Skip to main content

Edisi Selasa 24 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 129 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

SELASA PON, 24 DESEMBER 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jelang Nataru di Kawasan Kuta

Napi Sembunyi Dua Bulan

Sehari, 38 Ribu Orang ke Bali

Lokasi perayaan pergantian tahun di Kuta mulai ditata. Para pedagang bermotor juga akan disterilkan. Pasalnya pergantian tahun di Kuta akan dihadiri ribuan pengunjung.

Dua bulan kabur dari Lapas Singaraja, narapidana Gede Ngurah Darmayasa alias Ngurah (46) ditangkap, Senin (23/12) kemarin. Dia ditangkap di tempat persembunyiannya di pinggir Tukad Saba, Kelurahan Seririt. BULELENG | HAL. 10

Jelang Nataru penyeberangan Ketapang-Gilimanuk makin padat. Sehari kemarin, sebanyak 38.705 orang masuk Bali. Bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 jumlahnya mengalami penurunan.

BADUNG | HAL. 3

JEMBRANA | HAL. 11

Memburu Penunggak PHR

Dari Pasang Spanduk hingga Blokir Rekening

Hingga kini belum pernah sebuah hotel atau restoran yang ditutup atau dicabut izinnya karena menunggak PHR. Namun upaya pemerintah menagih piutang PHR terus dilakukan. Seperti Pemkab Badung melalui Badan Pendapatan/Pasedahan Agung (Bapenda) setempat harus berlaku keras menghadapi para penunggak pajak yang membandel.

S

panduk berwarna merah bertuliskan ‘’Objek Pajak ini Menunggak Pajak Daerah’’ dan ancaman memblokir rekening Wajib Pajak (WP) yang tidak patuh pajak menjadi sejata ampuh untuk memberikan efek jera para Wajib Pajak WP nakal di Gumi Keris. Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, Senin (23/12) kemarin, mengatakan gerakan memasang spanduk pada penunggak pajak bandel yang telah dilakukan sejak Februari 2019 memberikan dampak positif terhadap pendapatan Badung. Upaya ini merupakan langkah intensifikasi dalam rangka mengoptimalkan potensi yang telah ada. Seperti pemeriksaan wajib pajak dan penerapan sistem monitoring transaksi usaha pada wajib pajak. ‘’Upaya penagihan piutang pajak terus dilakukan melalui pemasangan spanduk, penagihan secara aktif maupun penagihan secara paksa terhadap wajib pajak yang memiliki tunggakan piutang pajak. Astungkara dengan langkah-langkah yang diambil sampai dengan bulan November re-

alisasi penagihan piutang pajak telah mencapai Rp190.859.696.681,95, melampaui capaian pada 2018 sebesar Rp166.084.218.507,67,’’ terangnya. Dekan Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. menilai tunggakan pajak hotel dan restoran yang tidak dibayar dapat dikenakan sanksi. Mulai dari sanksi berupa teguran, peringatan, pencabutan izin, bahkan dipidanakan bila terbukti. Sebab, PHR merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang diharapkan mendukung program pembangunan utamanya infrastruktur, sarana dan prasarana pariwisata di masing-masing daerah kabupaten/kota di Bali. (par/win)

Pemprov Bali Bisa Pantau PHR Denpasar (Bali Post) Bali sudah membangun Sistem Pemantauan Data Terintegrasi Transaksi Pajak Hotel dan Restoran (PHR) secara elektronik yang diasistensi oleh KPK RI. Sistem yang dirancang sebagai satu program pencegahan tindakan korupsi ini diharapkan mampu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota di Bali yang dominan berasal dari PHR. ‘’PHR online terintegrasi ke provinsi sudah berjalan. Artinya sekarang, kalau ingin mengetahui berapa sih target dan realisasi PHR yang real time per kabupaten/kota itu bisa dilihat di provinsi,’’ ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha saat dikonfirmasi, Senin (23/12) kemarin. Menurut Santha, sistem ini memungkinkan Gubernur untuk melaksanakan fungsi koordinasi, pembinaan dan pengawasan (korbinwas). Kalau PHR belum terealisasi dengan baik, Gubernur bisa mengingatkan pemerintah kabupaten/kota bersangkutan. ‘’Ini sudah jalan sejak Juni 2019. Kalau sistemnya sudah terbangun mulai awal karena kita kan input data macam-macam kan, mengoneksikan seluruh Bali,’’ imbuhnya. Santha menambahkan, kewenangan PHR ada di kabupaten/kota sesuai Undang-undang No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pemprov secara umum memantau target dan realisasi PHR tersebut, sehingga bisa memberikan informasi kepada kabupaten/kota. Khususnya jika realisasi PHR masih belum mencapai target. Sebelumnya, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, PHR merupakan salah satu potensi pendapatan yang cukup menjanjikan di Bali. Hal. 11 Potensi PHR

Tidak Terbit Berkaitan dengan Hari Raya Natal yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Rabu (25/12) tidak terbit. Bali Post akan kembali hadir seperti biasa mulai Kamis (26/12) lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum, terima kasih. Penerbit

Harian Bisnis Bali Konsumsi Listrik di Bali Meningkat Tidak seperti tahun sebelumnya, 2019 Bali menghadapi kemarau panjang. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap konsumsi listrik yang tahun ini mengalami kenaikan. Seperti apa? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Polisi Siaga di Sejumlah Gereja Menjelang Natal dan Tahun Baru, ribuan personel Polda Bali melakukan pengamanan di sejumlah gereja dan objek-objek wisata di Bali. Mereka mengenakan rompi antipeluru dan bersenjata laras panjang. www.denpostnews.com

Merasa Diperlakukan Tak Adil Pajak Hotel dan Restoran (PHR) menjadi andalan utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota di Bali. Sayangnya hingga kini, sistem pungutan masih belum optimal. Akibatnya, tunggakan PHR cukup tinggi. Selain itu, tidak tegasnya sikap kepada penyedia akomodasi bodong juga memicu keengganan industri hotel dan restoran berizin menyetor PHR kepada pemerintah. Dana PHR merupakan uang dari pengguna jasa hotel dan restoran yang dititipkan kepada penyedia jasa untuk disetor kepada pemerintah. Karena itu, menurut Dr. I Putu Anom, S.E., M.Par., akademisi dan mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud, pihak industri sebenarnya tidak memiliki alasan kuat menunda/menunggak setoran PHR. Ketua ICPI (Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia) wilayah Bali ini mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan atau memengaruhi tunggakan pembayaran PHR tersebut. ‘’Kurangnya pengawasan/ kontrol dari pemerintah daerah khususnya dari Dinas Pendapatan Daerah kabupaten dan kota, satu di antara penyebabnya,’’ kata Anom. Selain itu, masalah masih lemahnya sistem pemungutan PHR, memudahkan dilakukannya manipulasi oleh pihak industry, bahkan bisa dimanfaatkan untuk mengurangi

jumlah kewajiban yang harus disetorkan. Anom menyampaikan dugaan bahwa dalam kondisi seperti saat ini di mana keuangan industri kurang sehat, pihak manajemen memilih memanfaatkan dana PHR yang harus disetorkan untuk membantu sementara keuangan usahanya. Faktor lainnya karena manajemen hotel dan restoran merasa diperlakukan tidak adil. ‘’Banyak akomodasi ilegal yang tidak ditindak tegas oleh pemerintah. Mereka ini tentu tidak menyetor PHR, padahal merupakan pesaing dari industri pariwisata yang legal yang diwajibkan

menyetor PHR,’’ tegas Anom. Ketidakadilan memunculkan keengganan menyetorkan PHR. Soal akomodasi ilegal (bodong) dikaitkan keengganan menyetor PHR juga disampaikan pengamat pariwisata sekaligus praktisi pariwisata, Bagus Sudibya. Banyak akomodasi ilegal yang dibangun orang asing dan didaftarkan sebagai rumah tinggal. Misalnya membangun 10 kamar namun hanya ditempati 2 kamar, sisanya disewakan pada tamu-tamu yang berlibur di Bali. Sementara uangnya diterima di negaranya dan tidak mem-

I Putu Anom

bayar pajak di Indonesia. ‘’Jadi selain sudah melanggar peruntukannya juga tidak membayar pajak dan mengacaukan sistem bisnis perhotelan di Indonesia, terutama di Bali,’’ ungkap Sudibya. Ada kecemburuan antara hotel yang membayar pajak dan tidak membayar pajak. Hotel yang membayar pajak ini terpancing tidak membayar pajak karena adanya akomodasi ilegal atau terselubung yang tidak membayar pajak. Orang asing yang menyewakan tempat tinggal tersebut seharusnya dideportasi, karena melakukan aktivitas bisnis tidak sesuai UU Ke-

Bagus Sudibya

tenagakerjaan maupun UU Investasi. Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab menyikapi masih adanya tunggakan PHR tidak semata-mata disebabkan oleh objek pajak atau wajib pajak. Instansi terkait yang mempunyai kewenangan akan pemungutan pajak harus lebih gereget dalam upaya memaksa mereka untuk membayar kewajibannya. ‘’Petugas pajak dan instansi terkait harus tegas, kalau perlu menerapkan sanksi bagi mereka yang membandel dalam hal tunggakan PHR,’’ katanya. (win/may/dar)

Umar Ibnu Alkhatab

Implementasi Program B30 Membuat Jokowi Senang Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyatakan senang implementasi Program B30 yang resmi berlaku mulai Senin, akan menghemat devisa negara hingga mencapai 4,8 miliar dolar AS atau Rp63 triliun. ‘’Hari ini kita sampaikan bahwa Program B30 telah kita luncurkan dan ini bisa menghemat, yang saya paling senang ini bisa menghemat devisa Rp63 triliun,’’ kata Presiden Jokowi usai meresmikan implementasi Program B30 di SPBU Pertamina di Jalan MT Haryono Jakarta Selatan, Senin (23/12) kemarin. Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi kepada semua pihak karena implementasi Program B30 bisa dipercepat.

‘’Saya sampaikan bahwa Program B30 ini bisa maju, tidak tahun 2020, tetapi akhir 2019 sudah dimulai,’’ katanya. Ia mengatakan, serangkaian uji coba BBM biodiesel Program B30 sudah dilakukan sejak November 2019. Program B30 merupakan kelanjutan dari program sebelumnya Program B20. ‘’Ini kita step by step ya. Tahun depan nanti masuk ke B40, 2021 masuk ke B50, targetnya kira-kira itu,’’ katanya. Menurut Presiden, saat ini tidak perlu terlalu jauh memikirkan Program B100 karena dengan implementasi B40 hingga B50, devisa yang bisa dihemat sudah akan cukup besar. Hal. 11 Semakin Besar

’’Saya kira kalau stepstep ini kita bisa raih, saya kira devisa akan semakin besar kita peroleh.’’ Bali Post/ant

Jokowi Presiden

BIODIESEL - Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Basuki Tjahaja Purnama saat peresmian implementasi B30 di SPBU, Jakarta, Senin (23/12) kemarin.


Selasa Pon, 24 Desember 2019

Selama 2019

Kasus DBD di Bali 4.945 Lima Meninggal Denpasar (Bali Post) Selama sebelas bulan tahun 2019, kasus Demam Berdarah Denque (DBD) di Bali mencapai 4.945 kasus, lima orang di antaranya meninggal dunia. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kasus DBD mengalami peningkatan. Tahun 2018 kasus DBD tercatat 897 kasus dengan dua orang meninggal dunia. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Wayan Widia, S.KM., M.Kes., Senin (23/12) kemarin, mengatakan peningkatan kasus DBD ini tidak hanya terjadi di Bali tetapi secara nasional. ‘’Tahun ini musim kemarau dan masa transisi lebih panjang dibandingkan tahun 2018. Musim seperti ini sangat mendukung perkembangan nyamuk penular DBD,’’ ujar Widia. Jika musim hujan dengan periode cukup lama, biasanya jentik nyamuk yang berkembang akan disapu air. Berbeda jika musim hujan dalam periode pendek kemudian diselingi panas berkepanjangan. Pada kondisi ini, jika tidak dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin akan menimbulkan genan-

gan-genangan air bersih, seperti pada selokan yang tersumbat sampah, pada botol plastik yang dibuang di tempat sampah, atau pada tempurung kelapa muda dan tempat-tempat berpotensi menampung air lainnya. ‘’Kondisi ini menyebabkan nyamuk berkembang biak dengan baik dan cepat. Sehingga kasus DBD mengalami peningkatan,’’ jelas Widia. Di samping musim yang lebih mendukung, tahun ini, menurut Widia, tampaknya masyarakat mengendurkan kewaspadaannya sehingga tidak lagi rutin melakukan PSN. ‘’Karena tahun 2018 kasusnya menurun, kewaspadaan di tahun 2019 jadi mengendur dan tidak lagi rutin melakukan PSN. Padahal kunci dari pemberantasan DBD yang utama tetap PSN, bukan fogging,’’ ujar Widia. Widia menekankan kepada masyarakat untuk tahun 2020 peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan, terutama dengan rutin melakukan PSN. Sebab, dalam penanganan kasus DBD, PSN adalah langkah utama untuk mencegah perkembangan nyamuk penular DBD. (san)

Beban Puncak Listrik Saat Nataru Diprediksi 920 MW Denpasar (Bali Post) Pada Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020 diperkirakan beban puncak listrik di Bali hanya mencapai 920 MW. Sebab, biasanya pada bulan Desember terjadi hujan yang menyebabkan suhu lebih rendah, sehingga penggunaan perangkat listrik turun. Selain itu, pemakaian listrik pada saat Nataru juga turun karena kantor mulai libur. ‘’Beban puncaknya biasanya 90 persen dari beban puncak yang pernah diraih. Jadi pada Nataru kita perkirakan tidak akan lebih dari 920 MW,’’ kata Nyoman Suwarjoni Astawa, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, saat media gathering, Senin (23/12) kemarin di Puri Santrian, Sanur. Beban puncak Nataru ini lebih rendah dari beban puncak yang pernah diraih PLN karena kantor-kantor sudah mulai tutup, begitu juga hotel. Karena, menurutnya, tahun baru masyarakat cenderung menikmati suasana di luar hotel seperti di lapangan. Sementara pada saat Natal, masyarakat Nasrasi cenderung merayakannya di

gereja, sehingga pemakaian listrik di rumah tangga turun. Bahkan untuk seluruh sistem kelistrikan Jawa-Bali bebannya turun sampai 20-25 persen. ‘’Walaupun cuacanya panas, tapi ini sudah mulai mendung. Kalaupun panas, kita melihat tidak akan mencapai beban puncak yang pernah kita raih 6 Desember lalu, di mana beban puncak kita mencapai 966 MW,’’ tandasnya. Tahun 2020, beban puncak diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 MW. Karena ratarata beban puncak setiap tahun naik sekitar 4 persen, sehingga tahun 2020 beban puncak diprediksi naik 40-50 MW. PLN berupaya untuk menambah kapasitas pembangkit–pembangkit non-BBM menjadi gas, sebelum JBC terbangun. PLN juga berencana menambah kapasitas pembangkit sebesar 200 MW, yang dibangun pada 2021 sebesar 100 MW, dan 100 MW lagi tahun 2022 sembari menunggu Jawa Bali Conection (JBC) rampung tahun 2024. Dengan mundurnya pembangunan JBC, maka ada ancaman krisis listrik di Bali. (kmb42)

PENDIDIKAN - Anggota Komite III DPD-RI A.A. Gde Agung saat berbincang dengan komponen pendidikan di Bali.

Juklak dan Juknis UN Belum Turun

Sosialisasi kepada Orangtua Murid Terhambat

Denpasar (Bali Post) -

Anggota Komite III DPDRI A.A. Gde Agung akan menyuarakan ke pemerintah pusat agar segera menerbitkan juklak, juknis, dan SOP terkait UN. Apalagi Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi hingga PGRI sangat mendukung perubahan UN menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter sesuai hasil penyerapan aspirasi di Bali. Pasalnya, sejak awal memang sudah ada keberatan terkait pelaksanaan UN selama ini. ‘’Dalam waktu sesingkatsingkatnya supaya diterbitkan juklak, juknis, dan SOP. Baik itu dari teknis pelaksanaan sampai kepada kurikulumnya harus disesuaikan dengan kebijakan yang baru ini supaya tidak ada permasalahan di lapangan,’’ ujarnya.

Segenap komponen pendidikan di Bali mendesak pemerintah pusat segera menerbitkan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) Ujian Nasional (UN). Sekalipun Mendikbud RI Nadiem Makarim lewat kebijakan ‘’Merdeka Belajar’’ baru akan mengganti UN dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter pada 2021. Dengan kata lain, 2020 akan menjadi tahun terakhir pelaksanaan UN. Belum turunnya juknis dan juklak UN dikhawatirkan berpengaruh pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). ‘’Butuh waktu untuk memberikan sosialisasi kepada orangtua murid yang jumlahnya 60 ribuan. Jangan sampai ada yang mengatakan, kami tidak tahu, terus tidak dengar informasi dan sebagainya,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa di sela-sela acara penyerapan aspirasi oleh anggota DPD-RI dapil Bali di Prajasabha, Kantor Gubernur Bali, Senin (23/12) kemarin. Sebelum dilakukan sosialisasi, lanjut Boy, terlebih

dahulu harus ada peraturan gubernur di tingkat provinsi dan peraturan bupati/wali kota di kabupaten/kota. Sementara pergub dan perbup/perwali itu baru bisa disusun jika sudah ada juklak dan juknis. Di sisi lain, UN juga sangat terkait dengan PPDB. Pihaknya harus menyusun pembagian zonasi sekolah dan sebagainya. Kalau juklak dan juknis tidak segera turun tentu pekerjaan tersebut juga menjadi terhambat. Ketua PGRI Bali I Gede Wenten Aryasuda mengatakan, UN selayaknya ti-

dak menentukan kelulusan. Tetapi hanya sebagai pemetaan mutu dan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, serta dijadikan pertimbangan atau syarat untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Kewenangan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa hendaknya ada di tangan guru atau pendidik. ‘’Sebelum lebih lanjut berbicara tentang penghapusan atau evaluasi UN, supaya dihapus dulu dualisme kurikulum. Saat ini kan ada kurikulum 2013 (K-13) dan KTSP,’’ imbuhnya.

Setelah UN diganti dengan kebijakan baru, lanjut Gde Agung, perlu dipikirkan apa yang nanti akan dijadikan dasar untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Mengingat asesmen rencananya dilaksanakan di kelas IV, VIII, dan XI. ‘’Apakah ini bisa atau bagaimana. Ini harus segera ada petunjuk dari pusat dan ini akan kami suarakan ke pusat,’’ imbuh mantan Bupati Badung ini. Selain di bidang pendidikan, anggota DPD-RI Dapil Bali ini juga menyerap aspirasi di bidang keolahragaan. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Denpasar Festival

Dishub Sediakan Kantong Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas Denpasar (Bali Post) – Pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) tahun 2019 tinggal menghitung hari. Festival tahunan milik Pemkot Denpasar ini akan dibuka secara resmi pada Kamis (28/12). Kendati demikian, guna mengatasi permasalahan parkir dan mengurai kemacetan saat kegiatan berlangsung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar telah merencanakan rekayasa lalu lintas dan menyediakan kantong parkir saat pelaksanaan Denfest yang dilaksanakan tanggal 28-31 Desember mendatang. Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan saat dikonfirmasi Senin (23/12) kemarin menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Denfest tahun 2019 ada tiga ruas jalan yang ditutup, yakni Jalan Udayana, sebagian Jalan Gajah Mada, serta Jalan Kapten Regug. Adapun kendaraan dari Jalan Diponegoro (Simpang Suci) akan dialihkan ke barat menuju Jalan Hasanudin – Jalan Thamrin – Jalan Gajah Mada – Jalan Kartini, dan Jalan Nakula. Sedangkan kendaraan yang hendak menuju Jalan Hayam Wuruk akan diarahkan menuju Jalan Sutoyo – Jalan Sudirman dan

Jalan Cok Agung Tresna. Jalan Gajah Mada juga turut ditutup mulai dari simpang Jalan Kartini dan Jalan Sulawesi. Di mana kendaraan yang melintas menuju Jalan Hayam Wuruk akan dialihkan melewati Jalan Kartini – Jalan Nakula, Jalan Veteran – Jalan Patimura. Sedangkan kendaraan yang akan menuju Renon dialihkan ke Jalan Sulawesi – Jalan Ternate/Jalan Kalimantan – Jalan Sumatera – Jalan Hasanudin dan Jalan Sutoyo. Sriawan mengatakan pasti akan terjadi penumpukan kendaraan, hal ini lantaran antusiasnya masyarakat untuk mengunjungi gelaran akhir tahun di pusat Kota Denpasar ini. Pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dan penyediaan kantong parkir, juga dilaksanakan untuk mengantisipasi macet yang berkepanjangan. Dari arah barat, yakni Jalan Gajah Mada, jika terjadi penumpukan jumlah kendaraan di simpang Jalan Sumatera - Jalan Arjuna, maka pengalihan arus akan dilaksanakan mulai di simpang Jalan Sulawesi - Jalan Kartini. ‘’Hal ini untuk meminimalisir jumlah kendaraan yang menuju ke timur sampai

Ketut Sriawan (tengah) di simpang Jalan Arjuna - Jalan Sumatera,’’ paparnya Lebih lanjut dikatakan, untuk arah Selatan pihaknya akan melakukan sistem buka tutup untuk kendaraan yang akan melintas di Jalan Sudirman menuju Jalan Surapati, hanya saja itu diberlakukan saat pembukaan dan penutupan saja. Kalaupun nantinya terjadi kemacetan di simpang Jalan Sugianyar - Jalan Beliton, maka kendaraan yang berasal dari arah Jalan Hasanudin akan dialihkan menuju Jalan Sutoyo dan yang dari

arah Jalan Sugianyar akan dialihkan menuju Jalan Letda Made Putra. Sementara untuk Jalan Kapten Regug juga turut ditutup selama gelaran Denfest ke-12. Di mana kawasan jalan ini akan digunakan untuk parkir kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan menuju Jalan Gajah Mada akan diarahkan menuju Jalan Sudirman. Dan parkir roda 4 pengunjung Denfest diarahkan di kawasan Pasar Badung. Selain itu, Dishub Denpasar turut menyediakan kantong

Bali Post/ara

parkir lainnya yang berada di sekitar lokasi Denfest tahun 2019 ini. Yakni parkir undangan VIP berlokasi di Halaman Kodam IX/Udayana, sedangkan untuk para pengunjung tersebar di masing-masing arah, seperti di Sentral Parkir Pasar Lokita Sari, Parkir Pasar Badung, Jalan Sugianyar, Jalan Udayana, Jalan Durian, Jalan Surapati, Jalan Krisna, Jalan Gajah Mada, Jalan Mayor Wisnu, Jalan Letda Regug, Jalan Kapten Sujana, dan Jalan Kaliasem yang menggunakan satu sisi pinggir jalan. (kmb12)

BPK Perwakilan Bali Serahkan LHP Pemkot Denpasar

Diterima Jaya Negara, Berkomitmen Jadi Acuan Peningkatan Program

Nyoman Suwarjoni Astawa

Bali Post/kmb42

Topik : sehari 38 ribu orang masuk bali

LAPORAN Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Bali untuk Kota Denpasar Semester II Tahun 2019 diterima Pemerintah Kota Denpasar, Senin (23/12) di Kantor BPK Bali. Penyerahan dilakukan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, Sri Haryoso Suliyanto, diterima Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara bersama Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede. Penyerahan tersebut disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster dan juga dihadiri kepala daerah kabupaten di Bali. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, Sri Haryoso Suliyanto, mengatakan dua LHP diserahkan kali ini kepada Kota Denpasar yakni terkait pemeriksaan Administrasi Kependudukan Tahun Anggaran 2018-2019. Dari hasil pemeriksaan diharapkan kepada Pemda dapat terus meningkatkan pemahaman regulasi dan pedoman yang mendukung

pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil sesuai dengan amanat Undang-Undang. Langkah ini juga dapat didukung dengan peningkatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan secara memadai. “Kami berharap database kependudukan menjadi data dasar. Oleh karena itu, menjadi penting dan itu menjadi hal yang diperhatiakan dalam database kependudukan,” ujarnya. Disamping itu kami berharap pimpinan DPRD dan kepala daerah dapat membaca langsung serta segera menindaklanjuti rekomendasi kinerja selambatnya 60 hari setelah LHP diserahkan. “Kami menyampaikan penghargaan kepada kepala daerah dan pimpinan DPRD yang telah mengikuti dan menerima LHP BPK dalam rangka pengelolaan keuangan negara yang akuntabel dan transparan. Disamping itu, hal-hal yang belum jelas dapat dilakukan pertemuan konsultasi dengan BPK Bali,” ujarnya.

Wakil Wali Kota, IGN Jaya Negara, mengatakan bahwa Pemkot Denpasar mendapat dua laporan hasil pemeriksaan kinerja atas Administrasi Kependudukan Tahun Anggaran 2018-2019. Dari laporan hasil pemeriksaan kinerja ini, tentu dapat menjadi acuan dalam peningkatan program yang efektif dan efisien, serta tepat sasaran. “Kami di Pemkot Denpasar terus berkomitmen memaksimalkan kinerja sebagai upaya mewujudkan peningkatan program yang tepat sasaran dan sesuai dengan aturan yang bertujuan menciptakan tata kelola keuangan dan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” katanya. Nantinya hasil pemeriksaan kinerja ini tentu terdapat rekomendasi yang segera kami tindaklanjuti sehingga program pemerintah menjadi terarah dan tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Seluruh rekomendasi yang diberikan ini akan kami tindaklanjuti

LHP - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede menerima LHP Pemkot Denpasar Semester II Tahun 2019 yang diserahkan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, Sri Haryoso Suliyanto, Senin (23/12) di kantor setempat. sehingga program pemerintah menjadi tepat sasaran dan memberikan manfaat dalam mengatasi permasalahan, seperti halnya admin-

istrasi kependudukan dan permasalahan lainnya yang sudah tentu harus dicarikan solusinya,” pungkas Jaya Negara. (ad582)


Selasa Pon, 24 Desember 2019

Lantik 43 Pejabat

Bupati Giri Prasta: Tingkatkan Integritas dan Komitmen terhadap Pemkab Badung BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta melantik dan mengambil sumpah 43 pejabat di lingkungan Pemkab Badung, Senin (23/12) kemarin, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. Dari 43 pejabat tersebut, terbagi menjadi 11 orang pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon IIb) dengan rincian empat pejabat dirotasi dan tujuh pejabat diangkat kembali/dikukuhkan, lima orang pejabat administrator (eselon IIIa), sembilan orang pejabat administrator (eselon IIIb), sembilan orang pejabat pengawas (eselon IVa), dan sembilan orang pejabat fungsional. Sebelum dilantik, para pejabat melakukan prosesi upacara majaya-jaya yang di-puput Ida Pedanda Gede Mas Pratama Geria Tegeh Abiansemal. Pelantikan disaksikan Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, serta Pimpinan Perangkat Daerah. Menurut Bupati Giri Prasta, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap pejabat struktural dan fungsional telah

melalui proses pembahasan yang cukup panjang berdasarkan atas kebutuhan organisasi. Bupati juga telah memberikan kesempatan kepada pejabat administrator untuk mendaftarkan diri dalam proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah dibuka proses pendaftarannya pada 19 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020. Bupati berharap kepada pejabat yang baru dilantik untuk segera bertugas dan bertanggung jawab, tingkatkan koordinasi, sinergitas yang baik dan optimal untuk mewujudkan target secara menyeluruh. Senantiasa menjaga dan meningkatkan integritas, dedikasi, loyalitas dan komitmen terhadap Pemkab Badung dan NKRI. Mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan inovasi yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistematis untuk kemajuan organisasi. Terhadap peluang menjabat eselon IIb, Bupati berpesan kepada PNS yang sudah memenuhi persyaratan agar bisa meniti karier, sehingga etos kerja lebih baik, semakin tinggi jabatan semakin

LANTIK - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melantik dan mengambil sumpah 43 pejabat di lingkungan Pemkab Badung, Senin (23/12) kemarin, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.

besar tanggung jawab yang dipikul. Pihaknya akan melakukan penilaian objektif berdasarkan kinerja yang loyal dan royal terhadap RPJMD Semesta Berencana. “Pegang teguh RPJMD Badung, kami ingin Badung menjadi contoh pembangunan baik di bidang pangan, sandang, dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenaga kerjaan, seni, adat agama dan budaya, serta pariwisata termasuk infrastrukturnya. Saya harapkan eselon II sekarang sampai pegawai melakukan out of the box membuat terobosan, tapi tidak melanggar hukum. Ini cara kerja, kami butuh yang jujur, disiplin dalam gerakan dan tindakan,” tegasnya. Keempat pimpinan tinggi pratama yang dirotasi, di antaranya I Gede Putra Suteja yang sebelumnya Kadis Kesehatan mendapat jabatan baru sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung. I Putu Gede Sridana sebelumnya sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kini menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. I Wayan Weda Dharmaja sebelumnya menjabat Kadis Komunikasi dan Informatika, jabatan baru Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM. I Putu Eka Merthawan sebelumnya menjabat Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan, jabatan baru Kadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak. Sementara tujuh pejabat eselon IIb yang diangkat kembali, di antaranya Kadisdikpora I Ketut Widia Astika, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja IB Oka Dirga, BKPSDM I Gede Wijaya, Kesbangpol I Nyoman Suendi, Inspektur Kabupaten Badung Luh Suryaniti, Kadis PUPR IB. Surya Suamba, dan Asisten Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara. (ad596)

HUT Ke-40 ST Pagar Wahana

Giri Prasta Minta Sekaa Teruna Mampu Ciptakan Lapangan Pekerjaan BERTEPATAN dengan Hari Ibu ke-91, Minggu (22/12), Sekaa Teruna (ST) Pagar Wahana Banjar Pelaga merayakan HUT ke-40 yang dirangkaikan dengan penutupan dan pengumuman juara Turnamen Mini Soccer bertempat di Gedung Serbaguna, Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang. Turnamen Mini Soccer digelar dalam upaya meningkatkan kreativitas demi menjaga sportivitas dan solidaritas yang dilaksanakan selama 7 hari dari tanggal 15-22 Desember 2019. Acara tersebut dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Camat Petang I Gede Eka Sudarwitha beserta unsur Tripika, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pelaga, Sekdes Desa Pelaga Ni Luh Eka Deviyani, Bendesa Adat Pelaga, Sekaa Teruna se-Desa Adat Pelaga, tokoh, serta masyarakat setempat. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan pesan khusus kepada sekaa teruna di zaman sekarang ini agar tidak ada lagi anggota ST yang tamat sekolah tidak bekerja. “Yang ada ke depan itu adalah sekaa teruna sebagai generasi milenial harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Itulah yang dilakukan Giri Prasta selaku Bupati karena paham betul apa yang terjadi di zaman global seperti sekarang ini,” ungkap tokoh masyarakat Desa Pelaga yang saat muda juga pernah menjabat sebagai Ketua Sekaa Teruna Pagar Wahana ini. Dulu sewaktu pihaknya selaku Ketua ST Pagar Wahana, Giri Prasta mengatakan waktu itu adalah generasi membangun. Di mana saat itu setiap hari libur mengajak sekaa teruna ke kali mencari pasir untuk membangun jalan menuju ke tempat-tempat suci. Sedangkan untuk membeli semen sekaa teruna mengada-

HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-40 ST Pagar Wahana Banjar Pelaga, Minggu (22/12). kan berbagai macam penggalian dana pada saat itu. “Itu yang kami lakukan saat itu untuk membantu meringankan dan memperlancar akses masyarakat untuk bersembahyang menuju ke tempat-tempat suci yang ada di wilayah Desa Adat Pelaga, seperti Pura di Bukit Peninjauan,” terangnya. Sementara itu, Ketua ST Pagar Wahana I Gede Yoga Artha mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung serta undangan yang lain dalam puncak perayaan HUT Sekaa Terunanya. Dikatakan, Sekaa Teruna ini sudah menjalankan yang namanya konsep Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan, yaitu dengan melaksanakan kegiatan mareresik di lingkungan Banjar Adat dan di lingkungan areal tempat suci atau pura, melaksanakan gotong royong (manyama braya) untuk kegiatan pribadi sekaa teruna dalam rangka kegiatan pernikahan dan ikut serta dalam

kegiatan pembangunan untuk tempat- tempat suci. Pihaknya juga melaporkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati perayaan tahun ini, di antaranya menggelar Turnamen Mini Soccer dalam upaya meningkatkan kreativitas demi menjaga sportivitas dan solidaritas Sekaa Teruna. “Untuk kegiatan sportivitas kami Sekaa Teruna Pagar Wahana sudah melaksanakan Turnamen Mini Soccer, yaitu Sepak Bola Mini yang dikuti oleh Sekaa Truna yang ada di Desa Pelaga dan Desa Belok Sidan. Kegiatan ini kami laksanakan untuk mempererat tali persaudaraan antara sekaa teruna di masing-masing Banjar Adat yang ada di wilayah Desa Pelaga dan desa sekitarnya,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta menyerahkan dana motivasi sebesar Rp24 juta, dan dari Pemerintah Desa Pelaga Rp20 juta yang diterima oleh Ketua ST Pagar Wahana. (ad597)

Nataru di Kuta Pedagang Bermotor Disterilkan Mangupura (Bali Post) -

Selain parkir kendaraan untuk membuat pergerakan manusia di kawasan Pantai Kuta, lokasi perayaan pergantian tahun lebih lancar, pedagang bermotor juga akan disterilkan. Pasalnya, pada malam pergantian tahun baru, dipastikan akan dihadiri ribuan pengunjung. Hal ini diungkapkan Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista, Senin (23/12) kemarin. Ia mengatakan, selama ini di sepanjang Jalan Pantai Kuta, khususnya di areal cekungan tempat parkir selalu disambangi pedagang bermotor. Padahal di

Bali Post/dok

GROUND ZERO Sejumlah wisatawan saat menikmati susana di Ground Zero, Kuta. Menjelang perayaan Nataru, selain parkir kendaraan untuk membuat pergerakan manusia di kawasan Pantai Kuta, pedagang bermotor juga akan disterilkan. Hal itu dilakukan untuk memperlancar perayaan Nataru di wilayah Kuta.

kawasan tersebut sudah tidak diperbolehkan berjualan karena memakai space parkir kendaraan. Sayangnya para pedagang tersebut seolah membandel, meski

sudah diimbau dan beberapa kali ditertibkan petugas. Karena itulah pihaknya mengaku akan berkoordinasi kepada petugas Satpol PP, sehingga hal itu menjadi atensi bersama. ‘’Selama ini memang kerap kali disambangi pedagang bermotor. Kendati keberadaan pedagang bermotor yang berada di sepanjang jalan Pantai Kuta akan disterilkan, namun pedagang yang berada di dalam kawasan pantai

tetap berdagang seperti biasa,’’ ucapnya. Di sisi lain, terkait pengamanan tahun baru, pihaknya juga akan mengerah-

kan pecalang, satgas pantai, jagabaya dan linmas untuk berjaga di wilayah Kuta. Di mana petugas pecalang dan satgas pantai diminta untuk

berjaga di sepanjang Pantai Kuta, sedangkan jagabaya bertugas mengatensi pengamanan lingkungan. Saat ini wisatawan sudah

mulai nampak ramai datang ke Kuta. Volume kendaraan sudah menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari biasanya. (kmb23)


Selasa Pon, 24 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Belajar Berdikari BERBICARA mengenai belajar, memang tidak terpisahkan dari yang namanya guru dan murid/ peserta didik. Sampai-sampai ada yang namanya Hari Guru Nasional, meski belum ada peringatan Hari Murid Nasional. Guru-guru hebat pun telah banyak diungkap sejak zamannya Mahabharata. Sementara di pihak murid, salah satunya yang masyhur adalah Arjuna. Meski dari sisi bakti pada guru justru ditunjukkan oleh Ekalawya, yang rela mengorbankan ibu jarinya demi bakti pada Guru Drona. Pun soal objektivitas dan subjektivitas guru, termasuk kooptasi kekuasaan terhadap guru dan dunia pendidikan diajarkan dalam kisah Mahabharata. Termasuk soal kemandirian (kemampuan berdikari) dalam belajar murid diajarkan kisah besar itu. Bagaimana Ekalawya yang belajar mandiri hanya fokus terhadap apa yang dipelajari tanpa kehadiran fisik secara nyata sang Guru Drona. Atau Arjuna yang berdikari belajar memanah di kegelapan justru dari sang kakak Bima yang mampu mengenali makanan dan makan di kegelapan. Lalu pertanyaannya, Bima belajar dari siapa? Siapakah ‘’guru makan’’ di kegelapan Bima? Jawabnya mungkin insting atau naluri Bima, bisa juga alam lingkungan atau keadaan yang memaksa. Mungkin itu pula orang bijak mengatakan, guru yang paling berharga adalah pengalaman (hidup). Terlepas dari kisah belajar mengajar zaman Mahabharata, sepertinya kemandirian atau berdikari dalam belajar ini yang menjadi fokus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim saat ini. Paling tidak terlihat dari empat program pokok kebijakan pendidikan ‘’Merdeka Belajar’’ yang ditetapkannya. Program pendidikan yang lebih menitikberatkan pada kemerdekaan dan kemandirian murid termasuk guru dalam proses belajar mengajar di kelas/sekolah. Tujuan akhirnya tiada lain mencetak generasi yang mampu berdikari dalam menghadapi persaingan global di masa depan. Jadi murid dan guru diarahkan untuk merdeka memilih metode dan cara belajarnya. Yang penting, keluarannya nanti seorang manusia yang mampu menyelesaikan pesoalannya sendiri tanpa perlu lagi pendampingan subjektif ‘’para Drona’’. Dalam kemerdekaan belajar sekarang ini, diharapkan berbagai inovasi muncul. Mengingat, saat ini inovasi teknologi telah mendisrupsi segala bidang kehidupan. Berbagai hal baru bermunculan dan berkembang sedemikian cepatnya. Daya saing SDM penerus menjadi penentu kemajuan bangsa ini ke depan. Bangsa yang berdikari akan berhasil memenangkan persaingan ke depannya. Berdikari dalam segala bidang, terutama sosial ekonomi yang sangat memengaruhi kehidupan lainnya seperti politik, keamanan maupun pertahanan. Berdikari ini telah diajarkan para pendiri negara ini, termasuk Bung Karno, sehingga mampu memerdekakan bangsa ini. Saatnya bangsa ini untuk berdikari sesuai cita-cita kemerdekaan, termasuk dunia pendidikan sudah tentunya. Karena kemerdekaan bisa diraih berawal dari perjuangan pendidikan anak bangsa ini.

Ruang Kelas, Guru dan Dunianya Benih-benih feodalisme sekolah ditunjukkan oleh tingkatan kuasa: kepala sekolah, guru, dan siswa. Sekolah telah sejak lama menjadi habitus birokrasi feodal. Hubunganhubungan subjek-objek dipraktikkan dalam suasana belajar. Sekolah membangun panggung imajiner tempat kuasa guru atas siswa dipertunjukkan. Mental birokrasi feodal para guru tampak pada: guru datang lebih belakang ketimbang siswa, boleh terlambat, menerima salam atau ikatan bunga dari siswa sebagai ucapan selamat, merasa lebih pintar dan lebih tinggi, dan lain-lain. Di atas semua ini guru mempertahankan wibawa karena akan membuat siswa patuh atau tunduk. Dalam pola hubungan ini guru menikmati kepuasan sosial.

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. raktik belajar di kelas berpusat pada kuasa guru. Meski demikian, berhadapan dengan kepala sekolah, guru menjadi objek karena kehilangan kuasanya tadi. Guru berada ujung tombak ikhtiar mulia persekolahan dan sekaligus kambing hitam atas berbagai masalah, misalnya nilai siswa jeblok yang membikin malu para pejabat di kabupaten. Selama sejarah panjang pendidikan nasional, ternyata semua regulasi tidak ada yang berpihak pada guru. Guru tidak ubah para buruh dalam pabrik yang dipaksa untuk memenuhi ‘’target’’ atasan. Aturan-aturan itu sebenarnya menindas guru. Pun praktik mengajar di kelaskelas adalah untuk mencapai target administrasi (jumlah jam tatap muka, sekian kali tes, penilaian proses, sekian tema belajar, sekian jenis nilai, pendidikan karakter, dll). Yang ada di balik target administrasi kuantitatif itu adalah para penguasa kaum birokrasi pendidikan. Pak Menteri Nadiem Makarim membongkar kondisi tersebut dengan mengeluarkan konsep perubahan paradigma pendidikan yang berpihak pada guru. Hal ini terasa kuat dalam pidato memperingati Hari Guru bulan lalu. Guru dimerdekakan karena mereka yang paling tahu persoalan dan prestasi nyata di lapangan, yaitu ruang kelas. Guru dituntut untuk membumi atau menyelami lapangan profesinya, yaitu ruang kelas tempat siswa berpraktik pendidikan. Guru diberi wewenang besar untuk ‘’yang pal-

ing tahu, paling mengerti, dan paling paham’’ kondisi siswa di kelasnya. Guru memandang setiap siswa di kelas bukan secara administrasi sekolah (sebatas data di Dapdodik) tetapi sebagai entitas sosial holistik. Guru tidak hanya bertanya soal mata pelajaran yang lalu tetapi, ‘’Bagaimana kabar ibumu, Nak, di Arab?’’ sebuah pertanyaan untuk siswa yang ibunya seorang buruh migran. Menjadi bagian dunia siswa di ruang kelas menjadikan guru mengerti persoalan hidup. Guru menyadari insan-insan yang dihadapi setiap hari dengan kesetiaan yang tidak dapat dipahami, untuk selalu hadir di kelasnya. Guru berhadapan dengan jiwa-jiwa yang berkembang dalam setiap tubuh yang tumbuh secara biologis dan rohani. Guru melibatkan seluruh siswa dalam praktik belajar. Siswa bukan ‘’wadah’’ untuk diisi. Guru bersama mereka mengembangkan praktik belajar. Di dalam kelas inilah tumbuh tanggung jawab belajar bersama, kesadaran tinggi, dan motivasi besar. Mereka sadar, termotivasi dalam belajar dan bukan lagi sebagai paksaan dari pihak lain. Dengan segala optimisme, para guru menerima atau menyikapi gagasan Pak Menteri yang kebijakannya membela guru, maka semua harusnya mengubah pandangan terhadap tugasnya dengan melihat konteks yang paling masuk akal yaitu ruang kelas. Di dalamnya terjadi kehidupan puluhan siswa. Ruang kelas ini adalah spesimen realitas yang sebenarnya. Apa yang terjadi di dalamnya memiliki genesis

pada kehidupan sosial siswa di keluarga, desanya atau perubahan dunia yang terasa sangat dekat karena jejaring internet. Tanggung jawab guru bukan lagi tanggung jawab administrasi kuantitatif (data yang mungkin bisa diakali) tetapi tanggung jawab humanis. Dunia guru adalah dunia jiwa-jiwa yang sedang tumbuh. Karena itu, yang dimaksud dengan persoalan pendidikan di kelas adalah bukan lagi soal akademik atau kognitif. Persoalan pendidikan dalam lingkup ruang kelas adalah persoalan manusia dan kehidupannya. Jadi dengan konsep bahwa dunia profesi guru di ruang kelas, maka guru menghadapi dimensi yang paling nyata kehidupan siswa, harapan, tujuan, keadaan keluarga, ekonomi, pergaulan sehari-hari, dll. Karena itu, guru juga harus menyelami akar hidup siswa. Guru bisa semakin mafhum adanya, betapa siswa tidak begitu paham dengan radikalisme atau pendidikan karakter. Sebaliknya, mungkin yang terjadi pada diri siswa adalah keinginan untuk jalan-jalan atau bagaimana bisa kuliah karena orangtuanya bercerai. Wilayah kemerdekaan guru atau ruang sosiologis untuk mempraktikkan gagasan ‘’guru penggerak’’ dari Pak Menteri adalah guru yang dapat mengambil keputusan sendiri di atas tanggung jawab dan didukung oleh prinsip kuat, nyata, dan membumi untuk membantu siswa di kelasnya. Bukan menyiapkan siswa menjadi pribadi dengan 18 karakter unggul yang abstrak oleh katakata. Maka persoalan guru berkaitan dengan akademik,

sesungguhnya harus dinomorduakan setelah persoalan hidup nyata siswa. Karena yang terjadi selama sejarah pendidikan ini adalah seperti ditulis W.S. Rendra dalam ‘’Sajak Seonggok Jagung di Kamar’’. Pendidikan yang menjauhkan siswa dari persoalan kemasyarakatan. Hal ini sebagai akibat dari pendidikan kognitif kuantitaif murni. Maka gagasan mendekatkan atau membumikan guru kepada dunia ruang kelas, dunia yang paling nyata kehidupan siswa di sekolah, sebagai antitesis dari pendidikan nasional yang abstrak adalah kebijakan pemerintah yang berpihak kepada guru. Dalam lingkup ruang kelas, profesionalisme guru diakui oleh pihak manapun. Persoalan apa pun yang terjadi dalam lingkup ini yang dipahami oleh guru akan dipercaya oleh pihak manapun juga. Inovasi-inovasi guru juga terjadi di ruang kelas bersama siswanya. Dunia guru dan siswa adalah dunia yang paling nyata dalam lingkup ruang kelas. Guru bekerja untuk membantu siswa menjalani praktik pragmatik pendidikan yang benar-benar membumi dalam lingkup ruang kelas, dunia yang tersambung dengan realitas siswa yang sebenarnya. Selama ini guru telah tercerabut dari dunianya yang paling mungkin. Guru memahami ruang kelas sebagai dunia imajiner, dunia sekadar lewat. Guru ditarik dengan hebat oleh dunia pusaran administrasi birokrasi dengan tumpukan data dalam tabel atau daftar. Guru bekerja bukan untuk jiwa-jiwa siswa yang sedang mekar bertumbuh, tetapi untuk memenuhi tuntutan administrasi, sebagai alat kuantitaif birokrasi. Kebijakan Pak Menteri adalah membumikan guru pada dunia profesinya yakni ruang kelas. Guru bekerja untuk siswa. Guru mengenali setiap siswa. Guru dapat menjalin komunikasi dengan semua siswa. Guru adil dalam ‘’melayani’’ dan memperlakukan siswa. Karena itulah, inovasi atau persoalan-persoalan guru menjadi sangat lokal. Guru harus bersikap merdeka dalam

memahami dan menjalankan berbagai inovasi dan perubahan karena basis pengetahuan guru adalah ruang kelas. Esai ini bermaksud menjelaskan kepada para guru untuk menyadari bersama, bahwa kebijakan Pak Menteri berpihak kepada guru yang mana sebelumnya kebijakan-kebijakan pendidikan berpihak kepada pemerintah dan negara. Guru kini dikembalikan kepada ruang atau dunianya yang paling nyata: siswa. Karena itu menjadi guru merdeka yang paling realistis adalah dalam dunia ruang kelas. Menjadi guru penggerak juga adalah dalam lingkup ruang kelas. Penulis, Dosen Undiksha dan Pegiat Literasi Akar Rumput pada Komunitas Desa Belajar Bali

POJOK

Implementasi program B30 menghemat devisa Rp63 triliun. - Peluang berhemat masih ada. *** Jelang Nataru, Bali diserbu 38 ribu orang setiap hari. - Harapan PHR bertambah. *** Buru penunggak PHR, Badung ancam blokir rekening hotel. - Ancam pula aparat curang.

Pendidikan Sambut Puncak HUT Ke-35 Komunitas Hindu India dan Jawa Gabung di Pura Raden Wijaya Surabaya

Serahkan Prasasti, Wedakarna Minta Selalu Kidungkan Nyanyian Sabdo Palon untuk Leluhur Majapahit

SEMANGAT kebangkitan waskita Majapahit sebagaimana diramalkan oleh Sabdo Palon Nayogenggong kembali terbukti di tanah Jawa. Hal ini dilakoni oleh putra Hindu Indonesia yang juga seorang wakil rakyat asal Bali yang dikenal sebagai pejuang kebudayaan Majapapahit yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Di mana saat kunjungan ke Jawa Timur hadir di tiga simpul kekuatan Siwa Buddha yakni Magetan, Bromo dan juga Surabaya. Seusai mengunjungi Situs Ganesha Gimbal yang ditemukan di Magetan, dan juga meninjau perusakan Pura Widodaren di Pasuruan, Bromo, Jawa Timur, Shri Arya Wedakarna juga menyambangi Pura Sakti Raden Wijaya yang terletak di Perumahan Roal Residen Wiyung di Surabaya Barat, Surabaya. Dalam kunjungan yang diterima oleh umat Hindu Surabaya, di pura yang digagas oleh tokoh Hindu Surabaya yakni Jero Mangku Sakti I Wayan Dendra, S.H., M.H. dan Ir. Ketut Swidana Kantra, MBA., Senator Arya Wedakarna (AWK) memberikan dharma wacana terkait dengan keberadaan Kerajaan Hindu Majapahit, khususnya bagaimana memelihara Pura Raden Wijaya yang benarbenar merupakan satu-satunya pura yang dibuat dengan menempatkan Pralingga Ida Batara Raden Wijaya sebagai cikal bakal pendiri Kerajaan Majapahit. ‘’Tiang senang bahwa Pura Sakti Raden Wijaya ini dibangun di areal yang penuh toleransi. Ada enam tempat ibadah yang berjejer

rapi di sebuah kompkleks perumahan premium. Tentu ini juga berkat perjuangan umat Hindu di kawasan ini. Dan untuk memperkuat taksu pura ini, harus ada ciri, cihna yang bisa membedakan pura ini dengan pura lainnya. Saran saya, rutinlah perdengarkan Sloka Kidung Serat Dharmo Gandul yang menceritakan tentang proses Sandyakalaning Majapahit pasca-invasi anti-Hindu dengan berbagai tipu muslihat oleh kelompok lain kepada Brawijaya V. Dan di sanalah peran Punggawa Majapahit, pengempu Rajaraja Majapahit yakni Sabdo Palon dan Nayogenggong yang memberikan kutukan kepada Nusantara selama 500 tahun. Dan sesuai dengan data ilmiah, bahwa 500 tahun itu adalah masa saat ini, di era kita, di era anda semua. Ini yang disebut sebagai Sabdo Palon Nagih Janji. Jadi pendirian pura ini adalah bagian dari skenario leluhur. Bukti lainnya, bahwa semakin hari semakin banyak ada situs-situs cagar budaya baik berupa arca, candi dan peninggalan Siwa Budha yang muncul dari permukaan bumi. Ini kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia ini. Ia juga mendapatkan laporan, walaupun baru berdiri, tetapi sudah banyak umat baik dari suku Bali, suku Jawa, termasuk suku India yang hadir di pura ini untuk berdoa dan ini mendapatkan dukungan dari Arya Wedakarna. ‘’Saya akan beri nama lain untuk pura ini yakni ‘’Siwa Sakti Mandir’’, karena di pura ini ada Lingga Siwa yang hebat. Biar-

kan dan berikan waktu untuk umat Hindu suku India untuk berdoa di sini. Jangan dihalangi. Mereka orang-orang baik yang murni berdoa dan doa ritual yang tanpa kekerasan (satwika) dengan perlengkapan vegetarian adalah tinggi tingkatan doanya. Jadi biarkan saja orang India berdoa di sini, dan bersatu-padulah saudarasaudara. Begitu juga jika ada umat Hindu Jawa yang mau berdoa, dipersilakan. Jangan dipaksa untuk menjadi Bali, jangan sampai mereka merasa diberatkan. Pura Hindu jangan terlalu fanatik, jangan terlalu berpedoman dengan dresta ala Bali yang masih memberatkan. Buka dan biarkan rezeki itu datang, biarkan pura ini menjadi pembicaraan hebat

di kalangan Hindu Dunia dan hanya dengan SDM yang berwawasan luas ini pura ini bisa maju. Saya ingin pura ini menjadi pura kaya, pura sugih, pura yang bisa memiliki sekolah, memiliki institut dan memiliki dana abadi untuk melestarikan situs dan arca Majapahit. Semoga semua tercerahkan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga bagian dari Komite I Bidang Hukum DPD-RI asal Bali. Dalam kesempatan itu, sebelum meninggalkan pura, Shri Arya Wedakarna memberikan Prasasti Garuda Pancasila, seperangkat lampu kristal Chandelier ala Eropa untuk dipasang di pendopo pura serta sumbangan berupa dolar Singapura kepada panitia. (ad599)

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Pura Sakti Raden Wijaya, Surabaya.

BK FH Unwar Gelar Sarasehan Temu Ilmiah

FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Sarasehan Temu Ilmiah serangkaian HUT ke-35 Badan Kekeluargaan (BK) FH Unwar di Ruang Jayasingha Mandapa Unwar, Senin (23/12) kemarin. Mengangkat tema ‘’Melalui Temu Ilmiah Kita Tingkatkan Mutu Penelitian dan Publikasi di Era Global Milenial’’, Sarasehan Temu Ilmiah ini menghadirkan empat orang narasumber. Keempatnya adalah Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. (Guru Besar Fakultas Pertanian Unud) dengan materi ‘’Strategi Pembuatan Proposal Penelitian Ilmiah’’, Anak Agung Oka Mahendra, S.H. (mantan Dirjen AHU Kementerian Hukum dan HAM RI, Sekjen MK Koordinator, dan Ketua Ahli Bidang Hukum dan HAM) dengan materi ‘’Politik dan Hukum: Perspektif Kekayaan Intelektual’’, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. (Guru Besar FH UI) dengan materi ‘’Prospek Pengembangan Hukum Kepariwisataan’’ dan Lutfhi J. Kurniawan (Direktur PT Cita Intrans Selaras) dengan materi ‘’Workshop Penulisan dan Coaching Clinic Penerbitan Buku Berbasis Riset’’. Sarasehan juga diisi dengan penandatanganan MoU antara Unwar dengan Intrans Publishing Group dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan bidang publikasi ilmiah. Harapannya dapat meningkatkan produktivitas buku yang dihasilkan oleh dosen-dosen di lingkungan Unwar, mampu menunjang proses akademik di Unwar, serta berdampak dalam peningkatan akreditasi Unwar terutama dalam bidang publikasi ilmiah. Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan, tu-

SARASEHAN - Seluruh Civitas Akademika FH Unwar berfoto bersama Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan para narasumber Sarasehan Temu Ilmiah, Senin (23/12) kemarin. juan Sarasehan Temu Ilmiah ini mengajak seluruh civitas FH Unwar dan seluruh dosen di lingkungan Unwar untuk meningkatkan penelitian dan publikasinya. Sehingga kualitas dan kuantitas publikasi penelitian dosen dalam mendukung akreditasi FH Unwar semakin meningkat. Khususnya untuk FH Unwar, kegiatan sarasehan dan penandatanganan MoU ini untuk memotivasi seluruh dosen dalam mengembangkan penelitian dan publikasinya, sehingga mutu pendidikan tinggi hukum semakin meningkat di era milenial saat ini. Apalagi, tahun 2019 ini FH Unwar telah mempu meraih akreditasi A (unggul). Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. menegaskan bahwa Sarasehan Temu Ilmiah sangat penting dilakukan agar para dosen termotivasi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian sebagai akademisi. Apalagi, dalam proses penelitian terdapat juga luaran yang dihasilkan. Tidak hanya hasil penelitiannya, tetapi yang terpenting adalah publikasinya. Baik dalam skala nasional maupun internasional. Sebab, selain publikasi

jurnal, hasil penelitian ini juga dapat menghasilkan luaran berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang nantinya akan mendukung peningkatan akreditasi. Hal senada juga diungkap Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Dikatakan, selain sangat bermakna dalam memberikan wawasan kepada dosen dan mahasiswa dalam melakukan kajian-kajian akademik, khususnya kajian dalam bidang ekowisata melalui pendekatan hukum dan pendekatanpendekatan ilmu yang lainnya, kegiatan sarasehan ini nantinya akan memberikan pengetahuan lebih komprehensif kepada seluruh dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan berbagai penelitian di bidang hukum. Sehingga penelitian yang dihasilkan nantinya lebih akurat terhadap permasalahan hukum yang ada di masyarakat. Puncak HUT ke-35 BK FH Unwar akan dirayakan Sabtu (28/12) mendatang yang akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Jalan Santai, Kuliah Umum, dan Temu Alumni. (ad583)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Pon, 24 Desember 2019

Sehari Hilang

Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas

Tabanan (Bali Post) -

Suharto, kakek berusia 70 tahun asal Bondowoso, Jawa Timur, ditemukan tewas di sebuah tegalan di Banjar Kutuh Kelod, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Senin (23/12) kemarin. Sebelumnya Suharto sempat dilaporkan hilang, Minggu (22/12). RAIB - Router layanan wifi gratis (benda hitam kiri) seperti itulah raib di balai Banjar Jelijih, Kecamatan Selemadeg Timur

Dicuri, ”Router” Wifi Gratis di Selemadeg Timur

Tabanan (Bali Post) Ada saja ulah oknum yang tak bertanggung jawab. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Selemadeg Timur belum lama ini, sang bromocorah merusak fasilitas umum. Baru saja masyarakat menikmati fasilitas free wifi bantuan BKK Provinsi Bali, salah satu perangkat wifi berupa router yang dipasang di Balai Banjar Jelijih, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan raib dicuri, Jumat (20/12) lalu. Kasus inipun telah dilaporkan warga setempat ke Polsek Selemadeg Timur. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tabanan, Putu Dian Setiawan, saat dikonfirmasi Senin (23/12) membenarkan adanya laporan pencurian salah satu perangkat wifi gratis tersebut. Bahkan pihaknya telah memerintahkan stafnya mengecek langsung ke lokasi, terkait kondisi alat yang terpasang sejak September lalu itu. “Hilangnya router ini terlacak di aplikasi kami di kantor (Dinas Kominfo) dan juga dari laporan masyarakat setempat,” terangnya. Mantan Kabag Humas Pemkab Tabanan ini pun sangat menyayangkan kasus pencurian ini, karena hilangnya satu perangkat wifi, yakni router tentu saja membuat fasilitas wifi gratis di lokasi itu tidak berfungsi. Pastinya hal ini sangat merugikan masyarakat setempat. “Padahal sudah banyak yang menikmati fasilitas ini. Bahkan seperti biasa anak-anak dan pemuda bermain di balai banjar sambil mengakses wifi gratis. Namun Jumat kemarin dilihat ada kabel lepas, setelah dicek router nya hilang,” terangnya. Dan benar saja, dari hasil pantauan petugas Kominfo ada konektor yang putus. Kuat dugaan alat itu ditarik paksa. Melihat kejadian ini, ke depannya pihak Kominfo pun berencana melakukan koordinasi dengan pihak penyedia layanan terkait SOP safety (keamanan-red) dari perangkat wifi itu. Pihaknya juga akan mengumpulkan Majelis Madya dan Majelis Alit terkait langkahlangkah pengamanan. Alasannya, barang publik itu harus dijaga bersama-sama. Selain juga meminta penyedia, SOP apa yang harus dilakukan jika terjadi kehilangan. Apakah nantinya digembok khusus atau bagaimana. “Serta kembali mengajak seluruh desa adat, Kepala Puskesmas dan pariwisata untuk membantu menjaga fasilitas publik ini agar bisa bermanfaat. Karena kami akan terus monitor lewat aplikasi yang ada di kantor Kominfo,” ucapnya. Sekadar mengingatkan, Kabupaten Tabanan mendapatkan 393 titik bantuan free wifi dari BKK Provinsi Bali. Bahkan untuk pemasangannya, Tabanan lebih dahulu rampung dengan topografi wilayah yang banyak perbukitan. Pembangunan wifi gratis di 393 titik ini memakai jaringan Fiber Optik sepanjang kurang lebih 1.600 kilometer. Jumlah titik pemasangan 349 titik di seluruh desa adat. 24 titik di wilayah objek wisata, dan 20 titik di seluruh Puskesmas di Kabupaten Tabanan. Pada tahun 2019 Kabupaten Tabanan mendapatkan titik wifi terbanyak di Provinsi Bali dengan dana sebesar Rp2.161.500.000. Kehadiran internet masuk ke desa-desa adat dan objek wisata diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kemajuan perekonomian, pariwisata, dan penguatan budaya secara online.(kmb28)

Dari pantauan di lapangan, tampak mayat Suharto sudah dalam kondisi tubuh menghitam. Saat ditemukan posisinya menengadah, mengenakan topi, baju kaos abu-abu dengan garis putih dan celana pendek cokelat. Keberadaan korban pun sempat tidak terlihat lantaran berada di tengahtengah ilalang. Mayat Suharto pertama kali dilihat saksi I Nyoman Semadi yang saat itu sedang mencari ulungan nyuh (jatuhan kelapa) di ladang milik Pak Bawa, warga asal Seronggo, Kerambitan. ‘’Sekitar jam 06.00 Wita seperti biasa saat waktu luang saya cari ulungan nyuh di tegalan. Saya lihat ada mayat di sana, setelah saya dekati ternyata itu Suharto,’’ ucapnya. Korban, kata saksi semasa hidupnya memang suka berkeliling dari tegalan satu ke tegalan lainnya mencari kelapa, daun, maupun sayurmayur. Seperti sayur paku untuk kebutuhan sehari-

hari. ‘’Dia tidak pernah diam orangnya. Selalu keliling cari kelapa, kadang dapat tiga butir dijual, terkadang juga cari sayur paku dan daun,’’ terangnya lagi. Sementara Klian Dinas Kutuh Kelod, I Made Artawan, mengatakan keseharian Suharto tinggal di kos seorang diri di wilayah Banjar Kutuh Kelod. Hanya saja setiap hari anak-anaknya rutin mengunjunginya. Namun, Minggu (22/12) kemarin yang bersangkutan dilaporkan hilang oleh anaknya. Sebab, sampai sore hari ayahnya belum pulang. Setelah mendapat laporan, ia sendiri kemudian ikut dengan pecalang, linmas, dan beberapa warga melakukan pencarian hingga pukul 24.00 Wita. ‘’Semalam pencarian juga menyasar lokasi ini (TKP - red), tetapi karena sudah malam jadi tidak terlalu terlihat. Apalagi lokasi mayat itu di tengah-tengah ilalang,’’ terangnya.

akan diupacarai, karena lahan kosong lokasi temuan mayat itu masih dalam bentuk carik. Sementara dari hasil pengamatan dokter Puskesmas Kerambitan, dalam tubuh Suharto tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Bahkan dari keterangan keluarga, yang bersangkutan tidak memiliki riwayat sakit. Hanya saja ada salah seorang warga mengatakan dua hari lalu melihat yang bersangkutan tampak tersengal-sengal saat berjalan dan mengeluh sakit dibagian uluhatinya. Hal ini pun diakui Indra anak kedua korban yang men-

Sebanyak sebelas orang narapidana yang menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan, Senin (23/12) kemarin wajah-wajahnya tampak sumringah. Pasalnya, mereka menerima sesuatu yang luar biasa tak mereka pikirkan sebelumnya. Kesebelas napi itu dapat hadiah bebas bersyarat melalui Crash Program atau pembebasan bersyarat dan juga cuti bersyarat. Apa keistimewaan sebelas napi itu hingga mendapatkan pembebasan bersyarat? KEPALA Lapas Tabanan I Putu Murdianam menerangkan pembebasan bersyarat ini adalah salah satu program dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan. Agenda itu dikemas dalam Crash Program yang isi didalamnya ada pemberian cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, serta pembebasan bersyarat bagi narapidana. Program ini dianggap bisa menjadi solusi efektif, memecahkan permasalahan over crowding yang kian marak. Begitu pun makin parahnya tingkat over capacity di lapas/

rutan di seluruh Indonesia. Proses pengusulan crash program PB/CB/CMB ini, kata Murdiana, telah dilaksanakan dua minggu lalu. “Latar belakang kebijakan ini adalah over crowding lapas/rutan yang semakin meningkat dengan cara mempermudah syarat administrasi, terutama pada pihak penjamin dan Litmas,” ucapnya. Terkadang ada warga binaan yang domisilinya jauh serta keluarganya sulit dihubungi, maka untuk warga binaan tersebut di assessment

Petani dan Krama Subak Dukung Giri-Asa Dua Periode selaku Sekretaris Poktan Sari Prasta. Ditambahkan Sukrawan, bantuan alsintan yang difasilitasi Made Urip selama ini sangat dibutuhkan petani dan krama subak. ‘’Manfaat bantuan traktor dari Pak Urip sudah sangat jelas dan nyata bagi petani. Karena kita dulu sering terhambat, akibat kekurangan traktor. Tapi sekarang sudah sangat lancar dengan bantuan ini, sehingga kita merasa sangat bangga dengan Pak Urip,’’ imbuhnya seraya mengaku Poktan dengan 60 petani yang menggarap lahan seluas 34 hektar itu akan membentuk koperasi tani, sehingga nantinya bisa menampung dan menyalurkan hasil pertanian. Di sisi lain, Ketua Ganti Badung, I Nyoman Bagiana mengucapkan terima kasih atas perhatian Made Urip yang telah mencanangkan bantuan dari pusat untuk mendorong petani lebih maju dan modern. ‘’Ganti yang menjembati bantuan para petani dari Pak Urip ini, berharap agar bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Jadi bantuan ini jangan sampai dijual. Karena akan ada pengecekan dari pusat,’’ ujarnya. Disebutkan, selama ini perjuangan Made Urip sudah banyak mewujudkan aspirasi dan usulan bantuan untuk para petani dan krama subak. Karena itu, ada gagasan membentuk koperasi tani patut didukung, apalagi telah dibantu Alsintan oleh Made Urip. ‘’Bantuan yang diterima oleh para pekaseh di Badung ini juga diharapkan bisa bermanfaat dan semuanya bisa menghasilkan bagi kelompok tani dan krama subak,’’ tandas Bagiana. Usai menyerahkan bantuan, Made Urip menegaskan, meskipun basis suaranya di Tabanan, Made Urip akan selalu hadir membantu para petani dan krama subak di seluruh Bali. Seperti di Badung, hanya mendapat sekitar 15 ribu suara namun komitmen Made Urip membantu seluruh petani di Bali tidak pernah luntur. ‘’Karena para petani itu tulus dan jujur, dan saya masih sampai tahun 2024. Jadi

PEMERIKSAAN - Petugas puskesmas saat melakukan pemeriksaan jenazah Suharto yang ditemukan di tegalan. gatakan ayahnya tidak memiliki riwayat sakit apapun. Dikatakan Indra, pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas kematian ayahnya. ‘’Akan langsung dimakamkan hari ini (Senin kemarin - red) juga di pemakaman Tunggal Sari, Kampung Jawa,’’ ucapnya. Kapolsek Kerambitan, Kompol Dewa Gede Putra, pun mengatakan untuk jenazah korban tidak dilakukan visum lantaran dari pihak keluarga memang tidak mengizinkan divisum. ‘’Korban sudah dikuburkan. Memang tidak ada tanda-tanda kekerasan,’’ terangnya. (kmb28)

11 Napi Terima ’’Crash Program’’ Pembebasan Bersyarat

Made Urip Tatap Muka, Serahkan Alsintan dan 5 Ribu Bibit Tanaman Produktif SETELAH meresmikan bantuan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) berupa pabrik penyosohan beras senilai total Rp2,7 miliar di Subak Riang, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (21/12) lalu anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. menggelar tatap muka dengan ratusan petani sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa hand tractor dan hand sprayer (alat penyemprot hama) serta 5 ribu bibit tananam produktif yang dipusatkan di kawasan lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Sari Prasta, Kelurahan Lukluk, Mengwi, Badung, Minggu (22/12). Kehadiran anggota dewan yang dijuluki petani dan krama subak sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu langsung disambut Lurah Lukluk bersama Bendesa Adat dan Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Ganti) Badung, beserta ratusan anggota kelompok tani dan krama subak. Bantuan 5 ribu bibit tanaman produktif unggulan di antaranya, bibit mangga, durian, alpukat, rambutan, sawo, manggis, klengkeng, dan jambu itu akan dibagikan untuk para petani dan krama subak maupun Poktan di Desa Petang, Carangsari, Lukluk, Sempidi, dan Angantaka, mewujudkan Badung bisa swasembada buah sesuai program yang dikembangkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Sementara itu, bantuan alsintan berupa 15 unit hand tractor untuk Poktan di Desa Plaga, Selat, Lukluk, Gerana, Taman dan Angantaka. Sedangkan bantuan 26 unit alat pembasmi hama diserahkan untuk Poktan di Desa Angantaka. Pada kesempatan itu, Ketua Poktan Sari Prasta I Ketut Langgeng mengaku sangat kagum dengan perhatian dan perjuangan Made Urip selama ini. ‘’Kami baru tahu Pak Urip. Ternyata bener seperti di TV minta traktor dan ternyata dikasi. Seperti berita itu, Pak Urip bener-bener membantu petani,’’ kata Langgeng saat didampingi I Wayan Sukrawan

Karena pencarian tidak membuahkan hasil, Artawan pun memutuskan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun usai melapor, justru mendapat informasi ada penemuan mayat dan ternyata itu adalah Suharto. Terkait hal ini, pihaknya pun kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Sama halnya dengan keterangan saksi, Artawan mengatakan korban meski sudah berusia tua, tetapi tetap siteng. Biasanya sering keliling mencari sayur maupun ulungan nyuh untuk kebutuhan sehari-hari. ‘’Korban ini punya tiga anak. Anaknya sudah berkeluarga dan tinggal diluar, tetapi setiap hari anak-anaknya pasti datang nengok. Sebaliknya, tetangga korban juga kerap kontak ke anak-anak Suharto jika ada apa-apa,’’ terangnya. Dan setelah kejadian ini, rencananya ia juga akan memberitahu pemilik tegalan, siapa tahu

SERAHKAN ALSINTAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. usai bertatap muka sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan alsintan serta 5 ribu bibit tananam produktif di kawasan Poktan Sari Prasta. masih banyak bantuan yang bisa diakses untuk diberikan para petani dan krama subak di Badung,’’ beber Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup. Made Urip juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para petani dan krama subak selama ini, sehingga sampai kembali terpilih lima periode. ‘’Untuk itu, sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan kembali meminta Pilkada Badung tahun 2020 agar kembali menggoalkan paket Giri-Asa, karena sudah terbukti berbuat nyata untuk kepentingan masyarakat Badung,’’ ujar Made Urip sembari mengaku bertatap muka dengan petani dan krama subak di Badung untuk melestarikan sektor pertanian, terutama menyelamatkan aset subak yang patut diajegkan bersama. ‘’Alih fungsi lahan di sini kan begitu tinggi, apalagi di daerah Lukluk yang menjadi sasaran alih fungsi untuk kepentingan perumahan, kantor, gudang dan lainnya. Inilah tantangan dalam kondisi terjepit untuk mempertahankan lahan produktif. Kita berharap bagaimana melindungi lahan produktif jangan dijual. Jadi, jika kesusahan tolong dikontrakan jangan sampai beralih

fungsi untuk melestarikan subak,’’ tegas politisi asal Desa Tua, Marga, Tabanan ini. Sejak lima periode (19992024) duduk di komisi yang membidangi pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, Made Urip sudah sangat banyak membantu petani dan krama subak, baik dalam bentuk bantuan penguatan modal, alsintan, bibit maupun pupuk yang akan terus dijembatani ke depan. Apalagi anggaran pertanian terus meningkat setiap tahun, karena itu sebagai petugas negara untuk mensejahterakan petani. ‘’Maka itu kita harus terus bekerja sama dengan seluruh stakeholder pertanian. Apalagi ingin membentuk koperasi tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Seperti di Tabanan sudah banyak ada koperasi, misalnya di Subak Duama. Awalnya saya bantu melalui dana BLM (Bantuan Langsung Masyarakat - red) sampai Rp500 juta dan kini asetnya sudah Rp2 miliar,’’ jelas Made Urip sekaligus menegaskan, bantuan ini juga untuk menyelamatkan ekosistem dengan bibit tanaman produktif dari yang juga bisa digunakan di lahan kosong dan telajakan di depan rumah. (ad589)

BEBAS BERSYARAT - Para narapidana Lapas Tabanan yang tahun ini bebas bersyarat. agar mereka bisa memperoleh hak-haknya tanpa ada hambatan. Untuk narapidana yang melanggar tata tertib berat yang termasuk ke dalam register F, maka program seperti itu tidak diusulkan tahun ini. “Mudahmudahan tahun depan yang bersangkutan bisa mendapatkannya karena telah selesai menjalani hukuman disiplin,” terangnya.

Seperti diketahui, kebijakan crash program PB/CB/CMB bagi warga binaan di seluruh Indonesia itu sesuai Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-1386.PK.01.04.06 Tahun 2019. Diharapkan sampai akhir tahun kebijakan ini mampu membebaskan sebanyak 25 ribu narapidana se-Indonesia. Untuk bimbingan selanjutnya, pihak Lapas Tabanan

menyerahkan kepada Bapas Denpasar. “Kita sudah informasikan dan bersurat ke Bapas untuk bimbingan dan lapor diri selama menjalani PB atau CB, sambung Murdiana. Ia juga berpesan agar para narapidana yang bebas ini bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. Karena itu Crash Program diharapkan bisa dijadikan momentum yang baik, alias babak baru dalam lembar kehidupan mereka. Esron Funay, salah satu narapidana asal NTT, mengaku sangat senang dan bersyukur karena dirinya bisa bebas hari ini. Ditambahkan, yang bersangkutan seharusnya bisa bebas beberapa bulan lalu. Tetapi karena jaminan keluarganya sangat sulit didapat sehingga harapan untuk PB menjadi sirna. “Terima kasih kepada Bapak Kalapas atas program ini sehingga saya bisa bebas hari ini dan bisa merayakan hari Natal di luar lapas,” ucapnya terharu. (bit)

Kembangkan Pariwisata Berbasis Budaya, Pemkab Tabanan Raih Penghargaan ”Trisakti Tourism Award” KEBERHASILAN Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dalam mengembangkan pariwisata berlandaskan pada pengembangan budaya, mendapatkan apresiasi di tingkat Nasional. Apresiasi itu berwujud Penghargaan Trisakti Tourism Award, Kategori Wisata Warisan Budaya. Penghargaan itu diterima langsung Bupati Eka yang pada kesempatan itu diserahkan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (22/12) lalu. Turut hadir pada kesempatan itu Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, dan sejumlah undangan penting lainnya. Terkait penghargaan itu, Bupati Eka mengatakan, dianugerahinya Tabanan sebagai juara pertama Trisakti Tourism Award Kategori Wisata Warisan Budaya itu, karena mengangkat ‘’World Heritage Jatiluwih’’ sebagai topik utama. Untuk itu, ia sangat bersyukur Jatiluwih mampu melambungkan nama Tabanan di mata dunia. ‘’Saya sangat bersyukur karena daerah kami dianugerahi Warisan Budaya yang dikenal dunia seperti Jatiluwih, Tanah Lot, Ulundanu, dan lainnya,’’ imbuhnya. Tidak pelak penghargaan itu menambah deretan penghargaan yang diterima Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Eka pada tahun ini. Penghargaan lainnya di antaranya Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya, Penghargaan Anugerah Citra Indonesia 2019, Penghargaan Sang Pemimpin Kategori Sosial dan Budaya, Piagam Penghargaan Flash Report Pelaksanaan Anggaran pada Kabupaten Tabanan sampai dengan Oktober 2019, Penghargaan Kategori Best Performance of The Year’19, Penghargaan Pandu Negeri,

TERIMA PENGHARGAAN - Bupati Eka saat menerima penghargaan Trisakti Tourism Award. Penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Padapa. Untuk itu, Bupati Eka sangat menyadari dalam membangun pariwisata yang begitu banyak di Tabanan ini, maka memerlukan kreativitas dan juga inovasi-inovasi, karena itu bukan saja hanya mengandalkan pemerintah, melainkan idealnya perlu dari semua unsur harus terlibat. Seperti membuat sejumlah festival rutin tahunan, pembinaan terhadap masyarakat, sampai promosi ke tingkat nasional bahkan internasional. ‘’Dengan adanya berbagai macam festival ini, kita bisa terus melestarikan kebudayaan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat. Sehingga konsep Trisakti yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya dapat tercapai dan memang benarbenar untuk masyarakat,’’ tambah Bupati Eka. Kabupaten Tabanan berhasil meraih juara satu kategori wisata warisan budaya dengan menyisihkan kontestan lainnya, yaitu Kabupaten Sumba Barat di urutan kedua, dan Kabupaten Payakumbuh di posisi ketiga. ‘’Selain kategori wisata budaya, terdapat em-

pat kategori lainnya, yakni wisata alam, bahari, petualangan dan kuliner yang diperebutkan pada kesempatan tersebut,’’ ucap Ketua Yayasan Kusuma Pertiwi, Wiryanti Sukamdani, selaku Ketua penyelenggara Trisakti Tourism Award itu. Pihaknya, kata Wiryanti, menyeleksi 60 peserta. Kemudian terpilih 40 nominator dan ditetapkan 15 pemenang, yang melibatkan dewan juri yang kompeten dan profesional. Dewan juri tersebut di antaranya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2011-2014 Sapta Nirwandar, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Rahayu Setiowati, Pakar Etika dan Budaya Ayu Dyah Pasha, CEO Panorma Group Budi Tritawisata dan CEO Markplus Hermawan Kartajaya. Lebih lanjut dikatakannya, Indonesia merupakan negara yang kaya potensi wisata. Alam Nusantara ini tak terhingga indahnya membentang dari Sabang sampai Merauke. ‘’Kita sudah sepatutnya bangga tinggal di negeri ini. Saya berharap Trisakti Tourism Award bisa digelar setiap tahunnya untuk memajukan destinasi pariwisata di Indonesia,’’ harapnya. (ad588)


Selasa Pon, 24 Desember 2019

Ratusan THL Satpol PP Diseleksi

Gianyar (Bali Post) Kegelisahan kini menghantui ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Pol PP Gianyar. Pasalnya, kontrak kerja mereka habis 31 Desember. Namun belum ada kepastian apakah akan diperpanjang atau tidak. Informasinya, seluruh THL ini diwajibkan menjalani tes wawancara. Tim seleksi dalam tes itu memang dominan menanyakan komitmen pengabdian para THL. Hanya, ada pertanyaan yang menekankan siapa yang menempatkan atau merekomendasikan mereka hingga diterima menjadi THL. ‘’Saya pasrah, ditanya tentang siapa yang membantu saya, sehingga dulu diterima jadi THL,’’ ujar salah satu THL, Senin (23/12) kemarin. Kadis Pol PP Gianyar I Made Watha membenarkan pihaknya melakukan tes wawancara kepada seluruh THL seminggu

lalu. Evaluasi ini sudah menjadi kegiatan rutin sebelum akhir tahun. Kegiatan ini untuk menilai kedisiplinan hingga keseriusan menjadi anggota Satpol PP Gianyar. ‘’Saya sudah tegaskan, jika menjadi THL di sini bukan tempat untuk nyambi. Tugasnya harus diutamakan dari urusan lainnya,’’ tegasnya. Pegawai THL ini dikontrak selama satu tahun dan tidak wajib bagi Pemkab Gianyar untuk melakukan perpanjangan. Karena itu, personel itu harus tunduk dengan perjanjian kerjanya. ‘’Kalau memang dalam evaluasi kami, ada yang tidak disiplin atau melanggar perjanjian atau kontrak kerja, tentunya kami akan bersikap dan tidak menutup kemungkinan kontraknya tidak kami perpanjang,’’ terangnya. Watha juga meminta kepada pegawai THL yang memang memiliki aktivitas lain dan lebih menjanjikan agar

mengundurkan diri. Karena menjadi personel Pol PP dan Damkar itu wajib fokus dan utama untuk maksimalisasi pelayanan. ‘’Kami tidak akan mentoleransi THL yang menjadikan institusi pemerintah sebagai kedok, apalagi untuk gagah-gagahan. Mereka yang memiliki catatan negatif, kami akan keluarkan,’’ tegasnya. Hingga kini, katanya, seluruh personel Pol PP Gianyar berjumlah 407 orang. 136 orang di antaranya bersatatus THL. Semantara petugas Damkar yang juga ada di bawah Dinas Satpol PP Gianyar berjumlah 153 orang dengan jumlah THL 110 orang. ‘’Dalam tes evaluasi ini memang ada beberapa orang yang tidak ikut. Mungkin mereka merasa memiliki catatan negatif atau malas. Ada juga memang berencana mengundurkan diri dengan alasan tertentu,’’ pungkasnya. (kmb35)

Amankan Natal, Polres Kerahkan Ratusan Personel

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar mengerahan ratusan personel untuk mengawal perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Polres Gianyar bersama Forkopimda Kabupaten Gianyar meninjau persiapan menjelang perayaan Natal 2019, Senin (23/12) kemarin. Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana mengatakan dalam perayaan Natal pihak kepolisian menjamin keamanan umat melakukan perayaan. Ia pun berharap pelaksanaan hari suci tersebut bisa berlangsung dengan damai. ‘’Semoga damai bisa tumbuh ke anak-anak kita yang kelak bisa menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan negara Indonesia,’’ harapnya. Sementara itu, Kabag ops Polres Gianyar Kompol Dewa Gede Mahaputra menambahkan, pihaknya kini menggelar Operasi Lilin Agung 2019. Operasi ini akan berlangsung dari 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. ‘’Dalam operasi ini kami akan mengamankan Nataru,’’ katanya. Dikatakan, untuk pengamanan Natal jajaran Polres Gianyar mengerahkan 625 personel. Selain itu, polisi juga akan di-back-up unsur TNI, Dishub, Satpol PP, Diskes, Damkar, dan BPBD Gianyar. ‘’Kalau jajaran Polres Gianyar saja 625, ditambah unsur lainnya, sehingga total ada 900 lebih personel yang akan mengamankan perayaan Na-

Diperiksa Polisi Terkait Kasus Jalur ATV

Warga Banjar Samu ’’Gerudug’’ Polsek Sukawati

Gianyar (Bali Post) -

Kantor Polsek Sukawati di-gerudug puluhan warga Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Senin (23/12) kemarin. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moral kepada enam warga setempat yang diperiksa polisi terkait kasus jalur ATV yang diketahui mengganggu keamanan dan kenyamanan warga setempat.

Bali Post/nik

CEK - Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana bersama Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Mayun ketika mengecek kondisi keamanan Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Lingkungan Tedung, Kelurahan Gianyar, Senin (23/12) kemarin. taru,’’ tambahnya. Adapun yang menjadi sasaran pengamanan saat perayaan Natal, yakni 12 gereja di Kabupaten Gianyar. Selain itu, petugas juga akan memastikan keamanan di kawasan yang menjadi pusat keramaian. ‘’Kalau gereja saja 12, selain itu swalayan yang menjadi tempat keramaian juga menjadi objek pengamanan,’’ imbuhnya. Sementara terkait deteksi dini, dijabarkan berdasarkan perkiraan intelijen situasi di Kabupaten Gianyar masih kondusif. Namun personel tetap akan disiagakan di se-

jumlah objek vital. ‘’“Personel tetap siaga, seperti Ubud dan Sukawati sebagai tempat yang menjadi prioritas pengamanan,’’ katanya. Sementara itu, dalam pemantauan ke sejumlah gereja, diikuti Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Mayun, Dandim 1616/ Gianyar Letkol Inf. Frandi Siboro, dan Sekda Gianyar I Made Wisnu Wijaya. Mereka melaksanakan kunjungan ke Gereja Santa Maria Ratu Rosari Jalan Mulawarman, Lingkungan Tedung, Kelurahan Gianyar. (kmb35)

Gencarkan Edukasi Lingkungan Melalui Ekowisata

Pabrik Aqua Mambal Dampingi Jempanang D’Alas MENGAKHIRI Desember 2019, PT Tirta Investama Pabrik Mambal (Pabrik Aqua Mambal) bersama dengan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Bali me-launching Ekowisata Jempanang D’Alas di Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Jempanang D’Alas menjadi rujukan bagi wisatawan untuk menikmati wisata desa yang sarat dengan pesan pelestarian lingkungan yang berdampingan dengan kearifan lokal. Launching Paket Ekowisata ini dihadiri semua elemen masyarakat, mulai prajuru Banjar Jempanang, perangkat Desa Belok Sidan, tim dari PPLH Bali, Tim BUMDes Mandala Sari, Muspika Kecamatan Petang, Forum TJSP Badung, OPD Kabupaten Badung, BKSDA Bali, BPDAS HL Unda Anyar, dan Dinas Kehutanan. Jempanang D’Alas merupakan keluaran dari program Ayung Lestari. Ayung Lestari sendiri adalah implementasi inisiatif CSR dari Pabrik Aqua Mambal yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan PPLH Bali

Bali Post/nik

DATANGI - Sejumlah warga Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati saat mendatangi Polsek Sukawati, Senin (23/12) kemarin.

semenjak tahun 2014. Lingkup kegiatannya meliputi keanekaragaman hayati, sanitasi total berbasis masyarakat dan pertanian sehat ramah lingkungan. Kepala Pabrik Aqua Mambal, Wahyu Wulandari, menyampaikan Jempanang D’Alas ini diharapkan menjadi wadah edukasi bagi masyarakat Jempanang, juga sekaligus wisatawan yang berkunjung. ‘’Pendampingan yang kami lakukan telah membuahkan hasil dengan lingkungan yang terjaga baik oleh masyarakat dan kearifan lokalnya. Potensi tersebut menjadikan Jempanang sebagai salah satu tujuan ekowisata, kami akan terus mendorong kebaikan tersebut supaya bisa menginspirasi lebih banyak orang. Upaya ini merupakan perwujudan dari visi kami dalam One Planet One Health. Kita hanya hidup satu kali di satu bumi, menjadi alasan kuat untuk menjaga alam tetap lestari,’’ kata Wahyu Wulandari. Mewujudkan lingkungan yang mendukung ekowisata, Pabrik Aqua Mambal telah memberikan pendampin-

gan terbentuknya lahan edukasi keanekaragaman hayati melalui pembentukan sekolah lapang konservasi, masyarakat bisa belajar tentang penanaman dan pemeliharaan pohon, mendapatkan manfaat dari jasa lingkungan, anak-anak bisa menerima beasiswa pohon, dan membangun fasilitas Panen Air Hujan (PAH). Sedangkan untuk menahan laju air hujan dan meresapkannya kembali ke tanah, masyarakat juga telah mampu membuat rorak, sumur resapan, dan biogas untuk pengolahan limbah ternak. Untuk peningkatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) diwujudkan dalam 4 pilar, yaitu stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan), mencuci tangan menggunakan sabun, pengelolaan air minum dan pangan rumah tangga dan pengelolaan sampah rumah tangga. Trima, Koordinator Jempanang D’Alas menyampaikan harapannya ekowisata Jempanang D’Alas akan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga lingkungan tetap lestari. ‘’Kami didampingi Aqua Mambal belajar bersama membentuk organisasi kelembagaan ekowisata Jempanang D’Alas dengan pelatihan guiding, dan pemetaan paket eduwisata, juga pembangunan penangkaran burung endemik dan monitoring flora fauna. Diharapkan wisatawan tidak sekadar melihat indahnya pemandangan, tetapi bisa belajar bagaimana masyarakat menghargai dan menjaga alam dengan kearifan lokal yang kuat,’’ jelas Trima. (bns1)

Perwakilan warga, Agus Eka Merta, mempertanyakan pemanggilan enam warga Banjar Samu tersebut. Dikatakan, kasus jalur ATV ini seharusnya menjadi ranah banjar setempat. ‘’Kenapa ini memanggil perseorangan? Ini seharusnya ranah banjar. Jadi kami datang karena dukungan moral spontanitas, khusus kepada Jero Mangku (Mangku Pucak Sari - red) yang ikut dipanggil,’’ katanya. Diketahui, enam warga yang dipanggil polisi terkait kasus jalur ATV, yakni I Made Karcana (Mangku Pura Pucak Sari), Made Kirana Yasa, Ketut Gede Darmayasa, I Made Sudirta, I Made Madya, dan I Ketut Raharja. ‘’ATV ini ada yang melintas ke jalur umum dan memberikan dampak negatif,’’ ucapnya. Jero Mangku Puncak Sari, I Made Karcana, mengungkapkan di jaba Pura Puncak Sari memang beberapa kali dijadi-

kan arena untuk atraksi wisatawan yang mengedarai ATV. Ia mengkhawatirkan bila turis yang melintas di jaba sisi pura tersebut sedang mengalami halangan. Selain itu, terlihat kurang etis bila wisatawan melakukan atraksi tepat di jaba sisi pura tersebut. Made Karcana mengaku datang ke Polsek Sukawati hanya memenuhi surat undangan untuk klarifikasi. Di mana isi surat tersebut dengan dasar laporan LI/03/ XII/2019/Reskrim tanggal 05 Desember 2019. Tentang informasi yang diduga telah terjadi pidana antara paguyuban ATV dengan warga Banjar Samu, Desa Singapadu pada 19 November 2019. Sementara warga lainnya, Ketut Wiasa, mengaku sejak adanya ATV yang melintasi di jalan umum di Banjar Samu membuat warga setempat kurang nyaman. Apalagi sering kali ATV me-

nabrak motor dan mobil yang parkir. Base camp ATV itu ada di Desa Silakarang, tetapi melintasi jalan di desa kami, khususnya Banjar Samu. Saat kendaraan ini melintas sering kali tancap gas, sehingga menabrak kendaraan atau bangunan warga, paling kami khawatirkan anak-anak kami sekarang tidak aman bila keluar ke jalan,’’ keluhnya. Ia sendiri membeberkan sudah ada surat keluhan masyarakat dari forum peduli lingkungan Banjar Samu. Surat tertanda tangan 13 September 2019 itu membeberkan sejumlah poin keluhan warga. Pertama, semua ATV tidak boleh melewati jalan raya umum dan jalan subak, harus melewati jalan jogging track Banjar Samu yang sudah disepakati. Kedua, jalan masuk jogging track harus digunakan bersama. Ketiga, semua ATV tidak boleh masuk ke kawasan suci pura. Surat itu ditandatangani

Ketua Forum Peduli Lingkungan Banjar Samu, I Nyoman Triksawan. Salah satu anggota paguyuban ATV yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, paguyuban tersebut terdiri atas tujuh pengusaha ATV lokal. Bahkan, ia juga mengaku ATV tersebut di sana sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Disinggung terkait pemanggilan enam krama banjar tetangganya tersebut, ia pun mengaku tidak tahu-menahu. ‘’ATV ini awalnya dibuat di sini merupakan program dari desa wisata. Makanya kami warga lokal berusaha membangun dan mengembangkan dari program desa wisata dari desa agar lebih terarah,’’ jelasnya. Se m e nt a ra i t u, Ka ni t Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun dikonfirmasi membenarkan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga Banjar Samu. Namun pihaknya belum mau menjabarkan secara detail terkait kasus ini. ‘’Sabar, kasusnya masih lidik,’’ terang Jaya Winangun. (kmb35)

Perlebar Trotoar di Ubud Gianyar (Bali Post) Kemacetan di wilayah Ubud menjadi persoalan yang tak pernah kunjung tuntas. Khususnya terkait pelanggaran parkir kendaraan. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan karena berkaitan dengan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Bupati Gianyar Made Mahayastra yang melihat persoalan ini berencana membuat terobosan baru, yakni dengan mempersempit jalan untuk kendaraan dan memperlebar akses untuk pejalan kaki. Bupati Mahayastra mengatakan, ke depannya ia berencana membuat infrastruktur yang ramah pejalan kaki. Rencana tersebut karena melihat sejumlah jalur di Ubud memperihatinkan, khusus di depan Puri Saren Ubud. ‘’Coba kalau lewat ke sana, pavingnya sudah pada rusak. Nanti akan diganti dengan batu alam,’’ jelasnya. Politisi PDI-P asal Kecamatan Payangan ini menjelaskan, Ubud merupakan kawasan yang dikunjungai ribuan wisatawan setiap harinya, sehingga menjadi keharusan Pemda Gianyar untuk merawat Ubud. Trotoar yang ada di depan Puri Ubud ke timur sampai di Jaba Pura Dalem Puri akan diperlebar, sehingga ada akses nyaman untuk pejalan kaki. ‘’Nanti akan dibuat agar ramah bagi pejalan kaki. Perlebar tempat jalan, jalannya dipersempit untuk kendaraan nanti bisa dibuatkan kantong-kantong parkir lagi. Kami akan pikirkan itu segera, karena memang tugas dari bupati mengeksekusi. Dipilih rakyat untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat,’’ imbuh Mahayastra. Sementara untuk langkah cepat, pihaknya pun mengharapkan sinergi dari aparat kepolisian dan gerak cepat dari petugas Dishub Gianyar untuk menertibkan parkir liar di seputaran kampung turis itu. ‘’Ini juga tugas dari Bapak Kapolres yang baru, agar Ubud itu tidak macet,’’ tandasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

UBUD - Suasana kawasan wisata Ubud yang mulai ramai dikunjungi turis dengan berjalan kaki di trotoar, Minggu (22/12).


Selasa Pon, 24 Desember 2019

Jelang Akhir Tahun, Pemkab Target Tuntaskan Piutang PHR Semarapura (Bali Post) -

Sepanjang tahun 2019, Pemkab Klungkung berupaya keras menyelesaikan tunggakan PHR (Pajak Hotel dan Restoran). Angka piutang yang cukup besar tahun 2018, perlahan tahun 2019 bisa terkejar. Hingga pertengahan Desember, piutang pajak hotel masih tersisa sebesar Rp415 juta lebih. Sedangkan piutang pajak restoran masih Rp588 juta. Dari kalkulasi yang dilakukan, pada akhir tahun sisa piutang riil dari hotel diperkirakan Rp9,9 juta dan sisa piutang untuk restoran diestimasikan Rp17,2 juta. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung I Dewa Putu Griawan, Senin (23/12) kemarin, mengatakan sepanjang 2019, pihaknya berupaya menyelesaikan piu-

tang hotel mencapai Rp1,5 miliar. Hingga pertengahan Desember, total yang sudah dibayarkan mencapai Rp1,09 miliar. Sehingga, sisa piutang sampai data per 16 Desember tinggal Rp415 juta. Data BP-

KPD, dari jumlah tersebut, piutang wajib pajak yang sudah tutup Rp291 juta. Sedangkan, piutang wajib pajak yang siap akan melunasi tahun ini mencapai Rp113 juta. “Sehingga perkiraan sisa piutang riil

akhir tahun 2019 tinggal Rp9,9 juta,” kata Griawan. Sementara untuk restoran dari piutang Rp1,5 miliar, data hingga 16 Desember 2019 , yang sudah dibayar mencapai Rp944 juta. Sedangkan sisa piutang pajak restoran Rp588,9 juta. Dari jumlah tersebut, piutang wajib pajak yang sudah tutup Rp277,5 juta. Sedangkan, piutang wajib pajak yang siap dilunasi Rp294,09 juta. Perkiraan sisa piutang riil akhir tahun 2019 Rp17,2 juta. “Kami akan terus

berupaya maksimal menuntaskannya,” tegasnya serius. Dia mengakui, masih adanya piutang PHR hingga miliaran rupiah, karena upaya saat itu masih belum maksimal. Sehingga tahun 2019, seluruh piutang tersebut terus dikejar agar segera dilunasi. Sementara, adanya wajib pajak yang sudah tutup, karena saat ditagih, usaha wajib pajak itu sudah tidak beroperasi lagi. Bahkan, pemilik usaha hotel dan restorannya sudah kembali ke negara asalnya.

Ke depan data piutang itu akan dimohonkan kepada otoritas terkait seperti BPK, untuk dapat diputihkan atau dihapuskan. “Saya sudah dapatkan surat keterangan dari perbekel setempat, bahwa wajib pajaknya sudah tutup,” katanya. Disinggung upaya memaksimalkan PHR ke depan, menyusul adanya intruksi Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, yang berizin atau tidak hotel dan restoran itu tetap dikenakan pajak. Pihaknya men-

egaskan sepanjang usaha itu sudah mengantongi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah, maka sudah bisa dipunguti pajak. Itulah yang akan menjadi rujukan pengenaan pajak hotel dan restoran. Total saat ini sudah ada sekitar 400-an wajib pajak. “Memang awalnya ada yang masih tidak mau bayar. Tetapi, setelah kami berikan teguran, satu per satu wajib pajak itu akhirnya mau melunasi kewajibannya,” tutup Griawan. (kmb31)

Gangguan terhadap Perempuan dan Anak Bisa Terjadi di Mana Saja Semarapura (Bali Post) Gangguan terhadap perempuan dan anak bisa terjadi di mana saja. Karena itu Pemkab Klungkung diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan melakukan penanggulangan sekaligus penanganannya dengan baik. Selain itu, juga perlu langkahlangkah kuratif, terhadap tindak kekerasan dan gangguan terhadap perempuan dan anak itu dapat dilakukan lebih cepat. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta langsung menyerahkannya satu uni Mobil Perlindungan (Molin) ) Perempuan dan Anak dari Kementerian

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI kepada Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ida Bagus Anom Adnyana di depan Kantor Bupati Klungkung, Senin (23/12) kemarin. Bantuan mobil itu untuk menunjang kesiapsiagaan terhadap perlindungan anak dan perempuan. Terlebih, kekerasan anak dan perempuan itu bisa terjadi di mana saja. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menambahkan, dengan satu unit mobil bantuan itu, Pemkab Klungkung di-

harapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan melakukan penanggulangan sekaligus penanganannya. Selain itu, juga langkah-langkah kuratif, terhadap tindak kekerasan dan gangguan terhadap perempuan dan anak itu dapat dilakukan lebih cepat. Bupati Suwirta berharap kepada Dinas Sosial supaya mobil ini dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik. Adanya penambahan fasilitas, harus dibarengi peningkatan kinerja secara nyata. Kepala Dinas Sosial Ida Bagus Anom Adnyana me-

POS PAM - Kabag Ops Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika saat mengecek seluruh Pos Pam Pantau serangkaian Operasi Lilin Agung 2019.

Didirikan Tiga Pos Pam Operasi Lilin Agung

Keamanan Wisman di Nusa Penida Diatensi Serius MEMASUKI Natal dan Tahun Baru, Polres Klungkung menggelar Operasi Lilin Agung 2019 selama 10 hari. Serangkaian operasi ini, pihak kepolisian mendirikan tiga pos pengamanan (Pos Pam) guna memantau situasi di sekitarnya. Memantapkan kesiapannya operasi Lilin Agung, Kabag Ops Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika mengecek langsung situasi setempat, termasuk kesiapan personelnya, Senin (23/12) kemarin. Bagaimanakah harapan pihak kepolisian kepada masyarakat umum dalam usaha ikut menjaga keamanan Natal dan Tahun Baru? Dalam operasi ini, Polres Klungkung mendirikan tiga Pos Pam Pantau di tempat rawan kemacetan lalu lintas maupun rawan kejahatan, yakni Pos pam Kertagosa, Pos Pam Goa Lawah dan Pos Pam Lepang. Seluruh Pos Pam diisi petugas gabungan selama 24 jam nonstop. Tujuannya, untuk menjaga keamanan dan mengatasi kemacetan arus lalu lintas serta keamanan selama Natal dan Tahun Baru 2020. Sasaran operasi Lilin Agung 2019, yakni mengamankan warga masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru, gereja, pusat perbelanjaan, pemukiman penduduk, jalur utama, terminal bus, tempat rekreasi dan pusat-pusat keramaian lainnya. Dalam pengecekan itu, Kabag Ops memeriksa kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pos pengamanan yang tersebar di wilayah Klungkung. ‘’Pos Pam Operasi Lilin Agung 2019 ini, untuk meng-

hadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat guna memberikan pelayanan dan menjaga situasi kamtibmas, baik sebelum hingga pasca-Natal dan Tahun Baru,’’ katanya. Pihaknya meminta kepada seluruh petugas agar dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab, didasari keikhlasan menjalankan tugas negara. Operasi dengan mengerahkan seluruh personel kepolisian itu akan dilaksanakan selama 10 hari, dari 23 Desember sampai 1 Januari 2020, dengan mengerahkan sekitar 100 personel. Ia juga mengajak segenap masyarakat Klungkung agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Karena tanpa bantuan dan peran konstruktif masyarakat, menurutnya kepolisian tidak bisa berbuat banyak. Karena itu dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengamankan lingkungan-

nya.

Keamanan Nusa Penida Pihak Polsek Nusa Penida juga menyiagakan personelnya. Gugusan kepulauan Nusa Penida menjadi salah satu destinasi pariwisata, sehingga keamanan diatensi serius menjadi prioritas memberikan rasa aman kepada wisatawan mancanegara. Kapolsek Nusa Penida, Kompol Komang Reka Sanjaya, menyampaikan antisipasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2020. Masyarakat yang menggelar event tutup tahun yang melibatkan banyak orang agar melaporkan atau berkoordinasi dengan pihak keamanan, baik melalui kadus, perbekel, maupun babinsa di wilayah masing-masing. Menurutnya, puncak perayaan pergantian tahun, identik dengan kembang api, petasan dan sejenisnya. Kembang api ukuran besar, mulai 2 inc ke atas wajib mendapat izin dari pihak keamanan. Reka mengimbau masyarakat ataupun wisatawan tidak melakukan konvoi, bergerombol atau kumpul-kumpul di pinggir jalan raya. Sebab, hal itu dapat mengganggu kepentingan umum. Lebih baik dilakukan di dalam pekarangan, baik di rumah maupun lingkungan banjar. Imbauan khusus itu bukan bermaksud membatasi melakukan perayaan. Tetapi guna menjaga kelancaran momen Nataru dan demi keselamatan masyarakat. (gik)

nyatakan satu unit mobil ini didapatkan Klungkung, setelah mengajukan proposal ke pusat. Syarat dari proposal itu adalah daerah harus menyandang predikat Kabupaten/Kota Layak Anak. Klungkung sendiri,sudah menjadi Kabupaten Layak Anak tingkat Pratama pada tahun 2018 dan 2019. Anom Adnyana menambahkan, kelengkapan dari bantuan mobil ini, antara lain satu buah tempat tidur emergency, satu lampu rotari, dua buah

senter, satu buah laptop, satu buah proyektor, satu buah pemadam, perlengkapan P3K, satu kabel rol (15 meter) dan satu layar proyektor, serta satu buah genset. Anom Adnyana mengharapkan, dengan adanya mobil ini dapat membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu membantu penanganan khususnya terhadap tindak kekerasan pada anak dan juga perempuan. Acara itu juga dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan

SERAHKAN MOBIL - Bupati Suwirta saat menyerahkan mobil bantuan dari kementerian kepada Dinas Sosial. dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung I Dewa Putu Griawan dan Kepala Bagian

Administrasi Pembangunan Klungkung I Gusti Ngurah Agung. (kmb31)


Selasa Pon, 24 Desember 2019

Pemkab Karangasem Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2020 SELURUH masyarakat Karangasem melalui Bupati IGA Mas Sumatri didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengucapkan Selamat Hari Raya Natal bagi seluruh umat Nasrani, baik di Karangasem maupun Bali pada umumnya, sekaligus selamat merayakan Tahun Baru 2020. Melalui momentum Natal 2019 ini, Bupati mengajak masyarakat semakin memperkokoh toleransi melalui landasan Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI. Apalagi, semangat toleransi di Kabupaten berjuluk Gumi Lahar

tersebut sudah terjalin sejak zaman kerajaan. Ia juga meminta umat Nasrani turut berkontribusi terhadap pembangunan di Karangasem. “Kami mengharapkan peran serta seluruh umat beragama. Karena kita adalah saudara. Selamat merayakan Hari Raya Natal bagi saudara penganut Nasrani,” ucap Bupati Mas Sumatri, di Karangasem, Senin (23/12) kemarin. Visi Karangasem “The Spirit of Bali”, menurut Mas Sumatri, tidak saja diperuntukkan bagi umat Hindu, melainkan seluruh umat beragama. Sebab,

pada dasarnya Tuhan hanya satu, yang membedakan adalah cara menyembahnya. Landasan Tri Hita Karana, lanjut Bupati perempuan pertama di Karangasem ini, juga bisa diimplementasikan oleh seluruh umat beragama karena sifatnya universal. “Tri Hita Karana yang menjadi fondasi pembangunan Karangasem sangat universal, apapun agamanya mesti menyeimbangkan hubungan yang harmonis dengan Tuhan (sesuai kepercayaan), alam dan sesama manusia,” tegasnya. Terkait Tahun Baru 2020, Bupati Mas Sumatri mengimbau warganya untuk introspeksi diri atas pencapaian tahun sebelumnya. Ia berharap, pergantian tahun mampu membawa perubahan positif bagi masing-masing individu, keluarga, bangsa dan negara. Sebagai kepala daerah, Mas Sumatri mengakui pihaknya bakal melakukan evaluasi di tahun baru ini. Pihaknya mengharap kritik yang membangun dari krama Karangasem demi mewujudkan Karangasem Bermartabat dan Sejahtera. “Sudah empat tahun lebih kami memimpin Karangasem. Tiap tahun kami lakukan evaluasi karena tentu kami tidak sempurna,” jelas Mas Sumatri. (ad592)

24 Panwascam Dilantik

Bawaslu Minta Jalankan Tugas Sesuai Mekanisme dan Profesional

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem melantik 24 Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pilkada 2020 yang dilaksanakan di Villa Taman Surgawi Ujung, Desa Tumbu, Karangasem, Senin (23/12) kemarin. Dalam pelantikan tersebut, Bawaslu meminta kepada seluruh Panwascam mampu melaksanakan tugas sesuai mekanisme dan profesional. Ketua Bawaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, me-

ngungkapkan sebelum dilakukan pelantikan atau pengambilan sumpah kepada Panwascam, mereka terlebih dahulu telah mengikuti proses seleksi beberapa hari lalu. Kata dia, dari 69 peserta yang mengikuti tes, sebanyak 24 peserta terpilih menjadi panwascam. Para peserta yang lolos sebagian besar merupakan incumbent atau sebelumnya sudah pernah menjadi Panwascam. Dari 24 Panwascam, 13 merupakan in-

cumbent dan 11 orang pendatang baru. Untuk proses perekrutan, sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Suastrawan menjelaskan, pihaknya berharap mereka yang lolos menjadi Panwascam, nantinya mampu menjalankan tugas dengan baik saat Pilkada 2020. Sehingga semua tugas yang dibebankan, dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Serta mampu menjalin komunikasi dengan baik kepada semua pihak. “Setelah dilantik, Panwascam sudah harus siap menjalankan tugas yang diberikan menyangkut tentang pengawasan pilkada. Harus mampu menjalankan tugas sesuai dengan mekanisme yang ada serta profesional. Termasuk memiliki ketegasan dalam pengawasan dan independen. Sehingga pelaksanaan pilkada nanti bisa berjalan dengan tertib dan aman,” tegas Suastrawan. (ad590) LANTIK - Bawaslu Karangasem saat melantik anggota Panwascam Pilkada 2020 yang dilaksanakan di Villa Taman Surgawi Ujung, Desa Tumbu, Karangasem, Senin (23/12) kemarin.

ADV Urban Exploride ”Touring” Sambil Berkegiatan Sosial MENJELANG liburan akhir tahun, Astra Motor Denpasar mengajak komunitas Honda ADV Indonesia Chapter Bali dan Honda Community Bali untuk touring serta melakukan kegiatan sosial. Acara yang bernama ADV Urban Exploride ini dilaksanakan pada Minggu, 22 Desember 2019. Acara diawali dengan briefing #Cari_aman yang dilakukan di Dealer Astra Motor Bali di Jalan Cokroaminotto Denpasar. Setelah itu para peserta yang berjumlah 60 orang langsung berangkat menuju Panti Asuhan Yayasan Dharma Jati Bali II

yang beralamat di Jl. Trengguli 80, Penatih. Di sana para peserta langsung disambut hangat oleh anak-anak panti asuhan. Kemudian perwakilan Astra Motor Bali dan komunitas menyerahkan donasi untuk yayasan tersebut. Lalu dilanjutkan dengan pertunjukan tari oleh anak-anak panti asuhan. Setelah itu, peserta melanjutkan perjalanan menuju The Tropical Ants, Ubud. Di sana para peserta istirahat makan siang dan melakuan games tahan ketawa dan games koordinasi otak. Peserta sangat antusias

mengikuti games yang dipandu oleh tim dari Astra Motor Bali. Selesai beraktivitas di Ubud, pesera kembali melanjutkan touring ke Kintamani. Jalur yang dilalui membuat peserta bisa merasakan keunggulan dari handling Honda ADV 150. “Kegiatan community ini sebagai agenda sosial yang dilakukan secara rutin, selain kegiatan touring, kami berharap kekompakan dan kebersamaan tetap terjaga,” ungkap Ngurah Iswahyudi selaku Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali. (bns2)

Bali Post/kmb41

PENGUNJUNG - Sejumlah pengunjung objek wisata Taman Soekesada Ujung, Karangasem, saat menikmati indahnya suasana setempat.

Lampaui Target

Retribusi Objek Wisata Taman Soekesada Ujung

Amlapura (Bali Post) -

Pengelolaan objek wisata Taman Soekesada Ujung, Desa Tumbu, Karangasem, mampu mencapai target retribusi yang dicanangkan. Dari target yang dipasang sebesar Rp7,7 miliar, namun kini melampaui hingga mencapai Rp7,9 miliar. Hal ini diungkapkan Manajer Taman Soekesada Ujung, Ida Made Alit, Senin (23/12) kemarin. Alit mengatakan, sampai saat ini jumlah kunjungan wisatawan asing sebanyak 173.741 orang. Sedangkan untuk jumlah kunjungan wisatawan domestik mencapai 114.533 orang. Jumlah kunjungan itu diyakini bakal terus bertambah sampai 31 Desember. “Kalau dari sisi pendapatan lebih tinggi dari wisman ketimbang wisdom. Karena harga tiket lebih mahal wisman ketimbang wisdom. Kunjungan akan bertambah sampai akhir Desember. Karena masih ada waktu beberapa hari lagi sebelum tanggal 31,” ujarnya. Dia mengakui, dari sisi

pendapatan retribusi pihak pengelola sudah mampu mencapai target yang ditetapkan. Bahkan, pihaknya mampu melampaui target tersebut. Dari target pendapatan sebesar Rp7,7 miliar, pihaknya telah mampu mencapai Rp7,9 miliar. “Kami sudah melampaui target sekitar Rp200 juta. Ini masih ada sisa waktu lagi beberapa hari. Sampai 31 Desember, pendapatan bertambah lagi,” katanya. Lebih lanjut dikatakan, untuk saat ini jumlah kunjungan masih cukup ramai. Hari-hari biasa jumlah kunjungan untuk wisman

bisa mencapai 200 orang, sedangkan wisdom mencapai 100 orang. Bahkan, untuk saat ini jumlah kunjungan wisdom sedikit lebih ramai, mengingat sudah memasuki liburan sekolah. “Anak-anak sekolah cukup ramai berkunjung ke sini. Termasuk pengunjung dewasa yang lainnya. Kalau kunjungan wisdom ramai pas hari raya tertentu saja seperti hari raya Galungan dan Kuningan. Termasuk hari liburan sekolah seperti sekarang ini. Jumlah kunjungan wisdom bisa mencapai 200-300 per harinya,” tegas Made Alit. (kmb41)

Ketua DPRD Karangasem Ucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru

Minta Saling Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

KETUA DPRD Karangasem, I Gede Dana, mengucapkan selamat Hari Natal yang jatuh pada 25 Desember kepada seluruh umat Nasrani. Selain mengucapkan Natal, Gede Dana juga mengucapkan selamat Tahun Baru 2020. Gede Dana, Senin (23/12) kemarin mengungkapkan, pihaknya berharap bagi seluruh umat Nasrani selalu diberikan rasa suka cita dan kedamaian saat menjalankan Natal. “Kami harap kedamaian menyertai mereka saat menjalankan Natal. Serta mampu menjadi musim berkah bagi mereka,” ujarnya. Gede Dana menambahkan, saat menjalankan Natal, pihaknya meminta semua saling menjaga kerukunan antarumat beragama. Dengan begitu mereka dapat diberkati penuh dengan kasih. ”Mari saling menghargai satu sama lain, sehingga kita semua bisa hidup rukun antarberagama,” katanya.

Selain mengucapkan Natal bagi umat Nasrani, Gede Dana juga mengucapkan selamat Tahun Baru 2020. Kata dia, saat perayaan tahun baru, pihaknya meminta kepada semua pihak memupuk rasa kebersamaan untuk menyongsong tahun 2020. Diharapkan, di tahun 2020 Kabupaten Karangasem bisa lebih maju. “Kami berpesan, saat malam pergantian tahun, jangan dilakukan secara berlebihan atau melakukan hura-hura. Lebih baik, kita memanjatkan puji syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa d e n -

gan melakukan persembahyangan secara bersama-sama agar Karangasem nyaman, aman, damai dan indah,” jelas Gede Dana. (ad591)


Selasa Pon, 24 Desember 2019

Belum Ada, Calon Perseorangan Konsultasi ke KPU Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli sejak beberapa waktu lalu telah menetapkan dan mengumumkan syarat batas minimal dukungan bagi calon perseorangan. Untuk calon perseorangan wajib mengantongi jumlah minimum 18.738 dukungan. Dengan bekal persyaratan itulah baru memungkinkan calon perseorangan bisa bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bangli 2020 mendatang. Namun sampai sekarang, belum ada satu pun tim sukses ataupun bakal calon perseorangan yang mendatangi Kantor KPU untuk berkoordinasi atau menanyakan informasi terkait persyaratan yang harus dipenuhi. Ketua KPU Bangli, Putu Pertama Pujawan, mengatakan syarat dukungan bakal paslon perseorangan sudah diumumkan ke seluruh masyarakat melalui website dan media massa sejak 3-16 Desember lalu. Sejauh ini pihaknya mengaku belum ada kedatangan satu pun tim sukses atau bakal calon perseorangan ke KPU untuk berkonsultasi terkait keinginan calon perseorangan maju di Pilkada 2020. “Saat Pilkada Bangli lima tahun lalu, masa-

masa waktu seperti ini biasanya sudah mulai muncul (bakal calon perseorangan). Lumrahnya menanyakan kepada kami seperti bagaimana prosesnya, apa yang harus dilakukan, dan lain-lain,” ujar Putu Pujawan, Senin (23/12) kemarin. Pujawan mengaku tidak tahu pasti apa yang menjadi penyebab masih nihilnya kemunculan bakal calon perseorangan. Apakah karena syarat dukungan minimal yang harus dipenuhi dirasa berat atau alasan lainnya. Sesuai persyaratan, jumlah minimum dukungan yang

harus dikumpulkan 18.738 dukungan, harus tersebar minimum di tiga kecamatan. Sejauh ini, bakal calon yang sudah muncul baru dari partai politik saja. Untuk memfasilitasi tim sukses atau bakal calon perseorangan melakukan koordinasi terkait tahapan dan persyaratan, kata Pujawan, KPU Bangli telah menyediakan tim help desk. “Ada beberapa staf yang kami tugaskan menerima dan memberikan informasi yang dibutuhkan bakal calon soal tahapan dan syarat calon perseorangan itu,” jelasnya. Diharapkan, Pilkada Bangli 2020 nanti tidak saja diikuti calon dari parpol, namun juga diramaikan calon perseorangan. Rencananya tanggal 26 Desember ini, KPU Bangli kembali melakukan sosialisasi tentang tahapan dan syarat calon perseorangan bersama stakeholder terkait dan tokoh masyarakat. “Pada anggaran Pilkada 2020 ini, kami rancang calon dari perseorangan ada dua paket. Itu mengacu pemilihan lima tahun lalu, dimana ada dua yang mendaftar walaupun pada akhirnya tidak memenuhi syarat,” kata Pujawan. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Kantor Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kubu, Bangli disatroni maling. Maling diduga masuk dengan cara mencongkel pintu depan. Namun, tidak ada barang yang dilaporkan hilang dari dalam kantor LPD tersebut. Kejadian itu sudah dilaporkan pihak LPD ke pihak kepolisian. Bendesa Adat Kubu I Nyoman Suandi dikonfirmasi, Senin (23/12) kemarin menuturkan, kejadian itu diketahui pagi kemarin saat jam masuk kantor. Awalnya, pegawai LPD yang hendak masuk ke dalam kantor curiga melihat kondisi pintu yang rusak seperti habis dicongkel. Mendapati kondisi pintu seperti itu, pegawai tersebut kemudian masuk ke dalam untuk mengecek kondisi di dalam ruangan. Saat itu ditemukan laptop dalam kondisi terbuka di atas meja. Padahal saat terakhir kali kantor ditutup tiga hari lalu, laptop tersebut disimpan dalam sebuah tas dan dimasukkan di lemari tempat penyimpanan file. “Laptop itu sempat dicolokin juga ke cuk colokan listrik,

sempat dinyalakan. Tetapi tidak dibalikkan lagi, jadi masih terbuka di meja,” terangnya. Suandi tidak tahu secara pasti, apa saja isi di dalam laptop tersebut. Berdasarkan keterangan pegawai LPD, tidak ada file penting yang tersimpan dalam laptop. Barang elektronik itu hanya dipakai untuk keperluan mengetik surat. “Data nasabah tidak ada di sana,” ujarnya. Selain menemukan laptop dalam kondisi terbuka di atas meja, pegawai LPD saat itu juga menemukan kumpulan file yang dikeluarkan dari atas brangkas. Sedangkan, kondisi brangkas yang di dalamnya tersimpan uang puluhan juta rupiah, kata Suandi masih utuh. Tidak ditemukan kerusakan atau bekas dibuka. “Tadi kami cemas sekali saat mengetahui kejadian itu. Tapi astungkara tidak ada barang yang hilang,” terangnya. Diakui Suandi, sistem pengamanan di kantor LPD Kubu saat ini masih cukup lemah. Belum ada CCTV yang dipasang di sekitar kantor tersebut. Pascakejadian tersebut, pega-

wai dan Ketua LPD sudah melapor ke pihak kepolisian. Suandi mengaku pihaknya tidak mau menduga-duga siapa pelaku dan motif dari kasus pencongkelan pintu kantor LPD Kubu itu. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian. Dikatakannya, bahwa sebelumnya LPD Kubu pernah mengalami kejadian yang sama sekitar tahun 90-an. Namun, tidak ada barang yang hilang saat kejadian. Untuk mencegah kasus serupa terulang kembali, pihaknya sudah menggelar rapat dengan krama. Pengamanan kantor LPD kini akan ditingkatkan salah satunya dengan memasang CCTV. “Kalau kekhawatiran pasti ada,” pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Bangli, Iptu Ketut Purnawan, membenarkan adanya laporan kejadian dari LPD Kubu itu. Ia mengaku telah menurunkan anggotanya ke TKP. “Hanya perusakan jendela saja. Bukan pencurian sebab tidak ada barang yang hilang,” pungkasnya. (kmb40)

Putu Pertama Pujawan

Kantor LPD Kubu Disatroni Maling

Tambahan Penghasilan Pegawai Tak Dipotong

Absen Sidik Jari Jarang Dipakai Pegawai Berdasarkan pantauan akhir-akhir ini, jarangnya penggunaan absen sidik jari itu terbukti dari banyaknya pegawai di lingkungan Sekretariat Pemkab Bangli yang bisa pulang seenaknya sebelum jam kantor berakhir. Sesuai aturan yang berlaku, pegawai harusnya baru boleh pulang setelah pukul 15.30 Wita. Namun, pantauan selama ini sejumlah pegawai di sekretariat sudah mulai meninggalkan ruangan antara pukul 14.30 wita hingga 15.00 Wita dan kemudian mereka tidak lagi kembali ke kantor. Salah seorang pegawai

yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa dirinya dan beberapa pegawai lainnya kini memang sudah jarang menggunakan absen sidik jari. Bahkan hal itu sudah berlangsung hampir dua tahun terakhir. Dia sendiri mengaku jarang menggunakan absen sidik jari lantaran keberadaan absen elektronik itu dirasa sudah tidak lagi berpengaruh terhadap tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang diterima setiap bulannya. Pegawai yang saat ini mengabsen maupun tidak mengabsen di mesin sidik jari terse-

but, tetap bisa menerima TPP dalam jumlah yang sama, alias tanpa dipotong. “Kalau dulu di awal-awal absen sidik jari itu memang jadi penentu. Kalau telat atau tidak ngabsen TPP-nya dipotong. Tetapi sekarang sudah tidak lagi,” ujarnya. Bahkan pegawai tersebut mengungkapkan data absen sidik jari bisa diakali-akali. Contohnya kalau ada pegawai yang absennya bolong, maka saat akan di-print bolong-bolongnya bisa diedit dan ditambahi keterangan hadir. Adanya kesan pembiaran dari pimpinan OPD,

menurut dia dikarenakan pimpinan OPD tersebut tidak mau konflik dengan anak buahnya. Dikonfirmasi terkait penggunaan absen sidik jari tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM), Gede Arta, mengatakan sampai sekarang absen sidik jari masih tetap berlaku di seluruh OPD. Pegawai wajib ngabsen dua kali, pagi pukul 07.30 Wita dan pukul 15.30 Wita. Dia juga mengatakan bahwa sampai sekarang absen sidik jari itu masih jadi dasar penghitungan pemberian TPP. Kalau ada pegawai yang pulang sebelum jam kantor berakhir, maka TPP-nya akan dipotong. Sementara pengawasan penggunaan absen sidik jari ada di masing-masing kepala OPD. (kmb40)

Bangli (Bali Post) DPD II Partai Golkar Bangli saat ini tengah melakukan proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk menghadapi Pilkada Bangli 2020 mendatang. Rencananya usai penjaringan berakhir, Golkar Bangli akan mengundang partai-partai lain untuk diajak koalisi. Golkar Bangli menargetkan bisa punya bupati dalam Pilkada yang akan datang ini. “Target kami dalam Pilkada Bangli, bisa menang dan punya Bupati,” kata Plt. Ketua DPD II Partai Golkar, I Gusti Made Winuntara, Senin (23/12) kemarin. Winuntara menjelaskan, proses penjaringan akan ditutup 25 Desember ini. Sejauh ini sudah ada dua paket calon yang mendaftar ke Golkar. Setelah penjaringan berakhir, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan parpol lain untuk membangun koalisi. “Kami akan undang partai-partai lain mudah-mudahan mendukung

Golkar sehingga jadi partai koalisi,” ujarnya. Ia mengakui beberapa parpol lain sudah sempat dijajaki dan diajak komunikasi. Namun, belum ada kesepakatan untuk membentuk koalisi. “Kami persilakan dulu, walaupun mereka sudah menyatakan sepakat koalisi, tetapi kami silakan ke induk partai dulu. Jangan sampai mereka menandatangani koalisi, kerja sama dengan kita ternyata induk partainya memutuskan beda. Kan tidak enak,” terangnya. Pihaknya mengharapkan nantinya dapat terbangun koalisi yang bisa melahirkan misi dan visi yang sama, mensejahterakan masyarakat Bangli. Disinggung terkait langkah-langkah yang dilakukan pascamundurnya pengurus kecamatan (PK) dan pengurus desa (PK) Golkar Bangli secara beramai-ramai belum lama ini, Winuntara mengatakan pihaknya sudah melakukan pengisian.

Dalam rapat pleno di DPD II Golkar Bangli, telah diputuskan PK sementara itu diisi Plt. dari sejumlah pengurus DPD II sebelum nantinya diisi yang definitif. “Pengisian definitif nanti ada prosesnya. Yang jelas kita menghendaki agar penetapan pengurus definitif itu bisa lebih cepat dilakukan. Apalagi menjelang pilkada,” kata Winuntara. (kmb40)

I Gusti Made Winuntara

Bangli (Bali Post) -

Absen sidik jari yang terpasang di masing-masing kantor OPD di lingkungan Pemkab Bangli belakangan ini sudah mulai jarang dipakai pegawai. Menurut informasi, jarangnya penggunaan absen sidik jari, dikarenakan keberadaan absen itu sudah tidak lagi berpengaruh terhadap tambahan penghasilan yang diterima pegawai setiap bulannya.

Pilkada 2020, Golkar Bangli Targetkan Punya Bupati

Lelang Jabatan Harus Profesional

Jauhkan dari Muatan Tertentu dan Intrik Politik LELANG jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang kini tengah diadakan untuk pengisian 15 posisi jabatan lowong di Pemkab Bangli, mendapat perhatian kalangan dewan. Dalam pelaksanaan lelang, dewan di Bangli berharap panitia seleksi (pansel) bisa menunjukkan bahwa seluruh tahapan dilaksanakan sesuai prosedur dengan frame profesional. Sehingga PNS dari segi kepangkatan maupun pendidikan sudah memenuhi syarat, tidak merasa enggan atau ragu-ragu mendaftar ikut seleksi. Bagaimanakah harapan dewan untuk mengisi dengan orang yang tepat 15 jabatan di Pemkab Bangli? Anggota DPRD Bangli, Made Sudiasa, menyampaikan harapan itu, Senin (23/12) kemarin. Menurutnya, proses lelang jabatan harus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Dalam pelaksanaan lelang, pansel harus memperhatikan seluruh ketentuan yang ada. Misalnya, tes kemampuan manajerial bagi calon pimpinan OPD, harus dilalui. ‘’Jangan sampai hal-hal seperti itu tidak diindahkan,’’ ujarnya mengingatkan. Dalam proses lelang, kata Made Sudiana, harus diperhatikan kompetensi ASN. Artinya orang yang benar-benar tepat untuk mengisi posisi jabatan yang lowong itu. ‘’Jangan sampai pendidikannya dokter misalnya, tetapi menempati posisi inspektorat. Jadi lucu, tidak nyambung dengan basic pendidikannya,’’ terangnya. Pada lelang jabatan ini diharapkan juga tidak ada muatan-muatan tertentu atau intrik politik. Mengingat sebentar lagi sudah masuk tahun pilkada. Terkait masih minimnya jumlah pendaftar sejak dibukanya masa pendaftaran beberapa hari lalu, Sudiasa meminta pansel mencari tahu permasalahannya. Apakah mungkin calon pelamar enggan daftar karena ada isu, sudah ada orang yang diplot untuk duduk di posisi tertentu. Agar tidak ada keraguraguan dari calon pelamar, pansel harus bisa meyakinkan dan menunjukkan proses lelang itu memang benar-benar akan dilaksanakan secara profesional. ‘’Orang yang berpeluang ikut seleksi sebetulnya banyak. Dari segi kepangkatan dan pendidikan banyak memenuhi syarat. Pansel harus tunjukan seleksi itu dilakukan secara

profesional,’’ jelasnya seraya berharap proses lelang itu bisa cepat selesai, mengingat kekosongan sejumlah jabatan eselon II di Bangli sudah berlangsung

cukup lama. Harapan lainnya disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli, Komang Carles. Dia meminta pelaksanaan lelang jabatan kali ini mengacu/berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Kepada para calon pelamar, Carles berharap agar benar-benar punya keseriusan ikut seleksi. Ia tidak ingin lagi ada pejabat yang sudah diberi kesempatan menempati posisi strategis oleh Bupati, tetapi tidak bisa bekerja dan menyelesaikan persoalan. ‘’Kalau tidak serius, atau sekadar ikut, lebih baik jangan. Bangli tidak ada perubahan kalau pejabatnya tidak serius

bekerja,’’ kata Carles. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lelang JPTP di Kabupaten Bangli sepi peminat. Hingga hari ke delapan pendaftaran dibuka, Jumat (20/12) lalu, baru ada dua orang yang mengajukan lamaran ikut seleksi. Sesuai ketentuan, dalam pelaksanaan lelang jabatan ini, satu posisi jabatan minimal harus dilamar empat orang. Sementara satu orang boleh melamar di dua posisi jabatan. Jika nantinya jumlah pelamar di satu posisi kurang dari empat orang, maka posisi jabatan itu tidak bisa dilelang. Sementara total jabatan yang dilelang saat ini sebanyak

15 posisi. Adapun 15 jabatan yang dilelang, yakni Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kadisperindag, Kadis PKP, Kadisos, Kadishub, Kadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kadis Kominfosan, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Bapedalitbang, Kasatpol PP dan Damkar, Direktur RSU, Kadiskoperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kadis PUPRPerkim. (ina)


Selasa Pon, 24 Desember 2019

2019, RSUD Tangani 471 Kasus DB, Satu Meninggal Singaraja (Bali Post) Kasus penyakit demam berdarah (DB) di Buleleng tergolong tinggi. Ini dibuktikan dari data penanganan kasus DB di RSUD Buleleng. Hingga bulan Desember ini, terjadi 471 kasus DB. Dari ratusan kasus tersebut, tercatat satu orang pasien meninggal dunia. Data di RSUD menyebutkan, temuan kasus penyakit DB setiap bulannya berfluktuasi. Bulan Januari sebanyak 23 kasus, Februari (51), Maret (44), April (38), Mei (71), Juni (73), Juli (39), Agustus (30), September (18), Oktober (16), November (37), dan sampai 23 Desember 2019 ditemukan 31 kasus. Tahun 2018, ditemukan 113 kasus DB. Itu artinya, tahun ini kasus DB naik, dari 358 kasus tahun 2018, menjadi 471 kasus tahun 2019. Tetapi korban meninggal akibat DB menurun tahun ini. Tahun 2018 ada tiga pasien meninggal, sedangkan tahun ini satu pasien meninggal. Dari data tersebut, ratarata dalam satu hari saja ada satu atau dua kasus DB. Setiap pasien yang positif DB menjalani opname di rumah sakit hingga lima hari. D i r u t RSUD Buleleng, dr. Gede Wiartana, Senin (23/12) k e m a r i n mengatakan, berdasarkan data

Dcr Chef 3-5jt+Uang Besin+1x makan siang,berpengalaman, memiliki kendaraan sendiri.Dan Dapur(Serabutan) 1,8-2Jt+uang bensin+1x makan siang,memiliki kendaraan sendiri,penempatan Uluwatu,Hub.Putri 082144355655 B.BP.001.12.19.0000513

Dcr karyawan U/Marketing Resto Diutamakan berpengalman & Bisa IT pemasaranHub.087862451895 Kirim ke info@kayunresto.com

B.BP.001.12.19.0000580

Dicari karyawan counter HP utk jaga Malam.WA 081936219388

B.BP.001.12.19.0000586

tersebut, penularan virus DB di Buleleng tergolong tinggi. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, hasil tes darah menunjukkan para pasien itu positif tertular DB. Bahkan, di tahun ini ada satu penderita yang meninggal dunia karena penyakit yang satu ini. Dengan fakta ini pihaknya mengakui kalau penyakit DB masih menjadi ancaman yang perlu diimbangi dengan pencegahan. Apalagi, memasuki musim pancaroba, serangan virus DB dipastikan meningkat. Menurut Wiartana, sesuai tugas pokok dan fungsi, RSUD hanya menangani pasien yang dirujuk dari fasilitas kesehatan terbawah. Setelah uji darah dinyatakan penderitanya positif DB, RSUD langsung melaporkan temuan kasus itu ke Dinas Kesehatan Buleleng. Ini tujuannya agar lokasi serangan nyamuk Aedes Aegypti itu ditangani dengan pencegahan agar kasusnya tidak meluas. Biasanya, di mana lokasi yang positif terjangkit DB, maka pencegahan yang dilakukan dengan pengasapan (fogging) dan gerakan PSN. Dengan penanganan itu, diharapkan tidak muncul kasus baru dan mencegah bertambahnya kasus yang sama. (kmb38)

Dua Bulan Sembunyi Napi Kabur Ditangkap Singaraja (Bali Post) -

Setelah lebih dari dua bulan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja, narapidana (napi) Gede Ngurah Darmayasa alias Ngurah (46) ditangkap, Senin (23/12) kemarin. Ngurah ditangkap di tempat persembunyiannya di pinggir Tukad Saba, Kelurahan Seririt. Di gubuk tempat persembunyiannya itu polisi menemukan tas berisikan obeng, tang dan sejumlah peralatan lain. Adanya temuan barang bukti itu, diduga napi asal salah satu desa di Kecamatan Seririt ini kembali melakukan aksi kriminalitas. Kapolsek Seririt, Kompol Made Uder, didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, mengatakan sejak mendapatkan informasi napi kabur dari lapas pada 24 Oktober 2019, polisi telah melakukan pengejaran, namun belum membuahkan hasil. Akhirnya, kemarin Unit Reskrim Polsek Seririt mendapat informasi dari warga yang menyebutkan Ngurah bersembunyi di sebuah gubuk di pinggir Tukad Saba. Polisi langsung melakukan penyelidikan. Ngurah memang benar tinggal di gubuk tersebut. Saat itu juga polisi membekuk Ngurah tanpa perlawanan. Saat digeledah, polisi menemukan tas berisi obeng, tang dan barang bukti lain. Polisi kemudian menggiring Ngurah ke Mapolsek Seririt untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan awal, dia dan barang bukti diserahkan kepada Satuan Reskrim Polres Buleleng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terkait temuan barang bukti obeng dan tang, polisi belum berani memastikan apakah selama pelariannya kembali melakukan aksi kriminal. Namun demikian, dengan adanya barang bukti itu diduga kuat yang bersangkutan kembali melakukan aksi kriminal. Menyusul penyelidikan ini, untuk sementara Ngurah belum dikembalikan ke Lapas Kelas II-B Singaraja. Hal ini masih menunggu hasil koordinasi an-

Dicari Sales,Bisa Mandarin Gaji 7,5-8,5 Juta.9 jam kerja fasilitas Kos.Hub/WA: Putri 082144355655

tara penyidik kepolisian dengan pihak lapas. Dihubungi terpisah, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II-B Singaraja, Risman Sumantri, mengatakan setelah Ngurah diserahkan ke lapas, maka dia akan ditempatkan di sel tahanan khusus. Ini dilakukan paling singkat enam hari dan maksimal dua kali 6 hari. Alasan menempatkan di sel khusus ini untuk mengembalikan keadaan baik antara sesama napi atau dengan petugas keamanan di dalam lapas. Setelah tahapan itu dilalui, maka Ngurah akan kembali menjalani sisa hukumannya selama 8 bulan ke depan. Terkait sanksi, Risman menyebut, hak sebagai napi dipastikan akan dicabut.

Hak itu seperti tidak diusulkan mendapat masa pengurangan penahanan (remisi). Tidak mendapat hak cuti bersyarat dan pembebasan bersyarat. Bahkan, selama menjalani sisa penahanan itu, Ngurah dipastikan tidak akan mendapatkan izin untuk menerima kunjungan dari keluarga dan kerabatnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Gede Ngurah Darmayasa alias Ngurah (46) kabur dari lapas pada 24 Oktober 2019 silam. Sebelum kabur, Ngurah dan rekannya mengikuti pembinaan untuk membuat batako di luar gedung lapas. Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan dengan berpura-pura ke kamar mandi, Ngurah nekat kabur dari lapas. (kmb38)

RUPA-RUPA

B.BP.001.12.19.0000514

Dicari Pendamping Guru TK/ PAUD wanita belum berkeluarga min. SMA/SMK Lamaran ke TK Alit Kirana Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar Hu.081237042260

G.00024

RUPA-RUPA

Jasa Dana bank/swasta,SHM Dps, Gade Mbl H.083147739576

B.BP.004.12.19.0000594

KEHILANGAN

Hlg BPKBDK267JVNo.1556038-J an Gede Harjaya SE

B.BP.167.12.19.0000585

LOKER

BENGKEL LAS

SERVICE

BIRO JASA

Bali Post/ist

DIGIRING - Gede Ngurah Darmayasa ditangkap setelah lebih dari dua bulan kabur dari Lapas Kelas II-B Singaraja.


Selasa Pon, 24 Desember 2019

SOSOK Perkuat Ekonomi Umat PENGUATAN desa adat diharapkan bukan hanya pada ritual melalui panca yadnya ataupun kegiatan sosial lainnya. Masyarakat adat melalui desa pakraman juga diharapkan dapat memperkuat bidang ekonomi umat Hindu khususnya. Desa adat atau desa pakraman bisa mengambil peran dalam perekonomian dengan menyediakan kebutuhan umat. Seperti beras dan gula yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga. Pentingnya penguatan ekonomi umat itu, mengemuka dalam paruman bendesa se-jebag Jembrana di Baler Bale Agung, kemarin. ‘’Masifnya ekonomi dari luar harus bisa dibendung. Bagaimana caranya? ekonomi umat juga harus diperkuat melalui desa pakraman,’’ ujar Kade Sudiana, pembicara yang juga akademisi asal Jembrana. Selama ini, Direktur Lembaga Pendidikan Dibia Amerta (LPDA) ini melihat ada empat pilar yang harus dilaksanakan desa adat untuk menjaga Ajeg Bali. Pertama, ritual melalui Panca Yadnya, sosial (gotong royong umat), penguatan ekonomi umat Hindu dan merebut posisi politik strategis. Dari empat pilar yang menurutnya sebagian besar hanya fokus pada ritual dan sosial. Sedangkan penguatan ekonomi, selain Lembaga Perkreditan Desa (LPD), belum terealisasi. Karena itu, desa adat bersama PHDI sebagai lembaga umat memiliki kekuatan untuk mewujudkan penguatan ekonomi ini. ‘’Misalnya satu desa adat membuat konter untuk kebutuhan pokok. Beras contohnya, atau gula. Kalau bisa menyediakan kenapa tidak?’’ terang Sudiana. Sejumlah konsep ini bisa diterapkan dengan kebersamaan dan kekuatan desa adat. (olo)

Bali Post/olo

KENDARAAN PRIBADI - Situasi di pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk tepatnya di Pos KTP sejumlah kendaraan roda empat didominasi mobil pribadi nampak padat hendak ke arah Denpasar.

Jelang Nataru

Sehari 38.705 Orang Masuk Bali

Potensi PHR Namun selama ini masih belum optimal diraih bila dibandingkan dengan potensi yang ada. Ini lantaran potensi PHR belum terdata dengan baik. Kalaupun sudah terdata, proses pemungutannya belum optimal. Terkait hal itu, lanjut Dewa Indra, Tim Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah)

KPK mengasistensi Bali agar membangun sebuah sistem pemantauan data transaksi PHR secara elektronik atau online, yang bisa memberikan akuntabilitas dan integritas. Bali bahkan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan integrasi itu. Dengan harapan, pendataan potensi dapat dilakukan dengan baik. Sekaligus mencegah bahkan menghilangkan fraud atau penyimpangan. (kmb32)

Semakin Besar ‘’Saya kira kalau step step ini kita bisa raih, saya kira devisa akan semakin besar kita peroleh,’’ katanya. Ia menyebutkan hambatan implementasi Program Biodiesel itu antara lain kilang yang tersebar. ‘’Untuk membawa yang namanya CPO masuk ke kilang kan perlu transportasi untuk menuju ke kilang di mana barang ini diproduksi,’’ katanya. Namun, menurutnya, kilang Pertamina yang ada sudah mencukupi untuk mengolah CPO menjadi biodiesel, sehingga tidak harus membangun kilang baru dalam rangka Program B30, B40 dan nanti B50. Presiden menyebutkan

jika implementasi Program B30 akan menghemat devisa hingga Rp63 triliun, maka penghematan akan lebih besar ketika implementasi B40 dan B50. ‘’Nanti lari ke B50 akan beda lagi penghematan devisanya, inilah yang saya sering sampaikan untuk memperbaiki atau meningkatkan cadangan devisa dengan memperbanyak produk substitusi impor,’’ katanya. Selain substitusi impor BBM dengan biodiesel, menurut Jokowi, penghematan devisa akan lebih besar lagi dengan mulai berproduksinya pabrik petrokimia. ‘’Nanti kalau petrokimia di TPPI Tuban selesai, itu juga akan menghemat banyak sekali, karena impor petrokimia kita juga sangat tinggi,’’ kata Jokowi. (ant)

Selasa, 24 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Aktualisasi Kerangka Agama Hindu Dalam Beryadnya(2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus And Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Halo Kamtibmas Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Aktualisasi Kerangka Agama Hindu Dalam Beryadnya(3) Berita Siang Klip Bali

13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Taman Sari TK Permata Kasih 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Dalem Tarukan Parhyangan Ida Batara Putra Balangan 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Negara (Bali Post) Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pelabuhan KetapangGilimanuk masih dipadati penumpang. Berdasarkan data, pada Minggu (22/12) pukul 08.00 WIB hingga Senin (23/12) pukul 08.00 WIB, ASDP Cabang KetapangGilimanuk telah menyeberangkan 38.705 orang penumpang masuk Bali. Meskipun melebihi dari hari-hari normal, namun bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 masih lebih rendah. Sebab, saat itu diseberangkan sebanyak 39.294 orang. Dari data yang dihimpun di ASDP Cabang Ketapang, hingga Senin kemarin arus kendaraan dan orang yang masuk ke Bali cukup padat. Begitu halnya dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pulau Jawa meskipun jumlahnya lebih sedikit dibanding

yang masuk ke Bali. Khusus untuk kendaraan roda empat (mobil pribadi) tercatat sudah ada 4.070 unit yang masuk ke Bali. Untuk bus (baik umum maupun rombongan) tercatat 491 unit dan sepeda motor 2.861 unit. Demikian halnya dari

sisi trip, realisasi tahun ini hanya 90 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun ini realisasinya hanya 245 trip, sedangkan tahun 2018 mencapai 272 trip. Meski demikian, dari sisi kapal yang beroperasi dari Ketapang ke Gilimanuk, jum-

lahnya sama yakni 32 unit. Sementara untuk pelayanan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang, realisasi kapal yang beroperasi adalah sama yakni 32 unit. Hanya, trip pada 2018 lebih tinggi yaitu 274 trip dan tahun ini hanya 238 trip. Dari sisi jumlah penumpang, tahun ini lebih tinggi yaitu 36.535 orang, sedangkan tahun lalu mencapai 33.616 orang. GM ASDP Ketapang-Gilimanuk Fahmi Alweni melalui Humas ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk, Sandi Nugroho, Senin (23/12) ke-

marin mengatakan untuk pelabuhan sempat ditutup pada Minggu sore akibat cuaca yang kurang bersahabat. Pelabuhan ditutup pukul 17.09 Wita dan kembali dibuka 17.40 Wita. Meski demikian, penutupan tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pelabuhan. Secara umum memang ada kenaikan dari jumlah pengguna jasa dibanding hari normal. ASDP menyiagakan 32 armada kapal untuk melayani pengguna jasa baik dari Ketapang maupun Gilimanuk. (kmb26)

Tak Hadir Pelantikan

Anggota Panwascam Pekutatan Diganti

Negara (Bali Post) – Satu dari 15 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Jembrana yang telah terpilih dalam perekrutan tidak hadir dalam pelantikan Panwascam, Senin (23/12) kemarin. Lantaran ketidakhadiran itu, Bawaslu Jembrana akhirnya memutuskan mengganti anggota Panwascam yang terpilih tersebut. Pasalnya yang bersangkutan dinilai melanggar ketentuan. Dari informasi, sejatinya yang bersangkutan sudah diberitahukan bahwa pada Senin (23/12) ini akan ada pelantikan di Hotel Jimbarwana. Akan tetapi, hingga hari H bahkan ketika pelantikan dimulai, yang bersangkutan tidak hadir atau absen. Sehingga dari 15 kursi yang telah disiapkan panitia pelantikan, satu kursi kosong. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan seusai melantik dikonfirmasi kemarin membenarkan ada satu anggota Panwascam yang terpilih tidak hadir. Karena ketidakhadiran ini Bawaslu memutuskan yang bersangkutan diganti. ‘’Kami menilai yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan karena hari ini semestinya dilantik tetapi tidak hadir,’’ ujar Pande. Untuk penggantinya, Pande memastikan digantikan ranking empat dari seleksi yang dilakukan di kecamatan itu. ‘’Otomatis yang ranking empat kita pilih. Pelantikan nanti menyusul,’’ terangnya. Untuk pelantikan susulan satu anggota Panwascam itu diharapkan bisa dilakukan sebelum akhir Desember ini. Komisioner Bawaslu Provinsi Bali Dewa Raka Sandi yang turut hadir dalam pelantikan tersebut mendukung penuh tindakan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten ini. Menurutnya, perekrutan Panwascam ini sangat penting

sebagai pengawas Pilkada Jembrana 2020 di kecamatan, sehingga organisasi pemilu ini harus solid dan kuat. ‘’Kami menyerahkan penuh keputusan kepada Bawaslu Kabupaten,’’ ujar Raka Sandi. Dalam pelantikan yang dilakukan kemarin juga disaksikan Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara, wakil dari Polres Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, jajaran Kapolsek dan Koramil serta dari Pemkab Jembrana. Bupati Jembrana yang diwakili Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang berharap para pengawas di tingkat kecamatan ini segera melaksanakan tugas dan menjunjung netralitas dan integritas panitia penyelenggara sehingga Pilkada 2020 berjalan jujur dan adil. (kmb26)

Bali Post/olo

KOSONG – Salah satu kursi yang disiapkan untuk anggota Panwascam yang akan dilantik nampak kosong di bagian belakang. Bawaslu memastikan anggota yang terpilih dan tidak hadir ini akan diganti.


SELASA PON, 24 Desember 2019

Sanggar/Komunitas Seni

Penguatan Seni Budaya Bali PARIWISATA Bali dan atraksi seni budaya, ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Harus diakui, melambungnya pamor Bali sebagai destinasi wisata terkemuka di dunia tidak bisa dilepaskan dari potensi keragaman seni budaya yang tumbuh berkembang di Pulau Seribu Pura ini.

Pradnya Putri

Angkat Keindahan Jatiluwih

SALAH satu penyanyi cilik yang tergabung dalam Bali Kumara generasi 7 adalah Pradnya Putri. Memiliki hobi menyanyi, pemilik nama lengkap Ni Made Pradnya Putri Wiryawan ini bermimpi bisa menghasilkan sebuah karya lagu. Atas tekadnya tersebut, siswi kelas V SD 3 Saraswati Denpasar ini melatih olah vokalnya di Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’ yang terkenal dengan gudangnya pencipta lagu anak-anak. Di sana Pradnya Putri berlatih dengan tekun bersama teman-teman lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Bali. Bahkan, gadis cilik kelahiran Denpasar, 8 Februari 2009 ini berkesempatan melihat para seniornya yang sudah dikategorikan juara bernyanyi. Tentu hal tersebut menjadi pemacu dirinya untuk semakin giat dalam berlatih olah vokal agar bisa seperti senior-seniornya. Setelah tekun belajar olah vokal, suaranya semakin terdengar indah ketika menyanyikan lagu, sehinga orangtuanya, I Wayan Wiryawan dan Ni Nyoman Parwati, mendaftarkannya bersama ikut di Bali Kumara generasi 7. Di Bali Kumara 7, Pradnya Putri diberikan sebuah lagu ‘’Jatiluwih’’ yang diciptakan oleh Gus Saka yang diaransemen Dek Artha. Lagu ini mengangkat tentang keindahan destinasi Jatiluwih yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Keberadaan Jatiluwih yang sangat indah dengan sawahnya yang berundak telah memberikan kemakmuran kepada masyarakatknya. Sebab, Jatiluwih juga dikenal sebagai lumbung padi karena sawahnya yang luas, asri dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan. ‘’Pradnya Putri punya niat yang tinggi untuk bisa bernyanyi menyalurkan hobinya secara baik. Bahkan, dia bersama kakaknya, Dewi, jauh-jauh datang dari Sesetan ke Sukawati. Di Griya Musika Sukawati Cressendo dia merasa senang dapat belajar bernyanyi dengan anak-anak lainnya yang datang dari berbagai kabupaten. Dia juga dapat melihat para senior yang sudah dikategorikan juara,’’ ujar pendiri Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’ yang juga penggagas Bali Kumara, I Komang Darmayuda, Minggu (22/12) kemarin. Selama berlatih di sanggar, diakuinya, Pradnya Putri memiliki ketepatan nada-nada yang bagus, serta memiliki power vokal yang baik. ‘’Penghayatannya sudah bagus, tinggal totalitas saja bila tampil dalam ajang lomba, sehingga daya pukaunya mampu ditampilkan,’’ pungkas Darmayuda. (win)

Kemunculan sanggar/ komunitas seni sangat konstruktif dalam rangka penguatan dan pemajuan seni budaya Bali. Gerak aktivitas keseharian krama Bali yang lekat dengan atraksi seni budaya adalah magnet utama yang menjerat minat kaum pelancong dari mancanegara untuk menj e j a k

tanah Bali. Kekuatan seni budaya untuk mendatangkan para turis ke Bali tampaknya disadari betul oleh pemerintah daerah. Makanya, tidak berlebihan jika pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap geliat aktivitas sanggar/komunitas seni yang beberapa tahun belakangan ini makin semarak. Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mengaku sangat terkesan melihat banyaknya pendirian sanggar/komunitas seni baru yang mayoritas digerakkan oleh seniman-seniman muda Bali selama satu dekade terakhir. Menurutnya, fenomena kemunculan sanggar/komunitas seni baru ini sangat konstruktif dalam rangka penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. Tak kalah strategisnya, sanggar/komunitas seni inilah yang memerankan diri sebagai kawah candradimuka yang nantinya akan melahirkan seniman-seniman

Bali Brand

muda berkarakter kuat yang akan menjaga dan meneruskan kejayaan seni budaya Bali. ‘’Dari sanggar/komunitas seni inilah kita berharap banyak munculnya barisan panjang generasi penerus kejayaan seni budaya Bali. Tentunya, mereka tidak hanya mengusung spirit penggalian dan pelestarian semata, tapi juga merambah wilayah pengembangan, sehingga senantiasa lahir karya-karya seni baru yang akan menyemarakkan jagat seni, baik di lingkup Bali, nasional maupun internasional,’’ kata Arya Sugiartha, Senin (23/12) kemarin. Penghargaan Seni Arya Sugiartha mengaku merespons positif geberakan Pemprov Bali yang memberikan Penghargaan Seni Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha kepada sanggar/ komunitas/yayasan seni di Bali. Tentunya, pemberian penghargaan tersebut akan semakin memotivasi para penggiat seni untuk mengembangkan sanggar/komunitasnya serta menciptakan karya-karya seni yang jauh lebih berkualitas. ‘’Rata-rata sanggar/komunitas seni itu

Bali Post/025

REUNI - Alumni SMP Indraprasta 1991 saat reuni di Denpasar.

aan Bali. Tentunya, kita juga tidak bisa melupakan peran besar dari lembaga pendidikan seni seperti ISI Denpasar, karena rata-rata motor penggerak dari sanggar/komunitas seni di Bali tersebut digodok di sini. Setelah menamatkan pendidikan formalnya, mereka kembali ke masyarakat untuk menggetoktularkan ilmu yang didapatnya selama di bangku kuliah,’’ ujarnya. (ian)

pengembangan seni budaya Bali. ‘’Di sanggar/komunitas seni inilah kita berharap banyak proses kaderisasi dan regenerasi itu berjalan lempang. Semakin banyak ada sanggar/komunitas seni, tentunya semakin baik bagi upaya-upaya penguatan dan pemajuan kebuday-

Gus Teja

Melejit Lewat ’’Morning Happiness’’ IDENTIK dengan seruling, nama Gus Teja terkenal. Ia salah satu seniman asal Bali yang mendunia. Pria dengan nama lengkap Agus Teja Sentosa, S.Sn. ini mulai melejit lewat karyanya berjudul ‘’Morning Happiness’’. Hingga kini bapak dua anak ini terus bereksperimen dengan alat musik tradisional. ‘’Semasa kecil orangtua pernah membuatkan seruling, walau waktu itu nadanya masih tidak beraturan, tetapi saya senang sekali,’’ ujarnya, belum lama ini. Kegemaran terhadap seruling, terus ia bawa hingga belajar di SMAN 3 Denpasar. Gus Teja yang mulai beranjak remaja ketika itu pun mulai belajar membuat seruling ke sejumlah seniman di Desa Peliatan, Ubud. ‘’Sampai akhirnya saya bisa

Alumni SMP Indraprasta ’’Go International’’

SEKALIPUN SMP Indraprasta milik Desa Kesiman tak lagi beroperasi, namun kualitas lulusannya dikenal go international dan sukses menjadi wirausaha mandiri. Hal itu terungkap saat acara reuni alumni 1991 SMP Indraprasta, Minggu (22/12) malam. Mantan Kepala SMP Indraprasta Drs. I Bagus Raka, M.M. mengungkapkan pendidikan disiplin dan karakter yang ditanamkan kepada siswanya kini membuahkan hasil. Banyak alumni SMP Indraprasta tahun 1991 bekerja di luar negeri seperti di kapal pesiar dan menjadi manajer terapis. Mereka juga ada bekerja di hotel dan restoran. Yang membanggakan, alumninya sebagian besar menjadi wirausaha mandiri seperti membuka catering, servis elektronik dan usaha dagang lainnya. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi untuk bisa memenangkan dunia kerja. Guru sekaligus wali kelas I Made Sueca menambahkan, acara reuni jangan hanya dipakai untuk kongko-kongko melainkan untuk membangun jejaring alias networking antaralumni, sehingga mampu memperkuat dan memperluas pasar bisnis yang sedang digeluti. Juga dipakai ajang sharing pengalaman dan memperkuat soliditas dan solidaritas. Sementara Panitia Reuni IB Gunadi mengatakan perlunya dibuat reuni akbar SMP Indraprasta guna membangkitkan minat desa adat agar memiliki kembali lembaga pendidikan milik desa adat atau desa dinas guna mendidik anak bangsa. (025)

memulai kiprahnya dari nol. Penghargaan yang disertai dengan pemberian dana bantuan itu tentu sangat bermanfaat bagi para penggiat seni dalam mengembangkan sanggar/komunitas seninya masing-masing, baik dalam hal menambah fasilitas dan peralatan termasuk untuk modal menciptakan karyakarya seni berikutnya. Sebagai akademisi di bidang seni, saya berharap pemberian penghargaan kepada para penggiat seni ini tetap berlanjut,’’ ujarnya. Hal senada juga dilontarkan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana, S.Sn., M.Sn. Ditegaskan, kemunculan sanggar/komunitas seni baru tersebut merupakan fenomena positif bagi upaya-upaya penggalian, pelestarian dan

Sp

BALI BRAND – Gus Teja saat menerima Anugerah Bali Brand yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (20/1) lalu.

membuat alat musik sendiri, khususnya seruling. Saya juga suka bereksperimen dengan musik bamboo. Jadi sudah biasa waktu itu saya berjualan seruling,’’ katanya. Semasa SMA hingga kuliah di ISI Denpasar, ia mulai membuat grup band. Kala itu ia sudah mulai mengolaborasikan musik tradisi dengan modern. Ia pun terus bereksperimen khusus menggunakan alat musik tingklik, seruling hingga selonding. Gus Teja akhirnya menciptakan lagu pertamanya ‘’Wisspering Of Hopes’’ pada 2008. Karya perdana ini pun dibuat dengan studio di halaman rumahnya. Lagu ini pun lantas diedit menjadi 8 hingga menjadi satu buah album. Berkat karyanya yang menginspirasi, Gus Teja diberikan Anugerah Bali Brand oleh Kelompok Media Bali Post. Ia salah satu dari tujuh penerima anugerah itu yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster serangkaian acara pidato akhir tahun 2019 di Taman Budaya Bali, Jumat (20/12) lalu. (nik)

Trofi Bali United untuk Gubernur dan Wagub Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Bali United sukses merebut gelar juara Kompetisi Liga 1 tahun 2019 ini. Tim asuhan pelatih Stefano ‘’Teco’’ Cugurra ini berhasil memboyong trofi sebagai level tertinggi kompetisi sepak bola di Tanah Air. Bahkan, trofi yang direbut Fadil Sausu dan kawan-kawan sebagai kado yang dipersembahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace. Rombongan Bali United memboyong trofi sebagai lambang sepak bola bergengsi itu, diterima Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace di Rumah Jabatan Gubernur, Gedung Jayasaba, Senin (23/12) kemarin. Gubernur Wayan Koster menerangkan, sukses Bali United ini mampu mengharumkan nama Bali yang memang nama Pulau Dewata ini sudah harum di kancah internasional.

‘’Prestasi Bali United sungguh spektakuler, dan sangat mengejutkan,’’ ungkap Gubernur Wayan Koster. Atas sukses Bali United ini, kata Koster, nama Bali makin menggema baik di level nasional, bahkan dunia. Karena itu, Gubernur Koster berjanji akan memberikan kado istimewa buat Bali United. Hanya, APBD tahun 2020 sudah tak bisa diotak-atik lagi, dan menunggu anggaran perubahan cukup lama, sehingga dirinya masih berutang. Oleh sebab itu, Gubernur Koster berniat merenovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, utamanya tribun penonton. Dijelaskannya, kapasitas penonton saat ini 25 ribu. Selanjutnya, tribun atas akan direhab dan daya tampung penonton mencapai 30 ribu sampai dengan 40 ribu. Ia berharap, jika stadion ram-

pung, upaya pembibitan dan pembinaan bisa dilakukan di Bali hingga muncul bibit-bibit pesepak bola berbakat dan bertalenta dari lokal Bali. ‘’Anggaran perbaikan tribun ini diperkirakan mencapai Rp350 miliar,’’ terangnya. Ke depan, menurutnya, Stadion Kapten I Wayan Dipta akan dipakai helatan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. ‘’Pemakaian stadion ini akan dituangkan dalam instruksi presiden,’’ jelasnya. Ia menegaskan, pemberian bonus kepada Bali United atas prestasinya ini, diberikan kepada klub. Di sisi lain, Pieter Tanuri dari Manajemen Bali United mengemukakan, dirinya yakin utang Gubernur Bali pasti akan dilunasi. Pieter mengakui sukses Bali United ini karena menumpang nama besar Bali yang sudah tenar. (022)

Bali Post/eka

JUARA - Gubernur Bali bersama manajemen Bali United memegang trofi juara Liga 1 di Jaya Sabha, Denpasar, Senin (23/12) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook