Skip to main content

Edisi 26 Maret 2011 | Balipost.com

Page 14

BALI TIMUR

14

Sabtu Pon, 26 Maret 2011

LINTAS Bali Timur Dharma Shanti Nyepi KLUNGKUNG - Serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1933, Kabupaten Klungkung menyelenggarakan Dharma Shanti di Wantilan Pura Kentel Gumi, Jumat (25/ 3) kemarin. Dharma Shanti Nyepi diselenggarakan dengan harapan mampu meningkatkan sradha bhakti umat Hindu berlandaskan kerja keras, cerdas dan ikhlas menuju jagadhita. Melalui Dharma Shanti Nyepi diharapkan seluruh umat introspeksi diri menuju kedamaian, saling asah, asih, asuh. Dharma Shanti dihadiri Wakil Bupati Klungkung Tjok Gede Agung, anggota DPRD, Sang Nyoman Putrayasa, Kepala Kantor Agama, Nengah Rustini, PHDI, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) dan instansi lain. ‘’Ini merupakan upaya untuk introspeksi, mengevaluasi diri (jiwa-raga) agar terhindar dari prilaku tak baik, berpikiran tak jernih dan perkataan tak baik,’’ ujar Rustini seraya mengatakan, jika hal tersebut dapat diamalkan niscaya akan dapat memberikan vibrasi rohani di dalam kehidupan umat manusia sehari-hari. (kmb20)

BELUM LAYAK Dermaga Tanah Ampo belum layak disandari kapal besar. Tampak kapal besar di kejauhan tak bisa

’’Matatah’’ Massal di Nusa Penida KLUNGKUNG - Setelah menggelar matatah massal dan nyapu leger untuk masyarakat di daratan enam bulan lalu, PHDI Klungkung kembali menggelar kegiatan serupa untuk warga Nusa Penida. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan 4 April 2011. ‘’Kami ingin membantu umat yang kurang mampu agar bisa melaksanakan upacara matatah dan nyapu leger,’’ ujar Ketua PHDI Klungkung, Jero Mangku Nyoman Sura, Jumat (25/3) kemarin. Dikatakan, hingga saat ini sedikitnya 52 warga mendaftar untuk matatah massal. Sedangkan nyapu leger 150 orang. Setiap peserta dikenakan punia yang sifatnya tidak mengikat. ‘’Yang sudah mendaftar dipungut Rp 100 ribu per orang. Ada juga Rp 150 ribu untuk dua orang yang mendaftar,’’ katanya. (kmb20)

Bekuk Pengecer Togel KARANGASEM - Selain membekuk dua pelaku pengedar arak, polisi juga menciduk Ketut Sudana (60) yang kedapatan mengecer togel di pasar Tukad Deling, Desa Tianyar Barat, Kubu. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti satu bendel kupon, satu lembar syair, dua lembar rekapan kupon, pulpen dan uang tunai Rp 11 ribu. (013)

Menganggur

TKI Karangasem di Jepang Minta Pulang Amlapura (Bali Post) Puluhan tenaga kerja Indonesia (TKI) magang di Jepang asal berbagai desa di Karangasem, minta dievakuasi pulang ke Karangasem. Para naker itu melalui telepon, Rabu malam (23/3) lalu mengatakan sudah khawatir terpapar radiasi akibat kebocoran reaktor nuklir pascagempa dan tsunami di Negeri Matahari Terbit itu. Masalahnya, saat mandi kata Wayan Sudiasa dan Wayan Sura Arsana asal Desa Seraya, matanya perih. Mereka khawatir air sudah tercemar radiasi nuklir yang bisa menyebabkan kecacatan pada keturunannya. Sementara naker magang itu kini mengaku sudah tak bekerja lagi alias menganggur. Masalahnya, sayuran dan daging hasil produksi pertanian dan peternakan mereka sudah tak ada yang membeli. Salah seorang anggota DPRD Karangasem yang membidangi Ketenagakerjaan Nengah Suparta mengatakan, juga mendapatkan telepon lebih dari 20 orang naker magang di Jepang tadi malam. Para naker itu, jelas Suparta, sebenarnya ingin menyampaikan langsung kesulitannya kepada pejabat Pemkab Karangasem. Namun mereka mengaku tak tahu caranya dan juga mereka tak mengetahui nomor telepon para pejabat itu. Menurut anggota Komisi IV Nengah Suparta asal Desa Bugbug itu, para naker yang meneleponnya untuk mengabarkan situasi dan kekhawatirannya akan bahaya radiasi. Mereka itu berasal dari Desa Bugbug, Seraya, Kota Amlapura dan dari Padangbai. Menurut Suparta, para naker itu sudah siap pulang jika difasilitasi atau dipulangkan pihak Pemkab Karangasem. Dikatakan, selaku anggota DPRD yang membidangi masalah ketenagakerjaan, minta eksekutif yakni pejabat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem dan Bupati Karangasem yang memegang kebijakan tertinggi mencari informasi dengan cara jemput bola. Bukannya, hanya menunggu informasi mengenai nasib TKI magang itu. TKI asal Karangasem cukup banyak mencapai 77 orang, bekerja magang sistem kontrak di Provinsi Hibaraki, Jepang pada sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karangasem I Gusti Nyoman Arya Sulang, S.H. mengatakan belum mendapatkan informasi mengenai situasi terakhir seperti sudah adanya kekhawatiran terpapar radiasi nuklir karena saat mandi air sudah menyebabkan mata perih pada para naker magang itu. Dikatakan, belum ada rencana memulangkan naker magang itu. Masalahnya, para naker itu terikat perjanjian kontrak kerja. Ditambahkan, dia tak bisa memutuskan sendiri mengenai sikap Pemkab Karangasem. (013)

Promosikan Nusa Penida di ’’Bali Post iPad’’ Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung Wayan Candra berkeinginan terus mempromosikan potensi tiga nusa yakni Nusa Penida Besar, Nusa Lembongan dan Ceningan sebagai ikon Kabupaten Klungkung. Banyak potensi alam Nusa Penida yang bisa dijual kepada pemodal untuk berinvestasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kepulauan itu. Demikian dikatakan Candra saat menerima Pemimpin Redaksi Bali Post Nyoman Wirata, Bagian Marketing Bali Post, dan Penanggung Jawab Bali Post iPad, Diah Dewi, di rumah jabatan Bupati, Jumat (25/3) kemarin. Saat ini, Candra mengaku sedang serius mempromosikan Nusa Penida. Banyak tempat-tempat menarik yang sudah dikunjungi yang sangat potensial untuk dikembangkan. ‘’Banyak foto atau video yang bagus tentang Nusa Penida yang kami punya. Saya pikir bagus ditampilkan di Bali Post iPad sehingga dibaca secara luas oleh pengguna iPad di seluruh dunia,’’ ujarnya seraya mengaku menyambut positif Bali Post iPad yang merupakan produk baru Kelompok Media Bali Post (KMB). Kendati baru tiga bulan, Bali Post iPad sudah bisa terbit harian. Di mana, sedikitnya 15 juta pengguna iPad di dunia bisa mengaksesnya. Berita/informasi yang ditampilkan di Bali Post iPad bisa dalam bentuk audio-video (radio dan televisi) serta berita sebagaimana surat kabar. Dengan iPad, promosi pasti lebih mudah. ‘’Daripada harus ribet membawa video atau foto-foto yang dicetak saat menawarkan potensi Klungkung ke investor,’’ ujarnya setelah sempat mengotak-atik untuk melihat berita yang ditampilkan pada Bali Post iPad. (kmb20)

Bali Post/kmb20

PENJELASAN - Bupati Klungkung Wayan Candra saat menerima penjelasan tentang Bali Post iPad.

nyandar.

Bali Post/013

Dermaga Tanah Ampo Belum Layak Disandari Kapal Besar

Sejumlah Kapal Jepang Urung Mampir Amlapura (Bali Post) Dermaga kapal pesiar Tanah Ampo, Manggis, Karangasem dinilai belum layak disandari kapal pesiar apalagi yang ukurannya besar. Karena itu sejumlah kapal pesiar asal Jepang, urung mampir ke Karangasem. Hal itu disampaikan seorang koordinator wisatwan Jepang dari kapal pesiar, Bambang Rudyanto, saat ditemui di sela-sela menunggu 23 wisatawan Jepang yang menumpang di kapal pesiar Volendam, Jumat (25/3) kemarin di Dermaga Tanah Ampo. Bambang mengatakan, dermaga yang panjangnya 150 meter masih terlalu pendek untuk kapal pesiar besar. Padahal, kapal pesiar Jepang banyak yang hendak berlabuh ke dermaga itu. ‘’Karena dermaga masih pendek dan tak bisa disandari kapal pesiar berbendera Jepang yang rata-rata sepanjang 300 meter, mereka urung mampir ke Karangasem. Kapal pesiar Volendam yang panjangnya hanya 270 meter sudah tak bisa sandar di dermaga itu, apalagi kapal Jepang yang rata-rata panjangnya 300 meter,’’ ujar Rudyanto. Sebenarnya, katanya, wisman Jepang yang suka naik kapal pesiar banyak yang ber-

minat berwisata ke Indonesia. Warga dari negeri Matahari Terbit itu resah akibat bencana alam gempa bumi dan tsunami disusul keresahan warga akibat kebocoran reaktor nuklir. Kini warga di Jepang banyak yang resah, takut terpapar radiasi nuklir. ‘’Anakanak di Jepang dilarang minum air secara bebas, karena sumber air sudah banyak tercemar radiasi nuklir,’’ katanya. Ditambahkan Bambang, di Jepang saat ini ada tiga buah perusahaan yang mengoperasikan kapal pesiar mewah dan besar. Namun kapal-kapal mereka belum bisa mampir dan bersandar di dermaga seperti Tanah Ampo. Menurutnya, operator kapal pesiar di Jepang sebenarnya tertarik mampir ke dermaga Tanah Ampo. Namun dermaga itu belum memenuhi standar baik menyangkut panjang dermaga maupun dari segi keamanan. Saat ini dermaga itu masih menggunakan jembatan pontoon dan hal itu dinilai opera-

tor kapal pesiar Jepang tak menjamin keamanan penumpangnya turun. Apalagi wisatawan di kapal pesiar umumnya kalangan orangtua dan berduit. ‘’Tentu mereka tak kuat dengan guncangan kalau mereka disuruh turun dari kapal pesiar yang nyaman di-over ke sekoci lalu mendarat di jembatan ponton yang berguncang,’’ paparnya. Pedagang Kecewa Lego jangkar pertamakali sebagai ajang uji coba pelabuhan itu, membuat banyak pejabat Karangasem turun menyambut wisman itu. Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Wabup Made Sukerana, Sekdakab Drs. Nengah Sudarsa, Kadisbudpar I Wayan Purna, Kadishub Made Sosiawan serta sebagian besar pejabat kepala dinas, serta kepala bagian ketog semprong (berbondong-bondong) menyambut wisman itu. Penyambutan pun terkesan mewah. Atas kesan mewah penyamb-

utan wisman itu, Sekda Sudarsa mengatakan pihak pemkab tak mengeluarkan dana atas hal itu. Semua acara penyambutan ditanggung agen atau biro perjalanan wisata yang menanganinya. Begitu turun, ribuan wisman itu langsung naik angkutan guna menuju objek wisata yang sudah direncanakan agennya. Sementara ratusan pedagang dadakan yang berharap kecipratan rezeki dari kedatangan wisman kapal pesiar itu tak dapat jualan alias udu. Para pedagang itu pun gigit jari. Berharap untung, malah buntung karena sudah mengeluarkan modal cukup besar untuk ukuran mereka mencari souvenir dan minuman ringan, ujung-ujungnya buntung karena tak ada wisman yang berbelanja. Salah seorang dari ratusan pedagang itu Wayan Darsana mengatakan, tak satu pun wisman itu berbelanja. Soalnya, mereka tak mendapat kesempatan berbelanja. Begitu turun dari sekoci, sudah langsung naik angkutan wisata dan kabur menuju objek wisata. ‘’Seharusnya sebelum menuju objek wisata, wisman itu diar-

ahkan untuk berbelanja dulu, supaya masyarakat di sekitar dermaga yang berharap asap dapurnya bisa tetap ngebul kecipratan rezeki,’’ ujar Darsana. Sekda Sudarsa mengatakan, sementara ini kapal pesiar yang lego jangkar itu tak dipungut biaya sewa atau retribusi alias gratis. Hal itu menurut Sudarsa, karena masih pada tahap uji coba dan sekalian promosi. MV Volendam dengan Kapten Feezer lego jangkar sekitar pukul 08.00 kemarin dan sore kemarin sudah meneruskan perjalanan. Sementara itu, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengakui dermaga itu masih perlu diperpanjang 350 meter lagi. Sebenarnya dari kedalaman laut sudah cukup, bukan dangkal. Namun dari segi panjang dermaga dinilai masih kurang, karena rata-rata kapal pesiar yang ada saat ini panjangnya 300 meter. Dia berharap ada lagi kucuran dana pusat guna lebih mempercepat penuntasan pembangunan dermaga kapal pesiar itu sampai bisa disandari kapal pesiar ukuran besar. ‘’Kami berharap tahun 2012 dermaga kapal pesiar itu sudah tuntas,’’ katanya. (013)

Kelompok Tani Protes Kades

Proposal Tak Ditandatangani, Gagal Dapat Bantuan Simantri Semarapura (Bali Post) Kelompok tani ternak Arsaning Widhi Desa Aan, Banjarangkan Klungkung gagal mendapat bantuan program simantri (sistem pertanian terintegrasi). Kegagalan ini karena proposal permohonan mereka tidak ditandatangani Kades Aan, A.A. Gede Rai Ardika. Padahal nilai bantuan Rp 250 juta yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan peternakan kelompok. Anggota kelompok tani (poktan) Arsaning Widhi Wayan Mudiana, Jumat (25/3) kemarin menyebutkan, tiga bu-

lan lalu salah satu pengurus poktan Arsaning Widhi mengikuti pertemuan dengan pihak terkait di Pemprov Bali. Dalam pertemuan itulah terungkap Pemprov Bali memiliki program untuk peningkatan sektor pertanian dalam arti luas yakni program simantri. Dari informasi itu, lanjut Mudiana, poktan Arsaning Widhi berencana mengajukan permohonan (proposal) untuk mendapatkan bantuan dana simantri. ‘’Kepala Desa Aan A.A. Gede Rai Ardika ternyata menolak menandatangani proposal yang kami ajukan,’’

tandas Mudiana seraya menyebutkan, penolakan Kades menandatangani proposal yang diajukan karena dana itu milik desa. Dimana di Desa Aan terdapat empat poktan yang sudah diakomodir dalam bentuk gabungan kelompok tani (gapoktan) Desa Aan yakni Gapoktan Catur Werdhi. ‘’Kades menolak menandatangani proposal kami alasannya biar tidak ribut antarkelompok satu dengan lainnya. Makanya, sampai sekarang kami belum bisa mendapatkan bantuan,’’ tambahnya.

Bermasalah Karena bermasalah di desa, poktan Arsaning Widhi kemudian mengeluhkan masalah tersebut ke anggota DPRD Bali asal Klungkung, Ketut Mandia sekaligus menyerahkan langsung proposal tersebut kepada yang bersangkutan. ‘’Sayang, sampai saat ini belum juga ada perkembangan,’’ katanya. Sementara itu, Kades Aan, A.A. Gede Rai Ardika menyatakan, bantuan simantri hanya sekali dan tidak bisa diperuntukkan kepada kelompok per kelompok, melainkan kepada kelompok-kelompok yang

sudah tergabung di Gapoktan. Dana bantuan itu diperuntukkan untuk pembuatan kandang koloni, pengolahan pupuk dan biogas. ‘’Desa Aan kan sudah punya gapoktan (Catur Werdi). Makanya, proposal yang diajukan pun harus atas nama gapoktan. Tidak dipecah-pecah per kelompok,’’ katanya seraya menyebutkan, Gapoktan Catur Werdi beranggotakan Poktan Arsani Widhi, Rare Angon, Batu Madeg dan satu kelompok lagi asal Dusun Sengkiding, Aan. ‘’Saya lupa namanya yang dari Sengkiding itu,’’ akunya. (kmb20)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook