16 HALAMAN
NOMOR 98 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Kliwon, 26 November 2018
Di Jalur ’’Shortcut’’ Singaraja-Mengwitani
Petaka, jika Pembangunan Fasilitas Pariwisata Tak Dikendalikan Shortcut Singaraja-Mengwitani mulai dibangun sejak dua minggu lalu. Keberadaannya tak sebatas memperpendek waktu tempuh, juga lokasi yang dilalui sangat eksotik. Tak pelak, kawasan itu akan menjadi daya tarik investor utamanya hotel, vila, perumahan dan restoran. Bila itu terjadi maka petaka bagi Bali akan mengancam, utamanya Buleleng dan Tabanan. Karena rawan terjadi banjir dan longsor. Lalu bagaimana Pemkab Buleleng menyikapi fenomena tersebut? Dimulainya proyek pembangunan shortcut jalan baru batas kota Singaraja – Menguwitani di lokasi lima dan enam wilayah Desa Pegayaman, Kecamatan Suaksada, dikhawatirkan diikuti dengan pembangunan akomodasi wisata yang tidak terkendali. Kalau tidak dikendalikan, dikhawatirkan dampak
Ada Penolakan KPK di Daerah Depok (Bali Post) – Usulan pembentukan perwakilan KPK di daerah kembali muncul. Usulan ini disampaikan Ketua Tim Riset Pola Korupsi Daerah Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Vishnu Juwono. Hal senada juga disampaikan Koordinator Indonesia Corruption Watch Adnan Husodo. Ia mengatakan sejak 2009 memang ada dorongan dari masyarakat agar
KPK buka di daerah, namun ada situasi daerah yang tidak mendukung hal tersebut. Namun, ia tidak setuju kalau KPK di daerah masuk dalam Musyawarah Pimpinan Daerah yang setiap saat bisa saja bertemu dengan piminan daerah lainnya. Sebab, hal itu bisa menyebabkan fungsi penegakan hukumnya tak berjalan. Hal. 15 Secara Bertahap
PPATK Ungkap Transaksi Narkoba
Gedung Ketut Maria Rawan Vandalisme
Transaksi mencurigakan, termasuk narkoba sedang diusut. Dari penyelidikan yang dilakukan hingga menjelang akhir tahun ini, PPATK mengungkap puluhan triliun rupiah transaksi barang terlarang itu di Indonesia dan sudah diserahkan kepada BNN serta Bareskrim Polri Halaman 2
Berdiri megah dengan arsitektur baru, Gedung Kesenian I Ketut Maria menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan. Namun, muncul kekhawatiran lantaran gedung tersebut terbuka. Masyarakat mudah masuk dan keluar gedung, sehingga rawan aksi vandalisme atau dipergunakan untuk hal negatif lainnya. Halaman 7 Penyerahan Sumbangan untuk Korban Gempa Lombok
Metode Pembayaran Baru di Tol Penumpukan kendaraan diharapkan tidak terjadi di pintu tol. Guna mempermudah pengguna jalan Tol Bali Mandara dalam transaksi di gerbang masuk tol, PT JBT mulai awal 2019 menerapkan pola pembayaran baru. Pola pembayaran ini nantinya menggunakan teknologi canggih, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di pintu tol. Halaman 3
Halaman 15
pembangunan di daerah resapan itu akan mengancam kelestarian lingkungan. Tidak ingin gangguan lingkungan di jalur shortcut terjadi, Pemkab Buleleng akan mengendalikan pemanfaatan ruang lewat Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Buleleng dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Nengah Budiarta akhir pekan lalu mengatakan, Desa Wanagiri, Gitgit, dan Pegayaman yang dilintasi jalur shortcut merupakan daerah resapan air. Pemanfaatan ruang pada kontur tanah berbukit bila tidak dikendalikan akan merusak lingkungan itu send-
Putu Agus Suradnyana kin tertib,’’ tegasnya. Menurut Bupati, dalam revisi perda, pemkab juga memasukkan zona pemanfaatan ruang di Buleleng bagian atas. Dari beberapa zona tersebut, bisa saja pemanfaatan ruang untuk bangunan, namun diikuti dengan kewajiban masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menyiapkan daerah hijau dan penanaman pohon. ‘’Kita nanti masukkan zona di atas itu, mana budi daya pertanian dan wilayah dilindungi. Koevisien Dasar Bangunan (KDB) misalnya 10 atau 20 persen. Pengaturan ini memberikan ruang untuk memanfaatkan ruang untuk kesejahteraan masyarakat diikuti menjaga kelestarian lingkungan,’’ katanya. (kmb38)
Guru Diingatkan Jangan Gemar ”Matajen” Semarapura (Bali Post) Korps guru di Kabupaten Klungkung diharapkan terus memperbaiki karakter agar dapat menjadi teladan bagi anak didiknya. Sikap dan perilaku yang tidak terpuji diharapkan segera ditinggalkan. Salah satunya perilaku guru yang senang matajen (sabung ayam), apalagi pada jam saat guru harusnya mengajar. Hingga kini masih banyak cerita negatif mengenai guru yang terdengar dari ceritacerita di masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di hadapan ratusan guru yang memenuhi Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Semarapura, Minggu (25/11) kemarin, dalam acara perayaan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018. Bupati Suwirta menjelaskan, sejalan dengan pembentukan karakter siswa, karakter para tenaga pengajar juga harus dirombak. Bupati tidak mau mendengar cerita kurang mengenakkan terkait kinerja guru di Klungkung. Seperti ada guru masuk ke arena tajen di tengah kegiatan
belajar mengajar. Ada pula cerita guru honor bekerja, tetapi PNS-nya diam. Cerita negatif lainnya adalah tentang kepala sekolah yang justru dididik oleh anak buahnya di sekolah. Menurutnya, ini bisa menghancurkan sistem di sekolah itu sendiri. Disiplin guru harus lebih ditingkatkan. Jangan ada guru ngabsen jam 9 pagi lalu pulang bantu istri jualan. Ada juga guru yang jadi makelar tanah atau calo dan guide. Ini menurutnya merusak citra guru di masyarakat. “Kalau saya temukan itu tidak ada ampun, jangan bohongi masyarakat. Saya gunakan momen ini untuk mengingatkan lagi,” tegasnya. Sesuai tema wujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia cerdas berkarakter dalam revolusi industri 4.0, Bupati Suwirta mengingatkan para guru di Kabupaten Klungkung untuk bisa mengikuti perubahan. Mampu bersaing dengan baik di era teknologi seperti sekarang. Bupati menggambarkan revolusi industri 4.0 tersebut di mana teknologi itu berkembang begitu cepat dan harus diikuti dengan belajar,
belajar dan belajar. Ia menyebutkan ciri-ciri revolusi industri 4.0 itu seperti robot automatik, printer 3 dimensi, internet dan perekaman data secara digital. Untuk itu, para guru di Kabupaten Klungkung diajak untuk bisa menciptakan inovasi dalam mengajar sehingga mudah dimengerti oleh anak didik di sekolah. “Teknologi itu berkembang begitu cepat. Ini harus diikuti agar guru benarbenar bisa menyiapkan anak didik cerdas berkarakter,” katanya. Kadisdik Klungkung Dewa Darmawan menyebutkan, melalui peringatan tahun ini diharapkan dapat memperkokoh solidaritas antaranggota PGRI Kabupaten Klungkung untuk mewujudkan organisasi yang profesional. Beberapa jenis kegiatan yang dilaksanakan di antaranya pelatihan pemanfaatan barang bekas, bakti sosial, seperti bersih-bersih pantai dan lomba-lomba lainnya yang mengacu pada peningkatan mutu guru. “Melalui peringatan tahun ini kita harapkan dapat memperkokoh solidaritas antaranggota PGRI Kabupaten Klungkung,” ujarnya. (kmb31)
Pungutan 10 Dolar untuk Wisman
Pariwisata Budaya dan THK akan Terjaga RENCANA memungut USD 10 kepada para wisatawan, seharusnya tidak susah payah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali, jika saja Pemprov Bali mau mengambil kesempatan untuk mengajukan diri mendapatkan otoritas khusus dalam pengelolaan pariwisata di Bali. Seperti halnya otoritas khusus pariwisata yang diberikan kepada Labuan Bajo dengan dibukanya direct flight. Demikian diungkapkan pengamat ekonomi Viraguna Bagoues Oka, Minggu (25/11) kemarin. Menurutnya, hal ini akan jauh lebih baik karena otomatis biaya visit on arrival (VOA) bisa dikelola langsung oleh Pemprov Bali tanpa harus ada pungutan tambahan USD 10 tersebut. Apalagi Bali sudah menjadi destinasi dan pilihan utama yang sangat diminati wisatawan mancanegara. Kunjungan meningkat dari tahun ke tahun
iri. Bahkan dampak buruknya, wilayah tersebut rawan terjadi longsor yang mengancam keselamatan warga. ‘’Dari regulasi yang sekarang pun menyebut bahwa di atas (Wanagiri, Gitgit, dan Pegayaman) itu daerah resapan dan pemanfaatan ruangnya adalah dominan budi daya tanaman pertanian dan daerah dilindungi,’’ katanya. Menurut Bupati, dibangunnya proyek shortcut tidak bisa dihindari terjadi pemanfaatan ruang, terutama akomodasi wisata. Meski demikian, pihaknya telah memiliki program untuk melindungi daerah resapan tersebut melalui penerapan RTRWK dan RDTR. Untuk memperketat dan mengendalikan pemanfaatan ruang itu dimungkinkan, karena 2019 mendatang Perda RTRW Provinsi Bali akan disempurnakan. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memasukkan upaya melindungi daerah resepan dengan baik. ‘’Tahun 2019 PUPR sudah mengalokasikan anggaran untuk pembahasan revisi RTRWK dan RDTR, sehingga pembangunan shortcut dan pemanfaatan ruang juga kita atur dengan baik, sehingga pemanfaatan ruang sema-
sangat signifikan. Tahun 2014 tercatat 3,7 juta meningkat tajam menjadi 5,7 juta tahun 2017 atau meningkat drastis 60 persen. Jumlah itu belum termasuk wisatawan domestik yang ratarata mencapai 8-9 juta per tahun. Jumlah ini tidak terlepas dari efek terbukanya direct flight dari berbagai pelosok Tanah Air dan dunia. Dengan pengenaan visa tambahan sebesar USD 10 dipastikan akan terdapat masukan dana bagi pemerintah Bali minimal Rp 1 – 1,5 triliun per tahun untuk infrastruktur dan pelestarian budaya Bali secara nyata. Tetapi jika pungutan CSR yang menjadi dambaan selama ini, dalam praktiknya relatif birokratif dan banyak aspek atau kendala. Apalagi dunia usaha belakangan ini banyak menghadapi tekanan ekonomi global dan perang dagang dua negara adidaya yang penuh ketidakpastian,
sehingga terobosan pengenaan tambahan USD 10 kepada wisman akan sangat prospektif menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas. Bali tidak sama dengan daerah lain, karena Bali memiliki nilai dan taksu pariwisata yang spesial dan terfavorit di dunia. Maka sudah pantas Gubernur Bali bisa mengusulkan atau ambil terobosan dengan pengenaan visa USD 10 untuk wisman dan jumlah tertentu untuk wisdom dalam rangka bisa menjaga keajegan dan pelestarian budaya Bali yang holistik serta sarana pendukungnya untuk tetap mewujudkan Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan Bali yang hita. Dengan pungutan USD 10 ada beberapa keuntungan yang bisa didapat Bali. Yaitu dengan biaya tambahan, kesan wisata berkualitas bisa terwujud dan tidak akan
memengaruhi berkurangnya wisman atau wisdom karena daya tarik Bali yang sudah mendunia. Bali juga akan berpotensi mendapatkan ekstra pemasukan untuk APBD minimal sebesar USD 50 juta atau setara Rp 750 miliar per tahun, sehingga bisa meningkatkan kualitas sarana, infrastruktur Bali yang selama ini terabaikan. Wisata berbasis budaya dan Tri Hita Karana (THK) akan bisa terjaga dengan lebih baik karena dananya tidak perlu terlalu tergantung ke pusat. Memungut USD 10 juga merupakan kesempatan bagus untuk mewujudkan konsep Bali incorporated berbasis kekuatan dari desa pakraman. Hanya pemerintah Bali harus mampu meningkatkan ASN yang kompeten, kredibel dan trusted sejalan dengan tuntutan kekinian era teknologi digital. (kmb42)
Bali Post/gik
GURU - Bupati Suwirta saat berbicara di hadapan ratusan guru di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Suwirta mengingatkan korps guru terus memperbaiki karakter. Sikap dan perilaku yang tidak terpuji diharapkan segera ditinggalkan. Salah satunya perilaku guru yang senang ‘‘matajen’’.
DENPASAR
2
Senin Kliwon, 26 November 2018
FIGUR Tingkatkan Penyaluran KUR BANK BPD Bali meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2019 menjadi Rp 1 triliun. Target ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2018 yang menargetkan penyaluran KUR Rp 550 miliar. Kenaikan target dua kali lipat ini, lantaran Bank BPD Bali optimis bisa optimal menyalurkan KUR, mengingat di akhir tahun 2018, Bank BPD Bali dianugerahi predikat sebagai penyalur KUR terbaik seIndonesia oleh Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Koperasi dan UKM-RI. “Tahun depan taget kita Rp 1 triliun. Mudah-mudahan disetujui oleh Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia terkait dengan subsidi bunga,” kata Plt. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, belum lama ini. Dari target Rp 550 miliar ini, kata dia telah tercapai 98 persen sampai pertengahan November 2018. Ia optimis sampai akhir tahun target tersebut terpenuhi. Dari target penyaluran KUR, Menteri Koordinator Perekonomian mengarahkan penyaluran ke sektor produksi minimal 50 persen, di luar perdagangan. “Penyaluran KUR ke sektor produksi ini juga yang menjadi penilaian penghargaan penyaluran KUR terbaik,” ujarnya. Untuk dapat mencapai target penyaluran KUR Rp 1 triliun, strategi yang diambil adalah dengan bekerja sama dengan dinas-dinas seperti Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota. Menurutnya, merekalah yang memiliki data calon UMKM yang merupakan potensi penerima KUR di sektor produksi. “Karena dinas yang meng-upload data sehingga bank lebih mudah untuk mendapatkan nama, alamat, dan bidang usaha. Kalau dinas sudah meng-upload data tersebut, kan bank lebih mudah melakukan verifikasi melalui SLIK,” ujarnya. Selain penyaluran KUR ke sektor produksi, kata dia Bank BPD Bali tahun depan juga akan fokus menyalurkan KUR ke bidang pariwisata. Bidang pariwisata itu meliputi sarana penunjang pariwisata, seperti penyediaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata, industri kreatif, makanan dan minuman, jasa pariwisata termasuk penyediaan guest house. “Walaupun sekarang pembiayaan sudah ke sektor pariwisata, namun akan lebih ditekankan lagi. Terutama pelaporan penyaluran KUR di bidang pariwisata akan lebih ditekankan lagi,” tegasnya. (may)
Hari Kelahiran Ke-93 Tahun Sad Guru Satya Sai PERINGATAN Hari Kelahiran ke-93 Sad Guru Bhagawan Satya Sai dilaksanakan secara serentak di center-center pemujaan di seluruh Bali, Jumat (23/11) lalu. Peringatan tidak saja digelar di Sai Studi Grup Widya Sabha Tegeh Kori, Denpasar, namun juga dilaksanakan di center Jalan Mahendradatta, Sai Puja Ashram, Nusa Dua, Celuk, Bangli, Tabanan, Singaraja, Negara, Klungkung, dan Karangasem. Khusus di Widya Sabha, Tegeh Kori, sekitar 2.000 lebih bakta melakukan pemujaan dari pagi hingga malam, seperti suprabhatan, abhiseka lingga, bahkan rudra homa berturut-turut tiga hari, bhajan, meditasi, arathi dan kemudian dharma wacana yang dibawakan salah satu pengurus Dewa Dana. Sebelumnya dilaksanakan aneka kegiatan para remaja mulai bhakti sosial, kemanusiaan hingga olahraga. Dalam dharma wacananya, Dewa Dana mengatakan, di era milenial ini jalan pemujaan efektif dilakukan melalui pelayanan, transformasi pendidikan karakter dan juga pemujaan. Seperti bhajan, meditasi, homa yadnya, abhiseka linggam, berjapa. Mengaplikasikan nilai-nilai kemanusiaan seperti satya, dharma, prema, shanti dan ahimsa, perlu praktik pelayanan tanpa pamerih, dengan menekankan vairagya (ketidak terikatan dan tyaga) pengorbanan. Strategi itu menjadi bagian efektif yang ditekankan kepada para bhakta Sai, dalam upaya mempercepat penyadaran dan kesadaran jati diri atma alias atma saksatkara. (ram)
Bali Post/rin
PARADE SENI - Pemukulan gong oleh camat Denpasar Utara menandai dibukanya Parade Seni dan Budaya Desa Dangin Puri Kangin.
Parade Seni dan Budaya Desa Dangin Puri Kangin
Angkat Potensi Banjar, Upayakan Pelestarian Budaya DESA Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara menggelar Parade Seni dan Budaya di Pedestrian Kamboja (depan Universitas Saraswati), Denpasar. Kegiatan yang digelar rutin setiap tahun ini dibuka Camat Denpasar Utara, Sabtu (24/11) malam. Mengangkat tema “Jayaning Budaya Jagadhita”, parade seni dan budaya ini diikuti perwakilan dari tujuh Banjar yang ada di Desa Dangin Puri Kangin. Perbekel Desa Dangin Puri Kangin IGN Putrawan mengatakan, parade seni dan budaya memang mengangkat potensi yang ada di tujuh banjar, yakni Banjar Kereneng, Ban-
jar Kreneng Kaja, Banjar Mertanadhi, Banjar Mertha Rauh, Banjar Mertha Rauh Kaja, Banjar Kertha Bhuwana, dan Banjar Kertha Bhuwana Kaja. Seni dan budaya yang ditampilkan meliputi parade baleganjur, gong kebyar PKK, parade musik modern, dan sekaa shanti. Beberapa Banjar juga menampilkan tari tradisional. “Semua potensi kita himpun melalui sebuah pembinaan kurang lebih tiga bulan, kemudian kita pentaskan saat ini,” ujarnya. Menurut Putrawan, masyarakat setempat sangat mendukung kegiatan yang didanai APBDesa ini. Salah satunya terlihat dari jumlah
sekaa gong PKK yang dulunya hanya ada dua, sekarang sudah berkembang menjadi lima sekaa. Selain itu, hampir semua atau enam banjar juga sudah memiliki sekaa baleganjur. Parade seni dan budaya sekaligus merupakan bentuk komitmen desa untuk melaksanakan adat budaya berdesa di kota. Itu sebabnya desa memotivasi lewat pembinaan dengan fasilitas pelatih, konsumsi, hingga alat. Masyarakat bahkan dilatih dari nol sampai bisa. “Mudahmudahan ini menjadi motivasi masyarakat, khususnya di Desa Dangin Puri Kangin untuk paling tidak membangkitkan seni berskala lokal desa,”
harapnya. Putrawan menambahkan, masyarakat secara individu memang sudah ada yang tampil dalam berbagai kejuaraan. Ke depan kiprah mereka akan semakin ditingkatkan untuk bisa tampil di tingkat kota, bahkan provinsi. Apa yang dilakukan saat ini juga merupakan upaya pelestarian seni dan budaya agar berkelanjutan dan berkesinambungan. Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra mengapresiasi pentas seni dan budaya yang dilaksanakan selama dua hari oleh Desa Dangin Puri Kangin ini. Pasalnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Kota
Denpasar yang berwawasan budaya. Mewakili Wali Kota Denpasar, pihaknya berharap kegiatan ini dapat dijalankan secara berkesinambungan. “Ini momentum sangat baik untuk dilaksanakan, karena momentum ini akan mengajarkan bagaimana kita bisa melestarikan, mengembangkan, dan memberikan kesempatan kepada para generasi muda untuk bersama-sama melakoni kegiatan ini. Potensi mereka bisa terangkat dengan baik,” ujar Lodra yang pada saat acara pembukaan parade seni dan budaya tersebut juga meresmikan BUMDes milik Desa Dangin Puri Kangin. (rin)
pencucian uang ini akan memungkinkan orang itu dibikin miskin. Dijatuhmiskinkan istilahnya. Di dalam konteks sepeti ini baru ada deterrence,” ujar Dian Ediana Rae. Saat ini Indonesia belum menjalankan 100 persen pendekatan money laundering. Menurutnya, hasil penyelidikan yang diserahkan ke KPK baru 50 persen terselesaikan, ke polisi juga sama. Seandainya ini dilakukan lebih bagus dan secara sistematis, maka akan menolong bangsa ini untuk melepaskan diri dari segala jenis kejahatan. Kejahatan-kejahatan seperti ini tentu saja bukan persoalan sepele dan PPATK tidak bisa menghadapinya sendiri. Oleh karena itu, PPATK akan melibatkan lembaga-lembaga lain terkait seperti OJK dan lembaga lainnya. Mantan Direktur Eksekutif/Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI ini juga menyinggung soal Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM). Dikatakan, sejak 2003-2018 di Bali terdapat 414.299 LTKM. LTKM terindikasi pidana sebanyak 1.293, mayoritas lokus transaksi di Denpasar dominan terkait penipuan, korupsi dan tidak pidana perpajakan. Sedangan jumlah nominalnya
diperkirakan mencapai Rp 4,7 triliun dan trend jumlahnya semakin meningkat. “Semua pelapor wajib melaporkan kepada kita transaksi-transaksi yang mencurigakan, lalu kita proses dan lakukan analisis. LTKM ini belum tentu ada sesuatu yang salah,” tandasnya. Di hadapan puluhan mahasiswa dan dosen Unhi Dian Ediana Rae menyampaikan, untuk mengatasi persoalan masif tersebut harus ada kerja sama antara PPATK, pihak pelapor dan semua kalangan terkait, termasuk pengawas bank. Sedangkan kalau dilakukan pendekatan lebih teknis, persoalan menangkap seseorang terlibat kejahatan tidak sepele. “Tugas kami ini adalah bidang intelijen keuangan. Mandat ketika saya dilantik oleh Presiden yaitu membereskan persoalan-persoalan terkait dengan ini (korupsi dan money laundering - red). Tapi sekarang ibarat jauh panggang dari api, usaha kita memberantas money laundering ini karena sistem belum saling mendukung,” ujarnya. (kmb36)
PPATK Ungkap Transaksi Narkoba Puluhan Triliun Rupiah
Denpasar (Bali Post) -
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang mengusut transaksi mencurigakan, termasuk narkoba. Dari penyelidikan yang dilakukan hingga menjelang akhir tahun ini, PPATK mengungkap puluhan triliun rupiah transaksi barang terlarang di Indonesia dan sudah diserahkan kepada BNN serta Bareskrim Polri. Wakil Kepala PPATK Dr. Dian Ediana Rae, S.H., LL.M. mengatakan, pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5 juta orang. Hal ini menunjukkan betapa masifnya persoalan yang dihadapi bangsa ini terkait dengan narkoba. “Belum lama ini BNN bersinergi dengan PPATK mengungkap Rp 6,4 triliun terkait dengan traksaksi narkoba. Kalau saya bawakan gambarannya di sini, bagaimana kita mengungkap itu, pusing jadinya karena seperti jaring labalaba,” ujar Dian Ediana Rae di Kampus Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, belum ini. Menurut Dian Ediana Rae, transaksi tersebut alurnya ke Hongkong, Cina dan negara lainnya. “Ini luar biasa. Sekarang yang kita serahkan ke Bareskrim Polri mencapai angka Rp 18 triliun uang terkait jual beli narkoba. Bisa dibayangkan Rp 18 triliun itu meracuni berapa rakyat Indonesia,” ungkapnya. Dian Ediana Rae mengatakan, saat ini pihak-pihak
terkait di dunia mencoba merespons bersama-sama bahwa ternyata mengikuti penjahat saja itu tidak efektif. Upaya menangkap koruptor saja tidak efektif. Menangkap pelanggar pajak, pelaku narkoba, juga sama dan tidak selesai-selesai. Bahkan luar biasanya sindikat narkoba, dari penjara mereka bisa mengatur perdagangan tersebut. “Pendekatan baru yang kita lakukan disebut follow the money, pendekatan tidak mengejar orang tapi kejar uang,” tegasnya. Menurut Dian Ediana Rae, segala sesuatu di Indonesia pasti jadi masif. Pasalnya, persoalan yang dihadapi paling serius adalah legal infrastruktur. “Mau itu terkait peraturan perundang-undangan, maupun penegakan hukum belum berjalan bagaimana seharusnya. Bisa dibayangkan, begitu luar biasanya segala sesuatu di Indonesia karena jumlah penduduknya 265 juta jiwa dan apa saja bisa menjadi bisnis,” katanya.
Saat ini, kata dia PPATK bertugas mengejar-ngejar uang penjahat. Upaya ini jadi efektif karena banyak alasan, di antaranya akan menunjukkan siapa saja yang terlibat, siapa penerima uang, siapa mengirim uang dan sebagainya. Semua akan terpantau. “Kalau satu koruptor masuk ke kita, koruptor segala macam terkait akan kena. Sistem ini yang coba kita bangun,” tegas mantan Kepala Kantor Perwakilan BI untuk Eropa di London ini. Artinya, seandainya hanya mengandalkan penindakan terhadap penjahat agak susah. Ia mencotohkan, ada orang korupsi Rp 10 miliar ancaman hukumannya misalnya 5 tahun, lalu dapat remisi paling 3 tahun menjalani hukuman. Hal ini tidak efektif atau bikin insyaf. Selama hidup di penjara, paling habis Rp 2 miliar dan sisa Rp 8 miliar. Setelah bebas pindah ke Bali membeli hotel atau vila. “Tidak bisa buat efek jera. Jadi pendekatan money laundering atau mengejar
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Menjambret HP Mahasiswi, ABG Ditangkap Bali Post/ram
RUDRA HOMA - Pemujaan Api Suci Rudra Homa dilaksanakan berturut-turut selama tiga hari serangkaian peringatan hari kelahiran ke-93 tahun Bhagawan Satya Sai Narayana di Parahyangan SSG Widya Sabha Tegeh Kori, Denpasar, Jumat (23/11) lalu.
819446 / 081337032965
Topik :
Guru Diingatkan Jangan Gemar ’’Matajen’’
Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Unit Resmob Ditreskrimum dan IT Polda Bali berhasil mengungkap kasus penjambretan yang selama ini meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Denpasar. Pelakunya anak baru gede (ABG) berinisial FA (16). FA dibekuk di rumahnya di Jalan Sedap Malam Gang I, Denpasar Timur. Salah satu korbannya seorang mahasiswi yaitu Cici Amelia (22). “Pelaku mengaku beraksi di tujuh TKP dan HP hasil menjambret dijual lewat media sosial. Ini merupakan salah satu pengungkapan Operasi Pekat Agung II 2018,” kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, Minggu (25/11) kemarin. Selain Cici, korban yang sudah melapor yaitu Ni Ketut
Badri Ningsih (46) beralamat di Jalan Durian Gang B, Denpasar Timur. Menurut Andi Fairan, berkaitan dengan digelarnya Operasi Pekat Agung II 2018, tim Resmob dan IT melakukan penyidikan laporan kasus penjambretan di Polsek Denpasar Timur. Berbekal ciri-ciri pelaku dan informasi saksisaksi, polisi berhasil melacak tempat tinggal pelaku yaitu di Jalan Sedap Malam Gang I, Denpasar Timur. Selanjutnya pada Sabtu pukul 17.00 Wita, petugas menggerebek rumah tersebut dan menangkap pelaku. Pelaku tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya mengambil Iphone milik korban. “Modusnya, pelaku manarik tas milik korban dan langsung dibawa kabur. Ada juga mengambil HP milik korban yang di-
taruh di sepeda motornya,” ungkapnya. Waktu diperiksa penyidik, ABG ini mengaku beraksi di antaranya di Jalan Tukad Pakerisan menjambret gelang korban, di Jalan Dewi Sartika dekat swalayan Robinson mengambil jam tangan di Monang-maning, dan di Renon, Denpasar Timur. Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja menyampaikan, hasil rekapan Operasi Pekat Agung II 2018 dari tanggal 14 hingga 23 November mengungkap 130 kasus, terdiri dari curas tiga kasus, curanmor lima kasus, cusa 14 kasus, curat 15 kasus, miras 54 kasus, judi 11 kasus, narkotika 20 kasus, premanisme lima kasus, senpi satu kasus dan sajam dua kasus. “Jumlah tersangka yang ditangkap 152
Bali Post/ist
DITANGKAP - Pejambret berinisial FA yang ditangkap anggota Ditreskrimum Polda Bali. orang dan dilakukan penahanan 98 orang,” tegasnya. Barang bukti yang berhasil disita, di antaranya ransel, uang Rp 9.016.000, 51 HP, dua kartu ATM BRI, satu cincin emas, 19 sepeda motor,
41 botol miras, 1.014,5 liter arak, tiga liter tuak, sabu-sabu 51,54 gram, satu air softgun, satu kotak peluru gotri, 317 butir ekstasi, tiga paket heroin berat 1,59 gram dan puluhan sajam. (kmb36)
BADUNG
Senin Kliwon, 26 November 2018
3
Susun Rencana Promosi Pariwisata, BPPD Gandeng Asosiasi Mangupura (Bali Post) Guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali khususnya ke Badung, promosi sangat perlu dilakukan. Untuk itu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung mengundang sejumlah ketua asosiasi pariwisata di Bali dalam FGD untuk membahas rencana promosi yang akan dilakukan tahun 2019. Menurut Ketua BPPD Badung I G.N. Rai Suryawijaya, FGD ini dilakukan dalam rangka untuk melakukan promosi pariwisata bersama. ‘’Untuk mewujudkan pariwisata berkualitas, tentu harus bersama-sama memiliki dan mengelola pariwisata Bali, baik dibidang promosi, industri, dan kelembagaan,’’ katanya belum lama ini. FGD difokuskan terkait koordinasi program BPPD Badung, BPPD Denpasar, BPPD Provinsi Bali dan Kementerian Pariwisata dalam hal promosi pariwisata. Ba-
dung sudah merancang pada 2019 akan melakukan promosi pariwisata ke sejumlah negara yang menjadi pangsa pasar. Dalam hal ini mengajak industri dari asosiasi untuk terlibat bersama-sama dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan di Badung pada khususnya, dan Bali pada umumnya. ‘’Selain itu, juga untuk meningkatkan length of stay, meningkatkan spending money, melakukan research, networking. Ini juga untuk meningkatkan image pariwisata menjadi lebih baik,’’ ucapnya. Apa yang direncanakan dan telah dilakukan sesuai dengan rencana pemerintah pusat untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penyumbang pendapatan terbesar. Seperti target 17 juta wisman 2018 dengan asumsi akan menghasilkan Rp 230 triliun. Sementara di 2019, target kunjungan wisman 20 juta orang diperkirakan dapat menyumbang pendapatan negara sebesar Rp 280 triliun. (kmb23)
KUTA - Wisatawan memadati Pantai Kuta.
Paradigma Sehat, Diskes Bali Berharap IAKMI Jadi Garda Terdepan Indonesia, khususnya Bali, saat ini tidak hanya menghadapi tantangan di bidang ekonomi, tetapi juga kesehatan. Perkembangan teknologi dan globalisasi akan membuat masyarakat semakin dimanja. Aktivitas fisik dikhawatirkan menurun, sehingga masyarakat akan mudah sakit. ‘’Kita lebih banyak memakai alat. Sedikit-sedikit pakai alat, jauh sedikit naik mobil atau motor, dan tidak pernah olahraga,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM., belum lama ini. Untuk itu, ia berharap Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) bisa menjadi garda terdepan dalam mempromosikan paradigma sehat. Yaitu berupaya melakukan promotif dan preventif di bidang kesehatan, agar masyarakat tidak sakit. ‘’Menjaga orang sehat tetap sehat, sejalan dengan
program kesehatan kita dengan pilar utama paradigma sehat,’’ ujarnya. Jika fisik menurun dan dibiarkan terjadi terusmenerus akan bisa menurunkan derajat kesehatan masyarakat dan produktivitas. Dengan aktivitas yang kurang, orang juga akan mudah sakit sehingga biaya kesehatan menjadi tinggi untuk pengobatan. IAKMI diharapkan mampu meningkatkan peran agar masyarakat sadar, sehat itu penting. ‘’Saya sangat berharap besar pada IAKMI sebagai garda terdepan melakukan upaya-upaya di hulu dalam upaya pencegahan dan promosi kesehatan agar masyarakat sehat,’’ ujarnya. Ketua IAKMI Pengda Bali Made Kerta Duana mengatakan tahun ini untuk pertama pengurus IAKMI ada di kabupaten/kota di Bali. Maka pada kesempatan yang sama juga dilantik pimpinan cabang di masing-masing
kabupaten/kota. Pembentukan pengurus di tingkat kabupaten/kota dilakukan karena meningkatnya tugas dan tanggung jawab IAKMI selaku organisasi profesi dalam menghadapi tantangan kesehatan ke depan. IAKMI adalah tempat bernaungnya berbagai sarjana kesehatan masyarakat (kesmas) dari berbagai disiplin ilmu kesehatan. Jumlahnya sangat banyak, namun belum sepenuhnya dirangkul. ‘’Mereka dituntut bertanggung jawab dan profesional dalam melayani masyarakat sesuai arahan Menteri Kesehatan,’’ ujarnya. Belum lama ini IAKMI menandatangani MoU sebagai mitra Dikes dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali. Banyak tantangan yang dihadapi walapun sifatnya nasional, tetapi di Bali juga terjadi, seperti kisruh JKM, imunisasi, pengendalian rokok. (kmb42)
JBT akan Terapkan Metode Pembayaran Baru Mangupura (Bali Post) -
Guna mempermudah pengguna Jalan Tol Bali Mandara dalam transaksi di gardu atau gerbang masuk tol, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) mulai awal tahun 2019 akan menerapkan pola pembayaran baru. Pola pembayaran ini nantinya menggunakan teknologi canggih, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di pintu tol. Menurut Direktur Utama JBT Enkky Sasono, pola pembayaran dimaksud adalah menggunakan single line free flow. Teknologi ini, kata Enkki adalah metode pembayaran masuk tol tanpa menggunakan tapping. ‘’Memang pengguna jalan tidak perlu berhenti untuk melakukan pembayaran. Dengan tidak berhenti, diharapkan kapasitas yang ada di gardu atau gerbang tol semakin lancar,’’ ujar Enkky. Sistem pembayaran tersebut masih dalam tahap uji
coba. Untuk melakukan pembayaran sistem ini, pengguna jalan tol terlebih dahulu wajib melakukan pendaftaran, yakni dengan mendaftarkan nomor Handphone dan nomor kendaraan. Setelah terdaftar semua, kemudian download aplikasi, selanjutnya dilakukan proses sinkroninasi. Jika tahapan itu sudah dilakukan, sistem itu baru bisa digunakan. Pembayarannya sama, dengan kartu pembayaran tol. Sistem pembayaran yang digunakan nanti menggu-
nakan metode scan. Kendaraan akan ditempelkan barcode pada bagian depan. Kendaraan akan di-scan oleh kamera yang sudah terpasang di gardu tol. ‘’Nantinya pengguna jalan tak perlu berhenti saat sampai di gerbang tol. Semua pengguna jalan nantinya akan didaftarkan, termasuk nomor telepon, nomor pelat kendaraan dan rekening. Sistem pembayarannya terintegrasi dengan bank yang sudah kerja sama dengan
kami,’’ kata Enkky Sasono saat kegiatan pelepasan tukik dan bersih-bersih Pantai Kuta, bertepatan HUT ke-7 PT JBT, Minggu (25/11) kemarin. Terkait pelepasan 500 tukik ke lautan bebas di Pantai Kuta, dia menyatakan, hal itu merupakan salah satu wujud kepedulian PT JBT dan para relasi terhadap kelestarian lingkungan hidup, terutama penyu yang semakin langka. Tidak hanya pelepasan tukik, kegiatan bertema ‘’Save Our Future’’ ini juga diisi dengan aksi bersih sampah. Selain diikuti pemegang saham, kegiatan diikuti puluhan siswa SMP, SMA dan wisatawan asing. (kmb23)
Kemenaker Gencarkan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Mangupura (Bali Post)Banyak tantangan yang dihadapi sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama untuk struktur angkatan kerjanya. Sebab, dari sekitar 131 juta angkatan kerja, ternyata 58 persennya merupakan lulusan SD dan SMP. Terkait hal itu, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) gencar melaksanakan pendidikan dan pelatihan vokasi yang tujuannya menyiapkan skill tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di dalam maupun luar negeri. Menaker RI M. Hanief Dhakiri pada pembukaan ASEAN Trade Union Council Leaders Meeting di Tanjung Benoa, Sabtu (24/11), mengatakan pemerintah Indonesia akan terus meningkatkan keahlian sekaligus memfasilitasi tenaga kerja Indonesia agar mampu mengambil peluang di berbagai sektor. Dalam hal ini, pihaknya mengadakan pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja yang belum mempunyai skill. Sementara bagi tenaga kerja yang sudah mempunyai skill, akan difasilitasi dengan program upskilling, dengan tujuan agar mereka bisa meningkatkan skill dan mempunyai jenjang karier dalam pekerjaan. Saat ini ada 170 ribu program magang yang dilakukan pemerintah bersama industri. Pihaknya akan terus meningkatkan jumlah pemagangan pada tahun 2019. ‘’Diharapkan, sebanyak 400 ribu
orang akan kita libatkan untuk magang. Pemagangan ini di berbagai sektor dan bidang baik otomotif, IT, industri makanan dan minuman serta lainnya,’’ tambahnya. Dijelaskannya lebih lanjut, ASEAN Trade Union Council Leaders Meeting sangat penting karena melibatkan seluruh serikat pekerja di ASEAN. ‘’Kita berharap acara ini sukses bisa melahirkan terobosan-terobosan pemikiran, terutama menghadapi perubahan dunia kerja yang begitu masif,’’ ucap Hanif. Untuk peluang tenaga kerja Indonesia di ASEAN, Hanief mengaku sangat tergantung pada sejauh mana investasi SDM yang dilakukan. Salah satu kunci investasi SDM yang berkualitas adalah pelibatan secara masif pihak industri. Karena itulah upaya peningkatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi terus digenjot. Apalagi konsep pasar kerja sekarang sudah terintegrasi antara pasar kerja dalam negeri dan luar negeri. ‘’Kita melatih orang itu untuk kerja di dalam negeri atau untuk bekerja di luar negeri. Karena pasar kerjanya sudah menyatu dan orang punya kebebasan untuk memilih. Yang penting pemerintah menyiapkan skill dari tenaga kerja kita untuk bisa masuk ke pasar kerja dalam negeri maupun luar negeri,’’ tegasnya. (kmb23)
Bali Post/edi
PEMBUKAAN - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (tengah) di sela-sela pembukaan ASEAN Trade Union Council Leaders Meeting, di Tanjung Benoa, Sabtu (24/11).
Bali Post/edi
LEPAS TUKIK - Suasana pelepasan tukik serangkaian HUT ke-7 PT Jasamarga Bali Tol, Minggu (25/11) kemarin, di Pantai Kuta.
Polisi Ringkus Pelaku Penjambretan di Kerobokan Mangupura (Bali Post) Penjambretan terjadi di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara. Korbannya seorang siswi, Ni Kadek Yunik Ariyanti (18). Saat dijambret, korban jatuh bersama motornya sehingga mengalami luka-luka. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap pelaku penjambretan Dani Dwi Anggara (26) pada Sabtu (24/11) lalu. Kapolsek Kuta Utara AKP I Dewa Putu Gede Anom Danu Jaya didampingi Kanitreskrim Iptu Androyuan Elim, Minggu (25/11) kemarin mengatakan, dari laporan korban yang beralamat di Jalan Sudut Indah, Banjar Kancil, Kerobokan, pada Kamis (8/11) pukul 23.30 Wita, ia usai belajar kelompok. Dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor, datang pelaku dan langsung mendekatinya. Pelaku langsung menarik
tas korban. Akibat kejadian itu, korban jatuh bersama motornya dan pelaku membawa kabur tas tersebut. ‘’Tas itu berisi HP, KTP, SIM C dan STNK. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 3 juta. Korban lalu melaporkan kasus itu ke Polsek Kuta Utara,’’ ungkap Iptu Elim. Setelah menerima laporan, tim Opsnal Polsek Kuta Utara dipimpin PS. Panit Aiptu I Made Suanda melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi-saksi, diperoleh ciri-ciri pelaku dan langsung dilakukan pelacakan. Polisi berhasil mengendus tempat tinggal pelaku yaitu di Jalan Pulau Ayu, Denpasar. Tanpa buang waktu, polisi langsung menangkap pelaku dan dibawa ke polsek. (kmb36) PELAKU - Pelaku penjambretan di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senin Kliwon, 26 November 2018
FE Unwar Gelar Seminar Nasional PMHD Unwar Gelar Seminar Internasional ”Strategi Pengembangan Produktivitas ”Millenial’s and Tomorrow World’s’’ UMKM di Era Revolusi Industri 4.0’’
FAKULTAS Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) menggelar Seminar Nasional dan Call for Paper 2018 di Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar, Sabtu (24/11). Seminar nasional yang mengangkat tema ‘’Strategi Pengembangan Produktivitas UMKM di Era Revolusi Industri 4.0’’ ini menghadirkan tiga narasumber. Di antaranya Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Azka Subhan Aminurrudho, dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. yang dimoderatori Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. Prof. Rully Indrawan mengatakan saat ini kendala-kendala yang menghambat produktivitas UMKM, seperti masalah infrastruktur, tingkat suku bunga, dan biaya birokasi telah diatasi pemerintah dengan berbagai upaya dan strategi yang baik. Bahkan, hasilnya pun telah terasa. Di mana pembangunan infrastruktur telah mampu menekan biaya operasional dari UMKM dan tingkat suku bunga dengan KUR telah menjadi 7 persen. Meskipun tingkat suku bunga ini masih tinggi dibandingkan dengan negara Singapura dan Malaysia, tetapi suku bunga KUR ini jauh lebih rendah dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Selain itu, dengan dipermudahnya perizinan dapat menghemat biaya birokrasi UMKM dan hal ini telah dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. ‘’Semoga kontribusi UMKM yang di dalamnya termasuk koperasi semakin lama semakin besar terhadap PDB. Saat ini kontribusinya sudah semakin besar yang sudah mendekati 4 persen untuk koperasi, tetapi UMKM bila digabungkan sudah mendekati angka hampir 60 persen,’’ tandas Prof. Rully Indrawan. Wakil Rektor I Unwar Ir. I Ny-
NARASUMBER - Para narasumber saat memberikan materi tentang ‘’Strategi Pengembangan Produktivitas UMKM di Era Revolusi Industri 4.0’’ pada seminar nasional yang diselenggarakan FE Unwar di Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar, Sabtu (24/11). Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. (kiri) bertindak selaku moderator seminar nasional. oman Kaca, M.Si. mengatakan UMKM mempunyai peran sebesar 60,3 persen dalam rangka meningkatkan PDB dari pendapatan negara. Bahkan, kegiatan UMKM merupakan 99 persen kegiatan perekonomian di Indonesia. Sehingga seminar terkait dengan pengembangan produktivitas UMKM sangat penting dilakukan dengan harapan produktivitas UMKM bisa berkembang lebih baik ke depannya. Apalagi, saat ini pemerintah telah mengambil dua kebijakan besar dalam pengembangan produktivitas UMKM, yaitu dengan penurunkan PPh dari 1% menjadi 0,5% dan menurunkan suku bunga dari 9% menjadi 7%. ‘’Ini tiada lain adalah untuk men-start up pengusahapengusaha baru yang bergerak di bidang usaha kecil. Apalagi, jika dikaitkan dengan revolusi industri 4.0, yang cepat akan mengalahkan yang lambat, bukan yang besar mengalahkan yang kecil. Sehingga penguasaan teknologi digital sangat diperlukan bagi para pungusaha baru ini,’’ tandasnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A.
Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan memasuki era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan bagi kita semua, terutama bagi generasi muda milenial. Sehingga pengusahaan teknologi informasi menjadi prioritas utama bagi generasi muda. Sebab, ke depan segala bentuk transaksi akan berbasis digital (online). Oleh karena itu, perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak generasi muda milenial mempunyai peran moral untuk menghasilkan SDM yang fasih terhadap teknologi informasi, di samping mempunyai ilmu pengetahuan yang memadai. ‘’Saat ini kami sedang mendata dari pelaku-pelaku bisnis dari kalangan mahasiswa. Dan ternyata banyak mahasiswa kami yang mempunyai usaha, baik usaha mandiri maupun usaha kelompok. Ke depan bagi mahasiswa kita yang berprestasi kita akan berikan bantuan modal dan kita akan connect-kan kepada pemerintah provinsi dan atau para pengusaha kalau memang ada produk-produk unggulan yang bisa dihasilkan oleh para mahasiswa kita melalui inkubator yang sudah kita buat,’’ pungkas Wisnumurti. (ad991)
Yoga Massal, Pengobatan Gratis dan Donor Darah
Rangkaian HUT XVI PPs Unhi Denpasar DALAM rangka menyambut perayaan HUT XVI yang puncaknya akan dirayakan 30 November mendatang, Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (PPs Unhi) Denpasar menggelar berbagai kegiatan sosial. Pada Sabtu (24/11) ribuan civitas akademika Unhi Denpasar dan masyarakat umum antusias mengikuti yoga massal, pengobatan gratis dan donor darah yang diselenggarakan di lingkungan Unhi Denpasar. Selain itu, sebelumnya juga telah dilakukan berbagai kegiatan akademik, penelitian dan penerbitan buku. Ketua Panitia HUT XVI PPs Unhi Denpasar Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si. mengatakan, kegiatan yoga massal, pengobatan gratis dan donor darah merupakan rangkaian memeriahkan peringatan HUT lembaga. Seluruh rangkaian dilaksanakan dalam koridor Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. ‘’Kami telah melakukan banyak rangkaian kegiatan, seperti kuliah umum, workshop kurikulum, launching buku, pengabdian di Desa Sebudi dan Desa Pegringsingan dan beberapa prodi juga melakukan itu,’’ ujar Prof. Suda, Sabtu (24/11). Sampai saat ini, jumlah alumni Program Pascasarjana Unhi Denpasar telah mencapai seribu orang lebih yang berasal dari berbagai macam profesi. Mulai dari pemimpin daerah, birokrat, pengusaha, dokter dan dosen. Menariknya, tahun ini ada sejumlah profesor yang terdaftar sebagai mahasiswa Pascasarjana Unhi. ‘’Ilmu agama itu adalah penyeimbang. Orang-orang yang hebat (dengan otak kiri), kini mulai sadar,
YOGA MASSAL - Seluruh Civitas Akademika PPs Unhi Denpasar antusias mengikuti Yoga Massa ‘’Margarahayu’’, Sabtu (24/11). Yoga massal ini rangkaian dari HUT XVI PPs Unhi Denpasar yang akan dirayakan pada 30 November 2018 mendatang. dan ingin menyeimbangkan kedua otaknya di Pascasarjana Unhi,’’ tandasnya. Sementara itu, Direktur PPs Unhi Denpasar Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.S. mengatakan pada puncak HUT XVI nanti akan dilaunching tiga buah buku, yaitu tentang Yoga Margarahayu, Bali Kini dan buku Pengabdian kepada Masyarakat. Khusus pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa PPs Unhi Denpasar telah melakukannya di Desa Sebudi, Karangasem. Bahkan, yudisium bulan lalu dilakukan di desa yang terdampak erupsi Gunung Agung tersebut. ‘’Di sana (Desa Sebudi, Karangasem - red) mahasiswa kami ajak untuk ikut membantu warga alakadarnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat di sana. Kami juga menyumbang dana untuk perbaikan jalan, karena akses jalan
di sana putus,’’ ujar Prof. Suka Yasa. Terkait dengan Yoga Margaraha yu, yoga ini menjadi maskot Unhi Denpasar. Sehingga perkembangannya terus disosialisasikan kepada masyarakat umum, khususnya seluruh civitas akademika Unhi Denpasar. Apalagi, Yoga Margarahayu yang diajarkan tidak sepenuhnya mengadopsi yoga dari India, tetapi dikolaborasikan dengan yoga yang terdapat dalam lontar-lontar di Bali. ‘’Kita berharap dengan yoga ini keunggulan Unhi Denpasar semakin kelihatan. Apalagi, Yoga Margarahayu ini sudah dikembangkan tahun 2004 dan tahun 2006 lalu sudah dijadikan maskot di Unhi Denpasar. Kita berharap yoga ini terus dikembangkan karena ke depan yoga ini adalah salah satu bentuk ritual Hindu yang dampaknya bisa dirasakan secara fisik, mental dan spirit,’’ pungkasnya. (ad992)
PASEMETONAN Mahasisya Hindu Dharma Universitas Warmadewa (PMHD Unwar) menggelar Seminar Internasional ‘’Millenial’s and Tomorrow World’s’’, Sabtu (24/11) sore. Seminar internasional ini menghadirkan lima pembicara yang berkompeten pada bidang masing-masing. Di antaranya Prof. Hanylin A. Hidalgo (Filipina), Prof. Dr. Nobutaka Ito (Thailand), Nguyen Nam Hoang (Vietnam), Sri Rahayu Gabrielle (Kanada) dan Ni Luh Djelantik (Indonesia) yang dimoderatori dr. Made Nian Anggara, S.Ked. (alumni FKIK Unwar). Seminar internasional ini dibuka Wakil Rektor III Unwar Dr. I Wayan Parwata, M.T., IPM. yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, S.H., M.H., Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.,S p.ParK., Wakil Rektor I Unwar, Direktur Pascasarjana Unwar, Dekan Fakultas Teknik, Wakil Dekan III Fakultas Hukum, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi, Ka BAAK, Ka BAUK, para Pembina Unitas PMHD, pejabat struktural di lingkungan Unwar, Kabag Kemahasiswaan, Presiden BEM Unwar, BEM dan DPM Fakultas di lingkungan Unwar, Ketua Unitas PMHD, Unitas di lingkungan Unwar, dan seluruh panitia penyelenggara seminar. Ketua Umum PMHD Unwar I Wayan Sastrawan mengatakan seminar internasional ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan generasi muda, khususnya mahasiswa PMHD Unwar di era milenial seperti saat ini. Apalagi, hasil seminar internasional ini akan di-workshop-kan, sehingga capaiannya bisa terwujud untuk pengembangan kemampuan generasi muda milenial. ‘’Seminar ini kami selenggarakan agar bagaimana generasi muda bisa
SEMINAR - Wakil Rektor III Unwar Dr. I Wayan Parwata, M.T., IPM. membuka Seminar Internasional ‘’Millenial’s and Tomorrow World’s’’ yang digelar PMHD Unwar, Sabtu (24/11). mengembangkan wawasannya dalam menghadapi era milenial saat ini dan ke depannya,’’ ujar Sastrawan, Sabtu (24/11) lalu. Wakil Rektor III Unwar Dr. I Wayan Parwata, M.T., IPM. mengatakan di era milenial seperti saat ini, mahasiswa sebagai generasi muda dituntut untuk mengembangkan kemampuannya. Selain fasih terhadap perkembangan teknologi dan informasi, mahasiswa juga dituntut untuk bisa mengembangkan budayanya. Oleh karena itu, segala kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan budaya dan konservasi harus bisa dilaksanakan secara optimal. Apalagi, dikatakan, PMHD Unwar saat ini sangat concern dengan pelestarian dan peningkatanpeningkatan budaya. ‘’Kegiatan PMHD yang kedua ini berfokus pada kegiatankegiatan culture dan kegiatankegiatan konservasi. Apalagi, narasumber yang dihadirkan ini akan mampu memberikan pema-
haman kepada generasi muda untuk mengembangkan budayanya dalam menghadapi era milenial saat ini, sehingga generasi muda mempunyai penikiran-pemikiran milenial dan berkelanjutan,’’ ujar Parwata. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, S.H., M.H. mengataka tema yang diangkat pada seminar ini sangat sesuai dengan perkembangan milenial saat ini. Sebab, saat ini segala kegiatan bisa dilakukan dengan cepat dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Sehingga pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan teknologi informasi harus dikuasai, terutama generasi muda milenial generasi X ini. ‘’Mari kita pelajari zaman milenial ini supaya segala sesuatunya ini bisa dikerjakan dengan mudah dan cepat, sehingga pada generasi berikutnya yaitu generasi Z bisa lebih hebat,’’ pungkasnya. (ad990)
Perayaan Sen Jit di Kongco Caow Eng Bio
Tampilkan Kirab Tiga Budaya
YAYASAN Darma Cinaga merayakan Sen Jit (Hari Ulang Tahun/HUT) Dewi Swe We Sen Niang di Kongco Caow Eng Bio pada Sabtu (24/11). Swe We Sen Niang merupakan ratu lautan yang dipuja umat Buddha. HUT Swe We Sen Niang jatuh pada penanggalan Imlek tanggal 15 bulan 10 tahun 2569. Jika dalam tahun Masehi jatuh pada 22 November 2018. Dewan Pertimbangan Yayasan Darma Cinaga Nyoman Suarsana Hardika mengatakan, setiap tahun hari jadi Swe We Sen Niang jatuh pada penanggalan Cina tanggal 15. ‘’Tanggal 15 itu bulan Purnama, dan di bulan 10,’’ katanya. Pada perayaan HUT ini, umat Buddha mempersembahkan makanan dan kue-kue pada dewi lautan. Sebelumnya, dilakukan pelepasan tukik dan beberapa burung. Suarsana menuturkan, kongco ini adalah konco tertua di Bali. Tepatnya dibangun lebih dari 200 tahun lalu. Dibuktikan dengan adanya prasasti yang dipajang pada pintu masuk kongco. Prasasti yang terpajang itu adalah nama keluarga-keluarga yang ikut membangun maupun yang ikut memberikan donasi atas berdirinya kongco ini. ‘’Utamanya orang Hainan, para pelaut yang sering melaut. Mereka memuja dewi lautan untuk keselamatan di laut maupun diberikan berkah berupa hasil tangkapan yang melimpah,’’ ungkapnya. Sebagai bentuk ucapan terima kasih dan syukur, setiap tahun diadakan persembahyangan dan persembahan kepada dewi yang dipuja di sini yaitu Dewi Swe We Sen Niang. Kongco ini sangat erat berkaitan dengan Puri Pemecutan, Denpasar. Karena lahan tempat kongco tersebut berdiri merupakan pemberian
HUT - Suasana perayaan Sen Jit (Hari Ulang Tahun/HUT) Dewi Swe We Sen Niang di Kongco Caow Eng Bio pada Sabtu (24/11). dari Raja Pemecutan, yang tidak lain adalah ayah mertua dari A.A. Ngurah Gede Widiada dari Puri Peguyangan. Panglingsir Puri Peguyangan A.A. Ngurah Gede Widiada mengatakan, kongco dan puri adalah salah satu bukti perjalanan sejarah para leluhur. ‘’Dan kita implementasi dalam konteks kekinian dalam rangka memperkokoh kebinekaan yang ada, sehingga kongco sebagai simbol ritual, keagamaan dan pusat kegiatan dari umat Buddha,’’ ujarnya. Di Tanjung Benoa merupakan wilayah dengan beragam agama dan kebudayaan. Ada Muslim, Hindu dan Buddha, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam suasana perbedaan keyakinan. ‘’Tapi kita adalah sebuah keragaman yang kita komitmenkan dalam membangun kesatuan
dan persatuan, khusunya untuk ideologi kita dan NKRI. Ini tercermin dari prosesi kultural,’’ tukasnya. Ketua Yayasan Darma Cinaga Made Juanda Aditya didampingi Ketua Panitia Budi Darma mengatakan, perayaan Sen Jit tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena sebelumnya, ia tidak pernah berkolaborasi dengan umat Muslim. Namun pada perayaan tahun ini, ia berinisiatif mengajak umat Muslim dalam kirab budaya. Tak hanya kirab barong sai dan naga, tetapi juga berkolaborasi dengan kirab umat Muslim serta kirab barong bangkung dari Hindu. ‘’Ini menunjukkan kita khususnya di Tanjung Benoa mengutamakan toleransi antarumat beragama dan untuk menciptakan NKRI,’’ jelasnya. (ad989)
RSUD Sanjiwani Gianyar Beri Pelayanan Komprehensif bagi Pasien TBC RSUD Sanjiwani Gianyar bekerja sama dengan FKIK Unwar dan IDI Gianyar, Sabtu (24/11) menggelar Workshop ‘’Update of Extrapulmonary Tubercolusis Management on Surgery’’. Wokshop dibuka Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Bagus Komang Upeksa. Simposium diikuti 200 peserta dari kalangan dokter umum se-Bali dan mahasiswa FKIK Unwar serta instansi kesehatan. Ketua Panitia dr. Ida Bagus Gede Udyoga Manuaba, Sp.OG. menjelaskan, meng-update manajemen penanganan tubercolosis (TBC) adalah program nasional. RSUD Sanjiwani juga terbuka dan terus meng-update komptensi SDM-nya guna memberi pelayanan penderita TBC secara komprehensif. Udyoga Manuaba yang juga Wakil Ketua IDI Gianyar dan Sekretaris Bidang Kandungan RS Sanjiwani ini mengatakan saat ini penyakit TBC berisiko bisa menyebar dan memengaruhi organ
Gelar ”Workshop’’ Guna ’’Update’’ Kompetensi SDM
tubuh lainnya di luar paru-paru. Hal inilah urgen dibicarakan di workshop dengan menampilkan narasumber yakni dokter ahli di bidangnya seperti Prof. Dr. dr. I.B. Tjakra Wibawa Manuaba, dr. Gede Budhi Setiawan, Sp.B., dr. Made Dwi Yoga Bharata, Sp.B., KBD., dr. Yoga Permana, Sp.OT. dan dr. Tri Hartono, Sp.U. Juga tampil sebagai pembicara dr. Komang Artawan, Sp.Rad., dr. Made Sila Darmana, Sp.PK., dr. Nyoman Upadana, Sp.PA. dan Dr. dr. Ketut Widhana, Sp.B.(K)Onk. Direktur RSUD Sanjiwani dr. Ida Bagus Upeksa mengungkapkan rumah sakit tipe B dengan akreditasi paripurna yang dikelolanya terus melakukan berbagai pembenahan. Selain menambah infrastruktur, alat kesehatan dan pelayanan, dia juga serius terus meng-update kompetensi SDM rumah sakit. Tidak hanya di bidang tubercolisis (TBC), namun semua jenis layanan.
WOKRSHOP - Direktur RSUD Sanjiwani I.B. Upeksa dan Ketua Panitia I.B. Gede Udyoga Manuaba di sela-sela workshop soal TBC.
Khusus untuk penanganan penderita TBC, ia mengatakan penagangan preventif, promotif dan kuratif dilakukan dari hulu hingga hilir. Namun kasus TBC tetap ada karena penyakit ini tergolong lama, kini diikuti komplikasi dan adanya pasien TBC yang drop out. Karena jenis penyakit ini menular, makanya perlu pendampingan keluarga. Untuk itu RSUD Sanjiwani Gianyar bertekad memberikan pelayanan komprehensif. Termasuk risiko mengalami komplikasi di luar paru-paru serta terawasi kepada pasien TBC melibatkan puskesmas hingga RS Pratama. RSUD Sanjiwani adalah RS rujukan empat kabupaten di Bali Timur sekaligus sebagai RS pendidikan. Tahun 2019, katanya, RSUD Sanjiwani mendapat alokasi dana APBD Rp 140 miliar untuk membangun gedung rawat inap tiga lantai terintegrasi dan parkir tiga lantai. RS ini juga mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 100 miliar
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
lebih dipakai untuk melengkapi alat-alat kesehatan. RSUD Sanjiwani, kata I.B. Upeksa, didukung 97 dokter, 317 paramedik, 125 paramedis nonkeperawatan. Pendapatan RS ini mencapai Rp 70 miliar. Selain itu RS ini memiliki layanan keunggulan seperti bedah onkologi dan non-invasif, bedah digestif dan fetomaternal. Program ini diterjemahkan dalam layanan inovasi dengan merespons akta warga Gianyar, meningkatkan masyarakat penapisan kehamilan risiko tinggi, sistem elektronik resep dan pemanfaatan daur ulang limbah RS. Sementara itu, WR III FKIK dr. Made Sarmadi, MARS. mengakui RSUD Sanjiwani Gianyar kini banyak mengalami kemajuan termasuk dalam hal manajemen. Jika ingin maju, katanya, harus membuka wawasan, bukan saja soal pelayanan juga dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat. (k250)
daerah
Senin Kliwon, 26 November 2018
5
Senator Wedakarna Buka Acara Pemilihan Duta Wisata Indonesia Ke-13 di Palangkaraya
Teruna-Teruni Bali Raih Duta Wisata Intelegensia di PDWI Nasional
Bali Post/ist
OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah TKP.
Jatuh dari Pohon Manggis, Bendesa Punggang Tewas
Tabanan (Bali Post) Kabar duka menyelimuti warga Banjar Dinas Punggang Desa Jelijih Punggang Kecamatan Pupuan. Bendesa Adat Punggang I Ketut Polos (50) tewas setelah terjatuh saat memetik manggis di kebun yang berlokasi di Banjar Angkah Pondok Desa Angkah Kecamatan Selemadeg Barat, Sabtu (24/11). Korban terjatuh lantaran menginjak dahan pohon manggis yang kering. Dia tewas akibat mengalami cedera kepala berat. Kapolsek Selemadeg Barat AKP I Wayan Swastika, Minggu (25/11) kemarin, mengatakan korban jatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter. Awalnya, sekitar pukul 09.00 Wita korban bersama anaknya, I Komang
Budiarta (26), pergi ke kebun milik seorang warga di Banjar Akah Pondok. Setiba di kebun, mereka langsung memetik manggis di lokasi terpisah yang jaraknya sekitar 20 meter. Namun, baru dua jam memetik manggis Budiarta mendengar suara dahan pohon yang patah dibarengi suara benda jatuh. Ia pun menduga suara tersebut berasal dari arah ayahnya dan bergegas mengecek ke asal suara. ‘’Saat dilihat, ayahnya sudah tergeletak di tanah,’’ ucap Kapolsek. Melihat ayahnya tergeletak, Budiarta langsung meminta bantuan warga setempat untuk membawa korban ke puskesmas. Namun sayang nyawa korban tidak bisa diselamatkan. (kmb28)
Astra untuk Indonesia Sehat
Festival Kampung Berseri Astra Hadir di Denpasar
SETELAH sebelumnya dilaksanakan di Bogor, Kupang, Banjarmasin dan Semarang, Festival Kampung Berseri Astra (KBA) kali ini hadir di Kota Denpasar. Pada Minggu (25/11) kemarin di Lapangan Renon, Denpasar, Festival Kampung Berseri Astra ini mengangkat tema ‘’Astra untuk Indonesia Sehat’’. Festival KBA ini menghadirkan beragam pokok kegiatan yang akan dilaksanakan. Seperti parade jalan sehat, yoga festival, zumba party, lomba ranking I untuk siswa, lomba permainan tradisional, serta dimeriahkan Jhony Agung dan Double T. ESR Division Head PT Astra International Riza Deliansyah mengatakan sebagai wujud kepedulian Astra terhadap bahaya penyakit thalassaemia, pada Festival KBA ini PT Astra Internasional Tbk. memberikan pelayanan pengecekan thalassaemia gratis kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di Lapangan Renon. Pengecekan thalassaemia gratis ini, katanya, merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan yang jatuh pada 12 November lalu. ‘’Festival ini merupakan bagian dari empat pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) Astra yang terdiri dari pendidikan, kelestarian lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan,’’ ucapnya. Ditambahkan, Festival KBA kali ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat Indonesia yang telah melakukan kampanye gaya hidup sehat sehari-hari.
FESTIVAL - Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek (tiga kanan) saat menghadiri Festival Kampung Berseri Astra (KBA) Kesehatan di Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Minggu (25/11) kemarin. Sekaligus juga sebagai bentuk komitmen Astra untuk mendukung program pemerintah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). ‘’Kegiatan masih berlangsung Senin ini di Universitas Udayana (Unud) dengan beragam jenis kegiatan,’’ katanya. Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila. F. Moeloek yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyatakan kesehatan masyarakat tidak saja menjadi tugas dari kementerian saja, namun menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Desa Berseri Astra, kata Menkes, diharapkan menjadi role model bagi seluruh desa yang ada di Indonesia dalam hal pemberdayaan masyarakat. ‘’Untuk ke depannya diharapkan bisa ditiru oleh desa lainnya dan bisa menjadi role
model dalam pengembangan kawasan pedesaan di Indonesia,’’ jelasnya. Terkait dengan kampanye pencegahan thalassaemia, Menteri Nila mengatakan saat ini penyakit yang menyerang sistem pembekuan darah dan penderitanya harus menjalani tranfusi darah seumur hidup ini untuk saat ini memang belum ada obatnya. Untuk itu dengan adanya kampanye ini, diharapkan masyarakat bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit ini. ‘’Penyakit ini disebabkan faktor keturunan, sehingga untuk mencegah penyakit ini harus dilakukan pengecekan sejak dini, khususnya bagi kaum remaja. Untuk itu, nantinya tidak mendapatkan pasangan pembawa gen thalassaemia,’’ ungkapnya. (bns1)
Section Head Marketing2W PT SIS Banggas F. Pardede memaparkan dibutuhkan satu motor yang dapat menunjang semua aktivitas. Oleh karena itu, Suzuki menghadirkan GSX150 Bandit. Jadi konsep dari motor tersebut adalah all around motor cycle, yang artinya motor yang siap untuk dipakai dalam keadaan dan tujuan apa pun. Produk terbaru ini memiliki desain yang unik, dibekali bentuk jok yang empuk dan posisi berkendara yang ideal, sehingga memberikan kenyamanan berkendara yang optimal, baik di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh. Didukung mesin Double Over Head Camshaft (DOHC) berkapasitas 150cc, fuel injection memberikan performa yang memuaskan dan telah teruji kekuatannya. Dengan menggunakan mesin tersebut, Suzuki GSX150 Bandit mampu menghasilkan efisiensi
bahan bakar yang mengagumkan. Durabilitas yang baik juga menambah kemantapan berkendara, sehingga cocok digunakan sebagai kendaraan wisata maupun harian di Bali. ‘’Di satu sisi customer memiliki kebutuhan yang berbagai macam, di sisi lain kami sudah menyediakan motor yang kami sebut all around motor cycle. Untuk itulah satu kata, satu kalimat yang bisa mengakomodir itu semua Teman Satu Tujuan,’’ paparnya. Banggas F. Pardede menambahkan, pihaknya mengharapkan motor Suzuki GSX150 Bandit mampu melengkapi kehidupan pengguna. Di mana motor tersebut enak untuk teman kerja, teman main, dan teman seperjuangan. Dengan semua keunggulan itu, Suzuki GSX150 Bandit dipasarkan di Bali dengan harga Rp 27.650.000 on the road. Sedangkan untuk pilihan warna yang ditawarkan yakni metallic matt titanium silver, stronger red titanium black, brilliant white aura yellow, dan titan black. Menyambung pemaparan kelebihan Suzuki GSX150 Bandit, Asst to Departement Head of Sales and Marketing2W PT SIS Mr. Mimuro Shunichi menyampaikan, setelah ia menjajal kemampuan dengan turut dalam GSX150 Bandit Touring Teman Satu Tujuan, bahwa kemampuan mesin Suzuki GSX150 Bandit yang dilengkapi DOHC memiliki tenaga yang bagus dan powerfull. Selain itu memiliki handling yang baik sehingga enak dikendarai. (bns2)
Suzuki GSX150 Bandit Diluncurkan di Bali SUZUKI GSX150 Bandit kini diluncurkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di Bali yang dilakukan di Dealer PT Cahaya Surya Bali Indah (CSBI) Suzuki Kuta, Minggu (25/11) kemarin. Ini merupakan peluncuran lanjutan yang telah dilakukan PT SIS di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Pada kesempatan tersebut hadir Asst to Departement Head of Sales and Marketing2W PT SIS Mr. Mimuro Shunichi, Section Head Marketing2W PT SIS Banggas F Pardede, Brand Ambassador Suzuki GSX150 Bandit Hamish Daud, Direktur Utama PT CSBI Cahaya Wirawan Adi, Direktur Marketing PT CSBI Mulyadi, Direktur Operasionla PT CSBI Cahaya Kusuma Negara dan lainnya. Peluncuran produk terbaru Suzuki motor ini diikuti dengan touring bersama beberapa media dan bloger ke Ubud, Gianyar.
PELUNCURAN - Prosesi peluncuran Suzuki GSX150 Bandit di Dealer Suzuki Kuta, Minggu (25/11) kemarin.
KONSISTENSI Yayasan Duta Wisata Indonesia (YDWI) bekerja sama dengan Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) yang dibina Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E.(MTRU)., M.Si. sebagai penyelenggara Pemilihan Duta Wisata Indonesia (PDWI) tingkat Nasional terus bergulir. Sejak diadakan pada tahun 2005, hingga penyelenggaraan yang ke13 kalinya di tahun 2018, PDWI terus menjelma menjadi Pemilihan Duta Wisata Indonesia yang bergengsi di Tanah Air. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya para Duta Wisata Indonesia dari berbagai provinsi di Indonesia yang hadir di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk mengikuti ajang Duta Wisata dan kali ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadi tuan rumah. Pujian akan keberhasilan Kalteng sebagai tuan rumah disampaikan Dr. Arya Wedakarna di sela-sela memberikan sambutan dalam acara pembukaan yang diselenggarakan di Ball Room Swiss Bell Hotel Kota Palangkaraya. Dalam kesempatan itu, Dr. Wedakarna didampingi Enong Ismail (The Sukarno Center Tampaksiring), Ayu Nesa Santini (YDWI), I Wayan Swastika, S.T. (Kantor DPD-RI), Sri Yatun (Teenagers Project Indonesia Ja-
DUTA WISATA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Gubernur Kalteng dan Ketua Umum Adwindo saat pembukaan PDWI tingkat Nasional 2018 di Kalimantan Tengan. karta), Yan Mitha Dyaksana (Setnas Adwindo), Fajar Damara (Ketua Umum Adwindo) dan Tim Nasional. ‘’Kalteng harus membuktikan dirinya memiliki kesejajaran dalam hal penyelenggaraan acara nasional dan terima kasih karena Gubernur dan Dinas Pariwisata Kalteng telah berkenan menjadi Local Committee. Saya senang dengan Kalteng, karena provinsi ini kaya dengan sejarah, terutama sejarah Dayak Kahari-
ngan dan juga sejarah Bung Karno yang mendirikan Kota Palangkaraya pada tahun 1957. Begitu juga, di Kalteng ada tempat konservasi alam yang sangat terkenal yakni Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi habitan terbesar orangutan di dunia. Potensi alam, budaya yang hebat dan juga keramahan penduduknya yang akan membawa Kalteng semakin berjaya di masa depan. Selaku Pembina Duta Wisata
dan sebagai anggota DPD-RI, saya mendukung Kalteng yang maju,’’ ungkap Arya Wedakarna yang juga seorang Senator RI asal Bali ini. Terhadap eksistensi PDWI, pihaknya berharap agar provinsi-provinsi di Indonesia dengan serius membina Duta Wisata Indonesia sebagai sebuah wadah kawah candradimuka untuk membina anak-anak muda Indonesia agar bisa menjadi pemimpin dunia. ‘’PDWI ini satu-satunya pemilihan duta Indonesia yang menampilkan sepasang putra-putri pariwisata dalam konteks berpasangan. Yang diperlombakan adalah gagasan pariwisata, ide tentang pembangunan destinasi wisata dan ekonomi kreatif. Inilah yang menjadi penyemangat agar Indonesia ini tetap mempertahankan kebudayaannya. Ini yang dinamakan dengan Tri Sakti berkepribadian di bidang budaya,’’ jelas Wedakarna. Adapun sejumlah duta wisata yang hadir yakni Raka Raki (Jawa Timur), Teruna Teruni (Bali), Bujang Gadis (Jambi), Nou Uti (Gorontalo), Duta Wisata (Sulteng), Jagau Bawi Nyai (Kalteng), Putra Putri Duta Wisata (Kaltim), Nanang Galuh (Kalsel), Duta Wisata (NTT), Duta Wisata (Bangka Belitung), Bujang Dara (Riau), Putra Putri Pariwisata (Papua), Agam Inong (Aceh) dan Uda Uni (Sumbar). (ad993)
Tersangka Pungli Beberkan Kronologi Dana Rp 100 Juta Denpasar (Bali Post) Dua tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) kompensasi Jalan Mina Utama, Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan, mengaku dikriminalisasi. Mereka pun membeberkan kronologi dana Rp 100 juta yang diterima dari kompensasi total Rp 5 miliar. Kedua tersangka, Hartono (45) dan I Gusti Arya Dirawan (67), mengaku tidak ada melakukan pungli, karena apa yang mereka lakukan berdasarkan paruman warga, dan itu sudah merupakan kesepakatan bersama pengembang. Bahkan daftar hadir dalam rapat tersebut ada. Karena merasa dikriminalisasi dan merasa tidak bersalah, tersangka mengajukan praperadilan di PN Denpasar. Namun berdasarkan informasi, Minggu (25/11) kemarin, pihak kepolisian sudah melakukan pelimpahan ke kejaksaan dalam penanganan perkara itu. Tersangka masih berharap dengan jalur praperadilan mereka dapat membuktikan jika kasus ini murni kriminalisasi. Hartono dan Dirawan mengatakan, pihaknya harus membeberkan kasus yang menimpanya tanpa harus melebihebihkan dan juga tidak mengurang-ngurangi. Dijelaskan, kasus ini berawal saat seorang pengusaha properti bernama I Gusti Made Suryawan membeli satu unit rumah di Perum Sambada yang berada di Jalan Mina Utama. Namun bukannya ditempati, rumah ini malah dibongkar untuk dijadikan akses jalan menuju lahan seluas satu hektar yang berada di belakang Perum Sambada. Tidak beberapa lama, Suryawan
mulai melakukan aktivitas pembangunan perumahan dengan menggunakan akses jalan yang dulunya merupakan salah satu rumah di Perum Sambada. Rencananya dibangun 86 rumah kapling. Tidak hanya itu, akses jalan untuk perumahan ini dan truk muatan material menggunakan Jalan Mina Utama yang sampai saat ini statusnya merupakan jalan milik warga dan belum diserahkan ke pemerintah. “Status Jalan Mina Utama ini masih hak milik warga. Jalan ini bukan jalan umum, tapi jalan khusus warga perumahan,” jelas Hartono yang mengaku Jalan Mina Utama selama ini dijadikan jalan khusus untuk 33 KK saja. Sebagai bentuk protes, warga membuat portal agar truk material tidak bisa melintas. Lalu dilakukan rapat warga pada 28 Desember 2017, dan membentuk Kelompk Warga Mina Utama dengan tersangka I Gusti Arya Dirawan sebagai Ketua dan Hartono sebagai humas. Karena adanya protes warga, pemilik proyek perumahan mulai melakukan pendekatan melalui pengacaranya, Made Dwi Yoga Satria. Tersangka mengatakan, pemilik proyek lalu menawarkan uang Rp 5 miliar untuk kompensasi jalan ke warga. Tawaran itu pun disetujui melalui kes-
epakatan Kelompok Warga Mina Utama. “Rencana awal uang tersebut akan digunakan untuk perbaikan Jalan Mina Utama, pengadaan lampu penerangan jalan dan pembuatan gapura,” tandas Hartono. Pada 5 Agustus dilakukan pertemuan di Warung Mina, Renon untuk membayar kompensasi tersebut. Saat itu pemilik proyek Suryawan datang bersama pengacaranya. Sementara Kelompok Warga Minta Utama diwakili Hartono dan Dirawan. Saat itu diserahkan uang tunai Rp 100 juta dan dua buah cek Rp 2,4 miliar dan Rp 2,5 miliar sebagai pembayaran kompensasi. Usai menerima kompensasi tersebut, keduanya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh petugas Polresta Denpasar. Disebutkan Hartono, selama menjalani penyidikan pihaknya sudah menyerahkan seluruh bukti rapat warga, status jalan hingga bukti lainnya yang menguatkan jika tidak ada proses pungli atau pemerasan dalam kejadian tersebut. Namun, bukti-bukti tersebut diabaikan penyidik. “Dalam bukti kuitansi juga jelas ditulis kompensasi yang merupakan istilah yang menggambarkan ganti rugi. Maka, sudah jelas kalau kompensasi tersebut karena adanya ganti rugi dan ada pihak yang dirugikan. Pemberian kompensasi juga sudah berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Makanya kami merasa ada yang janggal dan merasa dikriminalisasi,” tegas Hartono. (kmb37)
Bali Post/ist
HUT - Kegiatan memperingati HUT ke-47 Korpri oleh Polda Bali dilaksanakan di Pantai Rambut Siwi, Jembrana, Sabtu (24/11).
Peringati HUT Korpri Diisi Tari Rejang Renteng Denpasar (Bali Post) Rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-47 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) oleh Polda Bali tergolong istimewa. Pasalnya, kali ini dihadiri Ketua Dewan Pengurus Korpri (DPK) Polri, Pembina dr. Niken Manohara, M.Gizi. Selain itu, puluhan PNS menari Rejang Renteng di Pantai Rambut Siwi, Jembrana, Sabtu (24/11). Adapun tema yang diusung tahun ini
‘’Melayani, Bekerja untuk Kepentingan Publik dan Sebagai Perekat Bangsa’’. Saat acara di Pantai Rambut Siwi, Niken Manohara bersama sekitar 700 peserta yang terdiri dari PNS Polri Polda Bali, Bhayangkari Daerah Bali dan Polwan Polda Bali menari Rejang Renteng. Tidak hanya itu, juga dilaksanakan lomba Mars Korpri yang diikuti 12 peserta dari Satker Mapolda dan Polres jajaran. Niken Manohara menyampaikan
kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-47 Korpri yang jatuh pada 29 November 2018. Ia berharap dengan kegiatan ini, seluruh PNS Polda Bali tetap semangat dalam menjalankan tugas mewujudkan PNS Polri yang Promoter. ‘’Korpri Polri akan menjadi Korpri yang teladan, unggul dan bisa berkompetisi di setiap keadaan apa pun juga. Selamat Korpri jaya,’’ tegasnya. (kmb36)
OPINI
6
Senin Kliwon, 26 November 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Sertifikasi dan Etos Kerja Guru
DUNIA pendidikan di negeri ini telah melahirkan banyak guru besar. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar untuk sektor pendidikan. Dalam Undang-undan Pendidikan telah dicantumkan bahwa 20 persen APBN/APBD harus terserap untuk sektor pembentukan generasi bangsa ini. Terkait besarnya dana sektor pendidikan, ada banyak hal yang bisa dipertanyakan untuk menguji efektivitas penggunaannya. Dengan anggaran besar, sudahkah pendidikan murah dan berkualitas terwujud? Dengan anggaran besar untuk sertifikasi, adakah korelasinya dengan peningkatan mutu pengajaran yang ditandai dengan kualitas lulusan? Lalu, apakah dunia pendidikan terbebas dari pungli? Deretan pertanyaan ini tentu akan terjawab jika publik memiliki pengakuan bahwa pendidikan di negeri ini membanggakan. Tetapi faktanya, publik masih meragukan. Buktinya, ketika diadakan tes CPNS yang berlangsung dua minggu lalu, tak banyak yang lolos passing grade yang disyaratkan pemerintah. Tingkat kelulusannya hanya 30 persen, bahkan ada daerah yang lebih rendah dari angka tersebut. Tentu ini sangat memprihatinkan. Sampaisampai Kemen-PAN RB mengeluarkan aturan baru untuk mengakomodasi agar yang lulus lebih banyak. Ada dua pertanyaan yang belum bisa dijawab terkait rendahnya tingkat kelulusan peserta tes CPNS. Apakah ekspektasi pemerintah melalui standar passing grade terlalu tinggi atau kualitas SDM yang belum memadai? Susah untuk menjawab secara pasti. Kalau menjawab salah satunya, pasti ada yang tersinggung atau tidak puas. Namun yang pasti, dunia pendidikan harus berbenah. Berbenah tidak saja menyangkut cara pengajaran, juga kurikulum yang diterapkan. Demikian pula sertifikasi guru, termasuk Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) ternyata tak berkorelasi langsung dengan etos mengajar para guru. Pemerintah harus memiliki tolok ukur yang jelas bagi guru-guru yang tersertifikasi. Jangan hanya mengukur mereka dari jumlah jam mereka mengajar, melainkan dari kecakapan profesi guru dan etos kerjanya dalam membangun dunia pendidikan. Cobalah evaluasi, sampai saat ini apakah dunia pendidikan ini sudah lebih berkualitas dengan banyaknya guru yang sudah bersertifikasi. Pemerintah harus mengingatkan guru, bahwa sertifikasi bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan, tetapi ada tanggung jawab moral yang menyertainya. Tantangan lain dunia pendidikan saat ini, selain terkait dana adalah adanya stigma bahwa dunia pendidikan kini juga menjadi kekuatan politis. Banyaknya guru dan aparatur yang terkait dengan dunia pendidikan membuat mereka jadi sasaran strategis untuk menjadi penggerak dukungan politik. Itulah makanya seringkali birokrat dan politisi sangat jarang melakukan koreksi terhadap etos kerja guru dalam membangun kualitas pendidikan. Walaupun ada banyak komponen yang memengaruhi mutu pendidikan, namun guru yang berkualitas dan memahami hakikat pendidikan tetap menjadi faktor utama penentu keberhasilan pendidikan. Untuk itu, haruslah ada tolok ukur yang jelas dalam menilai etos kerja guru dalam mengelola pendidikan nasional. Selain itu, dalam kehidupan modern dengan kemajuan teknologi canggih ini, guru haruslan smart. Dalam artian, dia harus juga bisa mengikuti kemajuan teknologi. Sementara dalam penegakan disiplin untuk mengajarkan dan menanamkan moralitas, budi pekerti dan akhlak pada siswa, haruslah sangat menghindari penerapan kekerasan. Demikian pula harus memberi contoh. Salah satunya guru harus datang sebelum bel pelajaran berbunyi.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kebijakan dan Seleksi CPNS
Ada dua hal yang patut dicermati dari test calon aparatur sipil negara tahun ini. Pertama banyak peserta gagal tes tertulis. Angkanya pun sangat memprihatinkan. Yang ikut tes ribuan orang, yang lolos puluhan. Bagi saya kondisi ini sangat memprihatinkan. Ketika saya membaca koran Bali Post terkait pemberitaan hasil tes calon ASN ini, saya prihatin. Apakah begitu buruknya kualitas lulusan sehingga tak bisa lolos tes tulis. Hal lainnya saya juga bertanya, apakah standar kelulusan terlalu tinggi? Yang jelas, ketika Jumat (23/11) saya membaca koran lagi, ada perubahan yang akan diambil. Standar kelulusan diturunkan. Itu artinya ada banyak calon yang dulunya gagal lolos akan bisa lolos ke babak berikutnya. Inilah kebijakan di tengah standar ideal yang awalnya telah ditetapkan. Saya juga mendukung komentar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ingin merekrut dosen yang berkualitas dari proses tes atau seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Dia kecewa setelah mendengar informasi banyak peserta CPNS tak lolos passing grade atau nilainya di bawah ambang batas yang telah ditentukan. Wajar juga jika dosennya juga tak bisa lolos dari tes tulis, bagaimana nanti mahasiswanya? Inilah kebijakan yang patut kita pahami. Yang jelas peserta CPNS 2018 yang lolos passing grade Seleksi Komptensi Dasar (SKD) jumlahnya hanya sekitar 30 persen di seluruh formasi jabatan yang dibutuhkan. Syukurnya kini sudah ada Peraturan Men-PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 menetapkan akan mengambil peserta yang memiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD untuk diloloskan mengikuti tahapan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Saya berharap seleksi CPNS tahun ini tak diputuskan berdasarkan kebijakan juga. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Guru Tak Lagi Terseret Zaman Seorang teman yang sudah berpisah cukup lama, datang membawa pertanyaan. ‘’Ada enggak guru yang berkarakter profesional?’’ Penulis jawab, ‘’Pertanyaan ini didapat dari mana?’’ Ada siih... sahutnya sembari menyodorkan kliping koran Bali Post, ‘’ini lho...!’’ Benar, yang disodorkan teman tadi memang ada dalam kliping koran BP edisi 19 November 2016, merujuk pada tema Seminar ‘’Membangun Guru yang Sejahtera Berkarakter dan Profesional’’. Sebagai tanda respons positif yang penulis tunjukkan, penulis pun menganggukkan kepala sebanyak tiga kali.
Oleh Romi Sudhita alam hati kecil penulis, tema yang diangkat ke dalam seminar itu sih enggak salah, cuma kalau bisa, struktur kalimatnya perlu diubah menjadi ‘’Profesional dan Berkarakter’’ (profesional lebih dahulu baru kemudian disusul dengan berkarakter). Kok? Yang namanya predikat guru, belakangan ini cukup beragam, seperti; Guru dapat digugu dan ditiru, Guru sahabat anak, Guru pahlawan tanpa tanda jasa, hingga ke predikat yang rada latah yakni ‘’Guru yang profesional’’. Dalam kajian selanjutnya akan lebih banyak disorot tentang sosok seorang guru yang benar-benar profesional pada zamannya, dan bukan hanya sebutan manis di bibir. Sejatinya guru siapa pun dia, amat berat menyandang predikat ‘’profesional’’ lantaran kriteria ke arah itu cukup sulit bisa dipenuhi oleh mereka (para guru). Dan, satu lagi, istilah guru yang dimaksudkan di sini adalah guru pengajian atau guru formal yang mengajar dan bekerja di sekolah, baik berstatus negeri, swasta, maupun status kontrak. Jadi guru rupaka (orangtua), guru wisesa, begitu pula guru swadiaya, tidak terekam dalam tulisan ini. Kalau memang predikat guru profesional amat sulit diraih dan diemban oleh para guru, lalu apa pula kriteria guru profesional itu? Berdasar pada hasil dari mendengar, melihat, dan juga merasakan, maka guru profesional itu harus memenuhi persyaratan; jebolan program strata satu (S-1) dan/atau diploma empat (D-4), mengenal dan memahami empat kompetensi
guru, sudah berstatus tersertifikasi, dan yang agak berat menjadi tuntutan kita semua bahwa guru itu harus mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasioanal. Jebolan S-1 Dengan adanya wisuda secara bertubi-tubi yang informasinya dapat dibaca dan didengar di media massa, sepertinya guru-guru, terutama yang berdinas di Bali, semuanya sudah menyandang predikat berkualifikasi pendidikan dan lulusan S-1. Apa benar demikian? Jawabannya jelas tidak, karena hingga kini masih cukup banyak dari mereka yang belum berijazah dan bergelar Sarjana Pendidikan alias S.Pd. Bagi guru honorer, status kontrak, dan guruguru PNS yang lulusan terbaru jelas sudah mengantongi ijazah S-1 dan/atau D-4 karena mereka yang melamar menjadi guru sudah dihadang oleh persyaratan tersebut. Namun bagi mereka yang sudah telanjur kecemplung jadi guru di sekolah, dan ketika baru masuk belum S-1, akhirnya hingga kini mereka masih berstatus belum S-1. Memang guru seperti itu jumlahnya tidak begitu banyak, dan ada pula yang sekarang ini masih mengikuti program penyetaraan guna meraih predikat sarjana S-1. Mereka yang menyandang status seperti ini banyak dijumpai di Prodi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja karena mereka diwajibkan oleh atasannya untuk kuliah guna meraih gelar S.Pd. Sebagaimana diakui Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Prof. Dr. I Made Suweta, M.Si., baru-baru ini. Kalau mer-
eka belum ber-S1, apakah mereka itu belum boleh dikatakan guru profesional? Ya, secara formal jelas belum, tapi dengan menggunakan bahasa Harmoko (Menteri Penerangan di era Orde Baru) yang rada humanis, mereka itu belum dan sedang menuju ke S-1. Kompetensi Guru Persyaratan yang kedua adalah dimilikinya kompetensi (kemampuan disertai tanggung jawab) tatkala berdiri di depan kelas dan juga di luar kelas begitu juga di luar sekolah. Apa saja kompetensi guru itu? Mengacu pada referensi yang ada, maka kompetensi guru ada empat. Pertama, yang paling penting adalah kompetensi Kepribadian. Itu artinya, setiap guru dalam tingkah-polahnya harus mencerminkan kepribadian yang patut diteladani. Sebutan klasik guru yang berbunyi ‘’guru patut digugu dan ditiru’’ sampai sekarang masih tetap diamini sebagai wujud guru yang berkepribadian sebagaimana yang diidealkan. Kedua, kompetensi Pedagogik, yaitu semacam kemampuan guru manakala menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik dapat dilakukannya dengan cara-cara yang baik, efektif sarat efisiensi. Singkat kata, guru harus piawai memudahkan siswa itu belajar, menggampangkan yang sulit dan bukan sebaliknya mempersulit yang sejatinya gampang dilakukan. Ketiga, kompetensi Profesional. Setiap guru harus menguasai bahan atau materi pelajaran yang hendak ‘’ditularkan’’ kepada siswa. Contoh, guru Matematika di SMA harus paham dan menguasai
benar tentang materi Matematika tersebut. Guru SD yang terbilang guru kelas SD harus mahir terhadap semua mata pelajaran yang belakangan ini banyak dikemas lewat pembelajaran tematik atau berdasarkan tema-tema tertentu. Keempat, kompetensi Sosial, yaitu mempersyaratkan kepada semua guru agar terampil berkomunikasi. Tidak saja kepada siswa, kepada sesama guru dan pimpinan sekolah, tetapi juga pintar dan jago berkomunikasi dengan pihakpihak terkait, katakanlah dengan ketua UPP/UPT (Unit Pelaksana Pendidikan/Unit Pelaksana Teknis Pendidikan) Kecamatan, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten dan juga provinsi, serta yang tak kalah penting berkomunikasi dengan orangtua siswa di rumah. Puik atau tidak saling menyapa dengan teman-teman (kolega), itu tidak diharapkan sama sekali.
Bersertifikat Pendidik Persyaratan guru profesional yang ketiga adalah bisa membuktikan bahwa dirinya telah mengantongi sertifikat pendidik. Walau sesungguhnya ‘’sertifikat pendidik’’ ini dimaksudkan sebagai ‘’SIM’’ tentang kewenangan seorang guru mengajar, tapi sejak program ini dikenalkan kepada guru, banyak guru yang mengartikan secara parsial bahwa hal itu semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan guru berupa pemberian tunjangan profesi guru (TPG) yang besarannya satu kali gaji pokok. Tetapi guru yang benar-benar mengerti tentang hakikat sertifikasi guru, jelas akan memanfaatkan TPG tersebut untuk menunjang kelancaran tugasnya sebagai pembelajar sekaligus sebagai pebelajar. Misalnya dengan membeli buku-buku, membeli laptop agar tidak dijuluki guru yang gaptek (gagap teknologi), dan mengidap penyakit TBC alias ‘’Tidak Bisa Computer’’. Persyaratan yang rada berat adalah yang terakhir, yakni setiap guru harus mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional (diknas). Apa tujuan diknas itu? Jangan-jangan mereka yang sudah
Jangan Lupa Perkuat SDM Bali
DALAM beberapa tulisan, saya sering membandingkan Singapura dengan Bali, karena dari sisi luas wilayah dan jumlah penduduk hampir tidak jauh beda. Ditambah lagi kedua icon Asia ini bisa dikatakan tingkat keluar-masuk turis atau orang asing sama-sama tinggi dan waktu tinggalnya (stay periods) juga mirip. Saya melihat sedikit beda di karakteristik SDMnya saja, di mana sebagian besar warga Singapura sangat proaktif, lebih komersil, confidence berkomunikasi secara efektif dan hospitality services-nya lebih menonjol. Sementara yowana atau terunateruni Bali sebagian besar masih belum bisa out spoken (aktif berbicara secara lepas). Terkesan malumalu, namun sikap ini tidak juga salah agar kita tetap dihargai dan tidak menjual murah keberadaan kita. Kelebihan yowana kita adalah masih kuat mengikuti adat dan budayanya, karena variabel ini menunjukkan kita mempunyai jati diri yang kuat. Ada beberapa dan cukup banyak yowana kita yang telah fully confidence, khususnya mereka yang telah menempuh pendidikan tinggi, bekerja dengan perusahaan/hotel internasional, dan juga mereka yang telah mengenyam pendidikan di luar Bali. Di saat teruna-teruni kita telah out spoken, berani tampil, proaktif dan memiliki pendidikan tinggi disertai pemahaman adat & budaya
Oleh Adrid Indaryanto, S.H., M.M.
Bali yang baik, maka sempurnalah kehidupan mereka. Para pemuda Bali wajib membaca banyak buku tentang peningkatan karakter diri dan wajib bertemu dengan banyak orang dari berbagai macam background dan pendidikan. Seringlah membaca buku ilmiah, surat kabar (koran), bergaul dengan teman yang memiliki ilmu pengetahuan luas yang bisa menyemangati kita agar hidup lebih hidup. Tujuh Kebiasaan Positif Kebiasaan pertama adalah jadilah proaktif. Pemuda Bali wajib mengambil inisiatif dalam kehidupannya dengan menyadari bahwa inisiatif dan keputusannya akan berdampak positif bagi dirinya dan lingkungannya. Berani mengambil tanggung jawab terhadap pilihan yang akan dibuat dan bersiap menghadapi konsekuensi berikutnya yang mengikuti. Jangan sampai kita hidup tanpa inisiatif atau ide, ayo selalu berkarya dan menghasilkan sesuatu. Bila kita belum mampu menghasilkan sesuatu, maka bantulah orang lain untuk menghasilkan sesuatu yang positif. Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti untuk proaktif. Kebiasaan kedua adalah mema-
hami diri kita sendiri. Pemuda Bali wajib menemukan diri sendiri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan sesuaikan dengan tujuan hidup kita. Cari karakteristik ideal untuk setiap peran yang akan kita lakukan. Tambah terus keterampilan kita, khususnya yang berhubungan dengan digital world yang sedang melanda dunia saat ini. Ketiga dahulukan hal yang sangat penting, pemuda Bali harus mampu merencanakan, memperioritaskan, dan mengeksekusi tugas-tugas harian, mingguan dan tugas mendesak lainnya berdasarkan skala kepentingannya (perioritas) lebih di dahulukan. Selesaikan seluruh macam jenis pekerjaan sesegera mungkin dengan mempertimbangkan mana yang perlu dikerjakan lebih awal dengan melihat waktu yang tersedia. Apalagi kita juga harus menyediakan waktu untuk melakukan kewajiban kewajiban adat di kampung yang tak kalah urgensinya. Keempat, berpikir menangmenang. Pemuda Bali wajib benarbenar berusaha untuk mencapai solusi agar saling menguntungkan saat hubungan dengan orang lain. Paham nilai-nilai dan hormati orang lain dengan memahami bahwa kemenangan untuk semua
orang adalah suatu resolusi jangka panjang yang lebih baik daripada hanya satu orang saja yang akan mendapatkan keinginannya. Kelima, berusahalah untuk mengerti orang lain dahulu, baru kemudian dimengerti. Pemuda Bali perlu mendengarkan dengan empati terhadap orang lain, agar dapat benar-benar mengerti orang lain. Keenam, sinergi. Pemuda Bali telah membuktikan melakukan berbagai macam pekerjaan secara bersama-sama, mari kita terus buktikan teruna-teruni mampu bersinergi skala nasional maupun internasional. Dan ketujuh, terus mengembangkan diri. Pemuda Bali wajib terus menyesuaikan diri dan memperbarui sumber daya, energi, dan kesehatan yang dimiliki untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan untuk jangka panjang yang efektif serta produktif. Gubernur Koster telah memberi arahan untuk kita perkuat karakter pemuda Bali. Sejalan dengan arahan tersebut, saran kami seluruh desa pakraman di Bali wajib mendata jumlah pemuda yang dimiliki di daerahnya masing-masing dari sisi tingkat pendidikan, keterampilan yang dimiliki, kemampuan bahasa Bali dan bahasa internasional.
tersertifikasi tidak bisa menjawab secara penuh. Kalau memang ada yang tidak tahu atau tidak hafal, itu wajar, karena rumusan tujuan diknas tersebut amat panjang.
Zaman Berubah Guru dapat dipastikan hidup pada zamannya. Katakanlah hidup pada rezim Orde Lama, era Orde Baru maupun era kekinian yang disebut era Reformasi. Sepanjang pengalaman penulis, abdi negara yang disebut guru profesional itu pernah terseret oleh zaman yaitu ketika zaman Orde Baru di bawah kendali Presiden Soeharto. Guruguru bagaikan tidak bisa berkutik, tidak ada pilihan lain kecuali bergabung, menjadi bagian dari rezim. Dan setiap ada hajatan lima tahunan (pemilu) guru-guru secara bergerombol memasuki arena kampanye guna ikut menyukseskan arahan atasan serta bertekad untuk menyukseskan kemenangan. Oleh karenanya mereka senantiasa terseret arus untuk memilih dan menggolkan golongan tertentu, yakni Golkar. Di era kekinian, guru tidak dibenarkan untuk berpolitik praktis dengan memasuki partai ini dan atau partai itu. Syukur seribu syukur, di zaman reformasi ini kondisi seperti di era Orde Baru tidak terlihat lagi. Guru bebas menjatuhkan pilihannya manakala hajatan lima tahunan tiba. Zaman sudah berubah, hembusan angin pun tak lagi bertiup kencang untuk memaksakan diri memilih yang terkadang bertentangan dengan hati nuraninya masing-masing. Guru kini tak lagi terseret zaman. Kendati demikian, pernak-pernik Orde Baru masih saja ada terlihat di beberapa daerah kabupaten/kota di Bali, seperti ada guru yang tiba-tiba dipindah ke daerah sulit, padahal guru yang bersangkutan termasuk guru yang rajin dan berprestasi. Konon yang bersangkutan menjadi kortik (korban politik). Ke depan mudahmudahan bersih, tidak ada lagi praktik kotor seperti itu. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat perilaku
POJOK Sebagian besar anggota DPR-RI dinilai malas. - Sudah duduk lupa berdiri. *** Tak dikunjungi wisman, Stage Sidan dibiarkan rusak. - Lebih baik perbaiki kualitas SDM. *** Gubernur Koster prihatin masih ada guru digaji rendah. - Gaji besar dan kecil, guru tetap guru.
Penulis, pemerhati bidang ketenagakerjaan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Kliwon, 26 November 2018
SOSOK Harapkan Penurunan ”Passing Grade” BANYAKNYA peserta tes CPNS tahun ini yang gugur pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), menyebabkan kebutuhan akan dokter umum di Tabanan sulit dipenuhi. Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Tabanan, dari 25 formasi dokter umum yang tersedia, hanya lima peserta yang lolos tes SKD. ‘’Jumlah ini tentu masih jauh dari ideal jumlah dokter umum yang dibutuhkan oleh Tabanan. Karena itu, diharapkan nilai passing grade untuk SKD ini sedikit diturunkan, sehingga kouta akan dokter umum bisa terpenuhi,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (25/11) kemarin. Padahal pihaknya sudah sangat berharap, dengan terpenuhinya formasi dokter umum, permasalahan kekurangan tenaga dokter di beberapa puskesmas di Tabanan bisa teratasi. Terlebih Tabanan saat ini sangat membutuhkan dokter dengan berkembangnya Puskesmas Selemadeg Barat menjadi puskesmas rawat inap, serta adanya RS Nyitdah. Menurut Suratmika, belum tentu lima peserta tes yang lolos SKD akan lolos tahapan berikutnya. Maka dari itu pihaknya berharap setidaknya passing grade untuk SKD diturunkan. (san)
Gedung Kesenian Ketut Maria Rawan Vandalisme
Tabanan (Bali Post) Gedung Kesenian I Ketut Maria sudah berdiri megah dengan arsitektur baru. Hal ini menjadi kebanggaan masyarakat dan Pemkab Tabanan. Namun, muncul kekhawatiran baru lantaran gedung tersebut kini jadi gedung terbuka. Masyarakat akan sangat mudah masuk dan keluar gedung dari segala arah, sehingga sangat rawan aksi vandalisme atau dipergunakan untuk hal negatif lainnya. Belum lagi kemungkinan banyak binatang seperti anjing masuk yang membuat gedung jadi jorok. Untuk itulah diperlukan pengawasan ketat tiap harinya. Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, belum lama ini mengatakan, ke depan memang harus ada Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau badan pengelola yang diharapkan bisa menjaga gedung kesenian tersebut. ‘’Tanpa itu, susah. Karena pengalaman di luar daerah, pasti berhadapan dengan aksi vandalisme, apalagi pemahaman masyarakat yang tidak sama, pasti akan kotor, saya yakin itu,’’ ucapnya. Badan pengelola inilah yang nantinya bertanggung jawab penuh me-manage gedung. Badan pengelola akan menentukan kegiatan apa saja yang boleh dilaksanakan di Gedung Maria, di samping melakukan pengecekan terhadap semua komponen. ‘’Misal jika ada konser yang kapasitas merusak lingkungan, tentu tidak boleh dan lebih baik dialihkan ke lapangan. Jadi, ada SOP-nya,’’ terangnya. Sejauh ini pihaknya belum bisa menentukan apakah UPT atau badan pengelola akan dibentuk. Wabup Sanjaya mengatakan, itu masih berproses dan akan disesuaikan dengan aturan. ‘’Kalau bisa, kerja sama dengan desa pakraman, sehingga punya tanggung jawab menjaga wilayahnya,’’ ucapnya. Sebelum adanya badan pengelola, untuk jangka pendek pihaknya meminta Dinas Lingkungan Hidup yang melakukan pemeliharaan terhadap gedung tersebut, agar selalu berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait lainnya seperti masalah keamanan dengan Satpol PP Tabanan, ataupun masalah air dan listrik dengan Dinas PUPRKP. ‘’Karena belum ada serah terima, sementara tingkatkan koordinasi, kerja sama yang baik untuk jangka pendek,’’ ucapnya. Untuk diketahui, meski belum sepenuhnya rampung, Gedung Kesenian I Ketut Maria sudah mulai dipergunakan untuk sejumlah kegiatan. Diawali dengan launching logo dan maskot Porprov 2019 oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Gedung tersebut juga akan dipergunakan untuk rangkaian peringatan HUT ke-525 Kota Tabanan. (kmb28)
Gedung Kesenian I Ketut Maria
Bali Post/bit
Bali Post/san
SIMANTRI - Salah satu kegiatan Simantri oleh Kelompok Tani Pondok Sari di Desa Luwus, Baturiti.
Berat, Syarat Salurkan Pupuk Organik Bersubsidi
Tabanan (Bali Post) -
Sejak tahun 2009, Pemprov Bali mengembangkan program Simantri yang menyasar kelompok tani atau gabungan kelompok tani (gapoktan). Salah satu tujuannya, pemenuhan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi menuju pertanian organik. Di Tabanan terdapat 115 kelompok tani dan gapoktan yang mendapatkan program Simantri yang total mengembangkan 2.300 ekor sapi. Dalam perkembangannya, ada keinginan kelompok tani dan gapoktan agar bisa menjadi penyuplai pupuk organik bersubsidi dari pemerintah. Sayangnya keinginan ini sulit terpenuhi. Sebab, untuk menjadi penyuplai pupuk bersubsidi mereka harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditentu-
kan pemerintah. Persyaratan itupun dinilai cukup memberatkan. Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Minggu (25/11) kemarin mengatakan, salah satu persyaratan menjadi penyuplai pupuk organik
bersubsidi adalah memiliki izin usaha serta mengantongi uji laboratorium kandungan pupuk yang sesuai standar. Syarat ini masih dirasakan berat oleh kelompok tani maupun gapoktan, karena keterbatasan SDM dan skill. ‘’Harapan kita sebenarnya semua kelompok tani dan
gapoktan yang mendapatkan program Simantri ini bisa mengelola dan memproduksi pupuk organik sesuai standar yang ditentukan, sehingga bisa menjadi penyuplai pupuk organik bersubsidi. Sayangnya masalah SDM dan skill yang masih kurang,’’ ujarnya. Menurut Suandra, dalam mengurus izin usaha dan uji lab sebenarnya tidak memerlukan dana besar. Yang penting adalah ketekunan dan kemauan untuk menjalani proses tersebut. Bagi kelompok tani dan gapoktan yang belum
memiliki syarat ini, setidaknya masih bisa memenuhi kebutuhan pupuk organik bagi kelompoknya sendiri. ‘’Harapan kita, kelompok tani maupun gapoktan yang mendapatkan program Simantri tetapi belum punya izin usaha, minimal penggunaan pupuknya di kelompok mereka sendiri. Untuk ini tidak perlu izin. Kalau misalnya mengikuti program pupuk subsidi pemerintah, maka wajib hukumnya punya izin dan syarat lain yang ditentukan,’’ tegasnya. (kmb24)
Smasta Bertabur Prestasi Dalam Tiga Bulan Raih Puluhan Piala dan Piagam
ADA yang istimewa dalam apel peringatan Hari Guru dan HUT ke-73 PGRI yang digelar SMAN 1 Tabanan (Smasta), Minggu (25/11) kemarin. Pada apel tersebut disampaikan deretan prestasi membanggakan yang telah diraih Smasta dalam tiga bulan terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, Smasta meraih puluhan piala dan piagam dalam ajang di tingkat kabupaten hingga nasional. Ini merupakan spesial peringatan Hari Guru dan HUT PGRI. Apel itu juga dirangkaikan pelantikan pengurus OSIS serta Majelis Perwakilan Kelas Smasta masa bhakti 2018-2019. Menurut Wakasek Kehumasan Smasta Ni Wayan Kompiang Kusumawati, S.Si., M.Pd. didampingi Wakasek Kesiswaan Mulyadi Djoyo Astowo, S.Pd., prestasi selama tiga bulan terakhir di antaranya juara II tingkat nasional Pemilihan Remaja Berbudi Pekerti yang digelar Undiksha atas nama Putri A. Wulandari, juara II Olimpiade Fisika se-Jawa, Bali, Nusra atas nama I Made Putra Arya Winata, dan juara II Olimpiade bisnis yang digelar ITS atas nama I Gusti A. Vi-
vekananda dan I Made Putra Arya Winata, serta Dw. A. Vania Novista Arjani dalam ajang speech contest, Jawa Bali Nusra. Tak ketinggalan pula raihan medali emas dan The Best Theory Olimpiade Bio Undiksha oleh siswa bernama Emilia. Sementara di tingkat provinsi di antaranya I Gede Adhista Pranaseta meraih juara III FLS2N, Made Suda Cakra Wibawa meraih juara III KIR, Made Sekar Rara Sari meraih juara I English Projiciency, I Gede Chitanya Indra Supraptha sebagai juara I Olimpiade Sosiologi dan I Made Putra Arya Winata mendapat juara II Olimpiade Fisika. Lalu, masing-masing I Made Nugi Edwika Arini Gangga, Made Suda Cakra Wibawa dan A. A. N Kenarya Dawa Wirata yang berhasil meraih juara I LKTI Sejarah dan juara I lomba poster oleh Ayu Komang Amanda Gunawan. Selain bidang akademis, diraih pula prestasi nonakademis seperti juara I catur atas nama I Made Dodik Gunawan, juara II taekwondo yang diraih Ni Made Fortuna Ayu Wasanti, juara III Karate I Gede Komang Widi
Nugraha, juara III LCC Bela Negara oleh tim Smasta, juara I woodball oleh Made Sastra Purnadinata dan juara II tarung derajat diraih I Komang Bintang Triguna. Terkait raihan prestasi tersebut, Kepala SMAN 1 Tabanan Dr. I Made Jiwa, M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada siswa yang telah berhasil meraih prestasi yang bisa membanggakan dan mengharumkan nama sekolah. Begitu pula untuk pembina serta guru yang telah memberikan dukungan. Menurutnya, keluarga besar SMAN 1 Tabanan terus mempersiapkan diri dalam berbagai lomba bergengsi lainnya, di tengah jadwal yang cukup padat. ‘’Semua tidak terlepas dari kerja keras dan kerja sama yang baik seluruh komponen sekolah,’’ ucapnya. Untuk peringatan Hari Guru dan HUT PGRI, Wakasek Kehumasan Smasta yang juga Ketua Ranting I PGRI Smasta Ni Wayan Kompiang Kusumawati menyampaikan, tahun ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan profesionalisme guru dalam menyongsong terwujudnya pendidikan abad ke-21 yang
BERPRESTASI - Para siswa berprestasi sebelum menyerahkan piala dan piagam, berfoto bersama Kepala Sekolah dan wakasek Kesiswaan. menuntut lulusan yang bisa bersaing di dunia global. Sesuai tema HUT tahun ini, di era revolusi industri 4.0 sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang amat kompleks sekaligus menarik. Karena itu, PGRI sebagai organisasi profesi ditantang agar mampu menggerakkan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan. Peranan guru tidak
hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah. ‘’Untuk di pembelajaran, kita lebih meningkatkan kreativitas anak dan melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan abad ke21,’’ jelasnya. (ad988)
BULELENG
8 Gayas Menyerang Kelapa
Distan Diminta Temukan Teknik Efektif Basmi Hama Singaraja (Bali Post) – Serangan hama gayas sampai sekarang tidak dapat dibasmi. Hama ganas ini sepertinya edemis di lahan pertanian di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Sebelumnya gayas itu menyerang pisang dan tanaman hortikultura lainnya. Sekarang ini malah menyerang kelapa hingga jambu mete. Atas fakta itu, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ditugaskan meneliti sekaligus menemukan teknik efektif agar gayas itu dapat dibasmi. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menyampaikan intruksi itu saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) 2018 di Kecamatan Tejakula akhir pekan lalu. Lebih jauh Bupati mengatakan, dari penuturan petani di Buleleng Timur, disebutkan gayas itu sudah berkembang biak mulai beberapa tahun silam. Sampai sekarang, hama yang berkembang biak di dalam tanah dan setelah dewasa memakan daun atau bakal buah tersebut belum bisa dibasmi. Meskipun upaya membasmi selalu gagal, namun pihaknya tidak putus asa dan menugaskan Distan untuk meneliti dan mencari cara dan media yang tepat membasmi gayas itu. “Seperti penuturan petani di sini (Desa Tembok-red) gayas dari dulu menyerang dan belum bisa dibasmi. Saya kira ini tantangan buat kita. Karena itu saya minta diteliti dan dicarikan cara terbaik agar gayas itu bisa dibasmi,” katanya. Penelitian untuk menemukan teknik membasmi gayas itu kata Bupati, tidak harus menggunakan obat-obatan kimia. Bisa saja predator gayas itu sendiri ditelusuri. Bupati mencontohkan, kalau misalnya gayas sejenis subatah, itu bisa dikonsumsi. Bisa saja, gerakan makan gayas di msyarakat digalakkan. Dengan cara, itu populasi gayas bisa dikurangi, sehingga otomatis mengurangi intensitas serangan terhadap tanaman pertanian di Desa Tembok dan sekitarnya itu. “Bisa saja kalau misalnya gayas ini sebangsa subatah yang bisa kita makan. Bisa saja perlu dilakukan gerakan makan gayas. Kalau gerakan ini semakin masif, populasinya pasti akan berkurang dan otomatis intensitas serangan terhadap tanaman produktif itu bisa dikurangi. Hal itu saya minta dilakukan penelitian dulu,” tegasnya. Kepala Distan Buleleng Nyoman Genep mengatakan, serangan hama gayas di Desa Tembok dan sekitarnya itu masih ditemukan. Dari pantauan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL), intensitas serangan gayas itu menyebar alias sporadis. Diakuinya, pengendalian petani selama ini belum berhasil dengan baik. Untuk itu, instruksi untuk meneliti perkembangbiakan gayas dalam waktu dekat ini akan dilakukan. Tidak cukup mencari teknik membasmi, tetapi, pihaknya perlu mengajarkan petani untuk lebih rajin menjaga sanitasi dan kelembaban lahan pertanian. Cara ini diakuinya efektif, karena sanitasi terjaga dengan baik dan kelembaban tanah terkontrol, maka perkembangbiakan gayas atau hama jenis itu dapat dicegah dengan baik. “Hasil kami mempelajari perkembangbiakan gayas dari genetik berbentuk ulat dan larva di dalam tanah memakan akar. Tanah keras dan berpasir memang menjadi endemis perkembangbiakannya. Setelah menjadi kepompong terbang memakan daun atau bakal buah. Dari kajian itu, sanitasi dan kelembaban tanah perlu dijaga dengan baik,” jelasnya. Sebelumnya, petani di Desa Tembok kesulitan membasmi hama gayas. Hal itu disampaikan Perbekel Desa Tembok Dewa Komang Yudi kepada Komisi II DPRD Buleleng beberapa waktu lalu. Pada intinya, dia meminta agar ada kebijakan serius membasmi serangan gayas di daerahnya. Ini penting karena, potensi pertanian hurtikultura di Desa Tembok itu begitu tinggi dan satu-satunya penghasilan warga. Kalau gayas itu tidak dikendalikan dengan baik, maka dikhawatirkan sebaran gayas itu berdampak pada tingat kesejahteraan petani di desanya. (kmb38)
Senin Kliwon, 26 November 2018
Aset PPI Sangsit Rp 14 Miliar Siap Diserahkan ke Provinsi Singaraja (Bali Post) –
Pemkab Buleleng siap menyerahkan aset Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. PPI yang dibangun via APBD itu nilainya mencapai Rp 14 miliar lebih. Mulai Desember 2018 mendatang aset pengelolaan PPI di Bali Utara itu akan diambil alih Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Bali. Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Buleleng Ni Made Arnika, Minggu (25/11) kemarin, mengatakan, sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan perikanan dan kelautan itu dikelola provinsi, pemkab sudah menyiapkan dokumen aset PPI Sangsit itu. Persiapannya antara lain dengan cara mendata ulang semua jenis aset PPI yang telah dibangun. Tidak saja nilai, Diskan juga mencatat kondisi fisik fasilitas inti dan fasilitas pendukung di PPI itu. Semua data aset itu dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Buleleng. Dari pendataan, aset itu ditemukan dalam kondisi rusak. Seperti dermaga di tengah laut rusak berat karena diterjang bencana gelombang pasang beberapa waktu lalu. Saat ini konstruksi dermaga tidak bisa digunakan para anak buah kapal (ABK) yang akan membongkar muatan di PPI. Selain itu, jalan di pinggir dermaga itu sekarang kondis-
inya rusak, akibat bencana gelombang pasang. Fasiliats itu tidak berfungsi sampai sekarang. ‘’Begitu ada kebijakan pengelolaan kelautan ke provinsi, kami sudah siap dan semua data aset dengan nilai sekitar Rp 14 miliar juga sudah diSK-kan. Rencananya, provinsi akan mengabil alih aset PPI itu Desember 2018 nanti. Kapan pun diminta kami siap menyerahkan,’’ katanya. Mantan Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian (Diskopdagprin) Buleleng ini menambahkan, data aset itu pada Agustus dan Oktober tahun ini sudah diverifikasi tim DKP Bali. Selain itu, tim DKP Bali juga mengecek ke lapangan untuk mencocokkan data aset yang sudah dikumpulkan Diskan Buleleng. Setelah peninjauan lapangan, DKP Bali menjanjikan kalau pengambilalihan pengelolaan seluruh aset PPI mulai Desember 2018 mendatang.
Bali Post/kmb38
PPI SANGSIT - Mulai Desember 2018, DKP Provinsi Bali resmi mengambil alih aset PPI di Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. DKP mengambil-alih pengelolaan PPI menyusul terbitnya regulasi terbaru di mana perikanan dan kelautan pengelolaan di tingkat provinsi. ‘’atanya sudah lengkap. Secara resmi PPI akan dikelola pemprov mulai Desember. Aset yang rusak itu juga sudah kami sampaikan dan penanganannya nanti tentu menjadi tanggung jawab pemprov,’’ tegasnya. Arnika menambahkan, menyusul pengambialihan aset PPI, Diskan juga sudah memproses pemindahan stastus
PNS yang sebelumnya ditugaskan di PPI Sangsit. PNS ini secara otomatis akan menjadi PNS pemprov. Sekarang ada tujuh orang tenaga kontrak yang juga sebelumnya ditugaskan di PPI. Sebelumnya, mereka itu ditugaskan sebagai cleaning service, pegawai administrasi, dan tenaga teknis dengan gaji di bawah Diskan Buleleng. Setelah pengelolaan
PPI resmi ke provinsi, pemkab juga sudah mengusulkan agar pegawai kontrak itu perjanjian kerjanya dapat diperpanjang. ‘’Kalau PNS sudah diproses dan tenaga kontrak juga semuanya kita usulkan. Kemungkinan sifatnya tenaga teknis, yang bisa diperpajang kontraknya. Apa pun itu semua keputusan pemprov nantinya,’’ katanya. (kmb38)
Tinggi, Perilaku Pernikahan Dini
Bali Post/kmb38
dr. Made Sukarmini
Singaraja (Bali Post) – Perilaku pernikahan dini di Buleleng sampai sekarang tergolong tinggi. Buktinya, dari seribu kelahiran bayi tahun 2014, sebanyak 54 orang di antaranya dari ibu usia remaja. Tahun 2017, per seribu kelahiran ada 40 orang ibu usia remaja menjalani persalinan. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Buleleng dr. Ni Made Sukarmini menegaskan, pada kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif bagi Generasi Berencana (GenRe) akhir pekan lalu. Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng ini mengatakan, untuk menekan perilaku pernikahan dini, pemerintah daerah terus menggalakan GenRe. Gerakan
ini, dikembangkan untuk menyiapkan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Dengan GenRe, remaja diharapkan memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup sehat dan berakhlak, sehingga terwujud kehidupan keluarga berencana, sejahtera, dan berkualitas. “GenRe akan terus kita dorong melalui kegiatan KIE kreatif. Nantinya akan terwujud keluarga
Antisipasi Temuan Dana BOS Diaudit
sejahtera dan berkualitas,” katanya. Selain menggalakan GenRe, Dinas PPKBP3A telah menerbitkan regulasi yang mengatur gerakan terpadu peningkatan kualitas generasi berencana atau gardu pentas GenRe. Kebijakan ini kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk kelompok PIK remaja di sekolah dan masyarakat. (kmb38)
Kinerja Kasek dan Manajemen Ditingkatkan Pemanfaatan dana BOS 2019 itu rencananya akan diaudit Inspektorat Daerah Buleleng. Sebelumnya akan dilaksanakan pemeriksaan sebelum dilakukan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di bawah kendali auditor Inspsektorat Buleleng. Inspektorat Daerah tidak ingin kembali terjadi temuan pengelolaan dana BOS 2018. Temuan itu diyakini sangat menyulitkan pemerintah mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaksanaan keuangan tahun mendatang. Bagaimanakah model audit dana BOS 2019 itu? KEPALA Inspektorat Buleleng Putu Yasa akhir pekan lalu mengatakan, pengelolaan dana BOS tahun sebelumnya telah diawasi oleh pengawas inspektorat. Hanya, pengawasan itu sifatnya umum. Jadi cakupan pengawasannya belum dilakukan secara menyeluruh seperti audit BPK. Karena itu, mulai tahun depan pihaknya akan memeriksa secara detail pengelolaan dana BOS. Nantinya
audit itu dilakukan dengan sistem acak. Ini harus dilakukan, karena jumlah personel pengawas tidak sebanding dengan jumlah SD dan SMP di Bali Utara, yang setiap tahun menerima dana BOS dalam jumlah besar. ‘’Tahun sebelumnya pengawasan belum detail seperti yang dilakukan BPK. Sistem itu kita ubah dan mulai tahun depan dana BOS itu kita audit menyeluruh,’’ katanya.
Keterbatasan tim pengawas, kata Yasa, tidak menjadi hambatan melakukan audit dana BOS itu. Personel auditor ditugaskan bersama Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) memeriksa dokumen pelaksanaan dan pertangungjawaban setelah dana BOS itu dimanfaatkan. ‘’Sistem pengawasan akan kita buat. Seperti beberapa sekolah kita ambil sebagai sempel pengawasan. Hasilnya, dijadikan pedoman oleh sekolah lain dalam mengelolaan dana BOS itu sesuai mekanisme. Dengan cara itu diharapkan dana BOS itu bebas dari indikasi pelangaran,’’ jelasnya. Pemanfaatan dana BOS bebas temuan saat diaudit BPK itu, kata Yasa, sebagai modal pemerintah meraih opini WTP dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Sebelumnya, Buleleng berturutturut merebut WTP, sehingga prestasi pemuncak itu wajib dipertahankan. Salah satunya
pengelolaan dana BOS. Dikatakan, setiap tahun harus bebas dari indikasi pelanggaran. Kalau ini bisa diwujudkan, dirinya yakin WTP dalam pengelolaan keuangan pemerintah itu bisa dipertahankan tahun berikutnya. ‘’Pengelolaan dana BOS ini berkonstribusi untuk kita dapatkan opini WTP, sehingga pemeriksaan ketat kita lakukan mulai tahun depan,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, BPK mengumumkan sembilan poin temuan terhadap pengelolaan dana BOS di Buleleng tahun 2018. Sebagian besar temuan itu bersifat administratif. Beberapa poin saja temuan itu mengarah pada kesalahan alokasi anggaran. Beberapa sekolah terpaksa mengembalikan dana BOS ke rekening sekolah. Berdasarkan LHP BPK ditemukan selisih anggaran di 60 sekolah dengan nilai temuan mencapai Rp 900 juta.
Menyusul LHP BPK itu, DPRD Buleleng telah membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk membahas temuan BPK bersama Disdikpora Buleleng. Hasil pembahasan sementara, Disdikpora akan meningkatkan kinerja para kepala sekolah atau manajemen BOS untuk tetap mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dana BOS. Disdikpora akan melakukan pengawasan bersama Inspektorat, sehingga temuan seperti tahun 2018 ini tidak terulang pada pengelolaan dana BOS tahun berikutnya. Selain itu, Disdikpora mengusulkan perlu dirancang anggaran pendamping BOS daerah yang bisa dialokasikan dalam APBD. Dari perhitungan kasar, dana pendamping diperlukan sebesar Rp 30 miliar. Ini untuk menutupi kebutuhan dana operasional sekolah yang tidak bisa dicover dana BOS. Pasalnya, tahun 2018 ini, sekolah terpaksa menggunakan dana
BOS, walaupun tidak diatur dalam juknis. Nah, kemudian hal itu menjadi temuan ketika ada audit BPK. Dana operasional itu memang diperlukan. Alasannya, sekolah kesulitan biaya partisipasi dalam peringatan hari besar nasional atau lokal. Juknis BOS mengatur sekolah hanya diperbolehkan dua kali setahun. Faktanya selama setahun, lebih dari puluhan hari besar nasional dan lokal memerlukan partisipasi sekolah lewat pemasangan spanduk. Selain itu, sekolah juga perlu biaya pembuatan banten (sarana upakara). Hanya, biaya ini tidak bisa dipenuhi dengan d a n a B O S . (mud)
GIANYAR
Senin Kliwon, 26 November 2018
9
Berlandaskan Tri Hita Karana
34 Tahun LPD Bali Menjadi Lembaga Kepercayaan Masyarakat Bali RIBUAN masyarakat dan karyawan LPD se-Bali mengikuti jalan santai dalam rangka HUT ke-34 LPD Bali yang dipusatkan di Lapangan Astina, Gianyar, Minggu (25/11) kemarin. Perayaan ini mengingatkan cikal bakal lahirnya LPD di desa pakraman. Bahkan, hingga kini LPD masih menjadi kepercayaan masyarakat Bali, sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan Tri Hita Karana. Peringatan HUT ke-34 yang diikuti antusias ribuan masyarakat dan karyawan LPD se-Bali ini dimulai Minggu pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Kegiatan ini diawali dengan acara jalan santai, dilanjutkan dengan pengundian doorprize dan acara seremonial yang dilakukan di Balai Budaya. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta serta
Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya. Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. dalam sambutannya mengatakan, perayaan HUT ini memiliki beberapa tujuan. Di antaranya, mengingatkan cikal bakal lahirnya LPD Bali di desa pakraman, memperkokoh keberadaan lembaga serta merealisasikan apa yang menjadi moto LPD selama ini yaitu persatuan dan kebersamaan. “Beberapa kegiatan yang sudah digelar sebelumnya juga bertujuan memperkuat eksistensi kelembagaan dengan nilai-nilai luhur budaya dan berlandaskan Tri Hita Karana,” jelasnya. Cendikiawan menambahkan, kegiatan ini sebagai upaya dari BKS-LPD Bali dalam mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana, sehingga manfaat LPD makin dirasakan secara nyata oleh krama desa pakraman. “Untuk diketahui, kegiatan ini
sudah dilakukan juga oleh masing-masing LPD di desa pakraman melalui penyisihan dana sosial sebesar 5 persen dari total keuntungan setiap akhir tahun. Semoga peringatan HUT ke-34 ini mampu menginspirasi agar tujuan kita tercapai,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, usia ke-34 ini merupakan usia yang sangat cantik, bahkan menjadi puncak kejayaan bagi LPD. “Mudahmudahan, pada usia ini LPD Bali makin maju dan jaya ke depannya,” ungkap pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Melihat perkembangan zaman khususnya revolusi industri (RI) 4.0, kata Cok Ace, sudah barang tentu LPD harus mampu mengikuti. “Beberapa daerah mungkin terjadi kesulitan dalam penyaluran kredit, karena dana masyarakatnya besar dan daerahnya tergolong maju, sehingga
Terkait Protes Pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba
Panitia Sebut Lima dari Tujuh Banjar Setuju
Gianyar (Bali Post) Panitia Pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba ternyata sudah melakukan pelantikan Bendesa Manuaba terpilih. Alasannya, hasil pemilihan tersebut sudah disetujui oleh lima dari tujuh banjar yang ada di Desa Pakraman Manuaba. Dikonfirmasi, Minggu (25/11) kemarin, Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba Dewa Putu Suta Ardana mengakui pihaknya telah melakukan pawintenan, semacam pelantikan terhadap Bendesa Pakraman Manuaba terpilih. Alasannya, karena bendesa terpilih sudah memenangkan pemilihan bendesa. “Dari tujuh banjar di desa kami, ada lima banjar yang setuju. Atas dasar itu kami melakukan upacara itu,” tegasnya. Menurut Suta Ardana, upacara yang dilaksanakan pekan lalu itu juga disaksikan oleh masing-masing prajuru banjar, bendesa yang bersebelahan dari arah utara dan selatan desa. Selain juga disaksikan oleh Perbekel Kenderan yang wilayahnya membidangi Desa Pakraman Manuaba. Selanjutnya, hasil ini akan diserahkan ke Majelis Alit Desa Pakraman. Disinggung adanya protes tertulis dari pihak calon bendesa Ketut Gambar, Suta Ardana membenarkan adanya surat yang ditembuskan hingga ke Gubernur Bali sampai Bupati Gianyar dan MMDP Gianyar tersebut. “Memang ada suratnya. Tapi, kami tidak tahu tentang itu akan bagaimana,” katanya singkat. Dikonfirmasi terpisah, tokoh Puri Saren
Kangin Manuaba, Anak Agung Gde Suptayana, angkat bicara mengenai pemilihan tersebut. Ia meminta panitia menjawab protes lisan dan tertulis yang sudah dilayangkan oleh calon bendesa Ketut Gambar. Menurutnya, pihak panitia harus menjawab protes itu sesuai dengan arahan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Tegalalang. Kalau tidak dijawab, bisa dibawa ke ranah kepolisian. Dikatakan, dalam surat protes itu sudah tertera, bila selama 3x24 jam surat tidak ditanggapi bisa dibawa ke ranah pidana. “Pak Gambar bisa melapor ke Polsek atas indikasi kecurangan pemilihan bendesa,” ujarnya. Selain itu, Suptayana mendesak pemilihan bendesa ini diulang lantaran ada dua banjar, yakni Banjar Tengah dan Banjar Triwangsa menolak proses pemilihan dan pelantikan bendesa. “Kalau aturan MADP, jangankan dua banjar, dua warga saja menolak tidak boleh dilakukan pelantikan. Tidak boleh dipaksakan,” jelasnya. Suptayana juga meminta prajuru Desa Pakraman Manuaba merombak awig-awig lama dan menyesuaikan awig-awig sesuai Perda Desa Pakraman Gianyar yang terbaru. “Dalam awig-awig kami belum merinci mengenai pemilihan. Maka, perlu dibuat awig-awig baru, barulah melakukan pemilihan ulang,” ujarnya. Suptayana mengaku tidak ingin memperkeruh suasana dan tidak berada di kubu manapun. “Saya ingin desa saya harmonis dan mencari proses pemilihan yang benar,” tegasnya. (kmb35)
sedikit yang membutuhkan kredit. Hal ini tentunya harus diambil kebijakan ke depan agar potensi-potensi yang ada bisa maksimal digarap LPD melalui kerjasama antarLPD, sehingga tidak diambil pihak lain,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-34 LPD Bali I Wayan Artana mengatakan, berbagai kegiatan memeriahkan peringatan HUT LPD Bali yang ke-34 tahun ini. Mulai dari pengobatan gratis, donor darah, undian berhadiah, hingga seremonial yang dihadiri oleh undangan mulai dari pejabat pemerintahan hingga rekanan LPD. Ia menambahkan, rangkaian peringatan HUT sudah dilakukan sejak sebulan lalu yang diawali dengan matur piuning di Pura Samuan Tiga, Gianyar. Berbagai perlombaan dan aksi sosial juga memeriahkan peringatan HUT tahun ini, mulai dari lomba mewarnai, mural,
PENGUATAN - Suasana penyerahan penguatan kelembagaan untuk LPD kabupaten/ kota se-Bali berupa dana operasional oleh Ketua BKS LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. kepada Ketua BKS LPD kabupaten/kota se-Bali, Minggu (25/11) kemarin. bersih-bersih pantai hingga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat penyandang disabilitas. Di tengah-tengah per-
ingatan HUT ini juga diisi dengan penyerahan penguatan kelembagaan untuk LPD kabupaten/kota se-Bali berupa dana operasional
oleh Ketua BKS LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. kepada Ketua BKS LPD kabupaten/kota se-Bali. (ad987)
Sepi Pengunjung, Bangunan di Objek Wisata Stage Sidan Rusak
Gianyar (Bali Post) Lama mengalami sepi kunjungan, bangunan di Objek Wisata Stage Sidan kini mulai rusak. Bahkan, sejumlah tiang penyangga bangunan tersebut mulai amblas. Tidak hanya itu, bagian atap yang terbuat dari ilalang juga banyak yang bocor, sehingga saat musim hujan sudah pasti objek wisata yang ada di Desa Sidan ini mengalami kebocoran. Kendatipun demikian, objek wisata yang pengelolaannya dilakukan Pemkab Gianyar bekerja sama dengan pihak desa pakraman itu, tetap dijaga oleh lima orang petugas. Yakni dua orang sebagai petugas penjual tiket, dua orang petugas kebersihan dan satu orang sebagai petugas keamanan. “Kami bertugas dari pukul 07.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita atau jam pulang kantor,” ujar petugas tiket, Ni Wayan Dura Drawati, saat ditemui belum lama ini. Menurut Dura Drawati, di objek wisata ini dulunya sering dipentaskan Barong Dance. Rombongan wisatawan mencanegara yang diangkut menggunakan bus, banyak datang ke tempat ini untuk menonton pertunjukan barong. Selain itu, tempat ini juga sering dipergunakan untuk pertemuan, termasuk pertemuan sejumlah partai. Namun beberapa tahun terakhir, kunjungan wisatawan terus menurun.
Padahal, tempat yang juga pintu masuk Kabupaten Bangli ini cukup strategis. “Hanya ada segelintir wisatawan dengan mengendarai sepeda motor mampir ke tempat wisata yang mengandalkan view berupa terasering persawahan ini,” katanya. Meski sepi pengunjung, objek wisata ini juga mengalami kenaikan tiket kunjungan sama seperti objek wisata lainnya yang dikelola Pemkab Gianyar. Yakni, kenaikan dari Rp 15 ribu menjadi Rp 30 ribu per wisatawan. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta, S.E. membenarkan kondisi Objek Wisata Stage Sidan yang sepi pengunjung. Diakuinya, dulu perencanaannya sudah matang di mana Stage Sidan digunakan untuk pertunjukan Barong Dance. Sesuai rencana awal, wisatawan yang berkunjung ke Batur, Bangli akan mampir ke tempat ini dengan masuk melalui By-pass
Prof. I.B. Mantra. Menurut Ari Brahmanta, di tempat ini sempat dipentaskan Tari Barong untuk menghibur wisatawan dari kapal Pesiar yang bersandar di Karangasem. Namun seiring perkembangan zaman, wisatawan yang menuju objek Wisata Danau Batur, Bangli ternyata lebih banyak melalui Objek Wisata Tirta Empul, Tampaksiring dan tidak melalui jalur Stage Sidan. ”Sekarang objek wisata ini kita gunakan untuk mengantisipasi pertemuan jika Balai Budaya Gianyar penuh,” katanya. Disinggung soal kerusakan bangunan di areal Stage Sidan, pejabat asal Ubud ini mengaku pihaknya sudah mengajukan biaya untuk perbaikan. Namun, hingga kini belum terealisasi. ”Sudah kita ajukan untuk biaya perbaikan, namun belum terealisasi,” jelasnya. Ari Brahmanta memastikan akan terus mengajukan permohonan perbaikan guna mengantisipasi bangunan tersebut roboh. Terlebih, beberapa waktu lalu sempat ada angin kencang yang mengakibatkan atap bangunan mengalami kerusakan. “Tahun ini tidak ada anggaran untuk perbaikan,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Senin Kliwon, 26 November 2018
Pengerjaan Kebun Raya Jagatnatha Molor
Rekanan Didenda Rp 10 Juta Lebih Per Hari Negara (Bali Post) –
Kelanjutan pembangunan Kebun Raya (KR) Jagatnatha saat ini baru mencapai 93 persen. Pengerjaan ini sudah terlambat lebih dari sebulan dari kontrak kerja, yakni 22 Oktober lalu. Sehingga pelaksana proyek dikenai sanksi penalti sepermil dari nilai kontrak, yakni Rp 10 juta per hari. Namun rekanan diberikan kesempatan waktu menyelesaikan sampai 50 hari atau tepatnya 11 Desember mendatang. Peringatan – Peringatan Hari PGRI ke-73 dan Guru Nasional yang dipusatkan di parkir bawah Pura Rambut Siwi. Ribuan guru yang hadir berbaris mengelilingi podium diberi teguran oleh Bupati Jembrana I Putu Artha terkait kedisiplinan.
Tak Disiplin Saat Apel HUT PGRI dan Guru Nasional
Bupati Artha Tegur Perilaku Guru
Negara (Bali Post) – Ada yang menarik saat peringatan Hari PGRI dan Guru Nasional yang dipusatkan di Parkir Pura Rambut Siwi, Kecamatan Mendoyo, Minggu (25/11) kemarin. Ribuan guru yang hadir berbaris mengelilingi podium diberi peringatan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha terkait kedisiplinan. Para pendidik ini diminta mempraktikan kedisiplinan pada diri sendiri, sebelum menerapkan disiplin untuk anak didiknya. Imbauan itu dipicu kurang disiplinnya para peserta dalam peringatan kemarin. Sejumlah barisan yang berada di depan podium nampak duduk-duduk, bahkan hingga saat Bupati Artha memberikan sambutan. Sehingga saat di awal sambutan, Bupati Artha memaparkan tentang kedisiplinan. “Jangan sampai apa yang saya sampaikan tidak sampai, apakah ini apel peringatan (dengan) barisan atau sekadar nongkrong?” sindir Bupati Artha. Mendengar sindiran itu, pihak panitia memberikan isyarat dari belakang podium agar para guru itu berdiri seperti barisan awal. Menurut Bupati Artha, kedisiplinan sangat penting bagi guru apalagi mereka menjadi panutan siswa. Bupati Artha juga menyampaikan guru sebagai tenaga pendidik juga harus menjadi tauladan dan contoh bagi anak- anak penerus masa depan bangsa. Guna mewujudkannya diperlukan sinergi antarpemerintah dengan guru. Adanya penambahan jam pelajaran sekolah saat ini (full day school), diharapkan para guru bisa tetap semangat serta aktif dalam mengajar. Waktu belajar mengajar dalam program full day school yang sebelumnya satu minggu enam hari menjadi lima hari. Sehingga berdampak penambahan waktu belajar dalam sehari. “Kami harap lebih semangat lagi. Jangan sampai anak-anak mengantuk,” terang Bupati Artha. Bupati juga mengingatkan kepada para guru dalam tahun politik ini jangan ikut berpolitik praktis. Fokus untuk mendidik siswa serta memperkuat mental anak didik. Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Panitia Pelaksana I Ketut Mahendra mengatakan, peringatan ini tujuannya selain mewujudkan cita-cita Proklamasi NKRI harga mati, juga mempertinggi kesadaran dan sikap guru, meningkatkan mutu dan kemampuan profesi guru. Di samping mempererat rasa persaudaraan, seprofesi sehingga terjalin komunikasi antara guru di Kabupaten Jembrana. Di samping peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng, kegiatan kemarin juga diisi dengan penanaman 150 pohon Cemara Laut di seputaran pantai Rambut Siwi dan olahraga rekreasi, seperti tarik tambang, lari karung dan lomba trompah yang diikuti para peserta PGRI Jembrana. Di Jembrana total untuk anggota PGRI sebanyak 1.780 orang. (kmb26)
“Maksimal 50 hari harus selesai. Karena ini terlambat tetap kita berikan sanksi per harinya,” ujar PPK Satuan Kerja (satker) Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali Ketut Suarta, Minggu (25/11) kemarin. Menurutnya, dari pengecekan kemarin pengerjaan sudah mencapai 93 persen. Sedangkan sisanya 7 persen yang paling banyak di dua titik yakni pemasangan relief dan Wantilan. Mengenai denda akibat keterlambatan, sesuai ketentuan, yakni per harinya seperseribu dari nilai kontrak per hari. Dengan demikian per harinya rekanan harus membayar Rp
10 juta lebih. Setelah pengerjaan selesai, rekanan juga masih memiliki tanggungan masa pemeliharaan. Ketika ada tanaman yang mati diganti oleh rekanan. Sebelumnya, pada Jumat (25/11) lalu dilakukan rapat evaluasi yang dilanjutkan peninjauan di lokasi pengerjaan. “Kemarin memang rombongan buru-buru, karena harus segera ke Denpasar rapat lainnya,” ujar Ketut Suarta. Di sisi lain, Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama mengungkapkan, adanya keterlambatan pengerjaan ini sudah seharusnya dikenai sanksi penalti. “Itu (penalty - red) sudah bentuk
Bali Post/olo
DIDENDA – Wantilan di KR Jagatnatha yang sudah hampir selesai dikerjakan. Pengerjaan proyek dipastikan molor sehingga rekanan didenda Rp 10 juta lebih per hari. peringatan (kepada rekanan, red). Tapi memang rekanan diberikan waktu maksimal sampai 50 hari menyelesaikan,” tandasnya. Apabila melebihi waktu tambahan itu, maka semestinya kontrak diputus. Pihaknya berharap hal ini juga menjadi peringatan bagi rekanan lainnya.
Diberitakan sebelumnya, proyek KR Jagatnatha yang berada di tengah kota ini rencananya akan diresmikan pada Desember mendatang atau akhir tahun ini. Akan tetapi, pengerjaan fisiknya hingga akhir November ini belum selesai. Bahkan sejatinya proyek senilai Rp 10.232.942.000 dari
APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali sudah terlambat sebulan dari kontrak awal. Proyek ini dikerjakan rekanan PT Mari Bangun Persada Spesialis dari Karangasem. (kmb26)
Mengenang I Putu Eka Suarnama (Alm)
Disiplin, Tegas, dan Berkomitmen Tinggi Jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali dilanda dukacita. Setelah Plt. Kadis Kominfo Made Aryana meninggal karena sakit beberapa bulan lalu, Sabtu (24/11) sore, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) I Putu Eka Suarnama mengembuskan napas terakhirnya di RS Sanglah. Di mata atasannya, almarhum dikenal sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan memiliki komitmen tinggi atas tugas-tugasnya. Kepergian almarhum dibenarkan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jembrana Komang Suparta. “Jenazah tiba pukul 23.00 Wita, saat ini sudah berada di rumah orangtua beliau, di Dusun Berawantangi Taman, Tukadaya. Beberapa rekan pejabat dan staf beliau bahkan sudah menunggu di rumah duka sejak jenazah diberangkatkan dari Sanglah,” ujar Suparta, Minggu (25/11) kemarin. Almarhum meninggalkan seorang istri Ni Made Sukeni dan dua orang anak, I Putu Aditya Suarnama Giri dan Ni Made Adita Wahyu Putri. Rasa duka yang mendalam disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha. Menurutnya, almar-
hum sosok pejabat yang disiplin, tegas, serta selalu komitmen akan tugas dan tupoksinya. “Kami sampaikan rasa dukacita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Artha yang ditemui, Minggu kemarin. Dari informasi yang dihimpun, almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah sekitar pukul 17.00 Wita setelah menjalani perawatan sejak tanggal 4 November 2018. Perawatan harus dijalani, karena almarhum yang tinggal di Banjar Berawantangi Desa Tukadaya, Melaya ini mengalami muntah darah pascakecelakaan tunggal, Minggu (21/10) sekitar pukul 11.00 Wita di jalan
nasional Gilimanuk-Denpasar Km 111-112 Dusun Tetelan, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya. Kecelakaan diduga karena Suarnama yang menyetir sendiri kendaraannya dalam kondisi mengantuk. Ketika itu, mantan Camat Melaya ini saat hendak pulang seusai mengikuti arisan pejabat di areal Patung Siwa, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya dengan mengendarai kendaraan Nisan DK-77-WA. Bersamanya duduk di sebelah kiri depan putrinya, Ni Made Adita Wahyu Putri (11), pelajar SD kelas VI. Tiba di lokasi memasuki jalan lurus turunan beraspal baik sebelah barat Jembatan Persil, tiba-tiba kendaraan oleng ke kiri dan terperosok ke bawah sekitar 10 meter. Kendaraan baru berhenti setelah menabrak pohon mahoni di sebelah utara jalan raya dari arah Gilimanuk. Pada kejadian tersebut Kadis Dikpora selamat, kendati dahi di atas mata sebelah kiri lebam dan mengalami luka lecet pada perut. Sedangkan putrinya mengalami luka robek pada alis mata
sebelah kiri dan dirujuk ke RS Sanglah. Adapun kendaraan Nisan kondisinya bagian depan rusak berat. Setelah putrinya mendapat penanganan dan dioperasi, tiba-tiba Suarnama muntah darah. Kemudian dilarikan ke RSU Negara. Karena kondisinya makin parah sehingga dirujuk ke RS Sanglah dan sempat dirawat di Ruang Ratna. Namun karena kondisinya makin memburuk, pria kelahiran Tukadaya, 9 D e s e m ber 1971 ini harus mendapat perawatan secara intensif di ruang ICU RS Sanglah hingga kemudian mengemb u s k a n napas terakhirnya. (kmb)
KARANGASEM
Senin Kliwon, 26 November 2018
Jaga Kelestarian dan Ekosistem
Sat Polair Bersihkan Laut dari Sampah Plastik Amlapura (Bali Post) Mengapresiasi dan menjaga lingkungan agar tetap bersih, Satuan Polairud Polres Karangasem turun melakukan kegiatan pembersihan sampah plastik di laut. Bersih-bersih plastik yang dipimpin Kasat Polair AKP Made Wartama, yang dilaksanakan di perairan Bloo Lagoon Padangbai, perairan Sub Marine hingga dermaga Tanah Ampo. Kegiatan itu dilakukan terkait HUT ke68 Polairud pada 1 Desember mendatang. Kasat Polair Polres AKP I Made Wartama mengungkapkan, tujuan kegiatan ini agar laut benar-benar clean. Bersih utamanya terbebas dari sampah organik dan anorganik. Action bersih-bersih penting untuk melestarikan/menjaga biota laut, seperti terumbu karang dan hewan laut tetap terjaga kelestariannya. Jika lingkugan bersih maka dipercaya akan jadi daya tarik wisatawan. ‘’Dari kegiatan yang dilakukan, kita dapatkan sampah organik seperti batang/ranting pohon dan sampah anorganik (plastik) sebanyak dua kantong plastik sampah. Sampah itu kemudian dibawa ke darat dan dibuang ke tempat pembuangan sampah yang ada di dermaga Padangbai,’’ ucapnya. AKP Wartama menambahkan, program itu menggunakan kapal patroli tipe C2 Tanjung Muntik sebagai Danpal Bripka Gede Nuada, S.H. bersama enam ABK. Apa yang dilakukan diharapkan mampu membuat laut jadi bersih. Bersih-bersih itu merupakan bagian menjaga kelestarian bawah laut beserta ekosistemnya agar tetap cantik dan ramai dikunjungi wisatawan yang akan menikmati keindahan bawah laut. (kmb41) BERSIH-BERSIH - Satuan Polairud Polres Karangasem saat melaksanakan giat bersih-bersih sampah plastik di laut bertempat diperairan bloo lagoon.
11
Kekeringan, Air Bersih Didroping ke Kubu Amlapura (Bali Post) Sebagian wilayah Karangasem belakangan ini memang sudah diguyur hujan, utamanya di bagian barat. Namun hal bertolak belakang terjadi di wilayah bumi lahar. Di tempat itu khususnya Abang dan Kubu, justru kekeringan masih dialami warga. Beruntung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem tanggap dan kemudian mendroping air itu kepada warga di wilayah kekeringan itu. Kelaksana BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa, Minggu (25/11) kemarin mengungkapkan, sampai saat ini masyarakat Kubu masih banyak yang kesulitan air bersih. Ini karena hampir selama tujuh bulan terjadi musim kemarau panjang di sana, sehingga ketersediaan air bersih mulai menipis. Bahkan, cubang-cubang air milik warga mulai kering. Atas kondisi itu pihaknya mendroping air bersih ke wilayah Kubu. Hal itu dilakukan untuk memenuhi keperluan sehari-hari warga sehingga tidak terjadi lagi yang namanya kesulitan air bersih. Karena me-
mang permintaan warga langsung mendroping air bersih ke berbagai wilayah di Kubu. ‘ ’ Ki t a lakukan sebanyak 10 ribu liter air diangkut ke Banjar Dinas Dalem, Banjar Dinas Padang Sari, Tianyar Tengah, Kubu. Air itu langsung didistribusikan ke cubang cubang warga. Air itu juga didrop ke masingmasing cubang milik masyarakat. Air itu nantinya bisa diambil dan dimanfaatkan bersama-sama,’’ ujarnya. Selain pendistribusian air bersih yang diawasi langsung Kawil setempat, droping juga dilakukan ke cubang milik Kelompok Tani Padang Sari. Cubang-
cubang itu dimanfaatkan oleh 60 KK warga. Pembagian air kemudian dilanjutkan ke Kelompok Tani Batu Dinding. Satu cubang bisa dimanfaatkan 30 KK warga. Setiap cubang itu diberikan 5.000 liter air bersih. Selain itu, BPBD juga memberikan bantuan kepada rumah warga yang terkena bencana. Di antaranya kepada Nengah Mertada di Banjar Dinas Tenganan Pengringisingan, tepatnya di Tempak Abian Bade. Bantuan ini diberikan karena dapur milik Mertada itu tertimpa pohon beberapa waktu lalu, se hi ng g a m e ng a l a m i kerusakan. (kmb41)
Bali Post/kmb41
DROPING AIR BERSIH - BPBD Karangasem saat mendroping air bersih kepada warga di wilayah Kubu.
CPNS yang Tak Lolos ’’Passing Grade’’
Peraih Nilai Akumulatif 255 Bisa Ikuti Ujian SKB Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen-PAN RB) mengeluarkan peraturan Nomor 61 tentang Penetapan Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Formasi CPNS 2018. Peraturan itu disambut baik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Karangasem. Dengan terbitnya peraturan itu, para peserta yang sebelumnya tidak lolos Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) dan juga tidak memenuhi passing grade, memiliki peluang mengikuti ujian Seleksi Kompetisi Bidang (SKB). Bagaimanakah penerapan ujian SKB itu? KEPALA Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem Gusti Gede Rinceg menga-
takan, pihaknya memang sudah menerima Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen-
PAN RB) Nomor 61 tentang Penetapan Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Formasi CPNS 2018. Pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut baik peraturan yang dikeluarkan KemenPAN RB tersebut. Dengan dikeluarkan peraturan itu, maka pelamar CPNS yang sebelumnya tidak lolos SKB akibat tidak memenuhi passing grade tetapi mempunyai nilai komulatif tertinggi, memiliki peluang mengikuti tes SKB. ‘’Memang dari 2.824 peserta pelamar CPNS yang mengikuti SKD hanya 91 orang saja yang memenuhi passing grade. Sehingga dari sekian banyak formasi yang diperlukan,
hanya sedikit kuota bisa terpenuhi. Mungkin karena hal itu pusat mengeluarkan peraturan ini untuk mengatasi persoalan itu,’’ ujarnya. Mekanismenya adalah ditetapkan sistem perankingan dari hasil ujian CPNS sebelumnya, sehingga formasi yang kurang itu nantinya bisa terpenuhi. Hanya, kata Rinceg, pihaknya belum tahu bagaimana sistem dan teknis perankingan itu. ‘’Angka nilai passing grade memang tidak diturunkan. Namun nilai komulatif hasil ujian yang diturunkan. Sehingga yang memiliki nilai akumulatif standar, yakni akumulatif minimal 255, nantinya bisa mengi-
kuti ujian SKB,’’ katanya. Disinggung kapan jadwal pelaksaan ujian SKB, Rinceg menegaskan pihaknya belum mendapatkan informasi kapan pastinya pelaksaan ujian tersebut. Sembari menunggu jadwal dari pusat turun, pihaknya meminta kepada peserta CPNS, utamanya yang memenuhi passing grade bisa mempersiapkan diri dengan baik mengikuti ujian SKB, sehingga nantinya mampu memperoleh hasil terbaik dan bisa lolos seleksi. ‘’Kapan jadwal ujian SKB itu kita belum tahu. Intinya kita menunggu saja jadwal tersebut. Semoga jadwal itu secepatnya bisa turun,’’ jelas Rinceg. (eka)
Bali Post/kmb41
CPNS - Pelamar CPNS saat mengikuti tes SKD di Denpasar, beberapa waktu lalu. Kini peserta yang tak lolos passing grade memiliki peluang mengikuti ujian SKB setelah ada peraturan dari pusat.
KLUNGKUNG
12
Senin Kliwon, 26 November 2018
Sebagai Pionir Teknologi TOSS, Klungkung akan Jadi ”Trademark” di Indonesia GAUNG teknologi pengolahan sampah milik Pemerintah Kabupaten Klungkung yakni Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dengan slogan “Dari Klungkung Untuk Indonesia” tampak sudah mampu menarik banyak pihak untuk berkunjung ke Klungkung. Mulai dari pejabat sejumlah daerah di Indonesia hingga pejabat pemerintah pusat. Tidak hanya itu, sejumlah pakar dan ahli pun turut datang langsung ingin melihat program hasil kerja sama Pemkab Klungkung, STT PLN Jakarta dan Indonesia Power ini. Seperti pada Sabtu (24/11) lalu, General Manager (GM) PT Barata Indonesia Lukman Jamaludin berkunjung langsung ke Klungkung untuk melihat teknologi yang diterapkan dalam upaya memerangi persoalan sampah. PT Barata Indonesia merupakan salah satu BUMN yang bergerak di
bidang pembuatan komponen dan peralatan industri untuk Pembangkit Listrik, Minyak dan Gas, Industri Agro, Peralatan Berat, Hidromekanikal serta Steel Construction. Kedatangan Lukman Jamaludin diantarkan rekannya, Gusti Anom Astawa, yang merupakan pejabat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian ESDM dan kebetulan putra asli Klungkung asal Desa Getakan Kecamatan Banjarangkan. Kehadiran kedua orang ini disambut langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kadis LHP A.A. Kirana bersama GM Indonesia Power UP Bali IAGN Subawa Putra untuk selanjutnya berkunjung menyaksikan secara langsung proses teknologi TOSS di IPLT Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan dan TOSS Desa Gunaksa, Dawan. Setelah melakukan
pengamatan, Lukman Jamaludin mengaku sangat mengapresiasi Pemda Klungkung karena sudah menjadi pionir dalam pelaksana program ini. Menurutnya, program ini bisa benar-benar dikembangkan dan berguna bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dan untuk lebih maksimalnya program TOSS ini, dibutuhkan mesin pencacah dan mesin pembuat pelet dengan kapasitas yang lebik besar dan efisien. Lukman Jamaludin mengaku siap untuk membuat mesin ini bahkan dengan bentuk, tampilan serta pengoperasian yang lebih baik. “Kami sangat mengapresiasi Bupati Klungkung sebagai pionir teknologi TOSS ini. Melalui sejumlah kerja sama, kami akan buatkan mesin pencacah dan pelet dengan kapasitas yang lebih besar dari yang ada sekarang dan tentu dengan teknologi
yang lebih baik. Jika sudah berjalan setahun maka akan dibuatkan mesin dengan volume lebih besar untuk kota-kota besar di Indonesia,” ujarnya. Lukman Jamaludin menambahkan, jika program ini sudah berkembang ke seluruh Indonesia, sebagai wujud apresiasi kepada Pemda Klungkung, maka akan dicantumkan salah satu trademark Klungkung. Dengan begitu orang-orang tahu program ini berawal dari Kabupaten Klungkung. Rencana lainnya, untuk tenaga teknisi Pembangkit Listrik semua akan berasal dari Klungkung. Bekerja sama dengan Kementerian ESDM, anak-anak SMK Klungkung akan dididik menjadi teknisi pembangkit listrik dengan sertifikasi dari Kementerian ESDM dan akan dipekerjakan di seluruh Indonesia. Hal ini juga sebagai wujud apresiasi
terhadap Klungkung yang telah berani memulai program TOSS. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam paparannya mengaku sangat optimis akan keberhasilan program TOSS ini. Dengan semakin banyaknya kunjungan ke Klungkung, akan menjadi tantangan untuk lebih menyempurnakan program ini. Sehingga program akan menjadi lebih baik dan tujuan yang ingin dicapai yaitu Klungkung bebas dari sampah bisa terwujud. Bupati Suwirta juga optimis program TOSS bisa segera diduplikasi ke semua desa. “Kita akan selalu menerima masukan dan kerja sama dari pihak lain yang ingin menyempurnakan program ini untuk menjadi lebih baik sehingga cocok untuk dijadikan wisata edukasi,” ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini. (ad994)
TOSS - Bupati Suwirta saat menerima kedatangan PT Batara Indonesia dan menjelaskan perihal TOSS Klungkung.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Kliwon, 26 November 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN PRT Tgl Dlm,Brsh2 Gj1,5 Gatsu Brt,087861361079/081287183808
B.BP.164.11.18.0000903
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692
B.BP.004.11.18.0000981
Dcr Accounting/Admin Wnita Max 30Th Penglmn 2Th Lgs ke Jl.Gn Guntur No882/883 dg CV Lengkap
B.BP.001.11.18.0000936
Dcr Krywn/ti SMA/Sdrjt GajiUMR THR&BonusThnnu/BagAdm&Gdng PT.Tohpati Poultry081337273111
B.BP.001.11.18.0000968
Dcr Sgr 1 org Bartender Hub.9376132-33/089636747339
B.BP.001.11.18.0000917
Dcr Sopir SIM B1, Jl .Sekar Tunjung XII No.123AA/085238320021 B.BP.001.11.18.0000949
Dcr Tour Srvice Driver English Active,honest Hub.087860357100 B.BP.001.11.18.0000983
Dcr Waiter/s,Cook Rmh Makan,Jl Tkd Batanghari VII/1A.4746433
Dcr sopir/Resv staff u/Travel Exp min1th English+Comp.082144 136320/worldsurfaris@gmail.com
Dcr Peg.Butik (SMA) Indi Tekstil & Jewelry Jl.D.Buyan 33 Sanur B.BP.001.11.18.0000995
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.001.11.18.0000982
Dicari PRT Tinggal Dlm di Dps Hubungi 08983152728
G.04
B.BP.001.11.18.0000858
Dibthkan Sgra Manajer utk Fast Boat Hub.08123918373
SMK di Dps Bth: Pengelola Unit bhs.Inggris,Guru BK Pengantar bhs.Inggris, Staf Kantin Email ke:tugasbali@yahoo.com
B.BP.004.11.18.0000941
Dicari Sopir RT Antar Anak Sekolah Hub.0811395490
B.BP.001.11.18.0000890
Therapist,JuiceBar,ScuritySIMA Reborn Spa ,Sunset SS.Ph:766744
B.BP.154.11.18.0000986
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS WA 0816571027
B.BP.001.11.18.0000531
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.004.11.18.0000955
G.01
Dicr Krywn/ti Toko Min SMA Pnmpln Menarik Hub:081529343788
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.001.11.18.0000857
G.02
K.wati Akunting bs Exel & Bag. Internet Hub.081 338 344 155
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.001.11.18.0000984
G.03
Marketing Officer,Sales Area Tkg Las Listrik: 0851031672222
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.11.18.0000873
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.
HONDA
Accord’2006 Manual Htm,Istmw Full-Ori,KM 86Rb,STNK Baru, Antik Rp.98,5Jt 0811395363
G.05
B.BP.001.11.18.0000894
SERVICE SERVICE
B.BP.821.11.18.0000959
BENGKEL LAS BENGKEL LAS
RUPA-RUPA RUPA-RUPA
n Desig Free n Desig e e r F
Money Back Guarantee Canopy Pintu Pagar Teralis Money Back Guarantee Konstruksi Canopy Pintu Baja Pagar DllTeralis � Design Konstruksi Lengkap, Elegan Berkelas Baja &Dll �
�
dgn AntiElegan Karat & � Finishing Design Lengkap, & Coating Berkelas Pengalaman lebih 10 & Tahun Finishing dgn Antidari Karat Coating Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil) Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga ProfesionalDEWATA (Arsitek & Sipil) ANUGERAH Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar ANUGERAH DEWATA
SERVICE SERVICE
Telp. 257028, 744 0099 Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar www.anugerahdewata.com Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com C 0000051 bkl
C 0000051 bkl
SERVICE SERVICE
SERVICE SERVICE
BIRO BIRO JASA JASA
RUPA-RUPA RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH Djl Rmh 200 m2 Lok:H.Wuruk G.8 Br.Kelandis,Dps,08123665546 B.BP.012.11.18.0000594
DISEWAKAN GUDANG Dikontrakan Gudang + Kantor LT 1125,LB LT1 353,LT2 70m2,2KM, 5KT, PLN 3500Watt, Sumur Bor. A.Yani Utara.Hub:085238063577 B.BP.001.11.18.0000523
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.001.11.18.0000979
KEHILANGAN Hlg BPKB F1685601-O AN Sarah Sabrina Jln. Pemuda III No.4 LK Tengah Renon Dps 082146171089 B.BP.014.11.18.0000548
HlgBPKBNoEBBN065/VII/2014GR DK 1154 KR A.n I Kadek Sukaana B.BP.001.11.18.0000916
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.11.18.0000008
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
BANGLI
14
Senin Kliwon, 26 November 2018
Soal TPPNS-BK Guru Masyarakat Diimbau Cerdas Gunakan Medsos Bangli (Bali Post) Masyarakat Bangli diajak lebih cerdas dalam menggunakan media sosial (medsos). Mengingat sejak diberlakukannya UU ITE Nomor 19 Tahun 2016, sudah banyak pengguna medsos yang malah tersandung kasus hukum gara-gara tidak cerdas dan bijak dalam bermedsos, seperti menyebarkan kebencian, mengancam, dan menyebarkan hoax. Ajakan itu disampaikan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat melepas peserta jalan santai dan pengundian kupon berhadiah yang diselenggarakan Sekaa Teruna Yasa Murti, Desa Pakraman Kedui Desa Tembuku Kecamatan Tembuku Bangli, Minggu (25/11) kemarin. Dikatakan Sedana Arta, dengan diberlakukannya UU ITE, penyebaran hoax dan peredaran informasi di media sosial kini sangat diawasi oleh aparat penegak hukum. Karena itu masyarakat Bangli harus lebih cerdas dalam memilih dan memilah berita yang beredar di medsos. Sebelum menyebarkan, harus dipastikan dulu sumber dan kebenaran dari sebuah berita. ‘’Jangan sampai karena ketidaktahuan, kita ikut menyebarkan berita yang tidak benar atau hoax sehingga menyeret kita ke ranah hukum,’’ katanya. Tak hanya itu, jika kurang berhati-hati bermedia sosial, tak jarang bisa menimbulkan konflik di masyarakat. Banyak kasus yang kemudian menjadi besar gara-gara viral di medsos. ‘’Sekali lagi saya minta masyarakat untuk lebih jeli dan cerdas dalam memanfaatkan media sosial. Jangan karena ketidaktahuan dan sekadar bersimpati, kita ikut menyebarkan berita yang tidak benar,’’ pintanya. Wabup asal Desa Sulahan, Susut, Bangli ini juga menyampaikan, di tengah perkembangan teknologi dan semakin banyaknya pengguna smartphone, dunia kini seperti dalam genggaman. Menurutnya, dengan smartphone, yang jauh bisa menjadi dekat dan yang dekat bisa menjadi jauh. ‘’Dengan smartpohone, yang jauh bisa jadi dekat karena kita bisa berinteraksi dengan semua orang, kapanpun dan di manapun. Yang dekat bisa menjadi jauh, karena kita terlalu asyik dengan dunia kita sendiri, sehingga mengabaikan orang di sekitar. Jadi, baik buruknya teknologi tergantung bagaimana kita memanfaatkannya,’’ imbuh Sedana Arta. (kmb40)
Sang Nyoman Sedana Arta
Bali Post/ina
Masih Ada Peserta Pemilu Belum Pasang APK Bangli (Bali Post) – Alat peraga kampanye (APK) yang dicetak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah diserahkan kepada parpol peserta pemilu di Bangli sejak awal November lalu. Namun hingga saat ini masih ada beberapa parpol yang belum memasang APK tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli Nengah Purna, Minggu (25/11) kemarin. Purna mengatakan, selain parpol, ada juga calon DPD yang belum memasang APK. Mengenai alasan belum dipasangnya APK tersebut, pihaknya mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Saat ini kesempatan peserta pemilu untuk memasang APK yang difasilitasi KPU masih kurang lebih empat bulan. Seluruh APK nantinya harus sudah dibongkar saat memasuki masa tenang. Berdasarkan hasil pengawasan, pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran terkait pemasangan APK. APK sudah terpasang di zona-zona yang telah disepakati. Kalaupun ditemukan pelanggaran berkaitan dengan APK, sebagai cegah dini pihaknya akan mengkomunikasikannya ke peserta pemilu. Namun jika tidak digubris, pihaknya akan merekomendasikan ke KPU untuk ditindaklanjuti. ‘’Bila perlu, dilakukan pembongkaran atau penurunan terhadap APK yang melanggar,’’ kata Purna. Mengingat personel di jajaran Bawaslu terbatas, Purna sangat mengharapkan peran serta aktif masyarakat untuk ikut serta melakukan pengawasan. ‘’Sekecil apapun informasi masyarakat, sangat kita butuhkan dalam melaksanakan pengawasan ke bawah,’’ jelasnya. (kmb40)
Telepon Penting Bangli
RSU Bangli : 0366-91521/91002 Polsek Bangli : 0366-91062 Polsek Susut : 0366-5501596 Polsek Tembuku : 0366-5595484 Polsek Kintamani : 0366- 51122 Damkar : 0366-92869 PDAM : 0366-91094 PLN : 0366-91268 Telkom : 0366-91108 BPBD : 0366-91448 Kodim : 0366-91024 Kantor Bupati : 0366-91032
PGRI Tegaskan Pentingnya Keadilan dan Kesetaraan
Bangli (Bali Post) –
Aspirasi yang disampaikan berupa usulan realisasi TPPNSBK tahun 2018. Sebagaimana diketahui, hingga bulan ke-11 tahun ini, Pemkab Bangli tak kunjung mencairkan TPPNSBK untuk ribuan guru PNS di Kabupaten Bangli. Padahal sejak Juli lalu, Bupati sudah menerbitkan Perbup terkait pemberian TPPNS-BK bagi para guru. Selain itu, PGRI menyampaikan usulan agar pemerintah meninjau kembali besaran TPPNS-BK untuk tahun 2019. Usulan tertulis diserahkan langsung Ketua PGRI Kabu-
paten Bangli Nengah Wikrama kepada Kepala Disdikpora Nyoman Suteja dan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata disaksikan ratusan anggota PGRI Bangli. Dalam acara semiloka yang mengambil tema ‘’Membangun Pendidikan Bangli yang Bermutu dan Berkeadilan’’ tersebut, Wikrama menyatakan, guru merupakan jabatan fungsional khusus. Tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Selain harus menguasai materi akademik, menjadi seorang guru yang profesional juga dituntut mampu menguasai
pedagogi. Mengingat guru merupakan jabatan fungsional khusus, maka perlu adanya perhatian lebih dari Pemkab Bangli terhadap kesejahteraan guru. Wikrama mengatakan, guru yang sudah bersertifikasi berhak mendapatkan TPG dari pusat. Di sisi lain TPPNS-BK juga berhak diterima para guru karena statusnya sebagai ASN daerah. Kesejahteraan yang diberikan pemerintah dalam bentuk TPPNS-BK bagi guru di Bangli saat ini, diharapkan dapat bersifat adil dan setara dengan pegawai lainnya. Se-
bab kenyataan yang terjadi, saat ini TPPNS-BK yang guru di Bangli nilainya lebih kecil daripada yang diterima tukang sapu berstatus PNS. ‘’Melalui usulan yang kami sampaikan, kami sangat mengharapkan ada keadilan dan kesetaraan bagi seluruh guru di Bangli,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mengaku akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para guru melalui PGRI Bangli. Dalam kesempatan itu Kutha Parwata mengungkapkan, untuk memajukan pendidikan di Bangli, Pemkab Bangli telah mengalokasikan anggaran di atas 20 persen. Pada tahun 2017 lalu, alokasi anggaran dalam APBD mencapai hampir 30 persen, dan di tahun 2018 sedikit menurun karena kondisi keuangan daerah yang terbatas. Semen-
Bangli (Bali Post) – Ni Putu Maduri Sanji dan Komang Agus Brata Wibawa dinobatkan sebagai Jegeg-Bagus Bangli tahun 2018. Keduanya berhasil menyabet gelar tersebut setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli sejak Oktober lalu. Penobatan Jegeg-Bagus Bangli dilaksanakan dalam acara Grandfinal Pemilihan Jegeg-Bagus Bangli di Wantilan Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Sabtu (24/11) malam. Di acara tersebut melibatkan lima orang juri, di antaranya Drs. Wayan Merta, S.Sos., M.M., A.A. Istri Veaa Laksmi Dewi, S.E., M.M., Pande Putu setiawan, S.T., M.M., Kadek
Bony Kristiawan, S.ST. dan I Dewa Ayu Taris Wahyuniati, S.Pd., M.Pd. Ni Putu Maduri Sanji yang terpilih sebagai Jegeg Bangli 2018 saat ini masih berstatus sebagai salah satu siswi SMAN 1 Bangli. Sementara Bagus Bangli Agus Brata berstatus sebagai mahasiswa di Stikom Denpasar. Selain Maduri Sanji dan Agus Brata, dua pasang finalis lainnya juga dinobatkan sebagai Runner-Up I dan Runner-Up II masing-masing Dewa Ayu Eka Septyaningsih dan Kadek Ari Gunawan, serta Ni Komang Nita Ariani - I Gede Juniartawan. Ketua Panitia, Wayan Merta, Minggu (25/1) kemarin mengatakan, Jegeg-Bagus yang terpilih kini menjadi duta pariwisata Kabupaten
Bangli. Tugas mereka turut membantu pemerintah memperkenalkan dan mempromosikan tempat-tempat wisata sekaligus mengenalkan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bangli. Di samping itu, mereka juga akan mengemban tugas memberikan penyuluhan mengenai Sapta Pesona dan turut dilibatkan dalam pembinaan Pokdarwis yang rutin dilaksanakan Disparbud Bangli. Merta menjelaskan, proses pemilihan Jegeg-Bagus Bangli sudah dimulai sejak Oktober lalu. Sebelum terpilih 10 pasang finalis, awalnya seleksi JegegBagus Bangli diikuti 48 pasang peserta. Mereka yang mengikuti seleksi tidak saja dinilai dari segi penampilan, namun juga kecerdasan dan perilaku.
Sebelum masuk grandfinal kesepuluh pasang finalis telah diberikan pembekalan-pembekalan. ‘’Mereka sangat senang dan bangga terpilih menjadi 10 pasang finalis. Mereka mengaku bisa mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan ikut dalam ajang ini,’’ kata Merta. Sementara itu, untuk pertama kalinya, dalam malam Grandfinal Pemilihan JegegBagus Bangli 2018 dilaksanakan juga pemilihan Duta Antinarkoba. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, pemilihan Duta Antinarkoba merupakan ide Kapolres Bangli AKPB Agus Tri Waluyo. Tahapan seleksi untuk menentukan Jegeg-Bagus Duta Antinarkoba dilakukan oleh
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangli menyampaikan aspirasi para guru di Bangli terkait pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil Berbasis Kinerja (TPPNS-BK) tahun 2018 dan tahun 2019. Aspirasi itu disampaikan pengurus PGRI secara tertulis kepada Kepala Disdikpora dan Ketua DPRD Bangli dalam acara semiloka yang digelar PGRI Bangli serangkaian peringatan Hari Guru dan HUT ke-73 PGRI, di Museum Geopark Batur, Kintamani, Sabtu (24/11).
tara untuk tahun 2019, sesuai RAPBD yang tengah dibahas, anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan kembali menurun. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangli Prof. Wayan Lasmawan yang hadir sebagai pembicara dalam kesempatan itu mengatakan, untuk membangun pendidikan yang bermutu dan berkeadilan sejatinya tidak sulit. Asalkan ada kemauan dan komitmen dari pemerintah dan seluruh stakeholder terkait. Untuk membangun pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah alokasi dana pendidikan. Hakhak dan kesejahteraan tenaga pedidik juga wajib dipenuhi. ‘’Jangan menuntut kinerja lebih pada seseorang, kalau isi perut mereka masih kurang,’’ kata Lasmawan. (kmb40)
Kasatresnarkoba dan anggota pada masa karantina dan berdasarkan penilaian. ‘’Finalis yang berhak menyandang predikat sebagai Jegeg Bangli Duta Antinarkoba 2018 diraih I Dewa Ayu Eka Septyastini, finalis Jegeg nomor 5. Sedangkan kategori Bagus Bangli Duta Antinarkoba 2018 diraih Kadek Agus Arjuna B. Suarmana finalis Bagus nomor 8,’’ kata Sulhadi. Penobatan Jegeg-Bagus Duta Antinarkoba 2018 dilakukan oleh Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha Mahardika didampingi Kasatresnarkoba AKP Sunarcaya yang ditandai dengan pemasangan selempang dan pemberian piagam penghargaan serta penyerahan buket bunga kepada finalis Jegeg-Bagus yang terpilih. (kmb40)
Maduri Sanji-Agus Brata Dinobatkan sebagai Jegeg-Bagus Bangli
Bali Post/ina
GRAND FINAL - Grand Final Pemilihan Jegeg-Bagus Bangli 2018 di wantilan Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Sabtu (25/11) malam.
15
Senin Kliwon, 26 November 2018
Polri Luncurkan Sistem Tilang Elektronik Jakarta (Bali Post) –
Polri meluncurkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) untuk memperluas pelayanan publik berbasis digital sekaligus meningkatkan transparansi penegakan hukum lalu lintas.
Suara NTB/kmb
BANTUAN - Kelompok Media Bali Post (KMB) kembali menyalurkan bantuan pembaca Bali Post dan pemirsa Bali TV bagi korban terdampak gempa Lombok. Setelah sebelumnya di Lombok Utara, Minggu (25/11) kemarin bantuan disalurkan ke Dusun Selat Desa Selat Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Bantuan berbagai kebutuhan makanan dan minuman itu diserahkan Pemimpin Redaksi Bali Post Dira Arsana dan Pemred Tokoh Gede Palgunadi. Bantuan diterima Kepala Dusun Selat Irfan Asfari bersama warga.
Dra. I Gusti Agung Putri Astrid Kartika, M.A.
Entaskan Kemiskinan, Program Keluarga Harapan di Bali Harus Ditingkatkan
PEMBUKAAN - I Gusti Agung Putri Astrid (kiri) bersama Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat dan Kepala Dinas Sosial Bali Nyoman Wenten (tengah) saat Pembukaan Jambore SDM PKH di Karangasem, Sabtu (24/11). ANGGOTA Komisi VIII DPR-RI Dra. I Gusti Agung Putri Astrid Kartika, M.A. menegaskan, Program Keluarga Harapan yang telah digulirkan di masa pemerintahan Presiden Jokowi tidak akan dibubarkan. Bahkan, dia berjanji untuk memperjuangkan pengembangan program yang telah terbukti bisa mengentaskan kemiski-
nan ini di Bali. ‘’Jadi para pendamping PKH tidak perlu khawatir. Posisinya juga akan terus diperkuat,’’ ujarnya di sela-sela acara Pembukaan Jambore SDM PKH Provinsi Bali di Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, Sabtu, 24 November 2018. Dia mengungkapkan telah beberapa kali bertemu
dengan para pendamping untuk menerima aspirasi mereka. Rata-rata mereka mengaku membutuhkan jaminan kelangsungan masa depan dan peningkatan kesejahteraan serta bantuan fasilitas operasional. ‘’Soal posisi mereka itu akan saya coba masukkan dalam RUU mengenai Pekerja Sosial yang akan dibahas di DPR,’’ ujarnya. Sementara soal kesejahteraan dan fasilitas akan diperjuangkan dalam rapat-rapat di DPR-RI dengan Kementerian Sosial. Politisi yang akrab disapa Gung Tri ini meyakini peran pendamping PKH adalah sangat vital karena mereka adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan para penerima manfaat. Mereka tidak boleh sekadar menjadi fasilitator, tetapi juga menjadi motivator bagi keluarga penerima. Untuk itu, dia juga mendukung pelaksanaan Jambore SDM PKH sebagai ajang interaksi di antara para pendamping, sehingga dapat saling memberi masukan. ‘’Mungkin perlu juga dilangsungkan jambore di tingkat nasional,’’ tegasnya.
Mendag Minta WTO Perhatikan Negara Berkembang Jakarta (Bali Post) Negara berkembang, termasuk Indonesia, mesti tetap diperhatikan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/ WTO) saat mereformasi organisasinya. ‘’WTO sebaiknya tidak melupakan dan mengabaikan hal-hal yang belum terselesaikan, seperti perundingan putaran Doha dan hal lainnya, serta tetap memperhatikan kepentingan negara berkembang dan negara kurang berkembang,’’ kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggariasto Lukita lewat keterangannya di Jakarta, Minggu (25/11) kemarin. Reformasi WTO diyakini akan membawa perubahan positif bagi sistem perdagangan multilateral dan diharapkan tetap mampu mengakomodasi kepentingan negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal tersebut disampaikan Enggar usai bertemu dengan Direktur Jenderal WTO
Roberto Azevedo di kantor WTO, Jenewa, Swiss. Sementara itu, lanjut Enggar, sebagai koordinator G-33, Indonesia juga menginginkan agar reformasi WTO juga terus memperhatikan hal-hal seperti public stock holding dan mekanisme special safeguard. Terkait hal tersebut, Mendag Enggar menggarisbawahi tanggapan Dirjen Azevedo yang menegaskan bahwa WTO tidak akan mengabaikan hal yang belum terselesaikan. Mendag Enggar menjelaskan, usulan untuk mereformasi WTO didasarkan pada semakin merebaknya ketidakpastian pada sistem perdagangan dunia. WTO juga dinilai makin melemah dalam menjalankan fungsinya, terutama terlihat dari tidak berkembangnya penyelesaian perundingan putaran Doha, proteksionisme yang banyak dilakukan negara anggota dan tekanan perdagangan yang meningkat, ancaman blokde
Amerika Serikat (AS) terhadap pengisian anggota Appellate Body (AB), serta kurang efektifnya sistem monitoring WTO. ‘’Dengan demikian, usulan reformasi dan modernisasi mencakup tiga fungsi WTO, yaitu monitoring, mekanisme penyelesaian sengketa, dan negosiasi,’’ lanjut Enggar. Usulan reformasi dan modernisasi WTO sebelumnya telah disepakati beberapa negara pendukung seperti Kanada, Australia, Brazil, Chile, Jepang, Kenya, Korea, Meksiko, Selandia Baru, Norwegia, Singapura, Swiss, dan Uni Eropa melalui pertemuan Joint Communication di Ottawa, Kanada, 24 25 Oktober 2018. Terkait dengan monitoring dan transparansi, negaranegara pendukung reformasi WTO berpendapat bahwa sistem monitoring WTO harus diperkuat untuk mengatasi tekanan perdagangan yang meningkat akhir-akhir ini. (ant)
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang menjadi mitra Komisi VIII. Tahun ini Bali, totalnya menerima lebih dari Rp 90 miliar untuk 75.816 KK yang diturunkan dalam empat tahap. Masingmasing KK menerima dana senilai Rp 1.890.000 yang disalurkan melalui Bank BRI dan BNI. Jambore SDM PKH dibuka Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat dan berlangsung hingga Minggu, 25 November 2018. Dalam sambutannya, Harry menegaskan bahwa PKH merupakan program yang sangat serius dalam pengentasan kemiskinan. Dia meminta para pendamping untuk menunjukkan berbagai prestasi dan bukti nyata dengan keberadaan keluarga-keluarga yang sudah mampu mandiri setelah mengikuti program ini. Kisah keberhasilan itu juga perlu disebarluaskan melalui media sosial dan media-media lain sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. (kmb)
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusuf dalam acara peluncuran pada Hari Bebas Kendaraan di Jakarta, Minggu (25/11) kemarin, mengatakan pelayanan publik tilang elektronik berbasis teknologi informasi dan komunikasi akan lebih efektif dan efisien. Kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yang mendukung penerapan sistem pelayanan itu akan memudahkan aparat mendeteksi nomor polisi kendaraan pelanggar lalu lintas secara otomatis, sekaligus dapat menjadi barang bukti
pengadilan. Polri juga meluncurkan Integrated Vehicle Registration and Identification System (IVRIS), sistem barcode yang mengintegrasikan layanan pengurusan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain itu, kepolisian membuka layanan SMS Info 8893 guna memudahkan warga memperoleh informasi mengenai pelayanan pajak kendaraan bermotor hingga SIM keliling. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refor-
masi Birokrasi Syafruddin mengatakan dengan adanya E-TLE, IVRIS dan SMS 8893 maka niat untuk melayani masyarakat dengan baik benar-benar terwujud. Acara peluncuran sistem layanan publik itu dihadiri pula oleh Wakil Kepala Polri Komjen Ari Dono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Joni Supriyanto, Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono, serta Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi. (ant)
Bali Post/ant
E-TLE - Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto bersama Men-PAN RB Syafruddin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Refdi Andri, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham Azis, Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menempelkan telapak tangan saat Grand Launching Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (25/11) kemarin.
Pertumbuhan Kredit Diprediksi 15 Persen Jakarta (Bali Post) – Pertumbuhan kredit perseroan diprediksi melambat menjadi 15 persen (tahun ke tahun/year on year/yoy) pada 2019. Pertumbuhan sebanyak itu salah satunya karena dampak dari kenaikan 175 basis poin suku bunga acuan Bank Indonesia dalam enam bulan terakhir. ‘’Dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi, logikanya pertumbuhan kredit juga tidak akan lebih baik daripada tahun ini,’’ kata Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko, di Jakarta, Minggu (25/11) kemarin. Iman memperkirakan pertumbuhan kredit BTN di 15 persen (yoy), atau lebih
rendah dibanding prognosa pertumbuhan kredit BTN tahun ini di 19,5 persen (yoy). Perseroan mengaku akan lebih hati-hati dalam menyalurkan kredit. Jika BTN terlalu agresif dalam menjalankan intermediasi, dikhawatirkan kondisi likuiditas akan mengetat, sehingga meningkatkan tensi penghimpunan dana antara perbankan. Jika terjadi likuiditas yang semakin yang ketat akan berdampak negatif terhadap ketahanan industri perbankan. ‘’Karena kalau kami tumbuh lebih tinggi lagi malah akan memperketat kondisi likuiditas bagi bank-bank yang relatif lebih kecil dari BTN sehingga meningkatkan
risiko sistemik perbankan. Jadi suka tidak suka harus berjalan dengan realitas lah,’’ ujar Iman. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga sebelummnya mengemukakan bahwa pertumbuhan kredit di 2019 sulit untuk lebih tinggi dibanding 2018. Wimboh memprediksi pertumbuhan kredit 2019 akan sebesar 12 persen (yoy). Untuk tahun ini, pertumbuhan kredit bisa mencapai 13 persen dari target di Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 12,2 persen. ‘’Kita lebih memperkirakan 12 persen (di 2019) dengan kondisi ekonomi yang kita belum tahu, dan ada dampak juga dari ekonomi global,’’ ujarnya. (ant)
Secara Bertahap Dari Hal. 1 Bali Post/ant
’’WTO sebaiknya tidak melupakan dan mengabaikan hal-hal yang belum terselesaikan, seperti perundingan putaran Doha dan hal lainnya, serta tetap memperhatikan kepentingan negara berkembang dan negara kurang berkembang.’’ Mendag Enggariasto Lukita
Kata Visnhu, Minggu (25/11) kemarin, KPK hendaknya secara bertahap melakukan ekspansinya di daerahdaerah yang rawan korupsi dengan pembentukan kantor perwakilan di daerah. Kantor perwakilan KPK dibentuk di daerah yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, di antaranya di Pulau Sumatera ataupun Pulau Kalimantan. Putra dari mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono ini juga menyatakan pejabat daerah yang terkena operasi tangkap tangan juga semakin banyak, untuk itu
perlu segera dibentuk KPK di daerah. Ia mengatakan, ada lima pola korupsi yang dilakukan di pemerintah daerah. ‘’Kelima pola tersebut yaitu berkaitan perizinan, pelemahan fungsi pengawasan DPRD, manipulasi pengadaan barang dan jasa, jual-beli jabatan, dan penyelewengan penggunaan dana desa,’’ katanya. Korupsi yang terjadi di d aerah, kat anya, ma sih menggunakan cara-cara tradisional seperti manipulasi izin, jabatan, dan pengadaan barang dan jasa. Maka tidak heran operasi tangkap tangan KPK selalu terjadi. ‘’Birokrasi merupakan sumber korupsi
di pemerintahan daerah, sehingga tidak heran banyak birokrat yang terlibat dalam hal ini,’’ katanya. Koordinator Indonesia Corruption Watch Adnan Husodo mengatakan sejak 2009 memang ada dorongan dari masyarakat agar KPK buka di daerah, namun ada situasi daerah yang tidak mendukung hal tersebut. Nantinya KPK di daerah, kata Adnan, apakah masuk dalam Musyawarah Pimpinan Daerah yang setiap saat bisa saja bertemu dengan piminan daerah lainnya. ‘’Kalau begini bisa saja fungsi penegakan hukumnya tak berjalan,’’ katanya. (ant)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Senin Kliwon, 26 november 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Rusuh, Laga Final Copa Libertadores Ditunda Pemain Boca Dilarikan ke RS
Bali Post/ist
PEMULA — Para kenshi pemula yang juara pada Kejurprov Kempo di GOR Ngurah Rai yang berakhir, Minggu (25/11) kemarin.
Buleleng Berjaya di Kejurprov Kempo
Denpasar (Bali Post) Kontingen Buleleng keluar sebagai juara umum dalam Kejurprov Kempo pemula (9-13 tahun) dan dewasa (18-30 tahun) di GOR Ngurah Rai, yang berakhir Minggu (25/11) kemarin. Buleleng mendulang 10 emas, 11 perak, dan 6 perunggu, disusul Denpasar (8-5-7), Gianyar (8-3-16), Badung (6-8-10),Jembrana (3-1-3). Pemula bertujuan untuk persiapan Porjar, sedangkan dewasa mencari pelapis kenshi pelatda. Para kenshi Buleleng yang menyabet emas seperti Gede S Cinaya (pemula 32 kg), IB Kadek Budiartawan (pemula 40 kg), Kadek Ferdi Ari Wibawa (pemula 48 kg), Komang Okta Ritama (dewasa 55 kg), Ketut Adi Ardipa Sitrisna (dewasa 60 kg), Ketut Ari Astarini/Dwi Janu Angganiti (embu pasangan dewasa I/II DAN), Ketut Tya Andani/Komang Novy Andani (embu pasangan pemula III kyu).
Kenshi Denpasar yang merebut emas seperti Arthur Verardy (pemula 36 kg), Made Ari Dwi Kurniawan/Danang Alif Fajarika (embu pasangan dewasa I kyu), Tri Yanto/Putu Andy S. (embu pasangan dewasa I/II DAN), Ni Kadek Ayu Juniantari/Gusti Ayu Dilina Saraswati Devi (embu pasanagn dewasa kui), Kadek Satria Wibawa/Kadek Dika Wirayana (embu pasangan pemula III kyu), Gede Arya Nandikeswara/Gede Aditya Pramana (embu pasangan pemula II kyu). Kenshi Gianyar yang meraih emas, seperti Pande Kadek Hengky Setiawan (dewasa 50 kg), Gede Sukariyasa (dewasa 65 kg), Kadek Pasek Putra Jaya (dewasa 70 kg), Pande Putu Palgunadi (dewasa 75 kg), Ni Kadek Dhea Ardi Prabasari (dewasa 50 kg), Ni Luh Shinta Devi Muliawati (dewasa 55 kg), Ida Ayu Putu Kumala Devi (dewasa 60 kg), Ni Nyoman Melindawati (dewasa 65 kg). (022)
Bali United Kalah Lagi Makassar (Bali Post) – Bali United kembali menelan kekalahan telak. Kali ini Serdadu Tridatu tumbang 0-4 di tangan tuan rumah PSM Makassar, Minggu (25/11) kemarin. Ini merupakan kekalahan telak kedua setelah tumbang 5-2 di tangan Persebaya.
Bali Post/ist
Widodo C Putro
Gol-gol PSM dibuat Zulham Zamrun pada menit ke-10, Mark Klock di menit ke-39 melalui titik putih dan dua gol lainnya diborong Saktiawan Sinaga di menit ke-84 dan 90. Dengan hasil ini, PSM Makassar kembali ke puncak klasemen Liga 1 2018. Juga membuat Persib Bandung tersingkir dari perebutan gelar juara Liga 1 2018. Bali United untuk sementara ada di posisi keenam dengan 45 poin. Hasil tersebut juga membuat tim yang berpeluang juara makin mengerucut. Tiga tim yang berpeluang meraih Juara Liga 1 2018 adalah PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Bhayangkara FC. Namun, Bhayangkara FC memiliki satu pertandingan lebih banyak daripada PSM, Persija, dan Persib. Jika Bhayangkara FC imbang atau kalah saat melawan Persebaya Surabaya hari ini, peluang The Guardian meraih gelar juara Liga 1 2018 dipastikan tertutup. (kmb33)
Buenos Aires – Serangan dari fans Millonarios dan tembakan gas airmata dari pihak kepolisian membuat sejumlah pemain Boca butuh perawatan tim medis. Laga leg kedua final Copa Libertadores Yang harusnya digelar Minggu (25/11) kemarin, mengalami penundaan setelah bus Boca Juniors rusak parah dirusak fans River Plate dan dua pemain dilarikan ke rumah sakit. Tensi tinggi terasa di ibu kota Argentina setelah dua tim raksasa Buenos Aires dipastikan bentrok di kompetisi antarklub paling elite di Amerika Latin tersebut. Banyak pihak merasa lega ketika laga leg pertama berjalan mulus dan tanpa insiden berarti dengan hasil pertandingan imbang 2-2, meski pertandingan ini juga harus ditunda selama 24 jam karena cuaca buruk. Sayangnya, ketika pasukan Boca sedang dalam perjalanan menuju Stadion Monumental situasinya berubah. Carlos Tevez dan rekan-rekannya disambut oleh lemparan botol dan benda-benda lainnya dari fans River ke arah bus. Upaya polisi untuk menghalau perusuh membuat situasi lebih buruk. Gas airmata yang ditembakkan masuk ke dalam bus dan berdampak negatif kepada pemain di dalam bus. Boca pada akhirnya tiba di Monumental dengan bus yang mengalami kerusakan. Sejumlah pemain memperlihatkan tanda-tanda cedera
atau sakit karena insiden tersebut. Salah satu yang paling parah terkena dampaknya adalah gelandang Pablo Perez. Laporan awal menyebutkan mata sang pemain terkena pecahan kaca bus. Perez dan Gonzalo Lamardo langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara puluhan ribu fans masih memadati Monumental menanti konfirmasi resmi. Presiden Daniel Angelici langsung menggelar pertemuan dengan pihak River Rodolfo D’Onofrio dan bos Conmebol Alejandro Dominguez untuk berdiskusi apakah laga bisa berlangsung di bawah kondisi ini. Satu jam penundaan kemudian diumumkan Conmebol, 15 menit sebelum jadwal kick-off resmi. Tim medis Conmebol dikabarkan ingin memastikan pasukan Boca bisa bermain setelah mendapat serangan tersebut. ‘’Pemain dari Boca Juniors mengalami luka robek ringan pada kaki, tangan, wajah dan perut. Dua pemain mengalami cedera
Denpasar (Bali Post) Memasuki hari kedua pelaksanaan Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8, Minggu (25/11) kemarin, masuk babak penyisihan dan telah bertanding 256 orang atlet dari Kotama, Balakpus dan Pengda Provinsi terdiri dari 163 orang putra. Hasil sementara dari pertandingan babak penyisihan tersebut 128 atlet putra lolos dan memasuki babak penyisihan kedua dengan rincian 32 orang di kelas -60 kg. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan, 32 orang di
kelas -65 kg dan 32 orang yang turun di kelas -70 kg serta 32 orang di kelas -75 kg. Sementara untuk atlet putri yang lolos masuk babak penyisihan kedua sebanyak 69 orang atlet, antara lain 16 orang di kelas -55, di kelas -60 kg ada 16 orang, untuk di kelas - 65 ada 16 orang dan di kelas +65 kg ada 16 orang. ‘’Untuk kategori RTG (Rangkaian Teknik Gerak) telah bertanding 12 tim dari Kotama, Balakpus dan Pengda Provinsi. Enam tim meraih kemenangan dalam pertandingan dan dua tim dengan
pada kornea mata, namun belum bisa dikonfirmasi oleh tim medis kami. Berdasarkan pada situasi ini, kami menganggap dari sudut pandang medis laga harus dibatalkan.’’ Akan tetapi pada akhirnya Presiden Conmebol memastikan laga akan dilangsungkan hari ini. Se-
Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup Masuk Babak Penyisihan
Bali Post/ist
BABAK PENYISIHAN - Kejurnas Yongmoodo Kasad Cup ke-8, Minggu (25/11) kemarin, masuk babak penyisihan.
Rekor Marquez Terancam London – Meski baru berusia 25 tahun, Marc Marquez tak diragukan lagi merupakan salah satu rider terbaik yang pernah tampil pada ajang balap motor MotoGP. Tujuh gelar juara dunia di semua kelas dan berbagai rekor yang dicetaknya sudah lebih dari cukup menggambarkan talenta yang dimiliki oleh sosok Marc Marquez. Salah satu rekor impresif yang diukir Marquez adalah menjadi pembalap termuda yang berhasil memenangkan sebuah sesi balapan di kelas premier. Marc Marquez mencatatkan sejarah itu tatkala memenangkan MotoGP Austin (Amerika Serikat) 2013 saat berusia 20 tahun 63 hari. Kala itu, The Baby Alien berhasil memecahkan rekor milik Freddie Spencer yang telah bertahan selama 31 tahun. Sebelumnya Spencer tercatat sebagai pemenang balapan kelas premier termuda saat tampil tercepat pada GP Belgia 1982 dengan usia 20 tahun 196 hari. Setelah hampir lima musim tak mendapat ancaman, rekor Marc Marquez tersebut berpotensi dipecahkan pada gelaran MotoGP 2019. Pasalnya, pada musim depan ada satu pembalap muda yang memiliki kesempatan memecahkan rekor itu. Dia adalah Fabio Quartararo. Saat musim depan resmi dimulai dengan GP Qatar 2019, Quartararo baru berusia 19 tahun 324 hari. Fabio Quartararo memiliki kesempatan
Bali Post/afp
HADANG - Polisi antihuru-hara menghadang pendukung River Plate jelang memasuki Stadion Monumental, Minggu (25/11) kemarin.
untuk memecahkan rekor sebagai pemenang balap kelas premier termuda sebelum usianya melebihi batas pada 23 Juni 2019. Itu artinya, pembalap asal Prancis ini mempunyai kesempatan hingga seri ke-7 MotoGP 2019 yang akan diselenggarakan di Catalunya pada 16 Juni 2018. Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa rekor Marc Marquez ini masih akan bertahan kokoh. Pasalnya, Fabio Quartararo tak dibekali dengan motor yang kompetitif karena hanya akan memperkuat tim satelit Yamaha, Petronas Yamaha SRT. (kmb33/afp)
kemenangan bye,’’ tegasnya. Dari ekspresi dan tampilan di lapangan, kata Kapendam, semua atlet baik putra maupun putri saling menunjukkan kemampuannya. Baik itu kemampuan teknik, ketangkasan maupun kekuatan fisik, bersemangat untuk menaklukkan lawan seiring dengan gemuruh sorak-sorai para penonton yang memenuhi GOR Praja Raksaka Kepaon untuk memberi semangat kepada jago andalannya masing-masing, ‘’Dalam suatu pertandingan sudah tentu ada menang dan kalah. Yang patut mendapatkan acungan jempol dalam perhelatan ini adalah semua atlet dapat menunjukkan sportivitas yang tinggi,’’ ungkapnya. Selain itu, pimpinan para wasit pertandingan yang profesional. Sedangkan atlet yang menang tidak cepat merasa berpuas diri. Pasalnya pertandingan masih berlanjut. ‘’Bagi yang kalah bisa berbesar hati dan dapat memetik hikmahnya secara positif, sebagai suatu pelajaran dan pengalaman yang berharga dalam memacu diri untuk lebih giat berlatih, sehingga dapat bangkit dalam event mendatang,’’ harap Kolonel Jonny. (kmb36)
belum memutuskan untuk menunda laga, Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) sempat memaksa agar duel Boca versus River tetap berlanjut. Hal tersebut lantas menyulut emosi para pemain Boca, termasuk Carlos Tevez. ‘’Conmebol memperlakukan kami dengan san-
gat buruk,’’ ujar mantan juru gedor Juventus dan Manchester City itu. ‘’Berikan saja trofi kepada River kalau itu yang mereka inginkan,’’ kata Tevez menambahkan. Laga kedua kesebelasan memang kerap menimbulkan pertikaian, baik di dalam maupun luar lapangan. (kmb33/afp)
Bali Post/ist
POCO-POCO - Narasumber dan para instruktur senam poco-poco GWR di Wantilan Bali TV, Minggu (25/11) kemarin.
Pelatihan Poco-Poco GWR di Bali TV Denpasar (Bali Post) Pelatihan instruktur dan penataran penjurian senam poco-poco Guinness World Record (GWR) digelar di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar, Minggu (25/11) kemarin. Hajatan ini dikuti 44 peserta dari kabupaten dan kota di Bali minus Klungkung. Selanjutnya, diharapkan mereka mengembangkan sekaligus menggelar lomba di daerahnya masing-masing. Acara pelatihan dibuka Kasi Kemitraan dan Penghargaan Dispora Bali Made Adiarta. Adiarta membacakan sambutan tertulis Kadispora Bali Drs. KN Boy Jayawibawa, M.Si. menyebutkan, pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab, berkewajiban menggali, mengembangkan dan memajukan olahraga kreasi. Dikemukakan, pembinaan dan pengembangan dilaksanakan dan diarahkan untuk memassalkan olahraga kreasi, sebagai upaya mengembangkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesehatan, kebugaran, kegembiraan, dan hubungan sosial. Narasumber acara ini Dr. Lily G Karmel, M.A. dari Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Pusat me-
nyatakan Indonesia baru pertama kali menerima penghargaan GWR justru melalui senam poco-poco. Diakuinya, penghargaan GWR tidak mudah diraih, sebab harus bisa membuktikan kepada dunia bahwa poco-poco memang benar asli Indonesia. Penghargaan senam poco-poco memecahkan rekor dunia GWR berkat penampilan di Jakarta pada 5 Agustus lalu. ‘’Persiapan peragaan senam poco-poco itu memakan waktu enam bulan,’’ jelas Lily. Menurutnya, pascadinyatakan memecahkan rekor dunia, hampir seluruh daerah getol melakukan sosialisasi, pelatihan hingga menggelar lomba. Penghargaan bergengsi GWR dari London kini di tangan FOKBI. Selanjutnya, akan diserahkan kepada Menpora, kemudian Menpora memberikan kepada Ibu Negara, berkaitan akan digelar lomba senam poco-poco memp erebutkan Piala Ibu Negara VII/2018,di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakut, 16 Desember nanti. ‘’Seluruh daerah antusias menyambut Piala Ibu Negara,’’ ujar Lily. Narasumber lainnya, Ketua Harian FOKBI Bali Adolfina Grace Tangkudung menerangkan, Bali bakal mengirimkan atletnya pada lomba senam poco-poco kreasi budaya Nusantara Piala Ibu Negara. ‘’Lala Studio juga pernah mengikuti lomba serupa dua kali,’’ kata pemilik Lala Studio ini. (022)