terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 40 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Melapor ke Disbud
Sampah Terancam Tak Diangkut
Dermaga Gunaksa Hancur
Disbud Kabupaten Badung meminta masyarakat melaporkan jika melakukan perbaikan bangunan yang telah berumur 50 tahun ke atas. Ini merupakan upaya melestarikan bangunan yang bernilai sejarah.
Anggaran operasional DLH Karangasem dipangkas. Akibatnya, sampah di Bumi Lahar terancam tidak diangkut karena minimnya anggaran operasional. Dari Rp 10.106.885.807 anggaran yang diajukan, disetujui hanya Rp 8.777.644.654. KARANGASEM | HAL. 11
Nasib Dermaga Gunaksa kian tak jelas. Proyek ratusan miliar rupiah ini kini tinggal puing-puing beton dan besi yang karatan. Sejumlah bangunan di sekitarnya juga sudah hancur.
BADUNG | HAL. 3
DPR Tunda Sahkan RUU KUHP Jakarta (Bali Post) – DPR akhirnya menunda pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan RUU Pemasyarakatan. ‘’Saya mengimbau kepada adik mahasiswa agar menurunkan tensi karena semua tuntutannya sudah kita penuhi terkait RKUHP dan RUU Pemasyarakatan,’’ kata Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo, Selasa (24/9) kemarin.
Dia menjelaskan, DPR telah menunda pengesahan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan atas permintaan Presiden Jokowi dan aspirasi masyarakat. RUU Pertanahan dan RUU Mineral dan Batu Bara (Minerba) masih dalam proses pembahasan, sehingga tidak perlu dilakukan penundaan karena belum pengambilan keputusan. Hal. 15 Usulan Pemerintah
KLUNGKUNG | HAL. 12
Aksi Tolak RUU KUHP dan KPK
Pintu Gerbang DPR Dijebol di Bandung dan Sultra Disegel
Aksi Di berbagai Daerah
Bali Post/ant
DIRUSAK - Mobil patroli polisi dirusak massa aksi di Bengkulu, Selasa (24/9) kemarin.
Bali Post/ade
BENTROK - Aksi mahasiswa di depan gedung DPR, Selasa (24/9) kemarin. Aksi yang melibatkan ribuan orang diwarnai bentrok dengan aparat.
RICUH - Aksi mahasiswa di depan Gedung DPR, Selasa (24/9) kemarin, sempat ricuh. Polisi pun menembakkan gas airmata dan menyemprotkan air dari mobil water cannon.
Bali Post/ant
JATENG - Gerbang Gedung DPRD Jawa Tengah (Jateng) dirobohkan pengunjuk rasa, Selasa (24/9) kemarin.
Harian Bisnis Bali Biasa Jadi Luar Biasa Bisnis kuliner, kini banyak diminati. Banyak menu baru yang disajikan untuk menarik minat pembeli. Salah satu kunci pengelola bisnis yang satu ini yakni arus bisa menyajikan hal biasa menjadi luar biasa. Seperti apa?
www.bisnisbali.com
AKSI massa menolak RUU KUHP dan UU KPK makin mendapat dukungan. Tak hanya mahasiswa, kini ribuan buruh ikut bergabung dengan tuntutan yang sama. Selain itu, aksi massa juga semakin meluas. Tak hanya di Jakarta, aksi juga terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Palembang, Begkulu dan Denpasar. Bahkan di Bandung massa menyegel kantor DPRD Jawa Barat. Demikian pula di Kendari. Dua orang perwakilan massa dari Front Rakyat Sulawesi Tenggara Bersatu (Forsub) melakukan aksi penyegelan gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (24/9) kemarin. Sementara di Jakarta upaya untuk menjebol pintu masuk juga dilanjutkan. Akhirnya massa berhasil menjebol, Selasa sore kemarin. ‘’Anggota DPR temui kami, kalau tidak keluar kami yang masuk ke dalam,’’ teriak salah seorang koordinator mahasiswa yang berada di atas mobil komando yang juga Kadept Sospol BEM UNJ Erfan Kurniawan, di Jakarta, Selasa kemarin. Setelah menjebol barier
para mahasiswa memasang sejumlah spanduk yang memuat tuntutan penuntasan reformasi, penolakan RUU KUHP dan UU KPK. Mahasiswa memanjat pagar hijau DPR dan mengibarkan bendera Merah Putih, bendera pembela Tanah Air dan bendera GMNI. Ribuan mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Negeri Jakarta, Trisakti, Paramadina, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Lampung, dan perwakilan UGM. Selain
itu, mahasiswa pengunjuk rasa berasal dari Aliansi Mahasiswa Banten yakni dari Universitas Banten Jaya, Universitas Tirta, Bina Bangsa dan beberapa perguruan tinggi lainnya di Banten. ‘’Satu komando, jangan biarkan ada provokator masuk (ke barisan),’’ katanya. Saat aksi sempat terjadi beberapa kali saling dorong dengan personel kepolisian yang berjaga di depan gerbang DPR/MPR-RI. Beberapa lemparan botol air mineral ke
Kerusuhan di Wamena
26 Tewas, 66 Orang Luka-luka
Jakarta (Bali Post) – Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat kericuhan di Wamena, Papua pada Senin, 23 September 2019, bertambah menjadi 26 orang. ‘’Ada sebanyak 26 orang meninggal dunia, terdiri atas 22 warga pendatang dan empat warga asli Papua,’’ kata Tito saat konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9) kemarin. Jumlah korban menin-
ggal dunia itu, katanya, berdasarkan laporan pada Selasa pukul 12.00 WIB, sementara korban luka-luka sebanyak 66 orang. Dari korban jiwa sebanyak itu, ia mengaku masih ada tiga korban yang belum teridentifikasi. ‘’Mereka meninggal akibat luka bacok dan terbakar dalam rumah atau rukonya. Ada yang berprofesi tukang ojek, bekerja di restoran, dan sebagainya,’’ katanya. Hal. 15 RS Wamena
Bali Post/afp
HANGUS - Sejumlah toko hangus di Wamena. Pembakaran berlangsung, Senin (23/9) lalu.
arah petugas juga terjadi, aksi pelemparan itu hanya kejadian sesaat. Saat ini, sekitar pukul 15.10 WIB unjuk rasa mahasiswa kembali tertib. Di Bandung juga terjadi aksi serupa. Seorang perwakilan massa melakukan aksi penyegelan dengan merantai pagar gerbang Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa kemarin. Rantai tersebut dililitkan kepada pagar dan dikunci dengan menggunakan gembok. Pada pagar tersebut dipasang spanduk bertuliskan ‘’Gedung Ini Disegel Rakyat’’. ‘’Ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap DPR, aset mereka berasal dari uang kami,’’ kata seorang yang berorasi. Selain mahasiswa, ribuan massa dari aliansi Buruh Bersama Rakyat bergabung
Bali Post/ade
dengan massa dari kalangan mahasiswa di kawasan Monas. Sekitar 1.000 buruh dari Jabodetabek berkumpul di Monas sejak pukul 09.00 WIB. ‘’Kami akan bergerak bersama mahasiswa menuju DPR,’’ kata koordinator Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Hendra, di Jakarta. Pukul Mundur Petugas kepolisian memukul mundur para pendemo yang menolak pengesahan Rancangan Kitab Undangundang Hukum Pidana (RKUHP) dan beberapa rancangan undang-undang (RUU) lainnya ke arah Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa kemarin. Hal. 15 18.000 Personel
Kantor Bupati dan PLN Dibakar MASSA berseragam pelajar SMA di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, yang melakukan tindakan anarkis pada Senin (23/9), melumpuhkan aktivitas di lebih dari 15 kantor pemerintahan setempat. Aksi anarkis seperti membakar dan merusak kantor-kantor pemerintah itu menyebabkan sejumlah pegawai tidak masuk kantor atau diliburkan. Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Candra Dianto di Wamena, ibu kota Kabu-
paten Jayawijaya, Selasa (24/9) kemarin, mengatakan kantor pemerintah yang dibakar habis misalnya Kantor Bupati Jayawijaya, Kantor BPKAD, Kantor Bappeda, Kantor Inspektorat dan Kantor Diskominfo. Selain enam kantor yang berada di satu lokasi itu, massa juga membakar habis gedung PLN serta Kantor Urusan Agama (KUA), Badan Pusat Statistik. Hal. 15 Tindakan Anarkis
Rabu Pon, 25 September 2019
FIGUR Manajemen Krisis Kepariwisataan BALI memang sudah memiliki manajemen krisis kepariwisataan. Namun masih bersifat ad hoc alias tidak permanen. “Kita punya manajemen krisis, tapi bersifat ad hoc. Misalnya waktu bom Bali, dan terakhir waktu bencana Gunung Agung,” ujar Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Selasa (24/9) kemarin. Menurut pria yang akrab disapa Cok Ace ini, sebetulnya sudah ada rencana untuk membentuk manajemen krisis kepariwisataan secara permanen. Akan tetapi rencana tersebut masih harus dibicarakan dengan stakeholder terkait. “Supaya relevan dengan kondisi kita di Bali,” jelasnya. Dikatakan, manajemen krisis kepariwisataan kini telah diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2019. Dalam peraturan itu, disebutkan bila krisis kepariwisataan adalah kondisi yang memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja ekosistem pariwisata. Hal itu bisa disebabkan oleh faktor alam dan non alam. Manajemen krisis kepariwisataan dibutuhkan untuk merespons dan memulihkan dari krisis tersebut. (rin)
2.700-an Pelanggar Lalin ”Serbu” Kejari Denpasar (Bali Post) Masyarakat yang melanggar lalu lintas (lalin) dan terjaring Operasi Patuh Agung yang berjalan selama dua pekan, dipastikan memadati Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Rabu (25/9) hari ini. Untuk memberi pelayanan yang nyaman dan maksimal untuk masyarakat, pihak kejaksaan sudah membuat tenda, sehingga pelanggar lalu lintas tidak kepanasan dan berdesak-desakan. Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta mengatakan, ada 2.700-an pelanggar lalu lintas yang akan diadili dan mengambil surat-surat kendaran mereka di kantor yang beralamat di Jalan PB Sudirman, Denpasar itu. “Ada 2.700 lebih pelanggar yang kena tilang dan bakal mengambil suratsurat besok (hari ini-red),” ujar Eka Widanta, Selasa (24/9) kemarin. Sebagai lembaga yang melayani publik, pihaknya sudah mempersiapkan petugas dan bahkan mendirikan tenda di areal parkir kejaksaan. Sehingga ribuan pelanggar nantinya bisa mengambil surat-surat den-
gan tertib, nyaman dan dapat pelayanan dengan baik. Eka Widanta menambahkan, agar ribuan masyarakat nanti tidak berdesakdesakan, pihaknya akan memberikan nomor pada pelanggar atau yang mengambil surat tilang. Mereka akan dipanggil sesuai dengan nomor yang dikantongi. Hal ini diantisipasi karena ribuan pelanggar dalam Operasi Patuh Agung, memang dijadwalkan berurusan dengan kejaksaan Rabu (25/9) hari ini. “Kami akan buka pelayanan mulai pukul 09.00 Wita. Kami berharap masyarakat tertib dan sabar menunggu panggilan petugas nanti,” ujarnya. Untuk mengantisifasi kemacetan, kata Eka Widanta, pihak kejaksaan akan membuka pintu masuk utama Kantor Kejaksaan Negeri Denpasar. Dikatakan, jenis pelanggaran yang paling banyak dilakunan masyarakat adalah berkendara tanpa SIM dan kelengkapan kendaraan bermotor, hingga disitanya STNK. Ribuan pelanggar itu merupakan pelimpahan dari Polda Bali dan Polresta Denpasar. (kmb37)
Pelaku ”Skimming” Asal Romania Dituntut Satu Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Pelaku skimming asal Romania, Alexandru Boarta (32) yang diduga membobol rekening nasabah BRI dengan modus memasang kamera tersembunyi di mesin ATM, hanya dituntut pidana penjara selama setahun. JPU I Nyoman Triarta Kurniawan di depan majelis hakim diketuai IGN Putra Atmaja menyampaikan perbuatan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik dengan cara apapun, melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan. Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam dalam Pasal 30 ayat (3) jo Pasal 46 UU RI Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Di mana setiap orang yang melanggar Pasal 30 ayat (3) dipidana pejara paling lama delapan tahun. Dalam uraian dakwaan jaksa, perbuatan terdakwa ini diketahui pada 11 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 Wita bertempat di mesin
ATM BRI Teras Belayu di SPBU Wiros Banjar Denkayu Baleran, Desa Werdi Buana, Mengwi, Badung. Berawal dari terdakwa memesan perangkat alat skimming secara online kepada salah satu kenalannya di China. Setelah mendapat pesanannya berupa kamera, baterai dan scanner yang sudah dirakit, pada 10 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 Wita terdakwa keluar dari Hotel Paradiso, Seminyak dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari mesin ATM yang sepi. Setiba di lokasi, terdakwa kemudian memasang alat-alat yang sudah disiapkannya di mesin ATM. Tujuan terdakwa memasang atau menginstal alat skimming tersebut di mesin ATM BRI adalah mengambil atau merekam data pada kartu ATM yang dimasukkan oleh seseorang untuk mengambil uang di ATM tersebut. Pada alat skimming tersebut terpasang kamera yang diarahkan ke tombol angka untuk merekam PIN yang ditekan oleh orang yang mengambil uang pada mesin ATM tersebut. (kmb37)
Bali Post/kmb32
AKSI DAMAI - Seribuan mahasiswa menggelar aksi damai di seputaran Renon, Denpasar, yang salah satunya berorasi di depan Kantor DPRD Bali.
Aksi ”Bali Tidak Diam”
Mahasiswa Kritisi Revisi UU KPK dan RKUHP
Denpasar (Bali Post) “Indonesia tidak sedang baik-baik saja”. Kalimat ini terus terlontar dalam orasiorasi mahasiswa yang menggelar aksi turun ke jalan Selasa (24/9) kemarin. Aksi seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bali ini bertajuk, “Bali Tidak Diam”. Mereka bergerak dari Lapangan Parkir Timur Renon, Denpasar, kemudian berorasi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Kantor DPRD Bali, dan Kantor Gubernur Bali. Mahasiswa utamanya mengkritisi sejumlah persoalan yang terjadi di Indonesia. Mulai dari krisis di Papua, polemik revisi UU KPK, polemik Rancangan KUHP (RKUHP), hingga kebakaran hutan dan
lahan (karhutla). “Kita menyuarakan aspirasi kita. Ini aksi damai bahwa Bali tidak diam. Bahwa Bali bergerak ketika rekan-rekan kita di nasional, pusat bergerak, kita di sini juga bergerak,” ujar Humas Aksi I Gede Andi Juniarta. Dikatakan, Aliansi Mahasiswa Bali mengajak seluruh akademisi dan masyarakat untuk menuntut keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan krisis di Papua dengan cara-cara yang manusiawi. Presiden RI Joko Widodo juga didesak agar segera mengeluarkan Perpu terhadap revisi UU KPK. Mengingat, revisi UU KPK dilakukan secara terburu-buru dan mengabaikan aspirasi masyarakat. Ditambah lagi, ada pasal-
pasal kontroversial yang tendensius melemahkan KPK. Di antaranya, pembentukan dewan pengawas, penerbitan SP3, penyadapan harus seizin pengawas, dan status pegawai KPK sebagai ASN. Berikutnya, mahasiswa mendorong pemerintah dan DPR-RI untuk mengkaji ulang pasal-pasal yang kontroversial dan bertentangan dengan recht idea bangsa Indonesia terkait RKUHP. Beberapa di antaranya, pasal 218 ayat 1 tentang penghinaan presiden dan wakil presiden dinilai dapat berimplikasi menimbulkan tindakan represif yang akhirnya mencederai nilai-nilai demokrasi dan tatanan bernegara. Kemudian pasal 417 tentang perzinaan, disebut sebagai bentuk campur tangan negara
yang terlalu dalam pada ranah privat warga negara. Pasal 304 tentang tindak pidana terhadap agama yang dinilai akan membahayakan toleransi beragama di Indonesia. Lalu Pasal 432 tentang pidana denda bagi gelandangan yang menimbulkan indikasi upaya lepas tangan negara terhadap kewajiban memelihara fakir miskin dan anak telantar. “Selain itu, kita juga menuntut pemerintah agar menindak tegas para pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan,” imbuhnya. Saat tiba di depan Kantor DPRD Bali dan Kantor Gubernur Bali, mahasiswa tidak diizinkan masuk karena pintu gerbang ditutup oleh petugas keamanan. Mahasiswa ke-
mudian memasang sejumlah spanduk, terutama di depan pintu gerbang DPRD Bali. Antara lain bertuliskan “Mosi Tidak Percaya”, dan “Dijual, Gedung DPR”. Humas Aksi lainnya, Abror Thoriq Tanzila mengaku sudah bersurat namun tidak ada respons dari DPRD Bali. Di samping memang ada faktor keterlambatan waktu sehingga tidak bisa diterima oleh dewan. “Kami sedikit kecewa di sini,” ujarnya. Menurut Abror, mahasiswa akan mengirimkan “Mosi Tidak Percaya” kepada DPRRI dan Presiden. “Kita juga ingin menyuarakan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Bali bahwa Indonesia itu tidak sedang baik-baik saja,” imbuhnya. (kmb32)
Pariwisata Berkelanjutan Dimulai dari Ketegasan Penerapan Aturan
Denpasar (Bali Post) -
Pembangunan dan pengembangan pariwisata harus sesuai dengan konsep suistainable tourism development atau pariwisata berkelanjutan. Upaya untuk keberlanjutan lingkungan dengan pembangunan fisik yang benar harus diwujudkan dengan penerapan aturan yang tegas agar tetap terjaga kelestarian lingkungan. “Karena saat ini masih rancu dalam implementasinya, akibat maraknya pelanggaran tata ruang Bali,” kata akademisi pariwisata sekaligus Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Dr. I Putu Anom, S.E., M.Par., belum lama ini. Untuk pariwisata Bali yang berkelanjutan, kata Anom harus jelas implementasi RTRW provinsi, kabupaten/kota dengan diikuti RDTR yang benarbenar jelas dan tegas sesuai yang tertuang pada aturan tersebut. Demikian pula Ripparda provinsi dan kabupaten/ kota harus sinkron dengan Ripparnas dan benar-benar diterapkan sampai ke daerah pedesaan, termasuk model desa wisata yang dikembangkan. Anom menegaskan, pariwisata berkelanjutan juga
harus berkelanjutan di bidang sosial budaya, dalam artian harus diminimalisasi terjadinya degradasi budaya maupun komodifikasi budaya yang berlebihan. Kondisi ini dinilai akan mengecewakan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu. Sesuai dengan perda pariwisata budaya yang dikembangkan harus bersumber dari nilai-nilai luhur Agama Hindu. “Sekarang masih banyak kekeliruan, penyimpangan yang terjadi terkait pengembangan pariwisata budaya Bali yang semakin tergerus globalisasi. Masih banyak yang belum bisa membedakan antara yang sakral dan profan. Komodifikasi budaya semakin berlanjut karena kekurangpahaman atau karena ambisi memperoleh gemerincing dolar,” katanya menyesalkan.
Anom menambahkan, pariwisata berkelanjutan juga wajib berkelanjutan di bidang ekonomi. Berkembangnya pariwisata Bali harus memberikan manfaat ekonomi dan mensejahterakan masyarakat lokal Bali, terutama masyarakat pelaku budaya. Peran langsung masyarakat lokal sebagai pelaku pariwisata atau sektor pendukung sektor pariwisata juga harus terus didorong. “Tidak cukup masyarakat hanya karena dapat bansos saja baru bisa membangun, tetapi kemandirian masyarakat lokal harus terus dikembangkan agar mampu sebagai pelaku atau subjek, bukan sekadar sebagai objek saja atau karena hanya dapat belas kasihan dalam bentuk CSR saja,” selorohnya. Menurut Anom, upaya melibatkan langsung masyarakat
lokal dalam pariwisata sampai saat ini masih minim. Maka dari itu perlu diintensifkan pendidikan, kursus-kursus, pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat lokal agar bisa menjadi pelaku pariwisata dan pelaku pendukung sektor pariwisata maupun sektor-sektor ekonomi yang lain. “Pada akhirnya masyarakat lokal Hindu Bali harus menjadi tuan rumah bukan hanya dijadikan objek tontonan dalam melakoni kehidupan sehari-hari,” tegasnya. Anom mengakui, sudah ada beberapa perda dan Pergub Bali sebagai aturan untuk mendorong kreativitas masyarakat lokal Bali. Hanya saja, perlu keseriusan dalam implementasi dan pembinaan masyarakat lokal Hindu Bali. “Ke depan harus benar-benar terwujud pariwisata berkelanjutan yang harus diupayakan bersama sinergi antara pemerintah, industri pariwisata, lembaga pendidikan pariwisata serta peran serta masyarakat lokal,” ujarnya. (kmb42)
Bali Post/dok
I Putu Anom
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Jaya Negara Pimpin Peninjauan Proyek Fisik di Denpasar Dorong Terciptanya Pembangunan yang Tepat Waktu dan Tepat Mutu PEMKOT Denpasar secara berkelanjutan terus mendorong terciptanya pembangunan, baik fisik maupun non fisik yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Guna mendukung hal tersebut, Pemkot Denpasar bersama tim pembangunan secara rutin menggelar peninjauan lapangan terhadap proyek fisik di Kota Denpasar. Kali ini kembali dilaksanakan peninjauan dengan menyasar lima proyek pembangunan fisik yang dipimpin langung Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Selasa (24/9) kemarin. Turut hadir dalam kesem-
patan tersebut Kadis PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta, Kadis DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai serta OPD terkait bidang pembangunan di Kota Denpasar. Adapun lima lokasi yang mejadi sasaran peninjauan, yakni pembangunan Balai Budaya, TPS/Depo Sampah Undergroud Kreneng, pembangunan Gedung SDN 9 Sumerta, pembangunan SDN 1 Penatih, dan SDN 3 Peguyangan.
Topik : PERBAIKAN BANGUNAN BERUSIA 50 TAHUN KE ATAS MENINJAU - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat meninjau proyek pembangunan fisik di Kota Denpasar, Selasa (24/9) kemarin.
Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat diwawancarai disela-sela peninjauan menjelaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini sebagai upaya untuk menciptakan serta memastikan realisasi pembangunan baik fisik, non fisik, serta keuangan yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. “Tentunya peninjauan ini penting dilaksanakan, sehingga dapat diketahui capaian progres pengerjaan dan bagaimana nantinya pembangunan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Jaya Negara menegaskan, dari peninjauan ini, diharapkan memberikan rekomendasi dalam mendukung percepatan pembangunan. Pun demikian dari hasil peninjauan kali ini keempat proyek pembangunan fisik ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai rencana. “Sudah sesuai rencana, dan keempatnya melebihi target realisasi, tentunya akan terus kami awasi bersama pembangunannya agar dapat tuntas tepat waktu dan segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gede Cipta
Sudewa Atmaja menjelaskan, saat ini Pemkot Denpasar memiliki beragam program pembangunan fisik. Seperti halnya Balai Budaya. Dimana hingga saat ini realisasi pengerjaan fisik telah mencapai 63 persen dari target realisasi 62 persen, sehingga mengalami deviasi positif. Pembangunan TPS/ Depo Sampah Underground Kreneng yang dilaksanakan PT Ubung Jaya dengan nilai kontrak Rp 500 juta lebih ini ditarget selesai 12 Desember 2019. Dari peninjauan kali ini, realisasi fisik tercatat sebesar 5,35 persen dari rencana awal 5,14 persen. Hal ini menunjukan deviasi positif sebesar 0,21 persen. Pembangunan SDN 9 Sumerta yang dilaksanakan oleh PT Megah Tama Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,4 miliar lebih ini ditarget selesai 18 Desember 2019. Dari peninjauan kali ini, tercatat realisasi fisik sebesar 49,45 persen dari rencana awal 30,93 persen. Hal ini menunjukkan deviasi positif sebesar 18,52 persen. Selanjutnya pembangunan Gedung SDN 1 Penatih yang dilaksanakan oleh CV Tenaga Inti dengan nilai kontrak Rp 2,4 miliar lebih ini ditarget selesai 13 Desember 2019. Dari peninjauan ini tercatat realisasi
fisik sebesar 35,74 persen dari rencana awal 27,46 persen. Hal ini menunjukan deviasi positif sebesar 10,694 persen. Sedangkan pembangunan SDN 3 Peguyangan yang dilaksanakan oleh CV Karya Alam Semesta dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar lebih ini ditarget selesai 18 Desember 2019. Dari peninjauan ini tercatat realisasi fisik sebesar 33,73 persen dari rencana awal 25,64 persen. Hal ini menunjukkan deviasi positif 8,09 persen. Dalam kesempatan tersebut, Cipta Sudewa mengatakan, pada Tahun Anggaran 2019 Pemkot Denpasar sedianya melaksanakan 166 pengadaan berupa barang, konsultan, jasa lainnya dan konstruksi yang telah terdaftar di LPSE. Pihaknya menekankan, tercapainya realisasi fisik, non fisik dan keuangan yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Sehingga realisasi pembangunan memberikan manfaat yang optimal pada kesejahteraan masyarakat. “Tentunya kami menekankan tercapainya realisasi pembangunan fisik, non fisik dan keuangan yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” jelasnya. (ad809)
Rabu Pon, 25 September 2019
Wujud Komitmen Berikan Pelayanan pada Masyarakat
Badung Raih Penghargaan PTSL dari Kementerian ATR/BPN PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Badung telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Badung. Atas komitmen tersebut, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Badung dengan memberikan piagam penghargaan PTSL yang diserahkan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali Rudi Rubijaya, SP., M.Si. dan diterima oleh Wakil Bupati PENGHARGAAN PTSL Wabup Badung I Ketut Suiasa menerima piagam penghargaan PTSL pada upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional tahun 2019 di Lapangan Lumintang, Denpasar, Selasa (24/9) kemarin.
Badung I Ketut Suiasa, Selasa (24/9) kemarin. Penghargaan tersebut diberikan serangkaian upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional tahun 2019 yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar. Hadir pada acara tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster, pimpinan daerah kabupaten/kota se-Bali dan jajaran BPN. Selain Kabupaten Badung, penghargaan yang sama juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Sofyan Djalil dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan selamat hari jadi ke-59 kepada para insan Agraria. Dengan perjalanan waktu ke depan, tentu diharapkan akan jauh lebih baik mengingat persoalan akan tanah bukanlah hal yang mudah, namun penuh dengan warna
dan permasalahan. Tema ‘’ATR/BPN menuju Penataan Ruang dan pelayanan Pertanahan yang Berkepastian Hukum dan Modern’’ dapat menjadi penyemangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang secara modern, serta menjamin kepastian hukum. ‘’Seiring bertambahnya usia Agraria, kami berharap akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat untuk memberikan kepastian hukum atas tanah di seluruh Indonesia,’’ ungkapnya. Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara tepat dan transparan Kementerian ATR/BPN menggagas program transformasi digital sehingga layanan pertanahan dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara elektronik dari mana dan kapan saja agar menjadi efektif, efisien dan transparan untuk menyongsong era digital 4.0 yakni seluruh layanan maupun
data berbasis elektronik. Wabup Badung I Ketut Suiasa usai menerima piagam penghargaan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Badung atas sumbangsih dan kerja samanya untuk membangun Badung yang kuat dan sejahtera. ‘’Penghargaan PTSL yang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia ini merupakan wujud nyata dan komitmen yang sungguhsungguh dari pemerintah Kabupaten Badung dalam pelayanan kepada masyarakat,’’ sebutnya. Terkait dengan pendataan, pemetaan dan penyertifikatan tanah, untuk memberikan kepastian hukum di wilayah Kabupaten Badung, Wabup Suiasa berharap piagam penghargaan ini bisa menjadi cambuk penyemangat dalam memberikan pelayanan jauh lebih baik dan berkualitas. (ad810)
Perbaiki Bangunan Berumur 50 Tahun ke Atas
Masyarakat Diminta Melapor ke Disbud Mangupura (Bali Post) –
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung meminta masyarakat melaporkan jika melakukan perbaikan bangunan yang telah berumur 50 tahun ke atas. Imbauan yang disampaikan melalui surat edaran ini dalam upaya melestarikan bangunan yang patut diduga sebagai cagar budaya. Kadisbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan, dengan adanya laporan dari masyarakat, pihaknya akan menerjunkan tim untuk mengkaji serta melakukan restorasi. ‘’Kami sudah membuat surat edaran kepada masyarakat yang isinya mengimbau agar bangunan-bangunan yang berumur 50 tahun ke atas, kalau akan diperbaiki harus berkoordinasi,’’ ujar Anom Bhasma, Selasa (24/9) kemarin. Menurutnya, komitmen untuk tetap melestarikan cagar budaya sesuai dengan amanat UndangUndang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam Undang Undang tersebut disebutkan jika bangunan-bangunan yang berumur 50 tahun ke atas patut diduga sebagai cagar budaya. ‘’Menindaklanjuti undang-undang itu, kami dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Bali Nusra turun untuk mengecek bangunan-bangunan yang patut
diduga sebagai cagar budaya. Hasilnya, sampai saat ini sudah didata 458 pura di Badung yang diduga sebagai cagar budaya dan sudah dilaporkan ke pusat serta sudah diregistrasi,’’ terangnya. Salah satu cagar budaya yang direstorasi pada tahun 2019, jelas Anom Bhasma, adalah Pura Luhur Giri Kusuma yang terletak di Desa Adat Blahkiuh. Pelaksanaan restorasi di pura ini berupa restorasi kori agung dan palinggih Candi Prasada melalui bantuan dana hibah Bupati Badung. Restorasi dilakukan Desa Adat Blahkiuh dengan tetap mendapat pendampingan dari Dinas Kebudayaan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Bali Nusra. ‘’Hal ini menunjukkan bahwa komitmen Bapak Bupati dalam upaya melestarikan cagar budaya tidak hanya sebatas wacana, akan tetapi sudah dalam wujud nyata berupa restorasi,’’ tegasnya. Disebutkan, pihaknya telah menetapkan sembilan pura sebagai Situs Cagar Budaya pering-
kat kabupaten di antaranya Pura Taman Ayun di Mengwi, Petirtan di Pura Penataran Agung Bukian Petang, Pura Saih di Lukluk, Pura Desa Lan Puseh Sibanggede di Desa Sibang, Pura Ntegana di Desa Adat Aban Darmasaba, Pura Luhur Uluwatu di Pecatu, Pura Purusada di Kapal, Pura Puseh Kangin di Desa Carangsari dan Pura Luhur Gunung Kukus Goa Gong di Jimbaran. Tahun ini sepuluh pura masih dalam proses pengkajian untuk ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kabupaten. Pura dimaksud yaitu Pura Selonding di Pecatu, Pura Dalem Madya Tahulan di Kerobokan Kelod, Pura Dalem Sarin Bwana di Jimbaran, Pura Dalem Solo di Desa Sedang, Pura Dalem Surya Sekala Sembung Sobangan, Pura Kereban Langit di Sading, Pura Luhur Giri Kusuma di Blahkiuh, Pura Gede Puseh di Desa Sading, Pura Gelang Agung di Desa Getasan dan Pura Puseh Desa Adat Lawak di Petang. (kmb27)
Bali Post/par
RESTORASI - Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayaan merestorasi Pura Luhur Giri Kusuma yang terletak di Desa Adat Blahkiuh. Restorasi dilakukan pada kori agung dan palinggih Candi Prasada.
Pengawasan TPA Wajib Diperketat
Revisi KUHP Resahkan Kalangan Pariwisata SEJAK tahun 2017, pariwisata Bali diterpa sejumlah masalah. Kini ancaman terhadap kepariwisataan Bali kembali terjadi dengan adanya revisi KUHP. Hal ini pun mengundang keresahan di kalangan pelaku pariwisata. Ketua Umum Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Dr. I Gusti Kade Sutawa mengatakan, beberapa negara merespons RKUHP ini terutama Australia. Bahkan ada kalangan pariwisata yang menyebutkan sudah ada pembatalan kunjungan ke Bali. ‘’Kita bersyukur Presiden menunda (pengesahan RKUHP). Namun, belum berarti itu dihentikan,’’ ujarnya. Ada pasal-pasal yang menurutnya krusial seperti mengenai kumpul kebo. Karena banyak travelers dari berbagai negara terkadang bersama temannya yang bukan pasangan sudah menikah, datang berlibur. ‘’Bisa saja pasal itu dipakai alasan untuk sweeping dan lain sebagainya. Itu kadang meresahkan para turis,’’ bebernya. Menurut Prof. Dr. I Ketut Rai Setiabudhi, S.H.,MS., konsep RKUHP sudah ada sejak tahun 1968. Dari sejak itu terus dibahas hingga saat ini. KUHP perlu diperbaharui karena tiga alasan. Pertama, alasan politis. ‘’Masa kita sudah 74 tahun merdeka tidak punya hukum sendiri,’’ katanya. Alasan kedua, sosiologis. Hukum itu harus sesuai dengan masyarakat dan budayanya. Alasan ketiga adalah praktis. Karena KUHP yang sekarang adalah warisan Belanda yang menggunakan bahasa Belanda. ‘’Jadi, apa yang dipakai pegangan hakim, jaksa, dan sebagainya itu sebetulnya bukan terjemahan resmi. Itu terjemahan dari Profesor Muliatno, sehingga kita perlu membuat hukum nasional sesuai den-
DI Bali ada sembilan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tahun 2019, dua di antara sembilan TPA itu terbakar yaitu TPA Mandung di Tabanan dan TPA Temesi, di Gianyar. Kebakaran itu tidak mudah diatasi dalam waktu yang singkat. Proses pemadamannya bahkan sampai dua bulan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Drs. I Made Teja mengatakan hal itu, Selasa (24/9) kemarin. Menurut Teja, kebakaran TPA sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal ini mengingat ada berbagai macam sampah yang terbakar, baik sampah organik dan non organik. Ada sampah mengandung bahanbahan berbahaya. Kemungki-
Bali Post/may
FGD - NCPI menggelar FGD guna membedah pasal-pasal kontroversial dalam revisi KUHP yang berpotensi merugikan sektor pariwisata. gan bahasa dan budaya kita,’’ bebernya. Menurutnya, melalui pertemuan-pertemuan ilmiah maupun seminar sudah menghasilkan draf RUU yang akan segera disahkan. ‘’Tapi yang namanya hukum pidana itu tidak boleh sembarangan. Harus hati-hati terutama dalam pembuktiannya harus sempurna sekali,’’ jelasnya. Yang menjadi krusial bagi Bali karena daerah pariwisata adalah pasal 417 yang terkait masalah perzinahan. Perzinahan ini bisa dipidana jika ada delik aduan mutlak. Artinya, yang boleh mengadukan hanya suami, istri, orangtua atau anaknya, yang lain tidak boleh. Sehingga menurutnya, perzinahan tetap diatur dalam KUHP tersebut karena harus ada delik aduan. Pasal lain yang krusial adalah masalah kumpul kebo, yaitu pada pasal 419. Ini sebelumnya tidak diatur. Hal ini menurutnya sulit un-
tuk dibuktikan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan meninjau kembali pasal ini. Menurutnya aturan tentang kumpul kebo agar diserahkan pada masyarakat lokal. Buku I KUHP menganut asas legalitas materiil, sedangkan dulu formal. ‘’Artinya formal, tidak ada seorang pun yang dapat dihukum apabila belum diatur lebih dulu dalam UU. Tapi dalam rancangan, walaupun itu belum ada rumusannya dalam UU secara tertulis, akan tetapi masyarakat lingkungan lokal menganggap perbuatan itu antisosial, maka itu bisa diproses hukumnya. Oleh karena itu, kenapa kita tidak bawa ke masyarakat lokal saja. Jadi kalau masyarakat lokal menganggap itu sebagai sesuatu yang merusak keseimbangan nilai sosial, itu silakan dilaporkan, bisa diproses,’’ ungkapnya. Kemudian, pasal 418 tentang masalah hubungan seksual antara laki-laki
dan perempuan yang belum terikat ikatan perkawinan, namun terjadi kehamilan. Menurutnya, pasal ini juga dikembalikan pada masyarakat lokal. ‘’Kita ini daerah pariwisata. Hal-hal semacam itu sangat riskan,’’ tegasnya. Anggota DPD-RI terpilih Mangku Pastika mengatakan, revisi KUHP membuat pariwisata Bali terganggu. Bahkan pariwisata Indonesia juga bisa terganggu. Dia pun berharap pihak terkait mampu membijaksanai aspirasi masyarakat yang berkembang saat ini. ‘’Kalau pemerintah pusat sudah menyetujui, maka tidak ada cara lain. Karena kalau melawan, itu namanya membangkang. Itu tidak boleh terjadi. Tapi kalau elemen-elemen masyarakat yang bergerak seperti ini, saya rasa masih cukup waktu. Apalagi Presiden sudah meminta pada DPR untuk menunda pembahasan itu,’’ ungkapnya. (kmb42)
nan adanya gas methane yang dihasilkan dari pembakaran tersebut sangatlah berbahaya, sehingga kebakaran TPA harus diantisipasi. Teja mengatakan, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kebakaran TPA. Salah satunya, lokasi TPA harus jauh dari permukiman. Namun kenyataannya di lokasi TPA ada bangunan dan tempat tinggal penduduk. Antisipasi lain yang dilakukan yaitu memeriksa sampah yang masuk TPA. Sampah penyebab kebakaran seperti ban bekas harus diturunkan, karena cepat memanas dan terbakar. Selain itu, antisipasi yang dilakukan dengan meny-
iapkan skema penyiraman jika terjadi kebakaran. Lebih lanjut diungkapkannya, hal yang terpenting dalam pencegahan kebakaran yaitu pengawasan TPA. Pengawasan wajib diperketat. ‘’Petugas kita harus lebih ketat mengawasi,’’ tegasnya. Dipaparkannya, sejauh ini TPA Suwung masih dalam kategori aman. Bahkan TPA ini juga sudah ditata dengan pembangunan taman. Namun sejauh ini masyarakat belum diperbolehkan masuk ke tempat tersebut. ‘’Karena perlu diuji dulu paling tidak dua sampai tiga tahun. Kan dia ada gas methane. Takutnya nanti ada yang membawa rokok ke sana,’’ bebernya. (kmb42)
Rabu Pon, 25 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Beri Kuliah Umum di Unud P E R T A M A kalinya Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins melakukan kunjungan resmi ke Bali. Salah satu kegiatan kunjungannya adalah memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Udayana (Unud), Bukit, Selasa (24/9) kemarin. Dalam kuliah umumnya, Jenkins memaparkan mengenai ‘’Education, The Chevening Scholarship and The 70th Anniversary of UK-RI Diplomatoc Relations’’. Dalam kuliah umum tersebut, ia didampingi Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Dalam kuliah tersebut, Jenkins memaparkan mengenai riwayat hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia yang sudah berlangsung selama 70 tahun. Dalam hubungan yang erat ini, ke depan diharapkan akan semakin banyak kerja sama yang mengeratkan hubungan tersebut. Salah satunya adalah kerja sama di bidang pendidikan. ‘’Presiden RI Joko Widodo mengetahui kualitas universitas di Inggris, di mana beberapa masuk dalam universitas terbaik di dunia. Karenanya beliau berharap akan ada kerja sama antara universitas Inggris dengan universitas di Indonesia. Di mana kerja sama ini sesuai dengan visi dan misi pembangunan di Indonesia yaitu meningkatkan kualitas SDM,’’ ujarnya. Karenanya pihaknya membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan beasiswa Chevening untuk melanjutkan kuliah di Inggris. Jenkins mengajak mahasiswa Unud untuk mengambil kesempatan tersebut. ‘’Pendaftaran beasiswa Chevening sudah resmi dibuka. Saat ini untuk tahun
KULIAH UMUM - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins (tengah) saat memberikan kuliah umum di Unud, Selasa (24/9) kemarin. 2019 sudah ada 63 mahasiswa Indonesia dengan beasiswa ini berkuliah di Inggris, di mana delapan di antaranya dari Bali. Rencananya jumlah ini akan ditingkatkan,’’ ujarnya. Untuk pendaftaran beasiswa Chevening 2020-2021 khusus Indonesia, pendaftaran online sudah bisa dilakukan hingga 5 November 2019. Beasiswa Chevening sendiri sudah tak asing lagi. Beasiswa ini didanai pemerintah Inggris bagi kandidat-kandidat internasional berprestasi untuk meraih gelar S-2 mereka selama setahun di universitas-universitas Inggris. Pelamar dari Indonesia bebas memilih program studi berdurasi satu tahun di Inggris. Mengenai kesempatan ini, Re-
ktor Unud Prof. Raka Sudewi menyambut dengan baik. Menurutnya, selama ini Unud sudah memiliki kerja sama dengan universitas mancanegara seperti di Asia maupun USA. Dengan adanya beasiswa Chevening ini, pihaknya akan mendorong mahasiswanya untuk mendaftar dan mendapatkan beasiswa ini. ‘’Ini adalah kesempatan yang baik bagi mahasiswa terutama yang hendak melanjutkan S-2. Sekaligus juga untuk mengenal kebudayaan negara lain dalam hal ini Inggris,’’ ujarnya. Pihaknya akan melakukan publikasi mengenai beasiswa Chevening ini, baik melalui media massa maupun media sosial milik Unud, sehingga informasi ini dapat diketahui seluruh mahasiswa Unud. (ad808)
Komitmen Ringankan Beban Krama
Desa Adat Tuban Kembali Gelar ’’Atma Wedana’’ Massal KARYA Atma Wedana Desa Adat/Pakraman Tuban tahun 2019 telah sampai pada tahapan ngangget don bingin. Prosesi itu dilaksanakan pada Senin (23/9) lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan nunas tirta Kahyangan Jagat, Kahyangan Tiga, dan masing-masing merajan pada Selasa (24/9) kemarin. Khusus mengenai prosesi ngangget don bingin, krama Desa Adat Tuban tampak ketog semprong mengikuti tahap demi tahap ritual yang dikomando Bendesa Adat/Pakraman Tuban Wayan Mendra. Mulanya, krama berkumpul dan berbaris di sekitaran gerbang payadnyan, yang notabene merupakan pusat dari penyelenggaraan karya pitra yadnya itu. Tidak lama berselang, sekitar pukul 15.00 Wita, iring-iringan krama yang sudah mengular berjalan menuju lokasi pencarian don bingin (daun pohon beringin). Di mana lokasi pengambilan itu berada di Pura Desa lan Puseh Desa Adat/Pakraman Tuban. Mengutip penjelasan Bendesa Mendra, ngangget don bingin atau kerap disebut ngalap don bingin merupakan salah satu prosesi sakral dalam Atma Wedana. Dan itu memang dilaksanakan dengan mapeed (iring-iringan) menuju lokasi pohon beringin. ‘’Kami sadari, pelaksanaan ritual ini mengakibatkan sedikit gangguan pada kelancaran arus lalu lintas. Apalagi jumlah krama yang ikut terlibat dalam pelaksanaannnya itu tidaklah sedikit. Jadi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan mohon dukungan agar karya ini mampu kami laksanakan dengan baik dan lancar,’’ katanya. Sementara Karya Atma Wedana tersebut pada prinsipnya dilaksanakan secara massal oleh Desa Adat/Pakraman Tuban guna membantu meringankan beban krama. Hal itu sudah menjadi komitmen pihaknya untuk senantiasa berupaya menjalankan kegiatan bernapaskan budaya dan agama tersebut, secara periodik di setiap tiga tahun sekali. ‘’Ini adalah pelaksanaan yang ke-10, dan merupakan program kerja tiga tahunan Desa Adat/Pakraman Tuban,
Arya Wedakarna Didaulat Jadi ’’Bapak Angkat’’ PMHD Unwar
Hadiri Munas Ikamahi Unhi, Senator Sampaikan Penolakan RUU KUHP dan Minta Kaum Akademisi Bali Kritis terhadap Kebijakan Pusat
SENATOR DPD-RI termuda dari Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, akhirnya angkat bicara terkait dengan kontroversi dari Rancangan Undang–undang (RUU) KUHP yang dianggap sebagian masyarakat bernuansa agama tertentu. Salah satu dampaknya bisa memengaruhi industri pariwisata di Bali dan juga komponen tradisional lainnya. Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan sejumlah alasan kenapa Bali wajib bersikap kritis terhadap RUU. ‘’Walau minoritas di negara ini, baik secara kesukuan atau agama yang dianut penduduknya, tapi Bali perlu menujukkan kelasnya sebagai First Class Citizen. Apa itu ciri First Class Citizen? Yakni pintar, kritis, kuat terhadap solidaritas sesama Hindu. Yang paling penting berani. Misalkan terkait dengan adanya kontroversi UU dan RUU dalam seminggu terakhir ini. Seperti UU KPK, RUU PKS, RUU KUHP dan sejumlah UU yang pasal-pasalnya dianggap melanggar komitmen kebinekaan dan Pancasila. Ini berbahaya dan harus dikritisi sampai ditolak. Jadi buat saya wajar jika ada penolakan dari komponen bangsa. Ini kerja ngawur dari DPR periode sekarang yang terkesan terburu-buru, padahal masa sidang sangat terbatas. Lebih baik beri kesempatan RUU ini dibahas lebih sempurna oleh anggota dewan periode berikutnya,’’ kata Gusti Wedakarna yang duduk di Komite I DPD-RI membidangi bidang hukum ini. Ia mencontohkan, bagaimana RUU KUHP saat ini akhirnya memantik protes dari masyarakat yang akhirnya memunculkan demonstrasi di seluruh Indonesia. ‘’Saya kira wajar jika kaum akademisi banyak yang merasa keberatan terhadap isi dari sejumlah RUU ini. Saya minta kepada masyarakat agar jangan menyalahkan Presiden, tapi salahkanlah partai-partai politik yang membahas RUU ini. Saya sangat yakin Presiden Joko Widodo sangat bijaksana dalam menyikapi hal ini. Buktinya beliau sudah menyatakan sikap agar sejumlah RUU yang kontroversial agar ditunda dan dibahas lagi setelah pelantikan DPR-RI dan DPD-RI baru,’’ jelas Senator AWK.
SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna (AWK) saat hadir di Kampus Universitas Hindu Indonesia (Unhi) dan Kampus Universitas Warmadewa (Unwar). Lalu bagaimana sikap AWK terhadap UU KPK yang sudah telanjur disahkan. ‘’Saya kira berpatokan pada komitmen dan pernyataan Presiden yang tegas menyatakan bahwa KPK harus diperkuat, bukan diperlemah. Saya paham, bahwa ada hal-hal yang harus ditata di KPK. Apalagi banyak opini menyatakan KPK kini disusupi gerakan radikalisme misalkan. Intinya saya selaku DPD-RI mendukung terpilihnya pimpinan KPK yang baru dan beri mereka kesempatan bertugas. Masalah pasal-pasal yang dianggap kontroversi masih ada tiga cara untuk ditolak yakni dengan mengeluarkan perppu, Presiden tidak mengesahkan dan judicial review ke MK. Selaku anggota DPD-RI wakil Bali, sikap saya bahwa penguatan KPK adalah harga mati,’’ tegas Senator AWK saat ditemui usai menjadi keynote speaker. Terkait dengan kegiatan Ikatan Alumni Universitas Hindu Indonesia (Unhi), Senator AWK menyampaikan dukungannya agar organisasi ini menjadi organisasi yang strategis untuk menjadi teladan pada mahasiswa
Unhi. ‘’Saya akan dukung Ikamahi, silakan adakan program berkelanjutan dan harus berbeda dengan ikatan alumni PT lainnya. Nama besar Unhi akan sangat memengaruhi perjuangan Bali. Selamat,’’ ungkap Senator AWK. Sebelum di Unhi, Senator AWK juga didaulat menjadi bapak angkat Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar dan sempat memberikan semangat kepada anggota PMHD. Dalam pertemuan dan acara di halaman PMHD Warmadewa ini, Senator AWK menyampaikan ke depan, PMHD Unwar harus menjadi organisasi Hindu muda yang terbaik di PTS di Bali dan mengapresiasi pihak yayasan dan rektorat telah banyak memberikan perhatian pada PMHD. ‘’Suksma atas inisiatif menjadikan tiang sebagai bapak angkat. Tiang siap agar ke depan PMHD menjadi besar dan hebat. Kalau bisa menjadi organisasi Hindu yang paling hebat di PT/ PTS di Bali. This is Satyagraha,’’ imbuh Senator AWK yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad812)
Pencegahan ”Stunting” Mewujudkan Kerta Desa Wisata Layak Anak
RITUAL - Bendesa Adat Tuban Wayan Mendra (kiri) tampak ikut mengomando pelaksanaan ritual ‘’Ngangget Don Bingin’’. atau di setiap adanya 25 sawa yang sudah diaben,’’ sambung mantan anggota DPRD Kabupaten Badung Dapil Kecamatan Kuta itu. Lebih lanjut, Mendra juga sempat membeberkan rincian peserta dari Karya Atma Wedana itu. Yakni 54 peserta nyekah/ mamukur, 39 peserta ngelangkir, 6 peserta ngelungah, dan 6 peserta ngaben. ‘’Karya ini juga kami rangkaikan dengan pelaksanaan upacara mapandes/ masangih/matatah, dengan jumlah peserta sebanyak 48 orang. Jumlah itu sekaligus menunjukkan peningkatan animo masyarakat untuk mengikuti upacara potong gigi serangkaian Atma Wedana. Karena di periode sebelumnya, jumlah pesertanya hanya 37 orang,’’ ucapnya. Secara umum, pelaksanaan Atma Wedana dipastikan terselenggara secara gratis. Tidak lain itu berkat dukungan berbagai pihak, utamanya LPD Desa Adat/Pakraman Tuban. Meski demikian, kesempatan untuk menghaturkan punia, ditegaskan, masihlah tetap terbuka. ‘’Acara ini akan di-puput empat pendeta atau Catur Sadaka. Dipimpin Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijaya Nanda selaku Yajamana Karya,’’ sambungnya. Untuk diketahui, setelah nu-
nas tirta pada Selasa (24/9), maka rangkaian karya akan dilanjutkan pada Rabu (25/9) dengan prosesi ngajum puspalingga, mapurwa daksina, madatengan, dharma wacana, dan madengen-dengen. Berikutnya, yakni pada Kamis (26/9), notabene merupakan hari puncak dari karya tersebut. Pelaksanaannya dihiasi dengan prosesi masangih, puja tarpana dan natab, serta mamendak dan madatengan. ‘’Khusus mengenai dharma wacana, nanti akan disampaikan mengenai Atma Wedana. Dan untuk tanggal 26 September 2019 nanti, kami turut mengundang Bapak Bupati Badung,’’ sebutnya sembari mengatakan dalam rangkaian Atma Wedana itu, juga akan diselipkan sosialisasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain itu, ada pula balih-balihan berupa Wayang Cenk Blonk. Di hari berikutnya, rangkaian disambung prosesi nulek, puja pralina, ngeseng dan mayasin sekah, nganyut, serta ngeremekan. Berselang beberapa hari, karya menginjak prosesi akhir yakni nyegara gunung dan ngulapin ring segara kangin, mamitang ring Pura Dalem, serta ngalinggihang ring soang-soang merajan. Di mana semua itu diagendakan terlaksana pada Selasa (1/10) nanti. (ad814)
KEGIATAN pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar). Pada tahun 2019 ini, kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Kerta dengan mengangkat tema ‘’Pencegahan Stunting pada Balita’’. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes., dr. Ni Wayan Rusni, M.Erg. dan dr. A.A. Sri Agung Aryastuti, M.Sc. yang merupakan staf dosen di FKIK Unwar pada Agustus hingga September 2019. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa agar mereka dapat sedini mungkin berinteraksi dengan masyarakat. Mitra pada pengabdian ini merupakan kader BKB (Bina Keluarga Balita) yang dibentuk secara khusus oleh pemerintah setempat yang dilatih untuk menangani masalah pencegahan stunting. Dr. Pradnyawati menjelaskan, masalah balita pendek (stunting) menggambarkan adanya masalah gizi kronis yang dipengaruhi dari kondisi ibu atau calon ibu, masa janin, dan masa balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Menurut UNICEF, dikatakan 37 persen dari balita di Indonesia menderita gizi buruk dalam bentuk stunting, yang mana ini berarti 1 dari 3 anak di Indonesia menderita stunting. Anak yang mengalami stunting menghadapi hambatan belajar di sekolah, berpenghasilan lebih rendah ketika dewasa dan cenderung mewariskan siklus kemiskinan antargenerasi. Bahkan, Kementerian Kesehatan RI telah menyusun Rencana Tindak Stunting yang akan diimplementasi di 160 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada tahun 2019. Salah satunya adalah Kabupaten
PENGABDIAN - Kegiatan pengabdian FKIK Unwar di Desa Kerta Kecamatan Payangan, Gianyar. Gianyar, yang terletak di Provinsi Bali. Salah satu desa yang ada di Kabupaten Gianyar yang masih banyak balita stunting adalah Desa Kerta yang terletak di Kecamatan Payangan. Dari hasil wawancara dengan kader BKB, dikatakan terdapat beberapa permasalahan terkait program pencegahan stunting, yaitu minimalnya informasi yang didapatkan kader BKB serta rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah focus group disccussion (FGD), dialog interaktif, metode pelatihan dan pendampingan. FGD bertujuan untuk menggali segala permasalahan yang dialami oleh kader. Dialog interaktif bertujuan untuk memberikan informasi atau penyuluhan tentang penanganan masalah yang dialami oleh kader. Sedangkan metode pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pencegahan stunting dengan mendatangkan narasumber yaitu dr. Dewa Ayu Putu Ratna Juwita, S.Ked. yang merupakan staf dosen di FKIK
Unwar. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan disertai monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala setiap bulannya kepada kader BKB sesuai dengan form yang telah disiapkan dan dilakukan oleh tim pengabdian. ‘’Hasil kegiatan ini adalah semua kelompok mitra telah mampu melakukan kegiatan peer atau pendampingan dalam rangka pencegahan stunting di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar,’’ ujar dr. Pradnyawati, M.Kes., Selasa (24/9) kemarin. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi Civitas Akademika FKIK Unwar di bawah pengawasan Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menunjang kegiatan pembelajaran Blok COME 1.000 Hari Awal Kehidupan yang sudah diterapkan dalam sistem pembelajaran mahasiswa kedokteran, serta untuk mewujudkan Desa Kerta sebagai desa wisata layak anak. (ad804)
Kenali Kanker Serviks Sedini Mungkin SIAPA yang tidak mengenal kanker serviks? Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim atau serviks menjadi tidak normal dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim adalah virus HPV (human papilloma virus). Berdasarkan penelitian yang dirilis WHO pada tahun 2014, lebih dari 92 ribu kasus kematian pada wanita di Indonesia disebabkan oleh penyakit kanker. Dari jumlah tersebut, 10 persen terjadi karena kanker serviks. Sedangkan menurut
data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya terjadi 15.000 kasus kanker serviks setiap tahunnya di Indonesia. Kanker serviks tahap awal atau pre-kanker hampir tidak menunjukkan adanya gejalagejala serius. Gejala baru akan diketahui setelah adanya pertumbuhan tumor di dalam leher rahim seperti keluar bercak darah pada vagina pada saat tidak dalam masa haid, setelah berhubungan seksual atau bisa juga darah yang keluar saat haid jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya. Gejala lain
adalah panggul terasa nyeri ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan, keputihan yang tidak normal hingga gejala mudah lelah dan berat badan menurun. Kanker serviks biasanya disebabkan karena aktivitas seksual terlalu dini, berganti-ganti pasangan seksual dan merokok. Sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih memudahkan virus HPV untuk berkembang. Bila wanita sudah terkena penyakit infeksi menular seksual lainnya seperti klamidia, gonore, sifilis, dan HIV/ AIDS dapat berisiko mengalami
kanker serviks. Kanker serviks jika sudah menjadi kanker memang susah untuk disembuhkan. Namun kanker ini bisa dicegah dengan deteksi dini. Belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita sangat disarankan untuk menerima vaksinasi HPV, karena kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV. Selain vaksinasi
HPV memulai hidup sehat sedini mungkin juga dapat mencegah kanker serviks seperti olahraga rutin, berhenti merokok, menerapkan pola makan yang sehat utamanya makanan kaya antioksidan, flavonoid, folat, karotenoid, vitamin C, vitamin E dan serat. Pencegahan yang penting juga adalah rutin lakukan Papsmear. Utamanya pada wanita yang sudah aktif secara seksual, sudah menikah, dan sudah pernah melahirkan. Sebab, tes ini berguna untuk melihat kemungkinan adanya perkembangan sel
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
kanker serviks. Para ahli merekomendasikan bahwa mulai usia 21 tahun dan sudah pernah berhubungan seksual, wanita harus menjalani Pap-smear setiap tiga tahun hingga usia 29 tahun. Setelah itu, dianjurkan rutin melakukan Pap-smear hingga usia 65 tahun dalam rentang waktu 3-5 tahun. Semakin awal wanita melakukan Pap-smear, maka semakin bisa mencegah sel kanker berkembang lebih parah. l dr. I Gede Bagus Arya Maharta
Rabu Pon, 25 September 2019
Pastikan Program Tepat Sasaran Komisi IV Kunjungi Dinas Sosial JAJARAN Komisi IV DPRD Badung kembali melakukan kunjungan kerja, Selasa (24/9) kemarin ke Dinas Sosial Kabupaten Badung. Menurut Ketua Komisi IV Made Sumerta, kunjungan tersebut guna menindaklanjuti program kerja komisi bersama dinas terkait. Kunjungan yang juga diikuti anggota Komisi IV DPRD Badung di antaranya I Gede Aryantha dan Ni Luh Gede Rara Hita Sukma Dewi itu diterima oleh Kepala Dinsos I Ketut Sudarsana bersama sejumlah Kepala Bidang pada Dinas tersebut. Sumerta mengatakan program pemerintah yang dilaksanakan Dinas Sosial benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. ‘’Dari informasi yang diterima konon ada penerima kebijakan yang tinggal dan menetap di luar daerah, tapi secara administrasi menjadi penduduk Badung. Tapi APBD Badung harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan Badung,’’ ucap Sumerta seraya mengatakan akan mencari solusi untuk hal itu. ‘’Sehingga tidak ada celotehan anak uli joh maan bantuan (orang dari jauh dapat bantuan - red),’’ katanya. Sementara itu, I Gede Aryantha dan Rara Hita Sukma juga mempertanyakan hal yang tidak jauh berbeda. Program yang baik wajib tepat sasaran, sehingga program yang dilaksanakan benarbenar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Badung secara khusus. Kadis Sosial Sudarsana mem-
KUNKER - Jajaran Komisi IV DPRD Badung yang terdiri atas I Made Sumerta (ketua), I Gede Aryantha dan Ni Luh Gede Rara Hita Sukma (anggota) diterima Kadis Sosial I Ketut Sudarsana saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (24/9) kemarin. benarkan jika ada yang tinggal menetap di luar Badung menerima bantuan. Karena memang yang bersangkutan ber-KTP Badung. Bahkan pencairan bisa dilakukan Bank Jatim. Terkait hal itu, pihaknya mengaku terus melakukan perbaikan agar regulasinya lebih sempurna atas kesetujuan pimpinan dan kesepakatan bersama. ‘’Berdasarkan kajian Litbang pemberian harus tepat sasaran santunan akan diberikan kepada warga Badung yang secara berturut-turut tinggal di Badung. Ini
baru rencana,’’ terangnya. Terkait dengan santunan lansia yang berusia 72 tahun ke atas akan kembali disempurnakan. Berdasarkan kajian Litbang, usia harapan hidup masyarakat Badung 74,2 tahun. ‘’Sesuai kajian santunan lansia akan diberikan kepada yang lansia yang berumur 75 tahun. Ini baru rencana,’’ sebutnya. Sampai saat ini, lanjutnya, triwulan II tahun 2019 telah terealisasi sebesar Rp 47,115 miliar. ‘’Sampai triwulan kedua semua berjalan lancar,’’ katanya. (ad807)
Grab for Good, Tingkatkan Keterampilan dan Layanan Digital Masyarakat Asia Tenggara
Jakarta (Bali Post) Grab yang merupakan Superapp terkemuka di Asia Tenggara mengumumkan program ‘’Grab for Good’’, Selasa (24/9) kemarin di Hotel Westin Jakarta. Program kontribusi sosial ini bertujuan untuk memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, CEO and Co-founder Grab Anthony Tan, Co-founder Grab Hooi Ling Tan, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, Ketua DPP Garkepin Bambang Prasetyo, dan Vice President Microsoft in Asia Pasific Ricky Kapur. Dengan memanfaatkan kapasitas teknologi, platform, dan kerja sama, Grab telah menetapkan sebuah misi besar untuk program ‘’Grab for Good’’ yang akan dicapai pada tahun 2025. Yakni Meningkatkan inklusi dan literasi digital di Asia Tenggara, dan memberdayakan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil. Untuk memastikan setiap orang terlepas dari latar belakang atau kemampuan, dapat menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital, Grab bertekad meningkatkan literasi digital dan inklusi bagi lebih dari 3 juta masyarakat Asia Tenggara pada tahun 2025 melalui kemitraan dengan pemerintah, perusahaan swasta dan organisasi nirlaba. Tidak hanya itu, Grab juga akan membantu 5 juta pebisnis tradisional dan merchant kecil, di samping 5 juta wirausaha mikro yang tergabung dalam platfrom Grab untuk men-
GRAB FOR GOOD - (Dari kiri ke kanan) Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, CEO and Co-founder Grab Anthony Tan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Co-founder Grab Hooi Ling Tan. digitalisasi alur dan proses kerja mereka. Serta melatih 20 ribu siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi, dengan bekerja sama dengan institusi pendidikan, lembaga nirlaba dan perusahaan teknologi terdepan. Seperti yang disampaikan CEO and Co-founder Grab Anthony Tan di sela kegiatan, Grab mengumumkan dua inisiatif unggulan di bawah peogram Grab for Good. Yakni sebuah pelatihan keterampilan dan literasi digital yang bekerja sama dengan Microsoft dan inisiatif ‘’mendobrak sunyi’’, yang memberikan kesempatan bagi teman tunarungu dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital. Pihaknya menyebutkan, dua inisiatif ini merupakan permulaan dari rencana tahunan Grab untuk mendukung setiap orang dan bisnis skala kecil dengan kemampuan
teknologi yang krusial, serta sebagai pembekalan agar bisa berkembang dalam ekonomi global baru. ‘’Asia Tenggara siap menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia tahun 2030, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama,’’ pungkasnya. Dikatakanya, jika sektor swasta secara aktif menciptakan program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang Asia Tenggara. ‘’Inti dari misi Grab for Good adalah membangun sebuah platfrom yang inklusif, dan telah menjadi komitmen perusahaan untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat Grab beroperasi,’’ tambahnya. (kmb23)
Rapat Kerja Komisi III dengan Bapenda Badung
Capai Target, Dewan Panggil OPD Penyumbang Retribusi Daerah GUNA mengoptimalkan pendapatan asli daerah menjelang akhir tahun 2019, Komisi III DPRD Badung kembali menggelar rapat kerja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung, Selasa (24/9) kemarin di kantor setempat. Rombongan Dewan Badung dipimpin Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta, Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata dan Wakil Ketua Komisi III Nyoman Satria. Turut hadir anggota Komisi III Nyoman Graha Wicaksana, Wayan Sandra, Made Retha, Made Yudana dan Made Suryananda Pramana. Kehadiran rombongan legislator Badung ini disambut Kepala Bapenda Made Sutama serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan Bapenda Badung. Ketua Komisi III Alit Yandinata mengatakan rapat kerja ini adalah menindaklanjuti rapat sebelumnya yakni memantau perkembangan target kerja apa yang dirancang Bapenda yakni PAD bisa tercapai Rp 5,3 triliun. ‘’Kami berharap capaian target sesuai dengan harapan. Kami punya waktu lagi tiga bulan. Ke depan kami juga akan mengagendakan pemanggilan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang juga merupakan penghasil pendapatan asli daerah. Sejauh mana kinerjanya untuk peningkatan retribusi yang dihasilkan ke kas daerah,’’ katanya. Menurutnya, OPD yang akan dipanggil adalah Dinas Penanaman
RAPAT KERJA - Komisi III DPRD Badung menggelar rapat kerja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung, Selasa (24/9) kemarin di kantor setempat. Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung. ‘’Apakah ada perubahan yang didapat dalam peningkatan retribusi pendapatan setelah dilakukan sistem online di dinas tersebut. Dan Mal Pelayanan Publik ini apakah juga memberikan kontribusi pendapatan. Selain itu, OPD seperti Dinas PUPR, DLHK, Damkar, Dinas Perhubungan juga kita ajak rapat koordinasi mengenai pendapatan retribusi badung ini,’’ terangnya. Politisi PDI Perjuangan asal Desa Abiansemal, Dauh Yeh Cani ini juga mengatakan penggunaan pelayanan sistem izin online ini juga menjadi parameter. ‘’Contoh saja dengan menggunakan sistem baru ini secara logika
bayangan kami akan mendapatkan retribusi yang meningkat karena pengajuan IMB lebih tinggi dengan sistem ini. Jadi kita tidak terkonsentrasi pada pajak hotel dan restoran, akan tetapi ada juga potensi pendapatan dari retribusi,’’ paparnya. Sementara itu, Kepala Bapenda Badung Sutama mengatakan PAD Badung sampai Agustus 2019 ini sudah mencapai Rp 3,3 triliun. ‘’Mudah-mudahan hingga Desember nanti bisa mendekati target yang telah ditentukan. Apalagi sekarang ada isu baru mengenai RUU KUHP yang jelas memengaruhi kedatangan wisatawan ke Bali. Kita berharap target bisa terpenuhi,’’ paparnya singkat. (ad811)
SMKN 2 Denpasar Gelar Lomba Operet Cup 2019 Denpasar (Bali Post) Serangkaian HUT ke-54 SMKN 2 Denpasar, memperingati Hari Perdamaian Internasional, dan Anniversary Komunitas Drama dan Sastra SuMuKhi ke-5, Teater SuMuKhi SMKN 2 Denpasar menggelar lomba Opera dan Cabaret (Operet) Cup tingkat SMP se-Kota Denpasar 2019. Lomba Operet Cup yang mengusung tema ‘’Galaxy’’ ini akan dilaksanakan selama lima hari, dari 24-28 September di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Lomba Operet diikuti sejumlah komunitas teater. Di antaranya Teater Tepi (SMPN 11 Denpasar), Teater Nirwana (SMPN 8 Denpasar), Teater Panca (SMPN 5 Denpasar), Teater Paros (SMP Widya Sakti), Teater Klakson (SMPN 7 Denpasar), Teater Angkasa (SMPN 12 Denpasar), Teater Dirga (SMPN 6 Denpsar), Teater Sri Ganesh (SMP Ganesha Denpasar), Teater Lingkar (SMPN 2 Denpasar), dan dimeriahkan oleh Teater Biru (SMA PGRI 2 Denpasar), Teater Limas (SMAN 5 Denpasar), dan Teater Biner (ITB Stikom Bali). Ketua Panitia Rifqi Sulthan Auliyaa mengatakan lomba Operet Cup 2019 merupakan lomba yang pertama digelar selama lima tahun berdirinya Teater SuMuKhi SMKN 2 Denpasar. Tujuannya untuk mengajak kalangan generasi muda ke dalam kegiatan positif, serta sebagai sarana menyalurkan bakat seni, khususnya seni pentas. Di samping juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam seni drama dan sastra. Sebab, semakin banyak event yang positif, maka akan dapat menarik generasi muda untuk mengikutinya. Sehingga tujuan dari Pemerintah Provinsi Bali untuk menciptakan generasi milenial memiliki bakat dan minat dalat terwujud deni kemajuan bersama.
POTONG TUMPENG - Kepala SMKN 2 Denpasar Drs. I Dewa Bagus Ketut Wartawan (4 dari kiri) berfoto bersama seusai melakukan pemotongan tumpeng peringatan HUT ke-5 Teater SuMuKhi SMKN 2 Denpasar, Selasa (24/9) kemarin. ‘’Para peserta akan kami berikan piagam yang nantinya dapat bermanfaat saat mereka mencari sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, apalagi piagam ini ditandatangani langsung oleh Wakil Gubernur Bali Pak Cok Ace. Sementara bagi para juara juga akan kami berikan hadiah agar mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan diri ke depannya,’’ ujar Rifqi, Selasa (24/9) kemarin. Ketua Umum Teater SuMuKhi Ahmad Al Aliyyu mengatakan, dinamakan Teater SuMuKhi agar teater ini tetap bercahaya seperti apa yang menjadi harapan SMKN 2 Denpasar. Tujuan dibentuknya teater ini untuk mewadahi kreativitas siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka pada bidang seni drama dan sastra. Lomba Operet Cup 2019 ini sebagai salah satu ajang untuk memberikan kesempatan kepada teater-teater yang ada di SMP se-
Kota Denpasar untuk menunjukkan bakat mereka. ‘’Selama lima tahun terbentuk, Teater SuMuKhi sudah pernah mengikuti lomba di ISI Denpasar, di Topeng Party, pernah lomba On This Week dan mendapat juara III, dan lomba di event OPERASI dapat juara II pada tahun 2018 dan 2019,’’ tandas Ahmad. Kepala SMKN 2 Denpasar Drs. I Dewa Bagus Ketut Wartawan mengatakan Lomba Operet Cup 2019 merupakan rangkaian dari HUT ke-54 SMKN 2 Denpasar yang jatuh pada 1 September dan puncak perayaannya digelar pada 2 September lalu dengan menampilkan pentas seni. Berbagai perlombaan dan kegiatan sosial telah dilakukan yang diprakarsai oleh OSIS, beserta ekstrakurikuler yang ada. Dikatakan, keberadaan Teater SuMuKhi SMKN 2 Denpasar begitu eksis karena sangat diminati oleh siswa. (win)
Penyebab dan Penanganan Keloid KELOID merupakan suatu jenis bekas luka yang sering menjadi masalah untuk penampilan pada banyak orang. Sebab, dari warna dan bentuk keloid yang berbeda dari kulit sekitarnya, sehingga di sini akan kita bahas tentang penyebab dan penanganan keloid. Keloid merupakan pertumbuhan berlebih dari jaringan yang berkembang di sekitar luka. Di mana pertumbuhan jaringan melebihi luas bekas luka tersebut. Belum diketahui secara pasti penyebab dari keloid. Namun ada beberapa faktor
yang memengaruhi timbulnya keloid. Di antaranya faktor genetik atau keturunan, akibat luka atau cedera kulit, setelah pembedahan, setelah luka bakar, akibat cacar, jerawat atau akibat goresan kecil sekalipun. Keloid lebih sering mengenai wanita muda. Sering mengenai bagian kulit yang banyak bergerak, teregang dan pada kulit tebal. Misalnya pada dada, bahu dan daun telinga. Tanda dan gejala keloid biasanya berwarna kemerahan atau merah muda. Saat
pertumbuhannya dapat gatal dan nyeri. Benjolannya lebih besar dari luka awal, sehingga berbentuk seperti bunga kol. Tidak ada penanganan atau pengobatan yang efektif untuk menghilangkan keloid. Berikut hal-hal yang dapat membantu menghilangkan keloid adalah dengan pembedahan guna menggecilkan ukuran. Setelah pembedahan diberikan salep antikeloid selama 2-3 bulan atau dapat dilakukan dengan injeksi kortikosteroid lokal. Pada keloid besar
bisa dikombinasi dengan radiasi. Oleh karena itu, jika berada dalam kelompok yang berisiko atau sudah memiliki keloid, maka harus menghindari tindikan, tato dan operasi bedah plastik yang tidak perlu. Jika menderita jerawat, maka harus dapat memastikan dilakukan perawatan secara efektif. Mulai dari tahap awal agar tidak terdapat bekas luka. l dr. Gusti Ayu Putu Ratih Pradnyandari
Rabu Pon, 25 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Menjaga Peradaban Bali
KITA berbangga, masyarakat Bali kini memiliki pemimpin yang bervisi ke depan dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya, adat, dan peradaban Bali. Ini kata kunci kita ke depan dan seterusnya untuk mempertahankan Bali dengan ciri khasnya dalam agama dan budaya. Belum genap memimpin Bali dalam waktu setahun, Gubernur Wayan Koster sudah melahirkan enam peraturan gubernur (pergub). Bahkan, Koster gembira semua pergub direspons positif oleh masyarakatnya. Bahkan kini, alumni ITB ini sedang membentuk tim penyusun Ranperda, Ranpergub, dan Program Tematik 2019. Enam pergub yang telah diterbitkan yaitu Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Satu Kali Pakai, Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional–Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) dan yang terbaru Pergub Nomor 2 Tahun 2019 tentang Integrasi Sistem dan Data Pajak Hotel dan pajak Restoran Kabupaten/ Kota Secara Elektronik di Provinsi Bali. Pergub-pergub ini diyakini akan bergerak lebih cepat dibandingkan dituangkan dalam bentuk perda. Lagi pula mudah dilakukan dan diawasi. Buktinya pergub tersebut di tengah masyarakat mendapat respons positif dan dukungan dari masyarakat Bali dan luar Bali. Sebagai contoh kebijakan penggunaan identitas adat dan budaya Bali yang telah menumbuhkan rasa cinta dan bangga dengan jati diri sebagai krama Bali. Kebijakan penggunaan busana adat Bali telah memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan, terutama perajin busana adat Bali. Coba renungkan kini hampir semua warga Bali tiap Kamis, purnama dan tilem serta hari peringatan tertentu tak canggung berbusana Bali ke mana-mana. Dikatakan menjaga peradaban Bali karena sejumlah pergub menyentuh langsung warga Bali. Anak sekolah kini giat dan mau menggunakan bahasa Bali saat Kamis, purnama dan tilem. Tak kecuali mereka dari kalangan agama non-Hindu, diajak memahami budaya Bali, bukan mencampuradukkan ajaran agama mereka. Para pejabat pun mau tak mau harus belajar menggunakan bahasa Bali. Jika begini pendukung budaya Bali berbuat, kita yakin Bali tetap ajeg dan werdhi alias berkembang. Untuk menjadi sebuah tradisi dan budaya memang perlu terobosan dari pemerintah. Pada era Gubernur I.B. Mantra, kita memiliki ajang PKB yang tak berani dihapus oleh para penggantinya. Kini, pada era Koster, kita memiliki pergub yang patut dibanggakan sebagai media menjaga dan melestarikan peradaban Bali. Belum termasuk pergub pemanfaatan dan pemasaran produk pertanian lokal yang merupakan salah satu upaya membangkitkan sektor pertanian serta mempertemukan pertanian dengan sektor pariwisata. Tinggal sekarang pergub-pergub yang ada perlu digenjot implementasinya, sehingga benarbenar memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam dan budaya Bali. Perlu pos anggaran APBD. Sebab, hasilnya sudah mulai kelihatan seperti ekonomi Bali yang tercatat mengalami pertumbuhan 6,35 persen, sementara pertumbuhan nasional hanya 5,17 persen. PDRB per kapita penduduk Bali pada tahun 2018 mencapai Rp 54,62 juta per kapita, atau meningkat 9,01 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai Rp 50,29 juta per kapita. Koster juga tak lupa mengisi pembangunan berbasiskan digital seperti memberikan wifi gratis untuk 100 desa adat, digitalisasi pajak, dll. Catatan kedua, kita perlu memerhatikan Bali mulai dari banjar. Sebab, banjar adalah perpanjangan tangan desa pakraman. Nah, di sinilah ujung tombak dapurnya makrama banjar. Semua masalah sering diselesaikan di tingkat banjar. Bukan rahasia lagi, kunci suksesnya program pemerintah ada di banjar.
Meminimalkan Disorientasi Peradaban Bali Jangkep sudah kebijakan penguatan desa adat di Bali. Headline Bali Post, Jumat (19/9), menyiratkan tuntasnya kebijakan tentang desa adat di Bali melalui sejumlah perangkat hukum yang dikerjakan secara maraton oleh Gubernur Bali Wayan Koster dalam satu tahun masa pemerintahannya. Diawali dengan Perda Provinssi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, Peraturan Gubernur Bali No. 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Desa Adat di Bali, dan pembentukan Dinas Pemajuan Desa Adat melalui Perda Provinsi Bali No. 7 Tahun 2019. Hal ini didukung dengan persetujuan Menteri Dalam Negeri terhadap Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tersebut di atas.
R
encana pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-Bali yang akan dimulai tahun 2020, semakin melengkapi penguatan kehadiran desa adat bagi segenap krama Bali. Harus diakui bahwa tatanan kehidupan keseharian krama Bali sejak lahir hingga meninggal dunia, secara adat, budaya, dan agama berada dalam tata kelola desa adat. Tidak bisa dimungkiri bahwa sanubari krama Bali adalah sejalan dengan eksistensi desa adat. Segenap krama Bali harus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur sebagai wujud upaya merawat peradaban Bali. Di tengah kemajuan teknologi informasi, pintu keterbukaan informasi global semakin lebar. Semua informasi, baik atau buruk akan dengan mudah masuk ke dalam kehidupan keseharian krama Bali. Diperlukan ketahanan digital dalam pribadi krama Bali agar peradaban Bali tidak terusik karena hal ini. Mungkin generasi milenial krama Bali yang lahir pada era 90-an tidak percaya jika pada awal era tahun 70-an, untuk bersembahyang ke pura sebagian besar krama Bali baru mengenakan busana adat sesaat sebelum masuk area suci pura. Dalam perjalanan dari rumah, krama Bali hanya mengenakan pakaian sehari-hari lalu di depan pura baru memakai baju adat Bali. Sebagai etnis minoritas di Indonesia, krama Bali saat itu sangat malu menonjolkan diri, bahkan sekadar mengenakan busana adat Bali.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Permohonan Bantuan Pembangunan Pura Agung Blambangan Dalam rangka melengkapi bangunan tempat suci kami, maka dengan ini kami sampaikan permohonan bantuan dana pembangunan pura. Perlu dimaklumi terlebih dahulu bahwa unit-unit bangunan sebelumnya yang kami rintis bangunan suci pokok seperti: 1) Candi, yang kami beri nama Candi Luhur Moksajati Dalem Puri Blambangan. 2) Pura, yang kami beri nama Pura Sendang Nusantara. 3) Patirtan, yang kami beri nama Patirtan Gajahmina. Yang ketiganya merupakan satu kelompok kesatuan dalam suatu areal. Di samping bangunan pokok tersebut kami juga telah sempat benah-benah membangun lingkungan dan yang terakhir pada tahun 2018 yang lalu kami telah sempat pula membangun bale gede sebagai kelengkapan pura.
Sebagai tradisi bangunan suci Hindu semacam itu diperlukan gapura masuk ke lokasi areal suci yang dinamai candi kurung. Inilah yang kami rencanakan untuk dibangun pada periode tahun 2019 sekarang ini. Mengingat keterbatasan kami dalam hal finansial maka mohon perkenannya untuk memberikan bantuan. Demikianlah permohonan kami dan atas perhatian serta kemurahannya kami sampaikan terima kasih. Dana punia bisa disalurkan ke Rekening 0680-01-004852-53-8 Bank BRI KCP Muncar Banyuwangi atas nama Yayasan Pura Agung Blambangan. Atas bantuan dan dukungan para umat kami panitia menyampaikan terima kasih. Achmad Riyadi, S.Pd. Ketua Panitia Pembangunan
Oleh Agung Kresna Harus kita akui bahwa kondisi tersebut secara berangsur berubah melalui kehadiran Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai pesta seni rakyat yang dihelat setahun sekali. PKB sebagai gagasan Gubernur Bali saat itu, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (alm), digelar pertama kali tahun 1978, dimaksudkan menjadi katalisator guna mengangkat citra rendah diri krama Bali dalam memanggul identitas Bali. PKB terbukti mampu menggerakkan elemen kebudayaan, termasuk unsur religi dan industri yang seakan mendapat energi untuk terus berlangsung dan mewarnai karakter, identitas, dan pola perilaku krama Bali. Peradaban Bali Arus globalisasi yang serbaberubah dengan cepat harus disikapi secara bijak oleh krama Bali. Sebagai sebuah entitas kehidupan yang penuh aura adat budaya tradisi, Bali memiliki kekayaan cultural heritage yang elok dan memesona. Melestarikan kekayaan budaya ini adalah berarti menjaga peradaban manusia Bali itu sendiri yang telah berlangsung secara turun-temurun dalam wujud tradisi kehidupan keseharian krama Bali. Peradaban Bali memang mengalami pasang-surut sesuai perubahan zaman. Adat Budaya Bali sebagai wujud sebuah peradaban, secara tangible culture tercermin dalam busana adat Bali. Sementara secara intangible culture muncul dalam bentuk bahasa Bali. Terbitnya Pergub Bali No. 79/2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub No. 80/2018 tentang
Perlindungan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, seakan menjadi tambahan baru bahan bakar kebudayaan bagi tungku adat budaya Bali. Setidaknya, kehadiran sejumlah perangkat hukum terkait desa adat sebagaimana tersebut di atas, dapat mengingatkan kembali krama Bali akan jantung peradaban Bali. Desa adat di Bali yang diawali oleh para pengikut Maha Rsi Markandheya di abad ke-8 Masehi dan disempurnakan oleh Mpu Kuturan, memang saat ini telah menjadi identitas adat Bali. Secara de jure, desa adat di Bali sekarang telah berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerintahan Provinsi Bali. Globalisasi dan percepatan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan. Paparan infiltrasi adat-budaya asing atas peradaban Bali akan terus terjadi. Namun, semua ini harus selalu kita jaga agar tetap berada dalam bingkai filosofi keseimbangan Tri Hita Karana sebagai mindset dan panduan hidup keseharian krama Bali. Ada beberapa catatan tentang hal ini. Pertama, parahyangan. Filosofi ketuhanan krama Bali ini harus teguh dipegang menjadi aura dalam setiap gerak kehidupan keseharian krama Bali. Filosofi ini akan menciptakan sikap toleransi di lingkungan desa adat dalam menerima perbedaan yang akan selalu ditemui di keseharian kehidupan masyarakat warga desa adat ini. Kedua, pawongan. Filosofi keseimbangan dalam interaksi kehidupan krama Bali ini ha-
rus menghasilkan sumber daya manusia unggul yang tanggap terhadap arus global yang serbaberubah dengan cepat, tanpa meninggalkan kearifan lokal sad kerthi sesuai tatanan desa adat. Semua harus tetap mengikuti swadharma (kewajiban) dan swadikara (hak) masing-masing sesuai kategori krama desa adat. Ketiga, palemahan. Filosofi yang bernapaskan upaya menjaga keseimbangan alam sebagai tempat hunian dan aktivitas keseharian krama Bali ini, harus menciptakan tata ruang kehidupan masyarakat yang mengutamakan irama alam dalam mendesain suatu lingkungan buatan. Kaidah-kaidah alam harus selalu menjadi panduan dan pegangan krama Bali dalam menciptakan tata ruang kehidupan desa adat, di tengah deraan arus global yang serba-diukur dengan hal-hal yang bersifat material. Tidak boleh terjadi disorientasi adat-budaya Bali sebagai hakikat peradaban Bali. Marwah peradaban Bali harus bebas dari pencemaran adat budaya asing akibat terjadinya literasi visual yang semakin terbuka. Generasi masa kini krama Bali sebelumnya telah terpapar infiltrasi adat budaya asing sebagai dampak interaksi dengan wisatawan mancanegara melalui industri pariwisata. Kesalahan pemahaman akan jati diri dan integritas krama Bali harus dicegah. Revolusi digital telah menimbulkan disrupsi teknologi sekaligus disrupsi budaya. Revolusi digital yang berlangsung demikian cepat pada era milenium kedua ini, bagaikan mencabut akar-akar teknologi dan budaya yang telah ada sebelumnya. Upaya menjaga peradaban Bali sekaligus melestarikan anatomi tradisi adat sosial budaya krama Bali harus dilakukan dalam tatanan dan mindset baru sesuai konteks masa kini. Harus ada langkah komprehensif yang bersifat fundamental dalam merawat peradaban Bali di tengah deraan derasnya informasi pada era literasi visual. Marwah peradaban Bali harus didudukkan pada tempatnya me-
lalui eksistensi desa adat, agar generasi krama Bali pada masa yang akan datang tetap dapat memahami jati diri Bali secara tepat. Merajut kembali berbagai stakeholder adat dan budaya Bali menjadi langkah yang harus dilakukan secara simultan. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
POJOK Kata Dubes Inggris, Indonesia aktor penting dalam politik internasional. - Kata Bung Karno, mercusuar dunia. ***
Ketegasan pemerintah diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pariwisata Bali. - Tegas menjaga alam, manusia, dan budaya Bali. ***
Mahasiswa dan buruh di Indonesia bergerak tolak RUU KUHP dan UU KPK. - Tetap jaga harmoni dan kebinekaan Indonesia.
Warung Global
Penerapan Aturan Mesti Tegas MASALAH limbah di Kota Denpasar belum terselesaikan. Bahkan, pembuangan limbah cair ke sungai terindikasi masih marak. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangat besar, Pemkot pun gencar melakukan sidak. Hasilnya, belasan pembuang limbah yang umumnya pengusaha terjaring. Mereka pun disidang dan dikenakan denda Rp 2,5 juta. Apakah denda ini akan membuat efek jera? Untuk itu, peraturan yang berlaku harus tegas dijalankan sehingga pelanggaran tidak lagi dilakukan. Selain itu, petugas harus gencar melakukan sosialisasi dan mencari solusi mengenai pembuangan limbah ini. Berikut pendapat pendengar setia Radio Global 96,5 FM yang disampaikan dalam acara dialog interaktif Warung Global, Selasa (24/9) kemarin. “Lumayan juga jumlah dendanya,“ demikian Suardana di Gubug, Tabanan. Bagi pengusaha tahu/tempe, sablon, ternak termasuk pengusaha kecil, jika kena denda segitu pasti akan berpikir juga. Agar tak ada lagi yang membuang limbah ke sungai, sebaiknya sosialisasi harus digencarkan. Fera di Tabanan menyarankan bila perlu limbah-limbah cair ini diolah lagi jadi sesuatu yang bermanfaat misalnya pupuk. Menurut Wayan Darmaya di Buleleng,
jika ini diimplementasikan dengan tegas akan sangat bagus. Semua harus menerapkan aturan ini. Ternyata di balik predikat Kota Denpasar sebagai Kota Smart City, masih saja ada warga apalagi pengusaha yang membuang limbah ke sungai. Ini tidak smart namanya, demikian Budiada di Tabanan. Apa penyebab para pengusaha ini menjadikan sungai sebagai tempat membuang limbah? Dari sinilah akan bisa dicari solusinya. Misalnya
dengan mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang memberikan manfaat, sehingga tak mengganggu lingkungan. Semua peraturan jika dilaksanakan dengan tegas, disertai sanksi, pasti tak ada yang melanggar lagi, demikian menurut Ayu di Petang. Jika penerapan sanksi, masih subjektif, tidak akan memberikan efek jera dan pelanggaran akan terus terjadi. Sebelum mengenakan sanksi, sebaiknya ditelusuri dulu si pelanggar. Apakah tahu ada peraturan ini, atau pura-pura tidak tahu, atau bisa juga tidak mau tahu, demikian Werdha di Gianyar. Jika benar-benar tidak mengetahui, sebaiknya diberikan pembinaan terlebih dahulu, jika tahu tapi pura-pura tidak tahu atau malah tidak mau tahu, baru dikenakan denda itu. Sementara dinas berwenang juga harus gencar melakukan sosialisasi dan penerapan sanksinya. Jika semua aturan dijalankan, pelanggaran bisa dikurangi, tak ada yang melarang buka usaha, silakan berusaha tapi tetap harus taati aturan yang ada. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Pon, 25 September 2019
Program Strategis I Luh Mantul ’’1 KK 1 Sarjana’’
Desa Adat Beraban Teken MoU dengan Orangtua Mahasiswa PENANDATANGANAN MoU atau nota kesepahaman antara Bendesa Adat Beraban I Made Sumawa yang mewakili Desa Adat Beraban dengan orangtua mahasiswa-mahasiswi penerima progam strategis I Luh Mantul ‘’1 KK 1 Sarjana’’ digelar Sabtu (21/9) lalu di wantilan Pura Dalem Prabu Beraban, Kecamatan PENANDATANGANAN MOU MoU antara Desa Adat Beraban dengan orangtua mahasiswa-mahasiswi penerima progam strategis I Luh Mantul ‘’1 KK 1 Sarjana’’, ditandatangani Sabtu (21/9) lalu di wantilan Pura Dalem Prabu Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Kediri, Kabupaten Tabanan. Program tersebut merupakan salah satu upaya desa adat dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di desa adat. Acara dihadiri seluruh manggala desa, orangtua dan mahasiswa-mahasiswi penerima program. Jumlah penerima program untuk tahun perkuliahan 2019/2020 adalah 33 orang. Mereka terdiri dari 17 perempuan dan 16 laki-laki. Penerima program akan kuliah di beberapa universitas unggulan, baik yang ada di Bali maupun luar Bali. Besarnya nilai subsidi pendidikan yang diberikan oleh desa adat kepada penerima program adalah Rp 6.000.000 per tahun per mahasiswa dan digelontorkan selama empat tahun atau delapan semester. Melalui program ini, Jro Bendesa
Adat Beraban I Made Sumawa berharap minimal di tiap KK di desa adat terdapat satu orang sarjana (S-1). Hal ini akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan daya saing krama desa adat untuk mendapatkan atau menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, pendapatan per kapita setiap KK di Desa Adat Beraban dapat meningkat. Selain program I Luh Mantul ‘’1 KK 1 Sarjana’’, juga ada program lainnya yang dilaksanakan di desa adat tersebut. Program dimaksud yaitu PAUD gratis, doctor on call, emergency transport, santunan rawat inap, santunan kematian, jalur tracking, wahana air beno tantangan, bantuan untuk pura pemaksan, kecak dance, LPD Beraban dan pasar tradisional. (ad793)
Raker Perdana, Komisi I Soroti Kasus Tapal Batas Tabanan (Bali Post) Komisi I DPRD Tabanan menggelar rapat kerja (raker) perdana dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tabanan, Selasa (24/9) kemarin. Selain diisi perkenalan struktur Komisi I, raker juga fokus membahas beberapa hal yang perlu dilakukan guna meningkatkan kinerja OPD mitra kerja Komisi I. Raker dibuka Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga. Usai raker, Ketua Komisi I I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan, raker masih membahas hal-hal yang bersifat umum sekaligus perkenalan struktur baru Komisi I dengan OPD mitra kerja. Hanya saja diakuinya ada beberapa hal yang menjadi catatan penting yang jadi perhatian. Salah satunya di bidang perizinan. Menurutnya, Dinas Pena-
naman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) sudah mengelola 119 jenis izin dan dua non izin. Dengan banyaknya perizinan yang harus dikelola, instansi terkait diharapkan terus berinovasi guna memberikan pelayanan ke masyarakat yang lebih cepat dan efisien. Pihaknya juga menyoroti banyaknya kasus tapal batas, terutama antar desa. Menurut Eka, persoalan tapal batas ini harus segera dituntaskan agar tidak menjadi bom waktu bagi generasi berikutnya. Soal Pilkel serentak juga menjadi sorotan. Apalagi dari 98 desa yang rencananya menggelar Pilkel serentak pada 26 November mendatang, ada satu desa yang sampai deadlock akibat tidak terpenuhinya kuota calon Perbekel. Beberapa persoalan lain juga tidak luput dari per-
hatian Komisi I. Persoalan dimaksud seperti rencana penyusunan perda terkait kominfo yang menyangkut rencana digitalisasi dan online seluruh OPD di Tabanan. ‘’Sebagai langkah berikutnya, kami akan turun ke masingmasing OPD untuk mengetahui persoalan yang dihadapi,’’ sebutnya. Sementara itu, untuk RTRW dan RDTR, Eka mengakui persoalan tersebut memerlukan pemikiran dan pembahasan yang lebih mendalam. Sehingga kedua hal tersebut akan dibahas secara khusus. Apalagi keberadaan RTRW dan RDTR sangat terkait dengan investasi di Tabanan. ‘’Pengusaha memerlukan kepastian hokum, terutama soal tata ruang sehingga tahu lokasi investasi dan jenis investasi yang cocok dijalankan di Tabanan,’’ tegasnya. (kmb28)
PINDAH - DPMPPTSP Tabanan kerap pindah kantor lantaran belum memiliki gedung sendiri.
Bali Post/bit
RAKER - Suasana raker Komisi I DPRD Tabanan dengan OPD terkait.
14 Desa Belum Tetapkan Calon Perbekel Tabanan (Bali Post) Kendati tahapan pemilihan perbekel (pilkel) untuk 98 desa di Kabupaten Tabanan sudah dimulai sejak Juli lalu, hingga kini masih ada sejumlah desa yang belum menetapkan calon Perbekel. Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan, sampai dengan Selasa (24/9) kemarin, 14 desa belum melaksanakan tahapan penetapan calon. Satu di antaranya yaitu Desa Tegal Jadi, bahkan deadlock. Padahal pilkel akan berlangsung Oktober mendatang. Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati mengatakan, keterlambatan penetapan
calon perbekel akibat di desa bersangkutan mengalami proses perpanjangan pendaftaran. Hal ini disebabkan saat proses penjaringan calon di desa setempat belum memenuhi kuota minimal, yakni dua orang calon yang mendaftar. ‘’Satu desa deadlock karena hanya ada satu pendaftar. Data ini terus kami update tiap harinya,’’ ucapnya. Penetapan calon dilakukan oleh panitia pilkel di desa. Setelah penetapan, baru dilaporkan ke DPMD. ‘’Jadwal-jadwal desa yang belum tetapkan calon dan akan menetapkan calon itu ada di masing-masing panitia Pilkel. Yang jelas mereka itu sedang berproses,’’ kata Roemi. S e t e l a h penetapan calon perbekel, maka desa bersangkutan akan
Roemi Liestyowati
Bali Post/bit
melaju ke tahapan berikutnya, yakni kampanye. Proses pemungutan suara akan berlangsung 26 Oktober. ‘’Mulai tahapan jadwal kampanye saya tidak hapal. Yang jelas dalam waktu dekat ini. Awal Desember panitia akan melakukan pelantikan,’’ terang Roemi. Terkait deadlock di Desa Tegal Jadi, itu dikarenakan bakal calon pada H-1 penetapan justru mengundurkan diri. Desa Tegal Jadi akan mengikuti pilkel di tahun 2021. Masa jabatan Pj. Perbekel otomatis akan diperpanjang. Terkait siapa yang ditunjuk menjadi Pj. Perbekel, masih menunggu keputusan Bupati Tabanan. (kmb28)
Bali Post/bit
Bupati Minta Pembangunan Gedung DPMPPTSP Diprioritaskan Tabanan (Bali Post) -
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menargetkan gedung pelayanan perizinan dan Mal Pelayanan Publik sudah berdiri tahun 2020. Ia pun meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera menjadikan program sebagai prioritas di tahun anggaran 2020. Namun TAPD belum memasukkan hal tersebut di RAPBD 2020. Sejauh ini, keinginan Pemkab Tabanan memiliki gedung pelayanan publik yang representatif belum sepenuhnya bisa terwujud karena terkendala anggaran. Banyak organisasi perangkat daerah yang sampai saat ini tidak memiliki gedung layak, bahkan harus menyewa atau meminjam. Salah satunya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP). Sebagai lembaga penghasil PAD, DPMPPTSP justru tidak memiliki gedung dan selalu berpindah-pindah. OPD ini menyewa gedung milik swasta
yakni bekas Bank Sri Parta, setelah sebelumnya sempat menyewa gedung di areal Museum Subak dan bekas showroom mobil di Sanggulan. ‘’Kalau bisa tahun 2020 di induk, tolong jangan nyewa lagi. Malu, apalagi perizinan saat ini melayani banyak masyarakat dan hal yang harus diperjuangkan demi pelayanan yang baik,’’ kata Bupati Eka, Selasa (24/9) kemarin. Bupati Eka menilai kantor DPMPPTSP belum representatif. ‘’Tolong Bapelitbang dan Bakueda ini skala prioritas, karena pelayanan itu harus maksimal, tidak setengah-
setengah. Berapa kali ditunda terus? Termasuk Mal Pelayanan Publik juga tolong dikawal terus, apalagi saya tidak lama lagi di sini. Saya tidak mau ada program yang tertunda,’’ tegasnya. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja mengakui saat ini pembangunan gedung DPMPPTSP belum dianggarkan. ‘’Siapa tahu nanti ada sumber posting dari provinsi. Pembahasan belum ada dan sementara belum terpasang. Kemungkinan nanti setelah rapat kerja ada perubahan dan pergeseran,’’ terangnya. Lebih lanjut disampai-
kan Wiratmaja, mengingat keberadaan gedung perizinan sarat akan arsip penting, pihaknya menawarkan pemanfaatan gedung non pelayanan public, seperti Bapelitbang untuk digunakan oleh DPMPPTSP. ‘’Rolling, manfaatkan gedung layanan non publik seperti Bapelitbang. Kami yang akan ke luar menyewa. Jika kurang representatif, bisa ditambah bangunan, lebih sedikit anggarannya. Ya, semoga saja cepat dapat bantuan dari provinsi,’’ ujarnya. Diakuinya, sebenarnya DED pembangunan gedung DPMPPTSP sudah ada. Rencananya, dibangun di lapangan tenis dekat dengan Dinas Pariwisata. Sayangnya akibat keterbatasan anggaran, pembangunan gedung belum bisa terealisasi. (kmb28)
Rabu Pon, 25 September 2019
WNA Ditemukan Lemas di Pinggir Jalan Singaraja (Bali Post) – Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda ditemukan pingsan dengan tubuh lemas di pinggir jalan Singaraja – Seririt, wilayah Desa Kalibukbuk, Lovina Senin (23/9) malam lalu. Diduga, WNA Williem Johannes Bastian (40) tidak sadarkan diri karena epilepsi yang dideritanya kumat. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sebelum kejadian, WNA tersebut sedang berkunjung ke salah satu restoran di Lovina. Setelah menikmati menu restoran, dia hendak kembali ke tempatnya menginap. Namun, karyawan restoran dan warga di sekitarnya terkejut karena tiba-tiba Williem yang sudah lanjut usia (lansia) itu tersungkur di pinggir jalan. Warga bertambah panik setelah melihat tubuh Williem kejang-kejang. Khawatir dengan keselamatannya, Williem kemudian diantar ke rumah sakit menggunakan mobil angkutan wisatawan milik salah satu hotel di Lovina. Setelah dirawat di Rumah Sakit Kertha Usdha, Williem sudah sadarkan diri. Namun, dokter di UGD menyarankan agar yang bersangkutan tetap menjalani rawat inap. “Sempat pingsan dan kejang-kejang dan cepat dibawa ke rumah sakit, dan yang bersangkutan sudah sadarkan diri. Namun, dokter menyarankan perlu rawat inap,” jelasnya. (kmb38)
KEMBAR SIAM – Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menengok bayi kembar siam di RSUD Buleleng. Setelah dilahirkan Senin (23/9) lalu, sekarang bayi perempuan yang mengalami kembar siam itu segara dirujuk ke RSU Sanglah. Akan tetapi, orangtua kesulitan biaya operasi sang bayi malang itu.
Selamatkan Bayi Kembar Siam
Pasutri Sujana dan Gorsi Harapkan Bantuan
Singaraja (Bali Post) –
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya terlahir sehat. Keinginan itu pun menjadi cita-cita pasangan suami istri (pasutri) Made Sujana (36) dan Kadek Gorsi (35) asal Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Sayang, kelahiran buah hatinya yang ketiga dengan kondisi tidak normal. Bayi perempuan yang dilahirkan Senin (23/9) lalu itu, kembar siam tidak sempurna. Sujana dan Gorsi sekarang harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya operasi pemisahan dan perawatan untuk putri ketiganya itu. Akan tetapi, karena kondisi ekonomi, keduanya kini hanya bisa pasrah dan berharap ada uluran tangan pemerintah yang bisa membantu biaya pengobatan bayi malang tersebut.
Bali Post/ist
Terbakar – Lebih dari empat hektar lahan yang ditanami pohon jati di Dusun Alas Sari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula ditemukan terbakar, Selasa (24/9) kemarin.
Hektaran Kebun Jati Terbakar
Singaraja (Bali Post) – Sekitar 4,2 hektar lahan kebun jati milik warga di Dusun Alas Sari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula ditemukan terbakar, Selasa (24/9) kemarin. Diduga kebakaran ini akibat kemarau panjang. Entah dari mana, tiba-tiba muncul titik api di areal kebun milik warga tersebut. Api dengan cepat merembet membakar rumput liar dan daun pohon jati yang mengering. Apalagi, angin bertiup kencang, sehingga kobaran api semakin meluas. Kahwatir titik api bertambah banyak, warga meminta bantuan pemadaman api ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Kubutambahan. Beberapa anggota polisi dari Polsek Tejakula dikerahkan ke lokasi kejadian, sehingga beberapa titik api dapat dipadamkan. Kapolsek Tejakula AKP Nyoman Adika seizin Kapol-
res Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, berdasarkan pemeriksaan di lapangan, lahan kebun jati yang terbakar itu milik beberapa warga di Dusun Alas Sari. Lahan paling luas yang terbakar adalah milik Wayan Sudiarsa seluas 2,7 hektar. Selain itu, kebun jati milik Gusti Nyoman Sweca 1 hektar, Wayan Sukrada 3 are, Mangku Durus 2 are, Mangku Nadi 30 are, Jro Mangku Sriana 10 are, Wayan Nawa 5 are juga dilanda kebakaran lahan. Dampak kebakaran ini belu menyebabkan pohon jati mati. Ini karena api membakar rumput, semak liar, dan daun pohon jati yang mengering. Mencegah terjadinya kebakaran susulan, Adika mengimbau warga pemilik lahan untuk tetap wapada. Dia meminta jika membuat api di kebun agar dipastikan titik api telah padam jika akan pulang. (kmb38)
Made Sujana melalui sambungan telepon Selasa (24/9) kemarin, menuturkan, sehari-hari dia bersama istrinya hanya menjadi buruh tani serabutan. Untuk kebutuhan biaya hidup keluarganya, dia menjadi buruh di beberapa lokasi proyek. Jika bersamaan dengan musim panen cengkeh seperti beberapa waktu lalu, Sujana mengajak istrinya bekerja sebagai tukang petik cengkeh. Meskipun mendapat pekerjaan, namun penghasilannya tidak bisa ditentukan. “Kalau dapat bekerja sehari, paling dapat Rp 100.000 dan itu pun masih kotor, dan tidak
ada tambahan apa-apa lagi,” katanya. Dengan kondisi ekonomi yang kurang memadai, Sujana harus berjuang matimatian agar sang buah hati yang lahir kembar siam itu dapat diselamatkan dan tumbuh sama seperti kedua saudaranya. Hanya, dia masih kebingungan bagaimana cara mendapatkan dana yang tidak sedikit untuk biaya operasi memisahkan bagian tubuh yang menempel di dada dan perut bayinya itu. Untuk itu, Sujana hanya bisa berharap ada uluran tangan dermawan atau pemerin-
tah yang dengan sukarela membantu biaya operasi dan pengobatan sang bayi. “Saya maunya anak itu selamat dan bagian tubuh yang dempet itu dipisahkan, tetapi di mana saya cari biaya. Saya berharap ada dermawan atau pemerintah bisa membantu untuk kesembuhan bayi itu,” jelasnya. Terkait keputusan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sanglah, Sujana belum mengambil keputusan. Dia mengaku untuk sementara masih berunding dengan keluarganya. Alasan belum memberi keputusan
karena dia khawatir terkait biaya operasi pemisahan dan perawatan setelah dirujuk. “Saya sudah bilang pada dokter untuk rembuk dengan keluarga di rumah. Sebab, kalau sudah dirujuk dari mana saya dapat biayanya dan walau sudah punya Kartu Indonesia Sehat (KIS), apakah biayanya bisa ditanggung,” jelasnya. Sementara itu, Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan, kondisi bayi saat ini masih stabil. Bahkan, situasinya terus membaik. Dengan kondisi ini, dokter yang merawatnya telah menyarankan agar bayi dirujuk ke RSU Sanglah untuk diambil tindakan lebih lanjut. Pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada pihak orangtua sang bayi. Namun, hingga siang kemarin, pihak orangtua belum memberikan keputusannya, sehingga untuk sementara bayi kembar siam masih dirawat di ruang NICU
Instalasi Gawat Darurat RSUD Buleleng. Selama dalam observasi ini, tim dokter masih meneliti terkait organ hati dan usus yang berada di luar perut sang bayi. “Kondisi stabil dan terus membaik. Seharusnya sudah bisa dirujuk, tapi karena belum ada persetujuan orangtua, bayi tetap dirawat dan dilakukan observasi,” jelasnya. Sementara itu, sang ibu Kadek Gorsi kondisinya sudah pulih pasca-persalinan. Ibu tiga anak ini dirawat di Ruang Melati II RSUD sejak Senin (23/9) lalu. Kemarin, dia sudah diizinkan pulang ke rumahnya di Pangkung Paruk. Akan tetapi, sang ibu pun belum menemui bayi perempuannya yang lahir kembar siam tersebut. Pertimbangannya, kalau diberian langsung melihat kondisi bayinya itu, dikahwatirkan akan menimbulkan trauma mendalam dan mengganggu kesehatannya setelah melahirkan. (kmb38)
Buleleng Ajukan Izin Perbaikan Jalan di Kawasan TNBB Singaraja (Bali Post) – Jalan menuju Pura Segara Rupek Desa Pakraman Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak sejak bertahuntahun rusak. Jalan tersebut melintasi areal hutan produksi dan hutan lindung di bawah pengelolaan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Karena lokasi jalan itu “membelah” kawasan hutan, sehingga perbaikan infrastruktur jalan perlu izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI). Sekarang, Pemkab Buleleng bersama TNBB telah melakukan komunikasi intens untuk bersama-sama meminta izin perbaikan jalan tersebut. Pembahasan awal dilakukan Selasa (24/9) kemarin, dipimpin Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Pertemuan ini juga dihadiri Kepala TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wi-
jaya. Wakil Bupati Nyoman Sutjidra mengatakan, keinginan memperbaiki konstruksi jalan di kawasan hutan lindung itu karena pemerintah ingin mempermudah dan memberi kenyamanan umat Hindu yang mau bersembahyang di pura tersebut. Khususnya krama pangempon Pura Segara Rupek yang bertangung jawab terhadap kelestarian dan kesucian pura. Apalagi, dari pusat desa sampai ke lokasi cukup jauh, sehingga jalan yang memadai akan memudahkan akses krama ketika menggelar upacara atau melakukan pemeliharaan kelestarian pura. “PUPR sudah menyiapkan program pengerasan jalan ke Pura Segara Rupek. Dalam rapat tadi sudah disepakati agar nantinya kita memohon ke Pak Gubernur dan juga bersama pemprov kita minta izin ke pusat agar jalan di hutan itu bisa diperbaiki,” katanya. Kepala TNBB Agus Ngu-
rah Krisna Kepakisan mengatakan, usulan perbaikan jalan itu sejak lama telah disampaikan oleh Pemerintah Desa Sumberkelampok. Waktu itu, jalan yang diperbaiki berada pada areal hutan produksi dan hutan taman nasional. Terhadap usulan perbaikan itu, pihaknya menyebut harus tetap mengedepankan upaya men-
jaga keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan kawasan hutan. Masalah izin sepenuhnya kewenangan Kementerian LHK-RI dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Koservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Di sisi lain, Ngurah Krisna mengatakan, dari usulan program perbaikan jalan itu dilakukan dengan aspal
hotmix atau menggunakan paving. Terhadap alternatif itu, pihaknya mengaku cenderung untuk memilih dengan pemasangan paving karena untuk alasan keamanan. “Kalau jalannya terlalu “mulus” sampai ke pura, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga kalau pendapat kami lebih cocok paving,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PERBAIKAN JALAN – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menggelar rapat bersama Kepala TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan membahas izin perbaikan jalan di kawasan hutan TNBB.
149 SD di Buleleng Dijatah Bantuan Buku Bacaan Perpustakaan
Bali Post/kmb38
BUKU BACAAN – Sebanyak 149 SD di Buleleng menerima bantuan buku bacaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI)
Singaraja (Bali Post) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) merealisasikan bantuan buku bacaan di perpustakaan sekolah. Tahun ajaran 2018/2019 ini tercatat 149 SD di Buleleng menerima bantuan ini. Sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak), setiap SD menerima 1.080 judul buku. Setiap judul disiapkan 4 eksemplar buku di setiap SD penerima bantuan buku. Bantuan buku bacaan ini sebelumnya dipasok oleh pihak pemenang tender. Sejak tanggal 21 September sampai Selasa (24/9) kemarin, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng masih melakukan sortir dan penyerahan kepada masing-masing sekolah. Hal ini dilakukan untuk memastikan jumlah dan kesesuaian judul buku yang diterima. Sementara, terkait kualitas cetakan dan materi buku bacaan itu, tidak menjadi
perhatian saat pembagian buku. Ini karena ribuan buku telah lolos penilaian di Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) KemendikbudRI. Kalau setelah bantuan diterima di sekolah dan ditemukan materi yang tidak relevan sebagai bacaan siswa, maka hal itu menjadi tanggung jawab Puskurbuk. Sekretaris Disdikpora Buleleng Made Astika di ruang kerjanya Selasa kemarin mengatakan, bantuan buku bacaan ini diterima setelah Kemendikbud-RI mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 7,45 miliar. Karena bantuan berupa buku bacaan, maka pemerintah pusat mengalokasikan bantuan ini untuk SD yang sudah memiliki gedung perpustakaan. Untuk itu, 149 SD ini dipilih menjadi penerima karena telah memiliki perpustakaan yang memadai. Sementara itu, sasaran bantuan ini adalah memperkaya referensi bacaan di
sekolah. Bantuan ini pun sejalan dengan kebijakan Kemendikbud-RI yang mengampanyekan gerakan literasi sekolah. Gerakan literasi sekolah dijalankan 15 menit sebelum sebelum proses belajar mengajar (PBM) dimulai, yaitu dengan membaca buku perpustakaan. “Kalau tidak ada tempat yang representatif, nanti bukunya malah rusak. Untuk itu, tahun ini 149 sekolah diberikan bantuan, baik di desa maupun di kota. Pasti dibaca karena buku ini memperkuat gerakan literasi yang sudah berjalan di setiap sekolah,” katanya. Di sisi lain, Astika mengatakan, bantuan buku bacaan dari pemerintah pusat sebelumnya sudah pernah diterima. Pertama tahun 2015 dan sekolah yang disasar 20 sekolah, tahun 2016 disetop, dan tahun 2017 kembali diberikan kepada 40 sekolah, tahun 2018 ke 66 sekolah, dan tahun ini sebanyak 149 sekolah. Bahkan tahun 2020
nanti, Buleleng kembali mendapat bantuan yang sama untuk 10 sekolah. Dengan demikian, total sekolah yang sudah dijatah menerima bantuan buku bacaan perpustakaan ini sebanyak 285 sekolah. Sementara, sisanya 191 sekolah belum mendapat buku bacaan karena belum memiliki gedung perpustakaan. Namun, sekolah bersangkutan dapat memiliki buku bacaan ini dengan membeli langsung dengan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selain itu, upaya untuk menyiapkan infrastruktur perpustakaan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan sekolah dan kesiapan lahan. “Sekolah yang tidak memiliki perpustakaan ini telah menggunakan bilik ruang di sekolahnya atau memanfaatkan mes kepala sekolah yang tidak dipakai. Referensi bacaannya dipenuhi dengan membeli lewat alokasi dana BOS,” jelasnya. (kmb38)
Rabu Pon, 25 September 2019
Sering Gagal Panen
Pemerintah Diminta Bantu Petani di Subak Uma Desa Gianyar (Bali Post) -
Anggota DPRD Gianyar I Wayan Gde Sudharta mengharapkan ada perhatian pemerintah untuk petani di Subak Uma Desa, Desa Pakraman Lodtunduh, Kecamatan Ubud. Pasalnya, puluhan petani di subak ini sering kali gagal panen karena sejumlah persoalan yang mereka hadapi.
Bali Post/kmb35
PERTANIAN – Lahan pertanian di Subak Uma Desa yang sering mengalami gagal panen, Selasa (24/9) kemarin.
Dikonfirmasi Selasa (24/9) kemarin, Sudharta mengatakan persoalan paling krusial untuk petani di Subak Uma Desa adalah tidak adanya sumber air yang tetap. Dikatakan, selama ini puluhan petani di subak tersebut hanya mengandalkan air resapan.
“Subak ini hanya mengandalkan air resapan dan juga air yang terbuang dari subak lain,” katanya. Menurut Sudharta, tanaman petani di subak ini juga kerap diserang berbagai hama, sehingga sering kali mengalami gagal panen. Melihat
kondisi ini, politisi Partai Golkar ini meminta perhatian pemerintah khususnya instansi terkait dan memberikan bantuan untuk petani di Subak Uma Desa. “Apa tidak bisa dibantu peningkatan keuangan subak, sehingga subak bisa meng-cover, sedikitnya mengembalikan modal benih pupuk dan lainnya,” katanya. Sudharta mengatakan, jika kondisi ini tidak segera ditanggulangi maka akan mengancam eksistensi petani di subak tersebut. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan, sebab petani ini
juga sudah menjaga lahan dari alih fungsi lahan. Sudharta menegaskan, pihaknya hanya berharap ada perhatian lebih untuk petani. Tidak hanya di Subak Uma Desa, namun juga petani lainnya yang sampai saat ini masih kokoh bertahan mengolah tanah di tengah gempuran akomodasi pariwisata. “Harapan kita ada upaya yang jelas untuk petani. Tidak harus gedung mewah atau wantilan megah, tapi melihat kebutuhan pokok serta apa yang dikeluhkan masyarakat,” tegasnya. (kmb35)
Enam Bhabinkamtibmas Diberikan Motor Dinas
Gianyar (Bali Post) Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menyerahkan sepeda motor dinas baru kepada enam Bhabinkamtibmas saat pelaksanaan apel pagi di halaman Mapolres Gianyar Selasa (24/9) kemarin. Sepeda motor ini untuk menunjang mobilisasi di wilayah kerja masing-masing. Anggota Bhabinkamtibmas yang menerima sepeda motor dinas, di antaranya Bhabinkamtibmas Polsek
Payangan, Polsek Tegallalang dan Polsek Sukawati. Setiap unit sepeda motor dilengkapi dengan peralatan tugas, seperti megaphone, helm dan tas ransel. Motor tipe Honda CB 150 cc ini melengkapi kendaraan dinas untuk 70 Bhabinkamtibmas yang tersebar di wilayah hukum Polres Gianyar. Pengadaan kendaraan dinas melalui Karolog Polda Bali. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo berpesan kepada Bhabinkamtib-
mas yang menerima kendaraan dinas agar dirawat seperti milik pribadi. Diharapkan, dengan adanya pemberian sepeda motor dinas ini dapat meningkatkan kinerja anggota Bhabinkamtibmas saat melaksanakan sambang di desa binaannya. “Kendaraan dinas yang baru ini digunakan untuk membantu tugas Bhabinkamtibmas di tempat tugasnya, rawatlah kendaraan dinas ini seperti kendaraan pribadi,” tegasnya. (kmb35)
KUSUKA - Suasana persiapan penyaluran kartu Kusuka untuk RTP di Gianyar.
Bali Post/kmb35
98 RTP Terima Kartu Kusuka
Bali Post/kmb35
MENGECEK - Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo saat mengecek motor dinas untuk para Bhabinkamtibmas, Selasa (24/9) kemarin.
Dewa Ayu Putri
Gianyar (Bali Post) Belum banyak yang tahu, kini pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah mengelurkan kartu Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan (Kusuka). Di Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP), untuk tahap pertama kartu Kusuka diserahkan kepada 98 orang rumah tangga perikanan (RTP) dari 128 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Kabid Perikanan Budidaya DKPKP Gianyar Pande Putu
Sri Ratnawati, S.Pt., M.Si. mengatakan, kartu ini tidak hanya diperuntukkan bagi kesejahteraan para nelayan, melainkan juga pelaku usaha kelautan dan perikanan, pengusaha tambak dan juga pengecer ikan. “Hal ini tertera dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39 tahun 2017 tentang Kartu Kusuka,” kata Sri Ratnawati, Selasa (24/9) kemarin. Sri Ratnawati menambahkan, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39 Tahun 2017 sebagai landasan hukum pelaksanaan kegiatan kartu Kusuka dari
Penyandang Bisu Tuli yang Pintar Nyalon DEWA Ayu Putri merupakan seorang penyandang disabilitas bisu tuli. Meski mengalami kesulitan dalam mendengar dan berbicara, tidak membuatnya menyerah dengan hidup. Perempuan berusia 36 tahun ini mahir sebagai pelayan salon pada salon yang dibuka Yayasan Bhakti Senang Hati. Menurut Ketua Yayasan I Nyoman Sukadana, wanita yang masih lajang ini sudah suka merias sejak kecil. Namun terkendala karena kondisinya yang sulit mendengar dan sulit berbicara. Beruntung setelah bergabung dengan Yayasan Bhakti Senang Hati, bakatnya ini bisa disalurkan. “Awalnya suka menari, lalu ingin merias wajah sendiri dan jadi tertarik untuk merias wajah orang lain,” ujar Dewa Ayu Putri melalui Nyoman Sukadana. Perempuan asal Banjar Tengah, Desa Tampaksiring ini mengaku mengalami bisu tuli sejak masih kecil. Ia tidak tahu persis apa penyebabnya, padahal kedua orangtuanya normal. Dewa Ayu merupakan anak tunggal dari Dewa Putu Raka dan Desak Putu Alit yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Selain bisu tuli, Dewa Ayu Putri saat ini sedang berjuang untuk sembuh dari penyakit tumor payudara. Ironisnya, penyakit ini sudah diderita sejak delapan tahun lalu. “Sudah lama sakit ini. Beberapa kali operasi, dan terakhir kali dirawat sekitar enam bulan lalu,” jelasnya. Kini Dewa Ayu Putri bekerja pada salon yang buka di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar ini. Lokasi salon ini persis di pinggir jalan di sebelah kanan pintu ma-
suk Yayasan Bhakti Senang Hati. Seperti layaknya salon kecantikan pada umumnya, salon ini juga melayani potong rambut, cuci rambut, perawatan wajah, merias wajah, pasang sanggul dan massage atau pijat. Namun bedanya, tenaga salon adalah penyandang disabilitas. Menurut Ketua Yayasan I Nyoman Sukadana, tenaga salon saat ini terdiri dari dua penyandang disabilitas. Satu orang tuna netra, spesial jika ada pengunjung yang ingin pijat. Satu lagi tuna rungu atau bisu tuli yang sudah biasa merias wajah, potong rambut maupun melayani perawatan rambut dan wajah lainnya. Menurut Sukadana, para
pelanggan masih berasal dari masyarakat sekitar. Menurutnya, usaha salon ini akan digandrungi mengingat lokasinya strategis di pinggir jalan raya. Meski dalam keterbatasan, tenaga salon seperti Dewa Ayu Putri memiliki kelebihan yang patut diacungi jempol. “Awalnya untuk pemberdayaan, apa yang menjadi kesukaannya kita arahkan. Dewa Ayu ini sudah cukup sering ikut pelatihan merias dan sudah punya sertifikat,” jelasnya. (nik) SALON - Dewa Ayu Putri (36) di Salon Yayasan Bhakti Senang Hati, Banjar Teruna, Desa Siangan.
tingkat pusat hingga daerah. Dikatakan, kartu ini dapat berfungsi sebagai identitas profesi pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan. “Ini juga sebagai basis data untuk memudahkan perlindungan dan pembinaan pelaku usaha di bidang kelautan,” katanya. Menurut Sri Ratnawati, Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka perlindungan kepada pelaku usaha harus tepat sasaran. Mewujudkan hal itu perlu melakukan identifikasi terhadap para pelaku usaha bidang kelautan dan peri-
kanan. Ditambahkan, kartu Kusuka sebagai alat pemutakhiran database pelaku usaha. Yang terakses dalam kartu itu tidak hanya rekening perbankan, tetapi juga satu data yang dikelola KKP. “Kartu ini sangat dibutuhkan, karena data identitas dari kartu Kusuka dapat digunakan sebagai database tunggal pelaku usaha kelautan dan perikanan. Data ini dimanfaatkan Kementerian untuk menentukan kebijakan terkait program perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan,” tegasnya. (kmb35)
Rabu Pon, 25 September 2019
Satpol PP Tertibkan Reklame Kedaluwarsa Negara (Bali Post) – Sejumlah reklame dalam bentuk spanduk dan baliho ditertibkan Satpol PP Jembrana, Selasa (24/9) kemarin. Spanduk dan baliho yang diturunkan ini selain tidak berizin juga kedaluwarsa. Total ada belasan spanduk dan baliho yang diturunkan dan dibawa ke Satpol PP Jembrana. Penertiban reklame yang dipimpin Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma ini menyasar di seputaran wilayah Kota Negara. Sebagian yang terpasang diketahui kedaluwarsa. “Total ada 13 spanduk dan baliho yang kita tertibkan. Terpasang di sudut-sudut tempat reklame yang disediakan. Beberapa juga ada di tempat lain (liar),” terang Tarma. Menurutnya penertiban ini akan dilakukan bertahap menyasar seluruh wilayah Jembrana. Untuk permulaan dilakukan di wilayah Kota Negara. Terutama di pinggir jalan-jalan protokol
seperti Jalan Ngurah Rai, Jalan Sudirman, dan Jalan Udayana. Rinciannya, reklame yang diamankan di antaranya tiga buah spanduk, empat buah baliho dan lima pamflet. Reklame dalam bentuk spanduk ini di antaranya dipasang di daerah terlarang. Beberapa di antaranya diikat pada pohon perindang dan tiang listrik. Sehingga mengganggu ketertiban. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 serta Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2011, reklame yang terpasang itu melanggar. Selain menertibkan reklame, petugas juga menertibkan pedagang-pedagang yang berjualan di trotoar. Di parkiran mobil Pasar Umum Negara, petugas memberikan teguran kepada para pedagang untuk pindah. Tetapi di beberapa lokasi, seperti di Jalan Gatot Subroto, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dengan menyita papan berjualan. Pasalnya sudah berulangkali diberikan teguran agar tidak berjualan di trotoar. (kmb26)
DITURUNKAN – Satpol PP Jembrana menurunkan baliho dan spanduk yang melanggar.
Dapur Terbakar Kerugian Rp 80 Juta Negara (Bali Post) – Kebakaran terjadi di Lingkungan Pangkung Gondang, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Selasa (24/9) dini hari. Sebuah dapur milik warga ludes terbakar, diduga api dari kompor belum dimatikan. Akibatnya bangunan permanen seluas 8x5 meter ini terbakar berikut isinya. Tim pemadam kebakaran membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk memadamkan api.
Bali Post/olo
KATARAK – Operasi katarak yang diikuti puluhan warga dalam rangka bakti sosial Polres Jembrana Rakorbin SDM Polri digelar di RSU Negara kemarin.
Puluhan Warga Jalani Operasi Katarak Negara (Bali Post) Puluhan warga Jembrana yang memiliki penyakit katarak, Selasa (24/9) kemarin menjalani operasi di RSU Negara. Operasi gratis ini merupakan rangkaian bakti sosial Polres Jembrana Rakorbin SDM Polri tahun 2019. Sejak pagi pukul 08.00 Wita, operasi yang melibatkan tiga dokter spesialis mata dari RS Mata Bali Mandara ini sudah berjejer warga yang antre. Sebelumnya pada Senin (16/9) lalu, ketika dilaksanakan secrening di Aula Polres Jembrana terdapat 97 orang yang terdaftar dari masyarakat Kabupaten Jembrana. Tetapi yang memenuhi syarat untuk dilakukan operasi katarak hanya 18 orang Dalam kegiatan operasi yang dihadiri Kabag Sumda Polres Jembrana Kompol I Made Prihenjagat, dan Paur Kes Bag Sumda Polres Jembrana serta perwakilan dari RS Mata Bali Mandara dipastikan kesiapan tempat sarana/prasarana. Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang proses penyembuhannya melalui operasi. Total ada 23 orang yang menjalani operasi katarak ini. Ditambah 5 orang dari pasien Rumah Sakit Bunda Jembrana. Kabag Sumda Kompol I Made
Prihenjagat di sela-sela kegiatan menjelaskan, operasi katarak dari Rakorbin SDM Polri, pelaksanaannya diselenggarakan melalui Urkes Polres masing- masing bekerja sama dengan pihak rumah sakit yang ada di wilayah. “Kita ingin operasi ini berjalan dengan baik, jika sebelumnya pasien merasa terganggu dalam pengelihatan, diharapkan seluruh pasien bisa melihat dengan jelas kembali, sehingga orang yang tadinya tidak produktif menjadi produktif dan dapat melakukan aktivitasnya tanpa ada gangguan pengelihatan,” ujar Kompol I Made Prihenjagat. Menurutnya dengan operasi katarak gratis ini, merupakan panggilan kemanusiaan yang sangat mulia sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Harapannya dengan dilaksanakannya operasi gratis ini, masyarakat khususnya yang kurang mampu dapat kembali melakukan aktivitas dengan normal tanpa ada gangguan pengelihatan sehingga lebih produktif untuk memenuhi kesejahteraan hidupnya. “Dengan kesejahteraan ini dapat mendorong pembangunan nasional dan terciptanya kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya. (kmb26)
Bali Post/olo
Bali Post/olo
DAPUR– Petugas bersama warga memadamkan api yang membakar dapur milik warga di Sangkaragung, Selasa dini hari kemarin.
Dari informasi, musibah kebakaran yang menimpa rumah I Ketut Arjana (46) ini diketahui pukul 02.00 Wita. Api sudah terlihat besar di bagian dalam dapur yang lokasinya di luar bangunan rumah. Diduga, api bersumber dari tungku kompor yang apinya belum dimatikan. Dari keterangan kepada petugas, beberapa jam sebelum terbakar atau Senin (23/9) malam, anaknya sempat masak dengan tungku batu bara. Diperkirakan batu bara masih menyala, hingga akhirnya pada pukul 02.00 Wita api dari tungku itu diduga merambat ke bagian kayu-kayu bakar di dekatnya. Sehingga api dengan cepat membesar dan membakar bangunan dapur permanen itu. Diperkirkan, kerugian kurang lebih Rp 80 juta. Petugas dari damkar Jembrana menerjunkan dua unit armada untuk memadamkan api. Setelah sekitar satu jam penanganan, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. “Kita tangani pemadamam sekitar satu jam dan menghabiskan dua tangki,” terang Kasi Damkar Jembrana Kade Bagus Darmawan. Selain di Kelurahan Sangkaragung, kebakaran juga terjadi di Nusasari, Selasa (24/9) siang kemarin. Hanya saja kebakaran terjadi di lahan sekitar Pura Taman Prajapati Nusasakti. Petugas yang mendapatkan laporan sekitar pukul 13.00 Wita dan langsung terjun ke lokasi. Belum diketahui pasti pemicu kebakaran lahan tersebut. Namun, dari informasi, diduga api dipicu bekas pembakaran yang ditinggalkan di lahan yang kering (mudah terbakar) tersebut. Petugas akhirnya berhasil memadamkan api dalam waktu 1,5 jam. Tidak ada korban dalam kejadian itu. (kmb26)
Pasca-Pilkel, Calon Kalah dan Menang Rekonsiliasi
REKONSILIASI - Dua calon perbekel di Yeh Kuning, Selasa (24/9) kemarin, bertemu seusai pilkel serentak.
Bali Post/olo
Negara (Bali Post) Pemilihan perbekel serentak 35 desa di Kabupaten Jembrana telah usai digelar, Senin (23/9) dan berjalan lancar. Hingga sehari pascapenentuan hasil calon perbekel terpilih, tidak ada gejolak yang berarti. Kedewasaan berdemokrasi, terlihat saat kedua belah pihak sama-sama menghormati hasil pilihan tersebut serta komitmen mewujudkan pilkel yang damai dan kondusif. Seperti di Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Selasa (24/9) kemarin. Dari tiga calon yang sebelumnya bertarung pascapengumuman saling menyambangi. Calon perbekel nomor urut 2, I Gusti Made Adiasa Susila, yang baru saja dinyatakan menang menyambangi kediaman pesaingnya nomor urut 1 I Wayan Arnawa. Susila mengungguli Wayan Arnawa dengan perolehan suara 1.015 berbanding 834 suara. Difasilitasi Camat Jembrana I Made Leo Agus Jaya, kedua belah pihak membuktikan komitmen mereka untuk siap menang maupun kalah, menerima apapun hasil yang diraih. Mereka juga sepakat kembali bersatu dan bersama–sama membangun Desa Yeh Kuning. “Saya ajak Bapak I Wayan Arnawa untuk bersama-sama ikut berperan dalam pembangunan Desa Yeh Kuning. Termasuk merangkul dan merekrut kandidat terpilih, tentunya untuk memajukan Desa Yeh Kuning serta Jembrana ke depan,” kata Susila. Sementara selaku pihak yang
kalah, I Wayan Arnawa mengaku legowo menyikapi hasil pilkel. Ia juga mengucapkan selamat atas kemenangan Susila. Sementara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyambut baik kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan masingmasing calon menyikapi hasil pilkel. Kedewasaan itu sebut Kembang ditunjukkan dengan saling menghormati baik pihak yang menang maupun dari yang kalah. ”Mari berdemokrasi dengan gembira. Untuk yang menang jangan euforia berlebihan sedangkan yang kalah jangan bersedih. Segera rekonsiliasi dan terus berkarya untuk pembangunan di desa,” kata Kembang Hartawan. Ia juga mengharapkan calon yang menang segera merangkul pihak yang kalah untuk ikut berkontribusi bagi pembangunan ke depan. Semuanya diharapkan tetap bersahabat, satu desa, berikan contoh yang baik kepada pendukung serta masyarakat desa. Kembang juga berharap contoh tersebut segera diikuti oleh calon–calon lainnya di seluruh desa di Jembrana yang baru saja melaksanakan Pilkel serentak. “Lupakan perbedaan pilihan pilkel, saatnya bersatu kembali, agar fokus membangun desa ke depan,” tutur Kembang Hartawan. Pelaksanaan pilkel di Jembrana dilaksanakan serentak di 35 desa, diikuti 124 orang calon perbekel dan tersebar di 276 TPS. (kmb26)
Rabu Pon, 25 September 2019
Banyak Pengusaha Galian C Belum Berizin
Satpol PP Agendakan Lakukan Penertiban
Amlapura (Bali Post) Selama ini, pendapatan dari sektor pajak galian C jeblok hingga puluhan miliar rupiah. Kondisi itu disinyalir terjadinya kebocoran. Untuk para pengusaha galian C di Sebudi Selat hampir semuanya telah mengurus izin pascarutin dilakukan penertiban. Hanya, izinnya masih dalam proses. Justru disinyalir kebocoran banyak terjadi di galian C yang ada di wilayah Kubu dan Bebandem. Atas kondisi itu, Petugas Satpol PP bakal segera melakukan penertiban bagi pengusaha yang belum mengantongi izin di wilayah Kubu dan Bebandem.
Bali Post/kmb41
GALIAN - Aktivitas galian C di Bebandem. Petugas Satpol PP segera melakukan penertiban terhadap pengusaha yang belum mengantongi izin di wilayah Bebandem dan Kubu.
Salah satu pengusaha galian di Selat mengungkapkan, jika pihaknya beserta pengusaha galian C di Sebudi hampir semuanya telah mengurus izin penambangan. Hanya, sampai saat ini, izinnya belum keluar dan masih dalam proses. “Kita sudah lama mengurus izinnya. Tapi sampai saat ini belum keluar. Meski sudah mengurus izin tetap saja disidak,” tegasnya. Karena hal ini, pihaknya meminta keadilan dari pemerintah. Pasalnya, petugas hanya sering melakukan sidak ke Sebudi. Namun, jarang melakukan penertiban usaha galian C yang kemungkinan ada di wilayah Kubu dan Bebandem yang belum
mengantongi izin. “Petugas juga wajib menertibkan usaha galian C di wilayah lain yang belum mengantongi izin. Masak yang sudah mengurus izin terus disidak. Sedangkan galian yang di wilayah lainnya jarang ditertibkan,” keluhanya. Kasatpol PP Karangasem Wayan Sutapa menjelaskan, pihaknya mengaku bakal segera melakukan penertiban terhadap pengusaha galian C di wilayah Kubu dan Bebandem bagi pengusaha yang belum mengantongi izin. “Nanti kita akan agendakan untuk melakukan penertiban terhadap pengusaha galian C di Kubu dan Bebandem. Untuk hari ini petugas dari Provinsi Bali turun ke Rendang dan
Selat,” ujar Sutapa. Sebelumnya dalam rapat paripurna, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengungkapkan, selama ini PAD dari sektor galian C jeblok hingga Rp 50 miliar. Akibatnya, PAD dari sektor galian C merosot tajam. Untuk itu, pihaknya meminta kepada eksekutif yang membidangi hal itu supaya lebih gencar turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan. “Kita minta eksekutif lebih gencar turun ke lapangan melakukan pemantauan. Agar pajak dari galian C ini tidak bocor. Kalau bocor terus, maka PAD dari sektor pajak kembali jeblok,” ujar Gede Dana. (kmb41)
DLH Kekurangan Anggaran Operasional
Sampah di Karangasem Terancam Tak Diangkut Amlapura (Bali Post) Anggaran operasional Bidang Pengelolaaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem dipangkas atau dirasionalisasi. Akibatnya, keberadaan sampah di Bumi Lahar terancam bakal tidak diangkut akibat tidak ada anggaran untuk biaya operasional. Kepala Bidang Pengelolaaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem, Wayan Sandi, Selasa (24/9) kemarin, mengungkapkan, anggaran yang diajukan di APBD Induk 2019 sebesar Rp 10.106.885.807. Dari jumlah yang diajukan, dirasionalisasi menjadi Rp 8.777.644.654. Sandi menambahkan, anggaran yang diberikan tersebut, untuk
pembayaran tenaga di lapangan mulai dari tukang sapu, sopir yang jumlahnya mencapai 517 petugas sebesar Rp 6,2 miliar. Sementara anggaran untuk biaya operasional kendaraan seperti BBM, servis dan yang lainnya sebesar Rp 2,2 miliar. Jadi, kalau dihitung anggaran yang dibutuhkan Rp 8,4 miliar. “Kita hanya diberikan anggaran 7,7 miliar. Kalau untuk dua Bidang Penataan dan Pentaaan PPLH dan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan sebesar Rp 500 juta. Sedangkan khusus untuk anggaran persampahan, kita masih kurang sekitar Rp 700 juta. Jadi, kalau untuk ketiga bidang kita masih kekurangan anggaran Rp 1,2 miliar. Terlebih di Perubahan tidak dianggarkan,” tegasnya. Atas kekurangan anggaran tersebut, maka sampah y a n g b e ra d a d i wi l a y a h Karangasem terancam
tidak diangkut. Pasalnya, khusus untuk anggaran biaya operasional BBM dan servis kendaraan sampai akhir Desember masih dibutuhkan lagi sekitar Rp 270 juta. “Kalau kita diberikan anggaran Rp 270 juta khusus untuk BBM saja agar sampah dapat diangkut. Kalau tidak, kemungkinan sampah terancam tidak diangkut karena tidak ada anggaran,” tegasnya. Dia menjelaskan, pihaknya tidak tahu pasti mengapa anggaran dirasionalisasi di Induk. Sejatinya, anggaran di DLH tidak dirasionalisasi. Sebab, di DLH identik dengan persampahan. Karena roh DLH adalah persampahan. Hanya, selama ini pengelolaan persampahan nyaris terlupakan. “Kita harap ke depannya bisa diberikan anggaran
sesuai dengan kebutuhan. Setidaknya anggaran yang diberikan mencukupi untuk mengakomodir kegiatan selama setahun. Kalau sekarang kan tidak bisa. Karena anggaran dirasionalisasi, kita menjadi kekurangan anggaran,” tegasnya. Sementara itu, Kadis DLH Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara menyatakan, akibat rasionalisasi anggaran ini, mau tidak mau pihaknya harus memfokuskan kegiatan yang belum dilaksanakan di bidang yang lain untuk dialihkan ke bidang pengelolaan sampah limbah B3 dan peningkatan kapasitas. “Sementara, itu yang kita lakukan untuk menyiasati kondisi ini. Termasuk untuk perjalanan dinas kita kurangi. Untuk makan minum di lapangan juga ikut dikurangi,” tutupnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TANGANI - Petugas BPBD saat menangani pohon tumbang di Manggis.
Pohon Tumbang di Manggis Ganggu Arus Lalu Lintas Amlapura (Bali Post) Pohon tumbang terjadi di Banjar Dinas Pekarangan Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Selasa (24/9) kemarin. Hal itu, membuat arus lalu lintas sempat terganggu lantaran pohon melintang di jalan raya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, pihaknya men-
erima laporan adanya pohon tumbang dari Kepala Kewilayahan Pekarangan. Kata dia, saat menerima adanya laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah petugas untuk menangani pohon tumbang tersebut. Arimbawa menambahkan, pohon tumbang menimpa akses jalan raya tepatnya di depan Pura Dalem Desa Adat
Pekarangan. Jenis pohon yang tumbang yakni beringin dengan diameter 60 cm. “Untuk penanganan melibatkan TRC BPBD, PLN dan masyarakat setempat dengan jumlah 30 orang. Akses lalu lintas sempat terganggu. Tapi, untuk saat ini akses lalu lintas sudah bisa dilalui oleh pengendara roda dua maupun roda empat,” ujarnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Objek wisata Danau Yeh Malet, di Banjar Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis, sebelumnya sempat populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Hanya, belakangan ini, kondisi danau kian mendangkal. Bahkan saat ini, kunjungan tidak lagi seramai dulu. Berdasarkan pantauan kemarin, kondisi air di danau tidak sejernih dulu. Kondisi air saat ini tidak bersih. Bahkan, danau juga kian dangkal. Di danau kini mulai banyak tumbuh eceng gondok. Di lokasi juga
sepi tidak ada pengunjung. Hanya terlihat sejumlah warga yang memancing ikan. Salah seorang warga, I Wayan Satri, menjelaskan saat ini pemandangan sudah tidak sebagus dulu. Bahkan di lokasi sudah lama sepi tidak ada lagi yang berkunjung ke objek ini. “Dulu ramai pengunjung untuk berswafoto. Sekarang sepi sekali,” ucapnya. Satri menambahkan, debit air di danau juga mulai menyusut. Hal itu akibat danau semakin dangkal akibat banyaknya
lumpur. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian agar bisa dinormalisasi oleh pemerintah daerah sehingga danau kembali dalam. “Selama ini masih dikelola secara swadaya oleh warga. Saat ini sangat perlu sentuhan penataan dari pemerintah,” katanya. Kepala Dinas Pariwisata Karangasem Ketut Sedana Merta mengaku objek tersebut telah diusulkan penataannya ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. “Bahkan, untuk penataan sudah dibuatkan Detail Engineering Design (DED),” ujarnya. (kmb41)
”Danau” Yeh Malet Alami Pendangkalan
Bali Post/kmb41
SAMPAH - Petugas DLH Karangasem saat mengangkut sampah. Akibat kekurangan anggaran, sampah di Karangasem terancam tak diangkut.
SMPN 2 Amlapura Harapkan Bantuan Komputer
I Wayan Gede Suastika
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Di Kabupaten Karangasem masih banyak SMP yang belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Salah satunya sekolah unggulan SMPN 2 Amlapura masih melaksanakan UNKP lantaran masih terkendala sarana dan prasarana komputer. Kepala SMPN 2 Amlapura I Wayan Gede Suastika mengungkapkan, pihak sekolah selama ini masih melaksanakan UNKP untuk siswa dan belum bisa melaksanakan UNBK. Kata dia, kondisi itu lantaran sekolah masih mengalami keterbatasan sarana prasarana komputer. “Kita masih belum bisa menggelar UNBK. Selama ini masih UNKP. Itu karena kita belum memiliki komputer yang cukup untuk bisa melaksanakan UNBK. Karena sejauh ini, kita baru mempunyai 30 unit komputer. Jumlah itu jelas masih jauh untuk bisa melak-
sanakan UNBK,” ujarnya barubaru ini. Suastika menambahkan, kalau dilihat jumlah siswa kelas IX mencapai 400 siswa, maka pihak sekolah baru bisa melaksanakan UNBK jika mempunyai minimal 140 unit komputer. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dalam hal ini Disdikpora bisa membantu. “Berdasarkan informasi yang diterima, pengadaan komputer dilakukan tahun ini. Semoga itu bisa direalisasikan sehingga sekolah bisa mendapatkan bantuan komputer dan tahun depan bisa melaksanakan UNBK. Hanya, kita belum bisa memastikan berapa akan dibantu,” katanya. Disinggung sarana prasarana yang masih kurang di sekolah, Suastika menegaskan, untuk sarana prasarana untuk sekarang ini hampir tidak ada masalah. Hanya, sekolah belum memiliki aula. “Kalau sarana yang lainnya untuk saat ini tak ada masalah. Semoga nantinya kita bisa membangun aula,” ujar Suastika. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SEPI - Objek Danau Yeh Malet, di Banjar Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis sepi pengunjung. Hanya terlihat orang memancing ikan di lokasi.
Rabu Pon, 25 September 2019
Komponen Pariwisata agar Jaga Kondusivitas Nusa Penida Semarapura (Bali Post) -
Sejumlah peristiwa yang memakan korban jiwa di objek wisata Nusa Penida, belakangan terus menjadi sorotan sejumlah pihak. Tidak hanya sorotan dari luar, tetapi perdebatan juga terjadi di antara para praktisi pariwisata di Nusa Penida. Menyikapi persoalan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Senin (23/9) lalu, meminta agar semua pihak menjaga kondusivitas Nusa Penida, agar tidak mengganggu rencana kunjungan wisatawan ke Nusa Penida. Itu disampaikan Bupati Suwirta usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Klungkung. Bupati Suwirta mengaku akan segera bertemu pelaku pariwisata Nusa Penida menjelang pelaksanaan Festival Nusa Penida, agar semua pihak mau dan mampu menahan diri, demi kepentingan pariwisata yang lebih besar. Sebab, di tengah upaya untuk mengembangkan pariwisata Nusa Penida, sedikit saja ada negative campaign,
akan sangat berdampak terhadap kunjungan. “Perlu diingat bahwa persaingan itu, bukan hanya pariwisata antarpulau. Bahkan, sekarang persaingannya sudah terjadi antardestinasi. Jadi, mohon kurangi bertengkar di media sosial. Kalau punya ide, sampaikan ke saya, nanti pasti akan diakomodir,” tegasnya. Situasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, cukup menimbulkan pengaruh terhadap rencana
pelaksanaan Festival Nusa Penida Oktober nanti. Dia meminta agar semua pihak membantu menyukseskan agenda tahunan ini. Sehingga, tujuan besarnya bisa tercapai, yakni berdampak positif bagi Nusa Penida dan semakin mampu meningkatkan kunjungan pariwisata. Disinggung mengenai peristiwa kecelakaan di sejumlah objek wisata, ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah. Bupati Suwirta melihat,
daerah dianggap berdiam diri melihat semua peristiwa tersebut. Bupati Suwirta menegaskan bahwa semuanya butuh rencana dan proses, khususnya tentang keluhan infrakstruktur. Dia juga menentang keras adanya isu moratorium kunjungan ke Nusa Penida. “Dulu waktu kunjungan sepi, kami sangat dihargai setelah membangun jalan dan infrakstruktur lainnya. Tetapi, setelah sekarang ramai, kok seolah lupa. Sekarang setelah sepi, stres lagi. Makanya, pikirkan bersama bagaimana agar Nusa Penida ini tetap ramai dikunjungi wisatawan. Buat Nusa Penida selalu menarik untuk dikunjungi wisatawan lokal dan asing,” tegasnya. (kmb31)
Kisah Kakak-Adik Asal Payungan
SOSOK
Ditinggal Orangtua Penuhi Biaya Sekolah dari Jual Sayuran
Tindak Ibu-ibu Bandel RAGAM jajan basah maupun kering begitu mudah ditemukan di pasar tradisional. Tampilannya yang warna-warni menarik perhatian konsumen untuk membelinya. Namun, konsumen awam, apakah aneka jajan ini aman dikonsumsi atau tidak. Situasi ini telah lama menjadi sorotan BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan). Bahkan, kerap mendatangi langsung tempat produksinya yang mayoritas dilakoni ibu-ibu. “Meminta ibu-ibu ini agar menghentikan penggunaan bahan berbahaya, misalnya rhodamin B atau kesumba, memang cukup sulit. Karena mereka membandel. Saat turun langsung, bahkan kami sering mengancam akan melaporkannya ke polisi, supaya ibu-ibu ini mau berhenti memakai kesumba,” kata Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni saat ditemui di Klungkung, Senin (23/9) lalu. Upaya ini terpaksa dilakukan, agar konsumen memperoleh makanan yang layak konsumsi. Sebab, fenomena jajan warna-warni sudah semakin marak di pasar tradisional. Sejauh ini BBPOM dikatakan sudah sangat mentoleransi, sehingga masih mengedepankan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tetapi kalau sudah dua sampai tiga diperingatkan, tetap saja membandel, maka tindakan tegas lainnya bisa dilakukan, yakni menyita seluruh jajanan yang mengandung rhodamin B tersebut dan memusnahkannya. “Mengubah kebiasaan buruk itu memang sulit. Tetapi, kalau didiamkan begini justru lebih parah lagi. Ini berbahaya,” tegasnya. Dari sekian banyak bahan berbahaya, penggunaan rhodamin B mendominasi pasar. Padahal ini bahan berbahaya, karena merupakan pewarna tekstil. Penyalahgunaan ini disebabkan karena kepedulian masyarakat yang sangat kurang terhadap keamanan pangan. Harganya juga murah, serta keefektifan bahan berbahaya ini menghasilkan efek yang diinginkan dalam pangan, juga membuat tingginya penggunaan rhodamin B. Pihaknya berharap dengan hadirnya Kader Keamanan Pangan di desa, bisa menekan penggunaan bahan berbahaya ini di setiap desa. (gik)
BERSIH - Anak-anak dari Desa Kusamba usai mengikuti aksi bersih-bersih pantai ‘Clean Up the World’ di Pelabuhan Tribuana, Pantai Kusamba, Klungkung, Selasa (24/9) kemarin.
”Clean Up the World”
Suzuki Bangun Kesadaran Siswa SD Bijak Gunakan Plastik Semarapura (Bali Post) Kondisi limbah plastik di Indonesia semakin mengkhawatirkan dan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan di masa depan. Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan sehingga seringkali mengotori sungai, pantai dan lautan. Merespons hal tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama diler Sinta Marine kembali menginisiasi aksi bersih-bersih pantai Clean Up the World di Pelabuhan Tribuana, Pantai Kusamba, Klungkung, Selasa (24/9) kemarin. Ei Mochizuki, GM Strategic Planning PT SIS, mengatakan, sebagai perusahaan yang memiliki komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, pihaknya menyadari bahwa sampah plastik menjadi masalah besar di Indonesia. “Melalui Clean Up the World, kami ingin mengajak masyarakat sekitar Pantai Kusamba dan terutama anak-anak sekolah dasar untuk membangun kesadaran akan bahaya limbah plastik dan mengedukasi mer-
eka agar bisa menggunakan bahan ini lebih bijak,” ujar Mochizuki. Hadir dengan tagline “#BersihBerawalDariKu”, Clean Up The World tahun ini berfokus dalam memberikan edukasi kepada siswa tingkat sekolah dasar untuk mulai mengurangi dan melakukan daur ulang limbah plastik. Tak hanya mengedukasi dan membersihkan lingkungan sekitar pantai, Suzuki juga memberikan donasi berupa tempat sampah agar kebersihan pantai tetap terjaga. Agar lebih semarak, kegiatan bersih-bersih pantai tersebut diisi dengan beragam kegiatan lain seperti kuis dan permainan interaktif. “Dalam kegiatan ini kami banyak melibatkan anak-anak sekolah dasar, karena merekalah yang menjadi harapan kita di masa depan. Kami berharap melalui Clean Up The World anak-anak semakin mengerti dan menyadari dampak buruk sampah plastik untuk lingkungan. Semoga anak-anak di sini bisa menularkan kegiatan positif untuk menjaga lingkun-
gan kepada teman-temannya,” tutup Ei Mochizuki. Kampanye Clean Up The World tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga dilakukan oleh Suzuki Marine di seluruh dunia. Program ini dimulai tahun 2010 dengan bentuk kegiatan sosial membersihkan wilayah perairan seperti sungai, danau atau pun pantai. Hingga tahun 2019, sebanyak 17 negara telah menjadi partisipan, dan Indonesia sendiri telah berpartisipasi dalam kampanye ini sejak tahun 2014. Kampanye ini tidak hanya berfokus untuk membersihkan pantai saja, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka sangat tertarik terlibat langsung dalam gerakan bersama untuk memerangi sampah plastik. Ini sangat positif, dimana sejak dini, mereka sudah memiliki pemahaman yang benar tentang tujuan besar memerangi sampah dan melindungi alam sekitar dari ancamannya. (bns1)
Dermaga Gunaksa Kian Hancur Semarapura (Bali Post) Nasib Dermaga Gunaksa kian tak jelas. Proyek yang telah menelan dana ratusan miliar ini, kini tinggal puingpuing beton dan besi yang karatan. Sejumlah bangunan di sekitarnya juga sudah hancur. Situasi ini semakin menimbulkan tanda tanya, apakah mega proyek ini akan benar-benar dituntaskan, atau tetap dibiarkan menjadi tumpukan beton yang tidak berguna. Pemandangan di sekitar lokasi, Selasa (24/9) kemarin, sungguh memprihatinkan. Bahkan, akses menuju proyek pelabuhan ini pun sudah tidak ada, karena akses jalannya sudah lama terputus. Lokasi Dermaga Gunaksa, hanya bisa dicapai dengan jalan kaki menyusuri tepi pantai dari timur, sekitar 3 km. Di lokasi, nampak rangkaian beton yang membentuk teluk, sudah terkikis. Pasir di sekitarnya juga nampak terbawa air laut. Kondisi terparah terjadi pada stapol panel untuk mengontrol naik turunnya hidrolik dermaga, sudah hancur. Gentengnya berjatuhan, besinya karatan dan betonnya mulai terkikis. Situasi demikian membuat warga pesimis, Dermaga Gunaksa bakal benar-benar terwujud.
ada tour guide dari luar yang belum paham betul tentang alam Nusa Penida. Sehingga, ketika berkeliling, tidak siap dengan bagaimana kondisi dan situasi alam di sekitar tempat tersebut. Ini menjadi bahan evaluasi bersama yang harus disikapi semua elemen terkait. Penyedia fasilitas berwisata juga akan menjadi perhatian khusus dalam hal ini. Khususnya bagaimana kelaikan izinnya, apakah sudah mengantongi izin bersyarat, reputasinya dan hingga kualitas SDM dan fasilitas akomodasinya. Pihaknya menegaskan Nusa Penida yang sedang terus tumbuh, harus disikapi dengan bijak. Dia menolak keras, jika pemerintah
Sebab, persoalan dari hulu sampai hilir dari mega proyek yang sejak awal kontroversial ini, tidak memperlihatkan progres, tetapi nampak kian suram. Anggota DPRD Klungkung A.A. Gde Sayang Suparta belum lama ini, mengaku sempat turun langsung dan melihat sendiri, kondisi terkini Dermaga Gunaksa. Kondisinya dikatakan amat mem-
prihatinkan. Karena nampak sudah lama tak terurus lagi. Bahkan, kabel induk PLN juga melintang di tepi pantai. “Kondisinya sudah sangat hancur. Nampaknya sudah tidak ada yang bisa dipergunakan lagi. Akses jalan terputus. Rencana normalisasi Tukad Unda juga tak jalan dari balai,” kata politisi Gerindra ini. Kepala Dinas Perhubu-
ngan Klungkung Nyoman Sucitra sebelumnya mengakui Dermaga Gunaksa sudah beberapa kali uji coba, tetapi hasilnya gagal. Sebagai tindak lanjut dari hasil itu, Dirjen Kementerian Perhubungan dikatakan sudah sempat ke lokasi dan menyampaikan sebaiknya dilakukan redesain, karena Dermaga Gunaksa dianggap masih layak dikembangkan.
DERMAGA - Bangunan Dermaga Gunaksa nampak sudah kian hancur.
Bali Post/gik
Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian Dermaga Gunaksa. Komunikasi tetap dilakukan dengan Kementerian Perhubungan. Namun, sejauh ini pihaknya pun belum mendapat kejelasan dari pusat. Sebab, ketika aset Dermaga Gunaksa sudah menjadi tanggung jawab pusat, maka selanjutnya pemkab sifatnya menunggu bagaimana sikap pusat selanjutnya. Fraksi Gerindra secara resmi pernah meminta eksekutif melakukan konfirmasi ke Kementerian Perhubungan. Apakah akan dilakukan redesain atau dihentikan, misalnya karena pertimbangan teknis kondisi alam. Jika diredesain, kapan dilakukan agar tidak terkesan mangkrak. Apabila dihentikan maka Keputusan Menteri Perhubungan terkait penetapan lokasi Pelabuhan Gunaksa haruslah dicabut, meskipun melalui proses yang lama dan panjang. Ketika misalnya dicabut, maka aset tanah yang telah dibebaskan dari sumber dana APBD 2007-2008 tetap harus disertifikatkan dengan status hak pakai atas nama Pemda Klungkung. Sehingga setelahnya, dapat dialihfungsikan untuk kepentingan publik lain. (kmb31)
KEHIDUPAN dua bersaudara, Kadek Suardana (15) dan adiknya Komang Juniarta (13), membuat iba setiap mata yang melihatnya. Mereka hidup di sebuah rumah sederhana di tepi tegalan di Dusun Payungan Desa Selat, Klungkung, tanpa didampingi kedua orangtuanya. Ayahnya telah meninggal, sementara ibunya memilih pulang ke rumah tuanya. Meski hidup serba keterbatasan, keduanya pantang menyerah. Mereka tetap bertahan hidup dan bersekolah, dimana biayanya didapat dari hasil jualan sayur. Keduanya kini duduk di bangku SMP. Juniarta duduk di kelas VII, sedangkan sang kakak duduk di bangku kelas IX di SMPN 4 Semarapura. Setiap berangkat sekolah, keduanya harus berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer. Keduanya beruntung, masih ada bibi yang sudah renta, masih mau menampung mereka sejak kecil hingga sebesar seperti sekarang. “Keduanya sudah ditinggal kedua orangtuanya sejak kecil. Saya kasihan melihatnya. Makanya saya rawat dan didik agar mau sekolah. Awalnya saya antar ke sekolah, sekarang sudah bisa berangkat sendiri,” kata bibi keduanya, Wayan Sadiari, saat ditemui di rumah sederhananya, Selasa (24/9) kemarin. Ayahnya, Wayan Astawa, sudah lama meninggal karena jatuh saat naik pohon nangka. Sedangkan ibunya memilih kembali ke rumah orangtuanya di Bangket (timur Tukad Unda), sejak Suardana masih duduk di kelas I SD. Praktis sejak saat itu, keduanya dirawat Sadiari. Lantaran sudah tua, kedua anak ini membantunya mencarikan sayuran paku, kangkung hingga nangka. Bahkan, Suardana bisa memanjat sendiri beberapa pohon nangka maupun pohon kelapa yang menjulang tinggi. Hasilnya, kemudian diserahkan kepada Sadiari dan dijual ke Pasar Cucukan. Sehari, rata-rata Sadiari bisa mengumpulkan Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu. Hasilnya, baru dipakai untuk menenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya keduanya untuk sekolah. Suardana mengaku melakoni
itu, pagi sebelum berangkat sekolah bersama adiknya. Dia melakukan apa saja yang bisa dikerjakan untuk menghasilkan uang. Bahkan, kalau hari libur, dia memanfaatkan waktunya sepenuhnya untuk membantu bibinya. Di tengah kondisi keluarga demikian, Suardana mengaku kerap kesulitan biaya saat di sekolah. Meski sekolah SMP gratis, tetapi siswa harus beli buku LKS sebagai bahan penunjang belajar. “Biasa saya bayarnya nyicil. Kadang juga pilih patungan sama teman sebangku,” kata Suardana. Baik Suardana maupun Juniarta, sama-sama bertekad untuk tetap sekolah setinggi-tingginya. Khusus Suardana, dia bercita-cita menjadi seorang polisi. Kemudian membantu adiknya menjadi sarjana. Perbekel Selat Gusti Lanang Putu Adnyana mengatakan, keluarga ini cukup banyak mendapat perhatian dari warga sekitar. Bahkan, ada pula dari luar yang khusus datang untuk memberikan bantuan, karena iba dengan kehidupan mereka. Aparat Desa Selat sendiri sudah turun ke lokasi dan mengusulkan bantuan bedah rumah kepada Pemkab Klungkung. Dia mengatakan saat ini, prosesnya sudah dalam proses verifikasi. Dengan bantuan bedah rumah ini, diharapkan keduanya bersama bibinya bisa hidup lebih layak. Kisah hidup sepasang anak kakak-adik ini juga membuat iba Wakil Bupati Klungkung Made Kasta. Bahkan, dia sendiri turun langsung ke Payungan, Selasa (24/9) kemarin, untuk memberikan bantuan sembako bersama PMI Klungkung dan motivasi hidup agar tetap bersekolah serta jangan menyerah. Karena sudah masuk program bedah rumah, pihaknya berjanji akan mengawal langsung di eksekutif, sehingga segera bisa direalisasikan. “Ketika disampaikan anaknya yatim piatu, saya langsung teringat masa lalu saya. Karena kisahnya hampir sama dengan saya. Saya berharap anak-anak ini tetap sekolah. Barangkali nanti bisa jadi wakil bupati juga,” seloroh Wabup Kasta. (gik)
Bali Post/gik
MEMBANTU - Komang Juniarta saat membantu kakaknya mengangkut nangka.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 25 September 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr Kary Pria toko Kaca&Almnum Setiabudi 65 Dps 0361-435879
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
B.BP.001.09.19.0000783
Dicari: Asisten Rumah Tangga Gaji Diatas 1Juta Pulang-Pergi Hub:081933024999
B.BP.004.09.19.0000800
Dcr 3 karyawati U/Rumah Makan Gandi Singaraja H.08784467844 B.BP.001.09.19.0000752
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
G.01
Bar in Legian need Bartender min 2 years experience open 24 hours.Email CV:crusoesbarbali@ gmail.com / WA 082266034910 B.BP.154.09.19.0000797
Cr Pembantu rumah tangga premp Gj.1,7jt,tidur dlm, 085222555444 B.BP.001.09.19.0000758
Dcr Therapist Spa & Salon Hub:087860600877 B.BP.154.09.19.0000796
Dcr Waiter speak English Resto Berawa Canggu WA 087838225522
Dicr Penjaga Kost SIM A,Max 35 Th,TdrDlm,KTP Bali.08123928624
B.BP.004.09.19.0000731
B.BP.001.09.19.0000702
PT BPR Mambal Jl .Raya Mambal AbsBadung(0361)469289,4713022 Membutuhkan AO & Marketing Kredit Khusus Pria
B.BP.001.09.19.0000786
Pusdiklat di Dps Bth Staf IT, Staf Admin&Umum Min SMKPaham Team Work diutamakan punya SIM A, Honor Menarik, Kluar Kota Hubungi: tugasbali@yahoo.com
B.BP.001.09.19.0000789
DIJUAL MOBIL TOYOTA
New Yaris Automatic 2014, asli Bali Hitam met Hp.085101223766 B.BP.001.09.19.0000798 HONDA
Honda Jazz RS 2011, manual Pribadi Hub.082144112217 B.BP.001.09.19.0000782
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
SERVICE
BIRO JASA
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
BIRO JASA
KEHILANGAN
DIJUAL TANAH
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
Hlg BPKB,STNK No.M-08145540 DK 448 FM An.I Wayan Sadia, Bdg
BUC.Tnh 3,5A U/Kos2an Elit dlm Kota 30m dr Jl Ry,081802040777
B.BP.001.09.19.0000334
B.BP.001.09.19.0000755
Murah BU Tanah 1 Are Batubulan 315Jt Hub/WA :087862937019 TP
B.BP.001.09.19.0000781
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Disewakan Rumah Jayagiri I No.1E dan 1F Hub.081338724400
B.BP.001.09.19.0000784
KEHILANGAN Hlg BPKB No.6634178-G DK 821 JJ atas nama Sujono B.BP.001.09.19.0000780
Hlg Sertifikat Tnh HM 01781 Penatih a.n. I Wayan Gede Sumida Jln.Siulan III/43 Lk.Bekul Dps B.BP.001.09.19.0000801
B.BP.001.09.19.0000791
Hlg Buku Kir Toyota Kijang DK8208D An.I Nengah Artawayasa B.BP.001.09.19.0000788
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.09.19.0000494
Rabu Pon, 25 September 2019
Tingkatkan Pemahaman Keamanan Pangan
BBPOM Denpasar Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa PENYALAHGUNAAN bahan berbahaya dalam pangan masih banyak ditemui, terutama pada industri rumah tangga. Guna meningkatkan pemahaman terkait keamanan pangan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi kader keamanan pangan desa di Kabupaten Bangli, Selasa (24/9) kemarin. Dengan pelaksanaan bimtek ini, para kader diharapkan mampu mensosialisasikan dan membina keamanan pangan kepada masyarakat/komunitas di desa masing-masing. Kegiatan bimtek yang digelar di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra. Dalam bimtek tersebut, BBPOM memberikan beberapa materi bagi para
kader di antaranya mengenai keamanan pangan dan lima kunci keamanan pangan untuk keluarga, kunci keamanan pangan untuk ritel dan pangan siap saji, serta edukasi keamanan pangan sebagai kader dan tugas kader. Tak hanya itu, para kader juga dibimbing menyusun program keamanan pangan pada anggaran desa oleh Kepala Dinas PMD Bangli. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. IGA Adhi Aryapatni, Apt. mengatakan, bimtek kader keamanan pangan desa ini merupakan program nasional gerakan keamanan pangan daerah (GKPD). Program GKPD telah dilaksanakan BBPOM sejak 2014. Selama lima tahun terakhir, desa di Bali yang telah diintervensi dengan program GKPD intervensi penuh sebanyak 25 desa. Jumlah kader yang dibentuk di masing-masing desa sekitar
15 kader. “Dalam program GKPD itu lengkap intervensi kita. Membentuk kader di satu desa diawali dengan advokasi kepala desa, kemudian lintas sektor terkait, sampai bupati/ wali kota untuk advokasi untuk mendapat komitmen. Setelah itu baru bimtek kader,” ungkapnya. Mengingat jumlah desa di Bali yang telah diintervensi dengan program GKPD masih di bawah 10 persen dari total keseluruhan jumlah desa di Bali, BBPOM pun berinisiatif membuat program GKPD yang lebih sederhana dengan memanggil satu kader di setiap desa untuk dibimtek. “Tahun ini kita menyasar 248 desa di seluruh Bali. Tahun lalu sudah 254 desa. Jadi sekarang tinggal sedikit desa yang belum disasar,” terangnya. Melalui bimtek ini, pihaknya berharap terbentuk kader keamanan pangan di desa yang
dapat membantu mensosialisasikan keamanan pangan kepada masyarakat/komunitas desa, membina keamanan pangan dan berperan sebagai kontak dan key person terhadap masalah keamanan pangan. Sosialisasi dapat dilakukan khusus atau bersamaan dengan kegiatan lain misalnya pertemuan PKK, pertemuan RT, Posyandu atau kegiatan yang sudah ada di desa. Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra dalam kesempatan kemarin meminta para kader keamanan pangan yang menjadi peserta bimtek agar membuat perencanaan program bimtek keamanan pangan sekaligus konseling gizi dengan melibatkan PKK atau komunitas di desa masing-masing. Program tersebut dapat dirancang dengan memanfaatkan dana desa. (ad721)
BIMTEK - Kader keamanan pangan desa di Kabupaten Bangli saat mengikuti kegiatan bimtek yang digelar BBPOM Denpasar di Gedung BMB, Selasa (24/9) kemarin.
Nyepi Danau Selama Tiga Hari
Krama Buahan Stop Aktivitas di Danau Batur
Bali Post/ist
RAPAT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memimpin rapat forkompinda di Objek Wisata Air Terjun Tibumana, Desa Apuan, Susut, Selasa (24/9) kemarin.
Tuntut Kontribusi Atas Pemanfaatan Air dan Udara Bersih
Bupati Made Gianyar Segera Surati Gubernur
Bangli (Bali Post)-
Bupati Bangli I Made Gianyar berkeinginan serius menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli dari sektor sumber daya air. Terkait hal itu, Made Gianyar mengaku akan segera menyurati Gubernur Bali dan bupati/wali kota yang selama ini memanfaatkan air serta udara bersih dari Bangli. Dalam rapat Forum Koordinasi Daerah (Forkompinda) Bangli di Objek Wisata Air Terjun Tibumana, Desa Apuan, Susut, Selasa (24/9) kemarin, Made Gianyar mengatakan, sudah menugaskan OPD terkait untuk segera membuat surat dan menyiapkan istrumen pendukungnya. Surat rencananya akan ditujukan kepada Gubernur Bali selaku wakil pemerintah pusat di daerah yang bisa mengimplementasikan undang-undang dan peraturan pemerintah secara langsung. Di samping itu pihaknya juga akan bersurat ke bupati/wali kota yang daerahnya memanfaatkan air dari Bangli. Made Gianyar berharap dengan upayanya itu semua pihak sadar bahwa pemerintahan dan Pulau Bali ini merupakan satu kesatuan sistem yang bersama-sama harus maju. “Intinya surat ini merupakan bentuk perjuangan Bangli untuk mendapatkan keadilan,” ujarnya. Diungkapkan Made Gianyar, Kabupaten Bangli sebagai daerah penyangga dan penghasil air bersih di Provinsi Bali, selama ini belum mendapat perhatian yang cukup oleh Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten/kota yang memanfaatkan jasa ling-
kungan dari Bangli. “Kalau bisa saya contohkan, selama ini Kabupaten Gianyar dan beberapa kabupaten lainnya menggunakan air bersih dari Bangli untuk kepentingan pariwisata, air minum, pertanian/sawah, dan menghasilkan PAD yang membuat rakyatnya sejahtera dari pemanfaatan air yang bersumber dari Kabupaten Bangli. Namun, Kabupaten Bangli sebagai daerah penghasil air tidak dapat apa-apa. Asas keadilan inilah yang sedang kita perjuangkan, sehingga peran penting Bangli sebagai daerah penyangga di Bali mendapat perhatian khusus,” terangnya. Dalam rapat yang dihadiri Wabup Sedana Arta tersebut, Made Gianyar juga menyampaikan kekecewaannya karena selama ini Pemkab Bangli belum mendapat keadilan dari pemerintah pusat maupun Provinsi Bali. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali, Kabupaten Bangli ditetapkan sebagai daerah penyangga dan daerah konservasi. Atas penetapan itu, Bangli hanya dapat tugas dan kewajiban menjaga hutan. Namun di sisi lain, sebagai daerah konservasi perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten lainnya di Bali sangat kurang.
Untuk memperjuangkan hak-hak Bangli sebagai daerah konservasi, di salah satu pasal RTWR Provinsi Bali, Made Gianyar mengaku sudah mengajukan satu pasal agar imbal jasa lingkungan yang diatur dalam PP 46 Tahun 2017 diadopsi secara utuh dalam Perda RTRW. Kabupaten lain yang selama ini memanfaatkan udara dan air bersih yang dihasilkan Kabupaten Bangli, diharapkan dapat memberikan kontribusi/imbal jasa yang wajar. Tidak hanya Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, tetapi juga kabupaten lain yang menikmati. “Sebagai daerah konservasi, kami ingin (Bangli) lebih diperhatikan. Untuk merealisasikan harapan itu saya sudah menugaskan tim untuk membuat dan mengir-
imkan surat kepada Bapak Gubernur Bali dan bupati/wali kota yang daerahnya memanfaatkan air dan udara bersih dari Bangli. Sebagai dasar surat, kami berpedoman pada Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, UU 32 Tahun 2009 tentang Pelestarian Lingkungan dan PP 46 Tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup,” kata Gianyar. Apabila surat tersebut nantinya tidak mendapat tanggapan atau dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten/kota lainnya, ia mengaku tidak ragu untuk menjalankan ancamannya mereklamasi pangkung (sungai mati) yang ada di Bangli. “Saya sudah perintahkan Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar sampah tidak lagi dibawa ke TPA, tetapi bisa langsung digunakan untuk mereklamasi pangkung di perbatasan Bangli,” kata Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Krama Desa Adat Buahan di Kintamani akan melaksanakan Nyepi Danau selama tiga hari. Selama pelaksanaan Nyepi Danau, krama setempat akan menghentikan seluruh aktivitas di Danau Batur seperti menangkap ikan, melakukan kegiatan di keramba jaring apung (KJA) dan aktivitas lainnya. Bendesa Adat Buahan Made Antara mengatakan, Nyepi Danau ini dilaksanakan serangkaian upacara Pamarisudha Bumi, Danu Kertih dan Rsi Gana yang akan digelar di Pura Danu Kuning, Sabtu (28/9) mendatang. Nyepi Danau dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai 26-28 September. Seperti pelaksanaan nyepi pada umumnya, dalam Nyepi Danau nanti krama Buahan akan menghentikan seluruh
aktivitas di Danau Batur seperti menangkap ikan, melakukan kegiatan di KJA, dan aktivitas lainnya. “Kalau keluar rumah boleh, bertani boleh, hanya aktivitas di Danau Batur saja yang distop krama selama tiga hari,” jelasnya. Tak hanya berlaku bagi krama Buahan, krama dari desa lainnya juga tidak dibolehkan melakukan aktivitas di Danau Batur yang wilayahnya ada di Desa Buahan. Dikatakan Antara, Nyepi Desa ini bertujuan untuk menyeimbangkan dan memberikan ketenangan bagi segala makhluk yang hidup di Danau Batur sebelum upacara Pamarisudha Bumi, Danu Kertih dan Rsi Gana dilaksanakan bertepatan dengan rahinan Tilem Sasih Katiga. Upacara Pamarisudha Bumi, Danu Kertih dan Rsi
Gana nanti akan menjadi upacara yang pertamakali dilaksanakan krama Buahan. Tujuan dari digelarnya upacara itu untuk mengharmoniskan alam dan menyucikan kembali Danau Batur yang sempat cemer karena adanya kejadian salah pati belum lama ini. “Selama ini Danau Batur menjadi sumber kehidupan dan sumber rezeki masyarakat kami. Melalui upacara ini diharapkan masyarakat semakin paham bahwa Danau Batur adalah sesuatu yang patut disucikan, dipelihara dan diamankan sumber dayanya,” jelasnya. Sementara itu, jelang pelaksanaan upacara tersebut, krama Desa Buahan telah melakukan sejumlah persiapan seperti membuat sarana upacara. Antara mengatakan, persiapan sudah dilaksanakan sejak 22 September lalu. (kmb40)
Gedong Terbakar Kerugian Ratusan Juta Bangli (Bali Post) – Musibah kebakaran terjadi di Banjar Selat Tengah, Desa Selat, Susut, Selasa (24/9) kemarin subuh. Kebakaran melanda bangunan gedong milik I Wayan Liang, warga setempat. Dua unit armada pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Bangli turun ke lokasi untuk membantu warga memadamkan kobaran api. Peristiwa kebakaran yang mengagetkan warga setempat terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Korban mengetahui bangunan gedongnya terbakar setelah mendengar adanya suara gaduh. Saat dicek, korban terkejut lantaran mendapati kobaran api melahap bangunan gedong miliknya. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu, langsung ikut membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Sekitar sejam kemudian, dua
Bali Post/kmb40
KEBAKARAN - Sejumlah warga membantu memadamkan api yang membakar bangunan gedong milik I Wayan Liang warga Banjar Selat Tengah, Desa Selat, Susut, Selasa (24/9) kemarin. unit mobil damkar juga turun ke lokasi untuk membantu memadamkan api. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Musibah kebakaran yang terjadi dini hari itu, mengakibatkan bangunan berukuran
6x5 meter beserta beberapa barang elektronik, pakaian dan gabah milik korban ludes. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian seratus juta rupiah,” ungkapnya. Mengenai penyebab kebakaran, Sulhadi mengatakan diduga akibat hubungan arus pendek listrik. (kmb40)
Rabu Pon, 25 September 2019
OLAHRAGA
15
Indra Sjafri Daftarkan 40 Pemain untuk SEA Games Jakarta (Bali Post) – Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri merilis daftar 40 pemain menuju SEA Games 2019 Filipina. Sebanyak lima pemain senior pun ditetapkan.
K e - 4 0 nama tersebut telah didaftarkan PSSI melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sesuai regulasi SEA Games 2019, hanya 20 pemain yang dapat bermain di ajang bergengsi antarnegara Asia Tenggara tersebut. Indra menjelaskan, pemilihan 40 nama pemain tersebut tidaklah mudah. Sebab, semua melalui proses
Asah Keahlian Personel
Anggota Lanud Rutin Berlatih Nembak
Bali Post/rah
LATIHAN - Personel Lanud I Gusti Ngurah Rai dan pejabat instansi terkait latihan menembak di Tohpati, Denpasar Timur. Denpasar (Bali Post) Ratusan anggota Lanud I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/9) kemarin berkumpul di Lapangan Tembak Brimob Tohpati, Denpasar Timur. Mereka berada di sana dalam rangka latihan menembak yang rutin dilakukan tiap tiga bulan. Tujuannya untuk terus mengasah keahlian menembak personel Lanud. Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi didampingi Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Letkol Lek Wahyudi menyampaikan, latihan menembak ini
dlaksanakan rutin tiap tiga bulan dan Selasa kemarin memasuki triwulan ketiga. ‘’Tujuannnya melatih seluruh anggota Lanud I Gusti Ngurah Rai, sesuai tugas pokoknya sebagai TNI wajib memiliki keahlian menembak,’’ ujarnya. Selain personel Lanud, juga diundang instansi terkait untuk berlatih menembak. Letkol Wahyudi menyampaikan tujuannya untuk menjaga silaturahmi antarsesama instansi, baik istansi Bandara Ngurah Rai, Otoritas maupun pajak dan lainnya. ‘’Setidaknya bisa memberikan pengenalan
tentang penggunaan senjata. Personel Lanud total 228 orang,’’ ungkap Wahyudi. Menurutnya, untuk latihan menembak menggunakan pistol melibatkan seluruh perwira, anggota Polisi Militer dan intelijen. Sedangkan untuk senjata laras panjang melibatkan seluruh anggota Lanud Ngurah Rai. ‘’Untuk senjata pistol yang kita gunakan adalah jenis baru. Kami juga dapat tambahan senjata termasuk yang laras panjang yaitu SS1 jenis baru. Intinya seluruh anggota wajib bisa menggunakan semua senjata,’’ tandasnya. (kmb36)
Tindakan Anarkis ‘’Gedung yang dirusak antara lain Kejaksaan, RRI, Kampus Yapis, Bank BRI Wouma, Gedung Otonom yang terdiri dari sejumlah dinas serta rumah, bengkel, toko dan kios,’’ katanya. Massa yang melakukan tindak anarkis secara membabi buta itu juga membakar sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua, termasuk membakar beberapa rumah warga. Tak hanya itu, pelajar di Jayawijaya juga diliburkan karena
ada beberapa gedung SD, SMP dan SMA yang dirusak massa. Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Rodja mengakui saat ini tujuh orang diamankan pasca-aksi demo anarkis di Wamena yang terjadi Senin (23/9). ‘’Saat ini ketujuh orang yang diamankan masih diperiksa di Mapolres Jayawijaya di Wamena,’’ kata Kapolda Papua di Jayapura, Selasa kemarin. Kata Rodja, korban meninggal di Wamena sebagian besar warga yang tidak bisa melarikan diri setelah rumah atau ruko tempat
mereka dibakar pendemo. ‘’Ratusan bangunan di Wamena dibakar pendemo, dan diperkirakan penghuninya tidak sempat melarikan diri hingga terbakar,’’ kata Irjen Pol. Rodja. Ketika ditanya tentang apakah aksi demo di Wamena melibatkan KNPB, Kapolda Papua mengaku akan memastikan sejauh mana keterlibatan kelompok tersebut. Namun insiden yang terjadi di Wamena dan di Expo Waena tidak terlepas dari Sidang Umum PBB dari tanggal 23-27 September mendatang. (ant)
RS Wamena Untuk korban yang meninggal dunia, katanya, sudah diberikan kemudahan layanan untuk pemakaman, sementara korban luka juga sudah dirawat di RS Wamena. Bagi korban yang membutuhkan perawatan lebih intensif, lanjutnya, dirujuk ke Jayapura dan telah disiapkan pesawat untuk sarana transportasi
bagi pasien yang dirujuk. Dari kerugian materiil, Tito menyebutkan, kerusakan kantor bupati, kejaksaan, puskesmas, perbankan, dan ruko-ruko akibat dibakar, serta 50 mobil dan 50 motor juga hangus dibakar. Sementara untuk insiden penyerangan yang terjadi di Expo Waena, Jayapura, Tito menyebutkan satu anggota TNI gugur dan tiga perusuh tewas. Menko Polhukam Wiran-
to menyesalkan terjadinya kericuhan di Wamena dan Jayapura, Papua, padahal beberapa hari ini situasi di provinsi paling timur Indonesia itu sudah berangsur kondusif. ‘’Betul-betul kita sayangkan. Aparat keamanan berusaha meredam itu semua, menyadarkan masyarakat. Jangan sampai dijadikan bulan-bulanan oleh pihak yang hanya mencari keuntungan di sana,’’ tegasnya. (ant) Rabu, 25 September 2019
05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Implementasi Karya Ngenteg Linggih Dalam Kehidupan (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Adi Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping
11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Implementasi Karya Ngenteg Linggih Dalam Kehidupan (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Memanfaatkan Sungai Desa Sebagai Lahan Budidaya Ikan 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram 17:00 Wita Ocydia Home Shooping 17:30 Wita Kartun Sabha Parwa (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Waspada Obesitas 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel
penilaian secara matang. ‘’Nama-nama yang kami pilih dalam daftar besar 40 ini adalah pemain yang sudah kami amati dan proses seleksi beberapa waktu lalu. Komposisi 35 pemain usia 22 tahun dan 5 pemain senior yang kami daftarkan,’’ kata pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri, Selasa (24/9) kemarin. Pada ajang SEA Games 2019, setiap tim diperbolehkan membawa dua pemain di atas usia 22 tahun alias senior di dalam skuad. Ini merupakan regulasi terbaru yang diterapkan di event tersebut. Dari daftar 40 pemain itu, Indra memilih tiga pemain senior yang merupakan anak
didiknya saat melatih Timnas U-19 ketika menjuarai Piala AFF 2013. Mereka adalah Hansamu Yama, Evan Dimas dan Zulfiandi. Sementara sisanya eks pelatih Bali United itu memilih Manahati Lestusen dan striker naturalisasi Alberto Goncalves atau yang akrab disapa Beto. ‘’Sebagai persiapan SEA Games kami akan memulai pemusatan latihan (TC) pada 1 hingga 15 Oktober ini. Pada TC ini kami akan melakoni uji coba internasional dengan mengikuti turnamen di China tanggal 9-13 Oktober mendatang. Kami akan melawan Arab Saudi, Yordania dan tuan rumah China,’’ katanya menambahkan. (kmb33)
Berikut 40 Nama Pemain untuk SEA Games 2019 1. Awan Setho 2. Satria Tama 3. Muhammad Riyandi 4. Nadeo Argawinata 5. Rendy Oscario 6. Muhammad Rifad Marasabessy 7. Asnawi Mangkualam 8. Fredyan Wahyu 9. Nurhidayat 10. Bagas Adi 11. Andy Setyo 12. Dodi Alexvan 13. Samuel Christianson 14. Rachmat Irianto 15. Gian Zola 16. Muhammad Luthfi 17. Syahrian Abimanyu 18. Tegar Infantrie 19. Hanif Abdurrauf 20. Saddil Ramdani
21. Witan Sulaeman 22. Osvaldo Haay 23. Muhammad Hambali 24. Sani Rizki 25. Egy Maulana 26. Feby Eka 27. Septian Bagaskara 28. Muhammad Rafli 29. Firza Andika 30. Kadek Agung 31. Todd Rivaldo 32. David Rumakiek 33. Natanael Siringoringo 34. Muhammad Sidik 35. Irkham Zahrul 36. Hansamu Yama 37. Manahati Lestusen 38. Evan Dimas 39. Zulfiandi 40. Alberto Goncalves
Lala Studio Kembali Gelar Pelatihan Senam Lansia
Denpasar (Bali Post) Lembaga Khusus dan Pelatihan (LKP) Lala Studio sukses menggelar sosialisasi pelatihan Senam Bugar Lansia Indonesia, di Wantilan Bali TV pada Minggu (15/9) lalu, yang melibatkan 82 peserta. Kenyataannya, banyak masyarakat, guru olahraga, ibu-ibu PKK dan insan senam yang belum mengikuti pelatihan tersebut. Oleh karena itu, Lala Studio kembali menyelenggarakan pelatihan Senam Bugar Lansia Indonesia (2) di Lala Studio Veteran, Minggu (29/9) mendatang. Pemilik Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung di Denpasar, Selasa (24/9) kemarin menjelaskan, atas saran beberapa insan senam yang belum bisa mengikuti pelatihan Senam Bugar Lansia, maka pihaknya menampung masukan dari beberapa peserta. ‘’Kami bersyukur, saat pelatihan pesertanya mencapai 82 orang dan saat ini puluhan peserta juga sudah mendaftar,’’ ucap Grace.
Bali Post/ist
PESERTA - Para peserta sosialisasi dan pelatihan Senam Bugar Lansia Indonesia (2), di Wantilan Bali TV, Minggu (15/9) lalu. Dijelaskannya, masyarakat baik dari kalangan pralansia dan lansia makin sadar akan kesehatan. Bahkan, mereka mempercayakannya kepada LKP yang
18.000 Personel Pantauan di lokasi, setelah kericuhan, polisi membubarkan pengunjuk rasa dengan cara menyemprotkan water cannon dan tembakan gas airmata karena massa mulai bertindak anarkis. Kemudian, pengunjuk rasa terpisah dua bagian, yakni kelompok yang ke arah jembatan penyeberangan orang Slipi arah Grogol dan pintu masuk Tol Dalam Kota Jakarta-Jalan Gelora Pemuda, Senayan. Sementara itu, kondisi di depan gerbang utama
gedung DPR-RI terlihat steril dari kerumunan pengunjuk rasa. Selain polisi, anggota TNI juga memperkuat pengamanan di pintu sisi kanan gedung DPR-RI usai dijebol pengunjuk rasa yang berusaha merangsek ke area dalam gedung perwakilan rakyat itu. Polda Metro Jaya mengerahkan 18.000 personel gabungan dari unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahkan sejumlah anggota Brimob Polda Lampung diperbantukan ke Jakarta guna mengamankan aksi lanjutan itu. (kmb4/ant)
diakui pemerintah. Hal itu terbukti, bagi peserta berhak mendapatkan sertifikat yang bisa dipertanggungjawabkan kepada Kemenpora. Di level nasional,
Grace dipercaya menjadi juri lomba senam poco-poco nusantara tingkat nasional memperebutkan Piala Ibu Negara di Jakarta pada 19 Oktober mendatang. (022)
Usulan Pemerintah Dia meminta agar para mahasiswa memahami bahwa apa yang dilakukan DPR dengan menunda pengesahan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan, bukan hanya atas usulan pemerintah namun mendengar aspirasi mahasiswa. Karena itu, dia membantah isu negatif ter-
kait beberapa isi dari RUU Pemasyarakatan misalnya narapidana bisa cuti dan jalan-jalan di mall. ‘’Banyak hal yang dipelintir lalu membuat suasana panas, sehingga saya jelaskan, tidak ada hal-hal seperti itu. Namun untuk menurunkan tensi dan memenuhi aspirasi publik dan usulan Presiden maka dua RUU kami tunda,’’ katanya. (ant)
BALI
BUDAYA RABU PON, 25 September 2019
PENDIDIKAN I Wayan Dastra
SENIMAN
Tertarik Seni Lukis Tradisional
Mahir ’’Makidung’’ Indira Terjun ke Pop Bali PENYANYI pendatang baru di belantika musik pop Bali makin bertumbuh. Mereka hadir dengan ciri khas dan karakter musik berbeda-beda. Tentu kehadiran mereka semakin memberikan warna baru di industri musik Bali. Salah satunya adalah Indira. Remaja kelahiran Denpasar, 27 Juli 2001 ini baru saja merilis single perdananya lengkap dengan video klip di akun youtube-nya. Menariknya, lagu yang diberi judul ‘’Bisa Mengerti’’ ini diciptakan oleh penyanyi pop Bali kenamaan, Dek Arya. Bahkan, Indira sendiri diproduseri langsung oleh musisi sekaligus penata rekaman, Sila. Pertemuan mereka berawal pada saat Indira mengikuti kontes Vaspa Mencari Bintang. Tertarik dengan karakter suara Indira, Sila kemudian mengajak Dek Arya untuk menciptakan sebuah lagu. Lahirnya lagu ‘’Bisa Mengerti’’ ini. Meskipun terbilang penyanyi pendatang baru, untuk urusan olah vokal, sudah tak asing lagi bagi dara bernama lengkap Indira Chintya Nik Arsana Putri ini. Pasalnya, sejak kelas IV SD ia sudah suka menyanyi. Bahkan, kerap pula mengikuti lomba atau kontes vokal anak-anak. Bersama teman-teman, mahasiswi semester I Prodi Manajemen Bisnis Undiknas ini sempat membentuk Trio Lin di tahun 2013. Uniknya, Indira tidak hanya hobi menyanyi lagu pop, namun ia juga punya potensi untuk urusan makekawin maupun makidung. Bahkan, makidung ditekuninya sejak duduk di bangku SMP. Soal kemampuannya ini telah dibuktikan ketika ia sempat meraih juara I lomba makekawin remaja tingkat Provinsi Bali, dan juara I lomba untuk kategori makidung. ‘’Ya selain bisa menambah pengalaman, Indira juga ingin melestarikan seni budaya Bali, karena jarang banget generasi muda yang ingin melestarikannya (makekawin dan makidung - red),’’ ujar Indira, Selasa (24/9) kemarin. Indira merasa bersyukur karena apa yang diimpikan selama ini menjadi kenyataan. Bahkan, pada tahun 2020 ia akan mewakili Bali dalam perlombaan kidung remaja tingkat nasional di Maluku. (win)
MENGENAL dunia seni lukis sejak kecil. Lingkungan yang membesarkannya sangat kental dengan aktivitas berkesenian, terutama seni lukis. Potensi seni yang dimiliki terus diasah hingga kini. Karya yang dihasilkan pun banyak bercerita tentang aktivitas budaya dan alam Bali. Dialah I Wayan Dastra, pelukis asal Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar. ‘’Saya mulai tertarik dan belajar seni lukis ketika usia 14 tahun atau tepatnya pada saat duduk di bangku SMP. Saat itu saya belajar membuat lukisan tradisi o na l b e r t e m a f l o r a d a n fauna. Saya belajar melukis
di salah satu galeri di lingkungan Desa Lodtunduh,’’ ujar Dastra, peraih juara III lomba seni dekoratif daur ulang Clean Up Bali 2000, Selasa (24/9) kemarin. Memasuki Studio Ubud Art, Lodtunduh, Ubud, sejumlah lukisan tampak menghiasi dinding. Sebagian lagi ditempatkan di lantai dua. Temanya kebanyakan aktivitas sosio-kultural masyarakat Bali. Di lantai dua studio tersebut, ada sejumlah lukisan bertema barong. Di situlah I Wayan Dastra, pria kelahiran Ubud, 7 Juni 1980 berkarya. Keinginannya menggeluti dunia seni lukis sudah disalurkan sejak di bangku
SMP. Setelah menamatkan SMP, Dastra melanjutkan studinya di SMSR. Lulus dari SMSR tahun 1999, Dastra melanjutkan studinya di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan mendapatkan gelar sarjana seni pada tahun 2006. Sebelum intens melukis di Bali, Dastra sempat berpetualang di ibu kota, Jakarta. Ketika itu karya yang dihasilkan beragam tema. Beberapa tahun kemudian, Darta pulang ke Bali dan berkonsentrasi melukis di tanah kelahirannya, dengan membuka studi seni lukis yang diberi nama Ubud Art. Tema yang diangkat dalam lukisannya tidak jauh dari kehidupan masyarakat Bali. ‘’Untuk mendapatkan sebuah tema lukisan, biasanya memerlukan proses panjang dan pemikiran yang matang. Saya mengambil tema lukisan yang tidak jauh dari kehidupan di sekitar atau kegiatan sehari-hari masyarakat Bali, seperti aktivitas keagamaan (ritual), aktivitas pertanian (panen padi) dan sebagainya. Intinya segala sesuatu yang tidak jauh dari kegiatan tradisional Bali,’’ ujarnya. Dastra memiliki alasan tersendiri mengambil tema tradisional dalam karya lukisnya. Baginya, itu salah satu cara untuk melestarikan seni lukis tradisional Bali. ‘’Harapan saya sangat sederhana, seni lukis tradisional menjadi lebih lestari. Karena itu saya berharap seniman agar tidak melupakan karyakarya bertema tradisi, untuk mempertahankan seni lukis tradisional Bali, sehingga tidak hilang oleh kemajuan zaman,’’ ujarnya. Tetapi bukan berarti tidak menerima modernisasi dalam berkesenian, karena semua itu bisa diselaraskan bersama, agar dunia seni lukis tetap berkembang tetapi tidak meninggalkan atau melupakan tema-tema tradisional. (lun)
SMKN 1 Denpasar Rayakan HUT Ke-57 Cetak SDM Kompeten dan Berkarakter
TEPAT pada Selasa (24/9) kemarin, SMKN 1 Denpasar genap berusia 57 tahun. Banyak prestasi yang telah diraih sekolah yang dulunya bernama STM Negeri 1 Ubung ini. Puncak HUT ke-57 SMKN 1 Denpasar dirayakan di aula sekolah setempat, dihadiri Kasi Peserta Didik Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Bali, pengurus komite, mitra dunia industri dan dunia usaha, para guru, pegawai dan siswa. Hadir juga sejumlah pegawai dan guru yang purnatugas. Mengambil tema ‘’Berkreasi dalam bidang teknologi berlandaskan budaya’’, perayaan hari jadi SMKN 1 Denpasar dimeriahkan pentas seni seperti tari Sekar Jempiring, lagu-lagu oleh siswa SMKN 1 Denpasar dan hiburan lawak Celekontong Mas. Dalam acara tersebut juga diserahkan piala untuk juara umum dan piala bergilir. Kepala SMKN 1 Denpasar I Ketut Suparsa, S.T.,
M.T. menyampaikan, selama tiga tahun terakhir, banyak prestasi diraih sekolah ini, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selain mencetak lulusan yang kompeten di bidangnya, SMKN 1 Denpasar juga dituntut untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkarak t e r . I t u sesuai dengan harapan pemerintah bahwa SMK mesti melaksanakan pendidikan karakter yaitu mampu bekerja sama dan gotong royong, menjaga kelestarian budaya melalui kreativitas budaya lokal dan budaya akademik yang akan membangun rasa bangga sebagai masyarakat Bali dan nasional. ‘’Prestasi yang diraih selama ini berkat kerja keras semua warga sekolah. Juga karena penerapan nilainilai karakter. Nama SMKN 1 Denpasar sudah sangat harum di masyarakat karena prestasi yang diraih, baik di bidang akademis maupun nonakademis. Misalnya pada
tahun 2019 ini SMKN 1 Denpasar meraih juara umum I Porjar Kota Denpasar,’’ ujar Suparsa didampingi Wakasek Kurikulum I Made Suwardana, M.Pd., Wakasek Kesiswaan I Wayan Pasek, S.Pd., Wakasek Humas Dra. Desak Made Rai, M.Pd. dan Wakasek Sarpras I Wayan Suyadnya, S.Pd. Bahkan, serangkaian HUT kali ini SMKN 1 Denpasar juga menggelar berbagai lomba akademik maupun lomba seni dan olahraga dalam rangka melatih perkembangan otak kiri dan otak kanan. Ini juga dalam rangka melahirkan bibitbibit unggul yang kompeten dan berkarakter. Kadis Pendidikan Provinsi Bali yang diwakili Kasi Peserta Didik Bidang SMK Luh Putu Suryati, S.Sos., M.AP. mengucapkan terima kasih kepada SMKN 1 Denpasar yang telah mengantarkan peserta didik menjadi SDM yang kompeten dan
berkarakter. Menghadapi anak didik di era industri 4.0 atau generasi meliniel yang akrab dengan dunia digital, guru-guru mesti mengikuti perkembangan teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. Di sisi lain, disampaikan, SMKN 1 Denpasar yang telah banyak melahirkan juara, agar terus meningkatkan kompetensi kelulusan siswanya sehingga mampu bersaing di dunia kerja dan dunia industri. Ketua Panitia HUT Ke-57 SMKN 1 Denpasar I Ketut Sudarsana, S.Pd. mengatakan, memeriahkan hari jadi SMKN 1 Denpasar, berbagai kegiatan dilakukan seperti lomba akademis dan nonakademis, donor darah, cek kesehatan, jalan sehat, persembahyangan bersama, kegiatan kreativias siswa dan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yang sudah dilaksanakan Senin (23/9) lalu. (ad813)
HUT – Prosesi pemotongan tumpeng HUT ke-57 SMKN 1 Denpasar, Selasa (24/9) kemarin.
Indonesia Aktor Penting Dalam Politik Internasional Denpasar (Bali Post) Peran Indonesia makin diperhitungkan di kancah global. Hal ini tidak saja karena pertumbuhan ekonominya yang positif, juga langkah diplomatik yang diambilnya. Salah satunya menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Demikian diutarakan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins saat kunjungannya ke Gedung Pers Bali K. Nadha, SeDUBES INGGRIS - Satria Naradha menyerahkan plaket kepada Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Selasa (24/9) kemarin.
lasa (24/9) kemarin. Dubes diterima Satria Naradha didampingi Pemred Bali Post, Pemred Denpost, General Manager Bali Travels News dan Pemred balipost.com. Jenkins mengatakan kondisi ini menjadikan Indonesia salah satu aktor penting dalam politik internasional. Untuk itu, hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris yang sudah terjalin selama 70 tahun makin diperkuat dengan melakukan bermacam kerja sama dalam berbagai sektor. Jenkins yang baru tiga bulan bertugas di Indonesia mengaku sangat terkesan dengan Bali. Ia bahkan menyebut sudah jatuh cinta dengan Bali begitu tiba di pulau berjuluk ‘’Pulau Seribu Pura’’ ini.
Ia mengatakan keunikan Bali yang bertumpu pada budaya dan kesenian harus dijaga. Banyak sektor yang bisa dikerjasamakan guna meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Inggris. Untuk di Bali, pihaknya tertarik menjajaki kerja sama infrastruktur, manajemen limbah, energi baru terbarukan, keamanan, dan pendidikan. ‘’Di sektor pendidikan, Inggris memiliki program beasiswa Chevening yang pada tahun ini menerima 63 mahasiswa S-2 dari Indonesia dan 8 di antaranya dari Bali. Kami berharap akan ada lebih banyak lagi pelajar dari Bali yang berkesempatan memperoleh beasiswa ini. Untuk pembukaan program 2020 sudah dilakukan mu-
lai sekarang,’’ ujarnya. Terkait pariwisata, ia menilai Bali merupakan salah satu destinasi favorit warga Inggris. Terbukti sudah ada sekitar 400 ribu wisatawan asal Inggris yang mengunjungi Bali tiap tahunnya. Namun, ia menilai jumlah wisatawan itu masih bisa ditingkatkan. Sebab, Bali merupakan destinasi wisata yang mempunyai keunikan budaya dan keramahtamahan yang tidak dimiliki destinasi lain. ‘’Upaya pemerintah di Bali dalam menjaga keunikan budaya dan lingkungan merupakan hal yang sangat kami dukung, karena akan meningkatkan nilai Bali di mata wisatawan. Dan kami terbuka untuk bekerja sama dalam upaya-upaya itu,’’ sebutnya. (kmb18)