terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 70 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat pon, 25 oktober 2019
balipost http://facebook.com/balipost
Pembangunan Shortcut Titik 7-10
Pasar Kumbasari Segera Terapkan E-Parkir
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Warga Abangsongan Krisis Air Bersih
Lanjutan pembangunan shortcut titik 7 sampai 10 mulai memasuki tahapan pembebasan tanah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai melakukan pendekatan dengan pemilik lahan.
Setelah Pasar Badung, kini Pasar Kumbasari segera akan menerapkan e-parkir. Dipastikan, penerapan ini dilakukan Senin (28/10) mendatang.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Ratusan kepala keluarga di Desa Abangsongan, Kintamani kesulitan air bersih. Polres Bangli kembali menerjunkan mobil water cannon, Kamis (24/10) kemarin.
BULELENG | HAL. 8
DAERAH | HAL. 5
BANGLI | HAL. 14
Kesenian Sakral Topeng dan Wayang Majapahit Sukses Awali Pagelaran Ulundanu Art Festival Tabanan (Bali Post) – Penampilan kesenian sakral Topeng dan Wayang Majapahit sukses membuka acara Ulundanu Art Festival V Tahun 2019. Karya seni legendaris yang terbilang sangat sakral ini ditampilkan dengan sangat apik, apalagi diselenggarakan di salah satu Cakra Dunia yakni di DTW Ulundanu Beratan, Baturiti, Tabanan, Kamis (24/10) kemarin, sekaligus penampilan ini merupakan penampilan perdana di Bali, bahkan di dunia. Hadir pada kesempatan tersebut Tenaga Ahli Menpar bidang Pemasaran dan Kerja Sama I Gede Pitana, Gubernur Bali yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bu-
pati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Forkompinda Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan serta undangan terkait lainnya. Dengan mengusung tema ‘’Tri Semaya’’ yang berarti apa yang kita lakukan selama ini berorientasi kepada masa lampau dan merumuskan harapan masa depan, dengan kata lain membangun keseimbangan alam, manusia dan lingkungan, pementasan Topeng dan Wayang Majapahit ini diharapkan Tabanan akan semakin dikenal bukan saja sebagai lumbung berasnya Bali. Hal. 15 Lumbung Kesejahteraan
DIBUKA - Ulundanu Art Festival, Kamis (24/10) kemarin dibuka ditandai penancapan Kayon oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. TOPENG Penampilan kesenian sakral Topeng dan Wayang Majapahit sukses membuka acara Ulundanu Art Festival V Tahun 2019.
Penyederhanaan Eselon Ingatkan Kementeriannya Jalankan 7 Perintah Presiden Dorong Profesionalitas ASN Menteri PPPA Bintang Puspayoga
Data Jabatan Eselon di Pemprov Bali
Eselon I
1
Esleon II
41
Eselon III
248
Eselon IV
671
Manfaat Pemangkasan Rantai pengambilan keputusan menjadi pendek. Potensi terjadinya korupsi akan berkurang. Menghemat anggaran belanja negara untuk fasilitas pejabat. Prosedur penerbitan aturan akan semakin pendek. Proses perizinan akan lebih cepat.
Dampak Pemangkasan Mengurangi kesejahteraan ASN yang terkena dampak pemangkasan jika tidak dibarengi dengan kenaikan tunjangan fungsional. Kompetisi antar-ASN yang kini berada di eselon II dan IV untuk bisa menempati posisi eselon I dan II akan semakin ketat.
tingkat daerah/provinsi Sekretaris Daerah
Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Biro, Kepala Dinas, Kepala Badan
Sekretaris Badan, Kepala Sub-Bagian Sekretaris Dinas, dan Kepala Seksi Kepala Bidang, Kepala Bagian
Eselon I
Eselon II
Eselon III
Eselon IV
IV/C hingga IV/E
IV/C hingga IV/D
III/D hingga IV/D
III/B hingga III/D
Sumber : BKD Provinsi Bali
Harian Bisnis Bali Tingkatkan Nilai Jual Klungkung memiliki potensi kelautan yang cukup potensial. Sebagian masyarakatnya menggantungkan hidup dari sumber daya laut. Apa yang dilakukan? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST SMPN 4 Banjarangkan ’’Mareresik’’ Setelah ‘’diteror’’ wong samar, para siswa SMPN 4 Banjarangkan diliburkan, mereka diajak mareresik. www.denpostnews.com
Denpasar (Bali Post) Wacana penyederhanaan eselon dari empat level menjadi dua yang digulirkan Presiden RI Joko Widodo, rupanya tak melulu disambut negatif. Di Bali, hal itu justru dianggap positif untuk mendorong profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan, komitmen Gubernur Bali sejak awal sebenarnya juga sama dengan Presiden terkait SDM Bali khususnya yang menjadi ASN.
”
Itu kan kebijakan nasional, apalagi ini menjadi kebijakan Pak Presiden. Bagus sih untuk mendorong profesionalitas ASN lebih mengembangkan jabatan fungsional. Tapi kita kan masih menunggu petunjuk, pedoman dari pusat,’’ ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana dikonfirmasi, Kamis (24/10) kemarin. Menurut Lihadnyana, penyederhanaan eselon akan lebih memperluas kesempatan sekaligus meningkatkan produktivitas ASN yang mengarah pada pengembangan jabatan fungsional. Hal ini sejalan dengan salah satu program dalam visi Presiden yakni menyangkut pengembangan SDM. Khususnya ASN yang notabene SDM di birokrasi agar memiliki keunggulan. ‘’Karena dengan SDM yang unggul, kita bisa meningkatkan daya saing,’’
jelas mantan Kepala Dinas PMD Provinsi Bali ini. Sebelum wacana penyederhanaan muncul dari Presiden, lanjut Lihadnyana, Bali sebetulnya sudah menuju ke arah itu. Terbukti dengan adanya pejabat struktural yang menjadi pejabat fungsional. Selain itu, pihaknya juga sudah bersurat ke masing-masing OPD tentang pemetaan jabatan fungsional termasuk di BKD sendiri. ‘’Misalnya di BKD ada asesor yang nanti tugasnya adalah untuk meng-assessment ASN yang berkaitan dengan penempatan mereka agar sesuai dengan kualifikasi, kompetensi. Sekarang ini sedang kita lakukan tes calon asesor,’’ jelasnya. Lihadnyana menambahkan, komitmen Gubernur sejak awal juga sama dengan Presiden terkait SDM Bali khususnya yang menjadi ASN. Hal. 15 Lingkungan Strategis
Pangkas Birokrasi Perizinan Denpasar (Bali Post) Adanya orang-orang muda dan profesional di Kabinet Indonesia Maju dinilai memiliki kemampuan mengatasi masalah perekonomian, terutama mempermudah investasi. Salah satunya melalui pemangkasan birorkasi perizinan. ‘’Perlu orang-orang yang belum terjun di dunia pemerintahan selama ini, masuk dengan pandangan yang berbeda. Mereka pun terbukti berhasil mengubah segalanya di perusahaan mereka. Itu saya rasa akan memberikan efek yang bagus,’’ ungkap Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK., Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali, Kamis (24/10) kemarin. Hal. 15 Terhambat Masuk
PISAH SAMBUT - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati bersama Menteri PPPA 2014-2019 Yohana Susana Yembise saat acara pisah sambut Kementerian PPPA di Jakarta, Kamis (24/10) kemarin. Jakarta (Bali Post) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang akrab dipanggil Bintang Puspayoga mengingatkan para pegawai kementeriannya menjalankan dengan sungguh-sungguh tujuh perintah Presiden Jokowi pada saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju. Perintah pertama bahwa tidak akan ada celah untuk korupsi. Perintah lainnya yakni bekerja keras dan cepat. ‘’Saya ingin menyampaikan beberapa arahan Presiden yang harus kita sikapi bersama. Kita harus kerja keras dan kerja cepat,’’ kata Bintang saat acara pisah sambut di Jakarta, Kamis (24/10) kemarin. Pisah sambut dihadiri Menteri PPPA 2014-2019 Yohana Susana Yembise, Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu serta para pejabat eselon satu lainnya, berbagai organisasi terkait dengan kementerian, serta seluruh pegawai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (PPPA). Bintang juga mengingatkan para pegawai Kementerian PPPA agar tidak bekerja monoton. Harus ada inovasi dan
’’Saya yakin dengan bekerja sama dan bersinergi kita akan memiliki kekuatan dan energi yang lebih besar, efektif, dan efisien. Kita harus memastikan setiap program dan kegiatan yang kita laksanakan betulbetul bermanfaat dan dirasakan masyarakat.’’ I Gusti Ayu Bintang Darmawati kreativitas dengan situasi dan kondisi yang terus berkembang. Bintang juga menyampaikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindun-
gan Anak harus bisa memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan. ‘’Ketika kita ingin memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan, banyak kementerian/lembaga yang bisa kita ajak berkoordinasi dan bersinergi, antara lain Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah,’’ ujarnya. Terkait permasalahan pekerja anak, Bintang menekankan arti penting mendorong peran ibu dalam pendidikan, menurunkan angka kekerasan, dan mencegah perkawinan anak. Dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kementerian PPPA juga dapat bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain, termasuk Polri. ‘’Saya yakin dengan bekerja sama dan bersinergi kita akan memiliki kekuatan dan energi yang lebih besar, efektif, dan efisien. Kita harus memastikan setiap program dan kegiatan yang kita laksanakan betul-betul bermanfaat dan dirasakan masyarakat,’’ katanya. (010)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
FIGUR Melebarkan Sayap PROGRAM Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Warmadewa (Unwar) beberapa bulan lalu terakreditasi A (unggul). Raihan prestasi kelembagaan ini dijadikan batu pijakan untuk melebarkan sayap untuk mengembangkan prodi baru yang memiliki potensi besar di era revolusi industri 4.0 ini. Tidak tanggung-tanggung, tiga prodi baru tengah dirancang, termasuk Prodi Hukum Bisnis yang sangat relevan dikembangkan di tengah pesatnya perkembangan bisnis online dan e-commerce. Bahkan, prodi ini ditargetkan dapat menerima mahasiswa baru pada tahun 2020 mendatang. “Visi saya saat mencalonkan diri sebagai dekan adalah meraih akreditasi A. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk bekerja keras mewujudkan hal tersebut dengan terus berbenah dan akhirnya apa yang kami citacitakan meraih akreditasi A terwujud,” ujar Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., Kamis (24/10) kemarin. Raihan akreditasi A diawali dengan melakukan pembenahan di segala bidang, mulai sarana prasarana, SDM, termasuk penelitian yang dulu dalam setahun hanya 11 penelitian, ditargetkan menjadi 42 penelitian setahun. “Itu semua terwujud. Bahkan, dana penelitian juga mengalami kenaikan yang dulu rata-rata Rp 3,5 juta per dosen saat ini naik jadi Rp 18,5 juta. Pengabdian masyarakat bahkan dapat dana Rp 22,5 juta per dosen,” paparnya. Ia mengaku memiliki mimpi, yakni mengusulkan prodi baru, yaitu Hukum Bisnis. Pada nomenklatur kementerian yang keluar sejak lima tahun lalu, FH Unwar dapat membentuk Prodi Hukum Bisnis. Apalagi dari segi ketenagaan, FH Unwar memiliki doktordoktor hukum bisnis. “Ilmu hukum bisnis dewasa ini memang cukup baik, karena persoalan bisnis sering terjadi yang tidak diinginkan oleh para pelaku bisnis. Apalagi konsumen maupun produsen memproduksi barang kemudian mendistribusikan kepada pengecer ataupun agen sampai ke konsumen ini sering ada persoalan. Instrumen hukum tentang itu apalagi dengan adanya e-commerce sekarang atau jual beli online dan diikuti sistem pembayaran online ini juga menggugah kami untuk membuka Prodi Hukum Bisnis. Mudah-mudahan, borang dalam dua hingga tiga bulan selesai,” katanya. (win)
Ratusan Polisi Dirazia Provos
Denpasar (Bali Post)Hari kedua Operasi Zebra Agung 2019, anggota Provos Polda Bali melakukan razia terhadap ratusan polisi yang terlibat operasi tersebut, Kamis (24/10) kemarin. Razia khusus menyasar personel Polri tersebut dilaksanakan di halaman Gedung Ditlantas Polda Bali di Jalan Supratman, Denpasar. Kasubbid Provos Bidpropam Polda Bali AKBP A.A. Gede Rai Laba menyampaikan, tujuan pemeriksaan ini untuk mengecek kelengkapan dan ketertiban adminisitrasi anggota Polri yang terlibat Operasi Zebra Agung 2019. “Jangan sampai polisi yang sering merazia kendaraan di jalan, malah tidak tertib karena tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK kendaraan,” ujarnya. Rai Laba berharap, seluruh anggota Polri tertib dan tidak ada yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Polisi harus menjadi contoh saat berkendara sehingga bisa terwujud Bali menjadi role model tertib berlalu lintas sesuai commander wish Kapolda Bali tahun 2019. “Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan mari kita tertib di jalan raya,” tegas mantan Kabag Ops Polres Badung ini. (kmb36)
Polisi Ungkap Kasus Mafia Properti Denpasar (Bali Post) Mafia properti yang beraksi di Bali terus dibidik Ditreskrimum Polda Bali. Rabu (23/10) lalu, penyidik menahan Lukas P (44) terkait penipuan penjualan vila yang diduga fiktif senilai Rp 387.500.000 di wilayah Pecatu, Nusa Dua. Dikonfirmasi Kamis (24/10) kemarin, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, TKP-nya di The Anaya Village Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, pada 27 Juli 2017 dilakukan pengikatan jual beli di hadapan Notaris I Wayan Suwitra Yasa, antara pelapor yaitu Eka Harsana dengan PT Anaya Graha Abadi milik tersangka Lukas di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Waktu itu telah dilakukan pembayaran uang muka serta angsuran sebesar Rp 387.500.000. “Tapi, sampai saat ini pembangunan vila belum dilaksanakan,” tegasnya. Dari mana korban kenal pelaku? Kombes Andi menyampaikan, keterangan saksi-saksi, pada Mei 2017 korban dihubungi melalui Whatsapp (WA) oleh Liliek Setianingsih Soetjipto selaku Lead Marketing Perumahan Anaya Village Pecatu. Korban diundang menghadiri launching pada Sabtu tanggal 20 Mei 2017. “Waktu itulah korban dan pelaku bertemu lalu kenalan,” ujarnya. Pelaku lalu memberi korban brosur perumahan dan vila yang akan dibangun dengan harga per unit Rp 1.125.000.000. Korban tertarik dan membeli dua unit vila dan telah membayar uang muka Rp 387.500.000. Tindak lanjutnya, korban dipanggil oleh pelaku untuk datang ke Kantor PT Anaya Graha Abadi untuk penandatanganan pengikatan jual beli di hadapan notaris Notaris I Wayan Suwitra Yasa. “Tanggal 17 September 2018, korban mengecek lokasi pembuatan vila tersebut. Ternyata, proyek tidak berjalan dan belum ada bangunan alias fiktif. Atas kejadian itu, korban lalu melapor ke Ditreskrimum Polda Bali,” kata mantan Direktur Sabhara Polda Sumatera Utara ini. Terkait kasus ini, penyidik mengamankan barang bukti PPJB pembeli atas nama Rustam dan Eka Harsana, kuitansi pembayaran unit vila, bukti transfer pembayaran dan surat pelunasan unit vila. “Masih didalami kasus ini. Nanti kalau ada perkembangan pasti kami informasikan,” ujarnya. (kmb36)
Topik : PENYEDERHANAAN ESELON
Akan Dibuka Gubernur
Masyarakat Diajak Kunjungi Festival Seni Bali Jani AJANG Festival Seni Bali Jani yang akan menghadirkan berbagai seni inovatif, modern dan kontemporer, siap dibuka Gubernur Bali Wayan Koster di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (26/10) besok. “Kepada masyarakat Bali lintas generasi, baik siswa, mahasiswa, pemuda-pemudi, dan masyarakat umum, mari datang dan rayakan Festival Seni Bali Jani yang pertama ini. Mari ikut menjadi bagian sejarah kehadiran festival yang diperuntukkan seluas-luasnya untuk seni modern, kontemporer juga karya inovatif lainnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan “Kun” Adnyana, Kamis (24/10) kemarin. Hingga saat ini, menurut Kun Adnyana, persiapan untuk helatan seni bertemakan “Hulu Teben: Dialektika Lokal-Global” yang berlangsung dari 26 Oktober sampai dengan 8 November 2019 sudah mencapai sekitar 95 persen. Selain menyajikan berbagai kesenian inovatif, yang tak kalah istimewa, telah disiapkan seni instalasi dengan lighting yang menarik di seputaran area Taman Budaya, Denpasar. Di samping itu juga ada sejumlah titik untuk photo booth di depan Panggung Terbuka Ardha Candra, Gedung Ksirarnawa, dan pintu masuk Taman Budaya. “Tak hanya menampilkan seni instalasi outdoor yang memang telah disiapkan panitia, sekaligus juga ditampilkan seni instalasi dari para pemenang lomba di pintu masuk Taman Budaya, seputaran sungai, hingga area sebelah selatan Gedung Kriya Taman Budaya. Hal ini tentunya sangat cocok bagi generasi milenial yang gemar berburu spot-spot yang instagramable,” ujar pejabat yang juga akademisi Institut Seni Indonesia Denpasar itu. Festival Seni Bali Jani 2019 akan dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster mulai pukul 19.30 Wita ditandai dengan menyalakan lampu tongkat mistik (LED) disertai video mapping berdurasi tiga menit. Kemudian dilanjutkan dengan Gelar Seni Kolaborasi “Babad Gumatat-Gumitit”. “Babad Gumatat-Gumitit” merupakan sebuah pementasan opera kabaret yang didukung oleh seluruh anggota Teater Kini
Berseri berjumlah sekitar 50 orang, serta aktor-aktor teater terbaik setingkat SMA seDenpasar. Yakni dari Teater Topeng SMAN 2 Denpasar, Teater Blabar SMAN 4 Denpasar, Teater Limas SMAN 5 Denpasar, Teater Kirana SMAN 6 Denpasar, Teater Bagol SMKTI Bali Global Denpasar, Teater Teras SMAN 1 Kuta, Teater Sumukhi SMKN 2 Denpasar, Teater Orok Unud, Komunitas Djamur dan BTS Production. Ketua Teater Kini Berseri I Putu Gede Indra Parusha mengatakan, “Babad Gumatat Gumitit” ini mengisahkan tentang seranggaserangga dan makhluk kecil lainnya yang sedang mengumpulkan enam mustika dari enam tempat, yaitu hutan, danau, laut, gunung sesuai visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru”. Untuk memberikan nuansa kekinian, garapan ini digarap bernuansa komedi seperti ciri khas Teater Kini Berseri yang telah konsisten berkarya sejak 2010, dengan bentuk pementasan yang sama yaitu opera kabaret. Untuk mendukung suasana, lanjutnya, garapan ini menampilkan kostum modifikasi sendiri untuk memudahkan aktor menari sambil berdrama. Opera kabaret ini, tidak ada pesan khusus yang ingin disampaikan karena masyarakat saat ini butuh lebih banyak hiburan dari pada nasehat-nasehat. “Masyarakat sudah biasa bahkan sering mendengarkan dharma wacana (ceramah agama). Saya rasa, masyarakat kini sudah pandai bertanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain,” ucapnya. Operet yang disutradarai oleh Benny Dipo ini diyakini akan dapat memberikan hiburan kepada pengunjung festival, karena betul-betul digarap secara apik. Garapan ini juga berkolaborasi dengan Marching Band Universitas Udayana dan orkestra dari alumni dan mahasiswa aktif Jurusan Musik ISI Denpasar. Untuk diketahui, materi kegiatan ada enam jenis. Yaitu, pawimba (lomba), aguronguron (workshop), adilango (pergelaran), kandarupa (pameran), tenten (pasar malam seni) dan timbang rasa (sarasehan). (kmb)
Wayan Koster
SDM di Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Wajib Paham Budaya Bali
Denpasar (Bali Post) -
Sebelum muncul wacana penyederhanaan eselon dari Presiden RI, Bali terlebih dulu sudah melakukan upaya perampingan OPD. Dari total 49 OPD dikurangi menjadi 39, kemudian ditambah dua OPD baru sehingga nantinya akan ada 41 OPD saja. Dengan adanya perampingan ini, juga sempat muncul kekhawatiran ada pejabat eselon II (setingkat kepala dinas - red) yang akan kehilangan jabatan. “Sudah pernah kita singgung. Artinya, kekhawatiran kita awalnya itu sudah terjawab bahwa dari 49 OPD menjadi 41. Berarti nanti ada delapan kepala dinas setingkat eselon II yang akan tidak dapat posisi. Tapi ternyata, ada pensiun tujuh sehingga masih satu saja yang dipikirkan seperti apa solusinya,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana, Kamis (24/10) kemarin. Adnyana menambahkan, justru pejabat eselon III (setingkat kepala bagian dan kepala bidang) dan eselon IV (setingkat kepala sub bagian dan kepala seksi) yang cukup banyak terancam kehilangan jabatan. Akan tetapi, jumlah yang akan pensiun juga cukup banyak dan sisanya
sudah diarahkan ke jabatan fungsional. “Jadi, mudahmudahan tidak banyak yang kecewa,” imbuh politisi PDIP asal Bangli ini. Untuk rencana dua OPD baru, Adnyana meminta agar job description dan tupoksinya harus dikaji secara matang dan mendalam. Khususnya untuk Dinas Pemajuan Masyarakat Adat karena spesifik menyangkut kekhasan Bali. Berbeda dengan satu OPD baru lainnya yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah yang sebelumnya sudah ada di Bappeda Litbang dan Ditjen Dikti sehingga bisa dijadikan referensi atau pembanding. “Dinas Pemajuan Masyarakat Adat ini institusi atau lembaga baru dan tidak ada di tempat lain. Ini sifatnya local ge-
nius, jadi jangan sampai ada hal-hal yang tercecer terkait apa yang kita inginkan di daerah,” jelasnya. Adnyana berharap Gubernur Bali bijak dan objektif dalam menempatkan SDM pada OPD tersebut. Orang-orang yang ditempatkan di sana wajib betulbetul memahami kultur, budaya dan karakter Bali. Tim seleksi nanti juga harus mempunyai acuan tersendiri. “Sehingga dari proses awal sampai dengan di lantik, sudah mengarah benar kapasitas dan kapabilitas orang ini, menguasai betul apa yang ditugaskan nanti di Dinas Pemajuan Masyarakat Adat itu,” tegasnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta mengatakan, kebutuhan
adat sebelumnya diurus oleh Dinas Kebudayaan sehingga tidak terkonsentrasi penuh untuk memperkuat desa adat. Dengan adanya Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, tentu akan dikondisikan penuh dalam rangka memperkuat desa adat sekaligus menangani semua aspek kebutuhan adat. “Saya sangat setuju kalau nanti kepala dinasnya diisi oleh mereka yang paham betul tentang kondisi desa adat yang satusatunya ada di Indonesia ini ada di Bali, karena aspek kebutuhan desa adat itu kan menyeluruh terkait dengan Tri Hita Karana,” ujar ketua komisi yang salah satunya membidangi masalah adat, budaya, dan agama ini. Budiarta tidak ingin pembentukan OPD baru ini justru malah menyimpang dari keinginan semula. Oleh karena itu, SDM di dalamnya juga harus bisa memahami Tri Hita Karana yang terdiri dari parahyangan, palemahan, dan pawongan.
Jadi, mereka tidak hanya asal duduk mendapatkan jabatan. “Kemudian menyangkut hal-hal lain nanti kan masih bisa dibicarakan antara eksekutif dan legislatif, t erm a suk soa l p eng ang garan,” jelas politisi PDI-P asal Kota Denpasar ini. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana mengatakan, pengisian OPD pascadilakukan perampingan sesuai revisi Perda Nomor 10 Tahun 2016 akan dilakukan awal Januari 2020. Ditegaskan, Gubernur sudah mempertimbangkan segala aspek terkait restrukturisasi organisasi ini. Artinya, tidak akan ada pejabat yang nanti sampai kehilangan jabatan. “Semua pejabat tidak perlu khawatir atau resah. Namun agar tetap bekerja keras, bekerja tulus, karena Gubernur sudah memastikan bahwa tidak ada yang sampai kehilangan jabatan,” ujarnya. (kmb32)
Peringatan Hari Polio Sedunia di Kota Denpasar
Teteskan Vaksin, Ketua TP PKK Ny. I.A. Selly Mantra Ajak Berantas Polio PENCEGAHAN penyakit polio lewat pemberian vaksinasi gratis kembali digelar Pemkot Denpasar. Saat ini keterlibatan pihak Rotary Districk 3420 dan Rotract turut serta dalam memberikan vaksinasi polio gratis berkaitan dengan peringatan Hari Polio Sedunia. Bertempat di Puskesmas I Dennpasar Selatan, Kamis (24/10) kemarin, kegiatan ini dilaksanakan dengan pemberian vaksinasi kepada puluhan balita yang dilakukan Ketua TP PKK Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra. Kegiatan ini dihadiri Kepala Puskesmas I Denpasar Selatan dr. AAN Gede Dharmayuda, President Rotary Club of Bali Taman Lily Azali, President Rotary Club Osaka Semba Shiojiri, District Goverment Ny. Febri Dipokusumo beserta undangan lainnya. “Vaksin polio satu-satunya jalan mencegah penyakit polio mengingat belum ditemukan obat untuk mengatasi penyakit
polio,” ujar Ny. Selly. Dijelaskan, Pemkot Denpasar tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi penyakit polio di Kota Denpasar. Sehingga keterlibatan pihak swasta sangat diharapkan secara bersama-sama melakukan aksi dan pemberian vaksinasi gratis. Perilaku hidup sehat terus disosialisasikan di masyaraakat, di samping itu juga menggalakkan pencegahan penyakit polio lewat pemberian vaksinasi. Setiap puskesmas di Kota Denpasar telah melakukan langkah-langkah dan sosialisasi memberikan vaksinasi polio kepada anakanak dan balita. Sehingga kegiatan yang dirangkaikan dalam peringatan Hari Polio Sedunia ini dapat memberikan langkah meminimalisasi penyakit polio dengan keterlibatan Districk 3420 dan Rotract. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan unsur sosial dengan memberikan vaksin gratis kepada balita
dan anak-anak setiap bulan di puskesmas-puskesmas di Kota Denpasar mampu memberikan dampak peningkatan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya. District Goverment Ny. Febri Dipokusumo mengatakan, Rotary Districk 3420 Bali bersama Rotract merupakan yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan bekerja sama dengan Bill Gate Fondation. Setiap satu dolar donasi dilipatgandakan yang lebih menitikberatkan ke pencegahan penyakit polio dan melakukan gerakan bersama. “Kegiatan dilaksanakan di seluruh Indonesia, dan kami memilih Denpasar tidak sekadar kampanye saja tetapi melakukan imunisasi polio,” ujarnya. Menurutnya, penyakit polio tidak bisa disembuhkan yang berdampak pada kecacatan serta belum ditemukan obatnya. “Untuk hari ini kita vaksin 70 balita, serta kami ingin masyarakat m engetahui
PERINGATAN - Ketua TP PKK Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra berfoto bersama dengan balita saat pelaksanaan peringatan Hari Polio Sedunia di Puskesmas I Dennpasar Selatan, Kamis (24/10) kemarin. tentang penyakit polio ini o r a n g t u a y a n g a n a k n y a dan melakukan pencega- m e n d a p a t k a n i m u n i s a i , han. Yang penting untuk mengaku sangat berterima dicegah, dengan dua tetes kasih kepada Pemerintah imunisasi bisa menyelamat- Kota Denpasar dan Rotary kan ribuan anak di dunia Districk 3420 yang sudah terutamanya pencegahan memberi vaksin polio gratis penyakit polio,” tegasnya. dan berharap acara ini bisa Kadek Yudik, salah satu berkelanjutan. (ad719)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih Ida Bhawati Pasek Made Sudiana
Bupati Giri Prasta: Wujud Pembangunan Badung Secara Spiritual Agamais
RSI YADNYA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati di Geria Sila Giri Bualu Nusa Dua, Rabu (23/10) malam.
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, Rabu (23/10) malam, menghadiri upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati di Geria Sila Giri Bualu, Nusa Dua. Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyematkan insinye kesulinggihan kepada kedua sulinggih serta menyerahkan punia sebesar Rp 100 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya Jro Mangku Pasek Sunarta. Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta menerangkan, untuk membangun Kabupaten Badung menjadi lebih kuat dan bermartabat menuju masyarakat sejahtera, tidak hanya cukup dilakukan melalui pembangunan fisik dan nonfisik semata. Upaya penguatan spiritual melalui agama juga sangat diperlukan dan menjadi bagian dari tujuan utama dalam pembangunan Kabupaten Badung yang kuat dan sejahtera. Pemerintah Kabupaten Ba-
dung, ditegaskannya, sangat mengapresiasi dan memberikan ruang kepada masyarakat dalam kehidupan beragama, adat dan budaya. Terlebih lagi bagi para pinandita dan sulinggih yang mau mengabdikan dirinya untuk kepentingan umat. ‘’Kami tentu memberi perhatian khusus kepada para pinandita dan pemangku, salah satunya dengan memberikan nafkah atas pengabdiannya kepada masyarakat kami. Ini tiada lain merupakan kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Badung dalam membangun Badung yang kuat dan berkualitas baik fisik maupun nonfisik,’’ terang Giri Prasta. Sektor pembangunan di Kabupaten Badung diakuinya harus dibarengi dengan kekuatan secara spiritual yang religius. Karena itulah dengan disahkannya Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati sebagai sulinggih, pihaknya berharap ke depan kedua sulinggih tersebut dapat menjalankan tugas-
nya dengan baik dan bijak, menjadi teladan serta dapat memberikan pecerahan dan sinar kesucian bagi umat sedharma di mana pun berada. Selaku Prawartaka Karya, Jro Mangku Pasek Sunarta atas nama Pasemetonan Pasek mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung dalam hal ini Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Pasemetonan Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Badung yang telah berkenan hadir di tengah-tengah keluarga besar Pasemetonan Pasek dalam pelaksanaan Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati. Acara munggah sulinggih yang dilaksanakan tersebut merupakan upacara suci untuk penobatan Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati yang resmi menjadi pandita dengan Surat Kepu-
tusan PHDI Badung dan Bali yang telah dibacakan oleh Sekretaris PHDI Badung I Wayan Sukarya dengan nomor 33/ HET PHDI Badung/Bali 2019. Sementara itu, Ketua MGPSSR Bali Jro Pasek Wisnu Bawa Temaja mengatakan, setelah prosesi upacara, Ida Bhagawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhagawati Istri Tunjung Ekawati diharapkan bisa menjadi pandita yang berkualitas dan penuh tanggung jawab untuk umat sedharma. Turut hadir pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Provinsi Bali, I Ketut Tama Tenaya, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Karyana, Sekretaris PHDI Kabupaten Badung I Wayan Sukarya, Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Badung I.B. Anom, Bendesa Adat Bualu Wayan Wita, Tripika Kecamatan Kuta Selatan, para sulinggih, tokoh masyarakat Bualu serta Pasemetonan Pasek se-Bali. (ad718)
Nunggak Pajak Rp 1,2 Miliar
Hotel di Nusa Dua Dipasangi Spanduk Mangupura (Bali Post) -
Badan Pendapatan (Bapenda)/Pasedahan Agung Kabupaten Badung kembali memberikan sanksi moral kepada salah satu hotel berbintang di kawasan Nusa Dua, Badung. Pasalnya, hotel berinisial AS ini tidak membayar pajak sebesar Rp 1,2 miliar. Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, Rabu (23/10) kemarin, mengatakan sanksi moral yang diberikan berupa pemasangan spanduk. Langkah ini guna memberikan efek jera terhadap penunggak pajak. Menurutnya, hotel AS tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak sejak 2017 lalu. Setelah dipas-
angi spanduk bahwa hotel tersebut menunggak pajak, manajemen hotel dikabarkan berjanji segera memenuhi kewajiban membayar pajak. ‘’Pemasangan spanduk melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), unsur TNI, Polri dan instansi terkait. Juru sita kami memasangi spanduk kepada hotel yang menunggak pajak,’’
katanya. Dia menegaskan, sebelum mereka membayar spanduk tersebut tidak akan dibuka. ‘’Setelah dipasangi spanduk, pihak hotel akan mau membayar Rp 300 juta. Sisa pembayarannya mencicil. Namun, sebelum mereka bayar, spanduk tidak dibuka. Artinya bayar dulu kewajibannya baru kami buka,’’
tegasnya. Diterangkannya, sejauh ini Bapenda telah memasang 31 spanduk terhadap wajib pajak yang membandel. Pemasangan spanduk tergolong efektif untuk memberikan efek jera terhadap wajib pajak membandel. ‘’Pemasangan spanduk tergolong efektif. Tapi kami tidak berharap terus memasang spanduk. Mohon kesadaran WP untuk membayar kewajiban sesuai ketentuan dan batas waktu yang telah ditentukan,’’ ungkap Sutama. (kmb27)
Bali Post/dok
BALAI BUDAYA - Pengecekan Balai Budaya Giri Nata Mandala belum lama ini. Balai budaya tersebut akan menjadi tempat penyelenggaraan pesta rakyat serangkaian HUT ke-10 Mangupura.
Ratusan Personel Amankan Pesta Rakyat HUT Mangupura
Mangupura (Bali Post) Ratusan personel keamanan dikerahkan dalam pengamanan pesta rakyat serangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-10 Kota Mangupura, Sabtu (26/10) malam. Asisten I Setkab Badung I.B. Yoga Segara didampingi Kabag Tata Pemerintahan Setkab Badung A.A. Made Wardika mengatakan, untuk izin keramaian serta pengamanan sudah rampung dikoordinasikan dengan instansi vertikal serta pihak desa adat penyangga kawasan Puspem Badung. ‘’Persiapan yang dilakukan serangkaian pesta rakyat sudah semuanya rampung baik itu dari lokasi kegiatan, parkir dan keamanan. Kami siapkan
personel pengaman sebanyak 845 personel. Mulai dari pihak kepolisian, Satpol PP hingga pecalang tiga desa adat peyangga kawasan Puspem Badung,’’ ujar Yoga Segara, Kamis (24/10) kemarin. Terkait ketersediaan parkir, Yoga Segara menyebutkan, mencukupi. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir. ‘’Kami sebar menjadi enam titik parkir yakni di depan wantilan DPRD Badung, parkir utara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, parkir sebelah timur depo arsip, di depan Dinas PUPR Kabupaten Badung, timur Pura Lingga Bhuwana dan kawasan parkir dekat kantor arsip dan pos Dinas Pemadam Kabakaran.
Selain enam titik parkir tersebut, kita juga sediakan parkir di basement masing-masing gedung dinas,’’ paparnya. Disebutkannya, stan-stan untuk kuliner gratis juga telah dipersiapkan. Selain itu, saat masyarakat memasuki balai budaya, untuk pengamanan dilengkapi juga dengan metal detector serta penonton akan mendapatkan kartu nomor duduk dengan aplikasi melalui barcode. ‘’Kami persiapkan enam stand kuliner di luar Balai Budaya Giri Nata Mandala termasuk tenda VIP. Jadi, masyarakat nanti sebelum menikmani pagelaran mereka disuguhkan kuliner gratis,’’ jelasnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Sebagai upaya optimalisasi pergerakan pesawat dan penumpang, Otoritas Bandar Udara wilayah IV Bali Nusra memastikan adanya tambahan dua slot per jam penerbangan rute internasional. Menurut Kepala Otban wilayah IV Elfi Amir, dengan tambahan dua slot penerbangan tersebut, slot penerbangan di Bandara Ngurah Rai akan menjadi 32 pergerakan per jam. Kondisi saat ini, slot penerbangan di Bandara Ngurah Rai mencapai 30 pergerakan per jam. Mulai Oktober ini pihaknya sudah membuka peluang bagi maskapai asing
baru yang ingin masuk melalui Bandara Ngurah Rai. ‘’Kita baru mau akan membuka peluang bagi penerbangan asing yang baru di Bali. Silakan kalau ingin datang ke Bali, airline baru kita prioritaskan. Sejak 1 Oktober kita sudah buka,’’ ujarnya, Kamis (24/10) kemarin. Terkait penambahan dua slot tersebut, pihaknya memastikan bahwa segala hal yang diperlukan sudah siap. Baik itu dari sisi Angkasa Pura I dengan pembuatan rapid exit taxiway baru, pelayanan dari pihak Airnav yang sudah memisah pelayanan antara penerbangan sisi barat dan sisi timur dan hal terkait
lainnya. ‘’Informasi tambahan dua slot itu sudah kami sampaikan, cuma tergantung airline menyikapinya. Dari konferensi slot internasional juga akan mengusulkan kita, nanti kita akan pelajari lagi,’’ tambahnya. Kepala Dinas Pariwisata Badung Made Badra menyambut baik penambahan dua slot penerbangan tersebut. Jika kepastian slot tersebut sudah jelas, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut kepada Kedubes atau Konjen melalui gathering sehingga bisa disupport dan ditindaklanjuti melalui mekanisme government to government, serta business to business. (kmb23)
Bandara Ngurah Rai Tambah Dua Slot Penerbangan Internasional
Bali Post/edi
FGD - Suasana FGD terkait model kebijakan pembangunan budaya hukum masyarakat, Kamis (24/10) kemarin, di Kuta.
Tinggi, Kepatuhan Hukum Masyarakat Adat Mangupura (Bali Post)Kebiasaan pelanggaran hukum yang dilakukan masyarakat baik di Bali maupun di daerah lain di Indonesia pada dasarnya 90 persennya memiliki kesamaan. Kesamaan tersebut dari sisi kemasifan pelanggaran terutama yang kasat mata. Hal itu diungkapkan Peneliti Utama Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Prof. Dr. Farouk Muhammad pada focus group discussion (FGD) terkait model kebijakan pembangunan budaya hukum masyarakat yang digelar, Kamis (24/10) kemarin, di Kuta. Dikatakannya, selama ini reaksi masyarakat umum maupun penegak hukum terkesan ada pembiaran terhadap pelanggaran. Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat pembiaran yang terus-menerus bisa menjadi hukum. ‘’Hukum bisa tegak setelah ditegakkan. Sementara bila tidak ditegakkan, akan hilang lagi,’’ katanya. Dari penelitian, komunitas yang memiliki ikatan sosial kuat cenderung rendah pelanggarannya. Intensitas pelanggaran bisa dipengaruhi interaksi masyarakat dan populasi. Contohnya, keberadaan desa adat sangat berpengaruh terhadap tegaknya aturan. ‘’Kepatuhan hukum dalam masyara-
kat desa adat sangat tinggi. Tapi masyarakat adat ini kalau berada di kota, ini menjadi lemah,’’ ucapnya. Ditambahkannya, semakin jauh hukum itu sebagai alat pengendali soaial, maka hukum akan semakin lemah. Kalau dibuat oleh negara, maka warga merasa tidak memiliki hukum terse-
but. ‘’Warga itu merasa tidak memiliki, apalagi untuk ikut menegakkan hukum. Contohnya UU ITE, tidak dibuat oleh masyarakat tapi masyarakat harus paham. Ini yang lemah sebenarnya,’’ katanya. Semakin heterogennya suatu masyarakat terutama dengan adanya pendatang
yang bukan penduduk asli, maka hukum akan cenderung lemah. Maka dari itu solusinya, aturan hukum harus dibuat oleh komunitas masyarakat. ‘’Harus ada kesepakatan dari komunitas masyarakat. Jangan membuat aturan hukum sematamata untuk kepentingan hukum,’’ ucapnya. (kmb23)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senator RI Terima Tokoh Ekonomi Hindu Asal India-Singapura di Istana Mancawarna
Sampaikan Konsep Satyagraha, Wedakarna Sambut Ratusan Delegasi Bali Spiritual Science Festival di Ubud BALI memerlukan sebuah konsepsi pariwisata berkelanjutan yang mampu menjaga nilai-nilai kesucian dari ajaran Hindu Dharma. Pariwisata massal saat ini terbukti dengan sangat cepat menghancurkan sendi-sendi sosial masyarakat Bali. Dukungan akan turisme berkualitas yang menghargai nilai dan filosofi agama Hindu harus menjadi prioritas dalam program pariwisata di Bali. Demikian diungkapkan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memberikan sambutan kehormatan pada pembukaan Bali Spiritual Science Festival yang diadakan di Sully Resort Ubud, Gianyar. Tampak hadir Direktur India Cultural Center Swami Vivekananda Guruji Anand Krishna, Brahmaji, dan Pandith Ramesh Shastry (Bali Sanskrit Insitute). Di hadapan 150 delegasi internasional dari seluruh dunia, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan harapannya agar komunitas spiritual internasional membantu menyebarkan nilai-nilai spiritual Bali, termasuk memberikan review positif akan keberadaan Pulau Bali. ‘’Bali kini sedang berbenah dan kami memahami pariwisata Bali memerlukan dukungan agar bisa eksis. Rakyat kami, komunitas pariwisata memerlukan banyak turis berkualitas yang menghargai budaya, pura dan juga nilai-nilai kami. Salah satu parameter dari pariwisata berkualitas adalah adanya wisatawan yang terlibat dalam MICE Business dengan tema spiritual seperti ini, salah satunya Konferensi Bali Spiritual Science Festival ini,’’ ungkap Senator AWK yang menyampaikan pidatonya dalam bahasa Inggris yang fasih. Di hadapan para pegiat spiritual internasional ini pun AWK menyampaikan sejumlah pandangan terhadap gerakan Satyagraha Bali, di mana berisikan konsep-konsep kemandirian Bali dalam melestarikan nilai-nilai ajaran agama Hindu yang disandingkan dengan nasionalisme Indonesia. ‘’Bali adalah pulau dengan kuantitas minoritas di Indonesia. Namun Bali memiliki nilai-nilai budaya yang menjadi mayoritas secara kualitas di Indonesia. Misalkan Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, begitu juga sesanti Pancasila yakni Bhinneka Tunggal Ika juga berasal
SATYAGRAHA – Dr. Arya Wedakarna saat menerima delegasi internasional di Istana Mancawarna Tampaksiring dan saat di acara di Ubud, Gianyar. dari ajaran Arjuna Wiwaha yang ada bagian dari Itihasa Mahabharata gubahan Empu Tantular. Inilah yang membuat Bali berbeda dan menyebabkan Bali dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahunnya. Semua karena keteduhan nilai Hindu Dharma,’’ jelas Senator AWK. Hal yang sama juga diungkapkan saat bertemu dengan tycon bisnis Singapura keturunan India yakni Dr. M. (BK Modi) yang juga tokoh penting di balik organisasi ‘’wfauna’’ (global citizens for a stronger united nation) yang berafiliasi dengan PBB. Didampingi Mr. Maneesh Tripathi (Chairman & Group CEO SEVAK Limited Singapore). Diterima di Istana Mancawarna Tampaksiring, tokoh ekonomi Hindu ini menyampaikan keinginannya untuk dapat mendirikan sebuah Wellness Center di Bali, sebagai sebuah jawaban dari semakin banyaknya wisatawan Hindu-Buddha yang berkunjung ke Bali dan mereka membutuhkan sebuah infrastruktur pendukung. Mereka pun menyampaikan keberadaan Wellness Center (dharamshala) di dekat Sungai Gangga, Rishikesh India yang dimiliki oleh perusahan
ini telah menjadi rujukan para penggitan spiritual dari seluruh dunia. ‘’Saya selaku wakil rakyat Bali di Senayan memberikan dukungan atas inisiatif dari Dr. M untuk membantu Bali mewujudkan spiritual tourism. Saya minta agar kebudayaan Bali diprioritaskan dalam pembangunan apa pun, selain juga arsitektur kami diadopsi. Juga tata titi dalam membangun harus sesuai dengan ciri Bali. Yang terpenting, rakyat kami khususnya umat Hindu di Bali mendapatkan manfaat dari pembangunan Wellness Center ini. Libatkan orang Bali, bimbing mereka dan hargai masyarakat kami. Sisanya silakan berkarma di Bali, karena saya yakin berkarma di Bali akan membawa kemajuan bagi perusahaan anda,’’ ucap Gusti Arya Wedakarna yang tercatat memperoleh penghargaan dan gelar warga kehormatan ‘’Arjuna’’ Karnataka Banglore India. Dalam waktu dekat, Arya Wedakarna akan mengadakan kunjungan perjalanan suci ke India, termasuk agenda ke sejumlah institusi Hindu di India. (ad733)
Modifikator Palembang Bersaing di ’’Daihatsu Dress Up Challenge’’
PUTARAN Daihatsu Dress Up Challenge akhirnya tiba di Kota Palembang. Kota babak penyisihan terakhir sebelum babak final. Pekan lalu, sebanyak 35 mobil Daihatsu berbagai varian dan jenis berkumpul di Jakbaring Sport City untuk adu keren di ajang modifikasi mobil hasil kerja sama antara Indonesia Automodified (IAM) dan Daihatsu ini. Kontes Daihatsu Dress Up Challenge kali ini diikuti 35 unit mobil Daihatsu yang terdiri dari 15 Ayla, 5 Sirion, 4 Xenia, 4 Sigra, 2 Gran Max. Termasuk ke dalam 6 kategori line up mobil Daihatsu saat ini serta 3 Taft dan 2 Taruna, termasuk dalam kategori Free for All (FFA) yaitu kategori untuk mobil-mobil Daihatsu lain tanpa dibatasi jenis dan tahun pembuatannya. Pada setiap kategori yang dilombakan akan dipilih masing-masing dua peserta dengan modifikasi terbaik di setiap kota penyelenggara babak penyisihan. Dari total 14 seri yang akan diadakan di 13 kota di Indonesia, Daihatsu Dress Up Challenge Palembang menjadi seri yang ke13. Sebelumnya, Daihatsu Dress Up Challenge sudah terseleng-
MODIFIKASI - Mobil Daihatsu Ayla yang dimodifikasi dan tampil sangat garang. gara di Surabaya, Yogyakarta, Balikpapan, IIMS Jakarta, IIMS Makassar, Bali, Malang, Batam, Medan, Banjarmasin, Bandung dan Semarang. Para peserta modifikasi Daihatsu Dress Up Challenge 2019 juga ditantang untuk memperebutkan elite point yang diakumulasi dari setiap babak penyisihan sampai babak final dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah. Setelah babak penyisihan terakhir di Palembang, kontes yang telah
terselenggara sejak tahun 2014 dengan nama Sirion Dress-up Challenge ini akan sampai pada babak final yang akan dilaksanakan di Jakarta. ‘’Kami berharap Daihatsu Dress Up Challenge 2019 dapat menjadi wadah bagi para modifikator mobil di Indonesia. Semoga acara ini juga dapat mendekatkan Daihatsu dengan masyarakat Indonesia,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
PNB Tuan Rumah ICAST 2019
Akomodir Hasil Penelitian Bidang Science Teknologi POLITEKNIK Negeri Bali (PNB) menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi internasional, yakni International Conference on Applied Science and Technology (ICAST) 2019 yang digelar di Nusa Dua, Kamis (24/10) kemarin. Koferensi dengan tema ‘’Applied Research Green Development Through Millennial Industrialization Challenges in Balancing Economic Advancement’’ ini dibuka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Konferensi yang diikuti 400 peserta ini juga dihadiri Forum Direktur Politeknik se-Indonesia. Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. mengatakan ICAST 2019 ini merupakan kegiatan yang digagas oleh 43 Politeknik seIndonesia. Dengan tujuan untuk menunjukkan riset unggulan di masing-masing politeknik. Seminar ini, kata Abdi, diinisiasi untuk mengakomodir desiminasi dan publikasi hasil-hasil penelitian pada bidang science teknologi dan bidang humaniora yang diselenggarakan secara bersama. ‘’Melalui tema yang diangkat, ini merupakan antisipasi dari era industrialisasi milenial yang berubah sangat cepat, namun tetap dapat mengembangkan green development dalam bidang pembangunan global yang berkelanjutan. Juga dalam rangka meningkatkan relevansi dan produktivitas pada riset dan teknologi,’’ katanya didampingi Ketua Panitia Dr. Dra. Ni Nyoman Aryaningsih, M.M. Pihaknya meyakini hasil seminar ini akan dapat berkontribusi meningkatkan kualitas hasil penelitian dan mengembangkan kolaborasi penelitian yang lebih baik di masa mendatang. Baik itu antara para peneliti dan juga antarinstitusi. Sementara itu, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati berharap, dengan diada-
KONFERENSI - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (tengah), Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. (dua kiri) bersama sejumlah narasumber di sela pembukaan International Conference on Applied Science and Technology (ICAST) 2019, di Nusa Dua, Kamis (24/10) kemarin. kannya ICAST 2019 ini bisa memberikan masukan besar terhadap pembangunan Bali. Khususnya penerapan penggunaan teknologi terhadap pembangunan Bali. Dikatakan, konferensi ini mempertemukan para peneliti dan pakar dalam teknologi cerdas dan ilmu sosial dari lembaga pendidikan, litbang, industri, pemerintah serta masyarakat untuk saling bertukar ide dan pengetahuan terkait masalah industrialisasi di zaman milenial. ‘’Berbagai hasil temuan tentang teknologi terbaru akan memberikan manfaat kepada semua. Sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yakni ‘Nangun Sat Kertih Loka Bali’. Di mana pembangunan harus
seimbang dan harmonis dengan alam, adat istiadat dan manusianya,’’ pungkasnya. ICAST 2019 ini menghadirkan narasumber yang berasal dari berbagai universitas dari luar negeri yaitu Prof. Sarvavas Tassou dari Brunel University and Director of Institute Energy Gutures, dari United Kingdom Prof. Eric Wang, dari National Tsing Hua University in Taiwan and Nanjing Forestry University China Prof. Weerapon Thongma, dari Maejo University International College Thailand Prof. David Reeve, Deputy Director of Acicis dan Prof. Tan Sei Dato Mohammad Shikri Ab Yajid, President of Management and Science University Malaysia. (ad722)
Penilaian Gugus Tergiat SMA Negeri 1 Baturiti PRAMUKA merupakan suatu kesatuan atau organisasi yang bisa berdiri dalam sekolah maupun di luar sekolah yang melibatkan minat seseorang untuk menjalin kerja sama dan solidaritas dengan sesama. Pada Rabu (23/10) lalu dilaksanakan penilaian gugus tergiat di jenjang SD, SMP dan SMA. Di jenjang SMA, SMA Negeri 1 Baturiti atau lebih dikenal dengan nama Smerti ini menjadi wakil dari Kwarcap Tabanan. Persiapan sudah dilakukan beberapa minggu sebelum acara puncaknya penilaian lomba gudep ini. Baik persiapan sarana maupun prasarana telah dipersiapkan secara matang oleh seluruh siswa berpartisipasi. Dalam kegiatan ini, baik menjadi petugas dalam penyambuatan datangnya tim penilai disertai dengan baleganjur, petugas upacara, petugas semapur, petugas senam, seksiseksi yang bertugas serta anggota pramuka dan siswa siswi yang berpartisipasi pada kegiatan ini. Pada acara ini ada beberapa dewan juri yaitu I Made Dana selaku ketua tim. I Made Tingkat selaku ketua tim juri, Budi Santoso dan Sukarta sebagai dewan juri. Adapun beberapa penampilan yang ditampilkan pada saat penilaian yaitu Senam Bali Gemilang pada saat kedatangan tim penilai. Kemudian upacara bendera dan LKBB, lalu dilanjutkan dengan penampilan
LIPUTAN - Tim jurnalistik Smerti ketika melakukan peliputan dalam acara penilaian gugus tergiat di jenjang SD, SMP dan SMA. semapur dari anggota pramuka dengan nyanyian oleh ekstra Akustik. Dalam acara ini juga diliput tim jurnalis Smerti untuk dokumentasi. ‘’Pada kegiatan ini yang menjadi fokus dalam penilaian gugus depan adalah pada proses latihan serta pencatatan dalam bentuk administrasi. Penilaian pada lapangan hanya sebagian kecil saja,’’ ujar I Made Tingkat. Harapannya ini untuk anggota pramuka ‘’Arjuna Srikandi’’ dengan adanya pramuka garuda di SMA Negeri 1 Baturiti. Sementara itu, Made Dana menyatakan tujuan dari diadakannya penilaian ini untuk me-
nyempurnakan gugus depan pangkalan. Begitu juga untuk mengurangi kekurangan serta membentuk karakter bangsa. I Gusti Ngurah Ketut Patimurawan, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah Smerti menyatakan ia sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan lewat kegiatan ini bisa memberikan pengalaman yang baik untuk seluruh anggota serta pembina dan guru-guru agar dapat menjadi yang terbaik. Dalam acara ini, siswa sangat antusias seperti pembuatan pionering, kerajinan dari bahan limbah plastik, pembuatan selai dalam pameran kreativitas anggota. (ad729)
Honda Touring ’’ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’’ Sasar Indonesia Timur ASTRA Motor Bali berbagi pengalaman riding bersama dengan komunitas Honda ADV150 dengan mengajak para awak media dan blogger merasakan sensasi dan membuktikan keunggulan performa ketangguhan, kelincahan, sekaligus kenyamanan produk teranyar Honda ADV150. Dengan bertajuk ‘’ADV Satu Hati Jelajah Nusantara’’ beragam kondisi jalanan ditempuh sejauh 1.430 kilometer yang pastinya akan menghasilkan pengalaman berkendara yang tidak terlupakan oleh peserta touring. Supervisor Marketing Astra Motor Bali I Gusti Agung Lanang Oka Pradipta didampingi Sri Mayuni selaku Corporate Communication Astra Motor Bali menyampaikan perjalanan yang akan mengambil rute Bali-Lombok-Sumbawa diikuti 20 motor Honda ADV150 selama lima hari, dari 24-28 Oktober 2019. Touring ini akan mengeksplor destinasi wisata khas daerah yang dikunjungi, kemudian ada kegiatan CSR dan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai bentuk kebanggaan menjadi anak bangsa. Sebelum perjalanan ditempuh, seluruh peserta touring dibekali dengan penyegaran safety riding cara berkendara yang baik, memperhatikan rambu lalu lintas dan mengedepankan #cari_aman
di jalan raya yang disampaikan oleh tim Safety Riding Astra Motor Bali. Perjalanan dimulai dari halaman Kantor Astra di Jalan Cokroaminoto, Denpasar, Kamis (24/10) kemarin, menuju kawasan wisata Ubud, Gianyar. Ubud salah satu tujuan liburan populer di Bali. Kawasan pariwisata Ubud identik dengan seni, budaya serta keindahan alam pedesaan. Untuk budaya, di Ubud akan menemukan banyak objek wisata pura Hindu serta keindahan istana kerajaan. Keindahan alam juga menjadi keunggulan pariwisata Ubud, selain itu dapat juga melihat lereng bukit hijau, sawah berundak, serta sungai yang masih alami. Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem, menyeberang ke Pulau Lombok kemudian menuju ke Main Dealer Astra Motor Mataram. Di lokasi ini seluruh peserta akan istirahat sejenak sekaligus melakukan pengecekan motor di AHASS. Akan bergabung juga komunitas Mataram untuk berpartisipasi dalam touring ini. Setelah istirahat sejenak perjalanan dilanjutkan menuju Monumen 1000 Masjid yang merupakan salah satu karakter khas sebutan Lombok sebagai pulau seribu masjid karena banyaknya masjid yang membedakan-
FOTO BERSAMA - Peserta Touring ADV Satu Hati Jelajah Nusantara foto bersama sebelum dilepas di Kantor Astra di Jalan Cokroaminoto, Denpasar. nya dengan daerah lain. Di sini seluruh peserta mengabadikan momen wisata budaya religi. Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Sade yang merupakan dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Sade sebagai desa wisata punya keunikan tersendiri masih berpegang teguh menjaga keaslian desa cerminan suku asli Sasak Lombok. Seluruh peserta akan
disajikan khas dari desa tersebut. Selanjutnya perjalanan menuju Sirkuit Motogp Mandalika sekaligus menyaksikan pembangunan sirkuit yang bakalan menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Lalu perjalanan dilanjutkan ke pantai indah Tanjung Aan. Jika Anda menapakkan kaki tanpa alas kaki di atasnya, akan merasakan sensasi berbeda karena pasir ini
bertekstur seperti bulir merica hasil dari bentukan fosil-fosil karang di sekitar pantai. Peserta di lokasi ini akan melakukan kegiatan Beach Clean dengan aksi bersihkan pantai dari sampah-sampah yang berserakan. Dari atas bukit ini bisa melihat keindahan panorama yang tidak akan terlupakan. Keesokan harinya 26 Oktober 2019, peserta melanjutkan touringnya menuju jembatan Samota berdiri gagah di atas Sungai Brang Biji, Labuhan, Sumbawa. Nama ‘’Samota’’ yang merupakan akronim dari Teluk Saleh, Pulau Moyo, Gunung Tambora ini memang menyambungkan ketiga daerah tersebut menjadikan tiga daerah itu sebagai Kawasan Segitiga Eksotis Sumbawa. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke SD Negeri 1 Sumbawa Besar. Di sana seluruh peserta akan melakukan aksi sosial dengan menyumbangkan peralatan sekolah untuk anak-anak sebagai bentuk CSR peduli sesama dan pendidikan. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Dompu yang terkenal sebagai penghasil susu kuda liar dan madu. Selain itu, Dompu juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan keragaman genetik hewan penghasil daging misalnya kerbau rawa atau kerbau lumpur.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Di lokasi ini peserta istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke Nol Kilometer yang lebih dikenal sebagai tempat yang dianggap titik sakral untuk para biker yang suka melakukan touring. Kilometer Nol dianggap sebagai kiblat atau patok bagi perjalanan seorang biker. Di sini para biker dapat mengabadikan momen penting touring-nya. Selanjutnya menuju ke Bima sebuah kota otonom yang terletak di Pulau Sumbawa bagian timur untuk istirahat. Hari ke-4 peserta kembali melakukan perjalanan menuju wisata Istana Dalam Loka yang merupakan saksi sejarah memperlihatkan kejayaan Kesultanan Sumbawa pada zamannya. Setelah explore kawasan ini perjalanan kembali menuju Lembar untuk menyeberang ke Bali. Tiba di Bali menjelang sunrise sekaligus melangsungkan peringatan Sumpah Pemuda dengan pengibaran bendera Merah Putih. ‘’Dengan konsep Satu Hati Jelajah Nusantara, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus experience touring dengan mengeksplor daerah wisata timur dengan berbagai ciri khas tersendiri di masing-masing lokasi yang dikunjungi,’’ ungkap Sri Mayuni. (rah)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Simpan Narkoba Sarjana Teknik Dihukum 12 Tahun Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami, Kamis (24/10) kemarin menjatuhkan pidana selama 12 tahun kepada Putu Yudhitama (41). Pria yang bergelar sarjana teknik mesin ini dinyatakan terbukti bersalah atas kepemilikan empat plastik klip berisi sabu-sabu (SS) dengan berat keseluruhan 141,98 gram netto dan ekstasi seberat 0,72 gram netto. Hakim menjerat terdakwa dengan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan alternatif kedua jaksa. Di samping itu, terdakwa juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan. Tuntutan 12 tahun itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU Raka Arimbawa dari Kejati Bali sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum pidana penjara selama 17 tahun. Menanggapi putusan itu, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya dari
Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar langsung menerima. Sebelumnya dalam dakwan disebut terdakwa dibekuk pada 21 Juni 2019 sekitar pukul 23.00 Wita. Kala itu, terdakwa mendapat pesan singkat melalui WhatsApp (WA) dari Wahyu untuk mengambil paket sabu yang disembuyikan di samping tiang telepon dekat salah satu kafe di Jalan Gunung Talang I, Padangsambian, Denpasar Barat. Keesokan harinya terdakwa mendatangi tempat tersebut. Ternyata di lokasi itu sudah ditunggui beberapa anggota kepolisian yang mendapat informasi terkait adanya transaksi narkotika di tempat tersebut. Polisi kemudian menangkap terdakwa. Polisi juga menggeledah kamar kosnya di Jalan By-pass Ngurah Rai, Desa Bualu, Kuta Selatan, Badung. Hasilnya kembali ditemukan satu plastik klip berisi sabu, tiga butir ekstasi serta barang bukti terkait lainnya. (kmb37)
Kabupaten/Kota Diminta Serius Lakukan Kebijakan Strategis Penanganan Sampah Denpasar (Balipost) Masalah sampah di Bali tidak saja menjadi persoalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Kebijakan strategis di setiap kabupaten/kota dalam mendukung penanganan serta pengelolaan sampah sangat penting. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kamis (24/10) kemarin mengundang seluruh DLH kabupaten/kota guna membicarakan soal penanganan sampah, salah satunya sampah plastik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Drs. I Made Teja mengakui pelaksanaan Pergub 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai secara umum di Bali memang belum maksimal. Akan tetapi, pascadikeluarkannya kebijakan itu, sudah banyak sekali pengurangan sampah plastik di TPA. ‘’Kami bersama instansi terkait terus bergerak melakukan sosialisasi dan berkoordinasi terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai ini,’’ katanya. Dikatakan, pasar modern sudah tidak menggunakannya lagi. Untuk itu, tonase sampah plastik sudah mengalami penurunan jauh di bawah 50 persen lebih. Jika sebelumnya sehari saja pemulung di TPA bisa mengumpulkan 3-5 ton sampah plastik, kini angkanya sudah berkurang jauh, mencapai 500 kg. Kendati sudah mengalami penurunan, namun upaya penanggulangan penggunaan plastik sekali pakai tidak berhenti sampai di sini. Kabupaten/kota didorong agar ikut melaksanakan kebijakan strategis d a l a m penanganan sampah, khususnya plastik sekali pakai. ‘’Kami harapkan dalam penanganan kebijakan strategis penanganan sampah, mereka harus betul-betul melakukan pengelolaan dan pencegahan mulai dari rumah tangga. Hal itu agar berjalan dan akan dipaksakan,’’ katanya. (kmb16)
PARKIR - Salah seorang pengendara melintasi portal parkir elektronik di Pasar Kumbasari, Denpasar, Kamis (24/10) kemarin.
Bali Post/eka
Pasar Kumbasari Segera Terapkan E-Parkir
Denpasar (Bali Post) –
Kebijakan PD Pasar Denpasar untuk melengkapi fasilitas parkir elektronik (e-parkir) mulai diperluas. Setelah Pasar Badung dilengkapi dengan e-parkir, kini Pasar Kumbasari segera akan menerapkan e-parkir. Dipastikan, penerapan ini dilakukan Senin (28/10) mendatang. Direktur Umum PD Pasar Denpasar A.A. Ngurah Yuliarta mengatakan hal itu, Kamis (24/10) kemarin. Menurut Yuliarta, Pasar Kumbasari merupakan pasar kedua yang menggunakan sistem e-parkir setelah Pasar Badung. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan PD Pasar yang memanfaatkan lahan parkir yang ada. Dengan penerapan e-parkir tersebut, kebocoran
pemasukan akan bisa ditekan. Yuliartha menambahkan, pihaknya sudah memasang empat alat e-parkir di pintu masuk melalui Jalan Gajah Mada dan pintu keluar di Gang C menuju Jalan Gunung Kawi. Empat alat tersebut digunakan untuk parkir masuk
sepeda motor dan mobil. Selain itu untuk pintu keluar juga akan dibuka ke selatan menuju Pasar Badung yang kini masih ditutup sementara. Parkir keluar menuju Pasar Badung akan jadi satu dengan Pasar Badung yang sudah dipasang saat ini. “Kami akan menerapkan operasional e-
parkir di Pasar Kumbasari setelah Pasar Badung yang sudah bagus sistemnya. Di Pasar Kumbasari ini sudah dipasangi alat, tinggal finishing. Senin depan sudah bisa dioperasikan,” ujarnya. Untuk mempersiapkan penerapan sistem e-parkir tersebut, kata Yuliarta, pihaknya di bagian umum dan personalia masih menyiapkan perekrutan tenaga dan pelatihan khusus untuk pengoperasian alat tersebut. “Kami harus persiapkan perekrutan tenaga dan pelatihan
agar yang memegang pengoperasian alat tersebut nantinya benar-benar menguasai,” imbuhnya. Yuliarta mengatakan, target keseluruhan pasar yang dikelola PD Pasar untuk melaksanakan e-parkir belum bisa terealisasi pada tahun 2019 ini. Sebab, anggaran yang ada tidak mencukupi untuk pengadaan alat e-parkir. Namun, pihaknya mengaku sudah menganggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. (kmb12)
Maju Pilwali Kota Solo, Gibran Minta Restu Megawati Jakarta (Bali Post) Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, bersilaturahmi ke rumah Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10) kemarin. Ia mengendarai sebuah mobil bernomor polisi B 1024 RFQ. Usai turun dari mobil, dia melambaikan tangan ke awak media. Gibran tampak membawa beberapa bendel dokumen. Terlihat salah satu dokumen yang dibawa Gibran itu bertuliskan ‘’Pencalonan Wali Kota Surakarta’’. Beberapa orang yang sepertinya merupakan staf Gibran mengikuti dengan membawa sejumlah bungkusan makanan. Salah satunya dengan kotak bertuliskan ‘’Gudeg Kendhil’’. Gibran tak menjawab pertanyaan para pewarta yang sudah menunggunya. Ia langsung bergegas masuk ke kediaman Megawati. ‘’Nanti ya... saya masuk dulu,’’ kata Gibran. Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto yang mendampingi Mega-
wati menyatakan keinginan yang bersangkutan untuk bersilaturahmi. ‘’Disampaikan bahwa Mas Gibran mau bersilaturahmi ke Ibu Mega. Maka, hari ini saya mendampingi,’’ kata Hasto. Saat ditanyakan apakah terkait Pilwakot Solo tahun 2020 mendatang? Hasto mengatakan partainya sudah memiliki mekanisme untuk pilkada. ‘’Jadi sebelum menentukan siapa calon kepala daerah, PDI-P selalu menggunakan mekanisme survei dan pemetaan politik. Baru setelah itu keputusan politik diambil Bu Mega,’’ kata Hasto. Diakui Hasto, Megawati sendiri memang menaruh perhatian kepada anak muda. Partainya juga memberikan atensi terhadap anak-anak muda untuk membangun Indonesia Raya melalui PDI-P. ‘’Ibu Mega itu sosok pendengar yang baik, membangun organisasi, sehingga PDI Perjuangan terus bisa survive dan berkemajuan. Karena kami juga terus melihat kemajuan zaman,’’ ucapnya. Untuk diketahui, Gibran sudah resmi berstatus sebagai kader PDI-P. Ia
SILATURAHMI - Gibran Rakabuming Raka saat bersilaturahmi ke rumah Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10) kemarin. memiliki KTA dengan nomor 33720510110110870001. Nama Gibran sendiri mencuat dalam bursa pemilihan Wali Kota Solo periode 20202025 berdasarkan hasil survei yang dilakukan Univer-
sitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Ketika ditanyakan tentang rencana pencalonan beberapa waktu lalu, Gibran menegaskan tentang keseriusannya. Namun,
pencalonannya diketahui terkendala karena Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI-P Kota Surakarta telah merekomendasikan bakal calon dari DPC yakni Achmad Purnomo. (kmb4)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Stabilitas Sosial dan Harapan Indonesia Maju HARAPAN baru kini ditawarkan pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin kepada masyarakat Indonesia. Harapan baru tentu bukan sebatas wacana tetapi haruslah teruwujud. Terlebih, kepastian untuk itu telah dipertegas pada saat pelantikan presiden dan wakil presiden. Kerja haruslah berorientasi pada hasil dan bukan semata berpijak pada proses. Kecerdasan melakukan eksekusi dan melakukan kajian atas kondisi yang ada pun telah dijadikan salah satu rujukan. Yang pasti, harapan baru pada tataran wacana tentu harus dijabarkan pada tataran implementasi. Tolok ukurnya adalah kepuasan publik. Saat ini kerja periode kedua barulah dimulai. Kehadiran Wapres Ma’ruf Amin dalam konteks ini tentu diharapkan mempercepat terobosan menuju Indonesia baru. Indonesia yang tidak saja sukses dalam tataran pembangunan dan ekonomi, tetapi juga memiliki kenyamanan sosial. Pada tataran terakhir ini kenyamanan sosial sering menjadi penghambat dan beban pemerintahan karena sektor sosial memang memiliki cakupan yang amat luas. Dan kinerja pemerintah semestinya memastikan kenyamanan sosial terjamin. Di sanalah sebenarnya tolok ukur Indonesia maju. Kini, ketika para menteri juga telah siap bekerja, semestinya langkah pemerintah menuju Indonesia maju makin terbuka dan lapang. Para menteri yang dipercaya presiden haruslah mampu menjabarkan visi-misi presiden, bukan malah menjadi perpanjangan partai politik. Harus ada kerelaan mengabaikan kepentingan partai politik dan menuju satu langkah sama untuk menuju Indonesia maju. Selama ini kepincangan yang tersaji, kemiskinan yang tetap tinggi adalah hal serius yang harus diurai. Pembangunan infrastruktur mungkin salah satu strategi ke arah pengentasan kemiskinan itu. Tentu semua hendaknya harus bergerak sejalan agar sinergi bisa terbangun. Tentu, kita sangat berharap ke depan Indonesia maju di bawah Jokowi-Ma’ruf Amin, pembangunan berkeadilan teruwujud dari Sabang sampai Merauke. Dengan kesetaraan ini, kita memiliki modal untuk memastikan persatuan tetap terjaga. Selama ini kepincangan konsentrasi pembangunan telah menimbulkan kesenjangan yang teramat sangat di negeri ini. Pertumbuhan ekonomi yang terkonsentrasi di Pulau Jawa, membuat daerah-daerah lainnya merasa terpinggirkan. Tetapi upaya mengentaskan kepincangan ini sudah mulai dijabarkan sejak lima tahun terakhir. Pembangunan infrastruktur yang masif merupakan satu terobosan nyata, bahwa akses ekonomi kini dibuka di semua provinsi. Konektivitas antarprovinsi juga terbangun. Ini tentu kita harapkan membangun peluang ekonomi yang lebih adil bagi seluruh warga negeri ini. Namun, apa pun langkah dan terobosan yang akan diambil Presiden dan gerbongnya, rakyat negeri ini kini menaruh harapan besar kepada pemimpinnya. Mencermati hal ini, pemimpin tentu tak boleh ingkar janji. Kerja, kerja, dan kerja haruslah menjadi bukti nyata pengabdian kepada negeri ini. Tentunya, pada sisi lainnya, kepastian hukum bagi para pihak yang selama ini menghambat kinerja pemerintahan haruslah juga jelas. Penegasan bahwa pejabat yang korup akan ditindak haruslah pula diwujudkan. Itu artinya, untuk menuju pembangunan yang berkeadilan selain pendekatan ekonomi, sosial dan infrastruktur, pendekatan hukum juga harus jelas. Karena dengan ketegasan dan kepastian hukum pula, hak-hak dan kewajiban warga negara bisa terayomi. Untuk itulah, melalui penguatan kualitas kepemimpinan, kita berharap Indonesia sejahtera. Pemimpin juga harus berani melakukan evaluasi atas kontestasi demokrasi, setidaknya dalam hal kualitas SDM. Parpol bertanggung jawab menyiapkan stok kepemimpinan berkualitas. Rakyat mesti dididik agar melek politik dan menempatkan kualitas di atas popularitas, apalagi keunggulan materi. Kedua adalah sinergi pemberantasan korupsi. Korupsi telah menjadi lingkaran setan. Semua pihak penting mawas diri dan berkontribusi dengan prioritas pada pencegahan. KPK mesti diperkuat independensinya dari intervensi politik mana pun.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Produk Olahan Tembakau
Belakangan ini, wacana tentang inovasi atau penggunaan teknologi dalam produk olahan tembakau makin ramai dibicarakan. Informasinya, produk ini jauh lebih aman dibandingkan rokokrokok konvensional. Kita perlu tahu secara lebih jelas tentang hal ini. Untuk itu, mohon penjelasan yang lebih detail terkait apa keuntungan dan kenyamanan yang dinikmati perokok jika beralih menggunakan produk tembau alternatif. Yang lainnya, apakah produk ini juga ramah lingkungan terutama dari segi kebersihan udara. Apakah bagi perokok pasif, produk tembakau alternatif ini lebih aman. Yang jelas, saya sebagai orangtua ingin tahu lebih jelas terkait hal ini mengingat generasi muda kini sudah banyak menggunakan rokok-rokok elektrik. Jika ini lebih bagus dan rendah risiko, mohon dijelaskan secara lebih terbuka. Pemerintah juga jangan menekan peredaran rokok, sementara cukainya diminati. Jika informasi jelas dan gamblang tentu masyarakat atau penikmat rokok akan mengambil keputusan. Tugas edukasi ini hendaknya juga diambil pemerintah, sebab risiko kesehatan bagi remaja juga akan menjadi beban pemerintah. I Gede Aryana Denpasar, Bali
Menuju Pembangunan Indonesia Berkeadilan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2014 sejak dilantik MPR. Tidak ada waktu berpesta, tumpukan permasalahan segera dihadapi. Harapan besar publik dibebankan ke pundaknya. Salah satunya adalah terwujudnya keadilan pembangunan. Disparitas pembangunan masih dirasakan antara Jawa-luar Jawa, desa-kota, golongan menengah ke atas-miskin dan lainnya. Banyak daerah yang kaya, namun kondisinya terbelakang dibandingkan daerah lain. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi cambuk bagi pemerintah pusat dalam upaya akselerasi dan pemerataan pembangunan.
Oleh Ribut Lupiyanto ejumlah capaian positif hingga kini telah diraih melalui pembangunan bangsa. Antara lain kebebasan berekspresi, pendidikan, jaminan kesehatan, dan lainnya. Capaian positif layak disempurnakan, diteruskan, dan ditingkatkan. Di sisi lain, segudang permasalahan kompleks dan akut masih menghantui perjalanan pembangunan. Catatan buruk masa lalu mesti ditinggalkan. Pembangunan mesti diteropong secara jernih dalam segala aspek permasalahan yang ada. Arah pembangunan ditentukan oleh kebijakan kepemimpinan. Sedangkan kepemimpinan didominasi oleh aspek politik. Dalam hal ini, pembangunan politik menjadi kunci strategis. Pasca-Orba, ajang kontestasi politik dipandang semakin demokratis. Indeks demokrasi Indonesia mulai masuk pada level sedang. Sedikit mengalami kenaikan dari 72,11 pada 2017 menjadi 72,39 pada 2018. Kualitas politik dan kepemimpinan juga masih jauh dari kepuasan rakyat. Hal ini disebabkan demokrasi cenderung lebih dominan kuantitas daripada kualitas. Salah satu permasalahan serius kepemimpinan adalah suburnya KKN. Indonesia pada tahun 2018 menempati peringkat
ke-89 dengan skor indeks persepsi korupsi 38 (TI, 2019). Skor ini masih di bawah rata-rata dunia dan di bawah Singapura, Malaysia, dan Brunei. Aspek pembangunan selanjutnya adalah sosial. Pembangunan sosial masih diwarnai sengkarut masalah pendidikan, kesehatan, konflik sosial, hingga terorismeradikalisme. Pendidikan masih berkutat pada masalah akses, distribusi, kualitas guru, kurikulum, fasilitas, dan lainnya. Alokasi APBN 20 persen belum mampu dioptimalisasi, tetapi justru menyuburkan korupsi. Kesehatan sebagai hak dasar rakyat masih belum sepenuhnya terjamin. Implementasi UU Jaminan Kesehatan Nasional masih jauh dari harapan. BPJS sebagai pelaksananya belum menunjukkan pengelolaan optimal. Konflik sosial dan intoleransi menjadi noda bagi keragaman nusantara. Terorisme dan radikalisme juga terus mengusik perdamaian bangsa. Indeks Terorisme Global Indonesia adalah 4,76 dan menempati ranking ke-33 sedunia pada 2018 (Institute for Economics and Peace, 2019). Perekonomian bangsa belum dirasakan perbaikannya secara merata. Kesenjangan terjadi antarpulau, antara desa-kota, dan antargolongan masyarakat. Kemiskinan menjadi
permasalahan klasik. Penduduk di bawah garis kemiskinan pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen dari jumlah penduduk Indonesia (BPS, 2019). Budaya bangsa yang kaya dan berbineka dikhawatirkan masa depannya. Generasi muda kian jauh dari internalisasi budaya lokal. Gerusan globalisasi mengikis transformasi budaya. Misalnya dari aspek bahasa daerah. Sebanyak 139 bahasa daerah keberadaannya terancam punah dan terdapat 15 bahasa daerah di luar data tersebut sudah dinyatakan punah (BPPB Kemendikbud, 2016). Teropong permasalahan di atas menjadi tantangan penanganan menuju kemajuan. Kemajuan pembangunan merupakan keniscayaan dalam kompetisi era globalisasi. Beberapa prioritas perbaikan penting diperhatikan dalam menjawab tantangan memajukan pembangunan Papua. Pertama, melalui penguatan kualitas kepemimpinan. Kontestasi demokrasi mesti diperbaiki dalam hal kualitas SDM. Parpol bertanggung jawab menyiapkan stok kepemimpinan berkualitas. Rakyat mesti dididik agar melek politik dan menempatkan kualitas di atas popularitas apalagi keunggulan materi. Kedua adalah sinergi pemberantasan korupsi. Korupsi telah menjadi lingkaran
Info Singaraja FM infosingarajafm
Indikator capaiannya adalah kemajuan pembangunan. Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)
POJOK
Pemprov Bali dukung penyederhanaan eselon karena dorong profesionalitas ASN. - Efisiensi dan produktif.
*** Permudah investasi, biorkrasi perizinan diharapkan benar-benar dipangkas. - Tanpa pungutan liar dan insentif pajak. *** Menteri PPPA Bintang Puspayoga ingatkan kementeriannya jalankan 7 perintah Presiden. - Kerja cepat ikhlas dan jujur.
Warung Global
081933004217
Biarkan Menteri Bekerja Dulu
Semua Pihak agar Peduli Lingkungan SUARA Buleleng, Kamis (24/10) kemarin menyorti soal pelestarian lingkungan. Ada pula yang memberi ucapan selamat kepada para anggota Kabinet Indonesia Maju. Berikut rungkumannya. Nang Mologan di Mayong memberi ucapan selamat kepada I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai wakil Bali di Kabinaet Indonesia Maju. Kata dia, sebagai warga Bali merasa bangga dan berharap dengan telah dilantiknya Bu Bintang sebagai pembantu Presiden akan mampu menuntaskan tugas-tugas berat ke depannya yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Mengingat banyak kasus yang terjadi berkaitan dengan masalah perempuan dan anak. Demikian pula diharapkan dengan dilantiknya warga Bali ini mampu memberikan fibrasi, sehingga masalah perempuan dan anak bisa ditekan dan bahkan tidak ada hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Indonesia. Semoga Hyang Widhi memberikan tuntunan dan bimbingan.
setan. Semua pihak penting mawas diri dan berkontribusi dengan prioritas pada pencegahan. KPK mesti diperkuat independensinya dari intervensi politik mana pun. Ketiga adalah penanggulangan terorisme dan radikalisme. Pencegahan keduanya mesti dilakukan sejak dini. Profesionalisme dan proporsionalitas penting diperhatikan institusi berwenang, seperti Densus 88, BNPT, dan lainnya. Keempat adalah revitalisasi pendidikan. Alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan mesti direalisasikan secara berkeadilan dan optimal. Kualitas dan kesejahteraan guru penting diperhatikan. Perlu mengembangkan pendidikan alternatif atau pendidikan luar sekolah yang terjangkau. Peta jalan jangka panjang, menengah, dan pendek terkait sektor pendidikan penting disusun dan diimplementasikan. Kelima ialah penguatan jaminan kesehatan. Negara mesti hadir bagi terjaminnya biaya kesehatan seluruh rakyat, khususnya golongan miskin. Seiring dengan itu, kualitas pelayanan, fasilitas, dan tenaga kesehatan mesti ditingkatkan. Keenam, berupa pengentasan kemiskinan. Sinergi lintas lini penting dioptimalisasi, baik pemerintah, swasta maupun publik. Terobosan strategi penting dilakukan, misalnya melalui penggunaan dana pengampunan pajak, optimalisasi zakat, CSR perusahaan, dan lainnya. Ketujuh yaitu pelestarian budaya lokal. Budaya lokal penting dilestarikan dan dilakukan regenerasi internalisasi. Bentuknya dapat berupa memperbanyak event budaya, pendidikan budaya, dan lainnya. Bangsa ini memang masih tergolong muda dibanding negara maju, seperti Amerika Serikat. Spirit perjuangan dan pembangunan tidak boleh luntur dan justru mesti terus dipupuk.
Sementara Dadong Mini di Pemaron menyoroti soal pelestarian lingkungan. Terjadinya kebakaran yang menimpa hutan seperti yang terjadi di Tejakula harus menjadi perhatian kita bersama. Sebab, kebakaran itu disebabkan ulah pencari madu yang menggunakan api untuk pengasapan. Untuk mencegah tak terulangnya hal tersebut, diharapkan semua pihak lebih memperhatikan keselamatan orang banyak dan juga agar lebih memperhatikan kelestarian hutan. Sebab, pada musim kemarau panjang ini rentan sekali terjadi kebakaran hutan, baik akibat oknum yang mencari madu dengan pengasapan maupun dengan membuang puntung rokok sembarangan. Mohon jaga hutan kita sebagai upaya penyangga air sebagai sumber penghidupan kita. (kmb)
PRESIDEN Jokowi sudah mengumumkan susunan kabinetnya periode 20192024 di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10). Susunan kabinet Jokowi jilid II ini diberi nama Kabinet Indonesia Maju. Sesuai janji Jokowi sebelumnya, susunan kabinet saat ini merupakan gabungan para profesional hingga partai politik. Lalu bagaimana tanggapan pendengar Radio Global 96,5 FM terkait figur yang ada dalam Kabinet Indonesia Maju ini? Apa saja harapan Kawan Global? Berikut rangkuman opini selengkapnya. Ketut Mursi di Denpasar mengucapkan selamat kepada para menteri di Kabinet Indonesia Maju. Ia tak mengira bahwa Ibu Bintang Puspayoga dipercaya menjadi menteri. Ia berharap agar semua menteri melaksanakan perintah Presiden dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Fera di Tabanan juga demikian. ‘’Saya bangga, perempuan Bali jadi menteri. Jagalah nama Bali,’’ pesannya. Jika para menteri melanggar segera dicopot, begitu juga dengan pejabat lain, gubernur, Bupati sampai aparat terbawah. Arya di Denpasar berpesan agar jangan malas-malasan bekerja. Selain itu, ia masih pesimis meskipun kalangan profesional menduduki posisi menteri, dikhawatirkan mereka akan tersandera dengan birokrasi politik nantinya. Menteri diibaratkan sebagai pembantu, majikannya adalah presiden. Ada beberapa tipe pembantu, ada yang rajin, ada yang malas, pembantu ‘’genit’’ juga ada. Namun, ia berharap pembantu Pak Jokowi rajin semua. Jokowi selaku majikan tentu akan merasa senang dan Indonesia bisa maju. Febri di Denpasar berharap tapi masih
harap-harap cemas juga. Sama halnya dengan Werdha, ia melihat komposisi para menteri yang kurang pas dengan bidangnya. Memang Jokowi akan copot menteri jika tak serius bekerja, ganti dengan memiliki pengalaman. Ia berharap menteri yang baru ini bekerja dengan baik, jangan otoriter. ‘’Siapa pun yang terpilih jadi menteri, sudah diseleksi, yang penting Indonesia aman. Kalau aman, kita bisa bekerja, bisa cari uang, untuk hidup, demikian Wayan Beratayasa di Sangeh. Semoga Pak Jokowi tidak salah pilih pembantu, jika di pertengahan jalan diganti menterinya, ini bisa menghambat visi Indonesia Maju. Menurut Ketut Dawi di Abiansemal, jika belum menjalankan tugas dengan optimal, jangan terburu-buru me-reshuffle, beri sanksi dulu, beri kesempatan untuk berbenah. Selain itu, ia turut bangga perempuan Bali dipercaya jadi menteri, pesannya agar nama Bali dijaga dengan baik. Indonesia Maju, harapan kita semua, situasi negara aman, kondusif, ekonomi pasti membaik. ‘’Biarkan para menteri bekerja dulu, kita lihat hasilnya nanti,’’ demikian Budiada di Tabanan. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Penutupan KKN Unhi 2019 di Penebel
Program KKN Unhi Selaras dengan Kebijakan Desa
KKN UNHI - Penutupan KKN Unhi 2019 ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan dari Rektor Unhi kepada Camat Penebel, Polsek Penebel, dan Danramil Penebel.
KULIAH Kerja Nyata (KKN) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar tahun 2019 di desa dinas dan banjar adat di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, resmi ditutup Kamis (24/10) kemarin, oleh Camat Penebel I G.A. Supartiwi di lapangan Penebel. Hadir pada kegiatan tersebut, Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S., para Pembantu Rektor serta jajaran Muspika Penebel. Untuk diketahui, KKN diikuti 666 mahasiswa dari enam fakultas di Unhi Denpasar. Selama KKN, mahasiswa telah melaksanakan program kerja di 18 desa dinas dan fokus pada program-program 72 desa adat se-Kecamatan Penebel selama 60 hari. Ketua Panitia KKN Unhi tahun 2019, Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si. mengatakan, program kerja yang
telah dilaksanakan oleh para mahasiswa selama KKN seperti program lingkungan penanaman pohon upakara, gotong royong, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, program pendidikan PAUD, TK, SD, pengenalan dan latihan yoga, pengenalan pendidikan kesehatan, labeling pura (parahyangan), pembuatan tong sampah, program kesenian seperti seni tari, seni tabuh, seminar desa wisata, program kesehatan pembuatan ramuan kesehatan tradisional dengan tanaman obat dan kegiatan lainnya. ‘’Tidak banyak sumbangsih yang bisa diberikan oleh mahasiswa kami kepada masyarakat. Justru peserta KKN dari berbagai jurusan mendapatkan pelajaran berharga selama berbaur dengan masyarakat,’’ ucapnya. Rektor Unhi Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S. men-
gatakan, sejak awal hingga pelaksanaan KKN selama dua bulan ini, sudah ada kerja sama yang baik antara Unhi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Kecamatan Penebel, Polsek, Koramil Penebel, Forum Perbekel, dan masyarakat. Hasil monitoring dan evaluasi yang sebelumnya telah dicatat, akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan program KKN Unhi pada masa mendatang. ‘’Terima kasih karena telah memberikan kami waktu dan ruang, karena kegiatan KKN ini memang bertujuan memberikan wawasan untuk mengenal lebih jauh aktivitas di masyarakat. Ujian bagi mahasiswa ada di masyarakat. Mereka harus bisa mengaplikasikan apa yang didapatkan di kampus sesuai jurusan yang diambil di tengah-tengah masyarakat,’’ terangnya sembari menambahkan, selama KKN,
para mahasiswa juga telah diberikan penekanan agar tetap mengedepankan sikap dan perilaku yang baik. Sementara itu, Camat Penebel I G.A. Supartiwi menyambut baik wilayahnya menjadi lokasi pelaksanaan KKN. Selama dua bulan ini, pihaknya melihat para mahasiswa peserta KKN sudah mengaplikasikan program-program yang menyatu dengan program di desa adat. ‘’Dari awal, saya memang sudah menyambut gembira Kecamatan Penebel dipilih sebagai lokasi KKN. Tentu kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat karena dapat menambah wawasan, apalagi program KKN Unhi memang sangat nyambung dengan program di desa,’’ terangnya. Dia pun berharap akan ada lagi perguruan tinggi yang melaksanakan KKN di wilayah setempat dengan metode yang sama. (ad720)
Kemenpar Bidik Wisatawan Filipina
Tabanan (Bali Post) -
Upaya mempromosikan pariwisata Bali gencar dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Seperti yang tampak dalam gelaran Festival Ulun Danu Beratan, Kamis (24/10) kemarin, ada 19 travel agent dari Filipina yang diundang langsung melihat gelaran kesenian yang ditampilkan.
Tenaga Ahli Menpar Bidang Pemasaran dan Kerja Sama I Gede Pitana di sela-sela festival mengatakan, travel agent yang diundang ini diharapkan bisa memperkenalkan wisata Bali khususnya Pura Ulun Danu Beratan kepada masyarakat Filipina. ‘’Selama di Bali, travel agent ini sudah berkunjung ke Wanagiri, Tanah Lot, dan ke industri pariwisata lokal Bali di Nusa Dua,’’ tegasnya. Bahkan, setelah melihat festival yang berjalan cukup baik tahun ini, travel agent ini rencananya membuat paket wisata dari Manila, Davao, Manado, dan Bali. Di Bali, kata Pitana, kunjungan akan dipusatkan di Pura Ulun Danu Beratan. Sebab, the most visited spot in Bali di dunia maya ada tiga objek wisata yakni Tanah Lot, Kuta, dan Ulun Danu Beratan. Pitana pun berharap, ajang festival tidak berhenti sampai pada kreativitas budaya semata, melainkan juga maju selangkah ke economy values. ‘’Jadikan ajang festival ini untuk modal ekonomi. Caranya, harus jual ke travel agent. Jadi, kami dari kementerian undang secara
khusus travel agent dari Filipina, dengan harapan mereka akan mengajak para wisatawan berkunjung ke sini,’’ tegas Pitana. Lebih lanjut Pitana mengatakan, secara umum festival di Ulun Danu Beratan sudah bagus. Seluruhnya terlibat, baik masyarakat lokal maupun pemerintah. Oleh karena itu, ke depannya, festival harus dilaksanakan dengan jadwal yang konsisten. ‘’Festival ini tujuannya mengenalkan brand. Jika jadwal penyelenggaraannya konsisten, akan memudahkan wisawatan ataupun travel agent untuk mengatur jadwal,’’ terangnya. Hanya, yang harus diperhatikan ke depan, lebih diperbanyak stand kuliner. Bila perlu, buat konsep undangan ketika ingin menikmati snack atau ngopi langsung di stand. Jangan disediakan atau dibawakan ke tempat para undangan. ‘’Nanti akan kami koordinasikan agar lebih bagus. Tetapi secara umum sudah bagus, apalagi ada pementasan tarian sakral,’’ terang mantan Kepala Dinas Pariwisata Bali ini. (kmb28)
Bali Post/bit
BERSAMA TRAVEL AGENT - Tenaga Ahli Menpar Bidang Pemasaran dan Kerja Sama I Gede Pitana saat bersama travel agent Filipina di Ulun Danu Beratan.
Tak Kuat Nanjak Tertimpa Tembok, Buruh Bangunan Tewas Truk Mundur dan Tabrak Bus
Bali Post/ist
LAKALANTAS - Truk tronton yang mengalami lakalantas di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. Tabanan (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) kerap terjadi di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk khususnya di Banjar Samsam I, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Pasalnya, selain kondisi jalan menanjak, sejumlah kendaraan kerap melanggar kapasitas muatan dan mengabaikan keselamatan pengguna jalan lainnya. Seperti yang terjadi Kamis (24/10) kemarin, akibat kelebihan muatan, sebuah truk
tronton tak kuat saat menanjak dan mengalami patah as panjang. Nahasnya lagi, saat mundur karena rem tidak berfungsi, truk menghantam bus di belakangnya. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kerugian material mencapai Rp 10 juta lebih. Informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi pukul 05.30 Wita. Saat itu, truk tronton nopol KT 8972 ED yang dikemudikan Syam Imannur Ramadhan (36) asal Malang
datang dari arah Gilimanuk. Karena sarat muatan, truk melaju pelan. Ketika memasuki jalan tanjakan dan tikungan ke kiri, truk tidak kuat nanjak. Bahkan, as panjang truk patah sehingga mesin mati. Seketika truk mundur karena rem blong. Truk terus mundur dan menghantam bus Gunung Harta nopol L 7519 UN yang dikemudikan Mohammad Munir (44) asal Jember. Sebenarnya, sopir bus sudah berusaha menghindar dengan mengambil haluan ke kanan. Namun truk justru mundur agak ke kanan dan langsung menghantam bagian depan bus hingga ringsek dan kaca depan pecah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian tersebut. Kejadian tersebut membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan parah selama beberapa saat. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengatakan, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang hati-hati sehingga truk tidak mampu menanjak. (kmb28)
Bali Post/ist
TKP - TKP korban bekerja dan tewas tertimpa tembok.
Tabanan (Bali Post) – Nasib nahas menimpa Mohammad Ahyar (19), buruh bangunan asal Jember. Pria ini tewas mengenaskan, Kamis (24/10) kemarin, akibat tertimpa beton cor teras atas rumah milik I Wayan Kayun (54) di Banjar Padangan Kangin, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, yang sedang dibangunnya. Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Sebelum kejadian, Ahyar bersama rekannya, M. Nasrukhin (19) dan M. Ridwan Fawszi (19) pagi hari melakukan aktivitas sebagai buruh bangunan. Korban nekat membuka stager beton cor, padahal baru seminggu dicor. Beberapa saat kemudian dua rekan korban masuk ke ruang lainnya untuk bekerja. Sementara korban masih berada di teras tersebut. Sekitar pukul 11.00 Wita, tibatiba saja tembok teras di lantai dua tersebut roboh dan menimpa korban. Warga yang saat itu melintas bersama buruh bangunan lainnya, langsung berusaha menolong korban. Namun, saat ditemukan korban sudah tewas. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pupuan. Petugas membawa korban ke Puskesmas Pupuan I untuk divisum. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta membenarkan kejadian tersebut. ‘’Usai korban membuka stager tiba-tiba tembok tersebut ambruk menimpa korban hingga tewas di tempat,’’ jelas Budiarta. Dihubungi terpisah, Kapolsek Pupuan AKP I Kadek Ardika menjelaskan, korban bersama rekan-rekannya kala itu sedang mengerjakan proyek bangunan lantai dua milik warga setempat bernama I Made Kayun (54). Korban bekerja bersama pemborong bernama Nurjianto (50) yang merupakan pamannya. Selain kepala pecah, korban juga luka di bagian punggung. Pihak keluarga menjemput jasad korban untuk dimakamkan di Jawa. ‘’Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai musibah,’’ jelasnya. (kmb28)
Dukung Kelanjutan TMMD, Kodim Gelar Binter Terpadu Tabanan (Bali Post) Mengemban tugas pokoknya sebagai Satuan Kewilayahan, Kodim 1619/ Tabanan selalu melaksanakan pembinaan teritorial (binter) sebagai pengejawantahan tugas pokok. Salah satu contoh program yang telah dilaksanakan Satuan atas atau TNI-AD adalah Program Binter Terpadu. Guna mendukung dan melanjutkan yang telah
Bali Post/ist
TMMD - Pengerasan badan jalan pada pelaksanaan TMMD ke-106, Kodim 1619/Tabanan.
dikerjakan pada TMMD ke106, Kodim 1619/Tabanan melaksanakan Binter Terpadu di lokasi TMMD di Desa Gubug dan Desa Bongan, Kecamatan Tabanan berupa pembentukan dan pengerasan badan jalan. Sebelum pengerjaan, terlebih dahulu dilaksanakan apel gabungan Binter Terpadu Kodim 1619/Tabanan dengan tema ‘’Memberdayakan Wilayah Pertahanan Melalui Kegiatan Binter Terpadu Guna Memantapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang Tangguh, Kamis (24/10) kemarin. Apel diikuti anggota TNI, PNS Kodim 1619/Ta-
banan, Polri, dan masyarakat setempat. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto menerangkan, program Binter Terpadu kali ini adalah untuk mendukung dan melanjutkan kegiatan TMMD ke-106 atas dasar permintaan warga Desa Gubug dan Desa Bongan. Kodim dimintai bantuan melanjutkan sasaran lanjutan dari program TMMD berupa pembentukan dan pengerasan badan jalan sepanjang 85 meter, lebar 3,5 meter dengan anggaran bantuan dari Pemkab Tabanan. Alokasi waktu
pengerjaan sekitar 21 hari dengan melibatkan TNI, Polri, Pemkab, warga Desa Gubug dan komponen masyarakat lainnya. ‘’Atas kepercayaan masyarakat, kita diminta untuk membantu membangun jalan lanjutan lagi dengan panjang 85 meter untuk melanjutkan sasaran pembangunan jalan hasil TMMD ke-106 ini. Kita bersama Polres Tabanan, Pemda, dan masyarakat bahu-membahu, bergotong royong menyukseskan pembangunan ini untuk kemajuan masyarakat Tabanan,’’ ucap Dandim. (kmb28)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Pembangunan ’’Shortcut’’ Titik 7-10
Tim Pembebasan Lahan Dekati Pemilik Tanah
Singaraja (Bali Post) – Lanjutan proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani atau yang lebih dikenal shortcut mulai memasuki tahapan pembebasan tanah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai melakukan pendekatan dengan pemilik lahan. Pembangunan shortcut titik 7 sampai 10 memerlukan lahan sekitar 31,41 hektar. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan Kamis (24/10) kemarin, Pemprov Bali menerbitkan pengumuman No. 590/16396/Pem/B. Pem-Otda tertanggal 17 Oktober 2019. Pengumuman itu ditandatangani Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Bali, Ni Luh Made Wiratmi. Dia juga merangkap sebagai Ketua Tim Pembebasan Lahan. Dalam pengumuman itu tercantum tiga desa akan terdampak pembebasan lahan itu. Ketiga desa itu adalah Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Total lahan yang akan dibebaskan di tiga desa itu 31,41 hektar. Di atas lahan itu nantinya akan dibangun jalan baru sepanjang 7 kilometer. Camat Sukasada Made Dwi Adnyana membenarkan dimulainya tahapan pembebasan lahan untuk pembangunan shortcut di wilayahnya itu. Dikatakan, pihak pemprov sudah dua kali melakukan so-
sialisasi dengan cara menemui para pemilik tanah di tiga desa itu. Pertemuan terbaru dikabarkan kembali digelar Senin 29 Oktober 2019 ini. Dwi Adnyana menyebut, sosialisasi itu terus dikebut karena anggaran untuk ganti rugi tanah warga itu telah dialokasikan pada APBD Bali 2019. Bahkan, realisasi pembayaran ganti rugi itu dijadwalkan Desember 2019 mendatang. “Tim dari pemprov sudah menemui para pemilik tanah di tiga desa yang masuk jalur proyek shortcut itu. Rencananya, konsultasi publik kembali digelar 29 Oktober. Mungkin nanti akan dijelaskan lebih detail termasuk meminta persetujuan warga,” katanya. Pembebasan Lahan Dimulai Perbekel Desa Gitgit, Sukasada, Putu Wardana, membenarkan kalau tahapan pembebasan tanah proyek shortcut sudah dimulai. Dari dua kali sosialisasi diikuti 60 orang
warga pemilik tanah yang berada di jalur proyek shortcut titik 7 sampai 10 di wilayah Desa Gitgit itu. Jalur proyek shortcut itu akan melintasi empat dusun. Paling selatan di Dusun Wirabhuana dan paling utara di Dusun Gitgit. “Sesuai penjelasan pihak pemprov shortcut 7-10 ini melintasi empat dusun di desa kami. Sementara ada 60 pemilik dengan luas bervariasi,” katanya. Berdasarkan penjelasan tim pembebasan tanah, kata Wardana, lahan milik puluhan warga itu tergolong produktif. Lahannya mayoritas berisi tanaman cengkeh. Kemungkinan juga ada rumah warga termasuk palinggih yang terdampak proyek lanjutan itu. “Tanahnya berisi cengkeh, termasuk rumah, dan palinggih. Namun, secara detail kami belum tahu. Mungkin kalau sudah dipasang patok baru diketahui data pastinya. Rencananya, ada sosialisasi ketiga 29 Oktober nanti,”
jelasnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan, proyek itu sepenuhnya dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bali. Pihaknya tidak terlibat banyak, karena proses pembebasan lahan hingga konstruksi fisik itu, dialokasikan melalui anggaran APBD Provinsi Bali. “Sudah jadi kewenangan provinsi (pembebasan lahan-red). Selain itu, anggaran pembebasan lahan dan konstruksi juga dari provinsi,” tegasnya. Pembangunan shortcut ini diharapkan bisa memperpendek jarak tempuh, serta mempersingkat waktu tempuh dari Denpasar ke Buleleng. Tahun ini, titik shortcut 3 dan 4 (wilayah Kabupaten Tabanan) dan titik 5 dan 6 (Kabupaten Buleleng) sudah dibangun. Pembangunan jalan ini juga diharapkan menggenjot akselerasi ekonomi, sehingga diharapkan ada keseimbangan antara Bali Selatan dengan Bali Utara. ‘’Semoga apa yang diwacanakan itu direalisasikan,’’ harap Ketut Suparta Wijaya. (kmb38)
Bali Post/dok
PEMBANGUNAN SHORTCUT – Setelah titik shortcut 3-4 dan 5-6 dibangun, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melanjutkan pembangunan titik shortcut 7 sampai 10 yang melintasi Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.
Penularan HIV/AIDS Mengkhawatirkan
Pemkab Libatkan Desa Dinas dan Desa Pakraman
Bali Post/kmb38
TERSANGKA CURANMOR – Unit Reskrim Polsek Busungbiu menangkap tersangka pencuri sepeda motor, Kamis (24/10) kemarin.
Curi Sepeda Motor, Suarma Ditangkap
Singaraja (Bali Post) – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di pedesaan, tampaknya masih marak. Terbukti, Unit Reskrim Polsek Busungbiu menangkap tersangka curanmor Putu Suarma (50) asal Desa Gesing, Kecamatan Banjar. Dia ditangkap setelah mencuri sepeda motor DK 8436 IY milik Wayan Murtiasa (46) warga Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu. Terungkapnya kasus ini setelah polisi menemukan sepeda motor curian itu yang rencananya digadaikan tersangka. Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (24/10) kemarin mengatakan, korban melaporkan sepeda motornya itu hilang 24 September 2019 pukul 04.30 dini hari. Korban saat itu meninggalkan sepeda motor kesayangannya itu di halaman rumah dengan kondisi kunci nyantol. Setelah mengetahui sepeda motornya itu raib, korban ke-
mudian melapor ke Mapolsek Busungbiu. Hasil penyelidikan di lapangan, pihak penyidik mendapatkan informasi kalau ada seseorang yang akan menggadaikan sepeda motor. Setelah diselidiki, ternyata sepeda motor itu sesuai dengan ciri-ciri sepeda motor korban. Dari bukti itu, penyidik kemudian menangkap tersangka Suarma di rumahanya tanpa perlawanan pada 21 Oktober 2019, sekitar pukul 10.00 Wita. Bukan saja menggelandang tersangka, polisi juga mengamankan sepeda motor korban yang telah dimodifikasi agar tidak mudah dikenali. “Setelah kita dalami dan informasi ada yang menggadaikan motor. Ciri-cirinya sama dengan motor korban, sehingga anggota kami menangkap yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Tersangka Suarma di hadapan polisi mengakui telah mencuri sepeda motor korban itu. Menurutnya, sepeda motor korban itu diparkir di de-
pan rumahnya dengan kunci masih nyantol. Melihat situasi sepi, dia pun nekat mengambil sepeda motor itu dengan menuntun hingga jauh dari rumah korban. Setelah situasi aman, sepeda motor curiannya itu dihidupkan kemudian dibawa ke rumahnya. Untuk menghindari sepeda motor itu dikenali, dia mengaku telah mengganti plat nomor kendaraan asli dengan yang baru. Selain itu, bagian bodi catnya diganti dari semula putih menjadi hitam polos. Dengan cara itu agar sepeda motor korban itu bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Suasana sepi dan saya ambil untuk keperluan sehari-hari. Sempat platnya diganti. Kemudian warna catnya diubah agar tidak dapat dikenali,’’ jelasnya. Atas perbuatanya itu, tersangka harus mendekam di rumah tahanan polisi. Dia melanggar pasal 363 KUHP ayat (1) ke 3 dengan hukuman diperkirakan paling lama tujuh tahun penjara. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Penularan HIV/ADIS di Buleleng ternyata sudah masuk fase mengkhawatirkan. Ini terbukti dari jumlah yang terungkap secara komulatif mulai tahun 1999 sampai tahun ini sudah ditemukan 3.000 kasus. Menyusul tingginya angka itu, pemkab meningkatkan pencegahan agar virus mematikan itu dapat ditekan. Caranya, pemkab melibatkan peran desa dinas dan desa pakraman untuk mencegah penularan HIV/AIDS itu lebih luas. Itu terungkap pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan HIV/AIDS di ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (24/10) kemarin. Rapat ini dipimpin Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, Ni Made Rousmini. Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PPPM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Putu Indrawan mengatakan, temuan kasus penularan HIV/AID sejak beberapa tahun terakhir ini sudah mencapai 3.000 kasus. Sesuai data itu, penderita yang meninggal dunia tidak terlacak. “Itu merupakan data komulatif. Namun apakah penderitanya masih bertahan atau sudah meninggal dunia, hal itu belum terlacak secara detail,” katanya. Selain melacak data penularan, Diskes bekerja sama dengan instansi terkait akan melakukan pencegahan dengan menyediakan obat Anti-Retro Viral (ARV). Obat itu tujuannya menghambat pertumbuhan virus di dalam tubuh penderitanya. Selama ini, pemerintah menyiapkan ARV di RSUD untuk memudahkan penderita mendapatkan ARV itu. Dinkes menunjuk lima puskesmas yang memfasilitasi penderita HIV/AIDS mendapatkan ARV. “Puskesmas Gerok-
gak II, Puskesmas Seririt I, Puskesmas Busungbiu I, Puskesmas Banjar I, dan Puskesmas Banjar I sudah bisa memfasilitasi penderita mendapat ARV,” jelasnya. Penggiat HIV/AIDS yang juga Ketua Waria Gay Singaraja (Wargas) Buleleng Sisca mengatakan, selama ini, pihaknya berpartisipasi mendampingi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) itu. Dukungan ini agar ODHA lebih berdaya dan lebih percaya diri meskipun sedang berjuang melawan virus yang menyerang fisiknya. Pemberdayaan juga dilakukan agar ODHA merasa
diperhatikan dan tidak ada dendam dengan cara menularkan penyakit yang dideritanya itu. “Kami mengedukasi agar remaja menghindari hal-hal negatif, sehingga anakanak remaja itu terhindar dari serangan HIV/AIDS,” jelasnya. Made Rousmini mengatakan, dari data yang ada memang penularan HIV/ AIDS sudah mengkhawatirkan di Buleleng. Karena itu, diperlukan dukungan stakeholders dengan menggalakkan penyuluhan dan sosialisasi terkait bahaya HIV/AIDS itu. Dukungan perlu dilakukan pemerin-
tahan desa dan desa pakraman. Kedua lembaga itu berpeluang melaksanakan program pencegahan VIV/ AIDS dengan alokasi anggaran Dana Desa (DD) dan sumber dana lain yang diterima pemerintah. “Pokja-pokja yang ada di desa itu terus digenjot agar bekerja lebih maksimal lagi dan kerja sama dengan desa dinas dan desa pakraman. Kerja sama itu harus ditingkatkan. Mereka juga diharapkan bisa menyusun program dengan memanfaatkan anggaran yang diterima dari pemerintah,” harap Made Rousmini. (kmb38)
Bali Post/kmb38
HIV/AIDS – Pemkab Buleleng meningkatkan pencegahan penularan HIV/AIDS dengan menggandeng pemerintahan desa dan desa pakraman.
Tindak Lanjut Keputusan DKPP
BKPSDM Tarik Sekretaris KPU Buleleng Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah memberikan peringatan keras kepada ketua dan anggota komisioner KPU Buleleng. Sanksi tegas itu dijatuhkan kepada Sekretaris KPU Putu Aswina agar dikembalikan ke tempat tugas asalnya. Menyusul keputusan itu, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dipastikan akan menarik yang bersangkutan dari tugasnya sebagai Sekretaris KPU. Di manakah nantinya Sekretaris KPU itu ditempatkan agar posisinya masih linier dengan job sebelumnya?
Gede Wisnawa
KEPUTUSAN sidang DKPP itu memberikan peringatan keras kepada pihak teradu Ketua KPU Komang Dudhi Udiyana (Bidang Logistik Pemilu) bersama anggota komisionernya masing-masing Gede Sutawan (Divisi Teknik), Made Sumertana (Divisi Hukum), Nyoman Gede Cakra Budaya (Divisi Perencanaan dan Data), Gede Bandem Samudra (Divisi Sosialiasi). Peringatan ini berkaitan tahapan distribusi logistik Pemilu April 2019
lalu. Sampai hari H pencoblosan pemilu, KPU masih mendistribusikan logistik itu. Hal itulah yang memicu terjadi keterlambatan jadwal pemungutan suara. Peringatan keras tidak hanya kepada ketua dan komisioner, namun DKPP menjatuhkan sanksi tegas kepada Sekretaris KPU Putu Aswina. Melalui keputusan itu, DKPP meminta agar yang bersangkutan ditarik dari jabatan Sekretaris KPU, kemudian dikembalikan ke tempat tugas asalnya. Pada akhir keputusan ini, DKPP menugaskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
untuk mengawasi tindak lanjut keputusan ini. Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa di ruang kerjanya, Kamis (24/10) kemarin, mengatakan secara resmi permintaan menarik Sekretaris KPU Aswina itu belum diterima. Namun, dari koordinasi lisan disebutkam, kalau Aswina itu dijatuhi sanksi tegas yang diputuskan dalam sidang DKPP. Menyusul keputusan itu, Wisnawa menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pembahasan internal terutama menyangkut tempat tugas baru untuk menampung yang bersangkutan. “Memang kita ketahui dia (Putu Aswina - red) diminta diganti. Kita sudah bahas secara internal agar ditempatkan untuk mengemban tugas baru,” katanya. Dari kajian awal, kata Wisnawa, Putu Aswina itu rencananya ditarik dari jabatannya lama kemudian ditugaskan sementara di BKPSDM. Keputusan ini untuk sementara
menunggu dilakukan mutasi jabatan yang digulirkan pemerintah daerah. Nantinya, kalau ada pengisian jabatan, kemungkinan dia akan ditugaskan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buleleng. “Semua ASN termasuk Sekretaris KPU itu diambil dari BKSDAM. Setelah kasus ini kita tarik dulu sementara dan menunggu penempatan di mana kajian kami cocok ditugaskan yang masih linier dengan jabatan sebelumnya di Kesbangpol,” katanya. Selain mempersiapkan penarikan Sekretaris KPU, Wisnawa menyebut dalam waktu dekat ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Ketua dan Komisioner KPU untuk mencari Sekretaris KPU baru. Menunggu pejabat pengganti itu, nantinya akan ditunjuk pelaksana tugas (Plt. - red). “Kami nanti konsultasi dulu dengan pimpinan termasuk koordinasi dengan KPU guna mengisi pengganti sekretaris yang baru,” jelasnya. (mud)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Wujudkan TPA Modern
Bupati Gianyar Gandeng Ahli ITB
BUPATI Gianyar I Made Mahayastra terus bergerak untuk mewujudkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang representatif di Desa Temesi, Gianyar, berbasis teknologi modern. Guna mematangkan program tersebut, Bupati Gianyar menggandeng para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Bupati Mahayastra menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. di Kampus ITB, Kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/10) kemarin. Penandatanganan MoU nomor: 044/24/KS/ BK.Tapem/X/2019 dan nomor: 056/11.A/DN/2019 itu disaksikan jajaran Rektorat ITB, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar Drs. Wayan Kujus Pawitra, S.Sos., M.AP., Asisten Administrasi Umum Wayan Sudamia, Kabag Umum Gusti Bagus Adi Widya Utama, dan jajaran DLH Gianyar. Ruang lingkup
MoU sebagaimana tercantaum pada pasal 3 MoU, yakni bidang penelitian, pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat khususnya bidang persampahan, penyediaan tenaga pengajar atau tenaga ahli, pengembangan kapasitas SDM, dan bidang lainnya. MoU tersebut ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara OPD, dalam hal ini Kepala DLH Wayan Kujus Pawitra dengan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Ruang lingkup kerja sama tersebut sebagaimana tertuang dalam pasal 3, menyangkut penyusunan tahapan revitalisasi TPA Temesi, meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik di bidang persampahan, dan peningkatan kapasitas SDM di bidang persampahan. Pihak ITB melaksanakan kegiatan penyusunan tahapan revitalisasi TPA Temesi, memberikan strategi dan manajemen pengelolaaan sampah dengan teknologi terbarukan kepada Pemkab Gianyar.
Bersama-sama menyelenggarakan kegiatan peningkatan SDM di bidang persampahan. Bersama-sama mengawasi dan evaluasui pelayanan publik di bidang persampahan. Perjanjian kerja sama ini berlaku tiga tahun sejak ditandatangani. Usai penandanganan MoU tersebut, Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra mengakui, Pemkab Gianyar di bawah kepemimpinan Bupati Made Mahayastra terus bergerak dan sangat serius untuk merevitalisasi TPA Temesi agar menjadi TPA modern di Bali. Guna mewujudkan misi ini, Bupati Mahayastra mempercayakan pihak ITB untuk merancang revitalisasi TPA Temesi yang keberadaannya makin overload. Dijelaskan, progres MoU ini akan diwujudnyatakan mulai tahun 2020 berupa survei/pengamatan kondisi existing TPA, merancang pradesain, sambil memperluas areal TPA. “Target, tahun 2021, revitalisasi TPA ini terwujud
sesuai desain garapan pihak ITB,” jelasnya. Sebagaimana program Bupati Mahayastra, kata Kujus Pawitra, karakteristik TPA mordern ini ditandai dengan kualitas manajemen sangat terukur, dilengkapi tatanan fisik yang berbasis modern dan estetik. Setelah revitalisasi, TPA Temesi tak hanya jadi tempat pemrosesan sampah, namun juga dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain pertamanan eksotis, pepohonan peneduh, tempat cuci kendaraan, kantin, hingga warung sanitasi yang mirip kafe wisata. “Selama ini, kalau orang bicara TPA, kesan pertama yang muncul tempat kumuh, jorok, dan tak menarik. Tetapi setelah revitalisasi, orang akan berbalik tertarik datang ke TPA ini,” katanya. Kujus Pawitra berkeyakinan, dengan revitalisasi, TPA Temesi ke depan tak sekadar lokasi pemrosesan sampah. Namun, TPA ini akan menjadi wahana bina lingkungan yang nyaman dan representatif
KERJA SAMA - Suasana penandatanganan MoU kerja sama Institut Teknologi Bandung dengan Bupati Gianyar di Kampus ITB, Kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/10) kemarin. sesuai kebutuhan masyarakat modern. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, Kabupaten Gianyar sangat tergantung pada sektor pariwisata, dan pada zaman sekarang ini, isu-isu lingkungan sangat berpengaruh terhadap wisatawan yang berkunjung
ke Kabupaten Gianyar. “TPA Temesi sebagai tempat pertama yang saya kunjungi saat menjabat sebagai bupati, karena masalah sampah menjadi prioritas kami untuk menjaga sektor-sektor lain yang semuanya sangat tergantung oleh pariwisata, baik di perdagangan, industri dan
lain-lain semua terkait oleh pariwisata,” katanya. Maka dari itu, kata Bupati Mahayastra, dengan kerja sama yang dilakukan dengan universitas besar di Indonesia, pihaknya berharap masalah lingkungan khususnya sampah bisa teratasi dengan baik di Kabupaten Gianyar. (kmb)
Rumah Pintar Pemilu
Beberkan Sejarah dan Sarana Pemilu Sejak Orde Baru
Bali Post/kmb35
KEKERINGAN - Seorang petani anggota Kelompok Tani Karang Suwung, Desa Batuan sedang mengecek lahan pertaniannya yang mengalami kekeringan, Kamis (24/10) kemarin.
Lahan Kekeringan
Petani Dipastikan Gagal Panen Gianyar (Bali Post) -
Sejumlah subak di Kabupaten Gianyar mengalami kekeringan dalam beberapa bulan terakhir, seperti di wilayah Kecamatan Ubud dan Sukawati. Kondisi ini terjadi akibat kemarau berkepanjangan disertai penurunan debit air irigasi. Akibatnya, puluhan petani dipastikan mengalami gagal panen. Kekeringan yang parah di antaranya terjadi di Subak Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Lahan pertanian di lokasi ini sudah sejak lama tidak dialiri air. Dibarengi dengan musim kemarau yang panjang, lahan pertanian milik warga sampai retak-retak. Ironisnya, ada sejumlah lahan pertanian yang sudah ditanami bibit padi sejak dua minggu lalu. Namun karena tidak dialiri air, bibit padi itu menguning karena kekeringan. “Sudah sejak seminggu lebih ini tidak ada air, sehingga tanaman mongering,” ujar Putu Agus, salah satu warga Desa Sayan. Dikonfirmasi Kamis (24/10) kemarin, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar I Made Raka mengatakan, pihaknya sudah
melakukan pengecekan ke sejumlah subak yang mengalami kekeringan, seperti Subak Sindu, Desa Sayan. Hasil pengecekan dipastikan kekeringan terjadi akibat debit air memang menurun. “Saya sudah ke sana (Subak Sindu - red). Debit air memang mengecil,” katanya. Menurut Raka, pihaknya di Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi yang dialami para petani. Selain karena debit air kecil, kondisi ini juga disebabkan karena seluruh petani yang memiliki lahan pertanian serentak menanam padi. “Kalau yang di Ubud memang menanam padi serentak, sehingga semua petani membutuhkan air. Harusnya ada peran pekaseh mengatur air. Saya lihat di Sayan, Ubud itu
seharusnya bisa bergantian, karena padi tidak terlalu banyak butuh air. Jadi, seharusnya tidak sampai kering begitu,” katanya. Melihat kondisi itu, kata Raka, para petani semestinya menerapkan pola tanam tumpang sari. Namun, pola itu tidak dapat dilakukan karena saat ini ada program pemerintah pusat mengejar ketersediaan pangan. “Sekarang ada program pemerintah pusat, pokoknya padi semua untuk mengejar ketersediaan pangan. Dikejar luas tambah tanam (LTT), makanya petani semua dipacu,” ujarnya. Namun, dengan kondisi kekeringan seperti sekarang, Raka mengaku justru luas tambah tanam Kabupaten Gianyar berkurang. “Bagaimana mengolah lahan kalau airnya tidak mencu-
kupi?” keluhnya. Tidak hanya di kawasan Ubud, kekeringan parah juga melanda areal pertanian di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Kondisi paling parah terjadi di lahan seluas tujuh hektar milik belasan petani dari Kelompok Tani Karang Suwung Desa Batuan. Mereka dipastikan mengalai gagal panen. Menurut Ketua Kelompok Tani Karang Suwung Desa Batuan, I Ketut Narta, kondisi kekeringan ini dialami sejak sebulan terakhir. Penyebabnya, karena musim kemarau berkepanjangan sehingga debit air irigasi berkurang. “Kami biasanya mengandalkan air rembesan atau buangan dari hulu. Biasanya melimpah, sekarang sumber air memang kecil. Bahkan, tidak ada sama sekali,” katanya. Narta mengatakan, lahan yang telanjur digemburkan dengan traktor sudah berdasarkan kesepakatan kelompok tani. Sebab, awalnya petani tidak pernah mengira
Wacana Penyederhanaan Eselon Picu Reaksi Pro dan Kontra Gianyar (Bali Post) Mencuatnya wacana penyederhanaan eselon oleh Presiden Joko Widodo dalam pidatonya usai dilantik beberapa waktu lalu, dipastikan akan memicu reaksi pro dan kontra di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika hal itu benar-benar diterapkan, dipastikan banyak ASN yang akan kehilangan jabatan. Wakil Ketua DPRD Gianyar I.B. Gaga Adi Saputra mengatakan hal itu, Kamis (24/10) kemarin. Politisi Partai Demokrat ini menilai wacana perampingan eselon menjadi gambaran kegemasan Presiden RI asal Solo itu atas kinerja birokrasi selama ini yang tidak kunjung membaik. “Sesungguhnya ini gambaran kegemasan Presiden Jokowi atas kinerja birokrasi,” ujarnya. Menurut politisi yang
akrab disapa Gus Gaga ini, wacana perampingan eselon ini bukan gagasan baru. Dikatakan, konsep itu merupakan bagian dari gagasan debirokratisasi yang sudah sejak lama didengungkan. Orientasi dari gagasan itu adalah terwujudnya kinerja birokrasi yang efektif dan efisien. “Pertanyaannya, apakah dengan pemangkasan eselonering ini
akan otomatis menjamin terwujudnya birokrasi yang berkinerja bagus, efektif dan efisien, serta terjaminnya delivered?” katanya. Mantan Sekda Gianyar ini menegaskan, aspek leadership menjadi poin penting. Kemudian pola perekrutan pejabat yang menduduki jabatan eselon harus berorientasi the right man on the right place. Konsekuensinya, para kepala daerah harus lebih bisa
menahan diri untuk tidak mengedepankan pertimbangan politis dalam perekrutan tersebut. “Pertimbangan politis inilah yang sesungguhnya menjadi sumber penyakitnya yang harus diatasi. Selain itu, para kepala daerah akan menghadapi dilema. Di satu sisi, wajib melaksanakan kebijakan presiden, namun di sisi lain akan menghadapi kenyataan harus menyaksikan sekian banyak ASN kehilangan jabatan,” tegasnya. Menurut Gus Gaga, sebagian ASN itu mungkin bisa diarahkan menjadi pejabat fungsional. Namun secara psikologi, kondisi ini tetap dikhawatirkan akan menjadi masalah. “Ibarat kita mengamputasi bagian tubuh yang sudah melekat menjadi satu kesatuan,” ujarnya. (kmb35)
akan mengalami musibah kekeringan. “Dari awal masa tanam, air sudah minim. Tapi, petani tetap sepakat menggarap lahan. Maka ditraktorlah semua, ternyata setelah itu air tidak ada. Ini tumben kami alami,” ujarnya. Meskipun diakui beberapa saat ada pembagian air, namun jumlahnya tidak cukup untuk menanam padi. Saat ini, para petani masih berharap ada aliran air. Maka dari itu, dua unit traktor dibiarkan parkir di tengah lahan. “Kami masih menunggu air. Seharusnya di bulan-bulan ini sudah hujan” ujar Narta. Akibat kondisi ini, kata Narta, para petani rata-rata mengalami kerugian antara Rp 3 juta hingga 4 juta per lahan. Sebelum dilanda kekeringan, lahan pertanian telanjur digemburkan, dipupuk serta bibit padi sudah siap tanam. “Kini, bibit padi itu ikut menguning dan dipastikan akan mati. Kerugian itu termasuk pembelian pupuk hingga sewa traktor,” katanya. (kmb35)
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar kini memiliki Rumah Pintar Pemilu (RPP). RPP ini memiliki berbagai informasi unik tentang pemilu, berupa sejarah bahkan sejumlah sarana pemilu dari era orde baru, hingga pemilu terakhir pada tahun 2019 ini. “Kami sediakan kotak suara dari tahun ke tahun, sehingga memberi pemahaman. Misalnya, kotak suara pemilu pada era orde baru, kotak suara pada era reformasi, dan terakhir kotak suara Pemilu 2019,” ujar Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna usai pembukaan RPP di Kantor KPU Gianyar, Kamis (24/10) kemarin. Agus Tirta Suguna mengatakan, RPP ini bertujuan memberikan edukasi terkait pemilu kepada masyarakat umum. Khususnya edukasi untuk kalangan pelajar sebagai pemilih pemula. “Kami ingin berikan edukasi kepada masyarakat dan adik-adik pelajar yang ingin mengetahui tentang kepemiluan,” katanya. Selain untuk masyarakat umum, kata dia, RPP ini juga bisa digunakan untuk kalangan akademisi, khususnya yang ingin melakukan penelitian. Sebab, RPP ini bentuknya mirip perpustakaan. Hanya, RPP lebih menekankan mengenai pemilu. “Kami buat seperti sistem galeri demokrasi Gianyar. Ada proses kepemiluan. Bukan saja pemilu pada tahun 2004 dan seterusnya, tapi juga pemilu
sebelum adanya KPU dulu,” jelasnya. Luas ruangan RPP sekitar 4 x 4 meter. Berisi dua layar LCD. Di layar tersebut berisi informasi pemilu dari Pemilu 2004 hingga Pemilu 2019. Juga ada kertas suara dan kotak suara dari masa ke masa. “Dulu, kotak suara terbuat dari kayu, kemudian berganti seng. Kini, kotak suara berganti kardus,” kata Agus Tirta Suguna memaparkan. Sebagai pendukung, kata Agus Tirta Suguna, pihaknya juga menyediakan buku-buku tentang kepemiluan. Ada pula denah simulasi pencoblosan. Namun, layar LCD saat peresmian kemarin sempat mati. Bahkan, data di dalam layar tersebut belum sepenuhnya lengkap. “Kami berkoordinasi dengan seluruh instansi. Kami juga mengundang sekolah-sekolah untuk bisa berkunjung ke sini, sehingga mereka paham tentang pemilu,” tegasnya. Sang Ayu Nyoman Puspa, seorang penyandang disabilitas, tampak berkunjung ke RPP KPU Gianyar, Kamis kemarin. Dengan menggunakan kursi roda, dia masuk dan melihat-lihat sarana pemilu berupa kotak suara yang masih berbahan kayu. Selain itu juga “mengintip” sejumlah buku yang ada di RPP tersebut. “Kami merasa terbantu dengan adanya RPP ini. Selain itu, sekarang sudah ada jalur untuk disabilitas. Ini sangat membantu kami. RPP ini untuk pengetahuan kami juga,” ujarnya. (nik)
Bali Post/nik
PEMILU - Seorang pengunjung sedang mengamati sarana dan buku-buku tentang pemilu di ruang RPP Kantor KPU Gianyar, Kamis (24/10) kemarin.
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Belasan Pelayan Kafe Terjaring Penertiban Negara (Bali Post) -
Puluhan penduduk pendatang (duktang) yang sebagian besar bekerja sebagai pelayan kafe terjaring penertiban kependudukan, Kamis (24/10) kemarin. Penertiban duktang menyasar sejumlah kos-kosan di Kecamatan Negara. Total ada 31 warga terdiri 8 laki-laki dan 23 perempuan.
Bali Post/olo
Penertiban - Satpol PP melakukan penertiban kependudukan ke sejumlah tempat kos di Jembrana. Selama sepekan sekitar 100 duktang terjaring dan diminta untuk mengurus surat penduduk non permanen.
Dari 31 warga tersebut, tiga di antaranya ber-KTP Jembrana namun tinggal di kos. Mereka dari Desa Pengambengan, Desa Banyubiru dan Desa Tegal Badeng Timur. “Sisanya ber-KTP luar Bali. Sebagian besar (14) wanita yang kesehariannya bekerja di sejumlah kafe,” terang Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi. Selain itu mereka juga ada bekerja sebagai buruh proyek dan pencari rongsokan. Puluhan warga yang melanggar kependudukan ini kemudian dikumpulkan di kantor Satpol PP dan didata. Petugas juga memberikan pembinaan dan mereka diminta membuat surat pernyataan sanggup membuat atau mengurus surat keterangan penduduk non permanen. Rai Budhi didampingi Kabid Ketertiban Umum dan
Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Kadek Agus Arianta menyebut giat penertiban kependudukan ini dilakukan rutin. Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2019 tentang pelaksanaan pendaftaran pendataan penduduk non permanen semua duktang yang menetap di Jembrana harus memiliki surat penduduk non permanen. Surat keterangan penduduk non permanen dikeluarkan oleh desa atau kelurahan. Selama sepekan ini menurutnya sudah ada 100-an warga yang ditertibkan karena belum melapor atau mengurus surat non permanen itu. Pihaknya berharap kepada warga pendatang lebih tertib dalam administrasi kependudukan. Ini juga upaya untuk mencegah hal yang tak diinginkan. (kmb26)
Aset Jalan Kabupaten Segera Bersertifikat
SOSOK Turunkan Pengangguran Menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja terus dilakukan. Salah satunya mengirim SDM ke program studi di luar domisili Kabupaten Jjembrana yakni di Politeknik Negeri Bali. Koordinator Pendidikan di Luar Domisili (PDD) Jembrana Gede Gunadnya mengatakan, alumnus PDD Jembrana memiliki kesempatan kerja yang terbuka. Salah satunya menjadi kandidat awak kapal pesiar. Sejumlah upaya telah dilakukan agar para alumni PDD Jembrana terserap di dunia kerja. Seperti kerjasama dengan perusahaan dan lembaga-lembaga penyalur tenaga kerja resmi. Sehingga muaranya dapat meningkatkan serapan alumni PDD Jembrana di dunia kerja. “Sampai saat ini 85% lulusan kita sudah terserap di dunia kerja. Bagi anak-anak yang nanti diterima oleh agensi akan membantu meningkatkan nilai serapan alumni di dunia kerja dan sekaligus menurunkan angka pengangguran,” ujar Gunadnya. Para alumni ini memiliki skill yang dibutuhkan termasuk di kapal pesiar. (olo)
Negara (Bali Post) – Ribuan ruas jalan yang merupakan aset pemerintah Kabupaten Jembrana (jalan kabupaten) belum bersertifikat. Ruas jalan tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan antardesa yang masuk aset jalan kabupaten. Belakangan Pemkab Jembrana gencar menyertifikatkan aset berupa tanah untuk jalan itu guna tertib administrasi. Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Jembrana I Nengah Ledang, Kamis (24/10) kemarin mengatakan, dari ribuan ruas jalan kabupaten itu, hingga kemarin sudah mulai proses penyertifikatan. Memang diakui sejak beberapa tahun digunakan (jalan), aset ini belum bersertifikat. Dan berdasarkan saran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ke Jembrana belum lama ini, agar aset tersebut disertifikatkan. Sebab, seluruh aset harus jelas kepemilikannya. Termasuk jalan yang berada di atas objek tanah, harus dipastikan hak miliknya. “Sekarang sudah mulai dan
terakhir sudah 627 ruas jalan proses (penyertifikatan) di BPN. Itu baru peta bidang, nantinya semuanya harus sudah bersertifikat,” terang mantan Camat Mendoyo ini. Proses penyertifikatan aset ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi serta Bagian Pemerintahan Setda Jembrana dan ATR/ BPN Kantor Pertanahan Jembrana. Proses penyertifikatan ini menurutnya dilakukan bertahap di seluruh Kecamatan. Sehingga diharapkan semua aset jalan Kabupaten sudah memiliki sertifikat atasnama daerah kabupaten. Selain jalan, sejumlah aset tanah dan bangunan milik Pemkab yang tersebar di desa/kecamatan seperti sekolah dan puskesmas juga belum berserfikat. Sehingga saat ini juga sedang proses penyertifikatan. Termasuk mes-mes sekolah dan puskesmas pembantu yang tersebar hingga di desa atau kelurahan. Untuk penyertifikatan, juga melibatkan OPD yang terkait baik itu Dinas Kes-
ehatan maupun Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Dari data aset yang dihimpun, khusus total jumlah ruas jalan kabupaten ada 1.560 ruas dengan total panjang 1.075 kilometer. Kebanyakan
ruas jalan penghubung antardesa, termasuk jalan-jalan gang di kelurahan. Jumlah ruas jalan lebih banyak lantaran beberapa aset jalan berada di kelurahan dengan panjang jalan yang pendekpendek terbagi banyak gang.
Sehingga jumlahnya lebih banyak. Dalam proses sertifikat nanti, rencananya juga akan dipecah berdasarkan wilayah desa. Sehingga dipastikan jumlah sertifikat lebih banyak dibandingkan jumlah ruas jalan. (kmb26)
Bali Post/olo
Jalan Kabupaten – Salah satu ruas jalan kabupaten yang merupakan aset pemerintah daerah. Ribuan ruas jalan kabupaten saat ini belum bersertifikat.
Dewan Dorong Pengelolaan Sejak Tiga Bulan, BPBD Distribusikan Air 345.000 Liter Aset Provinsi untuk Kepentingan Rakyat Negara (Bali Post) Pemeliharaan dan pengamanan aset daerah mendapatkan perhatian kalangan DPRD Jembrana. Apalagi saat ini sedang digodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Komisi II DPRD Jembrana berharap nantinya yang menjadi pengaturan dalam produk hukum tidak hanya aset yang sudah menjadi BMD, juga aset dari pihak lain yang digunakan oleh daerah. Usulan itu disampaikan saat rapat paripurna belum lama ini. Komisi II yang diketuai I Ketut Suastika dan Sekretaris H Tajidin menyebutkan, di Kabupaten Jembrana juga terdapat lahan aset provinsi yang
tidak terurus. Dewan mendorong agar pemerintah bisa memohonkan untuk masyarakat. Aset itu nantinya agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat, kepentingan adat seperti untuk membangun balai tempek, untuk membangun tempat ibadah atau tempat olahraga seperti lapangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan aset yang telah dimanfaatkan tersebut nantinya bisa dihibahkan ke kabupaten. Seperti halnya hibah Rest Area Terpadu Rambut Siwi yang rencananya akan diserahterimakan BPKAD Provinsi Bali melalui Kabid Pengelolaan BMD bersama Tim Pemindahtanganan BMD Provinsi Bali kepada Pemerintah Kabupaten
Jembrana. Permasalahan pengelolaan BMD dipicu lemahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah belum berbasis IT. Bahkan adanya keengganan pegawai ditempatkan di bidang pengelolaan barang milik daerah. Di samping masalah lain seperti nilai as et t i dak j el as s ebagai akibat dari ketidaklengkapan administrasi, penatausahaan aset tidak akurat sehingga terjadi perbedaan antara keberadaan fisiknya dengan yang tercatat atas barang bergerak (mobil/ motor, komputer, laptop, kamera). Karena itulah, DPRD mendorong adanya Ranperda tentang Pengelolaan BMD ini. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Selama tiga bulan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bersama PDAM Jembrana menyuplai
79 tangki air atau 345.000 liter air bersih. Sedikitnya ada 12 titik desa/kelurahan yang saat ini mendapatkan bantuan air secara bergilir. Hingga kemarin, pendistri-
Bali Post/olo
Distribusi Air – Petugas dari BPBD Jembrana kemarin melakukan distribusi air ke desa yang mengalami krisis air. Total sejak Agustus lalu, BPBD sudah mendistribusikan hingga 345 ribu liter air ke 12 titik.
ACJN - Anjungan Cerdas di Rambut Siwi akan dilimpahkan ke Jembrana dari Provinsi Bali.
busian bantuan air bersih masih dilakukan. Dua titik penyaluran, Kamis (24/10) kemarin, di antaranya di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Banjar Tangimeyeh, Desa Berangbang, Kecamatan Negara dan di Banjar Sari Kuning Tulungagung, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. “Masing-masing kita alokasikan satu truk tangki kapasitas 5.000 liter. Kita memberikan pelayanan berdasarkan permintaan warga melalui desa atau kelurahan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana. Di Lingkungan Pancardawa, menurutnya, sekitar 100 KK membutuhkan bantuan air bersih. Oleh petugas, air dipasok langsung dengan warga mendatangi maupun di tandon air yang disediakan. Ada dua tandon air yang dipinjamkan bisa digunakan warga masingmasing kapasitas 750 liter. Selain itu, di Tulungagung,
Desa Tukadaya petugas juga mendistribusikan air yang dibutuhkan sekitar 20 KK. Air juga ditempatkan di tandon yang dipinjamkan sementara sehingga warga bisa mengambil sewaktuwaktu. Saat ini BPBD Jembrana dibantu dari BPBD Provinsi untuk kendaraan truk tangki. Dari sebelumnya hanya satu truk tangki yang mela y a ni, b ert a m b a h m en jadi tiga (dua bantuan dari Provinsi). Sehingga dalam satu hari, pendistribusian air bisa di tiga lokasi sekaligus. Dari total 345.000 liter yang didistribusikan sejak Agustus hingga Oktober ini, yang paling banyak dilayani di Kelurahan Pendem, Desa Berangbang dan Desa Tukadaya. Rata-rata selama tiga bulan lebih dari 10 tangki truk air. Menurutnya layanan pendistribusian air bersih ini akan terus dilakukan selama masyarakat membutuhkan dan meminta bantuan. (kmb26)
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Optimalkan Pelayanan kepada Masyarakat
Pemkab Gelar ’’Goes to Banjar’’ di Sengkidu Amlapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem terus gencar mengadakan kegiatan Pelayanan Terpadu Goes to Banjar. Agenda Goes to Banjar yang tujuannya mendekatkan dan mengintegrasikan pelayanan pemerintah lebih optimal kepada masyarakat itu dilaksanakan di Banjar Dinas Karangasem, Desa Sengkidu, Manggis, Kamis (24/10) kemarin. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, kegiatan pelayanan terpadu Goes to Banjar itu sebetulnya bagian dari program Pemkab Karangasem. Program itu dikonsentrasikan untuk memberikan kemudahan mengintegrasikan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat agar mendapatkan pelayanan lebih mudah dan cepat,” tegas Bupati. Sumatri menambahkan, jenis pelayanan yang diberikan meliputi pengurusan surat Akta Kelahiran, Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS), perizinan, dan kini ditambahkan program dari provinsi yakni layanan Samsat Kerti serta dokumen administrasi lainnya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan menjelas-
kan, varian pelayanan yang diberikan pada kegiatan program Goes to Banjar itu sebanyak 157 jenis layanan. Layanan itu meliputi 98 jenis layanan perizinan. Sedangkan sisanya, 59 jenis layanan nonperizinan. Program itu nantinya melibatkan 180 orang petugas yang siap memberikan layanan optimal. “Pelaksanaan kegiatan Goes to Banjar’’ itu adalah agenda pemerintah guna memberikan pelayanan lebih optimal kepada masyarakat hingga tingkat banjar-banjar,” jelas Wayan Putu Laba Erawan. (kmb41)
Digelar Festival Taman Edelweis
Bali Post/kmb41
GOES TO BANJAR - Pelayanan Terpadu ‘’Goes to Banjar” dilaksanakan di Banjar Dinas Karangasem Desa Sengkidu, Manggis, Kamis (24/10) kemarin.
Amlapura (Bali Post) Pengelola objek wisata Taman Edelweis yang ada di Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, Rendang akan menggelar Festival Pesona Edelweis I selama dua hari mulai 26-27 Okktober mendatang. Kegiatan itu dilakukan, sebagai upaya promosi pariwisata guna terus dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke objek tersebut. Bidang Riset dan Pengembangan Objek Wisata Pondok Edelweis I Nengah Sueca, Kamis (24/10) kemarin mengungkapkan, selama ini, pengelola objek itu terus menambah fasilitas yang ada di Wisata Pondok Edelweis itu. Fasilitas untuk lebih memanjakan pengunjung itu seperti dibuat bale pesandekan, sport selfie yang cukup banyak serta pembanguan fasilitas pendukung lainnya. Penambahan fasilitas baru itu semata-mata untuk menunjang objek itu untuk menarik minat masyarakat supaya semakin banyak melakukan kunjungan ke objek itu. ‘’Objek ini sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata Karangasem,
sehingga objek ini menjadi salah satu pemasukan PAD untuk daerah, khususnya dari sektor pariwisata,” ucapnya. Pada festival yang pertama kalinya itu dilaksanakan sejumlah kegiatan yakni pameran potensi ekosistem kreatif, one day tour pesona edelweis, lomba foto dan
video, lomba gebogan yang melibatkan ibu-ibu WHDI dan lomba tari panyembrama juga akan diramaikan WHDI se-Kecamatan Rendang. ‘’Selain itu, seminar untuk penguatan kualitas guide, lomba menyanyi pop Bali tingkat remaja. Banyak hiburan lainnya juga jadi bagian dari festival itu,” kata Sueca.
Kadis Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan itu sebagai upaya mempromosikan pariwisata yang ada di Karangasem agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik turis domestik maupun mancenagara. (kmb41)
Stok Blangko Terbatas
Pencetakan E-KTP Diutamakan Keperluan Mendesak Akibat stok blangko e-KTP terbatas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem jadi tidak bisa sepenuhnya mencetak e-KTP. Karena itu, meski warga sudah melakukan perekaman data, tidak serta merta bisa dengan cepat memperoleh cetakan e-KTP itu karena diprioritaskan untuk yang urgen. Pasalnya, stok bantuan blangko yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia sangat terbatas. Lalu, bagaimanakah upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan terbatasnya stok blangko e-KTP itu? KADISDUKCAPIL Karangasem I Made Suama mengungkapkan, sebelumnya sekitar satu bulan lebih, sempat tidak dapat melakukan pencetakan e-KTP. Pencetakan itu tidak memungkinkan disebabkan stok blangko eKTP itu habis. Namun, saat ini, pihaknya sudah kembali
dapat melakukan pencetakan lantaran sudah diberikan bantuan blangko e-KTP dari Kemendagri. “Sekarang sudah dapat mencetak e-KTP,’’ ucapnya. Hanya, Kata Suama, pihaknya tidak bisa sepenuhnya melakukan pencetakan e-KTP. Alasannya,
hanya untuk warga yang telah melakukan perekaman. Itu pun untuk yang baru dan khusus kepada warga yang punya keperluan sangat mendesak saja. Mereka itulah yang lebih diprioritaskan. Pasalnya, bantuan blangko yang diberikan Kemendagri jumlahya sangat terbatas akibat stok blangko sedikit di pusat. Kendati demikian, pihaknya diinstruksikan Kemendagri untuk terus melakukan pelayanan administrasi kependudukan yang meliputi 23 jenis output dokumen agar tetap berjalan seperti biasa. Karena keberadaan blangko e-KTP cukup terbatas, maka kita diminta memprioritaskan untuk hal-hal yang sifatnya mendesak dan juga pencetakan baru saja. ‘’Sedangkan, untuk pencetakan pengganti e-KTP yang rusak, hilang pergantian elemen
data itu agar diterbitkan surat keterangan (suket) pengganti tanda identitas. Suket yang yang diterbitkan itu harus dicatat dalam sistem informasi kependudukan,” katanya. Suama menambahkan, suket ini sifatnya hanya sementara. Ketika stok blangko itu nantinya sudah mencukupi, maka saat itulah baru e-KTP dicetak. “Suket itu sifatnya sementara. Suket itu dapat dipergunakan oleh warga yang hendak mengurus segala keperluan menggunakan e-KTP,” katanya. Dia menambahkan, tidak hanya Disdukcapil yang stok blangko e-KTP-nya habis, juga termasuk di masingmasing kecamatan stoknya juga mulai tidak ada. “Walau stok habis, pelayanan perekaman data e-KTP tetap berjalan seperti biasa,” tegas Suama. (nan)
Bali Post/kmb41
FESTIVAL EDELWEIS - Kegiatan Festival Pesona Edelweis akan dilaksanakan 26-27 Oktober 2019.
Perampingan Eselon Tunggu Instruksi Pusat
Amlapura (Bali Post) Presiden Joko Widodo sempat mewacanakan memangkas jumlah jenjang kepangkatan atau eselon dalam struktur jabatan Aparur Sipil Negara (ASN). Terkait hal tersebut, Kepala Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem I Gusti Gede Rinceg masih menunggu juklak (petunjuk pelaksanaan) instruksi dari pusat terkait wacana Presiden itu. Rinceg menambahkan, pihaknya belum tahu secara pasti apakah pemangkasan eselon itu benar akan dilakukan atau tidak. Pasalnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari pusat terkait hal tersebut. “Presiden baru menyampaikan secara lisan. Jadi, masih belum pasti apakah pemangkasan itu dilakukan atau tidak. Bisa jadi, tidak dilakukan. Sebab, sampai saat ini, belum ada surat resmi turun ke kabupaten,” ucap Rinceg saat didampingi Kabid Pengembangan Karier dan Pendidikan Pelatihan Pegawai I Gusti Ayu Sarini. Rinceg menambahkan, langkahlangkah strategis yang dilakukan Presiden merampingkan eselon itu tujuannya semata-mata untuk efisiensi anggaran. Dengan perampingan itu, otomatis jumlah eselon atau strukturnya menjadi berkurang, sehingga alokasi anggarannya bisa sedikit ditekan kendati tidak terlalu tinggi. Selain itu, menurutnya, pengerucutan itu dapat memaksimalkan fungsi. Dia mencontohkan, di Dinas Pendidikan terdapat banyak kabid di dalamnya, mulai Kabid SD, SMP. Tetapi dengan adanya pemangkasan, m a k a dibuat hanya satu
kabid. Jadi, strukturnya dirampingkan. Tenaga fungsional yang ada di bawahnya bisa dikembangkan. Dengan cara itu maka miskin struktural tetapi kaya fungsi. ‘’Artinya, pejabat fungsionalnya di bawah diperbanyak, sehingga masyarakat di bawah mendapatkan pelayanan lebih maksimal lagi,” katanya. Pria yang juga sebagai pejabat sekda itu menjelaskan, bila nantinya benar dilakukan perampingan itu, maka pihaknya hanya bisa mengikuti. Pasalnya, semua kebijakan mekanismenya up down, didesain pemerintah pusat. “Kita di bawah pasti mengikuti dan tunduk kepada apa yang diamanatkan pusat,” tegasnya. Disinggung apakah tenaga fungsional tetap mendapatkan tunjangan, Rinceg menegaskan, kalau jabatan fungsional tetap dapat tunjangan. Hanya, tunjangannya tidak sebesar eselon. Mereka biasanya diperlakukan lebih khusus. Seperti kenaikan pangkatnya menggunakan kredit. “Jabatan fungsional bisa naik pangkat dua tahun sekali, jika kreditnya sudah terpenuhi. Tunjangan juga mereka terima namun tidak sebanyak eselon,” tegas Rinceg sembari menyatakan, jumlah eselon III saat ini 163 orang dan eselon IV 443 orang. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengungkapkan, rencana pengerucutan eselon dari Presiden RI Joko Widodo itu baru sebatas penyampaian secara lisan. Masih perlu dilihat surat resminya, bagaimana kepastiannya nanti. “Bila nanti benar dilakukan, saya yakin tidak akan mengurangi hak-hak dari ASN,” ungkap Gede Dana. (kmb41)
Bali Post/kmb41
CETAK E-KTP - Disdukcapil prioritaskan mencetak e-KTP untuk warga yang amat memerlukan akibat keterbatasan stok blangko.
Gusti Gede Rinceg
Bali Post/kmb41
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Melanggar Perda
Sopir Truk Didenda Rp 2 Juta Dagang Sate Rp 500.000 Semarapura (Bali Post) Kinerja Satpol PP dan Damkar Klungkung belakangan mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Di bawah komando Kepala Satpol PP I Putu Suarta, jajaran Satpol PP dan Damkar terus menindak tegas para pelanggar perda. Setelah menindak tegas oknum warga yang membuang sampah sembarangan, kini giliran penambang liar di eks galian C yang berhasil diamankan dan langsung diseret ke PN Semarapura untuk mengikuti sidang tipiring, Kamis (24/10) kemarin. Sopir truknya pun tanpa ampun langsung divonis denda Rp 2 juta. Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan, sidang tipiring ini sebagai wujud tindakan tegas terhadap penambang liar. Padahal, sudah berkali-kali diingatkan, tetapi mereka tetap membandel dengan mencari akses masuk melalui jalan lain. Sopir tersebut diketahui bernama Nengah Darma dari Desa Tangkas. Dia dianggap melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Sehingga, Darma langsung divonis denda Rp 2 juta oleh majelis hakim, dari vonis denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan tiga bulan penjara. “Ini sebagai peringatan. Kalau orang sama melanggar lagi, kami tak akan pakai
tipiring lagi, melainkan UU Lingkungan Hidup,” tegas Suarta. Sebelumnya, Bupati I Nyoman Suwirta dan Satpol PP Klungkung melakukan sidak ke eks galian C, Jumat (18/10) lalu. Saat itu, petugas menemukan para penambang pasir liar nekat beraktivitas mengayak pasir dan mengangkutnya ke atas truk. Ketika mengetahui kedatangan petugas, mereka yang terlibat pun lari tunggang-langgang ke semak-semak di sekitar lokasi eks galian C. Sidak ini atas inisiatif Bupati Suwirta, saat melihat ada truk di eks galian C. Padahal, galian C sudah lama ditutup, sehingga seharusnya sudah tidak ada lagi aktivitas menambang
pasir. Sejumlah peralatan yang ditemukan di lapangan, seperti sekop, alat pengayak dan lainnya langsung dibakar. Sementara ban truk yang mengangkut pasir juga digembosi, agar tidak bisa kabur. Sebagai antisipasi, Satpol PP akan memasang portal dari sisi barat. Sebab, pintu masuk barat dipakai pintu masuk truk liar. Satpol PP juga akan melakukan patroli rutin di eks galian C, sebagai antisipasi untuk mencegah munculnya jalur tikus lagi. Soal ketertiban umum, sidang tipiring ini juga menyidangkan kasus berbeda. Salah satunya, adanya pedagang yang berjualan tidak
pada tempatnya di sekitar parkiran Pasar Semarapura atau timur Kertagosa. Dalam vonis majelis hakim, salah satu pedagang sate, Mansyur, divonis bersalah dan didenda Rp 500 ribu. Pedagang ini, dikatakan sudah berulang kali diperingatkan. Tetapi, pedagang ini dinilai sangat membandel. “Setelah kami peringatkan, dia sempat pindah. Setelah beberapa hari, dia malah balik lagi ke tempat lama,” ujar Suarta. Selain itu, majelis hakim juga menyidangkan kasus warga yang membuang sampah sembarangan di sekitar Sangkan Buana, Semarapura. Warga setempat, Endra Krisna, tepergok membuang sampah sembarangan, sehingga langsung diamankan petugas Satpol PP. Setelah menjalani sidang, Endra Krisna dianggap melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah. Dia didenda sebesar Rp 500 ribu dan harus membayar uang sidang Rp 5.000. (kmb31)
PERSIDANGAN - Sopir truk pasir Nengah Darma saat menjalani persidangan di PN Semarapura.
Penyaluran KUR Terkecil di Bali
Bali Post/gik
UDENG - Kapolres saat memasangkan helm kepada warga yang sebelumnya mengenakan udeng.
Operasi Zebra Agung
Pengendara Pakai ”Udeng” Diberikan Helm Semarapura (Bali Post) Operasi Zebra Agung 2019, Kamis (24/10) kemarin, nampak berbeda dari sebelumnya. Sebab, dalam pelaksanaan operasi ini Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana turun langsung bersama Wakapolres Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, dan Kasat Lantas AKP Made Teja Dwi Permana. Dalam momen ini, Kapolres mencegat pengendara sepeda motor berpakaian adat dan memakai udeng. Kemudian dia diberikan helm gratis untuk melindungi kepalanya. Kapolres mengatakan pembagian beberapa helm gratis ini kepada pengendara itu, untuk memberikan kesadaran pada masyarakat dalam menjaga keselamatan, khususnya bagian kepala selama berkendara. “Kami ingin masyarakat sadar bahwa udeng tak akan melindungi kepalanya. Tetapi, helmlah yang memiliki fungsi itu,” tegasnya. Selama ini banyak korban kecelakaan yang meninggal itu, rata-rata adalah pengendara yang tidak patuh. Salah satunya tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor dan sabuk pengaman jika saat mengemudikan mobil. Ia berharap dengan bagi-bagi helm itu, selain masyarakat
sadar dan patuh menggunakan helm dan berlalu lintas, juga bisa mengurangi angka kecelakaan dan meninggal dunia dalam berlalu lintas. “Jika pengendara patuh dan menggunakan helm, bisa dipastikan, korban meninggal dunia bagi pengendara motor, akan menurun,” tegasnya. Untuk Operasi Zebra Agung tahun ini, pihaknya ingin menekan pelanggaran sampai 60 persen sampai dengan 80 persen pada semua lokasi tempat sasaran yang dijadikan target operasi. Operasi Zebra Agung 2019, difokuskan pada tujuh pelanggaran seperti pengendara dan pembonceng sepeda motor wajib menggunakan helm SNI, gunakan sabuk pengaman untuk keselamatan, kurangi kecepatan kendaraan demi keselamatan, jangan berkendara atau mengemudi saat keadaan mabuk, jangan biarkan anak di bawah umur berkendara sepeda motor, jangan menggunakan handphone saat berkendara/ mengemudi, dan pengendara dilarang melawan arus dalam keadaan apapun. “Kami ingin terus menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” katanya. (kmb31)
Bali Post/gik
KUR - Bupati Suwirta saat hadir dalam sosialisasi penyaluran KUR di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya.
Korupsi Dana Hibah Pembangunan Pura
Oknum PNS dan Mantan Sekretaris DPC PDI-P Dituntut 3,5 Tahun Penjara Oknum pegawai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sempat berdinas di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Klungkung, terdakwa I Nyoman Simpul dan I Ketut Ngenteg, mantan Sekretaris DPC PDI-P Klungkung, Rabu (23/10), dituntut pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. JPU sekaligus Kasipidsus Kejari Klungkung Wayan Wira Atmaja dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar menjelaskan bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah dalam dakwaan subsider. Yakni, terdakwa Simpul dan Ngenteg terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Terdakwa disebut melang-
gar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. Selain menjatuhkan pidana fisik selama 3,5 tahun, jaksa juga menuntut supaya terdakwa membayar uang pengganti masing-masing sebesar Rp 35 juta. Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar dalam kurun waktu satu bulan setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi kerugian keuangan negara. Bila mana harta bendanya tidak cukup, maka diganti
dengan pidana tambahan selama satu tahun sembilan bulan. “Juga menghukum terdakwa membayar denda masingmasing Rp 50 juta, subsider dua bulan kurungan,” ucap JPU Wira Atmaja. Yang memberatkan hukuman terdakwa, khususnya Simpul, bahwa dia juga mantan narapidana dalam kasus penipuan calo tenaga kontrak. Sementara I Ketut Ngenteg pernah menjadi terpidana kasus korupsi hibah bantuan sosial (bansos) Pura Taman Sari, Bungbungan, Banjarangkan. Dan sekarang, terdakwa diadili kasus dugaan korupsi bantuan dana hibah pembangunan Pura Paibon Tutuan di Banjar Nyamping, Desa Gunaksa tahun 2014. (kmb37)
Semarapura (Bali Post) Kredit Usaha Rakyat (KUR) manfaatnya cukup dirasakan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro kecil menengah dalam mengembangkan usaha. Keberadaan KUR juga dirasakan manfaatnya oleh daerah, karena dapat menekan adanya inflasi. Tetapi, penyaluran KUR di Klungkung, rupanya masih terkecil di Bali. Ini terungkap dalam sosialisasi KUR dan website kurbali.com di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (24/10) kemarin. Kepala Seksi Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali Nengah Wardana mengatakan, penyaluran KUR di Klungkung berdasarkan data di OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp 253 miliar. Dengan realisasi dana sebesar itu, jumlah rekening yang tercatat mencapai 7.239 rekening. Dari jumlah itu, sebesar 42,67 persen KUR terserap di sektor perdagangan besar dan eceran. Sedangkan sektor industri pengolahan menyerap 24,46 persen dan sektor pertanian sebesar 11,02 persen. “Penyaluran KUR di Klungkung rupanya paling kecil di Provinsi Bali. Dengan sosialisasi ini, kami berharap penyaluran KUR dapat meningkat,” ujar Wardana. Ia menambahkan, website kurbali.com, adalah website yang dibuat oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Bali bersama seluruh bank penyalur KUR di Bali. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat
dalam mengakses sumber pembiayaan melalui KUR. Melalui website ini pelaku UMKM dapat mengajukan KUR tanpa harus ke kantor bank yang dituju. Masyarakat umum juga dapat mengetahui informasi umum tentang KUR di website kurbali.com. Tersedia pula fitur simulasi penghitungan angsuran serta informasi status pengajuan KUR, apakah disetujui atau ditolak. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Asisten Bidang Perekonomian dan Pemerintahan Klungkung Luh Ketut Ari Citrawati, Kepala Seksi Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali Nengah Wardana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, OPD terkait, perbekel, Yowana Gema Santi, pelaku UMKM serta undangan lainnya. Bupati Suwirta mengatakan, program KUR ini, sesungguhnya sangat bermanfaat bagi masyarakat dan daerah. Sebab, KUR bisa menekan inflasi. Menurutnya, pada umumnya inflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Dengan adanya KUR ini, Bupati Suwirta berharap bisa bermanfaat dan berdaya guna untuk kesejahteraan masyarakat Klungkung. “Kepada para pelaku UMKM, manfaakan program ini dengan baik, agar penyalurannya dapat meningkat. Para pelaku UMKM harus bisa menghitung pembukuan keuangan. Jangan sia-siakan program ini,” tegasnya. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Cr Asst Apoteker fultime u.Apt Sekar,Dipongr 135. 085100492291
Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email:calculus2050@gmail.com
Dcr tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311
B.BP.004.10.19.0000714
Dcr Tkg Masak khusus Western Food yg berpengalaman pesiar min 5th Santa Fe Rest Seminyak Hub: 731147 / 081999418286
B.BP.154.10.19.0000717
*Dcr Receptionist,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744
B.BP.001.10.19.0000731
B.BP.001.10.19.0000713
B.BP.004.10.19.0000715
Dcr. Segera Adm, Prod. Wanita. Usia Max.25 th. Bisa komputer, Pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049
B.BP.004.10.19.0000652
Dicari-PRT-Wnt-Pglmn-Tkg Luar Jjr-Trnsp sensitivities,Gj. Bgs Krobokan-Br Anyar-08174716179 B.BP.004.10.19.0000716
Dicari Admin pengalaman dan Office Boy Hub:081287183808
Dicari SPG Bisa Bahasa Inggris + Komputer untuk Butik di Sanur Hub.0811389822
B.BP.001.10.19.0000709
Dibthkan Tng Supir pria punya SIM A/B, bw KTP,Ijazah terakhir CV lam bw ke Itekes Bali Jl.Tk Balian 180 Dps T.0361-8956208 Dicari staff Maintenance u/ Villa Hub. (0361) 4741681
B.BP.004.10.19.0000682
Driver/sopir Berpengalaman secepatnya WA:081916468911 B.BP.001.10.19.0000507
PT.BPR Pande Artha Dewata membutuhkan segera: Cleaning Service Pria/Wanita,SLTP Kirim CV ke Jalan Diponegoro No.162 Dps Telp.(0361) 223740-26236
Dicari segera S1 Teknik Sipil Krm lamaran ke WA 081238032984
BENGKEL LAS
SERVICE
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
SERVICE
BIRO JASA
RUPA-RUPA
SERVICE
BIRO JASA
B.BP.001.09.19.0000871
B.BP.001.10.19.0000725
B.BP.001.10.19.0000666
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.10.19.0000195
Dcr Tng Programer Tmtn Diploma Sarjana,Laki2/Wanita,CV/KTP/ Lam.Ijasah ke ITEKES Bali Jl. Tkd.Balian 180 Dps 03618956208
B.BP.001.10.19.0000723
Housekeeping Dcr u/di Sanur Hub.289700
B.BP.001.10.19.0000699
TOYOTA
Dijual Avanza Tahun 2010 Hubungi:08563719925
DAIHATSU
Terios TX Th 2011 Putih, Harga 127Jt Nego.Hub:081933072871 B.BP.001.10.19.0000710 TOYOTA
Toyota Fortuner 2.7 GAT 2009 Putih Mulus Ex Dokter, Asli Bali 0811385654 Harga Nego B.BP.004.10.19.0000704
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL RUMAH
HONDA
Rmh Lt2 Perum Teras Ayung Blok D53 LT578m LB350m Telp.413421
Honda Brio E Mnual T2015 putih Tgn1 asliBali H.081238169620BU
PROPERTY
B.BP.001.10.19.0000512
B.BP.001.10.19.0000732
ISUZU
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon
Panther LS’05 Low KM+ Kijang LGX Desel’01 asDK,087862547783
B.BP.001.10.19.0000692
DISEWAKAN RUMAH
Rmh 2Lt,4KT Dalung Permai H-15 Jl.Utama 55Jt/Th WA:0811413424
B.BP.001.10.19.0000696
B.BP.001.10.19.0000730
NISSAN
Nissan Evalia & Vios DK,mulus, Tgn1,KM34K&21KWA:0811413424 B.BP.001.10.19.0000697 SUZUKI
Splas mnual th 2013 hitam F.variasi istw H.081238169620 prbdi B.BP.001.10.19.0000734
PROPERTY DIJUAL TANAH
6,8A Jl.Sulatri Kesiman dekat Gatsu Tmr @450Jt 081239999747 B.BP.001.10.19.0000727
Sawah di Dps 125jt/A(Total 10A) jog trek Peguyangan08123816666 B.BP.004.10.19.0000532
DIJUAL TANAH
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712
B.BP.001.10.19.0000440
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.10.19.0000354
KEHILANGAN Hilang IMB No.1794 th 2005 An.Totok Indratmoko,Denpasar
B.BP.001.10.19.0000698
Hlg Sertipikat Tanah An.I Nym Kersa No.15,/Gn Bau Ls.6950M2
B.BP.001.10.19.0000701
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.10.19.0000082
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Minim, Produk UMKM Diserap Toko Modern
Bangli (Bali Post)Pemerintah Kabupaten selama ini mewajibkan toko modern di Bangli menjalin kemitraan dan menyerap produk yang dihasilkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Namun demikian, jumlah produk UMKM lokal Bangli yang dijual dan dipasarkan toko modern masih minim. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya dikonfirmasi, Kamis (24/10) kemarin, mengatakan, dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bangli Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan, Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, Pemkab Bangli mewajibkan toko modern dan pusat perbelanjaan di Bangli untuk menjalin kemitraan dengan UMKM lokal. Selain itu toko modern juga diwajibkan menyiapkan tempat dan menyerap produk-produk yang dihasilkan UMKM. Mengenai persentasenya, belum diatur dalam Perda. “Kalau dari pantauan kami sudah ada produk UMKM lokal Bangli yang diserap di toko modern. Namun belum banyak,” ungkapnya. Menurutnya masih sedikitnya produk UMKM yang diserap dan dipasarkan toko modern selama ini bukan semata kesalahan toko modern. Namun, disebabkan belum siapnya pelaku UMKM dalam menyediakan dan memenuhi produk yang dibutuhkan toko modern sesuai standar. Sudibya mengatakan, untuk bisa dijual dan dipasarkan toko modern, produk UMKM harus memenuhi sejumlah ketentuan seperti harus ada label PIRT-nya, label halal, kemasannya, dan memastikan kontinuitasnya. Beberapa syarat itu belum semua bisa dipenuhi pelaku UMKM. “Dalam pembayaran juga selama ini menjadi kendala. Karena barang yang dijual, tidak langsung dapat uang,” ujarnya. Agar produk UMKM lokal Bangli bisa banyak d i s e r a p t o k o modern dan pusat perbelanjaan, pihaknya selama ini rutin memfasilitasi dengan mempertemukan pelaku usaha dengan pihak toko modern. “Sudah kami link-kan dengan melakukan temu mitra antara pengusaha kecil dan pihak toko modern. Kami tetap tekankan perusahaan toko modern dan swalayan agar menyerap produk lokal. Yang terpenting adalah kesiapan pelaku UMKM kita di Bangli,” imbuhnya. (kmb40)
AIR - Warga Desa Abangsongan mengantre untuk mendapatkan air bersih dari Polres Bangli.
Warga Abangsongan Krisis Air Bersih Polres Kembali Terjunkan ”Water Cannon”
Bangli (Bali Post) –
Ratusan kepala keluarga di Desa Abangsongan Kintamani kesulitan air bersih. Kondisi ini sudah dialami warga sejak musim kemarau melanda, enam bulan terakhir. Membantu mengatasi krisis air bersih di desa tersebut, Polres Bangli kembali menerjunkan mobil water cannon, Kamis (24/10) kemarin. Klian Dinas Abangsongan Ketut Picayasa mengungkapkan terdapat enam banjar di Desa Abang Songan yang saat ini kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warganya terpaksa membeli air dengan harga yang lumayan mahal. Atas permasalahan yang rutin terjadi setiap musim kemarau ini, Picayasa meng-
Soal Wacana Pemangkasan Eselon
Pemkab Tunggu Regulasi Pusat Bangli (Bali Post) – Wacana Presiden RI Joko Widodo mengenai pemangkasan jabatan eselon III dan IV di struktur birokrasi memunculkan kekhawatiran di kalangan pegawai Pemkab Bangli. Hal itu tidak ditampik Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra. Dikatakan Giri Putra, pihaknya sampai sekarang belum bisa memastikan mengenai teknis pemangkasan eselon itu. Pihaknya masih menunggu regulasi dari pusat. Sebagaimana diketahuinya, wacana pemangkasan eselon itu bertujuan untuk memperpendek birokrasi. Dengan adanya pemangkasan eselon III dan IV, nantinya di struktur birokrasi yang tersisa hanya ada eselon I dan II. Di kabupaten, kata Giri Putra selama ini tidak ada jabatan eselon I. Yang ada hanya eselon IIa (Sekda) dan IIb (kepala dinas). “Nanti dengan pemangkasan, di luar eselon I dan II akan masuk ke fungsional khusus,” terangnya. Giri Putra mengaku belum
tahu mengenai teknis dan kapan wacana itu akan diberlakukan. Sejauh ini pihakya masih menunggu turunnya regulasi dari pusat. Dia tak menampik, wacana tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pegawai yang saat ini menduduki jabatan eselon III dan IV. “Kekhawatiran pasti ada. Tapi tentunya negara ini ketika memangkas kan tidak akan menghilangkan pendapatan mereka. Kita tunggu regulasinya seperti apa,” ujarnya. Sembari menunggu regulasi dari pusat, pihaknya meminta ASN di Bangli untuk mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas diri. Seperti memperbanyak ikut kegiatan diklat. “Selain itu harus merangkai dari awal, kalau wacana ini diberlakukan, ASN harus masuk minat bakat dan kemampuan mereka. Tentunya akan dibatasi jumlahnya. Misalnya jadi fungsional bencana, fungsional auditor, fungsional kearsipan, fungsional kehumasan, dan lainnya,” kata
Giri Putra. Dengan hal itu, diharapkan ASN akan betul-betul menjadi profesional. “Manakala sudah berprofesional akan berkaitan dengan pencapaian kinerja. Pencapaian kinerja akan ditopang oleh tunjangan kinerja, take home pay. Menurut hemat saya, wacana ini suka tidak suka seluruh ASN harus mempersiapkan diri,” pungkasnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Ida Bagus Giri Putra
Truk Pengangkut Material Galian C Dikenakan Retribusi Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli berencana akan mengenakan retribusi terhadap truk pengangkut material galian C yang melintas di jalur Culali, Kintamni. Itu dilakukan dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra ditemui usai rapat di DPRD Bangli, Kamis (24/10) kemarin mengungkapkan, sebagaimana arahan Bupati dalam rapat Forkompinda belum lama ini, truk pengangkut galian C yang selama ini berlalu lalang di jalur Culali bakal dikenakan retribusi. Alasannya, karena jalan yang dilintasi truk-truk tersebut merupakan jalan berstatus kabupaten yang dibangun
Pemkab Bangli. “Kalau kita bicara galian C kan bicara pajak. Sedangkan pajak itu kewenangannya di Provinsi. Sementara truk galian itu kan naik turun menggunakan jalan daerah yang dibangun dengan uang rakyat Bangli. Kita di Bangli tidak dapat apaapa dari (aktivitas) itu. Hanya dapat rusak saja. Karenanya arahan bupati, akan dilakukan pemungutan retribusi di sana,” ungkapnya. Untuk mengenakan retribusi terhadap truk pengangkut material galian C tersebut, kata Giri Putra pihaknya akan segera menyiapkan regulasi. Regulasi dianggap penting, karena tanpa adanya itu aktivitas pemungutan retribusi nanti bisa dikategorikan pungutan liar (pungli).
Bali Post/ist
Selain menyiapkan regulasi, Pemkab juga akan melakukan sosialisasi ke masyarakat utamanya sopir truk pengangkut material galian C yang menggunakan jalan di Culali. Dikatakannya, pendapatan dari retribusi itu, nantinya juga akan dipakai Pemkab untuk melakukan pemeliharaan jalan di jalur tersebut. “Jalan di sana kan rentan rusak karena dilalui truk-truk bertonase tinggi. Dalam melakukan maintenance (pemeliharaan) Pemerintah kan perlu biaya,” ujarnya. Giri Putra menambahkan, sebagaimana data sementara yang diketahuinya, ada 29 truk pengangkut material galian C yang sering melintas di jalur itu. Dalam sehari satu truk bisa melintas hingga empat kali. (kmb40)
harapkan pemerintah membuat program nyata sehingga air bersih bisa dinikmati warganya. “Dari dulu program-program pemerintah sering kami ikuti, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Mudah-mudahan bisa secepatnya ada program yang bisa mengalirkan air ke desa kami,” ujarnya. Hal yang sama juga di-
harapkan warga lainnya Nyoman Baru. Dia mengatakn masyarakat di Desa Abang Songan saat ini sangat membutuhkan air. Sebab sejak kemarau melanda, wilayah desa setempat mengalami kekeringan. Persediaan air tadah hujan warga sudah habis. Satu-satunya cara mendapatkan air bersih adalah dengan cara
membeli. Dalam sebulan, warga bisa membeli air bersih hingga dua kali. “Kami mohon pihak terkait kalau bisa lebih sering suplai air. Karena untuk beli air, masyarakat sangat terbebani,” katanya. Terkait pendistribusian air bersih yang dilakukan Polres Bangli, Baru dan Picayasa pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap masyarakat di Desa Abangsongan. Diharapkan pendistribusian ini dapat terus berlanjut.
Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan, pendistribusian air bersih yang dilakukan jajarannya kemarin merupakan bentuk kepedulian Polres Bangli terhadap warga yang mengalami permasalan air bersih. Dirinya menambahkan air bersih yang didistribusikan tersebut merupakan air yang siap dan aman dikonsumsi. “Apa yang kami lakukan merupakan wujud kemanusiaan, semoga dapat membantu warga yang kekurangan air bersih,” kata Agus. (kmb40)
15
Jumat Pon, 25 Oktober 2019
Tinggi, Potensi Pasar Proteksi Kesehatan Global
Cigna Gandeng APARI Tingkatkan Inklusi Asuransi papar Phil Reynolds.
KOLABORASI CIGNA-APARI - President Director and CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds (kedua dari kanan) didampingi Head of GIPMI Distribution Asia Pacific, Cigna International Markets Ray Bond (kanan) berbincang dengan Ketua Umum APARI Bambang Suseno dan Ketua PAMJAKI Rosa Ginting (kiri) di sela-sela seminar, di Jakarta, Rabu (23/10). POTENSI pasar proteksi kesehatan global untuk individu di kalangan masyarakat kelas menengah atas cukup tinggi. Hal itu perlu digarap serius oleh ahli manajemen asuransi dan broker, selain untuk mengisi ceruk pasar juga untuk mendukung program peningkatan penetrasi asuransi di Tanah Air. ‘’Ini porsinya perusahaan asuransi swasta untuk menangkap pasar di luar program BPJS pemerintah. Pasarnya sangat besar, sekitar 20 persen atau 53 juta orang di Indonesia,’’ tutur Ketua Umum Perkumpulan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia (Pamjaki) Rosa Christiana Ginting di sela-sela Seminar ‘’Asuransi Kesehatan Global bagi Individu untuk Mendukung Keberlanjutan Layanan Kesehatan’’ yang digelar Cigna Indonesia dan Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) di Jakarta, Rabu (23/10). Rosa mengatakan, banyak masyarakat Indonesia yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan yang nyaman, tidak ingin antre, enggan menunggu lama, dan bisa berobat di mana saja di luar negeri. Menurut Rosa, market ini bisa ditangkap para ahli manajemen asuransi untuk bisa merancang produk
yang baik dan terjangkau. Pada kesempatan yang sama, President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds mengatakan, dari sekitar 1,5 juta nasabah Cigna, baru sekitar 1.000 orang yang mengikuti proteksi kesehatan global. Padahal, potensinya masih sangat besar. Produk itu hadir sebagai bagian dari upaya meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih minim. Phil menambahkan, dalam seminar itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan inklusi asuransi di Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan penetrasi proteksi di Tanah Air. Makanya, tambah Phil, pihaknya antusias bekerja sama dengan APARI. Dijelaskan, sejak meluncurkan produk Global Individual Private Medical Insurance pada 2017, Cigna telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan pialang asuransi di Indonesia. ‘’Kolaborasi ini memungkinkan kami mendukung APARI dalam menyediakan salah satu sesi edukasi terbaik untuk program Continous Professional Development (CPD) yang mereka miliki. Akhirnya, dapat mendorong komitmen kami dan APARI dalam membantu pemerintah meningkatkan inklusi asuransi di Indonesia,’’
Peran Pialang Sementara itu, Ketua Umum APARI Bambang Suseno menjelaskan, dalam seminar itu, sebanyak 120 pialang dari 90 perusahaan pialang asuransi dan pialang reasuransi di Indonesia hadir. Kehadiran mereka juga sebagai bagian dari proses pelatihan dan sertifikasi yang harus mereka ikuti. Menurutnya, advokasi itu memungkinkan nasabah memilih solusi perlindungan asuransi terbaik yang sesuai dengan prioritas dan kebutuhan mereka. Selain itu, pialang juga memiliki peran meningkatkan inklusi asuransi sebagai upaya meningkatkan penetrasi asuransi di Tanah Air. Apalagi potensi market yang bisa digarap para pialang sangat besar. Saat ini dari total penjualan produk asuransi ke masyarakat, baru 35% yang dijual melalui pialang asuransi, sisanya 65% penjualan langsung ke perusahaan asuransi. ‘’Masih banyak peluang bagi pialang untuk mengembangkan sayapnya, sebab ceruk pasar 65% itu lumayan besar. Apalagi, perusahaan-perusahaan asuransi lebih senang deal dengan pialang, karena mereka tidak perlu sosialisasi dari awal, sebab para pialang sudah paham betul tentang proteksi,’’ tambahnya. Saat ini dari total produk asuransi yang dijual melalui pialang, sebagian besar diperoleh dari sektor infrastruktur, kemudian properti, dan ketiga dari sektor kesehatan. Bambang menjelaskan, seminar itu membahas sejumlah topik menarik di antaranya dukungan industri asuransi terhadap keberlangsungan layanan kesehatan di Indonesia, serta manajemen stres bagi nasabah individu maupun klien korporasi yang ingin meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Menurut Bambang, para pialang bisa berperan di sana, bagaimana mengelola stres bagi karyawan dan mapping asuransi jiwa di Indonesia termasuk di global. Semakin banyak peran pialang di daerah, juga akan mendongkrak pemahaman asuransi di Indonesia. (kmb/724)
Lingkungan Strategis Yakni, SDM yang unggul, bisa bersaing, dan bisa membaca sebuah perubahan lingkungan strategis. Unggul di sini juga dalam artian bisa berinovasi dan berkreasi dalam rangka mempercepat tercapainya tujuan. ‘’Unggul
juga keluar dari zona-zona nyamannya, keluar dari rutinitasnya. Sasarannya tidak by proses tapi adalah by hasil,’’ pungkasnya. Diwawancara terpisah, Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana mengatakan, wacana penyederhanaan eselon tetap harus menunggu dasar hukum wa-
laupun Presiden sudah menyatakan demikian. Apakah akan ada revisi Undangundang ASN dan terbit PP terkait hal itu. Setelah ada dasar hukum, barulah bisa ditindaklanjuti di daerah. ‘’Kan enggak mungkin kita buat tersendiri di daerah karena itu urusan pusat,’’ ujar politisi PDI-P ini. (kmb32)
Jumat, 25 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Ketatwaning Gria (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranya Kanda(1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Ista Dewata Pura Durga Kutri 09:30 Wita Taksu Made Widiarta, Jaga Ajegnya Bali Melalui Seni Karawitan 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana
Ketatwaning Gria (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita DW TV 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Atma Wedana Desa Adat Tuban 17:30 Wita Kartun Aranya Kanda(2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Anak Berprestasi NonAkademik dan Group Gamelan Yuganada 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Ngantukan Bhatara Pingit 22:00 Wita Seputar Bali Terkini
22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Desa Abianbase Gianyar (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
Lumbung Kesejahteraan
Namun juga dikenal sebagai lumbung kesejahteraan melalui kegiatan kepariwisataan dan mampu membangkitkan semangat masyarakat menuju masa depan yang maju, adil dan makmur. ‘’Sebelumnya tentunya saya ucapkan rasa syukur karena atas restu beliau kita dapat hadir di sini dalam keadaan sehat dan berbahagia. Jadi hari ini adalah festival yang kelima. Kali ini event ini sangat bermakna dan memiliki arti yang luar biasa, di mana dengan keadaan zaman yang semakin tua, artinya banyak perubahan terhadap alam terhadap pola pikir manusia sehingga terjadi sesuatu yang tidak pada tempatnya atau anomali,’’ ungkap Bupati Eka saat mengawali sambutannya. Oleh karena hal itu, dikatakan Bupati Eka, bentuk
rasa kepedulian dan rasa cinta tanah air dan cinta akan warisan leluhur dihadirkan pada festival ini sesuatu yang sakral sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur, khususnya leluhur Majapahit yang dulu pernah menyejahterakan Indonesia, sehingga Indonesia dulu pernah menjadi negara yang luar biasa, welas asih, penuh dengan hasil bumi, rakyatnya makmur dan sejahtera. ‘’Mudah-mudahan dengan penampilan Topeng dan Wayang Majapahit ini bisa memberikan makna yang luar biasa, khususnya Tabanan, Bali dan Indonesia, Nusantara yang kita cintai secara umum. Dengan tema ‘Tri Semaya’ bagaimana kita tetap berkiblat kepada leluhur kita terdahulu dan kita perankan sekarang untuk menuju masa depan yang maju, adil dan makmur ke depannya,’’ pungkas Bupati Eka. Pada kesempatan yang sama, pihak Kementerian Pari-
Dengan adanya menteri baru dari kalangan pengusaha atau praktisi, ia optimis bisa mempercepat menyelesaikan hambatan-hambatan dalam investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Investasi asing terhambat masuk ke Indonesia gara-gara banyak urusan perizinan. Dengan menteri yang muda, enerjik, memiliki kemampuan yang sifatnya teknis, bukan hanya teoretis, ia yakin memiliki kemampuan dalam membereskan masalah-masalah terutama perizinan dan birokrasi
lainnya. Terutama di bidang investasi. Dengan sistem OSS (online single submission) yang bertujuan mempermudah segalanya tetapi seringkali mentok di beberapa bagian. ‘’Sistemnya online tapi dalam hal tertentu perlu perizinan dari dinasdinas tertentu, perlu pengurusan khusus ke dinas, jadi tidak bisa mandiri menyelesaikan masalah perizinan. OSS satu pintu, ada usaha-usaha yang bisa langsung beroperasi dengan perizinan dari BKPM, ada yang memang butuh persetujuan rekomendasi dari dinas tertentu,’’ ujarnya membeberkan masalah yang kerap
wisata dan Ekonomi Kreatif RI yang diwakili Tenaga Ahli Menpar bidang Pemasaran dan Kerja Sama I Gede Pitana menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggitingginya dan setulus-tulusnya kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sudah secara konsisten lima tahun berturut-turut melaksanakan Festival Ulundanu Beratan ini. ‘’Kegiatan ini bagi kami merupakan dedikasi dari wujud komitmen masyarakat untuk melestarikan seni, melestarikan budaya, melestarikan alam dan pada saat yang sama menghidupkan pariwisata untuk kehidupan dan kesejahteraan kita semua. Memang dalam pariwisata kami selalu berpegang bahwa semakin dilestarikan bahwa semakin menyejahterakan,’’ imbuh Pitana. Bagi pihaknya, event ini merupakan salah satu program Bali recovery di samping
Terhambat Masuk
dialami pengusaha muda. Lanjutnya, dalam perizinan, tidak hanya prosesnya yang dipermudah tetapi juga persyaratannya. Ia berharap persyaratan yang tidak relevan dengan usaha tersebut, dapat dipermudah bahkan dipangkas. Bahkan ‘’raja-raja kecil’’ di lapisan paling bawah pun kerap menjadi batu sandungan pelaku usaha. Tidak hanya dalam hal perizinan yang dipermudah tetapi juga masuknya investasi. Namun investasi yang masuk bersinergi dengan pengusaha dan masyarakat lokal. Agar masyarakat diuntungkan secara nonmateri dan bisa mem-
berbagai program lainnya di Tabanan yang didukung oleh pihaknya yang memang sudah masuk dalam calendar of event internasional dan ini merupakan ajang mempromosikan destinasi wisata. Sebuah festival akan bisa menjadi branding apabila dilakukan secara konsisten dengan tanggal dan waktu yang pasti. ‘’Oleh karena itu festival seperti ini harus dipromosikan bukan saja untuk eventnya, juga untuk destinasi dan kunjungan wisatawan ke depannya. Untuk itu saat ini kami mengajak 19 tour operator dari luar negeri untuk mengadakan fun trip. Kami berharap travel agent dari luar negeri itu akan memperkenalkan lebih luas lagi festival ini dan bukan saja festivalnya, melainkan Danau Beratan, wilayah Bedugul, Tabanan sebagai destinasi yang wajib dikunjungi,’’ jelas Pitana. (ad728) bantu pemerataan ekonomi di masing-masing daerah. Saat ini pengusaha muda anggota Hipmi Bali berkisar 500-an. Jumlah pengusaha ini terus bertambah dan mereka membutuhkan birokrasi, regulasi dan regulator yang mampu mempercepat pertumbuhan mereka. Sehingga beberapa kawula muda yang duduk di kabinet dinilai tepat untuk memacu pertumbuhan pengusaha muda ini. Mereka terbanyak bergerak di bidang yang berkaitan dengan pariwisata, ekonomi kreatif seperti café, resto, fashion, UKM, kesehatan, dan ritel. (kmb42)
JUMAT PON, 25 OKTOBER 2019
SELAMAT BEKERJA BERKARYA KABINET INDONESIA MAJU 2019-2024
Umat Hindu NTB akan Gelar Upacara ’’Sad Kertih’’ UMAT Hindu Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar upacara Sad Kertih, meliputi upacara Danu Kertih (mulang pakelem), Wana Kertih (penghijauan) dan Segara Kertih (ngepik) tahun 2019-2021. Hal itu disampaikan Panitia Upacara Sad Kertih saat masimakrama ke Redaksi Bali Post, Kamis (24/10) kemarin. Ketua Panitia Upacara Sad Kertih Drs. I Wayan Suharta Putra mengatakan, upacara Danu Kertih tersebut akan dilangsungkan di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani setiap Purnamaning Sasih Kalima. Pada tahun 2019 ini dilaksanakan pada 7-12 November mendatang, di-puput Ida Ped-
anda Gde Sebali Wayahan. Sedangkan upacara Danu Kertih tahun 2020 dilaksanakan pada tanggal 26-31 Oktober. Kegiatan Wana Kertih (penghijauan) akan dilaksanakan pada 25-26 Desember 2019 di Dusun Gumise, Desa Giri Tembesi Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, NTB. Sedangkan kegitan Wana Kertih tahun 2020 dilaksanakan pada 12-14 Desember, rencananya dilaksanakan di Dusun Kanar, Desa Labuhan Badas Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa, NTB. Ditambahkannya, upacara Segara Kertih (Ngepik) dilaksanakan di Pantai
Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram yaitu setiap Tilemning Sasih Kawolu. Upacara itu akan dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2020 dan 11 Februari tahun 2021. ‘’Upacara Danau Kertih (mulang pakelem) ini bertujuan untuk memohon anugerah dan keseimbangan alam semesta, serta dapat terciptanya keharmonisan antara alam dengan segala isinya,’’ ujarnya. Di samping memohon agar masyarakat NTB umumnya dan Pulau Lombok khususnya diberikan kedamaian serta dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Dijelaskan, upacara Wana Kertih bertujuan
untuk melestarikan dan menjaga lingkungan serta tercipta sumber air yang baru, sehingga kesejahteraan dan kesuburan alam akan terus terjaga. Sedangkan upacara Ngepik/Nangluk Merana yaitu memohon keselamatan dan amerta sebagai sumber kehidupan agar terhindar dari segala penyakit maupun bencana. Umat Hindu yang berkenan menghaturkan dana punia untuk pelaksanaan upacara tersebut bisa menghubungi panitia atau dapat melalui rekening PT BPD Bali Cabang Mataram dengan nomor rekening 059.02.02.00628-3 atas nama Panitia Upacara Sad Kertih Provinsi NTB. (kmb)
KULINER KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI
BUDAYA
UPACARA - Panitia Upacara Sad Kertih ‘’masimakrama’’ ke Redaksi Bali Post, Kamis (24/10) kemarin.
Agus Rudik
Berawal dari Iseng PENDIDIKAN
SENIMAN BELANTIKA musik pop Bali kembali kedatangan penyanyi muda. Kali ini, Agus Rudik hadir dengan format solo. Pria kelahiran Alasangker, 18 Agustus 1985 ini hadir meramaikan musik pop Bali berawal dari keisengan menciptakan lagu sejak 2002, kemudian masuk dapur rekaman pada tahun 2019 ini. ‘’Saya dulu awalnya hanya iseng. Iseng ngumpul bareng teman, dan mencoba menciptakan lagu, dan masuk dapur rekaman setelah saya bertemu dengan Studio JTO Record. Nah dari sanalah saya mulai memperoses lagu-lagu ciptaan saya,’’ ujar Agus Rudik, Kamis (24/10) kemarin. Hingga saat ini, pemilik nama lengkap Putu Agus Rudiksa ini telah menciptakan 7 buah lagu yang
sudah dipublis ke publik. Semua karya musik ciptaannya ini digarap di Studio JTO Record. Di antaranya ‘’Koncreng Mata Duitan’’, ‘’Dagang Patokan’’, ‘’I Am Sorry’’, ‘’Salah Jalan’’, ‘’Telanjur Cinta’’, ‘’BedikBedik Nagih Cerai’’ (versi Dangdut koplo), dan ‘’Tresne Tusing Harus Gelahang’’. ‘’Saat ini saya masih fokus untuk menciptakan lagulagu terbaru lagi biar bisa mempunyai album perdana,’’ ujarnya. Sebagai musisi pendatang baru, pria yang bekerja di salah satu gym di daerah Ubud ini berharap setiap karyakarya yang dihadir kan bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Bali. ‘’Semoga karya saya bisa menghibur para pencinta musik Bali di manapun berada. Lagu-lagu saya sudah bisa didengarkan di radio-radio di Bali dan di Lombok yang memutar musik lagu Bali,’’ pungkasnya. (win)
Bali Post/kmb
PRESTASI - Siswa Spentwo yang berprestasi bersama Kasek Mercy Viktoria Gigir dan guru pembinanya.
SMPN 2 Denpasar, Sekolah Kemitraan Segudang Prestasi ANAK-ANAK SMPN 2 Denpasar alias Spentwo tak pernah berhenti mengukir prestasi. Selama tiga bulan -- Agustus, September dan Oktober -- siswanya mengumpulkan segudang prestasi, baik tingkat Kota Denpasar, Bali dan Nasional. Predikat SMPN 2 Denpasar bertambah, selain sebagai sekolah sehat dan PKTP, kini menjadi sekolah inti kemitraan dari Dirjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kemendikbud 2019. Dalam waktu dekat Kepala SMPN 2 Denpasar Dra. Mercy Viktoria Gigir, M.M. akan mempresentasikan best practice Spentwo ke Jakarta. Sebelumnya, kasek kemitraan ini dikunjungi sekolah mitra dari Papua. Nanti Kasek Mercy Viktoria Gigir wajib membiaskan manajemen mutu sekolah kepada SMPN 1 dan SMPN 2 Sorong, Papua selama tiga tahun. Di Bali hanya lima SMP di Denpasar ditunjuk sebagai sekolah kemitraan. Selain itu, Spentwo juga menyandang predikat sekolah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Supervisi. Bahkan sekolah ini dipercaya sebagai tuan rumah Indonesian Invention and Inovation Promotion Asociation (INOPA). Saat itu tim LKTI Spetwo yang baru pertama kali ikut meraih perak. Tim Spentwo diperkuat oleh Putu Candra Ari Permana (IX-7), I Kadek Surya Dwipayana Putra (IX10), Ni Luh Yeni Indraswari
(IX-6) dan Ni Kadek Trisna Duiani (VII-6). Siswa binaan Ni Nyoman Widiari, S.Pd., M.Pd. ini juga juara II Olimpiade IPA di Undiksha atas nama Candra. Prestasi nasional diukir di cabang terompah panjang. Juara I nasional diraih Kadek Giri Wulan Wijayanthi (IX-9), A.A. Made Diah Widianita (IX-6), Putri Agung Maharani Aprianti (IX-8), Ni Putu Alika Mas Ari Putri (VIII-) dan Zihni Sabikah Aini (VIII-10). Tim asuhan Waka Kesiswaan, Farid, M.Pd. dan I Gede Udiyana Putra, S.Pd. ini mendapat piala tetap dan bonus Rp 10 juta. Bahkan Wulan dipanggil ikut pelatnas untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) untuk judo dan pernah mewakili RI di Singapura. Masih di olahraga, tim woodball Spentwo meraih juara umum II di ajang Sumpah Pemuda Cup setelah mengoleksi dua emas, dua perak dan dua perunggu. Emas diraih di kategori beregu oleh Astawa, Agus Indra, Renaldi, Tangkas dan Ardika. Di ganda diraih Renaldi dan Tangkas. Di bidang akademik siswanya tiga kali juara I lomba story telling se-Bali di EPHOTECH 2019 atas namas Putu Audrey Charisma Hootara (VII-1). Dia bahkan sampai mewakili Bali dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional. Yang menarik tim robot Spentwo meraih juara I
lomba robot di Unud. Tim ini diperkuat Vergio Evand Gigir (VII-1) dan Made Adelia Febriana (VII-1). Siswa binaan Kasek Mercy Viktoria Gigir ini membuat robot bernama Sumobot. Di budaya, Teater Lingkar Spentwo meraih juara I Operet Cup 2019 di SMKN 2 Denpasar. Saat itu Teater Lingkar membawakan tema ‘’Luar Angkasa’’, didukung oleh Ketua Teater Ni Komang Dela Sriwijayanthi dan Ni Kadek Dwi Puspita Maharani. Di bidang seni budaya, siswa Spentwo tak terkalahkan. Ni Kadek Dhyasumitha Apsari (IX-1) meraih juara I Tari Teruna Jaya di Trisma dan SMAN 1 Mengwi. Siswa binaan Gusti Agung Ayu Made Seniawati, S.Pd. dan Kompyang Gede Aditya Darma Putra ini juga juara I Tari Margapati Piala Bupati Badung dan juara II di Trisma. Guru Spentwo juga aktif mempersembahkan prestasi. Ni Putu Ariantini, S.Pd., M.Pd., juara III guru berprestasi Kota Denpasar. Kasek Mercy Viktoria Gigir bersama Waka Dra. Ni Wayan Muliasni, M.PSi., I Putu Seneng, S.Pd. dan Farid, M.Pd. mengaku bangga anak-anak tak pernah putus berprestasi. Sekolah ikut memotivasi siswa dengan sedikit membantu biaya lomba karena sebagian besar didukung orangtua siswa dan komite. Sinergisitas inilah yang terbangun di Spentwo, sehingga tanpa dana SPP siswa dan guru terus terpacu berprestasi. (ad726)