terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 71 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila Dua Hektar Lahan di TPA Suwung Terbakar Jumat (25/10) kemarin kebakaran melanda TPA Suwung, Denpasar Selatan. Sedikitnya dua hektar lahan yang tertimbun sampah terbakar.
Zainut Tauhid (Waketum MUI) Wakil Menteri Agama
Angela Tanoesoedibjo (Pengusaha/Perindo) Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Suahasil Nazara (Kepala Badan Kebijakan Fiskal) Wakil Menteri Keuangan
Wahyu Sakti Trenggono (Bendahara TKN) Wakil Menteri Pertahanan
Belum Dapat Kursi Menteri
PKPI Pasrah Hanura Resah
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Gedong Suci Terbakar
Ratusan petani kini diliputi kegelisahan. Pasalnya, aliran irigasi yang melintasi Subak Padang Siki, Banjar Sembuwuk, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring jebol.
Kebakaran rumah mengagetkan warga Banjar Pancingan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Jumat (25/10) kemarin. Kobaran api seketika menghanguskan seisi gedong suci.
GIANYAR | HAL. 9
KLUNGKUNG | HAL. 12
Tegaskan Politik Akomodatif Jokowi Budi Sadikin
(Direktur Utama Mining Industry Indonesia)
Wakil Menteri BUMN
Kartika Wirjoatmojo (Direktur Utama Bank Mandiri) Wakil Menteri BUMN
Setelah melantik anggota Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi melantik wakil menteri. Ada 12 kursi wakil menteri (wamen) dari 10 kementerian yang dibagi-bagi sehingga semakin menegaskan politik akomodatif yang diusung Jokowi. Mereka yang ditunjuk menjadi wamen mewakili parpol dan relawan pendukung juga unsur kedaerahan Indonesia Timur yakni Papua.
P
Budi Arie Setiadi (Ketum Projo) Wakil Menteri Desa PDTT
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Irigasi Jebol
DENPASAR | HAL. 2
Jerry Sambuaga (Politikus Golkar) Wakil Menteri Perdagangan
balipost http://facebook.com/balipost
Alue Dohong (Deputi Badan Restorasi Gambut) Wakil Menteri LHK
John Wempi Wetipo (Mantan Bupati Jayawijaya) Wakil Menteri PUPR
Mahendra Siregar (Dubes RI untuk AS) Wakil Menteri Luar Negeri
Surya Tjandra (Politikus PSI)
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang
enunjukan wamen yang dikaitkan dengan politik akomodatif Jokowi disampaikan Peneliti dan Pengamat Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes. Ia menilai penunjukan wamen yang dilakukan Presiden Joko Widodo merupakan salah satu upaya mengakomodir para pendukung pada Pemilihan Presiden 2019. ‘’Karena desain dukungan yang besar di awal itu membuat Presiden akhirnya harus melakukan bagi-bagi posisi itu,’’ ujar Arya saat dihubungi, Jumat (25/10) kemarin. Menurut Arya, bagi-bagi kue kekuasaan ini dilakukan untuk mengakomodir koalisi pendukung yang telah gemuk sejak awal. Selain partai pendukung yang berada di parlemen, koalisi Jokowi-KH Ma’ruf Amin diisi oleh sejumlah unsur, termasuk partai non-parlemen seperti Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta relawan
pendukung seperti Projo (Pro Jokowi). Para pendukung ini tidak mendapatkan jabatan dalam pos menteri yang diumumkan Jokowi beberapa hari lalu. ‘’Dengan desain koalisi yang gemuk ini memaksa Presiden harus melakukan akomodasi,’’ katanya. Selain bagi-bagi kekuasaan, dalam menunjuk wamen, Jokowi juga dinilai mempertimbangkan faktor dinamika politik yang terjadi usai penetapan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. Misalnya ketidakterwakilan putra-putri asli Papua maupun ormas keagamaan dalam jajaran menteri. ‘’Soal representasi dari orang asli Papua, begitu pula soal representasi dari ormas tertentu, ormas NU (Nahdlatul Ulama) misalnya, atau representasi tokoh-tokoh nonparlemen. Jadi itu respons terhadap hal tersebut,’’ ujar Arya. Lebih lanjut Arya mengatakan, Jokowi juga memper-
timbangkan pos-pos kementerian yang layak mendapatkan jabatan wakil menteri. Menurutnya, Jokowi menempatkan pos wakil menteri pada kementerian dengan anggaran yang cukup besar, seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maupun Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal. (ant/kmb14)
Gaji Rp 11,57 juta/bulan Tunjangan kinerja Rp 44,87 juta/bulan Fasilitas : 1. Kendaraan dinas 2. Rumah dinas/tunjangan perumahan Rp 35 juta/bulan. 3. Jaminan kesehatan
Kabinet Diumumkan, Rp 12,03 Triliun Investasi Asing Masuk RI
Jakarta (Bali Post) Sebagian besar partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 telah mendapat jatah kursi di Kabinet Indonesia Maju. Bahkan tim relawan pendukung seperti Projo, ketua umumnya juga sudah mendapatkan kursi Wakil Menteri Desa PDTT. Namun ada tiga parpol yakni Hanura, PKPI dan PBB yang belum kebagian jatah kursi. Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Verry Surya Hendrawan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (25/10) kemarin, mengakui partainya belum mendapatkan jatah kursi. Meski demikian, kata Verry Surya, PKPI menyatakan mendukung sepenuhnya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin meskipun belum ada kader PKPI yang mendapat amanah untuk bertugas di kabinet. Hal. 15 Berdasarkan Kalkulator
’’Bahwa belum ada kader PKPI yang mendapatkan amanah, kami tentu saja menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak Presiden. Kami memberikan dukungan tanpa syarat, ini komitmen tulus kami.’’ Verry Surya Hendrawan Sekjen PKPI
’’Jokowi hanya menghitung kawan berdasarkan kalkulator semata, yakni hanya memandang jumlah suara partai.’’ Inas Nasrullah Zubir Ketua DPP Partai Hanura
Harian Bisnis Bali Hindari Kesenjangan Pariwisata Bupati Bangli I Made Gianyar menginginkan konsep pembangunan pariwisata lebih diarahkan pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Apa sasarannya? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Gubernur Hadiri HUT Smansa Singaraja Saat menghadiri HUT ke-69 Smansa Singaraja, Jumat (25/10) kemarin, Gubernur Wayan Koster mengaku senang kembali menginjakkan kaki di sekolah negeri pertama di Singaraja itu. www.denpostnews.com
Bali Post/ant
PERKENALKAN WAMEN - Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin (kanan) memperkenalkan calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10) kemarin. Jakarta (Bali Post) – Tim ekonomi di Kabinet Indonesia Maju nampaknya direspons positif oleh pasar. Modal asing atau investasi portofolio yang masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp 12,03 triliun dalam sepekan terakhir (week to date) di tengah pengumuman Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (25/10) kemarin, mengatakan investor asing masih
mempercayai pemulihan fundamental perekonomian domestik. Keyakinan investor masih cukup tinggi kepada Indonesia di tengah dinamika perubahan pemegang pos-pos menteri ekonomi dan pos menteri strategis lainnya. ‘’Ini adalah suatu testimoni atau suatu bentuk atau suatu indikasi bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia itu kuat, baik terkait dengan prospek ekonomi kita,’’ ujarnya. Portofolio dari aliran modal asing masuk selama sepekan
terakhir itu adalah instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang sebesar Rp 12,19 triliun dan saham minus (capital outflow) Rp 0,23 triliun. Dengan adanya dana keluar dari saham itu, total modal asing masuk sebesar Rp 12,03 triliun dalam sepekan terakhir. SBN masih menjadi primadona bagi investor, terbukti dengan aliran modal asing yang masuk ke instrumen yang dijamin pemerintah tersebut. Perry mengklaim adanya modal asing keluar dari sa-
Dewan Pengawas KPK Kontradiktif Denpasar (Balipost) UU KPK yang secara sah sudah berlaku masih saja menuai kritikan. Sejumlah pasal yang diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK masih ada yang kontradiktif. Khususnya ketentuan tentang kehadiran dewan pengawas yang memiliki kewenangan luar biasa yakni memberikan izin penyadapan. Seharusnya dewan pengawas tugasnya mengawasi kinerja komisioner KPK. Dr. Ida Bagus Surya Darmajaya, S.H., M.H.,
pengajar hukum pidana FH Unud, dalam seminar megister hukum Fakultas Udayana, Kamis (25/10) kemarin, mengatakan dalam prosedur penyadapan sebagaimana diatur dalam pasal 12 B ayat 1 UU KPK pembaruan, penyadapan yang dilakukan oleh KPK dalam tugas penyelidikan dan penyidikan harus mendapatkan izin tertulis dari Dewan Pengawas. Permohonan izin penyadapan diajukan oleh pimpinan KPK kepada Dewan Pengawas KPK, dalam waktu paling lama satu
kali dua puluh empat jam terhitung sejak permintaan diajukan izin tertulis dari Dewan Pengawas KPK harus sudah diberikan. Dari isi ketentuan tersebut, menjadikan kedudukan dari dewan pengawas lebih tinggi dari pimpinan KPK. Menurutnya, kehadiran dewan pengawas di KPK memang sangat penting untuk memberikan pengawasan, sehingga lembaga tersebut tidak menjadi sewenang- wenang. Hal. 15 Membingungkan
ham tersebut hanya fenomena biasa dalam kegiatan transaksi saham. Arus modal keluar tersebut tidak mencerminkan kekecewaan investor saham terhadap pengumuman kabinet. ‘’Tidak ada hubungannya modal keluar (outflow) dengan kabinet. Kepercayaan dari global itu sangat kuat, kepercayaan dengan ekonomi Indonesia sangat kuat, apalagi dengan kabinet baru,’’ ujarnya. Sementara itu jika melihat kurun tahun berjalan atau
DEWAN PENGAWAS KPK
sejak awal tahun hingga pekan keempat Oktober 2019 adalah Rp 210 triliun yang terdiri dari modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 157,6 triliun dan saham Rp 50,3 triliun. Lebih jauh, bank sentral melihat sosok menteri dan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju telah diisi oleh tokoh-tokoh yang tepat. Perry berharap BI dan pemerintah dapat berkoordinasi lebih kuat untuk mencapai target-target pembangunan. (ant)
Lima anggota dewan pengawas dipilih/diangkat Presiden Periode berikut dipilih dan diangkat Presiden dengan proses Pansel Usia minimal 55 tahun Bertugas selama 4 tahun
Wewenang Awasi pelaksanaan tugas dan wewenang KPK. Memberikan/tidak memberikan izin penyadapan, penggeledahan dan penyitaan. Susun dan tetapkan kode etik pimpinan dan pegawai KPK. Gelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik pimpinan dan pegawai KPK. Evaluasi kinerja pimpinan dan pegawai KPK setiap 1 tahun. Terima tindak lanjut laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran kode etik/UU KPK. Membuat laporan pelaksanaan tugas setiap setahun sekali.
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Dua Hektar Lahan di TPA Suwung Terbakar Denpasar (Bali Post) –
Musim kemarau yang berkepanjangan memicu kasus kebakaran semakin tinggi. Bahkan, Jumat (25/10) kemarin kebakaran melanda TPA Suwung, Denpasar Selatan. Sedikitnya dua hektar lahan yang tertimbun sampah terbakar. Asap tebal membumbung ke atas pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 Wita. Sejumlah petugas kemudian berinisiatif untuk melakukan pemadaman api. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil, karena api terus merembet semakin luas.
TPA – Sejumlah petugas melakukan pemadaman api di TPA Suwung, Jumat (25/10) kemarin.
lebih. Jumlah armada pemadam kebakaran yang dikerahkan sembilan unit, yakni dua armada dari Badung, lima Denpasar, dan dua mobil tangki milik Waskita. Jumlah personel yang dikerahkan mencapai 10 orang. Diduga penyebab kebakaran akibat gas metan yang berada di tumpukan sampah. “Saat ini sedang dalam penanganan oleh petugas pemadam kebakaran,” jelas mantan Camat Denpasar Barat ini. Sebelumnya, kasus kebakaran di TPA Suwung juga sempat terjadi September tahun lalu. Kasus kebakaran saat itu berlangsung cukup lama. Proses pemadaman memerlukan waktu yang cukup lama, karena tumpukan sampah yang tinggi terus memicu munculnya api dari dalam tumpukan sampah. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi 0361-7400391. Hubungi telepon telepon (0361) 819446 / 081337032965
Penanganan Sampah di TPA Suwung Mulai dari Awal Lagi
FIGUR Langkah Promotif dan Preventif USIA harapan hidup di Bali saat ini mengalami peningkatan dari usia 69 tahun menjadi 72 tahun. Ini menyebabkan populasi lansia di Bali mencapai angka sembilan persen dari jumlah total penduduk dan diramalkan akan meningkat menjadi 11 persen pada tahun 2025. Semakin panjangnya usia harapan hidup tentunya Bali harus siap dengan adanya ledakan populasi penduduk dengan usia lansia. Di sisi lain, lansia bukanlah penduduk produktif dan berpotensi besar menderita penyakit infeksi maupun non-infeksi. Untuk menciptakan penduduk lansia yang berdaya dan sehat, tentunya perlu dilakukan langkah promotif dan preventif di dunia kesehatan dan tidak hanya sekadar tindakan kuratif atau pengobatan. Pemerhati lansia Prof. Dr. dr. R.A. Tuty Kuswardhani, Sp.PD.K.Ger. mengatakan, peningkatan langkah promotif dan preventif ini bisa diawali lewat kegiatan posyandu. Di mana saat ini beberapa desa sudah mulai menggalakkan posyandu lansia. Dalam posyandu tersebut, lansia tidak hanya diperiksa kesehatannya secara rutin, tetapi dilakukan kegiatan yang menyehatkan, seperti senam sehat maupun informasi mengenai makanan maupun cara hidup yang sehat. Menurutnya, jika tindakan preventif dan promotif tidak digalakkan, maka di tengah peningkatan populasi lansia juga akan terjadi peningkatan kasus penyakit infeksi maupun non infeksi. ‘’Lansia itu rentan untuk menderita penyakit. Sehingga mereka membutuhkan langkah peningkatan kualitas hidup tidak hanya sekadar diobati saat mereka sakit,’’ ujarnya. Dengan digalakkannya tindakan promotif dan preventif, selain mencegah lansia menderita penyakit juga meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan kegiatan posyandu lansia, para lansia akan bertemu dan mengobrol dengan rekan seusianya sehingga meningkatkan kognitif serta menurunkan potensi stres. Dengan lansia yang sehat dan ditangani di hulu tentunya akan menekan angka kesakitan lansia itu sendiri. Selain menekan angka kesakitan, tentunya juga akan menekan anggaran untuk biaya kesehatan lansia. ‘’Jika lansia sakit, penyakitnya itu sangat kompleks dan tentu biaya yang dibutuhkan tinggi. Jika ditangani di hulu dan tidak sampai sakit, tentu anggaran untuk kesehatan lansia pun bisa ditekan,’’ ujarnya. (san)
Topik : TPA Suwung Terbakar
PLTSA Diganti Jadi PSEL
Denpasar (Bali Post) Penanganan sampah di TPA Regional Sarbagita atau TPA Suwung dimulai lagi dari awal. Meskipun sudah ada feasibility study (FS) yang dibuat oleh Indonesia Power atas tugas dari PLN, belakangan penugasan kepada PLN termasuk Indonesia Power dicabut lantaran progresnya dinilai lambat. Sampai kemudian muncul kebijakan baru yakni Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau tidak lagi PLTSa seperti yang digaungkan sebelumnya. “Sekarang arahan dari pemerintah pusat untuk pengolahan sampah ini menjadi energi listrik menggunakan mekanisme KPBU (Ker jasama Pemerintah dengan Badan Usaha-red),” ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra di sela-sela Konsultasi Publik PSEL TPA Sarbagita Suwung di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (25/10) kemarin. Menurut Dewa Indra, pengelolaan sampah di TPA Suwung dulu dilakukan oleh Pemerintah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan). Sempat ada PT Noei yang ditugaskan menangani, namun tidak berjalan dengan baik. Masalah sampah justru terakumulasi semakin besar dari hari ke hari lantaran persoalan pokoknya tidak terselesaikan. Setahun lalu Kementerian PUPR
membantu melakukan penataan jelang IMF-World Bank Annual Meeting. Kemudian Menko Maritim menugaskan Kementerian ESDM untuk mengolah sampah menjadi listrik dengan membangun PLTSa. Kementerian ESDM lantas menunjuk PT PLN yang selanjutnya menugaskan PT Indonesia Power. Setelah sekian lama, FS pun rampung dikerjakan oleh anak perusahaan PLN itu. Tapi progresnya agak lambat karena tendernya belum berjalan. Presiden lalu mengadakan rapat kabinet terbatas, di mana Gubernur Bali menugaskan Sekda Provinsi Bali bersama Wakil Wali Kota Denpasar untuk hadir. “Presiden menginstruksikan supaya pengolahan sampah di TPA Sarbagita ini cepat ditangani. Lalu penugasan sebelumnya kepada PLN, Indonesia Power dicabut dan sekarang kita menggunakan mekanisme yang baru sehingga prosesnya diulangi lagi dari awal,” jelasnya. Sesuai arahan Presiden, lanjut Dewa Indra, penanganan sampah di TPA Suwung supaya dikoordinasikan oleh Pemprov. Namun tetap dibantu pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan Bappenas. Mengingat skema yang dipakai adalah KPBU yang menempatkan pemerintah sebagai pengambil inisiatif sekaligus penyusun FS,
pengolahan sawah. Saat ini bahkan petani sudah mulai melakukan panen hingga pertengahan November 2019. Dikatakan, belum terpengaruhnya petani di Denpasar akibat adanya pola pengaturan air irigasi di hulu. Air untuk pertanian melalui saluran irigasi tetap bisa tersalurkan dengan baik tanpa ada kendala kekeringan. Menurutnya, sampai saat ini petani di Denpasar belum ada berpengaruh kemarau panjang ini. Soalnya ada pengaturan debit airnya. Buktinya, sampai sekarang para petani masih melaku-
hingga melakukan market sounding, tender atau beauty contest sampai nanti terpilih investor yang mengolah sampah. Skema pembiayaan sedang dibahas dengan pemerintah pusat. Sedangkan FS masih berproses, karena FS yang telah dibuat Indonesia Power tidak bisa diterima begitu saja. Namun harus dilakukan review atau kajian ulang dibantu Kementerian PUPR dan Bappenas karena Pemprov tidak memiliki SDM yang ahli di bidang itu. “Studi pendahuluan juga dibantu disusun di pusat sana, tapi berkoordinasi terus dengan Pemprov. Sekarang masuk ke tahapan konsultasi publik untuk menginformasikan kepada publik bahwa persoalan sampah itu akan kami tangani,” imbuhnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja mengatakan, ketinggian sampah saat ini di TPA Suwung mencapai sekitar enam sampai delapan meter. Volume sampah terbanyak disumbangkan oleh Kota Denpasar yakni rata-rata 819,14 ton per hari, kemudian Gianyar sebanyak 167,25 ton per hari, Badung 127,5 ton per hari, dan Tabanan 4 ton per hari. Untuk PSEL sudah disiapkan lahan seluas lima hektar dengan nilai investasi diperkirakan Rp 2,510 triliun. “Berdasarkan hasil penelitian, kurang lebih baru 55 persen sampah dikelola di se-
luruh Bali. Berarti 45 persen sampah itu masih terbuang di mana-mana, ada di sungai, sebagian di kawasan hutan dan laut,” ujarnya.
Dipertanyakan Berubahnya rencana untuk membangun PLTSa menjadi PSEL mengundang pertanyaan. Utamanya menyangkut teknologi apa yang nanti dipakai. Ada pula yang menyebut penanganan sampah di TPA Suwung akan gagal jika masih tetap menggunakan incenerator. “PSEL ini apa bedanya dengan PLTSa, teknologi apa yang dipakai,” tanya Klian Adat Banjar Pesanggaran I Wayan Widiada. Menurut Widiada, teknologi yang akan dipakai harus jelas. Sebab masyarakat juga butuh diberi pengertian. Apalagi di Pesanggaran khususnya, masyarakat telah bergulat dengan sampah sejak tahun 1980-an. Sementara upaya penanganan yang dilakukan pemerintah belum membuahkan hasil. Selain bau menyengat, TPA Suwung juga rentan mengalami kebakaran akibat gas metan yang dihasilkan sampah. Seperti kebakaran yang kembali terjadi Jumat kemarin. Terkait hal ini, pihaknya menutup sementara aktivitas di TPA Suwung karena pemadaman api membutuhkan metode tersendiri dan tidak boleh dilakukan sembarangan. “Kalau tidak ditutup sementara,
pas kebakaran mobil yang mengangkut sampah bisa terjebak karena asap. Selain itu, untuk melancarkan Damkar bisa masuk dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan Kementerian PUPR R. Haryo Bekti Martoyoedo mengatakan, pilihan teknologi untuk PSEL tidak bisa ditentukan sekarang. Sebab karakteristik sampah juga harus dilihat. Dikatakan bila ada banyak alternatif teknologi yang bisa digunakan, tergantung kondisi sampah di Bali. Hal itu bisa dilihat di kota atau daerah lain yang sudah atau sedang menyiapkan teknologi dimaksud. “Ada di Bandung, Solo, Surabaya, Tangerang Selatan. Teknologinya macam-macam, jadi ada incenerator, ada gasifikasi. Pilihan teknologi memang tidak bisa ditentukan sekarang,” ujarnya. Haryo menambahkan, PLTSa kini diganti menjadi PSEL karena PLTSa membuat orang berpikiran bahwa pembangkit listriknya yang diutamakan. Sementara dalam PSEL yang lebih penting adalah bagaimana mengolah sampah. Dari volumenya yang besar menjadi seminimal mungkin dan mendapat “bonus” energi listrik. (kmb32)
Kasasi Ditolak
Pasutri Pembunuh Purnabawa Tetap Dihukum Mati Denpasar (Bali Post) Upaya untuk menghindar dan upaya pengampunan yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) dari hukuman mati, sepertinya akan pupus. Pasalnya, kasasi yang dilakukan terpidana mati, Heru Hendriyanto alias E’en alias Komang (33) dan Putu Anita Sukra Dewi (28) ditolak Mahkamah Agung (MA). Atas ditolaknya PK oleh MA, maka pasutri yang dikenal sebagai “jagal Kampial” yang sebelumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan sopir di rumah korban Purnabawa itu harus siap menghadapi eksekusi hukuman mati. Heru dan Anita sebelumnya mengajukan PK pada akhir Juli 2016 melalui
kuasa hukumnya Edy Hartaka. Namun PK yang menjadi upaya hukum luar biasa terakhir setiap terpidana itu dimentahkan hakim MA. Dalam putusannya, majelis hakim MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Denpasar yang menjatuhkan hukuman mati pada Heru dan Anita. Yang menarik, baik Heru dan Anita ternyata belum mengetahui jika PK yang diajukan ditolak oleh MA. PK nomor 99 PK/Pid/2016 diteken hakim agung Artidjo Alkostar, Suhadi, dan Sri Murwahyuni. Khusus hakim Artidjo yang terkenal garang karena kerap melipatgandakan hukuman para koruptor itu sudah pensiun. Bunyinya, mengadili, menolak permo-
Petani Belum Terpengaruh Kemarau Panjang Denpasar (Bali Post) – Kemarau panjang yang terjadi saat ini telah menimbulkan ancaman kekeringan di sejumlah daerah. Beruntung petani di Denpasar belum terdampak akibat kemarau ini, karena pola tanam masih bisa dilakukan. Pasokan air irigasi cukup aman hingga Desember 2019. Dikonfirmasi Jumat (25/10) kemarin, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan, petani di Denpasar belum terpengaruh oleh kemarau panjang. Petani masih bisa melakukan proses
Bali Post/kmb12
Upaya pemadaman api dilakukan dengan mengontak tim BPBD Denpasar. Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, juga tak mampu memadamkan api. “Sampai saat ini api masih merembet. Sedikitnya dua hektaran lahan terbakar,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar I Ketut Wisada yang berada di lokasi memantau proses pemadaman. Wisada memprediksi upaya pemadaman akan berlangsung lama, karena medan cukup sulit dijangkau armada pemadam kebakaran. “Saat ini sudah ada beberapa unit armada pemadam kebakaran yang silih berganti melakukan pemadaman,” jelasnya. Salah seorang petugas pemadam kebakaran mengaku sudah diberikan informasi terkait kebakaran tersebut sekitar pukul 11.00 Wita. Pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan penyemprotan. Kepala BPBD Denpasar I.B. Jony Wirabawa mengatakan, luas TPA yang terbakar sekitar dua hektar
kan proses pertanian seperti biasa walaupun kemarau di beberapa wilayah menyebabkan kekeringan. Ambara mengatakan, saat ini di Denpasar sawah yang masih produktif sebanyak 1.958 hektar yang masih stabil dalam proses penanaman padi. Selain itu, karena bergilir sawah juga ditanami palawija, maka air yang dibutuhkan juga tidak begitu banyak sehingga bisa bergilir dalam penyaluran airnya. “Ini masih tahap panen dan juga kebetulan penanamannya bersamaan dengan palawija, jadi sedikit air yang dialir-
kan,” katanya. Untuk pasokan air ke depan, kata Ambara pihaknya masih menunggu hingga pertengahan November 2019, karena hujan diperkirakan turun November atau Desember 2019. Jika hujan belum juga turun, maka pihaknya kembali akan melihat kondisi air untuk diatur ke persawahan masing-masing subak di Denpasar. (kmb12) KEMARAU - Subak Buaji, Kesiman, yang masih bisa melakukan tanam padi saat musim kemarau ini.
honan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali/para terpidana: I. Heru Hendriyanto alias E’en alias Komang dan II. Putu Anita Sukra Dewi tersebut. Menetapkan putusan yang dimohonkan peninjauan kembali tersebut tetap berlaku. Edy Hartaka sebagai kuasa hukum Heru dan Anita saat diberitahu putusan PK sudah keluar dan bisa dilihat di website MA mengaku terkejut. “Terus terang saya kaget mendengar kabar ini (ditolaknya PK). Sebab, sampai saat ini saya belum mendapat salinan putusan dari PN Denpasar,” ujar Edy, Jumat (25/10) kemarin. Wajar jika Edy kaget. Sebab, jika dilihat dari tanggal
keluarnya, PK sudah keluar setelah enam bulan sejak diajukan, yaitu pada Juli 2016. Namun hampir tiga tahun ini Edy ternyata belum mengetahui dan mendapat salinan PK. “Saya tiga bulan lalu menanyakan putusan PK ini ke PN, tapi dibilang belum turun,” imbuh Edy. Tidak hanya Edy, Heru dan Anita sendiri ternyata juga harap-harap cemas menanti hasil PK-nya. Menurut Edy, sekitar satu tahun yang lalu Anita pernah menghubungi Edy menggunakan telepon Rutan Kelas IIB Karangasem. Saat itu Anita menanyakan bagaimana kabar PK yang diajukan. Edy sendiri menjawab belum ada putusan karena memang tidak tahu. Edy pun
meminta Anita bersabar. “Anita tanya, apakah hukumannya diubah dari mati menjadi seumur hidup atau tetap,” tutur Edy. Ditanya sikapnya setelah PK ditolak, Edy pasrah. Pengacara asal Solo, Jawa Tengah ini mengaku sudah berusaha keras mendampingi Heru dan Anita tanpa diberi imbalan apapun. Namun upaya tersebut harus kandas. Edy mengaku harapan PK bisa dikabulkan memang tipis. Sebab, salah satu syarat mengajukan PK adanya novum atau bukti baru yang membuat hakim salah mengambil putusan. “Namun PK yang kami ajukan itu hanya menyoal kekeliruan atau kekhilafan hakim saja,” ujarnya. (kmb37)
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Wabup Suiasa Terima Kunker Pemkab Cianjur, Demak dan DPRD Kota Balikpapan Tanda Tangani MoU Pembangunan Antardaerah dengan Pemkab Cianjur
KUNKER - Acara pertukaran cenderamata yang dilakukan Wabup Badung I Ketut Suiasa beserta pimpinan kunker Pemkab Cianjur, Demak dan DPRD Kota Balikpapan di Puspem Badung, Jumat (25/10) kemarin.
