16 HALAMAN
NOMOR 126 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Korban Meninggal 222 Orang
Terbanyak di Hotel Mutiara Carita JUMLAH korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12) kemarin pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang. Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di empat kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus. Hal. 15 Akan Bertambah
TSUNAMI SELAT SUNDA Kabupaten Lampung Selatan
Fasilitas Rusak
9 Unit
Hotel rusak
60 Unit
Warung rusak
350Unit
Perahu/kapal rusak
Korban di Lampung 48 Orang Korban Meninggal
222 Orang
Korban Hilang 28 Orang Korban Luka-luka
48 orang meninggal 115 orang luka-luka 110 rumah rusak. tsunami menerjang pantai yang ada di empat kecamatan yang terdampak. Yaitu, Kecamatan Kalianda, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Katibung.
843 Orang
Tsunami yang menerjang kawasan pantai di Banten dan Lampung itu mengakibatkan 558 unit rumah rusak 9 hotel rusak 60 warung kuliner rusak 350 unit perahu nelayan rusak
24 Roda empat
Bali Post/ant
VILA TAMARO - Warga mengais barang di antara reruntuhan di Vila Tamaro yang porak-poranda diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12) kemarin.
Tsunami di Lampung dan Banten
Dipicu Aktivitas Gunung Anak Krakatau
rusak
49 Roda dua rusak
Jakarta (Bali Post) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tsunami di kawasan pantai barat Provinsi Banten dan pantai selatan Provinsi Lampung bukan dipicu oleh gempa bumi (aktivitas tek-
ForBALI Bersurat ke Menteri Susi
Denpasar (Bali Post) ForBALI menanggapi bantahan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti terkait izin reklamasi Teluk Benoa yang termuat di beberapa media dan situs YouTube. ForBALI bahkan sampai mengirim surat jawaban atas bantahan Menteri Susi tertanggal 22 Desember lalu. Ada lima poin penting yang dijawab ForBALI dalam surat tersebut. Pertama, menyangkut bantahan bahwa KKP tidak memberikan izin reklamasi di Teluk Benoa, melainkan izin lokasi reklamasi. Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana men-
tonik) seperti pada umumnya, tetapi dipicu oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. ‘’Tidak ada gejala seismisitas tektonik yang memicu tsunami, sehingga setelah tadi berkoordinasi dengan Badan Geologi bahwa diduga akibat erupsi
tersebut, baik kemungkinan bisa langsung atau secara tidak langsung memicu terjadinya tsunami,’’ kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12) kemarin. Menurutnya, aktivitas vul-
kanik berupa erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau oleh Badan Geologi pada alat sensor sekitar Sabtu malam (22 Desember 2018) pukul 21.03 WIB. Hal. 15 Gelombang Tinggi
Kalianda (Bali Post) – Korban meninggal dunia akibat bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan, yang terjadi Sabtu (22/12) malam, mencapai 48 orang. ‘’Kemungkinan korban meninggal dunia akibat tsunami di Lampung Selatan bertambah lagi,’’ kata Kabid Dokes Polda Lampung Kombes dr. Andre Bandarsyah, di Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (23/12) kemarin. Ia menyebutkan, untuk korban luka-luka, baik luka berat maupun ringan tercatat 242 orang. Ia mengatakan, Tim Disaster Victim Identification Polda Lampung telah diturunkan untuk mengevakuasi korban tsunami di lokasi bencana. Selain itu, Tim DVI Polda Lampung juga berada di RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung. Hal. 15 Lampung Selatan
Soal Izin Lokasi Baru untuk PT TWBI
Gubernur Didesak Minta Pencabutan Perpres 51
gatakan, perizinan reklamasi justru terdiri dari izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi sesuai isi Pasal 15 Perpres No.122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulaupulau Kecil. Reklamasi pun dibagi dalam dua tahapan, yakni perencanaan dan pelaksanaan. Di tahapan perencanaan, investor mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin lokasi dari KKP. Setelah memiliki izin lokasi, barulah investor wajib menyusun rencana induk, studi kelayakan, dan rancangan detail reklamasi. Hal. 15 Penyesatan Informasi
Tidak Terbit
Terkait dengan hari raya Natal, Bali Post pada Selasa (25/12) besok tidak terbit. Demikian pula serangkaian hari raya Galungan, Bali Post juga tidak terbit pada Rabu (26/12) dan Kamis (27/12). Bali Post akan kembali hadir seperti biasa mulai Jumat (28/12). Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana
Galau, Pertanian di Tengah Gemerlap Pariwisata
’’Jika pergub ini sudah resmi diberlakukan, tidak ada lagi alasan bagi para pelaku atau pengusaha di industri pariwisata untuk memarginalkan GALAU. Barangkali kata pemanfaatan produkitu cukup tepat untuk menggamproduk lokal Bali.’’
barkan potret buram pertanian Bali. Sampai saat ini, pertanian di Bali ditelikung beragam masalah. Masyarakat Bali mulai enggan bertani dan ramai-ramai meninggalkan sektor pertanian lantaran dinilai tidak lagi menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan. Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi peruntukan lain makin tak terbendung karena ketidakberdayaan pemerintah daerah melaksanakan kebijakan atau regulasi hukum untuk memproteksi lahan pertanian yang masih tersisa itu secara tegas dan konsisten. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali, luas lahan pertanian yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali tercatat 353.491 hektar. Rinciannya, 79.526 hektar merupakan lahan sawah dan 273.965 hektar merupakan lahan pertanian bukan sawah seperti tegal, ladang, hutan rakyat, padang pengembalaan, hutan rakyat dan lain-lainnya. Hal. 15 Usung Budaya
Wayan Supartha
’’Semangat dari pergub ini mengisyaratkan keberpihakan bagi peningkatan kesejahteraan petani Bali. Namun, sistem dan regulasi ini harus ditindaklanjuti dengan keberanian dari Pemprov Bali untuk menegakkan aturan.’’ Putu Sudiarta
Denpasar (Bali Post) Izin lokasi reklamasi Teluk Benoa rupanya dikeluarkan untuk investasi yang sama, yakni PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Izin lokasi baru itu keluar diduga tanpa adanya pertimbangan dari Gubernur Bali, Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar. Terkait hal ini, Gubernur khususnya didesak untuk protes sekaligus meminta pencabutan Perpres No.51 Tahun 2014. Sebab, peluang adanya reklamasi akan terus terbuka sepanjang Perpres itu masih berlaku. Demikian penegasan Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana dalam keterangan persnya, Minggu (23/12) kemarin. Gendo meminta Gubernur segera melakukan tindakan nyata dan tidak sekadar beretorika. Yakni dengan bersurat kepada Menteri Susi untuk protes bahwa izin lokasi terbit tanpa ada pertimbangan dari Gubernur sehingga ber-
tentangan dengan Perpres 122. Kemudian bersurat atau menghadap langsung Presiden Joko Widodo agar mencabut Perpres No.51 Tahun 2014. Dengan begitu, Teluk Benoa akan kembali lagi menjadi kawasan konservasi sesuai isi Perpres No.45 Tahun 2011. Koordinator Divisi Politik ForBALI Suriadi Darmoko menambahkan, penting ada inisiatif dari daerah untuk mengembalikan lagi Perpres 45 yang diubah menjadi Perpres 51. Salah satunya dengan bersurat mendesak perubahan itu sehingga Teluk Benoa bisa kembali menjadi kawasan konservasi. Terlebih, Gubernur memiliki kewenangan dan legitimasi politik. Kop surat Gubernur dikatakan ‘’lebih sakti’’ bila dibandingkan kop surat ForBALI. ‘’Inisiatif dari daerah ini harus muncul. Tindakan konkretnya harus ada,’’ ujarnya.
Taman Mangrove Gendo Suardana juga meminta Gubernur agar tidak mencampur-adukkan persoalan sehingga membingungkan publik. Ini terkait wacana yang digulirkan Gubernur untuk menata kawasan Teluk Benoa sebagai taman mangrove. Sebab, mangrove di kawasan Teluk Benoa secara peraturan hukum tata ruang merupakan kawasan konservasi sejak Perpres 45 hingga diubah menjadi Perpres 51. Kawasan yang mau direklamasi adalah perairan Teluk Benoa. ‘’Yang dikeluarkan dari kawasan konservasi itu perairan Teluk Benoa di luar mangrove. Mangrove itu tetap kawasan konservasi yang mau ditata oleh Gubernur, ya… baguslah. Tapi tidak menjawab persoalan reklamasi, karena reklamasi tidak dilakukan di kawasan mangrove,’’ tandasnya. (kmb32)
Basis Pergerakan Pertanian PENELITI dan pengamat pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. mengatakan, sudah saatnya pemerintah daerah di Bali menjadikan lembaga subak sebagai basis pergerakan, perjuangan dan pengembangan pertanian di Bali. Agar fungsi itu bisa berjalan lempang dan memiliki daya saing, lembaga subak tersebut wajib dilengkapi dengan sumber-sumber teknologi. Seperti halnya sentra-sentra pertanian di negara-negara maju, di setiap subak harus ada sumber informasi dengan internet dan sebagainya. Dengan begitu, krama subak bisa mengakses informasi perkembangan harga produk-produk pertanian termasuk mempromosikan produk-produk pertanian yang mereka hasilkan. ‘’Di era glo-
balisasi yang ditandai dengan kompetisi di segala bidang yang sangat ketat ini, lembaga subak di Bali juga wajib diperkuat dengan teknologi. Tanpa semua itu, pertanian Bali akan makin terpuruk,’’ kata Alit Susanta Wirya, Minggu (23/12) kemarin. Doktor lulusan Jepang ini juga berharap krama subak mulai memikirkan pemrosesan produksi pascapanen untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian seperti yang dilakukan para petani di negara maju. Seharusnya, hal ini juga bisa dilakukan oleh petani Bali lewat organisasi subaknya jika petani Bali tidak gagap teknologi. Dalam konteks ini, pemerintah wajib memberikan akses teknologi dan informasi untuk memberdayakan masyarakat petani. Hal. 15 Generasi Muda
’’Di era globalisasi yang ditandai kompetisi di segala bidang, lembaga subak di Bali juga wajib diperkuat dengan teknologi. Tanpa semua itu, pertanian Bali akan makin terpuruk.’’ Alit Susanta Wirya
DENPASAR
2
Senin Pon, 24 Desember 2018
Antisipasi Penumpukan Sampah Saat Hari Raya
DLHK Siagakan 1.459 Tenaga Kebersihan
Denpasar (Bali Post) – Pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan serta Natal dan Tahun Baru (Nataru), dipastikan akan memicu terjadinya peningkatan volume sampah di Kota Denpasar. Karenanya, sebagai upaya antisipasi terjadinya penumpukan sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menyiapkan tenaga kebersihan serta truk angkut sehingga sampah tidak menumpuk saat pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan serta Nataru. Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada mengatakan hal itu, Minggu (23/12) kemarin.
Bali Post/kmb12
DISIAGAKAN - Sejumlah tenaga kebersihan yang akan disiagakan untuk menangani lonjakan volume sampah saat hari raya.
FIGUR ”Diet” Kantong Plastik JELANG tutup tahun 2018, Denpasar Festival (Denfest) kembali digelar. Pelaksanaan Denfest 2018 dimulai dari tanggal 28 Desember hingga 31 Desember 2018. Denfest merupakan festival yang digelar Pemkot Denpasar setiap tahun sekaligus sebagai event dalam menyambut pergantian tahun. Denfest dipusatkan di Patung Catur Muka-Jalan Gajah MadaJalan Veteran hingga kawasan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Lapangan Puputan). Menurut Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, Denfes bahkan sudah menjadi event kalender nasional yang wajib dikunjungi masyarakat. Tidak hanya masyarakat di Kota Denpasar, namun pengunjung Denfest datang dari berbagai wilayah di Bali bahkan luar Bali. Setiap tahunnya, Denfest mengusung tema khusus yang dipilih sebagai wujud nyata implementasi Sewaka Dharma. “Tahun ini, kampanye positif dalam mengurangi kantong plastik menjadi fokus
utama,” katanya, Minggu (23/12) kemarin. Menurut pria bertubuh gempal ini, hal ini adalah bentuk ajakan positif untuk bersama-sama “diet” kantong plastik sebagai wujud kepedulian kita terhadap kelestarian alam. “Diet kantong plastik ini saya rasa akan menjadi kebiasaan yang positif jika dibiasakan. Sering kita dengar pepatah alah bisa karena biasa. Jadi kalau sudah biasa bawa kantong belanja sendiri, kan bagus,” tegasnya. Dikatakan, berbagai stand memenuhi sudut-sudut area Denfest 2018. Standstand kuliner membanjiri seputaran Gajah Mada hingga Jalan Veteran. Kuliner yang disajikan rata-rata merupakan kuliner tradisional khas Bali dan tentunya meminimalisasi penggunaan plastik. Selain itu, terdapat stand fashion/ UMKM, panggung-panggung hiburan yang memberikan kesempatan masyarakat untuk menunjukkan kreativitasnya. Secara khusus juga diingatkan, Denfest 2018 ini meminimalisasi penggunaan kantong plastik ataupun kemasan makanan yang berupa plastik. “Tentu ini mendukung kebijakan Wali Kota Denpasar dalam mengurangi penggunaan kantong plastik, sebagai wujud kepeduliaan terhadap lingkungan,” ujarnya. (ara)
Bhayangkari Polresta Kunjungi Lansia
Bali Post/ist
PANTI SOSIAL - Ketua Bhayangkari Polresta Denpasar Sari Ruddi saat mengunjungi Panti Sosial Tresna Werda Seraya.
Topik :
Paur Humas Polresta Denpasar Ipda Gusti Parwanita mengatakan, kegiatan tersebut dipimpin Ketua Bhayangkari Polresta Denpasar Sari Ruddi. Ketua Bhayangkari bersama rombongan mengawali kegiatan dengan mengunjungi istri Aiptu I Nengah Slamet di rumahnya di
masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan. “Kami bersinergi dengan semua elemen hingga desa/kelurahan guna menangani sampah hari besar keagamaan yakni Galungan, Kuningan dan Nataru ini,” jelasnya. Pada perayaan Galungan dan Kuningan serta Nataru kali ini, Wisada memprediksikan peningkatan volume sampah mencapai 60 persen dari jumlah volume sampah harian di Kota Denpasar, yakni 400 ton sampai dengan 500 ton. “Peningkatannya mencapai 60 persen dari jumlah hari-hari biasa,” paparnya. Wisada juga mengimbau masyarakat turut andil me-
minimalisasi jumlah sampah saat hari raya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. “Kami mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dengan memilah sampah dan membuang sampah sesuai dengn jam yang dianjurkan oleh swakelola sampah, sehingga sampah tidak menumpuk di pinggir jalan. Kerja sama ini sangat penting menuju Kota Denpasar yang bersih dan asri,” tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Jelang Hari Raya
Peringati Hari Ibu
Denpasar (Bali Post)Memperingati Hari Ibu ke-90, pengurus Bhayangkari dan Polwan Polresta Denpasar berbagi kasih dengan para lansia di Panti Sosial Tresna Werda Seraya, Sabtu (22/12) lalu. Pada kesempatan tersebut diserahkan di antaranya beras, pampers dan suvenir.
Menurut Wisada, DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar ke agamaan senantiasa siaga. Hal ini lantaran lonjakan volume sampah cenderung meningkat saat hari besar keagamaan. “Kami tetap siaga kapanpun untuk memastikan kebersihan Kota Denpasar,” tegasnya. Wisada menambahkan, antisipasi terhadap penanganan lonjakan sampah ini dilaksanakan dengan mengintensifkan seluruh personel dengan pola penambahan jam kerja atau sistem lembur. Sedikitnya 1.459 tanaga kebersihan akan disiagakan bersama 49 armada truk yang dibantu motor cikar (moci) di
Perumahan Canggu Permai, Kerobokan. Pasalnya, istri Nengah Slamet ini menderita penyakit jantung dan ginjal. “Rencananya yang bersangkutan akan operasi di RSUP Sanglah. Ibu Ketua Bhayangkari menyerahkan parsel dan uang,” ujar Parwanita, Minggu (23/12) kemarin. Sari Ruddi bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werda Seraya di Desa Biaung, Denpasar, pukul 12.30 Wita. Menurut Parwanita, panti ini dihuni 31 orang lansia. “Di panti sosial ini, beliau (Sari Ruddi-red) menyerahkan lima karung beras, pampers, selimut dan suvenir. Ibu juga diajak menari oleh lansia tersebut. Mereka sangat senang dan gembira,” katanya. (kmb36)
Kebutuhan Uang Kartal Naik 31 Persen
Denpasar (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan dan Natal, kebutuhan uang kartal masyarakat meningkat. Kebutuhan uang tunai menjelang rangkaian libur panjang ini mencapai Rp 2,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat 31 persen dari realisasi penarikan uang kartal pada Desember tahun 2017 sebesar Rp 1,75 triliun. Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) BI KPw Bali Teguh Setiadi mengatakan hal itu, Sabtu (22/12) lalu. Menurut Teguh Setiadi, kebutuhan uang tersebut terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebesar Rp 1,75 triliun,
Rp 50.000 ribu sebesar Rp 481 miliar, dan pecahan Rp 20.000 ke bawah sebesar Rp 69,4 miliar. Dikatakan, peningkatan kebutuhan uang yang cukup signifikan tersebut disebabkan oleh adanya rangkaian hari libur Natal dan Galungan. Kondisi ini berdampak pada kesiapan perbankan dalam memenuhi kebutuhan uang nasabah dan pengisian ATM sepanjang hari libur berlangsung. Di samping itu, di pengujung tahun ini terdapat penyelesaian kewajiban oleh pemerintah dalam bentuk pencairan (Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) serta adanya pembayaran gaji PNS, TNI, Polri periode
Januari 2019 yang harus disiapkan oleh perbankan pada Desember 2018 ini. Kebutuhan uang pada Desember juga akan semakin meningkat karena perbankan masih akan memberikan layanan pemenuhan uang kepada nasabahnya pada tanggal 27 dan 28 Desember 2018 menjelang penutupan tahun 2018. Pada akhir tahun 2018 ini, kata Teguh Setiadi, terdapat beberapa pecahan uang rupiah yang akan dicabut atau ditarik dari peredaran yakni Rp 100.000 TE 1999, Rp 50.000 TE 1999, Rp 20.000 TE 1998 dan Rp 10.000 TE 1998. Untuk itu, KPw BI Provinsi Bali akan memberikan lay-
anan penukaran uang yang akan dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut. Penukaran uang bisa dilakukan setiap hari kerja mulai pukul 09.00 – 12.00 Wita serta layanan khusus pada tanggal 29 – 30 Desember mulai pukul 09.00 – 12.00 Wita. Menurut Teguh Setiadi, sejak diumumkan mengenai pencabutan atau penarikan beberapa uang pecahan tersebut, sepanjang De sember penukaran uang yang dicabut atau ditarik dari peredaran mencapai Rp 327.300.000. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari bulan sebelumnya sebesar Rp 126.440.000. (kmb42)
Wali Kota Rai Mantra dan Wawali Jaya Negara
Mengucapkan Selamat Hari Suci Galungan, Kuningan, Natal, dan Tahun Baru HARI Suci Galungan dirayakan umat Hindu pada 26 Desember 2018, dan Hari Suci Kuningan dirayakan pada 5 Januari 2019. Perayaan kali ini tentu menjadi hal yang sangat istimewa dalam pelaksanaan Hari Suci Galungan karena hampir bersamaan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Dalam momentum istimewa ini, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara secara khusus atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar mengucapkan selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat se-dharma di manapun berada, selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani, serta selamat Tahun Baru 2019 kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (20/12) lalu. Momentum ini diharapkan Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara dapat meningkatkan pemahaman tentang tri kerukunan hidup umat beragama yakni hubungan harmonis dengan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Shang Hyang Widhi Wasa, antarsesama umat beragama, alam, serta lingkungan. Hari Suci Galungan dan Kuningan dapat meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa serta meningkatkan rasa toleransi, menghormati keragaman di setiap lapisan masyarakat dengan terus menguatkan, melestarikan dan menjaga budaya
Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara. Bali. Atas nama pribadi, pemerintah serta masyarakat Kota Denpasar, Rai Mantra dan Jaya Negara juga mengucapkan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Kedua pucuk pimpinan Pemkot Denpasar ini juga merangkul sinergi semua komponen masyarakat dalam mengisi pembangunan bersama-sama pemerintah pada Tahun Baru 2019. Dalam memeriahkan dan merayakan tahun baru dengan penuh kesederhanaan dan rasa kebersamaan serta melakukan refleksi akhir tahun dengan kegiatan-kegiatan yang
positif. Pada refleksi akhir tahun 2019 mengajak kerja sama, bersama-sama masyarakat dalam kewajiban dapat memberikan manfaat bersama. Rai Mantra dan Jaya Negara juga mengajak segenap warga Denpasar dalam memasuki tahun 2019 ini untuk selalu waspada dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Di samping itu, pada perayaan tahun baru ini juga mengajak masyarakat untuk selalu introspeksi dan mulat sarira. Momentum perayaan tahun baru ini terus mengedepankan rasa solidaritas dan sal-
ing hormat-menghormati antarsesama. Momentum mulat sarira sangat tepat dikedepankan demi menjaga kenyamanan dan keamanan Denpasar dan Bali umumnya. “Mari kita tatap masa depan dan memasuki tahun 2019 dengan karya gemilang, dan berbuat nyata untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama. Tahun baru ini aktivitas yang menjadi kewajiban kita dapat berjalan normal, dan kewajiban dapat bermanfaat bagi masyarakat, semoga kebahagiaan dan kedamaian dapat menyertai kita semua,” ajaknya. (ad779)
BADUNG
Senin Pon, 24 Desember 2018
3
Kelola Sampah dan Limbah
DLHK Terapkan Konsep Darurat Berbenah Bali Post/ist
BANGUNAN - Bangunan di Pantai Berawa menjadi pergunjingan di media sosial lantaran dinilai melanggar sempadan pantai.
Diduga Langgar Sempadan Pantai
Bangunan di Pantai Berawa Diprotes Warga
Mangupura (Bali Post) -
Seorang warga mengunggah aktivitas pembangunan di Pantai Berawa, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara di media sosial. Postingan bangunan yang menyerupai panggung yang dibangun menjorok ke laut ini mendapatkan banyak komentar karena dinilai melanggar. Bahkan, pemilik akun meminta DPRD Badung segera mengambil tindakan terhadap bangunan tersebut. Terkait hal itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung mengecek keberadaan bangunan tersebut. ‘Saya minta Satpol PP menelusuri bangunan yang tengah ramai di Facebook itu, apakah benar ada pelanggaran,’’ ungkap Parwata, Minggu (23/12) kemarin. Politisi asal Dalung ini menyatakan ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dalam membangun. Sebab, dalam Perda Tata Ruang Badung telah diatur jarak atau sempadan pantai. ‘’Dalam perda sudah ada sempadan pantai, sempadan jurang dan lainnya. Ini harus dipatuhi, tidak ada pengecualian. Kalau melanggar ya… harus ditindak, karena kami tidak ingin ada aktivitas yang melanggar hukum di Badung,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, I GAK Suryanegara mengakui
telah melakukan pengecekan di lapangan. Hanya, bangunan yang berdiri di pantai tersebut bukan bangunan permanen, melainkan bersifat sementara yang sengaja dibangun oleh pihak salah satu hotel untuk mengadakan perayaan malam Tahun Baru 2019. ‘’Itu bangunan sementara untuk event perayaan menyambut tahun baru,’’ ucapnya. Menurutnya, bangunan tersebut akan dibongkar setelah perayaan malam tahun baru. Hal ini juga telah diketahui Dinas Pariwisata (Dispar) Badung. ‘’Akan dibongkar seperti semula. Informasinya sudah dapat follow up dengan Disparda,’’ ujarnya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra membenarkan adanya aktivitas pembangunan di Pantai Berawa. Menurutnya, bangunan yang bersifat sementara itu hanya untuk mengadakan pesta perayaan tahun baru. ‘’Sama seperti di Pantai
Kuta, nanti juga bakal ada event menyambut tahun baru. Ini kan untuk menghibur para tamu yang jauh-jauh datang berlibur ke Bali,’’ terangnya. Khusus pesta kembang api di Kuta yang akan diselenggarakan Dispar Badung itu, Badra menyebutkan, bakal diluncurkan tepat pukul 00.00 Wita, bersamaan dengan momen pergantian tahun dari tahun 2018 ke tahun 2019. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk datang memeriahkan malam pergantian tahun di Pantai Kuta. ‘’Untuk di Pantai Kuta nanti akan ada pesta kembang api dari tengah laut. Ada 5 ribu shot kembang api dan hiburanhiburan yang sedang dipersiapkan. Pesta ini adalah arahan dari Bapak Bupati, dan ini baru pertama kalinya ada di Bali,’’ terang birokrat asal Kuta ini seraya menyebutkan, anggaran untuk pesta kembang api itu kurang lebih Rp 900 juta. (kmb27)
figur Pariwisata Berkualitas DALAM rangka mendukung pengembangan pariwisata berkualitas, salah satu platform pembayaran online milik perusahaan raksasa Alibaba Group yaitu AliPay siap membantu mempromosikan Bali sebagai destinasi bagi masyarakat Tiongkok secara luas. Seperti yang disampaikan Presiden Direktur PT Alto Halo Digital International (AHDI) Rudi Ramli, Sabtu (22/12), belakangan ini banyak usaha pariwisata Tiongkok di Bali leluasa menjalankan praktik ilegal dengan transaksi RMB tanpa pengenaan kurs rupiah sehingga semua transaksi langsung antarperbankan di Tiongkok. Akibatnya, transaksi yang dilakukan di Indonesia khususnya di Bali tidak berdampak pada perekonomian daerah dan penambahan devisa negara. Untuk itu, pihaknya sangat mendukung langkah Pemprov Bali dalam menertibkan praktik tersebut. Saat ini di Bali, kata Rudi, masih menggunakan beberapa metode pembayaran ilegal menggunakan RMB melalui mesin electronic data capture (EDC) yang menggunakan Wifi dari Tiongkok dan lewat voucher yang diterapkan di beberapa toko oleh-oleh atau aksesoris dan restoran. Hal ini patut ditindaklanjuti apalagi mengingat Pemprov Bali sedang gencar menertibkan usaha pariwisata agar terwujud pariwisata berkualitas. ‘’Untuk itu, kami mendukung upaya penertiban mafia pariwisata Tiongkok di Bali,’’ ujarnya. Pihaknya juga
sudah beraudiensi dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati untuk membahas kerja sama penerapan pembayaran elektronik salah satunya dengan Alipay. Pada pertemuan tersebut, Wagub sepakat menerapkan Alipay yang mendukung pariwisata berkualitas di Bali dan membantu langkah penertiban praktik mafia ilegal pariwisata Tiongkok. (edi)
Mangupura (Bali Post) Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Badung yang bersih, hijau dan berbunga, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung terus berupaya menjaga lingkungan. Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, DLHK juga memprioritaskan penanganan limbah. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan saat ditemui di Studio Bali TV Kuta, Minggu (23/12) kemarin mengungkapkan, di tahun 2019 yang merupakan tahun yang penuh dengan kompetisi, pihaknya akan terus melakukan inovasi. Bahkan, pihaknya akan menerapkan konsep darurat berbenah dalam pengelolaan sampah maupun limbah. Dalam hal ini, pihaknya akan membuat tata kelola sampah dan melakukan reformasi total pengelolan sampah yang berbasis reduce, reuse, dan recycle (3R). ‘’Kami harapkan seluruh hotel yang ada serta seluruh komponen jasa perdagangan, wajib memilah sampah dari sumbernya sesuai UU 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Itu akan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga Badung tidak akan menjadi sorotan lagi akibat masalah sampah,’’ tegasnya. Sementara dalam hal pengelolaan limbah, seluruh komponen pariwisata yang mendapatkan UPL/UKL, diharapkan tertib mengelola limbah sesuai amanah UU No. 32 Tahun 2009. Khusus
pengurangan kantong plastik, pada 2019 Badung sangat siap untuk itu. Melalui konsep Badung antikantong plastik (Batik) ini akan direalisasikan, bukan sekadar membuat perda atupun perbup saja. Pihaknya pun berharap seluruh komponen untuk mendukung hal ini. Selama tahun 2018, DLHK Badung patut berbangga. Berbagai penghargaan sudah diraih. DLHK sudah mampu membuat langkah yang bukan populis, namun realistis. Salah satunya terkait mengurangi penggunaan kantong plastik, melalui Gotik yang berhasil menjadi replikasi nasional. Tidak hanya itu, melalui Gotik, DLHK Badung juga mewakili Indonesia pada UN Award di Maroko. ‘’Kami bangga sekali langkah kecil ini disambut oleh dunia. Bahkan itu menjadikan Bali sebagai tempat untuk belajar terkait pengurangan sampah plastik,’’ ucapnya. Tidak hanya program batik, DLHK Badung juga memiliki program yang mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat yaitu bank sampah. Program ini dimulai dari seluruh staf DLHK. ‘’Untuk tahun 2019, kami berharap seluruh banjar di Badung memiliki bank sampah,’’ ucapnya. Selain itu, dari Gotik, seluruh SD yang ada di Badung, diikutkan menjadi bank sampah keliling Gotik atau program Baling Gotik, yang saat ini sudah cukup ba-
Mangupura (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung tak ingin perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dicederai dengan kejadian yang tidak diinginkan akibat petasan atau mercon. Pasalnya, hal itu bisa mengganggu dan berisiko besar bagi masyarakat. Guna mencegah peredaran petasan jelang Nataru, Satpol PP Badung berkerja sama dengan kepolisian dan TNI gencar melakukan razia. Razia dilakukan terhadap sejumlah pedagang kembang api di setiap kecamatan di wilayahnya. Razia dilakukan untuk menciptakan kondusivitas dan mencegah peredaran petasan
yang tidak ada izinnya. ‘’Dari laporan anggota yang bertugas pada masing-masing kecamatan, nihil penjual mercon dan kembang api,’’ ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Badung I GAK Suryanegara, Minggu (23/12) kemarin. Menurutnya, dalam razia yang digelar beberapa hari terakhir, pihaknya belum menemukan petasan ataupun mercon yang dijual pedagang. Rata-rata mereka menjual kembang api. Hal itu tidak menjadi masalah, lantaran penjualan kembang api diklaimnya tidak dilarang. ‘’Kami bekerja sama dengan TNI, Polsek dan pecalang serta Linmas patroli ke wilayah
Bali Post/edi
PENGARAHAN - Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan memberikan pengarahan usai penyerahan ratusan bibit kelapa daksina dan ratusan handuk kepada petugas kebersihan DLHK Badung, Minggu (23/12) kemarin, di Studio Bali TV Kuta. nyak mampu memilah sampah. Ini juga mampu mengurangi pembuangan sampah ke TPA Suwung. Tahun ini DLHK Badung juga sudah mendapatkan dua sertifikat internasional yaitu ISO 9001 dan ISO 14001. ‘’ISO ini kami jadikan pegangan untuk bisa membina masyarakat. Sebelum kami membersihkan orang lain, kami juga perlu membersihkan diri sendiri,’’ tegasnya. Sementara penghargaan yang terbaru dari Bupati Badung, DLHK mendapat penghargaan sebagai OPD terbaik I pada Mangupura Award. ‘’Kami juga secara pribadi diberikan penghargaan Mangupura Award ka-
tegori pengakuan perorangan sebagai insan yang mempunyai dedikasi tinggi untuk level inovasi,’’ katanya saat ditemui usai penyerahan ratusan bibit kelapa daksina serta ratusan handuk kepada petugas DLHK. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 180 bibit kelapa daksina dari Denpost, Bali TV, Bali Post, Bali Mart, Tokoh, Bisnis Bali, BTN, Radio Genta, Radio Global, Bali Coffee diserahkan kepada petugas DLHK. Selain itu, juga diserahkan ratusan handuk sebagai bentuk tali kasih yang dirangkaikan dengan makan siang bersama dengan seluruh petugas DLHK di Studio Bali TV Kuta. (kmb23)
Kabupaten Badung. Kemungkinan beberapa hari menjelang tahun baru, baru mucul pedagangnya,’’ ungkapnya. Dia menilai masyarakat khususnya di Kabupaten Badung makin sadar untuk menghemat tidak menghabiskan uang membeli petasan atau mercon. ‘’Mungkin masyarakat sudah sadar tidak buangbuang uang untuk hal yang tidak perlu dan belum waktunya dirayakan,’’ katanya. Kendati demikian, razia akan terus digencarkan jelang tahun baru. Upaya ini untuk menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Badung. ‘’Kami akan gencarkan razia petasan. Jika di lapangan dite-
mukan ada penggunaan atau jual-beli petasan yang berukuran lebih dari 2 inci, maka tim yang melakukan penertiban,’’ tegasnya. Mantan Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung ini mengatakan, razia serupa juga dilakukan terhadap peredaran minuman keras (miras). Untuk itu, pihaknya berharap para bendesa adat agar juga membantu dengan cara meningkatkan patroli di lapangan. ‘’Selain personel Satpol PP berjumlah 180 orang, kami juga libatkan Linmas yang ada di tiap desa, jumlahnya sekitar 1.800 orang,’’ jelasnya. (kmb27)
Pengamanan Nataru, Satpol PP Gencarkan Razia
DAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Made Urip Bantu Ribuan Bibit Pisang Wakil Rakyat Peduli Nasib ”Wong Cilik”
BIBIT PISANG - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali Turba (turun ke bawah) menyerahkan dan menanam secara simbolis 4.500 bibit pisang raja bulu di Jembrana. MASA reses anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali turba (turun ke bawah). Setelah menyambangi kawasan agrowisata, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Minggu (16/12) lalu dan membagikan 10 ribu bibit pohon berkualitas unggul. Bantuan tersebut berupa 7 ribu bibit pohon kelapa genjah yang biasa dikenal nyuh gading, 3 ribu bibit pohon kopi, serta bantuan 500 ekor bibit kambing untuk petani dan krama subak di Kabupaten Gianyar. Selanjutnya Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode ini turun langsung ke Bumi Makepung, Jembrana, Sabtu (22/12) lalu dan menyerahkan 4.500 bibit pisang raja bulu yang sudah tersertifikasi oleh BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih). Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis kepada Kelompok Biu Raja Banjar Air Anakan, Desa Banyu Biru, Kecamatan Negara, Jembrana. Bantuan tersebut diserahkan langsung anggota DPR-RI empat periode ini, dilanjutkan dengan penanaman bibit pisang raja bulu bersama anggota DPRD Jembrana Ketut Suastika dan pengurus KTNA Jembrana Komang Sri Kendel, Perbekel Desa Banyu Biru Masturi dan Ketua DPC Projo (Pro Jokowi) Kabupaten Jembrana Made Dwi Kusumayanti. Anggota dewan yang dijuluki petani sebagai Wakil Rakyat Sejuta
Traktor itu disambut sangat antusias oleh ratusan petani dan krama subak di Kabupaten Jembrana yang ingin melihat langsung salah satu sosok pahlawan yang mengurus perut rakyat dan kaum marhaen di Bali. Seperti diungkapkan Ketua kelompok Biu Raja Ahmad Khaldan, dia sangat bersyukur dan berterima kasih karena baru kali ini dikunjungi langsung oleh Made Urip, selaku pejabat dari wakil rakyat pusat. Apalagi datang memberikan bantuan langsung oleh Made Urip. Dikatakannya, bantuan ribuan bibit pisang raja bulu itu sangat bermanfaat bagi para petani dan krama subak, khususnya bagi para petani pisang di Desa Banyu Biru. Pasalnya potensi penjualan pisang di Jembrana sangat besar dan sangat disayangkan selama ini petani di Jembrana belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut. “Kita sangat salut dengan perhatian Pak Urip, ternyata juga membantu petani di Jembrana. Kita sudah buktikan, bibit pisang ini diberikan dari bantuan Pak Urip yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bibit pisang lainnya. Di antaranya lebih tahan terhadap hama penyakit dan kualitas buah yang lebih baik,” bebernya. Pada kesempatan tersebut, Perbekel Desa Banyu Biru Masturi juga sangat mengapresiasi bantuan bibit yang diperjuangkan oleh Made Urip, mengingat di Desa Banyu Biru sebagian besar masyarakat
Kelelahan, Penumpang Jatuh di Kapal Banyuwangi (Bali Post) Cuaca yang tak bersahabat di Selat Bali, memicu musibah. Satu penumpang kapal, Ramhat (60), terpaksa dilarikan ke rumah sakit (RS) setelah jatuh saat hendak masuk kapal di Dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (21/12) lalu. Diduga korban kelelahan setelah berjamjam terjebak antrean di lokasi jembatan Biluk Poh, Mendoyo, Jembrana. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Kala itu, korban asal Banyuwangi, Jawa Timur ini membonceng temannya, Mujianto (50), merupakan tetangga di desanya. Saat kejadian, cuaca di Pelabuhan Gilimanuk sedang turun hujan. Mengendarai motor Honda Beat bernopol 2034 FR, korban mencoba melaju saat masuk KMP Mutis. Nahas, saat melintas di ramdoor (pintu kapal), korban hilang keseimbangan. Kontan saja, korban terjatuh bersama motornya. Diduga, bahu kanan korban membentur baja pintu kapal. Saking kerasnya, korban langsung kesakitan, berteriak minta tolong. Sedangkan temannya yang dibonceng selamat. Petugas kapal langsung memberikan pertolongan. Tubuh korban dievakuasi. Namun, korban mengeluh kesakitan di bagian tulang bahu. Dugaan sementara korban patah tulang. “Karena hujan, korban
agak ngebut masuk kapal lalu terjatuh. Sepertinya, tulangnya bermasalah,” kata salah satu penumpang kapal yang melihat kejadian. Korban kemudian diberikan tempat duduk di areal parkir kapal. Pelayaran berlanjut hingga ke Ketapang. Selama pelayaran, korban memilih bertahan di areal parkir. “Tadi, mau dievakuasi, digendong, tapi tidak kuat, terus mengeluh kesakitan,” ujar penumpang lainnya. Tiba di Pelabuhan Ketapang, tim medis pelabuhan langsung mengevakuasi korban. Karena tak kuat berjalan, termasuk digendong, ambulans pelabuhan terpaksa mengevakuasi hingga ke dalam kapal. Saat dinaikkan ke ambulans, korban terus mengeluh kesakitan. Korban dilarikan ke RSUD Blambangan. Teman korban, Mujianto, mengaku berangkat dari Denpasar sejak pukul 09.00 Wita. Selama perjalanan, korban yang mengendarai sepeda motor terjebak macet panjang di lokasi banjir jembatan Biluk Poh. “Mungkin dia (korban red) kecapaian. Tadi antre lama saat perjalanan ke Gilimanuk. Hujan ketika mau masuk kapal,” ujar pria yang bekerja sebagai penjaga warung ini. Sedianya, korban akan mudik untuk merayakan liburan di kampung halaman. (udi)
bergelut di sektor pertanian, selain perikanan. Karena itulah, melalui komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama ini, diharapkan dapat terus berlanjut. “Ini murni bentuk perjuangan Pak Made Urip. Kita sangat bangga memiliki wakil rakyat yang betul-betul peduli dengan nasib wong cilik, seperti para petani dan nelayan di Kabupaten Jembrana yang sudah dibantu. Kita sudah rasakan perhatian dari Pak Urip ini, untuk itu diharapkan tidak hanya bibit pertanian, namun juga alat pertanian lainnya sehingga pembanguan pertanian, khususnya di Desa Banyu Biru dapat lebih berkembang,” tandasnya dengan penuh harapan. Di sisi lain, Made Urip mengaku menggelar reses kali ini untuk menyerap aspirasi dan usulan petani dan krama subak di Jembrana. khususnya di sektor pertanian yang ditanganinya untuk diperjuangkan di tahun 2019. Untuk itu, selain bantuan bibit tanaman pisang tersebut, anggota DPR-RI empat periode itu ke depannya juga akan terus berjuang untuk membantu sektor pertanian, seperti alat pertanian berupa traktor maupun power treaser. “Di samping di bidang pertanian, khusus di sektor perikanan yang menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat Jembrana, kita juga akan berusaha membantu alat tangkap ikan seperti jaring ikan,” tegas politisi asal Tabanan itu, seraya juga sempat mengimbau masyarakat agar terus menjaga keberlangsungan hutan di Jembrana yang menjadi sumber air untuk keberlangsungan sektor pertanian ke depannya. Sementara itu, terkait tahun politik di pileg dan pilpres, karena kembali ditugaskan sebagai Caleg DPR-RI dari Dapil Bali di nomor urut 1 dari PDI Perjuangan, Made Urip bersama jajaran PDI Perjuangan lainnya di Kabupaten Jembrana meminta dukungan dan doa restu dari ratusan petani dan krama subak yang hadir. “Kita harapkan komunikasi dan hubungan kerja sama yang baik selama ini, agar terus berlanjut untuk membantu petani dan krama subak di Jembrana. Karena itu, kita mohon dukungan dan doa restu, agar bisa kembali memperjuangkan aspirasi petani dan nelayan di Jembrana selama ini,” paparnya. (kmb)
Senin Pon, 24 Desember 2018
Desa Tegal Harum Resmikan BUMDes Puspa Harum Sejahtera DALAM upaya meningkatkan perekonomian dan memanfaatkan aset desa untuk kesejahteraan desa, Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Puspa Harum Sejahtera. Upacara peresmian dilakukan bertepatan rahina Purnama Sasih Kapitu, Sabtu (22/12) lalu. Peresmian ditandai dengan pembukaan kain penutup papan nama BUMDes Puspa Harum Sejahtera oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos., M.Si. Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Denpasar Barat A.A. Ngurah Made Wijaya, S.Sos., Perbekel Desa Tegal Harum I Wayan Sunarta, S.Sos., Ketua BUMDes Puspa Harum Sejahtera Ir. I Gusti Nyoman Sumatra, M.Erg. dan para perangkat desa, serta warga Desa Tegal Arum. Perbekel Desa Tegal Harum I Wayan Sunarta didampingi Ketua BUMDes Puspa Harum Sejahtera Ir. I Gusti Nyoman Sumatra mengatakan, BUMDes Puspa Harum Sejahtera merupakan pilar dan lokomotif perekonomian di Desa Tegal Harum. BUMDes yang letaknya di Pasar Tegal Harum ini didirikan pada 9 Mei 2018 serta berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial. Dijelaskan, BUMDes sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumber daya lokal berupa barang dan jasa. Visi BUMDes Puspa Harum sejahtera adalah Seharum (sejahtera, harmonis dan harum). ‘’Intinya selalu bekerja keras agar masyarakat Desa Tegal Harum mencapai kesejahteraan dan menciptakan keharmonisan keluarga serta masyarakat yang pada akhirnya mengharumkan nama Desa Tegal Harum,’’ ujar Wayan Sunarta. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini BUMDes Tegal Harum
BUMDES - Kadis Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana (empat dari kanan), Camat Denpasar Barat A.A. Ngurah Made Wijaya (tiga dari kanan), Perbekel Desa Tegal Harum I Wayan Sunarta (dua dari kanan) dan Ketua BUMDes Puspa Harum Sejahtera Ir. I Gusti Nyoman Sumatra (lima dari kanan) sesi foto bersama usai peresmian BUMDes Puspa Harum Sejahtera, Sabtu (22/12) lalu. memiliki 3 unit kegiatan, yaitu pasar, parkir, dan kantin. Dalam menjalankan kegiatan usaha BUMDes, Desa Tegal Harum tahun pertama (2019) mengikutsertakan penyertaan modal sebesar Rp 143.462.463,06. Dana tersebut akan digunakan untuk belanja investasi, operasional dan persediaan kantin. Pihaknya berharap agar dana tersebut dapat digunakan secara efisien, efektif, tepat guna arah dan sasarannya. Apalagi rencananya tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya akan diadakan pengkajian pembentukan unit-unit baru untuk memperluas cakupan kegiatan usaha BUMDes Puspa Harum Sejahtera. Motto BUMDes Puspa Harum Sejahtera adalah Utsaha ta Larapana yang intinya menekankan bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus didasari usaha dan kerja keras yang tidak mengenal lelah. Camat Denpasar Barat A.A. Ngurah Made Wijaya berharap setiap unit yang dikelola BUMDes Puspa Harum Sejahtera
dikelola dan dimanfaatkan sebaik-bainya untuk kesejahteraan masyarakatnya. Selain itu, tata kelolanya juga harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Terutama pengelolaan unit parkir agar dilakukan MoU dengan PD Parkir Kota Denpasar, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti operasi tangkap tangan (OTT) yang marak terjadi belakangan ini. Kadis Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana mengharapkan dengan adanya BUMDes, kesejahteraan masyarakat Desa Tegal Harum bisa lebih berkembang dan meningkat. Apalagi Desa Tegal Harum memiliki potensi yang luar biasa yang bisa digali untuk pengembangan peningkatan perekonomian desa. Selain itu, dengan adanya BUMDes juga akan membuka lapangan kerja, sehingga mengurangi pengangguran dan kemiskinan masyarakat desa. (ad781)
AIR MELUAP - Bupati Mahayastra melihat luapan air dari gorong-gorong di Desa Mas, Kecamatan Ubud.
Bali Post/ist
Gorong-gorong Tersumbat Picu Banjir Gianyar (Bali Post) Tingginya volume air saat musim hujan kerap jadi pemicu banjir. Kondisi ini juga disebabkan gorong-gorong yang tersumbat. Seperti tingginya genangan air di Pura Dalem Maya Blahbatuh, Minggu (23/12) kemarin. “Genangan air di pura ini dipicu luapan air dari goronggorong yang tersumbat,” ucap Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya. Agung Digjaya menerangkan pihaknya baru menerima lapo-
ran tingginya genangan air di Pura Dalem Maya Blahbatuh ini sekitar pukul 14.00 Wita. BPBD Gianyar pun langsung mengerahkan personel melakukan penanganan. “Sekitar pukul 15.45 Wita gorong-gorong sudah dibersihkan dan aliran air kembali lancar. Genangan di areal pura pun langsung surut,” ucap pejabat asal Kecamatan Sukawati ini. Masyarakat pun diimbau tidak membuang sampah sembarangan agar gorong-gorong
tidak tersumbat, terlebih di saat musim hujan seperti sekarang ini. “Perlu kesadaran bersama diawali tidak membuang sampah sembarangan, “ pesan Agung Digjaya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra juga sempat mengecek banjir yang terjadi di Desa Mas, Kecamatan Ubud, akibat goronggorong tersumbat. “Saya dalam perjalanan menuju Tampaksiring, lewat depan pertigaan Mas, ada trotoar jebol karena tersumbat sampah sehingga air meluap
ke jalan,” ucapnya. Hari itu juga Bupati Mahayastra memerintahkan instansi terkait melakukan penanganan. Setelah gorong-gorong dibersihkan dari sampah, air pun mulai menurun. Dalam kesempatan itu Bupati Gianyar juga mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas umum dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Mari stop membuang sampah sembarangan apalagi ke trotoar,” tegasnya. (kmb35)
Cegah Macet, Tiga Polsek Kerahkan Personel Lantas Bai Post/udi
EVAKUASI - Petugas mengevakuasi satu penumpang kapal yang terjatuh saat hendak berlayar dari Gilimanuk, Minggu (23/12).
Singaraja (Bali Post) Banjir bandang yang memutus jembatan di Jembrana, membuat arus lalu lintas dari Jawa ke Bali dialihkan le wat jalur Singaraja, Bedugul, Seririt, dan Pupuan. Kendaraan dari Gilimanuk melalui jalur Pantai Utara (Pantura) lebih ramai dibandingkan hari
biasa. Mengantisipasi kemacetan arus, Polsek Gerokgak, Seririt, dan Polsek Busungbiu mengerahkan personel Unit Lalu Lintas (Lantas). Selain itu polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, sehingga titik-titik rawan terjadi kemacetan bisa diatasi dengan optimal.
Kasatlantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawandari, seizin Kapolres AKBP Suratno mengatakan, pengerahan anggota Lantas di tiga polsek itu sebagai langkah antisipasi kalau terjadi kemacetan lalu lintas. Hal ini dilakukan karena arus kendaraan dari Jawa menuju Denpasar dialihkan ke Buleleng, yaitu jalur
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Singaraja, Bedugul atau Seririt dan Pupuan. Mengingat volume kendaraan meningkat dari hari biasanya, AKP Kurniawandi mengatakan, potensi kemacetan pasti terjadi. “Kami mengimbau dan mengajak pengemudi agar selalu tertib di jalan. Mari kita bersama-sama tertib berlalu lintas,” ujarnya. (kmb38)
DAERAH
Senin Pon, 24 Desember 2018
Beredar, Puluhan Narkoba Jenis Baru yang Merusak Otak
Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa Denpasar (Bali Post) Selain sabu-sabu (SS), ganja dan ekstasi, ternyata ada puluhan jenis narkoba lain yang beredar saat ini. BNN mencatat ada 73 narkotika jenis baru sudah masuk ke Indonesia. Untuk itu upaya pencegahan terus dilakukan, khususnya terhadap generasi penerus bangsa. Di hadapan pengurus dan anggota Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) Pengurus Bali di Taman Budaya Denpasar, Jumat (21/12) lalu, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. menyampaikan beredarnya 73 narkotika jenis baru ini mengancam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Bali. Bali sebagai daerah tujuan wisatawan internasional akan dimanfaatkan sindikat narkoba ini. ‘’Jangan pernah mencoba-coba menggunakan
narkoba jenis apa pun karena 10 persen otak manusia akan rusak,’’ tegasnya. Kata dia, sifat narkoba ada tiga yaitu habitual, toleran dan adiktif. Jika tidak diantisipasi maka sulit mendapatkan generasi penerus bangsa yang diharapkan. Dari pandangannya, masyarakat merupakan eleman penting dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Oleh karena itu, kepedulian masyarakat memiliki peran dan posisi yang strategis dalam upaya tersebut. Selain itu diharapkan warga berperan aktif program-program yang selama ini dilakukan oleh BNNP Bali dan jajarannya. ‘’Kami berharap peran serta masyarakat, terutama yang hadir dalam acara ini, siap tampil sebagai pionir dalam menggerakkan masyarakat daerahnya untuk agar menjauhi narkoba. Juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kelangsungan program P4GN dan harus menjaga minimal keluarga serta lingkungan pribadi,’’ tandasnya. Ia menyadari BNN bersama jajarannya tidaklah dapat bekerja sendiri dan optimal. Apalagi dalam menghadapi permasalahan narkoba yang terus meningkat dan makin serius. Tanpa dukungan dan bersinergi semua pihak terutama masyarakat, peredaran narkoba akan makin meningkat. (kmb36)
5
Eksistensi ’’Homestay’’ di Ubud Terancam
Denpasar (Bali Post) -
Eksistensi pariwisata Bali selama dua dekade semakin mengkhawatirkan. Terutama keberadaan homestay di Ubud terancam dengan adanya budget hotel. Ini terasa sejak keberadaan budget hotel tahun 2014–2015. Demikian diungkapkan Co Founder Pramana Experience I Nyoman Sudirga Yusa, CHA., belum lama ini. Dalam hal urutan destinasi wisata, Ubud dari tahun ke tahun selalu meningkat. Namun dalam hal kualitas, secara bertahap Ubud mengalami penurunan yaitu penurunan harga jual. Hal itu karena mulai masuknya properti yang menampilkan konsep yang membuat brand Ubud rusak, sehingga Ubud mulai memiliki banyak pilihan. ‘’Kalau dulu pilihannya paling kelas kita (Pramana - red) atau hotel boutique style,’’ ungkap pria yang sudah menjajaki pariwisata selama lebih dari 20 tahun ini. Tahun 2014-2015, budget hotel mulai masuk ke destinasi Ubud. Budget hotel mulai masuk sejak pemerintah menggencarkan promosi pariwisata ke Cina. ‘’Dari dulu market Cina sudah ada,
walaupun volumenya tidak sebesar sekarang,’’ ujarnya. Rate harga kamar homestay di Ubud antara Rp 100 ribu – Rp 300 ribu. Dengan adanya budget hotel yang menawarkan harga kamar yang sama dengan homestay, membuat homestay mati. Sementara harga rata–rata kamar hotel di Ubud yaitu Rp 1,5 juta – Rp 2,5 juta, tipe lainnya Rp 2,5 juta – Rp 5 juta, dan hotel yang lebih luxury dengan jaringan internasional Rp 5 juta per malam. ‘’Kalau budget hotel di Ubud ada yang Rp 300 ribu dengan area 7 are berisi 63 kamar. Harga jual ratarata Rp 300 ribu. Hotel itu sangat mengganggu eksistensi homestay dan itu saya alami,’’ ungkap pria asal Klungkung ini.
Padahal dulu, homestay di Ubud paling hits dan dicari wisatawan. Namun sekarang budget hotel cukup mengurangi volume bisnis homestay yang dimiliki pengusaha lokal. Bangunan di Ubud yang tingginya tidak lebih dari 2 atau 3 lantai, dengan adanya budget hotel membuat image Ubud berubah. ‘’Kalau yang begitu sama seperti di Kuta, Sunset Road. Dengan lahan yang sangat minimal, mereka bisa buat dengan jumlah kamar yang lebih banyak, karena naiknya lebih banyak. Sehingga in term of numbers, mereka akan lebih banyak dapat,’’ selorohnya. Saat ini di Ubud ada sekitar 500 homestay. Perkembangan Ubud sampai hari ini sangat pesat. Sejak tahun 1999 ia mu-
lai menjajaki pariwisata Ubud, pada zaman itu dunia malam di Ubud, pukul 20.00 – 20.30 sudah sepi. Tidak ada restoran yang buka lagi. Namun sekarang sampai pukul 24.00 pun, masih ada restoran dan toko yang buka. ‘’Saya tahu perkembangan destinasi setelah dua dekade itu, perkembangannya sangat mengkhawatirkan terhadap eksistensi kita di Bali,’’ ungkapnya. Dengan masuknya budget hotel ke Ubud, ia berharap pemangku kebijakan membuat zonasi kawasan. ‘’Apa yang mesti dibuat. Seperti Ubud, apa yang cocok dibangun di kawasan ini, yang model apa. Sehingga ketika mereka datang ke Ubud comparing mereka datang ke destinasi yang lain seperti datang ke Nusa Dua, Kuta, mereka akan memiliki nilai yang berbeda. Ketika mereka mau boutique style properti, ya… datang ke Ubud,’’ bebernya.
Ia yakin dengan adanya Wakil Gubernur dengan latar belakang pariwisata, kawasan pariwisata Bali akan tertata dengan baik. Yang terjadi saat ini adalah penumpukan wisatawan di Bali Selatan dan di Ubud karena memang dua kawasan itu yang lebih dikenal. Selain itu, infrastruktur dan aksesibilitas di kawasan itu juga lebih kuat dibandingkan destinasi lainnya. Maka ketika akan melakukan pengembangan wisata ke daerah yang belum terkenal seperti Amed diakui memang agak sulit. ‘’Untuk menarik minat investor membangun destinasi yang tidak terkenal, tentunya sebagai pemilik modal, investasi di Amed dibandingkan investasi di Kuta, kan memang nilainya berbeda. Tapi apa yang diperoleh di Kuta itu lebih menjanjikan comparing dia membangun di Amed,’’ jelasnya. (kmb42)
ASEAN University Games 2018
Mahasiswa Unhi Raih Medali Emas dan Perak
Denpasar (Bali Post) Dua atlet asal Kabupaten Tabanan, I Gusti Agung Ngurah Suardyana (20) dan I Wayan Purbawa (20), merupakan mahasiswa Unhi Denpasar. Mereka meraih prestasi gemilang yakni medali emas dan perak di tingkat internasional, tepatnya di ajang ASEAN University Games (AUG) 2018 di Myanmar. I Gusti Agung Ngurah Suardyana berhasil merebut medali emas cabang olahraga vovinam dalam kategori Long Ho Quyen Nam (Dragon Tiger Form), mengalahkan atlet Kamboja, Vietnam dan Myanmar. Sedangkan I Wayan Purbawa merebut medali perak pada cabang yang sama dalam kategori Ngu Mom Quyen (Five Gate Form), setelah mengalahkan atlet asal Kamboja dan Myanmar. Namun, ia kalah di final saat melawan atlet asal Vietnam. Kedua atlet yang bergelimang prestasi ini mewakili Indonesia. Mereka mulai bertanding dari tanggal 14 hingga 18 Desember 2018 lalu. ‘’Persiapan sudah saya lakukan jauh-jauh hari, bahkan dari satu tahun lalu. Jadi saat bertanding saya percaya diri dan optimis bisa menang. Saya pun berhasil merebut juara. Saya sangat bangga bisa meraih medali emas di tingkat internasional,’’ ujar Ngurah Suardyana, mahasiswa semester V Prodi Pembangunan Wilayah dan Perkotaan (PWK) Unhi Denpasar saat ditemui di Denpasar, Minggu (23/12) kemarin. Sementara Purbawa mengaku awalnya sedikit grogi berlaga di ajang internasional. Namun karena persiapan yang telah dilakukan sangat matang, mahasiswa Prodi Ekonomi Managemen ini mampu menghadapi lawan-lawannya dengan optimal. ‘’Ya… meskipun saya kalah di babak final, tapi ini prestasi yang membanggakan bagi pribadi saya,’’ ujarnya. Ngurah Suardyana yang berasal dari Banjar Delod Rurung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Tabanan ini merupakan atlet yang telah bergelimang prestasi di cabang olahraga vovinam. Ia pernah meraih 1 medali emas dan 4 medali perunggu pada perhelatan The 4th AVF Asian Vovinam Championships pada November lalu di Tabanan. Selain itu, ia juga pernah meraih satu medali emas dan empat medali perunggu pada The 5th South East Asian Vovinam Championships pada 7-12 Agustus 2018 di Nay Pyi Taw, Myanmar. Sementara Purbawa berasal dari Banjar Curah, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan ini, pernah meraih dua medali perunggu pada perhelatan The 4th AVF Asian Vovinam Championships pada November lalu di Tabanan dan meraih satu medali emas serta dua medali perunggu pada South East Asian Vovinam Federation (SEAVF) tahun 2017 di Kamboja. (win)
Bali Post/win
ATLET - Dua atlet asal Tabanan, I Gusti Agung Ngurah Suardyana (kiri) dan I Wayan Purbawa, meraih medali emas dan perak di ajang ASEAN University Games 2019 di Myanmar.
ANTRE - Kendaraan roda dua mengantre untuk bisa masuk kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (23/12) kemarin.
Banjir di Jembrana
Kendaraan Antre Dua Jam di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (Bali Post) Banjir bandang yang melanda jembatan Biluh Poh, Tegalcangkring, Mendoyo, Jembrana, berdampak pada aktivitas penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk. Kendaraan yang akan menyeberang ke Bali atau sebaliknya ratarata harus antre sekitar dua jam. Kondisi ini dipicu keterlambatan kendaraan yang akan masuk kapal di Pelabuhan Gilimanuk. Pantauan Bali Post di Pelabuhan Ketapang, Minggu (23/12) kemarin, arus kendaraan yang masuk ke pelabuhan cenderung padat tetapi lancar dan tidak sam-
pai meluber ke jalan raya di luar pelabuhan. ‘’Secara umum, jalur dari Ketapang memang padat, tapi kondisinya lancar. Sisi Gilimanuk yang padat, kendaraan yang masuk kapal cenderung terlambat,’’ kata General Manager PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang-Gilimanuk, Capt. Solikin. Solikin menambahkan, kepadatan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Ketapang tak hanya dipicu banjir bandang di Jembrana, tetapi musim libur panjang Natal dan akhir tahun. ‘’Sejak Jumat (21/12 - red), arus penumpang dan kendaraan
ke Bali memang cenderung naik karena libur panjang,’’ jelasnya. Kini, pihaknya mengantisipasi arus balik dari Bali akibat banjir bandang di Jembrana. Sebab, kendaraan yang akan kembali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk padat merayap. ‘’Kita sudah koordinasi dengan Dishub dan Pos Angkutan Natal di Jembrana,’’ imbuhnya. Meski dipastikan padat, pihaknya belum menambah jumlah armada kapal. Dari 52 kapal yang siaga, setiap harinya hanya diopersikan 32 unit kapal. Pihaknya berharap jembatan yang
terdampak banjir bandang di Jembrana bisa segera digunakan. Sehingga kendaraan berat yang akan menyeberang ke Bali atau sebaliknya bisa kembali lancar. Solikin menambahkanm sejak angkutan Natal dan tahun baru digulirkan, jumlah penumpang dan kendaraan dari Ketapang ke Bali meningkat tajam. Penumpang pejalan kaki meningkat hingga 43 persen, roda dua naik 38 persen dan roda empat naik 33 persen. Puncak lonjakan penumpang ke Bali diprediksi terjadi pada 24 Desember dan 29 Desember
mendatang. Sedangkan dari arah Gilimanuk, roda empat yang menyeberang ke Jawa cenderung turun. Kendaraan roda dua dan penumpang pejalan kaki yang naik 20-25 persen dibanding hari biasa. Abdulah (50), pengendara roda empat, di Pelabuhan Ketapang mengaku harus antre sekitar satu jam untuk bisa masuk kapal. Pria asal Surabaya ini mengatakan terpaksa lewat Singaraja untuk berlibur ke Denpasar. ‘’Katanya memang ada banjir, jadi rutenya terpaksa lewat Singaraja setelah turun dari kapal,’’ ujarnya. (udi)
Gerakan Imunisasi Difteri Sasar Pengunjung Pasar
Banyuwangi (Bali Post) Gerakan imunisasi difteri masih terus berlanjut di Banyuwangi. Menjelang tutup tahun, sasaran imunisasi makin diperluas. Salah satunya, menyasar pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Anakanak yang ikut orangtuanya berbelanja diwajibkan mendapatkan suntikan imunisasi. Gebrakan ini untuk memastikan target sasaran imunisasi difteri bisa terlampaui. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono mengatakan imunisasi difteri tak hanya dilakukan petugas dari Dinkes, namun melibatkan Unicef dan para mahasiswa kedok-
teran. ‘’Sasaran imunisasi kita perluas. Jika sebelumnya menyasar sekolah dan kampus, kini kita sasar pusat perbelanjaan dan pasar tradisional,’’ kata pria yang akrab dipanggil Rio ini, Minggu (23/12) kemarin. Menurutnya, imunisasi difteri bisa dilakukan oleh semua pihak yang mau bergotong-royong untuk menjaga kesehatan anak. ‘’Kolaborasi ini dibangun bersama untuk menjaga kesehatan. Tentu, semua ini tak bisa dikerjakan sendiri. Butuh banyak dukungan untuk bisa berkolaborasi bersama,’’ ujarnya. Ditambahkan, aksi jemput bola imunisasi difteri dinilai cukup jitu. Sebab, masyarakat tak perlu di-
Bali Post/udi
repotkan untuk mendapatkan imunisasi tersebut. Jemput bola ke area pelayanan publik, katanya, akan mendapatkan capaian sasaran sesuai target. ‘’Para relawan membantu kami ketika terjun di masyarakat. Mereka bisa mengedukasi masyarakat agar mau terlibat aktif dalam imunisasi,’’ ungkapnya. Anak-anak yang belum terdata, lanjut Rio, bisa mendapatkan imunisasi difteri dengan jemput bola. Proses imunisasi juga dilakukan di tempat sehingga cukup mudah dan tidak merepotkan. Dengan demikian anak-anak mendapatkan kesempatan imunisasi. Targetnya tidak satupun anak yang
lolos dari gerakan imunisasi difteri tersebut. Dinkes Banyuwangi sudah mencatat sasaran imunisasi difteri sebanyak 425.976 orang anak usia 1-19 tahun. Jumlah ini sudah menembus 95,86 persen dari target awal. Tercapainya target minimal tersebut, Pemkab Banyuwangi memastikan, anak-anak di wilayah ini aman dari ancaman serangan difteri. Sebab, mereka sudah terbentuk kekebalan tubuh secara komunal setelah mendapat imunisasi difteri. (udi) IMUNISASI - Imunisasi difteri menyasar anakanak di pasar tradisional Banyuwangi.
OPINI
6
Senin Pon, 24 Desember 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Memandirikan Ekonomi Bali
PERTUMBUHAN ekonomi Bali selalu di atas rata-rata nasional. Namun tidak demikian halnya dengan pemerataan. Di Bali masih timpang. Kesenjangan antara si kaya dan yang miskin masih menganga. Terbukti penduduk miskin di Bali masih banyak. Artinya, kemajuan pariwisata yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi, belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Bali. Apalagi saat ini, sebagian besar usaha pariwisata dilakoni penduduk luar. Ini sungguh memprihatinkan, di tengah pariwisata budaya yang sangat diagung-agungkan. Mengapa? Karena pelaku budaya dan penjaga budaya belum merasakan kemajuan pariwisata. Artinya pariwisata belum memberikan keadilan kepada krama Bali. Menyadari hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster telah membuat pergub. Isinya, mewajibkan hotel, restoran, vila menggunkan produk petani lokal Bali. Demikian pula swalayan dan toko modern juga diharuskan membeli produk petani lokal dengan harga yang kompetitif. Ini pula yang menjadi catatan Pimpinan BI Denpasar. Dalam diskusi akhir tahun, Bank Indonesia mengkhawatirkan akan posisi ekonomi Bali yang sebagian besar ditopang pariwisata. Sementara sektor pariwisata sangat rentan akan isu bencana atau penyakit menular. Karenanya Bali diminta menggenjot sektor di luar pariwisata. Misalnya pertanian dan perkebunan termasuk industri kecil. Sebab, ketiganya punya potensi yang sangat besar. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bali yang ditopang sektor tersier seperti finance, perbankan, dan lainnya, hanya dinikmati oleh penduduk dengan pendidikan tinggi dan kelas masyarakat yang tinggi. Semuanya ini sebenarnya sudah disadari sejak lama. Berjayanya kapitalis takkan memberikan kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan rakyat. Apalagi berharap keadilan. Makanya ketika Ida Bagus Mantra menjadi Gubernur Bali, digagaslah terbentuknya Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Bahkan sampai kini LPD masih ada dan keberadaannya terus diperkuat. Sebab, diyakini LPD akan mampu berperan untuk menopang ekonomi pedesaan. Ideal memang. Namun faktanya ada beberapa LPD yang mengalami kebangkrutan. Ada pula LPD yang berlomba-lomba menarik tabungan masyarakat. Setelah banyak ujung-ujungnya dibungakan di bank. Tidak digulirkan kembali ke masyarakat. Padahal tujuan LPD ada adalah untuk mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru di desa. Sebab, kita masih memerlukan banyak pengusaha. Utamanya di desa-desa. Tujuannya, bukan sematamata mau keluar dari krisis tetapi itu juga sebuah bagian dari desain bagaimana upaya menggerakkan roda ekonomi lebih cepat dan berdampak lebih cepat pula terhadap kemakmuran rakyat. Selain itu upaya menumbuhkan pengusaha muda ini, juga untuk mengerem dominasinya kaum kapitalis. Banyak hal yang harus dipikirkan. Jangan sampai kehadiran investor justru menimbulkan masalah baru, baik sisi ekonomi maupun kultural. Langkah lebih tepat bagaimana manusia Bali juga bisa berlaku sebagai investor. Tidak saja dalam konteks finansial, juga bagaimana manusia Bali itu bisa menjadi sosok yang mampu menjaga keutuhan aset yang dimilikinya. Baik budaya, alam, ekonomi dan sebagainya. Kalau itu bisa dilakukan, maka itu juga sebuah investasi yang sangat besar. Untuk itu sudah saatnya krama Bali dan pemerintah daerah yang kini sudah otonom memberikan perhatian lebih besar kepada masalah kemandirian. Kemajuan yang ingin dicapai dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat haruslah bersamaan dengan peningkatan kemandirian. Bangsa yang ingin dibangun bukan hanya yang maju, tetapi juga mandiri. Konsep kemandirian ini bukanlah kemandirian dalam keterisolasian, tetapi mandiri untuk memenangkan pasar di era global.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Hibah kepada Kelompok Sapi Bantuan sapi kepada kelompok tani perlu dicek. Ini penting dilakukan untuk memastikan bantuan atau hibah itu bermafaat bagi anggota kelompok bukan hanya pengurusnya. Kasus penipuan berkedok kelompok tani sudah banyak, sehingga kiranya perlu verifikasi yang lebih jelas dalam hal ini. Kelompok tani atau ternak sapi tentu punya anggota yang jelas dan populasi sapinya juga jelas. Jadi anggota DPRD yang merekomendasikan bantuan bibit sapi ini juga harus bertanggung jawab jika ternyata bantuannya disalahgunakan. Hal ini saya sampaikan untuk menghindarkan makin banyaknya petani yang mengaku sebagai ketua kelompok terjerat kasus hukum. I Kadek Sudana Denpasar, Bali
INOVASI DALAM MANAJEMEN LPD Sebagaimana terurai dalam tujuannya, sejak awal berdirinya Lembaga Perkreditan Desa (LPD), tepatnya 34 tahun yang lalu, lembaga yang menjadi kebanggaan Bali ini diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat, melalui simpanan yang terarah serta penyaluran modal yang efektif. LPD dari sejak tahun 1984, juga diharapkan dapat menciptakan pemerataan dan kesempatan kerja bagi warga pedesaan, melalui usaha-usaha produktif masyarakat setempat yang dibiayai oleh LPD.
D
ari sejak awal berdirinya pula, tata cara dan tata kelola LPD meniru sistem Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang selanjutnya dilegalkan dengan peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernur (pergub). Perda dan pergub itu pula yang kemudian menjadi acuan pararem (hukum adat) di masing-masing desa adat, terkait prinsip dasar operasional LPD, baik dalam menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana masyarakat, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya dalam rencana kerja tahunan. Seiring dengan beberapa prestasi yang telah dicapai, kini setelah menginjak usia yang cukup mapan, LPD mengalami beberapa tantangan. Terutama kalau kita mengaca dan mengacu pada prinsip-prinsip lembaga keuangan yang konvensional. Tantangan itu antara lain: (1) Persaingan ketat antara lembaga keuangan sejenis di bidang teknologi, produk, pelayanan, dan suku bunga. (2) Banyaknya dana idle (nganggur), karena perbandingan antara dana yang berhasil dihimpun dengan kredit yang disalurkan tidak ideal. (3) Adanya kredit macet melebihi ambang batas toleransi (5 persen)
Oleh I Wayan Ramantha dan sulit ditagih. Dalam dunia perbankan, kondisi kedua dan ketiga yang dialami oleh LPD seperti tersebut di atas, dikatakan memiliki LDR (Loan to Deposit Ratio) yang rendah dan NPL (Non Performing Loan) yang tinggi. Rendahnya LDR menyebabkan fungsi intermediasi keuangan tidak berjalan optimal. Di samping itu, dengan LDR di bawah 70 persen seperti yang dialami saat ini, laba LPD menjadi lebih rendah, karena beban pokok dana yang tinggi. Sementara pendaptannya tidak optimal, karena jumlah kredit yang tersalur lebih sedikit daripada yang semestinya. Kredit macet di banyak LPD menjadi permasalahan klasik, yang sangat sulit ditangani. Manajemen LPD sering dihadapkan pada kondisi dilematis, antara harus menegakkan aturan di satu sisi, dan berhadapan dengan masyarakat sendiri yang notabena merupakan pemilik LPD di lain sisi. Kredit macet akan berpengaruh nyata terhadap kesehatan LPD pada sisi kualitas aset. Kredit mecet, juga mengharuskan manajemen LPD membentuk cadangan penghapusan piutang ragu-ragu, yang merupakan biaya periodik dan akan memperkecil laba.
Inovasi Manajemen Guna menjawab beberapa tantangan yang ada, kini saatnya LPD melakukan beberapa inovasi. Sebagai lembaga keuangan komunitas milik desa adat, sudah sepantasnya manajemen LPD menjadi inisiator terbentuknya inkubator bisnis di tingkat desa adat. Peran sentral LPD untuk mendidik dan melatih generasi muda (yowana) menjadi pengusaha pemula, bersifat sangat strategis. Karena di samping dapat mencegah pengangguran dan urban dalam jangka pendek, langkah itu sekaligus dapat menciptakan nasabah-nasabah kredit produktif baru dalam jangka panjang. Akhirnya, langkah itu pula akan meningkatkan fungsi intermediasi dana dan laba LPD. Dalam undang-undang perbankan, peraturan pemerintah dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang sering ditiru untuk membuat ketentuan tentang LPD, secara jelas dikemukakan bahwa lembaga keuangan memiliki fungsi sebagai konsultan bagi nasabah atau calon nasabahnya. Bagi LPD, fungsi itu seharusnya juga diartikan sebagai pelaksanaan fungsi Manusa Yadnya zaman now. Karena sebelumnya, Panca Yadnya yang dilaksanakan
melalui 20 persen laba LPD yang disetor ke desa adat, dan 5 persen yang merupakan dana sosial, lebih fokus digunakan untuk Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. Para pengusaha pedesaan yang biasanya tergolong UMKM, apalagi yang baru merintis usaha, banyak yang tidak dapat memenuhi syarat memperoleh kredit perbankan (tidak bankable). Syarat-syarat kredit perbankan yang didasari oleh prinsip kehati-hatian (prudent) itu, juga menjadi syarat bagi masyarakat untuk memperoleh kredit di LPD. Sehingga kemudian menyebabkan LPD mengalami kesulitan dalam menyalurkan dana dalam rasio yang ideal (90 persen), antara dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat dengan kredit yang disalurkan kembali kepada masyarakat. Persyaratan konvensional kredit yang cenderung kurang fleksibel itu, kini oleh dunia perbankan dijawab dengan sistem perbankan syariah. Pada bank perkreditan rakyat pun kini ada BPR Syariah. Selain sistem syariah, dalam dunia lembaga keuangan juga ada sistem modal ventura. Dalam sistem ventura, penyaluran modal dapat dilakukan secara lebih fleksibel, baik dalam bentuk penyertaan sebagai ekuitas sementara, maupun dalam bentuk bagi hasil dan pinjaman yang pengembaliannya disesuaikan dengan kondisi aliran dana (cash flow) dari perusahaan yang dibiayai. Sistem pembiayaan modal ventura, sangat penting untuk dipertimbangkan oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) LPD. Sistem ventura, dapat menjadi tambahan dan pelengkap bagi portofolio pelayanan LPD terhadap nasabahnya, yang secara ekonomi
Politik Berisi(k) di Ruang Publik
IKLIM tahun politik terus memanas. Tingkah laku dan ucapan elite politik kontestan Pemilu 2019 terus mendapatkan sorotan publik. Efeknya terjadi saling serang pernyataan, bullying, hingga turun ke aksi jalanan. Jika fenomena ini tidak disadari dan dibenahi, maka dikhawatirkan akan mengancam iklim sosial yang selama ini kondusif. Perdamaian telah terpatri sebagai salah satu penciri budaya nusantara yang adiluhung. Sedangkan kekerasan atau konflik selalu menjadi antitesa yang menyertai. Hasilnya iklim damailah yang tampil mengendalikan dinamika kebangsaan. Minimalisasi konflik merupakan tantangan berat yang mesti terus diupayakan. Kasus-kasus yang menyertai kekerasan, konflik, dan radikalisme semakin kompleks dan tidak bisa disikapi hanya pada wilayah hilir. Indonesia mesti terus menyupayakan deradikalisasi di semua lini. Pemerintah dan pihak lain penting menyikapi dan mencari solusi setiap potensi radikalisme secara komprehensif dan sistematis mulai dari identifikasi hulu masalah dan menyentuh seluruh aspek. Literasi deradikalisasi mesti sampai kepada semua komponen bangsa. Kekerasan mesti diruwat dan perdamaian harus dirawat. Selain terkait ideologi, kekerasan atau konflik atau radikalisme diawali dengan maraknya kriminalitas, frustrasi sosial, lemahnya penegakan hukum (low enforcement), dan lainnya. Semua
Oleh Ribut Lupiyanto ini bak benang kusut yang mesti diurai satu per satu. Kriminalitas adalah bentuk penyakit sosial kronis. Kartasaputra (2011) mengungkapkan penyakit sosial timbul karena berbagai penyimpangan terhadap norma masyarakat. Ditambahkan bahwa penyimpangan tersebut terjadi karena beberapa faktor. Pertama karena tidak adanya figur yang bisa dijadikan teladan dalam memahami dan menerapkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kedua, pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik. Ketiga adalah proses sosialisasi yang negatif. Terakhir karena merasakan adanya ketidakadilan. Fenomena penyakit sosial dapat mengarah pada frustrasi sosial. Indonesia pada tahun 2017 dihadang masalah frustrasi sosial. Beberapa faktor yang memengaruhi frustrasi sosial, antara lain faktor kemiskinan struktural, lonjakan pengangguran akibat sempitnya lapangan kerja, dan ketimpangan sistem pendidikan (Sasongko, 2016). Penyakit dan frustrasi sosial menjadi pemicu munculnya tindakan brutal, kasus-kasus kekerasan, dan penghakiman massal. Penghakiman massal atau main hakim sendiri merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia (HAM). Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi
Manusia pasal 4 dan 33 ayat (1) menjelaskan bahwa pelaku kriminal atau pelanggar hukum juga memiliki HAM. Langkah tanggap daurat dan peta jalan dalam mengantisipasi konflik agar tidak terulang mesti segera ditempuh. Beberapa pendekatan dan strategi penting diperhatikan. Pertama adalah membudayakan laku nirkekerasan. Budaya ketimuran kita mengajarkan adanya musyawarah dan penghargaan atas rasa kemanusiaan. Laku nirkekerasan menjadi penciri budaya tersebut. Pendidikan sejak dini penting menguatkan budaya nirkekerasan. Pendekatan keagamaan mesti menjadi strategi fundamental bahwa agama melarang aksi kekerasan yang tidak manusiawi. Kedua adalah menunjukkan keteladanan pemimpin. Perangai pemimpin di setiap level akan senantiasa diamati hingga diikuti secara tidak sadar oleh publik. Elite-elite yang gemar mempertontonkan kebencian, emosi kasar, hingga perilaku mengarah kekerasan penting mengurangi hingga menghindarinya. Pemimpin mesti menjadi teladan yang tegas, taat hukum, dan berjiwa sosial tinggi. Ketiga adalah membuktikan keadilan pemerintah. Ketidakadilan yang dirasakan masyarakat menjadi faktor penting dalam
memicu frustrasi sosial hingga penghakiman massal. Pemerintah mesti membuktikan adanya ketegasan penegakan hukum serta minimalisasi ketimpangan sosial ekonomi. Alih-alih menyikapi kritik, pemerintah jangan sampai justru terjebak dengan frustrasi diri. Balasan pembungkaman kebebasan menjadi alarm yang mesti dihindari. Keempat adalah sosialisasi gerakan sadar hukum secara masif. Aparat hukum mesti menjadi pihak yang benar-benar terpercaya dan tidak justru menjadi bagian yang bermasalah. Gerakan sadar hukum mesti digencarkan. Tidak hanya sebatas sosialisasi regulasi, namun sistematika penindakan hukum mesti diberikan. Alur pelaporan mesti dipermudah melalui berbagai media berbasis IT. Penegak hukum mesti memberikan jaminan sigap dan profesional dalam setiap penanganan pelaporan. Kelima adalah meminimalisasi pengaruh media-media yang menampilkan kekerasan. Media televisi, media sosial, dan lainnya yang memuat konten kekerasan mesti dilarang penayangannya. Seluruh sektor dan institusi mesti bersinergi guna mengantisipasi dan meminimalisasi. Kondusivitas sosial politik menjadi penciri pencapaian tingkat keadilan, penegakan hukum, dan memicu peningkatan investasi.
sangat beragam. Melalui sistem ventura, LPD dapat melakukan optimalisasi penyaluran dana yang lebih efektif, meningkatkan LDR, meningkatkan laba dalam jangka panjang, meningkatkan kesejahteraan krama Bali dan meningkatkan eksistensinya untuk mendorong kemandirian desa adat secara ekonomi. Kata kunci untuk melaksanakan kedua inovasi, sebagaimana terurai di atas adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia LPD. Jiwa kewirausahaan para pengelola LPD perlu terus diasah, agar mereka dapat bertindak sebagai mentor dan panutan dalam inkubator bisnis di tingkat pedesaan. Pengetahuan dan praktik lapangan mengenai modal ventura, wajib mereka kuasai. Dan seharusnya, praktik-praktik ventura tidak terlalu sulit bagi masyarakat Bali, karena secara tradisional, kita dari dulu sudah terbiasa dengan sistem bagi hasil, seperti pakadasan hewan, patus, pacingkreman dan sistem kerja sama lainnya. Perubahan pola pikir (mindset) para insan LPD sangat diperlukan, agar prinsip desa, kala, patra dalam pelayanan LPD dapat terwujud. Inovasi semacam ini perlu dilokakaryakan dan dibahas oleh seluruh pemangku kepentingan, agar LPD dapat menjawab tantangan zaman dan persaingan yang semakin ketat. Bila disepakati, bisa saja diajukan sebagai peraturan gubernur, untuk selanjutnya dijadikan dasar pararem di masing-masing desa adat. Penulis, Guru Besar FEB Unud, Pengawas LPD Desa Adat Tegaltamu-Batubulan
POJOK Selasa besok umat Kristen merayakan hari raya Natal. - Selamat merayakan Natal. *** Umat Hindu merayakan Galungan dan Kuningan. - Semoga damai dalam dharma. *** Pertanian Bali terpuruk di tengah gemerlap pariwisata. - Manusia Bali mati pelan-pelan.
Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Pon, 24 Desember 2018
Cegah Kebocoran Retribusi
Pengelola Ulundanu Beratan akan Terapkan ’’Parking Control System’’
Tabanan (Bali Post) -
Pengelola DTW Ulundanu Beratan berencana menerapkan parking control system dengan memasang palang pintu parkir otomatis di tahun 2019. Sistem ini diharapkan dapat lebih membantu manajemen mendapatkan data transaksi secara transparan, baik untuk data kendaraan maupun data pengunjung, sehingga dapat mengantisipasi kebocoran retribusi. ‘’Selama ini memang tidak ada kebocoran. Kami hanya ingin terus mengembangkan penataan kawasan wisata. Sistem parkir barrier gate ini saya lihat lebih efisien,’’ kata
Manajer Operasional DTW Ulundanu Beratan I Wayan Mustika, Minggu (23/12) kemarin. Guna memantapkan rencana tersebut, pihaknya telah
melakukan studi banding di Jakarta saat penerimaan sejumlah penghargaan akhir November lalu. Saat ini pihaknya melakukan penjajakan dengan sejumlah bank
untuk pengelolaan sistem palang pintu oromatis tersebut. Targetnya, pada Juni 2019 sistem tersebut telah beroperasi. Penerapan sistem parkir elektronik ini mirip dengan sistem di bandara yakni menggunakan barrier gate atau palang parkir. Pengunjung yang datang ke DTW Ulundanu Beratan cukup menekan tombol karcis parkir
Aplikasi Virtual untuk Promosikan Potensi Daerah
Tabanan (Bali Post) Mempromosikan beragam potensi di Kabupaten Tabanan di era kekinian, Diskominfo Tabanan merancang aplikasi virtual yang nantinya bisa diakses melalui Android. Aplikasi bernama ‘’Tabanan Dalam Genggaman’’ ini sudah dalam tahap uji coba dan diharapkan tahun 2019 sudah bisa diakses masyarakat luas. Kasi Pengembangan Ekosistem E-Government I Gusti Putu Winiantara seizin Kepala Diskominfo Tabanan menjelaskan, perkembangan teknologi menyebabkan banyak bermunculan berbagai media sosial. Teknologi saat ini tentu saja menjadi alat mempermudah promosi beragam potensi Kabupaten Tabanan. ‘’Lewat aplikasi ini nantinya akan memudahkan setiap orang untuk mengenal, mengeksplorasi tentang potensi Tabanan. Karena segala informasi potensi Tabanan ada di aplikasi itu,’’ ucapnya. Dalam aplikasi itu, masyarakat bisa mengakses informasi mulai dari kuliner, pertanian, UKM, hotel, rumah sakit, apotek, pelayanan publik dan lainlain. ‘’Kami ingin membentuk pasar virtual mempromosikan seluruh potensi yang dimiliki di Tabanan. Jadi kalau ingin tahu tentang informasi apa saja, cukup dilihat di aplikasi tersebut,’’ terangnya. Terobosan ini, lanjut pria yang kerap dipanggil Anom ini, sudah dirintis sejak enam bulan lalu. Saat ini masih uji coba dikarenakan memerlukan teknologi Artificial Inteligent (AI). Agar bisa segera diterapkan, pihaknya juga telah mengajukan anggaran di tahun 2019. ‘’Kemungkinan di triwulan kedua, karena dibutuhkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk aplikasi dan pendataan,’’ ucapnya. Jika seluruh persiapan telah dirampungkan, barulah masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini hanya dengan mendownload di Playstore. ‘’Saat ini masih versi awal, jadi belum boleh di-publish. Kendalanya, kami masih mencari data yang akurat. Jadi masih kami pikirkan kemungkinan akan kerja sama dengan masyarakat, UMKM, ataupun koordinasi dengan OPD terkait untuk proses kelengkapan data,’’ katanya. (kmb28)
I Gusti Putu Winiantara
Bali Post/bit
parkir masuk, tetapi tidak masuk di sistem barrier gate karena kami sediakan parkir khusus,’’ ucapnya. Mesin parkir elektronik tersebut diperkirakan per unitnya seharga Rp 300 juta. Pengelola pun menyiapkan anggaran sebesar Rp 750 juta untuk membangun sistem tersebut secara keseluruhan. Meskipun ada rencana penerapan parkir elektronik,
diakui Mustika, sejauh ini tidak ada rencana kenaikan tarif parkir maupun tiket. Dia menyebutkan, kemungkinan kenaikan tiket dilakukan tahun 2020. Untuk saat ini parkir masuk ke DTW Ulundanu Beratan untuk bus sebesar Rp 10.000, kendaraan roda 4 seharga Rp 5.000 dan kendaraan roda 2 senilai Rp 3.000. (kmb28)
Perajin Pernak-pernik Natal Kebanjiran Order
Bali Post/bit
PERAJIN - Sejumlah perajin tengah mem-‘’finishing’’ produk kerajin.
Tabanan Dalam Genggaman
terlebih dahulu, kemudian palang parkir akan terbuka. Setelah selesai berkunjung baru melakukan pembayaran parkir. ‘’Bisa dibayar menggunakan e-money dan bisa juga secara tunai,’’ imbuhnya. Mengingat selain dikunjungi wisatawan, juga ada pamedek yang tangkil, Mustika menegaskan, akan ada sistem khusus untuk hal itu. ‘’Panangkilan tetap dikenakan
Tabanan (Bali Post) Perajin pernak-pernik Natal di Kabupaten Tabanan kebanjiran order. Pesanan bahkan sudah mulai ramai sejak Agustus lalu. Pemilik kerajinan besi asal Jambe Baleran Desa Dajan Peken I Putu Agus Sutapa (45) dan saudara kembarnya, I Made Agus Semadi (45) mengungkapkan, sejak Agustus mereka disibukkan dengan pengiriman produk kerajinan ke sejumlah negara seperti Jerman, Australia, Inggris dan Amerika. Dalam setiap pengiriman, rata-rata 10 ribu item. Tidak hanya ekspor, permintaan dari pelanggan lokal juga meningkat. Dua perajin ini mengaku sudah 25 tahun bergelut di kerajinan besi dan 10 tahun terakhir mulai merambah pasar ekspor. Awalnya, usaha ini lebih banyak pada pembuatan tempat lilin dan hiasan dinding. Secara bertahap, Semadi melihat potensi pengembangan kerajinan pernak-pernik bernuansa Natal. ‘’Melihat ada peluang cukup bagus, saya coba buat berbagai macam jenis hiasan Natal mulai dari gantungan pohon Natal, hiasan dinding dan tempat lilin bernuansa Natal,’’ ucap Agus Semadi. Setelah muncul ide tersebut, Semadi bersama saudaranya pun terus menggali informasi terkait apa saja yang bisa dikembangkan dari usaha kerajinan besi
agar tidak monoton. ‘’Saya amati dan lihat, kira-kira apa saja yang dibutuhkan umat Nasrani saat hari raya Natal,’’ terangnya. Usahanya pun membuahkan hasil, hiasan Natal yang dibuatnya mendapatkan respons cukup baik. Bahkan dari wisatawan mancanegara yang berkunjung ke bengkel kerajinannya, ia mendapat peluang ekspor. Kebanyakan pelanggan dari sejumlah negara mengakui kerajinan besi dari Tabanan memiliki keunikan. ‘’Khusus untuk pernak-pernik Natal, kami buat sesuai permintaan ada yang berbentuk bulan, burung, ikan, matahari yang ukurannya kecil agar bisa digantung di pohon Natal ataupun untuk hiasan interior rumah,’’ terangnya. Sistem penjualan produk tidak melalui pihak ketiga, tetapi langsung kepada pembelinya. ‘’Kebanyakan tamu asing datang langsung. Mereka memesan banyak sekaligus untuk dibawa ke negaranya dan dijual kembali,’’ ujar Semadi. Dalam mengerjakan kerajinan ini, ia dibantu 25 orang tenaga kerja. Ratarata pengerjaan satu item kerajinan bisa memakan waktu beberapa jam dan ada juga yang sampai lebih dari satu hari, tergantung ukuran dan kerumitan desain. (kmb28)
Antisipasi Libur Panjang, Perbankan Tambah Likuiditas Tabanan (Bali Post) Libur Natal disusul dengan hari raya Galungan menyebabkan layanan perbankan di Tabanan tidak beroperasi mulai Senin (24/12) hari ini hingga Kamis (27/12) mendatang. Namun, pihak perbankan memastikan kebutuhan dana masyarakat bisa terpenuhi. Kepala Bank BRI Cabang Tabanan Anditya Mahendra Krishna, Minggu (23/12) kemarin mengungkapkan, masyarakat memerlukan dana untuk memenuhi berbagai keperluan hari raya. Guna
mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menambah likuiditas hingga 20 persen dari rata-rata harian. Sebelum libur, transaksi penarikan dana secara langsung di teller terkait hari raya sudah terjadi hingga puncaknya pada Jumat (21/12) lalu. Pada libur nanti, penarikan dana kemungkinan mengalami lonjakan pada mesin-mesin ATM. ‘’Oleh karena itu, penambahan dana juga sudah dilakukan pada mesin ATM sehingga dipastikan kebutuhan dana nasabah
semua terpenuhi. Selama libur, nasabah juga masih bisa memanfaatkan layanan online BRI,’’ ujarnya. Antisipasi libur hari raya ini juga berlaku pada layanan nasabah apabila menemui kendala saat transaksi keuangan. Pihaknya telah menyiagakan petugas jaga yang ditugaskan secara bergilir. Apabila terjadi kendala pada proses transaksi, nasabah tetap bisa melaporkannya ke kantor cabang, meski secara oprasional untuk pelayanan di kantor tutup.
Terkait kewajiban pembayaran dari nasabah yang jatuh tempo pada momen libur hari raya dan juga tahun baru nanti, dia menyebutkan, nasabah sebenarnya sudah disarankan untuk memenuhinya maksimal pada Jumat lalu. Namun menyikapi kemungkinan meningkatnya kesibukan di kalangan nasabah selama momen hari raya, maka pihaknya menerima pembayaran kredit dari na sabah hingga batas waktu maksimal Senin (31/12) mendatang. (kmb24)
BULELENG
8
Senin Pon, 24 Desember 2018
Perayaan Galungan, Kuningan dan Nataru 2019
Pimpinan DPRD Buleleng Ajak Warga Jaga Toleransi Antarumat Beragama
PADA pengujung tahun 2018, hari raya Galungan, Kuningan, Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 dirayakan dalam waktu berdekatan. Hari raya besar keagamaan itu yaitu Galungan, Kuningan dan Natal. Perayaan hari keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan itu menjadi momen penting menjaga dan meningkatkan sikap toleransi antarumat beragama. Demikian diungkapkan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna didampingi Wakil Ketua Ketut Susila Umbara, Made Adi Purna Wijaya, dan Ketut Wirsana akhir pekan lalu. Keempat pucuk pimpinan dewan ini atas nama pribadi dan lembaga mengucapkan ‘’Selamat Galungan, Kuningan dan Nataru 2019’’. Gede Supriatna mengatakan, toleransi beragama ini sejak lama dikenal sebagai konsep untuk saling menghormati antarumat beragama. Akan tetapi konsep ini perlu disebarluaskan melalui pelaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya kalangan pelajar atau mahasiswa, namun semua komponen masyarakat perlu memahami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Supriatna, dalam perayaan hari raya Galungan dan Kuningan yang bersamaan dengan Natal dan Tahun Baru, adalah momen yang tepat mengamalkan konsep saling toleransi antarumat beragama tersebut. Untuk itu, Supriatna mengajak semua komponen masyarakat di daerah ini dalam merayakan Galungan, Kuningan, Natal dan Tahun Baru dengan semangat toleransi tinggi, menghargai perbedaan, dan tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ‘’Ini kesempatan langka karena tiga hari keagamaan besar dirayakan dalam bulan yang sama. Saya kira ini momentum penting untuk kita memahami dan mengimplementasikan nilai toleransi antarumat beragama itu,’’ katanya. Di sisi lain politisi asal Desa Tejakula Kecamatan Tejakula ini mengatakan, perayaan tiga hari besar ini juga menjadi kesempatan untuk introspeksi diri, saling menghargai, dan menjaga agar situasi daerah tetap kondusif. Apalagi, memasuki 2019 mendatang, meru-
pakan tahun politik di mana akan digelar Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD, DPRD Provinsi, DPR-RI, dan DPD. Gelaran politik yang bersamaan itu bisa saja akan mengganggu situasi kamtibmas di masyarakat, sehingga menjelang tahun politik itu Supriatna mengajak semua komponen masyarakat di Bali Utara mengisi pesta demokrasi tanpa harus menjadi terkotak-kotak karena beda dukungan calon legilatif, berpeda pilihan presiden dan wakil presiden, atau berbeda pilihan partai politik (parpol). ‘’Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas daerah, terlebih lagi nanti kita melaksanakan pesta demokrasi, berbeda pilihan itu hak semua warga dan jangan sampai kita terkotak-kotak karena politik,’’ tegasnya. (ad780) Bali Post/kmb38
BANJIR BANDANG – Hujan deras Sabtu (22/12) lalu mengakibatkan banjir bandang. Jembatan di Sungai Musi tertutup lumpur.
Desa Musi Dilanda Banjir Bandang
Jembatan Tertutup Lumpur dan Kayu Gelondongan
Singaraja (Bali Post) – Banjir bandang terjadi di Dusun Musi, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (22/12) malam. Banjir yang menghanyutkan belasan kubik kayu gelondongan dan ranting pohon itu tertahan di bawah jembatan di atas jalan nasional Singaraja– Gilimanuk. Tak pelak air sungai meluap dan jembatan di atas Sungai (Tukad) Musi tergenang. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah macet total. Pada Minggu (23/12) kemarin lalu lintas di jalur pantai utara itu bisa dilalui kendaraan.
Gede Supriatna
Warih Dalem Tarukan Gelar ”Piodalan” di Pura Jeroan Kuri Kalianget Singaraja (Bali Post) – Bertepatan Purnama Sasih Kapitu, Sabtu (22/12), Warih Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan melangsungkan piodalan di Pura Jeroan Kuri Banjar Dinas Dawan, Desa Kalianget, Kecamatan Seririt. Pura ini dibangun tahun 2016 dan tuntas dengan melangsungkan upacara Ngenteg Linggih pada 12 Januari 2017 lalu. Pura ini dibangun oleh Warih Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan. Di pura ini dibangun palinggih dengan stana Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan, bersama putra pertamanya I Dewa Gede Muter dan keluarganya. Upacara yang berlangsung khusyuk itu diikuti 10 kepala keluarga (KK) pangempon Pura Jeroan Kuri dan penangkilan Warih Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan di Bali dan Lombok. Upacara di-puput Ida Sri Bhagawan Dharma Yoga dari Geria Dharma Sunia, Jembrana. Upacara diawali dengan pemasangan (nanjeb) taring pada (18/12) lalu. Kemudian dilanjutkan dengan menghias seluruh areal pura. Puncaknya, Sabtu (22/12) lalu, prosesi piodalan diawali dengan melangsungkan pacaruan Eka Sata. Selanjutnya, digelar prosesi nurunang, menghias pralingga Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan dan putranya I Dewa Gede Muter, kemudian mendak, dan terakhir prosesi puncak piodalan. Pangempon Puru Jeroan Kuri Ida Batara I Dewa Gede Muter, Jro Mangku Gde I
Bali Post/kmb38
PIODALAN – Warih Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan bersama pangempon Pura Jeroan Kuri menggelar piodalan, Sabtu (22/12). Putu Sukita, mengatakan piodalan kali ini gelaran kedua setelah pihaknya bersama pangempon selesai membangun palinggih di atas lahan sekitar dua are. Pura ini dibangun dengan urunan dan bantuan sukarela para warih Ida Batara Dalem Tarukan di Bali dan Lombok. Motivasi membangun pura ini karena bhakti kepada Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan dan putranya I Dewa Gede Muter. Sedangkan piodalan ini memohon kerahayuan para Warih Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan dan mendapat tuntunan dan keselamatan dalam melaksanakan swadharma dalam kehidupan sehari-hari. Terkait susunan pura, Jro Mangku Gde I Putu Sukita mengatakan, susunan palinggih dibangun palinggih Gedong stana Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan bersama
putranya, I Dewa Gede Muter. Di sebelah selatan dibangun Bangun Sakti yang merupakan stana para leluhur. Selain itu, ada juga sederet palinggih pelengkap di antaranya Surya, Pengaruman, Pesaren, Rambut Sedana, Taksu, dan Pelinggih Ratu Ibu. Sementara itu pendamping upacara Jro Mangku Gede Nuarta mengatakan, piodalan ini dilangsungkan setelah para pangempon menyetujui untuk melangsungkan piodalan dengan biaya urunan. Selain itu, piodalan ini momentum baik para warih Ida Batara Kawitan Dalem Tarukan di Bali dan Lombok untuk bersama menunjukkan rasa bhakti kepada Batara Kawitan dan momentum untuk tetap bersatu dalam keluarga besar sekaligus memohon kerahayuan dan keselamatan jagat, sehingga tercapai konsep ajeg Bali. (kmb38)
Sebelum kejadian, hujan deras melanda beberapa desa di Kecamatan Gerokgak. Sekitar pukul 00.15 Wita jalan sepanjang 300 meter terendam lumpur dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, saat volume air naik karena hujan, batang kayu yang dihanyutkan banjir tertahan di bawah jembatan. Batang kayu gelondongan itu diduga berasal dari kawasan hulu. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dikerahkan ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 03.00 Wita dini hari lalu lintas baru bisa dibuka. Hanya baru satu arah bisa dilewati
secara bergilir, mengingat lumpur yang merendam jalan begitu tebal. Belasan rumah yang posisinya di radius 300 meter dari sungai sempat terendam air. Rumah yang paling parah terkena dampak berada tepat di sebelah jembatan. “Setelah kami turunkan TRC dan bersama aparat desa dan bantuan perusahaan swasta, pukul 08.00 Wita jalan sudah bisa dilalui kembali, namun masih satu jalur karena belum semuanya kami bersihkan,” katanya. Menurut Suadnyana, Desa Musi, Banyu Poh dan Desa Penyabangan rawan bencana banjir bandang. Mengingat kawasan ini memiliki topografi dekat bukit dan dan berdekatan dengan laut di
sebelah utara. Senderan di alur Tukad Musi baru selesai dibangun BPBD dari bantuan bencana yang terjadi pada 2016 lalu. Akibat bencana ini, senderan beberapa meter juga sudah ambruk. Seorang warga, Made Agus (50), menuturkan hujan memang deras terjadi sekitar pukul 18.00 Wita dan banjir menerjang sekitar pukul 00.15 Wita dini hari. Saat itu, dirinya sedang beristirahat dan tibatiba mendengar teriakan tetangga menyebut ada banjir. Dia bersama istri dan anaknya menyelamatkan diri dengan naik di atas lumbung padi. Saat itu, aliran banjir merendam rumahnya dan potongan kayu gelondongan pun ikut dihanyutkan banjir. “Waktu
itu air sudah masuk dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan barangbarang perlengkapan rumah tangga, sekarang pakaian dan perabotan terendam lumpur,” katanya. Sementara itu, anggota DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya mendesak pemerintah segera mengusulkan agar jembatan direnovasi. Konstruksi terlalu sempit, sehingga kalau kembali hujan banjir akan kembali meluap dan lalu lintas akan kembali terganggu. Pihaknya mengakui kewenangan merenovasi konstruki jembatan pemerintah pusat, namun pemerintah daerah bisa saja mengusulkan, sehingga perbaikannya bisa diprogramkan. “Ini harus diperbaiki dibuat lebar, dan tinggi dari sungai, sehingga kalau volume air naik jembatan aman dan tidak lagi terendam seperti yang terjadi semalam (Sabtu 23/12 lalu - red),” tegas politisi PDI Perjuangan ini. (kmb38)
GIANYAR
Senin Pon, 24 Desember 2018
9
Tingkatkan Transportasi Gratis untuk Pelajar
Dishub Tambah Puluhan Armada
Bali Post/kmb35
SERTIJAB - Suasana Sertijab di aula Mapolres Gianyar yang dipimpin Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo.
Dua Kapolsek Dimutasi
Gianyar (Bali Post) Mutasi kepala polisi di tingkat sektor (Kapolsek) diselenggarakan di Mapolres Gianyar, Sabtu (22/12). Adapun pergeseran ini meliputi Kapolsek Tampaksiring, Kapolsek Payangan dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Polres Gianyar. Mereka yang menduduki posisi baru ini pun diminta untuk segera beradaptasi demi menuntaskan tugas pokok yang ada di wilayah hukum Polres Gianyar. Sertijab pertama, posisi Kapolsek Payangan yang sebelumnya dijabat AKP Nyoman Pawana Jaya Negara kini dijabat AKP I Gede
Sudyatmaja. Sementara AKP Nyoman Pawana Jaya Negara menduduki posisi baru sebagai Kasat Narkoba Polres Gianyar, menggantikan pejabat sebelumnya AKP I.B. Putu Dana Ginawa. Pergeseran juga terjadi pada Kapolsek Tampaksiring yang sebelumnya dijabat AKP I Made Tama kini digantikan oleh AKP Gusti Putu Dharmanatha. Sementara AKP I Made Tama menduduki jabatan baru sebagai Kasat Shabara Polres Gianyar. Ia menggantikan AKP I Wayan Abu yang kini mendapat posisi baru sebagai Wakapolsek Ubud. Kapolres Gianyar AKBP
Priyanto Priyo Hutomo dalam sambutannya menegaskan, proses mutasi jabatan di lingkungan internal Polri merupakan hal biasa untuk mengembangkan karier dan penyegaran dalam tubuh instansi Polri. “Saya mengucapkan terima kepada pejabat lama yang sudah mengabdi di Poles Gianyar dan selamat atas promosi jabatan barunya semoga di tempat yang baru dapat mengembangkan kariernya. Untuk pejabat baru agar menyesuaikan diri di tempat tugasnya yang baru dan mendukung program yang ada di Polres Gianyar,” ujar perwira melati dua di pundaknya ini. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar berkomitmen bulat untuk meningkatkan pelayanan transportasi khususnya untuk kalangan pelajar. Guna merealisasikan komitmen itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar sudah menambah 75 armada dan lima bus pada 2019. Semua armada ini akan difungsikan secara gratis untuk angkutan bagi pelajar. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, program angkutan gratis yang aman untuk pelajar memang akan terus berlanjut di tahun 2019. Bahkan, pemerintah sudah menyiapkan penambahan 75 armada. “Kami sudah menyiapkan penambahan armada dengan harapan angkutan ini dapat menjangkau seluruh kecamatan bahkan desa yang ada di Kabupaten Gianyar,” ujar Mahayastra, Minggu (23/12) kemarin. Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapat bantuan lima armada bus yang siap dioperasikan pada tahun 2019 mendatang. “Busnya sudah datang dan siap dipergunakan. Bus ini nantinya akan dioperasikan
untuk mengangkut pelajar dari Sukawati, Blahbatuh sampai Gianyar Timur,” katanya. Sementara itu, Kepala Dishub Gianyar I Wayan Artana menegaskan, program angkutan pelajar memang akan terus berlanjut, bahkan terus ditingkatkan sehingga dapat melayani seluruh pelajar dengan lebih baik. “Guna meningkatkan pelayanan, Dishub menambah 75 armada tahun depan, sehingga Pemkab Gianyar memiliki 150 armada dengan 29 trayek di tahun 2019 mendatang,” katanya memaparkan. Menurut Artana, peningkatan armada angkutan pelajar ini bertujuan meringankan beban orangtua
Bali Post/kmb35
BERSAMA - Bupati Gianyar I Made Mahayastra berfoto bersama para sopir angkutan pelajar di Kantor Bupati Gianyar. siswa. Upaya ini juga bertujuan meminimalisasi jumlah pelajar yang belum cukup umur membawa sepeda motor sendiri, sehingga secara tidak langsung pula dapat meminimalisasi ang-
ka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. “Harapan kita, program ini dapat dimanfaatkan secara penuh oleh seluruh pelajar di Gianyar,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Senin Pon, 24 Desember 2018
HANCUR - Sejumlah rumah yang terdampak banjir bandang di Tukad Biluk Poh kemarin hancur.
Banjir Bandang Tukad Biluk Poh Rendam Puluhan Rumah Jalur Utama Denpasar-Gilimanuk Sempat Lumpuh
Negara (Bali Post) – Banjir bandang yang melanda Tukad Biluk Poh perbatasan Desa Penyaringan dan Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Sabtu (22/12) malam, membuat puluhan rumah warga di sekitar Tukad Biluk Poh terendam banjir. Jalur utama Denpasar-Gilimanuk yang sempat lumpuh seharian karena jembatan Biluk Poh yang dipenuhi lumpur dan kayu besar, Minggu (23/12) siang kemarin dinyatakan masih bisa dilalui. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. ‘’Ini yang paling parah selama saya tinggal di sini. Air meluap sampai di atas jembatan dan merendam rumah-rumah,’’ tandas Nyoman Suwena (64), warga yang bangunannya di sebelah barat jembatan. Yang paling parah di sekitar jembatan Tukad Biluk Poh baik di sisi timur jembatan maupun barat jembatan. Tercatat lebih dari 40
rumah yang terendam banjir akibat air sungai meluap. Hal serupa pernah terjadi sekitar 20 tahun lalu, tetapi tidak sampai separah saat ini. Selain rumah warga terendam, belasan ternak warga seperti babi dan sapi ikut hanyut. Puluhan warga yang tinggal di pinggir jembatan juga dievakuasi BPBD Jembrana.
Sementara itu, PPK 03 Cekik-Batas Kota Tabanan pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII Gede Agus Purnata mengatakan dari pengecekan kondisi jembatan di bagian jembatan Biluk Poh itu masih kuat. Sekilas tonggak jembatan tidak ada pergeseran. Kayu besar yang melintangi jembatan, menurutnya, han-
DITERJANG BANJIR – Jembatan Tukad Biluk Poh yang merupakan bagian dari jalan nasional Denpasar-Gilimanuk tidak bisa dilalui setelah diterjang banjir bandang, Sabtu malam. Akibat banjir bandang itu sejumlah rumah di bantaran sungai juga terendam.
Jembatan Penghubung Antardesa di Penyaringan Putus
Negara (Bali Post) Selain sempat melumpuhkan jalan Denpasar-Gilimanuk, banjir bandang di Tukad Biluk Poh juga mengakibatkan jembatan penghubung antardesa di Banjar Anyar, Penyaringan jebol. Jembatan ini biasanya dapat digunakan untuk alternatif apabila jalur Denpasar-Gilimanuk macet. Namun, jembatan penghubung Banjar Penyaringan dan Banjar Anyar Kelod yang berada di utara itu juga ikut tersapu banjir. Bahkan kondisinya lebih parah, putus sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.
Landasan jembatan termasuk payal dan jalan memang masih utuh, namun sudah jauh bergeser ke bagian selatan jembatan. Sementara kaki-kaki jembatan hancur diduga tersapu kayu melintang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, seluruh tanaman di kebunkebun warga sekitar sungai ikut roboh tersapu air sungai. Begitu halnya ternak yang biasa dikandangkan di pinggir sungai ikut hanyut. I Nengah Suwidia, salah seorang warga, mengungkapkan jembatan ini sudah lama
berdiri dan dibangun untuk menghubungkan antarbanjar dan desa di Penyaringan. Dipastikan dengan kondisi putus total, maka perpindahan warga dari kedua lokasi terhubung tidak bisa dilakukan. Kecuali lewat jalur utama Denpasar - Gilimanuk di jembatan Biluk Poh yang juga sempat lumpuh akibat tersumbat pohon dan sampahsampah. Dari informasi warga, di sepanjang Tukad Biluk Poh itu dari hulu sampai hilir ada sekitar 5 jembatan. Yang paling rusak parah adalah jembatan Penyaringan ini. (kmb26)
TERPUTUS TOTAL – Jembatan Penyaringan yang menjadi jalur alternatif DenpasarGilimanuk di sisi utara roboh dan terputus total. Nampak puing-puing jalan di jembatan berada di dasar sungai.
ya menghantam di bagian atas jembatan atau payal. ‘’Dipastikan jembatan bisa dilalui lagi, tapi memang di bawah karena masih digenangi air sungai belum cek. Tapi dipastikan bisa dilalui,’’ tandasnya. Untuk truk yang bermuatan berat, untuk antisipasi melintas secara buka-tutup dan satu per satu. Sementara untuk kendaraan kecil baik mobil maupun sepeda motor bisa melintas secara bersamaan dari dua arah. Namun petugas masih melakukan penjagaan untuk memastikan jembatan aman dilalui. Pada Minggu (23/12) pagi
jalur Denpasar-Gilimanuk baik dari arah Gilimanuk maupun Denpasar sempat lumpuh. Arus kendaraan dari Jawa tujuan Denpasar dialihkan ke jalur Gilimanuk ke Singaraja (Cekik). Petugas gabungan langsung membersihkan jembatan dari lumpur dan kayu-kayu yang melintang. Akhirnya sekitar pukul 13.00 Wita, kendaraan sudah bisa melintas kembali. Kendaraan barang yang sudah telanjur melintas terpaksa parkir mengular di sepanjang jalan dari Tegalcangkring hingga Sebual, Dangintukadaya. Kepala Pelaksana BPBD
Kabupaten Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan banjir diakibatkan kayu berukuran besar menghadang di jembatan Tukad Biluk Poh. Begitu halnya sampahsampah dan lumpur sedimentasi ikut menyumpal jembatan. Ditambah lagi pada Sabtu malam terjadi air laut pasang sehingga air meluap hingga keluar dari jalur sungai. Di sisi lain, puluhan KK yang rumahnya terendam banjir masih membersihkan rumah-rumah mereka dari lumpur. Dari puluhan rumah yang posisinya lebih rendah dengan jalan raya bahkan ada
yang sempat tenggelam. Sejumlah mobil dan truk milik warga yang diparkir di rumah juga tersapu banjir. ‘’Ada beberapa warga yang luka ringan karena terkena pecahan kaca jendela saat (rumah) tersapu banjir,’’ tandas Eko Susilo. Namun, menurutnya, langsung mendapatkan penanganan dari petugas medis. PMI Jembrana bersama Dinas Sosial juga membuat dapur-dapur untuk membantu warga yang terkena banjir. Listrik dan air bersih belum bisa terpasok karena kondisi permukiman yang masih diselimuti air dan lumpur. (kmb26)
Senin Pon, 24 Desember 2018
KARANGASEM
11
Nataru, Pengamanan di Pelabuhan Padangbai Diperketat Amlapura (Bali Post) Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengamanan di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem diperketat. Pengamanan yang ketat ini dalam rangka mengantisipasi tindak kejahatan maupun aksi terorisme. Kapolsek Kawasan Laut Padangbai Kompol Wayan Suberata mengatakan, pengamanan Nataru ini melibatkan ratusan personel yang lengkap dengan senjata. Kendaraan yang datang dari Pelabuhan Lembar NTB diperiksa satu per satu.
TIMPA RUMAH - Pohon enau menimpa salah satu rumah warga di Bebandem.
‘’Pemeriksaan dilakukan secara ketat oleh petugas. Mulai dari pemeriksaan surat-surat kendaraan, identitas penumpang dan barang bawaan. Penebalan pengamanan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, penyelundupan barang terlarang seperti narkoba dan aksi terorisme jelang Nataru. Penjagaan ini dilakukan selama 24 jam nonstop,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dikatakannya, selain mengerahkan ratusan personel untuk melakukan
pengamanan, pihaknya juga memasang CCTV di sejumlah titik di areal Pelabuhan Padangbai yang dinilai rawan. Diharapkan dengan bantuan CCTV ini pengamanan yang dilakukan lebih maksimal. ‘’Pemasangan CCTV ini sangat penting. Ketika ada sesuatu, kalau pas tidak dalam pengamatan petugas di lapangan, kita bisa maksimalkan untuk memantau CCTV tersebut. Semoga saja Nataru tahun ini berjalan dengan damai dan lancar tidak ada kejadian apa-apa,’’ harapnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Hujan Disertai Angin Kencang
Pohon Tumbang Rusak Atap Rumah Warga Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Karangasem kembali memicu tanah longsor dan pohon tumbang. Di Banjar Dinas Macang, Desa Macang, Bebandem sebuah pohon enau tumbang, merusak rumah warga. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa, Minggu (23/12) kemarin mengungkapkan, pohon tumbang itu menimpa rumah I Wayan Pasek Ardika (45). Sementara tanah longsor terjadi di Dusun Bengkok, Pengawan, Desa Sibetan. ‘’Adanya laporan kejadian itu petugas dari BPBD sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan,
baik pohon tumbang maupun tanah longsor. Pohon tumbang mengakibatkan atap rumah warga mengalami kerusakan akibat ditimpa pohon tersebut. Sementara tanah yang longsor selain pohon juga menyeret tiang listrik PLN. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN. Saat ini semuanya sudah dapat ditangani dengan baik,’’
ujarnya. Arimbawa menegaskan, pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya lebih tanggap bencana mulai dari pohon tumbang, longsor dan yang lainnya. Pasalnya, saat ini sudah memasuki musim penghujan. Sehingga situasi seperti ini memicu terjadinya bencana yang tak pernah bisa diduga. Maka
dari itu, warga senantiasa selalu waspada bencana untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Bagi warga yang bermukim di dekat-dekat jurang kita minta selalu waspada. Pasalnya hujan lebat yang terus turun memicu kondisi tanah menjadi labil dan mudah longsor. Termasuk warga yang bermukim di dekat pohon-pohon besar juga tetap meningkatkan kewaspadaan. Karena apa yang kita imbau ini untuk meminimalisir korban jiwa,’’ jelas Arimbawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
DIPERKETAT - Petugas kepolisian melakukan pengamanan di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem.
Polsek Manggis Bantu Warga Kurang Mampu dan Difabel
Amlapura (Bali Post) Polsek Manggis memberikan bantuan kepada puluhan warga kurang mampu dan difabel di aula Sabhalanga Camat Manggis, Sabtu (22/12). Bantuan ini sebagai wujud kepedulian terhadap warga kurang mampu di Karangasem, khususnya Kecamatan Manggis. Kapolsek Manggis Kompol I Nengah Subangsawan mengungkapkan, sebanyak 31 warga kurang mampu diberikan bantuan masing-masing 10 kg beras, 1 dus mi dan uang Rp 750 ribu. Kata dia, selain itu pihaknya juga menyerahkan kursi roda kepada dua warga difabel, empat orang diberi-
kan tongkat ketiak dan uang masing-masing Rp 750 ribu. ‘’Kegiatan pemberian tali kasih ini bisa terlaksana sesuai dengan rencana. Sumber dana untuk pemberian bantuan ini juga diperoleh dari para donatur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak kita semua mengasihi orang tua serta orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan,’’ ujarnya. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Agung Ade Panji Anom mengatakan, dengan dilaksanakannya kegiatan ini, maka Polsek Manggis telah mendukung program ‘’SI PUTU’’ yaitu suatu program besar untuk mempermudah
dikenal, nama program ini diberi tema sesuatu atau nama yang sering kita dengar di Bali yaitu program ini pelayanan masyarakat terpadu, dalam hal ini kemanusiaan dan mengurangi anak-anak yang putus sekolah. Jelas dia, program ini dicanangkan sudah cukup lama yang bertujuan untuk langkah kemanusiaan. ‘’Kita berharap lewat bantuan yang kita berikan ini mampu mengurangi beban mereka dalam menjalani kehidupan. Kita juga berharap bagi warga yang mendapatkan bantuan ini bisa termotivasi untuk lebih semangat dan tabah menjalani hidup ini,’’ jelas Panji Anom. (kmb41)
Bali Post/kmb41
BANTUAN - Polsek Manggis saat memberikan bantuan kepada warga kurang mampu dan difabel.
Golkar Targetkan 15 Kursi di DPRD
5 Januari 2019
Amlapura (Bali Post) Ketua Umum DPD II Partai Golkar (PG) Karangasem I Made Sukerana menargetkan mampu mempertahakan kursi Ketua DPRD Karangasem pada Pemilu 17 April depan. Sukerana yang mantan Wabup Karangasem itu menargetkan kursi di DPRD Karangasem sebanyak 15 kursi, bertambah dari kursi yang diraih saat ini sebanyak 13 kursi. Sementara untuk Pilpres, Partai Golkar Karangasem bersama tim pemenangan lintas partai menargetkan memenangkan Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Mak’ruf, sebesar 80 persen. Hal itu disampaikan saat Rapat Kerja Daerah DPD II PG di Sekretariat Partai Gol-
RAKER - Rapat kerja daerah DPD II PG di Sekretariat Partai Golkar, Minggu (23/12) kemarin.
kar, Minggu (23/12) kemarin. Sukerana mengaku optimis mampu memenangkan Pileg 2019. ‘’Partai penguasa sangat gencar dalam rangka memenangkan pileg di Karangasem, kader kami di PG juga lebih gencar lagi,’’ujarnya. Rasa optimisme itu muncul, karena selama 10 tahun kepemimpinan Bupati Karangasem dari Partai Golkar sebelumnya, sudah banyak memberikan andil, seperti PAD naik berlipat, bansos mengucur, bahkan berbagai organisasi kemasyarakatan seperti WHDI, PHDI, organisasi keagamaan lainnya, klian banjar, sampai klian subak menerima bansos. ‘’Banyak kemajuan serta
peletakan fondasi pembangunan sudah dilakukan selama dua periode Pak Geredeg menjabat dan lima tahun saya mendampinginya sebagai Wabup,’’ kata Sukerana yang kini menjadi Caleg DPRD Bali dari Karangasem. Selain target memenangkan kursi di DPRD Karangasem, ke Pemprov Bali ditargetkan meraup dua kursi, yang selama ini satu kursi. Sementara ke DPR-RI, ditargetkan kader Partai Golkar I Wayan Geredeg tembus, sehingga ada anggota DPR-RI dari Bumi Lahar. ‘’Daftar pemilih tetap di Karangasem sebanyak 382.000 lebih, 60 persennya saja diraup PG, Pak Geredeg lolos menjadi DPR-RI,’’ jelasnya. (kmb41)
KLUNGKUNG
12
Senin Pon, 24 Desember 2018
Program Pertanian Bima Juara Dihadang Alih Fungsi Lahan Semarapura (Bali Post) Program Bima Juara (Beli Mahal Jual Murah) merupakan salah satu program prioritas Kabupaten Klungkung. Bahkan, sempat mendapat penghargaan nasional bersama program TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Namun, program Bima Juara ini menghadapi tantangan berat, yakni alih fungsi lahan pertanian.
MELASTI - Umat Hindu saat tiba di Segara Klotok, serangkaian melasti terkait Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel.
Rangkaian Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel
Umat Hindu Antusias ”Melasti” dan ”Pakelem” ke Segara Klotok
Semarapura (Bali Post) Ribuan umat Hindu antusias mengikuti prosesi melasti ke Segara Klotok, Klungkung, Minggu (23/12) kemarin, serangkaian Karya Agung Mamungkah, Nubung Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung Tawur Panca Wali Krama dan Mahayu Jagat Marisudha Bumi di Pura Dasar Buana Gelgel. Selain melasti, juga dilanjutkan dengan ritual mulang pakelem di Segara Klotok. Umat Hindu yang berasal Desa Gelgel dan Bali pada umumnya menuju Segara Klotok sekitar pukul 08.00 Wita. Mereka tumpah ruah turun ke jalan dan ngiring pralingga Ida Batara bersama-sama. “Umat ketog semprong, begitu antusias ikut melasti. Ini cermin kesadaran umat yang tinggi atas keberadaan Pura Dasar Buana Gelgel,” kata Koordinator Karya Agung Pura Dasar Buana Gelgel Dewa Soma. Prosesi melasti kapuput Ida Pedanda Gde Putra Tembau dari Geria Aan, Ida Pedanda Gde Karang Putra Keniten dari Geria Satria Kangin dan Ida Pedanda Gde Wayan Darma dari Geria Wanasari. Dewa Soma menegaskan, melasti tujuannya adalah untuk menyucikan pratima, pralingga, tapakan Ida Batara Sesuhunan, agar kembali suci. Agar sinar
sucinya jenek pada pratima masing-masing. Sementara untuk sarana upacaranya, menggunakan tawur labuh gentuh dan nangluk merana. Setelah prosesi melasti, dilanjutkan dengan ritual mulang pakelem, menggunakan sarana kerbau, kambing, banyak, itik selem, ayam selem. Ritual ini bermakna, bahwa sistem pakelem itu
menurutnya kalap (katur) kepada penguasa samudera. Bentuk ungkapan rasa syukur kepada Sang Kala Sunia, penguasa sang Waktu, karena beliaulah yang mengelola samudera, agar selalu tenang dan damai. Seusai ritual mulang pakelem, prosesi dilanjutkan dengan pelepasan tukik sebanyak 11 ekor, guna menjaga keseimbangan alam,
sekaligus nunas Tirta Kamandalu di tengah samudera. Kemudian, setelah datang dari masucian, dilaksanakan upacara memasar, pamendak pamungkul kala di depan pintu masuk Pura Dasar Buana Gelgel, baru pratima Ida Batara jenek malinggih. “Setelah malinggih, umat sudah bisa ngeyasa, maturan sesidan-sidan,” katanya. (kmb31)
Luas areal pertanian Klungkung, sesuai data terbaru mencapai 3.500 hektar. Sementara, dengan luas areal pertanian seluas itu, total produksi berasnya mencapai 18.000 ton per tahun. Kebutuhan masyarakat terhadap pemukiman paling banyak membuat alih fungsi lahan pertanian. Sementara itu keuntungan yang kecil membuat profesi petani semakin ditinggalkan. Realitas ini membuat Pemkab Klungkung meluncurkan program Bima Juara. Awalnya program ini timbul dari keprihatinan terhadap ketidakpastian harga jual gabah petani. Persoalan ada di permainan penebas gabah yang seperti membeli mahal, tetapi ketika menjadi beras, mengaku rugi kepada petani. “Misalnya di awal sudah sepakati harga gabah Rp 6 juta,
tetapi dibayar hanya Rp 4,5 juta. Sehingga di sini tidak memberikan jaminan kepastian harga,” kata Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, belum lama ini. Menurutnya, kalau memang produksinya petani laku Rp 10 juta, semestinya petani menerima uang dari penebas sebesar Rp 10 juta juga. Melihat persoalan ini, pemerintah daerah bekerja sama dengan KUD (Koperasi Unit Desa). Implementasinya, KUD berani membeli gabah petani dengan harga jauh lebih mahal. Kemudian, setelah diproses menjadi beras, dijual lebih murah kepada masyarakat dengan harga lebih murah. “Misalnya, harga gabah di pasaran Rp 4.500 per kg, KUD bisa membelinya seharga Rp 4.700 sampai Rp 5.000 per kg.
Demikian juga saat menjual. Bila harga beras di pasaran, Rp 10.000 per kg, maka KUD menjualnya dengan harga lebih murah, misalnya Rp 9.500 sampai Rp 9.700 per kg,” katanya. Namun, saat ini pemerintah daerah baru menjalin kerja sama dalam program ini, dengan tiga KUD di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dawan, Klungkung dan Banjarangkan. Sejauh ini baru ada tiga KUD yang melakukan kerja sama di setiap kecamatan. Sehingga, yang tergarap dengan program ini baru 6-10 persen dari total hasil produksi petani. Harapan ke depan, Dinas Pertanian ingin semua hasil pertanian di Kabupaten Klungkung bisa digarap semuanya oleh KUD. “Kalau setiap desa ada KUD-nya, kan sangat bagus,” katanya. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Pon, 24 Desember 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dibutuhkan Segera Sopir untuk Oprasional Kantor.Bawa Lamaran Jln Danau Buyan No.35.A Sanur Hub.0361270670 / 270672
B.BP.004.12.18.0000775
Penerbit Yudhistira Cr marketing u: Gyr,Klk,K.Asem,Sgr, Ngr, Kuta,min d3 max40th,T.9075695 Email: yudhistiradps@yahoo.com
B.BP.001.12.18.0000766
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03
G.04
G.06
Dicari Sopir syrt: pddk min SMA/ SMK, laki2, punya SIM A, umur maks 25 tahun, belum berkeluarga. Lamaran lengkap sgr dibawa ke Jalan Kepundung 67A Denpasar (isi kode SOPIR) G.07
DIJUAL MOBIL
SERVICE
BIRO JASA
DAIHATSU
B.BP.001.12.18.0000776
Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
G.01
G.02
SERVICE
BIRO JASA
G.05
Daihatsu Xenia Xi Fam’2009 Htm H.Vario Tekno’2016,08123645564
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818
SERVICE
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
SERVICE
DIJUAL TANAH Djl Sawah 30A Penebel 20Jt/Are SHMBUCPemilik.H:081805555210 B.BP.001.12.18.0000762
KEHILANGAN Tlh Hilang BPKB Dump Truck A/N Harwoto 1.DK-8603-FD 2.DK-8595 FD3.DK-8594-FDH:082340804444 B.BP.101.12.18.0000772
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.12.18.0000200
CATERING BTW Catering Harian Minggu/ Bulanan Ph:081236414568 B.BP.001.12.18.0000774
BENGKEL LAS
DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
14
BANGLI
Hari Ibu, Bupati Wujudkan Mimpi Mendiang Istri Bangli (Bali Post) – Bupati Bangli I Made Gianyar tetap berusaha mewujudkan keinginan mendiang istrinya. Salah satunya membuat kebun bunga gumitir di kampung halaman. Bertepatan dengan Hari Ibu, Sabtu (22/12), Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu melakukan panen perdana di kebun gumitir miliknya. Menariknya, seluruh hasil panen perdana dengan melibatkan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Bangli, dijual dan dananya didonasikan untuk dana abadi kegiatan yadnya di desa pakraman setempat. Bupati Made Gianyar saat memanen bunga gumitir di kebun Agro Egicita miliknya mengungkapkan, kebun bunga gumitir ini merupakan keinginan istrinya, Ni Luh Putu Erik Wiriyani Gianyar (almh). Semasa hidup, Ny. Erik Gianyar punya mimpi membangun rumah kecil yang di halamannya dipenuhi tanaman bunga. ‘’Jadi, kebun bunga ini merupakan mimpi dari ibu yang dulu belum sempat terwujud. Hari ini saya sudah mewujudkan keinginan ibu untuk membangun kebun bunga,’’ ungkapnya. Lanjut dikatakannya, dia tak pernah memikirkan bahwa kebun bunga gumitirnya bisa panen perdana bertepatan dengan Hari Ibu. ‘’Kemungkinan ini adalah kehendak Tuhan dan ibu. Bunga ini saya persembahkan untuk ibu,’’ ucapnya. (kmb40)
Bali Post/ina
PANEN - Bupati Bangli I Made Gianyar memanen bunga gumitir di kebun miliknya.
Senin Pon, 24 Desember 2018
Pemekaran Dua Desa Tak Kunjung Terealisasi Bangli (Bali Post) – Rencana pemekaran dua desa di Kecamatan Tembuku yakni Desa Peninjoan dan Yangapi tak kunjung terealisasi. Padahal aspirasi masyarakat agar dua desa tersebut bisa dimekarkan mencuat sejak beberapa tahun lalu. Camat Tembuku Dewa Agung Purnama, Minggu (23/12) kemarin, mengatakan usulan pemekaran diajukan bersamaan sekitar 2017 akhir. Namun, dalam prosesnya hanya Desa Yangapi yang dokumen persyaratannya dinyatakan lengkap dan bisa diproses ke tingkat selanjutnya. Sementara Desa Peninjoan ditunda karena masih ada persoalan mengenai batas wilayah. ‘’Akhirnya kita ulang. Kita turun lagi ke desa-desa dan sekarang sudah sip. Sudah jelas batas-batas wilayahnya,’’ terangnya. Dengan adanya kejelasan batas wilayah, rencananya tahun 2019
mendatang usulan pemekaran Desa Peninjoan diajukan ulang ke Pemerintah Kabupaten. ‘’Secara prinsip, sekarang sudah sip usulannya. Tidak ada masalah. Tinggal diajukan untuk diproses lebih lanjut di tingkat kabupaten,’’ kata Purnama. Dijelaskan Purnama, sebagaimana aspirasi masyarakat, pemekaran Desa Peninjoan dan Yangapi dianggap cukup mendesak untuk dilakukan. Sebab, masing-masing memiliki wilayah yang terlalu luas dan jumlah penduduk yang banyak. Dengan dimekarkan, maka pelaksanaan pembangunan di masing-masing desa tersebut diyakini lebih efektif. Sementara itu, di tengah masih berprosesnya usulan pemekaran dua desa tersebut, Purnama mengatakan, ada satu banjar dinas (dusun) di Desa Tembuku yang akan resmi dimekarkan tahun
2019. Banjar dinas dimaksud, yakni Banjar Dinas Tegalasah. Banjar dinas yang berpenduduk kurang lebih 350 KK itu akan dimekarkan menjadi dua, yakni Banjar Dinas Tegalasah dan Banjar Dinas Tegalasah Kaja. Pemekaran dilakukan lantaran sudah memenuhi sejumlah persyaratan. Secara sosiologis dan historis, Tegalasah Kaja sudah ada sejak lama dan membentuk desa adat sendiri. Tegalasah Kaja sudah memiliki balai banjar, batas wilayah yang jelas dan memiliki penduduk lebih dari 100 KK. ‘’Bapak Bupati sudah menyetujui keputusan pemekaran Banjar Dinas Tegalasah Kaja. Tahun 2019 nanti akan dilakukan pemilihan klian banjar dinas,’’ jelasnya. Dengan adanya pemekaran itu, nantinya pelayanan terhadap masyarakat di masing-masing banjar dinas tersebut diyakini akan menjadi lebih efektif. (kmb40)
15
Senin Pon, 24 Desember 2018
Penyesatan Informasi Oleh karena itu, bantahan Susi dinilai dapat mengakibatkan penyesatan informasi kepada rakyat. ‘’Rakyat dapat saja terkecoh serta berpikir bahwa izin lokasi bukanlah izin yang terkait dengan kegiatan reklamasi,’’ ujarnya, Minggu (23/12) kemarin. Kedua, lanjut Gendo, menyangkut pernyataan Menteri Susi yang mengatakan izin lokasi berbeda dengan izin pelaksanaan reklamasi. Menurutnya, hal ini melecehkan kecerdasan masyarakat terutama yang selama lima tahun menolak reklamasi Teluk Benoa. Sebab, masyarakat sudah sangat sadar bahwa izin lokasi dan izin pelaksanaan adalah
izin yang berbeda. Namun, tetap mengancam Teluk Benoa karena merupakan perizinan yang terkait dengan reklamasi Teluk Benoa. ‘’Sedari awal, kami menyatakan bahwa Menteri Susi menerbitkan izin lokasi. Tidak pernah sekalipun kami menyebut menerbitkan izin pelaksanaan. Aneh saja kami melihat seorang menteri sibuk mengklarifikasi sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ditudingkan,’’ cecarnya. Ketiga, Gendo menyoroti pernyataan Menteri Susi yang meminta masyarakat dan pemerintah Bali untuk mengubah tata ruangnya jika menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Sementara Teluk Benoa sudah menjadi kawasan strategis nasional tertentu
Di saat bersamaan, kondisi gelombang di Selat Sunda pada 21-25 Desember 2018 juga sedang mengalami gelombang tinggi karena bulan purnama. ‘’Gelombang pasang tinggi itulah yang membuat tsunami menjadi semakin besar hingga mencapai ke daratan,’’ terangnya. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BKMG Rahmat Triyono mengakui tsunami yang diakibatkan oleh
aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau gelombangnya membesar karena dibarengi gelombang pasang tinggi yang ditandai dengan munculnya bulan purnama. ‘’Walaupun tsunaminya hanya kecil, tetapi karena bersamaan ada gelombang tinggi membuat gelombang tsunami masuk hingga ke daratan karena memang kaitannya pada durasi. Daya gelombang tsunami meningkat karena bersamaan dengan gelombang pasang bulan purnama,’’ kata jelas Rahmat Triyono. (kmb4)
dan kewenangannya berada di pemerintah pusat. Seharusnya, Menteri-lah yang menyarankan kepada Presiden untuk kembali mengubah status Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi seperti diatur dalam Perpres No.45 Tahun 2011 dan mencabut Perpres No.51 Tahun 2014. Menteri pun bisa memberikan penolakan secara tertulis kepada investor, dalam hal ini PT TWBI yang kembali memohon izin lokasi di Teluk Benoa. Terakhir, pihaknya juga menyoroti Menteri Susi yang selalu mendalilkan bahwa hanya Perpres No.51 Tahun 2014 sebagai satu-satunya alas hukum untuk memberikan izin lokasi kepada PT TWBI. Itu sebabnya, izin itu diberikan karena kalau tidak KKP bisa di-PTUN-kan. Padahal, perjuangan rakyat yang konsisten menolak rencana
Gelombang Tinggi
reklamasi Teluk Benoa selama lima tahun terakhir pun dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan. Begitupun para pejabat di Bali sudah tegas menyatakan sikap menolak reklamasi Teluk Benoa. Belum lagi, hasil penelitian para periset di KKP pun salah satunya menyimpulkan reklamasi Teluk Benoa akan menyebabkan kualitas lingkungan hidup di Teluk Benoa akan terdegradasi. Hasil riset itu bahkan sudah dimuat dalam jurnal internasional. ‘’Kalau menenggelamkan kapal itu berani, harusnya menenggelamkan investasi yang jelas-jelas akan berdampak buruk pada Teluk Benoa, harusnya dia berani. Rakyat saja berani, yang tidak digaji dari pajak. Ibu Susi yang digaji dari pajak harusnya malu pada rakyat Bali,’’ tandasnya. (kmb32)
Akan Bertambah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah.
Daerah yang terdampak di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami. (010)
Usung Budaya Sementara jumlah penduduk Bali yang masih menggantungkan sumber penghidupannya dari sektor pertanian atau berprofesi sebagai petani tinggal tersisa 515.864 orang yang terdiri dari 388.909 laki-laki (75,39%) dan 126.955 perempuan (24,61%). Tidak tertutup kemungkinan, luas lahan pertanian dan jumlah petani di Bali ini akan terus menyusut lantaran laju alih fungsi lahan pertanian menjadi peruntukan lain belum mampu dibendung. Kondisi ini tentu sangat ironis jika dikomparasikan dengan perkembangan sektor kepariwisataan Bali yang melesat jauh. Padahal, sektor pertanian Bali dengan karakteristik masyarakatnya yang kukuh mengusung budaya agraris sejatinya merupakan magnet utama penarik wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Riuhnya gemerincing dolar yang ditangguk para pelaku pariwisata di Bali tidak terlepas dari andil sektor pertanian yang secara tidak langsung telah dijadikan sebagai ‘’mata dagangan’’ dari pariwisata itu sendiri. Oleh karena itu, bukan sesuatu yang berlebihan jika sebagian dari berkah yang ditangguk oleh para pelaku maupun pengusaha industri pariwisata tersebut wajib dikembalikan kepada petani Bali dalam bentuk subsidi dan sejenisnya. Kondisi sektor pertanian yang terpuruk di tengah gemerlap pariwisata Bali ini tidak ditampik oleh Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. dan I Putu Sudiarta S.P., M.Si.,
Ph.D. Kedua akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) ini menegaskan, kebijakan pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian harus tetap diorientasikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani Bali secara luas. Agar tujuan ini bisa diwujudkan, sektor pertanian itu harus dikolaborasikan dengan pariwisata yang selama ini menikmati banyak sekali keuntungan finansial dari proses pertanian yang berlangsung di Bali. Sadar dengan realitas ini, sudah sewajarnya jika sektor pariwisata memberikan subsidi kepada para petani. Misalnya hotel harus membeli hasil pertanian Bali dan PHR bisa digunakan untuk subsidi pajak pada petani. ‘’Di era kepemimpinan Wayan Koster-Cok Ace ini, saya melihat adanya kebijakan yang mengarah ke sana dengan lahirnya Pergub (Peraturan Gubernur) tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Saat ini, produk kebijakan yang mengisyaratkan keberpihakan pemerintah daerah untuk membangkitkan dan memberdayakan petani Bali ini sudah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Tentunya, kita berharap pergub tersebut secepatnya disetujui oleh Kemendagri sehingga bisa diberlakukan secara efektif,’’ kata Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., Minggu (23/12) kemarin. Menegakkan Peraturan Lantas, bagaimana jika para pelaku dan pengusaha di sektor pariwisata ingkar alias tidak menjalankan amanat
dari pergub tersebut? Menurut Supartha, di sinilah nyali pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan diuji, sehingga pergub itu tidak sekadar menjadi macan kertas. Sejatinya, pemerintah daerah sah-sah saja menerapkan sanksi administrasi bagi para pengusaha yang tidak mau tunduk dengan peraturan tersebut. Sebagai contoh, pemerintah daerah berhak dan wajib tidak menerbitkan perpanjangan izin usaha bagi para pengusaha yang ingkar dari kewajiban tersebut. Untuk membuktikan apakah sebuah hotel, restoran, vila dan akomodasi kepariwisataan lainnya sudah menggunakan produk lokal Bali atau tidak, tentu saja instansi terkait di semua jajaran pemerintah daerah harus menggelar sidak secara intensif sebagai bentuk pengawasan pelaksanaan pergub itu di lapangan. Dari sidak inilah pemerintah daerah bisa menjaring pengusaha-pengusaha nakal, selanjutnya menjatuhkan sanksi yang tegas kepada siapa saja yang mengingkari ketentuan pergub itu tanpa pandang bulu. Agar pergub ini bisa berjalan lempang, tentu saja wajib disertai dengan low enforcement yang konsisten dari pemerintah daerah,’’ tegasnya. Supartha mengingatkan, pergub terkait pemanfaatan produk lokal Bali ini tidak hanya mengikat kalangan pelaku atau pengusaha industri pariwisata semata. Namun, juga mengikat seluruh masyarakat Bali. Contoh implementasinya, pemanfaatan produk-produk lokal Bali sebagai sarana upacara keagamaan. Dalam konteks ini, pemerintah daerah wajib
bersinergi dengan desa adat sehingga klausul tersebut bisa dimasukkan ke dalam pararem desa adat. ‘’Intinya, semua komponen dilibatkan dan digugah kesadaran serta kecintaannya untuk menggunakan produkproduk lokal Bali. Jika hal ini bisa diwujudkan, saya optimis kegairahan masyarakat Bali untuk menggeluti sektor pertanian kembali bangkit karena sektor ini juga menjanjikan peningkatan kesejahteraan bagi mereka. Tidak seperti saat ini, masyarakat Bali enggan bertani karena sektor pertanian memang tidak menjanjikan harapan kehidupan yang lebih baik bagi mereka,’’ tegasnya. Lahirnya Pergub tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali ini juga direspons positif I Putu Sudiarta S.P., M.Si., Ph.D. Ia berharap pergub ini tidak bernasib sama dengan produk-produk kebijakan sejenis yang lebih dulu diluncurkan tetapi terkesan sebagai pajangan semata karena di tataran aksi praksis tidak jelas juntrungannya. Selama ini, kata Sudiartha, para pelaku industri pariwisata terkesan enggan memanfaatkan produk pertanian lokal dengan dalih kualitasnya tidak mampu memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Jika itu persolannya, ia berharap para pelaku industri pariwisata di Bali harus siap melakukan pembinaan termasuk mengembangkan pola ‘’bapak asuh’’ kepada komunitas petani Bali, sehingga produk pertanian yang dihasilkan mampu memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. (ian)
Generasi Muda
‘’Sumber-sumber informasi itu harus ada di tiap-tiap subak jika kita ingin subak itu tetap lestari dan menjadi sesuatu yang disenangi oleh generasi muda Bali karena menjanjikan dari peningkatan kesejahteraan hidup. Kalau kondisi pertanian kita tetap terpuruk seperti ini, jangan salahkan jika generasi muda Bali tidak ada yang mau lagi jadi petani,’’ tegasnya. Guna meningkatkan kesejahteraan komunitas petani, pemerintah daerah di Bali diharapkan mengembangkan
konsep pembangunan pertanian dari hulu ke hilir. Sebagai contoh, petani berproduksi kemudian pemerintah bekerja sama dengan pengusaha mampu mengemas produk itu jadi lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi yang selanjutnya disalurkan ke sebuah pasar khusus. Alit Susanta Wirya berharap pasar khusus untuk produk pertanian itu sebaiknya dibangun di masingmasing kabupaten/kota. Alit Susanta Wirya juga meminta pemerintah daerah di Bali mau mengadopsi konsep sinergitas yang diterapkan oleh negara maju seperti Jepang. Sebuah konsep organ-
isasi pertanian yang selalu berhubungan dari hulu ke hilir. (ian)
Lampung Selatan Korban bencana tsunami berada di kawasan pesisir Lampung Selatan, yakni Kecamatan Kalianda dan Rajabasa. Keduanya merupakan kawasan pesisir di Kabupaten Lampung Selatan. Terparah tsunami terdapat di Desa Way Muli dan Desa Tunjir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. (ant)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Senin Pon, 24 Desember 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Tim Porprov Berisi Pemain U-25
PSSI Badung Protes Asprov Bali
Mangupura (Bali Post) Askab PSSI Badung memprotes kebijakan Asprov PSSI Bali yang menyisipkan lima pemain U-25 atau kelahiran 1994 dalam daftar tim Porprov 2019 di Tabanan. Sebab, sesuai hasil kongres yang dihadiri KONI Bali, telah disepakati bahwa skuad Porprov adalah U-21. Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana menegaskan, pihaknya bakal melancarkan protes tertulis terkait keputusan tersebut. ‘’Kami menganggap keputusan itu sepihak, tanpa memberitahukan kepada askab dan askot terlebih dahulu. Kami akan mengirim surat protes resmi ke Asprov PSSI Bali pada Senin (24/12),’’ katanya di Kuta, Minggu (23/12) kemarin. Bagi pria yang akrab disapa Koming ini, Porprov
merupakan ajang bermain bagi pesepak bola amatir berusia maksimal 21 tahun. Oleh karenanya, jika Asprov PSSI mengambil kebijakan, supaya berembuk dulu dengan melibatkan Askot dan Askab PSSI. Apalagi sasaran Porprov adalah pembentukan tim Pra-PON dan PON. Terkait protes Askab Badung, Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana menyatakan pihaknya memasukkan pemain U-25 bertujuan menggairahkan persepakbolaan di Pulau Dewata. Sebab, Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan digelar September, sedangkan Pra-PON mendahului. ‘’Jika keberatan dan menolak pemain U-25, kami siap berkoordinasi dengan askab dan askot,’’ tegasnya seraya menyebut Tim PraPON Bali dimanajeri IGAN Anom Jaksa Saputra. (022)
Bali Post/afp
JUARA – Pemain Real Madrid merayakan keberhasilan merebut juara dalam Kejuaraan Dunia Antarklub di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Piala Dunia Antarklub
Solari Raih Trofi Pertama Abu Dabi –
Real Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub setelah menang 4-1 atas tim tuan rumah Al Ain pada pertandingan final yang dimainkan di Sheikh Zayed Sports City, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (23/12) dini hari kemarin. Madrid menjadi juara untuk keempat kalinya atau ketiga secara berturut-turut, sedangkan bagi Santiago Solari merupakan trofi pertamanya sebagai pelatih. Gol-gol kemenangan Los Blancos disumbangkan oleh Luka Modric pada menit ke14, Marcos Llorente (60), Sergio Ramos (78) dan gol bunuh diri Yahia Nader (90). Gol hiburan bagi Al Ain dibukukan oleh Tsukasa Shiotani pada menit ke-86. Ini merupakan kemenangan ke-11 Madrid dalam 13 pertandingan dan trofi pertama sejak Santiago Solari mengambil alih tugas Julen Lopetegui yang dipecat pada Oktober lalu. ‘’Para pemain ini pantas mendapatkannya. Mereka di sini setelah bekerja sangat keras dan memenangkan banyak trofi. Hari ini mereka menambahkan sentuhan akhir dengan Piala Dunia
Klub ketiga berturut-turut, yang saya pikir merupakan prestasi hebat bagi klub, Real Madrid dan kelompok pemain ini pada khususnya,’’ kata Solari. Bagi Marcos Llorente, golnya ke gawang Al Ain adalah yang pertama untuk Madrid. ‘’Inilah yang kami harapkan dari diri kami sendiri, apa yang telah kami kerjakan setiap minggu. Ini gol pertamaku untuk tim senior. Tidak ada yang lebih baik daripada final ini,’’ ujarnya. Solskjaer Barcelona meraih ke menangan 2-0 atas Celta Vigo dalam laga pekan ke-17 Liga Spanyol di Stadion Camp Nou.
Ousmane Dembele dan Lionel Messi mencetak gol-gol kemenangan Barca. Tim besutan Ernesto Valverde kian mantap di puncak klasemen dengan raihan 37 poin, unggul tiga angka dari peringkat kedua Atletico Madrid (34). Pelatih sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebut sepak bola itu mudah setelah berhasil memenangi laga debutnya. Laga perdana Solskjaer mendampingi United berakhir dengan kemenangan 5-1 atas Cardiff City dalam laga pekan ke-18 Liga Inggris di Stadion Kota Cardiff, Wales. Kemenangan perdana Solksjaer diwarnai raihan dwigol Jesse Lingard yang
melengkapi gol-gol pembuka dari Marcus Rashford, Ander Herrera dan Anthony Martial. ‘’Sepak bola itu mudah jika Anda memiliki pemainpemain yang baik. Mereka adalah sekumpulan pemain yang hebat dan kualitasnya luar biasa,’’ ujarnya. Di bagian lain, manajer Manchester City Pep Guardiola memberikan kredit kepada koordinasi pertahanan Crystal Palace yang berhasil membuat juara bertahan Liga Inggris itu menelan kekalahan kedua dengan skor 2-3 di Stadion Etihad. ‘’Selamat untuk Palace. Dari segi pertahanan mereka sangat brilian. Saya memberikan kredit sepenuhnya,’’ sebutnya. Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, kembali dilanda kebingungan setelah timnya menelan kekalahan 0-1 dari Leicester City di Stadion Stamford Bridge. Chelsea tetap mengoleksi 37 poin dan gagal
memanfaatkan kesempatan menggeser Tottenham Hotspur (39) dari urutan ketiga. Raihan poin The Blues kini setara peringkat kelima Arsenal (37). Juventus menjadi juara musim dingin Liga Italia setelah menang tipis 1-0 atas AS Roma di Allianz Stadion. Gol semata wayang di laga ini dibukukan Mario Mandzukic pada menit ke-35. Bianconerri kokoh di puncak klasemen dengan 49 poin, unggul delapan angka atas Napoli. Juara bertahan Bayern Muenchen naik ke peringkat kedua klasemen Liga Jerman berkat kemenangan 3-0 atas Eintracht Frankfurt. Naiknya Muenchen terbantu oleh kemenangan tim pemuncak klasemen Borussia Dortmund atas peringkat ketiga Borussia Moenchengladbach. Muenchen kini mengoleksi 36 poin, tertinggal enam poin dari Dortmund. (ant/rtr)
Peringati Hari Kesetiakawanan
BNNP Bali Gelar Touring
Denpasar (Bali Post) Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, BNNP Bali mempunyai agenda spesial yaitu touring bersama komunitas motor RX King ke Desa Trunyan, Bangli, Jumat (21/12) lalu. Kegiatan tersebut diselipi sosialisasi dan kampanye antinarkoba. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, Minggu (23/12) kemarin, menyampaikan komunitas motor ini sangat penting dilibatkan dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). ‘’Mereka kesetiakawanannya tinggi dan jumlah anggotanya banyak. Jadi, perlu mendapat sosialisasi bahaya narkoba supaya mampu membentengi dirinya,’’ ujarnya. Brigjen Suastawa yang memimpin kegiatan mengungkapkan, touring mengangkat tema ‘’Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional untuk Mewujudkan Masyarakat Bali Bersih dari Narko ba’’. Peserta sebanyak 164 pegawai dari BNNP Bali beserta jajarannya dan komunitas motor RX King Gianyar. Rute yang ditempuh dimulai dari Denpasar dan finis di Desa Trunyan. Sepanjang perjalanan tim BNNP dan kabupaten/kota
membagikan stiker serta selebaran antinarkoba. ‘’Kegiatan sangat positif karena diikuti masyarakat. Selain bisa aktif dan menunjukkan soliditas, mereka juga diharapkan konsisten tidak menggunakan narkoba. Kegiatan komuni tas-komunitas masyarakat dapat disinergikan dengan kampanye antinarkoba,’’ jelasnya. (kmb36)
TOURING - BNNP Bali menggelar touring ke Desa Trunyan, Bangli.
Bali Post/ist
Eko Supriadi
Bali Post/dok
Denpasar Percepat Pemilihan Ketum PSSI Denpasar (Bali Post) Askot PSSI Kota Denpasar yang diketuai Eko Supriadi akan berakhir masa tugasnya pada April 2019 mendatang. Oleh karena tahun depan ada hajatan Porprov Bali XIV di Tabanan, kongres pemilihan ketua umum (ketum) Askot PSSI Denpasar periode 2019-2023 bisa dipercepat. Sekum Askot PSSI Denpasar Komang Merta melontarkan hal itu, Minggu (23/12) kemarin. Menurutnya, agenda kongres lebih cepat lebih baik. Pihaknya akan mengadakan rapat pengurus guna membahas persiapan kongres pada awal Januari 2019 nanti. ‘’Kalau disepakati, sebaiknya kongres pemilihan ketua umum Askot PSSI Denpasar pada Februari,’’ jelasnya. Dasar pertimbangannya, siapa pun yang terpilih menjadi ketua umum baru bisa menyusun kepengurusan dan menyiapkan tim Porprov. ‘’Bagi kami, jika askot
secepatnya menggelar kongres pemilihan ketua umum baru, berarti tugss kami telah tuntas,’’ ucapnya. Menurut Humas Askot PSSI Denpasar Dewa Gede Rai, Eko Supriadi baru memangku jabatan Ketua Umum Askot PSSI Denpasar satu periode. Berdasarkan statuta PSSI, ia masih bisa dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. Apalagi Eko sukses mengantarkan tim Perseden Denpasar menjadi juara nasional Liga Nusantara (Linus) 2016. Pihaknya akan menyusun agenda berkaitan dengan Piala Wali Kota, apakah berbentuk turnamen atau kompetisi baik futsal maupun sepak bola. Jika menghelat kompetisi tentu biayanya besar, padahal klub-klub anggota Perseden bisa ikut langsung kompetisi Liga 3 Rayon Bali. ‘’Kami akan rapatkan agar sesuai dengan program kerja KONI Denpasar,’’ ujar Dewa Rai. (022)