Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Apresiasi Kebijakan Bupati Mahayastra
Presiden Jokowi Hadiahi Anggaran Revitalisasi Pasar Umum Sukawati
BERSAMA PRESIDEN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., MAP. bersama Presiden Jokowi saat berkunjung ke Istana Negara. Bupati diberikan hadiah untuk melanjutkan revitalisasi Pasar Umum Sukawati dengan anggaran Rp 105 miliar.
BERBAGAI kebijakan pada awal pemerintahan Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., MAP. mendapat apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo. Presiden ketujuh RI ini pun memberikan hadiah untuk melanjutkan revitalisasi Pasar Umum Sukawati. Rencana tersebut akan direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 105 miliar pada 2020. Hal ini terungkap saat pertemuan langsung Bupati Mahayastra dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/4). Bupati Mahayastra dihubungi Selasa (23/4), menerangkan, melalui APBN sebelumnya Pemkab Gianyar sudah memperoleh anggaran Rp 80 miliar untuk revitalisasi Pasar Seni Sukawati. Kini sebagai bentuk apresiasi untuk kerja keras
Bupati Mahayastra, Presiden RI menambah alokasi anggaran untuk melanjutkan revitalisasi pasar blok C atau Pasar Umum Sukawati. “Penyusunan dalam APBN kita dikasi melanjutkan pembangunan yang sebelumnya sudah diberi Rp 80 miliar (untuk Pasar Seni Sukawati) sekarang ditambah lagi Rp 105 miliar,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Kepada Bupati Mahayastra, anggaran Rp 105 miliar yang direalisasikan melalui APBN itu dipastikan langsung oleh Presiden Jokowi. Bahkan orang nomor satu di Republik Indonesia itu memerintahkan langsung Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati untuk memastikan realisasi rencana
tersebut. “Itu 2020 sudah dipastikan sama bapak Jokowi, langsung dipanggil Menteri PUPR dan Menteri Keuangan, dikatakan ini 2020 sudah harus jadi itu perintah Bapak Jokowi,” ungkap pria yang juga Ketua DPC PDI-P Gianyar ini. Hal ini pun memastikan rencana awal Pasar Seni Sukawati yang memiliki basement nyambung dengan Pasar Umum Sukawati akan segera terealisasi. Bahkan, dipastikan Pasar Umum akan jauh lebih komplet, mengingat alokasi anggaran dari APBN lebih besar. “Artinya, 2020 setelah pasar seni rampung, akan langsung dikerjakan pasar umum ini,” ucapnya. Perjuangan Bupati Mahayastra ini pun menjadi prestasi luar biasa, sebab total masyarakat Gianyar memperoleh anggaran hampir Rp
200 Miliar dari APBN, untuk revitalisasi Pasar Umum dan Pasar Seni Sukawati. Dipastikan, rencana pembangunan besar ini sedikit pun tidak membebani APBD Kabupaten Gianyar. “Artinya, total itu kita dapat sekitar Rp 200 miliar jadinya dan semua dari APBN. Nah ini juga karunia Sang Hyang Widi Wasa. Kita membangun Rp 200 miliar tanpa menggunakan APBD. Itu prestasi luar biasa,” ungkapnya. Selain apresiasi terhadap kebijakan, Bupati Mahayastra juga mendapat apresiasi atas kemenangan 96% calon Presiden Joko Widodo di Kabupaten Gianyar. Meski demikian besar prestasi Bupati Mahayastra, namun bagi Bupati yang belum setahun menjabat ini, semua itu merupakan prestasi atas kemenangan
masyarakat Gianyar. Kini, Pemkab Gianyar kembali mengharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk mendukung penuh rencana ini. Agar rencana ini terealisasi dengan baik, karena ke depan tentu Kabupaten Gianyar akan memiliki ikon baru, yang pastinya akan menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Pada akhirnya, manfaat rencana ini akan dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Bali khususnya Gianyar. Bupati Mahayastra memastikan akan mengawal ketat rencana ini. “Yang sekarang ini (pengerjaan Pasar Umum dan Pasar Seni Sukawati) saya kawal betul, dari nol saya kawal betul, sampai jadi, makanya ini betul-betul akan menjadi mercusuar yang dananya semua dari APBN atas perjuangan Bupati,” tandasnya. (ad930)
Prabowo Baru Mau Bertemu Jokowi Setelah Proses Pemilu Selesai
Jakarta (Bali Post) – Keinginan Jokowi untuk mengutus Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menemui Capres 02 Prabowo Subianto, rupanya menemui kendala. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebutkan Prabowo Subianto, akan bertemu dengan capres nomor urut 01, Joko Widodo, setelah proses pemilu serentak 2019 selesai. “Insya Allah nanti akan ketemuan, tapi setelah proses pemilu selesai. Kan beliau berdua bersahabat,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, di Jakarta, Rabu kemarin. Kata dia, bila nanti komunikasi dilakukan, diharapkan Prabowo akan bertemu langsung dengan Jokowi dan tidak perlu ada perantara. “Tanpa perlu ada perantara. Karena, Pak Jokowi bisa bertemu Pak Prabowo langsung. Kalau mau ada tim Pak Jokowi bertemu, ya bertemu dengan tim Pak Prabowo dulu, kalau mau ada pertemuan. Saya rasa itu tidak perlu ada makelar perantara,” ujarnya Rabu kemarin. Sementara itu, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, berupaya melakukan rekonsiliasi
dengan capres dan cawapres Prabowo-Sandi. Ma’ruf Amin usai menghadiri Rapat Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (Rapim MUI), di Kantor MPUI, Jakarta, Selasa (23/4), mengatakan, rekonsiliasi perlu dilakukan pascapemilu guna menurunkan tensi politik yang sempat memanas dan mencairkan suasana di tengah masyarakat yang sempat menegang pada masa kampanye. Kiai Ma’ruf juga mengingatkan, di antara lembagalembaga, misalnya ormas keagamaan, agar melakukan silaturahmi pasacapemilu. “Pascapemilu, semua
hubungan harus berjalan harmonis kembali, baik hubungan di antara masyarakat, di antara tokoh masyarakat, para elite, maupun lembagalembaga. Jangan sampai ada kesan, seperti ada permusuhan, padahal tidak ada,” katanya. Mustasyar PBNU ini menegaskan, pascapemilu tidak boleh ada ketegangan lagi dan hubungan yang baik harus dibina lagi. “Saat ini, KPU sebagai penyelenggara pemilu yang diamanahkan undangundang, masih menghitung suara riil hasil Pemilu 2019. Mari sama-sama kita tunggu. kita patuhi aturan hukum
yang berlaku,” katanya. Ketika ditanya soal upaya Joko Widodo melakukan rekonsiliasi dengan mengutus Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kiai Ma’ruf mengatakan itu langkah yang bagus untuk segera mencairkan suasana. “Jokowi dan Prabowo memiliki hubungan yang baik,” katanya. Ditanya apakah Kiai Ma’ruf akan bertemu dengan cawapres 02, Sandiaga Uno, untuk melakukan rekonsiliasi, dia mengatakan masih menunggu upaya negosiasi. “Kalau saya, ingin bertemu dan bersilaturahmi. Nanti, kita tunggu waktunya,” katanya. (ant)
HITUNG SEMENTARA KPU
1
JOKO WIDODO
MA’RUF AMIN
24.157.515 suara 55,63 persen Unggul di 22 Provinsi
2
PRABOWO SUBIANTO SANDIAGA UNO 19.268.690 suara 44,37 persen Unggul di 12 Provinsi
Jumlah TPS 230.901 TPS dari total 813.350 TPS
Jokowi Unggul 4,89 Juta
Bali Post/ant
HUT KOPASSUS - Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan HUT Ke-67 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4) kemarin.
Jakarta (Bali Post) – Hasil sementara penghitungan suara (Situng) KPU RI, Rabu (24/4) siang kemarin, pasangan caprescawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin unggul sementara hampir 4,89 juta suara dibandingkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Jarak perolehan suara tersebut lebih besar dibandingkan penghitungan Rabu pagi, 05.15 WIB, di mana pasangan calon nomor urut 01 baru unggul 4,42 juta suara. Hingga Rabu, pukul 12.30 WIB, data yang masuk berasal dari 230.901 TPS dari total 813.350 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga luar negeri. Apabila dipresentasikan, jumlah data tersebut baru mencapai 28,38 persen, sehingga data ma-
sih ada kemungkinan terus berubah. Jokowi-Ma’ruf meraih 24.157.515 suara atau 55,63 persen, sedangkan PrabowoSandi meraih 19.268.690 juta suara atau 44,37 persen. Merujuk data Rabu siang, Jokowi-Ma’ruf unggul sementara di 22 provinsi di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Yogyakarta, Sulawesi Utara dan Papua, termasuk juga luar negeri. Sementara Prabowo-Sandi unggul di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Aceh, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli pesaingnya
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pemilihan umum yang diikuti warga negara Indonesia di Taiwan. Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Taiwan Fadlillah Ahdiyat, Rabu kemarin, menyebutkan pasangan nomor urut 01 itu meraih 72.726 suara atau sekitar 86,4 persen dari 86.208 pemilih. Demikian pula di Washington DC, Amerika Serikat. Pasangan Jokowi -Ma’ruf Amin unggul dengan perolehan 1.144 suara dari pemilih melalui metode Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) dan pos. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat total 352 suara dari kedua metode tersebut, demikian keterangan tertulis KBRI Washington DC, Sabtu lalu. (ant)
Generasi Muda Rentan Terpapar Radikalisme Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut generasi muda lebih rentan terpapar paham radikalisme karena sebagian besar memiliki akses terhadap internet. “Kita tahu generasi muda termasuk kaum yang rentan terhadap paham radikalisme. Banyak generasi muda kita terpapar paham radikalisme dan ujungnya adalah aksi terorisme,” ujar Wiranto dalam pelantikan Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara di Jakarta, Rabu kemarin. Namun, ia mengaku tidak
memiliki data pasti jumlah generasi muda yang telah terpapar paham radikalisme dan perbandingannya dengan generasi lebih tua. Menurut dia, teknologi maju dapat memberikan kemudahan kelompok radikal melakukan perekrutan dan membangun opini melalui dunia ciber. Apalagi pengguna internet di Tanah Air saat ini 132 juta orang, pengguna media sosial 106 juta orang dan gawai yang beredar tercatat 371 juta. Fakta itu, ujar Wiranto, menunjukkan masyarakat, khususnya generasi muda merupakan ke-
lompok yang paling banyak mengandalkan informasi dan komunikasi melalui dunia maya. “Generasi muda memanfaatkan teknologi ini khususnya dalam ekonomi kreatif, konektivitas dan networking. Namun demikian, teknologi dimanfaatkan pula untuk tujuan destruktif,” kata dia. Untuk itu, ia menekankan generasi muda harus dibekali dengan pola berpikir kritis dan literasi digital yang baik agar dapat menolak ajakan melakukan kekerasan dan menebar teror. Wiranto juga mengapresiasi digelarnya pelantikan
Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara yang melibatkan generasi muda secara berkesinambungan menangkal paham terorisme yang menyebar di dunia maya. “Harapan kami, peran generasi muda menciptakan daya tangkal kuat lawan paham kekerasan dan ekstrem lainnya,” kata Wiranto. (ant)
”Generasi muda memanfaatkan teknologi ini khususnya dalam ekonomi kreatif, konektivitas dan networking. Namun demikian, teknologi dimanfaatkan pula untuk tujuan destruktif.” Wiranto Menkopolhukam
DENPASAR
2
Kamis Kliwon, 25 April 2019
Menjaga Lingkungan Hidup dengan Mengurangi Polutan Udara PULAU Bali yang dikenal sebagai salah satu pulau terindah di dunia karena pariwisatanya, saat ini menghadapi ancaman pencemaran lingkungan hidup. Meskipun secara global tidak begitu parah, namun di beberapa kawasan padat l a l u lintas, seperti Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,
terutama Badung Selatan tingkat pencemaran udara semakin bertambah setiap tahun. Tingkat pencemaran lingkungan yang semakin tinggi sangat mengkhawatirkan apabila dikaitkan dengan ketergantungan ekonomi masyarakat Bali pada pariwisata. Bila di masa yang akan datang polutan yang masuk ke lingkungan sudah jauh melebihi kemampuan daya dukung lingkungan Bali, maka pulau yang dikenal sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia ini akan ditinggalkan. Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Universitas Udayana (Unud) D r . Ketut Gede
”Salah satu program yang harus dicanangkan oleh pemerintah di Bali, menjaga ruang terbuka hijau yang dapat menyerap polutan udara.” Dr. Ketut Gede Dharma Putra, M.Sc.
Dharma Putra, M.Sc. mengatakan, penyumbang terbesar polusi udara di Bali adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya kendaraan bermotor yang disebabkan sistem transportasi publik tidak berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat Bali terpaksa menggunakan kendaraan pribadi. Penggunaan batubara dan diesel pada pembangkit listrik di Bali juga memberikan kontribusi terhadap perubahan kualitas lingkungan di sekitarnya, seperti pencemaran air, udara, kebisingan dan getaran. “Polutan paling besar dari aktivitas transportasi,” ujar Dharma Putra, Rabu (24/2) kemarin. Selain itu, kata Dharma Putra polusi udara di Bali juga disebabkan semakin bertambahnya penduduk pendatang yang bermukim di kawasan perkotaan yang padat serta masih ditemukannya penduduk miskin di Bali. Hal ini akan berkaitan dengan permasalahan lingkungan, seperti perambahan hutan, pelanggaran tata ruang wilayah, pemukiman kumuh, maupun masalah sanitasi yang buruk. Oleh karenanya, berbagai permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi Bali memerlukan pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan yang konsisten dan terpadu. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan partisipasi para pihak terkait dan perubahan perilaku masyarakat dalam memandang laju proses pemban-
Tiga Besar Lelang Jabatan Eselon II Diumumkan
Penetapan Tunggu Rekomendasi KASN Denpasar (Bali Post)Setelah mengikuti beragam tahapan, hasil akhir seleksi terbuka calon pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemkot Denpasar diumumkan. Hal tersebut tertuang dalam Berita Acara nomor: 800/016 – PANSEL/2019 tanggal 22 April 2019. Di mana sebanyak tiga orang dengan nilai tertinggi ditetapkan untuk dilaporkan kepada Wali Kota Denpasar yang selanjutnya akan dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapatkan rekomendasi. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Denpasar I Wayan Sudiana, dan Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai mengatakan, seluruh tahapan seleksi terbuka pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkot Denpasar telah terlaksana dengan baik. Hal ini pun diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta lelang. Kendati demikian, dari seluruh yang terbaik ditetapkan tiga besar dengan perolehan nilai tertinggi. “Seluruh tahapan telah dilaksanakan dengan
baik dan penuh integritas, sehingga diharapkan siapapun yang nantinya terpilih dapat mengemban tugas dengan baik, serta senantiasa selalu mengutamakan kepentingan pelayanan bagi masyarakat,” terangnya. Setelah hasil akhir ini ditetapkan, kata Rai Iswara, maka tahapan selanjutnya adalah menyerahkan kepada Wali Kota Denpasar untuk selanjutnya dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapatkan rekomendasi. Khusus untuk jabatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, setelah mengantongi rekomendasi dari KASN diperlukan rekomendasi lanjutan dari Kemendagri sebelum ditetapkan oleh Wali Kota untuk dilantik. “Setelah seluruh rekomendasi rampung dan turun dari KASN, Wali Kota akan menetapkan satu dari tiga besar di masing-masing jabatan untuk dilantik,” terangnya. Dari hasil akhir lelang ini terdapat 24 orang yang akan maju untuk mendapatkan rekomendasi, sedangkan 22 lainnya dinyatakan gugur. Adapun tiga besar untuk masing-masing jabatan tersebut secara bertu-
Topik :
rut-turut yakni Kepala Badan kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yakni I Wayan Sudiana dengan nilai 73,17, I Komang Adi Wirawan (71,16) dan I.B. Gede Agung Sutha (71,08). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar yakni Putu Naning Djayaningsih dengan nilai 82,50, I.A. Ketut Purbadewi (69,37) dan A.A. Gede Risnawan (68,97). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yakni I Putu Wisnu Wijaya Kusuma dengan nilai 75,02, I Nyoman Artayasa (69,66) dan Kadek Sapta Budiarta (64,92). Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yakni Dewa Gede Juli Artabrata dengan nilai 73,32, Pande Made Sri Artatik (70,92), dan Nyoman Oka Saljana (70,45). Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yakni I.B. Benny Pidada Rurus dengan nilai 82,50, I.B. Alit Adhi Merta (76,43), dan I Gusti Agung Putri Yadnyawati (74,16). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yakni Ni Nyoman Sri Utari dengan nilai 65,66, I Made Saryawan dengan nilai (65,04) dan Ngakan Putu Widnyana dengan nilai (64,36). Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar yakni I Ketut Sriawan dengan nilai 75,50, I Gede Redika dengan nilai (74,45) dan Rikhardus Ardhi Ganggas (65,84). Sedangkan untuk posisi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Denpasar yakni Gusti Ayu Bintang Darmawati dengan nilai 88,99, I Wayan Budha (67,36) dan I Ketut Gede Suaryadala (66,93). (kmb12)
gunan. “Predikat kualitas udara yang buruk sebaiknya dicermati dengan perbaikan sistem manajemen lingkungan yang baik. Saya setuju kalau Kota Denpasar paling buruk di Bali, karena paling padat dengan aktivitas transportasi yang ramai. Oleh karena itu, pemanfaatan transportasi umum harus menjadi prioritas Pemerintah kota Denpasar,” ujarnya. Menurut Dharma Putra, ancaman pencemaran lingkungan hidup bagi masa depan Bali perlu dihadapi dengan ketersediaan program pengendalian yang terpadu dan konsisten yang diimbangi dengan kecukupan dukungan sumber daya. Strategi tersebut dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, seperti pendekatan pengurangan risiko, kebijakan dan kelembagaan, teknologi, dan sosial ekonomi. Pemahaman terhadap fenomena pencemaran lingkungan hidup juga tidak dapat dipisahkan dari perilaku masyarakat yang mulai mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal. “Salah satu program yang harus dicanangkan oleh pemerintah di Bali, menjaga ruang terbuka hijau yang dapat menyerap polutan udara. Apabila semakin banyak kawasan hijau yang ditanami pepohonan, maka lingkungan akan semakin bersih, serta dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Koprodi Doktor Ilmu Lingkungan Unud Prof. Made Sudiana Mahendra, MAppSc., PhD. Dikatakan, untuk wilayah
perkotaan di Bali terutama Denpasar dan Badung, polutan untuk media udara masih dominan berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Sebab, polutan yang berasal dari pabrik relatif tidak bermakna, karena tidak ada industri besar di Bali, kecuali beberapa pembangkit listrik. Selain itu, asap rokok juga memiliki andil dalam pencemaran udara di Bali. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi polutan tersebut adalah dengan menerapkan pendekatan pengurangan risiko melalui penggunaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, yang tidak melalui proses pembakaran sehingga tidak menghasilkan asap. Pendekatan pengurangan risiko bisa menjadi solusi pemerintah dalam upaya melestarikan lingkungan, khususnya dalam mengendalikan polusi udara. “Memang isu rokok elektrik ini masih relatif baru. Dalam kajian dampak lingkungan terhadap komponen kesehatan masyarakat belum pernah kita lakukan, karena lebih fokus kepada jenis-jenis penyakit yang kemungkinan timbul akibat dari adanya polusi air, polusi udara termasuk bising dan getaran, limbah dan sampah,” tegas Prof. Sudiana Mahendra. Untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan dan kesehatan, kata Sudiana Mahendra, pihaknya menyarankan dari tingkat rumah tangga untuk mendidik anggota keluarganya, terutama kepada
anak untuk menumbuhkan kesadaran mengurangi sampah, membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sampah secara terbuka (open burning), memilah sampah dan menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle). Sementara di lingkungan kerja, kata Sudiana Mahendra, wajib melakukan pengelolaan lingkungan untuk mereduksi volume limbah, melakukan penanganan limbah melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan yang berlaku, terutama golongan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Perkantoran dan universitas atau sekolah harus memberi teladan pada masyarakat umum. “Un-
tuk mengatasi masalah pencemaran akibat pemrosesan akhir sampah di kawasan Serbagita, salah satu alternatif terbaik adalah segera merealisasikan pembangunan Pembangkit Tenaga Sampah (PPLTSa) di TPA Suwung. Saat ini kajian dampak lingkungannya tertunda akibat dari proses perizinan yang melibatkan berbagai pihak, khususnya terkait dengan penyediaan lahan. Perlu terobosan birokrasi dan jiwa besar untuk mengutamakan kepentingan publik dari pihak-pihak yang terlibat,” tegasnya. (win)
”Untuk mengatasi masalah pencemaran akibat pemrosesan akhir sampah di kawasan Serbagita, salah satu alternatif terbaik adalah segera merealisasikan pembangunan Pembangkit Tenaga Sampah (PPLTSa) di TPA Suwung.” Prof. Made Sudiana Mahendra, MAppSc., PhD.
Kasus Bocah Tenggelam
KPAD Minta Standar Keselamatan Anak Diperhatikan
Denpasar (Bali Post)Kasus tenggelamnya dua bocah kakak beradik di kolam renang Tirta, Gulingan, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung, mengingatkan kita kembali pada sederetan kasus serupa yang terjadi di beberapa tempat wisata di Bali. Dari sejumlah catatan kasus yang ada, mulai dari anak tenggelam di objek wisata air terjun Tegenungan, wisata kolam renang, setidaknya menandakan tempat publik yang ada selama ini masih dalam kategori belum nyaman untuk anak. Baik itu dalam hal sarana maupun pengawasan yang dilakukan orangtua dan petugas yang ada di kawasan tersebut. Bidang Hukum dan Advokasi KPAD Bali Ni Luh Gede Yastini kembali mengajak seluruh pihak untuk bersamasama melakukan pengawasan dan pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Fasilitas yang memang tidak aman untuk anak sebaiknya ditiadakan, supaya tidak membayahakan. Jika pun harus ada, wajib ada peringatan. Seperti halnya wisata kolam renang, harus dipasang peringatan apakah boleh untuk anak atau tidak. Peringatan berapa kedalamannya, dan sebagainya. “Orangtua, petugas dan pemilik fasilitas harus
memperhatikan hal itu,” katanya, Rabu (24/4). Menurut Yastini, KPAD dalam hal ini telah berulang kali mengingatkan agar standar-standar keamanan dan perlindungan anak diperhatikan. Namun harus diakui belum banyak kesadaran dari pihak perusahaan atau penyedia arena wisata yang memperhatikan keselamatan dan perlindungan anak. Kelalaian terhadap keselamatan anak ini mesti disikapi dengan tegas juga oleh pemerintah. Apabila kelalaian disebabkan karena perusahaan, maka pemerintah diharapkan berani mengambil
tindakan tegas, seperti mengkaji kembali soal perizinan mereka. Yastini mengingatkan, orangtua agar menyampaikan sebelumnya kepada anakanaknya yang mana boleh dan mana tidak. Karena dalam hal ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepetugas saja, karena mereka mengawasi banyak orang, keterlibatan dari orangtua juga sangat penting. “Cukup sering kita sampaikan dan ingatkan hal ini agar semua pihak memperhatikan standar keamanan dan perlindungan untuk fasilitas anak ini,” katanya.
Seperti sebelumnya, dua orang bocah yang merupakan adik kakak, yakni I Gusti Ngurah Agung Prema Raditya (10) dan I Gusti Ngurah Agung Yoga Dipa (8) yang beralamat di Jalan Batur Sari, Padangsambian, Denpasar, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Taman Tirta Gulingan, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (21/4) lalu. (kmb16)
Denpasar (Bali Post)KPU Denpasar akan mengadakan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 05 Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, Kamis (25/4) hari ini. Coblos ulang khusus dilakukan terhadap pemilihan presiden (pilpres). Alasannya, kesalahan administrasi hanya terjadi pada pencoblosan suara pilpres. Menurut Ketua KPU Kota
Denpasar Wayan Arsa Jaya, PSU ini berdasarkan hasil rapat pleno KPU Kota Denpasar yang dihadiri oleh semua komisioner KPU Kota Denpasar pada tanggal 20 April 2019. Pleno PSU menindaklanjuti rekomendasi pengawas TPS kepada KPPS di TPS 05 Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat. Saat pelaksanaan Pemilu 2019, di TPS 05 Kelurahan
Dauh Puri, Denpasar ada pemilih dengan KTP elektronik luar Bali yang menggunakan hak pilihnya tanpa mengantongi formulir model A5. “PSU akan dilaksanakan oleh KPPS yang baru dibentuk. Jumlahnya tujuh orang dan dua orang untuk petugas keamanan. Untuk anggota KPPS yang baru akan diberikan diklat terlebih dahulu,” kata Arsa Jaya, Rabu (24/4) kemarin.
Adapun DPT di TPS 05 sebanyak 210 orang dan DPTB sebanyak delapan orang. Untuk persiapan PSU, pihak KPU Denpasar sudah menerima logistik dari KPU, dan akan disalurkan sebelum pencoblosan dimulai. “Untuk biaya PSU, sepenuhnya ditanggung KPU Kota Denpasar. Estimasinya sekitar Rp 6 juta lebih,” ujar Arsa Jaya. (kmb16)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Coblos Ulang di TPS 05 Dauh Puri Hanya untuk Pilpres
Rai Mantra Jadi Pembicara pada Ekspose Pembangunan Kemenkes RI Paparkan Beragam Inovasi, Tekankan Layanan Kesehatan Harus Terintegrasi SERANGKAIAN kegiatan Ekspose Pembangunan Daerah yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan di Bali pada tanggal 23–24 April 2019, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didapuk menjadi salah satu pembicara pada event yang menggandeng media nasional dan lokal tersebut. Dalam kesempatan tersebut, beragam inovasi Kota Denpasar dalam bidang kesehatan dipaparkan di hadapan puluhan peserta yang hadir di Swiss-Belresort Watu Jimbar, Sanur, Denpasar, Selasa (23/4) malam. Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek, Wakil Gubenur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati, OPD terkait serta puluhan wartawan media lokal dan nasional. Dalam paparannya, Rai Mantra menjelaskan beragam inovasi khususnya di Bidang Kesehatan yang digalakkan Pemkot Denpasar. Hal ini
tak lepas dari konsep pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan. Sehingga pelayanan kesehatan yang paripurna dapat diberikan kepada masyarakat mulai dari ibu hamil, balita, hingga meninggal dunia. “Pelayanan kesehatan yang paripurna terus kami galakkan sehingga mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat dari lahir hingga meninggal,” terangnya. Rai Mantra menambahkan, beragam inovasi yang dikemas dalam beberapa sektor mulai dari rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial hingga perlindungan sosial. Sektor inilah yang dilaksanakan melalui berbagai program. Mulai dari posyandu, pemberian makanan tambahan, kelas ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, stimulasi dan deteksi tumbuh kembang anak, gemarikan, pemberian garam beryodium, pelayanan
kesehatan peduli remaja, konseling pranikah, gemar tersyantik, pembentukan kader pendamping ASI serta beragam inovasi bidang kesehatan yang terus dimaksimalkan. “Pemerintah pusat saat ini fokus untuk menangani stunting, dan sebagian besar kegiatan penanganan stunting ini telah kami laksanakan di Kota Denpasar. Peran posyandu sangat signifikan sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar di banjar-banjar, terbukti di Denpasar kasus stunting terus menurun dari 20,7 persen di tahun 2015 menjadi 9,5 persen di tahun 2017,” katanya. Selain itu, Rai Mantra juga turut memaparkan tentang pelayanan inklusif di Kota Denpasar. Seperti halnya layanan kesehatan dengan metode home care yang dikenal dengan Damakesmas, layanan antar jemput jenazah gratis (Pantastis), wahana pengembangan Orang Dengan Gangguan Jiwa
(ODGJ) yang dikenal dengan Rumah Berdaya. Serta komitmen pengurangan sampah plastik melalui Perwali Nomor 36 Tahun 2018. “Pelayanan kesehatan itu tidak hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi seluruh OPD yang terintegrasi sehingga permasalahan lebih tepat sasaran,” jelasnya. Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek turut mengapresiasi segala program kesehatan di Kota Denpasar. Pihaknya mengajak seluruh daerah untuk dapat meniru beragam inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar yang telah berhasil menurunkan stunting. “Fokus kita saat ini menurunkan stunting, namun tetap memberikan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat, dan daerah lain wajib meniru beragam inovasi ini. Kalau kita sehat, maka kita bisa bekerja untuk kesejahteraan,” terangnya. (ad914)
PEMBICARA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi pembicara pada Ekspose Pembangunan Daerah Kementerian Kesehatan RI di SwissBelresort Watu Jimbar, Sanur, Denpasar, Selasa (23/4) kemarin.
Kamis Kliwon, 25 April 2019
BADUNG
3
HIV-AIDS di Badung Kian Mengkhawatirkan
Mangupura (Bali Post)–
Penyebaran penyakit mematikan HIV-AIDS di Kabupaten Badung kian mengkhawatirkan. Tak hanya mengalami peningkatan, penyakit akibat gaya hidup tidak sehat ini 90,5 persen ditemukan pada masyarakat usia produktif 20 hingga 49 tahun.
Bali Post/kmb23
AIR - Camat Kuta Selatan I Made Widiana, bersama tim teknis PUPR Badung dan Kaling Mumbul melakukan pengecekan sumber mata air di Pura Taman, Banjar Mumbul, Rabu (24/4).
Pemanfaatan Sumber Mata Air Diharapkan Tidak Merusak Estetika Pura
Mangupura (Bali Post)Keberadaan mata air yang ada di Pura Taman, Banjar Mumbul, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, rencananya akan dimanfaatkan oleh Pemkab Badung sebagai sumber air untuk kepentingan masyarakat. Untuk mengetahui debit air yang dihasilkan, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Rabu (24/4) melakukan pengecekan ke lokasi. Sebelumnya tim teknis ini juga sempat melakukan pengecekan pada Selasa (23/4), namun saat itu air laut di lokasi sedang pasang. Terkait rencana pemanfaatan air di sana, Kepala Lingkugan Mumbul Nyoman Astawa sangat mendukung hal itu. Namun dirinya mengharapkan pihak terkait nanti-
nya agar tetap memperhatikan estetika dan keindahan daripada Pura Taman yang ada di sana. Pihaknya menyebutkan, terkait keberadaan mata air ini, pada musrenbang dua tahun lalu, sempat diajukan untuk dikelola menjadi tempat wisata spiritual. “Di sini rencananya akan dibuatkan pancoran untuk pangelukatan spiritual,” katanya ditemui saat mendampingi tim teknis di lokasi. Diungkapkannya, apabila ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, tentu masih perlu berbagai pertimbangan. Hal itu menurutnya karena sumber air ini berada di kawasan suci. “Ini sumber air dengan debit yang besar. Namun untuk teknisnya, perlu banyak pertimbangan apabila akan digunakan sumber air baku
PDAM. Bukan kita tidak mendukung, namun kalau sampai lokasi ini dipasang pipa dan pompa yang besar, tentu sangat mengganggu estetika dan keindahan dari pura,” pungkasnya. Dijelaskannya, lokasi sumber mata air ini dahulu memang menjadi cikal bakal nama kawasan yaitu Banjar Mumbul, yang artinya sumber mata air. Diungkapkan, di bawah sumber mata air yang berada di Pura Taman ini, diyakini terdapat goa sepanjang 500 meter. Goa ini katanya mengarah ke Goa Blengbong yang berada di sisi Selatan lokasi ini. “Panjang goa di sumber mata air ini sekitar 500 meter, dan goa itu dipenuhi air,” ujarnya. Sementara Camat Kuta Selatan I Made Widiana mengatakan, pengecekan sumber
pembuluh darah yang dioperasi bocor, namun setelah dicek ternyata bukan. “Ada pembuluh darah yang lebih kecil yang mengalami pendarahan. Setelah ditangani, akhirnya bisa teratasi. Itu sekitar jam 3 pagi,” katanya. Menurutnya, pada 10 April kondisi- kondisi korban yang masih dirawat di ruang ICU menurun. Ternyata didiagnosa paru-paru bermasalah karena ada bakteri. Namun tanggal 16 kondisinya mulai pulih dan sempat hendak dipindah ke ruang perawatan. Karena masih terdapat gangguan, pasien urung dipindahkan. Ternyata pada 20 April kondisi kakek lima cucu itu kembali menurun. Pada 22 April keluarga pun dipanggil untuk ke rumah sakit. Bahkan keluarga juga sempat menggunakan jasa paranormal untuk mengecek kondisi almarhum. “Rencananya dokter akan merapatkan pada tanggal 23 April. Namun tanggal 22 April itu kami sudah sangat khawatir dan terus berdoa. Akhirnya jam 15.55 Wita kakak sudah meninggal,” ucapnya. Arjuna mengenang almarhum sebagai sosok yang
low profile. Tak banyak mengeluh dan pekerja keras. Sepak terjang Adnyana cukup membekas di Kabupaten Badung. Ketokohannya mewarisi almarhum sang Ayah, I Made Warta yang sempat menduduki kursi Ketua Partai Nasionalis Indonesia (PNI) Badung Utara. Adnyana memulai kiprahnya saat bergabung dalam Gerakan Siswa Nasionalis Indonesia (GSNI). Selanjutnya ia sempat menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Kabupaten Badung 1977-1982 dan 1982-1996. Karier politik Adnyana berbuah manis. Ia kemudian menjadi anggota Komisi A parlemen Badung pada 1999-2004 dengan partai PDI Perjuangan. Bak naik tangga, pada 2004-2009 mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Badung itu menduduki posisi Ketua DPRD Badung. Terakhir almarhum sempat duduk sebagai Staf Ahli DPRD Badung 2009-2014. Sempat istirahat, ia kembali ditarik menjadi tenaga ahli tenaga ahli fraksi PDI Perjuangan Badung tahun ini. Bahkan saat meninggal, Surat Keputusan untuk menjadikan almarhum baru saja turun.
langan Aids (KPA) Kabupaten Badung, I Ketut Suiasa. Tingginya angka pengidap HIV-AIDS, diakui Ketut Suiasa dikarenakan rendahnya pengetahuan kaum muda terkait penyakit mematikan ini. “Kaum muda yang memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang HIV dan AIDS baru 21,3 persen,” ungkapnya. Wakil Bupati Badung ini mengatakan jumlah tersebut perlu mendapat perhatian khusus, sehingga kaum muda dapat mencegah penularan HIV-AIDS. “Perlu ditingkatkan dan dikembangkan jumlah generasi muda yang memahami dan mengerti secara komprehensip bahaya HIVAIDS itu sendiri,” harapnya. Menurutnya, semua
pemangku kepetingan harus mencetak kader-kader untuk diajak bersama-sama untuk mensosialisasikan di tengahtengah lingkungannya serta di masyarakat tentang bagaimana mengantisipasi menanggulangi dan menangani bahaya HIV-AIDS dan juga bahaya dari pemakaian narkoba yang tidak bisa dipisahkan. Seperti diketahui, pengidap HIV akan mengalami sindrom atau gejala virus HIV, seperti diare, muncul bercak-bercak di kulit dan sebagainya. Karena itu, Wabup Suiasa menyarankan bagi masyarakat yang berprilaku berisiko diminta untuk segara memeriksakan diri, sehingga jika terdektesi mengidap HIV/AIDS perkembangan virus tersebut dapat hentikan. (kmb27)
mata air ini dilaksanakan menindaklanjuti perintah Bupati Badung yang menilai bahwa mata air tersebut berpotensi diolah untuk kepentingan masyarakat. “Di sana memang dari sejak dahulu ada mata air yang dari tahun ke tahun airnya mengalir dan tidak pernah surut. Jadi waktu ada upacara di sana, Pak Bupati menyaksikan hal tersebut. Hingga kemudian beliau memerintahkan kami untuk melakukan pengecekan,” ungkapnya. Mata air itu, sambung dia, selama ini dipergunakan oleh masyarakat setempat sebagai sumber air suci (tirta). Selebihnya, air tersebut terbuang ke sebuah cekungan, lalu ke laut. “Nah, di cekungan yang berisi air itulah masyarakat kerap berendam,” imbuhnya. (kmb23)
Mantan Ketua DPRD Badung Berpulang Mangupura (Bali Post)Kabut duka menyelimuti kediaman I Gede Adnyana. Mantan Ketua DPRD Badung periode 2004-2009 ini menghembuskan nafas terakhir di RSUP Sanglah, Senin (22/4). Salah satu sesepuh partai PDI Perjuangan ini menyusul mendiang istri, Ni Made Supadmi yang baru meninggal Februari lalu. Nyoman Gede Arjuna (63) adik almarhum mengatakan, almarhum sempat dilarikan ke RSD Mangusada pada Januari lalu lantaran dinyatakan mengalami penyempitan pembuluh darah di jantung. Bahkan sempat hendak dipasangi ring pada jantung, namun tidak bisa. “Karena ingin segera sembuh dan bisa beraktivitas sebagai tenaga ahli, almarhum pun dioperasi di RSUP Sanglah pada 4 April lalu. Operasi berjalan lancar. Pukul 15.00 Wita keluar dari ruang operasi dan kondisinya dinyatakan normal,” tutur Gede Arjuna, Rabu (24/4). Lanjut Gede Arjuna menuturkan, sekitar pukul 20.00 Wita keluarga dipanggil lagi oleh dokter dan dinyatakan ada pendarahan. Awalnya dikira
Berdasarkan data yang diperoleh di KPA Kabupaten Badung Rabu (24/4), jumlah kasus HIV AIDS di 2018 mencapai sebanyak 2.199 kasus. Jumlah ini dari orang-orang yang terjangkit dari berbagai daerah dan negara yang terdiri dari HIV 1.518 kasus dan AIDS 681 kasus. Sedangkan kelompok umur yang paling tinggi menyerang usia 20-49 tahun sebanyak 90,5 persen dari total kasus. “Ini berarti jika sejak terinfeksi sampai masuk ke kondisi AIDS lamanya 5 tahun, maka usia terendah saat terinfeksi sekitar 15-24 tahun. Jalur penularannya terbesar pada usia muda adalah dari hubungan seksual dan penyalahgunaan napza,” ujar Ketua Pelaksana Komisi Penanggu-
Bali Post/ist
Almarhum I Gede Adnyana
Almarhum merupakan anak sulung dari delapan bersaudara. Ia terlahir dari pasangan almarhum Made Warta dan Ni Made Suwarni. Almarhum meninggalkan tiga orang anak, yakni Kadek Edi Setiawan (44), Komang Ari Setyawati (42), dan Ketut Tuti Kusumayanti (37). Menurut rencana, Kamis (25/4) hari ini jenazah akan dipulangkan dari RSUP Sanglah. Selanjutnya 26 April mendatang nyiramin dan ngaskara, 28 pangabenan dan 4 Mei mamukur. (kmb27)
Bali Post/kmb23
MACET - Kondisi kemacetan lalu lintas terlihat di kawasan jalan raya Uluwatu, Jimbaran.
Musim Liburan, Jalan Raya Uluwatu Jimbaran Mulai Krodit
Mangupura (Bali Post)Kondisi lalu lintas di jalan raya Uluwatu, Jimbaran menuju arah ke Ungasan dan Pecatu, hampir setiap hari krodit. Apalagi saat ini mulai musim liburan, banyak bus besar melewati jalur tersebut. Tentu hal ini semakin memperparah keadaan, mengingat di sejumlah titik, saat ini sedang dikerjakan proyek pengeboran untuk pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV. Camat Kuta Selatan I Made Widiana saat dikonfirmasi Rabu (24/4), mengatakan saat ini memang sedang dikerjakan proyek SKTT 150 kV di Jalan Raya Uluwatu. Dikatakan, beberapa progres memang sedang dikerjakan. Namun diakuinya kondisi lalu lintas di sana hampir setiap hari krodit. “Namun kita memaklumi, karena untuk
membuat sesuatu agar lebih baik, tentu ada yang dikorbankan,” pungkasnya. Diungkapkannya, proyek ini memang merupakan proyek nasional. Hanya saja pihaknya berharap supaya bekas-bekas galian yang ditimbulkan agar juga dibersihkan. “Kalau yang sudah selesai pengerjaannya agar dibersihkan material bekas proyeknya. Ini yang belum dilakukan, sehingga muncul keluhan dari masyarakat,” akunya. Selain itu, terkiat dengan limbah pengeboran yang sampai masuk ke goronggorong, pihaknya meminta agar bisa dibersihkan kembali, bagaimanapun caranya. Karena menurutnya, endapan lumpur yang bila tidak dibersihkan, bisa mengakibatkan pendangkalan saluran drainase. “Dengan sedimentasi yang tinggi
pada saluran drainase, tentu akan mengakibatkan banjir saat hujan,” ujarnya. Terkait mulainya musim liburan, yang mana bus-bus besar yang mengangkut wisatawan sudah mulai masuk ke Bali terutama ke Kuta Selatan tentu ini harus diatensi. Untuk mengatur lalu lintas di sana, diharapkan juga melibatkan pihak kepolisian. Untuk selanjutnya, menindaklanjuti masalah kemacetan maupun perbaikan bekas galian, pihaknya berencana untuk melakukan pertemuan dengan pihak pelaksana proyek, pascaselesainya proses rekapitulasi hasil Pemilu. “Untuk mengatur lalu lintas, diharapkan agar juga melibatkna pihak kepolisian. Sementara untuk bekas galian maupun lumpur bekas pengeboran juga harus dibereskan kembali,” pungkasnya. (kmb23)
Bupati Resmikan Pasar Desa Adat Blahkiuh Pasar Wajib Punya Tempat Pengolahan Sampah
DESA Blahkiuh kini memiliki bangunan pasar desa adat yang begitu megah, berlantai III dilengkapi basemant. Pasar Desa Adat Blahkiuh dengan mengambil konsep ‘lumbung kembar’ tersebut, Rabu (24/4) diresmikan oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, bertepatan pula dengan piodalan di Pura Melanting Pasar Desa Adat Blahkiuh. Acara peresmian pasar begitu meriah. Kedatangan Bupati disambut riuhnya tabuh baleganjur dari gabungan pemuda tujuh Banjar se-Desa Blahkiuh. Dikalungkan rangkaian bunga oleh Jegeg Bagus Blahkiuh, dan sepanjang jalan menuju pasar ratusan krama lanang istri membentuk pagar betis. Di depan pasar Bupati juga disambut tari rejang rentang yang dib-
awakan 140 penari PKK seBlahkiuh, diiringi gambelan Sanggar Seni Banda Yowana Blahkiuh. Selanjutnya Bupati meresmikan Pasar Desa Adat Blahkiuh ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Setelah meresmikan, Bupati berkesempatan meninjau kondisi pasar dimana para pedagang sudah mulai berjualan di sana. Pada acara peresmian tampak hadir Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta, Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Sekretaris Camat Abiansemal I.B. Mas Arimbawa, beserta Tripika Kecamatan, Perbekel Blahkiuh I Gst. Ngr. Made Oka, Bendesa Adat Blahkiuh I.B. Bajra, Kepala Pasar Blahkiuh I Made Sumandia, para klian adat dan dinas serta tokoh
masyarakat. Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta merasa bangga karena Desa Blahkiuh sudah bersatu untuk membangun desanya. Ada dua program yang dilaksanakan Bupati saat ini, yaitu membantu kebutuhan pribadi dan kebutuhan komunal krama Badung. Kebutuhan pribadi seperti, pendidikan dan kesehatan gratis. Kebutuhan komunal, seperti peson-peson, membangun balai banjar, wantilan, pasar hingga membeli gong. “Dana masyarakat akan dikelola di rumah tangga masing-masing, dengan itu ekonomi masyarakat meningkat, astungkara kemiskinan turun hingga nol persen,” terangnya. Mengenai pembangunan pasar, kata Bupati pemerintah ingin memutus mata
rantai kaum kapitalis, dan tengkulak, toko modern yang tidak berizin juga akan ditutup. “Hal ini dilakukan guna menstabilkan harga kebutuhan pokok sehingga dilakukan revitalisasi pasar Blahkiuh ini,” kata Bupati. Selain di Blahkiuh juga telah dilakukan revitalisasi pasar di Pecatu, Tegal Darmasaba, Dalung, Sibanggede dan Abiansemal. Bupati mengharapkan pengelolaan pasar rakyat ini harus bersih, dan pasar di desa harus mempunyai tempat pengolahan sampah sebagai tempat pemilahan sampah plastik dan penyacahan sampah organik untuk pupuk kompos. “Kalau ini bisa dilakukan, saya yakin Pasar Blahkiuh akan menjadi percontohan di Badung, Bali, bahkan Indonesia,” tambahnya. Dari segi keamanan juga
perlu diperhatikan. Bila perlu desa dapat mengajukan permohonan untuk pemasangan CCTV untuk keamanan pasar. Bupati juga menetapkan Desa Blahkiuh menjadi Ibu Kota Kecamatan Abiansemal. Untuk itu ke depan Blahkiuh akan ditata dengan baik agar terlihat asri dan indah. Sementara Bendesa Adat Blahkiuh I.B. Bajra melaporkan, pembangunan Pasar Blahkiuh dibangun melalui dana APBD Badung tahun anggaran 2018 sebesar Rp 14,9 M. Bangunan pasar terdiri dari tiga lantai dan dilengkapi basemant. Pedagang di Pasar Blahkiuh sebanyak 79 toko, dan 327 los/ lapak, di basemant untuk parkir guna mengurangi kekroditan lalin depan pasar. Di lantai I terdiri dari lapaklapak penjual daging, sayur,
PASAR - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan Pasar Desa Adat Blahkiuh, Rabu (24/4). buah, canang dan lainnya serta beberapa toko sembako dan kain. Dilantai II terdapat toko menjual sembako dan dilantai III terdapat bangunan menyerupai dua buah lumbung. Atas nama masyarakat Blahkiuh, I.B. Bajra menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung atas bantuannya sehingga pembangunan pasar ini dapat terlaksana dengan baik dan
ke depannya diharapkan perekonomian masyarakat khususnya di Blahkiuh mampu meningkat. Tak hanya pasar, Bupati telah banyak membantu pembangunan fisik di Blahkiuh, seperti Pura Kahyangan Jagat Giri Kusuma, Taman Gili Dukuh sebagai tempat melasti termasuk di Pura Kahyangan Tiga dan pura-pura pemaksan lainnya. (ad915)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
SMP Ganesha Denpasar Diserbu Calon Siswa Baru Miliki Gedung Baru, 448 Siswa Ikuti UNKP
SMP Ganesha Denpasar di selasela pelaksanaan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) diserbu calon siswa baru. Mereka mendaftarkan diri lebih awal mengingat jalur zonasi pada PPDB tahun ini masih membingungkan. I Made Bagus Wiguna Jaya, siswa kelas VI SDN 5 Pedungan didampingi orangtuanya memilih SMP Ganesha karena dekat dengan rumah. Kemudian karena sekolah ini tergolong bagus dan diminati teman-temannya. Sementara itu, Anggi Aidinatan asal Surabaya lulusan SDN 11 Sesetan memilih SMP Ganesha karena sekolah ini dikenal bermutu dan banyak prestasi. Selain itu sekolah ini luas, sejuk dan nyaman. Sebanyak 448 siswa kelas IX menjalani UNKP hingga Rabu (24/4) kemarin, hanya Erlangga Kmara tak ikut serta karena sakit DB. Kepala SMP Ganesha Denpasar Drs. I Ketut Jawita didampingi Waka Kurikulum Dra. Ni Wayan Gandawati, M.M.Pd., Waka Kesiswaan, Drs. Dewa Adi Adnyana, Waka Humas dan Sarpras Nyoman Sujana S.Pd., Erlangga akan menjalani UNKP susulan. UNKP di sekolah ini memerlukan 23 ruang belajar dan 48 pengawas dari Sub Rayon VI. Kasek I Ketut Jawita didampingi Ketua Komite I Made Sukarata, S.E., M.Si., dan Ketua Yayasan Taman Pendidikan Ganesha, Drs. I Made Ruta terus membangun fasilitas sekolah. Saat ini, SMP Ganesha memiliki 21 ruang belajar, lab komputer, lab bahasa dan IPA dan OSIS. Tahun ini, SMP Ganesha akan menerima 11 kelas siswa baru. Saat ini tercatat 400 calon siswa sudah menitipkan nama, sedangkan pendaftaran akan ditutup jika
MENDAFTAR - Sejumlah siswa SD didampingi orangtuanya mendaftar di SMP Ganesha, diterima Waka Ni Wayan Gandawati dan Nyoman Sujana serta bagian TU. sudah memenuhi kuota. Soal prestasi, SMP Ganesha adalah gudangnya. Di ajang Porjar 2019, anak-anak SMP Ganesha meraih lima perak dan delapan perunggu. Perak diraih di cabang karate oleh I Kadek Brandy Susila, atletik oleh I Putu Jaya Wiguna, taekwondo oleh Kadek Diki Sugihartawan dan Ni Luh Putu Sekar, dan di kempo oleh Putu Rendy Dharma Satya. Di Wali Kota Cup 2019, siswa SMP Ganesha meraih 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Emas diraih Komang Agus Wahyu Wana di takewondo. Bahkan, cabang ini mempersembahkan empat medali. Atas prestasi ini, Ketut Jawita yakin anak-anak lulusan SD akan menyerbu SMP Ganesha. Keunggulan ini diperkuat dengan citra SMP Ganesha sebagai sekolah kembarannya SMPN 6 Denpasar. Keunggulan kedua, kata dia, anak-anak dibina dan dididik secara disiplin
menjadi SDM yang berkarakter. Apalagi saat ini, SMP Ganesha sudah memenuhi sekolah sehat dan ramah anak. Ketua Yayasan Ganesha Drs. I Made Ruta mengharapkan lulusan SD sekitar Sesetan saat ini memilih studi lanjut ke SMP Ganesha yang sukses meluluskan siswanya 100 persen. Apalagi SMP Ganesha sudah menyiapkan gedung baru semua ruangan dilengkapi AC dan LCD serta komputer. Yayasan juga memberi perhatian kepada siswa berprestasi berupa hadiah dan bonus. Yayasan tetap memberi diskon 50 persen uang gedung bagi siswa berkategori khusus yakni dari KK tak mampu, anak yatim piatu, anak kembar atau memiliki saudara sekolah di SMP Ganesha. Siswa berprestasi juga diberikan diskon sesuai dengan kategori prestasi. Istimewanya lagi, di sini siswa tak lagi dipungut biaya UTS, ulangan umum, UN, dan UAS. (ad918)
SMPN 11 Denpasar Berikan Subsidi kepada Peserta UNBK Empat Siswanya Bela Indonesia di Singapura
UNTUK kedua kalinya, SMPN 11 Denpasar menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 3 Denpasar. Hal ini dilakukan sekolah di kawasan Desa Serangan ini belum memiliki unit komputer yang memadai sehingga meminjam lokasi UNBK di SMKN 3 Denpasar. Kepala SMPN 11 Denpasar, Drs. Putu Jaya, M.Psi., mengungkapkan 278 siswa kelas IX sejak Senin hingga Rabu ( 24/4) kemarin, menjalani UNBK secara tertib dan penuh disiplin. Sekalipun siswanya banyak diantar orangtuanya, mereka menjalankan UNBK tepat waktu. Peserta sudah harus berada di SMKN 3 Denpasar pukul 07.00 wita diawali dengan persembahyangan bersama, baru diberikan pengarahan guna mempersiapkan mental menghadapi UNBK. UNBK di sekolah ini dibagi tiga kelas/lab dengan tiga sesi. Putu Jaya mengaku memilih meminjam sarana UNBK di SMKN 3 Denpasar karena sekolah ini termasuk sekolah rujukan dan mitra keluarga tingkat nasional. SMPN 11 Denpasar bagian dari sekolah imbas dan binaan SMKN 3 Denpasar. Untuk itu, SMPN 11 Denpasar berani memberi subsidi semua biaya UNBK kepada anak didiknya. Ini artinya, sekolah membantu meringankan beban masyarakat karena siswa tak dikenakan biaya tambahan UNBK. Termasuk biaya dua kali simulasi, geladi bersih dan latihan temporer. Putu Jaya yang dikenal kasek yang akrab dengan siswa ini mengatakan sekolahnya pernah diberikan fasiltas menyewa komputer, hanya tak didukung oleh suplai listrik dan akses jaringan internet belum maksimal. Dia menyarankan, sebaiknya pemerintah memberikan bantuan komputer dan server dibarengi dengan jaminan suplai listrik dan
UNBK - Siswa SMPN 11 Denpasar mohon doa restu kepada Kasek Putu Jaya sebelum menuju ruangan UNBK. jaringan imternet. Putu Jaya didampingi Wakasek Sarpras Ahmad Yaniarso, S.Pd., Waka Kurikulum Komang Anggreni, S.Pd., Waka Kesiswaan Made Balik, S.Pd., dan I Wayan Sugianta, S.Pd., M.M., M.Fis., dan Humas Ni Wayan Ratnadi, S.Pd., M.Pd., juga memaparkan prestasi siswanya. Di antaranya empat pesepakbolanya yakni Figo, Milan, Agung Dwi, dan Aan memperkuat tim Indonesia di kejuaraan sepak bola junior di Singapura. Di ajang Porjar meraih 4 emas, 9 perak dan 7 perunggu. Emas diborong di cabang balap sepeda. Tim ini diperkuat oleh Sayu Bella, dkk. Saya Bella juga atlet nasional balap sepeda unggulan Bali. Putu Jaya sejak memimpin sekolah ini sejak 2013 , sadar benar bahwa guru berprestasi akan mampu menghasilkan siswa berprestasi. Untuk itu di tengah minimnya dana pengelolaan sekolah, dia tetap memotivasi gurunya membina dengan ikhlas dan berkualitas. Tahun ini, SMPN 11 Serangan akan menerima tujuh kelas siswa baru. Selama ini, 20 persen atau
100 persen lulusan SDN 2 dan SDN 3 Serangan tertampung di sekolah ini. Sistem PPDB zonasi, kata Putu Jaya, sangat menguntungkan sekolahnya karena lebih banyak merekrut siswa yang dekat dengan sekolah. Selama memimpin SMPN 11 Denpasar, Kasek Putu Jaya dikenal sukses menata sekolah ini menjadi sekolah yang sungguh-sunguh sekolah negeri. Di antaranya menerapkan PBM berbasis IT, membangun enam ruang kelas baru dilengkapi LCD dan wifi. Gebrakan lainnya yakni menata lab, perpustakaan, membeli gamelan, menata tembok panyengker, menata kantin dan pertamanan. Jadilah kini SMPN 11 Denpasar yang berkualitas, nyaman, dan aman. Dia juga tak lupa menanamkan disiplin siswa dan kinerja guru. Dengan student body 803 orang, siswa SMPN 11 Denpasar mendapat binaan serius sesuai visi sekolah yakni ‘’Berprestasi, Berakhlak Mulia, Cinta Lingkungan Berlandaskan Nilai Budaya dan Berkarakter’’. (ad916)
Kamis Kliwon, 25 April 2019
Unhi Denpasar Gelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Ke-62
Riwun Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan PROGRAM Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan Doktor Program Studi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan, Rabu (24/4) kemarin. Kali ini adalah seorang dosen Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Riwun, S.Ag., M.Si. Pada sidang ujian terbuka promosi doktor, Riwun mengangkat disertasi berjudul “Upacara Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Telawang Kabupaten Kotawaringin Timur”. Riwun merupakan Doktor ke-62 di Program Pascasarjana Unhi Denpasar dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sidang Ujian Terbuka dipimpin langsung oleh Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. selaku Promotor, dan Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si. selaku Kopromotor, serta 7 dewan penguji lainnya. Riwun, S.Ag., M.Si., menjelaskan Upacara Nyorat bagi umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kecamatan Telawang, Desa Sebabi merupakan ritual kematian yang unik. Sebab, upacara Nyorat digelar setelah 30 hari mayat disemayamkan di rumah duka. Tujuannya untuk membebaskan diri seseorang dari sial yang disebabkan oleh adanya kematian di antara keluarga, sehingga hilangnya keharmonisan atau keseimbangan yang dapat menyebabkan duka bagi keluarga terdekat almarhum. Sebab, umat Hindu Kaharingan yakin dan percaya terhadap adanya roh orang yang telah meninggal. Oleh karena itu, roh orang yang telah meninggal diantarkan ke
PROMOSI DOKTOR - Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. (baju kebaya) berfoto bersama pimpinan sidang sekaligus Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., bersama Promotor, Kopromotor, dan dewan penguji lainnya, serta keluarga seusai ujian terbuka promosi doktor, Rabu (24/4) kemarin. kuburan, sehingga keluarga yang ditinggakan dapat disucikan melalui upacara Nyorat tersebut. Selain itu, dikatakan pelaksanaan upacara Nyorat oleh pihak keluarga bertujuan agar roh yang meninggal mengetahui keberadaannya sebagai roh dan setelah selesai upacara diharapkan keluarga duka akan mendapatkan kedamaian dan lingkungannya yang seimbang serta harmonis. Sehingga anggota keluarga dapat beraktivitas kembali seperti biasa. “Upacara Nyorat ini dilaksanakan dengan sistem gotong royong antara masyarakat lingkungan. Misalnya melayat ke rumah duka secara bersama-sama, bercerita berbagai pengalaman dan problem hidup atau sekadar bercengkerama setiap malam bagi pihak keluarga terdekat,” tandas Riwun. Melalui penelitiannya ini, diharapkan pelaksanaan upacara Nyorat bisa terus dilakukan dengan baik dan dilestarikan, dijaga, dan
juga dibina untuk generasi yang akan datang. Sehingga tidak tenggelam oleh pengaruh zaman yang serbamodern. “Artinya, dapat dipertahankan sehingga umat Hindu akan tetap maju dan dapat bersaing dengan budaya luar,” pesannya. Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. selaku Promotor mengapresiasi perjuangan promopendus yang telah mampu menyelesaikan studi doktornya. Sebab, jarak antara Bali dengan Palangkaraya sangat jauh. Sehingga saat bimbingan memerlukan waktu dan tenaga yang cukup ekstra. Namun, dengan kegigihan dan semangatnya, semua bisa terlewati dan berhasil menyandang gelar Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan di Unhi Denpasar. Dengan gelar Doktor yang diraihnya diharapkan dapat dipertanggungjawabkan, terutama untuk terus melakukan penelitian, di samping juga melakukan proses pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. (ad913)
SMKN 3 Denpasar Jadi ’’ Pilot Project’’ BLUD dan ASEAN Skill Perkuat Lulusan Berdaya Saing Internasional
SEJAK dipimpin Kepala SMKN 3 Denpasar Drs. A.A. Bagus Wijaya Putra, M.Pd., sekolah ini semakin melejit dan mendapatkan segudang predikat nasional dan internasional. Bukan hanya prestasi siswanya go internasional, juga guru dan kepala sekolahnya. Predikat teranyar yakni SMKN 3 Denpasar dijadikan pilot project Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menjadi pilot project ASEAN Skill bidang pariwisata oleh Common Asisted Tourism Competence (CATC). Kemudian dijadikan pilot project kelas industri bangket dari Kemenfo RI. A.A. Bagus Wijaya Putra, Rabu (24/4) kemarin, menjelaskan sebagai pilot project BLUD, SMKN 3 Denpasar secara legalitas memiliki kewenangan mengelola sekolah sendiri. Termasuk dalam menggali sumber pendanaan sekolah. Saat ini, SMKN 3 Denpasar memiliki teaching factory atau usaha antara lain hotel, restoran, salon kecantikan, busana, laundry dan catering. Selain sebagai lab praktik kompetensi siswa, juga sebagai sumber penerimaan dari masyarakat. Yang go internasional, SMKN 3 Denpasar oleh Badan Nasional Standardisasi Profesi (BNSP) dijadikan pilot project sekolah ASEAN Skill. Artinya, lulusannya berhak memperoleh sertifikat kompetensi berstandar ASEAN. Ini artinya mencetak SDM Bali siap bersaing di kawasan ASEAN dan era gobal ini. Program ini mulai menyentuh siswa kelas X baru. Makanya sekolah ini patut menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Bali yang memperkuat daya saing lulusannya go internasional. Predikat terbaru adalah sebagai pilot project sekolah kelas industri oleh Komenfo RI. Program ini, kata A.A. Bagus Wijaya Putra, dengan memperkuat hubungan sekolah dan dunia industri. Dulu link and match hanya di tataran teori, kini harus realitas. Dengan demikian, sekolah menjalin kerja sama dengan dunia industri bahkan mereka wajib menerima dan mempertajam kompetensi lulusan SMKN 3 Denpasar. Program ini sudah dibuka untuk empat kelas yakni Kelas Ramada (AP dan Boga), Kelas Loreal (kecantikan) dan Kelas Bangket (perhotelan). Keistimewaan siswa di kelas ini diajar oleh instruktur yang ahli di bidangnya. Pembelajaran dilakukan di dunia industri selama setahun sejak semester II. Selama ini, belum ada sekolah yang meraih predikat ini di Bali. A.A. Bagus Wijaya Putra adalah peraih kepala sekolah terbaik I di Bali dan ranking lima di tingkat nasional. Dia pun diberi bonus belajar selama sebulan di Gedung SEAMEO, Thaliand.