Pemkab Badung bersama Pemkab Cianjur bekerja sama di bidang pembangunan antardaerah. Penandatanganan MoU dilakukan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Plt. Bupati Cianjur H. Herman Suherman di Puspem Badung, Jumat (25/10) kemarin, serangkaian kunjungan kerja (kunker) Pemkab Cianjur ke Kabupaten Badung. Dalam kesempatan yang sama, Wabup Suiasa juga menerima kunker rombongan Kabupaten Demak yang dipimpin Kepala BPKAD Kabupaten Demak Suhas-
bukit dan DPRD Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Riri Saswita Diono. Kunjungan ketiga daerah ini, selain meningkatkan jalinan silaturahmi, juga ingin belajar tentang kiat-kiat Badung dalam meningkatkan potensi dan menggali sumber-sumber pendapatan daerah serta intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Selain itu, ingin mengetahui tentang pengembangan jaringan kerja sama promosi dan retribusi pariwisata. ‘’Tujuan kami ke Badung
ingin belajar banyak dan mencontoh Badung karena pembangunan Badung sangat luar biasa. Keberhasilan di Badung kami akan terapkan di Kabupaten Cianjur,’’ jelas Herman Suherman. Terkait dengan kunker ketiga daerah ini, Wabup Suiasa sangat mengapresiasi karena sudah memilih Kabupaten Badung sebagai objek kunjungan. Secara tidak langsung kunjungan ini sebagai silahturahmi nasional yang diharapkan mampu mempererat rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan dalam
kerangka NKRI. Lebih lanjut Wabup Suiasa menyampaikan, bahwa sektor pariwisata merupakan sektor unggulan di Badung karena sebagian besar PAD Badung bersumber dari pariwisata. Dijelaskan, Pemkab Badung berkomitmen mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Untuk itu ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu sumber daya manusia, budaya dan lingkungan. ‘’Selain didukung banyaknya objek wisata, tiga hal ini yang terus kami jaga kualitasnya dalam upaya
mewujudkan pariwisata yang berkualitas,’’ terangnya seraya menambahkan, dari kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Suiasa juga berpesan agar hal yang baik dan positif bisa dipergunakan sebagai perbandingan dan yang kurang berkenan agar disempurnakan. Di akhir acara diisi dengan saling tukar menukar cenderamata untuk mempererat tali silaturahmi. (ad771)
Disbud Waspadai Penggelembungan RAB Bantuan Komunal
Mangupura (Bali Post) -
Bantuan komunal yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) akan diaudit. Hal ini guna menghindari adanya kecurangan, khususnya penggelembungan rancangan anggaran belanja (RAB) yang diajukan masyarakat. Kepala Disbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma, Jumat (25/10) kemarin, membenarkan banyak oknum masyarakat yang mengajukan dana melebihi dari kebutuhan. Guna menyiasati hal ini pihaknya telah mempunyai standar harga banten. ‘’Memang bantuan yang
diusulkan masyarakat banyak yang mengajukan lebih dari kebutuhan. Misalnya ada yang mengajukan dana untuk makarya. Kami survei dulu ke lapangan dan berapa ada palinggih. Begitu juga tingkat karya yang dilakukan. Jangan sampai menghabiskan dana Rp 50 juta, mintanya Rp
Kemarau Panjang, PDAM Terapkan Sistem Injeksi Mangupura (Bali Post) – Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung atau PDAM Badung akan menerapkan sistem injeksi guna mengatasi ketersediaan air saat kemarau panjang. Sistem suntik ini akan diterapkan di daerah-daerah dengan topografi tinggi. Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Ketut Golak mengatakan, sistem injeksi akan diterapkan pada jaringan-jaringan air minum sehingga air bisa tetap mengalir ke pelanggan. ‘’Ini akan menjawab persoalan air di daerah bertopografi tinggi seperti di Ungasan, Kutuh, Pecatu dan sekitarnya,’’ ujar Golak, Jumat (25/10) kemarin. Menurutnya, sistem injeksi telah diberlakukan di Palopo, Sulawesi Selatan. Sistem ini diterapkan di kawasan pegunungan yang sulit dialiri air bersih. Namun demikian, mobil-mobil tangki air yang selama ini memasok air ke masyarakat tetap dilakukan ketika ada permintaan. ‘’Air tangki akan tetap dikirim ke wilayah selatan, kalau masyarakat membutuhkan. Namun sebagai bentuk pelayanan prima, kami melakukan injeksi air bersih dimasukkan ke jaringan-jar-
ingan PDAM yang mengarah kepada pelanggan. Dengan begitu pelanggan akan tetap memperoleh layanan air,’’ terangnya. Mantan Dirut PD Pasar Kabupaten Badung itu juga menegaskan, pihaknya akan segera mengoperasikan reservoir yang ada di Siligita. Jika reservoir ini beroperasi, pasokan air dipastikan tidak akan lagi terganggu. Pengoperasian reservoir ini memerlukan investasi sekitar Rp 18 miliar. ‘’Saat ini kami masih menunggu dana penyertaan Pemkab melalui APBD. Namun jika itu tak bisa, PDAM akan berupaya melakukan investasi secara mandiri,’’ ungkapnya. Dirtek Wayan Suyasa menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan uji coba dua unit pompa. Setelah uji coba, pompa ini mampu mengalirkan air 75 liter per detik. Ini juga akan mampu menstabilkan pasokan air ke pelanggan. ‘’Selama ini pasokan khusus IPA estuary dam ini mampu berkontribusi hingga 500 liter per detik. Air ini merupakan air baku untuk pasokan ke Legian, Seminyak, hingga Nusa Dua,” pungkasnya. (kmb27)
100 juta,’’ ungkapnya. Birokrat asal Desa Taman, Abiansemal itu mengatakan, tidak akan memberikan bantuan 100 persen dari yang diusulkan. Pihaknya akan menyeleksi ketat permohonan bantuan dana upakara tersebut. ‘’Kami akan meringankan beban warga. Namanya
saja mayadnya masak semua dibantu, kan tidak bagus ya. Jadi tidak sepenuhnya kita berikan,’’ ujarnya. Kata Anom Bhasma, ada beberapa pura yang rutin akan diberikan bantuan setahun sekali. ‘’Per tahun kita rutin berikan untuk pura, seperti Pura Kahyangan Tiga, Prajapati, dan balai banjar. Untuk Kahyangan Tiga diberikan dana sebesar Rp 50 juta per tahun. Sedangkan untuk Pura Prajapati dan banjar akan diberikan bantuan Rp
25 juta per tahun,’’ sebutnya. Sebelumnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, bantuan yang diberikan untuk membantu masyarakat harus diverifikasi lebih cermat. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak membuat acara, namun meminta dana ke pemerintah. ‘’Kami tidak menginginkan ada masyarakat meminta dana tanpa ada kegiatan yang dilakukan,’’ tegasnya. Pejabat asal Pelaga, Badung Utara meminta Disbud
akhir tahun ini sudah selesai. Kami baru bisa menurunkan 27 baliho dan kegiatan ini juga terus berlanjut,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung I Made Agus Aryawan menerangkan, terkait moratorium dan jumlah ideal titik lokasi reklame masih dilakukan pembahasan serta kajian. ‘’Nanti akhir November 2019 baru kami bisa informasikan karena masih disusun dan masih melakukan kajian teknis,’’ katanya. Penertiban baliho ini sesuai Perda Badung Nomor 18 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame, Perbub Badung Nomor 80 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perbup Badung Nomor 27 Tahun 2019 tentang Penundaan Sementara Penerbitan Izin Penyelenggaraan Reklame. Bila merujuk pada masterplan, pembangunan reklame itu hanya di 205 titik. Namun fakta di lapangan jumlahnya membengkak hingga 382. Dengan demikian, terdapat 177 titik yang tidak sesuai masterplan dan semua baliho yang berada di titik tersebut harus ditertibkan. (kmb27)
kat memanfaatkan bantuan dana upakara dengan menggelembungkan RAB. Bahkan disinyalir ada masyarakat yang meminta dana tanpa membuat kegiatan, sehingga hal itu pun sangat disayangkan Pemkab Badung. Disbud Badung pun kini diminta untuk jeli dalam melihat RAB yang dibawa oleh masyarakat, sehingga dana yang dikeluarkan untuk bantuan upakara begitu juga sekaa teruna tepat sasaran. (kmb27)
Jalan By-pass Ngurah Rai Jimbaran Berlubang Mangupura (Bali Post) Ruas Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran dikeluhkan pengendara sepeda motor. Hal itu dikarenakan adanya beberapa lubang
yang cukup membahayakan bagi pengendara, khususnya roda dua. Instansi terkait pun diharapkan segera melakukan perbaikan untuk mengantisipasi hal yang
tidak diinginkan. Terkait temuan ruas jalan yang berlubang, PPK Balai Jalan Nasional Ida Bagus Jeladi mengatakan pihaknya akan melakukan
Satpol PP Akui Tak Mudah Tertibkan Baliho
Mangupura (Bali Post) Proses penurunan baliho melanggar di Kabupaten Badung cukup rumit. Pasalnya, penurunan baliho juga memerlukan pengaturan lalu lintas, pemadaman listrik dan hal teknis lainnya. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung I GAK Suryanegara saat dikonfirmasi Jumat (25/10) kemarin, tak menampik perihal tersebut. Menurutnya, proses penurunan baliho tidak bisa dilakukan dengan cepat. ‘’Memerlukan petugas khusus dan juga waktu yang lama untuk melakukan penertiban baliho yang tidak sesuai masterplan,’’ ungkapnya. Suryanegara mencontohkan, penurunan baliho di wilayah Kuta Selatan tergolong rumit. Penurunan satu baliho saja membutuhkan waktu empat hari. Birokrat asal Denpasar ini menyebutkan, selama sepekan ini Satpol PP telah mampu menurunkan 27 baliho. Rinciannya, baliho ukuran 5x10 meter sebanyak satu buah, ukuran sedang 3x4 meter ada delapan buah dan ukuran kecil sebanyak 18 buah. ‘’Minggu depan ini penurunan masih di Kuta Selatan. Namun kami menargetkan
agar dana yang nantinya dicairkan untuk bantuan yang diserahkan ke masyarakat harus sepengetahuan dirinya. ‘’Saya minta kepada Dinas Kebudayaan dalam pencairan dananya harus ada paraf dari saya maupun dari wakil Bupati Badung,’’ jelasnya. Seperti diketahui, bantuan Pemkab Badung dalam meringankan beban masyarakat banyak dimanfaatkan masyarakat setempat untuk memperoleh dana lebih. Sebab, ada beberapa masyara-
Bali Post/edi
BERLUBANG - Jalan berlubang di ruas Jalan By-pass Ngurah Rai dikeluhkan pengendara. Instansi terkait diminta segera menangani persoalan tersebut.
pengecekan terlebih dahulu. Dia pun belum bisa mengambil sikap sebelum tim pengawas lapangan memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan kewenangan pihaknya. Meski demikian, bila jalan yang berlubang itu berada di bawah pengawasannya, akan segera ditindaklanjuti dengan memasang plang atau barier agar tidak ada pengendara yang jadi korban. ‘’Tentu kita akan cek terlebih dahulu karena pengawasan jalan itu dibagi menjadi tiga yaitu nasional, provinsi, dan kabupaten. Nah kalau nanti benar itu ada di jalan nasional, tentu kita akan ambil tindakan pencegahan dengan memasang barier,’’ pungkasnya, Jumat (25/10) kemarin. Guna memberikan ke-
nyamanan dan mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas, kerusakan di jalan nasional diprioritaskan untuk diperbaiki. Apalagi Jalan By-pass Ngurah Rai menjadi penghubung wilayah pariwisata Kuta dan Nusa Dua, Jimbaran dan Pecatu sehingga menurutnya itu perlu penanganan secepatnya. ‘’Semoga dalam waktu dekat ini akan kita tangani,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba menegaskan, kewenangan penanganan jalan tersebut berada di Balai Jalan Nasional. ‘’Yang berwenang terhadap kondisi dan pengawasan jalan itu berada di tangan pengawas jalan nasional,’’ ujarnya. (kmb23)
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Bahas Perkembangan Pendidikan Tinggi Indonesia dan Thailand
CRISU and CUPT Buka Peluang Pertukaran Mahasiswa
FOTO BERSAMA - Peserta The 14th Council of Rector of lndonesian State University (CRISU) and the Council of University President of Thailand (CUPT) berfoto bersama usai pembukaan, Jumat (25/10) kemarin. UNIVERSITAS Udayana (Unud) dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 14th Council of Rector of lndonesian State University (CRISU) and the Council of University President of Thailand (CUPT) di Udayana International Convention Center (UICC) Kampus Bukit Jimbaran, 24-26 Oktober 2019. Konferensi internasional ini menjadi ajang pertemuan Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dan Thailand yang menjadi anggota CRISU dan CUPT. Pertemuan dibuka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Jumat (25/10) kemarin, mengambil tema ‘’Higher Education in the Digital Era’’. Melalui kegiatan ini, anggota CRISU dan CUPT dapat berbagi visi, pengetahuan, dan pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di kedua negara. Hal ini sekaligus mempererat hubungan Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dan Thailand di masa mendatang. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). pada kesempatan tersebut merasa terhormat diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan ini. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan proses internasionalisasi melalui kerja
sama, baik di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. ‘’Ini agak berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Karena tahun ini juga melibatkan forum dekan dan mahasiswa untuk menindaklanjuti MoU yang sudah ditandatangai sesuai dengan kompetensi bidang masingmasing. Karena dalam kegiatan ini juga ada program pertukaran mahasiswa,’’ bebernya. Dikatakannya, pada kegiatan ini ada transfer knowledge yang dilakukan. Seperti terkait pertanian yang maju di Thailand, akan diadopsi dan diterapkan teknologinya. Tentu yang diharapkan dapat meningkatkan wawasan para mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan dan melahirkan invasi. Selain itu, untuk dosen akan bisa saling sharing pengetahuan dan meningkatkan inovasi yang akan dihasilkan oleh dosen. ‘’Dalam hal ini Unud sudah melakukan beberapa proses internasionalisasi,’’ ujarnya. Dalam penyelenggaraannya yang ke-14 ini, Universitas Udayana sebagai tuan rumah turut menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Konferensi diikuti oleh 350 orang peserta yang terbagi menjadi empat forum. Antara
lain, Scientific Conference dengan topik science and humanities in the era of digital technology, Rector Forum dengan topik cooperation enforcement and organizational meeting, Dean Forum dengan topik program implementation and set up cooperation, Students Forum dengan topik students activities and networking. Universitas Udayana merupakan bagian dari CRISU yang anggotanya terdiri dari 90 perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia, sedangkan CUPT terdiri dari 12 perguruan tinggi negeri asal Thailand. Konferensi dihadiri oleh Ambassador of Thailand in Indonesia, Ambassador of Indonesia in Thailand, Kemenristekdikti, Gubernur Bali, Chairman of CUPT, Chairman of CRISU, dan Rektor Universitas Udayana sebagai tuan rumah. Keynote speaker diisi oleh Dr. I Made Mangku Pastika, mantan Gubernur Bali, dan Colm Downes dari British Council. Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRTI/CRISU) sekaligus Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc. mengatakan, kerja sama antara perguruan tinggi negeri Indonesia dan Thailand terjalin dalam tiga level, yakni forum rektor, forum dekan, dan forum mahasiswa. Menurutnya, kerja sama ini membuka peluang bagi perguruan tinggi negeri asal kedua negara, seperti menyelenggarakan pertukaran mahasiswa dalam bentuk program summer course (semester pendek). ‘’Selain pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang paling penting adalah pertukaran budaya atau kehidupan sehari-hari,’’ jelasnya. Dengan memperkuat forum mahasiswa ini, pihaknya berharap mahasiswa tidak hanya bertukar ilmu, namun dapat memperluas jaringan di masa mendatang. ‘’Dengan kita menguatkan forum mahasiswa ini, kita harapkan 15 tahun ke depan mereka akan menjadi pemimpin, kita harapkan mereka memiliki network yang lebih luas,’’ tambahnya. (ad765)
GHE Gelar GMCEP
Akselerasi SDM Unggul, Indonesia Maju
GLOBAL Hospitality Expert (GHE) sebagai lembaga pelatihan profesional kepariwisataan dan perhotelan yang bernaung di bawah PT Global Hospitaliti Ekspertis (PT GHE) kembali menyelenggarakan kegiatan GM Capacity Enhancement Program (GMCEP) pada Jumat (25/10) kemarin. GMCEP diikuti 10 peserta yang menyiapkan dirinya menuju posisi hotel general manager yang kompeten berdasar standar internasional. Pelatihan berlangsung selama 12 hari setiap Jumat dan Sabtu. President Director GHE Yoga Iswara, BBA., BBM., M.M., CHA. menjelaskan, semua jajaran Board of Director (BOD) GHE telah mengantongi sertifikat keahlian memimpin industri hotel secara internasional. ‘’BOD tersebut juga sekaligus proctor dalam program GMCEP ini. Selain materi yang memang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan
secara internasional, para proctor yang bersertifkat CHA dari AHLEI ini memang memiliki pengalaman dan kemampuan untuk men-delivery materi-materi tersebut. Sehingga peserta pelatihan ini mendapatkan wawasan yang komprehensif bukan hanya dari buku materinya saja namun juga berinteraksi dengan para hotel expert kami dalam memecahkan persoalan-persoalan yang mereka hadapi ataupun hal yang belum dipahami,’’ jelasnya. Dalam pelatihan menuju posisi General Manager dipaparkan 10 modul yang strategis wajib dikuasai seorang pimpinan hotel, meliputi Manajemen Operasional Kamar, Manajemen Makanan dan Minuman, Manajemen Keuangan, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran, Kepemimpinan, Optimalisasi Pendapatan, Mengelola dan Memenuhi Harapan Investor, Mengelola Insentif, Membangun Manajemen dan Strategi Perusahaan.
Director of Operations GHE K. Swabawa, CHA. mengatakan, GHE selalu membatasi jumlah peserta dalam pelatihan seperti ini. Karena proses pembelajarannya membutuhkan konsentrasi tinggi karena terdapat berbagai disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh satu orang calon general manager. Berdasarkan pengalaman dari batch sebelumnya, program GM Course dikatakan berhasil membantu dalam mewujudkan jenjang karier yang lebih tinggi dari para peserta. Ada yang sudah menjadi resort manager, hotel manager dan juga general manager. Komisaris GHE Ramia Adnya mengatakan, seiring dengan program pemerintah yang memprioritaskan pembangunan kualitas SDM, program-program semacam ini diharapkan mampu mendorong percepatan pencapaian tujuan tersebut. ‘’Kami dari GHE sejak awal berkomitmen dalam upaya akselerasi peningkatan kualitas SDM khususnya industri kepariwisataan dan perhotelan ini. Selain pendidikan vokasi yang telah mendapatkan atensi dan prioritas dari pemerintah, kami di swasta mengambil peran lainnya yang tidak kalah pentingnya juga yakni mendidik dan melatih para calon GM ini. Sehingga Indonesia lebih banyak memiliki para GM yang berasal dari orang lokal Indonesia,’’ imbuhnya. Setelah program CMCEP ini, GHE telah menyiapkan jadwal untuk pelaksanaan program lainnya yaitu Certified Hotel Administrator (CHA) Review and Exam, sebagai penyelenggaraan program sertifikasi internasional dari American Hotel & Lodging Education Institute (AHLEI). (ad768)
DAIHATSU Motor Company, Ltd. kembali eksis di gelaran internasional Tokyo Motor Show 2019 ke-46 dengan tema ‘’Gathering: Providing Warmth to Everyone’s Live’’ yang dimaknai dengan ‘’Kebersamaan, Menghadirkan Kehangatan di Kehidupan Setiap Orang’’. Hadir dengan booth berukuran 1.350 m 2 , di Aomi Exhibition Hall, Booth Daihatsu menampilkan 9 mobil, di antaranya 4 concept car yang tayang perdana (World Premier Model): IcoIco, TsumuTsumu, WaiWai dan WakuWaku. Keempat model tersebut merupakan line-up kendaraan Daihatsu masa depan yang terdiri dari IcoIco ‘’Public Transporter’’, tanpa pengemudi (otonom) yang
menunjang kebebasan bergerak bagi penumpangnya. Ideal sebagai angkutan umum bagi smart city TsumuTsumu ‘’Mini Truck Compact’’ generasi mendatang yang menggabungkan kabin luas dan nyaman serta dek cargo yang besar. WaiWai Minivan berukuran sedang dengan ruang yang nyaman untuk aktifitas menyenangkan bersama keluarga dan WakuWaku, mobil konsep mini-SUV dengan tampilan cross-over, menawarkan nuansa fun dan menginspirasi pengendara untuk pergi ke mana saja dengan membawa barang favoritnya. Yang menarik, Booth Daihatsu di event internasional dua tahun sekali ini bernuansa gaya hidup masa depan yang
membawa kehangatan bagi setiap orang melalui energi yang didapat dari menggunakan kendaraan Daihatsu. Selain meng-highlight 4 concept car dan live performances, Daihatsu juga ingin pengunjung dapat menikmati booth yang nyaman, baik untuk dewasa maupun anak-anak dengan menyediakan kids corner di bagian dalam maupun depan booth. Di area bagian dalam, tersedia arena mewarnai gambar yang fun. Selain itu, di area depan booth, tidak tanggung-tanggung, Daihatsu berkolaborasi dengan Kidzania menyediakan fasilitas arena simulasi perakitan kendaraan, sehingga anak-anak dapat mengetahui dan menjajal bagaimana proses
FOTO BERSAMA - Foto bersama manajemen GHE dan Proctor GHE.
BERSIH-BERSIH - Ratusan karyawan dipimpin Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Ketut Golak didampingi Dirtek Wayan Suyasa dan Dirum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya melakukan gerakan bersih-bersih di kawasan Estuary Dam, Kuta, Jumat (25/10) kemarin.
Jaga Sumber Air Baku
Perumda Tirta Mangutama Bersih-bersih di Estuary Dam SEGENAP keluarga besar Perumda Air Minum Tirta Mangutama melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Estuary Dam, Kuta, Jumat (25/10) kemarin. Gerakan ini dalam rangka menjaga sumber air baku agar tetap bersih dari sampah. Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Ketut Golak didampingi Dirtek Wayan Suyasa dan Dirum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya seusai acara bersihbersih mengatakan sumber mata air harus tetap dijaga, terlebih dari sampah plastik. ‘’Pada perayaan HUT ke-43 Perumda Air Minum Tirta Mangutama, kami melakukan aksi nyata dengan melakukan bersih-bersih di Estuary Dam dengan seluruh karyawan,’’ katanya. Menurutnya, gerakan bersih-
bersih sampah plastik sangat penting. Gerakan peduli lingkungan ini juga menjadi contoh agar masyarakat jangan membuang sampah di aliran sungai. Sampah khususnya plastik akan membuat air baku menjadi tercemar. ‘’Karena sangat vital, aksi bersih-bersih ini pun dilakukan di IPA Estuary Dam Kuta. Pada aksi bersih-bersih ini kita mampu mengumpulkan dua pick-up sampah plastik. Sampah ini rencananya akan diolah dengan pola reuse, reduce dan recycle,’’ jelasnya. Tak hanya gerakan bersihbersih, Dirut Ketut Golak menyatakan Perumda memiliki orientasi sosial selain profit. Saat ini pihaknya mengalami tantangan pemanfaatan sumur bor oleh sejumlah pelaku pari-
wisata khususnya hotel. Dengan begitu, sejumlah wilayah sudah masuk zona merah karena air laut masuk ke daratan. ‘’Sesuai ketentuan, pelaku pariwisata dan pihak lainnya wajib menggunakan jasa Perumda sepanjang mampu memberikan pelayanan,’’ katanya. Acara puncak HUT ke-43 Perumda Air Minum Tirta Mangutama yang jatuh pada 21 Oktober diisi dengan apel dan pemotongan tumpeng. Sebelumnya rangkaian HUT juga diisi dengan gerakan bersih-bersih di wilayah Tuka, Dalung, water education yang melibatkan siswa SMP serta donor darah. Satu agenda yang belum terlaksana yakni penghijauan. Acara ini baru bisa digelar setelah musim penghujan. (ad767)
FH Unwar Gelar Kuliah Umum
Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Berbasis Kearifan Lokal yang Religius Kosmik FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) kembali menggelar kuliah umum, Jumat (25/10) kemarin. Bertempat di Ruang Jayasingha Mandapa Unwar, kuliah umum yang melibatkan seluruh mahasiswa baru Prodi Ilmu Hukum ini mengangkat tema ‘’Kajian Empirik Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Berbasih Kearifan Lokal yang Religius Kosmik’’. Kuliah umum dibuka Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., yang dihadiri para Wakil Dekan FH Unwar. Kali ini, kuliah umum menghadirkan seorang narasumber pakar hukum lingkungan yang merupakan Guru Besar FH Universitas Tarumanegara Jakarta Prof. Dr. Mella Ismelina F. Rahayu, S.H., M.Hum., sementara Dr. I Nyoman Gde Sugiartha, S.H., M.H. bertindak selaku moderator. Dekan FH Unwar Putu Budiartha mengatakan kuliah umum yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini sebagai upaya untuk memperkenalkan dan membuka wawasan mahasiswa baru untuk memahami keilmuan hukum lebih komprehensif. Apalagi, kuliah umum kali ini mengambil tema kajian empirik pelestarian fungsi lingkungan hidup berbasis kearifan lokal yang religius kosmik yang sesuai dengan visi-misi Unwar berbasis ekowisata menuju go global 2034. ‘’Tema ini sangat cocok diberikan kepada mahasiswa baru agar pemahaman hukum yang dimiliki oleh mahasiswa itu sejak dini dapat diaplikasikan dalam mengelola lingkungan hidup agar lestari. Lingkungan apabila dikaitkan dengan sumber daya alam yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup dalam bidang pariwisata. Sehingga sangat penting dalam menjaga kearifan lokal, alam dan budaya yang ada,’’ ujar Budiartha. Apalagi, dikatakan bahwa pemanfaatan budaya dan alam sebesar-besarnya digunakan untuk
KULIAH UMUM - Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. (3 dari kiri) didampingi para wakil dekan foto bersama dengan narasumber Prof. Dr. Mella Ismelina F. Rahayu, S.H., M.Hum. pariwisata di Bali yang memberikan dampak ekonomis terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai lokal yang ada harus tetap dijunjung, sehingga pariwisata tersebut dapat terus berkembang. ‘’Seperti yang diketahui Bali ini sudah dikenal dengan destinasi pariwisata budaya yang masih memerlukan upaya dalam mensinergikan budaya dengan alam agar lingkungan tersebut tetap lestari. Sehingga pariwisata Bali semakin meningkat dan memberikan dampak besar kepada masyarakat sekitar,’’ tandasnya. Sementara itu, Prof. Mella Ismelina mengatakan, pelestarian fungsi lingkungan hidup berdasarkan kearifan lokal yang berbasis religius kosmik sangat penting diberikan kepada mahasiswa hukum dari kajian emperik. Apalagi, generasi muda sejak di bangku SD, SMP, SMA/SMK dan ketika menjadi mahasiswa telah banyak diperkenalkan dengan upayaupaya pelestarian hidup. Sehingga memperkenalkan kembali kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan hidup dalam konsep kearifan lokal
sangat penting diberikan kembali oleh tenaga pengajar. ‘’Konsep pelestarian lingkungan ini memiliki beberapa konsep yang berbeda sesuai dengan wilayahnya. Ada wilayah-wilayah yang terbagi menjadi konsep wilayah yang harus dilestarikan, ada konsep wilayah yang memang harus dibudidayakan, dan ada konsep wilayah yang harus dijadikan cadangan ketika wilayah lainnya menjadi rusak,’’ ungkap Prof. Mella Ismelina. Apalagi, dikatakan, proses pelestarian lingkungan bukan dilihat berdasarkan luas suatu wilayah, namun dilihat dari lokasi wilayah yang berdampingan dengan DAS (Daerah Aliran Sungai). Berdasarkan kearifan lokal, pelestarian lingkungan hidup harus melihat patokan-patokan DAS ini berbeda dengan konsep hukum positif. Selain itu, pelestarian lingkungan juga tidak lepas dari konsep religius kosmik. ‘’Konsep ini memiliki arti bahwa setiap wilayah yang dilestarikan harus sesuai dengan konteks kewilayahan religi pada setiap daerahnya,’’ pungkasnya. (ad772)
Booth Daihatsu Bawa Suasana Hangat di Tokyo Motor Show 2019 merakit sebuah mobil. ‘’Booth Daihatsu di Tokyo Motor Show kali ini menggambarkan warm future lifestyle yang erat kaitannya dengan peran Daihatsu untuk menciptakan hidup menjadi lebih nyaman dengan lifestyle masa depan yang penuh kehangatan melalui kendaraan yang memberikan energi bagi masyarakat semua,’’ ucap Ichiro Otaki, GM Overseas Sales & Marketing Promotion Daihatsu Motor Company (DMC). (bns1) DAIHATSU - Soichiro Okudaira, President Daihatsu Motor Co., Ltd. Japan membuka booth Daihatsu di Tokyo Motor Show 2019 pada Press Day 23 Oktober 2019.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Tiga Hari Gelar Operasi Zebra
Ditlantas Polda Bali Sita 16 Motor
Denpasar (Bali Post) -
Selama tiga hari melaksanakan Operasi Zebra 2019, Direktorat Lalu Lintas Polda Bali menjaring 153 pelanggar. Dari jumlah itu, mayoritas pengendara yang ditilang adalah sepeda motor dengan jenis pelanggaran tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Sedangkan barang bukti sepeda motor yang disita sebanyak 16 unit. ‘’Pengendara yang tidak memiliki SIM sebanyak 88. Ada juga yang tidak membawa STNK dan tanpa helm. Tapi yang mendominasi pengendara yang tidak dapat menunjukkan SIM,’’ kata Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali selaku Kasatgas 1 AKBP I Nyoman Sukasena seizin Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. A.A. Made Sudana, Jumat (25/10) kemarin. AKBP Sukasena menjelaskan, sejak dilaksanakannya operasi pertama, kedua dan ketiga, pelanggar yang terjaring terbilang naik-turun. Di hari pertama terjaring 56 pelanggar, kemudian di hari kedua turun menjadi 47 dan hari ketiga kem-
bali naik menjadi 50 pelanggar. ‘’Kami mengamankan 16 unit sepeda motor. Sebab pengendaranya tidak bisa menujukkan STNK,’’ ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, Operasi Zebra 2019 ini akan berlangsung hingga 5 November 2019. Sasaran dari operasi ini yakni pengendara yang tidak memiliki SIM dan STNK serta pelanggaran lainnya. ‘’Yang jelas, setiap pelanggaran lalu lintas terutama yang membahayakan keselamatan pengendara akan kita tindak,’’ tegasnya sembari menambahkan, tujuan dari operasi ini untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di jalan. (kmb21)
OPERASI - Sejumlah petugas Ditlantas Polda Bali saat menggelar Operasi Zebra 2019 di Jalan Mulawarman, Lumintang, Denpasar, Jumat (25/10) kemarin. Satu per satu pengendara kendaraan bermotor yang lewat diperiksa petugas.
Nadiem Makarim Jabat Mendikbud-Dikti
Buntut Penutupan Proyek Gudang Mikol
Terobosan dan Pergeseran Klian dan Pecalang Diperiksa Polisi Paradigma Pendidikan Tinggi
Bali Post/win
Bali Post/win
Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H.
Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd.
Denpasar (Bali Post) Ditunjuknya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (MendikbudDikti) oleh Presiden Jokowi memang cukup mengejutkan bagi beberapa kalangan, terutama perguruan tinggi. Bukan karena meragukan kemampuannya, namun karena tak terduga bahwa CEO Perusahaan Ojek Online (GoJek) ini akan ditempatkan pada urusan pendidikan yang sebelumnya diperkirakan akan ditunjuk sebagai menteri terkait kewirausahaan atau semacamnya. Menurut Wakil Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Swasta Indonesia (BP-PTSI) Wilayah Bali Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., ditunjuknya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud-Dikti tampaknya Presiden ingin yang bersangkutan banyak melakukan terobosan dan perubahan paradigma yang cukup mendasar dalam pendidikan di Indonesia. Sebab, anggaran untuk pendidikan sangat besar, dan selama ini hanya menghasilkan tumpukan kertas. Bahkan, kebanyakan dosen-dosen memburu hibah riset, namun tidak menghasilkan kemajuan berarti bagi pendidikan tinggi
di Indonesia. ‘’Adanya persepsi bahwa kampus-kampus kita demikian lambat, misalnya dalam peringkat kampus global, sehingga perlu ‘dirigen’ muda dan energik yang bisa memimpin orkestrasi kemajuan dengan tempo lebih cepat sepertinya mendasari Presiden memilih Nadiem. Namun kecepatan tersebut tentu perlu didasari grand design yang konseptual, paradigmatik, dan ideologis akan arah tujuan pengembangan Dikti Indonesia,’’ tandas Radendra, Kamis (24/10). Apalagi, lanjut Radendra, pemisahan bidang ristek dan bidang dikti, bagi sebagian pihak juga dinilai seolah mereduksi kembali peran penting riset sebagai salah satu dharma perguruan tinggi. Diharapkan pemisahan ini tidak menjauhkan sinkronisasi antara riset, teknologi, dan Dikti. Selain itu, ancaman bahaya bagi kampus-kampus Indonesia, yakni bahaya makin merebak dan meluasnya paham radikalisme yang bukan hanya di perguruan tinggi, tetapi mulai di sekolah menengah juga harus diantisipasi. Ketua PD PGRI Bali Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd. juga mengakui sempat terkejut dengan penunjukan Nadiem sebagai
Mendikbud-Dikti. Namun, Wenten sangat yakin, Presiden Jokowi tidak sembarangan menunjuk menteri, apalagi Mendikbud-Dikti yang menjadi tulang punggung kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Jauh sebelum menentukan menteri, menurutnya, kepala negara pasti memasang ‘’telik sandi’’ para calon pembantunya di pemerintahan yang meliputi segala aspek, baik kompetensi maupun track record. Wenten melanjutkan, penunjukan jebolan Harvard University, USA itu pasti bertujuan mewujudkan visi pemeritah yakni SDM yang unggul untuk Indonesia Maju. ‘’Mungkin Pak Nadiem dinilai orang yang unggul karena mampu membuka lapangan kerja. Nah untuk mencetak SDM unggul, harus dari orang-orang unggul. Indikator SDM unggul, salah satunya yang mampu mencetak lapangan pekerjaan,’’ ujarnya. Selaku pelaksana di bidang pendidikan, ia mengajak masyarakat mendoakan semoga Nadiem mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Penilaian di awal, katanya, bukanlah hal bijak tanpa memberi kesempatan Mendikbud menunjukkan kinerja minimal 100 hari pertama. Di awal masa jabatan, kata Wenten, tentu terasa berat. Namun bantuan dari sejumlah Dirjen di Kemendikbud-Dikti tentu sangat membantu, ditambah posisi pendahulunya yakni Muhadjir Effendy yang kini menduduki Menko PMK, bisa jadi salah satu mentor bagi Nadiem. Lebih lanjut, menurut tokoh pendidikan asal Karangsem ini, salah satu tugas Mendikbud-Dikti yang paling urgen adalah menyatukan kurikulum. ‘’Selama ini masih ada dualisme antara Kurikulum KTSP dan K-13. Penghapusan dualisme kurikulum ini menjadi tantangan Mendikbud,’’ pungkasnya. (win)
Denpasar (Bali Post) Penutupan proyek pembangunan gudang minuman beralkohol (mikol) di Jalan Segara Sunia Negara, Pemogan, Densel, berbuntut panjang. Sejumlah orang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Satreskrim Polresta Denpasar. Di antaranya pecalang, klian dinas dan klian adat Banjar Sakah, Pemogan, Densel. Informasi di kepolisian menyebutkan, Ketut Senter selaku pecalang diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Denpasar, Jumat (25/10) kemarin, mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 10.30 Wita. Saat dipanggil polisi, Ketut Senter didampingi tokoh warga, termasuk klian di banjarnya serta puluhan masyarakat. Ketut Senter diperiksa sebagai saksi dalam kasus penutupan proyek pembangunan gudang mikol di banjarnya pada 6 Oktober 2019 lalu. Penutupan itu dilakukan secara spontan setelah berkoordinasi dengan Klian Adat Banjar Sakah yang pada saat itu turut hadir di lokasi. ‘’Sekitar lima pertanyaan diajukan petugas terhadap Ketut Senter. Pertanyaan seputaran penutupan dan
siapa yang memerintahkan menutup proyek pembangunan pabrik miras itu,’’ bebernya. Sementara itu, Ketut Senter mengaku kedatangannya ke proyek pembangunan pabrik miras itu sebagai Linmas dan tim penertiban penduduk (pecalang). Saat itu, dia ke TKP bersama pecalang lainnya untuk melakukan penertiban penduduk. Sidak itu dilakukan karena ada laporan dari masyarakat bahwa di proyek tersebut mempekerjakan penduduk nonpermanen yang belum lapor diri ke banjar. Pada saat di TKP, klian adat yang berkomunikasi dengan para buruh proyek. Sementara dirinya tidak melakukan apa-apa, selain mendampingi klian. Pecalang yang pasang pelang penutupan adalah Wayan Parek dan Made Sarya. Keduanya bertindak seizin klian banjar. ‘’Proyek itu sudah pernah disampaikan di rapat banjar pada 14 Agustus 2019. Saat itu warga tak mempermasalahkan pembangunan itu yang penting sesuai dengan peraturan,’’ tandasnya. Sementara itu, Klian Adat
Bali Post/kmb
DIPERIKSA - Puluhan warga saat menemani salah satu pecalang yang diperiksa polisi terkait penutupan proyek pembangunan gudang miras di Pemogan, Densel. Banjar Sakah A.A. Gede Aryawan mengatakan, penutupan proyek itu berawal dari sidak penduduk terkait keberadaan pekerja di proyek itu yang tak melaporkan diri. ‘’Kami pahami bersama, di Bali ini setiap krama tamiu harus mengantongi surat tanda lapor diri ke banjar. Pemeriksaan penduduk pendatang itu juga dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengenal setiap penduduk yang ada. Itu berkaitan dengan kejadian
penangkapan terduga teroris yang tinggal di di Jalan Sedap Malam, Denpasar Timur. Tujuannya, agar pihaknya di banjar utamanya para pecalang tahu tentang wilayah adatnya,’’ ucapnya. Di pihak lain, Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Muhammad Nurul Andi Yaqin yang dikonfirmasi mengatakan akan menghubungi pihak Reskrim Polresta Denpasar terkait pemeriksaan tersebut. (kmb)
Bali Post/rah
BERSIH PANTAI - Peserta Honda Touring ‘’ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’’ membersihkan sampah di Pantai Tanjung Aan, Lombok, NTB.
Ditilang, 210 Pelanggar Lalin di Bangli Peserta Touring ’’ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’’ Bersih-bersih Sampah di Pantai Tanjung Aan
Bali Post/kmb40
OPERASI - Satlantas Polres Bangli menindak pelanggar lalu lintas saat Operasi Zebra. Bangli (Bali Post) Sebanyak 210 pelanggar lalu lintas ditindak Satlantas Polres Bangli pada Operasi Zebra Agung dua hari terakhir. Pelanggar yang ditindak, didominasi pengendara sepeda motor tanpa SIM. Kasubag Humas Polres
Bangli AKP Sulhadi, Jumat (25/10) kemarin menyebutkan, dari 210 kasus pelanggaran yang ditindak, 99 di antaranya karena tidak membawa SIM, 35 tidak membawa STNK, dan 25 lainnya membawa STNK tidak sah. Selain itu, 10 pengendara lainnya ditindak
karena tanpa helm, 20 KIR mati, tanpa sabuk pengaman 6 orang, dan 15 lainnya ditindak karena tanpa kelengkapan seperti spion dan lainnya. “Pelanggar paling banyak masyarakat umum. Sementara pelajar sedikit,” terangnya. Oleh polisi, para pelanggar tersebut diberikan sanksi tilang. Dijelaskannya, Operasi Zebra Agung sudah dilaksanakan mulai Rabu (23/10) lalu. Operasi zebra yang bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas ini akan berlangsung selama 14 hari. Ada pun yang disasar dalam operasi kali ini meliputi pelanggaran helm, penggunaan HP saat berkendara, pengendara di bawah umur, sabuk keselamatan, dan pengemudi dipengaruhi alkohol atau narkoba. Selain itu, pengendara melawan arus, serta menggunakan lampu rotator atau strobe juga turut menjadi sasaran. (kmb40)
MEMASUKI hari kedua Honda Touring ‘’ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’’ Bali-Lombok-Sumbawa, Jumat (25/10) kemarin peserta mengeksplor empat lokasi atau objek kunjungan yaitu Monumen 1.000 Masjid, Desa Saba, Mandalika (Sirkuit MotoGP), Pantai Tanjung Aan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain mengeksplor keindahan dan keunikan setiap objek, peserta touring juga peduli dengan lingkungan. Salah satunya dengan membersihkan Pantai Tanjung Aan dari sampah, khususnya sampah plastik. Apalagi pantai tersebut makin banyak dikunjungi wisatawan mancanegara karena pasirnya putih, air laut yang tenang dan pemandangan sangat indah karena
dikelilingi bukit. Setibanya di Lombok, rombongan disambut Kepala Wilayah Astra Motor Mataram Budianto didampingi Maketing Manager Kresna Murti. Seluruh peserta dijamu dengan breakfast. Budianto juga melepas peserta touring ke objek selanjutnya. Supervisor Marketing Astra Motor Bali I Gusti Agung Lanang Oka Pradipta menyampaikan, kunjungan pertama yaitu mengunjungi Monumen Seribu Masjid. ‘’Monumen Seribu Masjid ini simbol dari Kota Lombok. Di Lombok dikenal dengan Pulau Seribu Masjid,’’ ujarnya. Selanjutnya rombongan touring berjumlah 19 peserta mengunjungi Desa Sade. Alasan dilakukan kunjungan ke sana karena di Desa Sade merupakan suku
asli dari Lombok yaitu Suku Sasak. Di sana, Agung Lanang tinggal sekitar 150 KK yang memiliki tradisi dan adat yang sangat kuat. ‘’Jadi kita coba melihat langsung Suku Sasak itu sendiri dari adat dan budayanya. Tadi kami juga pada saat awal sampai di sana disuguhi tari Peresean. Seni tari itu cukup unik,’’ ucapnya. Peserta touring juga mendapat kesempatan melihat kehidupan warga Sasak di Desa Sade itu, di mana wanita harus bisa menenun kain. Ada juga rumah tradisional untuk membersihkan lantainya menggunakan kotoran kerbau. Kunjungan ketiga ke Mandalika karena ini calon Sirkuit MotoGP yang rencananya akan diselengga-
rakan di tahun 2021. ‘’Nah kita coba kunjungi itu. Ya, melihat langsung proses pembangunannya,’’ tandasnya. Setelah itu mengendarai sepeda motor Honda ADV 150 melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Aan. Selain menikmati view pantai dan bersantai sejenak di Tanjung Aan, peserta touring dari komunitas Honda ADV 150 ini juga melakukan aksi bersih-bersih pantai. ‘’Kenapa kami lakukan itu? Ya, selain happy fun dalam acara ini, kami juga ingin memberikan pengaruh positif kepada komunitas peduli juga terhadap lingkungan kita,’’ ujar Agung Lanang. Sore harinya perjalanan dilanjutkan menuju Sumbawa melewati Pelabuhan Kahyangan. (rah)
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memilih Model Demokrasi ala Indonesia MASYARAKAT kiranya berperasaan campur aduk manakala Presiden Joko Widodo mengumumkan komposisi kabinetnya. Memang penunjukan anggota kabinet menjadi puncak dari keberhasilan memenangkan pemilihan presiden karena hakikatnya kabinetlah yang menjalankan kebijakan presiden. Dikatakan campur aduk karena secara jujur harus dikatakan, ada kejutan nama menteri yang menjadi pilihan Presiden Joko Widodo. Sebagian memang merupakan wajah lama yang menghiasi kaninet masa kepemimpinan Joko Widodo tahun 2014-2019. Sebagian merupakan wajah baru. Pada titik inilah, kelihatan perasaan tersebut. Menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, misalnya, mungkin masyarakat sudah tahu dan paham. Namun, manakala menyebutkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, membuat masyarakat campur aduk. Ini merupakan hal yang wajar karena orang semua tahu bahwa Prabowo merupakan kompetitor Joko Widodo dalam kandidasi presiden selama dua periode. Apabila Indonesia menjalankan demokrasi yang murni dan presiden menjalankan hak prerogatifnya, banyak yang berpandangan Prabowo sebaiknya menjadi penyeimbang politik di luar kabinet. Ini sangat diperlukan dalam khazanah demokrasi sebagai mekanisme penjagaan keseimbangan. Prabowo diperlukan untuk mengkritisi pemerintahan, dan terlebih lagi partai politik di mana ia menjadi ketua umum, yaitu Gerindra, menjadi corong kekritisan tersebut. Melihat dari sumber daya dan perilaku politik yang terjadi pada pemilu, baik tahun 2014 maupun 2019, hal itu sangat memungkinkan. Apalagi kita tahu penampilan Partai Gerindra cemerlang pada tahun 2019. Partai ini berhasil menduduki posisi kedua. Tetapi, seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa Presiden Joko Widodo ternyata memilih Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Inilah yang menjadi pilihan dan memang Prabowo Subianto telah menyetujuinya. Dalam konteks perkembangan politik Indonesia, mungkin ini perlu sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan perilaku politik ke masa depan. Kita sebagai bangsa sesungguhnya ingin dan telah mewujudkan sistem kehidupan yang seimbang tanpa gejolak. Ini terlihat pada segmen kehidupan sosial mana pun, bahkan dapat kita lihat pada nilai-nilai tradisional. Selametan yang dilakukan masyarakat di Jawa adalah upaya mencapai keseimbangan sosial, menekan tantangan kehidupan dan membagi bahagia serta kesenangan bersama. Ada pesta tarian pada masyarakat Indonesia bagian timur setelah berhasil berburu, lalu makan bersama-sama. Di Bali keseimbangan sosial itu adalah Tri Hita Karana, keseimbangan antara manusia, Tuhan dan lingkungan. Jadi, kita menafsirkan bahwa terbukanya Presiden Joko Widodo terhadap kompetitornya saat pemilihan presiden yang lalu, tidak lain untuk mencapai keseimbangan sosial tersebut. Namun, tetap ada pekerjaan rumah kita bersama untuk memikirkan negara Indonesia. Sudah lebih dari dua dekade reformasi itu berjalan, tetapi tidak ada kemajuan yang berarti dalam tatanan demokrasi Indonesia. Demokrasi yang diharapkan akan dapat mencerdaskan masyarakat melalui pilihan-pilihannya, ternyata tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut. Kita merasakan, paling tidak pada tataran isu, ada suap yang diberikan oleh calon politisi kepada masyarakat agar memilih yang bersangkutan. Praktik politik seperti ini tidak habis-habisnya di Indonesia. Juga ada isu seperti itu pada pemilihan bupati, gubernur dan sebagainya. Namun, kini dengan adanya kesediaan Joko Widodo menerima kompetitornya menjadi anggota kabinet, juga Prabowo bersedia menerima, maka nampak inilah mungkin cara yang paling tepat untuk memelihara ketertiban di Indonesia. Bolehlah kita sebut sebagai demokrasi ala Indonesia yang cenderung mengedepankan kerja sama atau gotong royong.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah)
Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan ke hadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat, dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 461401-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan ke hadapan Bapak/Ibu dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin
Dari Prabowo Hingga Gojek Susunan anggota kabinet Presiden Joko Widodo yang diumumkan hari Rabu yang lalu, cukup mengejutkan. Beberapa pihak dan sebagian masyarakat mungkin mengerutkan kening melihat personel kabinet sekarang. Ada yang menyebutkannya kontroversial, bahkan ada juga yang mengkritik personel kabinet yang muncul membantu Presiden Joko Widodo. Masuknya Prabowo Subianto terutama, dipandang sebagai salah satu kontroversi dari susunan kabinet ini. Lalu, munculnya mantan jenderal sebagai Menteri Agama dan bos Gojek menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kemenristekdikti kembali dilebur ke dalam Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ada sekian kejutan di dalam tubuh kabinet sekarang. Namun, tetap harus diingat bahwa Presiden mempunyai hak prerogatif soal itu.
Oleh GPB Suka Arjawa ada konteks politik, masuknya Prabowo Subianto menjadi anggota kabinet, merupakan salah satu strategi untuk menstabilkan sistem ketatanegaraan. Ini apabila dilihat bahwa kekuasaan merupakan tujuan dari perjuangan politisi. Seluruh masyarakat tahu bahwa baik pada tahun 2014 maupun tahun 2019, persaingan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto cukup sengit, dan kita semua tahu Prabowo Subianto kalah. Kekuasaan pastilah lepas dari genggaman. Ketegangan masyarakat pada tahun 2014, cukup panjang pasca-pemilu karena ada tuntutan melalui Mahkamah Konstitusi, termasuk juga ada berbagai kondisi yang terkesan direkayasa. Bulan April lalu, lewat televisi, masyarakat melihat kerusuhan di Jakarta setelah pengumuman kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Meski tidak terkait langsung, tetapi masyarakat terkesan mengaitkan kerusuhan ini dengan pemilihan umum presiden tahun 2014. Maka, dua kali kekalahan itu dipersepsikan akan berbuntut kekecewaan, dan karena konsekuensinya besar, maka cara yang paling positif untuk menghindari instabilitas tersebut adalah dengan membagi-bagi kekuasaan tersebut. Atau transfer kekuasaan. Maka, dalam konteks ini dapatlah dikatakan bahwa jabatan menteri yang diserahkan kepada Prabowo tersebut adalah
bentuk pembagian kekuasaan demi stabilitas nasional. Apalagi kemudian terlihat bahwa Partai Gerindra yang menjadi oposan mendapatkan jatah dua menteri. Sebagai jabatan politik, menteri adalah bagian dari kekuasaan, dan kekuasaan inilah yang akan dipakai untuk membuat kebijakan dan keputusan politik. Kekuasaan itu pula yang dipakai untuk menerapkan ide dan pengaruh yang merupakan bagian dari citacita diri atau partai politiknya. Inilah tujuan dari kekuasaan tersebut. Menjadi menteri jelas mendapatkan kekuasaan, meskipun tidak sebesar dari apa yang didapatkan presiden. Boleh dikatakan sebagai cara gotong royong menyikapi kekuasaan. Pemberian jabatan menteri kepada Prabowo Subianto itu adalah bentuk gotong royong menyikapi kekuasaan. Jika analisis ini benar, ternyata kekuasaan pun dapat digotongroyongkan di Indonesia. Jika memang kekuasaan tersebut dapat digotongroyongkan, mengapa harus “bertengkar” hanya untuk mendapatkan kekuasaan tersebut. Apalagi kemudian “pertengkaran” tersebut membuat sarana dan infrastruktur negara hancur dan rakyat ketakutan secara psikologis. Bukankah lebih baik ada perjanjian “gotong royong” saja menjelang kontestasi pemilu. Di sini cukup terlihat bahwa Indonesia itu terterapkan demokrasi gotong royong, bukan demokrasi yang murni dari Barat. Semestinya, Gerindra dan
Prabowo ada pada barisan oposisi. Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan juga mempunyai kesempatan untuk mewujudkan ide-ide yang dikeluarkannya seperti yang tergambarkan pada kampanye pilpres yang lalu. Akan tetapi, beberapa komentar juga muncul terhadap masuknya dua komponen Partai Gerindra, terutama Prabowo Subianto di dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo ini. Ada yang menyebutkan bahwa perilaku politik dan sistem politik di Indonesia ini aneh, cair, atau tidak terduga. Dalam bayangan mereka, begitu menegangkannya pemilihan umum presiden yang lalu, dilihat dari perilaku politik pasti akan memunculkan kekuatan pengimbang di dalam sistem politik Indonesia. Peristiwa ini seharusnya sangat menarik untuk diteliti dan diperhatikan dalam perjalanan sejarah politik Indonesia dan berpotensi memunculkan temuan baru dalam iklim politik Indonesia. Misalkan saja signifikansi peran kelompok oposisi model Indonesia. Akan tetapi, hal itu tidak terjadi karena telah masuknya kompetitor dalam pemilu ke dalam pemerintahan. Yang menarik untuk diperhatikan pada masa mendatang justru adalah perilaku politik yang lain. Dalam arti, bagaimana Gerindra dan Prabowo mampu menyesuaikan diri dengan pemerintahan dan transformasi perubahan sikap di dalam pemerintahan oleh pihak oposisi. Dari sisi politik sebagai upaya untuk mencapai pengaruh,
Info Singaraja FM infosingarajafm
081933004217
HIV/AIDS Perlu Penanganan Ekstra PENYEBARAN HIV/AIDS menjadi sorotan Suara Buleleng, Jumat (25/10) kemarin. Sebab, sejak 1999 sampai saat ini sudah sekitar 3.000 orang terkena vuris mematikan itu. Berikut rangkumannya. Gung De di Jalan Ngurah Rai berharap seluruh warga Buleleng lebih berhati-hati, tidak melakukan seks bebas dan tidak ada balas dendam dari penderita untuk menularkan kepada orang lain. Penyebaran virus ini bagaikan gunung es sehingga perlu penanganan superekstra agar penyebarannya bisa diminimalisir. Tangani dengan melibatkan desa dinas dan desa adat sehingga mampu menekan penyebarannya. Termasuk keamanan dalam pilkel serentak 2019 sehingga berjalan aman, lancar dan damai agar Buleleng tetap aman dan damai. Marilah kita jaga Buleleng demi terciptanya kondusivitas dan pembangunan berjalan dengan baik dan lancar. Gamaarta di Pemaroan, Patemon menyoroti beasiswa anak kurang mampu saat ini. Bagaimana pelak-
sanaannya? Pihaknya menanyakan terkait beasiswa buat anak kurang mampu di tingkat SMA/SMK yang belum diterima, apakah hal ini masih berjalan atau sudah mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Mohon perhatiannya agar mampu memberikan manfaat bagi siswa yang kurang mampu. Sebagai warga Buleleng, Bunda Dewi di Jalan Kamboja mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali yang memberikan perhatian kepada Buleleng dalam hal pembangunan. Semoga Buleleng nantinya sejajar dengan kabupaten lain yang sudah mampu dengan berbagai program yang telah dilaksanakan. Seperti pembangunan shortcut dan bandara agar bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga Buleleng dan pengangguran dapat diatasi. (kmb)
Joko Widodo harus juga berhatihati dan taktis dalam menjalankan pemerintahan pada periode ini. Agar bisalah selalu bekerja sama dan menyikapi ide-ide dalam kabinet, termasuk dari Prabowo agar keseimbangan kabinet tetap terjamin. Masuknya Gerindra ke dalam pemerintahan Joko Widodo semakin memperlihatkan sekali lagi bahwa demokrasi gotong royong merupakan cara terbaik untuk mengelola sistem politik dan sistem pemerintahan Indonesia. Dengan cara ini, tidak akan ada lagi konflik yang demikian bertebaran di masyarakat. Jadi, dari sinilah harus kembali dilihat apakah kembali memilih presiden lewat MPR atau bagaimana. Jika bersedia kembali memilih presiden melalui mekanisme MPR, maka akan jauh lebih mampu mengirit biaya. Hal lain yang mendapat sorotan sekaligus banyolan di media sosial adalah diangkatnya bos Gojek menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Bahwa seluruh identitas Mendikbud dan Ristekdikti akan kembali dilebur, termasuk cap dan kop surat, muncul berbagai guyonan terhadap Nadiem Makarim, anak muda yang berhasil membangun Gojek dampai ke mancanegara. Masuknya anak muda ini, boleh dikatakan bagaimana keinginan pemerintah untuk mempercepat integrasi pendidikan di Indonesia dari dasar sampai jenjang pendidikan tertinggi. Harus diperhatikan, bahwa pendidikan itu haruslah berbasis kebudayaan. Karena itulah nama departemennya Pendidikan dan Kebudayaan. Artinya, segala bentuk dan aspek pendidikan itu harus disesuaikan dengan nilai-nilai yang ada dan kemudian berkembang di Indonesia. Secara umum, model kebudayaan Indonesia itu cenderung lambat dan menunggu keseimbangan untuk perkembangannya. Dibentuk dasarnya dulu, baru kemudian dikembangkan. Membuat batu bata, para perajin harus meratakan tanah dulu, membasahi, kemudian mediamkannya beberapa hari, sebelum
dicetak menjadi batu bata yang kuat. Masyarakat Indonesia tidak bisa membuat batu bata langsung karena kualitasnya akan jelek. Karena itu, jika dipaksakan melakukan percepatan di bidang pendidikan, hasilnya akan bisa jelek. Bukankah IPTN sempat gagal, padahal Indonesia sudah mempersiapkan Pelita sejak tahun 1969. Salah satu penyebab kegagalan IPTN adalah menyalahi kultur. Tahapan pelita tersebut, mencerminkan budaya Indonesia. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana.
POJOK
Kabinet diumumkan, Rp 12,03 triliun investasi asing masuk RI.
- Astungkara segera ekonomi bangkit. *** Belum dapat kursi menteri, PKPI pasrah, Hanura resah. - Tetap bersatu. *** Lantik wakil menteri, tegaskan politik akomodatif Jokowi. - Untuk persatuan Indonesia.
Warung Global
Penyederhanaan Eselon Berdampak Positif WACANA penyederhanaan eselon dari empat level menjadi dua yang digulirkan Presiden Joko Widodo mendapat apresiasi positif dari kawan Global. Para pendengar setia Radio Global 96,5 FM beranggapan bahwa banyak dampak positif jika penyederhanaan eselon ini dilakukan. Di antaranya menghemat anggaran negara untuk membiayayi fasilitas pejabat, mengurangi praktik korupsi, mempercepat proses perizinan dan birokrasi lainnya. Dalam acara dialog Warung Global, Kawan Global berharap agar ASN bekerja melayani rakyat dengan baik. Mereka diharapkan mulai berprinsip jika bisa dipermudah, buat apa dipersulit! Sebagai warga masyarakat, Fera di Tabanan merasa sangat perlu dilakukan penyederhanaan ini. Dengan penyederhanaan eselon, jalur birokrasi bisa dipersingkat sehingga mengurangi celah untuk melakukan korupsi. Ia berharap para pelayan publik/ASN ini menjaga nama baik dan malu jika melakukan korupsi. Menurut Budiada di Tabanan, birokrasi yang gemuk menyebabkan anggaran biaya besar. Negara harus berhitung berapa biaya yang bisa dihemat jika penyederhanaan ini dilakukan. Dari penghematan ini, dananya bisa digunakan untuk membiayai pembangunan. Jika negara banyak uang, dan tak punya utang, tidak masalah. Jadi, kalau bisa diefisiensi, bisa disederhanakan, mengapa tidak?
Ayu di Petang juga menyampaikan opini yang sama. Penyederhanaan eselon ini akan menunjukkan profesionalisme para ASN, pengeluaran negara lebih efisien. Selama ini ia melihat bahwa telah terjadi kesenjangan sosial. Ketidakkompakan para ASN dalam menjalankan tugas mereka, ada golongan yang bekerja keras ada juga yang hanya main perintah tanpa bekerja. Ia berharap dengan penyederhanaan eselon ini para pelayan publik ini kompak dan semangat dalam bekerja. Apa dampak secara langsung bagi rakyat? Demikian pertanyaan Nyoman Mastra di Gianyar. Sebenarnya rakyat, menurut Mastra, hanya ingin ASN bermoral, birokrasi yang tidak ribet. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Usai Minum Miras Pelajar Aniaya Perempuan Paruh Baya Tabanan (Bali Post) Kasus penganiayaan terjadi Kamis (24/10) lalu di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Perempuan paruh baya berinisial NH (51) dianiaya oleh pelajar asal Kecamatan Pupuan berinisial AP (19). Dari informasi yang dihimpun, kasus penganiayaan terjadi sekitar pukul 04.30 Wita. Saat itu korban yang tinggal di Perum Griya Multi Jadi, Kediri ini hendak pulang usai belanja di Pasar Kediri dengan mengendarai sepeda motor. Saat tiba di persimpangan kantor DPRD Tabanan, tepatnya di lampu merah Banjar Sanggulan, tiba-tiba korban ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor dari arah belakang. Karena tabrakan tidak keras, korban pun tetap melanjutkan perjalanan. Tidak lama korban pun lagilagi ditabrak oleh pelaku hingga terjatuh ke parit. Korban berusaha bertanya pada pelaku alasan dirinya terus ditabrak. Bukannya mendapatkan jawaban, pelaku justru menendang motor korban sampai korban kembali jatuh di bahu jalan. Yang mengejutkan, justru pelaku langsung memegang bah u d an m e m e l u k k o rban, serta hendak mencium korban. Lantaran korban
berontak, pelaku pun membekap mulut korban dan memukul pelipis kiri korban sebanyak lima kali. Korban terus melakuk a n p e rla wa na n b a hka n meremas kemaluan pelaku hingga ia kesakitan dan melarikan diri. Bersamaan, melintas seorang perempuan dan mengajak korban ke masjid yang berada tidak jauh dari TKP. Setelah merasa tenang dan hendak kembali ke rumah, dalam perjalanan korban melihat pelaku sudah diamankan oleh warga. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta mengatakan, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres. Da ri p engakuan pelaku, sebelumnya ia usai minum miras di Tanah Bang. ‘’Memang yang bersangkutan usai minum. Kalau dibilang mabuk, harus dicek kadar alkohol dalam darahnya. Buktinya dia bisa antartemannya ke Dalung dan mengendarai sepeda motor,’’ ucap Iptu Budiarta. Terkait motif atau alasan pelaku melakukan penganiayaan, sampai saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan pasti. ‘’Masih diperiksa lebih lanjut, jadi kita belum tahu motifnya,’’ ucapnya. (kmb28)
Bali Post/bit
PEMBAHASAN - Pembahasan penetapan kelas air Danau Beratan yang digelar di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, Jumat (25/10) kemarin.
Tangani Persoalan Danau Beratan
Pemkab Perlu Kerja Sama Multisektor Tabanan (Bali Post) -
Danau Beratan adalah salah satu aset Kabupaten Tabanan. Kedalaman danau mencapai 12,8 m dengan luas permukaan 3,8 km2 dan volume 49,22 m3. Danau Beratan memiliki peranan penting sebagai cadangan air di Bali sekaligus daya tarik wisata alam. Namun pencemaran air danau, kerusakan daerah tangkapan air, serta penambahan lahan sempadan danau telah menjadi isu yang perlu segera ditangani. Penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Tabanan. Pemkab memerlukan kerja sama multisektor. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan I Made Subagia dalam pertemuan pembahasan
rencana penetapan kelas air Danau Beratan, Jumat (25/10) kemarin, di ruang rapat kantor Dinas Perikanan Tabanan. Kegiatan ini dalam upaya pemulihan ekosistem serta daerah tangkapan air di Danau Beratan, Kecamatan Baturiti. Lebih lanjut Subagia menyampaikan, penyelamatan ekosistem danau memerlukan environmental mainstreaming yaitu terintegrasinya up-
aya pengendalian dampak ke dalam kebijakan dan kegiatan berbagai sektor pembangunan dan kegiatan usaha. Pengintegrasian upaya ke dalam kebijakan dan program kegiatan ini menjadi corrective action pada berbagai sektor terkait. ‘’Penyelamatan ekosistem danau juga memerlukan upaya terpadu antaraspek,’’ pungkasnya. Oleh karena itu, rumusan program penyelamatan danau
harus strategis dan menjawab keterpaduan penanganan. Menurutnya, tahun ini Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Unda Anyar (BPDASHL Unda Anyar) telah menginisiasi penyusunan Dokumen Rencana Pengelolaan di Danau Beratan. ‘’Hal ini sangat membantu dalam upaya menemukan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan danau yang ada hingga saat ini. Nantinya dalam dokumen tersebut terdapat hasil analisa daya dukung sumber daya air dan lahan di Danau Beratan sebagai acuan untuk menyusun arahan rencana program
dan kegiatan pembangunan, khususnya di Danau Beratan serta daerah tangkapan airnya,’’ kata Subagia. Dijelaskan, Pemkab Tabanan mengapresiasi upaya yang dilakukan BPDASHL Unda Anyar dan berharap instansi terkait dapat bersinergi dalam pemulihan ekosistem danau. Dokumen ini nantinya dapat dijadikan salah satu acuan kerja serta melalui pertemuan ini diharapkan dapat teridentifikasi sejauh mana perkembangan upaya dan hasil pemulihan ekosistem Danau Beratan dan rencana tindak lanjut ke depannya sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. (kmb28)
Buka Muscab Gapensi
Wabup Sanjaya Harapkan Jasa Konstruksi Profesional Bali Post/ist
PELAKU - Pelaku penganiayaan saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Lestarikan Budaya Bali Lewat Musikalisasi Puisi Tabanan (Bali Post) Upaya pelestarian budaya Bali gencar dilakukan berbagai pihak. Salah satunya oleh penyuluh bahasa Bali Kecamatan Marga yang kerap membuat agenda kegiatan yang bermuara pada pelestarian budaya Bali. Seperti pada Jumat (25/10) kemarin, digelar lomba budaya tingkat SD, SMP dan SMA/SMK di Wantilan Margarana, Desa Dauh Puri, Kecamatan Marga. Menariknya, salah satu lomba yang digelar adalah lomba musikalisasi puisi bahasa Bali tingkat SMA/SMK. Dari pantauan, Wantilan Margarana dipenuhi peserta lomba baik dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Mereka didampingi para guru. Antusiasme peserta sangat terlihat. Total sekitar 90 peserta mengikuti lomba ini. Selain untuk melestarikan budaya Bali, kegiatan ini juga untuk menguji kemampuan peserta didik yang sebelumnya telah diajar oleh penyuluh bahasa Bali lewat kelompok belajar Bahasa Bali. Anggota DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi mengatakan, langkah mengadakan lomba ini sangat efektif supaya dapat melihat hasil yang telah diajarkan selama ini. Sekaligus menunjukkan jika kegiatan penyuluh bahasa Bali tidak hanya di desa saja yang hasilnya belum tentu dilihat. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan konsep pemerintah pusat, bahwa pembentukan sumber daya manusia menjadi hal terpenting dalam pembangunan. ‘’Sebagai masyarakat Bali, dalam konsep pembentukan
sumber daya manusia yang lebih ditekankan tetap berpedoman pada pembangunan mental dan karakter. Terutama sebagai orang Bali menjaga etos adat, budaya dan cara berkomunikasi sebagai orang Bali,’’ ucapnya. Hanya, dia pun mengakui anggaran Pemkab Tabanan untuk honor penyuluh bahasa Bali masih kurang. ‘’Tugas mereka tidak hanya mengadakan lomba saja, tetapi sudah punya tugas komplit dan berkaitan dengan Dinas Kebudayaan yang jelas sudah masuk bagian dari nomenklatur yang kuat dan harus diakui masuk dalam anggaran daerah. Jadi honornya harus ditingkatkan,’’ ucapnya. (kmb28)
JASA konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan suatu daerah, terutama dalam hal pembangunan fisik. Untuk itu pengurus asosiasi jasa konstruksi diharapkan profesional. Demikian disampaikan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Muscab IX Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten T abanan, Jum at (25/10) kemarin, di Dewi Sinta Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Dalam Muscab IX Gapensi Tabanan, kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Tabanan periode 2019-2024, I Nyoman Yasa. Tidak hanya penekanan profesionalisme, koordinasi dan komunikasi anggota Gapensi yang telah berjalan baik selama ini dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan diharapkan Sanjaya bisa terus dipupuk dengan baik. Ini sejalan dengan tema Muscab IX, yakni Gapensi
bertekad wujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas demi Tabanan serasi. ‘’Di usianya yang hampir 60 tahun, Gapensi Tabanan telah memberikan kontribusi dalam pembangunan di bidang infrastruktur. Saya harap ke depan bisa terus kompak membangun Tabanan dengan baik,’’ ucap Sanjaya. Menurutnya, dalam melanjutkan kerja sama tentunya ke depan perlu terus dilakukan penyempurnaanpenyempurnaan. Karena hal itu sangat perlu dilakukan untuk menghasilkan produk infrastruktur yang andal, berdaya saing dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta tuntutan zaman. Salah satu hal yang menjadi perhatian Wabup Sanjaya dalam penyempurnaan kerja sama tersebut adalah kesiapan Sumber Daya Manusia dalam menghadapi era digital. ‘’Saat ini proses pengadaan kerja sama di bidang konstruksi
telah dilaksanakan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Ini bertujuan baik untuk mempersingkat, mempermudah dan menjamin keterbukaan serta persaingan yang sehat dalam proses pengadaan kerja sama konstruksi,’’ ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua Gapensi Bali Ir. Wayan Yogantara mengatakan, dalam perjalanannya Gapensi dihadapkan pada berbagai tantangan akibat regulasi yang berubah dan persyaratan yang sangat ketat. Akibatnya, tiap tahun jumlah anggota Gapensi menurun. Dari awalnya sebanyak 1.419 anggota, tahun ini hanya ada 626 anggota. Begitupun untuk diwilayah Tabanan yang awalnya 140 anggota, kini hanya 75 anggota. ‘’Dari jumlah yang tersisa, 95 persen perusahaan skala kecil,’’ terangnya. Yogantara menyebutkan tantangan muncul karena adanya perubahan pangsa pasar yang diberlakukan
MUSCAB GAPENSI - Suasana pembukaan Muscab IX Gapensi Tabanan. bebas secara nasional, demikian pula ketatnya kompetisi badan usaha untuk mendapat sertifikat badan usaha, pelaksanaan tender memiliki syarat yang cukup ketat baik SDM dan peralatan yang terkadang tidak bisa dipenuhi oleh rekanan kecil. Ketua BPC Gapensi Tabanan I Nyoman Yasa mengatakan, kegiatan muscab
ini merupakan siklus lima tahunan yang wajib dilaksanakan. ‘’Kami di Tabanan tetap bersemangat penuh meski di tengah tantangan berat seperti persyaratan, perlengkapan dan regulasi sangat diperketat. Namun dengan dukungan pimpinan daerah di Kabupaten Tabanan, saya yakin Gapensi akan lebih baik ke depannya,’’ ucapnya. (ad766)
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Bebaskan Lahan ’’Shortcut’’ 7-10 Pemprov Bali Siapkan Dana Rp 190 Miliar Pembebasan tanah warga di Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada yang masuk jalur pembangunan shortcut dari titik 7 sampai 10 dipastikan akan dilunasi Desember tahun ini. Untuk mengganti rugi tanah warga tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menyiapkan dana dari APBD Bali 2019 lebih dari Rp 190 miliar. Masalah apa yang masih mengganjal terkait proses pembebasan tanah tersebut?
Bali Post/kmb38
HUT SMAN 1 – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. menghadiri HUT SMAN 1 Singaraja, Jumat (25/10) kemarin.
Soal Ranpergub Arak Bali
Gubernur Instruksikan Dikelola Warga Singaraja (Bali Post) – Penyusunan rancangan peraturan gubernur (ranpergub) legalisasi arak Bali terus dikebut. Ini karena petani yang mampu memproduksi arak Bali berkualitas itu memerlukan upaya perlindungan hukum atas usaha yang digeluti, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri. Selain arak Bali dilegalisasi melalui regulasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan ruang seluas-luasnya agar pengelolaan minuman beralkohol (mikol) lokal Bali itu dikelola warga sendiri. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan hal itu di sela-sela menghadiri puncak HUT SMAN 1 Singaraja, Jumat (25/10) kemarin. Gubernur mengatakan, sejak penyusunan ranpergub ini dilakukan, pihaknya sudah melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Hasilnya, pemerintah pusat memberikan lampu hijau perlindungan hukum untuk petani itu. Pemerintah pusat juga memberikan istilah penamaan untuk legalisasi arak Bali
dengan nama “Tata Kelola Minuman Nusantara Khas Bali”. “Sedikit lagi ranpergub itu akan kelar. Bahkan, sudah diberikan nama oleh Dirjen Industri Agro Ke menterian Perindustrian, sehingga usaha arak Bali di Buleleng dan Karangasem terlindungi secara hukum,” katanya. Tidak cukup, kata Gubernur, sebatas penerbitan regulasi itu, pemerintah daerah diharapkan berkomitmen memberdayakan keberadaan usaha pembuatan arak Bali itu. Caranya bisa diwujudkan dengan cara menghim-
pun petani atau pembuat arak di dua kabupaten tersebut dalam wadah koperasi. Lembaga ini nantinya dikelola warga pribumi di wilayah bersangkutan. Alasannya, karena setelah pembuatan arak Bali itu dilegalkan dan ada juga perusahaan luar daerah ikut mengelola, maka petani yang sudah membuat arak sejak tahun silam itu, justru dikhawatirkan tidak mendapatkan keuntungan yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. “Tidak boleh ada orang luar. Harus warga Bali yang
manual tradisional - Sejauh ini mayoritas proses pembuatan arak Bali masih mengunakan cara- cara manual tradisional.
mengelola arak itu, sehingga tujuan kita melindungi arak Bali itu tercapai. Bahkan, bisa memberikan manfaat bagi petani atau pembuat arak itu sendiri,” jelasnya. Wadah Koperasi Di sisi lain, Gubernur menambahkan, setelah regulasi itu diundangkan dan ada strategi penguatan kelembagaan melalui wadah koperasi, maka peran pemerintah daerah diharapkan mampu membina petani atau para pembuat arak Bali dalam menciptakan produknya. “Setelah usaha petani itu kita beri izin, pemerintah daerah saya minta turun tangan dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi dan juga menjaga kualitas arak Bali itu sendiri,” katanya. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menyambut positif dan mendukung kebijakan Gubernur Koster yang sedang merancang legalisasi produksi arak Bali itu. Dengan pembuatan arak Bali itu dilegalkan, dirinya yakin petani atau para pembuat minuman tradisional itu akan mendapat keuntungan dari usaha yang mereka geluti. Di beberapa desa Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, dan Sawan sudah dikenal memproduksi arak Bali kualitas tinggi. Hanya, berapa jumlah perajinnya sampai sekarang belum terdata dengan baik. Setelah ranpergub itu akan disahkan menjadi pergub, instansi terkait ditugaskan melakukan pembinaan dengan meningkatkan kapasitas produksi dan juga kualitas produksi terjaga dengan baik. “Kalau dilegalkan tentu usaha yang selama ini home industry itu akan bisa dikembangkan. Kami yakin dengan legalisasi, para petani atau siapa pun pembuat arak Bali itu akan dapat keuntungan. Hal itu penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri,” harapnya. (kmb38)
GUBERNUR Bali Wayan Koster mengatakan saat menghadiri puncak HUT SMAN 1 Singaraja, Jumat (25/10) kemarin, pembebasan tanah untuk pembangunan shortcut titik 7 sampai 10 di Kabupaten Buleleng itu sekarang sedang diproses. Gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula ini menambahkan, tim appraisal yang telah ditunjuk masih melakukan sosialisasi dengan menyasar pemilik tanah di tiga desa tersebut. Melalui tahapan seperti itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini memastikan kepada pemilik tanah yang masuk jalur proyek itu akan menerima ganti rugi dari pemerintah Desember 2019 ini. Setelah lahan dibebaskan hingga 100 persen, maka tahun depan tinggal menunggu pelaksanaan konstruksi fisik yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia (PUPR-RI). “Tim Appraisal sudah bekerja. Anggaran sudah ada Rp 190 miliar lebih. Saya targetkan Desember ini, kita berikan ganti untung kepada para pemilik tanah yang masuk jalur proyek itu,” katanya. Terkait kemungkinan menggusur rumah warga atau palinggih, mantan anggota DPR-RI ini menjamin bangunan yang turut digusur akan diganti rugi sesuai mekanisme yang berlaku. “Untuk bangunan akan dikasi uang membangun rumah atau bangunan lain yang baru. Namun berapa jumlahnya kita tunggu sampai tim appraisal menyelesaikan tugasnya,” tegas Gubernur didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Bali mulai melakukan pendekatan
dengan pemilik tanah yang masuk jalur lanjutan pembangunan proyek shortcut Singaraja - Mengwitani. Untuk membangun shortcut dari titik 7 sampai titik 10 itu memerlukan luas lahan sekitar 31,41 hektar. Pemprov telah menerbitkan pengumuman No. 590/16396/Pem/B.Pem-Otda tertanggal 17 Oktober 2019. Pengumuman itu ditandatangani Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Bali, Ni Luh Made Wiratmi. Dia juga merangkap sebagai Ketua Tim Pembebasan Lahan. Dalam pengumuman itu tercantum tiga desa yang akan terdampak pembebasan lahan yakni Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Total lahan di tiga desa itu 31,41 hektar. Nantinya, di atas lahan itu akan dibangun jalan baru sepanjang tujuh kilometer. (mud)
Perampingan Jabatan Realistis
Pemkab Disokong 785 Eselon III dan IV
Singaraja (Bali Post) – Keinginan memangkas pejabat eselon yang diwacanakan Presiden Joko Widodo dari tingkat pusat sampai daerah tampaknya realistis. Pasalnya, jabatan struktural eselon III dan IV itu tergolong gemuk. Buktinya, di jajaran Pemkab Buleleng saja, total keberadaan pejabat eselon III dan IV adalah 785 orang. Kalau kebijakan Presiden Jokowi itu benarbenar dijalankan, maka ratusan pejabat struktural itu akan dialihkan menjadi pejabat fungsional. Dari data yang dikumpulkan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu, 785 pejabat itu terdiri atas eselon III sebanyak 186 orang, eselon III-A 59 orang, dan eselon III-B 127 orang. Sedangkan, eselon IV jumlahnya mencapai 507 dengan rincian eselon IV-A 415 orang dan eselon IV-B 92 orang. Dari dua eselon itu, hingga tahun ini ada be-
berapa orang yang tidak lagi menjabat. Alasannya sudah menginjak masa pensiun. Seperti untuk eselon III hanya satu orang yaitu eselon III-B. Eselon IV tidak lagi akan dijabat 9 orang. Sedangkan eselon IV-A tujuh orang dan dua orang eselon IV-B. Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa, Jumat (25/10) kemarin mengatakan, pemangkasan eselon III dan eselon IV itu baru tahap wacana. Belum merupakan keputusan pemerintah yang ditetapkan sebagai regulasi. Tetapi, kalau kebijakan itu diterapkan, maka mau tidak mau semua pemkab itu harus mengikuti. Tentu saja hal ini harus diikuti dengan mengalihkan status 785 pejabat eselon III dan IV tersebut ke status jabatan yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah terbaru. “Belum ada petunjuk apa pun. Sebab, hal itu masih wacana. Belum ada regulasinya. Kalau dilakukan ya mau tidak mau harus
diikuti,” jelas birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini. Di tempat terpisah, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, wacana pemangkasan pejabat eselon III dan IV ini akan ditindaklanjuti setelah Presiden Jokowi melantik para menterinya yang baru. Kebijakan itu pun dinilai tepat. Sebab, ikhtiarnya membentuk struktur aparatur pemerintahan yang “kaya fungsi”. Perampingan jabatan eselon itu akan memberi peluang kepada aparatur menyelesaikan tugas dengan keahliannya. Sehingga memberikan outcome sesuai keinginan masyarakat. “Kami sudah dipanggil mengikuti pertemuan untuk membahas hal ini. Napasnya semata-mata agar struktur pemerintahan itu kaya fungsi. Sehingga kebijakan ini wajib kita dukung. Implementasi kebijakan itu merupakan ranah kewenangan bupati,” katanya. (kmb38)
Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P
Saat Ikuti Pembinaan Cetak Batako Seorang Napi Kabur Singaraja (Bali Post) – Salah seorang narapidana (napi) yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja dikabarkan melarikan diri. Diduga, napi Gede ND (46) dari Desa Unggahan Kecamatan Seririt itu kabur ketika mengikuti program pembinaan keterampilan mencetak batako. Berdasarkan informasi di lapangan Jumat (25/10) ke-
marin, napi Gede ND, Kamis (24/10) lalu, bersama napi lainnya mengikuti pembinaan keterampilan mencetak batako di areal lapas. Sampai sekitar pukul 15.00 wita, Gede ND tidak kembali ke dalam lapas. Karena itu, Dia pun dipastikan kabur dari lapas. Kaburnya Gede ND membuat pihak petugas lapas melakukan upaya pengejaran selain itu juga meng-
gali keterangan dari rekan sesama napi yang mengikuti kegiatan membuat batako itu. Selain itu, rekan di satu ruang tahanan juga telah dimintai keterangan untuk memastikan kronologis Gede ND berhasil kabur dari lapas. Hingga sekarang, petugas lapas belum dapat kepastian persembunyian Gede ND. Kepala Lapas Kelas II-B Singaraja Risman Sumantri saat dikonfirmasi melalui
sambungan telepon tidak berada di tempat karena sedang tugas dinas ke Jakarta. Terkait kabar napi Gede ND yang diduga kabur dari lapas, Risman membenarkan hal tersebut. Hanya, pihaknya belum mendapatkan penjelasan detail terkait kronologis napi tersebut sampai tidak ada di dalam lapas. “Ya benar ada satu orang napi kabur. Kebetulan saya tidak tugas karena saya di Jakarta. Senin
baru masuk dan bisa dkonfirmasi ke Kepala Keamanan lapas,” tegasnya. Di sisi lain, upaya koordinasi dilakukan Lapas dengan Jajaran Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng untuk mengejar keberadaan Gede ND. Sayangnya pengejaran yang dilakukan belum membuahkan hasil optimal. Polisi masih melakukan pencarian napi yang terlibat sejumlah kasus pencurian
tersebut. Program pembinaan napi dan tahanan melalui kegiatan seperti mencetak batako, membuka usaha cuci sepeda motor belakangan ini terus digalakkan. Program terbaru adalah kerja sama pembinaan penghuni lapas dalam bidang budi daya pertanian dan perikanan. Pola pembinaan ini didukung kebijakan pemerintah daerah yang menyiapkan lahan untuk budi daya per-
tanian dan perikanan. Pada intinya, pola pembinaan ini untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di dalam lapas karena aktivitas penghuninya hanya di dalam ruang tahanan. Menyusul kaburnya napi Gede ND itu, setidaknya menjadi catatan tersendiri. Pola pembinaan model itu masih perlu diantisipasi terkait pengawasan lebih ketat para napi itu. (kmb38)
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Irigasi Jebol
Ratusan Hektar Sawah Terancam Kekeringan
Gianyar (Bali Post) -
Ratusan petani kini diliputi kegelisahan. Pasalnya, aliran irigasi yang melintasi Subak Padang Siki, Banjar Sembuwuk, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring jebol akibat longsor beberapa hari lalu. Akibat kejadian itu, ratusan hektar lahan pertanian yang meliputi tujuh subak di Kecamatan Tampaksiring dan Ubud kini terancam mengalami kekeringan.
Bali Post/kmb35
JEBOL - Saluran irigasi yang melintasi banjar Sembuwuk, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring jebol akibat longsor, beberapa hari lalu.
SOSOK Sambut ”Travel Agent” DESA Blahbatuh sudah tiga kali menggelar Festival “Blahbatuh Full Moon Night Show” guna membangkitkan sektor pariwisata di wilayahnya. Kegiatan yang digelar saat purnama ini pertama kali digelar Selasa (16/7), dilanjutkan saat Purnama Kamis (15/8), dan kegiatan ketiga digelar Sabtu (14/9) lalu. Gelaran kegiatan ini dinilai sudah cukup. Memasuki akhir Oktober ini, pihak desa kini mempersiapkan penyambutan 250 travel agent ke Desa Wisata Blahbatuh yang dijadwalkan digelar 20 November 2019. Dikonfirmasi Jumat (25/10) kemarin, Perbekel Blahbatuh Gede Satya Kusuma, S.H. mengatakan, tiga kali pelaksanaan Blahbatuh Full Moon ini merupakan upaya awal merangsang bangkitnya gairah pariwisata. “Oktober ini kami stop dulu. Dalam artian kami menginjak pada event yang lebih profesional, mendatangkan wisatawan secara kontinyu,” ujarnya. Ditegaskan, pihaknya sudah mengagendakan pada 20 November 2019 Desa Blahbatuh akan didatangi 250 travel agent dari seluruh Indonesia. Kedatangan ratusan travel agent tersebut akan dipusatkan di Puri Blahbatuh sebagai sentral Desa Wisata. “Sekarang kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk penataan puri dan pemasangan ikon Desa Wisata Blahbatuh,” jelasnya. Dalam penyambutan itu, kata dia rencananya akan digelar pameran seni, seperti lukisan, ukiran dan tari-tarian. “Akan ada pula kunjungan ke objek wisata lain, termasuk jogging track di Subak Kelawan. Tentu saja semua ini tidak mudah, perlu proses,” katanya. Dengan kedatangan 250 travel agent ini, pihaknya berharap wisatawan baik domestik maupun mancanegara bisa secara kontinyu berwisata ke Desa Blahbatuh. Terkait kelanjutan Blahbatuh Full Moon ke depan, pihaknya berharap bisa dilanjutkan. “Kami lihat perkembangan dulu. Promosinya harus jalan. Kalau tamu memang ingin pertunjukan spesial tepat saat purnama, bisa kita siapkan dalam bentuk paket wisata,” tegasnya. (nik)
Pakaseh Subak Laplapan Wayan Sadera mengatakan, saluran irigasi yang jebol akibat longsor itu kurang lebih sepanjang 20 meter. Musibah longsor tersebut terjadi Minggu (20/10) lalu. Irigasi jebol yang berada di wilayah Banjar Sembuwuk itu merupakan saluran air dari Tukad Petanu yang dinaikkan untuk mengairi ratusan hektar sawah. “Amblesnya ke bawah sekitar 15 meter, dan panjangnya mencapai 20 meter,” ujar Sadera, Jumat (25/10) kemarin. Menurut Sadera, saat ini saluran air yang melintasi irigasi tersebut sudah ditutup sementara dan dibawa kembali ke Tukad Petanu. Dikatakan, saluran irigasi itu mengairi sawah petani yang terdiri atas tujuh subak dengan luas areal persawahan mencapai 200 hektar.
kendala yang dimaksud adalah biaya untuk penghitungan audit dari dugaan penggelapan dana di KSU Dana Asih. Dikatakan, untuk audit per lima tahun buku anggaran dibutuhkan biaya sekitar Rp 60 juta. “Untuk lima tahun saja butuh Rp 60 juta, sementara dugaan penyimpangan sudah terjadi lebih dari lima tahun. Koperasi saja sudah berjalan hampir 20 tahun. Jadi akan butuh biaya lebih dari itu,” katanya. Koplog Antara menerangkan, penghitungan dari tim audit ini menjadi aspek penting dalam memastikan kasus pidana. Sementara para nasabah yang sudah kehilangan uang miliaran rupiah tidak memungkinkan kembali mengeluarkan dana untuk membayar tim audit. “Memastikan penggelapan atau tidak, hasil audit yang menentukan pidana atau tidak,” ujarnya.
amblas. “Perbaikan yang di selatan baru selesai, sekarang ini malah jebol,” keluhnya. Menurut Sadera, lahan pertanian di areal tersebut memang jarang mendapat hasil panen yang bagus, karena sering diserang hama seperti tikus. “Kalau ditanam selain padi, monyet-monyet yang ada di sepanjang Tukad Petanu pasti naik mencari buah atau tanaman yang ditanam petani. Makanya tidak jarang pemilik lahan mengalihfungsikan sawah mereka menjadi penginapan atau bangunan,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gianyar I Made Raka mengaku sudah meninjau saluran irigasi yang jebol tersebut. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukannya, memang ada ratusan hektar lahan pertanian yang akan terdampak kekeringan akibat kondisi
BNNK Gianyar Gelar Penyuluhan Narkotika untuk Karyawan Hotel
PENYULUHAN - Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. di sela-sela kegiatan penyuluhan narkotika di The Sankara Resort & Spa Banjar Kumbuh, Desa Mas, Ubud.
BALI sebagai daerah tujuan wisata dunia tentunya juga membawa berbagai dampak positif bagi penduduk Bali. Namun di sisi lain, dampak negatif juga akan menyertainya. Salah satunya adalah penyalahgunaan narkotika. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar bekerja sama dengan The Sankara Resort & Spa Banjar Kumbuh, Desa Mas, Ubud melaksanakan kegiatan insert konten berupa penyuluhan narkotika yang ditujukan kepada karyawan hotel tersebut. Acara dilaksanakan pada Kamis (24/10), yang diisi
langsung oleh Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. Hadir dalam kegiatan tersebut, Resort Manager The Sankara Resort & Spa I Wayan Parka, Bhabinkamtibmas Desa Mas I Made Karuna Arnawa, dan jajaran manajemen hotel beserta staf. Dalam penyampaiannya Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. memaparkan berbagai permasalahan narkoba, modus operandi serta dampak penyalahgunaan narkotika khususnya dalam dunia pariwisata. “Hal tersebut haruslah menjadi kewaspadaan
bagi kita semua. Tidak boleh mengandalkan pemerintah saja, semua stakeholder harus bersatu padu melawan narkoba sesuai amanat Presiden. Tidak boleh ada ego sektoral,” ternangya. Sukawiyasa mengharapkan para pelaku pariwisata dapat berperan serta aktif dalam pencegahan narkoba. Ke depan kegiatan seperti ini diharapkan akan terus dapat berjalan, bersinergi antara BNN dengan pelaku pariwisata lainnya, sehingga program pencegahan penyalahgunaan narkotika akan dapat terus dilaksanakan. (bns2)
Antisipasi Radikalisme dan Ujaran Kebencian Gianyar (Bali Post) Penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) masih erat dengan nuansa radikalisme bercampur ujaran kebencian. Tidak menutup kemungkinan, pemilu mendatang maupun pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 masih diwarnai problematika tersebut. Komisioner KPU-RI Viryan Aziz mengatakan hal itu saat berkunjung ke Kantor KPU Gianyar, belum lama ini. Viryan Aziz menambahkan, KPU-RI meminta masyarakat dan penyelenggara pemilu tetap mewaspadai bibit-bibit radikalisme yang makin menguat. Ia mencontohkan pemilu terakhir masih erat dengan hoax hingga ujaran kebencian. “Tidak menutup kemungkinan pemilu berikutnya akan muncul lagi. Makanya jangan diberikan ruang berkembang,” katanya mengingatkan. Viryan Aziz mengatakan, Kabupaten Gianyar memang sudah melewati pemilihan bupati. Begitu pula dengan Provinsi Bali juga sudah melewati pemilihan gubernur. Namun di Kabupaten Badung dan kabupaten/kota lainnya akan mengadakan pilkada pada 2020. Di Bali ada lima kabupaten dan kota yang akan menggelar pilkada serentak pada 2020, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Bangli, Tabanan dan Karangasem. “Tidak dipungkiri, bisa saja orang Gianyar terpapar ujaran kebencian lewat grup WhatsApp (WA). Padahal yang pilkada di Badung,” katanya memberi contoh. Viryan Aziz menegaskan, masalah radikalisme dan ujaran kebencian ini wajib diberantas oleh semua pihak. Dicontohkan pada pemilu lalu dalam skala nasional, sempat tersebar pesan melalui grup WA terkait mencoblos boleh menggunakan KTP elektronik. “Memang aturan itu lebih simpel. Yang terjadi adalah banyak pemilih luar masuk ke TPS (Tempat Pemungutan Suara, red),” jelasnya. Lantaran ada yang tidak cocok antara nama di TPS dengan e-KTP, akhirnya terjadilah keributan di TPS. Viryan Aziz menduga keributan tersebut telah di-setting. “Contoh-contoh ini mohon diantisipasi oleh masyarakat dan jajaran penyelenggara baik KPU kabupaten/kota maupun Bawaslu di daerah,” tegasnya. (kmb35)
Dugaan Korupsi di KSU Dana Asih Belum Diaudit Gianyar (Bali Post) Aparat kepolisian kini sedang menangani laporan terkait dugaan korusi atau penggelapan uang puluhan miliar rupiah di Koperasi Serba Usaha (KSU) Dana Asih di Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati. Sudah banyak saksi yang diperiksa dalam kasus ini, termasuk Ketua Ksu Dana Asih. Namun penghitungan audit belum bisa dilakukan karena tahun ini polisi keterbatasan anggaran. Pengacara nasabah KSU Dana Asih, I Wayan Koplog Antara, mengatakan saat ini penanganan kasus dugaan penggelapan dana KSU Dana Asih sedang berjalan di ranah pidana oleh jajaran kepolisian Polres Gianyar. “Sampai saat ini kasus yang berjalan di ranah pidana ini terkendala pada penghitungan audit,” katanya. Menurut Koplog Antara,
Ironisnya, sejumlah petani sudah ada yang membajak sawahnya dengan traktor dan kini praktis mengalami kekeringan. “Saluran irigasi itu dibangun pada tahun 1990. Kontur tanah di areal yang jebol tersebut cukup gembur sehingga membuat tanah di bawahnya ambles ke sungai. Petugas dari instansi terkait sudah ada yang datang ke lokasi. Kami berharap agar bisa segera diperbaiki. Apakah saluran airnya digeser atau bagaimana solusinya, sehingga tujuh subak yang saat ini terdampak bisa dialiri air,” ujarnya. Sadera mengatakan, pihaknya praktis tidak mendapat pasokan air karena saluran irigasi di bagian selatan lokasi yang jebol saat ini juga sedang diperbaiki oleh pemerintah. Sekarang malah terjadi longsor di lokasi ini sehingga saluran irigasi
ini. “Ada tujuh subak yang terdampak, meliputi subak di Kecamatan Tampaksiring dan Kecamatan Ubud bagian timur, seperti Petulu dan Laplapan,” ujarnya. Raka mengaku ikut sedih dengan kondisi ini. Apalagi banyak petani baru mulai tahap menanam padi, seperti menyewa traktor dan tahapan lainnya. Namun kini mereka tidak bisa melanjutkan aktivitas lantaran areal sawah mereka tak dapat pasokan air. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Gianyar I Wayan Karya mengaku sudah menerima laporan irigasi jebol di Banjar Sembuwuk. Dikatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida di Denpasar. “Saya berharap proses perbaikan saluran irigasi yang jebol itu segera dilakukan. Saluran irigasi itu menjadi kewenangan Balai (Balai Wilayah Sungai Bali-Penida - red). Kami sudah bersurat ke sana terkait kondisi saluran air yang jebol tersebut,” tegasnya. (kmb35)
Melihat kondisi ini, Koplog Antara berencana mengalihkan kasus ini ke dalam gugatan perdata. Namun sebelum mengambil langkah itu, ia dengan para nasabah akan menunggu selama satu bulan. “Kami tunggu selama satu bulan. Saya harap Pak Jaya (Ketua koperasi-red) menyerahkan aset yang ada untuk membayar nasabah. Walau kecil dan belum mencukupi, itu akan diterima,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan menegaskan, penanganan kasus dugaan korupsi KSU Dana Asih akan terus berlanjut. Namun ia mengakui dana untuk audit memang terbatas, terlebih nilai untuk audit cukup tinggi, berkisar Rp 60 juta hingga Rp 80 juta. Sementara anggaran untuk 2019 ini sudah digunakan untuk kasus yang lain.
“Berhubung anggaran kami sudah habis, jadi kami lanjutkan (audit - red) dengan anggaran tahun 2020,” jelasnya. Deni Septiawan menambahkan, penanganan kasus ini akan tetap berlanjut karena polisi memang sudah menemukan indikasi korupsi. Sebelum melakukan audit, kini polisi tengah fokus dalam pemeriksaan saksi. “Kami masih periksa saksi, karena banyak nasabahnya. Setelah lengkap memeriksa saksi, baru dilanjutkan ke audit,” ujarnya. Tidak hanya memeriksa saksi dari para nasabah, kata Deni Septiawan polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua KSU Dana Asih I Made Jaya Antara. “Yang bersangkutan sudah dimintai keterangan. Cuma belum maksimal, karena kami masih lengkapi pemeriksaan saksi dulu,” katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SAMBUTAN - Komisioner KPU-RI Viryan Aziz saat memberikan sambutan di Kantor KPU Gianyar, belum lama ini.
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Perluas Lapangan Kerja Peternakan
Pemkab Jembrana Gelontorkan 440 Ekor Kambing Bupati Jembrana I Putu Artha meninjau penyerahan bantuan ternak kambing Program Gempita kepada Kelompok Tani Ternak tahun 2019 di Kandang Koloni Panggung UD Fajar, Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jumat (25/10) kemarin. Pada kesempatan tersebut diserahkan 440 ekor kambing kepada 10 kelompok peternak kambing Gempita. Tiga kelompok dari Pekutatan, tiga kelompok dari Mendoyo, satu kelompok masing-masing dari Negara dan Jembrana, serta dua kelompok dari Melaya. Ke-10 kelompok sama-sama mendapatkan paket berupa kandang kambing, bibit kambing betina 40 ekor dan kambing jantan empat ekor, obat-obatan, serta fasilitas pembinaan penyuluhan. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, sebelum diserahterimakan, semua kambing diperiksa kesehatan dan spesifikasinya. Tinggi yang betina minimal 70 cm dan yang
jantan minimal 80 cm. “Sementara umurnya mulai 8 bulan hingga 1 tahun. Pada umur tersebut dipastikan kambing sudah siap kawin,” ucapnya. Bupati Jembrana menyampaikan, bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk peningkatan potensi Jembrana yang memiliki keunggulan pada bidang pertanian dan peternakan. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi untuk memberikan kesempatan atau ruang kerja kepada warga yang membutuhkan. Mengingat potensi Jembrana di bidang peternakan, maka Pemkab memberikan bantuan kepada kelompok peternak kambing, babi, dan sapi. Artha berharap bantuan tersebut bisa mengurangi
SOSOK Operasi Merata GUNA menekan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jembrana, Satlantas Polres Jembrana menggelar Operasi Zebra Agung. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, operasi kali ini dilakukan merata hingga ke desa-desa dan menjangkau semua pelosok di Jembrana. “Biasanya pengguna jalan berkendara di jalan yang tak terlihat polisi terbiasa tak pakai helm. Dengan jangkauan operasi lebih luas, kami harapkan warga mengenakan helm, membawa surat-surat dan menjaga keselamatannya,” ujar Kasat Lantas Polres Jembrana Iptu Shinta Ayu Pramesti. Menurutnya, Operasi Zebra Agung ini dilaksanakan selama dua pekan, mulai 23 Oktober hingga 5 November. Tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang tertib, patuh pada peraturan lalu lintas sehingga kecelakaan berkurang dan Bali mampu menjadi model tertib berlalu lintas bagi daerah lainnya. Delapan sasaran prioritas yaitu pengendara motor yang tak memakai helm, pengemudi yang tak mengenakan sabuk pengaman, mengendarai lebih dari batas kecepatan, menggunakan HP saat berkendara, pengemudi yang mabuk, pengemudi di bawah umur, pengemudi melawan arus dan penggunaan strobo, rotator atau sirine yang tak sesuai ketentuan. “Stop pelanggaran, stop kecelakaan. Utamakan keselamatan untuk kemanusiaan,” pungkas Iptu Shinta. (olo)
kemiskinan warga Jembrana, dan para peternak bisa mengembangbiakkan ternaknya serta memberikan nilai tambah pada ternak kambingnya. Ia mewantiwanti para penerima bantuan agar jangan menjual ternak bantuan tersebut. “Saya pesan agar bantuan ini dimaksimalkan. Jangan sampai bantuan tersebut malah dijual,” ujarnya. Putu Mahardika dari kelompok Murti Satwa Asih asal Munduk Ranti Tukadaya mengucapkan rasa terima kasih dan bersyukur atas bantuan tersebut. “Kami akan berusaha mengembangbiakkan ternak tersebut, dan tentunya akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan kesejahteraan kami,” pungkasnya. (ad764)
TINJAU KAMBING – Bupati Jembrana I Putu Artha meninjau kambing-kambing yang merupakan bantuan Gempita untuk 10 kelompok ternak. Total 440 ekor kambing diberikan kepada 10 kelompok. Diharapkan bantuan ini bisa memacu lapangan kerja dari sektor peternakan.
Puluhan HPR di Sangkaragung Divaksin
Bali Post/kmb26
VAKSINASI – Vaksinasi massal yang dilakukan petugas Bidang Kesehatan Hewan Jembrana di Sangkaragung, Jumat (25/10) kemarin.
Negara (Bali Post) Puluhan hewan penular rabies (HPR) milik warga di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, divaksin dan disterilisasi Jumat (25/10) kemarin. Upaya ini dilakukan Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana untuk mencegah munculnya lagi hewan tertular rabies. Selain vaksinasi massal, petugas juga melakukan kontrol populasi HPR sehingga perkembangannya bisa dihentikan. Dari pengamatan, sejak pagi hingga siang sebanyak 40 ekor HPR yang ditangani, yaitu anjing, kucing dan kera peliharaan warga. Warga berdatangan secara sukarela ke balai banjar untuk mendapatkan pelayanan tersebut. “Sebagian besar HPR an-
jing. Selain vaksinasi juga dilakukan kastrasi (kebiri) anjing jantan. Seluruh HPR ini merupakan hewan peliharaan warga di sini,” ujar Kabid Keswan dan Kesmavet Jembrana, I Wayan Widarsa. Vaksinasi massal dilakukan di Sangkaragung dikarenakan di kelurahan ini bulan lalu ditemukan kasus anjing positif rabies. Anjing tersebut sempat menggigit dua warga. Dari data Dinas Pertanian dan Pangan, selama tahun 2019 jumlah gigitan positif rabies sebanyak sembilan kasus. Terakhir kasus ditemukan di Kelurahan Sangkaragung. Vaksinasi massal, pengobatan dan kontrol populasi HPR ini juga akan menyasar daerahdaerah zona merah rabies lainnya di Kabupaten Jembrana. (kmb26)
Pujawali, Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi Dipadati ’’Pamedek’’ Negara (Bali Post) Karya Pujawali di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi sejak Rabu (23/10) hingga Jumat (25/10) kemarin dipadati pamedek dari berbagai daerah di Bali dan luar Pulau Dewata. Pelaksana Harian Pangempon Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi I Gusti Made Sedana, mengatakan dalam rangkaian Pujawali di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi Ida Batara nyejer selama lima hari, dimulai Rabu (23/10)
UMK 2020 Diusulkan Naik Rp 200 Ribu Negara (Bali Post) – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jembrana diusulkan naik pada tahun 2020. Rapat yang melibatkan perwakilan pekerja (KSPSI Jembrana), perwakilan pengusaha (Apindo Jembrana), Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana, serta Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana menetapkan nilai kenaikan untuk dikirim ke Provinsi Bali. Kepala Bidang Ketenagakerjaan I Nyoman Gede Suda Asmara, Jumat (25/10) kemarin mengatakan, penetapan kenaikan UMK ini mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Jembrana. Dari
hasil pembicaraan berdasarkan inflasi tersebut, jumlah kenaikan ditetapkan Rp 200 ribu dari tahun ini. Pada 2019 ini UMK Jembrana berada pada angka Rp 2.356.559, sedangkan tahun depan disepakati naik menjadi Rp 2.557.102. Besaran UMK ini mengacu pada parameter kenaikan PDB sebesar 5,15 persen dan inflasi nasional 3,39 persen, sehingga UMK naik 8,51 persen. Menurutnya, ini masih mengikuti rumus yang diterapkan berdasarkan inflasi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Selain itu, disepakati tahun 2021 nilai UMK ditetapkan berdasarkan survei kebutuhan hidup layak pekerja
lalu hingga Minggu (27/10) mendatang. Pujawali di-puput Ida Pedanda Tegehwani dari Geria Tegeh Wani Tibu Sambi Yehembang Kangin dengan tingkat upakara bebangkit. Selain umat Hindu yang berasal dari Jembrana, pamedek dari beberapa daerah di Bali juga tangkil. Pun dari berbagai daerah di luar Bali, seperti Lombok dan Banyuwangi. “Sebelumnya juga ada panganyar dari Kabupaten Tabanan. Besok
ada panganyar dari empat kabupaten, yaitu Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Buleleng,“ ucap Sedana. Selama nyejer, pamedek bisa melaksanakan persembahyangan bersama di sembilan parahyangan yang ada di Rambut Siwi di-puput pemangku dari masing-masing parahyangan. Di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi terdapat sembilan parahyangan dan persembahyangan diawali dari Pura Pesanggrahan yang terletak di sebe-
lah selatan pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk, wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Pujawali di Pura Rambut Siwi juga dihadiri Pemkab Jembrana. Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Ny. Ari Sugianti Artha berbaur dengan pamedek ngaturang sembah bhakti Kamis (24/10) lalu. Bupati juga menyerahkan punia Rp 20 juta yang diterima langsung oleh I Gusti Made Sedana.
Usai persembahyangan, Bupati Artha mengatakan, melalui upacara karya di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi, semoga kita senantiasa diberikan keteduhan lahir dan batin. “Melalui karya pujawali ini, kami berharap Ida Hyang berstana di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi memberikan tuntunan, keteduhan bagi umatnya, termasuk alam yang bisa dibaca serta semua isinya senantiasa aman dan damai,“ ucap Putu Artha. (kmb26)
di Jembrana. Hasil kesepakatan UMK 2020 ini menunggu keputusan dari Gubernur Bali pada November nanti. Ketua KSPSI Jembrana Sukirman membenarkan adanya kesepakatan nilai UMK 2020 tersebut. Hasil ini berdasarkan rapat tripartit yang digelar awal pekan lalu. Terkait besaran UMK, ia mengharapkan seluruh perusahaan di Jembrana melaksanakan. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, UMK tidak diterapkan semua perusahaan. Hanya sekitar 50 persen perusahaan yang menjalankan. Karena itu pihaknya berharap tahun 2020 UMK benar-benar diterapkan. (kmb26)
Bali Post/ist
MONITORING UMK – Dinas Tenaga Kerja bersama perwakilan pekerja dan pengusaha di Kabupaten Jembrana saat melakukan monitoring UMK beberapa waktu lalu.
Bali Post/kmb26
PERSEMBAHYANGAN – Persembahyangan saat pujawali di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi dipadati pamedek dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali.
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Tak Miliki HP Android
Pengembangan Aplikasi Nelayan Pintar Terhambat
Bali Post/kmb41
AKAN NYANDAR - Nelayan saat akan nyandar, datang dari mencari ikan. Para nelayan itu diharapkan punya handphone android, agar bisa mengembangan aplikasi nelayan pintar guna memaksimalkan hasil tangkapan.
Amlapura (Bali Post) Pengembangan aplikasi nelayan pintar sejatinya sudah dicanangkan sejak lama. Hanya, hingga saat ini, agenda aplikasi nelayan pintar ini di Karangasem terhambat. Penyebabnya, sebagian besar nelayan dari Bumi Lahar itu tidak memiliki handphone android. Kasi Tempat Pelelangan Ikan Ni Nyoman Budiartini mengungkapkan, sejatinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebelumnya telah mensosialisasikan aplikasi ini kepada 20 perwakilan nelayan yang ada di
Karangasem. Hanya, sampai saat ini, aplikasi nelayan pintar itu sulit dikembangkan. Berdasarkan survei yang dilakukan, ternyata masih cukup banyak para nelayan yang belum memanfaatkan teknologi ini. ‘’Nelayan belum bisa menjalankan aplikasi itu karena terkendala tidak punya handphone android,” ucapnya. Budiartini menambahkan, sejatinya aplikasi itu sangat bermanfaat untuk mengetahui perkiraan gelombang tinggi, termasuk lokasi atau di mana titik sebaran ikan yang banyak di tengah laut.
Dengan memanfaatkan aplikasi tersebut, diyakini para nelayan dapat memaksimalkan hasil tangkapannya saat melaut. “Kita tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi itu. Kita hanya bisa mengimbau supaya para nelayan mau mengikuti perkembangan teknologi,’’ harapnya. Caranya, para nelayan itu bisa segera memiliki handphone berbasis android. Keperluan itu mendesak agar dapat memaksimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi informatika itu. (kmb41)
Diperbaiki, Jalan Penghubung Batusesa dengan Dusun Palak Besakih
Amlapura (Bali Post) Setelah hampir dua setengah tahun dibiarkan jebol, akhirnya jalan penghubung Banjar Batusesa dengan Banjar Palak, Desa Besakih, Kecamatan Rendang diperbaiki tahun ini. Saat ini, proses perbaikan jalan itu sedang berlangsung. Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem I Ketut Prama Budarta mengatakan, Jumat (25/10) kemarin, perbaikan jalan yang jebol itu memang sudah berjalan sejak beberapa hari lalu. Jebolnya jalan itu memang sudah cukup lama, tetapi baru sekarang perbaikan jalan itu dianggarkan. Prama Budarta menambahkan, proyek itu menggunakan dana pemeliharaan rutin yang bersumber dari dana PHR Kabupaten Badung Rp 297.450.000. “Sekarang, proses pengerjaannya masih berlangsung. Perbaikannya lebih fokus pada senderan yang panjangnya kurang lebih 8-10 meter,’’ ucapnya. Prama menambahkan, batas akhir pengerjaan proyek
itu 21 Desember mendatang. Pihaknya optimis proyek itu bisa dituntaskan sebelum batas waktu perjanjian kontrak. “Kita minta supaya para pekerja atau pemborong bisa bertanggung jawab dalam mengerjakan proyek tersebut. Kita harap, kualitas proyek sesuai dengan konstruksi. Jangan sampai mengurangi kualitas proyek,” pintanya. Seorang warga, Ketut Merta, mengatakan, jalur yang jebol itu merupakan akses utama keluar masuk Desa Besakih dari arah tenggara yakni Banjar Batusesa. Terlebih, ketika berlangsung Karya Batara Turun Kabeh di Pura Besakih, banyak pamedek yang melintasi jalur tersebut. Merta berharap, jalan itu agar diperbaiki dengan baik. (kmb41)
SOSOK Perpustakaan Digital BERBAGAI upaya dilakukan Dinas Perputakaan dan Kearsipan (Dipustaka) Karangasem dalam meningkatkan minat baca generasi muda. Rencananya dibangun program rujukan perpustakaan sekolah dan perpustakaan digital di sekolah-sekolah yang ada di Bumi Lahar. Kepala Dispustaka Drs. I Wayan Astika mengatakan, strategi itu dilakukan untuk dapat menumbuhkan minat baca generasi muda yang belakangan ini mulai menurun. Diharapkan, rujukan perpustakaan sekolah dan perpustakaan digital di sekolah itu mampu terus menumbuhkan minat baca siswa. Perpustakaan sekolah rujukan yang dimaksud kata Astika adalah, perpustakaan yang mengacu pada standar perpustakaan yang telah ditetapkan, sehingga perpustakaan sekolah itu dapat dijadikan rujukan oleh satuan pendidikan sekolah lainnya, terkait pengembangan perpustakaan sesuai standar. “Untuk perpustakaan digital, koleksi buku yang ada di Perpustakaan Umum Karangasem nantinya dapat diakses melalui internet. Sehingga tidak perlu lagi membaca di perpustakaan. Semua yang ingin dicari sudah dapat diakses via internet,” jelas Astika. (nan)
Bali Post/kmb41
DIPERBAIKI - Akses jalan penghubung Banjar Batusesa dengan Desa Dusun Palak, Desa Besakih, Rendang, Karangasem diperbaiki.
Jelang Nataru
ASDP Benahi Dermaga I Pelabuhan Padangbai Amlapura (Bali Post) Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Padangbai, Manggis akan membenahi landasan Dermaga I. Karena kondisinya rusak, maka perlu dibenahi, sehingga nantinya bisa memperlancar aktivitas penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan Lombok. Manajer ASDP Pelabuhaan Padangbai Windra Soelistiawan, Jumat (25/10) kemarin mengungkapkan, perbaikan landasan dermaga I itu dilakukan sebagai upaya antisipasi kerusakan lebih parah saat Nataru nanti. Bila tidak dibenahi, kerusakan itu akan jauh lebih parah. Maka dampaknya dipastikan sangat mengganggu aktivitas penyeberangan. ”Kita antisipasi supaya kerusakan parah itu tidak sampai terjadi,” ucapnya. Soelistiawan menambahkan, untuk perbaikan landasan dermaga I di Pebabuhan Padangbai rencananya dilakukan awal November ini. Perbaikan yang dilakukan itu diperkirakan tidak menyita waktu lama. Deperkirakan perlu waktu 3 - 5 hari. Selama proses perbaikan berjalan, kemungkinan dermaga yang beroperasi itu hanya satu yakni dermaga II. Semoga proses perbaikan itu nantinya berjalan lancar dan tidak ada hambatan yang berarti. ‘’Sumber anggaran yang dipergunakan belum bisa dipastikan. Karena kita belum tahu jenis material yang akan diganti,” tegasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
DERMAGA I DIPERBAIKI - ASDP Dermaga I Pelabuhan Padangbai akan diperbaiki menjelang Nataru.
Tangani Sampah, Perkim Siap ’’Back-up’’ DLH Selama ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem kewalahan menangani sampah-sampah yang diproduksi rumah tangga. Karena itu, cepat memicu terjadinya tumpukan sampah akibat tidak ada penanganan secara khusus. Atas kondisi tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Karangasem mengaku siap mem-back-up DLH dalam penanganan masalah persampahan di Bumi Lahar itu. Lalu, bagaimanakah jurus efektif yang akan diupayakan Dinas Perkim untuk usahanya membantu DLH?
Bali Post/kmb41
ANGKUT SAMPAH - Petugas DLH saat mengangkut sampah di Kota Amlapura. Dinas Perkim mengaku siap mem-back-up DLH dalam menangani persampahan di Karangasem.
KEPALA Dinas Perkim Karangasem Mertha Tanaya mengatakan, teknologi olah sampah selama ini belum diterapkan secara optimal di Karangasem. Karena itu, tidak aneh, memicu tumpukan sampah lantaran tanpa ada penanganan se-
cara khusus. Melihat kondisi itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pengolahan limbah yang berasal dari rumah tangga. Bahkan, diharapkan sudah ada pemilahan sejak dari hulu itu, maksudnya dari dapur dapur setiap
rumah tangga. Jadi, mana yang termasuk sampah organik dan yang mana digolongkan sampah non-organik sudah dipilah sejak awal. “Kita berencana mengolah sampah limbah plastik menjadi paving blok. Dengan pengolahan yang baik itu sampah itu dapat diolah menjadi material bermanfaat tanpa harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),’’ Ujarnya. Namun, kegiatan pengelolaan sampah paving blok itu hanya bisa dilakukan di wilayah padat pend ud uk. A la sa nny a , a g a r sampah bisa diperoleh lebih banyak. Karena itu, cenderung memanfaatkan perumahan kawasan perkotaan. ‘’Bahkan, rencana itu sudah diagendakan tahun ini. Kita sangat berharap, 2020 su-
dah bisa dijalankan. Dengan demikian, kekhawatiran terhadap sampah yang meluber bisa diminimalisir,” ucapnya. Tenaya menambahkan, untuk menjalankan strategi tersebut, maka pihaknya akan melakukan penjajakan lebih dulu dengan pihak ketiga. Penjajakan itu perlu dilakukan terutama mencari teknologi olah sampah plastik itu. Pembuatan paving blok itu akan ditangani Bidang Perumahan Dinas Perkim. Setelah itu, paving itu akan diserahkan kembali ke masyarakat untuk dipasang di gang-gang permukiman kumuh. “Kita siap memback-up DLH khususnya terkait menanganan persampahan di Karangasem,” tegasnya. (nan)
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Komnas PAN Soroti Upaya Penguasaan Tanah Negara di Alur Tukad Unda Semarapura (Bali Post) -
Upaya pemohonan tanah negara di alur Tukad Unda khususnya di sekitar eks galian C, menjadi sorotan Komnas PAN (Komite Nasional Perlindungan Aset Negara) Klungkung. Ketua Komnas PAN Klungkung Made Raka Adnyana menerima banyak informasi dari warga di sekitar eks galian C bahwa banyak yang berlomba-lomba mengurus penguasaan tanah negara ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) agar memperoleh SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang). Ia menduga masifnya proses seperti itu saat ini karena difasilitasi oknum pejabat. Sebab, kabarnya proyek kanalisasi Tukad Unda segera digarap tahun depan, mengingat eks galian C akan dijadikan lokasi Pusat Kebudayaan Bali. Raka Adnyana mengaku khawatir dengan upaya itu. Sepanjang alur tersebut, menurutnya, hanya sekitar 30 persen tanah kepemilikannya sah. Sisanya sekarang sedang diproses yang terindikasi rekayasa. Sebab, di alur sungai ini cukup banyak tanah timbul yang dimohonkan SPPT oleh oknum warga dan pejabat, untuk selanjutnya disertifikatkan sebagai bukti kepemilikan tanah yang sah. “Ini tanah timbul, luasnya hektaran, tanpa penguasaan sebelumnya, lalu dimohonkan SPPT. Ini kan tidak benar,” tegasnya, Kamis (24/10) lalu. Situasi ini juga mendapat perhatian khusus dari Garda Tipikor. Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Garda Tipikor Klungkung Wayan Suastika, S.H, menyatakan, situasi ini terjadi sebagai dampak dari cukup banyaknya investasi yang masuk ke eks galian C, mengingat Pemprov Bali cukup serius merencanakan sejumlah megaproyek di sana. Penga-
cara ini menduga ada upaya rekayasa penguasaan tanah negara, yang pemohonannya diduga dikondisikan oleh oknum pejabat. Menurutnya, ini jelas bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat lainnya yang memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah. Sebab, ada banyak permohonan SPPT dengan luasan tanah mencapai hektaran. Padahal, berdasarkan Buku C yang memuat data kepemilikan tanah di lokasi galian C klasiran tahun 1956, sudah jelas siapa saja pemilik tanah berikut luasan penguasaan tanahnya yang dipilah ke dalam enam subak dan empat subak abian. Buku C yang merupakan bukti kuat kepemilikan aset tanah tersebut, sampai sekarang masih tersimpan utuh di tangan Ketua Komnas PAN Klungkung Made Raka Adnyana. Data Kepemilikan Di sana termuat jelas data kepemilikan warga yang masuk ke wilayah Subak Tangkas seluas 65,870 hektar dengan 373 orang pemilik tanah. Subak Pegoncangan seluas 42,400 hektar dengan pemilik tanah 254 orang. Subak Pegatepan seluas 29,85 hektar dengan kepemilikan 111 orang. Subak Kacang
Kawasan eks galian C Klungkung. Dawa seluas 12,12 hektar dengan kepemilikan 56 orang. Subak Sampalan Dlod Margi seluas 66,275 hektar dimiliki 387 orang. Subak Gunaksa seluas 75,445 hektar dengan kepemilikan 391 orang. Ada pula bukti kepemilikannya dibagi ke dalam Su-
Gedong Suci Warga Kusamba Terbakar Semarapura (Bali Post) Kebakaran rumah mengagetkan warga Banjar Pancingan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Jumat (25/10) kemarin. Sumber kebakaran berasal dari gedong suci rumah milik I Komang Suidep (53). Kobaran api seketika menghanguskan seisi gedong suci, sehingga membuat petugas Damkar Klungkung bergegas menuju TKP untuk membantu memadamkan api. Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung I Putu Su-
arta mengatakan, petugasnya langsung menuju TKP membawa tiga armada mobil damkar. Setelah menerima laporan sekitar pukul 11.30 wita, armada damkar menuju TKP dalam waktu lima menit. Sejumlah saksi di TKP seperti Nyoman Nami (30) mengatakan, saat bekerja bersama rekannya sesama buruh, Wayan Merta (37), di UD Putra Segara, mereka tiba-tiba melihat kepulan asap tebal keluar dari gedong suci. Setelah didekati, rupa-
Bali Post/kmb31
OLAH TKP - Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP pascapenanganan kebakaran di Banjar Pancingan, Desa Kusamba, Jumat (25/10) kemarin.
nya gedong suci korban sudah terbakar. Kobaran api begitu cepat melalap seisi gedong suci. Nami dan Merta lantas berteriak meminta tolong kepada warga sekitar untuk memadamkan api. Warga sekitar berusaha memadamkan si jago merah dengan peralatan seadanya. Setelah itu, petugas Damkar Klungkung datang dan menuntaskan proses pemadaman api dengan cepat. “Seluruh alat persembahyangan korban di gedong suci hangus terbakar. Kerugian sementara diperkirakan Rp 10 juta,” kata Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana yang sempat ke lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Setelah dilakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, kebakaran diduga disebabkan oleh api dupa. Dari keterangan keluarga korban, sebelum terjadi kebakaran, anaknya sempat sembahyang di dalam gedong suci. Kemungkinan api dupa jatuh dan membakar benda-benda yang mudah terbakar di sekitar gedong suci. (kmb31)
bak Abian. Antara lain Subak Tangkas 2,93 hektar dimiliki 10 orang, Subak Jumpai seluas 2,84 hektar dimiliki 10 orang, Subak Paksebali seluas 2,4 hektar dimiliki 20 orang dan Gunaksa seluas 0,815 hektar dimiliki 6 orang. “Sekarang kalau ada kepe-
milikan tanah di luar data ini, maka dipastikan itu adalah tanah negara. Apalagi luasnya dalam satu kepemilikan sampai hektaran, itu tidak mungkin dimiliki secara sah,” ujar Suastika seraya menyampaikan akan mendatangi BPN Klungkung untuk
aporkan ke Mapolres Klungkung, Kamis (24/10) lalu, oleh petugas teknisinya, Yusra Nauri (33). Teknisi asal Banjar Labuan, Padangbai, Karangasem, ini mengatakan, saat mengecek BTS Sangging, baterainya sudah tidak ada di dalam rak. Dia kaget karena peristiwa ini baru pertama kali terjadi. Total delapan pcs semuanya raib dibawa kabur maling. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Jumat (25/10) ke marin mengatakan, sudah menerima laporan tersebut.
Bali Post/kmb31
MELAPOR - Korban saat melaporkan kasus pencurian di BTS Sangging ke SPKT Mapolres Klungkung.
Pihaknya juga turun ke TKP dan melihat situasi terakhir guna menentukan langkah penyelidikan selanjutnya. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Tetapi situasi di TKP minim petunjuk. Sebab, pelaku tidak meninggalkan jejak apa pun yang
penegak hukum, diharapkan peka melihat fakta ini, agar selanjutnya dapat dicegah, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari. “Jangan sampai tanah negara diproses seenaknya menjadi hak milik,” tandas Raka Adnyana. (kmb31)
Bedah Rancangan Bisnis PDAM
Cakupan Pelayanan 100 Persen Perlu Rp 47 Miliar Semarapura (Bali Post) Setelah beberapa kali diminta oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, PDAM Tirta Mahottama akhirnya merampungkan dokumen rancangan bisnis, guna mewujudkan cakupan pelayanan 100 persen di seluruh Kabupaten Klungkung. Dari rancangan bisnis tersebut, terungkap PDAM membutuhkan dana cukup besar mencapai Rp 47 miliar. Dana ini untuk membuat sambungan baru serta mengoptimalkan dan mengalirkan air dari sumber air yang ada untuk masyarakat. Ini diungkapkan Direktur PDAM I Nyoman Renin Suyasa saat bedah rancangan bisnis PDAM yang dilakukan langsung oleh Bupati Suwirta di ruang kerjanya, Kamis (24/10) lalu. Renin mengatakan, berdasarkan data BPS, pelanggan PDAM pada tahun 2019 mencapai 35.654 dengan cakupan pelayanan baru 77 persen di seluruh Klungkung. Dengan dana Rp 47 miliar, dirinya optimis bisa mewujudkan layanan 100
persen. Rencananya, dana tersebut digunakan untuk optimalisasi mata air Penida dan mata air Guyangan di Kecamatan Nusa Penida serta pembuatan sumur uji di Kecamatan Dawan. Rancangan bisnis PDAM ini mendapat perhatian serius Bupati Suwirta. Sebab, selama ini, PDAM selalu menjadi sorotan. Apalagi untuk mencapai pelayanan cakupan 100 persen, PDAM selalu mengusulkan kenaikan tarif. Namun, setelah diteliti per kecamatan, ternyata PDAM masih bermasalah dengan debit air yang kurang, seperti di Kecamatan Banjarangkan dan Kecamatan Klungkung. Jika dengan dana Rp 47 miliar PDAM mampu meraih laba, PDAM tidak diperbolehkan menaikkan tarif. Namun, kalau sebaliknya, PDAM baru perlu menaikkan tarif. “Untuk saat ini, PDAM belum kami izinkan menaikkan tarif, karena kualitas pelayanan dan pelanggan harus ditingkatkan hingga mencapai 100 persen. Itu baru tepat,” ujar
Maling Sasar Tower Semarapura (Bali Post) Aksi pencurian kian tak terkendali di wilayah Kabupaten Klungkung. Incaran maling bukan lagi rumah atau kos-kosan. Sekarang, sasarannya malah tower pemancar milik proveder telekomunikasi. Seperti yang terjadi di BTS Sangging, Desa Tojan, Klungkung, baterai tower hilang, sehingga membuat para pelanggannya komplain lantaran mengalami gangguan sinyal dalam beberapa hari terakhir. Persoalan ini lantas dil-
mengklarifikasi persoalan ini. Atas situasi demikian, baik Suastika maupun Raka Adnyana minta investor agar tidak gegabah, khususnya melakukan transaksi tanah dengan SPPT. Sebab, SPPT tidak menunjukkan bukti hak. Demikian juga aparat
Bali Post/kmb31
bisa dimanfaatkan sebagai alat bukti. Sejauh ini, pihak kepolisian belum bisa mengendus siapa pelakunya. Berbekal keterangan pelapor dan bukti-bukti sementara yang ditemukan di lapangan, pihaknya belum dapat mengidentifikasi pen-
curinya, apakah orang dalam perusahaan itu sendiri atau orang luar. AKP Gunawan berharap warga sekitar apabila pernah melihat seseorang yang mencurigakan atau petunjuk lainnya, agar segera menyampaikan kepada pihak kepolisian. (kmb31)
Bupati Suwirta. Menindaklanjuti rancangan bisnis ini, Bupati Suwirta mengingatkan Dirut PDAM supaya segera menyiapkan administrasi untuk usulan ke pusat, baik itu FS, DED, maupun kelengkapan lainnya. Selain itu, pihaknya mendorong seluruh jajaran PDAM menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik antarbidang dan unit. Semua komponen diharapkan beker-
ja dengan baik sesuai tupoksi masing-masing serta saling mendukung antarbidang dan unit. “Saya ingin PDAM mampu menjawab tantangan saya. Ini perusahaan. Selain ada misi sosial, juga ada bisnisnya. Jadi, kita mesti semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai pelanggan,” tegas Bupati Suwirta. (kmb31)
Bali Post/kmb31
EVALUASI - Bupati Nyoman Suwirta (tengah) saat mengevaluasi rancangan bisnis PDAM Klungkung.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Butuh segera Sopir brpengalman SIM A&C Hub:Ayu Orchid(484526) B.BP.001.10.19.0000606
Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email:calculus2050@gmail.com B.BP.004.10.19.0000714
Bth Drafter Pend.STM/Diploma Max 23th,Pglmn min 2th drafter bsa gmbr teknik,CAD&Sketch,krj overtime&Sesuai kebutuhn kntor krja dlm team kirim CV email: madeari@bensley.co.id atau bensley.bali@bensley.co.id Hub:08123679248 Jl.Batur Sari Gg.Tunjung Sari No.BDS 1 Sanur B.BP.001.10.19.0000477
Dcr Kary laki2,Sopir antar/jemput anak sekolah H.08123804473 B.BP.001.10.19.0000760
Butuh Therapist Sebanyak2nya (basic,uang mkn,uang transport, bonus, komisi, lemburan (take home pay rata-rata 5-6 jt) Zahra Spa. Hub:081337127040 B.BP.031.10.19.0000756
Dcr Housekeeping,min SMA Hub. 085100449132email:manager@the plumbersarms.com alamat Jl.Raya Banjar Anyar No.8 Kerobokan B.BP.166.10.19.0000769
Dcr kary Pria min SMA,SIM A/C Gaji UMR Hub:08980556745 B.BP.001.10.19.0000571
Dcr. Segera Adm, Prod. Wanita. Usia Max.25 th. Bisa komputer, Pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049 Dibutuhkan Segera Kasir untuk di Seminyak Hub.08123673166
Dcr Koordinator fulltime, Kuta, sayang anjing, Inggris aktif Gj. 2.5-3Jt WA 089517608000
DIJUAL MOBIL
SERVICE
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
B.BP.004.10.19.0000660
B.BP.001.10.19.0000750
Dicari Sales Bahan Bangunan Hub.Cahaya Abadi(081337655559)
B.BP.001.10.19.0000748
Dicari Sopir,Pria,pglm min.5th bs setir matic/manual,umr30th+ ada SKCK. Hub:081338566351
B.BP.001.10.19.0000684
Dicari-PRT-Wnt-Pglmn-Tkg Luar Jjr-Trnsp sensitivities,Gj. Bgs Krobokan-Br .Anyar-08174716179 B.BP.004.10.19.0000716
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.004.10.19.0000652
10 Staf utk Koperasi Jl.Tegal Cupek Gg.Subali 59B WA:0819159 94923. Lamaran diterima Senin
B.BP.001.10.19.0000763
Dicari Office Boy Cowok,Jujur Rajin dan Bertanggung jawab Hub.085238966662
B.BP.001.10.19.0000735
Dicari Admin pengalaman dan Office Boy Hub:081287183808 B.BP.001.10.19.0000761
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Xenia 2014 Hitam, manual 115Jt, Vario CW 2010 8Jt.082144779224 B.BP.001.10.19.0000757
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
NISSAN
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Nissan Evalia & Vios DK,mulus, Tgn1,KM34K&21KWA:0811413424
Dijual rumah di Jl.Taman Griya Tuban Kuta(Dekat Airport) LT. 190m2,LB.170m2.081311275249TP
Djl Tnh,SHM,Ls 1980M2,Pinggir Jln Raya, pinggir sungai Telaga WajaRendang,Krgsm08123801491
B.BP.001.10.19.0000697
TOYOTA
Dijual Mobil Avanza’2011 Matic Hrg.107Jt Nego.Hb:087780651689
B.BP.001.10.19.0000703
Jual Toyota Fortuner G-2,5cc, km 105 rb, asli DK, th 2011 pemakaian 2012, silver, tangan pertama Rp. 238.000.000,- brg super, mulus. Hub 08123881899 0361 416022. B.BP.004.10.19.0000653
PROPERTY
B.BP.004.10.19.0000679
Djl Rmh LT178m2 cash-kredit SibangGedeBadungH082340011333 B.BP.001.10.19.0000555
Rmh Lt2 Perum Teras Ayung Blok D53 LT578m LB350m Telp.413421 B.BP.001.10.19.0000692
PROPERTY DISEWAKAN RUKO
Dkont Ruko 2Lt Tk.Yeh Aya-Rnon 15x5 parkir luas. 08179718018 B.BP.001.10.19.0000759
PROPERTY
B.BP.001.10.19.0000738
Tanah 1,5A Lok.Pering&Rmh Lok. Monang-Maning.Hub:081339506814
B.BP.001.10.19.0000747
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Rmh 2Lt,4KT Dalung Permai H-15 Jl.Utama 55Jt/Th WA:0811413424
B.BP.001.10.19.0000696
Rumah2KT,1KM&Bathtub,R.Tamu, R.Keluarga,Dpr,Garase,Jl.Pulau Misol,25Jt/Thn Hub:08123933009
B.BP.001.10.19.0000754
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
PROPERTY
Dijual Rumah elit LT5,4A LB 2,8A, 2FL,Swimming pool di Sekar Tunjung 6 Gatsu Timur Hub.Mr.Chang Hp.08123830201
DIJUAL TANAH
DISEWAKAN BANGUNAN
Djl Tnh Sawah,SHM,LS 20700M2 Dpn Hardis Land Jl.Panjisakti DawuhJembranaHub.08123801491
Dikont Bgn(IMB)/200M Gerbang IB Mantra/ 90Jt per thn (10thn) LT=600m2/LB=45m2.08113862300
B.BP.001.10.19.0000739
B.BP.001.10.19.0000758
B.BP.001.10.19.0000602
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Wujudkan Desa Berbasis IT
Bupati Ajak Sekdes dan Kaur Keuangan Belajar ke UGM DALAM upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang baik, serta mendorong pemerintahan desa yang berbasis Informasi dan Teknologi (IT), Bupati Bangli I Made Gianyar, Kamis (24/10) lalu, mengajak Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kaur Keuangan se-Kabupaten Bangli serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melaksanakan studi tiru sekaligus mengenalkan Sistem Keuangan Debet Kredit (Sidek) Desaku, yang dikembangkan Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dalam studi tiru ini, rombongan Pemkab Bangli diterima langsung oleh Eko Suwardi, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB UGM), Prof. Gunawan Somodiningrat, Kepala Pusat Kajian Ekonomika Kerakyatan FEB-UGM, Sony Warsono, Kepala Departemen Akuntansi, Choirunnisa Arifa, Kepala Laboratorium Akuntansi, dan tim Sidek UGM Tunggoro Widiandaru di ruang pertemuan lantai 8 FEB UGM. Bupati Bangli I Made
Gianyar mengatakan, pemerintah Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinannya, selalu ingin menjadi yang terdepan dalam semua hal. Seperti misalnya penerapan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Bangli merupakan kabupaten pertama di Provinsi Bali yang menggunakan program yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Bahkan, melalui Siskeudes ini, salah satu perbekel di Bangli mendapat penghargaan dari Kementerian Desa. Begitu juga dengan program Sidek Desaku, begitu tahu ada program ini, dan melihat langsung kemudahan yang diberikan program Sidek terhadap penatausahaan keuangan desa, maka tanpa berpikir panjang, ia mengajak seluruh Sekdes dan Kaur Keuangan agar melihat dan mengetahui langsung kemudahan yang bisa diberikan oleh program Sidek Desaku. Menurut Bupati Made Gianyar, rencana Pemkab Bangli dalam menggunakan Sidek Desaku bagi desa-desa di Bangli, bukan serta merta
untuk mengganti program Siskeudes. Tetapi pemanfaatan Sidek diharapkan bisa melengkapi dan menyempurnakan fungsi Siskeudes dalam penatausahaan keuangan desa. “Intinya, Sidek bukan untuk mengganti Siskeudes, namun untuk menyempurnakan dan mempermudah pengelolaan keuangan desa,” terangnya. Ia juga menambahkan, saat ini, desa merupakan subjek pembangunan di Indonesia. Menurutnya, sebelum lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, Kabupaten Bangli sejak 2011, sudah menjalankan visi misi membangun Bangli dari desa, melalui berbagai program, seperti Gerbangdesigot, pengalokasian ADD yang besar ke desa, hotmix masuk desa, dan berbagai program unggulan lainnya. Menurut Bupati Made Gianyar, saat ini, desa-desa di Bangli rata-rata sudah mengelola anggaran yang sangat besar. Sehingga ia berkeinginan, dana yang besar ini bisa terserap dengan baik dan memberi man-
faat yang sebesar-besarnya bagi desa. Untuk mengawasi pemanfaatan dana yang besar ini, diperlukan sistem yang baik pula. Sidek merupakan program yang sangat tepat karena sangat mirip seperti eplanning dan e-budgeting, sehingga pengawasan terhadap dana di desa bisa lebih cepat dan mudah, karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja. “Melalui Sidek, kita ingin ada lompatan yang luar biasa di Kabupaten Bangli. Karena semua proses pelayanan harus berbasis IT dan Sidek Desaku bisa menjawab semua. Saya minta OPD terkait dan semua Sekdes serius akan hal ini, karena saya ingin, tahun 2020 Sidek sudah mulai digunakan di Bangli,” terangnya. Sementara itu, tim Sidek UGM Tunggoro Widiandaru pada kesempatan itu menyampaikan, Sidek merupakan sistem yang komplet karena memayungi banyak hal. Tidak sebatas ekonomi dan akuntansi, tetapi dalam Sidek, semua data bisa terdigitalisasi, baik data kependudukan, aset desa dan seb-
STUDI TIRU - Bupati Bangli I Made Gianyar mengajak Sekdes dan Kaur Keuangan se-Kabupaten Bangli serta sejumlah OPD terkait melaksanakan studi tiru ke Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. againya. Menurutnya, banyak kemudahan dari program Sidek, seperti kemudahan input data, mudah diakses dan digunakan, pengelolaan aplikasi terpusat, sehingga jika komputer di desa rusak atau hancur, data tidak akan
hilang karena sudah tersimpan di server pusat. Selain itu, dalam Sidek Desaku hierarki akses berjenjang, real time karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Sekdes Belancan I Ketut Taram saat sesi tanya me-
ngaku sangat tertarik dengan program Sidek Desaku ini. Menurutnya, dari apa yang dipresentasikan dan disimulasikan oleh tim Sidek UGM, program ini sangat lengkap dan pengoperasiannya sangat mudah. (ad762)
Wisatawan ’’Cycling’’ akan Dikenai Retribusi Bangli (Bali Post) -
Pemkab Bangli saat ini sedang merancang regulasi untuk melakukan pungutan retribusi terhadap wisatawan yang melakukan kegiatan cycling (bersepeda) di wilayah Kabupaten Bangli. Sesuai rancangan, nilai retribusi yang akan dikenakan Rp 50 ribu per wisatawan asing, dan Rp 30 ribu untuk wisatawan domestik. PASRAMAN - Kegiatan Pasraman Kilat di Desa Binyan, Kintamani, Jumat (25/10) kemarin.
Gelar Pasraman Kilat di Desa Binyan
Kanwil Kemenag Bali Wujudkan Peserta Didik Cerdas Berakhlak Mulia KANTOR Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu melaksanakan kegiatan Pasraman Kilat di Desa Binyan, Kintamani, Jumat (25/10) kemarin. Kegiatan ini diikuti lima puluh siswasiswi tingkat SD dan SMP yang berasal dari Desa Binyan. Pasraman Kilat dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli serta Kasi Pendidikan Agama Hindu. Hadir pula dalam kesempatan itu, perwakilan perangkat Desa Binyan. Kegiatan yang mengambil tema “Melalui Penyelenggaraan Pasraman Kilat Kita Wujudkan Peserta Didik yang Cerdas, Kreatif, Mandiri dan Berakhlak Mulia” dilaksanakan sehari. Peserta Pasraman Kilat diberikan materi dan praktik oleh empat narasumber yakni soal Penguatan Bhakti dalam Ajaran Agama Hindu, Moderasi beragama sebagai penguatan Sradha Bhakti, Praktik majejahitan dan Penguatan Praktik Keagamaan dengan menyeimbangkan teori dan praktik ajaran Agama Hindu Dalam pembangunan Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dan Kebijakan Kementerian Agama Dalam Bidang Pendidikan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli I Made Subawa menyampaikan terima kasih karena Desa
Binyan dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Pasraman Kilat. Lokasi yang dipilih dirasakan sangat tepat sebab berdasarkan Perpres No. 131 Tahun 2015 tetang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019 Desa Binyan merupakan salah satu desa pilot project Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional yang perlu mendapatkan perhatian, serta untuk mendukung arah kebijakan nasional dalam menguatkan desa dan masyarakat desa serta mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan di perdesaan terutama dalam pembangunan SDM. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra menjelaskan pentingnya pendidikan agama sejak dini karena generasi muda merupakan ujung tombak dalam pembangunan bangsa. Penanaman pendidikan agama sejak dini, merupakan tujuan utama membentuk karakter dan budi pekerti luhur demi terciptanya generasi emas tahun 2045. Dilaksanakannya kegiatan ini di Desa Binyan sebagai desa pilot project agar pembangunan yang dilaksanakan seimbang maju secara fisik, mental, dan spiritual. Kanwil Kementerian Agama hadir terkait dengan pembangunan mental melalui Pasraman Kilat, agar anakanak di Desa Binyan nantinya menjadi anak-anak yang tumbuh berkembang dan hebat secara mental serta spiritual dilanjutkan dengan pembangunan yang berkesinambungan.
Dalam kegiatan kemarin, Nyoman Lastra tidak segansegan meleburkan diri dengan anak-anak dengan melontarkan humor-humor ringan dan memberikan tanya jawab serta langsung memberikan hadiah bagi yang bisa menjawab. Nyoman Lastra juga meminta kepada anak-anak untuk mempraktikkan urutan dari persembahyangan Trisandya dan Kramaning Sembah serta Trikaya Parisudhadan mengingatkan untuk tidak lupa melakukan persembahyangan rutin. Bidang Pendidikan Agama Hindu selama ini melaksanakan kegiatan Pasraman Kilat ini rutin setiap tahun. Sasaran utama kegiatan pasraman kilat adalah untuk meningkatkan aktualisasi pengamalan ajaran Agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat, meningkatkan penanaman nilainilai moral, etika, budi pekerti, mempraktikkan pengetahuan agama yang telah diperoleh di kelas ke dalam kegiatan nyata di lingkungan masyarakat. Selain teori, peserta juga diajarkan praktik membuat banten serta mengetahui maknanya, cara melakukan puja trisandya dan kramaning sembah yang benar, juga praktik makidung. Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan Kemenag Menyapa yang merupakan program inovatif Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Kementerian Agama hadir langsung ke masyarakat untuk memberikan pelayanan di bidang agama. (ad770)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Adnyana mengatakan, selama ini, wilayah Bangli banyak dilintasi wisatawan dengan berwisata cycling. Biasanya wisatawan bersepeda secara rombongan diantar pihak pengusaha penyedia wisata cycling.
Dia menyebutkan wilayah yang selama ini banyak dilintasi yakni Kecamatan Susut. Selain itu, kegiatan bersepeda juga banyak dilakukan wisatawan di wilayah Bayung Gede di Kintamani dan juga di Tembuku. Jumlahnya diperkirakan mencapai 50 orang per hari. “Wisatawan ke sini bersepeda
sambil menikmati keindahan panorama alam di Bangli. Mungkin karena sudah jenuh di tempat lain,” ujarnya saat ditemui di kantornya belum lama ini. Lanjut dikatakannya, selama ini wisatawan yang melakukan wisata cycling ke Bangli tidak dikenakan pungutan retribusi alias
gratis. Karena hal itu dinilai sebagai potensi yang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah, maka pihaknya pun telah merencanakan melakukan pungutan retribusi mulai tahun depan. Pihaknya saat ini sedang merancang regulasi berupa perbup. Rencananya, untuk tahap awal, pungutan retribusi akan dikenakan di wilayah Kintamani. Sebab, sebagian besar wisatawan yang cycling mengambil start dari wilayah Penelokan. (kmb40)
Dewan Dorong Pemkab Bentuk PPNS Bangli (Bali Post) DPRD Bangli kembali mendorong pemkab untuk segera membentuk tenaga penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Keberadaan PPNS dibutuhkan untuk melakukan penindakan terhadap pelanggar peraturan daerah (perda). Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Budiada yang ditemui usai memimpin rapat kerja antara Komisi I dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli, Jumat (25/10) kemarin mengatakan, Bangli selama ini tidak punya PPNS. Tidak adanya tenaga PPNS menyebabkan penegakan perda di Bangli selama ini tidak maksimal. Karena tidak adanya PPNS, tidak ada yang punya kewenangan khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan atas pelanggaran kenentuan perda. Selama ini, para pelanggar perda hanya dikenai teguran. “Sehingga banyak pelanggar yang bandel,” ujarnya didampingi Ketua Komisi I DPRD Bangli Satria Yudha. Dalam rapat kerja kemarin, Budiada mengaku sudah meminta BKD-PSDM untuk segera membentuk PPNS. Pihaknya di dewan siap mendukung anggaran untuk itu. Pegawai yang akan dijadikan PPNS, diusulkan agar dipilih yang benar-benar siap menjalani pendidikan dan pelatihan serta memiliki basic hukum. Men-
genai jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan daerah. Minimal 3-5 orang. Budiada tidak tahu secara pasti apa yang menjadi kendala pemkab selama ini belum membentuk PPNS. “Sementara penyidik tidak ada, kalau ada pelanggaran perda hanya diberikan teguran. Sehingga banyak yang membandel. Kalau kita punya PPNS, kan beda nanti pelanggar bisa dieksekusi,” kata Budiada. Belum adanya tenaga PPNS di Bangli diakui Plt. Kasatpol PP dan Damkar Bangli Dewa Agung Suryadarma. Dikatakannya, untuk menindak pelanggar perda pihaknya selama ini meminjam penyidik ke Polres Bangli. “Ketika kita sidak apa pun, kita kerja sama dengan penyidik Polres yang langsung mem-BAP untuk bisa ditipiring,” ujarnya. Suryadarma mengatakan, Pemkab semestinya punya PPNS. Sepengetahuannya, Bangli tidak punya PPNS
sejak 2011. BKD-PSDM kata dia, sebenarnya sudah memasang anggaran pendidikan PPNS tahun ini. Pihaknya pun sudah menyiapkan dua orang untuk mengikuti pendidikan. Per orangnya dianggarkan sekitar Rp 41 juta. Akan tetapi, pendidikan batal diikuti dua orang pegawai tersebut karena terjadi
kekeliruan. Anggaran pendidikan yang sudah dianggarkan BKD-PSDM belum termasuk uang saku dan biaya perjalanan. “Pegawai yang memenuhi syarat jadi PPNS banyak, tapi yang berminat kurang. Karena PPNS itu kan tidak fungsional, tidak struktural. Tidak ada jabatannya, sedangkan tanggung jawabnya besar,” jelasnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
RAPAT - Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Budiada dan Ketua Komisi I Satria Yudha saat rapat kerja bersama BKD-PSDM, Jumat (25/10) kemarin.
OLAHRAGA
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Masih Banyak Kendala Infrastruktur
Jakarta (Bali Post) – Indonesia resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Namun, masih ada banyak pekerjaan rumah, utamanya soal infrastruktur lapangan latihan. Dalam FIFA Council Meeting di Shanghai, China, Kamis (24/10), Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Indonesia menyingkirkan Peru dan Brazil dalam bidding. Menjadi tuan rumah gelaran sepak bola sejagat, Indonesia wajib menyiapkan tempatnya. Sebelumnya, berdasarkan hasil inspeksi FIFA pada 16-19 Oktober di Bogor,
Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Bali, 70 persen lapangan latihan dari 50 lapangan yang tersedia belum sesuai standar FIFA. Anggota Komite Eksekutif PSSI Refrizal mengingatkan hal itu. Ia meminta semua pihak bisa menyiapkan infrastrukturnya agar bisa menjadi tuan rumah yang baik. ‘’Ini yang menjadi kebiasaan. Saat bikin stadion,
ya… stadion saja. Kalau mengikuti FIFA, mestinya di lapangan pertandingan itu mesti ada lapangan latihan yang sesuai juga dengan standar FIFA. Seperti GBK, kan juga ada Lapangan A, B, dan C. Nah, mestinya setiap bikin stadion, kayak GBK ini,’’ kata Refrizal di Kantor Kemenpora, Jumat (25/10) kemarin. ‘’Ini yang kami imbau juga ke pemerintah kota/ daerah, kalau bikin stadion mari bikin sekalian lapangan latihan. Lalu kalau mau bikin stadion jangan juga lapangannya saja yang ikut
standar FIFA, seluruh infrastrukturnya juga mesti dibikin standar FIFA,’’ imbuhnya. Refrizal juga mengatakan sudah melakukan upaya komunikasi dengan sejumlah stakeholder untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur itu. ‘’Kami sudah komunikasi. Sama Kemenpora, pemerintah daerah, dan kalau tak ada restu dari pemerintah pusat sebenarnya kan enggak bisa juga kami bidding. Karena seluruh persyaratan mesti dari pemerintah,’’ katanya. ‘’Untuk itu, kami akan
rapat dulu. Kami juga sempat sampaikan kepada Kemenpora bahwa kami minta diundang oleh Menpora. Mungkin Senin pekan depan dan kalau bisa ada Tisha (Sekjen PSSI Ratu Tisha),’’ tutup pria berusia 6 0 tahun ini. (kmb33)
PIALA DUNIA - Stadion Kapten I Wayan Dipta akan menjadi salah satu tempat digelarnya Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 nanti.
Marquez dan Lorenzo Bersenggolan di Phillip Island Phillip Island – Duo Repsol Honda Marc Marquez dan Jorge Lorenzo terlibat insiden di latihan bebas II MotoGP Australia. Marquez mengaku sempat marah pada rekan setimnya itu. Peristiwa tersebut terjadi di akhir sesi yang berlangsung di Sirkuit Phillips Island, Jumat (25/10) kemarin. Ketika itu Marquez akan melakukan putaran terakhirnya. Namun, saat memasuki tikungan 11 Marquez menyenggol bagian samping motor Lorenzo sehingga sayap motornya terlepas. Untungnya tidak ada pembalap yang sampai jatuh akibat insiden itu, tetapi Marquez jadi kehilangan banyak waktu. Pasalnya latihan bebas kedua ini diprediksi menjadi satu-satunya sesi latihan dalam kondisi kering.
Pembalap berusia 26 tahun itu meluapkan kekesalannya dengan membuat isyarat seperti ‘’kamu tertidur’’ kepada Lorenzo di area start latihan.
‘’Tentu saja, di momen pertama aku tidak senang karena sekarang kita tidak bisa melupakan latihan bebas yang berarti latihan kualifikasi, maksudku Anda perlu bisa langsung ke Q2
dan ramalan cuaca besok (hari ini - red) itu sepertinya 100% akan hujan,’’ ujarnya. ‘’Jadi saat itu kesempatan terakhirku, aku sedang melaju kencang dan aku mencoba menyalip dia dengan cara terbaik bagiku agar tidak kehilangan waktu. Tapi pada akhirnya kami perlu memperhatikan, karena kami tidak bisa melaju dengan lambat di tengah jalur,’’ sambung Marquez. ‘’Tentu saja dia akan bilang tidak ada ruang. Tapi Anda perlu memeriksa, Anda perlu memahami dan keluar dari jalur balapan. Terlepas dari itu, awalnya aku memang marah, tapi kemudian aku mendatangi ruangan dia dan kami sudah berbicara. Tidak ada masalah,’’ ungkap juara dunia delapan kali itu. (kmb33)
Berdasarkan Kalkulator ‘’Bahwa belum ada kader PKPI yang mendapatkan amanah, kami tentu saja menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak Presiden, karena ini hak prerogratif beliau. Kami memberikan dukungan tanpa syarat, ini komitmen tulus kami,’’ kata Verry. Verry mengatakan sesuai haluan partai dan sebagai partai pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, PKPI telah berkomitmen sejak awal bukan hanya untuk me-
menangkan pasangan JokowiMa’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden, namun juga untuk mengawal jalannya pemerintahan lima tahun ke depan. Sementara itu, Hanura resah dengan keputusan Jokowi soal kursi menteri. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengingatkan bahwa partainya berjuang memenangkan Jokowi-Ma’ruf. ‘’Kader-kader Hanura berjuang tanpa mengenal lelah untuk memenangkan Jokowi juga,’’ kata Inas pada wartawan, Jumat (25/10) kemarin.
Menurut Inas, Jokowi hanya menghitung pembagian kursi berdasarkan kalkulasi perolehan suara. Padahal, Hanura telah menyumbang 16 kursi di parlemen saat JokowiMa’ruf mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres. ‘’Jokowi hanya menghitung kawan berdasarkan kalkulator semata, yakni hanya memandang jumlah suara partai,’’ ujar Inas. Padahal Hanura, kata Inas, berkontribusi 16 kursi DPR ketika mendaftarkan capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf di KPU. (ant/kmb14)
Membingungkan Namun, dewan pengawas di KPK sebagaimana diatur dalam UU KPK yang baru, mempunyai kewenangan yang luar biasa, yakni menerbitkan perizinan tentang penyadapan terhadap proses penyelidikan dan penyidikan. Hal senada juga dikatakan Dr. Gede Marhaendra Wija Atmaja, S.H., M.Hum. Dewan Pengawas KPK dalam struktur organisasi KPK seb-
agaimana UU KPK yang baru, fungsinya luar biasa. Berbeda dengan fungsi dewan pengawas pada umumnya, yang ada di organisasi-organisasi lain. Hal ini membingungkan karena dewan pengawas memiliki fungsi sebagai pemberi izin dalam hal penyadapan. Terlebih lagi, Dewan Pengawas KPK diangkat dan ditetapkan oleh Presiden melalui panitia seleksi dengan unsur dari pemerintah pusat dan masyarakat. Padahal, untuk menjaga kemandirian dari
lembaga dewan pengawas, semestinya dewan pengawas dibentuk oleh KPK sendiri, yang unsurnya berasal dari dua orang mantan komisioner KPK dan satu orang dari unsur masyarakat yang dipilih oleh dua orang mantan komisioner KPK tersebut. ‘’Untuk kewenangan dewan pengawas tidak menyangkut perizinan, tapi berkenaan dengan pengawasan terhadap komisioner KPK dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya,’’ katanya. (kmb16)
Sabtu, 26 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Ketatwaning Gria (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Lansia Karang Lansia Desa Sukawati 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Garis 1 10:00 Wita Seputar Bali Terkini
10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Ketatwaning Gria (5) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Lipsus BPR Kanti 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Ni Luh Putu Rita Primayuni, Juara KIR Pembuat Aplikasi Untuk Difabel 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
16:05 Wita Dunia Kita 16:30 Wita Folk Song 17:00Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Orti Bali 19:30 Wita Siaran Langsung Pembukaan Festival Seni Bali Jani 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Desa Abianbase Gianyar (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Masa Plh. Ketum TI Bali Enam Bulan
Bali Post/022
Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki, S.Sos. Mangupura (Bali Post) Plh. Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali I Ketut Sugiartha akan menakhodai induk organisasi taekwondo di Bali selama enam bulan. Karena itu, harus digelar Musprov TI Bali guna memilih Ketua Umum Pengprov TI Bali secara definitif. Hal itu dilontarkan Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki, S.Sos. usai membuka kejuaraan internasional taekwondo bertajuk ‘’Pugnator Badung Sport Tourism Taekwondo International Championship 2019’’ di GOR Purna Krida, Krobokan, Badung, Jumat (25/10) kemarin. Dijelaskannya, kepengurusan TI Bali sebelumnya sudah
bagus, terbukti atlet Bali mampu mendulang emas di Vietnam. ‘’Bahkan, taekwondoin Bali ada yang menghuni Pelatnas,’’ ucapnya. Menurutnya, event ini bertujuan memajukan wisata Bali, kemudian meningkatkan kualitas atlet taekwondo. ‘’Kesejahteraan atlet itu berlatih dan bertanding,’’ tuturnya. Ia berharap event ini digelar rutin tiap tahun, mengingat pesertanya membeludak, termasuk melibatkan taekwondoin mancanegara dari delapan negara. Taekwondoin asing yang berlaga, seperti dari Uzbekistan, Taiwan, Hongkong, Kamboja, Malaysia, Australia, Singapura dan Thailand. Sementara itu, Ketua Panpel Ong Stevanus menuturkan, kejuaraan yang berlangsung sampai dengan Minggu (27/10) besok, diikuti 1.600 peserta. Trofi yang diperebutkan juara umum prestasi, pemula dan festival, serta tiap kategori dinobatkan seorang atlet terbaik. Kejuaraan ini melibatkan 38 wasit nasional, ditambah tiga wasit internasional. (022)
15 Solskjaer Ingin Lini Depannya Lebih Garang Beograd – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, berharap lini depan timnya lebih garang dan mampu mencetak banyak gol. Solskjaer mengevaluasi sektor depan tim Setan Merah setelah mengalahkan Partizan Beograd 1-0 pada matchday ketiga Grup L Liga Europa 2019-2020, Jumat (25/10) kemarin. Namun, satu gol Manchester United tercipta melalui titik penalti lewat sepakan Anthony Martial. Solskjaer menilai skuadnya di lini depan tidak tampil maksimal dalam laga itu. Mereka hanya menciptakan lima peluang. ‘’Babak kedua saya pikir
kami bisa lebih baik di kotak penalti. Namun, lawan bermain dengan baik di babak kedua dan membuat kami terlalu bertahan,’’ katanya. Solskjaer menilai lini depan lagi-lagi menjadi PR yang harus segera dituntaskan. ‘’Saya tidak senang dengan performa lini depan. Saya pikir itu menjadi satu di antara kekuatan kami musim ini, tetapi itu tidak terlihat di babak kedua,’’ katanya. Manchester United mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan pertama mereka. Solskjaer pun yakin timnya lolos ke babak gugur. ‘’Kami akan menjadi tuan rumah pada laga selanjutnya dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kemenangan itu. Kami telah melewati dua pertandingan terakhir dengan kemenangan,’’ tambah Solskjaer. ‘’Ini posisi yang bagus sejauh ini dan kami belum kebobolan. Tetapi kami perlu mencetak lebih banyak gol,’’ tutupnya. Guna mengatasi mandulnya lini depan, sang pelatih berencana mendatangkan striker baru Januari nanti. (kmb33)
Sabtu Wage, 26 Oktober 2019
SOSOK Festival Seni Bali Jani
Panggung Kreator Seni Kontemporer DIPERCAYA menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali per 10 April 2019, beberapa bulan kemudian Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana, S.Sn., M.Sn. dihadapkan pada tugas besar kebudayaan tahunan yakni Pesta Kesenian Bali (PKB). Setelah PKB, kini Kun beserta jajaran berkonsentrasi lagi untuk menyukseskan Festival Seni Bali Jani. Festival seni yang dibuka Gubernur Bali Wayan Koster, Sabtu (26/10) malam ini di Taman Budaya, Art Center, berlangsung 26 Oktober - 8 November 2019. Seperti apa konsep dan sasaran Festival Seni Bali Jani? Lulusan S-3 Pengkajian Seni Rupa Pascasarjana ISI Yogyakarta ini mengatakan, pentas seni Bali Jani merupakan sebuah gelaran yang memiliki kekhususan ruang berekspresi dengan menghadirkan seni inovatif, modern dan kontemporer, guna merangsang kegairahan generasi milenial Bali dalam berkesenian. ‘’Selain sebagai ruang edukasi, Festival Seni Bali Jani diharapkan akan menjadi ladang pembibitan bagi anak-anak muda Bali untuk tumbuh berkembang sebagai kreator-kreator hebat di bidang seni kontemporer dan modern,’’ ujar Kun Adnyana, Jumat (25/10) kemarin. Berbeda dengan ajang PKB yang merupakan ajang pemanggungan kesenian tradisional, klasik dan seni rakyat, Festival Seni Bali Jani memusatkan perhatian pada seni-seni kekinian yang memang dekat dengan realita kehidupan yang sedang dialami generasi milenial. Dikatakannya, festival yang digagas langsung Gubernur Bali Wayan Koster ini merupakan perwujudan nyata dari visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, melalui Pola Pembangunan Semesta BerenKULINER cana menuju Bali Era Baru. Pejabat asal Bangli ini menegaskan, festival ini diharapkan akan menjadi jawaban sekaligus role model dalam membangun jatidiri, integritas dan kompetensi di bidang seni dan ekonomi kreatif. ‘’Festival Seni Bali Jani digelar sebagai upaya pemerintah KESEHATAN Bali untuk memberikan ruang terhadap kesenian inovatif, modern ataupun kontemporer. Festival Seni Bali Jani tidak membatasi ruang dari segi usia. Anak-anak, remaja hingga dewasa hingga yang sudah mapan bisa terlibat, dengan harapan bisa menjadi perbincangan hingga di TOP tingkatIN nasional,’’ VASIkata pria kelahiran 4 April 1976 ini. Festival yang mengusung tema ‘’Hulu-Teben, Dialektikal Lokal-Global’’ ini menyajikan lima konsep yaitu eksplorasi, eksperimentasi, lintas-batas, kontekstual dan kolaborasi. Ada enam jenis kegiatan yaitu pawimba (lomba), aguronguronWONDERFUL (workshop), adilango (pergelaran), kandarupa BALI (pameran), tenten (pasar malam seni) dan timbang rasa (sarasehan). (lun)
Desain Mode Tampilkan Tenunan Usia Ratusan Tahun
FESTIVAL Seni Bali Jani yang digagas Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan bakal diramaikan dengan penampilan puluhan model yang mengenakan karya desain terkini. Prodi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (FSRD ISI) Denpasar akan menyajikan karya-karya spektakulernya di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu (27/10) besok. Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn. selaku desainer yang juga Ketua Jurusan Fashion menjelaskan, proses kreatif yang
dihadirkan bertajuk ‘’Nemu Gelang’’. Tema ini menggambarkan sebuah proses kreatif dalam penciptaan karya busana yang berujung pada kesadaran akan pentingnya penggunaan dan pemaknaan wastra Bali sebagai bagian dalam identitas karya. ‘’Gelar busana kali ini melibatkan 30 hingga 40 model dari mahasiswa Prodi Desain Mode yang akan menampilkan karya-karya terbaru, termasuk karya ujian terakhir mahasiswa,’’ ujar Cok Istri Cora, Jumat (25/10) kemarin. Selain dirinya, ada sejumlah desainer yang terlibat di
BUDAYA dengan MBS Rindu PENDIDIKAN BANYAK warga Karangasem yang merantau ke Denpasar sukses dalam meniti karier dan akademik. Modalnya semangat SENIMAN juang tinggi untuk bisa survive. Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. bisa meraih doktor karena berbekalkan semangat dengan jiwa kewirausahaan yang tinggi. Ketua PGRI Bali ini rela menjadi pedagang es serut campur untuk membiayai hidup dan kuliahnya. Bahkan ketika menempuh pendidikan sarjana muda di IHDN, dia tak dibekali uang sepeser pun. Sang kakek membekalinya 6 ekor anak burung dara atau satu ekor ayam jantan tiap minggu ke Denpasar. Anak burung dara dan ayam jantan ini dia jual ke pemilik restoran Cina di Jalan Gajah Mada. Paling dapatnya hanya Rp 200-500. Syukur untuk biaya kos dia tak bayar karena numpang di rumah pamannya di Denpasar. Setamat sarjana muda (BA) dia menjadi guru honorer di SMAN 4 Denpasar, sambil melanjutkan S-1 di IHDN dan S-2 bidang Manajemen Pendidikan. Gelar doktor dia raih setelah menjadi Kepala SMP PGRI 2 Denpasar bidang manajemen pendidikan di Universitas Negeri Malang. Makanya anak keenam d a r i sembi-
lan bersaudara pasangan Ni Ketut Dapet dan I Ketut Mekel asal Dukuh Penaban, Karangasem ini disertasinya meneliti soal Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) guna menghubungkan teori dengan fakta di lapangan sebagai kepala sekolah. Secara teori, katanya, MBS yang diterapkan sejak Presiden Gus Dur ini, sangat bagus dengan menekankan semua sekolah dibantu untuk menerapkan manajemen sesuai sikon dan potensi sekolah. Mulai dari perekrutan siswa, guru dan mensinergiskan dengan masyarakat. Ciri-ciri menerapkan MBS ini yakni jumlah dan kualitas input siswa tiap sekolah meningkat, PBM meningkat dan output-nya juga berkualitas. Yang terpenting lagi, adanya peran serta masyarakat, bukan hanya dalam bentuk komite sekolah. Masyarakat yang dimaksud yakni pengusaha sekitar sekolah mesti ikut membantu memgembangkan sekolah negeri dan swasta. Hal ini sudah berlaku di luar negeri, namun di Tanah Air belum berjalan. Sekolah swasta belum pernah menikmati peran pengusaha, bahkan kebijakan pemerintah cenderung tidak memberdayakan sekolah swasta. Padahal tugasnya amat berat yakni mencerdaskan anak bangsa. Makanya Aryasuda mengaku sangat rindu MBS yang sebenarnya diterapkan dengan ciri-ciri setiap tahun jumlah siswa baru sekolah negeri dan swasta meningkat dilanjutkan d e n g a n kualitas pendidikan. (sue)
Bali Post/ist
DESAIN TERKINI - Salah satu karya desain terkini yang akan ditampilkan mahasiswa ISI Denpasar.
dalam pergelaran tersebut, di antaranya Dr. Tjokorda Abinanda Sukawati, Kadek Wira Dika Saskara, I Gusti Ngurah Krisna Adi, Ni Kadek Yuni Diantari dan Putu Darmara Pradnya Paramita. Konten karya yang mengangkat wastra Bali ibarat Kaja Kangin. Bagi para desainer fashion diartikan sebagai kiblat utama dan sumber energi dalam sebuah proses kreatif untuk menemukan ruang eksplorasi dan pemantik dalam menentukan alur diri. ‘’Sementara karya adibusana berbasis pada wastra Bali merupakan muara dari proses kreatif seorang de-
sainer,’’ tandasnya. Sejauh ini, pesan yang ingin disampaikan dalam pagelaran busana Bali Jani, sejalan dengan Peraturan Gubernur tentang pemakaian busana adat. ‘’Dunia fashion identik glamor, lihat saja tren penggunaan busana di masyarakat belakangan ini, apa yang lagi viral, corak busana, style begitu cepat meluas dan kompak digunakan. Sayangnya penggunaannya melanggar secara etika, ini yang harus diberikan pemahaman secara konsisten kepada masyarakat, bagaimana berbusana yang baik dan benar
sesuai norma yang berlaku,’’ tandasnya. Dalam karya yang akan dipersembahkan nanti, Cok Istri Cora menyebut akan ada pengenalan bahan kain tenun khas Bali Timur yang sejauh ini banyak orang tidak mengenalnya. ‘’Jadi ada wastra Bebali namanya Saudan dan Tuu Batu dalam karya adibusana, umurnya ratusan tahun. Kami akan perkenalkan corak langka kain khas Bali,’’ tuturnya. Kain bebali itu, disebutkan, masih pola primitif, ketika digunakan dalam karya-karya kekinian jelas hasilnya luar biasa. (win)
Menggambar untuk Atasi Stres
Bali Post/san
IKAN - Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Made Sudarsana saat menyuapi siswa SD makanan olahan ikan.
Tingkatkan Konsumsi Ikan
SAAT ini pemerintah mendorong peningkatan konsumsi ikan. Konsumsi makan ikan di Bali di bawah angka nasional. Konsumsi ikan di Bali saat ini mencapai 33,26 kilogram per kapita per tahun. Sementara tingkat nasional, konsumsi makan ikan 50,69 kilogram per kapita per tahun. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Made Sudarsana, Jumat (25/10) kemarin mengatakan, jika dibandingkan dengan daerah lain, konsumsi makan ikan di Bali sudah cukup baik. Namun, diakui, masih di bawah pencapaian nasional, sehingga perlu ditingkatkan lagi. Meningkatkan angka konsumsi makan ikan di masyarakat, pemerintah melakukan sosialisasi gerakan makan ikan yang menyasar generasi muda, baik di tingkat SD sampai perguruan tinggi. Selain itu pihaknya juga mengajak nelayan untuk bisa mengelola ikan tangkapnya agar tetap segar. ‘’Kesegaran ikan itu penting sebab nutrisinya lebih baik. Selama ini nelayan belum pernah memikirkan
soal pengelolaan rantai dingin,’’ ujarnya. Pengelolaan rantai dingin yang dimaksudkan adalah membawa es atau cool box untuk menyimpan ikan segera setelah ditangkap. Dengan rantai dingin ini diharapkan kesegaran ikan tetap bertahan sampai ikan dikonsumsi oleh masyarakat. ‘’Inilah yang juga kita dorong agar nelayan melakukan pengelolaan rantai dingin,’’ ujarnya. Langkah lainnya adalah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan terutama dalam penanganan stunting. Menurut Sudarsana, ikan dengan nutrisi esensialnya sangat diperlukan untuk tumbuhkembang anak sejak dalam kandungan. Dengan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, ibu hamil didorong untuk mengonsumsi ikan dari kehamilan sampai 1.000 hari. Diharapkan dengan melibatkan ibu akan membiasakan makan ikan di tingkat rumah tangga. Tidak hanya untuk mencegah stunting tetapi juga memenuhi nutrisi seimbang dan meningkatkan konsumsi ikan. (san)
SEIRING makin dininya anak-anak terpapar gawai, kegiatan menggambar dan mewarnai makin ditinggalkan. Padahal, menurut Presiden Direktur Faber-Castell International Indonesia Yandramin Halim, kegiatan menggambar ini punya banyak sekali manfaat jika diajarkan sejak usia dini. Yandramin yang ditemui saat gathering ratusan karyawan Faber-Castell International Indonesia dalam rangka HUT ke-20 itu, Jumat (25/10) kemarin, mengatakan justru di era digital ini, kegiatan mewarnai harus ditingkatkan. Sebab, menggambar dan mewarnai bisa mengatasi stres. ‘’Di abad digital ini justru kita perlu pensil warna. Untuk mengimbangi,’’ sebutnya. Dikatakannya, kegiatan seni ini bisa menyeimbangkan penggunaan gawai. Sebab, jika sudah kecanduan gawai, efeknya akan sangat tidak baik, terutama bagi anak-anak. Untuk produk mewarnai, ia pun mengingatkan agar yang digunakan adalah yang berkualitas baik dan ramah lingkungan. Seperti produk Faber-Castell yang menggunakan bahan non-toxic serta food grade sehingga ramah lingkungan dan tidak berbahaya jika digunakan oleh anak-anak. ‘’Tiga tahun yang lalu muncul coloring trend, coloring for relaxation (mewarnai untuk relaksasi) di seluruh dunia. Dengan mewarnai gambar-gambar kita bisa rileks,’’ ungkap pria yang concern di dunia pendidikan ini. Warna-warna tertentu pun, lanjutnya, bisa menimbulkan manfaat yang berbeda-beda bagi pikiran. Saat ini pihaknya bekerja sama dengan salah satu RS di Singapura untuk terapi mewarnai. Anak-anak penderita kanker di sana diajak mewarnai dengan memilih warna-warna yang bisa menghasilkan energi
positif. ‘’Memberikan anak-anak itu motivasi tambahan sehingga fighting spirit mereka tumbuh lagi,’’ ungkapnya. Menggambar, sebut pria yang akrab disapa Halim ini, bukan kegiatan zaman dinosaurus. Justru bisa menjembatani ke dunia digital. Kaitannya dengan dunia digital, ia mengatakan, menggambar bisa membuat anak-anak terasah skill dan kreativitasnya. Sejumlah desainer mobil pun umumnya menggambar desainnya di kertas, kemudian memindahkan ke digital. Ini artinya, lanjut Halim, menggambar secara manual masih diperlukan meskipun dunia digital sudah berkembang pesat. (iah)
Yandramin Halim
Bali Post/iah