Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Upacara Tawur Agung Panca Wali Krama dan Karya Ida Batara Turun Kabeh digelar di Pura Agung Besakih. Dudonan upacara telah dilaksanakan 22 Januari 2019. Adapun puncak Karya Tawur Agung Panca Wali Krama digelar 6 Maret 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:040-3966000. (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) NN SA
Rp Rp
100.000 100.000
Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp
200.000 200.000
Bali Post/ist
KOORDINASI - Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya saat berkoordinasi dengan Wakapolda Bali Brigjen Pol. Wayan Sunartha terkait Dharma Santi Nyepi Nasional.
Dharma Santi Nasional Dilaksanakan di Bali
Denpasar (Bali Post) Bali tahun ini akan menjadi tuan rumah Dharma Santi Nyepi Nasional. Rencananya, Presiden RI Joko Widodo diundang untuk hadir. Panitia Nasional menjadwalkan Dharma Santi Nyepi 2019 digelar April mendatang. Gubernur Bali Wayan Koster termasuk sejumlah tokoh seperti Ketua MUDP Bali dan Ketua PHDI Bali berharap acara ini bisa digelar di Ardha Candra, Art Center, Denpasar. ‘’Kebetulan tahun ini tahun demokrasi kita, namanya pemilu nanti April ini. Maka kita mencoba mendesain kegiatan Dharma Santi dengan tema sederhana ‘Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Menyukseskan Pemilu 2019’ mangda guyub, mangda rahayu, mangda raket teket masyarakat kita,’’ ujar Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (25/1) kemarin. Wisnu Bawa Tenaya mengajak semua pihak untuk ikut menyukseskan acara Dharma Santi Nyepi agar berjalan dengan lancar. Menurutnya, Gubernur memang sempat memberi arahan agar acara ini dilaksanakan di Art Center untuk menonjolkan sisi ajeg Bali. ‘’Tadi (kemarin - red) saya menghadap Kapolda yang diterima Wakapolda, dengan berbagai pertimbangan kita ingin mengundang kira-kira 5 ribu hingga 10 ribuan masyarakat Hindu termasuk para sulinggih, pandita, pinandita, sesepuh, tokoh adat dan tokoh masyarakat, hingga kaum milenial umat kita,’’ imbuhnya. Hal. 15 Bertemu Presiden
Dikeluhkan, Sampah di TPS Kereneng Sampah di TPS Kereneng dikeluhkan karena meluber ke jalan. Terlebih, lokasi TPS ini berada di dekat pasar dan sekolah. Dikhawatirkan tumpukan sampah yang terlalu lama akan berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar. Halaman 2
Mendagri Diperiksa Kasus Meikarta
Jakarta (Bali Post) – KPK memeriksa Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. ‘’Saya ke KPK untuk memberikan kesaksian terkait kasus Bupati Bekasi dan saya sebagai Mendagri siap hadir memberikan kesaksian yang saya ketahui,’’ kata Tjahjo saat tiba di gedung KPK Jakarta, Jumat (25/1) kemarin. Tjahjo menjadi saksi untuk tersangka Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin yang menjadi tersangka dalam perkara ini. Usai diperiksa, Mendagri kembali memberi keterangan kepada wartawan. Tjahjo Kumolo mengaku dikonfirmasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kesaksian Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY) pada persidangan kasus Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung. ‘’Saya sebagai Mendagri ditanya terkait kesaksian Ibu Neneng, intinya apa yang saya ketahui, apa yang saya dengar atau apa yang saya bicarakan dengan bupati, itu saja. Kemudian saya ditanya apakah pernah ketemu, tidak pernah ketemu,’’ kata Tjahjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat kemarin. Lebih lanjut, ia pun menceritakan pernah menelepon Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Soni Sumarsono soal masalah perizinan Meikarta tersebut. ‘’Saya telepon ke Dirjen saya, sedang ada rapat terus disampaikan bahwa di dalam ruangan Pak Dirjen ada bupati. Hasil rapat sudah selesai, intinya perizinan itu yang mengeluarkan
adalah bupati atas rekomendasi gubernur,’’ tuturnya. Selanjutnya, kata Tjahjo, ia pun meminta kepada Soni agar dirinya juga berbicara dengan Neneng Hassanah melalui telepon. ‘’Mana Bu Neneng, saya mau bicara, jadi kalau sudah beres semua segera bisa diproses, ‘baik pak, sesuai aturan’. Ya sudah itu saja,’’ ucap Tjahjo. Nama Tjahjo sebelumnya sempat disebut Neneng dalam persidangan untuk terdakwa Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dalam kasus yang sama. Dalam sidang 14 Januari 2019 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Neneng Hasanah mengaku bahwa Tjahjo Kumolo meminta tolong kepada dirinya untuk membantu pengurusan perizinan Meikarta. ‘’Tjahjo Kumolo bilang kepada saya, ‘Tolong perizinan Meikarta dibantu’,’’ ujar Neneng. Menurut Neneng, dirinya diminta datang ke Jakarta untuk bertemu Dirjen Otonomi Daerah Soemarsono. Hal itu berkaitan dengan hasil rapat pleno bersama mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Hal. 15 Perizinan Pembangunan
Bali Post/ant
DIPERIKSA - Mendagri Tjahjo Kumolo berjalan keluar Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (25/1) kemarin.
Dana Asing Mengalir Deras Tiga Pekan Masuk Rp 19,2 Triliun Jakarta (Bali Post) – Dana asing yang masuk ke pasar keuangan domestik dalam tiga pekan terakhir mencapai Rp 19,2 triliun, sehingga turut menambah suplai valuta asing dan memperkuat nilai tukar rupiah pada awal tahun ini. Jika melihat kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada 25 Januari 2019 sebesar 14.163 per dolar AS atau menguat dua persen dibanding awal tahun pada 2 Januari sebesar 14.465 per dolar AS. ‘’Modal asing
DBD Mulai Merebak Memasuki musim pancaroba dengan cuaca yang tidak menentu patut diwaspadai masyarakat. Cuaca yang tak menentu berpotensi timbul penyakit demam berdarah. Di Kabupaten Badung, sejumlah warga mulai terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Lima orang tengah menjalani perawatan di RSUD Mangusada Kabupaten Badung. Halaman 3 Jalan Paving di Penelokan Rusak Objek wisata Penelokan, Kintamani sudah tuntas ditata akhir tahun lalu. Namun, penataan objek wisata andalan Pemkab Bangli yang menyedot anggaran belasan miliar rupiah itu, tak dibarengi dengan perbaikan infrastruktur jalan yang berada tepat di depan objek wisata tersebut. Jalan berpaving di objek wisata Penelokan tersebut kini rusak dan berlubang hingga mengganggu kenyamanan pengendara saat melintas. Halaman 14
yang masuk ini juga menjadi faktor kenapa nilai tukar terus stabil, bahkan dalam beberapa hari terakhir ini terus menguat,’’ kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Jumat (25/1) kemarin. Derasnya dana asing yang masuk itu, ujar Perry, menggambarkan keyakinan pelaku pasar global terhadap perbaikan dan kebijakan yang diterapkan BI, Otoritas Jasa Keuangan dan pemerintah Indonesia. ‘’Ini kepercayaan diri terhadap prospek ekonomi Indonesia. Terbukti dari masuknya aliran modal asing di tengah kondisi global yang masih tidak menentu,’’ ujarnya. Sebelumnya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di 1617 Januari 2019, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar enam persen untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan
mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. BI menilai pertumbuhan ekonomi dunia saat ini masih melandai, namun ketidakpastian pasar keuangan sedikit mereda. Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore menguat sebesar 77 poin ke posisi 14.093 dibandingkan sebelumnya 14.170 per dolar AS. Analis pasar uang Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, Jumat kemarin, mengatakan nilai tukar rupiah menguat dengan memanfaatkan pelemahan dolar terhadap poundsterling dan juga sentimen penutupan pemerintahan (shutdown government) Amerika Serikat. ‘’Shutdown pemerintahan AS sampai hari ini sudah berjalan hari ke-34. Skeptis para pelaku pasar terhadap dolar jadi katalis positif untuk rupiah,’’ ujarnya. (ant)
LPD Jangan Ulangi Kesalahan KUD di Masa Lalu Oleh: I Wayan Ramantha BELAKANGAN ada wacana pro dan kebanyakan kontra, yang dilontarkan oleh berbagai kalangan masyarakat, terutama terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Desa Adat, khususnya yang memuat usulan agar nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) diubah dengan Labda Pacingkreman Desa. Alasan objektif Gubernur menyampaikan usulan tersebut adalah agar cakupan kegiatan usaha LPD bisa lebih luas, tidak hanya berkutat di simpanpinjam. Dengan nama Labda Pacingkreman Desa Adat, LPD diharapkan bisa melaksanakan tiga bidang usaha, yaitu pengelolaan padruwen desa adat, pengelolaan dana punia krama, dan kegiatan sosial ekonomi krama desa adat (BP, 23 Januari 2019). Apa yang diharapkan untuk dapat dilakukan oleh LPD itu, sebetulnya sudah dilakukan oleh koperasi sebelum tahun 1995. Sebelum berlakunya
Peraturan Pemerintah (PP) No. 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh koperasi, badan usaha koperasi di Indonesia, seperti Koperasi Unit Desa (KUD), telah melakukan berbagai macam usaha dalam satu wadah yang disebut koperasi serba usaha. Selain menjalankan unit simpan-pinjam, KUD juga membuka unit warung serba ada (waserda), mengageni pupuk, unit penyosohan beras (Rice Milling Unit) dan beberapa usaha lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Sebelum tahun 1995 banyak koperasi serba usaha menggunakan dana simpanan masyarakat di unit simpapinjam untuk membeli serta mengolah hasil petanian. Harapannya tentu petani untung dan koperasi juga dapat untung, atau samasama dapat labda (benefit). Bahkan di Bali, ada koperasi yang membentuk lagi koperasi jasa usaha bersama (KJUB), sampai merambah usaha perumahan (properti) segala.
Sayangnya, kebanyakan dari koperasi anggota KJUB tersebut menyetor modal dari dana masyarakat yang tersimpan di unit simpan-pinjam. Ujung-ujungnya, ketika masyarakat menarik tabungan/ depositonya, unit simpanpinjam mengalami kesulitan likuiditas, sehingga banyak dana masyarakat yang tidak bisa dicairkan. Kini setelah 24 tahun berusaha, kita patut bersyukur karena sebagian besar usaha simpan-pinjam koperasi di Bali telah kembali mendapat kepercayaan masyarakat, khususnya dari para anggotanya. Semua itu bisa dicapai, karena seluruh hal yang berkaitan dengan kesehatan usaha simpan-pinjam sebagaimana yang diatur oleh PP No.9/1995 dengan segala turunannya, ditaati oleh pemangku kepentingan. Dinas Koperasi dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah bersama instansi lain telah membina dan mengawasi koperasi secara baik. Pengurus koperasi
pun menyadari, bahwa usaha simpan-pinjam merupakan entitas tersendiri, yang tidak bisa dicampur aduk dengan usaha lain. Meski demikian, pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap usaha simpan-pinjam koperasi, belum bisa dianggap menggembirakan. Usaha simpan-pinjam koperasi yang duluan lahir di Bali dibandingkan dengan LPD, hingga September 2018 asetnya hanya Rp 12,9 triliun. Sedangkan LPD yang belakangan lahir, asetnya sudah mencapai Rp 22 triliun lebih. Perbandingan jumlah aset ini, juga mengandung arti bahwa bila pernah kehilangan kepercayaan, sebuah lembaga keuangan apa pun namanya, akan memerlukan waktu yang sangat panjang untuk mendulangnya kembali. Kata mutiara yang menyebut koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional saja, tidak cukup digunakan modal untuk mendulang kembali kepercayaan masyarakat. Hal. 15 Kesehatan LPD
’’…kita berharap LPD tidak pernah kehilangan kepercayaan dari masyarakat. LPD tidak akan meniru apa yang telah ditinggalkan oleh koperasi 24 tahun yang lalu. Pengalaman buruk KUD pun tidak akan terulang di LPD. Astungkara.’’
DENPASAR
2
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
FIGUR Perkuat Daya Saing DI era digitalisasi ini, sangat penting bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi dan digitalisasi dalam berbagai usahanya. Ini merupakan modal untuk bersaing dengan industri luar, baik antarprovinsi di Indonesia maupun bersaing dengan pelaku usaha di luar negeri. Maka dari itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Putu Astawa, pada tahun 2019 ini Industri Kecil Menengah (IKM) akan diperkuat daya saing industri dan marketingnya. “Di era digital ini sangat penting mendorong pelaku usaha khususnya IKM agar tidak ketinggalan teknologi. Yaitu mendorong akses pemasaran dengan online atau digitalisasi pemasaran,” katanya, Jumat (25/1) kemarin. Ia menambahkan, peningkatkan penggunaan teknologi juga mutlak dalam hal produksi. Untuk itu, pihaknya telah meminta kepada pemerintah pusat untuk memfasilitasi peralatan. Pelaku IKM akan diberikan peralatan dengan subsidi 30 persen dari pemerintah. “Supaya mereka tidak ketinggalan dari sisi teknologi. Kalau penggunaan teknologi meningkat, cost-nya bisa ditekan,” tegasnya. Pejabat yang juga Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini mengatakan, IKM yang memiliki produk orientasi ekspor juga dipermudah pengurusan dokumen ekspornya melalui online. Selain itu, pada tahun 2020 pihaknya juga akan mengembangkan toko-toko berjejaring, namun dimiliki oleh krama adat baik melalui BUMDes, koperasi maupun LPD. Tapi produk yang dijual adalah produk yang dihasilkan krama Bali. Masyarakat akan diedukasi untuk menggunakan produk lokal. Upaya atau target yang akan dilakukan tersebut sejalan dengan Pergub Nomor 99 Tahun 2018. “Kita terjemahkan kebijakan Gubernur Bali dengan menyediakan akses masyarakat untuk berjualan maupun memperoleh produk-produk yang dihasilkan di Bali,” tandasnya. (may)
Ngetis Tewas Gantung Diri Denpasar (Bali Post)Kasus gantung diri terjadi di wilayah Denpasar Timur (Dentim), tepatnya di tebing sungai Padanggalak di Jalan Sekar Sari Gang VI, Kamis (24/1). Korbannya Gede Ngetis alias Tole (35) asal Karangasem, tinggal di Jalan Gumitir Gang Nuansa Gumitir, Denpasar. Sebelum meninggal, Ngetis sempat pamitan dan bilang mau mancing. Ketut Pastini (54) yang tinggal di Jalan Sekar Sari Gang VI, Denpasar menerangkan, saat itu ia hendak ke sungai untuk mencuci pakaian. Awalnya ia melihat ada sepeda motor Yamaha Mio parkir, Pastini lalu menuju ke sungai dan melihat banyak lalat serta bau busuk di seputaran sungai. Setelah dicari sumber bau tersebut, Pastini dari kejauhan melihat mayat korban tergantung di bawah pohon. “Saksi (Pastini) langsung lari dan memberi tahu keponakannya yang bernama Nyoman Ardiawan,” kata sumber. Menurut Pastini, pada Minggu (20/1) pukul 13.00 Wita ia sempat bertemu dengan korban. Waktu itu korban ber-
tanya, apakah air sungainya besar atau kecil? Pastini langsung menjawab tidak tahu. Saat itu korban sempat bilang mancing. Ternyata korban gantung diri. Setelah diberi tahu kejadian itu, Ardiawan (19) selanjutnya memberi tahu Nyoman Sadri yang merupakan paman korban. Awalnya Sadri sempat tidak percaya dan langsung mengecek ke TKP. Ternyata memang benar yang gantung diri itu keponakannya. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Dentim. Pukul 15.30 Wita Tim Inafis Polresta Denpasar tiba dan langsung melakukan olah TKP. Korban dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon warna biru. Kepala korban terikat handuk kecil warna putih dan nihil tanda-tanda kekerasan. Usai olah TKP, mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulan BPBD Kota Denpasar. Kapolsek Dentim Kompol Nyoman Karang Adiputra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Saat ini pihaknya menyelidiki motif kasus tersebut. (kmb36)
Komplotan Pelajar Begal Pengendara Motor Denpasar (Bali Post) Tiga pelajar SMA berinisial Gusti NM (18), Kadek DP (18) dan Putu EDP (18), ditangkap Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan (Densel) terkait kasus begal pengendara sepeda motor, Senin (21/1) lalu. Ironisnya, tersangka Gusti NM ternyata pernah melakukan kasus yang sama di wilayah Kuta Utara dan masih wajib lapor di Polsek Kuta Utara. Selain merampas barang, komplotan begal ini mengeroyok korban, Ishakar Ronerto Dona (23) dan Adi Putra (26), di Jalan Griya Anyar, Densel. Informasi yang diperoleh di lapangan Jumat (25/1) kemarin, kronologis kejadiannya pada Senin (31/12) pukul 02.00 Wita. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Beat P 7246 RL di TKP, tepatnya di depan Jaya Internet, Suwung Kauh. Ternyata mereka diikuti dua sepeda motor. “Satu motor berboncengan, satu motor lagi dikendarai satu orang,” kata sumber. Karena takut, korban langsung berhenti. Tiba-tiba pelaku ikut berhenti dan langsung menendang Dona hingga jatuh. Salah satu pelaku komplin karena korban menggeber gas motor. Saking takutnya, Dona langsung kabur meninggalkan Adi sendiri. Melihat Adi sendirian, pelaku langsung mengeroyoknya. Setelah korban tidak berdaya, pelaku merampas tas korban berisi dompet, uang Rp 80 ribu, kartu ATM BCA, KTP, SIM dan surat penting lainnya. Akibat pengeroyokan tersebut, Adi
yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur ini mengalami bengkak di pipi kiri dan luka gores di leher kiri. “Setelah mendapat tas milik korban, pelaku langsung kabur. Sedangkan korban melaporkan kasus ini ke Polsek Densel,” ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Setelah menerima laporan kasus ini, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan diketahui pelaku sering mangkal di wilayah Renon. Polisi langsung melakukan pengintaian. Senin (21/1) lalu, ketiga pelaku berhasil dibekuk, masing-masing di wilayah Renon, Sesetan dan Jalan Letda Suji, Denpasar. Saat diinterogasi, tersangka NM mengaku tinggal di Jalan Letda Suji, DP kos di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Rantau dan EDP di Jalan Letda Made Putra, Denpasar. “Asal aslinya, pelaku mengaku dari Bangli dan Tabanan,” ujarnya. Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika membenarkan adanya pengungkapan kasus begal tersebut. “Alat bukti kuat mereka pelakunya. Kasus ini masih dikembangkan karena kemungkinan ada TKP lain,” tegas Wirajaya. Terkait status tersangka NM di Polsek Kuta Utara, mantan Kapolsek Kuta ini membenarkan pelaku pernah melakukan kasus yang sama di Kuta Utara dan saat ini masih wajib lapor. (kmb36)
(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5
Topik : Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di TPS Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
SAMPAH - Tumpukan sampah di TPS Kereneng yang menggunung akibat belum diangkat ke TPA, Jumat (25/1) kemarin.
Bali Post/kmb12
Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di TPS Kereneng Denpasar (Bali Post) -
Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kereneng kembali terjadi. Sampah hingga meluber ke jalan. Kondisi ini mendapat keluhan dari sejumlah warga yang melintas. Terlebih lokasi TPS ini berada di dekat pasar dan sekolah. Tumpukan sampah yang terlalu lama tidak diangkut itu dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar. “Kami berharap DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Denpasar segera mengangkut sampah ini ke TPA Suwung, sehingga tidak menumpuk seperti ini,” ujar Wayan Muliarta, salah seorang warga sekitar. Muliarta menambahkan, semestinya tumpukan sampah di TPS tidak sebanyak ini. Karena sekarang ini DLHK tidak lagi mengangkut sampah dari jalan-jalan. “Kalau petugas DLHK fokus di TPS-TPS, seharusnya tidak sampai menumpuk seperti
ini,” katanya. Hal senada juga diungkapkan salah satu petugas sampah swakelola Desa Dangin Puri Kaja, Made Rugig. Menurutnya, sejak beberapa hari terakhir ini sampah yang ada di TPS Kereneng selalu menumpuk. “Saya juga tidak tahu, kenapa bisa seperti ini. Ini sudah kewenangan DLHK untuk menanganinya. Seharusnya segera diangkut ke TPA,” katanya, Jumat (25/1) kemarin. Rugig mengatakan, dirinya selalu mengangkut sampah warga ke TPS ini. Karena sesuai
dengan tugasnya, sampah yang ada di rumah warga, diambil kemudian ditampung di TPS terdekat. Karena di wilayah desanya belum ada TPS, pihaknya membawa sampah ke TPS Kereneng. “Diperkirakan lima desa yang ada di sekitar ini semua membawa sampahnya ke sini,” ujarnya. Di sisi lain, salah seorang petugas swakelola sampah dari Kelurahan Dangin Puri mengatakan, tumpukan sampah ini akibat suplai dari beberapa desa di sekitar lokasi TPS. Bahkan desa
yang jaraknya jauh seperti Tonja juga ada yang menaruh sampahnya di TPS tersebut. Menyikapi kondisi ini, Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada mengatakan, tumpukan sampah tersebut akibat semakin banyaknya swakelola sampah yang membuang ke TPS. “Ini akibat dari kebijakan yang kita terapkan sejak 1 Januari 2019,” katanya. Dikatakan, salah satu solusi yang akan dilakukan yakni menambah jadwal angkutan dari TPS ke TPA. Selama ini, kata dia, dari TPS Kereneng dan TPS Yangbatu sudah dilakukan pengangkutan dua kali. Namun jumlah itu masih kurang. Karena sampah terus berdatangan dari swakelolaswakelola yang ada. “Kami akan rancang penambahan
jadwal angkutan dari TPS ke TPA,” ujar Wisada. Menurut Wisada, Perwali Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah di Kota Denpasar mewajibkan pengelolaan sampah di masyarakat dilaksanakan oleh kelompok swakelola yang dikoordinir oleh desa/ lurah. Sehingga penanganan sampah yang dimulai dari hulu ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan, pengelolaan dan pemanfaatan sampah. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446
Pawai Ogoh-ogoh Diminta Tanpa Simbol Politik Denpasar (Bali Post) Tidak sedikit yang khawatir menjelang tahun politik ini rawan gesekan, termasuk saat malam Pangerupukan dimeriahkan dengan pawai
ogoh-ogoh. Sebagai aparat keamanan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengaku mendukung pelaksanaan pawai ogoh-ogoh tersebut. Alasannya, memberi
Bali Post/ist
SIMAKRAMA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan ‘‘masimakrama’’ di Puri Jro Kuta, Denpasar.
ruang generasi muda Bali berkretivitas, menjaga budaya dan taksu Pulau Bali. Namun ia meminta dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh tidak menggunakan simbol-simbol politik. “Hal itu disampaikan Bapak Kapolresta saat masimakrama ke Puri Jro Kuta, Denpasar, Jumat kemarin. Selain panglingsir puri, tokoh masyarakat dan aparat desa banyak yang hadir,” tegas Paur Humas Polresta Denpasar Ipda Gusti Parwanita, Jumat (25/1) kemarin. Dalam pertemuan itu, kata Parwanita Kapolresta mengimbau supaya pengarak ogoh-ogoh jangan menggunakan pakaian atau simbol-simbol politik dan tidak mengonsumsi miras. “Bapak Wakapolresta Denpasar
(AKBP Artana) yang hadir saat itu menyampikan terkait lomba ogoh-ogoh disarankan dalam pelaksanaannya tidak menggunakan musik barat (house musice). Sebaiknya musik yang sesuai kegunaannya yaitu baleganjur. Terkait pakaian agar tidak menggunakan pakaian dengan simbol-simbol atau tulisan berbau politik, karena sangat rawan menjadi pemicu perselisihan,” tegasnya. Kapolresta juga menjelaskan pihaknya melakukan upaya menindak tegas pelaku tindak pidana, dan hasilnya di-ekspos di media. Tujuannya memberikan gambaran kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Sudah menjadi atensi Kapolda Bali dalam penegakan hukum terkait tindak pidana premanisme
dan narkoba. Panglingsir Puri Jro Kuta Gusti Ngurah Jaka Pratidnya didampingi A.A. Ngurah Manala mengatakan, belakangan ini berkembang permasalahan sosial di masyarakat, seperti masalah narkoba dan sebagainya. Apalagi dalam tahun politik menjelang pemilu, kadangkadang di dalam masyarakat ada riak-riak yang perlu mendapatkan perhatian atau ketegasan sehingga tidak berkembang. Sesuai kebijakan Presiden dan pimpinan Polri supaya menciptakan situasi yang kondusif menjelang Pemilu 2019. Sedangkan prioritas kebijakan Kapolda Bali sekarang, pihaknya sangat mendukung pemberantasan narkoba dan premanisme. (kmb36)
Aliansi Jurnalis Bali Tuntut Cabut Remisi Susrama
Denpasar (Bali Post) Massa dari Aliansi Jurnalis Bali, Jumat (25/1) kemarin melakukan orasi dan mendatangi Kantor Kemenkum ham Bali di Jalan Raya Puputan, Denpasar. Ratusan massa mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencabut remisi yang diberikan kepada Nyoman Susrama, otak kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali A.A. Prabangsa. Selain dihadiri oleh organisasi-organisisasi wartawan, acara tersebut juga dihadiri sejumlah advokat, pemerhati anak dan perempuan, LBH Bali, LMND Bali, Manikaya Kauci, termasuk istri almarhum A.A. Prabangsa, dan elemen masyarakat lainnya. Koordinator aksi Nandhang R. Astika mengatakan, aksi ini dilakukan atas sikap Presiden Jokowi memberikan remisi pada Susrama yang merupakan terpidana seumur hidup. Apa yang dilakukan Presiden dinilai sebuah bentuk langkah mundur kebebasan pers. “Hari ini adalah aksi kita, menuntut presiden mencabut remisi Susrama, tanpa ada embel-embel lain,” tegasnya. Aksi ini dilakukan serentak di Indonesia dengan seruan yang sama. Yakni mencabut remisi Susrama. Massa aksi yang dikawal puluhan polisi
itu tiba di Kantor Kemenkum ham Bali pukul 10.10 Wita. Massa disambut langsung oleh Kakanwil Kemenkum ham Bali Sutrisno. Massa aksi kemudian meminta penjelasan pihak Kemenkum ham dalam pemberian grasi yang disebut remisi oleh Menteri Hukum dan HAM-RI. “Posisi kami di sini sebagai pelaksana. Mohon pengertian kawan-kawan semuanya. Tidak dalam kapasitas memutuskan,” ujar Sutrisno di hadapan ratusan massa. Sutrisno menambahkan, pihaknya akan menyampaikan apa yang diharapkan Aliansi Jurnalis Bali ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Oleh karena itu, ia meminta peserta aksi memberikan petisi yang akan disampaikan. Perwakilan aksi kemudian memberikan petisi lengkap dengan tanda tangan bermaterai. Begitu juga Kakanwil Depkum ham Bali Sutrisno langsung menandatangani surat pernyataan bermaterai pula bahwa dia akan menyampaikan petisi tersebut secara langsung ke Menteri Hukum dan HAM-RI. Sementara dalam petisinya, Aliansi Jurnalis Bali mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan
remisi perubahan pidana penjara dari seumur hidup menjadi pidana penjara sementara kepada I Nyoman Susrama. Kedua, menuntut Presiden Joko Widodo mencabut keputusan presiden terkait pemberian remisi perubahan pidana seumur hidup menjadi pidana sementara yang tercantum dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018. Ketiga, menuntut Presiden Joko Widodo dan aparatur bawahannya agar lebih hati-hati dan cermat dalam membuat kebijakan yang melemahkan kebebasan dan kemerdekaan pers. Keempat, mendesak Kakanwil Depkum ham Bali mengungkap ke publik proses dan dasar pengajuan perubahan remisi, perubahan pidana seumur hidup menjadi sementara. Kelima, mendesak aparat penegak hukum mengungkap kasus pembunuhan maupun kekerasan jurnalis yang terjadi di Indonesia, serta mendorong pemerintah dalam menjamin kebebasan pers. Salah satu yang disikapi Kakanwil Sutrisno adalah soal proses remisi. Ia mengatakan, dilihat dari sejarah, Susrama sudah beberapa kali mengajukan permohonan mulai tahun 2014. Selama di dalam penjara, kata Sutrisno, yang bersangkutan berkelakuan baik. Selanjutnya yang bersang-
kutan tidak pernah melakukan pelanggaran di dalam lapas. Dikatakan, Susrama sudah lebih dari lima tahun menjalani penjara, sehingga punya hak mengajukan permohonan tersebut. “Haknya hanya mengajukan. Kanwil atau Lapas punya kewajiban untuk meneruskan ke pusat. Soal pusat memberikan atau tidak, itu bukan kapasitas kami,” tandas Sutrisno. Atas jawaban itu, massa Aliansi Jurnalis Bali masih penasaran akan pertimbanhan Kementerian Hukum dan HAM, sehingga mendesak Ka-
kanwil melakukan video conference dengan menteri sehingga jelas apa pertimbangan menteri. Namun hal itu belum bisa disanggupi Kakanwil Bali. Sementara dalam demo kemarin, yel-yel pencabutan remisi terus dikumandangkan di sepanjang Jalan Raya Puputan. Mereka juga membawa poster yang bertuliskan “Remisi Susrama Duka Jurnalis”, “Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis”, “Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis,” dan “Remisi Susrama Langkah Mundur Kebebasan Pers”. (kmb37)
Bali Post/wan
ORASI - Massa dari Aliansi Jurnalis Bali saat melakukan orasi dan mendatangi Kantor Kemenkum ham Bali, Jumat (25/1) kemarin.
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
BADUNG
3
ITDC Gandeng Seniman Lokal
Bali Post/edi
TARI BALI - Kelompok seni dari Nusa Dua membawakan tari Bali di kompleks peribadatan Puja Mandala, Nusa Dua, Kamis (24/1) lalu.
DBD Mulai Merebak
Mangupura (Bali Post) -
Memasuki musim pancaroba dengan cuaca yang tidak menentu patut diwaspadai masyarakat. Sebab, cuaca yang tak menentu mengakibatkan penyakit demam berdarah yang dibawa nyamuk aedes aegypti. Di Kabupaten Badung, sejumlah warga mulai terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Lima orang tengah menjalani perawatan di RSUD Mangusada Kabupaten Badung. I Wayan Sandia, warga Banjar Jumpayah Desa Mengwitani Kecamatan Mengwi, yang dijumpai Jumat (25/1) kemarin, tengah menjalani masa pemulihan setelah dirawat akibat kasus DBD. Kondisinya kini sudah stabil. ‘’Sudah baikan, tapi belum tahu kapan diperbolehkan pulang. Tunggu hasil keputusan dokter,’’ ujar Dwi Asih Utami, penunggu pasien. Menurutnya, lingkungan
sekitar tempat tinggalnya tergolong bersih, sehingga tidak menyangka Sandia terserang DBD. Karena itu, Jumantik telah melakukan pemeriksaan ke rumahnya setelah orangtuanya tersebut terjangkit DBD. Dirut RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta menyebutkan, Januari ini rumah sakit merawat cukup banyak pasien DBD. Setidaknya tercatat 46 pasien DBD yang dirawat. ‘’Ada 5 pasien yang
masih menjalani perawatan secara intensif. Sudah ada pasien yang pulang juga karena membaik,’’ ungkapnya. Gunarta yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan RSUD Mangusada dr. I Made Nurija, M.Kes. menjelaskan, kondisi pasien DBD secara umum telah membaik setelah beberapa hari menjalani perawatan. ‘’Pasien yang kami rawat di IGD tinggal menunggu kamar untuk menjalani perawatan,’’ im-
buhnya. Seperti diketahui, pada Januari, Februari hingga Maret merupakan periode merebaknya kasus DBD kendati sejauh ini tidak ada lonjakan berarti. Jumlah kasus bulan ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu hampir mirip. Tahun lalu sampai akhir Januari terdapat 46 kasus, sedangkan tahun ini hingga 25 Januari juga ada 46 kasus. ‘’Kalau kita lihat jumlah kasus sampai hari ini (kemarin - red) tidak ada lonjakan kasus. Kita tidak tahu lima hari ke depan apa ada tambahan atau tidak. Namun secara statistik belum ada lonjakan,’’ ucapnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan, untuk periode awal tahun ini biasanya penyakit DBD memang banyak muncul. ‘’Tapi sudah kita antisipasi, karena kita memang prediksi awal tahun banyak kasus DBD, sehingga sejauh ini masih bisa kita atasi,’’ tegasnya. Melihat kondisi itu, masyarakat diimbau untuk pencegahan dengan cara menjaga lingkungan tetap bersih. Sebab, jika hanya melakukan fogging, hanya membasmi nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya masih bisa berkembang biak. Bentuk antisipasi lainnya dengan menjaga pola makan yang sehat. (kmb27)
Pegawai Setwan Dites Urine Mangupura (Bali Post) Sekretariat DPRD (Setwan) Badung mengumpulkan puluhan pegawai kontrak di ruang rapat setempat, Jumat (25/1) pagi. Para pegawai kontrak diarahkan untuk mengikuti tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung. Sekwan Badung I Nyoman Predangga mengatakan, tes urine dilakukan untuk memastikan bahwa gedung dewan Badung bebas dari narkoba. Karena itu, selain pegawai kontrak, seluruh pejabat mulai dari Sekwan, Kabag, Kasubag dan ASN juga akan dites urine. Menurutnya, tes urine dilakukan secara berkesinambungan bekerja sama dengan BNNK Badung. ‘’Kita ajak BNN untuk memastikan bahwa gedung dewan bersih dari narkoba, sekalian kami sidak pegawai kontrak,’’ ungkapnya. Dari hasil tes urine, 99 pegawai kontrak dinyatakan tidak terindikasi mengonsumsi narkoba dan obatobatan terlarang. Tes urine juga akan menyasar para pejabat dan ASN yang bertugas di gedung dewan. ‘’Semua negatif. Kami juga minta pejabat dan ASN dites urine, jadi semua harus tes urine,’’ jelasnya. Dia menegaskan, pegawai kontrak yang terbukti menggunakan narkoba dan sejenisnya akan diberhentikan secara tidak hormat. Termasuk pejabat dan ASN yang ditemukan mengonsumsi obat terlarang maka pihaknya akan memberikan tindakan tegas.
‘’Kalau sampai ada yang menggunakan narkoba, tentu kami bina dulu. Kalau tidak bisa, ya... tindak tegas. Dan bagi pegawai kontrak, kita langsung pecat,’’ tegas mantan Kadisosnaker Badung ini. Bagaimana dengan anggota dewan? Predangga menyebut, untuk tes urine anggota dewan harus atas petunjuk pimpinan dewan. Pihaknya selaku pejabat tertinggi di Setwan Badung saat ini hanya fokus ke para pejabat dan pegawai saja. ‘’Kalau untuk tes urine anggota dewan, saya kan harus koordinasi dengan Pak Ketua (Ketua DPRD - red). Biar tidak terkesan intervensi, karena saya ini hanya membawahi Sekretariat Dewan,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Tes urine ini dalam rangka melaksanakan amanat UU No. 35 Tahun 2009 dan Inpres No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika dan Peraturan Kepada BNN Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tes Urine untuk Deteksi Dini. ‘’Pengambilan sampel urine secara serentak diawali oleh Sekretaris DPRD, dilanjutkan dengan pegawai di sekretariat yang berjumlah 99 orang,’’ sebutnya. (kmb27)
Bali Post/par
TES URINE - Puluhan pegawai Setwan Badung dites urine, Jumat (25/1) kemarin.
Jalan Tol Bali Mandara
Bali Post/may
Transaksi dengan Stiker Diujicobakan di Jalan Tol Mangupura (Bali Post) Di Jalan Tol Bali Mandara sedang diujicobakan sistem Single-Lane Free Flow (SLFF). SLFF adalah satu metode transaksi nontunai di jalan tol. Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), anak perusahaan Jasa Marga, mengajak beberapa perusahaan aplikasi yang tergabung dalam konsorsium elektronifikasi pembayaran SLFF untuk mengembangkan elektronifikasi pembayaran di jalan tol. Aplikasi tersebut kemudian diadopsi oleh JMTO untuk memudahkan pengguna jalan tol dalam bertransaksi. Pimpinan Konsorsium Elektronifikasi Pembayaran SLFF (FLO) Septerianto Sanaf mengatakan, SLFF ini bukanlah sesuatu yang baru. Negara-negara di Asia seperti Taiwan dan Malaysia sudah menerapkan sistem ini sejak beberapa tahun lalu. Dengan SLFF, pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat laju kendaraan atau berhenti sejenak untuk bayar tol. Nantinya akan ada alat yang menjadi media pembayaran elektronik yang dipasang pada tiap kendaraan. Alat tersebut akan memancarkan sinyal yang dibaca alat di gardu tol. Sehingga saat pengendara melewatinya, saldo akan otomatis terpotong. JMTO bersama FLO telah mengembangkan uang elektronik (e-money) berbasis server yang terhubung dengan stiker RFID (Radio Frequency Identification) yang
juga diberi nama FLO. ‘’Untuk menggunakan FLO, pengguna jalan tol perlu membeli stiker RFID, di mana saldo transaksi pembayaran jalan tol dapat dimonitor melalui aplikasi FLO. Sementara untuk melakukan pengisian saldo, pengguna dapat melakukan top-up saldo FLO melalui ATM bank, e-banking dan mitra yang ditunjuk sebagai jalur distribusi dan top-up,’’ jelasnya. Lebih lanjut dijelaskannya, payment processing FLO berlangsung secara online dan real-time sehingga secara langsung dapat memotong durasi transaksi yang terjadi di gerbang dan diharapkan dapat mengurangi jumlah antrean. Stiker RFID merupakan alat sensor yang dipasang pada bagian depan kendaraan yang teregistrasi dengan aplikasi FLO. ‘’Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di jalan tol dengan mengembangkan teknologi pembayaran electronic toll collection (ETC) di seluruh Indonesia,’’ ujarnya. FLO merupakan jawaban dari agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia yang saat ini penting untuk diimplementasikan. Elektronifikasi jalan tol di Indonesia tidak berhenti hanya pada SLFF. Ke depan pihaknya akan mengembangkan hingga Multi Lane Free Flow (MLFF) yang diharapkan dapat menjadikan proses transaksi lebih efisien dan lancar.
Salah satu mitra bank untuk FLO adalah BRI. Kepala Divisi Retail Payment BRI Arif Wicaksono mengaku siap turut serta mensukseskan implementasi SLFF di Indonesia. ‘’BRI berkomitmen untuk mendukung penuh penerapan SLFF di ruas tol di Indonesia. Selain memberikan kenyamanan lebih bagi konsumen pengguna jalan tol, dan waktu transaksi yang lebih cepat, bagi bank sistem ini juga lebih efisien. Dengan adanya aplikasi FLO, kami cukup mengintegrasikan source of fund yang kami miliki, baik itu rekening simpanan ataupun uang elektronik berbasis server. Yang penting memberikan keleluasaan top-up bagi pengguna. Biaya operasionalnya tentu lebih efisien daripada uang elektronik berbasis kartu. Semoga bisa segera diimplementasikan secara luas guna mendorong terciptanya budaya cashless di Indonesia,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Pungky P. Wibowo menyampaikan, penerapan SLFF dengan teknologi nirsentuh adalah upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol, terutama agar transaksi dapat tercatat dengan cepat dan akurat. Untuk itu diperlukan sinergi agar pengguna dapat memperoleh perangkat pembayaran dengan mudah serta beragam metode top-up yang mudah di akses oleh pengguna. (kmb42)
Mangupura (Bali Post) Kawasan wisata terpadu The Nusa Dua mulai menggandeng sanggar kesenian dalam rangka memberdayakan potensi lokal serta community base tourism. Sanggar kesenian yang diajak bekerja sama adalah Sanggar Asti Pradnyaswari. Kelompok seni asli Nusa Dua itu diajak mewujudkan pagelaran bertajuk “Bebalihan”. Menurut Direktur Konstruksi dan Operasional Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawan, sanggar ini bergerak di bidang seni pertunjukan kontemporer, nusantara, tradisi Bali, kreasi dan modern dengan mengutamakan kualitas dan profesionalisme. Atraksi baru ini, katanya, merupakan sebuah aktivitas seni pertunjukan berlatar belakang budaya asli Bali yang dikemas menarik yang berlokasi di Rumah Ibadah Puja Mandala, sebagai wujud
keharmonisan kerukunan umat beragama yang berlandaskan Tri Hita Karana. Wirawan menegaskan, pagelaran ini menampilkan tari asli Bali dengan alunan gamelan Bali yang diharapkan menjadi pesona baru kawasan Nusa Dua. ‘’Atraksi baru ini untuk menambah daya tarik agar wisatawan semakin banyak datang dan betah tinggal di Nusa Dua,’’ katanya belum lama ini. Bebalihan berasal dari kata balih-balihan yang artinya hiburan atau tontonan. Pertunjukan ini tidak termasuk sakral, tetapi tetap memiliki unsur dasar seni tari Bali yang luhur. The Enchantment of Bali yang digunakan sebagai tagline menggambarkan unsur keindahan dan pesona seni budaya Bali. Sejumlah tari Bali yang akan dipertunjukkan dalam program ini di antaranya tari Pendet, tari Barong, dan tari Legong. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) Dinas Perhubungan (Dishub) Badung mulai menyiapkan desain lampu penerangan jalan (LPJ) di sepanjang jalur menuju Pura Uluwatu, Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan. Menurut rencana, LPJ kawasan ini akan menerapkan smart system. Kabid Sarpras Dishub Badung Gede Made Swastika seizin Kadishub Badung Rai Yuda Dharma mengatakan, smart system untuk mempermudah monitoring terutama ketika ada kerusakan lampu atau terjadi pemadaman. ‘’Ini nantinya agar bisa dimonitor langsung melalui sistem. Untuk reaksi cepat agar bisa ditangani langsung,’’ katanya, Kamis (24/1). LPJ dengan smart system akan dipasang dari kawasan Unud hingga Uluwatu. Apabila anggaran yang disiapkan masih memungkinkan, maka pekerjaan dilanjutkan ke jalur menuju Pantai Pandawa. ‘’Untuk DED, saat ini masih proses. Nanti bulan Mei baru bisa diketahui berapa titik akan dipasang, sekaligus anggarannya,’’ jelasnya. Untuk tahun ini, penanganan LPJ di Kuta Selatan difokuskan pada jalur menuju objek wisata, seperti Uluwatu, Pantai Pandawa dan Kutuh. Pemasangan LPJ termasuk mencakup jalan lingkungan ditarget-
kan dilaksanakan tahun ini. ‘’Ini masih digodok untuk perencanaan lebih lanjut. Untuk tahun ini disiapkan anggaran sekitar Rp 25 miliar,’’ ujarnya. Dalam penerapan nanti, solar cell tidak lagi digunakan mengingat biaya perawatan yang cukup mahal. Untuk itu, semua LPJ akan menggunakan tenaga listrik. Sedangkan untuk lampu seluruhnya akan menggunakan LED. Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta mengharapkan program ini bisa segera direalisasikan. Pihaknya meminta prioritaskan kawasan objek wisata seperti Uluwatu dan Labuan Sait, mengingat pada jamjam tertentu terutama usai pementasan kecak di Uluwatu, wisatawan yang akan kembali ke tempat menginap. Ketika itulah jalan sudah gelap dan jika tanpa LPJ akan sangat membahayakan. Sumerta yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung ini mengatakan, kondisi jalan dengan LPJ yang rusak sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Perbaikan sejatinya sudah dilakukan, namun hanya bertahan sementara. ‘’Saya mendorong agar ini dimasukkan menjadi skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran saat ini,’’ tegasnya. (kmb23)
LPJ Kawasan Uluwatu akan Terapkan ”Smart System”
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
SHU Capai Rp 909 Juta dengan Aset Rp 9,2 Miliar
KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Duduki Peringkat Ke-2 sebagai Koperasi Konsumen Se-Kota Denpasar KOPERASI Pegawai Negeri (KPN) Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Denpasar menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Gedung LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra, Jumat (25/1) kemarin. Pada RAT kali ini disampaikan beberapa laporan pertanggungjawaban kepengurusan kepada anggota, di antaranya laporan keuangan seperti Sisa Hasil Usaha (SHU), Neraca, Ikhtisar Perubahan Kekayaan Bersih, Laporan Arus Kas, SHU Komparatif dan Neraca Komparatif untuk Tahun Buku 2018. Pada tahun 2018, besaran SHU KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Denpasar mengalami peningkatan sebesar 42,35% dari Rp 638.717.769 pada tahun 2017 menjadi Rp 909.244.800. Sementara aset yang dimiliki saat ini mencapai Rp 9.289.644.482, meningkat sebesar 4,98% dari Rp 8.848.820.002 pada tahun 2017 lalu. Ketua KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Denpasar Dr. I.B. Gede Udiyana, S.E., M.Si. Ak. mengatakan RAT kali ini sangat luar biasa. Sebab, kinerja keuangan koperasi yang dipimpinnya terus mengalami peningkatan SHU yang signifikan, yaitu meningkat 42,35%. Hal ini dikarenakan adanya sinergisitas yang kuat antara pengurus, pengawas, pembina dan anggota koperasi. Di samping juga dilakukan dengan berbagai strategi dan terus meningkatkan program kerja dengan menambah jumlah anggota. Di mana, dosen yayasan yang telah serdos akan direkrut menjadi anggota koperasi, sehingga KPN Pradnya Kerthi akan berubah menjadi Kopkar (Koperasi Karyawan) LLDikti Wilayah VIII Denpasar. ‘’Saat ini koperasi kami telah berhasil menduduki peringkat kedua se-Kota Denpasar dalam kategori koperasi konsumen,’’ tandas Udiayana, Jumat (25/1) kemarin. Bendahara KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Denpasar Dr. Putu Kepramareni, S.E., M.M. menambahkan, program lain yang akan dilaku-
kan yaitu menurunkan suku bunga kredit kepada anggota yang merupakan para dosen dari 1% menjadi 0,5%. Hal ini dilakukan agar para dosen bisa lebih meningkatkan kinerjanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan untuk membantu anggota agar bisa studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. ‘’Kami sangat mengharapkan koperasi yang kami miliki bisa bermanfaat buat mereka (para dosen - red), sehingga mereka bisa meningkatkan kinerja mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan ke depannya,’’ imbuh Kepramareni. Pengawas KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Drs. I Wayan Mendra, M.M. mengapresiasi kinerja kuangan yang telah berhasil dicapai tahun 2018. Pihaknya juga mengapresiasi program-program yang telah dan akan dicanangkan KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII ke depannya. Salah satunya menurunkan suku bunga kredit menjadi 0,5% dan mengangkat
dosen yayasan yang telah tersertifikasi menjadi anggota koperasi. Hal ini tentu akan meningkatkan kinerja dan pendapatan koperasi ke depannya. Dewan Pembina KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Denpasar Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. berharap KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi bagaimana bisa menyejahterakan anggotanya dengan memberikan keringanan kepada anggotanya. Terutama bagi anggota yang sudah tua, seperti memberikan bantuan perbaikan rumah dan biaya untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Pada RAT kali ini juga diundi berbagai door prize kepada anggota yang dihadiri oleh Kadis Koperasi UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., Dewan Pengawas KPN dan seluruh anggota KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII, serta undangan lainnya. (ad318)
RAT - Suasana RAT KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Denpasar yang dipimpin langsung Ketua Dr. I.B. Gede Udiyana, S.E., M.Si.Ak. (paling kiri) didampingi Bendahara Dr. Putu Kepramareni, S.E., M.M. (2 dari kiri), Sekretaris I Gusti Ayu Intan Saputra Rini, S.E., M.Si.Ak., CA. (kanan) dan Dewan Pembina serta Badan Pengawas KPN Pradnya Kerthi LLDikti Wilayah VIII Denpasar.
Lapas Kerobokan Tanam Ratusan Pohon Mahoni di Desa Ungasan
LEMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan melaksanakan pengabdian masyarakat penanamam pohon mahoni di areal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Jumat (25/1) kemarin. Kegiatan yang bekerja sama dengan Desa Ungasan ini juga mengajak warga binaan yang bertujuan untuk menghijaukan dan melestarikan lingkungan sekitarnya. Kasubag Tata Usaha Lapas Kelas II A Kerobokan Dewa Gede Astara mengatakan, lima ratus pohon mahoni ditanam dalam kegiatan ini di areal Desa Ungasan. Dipilihnya Desa Ungasan, karena desa berada
di Kecamatan Kuta Selatan ini merupakan daerah kering. Sehingga dengan penanaman pohon, daerah Ungasan diharapkan bisa menjadi hijau dan lestari. ‘’Kegiatan penanaman pohon serupa juga sudah pernah digelar sebelumnya. Seperti di Kabupaten Gianyar yaitu di Desa Babakan dan Desa Saba, serta di Pantai Mertasari, Sanur,’’ terangnya. Menariknya, dalam kegiatan penanaman pohon mahoni kali ini Lapas Kerobokan juga mengajak 15 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dikatakannya, ini sebagai bentuk program asimilasi dari Lapas
POHON - Lapas Kerobokan bersama dengan warga binaan melakukan penanaman pohon di kawasan Desa Ungasan, Jumat (25/1) kemarin.
Kerobokan. Sehingga ketika nanti mereka sudah keluar, warga binaan tidak kaget serta bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dewa Gede Astara menambahkan, tidak hanya berhenti sampai di sini, rencananya kegiatan serupa akan digelar di daerah wilayah lain di Bali. Hal ini, katanya, juga untuk mendukung Pemerintah Provinsi Bali dalam bidang lingkungan hidup. ‘’Menjadikan Bali lebih hijau, indah dan asri, untuk mendukung Pemerintah Provinsi Bali,’’ tambahnya. Sementara itu, Perbekel Desa Ungasan Made Kari menyampaikan terima kasih kepada Kepala Lapas Kerobokan karena telah melakukan pengabdian masyarakat penanaman pohon mahoni di Desa Ungasan. Hal ini juga dalam rangka mewujudukan desa yang hijau. Made Kari juga mengapresiasi lembaga pemasyarakatan yang mengajak warga binaan, dalam kegiatan penanaman pohon. Tentu ini sebagai bentuk semakin menumbuhkan kesadaran kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Penanaman pohon ini, selain dihadiri Camat Kuta Selatan I Made Widiana, juga melibatkan unsur Desa Ungasan, LPM, Hansip, Warga Binaan, pegawai Lapas Kerobokan, Bendesa Ungasan, serta masyarakat setempat. (ad994)
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Melesat Terbang Menjemput Masa Depan Bersama SMK Penerbangan Cakra Nusantara SUDAH tidak asing lagi di telinga nama SMK Penerbangan Cakra Nusantara di kancah penerbangan Indonesia. Sekolah vokasional pelopor dan pertama satu-satunya di Bali yang bergelut di bidang penerbangan yang telah terbukti mencetak generasi dirgantara yang siap kerja dan melanjutkan. Menurut Kepala Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Penerbangan Cakra Nusantara Putu Agus Mahendra, S.Pd. yang juga sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, alumni sekolahnya telah diterima di beberapa universitas penerbangan, baik negeri maupun swasta, yakni di STPI Curug Bogor, Universitas Nurtanio Bandung, STTKD Yogyakarta, Universitas Utara Malaysia, Universitas Udayana dan lainnya. Alumni atas nama Kohirunissa telah resmi menjadi pramugari maskapai Garuda Indonesia dan beberapa alumni bekerja di bandara. Masa depan itu dijemput, bukan ditunggu, jika ingin sukses, keluarlah dari zona nyaman, terbang tinggilah seperti rajawali, jangan hanya berkicau dalam sangkar seperti pleci. ‘’Demikianlah salah satu karakter sikap yang tertanam dalam taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara, pelopor pertama dan satu-satunya di Bali dan terakreditasi A,’’ sebut Agus. Masa remaja usia awal adalah masa yang penuh kerawanan dan melenakan, desain dan pola pengajaran yang sesuai dengan generasi revolusi industri 4.0 telah dan akan diaplikasikan di sekolah ini misalnya: e-learning, teleconfrence, virtual class, 3D iMax class, bilingual class, simulator, dan role play, di mana ini menunjang, mempermudah,
mempercepat pemahaman dari yang tidak bisa menjadi bisa, pendidikan bukan hanya mendidik hanya yang pintar untuk menjadi lebih pintar. Praktik langsung dengan pesawat dan alat praktik teknologi terkini, di lokasi dengan suasana kerja yang riil, akan menjadikan lulusan SMK Penerbangan Cakra Nusantara siap kerja dan lebih kompetitif, peserta didik tidak hanya mendapatkan teori dan praktik nyata, tetapi juga mendapatkan ilmu kehidupan, bagaimana bekerja dengan aman, ilmu hubungan industrial sesama rekan kerja, komunikasi antara atasan dan bawahan, strategi menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan di mana pun berada, kompetensi ini akan melekat pada karakter lulusan karena sudah terbiasa berada di dunia usaha dan dunia industri sejak kelas X. Ayo segera dapatkan fasilitas pendidikan dan praktik di bidang
penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan dengan teknologi ter-update serta beasiswa-beasiswa jutaan rupiah, sehingga terampil lebih cepat sukses lebih awal dengan 4 program keahlian yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan di antaranya Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi dan Tatakelola Perkantoran (Bandara). SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (Kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar (Kampus 3), dengan nomor pendaftaran 0361 4742600, dan juga dapat dilakukan via SMS ke nomor 081237098090 dengan Ketik: DAFTAR (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP. Pendaftaran online via website kami di www.smkpenerbangan.sch.id. (ad997)
Alumni AFS Denpasar Terbanyak Lulus CPNS Tenaga Teknis Kefarmasian
AKADEMI Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar terbukti menjadi lembaga pendidikan kefarmasian berkualitas. Tahun ini tercatat 52 alumninya lulus tes CPNS tenaga teknis kefarmasian. Ini artinya alumni AFS Denpasar terbanyak lulus tes CPNS, dan menjadi calon ASN. Hal itu terungkap dalam acara sharing dan temu alumni AFS Denpasar, Kamis (24/1) malam. Pudir I Dr. P. Santoso , S.Si., M.Biomed.Apt. mengungkapkan dari 52 yang lulus tes CPNS, terbanyak atau 15 orang diterima di Tabanan, 10 diterima di RS Bali Mandara, RSJ Bangli sebanyak 8 orang, RS dan puskesmas di Buleleng sebanyak 8 orang, tiga orang di Karangasem, BKKBN dan lainnya. Para alumni mengaku bersyukur kuliah di AFS Denpasar sehingga kini menjadi calon ASN. Mereka mengaku pas memilih kuliah di AFS karena berkualitas, terakreditasi B dan dosennya berkualitas. Para alumni berharap AFS segera memiliki Prodi S-1 Farmasi.
Direktur AFS Denpasar Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt. bangga karena bendera AFS berkibar hingga ke tingkat nasional. Dia berharap semua alumni AFS tetap membawa nama baik AFS Denpasar, baik dalam perilaku maupun akademik. Kebanggaan kedua, hanya alumni AFS yang diterima di tes CPNS tahun ini, berkat akreditasi B. Dia minta sebarkan kabar baik ini ke keluarga bahwa bisa menjadi calon ASN berkat kuliah di AFS yang terakreditasi B. Di bagian lain, Agus Sunadi Putra mengakui dunia industri (dudi) menilai lulusan AFS benar-benar berkualitas dan berkarakter. Karakter menyangkut disiplin diri dan bekerja serta bertanggung jawab. Bahkan ada juga alumninya lulus CPNS di Lampung. Untuk itu dia akan melanjutkan tracer alumni. Dia minta alumni yang lulus CPNS tetap menjalin komunikasi dengan lembaga dan ikatan alumni karena sangat penting untuk akreditasi. Makanya in-
TEMU ALUMNI - Direktur Akademi Farmasi Saraswati Denpasar Made Agus Sunadi Putra didampingi para pudir saat temu alumni yang lulus tes CPNS.
put alumni sangat penting demi kemajuan lembaga. Dia yakin masih ada alumni AFS yang lulus CPNS di daerah lain. Kaprodi Farmasi AFS Ketut Agus Adrianta, M.Biomed.Apt. ikut bangga karena kerja keras dosen dan mahasiswanya menghasilkan outcomes berkualitas. Ini semua berkat akreditasi B di AFS dan PBM bermutu guna menghasilkan lulusan bermutu. Sunadi Putra didampingi para pudir, I Putu Era Sandhi Kusumayuda, S.Farm., M.Phil. Apt., Ni Nyoman Wahyu Udayani,.Farm., M.Si.Apt., Biomed. Apt. dan Dr. P. Santoso ,S.Si., M.Biomed.Apt. mengakui saat ini AFS Denpasar sampai kehabisan stok lulusan. Banyak dudi yang datang ke kampus mencari naker lulusan AFS, namun tak ada yang melamar karena lulusannya habis diserap di dunia kerja. Ini disebabkan banyak dudi meminang mahasiswanya saat PKL. Makanya wajar alumni AFS Denpasar memenangkan persaingan di tes CPNS. Dia berharap jika masyarakat ingin anaknya tak menganggur setelah tamat, bisa memilih studi lanjut di AFS Denpasar. Tahun ini AFS mempertahankan rasio mahasiswa dan dosen 1 : 30, hanya menerima 150 mahasiswa tiap tahun. Hal ini dilakukan guna menjaga mutu PBM dan mutu lulusan. Pemerintah pusat juga mempercayakan AFS menyelenggarakan program rekognisi pembejalaran lampau (RPL) tenaga teknis kefarmasian. Tahun ini AFS menampung 150 tenaga teknis kefarmasian dari Bali dan NTB. Yang luar biasa, dalam uji kompetensi TTK 2018 se-Indonesia, dari 100 PT Farmasi di Indonesia, AFS mampu meraih 20 besar nilai tertinggi dan 20 besar nilai rata-rata nasional. (ad996)
Yayasan Bali Kasih Gelar Pelatihan Pembuatan Sarana Upakara di SMA Dwijendra Denpasar DALAM upaya membangkitkan minat generasi muda pelajar, khusunya pelajar putri untuk melestarikan budaya majejaitan, Yayasan Bali Kasih menggelar pelatihan pembuatan sarana upakara di SMA Dwijendra Denpasar, Jumat (25/1) kemarin. Pelatihan menyasar siswi kelas XI. Sebanyak 70 orang siswi antusias mengikuti pelatihan pembuatan sarana upakara, seperti Canang Sari, Daksina, Pejati, Tipat Kelan, dan Banten Soroh. Tidak hanya pelatihan cara membuat sarana upakara, siswi-siswi ini juga diberikan penjelasan tentang makna dan filosofi sarana upakara yang dibuatnya. Ketua Yayasan Bali Kasih Gede Suarta mengatakan di era globalisasi seperti saat ini budaya membuat sarana upakara (majejaitan) mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Tidak hanya generasi muda, kebanyakan masyarakat Bali saat upacara agama cenderung membeli sara-
na upacara. Padahal, membuat sarana upakara merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkembangkan dan dibangkitkan budaya membuat sarana upakara, sehingga eksistensi budaya majejaitan bisa tetap ajeg dan lestari ke depannya. ‘’Tujuan digelarnya pelatihan pembuatan sarana upakara ini adalah kita ingin melestarikan budaya (majejaitan - red), sebab saat ini anak-anak sudah mulai meninggalkan budaya membuat sarana upakara. Setiap upacara masyarakat kita cenderung membeli sarana upakara dan budaya majejaitan ini yang ingin kita benahi mulai dari anak-anak di sekolah, sehingga budaya membuat sarana upakara tidak hilang ke depannya,’’ tandas Gede Suarta saat memantau pelatihan pembuatan sarana upakara di Aula SMA Dwijendra Denpasar, Jumat (25/1) kemarin.
Melalui pelatihan ini, anakanak SMA Dwijendra Denpasar diharapkan mampu menga-
plikasikan dan menularkan ilmu cara membuat sarana upakara beserta makna dan
UPAKARA - Ketua Yayasan Bali Kasih Gede Suarta (tengah) bersama Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. (kanan) didampingi Wakasek Kesiswaan I Wayan Nik Suardi Saputra, S.Or. saat memantau pelatihan pembuatan sarana upakara yang diikuti 70 orang siswi SMA Dwijendra Denpasar, Jumat (25/1) kemarin.
filosofi sarana upakara tersebut ke masyarakat. ‘’Setelah keluar dari pelatihan ini, kami mengharapkan siswi ini mampu membuat sarana upakara dan menularkannya ke masyarakat, sehingga budaya membuat sarana upakara mulai bangkit di tengah-tengah masyarakat,’’ harapnya. Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. didampingi Wakasek Kesiswaan I Wayan Nik Suardi Saputra, S.Or. menyambut baik pelatihan kegiatan pembuatan sarana upakara yang diselenggarakan Yayasan Bali Kasih di SMA Dwijendra Denpasar. Sebab, kegiatan membuat sarana upacara merupakan salah satu program ekstrakurikuler yang dikembangkan di sekolahnya yang diberi nama kegiatan Dharma Sedana. Menurutnya, pelatihan membuat sarana upakara sangat bermanfaat bagi anak-anak ke depannya di masyarakat. Bagaiamanpun mer-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
eka nantinya akan terjun dalam masyarakat dan dituntut untuk bisa membuat sarana upakara. ‘’Kami di SMA Dwijendra telah melakukan itu. Pada saat upacara hari Saraswati, Siwaratri dan piodalan parahyangan di Yayasan Dwijendra selalu melibatkan anak-anak yang didampingi pembinanya membuat sarana upakara,’’ tandas Oka Antara. Pembina Kegiatan Dharma Sedana SMA Dwijendra Denpasar Ni Luh Putu Purnawati, S.Ag., M.Pd.H. mengatakan pelatihan membuat sarana upakara memiliki manfaat ekonomis bagi anak-anak ke depannya. Apalagi, tidak semua di antara mereka akan menjadi PNS, sehingga membuat sarana upakara bisa dijadikan peluang bisnis ke depannya. Terlebih, prospek bisnis sarana upakara saat ini sangat tinggi. Sebab, masyarakat Bali cenderung membeli sarana upakara saat upacara. (ad913)
INFO SEREMONIAL
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Ketua DPRD Badung Terima DPRD Provinsi DKI Jakarta GUNA bertukar informasi terkait hak dan kewajiban dewan, DPRD Provinsi DKI Jakarta berkunjung ke DPRD Badung, Jumat (25/1) kemarin. Kunjungan diterima langsung Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Sedangkan dari DPRD DKI Jakarta dipimpin Wakil Ketua Ferrial Sofyan didampingi sejumlah anggota. ‘’Bagaimana target pelayanan kepada masyarakat serta apaapa saja tugas pimpinan dan anggota kepada masyarakat,’’ ujarnya ditemui di ruangannya. Parwata mengatakan, pihaknya bersama DPRD Provinsi DKI Jakarta bertukar informasi terkait sosialisasi terhadap peraturan daerah (perda) kepada masyarakat. Menurut Parwata, ada beberapa program pemerintah yang harus diketahui oleh masyarakat dan dewan wajib untuk menyosialisasikannya. ‘’Supaya masyarakat tahu, agar sama-sama memahami aturan yang telah dibuat pemerintah,’’ jelasnya. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini mengatakan, sosialisasi perda tersebut akan dilakukan mulai Februari 2019 mendatang. Seluruh produk dari Dewan Badung akan disosialisasikan
langsung kepada masyarakat. ‘’DKI baru mulai melakukan bulan lalu. Kita akan mulai bulan depan,’’ katanya. Dalam perencanaan pembangunan daerah, Parwata mengungkapkan, perlu dilakukan penyerapan aspirasi masyarakat melalui reses. Maka, pihaknya akan mengusulkan untuk bisa memperluas penyerapan aspirasi masyarakat. Sehingga dalam perencanaan pembangunan daerah itu berasal dari as-
pirasi masyarakat. ‘’Dari 12 titik sekarang diusulkan diperluas yakni 16 titik setiap dewan. Jika jangkauannya lebih banyak, maka aspirasi yang didapat juga lebih banyak,’’ ungkapnya. Kemudian, lanjut politisi asal Dalung ini, dalam membentuk pokok-pokok pikiran dewan akan diambil dari aspirasi masyarakat. ‘’Ini yang akan kita lanjutkan dalam perencanaan pembangunan daerah,’’ imbuhnya. (ad995)
CENDERAMATA - Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima cenderamata dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan didampingi sejumlah anggota, Jumat (25/1) kemarin.
Nutrifood Indonesia Gelar #LokalateRace Ngopi Lebih Berwarna BERSAMAAN dengan Annual Meeting 2019, Divisi Customer Development PT Nutrifood Indonesia mengadakan acara marketing challenge dengan tajuk #LokalateRace ‘’Ngopi Lebih Berwarna’’. Acara ini merupakan wujud nyata hasil kreativitas dan inovasi dari cara yang unik untuk memasarkan sebuah produk baru, yaitu Lokalate Kopi Durian. Bertempat di sekitaran pusat kota Bali, lebih dari 70 orang para marketers Divisi Customer Development PT Nutrifood Indonesia beradu kreativitas dan kolaborasi untuk menyelesaikan tugas-tugas unik dalam rangka memperke-
nalkan produk terbaru Lokalate Kopi Durian ‘’Ngopi Lebih Berwarna’’. Gelaran #LokalateRace perdana diadakan di tahun 2019 sebagai ajang kolaborasi bersama para marketers untuk lebih memahami dan menjiwai keunggulan produk unik yang satu ini. Kebiasaan ngopi sudah menjadi trademark lengkap untuk berbagai kalangan terutama di perkotaan. Oleh karenanya dengan sensasi Kopi Durian, brand Lokalate siap menjadi pilihan utama konsumen penikmat kopi sebagai alternatif gaya baru dalam seduhan ngopi. Keseruan dan kehebohan
terjadi di titik-titik keramaian dari Pasar Tradisional Kuta 2, Pendopo Banjar Pering Kuta, Pantai Kuta, Monumen Taman Mumbul Jimbaran serta tidak luput masuk ke hang out space Gloria Jeans Café. Para peserta #LokalateRace saling berlomba-lomba untuk memperkenalkan rasa baru Lokalate Kopi Durian, menyapa warga sekitar dengan membuat video testimoni dan juga tidak ketinggalan yel-yel kelompok sebagai hiburan bagi konsumen yang menonton serta ikut mencicipi nikmatnya Lokalate Kopi Durian. Tidak hanya warga atau konsumen yang ikut mencicipi dan takjub dengan keseruan acara #LokalateRace ini, tetapi para pedagang dan rombong di sekitaran Pasar Kuta pun akhirnya tertarik untuk menjajakan Lokalate Kopi Durian sebagai produk pelengkap pajangan jual di toko mereka. Lokalate Kopi Durian merupakan perpaduan ‘’mantapnya kopi’’ dan ‘’nikmatnya durian’’, mengandung ekstrak durian dengan jenis kopi robusta. Ke depan, acara ini akan diadakan di kota-kota lainnya sebagai pengembangan dan kampanye ngopi unik Lokalate Kopi Durian ‘’Ngopi Lebih Berwarna’’. (bns1)
Sejahterakan Petani
Arak Bali agar Bisa Masuk Hotel dan Restoran
Denpasar (Bali Post) Bali memiliki kekayaan tidak hanya budaya tetapi juga makanan dan minuman, termasuk minuman beralkohol. Jika di Jepang, maskot minuman beralkoholnya adalah sake, Korea adalah soju, di negara Barat adalah wine. Sementara di Bali yang merupakan destinasi dunia, memiliki arak Bali namun belum dikembangkan dengan baik. Padahal jika dikelola dengan baik, potensi kearifan lokal Bali ini bisa menjadi nilai tambah bagi pariwisata Bali, khususnya kearifan lokal Bali akan semakin terangkat. Founder dan Inisiator Balabec (Bali Local Alcoholic Beverage Control) Ketut Darmayasa bersama temannya, Putu Eka Agusyasha, Nyoman Gede Suasta, Nyoman Gede Dewa Rucika ingin mengangkat potensi arak Bali ini ke kancah mancanegara. ‘’Kami ingin arak Bali ini menjadi spirit ketujuh. Di dunia sekarang ada 6 spirit yaitu, wisky, vodka, rum, gin, brandy, dan tequila. Kenapa Bali yang merupakan destinasi dunia tidak memiliki maskot minuman?’’ selorohnya. Ada 6 juta wisatawan yang datang ke Bali per tahunnya. Selain itu ada 24.000 wisatawan yang datang ke Bali per harinya. Jika mereka membawa oleh–oleh arak satu botol ke negaranya, maka potensi arak Bali bisa terjual sebanyak 24.000 botol. Jika hotel di Bali yang jumlah kamarnya mencapai 130.000 kamar, menggunakan arak sebagai
bahan dasar membuat cocktail, maka permintaan arak semakin meningkat. Belum lagi kebutuhan arak untuk upacara agama serta arak untuk jamuan adat di Bali. Juga untuk dijual ke toko retail atau toko modern dan toko konvensional. Jika didata kebutuhan arak di Bali, maka sangat besar potensi arak Bali untuk berkembang. Dengan melihat peluang pasar itu, maka ia yakin arak Bali akan semakin berjaya di daerahnya sendiri. Arak Bali bisa masuk hotel dan restoran dengan bekerja sama dengan PHRI. Hotel dan restoran di Bali agar diwajibkan menggunakan produk beralkohol lokal yaitu arak yang memiliki standar kualitas yang baik. Toh juga dari segi rasa dikatakan tidak kalah dengan minuman beralkohol dari luar negeri. Dengan demikian petani arak tradisional ini akan sejahtera. Dengan adanya Pergub 99 Tahun 2018 ia berharap arak menjadi kearifan lokal yang masuk dalam pergub itu. Yang diperlukan ke depan dalam pengembangan arak ini adalah adanya lembaga atau laboratorium untuk menguji kualitas dan kelayakan arak yang dihasilkan petani arak di Bali. Jika memenuhi kualitas, bisa dilabeli dan dipasarkan ke hotel dan restoran di Bali. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali
I Putu Astawa mengatakan, minuman beralkohol asal Bali yang sudah eksis dan masuk ke hotel-hotel adalah Hatten wine, brem dan sudah berizin. Gubernur Bali juga akan mengembangkan minuman beralkohol arak untuk mengangkat produk lokal. Namun pengembangannya terganjal dengan adanya Perpres No.39 Tahun 2018 yang menyebutkan industri minuman beralkohol masuk kategori DNI (daftar negatif investasi). ‘’Jadi secara regulasi dibekukan untuk izin–izin baru memproduksi barang–barang yang mengandung alkohol seperti arak, kecuali yang sudah eksis, teruskan atau ada yang mau merelokasi dari provinsi lain ke Provinsi Bali, bisa,’’ jelasnya. Rencana pengembangan miras, Gubernur menginginkan perlindungan terhadap produsen arak tradisional seperti yang banyak dihasilkan di daerah Sidemen, Karangasem. Itu merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat di sana. Karena masyarakat Bali memiliki panca yadnya termasuk bhuta yadnya, menggunakan arak sebagai tetabuhan. Ke depan, Astawa mendorong arak bisa dilegalkan. Ia berharap agar Bali dikecualikan oleh perpres tersebut, karena arak ini masuk konteks budaya. Ke depannya, arak agar dibuatkan budaya seperti budaya minum teh di Jepang. Ini dilakukan dalam rangka perlindungan budaya. (kmb42)
5
Perkuat Jaringan Institusi
Unhi Denpasar Jalin MoU dengan Universitas Nusa Putra dan STP Bali
SEBAGAI upaya memperkuat jaringan institusi untuk mengembangkan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali menambah relasi melalui kerja sama dengan dua perguruan tinggi dalam negeri. Kedua perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Nusa Putra (UNP) Sukabumi dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan masing-masing lembaga di Gedung Rektorat Kampus Unhi Denpasar, Jumat (25/1) kemarin. Rektor Unhi Denpasar yang diwakili Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. mengatakan bentuk kerja sama yang dilakukan yaitu dalam hal pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, serta pertukaran mahasiswa. Dikatakan, kedua perguruan tinggi tersebut memiliki program keunggulan masingmasing, sehingga perlu dikolaborasikan dengan program keunggulan yang dimiliki Unhi Denpasar. Seperti halnya STP Bali yang mengembangkan program kepariwisataan yang berbasis budaya dan tradisi. Sehingga Unhi Denpasar yang berbasis agama dan kebudayaan mempunyai peluang untuk masuk ke STP Bali dalam hal memperkuat budaya yang ada di STP Bali. Sembari belajar tentang pariwisata yang dikembangkan di STP
Bali. Dengan harapan antara pariwisata dan budaya saling menguatkan untuk kepentingan bersama. ‘’Banyak hal yang bisa dikerjasamakan. Unhi punya program unggulan Ayur Weda, Griya Sehat, di dalamnya berkolaborasi dengan STP melalui ilmu gizi, sehingga pelatihan mahasiswa STP ke Unhi atau sebaliknya bisa kita kerja samakan untuk kepentingan bersama-sama,’’ tandas Dr. Wayan Muka. Begitu juga kerja sama dengan UNP Sukabumi. Dikatakan, UNP Sukabumi memiliki program unggulan di bidang teknik informatika yang harus dimanfaatkan untuk melatih para mahasiswa Fakultas Teknik Unhi Denpasar untuk belajar lebih mendalam tentang teknik informatika. Apalagi, saat ini Unhi Denpasar telah mengusulkan untuk membuka Prodi Teknik Informatika. Begitu juga sebaliknya, tiga orang mahasiswa UNP telah belajar selama satu semester di FT Unhi Denpasar. Bahkan, dalam waktu dekat kerja sama dengan UNP akan direalisasikan dengan kegiatan seminar nasional dan intenasional di Bali. Ketua STP Bali Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. menjelaskan, Unhi sebagai perguruan tinggi yang eksis dengan pengembangan budaya Bali sangat strategis menjalin kerja sama dalam bidang perhotelan, secara umum pada sektor pariwisata, sehingga antara pariwisata dan budaya saling menguat-
kan. Apalagi, Bali mempunyai makanan khas yang kaya akan filosofi. Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk mengetahui sisi lain makanan Bali, termasuk pelayanan tata hidang khas Bali. ‘’Kebetulan kami lebih fokus pada bidang perhotelan yang di dalamnya terdapat studi kuliner. Apalagi kami sedang kembangkan program tata hidangan. Kami harap Unhi bisa berkontribusi. Kami akan angkat makanan khas Bali dan Unhi angkat filosofi makanan tersebut,’’ tandas Byomantara. Sementara itu, Rektor UNP Dr. Kurniawan, S.T., M.Si.,
M.M. berharap kerja sama dengan Unhi dapat dimaksimalkan pertukaran delegasi, baik pertukaran mahasiswa maupun dosen. Sebab, pihaknya merencanakan untuk menggelar seminar skala nasional pada bulan Agustus di Bali. Bahkan, pihaknya berharap tidak hanya kerja sama, tetapi antara Unhi dan UNP bisa menyatu dalam gerakan untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di pengujung pertemuan tersebut, pihak Unhi Denpasar menyerahkan kembali tiga orang mahasiswa UNP yang diterima langsung oleh Rektor UNP. (ad998)
MOU - Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. (3 dari kiri) berfoto bersama Ketua STP Bali Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. (tengah) dan Rektor UNP Dr. Kurniawan, S.T., M.Si., M.M. (3 dari kanan) seusai penandatanganan MoU, Jumat (25/1) kemarin.
Musda dan Pelantikan Pengurus DPD Himperra Bali Dukung Program Sejuta Rumah Khususnya MBR
DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Bali menggelar musda pertama sekaligus pelantikan pengurus, Jumat (25/1) kemarin di Hotel Bali Beach, Sanur. Kehadiran DPD Himperra Bali ini ikut berkontribusi dalam hal pengadaan sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), baik yang ada di Bali maupun di luar Bali. Pada musda ini, turut hadir Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR,Yusuf Hariagung, Ketua Umum DPP Himperra Ir. Endang Kawidjaya, M.H., Asisten II Bidang Perekonomian Setda Provinsi Bali mewakili Gubernur Bali, Ketua Kadin Bali, Branch Manager BTN Cabang Denpasar. Selain melakukan musda dan pelantikan pengurus DPD Himpera Bali, juga dilakukan penyerahan tiga unit rumah bagi masyarakat yang kurang mampu. Tiga unit rumah ini nantinya untuk di dua kabupaten yaitu dua unit di Buleleng dan satu unit di Jembrana. Menurut Ketua DPD Himperra Bali Wayan Jayantara, S.E. didampingi Ketua Panitia Musda Made Artawa, saat ini DPD Himperra Bali beranggotakan sebanyak 80 usaha properti tersebar di
delapan kabupaten di Bali. Sebagai pengurus Himperra Bali, pihaknya berharap anggota Himperra yang baru berjumlah 80 ini bisa terus bertambah. Bahkan bisa menjadi pengusaha properti yang profesional, tidak mengecewakan masyarakat, tidak mengecewakan organisasi maupun pemerintah. Untuk tahun 2019 ini, pihaknya menargetkan bisa memberikan kontribusi perumahan khususnya di bidang MBR sebanyak 3.000 unit. Hal ini, kata Jayantara, berkaca
dari realisasi tahun 2018. Dari target yang dicanangkan tahun itu sebanyak 1.400, ternyata melampaui hingga mencapai 2.243 unit. ‘’Ini suatu kinerja yang luar biasa, yang mana Himperra Bali masih embrio, masih baru,’’ katanya. Menurutnya, sebanyak 80 persen anggota Himperra adalah dari kalangan milenial. Mereka ini, menurutnya, anak muda yang memiliki sikap agresif, sportif dan sebagai pengembang yang profesional. Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian
PELANTIKAN - Suasana pelantikan pengurus DPD Himperra Bali, Jumat (25/1) kemarin di Hotel Bali Beach, Sanur.
PUPR Yusuf Hariagung berharap kepada pemerintah daerah agar mendorong kemudahan perizinan untuk rumah MBR. Karena, untuk rumah MBR sudah ada Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Rumah bagi MBR. ‘’Tentunya pemda harus menyesuaikan peraturannya. Khususnya peizinan agar lebih cepat dan lebih sederhana,’’ harapnya. Dengan hadirnya Himperra Bali, ini menunjukkan adanya kondusivitas wilayah. Sehingga dengan ini, pemenuhan kebutuhan akan perumahan bisa berkembang lebih cepat. Terutama dalam memenuhi perumahan khususnya rumah bersubsidi atau MBR. Ketua Panitia Musda Made Artawa menyampaikan dengan visi-misi membangun perumahan nusantara, pihaknya berharap anggota Himperra Bali bisa membangun perumahan di seluruh nusantara. Tidak hanya menjadi jago kandang, tetapi juga bisa membantu masyarakat yang ada di luar Bali untuk memiliki hunian yang layak. ‘’Melalui musda ini, kami berharap sebagai organisasi baru, bisa lebih dikenal oleh masyarakat. Karena memiliki peran penting dalam membangun perumahan, khususnya perumahan untuk MBR,’’ pungkasnya. (ad1004)
Kolaborasi dengan Stikom Bali
SMK Pandawa Bali Global Gelar Gebyar Pendidikan Vokasi 2019 SMK Pandawa, Abiansemal, Sabtu (26/1) ini menggelar pameran pendidikan bertajuk ‘’Gebyar Pendidikan Vokasi 2019’’ di sekolah tersebut, Jalan Janger, Abiansemal, Badung. Momentum ini dirangkaikan dengan peresmian SMK Pandawa bergabung ke dalam Stikom Bali Group. Untuk selanjutnya nama sekolah ini berubah menjadi SMK Pandawa Bali Global. Hal itu dikatakan Kepala SMK Pandawa Bali Global Ir. I Nengah Usdek Maharipa, M.M. di Abiansemal, Jumat (25/1) kemarin. Melalui pameran ini, masyarakat dan para siswa dapat mengetahui kegiatan program magang ke Jepang dan program kuliah sambil kerja di Taiwan yang dilaksanakan oleh Stikom Bali dan LPK Darma, serta hasil karya para para siswa dan mahasiswa di lingkungan Stikom Bali Group. Usdek Maharipa yang juga mantan anggota DPRD Bali ini menerangkan, dengan nama baru SMK Pandawa Bali Global pihaknya berharap ke depan lembaga pendidikan yang didirikan
oleh Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR) pada tahun 1971 ini akan kembali berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya. ‘’Saat ini kami memiliki tiga program keahlian, yakni Akomodasi Perhotelan, Akuntansi, dan Tata Boga. Total peserta didik sekarang 185 orang. Dengan bergabung ke dalam Stikom Bali, ke depan kami akan buka satu program keahlian lagi yakni bidang IT,’’ kata Usdek Maharipa. Karena sudah menjadi bagian dari Stikom Bali Group, lanjut Usdek Maharipa, maka para lulusannya nanti diarahkan ke Stikom Bali, apalagi Stikom Bali memiliki program magang ke Jepang dan kuliah sambil kerja di Taiwan. Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Rakyat Drs. I Putu Sambi menambahkan, dengan bergabungnya Stikom Bali, aset dan sumber daya manusia yang ada tidak mengalami perubahan, hanya manajemen yang dikelola oleh Stikom Bali. ‘’Kami yakin di bawah manajemen Stikom Bali, SMK Pandawa
Bali Global akan kembali jaya dan menjadi sekolah unggulan di Badung,’’ cetusnya. Hal senada disampaikan Pembina Yayasan Widya Dharma Santhi -- induk Stikom Bali Group -- Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Menurut Prof. Bandem, SMK Pandawa ini sudah memiliki nama, sehingga tidak sulit mengembangkan menjadi lebih baik lagi ke depan. ‘’Kami menyambut baik kerja sama dan kepercayaan teman-teman dari Yayasan Pendidikan Rakyar ini dan mari kita bersama-sama mengembangkan SMK Pandawa Bali Global lebih baik lagi, sehingga menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Badung dan Bali,’’ kata Prof. Bandem. Pameran kali ini selain menampilkan karya para siswa SMK Pandawa Bali Global, juga hasil karya Stikom Bali Group. Seperti karya siswa SMK TI Bali Global Denpasar, SMK TI Bali Global Dalung, mahasiswa Poltek G2 Denpasar, LPK Darma dan tentu saja karya para mahasiswa Stikom Bali. (ad1001)
Prof. Dr. I Made Bandem, M.A.
Ir. I Nengah Usdek Maharipa, M.M.
OPINI
6
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menahan Diri, Menjaga Ketenangan SALAH satu aktor politik yang menjadi pembicaraan umum dalam tiga tahun terakhir ini adalah Basuki Tjahaya Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok. Kita tahu, ia telah bebas dari menjalani hukuman selama dua tahun. Dan banyak masyarakat juga tahu bagaimana kontroversi hukumannya sehingga mendapatkan perhatian dari luar negeri. Ketika menjalani hukuman itu, banyak yang menduga bahwa para pendukungnya akan melakukan gerakan atau protes. Akan tetapi, sampai dengan pembebasannya hari Kamis yang lalu, tidak ada pendukungnya yang melakukan protes. Bahkan yang muncul adalah sebuah film yang mengupas tentang kehidupan sosialnya pada masa lalu. Film ini laris manis di pasaran sampai jutaan orang menontonnya di seluruh Indonesia. Apakah film ini dapat dikatakan sebagai politik dan para penontonnya itu para pengikutnya? Tentu terlalu jauh untuk mengatakan ya. Akan tetapi, ada satu hal yang harus kita perhatikan selama proses dan masa tahanan Ahok, yaitu ada komponen masyarakat Indonesia yang mampu menahan diri. Ini merupakan segmen positif yang kita lihat selama penahanan itu. Sebagai orang yang mempunyai massa, bukan tidak mungkin “sang komando” mampu menyuruh pengikutnya melakukan gerakan politik apa saja. Tetapi yang kita lihat adalah keamanan, tidak ada gerakan apa pun selama ia dipenjara. Ini artinya, sebagai sebuah bagian dari anggota masyarakat, sesungguhnya kita mampu menahan diri, mampu melihat ada kepentingan lain yang lebih utama dan dengan demikian mampu juga melihat masa depan. Sesungguhnya kalau berbicara secara jujur, hal seperti inilah yang diperlukan Indonesia saat ini. Untuk apa? Ya... untuk membangun, untuk belajar agar segala sumber daya alam dan sosial yang dimiliki melimpah oleh Indonesia ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Akan sangatlah sayang apabila hal itu tidak termanfaatkan semata-mata karena kita bertengkar dengan warga kita sendiri. Apalagi potensi itu kemudian dimanfaatkan oleh pihakpihak dari luar negeri. Karena itulah, kiranya perlu untuk merenungkan agar stabilitas dan keributan tersebut tidak terjadi. Apalagi terjadi di ruang publik. Dengan melihat fenomena di atas, kembali kita katakan bahwa kita sesungguhnya mempunyai kemampuan untuk menahan diri. Lepas dari apakah menahan diri itu merupakan kesadaran kelompok atau akibat dari arahan sang pemimpin. Kepentingan utama kita adalah adanya ketertiban dan stabilitas sosial. Ini merupakan modal utama untuk hidup dan mengembangkan kreativitas. Seharusnya inilah yang dicontoh oleh masyarakat yang lain. Tidak mudah terhasut oleh iming-iming yang lain, termasuk juga iming-iming uang. Apalagi yang berisi gerakan makar. Kesadaran seperti ini tentunya juga harus dimiliki sampai ke daerah-daerah. Pada zaman global seperti sekarang dan demikian mudah dijangkau dengan alat komunikasi, hasutan dan jenisnya akan mudah menjalar ke daerah. Percekcokan dan pertentangan itu akan mudah juga menyebar ke daerah. Dengan kemampuan menahan diri, akan tercapai stabilitas sosial. Di Bali pun harus demikin. Beberapa waktu lalu, ada komponen kelompok sosial yang kerap berkelahi. Yang konyol adalah berkelahi di tempat umum sehingga perempuan dan anak-anak dapat menyaksikan. Ini adalah tindakan bodoh. Ketika Kapolda membuat gebrakan, keributan itu lenyap. Maka, belajarlah menahan diri agar kita dapat hidup tenang dan menjalankan aktivitas dengan baik. Jangan terhasut oleh perintahperintah tertentu.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Penjelasan Soal TKP Kejadian Saya sempat melakukan pelaporan atas kasus yang saya hadapi. Dalam laporan saya tempat kejadian perkara sesuai laporan di SPKT adalah di BRI Cab. Amlapura di Jalan Gajah Mada kemudian berkembang di TKP di kantor notaris dan TKP di Polres Karangasem. Oleh pihak penyidik dialihkan ke tempat lain yaitu di Banjar Tengah, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem sehingga tersangkanya baru satu orang saja yaitu penjual IKT yang telah divonis dua tahun penjara. Ini ada dugaan agar terlapor lain tidak jadi tersangka. Kemudian tiga tahun berlalu, putusan pengadilan menetapkan TKP penggelapan di BRI Cab. Amlapura di Jl. Gajah Mada pada tanggal 4 Desember 2013, tetapi dalam surat ini TKP beda dan alamatnya tidak ada. Pascaputusan pengadilan dibuat laporan tanggal 23 Agustus 2016 yang sampai sekarang tidak pernah dijawab. Walaupun saya sudah memberi penjelasan dan bersurat, namun juga tak ada jawaban. Dalam surat ini juga baru muncul TKP di notaris, cuma nama notarisnya salah. Untuk itu, saya mohon penjelasan Bapak Kapolda Bali. Saya mohon penjelasan ini agar kasus ini bisa jelas dan pihak-pihak yang bertanggung jawab agar bisa dimintai pertanggungjawabannya. Dra. Ni Made Sudani, M.M. Jl. Tulip No. 8, Denpasar
Masa Depan Ahok sebagai Subjek Politik Kebebasan Ahok setelah dihukum dua tahun dari penjara, merupakan berita yang menjadi penyela dari segala hiruk-pikuk politik yang ada. Di tempat tahanannya di Mako Brimob, Jakarta, beberapa Ahoker menunggu karena ingin menyaksikan secara langsung kebebasan mantan Gubernur Jakarta ini. Di beberapa tempat, secara jujur harus dikatakan banyak yang menunggu kebebasan ini, seolah merayakan kemenangan. Menerima hukuman dan kemudian menjalaninya sebagai sebuah bagian dari pendidikan, maka kebebasannya itu adalah sebuah kemenangan. Dalam hal Ahok, hukuman itu kontroversial. Banyak yang mengatakan kalau dia tidak bersalah. Tetapi demi tidak terjadinya keributan yang lebih besar lagi, dia menerima hukuman itu. Bahkan, di tengah hukuman itu, dia mengalami masalah keluarga lagi. Maka tidak salahlah apabila usainya dia menjalani hukuman itu disebut sebagai sebuah kemenangan.
Oleh
GPB Suka Arjawa pakah kemudian fenomena ini bernilai politis? Dan apakah itu kemudian dapat dimanfaatkan untuk keuntungan dan kepentingan politik? Membandingkan dengan Nelson Mandela di Afrika Selatan mungkin jauh. Mandela menjalani hukumannya selama 26 tahun, boleh dikatakan satu generasi. Mandela juga menjalaninya dengan siksaan. Sedangkan Ahok kurang dari dua tahun dan kemungkinan tanpa siksaan fisik. Akan tetapi, keduanya menjalani hukuman secara rela. Para pendukungnya terlihat sedih tetapi kemudian terbawa dalam semangat yang sama, yaitu sama-sama paham apa artinya tidak melawan atau apa artinya melawan secara diam, atau menggalang kekuatan secara diam: dibantu oleh “angin” dan kesadaran. Dilihat dari pemahaman bahwa politik tersebut adalah upaya untuk mencapai stabilitas sosial, maka penerimaan hukuman dan menjalaninya secara sukarela, merupakan politik praktis yang mempunyai tujuan positif. Dalam gaduh kontroversial tuduhan yang ditimpakan kepada Ahok di masa lalu, bukan tidak mungkin ada kelompok masyarakat yang bersedia menjadi tameng un-
tuk berdebat dan menghalangi terhukumnya Ahok. Tetapi bisa dibayangkan bagaimana gaduhnya ibu kota kalau itu terjadi dan bagaimana inspirasi gerakan tersebut dapat menjalar ke seluruh negeri. Ketika pemilihan Gubernur DKI Jakarta waktu itu, kurang lebih 40 persen masyarakat Jakarta memilihnya menjadi gubernur pada pilihan pertama. Dan angka tersebut konsisten pada putaran kedua. Empat puluh persen pemilih jumlahnya jutaan dari warga Jakarta. Jika saja satu persen dari pendukung itu bersedia menjadi dieharder dalam pengertian mampu menjelaskan duduk perkara Ahok yang sesungguhnya, maka kegaduhan bukan tidak mungkin akan lebih tercipta lagi. Kegaduhan karena akan muncul perlawanan macam-macam. Jadi, fenomena ini boleh dikatakan sebagai politik untuk mencegah distorsi sosial yang lebih luas. Mungkin ini dapat juga dikatakan sebagian model yang merupakan sumbangan praksis politik baru pada zaman Indonesia modern. Pada masa lalu, sebelum Indonesia merdeka banyak raja yang menentang penguasa kolonial menerima hukuman dibuang semata-mata agar kegaduhan tidak tercipta. Demikian juga Soekarno
yang menerima pembuangannya ke Digul, Ende, sampai Bengkulu. Dilihat dari sisi pemahaman bahwa politik tersebut merupakan strategi pemenangan, maka hukuman ini bukan tidak mungkin juga mengarah kepada itu. Setelah menjalani waktu hukuman sekitar setahun dan kemudian saat bebas, banyak yang berkomentar bahwa sikap Ahok jauh dari gejolak seperti saat menjadi pejabat dan politisi. Kelemahan Ahok yang paling kelihatan adalah pembawaannya yang meledak-ledak terutama ketika membela kebijakanya, di ruang publik. Juga kerap marah kepada warga yang dipandang melanggar kebijakannya. Dapat dipahami sikap ini apabila masyarakat mempunyai pemahaman luas terutama apabila dilihat dari latar belakang lingkungan sosial dan budayanya. Tetapi mereka yang tidak melihat dari sisi itu, akan sulit menerima kepribadiannya itu. Dan justru hal inilah akan mudah digoreng menjadi adonan politik oleh lawan-lawannya. Tetapi setelah menjalani hukuman ini, menurut rekan-rekan dekat dan pengagumnya, Ahok sudah banyak berubah dalam penataan emosi. Pada titik inilah dapat dikatakan bahwa ini merupakan sebuah kemenanagan bagi
dirinya sendiri. Dan kemenangan itu secara tidak langsung dapat dipakai sebagai strategi politik jangka panjang. Kebanyakan politisi yang mapan di dunia ini, memulai “karier” politiknya dari penjara. Dari situlah kemudian mereka menyusun strategi jangka panjang. Siapa tahu ini yang kelak dilakukan Ahok. Pernyataannya menjelang masuk penjara dan menjelang keluar dari penjara bisa saja ditafsirkan secara politis. Sebelum masuk penjara ia “memerintahkan” kepada pendukungnya untuk tidak ribut-ribut. Dan pendukungnya bersedia tidak ribut. Menjelang keluar penjara, ia juga ingin agar dijemput oleh keluarga dan rekan-rekan dekatnya saja. Para pendukungnya juga bersedia menerima. Ketika ia keluar lewat pintu belakang saat dibebaskan dari tahanan Brimob, Ahoker yang menginap menunggu pembebasannya, juga tidak bikin gaduh. Semua fenomena itu dapat dikatakan sebagai politik karena mampu memengaruhi pihak lain untuk berbuat sesuai dengan apa yang diinginkan Ahok. Maka, fenomena tersebut dapat dikatakan sebagai sebuah tabungan politik yang dapat dipakai strategi untuk berpolitik pada masa mendatang. Hukuman dan keberhasilan untuk menjalaninya dengan sukarela di tengah kontroversi hukumannya itu, dapat menambah karisma Ahok, yang lagi-lagi menjadi tabungan politiknya pada masa depan. Dengan demikian, hipotesisnya adalah bahwa pernyataanpernyataannya yang mengatakan akan konsentrasi berbisnis setelah lepas dari penjara, hanyalah pernyataan sementara yang berguna untuk stabilitas sosial menjelang pemilihan umum serentak 2019 ini. Ke depan, pernyataan itu kemungkinan besar akan berubah lagi. Itu adalah pernyataan politis,
Menyoal Guru Intoleran
Seorang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan. Tugas seorang guru adalah bekerja di sekolah, mengajari dan menyalurkan ilmu pengetahuan agar siswanya memiliki wawasan yang luas dan menjadi anak yang cerdas serta berguna bagi nusa dan bangsa. Terkait hal itu, beredar kabar yang tidak baik mengenai seorang guru. Berdasarkan penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, menunjukkan data 57 persen guru memiliki opini intoleran terhadap pemeluk agama lain. Sedangkan 37,77 persen keinginan untuk melakukan perbuatan intoleran atau intensi-aksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan serta sikap keberagaman guru sekolah dan madrasah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 2.237 guru sebagai sampel. Dengan proporsi 1.172 guru sekolah negeri dan 1.065 guru sekolah swasta (dalam penelitian ini madrasah). Dilaksanakan selama satu bulan, 6 Agustus sampai 6 September 2018 dengan mengambil sampel dari 34 provinsi di Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa guru yang dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang bertugas mencerdaskan kehidupan rakyat ternyata masih ada yang intoleran. Artinya, kondisi itu memperburuk dunia pendidikan kita. Pertanyaan sekarang, bila guru intoleran, bagaimana dengan siswanya? Janganjangan apa yang diajarkan kepada siswa mengarah pada intoleransi, sehingga siswa pun menjadi intoleran. Sungguh memilukan. Jikalau begitu, perlu ada tindakan nyata agar guru intoleran dapat mengubah sikapnya menjadi toleran. Siswa pun dapat ter-
Oleh
Juandi Manullang hindar dari sikap intoleran yang akan membahayakan dirinya, bangsa dan juga negara. Saatnya seluruh masyarakat dan pemerintah memutus mata rantai intoleransi ini demi mewujudkan kedamaian sebagaimana UUD 1945 dan Pancasila menghendakinya. Menanamkan Toleransi Intoleransi adalah lawan kata dari toleransi. Jadi, intoleransi harus dikalahkan dengan toleransi. Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antar-individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Contoh sikap toleransi secara umum antara lain menghargai pendapat dan atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, saling menolong untuk kemanusiaan. Data tersebut sangatlah baik demi memberi pencerahan bagi kita bahwa intoleransi di dalam dunia pendidikan mulai menjalar. Dengan data itu membuat semua pihak menjadi waspada terhadap sikap intoleransi itu akan semakin membesar, sehingga dapat menimbulkan konflik yang besar bahkan melahirkan paham radikalisme. Seperti kata Halili, Peneliti Setara Institute, bahwa “Terorisme berawal dari intoleransi”. Bibitbibit terorisme dapat muncul dengan sikap intoleransi itu, sehingga alangkah baiknya semua pihak segera bertindak mencegah banyaknya guru yang intoleran. Cara yang dapat diambil untuk mengubah sikap intoleransi dan mencegah berkembangnya guru intoleran adalah, pertama, pentingnya pemahaman kepada guru bahwa
sikap intoleran dapat merusak persatuan dan kesatuan. Perlu disadarkan bahwa intoleransi akan merusak nilai sila ke-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Sebagai contoh, bila guru-guru tidak mau berbaur dengan orang lain yang berbeda agama, tentu yang terjadi adalah adanya jarak yang dapat menimbulkan konflik. Dalam kehidupan sehari-hari pun akan timbul selisih paham yang mengakibatkan bangsa terpecah belah. Kedua, melakukan kegiatan berkunjung ke tempat ibadah agama lain, berdiskusi bersama dan menjalin silaturahmi. Kegiatan seperti itu sudah sangat jarang terjadi, padahal memiliki arti yang sangat penting untuk mempererat hubungan saling memahami dan mencintai antarsuku, agama, ras, dan antargolongan. Sebuah hubungan yang baik antarsesama berawal dari perkenalan yang terus-menerus, sehingga menghasilkan sikap saling mengerti dan memiliki yang berakibat pada eratnya hubungan kebersamaan. Ketiga, mengurangi sikap tinggi hati maupun keangkuhan dari diri masing-masing. Tanpa disadari bahwa ketika seseorang angkuh, maka yang terjadi orang lain pun enggan untuk berteman dengannya. Guru maupun siswa perlu diadakan kunjungan luar sekolah ke tempat-tempat ibadah dan berdiskusi dengan orang lain yang berbeda agama mengenai hal-hal yang harus dilakukan demi menjamin persatuan dalam keberagaman. Guru yang intoleran tadi, masih dapat disadarkan dengan pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati sesama yang berbeda agama.
yang seperti maknanya, pernyataan tersebut akan dapat berubah pada masa depan. Dilihat dari sumber daya, maka sumber daya politik yang melekat pada dirinya sekarang, menjadi bertambah komplet. Ia mempunyai pengalaman jabatan politik yang tersistematis, mulai dari anggota DPRD, bupati, wakil gubernur, dan gubernur. Tidak tanggung-tanggung menjadi gubernur ibu kota dari negara besar, Indonesia. Ia juga mempunyai pengalaman sebagai korban politik. Hukuman dan prosesnya ini boleh dikatakan menjadi korban. Dan ini justru menjadi sumber daya baru baginya sebagai politisi karena telah menjalaninya, bahkan dengan rela. Hukumannya itu malah menambah karismanya sebagai politisi. Karisma juga adalah sumber daya politik. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, ia juga mempunyai pengikut, yang dipercayai dapat diatur dan mempunyai kemampuan intelektual lebih baik. Bukankah pengikut seperti ini yang diperlukan untuk membangun negara yang multiras ini? Dengan konteks demikian, pada masa depan, kiranya Ahok akan kembali ke dunia politik. Lalu, siapa yang akan memanfaatkannya? Dua bulan jelang pemilihan presiden ini, Ahok mungkin menyepi karena ada potensi akan “digoreng” lagi kalau berdekatan dengan salah satu kandidat. Tetapi bukan tidak mungkin ia akan melakukan kunjungan sembunyi-sembunyi. Begitu ketahuan ia berkunjung maka sebagian pendukung akan mengikuti. Tetapi jika pemilu ini sudah tuntas, akan terlihat ke mana ia akan pergi. Partai politiklah yang akan mencoba mendekat ke dirinya. Ahok mungkin tipe politisi yang setia. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK Dana asing mengalir deras, tiga pekan masuk Rp 19,2 triliun. - Mengalir dari hulu sampai hilir. *** Pemkab Bangli biarkan jalan paving di objek Penelokan rusak. - Masih tunggu musim kampanye. *** Warga keluhkan melubernya sampah di TPS Kereneng. - Sampah selalu jadi masalah.
Penulis adalah alumnus Universitas Katolik Santo Thomas Sumut dan penulis lepas tinggal di Medan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Mekanisme Usulan APPIK Tunggu Juknis Pusat Tabanan (Bali Post) -
Tahun 2018, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan telah mengusulkan 16 pembudi daya ikan menerima Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil (APPIK). Untuk tahun ini, rencananya diusulkan pembudi daya ikan yang lain untuk mendapatkan asuransi yang sama. Namun mekanisme usulan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). ‘’Jika sudah ada juknis dari KKP akan diusulkan kembali para pembudi daya ikan untuk mendapatkan APPIK,’’ ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan I Made Subagia, Jumat (25/1) kemarin. Menurut Subagia, untuk mendapatkan APPIK ada sejumlah kriteria dan syarat yang harus dipenuhi, yaitu sudah terdaftar dalam database Kartu Pelaku Usaha Perikanan (Kusuka) atau Kartu Pembudi Daya Ikan (Aquacard) yang dikeluarkan KKP. Kriteria lainnya, penerima adalah pembudi daya ikan kecil yang unit usahanya sudah tersertifikasi Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), tidak menggunakan obat-obatan, bahan kimia dan bahan biologis yang dilarang. Pembudi daya ikan kecil yang melakukan budi daya ikan nila atau patin di kolam juga harus menggunakan teknologi sederhana dengan kisaran luas satu are sampai dua hektar. Selain itu, pembudi daya ikan tersebut bukan perangkat desa, ASN, TNI, Polri dan Penyuluh
Perikanan Bantu. Ia melanjutkan, Tabanan memiliki setidaknya delapan ribuan pembudi daya ikan. Nantinya secara bertahap sesuai kuota mereka akan didaftarkan menjadi penerima APPIK. Asuransi ini dibayarkan preminya oleh KKP selama setahun. Pembudi daya akan mendapatkan perlindungan dari kerugian yang disebabkan atas hilang atau rusaknya sarana budi daya ikan berupa benih, pakan, pupuk, obat ikan dan kolam yang menyebabkan kerugian atau kegagalan pada usaha budi daya ikan yang digeluti penerima APPIK. ‘’Nilai asuransinya mencapai Rp 4,5 juta,’’ ujar Subagia. Tantangan dan masalah yang kerap dialami pembudi daya ikan di Tabanan adalah manajemen penanganan hama dan penyakit ikan serta semakin tingginya harga pakan ikan buatan atau biasa disebut pelet. Untuk membantu mengatasi permasalahan hama dan penyakit, pihaknya melakukan kerja sama dengan Laboratorium Karantina Ikan
Denpasar, khususnya untuk uji kualitas air dan jenisjenis penyakit ikan sehingga pengobatan bisa lebih tepat. ‘’Kerugian karena hama penyakit masuk dalam cakupan perlindungan APPIK,’’ jelasnya. Sementara untuk permasalahan pakan, kata Subagia, bagi pembudi daya ikan air tawar jenis nila dan mujair tidak terlalu bermasalah. Sebab, jenis ikan herbivora sehingga masih bisa diberikan dedaunan. ‘’Yang sulit sekarang adalah pembudi daya ikan lele. Karena ikannya karnivora sehingga membutuhkan pakan pelet dan harga pelet saat ini menyesuaikan harga dolar sehingga naik,’’ ujarnya. Namun pihaknya saat ini sedang berusaha memenuhi kebutuhan pelet ini secara lokal. Kelompok Mina Sari Amerta II Denbatas menjadi percontohan dalam membuat pakan buatan dengan bahan baku lokal. ‘’Masih uji coba. Semoga bisa berproduksi dengan kualitas baik dan bisa menekan harga pelet,’’ imbuh Subagia. (kmb24)
TERTIMPA POHON - Kandang ayam dan mobil yang hancur tertimpa pohon.
Bali Post/ist
Kandang Ayam dan Mobil Hancur Tertimpa Pohon Tabanan (Bali Post) Hujan disertai angin kencang yang terjadi Kamis (24/1) sore, mengakibatkan pohon tumbang di Kecamatan Selemadeg Timur. Kandang ayam dan mobil Carry milik I Made Sukitha (54), warga Banjar Jakatebel Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, hancur tertimpa pohon jenis randu berdiameter 80 cm. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya
kerugian ditaksir Rp 20 juta. Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 18.00 Wita. Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Putu Oka Suyasa mengatakan, pohon tumbang akibat diterjang angin kencang. ‘’Kondisi kandang ayam hancur dan mobil korban hancur di bagian depan karena pohonnya lumayan besar,’’ terangnya, Jumat (25/1) kemarin. Dia menambahkan, evakuasi dilakukan
warga setempat dengan cara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Sementara itu, dari data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, pada sore itu terjadi pohon tumbang di beberapa titik. Dua di antaranya terjadi di Desa Delod Peken Kecamatan Tabanan dan di Desa Belalang Kecamatan Kediri. ‘’Pohon tumbang menimpa garasi dan pohon bambu
yang melintang di jalan,’’ ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika. Dijelaskannya, selama cuaca tidak bersahabat, pihaknya membentuk tim piket untuk penanganan bencana, Petugas disiagakan 24 jam. Penambahan petugas yang stand-by di kantor juga dilakukan. ‘’Sekarang kami tambah anggota agar penanganan bencana lebih cepat,’’ katanya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar. Seperti yang digagas Kepala SMPN 2 Kerambitan I Wayan Widarsa yang menyulap tempat parkir menjadi ruang baca. Ruang baca ini untuk memfasilitasi literasi siswa, apalagi ruang perpustakaan yang ada di sekolah tidak memungkinkan. ‘’Saat ada penugasan guru untuk mencari data di perpustakaan,
ataupun saat jam pelajaran kosong, ruangan pasti penuh,’’ ucap Widarsa. Dikatakannya, dengan membiasakan siswa membaca, otomatis akan membuka wawasan mereka untuk mengetahui dunia luar. ‘’Jadi ada pembiasaan sebelum jam pelajaran dimulai atau saat menunggu Trans Serasi ataupun jam pelajaran kosong, anak-anak membaca di tempat ini,’’ katannya, Jumat (25/1) kemarin.
Tidak hanya untuk tempat membaca, ruang baca tersebut juga bisa digunakan untuk proses belajar mengajar sebagai bentuk implementasi pembelajaran berwawasan lingkungan. ‘’Kami juga sediakan LCD, jadi bisa juga dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar di luar kelas serta untuk presentasi,’’ terangnya. Tidak hanya itu, ia juga tengah merancang pojok baca di tiap kelas sehingga
bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh siswa untuk menambah wawasan dengan membaca. Ke depan, untuk mendukung terobosan ini, penambahan koleksi buku juga akan dilakukan. Saat ini perpustakaan SMPN 2 Kerambitan memiliki 7.608 eksemplar buku, terdiri dari koleksi referensi sebanyak 589 eksemplar, non-fiksi sebanyak 6.044 eksemplar serta fiksi sejumlah 975 eksemplar. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Polisi terus melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait kasus penemuan kerangka manusia di TPS By-pass Ir. Soekarno, wilayah Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan. Setidaknya 11 saksi sudah dimintai keterangan. Sementara pascapemeriksaan labfor, tulang manusia tersebut Jumat (25/1) kemarin dikuburkan di kuburan Islam, Banjar Tunggal Sari Desa Dauh Peken. Dari pantauan di lapangan, tengkorak dan tulang manusia tersebut dibungkus kain kasa dan dibawa oleh sejumlah petugas Tagana Dinas Sosial Kabupaten Tabanan untuk proses penguburan sekitar pukul 14.00 Wita. Penguburan kerangaka Mr. X ini juga turut disaksikan pihak kepolisian dan aparat desa setempat. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan mengatakan, karena belum diketahui identitasnya, penanganan terhadap kerangka tersebut secara otomatis menjadi kewenangan Dinas Sosial. ‘’Kami sudah dari awal berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ketika forensik telah selesai melakukan pemeriksaan tulang Mr. X ini dikubur sembari menunggu hasil penyelidikan selesai,’’ ucapnya. Dikatakan Gunawan, awalnya kerangka manusia ini direncanakan dikremasi.
Tetapi untuk mengantisipasi ketika ada sesuatu yang perlu kembali diselidiki kepolisian, maka pihaknya memutuskan untuk menguburkannya. Sementara itu, Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Wayan Nuriata didampingi Kanit reskrim Polsek Kota Iptu Nyoman Artadana menerangkan, proses penyelidikan terus dilakukan. Bahkan sejumlah warga dan pekerja yang ada di sekitar lokasi temuan juga telah dimintai keterangan. ‘’Ada 11 saksi yang sudah kami mintai keterangan, namun hasilnya masih nihil sampai saat ini. Belum diketahui siapa yang membuang ataupun identitas kerangka tersebut,’’ terangnya. Bahkan ketika disinggung terkait jenis kelamin, dia menyatakan, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan labfor. ‘’Kami belum tahu pasti, masih menunggu hasil lab forensik. Yang jelas, dilihat dari struktur tulang kuat dugaan itu memang tulang manusia,’’ ucapnya. Terkait penguburan, kata Kompol Nuriata, itu hanya bersifat dititip sementara. Jika nantinya ada pihak keluarga yang mengklaim atau untuk proses penyelidikan lebih lanjut, kuburan bisa digali. Mengenai kondisi kerangka, hanya tengkoraknya saja yang masih utuh sedangkan bagian lain sudah sulit diidentifikasi karena dalam bentuk serpihan. (kmb28)
SMPN 2 Kerambitan Sulap Tempat Parkir Jadi Ruang Baca
Kerangka Mr. X Dikuburkan
Bali Post/san
PANEN IKAN - Panen ikan di salah satu lokasi pembudidayaan ikan di Tabanan.
Sosok Kewajiban Koperasi TAHUN ini 38 koperasi di Tabanan akan dicabut badan hukumnya. Agar tidak bertambah, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan terus mengimbau pengurus koperasi agar segera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah, RAT merupakan agenda wajib setiap badan usaha koperasi, karena menjadi bukti pertanggungjawaban pengurus selama satu tahun kepada anggota koperasi. Apabila dalam dua tahun koperasi tidak menjalankan RAT, maka koperasi itu masuk kategori tidak sehat. Jika tidak ditangani, berpotensi besar untuk dicabut badan hukumnya. ‘’Rentang waktu penyelenggaraan RAT masih panjang. Untuk koperasi primer, paling lambat harus menggelar RAT pada Maret nanti. Sedangkan untuk koperasi sekunder paling lambat waktu menyelenggarakan RAT pada Juli,’’ tegasnya. Meski demikian, pihaknya terus mengingatkan koperasi melakukan RAT seperti dengan bersurat hingga sosialisasi
di tingkat kecamatan saat roadshow bersama Dekopinda. Dari data Diskop dan UKM Tabanan, tahun ini koperasi yang sudah menggelar RAT baru 21 koperasi atau lima persen. Sementara jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan yang wajib menggelar RAT sebanyak 427 koperasi. Terkait pencapaian RAT pada 2018, dia menyebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017 RAT digelar 354 koperasi. Sedangkan untuk 2018 pencapaian RAT hanya 325 koperasi. ‘’Penurunan pencapaian RAT tersebut disebabkan karena meningkatnya jumlah koperasi yang tidak aktif pada 2018,’’ ujarnya. Sementara pada 2018, jumlah koperasi baru mencapai 12 koperasi. Dari jumlah tersebut ada yang merupakan koperasi jenis simpan-pinjam, ada juga bergerak di jasa konsumen. Koperasi baru tersebut sebelumnya sudah mendapatkan pembinaan. ‘’Bertumbuhnya koperasi baru tersebut, saat ini jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan total ada 568 koperasi,’’ jelasnya. (kmb24)
Bali Post/bit
DIKUBUR - Kerangka Mr. X dikuburkan di kuburan Islam, Banjar Tunggal Sari, Jumat (25/1) kemarin.
Polres Gelar ”Millennial Road Safety Festival” Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan bekerja sama dengan Pemkab Tabanan menggelar Millennial Road Safety Festival 2019 di Garuda Wisnu Serasi (GWS) Tabanan, Jumat (25/1) kemarin. Kegiatan untuk mengajak kaum milenial ini diisi beragam acara, seperti deklarasi tertib lalu lintas serta senam kolosal Bali Gemilang. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian pada kaum milenial dan upaya mewujudkan tertib berlalu lintas. ‘’Hal ini wujud kepedulian kepolisian terhadap milenial agar mereka tidak men-
jadi korban kecelakaan lalu lintas,’’ katanya. Dari data Satlantas Polres Tabanan, pada 2018 kasus lakalantas berjumlah 319 kasus. Dari jumlah tersebut, 71 orang meninggal dunia, 13 luka berat dan sekitar 300 orang mengalami luka ringan. ‘’Ironisnya, 169 korban berumur di antara 16-30 tahun yang merupakan kaum milenial,’’ ucapnya. Kapolres berharap seluruh komunitas kendaraan roda dua yang terlibat dalam Millennial Road Safety Festival kali ini dapat mengedukasi seluruh elemen masyarakat untuk tertib berlalu lintas saat berkendara di jalan
raya. Menurutnya, peran komunitas ini sangat besar dalam mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Permasalahan bidang lalu lintas terus berkembang dan semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan penambahan jumlah kendaraan. Diharapakan, festival ini bisa mewujudkan road safety zero accident. Tentunya dengan memberdayakan kaum milenial dalam mewujudkan keamanan, ketertiban kelancaran berlalu lintas. ‘’Minimal mengurangi angka lakalantas melibatkan pelajar. Agar tidak jadi korban sia-sia,’’ terangnya. Sementara itu, Bupati Ta-
banan Ni Putu Eka Wiryastuti menyambut baik kegiatan tersebut. Hal ini mengingat banyak anak-anak yang tidak tertib berlalu lintas. ‘’Saya lihat momen semacam ini sangat bagus untuk memberikan pemahaman tentang tertib berlalu lintas, khususnya pada generasi milenial Tabanan yang merupakan wajah Tabanan,’’ pungkasnya. (kmb28) DEKLARASI - Deklarasi tertib lalu lintas yang merupakan rangkaian Millennial Road Safety Festival 2019 di Tabanan.
Bali Post/bit
BULELENG
8 ASN Lapas Antusias Jalani Tes Urine Singaraja (Bali Post) – 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Lapas Kelas II-B Singaraja antusiasi menjalani tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng, Jumat (25/1) kemarin. Tes urine ini digulirkan sebagai komitmen bersama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Tujuannya untuk menunjukkan kepada publik di lingkungan lapas itu ‘’bersih’’ dari peredaran dan penyalahgunaan barang ‘’haram’’ narkotika. Sebelum dilakukan tes urine, Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa didampingi Kepala Seksi (Kasi) P2M BNNK Sairul Huda menyosialisasikan bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Walau sosialisasi melalui ceramah itu terkesan kurang diminati, tetapi pengenalan model itu tetap dilakukan. Kalangan ASN dijadikan sasaran agar materi sosialisasi lebih cepat dimengerti. Harapannya bisa lebih cepat disebarluaskan di lingkungan masing-masing. Setelah diskusi dilanjutkan tes urine. Sepuluh ASN termasuk Kepala Lapas Singaraja Risman Somantri yang antusias mengikuti tes urine itu. Dari penelitian sempel urine secara langsung itu, BBNK tidak menemukan indikasi sempel urine yang mengandung narkotika atau zat berbahaya lainnya. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, tes urine itu merupakan program lanjutan setelah pihaknya menggencarkan sosialisasi terkait kampanye pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Khusus tes urine yang melibatkan ASN di Lapas Singaraja, AKBP Astawa mengatakan hal itu menunjukkan komitmen semua komponen di Lapas Singaraja, agar bersih dari pengaruh narkotika atau zat berbahaya lainnya. Sebelumnya BNNK juga sudah melakukan tes sama yang menyasar para tahanan atau narapidana yang sedang menjalani penahanan di Lapas Singaraja. ‘’Tes urine ini harus menyeluruh. Tujuannya semua komponen di sini (Lapas Singaraja) agar bersih narkoba. Dengan tes urine itu ada upaya diteksi sejak awal. Namun hasil sempel tadi hasilnya negatif,’’ katanya. Kepala Lapas Singaraja Risman Somantri menyambut positif tes urine yang dilakukan jajaran BNNK Buleleng itu. Dengan mengikuti program pencegahan lewat tes urine itu tidak saja ingin menunjukkan kalau jajarannya bebas narkotika, juga menumbuhkan kesadaran dan kemauan semua komponen di Lapas Singaraja bersama-sama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. ‘’Tadi ASN yang sedang tugas mengikuti tes urine. Kami mendukung pencegahan dan pemberantasan narkotika itu. Hasil tes urine baik untuk ASN dan para penghuni Lapas Singaraja itu sebagai komitmen kami bersih dari narkotika,’’ katanya. (kmb38)
PWI Buleleng Dukung Pencabutan Remisi Terpidana Susrama Singaraja (Bali Post) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Buleleng menolak keputusan Presiden Joko Widodo yang menyetujui pengurangan masa penahanan (remisi - red) terhadap terpidana I Nyoman Susrama. Remisi itu dinilai ‘’melecehkan’’ kebebasan dan kemerdekaan pers Indonesia, yang selama ini gencar disuarakan. Ketua PWI Buleleng Putu Ngurah Aswibawan, Jumat (25/1) kemarin mengatakan, keputusan pemberian remisi itu mengundang keprihatinan mendalam khususnya kalangan jurnalis. Pihaknya meminta keputusan itu dicabut. Sebaliknya, dia mendukung penegakan hukum secara tegas dan adil. ‘’Kami prihatin dengan keputusan pemerintah itu. Apa pun itu, kita dukung perjuangan kawan-kawan Jurnalis Bali, meminta agar remisi itu dicabut,’’ katanya. Pemberian remisi melalui Keppres No. 29 Tahun 2018, kata Aswibawan, dinilai mencederai rasa keadilan kalangan pers di Tanah Air. Vonis yang dijatuhkan hakim kepada terpidana itu sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kasus pembunuhan berencana wartawan A.A. Bagus Narendra Prabangsa. Sebenarnya hukuman berat itu merupakan harapan agar kasus kekerasan terhadap jurnalis selama ini terjadi, kemudian belum terselesaikan, agar bisa dan dapat dituntaskan dengan baik. Sayangnya, keputusan terbitnya pemberian remisi itu justru berpotensi membuat pelaku kekerasan terhadap jurnalis itu tidak jera. Karena itu tidak menutup kemungkinan hal itu justru memicu kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia akan terus berlanjut di kemudian hari. ‘’Pers itu sesungguhnya merupakan suara rakyat. Karena itu saatnya hukum itu harus ditegakkan secara tegas dan adil,’’ pintanya. (kmb38)
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Sidak Kafe di Seririt
Satpol PP Temukan Izin Usaha Kedaluwarsa
Singaraja (Bali Post) – Sejumlah tempat hiburan malam (kafe - red) di Kecamatan Seririt menjadi sasaran inspeksi mendadak (sidak) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng, Kamis (24/1). Hasilnya, Satpol PP menemukan izin kafe kedaluwarsa. Ada juga kafe sudah beroperasi, walau belum mengantongi izin. Atas pelanggaran itu, pengelola kafe tersebut menandatangani surat pernyataan yang menerangkan siap mencari izin ke instansi berwenang. Sidak tersebut dipimpin Kepala Satuan (Kasat) Pol. PP Putu Dana melibatkan sejumlah anggotanya. Setelah mempersiapkan diri, anggota Satpol PP mendatangi kafe di wilayah yang dikenal dengan sebutan ‘’Kota Segitiga Emas’’ itu. Selain meminta pihak pengelola menunjukkan izin, petugas juga memeriksa identitas pekerja (waitress) dan pemandu lagu. Dari pemeriksaan itu, Satpol PP menemukan kafe yang berlokasi di Desa Bubunan dan di Desa Rangdu, Kecamatan Seririt beroperasi tanpa izin. Kafe itu hanya bisa menunjukkan surat izin keramaian dari kepolisian. Ada juga kafe terkenal di Kelurahan Seririt, izinnya malah kedaluwarsa alias habis masa berlakunya. Meski demikian, Satpol PP mendapat informasi kalau pengelola telah memperpanjang izin kafe tersebut. Menariknya, pengelola justru tidak mampu menunjukkan izin yang disebutsebut telah diperpanjang itu. Sementara itu, hasil pemeriksaan kartu identitas diri, beberapa pekerja dan pemandu lagu melakukan pelanggaran identitas kependukan yang
berlaku. Saat sidak, pekerja itu hanya menunjukkan KTP dari daerah asal mereka. Padahal, regulasi mengatur, penduduk pendatang (duktang) wajib mencari Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD - red) dari pemerintah desa. Kasatpol PP Buleleng Putu Dana, Jumat (25/1) kemarin, mengatakan sidak itu merupakan agenda rutin untuk memastikan usaha hiburan malam itu disiplin mencari izin usaha. Selain itu, pihaknya ingin mengendalikan kemungkinan adanya pekerja di bawah umur. Terkait hasil sidak, Kamis (24/1) lalu, dia mengatakan pihak pengelola sudah menandatangani surat pernyataan yang menerangkan kesiapan mereka mencari atau memperpanjang masa berlaku izin ke instansi terkait. Surat pernyataan ini berlaku selama 15 hari sejak ditandatangani. Setelah masa berlaku surat pernyataan itu berakhir, Satpol PP kembali melakukan pemeriksaan ke lapangan. Jika belum memiliki izin, maka pihaknya kembali memberi surat peringatan pertama, kedua, dan surat peringatan ketiga. Sampai peringatan ketiga, kalau pengelola kafe
membandel, tidak mencari izin, Satpol PP akan melanjutkan kasusnya melalui sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. ‘’Langsung pengelola sudah meneken surat pernyataan, setelah 20 hari surat pernyataan ini terbit kita cek dan kalau masih tetap melanggar kita peringatkan sampai ketiga kali masih membandel, ya… langkah terakhir kami menempuh jalur tipiring,’’ katanya. Sementara pekerja dan pemandu lagu yang tidak memiliki SKLD, birokrat asal Desa Pengelatan Kecamatan Buleleng ini menyarankan para pekerja kafe itu agar mencari SKLD di kantor pemerintahan desa tempat mereka tinggal sementara. Menunggu mereka mencari SKLD, anggotanya telah menyita KTP para pekerja tersebut. ‘’Kami sudah mencatat dan KTP-nya untuk sementara ditahan. Hingga mereka mencari SKLD di mana mereka tinggal sementara,’’ jelasnya. Sementara itu, pengelola salah satu kafe di Desa Tukadmungga Kecamatan Buleleng dipastikan akan dilanjutkan ke sidang tipiring. Pasalnya, kafe itu sudah tiga kali mendapat surat teguran. Namun, pengelolanya tidak mengindahkan peringatan tersebut. Pihak kecamatan telah merekomendasikan izin karena akan difungsikan untuk usaha toko. Tetapi faktanya, izin toko itu hanya dalih. Pasalnya, pihak pengelola justru menjalankan bisnis tempat hiburan malam itu.
