Skip to main content

Edisi Selasa 26 Februari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Perang Dagang akan Berakhir, AS Tunda Kenaikan Tarif Barang Cina Washington Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu (24/2), ia akan menunda kenaikan tarif AS untuk barang-barang Cina berkat perundingan perdagangan ‘’produktif’’. Ia bersama Presiden Cina Xi Jinping akan bertemu untuk mengesahkan kesepakatan jika kemajuan berlanjut. Trump telah merencanakan untuk menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen pada impor barangbarang dari Cina senilai 200 miliar dolar AS ke Amerika Serikat jika kesepakatan antara dua ekonomi terbesar dunia tidak tercapai pada Jumat (22/2). Presiden mengatakan dalam tweet-nya bahwa kemajuan telah dibuat pada sejumlah bidang yang disengketakan termasuk perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, jasa-jasa dan mata uang. Sebagai hasil dari apa yang dia sebut sebagai ‘’pembicara-

an produktif’’, ia mengatakan, ‘’Saya akan menunda kenaikan tarif AS yang sekarang dijadwalkan untuk 1 Maret. Dengan asumsi kedua belah pihak membuat kemajuan tambahan, kami akan merencanakan KTT untuk Presiden Xi dan saya sendiri di Mar-aLago, untuk menyimpulkan kesepakatan. Akhir pekan yang sangat baik untuk AS & Cina!’’ Mar-a-Lago adalah sebuah resort presiden di Florida, tempat kedua pria itu bertemu sebelumnya. Presiden tidak menetapkan tenggat waktu baru untuk perundingan dan Gedung Putih tidak

memberikan perincian spesifik tentang kemajuan apa yang telah dibuat. Kantor berita resmi Cina Xinhua melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Cina telah membuat ‘’kemajuan substansial’’ pada isu-isu spesifik dalam putaran pembicaraan terakhir, mengutip delegasi Cina untuk diskusi di Washington. Keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif AS adalah pertanda yang paling jelas bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan, yang akan mengakhiri perang dagang selama berbulan-bulan. Ancaman kenaikan tarif

Bali Post/ant

KONVENSI RAKYAT - Joko Widodo menghadiri acara Konvensi Rakyat di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Konvensi Rakyat itu mengangkat tema ‘’Optimis Indonesia Maju’’.

’’Polling’’ Pemilu Serentak 2019 PESTA demokrasi 2019 sudah makin dekat. Partisipasi pemilih akan menentukan kualitas demokrasi pada pemilu serentak. Untuk mengetahui tingkat partisipasi, pilihan politik serta calon presiden dan wakil presiden yang Anda pilih, Bali Post dan Bali Post.com melakukan polling di seluruh kabupaten/kota di Bali. Ikuti pollingnya di Bali Post.com dengan mengakses http://www.balipost.com/polling-pemilu-serentak-tanggal-17-april-2019 atau klik banner di halaman utama balipost.com.

telah mewakili sebagian besar pengaruh bagi tim Trump. Pasar, yang peka terhadap perselisihan karena telah memperlambat pertumbuhan global, mendukung langkah tersebut. Indeks saham berjangka AS dibuka lebih tinggi pada Minggu (24/2) malam ketika perdagangan dimulai untuk minggu ini. E-mini berjangka untuk S&P 500 sedikit menguat setelah tweet Trump tentang perdagangan, dan naik sekitar sepertiga persen, menunjukkan Wall Street akan dibuka dengan pijakan yang lebih kuat pada Senin pagi waktu setempat. (ant/afp)

Jokowi Tunggu Penyerahan Tanah Pemegang Konsesi

Cilacap (Bali Post) – Presiden Joko Widodo mengatakan akan membagi-bagikan kepada rakyat jika ada lahan yang diserahkan kembali kepada negara oleh pemegang konsesi yang telah habis hak gunanya. ‘’Ada yang menyampaikan kalau tanahnya diperlukan negara akan diberikan, ya… saya dengan senang hati akan terima kalau memang mau diberikan, hingga saya bagi-bagikan kepada rakyat,’’ kata Presiden Joko Widodo,

kepastian hukum yang jelas. ‘’Sehingga kalau sudah diberikan HGU ya… itu hak guna usaha. Kalau diberikan HGB ya… itu hak guna bangunan yang ada jangka waktunya. Jangan dilarikan ke manamana,’’ tambahnya. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengemukakan bahwa yang dimaksud Jokowi ketika menyinggung soal konsesi lahan/hutan pada debat capres putaran kedua,

Minggu (17/2) lalu, lebih kepada penegasan mengenai keberpihakan dalam konsesi dan keberpihakan kepada rakyat. Intinya, rakyat harus sejahtera dengan memperoleh akses konsesi lahan/hutan. ‘’Jadi, menurut saya, ketika Pak Jokowi menyinggung konsesi lahan/hutan, bukan soal salahbenar pemilikan konsesi oleh swasta. Secara hukum dan aturan, memiliki konsesi diperbolehkan,’’ kata Siti Nurbaya. (ant)

Perkokoh Ekonomi, Bali Hadapi Berbagai Tantangan

Rami Jatuh Usai Terima Piala Oscar RAMI Malek sepertinya mendapat luka yang cukup serius setelah jatuh dari panggung Academy Awards 2019 usai menerima penghargaan Piala Oscar 2019. Rami baru saja meraih Piala Oscar sebagai Aktor Terbaik lewat perannya dalam ‘’Bohemian Rhapsody’’. Setelah membacakan pidatonya, dia pun turun dan terjatuh, dilansir People, Senin (25/2) kemarin. Meski demikian, Rami melakukan yang terbaik demi menjaga pialanya agar tidak rusak. Rami kemudian jatuh dan wajahnya terlihat terkejut. Dia kemudian dibantu orang-orang di sekitarnya. Paramedis kemudian dipanggil untuk menangani aktor tersebut. Awalnya Rami dibawa duduk di kursi barisan depan, namun ia pindah ke area belakang panggung yang lebih tertutup. Rami Malek meraih kemenangan serupa untuk perannya sebagai vokalis Queen Freddie Mercury di Golden Globes, BAFTA Awards dan SAG Awards. ‘’Aku mungkin bukan pilihan yang mudah, tetapi kurasa itu berhasil,’’ candanya, kemudian berterima kasih kepada Queen karena membiarkannya menjadi bagian dari warisan fenomenal mereka. Dilansir Hollywood Reporter, dia melanjutkan, ‘’Ini adalah bukti bahwa kami merindukan cerita seperti ini. Sebagian dari kisahku sedang ditulis saat ini dan aku tidak bisa tidak lebih bersyukur.’’ Dalam pidatonya itu dia tidak menyebutkan sutradara film Bryan Singer, yang dipecat dari ‘’Bohemian Rhapsody’’ karena dituduh melakukan pelecehan seksual. (ant)

Senin (25/2) kemarin. Ia juga menagih janji para pemegang izin lahan untuk mengembalikannya kepada negara. Namun, ia tidak akan memaksa kepada pemegang konsesi lahan untuk menyerahkan segera lahan yang dikelolanya. ‘’Bukan memaksa karena kita juga tahu kepastian hukum harus ada,’’ katanya. Menurutnya, setiap hak yang diberikan kepada investor atau pengusaha termasuk kepada rakyat harus disertai

Viraguna Bagoes Oka

Implementasi Pergub 99/2018 ’’Serba Salah’’ Denpasar (Bali Post) Peraturan Gubernur No.99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali bertujuan untuk menata pemasaran produk lokal dari hulu hingga ke hilir. Namun, implementasi pergub tersebut dinilai akan serba salah. Pasalnya, ada kemungkinan pergub akan dilanggar dengan mendatangkan suplai dari luar Bali. ‘’Serba salah itu lho. Umpamanya menyangkut buah, dari segi kuantitas sangat terbatas. Kalau sudah tidak musim, tidak ada buah. Kualitas juga begitu,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Bali Ketut Suwandhi, Senin (25/2) kemarin. Ia menjelaskan, pasokan buah lokal di Bali seperti manggis, durian, dan pisang sifatnya musiman. Berbeda

dengan Jawa yang tidak pernah jeda menghasilkan apel. Sementara di Bali, produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan hari raya saja masih kurang. Apalagi ditambah untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan swalayan. ‘’Untuk upacara saja masih kurang. Kita banyak disupport dari luar Bali. Terutama dari Jawa, khususnya Banyuwangi,’’ jelas politisi Golkar ini. Menurut Suwandhi, Bali masih sangat ketergantungan dengan produksi dari luar daerah. Bahkan bisa dikatakan perekonomian di luar Bali justru dihidupkan oleh Bali. ‘’Memang harus ke dalam dulu diberikan pelatihan-pelatihan, dibina kebun-kebun itu,’’ tandasnya. Hal. 15 Petani Lokal

Mempercepat penguatan ekonomi Bali masih menghadapi berbagai tantangan. Bali harus memperhatikan berbagai hal terkait tantangan struktural, permasalahan terkini dan permasalahan dalam 20 terakhir sampai kepada kesimpulan agar pemimpin baru Bali bisa mengambil langkah yang tepat. Viraguna Bagoes Oka, Selasa (25/2) kemarin, mengatakan saat ini Bali yang sudah sarat dengan beban kemajemukan, perkembangan budaya baru dan era disrupsi dan industri 4.0. Meski demikian, keadaan dan prospek era baru 2019 adalah era penuh harapan dengan adanya perbaikan pascapilpres yang diharapkan bisa berjalan damai dan sukses.

Kata pengamat ekonomi Bali ini, untuk mempercepat penguatan ekonomi Bali tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pemimpin baru Bali bisa mengambil langkah yang tepat, agar Bali ke depan bisa mengembalikan atau mewujudkan harapan masyarakat Bali. Ada beberapa tantangan dan harapan Bali ke depan di era Gubernur Bali yang baru. Yaitu pendidikan berkarakter yang berasaskan kearifan lokal, budaya panutan, berkinerja produktif dan kompetensi yang berdaya saing global. Kebijakan berpolitik yang berlandaskan dengan prinsip kebenaran dalam rangka pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat luas, kekayaan dan kesuksesan materi yang

berlandaskan kepada asas kejujuran, kerja keras, karya cerdas, tangguh dan terpercaya, menguasai ilmu pengetahuan aplikatif yang nyata serta bermanfaat bagi kepentingan umat manusia/krama semeton Bali. Selain itu, orientasi kehidupan bahagia yang peduli terhadap kesulitan dan ketimpangan ekonomi di masyarakat kurang mampu. Permasalahan terkini yang dihadapi masyarakat Bali adalah heterogenitas, keamanan dan kepadatan penduduk, sampah, perilaku dan kebiasaan serta budaya, karakter dunia usaha dan ekonomi, era disrupsi, digital dan industri 4.0. Hal. 15 Gubernur Baru

BUAH IMPOR - Pedagang buah di pasar. Banyak di antaranya buah impor.

Bali Post/dok


DENPASAR

2

Selasa Paing, 26 Februari 2019

FIGUR Kuasai Teknologi Informasi MENGHADAPI persaingan di era revolusi industri 4.0 yang serba digital, generasi muda milenial harus memahami dan menguasai tiga literasi, yaitu literasi data, teknologi dan manusia. Penguasaan terhadap tiga literasi tersebut sangat penting dimiliki generasi muda, sehingga harus ditanamkan sejak dini. Mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. ‘’Jadi, pelajar saat ini tidak bisa seperti sebelumnya hanya cakap membaca, menulis dan berhitung. Para pelajar ini harus dibiasakan dengan penggunaan teknologi informasi, tidak hanya sekadar untuk bermedia sosial, tetapi lebih pada pemanfaatan di bidang pendidikan,’’ ujar Wakil Rektor III Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T., Senin (25/2) kemarin. Ia mengatakan, generasi milenial saat ini sejak usia dini sudah bisa memainkan gadget. Oke… karenanya, mereka tinggal diarahkan pada penggunaannya ke arah yang lebih bermanfaat. Seperti halnya penggunaan teknologi informasi (TI) di bidang akuntansi dan perpajakan. ‘’Saat ini sistem manual sudah tidak zaman lagi, semua sudah mulai mengarah ke pemanfaatan TI. Makanya kami berupaya membiasakan pelajar SMA/ SMK dengan penggunaan TI dalam bidang akuntansi dan perpajakan melalui Olimpiade Akuntansi dan Perpajakan,’’ katanya. Dikatakan, TI di bidang akuntansi dan perpajakan sebenarnya sangat memudahkan dalam penyelesaian laporan keuangan. ‘’Makanya sangat penting untuk menguasai TI, selain keilmuan dari akuntansi dan perpajakan itu. Dengan penggabungan keduanya, maka laporan keuangan akan lebih akurat dan lebih mudah dilakukan,’’ tegasnya. Ia menambahkan, ajang-ajang mengasah kemampuan seperti olimpiade juga sangat penting bagi para pelajar dalam meningkatkan kualitas diri. Sebab, dengan sering mengikuti kegiatan lomba dan olimpiade, para pelajar akan terpacu untuk meningkatkan kemampuan mereka. Di samping itu, mereka juga bisa mengukur kemampuannya dan memiliki bekal untuk berkompetisi secara lebih luas. (win)

Jaga Kenyamanan di Pasar Badung

Pedagang Dilarang Tempatkan Barang di Lorong Denpasar (Bali Post) Aktivitas pedagang Pasar Badung di Jalan Gajah Mada, Denpasar kini sudah kembali normal. Sebelumnya sempat vacum akibat musibah kebakaran yang melanda pasar ini pada Februari 2016. Setelah tiga tahun berlalu, Pemkot Denpasar telah mampu menyelesaikan pembangunan gedung yang baru. Bahkan, soft opening pasar tersebut sudah dilakukan akhir pekan lalu. Kini tantangan berat PD Pasar untuk tetap bisa menjaga kenyamanan pengunjung pasar rakyat termegah di Indonesia Timur ini.

Bali Post/kmb36

SYUKURAN - Syukuran HUT ke-58 Korem 163/Wira Satya ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Danrem Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi.

Amankan Pemilu, Korem Siagakan Ribuan Personel

Denpasar (Bali Post) Jajaran TNI, khususnya Korem 163/Wira Satya, memiliki andil besar dalam menyukseskan pemilu serentak pada April mendatang. Untuk itu, dalam rangka mem-back up Polri, Korem menyiagakan 2.000 personel dan siap digerakkan setiap saat. “Selain perkuatan, kami juga melaksanakan latihan pengamanan pemilu sekitar dua minggu lalu. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Korem dan jajaran menyiagakan sekitar 2.000 personel,” kata Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi di sela-sela acara syukuran HUT ke-58 Korem di Aula Makorem, Denpasar, Senin (25/2) kemarin. Kolonel Suharyadi menambahkan, di Bali tidak hanya Korem tapi ada satuan lain di bawah Panglima Kodam IX/Udayana seperti batalyon-batalyon yang bermarkas di Pulau Dewata ini. “Nanti bersamaa-sama kita bersinergi mengamankan tugas-tugas negara tersebut,” tegasnya. Ditanya soal kerawanan, Kolonel Suharyadi menyampaikan, bercermin dari pelaksanaan pilkada serentak tahun lalu, berlangsung aman, damai dan tentram. Ia juga melakukan kunjungan ke daerah-daerah untuk meneguhkan netralitas TNI dan mengamankan proses pesta demokrasi 2019. “Saya melihat tingkat partisipasi masyarakat di Bali bagus, atensi terhadap proses demokrasi bagus dan semangat untuk menjaga persatuan sangat bagus,” tegasnya. Dari situasi tersebut memberikan keyakinan kepadanya jika proses pengamanan harus dilakukan bersama-sama. Artinya, pihaknya membantu kepolisian mengamankan proses demokrasi, apalagi masyarakat memiliki partisipasi yang bagus. Terkait HUT Korem, menurut Kolonel Suharyadi, sebenarnya puncak peringatannya Minggu (24/2) lalu. Berhubung hari libur, maka dilaksanakan Senin kemarin. “Banyak kegiatan yang kami laksanakan serangkaian HUT tahun ini, seperti kerja bakti, pasar murah, ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Tabanan dan kegiatan lainnya,” ujarnya. Kolonel Suharyadi menambahkan, tema HUT tahun ini yaitu “Profesionalisme Korem 163/Wira Satya Bersama Rakyat Guna Mewujudkan Bali Santi Lan Jagadhita”. Menurutnya, profesionalisme bisa diukur dari dua hal atau perspektif. Pertama, sebagai satuan maka profesionalisme itu maknanya Korem mengimplementasikan satuan agar dapat melaksanakan tugas yang berdaya guna dan berhasil guna. Kedua, dalam perspektif Satkorwil (Satuan Koordinator Wilayah), profesionalisme ini akan bermuara kepada masyarakat. Pasalnya, sebagai satuan kewilayahan objeknya adalah masyarakat. Endingnya adalah bagaimana di masyarakat tercipta kedamaian, kesejahteraan, kesejukan, kebersamaan dan kerukunan. “Kami mohon doa restu kepada masyarakat Bali, di usia ke-58 tahun ini bisa meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya Bali. Kualitas itu bisa diukur dalam hal kehidupan bermasyarakat manakala masyarakat dalam keadaan damai, aman, tenteram, rukun dan sebagainya,” ujarnya. (kmb36)

Topik : PEgawai kontrak telat dapat gaji

Bali Post/kmb12

PASAR – Aktivitas di Pasar Badung yang kini sudah kembali normal.

PD Pasar yang akan mengelola pasar ini telah berkomitmen untuk tetap menjaga agar kondisi kenyamanan tetap akan terjaga. ‘’Ke depan memang yang menjadi tantangan terberat, yakni masalah perilaku pedagang yang biasanya akan menempatkan barang di lorong,’’ ujar Direk-

tur Umum PD Pasar Denpasar A.A. Ngurah Yuliarta, Senin (25/2) kemarin. Yuliarta mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi dan mengimbau pedagang untuk tetap taat dengan ketentuan yang sudah disepakati. Karena sejak awal pedagang sudah menandatan-

gani kesepakatan untuk tetap menjaga kenyamanan pasar. ‘’Kami akan tetap mengimbau pedagang untuk menjaga kebersihan pasar,’’ katanya. Para pedagang juga tidak diizinkan untuk membuat papan nama sendiri-sendiri. Karena selain ukurannya yang berbeda-beda, dikhawat-

irkan akan bisa menghalangi pedagang lainnya. Karena itu, PD Pasar akan membuatkan dengan ukuran dan warna yang sama. Menurut Yuliarta, pihaknya juga telah mempersiapkan segala fasilitas agar tetap terjaga dengan baik. Namun, saat ini pihaknya masih kekurangan pasokan air karena hanya bersumber dari ABT saja. PDAM belum masuk ke pasar. ‘’Kami akan segera berkoordinasi dengan PDAM agar ada pasokan lagi. Karena kalau air sampai macet satu jam saja, kondisi pasar akan amburadul, terutama di bagian basah, seperti

los ikan, daging dan sayur,’’ katanya. Sementara itu, Wali Kota Topik : Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengakui masih ada beberapa yang perlu perbaikan. Namun untuk pasokan air sudah disiapkan mesin penyedot yang cukup besar. ‘’Ya, kami akan tetap berupaya untuk menambah fasilitas sambil jalan,’’ tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Tak Sesuai Tupoksi, Program OPD Bisa Dicoret Denpasar (Bali Post) Sekretariat Daerah Provinsi Bali yang terdiri dari semnilan biro melaksanakan Forum Perangkat Daerah di Kantor Bappeda Litbang Provinsi Bali, Senin (25/2) kemarin. Acara ini digelar untuk menindaklanjuti Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Program-program yang ada di sembilan biro disinergikan pembahasan dan implementasinya. Termasuk program yang terkait dengan kabupaten/kota dan instansi vertikal. “Ini dalam rangka melaksanakan visi-misi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Akhirnya adalah untuk kesejahteraan rakyat. Program ini untuk APBD Tahun

2020,” ujar Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana. Menurut Suarjana, program-program yang tidak sesuai dengan tupoksi bisa saja dirasionalisasi oleh Bappeda Litbang. Begitu juga untuk kepala bagian atau kepala seksi yang tidak memiliki program. Ini bertujuan agar pelaksanaan program menjadi cepat, tepat, transparan, dan akuntabel. “Kan tidak mungkin meloloskan yang tidak ada kaitannya dengan tupoksinya. Maka dari itu, kuncinya adalah Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, RPJMD, Renstra, dan program kegiatan supaya tegak lurus,” jelas mantan Sekretaris DPRD Bali ini.

Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, Forum Perangkat Daerah merupakan bentuk perencanaan dengan pendekatan partisipatif. Program-program yang sudah disepakati di internal OPD pada lingkungan Sekretariat Daerah selanjutnya akan dievaluasi oleh Bappeda Litbang. Perjalanannya pun masih jauh untuk menjadi program 2020. Terlebih Musrenbang juga baru akan digelar April mendatang untuk kemudian diikuti dengan anggaran. “Belum sampai rasionalisasi. Intinya, kami harus berangkat dari visi-misi. Kalau visi misi itu sudah terjabarkan, kami setujui. Kalau belum, kami tambahkan program.

Kalau keluar, kami coret. Masih proses ini, jadi bisa ditambahkan, bisa dikurangi, bisa diubah,” jelasnya. Menurut Ika Putra, Sekretariat Daerah merupakan pelaksana atau penganalisis kebijakan. Kegiatannya lebih banyak bersifat administratif. Di antara sembilan biro yang ada, Biro Perekonomian serta Biro Kesejahteraan Masyarakat terbilang paling kompleks. “Pembahasan APBD 2020 kan masih jauh, November baru ditetapkan. Inilah tahapannya, sekarang belum bicara angka. Tapi masih bicara program kegiatan,” tandasnya. Anggota Kelompok Ahli Bidang Hukum I Made Arya Utama mengatakan, perencanaan yang dilakukan OPD

termasuk Sekretariat Daerah Provinsi Bali harus mengacu pada tujuan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Mesti ada skala prioritas terkait apa kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat dan pemerintah dalam melaksanakan tugas mewujudkan kesejahteraan. Termasuk membumikan visi-misi Gubernur Bali. “Di tahun 2020 begitu dieksekusi, dia memang betul dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu. Tujuan terakhir adalah bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat. Inilah sebagai indikator pengunci terhadap program-program yang dilaksanakan. Kalau outcome-nya tidak jelas, harus berani dirasionalisasi,” ujarnya. (kmb32)

Wakil Wali Kota Bandung Sambangi Pasar Badung Pelajari Pembinaan Tata Kelola dan Revitalisasi Pasar Rakyat

KEBERHASILAN Pemkot Denpasar dalam pengembangan tata kelola pasar rakyat yang profesional dalam balutan Smart Heritage Market yang didukung dengan peningkatan infrastruktur menjadikan Denpasar sebagai percontohan dari berbagai daerah di Indonesia. Kali ini datang dari Pemkot Bandung yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Yana Mulyana turut menyambangi Pasar Badung dan Taman Kumbasari, Tukad Badung, Senin (25/2) kemarin. Kedatangan orang nomor dua di Kota Kembang yang diterima Kabag Organisasi Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati ini, guna melaksanakan studi tiru di beberapa bidang. Yakni role model revitalisasi pasar rakyat melalui dana APBN, investasi dengan stakeholder, pembinaan pengelolaan pasar rakyat serta pasar rakyat yang telah mengantongi SNI. Wakil Wali Kota Bandung

Yana Mulyana mengatakan, pihaknya kagum dengan program revitalisasi pasar rakyat serta peningkatan tata kelola pasar yang profesional di Kota Denpasar. Di mana saat ini Pasar Badung yang telah dibangun menggunakan kombinasi pendanaan pusat dan daerah ini memiliki wajah baru yang megah. ‘’Kami sangat antusias dan tertarik untuk mempelajari bagaimana Denpasar mampu menata pasar rakyat baik dari segi tata kelola dan peningkatan infrastruktur pasar melalui program revitalisasi pasar,’’ jelasnya. Yana Mulyana menambahkan, Pasar Badung kini telah menjadi pasar rakyat yang tertata dengan rapi. Pedagang terzonasi dengan baik, dilengkapi dengan eskalator dan basement serta beragam fasilitas guna mendukung penerapan pasar rakyat sekaligus objek wisata pasar. ‘’Keberhasilan dalam peningkatan

STUDI TIRU - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat melakukan studi tiru di Pasar Badung dan Taman Kumbasari, Tukad Badung Kota Denpasar, Senin (25/2) kemarin. tata kelola dan revitalisasi pasar ini akan kita terapkan di Kota Bandung, serta komitmen Pemkot Denpasar dalam

memberikan perhatian serius bagi tumbuh kembangnya ekonomi kerakyatan,’’ ujar Yana Mulyana.

Kabag Organisasi Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, Pemkot Denpasar sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin untuk berdiskusi tentang beragam inovasi guna mendukung kesejahteraan masyarakat. Dikatakan, pengembangan pasar rakyat di Kota Denpasar tidak hanya menjadi wahana bertemunya antara penjual dan pembeli saja. Di mana, pasar rakyat di Kota Denpasar, selain mengakomodir proses jual-beli, juga menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) baru tengah kota yang terintegrasi dengan city tour. ‘’Pemkot Denpasar sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wawali IGN Jaya Negara secara berkelanjutan terus berkomitmen dalam pengembangan pasar rakyat sebagai sektor penting untuk pendukung ekonomi kerakyatan,’’ tegasnya. (ad851)


BADUNG

Selasa Paing, 26 Februari 2019

3

Lipat Surat Suara DPD, KPU Libatkan 94 Orang

LIPAT - Puluhan petugas melipat surat suara DPD-RI Dapil Bali di KPU Badung, Senin (25/2) kemarin.

Lagi, Pegawai Kontrak Telat Dapat Gaji

Bali Post/eka

Mangupura (Bali Post) Puluhan relawan dilibatkan dalam pelipatan surat suara untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI pada Pemilu 2019. Pelipatan surat suara dipusatkan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Jalan Kebo Iwa, Denpasar sejak Senin (25/2) kemarin. Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta mengatakan, total 392.302 lembar surat suara DPD yang dilipat dan disortir. Proses penyortiran dan pelipatan surat suara ini melibatkan 94 orang petugas yang dibagi menjadi 19 kelompok. ‘’Dalam melaksanakan tugasnya para petugas ini diawasi Bawaslu Kabupaten Badung, serta pengamanan dari jajaran Polres Badung dan Polresta Denpasar,’’ ucapnya. Pria yang akrab disapa Kayun itu menerangkan, kegiatan diawali dengan pengarahan tentang mekanisme sortir dan pelipatan surat suara. Selain itu, pihaknya juga memberikan peringatan kepada para petugas agar tidak membawa surat suara ke luar dari lokasi. ‘’Mohon agar dikerjakan dengan hati-hati sesuai petunjuk. Pisahkan surat suara yang tidak layak atau rusak. Jika itu sampai dilanggar, maka petugas maupun relawan bisa terjerat

Bendung Gerak Muara Tukad Mati Segera Dibangun

Mangupura (Bali Post) -

Sejumlah pegawai kontrak di Kabupaten Badung, Senin (25/2) kemarin, kembali telat menerima gaji. Pegawai dimaksud terutama guru kontrak di wilayah Kuta Utara. Salah seorang guru kontrak di Kuta Utara menyebutkan, selain dirinya, beberapa rekan seprofesinya juga belum menerima gaji. ‘’Saya sudah tanya teman yang mengajar di wilayah Kuta Utara, mereka bilang belum cair juga,’’ ujarnya. Menurutnya, keterlambatan gaji hanya terjadi di Kuta Utara, sedangkan untuk di Kuta Selatan telah menikmati gaji Januari. ‘’Sebagian gaji guru kontrak untuk Januari sudah cair, hanya yang cair di wilayah Kuta Selatan. Kenapa kami di Kuta Utara belum ya,’’ ucapnya. Guru yang mengajar di salah satu SD di Dalung itu meminta kejelasan dinas terkait dengan masalah ini. ‘’Itu

yang kami belum mengerti, kok bisa tidak berbarengan dicairkan ya,’’ sebutnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika mengakui adanya keterlambatan proses pencairan gaji pegawai honorer di Kecamatan Kuta Utara. Hal ini dipicu keterlambatan penyetoran berkas, sehingga berdampak pula terhadap pengajuan ke Disdikpora Badung untuk proses verifikasi. ‘’Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di kecamatan itu akan mengajukan berkas ke dinas setelah semua dari sekolah terkumpul. Kalau ada salah satu yang lambat, maka semua akan kena dampak,’’ jelasnya. Birokrat asal Kerobokan

Kecamatan Kuta Utara ini menyebutkan bila tidak ada keterlambatan, maka UPT akan menyerahkan ke Disdikpora sesegera mungkin. Setelah itu, Disdikpora melakukan verifikasi. Jika dinyatakan lengkap, maka diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung untuk proses pencairan. ‘’Untuk proses pencairan gaji guru honorer tidak semua terlambat. Di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta, dan Abiansemal sudah. Tinggal sebagian saja, kalau tidak salah di Kuta Utara, Mengwi, dan Petang yang belum. Tapi secepatnya kami selesaikan biar cepat cair,’’ tegasnya. (kmb27)

kasus hukum,’’ tegasnya. Pria asal Darmasaba ini juga menerangkan, penyortiran sangat penting untuk memastikan bahwa surat suara yang dilipat benar-benar tidak ada masalah atau rusak. Penyortiran berfungsi memisahkan surat suara yang baik dan rusak. ‘’Surat suara disortir dulu, setelah disortir kalau tidak ada rusak baru boleh dilipat. Setelah lolos sortir, surat suara dengan kondisi baik kemudian dilipat dan diikat dalam jumlah 25 satuan untuk memudahkan proses pengepakan dan pendistribusian ke TPS-TPS,’’ jelasnya. Terdapat beberapa kriteria surat dinyatakan rusak dalam proses sortir ini. Seperti hasil cetak tidak baik atau kabur, terdapat noda atau bercak besar, rusak, sobek, mengkerut, dan terdapat lubang yang memberi kesan surat suara seperti sudah dicoblos. ‘’Untuk ongkos sortir dan lipat, kami menggunakan hitungan per lembar yakni Rp 75,’’ ucapnya. Seperti diketahui, surat suara pemilihan DPD tiba di kantor KPU Badung pada Selasa (19/2) lalu. Jumlah surat suara yang diterima berupa 785 boks atau sebanyak 392.302 lembar surat suara DPD-RI untuk Kabupaten Badung. (kmb27)

Bali Post/edi

PENATAAN - Proyek penataan muara Tukad Mati yang saat ini progresnya mencapai 83 persen.

Mangupura (Bali Post) Pembangunan bendung gerak untuk pengendalian banjir di hilir Tukad Mati segera dikerjakan. Diperkirakan pada akhir Maret mendatang, bendungan sudah rampung. Selain sebagai pengendali banjir, bendung gerak ini juga dirancang untuk mendukung penambahan air baku PDAM. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) Wayan Riasa, peralatan yang berkaitan dengan pembangunan bendung gerak tersebut sudah berada di lokasi. Namun, untuk pengerjaannya masih menunggu umur beton supaya lebih kuat. ‘’Kita tunggu umur beton. Kalau sudah cukup, baru berani pasang,’’ katanya, Senin (25/2) kemarin. Dikatakannya, untuk penataan muara Tukad Mati sudah mencapai 83 persen. Bendung gerak ini nantinya diharapkan bisa mencegah air laut masuk ke sungai, ketika peningkatan debit air Tukad Mati terjadi berbarengan dengan pasangnya air laut. Namun air sungai masih bisa mengalir menuju laut meskipun sudah ada bendungan. Setelah bendungan serta

fasilitas lainnya terbangun di hilir Tukad Mati, pihaknya berencana melanjutkan tahapan berikutnya, yakni pengerukan sedimentasi termasuk di antaranya pengerukan alur loloan, seperti yang diharapkan oleh Kelompok Nelayan Wanasari Tuban. Pengerukan ini diperkirakan mulai dilakukan pada April mendatang. Terdapat sejumlah kendala dalam pengerjaan. Salah satunya alat amphibi yang masih rusak. ‘’Mudahmudahan perbaikan terhadapnya bisa segera selesai. Tapi saya sudah atensi, agar nanti pengerukan terhadap loloan itu bisa diprioritaskan,’’ tegasnya. Sebelumnya, Ketua Kelompok Nelayan Wanasari Tuban Made Sumasa mengharapkan agar dilakukan normalisasi terhadap alur air di area Teluk Benoa. Alur air ini dinamakan Loloan Selok yang merupakan terusan dari alur Tukad Mati. Menurutnya, sejak pengerjaan proyek pengendali banjir Tukad Mati, Loloan Selok jadi semakin dangkal. Padahal Loloan Selok mempunyai fungsi yang vital bagi aktivitas para nelayan yakni sebagai alur lalu lintas nelayan ketika air laut surut. (kmb23)

Bertahap, Pengembangan Bandara Ngurah Rai

Bali Post/edi

PENGEMBANGAN APRON - Sejumlah alat berat dikerahkan untuk pengerjaan apron sisi barat Bandara Ngurah Rai.

Mangupura (Bali Post) Pelayanan maupun optimalisasi kapasitas Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus ditingkatkan. Mengingat pada tahun 2023, bandara ini ditargetkan mampu melayani 37,6 juta penumpang. Menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, untuk pengembangan kawasan akan dilakukan bertahap mulai dari runway, terminal, taxiway, apron dan sisi darat, sesuai dengan masterplan. ‘’Masterplan yang baru belum ditetapkan sehingga kemungkinan masih banyak terjadi penyesuaian,’’ katanya, Senin (25/2) kemarin. Diakuinya, peningkatan jumlah penumpang terus ter-

jadi. Dari data yang ada, selama tahun 2018 lalu tercatat sebanyak 23,7 juta penumpang telah dilayani di Bandara Ngurah Rai. Kondisi itu meningkat signifikan, sebanyak 13 persen dibandingkan tahun 2017. Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan 24,7 juta penumpang bisa terlayani di Bandara Ngurah Rai. Terkait rencana perluasan runway sepanjang 400 meter ke arah barat, menurut Arie, hal itu masih dalam kajian. Namun, Pemprov Bali sudah menyetujui rencana perpanjangan runway dan bukan pembuatan runway pararel. Sebab, hal itu untuk mendukung pengembangan bandara di Bali Utara, untuk meratakan sebaran perekonomian Bali. ‘’Ada arahan dan pemda menginginkan agar kita ikut menyukseskan

pembangunan bandara di Bali Utara. Sehingga wisatawan mancanegara yang ada di Bali tidak ada kendala ke depannya,’’ katanya. Untuk pengembangan apron, saat ini sudah mencapai progres 88 persen untuk yang seluas 35,75 hektar dari rencana 47,9 hektar. Sisanya yang seluas 12,15 hektar masih dalam proses perizinan. Dengan adanya apron baru tersebut akan ada penambahan slot penerbangan. Untuk itulah pihaknya saat ini mengaku sedang gencarnya membuka slot dari luar negeri dan mengurangi domestik serta pengembangkan konektivitas flight dari internasional ke domestik dan domestik ke internasional. ‘’Hal itu untuk membuka semua rute penerbangan,’’ bebernya. (kmb23)

Bupati Giri Prasta Kucurkan Dana Hibah Rp 5 Miliar untuk Desa Adat Yangbatu Denpasar BADUNG Angelus Buana, Badung Berbagi dari Badung untuk Bali, komitmen inilah yang dipegang teguh oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Tingginya pendapatan daerah, tak hanya digunakan untuk membangun wilayah Badung, tetapi juga dikucurkan untuk kabupaten lain. Desa Adat Yangbatu, Desa Dangin Puri Kelod, Kota Denpasar, adalah salah satu dari sekian banyak wilayah di luar Badung yang mendapatkan bantuan dari Badung. Pada Minggu (24/2) lalu, Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana hibah untuk pembangunan Wantilan Pura Dalem Desa Adat Yangbatu

senilai Rp 4 miliar dan perbaikan Pura Mas Pait Desa Adat Yangbatu senilai Rp 1 miliar. Total bantuan yang dikucurkan sebesar Rp 5 miliar. Hadir pada acara yang berlangsung di Jaba Pura Dalem Yangbatu tersebut Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara, anggota DPRD Bali AAN Adi Ardana, Perbekel Dangin Puri Kelod I Made Sada, Bendesa Adat Yangbatu I Gusti Made Sukarji, tokoh masyarakat Yangbatu I Wayan Subawa serta disaksikan krama ageng Desa Adat Yangbatu. Ketua Panitia Pembangunan Wantilan Pura Dalem Desa Adat Yangbatu I Wayan

Sudira dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung dan jajaran atas bantuan yang diberikan. ‘’Kami mengucapkan terima kasih dan semoga Bapak Bupati dan jajaran selalu diberikan karahajengan, serta gemah ripah loh jinawi,’’ katanya. Sementara itu, Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan sudah menjadi komitmennya sejak awal melestarikan dan menjaga adat, tradisi, seni dan budaya Bali. Wantilan, balai banjar, pura adalah bagian dari adat, agama, tradisi, seni dan budaya. ‘’Akar budaya kita harus tetap kokoh,’’ tegasnya.

Bantuan hibah ini, lanjut Giri Prasta, sebagai ungkapan sayang dirinya kepada krama Desa Adat Yangbatu. Sebelum menyetujui permohonan yang sebelumnya disampaikan oleh panitia dan prajuru, dirinya juga memohon izin kepada Wakil Wali Kota Denpasar sebagai penguasa wilayah. Pada akhir acara, Bupati Giri Prasta diajak meninjau Pura Dalem Desa Adat Yangbatu, lanjut melaksanakan persembahyangan bersama. Secara spontan, Bupati Giri Prasta memberikan dana motivasi sebesar Rp 10 juta kepada sekaa gong anak-anak yang mengiringi kegiatan tersebut. (ad856)

SERAHKAN HIBAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan dana hibah untuk pembangunan Wantilan Pura Dalem Desa Adat Yangbatu dan perbaikan Pura Mas Pait Desa Adat Yangbatu, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar, Minggu (24/2).


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Raih Medali Emas Tingkat Internasional

Rektor Unud Berikan Apresiasi dan Penghargaan TIM mahasiswa Universitas Udayana (Unud) meraih medali emas pada kompetisi penelitian Malaysia Technologi Expo 2019 di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, 20 - 23 Februari 2019. Selain meraih medali emas, mahasiswa Unud juga mendapat special award dari Croatian Inventors Network. Pada kompetisi penelitian tingkat internasional tersebut, tim mahasiswa Unud terdiri dari Nyoman Gede Tryadhi Putra Setiawan (mahasiswa semester II Fakultas Ekonomi dan Bisnis), I Wayan Bagus Perana Sanjaya (mahasiswa semester II Fakultas Hukum Unud) dan Ni Nyoman Galuh Sri Wedari (mahasiswa semester II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unud). ‘’Produk dari hasil penelitian kami adalah SIREB (Sleep with Anti-Radiation Electromagnetic Box). Produk ini berupa kotak penyimpan handphone antiradiasi gelombang elektromagnetik saat tidur,’’ kata Koordinator Tim Tryadhi Putra. Menurut Tryadhi Putra, alasan mereka membuat produk ini karena selama ini generasi milenial sering membawa handphone hingga ke tempat tidur. Bahkan tertidur dengan handphone masih di tangan atau di samping tubuhnya. Padahal berbagai penelitian radiasi dari handphone ini mengganggu kesehatan dan kualitas hidup seseorang. ‘’Sehingga tercetuslah ide membuat kotak penyimpan handphone yang mampu mengurangi paparan radiasi tersebut,’’ jelas Tryadhi Putra. Kalau soal pilihan materi pembuat kotak SIREB ini, menurut Galuh Sri Wedari, karena pengalamannya saat di SMA dulu. ‘’Tercetuslah ide untuk memanfaatkan silika dari sampah daun dapdap, daun alang-alang, dan limbah sekam padi sebagai kotak antiradiasi smartphone. Sebab, material tersebut memiliki kandungan silika yang mampu menyerap gelombang elektromagnetik seperti radiasi HP,’’ papar Galuh Sri Wedari. Tidak mudah bagi Galuh Sri Wedari dan kawan-kawan untuk mengikuti kegiatan ini. Mereka

EMAS - Tim mahasiswa Unud yang meraih medali emas pada kompetisi penelitian Malaysia Technologi Expo 2019 di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur. berkompetisi dengan peserta sekitar 400 tim dari 18 negara dari Benua Amerika, Eropa dan Asia. Pesertanya ada dari pelajar, mahasiswa, dosen, peneliti dan praktisi. ‘’Tadinya kami ingin mengikuti kompetisi di Thailand. Tetapi karena deadlinenya tidak mengejar, maka kami mencoba mengikuti seleksi untuk lomba di Malaysia ini,’’ sambung Galuh Sri Wedari. Menurut Bagus Prana, target awal dari mengikuti kompetisi ini sangat realistis yaitu ingin membawa nama Unud berkompetisi di kancah internasional. ‘’Tetapi walau begitu kita tetap menggarap dengan serius dan mengatur waktu seefektif mungkin. Itu karena kegiatan perkuliahan kita berbedabeda dari tiga fakultas berbeda. Jujur saja, selain berkompetisi kami juga ingin berprestasi dan mengangkat nama Udayana,’’ urai Bagus Prana. Bagus Prana berharap dengan keberhasilan mereka di Kuala Lumpur, Malaysia ini memberi jalan dan harapan terbentuknya wadah baru di Unud yang memberi ruang mahasiswa bergelut dan berkompetisi di bidang riset di kancah internasional, seperti kampus-kampus favorit di Indonesia lainnya. Menurut Bagus Prana, pada kompetisi ini selain dengan tim negara lain, juga bertarung dengan tim-tim dari kampus favorit dari Indonesia seperti UGM,

ITS, Unibraw, Universitas Diponegoro dan lainnya. ‘’Setelah dinyatakan mendapat emas dan special award tentu yang pertama kali kami rasakan adalah kesenangan dan kelegaan, walau tanpa euforia. Senang dan lega karena berhasil membuat harum Udayana di kancah internasional. Tapi kemudian kami harus bergerak dari kesenangan dan kelegaan tersebut untuk memikirkan langkah kami ke depannya,’’ tutur Bagus Prana. Adapun penyelenggara MTE 2019 adalah MARS (Malaysia Assosiation of Riset Saintis). Sedangkan pembentukan delegasi Indonesia diseleksi lembaga INNOPA (Indonesian Invention and Inovation, Promotion Assosiation). Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). memberikan apresiasi dan bangga atas prestasi yang telah diraih mahasiswa Unud di kancah internasional. ‘’Keberhasilan mahasiswa ini merupakan hal yang sangat membanggakan dan sebagai contoh untuk mahasiswa lainnya. Artinya mereka bisa terpacu meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga ke depan semakin banyak prestasi-prestasi lainnya yang bisa diraih. Mahasiswa yang sudah berprestasi ini diberikan bebas UKT untuk satu semester,’’ ungkap Rektor Unud. (ad850)

Program ’’Kampung Hijau’’ yang Menyehatkan Lingkungan dan Bumi Persembahan Klinik Penta Medica

DI USIANYA yang kini menginjak 14 tahun, Klinik Penta Medica kembali memberikan kontribusi pada lingkungan sekitarnya dengan menghadirkan ‘’Kampung Hijau’’ di Jalan Marlboro X, Banjar Buagan, Denpasar Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) yang dilaksanakan Klinik Penta Medica, di mana kali ini bekerja sama dengan Perbekel Desa Pemecutan Kelod Wayan Tantra, Kepala Dusun Banjar Buagan Gede Supartha, S.H., serta tokoh masyarakat Dusun Al Makmur atau lebih dikenal dengan Dusun Bandungan yang menempati lingkungan tersebut. Dalam program ‘’Kampung Hijau’’ yang dilaksanakan secara bertahap selama kurang lebih 10 hari tersebut, sebanyak 152 tanaman hias dan toga, serta 5 pot tanaman pucuk merah ditempatkan di areal yang telah dipersiapkan warga Dusun Bandungan. Adapun pemasangan tanaman pada dinding dilakukan staf yang juga sebagai panitia HUT Klinik Penta Medica bersama dengan warga. Untuk menambah kesan seni, Klinik Penta Medica juga bekerja sama dengan salah satu street artist di Bali untuk pembuatan mural yang berisikan pesan kepada masyarakat akan pentingnya kegiatan penghijauan untuk menyehatkan bumi. ‘’Meningkatnya antusiasme masyarakat pada gerakan peduli lingkungan yang akhir-akhir ini kembali digencarkan oleh pemerintah melalui program Germas, tentu menambah semangat kami untuk terus bisa berkontribusi dalam

PENTA MEDICA - Manajemen Klinik Penta Medica beserta Perbekel Desa Pemecutan Kelod, Kepala Dusun Banjar Buagan dan tokoh masyarakat Dusun Bandungan. menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya melalui program ‘Kampung Hijau’ ini,’’ ungkap dr. A.A. Gd. Yudi Yunardhana Putra, Direktur PT Penta Bali Media, saat seremonial yang dilaksanakan Sabtu (16/2) lalu. Program ini pun mendapat sambutan yang sangat baik dari warga Dusun Bandungan. ‘’Kami sangat berterima kasih kepada Klinik Penta Medica yang sudah memilih lingkungan kami sebagai lingkungan percontohan untuk kegiatan penghijauan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi kesehatan di lingkungan kami,’’ ujar Ustad Haji Kusnandar, salah satu tokoh masyarakat Dusun Bandungan, yang pada seremonial tersebut juga mendapat kesempatan untuk memberikan sambutan. Dokter Yudi pun menambahkan,

lingkungan Dusun Bandungan ini dipilih karena kekompakan para warganya yang dinilai cukup baik dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungannya secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan demikian diharapkan ke depannya tanaman-tanaman yang telah diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik. ‘’Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekanan dan pihak-pihak lainnya yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini,’’ tutup dr. Yudi. Selain kegiatan CSR, rangkaian kegiatan HUT Klinik Penta Medica Denpasar yang ke-14, sekaligus ke-8 untuk Klinik Penta Medica Candidasa ini juga terdiri dari kegiatan tirtayatra yang telah dilaksanakan pada 9 Februari 2019 lalu, serta acara syukuran secara sederhana dan kekeluargaan yang dilaksanakan 23 Februari 2019. (ad854)

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Unhi Denpasar Gelar Workshop Internasional

’’Comparative Studi On Religious Practice, Popular Culture, Relatives and Social Groups In Hindu Sphere’’ BERKOLABORASI dengan Asian and African Area Studies (Asafas), Kyoto University, Jepang, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Workshop Internasional dengan tema ‘’Comparative Studi On Religious Practice, Popular Culture, Relatives and Social Groups In Hindu Sphere’’ di Ruang Sidang Rektorat Unhi Denpasar, Senin (25/2) kemarin. Workshop Internasional ‘’Studi Banding tentang Praktik Agama, Budaya Populer, Kerabat dan Kelompok Sosial di Lingkup Hindu’’ ini menghadirkan sejumlah keynote speaker. Di antaranya Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A., Dr. I Nyoman Wardi, M.A. (Universitas Udayana), W.A. Sindhu Gitananda (Unhi Denpasar), Prof. Dr. Yekti Maunati (P2SDR-LIPI, Jakarta), Seiko Tsuruta (Global Area Studies, Asafas, Kyoto University), Made Adi Widyatmika, S.T., M.Si. (Unhi Denpasar), Mai Kato (Southeast Asian Area Studies, Asafas, Kyoto University), Dr. Kaoru Nishijima (Kyoto University), Dr. Dundin Zaenuddin, M.A. (Indonesian Institute of Sciences, LIPI-Jakarta), dan Mari Adachi (Global Area Studies, Asafas, Kyoto University). Ketua Panitia Prof. Ardhana bersama Mari Adachi, Seiko Tsuruta (Global Area Studies, Asafas, Kyoto University) mengatakan masyarakat Indonesia adalah multikultural yang dapat ditelusuri kembali melalui sejarah dan proses migrasi. Karena merupakan masyarakat multikultural, umat Islam yang merupakan mayoritas dalam hal agama, memprioritaskan kerukunan dan keseimbangan di antara orang Indonesia. Dalam nada yang sama, orang Bali yang sebagian besar adalah orang Hindu, juga memiliki kelompok etnis sebagai akibat dari peningkatan pengembangan industri pariwisata yang telah dipromosikan pemerintah untuk waktu yang lama.

WORKSHOP - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (tengah) berfoto bersama para narasumber dari Asafas Kyoto University, Jepang dan peserta workshop internasional, Senin (25/2) kemarin. Sebagai dampak positif, kebijakan pengembangan industri pariwisata telah mengarah pada peningkatan kesejahteraan bagi orang Bali lokal. Dengan meningkatnya kemakmuran orang-orang yang tinggal di Bali, maka banyak tempat tinggal baru telah dibuka, seperti di daerah dekat tujuan wisata, termasuk Legian, Seminyak, dan tempat-tempat lain di dekatnya. Hal ini tentu memengaruhi gaya hidup mereka yang tinggal di daerah ini. Meskipun Bali telah banyak dipengaruhi budaya asing, namun budaya dan tradisi lokal masih ada. ‘’Pendatang baru harus memahami dan menghargai budaya lokal Bai yang dikenal sebagai ajeg Bali. Untuk melestarikan ajeg Bali, perlu berusaha menghindari dampak negatif yang dapat merusak budayanya. Melalui seminar inilah kita ingin membedah permasalahan krusial yang terjadi di Bali saat ini. Sehingga konsep tentang bagaimana Ajeg Bali harus diterapkan dalam kehidupan seharihari, terutama dengan kelompok etnis dan agama lain, perlu dipertahankan dan dilestarikan dengan cara yang terorganisir dengan baik,’’ tandas Prof. Ardhana, Senin (25/2) kemarin. Rektor Unhi Denpasar Prof.

Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan sebagai universitas yang memiliki visi sebagai pusat pengembangan dan kajian budaya Hindu di tingkat regional, Unhi Denpasar berkomitmen untuk terus memajukan budaya sesuai dengan perkembangan zaman yang tidak lepas dari taksu budaya Bali. Oleh karena itu, sebagai pimpinan Unhi Denpasar, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan berbagai perguruan tinggi internasional. Bahkan, Unhi Denpasar membuka diri kepada universitas internasional yang ingin belajar tentang budaya Hindu. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencapai visi Unhi Denpasar dan sebagai upaya pengembangan dan kemajuan budaya Bali dan budaya Indonesia pada umumnya. ‘’Kami Unhi Denpasar satu-satunya universitas berbasis budaya Hindu. Sehingga banyak universitas luar negeri, termasuk Kyoto University Jepang ingin belajar banyak tentang budaya Hindu di kampus kami. Sebab, budaya Hindu Bali sangat kaya akan nilai-nilai, baik bidang kesehatan, bidang politik dan demokrasi dan sebagainya yang menjadi dasar untuk tata kehidupan,’’ tandas Prof. Damriyasa. (ad853)

LSP Dhyana Pura Fasilitasi Uji Kompetensi Bidang Hotel dan Restoran

LEMBAGA Sertifikasi Profesi (LSP) Dhyana Pura memfasilitasi dan melaksanakan uji kompetensi (UJK) bidang perhotelan dan restoran selama dua hari yaitu pada Jumat dan Sabtu (22 – 23 Februari 2019) di Kampus Universitas Dhyana Pura (Undhira). Asesmen kompetensi pada bidang hotel dan restoran ini diselenggarakan atas kerja sama LSP Dhyana Pura dan ASDEP Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar-Lembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Uji kompetensi bidang hotel dan restoran tersebut dibuka Kepala Bidang Industri Pariwisata Pemerintah Kabupaten Badung Ngakan Tri Aryawan dan didampingi Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra dan Direktur LSP Dhyana Pura Putu Steven Eka Putra, M.Par. UJK diikuti 174 mahasiswa Universitas Dhyana Pura dari Program Studi S-1 Manajemen Konsentrasi Perhotelan dan S-1 Pendidikan Vokasi Guru Pariwisata. Direktur LSP Dhyana Pura Putu Steven Eka Putra menyampaikan uji kompetensi dilaksanakan untuk bidang FB Product (31 orang), FB Service (31 orang), Front Office (96 orang) dan Housekeeping (16 orang). ‘’UJK bidang Hotel dan Restoran LSP Dhyana Pura tahun ini menggunakan Skema Sertifikasi KKNI Level VI standar ASEAN,’’ ujar Putu Steven. Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra berpesan bahwa kompetensi merupakan kata kunci

UJK - Rektor Undhira dan Direktur LSP Dhyana Pura beserta asesor dan peserta UJK foto bersama. untuk memasuki dunia kerja, agar lulusan Undhira dapat menjadi insan yang kompeten dan kompetitif. Karenanya, LSP Dhyana Pura memfasilitasi uji kompetensi dengan Skema Sertifikasi KKNI Level VI yang berlaku di 10 negara ASEAN. ‘’Sertifikasi kompetensi mendukung dua dari Tujuh Karakter Undhira yaitu profesional dan mendunia, sehingga mahasiswa dan lulusan Undhira semakin mampu bersaing pada revolusi industri 4.0,’’ tegasnya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung yang diwakili Kabid Industri Pariwisata Ngakan Tri Aryawan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung uji kompetensi bagi tenaga kerja hotel dan restoran yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Pihaknya juga berkoordi-

nasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung dan pihak terkait untuk memfasilitasi uji kompetensi bagi 2.000 tenaga kerja hotel dan restoran di Kabupaten Badung pada tahun 2019. ‘’Kami berharap dengan adanya uji kompetensi, tenaga kerja khususnya dalam bidang pariwisata di Bali menjadi lebih unggul dan mampu bersaing,’’ sambungnya. Universitas Dhyana Pura adalah perguruan tinggi yang terakreditasi ‘’B’’ BAN-PT dengan 15 program studi yang seluruhnya telah terakreditasi. Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Dhyana Pura berlisensi BNSP sejak tahun 2016, yang memiliki 22 asesor teregistrasi, dan 10 skema di bidang Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum dan bidang Disc Jockey (DJ). (ad862)

Senator Hadiri Kegiatan Vidhafest VI di ITB Bandung

Dr. Wedakarna Minta Mahasiswa Hindu di Bandung Fokus Berkarier di Luar Bali

DHARMA DUTTA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat berada di Kampus ITB Bandung, Jawa Barat.

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menjadi tamu kehormatan di acara Vidhafest VI yang dihelat Keluarga Mahasiswa Hindu Vidya Dharma Putra Ganesha Institute Teknologi Bandung (ITB). Di acara yang digelar tiap dua tahun sekali ini, Arya Wedakarna (AWK) menjadi narasumber bersama Prabu Made Darmayasa (Tokoh Spiritual Hindu). Disambut Putu Giri Wahyu Nugraha (Ketua Panitia) dan I Gede Aditya Pratama (Ketua Keluarga Mahasiswa Hindu ITB), Arya Wedakarna tampil penuh semangat memotivasi anak-anak muda Hindu Indonesia yang hadir di Aula Timur Kampus ITB Bandung. Rasa bangga atas kinerja organisasi Hindu ini disampaikan Senator AWK, khususnya kerja keras organisasi dalam membesarkan roda organisasi. ‘’Sebagai alumni kampus luar Bali, saya juga merasakan bagaimana rasanya merantau, menderita, jauh dari orangtua dan kadang didiskriminasi saat kita menjadi minoritas. Itu tidak

masalah, justru mahasiswa Hindu di luar Bali harus menjadikan kondisi rantau sebagai jalan hidup untuk mencapai sukses yang lebih baik. Salurkan energi anakanak muda agar bisa membesarkan organisasi Hindu di kampus masing-masing karena sekalinya kalian berkegiatan di luar Bali, itu sudah sama dengan menunjukkan eksistensi Hindu sebagai agama berdaulat. Ayo pamerkan kepintaran anak muda Hindu, tunjukkan kita adalah suku bangsa yang memiliki karakter terbaik, penguasaan seni budaya terhebat dan yang pasti kita adalah kaum nasionalis pendukung setia Pancasila. Sudah saatnya kita bersuara, jangan berdiam diri, karena jika kita berdiam diri kita akan terus terdiskriminasi,’’ kata Arya Wedakarna yang alumni KMHDI DKI Jakarta ini. Terkait dengan masa depan anak-anak Bali, Senator AWK menyampaikan agar sebaiknya seusai lulus dari ITB Bandung, AWK meminta agar mahasiswa ITB

terus melanjutkan pendidikan hingga Master, Doktor, termasuk mencari pekerjaan di luar Bali. Sebab, posisi karier di luar Bali jauh lebih menjanjikan. ‘’Kepada adik-adik di ITB Bandung, kalau kalian sudah sampai di level ITB, maka saya minta kuasai pekerjaan di level nasional dan internasional. Jangan pulang ke Bali di saat muda, cari karier di luar Bali dan kuasai ibu kota, kuasai kementerian, kuasai perusahaan mineral, telekomunikasi dan juga bidang teknik seperti Bung Karno yang alumni ITB kan? Kalau bisa jadilah pemimpin bangsa. Maka saya minta jadilah diasporan Bali dan Hindu yang hebat-hebat dan ini adalah kesempatan bagi anak muda Bali untuk membuktikan dirinya di hadapan nasional. ITB adalah kebanggaan saya dan kebanggaan bangsa ini. Syukurlah kepada Tuhan, kalian mampu ada di salah satu kampus tertua di republik ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali ini. Tetapi, ia juga mengingatkan agar mahasiswa Hindu di luar Bali jangan mudah tergoda dengan halhal bersifat duniawi, khususnya bujukan agar mudah berpindah agama. ‘’Kuliah di luar Bali akan melatih kita menjadi orang hebat, kita akan dapat ilmu hidup. Tapi kuliah di luar Bali juga memengaruhi sradha bhakti kita sebagai Hindu. Saya minta kuatkan ilmu agama Hindu, bangga pada akar budaya Bali, hati-hati mencari jodoh dan usahakan yang sedharma, dan jangan sampai mahasiswa Hindu meninggalkan merajan, sanggah dan kawitan hanya pindah agama saat perkawinan. Percuma kuliah di tempat hebat kalau ujung-ujungnya tidak ada di jalan Dharma. Bekali diri dengan Kitab Suci BhagawadGita, dan ikutlah organisasi Hindu di kampus-kampus. Lahir sebagai Hindu, mati pun sebagai Hindu. Semoga kalian diberkati oleh Ibu Dewi Saraswati,’’ imbuh Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center of Indonesia ini. (ad849)


DAERAH

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Deklarasi Paket 01-1-5-1 Menggema di Perayaan Setahun Eka Center Bulatkan Tekad Mendukung dan Menangkan Paket 01-1-5-1

RATUSAN krama desa dan generasi milenial bersama para tokoh masyarakat se-Kecamatan Marga menyatakan kebulatan tekad mendukung dan memenangkan kembali Capres Joko Widodo sekaligus Caleg DPR-RI I Made Urip yang dipaketkan dengan Caleg DPRD Bali I Ketut Purnaya dan I Putu Eka Putra Nurcahyadi selaku Caleg DPRD Tabanan yang dilebur menjadi paket 01-15-1. Deklarasi mendukung dan memenangkan paket 01-1-5-1 tersebut menggema saat perayaan hari jadi yang ke-1 Eka Center di Banjar Uma Diwang, Desa Batan Nyuh, Marga, Tabanan, Minggu (24/2) malam. Saat perayaan yang disuguhkan berbagai atraksi hiburan tradisional dan live music lagu PDI Perjuangan tersebut, secara spontanitas sejumlah perwakilan tokoh masyarakat dan para relawan menyatakan kebulatan tekad untuk mendukung dan memenangkan paslon Capres dan Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin nomor urut 01 sekaligus anggota Komisi IV DPRRI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. sebagai Caleg DPR-RI dapil Bali di nomor urut 1, beserta anggota DPRD Bali I Ketut Purnaya selaku Caleg DPRD Bali dapil Tabanan nomor urut 5 bersama anggota DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi yang juga Caleg DPRD Tabanan dapil Marga dan Kediri nomor urut 1 yang sama-sama dari PDI Perjuangan. Pernyataan kebulatan tekad tersebut dibacakan Klian Adat Banjar Gung Siku, Desa Peken Blayu, I Nyoman Janu, di depan para klian banjar adat dan dinas se-Kecamatan Marga yang disaksikan Ketum dan Sekum Banteng Muda Indonesia sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan, beserta para jajaran DPC dan PAC termasuk Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan beserta kader PDI Perjuangan serta anggota dan pengurus STT dari 42 banjar yang tergabung di Yowana Media Center se-Kecamatan Marga. ‘’Mewakili masyarakat

5

Puluhan Warga Klatakan Terserang Diare Banyuwangi (Bali Post) -

Warga Lingkungan Klatakan Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, geger Minggu (24/2) malam. Pemicunya 31 warga setempat mendadak terserang diare. Seluruhnya dilarikan ke puskesmas setempat. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Dugaan sementara, diare dipicu konsumsi air yang tak sehat.

DUKUNG - Kebulatan tekad mendukung dan memenangkan kembali Capres Jokowi di nomor 01 beserta Caleg DPR-RI I Made Urip beserta Caleg DPRD Bali I Ketut Purnaya dan I Putu Eka Putra Nurcahyadi selaku Caleg DPRD Tabanan yang dilebur menjadi paket 01-1-5-1. kami mendukung paket 01-15-1, karena sosok Pak Made Urip yang betul-betul memperhatikan rakyat apalagi selalu memperhatikan dan memperjuangkan sektor pertanian,’’ ujar Ketua Subak Duama, Desa Selanbawak, Marga, Tabanan ini, seraya menambahkan sepak terjang Putu Eka Putra Nucahyadi juga sebagai kader terbaik di Kecamatan Marga yang kiprahnya sangat nyata dan selalu memperjuangkan nasib wong cilik. ‘’Termasuk Pak Ketut Purnaya yang integritasnya sebagai salah satu kader PDI Perjuangan terbaik yang selalu mendukung adat dan budaya. Karena itu kami akan mendukung paket 1-5-1 termasuk Capres Joko Widodo di nomor urut 01,’’ tambahnya. Diberikan dukungan penuh, Eka Nurcahyadi mengakui hampir lima tahun menjabat wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan sudah membangun pola baru berpolitik dan bermasyarakat sampai di akhir pengabdian menerima amanat partai kembali dipercaya maju menjadi Caleg DPRD Tabanan dapil Marga dan Kediri di nomor urut 1. Pihaknya menyatakan keinginan untuk kembali mewakili masyarakat lima tahun ke depan. Karena itu,

memasuki masa kampanye ini diharapkan masyarakat tetap kompak dan tidak terpecah belah untuk berjuang bersama paket 01-15-1 agar didukung seluruh masyarakat Marga. ‘’Kita berharap bisa kembali menjadi wakil rakyat dalam garis satu jalur, sekaligus mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf,’’ tandasnya. Terkait setahun Eka Center, dikatakan, dibentuk sebagai wadah komunikasi yang dibina oleh PDI Perjuangan dengan motto ‘’Eka Evolution’’. Karena sebagai rumah perjuangan harus terus berevolusi atau mengalami perubahan. ‘’Perjuangannya adalah aspirasi masyarakat yang menjadi tanggung jawab kader PDI Perjuangan,’’ jelasnya seraya ditambahkan, Ketut Purnaya juga memohon dukungan dan doa restu untuk Capres Jokowi serta paket 1-5-1 yang sudah tidak diragukan lagi. ‘’Sekarang bagaimana memantapkan dan memaksimalkan mungkin kehadiran pemilih di TPS. Karena saya tidak perlu berkampanye lagi, namun bagaimana agar 17 April 2019 agar seluruh masyarakat datang dan hadir ke TPS,’’ imbuhnya. Di sisi lain, Made Urip yang dikenal sebagai bapak

Di Era ’’Marketplace’’ Industri Kreatif Jangan Buta Digital Denpasar (Bali Post) Industri kreatif kini tengah digenjot untuk mewujudkan kemandirian dan daya saing bangsa. Untuk mendukung upaya tersebut, SDM penting dibangun agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kalau tidak demikian, SDM Bali khususnya akan kesulitan untuk bersaing. Hal ini tentu akan berdampak pada tingkat kesenjangan yang semakin melebar, kemiskinan yang kian bertambah, hingga tersendatnya pertumbuhan ekonomi. ‘’Agar tercipta lapangan pekerjaan, kesenjangan berkurang, kesempatan kerja bertambah, maka produk-produk kita kan harus laku di pasaran. Untuk bisa laku, dia kan harus berdaya saing,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa di Denpasar, belum lama ini. Menurut Astawa, produk dalam industri kreatif tidak hanya harus bagus, tetapi juga kompetitif. Selain itu, pelaku industri kreatif agar bisa memberikan layanan yang bagus pula. Penguasaan teknologi, dikatakan, dapat menekan cost untuk memberikan harga kompetitif. Ketika semua hal itu terpenuhi, barulah suatu produk memiliki daya saing. ‘’Untuk menuju ke situlah kita perlu SDM

yang kuat, perlu iklim usaha yang kondusif, perlu ada didukung dengan promosi dan IT atau teknologi. Di era ini harus marketplace, kalau pedagang-pedagang kita buta dengan digital akan kewalahan,’’ jelas mantan Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali ini. Astawa mengaku sudah melatih sekitar 200 orang pelaku industri kreatif di Bali, melibatkan online marketplace terkemuka di Indonesia. Mereka difasilitasi untuk meningkatkan penjualan melalui online. Saat ini perusahaan pemula berbasis teknologi atau startup diakui sudah berkembang di Bali. Terutama dilakoni anakanak muda yang umumnya memanfaatkan media sosial seperti instagram dalam promosinya. ‘’Termasuk di dalamnya industri musik sekarang banyak sudah memanfaatkan teknologi, sehingga dia bisa menghasilkan uang. Saya kira pertumbuhan startup di Bali sudah sangat berkembang di kalangan anak muda. Malahan dia sudah ada asosiasi sendiri, kita harus membina ini,’’ paparnya. Astawa berharap sektor pendidikan khususnya perguruan tinggi agar lebih mengutamakan pendidikan vokasi. Salah satunya dengan lebih banyak mendatangkan pengajar dari dunia industri yang memang mumpuni di bidangnya. (rin)

‘’sejuta traktor’’ itu juga sempat mengucapkan terima kasih atas kehadiran krama desa dari 42 banjar se-Kecamatan Marga yang dikumpulkan Putu Eka Nurcahyadi sebagai salah satu kader muda potensial terbaik PDI Perjuangan di Kecamatan Marga. Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode itu menegaskan, suatu saat nanti kader seperti inilah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di PDI Perjuangan. Karena itulah setelah menerima amanat partai, anggota Bangar MPR-RI ini kompak berpaket dengan Ketut Purnaya dan Putu Eka Putra Nurcahyadi untuk meneruskan tugas partai untuk kelima kalinya, termasuk Capres dan Cawapres nomor urut 01. ‘’Suara PDI Perjuangan bisa berkurang satu, namun untuk nomor 01 suaranya tidak boleh kurang dan harus harga mati. Karena pilpres kali ini sebagai pertarungan ideology, sehingga harus diberikan dukungan penuh kepada Pak Jokowi sekali lagi,’’ tegasnya sekaligus berharap saat perayaan setahun Eka Center, agar kiprahnya di masyarakat nantinya bisa melompat lebih maju lagi di tahun mendatang. (kmb)

Insiden diare massal ini mulai dirasakan warga sejak sore. Menjelang malam, jumlahnya terus bertambah. Hingga tengah malam, terdata 21 orang, dan terus bertambah hingga tembus 31 orang. Keluhannya sama, buang air besar berkali-kali. Tak hanya warga dewasa, sejumlah anak-anak juga terkena diare. Bahkan, ada satu keluarga yang seluruhnya terserang diare. Seluruh warga yang terserang langsung dilarikan ke Puskesmas Klatak. Ada juga yang ke dokter umum. ‘’Begitu kami mendapat kabar, tim langsung kita turunkan ke warga. Termasuk melakukan perawatan di puskesmas,’’ kata Lurah Klatak Candra Tistiyono, Senin (25/2) kemarin. Menurutnya, hingga Senin pagi, beberapa warga masih dibawa ke puskesmas untuk

mendapatkan pemeriksaan. Hasilnya, tidak ada yang harus dirawat inap. Seluruhnya rawat jalan. Candra menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan pemicu diare massal tersebut. Pihaknya menunggu hasil pemeriksaan medis yang dilakukan puskesmas. Namun, pejabat ini mengakui jika warga yang terserang diare hanya terlokalisir di satu tempat. Tak sampai meluas ke daerah lain. Sementara itu, Kepala Puskesmas Klatak drg. Zelfia menjelaskan pihaknya langsung bergerak cepat begitu mendapat laporan serangan diare. Warga yang kondisinya memprihatinkan langsung dibawa ke puskesmas. ‘’Ini bukan kejadian luar biasa (KLB). Memang warga banyak yang terserang diare,’’ kata Zelfia.

Ditambahkan, dari 31 warga yang terdata diare, seluruhnya sudah tertangani dokter. Baik di rumah sakit dan dokter rawat jalan. Pihaknya menduga, warga yang terserang diare akibat mengonsumsi air dari jaringan Himpunan Pemakai Air Minum (Hipam) yang mengalir ke wilayah setempat. ‘’Hasil pemeriksaan air yang dikonsumsi warga, kondisinya tidak memenuhi kriteria air minum sehat. Dugaan sementara, ini yang memicu diare,’’ jelasnya. Terkait kejadian ini, pihaknya akan menurunkan tim puskesmas untuk memberikan penyuluhan diare dan sanitasi lingkungan. ‘’Kami akan sertakan dokter umum juga. Lalu, kami bagikan obat-obatan penanganan pertama diare,’’ pungkasnya. (udi)

Bali Post/udi

DIARE MASSAL - Petugas gabungan Puskesmas Klatak mendatangi warga di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi yang terserang diare massal, Senin (25/2) kemarin.

Pembobol Toko HP Dibekuk Denpasar (Bali Post) Kasus pencurian terjadi di Oppo Shop di Jalan Teuku Umar No. 28, Denpasar Barat (Denbar), Kamis (14/2) lalu. Safety box berisi uang Rp 8 juta dan 26 HP baru senilai Rp 118.774.000 digondol maling. Pelakunya tak lain mantan karyawan toko tersebut, Verro Stevanus Tampun Wprung alias Tivani (24). Kapolsek Denbar AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan, Senin (25/2) kemarin, mengatakan kasus ini dilaporkan karyawan toko tersebut, Ni Luh Putu Ratna Sari (23), beralamat di Desa Darmasaba, Kabupaten Badung. Kepada penyidik, Ratna menyampaikan pada Kamis pukul 06.30 Wita, rekan kerjanya bernama Heni Paquwita Dewi (23) tiba di TKP dan melihat rolling door terbuka sedikit. Selanjutnya Heni membersihkan toko. Beberapa menit kemudian, Ratna tiba di sana. Dia langsung masuk ke toko dan melihat lemari tempat menyimpan HP terbuka. Dia panik karena semua HP di dalam lemari hilang. Selain itu safety box juga raib. Selanjutnya Ratna melaporkan kasus ini ke Polsek Denbar. ‘’Setelah menerima laporan

kasus ini, anggota kami langsung ke sana. Hasil olah TKP tidak ditemukan kerusakan,’’ ungkap Johannes didampingi Kanitreskrim Iptu Aji Yoga Sekar. Dengan adanya laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Denbar dipimpin Dandru Aiptu Awan Tri Maretno melakukan penyelidikan. Hasil pemeriksaan saksisaksi dicurigai pelakunya

mantan karyawan yaitu Verro asal Manado, Sulawesi Utara. Pasalnya, kasus itu terjadi setelah dua minggu dia berhenti kerja. Selain itu polisi mendapatkan rekaman CCTV dan alamat kos pelaku di Jalan Mekar II, Pemogan, Denpasar Selatan. ‘’Pelaku berhasil ditangkap di kamar kosnya. Termasuk barang bukti. Pelaku dengan mudah melakukan

aksinya karena sebelum berhenti kerja, dia diam-diam membuat kunci duplikat toko,’’ kata mantan Kapolsek Kuta Utara. Dari kasus ini polisi menyita barang bukti 25 HP, satu safety box, Rp 606.000, mobil dan kunci duplikat. ‘’Satu HP masih kami cari. Barang bukti mobil itu dipakai pelaku mengangkut hasil curian,’’ ujarnya. (kmb36)

Bali Post/rah

KASUS PENCURIAN - Kapolsek Denbar AKP Johannes merilis pengungkapan kasus pencurian puluhan HP.

Event Honda Bikers Camp 2019

Pupuk Rasa Bangga dan Solid Menjadi Komunitas

BIKERS CAMP - Astra Motor Bali bersama Honda Community Bali (HCB) kembali menggelar event Bikers Camp.

SEBAGAI agenda tahunan yang keempat kali, Astra Motor Bali bersama Honda Community Bali (HCB) kembali menggelar event Bikers Camp. Kegiatan yang digelar pada 23-24 Februari 2019, diikuti 90 orang komuni tas. Di antaranya HSFCI, HVIC, BSCC, HMPC, TRB, VIBER, CB RWT, BOC dan konsumen CRF150L, meramaikan acara dengan penuh antusias. Mengambil titik kumpul di Astra Cokroaminoto, seluruh peserta melakukan perjalanan dengan touring bersama menuju Bukit Asah, Karangasem. Setibanya di lokasi, se-

luruh peserta melakukan registrasi dan dilanjutkan dengan informasi materi seputaran manajemen klub. Materi ini dikemas menarik tentang bagaimana mengoordinir sebuah klub dengan aturan-aturannya, bagaimana sebuah klub itu semakin solid dan bagaimana klub tidak sekadar geber motor atau kebut-kebutan di jalan, tetapi bisa sebagai pelopor keselamatan berkendara sehingga pengguna jalan lain juga aman dan nyaman. Suasana semakin meriah dengan games ringan saat api unggun berlangsung. Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra

mengatakan dengan konsep acara yang dikemas dengan tagline ‘’Makin Solid dan Bangga Menjadi Komunitas Honda’’, kegiatan ini tidak sekadar kumpul bersama atau ‘’kopi darat’’, namun sebagai komunitas Honda yang telah terbentuk dan sudah melakukan deklarasi haruslah mengerti pemahaman dari manajemen klub. Paham dengan peraturan, program kerja dan stuktur organisasi yang telah ditetapkan oleh klub tersebut. ‘’Acara ini sekaligus sebagai apresiasi dan silaturahmi komunitas Honda, sehingga dengan bertambahnya komunitas dapat

memberikan manfaat bagi yang lainnya maupun bagi lingkungan masyarakat. Terus pupuk semangat solid antaranggota komunitas dan dapat menjadi corong yang positif terutama menularkan virus safety riding,’’ kata Wahyudi. Luapan ekspresi gembira terlihat pada keesokan harinya sembari menikmati suasana pemandangan indah Bukit Asah, seluruh peserta mendapatkan informasi mengenai produk knowledge dari produk sport Honda CRF150L. Acara ditutup dengan doa bersama dan kembali ke tempat masing-masing. (bns1)


OPINI

6

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

KB sebagai Keluarga Bahagia GUBERNUR Bali Wayan Koster sempat menyoroti kampanye KB (Keluarga Berencana) cukup dua orang anak laki perempuan sama saja di Bali dihentikan. KB harus diartikan sebagai Keluarga Bahagia. Di Bali, Keluarga Bahagia dengan empat orang anak, yakni Wayan atau Putu atau Gede sebagai anak pertama, disusul Made atau Nengah, lalu Nyoman atau Komang, dan Ketut sebagai anak bungsu. Hal ini untuk tetap melestarikan nama Nyoman dan Ketut sebagai ciri khas nama asli orang Bali, pengusung adat dan budaya Bali. Jika KB dengan hanya dua orang anak, dikhawatirkan nama Nyoman dan Ketut akan punah di tanah Bali. Pengusung adat dan budaya Bali pun akan menjadi kurang lengkap tanpa ada nama Nyoman dan Ketut. Jika dikembalikan kepada definisi KB (Keluarga Bencana) secara harfiah, yakni keluarga yang berencana, memiliki rencana atau terencanakan. Rencana untuk tujuan keluarga yang sehat, sejahtera, dan bahagia. Ini sesuai UU No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. KB merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Keluarga berkualitas sudah tentu yang sehat, sejahtera, dan bahagia lahir batin. Meski, harus diakui ada yang merasa bahagia memiliki banyak anak, terutama bagi mereka yang ekonominya berkecukupan. Namun, ada juga yang merasa bahagia dengan dua orang anak saja, dengan pertimbangan kemampuan mencukupi kebutuhan jasmani dan rohani mereka. Di Bali (baca orang Bali) sendiri, menurut hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, semakin banyak anggota rumah tangganya semakin tinggi pula indeks kebahagiaannya. Anggota rumah tangga dengan empat orang anggota (ibu, ayah, dan dua orang anak) merupakan keluarga paling bahagia menurut hasil survei tersebut. Bahkan, beberapa merasa nyaman dan bahagia memiliki anak dua saja, apalagi sudah lengkap laki-laki dan perempuan. Alasannya, lebih kepada faktor ekonomi, biaya hidup terutama di perkotaan yang makin sulit. Namun bagi mereka yang anak pertama, kedua dan ketiganya perempuan semua, ada kecenderungan ingin mempunyai anak lagi supaya ada anak lakilaki. Maklum, sistem waris di Bali menganut sistem patrilineal, alur keturunan atau penerus keluarga dari pihak ayah (laki-laki). Terutama, dalam hal tanggung jawab sosial adat di desa pakraman/adat. Kondisi ini tidak hanya dapat diartikan kampanye program KB sangat berhasil di Bali. Lebih dari itu, meningkatnya kesadaran masyarakat Bali akan keluarga yang sehat, sejahtera, dan bahagia. Pertanyaannya, jika tingkat perekonomian masyarakat Bali meningkat dan kesejahteraannya meningkat, apakah keinginan untuk memiliki anggota rumah tangga juga meningkat? Yang berarti nama Nyoman dan Ketut akan muncul lagi? Barangkali harus dikembalikan kepada tujuan utama KB itu sendiri. Yakni membangun keluarga yang terencana mulai dari usia pernikahan, kehamilan, jarak kehamilan dan lainnya untuk mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan bahagia. Sah-sah saja dan wajar hak untuk memiliki banyak anak, asalkan segala kebutuhan lahir batin mereka dapat terpenuhi. KB harus menjadikan Keluarga Bali Keluarga Bahagia, entah dengan dua orang anak saja atau empat bahkan lebih dari empat anak.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mohon Penjelasan Penerbitan Sertifikat Baru Terkait dengan surat Kakanwil BPN Provinsi Bali No. : MP.02.02/0324 - 51/ II/2019 tertanggal 13 Februari 2019 perihal: penerbitan sertifikat baru di mana nama yang tertera dalam surat salah, karena tidak sesuai dengan disposisi bapak, yang mana disposisi bapak kepada Kepala BPN Karangasem mohon dapat diterbitkan surat keputusan baru dari asal SHM No. : 1136 a/n I Kadek Tirtayasa menjadi a/n. Iwan Abdi Suandana, SKM. Dalam surat bapak juga menyatakan bahwa sehubungan surat saya tanggal 4 Desember 2018, perihal seperti tersebut pada surat bapak yaitu mohon dapat diterbitkan sertifikat baru a/n I Kadek Tirtayasa. Itu juga salah, karena perihal dalam surat saya tanggal 4 Desember 2018: mohon dapat diterbitkan sertifikat baru dari asal SHM No. : 1136 a/n. I Kadek Tirtayasa menjadi a/n. Iwan Abdi Suandana, SKM. Untuk itu, saya mohon penjelasan bapak agar tidak terjadi kesalahan administrasi dan saya mohon dengan sangat agar sertifikat a/n Iwan cepat selesai, karena semua berkas jual beli sudah ada di notaris. Mohon informasi berapa lama pengurusan sertifikat baru bisa terbit. Dra. Ni Made Sudani, M.M. Jl. Tulip No. 8, Denpasar Timur

Penyelamatan Nyoman dan Ketut Putu, Made, Nyoman, dan Ketut sering kali menghiasi identitas nama orang Bali. Identitas nama depan ini sudah menjadi salah satu budaya yang dimiliki oleh Bali. Tidak jarang orang luar Bali menanyakan arti dari nama depan yang merujuk kepada tingkatan kelahiran persaudaraan dalam keluarga Bali. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, angka Fertility Rate atau TFR Bali sebesar 2,1 anak per wanita yang berarti bahwa seorang wanita di Bali rata-rata melahirkan 2,1 anak selama hidupnya. Bila mengikuti angka ini berarti Nyoman atau Komang sebagai nama dari anak ketiga dan Ketut sebagai anak keempat akan semakin langka.

Oleh Kadek Juli Wirartha

G

ubernur Bali pernah menyerukan program penyelamatan Nyoman dan Ketut melalui penerapan Keluarga Berencana (KB) ala Bali dengan empat anak. Gubernur meminta kampanye KB cukup dengan dua anak agar dihentikan. Alasannya adalah kekhawatiran akan menyusutnya jumlah krama Bali sebagai pendukung budaya Bali dan kerugian dari segi anggaran Bali karena penghitungan anggaran pemerintah dihitung sesuai jumlah penduduk. Dari segi agama Hindu yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Bali dikenal istilah Punarbawa atau kelahiran kembali. KB ala Bali dengan empat anak ini berarti dapat membuka kesempatan leluhur untuk lahir kembali ke dunia. Definisi KB dalam Undang-undang (UU) Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Salah satu hak penduduk yang diatur dalam UU ini yaitu menetapkan keluarga ideal secara bertanggung jawab mengenai jumlah anak, jarak kelahiran, dan umur melahirkan. Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menetapkan kebijakan dan program jangka menengah dan jangka panjang

yang dintegrasikan dalam pembangunan jangka menengah dan jangka panjang nasional. Oleh karena itu, KB ala Bali adalah sah tetapi harus terintegrasi dengan pembangunan nasional. Bali sudah banyak mendapat penghargaan terkait program KB. Keluarga Bali sudah nyaman dengan cukup memiliki dua anak. Keluarga Bali yang sudah memiliki dua anak terutama keluarga yang sudah memiliki anak lakilaki sebagai penerus keturunan cenderung enggan untuk memiliki anak lagi. Banyak negara maju memberikan insentif kepada warganya yang sudah enggan untuk menambah jumlah anak lebih dari satu. Kenyamanan ini tentunya menjadi tantangan pemerintah apabila ingin meneruskan program KB ala Bali dengan empat anak. Berdasarkan hasil SDKI 2017, angka TFR Bali (2,1) berada di atas TFR Nasional (2,4). Angka TFR Bali merupakan angka TFR terendah di Indonesia. Satu-satunya daerah yang berhasil meraih angka yang sama dengan Bali adalah Jawa Timur. Angka ini dapat menunjukkan bahwa Bali adalah salah satu daerah yang paling sukses melaksanakan KB di Indonesia. Angka ini juga mendukung pernyataan bahwa orang Bali sudah cukup memiliki dua anak dalam keluarganya. Apabila program KB ala Bali diterapkan maka akan menurunkan prestasi Bali dalam mendukung program pemerintah dan angka TFR Bali nantinya mungkin akan menjadi

angka terbesar di Indonesia. Informasi mengenai keinginan memiliki anak dapat membantu untuk mengetahui keinginan pasangan suami-istri di Indonesia untuk memiliki anak lagi. Berdasarkan SDKI 2017, pertanyaan akan jumlah anak ideal yang ditanyakan pada semua wanita umur 15-49 tahun dan pria kawin umur 15-54 tahun di Bali menunjukkan angka rata-rata yang sama yaitu 2,3 anak. Angka ini berada di bawah angka nasional yaitu 2,6 anak pada semua wanita dan 2,9 anak pada pria kawin. Angka ini semakin menguatkan pernyatan keluarga Bali sudah nyaman dengan cukup memiliki dua anak. Angka ini juga dapat dijadikan sebagai bukti keberhasilan slogan ‘’dua anak cukup’’ di Bali. Jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur pertama kali melahirkan, jarak antarkelahiran, dan kesuburan. Menunda kelahiran pertama dan menjarakkan kelahiran berhasil menurunkan tingkat fertilitas di berbagai negara. Melahirkan pada usia muda meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan melahirkan serta kematian neonatal. Hasil SDKI 2017, median umur melahirkan pertama di antara wanita umur 25-49 tahun di Provinsi Bali adalah 23,4 tahun. Angka ini lebih tinggi satu tahun dari angka nasional 22,4 tahun. Jarak antarkelahiran yang pendek (kurang dari 24 bulan) akan berdampak negatif terhadap bayi dan ibu seperti kelahiran

prematur, berat lahir rendah, dan kematian. Jarak antarkelahiran berkaitan dengan risiko kesakitan dan kematian pada anak. Jarak antarkelahiran yang lebih panjang bukan hanya menguntungkan bagi anak, tetapi juga akan meningkatkan status kesehatan ibu. Jarak antarkelahiran dapat dihitung dari jarak bulan sejak kelahiran sebelumnya. Berdasarkan hasil SDKI 2017, sebagian besar wanita Bali melahirkan dalam jarak kelahiran lima tahun. Jarak bulan sejak kelahiran sebelumnya di Bali paling tinggi yaitu 60 bulan ke atas sebanyak 45,4 persen. Median jumlah bulan sejak kelahiran sebelumnya di Bali (56,6 bulan) lebih rendah dari angka nasional (64,6 bulan). Hal ini berarti jarak antarkelahiran di Bali lebih rendah dari jarak antarkelahiran secara nasional. Peningkatan jumlah kelahiran akan memperpendek jarak antarkelahiran sehingga akan menambah risiko penurunan kesehatan pada ibu dan anak. Apabila program KB ala Bali dengan empat anak ini diterapkan maka pemerintah perlu menyiapkan penambahan fasilitas kesehatan untuk tetap menjaga status kesehatan ibu dan anak di Bali. Salah satu dampak positif dari program KB adalah meningkatnya partisipasi perempuan dalam perekonomian. Semakin menurunnya kelahiran maka semakin sedikit jumlah anak yang membutuhkan pengasuhan. Hal ini dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja sehingga dapat ikut meningkatkan pendapatan keluarga. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, angkatan kerja perempuan yang menganggur dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Perbandingan angkatan kerja tahun 2017 laki-laki (54,9 persen) tidak jauh berbeda dengan perempuan (45,1 persen). Keterlibatan perempuan Bali sebagai tenaga profesional pun cukup tinggi (44,17 persen). Perempuan yang sudah memiliki eksistensi dalam pekerjaan pasti

Reformasi Program Revolusi Mental REVOLUSI mental merupakan salah satu program dalam Nawa Cita milik Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam Nawa Cita, salah satu agenda yang paling banyak diperbincangkan adalah poin nomor 8 (delapan) yaitu melakukan revolusi karakter bangsa atau sering juga disebut dengan istilah revolusi mental. Program revolusi mental digagas untuk menggalakkan pembangunan karakter untuk mempertegas kepribadian dan jati diri bangsa. Jika melihat kondisi bangsa saat ini, maka gagasan revolusi mental memang merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan karena mengingat derasnya arus globalisasi yang sulit untuk dibendung yang juga dapat menimbulkan berbagai ancaman terhadap kepribadian dan jati diri bangsa. Untuk itu sebenarnya apabila program revolusi mental dijalankan dengan sungguh-sungguh maka program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai ancaman yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi. Akan tetapi, permasalahannya adalah program revolusi mental ini hanya menggaung keras pada awal masa pemer-

Oleh I Gede Yudi Arsawan intahan Joko Widodo, namun seiring waktu berjalan program ini serasa mulai meredup dan tidak jelas arahnya ke mana. Permasalahan karakter dan jati diri bangsa mulai muncul kembali ke permukaan, terbukti dengan banyaknya terdengar berita tentang perilaku tidak beretika yang dilakukan oleh peserta didik terhadap guru dan banyak masyarakat yang sudah melupakan jati diri bangsa dan berani untuk tidak menghormati ideologi negara. Apa yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa program revolusi mental tidak berjalan dengan baik dan bahkan menjelang perhelatan pemilu pada tahun ini, pemerintah seolah-olah membiarkan masyarakatnya mengalami degradasi moral, maraknya berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang bermunculan dalam media sosial merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat Indonesia masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk dapat membangun kembali karakter mereka. Presiden Joko Widodo dalam

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 mengatakan bahwa program kerja pemerintah berikutnya akan terfokus pada pembangunan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) utamanya dalam pendidikan yang fokus pada keterampilan bekerja atau memberikan pelatihan teknis bagi masyarakat. Dari pernyataan Jokowi tersebut, maka dapat dipahami bahwa selanjutnya pemerintah akan lebih memfokuskan diri untuk meningkatkan hard skill SDM Indonesia. Pelatihan teknis dan keterampilan bekerja memang sangat diperlukan namun diharapkan juga pemerintah tidak hanya meningkatkan kapasitas hard skill SDM tetapi juga tetap fokus untuk mengimbangi peningkatan kapasitas soft skill SDM dengan cara lebih serius dalam menjalankan program revolusi mental untuk membangun karakter bangsa sehingga nantinya SDM Indonesia tidak hanya mampu untuk bekerja namun juga tetap mampu menjadi seorang manusia yang berakhlak.

Permasalahan karakter dan jati diri bangsa tidak boleh dipandang remeh, Juri Lina seorang penulis asal Swedia menuliskan bahwa ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah sebuah negeri yaitu dengan mengaburkan sejarahnya, menghancurkan bukti-bukti sejarahnya, dan memutuskan hubungan mereka dengan leluhurnya. Ketiga cara tersebut apabila dipahami maka didapat kesimpulan bahwa untuk menjajah sebuah negeri dengan mudah, maka cara yang diperlukan adalah hanya tinggal menghilangkan jati diri mereka, dan hal ini jangan sampai terjadi di Indonesia apabila tidak ingin dijajah kembali. Untuk itu diperlukan adanya reformasi dalam program revolusi mental, pemerintah harus mengevaluasi dan melakukan perubahan untuk perbaikan program tersebut agar dalam pelaksanaannya, nilainilai cinta Tanah Air dan budi pekerti dapat disampaikan dan ditanamkan dengan baik kepada masyarakat khususnya generasi muda agar bangsa Indonesia yang sekarang dan ke depannya tidak akan kehilangan jati dirinya.

akan menimbang berkali-kali untuk menambah jumlah anak. Berdasarkan Indeks Kebahagiaan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagian yang dicatat oleh BPS Provinsi Bali, semakin banyak anggota rumah tangga di Bali semakin tinggi pula indeks kebahagiaannya. Anggota rumah tangga dengan empat orang anggota merupakan keluarga yang paling bahagia (73,44) berada di atas anggota rumah tangga dengan lima orang anggota (73,18). Rumah tangga dengan dua orang anggota adalah keluarga yang paling tidak bahagia (71,00). Hal ini berarti bahwa keluarga yang memiliki dua orang anak di Bali adalah keluarga yang paling bahagia menurut survei ini. Mengubah sesuatu hal yang sudah nyaman, sudah menjadi kebiasaan, atau bahkan sudah menjadi budaya bukanlah hal yang mudah. Kenyamanan cukup dengan dua anak memerlukan upaya lebih dari pemerintah dalam melakukan sosialisasi KB dengan empat anak. Kemungkinan lain pemerintah perlu memberikan insentif kepada warganya untuk menambah jumlah anak seperti yang terjadi pada beberapa negara maju. Selain itu, penerapan KB dengan empat anak akan menyebabkan pertambahan penduduk. Jumlah penduduk yang meningkat juga harus diimbangi dengan penambahan lapangan kerja, fasilitas kesehatan, alih fungsi lahan, perbaikan transportasi untuk mobilitas penduduk dan pembangunan lainnya. Siapkah Bali? Penulis, staf Tata Usaha BPS Provinsi Bali

POJOK Pergub soal produk petani Bali masuk swalayan 60 persen sulit terpenuhi. - Petani Bali perlu pendukung lainnya. *** Jokowi janji akan bagi-bagi tanah konsesi apabila dikembalikan kepada negara. - Artinya, pilih Jokowi lagi? *** Bali masih tergantung pasokan produk pertanian dari luar daerah. - Dari dulu belum dipecahkan masalahnya.

Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana Kader PC KMHDI Badung

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Bedah Rumah 300 Unit Diharapkan Terealisasi Tahun Ini

Tabanan (Bali Post) Program bedah rumah masih sangat diminati warga kurang mampu. Di Kabupaten Tabanan, jumlah daftar tunggu bedah rumah tercatat 1.000 lebih. Dari jumlah tersebut, rencananya Pemkab Badung di tahun 2018 membantu sebanyak 300 unit. Sayangnya hingga sekarang dana untuk itu tidak kunjung turun. ‘’Sudah sering kami koordinasikan ke Badan Keuangan Daerah di Pemkab Badung, hanya saja jawabannya masih menunggu keputusan dari pimpinan. Jadi memang dananya belum turun,’’ ucap Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja, Senin (25/2) kemarin. Terkait bantuan bedah rumah tahun ini, pihaknya telah kembali mengajukan usulan sesuai data yang diberikan Dinas Sosial Tabanan. ‘’Secara data sudah disampaikan ke Pemkab Badung. Tentang dapat atau tidak, itu belum bisa kami jawab. Kami

juga telah diminta lagi data pembaharuannya dan sudah kami sampaikan ke Badan Keuangan Pemkab Badung,’’ terangnya. Wiratmaja menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi agar bantuan bedah rumah yang diajukan sebanyak 300 unit bisa terealisasi tahun ini. ‘’Badung minta kami untuk menunggu, jadi kami bersabar dulu,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan mengatakan, dari daftar tunggu bedah rumah di Tabanan yang mencapai 1.000 unit, belum dilakukan verifikasi layak atau tidaknya mendapatkan. Hanya saja Gunawan mengakui adanya rencana bedah rumah sebanyak 300 unit yang dijanjikan dibantu Pemkab Badung pada 2018. ‘’Kemungkinan tahun ini akan dibantu, jadi bersabar dulu,’’ terangnya. (kmb28)

I.B. Wiratmaja

Bali Post/san

7

TABANAN

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Bali Post/bit

HONORER - Para tenaga honorer saat berada di ruang tunggu kantor Bupati Tabanan untuk menyampaikan persoalan terkait perekrutan PPPK.

Tak Lolos ”Passing Grade”, Belasan Honorer Mengadu ke Pemkab

Tabanan (Bali Post) -

Sejumlah pegawai honorer yang ikut seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I yang tidak lolos ambang batas (passing grade) kelulusan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Senin (25/2) kemarin mendatangi Pemkab Tabanan. Mereka ingin agar nasib mereka bisa diperjuangkan oleh Pemkab Tabanan, mengingat sebagian besar telah mengabdi belasan tahun sebagai tenaga pendidik di jenjang SD. Dari pantauan, belasan tenaga honorer mencoba untuk bertemu Sekda. Namun mereka hanya diterima Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan I Wayan Miarsana. Ditemui usai pertemuan tersebut, Wayan Miarsana mengakui bahwa kedatangan para tenaga honorer (K-2) itu untuk menyampaikan permohonan agar nasib mereka

bisa diperjuangkan di pusat. Apalagi mereka yang tidak lolos ini sebagian besar sudah cukup lama mengabdi menjadi guru di SD. ‘’Ada juga yang dari Pupuan, dan kebanyakan sudah mengabdi sejak tahun 2005. Bayangkan, sudah belasan tahun kasihan juga, apalagi pengangkatan tidak dibiayai oleh daerah, namun dibiayai oleh sekolah melalui dana komite,’’ ucapnya.

Di satu sisi, lanjut Miarsana, keberadaan mereka memang sangat dibutuhkan di tengah kekurangan tenaga guru. Hanya saja untuk proses perekrutan dan seleksi serta penentuan kelulusan bukan ranah pemerintah daerah, melainkan sudah ketentuan pusat. ‘’Meski demikian, kami selalu support mereka. Bahkan saat meminta tanda tangan untuk melengkapi berkas

Dinas Pertanian Ajak Petani ”Go Online”

persiapkan diri lebih intensif. Diharapkan mereka bisa lolos pada perekrutan berikutnya, baik itu PPPK maupun CPNS. Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 tenaga honorer K-2 dari 127 peserta, tidak lolos dalam seleksi PPPK. Seperti halnya seleksi CPNS, peserta harus lolos passing grade. Nilai ambang batas untuk kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural paling rendah 65 (akumulatif), dan nilai kompetensi teknis paling rendah 42. Jika peserta memenuhi nilai ambang batas tersebut, maka juga harus melampaui nilai ambang batas wawancara berbasis komputer paling rendah 15. (kmb28)

Jelang Karya di Pura Besakih

Kamar Jenazah BRSU Tabanan Nyaris Penuh

Tabanan (Bali Post) Bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dinas Pertanian Tabanan mulai mengenalkan teknologi, dalam hal ini petani Go Online kepada petani di Tabanan. Edukasi dan sosialisasi mengenai petani go online ini digelar Selasa (26/2) hari ini, di TMP Margarana, Marga. Kepala Dinas Pertanian Tabanan Nyoman Budana, Senin (25/2) kemarin mengatakan, pengenalan petani go online ini diharapkan meningkatkan produksi pertanian di Tabanan. Program ini akan memakai teknologi seperti drone yang melakukan pencitraan lahan pertanian secara keseluruhan. Petani kemudian bisa masuk ke dalam aplikasi yang disediakan dan mengetahui tentang berbagai hal terkait seperti kandungan hara yang dibutuhkan lahan, hama dan OPT yang dominan menyerang tanaman, kebutuhan air hingga waktu yang te-

pat melakukan penanaman. ‘’Bahkan lewat teknologi ini bisa diketahui berapa luas lahan yang sebenarnya,’’ ujar Budana. Selama ini, lanjut Budana, petani di Tabanan sudah menerapkan teknologi meski sebatas dari sisi pengolahan lahan seperti menggunakan traktor ataupun mesin pemanen padi. Namun untuk memantau serangan hama atau kebutuhan air dan kebutuhan unzur hara, masih secara manual yakni pengamatan mata. ‘’Dengan aplikasi ini, tidak hanya memaparkan masalah tetapi juga pemecahannya. Misalkan petani hendak tahu unsur hara tanahnya, maka juga akan ada informasi pupuk apa saja yang harus diberikan beserta takarannya,’’ jelas Budana. Ia mengakui teknologi ini memang baru sebatas edukasi ke petani. Penerapan teknologi ini diharapkan bisa terealisasi secepatnya. (kmb24)

PETANI - Guna meningkatkan produksi pertanian, Pemkab Tabanan mengajak petani memanfaatkan teknologi informasi.

Tabanan (Bali Post) – Pemkab Tabanan masih melengkapi dokumen untuk membatalkan peminjaman dana senilai Rp 201 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratama, Senin (25/2) kemarin menyampaikan, sejauh ini memang belum ada kepastian apakah pembatalan tersebut diperbolehkan. ‘’Apakah bisa dilakukan pembatalan pinjaman atau tidak, Bakeuda sudah ke Jakarta untuk kon-

sultasi rencana tersebut,’’ ungkapnya. Jika diperbolehkan melakukan pembatalan peminjaman, maka biaya pembangunan RS Nyitdah akan diambil dari dana mandatory sebesar 25 persen dari DAU. Jumlah dana mandatory yang tersedia sekitar Rp 185 miliar. Hanya saja, pembangunan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun anggaran. Tidak semua dana mandatory digunakan untuk pem-

bangunan RS Nyitdah, sebab harus dibagi untuk infrastruktur lainnya. ‘’Kalau memang pembatalan pinjaman disetujui, maka pembanguan RS Nyitdah dilakukan bertahap menggunakan mandatory. Target selesai di tahun 2021 sesuai rencana,’’ jelasnya. Untuk sementara, pihaknya berharap agar operasional RS Nyitdah dijalankan dulu dengan kondisi yang ada saat ini. ‘’Untuk tahun 2019 ini tidak ada anggaran untuk pemban-

Bali Post/san

Tunggu Keputusan Pusat, Pembatalan Pinjaman ke PT SMI gunan, namun ditargetkan 2021 sudah selesai tiga gedung yang belum,’’ tegasnya. Selain bersumber dari dana mandatory, sumber dana pembangunan gedung di RS Nyitdah juga diharapkan bisa dari BKK Provinsi Bali ataupun BKK Badung. Dengan demikian, target bisa tercapai. Sementara itu, Kepala Bakeuda Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun

persyaratan, di manapun kami dicari, kami siap. Biar mereka bisa ikut serta dalam seleksi yang dibuka oleh pusat,’’ terangnya. Terkait permohonan tenaga honorer tersebut, Miarsana juga langsung berkoordinasi dengan BKPSDM, dengan harapan bisa segera ditindaklanjuti untuk diperjuangkan ke pusat. ‘’Kalau mungkin bisa disesuaikan dengan kebutuhan di daerah, mudah-mudahan bisa dipenuhi. Karena mekanisme memang harus dilalui,’’ tegasnya. Selain itu, Miarsana juga menekankan agar para tenaga honorer yang belum lolos dalam tahap I perekrutan PPPK ini untuk terus mem-

koordinasi tersebut masih sebatas apakah boleh atau tidak membatalkan pinjaman dan belum ada kepastian atau keputusan. ‘’Masih melengkapi berkas, baru sebatas koordinasi dengan pusat,’’ katanya. Sebelumnya, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi melontarkan wacana pembatalan pinjaman ke PT SMI. Alasannya, saat ini ada dana mandatory untuk infrastruktur yang nilainya cukup besar. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Karya Agung Panca Wali Krama akan digelar di Pura Agung Besakih pada 6 Maret mendatang. Serangkaian karya tersebut, umat Hindu di Bali dilarang melaksanakan upacara ngaben mulai 20 Januari hingga 4 April. Akibatnya, penyimpanan jenazah di kamar jenazah di BRSU Tabanan sudah nyaris mencapai batas maksimal. Saat ini total ada 11 jenazah yang disimpan dalam enam freezer dan dua peti jenazah. Kasubbid Rawat Darurat dan tindakan medik BRSU Tabanan dr. A.A. Ngurah Putra Wiradana, Senin (25/2) mengatakan, karena adanya larangan ngaben, kuota penyimpanan di kamar jenazah hampir maksimal. Kamar jenazah BRSU sebenarnya memiliki enam freezer dan dua peti penyimpanan jenazah sehingga idealnya bisa menampung delapan jenazah. ‘’Tetapi satu freezer bisa diisi dua jenazah. Namun sebelum diisi dua, keluarga tetap diberikan KIE. Sehingga maksimal enam freezer bisa menyimpan 12 jenazah,’’ ujar Agung Putra. Dalam proses penitipan jenazah, BRSU Tabanan menyimpannya di enam freezer terlebih dahulu. Jika enam freezer ini sudah terisi masing-masing satu jenazah, maka jenazah berikutnya disimpan di dua peti yang berada di luar freezer. ‘’Sebelum disimpan di peti, pihak keluarga di-KIE dulu.

Mereka diberitahu jika freezer sudah terisi sehingga apakah mereka mau menitipkan jenazah di dua peti penyimpanan yang di luar freezer. Pengawetannya menggunakan formalin. Kalau keluarga setuju, maka peti ini akan diisi,’’ jelas Agung Putra. Jika peti juga penuh dan ada titipan jenazah kembali, barulah enam freezer diisi kembali. Pengisian tetap dengan memberikan penjelasan kepada keluarga. Hingga sekarang, di kamar jenazah BRSU Tabanan total ada 11 jenazah. Artinya, masih ada kouta untuk tiga jenazah lagi. Menurut Agung Putra, untuk saat ini kouta penitipan jenazah di BRSU Tabanan masih aman. Tetapi jika melebihi kouta pihaknya terpaksa menyarankan keluarga untuk menitipkan ke RS lain yang memiliki layanan penitipan jenazah. ‘’Kami akan bantu mencarikan tempat lain, seperti di RSUP Sanglah dan RS Mangusada, Badung,’’ ujarnya. Karena layanan penitipan jenazah tidak masuk dalam jaminan kesehatan, maka layanan ini masuk ke pembayaran umum. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan jenazah Rp 75.000 per hari. Mengenai lama jenazah dititipkan, kata Agung Putra, kebanyakan menunggu sampai Karya Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih selesai. ‘’Jadi paling lama dititip sekitar satu bulan,’’ ujarnya. (kmb24)

Desa Kukuh Berencana Buka Objek Wisata Baru DESA Kukuh Kecamatan Marga terkenal dengan objek wisata Alas Kedaton. Namun ternyata masih banyak potensi wisata yang dimiliki desa ini dan akan segera dikembangkan. Salah satunya Ulun Danu Kukuh. Objek wisata baru diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa yang tentunya akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Perbekel Desa Kukuh Made Sugianto, Senin (25/2) kemarin mengatakan, Ulun Danu Kukuh sejatinya merupakan embung seluas 20 are. Kawasan tersebut rencananya dibuka sebagai objek wisata pada tahun 2 0 20 . Wisa t a religi yang akan dikedepankan. Pengunjung bisa malukat hingga berfoto di spot selfie yang akan disediakan. ‘’Di embung ini ada mata air yang jika ditata bisa menjadi pancoran solas. Juga ada Pura Ulun Danu yang

di-sungsung krama di empat subak,’’ jelas Sugianto. Selain wisata religi, Ulun Danu Kukuh juga memiliki pemandangan yang indah dan selama ini hanya dinikmati oleh wisatawan yang menginap di vila-vila sekitar kawasan tersebut. Keindahan alam ini akan dijadikan daya tarik wisata berupa spot selfie yang saat ini sedang digemari masyarakat. Selain wisata religi dan spot selfie, di embung ini juga bisa dikembangkan wahana air berupa per-

mainan kano. Pemerintah Desa berencana membuat kolam renang di sekitar embung. ‘’Banyak warga Desa Kukuh yang ke luar desa untuk berenang atau belajar berenang. Ini sebenarnya potensi bagi penambahan PAD. Sehingga jika tidak terbentur lahan, maka wisata kolam renang ini akan dibuat juga,’’ ujar Sugianto. Daya tarik yang juga hendak dikembangkan di Ulun Danu Kukuh adalah wisata memancing. Sebab, sudah banyak warga baik dari Kukuh maupun dari luar Kukuh datang ke Ulun Danu Kukuh untuk memancing. Untuk pengelolaannya, berbeda dengan DTW Alas Kedaton yang dikelola oleh desa adat, objek wisata Ulun Danu Kukuh ini akan

dikelola desa dinas, baik melalui BUMDes maupun membentuk manajamen pengelola wisata. ‘’Dengan adanya pemasukan untuk menambah pendapatan asli desa, maka ke depan jika Dana Desa dari pemerintah tidak ada lagi, desa tetap memiliki dana untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,’’ ujarnya. Sugianto melanjutkan, Dana Desa diberikan oleh pemerintah sebagai pemicu atau motivasi desa untuk berbuat mendatangkan sumber pendapatan asli desa. Andaikata tidak ada kucuran Dana Desa dari pemerintah, maka desa tetap bisa melaksanakan pemerintahan secara mandiri karena desa sudah punya sumber pendapatan. (san)

Bali Post/san

ULUN DANU KUKUH - Perbekel Desa Kukuh Made Sugianto saat menunjukkan potensi wisata baru Desa Kukuh, yaitu Ulun Danu Kukuh.


BULELENG

8

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Pangdam Udayana Lantik Danyonif Rider 900/SBW Singaraja (Bali Post) – Pucuk pimpinan Batalyon Yonif 900 Rider/Satya Bhakti Wirottama (SBW) kembali disegarkan. Pejabat lama Letkol Inf. Toni Sri Hartanto digantikan pejabat baru Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo. Upacara serah terima jabatan (sertijab) itu dipimpin Panglima Komandan (Pangdam) IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) Benny Susianto, S.IP. sekaligus melantik pada prosesi apel di halaman Batalyon 900 Rider/SBW Senin (25/2) kemarin. Selain sertijab, juga diisi penampilan beberapa keahlian Prajurit Yonif 900/SBW. Usai pelantikan, Pangdam IX/Udayana Benny Susianto mengatakan, pergantian pucuk

pimpinan di jajaran kesatuan TNI merupakan hal biasa. Mutasi itu sifatnya natural ketika ada kebutuhan pada organisasi TNI itu. Pergantian itu juga sebagai peluang bagi setiap prajurit dalam mengembangkan karier sesuai tugas yang dibebankan negara ini. Apalagi, Batalyon Yonif 900 Rider/SBW merupakan salah satu kesatuan yang menjadi andalan dan dibekali materi kesatuan khusus dan lebih. Otomatis, siapa pun perajurit yang ditugaskan memegang tongkat komando, di Yonif 900 Rider/SBW ini dituntut punya profesionalitas yang tinggi. Untuk itu, kepada pejabat baru, Pangdam IX/Udayana Benny Susianto menginstruksikan

Bali Post/kmb38

MELANTIK – Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) Benny Susianto, S.IP. melantik Komandan Yonif 900 Rider/SBW Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo, Senin (25/2) kemarin.

agar kepercayaan memimpin batalyon ini dimanfaatkan dengan melaksanakan latihan optimal, meningkatkan kewaspadaan, dan kepekaan mengantisipasi situasi wilayah agar tetap kondusif. “Pergantian itu keperluan organisasi selain mengembangkan karier setiap prajurit TNI. Kesatuan (Yonif 900 Rider/ SBW) menjadi andalan, sehinga dibekali materi lebih dibandingkan kesatuan lain. Pada tugas ini dituntut profesionalisme setiap prajurit memimpin kesatuan ini,” katanya. Pa ng d a m I X /Ud a y a na Benny Susianto mengatakan, memasuki tahun politik April 2019, pimpinan TNI sudah menyatakan komitmennya bersikap netral. Bahkan, semua jajaran TNI tidak akan “pandang bulu” menjatuhkan sanksi hukum dan sanksi internal kalau ada anggota TNI terbukti terlibat politik praktis. Terkait bantuan pengamanan, Pangdam IX/Udayana Benny Susianto menyebut, selain tugas melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Prajurit TNI juga ditugaskan melaksanakan tugas kewilayahan dan tugas khusus sesuai petunjuk Pangdam IX/Udayana. Untuk itu, Prajurit TNI siap diharapkan bersinergi dengan jajaran Polri bersama-sama mengamankan pelaksanaan Pemilu April 2019 mendatang. “Pimpinan dari atas dan terendah sudah menyatakan komitmen kalau TNI itu netral. Silakan tegur dan awasi kami. Kalau ada yang terlibat politik, kebijakan pimpinan sudah jelas akan menindak baik secara hukum dan sanksi organisasi,” tegasnya. (kmb38)

Pembahasan Ranperda Perseroda Ditolak

Singaraja (Bali Post) – Keinginan pemerintah daerah mengubah status Perusahaan Daerah (PD) Bank Buleleng 45 menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) tidak berjalan mulus. Selain panitia khusus (pansus) belum membahas materi Rancangan Perda (Ranperda) Perseroda, sekarang diikuti sikap Fraksi Partai Demokrat (F-PD) yang tidak menyetujui pembahasan ranperda itu. Alasannya, karena rancangan yang diajukan eksekutif itu belum dilengkapi naskah kajian ilmiah dari akademisi. Itu terungkap pada sidang paripurna DPRD Buleleng di gedung dewan, Senin (25/2) kemarin.

Dari enam fraksi di DPRD Buleleng, Fraksi Partai Demokrat menolak pembahasan ranperda tersebut. Sementara Fraksi PDI Perjuangan, Hanura, Gerindra, Nasional Demokrat, dan Fraksi Partai Golkar setuju pembahasan itu dilanjutkan. Ketua Fraksi Partai Demokrat, Luh Hesti Ranitasari, mengatakan, pihaknya tidak menolak pengajuan ranperda itu. Dari pembahasan internal, anggota fraksi berpendapat perlu sejumlah kajian prinsip yang harus dipenuhi pihak eksekutif. “Kami tidak mau gegabah terkait ranperda ini. Silakan eksekutif yang memba-

has dulu. Setelah ada jawaban baru kami bahas lagi di internal. Memang ranperda itu belum ada naskah akademiknya,” katanya. Menanggapi penolakan itu, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, kajian ilmiah ranperda BPR Buleleng 45 itu harus dibuat. Pihaknya berjanji segera menyusun kajian akademik dengan melibatkan perguruan tinggi di Bali. Selain itu, Badan Pengawas BPR 45 diharapkan menyusun kajian akademik itu. “Tinggal kami lengkapi kajian akademiknya saja. Nanti, kami ajukan ulang dan segera itu kami lengkapi,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

HUT WHDI – Penasihat WHDI Bali Ny. Putri Suastini Koster meninjau stan pameran kerajinan yang ditampilkan pada puncak HUT ke-31 WHDI dipusatkan di Buleleng, Senin (25/2) kemarin.

Puncak HUT Ke-31 WHDI

Bintang Ajak WHDI Pahami ’’Swadharma’’ Perempuan Hindu

Singaraja (Bali Post) – Buleleng menjadi tuan rumah puncak perayaan HUT ke-31 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Senin (25/2) kemarin. Pada puncak perayaan hari jadinya, WHDI menggelar berbagai lomba berkaitan dengan Hindu dan seni budaya Bali. Puncak perayaan ini dijadikan momentum WHDI melaksanakan program organisasi terkait pemahaman makna Tri Hita Karana, pelestarian seni, adat dan budaya Bali. Pada momentum HUT tahun ini, WHDI meminta masyarakat memahami swadharma-nya sebagai perempuan Hindu Bali. Puncak HUT ini dihadiri Ketua WHDI Pusat Ny. Rataya Suwisma, Penasihat WHDI Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Ketua WHDI Bali Bintang Puspayoga, Penasihat WHDI Buleleng Ny. Aries Suradnyana, dan Ketua Panitia Ny. Ida Ayu Wardhani Sutjidra. Ketua WHDI Bali Bintang Puspayoga mengatakan, WHDI terus memotivasi perempuan Hindu Bali hingga ke pelosok kelurahan, desa. Selain itu, ditransformasikan pemahaman menjalankan swadharma sebagai perempuan Hindu Bali. WHDI memberikan bekal pengetahuan yang bisa diimplementasikan secara nyata. Salah satunya, WHDI telah menerbitkan buku saku “Swadharma Perempuan Hindu Bali”. Buku ini memuat bagaimana pengetahuan tentang peran

perempuan Hindu itu ketika harus menjalankan swadharma-nya baik sebagai ibu, istri, dan melaksanakan fungsi sosial dan domestik. Selain itu, buku saku ini memuat etika berbusana perempuan Hindu Bali. Buku itu dibuat ringkas, terkait etika berbusana sesuai peruntukannya. Mulai dari ke pura, ngayah, dan menghadiri upacara keagamaan. “Pada HUT tahun ini, kami bersama WHDI se-Bali, dan atas bimbingan ibu penasihat sudah menjalankan programprogram dengan baik. Salah satunya tentang swadharma perempuan Hindu Bali itu sendiri. Kami telah menerbitkan buku saku. Buku itu sudah menyebar ke desa dan kelurahan di Bali bersamaan sosialisasi dan praktik langsung bekerja sama dengan Salon Agung,” tegasnya.

Penasihat WHDI Bali Ny. Putri Suastini Koster memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja WHDI di daerahnya. Dia berharap, kerja keras yang sudah dilakukan itu senantiasa ditingkatkan. Hal itu menjadi penting WHDI sebagai organisasi wanita bernapaskan Hindu melakukan upaya upaya kreatif dan inovatif, di tengah zaman modern seperti sekarang ini. Selain itu, WHDI memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satu pekerjaan itu menyangkut masalah perempuan Hindu. Putri Suastini berjanji meminta kepada Gubernur Bali Wayan Koster memerhatikan dan mendukung WHDI. “Di kabupaten/kota saya minta melalui bagian Kesranya lebih memerhatikan WHDI. Karena bagaimanapun juga, WHDI adalah mitra kerja pemerin-

tah,” katanya. Ketua Umum WHDI Ny. Rataya Suwisma mengatakan, tema yang diangkat pada HUT ke-31 WHDI tahun ini tersebut memiliki makna yang dalam. Untuk melaksanakan kewajiban yang meliputi dharma agama dan dharma negara, maka Umat Hindu dituntut memiliki kesadaran pribadi. Terkait hajatan pemilu, itu sejatinya merupakan sarana menjalankan dharma negara untuk mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, partisipasi aktif wanita Hindu ikut menyukseskan hajatan demokrasi itu sangat penting. “Saya kira tema ini tepat karena tahun ini tahun politik, sehingga terasa kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” katanya. Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mewakili Bupati mengatakan, WHDI dituntut terus meningkatkan kemampuan diri dalam spiritual dan keterampilan. Dengan demikian, perempuan Hindu selektif dan dapat menangkal pengaruh modernisasi di era global ini. (kmb38)

Bagikan 112.417 KIS

Bukti Komitmen Pemerintah Berikan Jaminan Kesehatan Warga

KIS – Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) membagikan KIS kepada 112.417 warga tidak mampu di Buleleng.

KARTU Indonesia Sehat (KIS) merupakan program unggulan yang digulirkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pembagian KIS tersebut dilakukan ke daerah-daerah termasuk di Buleleng. Di daerah Buleleng, tahun ini 112.417 jiwa menerima KIS. Ribuan KIS itu dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat utamanya yang kurang mampu. Penyerahan KIS itu dipusatkan di Balai Desa Bengkel Kecamatan Busungbiu, Senin (25/2) kemarin. Pada acara itu,

Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa dan Camat Busungbiu Gede Putra Aryana, menyerahkan secara simbolis KIS kepada perwakilan warga. Bupati mengatakan, KIS merupakan program nasional yang menitikberatkan perhatian dan komitmen pemerintah menjamin kesehatan dan melindungi masyarakatnya. Pihaknya memastikan, KIS itu telah diterima warga yang berhak menerima. KIS dapat berguna dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang berlaku. “Program JKN KIS ini

besar manfaatnya kepada masyarakat yang membutuhkan dan hal itu merupakan wujud komitmen jaminan kesehatan oleh negara kepada rakyatnya,” tegasnya. Selain itu, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Wujud perilaku itu adalah memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tanaman obat (toga). Dari cara itu, warga bisa membuat obat herbal untuk menjaga kesehatan semua anggota keluarganya. “Tanaman obat juga bisa membuat kesehatan menjadi ter-

jaga,” jelasnya. Kepala Dinas Sosial Gede Sandhiyasa mengatakan, warga penerima KIS 2019 sebanyak 112.417 jiwa. Ribuan warga ini berasal dari sembilan kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Gerokgak 14.189 jiwa, Seririt 8.526 jiwa, Banjar 8.786 jiwa, Buleleng 8.268 jiwa, Sukasada 9.220 jiwa, Sawan 22.281 jiwa, Kubutambahan 15.737 jiwa, Tejakula 14.564 jiwa, dan Kecamatan Busungbiu 7.244 jiwa. Dengan KIS tersebut, ribuan warga berhak mendapatakan layanan kesehatan secara gratis di semua rumah sakit. (ad 859)

Ratusan Butir Telur Penyu Lekang Ditangkarkan Nelayan Pantai Penimbangan Nelayan yang tergabung dalam Kelomok Usaha Bersama (KUB) Sari Segara Pantai Penimbangan Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, akhir pekan lalu memindahkan 118 butir telur Penyu Lekang. Telur itu sengaja dipindahkan dari sarangnya ke bak penangkaran untuk menghindari telur itu dicuri oknum tidak bertanggung jawab. Mereka juga khawatir telur itu gagal menetas, akibat lokasi sarang aslinya mudah terendam air laut. Lalu, tindakan konstruktif apa yang akan dilakukan KUB itu setelah penyu itu menetas menjadi tukik alias anak penyu? SALAH seorang anggota nelayan Jro Mangku Gede Wiadnyana menuturkan, penyu lekang itu ditemukan mengubur telurnya, Jumat (22/2) malam, sekitar pukul 21.00 Wita. Saat penyu itu

memuntahkan ratusan telurnya, dia dan nelayan lainnya tetap menjaga sampai telur itu seluruhnya dikubur. Wiadnyana dan nelayan lain baru memindahkan telur tersebut ke bak penangkaran

yang sudah disiapkan. Di bak penangkaran, telur itu kembali dikubur hingga nantinya menetas menjadi tukik. Hasil penyelamatan tukik itu nantinya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya di Pantai Penimbangan. “Ini kembali menyelamatkan telur penyu yang bertelur, setelah pada musim penyu bertelur sebelumnya hal serupa kita lakukan. Seluruh tukik hasil penyelamatan lalu itu kami lepasliarkan ke habitat aslinya,” katanya. Bulan ini kata Wiadnyana, merupakan awal musim penyu lekang yang hidup di perairan Bali Utara itu bertelur. Memasuki musim bertelur, kelompok nelayan di daerah ini mulai meningkatkan penjagaan sejak pagi hingga malam hari. Ini dilaku-

kan mengantisipasi pencurian telur atau penyu dewasa yang akan mengubur telur-telurnya di daratan Pantai Penimbangan. Apalagi, pengalaman dan referensi yang ada menyebut kalau seekor penyu dewasa, akan bertelur antara dua sampai tiga kali. Untuk itu, penjagaan ini diperketat, sehingga keberadaan populasi penyu lekang di Pantai Penimbangan tetap terjaga. Hal itu juga menjadi sarana edukasi dan juga untuk menunjang wisata bahari di Bali Utara. “Kami tidak ingin kelestarian penyu di sini terganggu. Apalagi saat musim bertelur ini harus kita jaga dengan baik, menghindari penangkapan penyu atau pengambilan telur oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya. (mud)

Bali Post/mud

TELUR – Anggota KUB Sari Segara Pantai Penimbangan memindahkan ratusan butir telur penyu lekang ke bak penangkaran akhir pekan lalu.


GIANYAR

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Sampah di TPA Temesi Menggunung

SOSOK Pakem Busana Adat Bali NAMA ini pernah populer pada era 1990-an. Pan Mandi, begitu dia akrab dipanggil dalam setiap sinetron atau sosialisasi program pemerintah yang dibintanginya. Nama aslinya adalah Putu Mantono. Ciri khasnya adalah penampilannya kocak, ceplasceplos dalam menjalankan profesinya sebagai figur yang ditugaskan untuk menyebarluaskan program pemerintah. Baik di bidang budaya, program kesehatan, kependudukan, kebersihan dan lainnya. Ketika beberapa waktu lalu Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, pensiunan ASN ini menyambut dengan gembira. Seperti disebutkan dalam Pergub, hari penggunaan busana adat Bali yaitu pada jam kerja setiap Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Provinsi Bali pada tanggal 14 Agustus. “Apalagi kalau sudah ada pakemnya, lebih afdol lagi,” ujarnya. Soal pakem ini, dia mengaku belum menemukan lontar, sastra, ataupun pustaka suci lainnya yang memberikan landasan kuat untuk hal ini. Namun dari pembicaraan serta penggaliannya soal ‘’dasar hukum’’ tentang tata cara atau pakem berbusana adat Bali ini, ia mengaku telah berbicara lagsung dengan para tokoh adat, budaya serta seniman di Gianyar, terutama seniman drama gong. “Saya terus-terang saja masih mencari-cari. Tapi, toh ada kepatutan serta kepantasan yang didasari oleh norma Agama Hindu, norma social, serta kondisi kekinian yang mengatur soal itu. Bagaimana berbusana adat Bali yang pantas, sopan, elegan dan yang paling penting mencerminkan kultural serta spiritual Agama Hindu,’’ tegasnya. Pria yang juga pernah aktif sebagai seniman topeng ini mengaku sangat salut atas terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Koster. Sebagaimana telah disebutkan dalam peraturan itu, semua pihak diminta berpartisipasi menjaga budaya Bali. Salah satunya dengan berbusana adat Bali yang baik dan benar. Kalau soal model, kata dia boleh-boleh saja, karena itu mengikuti trend mode terkini yang sedang berlangsung. “Sekali lagi, penekanannya apakah itu pantas atau sopan tidak di pakai untuk kegiatan keagamaan,” katanya mengingatkan. Berbicara pakem, kata dia mungkin agak susah atau bisa dikatakan terlalu mengikat soal orang berpakaian. Namun pada akhirnya, kembalikan kepada diri sendiri soal menilai. ‘’Apa pantas apa tidak? Ini juga menyangkut soal pendidikan kepada anak-anak, remaja dan generasi penerus budaya Bali,” ujar pria asal Lingkungan Candi Baru, Gianyar ini. (kmb)

9

Gianyar (Bali Post) Kondisi sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi mendapat sorotan dari Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Orang nomor satu di Gianyar ini terjun langsung ke TPA yang ada di Desa Temesi itu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Wayan Kujus Pawitra, Senin (25/2) kemarin. Selain meninjau kondisi tumpukan sampah yang ada di TPA Temesi, Bupati Mahayastra juga meninjau lahan yang direncanakan untuk disewa sebagai solusi jangka pendek untuk penanganan sampah. “Saya ingin tahu detail tentang TPA Temesi. Dari dulu memang sudah kita kerjakan dengan profesional, kerja sama dengan pemerintah, swasta dengan masyarakat. Namun faktanya dari luas 4 hektar 40 are, kita tetap mengalami overload,” kata Mahayastra. Menurut Mahayastra, dari lahan 4 hektar 40 are tersebut, satu hektar merupakan lahan untuk sanitary landfill, yakni sistem pengolahan/pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, kemudian menimbunnya dengan tanah. Namun hal ini sudah tidak bisa terlaksana lagi melihat tingginya volume sampah yang masuk ke TPA Temesi sekarang ini. Sementara sisa dari keseluruhan lahan dimanfaatkan untuk perkantoran, Yayasan Pengelola

Sampah Temesi, gudang serta saluran pengolahan. “Saya ke sini mencari solusi. Seperti apa kondisi sampah, ternyata sudah menggunung, setinggi lima sampai enam meter. Sanitary landfill yang sebelumnya sudah berjalan, tidak bisa terlaksana lagi melihat situasi seperti ini. Sehingga saya mencari solusi, bagaimana penanganan selanjutnya,” ujarnya. Mahayastra mengatakan, untuk solusi jangka pendek, Pemkab Gianyar akan melakukan sewa lahan sehingga masyarakat yang membuang sampah, baik pihak swasta maupun desa dapat ditampung di TPA Temesi. Selain itu, Mahayastra juga memerintahkan petugas alat berat sebanyak enam orang untuk kerja lemb ur, m ela kuka n p ena t a a n sampah yang menumpuk di sebelah barat untuk dipindahkan ke sebelah timur, sehingga akses lebih terbuka dalam waktu tiga bulan ini. Bahkan Mahayastra tak ragu-ragu merogoh kocek pribadi untuk memberikan dana tambahan lembur kepada petugas alat

Bali Post/kmb35

SAMPAH - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat meninjau tumpukan sampah di TPA Temesi, Senin (25/2) kemarin. berat di TPA Temesi. “Selama tiga bulan ini saya pastikan TPA Temesi siap menerima sampah,” tegasnya. Langkah cepat penanganan sampah oleh Bupati Mahayastra ini ditanggapi dengan sigap oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra. Setelah mendapat instruksi dari Bupati, Kujus segera melakukan penjajakan dengan pemilik lahan di seputar TPA Temesi.

“Besok kami akan melakukan rapat dengan pemilik lahan yang akan disewa. Sebagai solusi jangka pendek seperti disampaikan Bapak Bupati,” katanya. Kujus Pawitra mengatakan, pada tahun 2020 Pemkab Gianyar berencana melakukan penataan secara total di TPA Temesi. Selain itu, akan melakukan penjajakan dengan pihak swasta sehingga pengelolaan sampah dilakukan

dengan teknologi terbaru. Begitu juga dengan program Pengelolaan Sampah Terpadu Pedesaan (PSTP) di setiap desa akan lebih diintensifkan pelaksanaannya. “Setiap desa nanti ada PSTP. Di setiap desa ada armada, tenaga pengolahan dan pemilahan sampah serta bank sampah. Sehingga sampah yang masuk ke TPA Temesi merupakan sisa-sisa pemilahan di desa,” katanya. (kmb35)

Tingkat Kebocoran Air PDAM Capai 39,84 Persen

Gianyar (Bali Post) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gianyar terus berupaya menangani kebocoran. Saat ini tingkat kebocoran air sekitar 39,84 persen di seluruh Gianyar. Menangani persoalan ini, PDAM berencana akan belajar ke Australia. ‘’Tingkat kebocoran air sekitar 39,84 persen. Masih tinggi, sehingga kami perlu belajar dari Australia,’’ ujar Direktur Utama PDAM Gianyar I Made Sastra Kencana, Senin (25/2) kemarin. Menurut Sastra Kencana, saat ini PDAM Gianyar memiliki panjang pipa sekitar

1,6 juta kilometer dalam semua jenis dan ukuran pipa. Dari jumlah itu, sekitar 70 persen merupakan pipa tua. ‘’Itu semua pipa yang sudah ditanam sejak 1987,’’ katanya. Selama ini, kata dia PDAM Gianyar terus berupaya menekan kebocoran. Salah satunya dengan memetakan zona pelanggan di Kabupaten Gianyar menjadi 51 zona. Diakuinya, zona ini mempermudah petugas dalam melakukan penanganan, sampai saat ini tingkat kebocoran 39,84 persen. Mengoptimalkan penanganan kebocoran ini, PDAM Gianyar berencana belajar ke Australia. ‘’Kami

tertarik untuk mengetahui cara menekan tingkat kebocoran air di sana,’’ katanya. Sastra Kencana menambahkan, PDAM Gianyar berkesempatan terpilih menjadi salah satu penerima bantuan hasil kerja sama Perpamsi dengan Australian Water Association (AWA). Jajaran Direksi PDAM Gianyar berkesempatan mengikuti pembelajaran terkait program perbaikan utilitas air di Negeri Kangguru tersebut. Dikatakan, kesempatan untuk mendalami utilitas air di luar negeri ini cukup langka. Hanya tiga PDAM di Indonesia yang terpilih, yakni PDAM

Gianyar, PDAM Cirebon, dan PDAM Yogyakarta. ‘’Karena banyak yang berminat, ada dua PDAM tambahan yang ikut serta yakni Semarang dan Surabaya. Program ini dimulai pada Maret 2019 ini dan kami akan berangkat sekitar Mei mendatang,’’ jelasnya. Dengan pertukaran kunjungan ini, kata Sastra Kencana PDAM Gianyar akan mengetahui kinerja pengelolaan air di Australia. Di antaranya, manajemen aset, kualitas air, sistem SCADA, efisiensi energi, manajemen keuangan dan sumber daya manusia (SDM). ‘’Ketika pro-

gram ini berjalan baik, AWA mengatakan akan meningkatkan bantuannya, bahkan dengan hibah langsung,’’ jelasnya. Sastra Kencana menjelaskan, dalam program kerja sama ini, PDAM Gianyar diundang sehingga segala biaya ditanggung oleh pihak Australia. ‘’Selama lima hari bersama maksimal tiga direksi, kami akan melihat sistem pengelolaan utilitas air di Australia. Saya sendiri berkeinginan melihat danau yang dibendung di Melbourne yang membuat negeri Kangguru ini tidak kekurangan air,’’ ujarnya. (kmb35)

Seluruh Komponen Masyarakat Diajak Jaga Keamanan Nyepi Gianyar (Bali Post) Seluruh komponen masyarakat diminta untuk turut berpartisipasi menjaga keamanan pelaksanaan rangkaian hari raya Nyepi. Hal ini terungkap saat rapat petunjuk pelaksanaan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1941, launching Zona Integritas, serta Polisi Sahabat Pakraman di Museum Subak Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Senin (25/2) kemarin. Sekda Kabupaten Gianyar I

Made Wisnu Wijaya menerangkan, rangkaian kegiatan ritual Hari Suci Nyepi disesuaikan dengan desa kala patra. ‘’Pemkab Gianyar mendukung penuh pedoman pelaksanaan hari raya Nyepi yang diterbitkan Parisada Hindu Dharma Indonesia,’’ katanya. Wisnu Wijaya berharap seluruh komponen masyarakat ikut serta menjaga situasi yang kondusif. Jika ada masyarakat membuat ogohogoh, hendaknya mengandung nilai

estetis, religius tanpa ada unsur politik. ‘’Hal ini mengingat hari raya Nyepi berdekatan dengan pelaksanaan Pemilu 2019,’’ katanya mengingatkan. Dalam pelaksanaan rangkaian hari raya Nyepi, katanya, desa pakraman memegang tanggung jawab besar, khususnya terkait adat dan lingkungan masing-masing. Pelaksanaan Catur Brata Panyepian akan diawasi secara ketat oleh petugas keamanan desa adat (pecalang) di

Kejari Gianyar ’’Launching’’ Program ’’Jaksa Ramah Pelajar’’ KEJAKSAAN Negeri Gianyar (Kejari) memberikan pendidikan dan penyuluhan hukum sejak dini kepada para pelajar dengan me-launching program ‘’Jaksa Ramah Pelajar’’. Program yang merupakan modifikasi dari program Jaksa Masuk Sekolah bertujuan untuk memberikan penyuluhan hukum ke sekolah-sekolah, mengingat usia anak sekolah sangat rentan mengarah pada tindakan pelanggaran hukum. Kepala Kejari Gianyar Agung Mardiwibowo dalam sambutannya mengajak seluruh siswa mengenal hukum untuk menghindari hukuman. ‘’Program Jaksa Ramah Pelajar merupakan modifikasi dari program Jaksa Masuk Sekolah, dengan harapan ada sekolah-sekolah percontohan yang kita tempatkan jaksa yang sifatnya insidental, yang artinya jika terjadi permasalahan akan diberikan pendampingan serta solusi kepada kaum milenial yang tidak mengerti masalah hukum. Kita akan berikan pencerahan masalah hukum dengan mengenali hukum untuk menjauhi hukuman,’’ ujar Agung Mardiwibowo di Lapangan Astina Jaya, Blahbatuh, Senin (25/2) kemarin. Harapannya, dengan adanya program Jaksa Ramah Pelajar ini, pengaruh narkoba masuk ke sekolah-sekolah dapat diminimalisasi. Agung Mardiwibowo juga mengimbau agar dalam bermain medsos untuk selalu berhati-hati untuk menghindari hoax karena riskan masuk ranah pidana. ‘’Bijaksanalah dalam membagikan konten atau berkomentar di medsos untuk menghindari berita hoax, karena bisa masuk ke ranah pidana,’’ tegasnya. Agung Mardiwibowo menegaskan, Kejari Gianyar telah meraih Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Desember lalu. WBK akan dijadikan penguatan ke depan menuju wilayah birokrasi bersih melayani yang stressing-nya pelayanan publik. ‘’Dalam hal ini, Kejari Gianyar melalui program Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Ramah Pelajar sebagai salah satu bentuk pelayanan untuk penguatan dari wilayah bersih melayani kepada masyarakat,’’ tegasnya dan menambahkan, pihaknya akan menyosialisasikan masalah hukum pada kegiatan Car Free Day Kabupaten Gianyar setiap hari Minggu awal bulan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Made Suradnya menyambut baik program Jaksa Ramah Pelajar, karena cikal bakal kenakalan

remaja ada di sekolah. Suradnya meyakini dengan adanya pendampingan sejak dini, generasi kita akan lebih baik ke depannya. Hal senada juga diungkapkan Kepala SMAN 1 Blahbatuh Ketut Sulatra. ‘’Mudah-mudahan ada tindak lanjut agar siswa dapat memahami dengan baik sehingga tujuan dari program dapat tercapai dengan baik,’’ ujarnya. Dalam kesempatan tersebut juga diselempangkan selendang kepada pelajar anti hoax, pelajar anti narkoba, pelajar anti seks bebas, dan pelajar anti-bullying. (ad857)

PROGRAM - Kejaksaan Negeri Gianyar me‘’launching’’ program ‘’Jaksa Ramah Pelajar’’, Senin (25/2) kemarin.

bawah koordinasi prajuru atau pengurus desa adat setempat. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, S.IK., M.H. meminta kepada para bendesa pakraman apabila ada kegiatan agar tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian yang ada di masingmasing desa. ‘’Kami ingin mengajak bendesa beserta warga untuk ikut menjaga harkamtibmas, sehingga kedekatan masyarakat dengaan polisi makin erat,’’ ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

KOORDINASI - Sekda Gianyar I Made Wisnu Wijaya saat melakukan koordinasi dengan Kapolres Gianyar.

YKI Cabang Gianyar Bersama Diskes Berikan Imunisasi HPV Gratis untuk Siswi SMPN TAHUN 2018 berdasarkan data dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar, di Kabupaten Gianyar nihil kasus baru penderita kanker serviks. Ini merupakan prestasi dan buah dari kerja keras yang dilakukan Pemkab Gianyar melalui Dinas Kesehatan (Diskes) dan YKI Cabang Gianyar yang tiada hentinya berupaya menyosialisasi pencegahan kanker serviks. Hal ini ditegaskan oleh Ketua YKI Cabang Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra saat pemberian imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) gratis kepada siswi-siswi SMPN 1 Gianyar di Poliklinik Kesehatan Perempuan AMAN di Sekretariat PKK Kabupaten Gianyar, Senin (25/2) kemarin. Pemberian imunisasi HPV bagi siswi ini merupakan program rutin YKI Cabang Gianyar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam upaya pencegahan kanker serviks. Menurut Ny. Adnyani Mahayastra, imunisasi HPV ini diutamakan untuk pelajar putri kelas VII SMP dan wanita usia subur dengan faktor risiko kanker. Dikatakan, pemberian imunisasi HPV ini telah dimulai sejak 2015, dengan jumlah sasaran terus meningkat tiap tahunnya. ‘’Inilah bukti dari kerja keras kami di YKI. Kami di Kabupaten Gianyar bisa menekan jumlah kasus penderita kanker serviks, bahkan tahun 2018 nihil kasus baru. Ke depan kami akan terus berusaha, tidak hanya sebatas kanker serviks namun juga untuk jenis kanker yang lainnya,’’ tegas Ny. Adnyani Mahayastra. Pada kesempatan itu, istri Bupati Gianyar Made Mahayastra ini juga mengingatkan kepada seluruh siswi agar tetap menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-

IMUNISASI - Pemberian imunisasi HPV untuk siswi SMPN 1 Gianyar dipusatkan di Poliklinik Kesehatan Perempuan AMAN yang berlokasi di Sekretariat PKK Kabupaten Gianyar, Senin (25/2) kemarin. hari. Jaga kebersihan diri, makan makanan yang sehat dan hindari berperilaku yang tidak sehat, seperti merokok dan lain-lainnya. Salah seorang siswi kelas VII SMPN 1 Gianyar, Gita Sasmita Amandari, mengaku sangat senang dengan pemberian imunisasi gratis ini. Sebab, selain harga vaksin yang cukup mahal jika dilakukan di tempat praktik dokter, siswi asal Banjar Kesian, Desa Lebih ini juga sudah sangat memahami akan bahaya kanker serviks. Dia bersama temanteman lainnya juga sudah sering mendengarkan sosialisasi bahaya kanker serviks melalui KSPAN di sekolahnya. Sementara itu, Sekretaris YKI Cabang Gianyar Dewa Oka Harimbawa, S.KM., M.Kes. menambahkan, tahun ini jumlah sasaran imunisasi

HPV di Kabupaten Gianyar untuk siswi dan wanita usia subur dengan faktor risiko kanker dengan jumlah sasaran sebanyak 3.737 siswi dan target 2.823 siswi dengan jumlah vaksin yang disediakan sebanyak 5.646 vial. Pemberian imunisasi diberikan sebanyak dua kali, dan diulang enam bulan berikutnya. Sedangkan keluarga berisiko kanker diberikan sebanyak tiga kali dengan diulang tiap tiga bulan sekali. Pemberian imunisasi HPV untuk siswi SMPN 1 Gianyar dipusatkan di Poliklinik Kesehatan Perempuan AMAN yang berlokasi di Sekretariat PKK Kabupaten Gianyar. Sedangkan siswi SMPN lainnya juga dilakukan secara serentak, namun langsung jemput bola ke sekolah-sekolah sasaran dengan melibatkan puskesmas di wilayah masing-masing. (ad861)


JEMBRANA

10

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Siap Hadapi Bencana, Kejari Jembrana Ikuti Simulasi Negara (Bali Post) Seluruh jajaran Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Senin (25/2) siang kemarin terlihat berlarian keluar gedung. Mulai dari pimpinan, jaksa hingga staf nampak berlarian berkumpul di halaman belakang kantor berlantai dua tersebut. Para jaksa ini sengaja berlari keluar dari gedung mengikuti simulasi bencana. Simulasi ini dilakukan untuk mempraktikkan kesiapsiagaan bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Ketut Eko Susila AP, mengungkapkan simulasi ini penting untuk lebih bisa mempraktikan pemahaman teori yang disampaikan. Sebab, meskipun dalam sosialisasi secara teori sudah paham prosedur evakuasi, namun ketika kejadian teori tersebut sulit dilaksanakan. Kondisi panik, membuat masyarakat melupakan atau tidak melaksanakan prosedur tersebut. Hal ini terjadi hampir di setiap instansi yang melakukan sosialisasi dan simulasi bencana. Karena itu simulasi ini perlu dilakukan, sehingga paling tidak masyarakat yang mendapatkan sosialisasi kesiapsiagaan ini mengetahui dan mempraktikan langsung ketika terjadi bencana. Dengan lokasi geografis Indonesia yang masuk wilayah rawan, bencana alam bisa terjadi kapan saja. Baik bencana gempa bumi, tsunami dan erupsi gunung berapi. Sosialisasi disertai simulasi bencana perlu diintensifkan baik untuk masyarakat maupun instansi dan sekolah-sekolah. (kmb26) Bali Post/olo

TAMBAK – Sejumlah petani tambak tradisional di Tegalbadeng Timur merawat tambak mereka yang semakin terdesak. Sumber air untuk mengisi tambak dari alur anak sungai Ijogading tercemar dan mengalami sedimentasi.

Sungai Tercemar dan Alami Sedimentasi

Petambak Tradisional di Tegalbadeng Timur Kian Terdesak Negara (Bali Post) – Sejumlah petambak tradisional di Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara sejak 10 tahun terakhir ini terus terdesak. Lahan tambak yang menggantungkan air dari aliran anak Sungai Ijogading itu kini hasilnya tidak seperti dulu. Bahkan cenderung pas-pasan, lantaran sumber air yang mereka gunakan untuk tambak sudah tak sebaik dulu. Pemicunya, selain menumpuknya sedimentasi sungai, juga sampahsampah plastik yang semakin banyak mencemari.

Bali Post/kmb

SIMULASI – Sejumlah jaksa dan staf di Kejari Jembrana berlarian keluar gedung dan berkumpul di halaman belakang dalam simulasi bencana kemarin.

Lepas Bambu Penyangga

Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Dak Beton Negara (Bali Post) Nahas menimpa seorang pekerja bangunan saat pembangunan rumah di Sawe Mundukwaru, Kelurahan Dauhwaru, Senin (25/2) pagi kemarin. I Nyoman Warmadi (52), pekerja bangunan, meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan beton bangunan rumah saat bekerja. Dari informasi, korban yang juga Pemangku Bale Agung di Pura Puseh Dauhwaru ini tertimpa reruntuhan dak beton cor (atap variasi) ukuran 1x3 meter ketika sedang membuka steger bambu (penyangga) bersama adiknya, Ketut Puji Wardana (49). Saat itu korban posisi berada di atas (naik tangga) untuk melepas steger. Sedangkan adiknya, Wardana, memegang tangga dari bawah. Sejatinya mulai dari awal, satu per satu steger setinggi kurang lebih 3 meter dilepas

tidak ada masalah. Namun, saat steger terakhir dilepas, dak beton cor itu tiba-tiba runtuh dan langsung menimpa korban hingga terjerembab ke dasar tanah. Wardana yang saat itu memegangi tangga, masih bisa menghindari. Namun, nahas korban terjatuh dengan posisi terlentang dan tertimpa beton cor tersebut di bagian dada. Saat itu, korban masih dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke IRD RSU Negara. Namun, sesampainya di RSU Negara, korban sudah meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita dikonfirmasi membenarkan kejadian orang meninggal saat melakukan pekerjaan itu. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Jenazah korban juga telah disemayamkan di rumah duka. (kmb26)

Bali Post/kmb26

TKP – TKP pekerja bangunan asal Dauhwaru yang tertimpa beton dak rumah hingga meninggal dunia di Sawe Mundukwaru.

Sejumlah petambak yang tergabung dalam Kelompok Tambak Amerta Segara, Tegalbadeng Timur, Senin (25/2) kemarin mengatakan, meskipun kondisi tidak sebagus dulu, mereka masih tetap bertahan mengembangkan tambak tradisional ini. Total

saat ini ada sekitar 24 anggota petani dan semuanya masih aktif baik dengan menyewa lahan tambak maupun lahan sendiri. “Semuanya (lahan tambak) berada di sepanjang kanal ini saja, dan sumber air payau bergantung dari sungai ini,”

BUPATI Jembrana I Putu Artha menyampaikan jawaban Bupati Jembrana atas pemandangan umum Fraksi DPRD Jembrana dalam Sidang Paripurna III DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018/2019 yang dilaksanakan Senin (25/2) kemarin di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana. Pada sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Ketut Sugiasa tersebut turut hadir, Anggota Forkopimda Jembrana, wakil Ketua DPRD Wayan Wardana, Anggota DPRD Jembrana, Kepala-kepala OPD Pemkab Jembrana, camat dan lurah se-Jembrana. Dalam jawabannya terhadap imbauan dewan agar upaya peningkatan PAD melalui kenaikan tarif Retribusi Jasa Umum tidak sampai memberatkan masyarakat, Bupati Artha menyatakan sependapat. “Struktur dan besaran kenaikan tarif retri-

busi yang kami ajukan telah melalui kajian berdasarkan laju inflasi, perkembangan ekonomi, serta perbandingan tarif beberapa objek sejenis di daerah lain di sekitar Kabupaten Jembrana,” kata Artha. Selanjutnya terkait dengan saran agar masyarakat setempat diberikan porsi yang lebih dalam pengelolaan retribusi tempat rekreasi/tempat wisata, Bupati Artha menjelaskan bahwa pengelolaan retribusi pada objek retribusi yang disediakan, dikuasai, dan atau dimiliki oleh pemerintah daerah dilaksanakan oleh pemerintah daerah. “Peran masyarakat dalam pengelolaan retribusi hanya dapat dilakukan pada objekobjek yang dikuasai oleh masyarakat atau lembagalembaga adat berdasarkan kesepakatan bersama dalam masyarakat,” imbuh Artha. Namun demikian, Artha meyakini bahwa masyarakat sekitar

tandas Ketut Sudarma (62), salah seorang petani tambak. Karena lokasinya paling jauh dari laut, kelompok tambak ini juga mendapatkan kadar air laut paling kecil. Apabila mereka membuat sumur bor, air yang diperoleh air tawar. Sehingga para petani tambak ini sangat bergantung dari aliran sungai tersebut. “Kondisi sungai itu sudah tidak seperti dulu lagi. Sudah banyak tambak intensif (modern) dan permukiman (perumahan) di sepanjang alur sungai. Sehingga endapan sungai juga cepat menumpuk,” ujar warga yang sudah sejak 1998

lalu menjadi petani tambak ini. Bahkan setiap hujan, air sangat cepat meluap dan membawa sampah kiriman terutama plastik. Petani tambak lainnya, Putu Sudama, serta I Nengah Edi Giarta (36) juga mengungkapkan kendala yang sama yakni endapan sungai. Anak sungai Ijogading ini menurut mereka perlu dilakukan pengerukan seperti yang pernah dilakukan di tahun 2000 lalu. Ketika itu hasilnya sangat menggembirakan bagi para petani tambak. Setelah lebih dari dua windu dilalui, kadar air kini kurang mendukung untuk petani

tambak khususnya udang. “Kalaupun masih bisa panen, tapi perkembangannya (size) udang tidak maksimal,” ujar Edi. Para petani tambak juga tidak berani ganti ke jenis budi daya lainnya, misalnya ikan gurami. Sebab, dari pengalaman bertahun-tahun selain lamanya masa panen, juga alur pemasaran hasil panen yang susah. Tidak seperti udang yang lebih mudah dijual dan harganya juga bersaing. Para petani tambak ini berharap ada upaya pengerukan anak sungai yang menjadi sumber air tambak mereka. (kmb26)

Bupati Artha Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi

JAWABAN – Bupati Jembrana I Putu Artha membacakan jawaban atas pemandangan umum fraksi terkait sejumlah Ranperda dalam Rapat Paripurna di DPRD Jembrana, kemarin. tempat rekreasi atau tempat wisata akan mendapatkan imbas manfaat ekonomi baik secara langsung maupun secara tidak langsung dari kegiatan wisata yang dilakukan oleh para pengunjung.

Sementara untuk pandangan umum dewan terkait dengan informasi bahwa tim pengawasan kearsipan ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) di lapangan sering memperoleh banyak temuan

dan permasalahan terkait belum tertibnya budaya kearsipan dan seringnya mutasi di lembaga kearsipan daerah, Bupati Artha menyampaikan bahwa ia telah berupaya untuk memaksimalkan langkah inventaris arsip dan meningkatkan SDM di bidang kearsipan. “Saat ini kita telah menempatkan dua orang pejabat fungsional arsiparis yang bertugas khusus mengelola arsip daerah. Selain itu kami telah berupaya mengembangkan berbagai fasilitas pendukung untuk mengakomodir arsip-arsip. Saat ini kita telah memiliki gedung/depo arsip dilengkapi dengan lemari arsip geser. Di samping itu kita juga telah menjadi bagian simpul jaringan pada Jaringan Informasi Kearsipan Nasional dan kita juga telah mengembangkan Sistem Informasi Kearsipan Daerah,” ujar Artha. (ad852)

Warga Binaan Rutan Nyatakan Korsleting, Alat Berat Terbakar Siap Bebas Ponsel dan Narkoba Negara (Bali Post) – Ratusan warga binaan rumah tahanan (rutan) Kelas IIB Negara, Senin (25/2) kemarin, mendeklarasikan bebas ponsel dan narkoba dalam kawasan binaan. Upaya ini untuk menekan dan menghilangkan peluang peredaran narkoba di dalam rutan. Sebab, ditengarai masih adanya pengendalian peredaran narkoba dari dalam rutan dan salah satu alat komunikasinya adalah lewat ponsel. Kepala Rutan Kelas IIB Negara, Purniawal, mengatakan deklarasi bebas ponsel dan narkoba ini dilakukan bukan hanya untuk kalangan warga binaan permasyarakatan (WBP) saja, melainkan juga bagi seluruh petugas rutan yang bertugas di kawasan binaan. “Sejak hari ini, saya sudah instruksikan semua petugas yang akan memasuki steril area, tidak boleh membawa ponsel ke dalam. Petugas harus memberikan contoh, langkah nyatanya seperti itu,” terangnya. Pejabat asal Lombok ini mengungkapkan latar belakang deklarasi ini karena masih adanya dugaan warga binaan yang mengendalikan peredaran narkoba dari dalam rutan. Di samping memang rutan sudah saatnya berbenah

Bali Post/olo

DEKLARASI – Apel deklarasi bebas ponsel dan narkoba di dalam areal rutan digelar kemarin di Rutan Kelas IIB Negara. untuk memberantas penggunaan ponsel di areal rutan. Namun selama ini, situasi di Rutan Negara masih cenderung terkendali khususnya terkait peredaran narkoba. Upaya yang dilakukan melalui edukasi dan tes urine rutin minimal dua bulan sekali kepada seluruh WBP. Selain itu setiap tahanan yang masuk ke rutan, dipastikan tes urine. Hingga kemarin, dari total 121 total WBP di Rutan Negara, 22 di antaranya kasus narkoba dan semuanya statusnya sebagai pengedar. Upaya operasi razia dalam areal pembinaan juga dilaku-

kan. Selama sepekan ini, sudah empat kali melakukan razia dengan menurunkan satgas rantib. “Kita sidak, tidak temukan handphone, Tapi beberapa benda seperti besi (sendok), kartu domino, alat kerajinan yang dilarang, pisau, cutter, paku kita temukan,” ujarnya. Selain diikuti seluruh warga binaan dan petugas rutan, deklarasi kemarin juga menghadirkan instansi terkait, seperti dari Pengadilan Negeri (PN) Negara, Polres Jembrana, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Kodim 1617/Jembrana dan Pemkab Jembrana. (kmb26)

Negara, (Bali Post) Alat berat yang dikendalikan Widodo Basuki (53), Senin (25/2) pagi tiba-tiba mengeluarkan asap disertai percikan api. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, ketika mulai digunakan menggali tanah, alat berat yang dikendalikan operator yang tinggal di kelurahan Dauhwaru, Jembrana itu, tidak mengalami masalah. Alat berat tersebut berjalan seperti biasanya. Namun sekitar pukul 09.00 tiba-tiba dari bagian mesin muncul asap tebal dan percikan api. Melihat alat berat itu terbakar, Basuki langsung menghentikannya dan kemudian menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Jembrana. Akhirnya, tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Jembrana datang dan langsung berusaha memadamkan api. Setelah berusaha melakukan pemadaman selama sekitar setengah jam dan menghabiskan satu tangki, api yang melalap mesin alat berat itu berhasil dipadamkan. Kasi Pemadam Kebakaran Pemkab Jembrana Kade Bagus Darmawan mengatakan, diperkirakan api yang membakar bagian mesin alat berat itu muncul karena korsleting pada jaringan kelistrikannya. Akibat kebakaran itu kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 25 juta. (kmb)

Bali Post/kmb

TERBAKAR - Alat berat yang dikendalikan Widodo Basuki, Senin (25/2) pagi tiba-tiba mengeluarkan asap disertai percikan api dan membakar alat berat yang digunakan menggali tanah tersebut.


Selasa Paing, 26 Februari 2019

Karangasem

11

Songsong Karya Panca Wali Krama di Pura Besakih

Persiapan Dikebut, Bangunan ’’Upakara’’ Rampung Amlapura (Bali Post) Menjelang pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih, pihak panitia karya terus kebut pematangan persiapan agar selesai sesuai jadwal. Namun sejauh ini, pembangunan sarana upakara sudah rampung dikerjakan. Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha, Senin (25/2) kemarin, mengatakan pihak panitia karya sudah terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan karya. Demikian juga menyongsong upacara Ida Batara melasti ke pantai Klotok Klungkung 2 Maret mendatang. Proses pembangunan sarana upakara sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Pembangunan sarana upacara itu dikerjakan pangayah dari krama di desa adat Besakih. “Kini, bangunan upakara sudah rampung dikerjakan. Pangayah yang mengerjakan dari krama desa adat Besakih. Saat ini sedang dikerjakan,

proses menghias sarana bangunan termasuk memasang ider-ider,” ucapnya. Menjelang pelaksanaan melasti ke Pantai Klotok, Klungkung, tambah Mangku Widiartha, pihaknya mengimbau kepada 30 desa pakraman untuk membuat penjor. Penjor itu diletakkan di pinggir jalan utama tempat Ida Batara lewat. Diusahakan, penjor itu agar dibuat indah sebagai wujud bakti persembahan kepada Ida Batara. Bahan penjor yang dipakai diharapkan secara alami. Seperti dari bambu termasuk talinya. ‘’Tidak boleh menggunakan tali dan hiasan selain bamboo. Karena itu, tidak boleh ada unsur plastik. Pemasangan

sarana penjor ini dilakukan 26 Februari. Penjor itu dilapisi menggunakan kain putih dan kuning. Penjor baru bisa dibuka setelah rangkaian upacara selesai 14 April mendatang,” jelas Widiartha. Selama ini sudah banyak krama Bali yang ngayah ke Pura Agung Besakih. Bahkan mulai anak-anak sekolah, perusahaan dan instansi terkait lainnya. “Kami mengimbau krama Bali supaya bisa meluangkan waktu ngaturang ayah-ayahan kepada Ida Batara serangakaian Karya Panca Wali Krama ini. Apalagi pelaksanaan karya ini bergulir 10 tahun sekali,” imbau Jro Widiartha. (kmb41)

Bali Post/kmb41

NGAYAH - Krama saat ngayah melaksanakan pembangunan upacara serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih.

Pramusrenbang di Rendang

Peserta Diminta Ajukan Program Nonfisik

Bali Post/kmb41

BANGUN JEMBATAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Karangasem mulai melakukan pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Kelurahan Subagan dan Desa Pertima, Senin (25/2) kemarin.

Dibangun Jembatan Darurat Hubungkan Kelurahan Subagan - Desa Pertima Amlapura (Bali Post) Pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Kelurahan Subagan dan Desa Pertima, dibangun Senin (25/2) kemarin. Pembangunan dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Karangasem. Dengan pembangunan itu diharapkan kendaraan roda dua dapat melintasi jembatan itu. Dari pantauan kemarin, sejumlah petugas PUPR dan BPBD terlihat melakukan pemasangan tiga batang pohon kelapa. Batang pohon kelapa itu dipergunakan sebagai dasar jembatan. Sedangkan dua batang pohon kelapa itu dipergunakan sebagai lantai jembatan. Untuk mengangkat pohon kelapa itu dipergunakan alat berat milik Dinas PUPR. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Ketut

Prama Budarta mengatakan, sampai saat ini, proses pembangunan jembatan darurat itu baru sampai pemasangan dasar jembatan saja. Pemasangan lantai jembatan dan pelindung di bagian samping kanan dan kiri akan dilanjutkan besok (Selasa - red). “Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan secara swadaya dari petugas BPBD dan PUPR Karangasem bersama warga setempat. Warga sangat mendukung adanya pembangunan jembatan darurat ini,” ujar Prama Budarta. Pembangunan jembatan darurat itu kata Prama, bertujuan memperlancar aktivitas warga setempat. Pasalnya, di wilayah dekat jembatan itu merupakan lahan pertanian persawahan. Sehingga banyak warga yang melintasi jembatan itu saat mereka hendak beraktivitas di sawah. Dengan dibangunnya jembatan darurat,

dipercaya mampu membantu warga. Sehingga mereka tidak perlu lagi jauh-jauh memutar menuju lahan pertanian mereka. “Dengan dibangunnya jembatan ini, warga lebih dekat bisa ke sawah. Karena pascajembatan putus, warga harus memutar jauh menuju lahan pertanian mereka. Jembatan darurat itu bisa membantu kelancaran aktivitas warga. Namun, jembatan yang dibangun ini direkomendasikan untuk pejalan kaki saja. Semoga besok (Selasa - red), jembatan itu sudah dapat dilintasi,” ujarnya. Untuk pembangunan jembatan permanen memang belum bisa dilakukan tahun ini. Pembangunan jembatan itu akan dianggarkan di APBD Induk tahun 2020 mendatang. “Perbaikan jembatan itu kita akan anggarkan sekitar Rp 2 miliar,” jelas Prama Budarta. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan Pramusrenbang RKPD dilaksanakan di Kantor UPTD Pertanian di Rendang, Senin (25/2) kemarin. Peserta Pramusrenbang itu tidak hanya mengusulkan program fisik, tetapi juga program nonfisik. Sekretaris Daerah I Gede Adnya Mulyadi mengatakan, desain Musrenbang RKPD Kabupaten di kecamatan tahun 2019 ini dilaksanakan dua tahap yaitu Pramusrenbang dan tahap Musrenbang RKPD Kabupaten. Tahap Pramusrenbang RKPD Kabupaten di delapan kecamatan itu telah dilaksanakan pada 6 Februari hingga 15 Februari 2019. Sementara tahap Musrenbang RKPD Kabupaten di kecamatan dilaksanakan 18 Februari lalu di Kecamatan Abang. Kemudian dilanjutkan tanggal 28 Februari 2019 di Kecamatan Manggis.

“Kami imbau para peserta Pramusrenbang agar membuat usulan program. Kegiatan yang dirancang tidak hanya fokus pada usulan fisik, tetapi juga program nonfisik atau pemberdayaan masyarakat,” pintanya. Tema pembangunan Karangasem 2020, kata Adnya Mulyadi, adalah “Pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar pengembangan infrastruktur, pariwisata dan ekonomi kreatif menuju pembangunan berkelanjutan”. Dengan lima prioritas pembangunan daerah yang meliputi peningkatan pelayanan dasar dan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup, peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi melalui pembangunan pariwisata, pertanian dan ekonomi kreatif, pelestarian adat, seni dan budaya

daerah, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah. Camat Rendang I Wayan Mastra mengatakan, kegiatan Pramusrenbang ini merupakan forum musyawarah antar para pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkahlangkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum pada Daftar Usulan Rencana Pembangunan Desa. Usulan Rencana Pembangunan Desa itu diharapkan diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di kecamatan. Mastra menambahkan, dari hasil diskusi atau pembahasan Pramusrenbang, masih menitikberatkan pada kondisi Perekonomian di Rendang pasca-erupsi Gunung Agung. Sampai saat ini, masih memerlukan kegiatan yang dapat mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa fasilitas jalan dan sarana umum, mendesak untuk diperbaiki akibat erupsi Gunung Agung. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menjelaskan, penyampaian usulan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem tahun 2020 harus memerhatikan visi dan misi Kepala Daerah Kabupaten Karangasem. Caranya dengan mengakomodir sembilan program unggulan “Nawa Satya Dharma”. Program itu wajib mendukung prioritas pembangunan Kabupaten Karangasem, mendorong pengembangan potensi unggulan daerah yang dimiliki masing-masing kecamatan melalui ekonomi kreatif berbasis pemberdayaan masyarakat, program dan kegiatan yang disusun khususnya dalam rangka pengentasan kemiskinan. (kmb41)

PRAMUSRENBANG - Pelaksanaan Pramusrenbang di Rendang, Senin (25/2) kemarin.

Bali Post/kmb41

PN Amlapura Canangkan Zona Integritas WBK

Bupati Minta Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Pengadilan Negeri (PN) Amlapura melaksanakan kegiatan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Senin (25/2) kemarin. Acara itu dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Lalu, bagaimanakah ekspektasi Bupati terkait PN Amlapura yang mencanangkan zona integritas wilayah birokrasi bebas korupsi WBS dan WBBM itu?

Bali Post/kmb41

ZONA INTEGRITAS - Pengadilan Negeri (PN) Amlapura saat melaksanakan kegiatan pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), Senin (25/2) kemarin.

KEPALA PN Amlapura I Gede Putra Astawa mengatakan, pembangunan zona integritas itu dilakukan secara bertahap. Zona integritas Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi itu diharapkan dapat memberikan sebuah kontribusi positif yang dapat meningkatkan nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) khususnya di Pengadilan Amlapura. Yang difokuskan pada perencanaan pembangunan zona integritas itu adalah manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajeman SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih baik lagi ke depannya. “Lewat pembangunan zona integritas itu, kami berharap nantinya dapat mendorong terjadinya perubahan secara signifikan di PN Amlapura.

Di samping itu, ke depannya agar dapat kepercayaan dari masyarakat lewat budaya kerja melayani. Sehingga masyarakat yang datang ke pengadilan ini mendapatkan pelayanan yang berkeadilan,’’ harap Astawa. Dengan begitu diyakini PN Amlapura itu punya kinerja unggul karena mampu memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Bukan sebaliknya justru menambah masalah baru buat mereka. ‘’Pada intinya, kami di PN Amlapura bisa melayani masyarakat dengan lebih mudah dan transparan,” harap Astawa. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, untuk mewujudkan pembangunan zona integritas menuju wilayah birokrasi bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani, itu harus dilakukan persiapan pemenuhan persyaratan sesuai

regulasi yang ada. Antara lain mewujudkan akuntabilitas kinerja. Hal itu sejatinya merupakan salah satu syarat menuju pembangunan zona integritas yang bersih dari korupsi. “Jadi, menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, PN Amlapura itu sangat ditentukan kapasitas dan kualitas masing-masing individu. Karena itu, mau tidak mau memang perlu SDM yang memiliki keunggulan dan juga relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi yang dilakukan,’’ ujarnya. Selain itu, Bupati Mas Sumatri meminta supaya PN Amlapura dapat meningkatkan tata kelola manajemen lebih baik. Terpenting lagi ke depannya, PN Amlapura mampu lebih meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. (nan)


KLUNGKUNG

12

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Malas Usulkan Program, Kepala Disperinaker Terancam Dinonjobkan Semarapura (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klungkung menjadi sorotan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Bupati yang dikenal dengan ragam inovasinya ini marah besar setelah mengetahui Disperinaker nihil usulan program kegiatan prioritas nasional yang ditujukan kepada Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung. Padahal, Bupati Suwirta berharap banyak dengan Disperinaker, karena di sana sesungguhnya banyak program pemberdayaan yang bisa diusulkan. Bupati Suwirta langsung menggandeng Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Klungkung, melakukan sidak ke Disperinaker, Senin (25/2) kemarin. Bupati Suwirta marah, setelah ada telepon dari salah satu direktur di Kementerian Ketenagakerjaan bahwa Disperinaker menolak anggaran program pemberdayaan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Padahal, menurut Bupati Suwirta, dalam setiap pertemuan maupun bedah desa, pihaknya selalu menanyakan program pemberdayaan ekonomi desa yang bisa dikembangkan. “Saya malah menunggu, usulannya apa. Padahal, kegiatan dasar sesuai visi kita di periode kedua itu adalah pemberdayaan. Tetapi, Disperinaker justru tidak bikin usulan. Ini mau kerja apa tidak?” sorot Bupati Suwirta. Bupati Suwirta nampak geleng-geleng kepala dengan cara kerja salah satu OPD seperti ini. Data yang ditemukan di lapangan yang bisa menjadi bahan usulan justru tidak dimasukkan ke dalam usulan

program kegiatan prioritas nasional. Padahal, menurut Bupati, pemberdayaan yang melibatkan masyarakat ini merupakan roh atau kekuatan dari program kerjanya lima tahun ke depan. “Saya sengaja ajak Tim GDN ke sini. Saya tidak mau dianggap mainmain. Sekarang Tim GDN harus membuktikan dengan memberikan sanksi tegas. Kalau memungkinkan, segera nonjobkan saja,” katanya. Hal ini juga dinilai akan berpengaruh terhadap penerapan e-kinerja (e-Tukin). Mengingat jika tidak ada program yang diusulkan otomatis juga tidak ada program yang bisa dikerjakan. Dia ingin persoalan ini ke depan bisa menjadi pelajaran bersama, agar jangan main-main ketika bekerja untuk masyarakat. Dia mengaku punya banyak cara melihat kinerja setiap OPD. Setiap OPD yang tidak mengikuti ritme kerja bupati, menurutnya akan terlihat dengan sendirinya, sesuai dengan data dan fakta. Sementara itu, Kepala Disperinaker Gede Kusumajaya

tidak bisa berbicara banyak. Sebab, setelah ditelisik Bupati Suwirta, rupanya para kabid setempat, sesungguhnya sudah menyiapkan sejumlah usulan. Kini, Kusumajaya tinggal menunggu sanksi yang akan dijatuhkan Tim GDN Klungkung. Selain ke Disperinaker, Bupati Suwirta juga melakukan sidak ke Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Klungkung. Di sini, Bupati mengumpulkan para pejabat mulai Kepala Dinas, Kepala Bidang hingga Kepala Seksi. Bupati mengingatkan agar selalu melakukan pembinaan dan pendampingan. Tidak hanya untuk UMKM atau Koperasi yang sudah besar, tetapi yang kecil-kecil juga perlu dituntun dan dikembangkan. Dinas diminta jangan berjalan sendiri, lakukan pembinaan secara bersama-sama antardinas terkait. “Jangan hanya melakukan pendampingan usaha yang besar saja, itu namanya nyongkokin tain kebo,” kata Suwirta. (kmb31)

Siswa SMKN 1 Nusa Penida Terperosok ke Jurang

Proses Pencarian Terkendala Medan

Semarapura (Bali Post) Upaya pencarian terhadap siswa SMKN 1 Nusa Penida yang terperosok ke jurang, terus dilakukan petugas Basarnas bersama kepolisian dan masyarakat setempat, Senin (25/2) kemarin. Proses pencarian difokuskan di sekitar tebing dan areal yang diperkirakan menjadi lokasi korban terperosok. Namun, pencarian belum membuahkan hasil. Sebab, medan di lokasi cukup menyulitkan proses pencarian. Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya mengatakan, proses pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore. Petugas berupaya keras mencari korban. Namun, di sekitar TKP sangat minim petunjuk. “Pencarian hari ini sudah dihentikan. Di sekitar TKP panas sekali, ter-

papar langsung sinar matahari. Pencarian dilanjutkan besok,” kata Kapolsek. Dia menambahkan, di sekitar semak-semak, ditemukan banyak ranting-ranting patah. Petugas sempat memeriksa lebih jauh di sekitarnya, karena diduga akibat terjatuhnya korban di lokasi. Tetapi, tetap belum membuahkan hasil. Pencarian juga sempat dilakukan di sekitar celah-celah bebatuan, juga tidak ada hasilnya. Disinggung mengenai upaya pencarian di tengah laut, dia menegaskan tidak ada. Meski tebing menghadap laut, tetapi di bawah tebing tersebut masih ada jarak antara dasar tebing dengan tepian laut sekitar 10 meter. Di sisi lain, pihak keluarga juga berupaya menempuh jalan niskala. Caranya dengan mem-

bunyikan musik baleganjur abarung di sekitar tebing tersebut. Tujuannya, bila yang terjadi peristiwa secara niskala, warga percaya dengan membunyikannya, korban biar segera dikembalikan ke tempat awalnya menghilang. Tetapi, tetap saja korban belum ditemukan. Sebagaimana diberitakan, kegiatan kemah siswa SMKN 1 Nusa Penida, berakhir petaka bagi salah satu siswanya, I Made Candra Udiana (18). Pelajar asal Banjar Angkal, Desa Suana, Nusa Penida ini, jatuh dari tebing yang menghadap langsung ke laut lepas di lokasi kemah di sekitar Saren Cliff, Banjar Dinas Saren, Desa Batumadeg, Nusa Penida, Sabtu (23/2) malam. Pihak keluarga berharap agar korban segera dapat ditemukan. (kmb31)

BUPATI Klungkung Nyoman Suwirta terus bekerja keras mewujudkan hasratnya agar segera terbangun pelabuhan segitiga emas. Konsep ini menghubungkan Nusa Gede, Ceningan dan Klungkung Daratan. Tidak hanya berupaya melobi pemerintah pusat, tetapi juga selalu memikirkan opsiopsi lain, agar agenda besar ini segera terwujud. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Tahun depan, target satu pelabuhan sudah bisa terwujud di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida. Bupati Suwirta didampingi Kasi Pelabuhan Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung, I Ketut Karasdana menerima audiensi dari PT Martha Catur Kencana, Denpasar di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Senin (25/2) kemarin. PT Martha Catur Kencana ini selaku pihak ketiga yang siap bekerja sama dalam pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas, yakni Sampalan (Nusa Penida), Bias Munjul (Nusa Ceningan), dan Pasinggahan (Klungkung

daratan). Menurut Bupati Suwirta, salah satu pelabuhan segitiga emas yang tengah dirancang, paling tidak di tahun 2020 ditargetkan yang sudah siap dibangun yakni pelabuhan Sampalan (Nusa Penida). Bupati menegaskan tidak mau berlama-lama terkait rencana pembangunan pelabuhan ini. “Minimal di tahun 2020 satu dari tiga pelabuhan tersebut selesai dibangun, yakni pelabuhan Sampalan yang sudah masuk tahap Masterplan. Seluruh persiapannya sudah tuntas,” ujarnya. Selain itu, Bupati asal Nusa Ceningan ini juga menyampaikan untuk rencana pelabuhan di Bias Munjul (Nusa Ceningan) tinggal menunggu Masterplan. Sedangkan rencana Pelabuhan Pesinggahan (Klungkung daratan) masih tahap FS (Feasibility Study). Jika pada tahun 2020 tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat, maka akan mengambil langkah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat realisasi pelabuhan ini.

Minimal tahun 2020 pelabuhan yang sudah siap dibangun, yakni Pelabuhan Sampalan. “Salah satu pelabuhan segitiga emas yang nantinya sudah siap dibangun agar bisa mempersatukan semua stakeholder, baik itu bagaimana pengelolanya, transportasi laut maupun daratnya bisa semua terkoneksi menjadi satu,” harapnya. Setelah pembangunan pelabuhan Sampalan selesai, ke depannya juga akan dibangun jembatan yang kapasitasnya lebih besar dari jembatan penghubung Nusa Ceningan dan Lembongan yang juga sering dikenal dengan Jembatan Kuning. Langkah ini bertujuan untuk nantinya bisa dilewati transportasi mobil dan mengantisipasi kemacetan mengingat sekarang wisatawan sangat ramai ke Nusa Penida. “Setelah pembangunan Pelabuhan Sampalan selesai akan dibuat jembatan yang lebih besar kapasitasnya dari Jembatan Kuning untuk mengantisipasi agar mengurangi kemacetan,” imbuhnya. (ad 855)

NIHIL PROGRAM - Bupati Suwirta saat menunjukkan usulan dari Disperinaker yang nihil program kegiatan prioritas nasional ke Baperlitbang.

Masih dalam Proses Pembangunan

Wantilan Desa Adat Selat Retak dan Dikhawatirkan Roboh

Semarapura (Bali Post) Bangunan wantilan Desa Adat Selat, Kecamatan Klungkung yang baru selesai dibangun akhir tahun 2018, kini mulai bermasalah. Bangunan yang didanai dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) RI senilai Rp 400 juta itu sudah terlihat retakretak, bahkan palang beton penyangga atapnya nampak melengkung. Desa adat setempat khawatir wantilan yang belum finishing tersebut roboh, sebelum dipakai resmi oleh masyarakat. Dari pantauan kondisi terakhir wantilan tersebut, Senin (25/2) kemarin, nampak sejumlah bagian wantilan tersebut retak-retak. Mulai dari bagian pilarnya, hingga ke bagian

rangka beton atapnya. Bagian pilarnya cukup kecil, tak seperti pilar wantilan pada umumnya. Sehingga bagian atapnya juga nampak bergelombang, karena palang betonnya melengkung. Bahkan, melihat kondisi wantilan amat mengkhawatirkan, beton penyangga rangka atapnya dipasangi baja penyangga, untuk menahan atapnya agar tidak ambruk, kalau ada gempa bumi lagi. Bendesa Selat Kadek Jiwa ditemui Senin (25/2) kemarin, mengatakan,retak-retak pada wantilan tersebut disebabkan karena beberapa kali menghadapi guncangan gempa bumi yang cukup keras. Terparah, adalah rentetan dampak dari gempa bumi di Lombok. “Untuk memasang baja penyangga itu

saja, kami mengeluarkan biaya sebesar Rp 19 juta. Sekarang masih ngebon lagi Rp 15 juta,” kata Kadek Jiwa. Kabar di desa setempat, pembangunan wantilan desa ini sempat diributkan oleh warga. Sebab, warga curiga pembangunan wantilan itu tidak sesuai spesifikasi, setelah melihat kerusakannya begitu parah. Warga curiga palang beton rangka atapnya tiba-tiba melengkung bukan sekadar karena gempa, tetapi memang diduga ada yang tidak beres dengan proses awal pembangunannya. Bahkan, ada warga yang terpaksa membuat surat kaleng kepada Kejati Bali, belum lama ini. Mengutip isi surat kaleng tersebut, proyek wantilan ini di-

fasilitasi salah satu pejabat penting di Bali. Dari isi surat kaleng itu, juga disampaikan bahwa pembangunannya diduga tidak sesuai spesifikasi. Penulis surat kaleng itu meminta aparat penegak hukum mengecek kondisi sebenarnya dari wantilan tersebut. Sayangnya, dalam surat itu tidak tercantum siapa nama pengirimnya. Sementara itu, Perbekel Selat Gusti Lanang Adnyana mengatakan, proyek wantilan Desa Adat Selat tersebut tidak ada kaitannya dengan desa dinas. Dia menegaskan, pembangunan wantilan itu sepenuhnya menjadi wewenang desa adat. Malah, dia mengatakan tidak ada warga setempat yang komplain terhadap wantilan tersebut. (kmb31)

Pihak Ketiga Siap Jalin Kerja Sama Bangun Pelabuhan Segitiga Emas

AUDIENSI - Bupati Suwirta menerima audiensi dari PT Martha Catur Kencana, Denpasar di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Senin (25/2) kemarin, terkait kerja sama membangun pelabuhan segitiga emas.

RUSAK BERAT - Kondisi wantilan Desa Adat Selat yang belum sepenuhnya rampung, tetapi sudah rusak berat.


Selasa Paing, 26 Februari 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER

Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01

Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 KASIR

COOK

IT

Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448

Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street

SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar

Dicari Sopir Keluarga Hub.085106003557

G.03

G.04 AKUNTANSI

Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818 G.05

Kasir SMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448

DRIVER

SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur

G.06

G.08

G.07

B.BP.001.02.19.0000830

Cr SPB, Sopir max. 25 th Gj.2,5-3juta plus insentif Hub. Karya Subur,08123881899 B.BP.004.02.19.0000844

Dcr D3/S1 Listrik,mak. 30th, Lki U/Teknisi/Ahli Lift akan dikursuskan di Jkt.Sgr H:0811395185 B.BP.001.02.19.0000824

Cr 2PRT+1B.Sister Gj.2jt Tdr Dlm081999776071/082237995324 B.BP.001.02.19.0000845

!Butuh!Staf Wanita U/Laundry!! Sanur!Cepat Hub.085102077800!! B.BP.001.02.19.0000835

Cr Karyawan/ti u.Money Changer Max25th Serius WA:085100755216 B.BP.001.02.19.0000782

Dbth Sgr Design Graphis,Fresh Graduate,Menguasai: Fotografi Photoshop,Corel Draw,Bikin & Edit Video dll, punya Ide & Kreatifitas Tinggi,bs Internet Marketing & Bkrj dlm Team Kirim CV & Portfolio ke Email imadewidiana1975@gmail.com B.BP.004.02.19.0000843

Dicari Staff Transport untuk Jaga Malam Hub.(0361) 240950 B.BP.001.02.19.0000836

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN KANTOR

Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944

Disewakan Ruang u/Kantor,Jln Ry Puputan 35 Dps.08123681251

G.04

PROPERTY

TOYOTA

DIJUAL TANAH

Altis’02 Agya’14 Cpt, Jl.Wijaya Kusuma 43 Hp.081337453333

Djl Tanah 29Are Buduk, 5Are Buduk Umakepuh H.082147454248

B.BP.001.02.19.0000848

PROPERTY

B.BP.164.02.19.0000846

Tnh Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 80Jt/A Bs Kredit.087862450004 Tanah 150M2 10Mnt ByPass 5Mnt Simpang6Neg800JtH08111072500

B.BP.001.02.19.0000829

B.BP.001.02.19.0000825

B.BP.001.02.19.0000636

TOUR

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

SERVICE

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.02.19.0000831

PROPERTY

Dijl Rmh Lks Panjer Tnh 3Are Hub 085102079227/081805303066

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.02.19.0000842

Dicari Cleaning Service di Jln. Petitenget 082210090909

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicr Gr B.Ing & Satpam.Lam Krm ke SPB Jln Mahendradata 88 Dps Telp:0361-490565

BIRO JASA

SERVICE

Dcr Asisten Rumah Tangga Tinggal dlm H:08123854425

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.02.19.0000709

B.BP.001.02.19.0000637

KEHILANGAN Hlg BPKBNo.I09130651-ODK2521 DC An.Ferdinan Maxci Maupada

B.BP.001.02.19.0000833

HlgBPKBNo.O04523827-O,DK4812 AAZ,an.Ni Gst Ayu Pt .Anggreni

B.BP.001.02.19.0000832

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.02.19.0000579

MAKANAN Dijual Teripang Hitam (90% Kering) Hub.(0361)4745041

B.BP.001.02.19.0000837


BANGLI

14

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Tak Terawat, Papan Panjat Tebing Satu Peserta Tak Penuhi ’’Passing Grade’’ Tertutup Tumbuhan Liar Hasil Tes CAT Seleksi PPPK

Bangli (Bali Post) Sebanyak 40 orang peserta seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap I telah mengikuti tes CAT, yang dilaksanakan di SMKN 1 Bangli, Sabtu (23/2) lalu. Hingga Senin (25/2) kemarin, belum ada pengumuman resmi dari pusat terkait hasil tes tersebut. Namun demikian, berdasarkan nilai hasil tes CAT, terdapat satu orang peserta yang gagal memenuhi passing grade atau ambang batas nilai yang ditentukan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli Ni Putu Koesalireni didampingi Kabid Formasi Ketut Mega Ada, Senin (25/2) kemarin mengatakan, pihaknya belum bisa mengumumkan berapa peserta tes seleksi penerimaan PPPK yang lolos tes CAT. Sebab hingga pagi kemarin pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari pusat terkait hasil tes yang diikuti 40 orang peserta seleksi dari tenaga harian eks-KII itu. “Pengumuman secara resmi belum kami terima. Tapi kami sudah tahu berapa jumlah peserta yang memenuhi passing grade dari hasil nilai tes CAT kemarin,” terangnya. Dijelaskannya, adapun passing grade atau ambang batas nilai yang harus dipenuhi peserta tes CAT yakni minimal 65. Sementara dari 40 peserta yang ikut seleksi,

hanya 39 peserta yang nilainya memenuhi passing grade. Satu peserta lainnya gagal memenuhi passing grade karena nilainya kurang lagi dua poin. “Yang satu orang peserta nilainya tidak memenuhi passing grade, dari tenaga guru,” jelasnya. Koesalireni menyatakan pihaknya tidak bisa memastikan kapan pengumuman secara resmi terkait hasil tes CAT dari pusat akan turun. Namun demikian, sesuai jadwal pusat, pada 1 Maret mendatang, para peserta yang lolos seleksi PPPK sudah akan mendapat nomor induk pegawai (NIP). “Sekarang tinggal tunggu pengumuman resminya saja. Setelah ada pengumuman resmi, selanjutnya tunggu arahan pusat terkait proses pemberkasan dan penetapan,” katanya. Ditambahkan Koesalireni bahwa PPPK yang lolos nanti akan mendapat hak yang sama dengan PNS. Mulai dari gaji, TPP maupun tunjangan hari raya (THR). Bedanya PPPK tidak akan mendapat dana pensiunan sebagaimana halnya yang didapat PNS. Mengingat gaji maupun tunjangan untuk PPPK belum dianggarkan Pemkab Bangli dalam APBD Induk 2019, kemungkinan PPPK yang nantinya lolos dan mulai bekerja Maret mendatang baru bisa menerima haknya setelah APBD Perubahan mendatang. “Tapi terhitungnya tetap per 1 Maret,” imbuh Koesalireni. (kmb40)

GUNA meningkatkan kompentensi pengelolaan keuangan daerah bagi penatausahaan keuangan daerah, bendahara pengeluaran dan operator simda keuangan, serta pengurus barang di masing-masing OPD, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar bimbingan teknis (bimtek) selama empat hari mulai Senin (25/2) hingga Kamis (28/2). Kegiatan bimtek yang dilaksanakan di ruang rapat Krisna Kantor Bupati Bangli, dibuka Sekda Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra. Hadir dalam acara tersebut Kepala BKPDA Bangli Gede Suryawan dan Kepala Inspektorat Kabupaten Bangli I Ketut Riang. Acara juga dihadiri Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali Ari Dwikora bersama jajarannya. Sekda Ida Bagus Giri Putra yang hadir mewakili Bupati Bangli Made Gianyar mengatakan pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Bangli tahun 2016 dan 2017 diberikan opini WTP oleh BPK RI karena telah berhasil menyajikan laporan keuangan pemerintah daerah sesuai kreteria. Pihaknya berharap

agar kualitas laporan keuangan pemerintah daerah ke depannya dapat terus ditingkatkan. “Kita tidak boleh cepat berpuas diri mengingat dari sisi regulasi perkembangannya sangat dinamis sehingga perlu dilakukan update kemampuan para ASN, yang tujuannya agar ASN senantiasa berada pada posisi siap melaksanakan tugas secara profesional,” jelasnya. Lebih lanjut disampaikannya, guna mewujudkan pelaksanaan pembangunan yang tertib maka pembangunan harus dilaksanakan dengan tata kelola mulai perencanaan, penganggaran dengan mengedepankan prinsip good governace yaitu partisipatif, berorientasi pada consensus, dapat dipertanggungjawabkan, transparansi, efektif, dan efesien, inklusif dan taat hukum. Untuk mewujudkan pelaksanaan pemerintahan yang good governance maka aspek yang perlu menjadi perhatian adalah pengelola keuangan daerah dan pengelolaan barang milik daerah. Dengan dilaksanakannya bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan akuntabilitas yang tidak

Bangli (Bali Post) – Keberadaan papan panjat tebing di sudut tenggara Lapangan Kapten Mudita, Bangli, mubazir. Sejak dibangun, sarana olahraga tersebut nyaris tak pernah dimanfaatkan. Lantaran tak terawat, kondisi papan panjat tebing setinggi belasan meter tersebut mulai rusak dan tertutup tumbuhan liar.

Bali Post/kmb40

TUMBUHAN LIAR - Papan panjat tebing di sudut tenggara Lapangan Kapten Mudita tertutup tumbuhan liar.

Simpan SS di Saku Celana, EB Diamankan Polisi

Sekda Giri Putra Buka Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah

BIMTEK - Sekda Ida Bagus Giri Putra membuka kegiatan bimtek pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan di ruang rapat Krisna Kantor Bupati Bangli, Senin (25/2) kemarin. hanya bertujuan mencapai prestasi dan penghargaan yang normatif administratif. Namun lebih penting memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan mempercepat terwujudnya kesejahteran masyarakat. Sementara itu Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali Ari Dwikora mengatakan opini WTP bukanlah suatu cita-cita dan tujuan akhir dari suatu Laporan Keuangan

Pemerintah Daerah (LKPD). Akan tetapi merupakan keharusan demi terciptanya laporan yang akuntabel. Pihaknya melihat kegiatan bimtek ini sebagai sebuah komitmen untuk terus mendapatkan LKPD opini WTP. Pihaknya bersama tim akan mendukung sepenuhnya dalam hal pendampingan dalam pembuatan LKPD. Sehingga LKPD ini tersusun dengan baik dan akurat. (ad860)

Warga Temukan Tulang Terbungkus Karung Plastik

Bangli (Bali Post) Warga di Banjar Sidaparna, Desa Yangapi, Tembuku dikejutkan dengan penemuan tulang belulang yang terbungkus karung plastik di sebuah jurang yang lokasinya berada di perbatasan Banjar Kebon, Desa Peninjoan dengan Banjar Sidaparna, Desa Yangapi, Tembuku. Tulang tersebut ditemukan secara tak sengaja oleh seorang warga saat hendak mencari bambu. Petugas kepolisian belum bisa memastikan jenis tulang tersebut apakah milik hewan atau manusia. Guna memastikannya, polisi akan membawanya ke Lab Forensik untuk dilakukan pemeriksaan. Informasi yang dihimpun Senin (25/2) kemarin menyebutkan, tulang belulang yang kondisinya sudah rapuh itu pertamakali ditemukan oleh saksi I Wayan Lonto (35), warga setempat pada Senin (18/2) lalu sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, saksi datang ke TKP hendak mencari bambu untuk dibuat kerajinan tangan. Saat berjalan di sekitar lokasi, saksi menemukan sebuah karung plastik bekas kemasan beras. Merasa curiga dengan isi di dalamnya, saksi Wayan Lonto kemudian menyampaikan temuannya itu ke warga I Nyoman Sukadana dan selanjutnya dilaporkan ke kepala dusun setempat. Selanjutnya pada Minggu (24/2) sekitar pukul 15.00 Wita, saksi Wayan Lonto kembali datang ke lokasi untuk mencari bambu. Saksi masih mendapati karung plastik itu. Karena penasaran, saksi akhirnya mencoba memeriksa isinya. Setelah dibuka, saksi terkejut melihat isi karung plastik yang ternyata berupa tulang. Saksi pun kembali melaporkan hal tersebut ke kadus setempat hingga kemudian penemuan tulang itu dilaporkan ke petugas Bhabinkhamtibmas Desa Yangapi, Senin (25/2) kemarin.

Petugas kepolisian dari Polsek Tembuku dan tim identifikasi Polres Bangli yang mendapat laporan tersebut kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi. Petugas kemudian mengamankan tulang tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi siang kemarin membenarkan adanya penemuan tulang tersebut. Sebagaimana keterangan seorang saksi yang bernama Ni Made Rusmiati, tulang yang terbungkus karung plastik tersebut dulunya dibuang ke TKP oleh Rusmiati sekitar tahun 1993. Awalnya Rusmiati bersama suaminya I Wayan Widi yang kini bekerja di Singaraja, meminjam tanah pekarangan rumah milik seorang warga Sidaparna yang ditinggal transmigrasi. Pada saat hendak membuat tambahan pondasi rumah pada bagian depan dan mencari tanah uruk pada barat rumah, tanpa sengaja keduanya menemukan beberapa tulang di dalam tanah. Tulang itu kemudian dikumpulkan dan dimasukan ke dalam karung plastik putih. Pada hari itu juga, tulang yang dibungkus kampil tersebut dibuang ke tukad mati sambil mencari rumput bersama suaminya. “Saksi Rusmiati tidak mengetahui itu tulang apa,” terangnya. Dalam keterangannya, saksi mengatakan bahwa pada saat ditemukan, ada salah satu tulang yang bentuknya panjang menyerupai tengkorak sapi. Sehingga diduga tulang tersebut adalah milik hewan. Terlebih ukuran tulang yang ditemukan cukup besar. “Dari keterangan pelapor dan saksi-saksi bersesuaian bahwa tulang-tulang tersebut adalah tulang hewan. Namun untuk kepastiannya apakah tulang manusia atau hewan akan kami bawa untuk diperiksa ke Labforensik,” kata Sulhadi. (kmb40)

Berdasarkan pantauan, kondisi papan panjat tebing itu cukup memprihatinkan. Hampir sebagian papannya tampak tertutup tumbuhan liar yang merambat. Besi penyangga yang berada di bagian belakang papan juga terlihat sudah mengkarat. Banyak warga yang menyayangkan keberadaan sarana olahraga tersebut lantaran dibiarkan begitu saja, tanpa adanya upaya pemeliharaan. Ketua KONI Bangli Sang Kompiang Suarjaksa saat dihubungi, Senin (25/2) kemarin, tak menampik kondisi itu. Diakuinya bahwa papan panjat tebing tersebut kondisinya sudah mulai rusak. Besi penyangga di bagian bawah papan panjat tebing sudah banyak yang keropos. Suarjaksa mengaku tak mengetahui secara jelas, siapa pemilik aset dan pihak yang mengelola sarana olahraga tersebut. Sebab dirinya baru menjabat sebagai ketua Koni belum lama ini. Sepengetahuannya, biasanya sarana olahraga tersebut dikelola oleh cabang olahraga masing-masing. “Nanti akan coba kami tanyakan ke cabor panjat tebing,” terangnya. Sebagaimana informasi yang didapatnya, sejak dibangun papan panjat tebing itu tak pernah dimanfaatkan oleh atlet untuk berolahraga. Penyebabnya karena kondisinya yang tidak representatif, dan lokasinya cukup angker. Di samping itu sarana olahraga tersebut juga tak pernah dimanfaatkan karena atlet panjat tebing di Kabupaten Bangli kebanyakan dari Kintamani, sehingga cukup jauh untuk berlatih di Bangli. “Setahu saya papan panjat tebing itu sudah ada sebelum tahun 2015, sebelum porprov di Singaraja. dan tidak pernah terpakai sama sekali,” ungkapnya. Agar tak mubazir, Suarjaksa memiliki keinginan untuk membongkar dan memindahkannya ke tempat lain. Hanya lokasinya belum bisa dipastikan. Untuk memindahkannya, pihaknya juga harus memikirkan dananya yang tidak sedikit. “Apakah dipindah di salah satu SMA atau di mana, yang jelas memungkinkan untuk dipakai latihan,” ujarnya. (kmb40)

Bali Post/ist

TULANG - Petugas kepolisian mendatangi TKP penemuan tulang di sebuah jurang yang lokasinya berada di perbatasan Banjar Kebon, Desa Peninjoan dengan Banjar Sidaparna, Desa Yangapi, Tembuku.

Bangli (Bali Post) – Seorang pria asal Desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar berinisial I Komang EB (36) diamankan Satuan Reserse Narkotika Polres Bangli lantaran kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu (SS). EB diamankan petugas saat melintas di jalan raya jurusan Kayuambua menuju Gianyar, tepatnya di Banjar Songlandak, Desa Pengiangan, Susut. Kepada polisi, EB mengaku mendapatkan SS tersebut dengan membelinya dari seorang berinisial A. Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha dalam pres rilisnya, Senin (25/2) kemarin menjelaskan, pelaku I Komang EB ditangkap pada Jumat (22/2) sekitar pukul 21.30 Wita di pinggir jalan raya umum jurusan Kayuambua-Gianyar. Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan satu buah plastik klip bening berisi narkotika jenis SS seberat 0,33 gram bruto atau 0,21 gram netto. Barang terlarang tersebut ditemukan pada saku celananya. Oleh petugas, pelaku bersama barang bukti SS, dua buah korek api gas, dua buah pipet plastik dan satu buah handpohone langsung diamankan dan dibawa ke Polres Bangli guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Dikatakan Kompol

Bali Post/ist

NARKOBA - Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha saat merilis kasus penangkapan pengguna narkoba di Mapolres Bangli, Senin (25/2) kemarin. Krisnha, berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan petugas, pelaku EB yang kesehariannya wiraswasta itu mengaku mendapat barang terlarang tersebut dengan membelinya dari seseorang berinisial A seharga Rp 500 ribu per satu plastik klip bening. Modus pembeliannya dengan sistem tempel. “Yang bersangkutan mendapatkan barang tersebut dengan memesan melalui HP. Setelah berkomunikasi dan mentransfer sejumlah uang dengan A, yang bersangkutan diinfokan untuk mengambil barang ini di suatu tempat di pinggir kali yang dimasukkan dalam bungkus rokok. Jadi sistem-

nya terputus, yang bersangkutan tidak pernah ketemu dengan si A,” jelasnya. Kepada polisi, pelaku EB juga mengaku sudah melakukan transaksi pembelian barang terlarang itu dari seseorang berinisial A sebanyak empat kali. Barang tersebut selama ini dibeli untuk dikonsumsinya. “Dia selama ini pemakai,” ujarnya. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku juga melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika jenis sabu. (kmb40)


15

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Aniaya Korban hingga Tewas

Bapak dan Anak Divonis 1,5 Tahun Denpasar (Bali Post) -

Setelah dituntut tiga tahun penjara atas kasus penganiayaan hingga korbannya tewas, bapak dan anak yang duduk di kursi pesakitan, Senin (25/2) kemarin hanya dihukum satu tahun enam bulan (1,5 tahun) penjara. Mereka adalah I Made Rai Arta (bapak) dan putranya bernama I Kadek Yoga Adi Antara. Hukuman satu tahun enam bulan itu tentu membuat terdakwa bisa menarik napas agak lega. Apalagi sebelumnya mereka dituntut tiga tahun penjara oleh JPU Triarta dari Kejari Badung. Terkait vonis tersebut, JPU Nyoman Triarta Kurniawan menyatakan masih pikirpikir. Majelis hakim pimpinan Partha bhargawa menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal

351 ayat (3) jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Sebelumnya dalam surat dakwaan disebutkan, peristiwa itu terjadi 10 Oktober 2018 di Desa Munggu, Mengwi. Sore itu kedua terdakwa melihat korban I Wayan Winarta melintas di perempatan Munggu sedang mengangkut gabah. I Made Rai Arta kemudian menghampiri korban sembari meminta korban berhenti dan menanyakan urusan uang. Korban minta waktu karena sedang mengangkut gabah, sembari tetap menjalankan traktornya. Namun, terdakwa Rai Arta kembali mencegat

dan korban terus melaju. Kala itulah terdakwa marah dan menampar pipi korban sambil meminta korban diam. Beberapa detik kemudian, terdakwa kembali memukul dada korban. Atas aksi itu, anak terdakwa I Kade Yoga Adi Antara (terdakwa II) datang dan ikut menendang perut dan juga memukul pipi kanan korban. Korban pun tersungkur dan menggigil hingga kejang-kejang. Melihat korban terkapar dan kejang-kejang, terdakwa panik dan minta pertolongan. Tak lama datang ambulans dan petugas medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan beberapa saat kemudian dinyatakan meninggal. Hasil visum di RS Sanglah menerangkan, penyebab kematian korban akibat adanya pendarahan dalam rongga kepala yang diakibatkan kekerasan. (kmb37)

Petani Lokal

Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, Pergub 99/2018 salah satunya mewajibkan toko swalayan agar membeli dan menjual produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta peternakan paling sedikit 60 persen dari total volume produk yang dipasarkan. Pihaknya khawatir hal ini akan menimbulkan masalah ketika petani lokal tidak bisa menyediakan suplai minimal 60 persen tersebut. Pergub kemungkinan besar dilanggar dengan mendatangkan suplai dari luar Bali, namun diakui sebagai produk lokal. Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, Pergub 99 ber-

Selasa, 26 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan lan Serati Banten (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus and Friend 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:05 Wita Solusi Alternatif Soman 12:05 Wita Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan lan Serati Banten (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Dunia Kita 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16 :05 Wita Upakara Sesayut Penyejeg Urip 17 :00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Artha Buana Investama 21:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Geseng Waringin, Merajan Agung Puri Satria Klungkung (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel

tujuan mengatur tata niaga untuk komoditi pertanian, peternakan, perikanan, dan industri lokal Bali. Khusus untuk pertanian, komoditi yang dimaksud tidak hanya buah-buahan, juga tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Pergub juga mengatur soal kualitas dan kontinuitasnya. Kata Wisnuardhana, pihaknya bisa menjamin kontinuitas untuk produk-produk yang tersedia sepanjang tahun. Pihaknya sudah menetapkan pewilayahan komoditas, di mana kabupaten/kota memiliki produk-produk unggulan masing-masing. Seperti melon dan semangka di Jembrana, manggis di Tabanan,

mangga di Depeha (Buleleng) atau buah naga dari Buleleng. Selanjutnya, pemetaan akan menjadi tugas tim koordinasi yang di dalamnya memiliki pokja-pokja. ‘’Tentu salah satu tugas pokja ini adalah melaksanakan pemetaan. Produknya ada di mana, berapa jumlahnya, kapan ketersediaannya, termasuk tugas tim nanti adalah menyusun biaya produksi per satuan berat,’’ jelasnya. Menurut Wisnuardhana, penyusunan biaya produksi per satuan berat terkait dengan harga beli produk petani dalam pergub diatur harus 20 persen di atas biaya produksi. (kmb32)

LPD Perlu Dikelola Transparan

Denpasar (Bali Post) LPD dibentuk dengan misi sosial untuk memberikan bantuan kepada warganya untuk keberlangsungan upacara agama dan adat serta kegiatan sosial. Seiring perkembangan zaman, LPD menjelma ke arah lembaga keuangan mikro. Maka dari itu potensi LPD sangat bagus membantu perekonomian di daerah sepanjang dikelola dengan benar, akuntabel dan transparan. Demikian harapan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Causa Iman Karana, Selasa (25/2) kemarin. Ia melihat LPD ada yang sudah dikelola dengan baik, ada yang perlu diperbaiki lagi. Dengan potensi besar ini, ia berharap fungsi LPD

Gubernur Baru Sebelumnya (BP, 23/2), Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha mengatakan, Bali telah memasuki era baru dan sejak tahun lalu Bali juga memiliki gubernur baru. Karenanya, perlu ada langkah cepat untuk melakukan perbaikan dalam segala bidang untuk memperkokoh kekuatan Bali. Kata Satria, Wayan Koster sejak beberapa bulan ini sudah melakukan langkah yang sinergis. ‘’Pers khususnya Bali Post menilai apa yang telah dilakukan dan apa yang menjadi komitmen Pak Gubernur juga menjadi komitmen semua masyarakat Bali,’’ ujarnya. Bali Post juga ingin mendorong agar dilakukan langkah cepat dalam perbaikan dalam segala bidang untuk memperkokoh kekuatan Bali, khususnya dalam peran sertanya berbangsa dan bernegara. Bali Post melihat kekuatan Bali adalah budaya. ‘’Oleh karena itu kita menginginkan komitmen ini bisa dilakukan secara sinergis,’’ ujarnya. (kmb42)

agar kembali ke tujuan awalnya sesuai dengan SK Gubernur Bali, yaitu membantu kehidupan sosial ekonomi warganya. LPD diharapkan tidak melakukan kegiatan investasi yang berisiko tinggi. Misalnya kegiatan investasi spekulasi. Investasinya harus ditempatkan di tempat yang aman agar bisa melakukan tugas sosialnya dan ekonominya, supaya uangnya tidak nganggur. ‘’Tapi invetasi jangan juga terlalu ngaco, misalnya LPD ikut-ikutan di tempat lain, investasi yang bukan di bidangnya misalnya di properti,’’ bebernya. Pada prinsipnya LPD disarankan tidak membeli aset yang tidak produktif. Aset yang dimiliki LPD sebesar Rp 21 triliun saat ini harus dikelola dengan benar. Meski yang menjadi fungsi utama LPD adalah fungsi social, namun pengelolaannya tetap harus mengutamakan pengelolaan yang akuntabel, transparan dan prudent. ‘’Supaya uang aman harus dikelola dengan

baik, yang aman dulu baru likuid, yang ketiga profit. Tentu saja profitnya terakhir, karena kalau ngejar profit terlalu kencang nanti takutnya dia mengabaikan prinsip kehati-hatian dan akuntabel,’’ tandasnya. Namun, prinsip akuntabel tergantung dari pengurusnya. Kalau di bank ada pengawasnya seperti OJK. ‘’Kalau inginnya lebih prudent, ya… itu lebih bagus. Sekarang kita kembalikan kepada masyarakat Bali sendiri, mau enggak dikelola seperti itu, karena potensinya besar,’’ ujarnya. LPD harus bisa membantu kegiatan sosial masyarakat di lingkungannya, tetapi juga bisa memanfaatkan potensi ekonomi yang bisa dikerjakan, dengan prinsip kehati-hatian yang sangat tinggi. LPD bisa membantu mendorong tumbuhnya wirausaha di daerah tersebut. Misalnya potensi desa tersebut desa wisata, maka kembangkanlah potensi tersebut dengan membantu permodalan. Jika potensinya pertanian maka LPD juga ha-

rus ikut mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya. Kalaupun LPD akan melakukan pembinaan pada pelaku usaha di desa, yang menjadi pertanyaan adalah apakah LPD memiliki SDM untuk itu? Tugas-tugas BI yang berkaitan langsung dengan LPD adalah distribusi uang rupiah, seperti penukaran uang lusuh dan uang baru. BI pernah meneliti tentang LPD sekitar tahun 2014-2015. Hasilnya didapatkan masih lemahnya pengawasan. Maka dari itu, menurutnya, perlu lembaga pengawasan yang independen. ‘’Masalahnya, masyarakat mau enggak? Kalau masyarakat mau, buatkan lembaga yang independen dan kredibel,’’ ungkapnya. Kelemahan lainnya yaitu saluran investasi LPD. Menurutnya, LPD perlu kehati-hatian dalam menyalurkan investasinya, yang aman, karena sebagian dana untuk kegiatan budaya dan agama di masyarakat. (kmb42)

WARUNG GLOBAL

Pelaku Narkoba Perlu Diberi Hukuman yang Ekstrem SEBANYAK 23 pelaku narkoba ‘’dipamerkan’’ di Renon. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku, sehingga tak mengulangi lagi perbuatannya. Hal ini juga memberikan dampak kepada masyarakat agar tahu akibat jika terlibat narkoba. Apakah ini akan efektif? Demikian pertanyaan yang dilontarkan pendengar Radio Global 96,5 FM yang disiarkan langsung, Senin (25/2) kemarin. Berikut rangkumannya. Menurut Ketut Mursi di Denpasar, pelaku narkoba tidak akan kapok dipamerkan di depan publik. Mereka sudah tak punya rasa malu. Tidak akan jera. Sebaiknya dipenjara saja. Pemakai narkoba juga dipenjara, jangan direhabilitasi. Sugik di Mambal berharap hal ini bisa berdampak positif bagi para pelaku, mengubah perilaku mereka dan masyarakat juga menjauhi narkoba. Menurut Werdha di Gianyar, dengan hanya dipamerkan, membuat para pelaku narkoba ini jauh dari harapan untuk jera. Banyak pertanyaan yang mengganjal menurutnya selama ini. Betulkah narkoba ini merupakan kejahatan luar biasa? Betulkah ada terowongan di dalam lapas untuk menyelundupkan narkoba? Jika itu benar, percuma saja pelaku dipamerkan untuk membuat mereka kapok. Berlakukan

hukum pasar saja. Jika tak mampu hentikan narkoba dari sisi penjualnya, sebaiknya dari sisi pembelinya, diberi sanksi juga berupa penjara. Ayu di Petang menyampaikan, pelaku narkoba akan menganggap ‘’dipamerkan’’ itu hal biasa, tak akan membuat mereka jera. Beri hukuman yang ekstrem yakni hukum gantung. Budiada di Tabanan menambahkan, narkoba ini membasmi manusia, membunuh secara pelan-pelan. Kita harus sayangi generasi bangsa kita. Jika negara melindungi rakyatnya, maka harusnya menyelematkan yang belum kena. Yang sudah kena narkoba dibasmi saja. Intinya sanksi hukum harus tegas. ‘’Waspada Bali darurat narkoba.’’ Demikian komentar Raka Ayu di Facebook. Pendapat yang sama disampikan Ketut Suastika.

Menurutnya, sama halnya dengan pelaku narkoba, pelaku korupsi harusnya dipamerkan juga di masyarakat. Pelaku narkoba dipamerkan di Renon, apakah mereka sudah benar-benar terbukti sebagai pengedar atau hanya korban yang perlu direhabilitasi? Demikian pertanyaan Gus Dark di Denpasar. Jika residivis dan gembong narkoba dipamerkan di mana pun, dirasa kurang memberi efek jera, selama uang hasil narkoba lebih banyak daripada hasil kerja sebulan. Bagaimana kalau yang dipamerkan itu pelaku dari kalangan instansi pemerintah, seperti sipir dan anggota polisi yang terlibat narkoba. Sekalian juga anggota Dewan yang korupsi juga ikut dipamerkan agar rakyat tahu bahwa korupsi dan narkoba itu kejahatan yang luar biasa. (sikha p)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Paing, 26 Februari 2019

Kejuaraan Basket 3 x 3, Pemanasan Jelang Porprov Denpasar (Bali Post) – Kejuaraan bola basket 3 x 3 akan digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, 30–31 Maret mendatang. Ajang bertajuk Open Indonesia 3 x 3 Endorese FIBA Adiloka Basket Ball Competition ini akan diikuti tim–tim dari Bali dan luar daerah. Menurut Triadnjanaadi Lokatanaya, kini FIBA sudah langsung online untuk 3 x 3, sehingga tim–tim tahu kalau ada kejuaraan di suatu daerah, termasuk di Bali. ‘’Kejuaraan ini bagus karena bisa dijadikan ajang untuk terus menggairahkan, mendongkrak animo dan antusiasme pebasket di Bali terhadap basket 3 x 3,’’ ujar penggagas sekaligus penggelar kejuaraan ini, Senin (25/2) kemarin. Kejuaraan ini juga bisa dijadikan arena pemanasan bagi atlet basket di Bali sebelum berlaga pada Porprov 2019 di Tabanan dan tampil pada Pra-PON. ‘’Kami menyediakan event, silakan pemain atau pengurus basket di Bali menjadikan sebagai persiapan apa. Apalagi jika nantinya tim luar Bali ambil bagian, jadi persaingan akan ketat,’’ jelasnya. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Henry Setiawan menyebutkan, kejuaraan mempertandingkan kategori umum putra-putri, kelompok umur (KU) 18 tahun putra dan kategori tentatif untuk Sekolah Dasar (SD). Pihaknya menargetkan kategori umum diikuti 64 tim dan KU-18 putra melibatkan 48 tim. ‘’Kami optimis target itu akan terealisasi,’’ ungkapnya. (kmb)

Bali Post/ant

JELANG FINAL - Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri (empat dari kanan) memberi arahan kepada pemainnya dalam latihan menjelang laga final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, Senin (25/2) kemarin.

Piala AFF U-22 Bali Post/afp

JUARA – Pemain Manchester City merayakan keberhasilan merebut juara Piala Liga Inggris.

City Juara, Guardiola Khawatir

London – Pep Guardiola mengkhawatirkan kemenangan Manchester City atas Chelsea dengan skor 4-3 melalui drama adu penalti pada final Piala Liga Inggris di Wembley, Senin (25/2) dini hari kemarin. Itu karena bentrok yang berakhir 0-0 setelah perpanjangan waktu ini mengakibatkan Aymeric Laporte dan gelandang Fernandinho mengalami cedera. City yang hanya satu poin di belakang Liverpool dalam perburuan gelar Liga Primer juga mengejar juara Liga Champions dan Piala FA. Jadi, timnya harus memiliki kekuatan penuh untuk mengejar ketiga trofi itu. ‘’Satu-satunya masalah adalah kami akan kehilangan banyak pemain penting untuk beberapa minggu ke depan. Berada di empat kompetisi sangat berat, sangat sulit, kami tidak tahu ke mana kami akan tiba,’’ ujar Pep Guardiola. Di kubu Chelsea, manajer Maurizio Sarri menegaskan bahwa penolakan Kepa Arrizabalaga untuk diganti adalah kesalahpahaman. Pelatih asal Italia itu berusaha mengganti kiper termahal di dunia dengan Willy Caballero menjelang akhir 120 menit yang berakhir 0-0. Sarri yakin Kepa menderita keram namun kemudian diinformasikan sebaliknya oleh dokter klub. ‘’Itu adalah kesalahpahaman besar karena saya mengerti dia menderita kejang, jadi saya tidak ingin penjaga gawang mendapat hukuman dalam kondisi fisik itu. Aku menyadari situasinya setelah tiga atau empat menit ketika dokter datang ke bangku,’’ ungkap Sarri. Kepa bersikeras mengaku tidak bermaksud melawan pelatihnya setelah menolak untuk diganti.

Indra Bertekad Bawa Indonesia Juara Lagi

Phnom Penh (Bali Post) – Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Indra Sjafri, tak mau laga pamungkas Piala AFF U-22 melawan Thailand pada Selasa (26/2) malam ini hanya menjadi partai final keduanya di kejuaraan AFF kelompok umur. Pria berusia 56 tahun ini bertekad meraih gelar juara kedua kalinya di tingkat AFF setelah pada 2013 berjaya bersama Timnas U-19. ‘’Mudah-mudahan tak hanya final kedua. Semoga ini juara kedua saya di usia yang berbeda,’’ kata Indra selepas memimpin latihan di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Senin (25/2) kemarin. Sebelum duel Indonesia kontra Thailand di partai final, tuan rumah Kamboja terlebih dulu bertemu Vietnam dalam laga perebutan tempat ketiga pada sore harinya. Indra dalam beberapa kesempatan kerap menyebut telah merancang sebuah periodisasi penampilan bagi Timnas U-22

Gareth Bale Gareth Bale yang datang dari bangku cadangan, mencetak gol penalti kemenangan kontroversial 2-1 Real Madrid atas Levante pada lanjutan Liga Spanyol. Akan tetapi ia menolak melakukan perayaan atas golnya itu. Tidak ada kegembiraan di wajah Bale saat berbalik dan menepis upaya rekan setimnya untuk memberi selamat padanya. Tingkah Bale itu dibela oleh pelatih Santiago Solari. ‘’Para pemain dapat merayakan gol seperti yang mereka inginkan, selama kami menang. Dia tampak senang di ruang ganti karena mencetak gol. Saya suka bagaimana dia masuk ke dalam permainan. Kemarahan yang dia mainkan membantu dan memberi kami kemenangan. Ketika kami memiliki 10 orang, dia melakukan pekerjaan ganda di depan. Bagi saya, dia fantastis,’’ ujarnya. Bale masuk pada menit ke-74 menggantikan Karim Benzema yang mencetak gol pembuka Madrid di babak pertama juga dari titik penalti. (afp/kmb)

di Piala AFF U-22, dengan puncak permainan terbaik di partai final. Periodisasi penampilan itu beriringan dengan targettarget bertingkat yang dipatoknya untuk Garuda Muda, yakni lolos dari penyisihan grup, mencapai final dan kini menjadi juara. Indonesia memiliki keuntungan tersendiri dibandingkan Thailand menyongsong partai final, yakni durasi pemulihan kebugaran pemain yang lebih panjang karena memainkan partai semifinal lebih awal serta hanya tampil

90 menit ketimbang Pasukan Gajah Putih yang harus berjibaku selama 120 menit. ‘’Tentu itu hal positif untuk kita. Saya melihat permainan mereka selama 120 menit, mudah-mudahan besok kita bisa antisipasi,’’ ujarnya. Timnas Indonesia juga untuk kali kedua merumput di waktu petang menuju malam, ketimbang tiga pertandingan lain yang selalu berlangsung sore hari ketika terik matahari masih terasa di tengah lapangan. Kendati menyebutkan timnya tak masalah main sore

emas dan 1 perunggu, Dojo BC Pemedilan memperoleh 1 emas dan 1 perunggu serta Dojo Sari Kutaman kebagian 1 emas dan 5 perunggu. DCA mendapat emas lewat karateka Made Ichiro Dharma Yuda (kumite -55 kg), Palapa Maha Awatara (kumite -68 kg), Ni Nyoman Karina Yola (kumite -48 kg), Ni Made Rina Andriani (kumite -53 kg) dan I Ketut Ratih Wulandari (kumite +59 kg). Dua emas Dojo Tulip diperoleh I Kadek Febryan Sastra Permadi (kumite -61 kg) dan Niken Ayu Mawardiani (kumite -59 kg). Dua emas Dojo GSD di-

‘’Switch Play’’ Di bagian lain, Indra mengingatkan pemainnya untuk mewaspadai pola serangan switch play yang diperlihatkan Thailand dalam laga-laga sebelumnya. ‘’Saya melihat sendiri Thailand bermain seperti itu. Jadi, itu yang harus diantisipasi,’’ ujar gelandang Muhamad Rafi Syarahil. Switch play secara sederhana dapat diartikan sebagai pola serangan yang kerap memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lainnya dalam waktu cepat untuk membongkar dan membuka celah pertahanan lawan.

Rafi mengakui bahwa mulai derasnya dukungan kepada Timnas U-22 disikapinya bukan menjadi beban. ‘’Malah jadi motivasi, suporter kan mendukung kita. Jadi, semakin suporter mendukung membuat kita semakin semangat untuk meraih juara,’’ tambah pemain Barito Putera ini seraya memastikan dirinya berada dalam kondisi seratus persen. Sementara itu, kiper Awan Setho Raharjo tak mau menjadikan catatan clean sheet di laga kontra Kamboja dan Vietnam sebagai sesuatu yang harus dibesar-besarkan dan memilih fokus menyiapkan diri menghadapi partai final melawan Thailand. ‘’Kami sudah fokus buat pertandingan final saja,’’ tegas Awan. (ant)

Atlet Wushu Klungkung Siap Bersaing di Porprov Bali Semarapura (Bali Post) Menjelang pelaksanaan Porprov Bali XIV/2019 September nanti di Tabanan, seluruh cabang olahraga (cabor) sedang giat menempa kemampuan para atletnya. Salah satunya Pengcab Wushu Klungkung, belakangan kian tekun melatih para atletnya. Bahkan, sampai mendatangkan pelatih profesional dari luar. Ketua Pengcab Wushu Klungkung Edy Kurniawan mengatakan, pihaknya menargetkan bisa merebut dua sampai tiga keping mendali emas. Melihat SDM atletnya saat ini, dia optimis dapat mencapai target tersebut. Tinggal digembleng dengan latihan rutin lewat tangan dingin pelatih berpengalaman untuk semakin mematangkan kemampuan seluruh atlet, sebelum terjun di ajang bergengsi dua tahunan ini. ‘’Kami sekarang sedang giat melatih fisiknya, untuk menunjang keLATIHAN FISIK - Atlet wushu Klungkung saat mengikuti latihan fisik di GOR Swecapura belum lama ini.

Karateka DCA Berjaya di Piala Wali Kota

Denpasar (Bali Post) Karateka Dojo Campuhan Asri (DCA) Denpasar keluar sebagai juara umum dalam kejuaraan antardojo siswa SLTA se-Kota Denpasar memperebutkan Piala Wali Kota 2019 di Wantilan Pura Tambang pada Minggu (24/2). Tim DCA mengoleksi 5 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu. Dojo Tulip membayangi di tempat kedua menyabet 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Selanjutnya Dojo Graha Sewaka Dharma (GSD) mendapatkan 2 emas dan 2 perunggu, Dojo Pidada Cargo (Pirgo) kebagian 1

atau malam, Indra mengakui anak-anak asuhannya terlihat lebih nyaman ketika bermain di kala langit telah gelap.

persembahkan Kadek Bagas Pradipta Kusuma/Made Anugerah Jaya/I Komang Trisna Mahendra (kata beregu) dan I Komang Trisna Mahendra (kumite -76 kg). Dojo Pirgo meraih emas melalui A.A. Ngurah Panji (kumite +76 kg), emas Dojo Pemedilan direbut Made Bagaskara Dwi Putra (kata perorangan) dan Galuh Salsabila Yusviva (kata perorangan) menyumbang emas untuk Dojo Sari Kutaman. Sekum Pengkot FORKI Kota Denpasar Krisna Karang, Senin (25/2) kemarin, menyatakan kejuaraan Piala Wali Kota melibatkan 120

karateka dari delapan dojo. Event ini dipakai ajang simulasi untuk melihat perkembangan latihan selama empat bulan pertama. ‘’Kami menyasar siswa SMA bertujuan menjaring atlet pelapis kedua tim Porprov Denpasar,’’ ujarnya. Kejuaraan sehari ini dibuka Ketua Umum Pengkot FORKI Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana. (022) EMAS - Karateka peraih emas kata beregu putra dari Dojo Graha Sewaka Dharma (kanan) pada Piala Wali Kota 2019.

mampuan atlet,’’ kata Edy Kurniawan saat ditemui ketika memantau latihan fisik para atlet di GOR Swecapura Klungkung, belum lama ini. Para atlet, dikatakan, semakin bergairah untuk berlatih ketika Pengcab mendatangkan pelatih berpengalaman, Wandy Tandon. Dia adalah pemegang mendali emas nomor tangan kosong pada ajang PON XVI/2004 di Palembang dan mendali perak pada SEA Games 2005 di Singapura. Ditemui di lokasi yang sama, dia bertekad melatih para atlet Klungkung agar dapat bertanding maksimal mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada ajang tersebut. ‘’Pada dasarnya SDM di sini cukup bagus. Saya justru ingin tidak hanya berbicara di level provinsi, tetapi ke depan agar mereka juga siap bersaing di level nasional,’’ katanya. Disinggung mengenai isu ketegangan yang terjadi antara dirinya dengan Pengprov Wushu Bali atas pernyataannya soal bagi-bagi mendali emas di media massa belum lama ini, pelatih profesional asal Surabaya, Jawa Timur ini menegaskan tidak ada niat menyinggung atau mengkritisi

secara personal jajaran Pengurus Pengprov Wushu Bali, ataupun secara organisasi. Namun, sebagai pelatih, dia ingin menjaga nilai-nilai sportivitas dan fair play yang ada di Cabor Wushu dalam Porprov Bali di Tabanan nanti. ‘’Sebagai seorang pelatih dan juga orang yang peduli terhadap wushu, segala nilai sportivitas yang terkandung di dalamnya harus dijaga. Ini hanya ajakan saja kepada semua pihak, bukan bermaksud menuduh siapa pun atau organisasi mana pun,’’ tegas Wandy Tandon. Edy Kurniawan menambahkan, kehadiran pelatih Wandy Tandon dinilai cukup memberi pengaruh besar pada cara berlatih para atlet saat ini. Bahkan, orangtua para atlet juga memberikan dukungan penuh, agar anak-anaknya dapat berlatih dengan serius. Menurutnya, ini menjadi sentimen positif bagi para atlet maupun pengcab sendiri dalam menyongsong Porprov Bali di Tabanan pada 19 September 2019 nanti. Untuk diketahui, pada Porprov Bali XIII/2017 sebelumnya yang digelar di Gianyar, Cabor Wushu Klungkung mampu merebut satu mendali emas, dua perak dan satu perunggu. (kmb31)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook