Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
MINGGU UMANIS, 26 MEI 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Pura Besakih Terpapar Hujan Abu Amlapura (Bali Post) -
Gunung Agung belakangan ini terus mengalami erupsi. Yang terbaru gunung tertinggi di Bali itu, kembali mengalami erupsi besar pada Jumat (24/5) malam. Erupsi yang terjadi disertai dengan lontaran lava pijar sejauh tiga kilometer. Akibat erupsi tersebut, sejumlah wilayah terpapar hujan abu termasuk Pura Besakih di Desa Besakih. Sebanyak 12 desa di Bangli juga mengalami hujan abu.
BPM/nan
PURA BESAKIH - Kawasan Pura Besakih terpapar hujan abu pasca-erupsi Gunung Agung.
Sejumlah Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Sempat Dibatalkan Mangupura (Bali Post) Pasca-erupsi Gunung Agung, Jumat (24/5) malam, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali menyatakan beberapa penerbangan dari Bandar Udara Internasional Gusti Ngurah Rai Bali dibatalkan. Begitu pula dengan penerbangan menuju bandara tersebut dialihkan sementara, saat malam hari.
Menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, saat dikonfirmasi Sabtu (25/5) kemarin, ada tiga maskapai dengan tujuan Australia mengalami pembatalan dan pengalihan. Untuk keberangkatan ada maskapai Qantas Airways nomor penerbangan QF44 dengan tujuan Denpasar Sydney, dan QF46 dengan tujuan Denpasar - Melbourne. Hal serupa juga dialami
Virgin Airlines dengan nomor penerbangan VA 42 tujuan Denpasar - Brisbane, VA 46 tujuan Denpasar - Brisbane, VA 34 tujuam Denpasar Sydney dan VA 36 tujuan Denpasar - Sydney. Maskapai Jet Star JQ 36 tujuan Denpasar-Melbourne, JQ 091 tujuan Denpasar - Cairns, JQ 082 tujuan Denpasar - Darwin dan JQ 038 tujuan DenpasarSydney. Untuk kedatangan yang dibatalkan yaitu JQ 35 dari Melbourne-Denpasar JQ
90 dari Cairns- Denpasar, JQ 83 dari Darwin-Denpasar dan JQ 128 dari Adelaide- Denpasar. Sementara penerbangan yang dialihkan yaitu JQ 127 dari Adelaide- Denpasar dialihkan ke Darwin. Secara terpisah, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Elfi Amir, menjelaskan hujan abu vulkanik ringan berlangsung sampai pukul 01.00 wita, Sabtu (25/5) kemarin. Pihaknya menyebutkan terdeteksi abu
vulkanik pada ketinggian sekitar 4.000-5.000 M di ruang Udara Bandara Ngurah Rai, dengan intensitas sedang dan tersebar. Pihaknya menegaskan aktivitas Bandara Ngurah Rai tetap beroperasi normal dan petugas ATC melaksanakan pemanduan pesawat secara taktikal menghidarkan pesawat masuk ke area yang terpapar debu vulkanik. Hal. 11 Tidak Panik
Perlu Dipromosikan Program ‘’Recovery’’ Bali Mangupura (Bali Post) Gunung Agung kembali erupsi. Kali ini, erupsi mengeluarkan abu vulkanik hingga berdampak dibatalkannya sejumlah penerbangan dari dan ke Bali. Pengaruh erupsi terhadap penerbangan sangat besar. Seperti yang terjadi tahun 2017, ekonomi Bali sempat lumpuh akibat Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai ditutup. Kini, para pelaku pariwisata di Bali harap–harap cemas dengan kondisi tersebut. Hal. 11 Kepercayaan Pasar
Nyirih Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi
Jangan Remehkan Napas Berbau
MENJAGA kesehatan sangat penting dilakukan. Mengonsumsi makanmakanan sehat berbahan herbal adalah cara untuk menjaga kebersihan tubuh. Namun, tidak jarang kita menjumpai orang-orang yang terlihat bersih secara fisik, ternyata masih memiliki bau mulut yang tidak sedap. Bau mulut bisa disebabkan masih ada sisa makanan yang tidak dibersihkan secara sempurna, bakteri mulut dan gigi, maupun masalah lain terkait sistem
pencernaan. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan mulut dan senantiasa merawat kebersihannya. Di pasaran, sebenarnya sudah banyak dijual produkproduk untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan bau mulut. Namun karena harganya yang tidak murah dan kandungan bahan kimianya, seringkali membuat kita berpikir dua kali untuk membelinya. Hal. 11 Bahan Herbal
kan pencegahannya. Serta wajib tahu cara mengatasi karies gigi agar tidak makin meluas dan mengakibatkan gigi berlubang.
ketaatan atau rutinitas dalam menjaga kesehatan gigi. Usia balita hingga 10-12 tahun saat anak memiliki gigi campuran antara gigi susu dan gigi permanen adalah yang pertama rentan terhadap karies gigi. Pada usia ini, mereka belum memiliki kesadaran lebih untuk menjaga kesehatan gigi. Hal. 11 Periode Pubertas
Napas berbau membuat seseorang merasa minder dan malu. Bahkan, banyak penderita tidak mengaku pada dokter gigi bahwa mereka mengalaminya. Padahal, bisa saja napas yang berbau menjadi isyarat adanya penyakit, salah satunya adalah halitosis.
DOKTER Gigi dan Mulut Puskesmas I Tampaksiring drg. I.B. Ketut Suryana menjelaskan halitosis adalah bau napas membandel yang tidak hilag meski sudah menggosok gigi, flossing dan berkumur. Penyebab halitosis 80 persen di
antaranya adalah masalah oral seperti gigi berlubang, penyakit gusi, gigi retak dan gigi palsu yang tidak bersih, ada pula karena faktor makanan. Makanan berprotein tinggi atau rendah karbohidrat, makanan asam, gula dan bawa-
Gigi Berlubang dan Bau Mulut Oleh Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. SESEORANG bisa tersenyum dengan baik jika didukung oleh gigi yang sehat serta berjejer rapi sesuai urutan gigi-geligi. Banyak yang tak menyadari akibat jika pada gigi kelihatan ada noda kekuningan, cokelat, atau bahkan hitam yang menempel di gusi. Saat pertama, mungkin tidak akan merasakan apa-apa sama sekali atau tidak menimbulkan gejala apa-apa. Tidak ada rasa nyeri, ngilu, atau rasa sakit apa pun, padahal di ke-
sakih. “Untuk di daun-daun dan di rumah warga masih menempel. Di Pura Besakih tidak begitu tebal. Sekarang sudah mulai diserap embun,” katanya. Manajer Operasional Objek Wisata Pura Agung Besakih, Jro Mangku Ngawit, menjelaskan, pasca-Pura Besakih dipapar hujan abu, pihaknya bakal melakukan penyemprotan abu di jalanjalan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pura Besakih. Selama ini, kunjungan wisatawan termasuk pamedek yang hendak tangkil tidak terganggu karena masih tetap berjalan normal. Hal. 11 Magma Terus Bergerak
Cara Tradisional
Bisa Juga Akibat Amandel Kronis PERADANGAN amandel merupakan kondisi ketika amandel atau tonsil mengalami radang atau infeksi. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah tonsillitis atau tonsilofaringitis dan sering dialami oleh anak–anak. Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Bali drg. I.B. Ketut Suryana menjelaskan, amandel atau tonsil adalah dua kelenjar kecil yang terdapat di tenggorokan. Kelenjar ini memiliki fungsi sebagai pencegah infeksi terutama pada anak–anak. Namun, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh anak akan semakin kuat, sehingga lambat laun peran tonsil pun sudah tidak dibutuhkan lagi dan akan berangsur menyusut. Lanjutnya, amandel disebabkan oleh adanya infeksi bakteri atau pun virus. Pengidap peradangan amandel akan mengalami gejala yang tidak terlalu serius, tetapi cukup mengganggu. Gejala yang terjadi biasanya radang tenggorokan, kesulitan atau sakit saat menelan, suara yang serak dan batuk. Napas berbau juga bisa disebabkan amandel kronis. Pasien pun kehilangan nafsu makan, sakit kepala, leher kaku, nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening, amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak, amandel yang memiliki bercak putih atau kuning, kesulitan membuka mulut, mudah lelah. Sebagian besar kasus peradangan amandel biasanya akan sembuh dalam waktu satu minggu dan jarang sekali berlanjut menjadi kondisi yang serius. Tidak ada obat khusus untuk menangani peradangan amandel. Obat biasanya diberikan untuk meringankan gejala, misalnya ibuprofen atau parasetamol sebagai pereda rasa sakit. Ia menyarankan untuk cepat memulihkan gejala ketika peradangan amandel terjadi adalah minum banyak air putih, istirahat yang cukup, berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari, mengonsumsi pelega tenggorokan. Gunakan humidifier untuk melembabkan udara di ruangan, dan menghindari tempat–tempat yang banyak asap, debu, dan polusi. Namun jika peradangan amandel yang terjadi cukup parah, maka dokter biasanya memberikan antibiotik atau operasi pengangkatan amandel. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat amandel yang terinfeksi apabila kondisi kronis, berulang, dan tidak merespons terhadap perawatan serta menyebabkan komplikasi. (may)
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku widiartha, Sabtu (25/5) kemarin, mengungkapkan, eruspi yang terjadi Jumat lalu, membuat Desa Besakih terpapar hujan abu. Hujan abu yang melanda cukup tebal. Termasuk Pura Besakih juga terpapar hujan abu. “Ya kemarin (Jumat, red) sempat turun hujan abu. Hujan intensitasnya lumayan tebal. Tapi hujan abunya sebentar. Warga tidak sampai ada yang panik. Karena warga sudah terbiasa dengan erupsi. Pada intinya, warga Besakih kondusif,” ujarnya. Widiartha menambahkan, untuk saat ini, paparan hujan abu akibat erupsi masih menempel di dedaunan dan di pura yang ada di Be-
mudian hari akan meyebabkan kerusakan pada struktur gigi, gigi berlubang atau karies gigi. Lalu, apa sebenarnya karies gigi itu? Jika tidak sakit, kenapa harus mencemaskannya? Adakah hubungannya dengan napas berbau? Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang menyebabkan timbulnya kerusakan jaringan pada permukaan gigi yang kemudian menjalar ke bagian saraf gigi yang disebut pulpa gigi. Kondisi ini terjadi di mana ada proses demineralisasi dan remineralisasi pada gigi. Proses ini mengubah mineral
pada gigi akibat adanya asam hasil produksi bakteri di mulut, yang kemudian berusaha dinetralkan oleh air ludah. Bakteri yang terlibat selama proses pembentukan karies gigi ini adalah kariogenik. Bakteri kariogenik memiliki ciri-ciri dapat mendistribusi gula menjadi bentuk asam dan dapat berkembang pada pH asam di mulut. Adanya perubahan mineral pada gigi ini menyebabkan rusaknya enamel gigi, lalu dentin, hingga pada akhirnya menyebabkan gigi berlubang. Karies gigi tergolong penyakit kronis karena terjadi dalam waktu yang panjang dan perjalanan dari kondisi awal hing-
ng jelas akan membuat napas berbau tidak sedap. Begitu juga dengan mengonsumsi kopi dan alkohol yang berlebihan. Para perokok bahkan memiliki risiko yang lebih tinggi. Hal. 11 Beberapa Penyakit ga menyebabkan kerusakan tergolong lama. Jika dibiarkan makin lama, kerusakan gigi secara struktural tidak lagi dapat dihindari sehingga kerusakan struktur makin parah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memberikan perlakuan yang tepat pada karies gigi. Perlu diketahui penyebab karies gigi, sehingga dapat melakukan tindakan-tinda-
Penyebab Karies Gigi Usia memegang peranan yang cukup signifikan terhadap timbulnya karies gigi. Mengapa? Hal ini sangat berkaitan erat dengan
BPM/ist
GIGI DAN MULUT- Kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga. Tampak gigi sehat, karies pada gigi hingga alat pembersih lidah.
2
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
Bali Bebas Malaria Sejak 2014
Eliminasi Kasus, Komitmen Pemimpin Daerah Harus Kuat
Susah-susah Gampang SEMUA profesi selalu memiliki tantangan tersendiri, tak terkecuali profesi sebagai tenaga pengajar atau dosen. Dosen merupakan profesi yang terdengar menantang. Hal tersebut juga dirasakan oleh seorang dosen muda yang bernama Putu Yunita Anggreswari, S.I.Kom., M.Med.Kom. yang akrab disapa Tata. Menjadi dosen muda susah-susah gampang karena memiliki tantangan tersendiri. Terlebih lagi ia mulai menjadi dosen Undiknas pada usia yang sangat muda yakni 23 tahun. “Sejak kuliah S-1, memang saya sudah memiliki cita-cita menjadi seorang dosen. Saya tidak ragu melanjutkan pendidikan ke Surabaya, tapi ternyata setelah dijalani menjadi dosen cukup menantang tidak segampang yang saya bayangkan sebelumnya,” ungkap Tata, belum lama ini. Tantangan menjadi seorang dosen muda tidak hanya dari kurangnya pengalaman di dunia kerja, namun tak jarang ia diuji oleh mahasiswa. “Apalagi banyak mahasiswa seumuran bahkan yang lebih tua juga banyak. Awal-awal memang mereka underestimate saya, bahkan ketika saya masuk kelas mereka panggil saya kakak dan tanya saya mahasiswa semester berapa,” ungkapnya. Meski demikian, Tata mengakui bahwa saat ini justru menyenangkan ketika menjadi dosen muda karena seolah tidak ada jarak dengan mahasiswa. Bermula dari karier sebagai presenter dan penyiar radio semasa kuliah, kini Tata mengakui bahwa hobinya berbicara di depan umum dapat terealisasi ketika menjadi seorang dosen. Tata kini menikmati prosesnya sebagai tenaga pengajar, bahkan diakui bahwa tidak hanya dunia pengajaran tetapi bidang penelitian juga sangat membuatnya ketagihan untuk terus belajar. Menjadi dosen mengharuskan Tata untuk selalu upgrade akan pengetahuan baru dan kasus-kasus baru, namun itu justru menjadi motivasi untuk terus mengikuti perkembangan kasus-kasus sosial di sekitar kita. “Mata kuliah favorit saya komunikasi politik karena menantang, harus melek akan drama politik yang terjadi. Jadi tidak hanya membahas teori namun juga studi kasus. Jadi, kuliah itu asyik seperti sedang curhat tapi topiknya fenomena politik saat ini,” ungkapnya. (sue)
Peduli Banjir Bandang
Polisi dan Relawan Kemanusiaan Salurkan Bantuan Negara (Bali Post) Banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Jembrana dan Negara Kamis (23/5) petang lalu, mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir. Bahkan, dua rumah warga tidak mampu di Lingkungan Pendem, Jembrana jebol. Demikian juga lima KK di Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara masih terendam banjir. Merasa prihatin dengan musibah yang menimpa korban banjir, Jajaran Polsek Kota Negara, Jumat (24/5), menyerahkan bantuan untuk 5 KK korban banjir. Kapolsek Negara Kompol I Ketut Maret didampingi Klian Adat Pangkung Manggis I Putu Suadnya bersama anggota Polsek Negara menyerahkan bantuan bingkisan berupa sembako (beras, minyak, kopi, dan gula). Bantuan diberikan Kapolsek Negara dalam rangka Zona Integritas Polri peduli masyarakat yang rumahnya terkena banjir. Lima KK penerima bantuan itu keluarga I Ketut
Naba, I Putu Suadnyana, Putu Artawan, Kadek Citra, dan Kadek Sutawa. Klian Adat Pangkung Manggis Putu Suadnya menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Sementara relawan kemanusiaan di Jembrana Jumat (24/5) sore, juga menyalurkan bantuan untuk korban banjir di wilayah Loloan Timur sebanyak 34 KK, di Pendem 2 KK, dan 5 KK di Pangkung Manggis. Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan perlengkapan mandi dan cuci. Di Loloan Timur juga dua karung pakaian layak pakai juga takjil untuk berbuka puasa. Sementara pada Sabtu (25/5) kemarin, diserahkan bantuan sembako dan perlengkapan cuci untuk korban banjir di Loloan Barat Kecamatan Negara sebanyak 20 KK. Para korban banjir berharap tidak ada lagi bencana banjir bandang. Karena membuat mereka trauma dan kehilangan harta benda. (kmb)
BPM/kmb
BANTUAN - Kapolsek Kota Negara, Kompol Ketut Maret, ketika menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Balet Bale Agung, Negara.
PPDB - Suasana pendaptaran di sekolah pada PPDB tahun lalu.
BPM/dok
PPDB Diharapkan Tidak Buka Gelombang Kedua
Denpasar (Bali Post) -
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lantaran pemerintah tidak konsekuen melaksanakan Permendikbud tentang PPDB. Salah satunya dengan membuka lagi pendaftaran gelombang kedua. Sekolah negeri akhirnya menerima siswa melebihi daya tampung, sedangkan sekolah swasta mesti gigit jari karena kehilangan siswa. Oleh karena itu, komitmen pemerintah sangat dinanti agar pelaksanaan PPDB dapat berjalan dengan baik dan tak lagi menimbulkan keributan di masyarakat. “Memang setiap tahun hampir krodit, yang paling krodit adalah di Kota Denpasar karena ada banyak sekolah swasta. Pada prinsipnya, konsekuen untuk melaksanakan sesuai dengan Permendikbud. Saya kira akan berjalan lancar,” ujar Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Denpasar, Nyoman Subrata, dalam rapat pembahasan PPDB SMA/SMK yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Bali, belum lama ini. Dengan demikian, lanjut Subrata, SMA/SMK negeri akan menerima siswa sesuai dengan daya tampungnya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang terpaksa menerima lebih dari batas maksimal. Asisten Ombudsman RI Perwakilan Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti, mengatakan, pos PPDB memang harus berjalan secara konsisten. Jika nantinya ada calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri, harus ada analisis terkait daya tampung dan jumlah sekolah. Termasuk pemetaan terkait
sekolah swasta mana yang memang daya tampungnya masih kurang. Ataupun sekolah negeri yang kekurangan siswa. “Itulah yang didistribusikan, sehingga tidak terjadi karena keinginan orangtua di sekolah A, ya dipaksakan harus semua ke sekolah A. Tapi memang diharapkan distribusi itu kepada sekolahsekolah yang lebih dekat,” ujarnya. Menurut Widhiyanti, keluhan yang paling banyak masuk ke Ombudsman sebetulnya menyangkut jalur prestasi. Mengingat sebelumnya, ada ketidakjelasan mengenai pembobotan dan penilaian. Sebab, ada sekolah yang memakai sistem tes, ada pula yang memakai sertifikat. Namun kini akan diantisipasi dengan legalisasi sertifikat dari penyelenggara dan yang mengirim. Seandainya ada indikasi bodong, maka mereka yang akan mempertanggungjawabkan. Kemudian keluhan soal jalur PKB (Pesta Kesenian Bali, red), karena sebelumnya tidak ada dalam pos PPDB.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, mengatakan, pihaknya kini sudah menyiapkan skema pembiayaan untuk sekolah swasta. Dengan harapan, antara sekolah negeri dan swasta menjadi sama atau tidak ada biaya lagi. “Selama ini kan hanya negeri yang mendapat BOS Daerah dari APBD, sekarang swasta juga. Total dengan biaya siswa miskin sekitar Rp 22 miliar kita anggarkan mulai 2019 ini di APBD Perubahan,” ujarnya. Menurut Boy, pihaknya terlebih dulu akan melihat kemampuan sekolah swasta sebelum diberikan BOS daerah. Saat ini tercatat ada 78 SMA negeri, 51 SMK negeri, 74 SMA swasta, dan 117 SMK swasta di Bali. Di sisi lain, arah dari PPDB dengan 90 persen jalur zonasi adalah untuk pemerataan dan menghindari adanya sekolah unggulan. Kendati untuk mengubah mindset tentang sekolah unggulan tidak bisa dilakukan secara instan. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) Bali telah mengeliminasi kasus malaria sejak 2014. Kasus malaria yang ada sudah bisa dikendalikan. Meski demikian tidak bisa dihindari kasus malaria impor yang dibawa oleh pendatang dari luar Bali. Diperlukan komitmen yang kuat dari pemimpin daerah untuk mengeliminasi kasus malaria. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Ketut Suarjaya, MPPM., mengatakan pada 2019 ada empat kasus impor malaria di Bali. Sedangkan pada 2018 ada 13 kasus impor malaria. Semuanya berasal dari luar daerah Bali, datang ke Bali dan tinggal di Bali. Dari 13 kasus pada 2018, 4 kasus positif malaria. Kata Suarjaya, kasus ini bukan kasus baru, melainkan kasus lama yang kembali kambuh. Kasus itu ditemukan di Karangasem, Klungkung, dan Buleleng serta sebagian Jembrana. “Memang kita juga tidak bisa hindari kasus impor. Pendatang yang masuk yang membawa penyakit,” ungkapnya saat peringatan hari Malaria Sedunia di Kertalangu, Denpasar, Bali, belum lama ini. Upaya yang dilakukannya adalah penemuan kasus baik aktif maupun pasif, deteksi dan pengobatan yang dilakukan secara intensif. “Setiap kasus panas juga kami curigai salah satunya adalah malaria,” imbuhnya. Selain karena faktor perpindahan penduduk, di Bali juga masih ada sumber penularan (vektor) di Bali yaitu nyamuk Anopheles. Maka pemberantasan vektor dilakukan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemberian larvasida terutama di daerah–daerah yang banyaknya lagoonnya, seperti daerah galian C. Daerah yang terbanyak ditemukan kasus malaria yaitu Karangasem, Klungkung, Buleleng, dan sebagian Jembarana dan pendatang–pendatang dari luar yang berpotensi juga bisa menimbulkan kasus baru. “Tapi sementara ini, kami sudah bisa mempertahankan sertifikat eliminasi ini dengan mengendalikan vektor dan penyakitnya,” ujarnya sembari menyebut Annual Parasite Incidence (API) Bali sangat kecil yaitu 0,002 . Direktur P2P Kemenkes dr. Anung Sugihantono mengatakan, peringatan Hari Malaria Sedunia jatuh pada 25 April. Tahun ini, peringatan Hari Malaria Sedunia dilaksanakan di Bali karena Bali telah mencapai eliminasi malaria. Meski
demikian, Provinsi Bali tetap berjalan melakukan upaya pemeliharaan status eliminasi. Diharapkan Bali dan provinsi lain terus menginspirasi provinsi lainnya yang belum eliminasi malaria agar terus berupaya melakukan eliminasi malaria. Dari 514 kabupaten/kota dari 34 provinsi, 285 kabupaten/ kota dari 29 provinsi telah mencapai eliminasi malaria. Indonesia memiliki tantangan besar untuk eliminasi malaria karena masih ada lima provinsi yang belum eliminasi malaria yaitu, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT belum ada satu pun kotanya yang eliminasi kasus malaria. Melalui tema nasional Bebas Malaria Prestasi Bangsa, targetnya tahun 2030, Indonesia bebas malaria. Pada hari itu juga dilakukan kick off assesmen tingkat regional Jawa Bali dalam penandatanganan komitmen eliminasi malaria. Pembacaan dilakukan Gubernur Bali. Selain itu, juga dilakukan pembacaaan dan penandatanganan komitmen bupati dan wali kota penerima sertifikasi eliminasi malaria. Ada 11 kabupaten terpilih dari 7 provinsi yang mendapatkan sertifikat tersebut. Di antaranya Aceh Barat, Bungo Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Luhu Timur, Lampung Barat, Cilacap, Kebumen, Toli-toli Sulawesi Tengah. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan, dalam memberantas malaria, komitmen pemimpin daerah harus kuat. Ia berharap regional Jawa Bali semua bebas dari malaria agar dihargai dunia. Dengan ini juga bisa memperlihatkan Indonesia tidak berdiam diri untuk mengeliminasi malaria. “Jika Indonesia belum bebas malaria, maka Asia Pasifik juga tidak bisa bebas malaria,” ujarnya. Di Indonesia masih ada 5 kabupaten/kota yang belum bebas malaria, karena kondisi geografinya sulit. Dalam mengeliminasi kasus malaria, budaya menjaga kebersihan lingkungan, perilaku juga harus sinkron. Karena penyakit yang ada saat ini, 40 persen disebabkan oleh lingkungan, 30 persen oleh perilaku manusia, dan 10 persen faktor keturunan. Untuk dapat membebaskan suatu daerah dari malaria maka perlu strategi seperti menggandeng Babinsa, PKK, dll. Upaya promosi dan edukasi juga harus digencarkan. (kmb42)
Pertamina Siapkan Tim Satgas RAFI
Konsumsi BBM dan LPG Diprediksi Meningkat Denpasar (Bali Post) Berdasarkan data penyaluran untuk Wilayah Bali, konsumsi BBM selama Lebaran diprediksi akan terjadi peningkatan 2-4 persen pada H-3, lebih kecil dibandingkan di wilayah Jawa dengan besaran 7-10 persen. Hal ini karena Bali bukan tujuan mudik, tetapi daerah wisata. Sedangkan untuk konsumsi LPG di Bali, diprediksi akan ada peningkatan 3 persen untuk LPG 3 kg dari rata-rata konsumsi harian 630 MT (metrik ton) per hari. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina menyiapkan tim satgas RAFI. Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR V Rustam Aji menyampaikan, dalam rangka mengantisipasi kenaikan permintaan akan pasokan BBM dan LPG, Pertamina membentuk tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2019. Tim ini telah bertugas sejak H-15 (21/5), hingga H+15 Lebaran. Tim Satgas ini berperan khusus dalam memantau dan mengoordinasikan penyaluran BBM dan LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya, hingga pemantauan kondisi di lapangan. Sehingga ketersediaan BBM dan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi. Lanjutnya, pada kondisi
normal, rata-rata konsumsi normal BBM produk Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax Series) sebesar 2.075 Kl (kiloliter) per hari, sedangkan untuk Gasoil (Solar, Dexlite, Pertamina Dex) rata-rata konsumsi normal 525 Kl per hari. “Walaupun pada liburan ada kenaikan, namun selama masa satgas secara total relatif stabil,” jelasnya. Kebutuhan BBM tersebut dilayani dari 191 SPBU yang disuplai dari 2 (dua) Terminal
BBM yang ada di Bali, yaitu Terminal BBM Sanggaran dan Terminal BBM Manggis. Pertamina mengoptimalkan stok dan distribusi dari kedua Terminal BBM tersebut. Pertamina juga menyiagakan 82 mobil tangki dengan total kapasitas 1.520 Kl, dan 223 awak mobil tangki yang bersiaga untuk memastikan BBM dapat sampai ke pelanggan. Sedangkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan LPG, Pertamina telah men-
DEPO - Suasana Depo Manggis, Karangasem.
ingkatkan ketersediaan stok elpiji yang normalnya selama 3-4 hari, menjadi 4-7 hari dengan menambah stok di Depo Manggis-Karangasem dan Depo Sanggaran-Denpasar. Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur elpiji, untuk mengaktifkan agen dan pangkalan siaga, yang tetap buka melayani pada hari libur. Di Bali, jumlah agen siaga mencapai 22 agen untuk LPG 3 kg, dan Pangkalan Siaga LPG 3 kg mencapai 108 pangkalan,
BPM/dok
termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kg. Sementara untuk avtur, di Bali Pertamina telah menyiagakan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai Bali. Pertamina memprediksi konsumsi avtur saat Satgas RAFI akan naik menjadi 2.425 Kl, dari rata-rata konsumsi normal 2.265 Kl. DPPU Ngurah Rai memiliki fasilitas 7 tangki timbun dengan kapasitas 24.300 Kl yang disuplai dari Refinery Unit IV Cilacap serta Refinery Unit V Balikpapan. DPPU Ngurah Rai juga dilengkapi 7 unit Refueler yang selalu siaga untuk memenuhi kebutuhan penerbangan baik domestik maupun internasional. Selain di DPPU Ngurah Rai, Terminal BBM Manggis juga memiliki tangki penyimpanan Avtur dengan kapasitas 40.000 Kl. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan BBM & LPG masyarakat pada momen Ramadhan dan Idul Fitri 2019 yang salah satunya dengan menyiagakan satgas selama 24 jam. Untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas. (kmb42)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
PGN Dukung Safari Ramadan BUMN di Bali
EMPAT BUMN, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) dan PT Balai Pustaka (Persero) menyelenggarakan bakti sosial Ramadan bertema “One Nation On Vision One Family to Excellence” di Bali. Kegiatan ini bagian menyemarakkan bulan suci Ramadan 1440 H. Selain itu, kegiatan ini pun perwujudan dari semangat program “BUMN Hadir untuk Negeri Tahun 2019” di Provinsi Bali. Rangkaian kegiatan antara lain pembagian 1.000 Al Quran yang acara seremonialnya secara resmi disalurkan oleh perwakilan PGN, Kimia Farma, Hotel Indonesia Natour dan Balai Pustaka bertempat di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Bali. Bantuan ini sendiri merupakan bagian dari 34.000 Al Quran yang disalurkan di 34
provinsi oleh BUMN pada waktu yang bersamaan dan menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility ‘’BUMN Hadir Untuk Negeri’’ yang telah digulirkan sejak tahun 2015 lalu. Program “BUMN Hadir untuk Negeri” bertujuan menciptakan kondisi dan mendorong agar BUMN di Indonesia dapat memberikan sumbangan yang terbaik bagi negeri dan rakyat Indonesia. Diprakarsai oleh Kementerian BUMN dan difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan BUMN, program ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan dan memupuk rasa kebanggaan berbangsa dan bertanah air kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok negeri. Sejauh ini keberadaan program “BUMN Hadir untuk Negeri” telah menjadi aksi nyata BUMN untuk ikut serta
membangun kesejahteraan dan juga berperan dalam pemerataan hasil pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan rangkaian program “BUMN Hadir Untuk Negeri” di tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Peringatan 21 tahun Kementerian BUMN yang mengambil tema “One Nation One Vision One Family Excellence”, yang diselenggarakan dalam periode bulan Februari – Mei 2019. PGN yang menjadi PIC untuk kegiatan di propinsi Bali, bersama Co-PIC, yaitu Kimia Farma, Hotel Indonesia Natour dan Balai Pustaka merasa gembira dapat mendukung program “BUMN Hadir Untuk Negeri” dengan menjalankan rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1440 H di Provinsi Bali. Seperti diutarakan oleh Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama. “Kami mendapatkan amanah un-
(Ki-Ka) Mayor Infantri Gaguk Sumartono Yuliyanto (Wakil Ketua DKM) dan Perwakilan PGN Erick Taufan, AVP CSR.
tuk menjalankan program BUMN Hadir Untuk Negeri dengan salah satu rangkaian kegiatannya Safari Ramadan 1440 H yang menyalurkan 1.000 Al Quran di Provinsi Bali dimana bantuan ini melengkapi 34.000 Al Quran yang disalurkan di 34 propinsi oleh BUMN secara serentak hari ini. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi umat muslim Bali dan semoga keberadaan BUMN dapat semakin maju dan berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya. Harapannya, bantuan penyaluran Al Quran kelak membentuk karakter masyarakat khususnya kaum muslim Indonesia agar menjadi insan yang menjunjung nilai spiritual dalam bermasyarakat sehingga dengan karakter keimanan individu yang kuat dapat membentuk karakter masyarakat terbaik. “Kegiatan pembagian Al Quran ini juga diharapkan agar masyarakat muslim yang ada di Indonesia semakin mencintai Al Quran dan menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat dalam membaca Al Quran yang sekarang ini tengah digalakkan oleh pemerintah,” ujar Rachmat. Sebagai informasi, program “BUMN Hadir Untuk Negeri” yang dijalankan tahun 2019 ini mencakup 6 kegiatan, yaitu siswa mengenal Nusantara (peringatan Hari Kemerdekaan RI), upacara HUT Kemerdekaan RI, Safari Ramadan, mudik gratis, peringatan Natal dan Tahun Baru serta peringatan HUT Kementerian BUMN ke-21. Khusus, untuk kegiatan Safari Ramadan di Bali, selain bantuan pembagian Al Quran, juga akan dilakukan santunan bagi 1.000 anak yatim dan bantuan untuk 10 Panti Asuhan, Pondok Pesatren dan Yayasan Sosial. (ad929)
Idul Fitri 2019, RSUP Sanglah Libur Tiga Hari Denpasar (Bali Post)Pemerintah telah menetapkan libur dan cuti bersama Idul Fitri tahun 2019 jatuh pada 3-7 Juni. RSUP Sanglah sebagai rumah sakit terbesar milik Kementerian Kesehatan yang ada di Bali hanya mengambil libur atau cuti bersama selama tiga hari yaitu dari 5 - 7 Juni.
Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes., mengatakan, untuk tetap memberikan pelayanan yang optimal pada masyarakat, RSUP Sanglah tidak mengambil cuti bersama seperti instansi pemerintah lainnya. “Kita tidak mengambil cuti penuh sesuai edaran pemer-
intah, tapi hanya libur dari tanggal 5 - 7 Juni. Pada tanggal tersebut semua pelayanan dilakukan di IGD. Ini kami lakukan agar pelayanan pada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Sudana, Jumat (24/5) lalu. Sudana juga menjelaskan, RSUP Sanglah memberikan kenyamanan dan kelelua-
saan kepada pegawai yang beragama Islam untuk menjalankan ibadahnya dengan memberikan cuti seperti yang telah ditetapkan pemerintah. “Untuk pegawai yang beragama Islam agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik, kita berikan libur dari tanggal 3 - 7 Juni,” imbuhnya. (kmb42)
Rahina Tumpek Landep
Alutsista Kodim Jembrana Diupacarai Negara (Bali Post) Hari Tumpek Landep di Kodim Jembrana berjalan khidmat. Upacara dipimpin oleh Jro Mangku Serma Ida Bagus Priada diawali dengan proses persembahyangan dilanjutkan upacara pada peralatan kantor di Kantor Makodim 1617/Jembrana, Sabtu (25/5). Ketua Umat Hindu Kodim Jembrana Mayor Inf. Ngakan Made Marjana menjelaskan, Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran). Dengan demikian umat Hin-
du selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan landasan nilai-nilai agama. Menurutnya dengan pikiran yang suci, umat mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Tumpek Landep, kata dia, merupakan hari raya pemujaan kepada Sang Hyang Siwa Pasupati sebagai dewanya taksu. Upacara ini digelar setelah hari Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Jadi setelah memperingati Hari Saraswati sebagai perayaan
turunnya ilmu pengetahuan, maka setelah itu umat Hindu memohonkan agar ilmu pengetahuan tersebut bertuah atau memberi ketajaman pikiran dan hati. Pada hari Tumpek Landep juga dilakukan upacara pembersihan dan penyucian aneka pusaka leluhur seperti keris, tombak dan sebagainya dan masyarakat awam sering menyebut Tumpek Landep sebagai otonan besi atau upacara untuk menyucikan seluruh benda yang berbahankan besi seperti motor, mobil dan peralatan kerja.
Lebih lanjut dikatakan Tumpek Landep itu sendiri lebih menitikberatkan agar umat selalu ingat untuk mengasah pikiran (manah), budhi dan citta. Dengan manah, budhi dan citta yang tajam diharapkan umat dapat memerangi kebodohan, kegelapan dan kesengsaraan. Dikatakan, ritual Tumpek Landep sesungguhnya mengingatkan umat untuk selalu menajamkan manah (pikiran) sehingga mampu menekan perilaku bhutakala (kejahatan) yang ada di dalam diri sendiri. (kmb)
TUMPEK-Alutsista Kodim Jembrana disucikan saat rahina Tumpek Landep.
BPM/kmb
WISUDA - Prosesi wisuda ke 131 yang dilakukan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp. S(K)., di Auditorium Widya Sabha kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (25/5) kemarin.
Wisuda ke 131, Unud Lepas 1.200 Wisudawan
SEBANYAK 1.200 wisudawan dilepas Universitas Udayana (Unud) pada upacara wisuda ke 131 di gedung auditorium Widya Sabha kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (25/5) kemarin. Mereka terdiri dari 23 orang Diploma, 886 orang Sarjana, 151 orang Profesi, 21 orang Dokter Spesialis, 96 orang Magister, dan 23 orang Doktor. Dengan ini, total jumlah wisudawan Unud hingga kini sekitar 91294 orang. Sama seperti wisuda sebelumnya, wisudawan kali ini masih didominasi kaum perempuan dengan jumlah 676 orang, sedangkan laki-laki 524 orang. Begitu pula dari segi prestasi akademik, dimana IPK rata-rata perempuan 3,62 dan laki-laki 3,49. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. Ditambahkannya, secara keseluruhan IPK rata-rata yang diraih wisudawan tiap jenjang cukup bagus, yakni program Doktor (S-3) 3,86, program Magister (S-2) 3,70, program Spesi-
alis 3,73, program Profesi 3,79, program Sarjana (S-1) 3,49, dan program Diploma 3,62. Dalam wisuda ini terdapat 399 meraih predikat cumlaude dan 51 di antara wisudawan merupakan penerima beasiswa bidikmisi. Selain menguasai ilmu, Wakil Rektor Akdemik berharap agar wisudawan mampu berkehidupan cerdas, dengan tata krama yang santun dan berguna bagi masyarakat. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp. S(K)., dalam sambutan menyampaikan, sebagai institusi pendidikan Unud terus giat berbenah, baik melalui tata kelola, sumber daya, pelaksanaan tri dharma maupun peningkatan sarana prasarana untuk menciptakan lulusan profesional yang unggul, mandiri dan berbudaya. Program internasional juga telah dilakukan melalui pembinaan beberapa program studi untuk mengikuti sertifikasi internasional. Bahkan informasinya, Unud lolos sebagai penyelenggara Program Pendidikan Magister
Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), dan diharapkan ada wisudawan yang mampu mendapatkan program beasiswa tersebut. Di samping itu Unud juga terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) pada Agustus 2019. Rektor Unud menambahkan, dari para lulusan diharapkan menjadi alumni yang berpartisipasi aktif dalam tracer studi. Ini merupakan umpan balik dari para alumni untuk perbaikan serta pengembangan kualitas sistem pendidikan di Unud. Dan diharapkan alumni selalu menjaga martabat dan nama baik almamater, bekerja keras, tekun, tertib, disiplin, jujur, objektif dan penuh rasa tanggung jawab. Mampu menjadi SDM yang unggul, mandiri dan tentunya berbudaya, menekankan pentingnya nilai-nilai yang berkaitan dengan akhlak dan moral. Hal itu karena budaya akademik adalah menjunjung tinggi nilainilai kejujuran. (ad936)
OJK Berharap Target Kredit BPD Bali Terlampaui Denpasar (Bali Post) Dengan lengkapnya struktur direksi dan komisaris BPD Bali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara berharap target penyaluran kredit BPD Bali dapat terlampaui. Jika sebelumnya, penyaluran kredit BPD Bali di bawah 5 persen, tahun ini BPD Bali menargetkan penyaluran kredit 8 persen. “Saya bilang kalau bisa di atas itu, paling tidak 9 persen menurut saya,” kata Elyanus Pongsoda, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, belum lama ini. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh 10–11 persen tahun ini. Dengan adanya lima direktur baru BPD Bali, ia yakin pertumbuhan bisnis BPD Bali akan semakin meningkat. Peningkatan kinerja sudah terlihat pada triwulan I 2019, Bank BPD Bali mampu meraih laba Rp 153 miliar. Jika triwulanan labanya sebesar itu, menurut Elyanus, sampai akhir tahun laba BPD Bali bisa tembus Rp 600 miliar. Padahal selama ini, laba BPD Bali tidak sampai Rp 500 miliar. Untuk dapat meraih kinerja yang baik pada tahun 2019, OJK berharap BPD Bali menggarap UMKM dan desa wisata agar dapat bertumbuh secara optimal. Sumber pendanaan UMKM bisa diberikan dengan KUR. Apalagi BPD Bali diberikan kuota menyalurkan KUR tahun ini sebesar Rp 955 miliar, hampir Rp 1 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara NPL-nya juga kecil, tidak sampai 0,6 persen. Sehingga penyaluran KUR ke UMKM ini harus terus dipacu. Segmen lain yang bisa digarap BPD Bali adalah pengembangan di sektor wisata. Mengingat adanya kawasan ekonomi khusus (KEK), BPD Bali dapat masuk ke segmen tersebut. Selain itu yang potensial digarap BPD Bali adalah desa wisata. Apalagi Bali mengembangkan 100 desa wisata, maka BPD Bali dapat masuk untuk pembiayaan homestay, dan sebagainya. Untuk diketahui direktur BPD Bali yang baru ditetapkan yaitu Direktur Bisnis NonKredti (BNK) yaitu I Nyoman Sumanaya, S.E.., M.M. Kelima Direktur BPD Bali tersebut
yakni Direktur Utama adalah I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., Direktur Operasional yakni IBG. Setia Yasa, S.Kom., M.M., Direktur Bisnis Non-Kredit I Nyoman Sumanaya, S.E., M.M., Direktur Kredit yakni I Made Lestara, S.E., dan Direktur Kepatuhan yakni Drs. I Wayan Sutela Negara, M.M. Sedangkan lima Komisaris
BPD Bali yang telah ditetapkan adalah Komisaris Utama I.B. Putu Anom Redhi, S.H., M.M., Komisaris Non-Independen Wisnu Bawa Temaja, S.H., M.H., Komisaris Non Independen Drs. I Made Sukada, M.M., Komisaris Independen Ni Made Dewi Suryani, S.E., Ak., M.Ak., CA., Komisaris Independen Ida Bagus Wibawa, S.E. (kmb42)
4
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
Jaran Goyang Dangdut Pantura Gaya Sederhana Hiburan ala Rakyat
LELAKI kelahiran 3 Desember 1971 dengan nama Jonoh Widjojo ini memang selalu memiliki ide-ide nyeleneh untuk membangun imajinasi fashionnya, pemilik brand label “Yonstudio,Yon’s, B’Yon” ini merasa Indonesia sesungguhnya memiliki peluang untuk merebut perhatian dunia di bidang fashion. Ide-ide dari kehidupan sosial, politik, agama, dan budaya adalah mata air yang tidak akan pernah surut menjadi ide para desainer dan mengangkatnya dalam dunia fashion. Bahkan dalam hajatan khusus parade fashion desainer di Surabaya beberapa bulan lalu, Yon, begitu lelaki ini biasa dipanggil, justru memiliki inspirasi budaya khas Indonesia yang didedahkan dalam rancangannya kali ini yang dibungkus dengan tema “Jaran Goyang, Dangdut Pantura” dengan gaya seksi dan warna-warna soft yang anggun dan elegan. Jaran Goyang adalah salah satu bagian dari sastra lisan yang berupa mantra. Mantra berjenis pengasihan ini berkembang di masyarakat Suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Tidak hanya berkembang di Jawa Timur, mantra ini juga terdapat di Jawa Barat. Nama lain dari jenis mantra ini di antaranya adalah pengasihan dan pelet. Mantra ini erat kaitannya dengan ilmu gaib, metafisik, dan dunia paranormal. Suku Osing mempercayai adanya empat ilmu, yakni ilmu merah, ilmu kuning, ilmu hitam, dan ilmu putih. Ilmu merah berkaitan dengan perasaan cinta, ilmu kuning mengenai jabatan, ilmu hitam untuk menyakiti, dan ilmu putih untuk menyembuhkan. Jaran Goyang ini termasuk kategori ilmu merah atau dikenal dengan nama santet. Santet merupakan akronim dari “mesisan gantet” yang berarti sekalian bersatu atau bisa juga “mesisan bantet”
atau sekalian rusak. Pengertian ini merujuk pada fungsi sosial mantra santet Jaran Goyang. Mantra ini bukanlah ilmu untuk menyakiti atau membunuh, melainkan untuk menyatukan dua orang agar bisa menikah atau memisahkan kedua orang yang mencintai agar bisa menikah dengan pasangan pilihan keluarganya. Ada mitos yang berkembang mengenai mantra Jaran Goyang. Ketika Kerajaan Blambangan di ambang kehancuran, rakyatnya terpisah-pisah. Agar keturunan tidak tercampur, mereka menikah dengan dasar kekerabatan. Namun, di antara mereka, ada yang tidak mau dijodohkan atau tidak direstui keluarga. Mantra Jaran Goyang kemudian berfungsi untuk menyatukan mereka.
Tari Jaran Goyang merupakan tari pergaulan. Tarian ini menceritakan seorang pemuda yang mencintai seorang gadis. Namun sayangnya, pemuda itu mendapat penolakan atau bertepuk sebelah tangan karena gadis itu tidak mempunyai perasaan cinta terhadapnya. Pemuda itu pun merapalkan mantra Jaran Goyang lalu melempar bunga kepada sang gadis agar dapat jatuh cinta dan tergila-gila padanya. Tari Jaran Goyang terinspirasi dari mantra Jaran Goyang. Tarian ini muncul karena adanya fenomena mantra jaran goyang yang tumbuh subur di kalangan Suku Osing saat itu. Tarian ini pertama kali dipertunjukkan pada 1966 oleh penari bernama Darji dan Parmi. Mereka berasal dari Lembaga Kesenian Nasional (LKN) milik Partai Nasional Indonesia yang saat itu ada di wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Sejalan dengan perkembangan zaman, tarian Jaran Goyang pada saat ini mengalami perubahan. Para penarinya kini
terdiri atas dua orang, yaitu laki-laki dan perempuan. Pada masa lalu, Jaran Goyang ditarikan banyak orang walaupun ada dua penari utama. Masyarakat Banyuwangi, khususnya Osing, tidak menutup diri dengan perubahan budaya. Percampuran budaya, baik dari dalam maupun dari luar pun diterima untuk menghadirkan budaya baru yang disesuaikan dengan zaman. Selain menjadi tarian, Jaran Goyang juga menginspirasi sebuah lagu dalam bahasa Osing yang berjudul Jaran Goyang. Lagu ini sempat populer pada tahun 2000-an dan dinyanyikan oleh penyanyi Banyuwangi, yakni Adistya Mayasari. Kepopuleran lagu Jaran Goyang membuat para artis menyanyikannya dengan gaya masing-masing. Lagu ini dinyanyikan ulang oleh biduan dangdut, antara lain Via Vallen, Nassar, dan Trio Macan. Bahkan, aksi pedangdut Nassar sempat menghebohkan jagad media sosial tatkala menyanyikan lagu itu sambil menari. Tidak sedikit warganet yang mengomentari penampilan artis jebolan Kontes Dangdut Indonesia atau KDI itu saat beraksi di panggung. Berbagai versi lagu dengan judul “Jaran Goyang” ini pun bermunculan. Menariknya, ada penyanyi yang membawakan ulang lagu itu dengan lirik menggunakan tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan bahasa daerah Jawa. L a g u J a r a n Goyang menjadi hiburan
tersendiri bagi masyarakat. Kesan mistis yang ada di lagu ini seolah lenyap tatkala dinyanyikan di berbagai kesempatan, baik situasi formal maupun nonformal. D a n kelincah a n , mistis, d a n bera-
gam ide-ide itulah yang membuat desainer yang saat ini memilih tinggal di Bali ini menggusungnya untuk pilihan fashion 2019. Kesannya seksi, elegan dan warnawarna busananya yang menunjukkan hiburan m a syarat jelata mampu anggun di pangg u n g mode Indonesia. (osi)
Merawat Telinga
Korek Telinga dengan ”Cutton Bud” Tidak Dianjurkan
Membersihkan telinga dengan cutton bud ataupun belakangan sedang trend ear candle dapat membersihkan telinga secara menyeluruh. Apalagi masyarakat terkadang gemas ingin mengorekngorek telinga dengan bulu ayam bahkan jari tangan untuk mendapatkan sensasi kenikmatan dengan alasan kebersihan. Cara-cara tersebut kurang dianjurkan saat ini karena hal ini sering memberikan impact sakit pada telinga, kotoran yang masuk lebih dalam dan menyumbat sehingga mengganggu kualitas pendengaran.
Ketua Komite Medik RS Umum Bali Mandara dr. AA. Gede Bawa Negara, Sp.THT-KL.menjelaskan, ada tiga kerugian membersihkan telinga dengan cutton bud yaitu merangsang produktivitas kotoran, karena kotoran itu dibentuk oleh kelenjar sebum, kelenjar keringat, dan diskuamasi epitel. “Itu yang membentuk kotoran,” ujarnya. Sementara mengorek-orek telinga merupakan suatu tindakan stimulasi, merangsang produktivitas. Sehingga semakin sering mengorek kuping jadi terstimulasi produktivitas serumen itu, sehingga semakin sering dia kotor. Selain itu, dengan cutton bud akan mendorong karena kita tidak melihat posisi kotoran itu dimana dan cenderung menggunakan perasaan. “Perasaan kita tidak selalu benar dan cenderung mendorong kotoran itu lebih masuk ke dalam lagi sehingga tertimbun di bagian dalam sehingga mengganggu kualitas pendengaran,” jelasnya. Saraf Di telinga ada saraf sensoris sehingga membuat orang nyaman ketika dikorek telinganya. Bahkan anak kecil ketika dikorek telingannya diam dan tertidur. Hal ini membuat tekanan yang makin lama
Kisara
makan keras karena enak sehingga terjadi rasio lecet, infeksi dan sakit. Telinga pada dasarnya adalah self-clearance, mempunyai sistem pembersihan sendiri. Artinya cukup membersihkan bagian daun telinga saja sudah cukup, kotoran akan keluar dengan sendirinya. “Dengan mengunyah, menguap kotoran akan terdorong keluar sehingga dengan tindakan seperti itu saja sudah cukup untuk membersihkan telinga,” ungkap dokter yang juga bertugas di RSAD Udayana, Denpasar. Setiap 2 – 3 bulan juga dianjurkan ke dokter THT karena pada waktuwaktu tersebut terjadi deskuamasi epitel, pergantian kulit. Dokter THT akan melihat produktivitas telinga dan membersihkan telinga dengan tidak memberi terlalu banyak tekanan dan memberikan cairan yang tidak terlalu iritatif. Mitos Hal yang tidak boleh dilakukan pada telinga luar yaitu kebiasaan mengorek–ngorek kuping, berenang diperbolehkan jika telinga dalam kondisi yang baik, cairan akan keluar dengan sendirinya.Kemasukan air akan terjadi jika seseorang menderita pilek sehingga gelembung itu tertahan di dalam karena ada
garan adalah kebisingan (paparan kebisingan). Maka dari itu suara yang didengar tidak boleh lebih dari 85 – 90 desibel. Selain itu durasi atau lamanya paparan, intensitas paparan, kondisi kita pada saat menerima paparan kebisingan juga mempengaruhi kualitas pendengaran. “Kalau kondisi kita lagi pilek, kerusakan itu akan semakin cepat terjadi,” ungkapnya. Contoh kasus anak bermain di timezone dengan tingkat kebisingan di atas 85 desibel, dalam kurun waktu yang panjang lebih dari 8 jam, sudah mulai terjadi gangguan. Bila dilakukan tes pendengaranm, adanya penurunan pada frekuensi 4.000 hertz, maka itu berarti terjadi penurunan pendengaran. Headset adalah noise yang diberikan dari luar. Ini salah satu lifestyle yang dapat menimbulkan gangguan pendengaran jika tidak diperhatikan hal – hal di atas. “Jika semakin lama semakin keras, kerusakan akan semakin cepat. Apalagi dalam kondisi pilek menerima paparan kebisingan dari headset, maka akan semakin membuat pusing,” imbuhnya. Menggunakan headset, suara paparan secara murni akan masuk ke telinga dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Sedangkan
dengan menggunakan headphone paparan yang masuk ke telinga lebih sedikit, ada sebagian yang tersebar keluar telinga. “Namun tetap juga perhatiakan durasi, intensitas dan tingkat kebisingannya,” tandasnya. Gangguan pendengaran dapat terjadi jika paparan kebisingan diterima selama lebih dari 8 jam. Menelepon dalam waktu lama juga tidak baik, maka dari itu dianjurkan menggunakan speaker jika percakapan telepon dirasa cukup lama. Paparan suara–suara itu akan merusak sel–sel rambut yang ada di koklea (rumah siput) yang letaknya di telinga bagian dalam. Ini akan menyebabkan gangguan pendengaran. Batuk dan pilek pada anak juga harus diperhatikan. “Batuk dan pilek harus segera diobati, jangan terlalu lama dibiarkan, sehingga akan memberikan impact pada telinga tengah sehingga menjadi curek,” ungkapnya. Untuk meningkatkan kualitas manusia, sangat tergantung dari kualitas pendengaran. Dari mampu mendengar akan mampu berbicara. Seseorang akan mampu berbicara bagus jika ia terbiasa mendengar kata–kata yang bagus. Maka dari itu paparan mendengar itu penting. lMaya
Rokok dan Kejantanan
“Hai Kak. Aku Rio, umurku 15 th. Aku sekarang SMP kelas 3 dan sebentar lagi akan mulai masuk SMA. Mau cerita dong Kak. Temanku pernah bilang katanya kalau sudah SMA harus ngerokok biar keren. Kalau gak ngerokok gak laki dan gak gaul, tapi keluarga memang bukan keluarga perokok Kak. Jadi agak takut juga untuk ngerokok. Aku agak galau juga sih Kak. Gimana menurutKkakak? Tolong jawab ya Kak. Makasi. “ Hai Rio. Terima kasih sudah bercerita bersama Kisara. Gak ngerokok, gak keren? Emang benar gitu? Yuk disimak! Pernah lihat iklan rokok? Iklan rokok umumnya menampilkan sosok pria yang gagah, berani maupun petualang sejati. Iklan tersebut dinilai sangat bertentangan dengan produk yang dijual. Faktanya, merokok justru bisa menurunkan kejanta-
tekanan negatif. “Misalnya kita dalam kondisi pilek, makanya dianjurkan berenang tidak dalam kondisi pilek, agar gelembungnya tidak diam di dalam sehingga kemasukan air. Ini membuat telinga tidak nyaman karena telinga bukan saja sebagai alat pendengaran, juga sebagai alat keseimbangan. Maka dengan masuknya air akan membuat keseimbangan terganggu, berputar,” tandasnya. Jika telinga kemasukan air dengan kondisi pilek maka masyarakat bisa memasukkan air sedikit dengan kondisi air lebih hangat untuk memecah gelembung air yang ada di dalam telinga sehingga keluar. Air yang masuk tanpa sengaja tanpa adalah pemicu pilek, biasanya terjadi karena ada kotoran di dalam telinga sehingga kotoran itulah yang menyerap air dan air tertahan di dalam. Gangguan Pendengaran Telinga ada tiga bagian yaitu telinga luar, tengah dan dalam. Yang mempengaruhi kualitas pendengaran pada telinga luar adalah kotoran, dan mengorek telinga. Pada telinga tengah yang mempengaruhi kualitas pendengaran adalah batuk dan pilek. Pada telinga dalam yang mempengaruhi kualitas penden-
nan seorang pria. Sejumlah penelitian dan para dokter kandungan mengungkapkan, merokok dapat menurunkan kualitas sperma pria. Tak hanya itu, kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Seperti pernah dijelaskan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Budi Wiweko, merokok menimbulkan Reactive
Oxygen Species (ROS) yang menghasilkan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas tersebut dapat merusak materi genetik sperma. Akibatnya, sperma dengan materi DNA yang rusak tidak mampu membuahi sel telur. Kebiasaan merokok juga akan merusak pembuluh darah, termasuk di penis, sehingga muncul masalah disfungsi ereksi. Merokok pun bisa menyebabkan pria kehilangan jakunnya jika sudah terkena kanker pita suara. Jadi, tidak merokok justru bisa membuat pria lebih jantan. Terus keren tanpa rokok itu gimana? Penampilan dapat ditunjang dengan
cara berhenti merokok dan tidak merokok. Keren bisa saja dimulai dengan berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Ketahuilah keren tanpa rokok jauh lebih mudah dan murah loh. Ada lo keuntungan tidak merokok, yaitu napas menjadi lebih segar, gigi menjadi lebih putih, aroma rambut dan pakaian lebih sedap, jari-jari dan kuku tidak menguning, Kesehatan mulut lebih terjaga, risiko penuaan dini karena kulit keriput dan menjadi lebih kecil. Tahukah kamu, tidak merokok berarti mencintai diri sendiri dan orang yang kita cintai. Merokok tidak hanya membahay-
akan kesehatanmu, tetapi juga membahayakan kesehatan teman dan keluarga. Mereka yang terpapar asap rokok akan menjadi perokok pasif dan rentan terkena kanker paru. Oleh sebab itu, berhenti merokok membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang di sekitarmu. Lalu untuk yang sudah terlanjur merokok bagaimana? Yuk mulai berhenti dengan membuang piting terakhirmu. Pikirkan masa depanmu 10 menit, 10 hari, 10 bulan dan 10 tahun ke depan dengan cara membuang batang terakhirmu. Motivasi dirimu untuk berhenti dan cintai dirimu mulai hari ini.
5
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
Capricorn Jangan terlena dengan hawa malas yang muncul di minggu ini, cobalah tetap concern dengan urusan-urusan yang sudah seharusnya cepat diselesaikan. Jika ada yang berusaha memancing konfrontasi sebaiknya dihindari saja, karena tidak ada untungnya. Asmara: Cukup tenang dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aquarius Kesempatan yang ditunggutunggu ternyata hasilnya jauh dari harapan, walau begitu jangan patah semangat, tetaplah konsentrasi pada pekerjaan yang lagi dihadapi saat ini dan tidak perlu meratapi yang sudah terjadi. Asmara: Sepusing apa pun urusan di luar sebaiknya jangan dicampuradukkan ke dalam hubungan asmara, bisa kacau jadinya. Pisces Cobalah untuk tidak banyak pikiran jika tidak ingin badan capek dan jatuh sakit, karena jika sampai terjadi maka akan menambah rumit persoalan saja. Tetaplah bersikap lepas dengan selalu berpikiran santai tetapi tetap waspada. Asmara: Tidak perlu emosi, hadapi semua itu dengan kesabaran, pasti nanti akan berlalu dengan sendirinya. Aries Benar-benar mengesankan kesuksesan di hari-hari kemarin, akan tetapi untuk saat ini sudah lain lagi ceritanya, maka dari itu keprofesionalan dalam berkerja sebaiknya tetap dijaga, agar sesuatu yang sudah baik itu tidak sampai mengalami kemunduran. Asmara: Keakraban dan keharmonisan masih terlihat dan terasa di minggu ini. Taurus Jangan terlalu rewel nanti partner Anda malah bingung sendiri harus berbuat apa, pandaipandailah mengarahkan ke arah yang lebih baik dengan penjelasan-penjelasan yang mudah dicerna dan dipahami. Asmara: Masih menjengkelkan dan itu hanya masalah sepele yang sebenarnya bisa diatasi jika mau sedikit mengerti. Gemini Masih santai dan rileks karena memang tidak ada sesuatu masalah yang berat di minggu ini. Kalau sudah begini sebaiknya Anda enjoy saja dan berusaha menikmatinya dengan tidak mencari-cari masalah dan kesibukan baru. Asmara: Buat apa masalah kecil dipermasalahkan, karena itulah yang bikin suasana jadi panas terus. Cancer Kesempatan itu masih ada dan selalu menanti anda, namun yang perlu diperhitungkan adalah rival-rivalnya belum tentu semanis senyumnya. Semua akan berjalan damai dan sukses asalkan Anda lihai dan efisiensi. Asmara: Datangnya suarasuara burung yang sifatnya ingin memecah belah hubungan Anda berdua lebih baik tidak sedikit pun ditanggapi. Leo Keputusan yang sudah bulat jangan disangsikan lagi, Jika mantap silakan maju terus dan wujudkan dengan penuh keyakinan tanpa ada rasa goyah karena berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Semua itu hanya sensasi belaka. Asmara: Tiada yang perlu diragukan lagi sebab cintanya sangat tulus untuk Anda seorang. Virgo Sekalipun nampaknya ide-ide baru Anda kurang mendapat respons positif, namun jangan terlalu berputus asa dulu sebab di minggu ini bintang Virgo lagi jaya-jayanya, sehingga kalau mau terus berusaha maka tidak akan kesulitan untuk menuai hasil yang cemerlang dan memuaskan. Asmara: Ubahlah kebisaan memanjakan diri apa lagi manja-manja sebab bisa mendatangkan kejengkelan bagi si Dia. Libra Teruskan semangat juang tanpa pamrih karena hanya dengan bersikap seperti itulah akan dapat menghasilkan buah yang bisa dibanggakan dan menimbulkan kebahagiaan tersendiri di sudut hati yang dalam, walaupun itu sudah lama berlalu, namun pahalanya masih tercatat sehingga di minggu ini karma baik akan datang menolong. Asmara: jika punya gagasan sebaiknya dikonfirmasikan dulu, tak perlu khawatir akan ditolak, karena semua mendukung rencana Anda tersebut. Scorpio Di minggu ini dewa penolong masih berpihak pada Anda, oleh sebab itu segera saja memperjuangkan segala sesuatunya yang belum terselesaikan, mumpung sikon minggu ini sangat mendukung. Untuk mendapatkan kekuatan dalam berjuang, harus ada keyakinan. Asmara: Dalam kehidupan dunia fana ini tiada satu persoalan pun yang langgeng dan abadi, oleh sebab itu tiada salahnya kalau Anda selalu bersiap diri. Sagitarius Problem itu datang silih berganti, khususnya di minggu ini adaada saja masalah yang timbul menjengkelkan. Soal keuangan jika tidak dijaga ketat bisa ambrol tidak tertolong. Nah.... mau diapakan kalau lakonnya sudah begini namun jangan menyerah begitu saja. Asmara: Suasana yang sudah berjalan dengan damai dan bahagia bisa berubah bak perang dunia ketiga, gara-gara perkataan yang menyinggung hatinya. Untuk itu hati-hati dalam bicara agar hubungan tetap mesra.
Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 26 Mei - 1 Juni 2019
Menyimak Kemuliaan "Agnihotra" Agnihotram ityaha tasmad agnihotre ramante (Mahanarayana Upanisad, 78, 9)
“Para penganut Vaidika Dharma mengatakan bahwa Agnihotra merupakan jalan pembebasan sehingga para pencari kebajikan tertinggi menikmati upacara Agnihotra.” Agnihotra sekarang ini sedang banyak dilakukan oleh Pandita dan Pinandita di tanah air. Praktiknya lebih banyak dipadukan dengan upacara tradisional yang dilakukan di masyarakat. Merupakan kewajiban bagi para Grhastha, Pandita dan Pinandita untuk melaksanakan Agnihotra di rumah atau di Griya masing-masing, kecuali Pandita Sannyasin yang sudah lepas bebas sepenuhnya dari kewajiban-kewajiban duniawi dan keagamaan, termasuk Agnihotra. Namun demikian, mengingat “keterputusan praktik” Agnihotra di lingkungan umat Hindu Dharma di Nusantara dalam jangka waktu sangat panjang, maka masih sangat jarang PanditaPinandita melakukannya dua kali dalam sehari di Griya masing-masing sesuai dengan kewajiban bagi seorang Pandita. Swami Chidbhavananda menyebutkan bahwa hasil luar biasa dapat dicapai demi kesejahteraan hidup manusia melalui pelaksanaan Agnihotra karena Agnihotra merupakan perpaduan dari kekuatan perbuatan Kriya Sakti (action power), kekuatan pengetahuan Jnana Sakti (knowledge power), dan kekuatan keinginan/kehendak Iccha Sakti (will power). Kepada orang-orang Barat Penulis sering menjelaskan kekuatan dari five elemen, yaitu Panca Maha Bhuta, atau salah satu darinya (air, api, angin, tanah, dan ether) yang dalam hal ini adalah Agni (api) digabungkan dengan will power serta Mantram-mantram Veda maka Agnihotra dapat
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
memberikan manfaat luar biasa demi diri, lingkungan serta kesejahteraan hidup lahir batin dari orang yang melaksanakan Agnihotra. Sebutan lain dari Agnihotra adalah Homa, Havan, Yajna, Yaga, Huta, dan lain-lain. Agni berarti api dan hotra berarti persembahan suci. Agnihotra adalah upacara api suci dengan mempersembahkan berbagai jenis persembahan Havan Samagri, yang terdiri dari berbagai jenis akar-akaran dari tumbuhan obat-obatan ternama serta langka, ditumbuk halus dan dicampurkan dengan minyak Ghi (ghrta), yaitu minyak dari susu sapi. Bersamaan dengan persembahan Havan Samagri, kayu mangga dan lainlain ke Hyang Agni diucapkan berbagai mantra Veda dalam bahasa Sanskerta. Bukan hanya ajaran dan tradisi Veda yang menyebutkan upacara Agnihotra merupakan yajna yang sangat utama melainkan juga ajaran dari lontar-lontar dan tradisi leluhur bangsa Indonesia tercinta. Agnihotra merupakan upacara persembahan suci yajna yang sudah dipraktikkan oleh leluhur Hindu Dharma sejak zaman tidak bisa diingat lagi. Khususnya pada zaman Catur Veda upacara Agnihotra sudah dipraktikkan dengan patuh. Pelaksanaan Agnihotra dua kali sehari yaitu pada subuh dan senja hari merupakan upacara sangat ampuh untuk penebusan dosadosa bagi para Grhastha. Agnihotra merupakan upacara sangat baik dan suci. Ia adalah awal dari seluruh yajna, merupakan suatu lampu yang menerangi jalan menuju alam-alam Surga, dan Agnihotra merupakan jalan untuk mencapai pembebasan tertinggi yang dinamakan
moksa (Agnihotram sayam pratar grhanam niskrtih svistam suhutam yajna-kratunam prayanam suvargasya lokasya jyotis tasmad agnihotram paramam vadanti). Kakawin Ramayana menyebutkan Agnihotra dengan nama Homa (lumekas ta sira mahoma). Bahan-bahan persembahan hendaknya yang memang jelas diperuntukkan Agnihotra, antara lainnya kayu ancak, kayu bakar, bunga-bunga harum, buahbuahan, susu, ghi (mentega dari susu), wijen hitam, madu, serta periuk (KalaSa), rumput ilalang, dipa, dan beras bertih atau beras yang disangrai (sajining yajna ta umadang, Sriwreksa samidha puspagandha phala, dadhi ghrta krsnatila madhu, mwang kumbha kusarga wrtti wetih). Kakawin Bharatayudha memberikan perumpamaan Yajna Kunda sebagai Negara atau kerajaan musuh yang berhasil dikalahkan sampai terbakar dengan api besar menyalanyala (kundanira nagaraning musuh geseng). Pada zaman Veda, berperang bagi seorang ksatria adalah sembahyang atau persembahan yajna. Bagi seorang ksatria, Yajna Kunda adalah negara musuh yang terbakar. Kalimat ini membuktikan bahwa upacara agnihotra merupakan pelaksanaan upacara api suci yang sangat lumrah dilakukan dalam kegiatan keagamaan spiritual pada masa itu. Lontar Silakrama menyebutkan yang dinamakan Suddha atau bersih suci adalah apabila orang mandi setiap pagi, membersihkan badan, memuja Hyang Surya, bersembahyang, berjapa, dan termasuk melakukan Homa yajna (Suddha ngaranya majapa mahoma). Sarasamuccaya sendiri secara berulangkali menyebut agnihotra atau Homa-yajna yang juga diyakini merupakan pelengkap dari pada agnihotra (puja ri sang hyang ekagni, puja ri sang hyang tryagni, dana ring kunda kunang, yatika ista ngaranya, nyang purta ngaranya). Manava Dharma Sastra juga banyak memuat kemuliaan agnihotra (agni-
hotra parayanah, agnihotram yathavidhi). Pustaka Suci Catur Veda yang merupakan acuan serta rujukan terakhir sebagai Pramana (dasar hukum) untuk menentukan pilihan jalan Dharma. Mantra paling awal dari Rg Veda menyebutkan bahwa Sang Hyang Agni merupakan Pendeta Utama dalam upacara. “Kami memuja Agni yang adalah pendeta utama, Dewa yang memimpin yajna, pemuja yang murah hati (agnimile purohitam yajnasya devam rtvijam, hotaram ratnadhatamam). Mantra berikutnya lebih menegaskan peran Hyang Agni sebagai Pendeta Purohita Pemimpin Upacara berbunyi (agnih purvebhir rsibhir idyo nutanair uta sa devam eha vaksati). Catur Veda memuat perihal upacara agnihotra dalam jumlah mantra yang sangat banyak. Selain penyebutan secara langsung agnihotra dalam jumlah sangat banyak, juga sebutan agnihotra sebagai yajna dijelaskan sebanyak 1184 kali; dalam Rg Veda sebanyak 580 kali, Yajur Veda 243 kali, Sama Veda 63 kali, dan dalam Atharva Veda sebanyak 298 kali. Tempat melaksanakan Agnihotra dinamakan Yajna Kunda atau Yajna Vedi. Sering hanya disebut Kunda atau Vedi. Yajna Kunda yang menjadi bukti zaman dulu agnihotra dilaksanakan oleh para leluhur juga dapat dilihat di berbagai Pura dan Candi. Di Pura Gunung Kawi, Tampaksiring, kita bisa melihat yajna kunda. Masyarakat biasa yang tidak memahami apa itu agnihotra berpendapat bahwa lubang api itu adalah tempat “ngidu” (menghangatkan badan dengan menyalakan api). Akan tetapi, bagi mereka yang hanya pernah melihat upacara Agnihotra maka akan memastikan bahwa itu adalah kunda tempat dilaksanakannya Agnihotra/ Homayajna. Ada pula Pura Hyang Api dekat Payangan, Gianyar, yang diyakini sebagai pemujaan Hyang Agni melalui Homa Yajna di masa lalu. Pura Kehen di Bangli juga dihubung-hubungkan dengan tempat pemujaan Agni. Banyak Candi dan keraton di Jawa masih mewarisi yajna kunda. Candi Pawon juga disebutkan sebagai tem-
pat pemujaan Agnihotra. Upacara Agnihotra dibedakan menjadi dua, yaitu Naimitika Agnihotra (Agnihotra yang dilakukan sesuai keperluan/keinginan sang yajaman), dan Nitya Agnihotra (yang dilaksanakan setiap hari pada saat matahari terbit dan tenggelam. Kitab Kataka Samhita menyebutkan, “Dia hendaknya melaksanakan Agnihotra di sore hari ketika saat matahari terbenam, pagi hari ketika matahari belum terbit”. Maitrayani Samhita juga menyebutkan “Agnihotra hendaknya dilaksanakan pada saat senja tiba dan pagi hari setelah matahari terlihat bersinar terang”. Agnihotra dilakukan dengan cara duduk mengitari Yajna Kunda dan dipimpin oleh seorang pemimpin upacara yang disebut Hotr. Pendeta Hotr mengucapkan mantra, menghaturkan persembahan, dan menuangkan minyak ghee ke dalam api suci. Satu orang lainnya yang memahami sifat api menjadi petugas yang mengontrol api dengan menambahkan kayu bakar bila diperlukan. Peserta Agnihotra mempersembahkan biji-bijian Samagri ke dalam api suci sambil mengucapkan kata “svaha”. Banyak sarjana mengadakan penelitian tentang Agnihotra. Melalui hasil penelitiannya ternyata Agnihotra memberikan banyak manfaat antara lain di bidang pertanian, kesehatan, lingkungan hidup, dan lain-lain. Di bidang pertanian, Agnihotra telah terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian dan peternakan secara organik. Banyak situs/website yang memuat bukti-bukti nyata hasil pertanian Agnihotra. Para ilmuwan dari Universitas Kanpur di India Utara mengadakan penelitian tentang Agnihotra dihubungkan dengan pertanian. Mereka menemukan hasil ajaib sebagai akibat dari pelaksanaan Agnihotra. Bahkan rasa makanan pun menjadi berbeda signifikan. Heisnam JD dalam risetnya terhadap pengaruh Agnihotra pada pertanian menunjukkan peningkatan mutu bibit padi yang juga sangat signifikan. Agnihotra juga memberikan manfaat pembersihan dan pemurnian air sehingga menjadi layak minum.
buruk, tidak terpuji. Dan secara prinsip hukum kamma — salah satu hukum kesunyataan — semuanya pasti akan mendapatkan buah dari perbuatannya di masa yang akan datang — cepat atau lambat, dalam kehidupan sekarang atau di masa yang akan datang. Buddha mengajarkan untuk mengembangkan cinta kasih. Tidak hanya melalui ucapan atau pesan secara lisan saja. Buddha mengajarkan meditasi cinta kasih sebagai salah satu bentuk latihan yang bisa dikembangkan sehingga kita bisa memiliki cinta kasih dari dalam batin. Jika setiap orang mencintai kehidupannya dan juga mencintai kehidupan makhluk lain, kehidupan yang dijalani pasti akan berlangsung dengan tenang dan damai — dalam kehidupan ini maupun di masa mendatang ketika kematian tiba. Mari kita berlatih untuk mencintai kehidupan ini demi kebaikan bagi diri sendiri dan semua orang yang ada di sekitar kita. para pengacau keamanan dan ketertiban di tengah situasi politik yang memanas menjelang pengumuman Pemilu 2019. Selain menyerukan rakyat siap mati berjuang di jalan jihad, IAS juga menyatakan tidak semua anggota TNI tunduk pada perintah panglima, namun ada yang akan melawan Polri. Selanjutnya dia mengatakan 22 Mei merupakan Ultah PKI, sehingga KPU memilih tanggal tersebut sebagai hari pengumuman hasil pemilu. Karenanya dia menyerukan agar aksi yang direncanakan pada 22 Mei sekaligus melantik capres dan cawapres yang dipilihnya, tanpa harus menunggu Oktober 2019. Semua yang diocehkan IAS dalam video dikatakan bohong oleh Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto. Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Wah, kalau hujan deras hoaks tidak ditindak cepat, kamus tidak akan berguna karena kebohongan menjadi alat utama untuk komunikasi,” tegas Made Surjanegara.
MIMBAR AGAMA yang mengaku diajak belanja. Ada yang karena mengidolakan tokoh yang telah membentuk opininya. Ada karena mementingkan bayaran. Mungkin masih banyak alasan lainnya dari setiap orang yang menyediakan waktu dan dirinya untuk berangkat ke Jakarta dan akhirnya ikut serta dalam kegiatan tersebut. Akhirnya berurusan dengan pihak keamanan, terluka, dan tentu saja pada akhirnya berurusan dengan hukum. Namun jika ditarik secara mendasar; karena mereka tidak mencintai kehidupan ini. Mencintai kehidupan, berarti berusaha untuk menjaga kehidupan ini agar berlangsung dengan baik — aman, tenteram, damai, rukun. Tidak ada keributan, tidak ada masalah, tidak ada pertengkaran, tidak ada kekerasan, tidak ada kondisi yang menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan juga orang lain. Umat Buddha selalu diin-
gatkan untuk menjaga lima latihan moral (Pancasila Buddhis) untuk bisa mencintai kehidupan ini. Berusaha untuk tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbuat asusila, tidak berbohong (termasuk berkata kasar, memfitnah, bergossip), dan berusaha untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang melemahkan kesadaran, menyebabkan kecanduan atau ketagihan. Pelanggaran terhadap lima latihan tersebut, pada dasarnya disebabkan oleh tiga akar kejahatan yang ada di dalam diri kita masing-masing — keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan kegelapan batin (moha). Walaupun seseorang melakukan perbuatan yang sama, namun landasan yang mengawali atau niat awalnya, mungkin saja berbeda. Seorang bisa melakukan pembunuhan karena kebencian, kemarahan, rasa tidak senang dengan perbuatan atau ucapan
seseorang. Pembunuhan juga bisa dilakukan karena keserakahan, keinginan untuk menguasai harta seseorang, ambisi untuk mendapatkan sesuatu, dan sejenisnya. Dengan kebencian atau pun dengan kemarahan; pasti disertai dengan kegelapan batin. Demikian untuk perbuatan buruk lainnya. Bagaimana seseorang melakukan perbuatan tersebut? Seseorang bisa melakukan secara langsung; melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan jasmani. Dia merencanakan, dia melakukan perampasan, membunuh, merampok, dan sebagainya. Ada pula yang melakukan karena ajakan dari orang lain, karena pesanan dengan imbalan tertentu. Dengan demikian, seseorang hanya menggunakan ucapan, memberikan pesan atau perintah, namun tidak melakukan dengan jasmani. Tindakan secara jasmani dilakukan oleh orang lain. Melakukan sendiri, mengajak orang lain, memberikan perintah; semuanya menghasilkan tindakan yang sama — melakukan perbuatan yang
Kebohongan Menjadi Alat Komunikasi
pikir yang diancamnya adalah simbol negara , yang terpilih secara demokratis. Di samping kepala negara, Jokowi yang bernama lengkap Ir. Joko Widodo juga kepala pemerintahan,” tutur Rubag. ‘’Aku juga melihat videonya dengan seksama, perasaanku jadi kacau dan meragukan kalau demokrasi seperti yang dipahami pemuda tersebut adalah sistem terbaik dalam bernegara dan berbangsa. Samudera atau laut saja punya tepi disebut pantai yang membatasi hempasan air agar tidak merusak lingkungan. Kalau sampai ucapan yang mengerikan seperti dilontarkan pemuda itu dibiarkan, tanpa hukuman yang menjerakan, demokrasi akan menjadi anarki. Amerika Serikat yang dikenal sebagai pionir demokrasi saja tidak membiarkan demokrasi kebablasan atau liar. Seorang pria yang mengirim bom dan surat ancaman berisi bubuk putih yang ternyata biotoxin tidak membahayakan, diancam maksimum 140 tahun penjara atas perbuatannya. ‘Saya Gary Gravelle sebagai prajurit American Knights of Anarchy (AKA) akan
datang untuk membunuh Donald Trump!’ demikian surat yang dikirim September 2018 seperti dilaporkan Washington Examiner. Jangankan 140 tahun bila vonis menjatuhkan 100 tahun ditambah usia Gary saat diadili, mungkin tubuhnya sudah menjadi debu purba di liang lahat. Aku jadi heran, kenapa orang-orang yang masih berusia produktif untuk berkarya kini banyak menjadi ektremis, padahal ucapan dan tindakannya selalu mengatasnamakan Tuhan ya? Aku sulit tertawa meski ada yang melontarkan pendapat lucu, bahwa perbuatan HS adalah bercanda. Meneriakkan nama Tuhan disertai takbir memuji kebesaran-Nya berarti bercanda juga dong! Lalu demo ke Bawaslu dengan tuntutan agar salah satu paslon presiden dan wapres didiskualifikasi, bisa jadi bercanda juga,” komentar Nyoman Sudiantara. ‘’Tidak kalah bahaya dan provokatifnya video yang dibuat lelaki usia 49 tahun, warga Cirebon berinisial IAS. Dia mengadu TNI dengan Polri, dengan menyetir instruksi Kapolri untuk menembak di tempat
Mencintai Kehidupan Dhana Putra RABU lalu, sebagian Jakarta menjadi kawasan yang mencekam. Demo penolakan hasil pemilihan umum — yang sudah dikobarkan sejak jauh hari sebelumnya — mengandung kerusuhan. Terjadi pengerusakan di sejumlah tempat, beberapa orang meninggal dunia, ratusan terluka, dan ratusan lainnya berhasil diamankan dengan status sebagai perusuh. Mengapa mereka melakukan semuanya itu? Tentu setiap orang mempunyai kepentingan, maksud dan tujuan yang berbeda-beda walaupun ikut serta melakukan hal yang sama. Ada karena tidak tahu, hanya diajak atau diberikan tugas. Ada pula yang mendapat tawaran untuk jalan-jalan gratis. Ada
MAKAR dengan maksud untuk membunuh atau merampas kemerdekaan atau meniadakan kemampuan presiden atau wakil presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun. (Pasal 104 Kitab Undang-undang Hukum Pidana) ‘’Pasal 104 KUHP disamping Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No .11 Tahun 2008 tentang ITE digunakan menjerat HS, pria usia 25 tahun. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengutarakan hal itu setelah Tim Subdit Jatantras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap HS di perumahan Metro, Parung, Bogor, Minggu (12/5). Pemuda kelahiran 8 Maret 1994 yang sebenarnya beralamat di Palmerah, Jakarta gambarnya beredar viral di medsos saat demonstrasi di depan Kantor Bawaslu, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Jumat
brolan BALE BANJAR ARIDUS (10/5). Ucapan yang meresahkan banyak pihak, konon menurut pengakuannya, dilontarkan karena emosi. Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi. Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah, demikian jelas ancamannya disertai sambutan ‘amin‘ dan takbir orang-orang di sekitarnya. Selain HS, juga diciduk IY, wanita yang berkalikali mengamini ancaman juga membuat video dan menyebarkannya di medsos. Luar biasa, ini tindakan superberani tanpa ber-
Bali
6
Redité Umanis, 26 Mei 2019
Pagerwesi ring Buleleng
Kalanturang antuk Mamunjung ring Setra
BPM/dok
MAMUNJUNG – Pinaka dresta sané kamargiang saking nguni, krama ring Buleleng mamunjung ka sétra wus maturan ring pura dalem soang-soang banjar. Irika taler kramané jagi ngajeng sareng kulawarganyané riwusan ngaturang banten punjung inucap.
Raket ring Rainan Galungan lan Saraswati SAMPUN kawedar i wawu, Pagerwesi wantah rerainan suci sané kamargiang olih krama Hindu utamanipun ring Bali nyabran 210 raina apisan sané matetuek mangda kramané setata nincapang lan ngamagehang raga lan pikayunan satmaka kasengker antuk pagehan besi mangda nénten prasida kagulgul antuk sekancan parindikan kaon sajeroning ngamargiang kauripan. Tatkala punika kapanggihin ring makatah wewidangan ring Bali parikramanyané mabina-binayan. Sakadi ring wewidangan Buleleng sané kasinahang pidabdab ipun sakadi Galungan sané ngawinang ketah Pagerwesiné kawastanin antuk Galungan Buléléng. Manut Drs. I Gede Astawa, makasami rerainan wantah maakitan asapunika taler Pagerwesi sané maakitan sareng Galungan pinaka rerainan kawijayan Dharma saking Adharma. Punika duaning sadurung prasida ngamanggihin Galungan, sinah patut pisan jadmané mautsaha mangda prasida ngasorang Adharma. Punika mawinan kramané patut ngamagehang tur nincapang kahanan raga soang-soang, napi malih tatkala punika jadi tedun Sang Kala Tiga inggih punika Bhuta Galungan, Bhuta Dungulan lan Bhuta Amangkurat sané setata ngulgul kahanan i manusa. Mawinan punika, samian krama patut setata pageh sané tetueknyané wantah waged ring raga nepasin sekancan pikobet sané kapanggihin, sinalih tunggil antuk kawagedan ring pikayunan sané jagi kapolihang risampunné kapaicayang tur nelebin kaweruhan sané tedunnyané wantah ring raina suci Saraswati tur kalanturang antuk Banyu Pinaruh bénjangnyané. Punika nyinahang yéning rainan suci Pagerwesi taler mapaiketan sareng raina Saraswati sané rauh ipun ring Saniscara Umanis wuku Watugunung inucap. “Pamargin rainan Pagerwesi kakawitin saking panyajaan antuk makarya sanganan saking ketan sané neket antuk tetuek setata ngraketang pasametonan ngamargiang kauripan. Bénjangnyané penampahan utawi raina nampah bawi kanggén nedunang parisolah kaon tur nabdabang sekancan sarananipun. Yadiastun asapunika, ring rainan Pagerwesi punika nénten wénten krama sané maménjor sakadi ring Galungan,” dané nartayang. (was)
Kruna AKSARA BALI
han Pagerwesi sané ring raina punika kamargiang parikrama nampah ulam bawi tur makarya sakatah etéh-etéh sané jagi kawigunayang ring raina Pagerwesi. Wusan Pagerwesi bénjangnyané kapuputang antuk manis Pagerwesi ring raina Wraspati. Malih kabaosang ring raina Pagerwesi semengan, kramané ngamargiang pamuspan ring sanggah utawi merajan soang-soang kalanturang antuk muspa ring sanggah utawi merajan dadia. Wusan punika wawu kalanturang ngaturang sembah pangubhakti ring Pura Désa sané raris kamargiang antuk ngaturang pamuspan ring Pura Dalem. “Sujatiné sané kautamayang ring raina Pagerwesi punika wantah nunas paica saking Ida Sanghyang Widhi Wasa mangda kramané prasida kukuh tur pageh ngamargiang kauripan tan bina sakadi kasengker antuk pagehan wesi sané siteng,” baos dané. Tios punika, wénten taler parindikan sané satmaka dados cihna saking pamargin Pagerwesi irika tatkala wusan ngamargiang pamuspan ring pura dalem. Tatkala punika, kramané sareng kulawargannyané soang-soang makta banten punjung ka sétra, maturan pamekas ring gegumukan druén kulawarga soang-soang. Tatkala punika ipun taler makta makatah ajengan, wusan mamunjung jagi sinarengan sakulawarga
ngajeng irika. Punika madué tetuek ngajeng sareng kulawarga nénten sané kantun nyeneng kémanten nanging taler sareng sané sampun mantuk. Duaning kajantenang pisan yéning kulawarga sané sampun mantuk punika atmannyané kantun wénten ring sawewidangan sétra inucap, antuk kaketékan roras guli. Punika mawinan ri kala penampahan Pagerwesi akéh pisan krama sané rauh ka sétrane mareresik ring gegumukan kulawargannyané. Gegumukan sané kadruénang olih krama Désa Banyuning kakaryanin olih kramané ri kala abulan pitung dina utawi 42 raina riwusan ngabén angga kulawarga sané mantuk. Sangkaning becik-becik pisan kakaryanin sané ngawinang kramané nénten marasa takut tatkala mamunjung miwah ngajeng sareng angga kulawarga irika. “Krama iriki nyantenang pisan yéning krama utawi angga kulawarga sané sampun mantuk nénten ja ical sakéwanten kantun maurip antuk kahanan sané mabinayan sareng manusa sané kantun nyeneng. Yadiastun tatkala mamunjung tur ngajeng nénten prasida kajantenang yéning ipun sané sampun maraga angin punika jagi nyarengin ngajeng, nanging punika kamargiang sangkaning rasa bhakti tur meled ngaturang ajengan sasidan-sidannyané kémanten,” dané nartayang. (was)
Tetuek Rainan Pagerwesi
Bencingah
Basa Bali
PAGERWESI pinaka rerainan suci sané rauh nyabran Buda Kliwon wuku Sinta utawi nyabran 210 raina apisan sakadi sané sampun kamargiang olih krama Hindu sané wawu lintang. Ring rainané punika, kramané ngamargiang upacara manut dresta sané sampun kamargiang tur katami saking nguni. Ngeninin indik tetuek rerainan Pagerwesi, pinaka raina magehang raga mangda nénten kagulgul antuk makatah parindikan kaon sané setata nyarengin kawéntenan manusané. Sangkaning dresta soangsoang wewidangan ring Bali mabinayan, pamargin rerainan Pagerwesi taler mabinayan, sakadi sané kamargiang ring Kabupaten Buleleng, ring wewidangan Désa Banyuning. Manut Drs. I Gede Astawa, tokoh adat taler pemerhati budaya saking wewidangan Banyuning Utara, Kelurahan Banyuning, Buleleng, Pagerwesi ketah kawastanin antuk “Galungan Buleleng” duaning parikramanyané irika madué pulah-palih sané nénten bina saking rerainan suci kawijayan Dharma ngasorang Adharma punika. Kakawitin antuk raina panyajaan Pagerwesi sané rauhnyané ring raina Soma utawi raina Soma Ribek sané kawastanin antuk rerainan para panganyar utawi dagang. Bénjangnyané ring raina Anggara kawastanin antuk penampa-
BAhAsa INDONESIA
1. cemer
1.
c)m$,
kotor
2. cendek
2.
c)nÑ)k/,
pendek
3. cengkéd
3.
c)e\Ðd/,
lengkung
4. cengung
4.
c)\u*,
dengung
5. cenidra
5.
c)nidÎ,
cemburu
6. cepung
6.
c)pu*,
curam
7. ceput
7.
c)put/,
punah
8. cerah
8.
c)r;,
retak
9. cerok
9.
c)erok/,
lubang
10. ceruk
10. c)ruk/,
teluk
Nyiwi Sanghyang Pramesti Guru PAGERWESI artosnyané “pagehan saking besi”, prasida taler kaartos antuk sumeken nyagra utawi ngemit parindikan sané kalintang mautama mangda nénten usak. Ring raina suci Pagerwesi, krama sané magama Hindu utamanipun ring Bali nyantenang yéning rainan punika kanggén nyengker raga utawi magehang awak lan idepnyané. Tatkala punika, Ida Sanghyang Widhi Wasa kasiwi antuk prabawanida pinaka Bhatara Siwa sané kasinahang pinaka Ida Sanghyang Pramesti Guru utawi guru saking jagat taler sadagingnyané. Duaning ngamargiang kauripan tan pawéntenan panuntun saking guru majanten ngawinang pidabdab kauripan jadma inucap ngambang, nénten prasida becik mamargi sada parilaksananyané ngawag.
Sakadi sané munggah ring Lontar Sundarigama ring raina Pagerwesi, Ida Sanghyang Pramesti Guru mayoga kairing antuk Déwata Nawa Sanga. Punika raris kajantenang yéning sapasira sané prasida nyuciang raga sinah prasida ngamolihang kasidhian yoga saking Ida Sanghyang Pramesti Guru sané raris prasida kanggén ngamagehang soang-soang angga. Punika wantah daging sastra utama sané kamedalang saking Guru Sujati, Ida Sanghyang Widhi Wasa. Tatkala jadmané nyiwi Sang Guru Sujati, sinah ipun nyukserahang raga saha katambetanipun, nyinggihang saha ngulengang pikayunan mangda ledang Ida mapaica kasucian tur kasujatian sané mautama. Ring raina Pagerwesi inucap, Ida Sanghyang Pramesti Guru mayoga kairing
Dura désa
antuk Dewata Nawa Sanga taler matetujon nguripang tur numbuhang sané sampun kaembasang ring mercapadané puniki taler sekancan tetanduran utawi sané ketah kabaosang antuk ngawerdhiaken sarwa tumitah mwang sarwa tumuwuh. Duaning kauripan ring mercapada punika nénten prasida becik kapagehang tur kamargiang manawita sarwa tumitah utawi sekancan sané embas tur sarwa tumuwuh utawi sekancan tetanduranné nénten becik maurip lan nglimbak. Kahanan punika majanten maius ring parisolah jadma, inggih punika sayan-sayan kaon sangkaning keni kahanan nénten becik utawi ngamangguhang kalacuran arta brana miwah tata susila laksana. Yéning pangapti indik arta brana minakadi kahanan tetanduranné prasida becik lan indik tata susila laksana
sampun prasida mamargi sapatutné, sinah adharma nénten prasida ngranjing tur ngasorang kahanan jadma inucap. Prasida taler kabaosang yéning rerainan Pagerwesi wantah rerainan makélingin jadmané mangda setata bhakti ring Ida Sanghyang Widhi Wasa pinaka Guru Sujati ring jagaté puniki. Ngeninin indik parikrama upacara Pagerwesi nyiwi Ida Sanghyang Widhi Wasa, utamannyané wantah kamargiang olih Ida Sang Sulinggih duaning wantah Ida sané prasida ngamolihang “vibrasi” saking payogan Ida Sanghyang Pramesti Guru sané wusan punika wawu kalanturang ring kramané. Dadosné tatkala punika Ida Sang Sulinggih jagi ngamargiang upacara ngarga miwah mapasang lingga antuk banten sané utama, sesayut panca lingga antuk untengnyané
ketipat lingga. Tetujonnyané wantah nunas lelima prabawa Siwa kanggén ngicénin pager wesi utawi nincapang kapagehan raga ri kala ngamargiang kauripan. Sios punika wénten taler kawigunayang upakara marupa daksina, suci praspanyeneng lan banten penek. Sakéwanten yéning ring kramané sami kaptiang mangda ngamargiang yoga utawi samadhi ring tengahing latri utawi wengi taler ngamargiang upacara sakasidan. Ngeninin indik upakara sané utama kanggén inggih punika natab sesayut pageh urip, prayascita lan banten dapetan. Sios punika kajangkepang antuk banten daksina, canang lan sodaan. Dadosné ring rainan punika wénten kekalih upakara pokoknyané, Sesayut Panca Lingga majeng ring Ida Sang Sulinggih lan Sesayut Pageh Urip majeng ring krama. (was)
Barong Ider Bumi
Dresta Panulak Bala ring Kemiren, Banyuwangi KEMIREN wantah sinunggil désa sané magenah ring wewidangan Glagah, Banyuwangi. Désa inucap manados kampung suku Osing, krama asli Banyuwangi. Kasub pinaka sinalih tunggil wewidangan cagar budaya, nyabran warsa Désa Kemiren ngamargiang dresta panulak bala sané mawasta Barong Ider Bumi. Dresta Barong Ider Bumi kocap sampun ketah kamarging taler raket pisan kawéntenanipun ring suku Osing. Warisan budaya inucap kocap sampun mayusa panyatusan warsa. Dresta inucap kamargiang nyabran warsa, nyabran 2 Syawal manut pawilangan kalénder Jawi. ‘Barongan’ utawi barong sajeroning mitologi Jawi wiadin Bali kaprecaya pinaka simbol/ niyasa kabecikan taler ngasorang kahanan sané kaon. Yéning Ider Bumi, mawit saking kalih kruna, luiré; ider miwah bumi. Ider mateges maideran (keliling), bumi mateges jagat agung puniki. Mawinan punika, ider bumi kaartosang pinaka parikrama maideran ring wewidangan désa wiadin jagat. Dresta Barong Ider Bumi kakawitin saking warsa 1840. Kala punika Désa Kemiren keni gering sané ngawinang akéh krama padem. Satios punika, akéh petani sané nénten mupu saha ngawinang ipun mamocol. Kala punika taler wénten sinalih tunggil panglingsir désa irika molihang pawisik mangda ngamargiang arak-arakan barong pinaka panulak bala. Dresta Barong Ider Bumi inucap kalestariang kantos mangkin. Satios pinaka panulak bala, Barong Ider Bumi taler prasida ngraketang rasa manyama braya pantara krama tiosan. Pamargin dresta Barong Ider Bumi kakawitin antuk nyuarayang angklung olih para panglingsir ring balé désa irika. Barong lantas
kairingang ngiterin désa. Iringan inucap kakawitin saking pusaran (genah ngranjing ka désa) nglantur mamargi kauh nuju genah mangku barong (genah medal saking désa) sadoh kalih kilometer. Salami mamargi, panglingsir désa pacang ngamargiang “Sembur Utik-utik” utawi parikrama nyambehang jinah logam, beras kuning, miwah sarwa sekar pinaka niyasa nulak bala. Tetiga sarana inucap kabakta olih tokoh adat miwah panglingsir désa mawadah bokor. Jinah logam sané kabakta mangda genep Rp 99.900 miwah sekar sané kawigunayang sorohnyané wénten sia soroh. Risampuné iring-iringan barong rauh ring tanggun désa, para krama sané ngiringang pacang marebut pisang sané wénten irika. Sira sané prasida molihang pisang inucap, kocap pacang polih karahayuan. Wus punika, dresta Barong Ider Bumi kalanturang antuk acara selamatan olih krama irika. Parikrama inucap ngawigunayang Tumpeng Pecel Pitik, sinalih tunggil ajengan khas Banyuwangi. Selamatan inucap wantah pinaka cihnya rasa suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk waranugraha saha karahayuan sané kapolihang krama. (pusdat/berbagai sumber)
BPM/net
Nyastra
Redité Umanis, 26 Mei 2019 GUMINÉ peteng detdet. Listrik mati maimbuh langité kasaputin gulem. Ngancan remrem rasayanga guminé krana lampu montorné ngremeng. Jering-jering bulun kalongné Ketut Lénju ngliwatin bengang sepi. Maorta bengangé tenget. Jalané cupit, di sisi tengawan lan tengébot abing dalem misi pura. Di tanggun bengang ada sétra gandamayu. Mirib saja tenget, dugas mulih uling bazzar, Ketut Lénju lan timpaltimpalné taén nepukin bangké ngadeg di sétra gandamayuné. Sétrané di sisi kaja jalan gedé. Dugas méngkolang mobilné, tinglis tepukina watangan makaput kasa nyelélég di abingé. Pajelémpang watangané di sétrané. Ngejer ia lan timpal-timpalné nepukin watangan, tan bina judul sinétroné, mayat bangkit dari kubur. Dugas ento ujan bales. Disubané jalan dangsah, nyekenang ia ngenjek gas mobilné apang becat plaibné. Neked jumah, Ketut Lénju lan timpal-timpalné enu ngejer. Mara ia muktiang orta di bengang désa tenget wantah pasaja. Pidan sai ia ningeh orta ada nepukin anak luh tua majalan kala peteng dalu. Anak luh ento bokné magambahan. Tuah makamen duur entud, tusing mabaju. Ada masih ngortaang disubané ngliwatin jalan cupit nrunggah nemu jalan dangsah, nepukin pasih. Liu ada anak labuh mamontoran ditu. Ada masih ulung ka abingé, ngengsut di punyan tiingé. Dugas katakonin olih wartawan, pangakuné makesiab krana nepukin anak luh batisné tusing ngenjek tanah. Ia selamet ngengsut di punyan tiingé krana kaselamatang memedi. Di punyan tiing alingseh di sisin abingé ento orahanga umah memedi. Magenep orta tawah-tawah tur serem ané dingeha. Disubané semengan, Ketut Lénju mara nawang kasujatian watangan mangkaban di sétra gandamayuné. Ada watangan majujuk, ngluluk tur nyelélég ulian abing di sétrané embid. Cara nyawan ababin, semengan ento liu kramané teka ka sétrané ningalin tur nyemak watangané lakar katanem tur kabantenin. Ketut Lenju ngurut tangkah, marasa lega sawiréh ibi peteng tusing nepukin anak sakti nglekas dadi watangan. Ia kedek padidi. Dong watangané matangi uling bangbangé sangkaning abing gembid bakat plaibin. Kéto masih kasujatian anaké labuh di abing bengangé boya sangkaning nepukin léak, nanging ulian punyah. Cara janiné makejang kramané nyaluk sandal muang sepatu, sinah batisné tusing ngenjekin tanah. Apabuin jalan rayané maaspal, sinah suba batisé tusing ngenjekin tanah nanging ngenjekin aspal. Ada orta nepukin pasih di jalané dangsah, ento masih ulian gerap. Di sisin jalané ada carik, nuju cariké sarang sinah ngenah dangsah tur cara pasih krana yéh di cariké maombakan. “Sing sandang jejeh ngliwatin bengangé, da ngelah papineh boya-boya pastika selamet rahayu,” ngemigmig Ketut Lénju dugas nelokin kramané ningting mayit di sétrané. Uling sekat ento Ketut Lénju tusing taén jejeh luas petengné. Apabuin jani ia magaé dadi Satpam di Badung.
Cicing Mabatis Telu I Madé Sugianto Magaé sanja mulih tengahing dalu. Biasa ia ngliwatin bengangé, ia suba malajah ngengsapang orta ané seremserem. Yén onyang ajak gerap, sinah tusing ada kramané bani pesu ngalih gaé ka dura désa. Jani tua bajang, luh muani suba biasa sruat-sruét mamontoran di bengang désané tusing ngitungang lemah peteng, Kajeng Kliwon, Purnama Tilem. Aget Ketut Lénju tusing taén nepukin ané tawahtawah, sajaba dugas sétra embid nepukin watangan ngadeg lan nyelélég di abingé. Suba petang tiban ia magaé ngajag ka Badung. Setata antar pajalané di bengang désané. Sengkala, ri kala ngliwatin pateluan lakar ngalih umahné, Ketut Lenju nepukin cicing mabatis telu. Ia tusing bani ngliwat nganginang di pateluané. Ngetor batisné sangkaning jejeh. Tingalina matan cicingé ngendih, galak nengnengin. Ia tusing bani ngliwat lantas ngaméngkolang montorné tur ngangsehang ngilut gas ngajanang. Ia ngalih jalan lénan, di pateluan banjar dajanan ia nganginang. Malinder dadiné ngalih umahné. Neked jumahné ia enu ngejer tur nundunin reramané. Bapanné tangkejut nepukin pianakné cara anak kabuyutan utawi parkinson. Ketut Lénju nyambatang nepukin cicing mabatis telu. “Mih, cicing lekasan to! Méméné, jemakang pianaké uyah lan adeng di
paon anggon bangket!” kéto bapanné nundén somahné. Bapanné lantas nyolékang bangket uyah macampuh adeng di gidat pianakné. Mara ngluungang kenehné Ketut Lénju. Ia ngancan precaya mula ada anak mlajahin pangléakan tur nyalanang aji wegig. Sabilang magaé peteng, Ketut Lénju ngidepang munyin bapanné. Mabekel bawang tur nyolékang di lampun montorné. Manut tutur bapanné, bawang pinaka panudan léak. Ento ngawinang raré setata kacolekin bawang. Dinuju pesu ka dokter, ka rumah sakit, raréné colékina bawang. “Colékang bawang mapinda aksara Om di lampu montoré. Yén buin nepukin cicing mabatis telu, sedat matané. Sinah jerih kena lampu montor misi bawang,” kéto painget bapanné. Pabesen bapanné kalaksanayang. Mul i h ul i ng m a g a é, ia m esua ng bawang uling kantongné tur nyolékang mapinda aksara Om di lampu montorné. Nanging neked di pateluan banjarné, ia jejeh. Tusing bani méngkol nganginang krana takut nepukin cicing mabatis telu. Ngangsehang ia ngilut gas montorné ngajanang, ngalih jalan mulih di pateluan banjar dajanan, yadiastun ngejohang tur mlinder ané penting tusing nepukin cicing lekasan. Selamet, selamet, kéto ia ngamigmig sambilang ngurut tangkahné dis-
ubané neked jumahné. Cicing mabatis telu bakat kelidin. Buin mani yén takonanga tekén i bapa orahang dogén bawangé mranén. Kal sedat matané, cicingé makirig. Kéto ia ngragrag satua yéning takonanga tekén bapanné. Disubané ngumbah batis, ia lantas masaré. Saja buin mani semenganné ia takonina tekén bapanné. “Mongkén ja saktin léaké, jeg jerih, sing bani tekéning bawang. Da ja léak, mémén cainé sai mayéh matané kala melut bawang. Kéto kesaktian bawangé apang cai nawang!” raos bapanné. “Ngujang i mémé ngeling melut bawang, apa sangkaning bisa ngléak?” Ketut Lénju nyesedin. “Apa petaang cai to. Dong mémén cainé kadalih bisa ngléak. Bebéki sajan cai. Yén mémé bisa ngléak, dugas pabahan cainé enu kebut-kebut suba kal amah. Ngawag sajan cai mapeta!” méménné bangras nyautin uling paon. “Macanda mé, kéto gén mémé mamedih. Kapahang pedih mé apang sing kena tekanan darah tinggi!” Ketut Lénju nimpalin. Mémé bapanné kedék ningehang. Kéto sabilang wai, Ketut Lénju luas magaé sanja teka tengahing dalu. Dikénkéné ia nginep di kantor yéning kiap. Ia tusing bani nrumuk, jejeh labuh lindes trek yéning kiap negakin montor. Apabuin taén nabrak punyan kayu di péngkolan peken Bringkité. Sekat ento yén kiap, ia marérén tur pules duur montorné. Maan masriep akejep, kiapé ilang. Ia tusing taén piwal tekén pabesen bapanné. Setata mabekel bawang, apabuin kantorné namping sétra. Kéto masih nyolékang bawang mapinda aksara Om di lampun montorné yéning majalan mulih. Ia jejeh nepukin cicing mabatis telu. Mirib mabatis telu krana dugas nglekas ané nyalanang pangléakan ngaba tungked. Tungkedné masalin dadi batis, ento ngranayang cicing lekasané ngelah batis telu. Paek pateluan umahné, Ketut Lénju tusing bani méngkol nganginang. Ia ngangsehang ngilut gas ngajanang lakar ngliwatin pateluan dajan banjarné. Ia setata ngelidin pateluan paek umahné krana taén nepukin cicing mabatis telu. Kaja laku setata selamet. “Nah, antiang ba icang di pateluan banjaré. Sinah cai pocol, icang ngentasin jalan ané lénan. Kadén iban cainé ririh ngidaang ngalahang kai. Cai tusing tamatan SD nagih ngalahang icang tamatan SMA. Joh saih, icang liu ngelah daya anggon ngalahang iba. Antosang ba icang ditu neked lemah pang kanti kiap matan cainé. Hahahaha…,” ngamikmik Ketut Lénju sambilanga ngilut gas montorné. Tangkejut Ketut Lénju neked di pateluan dajan banjarné. Dugas méngkol kangin di dajan binginé, sagétan cicing mabatis telu nyodog di tengah jalané. Ngejer limané ngilut gas, ngetor batisné ngenjek gigin montoré. Guminé remrem kasaputin gulem. Montorné nadak mati. -0-
Ni Nyoman Wahyu Darmaninggrum
Satua
Sumeken Malajahang Raga
Pan Brengkak (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (III) KACARITA sedek dina anu nuju peteng, nuju pada suba teka uli ngalih gaé mara pada mategtegan. Sagét teka Pan Brengkak uli matuakan tur madulurin punyah, granyahgronyoh lantas medem di ampikné. Ditu lantas ané luh sebet pesan tekén ané muani tur ia lantas nguél. “Dong, Pan Brengkak, angob pesan ja icang tekén solah cainé. Begbeg magedi semengan teka peteng. Sing kenyel-kenyel cai nongkak di désan anaké, sing betek-betek cai ngamah tuak sambilang nutur mokak-mokak. Sing pesan cai ngasén déwék lacur, bikasé buka anaké sugih tuara kuang apa-apa. Sing ngédalem, saking sing kiwasin sebeng timpalé ané tuturin Cai? Icang katiman lua, kimud icang ngenot semitan timpal-timpal cainé ané tuturin Cai, makejang pakedésem madingehang tutur Cainé makejang mokak, lasian icang apang tusing ngenot. Buina Cai sing pesan bisa ngédalem tekén pianak, eda ja icang toliha sawireh suba tua patut icang ngalih gaé. Ento pianak Cainé cerik-cerik, salahan enu kebet-kebet pabaané. Makejang nyakitin déwék ngalih gaé, magedi semengan teka peteng. Ngalihang kekécér apang ada pantet Cai, apang ada anggon Cai matuakan di rurungé. Dong periran Cai dadi anak muani, aidupan ngamah dakin liman pianak somah dogénan. Salinin ja bikasé ané kéto, gobané sing dadi baan nyalinin. Saking ja Cai tumitisan pitara ané di entip kawahé jenenga.” Cendek liu pesan munyinné ané luh ngwélang ané muani, ditu lantas masaut Pan Brengkak. “Béh aéng liun munyin nyainé ngwélang awaké, kanti bekbekan kuping awaké madingehang munyin nyainé. Nanging awaké sing ja pedih. Krana awaké mapetengin dogén mulih, apang dapetang awaké nyai sanget nyebetang solah awaké kéné, masa nyai tuara tau, gobanné malénan, kayang kenehé masi malénan.” (Masambung)
TETIGA piteket sané setata kamargiang olih Ni Nyoman Wahyu Darmaninggrum. Setata teleb, mandiri, tur sumeken malajahang raga wantah parindikan sané nénten naen kalémpasin. Embas daweg tanggal 25 Agustus 2007 ring kulawarga seniman ngawinang ipun waged makasenian, pamekas seni tradisional Bali. Sangkaning teleb taler kasumekenan ipun malajahang raga, kawagedan sané kaduénang sayan nglimbak. Ring Sanggar Lokananta Singapadu Gianyar sané kawangun olih bapannyané, irika ipun malajah ngigel. Makudangkudang soroh igelan Bali sampun prasida kasolahang. Satios kaajahin olih makekalih reramanipuné sané waged masesolahan, anak alit sané ketah kasambat Yuning puniki taler jemet malajah preragan. Nyabran raina ipun setata malajah taler nelebin sesolahan Bali. Napi sané katelebin salami puniki pamuput ngwetuang pikolih sané becik. Siswa kelas VI SD Saraswati 3 Denpasar puniki sampun akéh mupulang plakat saking makudang-kudang pacentokan inggian saking sesolahan tradisional Bali taler sesolahan kontemporer. Sinalih tunggilnyané pinaka jayanti kapertama Tari Jempiring sajeroning ajang PSR (Pekan Seni Remaja) se-kota Denpasar warsa 2019 puniki. “Tiang yukti seneng pisan ngigel. Ngélogang raga sajeroning ngigel wiadin masesolahan ngawinang tiang sayan semangat. Napimalih prasida ngresep tur waged ring élogan-élogan sané kabaosang méweh. Punika ngawi tiang marasa seneng,” baosnyané. Sangkaning kawagedanipun sajeroning masesolahan becik pisan, pianak kaping tiga pasangan I Wayan Sutirtha miwah Dwi Wahyuning Kristiansanti kantos polih uratian saking sekaa alit-alit The Seen And Unseen sané kapalih olih tim film Sekala Niskala kanggén pementasan daweg puniki ring Jakarta. Satios punika, ngawit warsa 2017, Yuning setata masolah ring ajang Gong Kebyar Anak-Anak ring kalangan Pesta Kesenian Bali (PKB). Samian utsaha saha prestasi sané kapolihang Yuning wantah pahan saking pangaptinipuné mangda prasida dados panguruk tari inggian tradisional wiadin modern majeng anak tiosan. “Yuning meled mangda prasida sakadi bapak sané dados dosen seni tari ring ISI Denpasar. Prasida ngajahin anak tios tatacara masolah sané becik taler nglestariang sesolahan Bali sané adiluhung,” baosnyané makenyem. (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 4.mr&t^`,
Maring Tirtha, smiynÉrisßsugi,
samian raris masugi, nunesÓoy,
nunas toya, rskdiÁm$`,
rasa kadi amerta, numã¡h*byupÊmnen,
numbuhang bayu premanané, mli;mm(gi\lnÓ¡(,
malih mamargi ngalantur, tnuæuewsomæunæÉpÓi, tan sué sampun prapti, npkuæomæunßr&puck/,
napak sampun maring pucak, pm\Сenmtu(htu(,
Pamangkuné matur atur, \sÓwy*hupkr,
ngastawayang upakara, shmusæ,
saha muspa, nunsÐ)kulu;gumnÓi,
nunas kekuluh gumanti, pk)2emkrru\*.
pakelemé ka rarungang.
Saking Langit Bali Saraswati sampun macihna raina suci macaya Saniscara Watugunung luih magelung agung kungkung nyungkemin kaweruhan buku, sastra, lontar, cakepan malarapan manah ning nirmala teleb tragia tan tuna gumanti sida suda kauripané masunar maguna I Ketut Aryawan Kenceng
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
Apresiasi
8
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
~Lima Sajak IDK Raka Kusuma~ Cokor Ratu
Gumam di Depan Pohon Bodi
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
daunmu yang luruh pertama ku ambil, ku sucikan, ku beri mantra ku jadikan dusun di tepinya gua bersusun tempatku kelak bersua dengan sahabat kembar empat tengah berada di tempat keramat
genta di depan hamba Cokor Ratu meminta lakukan gerak tangan pendeta lalu ayun aku sepanjang waktu rapal mantra tanpa awal tanpa akhir tanpa pernah berakhir
mencipta pohon suci pada diri masing-masing tiap burung menghinggapi sesudah menghening berkata pohon ini jalan utama ke Nirwana
menunggu mereka ijinkan di bawahmu bertapa lindungi dengan cahaya tak terlihat oleh segala datang menggoda
Kidung Sirih
I Wayan Nuriarta
sembahyanglah sembahyang setelah bersuci persembahkan satu nampan kembang meneteskan air suci
dengan cawan berisi nukilan mantra mengekalkan segala tampung tetesannya
Cok. Padmanaba
setelah penuh petik aku sembilan kali percikkan padaku seraya berkata begitu ku tenun jadilah sempurna seketika
Sloka Sepanjang Kemarau Maha Air, di manapun berada Hendaknya segera di jiwaku ada
ku alirkan ke timur jadi sungai putih memantulkan cahaya jernih ku alirkan ke barat jadi sungai kuning memantulkan cahaya bening ku alirkan ke utara jadi sungai hitam memantulkan cahaya terang tanpa setitik kelam ku alirkan ke selatan jadi sungai merah memantulkan cahaya cerah
usai merapal mantra ku alirkan kesegenap sawah ladang benih apapun tanaman apapun begitu disentuh menjulang seketika sarat buah matang pemiliknya Windhu Segara
Fotografi
lalu ku alirkan ke muara tiba di laut menjelma suara kami air hidup mengalir dari jiwa pemberi hidup
Maha Air, di manapun berada Hendaknya segera di jiwaku ada Kau takkan tiada
bukankah ternukil pada prasasti bukan brahmana menjalankan laku pendeta menjelma batu buta tergeletak di tempat terpencil berbisik menggigil ruwat hamba, ruwat hamba agar lepas dari kutukan ini
tiba-tiba tanpa bisa mengelak genta menarik tangan hamba dan menggenggam tanpa bisa menolak mengayun serta merta dan bibir hamba o bibir hamba mengucap mantra
tenun aku jadikan busanamu di manapun berada orang-orang melihatmu pohon cahaya memantulkan doa keabadian semesta
sebelum menenun menembang di depanku: yang kutenun sirih abadi dicipta Sang Hyang Widhi di hari keramat pada angin kekal tersemat
hamba tidak brahmana darah tidak biru hamba sudra darah berwarna debu
Sloka Upacara Pohon
Cokor Ratu Cokor Ratu datanglah segera akankah kutukan menimpa hamba?
ku upacarai pohon dengan sesaji beralas matahari pagi memantulkan tanda permohonan terpenuhi selamanya
sesudah sembilan kali memerciki air suci ku akhiri dengan tembang dengar, dengarlah Hyang
mengupacarai pohon yang ku mau bukan menjadi wujud menjulang tanpa henti memohon jadi akar dalam akar ke segala arah tanah menjalar jadi batang dalam batang kokoh terpancang jadi cabang dan ranting dalam cabang dan ranting terentang ke angkasa jadi daun dalam daun selalu berayun tak luruh walau bertahun-tahun panas menerpa hujan menimpa
mengupacarai pohon yang ku mau Hyang jadi pohon di tanah subur bermukim sepanjang musim akar menyuarakan mantra selamanya tak rapuh cabang dan ranting menyuarakan mantra tak pernah kering daun menyuarakan mantra tak gugur sepanjang masa semua mantra Hyang semua mantra menyatu di udara kekal bergema
usai menembang aku bahagia upacara ini tak sia-sia
Memotret Peragaan Busana
seorang fotografer dalam menentukan setting kamera yang tepat sesuai karakter pencahayaan yang disajikan selama peragaan busana berlangsung. Selanjutnya, pilihlah angle pemotretan terbaik. Dalam peragaan busana, yang menjadi fokus utama adalah angel tengah karena para model akan berhenti dan bergaya menghadap para fotografer yang berada di depannya. Bertahanlah di posisi ini untuk beberapa saat. Namun untuk mendapatkan foto-foto yang variatif, tidak ada salahnya juga mencoba mencari angel baru. Misalnya, memotret dari posisi lain seperti kursi penonton dan sebagainya. Pemilihan Lensa Selain pemilihan angle, pemilihan lensa yang tepat juga merupakan hal mutlak dalam pemotretan peragaan busana. Menggunakan dua kamera, di mana masing-masing kamera dipasangi jenis lensa yang
MENGABADIKAN lenggak-lenggok para peragawati/peragawan yang tengah memperagakan busana para desainer di atas catwalk merupakan salah jenis pemotretan yang cukup menantang bagi setiap fotografer. Tantangan utama yang cukup sulit “ditaklukkan” adalah cahaya panggung (lighting) yang cenderung berubah-ubah dengan cepat dan gerakan para peraga busana yang relatif cepat. Untuk mendapatkan hasil terbaik, tentu saja dibutuhkan kejelian dan keakuratan dalam menentukan setingan kamera yang tepat. Dalam memotret peragaan busana, fotografer juga harus cepat dalam mengambil posisi sehingga mendapatkan angel yang tepat dan sesuai. Ingat, kita akan “bersaing” dengan banyak fotografer yang pastinya juga membawa target yang sama, yakni mendapatkan foto dengan kualitas terbaik. Oleh karena itu, usahakanlah datang lebih awal atau minimal satu jam sebelum peragaan busana dimulai untuk mendapatkan posisi terbaik. Manfaat lainnya dengan datang lebih awal, fotografer bisa bersosialisai dengan para pendukung acara, terutama dengan bagian lighting atau penata pencahayaan. Pada tahapan ini, fotografer akan bisa mengetahui apa yang akan disuguhkan oleh penata cahaya dalam “membanjiri” catwalk dengan tata lampunya. Tentunya, hal ini akan sangat membantu
berbeda merupakan pilihan yang sangat bijaksana. Satu kamera dengan lensa zoom sekitar 70-200mm atau 70-300mm, kemudian kamera satunya lagi dipasang lensa kit 18-55mm. Penggunaan lensa zoom dalam peragaan busana biasanya jadi pilihan uatama karena foto yang dihasilkan akan lebih detail dan menyeluruh. Sedangkan penggunaan lensa 18-55mm lebih difungsikan untuk menangkap area yang lebih luas untuk menggambarkan suasana yang berlangsung dalam peragaan busana tersebut. Cahaya yang cenderung berubah-ubah membuat fotografer menjadi kesulitan dalam mengambil gambar. Makan pengaturan kamera haruslah tepat seperti mengatur ISO, diafragma, dan kecepatan. Dalam memotret sebuah peragaan busana yang menjadi kendala juga soal pergerakan para peraga busana yang cepat. Maka gunakanlah kecepatan yang tinggi dan ISO yang tinggi pula. Hal ini untuk mengantisipasi agar foto yang dihasilkan tidak blur. Yang juga harus diingat, dalam sebuah peragaan busana setiap forografer tidak diperbolehkan menggunakan flash, karena akan mengganggu konsentrasi model dan juga fotografer lainnya. Jadi, kita dituntut cekatan dalam mengatur ISO sesuai dengan intensitas cahaya yang tersedia sehingga foto tidak underexposure atau gelap. Dalam memotret peragaan busana, kita akan banyak sekali disuhkan gerakan-gerakan atau kejadian yang tidak terduga. Maka siapkan memory card dengan kapasitas yang cukup dan sejumlah baterai cadangan. Jangan sampai momen-momen indah itu terlewatkan
dengan sia-sia hanya karena masalah memory card yang penuh dan baterai kamera habis. (ian)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr: FO,Housekeeping,Security, Laundry,Engineering.Email: new arenahotelkutabali@gmail.com
B.BP.164.05.19.0000859
Cr Sgr personal asistant fasih Ingg & compt, tau sdkt tntng konstruksi Hub.089687739888
B.BP.004.05.19.0000860
Dbth 1 QS merangkap pengawas & 1 Senior Arsitek, PMA, CV : rumahkayu888@gmail.com
B.BP.004.05.19.0000908
B.BP.001.05.19.0000707
Dibutuhkan Staff Cook,Waiter/s Cook Helper.Hb:Mini Restaurant Jl.Legian 77 X.Tlp:0361-751651 B.BP.001.05.19.0000928
Dicari Segera Cook (Wanita) & Helper (Pria) Hub.0818357654
Dbthkan Kolektor/Mrkting Ulet, (0361) 4744084 KSU Bintang Tmr B.BP.004.05.19.0000905
B.BP.031.05.19.0000912
B.BP.001.05.19.0000852
SERVICE
Sales Executive,Tour& Travel, P/W 25-35th Dps-Bali,SIM C,CV lengkap & Foto berwarna kirim ke altanacareer@gmail.com B.BP.031.05.19.0000913
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.05.19.0000895
PT Bamboo Pure/Ibuku Mencari Drafter yg memiliki Pengetahuan dan keahlian dibidang AutoCad. PleaseSendCVtohrd@ptbamboopu re.com wajib krm CVdan Porfolio
Dbth tng Srbtan lk SLTA bujang UMR di Btbulan WA 08558855807
SERVICE
Dcr Guru/Pendamping TK/bs Krja Team,082145707300/089621759346
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL ISUZU
Panther ‘98 Hi Sporty Rp.69Jt Hub.0811380160 (Gusman) B.BP.001.05.19.0000933
DIJUAL RUMAH
NISSAN
Mobil Xtrail Tahun 2011, Matic Hrg 150Jt Nego.Hp:081338600413
B.BP.001.05.19.0000855
SUZUKI
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078
T.Kvl Min 1 Are Jl.Pura Warung BabakanCangguH.081236877147
B.BP.164.05.19.0000858
Suzuki X-Over 2008 Silver 90Jt Xenia 2012 full variasi(105Jt) Hp:081999551588
Djl Rmh Lt1 Jln.Gunung Gede PdgSambian195m2081338313131
TOYOTA
Djl Rmh Lt.2 Jln.Tkd. Balian Renon Hub.085100888379
B.BP.001.05.19.0000914
Avanza Veloz 1500cc AT Th2014 Hitam Tgn1.Hub:087862270180
B.BP.001.05.19.0000926
B.BP.001.05.19.0000816
B.BP.004.05.19.0000934
PROPERTY
DICARI MOBIL
DIJUAL TANAH
Dcr Truck 4/6 roda diatas tahun 2013 Hub:081338324935
Djl Mrh Kav.Carangsari Bdg&Cau Blayu Sangeh 6are,085792285632
B.BP.001.05.19.0000854
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
B.BP.001.05.19.0000889
B.BP.001.05.19.0000902
Tanah 10A,LD30m.Bonus Kost”an 20Kmr Hitung HrgTnh Sj.Rp:4.3M Jl.G.Agung Dps.081237873554 B.BP.004.05.19.0000932
Tanah 1Ha di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636 B.BP.001.05.19.0000894
PROPERTY DISEWAKAN TOKO
Dikontrakan Toko Jl.Sulatri 35 Denpasar.Hubungi:08123984993 B.BP.001.05.19.0000899
10
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
Mendatar: 1. Teropong besar 5. Kapur berwarna 8. Ajakan 9. Perubahan hubungan permukaan gigi geligi pada rahang atas dan bawah yang terjadi selama pergerakannya. 11. Kutuk ; Orang yang terkutuk 12. Pangangkatan 13. Imbang ; Sama kuat 15. Tak boleh ditunda 18. Kusir 19. Granat berpeluncur roket 21. Sediaan kimiawi yang berasal dari getah rami 22. Sudah tua renta 24. Suzuki genuine part 26. Dibalik ; Nama mata uang pada jaman dulu 28. Hal ihwal tata cara pada upacara keagamaan 31. Siksa Tuhan bagi pelanggar larangannya 32. Lanjut usia 34. Dewa laut 35. Tanpa alas kaki 36. Sekolah berstandar internasional 37. Dahulu kala ; Kuno 38. Geregetan
Sungsang Tak Mesti Sesar Problematika publik berkaitan dengan proses persalinan dapat mengundang kekhawatiran ibu hamil (bumil), suami, bahkan keluarga. Terlebih pada kehamilan pertama, dimana bumil sama sekali tidak memiliki pengalaman menghadapi proses persalinan. Informasi yang didapatkan bumil baik melalui kerabat, orang tua, bahkan media sosial dan googling, terkadang membuat pasangan muda semakin bin-
gung. Padahal kehamilan dan persalinan adalah suatu proses alamiah dan ilmiah. Bumil pada persalinan akan mengalami proses yang dinamakan inpartu (sudah masuk ke proses bersalin), dimana kontraksi terjadi teratur mulai 2-3 kali dalam 10 menit selama 30-50 detik yang makin lama frekuensinya makin bertambah yang distilahkan power (kontraksi). Janin akan diukur perkiraan berat badannya
untuk memprediksi peluang kepala janin dapat melewati jalan lahir bila kurang dari 4.000 gram dikenal sebagai passanger (janin). Jalan lahir juga diprediksi kemungkinan bisa dilalui janin dengan menilai apakah ada kesempitan panggul ibu? dikenal sebagai passage (jalan lahir). Ketiga aspek tadi dikenal dengan 3P (Power, Passage, Pasanger) yang digunakan memprediksi peluang bersalin normal. Selain 3P tersebut 1P lagi (Psychic/Psikis) ibu juga menjadi pertimbangan. Posisi melahirkan yang normal adalah presentasi kepala, yakni kepala janin berada di bawah/paling dekat/menempel dengan jalan lahir (OUI/ostium uteri internum). Kondisi ariari (plasenta) tidak menutupi jalan lahir dan 3P terpenuhi persalinan normal pervaginam layak dicoba. Tentu tetap memperhatikan proses persalinan yang akan dievaluasi setiap 4 jam, sampai batas tertentu sesuai standar grafik persalinan/partograf badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO). Sering menjadi kebimbangan pasangan ketika mengetahui posisi janin bukan kepala (bisa sungsang atau lintang). Presentasi sungsang dimana bagian terbawah bokong atau bokong kaki, atau kaki dekat jalan lahir, dan lintang kepala berada melintang terhadap jalan lahir. Peluang persalinan normal pervaginam pada presentasi sungsang masih ada jika hanya bokong/bokong-kaki yang dekat jalan lahir dengan
Menurun: 1. Beriklim panas 2. Salah satu jenis sistem penjualan 3. Apa yang tertinggal ; Lebihnya 4. Pemeriksaan pasien dengan cara meraba 5. “Melindungi dan Melayani Masyarakat” 6. Obat merah 7. Kera hitam berekor panjang 10. Gagasan ; Pikiran 14. Hakikat ; Hal pokok 16. Burung buas 17. Campak Jerman 20. Program nasional agraria 23. Kebenaran yang menjadi dasar pokok berpikir 24. Penimbunan cairan berlebih dalam jaringan 25. Berserah sepenuhnya 27. Pengikisan oleh tiupan angin 28. Hujan 29. Angkat dengan tuas 30. Salah satu kesenian rakyat Jawa Timur 33. Salah satu jenis varian mobil 3P terpenuhi. Presentasi sungsang yang dikontraindikasikan untuk normal adalah sungsang kaki (footling). Jika dalam jangka waktu yang ditentukan kemajuan persalinan sungsang tidak terjadi akibat gangguan kontraksi, maka persalinan dilanjutkan dengan operasi sesar, karena sungsang tidak boleh diberi obat perangsang dengan oxytocin drip. Inilah yang membedakan antara presentasi sungsang dengan kepala. Berbeda halnya jika janin presentasi kepala di saat proses persalinan tidak ada kemajuan persalinan akibat gangguan kontraksi, maka dapat diupayakan dengan memberi obat perangsang/penambah kontraksi. Pada sungsang tidak dibolehkan karena presentasi sungsang yang bisa bersalin normal jika terpenuhi ketiga aspek 3P tersebut. Di sinilah peran operasi sesar jika tidak memungkinkan persalinan normal/pervaginam, bukan berarti setiap presentasi sungsang mesti disesar. Kondisi ini juga sangat tergantung pada motivasi dan kesiapan ibu. Jadi tidak usah mengkhawatirkan jalan yang akan ditempuh janin dan yang terpenting telah ada upaya melakukan proses persalinan atas indikasi. Bukan “mencita-citakan” persalinan sesar dari awal. Operasi sesar hanya dilakukan atas indikasi
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 399 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 1 Juni 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 9 Juni 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 397 Mendatar: 1. GEMPAR 5. KETELA 8. ODORE 9. RUAM 10. AHAD 11. BRA 12. ASMARA 14. RON 15. TERNAK 18. DANAWA 20. SIAM 21. GRIYA 23. UAS 24. ATS 26. ASITA 29. OPOR
30. PERSIK 32. WIDURI 33. STO 35. SAMPAI 36. TNI 37. GIRO 38. RUAT 39. MUARA 40. RAHINA 41. LAGUNA Menurun: 1. GASAL 2. PAUD 3. ROMBONG 4. MONARKI 5. KERANDA 6. TERMINATOR
medis, seperti: letak sungsang yang disertai pecah ketuban, panggul sempit, bayi besar (3P tak terpenuhi). Walaupun dimungkinkan operasi sesar atas permintaan bumil, namun tetap harus memenuhi kaidahkaidah medis yang ditetapkan. Perkumpulan Obestetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tahun 2011, menyatakan seksio sesar atas permintaan pasien bukanlah merupakan suatu pelanggaran etik selama dilakukan persetujuan tindakan medik (informed consent) khusus, yakni: ada surat persetujuan tindakan medik bedah
7. AULA 9. RANTAU 13. RAW 16. EMANSIPASI 17. ARUS 19. AJER 20. SLIP 22. YETI 25. SPIRIT 26. AKSIOMA 27. IWOTNAT (TANTOWI) 28. ADMIRAL 31. EJA 34. DOGMA 35. SCAR 37. GANG
sesar dengan format khusus yang isinya dijelaskan langsung oleh dokter yang akan melakukan tindakan, didampingi saksi dari pihak dokter dan saksi dari pihak pasien. Informed consent berisi: permintaan tertulis pasien secara eksplisit untuk dilakukan tindakan bedah sesar, dan pasien telah mendapat penjelasan dari dokter yang akan melakukan pembedahan, sesar akan dilakukan walaupun berdasarkan pemeriksaan dokter, pasien dapat melahirkan pervaginam, persalinan melalui sesar tidak lebih baik maupun lebih berisiko jika dibandingkan
Pemenang TTS No. 397 1. I Komang Pasek P. Jl.Tunjung Sari, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat (HP:082-339-680-XXX) 2. Kadek Diana Anggariati Jl.Surapati No.39, Kel.Penarukan, Kec.Buleleng, Kab.Buleleng (HP:081-999-404-XXX) 3. Ni Wayan Sutini Jl.Raya Terminal Mengwi No.97, Desa Mengwitani, Kec.Mengwi, Kab.Badung (HP:085-280-594-XXX) 4. I Made Kadin Br.Gunung, Desa Penatih Dangin Puri, Kec.Denpasar Timur, Denpasar (HP:081-238-707-XXX) 5. I Gede Okky Sukrasena Br.Muntig, Desa Amertabuwana, Kec.Selat, Kab.Karangasem (HP:081-246-656-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Luh Putu Suwantari
Alamat: SD Negeri 1 Ketewel, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-916-538-XXX)
dengan persalinan pervaginam, adanya risiko yang dapat timbul pada ibu dan janin berkaitan dengan tindakan bedah sesar. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Medis
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
Magma Terus Bergerak
Sementara itu, Kepala SubBidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, menjelaskan, erupsi Gunung Agung masih terus terjadi. Pasalnya, sampai saat ini pergerakan magma di kedalaman menuju ke permukaan masih terus terjadi. Kalau dilihat erupsi-erupsi yang terjadi pada tanggal 12, 18, dan 24 Mei jarak waktu sama yaitu selama 6 hari dengan karakteristik erupsi yang sama juga. “Dari tiga kali erupsi itu, lontaran lava pijarnya juga sama kisaran 3 kilometer dan tidak ada peningkatan. Jadi,
dengan itu, kita simpulkan kalau sampai saat ini belum ada peningkatan aktivitas yang signifikan. Kita masih melihat perkembangannya ke depan. Jika tidak ada peningkatan jarak lontaran lava pijarnya, itu bagus. Karena akumulasi tekanan hampir sama,” jelas Devy Kamil Syahbana. Di Bangli Sementara itu, 12 desa di Kabupaten Bangli terpapar abu vulkanik erupsi Gunung Agung. Informasi yang dihimpun Sabtu (25/5) kemarin, menyebutkan, beberapa desa yang terpapar hujan abu berada di tiga kecamatan. Di antaranya Desa Bangbang, Jehem, Peninjoan,
dan Desa Yangapi di Kecamatan Tembuku. Desa Landih, Pengotan, Kayubihi, Kelurahan Kubu, Cempaga, Kawan di Kecamatan Bangli serta Desa Susut dan Demulih di Kecamatan Susut. Paparan abu cukup tebal. Hal itu nampak pada kondisi aspal di jalan yang memutih termasuk di halaman rumah warga. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Bangli Wayan Karmawan mengatakan hujan abu melanda wilayah Bangli cukup singkat sekitar sepuluh menit. Meski ada beberapa desa yang terpapar hujan abu, namun Agus mengatakan hal tersebut tidak sampai memicu
Periode Pubertas
Periode pubertas saat usia 14 hingga 20 tahun juga rentan dengan karies gigi. Hal ini, sering terjadi perubahan hormonal yang berpotensi menyebabkan pembengkakan pada gusi. Periode usia lainnya adalah pada usia sekitar 40 hingga 50 tahun. Pada usia ini, sudah terjadi retraksi pada gusi sehingga menyebabkan makanan lebih mudah masuk ke dalam sela-sela gigi dan gusi. Akibatnya, sisa makanan jadi lebih sulit dibersihkan dan memperbesar potensi terjadinya karies gigi. Kedua, kerentanan permukaan gigi. Struktur permukaan gigi yang berbeda pada tiap-tiap orang memungkinkan adanya perbedaan pada morfologi gigi dan volume air ludah. Morfologi gigi yang luas dan lebar dengan bentuk gigi yang besar-besar memiliki potensi terjadi plak yang lebih banyak jika tidak rutin menggosok gigi. Ketiga, akibat bakteri. Bakteri kariogenik adalah kunci awal mula karies gigi karena mampu mengubah karbohidrat yang dapat diragikan menjadi asam yang merusak enamel gigi/lapisan terluar dari gigi. Bisa juga akibat plak gigi. Plak gigi terbentuk dari berbagai bahan seperti sisa-sisa sel jaringan mulut, mucin, leukosit, limposit, sampai dari sisa-sisa makanan. Cara Mengatasi Gigi berlubang/karies gigi tentu merupakan hal yang harus segera diatasi. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi
karies gigi. Cara terbaik untuk mengatasi karies gigi adalah pemeriksaan secara periodik (6 bulan sekali) ke dokter gigi. Dokter gigi akan mengecek kondisi gigi dengan saksama sebelum melakukan tindakan yang diperlukan. Tergantung pada kondisi karies gigi, dokter mungkin melakukan beberapa tindakan seperti membersihkan, menambah fluoride, serta menambal gigi yang mengalami kerusakan. Dokter selalu menyarankan untuk menggunakan pasta gigi dengan fluoride, namun jika saat pemeriksaan dirasa kurang, maka bisa diberi terapi fluoride. Terapi fluoride diberikan melalui suplemen yang memudahkan gigi untuk mendapatkan fluoride dalam jumlah yang dibutuhkan. Untuk pengaplikasiannya, suplemen fluoride umumnya dioleskan langsung di gigi. Ketiga, dengan penambalan gigi. Gigi yang terkena karies, dibuang jaringan lunaknya yang sudah nekrotik yang terinfeksi dengan alat atau pengeboran dan lalu dilakukan penutupan dengan bahan tambal gigi sesuai jenis bahan serta lokasi gigi yang rusak/karies. Kemudian memberikan obat anti-infeksi dan menunggu agar kondisi pulpa bersih dan bebas infeksi. Setelah itu, pulpa gigi akan diganti dengan material buatan. Proses ini mirip dengan tambal gigi, dan memang biasanya secara umum orang menyebutnya perawatan saluran akar gigi. Selanjutnya, bisa dengan pencabutan gigi jika kerusakan gigi karena karies telah sampai tahap yang paling parah hingga menyebabkan gigi ber-
lubang dan sudah merusak hampir keseluruhan mahkota gigi atau bagian struktural gigi serta melibatkan jaringan pendukung (periodontal, jaringan tulang). Pencabutan gigi bertujuan untuk menghentikan penyebaran karies gigi dan menghindari terjadinya masalah gigi lain akibat gigi berlubang. Memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi adalah keharusan yang perlu dilakukan minimal dua kali dalam satu tahun. Dengan adanya pemeriksaan rutin dari dokter gigi, maka karies gigi bisa dibersihkan secara rutin dan bahkan mencegah karies meluas. Dokter gigi juga bisa menyarankan tindakan-tindakan pencegahan yang paling tepat sesuai dengan kondisi karies gigi. Bila mana hal tersebut di atas tidak dilaksanakan akan menyebabkan terjadinya karies/gigi berlubang, yang akan mengakibatkan salah satu penyebab napas mulut yang tidak sedap, dalam bahasa kedokteran disebut halitosis. Seseorang yang mengalami napas berbau yang tidak sedap akan memengaruhi kepercayaan diri dalam pergaulan sehari-hari. Bau mulut ini juga sering dialami oleh seseorang dalam menjalankan ibadah puasa, bila mana tidak memerhatikan hal-hal yang seharusnya dilakukan untuk menghindari adanya bau mulut yang tidak sedap. Saat Puasa Dalam memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah serta dalam pengendalian diri,
kepanikan dan mengganggu aktivitas masyarakat. “Saat terjadi hujan abu, masyarakat kebanyakan berada di dalam rumah,” terangnya. Hingga siang kemarin, pihaknya belum ada rencana mendistribusikan masker untuk warga yang wilayahnya terpapar abu vulkanik. Alasannya, karena paparan abu hanya terjadi sesaat. Namun, di Posko BPBD Bangli pihaknya telah menyiagakan belasan ribu masker. Dia kembali mengimbau masyarakat Bangli agar selalu waspada dan siaga selama status Gunung Agung pada level 3 (siaga) yang sewaktu-waktu bisa erupsi. (kmb41/kmb40)
Anda mungkin saja mengalami berbagai masalah pada mulut yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kurangnya konsumsi air minum (bagi yang mempunyai kelainan tertentu). Mulai dari bibir pecah-pecah hingga bau mulut yang tidak sedap. Bilamana tidak makan dan minum apa pun selama berjam-jam bisa menyebabkan kondisi yang disebut halitosis. Untuk itu, ada cara yang ampuh untuk mencegah dan menghilangkan bau mulut saat puasa. Hindari makanan beraroma menyengat ketika sahura.Cegah mulut jadi kering dengan banyak minum air ketika sahur dan berbuka. Semakin kering mulut kita, semakin tinggi juga kemungkinan munculnya bau mulut. Sebelum tidur, berkumurlah dengan air garam. Mulut dalam keadaan kering banyaknya bakteri yang pathogen di mulut dapat menimbulkan bau mulut. Kita dapat menghilangkan bakteri ini dengan berkumur menggunakan mouthwash. Kedua, jaga kesehatan lidah sebab lidah merupakan organ yang sangat penting yang ada di rongga mulut untuk menjaga stabilitas kebersihan rongga mulut karena secara alami dia dapat membersihkan sisa makanan yang dibantu oleh air liur. Namun, lidah juga bisa jadi sarang bakteri sehingga muncul bau mulut. Bila merasa napas jadi tak sedap, kita bisa membersihkan lidah dengan alat khusus pembersih lidah yang sekarang sudah banyak dijual di toko. Penulis adalah Dekan FKG Unmas Denpasar
Kepercayaan Pasar
Menurut Wakil Ketua I DPP IHGMA I Made Ramia Adnyana, untuk mengembalikan kepercayaan pasar wisata Bali perlu ada program recovery yang disampaikan kepada wisatawan sebagai jaminan keamanan dan kenyamanannya berlibur di Bali. Diakui, memang sampai saat ini belum ada laporan secara resmi tentang penurunan okupansi dari anggota IHGMA. Namun, terkait beberapa cancelation beberapa maskapai penerbangan dikatakan akan berdampak terhadap hotel-hotel yang sudah mereka pesan. Kebanyakan tamunya dari Australia. Akibat pembatalan penerbangan Jumat malam, cukup banyak kamar hotel yang batal terisi padahal sudah di-booking. “Kalau dilihat jumlah penerbangan yang dibatalkan dampaknya cukup lumayan,” ungkapnya Sabtu (25/5) kemarin. Ia optimis erupsi Gunung Agung tidak akan berdampak secara signifikan pada jumlah kunjungan dan okupansi hotel. “Kecuali abu vulkanik berpengaruh terhadap penutupan bandara atau pembatalan penerbangan ke Bali,” ujarnya. Dia menilai erupsi Gunung Agung merupakan fenomena alam yang bisa menjadi atraksi bagi wisatawan tertentu. Sepanjang mitigasi bencana
yang sudah dibentuk berjalan dengan baik. “Di Bali sudah memiliki Bali Tourism Hospitality Task Force yang selama ini bertugas untuk melaksanakan mitigasi bila terjadi erupsi Gunung Agung,” ungkapnya. Dia menambahkan, Bali perlu memiliki bandara alternatif dengan pengalaman penutupan bandara tahun 2017 karena erupsi Gunung Agung. “Kalau bandara tutup lagi maka harus dipikirkan bandara alternatif untuk mitigasi wisatawan baik keberangkatan maupun kedatangan,” ungkapnya. Selain itu, harus melakukan promosi yang lebih
gencar untuk mengembalikan kepercayaan pasar ke Bali
melalui recovery program. (kmb42)
Bahan Herbal Alam sejatinya telah menyediakan bahan-bahan herbal untuk bisa dijadikan ramuan mengatasi masalah bau mulut dan kesehatan gigi yang mudah didapat dan dibuat dengan biaya yang sangat murah. Khasiatnya pun jauh lebih efektif dibandingkan obat-obat yang dijual di pasaran. Salah satunya nyirih nginang. Budaya nyirih-nginang ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satu manfaat yang paling menonjol adalah meningkatkan kekuatan gigi. Bahkan, nenek moyang kita telah mengetahui cara untuk memperkuat gigi dengan nyirih, sebelum ditemukannya pasta gigi. “Jenisnya bahannya (nyirih-red) terdiri dari daun sirih, buah pinang, gambir, kapur sirih, dan terakhir tem-
Diimbau kepada para pengguna jasa angkutan udara agar tidak panik
09:00 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita
Kartun Ayodya Kanda Belajar Menggambar Manggambar Burung Tuket Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Darma Santhi (2) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali
suka nyirih. “Selain mudah didapat, tidak mahal, tidak berefek samping, tahan lama, nyirih juga dapat melindungi hygiene mulut, mencegah akumulasi bakteri pembuat lubang mulai dari flek, menyehatkan gusi, dan melindungi kelenjar ludah,” tandas dr. Wiryanata. (win)
dr. Ida Bagus Wiryanata, M.Si
Tidak Panik
terhadap erupsi Gunung Agung. Dalam menanggulangi bencana, abu vulkanik, bandara telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu,
tiap airlines operator juga melaksanakan safety assesment untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangannya. (kmb23)
Beberapa Penyakit Jangan remehkan napas berbau. Meski jarang, penyakit paru–paru, beberapa jenis kanker serta infeksi amandel juga menjadi penyebab halitosis. Selain itu, kelainan darah serta penyakit paru– paru dan ginjal juga menjadi penyebab halitosis. Penyebab medis yang lebih umum adalah diabetes yang disebabkan oleh kadar gula darah yang fluktuatif. Infeksi sinus biasa pun dapat memengaruhi bau napas karena akumulasi ingus. Mengingat sebagian besar kasus halitosis berasal dari dalam mulut, maka langkah pertama yang perlu dilakukan jika mengalami hal ini adalah mengevaluasi ulang teknik menggosok gigi dan berkumur. Yang terpenting juga menurutnya adalah membersihkan lidah karena bakteri dalam jumlah besar berkumpul di lidah dan menyebabkan bau tak sedap. Sehingga menggosok lidah juga perlu dilakukan dan berkumur dengan benar. “Menggosok gigi saja hanya membersihkan 25 persen area mulut, jadi tambahkan berkumur untuk membersihkan seisi mulut,” ujar
Minggu, 26 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Darma Santhi (1) 06:35 Wita Bali Channel Tourist TV 07:00 Wita Klip Anak 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Bersama Serangkaian HUT Bali TV 08:00 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan
bakau. Obat herbal ini lebih efektif karena merangsang saliva untuk memproduksi air liur yang mengandung antiseptik,” ujar Dekan Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar, dr. Ida Bagus Wiryanata, M.Si., Sabtu (25/5) kemarin. Selain memperkuat gigi, dikatakan, nyirih juga memiliki manfaat kesehatan untuk mencegah perdarahan pada gusi dan peradangan gusi. Hal ini merupakan khasiat dari buah pinang yang biasanya ditambahkan para nenek moyang yang
15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Harmoni Bali Ganggaun Stres Pasca Trauma Pada Anak Remaja 17:00 Wita Inovator 17:30 Wita Ocydia Home Shopping 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Banjar Bali Quis 19:30 Wita Siaran Langsung HUT ke-17 Bali TV ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali Mewujudkan Bali Era Baru”
Suryana. Jika bau mulut tak membaik, maka ia menyarankan untuk pergi ke dokter gigi. Masalah yang umum menyebabkan bau mulu lanjut Suryana di antaranya masalah pada perut. Pencernaan yang buruk, sembelit atau masalah pada usus sering menyebabkan aroma dari makanan apa pun yang baru dimakan kembali menuju mulut. Bisa saja bau mulut menjadi isyarat atau efek samping dari masalah kesehatan yang lain. Penyakit umum seperti acid reflux dan heartburn dapat menyebabkan bau mulut.
Kanker Mulut Luka di mulut yang tak kunjung sembuh, jangan dianggap sepele. Bisa jadi merupakan gejala awal kanker mulut. “Awal kanker mulut tidak langsung tumbuh begitu saja, melainkan didahului dengan munculnya luka di mulut yang tidak kunjung sembuh,” kata drg. I.B. Ketut Suryana. Meski dinamakan kanker mulut, namun jenis kanker yang juga dikenal dengan nama kanker oral ini tidak hanya berkembang di mulut. Sel–sel kanker juga bisa muncul di area sekitar mulut, seperti lidah, bibir, pipi, gusi, sinus, hingga tenggorokan. Bukan hanya itu, bagian dasar mulut dan langit–langit atas yang lunak serta keras pun turut menjadi area sasaran kanker oral. Hanya, pertumbuhan kanker ini memang umumnya terjadi di mulut, lidah, dan bibir.
Kanker orang jarang dideteksi di awal. Kebanyakan kasus kanker ini biasanya ditemukan setelah penyebarannya sampai ke kelenjar getah bening di leher. “Jika tidak didiagnosis dan diobati dengan segera, kanker mulut dapat berisiko mengancam nyawa. Itu sebabnya, deteksi sejak dini adalah kunci penting untuk mencegah kanker mulut tidak berkembang lebih serius,” ungkapnya. Suryana membeberkan beberapa tanda dan gejala dari adanya kanker mulut. Yaitu luka di bibir yang tidak kunjung sembuh, timbul sejenis pembengkakan atau benjolan yang disertai dengan bercak kasar atau berkerak pada bibir, gusi maupun area mulut lainnya, luka di bagian mulut, wajah atau leher yang mudah berdarah dan tidak membaik dalam kurun waktu 2 minggu, munculnya bercak warna putih yang agak berbulu, ditambah dengan bintik putih dan merah pada mulut. Gejala lainnya yaitu pendarahan di mulut tanpa sebab, gigi goyang hingga lepas. Juga muncul sariawan di mulut, mati rasa tanpa sebab di area mulut, wajah serta leher, terasa nyeri seperti ada yang tersangkut di tenggorokan, rasa sakit atau kesulitan untuk menelan. Susah memakai gigi palsu, pembengkakan pada leher, nyeri telinga yang tidak kunjung hilang, penurunan berat badan secara drastis, mengalami serak, sakit tenggorokan kronis atau perubahan suara, rahang terasa kaku dan sakit, lidah terasa nyeri. (may)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu Umanis, 26 Mei 2019
Teka-teki Pelatih Juventus Selanjutnya Turin -
Rumor mengenai pelatih Juventus berikutnya terus berkembang, dan Massimiliano Allegri membuat gosip semakin memanas. Pria berumur 51 tahun itu, mengatakan bahwa penggantinya adalah pelatih yang tengah menukangi klub ‘Manchester’. Seperti yang diketahui, Allegri memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya bersama Juventus pada musim ini. Keputusan itu membuat banyak pihak terkejut sebab beberapa hari sebelumnya, ia menegaskan akan bertahan. Selain itu juga, Allegri masih memiliki kontrak yang baru akan berakhir pada tahun 2020 nanti. Tapi nasi sudah menjadi bubur, Juventus pun telah menerima keputusannya dan harus disibukkan dengan mencari penggantinya. Sejumlah nama tenar telah dikaitkan dengan Juventus dalam beberapa pekan terakhir. Mulai dari pelatih Manchester City, Josep Guardiola, hingga sosok yang pernah menukangi Manchester United,
Jose Mourinho. Namun satu per satu, mereka menyatakan penolakan di hadapan publik. Pertama adalah Guardiola, yang kemudian diikuti pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, dan terakhir ialah nakhoda timnas Prancis, Didier Deschamps. Meskipun telah menolak, namun rumor justru membuat gosip kepindahan Guardiola semakin memanas. Semuanya berawal saat Guardiola tiba di Italia, dan direktur Juventus, Fabio Paratici, mengunjungi hotel tempatnya menginap. Allegri lalu membuat rumor berembus semakin kencang. Allegri sempat member tahu fans soal siapa pelatih Juventus berikutnya. Sem-
bari berbisik, ia mengatakan, “Siapa yang menggantikan saya? Pelatih dari Manchester.” Manchester City sendiri sudah menyatakan bahwa kabar kepergian Guardiola ke Juventus adalah sebuah kebohongan besar. Melalui salah satu bagian manajemen tim, Alberto Galassi, sang juara bertahan Premier League itu menyebutkan bahwa Guardiola akan bertahan. “Dia adalah pelatih kami, dia ingin bertahan bersama kami. Dia tak paham mengapa katakatanya tidak didengarkan. Semua ini adalah kebohongan,” ujar Galassi Sabtu (25/5) kemarin. Pep Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya lelah
terus-menerus dikaitkan bakal hengkang ke Juventus pada musim depan. Kekesalannya terhadap kabar tersebut, membuat Guardiola memutuskan untuk pergi ke negara Timur Tengah. Guardiola sendiri beberapa kali dalam berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa dirinya akan bertahan di Manchester City pada musim depan dan belum tertarik untuk melatih Juventus. Meski begitu, isu yang mengaitkan dirinya dengan Juventus hingga kini masih terus berembus. Hal inilah yang membuat Guardiola akhirnya ingin bersantai sejenak di negara Uni Emirate Arab (UEA), Abu Dhabi. Galassi menambahkan Guardiola mengatakan bahwa dirinya kesal terhadap pemberitaan soal ia bakal hengkang ke Juventus. Kontrak Guardiola sendii bersama Manchester City baru akan berakhir pada 30 Juni 2021. (kmb33/afp)
Massimiliano Allegri
Persija Batal Jamu Bali United di GBK
Ferry Paulus
BPM/ant
Jakarta Persija Jakarta batal menjamu Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Jumat (31/5) mendatang, karena ada pertukaran jadwal sehingga tim yang berjuluk Macan Kemayoran harus tandang terlebih dahulu ke markas Serdadu Tridadu di Bali. Pertukaran jadwal pertandingan tersebut menurut CEO Persija, Ferry Paulus, Sabtu (25/5) kemarin, karena berkaitan dengan kondisi keamanan ibu kota pascapenetapan hasil pemilu berikut dengan dinamika di lapangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. “Melihat kondisi keamanan di Jakarta saat ini dan sudah berkoordinasi dengan kepolisian, Persija kesulitan menggelar partai kandang. Dengan berbagai pertimbangan, per-
tandingan melawan Bali digelar di Stadion I Wayan Dipta tanggal 31 Mei terlebih dahulu dengan status tandang,” kata Ferry Paulus dalam keterangan resminya. Menurut dia, proses pertukaran jadwal pertandingan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yaitu melakukan koordinasi dengan operator kompetisi yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB) serta dengan tim Bali United sebelum H-7 pertandingan. Tidak hanya itu, manajemen tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu juga mengirimkan surat resmi kepada operator liga bernomor 217/ Persija/Liga-1/V2019 perihal untuk menukar jadwal di mana Persija bermain di Bali terlebih dahulu dengan status tandang. “Dan mereka (LIB dan Bali
United) pun setuju. Kami juga tidak mau menunda laga ini karena akan membuat jadwal kami akan padat mengingat kami masih bermain di Piala Indonesia. Intinya kami siap menjalani laga ini di Bali terlebih dahulu,” kata Ferry menambahkan. Dengan adanya keputusan dari PT LIB melalui surat Circular Perubahan Jadwal yang dikeluarkan pada Jumat (24/5), Persija tidak ada kendala lagi untuk menjalani kompetisi Shopee Liga 1 2019 meski harus menjalani laga tandang dulu ke markas Bali United. Sesuai dengan jadwal yang ada, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan baru akan menjamu Bali United pada putaran dua kompetisi tertinggi di Tanah Air itu pada 17 September mendatang. Persija pada kompetisi
musim 2019 ini baru menjalani satu kali pertandingan yaitu melawan tuan rumah Barito Putera yang berakhir dengan
skor 1-1. Saat ini, anak asuh Ivan Kolev ini berada di posisi sembilan klasemen sementara dengan satu poin. (kmb33/ant)