THAILAND - Kepala SMKN 3 Denpasar, A.A. Bagus Wijaya Putra, usai meneken MoU dengan pimpinan college di Thailand. Ini berkat dia sukses menghantarkan SMKN 3 Denpasar menjadi sekolah revitalisasi (di atas sekolah rujukan nasional) dan sejumlah predikat sekolah model. Konsekuensinya, kata dia, wajib mengimbaskan semua program vokasi ke sekolah serumpun. Tugas itu dengan mudah dijalankan karena Wijaya Putra menjadi Ketua DPD Asosiasi Kepala SMK Pariwisata se-Bali. Implikasi lainnya, sekolah ini banyak mendapat bantuan pemerirtah. Untuk 2019 saja, dia menerima dana Rp 2,9 miliar hibah bangunan dan fasilitas pembelajaran e-learning. Kasek didampingi Waka Kurikulum, Nyoman Aris Suparmi, S.Pd., M.Pd., Waka Kesiswaan Drs. I Made Sudira, Waka Humas, Drs. I Wayan Jelada, M.Pd., Waka Sarpras, Dra. Ketut Sri Handayani, M.Pd. dan Waka Manajemen Mutu, Drs. I Nyoman Sugata, S.Pd., juga memaparkan siswanya langganan juara LKS, meraih 21 medali di Porjar. Juga meraih ISO 90012015 dan menghasilkan job creator karena lulusan menjadi pengusaha muda mandiri. Sekolah ini juga membuka Community College atau Carier Centre untuk masyarakat umum dalam keahlian perhotelan, kecantikan dan busana. (ad917)
Senator RI Temui Ratusan Siswa Kurang Mampu di Bedugul
Wedakarna Luncurkan Beasiswa Pendidikan S-1 Senilai Rp 42 Miliar bagi 1.500 Mahasiswa Miskin WALAU sudah menjadi pejabat negara, sosok Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III tetap tidak bisa lepas dari perannya sebagai seorang pendidik dan guru. Dibesarkan dalam kultur dunia pendidikan di Bali, Arya Wedakarna (AWK) adalah putra dari seorang pejuang PNI Bali yakni Shri Wedastera Suyasa, yang merupakan Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) yang juga sahabat Bung Karno dan saat itu sama-sama pendiri bangsa, menggagas pendirian Universitas Udayana (1962) dan Universitas Marhaen (1963). Maka tidak heran, dalam kesehariannya, sosok AWK lebih terkesan sebagai sosok seorang pendidik ketimbang seorang politisi. Apalagi rekam jejaknya tercatat sebagai doktor termuda di Indonesia dan pernah menjadi Rektor Termuda di Indonesia. Semangat inilah yang digelorakan AWK ke mana pun ia berkunjung, khususnya bagaimana memengaruhi anak-anak muda Bali agar bersemangat dalam
mencapai pendidikan tinggi. “Dalam Agama Hindu, khususnya di kitab suci Bhagawad Gita sudah jelas dikatakan satu-satunya penyelamat manusia di zaman kaliyuga adalah jnana (ilmu pengetahuan ). Bahkan, yadnya yang paling tinggi pahalanya adalah jnana, bukan ritual di pura. Ini juga dicontohkan oleh Pandawa Kurawa yang merupakan tokoh Hindu dari Dinasti Kuru yang diminta mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Begitu juga Ganesha, putra Siwa MahadewaDurga yang diminta untuk belajar ilmu sebelum sempurna menjadi dewa. Apa maknanya? Para dewa memberikan contoh agar mnusia mencapai pendidikan tinggi demi masa depan. Di era kemerdekaan ini mari lihat para sarjana yang berhasil seperti Bung Karno yang insiyur, seperti Mr. Gusti Ketut Pudja yang sarjana pertama dari Bali dan ikut mengonsep NKRI. Atau teladani sosok Prof. I.B. Mantra yang doktor Hindu pertama lulusan India, serta contoh juga Presiden Jokowi yang sar-
jana lulusan UGM Yogyakarta. Jadi, kepemimpinan itu membutuhkan kepintaran dan moral baik,” ungkap AWK. Dia tetap meminta agar program Bali Intelektual 2020 dan branding Bali The Island of Science (Bali Pulau Ilmu Pengetahuan) terus secara konsisten dilaksanakan. “Anak muda Bali harus sadar, banyak tokoh bangsa yang menginspirasi. Mari kuliah di tempat yang baik dan sesuai aturan Menteri Ristekdikti. Jangan pilih kampus abal-abal yang bukan PT, tapi mengaku-ngaku sebagai universitas. Kalau bisa anak muda Bali, ambil program S-1 dibanding diploma agar bisa mendapatkan gelar sarjana. Sebab dengan gelar pendidikan minimal ada kredensial yang patut dipercaya untuk masa depan anak-anak bangsa. Sebentar lagi tahun ajaran baru, dan semoga lebih banyak anak muda bisa berpendidikan tinggi,“ harap Gusti Wedakarna. Terkait dengan hal itu, AWK menyempatkan diri untuk me-
motivasi anak-anak muda dari sejumlah sekolah di kawasan Bedugul yakni SMA Candi Mas dan SMK Pariwisata Pancasari dalam pertemuan di Kebun Raya Bedugul. Begitu juga saat Senator AWK berkunjung ke SMK Ratna Wartha di Ubud Gianyar, dia memberikan motivasi agar anakanak lulusan SMK juga berani masuk ke bangku kuliah demi masa depan yang cerah. “Lulusan SMA/SMK memang bisa bekerja. Tapi maaf, sebatas menjadi buruh dan pekerja teknis dengan gaji kecil tanpa tunjangan. Jangan sampai orang Bali asli jadi buruh di tanahnya sendiri. Sedangkan tamiu di Bali sudah pintar-pintar sekolahkan anaknya. Penguasaan ekonomi dan politik, hanya bisa lewat komunitas yang cerdas dan pintar, tidak ada jalan lain. Jadi, saya imbau agar orangtua jika mampu sekolahkan anakanaknya ke jenjang pendidikan tinggi,“ terang AWK. Tahun 2019 ini, Arya Wedakarna meluncurkan Program Beasiswa S-1 Angkatan XVIII
BERSAMA SISWA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama siswa di Bedugul, Tabanan dan Ubud, Gianyar. senilai Rp 42 miliar untuk 1.500 kursi. Program ini merupakan kerja sama Universitas Mahendradatta dengan The Sukarno Center yakni memberikan beasiswa penuh hingga semester
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
VIII untuk program S-1 di Universitas Mahendradatta dengan syarat mudah yakni hanya lulus UN tanpa seleksi, berlaku untuk semua golongan dan agama. (ad922)
DAERAH
Kamis Kliwon, 25 April 2019
5
Promosi Doktor Ilmu Administrasi di Universitas Brawijaya Malang Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih dan Mapangungkup di Pura Finns Beach Club Ayu Dewi Larantika, Dosen Pertama Bergelar PUNCAK karya mamungkah, ngenteg linggih lan mapangungkup di Pura Pucak Sarining Sari Finns Beach Club Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara dilangsungkan pada Buda Wage Kelawu, Rabu (24/4) kemarin. Puncak karya di-puput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Putra Sanur dari Griya Kelempung, Tembuku, Bangli dan Ida Pedanda Istri Ratna Kanya dari Griya Alangkajeng Nongan, Karangasem. Sebelum dilaksanakan caru manca kelud, melaspas lan mendem pedagingan, pada Saniscara Kliwon Wayang, Sabtu (20/4) lalu. Dilanjutkan nunas tirta pakuluh di Pura Lempuyang Luhur, Pura Agung Besakih, Pura Pucak Mangu, Pura Andakasa, Pura Melanting dan pura lainnya di Bali serta ngaturan pasucian lan mendak siwi pada Anggara Pon Kelawu, Selasa (23/4) lalu. Pemilik Finns Beach Club, I Ketut Subina didampingi Direktur Operasional, I Wayan Asrama di sela-sela upacara mengatakan, rangkaian upacara sudah dimulai sejak 7 April lalu dan pucaknya Rabu kemarin dengan melibatkan seluruh karyawan Finns Beach Klub. ”Kami bersama seluruh karyawan ngaturang ayah untuk menyukseskan pelaksanaan rangkaiaan upacara karya mamungkah, ngenteg linggih dan mapangungkup di Pura Pucak Sarining Sari ini,’’ kata Subina. Menurut Subina, upacara mamungkah, ngenteg linggih dan mampungungkup di pura yang telah rampung dibangun ini untuk mencapai keseimbangan antara sekala dan niskala. Namun bukan sematamata hanya komersial ingin menyimbangkan bhuana agung dan
Doktor Administrasi Publik di Unwar
FOTO BERSAMA – Pemilik Finns Beach Club, I Ketut Subina, foto bersama Ida Pedanda Putra Sanur, Ida Pedanda Istri Ratna Kanya dan seluruh jajaran karyawan usai karya mamungkah, ngenteg linggih dan mapangungkup di Pura Pucak Sarining Sari Finns Beach Club Berawa, Rabu (24/4) kemarin. bhuana alit. ”Kami yakin tanpa tuntuan Beliau (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) nonsen bisa melakukan yang terbaik dalam menjalankan roda usaha,’’ ujar Subina. Dia mengaku, dirinya memiliki obsesi untuk memajukan perusahaan Finns Beach Club Berawa ini lewat melaksanakan yadnya, seperti yang dilakukan hari ini (kemarin -red). Tanpa melakukan yadnya maka apa yang diharapkan akan semakin jauh. ”Kami selaku pemilik perusahaan mengucapkan banyak terima kasih atas sumbangsih dan partisipasi dari Griya Kelempung karena telah menuntun dari sejak berdirinya Finns Beach Club menjadi perusahaan cukup dikenal baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,’’ ucap Subina. Sementara itu, I.B. Mangku Alit mengatakan, pelaksanaan karya
FIGUR Harus Ekstra Sabar MENJADI guru Sekolah Luar Biasa (SLB), khususnya bagi siswa tunagrahita (SLB C) sebenarnya bukan menjadi cita-cita awal Gusti Ayu Priyanti (35). Apalagi, guru asal Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Mangupura ini memiliki dasar sebagai guru tari. Namun, perjalanan kariernya sebagai guru akhirnya membawanya pada sebuah tantangan bagaimana mengajar siswa di SLB. Meski tugasnya lebih berat daripada guru biasa, Ayu Priyanti menganggap mengajar anak-anak SLB lebih banyak suka daripada duka. Apalagi, saat dirinya melihat keceriaan dalam wajah seorang anak yang memiliki kekurangan, baik fisik maupun mental. Hal ini menjadi kepuasan tersendiri baginya. Ia pun mengaku dalam memberikan pembelajaran kepada anak-anak yang memiliki mental dan kemampuan berbeda memang perlu kesabaran yang tinggi. “Awalnya sempat takut karena dikejar-kejar sama siswa. Memang perlu proses lama untuk beradaptasi. Saya belajar dari para senior cara mengatasi anak-anak dengan karakter kemampuan yang berbeda ini,” katanya Rabu (24/4) kemarin. Ibu tiga anak ini juga menceritakan dalam proses belajar tak jarang dirinya menjadi korban kenakalan siswanya. Mendapat pukulan, bahkan terserang migren hingga ditaksir muridnya. “Pernah saat hamil besar, dibilang balon. Mau ditusuk sama murid. Pokoknya banyak cerita deh,” akunya. Menurutnya, anak-anak yang punya keusilan ini bukan karena benci, melainkan tidak tahu bagaimana mengungkapkan emosinya. Mereka tidak tahu bahwa itu perbuatan yang salah. “Kalau ada siswa yang seperti itu, ya harus ekstra sabar memang. Lakukan pendekatan dan beri pengertian, ini tantangannya mengajar di SLB,” terangnya. Apalagi anak-anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) secara signifikan berada di bawah rata-rata (normal) yang disertai dengan ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. “Harus mengikuti mood siswa. Sebelum memulai belajar biasanya kita lakukan kegiatan menyanyi untuk memfokuskan konsentrasi mereka. (bit)
Dua Belas Siswa SLB Negeri 1 Tabanan Ikuti UNKP
Tabanan (Bali Post) Dua belas siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tabanan sejak Senin (22/4) hingga Kamis (25/4) ini mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Siswa SLB sengaja mengikuti UNKP sebagai pengganti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tidak hanya UNKP, pada hari yang sama juga digelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) oleh empat siswa SLB C atau tunagrahita. Ketua Panitia UNKP SLB Negeri 1 Tabanan, I Made Widiantara, Rabu (24/4) kemarin, mengatakan hingga hari ketiga pelaksanaan ujian tidak ditemukan adanya kendala. Hanya, memang dalam menjawab soal ujian ada sejumlah siswa yang mendapatkan pendampingan, khususnya siswa dengan latar belakang tunanetra (SLB A). “Untuk tunanetra tahun ini ada satu siswa yang ikut UNKP. Itu ada petugas yang mendampingi dalam membacakan soal ujian. Sedangkan 11 siswa SLB B atau tunarungu hampir sama dengan ujian siswa normal lainnya,” terangnya. Widiantara menjelaskan ada empat siswa SLB C yang juga mengikuti USBN. “Khusus SLB C ikuti USBN. Untuk soal guru setempat yang membuat karena siswa tunagrahita punya karakter dan tingkat kemampuan berbeda-beda. Jadi, tidak disertakan pada UNKP,” terangnya. Salah seorang peserta ujian, Dewa Ayu Komang Ditya Kusuma Yanti mengaku tidak menyurutkan niatnya untuk bisa mendapatkan hasil ujian yang terbaik. “Semoga dapat hasil terbaik,” akunya. Sementara itu, Kepala SLB Negeri 1 Tabanan I Gede Sukaca mengatakan dalam pelaksanaan ujian, para siswa mendapat pengawasan. Meskipun mereka berkebutuhan khusus, namun optimis para peserta ujian dapat mengerjakan soal yang diberikan dan bisa lulus. “Sebelum ujian, para guru sudah sering memberikan pemantapan kisi-kisi soal ujian, sehingga siswa siap menjawabnya dengan baik,” ucapnya. Sukaca berharap kelak anak didiknya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mereka dapat terjun di masyarakat serta mampu hidup secara mandiri layaknya orang normal lainnya. (kmb28)
mamungkah, mendem pedagingan dan mapangungkup di Pura Pucak Sarining Sari Finns Beach Club Berawa skupnya perusahaan termasuk upacara tingkat utama. Karena caru manca kelud memakai sarana angsa dan kambing. ”Puncak karya hari ini (kemarin) merupakan karya yang cukup besar di Finns Beach Club karena di-puput sulinggih siwa dan budha,’’ kata Mangku Alit. Mangku Alit mengharapkan, dilaksanakan upacara besar di Finns Beach Club ini ke depannya akan lebih maju dan sukses dalam mengembangkan usaha. Mengingat persaingan di dunia bisnis khususnya di pariwisata semakin banyak sehingga pemilik Finns Beach Club tidak henti-hentinya melakukan yadnya dan memohon doa restu agar perusahaan berjalan dengan baik. (ad927)
TENAGA pengajar (dosen) dengan kualifikasi gelar doktor (S-3) di Universitas Warmadewa (Unwar) terus bertambah. Kali ini, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unwar, Dra. A.A. Ayu Dewi Larantika, S.E., M.Si. berhasil menyelesaikan studi Program Doktor Ilmu Administrasi di Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (24/4) kemarin. Dewi Larantika merupakan doktor ke-479 di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Sidang ujian terbuka promosi doktor dipromotori Prof. Dr. Soesilo Zauhar, M.S., dan selaku Kopromotor Dr. Moc. Makmur, M. dan Dr. Endah Setyowati, S.Sos., M.Si., serta diuji 6 dewan penguji lainnya. Mengangkat disertasi berjudul “Kolaborasi Aktor Dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Badung Provinsi Bali”. Perempuan kelahiran Denpasar, 8 Desember 1966 menjadi dosen pertama bergelar Doktor Adminsitrasi Publik di Unwar. Ayu Dewi Larantika mengatakan, fenomena kemiskinan menjadi problem sosial yang selalu diperbincangkan. Sebab, tidak hanya di negara miskin, kemiskinan juga menjadi problem sosial di negara kaya. Mulai dari faktor penyebab kemiskinan, anggaran penanggulangan kemiskinan, program kegiatan, serta aktor pelaksana program penanggulangan kemiskinan. Demikian halnya di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Mantan Kepala Unit Penjaminan Mutu FISIP Unwar periode 2012-2013 ini mengatakan, sebagai kabupaten terkaya dengan pendapatan asli daerah tertinggi di Bali, Kabupaten Badung masih memiliki penduduk miskin. Padahal, berbagai kebijakan terkait penanggulangan kemiskinan telah dibuat dan dilak-
UJIAN - Dr. Dra. A.A. Ayu Dewi Larantika, S.E., M.Si., berfoto bersama Promotor, Kopromotor dan dewan penguji lainnya seusai ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Rabu (24/4) kemarin. sanakan melalui koordinasi antaranggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPK). Namun, faktanya kebijakan tersebut secara signifikan tidak berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan di “Gumi Keris” tersebut. Dalam penelitiannya diungkapkan, bahwa proses kolaborasi aktor dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Badung belum terjadi. Hal tersebut dilihat dari aspek negosiasi yang terjadi hanya antar-OPD dalam pemerintahan. Sedangkan negosiasi antar-aktor lain tidak terjadi dan komitmen tiap aktor belum maksimal. Demikian pula implementasi kolaborasinya belum terjadi. Sebab, kerja sama baru dalam tahap koordinasi. Lebih lanjut dikatakan, dalam proses kolaborasi, ada faktor-faktor yang memengaruhi, baik faktor pendukung maupun faktor penghambat. Faktor-faktor ini menunjukkan model kerja sama yang terjadi bersifat koordinatif antar-aktor dalam TKPK dengan dominasi koordinasi ada pada
aktor pemerintah (OPD). “Untuk dapat mencapai tujuan penurunan angka kemiskinan, dibutuhkan kerja sama yang kolaboratif antar-aktor. Kolaborasi yang memenuhi tahapan proses kolaborasi, yaitu ada negosiasi, komitmen, implementasi dan asesmen dari aktor yang berkolaborasi, bersinergi dan berkontribusi sesuai dengan peran masing-masing dalam posisi yang sejajar dan sebangun antar-aktor,” tandas istri dari Ir. I G.M. Lanang Budiartha, M.Si. ini. Dewi Larantika menempuh pendidikan sarjana (S-1) di dua tempat, yaitu S-1 jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar dan S-1 jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pendidikan magister (S-2) dimulai pada tahun 1996 pada jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada lulus pada tahun 1998. Kemudian pada tahun 2013 mulai menempuh pendidikan doktor (S-3) pada Program Doktor Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. (ad924)
Rebung Bambu Tabah Pupuan Berpotensi Diekspor ke Jepang Tabanan (Bali Post) -
Selain durian kunyit, ternyata Pupuan juga memiliki tanaman khas lain yang hanya bisa ditemukan di daerah tersebut. Tanaman tersebut adalah bambu tabah. Seperti bambu lainnya, bambu tabah ini menghasilkan rebung karena memiliki tekstur, rasa dan wangi yang khas. Nah, rebung bambu tabah inilah yang ternyata banyak diminati. Tak hanya pasar domestik, tetapi juga luar negeri yaitu Jepang. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan, Dewa Budidana Susila, Rabu (24/4) kemarin, mengatakan, rebung bambu tabah memang hanya ditemukan di Pupuan, Tabanan. Masyarakat Pupuan biasanya menanam bambu tabah pada lahan yang tidak bisa ditanami kopi atau yang lainnya. Karena rasanya yang hambar dan tidak pahit, rebung bambu tabah ini menjadi favorit masyarakat Pupuan. ‘’Bambu ini disukai orang Jepang, sehingga ada potensi untuk diekspor ke negara tersebut,” ujarnya. Untuk ekspor diakui memerlukan eksportir ataupun perantara. Begitu juga pengolahan rebung harus sesuai dengan kualitas ekspor dan masih banyak persyaratan lain yang harus dipenuhi. Saat ini, rebung bambu tabah sudah menjadi salah satu produk unggulan BUMDes Desa Padangan, meski masih dalam memenuhi pasar lokal. Perbekel Desa Padangan, Wayan Wardita, mengatakan BUMDes Padangan mu-
lai terjun mengolah rebung bambu tabah sebagai salah satu produk sejak tahun 2018 lalu. ‘’Pemerintah kabupaten telah mendorong agar rebung bambu tambah ini dilestarikan. Begitu juga didorong untuk bisa menjadi pendapatan lebih bagi petani. Mengingat rebung ini dihasilkan cukup banyak saat musim hujan,’’ katanya. Perhatian dari Pemkab Tabanan atas rebung bambu tabah ini, kata dia dilakukan lewat bantuan lemari pendingin untuk penyimpannya. Ada empat unit lemari pendingin ke BUMDes Padangan beserta alat vakum untuk pengemasan. Selain itu, juga diberikan pelatihan bagi SDM di BUMDes Padangan sehingga mampu melakukan pengolahan rebung yang baik sebelum dilepas ke pasaran. Untuk musimnya biasa terjadi pada Desember hingga Maret atau saat musim hujan berlangsung. Tidak hanya Desa Padangan, bambu tabah ini hampir ada di seluruh wilayah Pupuan. Saat musim
PENGEMASAN - Proses pengemasan rebung bambu tabah sebelum dijual. panen ini, biasanya BUMDes akan membeli ke petani seharga Rp 1.500 hingga Rp 3.000 per batang sesuai ukurannya. Setelah dibersihkan dan diolah serta dikemas, rebung ini kemudian dijual seharga Rp 17.000 per kemasan. ‘’Kelihatannya jauh lebih mahal. Tetapi ini dihitung berdasarkan cost pengolahannya. Karena sebelum dikemas, rebung ini harus dibersihkan dan
dimasak dulu,’’ paparnya. Selama satu tahun ini, serapan rebung bambu tabah yang bisa dilakukan BUMDes Padangan tidak begitu maksmial. Padahal jika modal lebih besar dan pemasaran lebih luas, serapannya bisa mencapai satu ton lebih. ‘’Sekarang hanya bisa memenuhi tempat pendingin, di mana satu pendingin bisa menyimpan 100 kg,’’ ujarnya.
Bali Post/san
Untuk perluasan pasar, BUMDes Padangan hendak bekerja sama dengan Bumda, sehingga produk rebung ini bisa disalurkan ke toko modern. Sayangnya kerja sama dengan Bumda dalam hal ini PDDS masih terbentur ketiadaan tempat pendingin untuk menyimpan rebung. Sebab, agar awet rebung harus disimpan di suhu 2 hingga lima derajat celcius. (kmb24)
Warung Global
Aparat Berwenang Diminta Tegas Jalankan Aturan PEDAGANG bermobil diminta segera menempati lahan yang telah disediakan OPD terkait yakni di eks Tiara Grosir. Selama ini, pedagang bermobil belum tertata dengan baik, apalagi sering berjualan di ruas jalan yang kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut. Masyarakat pendengar Radio Global 96,5 FM meminta agar aparat berwenang tegas menjalankan aturan yang sudah ada mengenai pengaturan pedagang bermobil ini. Demikian beberapa pendapat yang terungkap dalam acara dialog Warung Global, Rabu (24/4) kemarin. Namanya juga pasar, pasti macet. Arya sebagai warga Denpasar mengatakan dulu kan hanya sementara saja para pedagang menempati lahan eks Tiara Grosir itu. Meskipun tak ada pasar, di sana tetap krodit. Menurutnya tidak usah dibuat pasar. Bangun ruang terbuka hijau saja. Jika ada keinginan buat pasar, pedagang harus diseleksi, krama Bali diprioritaskan. Jangan hanya menampung pedagang, fasilitas umum lain yang sejuk bagi warga Denpasar. Di mana-mana memang harus ditata. Demikian dikatakan Fera di Tabanan. Bukan hanya di Denpasar penataan pasar. Apalagi pedagang bermobil harus ditata dengan baik, pengelola pasar harus tegas. Jika sudah dibuatkan tempat, harus dituruti. Apalagi berjualan di ruas jalan, lalu lintas pastinya krodit. Febri di Denpasar berpendapat,
para pedagang bermobil memang harus ditata. Saran dewan kepada PD Pasar ini harus dilaksanakan. Dewan minta pedagang bermobil ditata. Kalau mau ditata mestinya sama-sama menata. Demikian Werdha di Tegalalang. Apakah ini sudah ada aturannya? Semua berhak mencari rezeki di mana saja, tapi jangan merugikan dan membahayakan orang lain. Pedagang bermobil sering memakai badan jalan atau trotoar. Dia berharap aturan dijalankan dengan tegas dan jelas, tidak setengah-setengah. Menurut Ketut Dawi di Abiansemal jika tak ada yang main mata, semua aturan bisa berjalan dengan baik. Jika berjualan di ruas jalan, pedagang pasti cari tempat yang strategis agar dagangan mereka cepat laku. Aturan dijalankan dengan tegas dan jelas. (sikha)
HARI KARTINI - Suasana berbeda tampak di kantor GOJEK Denpasar saat ratusan mitra dan rekanan GOJEK Bali berbaur dalam semangat perayaan Hari Kartini 2019. Perayaan dikemas dalam bentuk acara apresiasi terhadap Srikandi GOJEK (sebutan bagi mitra wanita GOJEK) terbaik di Bali dan dimeriahkan dengan beragam kegiatan seperti lomba menghias tumpeng, make-up, fashion show, dan mewarnai.
OPINI
6
Kamis Kliwon, 25 April 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Dipikul Bersama DALAM dunia digital sekarang ini, seringkali proses sebagai orangtua itu ‘digantikan’ oleh perangkat digital. Kita kihat bagaimana anakanak kita asyik dan tenggelam dalam dunianya sendiri manakala memegang HP atau perangkat digital lainnya. Usia sebayanya juga tenang dan terasa adem ketika berada di depan layar TV. Mereka tidak rewel dan nampak betah berlama-lama, bahkan berjam-jam. Mereka sering kali lupa bagaimana untuk keluar rumah. Bermain dalam konteks berinteraksi secara langsung dengan temantemannya. Bersosialisasi dan melakukan hal-hal yang sifatnya kebersamaan. Semuanya tenggelam dalam rasa individu masing-masing. Semuanya punya dunia. Kalaupun dunia mereka sama, mereka merasa tidak perlu kontak secara langsung. Cukup dengan teknologi. Beginilah gambaran generasi milenial sekarang. Dan rata-rata keluhan orangtua itu sama. Tidak hanya orangtua, guru di sekolah pun dan semua pihak mengeluhkan kondisi seperti ini. Anak-anak menjadi malas bergerak, malas berinteraksi dan cenderung terelimasi dengan dunia sekitarnya. Ini tentu saja berbahaya bagi masa depan mereka sendiri. Mereka akan tumbuh dan berkembang cenderung menjadi sosok yang egois, tidak tahu dunia luar, kehilangan rasa emosi dan sebagainya. Lalu bagaimana caranya? Tentu susah- susah gampang. Artinya, lebih banyak susahnya ketimbang gampangnya. Cari inovasi agar mereka tertarik di rumah. Tertarik saja dulu sebelum mereka merada benar-benar jatuh cinta. Banyak variasi sebenarnya yang bisa diciptakan. Baik di sekolah maupun di rumah. Itu pun sangat tergantung dari daya inovasi kita dan seberapa jauh kita mau meluangkan waktu. Di sekolah tentu kegiatan ekstrakurikuler sangat penting. Apakah itu kegiatan Pramuka, PMR, olahraga serta kesenian. Banyak lagi macam kegiatan bisa dilakukan walaupun pada awalnya mungkin sangat susah. Cobalah untuk menyelami dulu tingkah laku generasi milenial ini. Apa yang mereka perlukan. Apa yang sejatinya mereka inginkan. Mencabut secara total dari dunia gadget mereka tentu bukan langkah bijak. Kita tidak bisa menyetop kemajuan teknologi. Mengarahkan kata yang lebih tepat. Mengarahkan pun belum tentu mudah. Sangat sulit. Menjejalinya dengan kegiatan sekolah tentu juga tidak baik. Kegiatan yang ringan itu seperti olahraga, berkesenian, dan lainnya merupakan langkah tepat. Mereka selama ini sudah sarat beban belajar. Sejumlah tugas sekolah dan pekerjaan rumah membuat mereka jenuh. Aneka permainan yang melibatkan banyak orang serta interaksi langsung mungkin akan membuat mereka tertarik. Ini tugas orangtua serta guru. Tidak itu saja, semua komponen sebaiknya terlibat. Pemerintah diharapkan juga memberi ruang gerak yang luas sehingga mereka bisa berkreativitas secara lega. A n e k a l o m b a j u g a s a l a h s a t u a l t e rnatif. Baik lomba kesenian serta olahraga. Pihak ketiga dan kalangan swasta juga banyak kita lihat mulai terlibat dengan menggunakan dana CSR nya. Kalangan remaja serta asosiasi profesi semestinya lebih banyak turun tangan. Ini artinya apa? Semua pihak punya tanggung jawab meskipun dengan kadar berbeda. Orangtua serta guru di sekolah tetap menjadi garda terdepan. Tetapi membebankan semua ini ke pundak mereka tentu tidak bisa. Harus dipikul bersama.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mengkritisi PPDB Sistem Zonasi Masalah pendidikan adalah masalah kita bersama. Di Bali sebenarnya masalah Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB sudah memiliki model yang baik. Semua kepentingan diakomodasi oleh sistem dengan baik, nyaris tanpa gejolak. Siswa pintar dihargai lewat seleksi nilai UN siswa berprestasi akademik dan non-akademik juga diberi porsi. Apalagi siswa miskin mendapat prioritas di sekolah negeri. Namun sejak PPDB memakai system zonasi, yakni ditentukan oleh jarak rumah terdekat dengan sekolah PPDB banyak melahirkan komplain. Apalagi tahun ini PPDB tak akan menggunakan seleksi nilai UN, murni ditentukan oleh jarak geografis sekolah dan rumah, dipastikan akan makin banyak menimbulkan komplain ke sekolah. Sekolah hanya dapat kerja dan komplainnya saja. Yang diuntungkan hanya warga dekat sekolah, lalu bagaimana dengan warga asli yang sudah nomaden ke pinggir kota. Bagaimana nasib anak bangsa kita yang cerdas, juga tak terakomodasi? Lalu apa artinya UNBK dan UNKP serta USBN di SD? Kan lebih baik dihapus saja. Toh hanya menghabiskan uang rakyat saja. Pakai saja dana itu untuk pos yang lain, seperti memberdayakan sekolah swasta agar lebih bermutu lagi. Kebijakan ini yang saya maksud tidak berkeadilan. Saya yakin akan banyak protes, dan sekolah tak bisa memberikan jalan keluar. Ini yang saya katakan adalah langkah mundur. Negara tetangga sudah lari cepat, bicara mutu kita masih berdebat soal PPDB. Ayo kita benahi sekarang pemerataan pendidikan. OK, mutu harus. Nang Eca Kesiman
Menguatkan Pendidikan Karakter Remaja Kasus perundungan yang terjadi sekarang ini sungguh sangat menyedihkan, karena perundungan ini dilakukan oleh remaja yang dalam usia remaja salah satu kota di Pontianak. Kasus ini menjadi lebih memilukan tatkala para pelaku dan korban masih anak-anak di bawah umur. Untuk itu, penanganannya harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai.
K
Oleh I Kadek Darsika Aryanta, S.Pd., M.Pd.
asus ini tentu harus menjadi evaluasi kita bersama, dan mencirikan bahwa penanaman nilai-nilai karakter di usia remaja masih perlu dievaluasi dan sudah mulai mengarah pada disrupsi yang sangat memperihatinkan. Tanggung jawab penanganan pendidikan karakter pada remaja terletak pada tri pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kasus perundungan ini tentu saja sudah mengalami fase hokum, dimana kasus ini sangat meresahkan kita semua. Remaja yang mengalami perundungan perlu diberikan perhatian lebih karena memiliki trauma yang cukup mendalam. Sehingga pada saat di sekolah nanti siswa yang membikin rumah dari efek perundungan ini harus terus diawasi dan juga terus diberikan perhatian oleh seluruh warga sekolah. Kasus perundungan yang melibatkan remaja usia sekolah ini menjadikan suatu cerminan bagi kita bersama untuk bersama-sama mendidik siswa menjadi lebih beradab, yang masih punya malu dan tentunya bisa menghargai sesama. Untuk menangani hal tersebut, seperti kasus perundungan juga kasus yang dialami oleh Audrey. Selain orangtua pihak sekolah diharapkan memiliki program yang baik untuk membangun karakter siswa, seperti dengan salam pagi menyapa siswa dengan teman-teman yang lain yang baru datang ke sekolah. Pendidikan karakter paling utama adalah di keluarga. Orangtua perlu untuk mengawas i anaknya sehingga tidak memiliki perilaku yang menyimpang
dari biasanya. Contoh Kasus Audrey yang ada di Pontianak misalnya, kasus ini tentu saja sangat memilukan kita semua, dimana dengan gampangnya siswa tersebut melakukan perundungan kepada anak kecil secara bersamasama. Untuk itulah yang akan menjadi PR kita bersama, bagaimana keluarga mampu membendung perundungan ini dengan menggunakan pendidikan karakter keluarga. Berbicara mengenai pendidikan karakter keluarga, tidak lepas dari bagaimana orangtua dan anggotanya bisa menginternalisasi nilai-nilai karakter, baik yang ada di dalam kehidupan sehari-hari kepada anak kita. Penanaman pendidikan karakter keluarga merupakan benteng pertama yang mampu membendung sikap-sikap yang yang buruk bagi anak. Oleh karena itu, dalam pendidikan karakter di keluarga diharapkan sinergi orangtua dan juga saudara-saudara, dan kerabat terdekat itu sangatlah penting dalam mendidik anak kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa orangtua sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter para remaja harus lebih berkonsentrasi untuk memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Anak adalah peniru ulung. Di masa-masa awal kehidupannya, anak cenderung menirukan apa saja yang dilakukan oleh lingkungan terdekatnya. Karena alasan itulah orangtua harus selalu memberikan contoh yang baik. Dibandingkan menyuruh atau mendikte anak agar melakukan sesuatu, pemberian contoh langsung yang dilakukan orangtua akan lebih efektif dalam menanamkan pendidikan karakter. Dalam menerapkan sikap santun
misalnya, orangtua bisa mencontohkannya saat berinteraksi dengan sesama anggota keluarga atau dengan lingkungan masyarakat terdekat, seperti tetangga. Jika anak memperhatikan perilaku santun orangtuanya, mereka pun akan melakukan hal yang sama saat berinteraksi dengan orang lain atau temannya. Selain itu, juga pelibatan anak untuk mengambil keputusan dalam keluarga juga harus diperhatikan. Karena selain sebagai bentuk pendewasaan anak, hal ini dapat dijadikan sebagai suatu pendidikan untuk menanamkan kepercayaan kepada anak sehingga bisa lebih bertanggungjawab. Orangtua sebagai aktor kunci pendidikan karakter di rumah harus mampu mendidik anggota keluarga dengan baik. Tidak jarang orangtua terkesan melepas ataupun jarang memberikan waktu luang kepada anak untuk berdiskusi di rumah dengan dalil orangtua yang terlalu sibuk. Oleh karena itu, kita sebagai orangtua seharusnya diharapkan bisa membangun komunikasi yang baik dengan anak didik kita sehingga anaknya bisa menjadi lebih merasa diperhatikan dan juga orangtua mampu mendeteksi secara dini permasalahan-permasalahan yang terjadi pada anak untuk menanamkan karakter yang baik. Selain orangtua, peran pendidikan karakter juga dimainkan oleh guru di sekolah. Dasar hukum pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah adalah Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. Hampir sepertiga dari waktu para remaja ini berada di sekolah. Oleh karena itu, penanaman Pendidikan kara-
kter yang ada di sekolah sangat berperan penting bagaimana pergaulan siswa tetap dijaga untuk membangun karakter. Sekolah dan juga guru diharapkan memiliki program untuk peningkatan karakter siswa karakter-karakter baik ini bisa dilaksanakan untuk memancing siswa menjadi lebih baik lagi, jangan sampai nanti siswa tersebut malah membentuk suatu geng atau membentuk hal yang tidak baik di sekolah. Pihak sekolah diharapkan memiliki program yang baik untuk membangun karakter yang siswa seperti membangun karakternya dengan salam pagi, selanjutnya menyapa siswa dengan temanteman yang lain, selanjutnya juga bersembahyang secara bersamasama, sopan santun dalam bergaul sehingga tidak terjadi suatu hal yang negatif. Peran guru di sekolah sangatlah penting untuk membentuk karakter siswa menjadi lebih baik lagi sehingga tidak terjadi perundungan lagi oleh anak remaja kita. Sampai saat ini, tidak jarang terjadi adanya miskomunikasi antara guru di sekolah dengan orangtua dalam membentuk karakter siswa. Orangtua sering menyalahkan guru dalam pembentukan karakter, guru juga kadang mengembalikan peserta didik kepada orangtua untuk memperbaiki karakter anaknya. Sinergi yang baik antara guru dan orangtua sangat diperlukan di sini untuk membangun karakter siswa, sehingga bullying yang terjadi di masyarakat sekarang ini bisa ditekan. Pendidikan karakter yang dapat dilakukan untuk membendung perundungan ini adalah dengan cara melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi siswa dan juga memancing kerja sama yang baik antarsiswa. Pendidikan penguatan, Pendidikan karakter yang sudah dicanangkan oleh pemerintah sekarang ini juga harus terus didukung karena dengan adanya karakter yang kuat maka generasi Indonesia akan menjadi lebih bagus. Sesuai dengan cuitan Presiden Jokowi dalam akun instagramnya, bahwa kita sedang mengh-
Menguji Integritas dalam UNBK BEBERAPA minggu ini telah dilaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah atas (SMA). Dilanjutkan dengan tingkat SMP. Pelaksanaan UNBK merupakan usaha pemerintah dalam meningkatkan tingkat integritas dan kejujuran siswa, selain mengefisiensikan anggaran pendidikan untuk jangka panjang. Masalah integritas dan kejujuran meraih nilai tinggi menjadi tujuan utama. Bukankah UN bukan lagi menjadi penentu kelulusan? Apakah siswa masih takut dan malu jika mendapatkan hasil yang buruk? Atau apakah materi yang diujikan terlalu banyak? Banyak pertanyaan-pertanyaan lama dalam permasalahan pendidikan terdahulu kembali mencuat. Semua solusi untuk meningkatkan kredibilitas UN telah dilakukan, dari membuat paket soal untuk setiap peserta hingga berbasis komputer. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan mendasar yang belum ditemukan solusinya, yaitu perilaku jujur dan integritas. Menilik kembali UN, tidak dipungkiri bahwa nilai tetap menjadi tolak ukur keberhasilan sekolah dalam proses pembelajaran. Nilai tinggi berarti sekolah sukses dalam mendidik dan membina siswanya. Sekolah juga tidak berani mengakui ketika terdapat siswanya yang mempunyai nilai rendah. Walaupun telah ditetapkan bukan sebagai penentu kelu-
Oleh Adi Soekariawan lusan, tetapi fenomena ini masih mengakar. Masih menjadi prestise bagi sekolah. Hingga dijadikan sebuah promosi bagi sekolah ataupun lembaga bimbingan belajar ketika terdapat siswa didiknya yang mendapatkan nilai tertinggi atau nilai sempurna. Nilai yang sempurna adalah dambaan bagi setiap siswa, orangtua, guru, dan sekolah. Hampir semua orang ingin hasil yang sempurna. Mendapatkan nilai yang baik dan sempurna menjadi kebanggaan. Ditambah lagi, ketika mendapatkan nilai yang baik, siswa yang akan merasa bangga dan bisa saja mendapatkan pujian dan apresiasi dari guru dan sekolah. Namun, yang bernilai rendah sudah pasti siswa tersebut menjadi minder tidak percaya diri, apalagi mendapatkan apresiasi. Paling baik mendapatkan perhatian dari guru dan diajak untuk belajar kembali agar mendapatkan nilai yang lebih baik. Ujung-ujungnya kembali pada nilai dan hasil. Hasil UN hanya menunjukkan kemampuan kognitif atau pengetahuan dari siswa. Menjelaskan kemampuan siswa dalam beberapa mata pelajaran. Target paling tinggi yang ingin diketahui adalah siswa mampu melakukan analisis terhadap sebuah permasalahan dan mampu menyelesaikannya. Ini
dikenal dengan high order thinking skill, kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tidak ada dalam soal yang menunjukkan perilaku jujur dan integritas, karena keduanya ini tidak dapat ditanyakan dalam soal, namun harus diamati. Untuk itulah harus dilakukan pergeseran fokus dalam UNBK ini. Fokus pemerintah, sekolah dan orang tua harus kembali kepada apa yang dapat membantu siswa untuk sukses dalam kehidupannya nanti. Karena fakta telah membuktikan, menurut Profesor Agus Budiono dalam sebuah artikelnya tentang NEM, IPK dan ranking, bahwa ketiga konsep penilaian tersebut tidak relevan dengan kesuksesan seseorang. Dalam tulisan beliau juga dipaparkan faktor penentu kesuksesan berdasarkan hasil riset dari Thomas J. Stanley, dimana kejujuran menempati posisi teratas, kemudian disiplin, kerja keras, kemampuan komunikasi dan menjual ide serta kompetitif. Inilah yang seharusnya menjadi fokus dalam Ujian Nasional, bukan kemampuan kognitif atau kecakapan siswa terhadap ilmu pengetahuan semata. Lalu bagaimana mengukur integritas dan kejujuran dalam UNBK? Integritas dan kejujuran dapat diukur, tetapi harus dilakukan
dengan instrumen yang berbeda atau dengan ahli di bidang yang sesuai. Bagaimana mengimplementasinya dalam UNBK? Salah satunya adalah dengan mengurang jumlah pertanyaan pilihan ganda dan menambah esai. Esai merupakan upaya yang baik dalam meningkatkan taraf kepercayaan jawaban dari siswa. Karena dalam esai terlihat analisis dari siswa dalam menjawab. Gaya komunikasi siswa juga akan tampak dalam setiap jawaban essay. Berikutnya yang dapat dilakukan juga adalah adanya kamera pengawas di setiap siswa. Ini untuk mengetahui setiap gerak-gerik siswa dalam mengikuti UNBK Langkah di atas adalah upaya saat UNBK. Upaya pencegahan akan selalu lebih baik. Maka dari itu, penting bagi pemerintah melalui sekolah serta orangtua dan siswa itu sendiri untuk selalu mengedepankan integritas dan kejujuran. Mengingatkan untuk selalu berpikir, berkata dan bertindak yang jujur dan berintegritas. Kemudian mengubah paradigma tentang nilai juga perlu dilakukan kembali. Nilai bukanlah ukuran keberhasilan. Seseorang belajar untuk menemukan jati dirinya dan meningkatkan kompetensi di suatu bidang bukan untuk sebuah nilai. Sehingga nantinya dalam pemikiran setiap orang UNBK adalah ujian integritas.
adapi masalah perubahan pola interaksi sosial antarmasyarakat melalui media sosial. Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati menggunakan media sosial. Perundungan tidak hanya terjadi di dunia nyata, namun juga terjadi di dunia maya. Beberapa hal yang dapat dikategorikan perundungan seperti yang dilansir pustekkom dalam akun resmi instagramnya adalah memperolok teman di media sosial, perang kata di dunia maya, menyebarkan berita bohong, dan memperdaya orang untuk melakukan sesuatu. Regulasi perundungan di dunia maya juga dirasa perlu dilakukan sehingga disrupsi pendidikan karakter tidak terus terjadi di Indonesia. Usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak, budaya, etika, norma-norma, nilai agama, semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik. Pendidikan karakter ini akan dapat dijadikan dasar ke depannya nanti untuk kita bergaul di masyarakat, sehingga peran orangtua dan guru kita harapkan lebih menyatu lagi dalam membangun dan juga dalam mendidik anak-anaknya secara beriringan. Praktik-praktik baik yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam membangun pendidikan karakter adalah dengan cara menumbuhkan kemandirian siswa untuk belajar. Selain itu, juga membiasakan siswa saling menghormati dan menghargai antarsesama. Ketiga adalah memberikan kegiatan kepada siswa yang bersifat positif dan ceria, sehingga siswa menjadi lebih bisa untuk berkolaborasi dengan yang lain. Pendidikan karakter yang ini harus terus dijaga. Kita benar-benar berharap agar orangtua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi betul anakanak kita, serta meluruskan halhal yang tidak benar. Semoga. Penulis, guru Fisika di SMAN Bali Mandara
POJOK Ma’ruf Amin berharap masyarakat bersilaturahmi turunkan tensi politik. -Silaturahmi selamatkan bangsa. *** Capres Prabowo baru mau bertemu Jokowi setelah proses pemilu selesai. -Silaturahmi kapan pun baik. *** Proses pemilu melelahkan, banyak petugas pemilu yang jatuh sakit. -Caleg juga banyak yang sakit stres.
Penulis, pendidik di SMAN 3 Denpasar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN PHDI Tabanan Rancang Pendidikan Pranikah
7
Kamis Kliwon, 25 April 2019
Tabanan (Bali Post)Adanya kasus perceraian yang melibatkan pasangan yang berusia muda, menjadi perhatian serius Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Tabanan. Faktor penyebab kasus perceraian perkawinan di usia dini dikarenakan faktor ekonomi dan perselingkuhan. Ini terjadi lantaran kedua belah pihak memang dianggap belum cukup matang dalam berumahtangga. Melihat fenomena tersebut, Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra menggagas program pendidikan pranikah. Bahkan dalam program tersebut akan menggandeng psikolog serta dinas kependudukan dan pencatatan sipil serta ahli hukum adat. Tujuannya tidak lain memberikan pembekalan pada pasangan calon suami istri agar mereka benar-benar siap untuk menikah baik mentalitasnya, dewasa berpikir dan perilaku dalam berumah tangga.
“Dalam waktu dekat ini baru akan kita sosialisasikan ke tiap kecamatan sebagai prolog untuk memancing mereka agar datang menerima pendidikan pra nikah, tahun depan baru kita buka di kantor, sasarannya remaja pelajar SMA dan SMK,” ucapnya Rabu (24/4). Lanjut Tontra, selama ini kasus perceraian bagi pasangan masih sangat muda dikarenakan sejumlah faktor, di antaranya tentang ekonomi dan perselingkuhan. Dimana dari data yang didapatnya kasus perceraian yang melibatkan pasangan remaja selama setahun rata-rata lima pasang per kecamatan. Dimana menurut Tontra, dari hasil kajian dalam menghadapi masalah, pasangan muda tentunya akan sulit mengontrol diri dan emosi. Pikiran bercerai akan selalu terlintas di benak mereka. Dan membayangkan hidup yang lebih baik lagi jika menyudahi hubungan yang saat
ini dijalani. Berbeda halnya dengan pasangan yang menikah di usia matang. Banyak pertimbangan yang dipikirkan ketika menghadapi permasalahan dalam pernikahan. Karena mereka akan mencari jalan keluar tanpa harus mengakhiri dengan perceraian. “Kasihan juga di usia yang masih sangat muda mereka sudah bercerai lantaran belum dewasa bersikap,” terangnya. Karena menurutnya, jika sampai terjadi perceraian tentu saja membawa dampak kurang baik bagi yang bersangkutan. “Efek sangat negatif, pandangan masyarakat secara umum negatif, dan dikhawatirkan pula anak-anak hasil pernikahan akan terlantar, ini yang terus kami coba agar tidak terjadi,” pungkasnya. (kmb28)
I Wayan Tontra
Sasar Petugas Pemilu
Diskes Adakan Pemeriksaan Keliling
Tabanan (Bali Post)Banyaknya petugas Pemilu yang meninggal dan jatuh sakit saat menunaikan tugasnya, memerlukan tindakan pencegahan agar korban tidak bertambah. Untuk di Tabanan sendiri, meski belum ada petugas Pemilu yang masuk rumah sakit tetapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa terjadi jika tidak diambil langkah pencegahan. Karenanya Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, Rabu (24/4) kemarin melakukan pemeriksaan kesehatan keliling ke kantor KPU dan Kantor Camat yang ada di Tabanan dimana penghitungan suara sedang berlangsung. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika mengatakan langkah pemeriksaan kesehatan keliling ini didasari Bali Post/kmb28 oleh surat edaran Kementerian
Kesehatan dan juga instruksi Bupati Tabanan. ‘’Hari ini petugas turun melakukan pemeriksaan kesehatan. Masing-masing Puskesmas mengunjungi kantor Camat di daerah tugasnya sementara dari Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan ke KPU Tabanan,’’ ujar Suratmika. Adapun pemeriksaan yang diberikan adalah pemeriksaan umum mulai dari cek tensi, kondisi fisik dan lainnya. Hasilnya ditemukan ada petugas menderita flu, demam atau kelelahan. Namun sebagian kondisinya masih fit atau bugar. “Petugas yang sakit maupun lelah ini diberikan obat dan vitamin,” ujar Suratmika. Setelah memeriksakan kesehatan ini pihaknya akan terus memantau sehingga tidak ada petugas yang jatuh sakit hingga masuk rumah sakit. Hingga saat ini, kata Suramika belum ada yang tercatat mengalami sakit parah. (kmb24)
BULELENG
8
Kamis Kliwon, 25 April 2019
Diskes Cek Kesehatan Penyelenggara Pemilu
Mayoritas Alami Tekanan Darah Tinggi
Singaraja (Bali Post) –
Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng menerjunkan petugas kesehatan untuk memeriksa kesehatan petugas pemilu serentak dan polisi yang bertugas di PPK Buleleng, Rabu (24/4) kemarin. Hal ini karena banyaknya kejadian yang mengakibatkan penyelenggara pemilu serentak itu jatuh sakit bahkan meninggal dunia. Dari pengecekan itu, sebagian besar PPK Buleleng mengalami tekanan darah (tensi) tinggi. Hanya satu dan dua saja yang berada dalam kondisi normal. Atas kondisi ini, anggota PPK Buleleng disarankan menjaga pola makan dan istirahat dalam waktu cukup.
Bali Post/kmb38
BENTUK RELAWAN - BNNP Bali mendorong puskesmas di daerah membentuk relawan untuk mendukung program rehabilitasi pecandu narkoba.
Dukung Gerakan Rehabilitasi
Puskesmas Perlu Bentuk Relawan Narkoba Singaraja (Bali Post) – Keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah memiliki peran penting mendukung gerakan rehabilitasi pecandu narkotika. Ini karena dari Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga ini tersedia dengan baik. Selain itu juga sarana prasarana kesehatan mendukung dilakukan rehabilitasi kepada pecandu narkoba. Agar peran itu terwujud, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengusulkan agar di setiap puskesmas perlu dibentuk relawan rehabilitasi pecandu narkoba. Hal itu terungkap pada rapat koordinasi BNNP Bali bersama Dinas Kesehatan (Diskes), kepala puskesmas, Dinas Sosial, LP Kelas IIB, Polres, dan Kesbangpol Buleleng. Rakor ini dipimpin Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., didampingi Kepala BNNK Buleleng AKBP I Gede Astawa, M.H. Kepala BNNP Bali Gede Suastawa mengatakan, puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Selain menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, puskesmas berperan dalam program rehabilitasi pecandu narkoba di daerah. Untuk mendukung gerakan itu, pihaknya mendorong agar di setiap puskesmas membentuk relawan. Menurutnya, perlu melibatkan relawan dalam pelaksanaan rehabilitasi pecandu narkoba. Nantinya, personel di puskesmas itu yang melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Selain itu mencari klien adiksi dan bisa juga diserahkan ke BNNK untuk ditindaklanjuti dengan program rehabilitasi. “Untuk kasus adiksi ringan rehabilitasi dapat dilaksanakan di puskesmas atau RSUD. Sedangkan, kalau kasus adiksi berat bisa dilaksanakan program rehabilitasi di RSJ Provinsi Bali atau ke Balai Rehabilitasi di Lido,” katanya. Selama ini jajaran BNN kata Suastawa, gencar melaksanakan sosialisasi, koordinasi dengan instansi terkait dan
melaksanakan tes urine. Hal itu dilakukan guna memotivasi semua komponen masyarakat tentang bahaya narkoba yang dikenal menjadi kejahatan luar biasa. “Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu. Seluruh dinas terkait harus ikut berperan aktif. Mari bersama bersinergi dengan BNN dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” jelasnya. Wawasan Anti Narkoba Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Buleleng mengikuti sosialisasi terkait kampanye antinarkotika di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Selasa (23/4) lalu. Sosialisasi ini melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Langkah ini untuk memberikan tambahan wawasan dan membangkitkan kepedulian CPNS dalam mendukung gerakan P4GN. Ketua panitia Made Suriani mengatakan, sosialisasi ini sengaja dilakukan mengingat kasus penyalahgunaan narkotika sudah merambah semua kalangan. Tidak terkecuali kasus narkoba itu melibatkan pegawai pemerintahan. Untuk mencegah dan juga menggugah kesadaran warga dan ASN agar tidak terlibat. Selain itu untuk ikut juga memberantas penyalahgunaan narkotika itu, pihaknya melaksanakan sosialisasi ini dengan menghadirkan narasumber dari BNNK Buleleng. “Setidaknya dapat memberikan pengetahuan apa dan bagaimana yang diakibatkan dari penyalahgunaan narkoba itu,’’ katanya. Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ni Made Rousmini, tidak saja mengajak kalangan pegawai pemerintahan, namun semua komponen masyarakat dituntut berperan aktif mencegah dan memberantas narkoba. Untuk mencapai hal itu, sosialisasi sebagai “bekal” wawasan ini penting dilakukan. (kmb38)
Petugas Bidan Puskesmas Buleleng I Selfi mengatakan, anggota PPK, PPS, dan polisi ditugaskan menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, sebagian besar penyelenggara pemilu di kecamatan ini mengalami tekanan darah (tensi) tinggi. Ini dibuktikan ada petugas di mana tensinya sampai 160/80. Ini terjadi karena tanaga dan pikiran terporsir untuk menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam. Atas kondisi ini, Selfi menyarankan petugas bersangkutan untuk menjaga kesehatan dengan mengutamakan istirahat yang cukup, dan menjaga pola makan yang baik. Kalau dalam bekerja tiba-tiba merasakan kepala pusing atau muntah-muntah. Pihaknya meminta petugas bersangkutan tidak mengambil risiko dengan memeriksakan diri ke
puskesmas kemudian beristirahat cukup. “Kebanyakan tensi darahnya tinggi. Ini terjadi karena pekerjaan berat. Kami sarankan jangan memaksa. Jaga pola makan dan istirahat yang cukup,” katanya. Selfi menambahkan, pemeriksaan kesehatan itu dilakukan setelah penyelenggara pemilu melakukan tugasnya merekapitulasi perolehan suara pemilu serentak 18 April 2019 hingga tanggal 4 Mei 2019 mendatang. Pengecekan dilakukan mulai pagi sebelum memulai bekerja hingga siang hari. Menjaga penurunan kesehatan tubuh para penyelenggara pemilu di kecamatan itu, disarankan memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas Buleleng I. “Kami siaga sejak rekapitulasi sampai penutupan rekapitulasi mendatang. Mulai pagi dan kalau siang hari ada gang-
Bali Post/kmb38
CEK KESEHATAN – Petugas Pemilu Serentak di Kecamatan Buleleng menjalani pemeriksaan kesehatan, Rabu (24/4) kemarin. guan kesehatan turun. Kami siap untuk melayani kesehatan di puskesmas,” jelasnya. Ketua PPK Buleleng Gede Triyo Arisnawan mengatakan, sesuai instruksi KPU pihaknya diingatkan tetap menjaga kondisi kesehatan. Bahkan, pihaknya disarankan memberitahu anggotanya agar tidak mengkonsumsi minuman suplemen yang berpotensi memacu denyut jantung. “Kami diminta menjaga ke-
sehatan dan jangan meminum suplemen yang membahayakan denyut jantung. Selama rekapitulasi kalau capek kami disarankan istirahat yang cukup,” katanya. Di sisi lain Arisnawan mengatakan, pada hari H pencoblosan ada anggotanya yang dalam kondisi sakit. Bahkan, karena kesehatannya drop, petugas tadi tidak bisa melanjutkan pekerjaannya. Selain itu, sejak melakukan rekapitulasi perole-
han suara, ada juga anggotanya yang jatuh sakit karena tuntutan pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan pikiran. Mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan, pihaknya meminta bantuan pemeriksaan kesehatan dari petugas kesehatan di puskesmas. “Memang ada sudah sakit karena beban kerja tinggi. Setelah ini kami minta pemeriksaan yang memadai sampai rekapitulasi selesai,” jelasnya. (kmb38)
Terlapor Dugaan ”Money Politics” Tidak Hadir
Singaraja (Bali Post) – Terlapor dugaan praktik money politics di calon legislatif di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar terus dikebut. Setelah mengklarifikasi pelapor Nyoman Redana dan tiga saksi penerima uang, Bawaslu akan menghadirkan terlapor SB oknum pemberi uang. Hanya saja, saat akan diklarifikasi Selasa (23/4) lalu yang bersangkutan tidak memenuhi undangan klarifikasi itu. Hari itu juga, Bawaslu kembali melayangkan surat undangan kepada yang bersangkutan agar hadir mem-
berikan klarifikasi kemarin. Lagi-lagi, calon legislatif SB itu tidak memenuhi undangan Bawaslu itu. Ketua Bawaslu Putu Sugi Ardana mengatakan, dua kali undangan klarifikasi tidak ditanggapi terlapor. Bahkan, yang bersangkutan tidak menyertakan alasan apa, sehingga tidak berkenan hadir ke Bawaslu. Atas kondisi ini, Bawaslu merencanakan akan mengundang untuk ketiga kalinya. Kalau pemanggilan yang ketiga itu SB tetap tidak berkenan hadir, Sugi menyebut Bawaslu bersama Sentra Gakumdu akan memutuskan melakukan klarifika-
si langsung ke rumah calon legislatif SB itu di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar. “Pelapor tidak tahu persis di mana alamat terlapor,’’ jelasnya. Sebelumnya, kasus dugaan money politics yang melibatkan caleg itu dilaporkan Nyoman Redana, warga Desa Pedawa, Banjar. Dia melapor ke Bawaslu karena takut kalau ada pihak lain yang akan melaporkan praktik beli suara dalam pemilu yang lalu. Selain Redana, ada tiga saksi yang menerima uang dari oknum caleg telah diklarifikasi di Bawaslu. Kasus itu terjadi 15 April 2019 lalu,
Redana diberikan uang Rp 5 juta untuk mencari dukungan suara di desanya. Uang itu diberikan SB yang konon diketahui sebagai timses caleg bersangkutan. Tanggal 16 April 2019, dia mendapat 10 orang pemilih dan masing-masing diberikan uang Rp 100.000, sehingga uang yang sudah dibagikan itu Rp 1 juta. Sisanya lagi Rp 4 juta rencananya akan kembali diberikan untuk pemilih lain, namun gagal. Redana mengaku menghabiskan uang yang diterimanya itu Rp 3,5 juta untuk operasional mencari suara. (kmb38)
Warga Pertanyakan Dugaan ”Money Politics”
Bawaslu Tegaskan Kasus Itu Tak Bisa Dilanjutkan SEKITAR sebelas orang warga yang mengaku dari Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng, Rabu (14/4) kemarin mendatangi gedung Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Buleleng. Warga ini meminta penjelasan terkait penanganan dugaan kasus money politics yang melibatkan salah satu calon legislatif yang dilakukan sebelum hari H pencoblosan Pemilu serentak 17 April 2019. Lalu bagaimanakah kasus caleg lakukan money politics yang sudah relatif lama itu, apa bisa dilanjutkan sesuai regulasi yang ada?
Dari pantauan di Sekretariat Bawaslu Jalan Bisma Singaraja, warga datang sekitar pukul 13.30 wita. Beberapa warga di antaranya menunjukkan poster saat tiba di sekretariat. Poster itu pada intinya meminta agar dugaan kasus money politics yang dilaporkan ke Bawaslu itu agar ditindaklanjuti. Warga mempertanyakan alasan mengapa Bawaslu belum memanggil oknum calon legislatif (caleg) yang disebut-sebut menggunakan uang untuk merebut simpati masyarakat saat pencoblosan pileg lalu. Setelah menunggu sekitar 20 menit, warga kemudian diterima Ketua Bawaslu Putu Sugi Ardana. Sejumlah aparat polisi yang saat itu ditugaskan mengamankan gedung Sekretariat Bawaslu Buleleng ikut mendampingi Ketua Bawaslu. Koordinator warga Komang Edi Arta Wijaya mengatakan, dugaan kasus money politics oleh oknum caleg itu, dianggap telah membuat proses pemilu pileg itu tidak bersih. Untuk itu, dirinya dan
warga lainnya meminta agar dugaan kasus money politics pileg itu ditangani tuntas sesuai regulasi yang berlaku. Terutama, oknum caleg yang disebutsebut melakukan praktik money politics itu diminta agar segera dipanggil untuk dimintai keterangan. “Kami ke sini meminta agar kasus dugaan money politics ditangani tuntas dan siapapun yang terlibat kami minta dipanggil. Kami ingin pemilu yang telah berlalu ini “bersih” dari praktik money politics calon legislatif dan situasi Buleleng biar tetap aman dan kondusif,” katanya. Menanggapi desakan itu, Putu Sugi Ardana mengatakan, sesuai kewenangan yang ada, Bawaslu menindaklanjuti setiap laporan masyarakat atau temuan dugaan pelanggaran pelaksanaan Pemilu Serentak yang lalu. Dalam melaksanakan kewenangannya itu, Sugi menyebut, ada aturan dan mekanisme yang harus dilalui. Dosen Hukum Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja itu
Bali Post/mud
KASUS MONEY POLITICS – Sekitar 11 warga Kampung Anyar mempertanyakan penanganan kasus dugaan money politics di Sekretarian Bawaslu Buleleng, Rabu (24/4) kemarin. mencontohkan, untuk “Saya jelaskan, untuk laporan dugaan money laporan money politics politics yang melibatkan calon legislatif di Kamsalah satu calon legisla- pung Anyar itu sudah tif yang terjadi di Kelu- kami putuskan, hal itu rahan Kampung Anyar, tidak bisa dilanjutkan. Bawaslu bersama Sentra Pasalnya, peristiwa dan Penegakan Hukum Ter- pelaporannya kedaluwarpadu (Gakumdu) sudah sa. Hal itu sudah kami melakukan klarifikasi sampaikan kepada persesuai kewenangan yang wakilan warga,” katanya. ada. Hasilnya, kasus monSelain di Kampung ey politics caleg itu din- Anyar, Sugi juga menjelasyatakan tidak bisa ditin- kan kepada warga terkait daklanjuti. Alasannya, penanganan dugaan mondari waktu kejadian dan ey politics yang melibatkan peristiwanya dilaporkan salah satu calon legislatif ke Bawaslu, itu melewati di Dusun Munduk Uwubatas waktu yang diatur ban, Desa Pedawa, Kesesuai regulasi. camatan Banjar. Setelah
menerima pengaduan itu, sejauh ini pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada pelapor dan tiga orang saksi yang menerima uang untuk memilih oknum calon legislatif pada pemilu legislatif lalu. Tarkait desakan warga agar Bawaslu memeriksa oknum caleg atau pihak lain yag bertanggung jawab, Sugi menjelaskan hal itu akan dilakukan setelah pihaknya bersama Sentra Gakumdu akan melakukan kajian atas hasil klarifikasi dan pengumpulan data dan barang bukti yang ada. “Bawaslu tidak ada menutupi penanganan kasus money politics caleg terkait pemilu. Kami bekerja atas dasar undang-undang. Dan itu ada mekanismenya. Kapan akan memeriksa oknum caleg yang disebut-sebut melakukan money politics. Hal itu kami punya kewenangan,” jelasnya. Mendapat penjelasan itu, warga akhirnya bisa menerima dan langsung meninggalkan Sekretariat Bawaslu Buleleng dengan tertib. (mud)
GIANYAR
Kamis Kliwon, 25 April 2019
9
Pameran Bonsai Didominasi Pendatang Baru
Gianyar (Bali Post)Ratusan bonsai menghiasi Lapangan Astina Gianyar, Rabu (24/4) kemarin. Total ada 470 pohon berukuran kerdil itu yang terkumpul serangkaian kegiatan pameran bonsai ini. Uniknya, pameran kali ini didominasi pendatang baru yang tergabung dalam katagori prospek yakni sebanyak 225 bonsai. Ketua Panitia Pameran Bonsai Gianyar yang juga Penasihat PPBI Bali Wayan Artana menerangkan, pameran bonsai tahun ini memang didominasi pendatang baru. Jumlah peserta kategori prospek yang mencapai 225 bonsai itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang paling banBONSAI - Ketua Panitia Pameran Bonsai Wayan Artana menunjukkan salah satu bonsai di Lapangan Astina Gianyar, Rabu (24/4) kemarin.
Terjerat Kasus Narkoba
Manajer Klub Malam Ditangkap
Gianyar (Bali Post)Berbagai trik baru mulai dilakukan pengedar dalam proses tranksasi narkoba. Seperti menempel barang haram itu pada salah satu palinggih di pinggir Jalan Raya Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Saat mengambil pesanan narkoba pada palinggih tersebut, seorang pria berinisial ABW ini ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, beberapa waktu lalu. “Transaksi sistem tempel ini sebenarnya modus lama, cuma tempatnya (palinggih-red) ini baru. Mungkin maksudnya untuk mengelabui petugas, karena terkadang tempat ibadah itu sulit kita lakukan pemeriksaan. Jadi, dikira luput dari perhatian petugas,” kata Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa saat press release kasus narkoba, Rabu (24/4) kemarin. Usai penyergapan pada salah satu palinggih itu, petugas yang melakukan pemeriksaan mendapati lakban yang di dalamnya terdapat satu plastik klip berisi sabusabu. Belum puas dengan hasil itu, petugas lantas mendatangi rumah tersangka di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati. Dari rumah lantai dua milik tersangka yang merupakan manajer klub malam di kawasan Denpasar ini didapati alat isap berupa bong. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, ABW mengaku kerap mengkonsumsi narkoba untuk menambah stamina karena bekerja di klub malam. Apalagi ia kerap bekerja saat malam, sehingga terpengaruh untuk menggunakan barang haram itu. “Tersangka kami jerat dengan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Sukawiyasa. Sukawiyasa menambahkan, petugas BNNK Gianyar juga mengamankan pengedar narkoba IBPGR, awal April ini. Tersangka berusia 40 tahun ini diketahui mengedarkan narkotika lintas kabupaten/kota meliputi Denpasar, Singaraja dan Gianyar. “Pelaku ini pengedar lintas kabupaten/ kota yang sudah cukup lama kami intai. Sampai sekarang pun masih kami lacak jaringanya di mana saja,” tegasnya. Menurut Sukawiyasa, pelaku tertangkap saat mengambil tempelan di By-pass I.B. Mantra menuju Pantai Purnama, Desa Gelumpang, Kecamatan Sukawati. Dari hasil penyergapan itu, petugas mengamankan dua plastik klip berisi sabu-sabu dari tangan tersangka. Selain diedarkan, tersangka juga menggunakan barang haram itu untuk dikonsumsi sendiri. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TERSANGKA - Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa menunjukkan dua tersangka dan barang bukti narkoba saat press release, Rabu (24/4) kemarin.
yak untuk katagori pemula ini tidak pernah lebih dari 115 pohon. “Sekarang bonsai kategori prospek melampaui kategori lainnya. Artinya, bonsai pemula semakin banyak, kemudian mereka yang menjadikan bonsai sebagai mata pencaharian, hobi itu semakin tampak lebih menggeliat tahun ini,” katanya. Artana mengakui, pi haknya cukup kelabakan karena meningkatnya peserta pemeran di kategori pemula ini. Alhasil, di awal persiapan pameran tahun ini panitia harus menambah jumlah meja dan perlengkapan lainnya. “Dari 2006 hingga sekarang, pameran bonsai yang tidak pernah putus ini selalu dievaluasi. Untuk tahun ini memang di luar dugaan. Kami menyiapkan tempat sekitar 300 pohon, ternyata membludak menjadi 470 pohon,” katanya. Uniknya, pendatang baru dalam kategori prospek ini juga dominan kaum mile-
nial. Menurut Artana, hal ini menunjukkan bahwa saat ini ada peningkatan signifikan anak muda yang serius menggemari bonsai. “Meski pendatang baru, mereka percaya diri sekali ikut pameran ini karena tujuannya juga untuk menambah ilmu. Saat saya cek, banyak sekali bonsai dari kategori ini yang sudah bagus,” katanya. Selain kategori prospek, kata Artana, ada pula kategori regional yang diikuti 172 pohon, madya 38 pohon, bintang 15 pohon, dan utama 20 pohon. Para peserta ini dominan berasal dari Jawa, Bali, Kalimantan, NTB, Lombok, dan Sumatera. Menurut Artana, penilaian bonsai memiliki rumus tersendiri, mulai dari komposisi antara pot hingga urutan ranting. “Ada pohon ekstrem yang meliuk-liuk. Ada pohon formal. Ada pohon kecil, tapi pot besar, tidak sesuai. Selain itu, tata letak juga dilihat,” jelasnya.
Artana mengatakan, harga bonsai dalam pameran ini juga melambung tinggi. Seperti untuk kategori utama dan bintang bisa mencapai harga Rp 300 juta lebih. Namun harga tersebut tetap relatif, bahkan bisa jauh dari itu karena bonsai merupakan barang seni. “Bonsai ini barang seni. Paling mahal memang harganya sampai ratusan juta rupiah. Kalau yang kategori sedang bisa sampai puluhan juta rupiah,” paparnya. Selain pameran di kawasan itu, panitia juga membuka 16 stand bursa yang menawarkan bakalan bonsai hingga bonsai yang sudah jadi. Bahkan, untuk satu bakalan bonsai ada yang sudah terjual puluhan juta rupiah. “Itu memang ada kemarin yang membeli bakalan bonsai sampai puluhan juta rupiah. Bakalannya memang bagus sekali. Itu tinggal dirawat lagi sedikit, nanti bisa juara kontes,” katanya. (kmb35)
Satpol PP Ciduk Belasan Gepeng
Gianyar (Bali Post)Petugas Satpol PP Gianyar menciduk belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kerap beraksi di kawasan Banjar Penestanan, Desa Sayan, Ubud, Rabu (24/4) kemarin. Di kawasan yang ramai wisatawan itu, belasan gepeng ini mengemis dengan memaksa wisatawan. Kondisi ini dikeluhkan oleh banyak wisatawan yang berwisata ke kawasan tersebut. Berdasarkan data, 16 orang gepeng yang diciduk petugas Satpol PP itu berasal dari Kabupaten Karangasem. Setelah diamankan, para gepeng itu kemudian digiring ke Kantor Satpol PP Gianyar untuk didata kemudian diserahkan ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. GEPENG - Sejumlah gepeng yang diciduk petugas Satpol PP Gianyar di kawasan Penestanan, Rabu (24/4) kemarin.
Menurut Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa, keberadaan gepeng yang minta-minta di kawasan Penestanan sangat mengganggu wisatawan yang berkunjung. Satpol PP Gianyar yang menerima laporan itu langsung melakukan penangkapan. “Di wilayah Penestanan, kami amankan gepeng,” katanya. Agusnawa menegaskan, pihaknya terpaksa menertibkan para gepeng tersebut karena melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. (kmb35)
Sekda Wisnu Wijaya Membuka Lomba Baleganjur SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya membuka secara resmi lomba baleganjur kategori umum yang memperebutkan Piala Bupati. Lomba baleganjur ini berlangsung di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Selasa (23/4) malam. Lomba yang diselenggarakan serangkaian memperingati HUT ke-248 Kota Gianyar tersebut diikuti 15 sekaa atau komunitas beleganjur se-Kabupaten Gianyar. Kelimabelas sekaa/komunitas yang berlaga menampilkan performa terbaiknya, yakni Sekaa Seni Gegian 18, Tampaksiring, Sekaa Suara Genta, Desa Keramas, Padepokan Seni Korawa, Batuan, Sukawati, Komunitas Seni Art Time, Desa Singakerta, ST Sandhi Kumara Banjar Geriya, Melinggih, Payangan, Komunitas Seni Nulet 19, Tengkulak, Kemenuh, Sukawati, Sanggar Gubuk Seni, Tampaksiring, Bala Nawa Sana (Himpunan Seni Se-Kecamatan Blah-
batuh), Sanggar Nandino, Tegallalang, Komunitas Seni Jalan Banjar Lembeng, Sukawati, Komunitas Seni Barung Agung, Desa Pejeng, Tampaksiring, ST Pawita, Sukawati, Karang Taruna Yowana Dharma Kanthi, Desa Sayan, Ubud, Himpunan Seni Remaja Abianbase Sanggar Gita Hredaya, Lingkungan Kaja Kauh, Abianbase, dan Sekaa Nesa Rahaswara, Ubud. Lomba yang berlangsung selama dua hari tersebut disambut sangat antusias oleh masyarakat Gianyar yang datang langsung ke Lapangan Astina, Gianyar menyaksikan penampilan masing-masing sekaa yang beradu kreasi dan tari kreasi baleganjur. Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, lomba baleganjur kategori umum tersebut bertujuan untuk menyediakan wadah bagi sekaa/komunitas baleganjur yang ada di Kabupaten Gianyar untuk menampilkan kreasi seni mereka. Karena, selama ini sekaa/komunitas
memiliki peranan penting dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Gianyar. Di samping itu, dengan dilaksanakannya lomba ini diharapkan mampu merangsang serta menumbuhkan sekaa/komunitas baru di Gianyar. “Ini sesuai dengan tema Hari Jadi Kota Gianyar tahun ini, yakni Satya Premana Wenangun Loka Budaya. Artinya, membangkitkan dan membangun seni dan budaya yang tersebar di pelosok wilayah Kabupaten Gianyar. Salah satunya baleganjur ini,” ujarnya. Lomba baleganjur ini diawali dengan penampilan Komunitas Seni Gegian 18, Tampaksiring dengan garapan yang berjudul “Aji Bayu Bajra”. Garapaan ini bercerita tentang Sang Hanoman yang dianugerahi Cupumanik Astagina karena telah menguasai ilmu Aji Bayu Bajra. Sang Hanoman juga ditakdirkan berumur panjang, hidup dari zaman Ramayana sampai zaman Mahabrata,
BALEGANJUR - Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya saat membuka lomba baleganjur kategori umum di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Selasa (23/4) malam. bahkan sampai awal/sampai memasuki zaman madya. Dari cerita tersebut, penata mengemasnya dalam sajian komposisi baleganjur dengan suasana wibawa, penuh suka cita, tegas, gemuruh dan maya. Diolah dalam bentuk ritme, melodi, tempo dan dinamika,
harmonis, teknik cekatan pukulan cengceng kopyak, dengan menggunakan tehnik estafet, hentakan-hentakan kendang, ketegasan alur melodi reong, terpadu dengan getaran suara gong, menggambarkan keagungan dan dahsyatnya Ilmu Aji Bayu Bajra. (ad926)
JEMBRANA
10
Kamis Kliwon, 25 April 2019
Masih Aktif, Senpi Milik Hariyanto yang Diamankan di Gilimanuk Negara (Bali Post) – Hasil uji balistik pada barang bukti senjata api (senpi) yang diamankan Polsek Gilimanuk beberapa waktu lalu telah keluar. Senpi yang diamankan dari pengendara motor Hariyanto (31) asal Desa Sempolan, Jember, Jawa Timur, Sabtu (6/4) lalu itu ternyata masih aktif. Namun senpi buatan Rusia jenis Makarov kaliber 9 mm itu belum diketahui asal muasalnya. “Sudah keluar (hasil uji), buatan Rusia dan mesin masih aktif. Hasil ini kita pakai untuk melengkapi berkas ke Kejaksaan,” ujar Kapolsek Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa kepada wartawan, Rabu (24/4) kemarin. Hasil uji balistik senpi itu diterima penyidik polsek pada Senin (22/4) lalu. Selain senpi, pelaku juga membawa magazine berisi dua butir peluru aktif serta satu selongsong kosong. Kepada petugas, tersangka mengaku mendapatkan pistol itu dengan membeli dari kerabatnya yang sudah meninggal. Dengan sudah diterimanya hasil uji balistik ini, berkas kasus senpi ilegal akan segera dilimpahkan atau tahap I atau P19. Lebih lanjut dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk AKP I Komang Muliyadi bahwa senpi yang masih aktif ini jenis Makarov buatan Rusia. Pistol ini terdapat enam galangan dengan lebar 3mm dan enam dataran dengan 1mm. Selain itu juga putaran atau twist ke kanan. Sedangkan peluru merupakan peluru tajam berjaket dengan caliber 9x17 mm. Meskipun masih aktif dan ditemukan ada selongsong peluru, senpi ini diketahui belum pernah digunakan untuk menembakan peluru. Selain itu, dari uji residu tidak mengandung nitrate. Kasus senpi ilegal ini diungkap petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk saat pemeriksaan orang, barang dan kendaraan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk. Salah seorang pengendara motor saat diperiksa, diketahui menenteng senpi di pinggang. Setelah diperiksa, diketahui senpi yang ditempatkan di sarung pistol ini asli berikut peluru dan magazine. (kmb26)
Bali Post/kmb
PUTUS- Hingga saat ini jalan kabupaten yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Mendoyo, Jembrana yang putus akibat diterjang banjir bandang belum diperbaiki.
Di Yehembang Kangin
Sawah Terancam Tergerus Akibat Jalan Putus
Negara, (Bali Post)Hingga saat ini jalan kabupaten yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Mendoyo, Jembrana yang putus akibat diterjang banjir bandang belum diperbaiki. Lalu lintas warga pun menjadi terhambat karena hanya dapat dilalui sepeda motor. Tidak hanya itu, putusnya jalan yang berada di pinggir sungai Yehsumbul tersebut hampir membuat sawah yang ada di sebelahnya terancam tergerus.
Bali Post/kmb26
MASIH AKTIF – Senpi jenis Makarov buatan Rusia yang diamankan jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk awal April lalu masih aktif
Sejumlah warga, Selasa (23/4) siang mengatakan, jalan tersebut menghubungkan Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin menuju
Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Medoyo. Akibat putusnya jalan tersebut membuat jalan alternatif itu sulit dilintasi oleh kendaraan,
terutama mobil. Hanya sepeda motor yang bisa melintasi jalan yang berada di pinggir sungai Yehsumbul tersebut. Wayan Nerka, seorang warga, mengatakan, jalan tersebut kini semakin retak dan membuat sawah yang ada di sebelah jalan terancam tergerus. “Jika terjadi hujan yang lebat lagi dan air sungai meluap otomatis jalan tersebut makin jebol dan sawah bisa hanyut,” katanya.
Warga mengatakan, jalan tersebut putus beberapa bulan yang lalu akibat terjangan banjir bandang. Namun hingga kini tidak mendapat penanganan atau perbaikan, padahal jalan tersebut sangat ramai arus lalu lintasnya karena merupakan jalan antardesa, yakni menghubungkan Desa Yehembang dengan Desa Yehembang Kangin. Warga berharap jalan tersebut segera diperbaiki.
Sebelumnya Perbekel Yehembang Kangin Made Suardika dikonfirmasi membenarkan jalan tersebut beberapa bulan lalu putus akibat diterjang banjir bandang. Jalan tersebut kini hanya bisa dilintasi sepeda motor dan mobil kecil, namun harus hati-hati. Pihaknya juga sudah melaporkannya ke kabupaten agar segera mendapat penanganan karena jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. (kmb)
Antisipasi Banjir Bandang
Hendak Masuk ke Kapal, Jembatan Penyaringan Dirancang Lebih Tinggi Satu Meter Truk Muatan Batu Terguling Negara (Bali Post) – Diduga akibat terlalu berat beban dan rem blong, truk penuh muatan batu terperosok di dermaga LCM Gilimanuk, Selasa (23/4) malam. Truk dengan nomor polisi DR 8636 AA dikemudikan Ritwan dari Lombok ini terbalik saat hendak masuk ke KMP Trisna Dwitya. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun evakuasi sempat mengganggu arus bongkar muat kapal di dermaga LCM itu. Saat kejadian sekitar pukul 21.00 Wita, truk masuk ke kapal. Namun begitu sudah naik ke badan kapal, tiba-tiba truk mundur dengan cepat hingga menabrak rool ramdor bagian kanan kapal. Karena benturan itu, truk miring dan terjatuh ke laut. Diduga, rem truk tersebut tidak berfungsi sehingga tak bisa dikendalikan. Saat itu KMP Trisna Dwitya berada di tengahtengah plengsengan dermaga LCM. Truk selanjutnya dievakuasi menggunakan truk derek dan dipinggirkan di sekitar dermaga. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Gilimanuk, I Ketut Aryadana, Rabu (24/4) kemarin membenarkan truk terbalik di depan ramdoor kapal di Pelabuhan LCM tersebut. Truk dengan tujuan Surabaya ini terbalik tepat di depan ramdoor haluan kapal. Dari hasil laporan pihak Nakhoda KMP Trisna Dwitya, Yoyok B. Prasetyo diketahui penyebab truk mundur dan terguling karena rem blong. (kmb26)
TERGULING – Truk penuh muatan batu apung dari Lombok terguling saat hendak masuk ke kapal di dermaga LCM Gilimanuk, Selasa malam.
Negara (Bali Post) – Jembatan di Desa Penyaringan yang putus akibat bencana banjir bandang Desember lalu, dipastikan akan dikerjakan tahun ini. Untuk menghindari dampak terjangan banjir di Tukad Biluk Poh seperti sebelumnya, konstruksi jembatan dibuat beton pratekan. Selain itu tinggi jembatan juga akan naik satu meter dari tinggi sebelumnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jembrana, I Wayan Darwin, Rabu (24/4) kemarin mengatakan, terkait jembatan yang sempat putus akibat bencana banjir bandang di Penyaringan ini dipastikan akan dibangun tahun ini dengan dana bersumber dari APBD induk. Selain jembatan, perbaikan tero-
wongan saluran irigasi di Penyaringan juga menjadi prioritas pembangunan pascabencana. “Kedua konstruksi baik jembatan maupun terowongan ini menjadi prioritas melihat fungsinya bagi masyarakat,” terang Darwin. Khusus jembatan, Dinas sudah membuat gambar yang nantinya dirancang lebih tinggi satu meter dari jembatan sebelumnya. Selain itu, konstruksi jembatan juga akan dibuat beton pratekan seperti di jalan jembatan shortcut di Tabanan. Hal ini menurutnya untuk menjamin agar jembatan tidak terdampak banjir seperti sebelumnya. Panjang jembatan juga masih sama, menggunakan dua girder.
Namun, kemungkinan lokasi jembatan mengambil tanah lebih ke utara. Dinas menurutnya juga sedang memastikan lahan yang digunakan karena sebagian masuk lahan kebun warga. “Kita buat kesapakatan saja, agar tidak menjadi permasalahan di kemudian hari. Dan sudah kita lakukan,” terang Darwin. Sedangkan untuk terowongan menjadi prioritas pembangunan karena sangat diperlukan bagi petani khususnya tiga subak di Penyaringan. Seperti diketahui, jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 10 meter yang menghubungkan dua banjar di Penyaringan roboh, aktivitas warga di kedua banjar itu terganggu. Padahal jembatan penghubung Banjar Anyar Tengah dan
Banjar Penyaringan ini sangat dibutuhkan warga untuk mempercepat akses transportasi. Setelah jembatan ini roboh pada Desember lalu, jalur transportasi warga di kedua banjar tersebut terpaksa memutar dengan melewati jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Selain itu juga terowongan saluran air untuk irigasi juga ikut tersumbat akibat material yang masuk terbawa banjir. Banjir bandang yang menerjang Sungai Tukad Biluk Poh akhir tahun lalu selain terjangan air besar juga menyapu kayu-kayu besar. Kayu-kayu pohon yang masih utuh dan besar diduga penyebab robohnya jembatan penghubung antarbanjar di Penyaringan itu. (kmb26)
USBN Diikuti 4.612 Siswa SD Sederajat Negara (Bali Post) – Ribuan siswa SD di Kabupaten Jembrana mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pelaksanaan ujian akhir siswa SD ini dilaksanakan di masing-masing sekolah. Dari data yang dihimpun di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Jembrana, Rabu (24/4) kemarin total ada 4.612 siswa SD dan MI baik Negeri maupun Swasta di Jembrana yang mengikuti USBN. Kepala Dinas Dikpora Jembrana Ni Nengah Wartini melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (dikmen) Dinas Dikpora Jembrana, I Nyoman Wenten, Rabu (24/4) kemarin mengatakan, pelaksanaan USBN di tingkat SD/MI di Jembrana menurutnya diselenggarakan ke masing-masing sekolah. Sedangkan untuk monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan ujian yang diikuti para siswa kelas IV itu langsung dikoordinir oleh pengawas sekolah. Meskipun tidak seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ataupun Ujian Nasional Kertas Pensil
(UNKP) namun, USBN yang wajib diikuti siswa SD ini penting. “Serentak seluruh SD dan MI di Jembrana mengikuti USBN, total ada 4.612 siswa,” ujar Wenten. Dari ribuan siswa SD dan MI itu, terdiri dari SD Negeri sebanyak 4.051 siswa, SD swasta 81 peserta dan MI Negeri 363 peserta serta MI swasta 117 peserta. Dikpora Jembrana saat ini fokus pada pelaksanaan UNBK SMP yang ditargetkan bisa diselenggarakan secara mandiri seluruh sekolah. Sehingga ke depan bilamana SD juga melaksanakan ujian berbasis komputer, sekolah sudah siap meskipun dilakukan secara sharing. Dari pelaksanaan USBN yang digelar secara serentak sejak Senin (22/4) lalu, pelaksanaan tanpa kendala berarti. Pada hari ketiga Rabu (24/4) kemarin dijadwalkan untuk mata pelajaran IPA dengan waktu 120 menit dimulai pukul 08.00 Wita. Sedangkan untuk Kamis (25/4) hari ini, Ujian Sekolah (US) dengan mata pelajaran PKn dan IPS. (kmb26)
Bali Post/kmb26
Ujian - Sejumlah siswa SD mengikuti USBN yang dilaksanakan serentak sejak Senin lalu. Di Jembrana, siswa SD/MI yang mengikuti USBN sebanyak 4.612 siswa.
Kamis Kliwon, 25 April 2019
SOSOK Termuda dan Potensial Jadi Dewan PRESTASI gemilang ditorehkan caleg muda yang maju dari Partai Perindo I Putu Eka Juliawan (26 tahun) pada hajatan politik pemilu legislatif 17 April 2019. Caleg asal Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Rendang itu potensi merebut kursi DPRD Kabupaten. Juliawan yang maju melalui dapil Rendang, Selat, dan Sidemen itu mampu mengumpulkan suara sekitar 2.000 lebih. Koleksi suaranya mengungguli caleg satu desa yang juga mengusung bendera sama Partai Perindo I Ketut Sudarsana yang hanya meraup sekitar 700an suara. I Putu Eka Juliawan saat dikonfirmasi, Rabu (24/4) kemarin mengungkapkan, dari hasil penghitungan suara sementara, dirinya mampu memperoleh 2.000 suara lebih. Suara yang diperoleh terbanyak dari Kecamatan Rendang. “Suara terbanyak dari Rendang. Hampir dari masingmasing
TPS dapat suara relatif banyak,’’ tambahnya. Dari Selat dan Sideman juga dapat, namun tidak sebanyak dari Rendang. ‘’Semoga dapat satu kursi di DPRD Karangasem,’’ harapnya. Kepastian finalnya memang ia tetap harus menunggu total jumlah suara hasil pleno KPU. Putra sulung caleg DPRD periode 2014-2019 I Nyoman Ada itu mengaku tidak menyangka mampu memperoleh suara sebanyak itu. Sebab, persaingan merebut suara warga cukup sengit. Pasalnya, khusus di Desa Besakih saja ada enam orang caleg yang maju. ‘’Otomatis suaranya terbagi enam,’’ tukasnya. Sukses itu diakui tidak terlepas dari kontribusi optimal semua pihak. Memang semuanya berkat kerja keras dan dukungan all out masyarakat. ‘’Pastinya saya sangat bersyukur dengan raihan suara 2000 lebih itu,” ujar pria kelahiran 22 Juli 1993 itu bangga. (nan)
Karangasem
Bupati Sumatri Usul ke Presiden Penyelesaian Dermaga Tanah Ampo Amlapura (Bali Post)-
Mangkraknya penyelesaian Dermaga Cruis Tanah Ampo, Manggis, diatensi Pemkab Karangasem. Bahkan Bupati Gusti Ayu Mas Sumatri langsung menyampaikan kelanjutan pembangunan dermaga cruise itu kepada Presiden Joko Widodo. Bupati mengungkapkan hal itu di Amlapura, Rabu (24/4) kemarin.
Pihaknya, kata Bupati Mas Sumatri telah mengajukan usulan agar pemerintah pusat dapat melanjutkan penyelesaian pembangunan dermaga cruise di Tanah Ampo. Hal itu langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. “Saya sudah sampaikan ke Presiden Jokowi. Semoga direspons, sehingga nantinya pembangunan dermaga cruise bisa diselesaikan dengan baik,” harap Mas Sumatri. Selain kelanjutan pembangunan dermaga cruise di Tanah Ampo telah disampaikan ke Presiden, pihaknya juga mengajukan permohonan proyek jalan pintas atau shortcut di dae-
rah Sanghyang Ambu, Dusun Berina, dan di Bukit Jambul. Termasuk mengusulkan perpanjangan jalan By-Pass Ida Bagus Mantra dari Kusamba agar sampai di Kota Amlapura. “Saya juga mengusulkan pelebaran jalan lingkar Jasri, Seraya, sampai Culik. Selain itu pembangunan masing-masing satu balai serbaguna di tiap-tiap kecamatan. Balai serbaguna itu perlu untuk berbagai kegiatan masyarakat,” katanya. Mas Sumatri menegaskan, semua usulan infrastruktur yang diajukan itu dalam rangka membuat pusat pertumbuhan ekonomi yang baru khususnya d i Karangasem . Dengan
Agar Pendidikan Merata Perlu Didirikan Universitas Negeri Amlapura (Bali Post)– Agar pendidikan merata, maka sudah saatnya pemerintah pusat mendirikan Universitas Negeri di Karangasem. Agar pembangunan dan juga kecerdasan anak-anak dapat terwujud lebih optimal, maka salah satu solusi efektif adalah segera bisa dibangun Universitas Negeri di Bumi Lahar ini. Harapan itu disampaikan anggota DPRD Prov. Bali Kari Subali, belum lama ini. Dari sisi jumlah penduduk, Kabupaten Karangasem cukup banyak apalagi wilayahnya relatif luas. ‘’Sudah saatnya ada universitas negeri di Karangasem,’’ pinta Kari Subali. Guna mewujudkan harapan itu, pihaknya mendorong Gubernur Bali Wayan Koster agar memperjuangkan pendirian universitas negeri. “Hal itu penting demi pemerataan pembangunan di Bali,’’ ujarnya memberi alasan. Selama ini anak-anak yang hendak melanjutkan pendidikan setelah tamat SMA/SMK cenderung tidak jadi. Alasannya untuk mereka kuliah di Denpasar atau Buleleng perlu biaya besar. ‘’Jika Universitasnya ada di Karangasem, banyak anak-anak bisa melanjutkan ke jenjang bangku kuliah,’’ tambahnya. Jumlah siswa SMA/SMK di Karangasem yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi terus ada peningkatan. Tapi selama ini mereka yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi cenderung ke Denpasar atau Singaraja. ‘’Agar Kota Karangasem menggeliat, maka Pemprov Bali perlu mendirikan universitas negeri di Bumi Lahar ini,’’ ulangnya. Saatnya pembangunan di Bali merata. Maksudnya, tidak numplek di satu kabupaten saja. Jika terus seperti itu, maka kapan distribusi pembangunan bisa dinikmati semua warga. Pemkab Karangasem harus bersinergi dengan pemerintah Provinsi Bali termasuk pemerintah pusat. ‘’Sehingga paling tidak lima tahun ke depan bisa terealisasi,’’ harapnya. Sebelumnya usulan pembangunan universitas itu sudah disampaikan, namun belum ada respons. Karena itu, kembali pemerintah provinsi dan pusat didorong agar lima tahun ke depan bisa
11
insfrastruktur mendapat perhatian serius, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat di Karangasem diyakini bisa meningkat. Seperti halnya Badung, pertumbuhan ekonomi pesat karena di sana banyak ada hotel bintang lima, selain juga Bandara Ngurah Rai. Di Karangasem sendiri baru ada pembangunan dermaga cruise. Sebetulnya proyek sudah lama ada. Sayangnya sampai sekarang masih belum bisa di operasikan lantaran masih banyak kekurangan. “Intinya segala usulan yang diajukan mendapat dukungan Presidan Jokowi. Semoga nantinya bisa direalisasikan,” harap Mas Sumatri. (kmb41)
membangun universitas. Anggota Komisi IV DPRD Bali menambahkan, dengan dibangunnya universitas anak-anak yang kurang mampu di Karangasem bisa melanjutkan pendidikan hingga di bangku kuliah. ‘’Sebab mereka tidak harus ngekos yang perlu
Bali Post/kmb41
biaya relatif tinggi. Mereka bisa pulang pergi saat kuliah,’’ ujarnya. Selama ini biaya hidup dan kos di perantauan cukup tinggi. “Dengan adanya universitas, nantinya Kota Karangasem bisa semakin maju dan berkembang,” ujarnya optimis. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Batas Akhir Sampai 1 Mei
KPU Minta Parpol Segera Sampaikan LPPDK Sembari menunggu proses rekapitulasi peroleh suara pleno, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem meminta kepada seluruh partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 supaya segera dapat menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Sesuai aturan, batas akhir penyetoran LPPDK itu hingga 1 Mei mendatang. Lalu bagaimanakah implikasinya jika LPPDK itu tidak disetorkan oleh parpol? KETUA KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, Rabu (24/4) kemarin jika parpol tidak menyetorkan LPPDK hingga batas akhir, maka caleg dari parpol yang sudah lolos terancam tidak dilantik. Waktu yang diberikan kepada parpol menyampaikan LPPDK mulai 26 April sampai 1 Mei mendatang. Parpol itu, kata Krisna wajib menyetorkan LPPDK ke KPU. Alasannya, penyampaian LPPDK sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Dana Kampanye Pemilihan Umum dan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019. “Jadi partai politik peserta Pemilu wajib menyetoran LPPDK,” ujarnya. Sekarang ini, lanjut Krisna, parpol sudah bisa mempersiapkan segala persyaratan yang akan disampaikan pada LPPDK nanti. Mengingat waktu pelaporan LPPDK mulai 26 sampai 1 Mei. Jadi parpol peserta Pemilu itu diharapkan segera mempersiapkan semua berkasnya sebelum dilaporkan ke KPU. “Kita minta semua parpol peserta Pemilu bisa menyampaikan LPPDK ini sesuai waktu dijadwalkan. Kita buka kantor dari pukul 08.00 Wita sampai 18.00 Wita,’’ katanya Bila LPPDK itu tidak dilaporkan sampai batas waktu yang ditentukan. Maka akan dikenai sanksi berupa tidak ditetapkannya calon anggota DPRD yang sudah lolos dari parpol itu.
Kari Subali
Gusti Ayu Mas Sumatri
Pelayanan Kesehatan Banyaknya anggota KPPS meninggal dunia saat Pemilu di Jawa, menjadi atensi serius pemerintah pusat. Untuk menjaga kesehatan PPK selama proses rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu yang mulai dilakukan 22 April di tingkat kecamatan, KPU Karangasem bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada petugas KPPS dan PPK. Pemberian pelayanan kesehatan, kata Krisna berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan Nomor. HK. 02.02/III/1681/2019. “Untuk memberikan pelayanan ini kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Pelayanan pemeriksaan kesehatan sudah dilaku-
kan. Kondisi kesehatan PPK sudah diperiksa dan diberikan vitamin agar mereka kuat bertugas menghitung suara di kecamatan,” ujarnya. Pelayanan kesehatan ini memang sangat penting diberikan. Pasalnya, petugas menjalankan kewajibannya sampai larut malam di lapangan. Bagaimanapun petugas perlu stamina prima dan kondisi tubuh optimal dalam manjalankan tugas-tugas itu. “Dengan pelayanan kesehatan. Tidak ada lagi petugas yang sakit. Semua petugas bisa fokus menjalankan tufoksi rekapitulasi penghitungan suara,” jelas Krisna.
Krisna Adi Widana
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Kamis Kliwon, 25 April 2019
”Pujawali” di Pura Penataran Ped
Bali Post/gik
DEBUS - Salah satu bagian atraksi debus di atas panggung di Lapangan Puputan Klungkung.
Kolaborasi Budaya Bali–Jawa
Tari Barong dan Debus Sepanggung
KOLABORASI budaya Bali-Jawa tersaji di atas panggung terbuka di Lapangan Puputan Klungkung, Selasa (23/4) malam. Malam hiburan serangkaian HUT ke-111 Puputan Klungkung dan HUT ke-27 Kota Semarapura ini berlangsung spektakuler dan menegangkan. Ketegangan itu memuncak, tatkala para pemeran budaya debus mulai memperlihatkan atraksinya. Para pemain dalam atraksi debus tersebut datang langsung dari Banten. Atraksi menegangkan itu ditampilkan dengan kolaborasi kesenian khas Bali, berupa tarian barong dan rangda. Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, menjelaskan debus merupakan kesenian bela diri yang bisa ditemukan di Bumi Banten. Debus mempertunjukkan kemampuan manusia yang luar biasa, di luar nalar berpikir manusia biasa. Misalnya, salah satu keahliannya adalah kebal senjata tajam, kebal air keras, bahkan kebal dengan berbagai macam senjata api. Debus tumbuh berkembang pada era penjajahan Belanda. Debus menjadi sebuah sarana untuk memompa semangat juang rakyat Banten melawan penjajahan pada masa itu. Kesenian debus tampil dengan kombinasi antara seni tari dan suara. “Ini sebagai salah satu upaya pengenalan dan pelestarian budaya Nusantara. Kolaborasi ini sebagai salah satu bentuk penyatuan budaya Nusantara,” kata Made Kasta. Dalam proses pementasannya, kesenian debus ini dikolaborasikan dengan budaya tarian barong dan rangda. Kolaborasi kedua budaya ini cukup menarik dan mampu menghibur penonton yang memenuhi Lapangan Puputan Klungkung. Kesenian debus ditampilkan oleh Ki Sawang Jati dan temanteman. Sedangkan tarian barong dan rangda ditarikan oleh Putu Krisna Dwipayana Kasta. Kolaborasi ini berjalan lancar. Atraksi debus, memperlihatkan senjata apapun tak mampu melukai para pemainnya. Padahal, pedang yang dipakai amat tajam, tetapi tak sedikit pun kulit para pemerannya tergores. Malam hiburan tersebut juga dimeriahkan penampilan bintang musik Pop Bali Ary Kencana, Neli Ambarawati, atraksi Magic Made Bayu Gendeng (The Master RCTI Season 3 asal Klungkung), Bondres Lawak STI Bali Palawara Musik serta Manubada Dance. Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Ida Dalem Semaraputra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra, serta undangan terkait lainnya. Sebagai diketahui, atraksi kolaborasi ini sempat batal dipentaskan pada acara malam hiburan yang sudah dirancang digelar pada 18 April lalu. Tiba-tiba pementasan dibatalkan, panggung dan spanduk pun dibongkar lantaran tidak memperoleh izin dari pihak kepolisian. Alasannya saat itu, karena tensi tinggi suasana politik pascapencoblosan pemilu serentak 17 April lalu. (gik)
Semarapura (Bali Post)Bertepatan dengan rahina Buda Wage Klawu, Rabu (24/4) kemarin, diselenggarakan pujawali di Pura Penataran Ped, Nusa Penida. Segala persiapan menyambut pujawali itu sudah dilakukan krama pangempon pura dari 24 desa pakraman. Pujawali nyejer selama lima hari. Bendesa Adat Ped Wayan Manca mengatakan, sehari sebelum puncak pujawali, Selasa (23/4) lalu, dilaksanakan upacara nedunang Ida Batara. Setelah itu, Rabu (24/4) sekitar pukul 11.00 wita, baru dilaksanakan prosesi melasti ke Segara Ped, tepatnya di sebelah utara areal Pura Penataran Ped, kairing pamedek dari se-
luruh Bali. Bahkan, juga sering diikuti pamedek dari luar Bali. Seperti dari Lombok dan Jawa. Setelah upacara melasti, Ida Batara Pura Penataran Ped katur pujawali sekitar pukul 13.00 wita dan direncanakan nyejer selama lima hari. Selama nyejer, sejak pukul 09.30 wita, Ida Batara katur bhakti panganyar, sebelum pujawali kasineb Senin (29/4) nanti sekitar pukul 10.00 wita. “Pujawali kali ini tingkat alit, karena enam bulan sebelumnya sudah tingkatan yang lebih besar,” katanya. Meski puncak pujawali berlangsung kemarin, sebelumnya sejumlah pamedek dari seluruh Bali sudah terlihat pedek tangkil ke Pura Penataran Ped. Sementara mengantisipasi ra-
mainya pamedek, panitia pura juga sudah menyediakan lahan parkir yang memadai. “Kalau sudah Buda Cemeng Klawu, pujawali bukan hanya di Pura Penataran Ped saja. Tetapi juga di setiap dadia warga setempat. Sehingga, selain pamedek, banyak warga Nusa Penida juga pulang kampung. Untuk pengamanan pamedek selama pujawali, panitia pura dikatakan sudah berkoordinasi dengan Polsek Nusa Penida, dibantu pecalang dari 24 desa pakraman pangempon pura di Nusa Penida. Pujawali di Pura Penataran Ped dilaksanakan setiap enam bulan sekali yakni setiap rahina Buda Wage Klawu. Sedangkan Ngusabha Jagatnya dilak-
sanakan setahun sekali pada Purnama Kapat. Sebagaimana tertuang dalam Purana Pura Penataraan Ped, pura ini terdiri atas tiga mandala. Di utama mandala, terdapat beberapa palinggih, di antaranya, Palinggih Saka Pat, Manjangan Saluwang, Panyimpenan, Padmasana, Gedong, Palinggih Gedong Pejenengan, stana Ida Batara Ratu Mas atau Ida Batara Penataran Ped. Kemudian Palinggih Gedong Pasimpangan, Sapta Patala, Panglurahan dan Pangaruman. Kemudian juga terdapat Bale Saka nem, Balai Penyimpenan dan Balai Tiang Sanga. Kemudian bangunan yang ada di Madya Mandala, yakni, Balai Gong, Balai Agung
dan Balai Kulkul. Sedangkan di Kanistha Mandala terdapat beberapa bangunan seperti Balai Wantilan, Balai Pewaregan dan Balai Prawartaka. Di sekitar Pura Penataran Ped, ada beberapa pura yang berkaitan dengan Pura Penataran Ped. Di sebelah utara pura, ada bangunan suci yang disebut Pura Segara dan tempat melasti. Di sebelah timur, ada Pura Taman. Di sana ada sebuah Pajenengan bertiang empat, stana Batara Dewi Gangga. Di sebelah barat ada Pura Ratu Gede. Sementara di sebelah utara Pura Ratu Gede ada palinggih taru yang merupakan palinggih Papak Badeng. (kmb31)
Proses Rekap Lambat
PPK Harus Teliti Ulang Data Setiap Desa Semarapura (Bali Post) Proses rekap di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk pemilu serentak tahun ini berlangsung cukup alot. Prosesnya sudah berlangsung selama beberapa hari di setiap kecamatan. Namun, belum satu PPK pun menuntaskan proses rekap itu. Alotnya proses rekap tersebut karena PPK harus mencermati lagi data per TPS di setiap desa, dengan mengacu pada lembar C plano. Salah satu Komisioner KPU Klungkung, Gede Suka Astreawan, Rabu (24/4) kemarin mengatakan sejauh ini empat PPK di empat kecamatan baru merampungkan penghitungan di beberapa desa. Seperti PPK Dawan, baru rampung rekap hasil setiap TPS di 5 desa. PPK Nusa Penida 6 desa, PPK Klungkung 4 desa dan PPK Banjarangkan sekitar 3 desa. Proses rekap dengan mencermati ulang data setiap TPS, untuk memastikan agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Terlebih, setelah melalui proses rekap di PPK ini, cukup banyak ditemukan kekeliruan pencatatan jumlah perolehan suara, yang tidak sesuai dengan lembar C plano. “Proses panjang ini sesungguhnya bagian dari kontrol kami. Agar, hasil pemilu serentak ini tidak diragukan lagi. Tetapi, mampu
dipertanggungjawabkan,” kata Suka Astreawan. Astreawan enggan menjelaskan lebih jauh di TPS mana persisnya kesalahan-kesalahan pencatatan itu terjadi. Pihaknya menilai ini terjadi karena KPPS bekerja ekstra keras melakukan penghitungan suara hingga dini hari, yang tentu konsentrasinya sedikit terganggu karena kelelahan. Namun, fakta-fakta tersebutlah yang membuat PPK di setiap kecamatan bekerja ekstra keras untuk memastikan tidak ada salah satu pihak pun yang dirugikan. Tetapi, hasilnya benar-benar faktual, sesuai dengan pilihan masyarakat di setiap desa. “Proses yang demikian panjang ini, juga menunjukkan kami di KPU amat terbuka terhadap semua proses tahapan ini,” tegasnya. Meski ditemukan cukup banyak terjadi kesalahan pen-
catatan hasil, tetapi menurut Astreawan hal itu sejauh ini tidak banyak mengubah posisi prediksi banyak terhadap hasil pileg, khususnya untuk pileg DPRD Klungkung. Namun, KPU juga belum bisa mengeluarkan data resmi sepanjang proses rekap ini selesai dan hasilnya sudah diplenokan oleh setiap PPK. “Kontrol utamanya kami, kan tetap pada lembar C plano. Memang sejauh proses rekap ini, kesalahan paling banyak ditemukan saat proses pencatatan itu,” tegasnya. Untuk memastikan seluruh tahapan rekap ini berjalan lancar, seluruh komisioner KPU Klungkung menyebar ke seluruh kecamatan. Seperti Suka Astreawan lebih banyak di PPK Kecamatan Klungkung, Sang Ayu Mudiasih di PPK Kecamatan Nusa Penida, Wayan Sumerta di PPK Banjarangkan dan Ida
Bali Post/kmb31
KESEHATAN - Pemeriksaan kesehatan di GOR Nusa Penida. Bagus Nyoman Barwata di PPK Dawan. Di sisi lain, untuk menjaga kesehatan para petugas yang sedang melakukan proses rekap, mereka juga mendapat pelayanan cek kesehatan. Mengingat pemilu serentak ini sudah merenggut ratusan nyawa KPPS, lantaran stres maupun kelelahan. Seperti yang berlangsung di Kecamatan Nusa Penida, atas koordinasi Camat
Nusa Penida dengan pihak Kesehatan, petugas PPS, PPK, Keamanan, Bawaslu dan Saksi Pemilu, dilakukan pengecekan kesehatan, di GOR Nusa Penida. Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengatakan, pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis itu sebagai upaya menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat dalam proses rekap di PPK ini. (kmb31)
Target UNBK Bisa Digelar di Semua SMP
Bupati Minta Disdik Data Kebutuhan Komputer Semarapura (Bali Post)Banyaknya SMP yang belum bisa menggelar UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), menjadi perhatian serius Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Pihaknya langsung meminta Dinas Pendidikan mendata ulang kebutuhan sarana komputer dan sarana pendukung lainnya. Ditargetkan tahun depan, semua SMP bisa melaksanakan UNBK, agar bisa mengikuti perkembangan teknologi. Bupati Suwirta menegaskan itu, ketika melakukan monitoring pelaksanaan hari ketiga UNBK, UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil) USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun pelajaran 2018/2019, Rabu (24/4) kemarin. Monitoring Pelaksanaan ujian ini dilaksanakan di beberapa sekolah, di antaranya di SMP Negeri 1 Semarapura, SMP
Negeri 2 Semarapura, SMP Negeri 2 Banjarangkan dan SD Negeri 1 Semarapura Kangin. Usai monitoring, Bupati Suwirta mengatakan, dari pengamatan dan hasil laporan di berbagai sekolah, pelaksanaan UNBK, UNKP dan USBN tidak ada hambatan, baik teknis maupun kendala lainnya. Bupati Suwirta menekankan kepada semua siswa bisa mengikuti ujian sampai selesai dengan baik dan semua siswa bisa tamat dengan kualitas baik serta siap bersaing di tingkat SMA maupun SMK. “Saya melihat anak-anak sangat tenang mengikuti ujian. Tinggal persoalannya meningkatkan yang UNKP agar ke depan bisa UNBK,” katanya. Terhadap sekolah yang belum melaksanakan UNBK, pihaknya menugaskan Kadis Pendidikan untuk segera melakukan inven-
tarisasi kebutuhan komputer untuk semua sekolah di Kabupaten Klungkung. “UNBK ini bukan masalah berlomba-lombaan siapa duluan, tetapi esensinya adalah kami bisa memenuhi standar yang diwajibkan secara nasional wajib kami ikuti. Walaupun ini bukan menentukan kelulusan, tetapi karena perkembangan teknologi semakin canggih, maka kami harus ikuti perkembangnya,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan menyatakan, siap menindaklanjuti instruksi bupati. Tahun ini, UNBK hanya diikuti sembilan SMP. Dua di antaranya ada di Kecamatan Nusa Penida. Dinas Pendidikan beralasan, masih terbatasnya dukungan sarana peralatan, seperti komputer dan lainnya. Sementara sisanya sebanyak 14 SMP masih
menerapkan UNKP. Total keseluruhan siswa kelas 9 tingkat SMP/MTs yang mengikuti ujian sebanyak 3.125 orang, yang mengikuti UNBK 1.902 orang dan UNKP 1.222 orang. Untuk tingkat SD USBN sebanyak 3.145 orang. UNBK sudah dimulai sejak Senin, 22 April lalu sampai dengan 25 April hari ini. Pelaksanaannya mulai pukul 07.30 wita sampai dengan pukul 16.00 wita dibagi menjadi tiga sesi. Sedangkan untuk UNKP dimulai pukul 10.30 sampai dengan pukul 12.30 wita. Sementara USBN diselenggarakan dari 22 April sampai dengan 24 April, pada pukul 08.00 sampai pukul 10.00 wita. Sementara, bagi siswa yang tidak bisa mengikuti pelaksanaan UNBK tahun ini, pihaknya sudah menjadwalkan ulang untuk pelaksanaan ujian susulan pada 29 April nanti. (kmb31)
Bali Post/kmb25
UNBK - Siswa saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Kliwon, 25 April 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Waitress & Tukang Kebun Hub.087860546060 B.BP.154.04.19.0000921
Dcr staff kantor bisa Bahasa Jepang Hub. 081999040400 B.BP.154.04.19.0000920
Sales Marketing,Tekhnisi Las Lstrik,Rsepsionis:085103167222 B.BP.001.04.19.0000911
Dcr PRT 1,5-2Jt,Tdr Dlm/Harian u/di Batubulan,Hub.08123831133
Multi Media/Foto&Video Editor Lamaran + CV + Gaji WA085100909990 atau hari@esolindo.com Segera! B.BP.001.04.19.0000789
!!!Butuh 5 org karyawati min SMA dpt u.makan, gaji tinggi Hub.Toko Besi Murah Jln.Teuku Umar Barat No.17 (sebelah Warung Buleleng)
Dcr Pembantu u/Vila Jl.Kesambi Gg.Kesambi Indah 22 Kerobokan Hub.081337542061/081381302935
Dcr Sales Bahan Bangunan & Sopir SIM A Hub. Bu Enny 087702595858
Dcr Pramuniaga, SPV, Ksir Gj UMK +Bns.TokoDapurku.081939084292
Dibthkn Waiter/ss brpengalaman llsn SMK Par & pnmpilan mnrik. CV ke:hrd@seasafaricruises.com
B.BP.001.04.19.0000928
B.BP.001.04.19.0000691
Dcr Staff Wr.Makan L/P Lokasi Sanur WA 081558069131 Email: blanjonghomestay@gmail.com
B.BP.001.04.19.0000840
B.BP.001.04.19.0000884
Dcr PRT wnt tidur dalam,jujur, Tanggungjawab Jl.Gn.Karang II Gg.III No.17A Dps,082144110545
Dicari SPG Kopi Luwak untuk di airport & TSM Hub:085100619419
House Maids Required-Hours 104PM,6 days/wk.Pembantu duties, English & moto req.Good salary to start.Call W/A:08123883960
B.BP.001.04.19.0000901
B.BP.001.04.19.0000919
B.BP.001.04.19.0000905
B.BP.004.04.19.0000837
B.BP.001.04.19.0000912
B.BP.001.04.19.0000903
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
SERVICE
BENGKEL LAS
DIJUAL RUMAH
SERVICE
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Dcr:Drafter CAD/Sketchup Gambar Arsitektur/Interior Email: cisbali158@gmail.com Hp:081237675757/089522145658
B.BP.001.04.19.0000902
Dcr Sopir Pribadi,Gaji 2,5 Jt Hubungi: 081949605613
B.BP.001.04.19.0000904
DIJUAL MOBIL HONDA
Dijual Jazz MMC Thn 2012 Putih Hub:Telp/WA:087761293858
B.BP.001.04.19.0000728
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza 1.5 Veloz AT Tahun 2014 Hitam,Tgn 1,Hub.087862270180
B.BP.001.04.19.0000923
Dijual Rmh/Tnh Antosari Tbn DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.04.19.0000545
PROPERTY DIJUAL TANAH
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual Murah Rumah / Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran.Ada Pool Nesar,Parkir 3 Mobil.Rp.2,3M.HP.08128888867
B.BP.031.04.19.0000834
Jual Tanah 1 Are Banjarangkan Klk Hub 081337198501 170 Jt B.BP.014.04.19.0000910
KEHILANGAN
Hlg Srtfkt Hak Guna Pakai No 58 luas 210m2 a/n I Putu Gunawan B.BP.154.04.19.0000881
BANGLI 14 Satpol PP Ingin Manfaatkan Gedung Eks TK Internasional Bangli (Bali Post) – Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangli berharap bisa memanfaatkan salah satu bangunan eks TK/SD internasional, di Kelurahan Kubu sebagai kantor. Sebab bangunan kantor yang ditempati saat ini dinilai cukup sempit dan kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan. Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma belum lama ini mengungkapkan, bangunan kantor yang ditempatinya selama ini, dulunya merupakan rumah dinas Wakil Ketua DPRD Bangli. Karena itu kantornya hanya memiliki beberapa ruangan, yakni dua ruang yang dulunya merupakan kamar tidur, satu ruang tamu dan satu ruang tengah. Diakuinya dengan luas dan jumlah ruangan yang tersedia, kantor Dinas Satpol PP dan
Damkar tak cukup menampung seluruh pegawai yang totalnya mencapai 125 orang. Namun demikian, untuk saat ini ruangan tersebut masih mencukupi sebab ada beberapa posisi jabatan yang masih kosong. Adapun jabatan yang saat ini kosong yakni Kepala Dinas dan dua kabid. Selain itu kantor tersebut juga masih mencukupi karena kebanyakan pegawainya ditugaskan di lapangan. Pegawainya yang wajib ngantor sebanyak 23 orang. Karena tak mencukupi, sebagian pegawainya ngantor di bekas kantor Bagian SDA yang berada di belakang kantor Bupati. Suryadarma mengatakan jika nantinya seluruh posisi terisi, maka tentu ruangan yang ada saat ini akan kurang. Idealnya jumlah ruangan yang dibutuhkan sebanyak lima ruangan. Masing-masing untuk ruang pimpinan (kasat), ruang
sekretaris, serta tiga ruang kabid. “Masing-masing kabid idealnya memiliki tiga kasi, dan tiap kasi memiliki staf,” terangnya. Tak hanya sempit, pejabat asal Susut ini juga mengungkapkan bahwa bangunan kantornya sudah banyak mengalami kerusakan. Selain atap dan plafon, kerusakan juga terjadi pada kusen yang telah banyak dimakan rayap. Karena banyak kusen mengalami kerusakan, untuk menutup pintu ruangan, para pegawai terpaksa menggunakan tali plastik. Suryadarma mengatakan sempat memohon ke Sekda Bangli untuk bisa memanfaatkan salah satu bangunan di TK/SD Internasional, Kelurahan Kubu sebagai kantor. Menurutnya, dengan luas bangunan yang ada, tentunya cukup digunakan untuk pegawainya dan bisa untuk menempatkan armada damkarnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Kantor - Bangunan eks TK/SD internasional di Kelurahan Kubu diharapkan bisa dijadikan kantor Dinas Satpol PP dan Damkar.
Produk Olahan Pangan KWT Belum Tembus Pasar Modern
Bangli (Bali Post) –
Beberapa kelompok wanita tani (KWT) di Kabupaten Bangli selama ini cukup aktif berinovasi menciptakan produk olahan pangan. Namun produk yang dihasilkan itu belum mampu menembus pasar modern, seperti pasar oleh-oleh ataupun swalayan. Pemasarannya baru sebatas warung dan pasar tradisional. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, hingga 2018 KWT yang ada di Bangli sebanyak 156 kelompok, tersebar di empat kecamatan. Dari jumlah itu, puluhan di antaranya aktif dan eksis menciptakan dan membuat produk penganan dari olahan pangan lokal. Produk yang dihasilkan seperti keripik, abon, aneka kue, dan aneka jenis minuman jus buah. Kepala Seksi Kelembagaan Petani, Penyuluh dan Usaha Tani, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Ida I Dewa Ayu Mas Mahyuni seizin Kadis PKP Bangli Wayan Sukartana mengatakan, selama ini produk yang dihasilkan oleh
KWT di Bangli dari segi kualitas cukup baik. Mengenai kemasannya, sebagian masih dikemas sederhana menggunakan plastik. Namun, beberapa produk yang dibuat KWT lainnya sudah ada yang telah dikemas modern menggunakan aluminium foil. Seperti keripik dan abon bonggol pisang buatan KWT Canang Sari, Desa Peninjoan. Selama ini pemasaran produk baru sebatas di warung-warung dan pasar tradisional lokal di Bangli. Ada juga yang memasarkannya di tempat wisata. Sementara untuk pasar modern seperti toko oleh-oleh atau toko swalayan, sampai saat ini diakuinya belum bisa ditembus oleh KWT. “Kendalanya karena belum punya izin PIRT (produk industri rumah
tangga) dan izin dari BPOM. Seperti kripik bonggol pisang. Kemasannya sudah bagus, peminatnya banyak. Tapi karena belum punya izin, jadi belum bisa masuk ke toko modern,” terangnya. Selain kendala izin, kontinuitas produk yang belum maksimal juga menjadi hambatan produk olahan KWT belum bisa masuk pasar modern. Dikatakan Mas Mahyuni, di samping bekerja, wanita di Bali pada umumnya memiliki banyak aktivitas di masyarakat maupun adat yang harus dijalankan bersamaan. Sementara untuk melakukan produksi, KWT hanya mengandalkan anggota kelompok yang ada di lingkungan desa. Dikatakan Mas Mahyuni, untuk mendukung agar ke-
Kamis Kliwon, 25 April 2019
beradaan KWT di Bangli bisa terus maju dan berkembang, Dinas PKP Bangli selama ini rutin melaksanakan pelatihan bagi anggota KWT. Beberapa kali, anggota KWT juga diajak studi banding untuk melihat dan belajar langsung bagaimana pola kerja dan cara pemasaran KWT di daerah lain. Selain itu, pendampingan juga terus diberikan melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) di masing-masing desa. Dinas PKP juga memfasilitasi dan membantu KWT untuk mengurus perijinan produk. Meski siap difasilitasi, namun selama ini KWT di Bangli enggan mengurus izin karena alasan tak punya cukup waktu. “Mengenai pemasarannya, kami bantu promosikan melalui pameran-pameran. Seperti saat HUT Bangli atau pameran Peda KTNA. Biasanya produk yang baru dan unik banyak peminatnya,” pungkasnya. (kmb40)
Harga Sayur dan Bumbu Dapur Naik Bangli (Bali Post) – Harga sejumlah kebutuhan pokok dan bumbu dapur di pasar tradisional di Kabupatn Bangli mengalami kenaikan. Seretnya pasokan barang dan dampak cuaca buruk diduga menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga tersebut. Salah satu jenis bumbu dapur yang mengalami kenaikan yakni bawang merah. Sebagaimana pantuan di Pasar Kidul Bangli, Rabu (24/4) kemarin, harga bawang merah kini tembus Rp 40 ribu/kg dari sebelumnya Rp 26 ribu/kg. Kenaikan harga bawang merah terjadi secara bertahap.
Harga bawang putih juga mengalami kenaikan Rp 5 ribu per kilogramnya. Sama seperti bawang merah, bawang putih kini harganya tembus Rp 40 ribu/kg. Sementara itu untuk sayur mayur, seperti sayur hijau, mengalami kenaikan harga cukup tinggi hingga dua kali lipat dari sebelumnya Rp 8 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai relatif masih normal. Cabai kecil merah harganya sekitar Rp 30 ribu/kg dan cabai besar Rp 28 ribu/kg. Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Kidul, Gusti Ayu Puri mengatakan
kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan bumbu dapur ini mulai dirasakan terjadi sejak dua minggu terakhir. Kenaikan harga terjadi secara bertahap. Ratarata kenaikan harga terjadi berkisar Rp 2.000 hingga Rp 5.000. “Yang paling drastis sayur hijau. Sekarang Rp 15 ribu, dari biasanya cuma Rp 8 ribuan,” terangnya. Menurutnya, penyebab naiknya harga tersebut karena seretnya pasokan barang. Selain juga karena cuaca buruk yang berdampak pada banyaknya petani yang mengalami gagal panen. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PEDAGANG - Salah seorang pedagang bumbu dapur menata barang dagangannya.
Amankan Kotak Suara Polres Pasang CCTV
Bali Post/ist
CCTV - Pemasangan kamera CCTV di gudang penyimpanan kotak suara.
Bangli (Bali Post) – Keberadaan kotak suara pemilu yang kini disimpan di kantor camat, mendapatkan pengamanan ketat personel Polres Bangli. Selain melakukan penjagaan berlapis, pengamanan juga dilakukan dengan memasang sejumlah kamera pengawas (CCTV) di masing-masing gudang penyimpanan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Rabu (24/4) kemarin, mengatakan, pemasangan kamera CCTV
sudah dilakukan mulai 19 April lalu. Tujuannya untuk mejaga dan memantau keamanan lokasi penyimpanan kotak suara. Pemasangan CCTV akan dilakukan hingga nantinya kotak suara dan logistik pemilu lainnya digeser dari kecamatan ke KPU. Disebutkannya, untuk di Kecamatan Tembuku dan Susut, pihaknya memasang 2 hingga 3 unit kamera di masing-masing gudang penyimpanan kotak suara. Sementara di Kecamatan Kintamani, ada empat unit ka-
mera CCTV yang dipasang. Dua di antaranya dipasang di gudang yang ada di Kantor Camat dan dua lainnya dipasang di balai serba guna Desa Kintamani yang kini menjadi tempat penyimpanan kotak suara. “Sedangkan untuk di Kecamatan Bangli karena sudah ada 8 kamera CCTV yang terpasang di sana, kita tidak melakukan pemasangan lagi,” jelas Sulhadi. Meski dipasangi CCTV, penjagaan gudang penyimpanan kotak suara tetap dilakukan personel Polres dibantu
Kodim Bangli selama 24 jam. Penjagaan dilakukan secara bergilir dengan pola shift. Sulhadi juga mengatakan, selain pemasangan CCTV, untuk menjaga keamanan kotak suara pihaknya juga menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di masingmasing gudang. Menurutnya, keberadaan APAR sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran. Dikatakan, untuk memastikan kondisi kesehatan
masing-masing personel yang melaksanakan pengamanan pemilu tetap prima, Tim Kesehatan Polres Bangli telah melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan. “Seperti yang kita ketahui, para petugas berjaga siang malam demi keamanan pemilu,” ujarnya. Selain personel Polri, pelayanan kesehatan juga diberikan tim kesehatan Polres Bangli terhadap komisioner bawaslu beserta staf yang melakukan tugas jaga di kantor Bawaslu. (kmb40)
OLAHRAGA
Kamis Kliwon, 25 April 2019
15
Liga Spanyol
Barca di Gerbang Juara Barcelona – Barcelona menang 2-0 atas Alaves dalam lanjutan kompetisi La Liga Spanyol, Rabu (24/4) dini hari kemarin. Tambahan tiga poin membawa Barca unggul 12 poin di puncak klasemen dan akan merebut gelar juara pada Kamis ini jika Atletico Madrid kalah dari Valencia.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Bali Post/ist
Greysia/Apriyani Kandas di Babak Pertama Wuhan – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu tak dapat menahan laju wakil tuan rumah Li Wenmei/Zheng Yu di babak pertama kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan, Tiongkok, Rabu (24/4) kemarin. Pasangan ranking lima dunia itu dikandaskan Li/Zheng dengan skor 12-21, 17-21. Penampilan Greysia/Apriyani memang tak seperti biasanya. Mereka tak dapat mengantisipasi pengembalian lawan dan beberapa kali mati langkah. “Memang lawan lebih siap dari segi semuanya. Dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya, mereka lebih siap,” ungkap Greysia dikutip dari badmintonindonesia. org. Pada pertemuan sebelumnya di German Open 2019, Greysia/ Apriyani menang atas Li/Zheng 21-16, 21-19. Dengan hasil ini, maka dua dari empat wakil ganda putri tak dapat melanjutkan langkah di turnamen ini. Sebelumnya, pasangan Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto ditaklukkan Anna Ching Yik Cheong/Lim Chiew Sien (Malaysia) 21-10, 21-17. Di nomor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung ditantang unggulan pertama Chen Yufei (Tiongkok) di babak kedua. Gregoria melaju setelah mengalahkan Cheung Ying Mei (Hongkong) 21-18, 21-16. Ia ingin membalas kekalahannya atas Yufei di ajang World Championships 2018 lalu. Selain Gregoria, nomor tunggal putri juga mengirim Choirunnisa ke babak kedua. Choirunnisa melaju dengan mengalahkan Lee Ying Ying (Malaysia) 21-17, 21-15. Akan tetapi, dua wakil Indonesia lainnya harus angkat koper di babak pertama. Fitriani disingkirkan Soniia Cheah (Malaysia) 12-21, 10-21 dan Ruselli Hartawan harus mengakui keunggulan Kim Ga Eun (Korsel) 12-21, 19-21. Sementara itu, dua wakil tunggal putra Indonesia harus terhenti di babak pertama. Anthony Sinisuka Ginting ditundukkan Ng Ka Long Angus (Hongkong) 18-21, 21-18, 23-25, sedangkan Jonatan Christie disisihkan Kenta Nishimoto (Jepang) 21-18, 19-21, 21-10. Ini merupakan kekalahan beruntun kedua bagi Anthony atas Ng. Pada kejuaraan All England 2019, Ng juga menghentikan langkah Anthony di babak pertama. Masih ada dua pemain tunggal putra Merah-Putih yang belum bertanding. Tommy Sugiarto akan berhadapan dengan Hu Yun (Hongkong) dan Shesar Hiren Rhustavito bertanding melawan Kidambi Srikanth (India). (kmb)
Pesilat PD Se-Bali Berebut Piala Gubernur
Jika Atletico terhindar dari kekalahan atas Valencia di Wanda Metropolitano, Barcelona tetap dinobatkan sebagai juara bila menang atas Levante di Nou Camp pada Sabtu nanti. Mereka bahkan bisa membungkusnya sebelum kickoff laga itu kalau Atletico gagal mengambil setidaknya empat poin dari Valencia dan Real Valladolid dihadapi beberapa jam sebelumnya. “Ini kemenangan yang sangat berharga. Pada akhirnya, sebanyak apa pun orang mengatakan liga dimenangkan, itu harus dicapai di lapangan. Kami berada di gerbang sekarang, membutuhkan tiga poin lebih banyak dengan empat pertandingan di depan. Sangat menyenangkan berada di posisi ini setelah berbulanbulan bekerja,” kata pelatih Barca Ernesto Valverde. Lionel Messi masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-61 tak lama setelah timnya mencetak dua gol melalui Carles Alena dan Luis Suarez dari titik penalti. Alena (21) membuat gol keduanya, sedangkan Suarez menghasilkan gol ke-21 di La Liga. Valverde meninggalkan kapten dan pemain bintangnya karena melihat semifinal Liga Champions minggu depan melawan Liverpool. Jordi Alba, Clement Lenglet dan Arthur Melo juga mulai dari bangku cadangan yang memungkinkan Samuel Umtiti lebih banyak bermain setelah pulih dari cedera lutut. Sementara Philippe Coutinho bermain di depan bersama Ousmane Dembele dan Suarez. Tottenham Christian Eriksen memas-
tikan Tottenham Hotspur menang 1-0 Brighton dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris. Tim urutan ketiga ini mendominasi dari awal hingga akhir di Stadion Tottenham Hotspur, tetapi kombinasi pertahanan Brighton yang berani dan finishing yang buruk membuat pertandingan tetap seimbang hingga menit ke-88. Eriksen akhirnya mengakhiri perlawanan keras Brighton yang mengangkat Tottenham tiga poin dari Chelsea di posisi keempat dan empat di depan Arsenal di urutan kelima. “Tim tidak sesegar yang kami inginkan, bukan hanya kaki, tetapi juga pikiran, jadi kami harus memberi selamat kepada para pemain. Saya sangat bangga dengan mereka. Brighton adalah lawan yang sangat berani. Yang terpenting adalah kami percaya dan tidak menyerah,” ujar pelatih Tottenham Mauricio Pochettino. Itu adalah hasil penting dalam upaya Spurs lolos ke Liga Champions musim depan melalui finis di empat besar. Tottenham kini telah memenangkan empat pertandingan di semua kompetisi dan mencetak delapan gol tanpa balas. Pochettino pun senang dengan cara para pemainnya terus berusaha keras sampai akhir. “Ada lebih dari 20 upaya dan
di seluruh Bali diharapkan ambil bagian. Jumlah itu dipastikan tercapai mengingat perkembangan pesilat PD di Bali cukup pesat. ‘’Kejuaraan ini sebagai tolok ukur perkembangan kualitas teknik dan fisik setelah berlatih rutin di perguruan PD atau daerahnya masingmasing,” jelasnya. Di samping itu, kejuaraan ini bisa dijadikan ajang pemanasan bagi pesilatkategori dewasa sebelum turun pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Sementara pesilat remaja sebagai persiapan menjelang tampil di Porjar Bali. ‘’Para pesilat bisa melakukan evaluasi terutama dari sisi teknik. Jika ada kekurangan, masih ada waktu untuk membenahi,’’ tambah Selamet. (kmb)
BEREBUT – Pemain Portland Trail Blazers (kiri) dan Oklahoma City Thunder berebut bola.
Denpasar (Bali Post) – Kejuaraan futsal memperebutkan Piala Peradi I/2019 digelar di Meazza Futsal Denpasar, 24-27 April ini. Dipilihnya Bali sebagai tuan rumah karena pertimbangan kenyamanan daerah ini. Turnamen ini dirangkaikan dengan lomba paduan suara. Menurut Wakil Ketua Umum Peradi Pusat Zainal Marzuki, kejuaraan diadakan di Bali karena kegiatan nasional dan internasional sering digelar di Pulau Dewata dan berjalan sukses. ‘’Bali juga indah dan aman. Inilah magnet Bali,” ujarnya di Denpasar, Rabu (24/4) kemarin, seraya
berharap Piala Peradi berlanjut dengan mempertandingkan lebih banyak cabang olahraga. Panitia Pengarah Rivai Kusumanegara menyatakan, awalnya lima kegiatan yang dipertandingkan. Selain futsal yang mewakili olahraga dan paduan suara mewakili seni, juga bola basket 3 x 3, golf dan karya tulis bagi advokat. Oleh karena baru pertama kali digelar, pihaknya masih melakukan uji coba dengan melihat animo peserta. Ketua Panitia Turnamen I Nyoman Budi Adnyana menjelaskan, kejuaraan ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Nasional Perhim-
punan Advokat Indonesia (DPN Peradi). Sebanyak 34 tim futsal DPD Peradi seluruh Indonesia ambil bagian. “Kami bangga Bali dijadikan tempat gelaran turnamen ini. Sangat tepat dilaksanakan di Bali karena sambil bertanding mereka juga bisa jalanjalan. Jadi, ini merupakan sport tourism meski sifatnya Indonesia. Apalagi peserta futsal saja 408 orang belum termasuk pengurus dan mungkin juga keluarganya,” katanya, Selasa (23/4). Menurut Wakil Ketua I KONI Bali itu, tim futsal yang tampil tercatat DPC Peradi Jember, DPC Sido-
Bali Post/afp
Futsal Piala Peradi Diharapkan Berlanjut
Kamis, 25 April 2019
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini, Desa Semate Mengwi (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hanoman (3) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Buah Naga Kuning Sangat fantastis
09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita
Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Soman Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini, Desa Semate Mengwi (6) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Klip Bali DW TV Seputar Bali Terkini Dunia Kita
Ajax Dusan Tadic menjaga Ajax pada jalur treble bersejarah setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2 atas Vitesse Arnhem. Dua gol lainnya dihasilkan Hakim Ziyech dan Matthijs de Ligt. Ini merup a k a n k e - menangan berun-
tun keenam yang dibukukan Ajax di Liga Belanda. Hasil ini membuatnya unggul tiga poin di puncak Eredivisie. Juara Eropa empat kali itu melaju ke semifinal Liga Champions seperti masa kejayaan Johan Cruyff dan total football. Pelatih Erik ten Hag akan memimpin pasukannya melakukan perjalanan ke London minggu depan menghadapi Tottenham Hotspur di semifinal kompetisi utama Eropa sejak 1997. Ajax juga berada di final Piala Belanda melawan Willem II. (afp/ kmb) SAMBUT – Luis Suarez (kanan) disambut Arturo Vidal usai mencetak gol untuk Barcelona.
Blazers Lawan Nuggets di Semifinal
Denpasar (Bali Post) – Pengprov Perisai Diri (PD) Bali akan menghelat kejuaraan pencak silat memperebutkan Piala Gubernur Bali di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Jumat (26/4) besok. Kejuaraan ini digelar serangkaian HUT ke-55 Kelatnas Indonesia PD Bali. Ajang itu hanya diikuti para pesilat PD yang pernah juara mulai dari level kecamatan, kabupaten/kota sampai kejuaraan tingkat Bali. Peserta turun di dua kategori yakni remaja dan dewasa. “Jadi, pesilat yang meraih juara benar-benar merupakan pesilat terbaik yang dimiliki Bali,’’ ungkap Ketua Umum Pengprov PD Bali I Ketut Selamet, Senin (22/4) lalu. Sebanyak 216 pesilat PD dari Pengkab dan Pengkot PD
05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
hadiahnya sangat besar. Ini adalah tiga poin yang sangat penting. Tim melakukan upaya fantastis setelah pertandingan sulit
melawan Manchester City,” tambahnya.
15:05 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Taman Sari TK Santhi Kumara III Sempidi Diabemed Dunia Pendidikan SMK Yaparindo Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Dialog The One Talk Show Merah Putih Melindungi Hasil Karya Seni Budaya Bali Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel
arjo, DPC Balikpapan, DPC Karawang, DPC Surakarta, DPC Jakarta Pusat, DPC Kendal, DPC Banyuwangi, DPC Gresik, DPC Ruteng, DPC Jakarta Barat, DPC Klaten, DPC Jayapura, DPC Kendari, DPC Bale Bandung, DPC Makassar, DPC Purwokerto, DPC Samarinda, DPC Cikarang, DPC Banjarmasin, DPC Lumajang, DPC Pandeglang, DPC Probolinggo, DPC Malang, DPC Pontianak, DPC, Mataram, DPC Surabaya, DPC Palu, DPC Jakarta Timur, DPC Bandung, DPC Wonosari, DPC Denpasar, Young Lawyers FC dan PBH Pusat. (kmb)
Los Angeles – Damian Lillard membuat 50 poin saat Portland Trail Blazers menyelesaikan perlawanan Oklahoma City Thunder dengan skor 118-115 pada laga kelima putaran pertama babak playoff NBA, Rabu (24/4) kemarin. Blazers menyisihkan Thunder dengan skor total 4-1. Blazers akan menghadapi Denver Nuggets di babak semifinal Wilayah Barat. Nuggets melaju ke empat besar setelah unggul total 3-2 atas San Antonio Spurs yang dikalahkan 108-90 pada pertandingan kelima. Oklahoma City berusaha memaksakan permainan keenam setelah membalikkan defisit sembilan poin pada akhir periode ketiga untuk membuka keunggulan 15 poin di kuartal keempat. Tetapi ledakan skor sensasional Lillard membawa Blazers menyamakan skor menjadi 115-115 dan mencetak tiga angka yang memastikan kemenangan. Lilliard mengaku termotivasi oleh perayaan gembira Oklahoma City setelah memenangi pertandingan ketiga. “Kadang-kadang giliranmu untuk melewati sesuatu. Ketika kamu terus berjuang, bekerja melaluinya dan tetap bersama, ada hadiah yang menunggumu,” kata Lillard yang juga membuat 7 rebound dan 6 assist. Maurice Harkness menambah 17 poin, Enes Kanter 13 dan C.J. McCollum selesai dengan 17 untuk Blazers. Di kubu Thunder, Paul George memimpin dengan 36 poin, 9 rebound dan 3 assist, se-
dangkan Russell Westbrook menghasilkan triple double yaitu 29 poin, 11 rebound dan 14 assist. Di Wilayah Timur, Toronto Raptors dan Philadelphia 76ers sama-sama merebut kemenangan pada laga kelima. Sixers unggul 4-1 setelah mengalahkan Brooklyn Nets 122-100, sedangkan Raptors menang 115-96 untuk memberhentikan Orlando Magic juga dengan skor 4-1. Joel Embiid memimpin Sixers dengan 23 poin di Philadelphia. Embiid juga membuat 13 rebound, sedangkan Ben Simmons mencetak 13 poin, Tobias Harris 12, J.J.
Redick dan James Ennis III masing-masing menambahkan 11 poin serta Jonathon Simmons selesai dengan 10 angka. Embiid percaya Sixers memiliki kans untuk memenangkan NBA. ‘’Anda memiliki beberapa tim hebat di liga, kami akan memainkan salah satunya. Kami hanya harus melakukan satu pertandingan pada satu waktu tetapi kami memahami bahwa kami memiliki semua bakat yang kami butuhkan, terutama untuk memenangkan semuanya,” sebut pemain Kamerun ini. (afp/kmb)
balipost http://facebook.com/balipost
Kamis Kliwon, 25 April 2019
PDI-P di Abiansemal Kuasai Enam Kursi DPRD Mangupura (Bali Post) Enam kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Badung di Abiansemal, Badung, dipastikan lolos ke parlemen dengan prediksi perolehan suara yang cukup signifikan. Mereka adalah I Putu Alit Yandinata dengan raihan suara raihan suara 11.228, Ida Bagus Sunartha (7.664), I Made Ponda Wirawan (9.514), I Nyoman Dirga Yusa (6.812), I Nyoman Gede Wiradana (6.268), dan Ni Luh Sekarini dengan suara sebanyak 454 suara. Enam jagoan banteng ini berhasil menggeser tiga caleg incumbent sekaligus, yakni I Made Subawa (Hanura), I Nyoman Sentana (Gerindra), dan Nyoman Oka Widyanta (Demokrat) dari delapan kursi yang ada. Hanya dua incumbent non-PDI Perjuangan yang berhasil mengamankan kursi, yakni I Gusti Ngurah Shaskara (Golkar) dan I Gede Suardika (NasDem). Lolosnya I Gede Suardika, politisi “semata wayang” NasDem ini bahkan tergolong dramatis. Pasalnya, caleg incumbent yang ikut gabung di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung ini lolos bak dari lubang jarum setelah menyusup di tengah-tengah suara PDI Perjuangan dengan raihan suara 3.274. Sedangkan Shaskara satu-satunya perwakilan Golkar hanya mendapat 3.252 suara. Seperti diketahui Dapil II Abiansemal sejak awal memang dijuluki Dapil neraka di Badung. Sebab, pascaterpisahnya Dapil Abiansemal menjadi dua Dapil, pertarungan di Dapil Abiansemal tergolong paling sengit dari 6 dapil yang ada di gumi keris. Mengingat di Dapil Abiansemal ada 10 caleg incumbent, sementara jatah kursi hanya ada 8 kursi. Sehingga sejak awal dari hitung-hitungan kursi sudah dipastikan ada dua incumbent yang akan terpental. Namun, setelah hasil Pileg, 17 April lalu, justru diprediksi ada tiga petahana yang kehilangan kursi. Tangguhnya para kader moncong putih ini berhasil menambah perolehan kursi dari lima menjadi enam kursi. Putu Alit Yandinata yang dikonfirmasi Selasa (23/4), membenarkan suara PDI Perjuangan meningkat drastis di Abiansemal. Dirinya saja mengaku memperoleh suara 11.228 tertinggi di Dapil Abiansemal. “Ya, suara tertinggi Dapil Abiansemal, dari hitungan C1 saya dapat kurang lebih sekitar 11.228 suara,” ungkapnya. Alit Yandinata yang Ketua Komisi III DPRD Badung ini menyebut dengan besarnya suara PDI Perjuangan di Abiansemal membuat partainya berhasil merebut 6 kursi dari 8 yang tersedia di Dapil Abiansemal. “Sudah pasti 6 dari 8 kursi Dapil Abiansemal milik PDI Perjuangan,” katanya. Sebagai peraih suara terbanyak di dapil dan nomor dua tertinggi di Badung, anggota dewan dua periode ini mengaku sudah mempersiapkan strategis dan tim teknis jauh-jauh sebelumnya. Di mana tiap desa dan banjar dibentuk mesin politik berupa koordinator teknis (kortek) untuk mencari dukungan dan mengawal suara-suara dirinya di seluruh Kecamatan Abiansemal. Pada Pileg 2014 saat Abiansemal dan Petang masih bergabung menjadi satu dapil, dirinya berhasil meraup 7.980 suara atau nomor dua setelah I Nyoman Giri Prasta (Petang), namun setelah pisah pada Pileg, 17 April lalu, justru di Abiansemal saja ia berhasil mendulang suara besar dengan angka sekitar 11.228. “Pileg lalu dapil kan masih gabung (Abiansemal-Petang) saya dapat suara 7.980. Tetapi, sekarang di Abiansemal saja dari hitungan C1 saya dapat sebelas ribu lebih,” ujarnya. (kmb27)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Wiranto Tegaskan Tidak Ada Konspirasi Pemerintah - Penyelenggara Pemilu Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan tidak ada konspirasi yang dilakukan antara pemerintah dengan penyelenggara pemilu. “Tidak ada konspirasi antara pemerintah dengan KPU dan Bawaslu. Tidak pernah ada kehendak pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap KPU dan Bawaslu,” kata Wiranto seusai menggelar rapat koordinasi khusus tingkat menteri di kantornya, Rabu (24/4) kemarin.
Wiranto
Wiranto meminta masyarakat tidak memercayai segala tudingan yang menyebut adanya konspirasi antara pemerintah dengan penyelenggara pemilu. Dia menegaskan tudingan tersebut adalah fitnah dan tidak berdasar, yang digulirkan oknum untuk menciptakan kondisi seolah ada kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu. Wiranto menekankan KPU dan Bawaslu adalah lembaga independen yang bekerja secara mandiri tanpa boleh diintervensi siapa pun. KPU dan Bawaslu bekerja secara independen dan
Bali Post/ant
DPR Minta Bawaslu Awasi Proses Rekapitulasi Suara
Jakarta (Bali Post) – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berkoordinasi dengan Kepolisian RI untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap jalannya proses rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu yang akan segera berlangsung. “Langkah itu agar dapat menjamin keamanan dan ketertiban pascapemungutan suara Pemilu 2019, mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi pada saat pelaksanaan Pemilu,” kata Bambang dalam
keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/4) kemarin. Hal itu dikatakannya terkait rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilu 2019 di tingkat nasional yang akan diselenggarakan mulai tanggal 25 April sampai 22 Mei 2019. Bambang juga meminta Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 tetap berdasarkan asas pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), serta prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan menjaga
independensi. Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dalam mengawal jalannya rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilu 2019 untuk menghindari terjadinya pelanggaran dalam proses tersebut. “Masyarakat harus tetap tenang, tidak menjadi provokator dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya. Karena mengganggu ketertiban umum dan upaya makar bisa dijerat dengan delik pidana,” katanya. (ant)
Bali Post/ant
REKAPITULASI - Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sedang melakukan rekapitulasi tingkat kecamatan. Bawaslu diminta memantau dengan baik proses ini agar pemilu dapat berjalan dengan jujur dan adil.
mandiri,” tegas dia. Dia mengatakan sebagai bentuk transparansi, KPU sejauh ini telah berinisiatif melakukan rekapitulasi penghitungan suara pemilu secara terbuka. Proses rekapitulasi itu dapat diakses oleh publik di mana pun dengan menggunakan telepon genggam, melalui aplikasi Situng KPU. Sebelumnya Wiranto menjelaskan, secara umum rakorsus tingkat menteri itu membahas hal-hal penting pascapemilu. Dia mengatakan kondisi pasca-pemilu
tetap aman dan damai, tidak terjadi hal yang mengganggu keamanan layaknya dikhawatirkan sejumlah pihak. Namun, saat rekapitulasi suara dilaksanakan, muncul berbagai hoax dan tudingan adanya konspirasi mengarah kepada kecurangan pemilu. Wiranto menekankan bahwa aparat kepolisian bersama TNI terus menjaga proses penghitungan suara pemilu oleh KPU agar terlepas dari segala intervensi mana pun yang dapat mengganggu aktivitas rekapitulasi suara. (ant)
’’Jokowi Effect’’, Faktor Penentu Kejayaan PDI Perjuangan Bali Denpasar (Bali Post) Kejayaan diraih kembali PDI Perjuangan Bali dalam kancah kontestasi politik lima tahunan. Hampir di semua kabupaten/kota di Bali suara partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri ini berjaya. Jumlah perolehhan kursinya meningkat dibanding lima tahun lalu. Faktor Calon Presiden (Capres) Joko Widodo disebutkan sebagai faktor penentu. Di samping juga konsolidasi yang kuat juga menjadi faktor lainnya. Hal tersebut disampaikan pengamat politik yang juga aktivis pergerakan di Bali Nyoman Mardika Rabu (24/4) kemarin. Menurut Mardika, Pileg yang berbarengan dengan Pilpres membawa keuntungan besar bagi PDI Perjuangan. ‘’PDI Perjuangan bisa menang besar di Bali karena faktor Pileg yang berbarengan dengan Pilpres. Ini artinya, faktor Jokowi Effectlah yang menjadi kekuatan,’’ katanya. Jokowi effect menjadi makin kuat isu yang berkembang berhasil memengaruhi maindset pemilih di Bali. Isu yang dimaksud Mardika adalah soal Khilafah versus Pancasila. “Isu Khilafah tidak bisa dimungkiri, ini sangat memiliki pengaruh di Bali,’’ tegas Mardika. Caleg-caleg PDI Perjuangan dalam kampanyenya juga cukup banyak mengembangkan kelemahankelemahan dari capres saingan Jokowi, terutama isu-isu yang berkaitan dengan Khilafah tersebut. Selain itu, Jokowi yang identik dengan PDI Perjuangan juga cukup kuat mengangkat isu-isu populis lainnya semisal
Bali Post/kmb14
Nyoman Mardika
infrastruktur. ‘’Keberhasilan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, memberikan efek bahwa Jokowi benar-benar bekerja untuk rakyat. Dalam hal kesejahteran rakyat juga Jokowi identik dengan pengenalan berbagai macam kartu,’’ terang Mardika lagi. Harus diakui, terjadi pertarungan hebat di internal partai yakni persaingan antarcaleg. “Tetapi karena konsolidasi yang dilakukan di PDI Perjuangan cukup bagus, suara rakyat berhasil diraup secara maksimal,’’ kata Mardika. Keberhasilan PDI Perjuangan di Bali meraup suara dominan, diingatkan Mardika jangan membuat terbuai lagi. Kepercayaan besar harus dijaga selama lima tahun ke depan. Jika salah menjaga kepercayaan, maka pada pemilu berikutnya bisa jadi suara PDI Perjuangan akan merosot. Apalagi lima tahun lagi tidak ada lagi tokoh seperti Jokowi yang mampu memberi efek besar. (kmb14)
Menyoal Beban Berat KPPS
Sistem Rumit dan Minim Bimtek, tetapi Tanggung Jawab Besar JUMLAH petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dan sakit terus bertambah. Jika ditotal seluruh Indonesia bisa mencapai ratusan orang. Sebuah catatan buram dari pelaksanaan pemilu nasional di Indonesia yang digelar untuk ke-12 kalinya. Kelelahan dan stres diperkirakan menjadi pemicu kematian dan sakit para petugas tersebut. Apa yang seharusnya perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pada pemilu berikutnya? Pemilu di Indonesia adalah pemilu paling rumit di dunia. Sistem yang diatur tertuang dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu sangatlah detail. UU yang ditetapkan 21 Juli 2017 ini memuat 573 pasal mengatur mulai dari penyelenggara pemilu, peserta pemilu, sistem pemilu, hingga sanksi-sanksi. UU Pemilu mungkin menjadi salah satu undang-undang paling tebal yang dilahirkan oleh DPR. Ironisnya, kerumitan sistem pemilu tersebut sama sekali tidak dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia sebagai pelaksananya. Jika di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari pusat hingga daerah komisionernya dipilih dengan mekanisme yang jelas, maka di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di desa/kelurahan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara
(KPPS) di tingkat TPS, bisa jadi asal comot. Soal rawannya bidang SDM penyelenggara pemilu di tingkat KPPS sudah disampaikan oleh Gde Suardana, Ketua Komite Demokrasi (KoDe) Bali. Pertama adalah soal kualitas KPPS yang diragukan karena minimnya bimbingan teknis (bimtek). KPPS hanya mendapatkan satu kali bimtek. Itu pun hanya diikuti 4 dari 7 anggota KPPS dengan alasan minimnya dana. Minimnya kemampuan teknis akan berpengaruh pada proses kerja yang tidak efektif dan efesien. Pekerjaan yang mestinya dapat dengan mudah dituntaskan menjadi berlarutlarut karena ada prosedur yang tidak dilakukan dengan baik. Hal ini dialami I Made Agus Wahyudi, KPPS di salah satu TPS di Denpasar Utara. Ketika KPPS yang bertugas di bagian penjagaan kotak
suara, di mana pemilih memasukkan surat suara tidak jeli, maka akan terjadi surat suara yang salah masuk. Akibatnya, bisa fatal karena surat suara yang harusnya ada di kotak DPR masuk ke DPRD Provinsi akan membuat jumlah total surat suara tidak balance. “Ini bisa membuat KPPS pusing tujuh keliling. Harus mencari ke mana surat suara yang ‘hilang’ itu,” katanya. Surat suara yang tidak bisa ditemukan ini berpotensi dinilai sebagai kesalahan yang mengakibatkan bisa dilakukan pemungutan suara ulang (PSU). Setelah proses pemungutan suara, kerumitan masih harus dihadapi saat penghitungan suara dan pencatatan pada form-form yang telah disediakan. Ada form C1 Plano ada C1 Hologram dan banyak lagi lainnya. Menghitung suara untuk Pilpres dan DPD mungkin tidak terlalu sulit. Tetapi untuk DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, barulah sering kali muncul masalah. “Dengan tingkat kelelahan yang paling lelah, sering kali petugas tidak fokus menghitung suara caleg dan parpol. Akibatnya, bisa fatal karena lagi-lagi jumlah suara total bisa tidak balance,’’ kata Wahyudi. Jika tidak balance, maka harus dihitung ulang lagi. Menghitung satu kotak
PENGHITUNGAN SUARA - Petugas KPPS sedang melakukan penghitungan suara. Sistem yang rumit membuat penghitungan suara menjadi berlarut-larut. Apalagi petugas KPPS tidak mendapatkan bimbingan teknis memadai. suara bisa saja dibutuhkan waktu dua jam. Bayangkan jika harus mengulangnya kembali dengan kotak yang sama. ‘’Ini membuat kami sangat stres,’’ katanya lagi. Beban berat KPPS tidak berhenti hanya pada saat
pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Tanggung jawabnya akan terus dituntut sampai dilakukan rekapitulasi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Jika terjadi kesalahan data, tidak menutup kemungkinan Ketua KPPS
dipanggil dan diminta memberikan penjelasan. Yang paling sulit dihadapi tentu saja jika kemudian di TPS terjadi kecurangan yang dilakukan KPPS dan menjadi temuan ketika di PPK. Ini berisiko pada dikenakan-
nya sanksi-sanksi mulai dari administrasi hingga pidana penjara. Bayangkan saja, kerja berat penuh risiko harus dihadapi petugas KPPS. Bisa jadi, inilah yang juga menjadi penyebab beberapa KPPS memilih bunuh diri. (ata)