sudiarta, Minggu (26/1) kemarin mengatakan, saat ini dinas masih melakukan mapping (pemetaan) terkait kinerja tenaga yang ada di UPT. Baik berdasarkan luas wilayah maupun jam kerja. Saat ini, di bawah UPT, mempekerjakan 18 orang termasuk Kepala UPT. (kmb26)
Tidak Mubazir
‘’Terkait dengan rencana pembangunan gedung tentunya pemda punya catatan tentang keperluan dan asas manfaat dari gedung dimak-
sud. Dalam hal ini mungkin perlu disosialisasikan kepada publik manfaat gedung itu sehingga tidak mubazir,’’ kata Budi Utama. Sebelumnya, ada pengalaman pembangunan gedung berakhir tidak jelas peman-
faatannya. ‘’Seingat saya dulu pemda pernah membangun gedung kesenian di masingmasing kabupaten. Jarang atau mungkin tak terdengar penggunaan gedung dimaksud saat ini,’’ papar Budi Utama. (winata)
Sewa Lahan Jika kekurangan biaya untuk menyewa lahan ladang/ sawah sebagai pijakan fondasi jalan layang, maka diusulkan untuk memanfaatkan lahan pada sempadan pantai. Pada
tempat-tempat yang dibutuhkan untuk kegiatan adat maupun agama maka titik tersebut diselesaikan dengan underpass ataupun dengan simpang tidak sebidang. Selama ini pembangunan jalan di Bali selalu menjadi trigger alih fungsi lahan. Seperti
Jalan Prof. Ida Bagus Mantra yang jelas-jelas melanggar ketentuan awal yakni adanya sempadan jalan selebar 200 meter. ‘’Faktanya justru terjadi pembiaran, tidak ada yang menegakkan ketentuan awal tersebut,’’ tegas Rumawan. (winata)
Senin, 27Januari 2020 05:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 05:30 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Eksistensi Upacara Yadnya di Tengah Dinamika Budaya (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Saba Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping
11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:05 Wita 17:30 Wita
Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Gemilang Prestasi SMPN 4 Singaraja Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Dunia Pendidikan SMP Sila Dharma Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop
Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Taksu Made Gunawan Lestarikan Alam Lewat Media Lukis 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Folk Song 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Bali Chanel
Dari Lomba Jegeg-Bagus hingga ’’Making Bad’’
SELAMA sebulan ini kampus SMK PGRI 3 Denpasar yang akrab dipanggil Trigriska tak pernah sepi dari kegiatan. Setelah sukses membangun gedung baru, melaspas serta ngenteg linggih, 25 Januari lalu, kini siswanya sibuk terlibat dalam kegiatan HUT ke-20. Minggu (26/1) kemarin kampus Trigriska di Jalan Narakusuma dan Jalan Drupadi Denpasar tampak semarak karena anak-anak bergembira mengikuti aneka lomba HUT ke-20. Aneka lomba dibuka langsung Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. didampingi para Wakasek. Lomba intern yang digelar Minggu kemarin antara lain lomba Jegeg-Bagus Trigriska, lomba dharma wecana, lomba karaoke lagu pop Bali, dan lomba making bad. Semua lomba ini, kata Nengah Madiadnyana yang tak pernah kering dari ide kreatif ini, guna memperkuat karakter budaya Trigriska yakni sekolah bersih, disiplin, berprestasi dan berbudaya. Setelah anak-anak payah dan sibuk diajak nyanggra upacara ngenteg linggih dan gebyar budaya, kini mereka diajak lomba sambil rekreasi mengembangkan bakat dan kompetensinya. Sementara lomba
Jegeg-Bagus dilakukan guna melahirkan kader dan jubir sekaligus panutan sekolah kepada masyarakat luas. Mereka selain menjadi duta SMK PGRI 3, juga menjadi perpanjangan tangan bagi sekolah dalam menyosialisasikan eksistensi sekolah. Di sisi lain, semua aneka lomba ini guna memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kebolehannya. Kedua, untuk memperkuat komitmen bahwa SMK PGRI 3 Denpasar tak hanya mewajibkan siswanya belajar namun juga bergembira. Makanya dia setuju rutin digelar lomba making bad sebagai bentuk komitmen sekolah meningkatkan kompetensi siswa. Apalagi di lomba ini prestasi anak-anak Trigriska sudah mencapai tingkat Bali dan nasional. Soal prestasi, anakanak Trigriska sukses meraih juara I lomba making bad di Ganyar dan Monarchi di Badung. Juga meraih juara umum Tourism Olympic ke-6 di Poltek Negeri Bali (PNB), juara I nasional membuat makanan di Festival Budaya Lokal. Di lomba fruit carving, siswa SMK PGRI 3 Denpasar meraih juara I dan juara III di Dyanapura. Siswa lain
Hanya Bali Selama ini, lanjut Koster, Majelis Desa Adat ‘’numpang’’ berkantor di Dinas Kebudayaan dan hanya diurus oleh pejabat setingkat kepala seksi (kasi). Mantan anggota DPR-RI ini menilai seharusnya tidak demikian. Oleh karena itu, pascamenerbitkan Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, langsung dibentuk Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang khusus mengurus desa adat. Sebab, Koster menyadari, desa adat-lah yang menjadi kekuatan Bali sekaligus yang membedakan Bali dengan provinsi lainnya. ‘’Di antara 34 provinsi, hanya di Bali yang bertahan adatnya secara utuh dengan lembaganya yakni desa adat,’’ imbuhnya. Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, keterlibatan BUMN, BUMD bahkan pihak swasta dalam pembangunan kantor MDA merupakan tonggak baru penguatan desa adat di Bali. Pihaknya mengaku sangat bahagia dan bersyukur sekaligus berterima kasih lantaran kini semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya menguatkan desa adat. Apalagi sejak berdiri ribuan tahun lalu, desa adat sudah ikut berperan membangun Bali sekaligus NKRI. Desa adat selalu berada di depan dalam menjaga lingkungan, keamanan, kedamaian, hingga menyukseskan program-program pemerintah. ‘’Kebangkitan sekarang di era Gubernur Bapak Wayan Koster ini patut kita syukuri dan mudah-mudahan desa adat di Bali bisa kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk meng-
abdi lebih baik,’’ ujarnya. Petengen Agung MDA Provinsi Bali I Gede Arya Sena menambahkan, penandatanganan kontrak dengan kontraktor dan pengawas pada 17 Januari lalu. Pihaknya antara lain dibantu oleh Dinas PU, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, serta BPKAD Provinsi Bali. Sebelum dilakukan peletakan batu pertama, Senin (27/1) ini, eks gedung kantor Bawaslu Bali sudah diratakan. ‘’Tanah yang sudah diratakan dan disiapkan seluas 10,9 are. Luas gedung keseluruhan sekitar 600 meter persegi atau sekitar 6 are kali tiga lantai,’’ ujarnya. Arya Sena menambahkan, pembangunan fisik gedung dan finishing dianggarkan Rp9,18 miliar. Kemudian untuk konsultan atau pengawas dianggarkan Rp417 juta. Di luar itu, pihaknya juga sedang melakukan penghitungan biaya untuk pengadaan meubeler yang harganya mendekati Rp1 miliar atau lebih. ‘’Kita fokuskan mulai Januari ini kita bangun, itu kontraktor maksimum 9 bulan. Sumber dana berasal dari BUMN berskala nasional yang berada di Bali, BUMD yang ada di Bali, dan ada juga swasta murni,’’ katanya. Menurut Arya Sena, para donatur tersebut ada yang membantu pendanaan gedung MDA Provinsi. Ada pula yang akan membantu pembangunan gedung MDA di kabupaten/ kota. Sejauh ini baru Gianyar yang memiliki kepastian untuk membangun sendiri kantor MDA dengan dana APBD kabupaten. Sementara Badung dan Denpasar masih melakukan survei. (kmb32)
JEGEG-BAGUS - Kasek Madiadnyana dan Sugiartana berbaur dengan peserta lomba Jegeg-Bagus HUT ke-20 SMK PGRI 3 Denpasar. meraih juara II lomba kreasi hidangan daerah dan tiga siswa SMK PGRI 3 Denpasar juga meraih juara I Festival Lokal Budaya. Ketua Panitia yang juga Waka Kurikulum I Made Sugiartana, SST. Par. menambahkan, serangkaian HUT juga digelar donor darah dan aneka lomba siswa SMP se-Bali. Di antaranya lomba pidato bahasa Bali dan pidato bahasa Inggris. Gebyar budaya ini diisi lomba ngelawar, membuat gebogan dan pejati. Kasek Nengah Madiadnyana, Koordinator Wakasek Drs. I Wayan Sarjana, M.M., Waka I Made Rejadi, Ni Wayan Suarti, I Made Sugiartana dan I Nengah Karji mengaku sebagai sekolah berbasis vokasional, dia serius memberi
penguatan kompetensi program keahlian (AP dan Tata Boga) guna mencetak lulusan yang siap bekerja dan kuat karakter budayanya. Sekolah yang terkarditasi A dan ber-ISO 9001-2008 ini tahun lalu sukses mengantarkan 80 persen lulusannya bekerja, sisanya melanjutkan. Bagi masyarakat yang ingin putraputrinya cepat kerja, Madianyana mengajak bergabung dengan SMK PGRI 3 Denpasar di Jl. Drupadi XVII Gang Dewi Tara No 7. Atau kampus baru Jl. Narakusuma, Tanjung Bungkak. Sekolah ini akan menerima 667 calon siswa baru untuk Program Keahlian Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga. Penutupan pendaftaran siswa dilakukan jika kuota sudah terpenuhi. (ad646)
Belum Lapor Ketua Asita Bali Ketut Ardhana mengatakan hal yang sama. ‘’Sudah pasti ada pembatalan kunjungan ke Bali dengan adanya kasus virus Corona ini. Tamu-tamu yang berencana ke Bali tidak bisa datang,’’ ujarnya. Anggota Asita yang fokus market-nya Mandarin banyak mengalami pembatalan. Namun secara resmi mereka belum melaporkan kepada Asita. Menurutnya, larangan dari pemerintah Tiongkok untuk melarang warganya bepergian merupakan upaya untuk memblokir penyakit itu agar tidak meluas ke negara lain.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, mengingat kejadian Corona ini bersifat force majeur, maka ia meminta industri hotel maupun akomodasi lain, apabila ada penundaan dari Tiongkok karena kondisi yang tidak bisa dihindari, agar tidak dikenakan cancelation fee. ‘’Bagi yang sudah membayar DP, agar DP-nya tidak hangus namun bisa digunakan pada kunjungan yang akan datang. Itu merupakan salah satu strategi kami juga. Semua akan kami surati secara resmi, besok (hari ini) akan kami edarkan suratnya,’’ ujar Ketua PHRI Bali itu. (kmb42)
Senin Paing, 27 Januari 2020
Puja Astawa
Jangan Gengsi Memulai Bisnis
Puja Astawa
Bali Post/kmb23
MEMULAI suatu usaha atau bisnis, jangan pernah merasa takut untuk jatuh. Tidak hanya itu, rasa percaya diri serta semangat juga harus dimiliki. ‘’Jangan sampai dalam membuka bisnis, selalu ada perasaan gengsi atau malu,’’ ujar Kadek Puja Astawa yang kini ngetop sebagai Youtuber, Selebgram berkat video kocak dan unik sarat pesan moral. Komedian asal Singaraja ini sebelum ngetop di dunia sosmed, ternyata sudah merintis bisnis toko ponsel. Berawal di tahun 1999 di kawasan Nusa Dua, Puja Astawa pemegang brand Hai Banana ini sudah pernah merasakan jatuh-bangun di bidang bisnis. Tidak hanya membuka toko ponsel, dirinya bersama sang pacar yang kini menjadi istrinya, kala itu juga pernah berjualan dupa dan membuka laundry. Namun hanya toko ponsel yang masih bertahan saat itu. Setelah berjalan cukup lama, kini toko ponsel dengan nama Bahana Cellular yang dulunya haya berukuran kecil, kini disulap menjadi toko ponsel yang cukup besar. ‘’Ini merupakan toko pertama yang saya rintis sejak tahun 1999,’’ katanya. Berlokasi di Jalan By-pass Ngurah Rai, Nusa Dua, toko ponsel Bahana diresmikan, Sabtu (25/1) lalu. Dengan hadirnya toko ponsek Bahana dengan konsep baru, diharapkan dapat memberikan pilihan bagi masyarakat Nusa Dua. Selain toko Bahana di Nusa Dua, pihaknya juga memiliki sejumlah toko di kawasan Kuta Selatan. (kmb23)
Hafiz/Gloria ’’Runner-Up’’ Thailand Masters 2020
Jakarta (Bali Post) – Wakil Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi juara kedua di sektor ganda campuran dalam turnamen Thailand Masters 2020 yang diselenggarakan di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Thailand. Pada pertandingan babak final yang berlangsung pada Minggu (26/1) kemarin, Hafiz/ Faizal ditaklukkan oleh pasangan asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dalam tiga gim berdurasi 64 menit dengan perolehan 16-21, 2113, 16-21. Pada gim pertama, Hafiz/ Gloria sama sekali tidak berkutik. Lawannya terus men-
gumpulkan poin, sedangkan Hafiz/Gloria tertinggal di belakangnya. Tak mampu mengejar, akhirnya Hafiz/ Gloria kalah dengan skor 16-21. Di gim kedua, Hafiz/Gloria memberikan perlawanan. Namun Ellis/Smith juga tidak mau menyerah begitu saja. Perlahan-lahan, dengan penuh semangat dan konsentrasi, Hafiz/Gliria mampu mengungguli pasangan Inggris tersebut dengan skor 21-13. Pada gim penentu, persaingan antara kedua pasangan tersebut berjalan ketat. Keduanya sama-sama bermain agresif untuk mendapatkan
poin. Sayangnya, Hafiz/Gloria masih kalah cekatan sehingga dapat ditaklukkan oleh Ellis/ Smith dengan skor penutup 16-21. Hafiz/Gloria dan Ellis/ Smith sebelumnya pernah bertemu di turnamen Japan Open 2019. Waktu itu, Hafiz/ Gloria menang dalam tiga gim dengan skor 21-23, 21-13, 21-13 atas pasangan Inggris tersebut. Berdasarkan peringkat BWF, Hafiz/Gloria lebih unggul dari pada Ellis/Smith. Saat ini, Hafiz/Gloria menduduki peringkat kedelapan dunia, sedangkan Ellis/Smith berada di rangking ke-13 dunia. (ant)
Bali Post/ant
FINAL - Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak final Thailand Masters 2020 setelah mengalahkan pasangan Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dengan skor 21-19, 21-23, 21-17 di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Thailand, Sabtu (25/1).
Pariwisata Bali
Boleh Ketar-ketir jika Disaingi Vietnam dan Kamboja ‘’ADA sejumlah komentar terlontar di grup media sosial: ‘Bro, Bali semakin terjepit oleh pariwisata Banyuwangi dan Lombok? Wah, bukannya malah senang ya?’ Artinya, Bali akan menjadi bagian lalu lintas dari dan ke Lombok-Banyuwangi, akan terjadi dampak dari pariwisata terhadap Bali,’’ ucap Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par., CHE., CEM., beberapa waktu lalu. Kata Eka, menyimak komentar tersebut ada kesan bahwa Bali semakin terasing di tanah sendiri, padahal kalau di luar sana tak terkalahkan. Bayangkan saja, Bali di tahun 2017 menduduki ranking I sebagai The Best Destination in the World, mengalahkan London dan Paris. Meskipun turun ke posisi ke-4 di tahun 2019 setelah London, Paris dan Barcelona, toh Bali masih lebih unggul dari destinasi lainnya di Indonesia. Seharusnya pelaku pariwisata Bali tidak perlu ketakutan dalam menghadapi pertumbuhan pariwisata Banyuwangi dan Lombok karena dari awal telah berpengalaman dan mengelola pariwisata dengan baik. Menurut Eka, ada beberapa hal yang seharusnya menjadi catatan bagi pariwisata Bali, yaitu pertumbuhan pariwisata Banyuwangi dan Lombok dihitung partial, dihitung untuk kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Sedangkan kunjungan wisatawan ke Bali umumnya dihitung berdasarkan kunjungan turis
bakal menjamu lawannya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu
Bali Post/ist
KONGRES - Suasana Kongres Tahunan PSSI Pusat, di Kuta, Sabtu (25/1) lalu.
29 Februari mendatang. Laga perdana sekaligus pembukaan Kompetisi Liga 1 tahun 2020 ini masih menunggu calon lawan Serdadu Tridatu, mengingat belum dilakukan pengundian (drawing). Sekum Askot PSSI Kota Denpasar Gede Made Anom Prenatha usai mengikuti Kongres Tahunan PSSI Pusat di Kuta, Badung, Sabtu (25/1) menuturkan, Kompetisi Liga 1 digulirkan mulai 29 Februari. Hanya, sebelum kompetisi digelar akan dilakukan workshop yang dilanjutkan dengan pengundian. ‘’Bali United sebagai tim juara bertahan akan menjamu lawannya pada pembukaan Kompetisi Liga 1,’’ ucap Anom. Pascapembukaan Kompetisi Liga 1 nanti, akan dilanjutkan dengan Kompetisi Liga
untuk lebih mendongkrak kunjungan wisman dan wisnus. Lombok telah mengemas event internasional dalam bentuk mottoGP di Mandalika. Sedangkan kemasan event wisata di Bali telah menyebar di kabupaten dan kota. ‘’Bali sudah diklaim secara internasional sebagai destinasi dengan pariwisata budaya. Seharusnya tidak terlena oleh budaya Bali yang semakin ditiru dan dikemas di wilayah lain dan negara lainnya. Adakah kebijakan pemerintah yang telah dilakukan untuk menganalisis, me-review, menemu-kenali kembali, dan membuat gebrakan baru agar Bali bisa bertahan dalam posisi top five destinasi pilihan masyarakat dunia?’’ ucapnya. Semua itu akan terjawab melalui didesainnya event wisata yang saling terintegrasi, terpublikasi dan tentunya penuh ekspresi kreasi yang mumpuni. Sementara itu, pemandu wisata, Wayan Darma, menyampaikan berkembangnya pariwisata di sejumlah daerah di luar Bali seperti
Bali Post/ist
Ni Made Eka Mahadewi
Lombok dan Bayuwangi serta daerah lainnya di Indonesia tentu membawa dampak negatif bagi perkembangan atau kunjungan pariwisata di Bali yaitu penurunan jumlah wisatawan. ‘’Tapi saya masih optimis Bali tetap jadi primadona bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Di samping alam yang indah, Bali memiliki seni dan budaya sangat luar biasa, serta tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Itu kesan tamu asing yang saya handle selama ini,’’ ucapnya. (rah)
Virus Corona Tak Pengaruhi Pergelaran BBMVER
WABAH virus Corona dipastikan tidak akan memengaruhi pelaksanaan event internasional Bali Bhayangkara Medco Valentine Eco Run (BBMVER) 2020 yang digelar Polda Bali. Pelaripelari dunia ditargetkan bisa ikut event yang akan digelar di Sanur, Denpasar Selatan (Densel) pada 15 Februari 2020 mendatang. ‘’Sampai saat ini belum ada pengaruhnya. Pelari-pelari dari sejumlah negara sudah mendaftar,’’ kata Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Putra, Minggu (26/1) kemarin. Kombes Wisnu mengaku optimis kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. Pasalnya berbagai persiapan telah dilakukan secara matang dan sangat profesional. Lomba lari ini akan menggunakan sebagian Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur, Densel. Tidak tanggung-tanggung penutupan akan dilakukan selama empat jam. ‘’Kegiatan ini akan dilaksanakan hari Sabtu sore dan menggunakan sebagian jalur Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur untuk lintasan,’’ tegas Wisnu. Oleh karena itu, Polda Bali akan menutup sebagian jalur tersebut mulai pukul 15.00 sampai 19.00 Wita. ‘’Empat jam (ditutup). Rekanrekan tahu sendiri ditutup lima menit saja macet, nah ini empat jam nanti kayak apa? Tolong disosialisasikan bahwa tanggal 15 Februari akses jalan tersebut sebagian
Bali United Jamu Lawannya 29 Februari Mangupura (Bali Post) Tim juara Kompetisi Liga 1 tahun 2019, Bali United,
mancanegara. Dari data ini diperoleh bahwa tren kenaikan wisatawan ke Banyuwangi, baik domestik maupun mancanegara, menunjukkan awalnya tercatat 802.475 orang tahun 2011, meningkat menjadi 5.039.132 tahun 2018. Ratarata pertumbuhannya lebih dari 500.000 wisatawan per tahun atau sebanyak 66 persen per tahun. Sedangkan kunjungan wisatawan ke Bali di atas 6 juta orang untuk kunjungan turis mancanegara saja. ‘’Lalu apa yang dikhawatirkan? Salah posisi jika Bali harus merasa tersaingi oleh Lombok dan Banyuwangi. Seharusnya Bali boleh ketar-ketir jika tersaingi oleh Vietnam dan Kamboja. Bersaingnya di kancah internasional,’’ tegasnya. Untuk mendatangkan wisatawan, tentunya dengan mengemas daya tarik destinasi. Banyuwangi telah mengemas destinasinya dengan berbagai event kreatif yang melibatkan masyarakat, pemerintah dan industri. Tahun 2020 ini, Banyuwangi mengemas 15 event kreatif
2 dan Liga 3. Anom Prenatha menambahkan, untuk tahun 2020 ini juga digelar Kompe tisi Piala Soeratin kelompok umur. Ia menyebutkan, Piala Soeratin akan menggelar mulai U-12, U-13, U-14, U-15 dan U-17. Cuma, untuk U-12, U-13 dan U-14 digelar sampai ke tingkat provinsi, sedangkan Piala Soeratin U-15 dan U-17 diselenggarakan sampai ke babak putaran nasional. Keputusan kongres lainnya, menurut Anom, di tubuh induk organisasi sepak bola di Tanah Air ini akan dibentuk Komisi Disiplin (Komdis), Komisi Banding (Komding), dan Komisi Etika. ‘’Segala laporan pertanggungjawaban kegiatan PSSI 2019 diterima seluruh peserta kongres,’’ tuturnya. (022)
akan ditutup,’’ tegasnya. Mantan Wakasatlantas Poltabes (sekarang Polresta) Denpasar ini mengimbau kepada masyarakat yang menuju bandara, rumah sakit atau tempat lain agar tidak melewati jalan tersebut. ‘’Silakan cari jalan alternatif. Kalau aktivitasnya di seputaran jalur tersebut, silakan dikoordinasikan. Start dan finisnya di Pantai Mertasari, Sanur. Lintasan yang dilalui Jalan By-pass Ngurah Rai,’’ pinta Wisnu. Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengatakan, pihaknya mendukung penuh event internasional ini. ‘’Tugas kami pengamanan jalur bersama Polda Bali dan Polres lain. Personel yang dilibatkan sekitar 1.400 orang,’’ ungkap Kombes Ruddi sembari menyatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan aparat desa. (kmb36)
Bali Post/kmb38
Kombes Pol. Wisnu Putra