Atas pelanggaran itu, Satpol PP menyarankan untuk mencari izin, namun sampai batas waktu yang diberikan, pengelola tidak mencari izin. Setelah tiga kali mendapat surat peringatan, usaha itu tetap beroperasi tanpa izin, sehingga pekan depan Satpol PP akan melanjutkan kasus itu melalui sidang tipiring di PN Singaraja. (kmb38)
Hipakad Galang Gerakan Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Bali Post/kmb38
SEKRETARIAT BARU - DPC Hipakad Buleleng resmi menempati sekretariat baru di Jalan Yudistra Gang XI No.1 Singaraja.
Singaraja (Bali Post) – Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) juga aktif menggalang gerakan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. ‘’Ibaratnya, kami di DPD Hipakad ini sudah memberikan kail, sekarang DPC silakan berinovasi jalankan roda organisasi dengan baik,’’ pinta Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hipakad Bali John Korassa Sonbai, S.H., M.H. usai melantik Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Buleleng, Jumat (25/1) kemarin, sekaligus ditandai penempatan sekretariat baru. Hipakad Buleleng yang bermarkas di Jalan Yudistira, Gang XI No. 1 Singaraja. Sekretariat itu diharapkan dikembangkan untuk membuka Koperasi Hipakad yang melayani anggota dan masyarakat umum. Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPC Hipakad Buleleng M. Hidayat, utusan Kodim 1609 Buleleng dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buleleng. Hipakad juga menyasar pembinaan di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. ‘’Silakan semua kegiatan itu dijalankan dari gedung sekretariat ini. Kami sangat mendukung kegiatan organisasi positif di daerah ini,’’ katanya. Khusus di bidang ekonomi, kata John Korassa Sonbai, DPC Hipakad akan
mengelola koperasi simpan-pinjam. Selain membantu semua anggota, lembaga ini turut mengembangkan potensi di Bali Utara. Program Hipakad lainnya, komitmen mendukung dan menyukseskan kebijakan pembangunan. ‘’Ibaratnya, kami di DPD sudah memberikan kail, sekarang DPC silakan berinovasi jalankan roda organisasi dengan baik. Program-program di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial juga silakan dijalankan dari gedung sekretariat ini. Kami sangat mendukung kegiatan organisasi di daerah ini,’’ katanya. Ketua DPC Hipakad Buleleng M. Hidayat mengatakan, keberadaan sekretariat ini sangat membantu dirinya memberi pelayanan organisasi kepada semua anggotanya. Selain itu, sekretariat juga menunjang dalam pelaksanaan program kerja yang sudah disusun. Terkait keanggotaan, Hidayat menyebut setelah dikukuhkan sekarang anggota Hipakad Buleleng sebanyak 300 orang. Mereka itu merupakan putra-putri anggota TNI Angkatan Darat (AD) maupun anggota yang sudah memasuki purnatugas termasuk ada penambahan anggota baru. Hipakad Buleleng juga sudah membentuk Rayon Secata Bala Dewa dan Sub-Rayon Sudirman 51. Dalam waktu dekat Sub-Rayon Banyuning juga akan dikukuhkan. (kmb38)
Sampah Berserakan di Pantai
Digelar Gotong Royong Pascagelombang Pasang Pascabencana gelombang pasang, Selasa (22/1) lalu, gerakan gotong royong secara serentak digelar pemerintah daerah. Aktivitas massal itu melibatkan semua elemen masyarakat dan pelajar. Gotong royong diawali dari pantai di Kecamatan Banjar, Buleleng, Sawan, dan di Kecamatan Kubutambahan. Lingkungan kawasan pantai ini saat gelombang pasang kotor akibat banyak sampah kiriman. Kondisinya menjadi semraut, karena sampah kiriman itu didominasi batang kayu, bambu, hingga ranting kayu. Sebagai upaya eksekutif melakukan antisipasi, gerakan kesadaran apa yang diharapkan muncul dari warga itu sendiri? GERAKAN gotong royong yang dipimpin Wabup dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dilangsungkan, Jumat (25/1) kemarin. Ikut juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariadi Pribadi. Gotong royong itu sudah dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Para Aparatur Sipil Negara (ASN), polisi, TNI, tokoh masyarakat, dan kelangan pelajar mulai begerak. Mereka mengumpulkan sampah-sampah kiriman yang menumpuk di daratan. Sampah yang sudah terkumpul itu kemudian diangkut armada truk milik DLH. Sampah itu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkab Buleleng di Desa Bengkala, Kubutambahan. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, akibat cuaca ekstrem, kawasan pesisir di daerahnya sebagian besar terdampak gelombang pasang. Imbasnya terjadi penumpukan sampah kiriman. Tidak ingin terlalu lama lingkungan pantai itu terganggu sampah kiriman, pemerintah bersama semua elemen masyarakat melakukan pembersihan massal. Pembersihan dimulai dari
pesisir pantai yang menjadi daya tarik wisata. Sekarang ini pantai asri kembali. Setelah aksi ini, pihaknya tetap mengajak elemen masyarakat tetap peduli dengan kebersihan lingkungan. Apalagi musim cuaca ekstrem masih berlangsung hingga Februari 2019 mendatang. Kesadaran agar lingkungan bersih itu penting bagi warga. Sebab, akibat perilaku membuang sampah sembarangan itu memicu lingkungan kotor termasuk di kawasan pesisir. ‘’Hari ini, kami serentak melakukan pembersihan massal. Setelah itu, kami imbau
warga harus sadar berperilaku hidup bersih. Tidak boleh membuang sampah di sungai atau pantai. Seperti bencana yang sudah terjadi ini. Sampah kiriman ini dihanyutkan saat banjir dan bermuara di pantai,’’ katanya. Terkait munculnya kerusakan garis pantai, pemerintah sejauh ini masih memutakhirkan data kerusakan yang terjadi. Rumah penduduk dan peralatan tangkap para nelayan juga ikut rusak akibat gelombang pasang. Semuanya masih terus didata. Data itu akan ditindaklanjuti baik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau ditangani Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di kabupaten, Provinsi Bali hingga diusulkan ke pemerintah pusat. ‘’BPBD masih mendata. Data kerusakan ini masih sementara sifatnya. Pola penanganan kerusakan akan diupayakan secepatnya, baik dana dari APBD maupun usulan ke provinsi dan pemerintah pusat,’’ jelasnya. Kepala DLH Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, mengantisipasi munculnya kembali sampah, pihaknya menyiagakan petugas kebersihan yang ada. Selain itu, akan dijalin koordinasi dengan
pemerintah kecamatan, desa termasuk kelurahan. Dengan demikian, jika kembali muncul sampah kiriman itu bisa dilakukan aksi gotong royong. Pihak kecamatan dan desa diharapkan lebih intens menyadarkan masyarakat agar warga peduli lingkungan. Masyarakat diingatkan agar tidak membuang sampah atau bekas potongan pohon atau bambu ke Daerah Aliran Sungai (DAS). Dalam jangka panjang, DLH akan menambah petugas kebersihan di kawasan pantai. Dengan penambahan petugas diharapkan kebersihan lingkungan pantai terjaga dengan baik. Terutama ketika terjadi gelombang tinggi, tidak sampai terjadi tumpukan sampah di pantai dalam waktu relatif lama. ‘’Setelah di kecamatan desa dan lurah kita lakukan gerakan bersama dan membangkitkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah di sungai atau pantai. Nanti petugas kebersihan di pantai juga akan kita tambah, sehingga kawasan pantai itu bisa lebih terjaga terutama ketika banjir. Juga bisa dicegah terjadinya tumpukan sampah di pantai,’’ tegasnya. (mud)
Bali Post/mud
GOTONG ROYONG DI PANTAI – ASN lingkup Pemkab Buleleng bersama elemen masyarakat dan pelajar bergotong royong menyasar kawasan pantai pascagelombang pasang, Jumat (25/1) kemarin.
GIANYAR
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
9
Pohon Tumbang Picu Kerugian Miliaran Rupiah
SOSOK
Gianyar (Bali Post) -
Kembangkan Pertanian Organik KECINTAAN pada dunia pertanian dan kepedulian pada pengembangan ekonomi masyarakat desa, membuat I Made Kamardiyana serius menekuni pertanian organik. Klian Dinas Banjar Panglan Desa Pejeng ini pun bertekad mengangkat pertanian organik melalui sinergi dengan sektor pariwisata. Generasi muda banjar setempat diajaknya bergelut di pertanian sembari mengasah kemampuan bidang hospitality. Alhasil, Kebun Mai Organik Bali (KMOB) yang dikembangkannya di areal Subak Kana mulai banyak menarik minat wisatawan yang ingin merasakan langsung sistem pertanian organik sekaligus budaya Bali. ‘’Kami rancang berbagai aktivitas pertanian dan budaya melalui paket wisata di desa. Sedikit demi sedikit wisatawan mancanegara mulai tertarik mencoba,’’ jelas Ketua KMOB ini. Untuk memperluas jaringan sekaligus mempromosikan atraksi wisata di pertanian organik, pihaknya tidak tinggal diam. Berbagai event mulai dari skala kabupaten hingga internasional diikutinya. Kesempatan itu digunakannya untuk berbagi sekaligus mempelajari hal-hal yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian organik dan pariwisata berbasis pertanian, alam dan masyarakat. Seperti belum lama ini, ia mengikuti event Future City Submit yang digelar di Badung. Forum ini diikuti peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, wirausahawan muda, arsitek serta mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Tiongkok, Taiwan, Jepang, India dan Bangladesh. ‘’Di sana saya paparkan mengenai berbagai hal yang sudah kami lakukan di desa. Cukup banyak yang tertarik dengan materi yang kami jelaskan,’’ ujarnya. (ded)
Sukseskan Program, TP PKK Wajib Melek Teknologi terjadi perbedaan, di mana hanya salah satu desa saja yang menonjol atau sukses programnya. Semuanya harus sama,” kata Mahayastra, Jumat (25/1) kemarin. Mahayastra mengingatkan, tidak boleh ada salah satu desa yang menjadi anak emas. Semua desa ditekankan untuk berprestasi dalam menjalankan programnya, demi kesuksesan pembangunan di Kabupaten Gianyar. “Seluruh anggota TP PKK juga wajib melek teknologi, memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam menjalankan program-program PKK,” tegasnya. Bupati asal Kecamatan Payangan ini menambahkan, segenap jajaran TP PKK ini sangat penting diberikan pembekalan, agar mereka bisa melakukan kerja sama lintas sektoral. Dengan begitu, semua program bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Ingat, seorang pemimpin tidak akan mampu berkerja sendiri, tanpa dukungan dari anggota lainnya. Maka dari itu, semua komponen di dalam TP PKK wajib mampu bekerja sama dalam sebuah Bali Post/kmb35 team work yang solid,” I Made Mahayastra tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., M.AP. mengajak Tim Penggerak PKK (TP-PKK) di Kabupaten Gianyar untuk terus mengasah pengalaman, serta sharing dalam penggunaan anggaran atau berbagai masalah yang ditemui di lapangan. “Ini penting, karena saya berharap agar tidak
Hujan deras yang disertai angin kencang Kamis (24/1) lalu, dipastikan sudah memicu 26 titik bencana. Jumlah itu didominasi pohon tumbang dan bangunan roboh. Lokasi bencana ini hampir merata di seluruh kecamatan di Gianyar. Sementara total kerugian material yang diakibatkan dari bencana tersebut diprediksi mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan data rekapitulasi laporan bencana ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar hingga pukul 23.00 Wita, tercatat ada 26 titik bencana. Jumlah itu didominasi bencana pohon tumbang sebanyak 21 titik, diikuti bangunan roboh sebanyak empat lokasi dan satu lokasi banjir. Jumlah ini dipastikan menambah deretan bencana alam yang terjadi sepanjang Januari 2019, yakni menjadi total 87 titik bencana. Terdiri dari 69 pohon tumbang, 11 titik banjir, enam titik tanah longsor dan satu bencana lain-lain. “Akibat hujan lebat disertai angin kencang Kamis lalu, memang didominasi bencana pohon tumbang,” ujar Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya, Jumat (25/1) kemarin. Menurut Oka Digjaya, hingga Jumat sore kemarin pihaknya masih terjun ke lapangan untuk mengevakuasi pohon tumbang. “Anggota masih di lapangan untuk melakukan evakuasi, karena Kamis sore hingga malam tidak bisa ditangani sekaligus. Makanya dilanjutkan Jumat pagi hingga sore,” katanya. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Bali Post, sejumlah pohon tumbang menimpa bangunan milik warga, Kamis sore. Pohon jati dengan tinggi 35 meter dan diameter 60 cm, tumbang menimpa rumah I Ketut Sukawa di Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Selain menimpa satu bangunan rumah milik pria berusia 58 tahun ini, pohon tersebut juga menimpa
Bali Post/kmb35
TUMBANG - Petugas BPBD Gianyar membersihkan pohon beringin yang tumbang di Banjar Pengosekan, Ubud. dua unit sepeda motor milik korban. Akibat kejadian itu, kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, di Banjar Pengosekan, Desa Mas, Ubud, sebuah pohon beringin tumbang menimpa merajan milik warga setempat. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 700 juta. Tidak hanya itu, pohon beringin yang menimpa pura juga terjadi di Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Kerugian yang diakibatkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pohon tumbang juga menimpa
miliknya. Karena proses pembuatan minyak kelapa tersebut memakan waktu cukup lama, korban meninggalkan dapur dalam kondisi api sedang menyala, di tungku menuju bale daja untuk melanjutkan pekerjaan membuat ukiran kayu. Berselang 30 menit kemudian, tiba-tiba tetangganya berteriak bahwa dapur korban terbakar. Tak pelak Ardita terkejut mendengar teriakan tersebut. Saat dicek, ia mendapati dapur miliknya dalam keadaan ter-
Rp 300 juta. Menurut keterangan I Ketut Tirta (45), pohon beringin tersebut merupakan milik Desa Pakraman setempat yang sudah berumur puluhan tahun. Sebelumnya pohon beringin tersebut sudah pernah dilakukan pemangkasan, namun hanya bagian ranting yang menjulur ke samping. Sedangkan batang yang menjulang ke atas tidak dipotong, lantaran tingginya mencapai 20 meter. “Kamis sore itu angin memang kencang sekali, sehingga pohon beringin itu tumbang,” katanya. (kmb35)
Pengedar dan Pengguna SS Ditangkap Gianyar (Bali Post) Awal tahun 2019, Satresnarkoba Polres Gianyar menangkap dua pelaku penyalahguna narkoba. Pelaku berinisial AD alias Samson (31) yang merupakan pengguna sabu-sabu (SS) dengan barang bukti SS seberat 0.18 gram dan seorang pengedar berinisial WS alias Koplek (34) dengan barang bukti delapan paket SS seberat 1,19 gram siap edar. Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu mengungkapkan, tersangka Koplek ditangkap saat membonceng istrinya, Senin (21/1) sekitar pukul 19.45 Wita di tempat pencucian mobil di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. “Dia asli Ubud, tapi kos di Denpasar. Saat ditangkap, ia sedang mengantar istrinya ke Payangan. Karena hujan, mereka berteduh di tempat pencucian mobil,” ujar Adnan Pandibu didampingi Kasatresnarkoba Polres Gianyar AKP Nyoman Pawana Jaya Negara pada jumpa pers, Jumat (25/1) kemarin. Petugas yang sudah men-
curigai Koplek, akhirnya menangkap dan melakukan penggeledahan. Barang bukti (BB) berupa delapan paket SS siap edar disimpan dalam topi di bagasi sepeda motornya. “Total beratnya 1,19 gram. Menurut tersangka, barang itu tidak ada yang pesan. Tapi kalau ada yang beli langsung dijual,” katanya. Menurut Adnan Pandibu, Koplek terindikasi sebagai pengedar, namun polisi belum
bakar dengan api yang sudah naik hingga ke atap. Selanjutnya, kepala dusun setempat naik ke balai kulkul untuk membunyikan kentongan. Warga pun berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sementara itu, seorang warga menghubungi petugas terkait, baik dari TNI maupun kepolisian. Termasuk menghubungi aparat pemadam kebakaran. Sekitar pukul 12.00 Wita, dua unit mobil pemadam
cukup bukti. Dikatakan, BB tersebut ditemukan dalam kondisi sudah dipaketkan, sehingga ada indikasi tersangka sebagai pengedar. “Ada indikasi ke sana, tapi kami belum temukan adanya transaksi jual-beli,” ujarnya. Kepada polisi Koplek mengaku berencana membawa SS tersebut ke tempat ngumpul di kawasan Gianyar, Ubud dan Payangan. “Dia konsumsi itu. Katanya sekitar dua
Bali Post/kmb35
PAKET - Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu menunjukkan delapan paket SS yang diamankan dari dua tersangka penyalahguna narkoba.
”Nandusin”, Dapur Terbakar Gianyar (Bali Post)Musibah kebakaran terjadi di Banjar Patolan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (25/1) kemarin. Dalam insiden tersebut, api meludeskan bangunan dapur milik Wayan Balik Ardita. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan kelalaian korban saat memasak minyak kelapa. Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar pukul 11.00 Wita Ardita nandusin (memasak minyak kelapa) dengan cara direbus di dapur
rumah I Wayan Silib yang berlokasi di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, sekitar pukul 17.00 Wita, Kamis (24/1). Saat kejadian keluarga korban ada di dalam rumah tersebut. Tibatiba terdengar suara kayu patah dan benturan yang cukup keras. Setelah dicek, ternyata pohon beringin menimpa rumah korban. Akibatnya, sejumlah bangunan di rumah Wayan Silib mengalami kerusakan. Seperti bangunan balai daja, balai dauh dan dapur, satu bangunan tugu karang dan satu buah jineng. Total kerugian dari kejadian ini ditaksir mencapai
kebakaran tiba di TKP dan langsung memadamkan api. Sekitar pukul 12.30 Wita, api sudah dapat dipadamkan. “Petugas memadamkan api dalam waktu 30 menit,” ujar Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Agusnawa yang juga membidangi kebakaran. Sementara itu, Kapolsek Blahbatuh Kompol Dwikora mengatakan, kebakaran tersebut disebabkan karena kelalaian korban yang meninggalkan dapur dengan api menyala. (kmb35)
OLAH TKP Sejumlah polisi melakukan olah TKP di dapur milik Wayan Balik Ardita, Jumat (25/1) kemarin.
tahun. Kami masih lakukan pengembangan,” imbuhnya. Sementara itu, barang bukti SS seberat 0,18 gram disita dari tersangka Samson, Senin (7/1) sekitar pukul 16.45 Wita. Penangkapan ini dilakukan di garasi tempat kosnya di Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Gianyar. “Tersangka awalnya boncengan dengan seorang perempuan yang merupakan pemilik kos. Sampai di garasi, petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan,” jelas Adnan Pandibu. Disaksikan warga sekitar, kata Adnan Pandibu, petugas kepolisian menemukan satu paket serbuk kristal putih diduga SS dalam kantong celana jean’s yang dikenakan pelaku. Saat itu juga dilakukan pengembangan ke rumah Samson di Klungkung. Polisi sudah menggeledah seisi rumahnya, namun hasilnya nihil. Berdasarkan keterangan tersangka, barang haram tersebut didapatkan secara tempelan. “Sumber barang itu, kata pelaku berasal dari LP. Tapi orangnya sudah
meninggal. Itu pengakuan tersangka, masih kami telusuri kebenarannya,” katanya. Kepada polisi, tersangka Samson mengaku sumber barang tersebut dari napi Jro Janggol yang telah meninggal beberapa waktu lalu. “Dia ambil barang sebelum Galungan, nyimpan barang ini sudah lama,” ujar Adnan Pandibu. Adnan Pandibu menambahkan, pelaku yang bekerja sebagai debt collector freelance ini mengaku berencana mengkonsumsi barang haram itu bersama teman perempuannya. “Rencananya dia nyabu bareng. Pelaku mengaku, selain dikonsumsi sendiri, kalau ada yang beli, dia jual juga,” jelasnya. Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal 112 KUHP ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun, serta denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Tiga Bulan Jelang Pencoblosan
KPU Jembrana Masih Kekurangan Ratusan Kotak Suara
Negara (Bali Post) Memasuki tiga bulan pelaksanaan pencoblosan pemilu serentak 2019, KPU Jembrana mulai melakukan setting sejumlah logistik. Logistik di luar kotak suara, kertas suara dan bilik mulai dipilah dan disiapkan. Terutama logistik yang disediakan dari KPU Kabupaten, seperti name tag, alat coblos dan alat tulis. Sedangkan logistik yang didistribusikan dari pusat dan provinsi, masih banyak yang kurang. Seperti kotak suara dan bilik suara yang di antaranya sudah terdistribusikan.
Bali Post/olo
SETTING LOGISTIK – Sejumlah pegawai KPU Jembrana melakukan setting logistik yang telah tersedia. Tiga bulan menjelang pemilu, KPU Jembrana masih kekurangan ratusan kotak suara.
Hingga tiga bulan menjelang pelaksanaan, KPU Jembrana masih kekurangan ratusan kotak dan puluhan bilik suara. Ketua KPU Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara, belum lama ini mengungkapkan, logistik di TPS yang masih kurang seperti kotak suara dan bilik sudah dilaporkan langsung ke KPU Pusat. Dari penghitungan berdasarkan jumlah TPS, untuk kotak suara masih kurang 137 kotak. Total yang dibutuhkan 4.507 kotak suara. Sedangkan untuk bilik dari total 3.504 bilik yang diperlukan, masih kekurangan 52 bilik. Diperkirakan pada akhir Februari kekurangan logistik akan terdistribusi. Terkait bahan yang digunakan, khusus bilik menurutnya selain dari karton, KPU Jembrana juga memanfaatkan bilik aluminium. Bahkan nantinya akan lebih
banyak menggunakan bilik aluminium aset dari pemilu-pemilu sebelumnya. Dari total 3.504 bilik untuk di TPS, 2.020 bilik berbahan aluminium akan digunakan. Pengadaan logistik ini menurutnya dibagi, baik di KPU Pusat, KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten. Misalnya untuk KPU Provinsi menyediakan sampul dan KPU Pusat menyediakan surat suara, kotak suara, segel serta bilik. Dalam setting logistik yang dilakukan di Kantor KPU Jembrana melibatkan pegawai KPU Jembrana sendiri. Sebab untuk setting saat ini tidak ada anggaran. Sesuai data terakhir, untuk jumlah TPS di Jembrana sebanyak 876 TPS. Logistik yang di-setting seperti name tag saksi parpol dan calon presiden, sampul, serta alat coblos ditargetkan awal Februari sudah selesai. (kmb26)
Perkuat Kawasan Resapan
Polisi Gandeng Masyarakat Penyanding Tanam Pohon GOTONG ROYONG - Petugas BPBD Jembrana ketika gotong royong membersihkan pohon tumbang yang menimpati rumah warga di Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan.
BPBD Bersihkan Reruntuhan Atap Rumah yang Tertimpa Pohon Negara (Bali Post) Angin kencang yang terjadi Kamis (24/1) sore, menyebabkan bencana di sejumlah wilayah di Jembrana. Salah satu dampaknya adalah atap rumah warga tertimpa pohon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana langsung membantu warga membersihkan puing-puing reruntuhan atap rumah warga yang tertimpa pohon tersebut. Selain di Biluk Poh Kelurahan Tegalcangkring Mendoyo, BPBD Jembrana juga melakukan gotong royong Jumat (25/1) pagi, di rumah warga yang terdampak pohon tumbang di rumah Ni Nyoman Ranci (50) di Banjar Tengah Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan. Tidak hanya gotong royong membersihkan rumah warga, pada saat itu juga diserahkan bantuan sembako. Dari informasi, pada Kamis sore angin bertiup sangat kencang yang disertai dengan hujan. Tiba-tiba pohon jati yang berdiameter 25 cm dan tinggi 9 meter di kebun milik Ni Nyoman Krina (60) yang
posisinya di belakang rumah Ni Nyoman Ranci tumbang menimpa atap rumah. Akibatnya, rumah Ni Nyoman Ranci mengalami rusak berat. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Pramana mengatakan dari laporan yang diterima, ada tiga titik lokasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Yakni di Kelurahan Tegalcangkrin Kecamatan Mendoyo, Desa Tegal Badeng Timur Kecamatan Negara dan Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan. Pihaknya juga sudah berupaya membantu warga untuk mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga dengan menggunakan alat pemotong kayu. Selain menimpa rumah warga BPBD Jembrana juga telah mengevakuasi pohon tumbang di beberapa titik yang tumbang dan menutup badan jalan nasional Denpasar Gilimanuk. Dari beberapa kejadian tidak ada korban jiwa dalam musibah angin kencang tersebut. (kmb)
Negara (Bali Post) Upaya mengurangi pemanasan global dan dampak banjir, Polsek Jembrana menggalakkan penanaman pohon guna memperkuat kawasan penyangga. Program penanaman seribu pohon yang dipusatkan di desa Pulukan, Kecamatan Melaya, Jumat (25/1) kemarin melibatkan masyarakat penyanding hutan dan stakeholder setempat. Penanaman bibit pohon jenis kayu Gamelina (Jati Belanda) dan pohon Mahoni ini berfungsi untuk perlindungan dan penghijauan. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih yang terjun langsung melakukan penanaman, menyebut selain mengurangi dampak pemanasan global, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor, juga meningkatkan kesadaran masyarakat menanam dan memelihara tanaman. Karena itu, penanaman melibatkan masyarakat sekitar yang menjadi ujung tombak agar ikut menjaga hutan. Sehingga dengan digalakkannya upaya penanaman ini diharapkan muncul sikap atau budaya (mindset) yang melekat pada kehidupan sehari-hari.
Penanaman sengaja dilakukan di kawasan hutan lindung di Desa Pulukan Kecamatan Pekutatan guna menjadikan kawasan tersebut tetap hijau, baik dalam maupun di luar kawasan hutan. Sehingga nantinya mampu memberikan fungsi perlindungan, estetika, serta bernilai hasil ekonomi. Selain masyarakat, Polres bersama Polsek Pekutatan sengaja menggandeng stakeholder lainnya, seperti UPT Puskesmas I Pekutatan, UPTD Pendidikan Kecamatan Pekutatan, Koordinator KB dan PPL Pertanian Pekutatan, KRPH Pulukan, Pok Pariwisata, SPPBE Pangyangan, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta, anak-anak sekolah, berikut kelompok jaga hutan Pulukan. “Di samping bertujuan untuk mengurangi dampak banjir, juga bertujuan melestarikan hutan lindung yang ada demi terjaganya keseimbangan ekosistem serta mengurangi pemanasan global,” terang Budi P. Saragih. Di samping itu, kegiatan juga untuk menggelorakan persatuan dan kesatuan
masyarakat Bali dalam bingkai NKRI dan terobosan kreatif Polri di luar tugas pokok serta tidak menyimpang dari aturan yang ada. Secara nasional,
upaya dari daerah ini merupakan support mencapai pembangunan Indonesia bersih (Clean Development Mechanisnm). (kmb26)
Yonif 741 Sambut Prajurit Purnatugas di Libanon
Bali Post/kmb26
APEL PENYAMBUTAN – Apel penyambutan anggota yang purnatugas di Mako Yonif 741/GN kemarin. Dua anggota Yonif yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Libanon dan pengamanan perbatasan telah menyelesaikan tugasnya.
Termasuk Hewan Penular Rabies
Karantina Gilimanuk Tolak Anjing Shitzu Masuk Bali
Negara (Bali Post) – Hewan media penular penyakit yang dilarang dibawa antarpulau diamankan jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk bersama Karantina Pertanian Wilayah Kerja (wilker) Gilimanuk, Jumat (25/1) kemarin. Hewan tersebut yakni dua ekor anjing jenis Shitzu yang dibawa seorang warga dari Jakarta tujuan Denpasar, ditolak petugas. Selain mengamankan anjing, petugas Karantina sebelumnya juga mengamankan enam ekor ayam yang rencananya hendak dikirim ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Anjing merupakan salah satu media pembawa yang dilarang masuk ke Bali, karena saat ini Provinsi Bali masih dinyatakan sebagai daerah Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (rabies). Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra, mengungkapkan dua ekor anjing jenis Shitzu jantan dan betina itu sebelumnya diangkut dalam mobil pribadi Honda Jazz milik Weles Suwitkatmojo. Sepasang anjing itu rencananya dibawa ikut berlibur pemiliknya ke Bali. Namun sesuai aturan, anjing jenis apapun tidak diperbolehkan masuk ke Pulau Bali atau antarpulau. “Masih ada larangan dengan ketentuan, dilarang
Bali Post/kmb26
TANAM POHON – Polres menggandeng masyarakat penyanding dan instansi terkait melakukan penanaman pohon di Pulukan, Pekutatan.
memasukkan, mengeluarkan maupun transit hewan penular rabies (HPR) dari dan ke Provinsi Bali,” terang Eka Ludra. Setelah memberikan pemahaman, Karantina mengambil tindakan penahanan sepasang anjing itu dan nantinya akan dilakukan penolakan ke daerah asal. Pemilik anjing rencananya di Bali hingga Minggu (27/1) nanti untuk liburan di sekitar Ubud. Selain itu, pada Jumat (18/1) lalu petugas juga mengamankan enam ekor ayam (unggas). Satu ekor Ayam Jago dan lima ekor ayam anakan. Dari pemeriksaan ayam milik Ongga Paicana asal Yogyakarta dikirim tanpa dilengkapi dokumen/ sertifikat kesehatan karantina dari pelabuhan asal. Unggas yang berpotensi sebagai media pembawa virus Flu Burung ini sebelumnya dikirim dengan kereta api dari Yogyakarta sampai Banyuwangi. Selanjutnya diangkut dengan bus dari Gilimanuk dengan tujuan Padang Bai, Karangasem. Tujuan akhirnya dibawa ke Mataram, NTB. Sejak diamankan pekan lalu itu, ayam ditahan di kandang Wilker Gilimanuk dan petugas menunggu kelengkapan dokumen. Hingga batas waktu yang ditentukan tiga hari, pemilik tidak dapat melengkapi dokumen dan sejatinya telah
diberikan tindakan penolakan. Karena pemilik tidak dapat melakukan tindakan penolakan atau membawa kembali unggas tersebut ke daerah asal, petugas melakukan pemusnahan. Rabu (23/1) lalu pemusnahan dilakukan disaksikan pihak terkait, di antaranya tim Kewasdakan dari BKP Kelas I Denpasar, Polsek Kawasan Laut Pelabuhan Gilimanuk dan Karantina Ikan Gilimanuk. Eka Ludra mengungkapkan, upaya pengawasan lalu lintas hewan dilakukan guna mencegah penyakit masuk ke Bali dan NTB. “Selain rutin dilakukan, kita ketatkan pengawasan, apalagi adanya indikasi rabies di NTB. Baik HPR maupun unggas,” pungkas Ludra. Karantina mengambil tindakan sesuai prosedur, baik penolakan hingga pemusnahan. (kmb26)
ANJING – Anjing Shitzu yang diamankan di Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk.
Negara (Bali Post) – Ratusan prajurit Batalyon Infanteri Mekanis (Yonif) 741/Garuda Nusantara, Jumat (25/1) kemarin menggelar upacara tradisi menyambut anggota purnatugas ke luar negeri. Dua anggota Yonif yang sebelumnya bertugas pengamanan perbatasan RI dengan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) dan menjadi bagian pasukan penjaga perdamaian di Libanon. Tradisi menyambut anggota ini selain dilakukan dengan upacara juga kalungan bunga sebagai penghargaan terhadap mereka. Wakil Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 741/Garuda Nusantara Mayor Infanteri Zulhiardi selaku pemimpin upacara menyampaikan selamat dapat melaksanakan tugas dengan baik. Zulhiardi juga berterima kasih kepada anggota telah menjunjung nama Yonif Mekanis 741/GN.
Dua anggota yang telah melakukan tugas di luar itu di antaranya Letnan Satu Infanteri Peri Supendi bertugas selama sembilan bulan di perbatasan RIRDTL. Selanjutnya Prajurit Kepala Dwi Puji Haryono bertugas selama setahun di Libanon. Zulhiardi juga berpesan kepada anggota lainnya agar prestasi dua anggota itu bisa menjadi contoh dan motivasi dalam melaksanakan tugas. Baik itu di dalam Negeri maupun di luar negeri. Sebagai anggota TNI harus siap ditugaskan ke mana dan di mana saja. Bukan hanya terkait siap ditempatkan, namun juga harus bisa melaksanakan tugas dengan baik. Saat ini ratusan anggota Yonif juga sedang bertugas ke luar selama sembilan bulan sejak akhir tahun 2018. Mereka tergabung dalam Satgas Pamtas bertugas mengamankan perbatasan RI-RDTL dipimpin langsung Danyon Mekanis 741/GN Mayor Inf. Hendra Saputra. (kmb26)
Tabrakan, Bagian Depan L 300 dan Truk Hancur Pengemudi Selamat
Negara (Bali post) Kecelakaan terjadi Jumat (25/1) pagi kemarin di jalan umum Denpasar Gilimanuk Km 58-59 Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan Jembrana. Kecelakaan terjadi antara mobil L 300 nopol P 9390 VQ yang di kemudikan Anwar (33) dari Banyuwangi dengan truk Colt Diesel N 9531 UI yang dikemudikan Ugik Ptantauanto dari Sanur, Denpasar. Dari informasi, kecelakaan berawal ketika truk N 9531 UI bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat itu jalan kering marka utuh. Setelah sampai di TKP truk mendahului kendaraan yang tidak dikenal yang ada di depannya. Pada saat bersamaan datang kendaraan L 300 dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan. Akibat kecelakaan itu pengemudi L 300 mengalami luka pelipis kiri, luka robek lutut kanan kiri dan luka lecet pergelangan kaki kiri. Kerusakan akibat dari kecelakaan kendaraan L 300 hancur pada bagian depan, kaca depan pecah, pintu tidak bisa di buka dan lampu depan semua pecah. Sedangkan kendaraan truk disel hancur bagian depan, kaca depan retak. diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 10.000.0000. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. (kmb)
Karangasem
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
11
Tawur Panca Wali Krama, 1 Februari - 12 April
31 Januari Batas Terakhir Upacara Pengabenan UPACARA Tawur Agung Panca Wali Krama lan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih akan dilangsungkan dari tanggal 1 Februari hingga 12 April. Dalam rangka mendukung pujawali itu, warga tidak diperkenankan melakukan prosesi pengabenan setelah tanggal 31 Januari 2019. Sebab, pada tanggal 1 Februari sudah dimulai prosesi nunas tirta pangelukatan dan tirta pengadeg di Pura Dalem Puri. Pelaksanaan ngaben baru diperbolehkan tanggal 15 April. Artinya, setelah upacara majauman, tiga hari Ida Batara masineb 12 April mendatang. Bendesa Adat Besakih Jero Mangku Widiartha mengatakan hal itu saat diterima Pimpinan KMB Satria Naradha,
Jumat (25/1) kemarin. Ikut hadir pada kesempatan itu Jero Mangku Suyasa, Jero Mangku Ridana, Jero Mangku Artawan, Gusti Mangku Putu, serta I Wayan Suartika dan I Wayan Agustika. ‘’Namun, setelah 31 Januari sampai 15 April 2019, hendaknya tidak melakukan upacara pembakaran mayat, baik dalam bentuk upacara pengabenan maupun makinsan digeni,’’ ujar Mangku Widiartha. Namun, bila ada yang meninggal setelah 31 Januari, maka diatur sebagai berikut. Bila dimungkinan dikubur, hendaknya secepatnya dilakukan upacara penguburan. Perjalanan ke setra dilakukan pada sore hari setelah matahari terbenam. ‘’Tata cara seperti biasa.
Hanya tidak menyuarakan kentongan dengan maksud agar krama tidak ikut cuntaka. ‘’Anggota keluarga, tetangga yang ikut aktif pada pelaksanaan upacara itu terkena cuntaka. Setelah berakhir batas waktu cuntaka, diperkenankan ikut upacara Tawur Agung Panca Wali Krama itu,’’ tambahnya. Tetapi bila yang meninggal adalah sulinggih (dwijati) atau pinandita /pemangku, mereka yang menurut dresta tidak boleh di-pendem, diperkenankan nyekah sawa pada dasarnya dilaksanakan sebagaimana biasa. ‘’Bagi yang masih walaka tidak sampai munggah tumpang salu. Namun, bagi sulinggih dapat dilanjutkan sampai munggah tumpang salu,’’ ujarnya. Stimulus Rp 3,9 Miliar
No. Rahina/Pawilangan
Dauh Wita
Upacara
1
Sukra Kliwon Medangkungan, 1 Maret 2019
15.00
Nedunang Pralingga Ida Batara
Pura Agung Besakih
Panitia Kab./ Kota
2.
Saniscara Umanis Medangkungan, 2 Maret 2019
10.00
Memargi Melasti
Besakih - Klotok
Panitia
16.00
Upakara Melasti
Segara Watu Klotok
Kabupaten Klungkung Dan Kab. Buleleng
20.00
Ida Batara Mesandekan Dan Katuran Bhakti
Pura Penataran Agung Klungkung
Panitia
05.00
Ngelanturang Melasti
Pura Tohjiwa
Panitia
10.00
Ida Bhatara Mesandekan Dan Katuran Bhakti
Pura Puseh Tohjiwa
Panitia
16.00
Ngelanturang Melasti
Pura Puseh Tebola Sidemen
Panitia
20.00
Ida Batara Mesandekan Dan Katuran Bhakti
Pura Panitia Puseh Tebola Sidemen
05.00
Ida Bhatara Mewali Ke Pura Agung Besakih
Pura Puseh Tebola Sidemen
Panitia
14.00
Ida Bhatara Mesandekan Dan Katuran Bhakti
Pura Pesimpangan Besakih
Kab.Jembrana
16.00
Pamendal
Ambal-Ambal
Panitia
Mepepada Tawur Agung Panca Wali Krama
Bencingah Agung Besakih
Panitia
18.00
Memben
Bencingah Agung Besakih
Panitia
5.
Redite Paing Matal, 3 Maret 2019
Soma Pon Matal, 4 Maret 2019
Anggara Wage Matal, 10.00 5 Maret 2019
Genah
Penyanggra
6.
Buda Kliwon Matal, 6 Maret 2019
08.00
Puncak Tawur Agung Panca Wali Krama
Bencingah Agung Besakih
Panitia/Kab./ Kota
7.
Wrehaspati Umanis Matal, 7 Maret 2019
05.00
Penganyar
Pura Penataran Agung Besakih
Panitia
06.00
Penyepian (Sipeng)
Seluruh Bali
Panitia Umat Hindu
10.00
Penganyar
Pura Penataran Agung Besakih
Panitia
10.00
Mepepada Batara Turun Kabeh
Pura Penataran Agung Besakih
Panitia
18.00
Memben
Pura Penataran Panitia Agung Besakih
09.00
Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh
Pura Penataran Agung Besakih
Panitia
09.00
U pakara Ayun Widhi
Pura Penataran Agung Besakih
Panitia
10.00
Tedun Peselang
Pura Penataran Panitia Agung Besakih
10.00
Penganyar
Pura Penataran Agung Besakih
Panitia
15.00
Nunas Tirta Panglebar
Pura Penataran Agung Besakih
Panitia
16.00
Penyineban
Pura Penataran Panitia Agung Besakih
8.
9.
Bali Post / Wan
SIMAKRAMA - Prajuru Desa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, Jero Mangku Suyasa, bersama prajuru adat, serta elemen kepemudaan pemerhati sampah melakukan simakrama yang diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha di Denpasar, Jumat (25/1) kemarin.
Tim Evakuasi Temukan Korban Cedera Pergelangan Kaki -Tangan
DUDONAN TAWUR AGUNG PANCA WALI KRAMA LAN KARYA IDA BATARA TURUN KABEH RING PURA AGUNG BESAKIHWARSA 2019
4.
dana punia umat. Belum kami dapatkan rincian untuk upacara Tawur Panca Wali Krama-nya,’’ tambahnya. Baik Jero Mangku Widiartha maupun Jero Mangku Suyasa mengharapkan warga untuk menghaturkan punia. Sebab, Puru Besakih, sebagai huluning Bali -- hulu, kepalanya Pulau Bali -- merupakan sumber segalanya. Jadi, apa pun yang diperoleh umat, baik itu kesehatan, kedamaian, kesejahteraan, merupakan anugerah Batara Tripurusha yang di-sungsung di Pura Besakih. ‘’Sesungguhnya semua umat wajib menghaturkan punia atas berkah tidak terbatas yang diberikan Pura Besakih itu. Lebih-lebih pemkab, pemkot, serta pemprov,’’ ujar Jero Mangku Suyasa. (ram)
Pendaki Rusia Tersesat di Gunung Agung
EVAKUASI - Tim gabungan Basarnas Bali, Polda Bali, TNI, Polri, relawan Pasebaya, dan pemandu lokal Jumat (25/1) kemarin, akhirnya mampu mengevakuasi satu wisatawan asing yang tersesat saat melakukan pendakian Puncak Gunung Agung.
3.
Pemprov Bali dalam menyambut karya agung itu sudah mengalokasikan stimulus dana Rp 3,9 miliar. Bendesa Adat Besakih Mangku Widiartha membenarkan stimulus sejumlah angka itu. Walau demikian, pihaknya mempersilakan jika ada umat yang ingin menghaturkan punia baik dalam bentuk uang, material, wewalungan. ‘’Silakan saja mapunia dengan tulus dan ikhlas,’’ tambah Widiartha. Dari perkiraan rinciaan pengeluaraan untuk upacara Ida Batara Turun Kabeh, sudah mencapai Rp 2,7 miliar. Namun, pihaknya belum merinci berapa besar biaya Tawur Panca Wali Krama. ‘’Entah berapa miliar nanti menghabiskan dana. Semoga semua tercukupi dari
Anggara Pon Menail, 19 Maret 2019
Buda Wage Menail, 20 Maret 2019
10. Sukra Paing Ugu, 12 April 2019
Prawartaka Karya Agung Panca Wali Krama Lan Ida Batara Turun Kabeh Di Pura Agung Besakih Warsa 2019 Ketua Umum, Jro Mangku Widiartha
Sahuninga, Yajamana Karya, Ida Pedanda Gede Putra Tembau
Sekretaris I, I Mangku Nyoman Sudarsana
Amlapura (Bali Post) Setelah berjibaku beberapa jam, tim gabungan dari Basarnas, Polda Bali, TNI, Polri, relawan Pasebaya dan pemandu lokal Jumat (25/1) kemarin, akhirnya mampu mengevakuasi satu wisatawan asing yang tersesat saat melakukan pendakian di Puncak Gunung Agung, Kamis (24/1) lalu. Saat ditemukan 300 meter di bawah puncak, korban dalam kondisi cedera pada pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri. Salah seorang guide lokal Besakih, Mangku Sudarsana, menuturkan, keempat wisatawan yang naik dari Pura Pengubengan Besakih yakni Alvis (27) asal Prancis, Sergey (30) dan Jhon (32) Ukraina, serta Aleksander (28) asal Rusia. Setelah turun dari puncak, ketiganya melapor ke Polsek Rendang, satu rekannya atas nama Alexander tidak ditemukan di puncak. Karena itu, mereka turun kemudian melapor sekitar pukul 21.00 Wita. “Setelah selesai melapor ke Polsek Rendang, pemandu lokal Besakih bersama dua rekannya yang sempat pula naik ke Gunung Agung, melakukan pencarian pukul 22.00 Wita,”
ujarnya. Proses pencarian itu dilakukan oleh tiga regu. Regu pertama, Basarnas dan pemandu lokal Besakih antara lain anggotanya Yoman Mangku Kayun, Wayan David Ketut Surni naik pukul 22.00 Wita. Sedangkan, regu kedua dengan anggota 10 orang naik pukul 07.00 dipandu Wayan Adi. Regu ketiga anggotanya mencapai 17 orang. Sebelum melakukan pencarian ke kawasan hutan di Gunung Agung, tim gabungan itu lebih dahulu diberikan pengarahan di embung Dusun Temukus, Desa Besakih. Tim gabungan naik melalui embung dengan jumlah personel 15 orang dipandu Jro Mangku Wayan Badra. Baru saja naik sekitar 20 menit, regu
ketiga kembali turun. Sebab, berdasarkan informasi rekannya dari atas, tamu yang dicari sudah ditemukan. Hanya, jalan turunnya digeser ke timur. Sehingga regu tiga naik dari Pura Tunggul Besi. Kasi Ops dan Siaga Basarnas Bali, Ida Bagus Surya Wibawa, mengatakan, sebelumnya ada laporan salah satu pendaki yang merupakan wisatawan asing Alexander (25) asal Rusia hilang. Turis itu melakukan pendakian bersama tiga rekannya dengan cara naik dari Pura Pengubengan, Besakih, Kamis (24/1) pukul 10.00 Wita. Dalam perjalanan, korban mengalami cedera. Sehingga tiga rekannya ini memilih melanjutkan perjalanan menuju ke puncak.
Sedangkan, korban diminta tetap diam di lokasi itu. Tetapi, setelah meninggalkan rekannya justru ketiganya tidak menemukan rekannya yang ditinggal itu. “Kemungkinan ketiganya tidak mengikuti jalur tempat temannya itu disuruh diam sebelumnya. Sehinggga ketiganya tidak menemukan temannya saat kembali. Ketiganya ini memilih turun selanjutnya melapor ke Polsek Rendang,” jelasnya. Korban berhasil ditemukan tim gabungan di ketinggian sekitar 1.800 mdpl. Saat ditemukan, korban mengalami cedera di bagian pergelangan kaki sebelah kiri dan pergelangan tangan kiri. “Dalam melakukan evakuasi memang ada sejumlah kendala yang dialami petugas yakni medannya yang sulit ditambah cuaca tidak mendukung. Sebab di atas berkabut dan gerimis. Hal itu membuat proses evakuasi menjadi sedikit terhambat,” jelas Surya Wibawa. (kmb41)
Pohon Tumbang di Sejumlah Tempat
Rumah, Pura, Sekolah Rusak, Enam Orang Mengungsi Amlapura (Bali Post) Angin kencang Kamis (24/1) lalu, menyebabkan pohon tumbang terjadi di sejumlah tempat di Karangasem. Pohon tumbang itu tidak hanya menimpa permukiman warga, uga merusak palinggih termasuk fasilitas umum seperti tembok panyengker sekolah. Dampaknya juga enam warga yang tinggal di Lingkungan Ampel, Kelurahan Karangasem mengungsi ke rumah tetangganya lantaran rumahnya rusak berat tertimpa pohon. Putu Kertiasa mengatakan angin kencang Kamis (24/1) malam lalu, membuat rumah miliknya rusak berat setelah tertimpa pohon. Atas kondisi itu dirinya bersama orang tuanya serta anak istrinya sementara mengungsi ke rumah tetangganya. “Saya mengungsi di rumah tetangga, I Made Dirgantara, dengan istri, anak, dan orangtua. Rumah saya rusak parah tidak bisa ditempati,” ujarnya. Kertiasa menuturkan, ia belum bisa memastikan kapan memperbaiki rumahnya karena
belum punya uang. Dia berharap ada bantuan bedah rumah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem atau Pemrov Bali. Atas kejadian itu, pihaknya mengusulkan bantuan tenda ke BPBD Karangasem sebagai tempat tinggal sementara. Hal senada disampaikan Ni Made Sudewi. Pihaknya berharap bisa mendapat bedah rumah dari pemerintah daerah, sehingga tidak lama mengungsi. “Kami belum ada uang untuk memperbaiki rumah itu,’’ ujarnya. Penghasilan istrinya sebagai buruh rumah tangga tidak mencukupi untuk merenovasi rumah itu. Demikian juga penghasilan dirinya yang tidak menentu, karena bekerja di sawah. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, angin kencang itu nyaris melanda seluruh kabupaten/kota di Bali. Khusus di Karangasem, angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, merusak sejumlah permukiman warga, termasuk sejumkah tempat ibadah. Berdasarkan pendataan
yang dilakukan di lapangan, bencana pohon tumbang menimpa ruas jalan di Banjar Timbrah Beji, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem. Hal itu sempat menganggu arus lalu lintas. Pohon tumbang juga menimpa rumah di Banjar Dinas Dukuh, Desa Talibeng, dan Banjar Telaga Tawang di Kecamatan Sidemen. Pohon tumbang menghantam rumah di lingkungan Ampel, Banjar Taman, Jalan Ngurah Rai Amlapura. Di sepanjang ruas jalan Padangbai-Candidasa juga ada dua pohon tumbang. Ada juga pohon beringin tumbang menimpa candi bentar Pura Banjar di Dusun Apit Yeh, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Tak hanya itu, pohon ketapang juga menimpa atap rumah dan jalan rabat beton rusak di Banjar Dinas Kanginan, Desa Pesedahan, Manggis. Pohon perindang berdiameter 30 cm menutup akses jalan di wilayah Banjar Dinas Desa Sengkidu, Manggis. Pohon tumbang di depan SMP Negeri 3 Rendang itu mengenai tembok panyengker. Pohon tumbang di depan
Banjar Sekar, Desa Nongan, Rendang itu menimpa badan jalan, sehingga akses lalin sempat terganggu. Dahan beringin patah menimpa atap warung milik Jro Mangku Made Kawi, di Banjar Dinas Mendira, Desa Sengkidu, Manggis. “Dari bencana tersebut memang mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak dari kategori ringan sampai berat. Jika dikalkulasikan secara, kerugian material akibat bencana ini mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya. Pihaknya mengimbau masyarakat yang bermukim di bawah pohon, supaya tetap waspada terhadap bencana pohon tumbang. Tiupan angin saat ini sangat kencang. Apalagi angin kencang itu datangnya secara tiba-tiba, sehingga warga diimbau selalu waspada. “Kita minta warga waspada di mana pun berada. Jangan berteduh di bawah pohon besar. Sebab, pohon itu rawan tumbang. Hal seperti itu perlu diantisipasi terutama menghindari terjadi korban jiwa,” ujar Arimbawa. (kmb41)
Derita Nelayan Benahi Perahu Rp 30 Juta
Tak Punya Keterampilan, Dua Minggu Nongkrong Gelombang pasang yang melanda pesisir laut Bali Rabu (23/1), mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan di pesisir. Jukung atau perahu para nelayan di Pantai Amed, Abang juga terkena imbasnya. Sebab, terjangan gelombang pasang setinggi 4-5 meter itu tidak pelak merusak puluhan jukung milik para nelayan di sana. Kondisi itu membuat mereka terpaksa tidak dapat menjalankan profesinya sehari-hari yakni turun ke laut untuk menangkap ikan. Lalu, apa aktivitas sementara para nelayan yang belum bisa turun melaut itu? SEORANG nelayan di Pantai Amed, I Wayan Sudarma, yang perahunya rusak akibat dihantam gelombang pasang, mengatakan, perahunya hancur karena dihantam gelombang tinggi. Hal itulah yang menyebabkan perahu miliknya itu rusak. Dirinya sementara ini tidak dapat melaut sebagaimana sebelumnya yang sehari-hari kerja menangkap ikan. Sebetulnya, bukan hanya Sudarma, para nelayan lainnya juga mengalami nasib yang sama.
Bagi yang perahunya rusak berat juga diyakini dipaksa harus istirahat. “Saya tidak bisa melaut karena perahu yang saya pergunakan menangkap ikan rusak. Beberapa bagian patah akibat terjangan ombak kemarin (Rabu, red). Saya kurang tahu sampai kapan tidak bisa melaut. Perahu saya masih dalam proses perbaikan. Mungkin seminggu sampai dua minggu ini tidak bisa turun,” ujarnya. Untuk mencari rezeki sebe-
lumnya, dia mengaku hanya melaut. Dengan kerusakan jukung saat ini, ia mengaku kebingungan, apa yang harus dilakukan agar bisa mendapatkan uang. “Benar-benar saya bingung. Sebab, selain melaut, saya tidak punya keterampilan lainnya. Semoga perbaikan jukung itu bisa segera selesai, sehingga saya kembali bisa melaut,” harap pria 50 tahun itu. Hal senada diungkapkan rekannya, Masna. Sejak puluhan tahun, dirinya hanya mengadu rezeki dari melaut khususnya menangkap ikan. Pekerjaan itulah suntuk dilakukan guna memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Tapi, sekarang ini dirinya belum bisa melaut untuk menangkap ikan. Pasalnya, perahu dan jaring yang dipergunakan untuk menangkap ikan rusak berat. Perbaikannya perlu waktu dua mingguan. “Saya hanya punya satu perahu. Jaring yang saya pakai
menangkap ikan itu juga dalam proses perbaikan setelah rusak tertimbun pasir gelombang pasang. Saya bingung, belum lagi memikirkan biaya perbaikan jukung itu. Biayanya sangat lumayan, menyentuh Rp 30 juta,” ujarnya. Sama dengan Sudarma, Masna juga tidak memiliki pekerjaan sampingan selain hanya melaut. Otomatis dalam beberapa hari ke depannya, ia tidak memiliki kegiatan apa-apa alias nongkrong saja. Masalahnya, rutinitas melaut yang menjadi kegiatan sebelumnya, tidak dapat dilakukan akibat perahu masuk dok. “Saya tidak punya perkerjaan sampingan. Selama puluhan tahun, saya hanya melaut, menangkap ikan untuk memenuhi keperluan keluarga. Sekarang, hanya bisa menunggu sampai perahu dan jaring selesai diperbaiki. Setelah itu, baru bisa kembali mengadu peruntungan di laut,” ujar Masna. (nan)
KLUNGKUNG
12
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Polemik Pembangunan Kantor Perbekel Selat
Mantan Perbekel Selat Tegaskan Sudah Sesuai Prosedur
Semarapura (Bali Post) Ribut-ribut soal pembangunan Gedung Kantor Perbekel Selat, Kecamatan Klungkung, membuat mantan Perbekel Selat Wayan Sudiana angkat bicara. Dia yang memimpin proses sejak awal dari perencanaan, pembelian tanah hingga proses pembangunan, merasa perlu meluruskan informasi yang beredar bahwa proses pembelian tanahnya diduga ada mark-up. Bahkan, sampai ada yang menuding terjadi bagi-bagi fee. Sudiana menegaskan semua itu tidak benar. Sudiana, Kamis (24/1) lalu, menyampaikan proses pembangunan sejak awal sampai sekarang, sudah di-
lakukan sesuai prosedur. Melibatkan Tim Penaksir Harga untuk menentukan harga tanah hingga Tim Pengadaan Tanah untuk menentukan lokasi paling strategis dipakai kantor baru. Bahkan, sering berkoordinasi dengan camat. Dia justru balik mempertanyakan, dari mana dapat logika adanya mark-up harga tanah mengingat prosesnya sudah dilakukan secara transparan. Bahkan, BPD Selat juga dikatakan selalu dilibatkan dalam proses sosialisasi. Menurutnya, dipilihnya lokasi tanah saat ini, karena di lokasi lain sudah tidak ada lagi lahan yang strategis dengan harga terjangkau. Lokasi yang sekarang dipilih adalah yang paling strategis, karena dekat dengan puskesmas. Selain itu dari sisi harga, sudah yang paling terjangkau. Kebetulan, pemiliknya Putu Tika Winawan, juga bersedia menjual karena merasa menjadi bagian dari pembangunan desa sebagai tokoh masyarakat yang dipercaya di desa itu. “Bagaimana ini dikatakan mahal. Di tempat lain itu ada yang jual sampai Rp 200 juta per are. Bahkan ada yang Rp 250 juta. Malah lokasinya kurang strategis. Ini sudah syukur dikasi harga Rp 150 juta per are. Malah, pembayarannya dibijaksanai agar bisa bertahap,” kata Sudiana. Dia melihat ada motif lain di balik diangkatnya kembali isu ini ke publik, setelah ada yang bersurat ke Polda Bali,
Wayan Sudiana, mantan perbekel selat.
atas nama I GN Rauh. Isu ini kental bermuatan politis untuk menyerang calon legislatif tertentu, mengingat pemilihan legislatif sudah semakin dekat. “Ini sesungguhnya isu lama. Dulu sewaktu satu periode jabatan perbekel saya menjelang berakhir, juga diungkap isu ini sampai dilaporkan ke Inspektorat. Tetapi, setelah dicek tidak ada masalah. Dikira saya mau jadi calon perbekel lagi. Padahal tidak. Cukup satu periode saja. Itu sudah komitmen saya,” tegas Sudiana. Di tempat terpisah, pemilik tanah Putu Tika Winawan, mengakui tanah tersebut memang miliknya. Desa membeli seluas enam are seharga Rp 150 juta per are. Pembayarannya dilakukan bertahap. Tahun pertama dibayar Rp 450 juta, sisanya Rp 450 juta dibayar lunas setahun kemudian. Dia juga heran, adanya isu mark-up harga tanah. Padahal, logikanya, dia sebagai pemilik tanah yang sah bisa menjualnya dengan harga berapa pun. “Saya sebenarnya ingin membantu desa. Soalnya anggarannya katanya sudah dipasang, tetapi belum dapat lokasi tanah. Tanah saya dilihat strategis, lalu ditawar saya sepakat, biar pembangunan juga berjalan,” kata Putu Tika. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan gedung Kantor Perbekel Desa Selat, Kecamatan Klungkung, mulai dipersoalkan. Ini menyusul adanya surat pengaduan perihal ketidakberesan itu kepada Polda Bali, hingga membuat jajaran Ditreskrimsus Polda Bali turun tangan ke Desa Selat, belum lama ini, mengambil sejumlah berkas untuk proses penyelidikan. Menyikapi situasi ini, pihak Desa Selat pun melalui Sekretaris Desa Ketut Ariawan, sudah tegas membantah seluruh isu miring yang dikaitkan dengan pembangunan Kantor Perbekel Desa Selat. (kmb31)
Bali Post/kmb31
TINJAU - Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat meninjau langsung ke lokasi dampak bencana di Pura Dalem Desa Pakraman Dawan.
Dampak Angin Kencang, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
Semarapura (Bali Post) Angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah Klungkung, Kamis (24/1) sore, ternyata menimbulkan banyak kerusakan. Wakil Bupati Made Kasta turun langsung ke sejumlah tempat yang mengalami dampak parah, Jumat (25/1) kemarin. Melihat kerusakan begitu banyak, seperti di Pura Dalem Desa Dawan, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Terjangan angin kencang mengakibatkan banyak bangunan roboh, bangunan tertimpa pohon, serta banyak pohon tumbang menimpa kabel listrik. Pantauan Wabup Kasta diawali di Kecamatan Klungkung, yakni dari Pura Dasar Buana Gelgel, ada atap gubuk yang habis beterbangan karena diterjang angin. Selanjutnya, di Setra Dalem Seluang Banjar Lebah Clepik, Desa Tojan, Bale Pesandekan dan Bale Pawedan juga roboh akibat cuaca ekstrem tersebut. Menurut I Wayan Tinggal, pecalang di Pura Setra Dalem Suang Banjar Lebah Clepik, Desa Tojan, bangunan roboh karena hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 17.00
Wita, tepat saat masyarakat menggelar piodalan. ‘’Kejadiannya sangat cepat dan langsung merobohkan bangunan Bale Pesandekan dan Bale Pawedan. Hujan deras, angin kencang sekali dari sore,’’ katanya. Saat perjalanan menuju ke Kecamatan Dawan, sepanjang jalan raya Desa Satra menuju Watu Klotok juga tampak terlihat tiga pohon perindang dan empat tiang listrik tumbang melintang ke tengah sawah. Ini menyebabkan kabel listrik melintang dan sangat membahayakan bagi petani yang ingin ke sawahnya. Sementara di Kecamatan Dawan, Bale Pesantian dan Palinggih Sapta Patala di Pura Dalem Desa Pakraman Dawan,
Desa Dawan Kelod roboh. Palinggih tersebut roboh karena terjangan angin kencang, sekitar pukul 17.00 Wita. Pihak desa adat setempat memperkirakan kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta. Sebab, bangunan ini sesungguhnya masih baru, namun karena kuatnya terjangan angin, menyebabkan bangunan itu rata dengan tanah. Kerusakan rumah serta dapur terkena tumbangan pohon kelapa, enau dan bayur juga banyak terjadi di daerah Dawan. Salah satunya rumah milik Ketut Megeg dari Banjar Sangluh, Desa Pesinggahan, dengan kerugian sekitar Rp 25 juta. Bangunan rumah milik Gede Rawi di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, juga rusak
dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 60 juta. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta melihat banyak dampak yang ditimbulkan, pihaknya menginstruksikan Kepala Pelaksana BPBD Klungkung untuk merangkum dampak dan menyampaikan secara detail laporan kerugiannya kepada bupati, agar selanjutnya dapat tertangani. Menurutnya, melihat dampak yang begitu parah, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi periode puncak musim hujan 2019, waspada tanah lonsor, banjir, angin kencang, dan pohon tumbang. ‘’Untuk masyarakat yang melihat kejadian dan yang terkena bencana, diharapkan segera menghubungi BPBD Kabupaten Klungkung. BPBD sudah mempunyai tim reaksi cepat untuk menanggulangi bencana,’’ ujar Wabup Kasta. (kmb31)
Studi Banding ke Kulon Progo (1)
Tanamkan Ideologi, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengawali pembangunan daerahnya dengan mengubah genotipe (mindset) masyarakatnya. Inilah dasar yang menumbuhkan kecintaan terhadap tanah kelahiran dan bergerak cepat membangun kemandirian ekonomi. Komitmen ini tertanam dalam ungkapan sederhana pemerintah daerahnya sebagai ideologi Kulon Progo, yakni “Bela dan Beli Produk Sendiri”. KOMITMEN ini tercermin dalam setiap inovasi pemerintah setempat. Seperti pengelolaan air minum dalam kemasan, mengatasi serbuan toko waralaba dengan membuat MoU dengan
koperasi, distribusi beras lokal, penguatan produk UKM seperti batik dan berbagai makanan khas Kulon Progo. Bela dan beli produk lokal mengandung maksud bahwa apa pun kebutuhan
KUNJUNGAN - Bupati Suwirta saat memberikan cenderamata khas Klungkung berupa selongsong peluru kepada Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo saat melakukan kunjungan.
warga lokal setempat, sedapat mungkin dipenuhi dengan memaksimalkan potensi lokal yang ada di Kulon Progo. “ Fokus kita di sini adalah membangun kemandirian ekonomi. Ekonomi warga harus berputar hanya di Kulon Progo, tidak boleh keluar, apalagi sampai ke Jepang dan Korea Selatan (membeli mobil produk luar). Sehingga daerah bisa terus tumbuh,” kata Bupati Kulon Progo dua periode Dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG.(K) saat menerima kunjungan kerja dari Pemkab Klungkung, di Kantor Bupati setempat, Jumat (25/1) kemarin. Menurutnya, guna membangun kemandirian itu dasarnya adalah ideologi (mindset), sehingga mampu mengubah genotipe warga menjadi fenotipe yang positif. Ini butuh waktu, agar segenap OPD dari hulu hingga hilir punya fanatisme membangun daerah. Kemudian dapat berdampak meningkatnya kesadaran warga untuk ikut membangun potensi lokal. Contoh sederhananya, bagaimana membuat PDAM, tidak hanya memenuhi kebutuhan air rumah tangga, tetapi juga mampu memproduksi air minum dalam kemasan. “PDAM itu kan Perusahaan Daerah Air Minum, masa airnya untuk mandi saja. Makanya saya instruk-
sikan direkturnya bikin air minum dalam kemasan dengan merek AirKU (Air Kulon Progo),” tegasnya. Demikian juga saat mengatasi serbuan toko waralaba, yang dikhawatirkan bakal mematikan pasar lokal. Hanto memaksa pihak manajemen toko, baik Indomart maupun Alfamart, menjalin kerja sama dengan koperasi di Kulon Progo. Kemudian mengganti brand-nya menjadi Tomira (Toko Milik Rakyat). Kepala Bidang Permodalan Dinas Koperasi UKM, Sri Wahyuniarto, mengatakan sejauh ini sudah ada 16 toko waralaba yang menjadi Tomira. Sisanya 10 toko waralaba lagi, ditargetkan tahun ini sudah semuanya melakukan kerja sama. Jika tidak, maka izin tidak akan diterbitkan. Tidak hanya kuat dengan potensi lokal, secara ekonomi
makro, Kabupaten Kulon Progo kini sedang gencar merampungkan pembangunan Bandara Internasional Jogjakarta, yang rencananya diresmikan minggu pertama April ini. Demikian juga pembangunan pelabuhan di dekatnya. Ini akan semakin mendukung kemandirian dan potensi lokal untuk berkembang. “Jangankan bandaranya, untuk minum kopinya saja nanti di sana sudah kami pikirkan, yang biasanya ditempati starbucks, nanti diganti dengan produk lokal bernama starprog,” kelakar Bupati Hasto yang masih aktif berpraktik sebagai dokter kandungan ini. Bupati Klungkung sangat terkesan dengan cara Kabupaten Kulon Progo berkembang. Sesungguhnya, terkesan karena konsepnya nyaris tak jauh beda dengan konsep Bupati Suwirta dalam mem-
bangun Klungkung, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan membangun potensi lokal. Malah, setelah mendengar pemaparan Bupati Hasto, dalam beberapa hal Klungkung nampak selangkah lebih maju. Seperti konsep air minum dalam kemasan yang sudah bisa dikerjakan di desa. Juga soal toko waralaba dengan program yang lebih besar dengan mendirikan holding company. Selain itu, program UHC di bidang kesehatan yang sudah berjalan sejak tahun 2017. Namun, satu hal yang dapat dipetik dari Kabupaten Kulon Progo adalah bagaimana jajaran pemerintah daerah, memahami ideologi fanatisme produk lokal itu sebagai konsep pembangunan berdikari kekinian yang sangat menguatkan setiap inovasi. Karena di sana ada
rasa memiliki dan tanggung jawab yang tinggi. “Kami ke sini bukan untuk membandingkan diri, tetapi menyempurnakan apa yang kami jalankan dengan kelebihan yang ada di sini. Pimpinan OPD yang ikut juga agar semakin paham, bahwa seperti inilah daerah lain bekerja. Jadi, harus terus berinovasi,” kata Bupati Suwirta, seraya merencanakan memotong tunjangan pejabat 2,5 persen, untuk kegiatan sosial, seperti program bedah rumah dan lainnya, seperti yang diterapkan di Kulon Progo sebagai zakat. Akhir diskusi kedua pemerintah daerah, diisi dengan pertukaran cenderamata khas masing-masing daerah. Keduanya sepakat dan sejalan bahwa ideologi adalah kunci menciptakan kemandirian daerah yang berbasis potensi lokal. (gik)
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicari Sopir pribadi utk daerah Denpasar sms:0811394065
B.BP.153.01.19.0000975
Dcr Admin/ Sopir/ Asisten WA 089605581996 B.BP.004.01.19.0000831
Dcr F.O & HK kirim CV ke: arthursuitesbali9393@gmail.com Hub:081337315537/03619345860
B.BP.004.01.19.0000970
Dcr Guru SD/PGSD bisa Kerja Team.082145707300,085237089296 B.BP.001.01.19.0000827
Deler Resmi Honda membutuhkan Mekanik Spd Mtor,Sales Counter, Marketing,Sopir berpengalaman minimal SMA/SMK. Lam dibawa ke Kecak Motor Jl.Raya Padang Luwih 166 Dalung Tlp.412106
B.BP.001.01.19.0000962
Admin Garment Production Hub:Call/WA:085100050706 Email:hrd@buddhawear.com
B.BP.004.01.19.0000926
Admin u/Perusahaan Ekspor Syarat:SMK/S1 Admin, L/P 20-35 Tahun, bisa Word, Exel, Email,Team Work,Jujur, Rajin, Tanggung Jawab,Peng.Min 2Thn Lmrn / CV: ptkriyajaya@gmail.com Deadline 14 Februari 2019
B.BP.004.01.19.0000965
Dcr Pembantu u/Vila Jl.Kesambi Gg.Kesambi Indah No.22 Krbokan H.081337542061/081381302935
B.BP.001.01.19.0000985
Cr PRT, bisa jaga anak, tinggal luar, pny motor, Jl.Kunti Seminyak, krj 7:30-15:30,Gaji 2,2Jt,Mgu Lbr,Hub.081805550680
B.BP.004.01.19.0000973
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
SERVICE
SERVICE
Canggu. Dibth. Therapis Spa, Pnglmn/kursus. Hub.08113804020
B.BP.004.01.19.0000891
Dbthkn Sgr Pembantu Rmh Tangga Langsung Kerja.082144277772
B.BP.001.01.19.0000993
Dbthkn Staf Admin,Acct(P)bsKom bs Buat Lap.Pjk Min Pglmn 1Th Ditemptkn di Dps & Tabanan.Lam sgr ke Jl. Nangka Utr G.Blibis No.38(Jam Kerja) Telp.422235 Fasl:UM,GP,Bns,BPJS,Insent,Dll
B.BP.001.01.19.0000919
Dcr ART Bisa Masak,Tinggal Dlm Daerah Sanur,Pengalaman Kerja Dengan Bule.Hub:081374220873
B.BP.001.01.19.0000963
Dcr Krywn/ti Tggl dlm u/Ctrg Hub.081246585097
B.BP.004.01.19.0000990
Dcr Manager Restoran yg brpeng bs Bhs.Inggris/081237894646
B.BP.154.01.19.0000849
Dcr Penjahit berpglman(Chiffon Rayon,Katun),Tk.Ukur,Tk.Potong & Pengepul Jahit di Jln.Pulau Ambon No.25 S Dps.081298337776
B.BP.001.01.19.0000799
Dcr Sgr Therapist Spa Pria & Wanita bersedia ditempatkan di Canggu/DenpasarKota.Pengalamn diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub.081239621123(Massaji Spa)
B.BP.001.01.19.0000960
Dcr Sopir Pribadi,Jujur, Pnglmn Mnual&Matic.Hp/WA:085238966662 B.BP.001.01.19.0000920
Dcr Sopir berpengalaman untuk Toko Meubel. Hub:08123672614 B.BP.001.01.19.0000992
Dcr, tukang poles max. 22 th, pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049. Segera
B.BP.004.01.19.0000981
Dcr tng buka pasang ban mobil pglmn tdk diutmkan,umr max.30 Fas:Gaji,Instv&Mess.Bwa lam ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps Hub:0361-411964/413964
B.BP.001.01.19.0000974
Dcr tukang perak, max.35 th. Hub. 085100480049
B.BP.004.01.19.0000979
Dibthkn Analis Kredit BPR Lestari Pnglmn min2th sbg Account Oficer/Analis Kredit perbankan Lam:BPR Lestari Jln T.Umar 110 Dps/recruitmen@bprlestari.com
B.BP.004.01.19.0000933
Dibutuhkan Staf Admin,Laki/Perempuan Pend S1,Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt, Penempatan Jimbaran 0361- 4465228
B.BP.001.01.19.0000702
Dicr Tkng Patrun Brpnglmn.Hub: 0361254672/254662/087861737626 B.BP.001.01.19.0000957
Distributor Bth: Salesman/Girl penghasilan mencapai 10juta Jl. Gatot Subroto I No.7 Denpasar Email:herryy.hr@gmail.com
B.BP.004.01.19.0000978
Need staff for handling contract with qualification: min.1 year experience in Korea Market, good English, male priority.Pls send your CV to runningmantour.opr@hotmail.com
B.BP.004.01.19.0000976
Old Mans Restaurant Looking for BeverageManager Indonesian Relevant Qualification, Experience,Work Hard,Excellent Eng. Send Email: tudor@oldmans.net
B.BP.001.01.19.0000991
Dicari Guru Tematik,English, Maths utk SD.Bawa Lamaran ke SD Bhaktivedanta Dharma School Jln.Tukad Balian Renon Dps Hubungi: 085101561816
PAUD di Kerobokan membutuhkan Teacher, Asst.Teacher dan Babysitter, berpengalaman & Bhs Inggris. Kirim CV ke: assistme01@gmail.com
Dicari Segera Kasir U/Thai Spice Restaurant Jl.Bumbak 41 Kerobokan Hub:08113887303
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
B.BP.001.01.19.0000882
B.BP.001.01.19.0000881
Dicari Sgr:1 Org Staff Travel Agent bisa Bhs Korea. Kirim CV ke:rm@pbbali.com Telp / WA : 081238503154 B.BP.004.01.19.0000967
Dicari Tenaga Desain Grafis Lam ke Pulau Kawe 40 Denpasar B.BP.001.01.19.0000954
Dicari Tenaga Security Sebyk 3 orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur
B.BP.004.01.19.0000203
B.BP.004.01.19.0000972
G.01
Perusahn Konstruksi Bth Struct Engineer S1/Dip Teknik Sipil,bs SAP+CAD 081936256259 astina28@yahoo.com B.BP.001.01.19.0000984
Perusahan Nas Bth Ka.Produksi STM Mesin(L) & Sopir SIM B1. Hub:085101230893/Ketewel. B.BP.001.01.19.0000956
Sardine Restaurant Looking for Hostess Must Speak English Jl.Petitenget 21 T.0361733617 Mail:sardine@sardinebali.com
B.BP.141.01.19.0000988
Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.,IPA, Komputer,Sejarah,Olah Raga (W) Guru PAUD,Guru PGSD,Helper, Administrasi,Maintenance. Sent:schoolhrdbali@hotmail.com B.BP.004.01.19.0000271
Seminyak Restaurant Is Looking for Dinning Manager Must Speak English Experienced. Please Send Photograph and CV at Email:johndory2013@yahoo.com
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Villa Seminyak Security Malam punya KTA-SMS 081999882123
B.BP.004.01.19.0000964
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.04
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.05
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.06
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818
G.07
B.BP.141.01.19.0000989
Supplier/Consigment, Butuh utk 5 Outlet Hub.081232884268 Cpt!
B.BP.001.01.19.0000977
Tulen Restaurant is looking for the staff-manage (5mil), chef/cook (4.5mil), waiter/ess (3mil), cook helpers(2.5mil) tulenubud@gmail.com 08123865193 B.BP.004.01.19.0000932
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02
DIJUAL MOTOR KAWASAKI
Kawasaki Ninja Th’2012, Wrn Merah,Pajak sampai akhir Tahun Roda Muka dan Belakang Baru. 38Jt (Nego). 08111383377 B.BP.031.01.19.0000971
DIJUAL RUKO Dijual Ruko Jl.Imam Bonjol No. 336 D Denpasar.Telp:0811397117 B.BP.001.01.19.0000959
Sales Attd & Cutting list, min SMU/SMK,computer,Bhs Ingg. Lam ke Kasmil Kosmos, Jl.Rajawali 16 Pesiapan-Tbn / Email : hrd@carloshowroom.com
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Dijual Rmh Celuk Gianyar DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.08174792678/081805374433
B.BP.001.01.19.0000982
G.03
B.BP.004.01.19.0000833
DIJUAL RUMAH
Dijual Rumah Perum Ratana Graha C2,LT 100 m2,LB 66 m2 Lks T.Perahu Dps (TP) 08129668673 (Uli) B.BP.001.01.19.0000980
Rmh 110m2/175m2,3KT,Dpr,KM, M.Maning,850jtNg,081235112075 B.BP.001.01.19.0000958
DISEWAKAN RUKO
Dikont Ruko Lt2 Jl.Gunung Salak Hub.085237077978 B.BP.001.01.19.0000987
Dikontrakan Ruko Baru Lt3 Jln. Mahendradata Hub.085237077978 B.BP.001.01.19.0000986
DISEWAKAN RUMAH
Rmh+Bgunan di Sanur cck u/sklh Kntr,Hlman Luas.Hub:0818349303 B.BP.001.01.19.0000922
DIJUAL TANAH
Djl Tnh 2A Jl.Gadon Beringkit Hub:08123977685 B.BP.001.01.19.0000923
Djl Tnh pgr Pantai, Grokgak, Sngrja 1.50A Tlp.081805625285 B.BP.004.01.19.0000101
Jual: Tanah 8,3are, Merdeka Raya dkt Siloam Hospital, Sunset Road harga Dbwh NJOP Hub.0811902229 B.BP.001.01.19.0001002
DISEWAKAN TANAH Dkont.Tanah 10A+Gdg Jl.Keboiwa 80Jt/Th Nego Hub:081338708444 B.BP.001.01.19.0000884
PENGUMUMAN Telah dibuka Pendaftaran Siswa Baru TA 2019/2020 SMP-SMA Bhaktivedanta Dharma School Jl .Tukad Yeh Aya No.108 Panjer Dps. Hubungi:085100571010 B.BP.001.01.19.0000883
BANGLI
14
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Jalan Paving di Penelokan Rusak
SOSOK Merawat Keris BANYAK cara yang bisa dilakukan seseorang untuk menghilangkan jenuh di sela-sela kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Salah satu hal yang biasanya dilakukan adalah dengan menyalurkan hobi atau kegemaran. Seperti halnya yang dilakukan Kepala Dinas Sosial, Nengah Sukarta. Untuk me-refresh diri, Kadis asal Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli ini menyalurkan kegemarannya yakni dengan mengoleksi dan merawat keris. Sukarta mengaku selama ini dirinya sangat mencintai keris. Tak hanya gemar mengoleksi, Sukarta juga hobi membuat desain keris. Baginya keris bukan sekadar barang seni. Lebih dari itu, keris adalah warisan budaya leluhur Nusantara. ‘’Saya sudah senang koleksi keris dari tahun 1989. Waktu itu keris masih langka,’’ ujarnya, Jumat (25/1) kemarin. Dari hobinya itu, Sukarta saat ini sudah memiliki lebih dari ratusan buah keris dengan berbagai model. Ada yang berbentuk lurus dan ada yang modelnya berlekuk (me-luk). Usia keris yang dikoleksinya pun beragam. Ada yang baru dan ada yang sudah berusia tua. Kecintaannya terhadap keris, juga membuat ayah dua anak ini selama ini membuka toko keris. Tak jarang, Sukarta sulit melepas keris miliknya ke pembeli lantaran karena keris yang diminati calon pembeli adalah keris yang menjadi favoritnya. ‘’Kadang berat melepas keris kesayangan. Karena itu, saya selalu berusaha buat tambahan keris baru,’’ kata mantan Kepala SMAN 1 Kintamani itu. (ina)
Bangli (Bali Post) -
Objek wisata Penelokan, Kintamani sudah tuntas ditata akhir tahun lalu. Namun, penataan objek wisata andalan Pemkab Bangli yang menyedot anggaran belasan miliar rupiah itu, tak dibarengi dengan perbaikan infrastruktur jalan yang berada tepat di depan objek wisata tersebut. Jalan berpaving di objek wisata Penelokan tersebut kini rusak dan berlubang hingga mengganggu kenyamanan pengendara saat melintas. Berdasarkan pantauan Jumat (25/1) kemarin, kerusakan jalan paving di Penelokan terlihat di beberapa titik. Tak hanya retak, paving blok yang terpasang sudah banyak yang copot. Untuk menghindari lubang jalan, sejumlah pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Beberapa pengendara roda dua dan roda empat bahkan ada yang terpaksa mengambil jalur berlawanan untuk menghindari jalan paving yang berlubang. Kerusakan jalan paving tersebut sudah cukup lama terjadi. Karena menjadi jalur utama menuju Buleleng, selama ini jalan itu banyak dilalui kendaraan. Tidak terkecuali truk bertonase
besar. Dikonfirmasi terkait kerusakan jalan tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli Made Soma mengatakan, perbaikan kerusakan jalan paving itu bukan merupakan kewenangan Pemkab Bangli, melainkan pemerintah pusat. Sejak beberapa tahun terakhir, jalan di Penelokan sudah beralih status menjadi jalan nasional dan telah menjadi aset pemerintah pusat. Terkait kerusakan jalan paving di Penelokan saat ini, Soma mengatakan sejauh ini belum melaporkan ke pusat. Alasannya, karena
Bali Post/kmb40
RUSAK - Kondisi jalan paving di depan objek wisata Penelokan yang rusak dan berlubang. tidak tahu di mana alamat kantor instansi terkait yang menjadi perpanjangan pemerintah pusat di Bali. ‘’Sejauh ini, belum ada kita
laporkan,’’ ujarnya. Menurut Soma, jalan paving di Penelokan lebih cocok diaspal jika jalan tersebut banyak dilalui truk bertonase
tinggi. Namun, kalau hanya dilalui kendaraan umum biasa lebih baik dipaving seperti yang sudah ada selama ini. (kmb40)
mengalami peningkatan. ‘’Selain hibah yang meningkat dari Rp 160 juta menjadi Rp 250 juta, tahun 2019 ini, PMI Bangli juga diberi kesempatan untuk mengadakan bulan dana PMI. Sehingga tahun ini PMI Bangli mengelola anggaran mencapai Rp 350 juta lebih. Tentu dengan jumlah tersebut, dana PMI di Kabupaten Bangli sudah cukup memadai,’’ terangnya. Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan tentang pelaksanaan donor darah. Ia meminta agar kegiatan donor darah (pengambilan darah) tidak dilakukan di tempat terbuka, karena sangat riskan terkontaminasi, baik debu, udara dan sebagainya. Karena kualitas darah harus menjadi ukuran utama, ia ingin dalam mengelola darah dilakukan sesuai dengan cara pembuatan obat yang benar. Jangan sampai memberikan darah, tetapi juga memberikan bonus penyakit kepada pasien. ‘’Untuk menyajikan darah yang berkualitas, saya minta setiap kegiatan donor darah harus dilakukan di ruangan (ruang tertutup),’’ pintanya. (ad1000)
yang bisa dilaksanakan PHRI pada tahun 2019,’’ harapnya. Menanggapi beberapa masukan dan aspirasi yang disampaikan Mardjana, Sedana Arta mengatakan semua itu sudah menjadi perhatian dan atensi Pemkab Bangli. Mengenai infrastruktur khususnya jalan, dikatakan Sedana Arta, Pemkab Bangli saat ini masih sedang berkonsentrasi menuntaskan program hotmik. Sedangkan soal pembentukan badan promosi pariwisata sebagaimana yang diamanahkan undangundang, dikatakannya bahwa hal itu masih sedang dalam proses. (ad999)
Wabup Sedana Arta Apresiasi Eksistensi PMI Bangli
EKSISTENSI organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Bangli mendapat apresiasi Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. PMI Bangli selalu membantu pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan sosial kemanusiaan, seperti penyediaan darah di rumah sakit, bantuan penanggulangan bencana melalui Satgana dan pengiriman relawan terutama ke daerahdaerah bencana. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangli akan selalu berupaya mendukung program-program PMI, baik dalam bentuk bantuan anggaran, personel, mediasi, dan fasilitas sarana-prasarana, agar pelayanan PMI semakin berkualitas. Hal itu disampaikan Sedana Arta saat membuka Musyawarah Kerja Kabupaten PMI Kabupaten Bangli dan Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Bangli masa bakti 2019-2024, Jumat (25/1) kemarin. Acara musyawarah kerja yang digelar di ruang pertemuan Dinas PKP Kabupaten Bangli dihadiri Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, Waka Satu Bidang Organisasi PMI Provinsi Bali dr. I Gusti Lanang Made Rudi-
artha, relawan PMI dan pimpinan OPD terkait. Lebih lanjut, Wabup Sedana Arta mengatakan, sesuai amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, dalam menghadapi tantangan ke depan, PMI dituntut terus berbenah, baik dari organisasi, manajemen, SDM maupun sarana-prasarana. Untuk itu, Wabup Sedana Arta meminta
pengurus, staf dan seluruh relawan PMI Kabupaten Bangli dapat memberikan pengabdian dan inovasi baru, agar kegiatan sosial kemanusiaan ke depan lebih baik, untuk terwujudnya visi-misi PMI yang berkarakter, profesional, mandiri, dan dicintai masyarakat. Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta juga meminta OPD terkait, instansi pemerintah dari tingkat kabupaten
sampai ke desa, swasta maupun masyarakat untuk bisa meningkatkan partisipasi dan kerja samanya dengan PMI. Sehingga dinamika dan aktivitas kepalangmerahan di Kabupaten Bangli semakin maju, terutama program penanggulangan donor darah sukarela, yang menjadi prioritas kegiatan PMI, dalam upaya memenuhi persediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. ‘’Kami sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2016 tentang Pembentukan Unit Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) di desa/kelurahan. Saya minta para camat untuk menindaklanjuti edaran tersebut, sehingga desa menjadi siaga bencana, terutama dalam ketersediaan donor darah sukarela,’’ pintanya. Sementara itu, Waka Satu Bidang Organisasi PMI Provinsi Bali dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha mengaku sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena selama ini perhatian Pemkab Bangli kepada PMI Kabupaten Bangli luar biasa. Ia mengatakan, hibah yang diberikan Pemkab Bangli kepada PMI Kabupaten Bangli dari tahun ke tahun terus
PERHIMPUNAN Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bangli menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lake View Hotel dan Restoran, Kintamani, Jumat (25/1) kemarin. Rakercab yang dipimpin Ketua PHRI Bangli Dr. I Ketut Mardjana dilaksanakan untuk membahas kegiatan yang sudah dilakukan sekaligus menyusun program-program PHRI Bangli selanjutnya. Kegiatan yang diikuti segenap pengurus PHRI Kabupaten Bangli dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Acara rakercab kemarin merupakan yang pertama kali digelar, sejak kepengerusan PHRI Bangli diketuai Dr. I Ketut Mardjana dan dilantik pada 2 Mei 2017 lalu. Ketua PHRI Kabupaten Bangli Dr. I Ketut Mardjana mengatakan PHRI Kabupaten Bangli yang beranggotakan pengusaha hotel dan restoran, memiliki tekad dan komitmen kuat untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan pariwisata di Bangli. Komitmen tersebut diharapkan dapat selalu mendapat support atau dukungan dari Pemkab Bangli. Mardjana juga mengatakan bahwa PHRI Kabupaten Bangli selalu siap mendukung penuh program-program Pem-
kab Bangli terutama dalam bidang pariwisata. Dalam rakercab kemarin, Mardjana menyampaikan beberapa masukan dan aspirasinya kepada Pemkab Bangli. Salah satunya soal kantor sekretariat. Mardjana mengatakan selama ini PHRI Bangli belum memiliki kantor sekretariat. Untuk itu, diharapkan Pemkab Bangli dapat segera menyediakannya sebagaimana permohonan yang telah diajukan PHRI Bangli selama ini. Selain itu, untuk kemajuan dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangli, Pemkab Bangli diharapkan dapat segera membentuk badan promosi pariwisata. Sebab, menurutnya, keberadaan badan promosi pariwisata ini sangat penting dalam upaya mempromosikan pariwisata Bangli secara lebih luas. ‘’Dan ini adalah amanah undang-undang, untuk itu kami harapkan dapat segera dibentuk,’’ ujarnya. Di samping itu, Pemkab Bangli juga diharapkan dapat lebih meningkatkan pembangunan infrastuktur pariwisata di Kabupaten Bangli, baik infrastruktur jalan, telekomunikasi maupun infratruktur ekonomi. Mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia ini juga mengatakan bahwa PHRI Kabupaten
Bangli sangat mendukung penuh penyelenggaraan Balingkang Festival yang akan digelar Pemerintah Provinsi Bali di Kintamani, Februari mendatang. Menurutnya, acara festival tersebut merupakan upaya yang sangat tepat dan efektif untuk menarik kembali minat kunjungan turis Tiongkok berkunjung ke Bali yang sebelumnya sempat drop. Dengan penyelenggaraan festival yang akan menampilkan kisah historis Raja Jayapangus dengan putri asal Cina Kang Cing Wie ini, diharapkan akan membawa dampak luar biasa pada tingkat kunjungan pari-
wisata di Kabupaten Bangli ke depannya. Sementara itu, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta usai membuka rakercab mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi komitmen PHRI Kabupaten Bangli untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan pariwisata di Kabupaten Bangli. Sedana Arta juga memberi apresasi tinggi terhadap kepengurusan PHRI Bangli saat ini yang dinilainya sangat aktif dan sudah bergerak nyata dalam membangun pariwisata Bangli. ‘’Saya harapkan melalui rakercab ini bisa menghasilkan program nyata
PMI - Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat menghadiri Musyawarah Kerja Kabupaten PMI Kabupaten Bangli dan Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Bangli masa bakti 2019-2024, Jumat (25/1) kemarin.
Gelar Rakercab, PHRI Bangli Komit Bangun Pariwisata
Pura Pasar Agung Batur
Bali Post/wan
Dipugar, Pura Pasar Agung di Lereng Gunung Batur Bangli (Bali Post) – Krama Desa Pakraman Batur, Kintamani sejak beberapa tahun terakhir, melakukan pemugaran Pura Pasar Agung. Pura yang berlokasi di lereng/madyaning Gunung Batur itu dipugar dan dibangun kembali setelah sempat mengalami kerusakan parah akibat terjangan lahar ketika Gunung Batur meletus puluhan tahun silam. Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan, Kamis (24/1), mengungkapkan Pura Pasar Agung diperkirakan dibangun pertama kali pada tahun 110 Sebelum Masehi, sesaat setelah pembangunan Pura Jati selesai. Pura Pasar Agung merupakan perandaian Raka Rai Ida Batari yang berstana di Pura Ulundanu Batur. ‘’Di Batur terdapat 17 pura, salah satunya Pura Pasar Agung,’’ ungkapnya. Pura Pasar Agung mengalami kerusakan parah saat letusan hebat Gunung Batur puluhan tahun silam. Baru sekitar dua tahun terakhir, krama Desa Pakraman Batur berupaya membangun kembali pura tersebut dengan struktur bangunan yang sama dengan stuktur pura semula. Selain melakukan pemugaran, areal pura juga diperluas. Jalan menuju pura yang dulunya berupa jalan setapak diperlebar dan di-hotmix hingga ke jaba pura atas bantuan pemerintah Kabupaten Bangli. Disebutkan Jero Gede Batur, di areal Pura Pasar Agung saat ini sudah terbangun sejumlah palinggih di antaranya Sanggar Tawang, Meru Tumpang Lima, Gedong Rong Dua, Gedong Takep, Palinggih Bale Mas, Pertiwi, Ngerurah, Piasan, Bale Gong, dan beberapa palinggih serta bangunan suci lainnya. Proses pembanguann Pura Pasar Agung selama ini dapat berjalan lancar berkat bantuan dari pemerintah daerah, pejabat, serta pengusaha di Bali. ‘’Sekarang yang masih dalam proses pembangunan kori agung dan candi bentar,’’ ujarnya. Ditargetkan proses pembangunannya bisa tuntas dan di-pelaspas sebelum 2019 berakhir. Lanjut dikatakan Jero Gede Batur, selama ini Pura Pasar Agung diyakini krama Batur sebagai pasar niskala. Di bawah Pura Pasar Agung secara niskala juga ada pura bukit-bukitan yang berupa glebeg dan jineng. Semua krama meyakini glebeg dan jineng tersebut sebagai genah penyimpenan hasil bumi seperti beras, padi, jagung, umbiumbian serta tempat penyimpanan emas, perak, besi, baja dan lainnya. Mengingat keberadaan Pura Pasar Agung memiliki arti penting sebagai bagian dari Pura Ulundanu Batur, Jero Gede Batur mengharapkan seluruh umat Hindu nantinya dapat tangkil ke Pura Pasar Agung untuk ngaturang bhakti dan punia. Apalagi mereka yang berkecimpung dalam bidang perekonomi seperti pedagang, pengusaha dan lainnya, diharapkan dapat tangkil untuk nunas merta di Pura Pasar Agung. Mengenai kapan upacara wali dilaksanakan, Jero Gede Batur mengatakan akan ditentukan saat upacara melaspas nantinya. Selama ini sebelum proses pemugaran dilakukan, upacara/wali di Pura Pasar Agung dilaksanakan setiap Sasih Kasa. (kmb40)
PHRI - Ketua PHRI Kabupaten Bangli Dr. I Ketut Mardjana bersama Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat Rakercab di Lake View Hotel dan Restoran, Kintamani, Jumat (25/1) kemarin.
15
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
BI Yakin Inflasi Januari Terjaga pada 0,48 Persen
EVAKUASI - Personel TNI dan Polri mengevakuasi warga yang terisolir akibat tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (25/1) kemarin. Sebanyak 3.940 warga yang terdampak tanah longsor di daerah tersebut dievakuasi ke tempat pengungsian.
Jakarta (Bali Post) -
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini laju inflasi sepanjang Januari 2019 masih terjaga pada 0,48 persen secara bulanan (month to month/mtm) meskipun terjadi kenaikan harga beberapa komoditas pangan. ‘’Ada beberapa kenaikan harga seperti telur ayam, ayam, tomat, sayur, bawang merah, bahan makanan lain karena faktor musiman pada awal tahun,’’ kata Perry di Jakarta, Jumat (25/1) kemarin. Faktor musiman yang menaikkan harga komoditas pangan tersebut adalah kondisi cuaca yang sudah memasuki puncak musim hujan pada Januari 2019 dan turut mempengaruhi suplai barang. Namun, menurut Gubernur BI, tekanan terhadap harga pangan yang kerap bergejolak (volatile foods) itu tidak begitu besar dan sudah dikendalikan berkat kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah. Perkiraan inflasi dari Bank
Sentral itu berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan keempat di Januari 2019. Jika merujuk data SPH hingga pekan ketiga Januari 2018, inflasi bulanan sebesar 0,5 persen atau terjadi penurunan ketika memasuki pekan keempat. ‘’Inflasi inti terkendali, terima kasih pemerintah pusat dan daerah yang ikut mengendalikan harga,’’ tukasnya. Jika data dari SPH Bank
Sentral tepat, pada Januari 2019, inflasi tahunan akan berada pada 2,98 persen (year on year/yoy). Oleh karena perkembangan inflasi tahunan tersebut, BI masih meyakini inflasi pada akhir 2019 akan berada di rentang bawah sasaran inflasi 3,5 persen plus minus satu persen. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pergerakkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 1 Februari 2019 atau Jumat pekan depan. (ant)
WARUNG GLOBAL
Antisipasi Bencana, Pohon Perindang Mesti Dipangkas HUJAN badai yang menerjang Bali, Kamis (24/1), telah menimbulkan korban jiwa, selain kerusakan sejumlah bangunan dan palinggih. Bencana alam memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu kita harus selalu waspada, siap siaga menghadapi bencana dan tidak putus berdoa. Demikian Kawan Global dalam menyikapi bencana alam yang disampaikan dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Jumat (25/1) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Dalam situasi apa pun kita harus sigap menghadapi bencana alam, demikian Sugik di Mambal. Ia menyarankan agar pohon–pohon besar di pinggir jalan dipangkas sebelum terjadi hal yang tak diinginkan. Fera di Tabanan dan Winaja di Ubung juga setuju pemangkasan pohon perindang mesti rutin dilakukan. Sehingga ketika terjadi hujan badai, tidak berdampak terlalu besar. Febri di Denpasar mengajak agar selalu berdoa sehingga bencana tidak begitu besar dampak buruknya bagi Bali dan masyarakatnya. Bencana alam terjadi karena ada hukum sebab-akibat,
Di samping bisa merasakan bertemu langsung dengan Presiden, lanjut Wisnu, banyaknya peserta yang diharapkan hadir juga untuk menunjukkan bahwa umat Hindu betul-betul guyub. Dengan demikian, Bali bisa menjadi contoh untuk Indonesia. Selama ini pun Bali lewat subak, pertanian, adat dan budaya,
menurut Mursi di Denpasar. Ia pun mengajak masyarakat tetap melakukan antisipasi dan tetap berdoa. Tak ada yang bisa diucapkan dan dilakukan selain berdoa, demikian Adi di Tabanan sembari mengucapkan belasungkawa tehadap korban dan diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dengan teknologi bisa diprediksi dengan peralatan canggih. Karena itu, Budiada di Tabanan mengharapkan agar pihak BMKG atau instansi yang berwenang intens memberikan informasi kepada masyarakat sehingga bisa
diantisipasi. Ada dua hal yang bisa dilakukan dalam ajaran Hindu di Bali menurut Beratayasa di Sangeh, yaitu secara sekala dan niskala. Untuk meminimalisasi dampak dari bencana sebaiknya kita menaati peraturan yang ada alias jangan melanggar. Berdoa harus tetap dilakukan. Yang Kuasa telah menunjukkan kekuasaannya, demikian Nyoman Mastra di Gianyar. Bencana alam tak bisa kita prediksi dan tak bisa ditentukan, Werdha di Gianyar berharap selain berdoa, kita hendaknya melakukan kewajiban masing-masing. (sikha p)
hingga kerukunan umat beragamanya sudah dijadikan contoh di Tanah Air. Ketua Panitia Dharma Santi Nasional Wayan Gigin optimis 7.000-an peserta akan hadir dalam acara tersebut. Selain Dharma Santi di Bali, akan digelar pula seminar nasional berkaitan dengan nyepi di Gedung Nusantara II DPR-RI Senayan, Jakarta. Kemudian tawur agung nasional akan dipusatkan di
Yogyakarta. Sementara itu, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Wayan Sunartha menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan dipilihnya Bali sebagai tempat dilaksanakannya Dharma Santi Nasional. ‘’Polda Bali siap untuk mengamankan, mendukung dan membantu kelancaran acara tersebut. Semoga berjalan dengan lancar dan tertib,’’ ungkap Brigjen Sunartha. (kmb32/kmb36)
Bertemu Presiden
Perizinan Pembangunan
Dalam rapat pembahasan izin pemanfaatan penggunaan tanah (IPPT), Deddy meminta agar perizinan pembangunan seluas 84,6 hektar ditunda terlebih dahulu. Luasan proyek tersebut
membutuhkan rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat. ‘’Saat itu (dipanggil ke Jakarta), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menelepon Pak Soemarsono, berbicara sebentar, kemudian telepon Pak Soemarsono diberikan kepada saya, dan Tjahjo Kumolo bilang kepada saya,
‘tolong perizinan Meikarta dibantu’,’’ kata Neneng. Neneng pun mengiyakan permintaan Tjahjo Kumolo. Namun, kata Neneng, hal itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku. ‘’Saya jawab, ‘baik Pak yang penting sesuai dengan aturan yang berlaku’,’’ katanya. (ant)
Sabtu, 26 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan & Serati Banten (3) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Senam Orhiba Ceria Bali Channel Tourist TV Kartun Adi Parwa (1) Belajar Menggambar Menggambar Rumah Pohon di Hutan Agrobisnis Penuhi Kebutuhan Bunga
di Bali 10:30 Wita Healthy Life Manfaat Facial Wajah untuk Kecantikan & Diet Tak Sehat Pengaruhi Kesehatan Tubuh 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:05 Wita Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan & Serati Banten (4) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes Hage 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Magz Juara Lomba Film Pendek SMKN 1 Mas, Ubud 15:00 Wita Parameter 16:00 Wita Lila Cita Sanggar Tari Raja Pala (1)
17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Agung Tri Bhuwana, Panca Wali Krama Br. Pengembungan Ds. Bongkasa , Badung 17:30 Wita Kartun Adi Parwa (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:30 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Bersama Grup Band Drafity 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang I Binor Poh Gading (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song
Kesehatan LPD
Dasar hukum pengaturan kesehatan LPD, sebetulnya telah dituangkan dalam bentuk perda. Bahkan, Perda Provinsi Bali tersebut telah mengacu dan meniru indikator kesehatan lembaga keuangan yang ada dalam peraturan perbankan internasional (Bank for International Settlement). Perinciannya terdiri atas kesehatan permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen yang sehat, syarat kemampulabaan, dan pengaturan likuiditas. Karena wajib memenuhi kriteria tersebut, terutama kriteria permodalan yang sehat, maka tidak ada peluang sebetulnya bagi LPD untuk melaksanakan bidang usaha yang lain. Terlalu riskan kalau LPD ditugasi usaha pengelolaan padruwen desa adat selain lembaga perkreditan. Dilihat dari sisi permodalan, LPD harus menjaga keseimbangan antara modal sendirinya dengan dana yang
dihimpun dari masyarakat. Semakin banyak dana masyarakat yang dihimpun, semakin banyak pula LPD harus punya modal sendiri. Karena itu, modal sendiri LPD tidak mungkin dipergunakan untuk mendirikan usaha lain sebagaimana yang dimaksud dalam bidang usaha Labda Pecingkreman Desa. Kalau modal sendiri saja tidak boleh, apalagi dana masyarakat. Tentu tidak dimungkinkan, karena dana masyarakat harus dijaga dengan likuiditas. Untuk dipahami, bahwa hingga akhir tahun 2018 dari Rp 22 triliun lebih aset LPD, hanya 15,60 persennya modal sendiri, dan 84,4 persen dana masyarakat yang setiap saat bisa ditarik. Penilaian terhadap faktor permodalan LPD didasarkan pada rasio modal terhadap aktiva produktif menurut risiko. Modal adalah merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi LPD dalam rangka mengembangkan usaha, serta menjaga kemungkinan
Karya Wana Kertih, Melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih, Panca Wali Krama lan Matingkeb digelar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur sejak 12 Juli 2018. Upacara akan berakhir pada 3 Maret 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:040-3966000 (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Bapak Made N Seputra
Rp Rp
Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp
250.000 100.000 350.000 2.750.000 3.100.000
risiko kerugian, perlindungan terhadap dana nasabah dan risiko kredit macet. Konsep rasio permodalan yang cukup (Capital Adequacy Ratio/ CAR), di samping mengatur persentase minimal modal sendiri, juga mengatur persentase maksimal dari total modal sendiri yang boleh diinvestasikan dalam bentuk aktiva tetap. Jadi untuk membuat gedung atau kekayaan tetap lainnya saja harus diatur, apalagi melaksanakan usaha lainnya, tentu tidak boleh. Indikator penilaian kesehatan itu, bila disimulasikan dalam sebuah LPD yang memiliki aset Rp 20 miliar, dengan asumsi CAR yang sama dengan rata-rata seluruh LPD Bali (15,6 persen), maka modal sendiri LPD hanya Rp 3,12 miliar. Dari jumlah itu maksimum bisa dipergunakan untuk membiayai aset tetap seperti gedung, kendaraan, dan inventaris sebesar Rp 1,56 miliar. Sisanya dipergunakan untuk menjaga likuiditas. Bila LPD bisa melakukan interme-
diasi keuangan masyarakat secara optimal dengan rasio penyaluran 90 persen, maka dana masyarakat yang terhimpun sebesar Rp 16,88 miliar, dijamin dengan likuiditas Rp 3,25 miliar. Artinya, dana Rp 16,88 miliar yang setiap saat bisa ditarik (walaupun dengan denda), namun dana yang tersedia untuk membayar hanya Rp 3,25 miliar. Karena itu, LPD harus aman, LPD tidak boleh menggunakan modalnya untuk kegiatan usaha yang lain. Sumber daya manusia LPD harus fokus mengurus lembaga perkreditan desa saja. Dengan cara itu, kita berharap LPD tidak pernah kehilangan kepercayaan dari masyarakat. LPD tidak akan meniru apa yang telah ditinggalkan oleh koperasi 24 tahun yang lalu. Pengalaman buruk KUD pun tidak akan terulang di LPD. Astungkara. Penulis, Guru Besar FEB Unud, Pengawas LPD Desa Adat Tegaltamu-Batubulan
Karya Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung lan Mupuk Padagingan digelar di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Sukawati, Gianyar. Puncak upacara akan berlangsung Buda Kliwon Pahang, 30 Januari 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:0403966000 (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Bapak Made Gusti Susana
Rp Rp
250.000 200.000
Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp 450.000 Rp 700.000 Rp 1.150.000
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Chelsea Temukan Antusiasme Lagi
Piala Asia 2019 Babak Perempatfinal 1-0 3-0
Jadwal Jumat (25/1) Malam Korea Selatan vs Qatar Uni Emirat Arab vs Australia Daftar Pencetak Gol 7 : Almoez Ali (Qatar) 4 : Eldor Shomurodov (Uzbekistan), Sardar Azmoun (Iran) 3 : Mehdi Taremi (Iran), Vitalij Lux (Kirgistan), Ali Mabkhout (UEA)
London – Chelsea mencapai final Piala Liga Inggris setelah menang 4-2 dalam drama adu penalti atas Tottenham Hotspur pada semifinal kedua di Stamford Bridge, Jumat (25/1) dini hari kemarin. Gol pada babak pertama dari N’Golo Kante dan Eden Hazard memberi Chelsea keunggulan 2-1 untuk membalikkan defisit 0-1 pada laga pertama di kandang Spurs.
Warriors Menang Kesembilan Beruntun Washington – Stephen Curry menyelesaikan 38 poin saat Golden State Warriors memenangkan pertandingan kesembilan beruntun dengan mengalahkan Washington Wizards 126-118 dalam lanjutan kompetisi NBA, Jumat (25/1) kemarin. Kevin Durant menghasilkan 21 poin untuk Warriors. ‘’Kami berusaha menciptakan momentum. Kami mengerti apa artinya memenangkan kejuaraan. Ada tantangan besar bagi kami untuk fokus,’’ ujar Curry. Center DeMarcus Cousins membuat 17 poin dalam 24 menit dalam pertandingan ketiganya dengan Warriors sejak absen hampir setahun penuh akibat cedera. Di tempat lain, Russell Westbrook mencetak triple-double ke-15 saat Oklahoma City Thunder mengalahkan New Orleans Pelicans 122-116. Westbrook selesai dengan 23 poin, 17 rebound dan 16 assist. Paul George memiliki 23 poin dan 11 rebound, Steven Adams menambah 20 poin dan 13 rebound untuk Thunder yang menang keempat beruntun. Jrue Holiday mencetak 22 poin dan Darius Miller 21 poin untuk Pelicans. Rajon Rondo mencetak 15 poin dan 13 assist saat Los Angeles Lakers kalah 105-120 dari Minnesota Timberwolves. Rondo kembali setelah absen dalam 14 pertandingan karena cedera jari. Lakers masih tanpa LeBron James yang absen dalam 15 laga berturut-turut akibat cedera kunci paha. Dalam laga lainnya, Phoenix Suns ditundukkan 106, Portland Trail Blazers dengan skor 106-120. (afp/kmb)
FANTASTIS – Eden Hazard bermain fantastis saat Chelsea melawan Tottenham Hotspur di semifinal kedua Piala Liga Inggris.
Bali Post/kmb28
LANTIK – Pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Tabanan masa bakti 2018-2022.
Pengurus KONI Tabanan Dilantik Tabanan (Bali Post) Dewa Gede Ary Wirawan kembali dipercaya sebagai nakhoda KONI Tabanan masa bakti 2018-2022. Pengurus KONI Tabanan dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Bali I Ketut Suwandi di Gedung Kesenian Ketua Maria, Tabanan, Jumat (25/1) kemarin. Suwandi menekankan pengurus baru agar mampu mengemban tugas dan menuangkan ide-ide demi kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, KONI adalah lembaga yang membantu pemerintah di bidang olahraga. Pemerintah sebagai pembina, penyandang dana serta penyedia sarana dan prasarana. Pengurus KONI mesti bisa menjalin kerja sama dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah karena ke depan memiliki tantangan yang berat dalam memajukan olahraga. ‘’Tahun ini KONI Bali akan melaksanakan Porprov yang dipusatkan di Tabanan sebagai tuan rumah. Kami berharap KONI Tabanan bisa mensinergikan program kerjanya demi suksesnya pelaksanakan Porprov,’’ ucap Suwandi. Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengharapkan pengurus KONI yang baru dapat memberikan semangat dan inovasi baru demi kemajuan olahraga di Tabanan. ‘’Bali memiliki daya tarik utama di bidang pariwisata. Jadikanlah olahraga di Tabanan sebagai bagian dari daya tarik wisata. Olahraga harus bisa bersinergi dengan pariwisata,’’ katanya. Menurut Ketua Umum KONI Tabanan Ary Wirawan, sinergi olahraga dengan pariwisata bisa dilaksanakan dengan adanya event olahraga nasional dan internasional di Tabanan. ‘’Demikian juga dengan peningkatan prestasi olahraga. Dengan dukungan segenap jajaran pengurus dan pembenahan fasilitas, kami akan berupaya keras agar peringkat Tabanan dalam Porprov Bali 2019 bisa meningkat,’’ tegasnya. Kepengurusan KONI Tabanan masih didominasi wajah-wajah lama. Ketua Umum I Dewa Gede Ary Wirawan, Wakil Ketua I I Nyoman Yamadhiputra, Wakil Ketua II I Made Miasa. Sekretaris I Made Nurbawa, Wakil Sekretaris I Gede Nyoman Sapta Adi. Bendahara I Komang Gede Aryawan, Wakil Bendahara I Gusti Bagus Arya Candra Palasara. Kepengurusan dilengkapi bidang-bidang. (kmb28)
The Blues akan menantang juara bertahan Manchester City dalam perebutan gelar juara pada 24 Februari mendatang. City lebih dulu lolos ke partai puncak usai menang 1-0 atan tuan rumah Burton, Kamis (24/1). Tim asuhan pelatih Pep Guardiola ini unggul agregat 10-0 berkat pesta gol 9-0 pada semifinal pertama di Etihad. Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, berharap kemenangan melalui penalti atas Tottenham dapat menjadi titik balik di musim pertamanya sebagai pelatih. Sebelumnya, ia mempertanyakan kekuatan mental pasukannya dan meminta Hazard memberikan lebih banyak potensinya yang melimpah setelah ditaklukkan Arsenal 0-2 di Liga Inggris. ‘’Saya pikir dalam tiga atau empat pertandingan terakhir kami memiliki masalah. Satu masalah adalah motivasi dan masalah lainnya adalah para pemain berhenti bersenang-senang di lapangan. Sekarang dengan kinerja dan hasilnya kami dapat menemukan antusiasme lagi,’’ kata Sarri. Ia memuji Hazard memainkan pertandingan yang fantastis. ‘’Saya pikir dalam pertandingan ini kami bermain dengan pikiran lain, motivasi lain, tekad lain. Saya pikir kualitasnya lebih penting daripada posisinya,’’ ujar mantan pelatih Napoli ini. Hazard kurang antusias menanggapi klaim Sarri. ‘’Saya tidak peduli. Saya hanya memainkan sepak bola saya. Tidak masalah apa yang dikatakan manajer. Saya hanya fokus pada sepak bola saya dan ingin melakukan yang terbaik untuk tim ini,’’ kilahnya kepada Sky Sports. Di sisi lain, peluang Spurs untuk memenangkan trofi pertama di bawah
Jonatan dan Greysia/Apriyani ke Semifinal Jakarta (Bali Post) – Atlet tunggal putra Indonesia Jonatan Christe berhasil melewat babak perempatfinal turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2019 setelah menyingkirkan Srikanth Kidambi dari India dengan skor 21-18, 21-19 di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/1) kemarin. Pada pertandingan semifinal yang berlangsung Sabtu (26/1), Jonatan akan menghadapi Anders Antonsen (Denmark) sebagai pertemuan pertama kedua pemain. ‘’Saya bersyukur dapat lolos ke putaran semifinal dalam turnamen pertama saya pada 2019. Saya tidak berpikir menang atau harus masuk semifinal, hanya berusaha bermain maksimal,’’ kata Jonatan. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu menyebut tipe permainan Antonsen sebagaimana pemain-pemain Denmark lainnya akan lebih banyak mengandalkan kekuatan drive dan smes. ‘’Dia adalah pemain muda, per-
mainan cepat akan menjadi andalannya. Saya harus antisipasi itu,’’ ujarnya seraya mengaku beruntung karena bermain di Stadion Istora sebagai pemain tuan rumah. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga melaju setelah mengalahkan pasangan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand) 21-16, 17-21, 21-13. Di partai semifinal Greysia/Apriyani akan menghadapi pasangan Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi (Jepang) yang sebelumnya mengalahkan Du Yue/Li Yinhui (Cina). Greysia/Apriyani yang merupakan unggulan keempat mampu menekan permainan lawannya untuk menutup set pertama dengan kemenangan 2116. ‘’Di set pertama kami bermain menekan, namun di set kedua mereka balik menekan dan kami tidak bisa atur tekanan,’’ ungkap Gresysia. Setelah kalah di set kedua, Greysia/ Apriyani mencoba mengembalikan pola permainan dan kembali menekan
lawannya. Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi satu-satunya wakil tuan rumah pada laga perempatfinal nomor ganda campuran. Owi/Butet, sapaan akrab Tontowi/Liliyana, melaju setelah mengatasi rekan senegaranya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja 21-16, 21-12. Catatan pertemuan Owi/ Butet dengan Hafiz/Gloria pun menjadi 2-1. ‘’Semestinya pertandingan tadi berlangsung lebih ketat dan ramai. Kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Tapi permainan Hafiz/ Gloria kali ini seakan tidak keluar. Kami justru selalu mendapatkan bolabola menyerang,’’ jelas Butet. Pada babak perempatfinal, Owi/ Butet menghadapi Takuro Hoki/ Wakana Nagahara (Jepang). Takuro/ Wakana lolos ke delapan besar usai menundukkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (Indonesia) 21-16, 19-21, 21-13. (ant)
Bali Post/ant
LOLOS - Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu lolos ke semifinal Indonesia Masters 2019.
Inkanas Bali Gelar Gashuku Denpasar (Bali Post) Institut Karate-do Nasional (Inkanas) Bali menyelenggarakan Gashuku Regional Wilayah IV (Bali, NTB dan NTT). Kegiatan yang berlangsung 23-26 Januari 2019 ini diikuti 70 peserta dan dilaksanakan di Hotel Viking, Denpasar. Bali Santono selaku Ketua Majelis Hitam Inkanas Bali, Jumat (25/1) kemarin, mengatakan gashuku digelar untuk mempersiapkan peserta
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu Umanis, 26 Januari 2019
Hasil Kamis (24/1) Malam Jepang vs Vietnam Iran vs Cina
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
mengikuti ujian kenaikan tingkat. Ujian kenaikan tingkat diadakan di Gedung BPK Bali, Jalan Panjaitan, Renon, Denpasar, Sabtu (26/1) ini. Ujian kenaikan tingkat akan dihadiri Dewan Guru sebanyak tiga orang shihan (master) yaitu Anindya Putra (DAN VI), Samsu Bahar (DAN VI) dan Burhanudin (DAN V). Kasat Brimob Kombes Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang selaku Ket-
ua Harian Inkanas Bali juga hadir dalam kegiatan ini sekaligus membuka Gashuku Regional dan ujian DAN Bali 2019. Menurutnya, Inkanas Bali memiliki anggota 1.200 orang, sedangkan yang ambil bagian ujian kenaikan tingkat 70 orang. Mereka diuji agar bisa naik tingkat dari sabuk cokelat ke DAN I, DAN I ke DAN II dan DAN II ke DAN III. ‘’Kegiatan ini memang rutin kami lak-
sanakan. Kami berharap Inkanas Bali bisa terus mencetak atlet-atlet berprestasi untuk menuju Inkanas Emas sesuai harapan Ketua Umum PB Inkanas Jenderal Purnawirawan Badrudin Haiti,’’ ujarnya. (kmb36) BERLATIH - Anggota Inkanas Bali giat berlatih sebagai persiapan mengikuti ujian kenaikan tingkat.
Mauricio Pochettino kini telah hilang. ‘’Kehilangan dengan cara itu bisa terjadi. Tapi kami berjuang, berani dan dengan semua keadaan, semua pemain melakukannya dengan baik. Saya merasa bangga sampai pada penalti. Saya hanya bisa memberi selamat kepada pemain,’’ tuturnya. Sementara itu, Pep Guardiola mengaku lega Manchester City memastikan tempat di final Piala Liga tanpa cedera padahal permukaan lapangan licin dan dingin di Stadion Pirelli. ‘’Lapangannya sangat berbahaya. Setiap pertandingan benar-benar berbeda, tetapi saya tidak melihat kurangnya keinginan. Kami bermain serius,’’ sebutnya. Henry Thierry Henry diskors dari perannya sebagai pelatih AS Monaco yang sedang berjuang dan diperkirakan segera dipecat. ‘’Henry telah diskors sampai keputusan pasti dibuat,’’ jelas Monaco dalam sebuah pernyataan. Asisten pelatih Franck Passi ditunjuk sebagai pengganti sementara. Mantan penyerang Arsenal dan Prancis berusia 41 tahun itu diskors karena Monaco hanya berada di urutan kedua dari bawah di Liga 1 Prancis dengan 15 poin. Sejak kedatangannya Oktober lalu menyusul dipecatnya pelatih Leonardo Jardim, Henry dan pasukannya hanya mampu merebut dua kemenangan di liga. Keputusan Monaco untuk membuang Henry tidak akan murah. Dia dilaporkan menghasilkan sekitar 3,2 juta euro per tahun. Dengan sisa kontrak dua setengah tahun, pemilik Monaco harus membayar 8 juta euro lagi sebagai kompensasi. (afp/kmb)
Teco Syukuri Kemenangan Bali United Blitar (Bali Post) – Bali United sukses memetik kemenangan 3-0 atas tuan rumah Blitar United pada laga pertama babak 32 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Soepriadi, Blitar, Kamis (24/1) malam. Satu gol dicetak Ilija Spasojevic dan dua lainnya dihasilkan Melvin Platje. Hasil itu melapangkan jalan tim Serdadu Tridatu menuju pertandingan kedua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada 1 Februari mendatang. Bali United hanya perlu bermain seri untuk lolos ke babak 16 besar Piala Indonesia. Pelatih Kepala Bali United Stefano Cugurra mengatakan tim asuhannya berhasil menguasai laga kendati lapangan sempat terguyur hujan deras. Ia sangat bersyukur mereka mampu membuat tiga gol ke gawang tuan rumah Blitar United. ‘’Awal yang bagus karena kami mampu memenangkan pertandingan pertama di tahun 2019. Hal penting lainnya adalah kami tidak kebobolan,’’ kata pria yang akrab disapa Teco ini dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip dari situs Bali United. Teco menjadikan Wawan Hendrawan sebagai pilihan utama di bawah mistar, sedangkan Diky Indriyana bersiap di bangku cadangan. Lini belakang diisi duet Willian Pacheco dan Leonard Tupamahu ditopang Made Andhika Wijaya di sisi kanan dan Ricky Fajrin di sayap kiri. Fadil Sausu dan Taufiq menjaga keseimbangan permainan dari lini tengah. Keduanya bahu-membahu dengan Miftahul Hamdi dan Irfan Bachdim di kedua sisi sayap. Lini serang ditempati duet Ilija Spasojevic dan Melvin Platje. Bali United memulai laga dengan determinasi tinggi. Peluang emas langsung diperoleh pada menit ke-2 lewat aksi Bachdim, namun tendangannya masih mampu ditepis kiper Blitar United Bayu Prisma. Gol untuk tim Serdadu Tridatu akhirnya lahir pada menit ke-9 lewat sundulan Spasojevic. Pada menit ke-31, Bali United kembali membobol gawang Blitar United lewat sontekan Platje memanfaatkan umpan matang Spasojevic. Tim Serdadu Tridatu mencetak gol ketiga pada menit ke-63 melalui eksekusi penalti Platje. Penalti diberikan wasit setelah pemain belakang Blitar United menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak terlarang. (kmb)