Skip to main content

Edisi Jumat 26 Oktober 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 69 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Otoritas Khusus Pariwisata

JUMLAH WISATAWAN CINA KE BALI

Belum Saatnya Diperjuangkan

585.922

2014

bangan dari pariwisata dan masih banyak yang harus diperjuangkan. Senada dengan Prof. I Gde Pitana, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Kementerian Pariwisata. Ia mengatakan, otoritas khusus bukan jawaban penyelesaian persoalan Bali saat ini. Seperti persoalan kacaunya tata niaga pasar Cina. Yang menjadi jawaban adalah rajin melakukan monitoring dan evaluasi serta penegakan sesuai aturan yang berlaku. ‘’Perda sudah ada, Kepmen sudah ada, UU sudah ada yang mengatur tentang tata niaga. Orang menipu enggak boleh, itu yang kita tangani. Orang memeras gak boleh, itu yang kita tangani,’’ tandasnya. (kmb42)

’’Mereka juga benci sekali. Kami tidak tahu peraturan pariwisata Indonesia. Kami justru mohon pihak Indonesia agar ada hukuman yang keras untuk melindungi hak legal tamu Tiongkok yang datang ke Indonesia.’’ Chen Wei

Peringkat FIFA

Pasca-IMF-WB, 30 Sekolah Terima Laptop dan Printer Pemprov Bali menerima 200 unit laptop dan 125 unit printer yang sebelumnya digunakan pada Annual Meetings IMF-World Bank. Selain Bali, NTB juga menerima 200 laptop dan 125 printer, serta Pemkab Banyuwangi menerima 100 laptop dan 50 printer. Halaman 2

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengungkapkan bahwa mantan Menteri Sosial Idrus Marham minta 30 mobil jenazah untuk dibagi-bagikan ke sejumlah masjid. Halaman 15

2015

2016

2017

2018

10 BESAR WISMAN KE BALI 2018

’’...karena turis Cina yang datang ke Bali dan diarahkan berbelanja ke toko Cina tersebut juga merasa dirugikan. Usaha ilegal yang terjadi ini juga terjadi akibat Bali over supply kamar.’’

Amerika Serikat - 173.656 Prancis - 159.695 Jerman -145.300 Malaysia -145.231 Korea Selatan -111.175

Cina - 1.101.721 Australia - 884.062 India - 268.112 Inggris

- 210.206 Jepang - 199.123

sumber : Angkasa Pura

Cok Ace

Turis Cina Juga Merasa Tertipu Mangupura (Bali Post) Indonesia khususnya Bali telah beberapa kali mengalami kekacauan tata niaga pariwisata. Kekacauan ini sudah terjadi beberapa kali di Bali. Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Kementerian Pariwisata Prof. I Gde Pitana mengatakan, setiap pasar yang berkembang dengan pesat selalu ada kekacauan-kekacauan dalam tata niaganya. Seperti tahun 70-an wisatawan Australia yang menggeliat,

sempat terjadi kekacauan. Tahun 80an sempat terjadi kekacauan dengan menggeliatnya pasar Jepang, tahun 90-an pasar Taiwan dan sekarang pasar Cina. ‘’Cina daratan tata niaganya sekarang agak kacau. Jadi bukan mereka enggak punya uang. Spending turis Cina USD 1.018, jauh lebih besar dari Singapura USD 650 dan Malaysia USD 700. Ini soal tata niaga, penipuan dan pemerasan dan terjadi karena usaha ilegal,’’ bebernya saat

FGD ‘’Wisatawan Mancanegara Pasar Tiongkok’’, Kamis (25/10) kemarin di Hotel Anvaya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, kasus jual-beli kepala dan penggunaan tenaga kerja Tiongkok sebagai penjaga toko, dilakukan oleh segelintir orang Tiongkok, sehingga diharapkan kasus ini tidak sampai merusak pasar Tiongkok ke Bali. Hal. 15 Merasa Dirugikan

’’Cina daratan tata niaganya sekarang agak kacau. Jadi bukan mereka enggak punya uang. Ini soal tata niaga, penipuan dan pemerasan dan terjadi karena usaha ilegal.’’ Prof. Pitana

Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi

Zurich Belgia menggeser posisi Prancis dalam peringkat dunia sepak bola putra, sementara Indonesia juga naik empat tingkat ke urutan 160 dalam daftar yang dirilis badan sepak bola dunia (FIFA), Kamis (25/10) kemarin. Indonesia yang dalam Oktober ini mengalahkan Myanmar dan seri melawan Hongkong, dalam peringkat terbaru FIFA, mencatat nilai 1.004. Belgia dan Prancis bulan lalu sudah bersaing ketat, dan kedua tim sama-sama mencatat sekali menang dan sekali seri pada Oktober. Hal. 15 Laga Persahabatan

Idrus Marham Minta 30 Mobil Jenazah

688.469

Banyak Kena OTT

Indonesia Naik Empat Tingkat

Polisi Selidiki Kasus Perempuan Meninggal di Penginapan Halaman 3

1.101.721

(Triwulan III /2018)

875.152

Banyak pendapat yang mengemuka bahwa Bali perlu memperjuangkan otoritas khusus pengelolaan pariwisata. Sebab, selama ini pariwisata belum memberikan kesejahteraan secara merata kepada krama Bali. Demikian pula budaya dan pertanian yang menjadi ikon pariwisata Bali sering dikorbankan demi turis. Terhadap wacana tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati tampaknya kurang sependapat. Katanya, adanya kejadian kekacauan tata niaga pariwisata ini, otoritas khusus bukan jawabannya yang segera dilaksanakan. ‘’Bukan langsung kita reaktif begitu, kita lihat masih ketergantungan Bali terhadap wilayah lain. Perjuangan lain masih banyak yang lebih penting dibandingkan sekadar memperjuangkan otoritas di bidang pariwisata,’’ ujar Cok Ace usai memberi sambutan di FGD Wisatawan Mancanegara Pasar Tiongkok di Hotel Anvaya, Badung, Kamis (25/10) kemarin. Menurutnya, ada hal lain yang lebih dulu bisa diperjuangkan. Seperti dana perim-

1.280.000

Dupa Jatuh ke Kasur, Rumah Ludes Terbakar Diduga kurang hati-hati saat meletakkan dupa usai melakukan persembahyangan, rumah I Nyoman Suamba, warga Banjar Beng Kaja Desa Tunjuk, Tabanan, ludes terbakar, Kamis (25/10) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Halaman 7

Jakarta (Bali Post) – Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo meminta sistem pemilihan kepala daerah secara langsung dievaluasi setelah maraknya kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah kepala daerah. ‘’Yang harus dievaluasi adalah sistem demokrasi kita, kami sebenarnya ingin mendorong evaluasi terhadap sistem pemilihan langsung yang saat ini masih berlangsung,’’ kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/10) kemarin. Dia menilai pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung adalah akar masalah kenapa para kepala daerah melakukan hal yang tidak terpuji seperti korupsi dan penyalahgunaan wewenang, karena biaya politik yang sangat tinggi. Menurutnya, berdasarkan kesimpulan tim ahli dan kajian internal DPR dengan berbagai kajian bahwa politik biaya tinggi yang ditimbulkan karena pemilihan langsung menjadi akar persoalan korupsi kepala daerah tidak pernah selesai. ‘’Berdasarkan ‘kacamata’ pribadi saya dan kajian

kami di DPR, kesimpulannya bahwa akar persoalannya ada di pemilihan langsung mengeluarkan biaya yang tinggi,’’ ujarnya. Dia menyarankan adanya sistem berdemokrasi secara elegan dan tidak pragmatis, yaitu dengan pemilihan kepala daerah di DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, dengan pemilihan di DPRD, penegak hukum lebih mudah mengawasi 50-60 anggota DPRD yang memilih kepala daerah. ‘’Sistem ini tidak memerlukan politik uang yang begitu tinggi dan rentan potensi benturan di akar rumput itu jauh lebih ringan,’’ katanya. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terkait jual-beli jabatan. Dalam OTT itu, KPK turut mengamankan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra bersama enam orang lainnya. ‘’Terkait jual-beli jabatan,’’ kata Basaria di Jakarta, Rabu (24/10). Hal. 15 Transfer Uang

Bali Post/ant

BARANG BUKTI - Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kanan) bersama penyidik menunjukkan barang bukti hasil OTT Bupati Cirebon di kantor KPK, Jakarta, Kamis (25/10) kemarin.

Tunggu Giliran OTT

Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua MPR-RI Mahyudin meyakini operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra oleh KPK terkait kasus jual-beli jabatan, Rabu (24/10), bukanlah kepala daerah terakhir. Pasalnya, politik uang masih sangat dominan dalam sistem demokrasi di Indonesia terkait pemilihan

kepala daerah. ‘’Saya kira kalau dipilih oleh DPRD, bisa meminimalisir politik uang dan bisa mencegah korupsi dengan diawasi oleh KPK,’’ tegas Mahyudin, Kamis (25/10) kemarin. Dia mengaku sulit menghapus praktik politik uang, bahkan apabila sistem demokrasi berubah kembali yaitu pemilu diserahkan kembali ke DPRD.

Namun, dari sisi pengawasan KPK, dengan mengembalikan pemilihan kepada DPRD maka akan memudahkan KPK mengawasi proses pemilihannya. Dengan demikian money politics bisa dikurangi, dan masyarakat tidak dirusak dengan politik uang tersebut. Hal. 15 Uang Besar

Samakan ‘’Gelombang’’, Gubernur Koster Kumpulkan Kelompok Ahli dan Kepala OPD ’’Jangan kita pikir Bali baikbaik saja. Tantangannya besar, ancamannya besar, bukan hal yang sepele.’’ MENYALAMI - Gubernur Bali Wayan Koster menyalami kelompok ahli dan kepala OPD, Kamis (25/10) kemarin.

Wayan Koster Gubernur Bali

GUBERNUR Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memimpin pertemuan yang diikuti Kelompok Ahli Provinsi Bali dan seluruh Kepala OPD Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (25/10) kemarin. Dalam pengarahannya, Gubernur Wayan Koster meminta kelompok ahli dan kepala OPD menyamakan ‘’gelombang’’ untuk mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Pertemuan ini untuk menyamakan isi kepala dalam melaksanakan tugas Gubernur, gelombangnya disamakan dulu,’’ kata

mantan anggota DPR-RI ini. Koster mengatakan, tanpa disadari Bali saat ini dalam kondisi yang goyah. ‘’Jangan kita pikir Bali baik-baik saja. Tantangannya besar, ancamannya besar, bukan hal yang sepele,’’ kata Koster. Untuk itu, ia meminta agar seluruh stakeholder berada dalam satu garis komando dalam melakukan perubahan mewujudkan tatanan baru ke depan mewujudkan Bali yang lebih baik. Sebagai langkah awal, Koster memaparkan program prioritas jangka pendek pemerintahannya sebagai landasan kelompok ahli dan kepala OPD bekerja. Meski baru menjabat, beberapa program jangka pendek ini sudah terlaksana seperti Pergub

tentang Busana Adat Bali dan Pergub tentang Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Kelompok ahli yang ratarata berlatar belakang ilmiah akademis diharapkan bisa melengkapi pengalaman praktis OPD, sehingga visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ bisa terimplementasikan dengan baik. Forum ini sekaligus menjadi ajang perkenalan kelompok ahli selaku think tank Gubernur dengan kepala OPD selaku pelaksana visi Gubernur di lapangan. Selaku koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali adalah Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. yang juga Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi). (ad1077)


DENPASAR

2

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

FIGUR Perketat Pengawasan WISATAWAN Tiongkok sedang booming. Maka harus diantisipasi kegiatan yang baik dari dampak booming ini. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, saat ini wisman Tiongkok datang bersamaan dengan pekerja yang ilegal. Tenaga kerja ilegal ini bekerja sebagai penjaga toko/sales, fotografer untuk wedding, travel agent, maupun guide. Kadin meminta Imigrasi untuk memperketat pengawasan. Ia meminta menertibkan tenaga kerja ilegal ini, terutama sales Tiongkok yang bekerja di toko yang menjual produk Tiongkok. Selain tenaga kerjanya, pajaknya juga harus ditertibkan. “Mereka yang Bali Post/may perpanjang paspor keluar harus ditertibkan Imigrasi. Bahkan ada banyak paspor untuk kegiatan sosial dipakai untuk bekerja,” ungkapnya Kamis (25/10), di Anvaya Hotel. Kadin beharap momentum yang tepat untuk menghentikan itu semua. “Mau tidak mau, suka tidak suka maka toko-toko itu harus ditutup. Toko-toko yang menjual produk Tiongkok itu seperti Latex, Sutra, itu harus ditutup,” tegas Caleg DPR-RI Dapil Bali ini. Jual beli kepala juga harus dihentikan oleh travel agent. Menurutnya, travel agent harus sepakat menghentikan itu walaupun sulit. Kerja sama travel agent di Tiongkok dan di Indonesia harus positif. “Artinya, tidak boleh lagi ada tekanan-tekanan. Tidak boleh lagi asal membeli saja, sehingga harga paket itu harus jelas sampai di sini berapa. Kalau pesawat mereka kan sudah carter, menginap dan sebagainya mereka harus bayar,” imbuhnya. Tenaga kerja asing ilegal terjadi berarti imigrasi membiarkan. Menurutnya saat ini adalah momen yang tepat untuk menjadikan pariwisata Bali ini bermartabat dan memiliki nilai jual yang tinggi. (kmb42)

SIMAKRAMA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat acara simakrama dengan insan pers, Kamis (25/10) kemarin.

Menjelang Kegiatan OCC

Warga Diimbau Tak Terprovokasi Peristiwa di Luar Bali

Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/rin

SIDAK - Suasana sidak di salah satu toko jaringan Tiongkok. Dari tiga toko yang disidak, toko inilah yang belum bisa menunjukkan izin usaha.

Disidak Dewan dan Satpol PP

Satu Toko Tak Mampu Tunjukkan Izin Denpasar (Bali Post) Toko-toko jaringan Tiongkok di sepanjang Jalan By-pass Ngurah Rai mendadak sepi pengunjung. Terutama setelah viralnya pemberitaan mengenai pariwisata Bali dijual murah di Tiongkok lantaran disponsori oleh toko-toko itu. Tak hanya sepi pengunjung, ratusan tenaga kerja asing dari Tiongkok bahkan sudah pulang ke negaranya. Selain itu, satu toko dari tiga yang disidak, belum mampu menunjukkan izinnya. “Hari ini sudah jelas diberitakan 300 orang sudah pergi dari Bali. Ngapain saja kerjanya para pengawas di Dinas Tenaga Kerja, sampai segitu banyak perusahaan mempekerjakan orang asing,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta saat ikut melakukan sidak ke tiga toko jaringan Tiongkok bersama Satpol PP Provinsi Bali, Satpol PP Kota Denpasar, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, DPMPTSP Provinsi Bali, serta Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Kamis (25/10) kemarin. Pantauan Bali Post dalam sidak kemarin, ketiga toko masingmasing satu toko pakaian dan dua toko perhiasan di Jl. By-pass Ngurah Rai tampak sepi pengunjung. Di toko kedua dewan dan petugas bahkan terkesan sudah “disambut” oleh kuasa hukum pemilik toko. Hasil sidak, semua toko mempekerjakan tenaga kerja asing selain tenaga lokal. Menurut Parta, memang ada ketentuan yang memperbolehkan perusahaan mempekerjakan tenaga asing. Namun di toko-toko jaringan Tiongkok, mereka justru lebih banyak dipekerjakan sebagai tenaga pemasaran. “Kita tidak tahu apa tenaga pemasaran itu memang di Indonesia tidak ada? Kenapa harus mencari tenaga kerja asing,” imbuh politisi PDI-P ini. Parta menambahkan, pihak imigrasi sebetulnya yang paling tahu mengenai kehadiran orang asing di Bali. Namun, imigrasi dinilai masih lemah dalam melakukan pengawasan. Apakah orang asing itu datang untuk bekerja atau hanya menjadi wisatawan. “Ketika yang datang berwisata 1.000, yang pulang hanya 900 orang, berarti 100 orang masih di Bali yang menyalahgunakan izin berwisata untuk bekerja,” keluhnya. Selain tenaga kerja asing, satu dari tiga toko yang disidak juga belum mampu menunjukkan izin usaha. Toko perhiasan yang dulunya bekas klub malam itu diberi waktu Satpol PP Kota Denpasar hingga Jumat (26/10) ini, untuk bisa menunjukkan izin tersebut. Sementara Parta menegaskan, toko yang tidak mempunyai izin sebaiknya langsung ditutup untuk efek jera. Sidak-sidak juga perlu lebih diintensifkan. Dari pandangannya, cara penyelesaian kasus-kasus seperti ini masih parsial. “Akhirnya kita menjadi pemadam kebakaran. Sementara perusakan terhadap pariwisata Bali, makin hari makin banyak terjadi. Saya khawatirnya kan pariwisata merusak pariwisata. Itu yang susah untuk diselesaikan, seharusnya jangan ditoleransi,” jelasnya. Kepala Bidang Tramtib Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi mengatakan, sidak kemarin merupakan yang kedua kali setelah sempat dilakukan Rabu (24/10) lalu. Seperti halnya sidak pertama, sidak kedua ini juga terkesan sudah bocor. “Kita bicara jaringan, otomatis informasi itu tersebar. Ya berdampaklah pada tempat-tempat lain seperti yang kita kunjungi sekarang. Nyaris tidak ada turis masuk. Artinya yang berbelanja atau mampir,” ujarnya. Kendati demikian, Rai Darmadi masih melihat sisi positifnya. Utamanya terkait pariwisata Bali dijual murah menjadi terjawab. Apalagi wakil Gubernur Bali sudah menyatakan bila pariwisata tidak hanya mengejar kuantitas tapi juga kualitas. “Jangan sampai orangnya banyak tapi tidak mempunyai kualitas, tidak berdampak pada devisa yang bisa meningkatkan PAD,” jelasnya. Dikatakan Rai Darmadi, pihaknya tidak melarang siapa pun termasuk orang asing untuk bekerja di Bali. Asalkan mereka memenuhi ketentuan yang ada agar tidak disalahgunakan. Sementara untuk toko yang belum memiliki izin usaha, logikanya memang belum boleh beroperasi. (kmb32)

819446 / 081337032965

Topik : Warga Diimbau Tidak Terprovokasi Peristiwa di Luar Bali

Bali Post/rah

Setelah IMF-World Bank Annual Meeting, dalam waktu dekat kembali digelar event internasional di Bali yaitu Our Ocean Conference (OOC) ke-5. Kegiatan ini rencananya berlangsung dari tanggal 29-30 Oktober mendatang. Supaya kegiatan itu berjalan aman dan kondusif, Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Benny Susianto, S.I.P., mengimbau masyarakat Bali jangan terprovokasi peristiwa di luar Bali. “Kita tetap mengambil langkah-langkah pencegahan. Salah satu imbauan yaitu mengajak masyarakat, terutama umat Muslim yang ada di Bali jangan sampai terprovokasi peristiwa di Garut,” tegas Mayjen Benny, Kamis (25/10) kemarin, saat acara simakrama dengan insan pers di Makodam, Denpasar. Terkait OOC, kata Pangdam, akan dilaksanakan di Nusa Dua Convention Centre Bali (BNDCC) dan dihadiri sekitar 1.000 peserta dari beberapa negara. Selain itu, kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri tujuh kepala

negara dan pemerintahan. Dalam konferensi ini juga akan dihadirkan stakeholder utama kelautan dan perikanan termasuk sektor swasta, akademisi, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat dan lainnya. “Untuk OOC sudah disiapkan lama karena penyelenggaraannya berseri dengan IMF,” ujarnya. Prinsip tugas TNI melaksanakan pengamanan pejabat VVIP atau kepala negara. Sedangkan pengamanan delegasi, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian. Terkait jumlah personel yang dikerah-

kan, kata Mayjen Benny sekitar 4 ribu orang lebih sedikit dibandingkan saat IMF-WB sekitar 5.050. Namun apabila jumlah kepala negara yang hadir bertambah, maka jumlah personel yang dikerahkan sekitar lima ribu orang. “Selain itu, jumlah objek yang diamankan lebih sedikit, tempat konferensi dan akomodasi menginap. Karena kepala negara yang hadir kurang dari 10 maka pengamanan unsur TNI langsung di bawah kendali saya. SOP-nya seperti itu. Saya langsung kendalikan kekuatan,” tegas jenderal bintang dua di pundak ini.

Di samping itu pihaknya tidak mengerahkan pasukan siluman (khusus). “Karena kegiatan ini kan tidak banyak peserta, pasukan siluman tidak perlu lagi,” ungkap lulus Akmil tahun 1987 ini. Terkait IMF-WB, ternyata Pangdam punya kesan tersendiri. Semua pihak patut bersyukur pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-World Bank (WB) tahun 2018 di Nusa Dua, Bali, berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Itu semua dapat tercipta atas kerja sama serta partisipasi semua pihak. Menurut Benny, rencana pertemuan tahunan tersebut nyaris dibatalkan akibat gempa di Lombok dan Palu. Namun berkat kerja keras organisasi dan manajemen yang dilakukan sangat baik, sehingga kegiatan tersebut terealisasi dengan baik,

aman, lancar dan kondusif. “Peserta IMF dan World Bank sampai tidak percaya Indonesia mampu melaksanakan kegiatan itu dengan baik, aman dan lancar, di tengah kondisi bencana,” tegas Pangdam yang ramah ini. Bahkan sebagian peserta IMF-WB memperpanjang kunjungannya di Bali. Itu sebagai bukti mereka sangat senang di Bali. “Ini momentum sangat baik, dana akan banyak masuk Bali. Investor juga banyak masuk ke Bali. Bayangkan 189 negara yang hadir menjadi agen promosi bagi Bali,” ujar mantan Waasops Kaskostrad ini. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bali Rumuskan Pokok Pikiran Pemajuan Kebudayaan Denpasar (Bali Post) Terbitnya Undang-undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mulai ditindaklanjuti di Bali. Salah satunya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan pokok pikiran pemajuan kebudayaan Provinsi Bali di Kantor Bappeda Litbang Provinsi Bali, Kamis (25/10) kemarin. “Pemajuan kebudayaan berpedoman pada pokokpokok pikiran kebudayaan daerah kabupaten/kota, kemudian provinsi. Ini akan menjadi strategi kebudayaan dan akhirnya akan menjadi rencana induk pemajuan kebudayaan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha di sela-sela acara. Menurut Beratha, penyusunan rencana induk pemajuan kebudayaan dari tingkat bawah ke atas (pusat) merupakan sesuatu yang baru. Sebab, pokokpokok pikiran kebudayaan daerah dari tingkat bawah memuat pemetaan tentang

potensi yang ada di setiap kabupaten/kota. Termasuk permasalahan yang terjadi dan rekomendasi. Antara lain memuat objek pemajuan kebudayaan, seperti tenaga kebudayaan dan sarana prasarananya. “Pokok-pokok pikiran di kabupaten/kota dikompilasi di provinsi. Nanti dikaji oleh tim untuk menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan ke pusat. Di pusat nanti dilaksanakan kongres kebudayaan,” jelasnya. Beratha menambahkan, salah satu rekomendasi yang akan diajukan ke pusat adalah membentuk kementerian khusus untuk mengurusi kebudayaan. Selain untuk kepentingan perencanaan di pusat, program dan kegiatan bidang kebudayaan di kabupaten/kota dan provinsi juga memakai landasan pokok-pokok pikiran yang sudah dirumuskan di daerah masing-masing. Dengan kata lain, pokok-pokok pikiran di kabupaten/kota dan provinsi menjadi database untuk keperluan perencanaan di daer-

ah hingga pusat. Provinsi Bali khususnya akan segera membuat Perda tentang Pemajuan Kebudayaan Bali. “Terpenting nanti bahwa kita tidak berhenti di Undang-undang. Perlu ada keberlanjutan terutama untuk generasi berikutnya dalam menjaga ajeg-nya kebudayaan,” tandasnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, Bali memang perlu memiliki blue print kebudayaan, sehingga ada dasar kemana kebudayaan Bali akan dibawa. Sebab, semakin tinggi kebudayaan daerah, maka semakin bermartabat orangnya. Oleh karena itu, keagungan dan ke-adiluhung-an budaya Bali harus terus ditingkatkan. “Ketika kita melihat kebudayaan Jepang, kan kelihatan bahwa manusia Jepang itu seperti itu. Nanti orang melihat kebudayaan Bali makin tinggi, manusia Bali itu seperti itu menghormati tradisinya. Orang Bali itu jujur, disiplin, seperti Jepang,” jelasnya. (kmb32)

Dua Polwan Menjabat Kasatlantas Dimutasi

Denpasar (Bali Post) Mutasi kembali bergulir di jajaran Polda Bali. Tercatat 132 perwira digeser, di antaranya Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail dan Kasat Lantas Polres Badung AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti. Mutasi tersebut sesuai Telegram Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Nomor:STR/1214/O.T.L.1.1.3/ X2018, tanggal 24 Oktober 2018. Selanjutnya, Kompol Rahmawaty Ismail dipercaya sebagai Wakapolres Tabanan. Pengganti Polwan lulusan Akpol 2007 ini adalah AKP Adi Sulistyo Utomo, Kanit III Satuan PJR Direktorat Lantas Polda Bali. Saat dikonfirmasi, Kompol Rahmawaty membenarkan adanya mutasi tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan kerjasamanya selama ini. “Mohon dukungan dan doanya,” ujarnya. Sementara AKP Ni Putu Anne Parwisti menjadi Kasatlantas Polres Karangasem, menggantikan AKP Fudin Ismail. Pengganti AKP Anne tak lain Iptu Kanisius Franata, sebelumnya menjabat Kanit Regident Satlantas Polresta Denpasar. Perwira lain yang dimutasi adalah Wakapolres Klungkung Kompol Hery Supriawan dan penggantinya Kompol Adnan Pandibu,

Bali Post/ist

DIMUTASI - Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail (kanan) dan Kasat Lantas Polres Badung AKP Ni Putu Anne Parwisti dimutasi. Kapolsek Denpasar Barat. Pengganti perwira asal Sumatera Utara ini yaitu Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan. Selanjutnya posisi Kapolsek Kuta Utara dipercayakan kepada AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Kapolsek Seririt, Buleleng. (kmb36)

Bali Post/ist

DIDAMPINGI - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati didampingi Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Keuangan Negara Denpasar, Kamis (25/10) kemarin.

Pasca-Annual Meetings IMF-WB

30 Sekolah Terima Laptop dan Printer

Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali menerima 200 unit laptop senilai Rp 3,2 miliar dan 125 unit printer senilai Rp 280 juta yang sebelumnya digunakan pada Annual Meetings IMF-World Bank. Hibah perangkat elektronik itu diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati kepada Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Keuangan Negara Denpasar, Kamis (25/10) kemarin. Selain Bali, Pemprov NTB juga menerima 200 laptop dan 125 printer, serta Pemkab Banyuwangi menerima 100 laptop dan 50 printer. “Hibah laptop dan printer ini bukti bahwa kami ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” ujar Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, kedua jenis perangkat itu merupakan produksi terbaru dengan spesifikasi teknis cukup tinggi. Lantaran selisih antara membeli dan menyewa tidak terlalu banyak, maka pemerintah memutuskan untuk membeli. Namun disertai komitmen untuk menghibahkannya setelah dipakai demi kepentingan masyarakat. Total anggaran untuk membeli 500 laptop mencapai Rp 8 miliar, serta Rp 672 juta untuk 300 printer dengan proses e-katalog pada bulan Agustu s lalu. Laptop dan printer dipakai hanya seminggu mulai tanggal 8 hingga 14 Oktober, sehingga semuanya bukan barang bekas dan masih terhitung baru. Selanjutnya, laptop dan printer agar diteruskan ke lembaga-lembaga pendidikan yang ada di masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Saya bermimpi dari sekian laptop yang dihibahkan akan terlahir Jack Ma Indonesia atau orang kreatif lainnya,” imbuhnya. Terkait Annual Meetings IMF-World Bank, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang terlibat, sehingga acara ini berjalan dengan sangat sukses bahkan hingga di luar ekspektasi. Meskipun sebelum acara berbagai bencana alam terjadi, seperti gempa di Lombok dan Gempa serta tsunami di Palu. “Tidak ada satupun keluhan dari peserta, bahkan testimoni dari petinggi IMF sendiri akan sulit bagi negara lain untuk menyaingi kesuksesan Indonesia,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, hibah laptop dan printer selanjutnya akan diberikan kepada 30 sekolah di empat kabupaten. Utamanya kabupaten yang cukup banyak memiliki masyarakat miskin. “Ada Bangli, Karangasem, Jembrana dan Buleleng. Itu pun fokus di daerah dengan masyarakat miskin,” ujarnya. TIA memaparkan, di Bangli ada tujuh sekolah yang akan menerima 45 laptop dan 21 printer. Di Karangasem 10 sekolah akan diberikan 65 laptop dan 50 printer. Di Jembrana tiga sekolah akan menerima 25 laptop dan sembilan printer, serta di Buleleng ada 10 sekolah yang akan mendapatkan 65 laptop dan 45 printer. Total ada 30 sekolah, masing-masing 18 SMA dan 12 SMK. (kmb32)


BADUNG

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

3

Fraksi Golkar Pertanyakan Hasil Promosi ke LN

Bali Post/edi

SAMBUTAN - Managing Director Kawasan Nusa Dua I Wayan Karioka saat memberikan sambutan pada acara Appreciation Night sebagai ucapan terima kasih atas suksesnya penyelenggaraan pertemuan IMF-WB.

ITDC Segera Kembangkan Destinasi Wisata Bali Utara

Mangupura (Bali Post) -

Pada pertemuan tahunan IMF-WB awal Oktober lalu di Nusa Dua, Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Singapura telah sepakat untuk bekerja sama bidang pariwisata, khususnya dalam pengembangan destinasi cruise, salah satunya Singapura-Bali Utara. Tidak hanya itu, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) juga sempat melakukan penandatanganan kerja sama terkait pengembangan destinasi pariwisata di Bali Utara tersebut. Terkait hal itu, Managing Director Kawasan Nusa Dua I Wayan Karioka mengatakan, selain destinasi, menciptakan aktivitas wisata merupakan hal yang sangat penting untuk Bali Utara, karena akses dari udaranya belum optimal, maka akses lain perlu ditingkatkan. ‘’Bisa lewat laut melalui cruise maupun akses darat. Ketika aktivitas di dalam destinasi bisa terbentuk, maka tujuan pariwisata itu akan tercapai secara bisnis,’’ katanya. Dijelaskannya, konsep pengembangan destinasi pariwisata di Bali Utara nanti hampir sama dengan di kawasan Nusa Dua. Pembangunannya sesuai dengan kekuatan Bali yang akan menjadi dasar pengembangan ITDC Bali Utara. Tentu juga terkait dengan potensi alam bawah laut yang ada di sana. ‘’Intinya, nanti akan mengangkat kearifan lokal setempat,’’ jelasnya. Dengan dibukanya jalur laut melalui kerja sama dengan Singapura, pengembangan ITDC Bali Utara bisa segera dilakukan, dengan mengambil lokasi di daerah Buleleng Barat. Untuk merealisasikan rencana itu, pemangku pariwisata maupun Kementerian

BUMN sudah beberapa kali melakukan kunjungan. ‘’Dalam waktu dekat akan mulai digarap,” ujarnya saat ditemui di sela acara Appreciation Night sebagai ucapan terima kasih atas suksesnya penyelenggaraan pertemuan IMF-WB, Rabu (24/10) malam di kantor ITDC Nusa Dua. Dihubungi terpisah, Kamis (25/10) kemarin, Chairman PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari) Ketut MB Suardhana mengatakan, dengan dibukanya akses laut ini, jalur darat dan jalur udara juga perlu diperjuangkan di Bali Utara. Untuk jalur darat sangat perlu segera diwujudkan, seperti kereta api, jalan tol, maupun shortcut. Bandara pun tergolong urgent dibangun. Dengan begitu, Bali Utara diharapkan mendapatkan magnet baru dalam hal konektivitas keterhubungan ke tempat lain. Infrastruktur pendukung, kata Suardhana, mutlak dibangun di Bali Utara karena seperti Denpasar atau Bali Selatan, menurutnya, tidak akan maju seperti sekarang ini apabila tidak ada Bandara Ngurah Rai. ‘’Kita harus nyontek itu, bikin bandara di Bali Utara, akses jalan, secara teori akan terjamim kesejahteraan ma-

syarakat Bali Utara,’’ ucapnya. Untuk diketahui, pada pertemuan tahunan IMF-WB ada dua Head of Agreement (HoA) terkait pengembangan destinasi pariwisata di Bali Utara yang ditandatangani. HoA dimaksud yakni antara ITDC – Menjangan Group – PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA) dan ITDC – Menjangan Group – PT AMORSK Indonesia (AMORSK). HoA dengan Menjangan Group dan WIKA menyepakati sinergi ITDC dan WIKA dalam mengembangkan lahan seluas 100 hektar milik Menjangan Group yang berlokasi di dekat Pulau Menjangan. Nilai investasinya sebesar USD 198 juta atau setara Rp 2,87 triliun. Lahan yang terletak di tepi pantai tersebut akan dikembangkan sebagai lifestyle hub yang terdiri dari hotel berbintang, vila, retail village, hutan mangrove, serta marina dan terminal kapal pesiar. Sementara HoA antara ITDC, Menjangan Group, dan PT AMORSK Indonesia mencakup pembangunan resort bintang 4 dan 6 di atas lahan seluas 20 hektar, termasuk infrastruktur dan modal bagi pendirian perusahaan utilitas. Kedua proyek tersebut diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2022. (kmb23)

SIDANG - Sidang tipiring bagi pelanggar KTR di RSUD Mangusada.

Bali Post/ist

Perokok di RSUD Kapal Ditipiring Mangupura (Bali Post) Sejumlah pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada tertangkap tangan merokok di lingkungan rumah sakit setempat. Alhasil mereka harus megikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang dilakukan Satpol PP Badung. Tim yustitusi menyidangkan sedikitnya lima orang yang kedapatan merokok di kawasan tanpa rokok (KTR) lingkungan RSUD Mangusada, Kamis (25/10) kemarin. Sidang tipiring digelar di ruang Srikandi Paviliun. Mereka dinyatakan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 10 Tahun 2011 dan Perda Kabupaten Badung Nomor 10 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sidang yang dipimpin hakim Pengadilan Negeri Denpasar Esthar Oktavi, S.H., M.H. menjatuhkan hukuman

kurungan selama tiga hari atau denda pada masingmasing pelanggar senilai Rp 102 ribu. ‘’Sidak yang dilakukan ini berangkat dari laporan masyarakat bahwa banyak masyarakat merokok sembarangan di RSUD Mangusada. Padahal semestinya kawasan rumah sakit bebas dari asap rokok,’’ ujar Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Penegak Perda dan Perkara Satpol PP Badung I Wayan Sukanta. Selain sidak, pihaknya sekaligus sosialisasi kepada masyarakat. Penegakan Perda KTR tidak hanya kali ini saja, pihaknya menyatakan akan gencar melakukan pengawasan di tempat-tempat yang telah dilarang sesuai ketentuan. ‘’Aturannya kan sudah jelas. KTR di Badung meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak

bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum,’’ terangnya. Direktur RSUD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta menyatakan, selama ini selain sidak eksternal, pihak rumah sakit sendiri juga gencar melakukan sidak secara internal. ‘’Tujuannya menyosialisasikan kepada pengunjung bahwa di areal rumah sakit dilarang merokok. Jadi yang kami lakukan lebih kepada imbauan saja,’’ katanya. Pihaknya telah melakukan pemasangan laranganlarangan merokok di areaarea strategis yang memungkinkan dijadikan tempat merokok. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemutaran video larangan merokok. ‘’Kami putar di televisi rumah sakit serta kami publikasikan ke media social, seperti website dan Youtube Mangusada Channel,’’ jelasnya. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) Promosi pariwisata ke luar negeri (LN) yang dilaksanakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung mengemuka dalam rapat paripurna beragendakan pemandangan umum (PU) fraksi di gedung dewan, Kamis (25/10) kemarin. Legislator mempertanyakan dampak serta hasil dari kegiatan tersebut. Dalam PU yang disampaikan anggota Fraksi Golkar Gede Suraharja, Fraksi Golkar meminta penjelasan program promosi pariwisata nusantara di dalam dan luar negeri. Bahkan partai berlambang beringin ini juga mempertanyakan publikasi aktivitas kepariwisataan Ka-

bupaten Badung di media cetak. ‘’Kami ingin penjelasan terkait promosi pariwisata di dalam maupun luar negeri. Karena total anggaran mencapai Rp 20.497.668.802, lantas apa output atau outcomenya?’’ ujarnya. Ditemui usai rapat paripurna, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan akan memberikan jawaban mengenai dana promosi ke luar maupun dalam negeri. ‘’Fraksi menanyakan, kan wajar dan sah. Tapi nanti kan ada jawaban Bupati dan finalisasi,’’ tegasnya. Menurutnya, dana promosi pariwisata telah dialokasikan sesuai program yang telah

dicanangkan. Bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini Dinas Pariwisata Badung melibatkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dalam melakukan promosi. ‘’Kami melakukan promosi ini dengan baik. Harapan saya kan dana promosi bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar, karena pariwisata adalah jantungnya Badung dalam meningkatkan pendapatan masyarakat,’’ jelasnya. Dikatakan, sejumlah program promosi yang dilakukan adalah sales mission dan menetapkan duta pariwisata dalam berpromosi. ‘’Kita memiliki sales mission, ada ambasador yang kita perlukan sehingga

bisa dipertanggungjawabkan nanti,’’ katanya. Terkait dampak dari promosi ke luar negeri, kata penjabat asal Desa Pelaga, Petang itu tidak bisa dirasakan secara instan. ‘’Pasti ada dampak positif, tapi bukan berarti tahun 2018 promosi, tahun 2019 mereka berbondong-bondong, tidak. Tapi mereka akan mengagendakan ke Badung,’’ paparnya. Apakah penganggaran publikasi di dalam program promosi termasuk double anggaran? Bupati Giri Prasta menegaskan bukan double anggaran. ‘’Karena humas memiliki anggaran untuk Pemkab Badung, sedangkan dana promosi kan untuk di sana. Misalnya, penayangan di CNN,’’ jelasnya. (kmb27)

Polisi Selidiki Kasus Perempuan Meninggal di Penginapan Mangupura (Bali Post) Karyawan penginapan di Perum Taman Mulia di Jalan Arwana, Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Badung, Kamis (25/10) kemarin dihebohkan dengan meninggalnya salah satu pelanggannya, Putu Mertadewi (24). Perempuan yang beralamat di Tabanan ini ditemukan tak bernyawa dalam posisi telungkup di kamarnya. Penyebab kematian hingga saat ini masih misterius. Kanitreskrim Polsek Kutsel Iptu Muh. Nurul Yaqin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun pihaknya belum berani memastikan penyebab dan motifnya. ‘’Kemungkinan besar bunuh diri. Kayaknya ada banyak masalah,’’ tegasnya. Seorang karyawan penginapan tersebut mengatakan, saat itu dia mencoba menkonfirmasi perpanjangan menginap korban, namun tidak ada jawaban. Selanjutnya pukul 08.00 Wita, pria yang beralamat di Jalan Gelogor Carik, Denpasar ini masuk ke kamar korban bersama rekan kerjanya, Adit Putra (26) dan Evy (43). Mereka masuk ke kamar tersebut menggunakan kunci

master penginapan. Tujuannya memastikan keberadaan tamunya. ‘’Mereka juga khawatir dengan keadaan tamunya, mengingat dari kemarin (Rabu-red) korban tidak nampak ke luar dari kamar,’’ katanya. Korban semestinya check out atau memberitahu ingin perpanjangan pada Rabu (24/10) pukul 12.00 Wita. Korban check in di penginapan tersebut sejak 5 Oktober lalu dan sudah membayar hingga Rabu lalu. Sesampainya di dalam kamar, mereka khawatir setelah melihat korban dalam keadaan tidur telungkup. Apalagi saat dipanggil korban tidak bergerak. Kejadian tersebut lalu dilaporkan kepada Kepala Lingkungan setempat dan diteruskan ke Polsek Kutsel dan tim medis. ‘’Hasil pemeriksaan dokter, korban diperkirakan meninggal hari Rabu sekitar pukul 10.15 Wita,’’ ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Di TKP polisi menemukan sepeda motor Honda Vario yang dibawa korban, tas berisi hp dan barang-barang lainnya. (kmb36)

Bali Post/ist

POLICE LINE - Polisi memasang police line di depan kamar TKP meninggalnya Putu Mertadewi.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

F-Demokrat Apresiasi Upaya Bupati Badung Maksimalkan Pendapatan

Eksekutif Diminta Rasional dan Realistis Tetapkan Target FRAKSI Demokrat DPRD Badung sangat mengapresiasi Bupati Badung beserta jajarannya karena secara maksimal berupaya meningkatkan pendapatan daerah di tengah-tengah ekonomi global yang sedang lesu. Hanya fraksi yang beranggotakan tujuh orang ini mengingatkan antara optimisme dan kondisi riil ekonomi saat ini agar benar-benar dikaji, sehingga target pendapatan daerah yang akan ditetapkan pada RAPBD TA 2019, rasional dan realistis serta benarbenar dapat direalisasikan. Hal itu disampaikan F-Demokrat dalam pemandangan umumnya yang dibacakan anggota I Made Retha pada rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (25/10) kemarin. Rapat dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda APBD Badung TA 2019 dan Ranperda tentang Pencabutan Perda 29/2013 tentang LPD ini dipimpin langsung Ketua DPRD Putu Parwata dan dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan jajaran Pemkab Badung bertempat di Ruang Pertemuan Madya Gosana DPRD Badung. Dalam RAPBD TA 2019, pendapatan daerah dirancang sebesar Rp 10,09 triliun atau meningkat 53,67 persen dari APBD Induk TA 2018. Belanja daerah dirancang sebesar Rp 10,45 triliun atau meningkat 44,52 persen dari APBD Induk 2018. Pembiayaan daerah dirancang Rp 362,2 miliar. ‘’Untuk komposisi belanja daerah, sebagian besar merupakan belanja publik, yang manfaatnya diterima masyarakat yaitu 81,96 persen. Sedangkan 18,04 persen belanja aparatur. Ini berarti Rancangan APBD Badung 2019 betul-betul merupakan

F-DEMOKRAT - Anggota Fraksi Demokrat I Made Retha membacakan pendapat F-Demokrat dalam pemandangan umum pada rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (25/10) kemarin. APBD yang berpihak kepada kepentingan rakyat,’’ ujar Made Retha. Pun demikian, fraksi berlambang bintang mercy ini mengaku sangat menyadari bahwa tidaklah mudah untuk mencapai target APBD 2019, apabila tidak didasari oleh kesungguhan, ketulusan dan semangat bekerja keras. ‘’Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Badung, tanpa terkecuali untuk mendukung upaya-upaya pemerintah dalam menggenjot pendapatan, terutama dari sektor pajak pariwisata dan mencari terobosan-terobosan baru yang memungkinkan untuk dikembangkan,’’ katanya. Dalam meningkatkan pendapatan tersebut, pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah lebih tegas lagi dan tanpa pandang bulu dalam menegakkan aturan berkaitan dengan pemungutan pajak. Pelaporan pajak juga harus transparan dan akuntabel guna menghindari kecemburuan sosial di antara wajib pajak.

Pemerintah juga diharapkan tidak mudah kendur dalam melawan pengusaha-pengusaha nakal. ‘’Pemerintah diharapkan bertindak tegas dan secara berkesinambungan menertibkan serta menindak perusahaan-perusahaan tanpa izin yang beroperasi di Badung,’’ pinta politisi asal Bualu, Kuta Selatan ini. Lebih lanjut, belajar dari pengalaman tahun 2018, yang mana pendapatan daerah belum tercapai sesuai target dan sehubungan dengan penyusunan APBD 2019, Demokrat pun menyarankan agar dalam implementasi program dan kegiatan lebih memprioritaskan pembangunan masyarakat Badung, serta mempertimbangkan bantuan kepada instansi vertikal maupun bantuan kepada daerah/kabupaten lain yang di luar kesepakatan. ‘’Dalam kesempatan ini juga kami sampaikan agar tidak merasionalisasi program yang telah menjadi usulan masyarakat Badung,’’ tukasnya. (ad1082)

Politeknik Negeri Bali Lepas 999 Wisudawan pada Wisuda Ke-30

SEBANYAK 999 orang wisudawan dari enam jurusan dan tiga belas program studi Politeknik Negeri Bali (PNB) dilepas dalam sebuah acara wisuda ke-30, Rabu (24/10) dan Kamis (25/10) kemarin bertempat di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Dari seluruh wisudawan, sebagian besar ada yang sudah langsung bekerja dan ada juga yang sudah memiliki usaha sendiri. Ini tentunya menunjukkan kualitas para lulusan memiliki daya saing yang tinggi dan berbeda dengan lulusan yang lainnya. Ditemui di sela wisuda, Direktur Politeknik Negeri Bali Nyoman Abdi mengatakan, dari seluruh jumlah wisudawan, sebanyak 45 persen sudah bekerja, baik di lembaga pemerintahan maupun swasta. Selebihnya mahasiswa yang diwisuda ini, yang belum terserap di dunia kerja, ada yang berkeinginan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kata Abdi, ada juga yang berkeinginan membuka lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Hal itu karena mereka bukan semata-mata hanya menunggu lapangan pekerjaan saja, namun juga siap menciptakan lapangan pekerjaan. ‘’Ini tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi kampus PNB, sekaligus menunjukkan bahwa lulusan wisudawan kali ini sebagian besar berhasil diserap oleh industri kerja,’’ pungkasnya. Lulusan PNB yang sudah banyak terserap di dunia kerja ini, menurutnya, tidak hanya di Bali, namun juga di luar Bali. Bahkan karena menunjukkan kualitas saat melakukan praktik kerja, setelah menyelesaikan perku-

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

Rp 10,4 Triliun

Fraksi Gerindra DPRD Badung Setujui Rancangan APBD 2019 FRAKSI Gerindra DPRD Badung yang anggotanya dari Partai Gerindra dan Hanura ini menyetujui Ranperda APBD Badung 2019 menjadi perda. Hal tersebut diungkapkan Fraksi Gerindra seperti dibacakan juru bicaranya Gede Aryantha dalam rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (25/10) kemarin. Dalam ranperda tersebut, pendapatan daerah dirancang Rp 10 triliun lebih, belanja daerah dirancang Rp 10,4 triliun lebih serta pembiayaan daerah Rp 363,2 miliar. Pada tahun anggaran 2019, ujar Aryantha, anggaran biaya langsung diprioritaskan untuk pembiayaan program kegiatan strategis daerah sebagai implementasi pola pembangunan nasional semesta berencana. Di antaranya untuk bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama, dan budaya, bidang pariwisata, bidang infrastruktur dan bidang legislasi. Fraksi yang dikomando Ketut Subagia ini pun memberi apresiasi terhadap komposisi RAPBD Badung 2019. Kontribusi pendapatan daerah atas belanja daerah tercatat cukup besar yakni 89,77 persen. Komposisi pendapatan daerah terdiri atas pendapatan asli daerah 92,99 persen, dana perimbangan 4,9 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah 2,11 persen. Selain itu, komposisi belanja daerah berdasarkan kelompok belanja yaitu belanja tidak langsung 48,22 persen dari total belanja daerah, sedangkan belanja langsung 51,78 persen dari total belanja daerah. Di bagian lain, ujarnya, komposisi belanja daerah berdasarkan penerima manfaat, sebagian besar merupakan belanja publik yang manfaatnya diterima masyarakat 81,96 persen. Sisanya merupakan

FRAKSI GERINDRA - Juru bicara Fraksi Gerindra Gede Aryantha menyerahkan pemandangan umum Fraksi Gerindra kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata. belanja aparatur yang manfaatnya diterima oleh aparatur pemerintah yakni 18,04 persen. Alokasi anggaran pendidikan 20,16 persen dan alokasi belanja kesehatan 10,36 persen dari total belanja daerah. Pada kesempatan itu, Fraksi Gerindra memberikan penghargaan kepada pemerintah dan jajaran karena telah menunjukkan keberpihakan yang tinggi terhadap masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraannya. ‘’Untuk itu, kami Fraksi Gerindra dapat menerima Ranperda APBD Badung 2019 menjadi perda,’’ ujar Aryantha. Hal sama juga dilakukan untuk Ranperda tentang Pencabutan Perda No.29 Tahun 2003 tentang Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Menurut Aryanta, berdasarkan pembahasan komprehensif sesuai dengan mekanisme, pada prinsipnya Perda Badung No.23 Tahun 2013 tentang LPD dapat dicabut. Pada akhir pemandangan umumnya, Fraksi Gerindra memberikan usul saran bahwa peningkatan

pendapatan yang sangat signifikan berpeluang mempercepat pertumbuhan ekonomi berkualitas. Di antaranya pendidikan yang bermutu, kesehatan yang terjamin, penyerapan angkatan kerja yang meningkat, serta pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan. Pada kesempatan itu, fraksi ini juga menyarankan eksekutif senantiasa merancang program prorakyat yang dapat mendorong daya tahan ekonomi masyarakat. Untuk mengoptimalkan realisasi penerimaan pendapatan daerah, fraksi ini mengharapkan eksekutif mengupayakan penerapan komputerisasi dalam kutipan pajak secara online. Hal ini dapat mengurangi kebocoran, proses transparan dan realisasi penerimaan yang optimal. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi dua wakilnya, Nyoman Karyana dan Made Sunarta. Dari pihak eksekutif hadir Bupati Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Wayan Adi Arnawa dan pimpinan OPD serta undangan lainnya. (ad1081)

STP Bali Gelar Pameran Bursa Kerja Tawarkan 20.759 Lowongan Pekerjaan

WISUDA - Suasana Wisuda ke-30 Politeknik Negeri Bali yang dilaksanakan dua gelombang pada Rabu (24/10) dan Kamis (25/10) kemarin di Bali International Convention Center, Nusa Dua. liahan, mereka langsung diterima untuk bekerja. ‘’Perbedaan lulusan yang dihasilkan Politeknik Negeri Bali dibandingkan dengan kampus lain inilah yang menjadikan lulusan cepat diserap oleh dunia kerja,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakan, untuk mengedepankan kualitas anak didik, pihaknya di PNB tetap menjaga proses belajar mengajar. Tidak hanya pembelajaran di kelas, namun juga melalui seminar dan workshop. Hal itu sesuai dengan visi PNB yaitu ‘’Menjadi lembaga pendidikan tinggi vokasi terdepan penghasil lulusan profesional berdaya saing internasional pada tahun 2025’’. Pada wisuda kali ini, untuk lulusan terbaik masing-masing jurusan yaitu Gede Ramatika dari D-3 Teknik Mesin dengan IPK 3,80, Ketut Wawan Setiawan dari D-3 Teknik Pendingin dan Tata Udara dengan IPK 3,80, Kadek Ayu Les-

tari dari D-3 Akuntansi dengan IPK 3,80, Ni Putu Ayu Widiasih dari D-3 Administrasi Bisnis dengan IPK 3,93. Sementara dari D-4 Manajemen Bisnis Internasional diraih Ni Komang Alit Ary Sumartini dengan IPK 3,94, D-3 Perhotelan diraih oleh Ni Luh Anjani Ikebuchi dengan IPK 3,98 dan dari D-4 Manajemen Bisnis Pariwisata diraih Nyoman Esa Arimbawa dengan IPK 3,99. Selain itu, ada I Gede Alit Putra dari D-3 Teknik Sipil dengan IPK 3,90, I Ketut Mahardika Putra dari D-4 Manajemen Proyek Konstruksi dengan IPK 3,89, Dewa Gede Mahendra Putra dari D-3 Teknik Listrik dengan IPK 3,83, Putu Maha Girinda Praba dari D-3 Manajemen Informatika dengan IPK 3,93. Dari D-4 Akuntansi Manajerial diraih oleh I Pande Wayan Rino Pranata dengan IPK 3,94, dari D-3 Usaha Perjalanan Wisata diraih oleh Ni Ketut Sophiani dengan IPK 3,96. (ad1078)

SEKOLAH Tinggi Pariwisata (STP) Bali kembali menggelar pameran bursa kerja ke-11. Sebanyak 20.759 lowongan pekerjaan ditawarkan bagi para pencari kerja dari seluruh Bali. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MKH (Manajemen Konvensi dan Perhelatan) 2015 akan berlangsung selama dua hari dari tanggal 2526 Oktober 2018 di Aula Joop Ave STP Nusa Dua Bali. Pameran yang diikuti 28 perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan hospitality ini mengambil tema ‘’Better Future’’. Tema ini memiliki makna melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana merekrut orang-orang berkualitas untuk meningkatkan pariwisata demi tercapainya target 20 juta kunjungan wisatawan tahun 2019. Menurut Pembantu Ketua 1 STP Bali Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par., CHE. yang mewakili Ketua STP pada pembukaan, Kamis (25/10) kemarin, pameran bursa kerja yang memasuki kali ke-11 ini harus terus bertumbuh. Kegiatan untuk menjembatani kegiatan mahasiswa dalam memberi peluang kepada pencari pekerjaan di Bali ini, diharapkan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena kesempatan ini tentu tidak bisa dilewatkan, karena peluang yang ditawarkan sangat menjanjikan. Di STP Bali, selain ada Prodi Managemen Konvensi dan Perhelatan, juga ada 11 prodi, serta prodi S-2 terapan. Pameran bursa

BURSA KERJA - Suasana pembukaan Pameran Bursa Kerja STP Bali yang ditandai dengan pemotongan pita, Kamis (25/10) kemarin. kerja yang digelar mahasiswa batan terdiri dari: staf permanen, ini, sebagai kegiatan mahasiswa kontrak, aprentice dan program yang tidak hanya memberi pem- internship. Adapun bentuk kegbelajaran bagaimana mengelola iatan utama pada Pameran Bursa skill, namun juga dikatakan bisa Kerja ke-11 STP Nusa Dua Bali meningkatkan knowledge dan yaitu interview terbuka, talkshow attitude. ‘’Untuk memenangkan entertainment, dan food bazzar. pangsa pasar, yang perlu dilaku- Untuk talkshow diisi oleh narakan tidak hanya meningkatkan sumber General Manager Grand skill, namun juga perlu menin- Zuri Management Anselmus Arie gkatkan knowledge dan juga at- M, S.Pd., Ketua Estepers & CEO titude,’’ katanya. Elizabeth International School Dengan tagline ‘’Write Your Nyoman Sukadana dan Founder Own Fumre’’, para pencari kerja Bukit Vista Jingcho Yang. diharapkan akan ‘’menuliskan’’ Tujuan pelaksanaan kegiatan dan menentukan sendiri masa de- ini yaitu membantu lulusan pan yang mereka inginkan dalam STP, wisudawan dan masyarabidang karier. Ada sebanyak kat umum untuk mendapatkan 28 peserta pameran/ekshibitor pekerjaan serta mendukung Unregional dan nasional menawar- dang-undang No. 08 Tahun 2016 kan sebanyak 20.759 lowongan dengan menyediakan job vacancy pekerjaan dan 463 jumlah ja- bagi penyandang cacat. (ad1076)

Senator Hadiri Peringatan ’’Dussehra’’ di Konsul Jenderal India

Terima Parlemen India, Wedakarna Tegaskan Hubungan Budaya Hindu Indonesia dan India Makin Erat

TOKOH Hindu Indonesia yang juga Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menghadiri acara hari kesepuluh perayaan Durga Navaratri yang ditandai dengan acara Dussehra di Kantor Konsul Jenderal Republik India. Secara konsisten perayaan ini dilaksanakan oleh komunitas Hindu India dan Malaysia bersama masyarakat Hindu lokal di Indonesia termasuk di Bali. Tentu peran membuka hubungan kebudayaan di Bali ini tidak lepas dari pengaruh tokoh Hindu Indonesia yakni Dr. Arya Wedakarna, sehingga pelaksanaan acara kebudayaan dan keagamaan komunitas Hindu keturunan India khususnya di Bali bisa berjalan dengan lancar. Demikian Guruji Pandith Shastry saat memberikan sambutan usai pelaksanaan puja. Tampak hadir mendampingi Senator RI yakni Mr. Sunil (Konsul General India), Manohar Puri (Director Vivekananda India Cultural Center Relation), Ms. Neeta Maholtra (President Balinese

Indian Friendship Association/ BIFA), serta ratusan undangan baik generasi muda Hindu Bali, Malaysia dan lintas agama. ‘’Saya sebagai WNA India yang bekerja di Bali sudah lebih dari 10 tahun, menjadi saksi sejarah bahwa peran Dr. Arya Wedakarna sebagai tokoh Bali sangat signifikan dalam menjembatani hubungan Bali dan India. Sejumlah karya besar lahir dari tangan Dr. Wedakarna, di antaranya perayaan Durga Navaratri, Ganesha Caturthi, Deepavali, dan serta mendorong perayaan Dussehra ini. Selain itu, beliau juga founder dari kelahiran Balinese India Friendship Association (BIFA). Semoga hubungan budaya Hindu antara Bali dan India semakin erat,’’ ungkap Rameshji. Dalam kesempatan tersebut, Gusti Wedakarna menyatakan bahwa persahabatan antara India (Bharat) dan Indonesia (Nusantara) jauh terjalin saat zaman kerajaan Hindu di abad ke-4 dengan munculnya agama Hindu pertama di Kutai dan selama 16

SATYAGRAHA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Hon. Bhubaneswar Kalita (Member of Parliament of India) di Senayan dan Konsul Jenderal India serta President BIFA.

abad Hindu ada di Indonesia, maka semakin jelas peran ajaran Veda Vedanta terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi dengan adanya sosok Bung Karno yang sangat menggandrungi budaya India. ‘’Saya ingin mendidik rakyat Bali, bahwa dekat dengan budaya India, bukan berarti keindia–indiaan, tapi anak muda Hindu Bali harus bisa bergaul dengan komunitas Hindu dunia. Di seluruh planet bumi, jumlah penganut Hindu ada sekitar 1,1 miliar umat dan di Indonesia cuma 8–10 juta. Kalau kita tidak bergaul, maka umat Hindu Bali akan tertinggal. Lihat saja sejarah Bung Karno yang seorang Islam tapi Bung Karno adalah pembaca Kitab Suci Bhagawad-Gita lima kali dalam hidupnya (Biography By Cindy Adams), begitu juga Bung Karno sangat gandrung dengan Mahabharata dan Ramayana, juga mengagumi tokoh intelektual Hindu dunia yakni Swami Vivekananda. Dan di zaman Bung Karno juga, Ida Bagus Mantra

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

(alm) mendapatkan kesempatan berpendidikan Doktor Hindu pertama dari Bali yang dikuliahkan di India. Belum lagi simbol–simbol bangsa Indonesia penuh dengan nilai Vedic, nilai Veda dan ajaran agama Hindu. Ini kan fakta, dan ini harus digelorakan terusmenerus agar tidak lupa dengan sejarah. Ada indikasi sejarah Hindu di Indonesia akan dibelokkan oleh sekelompok kaum radikal anti-Pancasila,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President World Hindu Youth Organization (WHYO). Hal ini pun ia sampaikan saat menerima Hon. Bhubaneswar Kalita (Member Of Parliament Of India sekaligus Chair IAPP India) di Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan dengan sejumlah Parlemen India, Senator Wedakarna kembali menegaskan bahwa dalam masa kerjanya sebagai wakil rakyat, kerja sama antara Indonesia, Bali dan India adalah prioritas utama, baik di bidang agama, kebudayaan, pendidikan, pariwisata, ekonomi Satyagraha dan juga investasi. (ad1075)


Jumat Wage, 26 Oktober 2018

info seremonial

5

Pameran TIK Terlengkap di Indonesia SLUA Saraswati 1 Denpasar ke Final Membangun Transformasi Digital ”LKTI Semarak Geografi 2018’’ untuk Wujudkan Bisnis Cerdas

SISWA SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar tak pernah berhenti mencetak prestasi. Saat berlangsung Bulan Bahasa, prestasi luar biasa ditunjukkan siswa kelas X yang tergabung dalam Tim LKTI dengan berhasil maju ke babak final ‘’LKTI Semarak Geografi VIII 2018’’ tingkat Nasional di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka ke final setelah mengikuti seleksi bersama ratusan peserta lainnya. Prestasi itu diukir oleh Desak Made Diah Aristiani (X-IIS-1), Adelia Cantika Dewi (X IIS-1) dan I Made Tommy Ananta (X IIS 1). Siswa berprestasi didampingi Kepala SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar Ir. Made Budiadnyana, M.Pd. dan guru pendamping Dra. Lilik Lelyani, M.Pd. mohon doa restu kepada pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Kamis (25/10) kemarin. Mereka diterima oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama Sekretaris Dewa Made Sukanada, B.A. dan Bendahara dr. IGN Susila, M.Kes. Kasek Budiadnyana mengungkapkan di babak final 28

NASIONAL - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji, Dewa Sukanada dan IGN Susila didampingi Kasek Budiadnyana melepas tim LKTI SLUA Saraswati ke tingkat Nasional. Oktober nanti hanya diikuti 10 tim terbaik di Indonesia, dua dari Bali. Bahkan dia bangga karena tim LKTI SLUA Saraswati 1 Denpasar terpilih sebagai satu-satunya sekolah swasta di tingkat nasional yang masuk final. Kebanggaan kedua, katanya, tim LKTI milik SLUA Saraswati 1 Denpasar terdiri dari siswa kelas X atau kelas 1 SMA. Mereka baru dipoles di LKTI sudah langsung lolos final. ‘’Terus

terang kami bangga pada anak-anak sekali ikut lomba sudah masuk final,’’ tegasnya. Karena tampil sebagai tim pemula, Budiadnyana tak berani memasang target juara, yang penting mereka berbuat sebaik-baikinya demi nama Saraswati dan Bali. Apalagi SLUA Saraswati Denpasar kini fokus untuk mengembangkan iklim akademik dengan membentuk wadah bagi peneliti muda (LKTI) dan

kelompok debat. ‘’Kami memiliki siswa kelas lab unggulan untuk dibina melalui program unggulan SLUA,’’ ujarnya. Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama Dewa Sukanada dan dr. IGN Susila tampak tersenyum dan langsung menyerahkan bonus dan biaya transportasi kepada anak-anak terbaik SLUA Saraswati 1 Denpasar tersebut. Lodji pun mengakui prestasi anak-anak SLUA Saraswati 1 Denpasar kini semakin melejit sama dengan sekolah Saraswati lainnya. ‘’Tunjukkan rasa jengah dan wirang kepada Saraswati melalui prestasi. Jika sudah berprestasi, yayasan juga menyiapkan bonus khusus,’’ tegasnya. Selain di LKTI anak-anak SLUA Saraswati 1 Denpasar juga meraih juara III lomba video tingkat Provinsi Bali. Prestasi lainnya yakni juara favorit fotografi se-Bali, juara II lomba film dalam International Youth Day 2018. Di Olimpiade Good Day Gaul se-Bali meraih juara I lomba jembatan bambu dan juara III lomba baris-berbaris variasi se-Bali. Komang Onny Caludia, kelas XII MIA 6, sebagai juara Best Catwalk dalam Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar 2018. (ad1083)

Konsultasi Publik Ranperda Rippda

Dari Sanur, Gali Potensi Kepariwisataan Kota Denpasar DINAS Pariwisata Kota Denpasar menggelar konsultasi publik Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Rippda) Kota Denpasar 2018-2033 di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (25/10) kemarin. Kota Denpasar baru kali ini menyusun Ranperda tentang Rippda. Konsultasi publik yang melibatkan stakeholder pariwisata, kepala desa, lurah, dan instansi terkait lainnya ini digelar sebelum ranperda diajukan ke DPRD Kota Denpasar. ‘’Ranperda sebelumnya belum ada, jadi memang ini baru pertama kali kami buat. Oleh karena itu, kami minta masukan agar dalam perjalanan nantinya tidak menemui masalah yang berarti,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ir. M.A. Dezire Mulyani, M.Si. Dezire mengatakan, penyusunan ranperda sebelumnya diawali dengan pembuatan kajian. Setelah itu dilakukan penyusunan naskah akademik, penyusunan ranperda, menyosialisasikan draf atau konsep ranperda di empat kecamatan sekaligus mencari masukan dan FGD. Ranperda tentang Rippda disusun untuk memberikan arah kebijakan dalam membangun kepariwisataan yang dilandasi dengan kebijakan pembangunan kawasan di Kota Denpasar. ‘’Selain itu, memberikan pedoman tentang perencanaan yang dibutuhkan dalam pembangunan pariwisata kawasan,’’ imbuhnya. Dezire menambahkan, keberadaan ranperda juga diharapkan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai pengembangan po-

KONSULTASI PUBLIK - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara memukul gong sebagai tanda dibukanya konsultasi publik Ranperda Rippda Kota Denpasar 2018-2033. tensi kebudayaan dan pariwisata kawasan di Kota Denpasar. Meliputi daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata, usaha jasa pariwisata, dan usaha lain pendukung pariwisata. Rippda kawasan dapat menjadi acuan bagi seluruh stakeholder pariwisata di kawasan agar dapat bekerja sama secara positif dalam mekanisme kerja sama untuk pengembangan kepariwisataan di ibu kota Provinsi Bali ini. Wali Kota yang diwakili Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, Sanur yang merupakan kawasan strategis pariwisata nasional menjadi fokus dalam Rippda Kota Denpasar. Pasalnya, Sanur mempunyai kekuatan sinergi dengan kawasan-kawasan pengembangan kepariwisataan di ibu kota Provinsi Bali ini. Misalnya dengan Denpasar Timur yang memiliki potensi agrowisata atau

di pusat kota dengan pengembangan city tour. ‘’Itu akan kita inventarisasi. Di dalam rancangan ini, kita masukkan kembali ditambah dengan detail plannya. Bagaimana rancang bangun ke depan sehingga bisa berjalan secara maksimal,’’ ujarnya. Rai Iswara menambahkan, Rippda juga akan dibuat sejalan dengan RTRW dan RDTR Kota Denpasar. Itu sebabnya, RTRW kini direvisi dan RDTR tengah digarap. Pihaknya sudah mengimbau dan memerintahkan OPD terkait untuk saling berkomunikasi dengan baik. Di sisi lain, sosialisasi dan konsultasi publik pun memiliki arti yang sangat strategis. Mengingat, setiap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan di Kota Denpasar selalu melibatkan masyarakat yang memiliki peran penting dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

Termasuk dalam penyusunan Ranperda Rippda agar nantinya dapat menjadi peraturan yang dihormati dan ditaati masyarakat. ‘’Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang garis-garis besar kebijakan pembangunan kepariwisataan di Kota Denpasar yang tertuang dalam Rippda,’’ ujarnya. Rai Iswara menambahkan, masyarakat dengan pemahaman yang benar tentu akan berperan aktif dalam kepariwisataan yang dilakukan. Selain itu, masyarakat juga akan memahami bahwa pembangunan kepariwisataan di Kota Denpasar tidaklah berorientasi kepada penambahan nilai ekonomis semata. Namun melestarikan pula nilai-nilai kebudayaan yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Pihaknya menyadari, perkembangan kepariwisataan tidak terlepas dari kondisi pasar yang ada. Eskalasi pasar ini akan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi, politik, keamanan internasional, nasional dan regional. ‘’Budaya Bali yang dikenal adiluhung telah terbukti berabad-abad lamanya mampu hidup harmonis dengan perkembangan budaya global, tanpa kehilangan nilai esensial sebagai masyarakat Bali,’’ jelasnya. Menurut Rai Iswara, kesadaran masyarakat perlu digugah bahwa masyarakat Bali beserta kehidupan dan budayanya bukanlah untuk pariwisata. Tetapi pariwisata justru dijadikan sebagai penopang dan memberikan nilai tambah guna melestarikan kehidupan masyarakat Bali beserta budayanya yang adiluhung. (ad1084)

Mahasiswa Stikom Bali Juara Nasional Desain Poster dan Fotografi MAHASISWA Stikom Bali kembali mengukir perstasi gemilang di tingkat Nasional dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIV di Yogyakarta pada 15-20 Oktober 2018. Perhelatan bertema ‘’Merajut Budaya Nusantara’’ ini diadakan oleh Kemenristek Dikti bekerja sama dengan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI), diikuti 32 BPSMI seluruh Indonesia. Dua orang mahasiswa Stikom Bali yang diwakili oleh Rizki Tegar Febriananta dan I Komang Arya Weda yang tergabung dalam kontingen BPSMI Bali bersama 60 mahasiswa lain dari seluruh Bali, berhasil mempersembahkan dua medali perak bagi kontingen Bali. Rizki Tegar Febriananta keluar sebagai juara dua dalam lomba desain poster. Begitu juga rekannya, I Komang Arya Weda, keluar sebagai juara dua dalam lomba fotografi. Selain mendapat medali, Rizki Tegar dan Komang Arya juga mendapat piala dan uang pembinaan. ‘’Kami diberi waktu 6 jam

PIALA - Rizki Tegar Febriananta (kiri) dan I Komang Arya Weda dengan piala kebanggaan. untuk membuat poster sesuai tema tadi. Yang saya lawan semuanya dengan back ground desain komunikasi visual, sedangkan saya sendiri dari sistem komputer yang tiap hari disibukkan dengan urusan koding. Karena itu waktu malam penganugerahan, saya tak terlalu berharap. Eh… ternyata bisa juara dua,’’

aku Rizki Tegar. ‘’Ini pengalaman pertama saya, apalagi lomba ini sistemnya on the spot photo. Kami dilepas di sepanjang Jalan Malioboro untuk memotret apa saja selama 5 jam. Kebetulan ada momen seorang tukang becak lagi nongkrong, di belakangnya ada mural dengan tulisan ‘Rukun Agawe

Santoso’ yang artinya Rukun Membuat Damai. Berkali-kali saya jepret. Saya pikir objek foto saya ini cocok dengan tema ‘Merajut Budaya Nusantara’. Sebab, becak selain sebagai alat transportasi, juga sebagai ikon budaya Jawa. Walaupun kita beda budaya tapi kalau kita hidup rukun maka kita tetap damai. Astungkara dapat juara dua,’’ beber Arya Weda. Atas prestasi mereka mengharumkan nama Stikom Bali di tingkat nasional, kedua ‘’jagoan’’ ini Senin (22/10) diundang oleh Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan ke ruang kerjanya. Selain menyampaikan ucapan selamat, Dadang Hermawan juga memotivasi kedua mahasiswanya ini untuk terus terlibat dalam setiap kesempatan lomba guna mengasah kemampuan. ‘’Apalagi kalau berhasil mendapat penghargaan tingkat nasional itu menjadi modal penting dalam ajang pemilihan mahasiswa teladan nasional,’’ kata Dadang Hermawan. (ad1085)

NXT Indonesia 2018, pameran teknologi digital pertama di Indonesia, dibuka hari ini di JIExpo Kemayoran Jakarta, bersamaan dengan Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia. Menghadirkan lebih dari 100 eksibitor dari 18 negara, serta lebih dari 5.000 pengunjung, pameran ini berlangsung hingga 26 Oktober 2018, yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara. Selama pameran, peserta juga akan dimanjakan dengan berbagai pembicara di Indonesia Digital Economy Summit 2018, yang menghadirkan para profesional dari sektor Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK). Nama-nama besar seperti Alita Praya Mitra, Telkom, dan XL Axiata hadir sebagai ekshibitor, menampilkan berbagai ide baru dan tren terkini dalam industri penyiaran, hiburan, media, dan TIK. Ekshibitor yang tampil juga akan menghadirkan teknologi terkait jaringan dan operator internet, aplikasi seluler dan penyedia konten, cloud dan big data, keamanan cyber, serta integrator satelit dan sistem. Indonesia Digital Economy Summit 2018 menghadirkan berbagai tokoh penting dalam industri teknologi. Mereka berbagi keahilan bagaimana membangun ekosistem digital yang berkelanjutan untuk inovasi bisnis. Pembicara dan panelis terdiri dari direktur eksekutif berbagai perusahaan start-up dan teknologi terkemuka, seperti Alibaba Cloud, Facebook, HOOQ, Intel Corporation, McAfee, PundiX, Qvest Media, Telkomtelstra,

Tokopedia, dan lainnya. Para pembicara berbagi pengetahuan tentang transformasi digital dan kiat menghadapi kompleksitas dalam IoT, yang membawa bisnis Anda semakin terdepan di tengah era digital yang kian kompetitif. Pembicara utama dari Havas Group Indonesia dan Samsung Electronics Indonesia juga akan memaparkan bagaimana memonetisasi platform digital untuk dapat bersaing di era industri 4.0, sehingga setiap peserta dapat memperkaya dirinya dengan keterampilan digital baru, untuk mendorong inovasi di dalam bisnis. Sebuah riset dari IDC memprediksi, setidaknya 40 persen dari PDB Indonesia akan didigitalkan pada tahun 2021. Oleh karena itu, semua pemimpin bisnis diharapkan membuat keputusan strategis untuk terus maju dalam ekosistem digital yang selalu berubah. ‘’Untuk membangun ekosistem start-up yang kuat, Anda perlu membangun hubungan yang solid dengan berbagai mitra dari seluruh dunia. Manfaatnya bisa

dirasakan langsung, yakni semakin banyaknya mitra dan investasi yang diterima oleh perusahaan Anda,’’ ujar Ben Wong, Managing Director Pamerindo Indonesia, selaku penyelenggara pameran. Dibutuhkan fondasi TIK yang kuat untuk menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan seperti ini. ‘’Karenanya, kami ciptakan sebuah komunitas untuk menjawab kebutuhan tersebut. Di era digital yang terus berkembang ini, Anda perlu menuangkan pikiran dan platform yang inovatif, sehingga strategi bisnis Anda pun bisa berjalan dengan sukses,’’ ungkap Kristiono, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Selain Mastel, pameran yang berlangsung selama tiga hari ini juga didukung oleh Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (AVTSI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.nxtindonesia.com, www.communicindonesia. com, and www.broadcastindonesia.com/. (bns1)

Disperindag Kota Denpasar Gelar Pelatihan Pembuatan Gula Semut DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar menggelar pelatihan pembuatan gula semut di Tukad Bindu, Denpasar, Kamis (25/10) kemarin. Pelatihan ini dilangsungkan selama dua hari, dengan tujuan untuk memberikan keterampilan pada warga, agar dapat mengambil peluang pasar gula semut. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 15 peserta, yang dibagi menjadi tiga kelompok saat praktik pembuatan. Untuk pelatihnya, Disperindag Kota Denpasar mendatangkan langsung pelaku pembuat gula semut dari Kulon Progo, Yogyakarta. Di sela-sela kegiatan, Plt. Kadisperindag Kota Denpasar I.B. Anom Suniem menerangkan bahwa pelatihan pembuatan gula semut ini bertujuan untuk mengembangkan industri rumah tangga yang ada di Kota Denpasar. Gula semut ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing gula aren. Tidak hanya itu, hasil produksi gula semut ini nantinya akan dikerjasamakan dengan Dinas Pariwisata, sehingga mampu masuk ke hotel-hotel. ‘’Kita akan minta dukungan kepada Dinas Pariwisata Kota Denpasar untuk mempromosikan hasil pelatihan ini. Karena hasil pelatihan ini sangat diminati oleh pariwisata,’’ terang I.B. Anom Suniem. Dari pelatihan ini, diharapkan UKM di Denpasar mampu memproduksi gula semut yang berkualitas, dan mampu meningkatkan perekonomian. Selain itu, Anom Suniem menambahkan, pihaknya akan membantu di

GULA SEMUT - Proses pelatihan pembuatan gula semut yang digelar Diperindag Kota Denpasar di Tukad Bindu, Kamis (25/10) kemarin. bidang pengemasan produksi gula semut. Dalam penyiapan kemasan akan bekerja sama dengan rumah kemasan. ‘’Andaikan dari hasil pelatihan ini, pesertanya sudah ingin meningkatkan usaha, kita akan bantu dari segi kemasan,’’ tutupnya. Sementara itu, Asisten II Sekda Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidartha saat menyaksikan pelatihan berlangsung mengungkapkan, pada prinsipnya Pemerintah Kota Denpasar selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing kelompok-kelompok industri kecil dan menengah. ‘’Ini adalah upaya peningkatan ekonomi kerakyatan, salah satunya,’’ terangnya. Jimmy Sidartha menambahkan, pelatihan ini merupakan suatu peningkatan nilai jual dari gula merah atau gula aren. Jadi diharapkan usai pelatihan, peserta nantinya bisa mandiri membangun dan menggeluti usaha tersebut, serta mampu meningkatkan perekonomiannya.

‘’Yang terpenting tentu, nanti bagaimana peran serta dari kelompok-kelompok peserta pelatihan ini bisa mandiri ke depannya. Pelatihan ini akan bermakna apabila Dia berguna, tidak hanya berhenti di sini saja,’’ harapnya. Dalam pelatihan, Dinar Astuti Ratna Dewi menerangkan, gula semut adalah gula kelapa yang dikristalkan, seperti gula pasir. Untuk membentuk menjadi kristal, gula kelapa atau gula merah dimasak hingga kadar airnya menurun, kemudian didinginkan sampai mengkristal. Proses pengolahan memerlukan waktu sekitar dua jam. Dalam pembuatan tersebut hasil yang didapat rata-rata mengalami penyusutan sekitar 20-30 persen dari bahan awal. Ia menambahkan, peluang pasar gula semut sangat besar, terutama di luar negeri. Tidak hanya itu, pasar dalam negeri juga mulai meliriknya. Hal itu dikarenakan gula semut relatif aman dikonsumsi untuk pengidap diabetes. (ad1080)


OPINI

6

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Fakta Sosial tentang Indonesia pada Sumpah Pemuda TANGGAL 28 Oktober ini, kita akan menyambut Hari Sumpah Pemuda yang kini telah berusia 90 tahun. Boleh dikatakan ini merupakan endapan kecerdasan dan contoh prestasi bangsa Indonesia untuk mempersatukan diri. Tidak dapat dimungkiri, Sumpah Pemuda telah memberikan pelajaran besar tentang persatuan Indonesia. Bukan tidak mungkin, munculnya konsepsi sila ketiga yang berupa Persatuan Indonesia tersebut, diinspirasikan oleh nilai-nilai di dalam Sumpah Pemuda kita. Hasil dari Sumpah Pemuda itu sesungguhnya mengandung faktafakta tentang Indonesia. Jika dipelajari secara mendalam, itulah fakta tentang Indonesia, sekaligus menjadi solusi terhadap persatuan Indonesia. Akan tetapi, studi-studi yang ada saat ini, masih belum mampu menggali berbagai penafsiran yang ada di dalam Sumpah Pemuda tersebut. Kita bangga bahwa justru yang melahirkan itu adalah generasi muda, yang kalau kita lihat di gambar-gambarnya, barangkali mereka itu masih berusia belasan tahun. Indonesia adalah negara yang majemuk, tidak hanya dari suku dan agama tetapi juga geografis. Kemajemukan geografis itulah yang melahirkan budaya, dan dari budaya ini kemudian berimbas kepada pilihan agama. Dan karena geografis itu pula melahirkan berbagai bahasa di Indonesia. Pemuda-pemuda kita dahulu barangkali amat menyadari ini sehingga kemudian membuat kesepakatan terhadap dua hal, yaitu berbangsa dan berbahasa yang satu yaitu Indonesia. Ini merupakan cerminan dari fakta sosial yang ada di Indonesia, yang tidak mungkin bisa diubah. Ini merupakan kodrati, cipta Tuhan yang tidak mampu diubah. Bayangkan, anak-anak muda yang masih belasan tahun saja sudah sadar dengan fakta Indonesia ini. Lalu mengapa generasi yang usianya puluhan tahun pada zaman sekarang, masih ada juga yang menginginkan Inddonesia ini menjadi monokultur, berbudaya tunggal? Apakah kemudian tidak malu dengan anak-anak muda belasan tahun yang lahir satu abad yang lalu itu? Inilah yang harus dipikirkan oleh politisi-politisi Indonesia. Deretan (suku) bangsa di Indonesia ini sesungguhnya telah menyediakan solusi untuk persoalan yang dihadapi Indonesia itu. Kita memiliki bahasa melayu yang telah menjadi lingua franca. Ke-lingua franca-an ini, telah memberikan pesan kepada kita bahwa bahasa Melayu itu sederhana sehingga mudah dipahami oleh sebagian besar warga di Nusantara. Maka, bahasa Melayu itu menjadi sumber daya yang mempersatukan Indonesia. Inilah yang kemudian disepakati untuk dipakai sebagai bahasa Indonesia. Jadi, keragaman Indonesia ini telah memberikan solusi bagi persoalan di Indonesia. Jadi, jika kita sekarang mempunyai persoalan tentang kenegaraan atau keindonesiaan, kita percaya bahwa berbagai kearifan tradisional (kesukuan) yang ada di Indonesia itu, telah menyediakan solusinya. Tidak usah kita jauh mencari-cari solusinya, apalagi ke Barat. Bahasa Melayu yang kemudian menjadi bahasa Indonesia tersebut, lagi-lagi mengajarkan kita tentang demokrasi. Tidak ada struktur yang ketat dalam bahasa Indonesia tersebut. Kita berbahasa yang sama terhadap siapa pun di Indonesia, entah kepada presiden atau kepada para pengemis, bahkan juga dengan penjahat. Sebutan berbangsa satu dalam Sumpah Pemuda, adalah sebuah fakta juga. Kita Indonesia ini adalah kumpulan orang-orang yang terdiri dari berbagai (suku) bangsa, yang jumlahnya ratusan. Maka cara terbaik untuk menyebutkan kesatuan itu adalah dengan menyebut bangsa Indonesia, bukan bangsa Maluku, Bali, Flores dan sebagainya, tetapi bangsa Indonesia. Dan sebutan tentang tanah air, adalah fakta bahwa Indonesia itu merupakan bangsa yang melimpah dengan tanah dan air yang ada, yang merupakan ciri dari negara kepulauan. Tanah dan air itu menyatu, air itu merupakan bagian yang mempersatuan Indonesia, bukan memisahkan. Itulah fakta-fakta sosial yang tercermian dalam Sumpah Pemuda. Kita harus tahu itu dan sampaikan kepada generasi muda kita.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Investasi Pariwisata dan Hak Warga Pesisir Belakangan ini, wacana kepariwisataan bergulir di Bali. Ada yang menyorot pariwisata murah dan toko Cina yang marak di Bali. Ini mungkin ekses dari pengelolaan pariwisata yang kurang didukung regulasi yang memadai. Bali saya juga lihat masih mengelola pariwisata berbasis kabupaten. Dampaknya, tak ada kebijakan yang utuh menjaga Bali. Bahkan belakangan, keluhan pelaku pariwisata yang menuntut pengelolaan pendapatan dari sektor ini diarahkan untuk menata fasilitas pariwisata juga terdengar. Ini tampaknya penting juga diperhatikan, agar tak ada kesan fasilitas seadanya namun target dari sektor ini terus dirancang naik. Bahkan dalam kasus investasi, kini banyak ruang publik seperti pantai seakan menjadi milik pemodal. Apakah ruang publik berupa pantai ini disewakan penguasa atau hanya diklaim begitu saja. Sebagai warga Bali, saya tentu tetap ingin investasi tak membuat warga Bali terjebak pada penguasaan ruang yang tak terkontrol. Jika memungkinkan, warga pesisir harus tetap memiliki akses untuk melintas dan menggunakan ruang-ruang publik untuk kegiatan ritual dan rekreasi di pesisir pantai. Saya berharap hak-hak nelayan pesisir tetap diakomodasi. Ruang untuk nelayan harus dipastikan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap warga pesisir. Investasi jangan sampai menggusur nelayan dari tempatnya mencari penghidupan selama ini. Mudah-mudahan ke depan, pariwisata Bali memang berkembang dengan konsep Tri Hita Karana-nya sehingga kita nyaman di tengah banyaknya aliran wisatawan ke Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Jejak dan Endapan Nilai Demokrasi Sumpah Pemuda Sumpah Pemuda telah berusia 90 tahun saat ini. Bagi ukuran manusia, usia ini sudah tua. Barangkali bagi negara, apalagi negara yang sedang (selalu) berkembang, mempunyai sejarah penjajahan selama ratusan tahun dan suku ratusan jumlahnya, usia ini mungkin masih muda.

Oleh GPB Suka Arjawa

T

etapi sebagai sebuah spirit dan inspirasi Sumpah Pemuda adalah sumber daya dan super daya bagi Indonesia yang mempunyai latar seperti yang disebutkan tadi. Dua karakter yang melekat pada Sumpah Pemuda adalah kehadirannya pada awal abad ke-20 dan dilakukan oleh pemuda yang berusia di bawah 25 tahun (bahkan mungkin belasan tahun jika dilihat dari foto-fotonya). Ini justru menjadi super daya bagi Indonesia. Dasawarsa ketiga abad ke-20 (tahun 1928), bukanlah dasawarsa sembarangan. Ia adalah bagian dari era modern, baik dari ukuran demokrasi, teknologi maupun kesadaran berbangsa. Modern di sudut ini harus dilihat sebagai bagian dari kesadaran, termasuk di dalam kesadaran itu adalah rasionalisme. Dan modernisasi sebagian besar terdiri dari pemahamanpemahaman rasional. Orang menggunakan lebih banyak pikirannya untuk memudahkan pencapaian tujuan mereka. Penggunaan kendaraan pada awal abad ke-20 adalah intisari akal manusia untuk memudahkan pencapaian tujuan. Ketika Sumpah Pemuda itu lahir, tidak lain ini adalah rasionalisasi (dan akhirnya rasionalitas) bagi pemuda sebagai sebuah strategi paling cocok untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, kebebasan Indonesia dari penjajahan asing. Rasional tidak hanya berwujud teknologi,

tetapi mengendap dalam pikiran. Terhadap rasionalisasi ini, pada Sumpah Pemuda ada dua. Yang pertama adalah rasional terhadap fakta bahwa Indonesia itu luas. Maka cara yang dipakai adalah dengan mengumpulkan perwakilan pemuda dari masing-masing wilayah untuk berkumpul. Pemikiran ini cerdas. Dengan mengumpulkan pemuda dari seluruh wilayah, maka perwakilan telah didapatkan secara langsung. Dalam arti perwakilan inilah yang menyebarkan ide serta mensosialisasikan ide tentang nasional dan kemerdekaan ke seluruh wilayah Indonesia (bukankah pada waktu itu belum ada radio, televisi, apalagi WA ke pelosok Indonesia). Kedua, cara untuk mengikat mereka ke dalam kesatuan itu adalah dengan bersumpah. Mungkin bukan itu yang dipakai penyebutan pada waktu itu, tetapi sumpah itulah cara yang mengikat mereka (bukankah hukum dan norma lain belum ada pada waktu itu?). Maka, ini merupakan sikap rasional yang keluar dari para pemuda Indonesia. Dan rasionalisme adalah bagian dari sikap modernisasi. Dengan demikian, secara nyata kemudian terlihat bahwa Indonesia sudah menyuarakan modernisasi pada saat negara-negara lain di dunia belum paham apa arti modernisasi itu (apalagi di Asia Tenggara). Sumbangan ini merupakan hal yang luar biasa yang belum pernah dibahas pada pembicaraanpembicaraan sebelumnya terhadap peran pemuda dan Sumpah

Pemuda. Modernisasi ini boleh dikatakan juga sebagai perkembangan lanjutan dari kesadaran tentang perjuangan nasional Indonesia yang dibangkitkan pada 20 Mei 1908. Dua dari momen ini merupakan sumbangan rasionalisasi dari bangsa Indonesia yang seharusnya disadari oleh para pemuda Indonesia sekarang (bukan sekadar main HP.) Demokratisasi adalah juga sebuah praksis, dalam arti adanya kesadaran dan praktik terhadap konsepsi itu. Demokratisasi merupakan bagaian dari cara masyarakat untuk menyatakan persamaan di dalam dirinya, baik di dalam kesadaran bermasyarakat, bernegara, bahkan beragama. Sumpah Pemuda mengandung unsur-unsur demokrasi seperti itu, jauh melampaui negara-negara lain. Di dalam Sumpah Pemuda, ide dan praksis demokrasi tersebut justru mengandung pesan yang sangat besar bagi Indonesia. Yang pertama, bahwa ia telah memberikan pesan tentang kesamaan antara warga dari berbagai wilayah Indonesia. Bisa dibayangkan, demikian luasnya wilayah geografis Indonesia, anak-anak muda yang sebagian berusia belasan tahun itu telah mengerti tentang persamaan di antara agama, suku, dan bahasa di Indonesia. Mereka yang hadir untuk mengikuti sidang Sumpah Pemuda itu adalah pemuda dari Jawa, Sulawesi, Sumatera dan lain wilayah di Indonesia, dengan berbagai suku dan agama.

Mereka bersatu, bertatapan muka di sebuah tempat, di sebuah ruangan, membicarakan tentang bagaimana sebaiknya Indonesia tersebut. Ini merupakan praktik demokrasi yang luar biasa, justru diperlihatkan oleh anak-anak muda Indonesia pada dasawarsa ketiga abad ke-20. Pada masa ini tidak terlalu banyak bangsa di dunia yang tahu apa itu demokrasi. Bahkan, Perserikatan Bangsabangsa pun baru lahir tahun 1945. Secara sederhana, boleh dikatakan organisasi PBB ini adalah sebagian panggung demokrasi dunia karena menempatkan kedudukan negara sama di Majelis Umum. Dikatakan sebagian karena pada elemen Dewan Keamanan, hanya lima negara yang mempunyai hak veto (ini bukan demokrasi). Dengan demikian, Sumpah Pemuda justru memberikan panggung besar kepada dunia bahwa mereka telah mampu menunjukkan demokrasi yang sebenarnya kepada dunia, melebihi Perserikatan Bangsa-bangsa yang demokrasinya setengah-setengah. Bagi eksietensi keberadaan negara Indonesia, sidang Sumpah Pemuda ini justru memberikan pelajaran yang amat baagus bagi demokrasi yang cocok di Indonesia (sayang sekali ini telah ditinggalkan dan baru disadari belakangan). Demokrasi yang dinampakkan dalam Sumpah Pemuda itu adalah demokrasi perwakilan. Dengan demikian, luasnya geografis Indonesia dan dengan demikian banyaknya suku di Indonesia dan sebagai negara berkembang dengan tingkat pendidikan yang masih belum merata (kiranya saat ini juga demikian), maka perwakilan merupakan hal yang paling cocok untuk menyuarakan pendapat Indonesia itu. Inilah yang disampaikan oleh anakanak muda dalam Sumpah

Pemuda tersebut. Tidak harus semua hadir, tidak harus semua mengeluarkan pendapat dari seluruh masyarakat Indonesia tetapi itu dilakukan oleh anak-anak muda yang telah mewakili suku dan wilayahnya di Indonesia. Itu akan memberikan solusi yang lebih cepat tanpa harus berbelit-belit. Sikap dan pilihan ini merupakan pilihan cerdas dan tentu saja mereka yang mewakili daerah dan suku serta agamanya itu adalah pemuda-pemuda yang cerdas. Mereka telah memberikan contoh bahwa demokrasi yang paling cocok di Indonesia adalah demokrasi perwakilan. Ini juga yang “dicontoh” oleh pembuat undang-undang dasar tahun 1945, yang mengejawantahkannya dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat dan sebelumnya juga telah tercermin dalam sila keempat dari Pancasila. Jika Indonesia sekarang mencontoh demokrasi ala Barat, bisa jadi ini berlebihan dan tidak mengakar dalam kultur geografis Indonesia. Hasil dari Sumpah Pemuda itu mencerminkan bagaimana demokrasi yang sesungguhnya telah ditetapkan oleh anak-anak muda. Berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu Indonesia tersebut merupakan cermin demokrasi dari baangsa Indonesia yang tidak dapat dibandingkan dengan kesepakatan lain di dunia. Ini merupakan puncak prestasi yang memberikan inspirasi lanjutan bagi proklamasi tahun 1945. Jadi, apabila jagat dunia saat ini gembar-gembor soal demokrasi, Indonesia sesungguhnya telah mempunyai simpanan “data” yang demikian besar tentang ragam demokrasi itu, jauh di masa lalu sejak sembilan dekade yang lalu. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana

Sistem dan Pemerataan Pendidikan di Indonesia POJOK

Ilmu pengetahuan adalah suatu hal yang sangat penting bagi seluruh manusia. Tanpa adanya ilmu pengetahuan kita tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung. Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut, diperlukanlah pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan orang-orang yang diturunkan dari generasi ke generasi. Di setiap negara pasti memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda. Indonesia juga memiliki sistem pendidikan tersendiri. Lalu, bagaimana sebenarnya pendidikan di Indonesia? Apakah sudah terbukti bagus dan efisien? Atau masih banyak kekurangan? Dari 50 responden yang mengikuti survei, mengatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia saat ini sudah baik, namun masih banyak kekurangan seperti tidak meratanya sekolah di daerah tertentu, kurangnya sarana prasarana yang disediakan di daerah tertentu, tenaga pendidik yang kurang kompeten, dan masih kurang optimalnya sistem yang dipakai di Indonesia. Tidak meratanya pendidikan dan sarana prasarana di bagian pelosok Indonesia disebabkan karena susahnya akses transportasi untuk mengirimkan keperluan pendidikan. Sebab lainnya adalah pemerintah terlalu fokus membangun sistem pendidikan

Oleh Kadek Bramantya Krisnanta Putra dan sarana prasarana semua jenjang pendidikan di daerah tertentu. Maka dari itu, secara tidak langsung pemerintah mengabaikan daerah lainnya. Padahal, semua daerah memiliki hak yang sama untuk mendapatkan sarana dan prasarana yang layak untuk semua jenjang pendidikan di Indonesia. Tenaga pendidik yang tidak berkompeten menjadi salah satu penghambat kenapa pendidikan di Indonesia masih diam di tempat. Maksudnya, tenaga pendidik yang tidak berkompeten di sini adalah guru-guru yang sekadar mengajar tanpa memastikan murid sudah mengerti apa yang mereka pelajari. Tidak hanya itu, beberapa oknum guru juga melakukan tindak kekerasan fisik terhadap murid bahkan melakukan tindak asusila kepada muridnya dan itu sangat merusak citra guru sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa’’. Sistem pendidikan yang kurang optimal juga menjadi faktor lain yang menyebabkan pendidikan di Indonesia berdiam di tempat, yaitu pergantian kurikulum baru tanpa ada maksud yang jelas, jadwal pelajaran yang begitu banyak, jam sekolah yang terlalu lama. Banyak siswa masih terbebani

dengan jadwal dan jam sekolah yang begitu banyak seperti full day school. Banyak orang mengatakan bahwa jika kita ingin menuntut ilmu di sekolah yang bagus, maka kita harus mengeluarkan banyak biaya. Beberapa responden mengatakan setuju karena harga menentukan kualitas pendidikan sekolah yang bagus. Di samping itu, harga yang mahal dikaitkan dengan sarana prasarana yang kita dapatkan selama pendidikan dan pastinya harga mahal juga akan terbayarkan dengan tenaga pendidik yang berkompeten. Beberapa partisipan juga mengatakan bahwa pendidikan yang bagus, tidak selamanya mahal. Masih banyak sekolah yang menyediakan fasilitas dan tenaga pendidik yang baik dengan harga yang relatif murah agar semua golongan masyarakat bisa merasakan pendidikan yang baik. Lagi pula, masih ada beasiswa untuk meringankan beban biaya pendidikan. Hal yang harus dibenahi dari pendidikan di Indonesia adalah pemerataan pendidikan. Pemerataan pendidikan sangat dibutuhkan karena dengan pedidikan yang merata bisa menjadi cermin pemerataan suatu negara. Pemerataan

juga dimaksudkan agar tidak ada satu daerah yang terfokus, sementara daerah lainnya hanya melakukan sistem pendidikan swadaya. Di samping pemerataan pendidikan Indonesia, pendidikan karakter juga sangat dibutuhkan guna mengasah soft skill dari murid dan mengajarkan pada murid ilmu yang tidak didapatkan di sekolah. Pembenahan dalam kurikulum juga dibutuhkan agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tidak bertele-tele. Bercermin pada sistem pendidikan negara maju juga bisa menjadi salah satu cara untuk membenahi sistem pendidikan kita di Indonesia. Jadi, pendidikan di Indonesia masih bisa dianggap berada di tengah-tengah. Ada yang sudah bagus dan masih ada yang terpuruk di daerah tertentu. Pemerataan menjadi kunci penting dalam perbaikan pendidikan di Indonesia. Selain itu, tenaga pendidik harus dinaikkan standarnya agar tenaga pendidik tersebut berkompeten dan bisa bersaing di dunia global. Tidak lupa juga bantuan dari para murid untuk merealisasikan sistem pendidikan di Indonesia yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk dilaksanakan secara bersama.

Pangdam minta warga tak terprovokasi peristiwa di luar Bali. - Tetap berkarya untuk Merah Putih. *** Banyak kena OTT, DPR minta pelaksanaan pilkada dievaluasi. - Evaluasi kader partai. *** Selain kualitas, Bali juga perlu banyak wisatawan asing. - Telanjur banyak kamar.

Penulis, mahasiaswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

Sidak Ketertiban Umum dan Administrasi Kependudukan

Tim Yustisi Obok-obok Pasar Tabanan

Tabanan (Bali Post) Tim yustisi Pemkab Tabanan melakukan sidak ketertiban umum dan administrasi kependudukan di Jalan Gajah Mada dan Pasar Tabanan, Kamis (25/10) kemarin. Hasilnya, delapan pelanggar terjaring. Enam di antaranya langsung menjalani sidang tipiring di kantor Kepala Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menjelaskan, operasi tersebut dilakukan sekitar dua jam. Petugas menjaga ketat pintu masuk areal pasar dan mengecek kelengkapan identitas pengunjung maupun pedagang. Cukup banyak yang terjaring lantaran tidak membawa kartu identitas. ‘’Yang terjaring biasanya alasan klasik, lupa membawa ataupun karena rumah dekat,’’ ucap Sarba. Sarba mengingatkan agar warga senantiasa membawa

identitas diri, meskipun bepergian tidak jauh dari rumah. Ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan. ‘’Misalnya saja jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bisa langsung diketahui identitasnya,’’ katanya. Tak hanya administrasi kependudukan, petugas juga melakukan penertiban sejumlah pedagang yang berjualan hingga mengambil batas areal publik. Saat petugas datang, sejumlah pedagang kaki lima kocar-kacir. ‘Meski sudah sering kali dilakukan pembinaan, masih saja ada pedagang yang berjualan sampai mengambil areal untuk publik, dan katanya ditoleransi oleh Kepala Pasar. Ini jelas tidak benar,’’ tegasnya. Khusus untuk para pedagang yang kedapatan menjajakan barang dagangannya sampai ke areal publik, sementara ini hanya diberikan teguran dan pembinaan. Namun, jika

nantinya kedapatan kembali dengan kesalahan yang sama alias membandel, tim yustisi tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas, jika perlu sidang di tempat. ‘’Minimal ditata rapi agar terlihat nyaman, aman dan bersih, apalagi banyak wisatawan asing yang setiap harinya datang ke pasar tradisional. Ini memang perlu perhatian semua pihak, baik itu perangkat daerah terkait dan manajemen pasar, dan bukan tugas Satpol PP saja,’’ katanya. Mantan Kabag Humas Setda Tabanan ini pun menegaskan, penertiban semacam ini tidak hanya menyasar kawasan kota saja, namun juga akan bergerak ke wilayah lainnya dalam upaya menciptakan Kabupaten Tabanan tertib administrasi kependudukan dan memiliki kawasan yang tertib, indah, nyaman serta tertata baik. (kmb28)

CEK IDENTITAS - Petugas saat mengecek identitas pedagang di Pasar Tabanan.

Bali Post/ist

Argentina Jajaki Kerja Sama Pengolahan Bambu Tabanan (Bali Post) -

Kualitas dan pemanfaatan bambu untuk kerajinan di Kabupaten Tabanan menjadi perhatian khusus negara Argentina. Hal ini dipaparkan Duta Besar RI di Buenos Aires Argentina Niniek Kun Naryatie saat melakukan kunjungan ke Tabanan, Selasa (23/10) lalu. Dari kunjungan tersebut, dipaparkan bahwa Argentina mempunyai banyak bambu tapi belum bisa memanfaatkannya secara maksimal. Tidak seperti Tabanan yang sudah mengolahnya menjadi kerajinan sampai pada infrastruktur, seperti rumah di desa wisata maupun restoran.

KUNJUNGAN - Kunjungan Duta Besar RI di Buenos Aires, Argentina ke Tabanan beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut dipaparkan keinginan kerja sama Argentina dengan Tabanan mengenai pengelolaan bambu.

Niniek menyebutkan, di Argentina pemanfaatan bambu masih pada hal-hal bersifat tradisional. Untuk itulah Pemerintah Argentina sangat tertarik untuk mempelajari pemanfaatan bambu di Tabanan. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyambut baik keinginan tersebut. Ia kemudian mengarahkan instansi terkait untuk menjajaki kerja sama ini dan ditindaklanjuti dengan membuat MoU. Menurutnya, Tabanan memiliki kawasan bambu dengan produksi bambu yang

satu orang di satu desa. Namun saat ini di Tabanan dari total 100 tenaga kesehatan lingkungan, baru tersebar di 19 puskesmas. Sementara untuk Puskesmas Selemadeg Barat belum memiliki tenaga kesehatan lingkungan. “Selain di 19 puskesmas, tenaga kesehatan lingkungan ini juga tersebar di Dinas Kesehatan, BRSU, Bapelitbang, Dinas Sosial dan DLH,” ujarnya. Nantinya tenaga kesehatan lingkungan sebanyak enam orang dari perekrutan CPNS akan ditempatkan di daerah-daerah yang membutuhkan. Mereka akan menggantikan tenaga kesehatan lingkungan yang pensiun tahun depan. ‘’Adanya tamba-

tasi umum yang layak dan sehat,’’ jelas Supardi. Dalam meningkatkan langkah promotif dan preventif, kata Supardi, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga berencana memberikan bantuan ambulan desa ke kabupaten/kota. Nantinya akan ada satu ambulan untuk satu desa yang belum memiliki atau terjangkau layanan ambulan. Layanan ambulan juga akan dilengkapi dengan SDM, yaitu bidan, perawat dan tenaga kesehatan lingkungan. Diharapkan Supardi, dengan terealisasinya program dari Diskes Provinsi Bali ini, akan mampu memenuhi kebutuhan ideal tenaga kesehatan lingkungan di Tabanan. (kmb24)

Bali Post/san

Belum Semua Puskesmas Dilengkapi Tenaga Kesehatan Lingkungan

Tabanan (Bali Post) Ketersediaan tenaga kesehatan di bidang kesehatan lingkungan di Tabanan belum ideal. Untuk itu, pada perekrutan CPNS tahun ini disediakan formasi untuk tenaga kesehatan lingkungan sebanyak enam orang. Diharapkan dengan adanya tambahan ini, semakin meratakan kebutuhan akan tenaga kesehatan lingkungan di Tabanan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kabupaten Tabanan I Made Supardiyadnya yang juga Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Tabanan mengatakan, idealnya tenaga kesehatan lingkungan ada

han enam tenaga kesehatan lingkungan ini dirasakan cukup karena setiap puskesmas nanti sudah ada tenaga kesehatan lingkungan dan ada untuk mengganti yang pensiun,’’ imbuhnya. Supardi melanjutkan, tenaga kesehatan lingkungan memiliki peran penting dalam kesehatan. Mereka bertugas mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menerapkan langkah promotif dan preventif dalam upaya mencegah munculnya penyakit, baik infeksi maupun non-infeksi. ‘’Seperti melakukan pemantauan dan pemeriksaan kualitas air bersih, kualitas makanan, sosialisasi mengenai jamban keluarga sehat, sampai sani-

Bali Post/ist

PUSKESMAS - Puskesmas Selemadeg Barat adalah puskesmas yang belum memiliki tenaga kesehatan lingkungan.

banyak. Bambu digunakan tidak hanya untuk upacara adat, tetapi juga untuk kerajinan dan olah makanan dari rebung bambu. Dalam acara kunjungan tersebut, Bupati Eka juga memperkenalkan dan mempromosikan desa wisata dan produk-produk olahan BUMDes di Tabanan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana saat dikonfirmasi mengenai kerja sama yang akan dilakukan bersama Argentina mengatakan, kunjungan Selasa lalu baru berupa perkenalan

dan penjajakan. Tetapi gambaran kerja sama yang diinginkan adalah Argentina meminta Tabanan mengirimkan ahli ke negaranya dalam hal pemanfaatan bambu yang maksimal. ‘’Sementara seperti itu gambaran penjajakannya. Diharapkan, dari pertukaran ilmu ini nanti akan terjalin kerja sama lain seperti ekspor kerajinan bambu maupun makanan dari rebung bambu yang diproduksi Tabanan ke Argentina,’’ jelas Budana, Kamis (25/10) kemarin. Ia mengatakan, pohon bambu tumbuh hampir di seluruh

wilayah Tabanan. Berdasarkan data, luas areal bambu di kabupaten Tabanan seluas 3.101 hektar. Ada 12 jenis bambu yang dapat ditemukan di Tabanan, yaitu bambu tabah yang sebarannya di Pupuan, Penebel dan Baturiti. Sementara bambu petung, bambu tali atau apus, bambu ampel gading, bambu buluh, bambu tamlang, bambu santong, bambu kuning gading, bambu ori dan bambu ampel hijau tersebar di seluruh kabupaten Tabanan. Untuk dua jenis lainnya yaitu bambu tutul tersebar di wilayah Tabanan, Kediri dan Kerambitan ,serta bambu hitam ada di kecamatan Baturiti. ‘’Untuk kerajinan bambu ada di Baturiti. Sementara di Pupuan kebanyakan dimanfaatkan sebagai makanan dalam hal ini rebungnya,’’ ujar Budana. (kmb24)

Bali Post/ist

BERSIH-BERSIH - Sejumlah warga binaan Lapas Tabanan membersihkan areal SDN 3 Dajan Peken.

Warga Binaan Lapas Bersihkan Lingkungan Sekolah

Tabanan (Bali Post) Puluhan warga binaan Lapas Tabanan berbaur dengan pegawai Lapas, Kamis (25/10) kemarin, menggelar aksi bersih-bersih di SDN 3 Dajan Peken yang berlokasi tidak jauh dari lapas. Aksi mereka ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat menyambut Hari Dharma Karya Dhika tahun 2018. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana menjelaskan, dipilihnya SDN 3 Dajan Peken sebagai lokasi bakti sosial karena sekolah tersebut akan diubah menjadi SMP. Bangunan di sekolah tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar untuk TK. Saat ini kondisi lingkungan

sekitar sangat memperihatinkan, penuh dengan sampah dan semak belukar yang tidak terurus. Di samping itu, lokasi SD ini sangat dekat dengan Lapas dan masih satu kelurahan, jadi faktor keamanan cukup memadai serta tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pelaksanaannya, karena alat kebersihan sudah tersedia baik di lapas maupun di sekolah. Murdiana juga menyampaikan, dalam memeriahkan Hari Dharma Karya Dhika, pihaknya juga akan menyelenggarakan Prison Art and Festival dengan nama Lapas Tabanan Expo, yang mulai dibuka Jumat (26/10) besok, bertempat di halaman samp-

ing kanan lapas, tepatnya di Jalan Merak No. 21 Tabanan. Expo akan menampilkan pameran hasil karya narapidana, cuci motor, pemeriksaan kesehatan gratis, ngopi bareng bang napi dan akan dihibur penampilan dari Jerbezt Band yang merupakan warga binaan Lapas Tabanan. ‘’Masyarakat Kota Tabanan dan sekitarnya dipersilakan datang dan kunjungi agar tahu kegiatan pembinaan yang diberikan di Lapas Tabanan,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas I Wayan Suwiantara selaku pimpinan aksi mengatakan, kegiatan ini diikuti 20 orang warga binaan, ditambah 45 pegawai lapas. (kmb28)

Dupa Jatuh ke Kasur, Rumah Ludes Terbakar Tabanan (Bali Post) – Diduga kurang hati-hati saat meletakkan dupa usai melakukan persembahyangan, rumah I Nyoman Suamba warga Banjar Beng Kaja Desa Tunjuk, Tabanan, ludes terbakar, Kamis (25/10) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Informasi yang berhasil diimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 Wita. Sebelum kebakaran, sehari

sebelumnya, Rabu (24/10) ada kerabat korban sembahyang di kamar tersebut, sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu dupa yang dipakai sembahyang terjatuh ke kasur dan langsung coba dimatikan. Sayangnya api belum padam hingga akhirnya membakar seluruh isi rumah berukuran 6x5 meter itu. Beruntung keluarga tersebut berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada yang terluka. Namun seluruh bangunan ludes terbakar.

Pemilik rumah bersama warga sekitar berupaya memadamkan api. Kemudian datang mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tabanan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan ke lokasi untuk memadamkan api. Dalam waktu singkat api berhasil dipadamkan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widyatmika, membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima informasi, pihaknya lang-

sung menerjunkan personel TRC untuk membantu memadamkan api. ‘’Dari keterangan kerabat korban, kemungkinan api berasal dari dupa sembahyang saat Purnama yang jatuh ke kasur, namun tidak benarbenar padam kemudian ditinggalkan dan api membesar,’’ jelasnya.

Sebagai bentuk kepedulian, kata Trisna BPBD menyerahkan bantuan kepada korban. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban meski jumlahnya tidak seberapa. ‘’Bantuannya paket pakaian dan family kit, perlengkapan mandi,’’ ucapnya. (kmb28)

SERAHKAN BANTUAN - Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widyatmika saat menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran di Desa Tunjuk.

Bali Post/ist


BULELENG

8

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

SOSOK Zero Pajak PAJAK Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan Perkotaan jadi satu-satunya penopang pendapatan asli daerah (PAD) Buleleng. Ini tidak lepas karena penambahan wajib pajak (WP). Itu akibat pengembangan wilayah dan peruntukan lahan. Di tengah situasi itu PBB yang dibayar kelompok petani itu perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, selaku pemungut pajak. Ketua Komisi II DPRD Putu Mangku Budiasa mengatakan, dari seluruh data WP, sebagian besar berlatar belakang petani. Sejalan kebijakan pemerintah yang semakin getol mendongkrak penerimaan pajak, petani dikhawatirkan menjadi korban kebijakan kenaikan pajak itu sendiri. Apalagi, ada rencana beberapa tahun ke depan, ada penyesuaian tarif pajak, sehingga petani semakin tertekan dampak kebijakan pemerintah itu. “Kalau tidak diantisipasi, bisa saja akan memunculkan tunggakan pajak. Sebab, beban pajak itu memberatkan usaha tani di daerah kita,” katanya. Mencegah itu terjadi, mantan Perbekel Desa Selat, Sukasada ini mengusulkan agar ada kebijakan yang sifatnya pengecualian kepada petani terkait pungutan pajak dari pemerintah daerah. Jika pemerintah punya komitmen membela petani, bisa saja kebijakan meringankan PBB itu diterapkan. Kebijakan yang paling dia dukung kalau pemkab mengeluarkan kebijakan zero alias menggratiskan PBB untuk petani itu. “Kalau ingin fokus membangun pertanian, beban PBB yang dipikul petani itu harus diperhatikan. Kalau perlu PBB itu digratiskan buat petani,” katanya. Politisi PDI-P itu menambahkan, kebijakan membela petani dalam meringankan bayar pajak itu tidak saja meringankan secara ekonomi. Jika PBB itu bisa diringankan, maka petani dipercaya akan tetap bersemangat menggeluti usaha tani itu. Penghasilan petani itu sangat tergantung harga jual komoditas pertanian di pasaran. Karena itu kewajiban itu harus terjangaku wajib pajak. Manfaat ada keringan pajak petani itu otomatis keinginan petani menjual sawah dapat dikendalikan. Alih fungsi lahan produktif bisa ditekan pelan-pelan. “Banyak yang jual sawah atau kebun dan hasil usaha tani itu kerap tidak sebanding dengan harga jual komoditas pertanian itu. Sebab, biaya produksinya termasuk biaya melunasi pajak relatif tinggi. Karena itu, biaya pajak itu salah satunya harus diringankan. Dengan cara itu, petani kita berpikir dua kali lipat hendak menjual tanahnya,” jelas Mangku Budiasa. (mud)

Bali Post/kmb38

KENAIKAN PAD – Banggar DPRD Buleleng usulkan kenaikan PAD tahun 2019 menjadi Rp 440 miliar.

Bahas APBD 2019

Banggar Patok PAD Naik Rp 440 Miliar Singaraja (Bali Post) –

Rancangan APBD tahun 2019 mulai dibahas sangat intensif. Hal itu diawali oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membahas di ruang sidang gabungan komisi, Kamis (25/10) kemarin. Banggar mengusulkan agar TAPD merancang kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 440 miliar tahun depan. Sedangkan tahun 2018 sebesar Rp 382 miliar. Kenaikan itu tidak lepas karena dewan menilai masih ada peluang untuk mendongkrak pundi-pundi PAD, terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah. Rapat kemarin, dipimpin Wakil Ketua DPRD Ketut Susila Umbara bersama anggotanya. Sementara TAPD mengutus Asisten Administrasi Umum Ketut Astasemadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Gede Dharmaja, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bimantara, dan Kepala Inspektorat Daerah Putu Yasa. Dalam rapat itu, anggota Banggar memaparkan kalau selama ini pundi-pundi penopang PAD memungkinkan dioptimalkan. Seperti dari sektor pajak, terutama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan Perkotaan. Sektor itu dinilai memungkinkan dimaksimalkan, dengan pemun-

gutan pajak secara intensif, dan penambahan wajib pajak (WP) baru. Selain itu, selama ini, pemerintah masih memiliki tunggakan PBB yang belum dilunasi oleh WP, sehingga kalau penagihan tunggakan itu terus digenjot, maka PAD itu optimis terdongkrak, dengan sendirinya diyakini mampu menjawab target kenaikan PAD Rp 440 miliar. Selain itu, dari pendapatan retribusi daerah, juga berpeluang besar menambah capaian PAD itu. Solusi yang bisa dilakukan adalah mau tidak mau pemerintah harus serius berkomitmen menggali objek yang menghasilkan retribusi daerah. Paling memungkinkan retribusi daerah terdongkrak dari penanaman modal (investasi) para inves-

tor dalam mengembangkan potensi daerah itu. Wujudkan Keinginan Besar Wakil Ketua DPRD Ketut Susila Umbara mengatakan, mewujudkan keinginan besar itu, sejalan dengan pembahasan rancangan APBD Induk 2019. Dewan secara khusus membahas masalah ini dengan melibatkan semua stakeholders terkait. Ini penting karena pada forum khusus itu akan dibahas mulai permasalahan, solusi yang dilakukan serta estimasi hasil yang akan dicapai bisa dibahas secara terperinci. Tentu saja dari hasil pembahasan itu, dewan bersama eksekutif dapat menyepakati kebijakan yang diambil dan sama-sama mendukung pelak-

sanaan di lapangan. “Ini baru awal kita sampaikan PAD itu memang memungkinkan kita naikkan menjadi Rp 440 miliar. Sesungguhnya banyak peluang yang bisa dilakukan. Namun, masalah ini kita bahas khusus. Target kami pengesahan APBD 2019 nanti bersama pemerintah bisa disepakati ada kenaikan PAD itu,” jelasnya. Anggota Banggar Putu Tirta Adnyana mengatakan, selain karena pertimbangan potensi memungkinkan dinaikkan PAD itu, secara regulasi juga ada peluang daerah itu setiap tahun bisa merancang kenaikan pendapatannya. Sebenarnya, kemauan keras menaikkan PAD ini menjadi gengsi tersendiri bagi daerah. Pasalnya, ada standar nasional terkait target PAD. Dengan standardisasi itu, kalau daerah bisa melebihi standar nasional, maka daerah akan menunjukkan kemandiriannya dari segi keuangan. “Saya kira ini positif. Sebab, ada gengsi tersendiri kalau misalnya PAD kita terus be-

rada di atas rata-rata standar nasional, sehingga ini berdampak baik bagi pelaksaanaan kebijakan pemerintah di daerah,” katanya. Menanggapi usulan itu, Kepala BKD, Bimantara mengaku, keinginan itu baru merupakan usulan dewan. Hal itu perlu dibahas lebih lanjut bersama Banggar. Terkait rancangan PAD Rp 382 miliar itu sudah realistis berdasarkan potensi yang ada. Namun, peluang meningkatkan pendapatan itu masih memungkinkan. Hanya, langkah lanjutan itu adalah menentukan sasaran yang memungkinkan mendongkrak PAD. Hal itu perlu dibahas bersama dengan instansi yang menangani masalah pendapatan itu. “Kita sependapat dinaikkan, karena arahan pusat juga menuntut ada kenaikan PAD. Kalau sektor yang memungkinkan kenaikan itu adalah dari pajak, pendapatan RSUD Buleleng, termasuk penagihan piutang pajak yang belum dilunasi oleh WP,’’ jelasnya. (kmb38)

Buleleng Tuan Rumah DMI

Menggali dan Mempertemukan Pelaku Usaha Singaraja (Bali Post) – Ratusan peserta perwakilan desa di Buleleng mengikuti Pesta Rakyat “Desa Membangun Indonesia” (DMI). Pesta rakyat itu dipusatkan di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada Kamis (25/10) kemarin. DMI ini digelar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng yang pertama kalinya digelar di Bali. Kesempatan itu dipergunakan sebagai wadah menggali, mengenalkan potensi desa dan mempertemukan pelaku Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Buleleng. DMI itu dibuka Staf Ahli

Bidang Pengembangan Wilayah Kemendes PDTT Condra Hendrato, M.Sc. Ikut mendampingi Asisten Pemerintahan Sekkab Buleleng Made Arya Sukerta, mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS). DMI diisi dengan fun walk mengunjungi wisata alam Desa Sambangan, pusat wisata alam. Peserta itu kemudian mengikuti sejumlah agenda di antaranya penyerahan penghargaan kepada Kementerian Desa kepada Pemerintah Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan. Penghargaan itu diberikan karena berhasil mengantarkan Bumdes Tajun, menjadi Bumdes terbaik di tingkat nasional. Staf Ahli Bidang Pengem-

bangan Wilayah Kemendes PDTT Condra Hendrato, M.Sc. mengatakan, DMI merupakan penjabaran Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang ketiga, yakni Indonesia harus dibangun dari pinggiran dan juga desadesa. Untuk itu, perlu ada pengembangan potensi desa untuk memperkuat ekonomi di desa. Untuk itu, DMI dipusatkan di Buleleng. Alasannya, daerah ini memang menjadi contoh praktik kegiatan pembangunan desa. Di Bali Utara sekarang ini ada 108 Bumdes. Dari ratusan lembaga itu, Bumdes yang omzetnya terbesar saat ini dikelola Bumdes Tajun dan Bumdes Tunjung Kecamatan

Kubutambahan. Untuk mengoptimalkan pengembangan potensi desa itu memang perlu ada upaya promosi. Untuk mengenalkan potensi itu dilakukan melalui kemasan DMI. Dengan promosi dan komitmen bersama, maka apa pun potensi desa akan diketahui publik. Otomatis hal itu akan memberikan dampak positif kepada masyarakatnya. “Di sini, semuanya sudah bagus. Sekarang perlu meningkatkan upaya promosi,” jelasnya. Asisten Pemerintahan Sekkab Buleleng Made Arya Sukerta mengatakan, selama ini, pemkab mengembangkan Bumdes dan Bumdesma. Program pengembangan kapasitas pengelolaan Bumdes

itu menjadi perhatian serius pemkab. Hal itu terlihat dengan semakin banyaknya Bumdes yang mampu mengelola unit usaha, dengan manajemen profesional. Untuk itu, momen digelarnya Desa Membangun Indonesia (DMI) itu sangat penting. Hal itu menjadi momentum terus menguatkan keberadaan Bumdes di Bali Utara. “Tahun 2017 ini, pemerintah pusat menetapkan Buleleng sebagai kabupaten dengan omzet Bumdes terbesar nasional. Ini menunjukkan bagaimana pelaku Bumdes kita ini sudah mengelola unit usaha desa dengan manajemen profesional selain juga menguntungkan,” katanya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PAMERAN UKM – Rombongan Kemendes PDTT meninjau stan pameran UKM di sela-sela pembukaan DMI di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kamis (25/10) kemarin.

Dinilai Sebatas Retorika

Dewan Soroti Turunnya Alokasi Anggaran Sektor Pertanian Alokasi anggaran di sektor pertanian di APBD dianggap kecil. Serta merta pihak dewan kemudian mempertanyakan kebijakan sektor pertanian yang dinilai tidak mencerminkan keseriusan Pemkab Buleleng fokus menangani masalah pertanian di daerah ini. Bahkan, hal itu ditengarai sebatas retorika. Bukan tidak mungkin strategi seperti itu bisa saja implikasinya jadi kontra produktif, memicu ketidakpercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Seberapa layaknya alokasi dana di bidang pertanian itu? REAKSI itu muncul setelah Banggar DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mambahas rancangan APBD 2019 pada sesi rapat gabungan komisi, Kamis (25/10) kemarin. Rapat ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Ketut Susila Umbara bersama anggota Banggar. Sementara TAPD dipimpin Asisten Administrasi Umum Ketut Astasemadi didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bapeda Litbang) Gede Dharmaja dan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bimantara. Anggota Banggar Putu Mangku Budiasa pada rapat kemarin, menyoroti rancangan anggaran pada Dinas Pertanian (Distan) dananya memang turun dibandingkan sebelum-

nya. Tahun 2019, pemerintah merancang alokasi anggaran Distan lebih dari Rp 18 miliar. Namun, dibandingkan tahun 2018 anggarn itu termasuk turun karena sebelumnya Rp 21 miliar lebih. Jadi, ada penurunan anggaran Rp 3,6 miliar. Penurunan alokasai anggaran ini dinilai tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah yang fokus menangani sektor pertanian. Jika pemerintah serius menangani masalah pertanian, pemerintah daerah idealnya mengalokasikan anggaran yang memadai. Bahkan, dia menyebut alokasi dana ideal untuk mengatasi pertanian Rp 50 miliar. “Tidak usah kita beretorika, jika ingin fokus menangani pertanian di daerah ini. Faktanya, alokasi anggaran di bidang pertanian justru dikurangi. Kalau kita serius mari komit,

Bali Post/mud

ANGGARAN TURUN - Anggaran sektor pertanian dalam arti luas tahun 2019 dirancang turun Rp 3,6 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini mengundang reaksi DPRD Buleleng karena pemkab sebelumnya menggulirkan kebijakan fokus di sektor pertanian. harusnya didorong kalau perlu kita alokasikan Rp 50 miliar untuk pertanian,” katanya. Politisi PDI Perjuangan dari Desa Selat, Sukasada ini menambahkan, pemerintah sebelumnya sudah mensosialisasikan kebijakan kepada publik untuk fokus menangani pertanian. Tetapi sekarang dari segi dukungan anggaran justru tidak memadai. Pihaknya pesimis kebijakan itu tidak bisa berjalan optimal. Justru khawatir jika kebijakan itu tidak berjalan, maka bisa memicu penilaian masyarakat tidak baik atas kebijakan pem-

kab itu. Dirinya mengusulkan agar pemerintah daerah bersama jajarannya serius merealisasikan komitmen itu. Hal itu bisa ditunjukkan dengan ketegasan pemerintah mengalokasikan anggaran yang memadai. “Saya menyarankan kalau sudah serius dan komit, pasang saja anggaran yang mencukupi, sehingga dengan menyiapkan anggaran memadai, artinya pemkab serius menangani masalah pertanian itu sendiri,” jelasnya. Hal senada diungkapkan anggota Banggar Ketut Ngurah Arya. Dia mengatakan, keseriu-

san menangani pertanian ini mutlak memerlukan dukungan anggaran yang memadai. Dengan anggaran yang menckupi, maka program yang sudah dirancang, otomatis dapat direalisasikan dengan baik. Karena itu, dia pun mendorong kalau pemkab akan menambah alokasi anggaran khusus pertanian. Selain itu, dia juga mengusulkan program yang dijalankan agar sesuai keperluan petani itu sendiri. Ini penting dalam hal menghindari program mubazir lantaran tidak mampu dimanfaatkan oleh petani. “Apa yang diperlukan

petani harusnya hal itu kita berikan kepada petani. Untuk menjalankan itu semuanya perlu dukungan dana yang memadai,” jelasnya. Menanggapi hal itu, Kepala Litbang Gede Dharmaja mengatakan, alokasi anggaran di Distan sebenarnya paling besar dibandingkan anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Namun, alokasi anggaran itu memang turun Rp 3,6 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Terkait kekhawariran dewan kalau rancangan anggaran itu masih dinilai kecil, maka peluang menambah anggaran bisa dilakukan pada pembahasan APBD Perubahan. Selain itu, pemerintah akan memanfaatkan kucuran dana Tugas Pembantuan (TP) dari pemer-

intah pusat. Kepastian mendapat “jatah” dana TP ini berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas). Dari keputusan itu beberapa program yang siap didanai TP seperti pembelian benih tanaman, bantuan pupuk, pengadaan alat mesin pertanian (alsintan -red), dan membiayai pembangunan infrastruktur pertanian seperti pembangunan embung air. “Memang kita tak menutup mata kalau dana itu turun dibandingkan sebelumnya. Dalam perubahan nanti, kita tambahkan. Dan kita pakai jatah dana TP. Kita siapkan stok program kalau nanti dapat dana tambahan, maka programnya bisa berjalan,” jelasnya. (mud)


GIANYAR

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

Dukung Program Ramah Lingkungan

Prospek Desa Wisata Masih Besar Gianyar (Bali Post) Pengembangan pariwisata kini sudah merambah ke desa-desa di Kabupaten Gianyar. Khususnya dengan pembukaan sejumlah desa menjadi desa wisata, sudah mampu menarik kunjungan wisatawan. Sejumlah desa lain pun didorong untuk membuka diri menjadi desa wisata dengan mengangkat keunikan lokal. Ketua PHRI Gianyar Cokorda Agung Ichiro Sukawati mengatakan, desa wisata khususnya di Kabupaten Gianyar masih konsisten menjadi pilihan wisatawan. Bahkan setiap tahunnya dipastikan sudah terjadi peningkatan kunjungan ke desa wisata di kawasan seni ini. “Prospek desa wisata ke depan masih basar, apalagi di Gianyar khususnya, kawasan pedesaan kita memang menarik untuk di eksplor buat para turis,” ucapnya ditemui beberapa waktu lalu. Dikatakan, potensi desa wisata ini akan tetap menarik selama dijaga dengan baik, sebagai pariwisata yang berbasis budaya dan agama. “Sebenarnya di mana saja pasti ada budaya, hanya kita di sini bisa mengkemas dengan baik, sehingga bisa tetap menarik saat disajikan kepada wisatawan,” ujarnya. Disinggung daya saing desa wisata yang berbasis budaya dengan pariwisata modern, Cokorda Ichiro mengatakan, semua sudah memiliki market tersendiri. Misalnya masyarakat yang ingin suasana tenang pedesaan pasti datang ke Ubud. Sementara wisatawan yang ingin mencari keramaian dengan dunia malam, sudah tertampung di kawasan Bali Selatan. “Jadi setiap keinginan wisatawan sesunguhnya bisa terakomodir di Bali, dan pasar untuk desa wisata tetap bagus,” katanya. Cokorda Ichiro kembali menekankan, bahwa semua itu akan tetap bisa bertahan bila komponen pemerintah selaku regulator serius memberi perhatian terhadap desa wisata. Ditambah peran pelaku pariwisata hingga partisipasi masyarakat sekitar. “Bila ketiga komponen ini bisa bersinergi dengan baik, saya yakin pengembangan desa wisata ke depan sangat bagus untuk terus dikembangkan di kawasan Gianyar,” tandasnya. (kmb35)

Aksi Penambangan Batu Padas di Tukad Petanu Masih Marak

Gianyar (Bali Post) Beberapa kali sudah digerebek aparat kepolisian, tidak membuat jera para penambang batu padas di wilayah Gianyar. Khususnya aksi penambangan di sepanjang Tukad Petanu, selain mencemari aliran sungai, penambangan yang menggunakan mesin itu juga menambah deretan pinggir sungai yang bopeng.

gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr. PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati Koramil Ubud Koramil Payangan

PKK Kampanyekan Pengurangan Kantong Plastik

BATU - Terlihat seorang pekerja membuang limbah penambangan batu padas tepat di sebelah barat Tukad Petanu.

Telepon Penting - 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289 - 941167 - 974792 - 901601 - 297564 - 975314 - 974793

Pantauan Bail Post, Kamis (25/10) kemarin, aksi pengerukan batu padas nampak pada sejumlah titik di sepanjang aliran Tukad Petanu. Kondisi pinggir sungai yang bopeng hampir terlihat pada banyak titik. Khususnya yang ada pada bagian barat tukad tersebut, nampak seperti tebing dengan tinggi belasan meter. Hal ini terjadi karena dalamnya pengerukan batu padas yang dilakukan oleh para pekerja. Dalam aksinya para pekerja menggunakan mesin pemotong untuk menggali batu padas. Batu padas yang sudah persegi, lantas diangkut oleh pekerja perempuan untuk dibawa ke tempat penampungan. Ironisnya, limbah material sisa pengerukan ini dibuang begitu saja di pinggir sungai, alhasil aliran air pun nampak keruh akibat aksi pencemaran lingkungan ini. Menurut informasi, pengerukan batu padas ini dominan dilakukan oleh warga luar yang mengontrak lahan di lokasi tersebut. Aparat kepolisian pun beberapa kali melakukan penggrebekan di sepanjang aliran sungai itu, karena pemerintah memang belum mengeluarkan izin terkait penambangan batu padas. Namun aksi serupa tetap kembali terulang. Tidak hanya di sepanjang

aliran Tukad Petanu, di sejumlah titik lainnya, seperti wilayah Sukawati dan Ubud juga masih berlangsung aksi penambangan batu padas. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan saat dikonfirmasi mengaku baru tahu kalau penambangan batu padas masih marak di wilayah Kabupaten Gianyar. Ia pun memastikan akan memerintahkan jajaran melakukan pengecekan. “Terima kasih informasinya, segera akan kita cek ke lokasi,’’ ucapnya singkat. Sebelumnya, dua pemilik tambang yang diamankan polisi yakni I Ketut Selamet (38) dan I Wayan Anggun (76) pada pertengahan Februari lalu. Dua pria yang samasama asal Desa Sukawati ini diketahui sebagai pemilik penambangan batu padas ilegal di aliran Tukad Petanu, Penangkapan terhadap dua pemilik tambang ini bermula dari polisi yang menerima informasi bencana longsor, memicu jalan jebol pada jalur penghubung Desa Kemenuh dan Desa Sukawati. Jalan yang amblas itu tepat di sebelah selatan jembatan menuju Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh. Hingga kini jalan itu masih terputus tidak bisa dilalui. Polisi pun memperoleh informasi, bila jalan jebol tersebut tidak

Masih Minim, Desa dan Kelurahan Layak Anak Gianyar (Bali Post) Predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) belum sepenuhnya bisa disematkan pada Kabupaten Gianyar. Pasalnya, dari 70 desa dan kelurahan yang ada, baru empat desa dan satu kelurahan atau sekitar tujuh persen yang ditetapkan sebagai Layak Anak, sementara sisanya belum sama sekali. Minimnya desa dan kelurahan yang berstatus Layak Anak diakui Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A P2KB) Kabupaten Gianyar Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu, di sela-sela Pelatihan Gugus Tugas Desa/ Kelurahan Layak Anak pada

9

10 Desa yang menginisiasi di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Kamis (25/10) kemarin. Menurut Cok Trisnu, kondisi ini disebabkan belum adanya komitmen dari desa dan kelurahan untuk bisa ditetapkan sebagai Layak Anak untuk mendukung Gianyar menuju KLA. “Salah satu kendalanya adalah masalah anggaran, sebab beberapa indikator sebagai desa kelurahan Layak Anak memerlukan biaya yang tidak sedikit” ungkap Cok Trisnu. Kendati demikian, kata Cok Trisnu, jika aturan mengizinkan desa-desa di kawasan seni ini bisa menggunakan dana desa untuk

Bali Post/kmb35

KLA - Suasana pelatihan Gugus Tugas Desa/Kelurahan Layak Anak pada 10 Desa yang menginisiasi di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Kamis (25/10) kemarin.

pemenuhan dan perlindungan hak anak yang digelontorkan dari pemerintah pusat. Sementara Kabid Perlindungan Anak A.A. Istri Sri Laksmi Paramita Dewi menyampaikan, meskipun baru empat desa dan satu kelurahan yang ditetapkan sebagai Layak Anak, namun secara umum seluruh desa dan kelurahan yang ada di Gianyar sebagian besar sudah memenuhi indikator sebagai Layak Anak. “Hanya ada beberapa indikator saja yang belum terpenuhi, salah satunya tersedianya sarana prasarana bermain. Sementara rata-rata pemenuhan hak-hak anak sudah terpenuhi, seperti hak untuk sekolah, bermain dan kesehatan,” terang Agung Laksmi. Dijelaskan, untuk menjadi Desa Layak Anak ada lima indikator yang harus dipenuhi desa dan kelurahan, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan perlindungan khusus, serta satu kelembagaan berupa administrasi kebijakan desa. “Kami secara bertahap melaksanakan pelatihan Gugus Tugas Desa/Kelurahan Layak Anak. Untuk hari ini

(kemarin - red) 10 desa dan kelurahan yang ikut dan nantinya akan deklarasi sebagai Desa dan Kelurahan Layak Anak,” terang Agung Laksmi. Ditambahkan, jika seluruh desa dan kelurahan sudah berstatus Layak Anak, maka dipastikan Gianyar akan naik kelas menjadi Utama. Saat ini Gianyar masih tingkat Nindya, sejak pertama kali deklarasi 2014. Memasuki 2015 naik tingkat menjadi Madya, 2017 dan 2018 berada pada tingkat Nindya. “Untuk itu kami mohon komitmen desa dan kelurahan yang lain untuk menjadikan desa dan kelurahannya Layak Anak,” tegas Agung Laksmi. Sementara empat desa yang sudah ditetapkan sebagai Desa Layak Anak adalah Melinggih Kelod, Batuan, Batuan Kaler, Desa Saba dan Kelurahan Gianyar. (kmb35)

semata-mata karena bencana alam. Melainkan ada dugaan akibat penambangan batu padas ilegal yang dilakukan tepat di bawah lokasi jalan jebol itu. Kemudian polisi menindaklanjuti informasi tersebut, dengan melakukan penyelidikan dan memang benar ada penambangan di seputaran lokasi itu. Polisi yang dipimpin Kanit IV Satreskrim Polres Gianyar Iptu A.A. Gde Alit Sudarma langsung melakukan penindakan terhadap penambang batu padas ilegal yang masih melakukan kegiatan pada Kamis (15/2) sore. Dalam penyergapan itu, polisi mengamankan lima orang buruh tambang lengkap dengan sejumlah alat tambang manual berupa cangkul, linggis dan palu. Dua pemilik tambang yang diamankan polisi yakni I Ketut Selamet (38) dan I Wayan Anggun (76), kini dipasangkan Pasal 158 UU RI No, 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Menggandeng TP-PKK Kabupaten Gianyar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat kini gencar mengampanyekan gerakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Masyarakat yang berbelanja diimbau menyiapkan kantong ramah lingkungan untuk barang belanjaan. Hal ini dipandang penting, mengingat sampah kantong plastik menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan. Hal itu diungkapkan Ketua TP-PKK kab. Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra di sela-sela pelatihan tata rias di Lingkungan Pemkab Gianyar, Kamis (25/10) kemarin. Selain itu, Ny. Surya Adnyani Mahayastra juga mengajak seluruh pengurus TP-PKK untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik. Pengurus TP-PKK diharapkan juga menjadi duta lingkungan di keluarga, banjar dan desanya. Juga menjadi contoh dan memberikan ketoktular ke masyarakat. “Contohnya membawa tas ramah lingkungan yang sudah dibagikan setiap belanja ke pasar, sehingga mengurangi penggunaan kantong plastik. Begitu juga kalau ada kegiatan olahraga agar membawa tempat minuman masing-masing, sehingga mengurangi penggunaan plastik,” jelasnya. Diungkapkanya, plastik masih menjadi permasalahan yang dapat mencermarkan lingkungan. Sifatnya tidak mudah terurai, membuat sampah plastik selalu meningkat, bahkan bukan hanya di darat, sampah plastik pun sangat mengganggu biota laut. Diungkapkan, laporan UN Environment terbaru berjudul “Single-use Plastic, A Roadmap for Sustainability” pun menyebutkan bahwa kantong plastik dan styrofoam adalah produk plastik yang paling bermasalah dalam pencemaran lingkungan. “Un-

tuk itu, dalam setiap kegiatan akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dalam setiap kegiatan, terutama untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik. Dan juga akan melibatkan OPD lainnya,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengatakan, dengan dukungan dari Ketua TP-PKK Gianyar ia yakin program ini akan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Pada kesempatan itu ia pun membagikan tas ramah lingkungan. “Pembagian tas ramah lingkungan ini bukan sekadar suvenir, tetapi mengajak ibu-ibu untuk membawa tas setiap berbelanja ke pasar. Jika ibu-ibu membawa tas sendiri, maka akan ada pengurangan ribuan penggunaan kantong plastik,” ungkapnya. Kujus juga mengharapkan agar seluruh pengurus TP-PKK menjadi duta lingkungan. Mulai dari duta di keluarga, banjar dan desa, agar terus mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik. “Saya yakin, pengurus TP-PKK merupakan panutan dan publik pigur yang selalu menjadi perhatian masyarakat. Maka apapun perilakunya akan diikuti masyarakat,” ujarnya. Diungkapkanya, DLH juga sudah membagikan dua ribu buah tas ramah lingkungan kepada tokoh masyarakat pada saat penandatangan MoU dengan Pemkab Badung. Ke depan pihaknya akan mengajak pengusaha menggunakan dana CSR-nya untuk pengadaan tas ramah lingkungan untuk mendukuhg program pelestarian lingkungan. “Kami juga membagikan tumbler, sedotan ramah lingkungan dan baju kaos yang bertuliskan, “jaga lingkungan untuk sesama dan kehidupan”, pungkasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

KAMPANYE - Terlihat PKK Kabupaten Gianyar mengampanyekan penggunaan tas ramah lingkungan.

Bupati Ajak Jajarannya Bekerja Keras Gianyar (Bali Post) Bupati Gianyar Made Mahayastra mengingatkan semua jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Gianyar untuk menuntaskan semua tugas dan kewajiban sebelum mengakhiri tahun 2018. Orang nomor satu di Kabupaten Gianyar mengibaratkan seluruh jajaran dari pemimpin tertinggi hingga staf paling bawah, seperti tubuh manusia. “Dalam tubuh itu tidak boleh ada yang tersakiti, satu jari saja sakit tubuh ini panas dingin,” ujarnya saat menggelar upacara majaya-jaya di Pura Hyang Wisesa Besakih, bertepatan dengan purnamaning kalima, Rabu (24/10) malam. Disadarinya, sebagai pemimpin dirinya tidak mungkin bisa memenuhi harapan semua jajarannya, apalagi harapan terkait posisi dan jabatan. Ia m e n g a k u semua jajaran merupakan posisi strategis yang membantu bupati dan wakil bupati dalam hal melaksanakan pemerintahan. “Hingga ke depan ini saya tidak akan punya jajaran yang dianakemaskan, namun yang namanya komunikasi semua harus menjalin, melaporkan kepada saya,

kepada pak wakil bupati, sekda ataupun pejabat lainnya, mari kita jaga kepercayaan masyarakat ini dengan bekerja keras,” ajaknya. Bupati Mahayastra didampingi panglingsir Puri Gianyar Anak Agung Bharata menyampaikan keyakinannya bahwa masa keemasan Gianyar akan tiba. Dikatakannya, dengan kondisi Gianyar yang cukup bagus saat ini, dengan APBD yang sudah menyentuh 2,5 triliun, dirinya yakin programprogramnya seperti perbaikan rumah sakit dan pasar Gianyar bisa dijalankan. “Jalan juga akan kita tuntaskan, saya berjanji menuntaskan jalan dalam dua tahun,” tegasnya. Bupati Mahayastra juga menyampaikan programnya mendirikan GOR dan Puspem. Namun, ia berjanji akan terlebih dahulu menuntaskan persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Kalau infrastruktur selesai tinggal nanti bagaimana membangun manusianya, namun sekarang ini kita juga tidak akan melepaskan pembangunan manusia, apakah itu mengentaskan kemiskinan maupun pendidikannya, karena ini harus berjalan beriringan,” ungkapnya. Diakui pihaknya kini fokus dalam beberapa program prioritas, sementara diluar itu diimbau untuk bersabar karena hanya menjadi bamper. “Yang tidak dapat anggaran (prioritas) harus bisa juga berperan menyukseskan program bupati, minimal menyampaikan kepada masyarakat dengan anggarannya yang ada untuk bisa mewujudkan program yang dimiliki dengan anggarannya yang terbatas,” tandasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

Polres Gelar Operasi Preman Negara (Bali Post) Jajaran Polres Jembrana dipimpin Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko, Rabu (24/10) malam menggelar operasi cipta kondisi (cipkon). Dalam kegiatan cipkon ini, Polres melibatkan 198 personel yang di bagi menjadi tiga ship, dengan sasaran preman, sanjata tajam serta bahan peledak. Kompol Didik Wiramoko mengatakan operasi cipkon ini dilaksanakan guna mempersempit, bahkan meniadakan terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya aksi-aksi para preman yang dapat meresahkan masyarakat. Polisi menyasar anak-anak yang nongkrong sampai larut malam. Pada malam itu ditemukan sejumlah anak muda yang nongkrong di barat tower dan diberikan pembinaan. Didik juga mengatakan, mulai saat ini Polres Jembrana menggelar cipkon dalam rangka memelihara kamtibmas agar tetap aman dan kondusif jelang Pileg dan Pilpres 2019, serta kesiapan menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Apabila ditemukan preman akan di lakukan upaya hukum. Untuk giat cipkon kali ini tidak ditemukan adanya preman, sajam dan handak. Namun hanya ada anak-anak muda yang nongkrong di barat gedung kesenian dan diberikan pembinaan. Pihaknya juga sempat mengadakan penggeledahan terhadap kendaraan bermotor dan barang bawaannya. (kmb)

Bali Post/olo

TPST – Pembangunan TPST di Terusan, Lelateng ini mendapat protes dari warga lantaran dikhawatirkan merugikan masyarakat sekitar.

Diprotes Warga, Pembangunan TPST di Terusan

Negara (Bali Post) -

Bali Post/kmb

OPERASI - Operasi cipta kondisi (cipkon) yang dilaksanakan jajaran Polres Jembrana, Rabu (24/10) malam.

Ribuan Kotak Suara Berbahan Aluminium akan Dilelang

Negara (Bali Post) – Ribuan kotak suara berbahan aluminium yang berada di KPU Jembrana dipastikan tak terpakai lagi dalam Pemilu mendatang. Total ada 3.225 kotak suara berbahan logam yang merupakan pengadaan tahun 2004 dan 2009, saat ini berada di gudang. Rencananya kotak suara tak terpakai ini akan dilelang. Sementara untuk pengganti dalam Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengirim ribuan kotak suara berbahan kardus ke KPU Jembrana. Begitu juga bilik suara yang juga berbahan kardus telah diterima, meskipun masih kurang. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara, Kamis (25/10) kemarin, mengatakan kotak suara dan bilik yang telah diterima belum lengkap. Kebutuhan untuk kotak suara di 817 TPS se-Jembrana mencapai 4.415 kotak. Namun yang diterima akhir pekan lalu baru 4.370 kotak, itu pun ada yang rusak lima kotak. “Yang rusak, robek di bagian bawah. Total kotak suara masih kurang 50. Kita sudah ajukan,” ujar Tangkas. Sementara untuk bilik

suara yang sudah dikirim sebanyak 1.432. Ditambah dengan bilik suara yang lama (logam) ada 2.020. Sedangkan yang dibutuhkan untuk seluruh TPS nantinya 3.484 bilik. Dengan demikian, masih kurang 32 buah. “Kalau untuk bilik suara, yang lama masih bisa digunakan. Itu pun dengan tambahan bilik yang lama masih kurang 32,” ucapnya. Tangkas membenarkan untuk kotak suara yang sudah tidak terpakai berbahan aluminium akan dilelang. Disamping itu, selain logistik di TPS, KPU Jembrana juga menerima alat peraga kampanye untuk semua partai politik. Masing-masing parpol peserta di Jembrana disediakan baliho sebanyak 10 buah dan spanduk sebanyak 16 buah. Parpol juga bisa menambah baliho dan spanduk itu dengan batasan jumlah maksimal pemasangan di tiap desa atau kelurahan. Rencananya APK yang disediakan KPU ini akan diserahkan ke masing-masing parpol pada Jumat (26/10) hari ini. “Untuk pemasangan dan pemeliharaan kami serahkan ke parpol,” pungkasnya. (kmb26)

Bali Post/olo

BERSIHKAN - Sejumlah petugas KPU Jembrana saat membersihkan kotak suara berbahan aluminium yang rencananya akan dilelang.

Dibangunnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara menuai pro kontra di masyarakat. Sejak awal warga sekitar lokasi, khususnya penyanding sudah melakukan protes terkait adanya semacam Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sana. Apalagi lokasinya dekat dengan rumah-rumah warga dan berada di pinggir jalan utama.

Namun belakangan TPS yang awalnya berupa gedung itu kini dibangun kembali dan lebih luas. Persoalannya sering ada oknum warga yang membuang sampah tidak sesuai di tempatnya. Karena di pinggir jalan, dibuang dengan melempar begitu saja dan sampahnya meluber hingga ke jalan. Selain bau, sampahsampah plastik beterbangan

hingga ke rumah warga. “Sejak awal kami tidak setuju. Kalau orang sekitar sini membuang sudah benar. Tapi sering juga ada yang lewat melempar sampahnya. Yang dibuang bangkai, limbah pemotongan hewan hingga kotoran sapi,” ujar Ketut Tindih, warga yang tinggal di sekitar lokasi, Kamis (25/10) kemarin. Meski kondisinya

seperti itu, namun kini katanya akan dikembangkan menjadi tempat pembuangan yang lebih besar. Ia mengaku tidak bisa mengelak dan hanya bisa mengikuti saja. Terlebih hal itu merupakan lahan pemerintah daerah. Namun, sejatinya warga keberatan dampak adanya tempat pembuangan sampah itu. Warga menunggu

hasil pembangunan yang masih dalam tahap pengerjaan ini. Apakah nantinya setelah dioperasikan dampaknya semakin parah atau bagaimana. Sementara itu, sejumlah warga lain berharap lokasi itu tetap dijadikan pembuangan sampah sementara saja. “Jangan pemerintah otoriter dalam membangun kepentingan umum, utamakan masyarakat. Apalagi pembangunan untuk jangka panjang,” terang warga lainnya. Dari pengamatan kemarin, pengerjaan TPST ini sudah berlangsung dan hampir selesai. Tembok pagar dan ban-

gunan baja ringan juga sudah terpasang. Sementara bangunan TPS lama yang berada di pinggir jalan masih berdiri. Di pihak lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana Ketut Kariadi Erawan saat dikonfirmasi mengatakan, sejatinya sosialisasi sudah dilakukan di kelurahan. Untuk itu pembangunan ini sudah ada persetujuan dari kepala lingkungan. Menurutnya adanya protes dari penyanding di sebelah timur karena membuang limbah rumah tangga ke tanah lokasi pembangunan TPST itu. (kmb26)

Digigit Kelabang, Petani Masuk RS

Bali Post/ist

TEMU MITRA – Bank BPD Bali Cabang Negara bersama pengurus dan anggota Gapensi serta Jamkrindo menggelar temu mitra dalam upaya mendukung program inklusi keuangan.

Bank BPD Bali Cabang Negara Temu Mitra dengan Gapensi Jembrana

UPAYA menyokong program inklusi keuangan 2018, Bank BPD Bali Cabang Negara aktif mendekatkan hubungan dengan mitramitra bisnis dan usahanya. Salah satunya melalui temu mitra dengan Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi Jembrana, Kamis (25/10) kemarin di sentra kuliner laut Pantai Pebuahan, Banyubiru, Negara. Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan anggota Gapensi Jembrana ini, Bank BPD Bali Cabang Negara juga menggandeng Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Kantor Cabang Denpasar. Pertemuan ini selain sebagai ajang silaturahmi juga pemaparan berbagai produk yang memberikan manfaat bagi kontraktor menjelang akhir tahun. Kepala BPD Bali Cabang Negara Ida Bagus Surawan mengatakan kegiatan ini merupakan upaya BPD Cabang Negara sebagai lembaga keuangan mendekatkan diri dengan mitra usaha dan bisnis salah satunya Gapensi Jembrana. Selama ini Gapensi selaku gabungan pengusaha konstruksi di Jembrana memberikan kontribusi yang cukup besar. khususnya dalam mendukung peningkatan kredit produktif yang ada di BPD

Bali Cabang Negara. “Selama ini pembiayaan sektor kontruksi dan pengadaan barang jasa memberikan hasil yang positif. Sekarang kita undang (Gapensi) mengkhusus terkait anggaran perubahan daerah. Rekan konstruksi dari Gapensi yang sudah memenangkan proses tender kita gandeng. Kami bisa men-support dalam bidang modal sehingga pekerjaan bisa diselesaikan sesuai jangka waktu kontrak mereka,” tambahnya. Pihaknya juga sengaja menggandeng Jamkrindo Cabang Denpasar sebagai mitra kredit dalam hal penjaminan. Dengan berbagai produk penjaminan seperti misalnya surety bond dan Bank Garansi, sehingga bisa saling mendukung. “Jamkrindo ini mitra lama kami, karena mereka memiliki produk yang bisa memfasilitasi para pengusaha kontruksi ini. Kalau mereka ingin surety bond silahkan ke Jamkrindo. Kalau bank garansi bisa ke BPD Bali,” tambahnya. Kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya mewujudkan visi Bank BPD Bali menjadi Bank yang terkemuka dalam pembiayaan UMKM. Untuk anggaran perubahan daerah ini, BPD Bali Cabang

Negara mengalokasikan sekitar Rp 20 miliar. Pimpinan Cabang Jamkrindo Denpasar I Made Sarwa Sutanaya mengatakan, sebagai BUMN dibidang jaminan kredit di bawah Kementerian Keuangan, Jamkrindo siap menjamin kredit yang direalisasikan oleh mitra. Baik itu kredit konstruksi, umum maupun pemerintah. “Intinya kita mau menarik kredit implisit melalui bank garansi dan surety bond. Ada proyek yang masih belum selesai kita rangkul hingga jaminan pemeliharaan,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Gapensi Jembrana Yahya Muhammad Al Habsyi menyambut baik adanya temu mitra yang digelar BPD Bali Cabang Negara ini. Dengan adanya pertemuan ini, BPD membuka peluang membantu masyarakat khususnya dalam pendanaan proyek. “Pada prinsipnya kita diberikan kemudahan, tinggal rekanan melihat peluang ini,” tandas Yahya. Pihaknya mengharapkan jalinan BPD Bali dengan mitra usaha, khususnya Gapensi ini terus meningkat. “Tujuan temu mitra ini bagus, menjalin silaturahmi sekaligus masukan apa yang diperbaiki ke depan,” tambahnya. (ad1079)

Negara (Bali Post) – Seorang warga Banjar Bumbungan, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Dewa Made Sutama (46) hampir seminggu tergolek lemas di kamar Dahlia, RSU Negara. Petani ini menjadi korban gigitan kelabang saat beraktivitas di kebunnya lima hari lalu. Usai digigit korban sempat lama tak sadarkan diri hingga akhirnya dirujuk ke RSU Negara. Kamis (25/10) kemarin masih dirawat di RSU Negara. Menurut penuturan Arniati (42), istri korban, sebelum digigit suaminya beraktivitas seperti biasa di kebun. Kebetulan saat itu sedang melakukan pembersihan lahan kebun. Sekitar pukul 11.00 Wita, tiba-tiba suaminya diketahui sudah dalam kondisi pingsan. Setelah ditelusuri, korban rupanya digigit kelabang di kakinya. Awalnya sang istri tak punya pikiran kalau suaminya akan mengalami luka separah itu, sehingga korban diajak pulang. Namun setelah tiga hari di rumah, kakinya membengkak. Sang istri pun membawa korban untuk berobat ke Puskesmas Mendoyo II, Yehembang. Setelah mendapatkan penanganan, ternyata kaki korban yang digigit semakin membengkak. “Kakinya seperti melepuh, mungkin karena infeksi. Sekarang (korban - red) sudah sadar,” terang istrinya. Lantaran kakinya masih bengkak, bapak dua anak ini masih mendapatkan perawatan di RSU. Humas RSU Negara, Asrika Wedayanti membenarkan pasien asal Yehembang dirawat di ruangan bedah (Dahlia). Menurutnya pasien ini merupakan rujukan dari Puskesmas Mendoyo II (Yehembang) karena gigitan binatang kelabang. (kmb26)

Bali Post/olo

DIRAWAT - Warga Banjar Bumbungan, Made Sutama (46) yang kakinya digigit kelabang dan kini masih dirawat di RSU Negara.


Karangasem

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

11

Bali Post/kmb41

TERBAKAR - Hutan di lereng Gunung Agung kembali terbakar.

Lagi, Kawasan Hutan Lereng Gunung Agung Terbakar Amlapura (Bali Post) Lahan hutan di kawasan lereng Gunung Agung kembali terbakar. Kebakaran kali ini malah meluas. Pasalnya, sebaran api itu sudah merambah hingga ke puncak. Karena itu, petugas pun kesulitan melakukan pemadaman. Alasannya, medan untuk mencapai titik api itu memang sangat sulit terjangkau. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa, Kamis (25/10) kemarin mengungkapkan, kebakaran lahan

hutan itu terjadi di atas perbatasan Dusun Kedampal, Desa Datah, Abang, dan Dusun Batu Dawe Kaje,

Kubu. Kebakaran itu berada di wilayah timur laut lereng Gunung Agung. Dengan ketinggian mencapai satu kilo-

meter alias 1.000 meter dari atas permukaan laut (DPL). “Kebakaran hutan itu meluas ke arah selatan hingga mencapai puncak Gunung Agung. Kita sudah berkoordinasi dengan Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Kubu,” ucapnya. KRPH Kubu Mede Pu-

Tagihan Listrik Rp 6 Miliar Per Tahun Terpasang 3.900 LPJU, Terangi 960 Kilometer

Amlapura (Bali Post) Tagihan biaya listrik Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) di seluruh Karangasem cukup tinggi setiap tahunnya. Bayangkan, biayanya mencapai Rp 6 miliar setahun. Sepanjang 960 kilometer rentang jalan di seluruh wilayah itu sudah terpasang 3.900 LPJU. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungn (Dishub) Ida Bagus Putu Suastika, Kamis (25/10)

kemarin. Menurutnya, tagihan LPJU tahun ini diprediksi Rp 6 miliar. Per bulannya rata - rata mencapai Rp 490 juta sampai Rp 500 juta. Biaya tersebut untuk mengakomodir sekitar 3.900 lebih LPJU. Tagihan biaya listrik itu termasuk LPJ milik kabupaten, provinsi, dan pusat. Terbanyak yakni di Kecamatan Karangasem dan Kubu. “Tagihan listrik LPJU tahun

sekarang mengalami penurunan ketimbang tahun lalu. Walaupun tagihan menurun, bagi saya ini masih tinggi,” ucap Suastika. Tingginya tagihan listrik LPJU itu kata Suastika, disebabkan pemakaian energi bisa disebut mubazir. Pasalnya, sampai hari ini masih ada LPJU yang tidak menggunakan meterisasi. Akibatnya, lampu bisa menyala 24 jam. Beberapa

Bali Post/kmb41

LPJU - Tampak LPJU di jalur sebelas Kelurahan Padang Kerta Amlapura.

LPJ ada juga yang lampunya 250 watt. Biasanya, titik yang belum terpasang meterisasi itu dihitung 24 jam oleh PLN. Fungsi meterisasi untuk mengukur penggunaan listrik. Selain itu, meterisasi berfungsi menyalakan dan mematikan lampu LPJU saat malam dan pagi harinya. “Tagihan listrik tinggi karena beberapa LPJU belum pakai meterisasi. Selain itu, jumlah LPJU per tahun terus mengalami peningkatan. Untuk menekan tagihan itu, Dishub rencananya mengganti lampu 25 watt jadi LED, serta memasang lampu LED,” katanya. Dikatakannya, tagihan listrik LPJU dibayar setiap bulan. Pembayaran diambilkan dari pajak LPJ yang masuk di Karangasem. Petugas Perhubungan yang langsung membayar tagihan itu. Target pajak LPJ tahun 2018 sekitar Rp 12 miliar. Namun sejauh ini, target itu belum terealisasi. “Ada 3.900 LPJU yang terpasang mampu menerangi 960 kilometer jalan di Karangasem. Paling banyak LPJU terpasang di Jalan Amlapura - Klungkung, serta Amlapura - Singaraja. Ditambah lagi jalan di pelosok-pelosok desa,” tegasnya. (kmb41)

tra Ariawan mengatakan, pihaknya hanya bisa melakukan pemantauan, karena posisi kebakaran itu medannya ada di posisi ketinggian lebih dari 900 meter. Medan itu memang sangat sulit dijangkau. “Penyebab kebakaran itu tidak menutup kemungki-

nan di karenakan adanya gesekan kayu kering yang sebelumnya tertiup angin. Karena di areal itu, kondisinya sangat panas. Sedangkan anginnya sangat kencang,” katanya. Salah seorang warga, Wayan Wisana, mengungkapkan, kebakaran di lerang

Gunung Agung itu sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Menurutnya, sampai saat ini, kebakaran itu masih terlihat. “Di sejumlah titik kebakaran, apinya mulai mengecil. Bahkan, beberapa titik apinya sudah mulai padam,” ujarnya. (kmb41)

Ritual Unik di Desa Yeh Poh

Pajegan dan Sumbu 1,5 M Diarak Keliling Desa Amlapura (Bali Post) Sejumlah desa pakraman di Karangasem memiliki ritual unik yang masih tetap dilestarikan oleh warganya hinggi kini. Salah satunya adalah ritual yang sangat khas di Desa Pakraman Yeh Poh, Manggis, yang disebut aci ngusaba agung. Ritual warisan leluhur itu bergulir pelaksanaannya setiap tahun sekali. Memang ritual itu sangat unik, karena setiap keluarga diwajibkan membuat pajegan dan sumbu yang tingginya satu setengah meter. Nantinya, pajegan dan sumbu itu diarak mengelilingi desa setempat. Bendesa Pakraman Yeh Poh I Gede Sarjana Suyasa menjelaskan, ritual aci ngusabe agung, memang rutin dilaksanakan sekali setiap tahunnya. Tradisi itu sudah menjadi sebuah laku yang mengikat warga di sana setiap tahunnya. Mereka diwajibkan mem-

buat aci atau sesembahan berupa pajegan serta sumbu. “Setiap keluarga memang wajib membuat pajegan serta sumbu ini. Pajegan dan sumbu itu tingginya mencapai satu setengah meter. Material persembahan yang dihaturkan merupakan hasil berbagai bumi, seperti padi, buah-buahan termasuk material kue buatan yakni jajan tradisional,” ucapnya. Pajegan dan sumbu yang dibuat oleh warga itu, kata Suyasa, akan diarak keliling desa. Namun, sebelum diarak, pajegan dan sumbu itu didoakan oleh warga. Saat diarak, pajegan dan sumbu itu dibagi menjadi dua kelompok, dengan jalur berlawanan. Masing-masing kelompok membawa sesembahan secara berbaris. Puncak ritual selanjutnya adalah mengelilingi desa. “Nantinya pajegan dan sumbu itu bertemu di satu

titik. Pertemuan itu bukan termasuk perjumpaan sangat luar biasa. Karena itu, sejatinya pertemuan itu memiliki arti dan makna penting terkait menyatukan sifat alam dan sifat manusia, tujuannya agar berjalan secara harmonis. Jadi, intinya pertemuan itu menghubungkan dua kutub berbeda itu menjadi unsur kesatuan utuh,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, setelah pajegan dan sumbu itu selesai diarak keliling desa, selanjutnya puluhan pajegan dan sumbu tersebut ditempatkan di areal Pura Puseh. Kemudian semua material pajegan dan sumbu itu didoakan kembali secara khusyuk. “Selain memohon perlindungan kepada Ida Hyang Widhi Wasa, juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala keberlimpahan yang diberikan selama ini,” jelas Suyasa. (kmb41)

Rujukan Berjenjang Berbasis ’’Online’’

Belum Pengaruhi Kunjungan ke RSUD RSUD Karangasem belakangan ini mulai memberlakukan sistem rujukan berjenjang berbasis online kepada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program itu diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Walau sudah diupayakan tetapi masih belum ada pengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan pasien ke RSUD Karangasem. Kendati ada sedikit penurunan jumlah pasien, tetapi tidak terlalu signifikan. Lalu bagaimanakah grafik pelaksanaannya? KEPALA Instansi Humas RSUD Karangasem Dedy Artho didampingi staf Humas Sang Ayu Made Sri Darmayanti, Kamis (25/10) kemarin, mengungkapkan sejak diberlakukannya sistem rujukan berjengang berbasis online sekitar Agustus lalu, memang memengaruhi tingkat kunjungan pasien ke

RSUD. Hanya, jumlahnya tidak terlalu signifikan. Setelah diberlalukannya sistem online, memang sedikit membuat pasien jadi ribet. Itu diketahui, karena cukup banyak pasien yang mengeluhkan permasalahan tersebut. “Yang kita banyak terima

komplain dari pasien. Mereka menanyakan kepada kita kalau sekarang pengurusannya ribet. Mungkin mereka kurang tahu sekarang ini rujukannya berbasis online, sehingga mereka masih membawa rujukan manual. Karena mereka komplain kita jelaskan regulasi aturannya memang seperti itu,” ucapnya. Pihak rumah sakit sebelumnya memang sempat menerima sejumlah pasien yang membawa rujukan secara manual. Atas kondisi itu, pihaknya terpaksa memulangkan mereka dan meminta mengurus rujukan berbasis online. Bisa jadi, hal itu sangat ketat. Alasannya, pihaknya tidak mau menyalahi aturan yang ada. Sebagai pelaksana di bawah, apa yang sudah digariskan oleh pusat, pihaknya sebatas berusaha menjaga agar kebijakan itu berjalan sesuai

aturan yang berlaku. “Sebelumnya, kita sempat berkomunikasi dengan pihak BPJS. Setelah kita lakukan dialog, pihak BPJS meminta dipulangkan. Ya terpaksa kita pulangkan mereka itu. Selanjutnya, kita minta mereka mencari surat rujukan online. Di sini asalkan pasien itu membawa persayaratan lengkap, ya kita layani. Kalau tidak bawa surat rujukan online, maka kita anjurkan mereka mencai rujukan online dulu. Karena kita tidak bisa semau gue, melainkan terikat pada aturan yang telah ditetapkan itu,’’ katanya. Hanya, lanjut Dedy Artho, jika memang pasien emergency, maka pihaknya tetap akan memberikan prioritas agar mereka masuk ruang UGD. “Jika emergency, kita tetap layani dengan baik,” tegasnya. (eka)

Bali Post/kmb41

KELILING DESA - Warga Desa Pakraman Yeh Poh, Manggis, Karangasem saat mengarak pajegan dan sumbu serangkaian ritual aci ngusaba agung dengan ritual mengelilingi desa.


KLUNGKUNG

12

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

Digerebek, TKA Asal Tiongkok Membisu Awalnya Dikira Tak Kantongi IMTA

Bali Post/gik

RUSAK BERAT - Akses jalan Gunung Merapi, Semarapura Kelod Kangin, sudah lama rusak berat. Penyebabnya, karena akses jalan ini tak kuat menahan ratusan truk galian C bermuatan penuh melintas tiap hari. Kondisi demikian menjadi keluhan warga sekitar, Kamis (25/10) kemarin. Sebab, tidak hanya rusak berat, akses jalan ini juga berdebu.

Dispar Fokus Tata Delapan Destinasi Wisata Baru di Nusa Penida

Semarapura (Bali Post) Penyelenggaraan Festival Nusa Penida sangat berdampak terhadap pandangan wisatawan, terutama masalah pariwisata. Kini, bermunculan destinasi baru yang memiliki potensi untuk dikembangkan guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Dinas Pariwisata pun kini fokus untuk melakukan penataan agar objek wisata tersebut terlihat lebih bagus. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta, Kamis (25/10) kemarin, mengatakan pihaknya sudah melakukan perencanaan penataan dan pengembangan soal itu. Sayangnya, tahun ini tidak bisa dianggarkan, sehingga proses perencanaan ini dianggarkan pada APBD Induk tahun 2019. Ada delapan destinasi baru yang menjadi fokus penataan tersebut.

Di antaranya Bukit Sekartaji (Teletubies) di Desa Tanglad, Pantai Atuh, Desa Pejukutan, Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Pasih Uug, Desa Bunga Mekar, dan Pantai Suehan di Desa Tanglad. Sementara tiga destinasi lainnya yakni Tirta Arum, Desa Pakraman Tegal Wangi, Nyalian, Banjarangkan, Tirta Dwijendra, Semarapura Kangin dan Tirta Dedari, Desa Getakan, Banjarangkan. “Perencanaan kita susun dulu untuk mengetahui kebutuhan anggaran yang diperlukan setiap objek itu berapa. Dengan demikian memudahkan kita untuk mengusulkan ke pusat,” katanya. Perencanaan setiap destinasi direncanakan menghabiskan anggaran Rp Bali Post/gik 50 juta. DenNengah Sukasta gan perenca-

naan matang akan membuka peluang lebih besar merebut anggaran dari pemerintah pusat. Sebab, di pusat, menurutnya ada banyak celah yang bisa dimanfaatkan. Maka daerah perlu kesiapan lahan, tenaga kerja dan kebutuhan dasar lainnya. “Kita siapkan perencanaan, sedangkan untuk penataannya kita serahkan nanti kepada pusat,” tegasnya. Dia yakin pusat akan sangat merespons. Sebab, tahun depan tantangan Kementerian Pariwisata RI cukup berat. Pusat mematok target tahun 2019 bisa mendatangkan 20 juta wisatawan ke Indonesia. Sementara Bali ditarget bisa memenuhi 20 persen dari target pusat itu. Untuk itu, menurutnya, pusat sangat berkepentingan terhadap Bali dan destinasi baru yang bisa menarik minat wisatawan agar mampu memenuhi target tersebut.

Penataan akan lebih banyak dilakukan pada penambahan fasilitas umum, seperti akses jalan, toilet, gazebo, lampu lalu lintas, spot selfie, tempat parkir, taman, hingga warungwarung kecil penunjang kebutuhan wisatawan di tempat tersebut. Seperti di Tirta Dwijendra di Semarapura Kangin, akses jalan utama dari Kali Unda/ Pura Ulunsui menuju objek Tirta Dwijendra dengan lebar minimal 5 meter. Penataan pinggiran kalinya atau bantaran Kali Unda dengan bronjong lengkap dengan lintasan jogging track. Akses jalan dari barat menuju objeknya, penataan pertamanan, dan kelengkapan lainnya seperti di atas. Ke d e p a n, y a ng p e rl u dipikirkan adalah sistem kontribusi yang masuk ke pemerintah daerah. Seperti nanti pengelolaannya, apakah langsung dikelola desa atau langsung oleh pemerintah daerah. Sebab, tren yang terbangun sekarang adalah bagaimana mendorong desa mau mengelola potensinya sendiri. (kmb31)

Program TOSS Perlu Tambahan Mesin Semarapura (Bali Post) Program Tempat Olahan Sampah Sementara (TOSS) menjawab permasalahan sampah di setiap desa di Klungkung. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, mesinnya masih belum mampu mengolah seluruh produksi sampahnya. Seperti TOSS di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, kapasitas mesin pencacah dan mesin peletnya belum mampu mengolah volume sampah yang begitu besar, mencapai tiga ton per hari. Sejak beroperasi Januari lalu, TOSS Werdhi Guna Gunaksa yang sebagai percontohan sudah berjalan cukup baik. Namun karena kapasitas mesin yang kecil, sampah warga setempat belum bisa dikelola semuanya. Kaur Pembangunan Gunaksa Putu Gede Aryadana, Kamis (25/10) kemarin, mengatakan

dari total produksi sampah tiga ton per hari, satu mesin pencacah dan pelet kapasitas kecil hanya mampu memproduksi sampah yang menghasilkan 95 kg dalam bentuk pelet. “Tiga ton sampah, setelah dipiyung kira-kira jadi satu ton. Setelah diproses di mesin pencacah dan mesin pelet, hanya 500 ton yang bisa diproses. Mesin ini sehari hanya mampu memproduksi pelet 95 kg. Sisa sampahnya pasti menumpuk, sehingga dioper ke tempat mesin pencacah lain seperti di Lepang. Belum lagi sampah baru datang,” kata Aryadana. Untuk menyeimbangkan proses produksi pelet dengan total sampah masyarakat, menurutnya, diperlukan mesin pencacah dan mesin pelet berkapasitas besar. Sementara kalau nambah mesin baru, maka harus menambah pula tenaga kerja. Sedangkan

di mana mencari alat serupa dengan kapasitas yang lebih besar, belum ada yang tahu. “Karena ini program CSR, kami ingin ajukan lagi penambahan mesinnya. Kalau pengajuan ke pemerintah daerah, kami hanya meminta dibantu truk angkut sampah. Sebab, pemerintah daerah saja pusing, kalau dimintai mesinnya,” tegasnya. Karena mesin terbatas, dia mengaku sempat kesulitan menuntaskan pengelolaan. Bahkan, dulu akhirnya sisa sampahnya sempat dibakar hingga mendapat protes warga. Terlebih, saat itu sampahnya banyak residunya, seperti berupa tulang, kayu-kayu besar yang tidak mungkin dikelola oleh mesin pencacah. Sehingga, dia mengakui masih saja ada sampah yang menumpuk. Pengiriman hasil peletnya ke pihak PT Indonesia Power baru dilakukan setelah ada

sesuai pesanan sebanyak lima ton. Saat ini, katanya, baru ada tiga ton dalam dua bulan terakhir. Hasil olahan menjadi pelet dijual seharga Rp 300 kepada pihak PT Indonesia Power. Pelet ini biasanya digunakan sebagai bahan baku oleh perusahaan tersebut. Sejauh ini, meski terjadi kendala kapasitas mesin kecil, TOSS Merdhi Guna Gunaksa tetap berjalan seperti biasa. Di lokasi, nampak belasan tenaga kerja melakukan proses piyungisasi dengan cairan bioaktivator. Setiap tiga keranjang diisi dengan empat liter bioaktivator yang dicampur air. “Ini mesin peletnya baru kita perbaiki karena sempat rusak. Dengan jumlah sampah sebanyak ini, memang perlu tambahan mesin lagi, dengan kapasitas yang lebih besar,” kata petugas setempat, Komang Mudastra. (kmb31)

TOSS - Para petugas di TOSS saat mengangkut sampah yang sudah dicacah.

Bali Post/gik

Semarapura (Bali Post) Distributor es krim, di Jalan Rama, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kamis (25/10) kemarin, mendadak ramai. Pasalnya petugas pecalang setempat, Satpol PP Klungkung dan pihak kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi tersebut. Penggerebekan dilakukan lantaran adanya informasi kalau di tempat itu ada tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok bekerja tanpa mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Namun setelah ditelusuri, pihak perusahaan akhirnya bisa menunjukkan IMTA yang bersangkutan setelah Manajer HRD Aice Bali datang ke lokasi. Berdasarkan informasi di lokasi, sebelumnya petugas menerima informasi kalau ada TKA ilegal di sana. Menerima informasi itu, petugas pecalang setempat bersama Satpol PP langsung mendatangi lokasi itu untuk memastikan kebenarannya. Tiba di TKP, memang ada TKA yang bekerja di sana. Saat ditanya, TKA ini hanya diam saja. Bahkan juga membisu ketika diajak komunikasi berbahasa Inggris bahasa asal negaranya, Tiongkok. Kondisi itu membuat situasi sempat memanas. Sebab, TKA itu tidak bicara satu pun kepada petugas, hanya senyum-senyum saja.

Ketua Pecalang Jero Kuta Putu Yudhi Pasek Kusuma mengatakan dia bersama teman-teman lainnya datang ke tempat itu setelah mendapat laporan warga. Bahwa ada TKA bekerja tanpa izin di tempat itu. Bahkan dikabarkan sudah berbulan-bulan mengajak teman wanita dalam satu rumah. “Kami sempat jengkel. Soalnya orang ini terkesan tak kooperatif. Semestinya TKA legal paling tidak bisa Bahasa Inggris. Makanya curiga kalau TKA tak punya izin. Lalu saya hubungi Satpol PP,” katanya. Setelah ditelusuri, ternyata pecalang berhasil menemukan sedikit identitas jelasnya melalui fotokopi paspornya. Di sana tertera nama Pei Weidong. Selama bertugas di Klungkung, Pei Weidong kos di wilayah Desa Kamasan bersama seorang teman perempuannya asal Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem. Mereka tidak melapor diri di wilayah tempat tinggalnya, sebagaimana pengakuan teman wanitanya itu. Ini yang membuat pecalang semakin kesal. Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Pendataan dan Deteksi Dini Satpol PP Klungkung Ni Ketut Mustiari. Ia menegaskan seharusnya mereka melaporkan diri secara baik-baik, sehingga tak terjadi peristiwa seperti sekarang. Tidak hanya

Satpol PP, jajaran kepolisian pun akhirnya juga datang ke lokasi. Sejumlah petugas berupaya berkomunikasi. Tetapi juga mentok, karena TKA ini hanya senyum-senyum saja. Tidak berupaya menjawab atau berniat baik, misalnya meminta teman wanitanya itu untuk menjelaskan identitas dirinya. Setelah situasi sedikit memanas, belakangan datang juga Manajer HRD Aice Baliperusahaan distributor es krim yakni I Made Dwipayudha. Kepada sejumlah petugas, dia menjelaskan status warga Tiongkok yang sekitar enam bulan bertugas di Klungkung itu. Dia menegaskan karyawannya itu sejatinya sudah mengantongi IMTA. Hanya, dia tidak membawanya saat itu, sehingga tak bisa menunjukkannya. Guna meyakinkan petugas, dia memperlihatkan potret IMTA itu di HP-nya. Saat itu, suasana kemudian langsung mencair. Setelah sempat melakukan negosiasi, akhirnya Pei Weidong yang merupakan manajer area di sana, untuk sementara diajak ke Denpasar. Mengenai gelagatnya seperti itu, dia menegaskan memang pembawaannya demikian. Sejatinya dia bisa bicara, tetapi hanya menggunakan bahasa dari tanah kelahirannya saja. (kmb31)

Bali Post/gik

DIDATANGI - Pria asal Tiongkok Pei Weidong (duduk) bersama teman wanitanya saat didatangi petugas Satpol PP, pecalang dan polisi di kantor distributor es krim, Jalan Rama, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kamis (25/10) kemarin.

Dinas PU Siapkan Sertifikasi Tenaga Kontraktor

Semarapura (Bali Post) Banyaknya kecelakaan kerja, membuat pemerintah pusat menerbitkan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Salah satu poin yang diamanatkan adalah seluruh tenaga kerja jasa konstruksi atau tenaga kerja kontraktor harus tersertifikasi. Sejalan dengan itu, Dinas PU Klungkung kini sedang menyiapkan penyelenggaraan sertifikasi itu, melibatkan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Kasi Bintek dan Jasa Konstruksi Dinas PU Klungkung Ida Bagus Mahesnawa, Kamis (25/10) kemarin, mengatakan proses sertifikasi ini rencananya akan digelar November mendatang. Prosesnya akan menggunakan sistem kelas (job training). “Prosesnya sebenarnya ada tiga sistem, yakni training, job training, dan MTU (Model Training Unit). Kita pakai yang kedua saja. Dengan target peserta seratus orang,” katanya seraya menegaskan, proses sertifikasi ini untuk menekan kecelakaan kerja hingga menimbulkan korban jiwa, akibat ketidakpahaman cara bekerja dalam bidang jasa konstruksi. Menurutnya, pemerintah sebagai penyelenggara pengawasan jasa konstruksi, proses sertifikasi ini amat penting, agar setiap tenaga tukang maupun buruh lainnya, dapat terlibat dalam jasa konstruksi. Bahkan, ini mesti ada di setiap desa, karena alokasi dana desa di setiap desa belakangan semakin tinggi. Setelah mengisi form pendaftaran, para tenaga tukang dan buruh langsung menjalani proses testing oleh Asesor dari LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa konstruksi). Bentuk testingnya, mereka praktik berbagai aspek bertukangan. Sehingga, sertifikat yang dikeluarkan nanti pun sesuai dengan keahliannya. “Sertifikatnya tidak satu jenis. Ada banyak jenis. Jadi, setiap aspek keahlian jasa konstruksi itu ada banyak jenisnya,” jelasnya. Nantinya sertifikat ini layaknya SIM dalam dunia berkendaraan. Jadi, kalau tidak mengantongi sertifikat keahlian, para tukang dan buruh jasa konstruksi tidak diperbolehkan bekerja di proyek. Bahkan, jika dipaksa-

kan sanksi bisa diterima baik pengguna jasa (pemerintah daerah) maupun penyedia jasa (kontraktor). Tahun ini sifatnya baru sosialisasi, sehingga proses sertifikasi ini didorong terselenggara tahun ini, untuk persiapan menghadapi pemberlakuan aturan baru ini tahun depan Model sertifikatnya nanti ada dua jenis. Bagi yang tidak sekolah, lulusan SD, SMP hingga lulusan SMA, setelah lulus sertifikasi akan memperoleh SKT (Sertifikat Keterampilan). Sementara bagi tenaga yang sudah sarjana, akan mendapat SKA (Sertifikat Keahlian). Ida Bagus Mahesnawa menegaskan, untuk SKA itu prosesnya bisa didapat di provinsi, karena di kabupaten hanya mengurus SKT. Ini akan menjadi upaya standarisasi buruh hingga ke tingkat desa. “Karena sudah

lewat batas penyelenggaraan pada Oktober, kami harus anggarkan lagi dalam APBD. Padahal, kalau diselenggaran pada batas akhir Oktober, penyelenggaraannya gratis, dibiayai pusat,” katanya. Nantinya, setiap desa juga akan melakukan proses serupa. Bahkan, dia mengaku sudah mendengar kalau desa sudah menerima surat edaran untuk melakukan proses sertifikasi ini juga, melalui dana desa. Sebab, pengerjaan proyek fisik juga banyak di desa, seiring semakin besarnya alokasi dana desa untuk pembangunan Infrakstruktur. Upaya standarisasi ini untuk menekan adanya kecelakaan kerja di lapangan, akibat bekerja tak terampil. Ini pula upaya mencegah banyaknya pemanfaatan anak-anak menjadi pekerja kasar. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692

B.BP.004.10.18.0000864

Butuh Cepat Staff Admin Bahasa Inggris, Computer Hub.768041

B.BP.001.10.18.0001069

Cari Karyawati Produksi Saraswati Papers, Pd. Luwih 93 081236060099

B.BP.001.10.18.0001011

Cari Tukang Masak,Penjaga Warung,Wanita,Tidur dalam Hub:0858 5724 4595

B.BP.031.10.18.0001055

Cr Spa Therapist Utk Org Asing Gaji Bsr,Bpglmn.HP:08123972084

B.BP.001.10.18.0000948

Dbthkn Staff Purchasing Pria, Umur Max .25 &Sopir.CV ke Jl.Gatsu I/XVII No.12 Dps

B.BP.001.10.18.0001068

Dcr Admin, Sopir, Sales Tk.Bangunan, Hub:08123676218

B.BP.004.10.18.0001018

Dcr Cleaning Service u/Rmh tinggl,Gj.2jt/bln 087862270491

B.BP.004.10.18.0001027

Dcr Sgr Therapist Spa Wnt di Canggu,Pengalmn/Tdk,Gaji+Bonus Mnrik,081239621123 Massaji Spa

B.BP.001.10.18.0000904

Dcr Sopir Ambulan u/Klinik di Legian,Max. 40Thn T.761443

B.BP.154.10.18.0001063

Dcr Supir, Min SMA, Pglm 2Thn Dcr OB Ktr, Pglm, 085829145389 B.BP.004.10.18.0000960

Dicari Sopir SIM A / B1 (Jasa Dekorasi) Hub.081337374747 B.BP.001.10.18.0000898

Ymh Bisma Dicr:1.Sopir SIM B1 2.SMA/D3/S1 Ek Hub.T.Umar 142 Dps

B.BP.001.10.18.0001000

Dcr:Pembantu RT(wanita)tinggal dalam, utk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt. SMS:0816571027

B.BP.004.10.18.0001031

Dibthkan Sales Engineer,Admin Teknisi AC,WA:081808251133 Email:hrd@microchem.co.id

B.BP.004.10.18.0001026

Dibutuhkan Segera Tukang Jahit & Tukang Pola Hub.08113933392

B.BP.004.10.18.0000959

Dicari 3 Karyawati Gaji 2,1Jt/ Bulan.Hubungi:Jl Arjuna 49 Dps B.BP.001.10.18.0001045

Dicari Marketing/Administrasi Pria/Wanita Penampilan Menarik Hub:(0361)262167,4747562 Tatia

B.BP.001.10.18.0001046

Dicari Office Boy.Lamaran ke PT.Ultranindo Sedayu Jl. Teuku Umar 288X.Telp:8476144/8447020

B.BP.001.10.18.0000891

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)

B.BP.001.10.18.0000900

Dicari Staf Admin,Gudang,Kurir Max 35th,Gj 2,5-5Jt,Bawa CV Ke Jl.Raya Uluwatu, Jimbaran Arcade 081360793789 Lisa

B.BP.001.10.18.0000732

Dicari Tukang Masak(Indonesian Chinese,European).BawangMerah Restaurant Jimbaran Bay,Pantai Kelan Tlp 0361-770210 / Bawa CV ke Restoran atau Email ke info@bawangmerahrestaurant.com

Dcr:Pmbantu Masak u/Rmh Mkn di Legian ada Tip+Gaji,0818553392

B.BP.001.10.18.0001022

Dicari FO,HK,Buttler.Puri Asih Hotel. Jl.Pantai Kuta No.40 B.BP.001.10.18.0000826

G.04

Dicari-Assist-Produksi+Packing Wnt,bisa Cmptr-Exel,Gaji-Bagus Krobokan-Br Anyar-08174716179

B.BP.004.10.18.0000911

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

B.BP.001.10.18.0000722

Hairstylist u/Org Asing bs English,Gj Bsr,Bs smu.08123972084

B.BP.001.10.18.0000950

G.02

Looking for:Head Butler(Strong Leadership) & Marketing(Social Media + Online Marketing Skilled) Both Good Spoken + Written English & Computer E:bali_villa8@yahoo.com Tlp.0811385656

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.05

DIJUAL MOBIL TOYOTA

B.BP.004.10.18.0001062

*Vellfire 2.4 th 2014 KM 47Rb *Toy.Nav1 th 2016,KM17Rb Putih *Hun.464168, 081999315168

Operator Mesin utk Percetakan Laki2.Hub:Diponegoro 51/228872 B.BP.001.10.18.0001049

B.BP.001.10.18.0001066

Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818

Dijual Kijang LGX’97 Hrg. 60Jt Warna Hitam.Hub:081338643548 B.BP.001.10.18.0001050

G.07

SPG-Wanted-Female-Canggu-Area must Speak Good English Only Batu-Bolong-HP/WA-08174716179

DIJUAL RUMAH !!!081558041018 Djl Murah Rmh Mnmlis,S.Huni diTohpati Siulan

G.03

RUPA-RUPA

DISEWAKAN RUMAH

PENGUMUMAN

Dkntrkn Rmh Jl.Pulau Misol IX No.10 Dps Hub:081238357378

B.BP.001.10.18.0001052

DIJUAL TANAH Djl Tanah 3A 2A di Dalung 2A 3A diBuduk Hub.082147454248

B.BP.001.10.18.0001071

!Tnh Pinggir Pantai Echo Beach 3A 5A Akomodasi 081338977777

B.BP.001.10.18.0000863

Djl Tanah di Batuyang 2,6Ha,5A TukadBadungXXIX,081338318351

B.BP.001.10.18.0001047

Djl Tnh 3,5A Lok.Pasar Anyar Sari Ubung Kaja.Tl:0361-231573

B.BP.001.10.18.0001051

Tnh Kvling Jl.Bypas Gg.Merpati Pesanggaran H.085100888379

B.BP.004.10.18.0001064

Tnh 1,5A TmbkKlng Jl.Gelogor Carik Gg.KangguruNo2/085101818655 B.BP.154.10.18.0001074

DIJUAL RUKO BU Cepat Sewa/Jual Cash/KPR Rko2Lt SHM 103m2 Tepi Jl CokroaminotoH.087856227779NegoCpt

B.BP.033.10.18.0001056

DIJUAL VILLA Jual Villa di Center Kota Banyuwangi,7 menit ke Pantai, Hub:082237670250/081239579291

B.BP.004.10.18.0001060

KEHILANGAN Hlg SHM No.1870 An.Ir. HM Lutfi Mali,Sertifikat Hak Tanggungan No.3023/1996 An.PT Bank Papan Sejahtera & Surat Roya

B.BP.001.10.18.0000944

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.10.18.0000559

Ecomm.Trade Membrikn keuntungn psti prhri 2% non stop (1800hr tanpa bekerja) modal mulai 10$ Hub:0812-7969-673

B.BP.803.10.18.0001009

BIRO JASA Siap Bnt Pajak SPT Tahunan&Bln IMB,NPWP SIUP, 081338344155 B.BP.001.10.18.0000120

PENGUMUMAN

B.BP.166.10.18.0000384

B.BP.001.10.18.0001072

Rest di Sanur Cr Cook,Waiter, Waitress.Dharsana:08123614559

Rmh Mungil LT180,LB 4Are di Jl Ciung Wenara V/5 Renon(Selatan Bajrasandi), Hub:087839410497

HlgBPKBSpmDK5227MLNoBPKB 81328114-O AN AnakAgung Ngurah Kamar Ds.Kusamba Klungkung

B.BP.001.10.18.0000887

B.BP.165.10.18.0001057

B.BP.166.10.18.0001073

SERVICE

BENGKEL LAS

B.BP.004.10.18.0000871

Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818

G.06

B.BP.001.10.18.0001013

Rmh 5unt S.Huni&Tnh Dalung Permai 081933091064,08123831288

RUPA-RUPA RUPA-RUPA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Pr Pmg Shm Tlh Stj&Trm Lap Ptg jwbn Likuidator Ats Pmbubaran PT.Bless Bali (dlm Likuidasi) ssuai Akta No.05 Tgl 04Okt2018 Dibuat Dihdpn Tinaliani MagdalenaRumbayan,SH,MKn,Notaris di Kab Badung&ProsesLikuidasi Srt Sgl Tndkn Pemberesan Tlh Slsai

B.BP.004.10.18.0000910

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

G.01

Dicari:Housekeeping & Waitress Casablanca Sanur,087755763368

B.BP.004.10.18.0001061

BIRO JASA

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

Informasi pasang iklan Telepon

SERVICE

DIJUAL RUMAH

KEHILANGAN Hlg BPKB DK 8262 WO,STNK a/n: Dewa Putu Armawa, 082144822212

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

Banyak Arsip Penting Disimpan Sembarangan

Bali Post/ina

ARSIP - Arsip dan dokumen penting yang disimpan di ruang terbuka di salah satu kantor di Pemkab Bangli.

Pengadaan ’’Boat’’ Tenaga Surya

Dishub Usulkan Anggaran Rp 1,5 Miliar Bangli (Bali Post) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli berencana melakukan pengadaan satu unit boat bertenaga surya (solar cell) untuk dioperasikan di Danau Batur. Untuk pengadaan boat tersebut, Dishub telah mengusulkan anggaran yang nilainya mencapai Rp 1,5 miliar. Kepala Dishub Kabupaten Bangli Gede Arta, Kamis (25/10) kemarin, mengatakan rencana pengadaan boat bertenaga surya ini muncul dari keinginan Bupati. Dalam rapat Forkompinda di Desa Wisata Kuning beberapa waktu lalu, Bupati Made Gianyar sempat menyampaikan keinginannya menyediakan satu unit boat tenaga surya untuk wisata di Danau Batur. Boat tersebut dirancang memiliki kapasitas lebih besar dari boat-boat yang selama ini beroperasi di Danau Batur yakni sekitar

20 sampai 25 tempat duduk. Untuk mewujudkan hal tersebut, Gede Arta sudah sempat mengusulkan pengadaan boat itu. Hanya, sejauh ini belum bisa direalisasikan. ‘’Belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Mungkin pertimbangannya karena masih ada kegiatan lain yang dinilai lebih prioritas,’’ ungkapnya. Lantaran belum bisa terealisasi tahun ini, pihaknya pun kembali mengusulkan pengadaan boat itu agar bisa direalisasikan di tahun 2019. Jika anggaran tersedia, pengadaan boat akan dikerjasamakan dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. ‘’ITS sudah siap membantu apabila Pemda sudah bisa menyiapkan anggaran. Kita rencanakan pengadaannya satu unit dulu untuk uji coba. Kalau bagus, nanti akan ditambah,’’ terangnya. Nantinya, boat tersebut tak

hanya dioperasikan untuk wisatawan namun juga masyarakat lokal. Disinggung mengenai rencana revitalisasi dan pembangunan dermaga, dia mengaku telah mengusulkannya agar bisa terealisasi tahun 2019. Total lima dermaga yang akan direvitalisasi yakni Dermaga Induk Kedisan, dermaga sandar di Desa Terunyan, di kuburan Terunyan, di Songan dan di Toya Bungkah. Khusus tahun 2019, pihaknya mengusulkan revitalisasi dermaga di Kedisan, Desa Terunyan dan Kuburan Terunyan, dengan anggaran Rp 7 miliar. Sementara dua sisanya diharapkan terealisasi tahun 2020. ‘’Kita inginnya wisatawan bisa bekeliling Danau Batur. Dengan itu, lebih banyak lagi masyarakat di kawasan Danau Batur yang bisa kecipratan pariwisata,’’ imbuh pejabat asal Desa Songan, Kintamani ini. (kmb40)

Bali Post/ina

DANAU - Dishub Bangli mengusulkan anggaran pengadaan boat tenaga surya yang rencananya dioperasikan di Danau Batur.

Dandim Dorong Penambahan Fasilitas di Air Terjun Krisik Bangli (Bali Post) Kehadiran objek wisata baru, air terjun Krisik di Desa Tembuku, Bangli mendapat perhatian dari Dandim 1626/ Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto. Bersama sejumlah anggotanya, Letkol Andy, Kamis (25/10) kemarin turun ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi objek wisata yang dikelola anggota subak di desa setempat. Kedatangan Letkol Andy disambut Danramil 03 Tembuku, Kades Tembuku, klian, dan anggota Subak Tembuku. Di sana, Letkol Andi meninjau secara langsung akses sekaligus menikmati keindahan air terjun Krisik. Pada kesempatan itu, pihaknya melaksanakan karya bakti khususnya aksi kebersihan di sekitar air terjun. Letkol Andy mengatakan, air terjun Krisik adalah potensi alam yang indah dan layak dikembangkan. Potensi ini perlu dikelola dan dipromosikan sehingga bisa melengkapai destinasi wisata yang ada di Bangli. Dia menilai, air terjun

Bali Post/ina

KEBERSIHAN - Warga bersama jajaran Kodim 1626/Bangli membersihkan kawasan air terjun Krisik. Krisik masih perlu sentuhan penataan dan pembenahaan serta penambahan fasilitas pendukung untuk menarik lebih banyak lagi minat wisatawan. Salah satu sarana yang perlu disediakan adalah tempat parkir. Dia juga berharap agar dalam penataan tempat ini tetap berlandaskan konsep Tri Hita Karana sehingga terjalin hubungan yang baik antara manusia dan alam sekitar serta dapat memberikan berkah bagi warga Tembuku.

Sementara itu, Perbekel Tembuku I Ketut Mudiasa sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk pengembangan potensi wisata air terjun Krisik. Menurutnya, penataan tidak mungkin bisa dilakukan masyarakat sendiri. Perlu adanya kolaborasi dengan komponen lainnya sehingga air terjun krisik bisa menjadi objek wisata yang tertata rapi serta representatif untuk dikunjungi wisatawan. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Kesadaran sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Bangli untuk menyimpan arsip dan dokumen penting dengan baik, masih cukup rendah. Ini terlihat dari banyaknya arsip penting yang disimpan di tempat yang tidak layak dan tanpa perawatan. Berdasarkan pantauan di beberapa kantor OPD di Bangli, arsip dan dokumen penting ini banyak yang disimpan di tempat yang terbuka. Kondisi ini berpotensi besar membuat arsip rusak lantaran terkena air hujan. Tak sedikit juga yang menyimpannya dengan diletakkan di lorong-lorong kantor. Ini tidak saja mempersempit akses jalan namun juga menimbulkan kesan kumuh. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bangli I Nyoman Sumantra, Kamis (25/10) kemarin, tak menampik kondisi itu. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari kelemahan yang harus dibenahi bersama. Dijelaskan Sumantra, arsip

merupakan bagian dari dokumen penting dari suatu lembaga. Karena itu, penyimpanan arsip harus dilakukan dengan benar. ‘’Arsip harus terselamatkan dan teramankan, sebab arsip tersebut menjadi sumber maupun bukti hukum ketika dalam suatu lembaga memiliki persoalan hukum,’’ ujarnya. Dengan kondisi belum rapinya penyimpanan arsip di Bangli, pihaknya telah membuat program pembinaan kearsipan. Dalam penerapannya, program ini membutuhkan komitmen dari masing-masing kepala OPD untuk menghargai sebuah arsip. Tak hanya itu, untuk menata arsip di masing-masing OPD, Bupati juga telah mengeluarkan SK penetapan 27 orang tenaga arsiparis. ‘’Ini harapan kita untuk perlahan melakukan penataan kearsipan di masing-masing lembaga,’’ jelasnya. Pejabat asal Desa Siakin, Kintamani itu mengatakan, untuk menyelamatkan arsiparsip penting, perlu adanya sebuah tempat penyimpanan

khusus yang disebut depo arsip. Bangli sudah punya tempat penyimpanan arsip, namun tempatnya masih sangat terbatas dan kurang representatif. Untuk pengadaan depo arsip, pihaknya sudah sempat mengusulkannya. Bangunan yang diusulkan menjadi depo arsip yakni di sebelah timur kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini. ‘’Kalau disetujui, arsip di masing-masing OPD yang telah berusia 10 tahun wajib diserahkan pada kami di lembaga kearsipan untuk diakuisisi nilai gunanya. Kalau sudah tidak memiliki nilai guna, bisa kami hapuskan,’’ bebernya. Selain depo arsip, lanjut Sumantra, penyimpanan arsip juga perlu dilakukan dengan cara elektonisasi. Tujuannya untuk menghindari kerusakan akibat basah maupun faktor perusak lainnya. Namun untuk melakukan elektronisasi arsip, dibutuhkan peralatan berupa scanner yang harganya cukup mahal mencapai ratusan juta rupiah. (kmb40)

Harga Manggis Tinggi, Petani Sumringah Bangli (Bali Post) -

Harga buah manggis di musim panen kali ini cukup menggembirakan petani. Per kilogramnya, buah berkulit hitam ini laku dijual Rp 22 ribu hingga Rp 25 ribu. Tingginya harga manggis kemungkinan dipengaruhi tingginya permintaan dari luar negeri. Salah satu petani manggis di Bangli, Eka Putra, Kamis (25/10) kemarin mengungkapkan, pada musim panen kali ini harga buah manggis tergolong bagus. Ini menurutnya sangat jarang terjadi. Menurutnya, manggis merupakan tanaman yang berbuah setahun sekali. Jika ukuran pohon besar dan dahannya rindang, buah manggis yang bisa dipanen bisa mencapai 200 sampai 500 buah per

pohon. Lantaran tingginya permintaan manggis, banyak pedagang yang membeli manggis langsung di petani. Eka menyebutkan, dari tujuh pohon yang dimilikinya, semua buahnya sudah laku terjual. Tingginya harga manggis kali ini juga diakui Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan

Sukartana. Dia mengatakan, naiknya harga terjadi sejak dua pekan terakhir. Sejumlah faktor menjadi penyebab tingginya harga manggis. Faktor dimaksud seperti meningkatnya tren penggunaan buah lokal di Bali serta tingginya permintaan buah manggis dari luar negeri. Selama ini, buah manggis telah menjadi salah satu komoditas ekspor. Soal pengembangan mang-

gis di Bangli, Sukartana menyebutkan, selama ini belum ada yang dilakukan warga secara khusus dalam satu lahan. Rata-rata masyarakat memiliki pohon manggis antara 5 hingga 10 pohon. Sukartana menambahkan, Dinas PKP Bangli pernah melakukan pengembangan manggis pada tahun 2015 lalu seluas 5 hektar. Lokasi pengembangan yakni Kecamatan Tembuku, Susut dan kecamatan lainnya. ‘’Untuk tahun 2019, kami tetap melakukan pengembangan sesuai potensi wilayah masing-masing,’’ kata Sukartana. (kmb40)

Dinas Pengendalian Penduduk

Kadis Dijabat Plt., Sekretaris Masih Kosong Bangli (Bali Post) – Cukup banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bangli yang tidak mempunyai pimpinan definitif. Salah satunya Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli. Parahnya, sudah tak punya kepala dinas (kadis), posisi sekretaris di instansi yang beralamat di Jalan Brigjen Ngurah Rai ini juga kosong. Informasi yang dihimpun Kamis (25/10) kemarin, kekosongan posisi kadis sudah terjadi sejak tahun 2017. Kosongnya posisi kadis disebabkan karena ditinggal pensiun oleh pejabat sebelumnya. Saat ini, posisi kadis diisi oleh Plt. Kadis. Selain kadis, posisi jabatan di OPD tersebut yang kosong yakni sekretaris, kasubag keuangan, kasubag perencanaan, kepala UPTD KB Kecamatan Susut, dan dua kepala seksi. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, kekosongan posisi pimpinan

dan beberapa posisi lainnya cukup membebani pegawai lainnya di dinas setempat. Beban pekerjaan yang mereka ambil menjadi lebih banyak dari seharusnya. Di samping itu, kekosongan sejumlah jabatan penting di sana juga berpengaruh terhadap lambatnya pelaksanaan kegiatan. Karena tidak ada kadis dan sekretaris definitif, hal strategis tidak bisa diputuskan dengan cepat. ‘’Contohnya, kalau ada surat, disposisinya menjadi lama,’’ terangnya. Banyaknya jabatan lowong di hampir seluruh OPD kembali mendapat sorotan wakil rakyat. Anggota DPRD Bangli Made Sudiasa mengaku sudah sering mendengar keluhan semacam itu dari ASN. Permasalahan itu pun sudah berkali-kali disampaikan ke Bupati Bangli. ‘’Bapak Bupati sudah pernah berkali-kali menyatakan akan secepatnya mengisi kekosongan tersebut. Tapi sampai detik ini juga tidak ada realisasi untuk mengisi kekosongan yang terjadi di OPD. Kami sudah bosan un-

Bali Post/ina

DINAS - Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli. tuk mengulang lagi memohon kepada Bupati mengenai pengisian jabatan ini,’’ terangnya. Politisi Demokrat ini pun mengaku tak mengerti dengan teori manajemen organisasi yang dipakai Bupati dalam mengelola pemerintahan di Bangli. Menurutnya, untuk kelancaran roda pemerintahan di Bangli, yang semestinya dilakukan Bupati adalah melengkapi struktur

organisasi yang masih lowong dan mengisinya dengan orang-orang yang tepat dan sesuai dengan keahlian. ‘’Kesimpulan kami adalah memang Bupati tidak ada keinginan untuk mengisi kekosongan jabatan di OPD. Apa alasannya, tanya Bupati saja yang tahu ini. Kami hanya bisa beri saran dan usulan ke Bupati, kewenangan seluruhnya Bupati,’’ kata Sudiasa. (kmb40)


15

Jumat Wage, 26 Oktober 2018

PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. SD Saraswati 1 Denpasar SMP Sila Dharma I Dewa Putu Suyadnya Asem Bagus, Denpasar Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp

9.276.000 1.180.000 500.000 200.000

Rp 11.156.000 Rp 475.719.848 Rp 486.875.848 $ 2.500

Idrus Marham Minta 30 Mobil Jenazah Jakarta (Bali Post) -

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengungkapkan bahwa mantan Menteri Sosial Idrus Marham berniat untuk mendapatkan 30 mobil jenazah. Hal itu terungkap dalam percakapan telepon antara Sofyan Basir dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih pada 2 Juli 2017 yang diputar jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (25/10) kemarin. ‘’Pada detik ke-46 dan 44 Eni mengatakan ‘penting juga buat bang Idrus kita’ maksudnya apa?’’ tanya JPU KPK Ronal Worotikan. ‘’Itu mungkin kaitan dengan mobil-mobil yang banyak itu untuk masjid. Dia (Idrus) minta awalnya dari Bu Eni, minta 30 unit mobil jenazah untuk masjid karena banyak daerah yang harus dibagikan, itu yang diminta untuk bicara dengan Pak Kotjo tapi mungkin,’’ jawab Sofyan. Sofyan bersaksi untuk pemegang saham Blakgold Natural Resources Ltd. Johanes Budisutrisno Kotjo yang didakwa memberikan hadiah atau janji kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar (saat itu) Idrus Marham senilai Rp 4,75 miliar terkait pengurusan proyek Indepen-

dent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU MT RIAU-1). ‘’Lalu Eni mengatakan ‘jadi saya perlu ketemu Pak Sofyan sendiri baru setelah itu saya ajak Pak Kotjo’ itu maksudnya apa?’’ tanya jaksa Ronald. ‘’Kalau bicara dengan Pak Idrus, ya Pak Idrus minta untuk mobil jenazah, mungkin ke arah situ,’’ jawab Sofyan. ‘’Minta 30 mobil ke saksi atau Pak Kotjo?’’ tanya jaksa. ‘’Mungkin ke Pak Kotjo, saya terakhir bicara dengan Pak Idrus terakhir pak kalau bisa lewat CSR (corporate social responsibility) saja, kirim surat supaya kita bisa kasih karena kalau kasih langsung tidak mungkin tapi dari perusahaan

bisa kasih lewat dana bantuan sosial CSR,’’ jelas Sofyan. Sofyan mengaku bahwa Eni-lah yang kerap mengatur pertemuan Kotjo dengan dirinya, tetapi Sofyan tidak tahu apa yang didapat Eni dari jasanya menghubungkan Sofyan dan Kotjo tersebut. ‘’Saya tidak tahu Bu Eni dapat apa karena berkawan baik saja dengan Pak Kotjo,’’ kata Sofyan. Sofyan juga membantah menerima keuntungan dari perannya tersebut. ‘’Beliau-beliau tahu kami, saya selalu bicara penting utamakan PLN, saya selalu bicara itu tapi kami tidak diarahkan atau berencana atau untuk diarahkan mengenai fee. Saya akan tolak kalau ada fee itu,’’ tambah Sofyan. (ant)

SUMBANGAN - SD Saraswati 1 Denpasar menyerahkan titipan sumbangan sebesar Rp 9.276.000 untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Sumbangan diserahkan Kepala Sekolah Ni Made Kuaci Sukerti, S.Pd. didampingi Wakasek Kurikulum Dra. Ni Ketut Sumawati dan perwakilan siswa SD 1 Saraswati Denpasar, Kamis (25/10) kemarin.

PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

Dewa Ayu Nyoman Ribet Gerakan Koperasi Kabupaten Gianyar Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp 500.000 Pakaian baru dan pakaian layak pakai Rp 500.000 Rp 631.666.377 Rp 632.166.377

Bali Post/ant

DIDEPORTASI - Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang dideportasi pemerintah Malaysia berbaris saat tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis (25/10) kemarin. Terhitung dari Januari hingga Oktober 2018, pemerintah Malaysia mendeportasi 1.904 PMI melalui PLBN Entikong, Kalbar karena tidak memiliki paspor dan izin kerja legal.

Transfer Uang

Merasa Dirugikan Karena turis Cina yang datang ke Bali dan diarahkan berbelanja ke toko Cina tersebut juga merasa dirugikan. Usaha ilegal yang terjadi ini juga terjadi akibat dari Bali over supply kamar. Wakil Konjen Tiongkok Chen Wei mengatakan, sejak tahun 2013, Tiongkok telah mengeluarkan aturan tentang pariwisata dan pasal–pasalnya sudah menentukan berbagai ketentuan. Dalam aturan pariwisata Cina dengan

jelas menetapkan pengusaha atau travel agent tidak boleh menipu, memeras tamu atau turis. ‘’Jika melanggar akan dicabut izin usahanya dan pemerintah Tiongkok yang akan menghukum dengan mencabut izin atau dipenjara,’’ tegasnya. Dalam aturan tersebut ada pasal yang menyebutkan dengan jelas, pengusaha atau agen turis tidak boleh menipu turis dengan harga yang murah, di bawah cost, memaksa mereka berbelanja, mengambil komisi dalam pembelanjaan tamu. ‘’Kalau

ditemukan pelanggaran akan dicabut izin usah anya,’’ ujarnya. Dalam pasal 98 disebutkan jika ditemukan oleh pemerintah Tiongkok dan instansi pemerintah, maka pengusaha pariwisata itu akan dihukum atau dicabut izinnya, dipenjara atau segalanya. ‘’Ini sudah ditentukan dengan peraturan yang tegas,’’ imbuhnya. Turis Tiongkok yang datang pun merasa tertipu karena dipaksa belanja dan tidak akan bisa berkunjung ke objek wisata yang diinginkan. ‘’Mereka juga benci sekali. Kami tidak

Uang Besar “Toh, semua anggota DPRD sudah dipilih langsung oleh rakyat,’’ kata politisi Golkar ini. Mahyudin mengaku gerah dengan kondisi pilkada langsung saat ini di mana tiap calon kepala daerah harus mengeluarkan uang besar, sehingga memaksa para calon merekrut pengusaha atau pemodal sebagai sponsor untuk membiayai. Namun, modal dari sponsor tersebut tidak cuma-cuma. Ujung-ujungnya, biaya pilkada dari sponsor tersebut berupa utang yang harus dikembalikan dalam bentuk uang lagi atau dalam bentuk pemberian proyek-proyek dari calon kepala

daerah terpilih. ‘’Kasus Gubernur Jambi Zumi Zola, juga Bupati Malang Rendra Kresna, begitu jadi, terpilih, anak buahnya disuruh ngumpulin duit. Ternyata buat nyicil utang kampanye. Kalau sistem seperti ini, akhirnya tiap kepala daerah terpilih enggak pernah bekerja memperbaiki bangsa ini,’’ ujarnya. Pakar hukum tata negara Refly Harun mengakui dampak negatif dari sistem demokrasi pilkada langsung ini. Namun, ia juga keberatan apabila sistemnya dikembalikan seperti dulu yaitu pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Yang penting, menurut Refly, terus memperbaiki sistem demokrasi dengan

penegakan hukum yang tegas. ‘’Penyelenggara pemilu dan Mahkamah Konstitusi misalnya harus berani mendiskualifikasi calon kepala daerah bahkan capres yang terbukti melakukan politik uang,’’ ujarnya. Selain itu, sanksi bagi partai politik yang ketahuan melakukan praktik mahar dalam proses pencalonan bisa dikenakan sanksi tidak boleh mengajukan calonnya untuk satu periode. ‘’Saya kira ini bisa menjadi jembatan dari keresahan kita terhadap fenomena korupsi kepala daerah akibat ekses negatif dari sistem demokrasi langsung yang saat ini diterapkan,’’ kata Refly. (kmb4)

tahu peraturan pariwisata Indonesia. Kami justru mohon pihak Indonesia agar ada hukuman yang keras untuk melindungi hak legal tamu Tiongkok yang datang ke Indonesia,’’ pungkasnya. Jika pihak Indonesia menemukan saksi–saksi yang membuktikan pengusaha yang terlibat dalam penipuan turis Tiongkok ke Bali, agar buktinya diserahkan ke Konsulat Cina. Konsulat akan menyerahkan ke pihak pemerintah Cina untuk memberantas mereka dengan keras. (kmb42)

Sofyan Basir

Bali Post/ant

WARUNG GLOBAL

Waspadai, Remaja Jadi Sasaran Bandar Narkoba

REMAJA rentan mengalami gangguan jiwa akibat perubahan emosi dan sosial. Jika dibiarkan mereka akan terjerumus pada perilaku yang tidak sehat sampai bunuh diri. Karenanya diperlukan usaha preventif untuk menjaga kesehatan jiwanya agar tumbuh kembang menjadi remaja yang tangguh. Demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini dalam Seminar Kesehatan Jiwa di Denpasar. Pendengar Radio Global FM Bali pun memberikan opininya. Kata mereka, bukan hanya remaja, kesehatan jiwa orang tua yang kian hari semakin ikut terkena dampak perkembangan zaman juga harus dijaga. Demikian yang terungkap dalam acara Warung Global di Global FM Bali, Kamis (25/10) kemarin. Berikut rangkumannya. Marsi, ibu rumah tangga, mengatakan stres tidak hanya menimpa remaja tetapi juga orangtua. Karena efek dari perkembangan zaman di mana orangtua ikut menanggung beban atas kebutuhan anak yang meningkat. Orangtua juga mengalami kelelahan fisik dan jiwa yang mesti diperhatikan. Anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman sebayanya dan banyak habiskan waktu di media sosial. Vera di Tabanan juga menyoroti kehidupan remaja yang dinilai sudah kelewat batas dengan pergaulan bebas. Banyak di antaranya sudah lepas dari nilai-nilai agama dan budaya. Ia juga prihatin anak-anak menjadi sasaran bandar narkoba. Untuk itu tugas orangtua dan pemuka masyarakat serta

pemerintah adalah mewujudkan pembangunan mental dan spiritual anak. Putu Artha di Padangsambian lebih mengacu pada pemanfataan teknologi khususnya alat komunikasi android yang bisa dengan bebas diakses remaja tanpa adanya saringan informasi. Sehingga anak-anak terlalu asyik dengan kehidupan yang berperilaku tidak sesuai koridor ketimuran. Bagiada di Tabanan mendukung upaya pemerintah dalam perannya membina generasi bangsa agar tidak kehilangan generasi yang berkualitas untuk masa depan negeri. Pemerintah harus banyak membangun fasilitas untuk bangun prestasi dan menjadi remaja yang tangguh. (bram)

Laga Persahabatan

Basaria menyatakan tim KPK turut mengamankan barang bukti berupa bukti transfer dan uang dalam OTT tersebut. Namun, Basaria belum bisa merinci berapa jumlah yang diamankan itu. Tujuh orang yang diamankan itu sedang dibawa ke gedung KPK, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (ant)

Belgia, yang mengalahkan Swiss di Nations League dan seri dengan Belanda di laga persahabatan, kini mengantongi 1.733 poin, unggul hanya satu poin di atas juara dunia Prancis. Sementara itu Prancis mengalahkan Jerman di Nations League dan ditahan Islandia dalam laga persahabatan. Brazil, satu dari dua negara di luar Eropa yang masih bertahan di peringkat 10 besar bersama Uruguay, tetap di peringkat ketiga, disusul

Kroasia dan Inggris. Negara kecil Gibraltar mencatat lonjakan besar setelah memenangi dua pertandingan bulan ini. Gibraltar, yang baru menjadi anggota FIFA pada 2016, naik delapan tingkat ke urutan 190 setelah memenangi pertandingan Nations League di Armenia dan di Liechtenstein. Madagaskar, yang awal bulan ini untuk pertama kalinya lolos ke putaran final Piala Afrika, naik ke urutan 100. Di antara negara Afrika, Tunisia, peringkat 22, menjadi yang tertinggi, sementara Iran tertinggi di kelompok Asia, peringkat 30. (ant/afp)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Wage, 26 oktober 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Piala Kadispora Bali

Smansa ke Semifinal

Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putra dan putri SMAN 1 Denpasar (Smansa) sukses merebut tiket ke babak semifinal Kejurnas Basket Antar-SLTA Piala Kadispora Bali 2018 di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (25/10) kemarin. Kontestan lain yang juga lolos ke empat besar adalah tim putri Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan Jakarta dan SMAN 1 Mengwi. Ketua Panpel Cokorda Raka Satrya Wibawa menerangkan, pertandingan babak semifinal digelar Sabtu (27/10) besok. Kejuaraan juga dimeriahkan ekshibisi basket tingkat SD yang diikuti SD Cipta Darma, SD Saraswati 2 dan 3 Denpasar serta SD Bali Public School (BPS). Tim putra Smansa melaju ke semifinal usai menundukkan SMAK Soverdi dengan skor 52-43. Memanfaatkan stamina yang masih prima, kedua tim bermain imbang 10-10 pada kuarter pertama. SMAK Soverdi mulai tertinggal tipis 24-25 di kuarter kedua. Selanjutnya permainan Smansa makin meningkat. Anak-anak SMAN 1 Denpasar memimpin 40-33 di kuarter ketiga dan mengunci kemenangan dengan skor 52-43. Hasil lainnya, tim putra SMAN 1 Tabanan menaklukkan SMKN 1 Kuta Selatan (Smeksa) dengan skor 60-30. SMAN 1 Tabanan yang mendominasi permainan sejak awal pertandingan memimpin 25-6 di kuarter pertama. Selanjutnya mereka unggul 38-16 pada kuarter kedua, memimpin 48-28 di kuarter ketiga dan menutup laga dengan kemenangan 60-30. Sementara tim putri SMAN 2 Denpasar (Resman) tidak perlu mengeluarkan keringat atau bertanding karena dinyatakan menang WO atas SMAK Soverdi yang absen. Resman diberi keunggulan 20-0. Menurut informasi, tim putri SMAK Soverdi tidak datang karena memilih mengikuti turnamen di tempat lain. (022)

Liga 1 Indonesia

Bali Post/wan

PELUANG – Penyerang sayap Bali United Irfan Bachdim (kanan) tidak mampu menuntaskan peluang yang diperolehnya di depan gawang Borneo FC dalam laga Liga 1 Indonesia, Kamis (25/10) kemarin.

Andhika dan Kadek Dewa Ary Kembali Pimpin KONI Tabanan Selamatkan Bali United

Tabanan (Bali Post) Dewa Gede Ary Wirawan kembali dipercaya memimpin KONI Kabupaten Tabanan masa bakti 2018-2022 pada Musorkab KONI Tabanan di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kamis (25/10) kemarin. Dewa Ary merupakan calon tunggal yang didukung 35 cabang olahraga (cabor) minus Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) yang absen dan 10 koordinator kecamatan. Dewa Ary bertekad menjadikan Tabanan sebagai tuan rumah Porprov Bali XIV/2019 yang baik mulai dari menyiapkan pembangunan infrastruktur, venue hingga menggelar kejuaraan sebagai test event. Cabor yang menjadi test event Porprov antara lain dansa dan binaraga. Tabanan juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Vovinam pada 2-7 November mendatang. Pembangunan venue seperti GOR Debes dan rehab fasilitas olahraga lainnya diberikan batas waktu hingga tiga bulan sebelum hajatan multi-event antarkabupaten dan kota se-Bali itu digelar pada September tahun depan. ‘’Seluruh venue yang tersebar di kecamatan harus rampung tiga bulan menjelang Porprov,’’ katanya. Jika pembangunannya tak memungkinkan, Tabanan memilih meminjam tempat di kabupaten tetangga. ‘’Rencananya kami meminjam kolam renang di Blahkiuh (Abiansemal) dan lapangan tembak di Sembung (Mengwi), Badung,’’ ungkap Dewa Ary. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi berpesan agar kualitas pelaksanaan Porprov terus meningkat dan lebih baik dari sebelumnya. Masalah keuangan berikut progres pembangunan venue harus tetap dipantau sesuai dengan tahapan pembangunannya. (022)

Gianyar (Bali Post) Bali United gagal mendulang poin penuh di kandang sendiri. Tuan rumah dipaksa tamunya Borneo FC Samarinda bermain imbang 2-2 (0-2) dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (25/10) malam kemarin. Hasil ini tidak mengubah posisi Tim Laskar Serdadu Tridatu di klasemen dengan tetap bercokol di urutan kelima. Bali United mengumpulkan poin 41 hasil 27 kali bertanding. Puncak klasemen dipegang PSM Makassar (50) disusul Persib Bandung (45), Persija Jakarta (45) dan Bhayangkara FC (43). Di bawah Bali United bercokol Madura United (40) dan Borneo FC (39) di posisi ketujuh. Bali United mengambil inisiatif menyerang begitu laga dimulai. Sontekan Fadil Sausu yang mengarah ke gawang masih bisa ditepis kiper Borneo, M. Ridho. Selanjutnya gocekan kaki kiri Yabes Roni kembali diselamakan oleh Ridho. Ditekan pada menit-menit awal, tim tamu mampu lepas dan mengancam lewat serangan balik. Borneo langsung mengejutkan Bali United dan pendukungnya lewat gol

Paris – Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir (Owi/Butet) berhasil mengamankan tiket babak kedua turnamen bulu tangkis Prancis Terbuka 2018 setelah menang 21-14, 21-17 atas Lee Yang/Hsu Ya Ching dari Taiwan di Paris, Kamis (25/10) kemarin. Wakil Indonesia yang menjadi unggulan ketiga itu tak menemukan kesulitan berarti di laga pertamanya. Namun, Tontowi/Liliyana mengaku masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan shuttlecock yang berbeda dengan di Denmark Terbuka 2018. ‘’Selain itu, kami harus fokus dengan

Jaring Atlet Tenis Meja Porprov atas umur 30 tahun (terakhir Porprov 2011), beregu antardesa dan kelurahan se-Kabupaten Gianyar plus perorangan eksekutif putra. Kejuaraan berlangsung hingga hingga 28 Oktober. Selama turnamen, pihaknya akan menjaring atlet untuk disiapkan mengikuti Porprov. Ajang ini juga dimaksudkan untuk memasyarakatkan tenis meja. Apalagi kejuaraan tenis meja di kabupaten seni ini sempat vakum. ‘’Selama 10 tahun sempat tidak ada kegiatan. Hal ini memicu turunnya prestasi tenis meja di Gianyar,’’ katanya. Sejak Piala Bupati I, PTMSI Gianyar menunjuk dua klub untuk membantu pembinaan atlet potensial. ‘’Hasilnya sudah

Abdul Rachamn (Borneo) dan Fadil Sausu (Bali United). Osvaldo Haay Dalam laga lainnya, Persebaya Surabaya sukses memukul Madura United 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo. Tim Bajul Ijo sudah unggul satu gol ketika pertandingan baru bergulir dua menit berkat sundulan bek tengah Otavio Dutra. Tiga gol berikutnya dihasilkan penyerang sayap Osvaldo Haay yang tampil gemilang dengan membuat hattrick pada menit ke-30, 48 dan 90+4. Persija Jakarta membuat kejutan dengan mempecundangi tuan rumah Persipura Jayapura dengan skor 2-1 di Stadion Mandala, Papua. Tim Mutiara Hitam lebih dulu unggul lewat gol pemain belakang Ricardo Salampessy pada menit ke-35. Tim Macan Kemayoran menyamakan kedudukan melalui gol pemain mungil Rico Simanjuntak menjelang turun minum. Gol kemenangan Persija dibukukan Marko Simic pada menit ke-65. (022)

Tontowi/Liliyana ke Babak Kedua

Piala Bupati Gianyar II Gianyar (Bali Post) – Guna menyiapkan atlet untuk ajang Porprov Bali 2019 di Tabanan, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Gianyar menggelar kejuaraan memperebutkan Piala Bupati II di GOR Kebo Iwa mulai Kamis (25/10) kemarin. Ajang yang juga bertujuan memasyarakatkan olahraga tenis meja ini diikuti sekitar 300 peserta. Ketua PTMSI Gianyar Putu Gede Pebriantara mengatakan, Piala Bupati II mempertandingkan delapan kategori yaitu perorangan putra-putri tingkat pemula se-Bali, perorangan putra-putri tingkat kadet seBali, perorangan putra-putri umum maksimal umur 29 tahun se-Bali, putra divisi II di

yang dibuat Lerby Eliandry. Mantan striker Tim Serdadu Tridatu ini ini menukik ke jantung pertahanan tuan rumah hanya dibayangi Ricky Fajrin. Bekerja sama dengan Amrizal, Lerby melepaskan tembakan ke gawang dan mengoyak jala yang dijaga Wawan Hendrawan pada menit ke-17. Unggul satu gol, Borneo berbalik mendominasi permaian. Tijani Belaid akhirnya menggandakan kemenangan timnya pada menit ke-27. Ia leluasa melepaskan tembakan jarak jauh. Wawan Hendrawan sudah menjatuhkan diri untuk menangkap bola, namun gawang Bali United tetap bergetar untuk kedua kalinya. Di babak kedua, Irfan Bachdim

mendapat peluang emas, tetapi tembakan kaki kirinya lemah sehingga belum bisa dikonversi menjadi gol. Irfan kemudian ditarik digantikan Kadek Agung Widnyana. Tenaga baru ini ditandemkan dengan Ilija Spasojevic untuk menambah daya dobrak lini depan. Sayap kanan Made Andhika Pradana Wijaya mampu mempertipis ketinggalan Bali United pada menit ke-73. Tembakan kerasnya sukses memperdaya kiper Borneo. Selang enam menit, giliran Kadek Agung menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan. Pemain belakang Borneo, Firdaus Ramadhan, berniat membuang bola, namun jatuh di kaki Kadek Agung. Kadek langsung melesakkan tendangan keras untuk mengoyak gawang Ridho. Pada menit ke-89, Bali United harus bermain dengan 10 pemain setelah bek tengah N’diaye diusir wasit Thoriq Alkatiri (Jabar) lantaran melabrak Matias Rubben Conti. Wasit juga memberi kartu kuning kepada Achmad Hisyam,

kelihatan. Seperti di kejurnas kemarin, kami meloloskan dua orang. Seleksi dilakukan di Bali, bahkan dapat juara,’’ ujar Pebriantara yang juga anggota DPRD Gianyar. Olahraga tenis meja juga terus digeliatkan di desa-desa. Apalagi tahun ini pemerintah menyalurkan 100 lebih meja tenis ke banjar-banjar di Kabupaten Gianyar. ‘’Makanya dalam kejuaraan ini pertandingan antardesa menjadi yang paling bergengsi,’’ tambahnya. Kejuaraan Piala Bupati II dibuka Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun. Hadir Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose. Bahkan, jenderal bintang dua di pundaknya ini ikut bermain. (kmb35)

Bali Post/kmb35

KAPOLDA - Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose (kanan) berpartisipasi dalam kejuaraan tenis meja Piala Bupati II di GOR Kebo Iwa, Gianyar.

stamina karena ini turnamen kedua beruntun yang kami ikuti,’’ ujar Liliyana setelah pertandingan. ‘’Hari ini lawan tidak mudah dimatikan. Kami harus menerapkan pola yang sesuai, baru bisa dapat poin,’’ sebut Tontowi. Tontowi/Liliyana kembali dihadapkan dengan wakil Taiwan di babak kedua yaitu Wang Chi-Lin/ Lee Chia Hsin. Kedua pasangan ini pernah bertemu di All England 2017. Kala itu Tontowi/Liliyana menang dua game langsung dengan skor 21-8, 21-18. Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengikuti langkah pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Minions)

menembus putaran kedua setelah menang atas Jelle Maas/Robin Tabeling (Belanda) 21-14, 21-13. Pada babak kedua, Hendra/Ahsan menghadapi Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan). Hendra/Ahsan sementara unggul 2-0 dalam dua kali pertemuan dengan Chen/Wang. Sementara itu, ganda campuran Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto ditundukkan Marcus Ellis/ Lauren Smith (Inggris) 18-21, 18-21 di babak pertama. Ini merupakan pertandingan terakhir mereka sebagai pasangan. Di turnamen selanjutnya, Debby akan berduet dengan Rinov Rivaldy, sedangkan Ricky bersama Della Destiara Haris. (kmb)

Liga Champions

Panggung Dortmund dan Liverpool

Dortmund Pertandingan Liga Champions Eropa, Kamis (25/10) dini hari kemarin, seolah menjadi panggung buat Borussia Dortmund dan Liverpool. Dortmund menghancurkan Atletico Madrid 4-0 pada laga Grup A di Signal Iduna Park, Jerman, sedangkan Liverpool mencukur Red Star Belgrade dengan skor sama pada duel Grup C di Stadion Anfield, Inggris. Kemenangan atas Atletico membuat Dortmund belum terkalahkan di semua kompetisi dan belum kemasukan gol di Liga Champions. Mereka tetap memuncaki klasemen Grup A dengan 9 poin dari tiga pertandingan, sedangkan Atletico di peringkat kedua dengan 6 poin. AS Monaco dan Club Bruge di posisi berikutnya setelah bermain imbang 1-1. Ini poin pertama Monaco di bawah asuhan pelatih baru Thierry Henry. Axel Witsel membuka kemenangan Dortmund pada menit ke-38. Tuan rumah mengemas gol kedua lewat pemain pengganti Raphael Guerreiro yang masuk pada menit ke-63 menyambut operan Ahraf Hakimi. Hakimi kemudian memberikan assist bagi pemain pengganti lainnya Jadon Sancho untuk mengukir gol ketiga pada menit ke-83. Guerreiro melengkapi kemenangan Dortmund dengan gol keduanya enam menit berselang sekaligus menjadi kekalahan perdana Atletico di Liga Champions musim ini. Mohamed Salah mengemas dua gol saat Liverpool membantai Red Star. Pemain Mesir ini sekaligus mencetak gol ke-50 sepanjang berseragam Liverpool di semua kompetisi. Roberto Firmino membuka keunggulan Liverpool diselingi dwigol Salah sebelum ditutup dengan gol Sadio Mane. Hasil ini membuat tim besutan Juergen Klopp meraih 6 poin dan merangkak ke puncak klasemen, disusul Napoli (5), Paris Saint-Germain (4) dan Red Star (1). PSG di ambang kekalahan 1-2 dari Napoli sebelum akhirnya pemain sayap Angel Di Maria mencetak gol telat di hadapan publik Stadion Parc des Princes, Paris. Gol Di Maria dicetak pada menit ketiga waktu tambahan babak kedua, meruntuhkan asa Napoli yang hampir menggenggam tiga poin lewat gol Lorenzo Insigne dan Dries Mertens. Gol pertama PSG lahir dari bunuh diri pemain Napoli Mario Rui.

Barcelona sukses menjalani ujian pertama tanpa kehadiran Lionel Messi yang sedang cedera. El Barca menang meyakinkan 2-0 atas tamunya Inter Milan untuk memuncaki klasemen Grup B. Barcelona mengemas 9 poin, sedangkan Inter di peringkat kedua dengan 6 poin. Gelandang Rafinha membuka keunggulan Barca atas klub yang sempat diperkuatnya musim lalu pada menit ke-32. Bek kiri Jordi Alba mematahkan kegigihan Inter pada akhir babak kedua dengan penyelesaiannya. Ini merupakan kemenangan ketiga beruntun Barca di Liga Champions sekaligus menghentikan laju tujuh kemenangan beruntun Inter di semua kompetisi. (ant/rtr)

SELEBRASI – Raphael Guerreiro melakukan selebrasi setelah membuat gol untuk Borussia Dortmund ke gawang Atletico Madrid.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 26 Oktober 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu